P. 1
Contoh_KasusKDRT

Contoh_KasusKDRT

|Views: 234|Likes:
Published by Rudi 'ryan' Yanto

More info:

Published by: Rudi 'ryan' Yanto on Mar 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

Sri Rohayati, Kisah Ibu Rumah Tangga Korban KDRT Rabu, 10-Februari-2010, 07:33:45 (diakses dari: http://www

.radarbanten.com tanggal: 11 Maret 2011) ³Sri Rohayati (31), warga Graha Serdang Metropolis, Kramatwatu, Kabupaten Serang, berusaha menutupi perlakuan suaminya, Sucipto (41), yang kerap melakukan tindakan kekerasan fisik, psikis, dan kekerasan seksual selama 9 tahun masa perkawinannya´ Kesabaran yang dimiliki Sri ternyata ada batasnya. Karena merasa tak sanggup lagi menerima perlakuan suaminya, Sri pada 19 Agustus 2008 mengadukan tindakan kekerasan suaminya ke Polres Serang. Sri juga melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Serang dan dikabulkan. Tapi tindakan melaporkan kasus itu tak mengurangi penderitaannya sebagai korban KDRT. Kepolisian yang menangani kasus Sri untuk pertama kali hanya menggunakan Pasal 4 Ayat 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga untuk menjerat mantan suaminya. Pengadilan Negeri (PN) Serang yang memproses kasus ini pun, pada 20 Oktober 2009 memvonis 3 bulan kurungan penjara. Vonis yang dijatuhkan PN Serang itu ternyata dianggap terlalu berat oleh Sucipto dan melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Banten. Upaya banding dikabulkan pada 20 Januari 2010 dan hanya dikenakan hukuman enam bulan masa percobaan. Merasa nasibnya terus menerus tak beruntung, Sri akhirnya mengadukan nasibnya ke Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Banten. Merasa laporannya kepada P2TP2A tidak begitu membuahkan hasil, Sri mengadukan nasibnya kepada sejumlah pers. Didampingi Sekretaris P2TP2A Provinsi Banten Yayah Rukhiyah, Sri mencoba mengusik rasa kemanusiaan penegak hukum melalui media massa. ³Tidak ada maksud untuk menyudutkan pihak manapun atau orang per orang. Tujuan mengadukan nasib saya ke wartawan murni hanya untuk meminta hak saya sebagai warga negara Indonesia untuk memperoleh keadilan dan perlindungan hukum,´ tegas Sri di press room Pemprov Banten, Selasa (9/2). Sri kemudian menceritakan kronologis kasus kekerasan yang menimpa dirinya. ³Kalau untuk kekerasan fisik saya sering dipukul, ditendang, hingga dibanting. Akibat tindakan mantan suami saya ini oleh dokter saya divonis mengalami pengapuran tulang belakang. Sedangkan kekerasan psikis dan seksual, saya sering di caci maki. Bahkan pernah diminta melayani nafsu suami beberapa jam setelah saya melahirkan anak pertama,´ tutur Sri. Ia mengalami KDRT sejak awal pernikahan. ³Saya menikah pada tahun 1999. Saya sama sekali tidak mengetahui sifat dan perangainya karena menikah dijodohkan orangtua,´ ujarnya.

Terkait upaya advokasi yang telah dilakukan P2TP2A terhadap kasus Sri, Yayah Rukhiyah menyatakan, selain mendampingi Sri dalam setiap kali persidangan, pihaknya telah melayangkan surat kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Mahkamah Agung. ³Surat yang kita layangkan ini berisi tentang permintaan agar Mahkamah Agung (MA) menjelaskan putusan yang dikeluarkan Pengadilan Tinggi Banten terkait kasus yang dialami Sri,´ ujarnya. (ila)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->