P. 1
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA PALEMBANG (Autosaved)

IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA PALEMBANG (Autosaved)

|Views: 724|Likes:

More info:

Published by: Sigaor Sukamakan Tapitakterlalugendut on Mar 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

PELAKSANAAN PENDAFTARAN PENDUDUK DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KOTA PALEMBANG TAHUN 2009 Kata metodologi : Pelaksanaan

Variabel penelitian: Pelaksanaan pendaftaran penduduk Tabel pengamatan penelitian Jumlah Penduduk Kota Palembang Tahun 2003 – 2008 Kecamatan 1. Ilir Barat II 2. Gandus 3. Seberang Ulu I 4. Kertapati 5. Seberang Ulu II 6. Plaju 7. Ilir Barat I 8. Bukit Kecil 9. Ilir Timur I 10. Kemuning 11. Ilir Timur II 12. Kalidoni 13. Sako 14. Sukarami TOTAL Jumlah Penduduk 2003 60.761 48.502 142.587 74.738 82.902 76.996 106.727 45.408 75.448 80.246 154.864 86.418 90.229 161.609 2004 62.032 49.015 146.403 76.417 85.109 79.155 109.952 45.865 77.450 81.865 157.602 87.718 90.263 163.705 2005 63.264 50.078 149.135 77.978 86.889 80.749 112.099 46.789 78.674 83.423 160.818 89.617 92.214 167.066 2006 64.708 51.182 152.607 79.736 88.833 82.581 114.668 47.850 80.599 85.351 164.449 91.596 94.251 170.828 2007 65.923 52.125 155.521 81.225 90.482 84.129 116.833 48.748 82.191 86.973 167.522 93.281 95.986 174.015 1.394.954 2008 66.923 53.288 160.233 82.220 91.500 85.125 118.090 49.524 84.300 88.909 168.317 94.321 96.124 178.174 1.417.047

1.287.435 1.312.551 1.338.797 1.369.239

(Sumber: Diolah dari PDA 2004, PDA 2005, PDA 2006, PDA 2007, PDA 2008,PDA 2009) Pengamatan: 1.417.047 - 1.287.435

6 = 22602 Range 1287435---1310037 1310038---1332640 1332640---1355242 1355243---1377845 1377846---1417047 Hasil Pengamatan Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

1.1 Latar Belakang Masalah1 Dari variabel x yang terdiri dari dimensi Sumber Daya, Komunikasi, Disposisi atau Pelaksana, Struktur Birokrasi Bagaimana seharusnya dan realitas dari dimensi Sumber Daya? Dalam upaya mewujudkan tertib administrasi negara, pemerintah perlu membuat suatu kebijakan sebagai pelaksana atas tercapainya suatu tujuan lembaga administrasi dari pada berpegang teguh pada ketentuan hukum untuk menyelengarakan tugas-tugas pelayanan kepentingan umum. Tugas-tugas pelayanan publik ini termasuk pula dalam bidang kearsipan kependudukan. Dalam bidang ini diperlukan suatu kebijakan publik guna melakukan pendokumentasian kependudukan. Hal ini dilakukan sebagai suatu langkah pendataan Warga Negara Indonesia. Di dalam Pasal 26 (1) UUD 1945 (Amandemen) disebutkan bahwa yang menjadi Warga Negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan Undang-Undang sebagai Warga Negara. Berdasarkan pasal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa seseorang yang menjadi Warga Negara Indonesia harus disahkan dengan bukti-bukti tertentu berdasarkan Undang1 Latar Belakang : Kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, baik kesenjangan teoritis maupun kesenjangan praktis yang melatrbelakangi masalah yang diteliti (Bambang Dwiloka dan Rati Riana, 2005 :33)

Bagaimana seharusnya dan realitas dari dimensi Komunikasi? Warga Negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga Negara. tujuan. Bagaimana seharusnya dan realitas dari dimensi Disposisi atau pelaksana ? Tujuan utama dari kebijakan publik yaitu dapat memberikan batasanbatasan dalam bidang yang dikaji supaya pelaksanaanya sesuai dengan apa yang menjadi target dari . Perlindungan yang dimaksud merupakan perlindungan kepastian hukum bahwa seseorang tersebut merupakan Warga Negara Indonesia yang mempunyai hak mendapat perlindungan hukum dari negara seperti yang tercantum dalam Pasal 28D (1) UUD 1945 (Amandemen). Kebijakan publik merupakan rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan. namun KTP tidak dapat digunakan untuk membuktikan bahwa dirinya adalah Warga Negara Indonesia. salah satu alat bukti kependudukan yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP). organisasi) pernyataan cita-cita. Dalam prosedur pelayanan administrasi kependudukan tersebut. akta pengakuan. Pengadministrasian ini dilakukan dengan penerbitan akta-akta kependudukan seperti akta kelahiran. Proses penerbitan akta-akta ini menjadi kewenangan dari Kantor Catatan Sipil. Kantor Catatan Sipil berpedoman pada suatu ketentuan/kebijakan publik yang mengatur pelaksanaan prosedur pelayanan publik tersebut. Akta digunakan sebagai bukti seseorang dalam bidang publik maupun bidang keperdataan. Sebagai contoh pada saat seseorang melakukan pendaftaran sekolah. akta kematian. akta perkawinan. Hal yang menjadi bukti utama yakni akta kelahiran.Undang. akta perceraian. pengesahan. Dalam Pasal 26 ayat 1 dan ayat 2 UUD 1945 Amandemen perubahan kedua menyebutkan bahwa adanya pembedaan Warga Negara dengan penduduk. Status sebagai Warga Negara dapat dibuktikan dengan adanya pengadministrasian penduduk yang bersangkutan. dan pengangkatan anak. Sedangkan penduduk adalah Warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Di Indonesia. kepemimpinan dan cara bertindak (pemerintahan. KTP merupakan alat bukti yang dapat digunakan untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan sebagai penduduk Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai suatu tertib administrasi pendaftaran kependudukan dan pencatatan sipil sebagaimana yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 yang mengisyaratkan bahwa tujuan dari Negara Indonesia yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. prinsip atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran.

Undang-undang republik indonesia Nomor 23 tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan ini berisikan berbagai aturan-aturan dalam bidang pencatatan sipil. Aturan kebijakan dibuat karena tidak dapat diatur dengan peraturan biasa. Aturan ini hanya mengatur kegiatan administrasi negara. Peraturan pelaksana yang terkait dengan bidang pendaftaran kependudukan dan pencatatan sipil yakni Undang-undang republik indonesia Nomor 23 tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan . secara tidak langsung akan mengenai juga masyarakat umum. Keputusan Menteri. keputusan. Ketentuan Peralihan. waktu. pedoman. Tindakan regulatif adalah tindakan yang dirancang untuk menjamin kepatuhan terhadap standar atau prosedur tertentu. tetapi karena sifat tugas administrasi negara menyangkut pihak luar. maupun tidak lagi menyangkut materi muatan suatu peraturan. bahkan disebut Peraturan. baik karena jabatanya tidak berwenang. Dewasa ini kesadaran masyarakat akan pentingnya aktaakta Catatan Sipil semakin meningkat. juklak. Aturan kebijakan timbul dari prinsip kebebasan bertindak yang dibuat untuk mencapai suatu tujuan pemerintahan yang dibenarkan secara hukum. personil dan alat. Pelaporan. kebijakan publik yang terkait dengan administrasi negara yakni peraturan-peraturan pelaksana lainya. dan Ketentuan Penutup. juknis. Aturan kebijakan lebih bertolak pada aspek pencapaian tujuan atau manfaat dari pada dasar pembenaran hukum. seperti Peraturan Menteri. namun seirama dengan itu permasalahan yang muncul kepermukaan juga semakin komplek. Pencatatan Sipil. Bentuk-bentuk aturan kebijakan beraneka ragam seperti surat edaran. Register Pejabat Pencatatan Sipil. Hal tersebut antara lain mengenai Ketentuan Umum Pencatatan Sipil. Pendanaan. Dengan mendasarkan substansi . Dalam mencapai tujuan utama tersebut diperlukan 2 (dua) tindakan. yakni tindakan regulatif dan tindakan alokatif. Penatausahaan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. Peraturan kebijakan dalam bahasa Belanda – selain dinamakan beleidsregels – juga diberi nama ‘pseudowetgeving’ atau ‘spiegelrecht’.kebijakan publik yang bersangkutan. Sedangkan tindakan alokatif adalah tindakan yang membutuhkan masukan berupa uang. yang pada giliranya juga membiaskan perbenturan aspirasi dan kepentingan yang berbeda. Pendaftaran Penduduk. Ketentuan lain-lain. dan Instruksi Menteri. Pada satu sisi penyelenggaraan Catatan Sipil harus melayani masyarakat yang semakin majemuk latar belakang primordialnya. Blangko Dokumen Kependudukan. Bagaimana seharusnya dan realitas dari dimensi dimensi Struktur Birokrasi? Dalam peraturan Perundang-undangan Republik Indonesia.

seperti Undang-undang republik indonesia Nomor 23 tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan untuk diimplementasikan di lembaga administrasi negara seperti Kantor Catatan Sipil.(diidentifikasi)ebagai masalah penting.MA. Dari paparan diatas maka ada masalah variabel Pelaksanaan(Implementasi) dilihat dari dimensi Komunikasi. Van Meter dan Horn (1978:70) mendefinisikan implementasi kebijakan sebagai beriku: “policy implementation encompasses those actions by publikc and private individuals (and groups) that are directed at the achievement of goals and objectivies set forth in prior policy decisions” Itu artinya bahwa kebijakan tersebuat merupakan sbeuah tindakan dari individu baik pemerintah maupun swasta pada pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. dan Aplikasi). Adapun harapan peneliti atas penelitian ini adalah agar setiap pihak dapat mengetahui sejauh mana pelaksanan pendaftaran penduduk di Dinas Kependudukan dan Citatan Sipil Kota Palembang. Pustaka Pelajar.2 Kerangka teori2 Judul penelitian pelaksanaan pendaftaran penduduk di dinas kependudukan dan catatan sipil kota palembang tahun 2009 dan variabel penelitian pelaksanaan pendaftaran penduduk diambil dari mata kuliah Analisis Proses Kebijakan Publik dengan sub bahasan Implementasi (Pelaksanaan) (Drs. AG Subarsono Msi. Sumberdaya. Analisis Kebiajkan Publik(Konsep. . 2 Kerangka Teori menurut Uma Sakaran (dalam Hapsary. 2005) Konsep dari variabel penelitian Pelaksanaan (Implementasi) Implementasi sebagai proses dalam kebijakan publik Dalam studi kebijakan publik. maka perlu kiranya dikaji sejauh mana pelaksanaan pendaftaran penduduk di kota Palembang dan apa pengaruhnya terhadap sistem tata kerja yang berlaku di Kantor Catatan Sipil Kota Palembang dan hambatan serta pendukung dari proses implementasi Peraturan Daerah tersebut di Kantor Catatan Sipil Kota Palembang. Disposisi atau pelaksana dan struktur birokrasi 1.kebijakan publik.2006:11) diartikan sebagai model konseuptual mengenai bagaimana teoriberhubungan dengan berbagai factor/variable yang telah dikenal. implementasi bukanlah sekedar mekanisme penjabaran keputusan politik melalui struktur birokrasi melainkan lebih dari sebuah siapa yang memperoleh apa dari sebuah kebijakan. Teori.

Hubungan Kausial 5. Analisa Kebijakan 4. Adapun proses dari kebjakan publik itu sendiri digambarkan sebagai berikut: 1. Anderson (1978.Gun (1978) yaitu: 1. Komunikasi da Koordinasi yang sempurna 10. Sumber Daya 3. Masalah 2. Tugas yang dirinci dan ditempatkan pada urutan yang tepat 9. Perpaduan Sumber-sumber yang Diperlukan Benar-benar Ada 4. instansi pemerintah) atau serangkaian aktor dalam bidang kegiatan tertentu. Kondisi Eksternal 2. Implementasi Kebijakan 7. kelompok. yaitu dengan tindakan yang terarah.33). . Hubungan Kausial Langsung 6. James E. Hoogwood dan Lewisn A. Perumusan Kebijakan 5. kegiatan ini demikian pentingnya karena mempunyai pengaruh terhadap fase atau proses berikutnya. Produk Kebijakan 6. Rekomendasi. Issue Kebijakan 3. Pihak-pihak Memilik Wewenang Kekuatan Peraturan Daerah adalah produk dari sebuah kebijakan publik.Ada beberapa syarat agar implementasi kebijakan sempurna menurut Brian W. Kegiatan pertama dalam pembuatan kebijakan adalah merumuskan kebijakan. memberikan rumusan kebiajkan sebagai perilaku dari sejumlah aktor (pejabat. Kepahaman dan Kesepakatan 8. Merumuskan masalah kebijakan berarti memberikan arti atau menterjemahkan problem kebijakan secara tepat.66) pada hakekatnya pengertian kebijakan adalah semacam jawaban terhadapt suatu masalah dengan cara tertentu. Hubungan saling Ketergantungan harus Kecil 7. Evaluasi Kebijakan 8. Menurut Hoogerwerf dalam Sjahrir (1988.

Aktifitas implementasi dan komunikasi antar organisasi 2. Karakteristik agen pelaksana/implementor 3. Model-Model Implementasi Model-model Implementasi Kebijakan Publik Implementasi Sistem Rasional (Top-Down) Menurut Parsons (2006).Sebuah peraturan dapat dikatakan baik apabila impelemntasi nya juga baik. implementor dan kinerja kebijakan publik. social dan politik 4. Masih menurut Parsons (2006). berpendapat bahwa implementasi top down adalah proses pelaksanaan keputusan kebijakan mendasar. salah satu pendekatan studi implementasi adalah harus dimulai dengan pernyataan abstrak. Kecendrungan (dispotition) pelaksana/implementor 2. yaitu : . Beberapa ahli yang mengembangkan model implementasi kebijakan dengan perspektif top down adalah sebagai berikut : 1. model implementasi inilah yang paling pertama muncul. Beberapa variable yang mempengaruhi kebijakan public adalah sebagai berikut : 1. George Edward III Menurut Edward III (1980) dalam Yousa (2007). Pendekatan top down memiliki pandangan tentang hubungan kebijakan implementasi seperti yang tercakup dalam Emile karya Rousseau : “Segala sesuatu adalah baik jika diserahkan ke tangan Sang Pencipta. Segala sesuatu adalah buruk di tangan manusia”. Pada prinsipnya implementasi adalah bagaimnaa kebijakan tersebut dapat mencapai tujuan sesuai yang diharapkan. Kondisi ekonomi. implementasi kebijakan berjalan secara linear dari kebijakan publik. model rasional ini berisi gagasan bahwa implementasi adalah menjadikan orang melakukan apa-apa yang diperintahkan dan mengontrol urutan tahapan dalam sebuah sistem. Mazmanian dan Sabatier (1983) dalam Ratmono (2008). seperti yang dikemukakan sebagai berikut. Van Meter dan Van Horn Menurut Meter dan Horn (1975) dalam Nugroho (2008).

sehingga diperlukan koordinasi yang efektif antar lembaga-lembaga terkait dalam mendukung keberhasilan implementasi. berkaitan dengan bagaimana sikap implementor dalam mendukung suatu implementasi kebijakan. Untuk menghindari terjadinya distorsi informasi yang disampaikan atasan ke bawahan. 3. Communication (komunikasi) . mendefinisikan implementasi sebagai upaya melaksanakan keputusan kebijakan. harus jelas informasi yang disampaikan. perlu adanya ketetapan waktu dalam penyampaian informasi. yaitu : 1. Mazmanian dan Sabatier Mazmanian dan Sabatier (1983). Apakah yang menjadi prasyarat bagi implementasi kebijakan ? 2. sumber-sumber dalam implementasi kebijakan memegang peranan penting. Seringkali para implementor bersedia untuk mengambil insiatif dalam rangka mencapai kebijakan. baik dari atas ke bawah maupun dari bawah ke atas. staf yang relatif cukup jumlahnya dan mempunyai keahlian dan keterampilan untuk melaksanakan kebijakan b. karena implementasi kebijakan tidak akan efektif bilamana sumber-sumber pendukungnya tidak tersedia. Edward III. dukungan dari lingkungan untuk mensukseskan implementasi kebijakan d. Bureaucratic structure (struktur birokrasi) . mengusulkan 4 (empat) variable yang sangat mempengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan. komunikasi merupakan sarana untuk menyebarluaskan informasi. Dispotition or Attitude (sikap) . sebagaimana pendapat mereka : . tergantung dengan sejauh mana wewenang yang dimilikinya 4. serta memerlukan ketelitian dan konsistensi dalam menyampaikan informasi 2. wewenang yang dimiliki implementor untuk melaksanakan kebijakan. 3. Apakah yang menjadi faktor penghambat utama bagi keberhasilan implementasi kebijakan? Sehingga untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas.1. Yang termasuk sumbersumber dimaksud adalah : a. suatu kebijakan seringkali melibatkan beberapa lembaga atau organisasi dalam proses implementasinya. informasi yang memadai atau relevan untuk keperluan implementasi c. Resourcess (sumber-sumber) .

b. Derajat perubahan yang diinginkan 4. Variabel independen : yaitu mudah-tidaknya masalah dikendalikan yang berkenaan dengan indicator masalah teori dan teknis pelaksanaan. Variabel dependen : yaitu variable-variabel yang mempengaruhi proses implementasi yang berkenaan dengan indicator kondisi social ekonomi dan teknologi. keragaman objek dan perubahan seperti apa yang dikehendaki. Variabel intervening : yaitu variable kemampuan kebijakan untuk menstrukturkan proses implementasi dengan indicator kejelasan dan konsistensi tujuan c. yaitu (Nugroho. that decision identifies the problem(s) to be pursued. Menurut model ini. and. Keberhasilannya ditentukan oleh derajat implementability dari kebijakan tersebut. usually incorporated in a statute but wich can also take the form of important executives orders or court decision. Kepentingan yang terpengaruh oleh kebijakan 2. Isi kebijakan. Karakteristik lembaga dan penguasa 3. Kedudukan pembuat kebijakan 5. in a vaiety of ways. Ide dasarnya adalah bahwa setelah kebijakan ditransformasikan. implementasi kebijakan dapat diklasifikan ke dalam tiga variable. Model Grindle Menurut Grindle (1980) dalam Wibawa (1994). sikap dan risorsis konstituen. konteks implementasinya adalah : 1. 2008) : a. implementasi kebijakan ditentukan oleh isi kebijakan dan konteks implementasinya.“Implementation is the carrying out of basic policy decision. mencakup hal-hal sebagai berikut : 1. Sumber daya yang dikerahkan Sementara itu. Ideally. ‘structures’ the implementation process”. Jenis manfaat yang akan dihasilkan 3. kepentingan dan strategi aktor yang terlibat 2. dukungan pejabat yang lebih tinggi dan komitmen dan kualitas kepemimpinan dari pejabat pelaksana 5. Pelaksana program 6. Kepatuhan dan daya tanggap . dukungan public. barulah implementasi kebijakan dilakukan. Kekuasaan.

Idealized policy : yaitu pola interaksi yang digagas oleh perumus kebijakan dengan tujuan untuk mendorong. politik. model pendekatan bottom up menekankan pada fakta bahwa implementasi di lapangan memberikan keleluasaan dalam penerapan kebijakan. Menurut Smith (1973) dalam Islamy (2001). dimana kebijakan yang dibuat oleh pemerintah bertujuan untuk mengadakan perbaikan atau perubahan dalam masyarakat sebagai kelompok sasaran. mengemukakan bahwa yang benar-benar penting dalam implementasi adalah hubungan antara pembuat kebijakan dengan pelaksana kebijakan. 4. Model bottom up adalah model yang memandang proses sebagai sebuah negosiasi dan pembentukan consensus. Model Smith ini memamndang proses implementasi kebijakan dari proses kebijakan dari persfekti perubahan social dan politik. Target groups : yaitu bagian dari policy stake holders yang diharapkan dapat mengadopsi pola-pola interaksi sebagaimana yang diharapkan oleh perumus kebijakan. Implementasi Kebijakan Bottom Up Model implementasi dengan pendekatan bottom up muncul sebagai kritik terhadap model pendekatan rasional (top down). mempengaruhi implementasi kebijakan seperti aspek budaya. sasaran dan arena konflik yang mungkin terjadi di antara para aktor implementasi serta kondisi-kondisi sumber daya implementasi yang diperlukan. Menurut Smith dalam Islamy (2001). implementasi kebijakan dipandang sebagai suatu proses atau alur. yaitu : 1. sosial. ekonomi dan . Teori Kependudukan Implementing organization : yaitu badan-badan pelaksana yang bertanggung Environmental factors : unsur-unsur di dalam lingkungan yang jawab dalam implementasi kebijakan. Karena kelompok ini menjadi sasaran dari implementasi kebijakan. khususnya yang menyangkut dengan implementor. Ahli kebijakan yang lebih memfokuskan model implementasi kebijakan dalam persfektif bottom up adalah Adam Smith. Masih menurut Parsons (2006). mempengaruhi dan merangsang target group untuk melaksanakannya 2. implementasi kebijakan dipengaruhi oleh empat variable.Model Grindle ini lebih menitik beratkan pada konteks kebijakan. Parsons (2006). maka diharapkan dapat menyesuaikan pola-pola perilakukan dengan kebijakan yang telah dirumuskan 3.

dalam 2 abad jumlah penduduk bertambah 3 kali lipat. Amerika Tengah dan Amerika Selatan. sedangkan laju pertumbuhan makanan jauh lebih lambat (deret hitung) dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk (deret ukur) Menurut aliran ini pembatasan pertumbuhan penduduk dapat dilakukan dengan 2 cara : 1. misalnya pada tahun 1650 jumlah penduduk 430 juta dan pada tahun 1859 menjadi 844 juta jiwa.homoseksual 2. • Manusia untuk hidup memerlukan bahan makanan. terutama di negara-negara eropa. yaitu : • Penduduk (seperti juga tumbuhan dan binatang) apabila tidak ada pembatasan akan berkembang biak dengan sangat cepat dan memenuhi dengan cepat beberapa bagian dari permukaan bumi. Dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dunia menyebabkan jumlah penduduk menigkat dengan cepat dan dibeberapa bagian dunia telah terjadi kemiskinan dana kekurangan pangan. Positive Checks (lewat proses kelahiran) * Vice atau kejadian (pencabutan nyawa) .tunda kawin * Vice atau Kejahatan (pengurangan kelahiran) . Sehingga muncullah para ahli kependudukan yang membedakan dalam 3 kelompok aliran.mengekang nafsu seks . Misalnya pada tahun 1650 jumlah penduduk berjumalah 113 juta jiwa dan pada tahun 1850 menjadi 325 juta jiwa. USA. Untuk Asia dan Afrika dalam jangka waktu yang sama jumlah penduduk menkadi 2 kali lipat. sejak tahun 1650 laju pertumbuhan penduduk dunia meningkat dengan cepat.Berdasarkan beberapa catatan kependudukan dunia. ALIRAN MALTHUSIAN (Thomas Robert Malthus) Robert Malthus ini mengemukakan beberapa pendapat tentang kependudukan.pengguguran kandungan . Preventif Checks (pengekangan diri) * Moral restraint (pengekangan diri) . yaitu : A.bunuh anak-anak .

RRC. kelompok ini menyokong aliran Malthus.bunuh orang tua * Misery (kemelaratan) . C. ALIRAN NEO-MALTHUSIAN (Garreth Hardin & Paul Ehrlich) Pada abad 20 teori Malthus mulai diperdebatkan kembali. tetapi tekanan terhadap kesempatan kerja (misalnya di negara kapitalis) Marxist juga berpendapat bahwa semakin banyak jumlah manusia semakin tinggi produk yang dihasilkan.kekurangan makanan Kritik terhadap teori Malthus Malthus tidak memperhitungkan hal-hal sebagai berikut : • • • • kemajuan bidang transportasi yang dapat menghubungkan satu daerah dengan daerah lain sehingga distribusi makana dapat berjalan kemajuan bidang teknologi.. jadi dengan demikian tidak perlu diadakan pembatasan penduduk. (kedua aliran ini memiliki pendukung yang sama banyak) negara2 yang mendukung teori Malthus umumnya adalah negara berekonomi kapitalis seperti USA. Angel) Aliran ini tidak sependapat dengan Malthus (bila tidak dibatasi penduduk akan kekurangan makanan). dll Sedangkan negara-negara yang mendukung teori Marxist umumnya adalah negara-negara berekon0mi Sosialist seperti Eropa Timur.peperangan . akan tetapi lebih radikal lagi dan aliran ini sangat menganjurkan untuk mengurangi . ALIRAN MARXIST (Karl & F. Australia.bunuh orang cacat .Epidemi . Korea. Rusia dan Vietnam. Canada. terutama bidang pertanian Usaha pembatasan kelahiran bagi pasangan yang sudah menikah fertilitas akan menurun apabila perbaikan ekonomi dan standar hidup penduduk dinaikkan. B.bencana alam . Menurut Marxist tekanan penduduk di suatu negara bukanlah tekanan penduduk terhadap bahan makanan. Inggrism Prancis.

1. Tahun 1960an dan 1970an foto-foto telah diambil dari ruang angkasa dengan menunjukkan bumi terlihat seperti sebuah kapal yang berlaya dengan persediaan bahan bakar dan bahan makanan yang terbatas. melainkan hanya untuk memberikan gambaran secara factual. .4. Dalam hal ini terkait tiga jenis pengadministrasian. Implementasi kebijakan adalah tahap pengambilan kebijakan antara pembentukan kebijakan dan konsekuensi kebijakan bagi orang-orang yang dipengaruhi kebijakan tersebut.1. Penelitian ini dimaksudkan untuk eksplorasi dan klarifikasi atas kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan pemerintah dalam hal ini berkenaan tentang persya ratan dan tata cara pengangkatan sekretaris desa menjadi pegawai negeri sipil. 1. yaitu pertama pendaftaran penduduk. Definisi Konsep. 1. dan ketiga pengelolaan informasinya. Pada suatu saat kapal ini akan kehabisan bahan bakar dan bahan makanan tersebut sehingga akhirnya malapetaka menimpa kapal tersebut. Jika kebijakan tidak dapat menyelesaikan masalah maka kebijakan tersebut akan gagal sebab implementasi kebijakan pada prinsipnya adalah tata cara agar sebuah kebiuajkan dapat mencapai tujuannya.a kurat dan berusaha untuk emahami dan emnafsirkan peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perpektif peneliti. kelompok. kedua pencatatan sipil. b. Metodelogi Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kaulitatif. sistematis.4. Menurut Singarimbun (1995:33). Sifat dari pendekatan deskriptif bukan untuk mengeneralisasikan data yang terkumpul. atau individu yang menjadi pusat perhatian ilmu sosial. a. keadaan.3 Sikap peneliti Dalam membanguan konsep penelitian ini sikap penelti berdasarkan dimensi diatas maka diperoleh bahwa variabel x penelitian ini adalah Pelaksanaan (Implementasi).jumlah penduduk dengan menggunakan cara-cara “Preventif Check” yaitu menggunakan alat kontrasepsi. sistem administrasi kependudukan merupakan sistem yang mengatur seluruh administrasi yang menyangkut masalah kependudukan pada umumnya. konsep ini merupakan istilah dan definisi yang digunakan untuk mebgambarkan secara abstrak kejadian.

Pelaksanaan Pendaftaran Penduduk Defenisi Serangkaian dilakukan oleh pemerintah dalam melaksanakan kegiatan pendaftaran penduduk dengan menggunakan sistem informasi administrasi kependudukan untuk mencapai 4. perkawinan.Fasilitas atau sarana 3. 1. Variabel Penelitian : Peraturan Daerah No 25 Tahun 2008 Variabel a. –SD -SMP -SMA 2. d. perceraian. –baik -Sedang -tidak baik terpengaruh 1.Informasi atau alur 4. metode penelitian survei. -baik penyampaian peraturan baru -sedang -tidak baik prasarana tersedia yang 2. Implementasi (Pelaksanaan) pendaftaran penduduk merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam melaksanakan kegiatan pendaftaran penduduk dengan menggunakan sistem informasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. pendaftaran penduduk adalah kegiatan pendaftaran dan atau pencatatan data penduduk beserta perubahannya. kematian. dan mutasi penduduk.Tingkat Pendidikan (Implementasi) kegiatan yang daya . kartu keluarga. penerbitan nomor induk kependudukan. nomor induk kependudukan sementara.c. hlm 46). definisi operasional adalah semacam petunjuk pelaksanaan bagaimana caranya mengukur suatu variabel (masri Singarimbun. kartu tanda penduduk dan akta pencatatan penduduk serta pengelolaan data penduduk dan penyuluhan.2 Definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur variable.4. Dengan kata lain. Sumber 1.Kewenangan Variabel Variabel pengaruh Skala 1. –Besar -Sedang -Kecil 3.

Aktifitas Komunikasi dan internal pada eksternal 1. pendalaman implementator -Kepatutan pelaksana agen -baik terhadap -sedang dan 2.-baik -sedang -tidak baik Perda No 25 Tahun sikap dan 4. -lancar peraturan pada tingkat Kecamatan 3. –lancar -sedang -tidak lancar Organisasi pelaksana 2.tujuan telah yang ditetapkan 2. –baik staf kegiatan -sedang -tidak baik DISDUKCAPIL terhadap 2008 -Pengetahuan. Komunikasi 1.Disposisi atau pelaksana -sedang -tidak lancar 1. pemahaman.Tanggapanpimpinan 1.Proses penyampaian 2.Struktur Birokratik sanksi -tidak baik -SOP/ prosedur atau -baik mekanisme kerja -proses sipil -Fragmentasi -sedang -tidak baik penyiapan -baik -tidak baik atau -baik dan berkas pencatatan -sedang penyebaran tanggung -sedang .

tidak hanya dilihat dari jumlahnya. membutuhkan komunikasi yang harus jelas agar tercapainya tujuan yang diamanatkan dari kebijakan tersebut dengan kondisi yang begitu panjang sampai tingkat pemerintahan desa. AG Subarsono Msi. Staf sumber daya yang paling penting dalam mengimplementasikan kebijakan adalah staf. b. ((Drs. Analisis Kebiajkan Publik(Konsep. Pustaka Pelajar. akurat dan konsisten. fasilitas (meliputi gedung.jawab Preposisi Pelaksanaan Pendaftaran Penduduk di Kota Palembang tahun 2009 1. Bagaimana bentuk sosialisasi. Bentuk kedua adalah data tentang kepatuhan pihak lain terhadap . a. maka implementasi tidak akan efektif. Informasi informasi adalah sumber daya kedua dalam implementasi kebijakan. Pertama adalah informasi mengenai bagaimana menjalankan kebijakan. dan Aplikasi). Pelaksanaan perlu mengetahui apa yang harus dilakukan ketika mereka diberikan arahanarahan untuk bertindak. Perintah-perintah untuk mengimplementasikan kebijakan harus disampaikan kepada orang-orang yang tepat secara jelas. Teori. 2005. Ketentuan pelaksanaan persyaratan dan tata cara pendaftaran dan pencatatan sipil (studi kasus di dinas kependudukan dan catatan sipil kota palembang). informasi yang relevan dan memadai tentang bagaimana mengimplementasikan kebijakan dan kepatuhan pihak lain yang terlibat dalam implementasi. tanah dan suplai) untuk menyediakan jasa. peralatan. Informasi ini memiliki dua bentuk.MA. serta koordinasi antar instansi yang dilakukan merupakan bentuk komunikasi dalam tercapainya tujuan dari pp tersebut. tetapi juga melihat kemampuannya untuk menjalankan tugas. maka pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan keputusan harus mengetahui bahwa apa yang harus mereka lakukan. Sumber daya yang penting meliputi: jumlah staf yang memadai dan dengan keahlian yang diperlukan. pemahaman implementator. wewenang untuk menjamin bahwa kebijakankebijakan dijalankan sesuai tujuan. Sumber daya jika orang yang bertanggung jawab untuk menjalankan kebijakan kekurangan sumber daya untuk bekerja efektif.hal 87) 2. Komunikasi -tidak baik Agar implementasi berjalan efektif.

Pustaka Pelajar. Teori. staf dan bantuan teknis kepada yuridiksi pemerintah yang lebih rendah.hal 87) . AG Subarsono Msi. Fasilitas Fasilitas fisik juga sumber daya penting dalam implementasi. sumber daya sangat penting. ((Drs. dan Aplikasi). dan Aplikasi).MA. Analisis Kebiajkan Publik(Konsep. d. AG Subarsono Msi. Para pelaksana kebijakan dapat mengetahui apa yang dilakukan dan memiliki keiginan dan sumber daya yang cukup untuk melakukannya. Karena kurangnya wewenang tersebut.MA. Karakter (disposisi) Karakter atau sikap pelaksana (implementator) adalah faktor penting ketiga dalam pendekatan terhadap studi implementasi kebijakan publik. Insentif (Drs. Menyusun staf birokrasi c. Wewenang bervariasi dari program ke program dan memiliki berbagai bentuk seperti: mengeluarkan perintah kepada pejabat lain. 2005. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pembahasan disposisi: a. c. Teori.aturan-aturan dan regulasi pemenrintah. menyediakan dana.MA. dll. dan Aplikasi). Dampak disposisi b. Wewenang sumber daya lain dalam implementasi adalah wewenang. Pustaka Pelajar. tanpa sumber daya kebijakan tertulis tidak sama dengan kebijakan praktek ((Drs. tetapi mereka masih memiliki hambatan implementasi oleh struktur iorganisasi tempat mereka bekerja. 2005. Analisis Kebiajkan Publik(Konsep. Teori. Pelaksana harus tahu apakah orang lain yang terlibat dalam implementasi kebijakan patuh dengan hukum.hal 87) 3. Struktur birokratif Implementasi dapat terganggu akibat kekurangan dalam struktur birokratif. Pustaka Pelajar. AG Subarsono Msi. 2005. Terkadang beberapa badan kekurangan wewenang untuk mengimplementasikan kebijakan dengan tepat. Analisis Kebiajkan Publik(Konsep. menarik dana dari program.hal 87) 4. maka pejabat membutuhkan koordinasi dengan pelaksana lain jika mereka ingin mengimplenmentasikan program dengan sukses.

4. 1.4. Badan kepagawaian daerah dan pemerintah kecamatan. • Wawancara Wawancara menurut Singarimbun dan Effendi.1989 hal 192. Hubungan disposis dan respon. • Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari riset kepustakaan dan dokumen.3. laporan-laporan baik di kantor pemerintah daerah maupun kantor kecamatan. Data ini diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung di lapangan. Data dan Sumber Data • Data Primer Data primer merupakan data yang diperoleh dan dikumpulkan langsung di lapangan oleh peneliti.4. arsip yang menjadi dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini. Dalam penelitian ini peneliti mempelajari bukubuku. merupakan suatu proses interaksi dan komunikasi dengan bertatap muka secara langsung. arsip. 1. bukubuku. dan lain-lain yang berhubungan dengan penelitian ini.Dari proposisi diatas maka ditemukan hubungan asismetris dimana satu variabel mempengaruhi variabel lain yaittu Hubungan Asimetris dan Variabel. Dalam penelitian wawancara peneliti memilih sekdes dan pegawai pada isntansi terkait dalam hal ini Badan Pemberdayaan masyarakat Desa. • Observasi yaitu melakukan pengamatan langsung secara sistematis terhadap fenomena yang diteliti.5 Populasi dan Sampel .Teknik Pengumpulan Data • Studi Kepustakaan dan dokumentasi. lapaoran. Wawancara merupakan suatu metode atau cara yang digunakan peneliti dalam proses pengumpulan data dengan bertatap muka secara langsung atau bisa menggunakan telepon sebagai alat komunikasi dengan memberikan pertanyaan kepada informan. Ciri individu dan tingkah laku. 1.4.

Teknik Analisis Data Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. baik. 1989. teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono.4. untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang terjadi dalam pelaksanaan pendaftaran penduduk di Kota Palembang tergolong sedikit. Berdasarkan rumusan masalah I. banyak. uraian dan kata-kata (data kualitatif) yang diperoleh dilakuakn pemaparan serta interpretasi secara mendalam untuk diklasifikasikan. subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pendaftaran penduduk di Kota Palembang tergolong tidak baik. biasa-biasa/sedang. Dalam penelitian kali ini yang menjadi populasi adalah pegawai DISDUKCAPIL Kota Palembang .5 Hasil Pengamatan . Adapun teknik analisis data yang akan dilakukan adalah sebagai berikut : Dalam teknik analisis data ini. dianalisis dan diabstraksikan kemudian ditarik kesimpulan. data yang diperoleh dari lapangan akan dikelompokkan. saya menggunakan teknik analisis data menggunakan skala pengukuran ordinal atau skala yang memungkinkan peneliti untuk mengurutkan respondennya dari tingkatan ”paling rendah” ketingkatan ”paling tinggi” menurut suatu atribut tertentu (menurut Singarimbun dan Effendi. sangat baik. sedang.6. hal 102). data yang diperoleh dari lapangan akan dikelompokkan. Penentuan ini dilakukan berdasarkan jenis penelitian deskriptif kualitatif.Sugiono (2000:7) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek. 1. Dalam penelitian ini. 1. Berdasarkan rumusan masalah II. 2.2005:9) jumlah sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah lima sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisia kualitatif dalam bentuk data-data berupa informasi. 1.

Dari data yang didapatkan di Dinas Kependuduakan dan Catatan Sipil Kota Palembang. Proses ini cukup sulit ditinjau dari program komputernya maupun enforcement-nya di lapangan. Setelah operasi pendaftaran penduduk terselesaikan.” Prosedur yang tidak kalah penting dalam pemutakhiran data penduduk yaitu melaksanakan administrasi tentang perubahan jumlah penduduk yang dikenal dengan program LAMPID. Sekarang ini terlalu banyak peraturan dan keharusan yang membebani aparat dan . dan status Jumlah Kota Penduduk berdasarkan wilayah Sumber: DISDUKCAPIL Palembang Ketiga data tersebut dapat menunjukan kepadatan penduduk Kota Palembang. Untuk itu dalam uji coba perlu dicarikan modus yang feasible dan mudah dikerjakan oleh aparat Kelurahan dan tidak memberatkan penduduk di wilayah yang dicakup. maka proses berikutnya adalah melakukan evaluasi dan validasi dengan komputer menuju dihasilkannya database kependudukan yang lengkap. sesuai dengan data yang didapat peneliti di DISDUKACAPIL Palembang jumlah penduduk yang telah terdaftar sebanyak 1. mati. pindah. berikut ini adalah jumlah penduduk Kota Palembang berdasarkan wilayah. Perlu dilakukan evaluasi ulang antara beban yang mereka tanggung dengan manfaat data yang dihasilkan. Saat ini proses pendaftaran ini diulang kembali dan sedang berjalan di lapangan.agama. yaitu merekam kejadian lahir.067 Jiwa. dan datang. mempunyai KTP. dan mutakhir berdasarkan SIAK. Tahap penyempurnaan penerapan program LAMPID ini memerlukan pembahasan teknis yang mendalam karena selama ini pelaporan mutasi penduduk ini selalu tidak lengkap dan frekuensi pelaporannya terlalu memberatkan aparat kelurahan dan penduduk. Sampai saat pada tahun 2010. akurat. Fitri Agustina selaku staf operator SIAK menerangkan mengenai bagaimaan proses dilakukanya pemutakhiran data pendaftaran penduduk di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang.611. “Data disajikan baik atas dasar azas de facto maupun de jure.

Data base yang dimiliki merupakan data hidup dimana data penduduk setiap hari berubah sesuai dengan mutasi penduduk (Lahir. Mati. Amd selaku staf operator SIAK juga menerangkan bahwa “pelaporan data penduduk menurut jenis kelamin. Dalludin selaku Kasi Monitoring dan Evaluasi yaitu 1. Diadakan sosialisasi dan berbagai penyuluhan mengenai arti penting dan manfaat pendaftaran penduduk. pendidikan. Pindah. tetapi data mutasi penduduk berdasarkan registrasi ini tidak pernah akurat dan lengkap karena kurang feasible prosesnya di kelurahan. 3. Banyak warga masyarakat yang memiliki KTP dan KK ganda. Dari pengamatan langsung di lapangan maka ada beberapa kendala yang sering di jumpai di lapangan diantaranya yaitu: 1. Pengamatan Dokumentasi . Memasang gambar alur penerbitan akta-akta kependudukan dan catatan sipil di Dinas kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta 2. alamat (baik secara parallel maupun bertingkat) dapat dilakukan setiap saat (dalam hitungan detik) dengan tingkat validitas diatas 95%.Banyak tamu yang menginap lebih dari 1 x 24 jam tapi tidak melapor. golongan umur. Diadakan Pendataan KTP atau KK.penduduk. Itje Aprisah. masih ada ditemui beberapa kendala yang menghambat berjalannya proses ataupun prosedur pendaftaran penduduk di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang. Dalam menanggulangi kendala-kendala tersebut maka ada beberapa upaya dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang untuk mengatasi hambatan tersebut seperti yang di katakan Drs. Adanya pengajuan SMS (0812-714-4000). pekerjaan. 4. Masyarakat masih banyak yang belum mengerti prosedur penerbitan kartu kependudukan dan akta-akta catatan sipil 2. 5. Membuka line telepon bagi masyarakat umum. Datang) yang terjadi” Program pendaftara penduduk ini tentunya tidak begitu saja berjalan secara mulus. Warga masyarakat masih banyak yang belum sadar akan arti penting dan manfaat akta catatan sipil. Dipasang pasang pengumuman tamu menginap 1x 24 jam wajib lapor di setiap desa atau kelurahan. 3.

Antrian warga untuk mendapatkan blanko pendaftaran penduduk(Doc:Sam) Gbr.2. Warga mengisi blanko pendaftaran penduduk di dalam DISDUKCAPIL Palembang.Gbr.3. Doc(Sam) .

Gbr. Warga mengisi balanko pendaftaran di depan kantor DISDUKCAPIL Palembang Doc. berikut ini adalah jumlah penduduk Kota Palembang berdasarkan wilayah.(Sam) Dari data yang didapatkan di Dinas Kependuduakan dan Catatan Sipil Kota Palembang.agama. dan status Jumlah Kota Penduduk berdasarka wilayah Sumber: DISDUKCAPIL Palembang . mempunyai KTP.4.

Tahap penyempurnaan penerapan program LAMPID ini memerlukan pembahasan teknis yang mendalam karena selama ini pelaporan mutasi penduduk ini selalu tidak lengkap dan frekuensi pelaporannya terlalu memberatkan aparat kelurahan dan penduduk. Fitri Agustina selaku staf operator SIAK menerangkan mengenai bagaimaan proses dilakukanya pemutakhiran data pendaftaran penduduk di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang. pekerjaan. yaitu merekam kejadian lahir. alamat (baik secara parallel maupun bertingkat) dapat dilakukan setiap saat (dalam hitungan detik) dengan tingkat validitas diatas 95%. Amd selaku staf operator SIAK juga menerangkan bahwa “pelaporan data penduduk menurut jenis kelamin. pindah. dan datang. Sampai saat pada tahun 2010. Proses ini cukup sulit ditinjau dari program komputernya maupun enforcement-nya di lapangan.611. Dari pengamatan langsung di lapangan maka ada beberapa kendala yang sering di jumpai di lapangan diantaranya yaitu: . Mati. Data base yang dimiliki merupakan data hidup dimana data penduduk setiap hari berubah sesuai dengan mutasi penduduk (Lahir. masih ada ditemui beberapa kendala yang menghambat berjalannya proses ataupun prosedur pendaftaran penduduk di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang. Saat ini proses pendaftaran ini diulang kembali dan sedang berjalan di lapangan. dan mutakhir berdasarkan SIAK. Datang) yang terjadi” Program pendaftara penduduk ini tentunya tidak begitu saja berjalan secara mulus.067 Jiwa. maka proses berikutnya adalah melakukan evaluasi dan validasi dengan komputer menuju dihasilkannya database kependudukan yang lengkap. Itje Aprisah. mati. Untuk itu dalam uji coba perlu dicarikan modus yang feasible dan mudah dikerjakan oleh aparat Kelurahan dan tidak memberatkan penduduk di wilayah yang dicakup. golongan umur. “Data disajikan baik atas dasar azas de facto maupun de jure. Perlu dilakukan evaluasi ulang antara beban yang mereka tanggung dengan manfaat data yang dihasilkan. tetapi data mutasi penduduk berdasarkan registrasi ini tidak pernah akurat dan lengkap karena kurang feasible prosesnya di kelurahan.” Prosedur yang tidak kalah penting dalam pemutakhiran data penduduk yaitu melaksanakan administrasi tentang perubahan jumlah penduduk yang dikenal dengan program LAMPID. sesuai dengan data yang didapat peneliti di DISDUKACAPIL Palembang jumlah penduduk yang telah terdaftar sebanyak 1.Ketiga data tersebut dapat menunjukan kepadatan penduduk Kota Palembang. Sekarang ini terlalu banyak peraturan dan keharusan yang membebani aparat dan penduduk. akurat. Setelah operasi pendaftaran penduduk terselesaikan. pendidikan. Pindah.

Walaupun sebenarnya masih ada faktor-faktor penghambat yang membuat pendaftaran penduduk di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang kurang berjalan lancar. Masyarakat masih banyak yang belum mengerti prosedur penerbitan kartu kependudukan dan akta-akta catatan sipil 2.Banyak tamu yang menginap lebih dari 1 x 24 jam tapi tidak melapor. 5.7 Kesimpulan Penerbitan dokumen kependudukan di Kabupaten Ogan Ilir mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Memasang gambar alur penerbitan akta-akta kependudukan dan catatan sipil di Dinas kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta 2. 3. Hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks akan adanya KTP untuk berbagai persyaratan administrasi. Warga masyarakat masih banyak yang belum sadar akan arti penting dan manfaat akta catatan sipil.1. 1. Akan tetapi dari pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang telah mengupayakan berbagai cara agar faktor-faktor penghambat pendaftaran penduduk tersebut dapat diatasi. Pelaksanaan pendaftaran penduduk sudah bisa dikatakan baik. Diadakan sosialisasi dan berbagai penyuluhan mengenai arti penting dan manfaat pendaftaran penduduk.8 Saran . 1. Diadakan Pendataan KTP atau KK. Adanya pengajuan SMS (0812-714-4000). 3. Dipasang pasang pengumuman tamu menginap 1x 24 jam wajib lapor di setiap desa atau kelurahan. Dalludin selaku Kasi Monitoring dan Evaluasi yaitu 1. Banyak warga masyarakat yang memiliki KTP dan KK ganda. Sumber Daya Manusia yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang diposisikan sesuai dengan keahlian dan latar belakang pendidikan. 4. Hal ini sangat mendukung keberhasilan pelayanan pendaftaran penduduk serta beralanya prosedur pendaftaran penduduk. Membuka line telepon bagi masyarakat umum. Dalam menanggulangi kendala-kendala tersebut maka ada beberapa upaya dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang untuk mengatasi hambatan tersebut seperti yang di katakan Drs.

org/wiki/Palembang . Implementasi dan Evaluasi). Dwijowito. Bandung: Alfabet Undang-undang No.pdf.Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas maka ada beberapa saran yang diajukan penulis dalam hal pelaksanaan pendaftaran penduduk di kota Palembang dapat berjalan dengan lebih baik.wikipedia.1989.23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Sumber lain: http://adminduk. Saran tersebut: -Pada operator komputer harus lebih teliti dalam input data. agar tidak terjadi kesalahan pemasukan data ketika menyesuaikan dengan formulir yang telah diisi oleh penduduk. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: UGM Press Nugroho. Jakarta : Gramedia Simangarimbun. Masri dan Sofian Effendi. Metode Penelitian Administrasi. Metode Penelitian Survei. William. 2004. Bandung: Alfabet Sugiyono. 2003.depdagri. http://id. Jakarta: LP3ES Sugiyono.id/index. 2004. Riant. Kebijakan Publik (Formulasi. Metode Penelitian Kualitatif Kuantitaif dan R &d.go.php?action=download&file=adm. -Peningkatan jumlah penerbitan dokumen kependudukan sudah cukup baik. kedepnanya diharapkan dapat lebih ditingkatkan lagi agar tercapai tujuan adanya sistem informasi administrasi kependudukan dan proses pembuatan KTP dan KK Daftar Pustaka Dunn.

com/2009/04/sistem-administrasi-kependudukan.ppt http://dodynurandriyan.id/ disdukcapil.palembang.go.blogspot.id/tampung/dokumen/dokumen-6-5.html .http://disdukcapil.palembang.go.

Dipasang pasang pengumuman tamu menginap 1x 24 jam wajib lapor di setiap desa atau kelurahan. 8. 6. Dari pengamatan langsung di lapangan maka ada beberapa kendala yang sering di jumpai di lapangan diantaranya yaitu: 4. tetapi data mutasi penduduk berdasarkan registrasi ini tidak pernah akurat dan lengkap karena kurang feasible prosesnya di kelurahan. alamat (baik secara parallel maupun bertingkat) dapat dilakukan setiap saat (dalam hitungan # $ detik) dengan tingkat validitas diatas 95% $ ata base yang dimiliki merupakan data hidup dimana data penduduk setiap hari berubah sesuai dengan mutasi penduduk (Lahir. Masyarakat masih banyak yang belum mengerti prosedur penerbitan kartu kependudukan dan akta-akta catatan sipil 5. Diadakan sosialisasi dan berbagai penyuluhan mengenai arti penting dan manfaat pendaftaran penduduk. Warga masyarakat masih banyak yang belum sadar akan arti penting dan manfaat akta catatan sipil. Banyak warga masyarakat yang memiliki KTP dan KK ganda. Dalludin selaku Kasi Monitoring dan Evaluasi yaitu 6. Mati. masih ada ditemui beberapa kendala yang menghambat berjalannya proses ataupun prosedur pendaftaran penduduk di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang. Amd selaku staf operator SIAK juga menerangkan bahwa ³pelaporan data penduduk menurut jenis kelamin. atang) yang terjadi´ Program pendaftara penduduk ini tentunya tidak begitu saja berjalan secara mulus. Pindah. golongan umur. 9. 10. Dalam menanggulangi kendala-kendala tersebut maka ada beberapa upaya dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang untuk mengatasi hambatan tersebut seperti yang di katakan Drs. Membuka line telepon bagi masyarakat umum.penduduk. . pendidikan. pekerjaan. Adanya pengajuan SMS (0812-714-4000). Memasang gambar alur penerbitan akta-akta kependudukan dan catatan sipil di Dinas kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta 7. Itje Aprisah. Diadakan Pendataan KTP atau KK.Banyak tamu yang menginap lebih dari 1 x 24 jam tapi tidak melapor.

1.8 Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas maka ada beberapa saran yang diajukan penulis dalam hal pelaksanaan pendaftaran penduduk di kota Palembang dapat berjalan dengan lebih baik. Saran tersebut: -Pada operator komputer harus lebih teliti dalam input data. Pelaksanaan pendaftaran penduduk sudah bisa dikatakan baik. Walaupun sebenarnya masih ada faktor-faktor penghambat yang membuat pendaftaran penduduk di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang kurang berjalan lancar. Hal ini sangat mendukung keberhasilan pelayanan pendaftaran penduduk serta beralanya prosedur pendaftaran penduduk. -Peningkatan jumlah penerbitan dokumen kependudukan sudah cukup baik. agar tidak terjadi kesalahan pemasukan data ketika menyesuaikan dengan formulir yang telah diisi oleh penduduk.1. Hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks akan adanya KTP untuk berbagai persyaratan administrasi. kedepnanya diharapkan dapat lebih ditingkatkan lagi agar tercapai tujuan adanya sistem informasi administrasi kependudukan dan proses pembuatan KTP dan KK . Sumber Daya Manusia yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang diposisikan sesuai dengan keahlian dan latar belakang pendidikan. Akan tetapi dari pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang telah mengupayakan berbagai cara agar faktor-faktor penghambat pendaftaran penduduk tersebut dapat diatasi.7 Kesimpulan Penerbitan dokumen kependudukan di Kabupaten Ogan Ilir mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Metode Penelitian Survei.palembang.go. Metode Penelitian Kualitatif Kuantitaif dan R &d.go. Jakarta : Gramedia Simangarimbun.23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Sumber lain: http://adminduk. Masri dan Sofian Effendi.id/ disdukcapil.go. Metode Penelitian Administrasi. 2003.php?action=download&file=adm. Jakarta: LP3ES Sugiyono.id/tampung/dokumen/dokumen-6-5. Bandung: Alfabet Undang-undang No.org/wiki/Palembang http://disdukcapil.wikipedia.html . Bandung: Alfabet Sugiyono. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. 2004.com/2009/04/sistem-administrasi-kependudukan.id/index.blogspot. Riant. Yogyakarta: UGM Press Nugroho. http://id. 2004.Daftar Pustaka Dunn.depdagri. Kebijakan Publik (Formulasi. Dwijowito. Implementasi dan Evaluasi).1989.palembang.ppt http://dodynurandriyan.pdf. William.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->