BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG Di dalam sel banyak sekali terjadi hal-hal yang sulit dipercaya dan tidak pernah disangka sebelumnya. Dari mulai proses sisntesis protein sampai dengan metabolisme. Ternyata bukan hanya hal tersebut yang terjadi di dalam sel, masih banyak lagi hal-hal yang luar biasa yang diantaranya yaitu: apoptosis, proses terjadinya kanker dan juga steem sel. Apoptosis adalah salah satu bentuk proses yang terjadi pada sel dimana sel melekukan tindakan bunuh diri saat dirasa dirinya dalam keadaan rusak, tidak dapat melakukan pemulihan saat dirinya mengalami luka, atau pada saat sel tersebut tidak diperlukan lagi sehingga akan dilakukan perombakan. Kanker adalah salah satu kata yang bisa dianggap populer di masyarakat. Kanker sendiri yaitu suatu penyakit yang didahului dengan proses tumbuhnya sel secara tidak terkendali dan menyebabkan terganggunya aktifitas sel lain. Kanker dapat terjadi kapan saja tanpa melihat status dan kedudukan. Penyakit ini mempunyai banyak macam dan sering menyerang organ vital. Steem sel atau sering disebut sebagai sel tunas atau pertunasan sel merupakan sel yang belum terdeferensiasi dan masih bisa melekukan proses pembelahan diri dan berubah menjadi sel khusus. Saat ini steem sel banyak dimanfaatkan dalam bidang kedokteran. Hal yang bisa dilakukan dengan pemanfaatan steem sel antara lain sebagai bentuk perawatan terhadap luka, penemuan obat baru dan terapi.

1.2. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan paparan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Apa pengertian apoptosis dan peranannya dalam sel? 2. Apa pengertian kanker dan bagaimana prosesnya terjadi? 3. Apa pengertian Steem sel dan manfaat apa saja yang dapat diambil?

1.3. TUJUAN Tujuan penulisan makalah ini antara lain: 1. Untuk mengetahui apa itu apoptosis dan peranan dalam sel. 2. Untuk mendapatkan informasi tentang kanker dan proses pembentukannya. 3. Untuk mendapatkan pengetahuan tentang steem sel dan manfaatnya.

1 Apoptosis 2.Bab II Isi 2. Apoptosis berbeda dengan nekrosis.1 definisi Apoptosis Apoptosis (dari bahasa Yunani apo = "dari" dan ptosis = "jatuh") adalah mekanisme biologi yang merupakan salah satu jenis kematian sel terprogram. Nekrosis adalah kematian sel yang disebabkan oleh kerusakan sel secara akut. Apoptosis pada umumnya berlangsung seumur hidup dan bersifat menguntungkan bagi tubuh. contoh nyata dari keuntungan apoptosis adalah pemisahan jari pada embrio. Sel-sel yang dimusnahkan karena cedera (seperti cedera oleh mekanikal.1. Apoptosis yang dialami oleh sel-sel yang terletak di antara jari menyebabkan masingmasing jari menjadi terpisah satu sama lain. Apoptosis digunakan oleh organisme multisel untuk membuang sel yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh. isi sel bocor keluar c. terinfeksi oleh toksik) dan mati melalui nekrosis memerlihatkan beberapa perubahan: a. Bila sel kehilangan kemampuan melakukan apoptosis maka sel tersebut dapat membelah secara tak terbatas dan akhirnya menjadi kanker. keradangan berlaku dalam tisu berhampiran . sel-sel tersebut (serta organel) menjadi bengkak kerana keupayaan membran plasma mengawal keluar masuk ion dan air terganggu b.

isyarat pada sel untuk siap melakukan proses apoptosis dengan penggabungan molekul-molekul tertentu melalui reseptor spesifik pada permukaan sel. Contoh-contoh isyarat ini termasuk: y y y faktor nekrosis tumor yang bergabung dengan reseptor TNF.2 Fungsi apoptosis Apoptosis dapat terjadi ketika sel mengalami kerusakan dan tidak dapat diperbaiki lagi.dan dari jaringan yang mengelilinginya. Pertimbangan dilakukan apoptois pada srl bergantung kepada keseimbangan antara: a. Bila sel tersebut masih memiliki manfaat bagi yang lain. FasL ialah satu protein permukaan yang banyak terdapat pada sel T teraktif. atau berasal dari sel sistem imun. Penerimaan isyarat negatif: penerimaan isyarat negative merupakan pertanda bila sel tersebut sudah tidak di ijinkan untuk terus hidup dan berkembang. tergantung dari kegunaan sel itu sendiri terhadap sel atau jaringan lainnya yang dipengaruhnya. Antibodi terhadap Fas juga dapa menjadi isyarat apoptosis. yaitu isyarat untuk terus hidup: sel tersebut masih dipertimbangkan untuk hidup ataupun tidak. satu molekul yang bergabung dengan reseptor permukaan yang disebut Fas (atau CD95). . Keputusan untuk melakukan apoptosis berasal dari sel itu sendiri.1. Fas ligand (FasL). limfotoksin (TNF). b. Sebaliknya. FasL isyarat apoptosis pada berbagai sel yang mengekskresikan Fas pada permukaan. yang juga bergabung dengan reseptor TNF. p53 mungkin berfungsi sebagai pengesan (sensor) adanya kerusakan pada DNA. Protein-protein pada mamalia yang paling banyak dikaji karena terlibat dalam apoptosis ialah penekan tumor p53 (p53 tumor suppressor) dan ligand Fas (FasL) dan reseptor Fas. maka sel tersebut masih dipertimbangkan untuk hidup dan menjalankan tugasnya. Kerusakan DNA oleh oksidan atau agen lain. p53 ialah suatu protein penggabung DNA (DNA binding protein) dan pengaktif transkripsi (transcription activator) yang mempunyai peranan dalam pemulihan DNA kerana ia terkumpul selepas berlaku kerusakan DNA. Banyak kajian telah dilakukan untuk mengenal pasti isyarat-isyarat untuk dilakukan apoptosis. Penerimaan isyarat positif.2. FasL/Fas ialah suatu contoh isyarat apoptosis.

atau kerusakan DNA akibat racun atau paparan terhadap ultraviolet atau radiasi. yang akhirnya menimbulkan kanker. y Sebagai upaya menjaga kestabilan jumlah sel Pada organisme dewasa. Kedua keadaan tersebut dapat bersifat fatal atau sangat merusak. selalu diperbarui oleh aktivitas pembelahan diri sel-sel progenitornya. Suatu sel akan mengadakan proses apoptosis ketika : y Sebagai respon stress atau kerusakan DNA Kondisi yang mengakibatkan sel mengalami stress. Sel yang mengalami apoptosis mengkerut. Bila keseimbangan ini terganggu. Sel darah dan kulit. jumlah sel dalam suatu organ atau jaringan harus bersifat konstan pada range tertentu. tetapi pembelahan diri tersebut harus diseimbangkan dengan kematian sel yang sudah tua. Diperkirakan 50-70 milyar sel mati setiap harinya karena apoptosis pada manusia dewasa. misalnya kelaparan. akan terbentuk tumor b) Bila kecepatan pembelahan sel lebih rendah daripada kecepatan kematian sel. jumlah pembelahan sel dan kematian yang terjadi pada tubuh seseorang mencapai kurang lebih sama dengan berat badan orang tersebut. atau bila inisiatif untuk melakukan apoptosis dihambat oleh virus. Keseimbangan (homeostasis) tercapai ketika kecepatan mitosis (pembelahan sel) pada jaringan sama dengan kematian sel. inti selnya mengecil. Proses fagositosis memungkinkan komponen-komponen sel yang tersisa digunakan kembali oleh makrofaga atau sel-sel yang berada di sekitarnya. sel yang rusak dapat terus membelah tak terbatas. misalnya. sehingga sel tersebut mudah difagositosis. . akan terjadi penyakit karena kekurangan sel. salah satu dari hal berikut ini akan terjadi: a) Bila kecepatan pembelahan sel lebih tinggi daripada kecepatan kematian sel. dapat menyebabkan sel memulai proses apoptosis.Bila sel kehilangan kemampuan untuk melakukan apoptosis (misalnya karena mutasi). Dalam satu tahun. y Sebagai bagian dari pertumbuhan Kematian sel terprogram merupakan bagian penting pada perkembangan jaringan tumbuhan dan organisme multisel.

menemukan dan mengenali sel-sel yang tidak sempurna atau terinfeksi.1. Ini berlaku melalui apoptosis. Sel imun tersebut mempengaruh dirinya sendiri dan sel imun yang lain untuk mengadakan apoptosis. artinya virus penyakit sudah dapat dilumpuhkan. Apaf-1. Bax. Jika mekanisme apoptosis tidak berjalan normal. maka sel imun akan memperbanyak diri untuk melawan virus penyakit tersebut. Dalam melakukan tugasnya. Apabila tugas dari sel imun sudah terselesaikan. Setelah sel T menjadi aktif. dll) dan sejumlah enzim-enzim caspase (ensim hidrolase atau proteolilik) yang berperan sebagai aktor atau aktris utama dalam proses apoptosis. sel B dan T harus memiliki kemampuan untuk membedakan antara "milik sendiri" (self) dari "milik asing" (non-self). Noxa.Contoh:  Resorption ekor berudu semasa metamorfosis berlaku melalui apoptosis  Pembentukan jari-jari pada janin memerlukan tisu di antaranya dihapuskan. Bclxl. protein regulator sitosolik (Bcl2. PUMA. dan membuat sel-sel tersebut melakukan kematian sel terprogram/apoptosis. apabila sel tubuh terinfeksi suatu virus penyakit. Sel T pembunuh (killer T cells) menjadi aktif saat dihamiri antigen asing karena adanya infeksi virus. Proses apoptosis di dalam sel bila diibratkan sebagai suatu sinetron berseri bisa dibedakan menjadi 3 seri utama yaitu Serial atau Fase: . sel-sel tersebut bermigrasi keluar dari lymph node. Smac-Diablo. maka sel-sel imun yang terlibat dalam perlawanan virus penyakit tersebut harus dihapuskan atau perlu diadakan bunuhdiri secara masal terhadap sel-sel imun tersebut agar tidak menyerang komponen tubuh yang lain. y Regulasi sistem imun Sel B dan sel T adalah pelaku utama pertahanan tubuh terhadap zat asing yang dapat menginfeksi tubuh.3 Proses apoptosis Proses apoptosis adalah suatu proses yang terintegrasi antara faktor eksternal maupun internal sel yang melibatkan sejumlah protein reseptor-ligan (FasL/C95L dengan Fas/CD95). 2. dan antara antigen "sehat" dan "tidak sehat". maka penyakit-penyakit autoimun seperti SLE dan artritis reumatoid dapat terjadi. atau terhadap sel-sel dari tubuh itu sendiri yang mengalami perubahan menjadi ganas.

Fase inisiator terjadi perikatan sinyal kematian dari luar sel oleh reseptornya yang berada pada membrane sel (Ikatan antara ligan dan reseptor seperti halnya ikatan yang terjadi antara FasL dan Fas. atau secara mikroskopis tampak terbentuknya apoptotic bodies. Jalur intrinsic diperankan mitokondria yang akan melepaskan sitokrom-c. Caspase-8 (aktif) akan mengaktifkan protein Bid (Death promoting protein). Hal itu terjadi karena struktur protein yang menyusun cytoskeleton mengalami pemotongan oleh peptidase yang dikenal sebagai caspase. Eksekusi sel dilaksanakan oleh caspase-3 dengan ditandai adanya cleavage atau pemotongan PARP (poly-ADP Ribosa Polimerase) yang merupakan substrat spesifik caspase-3. Sel terlihat membulat.1. Ikatan protein ini akan mengaktifkan caspase-9. Fase Efektor 3. Fase Eksekusi Masing-masing fase merupakan rangkaian proses reaksi biokimiawi yang diperankan sejumlah protein. kerusakan DNA. Protein Bid ini akan memacu pelepasan sitokrom-c dari mitokondria. 2. setelah menerima sinyal dari luar sel (sinyal bisa berupa stress. recruitment protein adaptor seperti FADD (Fas Associated Death Domain) dan procaspase-8 (inactive). Sel yang mengalami apoptosis menunjukkan ciri morfologi yang unik bila dilihat menggunakan mikroskop : 1. yaitu fragmen-fragmen DNA (inti sel) dan komponen sitosol yang terbentuk dengan selubung membrane sel dengan ukuran lebih kecil dari sel atau inti sel. Fase initiator 2. Caspase diaktivasi oleh mekanisme sel itu sendiri. Ikatan ini diikuti dengan terbentuknya komplek protein death domain. Aktifnya caspase-9 akan mengaktifkan procaspase-3 menjadi caspase-3 (active). Komplek protein ini merupakan cell death signals. Pada fase efektor procaspase-8 akan aktif setelah mengalami digest. Lepasnya sitokrom-c akan ditangkap oleh procaspase-9 (inactive) dan membentuk protein komplek bersama dengan protein Apaf-1. Kromatin mengalami degradasi awal dan kondensasi. kemoterapi atau sinar ultra violet). .

yaitu lapisan lipid fosfatidilserina akan mencuat keluar dan dikenali oleh fagosit. Bila terjadi kerusakan di dalam sel. Apoptosis berdasarkan isyarat dari dalam sel: Di dalam sel yang normal. yang kemudian difagositosis. FasL 1. . Sel pecah menjadi beberapa bagian yang disebut badan apoptosis.3. membran luar mitokondrianya mensekresikan protein Bcl-2. Pengaktifan ini akan meningkatkan aktiviti proteolisis dan akan mencerna protein struktur dalam sitoplasma serta mengurai DNA kromosom. yaitu : y isyarat-isyarat yang diperoleh dari dalam sel y isyarat yang diperoleh dari luar sel. limfotoksin. Bcl-2 bergabung dengan protein Apaf-1. 4. Yang akan berakhir dengan kematian sel. Membran inti terbelah-belah dan DNA yang berada didalamnya terpotong-potong. Caspase 9 yang merupakan protease akan mengaktifkan caspase lain. Kromatin mengalami kondensasi lebih lanjut dan membentuk potongan-potongan padat pada membran inti. Terdapat 2 mekanisme berbeda untuk sel yang memusnahkan dirinya melalui apoptosis. dan kemudian sel mengalami fagositosis 6. Lapisan dalam dari membran sel. Apaf-1 dan sitokrom c akan bergabung dengan caspase 9 dan membentuk kompleks apoptosom yang akan terkumpul dalam sitosol. dikirimkan oleh "isyarat pemusnahan" yang bergabung dalam reseptor di permukaan sel seperti: TNF. Bcl-2 akan membebaskan Apaf-1 dan sitokrom c akan keluar dari mitokondria. 5.

. kemudian memindahkan sinyal tersebut ke sitoplasma yang akan mengaktifkan caspase 8. seperti caspase 9. juga akan mengaktifkan secara bersekuen caspase lain yang akan menyebabkan kematian sel. Apoptosis berasal dari isyarat luar sel Fas dan reseptor TNF merupakan protein membran pada reseptor permukaan sel. Caspase 8. Pergabungan FasL dan TNF masing-masing dengan reseptor permukaan sel.2.

c. Beberapa mutasi gen mengubah sel normal menjadi sel kanker. Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA. Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. kemoterapi. misalnya : .2 Kanker 2.1 Definisi kanker Kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk: a. Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal) b. bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik. Reaksi antara asam tetraiodotiroasetat dengan integrin adalah penghambat aktivitas hormon tiroksin dan tri-iodotironina yang merupakan salah satu faktor yang berperan dalam angiogenesis dan proliferasi sel tumor. Tumor (dala bahasa Latin berarti pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal. tetapi dapat berupa "ganas" (bersifat kanker) atau "jinak" (tidak bersifat kanker). menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel.2. seperti leukemia. Sebagian besar kanker membentuk tumor. atau radiasi. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline). Setelah didiagnosis.2. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. bergantung pada lokasi dan karakter keganasan. serta ada tidaknya metastasis. kanker dikategorikan dalam klasifikasi yang lebih umum. kanker biasanya dirawat dengan operasi. Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda. menyerang jaringan biologis di dekatnya. tetapi ada beberapa yang tidak. disebut metastasis. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.

kanker tiroid. Transformasi in vitro paada sel kanker A. Sarkoma. Diantaranya berupa : a. Leukemia. tidak terjadi koordinasi selular yang biasa nampak pada jaringan normal f. karsinoma serviks.2. banyaknya jumlah sel yang mengalami mitosis b. pembuluh darah. dll. Mesotelioma pada pleura atau perikardium 2. merupakan kanker yang terjadi pada tulang seperti osteosarkoma. jaringan adiposa. sulit mati walaupun telah mengalami diferensiasi berkali-kali b. seperti kulit atau jaringan yang menyelubungi organ tubuh.a. tidak terdapat batas jaringan yang jelas. b. variasi ukuran dan bentuk sel d. Terjadi perubahan pada karakteristik perkembangan sel: a. merupakan kanker yang terjadi pada jaringan epitel. tidak terdapat fitur selular yang khas e. tumbuh berkembang yang tidak terhenti. tulang rawan seperti kondrosarkoma. jaringan otot seperti rabdomiosarcoma. c. walaupun telah berdesakan dengan sel di sekitarnya. misalnya organ pada sistem pencernaan.Limfoma dan Mieloma kanker yang terjadi pada jaringan darah d. Melanoma timbul dari melanosit. variasi jumlah dan ukuran nukleus c. Karsinoma. Contoh meliputi kanker kulit. e. sehingga jaringan kanker memiliki kepadatan yang tinggi .2 Ciri-ciri sel kanker Jaringan kanker memiliki ciri morfologis yang sangat khas saat diamati dengan mikroskop.

heksos dan nukleosida. Perubahan pada komposisi antar muka sel. gejala kanker bisa dibadi menjadi tiga kelompok : 1. Tidak terdapat ekspresi protein dari gen "penekan tumor". d. sehingga proliferasi menjadi semakin tidak terkendali. Perubahan pada metilasi DNA. Gejala metastasis (penyebaran) : pembesaran kelenjar getah bening (lymph node). proteoglikan. hemoptisis. 2. dan dapat tumbuh sebagai koloni bebas di dalam medium semi-padat. glikoprotein. Perubahan pada struktur dan fungsi membran sel. dan faktor pertumbuhan hematopoietik. hepatomegali (pembesaran hati). rasa sakit pada tulang. sehingga tidak terjadi penurunan laju diferensiasi E. Peningkatan ekspresi protein onkogen sebagai akibat dari translokasi. amplifikasi dan mutasi pada kromosom. batuk. 2. karena terjadi perubahan komposisi antarmuka sel. rasa sakit. e. sulit mengalami apoptosis B.2. D. ekspresi antigen tumorik dan peningkatan penyerapan asam amino. membutuhkan serum dan faktor pertumbuhan lebih sedikit d. tidak memiliki kendali atas siklus sel f. Tidak terjadi interaksi matriks sel-sel dan sel-ekstraselular. termasuk peningkatan aglutinabilitas karena lektin herbal C. Tidak terjadi keseimbangan genetis.3 Gejala kanker Secara umum. peningkatan kemungkinan terjadinya metastasis.c. fraktur pada tulang- . e. Transformasi in vivo pada sel kanker Transformasi pada sel manusia mengakibatkan ketidak-stabilan genomik seperti: a. pendarahan (hemorrhage). tidak lagi membutuhkan lapisan antarmuka untuk berkembangbiak. Gejala lokal : pembesaran atau pembengkakan yang tidak biasa. Terdapat kelainan transkripsi genetik yang menyebabkan kelebihan produksi zat pendukung pertumbuhan. termasuk komposisi molekul pencerap zat bersangkutan. c. glikolipid. Sel kanker tidak merespon stimulasi zat yang menginduksi diferensiasi. b.

Hiperplasia keadaan saat sel normal dalam jaringan tumbuh dalam jumlah yang berlebihan. Tingkat replikasi yang lebih cepat. anemia. Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan perubahan sel normal menjadi sel kanker adalah : 1. . tetapi. terutama di dalam lingkungan yang membuat mutasi lebih mudah untuk berkembang dan menyebar. dan gejala-gejala neurologis. hanya menyisakan sedikit waktu bagi enzim-enzim untuk memperbaiki DNA yang rusak pada saat replikasi DNA. beberapa mutagen bukanlah karsinogen. 2. kelelahan dan kakeksia(kurus kering). dan mungkin diwariskan ke sel anak. nafsu makan berkurang secara signifikan. langkah-langkah tersebut sering kali gagal. progresi tumor setiap hal yang bereplikasi memiliki kemungkinan mutasi. mutasi itu akan tetap ada. promosi tumor c. keringat berlebihan pada saat tidur.4 Pembentukan sel kanker Patogenesis kanker dapat dilacak balik ke mutasi DNA yang berdampak pada pertumbuhan sel dan metastasis. Bahan kimia seperti ini bisa menyebabkan kanker dengan menstimulasi tingkat pembelahan sel. Semua kanker yang dikenal muncul secara bertahap. Zat yang menyebabkan mutasi DNA dikenal sebagai mutagen. Displasia merupakan kondisi ketika sel berkembang tidak normal dan pada umumnya terlihat adanya perubahan pada nukleusnya. Walaupun pada kanker tahap lanjut menyebabkan rasa sakit. inisiasi tumor b. Gejala sistemik : berat badan turun.2. Apoptosis merupakan langkah yang ditempuh oleh tubuh untuk mengurangi kemungkinan terkena kanker. konversi malignan d. 3. sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya mutasi.tulang yang terpengaruh. dan mutagen yang menyebabkan kanker disebut dengan karsinogen. sering kali itu bukan gejala awalnya. empat tahap proses karsinogenik adalah : a. 2. banyak mutagen adalah juga karsinogen. Namun. Alkohol adalah contoh bahan kimia bersifat karsinogen yang bukan mutagen. Kecuali jika pencegahan dan perbaikan mutasi tersebut dapat ditangani dengan baik. Pada tahapan ini ukuran nukleus bervariasi.

Dalam halini stem cell mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel matang. dan lain-lain. . 3. maupun dari sel-sel yang membentuk komponen otak lainnya sepertivmembran.walaupun demikian tumor jinak masih bisa menyebabkan banyak masalah di otak. 2. Tumor otak primer yang paling umum adalah glioma.aktivitas mitosis meningkat. Secara umum. dan pembuluh darah. Tumor ganas (kanker) tumbuh dan menyebar secara agresif. Tumor yang tidak tumbuh secara agresif disebut jinak. Kanker otak dapat timbul dari sel-sel otak primer.5 Sekilas tentang kanker otak Kanker otak adalah akibat dari pertumbuhan abnormal sel-sel di otak. dan tumor neuroectodermal primitif (medulloblastomas) Meskipun banyak pertumbuhan otak yang populer disebut tumor otak. atau dari pertumbuhan sel kanker dari organ lain yang telah menyebar ke otak melalui aliran darah (kanker otak metastatik ). dan akhir-akhir ini di dunia kedokteran telah berhasil di kembangkan menjadi salah satu cara yang ilmiah untuk pengobatan bernagai penyakit pada manusia. Kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel lain (differentiate). menyengat selsel yang normal dengan mengambil ruang. Namun. Hampir semua tumor yang dimulai di otak tidak menyebar ke bagian lain dari tubuh. primer SSP limfoma.2. sel otot jantung. sel tumor membutuhkan darah dan nutrisi untuk bertahan hidup. dan tidak ada ciri khas sitoplasma yang berhubungan dengan diferensiasi sel pada jaringan. dan nutrisi dari sel-sel tersebut. darah. mempunyai kemampuan untuk berbelah diri. sel pankreas.1 Definisi stem cell Stem cell adalah sel mahluk hidup yang tidak/belum terspesialisasi. Neoplasia merupakan kondisi sel pada jaringan yang sudah berproliferasi secara tidak normal dan memiliki sifat invasif. meningioma. Seperti semua sel-sel tubuh. schwannomas vestibular. tumor jinak kurang serius jika dibandingkan tumor ganas. Stem cell mempunyai 2 sifat: 1. 2. misalnya sel saraf. adenomas. sel otot rangka. tidak semua tumor otak adalah kanker.3.3 Stem Cell 2.

Yang termasuk dalam stem cell totipotent adalah zigot (telur yang telah dibuahi).3. b) Pluripotent Dapat berdiferensiasi menjadi 3 lapisan germinal: ektoderm. Berdasarkan Sumbernya Stem cell ditemukan dalam berbagai jaringan tubuh. Berdasarkan Potensi atau Kemampuan Berdiferensiasi Berdasarkan kemampuan berdiferensiasi. Tapi berbeda dengan non-stem cell. biasanya didapatkan dari sisa embrio yang tidak dipakai pada IVF (in vitro fertilization). dan endoderm. c) Multipotent Dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis sel. Kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri (self-regenerate/selfrenew). 2. tapi tidak dapat menjadi jaringan ekstraembryonik seperti plasenta dan tali pusat. Tapi saat ini telah dikembangkan teknik pengambilan embryonic stem cell yang tidak membahayakan embrio tersebut.2. Misalnya: hematopoietic stem cells. d) Unipotent Hanya dapat menghasilkan 1 jenis sel. Yang termasuk stem cell pluripotent adalah embryonic stem cells. Dalam hal ini stem cell dapat membuat salinan sel yang persis sama dengan dirinya melalui pembelahan sel.2 Jenis Stem Cell 1. stem cell unipoten mempunyai sifat dapat memperbaharui atau meregenerasi diri (selfregenerate/self-renew) 2. . stem cell dibagi menjadi: a) Zygote yaitu pada tahap sesaat setelah sperma bertemu dengan sel telur b) Embryonic stem cell diambil dari inner cell mass dari suatu blastocyst. sehingga dapat terus hidup dan bertumbuh. Berdasarkan sumbernya. mesoderm. stem cell dibagi menjadi: a) Totipotent Dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel.

Untuk mengetahui efek obat terhadap berbagai jaringan . Misalnya: neural stem cell dapat berubah menjadi sel darah. baik sel normal maupun sel kanker. Stem cell (hematopoietic stem cell) digunakan sebagai alat pembawa transgen ke dalam tubuh pasien. 3. maka pemberian pada terapi gen tidak perlu dilakukan berulang-ulang.seperti : susunan saraf pusat.c) Fetus dapat diperoleh dari klinik aborsi. Melalui stem cell dapat dipelajari nasib sel. pankreas. juga dapat berdiferensiasi menjadi sel jaringan lain. 2. d) Stem cell darah tali pusat diambil dari darah plasenta dan tali pusat segera setelah bayi lahir. hematopoietic stem cell dapat diperoleh juga dari darah tepi. dan selanjutnya dapat dilacak jejaknya apakah stem cell ini berhasil mengekspresikan gen tertentu dalam tubuh pasien. 2. Ada 2 jenis stem cell dari sumsum tulang: y hematopoietic stem cell Selain dari darah tali pusat dan dari sumsum tulang. y stromal stem cell atau disebut juga mesenchymal stem cell diperoleh dari jaringan dewasa yang lain. Dan karena stem cell mempunyai sifat selfrenewing.3 Peran Stem Cell 1. artinya selain berdiferensiasi menjadi sel yang sesuai dengan jaringan asalnya.3. e) Adult stem cell diambil dari jaringan dewasa. dan sebagainya. Adult stem cell bersifat plastis. antara lain dari: Sumsum tulang. Mengetahui proses biologis Digunakan untuk mengetahui perkembangan organisme dan perkembangan kanker. adiposit (jaringan lemak). atau stromal stem cell dari sumsum tulang dapat berubah menjadi sel otot jantung. otot rangka. Terapi gen. Penemuan dan pengembangan obat baru. selain itu hematopoietic stem cell juga dapat berdiferensiasi menjadi bermacam-macam sel. sehingga transgen tersebut dapat menetap di berbagai macam sel.

artritis reumatoid dan diabetes tipe 1. penyakit Parkinson. . Hematopoietic stem cell yang diperoleh baik dari sumsum tulang atau darah tali pusat telah lama dipakai dalam terapi leukemia dan penyakit darah lainnya.4. Stem cell dapat hidup di luar organ tubuh manusia misalnya di cawan petri. penyakit Alzheimer. Ada 3 golongan penyakit yang dapat diatasi oleh stem cell: a. terdapat beberapa kerusakan atau kematian sel-sel tertentu sehingga bermanifestasi klinis sebagai suatu penyakit. hematopoietic stem cell dikeluarkan dari dalam tubuh untuk dimurnikan dari sel imun matur. bersirkulasi dan bermigrasi ke sumsum tulang untuk berdiferensiasi menjadi sel imun matur sehingga sistem imun tubuh kembali seperti semula. Artinya transplantasi dapat bersifat autolog sehingga menghindari potensi rejeksi. maka dapat dilakukan manipulasi terhadap stem cell itu tanpa mengganggu organ tubuh manusia. b. Lalu tubuh diberi agen sitotoksik atau terapi radiasi untuk membunuh sel-sel imun matur yang tidak mengenal self antigen (dianggap sebagai foreign antigen). Stem cell yang telah dimanipulasi tersebut dapat ditransplantasi kembali masuk ke dalam organ tubuh untuk menangani penyakit-penyakit tertentu. Terapi sel Terapi sel dapat berupa replacement therapy. Penyakit autoimun Misalnya pada lupus. Ada beberapa alasan mengapa stem cell merupakan calon yang bagus dalam cell-based therapy: 1. Berbeda dengan transplantasi organ yang membutuhkan organ donor yang sesuai (match). Setelah itu hematopoietic stem cell dimasukkan kembali ke tubuh. Penyakit degenerative Pada penyakit degeneratif seperti stroke. transplantasi stem cell dapat dilakukan tanpa organ donor yang sesuai. c. Pada keadaan ini stem cell setelah dimanipulasi dapat ditransplantasi ke dalam tubuh pasien agar stem cell tersebut dapat berdiferensiasi menjadi sel-sel organ tertentu yang menggantikan sel-sel yang telah rusak atau mati akibat penyakit degeneratif. Penyakit keganasan Prinsip terapi stem cell pada keganasan sama dengan penyakit autoimun. Stem cell dapat diperoleh dari pasien itu sendiri. Setelah diinduksi oleh growth factor agar hematopoietic stem cell banyak dilepaskan dari sumsum tulang ke darah tepi.

 Immortal Berumur panjang.  Kontaminasi virus minimal dibandingkan dengan stem cell dari sumsum tulang. Mudah dimanipulasi untuk mengganti gen yang sudah tidak berfungsi lagi melalui metode transfer gen.  Cara pengambilan mudah.  Secara etis sangat kontroversial.  Siap pakai.  Risiko GVHD (graft-versus-host disease) lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan stem cell dari sumsum tulang. testing dan pembekuan. 2. Artinya setiap kontaminasi dengan sel yang tak berdiferensiasi dapat menimbulkan kanker. Kerugian embryonic stem cell:  Dapat bersifat tumorigenik. Misalnya pada luka bakar luas.  Reaksi penolakan rendah b.  Selalu bersifat allogenik sehingga berpotensi menimbulkan penolakan.3.  Bersifat pluripoten sehingga dapat berdiferensiasi menjadi segala jenis sel dalam tubuh. Keuntungan umbilical cord blood stem cell (dari darah tali pusat):  Mudah didapat (tersedia banyak bank darah tali pusat).4 Keuntungan dan Kerugian Memakai Stem Cell dalam Cell-based Therapy 1.2. Mempunyai kapasitas proliferasi yang besar sehingga dapat diperoleh sel dalam jumlah besar dari sumber yang terbatas. dapat berproliferasi beratus-ratus kali lipat pada kultur. 4. Dapat bermigrasi ke jaringan target dan dapat berintegrasi ke dalam jaringan dan berinteraksi dengan jaringan sekitarnya. tidak berisiko atau menyakiti donor. 2. jaringan kulit yang tersisa tidak cukup untuk menutupi luka bakar yang luas. 3. karena telah melalui tahap prescreening. Keuntungan embryonic stem cell:  Mudah didapat dari klinik fertilitas. a. dan transplantasi tetap dapat dilakukan walaupun HLA matching tidak sempurna atau dengan kata lain toleransi terhadap . a. Dalam hal ini terapi stem cell sangat berguna.

b. Kerugian umbilical cord blood stem cell:  Kemungkinan terkena penyakit genetik. Perin dkk. mencangkok mononuclearbone marrow cell autolog ke dalam arteri yang menimbulkan infark pada saat PTCA 6 hari setelah infark miokard akut. memberikan transplantasi bone marrowmononuclear cells autolog yang diinjeksikan pada miokard yang lemah dengan panduan electromechanicalmapping pada 14 .  Secara etis tidak ada masalah. 3. left ventricular end-systolic volume. b.  Masa hidupnya tidak selama embryonic stem cell.  Sudah terspesialisasi sehingga induksi menjadi lebih sederhana.  Bersifat multipoten.  Jumlah stem cell relatif terbatas sehingga ada ketidaksesuaian antara jumlah stem cell yang diperlukan resipien dengan yang tersedia dari donor.5 Terapi berdasarkan sel Stem Cell untuk Penyakit Jantung Penelitian terkini memberikan bukti awal bahwa adult stem cells dan embryonic stem cell dapat menggantikan sel otot jantung yang rusak dan memberikan pembuluh darah baru. Strauer dkk. sehingga diferensiasi tidak seluas embryonic stem cell yang bersifat pluripoten 2. Keuntungan adult stem cell:  Dapat diambil dari sel pasien sendiri sehingga menghindari penolakan imun. berat badan dan status penyakit.3.ketidaksesuaian HLA matching lebih besar dibandingkan dengan stem cell dari sumsum tulang. karena jumlah sel yang dibutuhkan berbanding lurus dengan usia. a. Ada beberapa penyakit genetik yang tidak terdeteksi saat lahir sehingga diperlukan follow up setelah donor beranjak dewasa. Sepuluh pasien yang diberi stem cell area infarknya menjadi lebih kecil dan indeks volume stroke. kontraktilitas area infark. Kerugian adult stem cell:  Jumlahnya sedikit. sangat jarang ditemukan pada jaringan matur sehingga sulit mendapatkan adult stem cell dalam jumlah banyak. dan perfusi miokard menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan kelompok kontrol.

.Single-photon emission computed tomography myocardial perfusionscintigraphy menunjukkan penurunan defek yang signifikan dan perbaikan fungsi sistolik ventrikel kiri global pada pasien yang diterapi.pasien gagal jantung iskemik kronik berat.

Penemuan dan pengembangan obat baru. Sebaiknya kita selalu menjaga tubuh kita agar tetap sehat sehingga peran organ tubuh yang terdiri atas sekumpulan sel-sel dapat berjalan secara optimal dan sesuai perintah.dan dari jaringan yang mengelilinginya. 2.1. 3. promosi tumor. SIMPULAN Apoptosis adalah mekanisme biologi yang merupakan salah satu jenis kematian sel terprogram. 3. proses karsinogenik memiliki empat tahapan. tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal). untuk itu penggunaan stem sel dalam kehidupan manusia harus dikembangkan dan dioptimalkan karena dapat . Apoptosis digunakan oleh organisme multisel untuk membuang sel yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh. atau berasal dari sel sistem imun. yaitu: tahap inisiasi tumor. yaitu: Fase initiator. SARAN a. dan progresi tumor. proses Apoptosis dibagi menjadi 3 fase.2. Stem cell mempunyai dua sifat: kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel lain (differentiate). menyerang jaringan biologis di dekatnya. disebut metastasis. Stem cell adalah sel mahluk hidup yang tidak/belum terspesialisasi. Apoptosis berbeda dengan nekrosis. dan Fase Eksekusi. Apoptosis dapat terjadi ketika sel mengalami kerusakan dan tidak dapat diperbaiki lagi. mengetahui proses biologis. Stem sel merupakan terobosan baru bagi dunia kesehatan. karena bila terjadi malnutrisi dalam tubuh kita. Fase Efektor.BAB 111 PENUTUP 3. kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri (self-regenerate/self-renew). bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik. Keputusan untuk melakukan apoptosis berasal dari sel itu sendiri. Peran Stem Cell :terapi gen.terapi sel. Asupan gizi yang seimbang menjadi hal yang harus diperhatikan. mempunyai kemampuan untuk berbelah diri. b.. konversi malignan. Kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk: 1. c. maka dapat berpengaruh terhadap proses metabolisme tubuh yang berbahaya dan dapat memicu aktifnya sel kanker.

.digunakan sebagai alternatif pengobatan terhadap berbagai penyakit. dan memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi.

6. Laboratory of Molecular Biology. Department of Genetics. Bast. de Alava E.. Diakses pada 7 Juli 2010. Center for Free Radical and Antioxidant Health. Ramon y Cajal S.Properties of Transformed Malignant Cells Growing in Cell Culture and/or in Vivo (edisi ke-6).. Cardiolipin switch in mitochondria: shutting off the reduction of cytochrome c and turning on the peroxidase activity. Ted S.. Jr. Ralph R. Diakses pada 2010-07-06. National Cancer Institute. Donald W..gov/bookshelf/br. Kurnikov IV. Robert C. San Roman C. . Cheng SY. Martinez A. Martin SJ. Diakses pada 22 Juli 2010... Center for Cancer Research. ISBN 1-55009-213-8. Molecular Cell Biology Laboratory. Clinica Puerta de Hierro.html [8 Des 2009]. Diaz-Espada F. 2009.. http://www. Kufe. Fernandez V. Emil.DAFTAR PUSTAKA 1. Hill MM. Bayir H. Martin P. Portrait of a killer: the mitochondrial apoptosome emerges from the shadows. An association between viral genes and human oncogenic alterations: the adenovirus E1A induces the Ewing tumor fusion transcript EWS-FLI1. Leonard JL. http://users.. 3. Kimball J. Waldeck DH. Basova LV. 4. Pacheco AA. Cabello P.. Vlasova II.nlm. Palomino T. Guinea J. Diakses pada 14 November 2010.ncbi. Ritov VB. Gansler.. Barrios Y. Raphael E. Adrain C.fcgi?book=cmed6&part=A2419&rendertype=t able&id=A2421. Pollock. 7. 5. Department of Environmental and Occupational Health..nih.ultranet/BiologyPages/A/Apoptosis. Frei III. Diakses pada 27 Juli 2010. National Institutes of Health.. Apoptosis. Holland-Frei Cancer medicine . What is Cancer?.. Kagan VE.. Peterson J. LLeonart M. Smurfit Institute. National Cancer Institute. Holland.rcn. Sanchez-Prieto R. Winnica DE. (2003). Weichselbaum. 2. Wang L. Diakses pada 18 September 2010. Belikova NA. Bornstein R.ma.com/jkimball. Molecular aspects of thyroid hormone actions. Davis PJ. Hamilton on BC Decker Inc. University of Pittsburgh. Cebrian S. James F. Pardo J. Department of Pathology.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful