P. 1
MANAJEMEN PELAYANAN KEPERAWATAN

MANAJEMEN PELAYANAN KEPERAWATAN

|Views: 938|Likes:
Published by aidah_pedrosa

More info:

Published by: aidah_pedrosa on Mar 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2013

pdf

text

original

Di ruang rawat inap terdiri dari personil berbagai latar belakang yang dapat menjadikan masalah/konflik.

Masalah/konflik yang terjadi tidak dibiarkan berkepanjangan dan harus diselesaikan secara konstruktif. Pendekatan yang digunakan kepala ruang dalam menyelesaikan masalah adalah : 1. Mengidentifikasi aakar permasalahan yang terjadi dengan melakukan klarifikasi pada pihak-pihak yang berkonflik 2. Mengidentifikasi penyebab-penyebab timbulnya konflik tersebut 3. Mengidentifikasi alternatif-alternatif penyelesaian yang mungkin diterapkan 4. Memilih alternatif penyelesaian terbaik untuk diterapkan 5. Menerapkan alternatif terpilih 6. Melakukan evaluasi peredaan konflik Pendelegasian tugas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan ruangan Pendelegasian digolongkan menjadi 2 jenis yaitu terencana dan insidentil. Pendelegasian terencana adalah pendelegasian yang memang otomatis terjadi sebagai konsekuensi sistem penugasan yang diterapkan di ruang rawat inap, bentuknya dapat pendelegasian tugas kepala ruang kepada ketua tim, kepada penanggung jawab shift. Pendelegasian insidentil terjadi bila salah satu personil ruang rawat inap berhalangan hadir, maka pendelegasian tugas harus dilakukan. Komunikasi yang efektif dapat dilakukan baik lisan maupun tertulis. Komunikasi lisan diselenggarakan melalui proses : operan, konferens, konsultasi, dan informal antar staf. Komunikasi tertulis diselenggarakan melalui media yaitu papan tulis, buku laporan ruangan, atau pesan-pesan khusus tertulis. Kolaborasi dan koordinasi dilakukan oleh kepala ruang dengan semangat kemitraan dengan tim keswa, seperti konsultasi dengan tim medis terkait dengan program pengobatan, psikolog, pekerja sosial, tim penunjang pelayanan di ruang rawat inap. Selain itu perlu dilakukan koordinasi dengan unit atau bidang lain seperti : instalasi gizi, instalasi farmasi, instalasi IPRS, bidang pelayanan medik, bidang penunjang medik, bidang kesekretariatan, serta unit rawat jalan dan rawat darurat.

bekerjasama dengan tenaga kesehatan lain yang terkait. 5. sehingga tercapai kualitas yang tinggi dengan biaya yang seminimal mungkin.SUPERVISI Pelayanan rumah sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kegiatan supervisi merupakan salah satu fungsi pokok yang harus dilaksanakan oleh pengelola (manajer) dari yang terendah. Manajer yang melakukan fungsi supervisi disebut supervisor. kepala seksi. Maka semua manajer keperawatan perlu mengetahui. Mengembangkan peraturan dan prosedur yang mengatur pelayanan keperawatan. kepala bidang dan wakil direktur keperawatan. Pelayanan yang berkualitas perlu didukung oleh sumber-sumber yang memadai yaitu sumber daya manusia. Adapun tujuan dari supervisi keperawatan tersebut adalah pemenuhan dan peningkatan kepuasan pelayanan pada pasien dan keluarganya. khususnya pelayanan keperawatan diperlukan supervisi keperawatan. Supervisi keperawatan adalah proses pemberian sumber-sumber yang dibutuhkan perawat untuk menyelesaikan tugas dalam rangka pencapaian tujuan. Jadi supervisi difokuskan pada kebutuhan. Memantapkan kemampuan perawat. standar pelayanan (Standar Asuhan Keperawatan). dan kemampuan perawat untuk melakukan tugasnya. memahami dan melaksanakan peran dan fungsinya sebagai supervisor. Menetapkan dan mempertahankan standar praktek keperawatan 2. dan fasilitas. tetapi . Untuk itu rumah sakit diharapkan dapat memberikan pelayanan yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pasien dan keluarganya. 4. Sumber-sumber tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya agar berdaya guna. khususnya pasien dan keluarganya. Di rumah sakit manajer keperawatan yang melakukan fungsi supervisi adalah kepala ruang. Pastikan praktek keperawatan profesional dijalankan. pengawas keperawatan. menengah dan atas. ketrampilan. Supervisi yang berhasil guna dan berdaya guna tidak dapat terjadi begitu saja. Untuk mencapai tujuan pelayanan rumah sakit tersebut. Tanggung jawab supervisor dalam manajemen pelayanan keperawatan adalah : 1. Menilai kualitas pelayanan asuhan keperawatan yang diberikan 3.

1988 dalam Harahap. akibatnya perawat pelaksana mengambil keputusan tentang tindakan keperawatan tanpa penilaian dan pengalaman yang matang sehingga kualitas asuhan keperawatan tidak dapat dipertanggungjawabkan. dimana supervisor terlibat langsung dalam kegiatan agar pengarahan dan pemberian petunjuk tidak dirasakan sebagai perintah. Definisi Supervisi adalah proses dimana pimpinan ingin mengetahui apakah hasil pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan bawahannya sesuai dgn rencana. Adapun area yang disupervisi adalah : 1. perintah. Disini ada kesenjangan fakta dimana supervisor tidak terlibat langsung dilapangan. Fakta pelaksanaan praktek keperawatan. 2004). kegagalan terapi. Kegagalan supervisi dapat menimbulkan kesenjangan dalam pelayanan keperawatan. Sikap dan penghargaan terhadap pekerjaan. tujuan/kebijakan yang telah ditentukan (Mc Farland. dimana dalam pelaksanaannya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu menghargai potensi tiap . Selain itu Swansburg (1999) juga mendefinisikan supervisi sebagai segala usaha untuk mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas. Ketrampilan yang dilakukan sesuai dengan standar 3. Akhirnya dapat terjadi kecelakaan.memerlukan praktek dan evaluasi penampilan agar peran dan fungsi supervisi dapat dijalankan dengan tepat. sebagai acuan 2. Supervisi langsung dapat dilaksanakan pada saat kegiatan sedang berlangsung. 3. salah pengertian atau malpraktek. Proses supervisi praktek keperawatan meliputi tiga elemen yaitu : 1. Standar praktek keperawatan. sebagai pembanding untuk menetapkan pencapaian atau kesenjangan. Supervisi tidak langsung dapat dilaksanakan dengan melalui laporan baik tertulis maupun lisan. Cara supervisi yang dilakukan dapat secara langsung dan tidak langsung. Pengetahuan dan pengertian tentang pasien dan diri sendiri 2. baik berupa upaya mempertahankan kualitas maupun upaya memperbaiki. Tindak lanjut.

dan kepemimpinan c) Fungsi supervisi diuraikan dengan jelas dan terorganisir d) Merupakan suatu kerjasama yang demokratis e) Menggunakan proses manajemen menerapkan visi. 6) Membuat dan memelihara Disampaikan dalam Pelatihan Manajemen Keperawatan RSUD ’45 Kuningan. 5) Melatih (coaching) bawahan. mengembangkan potensi tiap individu. 8) Berkomunikasi secara informal. dan menerima tiap perbedaan. Kelebihan dari teknik ini pengarahan dan petunjuk dari supervisor tidak dirasakan sebagai suatu perintah. tujuan yang harus direncanakan dengan baik f) Harus mendukung/menciptakan lingkungan yang mendukung komunikasi efektif g) Yang menjadi fokus dalam supervise adalah kepuasan klien. Namun pada dasarnya seorang supervisor harus memiliki kemampuan sebagai berikut : 1) membuat perencanaan kerja. pengawas. klinis/keperawatan. Prinsip supervisi a) Sesuai dengan struktur organisasi b) Dilandasi pengetahuan manajemen. . 7) Mengelola waktu. 11-16 Mei 2009 4 atmosfir kerja yang motivatif.individu. 2. 3) Memecahkan masalah. 11) Konseling karir. HAM. kepala seksi. Teknik supervisi a) Langsung Teknik supervisi dimana supervisor berpartisipasi langsung dalam melakukan supervisi. 4) Memberikan umpan balik terhadap kinerja. 10) Mengetahui sistem manajemen perusahaan. 12) Komunikasi dalam pertemuan resmi. 9) Mengelola diri sendiri. selain itu umpan balik dan perbaikan dapat dilakukan langsung saat ditemukan adanya penyimpangan. perawat dan manajer 3. b) Tidak langsung Teknik supervisi yang dilakukan melalui laporan baik tertulis maupun lisan sehingga supervisor tidak melihat langsung apa yang terjadi di lapangan. 2) Kontrol terhadap pekerjaan. misi. kepala ruangan. Dalam supervisi keperawatan dapat dilakukan oleh pemangku jabatan dalam berbagai level seperti ketua tim. kepala bidang perawatan atau pun wakil direktur keperawatan.

sebagai pembanding untuk pencapaian tujuan dan menetapkan kesenjangan c) Adanya tindak lanjut sebagai upaya mempertahankan kualitas maupun upaya memperbaiki PENDELEGASIAN TUGAS Pendelegasian adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab kepada staf untuk bertindak dalam batas-batas tertentu. b) Fakta empirik di lapangan. Staf yang memiliki minat terhadap tantangan yang lebih besar akan menjadi lebih komit dan puas bila diberikan kesempatan untuk memegang tugas atau tantangan yang penting. meningkatkan kedewasaan dan rasa percaya diri. Pendelegasian juga merupakan alat pengembangan dan latihan manajemen yang bermanfaat.. Walaupun pendelegasian merupakan alat manajemen yang efektif. seorang pimpinan dapat mencapai tujuan dan sasaran kelompok melalui usaha orang lain. Sebaliknya kurangnya pendelegasian akan menghambat inisiatif staf. seorang pimpinan mempunyai waktu lebih banyak untuk melakukan hal lain yang lebih penting seperti perencanaan dan evaluasi. dapat mencapai pelayanan dan sasaran keperawatan melalui usaha orang lain.meyakini pendapat yang salah “Jika kamu ingin hal itu dilaksanakan dengan tepat.kurang percaya diri . berkualitas. lebih komit dan puas pada pekerjaan. banyak pimpinan yang gagal mengerjakan pendelegasian ini. hal mana merupakan inti manajemen. memberikan pengaruh dan power baik intern maupun ekstern. Dengan pendelegasian. Keuntungan bagi staf dengan melakukan pendelegasian adalah mengambangkan rasa tanggung jawab. Elemen Proses Supervisi : a) Standar praktek keperawatan yang digunakan sebagai acuan dalam menilai dan mengarahkan penyimpangan yang terjadi.4. Selain itu dengan pendelegasian . Beberapa alasan yang menghambat dalam melakukan pendelegasian : . Disamping itu mamfaat pendelegasian untuk kepala bidang keperawatan sendiri adalah mempunyai waktu lebih banyak untuk melakukan hal-hal lain seperti perencanaan dan evaluasi. kerjakanlah sendiri”. meningkatkan pengetahuan dan rasa percaya diri. .

mempunyai definisi kerja yang tidak jelas .jangan mendelegasikan tugas pada seseorang yang kurang memiliki ketrampilan atau pengetahuan untuk sukses . c.. untuk kegiatan rutin.antisipasi kesalahan yang dapat terjadi dan ambil langkah pemecahan masalahnya . dianggap melemparkan tugas . Oleh karena itu jangan mendelegasikan tugas yang anda sendiri tidak mau melakukannya.takut persaingan . Sifat kegiatan . Hasil yang diharapkan . tugas yang didelegasikan jangan terlalu ringan atau terlalu berat.takut tidak disukai oleh staf. sehingga mereka dapat melakukan tugas yang didelegasikan -perlihatkan rasa percaya atas kemampuan staf untuk berhasil . Dalam pendelegasian wewenang.jangan membaurkan dengan pelemparan tugas.kurang keyakinan dan dan kepercayaan terhadap staf. Mereka juga menyarankan agar mendelegasikan tugas yang utuh dari pada mendelegasikan sebagian aspek dari suatu kegiatan. sehubungan dengan tugas yang didelegasikan . Applebaum dan Rohrs menyarankan agar pimpinan jangan mendelegasikan tanggung jawab untuk perencanaan strategik atau mengevaluasi dan mendisiplin bawahan baru.menolak untuk mengambil resiko tergantung pada orang lain .merasa tidak pasti tentang apa dan kapan melakukan pendelegasian. b. Hal ini tergantung pada : a.kembangkan tingkat keterampilan dan pengetahuan staf. . masalah yang terpenting adalah apa tugas dan seberapa besar wewenang yang harus dan dapat dilimpahkan kepada staf. Beberapa petunjuk untuk melakukan pendelegasian yang efektif : . delegasi wewenang dapat diberikan lebih besar kepada staf.kurang kontrol yang memberikan peringatan dini adanya masalah.jangan takut salah .kurang contoh dari pimpinan lain dalam hal mendelegasikan . merasa staf kurang memiliki ketrampilan atau pengetahuan untuk melakukan tugas tersebut. Kemampuan staf .takut dianggap malas .takut kehilangan kendali .

berikan dukungan 9. sikap dan penyesuaian antar tenaga yang ada dibangsal. sering kepala bidang keperawatan mengalami kesulitan dalam mengatur dan mengendalikan waktu. pilihlah orang yang akan diberi delegasi 3.berikan penjelasan yang jelas tentang tanggung jawab. dialog. minta staf tersebut menyimpulkan pokok tugasnya dan cek penerimaan staf tersebut atas tugas yang didelegasikan. tanggung gugat dan dukungan yang tersedia .menghindari perasaan lepas antar tugas yang ada dibangsal / bagian dan perasaan lebih penting dari yang lain .menumbuhkan rasa saling membantu . Banyak waktu . tetapkan waktu untuk mengontrol perkembangan 8. tetapkan tugas yang akan didelegasikan 2. usaha. 7. jelaskan batas wewenang dan tanggung jawab yang dimiliki staf tersebut 6. Keselarasan ini dapat terjalin antar perawat dengan anggota tim kesehatan lain maupun dengan tenaga dari bagian lain.berikan pengakuan dan penghargaan atas tugas yang telah terlaksana dengan baik Langkah yang harus ditempuh agar dapat melakukan pendelegasian yang efektif : 1.menimbulkan kesatuan tindakan dan sikap antar staf Cara koordinasi: Komunikasi terbuka. pertemuan/rapat. Manfaat Koordinasi: . wewenang. evaluasi hasilnya KOORDINASI Koordinasi adalah keselarasan tindakan. pembakuan formulir yang berlaku. MANAJEMEN WAKTU Dalam mengorganisir sumber daya. berikan uraian tugas yang akan didelegasikan dengan jelas 4..hindari kritik bila terjadi kesalahan . uraikan hasil spesifik yang anda harapkan dan kapan anda harapkan hasil tersebut 5. pencatatan dan pelaporan.

Oleh karena itu perlu pengontrolan waktu sehingga dapat digunakan lebih efektif. membuat agenda harian untuk menentukan kategori kegiatan yang ada 2.menunda karena takut salah . mendelegasikan Hambatan yang sering terjadi pada pengaturan waktu .tidak dapat mengatakan “tidak” pada hal-hal yang tidak perlu .peraturan “open door” . Untuk mengendalikan waktu agar lebih efektif perlu : 1.pengelola dihabiskan untuk orang lain.terperangkap dalam pekerjaan . analisa waktu yang dipakai.rapat yang tidak produktif .tamu yang tidak terjadwal -telpon . dan perkembangannnya serta tujuan yang akan dicapai 4. menentukan prioritas pekerjaan menurut kegawatan. memeriksa kembali masing-masing porsi dari tiap aktifitas 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->