P. 1
PLASMOSIS PADA TUMBUHAN

PLASMOSIS PADA TUMBUHAN

|Views: 3,605|Likes:

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Ichi Debbhie Debbora on Mar 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

PLASMOSIS PADA TUMBUHAN

Peristiwa osmosis terjadi dalam sel. Bila konsentrasi larutan dalam sel tinggi, air akan masuk sel dan terjadi endosmosis. Hal ini menyebabkan tekanan osmosis sel menjadi tinggi. Keadaan yang demikian dapat memecahkan sel (lisis). Jadi, lisis adalah hancurnya sel karena rusaknya atau robeknya membran plasma. Sebaliknya, apabila konsentrasi larutan di luar sel lebih tinggi, air dalam sel akan keluar dan terjadi eksosmosis. Eksosmosisi pada hewan akan menyebabkan pengerutan sel yang disebut krenasi dan pada tumbuhan akan menyebabkan terlepasnya membran dari dinding sel yang disebut plasmolisis.

Pengamatan plasmosis pada daun Rhoeodiscolor
I. Tujuan : - Mengamati terjadinya peristiwa Plasmolisispada sel tumbuhan - Memahami peristiwa osmosis dan difusi II. Alat dan bahan : 1. Mikroskop dan kelengkapannya 2. Gelas ukur 3 buah 3. Larutan gula 5%, 15%, dan 25% 4. Daun Rhoeodiscolor 5. Kertas pengisap (tissue atau kertas buram) III. Cara Kerja : 1) Buatlah preparat basah (dengan air) irisan epidermis bawah daun Rhoeodiscolor, kemudian amati dengan mikroskop, gunakan perbesaran lemah. 2) Gambar beberapa sel yang jelas benar strukturnya pada buku kerja.

Gambar hasil pengamatan menggunakan mikroskop setelah daun rhoeodiscolor dibuat preparat basah dengan air

3) Teteskan larutan gula 5% pada tepi gelas penutup, sedangkan tepi yang lain diletakkan kertas pengisap agar terjadi pergantian medium. Amati lagi sel tersebut
The image cannot be display ed. Your computer may not hav e enough memory to open the image, or the image may hav e been corrupted. Restart y our computer, and then open the file again. If the red x still appears, y ou may hav e to delete the image and the n insert it again.

degan mikroskop, kemudian gambarlah dan bandingkan dengan gambar yang telah dibuat sebelumnya.

Gambar hasil pengamatan menggunakan mikroskop setelah ditetesi larutan gula 5%

4) Lalu, teteskan larutan gula 15% pada tepi gelas penutup, sedangkan tepi yang lain diletakkan kertas pengisap agar terjadi pergantian medium.Amatilah sel tersebut dengan mikroskop, kemudian gambarlah dan bandingkan dengan gambar yang telah dibuat pada langkah pertama dan ketiga.

Gambar hasil pengamatan menggunakan mikroskop setelah ditetesi larutan gula 15%

5) Lakukan seperti pada langkah keempat dengan larutan gula 25%.

Gambar hasil pengamatan menggunakan mikroskop setelah ditetesi larutan gula 25%

6) Kembalikan preparat seperti kegiatan nomor 1 dengan cara di tepi gelas penutup ditetesi air, sedangkan tepi yang lain diletakkan kertas pengisap agar terjadi pergantian medium dan amatilah.

Gambar hasil pengamatan menggunakan mikroskop setelah ditetesi kembai dengan air

IV. Jawaban Pertanyaan: 1. Apakah bentuk sel mengalami perubahan sebelum dan sesuah ditetesi larutan gula? Bentuk sel tidak mengalami perubahan sebelum dan sesudah ditetesi larutan gula. 2. Adakah perubahan pada ruangan antarara isi sel dengan dinding sel dan warna isi sel? Ya, ada perubahan pada sel. Warna isi sel semakin memudar. 3. Apakah plasmolisis itu? Dan apakah deplasmolisis itu? Jelaskan!
i Plasmolisis adalah lepasnya membran plasma dari dinding sel pada sel tumbuhan.

Plasmolisis terjadi jika sel tumbuhan diletakkan di larutan garam terkonsentrasi (hipertonik), sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran

i Deplasmolisis merupakan kebalikan dari plasmolisis, yaitu menyatunya kembali

membran plasma yang telah lepas dari dinding sel. Deplasmolisis terjadi jika sel tumbuhan diletakkan di larutan hipotonik, sel tumbuhan akan menyerap air dan juga tekanan turgor meningkat. Banyaknya air yang masuk ke dalam sel akan menyebabkan terjadinya deplasmolisis. Membran plas ma akan mengembang sehingga akan melekat kembali pada dinding sel. Tekanan osmotik adalah tekanan yang diberikan pada larutan yang dapat menghentikan perpindahan molekulmolekul pelarut ke dalam larutan melalui membran semi permeable.

4. Apakah yang dimaksud dengan osmosis, difusi, dan transport aktif itu? Jelaskan!
j Osmosis adalah difusi pelarut melalui membran.
The image cannot be display ed. Your computer may not hav e enough memory to open the image, or the image may hav e been corrupted. Restart y our computer, and then open the file again. If the red x still appears, y ou may hav e to delete the image and then insert it again.

Pada gambar diatas, air akan berpindah dari B (larutan yang konsentrasi airnya tinggi) menuju A (larutan yang konsentrasi airnya rendah) melalui membran semi permeabel sehingga diperoleh hasil larutan isotonis, yaitu konsentrasi air sama untuk dua larutan antara A dan B, walaupun hasil akhirnya nanti volume antara A dan B berbeda. Keadaan di atas terjadi juga pada peristiwa osmosis pada penyerapan air tanah ke dalam sel akar. Jika sel dimasukkan ke dalam larutan isotonis, bentuk sel tetap karena keadaan seimbang. Akan tetapi, jika sel tumbuhan berada dalam larutan hipertonis (konsentrasi larutan lebih tinggi daripada cairan sel), air dalam plasma sel akan berosmosis keluar sehingga sel mengerut/menyusut. Protoplasma yang kekurangan air menenyusut volumenya mengakibatkan membran sel terlepas dari dinding sel, sehingga terjadi plasmolisis. Sebaliknya, jika sel berada dalam larutan hipotonis (konsentrasi larutan lebih rendah daripada cairan sel), air dari luar akan masuk ke dalam sel sehingga sel membengkak.
The image cannot be display ed. Your computer may not hav e enough memory to open the image, or the image may hav e been corrupted. Restart y our computer, and then open the file again. If the red x still appears, y ou may hav e to delete the image and then insert it again.

j Difusi merupakan perpindahan partikel zat dari larutan berkonsentrasi tinggi ke

larutan berkonsentrasi rendah. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar, lambat laun cairan teh menjadi manis.
The image cannot be display ed. Your computer may not hav e enough memory to open the image, or the image may hav e been corrupted. Restart y our computer, and then open the file again. If the red x still appears, y ou may hav e to delete the image and then insert it again.

Gambar di atas menunjukkan perpindahan konsentrasi larutan yang lebih tinggi ke konsentrasi larutan yang lebih rendah sampai terjadi keseimbangan dinamis. Peristiwa difusi pada tumbuhan sangat penting untuk keseimbangan hidup tumbuhan. Karbon dioksida (CO2) dan oksigen (O2) diambil oleh tumbuhan dari udara melalui proses difusi. Pengambilan air dan garam mineral oleh tumbuhan dari dalam tanah, salah satunya melalui proses difusi. Difusi zat dari dalam tanah ke dalam tubuh tumbuhan disebabkan konsentrasi garam mineral di tanah lebih tinggi daripada di dalam sel. Demikian juga gas CO2 di udara masuk ke dalam tubuh tumbuhan karena konsentrasi CO2 di udara lebih tinggi daripada di dalam sel tumbuhan. Sebaliknya, O2 dapat berdifusi keluar tubuh tumbuhan jika konsentrasi O2 dalam tubuh tumbuhan lebih tinggi akibat adanya fotosintesis dalam sel.
j Transpor aktif merupakan transpor partikel-partikel melalui membran semipermeabel

yang bergerak melawan gradien konsentrasi yang memerlukan energi dalam bentuk ATP. Pada sel-sel akar tumbuhan terdapat penumpukan mineral. Artinya, konsentrasi mineral di dalam sel lebih tinggi daripada di luar sel, atau potensial air di luar sel lebih tinggi dibandingkan dengan potensial air di dalam sel. Oleh karena itu, osmosis dari luar sel ke dalam sel tetap berlangsung untuk mencegah plasmolisis. Akan tetapi, keadaan ini menghambat pengambilan mineral dari luar ke dalam sel melalui difusi, terutama karena membran sel memiliki permeabilitas yang sangat rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan transpor aktif yang melibatkan energi dari ATP

agar ion-ion dapat masuk ke dalam sel. ATP adalah molekul pembawa energi di dalam sel.
The image cannot be display ed. Your computer may not hav e enough memory to open the image, or the image may hav e been corrupted. Restart y our computer, and then open the file again. If the red x still appears, y ou may hav e to delete the image and then insert it again.

T r a n Transpor aktif berjalan dari larutan yang memiliki konsentrasi rendah ke larutan yang memiliki konsentrasi tinggi, sehingga dapat tercapai keseimbangan di dalam sel. Adanya muatan listrik di dalam dan luar sel dapat mempengaruhi proses ini, misalnya ion K+, Na+ dan CL 5. Apakah kesimpulan dari pengamatan ini? Berdasarkan hasil pengamatan proses plasmolisis pada daun Rhoeo Discolor terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi larutan. Karena perbedaan konsentrasi ini maka sel kehilangan air dan mengalami tekanan turgor. Kertas tissue yang digunakan untuk menyerap air dari sel juga semakin memperkuat terjadinya plasmolisis, akibatnya tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Sel tumbuhan yang dimasukan dalam larutan sukrosa akan mengalami plasmolisis, dan semakin tinggi konsentrasi larutan maka semakin banyak sel yang mengalami plasmolisis

Pengamatan plasmosis pada daun Rhoeodiscolor
The image cannot be display ed. Your computer may not hav e enough memory to open the image, or the image may hav e been corrupted. Restart y our computer, and then open the file again. If the red x still appears, y ou may hav e to delete the image and then insert it again.

Oleh : Debora (XI-AKSEL/06) Putri Solekhah (XI-AKSEL/15)

2011

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->