P. 1
IF Bali

IF Bali

|Views: 2,505|Likes:
Published by Lionel Perez
mantap
mantap

More info:

Published by: Lionel Perez on Mar 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2013

pdf

text

original

IF Bali, jadikan ini tempat share info Bali Terkini dan Diskusi

Sekilas: Bali dari Masa ke Masa

Bali dengan masyarakat dan budaya yang unik dipastikan bukanlah satu wilayah migrasi yang baru tumbuh. Keseharian masyarakat Bali dengan budaya yang senantiasa menampilkan warna budaya lokal menunjukkan bahwa perjalanan Bali telah melewati alur sejarah yang panjang. Berbagai temuan arkeologi di berbagai wilayah Bali membuktikan perjalanan panjang Pulau Bali berbarengan dengan wilayah dan negara lain.

Sebagaimana dengan wilayah lain di Nusantara, masa-masa awal kehidupan bermasyarakat di Bali dikelompokkan sebagai jaman pra sejarah. Pada masa pra sejarah ini tidak ditemukan catatan-catatan yang menggambarkan tatanan kehidupan bermasyarakat. Yang menjadi acuan adalah temuan berbagai peralatan yang dipergunakan sebagai sarana menopang kelangsungan hidup manusia Bali ketika itu.

Dari berbagai temuan masa pra sejarah itu, jaman pra sejarah Bali - sebagaimana dengan kebanyakan wilayah lain - meliputi tiga babak tingkatan budaya. Lapis pertama adalah masa kehidupan yang bertumpu pada budaya berburu. Secara alamiah, berburu adalah cara mempertahankan kelangsungan hidup yang amat jelas dan mudah dilakukan. Dengan alat-alat sederhana dari bahan batu, yang peninggalannya ditemukan di daerah Sembiran di Bali utara dan wilayah Batur, manusia Bali diperkirakan mampu bertahan hidup. Peninggalan peralatan sejenis yang lebih baik, dengan menggunakan bahan tulang, ditemukan pula di gua Selonding di daerah

Bulit, Badung Selatan. Ini menunjukkan bahwa masa berburu melewati masa cukup panjang disertai dengan peningkatan pola pikir yang makin baik.

Masih berdasar pada temuan benda-benda purbakala, tergambar bahwa Bali mulai meninggalkan masa berburu dan masuk pada masa bercocok tanam. Kendati sudah memasuki tatanan hidup yang lebih terpola pada masa bertanam, kelompok manusia Bali pada masa itu dipastikan hidup secara berpindah. Berbagai peninggalan sejenis ditemukan sebagai temuan lepas di berbagai wilayah Bali barat, Bali utara, dan Bali selatan. Tatatan hidup dengan permukiman diyakini sebagai peralihan tatanan hidup manusia Bali dari jaman pra sejarah ke jaman sejarah. Peninggalan purbakala berupa nekara perunggu dan berbagai barang dari bahan logam di daerah Pejeng Gianyar, membuktikan bahwa kala itu telah terbentuk tatanan masyarakat yang lebih terstruktur.

Berbarengan dengan peralihan jaman pra sejarah ke jaman sejarah, pengaruh Hindu dari India yang masuk ke Indonesia diperkirakan memberi dorongan kuat pada lompatan budaya di Bali. Masa peralihan ini, yang lazim disebut sebagai masa Bali Kuno antara abad 8 hingga abad 13, dengan amat jelas mengalami perubahan lagi akibat pengaruh Majapahit yang berniat menyatukan Nusantara lewat Sumpah Palapa Gajah Mada di awal abad 13. Tatanan pemerintahan dan struktur masyarakat mengalami penyesuaian mengikuti pola pemerintahan Majapahit. Benturan budaya lokal Bali Kuno dan budaya Hindu Jawa dari Majapahit dalam bentuk penolakan penduduk Bali menimbulkan berbagai perlawanan di berbagai daerah di Bali. Secara perlahan dan pasti, dengan upaya penyesuaian dan percampuran kedua belah pihak, Bali berhasil menemukan pola budaya yang sesuai dengan pola pikir masyarakat dan keadaan alam

Bali.

Model penyesuaian ini kiranya yang kemudian membentuk masyarakat dan budaya Bali yang diwarisi kini menjadi unik dan khas, menyerap unsur Hindu dan Jawa Majapahit namun kental dengan warna lokal.

Pola perkembangan budaya Bali di masa-masa berikutnya, jaman penjajahan dan jaman kemerdekaan, secara alamiah mengikuti alur yang sama yaitu menerima pengaruh luar yang lebur ke dalam warna budaya lokal.

http://balipost.com/admin/foto_berita/lambangBali.gif

Pengertian Pokok Tentang Gambar Lambang Daerah Provinsi Bali

http://www.baliprov.go.id/images/logo_pemprov.gif I. Arti Lambang

Lambang Daerah Provinsi Bali berbentuk segi lima dengan warna dasar biru tua dengan garis pinggir putih. Tulisan : BALI DWIPA JAYA, artinya : Jayalah Pulau Bali. Di dalam segi lima itu terdapat lukisan-lukisan yang merupakan unsur-unsur lambang sebagai berikut:

Bintang Kuning Emas. Bintang Kuning Emas bersegi lima melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Candi. Candi itu adalah Candi Pahlawan Margarana di Klaci Desa Marga (Tabanan). Candi ini menggambarkan jiwa kepahlawanan rakyat Bali khususnya dan rakyat Indonesia umumnya. Candi Bentar. Candi Bentar yang artistik merupakan lambang keagamaan yang agung dari rakyat Bali. Rantai. Rantai melintang dari kiri ke kanan melambangkan Persatuan (Gotong Royong). Kipas. Kipas melambangkan kesenian/kebudayaan Daerah Bali. Bunga Teratai. Bunga Teratai merah adalah lambang dari Singgasana Siwa. Padi dan Kapas. Padi dan Kapas melambangkan kemakmuran.

II. Ketentuan Warna

Dasar lambang biru tua. Bintang, Candi, Candi Bentar, Pinggir padi dan Kapas, serta Kipas dengan warna kuning emas.

Rantai, Padma, dan Boma dengan warna merah tua. Dasar tulisan, bunga kapas, buah padi, sekeliling lambang dengan warna putih. Tulisan BALI DWIPA JAYA dengan warna biru tua.

III. Arti Warna

Warna dasar biru tua mengandung arti toleransi. Warna kuning emas mengandung arti luhur/agung. Warna merah mengandung arti keperwiraan. Warna Putih mengandung arti suci.

source : www.baliprov.go.id (http://www.baliprov.go.id/)

http://www.balihotelsassociation.com/assets/images/page/biml-1-ys.gif (http://indoforum.org/showpost.php?p=866730&postcount=140)

goesdun 25-03-2008, 01:31 PM Absen, GoesDun Denpasar* 25-30 C dan Berawan.

Berita : MUSIUM KARTUN PERTAMA KUTA, PENCINTA kartun di Indonesia khususnya di Bali, kini dapat menikmati pameran

kartun di Museum Kartun Indonesia di Sunset Road Kuta, Bali.

Dengan lahan 1.600 m2, museum kartun pertama di Indonesia ini dilengkapi galeri kartun karya kartunis terkenal seperti GM Sidartha, Janggo Paramartha dan pemula, kontemporer dengan karya tertentu, gambar repro karya unggulan, perpustakaan kartun, cartoon bookstore, dan merchandise.

Museum ini diharapkan mampu memberi gambaran dan perkembangan kartun di Indonesia serta menjadi rumah bagi kreator kartun.

goesdun 26-03-2008, 08:59 AM Forecast Denpasar* 25-30 C dan HUJAN

Info : Bali Potensial Kembangkan Beras Organik

Tanaman organik khususnya padi (beras organik) sejatinya punya potensi besar untuk dikembangkan di Bali. Kandungan sehat yang dihasilkan dari minimnya penggunaan zat kimia, jika dikonsumsi mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Apalagi mengingat Bali mencanangkan Bali Sehat pada tahun 2010, maka tak pelak sektor ini mesti mendapat perhatian khusus.

goesdun

27-03-2008, 08:58 AM Forecast Denpasar* 25-30 C dan BERAWAN

Info : 30 Tahun STP Bali Nusa Dua--Menjadi Pusat Unggulan Pendidikan Pariwisata TIDAK terasa 30 tahun Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali telah mengabdi untuk pariwisata Indonesia. Dalam usianya yang sudah cukup dewasa -- sejak dibuka pada 27 Maret 1978 -- STP Bali yang berlokasi dekat dengan kawasan wisata internasional Nusa Dua tentu tetap pada visi dan misinya sebagai pusat unggulan pariwisata -- center of excellence.

goesdun 28-03-2008, 11:12 AM Forecast Denpasar* 25-30 C dan BERAWAN

Info : Kumuh, Jalur Wisata Denpasar-Singaraja

Bali Post : Jalan raya jurusan Denpasar-Singaraja yang merupakan jalur wisata belakangan kondisinya kumuh dengan banyaknya sampah di pinggr jalan raya. Bahkan, di pinggir jalan raya Baturiti terdapat TPA bayangan dengan tumpukan sampah yang menggunung, sehingga mengganggu keindahan wilayah berhawa sejuk itu.

Berdasarkan pantauan Bali Post di lapangan, kondisi jalan di Bedugul memprihatinkan karena banyak sampah plastik dan sampah organik di kiri-kanan jalan. Menurut penuturan beberapa

pedagang di pinggir jalan, kondisi sampah diperparah dengan kebiasaan para pengemudi yang langsung membuang sampah dari kendaraannya secara sembarangan. Padahal sering ada relawan yang membersihkan sampah, tetapi keadaannya tidak berubah akibat kebiasaan buruk banyak orang. ''Banyak pengedara yang langsug membuang sampah ke jalan dari mobil, sehingga jalan terlihat kumuh seperti ini,'' ujar Bu Sri salah seorang pedagang di Bedugul.

Sangat disayangkan banyak kendaraan di Bali, baik kendaraan pribadi maupun bus wisata yang tidak memiliki tempat sampah, sehingga sampah dibuang sembarangan.

goesdun 01-04-2008, 09:24 AM Forecast Denpasar* 24-31 C dan HUJAN

Info : SMA 1 Tabanan Duta Olimpiade Biologi Internasional Prestasi cemerlang kembali diraih siswa SMA 1 Tabanan. I Made Dwi Ariawan, siswa kelas 12 IPA 4, berhasil mewakili Indonesia bersama tiga siswa lainnya menuju Olimpiade Bologi Internasional -- International Biology Olympia (IBO) -- yang akan dilaksanakan di India beberapa bulan mendatang. Dwi Ariawan berhasil menjadi peringkat II nasional dengan menyisihkan kontestan dari seluruh Indonesia.

goesdun 02-04-2008, 09:30 AM

Rabu Kliwon, 2 April 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Sumbangsih Sukmawati Soekarno bagi Bali... ''The Soekarno Center'' untuk Dunia PUTRI Bung Karno, Dyah Mutiara Sukmawati Soekarno Putri mengandeng tokoh Bali untuk membangun The Soekarno Center di Bali dalam waktu dekat. Hal itu disampaikan Sukmawati Soekarno dalam konferensi pers di Denpasar. Menurut Sukmawati, The Soekarno Center tidak terkait dengan partai politik apa pun, justru The Soekarno Center akan berjuang melalui jalur pendidikan, seni dan budaya. ''The Soekarno Center ini harus dibangun di Bali. Karena dengan nama Bali, akses internasional akan lebih mudah. Jutaan wisatawan asing yang datang ke Bali akan tahu bahwa Bali pernah melahirkan seorang pemimpin besar dunia yakni Soekarno,'' ujar Sukmawati.

speqlen 02-04-2008, 11:17 AM tarik terus bli hehe

absen neh

denpasar cerah :D

goesdun 03-04-2008, 08:18 AM

Kamis Umanis, 3 April 2008 Forecast Denpasar* 25-31 C dan BERAWAN

Info : Barometer Politik Nasional PEMILIHAN gubernur Bali dijadwalkan berlangsung pada Juli 2008. Tiga pasang kandidat kini rajin mensosialisasikan diri kepada masyarakat. Berbagai rancangan program, isu, bahkan propaganda telah mulai ditebar dan ditawarkan kepada masyarakat. Ada yang bersambut dan ada pula yang langsung menuai kritik. Begitulah dinamika politik. Jangan dianggap, kecap selalu nomor 1.

Namun, terlepas dari semua itu perlu menjadi pertimbangan adalah kenyataan bahwa Bali menjadi daya tarik bagi siapa pun untuk mengunjunginya pada setiap musim. Oleh karena itu, pilkada tidak boleh menimbulkan gonjang-ganjing politik yang merugikan bagi keutuhan Bali dengan kultur harmoni, yang memberi hidup bagi dan hidup dari pariwisata.

goesdun 04-04-2008, 08:10 AM Jumat Paing, 4 April 2008 Forecast Denpasar* 25-31 C dan BERAWAN

Info : BBM Langka, Pariwisata Bali Mulai Terganggu Kalangan pariwisata menyayangkan terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Bali belakangan ini. Kalau kelangkaan itu tak segera diatasi, dikhawatirkan lambat laun akan berpotensi merusak citra

pariwisata Bali yang saat ini sedang menggeliat. Demikian dikemukakan para pelaku pariwisata yang dihubungi secara terpisah di Denpasar, Kamis (3/4) kemarin. Mereka diminta tanggapannya terkait kelangkaan BBM yang terjadi di hampir seluruh Bali dalam beberapa pekan terakhir. (*BP)

goesdun 05-04-2008, 09:50 AM Sabtu Pon, 5 April 2008 Forecast Denpasar* 25-31 C dan BERAWAN

Info : Kemegahan yang Sarat Makna http://www.balipost.com/balipostcetak/2008/4/5/BAJRA.JPG Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) yang dirampungkan tahun 2001 lalu. Secara fisik, siapa pun akan berdecak kagum menyaksikan kemegahan dan keagungan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB). Makanya, tidak mengherankan jika monumen yang berdiri tegak di kawasan civic centre Niti Mandala Renon ini menjelma jadi "primadona" baru kepariwisataan Bali.

Namun di balik fisiknya yang megah dan agung itu, bangunan seluas 70 x 70 meter ini juga menyimpan kedalaman makna. Bangunan yang didesain arsitek muda Ida Bagus Gede Yadnya ini tidak sekadar indah dipandang mata, tetapi juga kaya akan falsafah agama Hindu.

http://www.balipost.com/balipostcetak/2008/4/5/DIORAMA.JPG Diorama MPRB menapak jejak sejarah yang telah ditorehkan oleh generasi pendahulu manusia Bali dalam menegakkan kebesaran dan kejayaan Bali. Dari masa ke masa, tanah Bali yang hingga kini masih diyakini sebagai the last paradise in the world (sorga terakhir di bumi-red) ini telah melahirkan barisan panjang pahlawan-pahlawan besar. Pahlawan sekaligus pemimpin humanis yang dengan gigih nindihin gumi Bali tanpa pamrih dari segala bentuk ancaman pihak luar. Tak bisa dimungkiri, keberadaan generasi muda Bali dengan segala aspek kemajuan yang mereka nikmati dewasa ini jelas tidak terlepas dari fondasi yang ditata dengan kerja keras bahkan pengorbanan nyawa oleh generasi pendahulu. Rangkaian diorama di MPRB ditutup dengan aktivitas masyarakat Bali dalam mengisi kemerdekaan yang diwujudkan ke dalam bentuk hasil pembangunan prestisius seperti Taman Budaya Bali (pembangunan seni budaya), Gedung DPRD Bali (politik/pemerintahan) dan Kampus Universitas Udayana (pendidikan).

goesdun 07-04-2008, 07:55 AM Senin Kliwon, 7 April 2008 Forecast Denpasar* 25-31 C dan BERAWAN

Info : Bali ± the island of all year events, celebrations and activities Bali¶s Calendar is not just full of events it is event-full ! You can¶t arrive in Bali with out being in time for a celebration, a festival, a ceremony or an ordinary, everyday hundred people procession.

Beside the regular village rituals these are our pick of the µtop ten¶ events in Bali this year, many of which are actively supported by the Bali Hotels Association.

Top Ten Events 2008 Bali Arts Festival Denpasar 17 June ± 15 July A month long festival of music, dance, art, fashion and special performances by different groups from the regencies of Bali, provinces of Indonesia and beyond.

Bali International Triathlon Jimbaran 29 June A major sporting event with a wealth of top class participants, flexing their athletic abilities in this challenging event.

Bali Dining Festival All Bali June A month long festival of the best dining in Bali, supported by many of Bali¶s top restaurants and hotels.

Ubud Festival Ubud July ± August Ubud is a fascinating village in the center of Bali which is renowned as a center for artists and peformers. Highlights include many artistic and cultural performances, painting exhibitions, handicraft displays and special parades.

Bali 10 K International Run Denpasar 10 August Participants can enjoy the sights and sounds of the capital and sounds of the capital as this interesting fun run finds its way throubh the distinct landmarks and parks of the city.

Sanur Village Festival III Sanur 15 ± 19 August This fun event highlights Balines art and cultural performances, contemporary music performances, food bazaar, fashion, painting exhibitions, water sport competitions and many other exciting activities.

Kuta Karnival Kuta 1 ± 9 September

A popular festival that takes place around Kuta and on the beach, making an attractive setting for many cultural performances, music and a host of fun activities.

Nusa Dua Festival Nusa Dua September Taking place in the luxurious hotel area of Nusa Dua., this festival highlights the wealth of artistic talent in Bali and attracts participants from around the world. Music, dance and art can all be found at this event.

Ubud Writers Festival Ubud 25 ± 30 September This well established festival gathers a variety of speakers from around the world, who amaze the visitors with the finest, writing, poems and prose, covering a multitude of different literary subjects.

Gema Perdamaian (Sound of Peace) Denpasar October This world cultural forum is held to provide a platform for people who are renowned for their artistic and cultural achievements, and culminates in a spectacular concert.

ASEAN Beach Games Various beach locations October Exciting, exhilarating and exotic ± and that¶s just the contestants! Asia¶s finest exponents of beach sports descend on Bali to amaze those who enjoy the beach life.

Bali Fashion Week Kuta November Bali Fashion Week is a fantastic celebration of the best of Balinese, Indonesian and World fashion set in an environment of fun, colour and the unique style of the Balinese.

Calender of Cultural Events 2008 : (http://indoforum.org/showthread.php?t=43780)http://indoforum.org/showthread.php?t=43780

goesdun 08-04-2008, 12:25 PM Selasa Umanis, 8 April 2008 Forecast Denpasar* 25-30 C dan BERAWAN

Info : Musium di Bali

Saat berlibur di Bali, anda juga dapat mengunjungi berbagai museum yang ada di pulau ini.

Simak informasinya di bawah ini. Art Centre, Musium Neka, ARMA, Antonio Blanco, Puri Lukisan.

Bali Art Centre Jalan Nusa Indah, Denpasar Timur, tel. (0361) 227176

Memamerkan lukisan-lukisan modern dan juga ukiran kayu di sebuah area yang sangat luas yang terdiri dari beberapa bangunan dan juga panggung terbuka dan tertutup untuk tarian-tarian, dilengkapi dengan fasilitas restaurant, toko-toko, dan fasilitas lainnya. Buka dari jam 8am sampai 5pm, Selasa sampai Minggu. Pesta Kesenian Bali diadakan setiap tahunnya sekitar bulan Juni dan Juli. Perpaduan antara kesenian yang ada di Bali maupun luar Bali bahkan kesenian dari beberapa negara luar juga dipertunjukan disini. Berlangsung selama sebulan penuh, pameran kerajinan tangan dan juga tarian-tarian selalu dipertunjukan setiap harinya.

Agung Rai Museum of Arts (ARMA) Jalan Pengosekan, Ubud, tel. (0361) 976659.

Buka setiap hari dari jam 8am ± 6pm. Berbagai koleksi dan pameran dapat dilihat dari satu ruangan ke ruangan yang lain meliputi berbagai ragam gaya lukisan yang ada di Bali dan beberapa hasil karya dari pelukis-pelukis Jawa dan juga pelukis-pelukis dari manca negara

Museum Antonio Blanco

Campuhan Ubud, tel. (0361) 975502

Kekhasan dari lukisan Blanco adalah lukisan erotis atau wanita tanpa busana dan dia adalah salah satu pelukis ahli untuk potret diri.

Museum Arkeologi Desa Pejeng, Gianyar, tel. (0361) 942352

Buka dari jam 8am sampai 3pm setiap hari kerja. Berbagai variasi perhiasan ataupun ornamenornamen, peralatan-peralatan dari jaman batu atau jaman perunggu dipamerkan disini.

Perpustakaan sejarah Gedong Kirtya Jalan Veteran, Singaraja. tel.(0362) 25141

Satu-satunya museum yang berada di Buleleng. Berlokasi di Buka dari jam 7am ± 3pm, Senin ± Kemis, Jumat setengah hari dan Sabtu Minggu tutup. Untuk yang sangat tertarik dengan sejarah Bali dan juga informasi tentang bagaimana Belanda pada saat di Bali dulu, museum ini sangat direkomendasi untuk dikunjungi. Ada sekitar 3000 lontar tua yang ditulis pada daun lontar, dan berbagai cerita, berita dan penanggalan dari jaman penjajahan Belanda.

Museum Bali Jalan Letkol Wisnu, Denpasar. Tel (0361) 235059.

Buka setiap hari kecuali hari Senin dari jam 8am sampai 5pm and tutup 2 jam lebih awal pada hari Jumat. Berbagai ragam benda, dari mulai benda bersejarah, lukisan-lukisan tua dan modern, kerajinan tangan khas Bali, alat-alat tradisional, sampai contoh kain ikat, miniatur upacara agama, dan contoh tarian yang ada di Bali dipamerkan di museum ini. Bangunan-bangunan yang ada di museum ini juga sangat menarik. Masing-masing bangunan mencerminkan model bangunan istana/puri yang terdapat di daerah Bali.

Museum Manusa Yadnya Mengwi

Buka setiap hari namun sering tidak ada karyawan yang bertugas. Ada dua bangunan yang memamerkan gambar ataupun model ragam upacara manusa yadnya (upacara untuk manusia) yang ada di Bali.

Museum Neka Jalan Raya Campuhan Ubud, tel (0361) 975074

Buka setiap hari dari jam 9am ± 5pm. Sangat direkomendasikan untuk siapa saja yang tertarik dengan perkembangan lukisan di Bali. Museum ini yang dibuka tahun 1982, terdiri dari beberapa bangunan yang ditata dengan kebun yang indah.

Museum Puri Lukisan Jalan Raya Ubud, tel.(0361) 975136

Buka setiap hari dari jam 8am ± 4pm. Ada beragam lukisan / fine arts dipamerkan di beberapa bangunan terpisah dengan kebun yang tertata, dilengkapi dengan kolam, patung-patung dan air mancur.

Museum Subak Jalan Raya Kediri Desa Sanggulan, Tabanan tel. (0361) 810315

Buka dari jam 8am ± 2pm, Senin sampai Kemis, tutup jam 11am hari Jumat dan 12.30pm hari Sabtu. Tempat yang tepat untuk mengetahui ataupun mendalami system irigasi dan pertanian di Bali.

goesdun 09-04-2008, 10:22 AM Rabu Paing, 9 April 2008 Forecast Denpasar* 25-31 C dan BERAWAN

Info : Pemegang Kartu Amex-- Dapat Kemudahan Berwisata ke Bali Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) mengharapkan empat juta pemegang kartu American Express (Amex) dapat berwisata dan berbisnis ke Indonesia, khususnya ke Bali. ''Kita harapkan 5 persen dari 80 juta pemegang kartu Amex bisa datang ke Indonesia, khususnya ke Bali,'' kata Dirjen Pemasaran Depbudpar Sapta Nirwandar dalam jumpa pers dalam rangka kerja

sama Depbudpar, Amex dan Bank Danamon sebagai pemegang lisensi Amex di Indonesia, di Jakarta, Selasa (8/4) kemarin.

goesdun 10-04-2008, 10:55 AM Kamis Pon, 10 April 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : MICE makin Bergairah SELAIN munculnya pasar-pasar baru, fenomena lain yang mewarnai kepariwisataan Bali ke depan adalah makin maraknya segmen Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE). Ketua DPD INCCA (Indonesia Congress & Convention Association) Bali Ida Bagus Surakusuma yang sering disapa Gus Lolec sudah sejak tahun lalu memprediksi akan makin bergairahnya pasar MICE ke Bali. Terbukti tahun lalu sudah berlangsung event internasional berskala jumbo ke Bali. Sebutlah misalnya pertemuan International Parliementary Union (IPU) dan Konfrensi PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua. Kedua event ini menyedot ribuan peserta yang berasal dari lebih dari 100 negara. Bahkan peserta UNFCCC mencapai 12.000 peserta. Sebagai praktisi pariwisata yang banyak meng-handle wisatawan MICE, Lolec merasakan wisata MICE di Bali menunjukkan tanda-tanda makin bergairah. Walaupun masih dalam skala kecil, saat ini pihaknya sudah meng-handle grup-grup MICE dari Afrika Selatan, Inggris dan Amerika. Setelah hampir lima tahun stagnan, wisata MICE kini mulai bergairah lagi.

ANAKHILANG 11-04-2008, 02:02 AM absen neh.

infony keren

bisa kasi info tentang tradisi2 siwabuda/budakeling

goesdun 11-04-2008, 08:18 AM absen neh.

infony keren

bisa kasi info tentang tradisi2 siwabuda/budakeling Coba yang ini : http://indoforum.org/showthread.php?t=36672 Maaf utuk informasi Tradisi Siwabuda/budakeling akan disampaikan di Hindu-IndoForum. Disini Info Bali secara umum. Thank

@all

Jumat Wage, 11 April 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Sinta dan Kardewi akan ke Jepang Dua lifter Bali Luh Sinta Darmariani dan Komang Kardewi akan bertolak ke Jepang guna mengikuti Pra-Olimpiade, 27-28 April mendatang. Kedua atlet andalan Bali jika lolos ke Olimpiade, dipastikan kembali akan menghuni pelatnas.

goesdun 12-04-2008, 09:20 AM Sabtu Kliwon, 12 April 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Membaca Trend dan Selera Wisatawan Dunia SELERA dan tuntutan wisatawan tampaknya selalu berubah dari waktu ke waktu. Semua itu bisa terjadi secara alami, namun bisa juga karena perkembangan pasar. Sebagai salah satu destinasi kaliber dunia, sudah selayaknya Bali selalu memantau perkembangan pasar, sehingga bisa menyesuaikan produk-produknya yang akan ditawarkan kepada wisatawan. Di sinilah perlunya riset pasar.

Apakah Bali sudah melakukannya?

goesdun 14-04-2008, 09:31 AM

Senin Paing, 14 April 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Waspadai Teroris Bawah Laut Kapolda Bali Irjen Pol Paulus Purwoko mengingatkan seluruh lapisan masyarakat mewaspadai kemungkinan munculnya aksi terorisme di bawah permukaan laut. "Kita harus waspadai itu. Masalahnya, ada informasi bahwa para teroris telah mulai latihan menyelam guna melakukan sabotase dan aksi teror bom bawah laut," kata Kapolda di Denpasar, Sabtu (12/4).

goesdun 15-04-2008, 11:20 AM Selasa Pon, 15 April 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Pasokan Listrik Bali Alami Defisit 40 MW Pasokan listrik Bali kembali mengalami gangguan. Mulai Senin (14/4) kemarin hingga sepuluh hari mendatang, Bali akan mengalami defisit sekitar 40 MW, menyusul pemeliharaan pembangkit tipe A di PLTG Gilimanuk dan Sanggaran.

Kepala Humas PLN Distribusi Bali Hendra Saleh didampingi Wayan Redika memaparkan, total pasokan listrik di Bali akibat adanya pemeliharan ini yaitu 405 MW. Padahal beban puncak untuk Bali rata-rata mencapai 445 MW.

Sementara untuk pasokan normal untuk Bali 562 MW. Dari jumlah tersebut, PLTG Gilimanuk memasok 130 MW. PLTG Sanggaran 150 MW, pasokan dari pulau Jawa lewat kabel laut 200 MW dan PLTG Pemaron 82 MW.

PLTG Gilimanuk akibat pemeliharaan praktis tidak memasok kebutuhan listrik untuk Bali ditambah dengan perbaikan sejenis di pembangkit lainnya.

Peningkatan pemadaman listrik 10 persen dari kondisi biasa dan dilakukan khususnya di daerahdaerah yang tidak produktif. Namun kondisi ini dikategorikan berskala kecil dan bisa dihindari jika masyarakat mau berhemat 50 watt saja, sangat membantu penghematan sebesar 36 MW dan mampu menahan terjadinya pemadaman,'' ujar Hendra.

Bali punya potensi berhemat yang cukup besar. Selama ini banyak energi listrik yang digunakan secara kurang tepat. MARI HEMAT ENERGI LISTRIK !

goesdun 16-04-2008, 09:14 AM Rabu Wage, 16 April 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Bali Menuju PON XVII/2008-- Persiapan Matang, Tunggu Prestasi ATLET Bali telah dipersiapkan sejak Oktober tahun lalu guna mengikuti PON XVII/2008 di Kaltim pada

Juli mendatang. Latihan dibagi dua tahap. Pertama, pelatda desentralisasi yang berlangsung sejak Oktober 2007 hingga April 2008, dilanjutkan dengan TC sentralisasi mulai 5 April hingga menjelang bertolak ke Kaltim nanti.

goesdun 17-04-2008, 09:09 AM Kamis Kliwon, 17 April 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Damai di Hati dan Damai di Bumi Bersama Satguru Sri Sri Ravi Shankar KEDAMIAN akan lebih bermakna saat terjadi kekacauan. Kita baru menghargai kedamaian jika mengalami kesulitan dalam hidup, baik yang diakibatkan oleh perbedaan pendapat, perubahan yang tidak beraturan dan ketidakpastian. Berdasarkan pengalaman setiap orang, kita mengalami kesulitan karena kurangnya kemampuan untuk mengatasi tantangan seperti ini. Sepanjang hidup kita belajar berbagai keterampilan seperti membaca, menulis, sains, musik dan seni. Namun tidak banyak dari kita yang belajar seninya kehidupan. Jarang kita diajari bagaimana caranya menangani emosi negatif, amarah, depresi dan stress. Damai di Hati hanya terjadi jika kita mampu menyelaraskan emosi dan pikiran. Jika keharmonisan tercapai, kita akan menyadari bahwa kita menjadi bagian dari eksistensi yang lebih besar. Manusia adalah bagian dari alam semesta. Keberadaan manusia saling tergantung dan saling berhubungan satu sama lain untuk hidup berdampingan dengan damai di dunia ini. Dunia ini penuh dengan keanekaragaman. Kita hidup bersama dengan penduduk dari berbagai bangsa dan negara, yang berbeda bahasa, kebudayaan dan tradisi. Kita menikmati aneka

masakan dan musik serta berbagai tempat tinggal dengan keindahan berbagai jenis binatang dan tumbuhan. Damai di Bumi baru bisa terwujud bila kita menerima dan mensyukuri keanekaragaman ini. Walaupun manusia memiliki perbedaan dalam berbagai ras, kita adalah satu keluarga yang menempati satu dunia. Kita perlu menyebarkan pesan, bahwa dunia satu keluarga, dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, seperti saling menerima, menjunjung tinggi kebenaran, welas asih dan saling menjaga. Kedamaian harus dimulai dari diri sendiri. Dengan Damai di Hati, kita telah bergotong royong mewujudkan Damai di Bumi. ''Visi saya adalah sebuah dunia yang bebas dari kejahatan, bebas dari stress dan bebas dari kekerasan.'' Untuk mendapatkan kedamaian di hati dan kedamian di bumi, akan digelar meditasi bersama yang Mulia Satguru Sri Sri Ravi Shankar Sabtu (19/4) di Panggung Terbuka (open stage) Ardha Candra Taman Budaya Denpasar. Sebagai panitia dalam acara ini adalah Yayasan Seni Kehidupan (The Art of Living Foundation). Dharmayatra untuk melestarikan alam Indonesia dengan tradisi damai di hati dan di bumi ini yang digelar Sabtu (19/4) mendatang itu adalah kelanjutan dari dari Dharmayatra Sabtu, 14 April 2007 di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, saat itu digelar ritual Piodalan Sang Hyang Aji Saraswati, Upakara me-Siwa Gni dan Upacara Homa Yadnya. Di mana hasil permohonan untuk kesejahteraan dan keamanan serta kelestarian alam Bali kepada Yang Maha Kuasa, juga harus memperhatikan saudara kita di lain pulau di Indonesia yang masih menghadapi musibah bencana alam. Pada saat konferensi pers, Sri Sri Ravi Shankar menyatakan, ''Inilah pertama kalinya pada

milenium kedua ini tradisi Bali bertemu dengan tradisi India'', bahwa Bali dengan tradisinya harus tetap dilestarikan, karena jika Bali berubah, maka dimanapun di dunia ini kita tidak akan menemukan Bali. Bali lebih kuno dari India'', kata beliau saat bersembahyang di Pura Besakih tahun 1997 silam, sambil memandang Pura yang megah dengan latar belakang Gunung Agung. Pada saat itu, beliau mengajak kita untuk mendukung upaya melestarikan tradisi luhur, agar tercapai perdamaian di tataran individu dan alam semesta. (r/*)

goesdun 17-04-2008, 01:44 PM DENPASAR, - Festival wayang sedunia dan musik etnis untuk kawasan Asia Tenggara (ASEAN) akan ikut menyemarakkan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-30 yang digelar selama sebulan penuh, 14 Juni-12 Juli 2008. Dua kegiatan bertaraf internasional itu diharapkan mampu meningkatkan citra Bali di mancanegara sekaligus menyukseskan tahun kunjungan wisata (VIY) 2008," kata Kasubdis Kesenian Dinas Kebudayaan Propinsi Bali, I Made Santha di Denpasar. Ia mengatakan, festival wayang internasional yang baru pertama kali digelar mendapat respon yang sangat positif dari seniman luar negeri. Sedikitnya lima negara telah menyatakan ikut ambil bagian dalam festival wayang se dunia memeriahkan aktifitas seni tahunan di Pulau Dewata. Made Santha menambahkan, kelima negara tersebut meliputi Selandia Baru, Amerika Serikat, Jepang, Inggris dan tuan rumah Indonesia."Jumlah peserta tersebut tidak tertutup kemungkinan bertambah, karena panitia memberikan kesempatan yang seluas-luasnya hingga sebelum kegiatan dimulai," ujar Santha. Masing-masing grup kesenian wayang dari mancanegara yang akan pentas di arena PKB sedikitnya beranggotakan 50 orang. Termasuk tuan rumah Indonesia yang akan diwakili seniman

wayang dari Jawa dan Bali. Keterlibatan seniman mancanegara dalam kegiatan seni budaya di Bali, memiliki makna yang sangat penting dalam mengembangkan dan memajukan seni budaya Indonesia, khususnya Bali. Masyarakat setempat dapat meningkatkan wawasan tentang kesenian wayang setelah menyaksikan pertunjukan wayang yang beragam dari mancanegara. "Di negaranegara maju seperti Amerika, Jepang dan Inggris memiliki kesenian wayang yang tetap eksis, kata Made Santha. Selain festival wayang internasional PKB kali ini juga dimeriahkan dengan festival musik etnis kawasan ASEAN, festival seni pelajar Jawa-Bali dan festival karya seni tradisional daerah anggota mitra praja utama (MPU) yang meliputi Jawa, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan tuan rumah Bali.(ANT/BMA)

goesdun 17-04-2008, 03:28 PM Gunung Agung adalah gunung tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.142 mdpl. Gunung ini terletak di kecamatan Rendang Kab.Karangasem - Bali.

Type strato, kawah yang sangat besar dan sangat dalam, kadang-kadang melepaskan asap dan uap air.

Pendakian menuju puncak gunung ini dapat dimulai dari tiga jalur pendakian yaitu :

Dari selatan adalah dari Selat lewat Sangkan Kuasa. Dari tenggara ialah dari Budakeling lewat Nangka

Dari Barat daya yang merupakan jalur pendakian yang umum digunakan oleh para pendaki yaitu dari Pura Besakih. JALUR PURA BESAKIH Jalur ini melewati kompleks pura Besakih, pemandangan yang sangat mengesankan disepanjang perjalanan. Disepanjang jalur tidak terdapat mata air sehingga pendaki harus membawa bekal air. Menjelang batas hutan terakhir terdapat mata air yang disucikan oleh masyarakat, namun tidak boleh sembarang orang untuk ke sana.

Tidak terdapat pos khusus untuk para pendaki dan wajib melaporkan diri di kantor polisi di pintu gerbang Pura Besakih. Untuk kelengkapan surat-surat sebaiknya siapkan surat jalan dari sekolah/kampus atau RT/RW.

Pantangan bagi pendaki agar tidak membawa daging sapi dalam bentuk apapun. Pada saat ada upacara besar di Pura Besakit pendaki dilarang naik.

Dari puncak gunung Agung dapat melihat puncak Gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok. Pada pagi udara masih bersih sehingga kita dapat memandang gunung-gunung lainnya di pulau Bali, menjelang siang badan dan puncak Gunung Agung diselimuti awan sepanjang hari.

goesdun 17-04-2008, 03:36 PM

Dari Kintamani, Gunung Batur terlihat kering tandus. Warnanya kecoklatan dengan hamparan hitam pada beberapa bagian. Ketandusan itu merupakan bagian dari letusan dahsyatnya yang menyisakan hasil endapan lahar yang membentuk batu karang dan lautan pasir.

Batur merupakan salah satu dua dari dua gunung berapi aktif di Bali. Gunung berapi satunya, Gunung Agung, masih berada pada satu jajaran lurus dengan Batur. Namun berada pada dua kabupaten yang berbeda. Batur di Kabupaten Bangli, sementara Agung di Kabupaten Karang Asem. Keduanya terpisah jarak sekitar 80 kilometer.

Untuk mendaki Batur, sebenarnya ada empat jalur yang bisa dipilih. Tetapi kebanyakan memulainya dari Pura Jati, salah satu pura terbesar di kawasan ini. Titik pendakian ini masuk dalam wilayah Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Jaraknya sekitar 78 kilometer dari Kota Denpasar, ibukota Bali.

Begitu memasuki kawasan Pura Jati, akan terlihat kantor Pos Pelayanan Pendakian Gunung Batur yang juga kantor The Association of Mt Batur Trekking Guide. Di sini para guide pendakian banyak berkumpul.

Kebanyakan orang mendaki Batur pada dinihari, sekitar pukul 03.00 Wib. Setelah mendaki sekitar dua jam, selanjutnya akan menunggu matahari terbit di puncak gunung. Rata-rata 50 orang setiap harinya berkumpul di puncak untuk mengikuti ritual menunggu sunrise itu. Akhir pekan, justru lebih ramai lagi.

Jalur Pendakian Jalur pendakian sebenarnya tidak begitu membingungkan. Pedoman adalah jalan yang relatif lebih besar. Beberapa percabangan jalan umumnya merupakan jalur menuju perkampungan maupun pertanian warga. Namun tantangan sebenarnya, adalah lintasan yang terdiri dari pasir dan bebatuan. Batu-batu itu merupakan endapan lahar gunung yang telah membeku.

Mendaki pada pagi, sekitar pukul 09.00 Wib, panas sudah menyengat kepala. Topi dan kacamata hitam sangat membantu mengatasi terik matahari. Terkadang hembusan angin juga membawa serta debu yang kadang berputar membentuk seperti angin puyuh. Berputar sebentar lantas berpendar. Hilang.

Kalau pun tidak membawa minuman, sekitar 10 menit dari titik pendakian, dapat ditemukan sebuah warung. Setengah jam perjalanan lagi dari warung ini, akan ditemukan satu warung lainnya. Beragam minuman dan makanan ringan tersedia. Tetapi harga memang di atas rata-rata.

Seusai melewati warung kedua, tidak akan ada lagi pepohonan penahan panas. Hanya semak perdu dan sesekali pohon pinus setinggi dua meter yang berdiri tunggal. Berteduh di sini sebentar memang sangat disarankan. Untuk sekedar melepas lelah. Ambil kamera dan bidik keindahan Danau Batur dari ketinggian.

Danau menjadi demikian indah dengan komposisi Gunung Abang di belakangnya. Namun, kabut tipis sering kali menghalangi kejernihan pandangan ke arah danau. Usai istirahat sebenar

Tanjakan yang miring serta lintasan yang berpasir, memang cukup berat untuk dilewati. Tetapi berjalan perlahan dengan tetap berhati-hati, akan membawa kita ke pinggangan gunung. Dengan stamina yang normal, pinggangan gunung ini dapat ditempuh sekitar satu setengah jam saja dari titik pendakian.

Kawah

Pinggangan gunung ini merupakan tempat yang relatif datar. Ada tiga warung yang bisa didatangi untuk sekedar mengaso. Di sekitar pinggangan ini, dapat terlihat kawah Batur dengan diameter sekitar 400 meter. Kedalamannya tak kurang dari 100 meter. Turun melalui jalur curam ke dalam kawah, dapat ditemukan sumber air panas dan cekungan air tawar.

Dinding-dinding puncak cukup memikat. Paduan beragam warna yang akhirnya membentuk warna kehitaman. Dari sini dapat terlihat ada dua puncak. Di sebelah timur merupakan puncak sebenarnya yang ditandai dengan sebuah tiang kayu dengan bendera di ujungnya. Sementara di sebelah barat merupakan puncak satu lagi.

Mendaki ke puncak, jalanan menjadi lebih terjal. Kemiringan mencapai 70 derajat lebih. Pasir menjadi lebih dominan. Puncak itu sendiri berupa dataran seluas sekitar 10 meter persegi. Di bagian tertinggi, terpancang tiang bendera. Satu pura keluarga yang berupa tumpukan bebatuan, terlihat di sekitarnya.

Berdiri di puncak, mata dapat memandang luas. Di selatan merupakan kawasan Kintamani. Di

sebelah timur terlihat Danau Batur, terus di belakangnya Gunung Abang dan Gunung Agung. Ketiganya membentuk titik paralel dari yang terendah, hingga tertinggi, yakni Gunung Batur yang terendah dengan ketinggian 1.771 meter dari permukaan laut (mdpl), kemudian Gunung Abang di ketinggian 2.152 mdpl, serta Gunung Agung yang berada pada ketinggian 3.142 mdpl, gunung tertinggi di Bali.

Jalur Turun

Jalan menuju pulang, sebaiknya menggunakan jalur yang berbeda. Selain untuk memperkaya pandangan, juga mengindari kebosanan. Baiknya memilih jalur menuju Desa Toyo Bungkah. merupakan bahasa setempat. Toyo airnya air dan bungkah berati batu. Jadi Toyo Bungkah berarti air yang mengalir dari celah-celah bebatuan. Desa ini persis di tepian Danau Batur.

Titik awal turun itu, peris di belakang warung yang berada di puncak. Jalurnya tidak terlalku ekstrim. Sepanjang perjalanan akan dapat ditemukan pohon perde eideilweis. Tumbuhan khas pegunungan yang bunganya tidak pernah layu. Jarak tempuh hingga perkampungan sekitar satu jam. Sekitar 20 menit menjelang sampai, akan dilewati hutan pinus.

goesdun 18-04-2008, 11:39 AM Jumat Umanis, 18 April 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Gerebeg Aksara dan Kirab Pusaka - Meriahkan 100 Tahun Puputan Klungkung Peringatan 100 Tahun Puputan Klungkung dan HUT XVI Kota Semarapura (salah satu kota Kabupaten di Bali), 28 April 2008, dipastikan berlangsung beda dibanding sebelum-sebelumnya. Peringatan seabad itu dipastikan sulit ditemukan lagi periode seratus tahun mendatang. Bukan hanya seni budaya yang bakal ditonjolkan dalam perayaan itu, tetapi kental dengan nuansa spiritual. Yang perlu dicermati adalah prosesi Gerebeg Aksara-Kirab Pusaka pada hari H-1. Demikian disampaikan Ketua Panitia Partisipasi Masyarakat Tjokorda Gede Agung SP didampingi Tjokorda Gede Agung SW dan Tjokorda Bagus Oka di Puri Agung Klungkung, Kamis (17/4)

goesdun 19-04-2008, 08:55 AM Sabtu Paing, 19 April 2008 Forecast Denpasar* 25-31 C dan BERAWAN

Info : Subak dan Budaya Agraris, "Senyawa" yang tak Terpisahkan MENURUT Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Propinsi Bali Drs. I Nyoman Nikanaya, M.M. dan Kasubdin Adat Istiadat Disbud Propinsi Bali Drs. IBM Mertha, M. Pd., subak dan budaya agraris adalah sebuah "persenyawaan" yang saling menopang satu sama lain. Ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan, lenyapnya subak secara otomatis akan mengikis pula eksistensi budaya agraris di gumi Bali. Ketika subak makin terdesak dan terus menyusut jumlahnya "dilahap" kegiatan alih fungsi lahan, maka harapan krama Bali tentang ajeg lestarinya budaya agraris praktis makin menjauh. Pasalnya, denyut kehidupan budaya agraris sangat tergantung

dari eksistensi subak. "Nonsens budaya agraris bisa tumbuh berkembang tanpa subak. Apa yang tersaji lewat beragam aktivitas alih fungsi lahan pertanian itu sejatinya merupakan sebuah prosesi kematian bagi budaya agraris itu sendiri," ujar Nikanaya dan Mertha kompak. Prosesi kematian subak yang disertai dengan terkikisnya budaya agraris secara kasat mata bisa disaksikan di Kota Denpasar. Saat ini, Denpasar tinggal menyisakan 37 subak. Dari 37 subak itu, 20% di antaranya memiliki lahan pertanian yang sangat terbatas. Bahkan, ada yang tinggal menyisakan areal persawahan tak lebih dari dua hektar. Itu pun posisinya susah terjepit bangunan-bangunan beton sehingga akses pengairan yang menyuplai kebutuhan air ke subak itu praktis terhambat. Dalam kondisi seperti itu, subak-subak itu sejatinya tinggal menunggu hari kematian tiba. "Dalam beberapa tahun terakhir, setidaknya lima hingga enam subak yang luasnya beratus-ratus hektar di wilayah Denpasar hanya tinggal nama. Lahannya sudah habis untuk kepentingan lain di luar pertanian," kata Nikanaya yang dibenarkan oleh Mertha.

goesdun 21-04-2008, 08:51 AM Senin Wage, 21 April 2008http://www.balipost.com/images/main/spacer.gif

Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Gelar Lestari Budaya 2008 ..Berkaca dari Pencurian Hak Cipta SEIRING perkembangan era globalisasi, berbagai fenomena baru dalam dunia seni dan budaya

Indonesia juga bermunculan. Misalnya maraknya seni kontemporer lintas bangsa atau munculnya aliran-aliran baru ciptaan seniman. Dalam perkembangannya, fenomena baru tersebut tidak lepas dari belenggu masalah. Yang masih fresh yakni pencurian ataupun pengakuan bangsa lain terhadap karya cipta warisan seni budaya Indonesia. Sebuah perhelatan bertajuk Gelar Lestari Budaya (GLB) 2008 digelar Komite Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana, Sabtu (19/4) kemarin di Pantai Kuta. Salah satu seni budaya asli Bali yakni baleganjur dilombakan dengan kategori umum. GLB 2008 tersebut bukan sekadar lomba kesenian pada umumnya. Di dalamnya terdapat idealisme dan semangat intelektual muda yang peduli akan kelestarian warisan luhur nenek moyang. Di dalamnya pula terdapat sebuah pemberontakan ala kaum muda ketika pemerintah dirasa kurang tanggap melindungi karya bangsa. Mahasiswa berontak lewat karya nyata. Ketua Panitia GLB, Eka Arya Wirata, mengatakan sebagai salah satu lembaga kemahasiswaan, Komite Mahasiswa Fakultas Hukum Unud merasa terpanggil untuk ikut aktif dalam uapaya melindungi dan melestarikan seni budaya Bali. Sebagai komponen masyarakat yang dipercaya intelektualitas, mahasiswa juga dituntut memiliki peran aktif dalam aspek kehidupan masyarakat yang salah satunya adalah seni dan budaya. Selain itu, GLB 2008 merupakan bentuk partisipasi dan sumbangsih nyata mahasiswa dalam menyukseskan program pemerintah ''Visit Indonesia Year 2008''. Dengan agenda rutin ini, paling tidak mampu menarik minat wisatawan untuk lebih mendalami dan mencintai seni dan budaya Bali. (ded)

goesdun 22-04-2008, 02:18 PM

Selasa Kliwon 22 April 2008 Forecast Denpasar* 25-31 C dan BERAWAN

Info : Rektor Termuda 36 Tahun dan Profesor Ilmu Manajemen Termuda 37 Tahun

Senin, 21-April-2008 Bali kembali mengukir prestasi di dunia pendidikan. Setelah sebelumnya menghasilkan doktor ilmu pemerintahan termuda, kini gelar rektor termuda dan profesor termuda diraih putra Bali. Ia adalah Prof. DR. Gede Sri Darma, S.T., M.M.. Gede Sri Darma mendapatkan dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) yakni sebagai rektor termuda pada usia 36 tahun yang dilantik pada 23 Februari 2005, serta sebagai guru besar (profesor) ilmu manajemen termuda pada usia 37 tahun yang dilantik pada 1 Juni 2006.

Tak hanya itu, Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) sebagai lembaga yang menggunakan rektor termuda serta menghasilkan profesor ilmu manajemen termuda juga mendapatkan penghargaan dari Muri. Penganugerahan penghargaan Muri tersebut diberikan manajer Muri Paulus Pangka, S.H., pada acara rapat senat terbuka Undiknas di aula Kampus Undiknas, Selasa (15/4).

Penghargaan tersebut, menurut Paulus, adalah penghargaan yang pertama kali diberikan Muri untuk rektor dan penyandang gelar profesor termuda. ³Sebelumnya Muri belum pernah mencatat rekor yang sama seperti ini. Pernah pada tahun 1994, kami mencatat rekor Muri dekan fakultas

ekonomi termuda dari Universitas Satya Wacana, Salatiga, Jawa Timur.

Tapi, rektor dan guru besar termuda adalah yang pertama kali,´ ujar lelaki yang baru-baru ini memberikan penghargaan Muri kepada Wali Kota Blitar sebagai wali kota yang menyelenggarakan deteksi tumbuh kembang anak dengan peserta terbanyak, 6.005 anak.

Paulus Pangka menambahkan, penghargaan tersebut datang dari sebuah usulan masyarakat Bali. Usulan tersebut ia tindak lanjuti dengan mengadakan penelitian selama satu tahun. ³Pada Juli 2007, kami menerima usulan bahwa ada rektor dan profesor termuda. Akhirnya kami mengadakan penelitian hingga penghargaan tersebut bisa kami berikan pada saat ini,´ ujarnya.

Gelar profesor disandang Gede Sri Darma setelah mengantongi 1.382 poin. ³Gelar profesor didapat jika telah mengantongi poin minimal 850 poin,´ ujar Gede Sri Darma. Berbagai pengalaman menarik muncul saat ia menjadi rektor di usia muda serta memangku gelar guru besar termuda. Hal itu terjadi saat ia menghadap Ditjen Dikti Depdiknas Jakarta.

³Mereka tak percaya kalau saya ini rektor. Bahkan saat penandatanganan bantuan Dikti sebesar Rp 500 juta, panitia meminta SK rektor karena tidak percaya dengan jabatan yang saya sandang,´ ujarnya berbagi pengalaman.

Sri Darma menceritakan pengalamannya yang lain saat ia diusulkan menjadi guru besar. ³Senat akademik menganggap usulan tersebut adalah guyonan mengingat usia saya yang masih muda untuk memangku gelar profesor,´ katanya.

Mendapatkan gelar Muri adalah sebuah penghargaan baginya, meski awalnya tawaran untuk masuk Muri ia respons dengan hati-hati. ³Muri sering dikonotasikan negatif sebagai ajang pencari popularitas. Penghargaan ini saya dapat tanpa saya sadari sebelumnya,´ ujar Sri Darma.

Acara tersebut juga dihadiri wakil Kopertis Wilayah VIII Chairul Saleh. Menurutnya, Gede Sri Darma adalah penyandang gelar profesor yang keenam di Kopertis wilayah VIII. ²lik (arixs)

goesdun 22-04-2008, 04:26 PM http://www.balitrips.net/BaliMap/distancecity.JPG

goesdun 23-04-2008, 08:11 AM Rabu Umanis, 23 April 2008 Forecast Denpasar* 25-31 C dan BERAWAN

Info : Siswa SMAN 4 Denpasar Wakili Indonesia Dalam WSDC di Washington DC Anak-anak SMAN 4 Denpasar kembali mewakili Indonesia dalam lomba debat bahasa Inggris bertaraf internasional -- World Schools Debating Championship (WSDC). Debat yang akan digelar di Washington DC pada 7-17 September 2008 mendatang itu diikuti tim dari Indonesia atas nama AA Sagung Dwinta Kuntaladara kelas 11 IPA 6 dan Wildan kelas 11 IPA 3 (keduanya dari SMA 4 Denpasar), dan Kristian Leonardo (Jabar) dan Adlini (NTB). Dengan tampilnya

Dwinta Kuntaladara dan Wildan, berarti hingga kini SMAN 4 Denpasar untuk ketiga kalinya berhasil mengantarkan siswanya sebagai anggota tim Indonesia di ajang yang sama. Sebelumnya, dalam WSDC di Korea 2007, Norma Astyari dari SMAN 4 Denpasar menjadi salah satu wakil Indonesia. Sang Ayu Widiari, siswi SMAN 4 Denpasar, juga pernah mewakili Indonesia. Tidak hanya di Washington, Kuntaladara, Wildan dan anggota tim yang lain juga akan mewakili Indonesia dalam WSDC 2009 di Yunani -- yang diperkirakan berlangsung Januari-Februari 2009.

goesdun 23-04-2008, 09:15 AM SEJARAH KARANGASEM (AMLAPURA)

Sejarah Kerajaan Karangasem Dalam menguraikan sejarah Kerajaan Karangasem, ada dua buah buku sumber yang dipakai sebagaimana yang ditulis oleh Agung (1991) dan Agung (2001). Nama µKarangasem¶ sebenarnya berasal dari kata µKarang Semadi¶. Beberapa catatan yang memuat asal muasal nama Karangasem adalah seperti yang diungkapkan dalam Prasasti Sading C yang terdapat di Geria Mandara, Munggu, Badung. Lebih lanjut diungkapkan bahwa Gunung Lempuyang yang menjulang anggun di timur laut Amlapura, pada mulanya bernama Adri Karang yang berarti Gunung Karang. Pada tahun 1072 (1150 M) tanggal 12 bulan separo terang, Wuku Julungwangi dibulan Cetra, Bhatara Guru menitahkan puteranya yang bernama Sri Maharaja Jayasakti atau Hyang Agnijaya untuk turun ke Bali. Tugas yang diemban seperti

dikutip dalam prasasti berbunyi´ gumawyeana Dharma rikang Adri Karang maka kerahayuan ing Jagat Bangsul«´, artinya datang ke Adri Karang membuat Pura (Dharma) untuk memberikan keselamatan lahir-batin bagi Pulau Dewata. Hyang Agnijaya diceritakan datang berlima dengan saudara-saudaranya yaitu Sambhu, Brahma, Indra, dan Wisnu di Adri Karang (Gunung Lempuyang di sebelah timur laut kota Amlapura). Mengenai hal ihwal nama Lempuyang adalah sebagai tempat yang terpilih atau menjadi pilihan Bhatara Guru (Hyang Parameswara) untuk menyebarkan µsih¶ Nya bagi keselamatan umat manusia. Dalam penelitian sejarah keberadaan pura, Lempuyang dihubungkan dengan kata µ lampu¶ artinya µterpilih¶ dan µHyang¶ berarti Tuhan; Bhatara Guru, Hyang Parameswara. Di Adri Karang inilah beliau Hyang Agnijaya membuat Pura Lempuyang Luhur sebagai tempat beliau bersemadi. Lambat laun Karang Semadi ini berubah menjadi Karangasem. Sejarah Kerajaan Karangasem tidaklah bisa dilepaskan dengan Kerajaan Gelgel terutama pada masa puncak kebesaran di masa pemerintahan Dalem Waturenggong diperkirakan abad XV. Dalam sejarah, kerajaan Gelgel pertama diperintah oleh putra Brahmana Pendeta Dang Hyang Kepakisan bernama Kresna Wang Bang Kepakisan yang diberi jabatan sebagai adipati oleh Patih Gajah Mada. Setelah dilantik, beliau bergelar Dalem Ketut Kresna Kepakisan yang berkedudukan di Samprangan pada tahun saka 1274 (1352 M). Dalam pengangkatan ini disertai pula dengan pakaian kebesaran serta keris yang bernama I Ganja Dungkul dan sebilah tombak diberi nama I Olang Guguh. Dalem Ketut Kresna Kepakisan kemudian wafat pada tahun caka 1302(1380 M) yang meninggalkan tiga orang putra yakni I Dewa Samprangan (Dalem Ile) sebagai pengganti raja, I Dewa Tarukan, dan I Dewa Ktut Tegal Besung (Dalem Ktut Ngulesir). Pada saat Dalem Ngulesir

menjadi raja, pusat pemerintahan kemudian dipindahkan dari Samprangan ke Gelgel (Sweca Pura). Beliau abiseka Dalem Ktut Semara Kepakisan pada caka 1305 (1383 M). Beliau inilah satu-satunya raja dari Dinasti Kepakisan yang masih sempat menghadap Raja Sri Hayam Wuruk di Majapahit untuk menyatakan kesetiaan. Di Majapahit beliau mendapat hadiah keris Ki Bengawan Canggu yang semula bernama Ki Naga Besuki, dan karena tuahnya juga dijuluki Ki Sudamala. Dalem Ketut Semara Kepakisan juga sempat disucikan oleh Mpu Kayu Manis. Namun, beberapa tahun lamanya setelah datang dari Majapahit, beliau wafat pada caka 1382 (1460 M), dan digantikan oleh putra beliau bernama Dalem Waturenggong. Beliau ini dinobatkan semasih ayahnya hidup pada caka 1380 (1458 M). Jaman keemasan Dalem Waturenggong dicirikan oleh pemberian perhatian terhadap kehidupan rakyat secara lahir dan batin. Masyarakat menjadi aman, tenteram, makmur, dan kerajaan meluas sampai ke Blambangan, Lombok, dan Sumbawa. Dalam bidang kesusastraan juga mencapai puncak keemasan dengan lahirnya beberapa karya sastra. Keadaan ini mencerminkan bahwa raja memiliki pribadi yang sakti, berwibawa, adil, serta tegas dalam memutar jalannya roda pemerintahan. Setelah wafat, Dalem Waturenggong digantikan oleh putranya yang belum dewasa yaitu Dewa Pemayun (Dalem Bekung) dan I Dewa Anom Saganing (Dalem Saganing). Karena umurnya yang masih muda maka diperlukan pendamping dalam hal menjalankan roda pemerintahan. Adapun lima orang putra yang menjadi pendamping raja yaitu putra I Dewa Tegal Besung (adik Dalem Waturenggong) diantaranya I Dewa Gedong Arta, I Dewa Anggungan, I Dewa Nusa, I Dewa Bangli, dan I Dewa Pagedangan. Jabatan Patih Agung pada saat itu dipegang oleh I Gusti Arya Batanjeruk dan semua kebijakan pemerintahan dipegang oleh Patih Arya Batanjeruk. Melihat situasi seperti ini, pejabat kerajaan menjadi tidak puas. Suatu ketika disebutkan

kepekaan para pembesar istana saat raja yang masih belia itu dihadap para pembesar. Raja yang masih suka bermain-main ke sana-ke mari selalu duduk di pangkuan Ki Patih Agung. Dalem Pemayun duduk di atas pupu sebelah kanan dan Ida I Dewa Anom Saganing di sebelah kiri. Kemudian kedua raja ini turun lagi dan duduk di belakang punggung Ki Patih. Isu berkembang bahwa I Gusti Arya Batanjeruk akan mengadakan perebutan kekuasaan. Nasehat Dang Hyang Astapaka terhadap maksud ini tidak diperhatikan oleh Ki Patih Agung sehingga kekecewaan ini menyebabkan hijrahnya Dang Hyang Astapaka menuju ke sebuah desa bernama Budakeling di Karangasem. Kekacauan di Gelgel terjadi pada tahun 1556 saat Patih Agung Batanjeruk dan salah seorang pendamping raja yaitu I Dewa Anggungan mengadakan perebutan kekuasaan yang diikuti oleh I Gusti Pande dan I Gusti Tohjiwa. I Gusti Kubon Tubuh dan I Gusti Dauh Manginte akhirnya dapat melumpuhkan pasukan Batanjeruk. Diceritakan Batanjeruk lari ke arah timur dan sampai di Jungutan, Desa Bungaya ia dibunuh oleh pasukan Gelgel pada tahun 1556. Istri dan anak angkatnya yang bernama I Gusti Oka (putra I Gusti Bebengan, adik dari I Gusti Arya Batanjeruk) serta keluarga lainnya seperti I Gusti Arya Bebengan, I Gusti Arya Tusan, dan I Gusti Arya Gunung Nangka dapat menyelamatkan diri berkat pohon jawawut dan burung perkutut yang seolah olah melindungi mereka dari persembunyian, sehingga sampai kini keturunannya tidak makan buah jawawut dan burung perkutut. I Gusti Oka kemudian mengungsi di kediaman Dang Hyang Astapaka di Budakeling, sedangkan para keluarga lainnya ada yang menetap di Watuaya, Karangasem. Sedikit diceritakan bahwa Dang Hyang Astapaka juga punya asrama di Bukit Mangun di Desa Toya Anyar (Tianyar) dan I Gusti Oka selalu mengikuti Danghyang Astapaka di Bukit Mangun, sedangkan ibunya tinggal di Budakeling membantu sang pendeta bila ada keperluan pergi ke pasar Karangasem.

Pada waktu itu, Karangasem ada di bawah kekuasaan Kerajaan Gelgel, dan yang menjadi raja adalah I Dewa Karangamla yang berkedudukan di Selagumi (Balepunduk). I Dewa Karangamla inilah yang mengawini janda Batanjeruk dengan suatu syarat sesuai nasehat Dang Hyang Astapaka bahwa setelah kawin, kelak I Gusti Pangeran Oka atau keturunannyalah yang menjadi penguasa. Syarat ini disetujui dan kemudian keluarga I Dewa Karangamla berpindah dari Selagumi ke Batuaya. I Dewa Karangamla juga mempunyai putra dari istrinya yang lain yakni bernama I Dewa Gde Batuaya. Penyerahan pemerintahan kepada I Gusti Oka (raja Karangasem I) inilah menandai kekuasaan di Karangasem dipegang oleh dinasti Batanjeruk. I Gusti Oka atau dikenal dengan Pangeran Oka memiliki tiga orang istri, dua orang prebali yang seorang diantaranya treh I Gusti Akah. Para istri ini menurunkan enam orang putra yaitu tertua bernama I Gusti Wayahan Teruna dan I Gusti Nengah Begbeg. Sedangkan istri yang merupakan treh I Gusti Akah berputra I Gusti Nyoman Karang. Putra dari istri prebali yang lain adalah I Gusti Ktut Landung, I Gusti Marga Wayahan dan I Gusti Wayahan Bantas. Setelah putranya dewasa, I Gusti Pangeran Oka meninggalkan Batuaya pergi bertapa di Bukit Mangun, Toya Anyar. Beliau mengikuti jejak Dang Hyang Astapaka sampai wafat di Bukit Mangun. I Gusti Nyoman Karang inilah yang meggantikan ayahnya menjadi raja (raja Karangasem II) yang diperkirakan tahun 1611 Masehi. I Gusti Nyoman Karang menurunkan seorang putra bernama I Gusti Ktut Karang yang setelah menjadi raja bergelar (abhiseka) I Gusti Anglurah Ktut Karang(raja Karangasem III). Beliau ini diperikirakan mendirikan Puri Amlaraja yang kemudian bernama Puri Kelodan pada pertengahan abad XVII (sekitar tahun caka 1583, atau tahun 1661 M). I Gusti Anglurah Ktut Karang berputra empat orang yaitu tiga orang laki-laki dan satuperempuan. Putranyayang tertuabernama I Gusti Anglurah Wayan Karangasem, I Gusti Anglurah Nengah Karangasem, I Gusti Ayu Nyoman Rai

dan I Gusti Anglurah Ktut Karangasem. Ketiga orang putra inilah yang didaulat menjadi raja Karangasem (raja Karangasem IV/Tri Tunggal I) yang memerintah secara kolektif sebagai suatu hal yang dianggap lazim pada jaman itu. Pemerintahan ini diperkirakan tahun 1680-1705. Selanjutnya yang menjadi raja Karangasem adalah putra I Gusti Anglurah Nengah Karangasem yaitu I Gusti Anglurah Made Karang (raja Karangasem V). Selanjutnya I Gusti Anglurah Made Karang berputra enam orang, empat orang laki-laki dan dua orang wanita. Salah seorang dari enam putranya yang sulung bernama I Gusti Anglurah Made Karangasem Saktiyang dijuluki Sang Atapa Rare karena gemar menjalankan yoga semadi sebagai pengikut Dang Hyang Astapaka. Dalam keadaan atapa rare inilah beliau menghadapi maut dibunuh oleh prajurit Gelgel atas perintah Cokorda Jambe ketika beliau kembali dari Sangeh. Diceritakan, atas perkenan Raja Mengwi Sang Atape Rare membangun Pura Bukit Sari yang ada di Sangeh. Sekembalinya dari Sangeh beliau sempat mampir di Gelgel yang pada waktu itu berkuasa adalah Cokorda Jambe. Karena tingkah yang aneh-aneh di istana yang tidak bisa menahan kencing menyebabkan terjadi salah paham, dan dianggap telah menghina raja. Maka setelah keberangkatannya ke Karangasem, beliau dicegat di sebelah timur Desa Kusamba, di padasan Bulatri. sebelum beliau wafat, beliau sempat pula memberikan pesan-pesan kediatmikan kepada putranya yakni I Gusti Anglurah Nyoman Karangasem. Beliau ini kemudian dikenal dengan sebutan Dewata di Bulatri. Peristiwa ini menyebabkan perang antara Karangasem dan Klungkung (Gelgel) yang dikenal dengan pepet (dalam keadaan perang). Setelah gugurnya Cokorda Jambe, maka ketegangan antara Karangasem dan Klungkung menjadi reda. Tahta di Karangasem kemudian dilanjutkan oleh tiga orang putranya yaitu I Gusti Anglurah Made Karangasem, I Gusti Anglurah Nyoman Karangasem, dan I Gusti Anglurah Ktut Karangasem(raja Karangasem Tri Tunggal II) yang diperkirakan memerintah 1755-1801. Setelah

raja Tri Tunggal wafat, pemerintahan Kerajaan Karangasem dipegang oleh I Gusti Gde Karangasem (Dewata di Tohpati) antara tahun 1801-1806. Pada saat ini Kerajaan Karangasem semakin besar yang meluaskan kekuasaannya sampai ke Buleleng dan Jembrana. Setelah wafat, I Gusti Gde Ngurah Karangasem digantikan oleh anaknya bernama I Gusti Lanang Peguyangan yang juga dikenal dengan I Gusti Gde Lanang Karangasem. Kemenangan Kerajaan Buleleng melawan Kerajaan Karangasem menyebabkan raja Karangasem (I Gusti Lanang Peguyangan) menyingkir dan saat itu Kerajaan Karangasem dikuasai oleh raja Buleleng I Dewa Pahang. Kekuasaan akhirnya dapat direbut kembali oleh I Gusti Lanang Peguyangan. Pemberontakan punggawa yang bernama I Gusti Bagus Karang tahun 1827 berhasil menggulingkan I Gusti Lanang Peguyangan sehingga melarikan diri ke Lombok, dan tahta Kerajaan Karangasem dipegang oleh I Gusti Bagus Karang. Ketika I Gusti Bagus Karang gugur dalam menyerang Lombok, pada saat yang sama Raja Buleleng I Gusti Ngurah Made Karangasem berhasil menaklukan Karangasem dan mengangkat menantunya I Gusti Gde Cotong menjadi raja Karangasem. Setelah I Gusti Gde Cotong terbunuh akibat perebutan kekuasaan, tahta Karangasem dilanjutkan oleh saudara sepupu raja Buleleng yaitu I Gusti Ngurah Gde Karangasem. Pada saat Kerajaan Karangasem jatuh ke tangan Belanda pada tanggal 20 Mei 1849, raja Karangasem I Gusti Ngurah Gde Karangasem gugur dalam peristiwa tersebut sehingga pemerintahan di Karangasem mengalami kekosongan (vacuum). Maka dinobatkanlah raja Mataram I Gusti Ngurah Ketut Karangasem sebagai raja di Karangasem oleh pemerintah Hindia Belanda. Setelah berselang beberapa waktu kemudian, raja Mataram menugaskan kemenakannya menjadi raja yaitu I Gusti Gde Putu (Anak Agung Gde Putu) yang juga disebut µRaja Jumeneng¶, I Gusti Gde Oka (Anak Agung Gde Oka), dan Anak Agung Gde Jelantik.

Setelah masuknya Belanda, membawa pengaruh pula dalam hal birokrasi pemerintahan. Pada tahun 1906 di Bali terdapat tiga macam bentuk pemerintahan yaitu (1) Rechtstreeks bestuurd gebied (pemerintahan langsung) meliputi Buleleng, Jembrana, dan Lombok, (2) Zelfbesturend landschappen (pemerintahan sendiri) ialah Badung, Tabanan, Klungkung, dan Bangli, (3) Stedehouder (wakil pemerintah Belanda) ialah Gianyar dan Karangasem. Demikianlah di Karangasem berturut-turut yang menjadi Stedehouder yaitu tahun 1896-1908; I Gusti Gde Jelantik (Dewata di Maskerdam), dan Stedehouder I Gusti Bagus Jelantik yang bergelar Anak Agung Agung Anglurah Ktut Karangasem (Dewata di Maskerdam) antar tahun 1908-1941. Demikian sajian ringkas sejarah Kerajaan Karangasem yang dijadikan gambaran umum kajian pokok objek penelitian. Deskripsi historis hal ini sangat penting mengingat dalam mengupas bagian peristiwa yang termasuk rentetan sejarah tidaklah bisa dilepaskan dari rangkaian peristiwa yang terjadi. Sehingga dalam segi manfaat, dimensi waktu akan dapat ditangkap oleh pembaca mengenai kurun waktu peristiwa dimaksud. Demikian pula dalam kajian ini, maka objek penekanannya adalah saat masa raja Karangasem dinasti Tri Tunggal I yaitu I Gusti Anglurah Wayan Karangasem, I Gusti Anglurah Nengah Karangasem, dan I Gusti Anglurah Ktut Karangasem. Masa Dinasti Tri Tunggal I

Masa kekuasaan Kerajaan Karangasem Tri Tunggal I menjadi sajian yang perlu mendapat pemahaman dalam relevansinya menjabarkan objek penelitian. Ketika pemerintahan Kerajaan Karangasem yang diperintah oleh Tri Tunggal I yaitu I Gusti Anglurah Wayan Karangasem, I Gusti Anglurah Nengah Karangasem, dan I Gusti Anglurah Ktut Karangasem inilah muncul mitologi Pura Bukit sebagaimana diceritakan dalam buku Kupu-Kupu Kuning. Saudara raja Tri

Tunggal yang bernama I Gusti Ayu Nyoman Rai diambil menjadi istri oleh Ida Bhatara Gde di Gunung Agung yang kemudian melahirkan Ida Bhatara Alit Sakti yang kini bermukim di Pura Bukit.

source : www.karangasemkab.go.id (http://www.karangasemkab.go.id/index.php)

goesdun 23-04-2008, 09:19 AM SEJARAH LAHIRNYA BANGLI

Menurut Prasasti Pura Kehen kini tersimpan di Pura kehen,diceritakan bahwa pada zaman silam didesa Bangli berkembang wabah penyakit yang disebut kegeringan yang menyebabkan banyak penduduk meninggal.Penduduk lainnya yang masih hidup dan sehat menjadi ketakutan setengah mati,sehinnga mereka berbondong-bondong meninggalkan desa guna menghindari wabah tersebut.Akibatnya desa Bangli menjadi kosong karena tidak ada seorangpun yang berani tinggal disana. Raja Ida Bhatara Guru Sri Adikunti Ketana yang bertahta kala itu dengan segala upaya berusaha mengatasi wabah tersebut.Setelah keadaan pulih kembali,sang raja yang kala itu bertahta pada tahun Caka 1126,tanggal 10 tahun Paro Terang,hari pasaran Maula,Kliwon,Chandra (senin),Wuku Klurut tepatnya tanggal 10 Mei 1204,memerintahkan kepada putra-putrinya yang bernama Dhana Dewi Ketu agar mengajak penduduk ke Desa Bangli guna bersama-sama

membangun memperbaiki rumahnya masing-masing sekaligus menyelenggarakan upacara/yadnya pada bulan Kasa, Karo, katiga, Kapat, Kalima, Kalima, Kanem, Kapitu, kaulu, Kasanga, Kadasa, Yjahstha dan Sadha. Disamping itu beliau memerintahkan kepada seluruh pendududk agar agar menambah keturunan di wilayah Pura Loka Serana di Desa Bangli dan mengijinkan membabat hutan untuk membuat sawah dn saluran air. Untuk itu pada setiap upacara besar penduduk yang ada di Desa Bangli harys sembahyang. Pada saat itu juga, tanggal 10 Mei 1204, Raja Idha Bhatara Guru Sri Adikunti Katana mengucapkan pemastu yaitu: "Barang siapa yang tidak tunduk dan melanggar perintah, semoga orang itu disambar petir tanpa hujan atau mendadak jatuh dari titian tanpa sebab, mata buta tanpa catok, setelah mati arwahnya disiksa oleh Yamabala, dilempar dari langit turun jatuh ke dalam api neraka". Bertitik tolak dari titah-titah Sang Raya yang dikeluarkan pada tanggal 10 Mei 1204, maka pada tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari lahirnya Kota Bangli. LAMBANG DAERAH

http://www.banglikab.go.id/images/halaman/Logo.gif

LAMBANG DAERAH

1 Arti Lambang Daerah

Lambang Daerah Kabupaten Bangli ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Kabupaten Bangli Nomor 8/PERDA/1976 tanggal 20 September 1976 dan disahkan oleh Menteri Dalam Negeri dengan Surat Keputusan Nomor:PEM.10/43/39-239 tanggal 9 September 1977. Lambang Daerah Kabupaten Bangli berbentuk perisai segi lima sama sisi tersebut terdapat lukisan-lukisan yang merupakan unsure-unsur lambang sebagai berikut :

Bagian dan Susunan Lambang

a. Lambang Daerah terdiri atas 4 (empat) bagian yaitu : 1. Daun Lambang 2. Bagian atas berisi gambar - Bintang - Sinar 3. Bagian tengah berisi gambar - Meru - Padi Kapas - Gunung dan Danau - Candi Bentar (Apit Surang) - Langit - Rantai 4. Bagian bawah berisi gambar - Daun Jarak - Tanah Daratan

- Pita

b. Masing-masing bagian disusun sedemikian rupa sehingga : Bintang terletak dibagian atas dengan latar belakang sinar Meru terletak ditengah-tengah tepat dibawah Bintang dengan dasar/pundamen bertuliskan "BANGLI" diapit Candi Bentar dengan latar belakang Gunung, Danau dan Langit cerah dilingkari Padi Kapas dan Rantai dibawahnya. Daun Jarak dengan latar belakang Tanah Daratan dan Pita bertuliskan 'BHUKTI MUKTI BHAKTI' terletak dibagian bawah Bentuk Isi dan Warna Lambang

a. Daun Lambang Bentuknya perisai segi lima sama sisi dengan warna dasar hitam bertepi kuning b. Bintang dan Sinar Bintang bersudut lima dengan warna kuning emas dan sinar berwarna putih c. Meru Meru dengan atap bertingkat (tumpang) 9 (sembilan) berwarna hitam d. Candi Bentar Berwarna Kuning e. Gunung, Danau dan Langit Gunung berwarna biru, Danau berwarna biru muda dengan tiga riak gelombang berwarna putih dan langit berwarna putih cerah. f. Padi Kapas dan rantai Padi berwarna kuning, Kapas berwarna hijau dan putih dan Rantai berwarna merah

g. Daun Jarak Berwarna merah h. Pita Berwarna merah dengan tepi dan tulisan berwarna kuning Dari bagian, bentuk isi dan warna lambang Daerah Kabupaten Bangli tersebut diatas mempunyai makna dan arti sebagai berikut : 1 Arti Warna Lambang

Warna Hitam mengandung arti keteguhan/keabadian (kelanggengan) Warna Putih mengandung arti kesucian Warna Kuning mengandung arti keluhuran Warna Biru mengandung arti kejujuran Warna Hijau mengandung arti kemakmuran Warna Merah mengandung arti keberanian

2 Makna dan Arti Lambang

Daun Lambang berbentuk perisai segi lima sama sisi melambangkan Dasar Falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia Pancasila, dimana Daerah merupakan bagian wilayahnya. Bintang melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa Sinar dan Langit melambangkan kecerahan dan kecemerlangan Meru melambangkan wujud keagamaan / adat istiadat Candi Bentar (Apit Surang) melambangkan kebudayaan

Gunung, Danau, Daratan, Padi dan Kapas melambangkan keadaan alam dan kemakmuran sedangkan Gelombang Air Danau melambangkan gerak yang dinamis. Rantai melambangkan persatuan Daun Jarak melambangkan sejarah dan lahirnya nama Bangli Dasar Meru bertuliskan 'BHUKTI MUKTI BHAKTI' mengandung arti /makna suatu pengabdian berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tanah Air (Negara/daerah) untuk mewujudkan citacita luhur yaitu masyarakat adil dan makmur secara lahiriah (bhukti) maupun batiniah (mukti).

Sedangkan jumlah bilangan pada sisi lambang mempunyai ketentuan sebagai berikut :

Kapas berjumlah 17 (tujuh belas) Rantai berjumlah 8 (delapan) Bintang berjumlah 1 (satu) Tingkatan Atap Meru berjumlah 9 (sembilan) Butiran-butiran Padi berjumlah 45 (empat puluh lima) Sehingga rangkaian bilangan tersebut diatas bermakna Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17-8-1945

Sehingga dengan demikian Lambang Daerah Kabupaten Bangli melukiskan : "Dengan berdasarkan Falsafah Pancasila sebagai landasan Negara Kesatuan Republik Indonesia dimana Rakyat Daerah Kabupaten Bangli dengan segala aktifitas dan gerak yang dinamis terus maju demi pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa, Tanah Air (Negara/Daerah) untuk mewujudkan cita-cita luhur yang lebih cerah yaitu terciptanya masyarakat adil dan makmur baik

lahiriah maupun batiniah".

source : www.banglikab.go.id (http://www.banglikab.go.id/)

goesdun 23-04-2008, 09:33 AM VISI DAN MISI KABUPATEN BULELENG

Visi Visi Pembangunan Daerah Kabupaten Buleleng adalah: Terwujudnya kesejahteraan masyarakat Buleleng yang dilandasi sikap dan prilaku yang sesuai dengan falsafah tri hita karana dengan senantiasa berpegang pada toleransi, demokrasi dan kemandirian dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia .

Misi Guna Mewujudkan VISI tersebut di atas, maka misi Pembangunan Daerah Kabupaten Buleleng adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Meningkatkan profesionalisme aparatur Pemerintah yang diwujudkan dalam kejujuran loyalitas, disiplin, transparansi dan akuntabilitas. 3. Meningkatkan pemanfaatan potensi desa adat dan masyarakat untuk mampu membangun secara mandiri. 4. Meningkatkan pemanfaatan potensi daerah, baik sumber daya alam maupun sumber daya

manusia untuk pembangunan yang berkelanjutan berwawasan budaya dan lingkungan dalam pertanian, industri, pariwisata, dan bidang-bidang lainnya. 5. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber dana untuk kesejahteraan masyarakat. 6. Menegakkan supermasi hukum, meningkatkan ketahanan politik yang beretika dan bermoral, serta memantapkan keamanan, ketertiban dan ketentraman.

ARTI LAMBANG KOTA SINGARAJA http://www.bulelengkab.go.id/images/logo_buleleng.gif

Ditetapkan dengan Perda Kabupaten Buleleng, tanggal 25 April 1968 Nomor : 11/DPRDGR/PER/29 dan disahkan oleh Mendagri dengan Surat Keputusan tanggal 19 November 1968 No. Pemda 10/29/35-323 . DALAM ARTI NASIONAL Bangunan Tugu atau Yupa berdasarkan segi lima : melambangkan dasar falsafah Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila. Singa Ambara, bersayap tujuh belas helai : melambangkan tanggal atau hari Proklamasi yaitu tanggal 17. Buleleng atau jagung dengan daun delapan helai : melambangkan bulan yang ke delapan yaitu Agustus. Butir-butir Buleleng atau Jagung Gembal berjumlah empat puluh lima butir : melambangkan tahun Proklamasi yaitu tahun 1945. Dari No. 1 sampai 4 jika dirangkaikan melambangkan jiwa proklamasi 17 Agustus 1945 yang berdasarkan Pancasila. DALAM ARTI DAERAH

Yupa Padmasana yang berbentuk segi lima : melambangkan falsafah negara RI yaitu Pancasila. Arca Singa-Raja yang bersayap : sebagai lambang nama kota Daerah Kabupaten Buleleng yang terbentang dari Timur ke Barat Buleleng atau Jagung Gembal yang dipegang tangan kanan singa itu : melambangkan nama Daerah Kabupaten yaitu : Buleleng yang dipegang oleh Kota Singaraja. Moto ³Singa Ambara Raja´ : melambangkan kelincahan dan semangat kepahlawanan rakyat Buleleng. Sembilan helai Kelopak Bunga Teratai : melambangkan sembilan kecamatan yang ada di Daerah Tingkat II Buleleng. Tiga Ekor Gajah Mina : melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan kepandaian rakyat Buleleng. Tiga buah permata yang memancar berkilau-kilauan : melambangkan kewaspadaan dan kesiap siagaan rakyat Buleleng. Jumlah bulu sayap yang besar dan yang kecil tiga puluh helai yaitu : sayap jajaran yang pertama banyaknya 5 helai, kedua banyaknya 7 helai, ketiga banyaknya 8 helai dan sayap jajaran yang keempat banyaknya 10 helai. Melambangkan tanggal atau hari lahirnya kota Singaraja. Tiga puluh tulang pemegang bulu sayap : melambangkan bulan yang ketiga atau bulan Maret yaitu bulan lahirnya kota singaraja. Rambut, bulu gembal, bulu ekor Singa yang panjang-panjang jumlah seribu enam ratus empat helai : melambangkan tahun lahirnya kota Singaraja. Dari No. 8 sampai 10 jika dirangkaikan melambangkan tanggal 30 Maret 1604 hari lahirnya Kota Singaraja. Lambang Daerah Kabupaten Buleleng dalam bentuk Panji mempergunakan dasar warna biru

cemerlang. Melambangkan warna pikiran yang taat, cinta dan berbakti ke hadapan Ida Sang hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa. Singa Ambara atau Singa Bersayap berwarna merah hidup : melambangkan warna pikiran yang bersemangat dalam keperwiraan. Warna putih bersih : merupakan simbul hati nurani yang sangat bersih dan jujur. Warna hitam adalah : lambang kemarahan dan siap maju bila diganggu. Motto ³Singa Ambara Raja: melambangkan kelincahan dan semangat kepahlawanan rakyat Kabupaten Buleleng. source : www.bulelengkab.go.id (http://www.bulelengkab.go.id/)

goesdun 23-04-2008, 09:36 AM SEJARAH KLUNGKUNG

Pengungkapan sejarah Klungkung dalam periode tertentu yaitu dari smarapura Sampai Puputan Klungkung , berlangsung selama 222 tahun diharapkan dapat membuka bidang penelitian dan penulisan sejarah lokal Indonesia. Kerajaan Klungkung berdiri bersamaan dengan dibangunnya kroton Smarapura tahun 1686 Dan diakhiri dengan Puputan Klungkung tahun 1908 sebagai Kerajaan terakhir di Bali yang melakukan perlawanan dengan cara puputan dalam mempertahankan eksistensinya sebagai kerajaan yang merdeka terhadap meluasnya praktek politik kolonial Belanda di Nusantara. Dengan mengungkap sejarah Klungkung secara perosesual dan secara struktural maka kerangka sejarah lokal di indonesia akan makin tampak variasinya disetiap lokal. Tiap - tiap lokal

memiliki cara - caranya sendiri untuk membangun kerajaannya dan kemudian mengadakan perlawanan terhadap kolonialisme di Indonesia. Beberapa permasalahan yang telah diajukan pada bab pendahuluan perlu diberikan kerangka pemecahan. Pengungkapan masalah-masalah proses berdirinya kerajaan Klungkung, struktur pemerintahan kerajaan, hubungan kerajaan Klungkung terhadap kolonialisme Belanda, semuanya bertuijuan ingin memahami sikap para pelaku sejarah kerajaan atau dinamika intern kerajaan Klungkung pada jamannya. Di situ tampak juga sikap- sikap yang reaktip dan selektip pada jamannya. Ia akan terikat kepada tiga dimensi waktu yaitu waktu lampau, waktu sekarang, dan waktu yang akan datang. Dua makna dapat dipetik dari pengungkapan sejarah Klungkung dalam kesimpulan ini dan sekaligus dimaksud untuk memberi pemecahannya, yaitu sejarah Klungkung dalam kerangka sejarah Indonesia, dan sejarah Klungkung adalah satu bentuk kepribadian bangsa Indonesia. Makna pertama menitik beratkan kepada dimensi waktu lampau untuk memetik niali-nilai historis dalam konteks sejarah Indonesia. Sedangkan makna ke dua lebih menekankan pada dimensi waktu sekarang dan yang akan datang untuk memetik nilai-nilai di dalam sejarah Klungkung terutama nilai puputan sebagai satu bentuk kepribadian bangsa Indonesia yang bermanfaat dalam mengisi kemerdekaan dengan segala aktivis yang dilancarkan seperti pembangunan danmodernisasi itu sendiri. Oleh karena pembangunan dan modernisasi yang diterapkan senantiasa mempunyai implikasi etis, maka perlu dikembangkan pembangunan dan modernisasi yang berwajah manusiawi. Salah satu nilai manusiawi atau kepribadian nasional dapat digaliu dari sejarah daerahnya.

Sejarah Klungkung dalam kerangka sejarah Indoneia. Wilayah Indonesia tidak merupakan konteks historis yang statis. Sebagai rangkaian hubunganhubungan menunjukkan dinamika yang disebabkan oleh penggeseran dalam hubungan antara daerah-daerah. Konfigurasi antar daerah inilah yang menjadi kerangka sejarah Indonesia sebagai kesatuan. Sementara itu tidak boleh diabaikan kekuatan-kekuatan historis yang datang dari luar sebagai akibat dari rantai hubunmgan komersial selama periode V. O. C. dan kemudian perluasan kekuasaan Hindia Belanda yang berpusat di Batavia. Apabila kita melihat darerah perdagangan budak sebagai suatu unit fungsional, maka wilayah kerajaan Klungkung menjadi sub unit dari hubungan komersial pada jamannya. Begitu juga apabila dilihat raksi-reaksi yang muncul berupa perlawanan yang dilakukan kerajaan Klungkung baik pada waktu Perang Kusamba tahun 1849 maupun Puputan Klungkung tahun 1908 sebagai unit fungsional, maka wilayah kerajaan Klungkung menjadi sub unit dari sejarah Indonesia sebagai unit. Sesuai dengan perspektif Indonesiasentris yang muncul, terutama hendak menempatkan peranan bangsa Indonesia sendiri sebagai fokus proses sejarah, maka peranan kerajaan Klungkung selama 222 tahun beserta rangkaian historis yang melekat padanya tidak bisa diabaikan dari konteks sejarah Indonesia. Dapat dikatakan bahwa pada tingkat lokal seperti di Klungkung praktek politik kolonial tampak dengan jelas. Dinamika interen kerajaan Klungkung tampak jelas dalam sikapknya yang reaktip dan selektip dengan perlawanan yang dilakukan terhadap praktek praktek politik kolonial Belanda. Dalam hubungan ini persoalan yang menarik ialah bagaimana kesatuan sosio-kultural kerajaan Klungkung mempertahankan dirinya dalam menghadapi pengaruh-pengaruh dari luar, kolonialisme Belanda.

Dengan pendekatan struktural dapat diungkapkan bahwa sebelum periode kolonial, kerajaan

Klungkung memiliki sistem sosio-kulturalnya sendiri yang banyak dipengaruhi oleh unsur-unsur Hindu dan tradisi Majapahit. Sedangkan selama periode kolonial yang ditandai oleh hubunganhubungan dan intervensi kekuasaan kolonial yang semakin intensif, maka sejarah Klungkung berfokus pada aktivitas perlawanan kerajaan Klungkung terhadap kolonialisme .

Sebagai sebuah kerajaan secara struktur tampak unsur-unsur yang saling mengait di dalamnya. Hubungan antara kepemimpinan raja, Dewa Agung sebagai penjelmaan Wisnu [ gusti ] dengan rakyat [ kaula ] atau bagawanta [ surya ] dengan raja dan rakyatnya [ sisya ]. Stratifikasi sosial yang dipengaruhi oleh Hinduisme dengan pembagian yang mirip dengan kasta-kasta di India. Tradisi-tradisi kerajaan seperti ;tawan karang, mesatia, penobatan raja, hubungan dengan kerajaan-kerajaan laiannya, kerja sama antara kerajaan-kerajaan Bali dalam menghadapi musuh dari luar, hubungan kerajaan Klungkung dengan pemerintah Hindia Belanda . Tradisi -tradisi Majapahit seperti pusaka-pusaka keraton seperti keris dan tombak, asal usul keturunan raja bersal dari Majapahit. Masayarakat kerajaan tradisional di Klungkung ternyata memperlihatkan cirri-ciri masyarakat yang bertingkat-tingkat sesuai dengan golongan-golongan yang ada. Golongan sebagai unsure justru memperlihatkan saling terkaitnya antara golongan dalam pelbagai bidang kehidupan dan secara bersama-sama membentuk satu struktur. Dalam situasi sosio-kultural seperti inilah kelompok elite yang memimpin tumbuh dan dibesarkan serta berpengaruh di masyarakat. Pengaruh yang sangat kuat tampak jelas dalam peran yang dimainkan oleh elite politik dan religius senantiasa bias dikembalikan pada golongan brahmana. Raja-raja yang memerintah sampai raja terakhir yaitu Dewa Agung Jambe dengan para kerabatnya yang memegang kekuasaan disatu pihak dan Bagawanta dipihak lain memiliki posisi sentral dalam pemerintahan

di Klungkung, Posisi sentral kelompok pemimpin ini diperkuat lagi dengan adanya bentukbentuk kepercayaan yang bersifat magis. Kepercayaan terhadap kekuatan magis dan kitos tentang tokoh pemimpin terutama sangat menonjol sekitar pribadi raja, Dewa Agung, yang dianggap sebagai penjelmaan Wisnu. Benda-benda pusaka seperti keris, tombak dan meriam I Seliksik memegang peranan penting dalam menamhbah kewibawaan raja, yang memerintah. Cara bertahan dan melawan kerajaan Klungkung terutama terhadap ekspedisi-ekspedisi militer Belanda tidak bias dicari dalam kondisi fisiknya saja, tetapi harus dicari juga dalam kondisi non fisik yang meliputi ideology dan system kepercayaan, kondisi politik, ekonomi dan social budaya kerajaan, kepemimpinan, pengerahan laskar dan sebagainya. Kondisi-kondisi tersebut saling kait mengait dan telah mematangkan situasi untuk kemudian meletus menjadi perlawanan yang amat spontan. Kondisi politik yang telah mematangkan situasi perlawanan ialah usaha-usaha untuk mengurangi9 dan menyerahkan kedaulatan kerajaan Klungkung ke dalam wilayah Hindia Belanda, seperti perjanjian tahun 1841 yang disodorkan oleh Gubernemen Belanda kepada Dewa Agung di Klungkung. Dua Tahun kemudian yaitu pada tanggal 24 Mei 1843 diadakan perjanjian penghapusan tradisi tawan karang kerajaan Klungkung. Perjanjian ini telah menimbulkan rasa tidak senang dikalangan pejabat kerajaan seperti Dewa Agung Istri Balemas, Dewa Ketut Agung, Anak Agung Made Sangging dan pengikutnya. Ditambah dengan sebab-sebab lainnya seperti perampasan dua buah kapal yang kandas di Bandar Batulahak (Kusamba)keterlibatan laskar Klungkung dalam perang antara Buleleng dengan Militer Belanda di Jagaraga Tahun 1848 1849 mempertajam permusuhan antara pihak Belanda dengan pihak kerajaan Klungkung. Permusuhan dan rasa tidak puas Dewa Agung Istri Balemas memuncak, dan akhirnya meletus menjadi perang terbuka yaitu perang Kusamba Tahun 1849. Pada perang itulah Jendral Michiels

tewas sebagai pimpinan ekspedisi militer Belanda. Yang menarik dari peristiwa perang Kusamba menurut sumber penulis Belanda ialah munculnya tokoh wanita yaitu Dewa Agung Istri Balemas sebagai seorang sebagai seorang wanita yang sangat benci dan menentang intervensi Belanda dan ia dianggap pemimpin golongan yang senantiasa menggagalkan perjanjian perdamaian dengan pihak Belanda. Beberapa wanita di daerah-daerah lainnya di Nusantara yang termasuk yang termasuk tipe wanita seperti Dewa Agung Istri Balemas yang menarik perhatian penulis Belanda justru karena mereka melawan, menentang Belanda dapat disebutkan seperti Cut Nyak Dien dan Cut Meutia di Aceh, R A Nyai Ageng Serang di Jawa Tengah dan Martha Christina Tiahahu di Maluku. Diawal Abad ke - 20 disodorkan lagi perjanjian tentang Tapal Batas antara Kerajaan Gianyar dengan Kerajaan Klungkung, tepatnya pada tanggal 7 Oktober 1902. Setelah penandatanganan perjanjian Tapal Batas timbul perselisihan antara kerajaan Klungkung dengan Gubernemen mengenai Daerah Abeansemal, Vasal Kerajaan Klungkung yang berada di daerah kerajaan Gianyar. Dukungan raja Klungkung terhadap meletusnya perang Puputan di kerajaan Badung Tahun 1906 ditambah lagi menandatangani perjanjian tanggal 17 Oktober 1906 tentang kedaulatan Gubernemen atas kerajaan Klungkung menambah rasa benci dikalangan pembesarpembesar kerajaan seperti Cokorda Gelgel dan Dewa Agung Smarabawa yang sejak semula menolak menandatangani kontrak politik itu. Perjanjian yang disebut terakhir ini telah menurunkan status kenegaraan dan politik kerajaan Klungkung sebagai sesuhunan raja-raja Bali. Hal ini memperkuat sikap menentang Dewa Agung dan kalangan pembesar kerajaan yang memuncak pada perlawanan Puputan Klungkung tahun 1908. Perjanjian ini menunjukkan bahwa intervensi Belanda makin kentara dirasakan oleh I Dewa Agung dan pembesar kerajaan. Pengurangan pemasukan bagi kas kerajaan dan pembatasanhak berniaga kerajaan dirasakan

sangat merugikan kerajaan. Kondisi social budaya tampak makin goyahnya nilai-nilai tradisi karena makin meluasnya pengaruh kehidupan barat. Penghapusan adat mesatia di kerajaan Klungkung pada tahun 1904 merupakan bukti makin meluasnya pengaruh kehidupan barat. Dewa Agung dan pembesar dan pembesar kerajaan Klungkung timbul rasa khawatir akan punahnya nilai-nilai kehidupan tradisional mereka. Dalam hal ini ikatan tradisional dalam bentuk ketaatan terhadap atasan (kawula Gusti) merupakan factor kuat bagi terlaksanannya ajakan untuk menentang dan melawan. Sistem kepercayaan yang sangat dipengaruhi oleh agama Hindu ternyata memegang peranan penting dan telah mewarnai tindakan perlawanan baik perang Kusamba maupun Puputan Klungkung. Kepercayaan terhadap karmapala mendorong para pengikut.

source : www.klungkungkab.go.id (http://www.klungkungkab.go.id/)

goesdun 23-04-2008, 10:34 AM TAHAPAN-TAHAPAN PENTING PILGUB BALI 2008

Pemutakhiran Data Pemilih

Pengumuman Daftar Pemilih Sementara tanggal 2-11 Mei 2008 Perbaikan Daftar Pemilih Sementara tanggal 12-14 Mei 2008 Pencatatan Daftar Pemilih Tambahan tanggal 15-17 Mei 2008

Pengumuman Daftar Pemilih Tambahan tanggal 18-20 Mei 2008 Pengumuman Daftar Pemlih Tetap tanggal 24-26 Mei 2008 Pencalonan

Pengambilan Formulir Calon tanggal 5-11 April 2008 Pendaftaran Pasangan Calon tanggal 12-18 April 2008 Pengumuman Pasangan Calon yang memenuhi persyaratan tanggal 15-19 Mei 2008 Penentuan Nomor Urut Calon tanggal 20-26 Mei 2008 Kampanye

Kampanye tanggal 22 Juni-5 Juli 2008 Masa Tenang tanggal 6-8 Juli 2008 Pemungutan Suara

9 Juli 2008 pukul 07.00-13.00 wita Penetapan Pemenang

19-21 Juli 2008 Ingat:

Hanya pemilih yang terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) berhak memilih. Periksa nama anda dan keluarga dalam DPS (Daftar Pemilih Sementara) di PPS kelurahan/desa setempat. Apabila nama anda belum tercatat, segera mendaftar pada PPS (Panitia Pemungutan Suara) setempat, dengan membawa kartu identitas anda.

goesdun

24-04-2008, 08:26 AM Kamis Paing, 24 April 2008 Forecast Denpasar* 25-31 C dan BERAWAN

Info :Spanyol Siap Berinvestasi di Bali Asosiasi investor Spanyol dipimpin oleh Fernando Alonso, Rabu (23/4) kemarin menghadap Gubernur Bali didampingi oleh Kadiparda Bali Gde Nurjaya dan Karo Humas dan Protokol Nyoman Puasha Aryana di Kantor Gubernur Bali. Alonso menjelaskan, telah tergabung beberapa pengusaha besar di Spanyol untuk melakukan investasi di Bali khususnya di bidang pariwisata, infrastruktur dan kesehatan. Dalam kesempatan tersebut, selain memperkenalkan staf yang akan menindaklanjuti dan bertanggung jawab terhadap rencana investasi tersebut, Alonso juga meminta penjelasan Gubernur terkait potensi Nusa Penida. Nusa Penida sebagai salah satu daerah pariwisata di Bali dengan wisata tirtanya, diakui Alonso, telah menarik perhatian para investor Spanyol untuk menanamkan investasinya. Investasi tersebut akan diarahkan bagi pembangunan jalan serta dermaga kapal pesiar. Menanggapi rencana investasi tersebut, Gubernur Bali Dewa Beratha menyambut baik dan menjelaskan, ke depan, Nusa Penida dengan potensi air yang melimpah serta telah tersedianya dermaga penyeberangan akan menjadi primadona bagi investor asing dan perkembangan pariwisata. Keberadaan investor akan sangat diperlukan oleh pemerintah dalam melanjutkan beberapa proyek pembangunan mengingat pemerintah memiliki keterbatasan dalam penyediaan dana. Gubernur juga mengundang kembali Alonso dan kawan-kawan untuk meninjau dan menjajaki pembangunan serta kemungkinan berinvestasi pada dermaga kapal pesiar yang saat ini tengah

dalam masa pembangunan di kawasan Tanah Ampo, Manggis, Karangasem. Gubernur juga menyampaikan bahwa pemerintah siap memberikan dukungan sesuai dengan peraturan yang ada.(r/*BaliPost)

goesdun 24-04-2008, 08:33 AM http://www.kompas.com/data/photo/2008/04/23/011736p.jpg KOMPAS/AGNES SUHARSININGSIH (http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/23/04180818/keindahan.bawah.laut.bali.s emakin.terancam#) Sepasang wisatawan asing sedang menikmati "Dolphin Tour" di kawasan Pantai Lovina, Kalibukbuk, Buleleng, Bali.

SANUR, Fenomena pemanasan global yang diperburuk dengan aktivitas manusia yang cenderung berlebihan serta tidak ramah lingkungan semakin mengancam keberadaan kawasan pantai dan bawah laut di sejumlah kawasan di Pulau Bali. Jika kondisi itu terus berlanjut, dikhawatirkan daya tarik Bali sebagai pusat pariwisata dunia lama kelamaan akan pudar. Kondisi ini juga akan merugikan nelayan Bali di waktu-waktu yang akan datang.Beberapa tahun terakhir, tingkat pemutihan karang semakin parah terjadi di Amed, ujung timur Pulau Bali di Kabupaten Karangasem, serta di kawasan Bali Barat (Kabupaten Jembrana dan Buleleng).

Namun, menurut Ketut Sudiarta, peneliti karang yang juga staf pengajar di Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, Bali, sebenarnya pemutihan

karang telah terjadi hampir di seluruh kawasan di luar dua kawasan terparah itu, termasuk Nusa Penida dan Nusa Dua yang merupakan salah satu pusat pariwisata di Pulau Dewata.

Salah satu indikasi yang digunakan untuk melihat kondisi karang adalah dengan melihat tingkat rata-rata tutupan karang hidup (cover life). Menurut Sudiarta, hampir di kawasan itu, tingkat rata-rata tutupan karang hidup semakin turun.

Di Amed, misalnya, tahun 1997 -- sebelum peristiwa pemutihan massal akibat El Nino yang terjadi denga sebaran geografis terluas di Samudera Hindia -- tutupan karang hidup mencapai 48,6 persen pada kedalaman tiga dan tujuh meter. Namun, di era tahun 2000 rata-rata tutupan karang hidup di kawasan itu di bawah 15 persen. Kondisi yang mirip ditemui di kawasan Bali Barat. Jika sebelum tahun 1997, rata-rata tutupan karang hidup mencapai 43,5 persen, maka dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir tinggal di bawah 35 persen.

³Kasus-kasus pemutihan karang ternyata berlanjut dengan kematian, sementara laju pemulihan yang ditandai dengan tumbuhnya koloni baru, berlangsung sangat lambat. Pengaruh suhu yang terus meningkat semakin mengkhawatirkan, terutama melihat dari skalanya yang meluas,´ kata Sudiarta di Denpasar, Selasa (22/4).

Bersih laut Ketut Ena Partha, pemilik Ena Dive Center and Water Sport di kawasan Sanur, mengungkapkan kondisi bawah laut di Bali semakin terancam akibat abrasi maupun aktivitas manusia, salah satunya penangkapan ikan hias dengan zat kimia. Senada dengan Sudiarta, kerusakan terparah

alam bawah laut Bali terjadi di sekitar pusat pariwisata. Sejak lima tahun terakhir, didukung sejumlah perusahaan khususnya yang bergerak di bidang menyelam dan olahraga air di Bali dan Jakarta, Ena mendorong pemeliharaan sekaligus penanaman kembali terumbu karang, khususnya di kawasan perairan Sanur yang memanjang sekitar lima kilometer di timur Denpasar.

Untuk memeringati Hari Bumi, kemarin ia mengajak puluhan aktivis lingkungan hidup melakukan aksi bersih laut dan penanaman terumbu karang di Sanur. Para aktivis itu antara lain terdiri dari unsur jurnalis, mahasiswa, pengusaha, instruktur selam, dan wisatawan asing. Mereka mengenakan pakaian menyelam, lengkap dengan peralatannya, melakukan kegiatan itu pada kedalaman sekitar 9 meter sekitar 400 meter dari Pantai Sanur. Tujuannya membersihkan terumbu karang dari sampah-sampah plastik yang menempel dan mengganggu pertumbuhan terumbu karang. Sementara untuk penanaman terumbu karang, digunakan media sebuah kerangka besi setengah lingkaran (rumpon) dengan diameter 2,5 meter dan tinggi 1,75 meter. Bibit terumbu karang ditempelkan pada kerangka yang bentuknya menyerupai kubah tersebut.

³Cuma dalam tiga bulan saja, karangnya bisa tumbuh tiga kali lipatnya. Harapannya, kerusakan terumbu karang di bawah laut Bali dapat teratasi,´ ujar Ena yang mengaku menyisihkan Rp 10.000 untuk upaya konservasi bawah laut itu. Uang itu diambil dari jasa wisatawan yang menyelam bersama perusahaannya.

Salah seorang wisatawan asal Kanada Harold Friedrich mengaku senang bisa berpartisipasi

dalam peringatan hari bumi di Bali. Sebagai wisatawan yang sudah beberapa kali mengunjungi Bali, ia sangat mendukung upaya konservasi bawah laut di Pulau Dewata. ³Bali harus bisa jadi pemimpin dalam upaya penyelamatan alam bawah laut di Indonesia. Hal semacam ini harus dilakukan pihak-pihak secara lebih luas,´ kata Harold. *BEN source : KOMPAS

goesdun 25-04-2008, 08:11 AM Jumat Pon, 25 April 2008 Forecast Denpasar* 25-31 C dan BERAWAN

Info :KNKT Selidiki Penyebab Heli Jatuh Penyebab jatuhnya pesawat helikopter milik PT Air Bali di persawahan Pantai Lebih, Gianyar, Rabu lalu diperkirakan akibat lose power (berkurangnya tenaga) pada mesin pesawat saat melakukan penerbangan. Penyebabnya masih dilakukan investigasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). http://www.balipost.com/balipostcetak/2008/4/25/KNKT.JPG Kamis (24/4) kemarin, KNKT mendatangkan tiga orang tim investigasi guna menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat yang ditumpangi empat wisatawan kewarganegaraan Amerika itu. Tim Investigasi KNKT dipimpin Marsekal Muda (Purn) TNI H. Tatang Kurniadi dengan dua anggota, Kepten Toos Sanditioso (penerbang) dan Sulaiman (Struktur STP Tanggerang). Ketua Tim yang datang mendahului, langsung ke lokasi melihat pesawat. Melihat kondisi pesawat, Kurniadi mengatakan analisa sementara pesawat tersebut hanya melakukan pendaratan

darurat. Hal ini disebabkan lose power pada mesin heli. ''Hal ini juga dapat dilihat dari kerusakan yang terjadi pada ekor heli,'' jelasnya. Lose power, katanya bisa terjadi akibat kerusakan mesin itu sendiri, pesawat tertabrak burung, hujan es, debu-debu rumput yang naik merusak mesin, termasuk juga karena angin kencang. Heli tipe BEL 206 Jet Ranger warna Hitam dengan strip merah dengan tulisan Lambung PKDAT merupakan pesawat populer di Amerika. Pesawat heli sejenisnya, oleh perusahaan Bell mulai dibuat tahun 1980. Namun kepastian pembuatan pesawat yang disewa PT Air Bali dari Dera Zona Jakarta belum diketahui. ''Saya belum sempat melihat dokumen pesawat heli tersebut,'' tambahnya. Di samping kedatangan tim investigasi KNKT, jatuhnya pesawat heli ini juga ditinjau Direktorat Sertifikasi Kelayakan Udara (DSKU) yang diketuai Ken Mugi. Belum ada pernyataan resmi berkenaan dengan penyebab jatuhnya pesawat. (dar / Balipost)

goesdun 25-04-2008, 04:06 PM Pagi Ini, Simulasi Penanggulangan Flu Burung di Empat Wilayah Bali

DENPASAR, JUMAT - Empat wilayah di Bali, yakni Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, dan Kota Denpasar, akan menjadi tempat pelaksanaan simulasi penanggulangan episenter pandemi influenza secara serentak, Jumat (25/4) hingga Minggu (27/4). Ratusan tenaga medis dan warga setempat akan terlibat dalam kegiatan yang merupakan tindak lanjut diluncurkannya pedoman nasional kesiapsiagaan dan respon dalam menghadapi pandemi influenza atau NPPRP di Indonesia itu. Dokter Lily S Sulistyowati, Kepala Pusat Komunikasi Publik Sekretaris Jenderal Departemen

Kesehatan di Jembrana, Jumat pagi menyatakan, simulasi ini ditujukan untuk mengantisipasi kejadian terburuk akibat terjadinya penularan flu burung antarmanusia atau pandemi. "Indonesia mempersiapkan dua skenario, yang pertama kalau episenter pandemi terjadi di Indonesia dan kedua kalau terjadi di negara lain. Tujuan simulasi adalah untuk bersiap diri dalam mencegah penularan yang lebih luas dan mempersiapkan masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, LSM, media massa, pegawai swasta dan aparat pemerintah agar bergerak cepat secara bersama-sama memutus mata rantai penyebaran flu yang mematikan," kata dr Lily. Simulasi yang merupakan kerjasama antara Departemen Kesehatan dan pemerintah daerah setempat itu akan dipusatkan di Desa Dangin Tukadaya (Jembrana) yang notabene merupakan lokasi pertama kali ditemukannya kasus penularan flu burung di Bali. Selain itu, simulasi serupa juga akan digelar di puskesmas dan Rumah Sakit Umum (RSU) Jembrana, RSU Tabanan dan RSU Sanglah Denpasar yang merupakan RS rujukan pasien flu burung di Bali, serta Bandara Internasional Ngurah Rai. Pemilihan Bali sebagai tempat penyelenggaraan simulasi, selain karena pernah terjadi kasus flu burung, juga terkait aspek pulau itu sebagai pusat pariwisata dunia. Simulasi diharapkan menjadi gambaran keseriusan pemerintah untuk menanggulangi setiap kasus, termasuk antisipasi atas pandemi flu burung. Dengan demikian, wisatawan tetap akan merasa aman untuk berwisata ke Bali dan Indonesia pada umumnya. Kegiatan simulasi akan dibuka oleh Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, serta dihadiri para pengamat dari dalam dan luar negeri. Mereka itu antara lain adalah wakil dari badan internasional, tamu negara asing, organisasi profesi, RS Rujukan Flu Burung se-Indonesia, serta seluruh unit pelaksana teknis Departemen Kesehatan se-Indonesia. *Robertus Benny Dwi K / Kompas

goesdun 26-04-2008, 08:06 AM Sabtu Wage, 26 April 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Keanekaragaman Corak Lukis Bali - Dalam Pameran Lukisan Langgam 11 SEBELAS seniman Bali bergabung dalam Pameran Seni Rupa dengan tajuk ''Langgam 11''. Pameran yang dibuka pada tanggal 20 April 2008 oleh Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S, M.A., berlangsung hingga 20 Mei 2008. Menurut pemilik Oka's Gallery Dewa Made Sugirta, makna langgam berarti adat atau kebiasaan yang juga dapat berarti bentuk irama. Adat atau kebiasaan ini dimaksud sebagai hasil dari pencitraan terhadap seorang seniman. Sedangkan yang dimaksud dengan bentuk irama adalah corak, atau bermakna sebagai cara yang melahirkan pencitraan itu. Sementara sebelas menunjukkan sebelas seniman peserta pameran ini. Mereka adalah I Dewa Putu Mokoh, I Made Lodra, I Made Suanda, Wayan Dolik, Made Tinggal, I Wayan Meja, Gusti Ngurah Astawa, Kadek Janggo Pramartha, Willy Himawan, I Made Aryadwita (Dedok) dan Drs. I Gusti Nyoman Widnyana (Wied. N/Gung Man). Kesebelas seniman ini telah lama mencitrakan diri sebagai pelukis dengan kosa rupa Bali. Di antara mereka juga terdapat pendatang baru yang telah diakui prestasinya. Karya mereka diklasifikasikan sebagai karya dekoratif, naif, kubistis, kartunal bahkan diharapkan dapat memberikan napas baru bagi seni rupa Bali dengan kecenderungan pemakaian bahasa rupa kontemporer.

Anak Agung Rai sebagai salah satu pengamat dan pecinta seni mengungkapkan, pameran tersebut telah memperlihatkan suatu irisan kecil tentang realitas seni rupa Bali yang sangat kaya, beragam luas dan dinamis. Seni rupa Bali yang telah diakui oleh dunia internasional karena keunikannya. Ini terbukti pada saat pelelangan di rumah lelang internasional Christie's Singapore, lukisan yang bercorak Bali atau hasil karya seniman Bali masih dihargai cukup tinggi oleh kalangan kolektor seni dunia. Ini tandanya tantangan kalangan seni rupa Bali semakin berat di dalam mempertahankan kualitas maupun kuantitas berkaryanya, dengan tidak melupakan tradisi Bali yang merupakan dasarnya. Ke depan diharapkan terdapat program berkesinambungan yang mampu memberikan peran serta dalam merespons pertumbuhan seni rupa Bali yang senantiasa dinamis. Sementara Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S, M.A., yang membuka acara tersebut menyampaikan rasa bangga kepada para seniman. Rektor ISI Denpasar menambahkan akan terus mendukung dan memotivasi para seniman untuk terus berkarya, demi mengangkat citra bangsa lewat seni. (r/*Balipost)

goesdun 26-04-2008, 01:50 PM Tabanan, Bali tak hanya dikenal dengan wisata budaya atau alamnya yang indah. Wisatawan yang datang ke Bali kini juga dapat berkunjung ke taman kupu-kupu sekaligus tempat penangkaran kupu-kupu yang merupakan terbesar di Asia.

Taman sekaligus tempat penangkaran kupu-kupu ini terletak di Desa Sesandan Leban, Tabanan. Untuk bisa menikmati keindahan beraneka ragam jenis kupu-kupu ini, wisatawan asing dikenai

tiket masuk 6 dollar Amerika untuk dewasa dan 3 dollar untuk anak-anak. Sementara untuk wisatawan domestik dikenai tiket masuk 12 ribu rupiah.

Di taman seluas 4 hektar ini pengunjung dapat melihat ribuan kupu-kupu dari beberapa propinsi di Indonesia seperti kupu-kupu dari Papua, Sulawesi Selatan, Bali, dan kupu-kupu dari propinsi lainnya. Selain dapat melihat kupu-kupu yang sedang menghisap sari bunga, pengunjung juga bisa melihat proses kupu-kupu yang sedang kawin.

³Selain melihat berbagai jenis kupu-kupu, pengunjung juga dapat melihat proses penangkaran kupu-kupu. Proses penangkaran dari telur, kepompong, hingga menjadi seekor kupu-kupu memerlukan waktu selama 2 bulan,´ jelas Putu Sri, salah seorang petugas taman kupu-kupu.

Setelah menjadi kupu-kupu, setiap ekor kupu-kupu hanya berumur 2 hingga 3 Minggu. Sebelum mati, pihak taman kupu-kupu menyuntik mati dan mengawetkannya menjadi barang suvenir bernilai seni tinggi.

Taman kupu-kupu yang dibuka sejak 10 tahun lalu telah dikunjungi wisatawan dari beberapa negara Eropa dan Asia. Sementara minat wisatawan nusantara ( Indonesia) sendiri untuk berkunjung ke tempat ini masih tergolong rendah. (ctg)

goesdun 28-04-2008, 09:25 AM

Senin Umanis, 28 April 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Digelar Bursa Lowongan Kerja di Unud Career Development Center (CDC) Universitas Udayana (Unud) bekerja sama dengan Maxi Organizer akan menggelar Bursa Kerja yang bertema ''Indonesia Career Expo 2008''. Kegiatan ini akan diikuti 30 perusahaan berskala nasional dan internasional. ''Konsep acara ini yaitu mempertemukan perusahaan yang akan merekrut karyawan dengan para pencari kerja. Dalam kegiatan ini akan diadakan interview dan tes yang akan dilakukan oleh sebagian perusahaan,'' kata Dr. Made Sucipta, S.T., M.T. ''Acara ini terbuka untuk umum yaitu lulusan SMU sederajat, D-3, S-1 dan S-2 dari berbagai disiplin ilmu, dengan ratusan lowongan kerja yang dibuka mulai staf, lapangan hingga lavel manajer,'' lanjut Bapak Made. Ini merupakan kesempatan yang baik bagi para lulusan baru maupun yang sudah bekerja tetapi ingin karier yang lebih baik untuk datang langsung dengan membanwa berkas lamaran kerja (pasfoto, CV, dll). Acara ini digelar hanya 3 hari saja yaitu tanggal 28-30 April 2008 pukul 09.00-16.00 wita di Auditorium Unud Kampus Bukit Jimbaran. Untuk informasi lebih lanjut hubungi nol tiga enam satu-delapan kosong lima empat tujuh delapan enam. (r/*)

goesdun 29-04-2008, 10:26 AM Selasa Paing, 29 April 2008 Forecast Denpasar* 25-31 C dan BERAWAN

Info : Tiga Menteri Kumpul di Danau Batur ----Meski Diundang, Kades tak Hadir Untuk pertama kalinya, Menbudpar Jero Wacik melakukan absensi kehadiran Kades di sekitar Danau Batur yang telah diundang panitia dalam acara penebaran sejuta benih bibit ikan nila, Senin (28/4) kemarin. Dengan raut muka masam, Jero Wacik lalu menumpahkan kekecewaannya atas ketidakhadiran sejumlah Kades dan masyarakat. Menurut Jero Wacik, saat ini sudah jauh berbeda dengan sebelumnya. Dulu baru mendengar akan ada pejabat apalagi Menteri dan Presiden jauh-jauh dari Jakarta turun gunung ke desa, masyarakat sudah berbondong-bondong datang. Ingin melihat dari dekat wajah sang Menteri atau Presiden. Di samping, mendengarkan program apa saja yang bakal digelontorkan pemerintah. "Yang terjadi saat ini, jangankan ingin menyaksikan dari dekat, sudah diundang malah tak mau datang. Kenyataan ini tentu sangat memprihatinkan," tandasnya. Ditegaskannya, kedatangan tiga menteri ke Bangli bukan untuk keperluan rekreasi. Tetapi, sedang bekerja demi melihat dari dekat kondisi masyarakat. Mengaplikasikan program apa saja yang layak dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Apalagi hingga bisa menghadirkan tiga menteri sekaligus, ironis sekali masyarakat masa bodo. Itu bukan perilaku orang Bali asli," tandasnya geram. Pemerintah, katanya, saat ini setiap hari terus memikirkan upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Baik Menteri apalagi Presiden sudah biasa berhari-hari tidak tidur. Bagaimana jadinya jika menteri dan presidennya tidur pulas setiap hari, alias cuek terhadap segala persoalan, masa bodo dengan rakyat," tanyanya retoris. Diingatkannya, sudah ada orang Bangli mampu menjadi bupati, sudah ada juga orang Bangli menjadi menteri. Artinya, walau Bangli masih menjadi daerah yang miskin, jangan kemiskinan

itu membuat semangat ikut kendur. Seperti yang pernah dialami dirinya dulu, benar-benar merasakan kemiskinan. Dengan semangat yang kuat, akhirnya itu mampu terlewati. Dalam beberapa acara yang dihadiri, akunya, banyak masyarakat Bali bertanya-tanya, apa hubungannya Menbudpar dengan panen lele tiga bulan lalu di Kabupaten Klungkung. Sama halnya dengan kali ini, apa hubungannya Menbudpar dengan penyemaian sejuta bibit nila di Danau Batur? Hubungannya sangat erat, mengingat Bali sebagai daerah pariwisata. Apalagi belum lama ini, berdasarkan penilaian dunia, Bali disebut sebagai daerah wisata terbaik di dunia. Piagam penghargaan sudah diterima langsung di New York. "Banyaknya tamu yang datang ke Bali memerlukan makan. Potensi lokal yang ada seperti nila atau lele adalah sajian bagi wisatawan itu. Makin lama wisatawan diam di Bali, makin banyak dia berbelanja dan makin banyak dia makan, maka makin banyak pula masyarakat sejahtera. Itulah tugas saya sebagai Menbudpar," paparnya. (kmb17/ Balipost)

goesdun 29-04-2008, 10:29 AM Bali kembali meraih penghargaan terbaik dalam bidang pariwisata "The Best Exotic Destination" dari majalah Luxury Travel Magazine London, Inggris. "Para pembaca majalah pariwisata Luxury Travel Magazine yang tersebar pada 27 negara menetapkan pilihannya Bali sebagai pulau wisata terbaik," kata Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Bali Drs I Gde Nurjaya di Denpasar, Kamis.

Ia mengatakan, penghargaan bidang pariwisata tersebut sudah diserahkan kepada Kedutaan Besar RI (KBRI) di Inggris.

"Kita tinggal koordinasi dengan KBRI kapan penghargaan tersebut dikirim ke Bali," ujar Nurjaya yang baru menerima informasi prestasi yang diraih Bali di tingkat internasional.

Ia berharap penghargaan yang diterima itu mampu meningkatkan citra pariwisata Pulau Dewata dan masyarakat dunia tetap menjadikan Bali sebagai daerah tujuan wisata yang aman dan nyaman. Untuk itu masyarakat Bali, komponen pariwisata dan semua pihak dituntut mampu berperan serta menjaga dan melestarikan wilayah ini, sehingga Pulau Dewata tetap menjadi idaman bagi wisatawan dunia.

Bali sebelumnya dalam tahun 2007 menerima tiga jenis penghargaan serupa dari dua majalah besar di Asia dan satu lagi dari sebuah majalah terkemuka di Amerika Serikat.

Sedangkan tahun 2006 tercatat 4,7 juta pembaca majalah TIME yang terbit di Amerika Serikat menetapkan pilihannya Bali sebagai pulau wisata terbaik di dunia.

Demikian pula Travel +Leisure di Amerika Serikat juga pernah menetapkan Bali sebagai pulau wisata terbaik di belahan dunia yang layak dikunjungi masyarakat internasional.

Pemilihan pulau wisata terbaik lewat pembaca majalah TIME dilakukan secara berkesinambungan setiap tahun. Bali sudah tiga kali ditetapkan oleh pembaca majalah TIME sebagai pulau wisata terbaik di dunia, sebelumnya tahun 2005 juga ditetapkan sebagai pulau wisata terbaik, mengungguli pulau

wisata lainnya di dunia.

Pulau Dewata yang pada tahun 2007 menerima kunjungan 1,6 juta wisman itu pernah diperkenalkan ke dunia barat oleh Miguel Covarrubias, seorang penulis, pelukis dan antropolog warga negara Meksiko, lewat bukunya berjudul "Island of Bali" tahun 1970 atau 78 tahun yang silam, berhasil menyisihkan sejumlah pulau wisata lainnya di belahan dunia. (*/cax) source : Kapanlagi.com

goesdun 30-04-2008, 01:15 PM Rabu Pon, 30 April 2008 Forecast Denpasar* 25-31 C dan BERAWAN

Info : Seabad Hardiknas di Denpasar ----Pemkot Gelar Gebyar Pendidikan Memeriahkan dan menyambut hari pendidikan nasional (Hardiknas) ke-100 tahun (satu abad) Pemkot Denpasar akan menyelenggarakan gebyar dan semarak pendidikan mulai 1-3 Mei mendatang. Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia pendidikan akan digelar, mulai dari gerak jalan sehat, panjat pohon pinang, pameran buku, bursa buku murah, kreativitas siswa, pameran IT hingga pementasan wayang Cenk Blong. Kesiapan pelaksanaan gebyar pendidikan ini dikatakan Sekkot Denpasar Drs. Nyoman Aryana, M.Si. ketika memimpin rapat dengan para kepala sekolah dan pengisi kegiatan di Ruang Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (29/4) kemarin.

goesdun 05-05-2008, 11:24 AM Senin Pon, 5 Mei 2008 Forecast Denpasar* 25-31 C dan BERAWAN

Info : Renovasi dan Konservasi Museum Blanco

MENGURUS museum sungguh tak sederhana. Sebuah museum bukan sekadar menyimpan benda-benda sejarah yang bernilai tak terhingga, melainkan juga merawatnya dengan penuh cermat. ''Merawat museum lebih sulit daripada mengoleksi karya-karya seni,'' cetus Mario Blanco usai melakukan konservasi dan renovasi The Blanco Renaissance Museum yang dikelolanya.

Museum yang lebih dikenal dengan sebutan Museum Blanco dan berlokasi di jantung Ubud itu telah dikonservasi dan direnovasi sejak tahun 2000 silam. Ada 19 lukisan yang dikonservasi dan kini lukisan-lukisan tersebut kembali utuh sebagaimana sediakala. Bahkan Mario Blanco berani mengatakan bahwa seluruh koleksi Museum Blanco kini hampir 100 persen dalam keadaan baik.

Peristiwa itu mengingatkan Mario Blanco kepada seorang pengunjung Eropa. Mario Blanco menuturkan, suatu hari orang Eropa itu berkomentar bahwa koleksi lukisan-lukisan Don Antonio Blanco yang ada di dalam museum itu akan mengikis karena beberapa faktor yang kurang mendapat perhatian seperti pencahayaan, kelembaban dan faktor alam lainnya. Mula-mula Mario Blanco mengabaikan komentar itu. Namun kini omongan orang Eropa itu ada benarnya.

''Sebagai pemilik museum, kita harus tahu tentang konservasi dan renovasi bagi museum,'' ungkap Mario Blanco.

Mario Blanco sendiri akhirnya belajar tentang konservasi dan renovasi dengan mendatangkan pakar konservasi dari Eropa. ''Saya harus belajar sendiri tentang konservasi dan pengetahuan renovasi karena sebagai pengelola museum memang harus mutlak mengetahui tentang pengetahuan itu. Saya bahkan harus membeli seluruh peralatan untuk konservasi dan renovasi dari Eropa,'' ungkap Mario Blanco. Kesungguhannya untuk mempelajari bidang itu karena didorong oleh rasa tanggung jawabnya untuk menyelamatkan koleksi karya-karya seni yang disimpan di dalam Museum Blanco.

Menurut Mario Blanco, hal utama dari tantangan merawat koleksi museum ialah faktor alam. Apalagi di daerah kathulistiwa seperti Indonesia ini di mana keadaan iklim sangat kuat mempengaruhi apa yang kita miliki. ''Karena itu jika pengetahuan tentang bagaimana kita merawat kurang memadai kita ketahui, maka apa yang kita miliki akan cepat rusak,'' kata Mario Blanco.

Museum Blanco dikenal sebagai museum yang mengoleksi karya-karya pelukis maestro Don Antonio Blanco. Tiap hari museum ini dikunjungi ratusan orang dari berbagai belahan dunia, bahkan tidak sedikit orang-orang penting seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang beberapa bulan lalu menyempatkan diri mengunjungi Museum Blanco dan mengakui betapa agungnya karya-karya Sang Maestro. (r/*) source : BaliPost

goesdun 05-05-2008, 02:39 PM Pertama di Dunia Ada di Bali Penebel, Vita Life Spiritual Healing World Centre yang akan dibangun sebanyak 12 tempat diseluruh dunia, memilih Bali sebagai lokasi pertama dibangunnya kawasan tersebut.

Adalah Banjar Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Tabanan dipilih karena masih memiliki kawasan yang alami, sejuk dan nyaman.

Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Bali Permata Indah, Rony Tong pada acara peletakan batu pertama pembangunan proyek Vita Life Spiritual Healing World Centre di Banjar Wangaya Betan, Desa Mengesta, Penebel, Jumat (18/4).

Dikatakannya, kawasan yang akan dibangun mencapai luas 18 hektar dengan investasi 100 ribu US Dolar.

"Ini yang pertama di dunia, kita juga akan membangun 11 lagi di lain negara," jelas Rony Tong.

Dikatakanya, dipilihnya Tabanan sebagai lokasi dibangunnya Vita Life Spiritual Healing World Centre, karena tempat itu paling cocok disamping memiliki pemadangan yang asri alami juga tepat bagi wisatawan yang menginginkan suasana pedesaan.

Pembangunan proyek ini sendiri akan dilaksanakan mulai dari bulan Juni 2008 dan selesai pada tahun 2010 nanti. Pangsa pasar yang hendak disasar denga keberadaan pembangunan Vita Life adalah wisatawan kelas menengah ke atas.

"Kita targetkan wisatawan Asia Selatan, sisanya wisatawan dari Eropa, Amerika, dan lainnya," jelas Rony. Dalam kesempatan itu dia juga menyatakan akan memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat seperti Wangaya Betan, Belulang, Mangesta yang memiliki keterampilan dan keahlian akan diterima berkerja di Vita Life. "kita juga akan membeli produk pertanian hasil petani disini," jelasnya. (nod)

goesdun 06-05-2008, 01:19 PM Selasa Wage, 6 Mei 2008 Forecast Denpasar* 25-31 C dan BERAWAN

Info : Pejabat Deplu Jepang Kunjungi Sekolah Raj Yamuna

Tiga pejabat Departemen Luar Negeri Jepang mengunjungi Sekolah Raj Yamuna, Senin (5/5) kemarin. Mereka itu adalah Vice-Minister for Foreign Affairs Member of the House of Representatives of Japan Osamu Uno, Secretary Ministry of Foreign Affairs of Japan Isamu Ishikawa dan Deputy Director of Second South-East Division, Ministry of Foreign Affairs of Japan Seiichiro Taguchi.

Kedatangan mereka didampingi Konsul Jenderal Jepang di Denpasar dan diterima Pimpinan

Sekolah Raj Yamuna I Made Okin Adiyana beserta guru, pegawai dan para siswa. Kedatangan rombongan disambut dengan musik drum band. Rombongan juga dihibur oleh para siswa dengan tarian Bali, vokal grup, dan tarian Jepang. Di sekolah ini pejabat Deplu Jepang sempat melihat ruang perpustakaan dan laboratorium.

Pimpinan Sekolah Raj Yamuna Okin Adiyana mengatakan, kunjungan ini memiliki arti strategis bagi sekolahnya dalam rangka terus meningkatkan diri.Paling tidak Raj Yamuna mendapat spirit dari kunjungan pejabat dari Jepang tersebut, sehingga terdorong lebih maju.

Dikatakannya, Sekolah Raj Yamuna sudah 30 tahun menggalang kerja sama dengan sekolah di Jepang, dan belakangan melakukan kerja sama dengan Australia. ''Kerja sama dalam bidang pendidikan dan budaya yang dilakukan selama ini rupanya sampai didengar oleh pejabat Deplu Jepang, sehingga mereka ingin melihat dari dekat sekolah kami melalui kunjungan ini. Ini sebuah spirit bagi kami untuk terus berupaya meningkatkan diri,'' kata Okin.

Pendidikan seutuhnya (membentuk manusia seutuhnya) merupakan sasaran yang ingin dicapai sekolah ini. Dengan pendidikanlah diharapkan anak-anak mencapai kesempurnaan hidup. Hal ini sejalan dengan filosofi yang diemban Sekolah Raj Yamuna yakni madokin. Mado yang artinya pintu gerbang dan kim berarti emas. Pendidikanlah satu-satunya pintu gerbang emas untuk mencapai kesempurnaan hidup.

Vice-Minister for Foreign Affairs Member of the House of Representatives Jepang Osamu Uno mengatakan salut atas kerja sama yang dilakukan Sekolah Raj Yamuna dengan sekolah di Jepang

dalam rangka lebih meningkatkan mutu pendidikan dan pertukaran budaya--Indonesia-Jepang. Setelah melihat dari dekat sekolah ini, pihaknya yakin pendidikan di Raj Yamuna akan berkembang. Para siswa betul-betul dikembangkan potensinya, sehingga mereka nantinya menjadi anak bangsa berkualitas. (08/*) sourcer : BaliPost

goesdun 07-05-2008, 08:47 AM Rabu Kliwon, 7 Mei 2008 Forecast Denpasar* 25-31 C dan BERAWAN

Info : Jangan Permisif Menjaga Kawasan Suci KAWASAN suci di Bali disasar investor, bukan hal baru. Kasus vilanisasi di kawasan suci Pura Uluwatu, Badung memperkecil akses masyarakat Bali terhadap kawasan sucinya. Istilah vilanisasi barangkali sesuai dengan kenyataan bahwa di sana dibangun vila yang jumlahnya belasan. Sorotan maupun reaksi yang muncul wajar, jika mengingat kawasan suci di Bali memiliki nilai yang tinggi di hati umat Hindu. Sayangnya, masyarakat selalu dalam posisi ''kalah'', lebih tepatnya ''dikalahkan'' oleh sikap permisif dari pemegang kebijakan. Hal ini dikarenakan sudah demikian kuatnya ideologi pasar yang mempengaruhi kebijakan.

Dalam kasus vilanisasi Pura Uluwatu pun tidak bisa dilepaskan dari ideologi pasar. Ideologi pasar mengajak manusia Bali untuk menganut rasio instrumental, yakni melihat segala sesuatu sebagai alat, yakni alat untuk mendapatkan uang. Semisal, ketika seseorang melihat lahan

kosong di sekitar pura, maka dia tidak melihatnya sebagai radius suci yang harus dilindungi, melainkan sebagai alat untuk mendapatkan uang.

Kita khawatir, apabila vilanisasi atas radius suci Pura Uluwatu tidak berhasil dibendung, kasus yang sama akan terjadi pada kawasan suci atau radius pura lainnya.

Kita tahu, orang Bali (baca: umat Hindu) sangat berpegang pada ideologi Tri Hita Karana yang meyakini betapa pentingnya radius kesucian suatu pura. Hal ini tidak semata-mata karena nilai ekologis dalam konteks pelestarian lingkungan, tetapi terkait pula dengan penodaan terhadap Tri Hita Karana. Sebab, jika radius suci suatu pura mengalami vilanisasi, maka palemahan pura akan terganggu, yakni berubah menjadi bangunan (hutan beton). Gejala ini berarti pula menimbulkan gangguan terhadap aspek parahyangan. Hubungan antara manusia dan Tuhan menjadi disharmonis, karena manusia menodai wilayah-Nya.

Di sisi lain, sangat paradoks, di saat banyak masyarakat sangat sulit untuk memperoleh aset yang dapat dikuasai atas tanah, baik untuk ladang pertanian untuk dikelola sebagai mata pencarian mereka untuk hidup anak dan keluarga, justru ada segelintir orang (investor) yang dengan mudahnya menguasai tanah yang begit luas sampai berpuluh-puluh hektar, bernilai religius pula.

Kita memberi apresiasi terhadap wacana penolakan DPRD Badung terhadap vilanisasi di kawasan suci Pura Uluwatu. Sebaliknya sangat menyesalkan sikap permisif Pemkab Badung yang membela kebijakannya dengan alasan sudah sesuai dengan aturan, tanpa mempertimbangkan lebih jauh kemungkinan penodaan terhadap parahyangan milik-Nya.

Walaupun sudah ada kontrol dari DPRD, namun kontrol dari masyarakat, LSM dan media massa terhadap pemerintah, bahkan juga terhadap DPRD sendiri tetap sangat diperlukan. Kontrol sosial eksternal selalu diperlukan guna mencegah legislatif maupun eksekutif atau oknum-oknumnya terjerat dalam ideologi pasar yang bisa memunculkan kebijakan-kebijakan publik bersifat permisif, sehingga merugikan masyarakat banyak, khususnya dalam konteks religius. Namun, kita lebih mengharapkan kontrol internal karena jauh lebih penting daripada kontrol sosial eksternal.

Ke depan, diperlukan pengaturan alih fungsi lahan, kepemilikan tanah maupun peruntukan tanah di radius kawasan suci, sehingga tidak menyakiti perasaan religius umat Hindu. Sudah semestinya DPRD Kabupaten Badung dan DPRD kabupaten/kota di Bali untuk bersama-sama pihak eksekutif mendorong langkah-langkah positif agar mengurangi penguasaan tanah, apalagi yang termasuk radius kawasan suci. Dalam hal ini opsi-opsi harus dicari oleh pemda kota/kabupaten di Bali dan anggota DPRD sehingga tidak membenturkan antara kepentingan profit (pemasukan PAD misalnya) dan kepentingan religius masyarakat luas. Radius kawasan suci pura bukan untuk berbisnis, karenanya jangan permisif terhadap kemungkinan penguasaan investor. *BaliPost

goesdun 09-05-2008, 01:54 PM Jumat Paing, 9 Mei 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Kawasan Gua Mesolitik Jimbaran Kini Dibangun Pura

Puluhan gua yang ditemukan di kawasan Bukit Jimbaran dan pernah dimanfaatkan sebagai tempat hunian pada masa mesolitik sekitar 6.000 tahun silam hingga jaman kolonial, dan kawasan itu dibanguni Pura.

"Masyarakat setempat membangun tempat suci di bagian mulut gua, sehingga gua menjadi tertutup oleh bangunan pura," kata Rochtri Agung Bawono dosen Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Udayana di Denpasar Sabtu (16/12/06).

Ia mengatakan, selama setahun melakukan penelitian (2005-2006) di kawasan Bukit Jimbaran berhasil mengindentifikasi tidak kurang dari 70 buah gua. Beberapa gua yang bagian ujung yang berfungsi sebagai pintu ke luar diatasnya dibanguni tempat suci, sehingga sulit melakukan penelitian lebih mendalam.

"Jika melakukan penelitian lebih lanjut ke dalam gua, perlu koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat untuk membongkar bangunan yang menutupi pintu masuk ke goa," ujar Rochtri Agung Bawono.

Penelitian terhadap gua yang dilakukan selama setahun itu menunjukkan gua yang ukurannya sangat sempit di pintu masuk, yakni hanya berukuran sekitar 75 sentimeter, namun makin ke

dalam ukurannya semakin besar.

Bahkan di dalam gua yang kondisinya gelap terdapat jebakan berupa lubang yang dalamnya mencapai empat meter. Selain itu dalam satu gua ada yang mempunyai tiga pintu keluar masuk sehingga di dalam gua ada persimpangan.

Rochtri Agung Bawono menjelaskan, dari 70 gua yang telah diteliti antara lain diketemukan 23 situs dan delapan ceruk hunian serta berbagai alat-alat keperluan sehari-hari yang terbuat dari kerang.

Hasil temuan itu dapat dibagi menjadi tiga masing-masing berasal dari zaman prasejarah, masa klasik dan masa kolonial. Gua hunian pada masa prasejarah diidentifikasi berdasarkan temuan tulang, kerang, alat batu, alat-alat dari tulang, alat kerang, gerabah dan perhiasan. Gua-gua tersebut dimanfaatkan secara permanen maupun sementara oleh manusia prasejarah. Gua hunian masa klasik merupakan kelanjutan hunian dari tradisi prasejarah yang masih berlangsung hingga jaman kolonial.

Pada jaman kolonial gua yang ada digunakan sebagai tempat persembunyian untuk menghindari kekejaman kaum penjajah, ujar Rochtri Agung Bawono. (*/rit) Kapanlagi.com

goesdun 10-05-2008, 08:28 AM

Sabtu Pon, 10 Mei 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Joged Bumbung Kini tak Porno Lagi

http://www.balipost.com/balipostcetak/2008/5/10/joged.JPG

Tari joged bumbung pernah menjejak masa kejayaannya beberapa tahun silam. Tari pergaulan khas masyarakat Bali yang gemelan pengiringnya didominasi instrumen bambu ini, kerap kali dijadikan "menu utama" untuk menyemarakkan perhelatan-perhelatan penting seperti resepsi perkawinan, perayaan HUT sekaa teruna di banjar-banjar hingga peringatan hari-hari besar nasional yang dirangkaikan dengan gelaran pesta rakyat. Gamelan joged bumbung yang energik dan dinamis ditingkahi dengan gerak penarinya yang lemah-gemulai dan terkadang menyentak memang jadi jaminan terciptanya sebuah pesta yang meriah. Tarian ini begitu populer karena sangat menghibur dan melibatkan para penonton untuk ikut berjoged serta larut dalam irama tari nan rancak. ================================================== ===

TERNYATA, gerak-gerik penari joged tak hanya mampu "menghipnotis" komunitas pencinta seni di Bali semata. Pesona tarian yang umumnya ditarikan secara tunggal dengan melibatkan seorang penonton sebagai pengibing secara spontan ini juga mampu menancapkan pesonanya di

hati wisatawan mancanegara maupun domestik. Makanya, tidak mengherankan jika pihak pengelola hotel tergerak "meminang" penari joged beserta sekaa yang terlibat di dalamnya untuk pentas di hotel-hotel. "Dihidangkan" dan "dikonsumsi" secara khusus guna memuaskan "dahaga" para turis akan sebuah tontonan seni yang berkualitas dan menghibur.

Sayang, di saat popularitas joged bumbung berada di puncak, pesona tari pergaulan ini justru "dirusak" oleh oknum-oknum yang "berkreasi" secara "liar". Pakem-pakem joged bumbung yang semula menonjolkan kekuatan gerak tari dengan tetap menjaga estetika dan etika ketimuran diporak-porandakan dengan gerakan-gerakan erotis nan sensual bahkan cenderung mengarah ke porno aksi. Keindahan gerak tari tak lagi jadi prioritas. Para penari seolah berlomba-lomba mempertontonkan gerakan-gerakan "terpanas" layaknya seorang penari striptease. Gerakan ngangkuk dan goyang ''ngebor'' yang semula tidak dikenal dalam tarian Bali, berubah jadi hal yang lumrah dalam tarian joged bumbung. Etika dan estetika seperti tak penting lagi. Yang penting, penonton senang dan penampilan penari joged menuai aplaus dan suit-suit panjang dari penonton.

Lebih menyedihkan lagi, ada penari joged bumbung yang tanpa perasaan bersalah nekat mempertontonkan "area terlarangnya" seperti yang sempat terekam di HP yang sempat menghebohkan jagat seni pertunjukan Bali beberapa tahun lalu. Citra joged bumbung pun langsung terbanting. Stempel negatif langsung disematkan bahwa joged bumbung merupakan tarian erotis, porno dan murahan. Karena nila setitik, sebelanga susu pun jadi rusak. Padahal,

masih banyak pragina joged yang dengan kesadaran tinggi tetap berkreasi di jalur yang benar. Tetap mengedepankan etika dan estetika serta sepenuhnya mengabdi pada keluhuran seni. "Lahirnya gerakan-gerakan porno dalam tarian joged bumbung tentu sangat disayangkan. Pelaku kesenian seperti ini, sejatinya telah menjatuhkan citra adiluhung dari kesenian itu sendiri," kata Putu Supadma Rudana, MBA ketika dihubungi Bali Post, Jumat (9/5) kemarin.

Pencinta seni budaya Bali ini berharap para pragina joged bumbung tidak lagi berkreasi secara "liar" dengan melabrak tatanan kesusilaan yang selama ini dipegang teguh oleh masyarakat Bali. Guna menggapai popularitas, penari joged tak perlu bergoyang secara berlebihan yang membuat mata penonton melotot dan darahnya "muncrat" hingga ke ubun-ubun. "Sejatinya, gerak tari joged bumbung sudah dirancang begitu estetis dan artistik. Jadi, tidak perlu dibumbui dengan gerakan-gerakan sensual dan erotis yang justru membuat kesenian ini terkesan murahan," tegasnya.

Jalan Pintas http://www.balipost.com/balipostcetak/2008/5/10/joged2.JPG

Menyelusupnya unsur pornoaksi dan pornografi ke dalam gerak tari joged bumbung juga sangat disesalkan oleh Drs. I Dewa Putu Beratha, M.Si. Mantan Kepala Taman Budaya Bali ini juga meminta para pragina yang sempat "tersesat" mau kembali ke jati diri joged bumbung yang sesungguhnya. Demi menggapai popularitas, kata dia, sebuah sekaa joged bumbung tidak mesti

menempuh jalan pintas yang justru sangat potensial membuat eksistensi kesenian joged bumbung itu makin terpuruk.

"Sudah saatnya, mereka kembali ke pakem-pakem joged bumbung yang telah ada. Kalaupun mereka ingin menampilkan inovasi-inovasi baru, hal itu tidak boleh sampai melabrak tatanan kesusilaan yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat Bali. Kita harus menegakkan komitmen, joged bumbung masa kini tak boleh lagi berkubang dalam nuansa yang nyerempetnyerempet pornoaksi dan pornografi," tegasnya.

Menurut Beratha, gerakan penyadaran itu tidak semata dilakukan oleh pragina joged bumbung sendiri. Kaum pria Bali yang selama ini begitu tergila-gila ngibing juga wajib instrospeksi diri. Pasalnya, para pengibing ini juga memberi andil besar terhidangnya sebuah pementasan bergelimang pornoaksi dan pornografi di atas panggung lewat serangkaian gerakan-gerakkan "nakal" yang mereka peragakan. "Seorang pengibing boleh saja menampilkan gerakan-gerakan kocak dan konyol di atas panggung untuk memancing derai tawa penonton. Tetapi, gerakan kocak itu tidak identik dengan gerakan-gerakan porno dan jorok. Ingat, pementasan joged bumbung ini juga ditonton anak-anak kecil yang belum saatnya menyaksikan gerakan-gerakan tak senonoh seperti itu," ujarnya.

Beratha yang juga secara intensif mengamati perkembangan seni pertunjukan Bali ini berharap

para pragina dan pengibing joged bumbung benar-benar nyentokin igelan. Artinya, mereka harus berkompetisi untuk menunjukkan kepiawaiannya menari Bali di atas panggung sesuai pakempakem yang telah digariskan. Makanya, tidak berlebihan jika gerak tari seorang pengibing justru bisa "menenggelamkan" gerak tari penari joged bumbung itu sendiri.

"Zaman dulu, para pengibing memang benar-benar nyentokin igelan. Mereka benar-benar memiliki keterampilan menari sehingga layak tampil di depan khalayak ramai. Tidak seperti saat ini, seorang pengibing sudah merasa percaya diri tampil di atas panggung hanya bermodalkan sekadar bisa ngebatang lima. Karena sama sekali tidak memiliki keterampilan menari, pengibing dengan karakter seperti ini cenderung menyembunyikan ketidakbecusannya menari dengan melakukan gerakan-gerakan nakal yang justru direspons dengan meriah oleh penonton. Para pengibing juga ikut memporak-porandakan tatanan estetika pertunjukan joged itu sendiri," katanya.

Dalam konteks pelestarian kesenian joged bumbung dengan "cita rasa" yang kental nuansa estetika dan etika ke-Bali-annya, kata dia, sudah sewajarnya panitia Pesta Kesenian Bali (PKB) memasukkan program kegiatan "Lomba Joged Bumbung dan Ngibing" dalam sajian PKB. Pada event ini, masyarakat Bali bisa menonton pertunjukan joged bumbung yang sejatinya. "Sekaa yang penarinya menampilkan gerakan-gerakan menjurus porno langsung didiskualifikasi. Ketentuan yang sama juga berlaku bagi para pengibing yang menampilkan gerakan-gerakan tak etis," katanya menyarankan.

Bukan Tarian Porno Pendapat senada juga dilontarkan oleh Putu Supadma Rudana, MBA. Mencuatnya aksi pornografi dalam pementasan joged bumbung juga menjadi keprihatinan pencinta seni budaya Bali ini. Guna mengembalikan citra positif kesenian ini, dia pun menggagas "Pagelaran SeniBudaya Joged" di Museum Rudana, Ubud, Sabtu (26/4) lalu. Acara yang tergolong langka itu dibuka Menbudpar Ir. Jero Wacik. "Saya ingin menggaungkan seni tari pergaulan joged ini ke pentas PKB, ajang nasional bahkan tingkat dunia. Hal itu semata-mata untuk mengangkat nilai-nilai luhur joged sebagai tarian pergaulan yang punya etika dan estetika yang tinggi. Bukan porno. Dengan joged tersebut, berbagai hal bisa disinergikan seperti seni lukis, tabuh hingga makanan khas Bali," ujarnya.

Pada event itu, pihaknya memboyong para mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar untuk menarikan joged bumbung. Saat itu, tergambar jelas bahwa kesenian ini punya gerakan yang sopan dan bernilai seni tinggi. Ini juga membuktikan bahwa joged bukanlah tarian porno seperti yang pernah melekat di hati masyarakat Bali belum lama ini.

"Tari joged bumbung memang mengandung nilai-nilai etika dan estetika. Sebagai tarian, joged bumbung dikenal mempunyai gerakan-gerakan indah sedemikian rupa sehingga bisa memberikan hiburan sekaligus sebagai tari pergaulan. Sampai sekarang tarian ini masih digemari

masyarakat secara luas. Tapi perlu dicatat bahwa estetika tarian joged mengandung etika yang harus ditegakkan," tegasnya. Supadma menambahkan, pada tarian joged juga dikenal dengan adanya ibing-ibingan di mana penari joged akan mengundang salah seorang penonton yang disebut dengan pengibing. Dia ikut diundang menari secara artistik di panggung. Dalam inilah akan tersirat estetika dan etika yang merupakan salah satu kekuatan tarian ini.

"Mesti dicatat pula, tarian joged bumbung banyak memberikan inspirasi bagi seniman untuk menciptakan kreasi baru. Sebut saja pelukis, terinspirasi melahirkan karya-karya dari lemahgemulainya gerak para penari joged bumbung," katanya lagi. Mati Suri Tetapi kita selayaknya mengelus dada, karena sekaa joged bumbung yang ada di desa-desa belakangan ini mati suri. Jumlahnya bahkan bisa dihitung dengan jari. Berapa tahun belakangan ini, kata Supadma, joged bumbung mulai ditinggalkan oleh para penggemarnya, mungkin karena kesan porno masih melekat sehingga dikhawatirkan merusak moral bangsa terutama generasi muda.

"Bisa jadi, masyarakat jenuh menyaksikan joged bumbung karena kurang kreasi atau penarinya kurang jago menari. Hal ini diperparah lagi dengan munculnya gerakan-gerakan porno yang membuat para pencinta seni tidak lagi tertarik menonton kesenian ini," ujarnya.

Untuk kembali menggairahkan pertunjukan kesenian ini, kata dia, joged bumbung perlu lebih banyak ditampilkan dalam acara-acara tertentu yang menyangkut hiburan untuk masyarakat luas. Pementasan di desa, di kota maupun di hotel/restoran jangan diabaikan. Dengan pementasan yang rutin, joged akan semakin menarik dan tetap dikagumi masyarakat. "Tetapi, ingat jagi ada lagi unsur-unsur pornografi di sana. Joged bumbung harus mampu mensterilkan diri dari gerakan-gerakan yang tidak senonoh dan tidak beretika," tegasnya lagi.

Walau tak semarak di desa-desa, kata Supadma, pementasan joged bumbung sesungguhnya tetap berlangsung di pusat-pusat wisata seperti Kuta, Ubud, Sanur dan Nusa Dua, terutama untuk konsumsi turis. Pementasan itu terbilang cukup laris dan digemari wisatawan, karena tarian ini bisa melibatkan turis untuk ikut ngibing, berjoged dan saling bercanda dengan seniman. Inilah kelebihan joged sebagai tari pergaulan yang tak mengenal batas usia maupun kewarganegaraan.

"Tak hanya itu, para seniman, khususnya pelukis seperti halnya yang dilakukan IB Indra (IBI) yang berpameran di Museum Rudana, Ubud ini. Dia juga banyak mengangkat tema joged, sehingga karyanya yang mempunyai ciri khas dan ekspresif. Saya berharap, joged bumbung bisa terus berkembang dan makin kreatif sehingga tak lekang ditelan zaman. Yang terpenting lagi, jangan pernah lagi menyisipkan unsur-unusur pornografi di dalamnya yang justru bisa jadi batu sandungan bagi kesenian ini untuk melanglang buana di jagat seni pertunjukan dunia," ujarnya.

w. sumatika source : BaliPost

goesdun 14-05-2008, 01:48 PM Rabu Paing, 14 Mei 2008 Forecast Denpasar* 24-30 C dan BERAWAN

Info : Menjaga Ruang Dalam Harmoni

RUANG bagi masyarakat Bali (baca: umat Hindu) memiliki makna khusus. Salah satu yang menjadi pertimbangan orang memanfaatkan ruang adalah karena alasan ekologis dan religius magis. Tetapi di dalam perkembangannya, pertimbangan ini juga digunakan oleh kalangan yang bergerak di dunia perlancongan. Dari sana kemudian maraknya pelanggaran Perda Tata Ruang di Bali yang tak pernah henti.

Kawasan terlarang ini berangkat dari konsep pemikiran orang Bali yang berpegang pada ideologi Tri Hita Karana. Hal ini tidak semata-mata karena nilai ekologis dalam konteks pelestarian lingkungan, tetapi terkait pula dengan penodaan terhadap ideologi Tri Hita Karana. Gejala ini berarti pula menimbulkan gangguan terhadap aspek harmonisasi hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, karena penodaan terhadap wilayah-Nya. Disharmoni dengan sesama antara lain dapat memunculkan konflik dan disharmoni dengan alam itu sendiri sehingga dapat mengakibatkan bencana.

Ketidakkonsistenan implementasi perizinan di lapangan yang tidak berpegang pada ideologi Tri Hita Karana mengakibatkan kehidupan manusia Bali berada di tengah perebutan dua ideologi, dengan pandangan yang bertolak belakang dalam melihat keberadaan suatu lingkungan. Konsep Tri Hita Karana menganut asas holistik, dalam artian, manusia adalah bagian integral dari lingkungan alam dan memiliki hubungan timbal balik secara sistemik dengan berbagai komponen yang ada di dalamnya. Karenanya, manusia wajib membina hubungan harmonis dengan lingkungan beserta isinya, guna menjamin kelangsungan hidup manusia. Sebaliknya, ideologi pasar mengajak manusia Bali untuk melihat segala sesuatu sebagai alat, yakni alat untuk mendapatkan uang.

Pembangunan berorientasi pasar memang telah menjadi gejala global yang bercirikan dunia terbuka, hilangnya batas-batas, dengan persaingan bebas. Maraknya pengalihan ruang-ruang terlarang bahkan kawasan suci ke tangan investor mengindikasikan bahwa kurangnya komitmen para elite dari atas sampai bawah untuk menjaga tata ruang Bali yang penuh harmoni. Para pemegang kebijakan belum keluar dari perangkap ideologi pasar yang semata-mata berorientasi profit.

Pelanggaran tersebut dengan berdalih demi menyejahterakan rakyat atau untuk kepentingan masyarakat luas. Tetapi dalam implementasinya lebih sering mengakibatkan terganggunya tata ruang bahkan menyakiti perasaan masyarakat akibat hilangnya akses mereka ke ruang-ruang publik yang sudah beralih menjadi ''milik'' investor.

Padahal, apabila merujuk UUD 45 pasal 33 menyebutkan bahwa; udara, air, permukaan bumi dan yang terkandung di dalam bumi, dikuasai negara, untuk sebesar-besarnya kemakuran rakyat. Dengan demikian seharusnya pemerintah daerah memegang peranan dalam menjaga tata ruang Bali sehingga sesuai dengan peruntukannya, mana untuk kawasan suci, pemukiman, kawasan bisnis dan seterusnya. Pemda berperan sebagai pengatur sekaligus penjaga kelestarian tata ruang, bukan malah mengeluarkan izin-izin yang dalam implementasinya ternyata menimbulkan protes masyarakat karena dinilai menimbulkan disharmonisasi.

Karenanya, kita berharap, apabila terjadi pelanggaran tata ruang akibat implementasi si lapangan yang menyimpang, pemerintah berani melakukan evaluasi kembali, bila perlu mencabut izin yang sudah dikeluarkan. Agar tata ruang Bali tidak semakin rusak.

goesdun 15-05-2008, 08:13 AM Kamis Pon, 15 Mei 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Keamanan dan Fasilitas Tentukan Gairah Wisata MICE

Seiring dengan kian kondusifnya situasi keamanan di Indonesia, terutama kota-kota favorit seperti Jakarta, Yogyakarta dan Bali, wisata MICE makin bergairah. Berbagai kegiatan berskala internasional, regional Asia-Pasifik maupun domestik digelar di Indonesia. Event yang masuk dalam kategori wisata MICE (Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions) juga akan

menghiasi hari-hari Indonesia dalam satu dua tahun ke depan. Namun, dibalik prospek yang cerah itu masih ada kendala. Apakah itu?

--------------------------------------------------------

MENURUT Sekjen DPP SICPO Sjenny Handoko, pertumbuhan pasar MICE di Indonesia belakangan ini sangat luar biasa. Terutama kota-kota atau daerah yang fasilitas MICE-nya cukup memadai seperti Jakarta, Bali, Medan, Surabaya dan Yogyakarta. "Sekarang banyak hotel yang mengembangkan fasilitas MICE seperti ruang ekshibisi dan meeting room," ujar Sjenny di Kuta, belum lama ini. Selama ini memang ada hotel-hotel yang memiliki fasilitas MICE memang masih terbatas. Untuk di Bali saja, misalnya, hotel yang memiliki meeting room dengan daya tampung seribu orang baru terdapat di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua. Sementara hotel bintang lima lainnya juga memiliki fasilitas serupa namun hanya bisa menampung antara 50 500 orang.

Segmen MICE tak hanya berasal dari luar negeri, seperti pertemuan internasional atau kegiatan incentives oleh perusahaan-perusahaan global, tetapi juga berasal dari kota-kota di Indonesia. Sebutlah misalnya perusahaan-perusahaan besar, baik di bidang perminyakan, perbankan, rokok, industri berat, bahkan kampus-kampus terkemuka juga memilih hotel di Bali untuk menggelar kegiatan mereka.

Sjenny yakin, seiring dengan makin kondusifnya keamanan secara nasional, termasuk di Bali, segmen MICE akan makin bergairah. Sejumlah kegiatan akbar internasional sekelas UNFCC yang pernah digelar di Bali siap dilaksanakan di Indonesia sepanjang tahun 2008 ini. Penyelenggara internasional juga makin memiliki pilihan, karena kota lain selain Jakarta dan Bali sudah siap pula menjadi tempat MICE.

Fenomena menarik lainnya diungkapkan praktisi perhotelan Luh Suciari. Manajer MICE & Marcom salah satu hotel di Tuban ini mengatakan, kegiatan weding di hotel makin populer di Bali. Keluarga-keluarga dari kelompok the have, baik di Bali maupun dari kota-kota lainnya di Indonesia memilih hotel sebagai tempat penyelenggaraan pesta, mulai dari pesta ulang tahun sampai pernikahan. Tak aneh kalau saat ini banyak hotel yang menyulap sejumlah ruangannya menjadi meeting room. Tidak perlu terlalu luas dan mewah, asalkan memiliki fasilitas yang dibutuhkan. Langkah renovasi dilakukan agar hotel memiliki ruang pertemuan yang cukup representatif. "Ini terkait dengan makin berimbangnya wisatawan MICE dengan wisatawan leisure," ujar Suciari yang juga pengurus DPD SIPCO Bali. Hal senada dikemukakan Ketua DPD INCCA (Indonesia Congress & Convention Association) Bali, Ida Bagus Surakusuma. Pria yang biasa disapa Gus Lolec ini mengatakan, wisata MICE di Bali makin bergairah. Walaupun masih dalam skala kecil, belakangan ini pihaknya sudah menghandle grup-grup MICE dari Afrika Selatan, Inggris, dan Amerika.

"Setelah hampir enam tahun stagnan, wisata MICE kini mulai bergairah lagi. Walaupun masih kecil-kecilan namun mulai ada. Sebelumnya tidak ada sama sekali. Ini tentu sesuatu yang perlu

kita syukuri bersama. Kita harapkan ke depan tak ada sesuatu lagi yang mengganggu keamanan di Bali, sehingga mulai pertengahan tahun ini wisata MICE makin meningkat," ujar Lolec.

Dia juga mengungkapkan satu kasus menarik. Di mana sebuah perusahaan besar di Eropa ingin sekali melakukan kegiatan incentives di Bali. Sudah direncanakan sejak tahun 2001. Namun, tertunda terus sejak bom Bali pertama dan kedua Oktober 2005 dan mengalihkannya ke destinasi wisata lainnya di Asia Tenggara. Baru-baru ini, Chief Executive Officer (CEO) dari perusahaan tersebut bersama keluarganya diam-diam mengunjungi Bali.

Sang CEO cukup menikmati kunjungannya itu dan mendapat kesan bahwa Bali sudah aman. Dalam perbincangan dengan Lolec, dia lantas mengisyaratkan untuk membawa grupnya ke Bali tahun ini atau 2009. Bagi Lolec, ini kabar yang menggembirakan sebagai "buah" dari tahun 2006 dan 2007 di mana tidak terjadi sesuatu yang mengganggu keamanan. Berarti tanda-tanda kondisi pariwisata kita makin membaik.

Selain masalah keamanan, kendala lain bagi wisata MICE di Indonesia yakni tersedianya SDM khusus MICE. Tidak semua pekerja pariwisata mampu meng-handle segmen MICE. Untuk itu perlu ada pendalaman atau belatihan khusus. Mantan Direktur MICE Budpar Surya Dharma pernah mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir pihaknya menargetkan adanya tambahan sekitar 5.000 tenaga MICE di Indonesia.

Yang menarik, Surya juga mengungkapkan pemerintah pusat memberi dukungan yang kongkret terhadap berbagai event MICE di Indonesia. Presiden Yudhoyono berulang kali menyebut

MICE. Menteri Budpar Jero Wacik juga menjadikan MICE sebagai program utamanya.

"Dalam diskusi Depbudpar dengan DPR-RI ada tiga program utama pengembangan pariwisata nasional. Nomor satu mengenai MICE. Jadi dari segi dukungan dari segala unsur sangat bagus," ungkap Surya. Sepanjang tahun 2008, Direktur MICE bekerja sama dengan PCO dan dengan asosiasi-asosiasi sama-sama berjuang, bagaimana agar event internasional bisa kita raih dan diadakan di Indonesia. Kedua, menggelar program seeing is beleaving, dengan mengundang CPO, EO atau pelaksana internasional datang ke Indonesia. "Kita perkenalkan fasilitas apa yang kita miliki, sehingga mereka bisa mengadakan event internasional di Indonesia," tandas Surya.

Dalam tiga tahun ke depan Depbudpar bekerja sama dengan pihak terkait termasuk SIPCO dan INCCA menggelar berbagai pelatihan baik basic level maupun advance untuk menyiapkan setidaknya 5.000 tenaga profesional di bidang MICE.

Diharapkan dengan makin kondusifnya kondisi keamanan, makin lengkapnya fasilitas serta tersedianya tenaga profesional di bidang MICE, Indonesia makin menjadi tempat favorit. Bahkan suatu saat bisa menjadi destinasi MICE. (gre)

goesdun 16-05-2008, 12:54 PM Jumat Wage, 16 Mei 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Unud segera Gelar Adu Program Bacagub Bali

Universitas Udayana (Unud) merasa terpanggil untuk menggelar visi-misi dan dialog bakal calon gubernur Bali 2008-2013 pada 19 Mei mendatang di Gedung Pascasarjana lantai IV Jalan Sudirman Denpasar. Hal itu dilontarkan Ketua Panitia Prof. Dr. Wayan Supartha, M.S. Selasa (13/5)

''Kami memandang momentum ini sangat tepat menyongsong 100 tahun Kebangkitan Nasional 20 Mei 2008,'' kata Guru Besar Fakultas Pertanian Unud ini. Gelar visi dan misi serta program bacagub ini untuk memperkenalkan sosok biofisik, intelektual, emosional, kecerdasan, kemanusiaan calon pemimpin dan pengalamannya (track record) memecahkan berbagai persoalan kenegaraan,'' katanya.

Ia mengatakan, debat calon gubernur ini sekaligus memberi wahana pendidikan politik kepada masyarakat pemilih untuk mengetahui visi, misi dan program-program unggulan masing-masing bacagub. Sebab, dari adu program itu, masyarakat mengetahui wawasan, kecerdasan dan kecendekiawanan masing-masing kandidat merespons persoalan. Hal ini pula sebagai ujian bagi bacagub untuk mengetahui kearifan emosionalnya menerima kritikan dan saran. ''Kami ingin memberikan wawasan dan ruang pemahaman politik yang cerdas dan santun kepada masyarakat, terutama calon pemilih untuk menghindari arogansi dan anarkisme dalam masa

kampanye dan masa jeda sebelum pemilihan,'' paparnya.

Bagi bacagub hal ini dapat memberikan ruang dan interaksi untuk melakukan sosialisasi kepada pemilih. Diharapkan dari visi dan misi serta adu program bacagub lahir pemimpin yang mumpuni untuk pembangunan Bali. Untuk itu gelar adu program dikemas dalam sebuah talk show dipandu moderator pakar politik Universitas Gajah Mada Dr. Denny Indrayana dengan narasumber pasangan kandidat gubernur Bali. Sementara para panelis terdiri atas Wayan P Windia, S.H., M.Si., Prof. Dr. Ing. Made Merta, Prof. dr. AA Muninjaya, M.Sc. dan Dr. Nyoman Norken, M.Sc.

Bertalian dengan pemilihan gubernur Bali, 9 Juli mendatang diakui bacagub telah melakukan sosialisasi ke setiap daerah pemilihan. Namun sosialisasi tersebut dipandang belum mampu sepenuhnya mengungkap kredibilitas bacagub. Masyarakat berharap bacagub mampu membangun sebuah harapan dan mewujudkan cita-cita Bali yang utuh, tangguh, harmoni, dengan SDM berkualitas dan masyarakat sejahtera.(029/*) BaliPost

goesdun 17-05-2008, 08:26 AM Sabtu Kliwon, 17 Mei 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Menjadikan Gending ''Pagenderan'' Sebagai Terapi Kesehatan

Sekitar 40 seniman sepuh seni gender di Buleleng tiba-tiba menggelar aksi keprihatinan di sebuah sanggar seni di kawasan Lovina, akhir April lalu. Mereka prihatin terhadap punahnya seni gender yang sejak bertahun-tahun mereka geluti dengan penuh rasa suka maupun duka. Salah seorang di antaranya bahkan sampai menangis ketika menyampaikan semacam orasi di depan teman-temannya. Mereka ingin seni gender khas Buleleng bangkit kembali dan menjadi tuan rumah sekaligus kebanggaan bagi Bumi Denbukit. Mereka pun mulai mengatur strategi, termasuk bagaimana cara memasyarakatkan seni gender untuk terapi kesehatan. Apakah seni gender memang bisa dipakai untuk menyembuhkan suatu penyakit? ============

Ajang pertemuan seniman gender di Lovina akhir April lalu itu bisa disebut sebagai salah satu bentuk kepedulian sekaligus kesadaran dari seniman-seniman tua di Buleleng untuk memulai sebuah upaya dalam pelestarian seni-seni klasik khas Buleleng. Sampai saat ini diperkirakan terdapat sekitar 80 juru gender sepuh yang masih hidup dan aktif memainkan gender di Buleleng. Hampir semua seniman gender itu tidak mendapatkan perhatian, baik perhatian terhadap seni yang digelutinya maupun perhatian terhadap sosok seniman itu sendiri.

http://www.balipost.com/balipostcetak/2008/5/17/ole-gender1.JPG

Banyak seniman gender yang sakit dan tak mampu berobat karena kesulitan ekonomi. Selain itu, banyak juga seniman yang terpaksa menjual perangkat gendernya karena tidak ada generasi yang meneruskan kesenian klasik tersebut. Semua persoalan itu dibicarakan secara panjang lebar dalam pertemuan di Lovina, sekaligus mereka juga mencari solusinya.

Jero Dalang Rugada mengatakan seniman gender dan pedalangan di Buleleng seharusnya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Selain menghidupkan kembali seni gender dengan mementaskan wayang kulit dari Buleleng, pemerintah juga sebaiknya memberikan jaminan kesehatan gratis kepada juru gender dan dalang. Karena seniman gender dan dalang bisa disebut sebagai orang yang punya pengabdian besar terhadap keajegan agama Hindu dan budaya Bali. Apalagi selama ini juru gender dan dalang di Buleleng tidak mendapatkan imbalan yang layak ketika mereka memainkan gender dalam upacara-upacara keagamaan.

Seorang seniman gender dari Desa Bungkulan, Gusti Bagus Atmaja, bahkan sampai menangis ketika mengingat seni gender yang mulai masuk dalam area kepunahan di Buleleng. Untuk itu, ia meminta agar para seniman tua tidak terlalu pelit membagi ilmunya kepada anak-anak muda agar seni gender itu tetap bisa lestari sekaligus berkembang dengan baik. Kepada pemerintah, ia berharap agar menggelar festival seni gender untuk menarik kecintaan anak muda terhadap seni gender. ''Selama ini sudah ada festival gong kebyar, kenapa tak ada festival seni gender,'' katanya.

Terapi Kesehatan

Seorang seniman gender dari Desa Pemaron, IGK Mustika, punya usul dan cara tersendiri untuk membangkitkan kembali seni gender di Buleleng. Selain menghidupkan kembali gendinggending sakral untuk dipentaskan dalam upacara-upacara keagamaan, seni gender juga kerap digunakan sebagai terapi kesehatan. Karena sejumlah gending pagenderan, seperti gending rundah, dipercaya sebagai lagu para dewa yang diturunkan melalui sabda atau wahyu kepada para leluhur umat Hindu. ''Ketika orang mendengarkan suara gender, maka orang itu akan merasa damai,'' katanya.

Mustika menceritakan dirinya sudah memainkan gender sejak umur 10 tahun. Ia berguru kepada seniman gender yang bernama Sriajeng (alm) di Desa Babakan Panji sekitar tahun 1950-an. Selama belajar dan memainkan gender memang banyak manfaat yang ia rasakan, terutama manfaat di bidang kesehatan. Misalnya, suara gender bisa menimbulkan rasa senang dan damai di hati, membangkitkan budi luhur atau suci dan merangsang rasa kasih sayang kepada sesama manusia. Dalam hal pengobatan, suara gender ini bisa menghilangkan rasa pusing-pusing kepala, bahkan stres pun bisa lenyap ketika memainkan atau mendengar alunan gending-gending gender. Selain itu, alunan gending gender juga mampu meredam rasa emosi dan egois, menghilangkan kemarahan, sekaligus membuat awet muda, sehat jasmani dan rohani.

Dengan manfaat seperti itu, sanggar sederhana milik Mustika yang dipakai sebagai tempat workshop seni gender di Desa Pemaron, Buleleng, selalu didatangi warga lokal atau wisatawan untuk belajar memainkan gender. Yang datang bukan hanya anak muda, namun juga para pejabat, mantan pejabat dan pensiunan pegawai negeri. Seperti Kepala Kantor Ksebanglinmas

Buleleng IGN Wirasena juga mulai aktif belajar gender di sanggar milik Mustika. Bahkan, salah seorang polisi dari Sukasada kini belajar serius memainkan gender di Desa Pemaron. ''Polisi itu punya penyakit jantung, namun setelah belajar seni gender, penyakit jantungnya tak pernah kumat,'' katanya.

Baik melatih atau berlatih seni gender, menurut Mustika, harus memiliki tingkat kesabaran yang ekstra. Kalau dulu murid mencari guru untuk belajar memainkan gender, kini guru dengan sabar mencari murid. Selain mencari, guru juga harus dengan sabar mengajarinya agar si murid tetap bisa bertahan. Selain itu belajar gender juga harus memiliki konsentrasi yang tinggi. Saat belajar memainkan gender seseorang tak bisa sambil memikirkan masalah lain, terutama masalah bisnis dan ekonomi. ''Kalau main gender sambil memikirkan bisnis, biasanya konsentrasi jadi hilang, bahkan bisa jadi lebih stres,'' katanya.

Kesimpulannya, terdapat banyak cara untuk bisa melestarikan kesenian gender di Buleleng. Jika seni gender meredup karena seni pewayangan juga nyaris pingsan, maka seni gender bisa dihidupkan tanpa harus berpaketan dengan seni pewayangan. Misalnya, satu seniman gender bisa mengajak anak-anak di sekitarnya untuk belajar gender setiap hari-hari libur.

Selain itu, warga juga harus dibangkitkan kesadarannya untuk menggunakan seni gender dalam setiap upacara-upacara keagamaan. Hotel-hotel dan restoran harus sedikit dipaksa untuk menggunakan seni gender sebagai salah satu bentuk hiburan penyambut tamu di hotel tersebut, selain hiburan seni klasik lainnya.

Seperti permintaan seniman gender Gusti Bagus Atmaja dari Bungkulan, pemerintah juga sebaiknya menggelar festival seni gender secara khusus. Khusus untuk terapi pengobatan, seni gender juga sebaiknya mendapat penelitian yang lebih serius agar seni itu bisa dikembangkan secara lebih bagus, bahkan bisa dijadikan sebagai daya tarik wisatawan yang memang menyukai hal-hal yang berbau budaya sekaligus spiritual. * adnyana ole source: BaliPost

cjdw 17-05-2008, 09:07 AM nice info ... kapan aku bisa ke Bali lagi ya ?? baru sekali doang jaman STM dulu :">

goesdun 19-05-2008, 04:42 PM Senin Paing, 19 Mei 2008 Forecast Denpasar* 25-30 C dan BERAWAN

Info : Helikopter Mendarat Darurat di SMPN 2 Denpasar Baling-baling Terlilit Benang Layang-layang Warga di Jalan Gunung Agung, Denpasar dikejutkan dengan raungan helikopter Sabtu (17/5) sore kemarin. Ternyata, helikopter milik perusahaan Derazona dengan lambung PK-DBE itu

mendarat darurat di lapangan SMPN 2 Denpasar. Warga pun sempat panik karena suara mesin helikopter tersebut begitu keras. http://www.balipost.com/balipostcetak/2008/5/18/HELY3.JPG Untungnya, kejadian itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Empat penumpang --dua lokal dan dua warga asing-- beserta kaptennya selamat dalam insiden tersebut. Kejadian itu merupakan musibah yang kedua kalinya dialami helikopter milik perusahaan Derazona. Sebelumnya, heli jenis ini juga jatuh di daerah Lebih, Gianyar. Informasi yang dihimpun Bali Post Sabtu kemarin, menyebutkan penyebab terjadinya pendaratan darurat itu lantaran baling-baling heli terlilit benang layang-layang. Ketut Suardana (37), salah seorang saksi yang tinggal di Banjar Semila Jati, menyatakan helikopter yang dipiloti Gangsar itu terbang dari arah barat.

Tepat di atas Lapangan Kompyang Sujana, helikopter tersebut terlihat sudah mengalami masalah. Baling-balingnya dililit benang nilon layangan warna putih. ''Saya lihat terbangnya (helikopter-red) makin merendah. Ternyata, mencari tempat pendaratan,'' kata pria yang juga berprofesi sebagai satpam SMPN 2 Denpasar saat ditemui di lokasi kemarin.

Suardana menyatakan helikopter yang disewa Air Bali itu mendarat di lapangan bola SMPN 2 Denpasar pukul 16.30 wita. Begitu mendarat dan mesinya dimatikan, benang layang-layang sepanjang 30 meter yang melilit di baling-baling pun mulai diputus. Sementara, keempat penumpang beserta pilotnya langsung keluar. ''Kebetulan lapangan ini (lokasi pendaratan-red) kosong. Biasanya anak-anak banyak bermain bola di sini,'' paparnya. http://www.balipost.com/balipostcetak/2008/5/18/HELY4.JPG

Saksi lain, Yohanes, juga menyatakan hal yang sama. Raungan helikopter yang begitu keras sempat menjadi perhatian warga. Bahkan, begitu hendak mendarat, debu di lapangan beterbangan. ''Helikopter itu mendarat dengan mulus, tanpa masalah. Kemungkinan mesinnya kekurangan tenaga karena dililit benang, pilotnya memilih mencari tempat pendaratan,'' ungkap saksi yang tinggal di Gang Yamuna, Denpasar ini.

Yohanes mengatakan benang layang-layang yang melilit itu telah diputuskan oleh petugas teknisi Air Bali. Benang itu selanjutnya diamankan sebagai barang bukti. Sementara, salah seorang petugas Air Bali mengungkapkan helikopter itu rencananya ke Sanur. ''Mereka dari Tanah Lot dan rencananya terbang ke Sanur,'' jelasnya.

Pantauan Bali Post hingga malam kemarin, helikopter yang disewa dari perusahaan Derazona oleh Air Bali itu masih nangkring di TKP. Tampaknya, helikopter tersebut tidak bisa diterbangkan hari itu juga karena mengalami masalah. Bahkan, kepala helikopter ditutupi kain. ''Mungkin, besok dievakuasi ke Bandara Ngurah Rai,'' ujar petugas Air Bali yang tidak mau menyebutkan namanya. (kmb21) source: BaliPost

goesdun 22-05-2008, 01:02 PM Kamis Kliwon, 22 Mei 2008 Forecast Denpasar* 25-30 C dan BERAWAN

Info : Dialog Balon Gubernur Bali di Unud..... Program Jaga Bali cenderung Manipulatif

Program para bakal calon (balon) Gubernur Bali dalam menjaga Bali dinilai tak utuh dan cenderung manipulatif. Sasaran-sasaran pembangunan yang ditawarkan sulit direalisasikan. Bahkan, dalam hal pengawalan terhadap lembaga tradisional dan hukum adat termasuk sektor pertanian, visi kandidat belum bisa dicermati penjabarannya.

Demikian mengemuka dalam gelar visi-misi dan dialog para kandidat/balon gubernur dan wakil gubernur Bali di kampus Unud, Senin (19/5). Dialog terbuka yang dibuka Rektor Unud Prof. Made Bakta ini mendapat respons serius dari kalangan kampus. Sejumlah guru besar dan mahasiswa terlihat memadati ruangan.

Para panelis yang dibagi dalam empat kategori meminta para kandidat memperjuangkan daya saing Bali dan strategi perlindungan atas tanah-tanah Bali. Panelis yang membidangi masalah kependudukan, hukum, serta tata pemerintahan Wayan P. Windia malah mengingatkan para calon gubernur untuk mendesain konsep yang utuh dalam menjaga radius kesucian pura pada masa-masa mendatang. Para kandidat juga diminta membangun daya tawar hukum adat dalam menjaga Bali, karena secara nasional daya tawar hukum adat relatif lemah. ''Kandidat idealnya memiliki konsep yang terukur dalam menjaga Bali ke depan, bukan konsep yang sifatnya anganangan,'' ujarnya.

Prof. Dr.ing. Made Merta bahkan menilai konsep para kandidat dalam membangun sektor pertanian Bali cenderung manipulatif. Tawaran solusi menjaga Bali dari sektor pertanian yang diajukan para kandidat dinilai jauh dari kondisi Bali saat ini. Ia mendesak para kandidat membuat grand design yang jelas dalam mengelola Bali, bukan malah menjadi calon pemimpin yang terobsesi untuk menjual Bali dengan dalih kemajuan dan investasi.

Dua panelis lainnya, Dr. Nyoman Norken, M.Sc. dan Prof. dr. Muninjaya, M.Sc. lebih banyak mengkritisi visi/misi para kandidat dari sisi penyelamatan tata ruang, lingkungan, kesehatan, pendidikan serta sosial kebudayaan. Para panelis ini juga meminta para kandidat gubernur memiliki desain yang jelas dalam menyelamatkan lingkungan Bali, termasuk menata transfortasinya. Dalam bidang pendidikan, konsep pembangunan yang dirujuk hendaknya mengarah pada peningkatan SDM yang handal, bukan pada politisasi pendidikan untuk kepentingan pencitraan.

Merespons pertanyaan dan kritikan para panelis, umumnya para kandidat mengaku akan melakukan program-program strategis dalam menjaga Bali. Mangku Pastika misalnya, secara gamblang mengaku akan meningkatan pendapatan daerah Bali minimal dua kali lipat dari saat ini. Caranya, harus ada program-program yang terukur dan pengalokasian anggaran daerah yang lebih jelas. ''Saat ini APBD banyak lari pada pos-pos yang tidak jelas. Semestinya program pendampingan dalam berbagai sektor dimatangkan,'' ujarnya.

Cok Budi Suryawan juga mengaku tetap akan komit memberdayakan pertanian. Caranya, dengan meningkatkan kontribusi pada subak. Ia juga mengaku akan melibatkan tim-tim ahli untuk

mendesain pembangunan Bali sesuai harapan krama Bali. Sedangkan Prof. Winasa mengaku akan melakukan proteksi kebijakan sektor pertanian.

Dalam urusan tata pemerintahan, para kandidat mengaku akan mengotimalkan koordinasi yang selama ini dinilai sangat buruk. Para kandidat melihat koordinasi menjadi strategis dan bisa diwujudkan, mengingat gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. (dir) source: BaliPost

goesdun 23-05-2008, 03:50 PM Jumat Umanis, 23 Mei 2008 Forecast Denpasar* 24-30 C dan BERAWAN

Info : Sorotan atas Visi dan Misi Cagub... Carut Marut Tata Ruang, Masalah Besar Menjaga Keutuhan Bali

Visi dan misi tiga calon gubernur (cagub) Bali masih banyak mengandung kelemahan. Visi dan misi mereka terkesan kurang aplikatif sehingga sangat sulit direalisasikan. Bahkan, tak satu pun cagub melontarkan visi-misi menyelamatkan tanah Bali, khususnya subak dari ancaman alih fungsi. Bagaimana seharusnya mendesain penyelamatan tata ruang Bali?

================================================== ========

Eksploitasi besar-besaran tanah-tanah Bali untuk kepentingan memenuhi selera investor pariwisata sampai kini belum bisa direm. Lahan subur dicaplok untuk hotel. Kawasan suci yang dilindungi dirambah vila. Radius kawasan suci pura terkoyak oleh munculnya vila liar. Penghentian pembangunan hotel sudah pernah digaungkan ketika Gubernur Bali Prof. IB Oka. Gubernur Bali Drs. Dewa Beratha melalui visi dan misi Bali Dwipa Jaya melontarkan kembali di hadapan DPRD Bali pada pencalonan yang kedua.

Sayangnya kasus-kasus pencaplokan kawasan suci masih tetap marak. Kasus vila di lereng Danau Buyan menunjukkan betapa begitu buruknya koordinasi pejabat dan Dewan di tingkat I dan II. DPRD Bali melalui Ketua Komisi III Drs. Wayan Gunawan mengharamkan lereng Danau Buyan dibanguni vila, sementara DPRD Buleleng menghalalkan. Umat kebingungan mau dibawa ke mana kawasan suci oleh para pejabat.

Kalau dibiarkan radius kawasan suci dicaplok vila, dosen Fakultas Teknik Unud Prof. Dr. Ketut Kinog dalam seminar di FT Unud, Kamis (22/5) kemarin, mencemaskan dampaknya. Sebab, tak hanya kerusakan fisik dan ekonomi bahkan sampai spiritual. Secara spiritual, menjamurnya hotel/vila di kawasan suci menyebabkan lunturnya aspek kehidupan spiritual umat. Umat akan merasakan makin hambarnya fungsi tempat ibadah dan tempat-tempat suci. Lebih-lebih kalau masyarakat setempat bersikap permisif atas vila liar itu.

Karena itu panelis bidang hukum dan pemerintahan Wayan P. Windia pada debat cagub mengharapkan para calon gubernur perlu mendesain konsep yang jelas dan utuh untuk menjaga kesucian pura sebagai implementasi penyelamatan tata ruang Bali ke depan. Kandidat

diharapkan mempunyai konsep yang terukur dan jelas dalam menjaga Bali ke depan. ''Bukan sekadar konsep yang sifatnya angan-angan dan tak jelas,'' katanya.

Penekanan hampir senada disampaikan panelis bidang peertanian, Prof. Dr. Ing. Made Merta. Dia memandang konsep kandidat dalam membangun sektor pertanian cenderung manipulatif. Solusi yang ditawarkan jauh dari kondisi Bali sesungguhnya. Padahal budaya agraris di Bali menjadi daya tarik pariwisata budaya Bali. Untuk itu perlu desain yang jelas dari para cagub dalam mengelola Bali agar tak terkesan calon pemimpin terobsesi menjual Bali dengan dalih kemajuan dan investasi.

Reinvestasi

Dari visi dan misi cagub di Unud itu makin menguatkan indikasi kemampuan para cagub untuk melakukan pembelaan terhadap adat, budaya dan lingkungan masih belum memadai.

Realitas saat ini menunjukkan masyarakat adat dan budaya belum mendapatkan reiinvestasi untuk pelestarian budaya dan sumber daya alamnya dari kemajuan pariwisata. Pejabat yang diharapkan mampu menyelamatkan tanah pertanian subur, justru tak mengambil kebijakan yang efektif untuk menurunkan degradasi tanah-tanah subak.

Ketua panitia visi dan misi cagub. Prof. Dr. Wayan Suparta, Kamis kemarin mengatakan terjadinya degradasi areal subak mencerminkan makin menurunkan kemampuan para pejabat terkait melakukan pemberdayaan terhadap subak. Padahal pemberdayaan dimaksudkan untuk

menjaga palemahan subak serta mendidik generasi penerusnya agar mampu melestarikan nilainilai luhur yang melekat pada subak tersebut.

Suparta memandang pemberdayaan subak dapat dilakukan dengan mensinergiskan pembangunan pertanian, pariwisata dan industri kecil. Ketiga sektor prioritas itu diharapkan berkembang secara seimbang. Tak seperti saat ini sektor pariwisata berkembang pesat, sementara sektor pertanian terus mengalami penurunan. Hal ini berdampak buruk terhadap ditelantarkannya subak. Tanahtanah subak di kota dicaplok menjadi pemukiman. Pada gilirannya subak di kota akan habis. Tak ada desain jelas penyelamatan subak.

Suparta berharap para cagub mendesain programnya secara utuh untuk penyelamatan Bali. Bali mesti dipandang sebagai satu-kesatuan yang utuh. Dari pandangan yang utuh itu akan tercermin bagaimana cagub mengelola secara utuh Bali dari perspektif tata ruang, adat, budaya, kesucian, ekonomi dan keamanan Bali. ''Inilah frame besar yang harus dikelola dengan baik oleh para cagub agar terjadi keseimbangan dan sinergis antara unsur-unsur yang mendukung keutuhan Bali. Selain itu keseimbangan antara simpul-simpul pembangunan antara di Bali Barat sampai ke Timur dan dari Utara sampai ke Selatan.

Dia menyesalkan persoalan Bali makin kompleks. Pembangunan makin timpang, koordinasi antarlini makin buruk dan digadaikannya tata ruang Bali untuk investor nakal. Ironisnya, pelanggaran perda tata ruang yang tak mampu ditegakkan oleh pejabat. Bahkan, Kinog mengkhawatirkan persoalan bertambah rumit manakala pejabat daerah bermain kongkalikong dengan investor nakal. Akibatnya, kata Suparta, implementasi perda tata ruang tak jalan,

supremasi hukum mandek dan pengawasan oleh pejabat juga tak jalan,'' kata Guru Besar FP Unud itu.

Carut-marut tata ruang menjadi persoalan besar dalam menjaga keutuhan Bali. Solusinya, seorang cagub tak hanya dituntut memiliki kecerdasan dan kemampuan juga keberanian. Ketiga unsur ini harus dimiliki oleh seorang cagub. Saat ini keberanian dan ketegasan pejabat yang diberikan kewenangan untuk itu masih kurang. Karena itu, seorang cagub diharapkan berani menindak para investor nakal yang mencabik-cabik perda tata ruang dan kawasan suci. Jika syarat keberanian tak dimiliki seorang cagub, pada akhirnya pejabat akan menjadi objek negosiasi oleh investor. Ketika posisi tawar pejabat melemah terhadap investor, habislah Bali. Saran-saran dari visi dan misi cagub itu akan dituangkan dalam rekomendasi. Proses formulasinya akan didebatkan dalam forum rektor, Sabtu (24/5) besok. (sua) Source: BaliPost

KingdomZ 23-05-2008, 08:34 PM Gw di Bali juga nih kk GoesDun, nice berita2 nya :))

goesdun 24-05-2008, 10:43 AM Sabtu Pahing, 24 Mei 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info :Revitalisasi Gambang Buleleng-Ramuan Seni Baru dari Perpaduan Seni Langka

Sebagai daratan yang memiliki peradaban yang cukup tua, Kabupaten Buleleng memang memiliki banyak jenis kesenian klasik. Salah satunya adalah jenis gamelan gambang yang diyakini sudah ada di Buleleng ketika Majapahit belum memberi pengaruh terhadap kehidupan seni-budaya Bali. Seperti juga kesenian klasik lain, seni gambang kini nyaris tak pernah terdengar gaungnya. Bahkan, keberadaannya pun kini makin langka. Meski begitu, sejumlah seniman gambang di Bali Utara mulai mengambil ancang-ancang untuk menghidupkan kembali seni tua itu. Caranya antara lain seni gambang dipadukan dengan seni klasik lain seperti seni okokan, seni ngoncang dan sunari. Apakah dengan cara seperti itu gambang bisa dikenal kembali salah satu jenis kesenian Bali yang adiluhung?

=====

SELAIN di Buleleng gambang juga ada di daerah lain seperti Tenganan dan Bebandem (Karangsem), Singapadu, Saba dan Blahbatuh (Gianyar), Kesiut (Tabanan) serta Kerobokan dan Sempidi (Badung). Di Buleleng sendiri keberadaan gambang tak lebih dari 10 buah. Di Kecamatan Tejakula tertinggal hanya satu kelompok seni gambang, di Kecamatan Kubutambahan satu kelompok, di Kecamatan Sawan satu kelompok, di Kecamatan Buleleng terdapat dua kelompok, di Kecamatan Sukasada dua kelompok, dan di Kecamatan Banjar satu

kelompok.

Anggota kelompok itu pun jumlahnya tidak banyak. Paling hanya satu atau dua orang yang benar-benar mahir memainkan gamelan gambang. Selain jumlahnya sedikit, intensitas pergelarannya juga sangat langka. Ini terjadi karena sebagai seni klasik dan disakralkan, gambang tak bisa dipentaskan di sembarang tempat. Gamelan itu hanya dimainkan pada saat upacara-upacara ngaben.

Di Padangbulia, misalnya, gambang yang dipercaya sudah ada sejak desa itu dibangun hanya dipentaskan saat upacara ngaben dan odalan. Dan, sangat jarang dikeluarkan pada hari-hari biasa. Karena tidak populer, warga di Padangbulia tidak banyak yang tertarik untuk mendalami seni gambang. Namun begitu, ternyata masih tetap saja ada sejumlah warga yang begitu setia menggeluti gambang. Salah satunya adalah Jero Dalang Made Wijana. Artinya, di desa tempat gambang itu disemayamkan saja tidak begitu dikenal dekat oleh warganya, apalagi di desa lain yang tak memiliki gamelan gambang.

Menurut Jero Dalang Made Wijana, gambang yang kini disakralkan di Desa Padangbulia memiliki sejarah cukup panjang. Konon gambang itu sudah ada pada zaman kebesaran Patih Kebo Iwa yang memang dipercaya pernah tinggal di Desa Padangbulia. ''Bekas-bekas tapak kaki Kebo Iwa masih ada di Padangbulia,'' kata Jero Dalang Wijana.

Saat Kebo Iwa di Padangbulia itu, kata Jero Dalang Wijana, gamelan gambang mulai dibuat lalu menjadi peninggalan suci hingga kini. Menurut Jero Dalang, gamelan gambang itu dianggap

sakral dan hanya dipentaskan pada saat upacara pitra yadnya. ''Gambang sendiri terdiri atas dua suku kata ''ga'' dan ''mbang''. ''Ga'' berarti jalan, ''mbang'' artinya kesunyian. Gambang artinya penuntun jalan bagi sang Atma menuju ke Sunialoka,'' terangnya.

Mungkin karena fungsi gambang secara spiritual untuk menuntun atma ke wilayah sunyi itulah maka nasib gambang sendiri hingga kini tetap sunyi. Anak-anak muda lebih suka memainkan gamelan gong kebyar yang dianggap bisa memberikan ruang lebih besar untuk eksis dan dikenal oleh publik yang lebih luas. Bahkan dalam pergaulan kesenian anak muda, gambang dinilai sebagai jenis kesenian yang khusus digeluti para orang tua, sehingga mereka mungkin akan belajar gambang ketika mereka sudah memasuki usia tua.

Paduan Seni Langka

Meski sunyi, seniman gambang tampaknya tak pernah menyerah untuk berjuang melestarikan kesenian gambang di Bali. Jero Dalang Made Wijana kini bahkan mulai membuat gamelan gambang baru yang secara khusus akan dipadukan dengan jenis-jenis kesenian lain. Gambang yang dibuat Jero Dalang ini bentuk dan nadanya tetap sama dengan gambang peninggalan nenek moyangnya di Padangbulia. Namun gambang itu akan digunakan dalam pergelaran yang lebih profan, misalnya sebagai seni pertunjukan yang dipadukan dengan alat gamelan lain.

Jero Dalang yakin nada-nada yang ada pada gamelan gambang memiliki keserasian dengan alat-

alat gamelan baru. Apalagi hingga kini nada-nada yang dihasilkan gamelan gambang tidak jelas antara nada pelog atau selendro. ''Ada yang bilang gambang itu pelog, ada yang bilang selendro, tapi bagi saya pelog atau selendro tetap sama asalkan bagus didengar telinga,'' katanya.

Buktinya, dari hasil eksperimen yang dilakukan Jero Dalang beberapa bulan ini, gambang ternyata memiliki kecocokan dengan jenis gamelan lain. Ia pernah memadukan gambang dengan angklung yang menghasilkan nada perpaduan cukup bagus. Selain angklung, ternyata gambang juga kerap disandingkan dengan Gong Gede. Menurutnya, berbagai eksperimen bisa dilakukan agar gambang bisa dikenal kembali. ''Sebagai dalang, saya juga ingin memainkan wayang dengan iringan gambang,'' katanya.

Wayan Sujana, pinisepuh Sanggar Santi Budaya, Singaraja, juga mulai mengembangkan eksperimen untuk mengembangkan seni gambang di Buleleng. Dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-30 ini, Sujana bersama seniman-seniman muda di Buleleng membuat sebuah garapan seni gambang yang digabungkan dengan okokan, sunari atau suling dan seni ngoncang. Okokan dan ngoncang juga termasuk seni langka di Buleleng.

Kini seni ngoncang dengan ketungan (tempat penumbuk padi) saat ini hanya bisa ditemukan di Dusun Kedu di Panji, Suwug Sabi dan Banyuning. Sementara okokan ditemukan di desa-desa yang masih memiliki tradisi sapi grumbungan, seperti Desa Kaliasem, Banjar Tegal, dan Bebetin. Namun Sujana berkeyakinan ketika semua seni langka itu digabung tentu akan menjadi kesenian baru yang unik. ''Kini tinggal bagaimana menggarap semua seni langka itu menjadi satu seni pertunjukan yang enak,'' ujarnya.

Sujana mengakui kesenian gambang memang termasuk seni sakral yang tak bisa dipentaskan pada sembarang waktu dan tempat. Namun sebagai upaya pelestarian sekaligus pengembangan, seni gambang juga sebaiknya diberikan ruang yang baru dengan cara penggarapan yang baru namun tetap memiliki nilai-nilai kesakralan. ''Nilai-nilai kesakralan bisa tetap menempel dalam produk seni baru itu,'' ujarnya.

Sebab, menurut Sujana, di Bali atau dalam kebudayaan Hindu, nilai-nilai kesakralan selalu ada dalam setiap produk kesenian. Namun tidak setiap jenis kesenian dianggap sakral. Strategi pengembangan seperti ini sesungguhnya sudah banyak dilakukan seniman sejak zaman dulu, misalnya tari Sanghyang yang sakral diambil semangatnya untuk menjadi tari Cak yang lebih profan. Masalah apakah kesenian baru itu disukai atau tidak, diterima atau tidak, berkembang atau tidak, hal itu tergantung dari keseriusan penggarapannya. Jika digarap asal-asalan, tentu saja seni yang baru itu nasibnya bisa lebih sunyi dari seni sakral. * adnyana ole source: BaliPost

goesdun 25-05-2008, 08:44 PM Gw di Bali juga nih kk GoesDun, nice berita2 nya :))

ne bale banjar Bali, ikut ramekan. Thanks.

goesdun

26-05-2008, 08:54 AM Senin Wage, 26 Mei 2008 Forecast Denpasar* 24-31 C dan BERAWAN

Info : Bank Dunia Bantu Peningkatan Sektor Swasta di Bali

ADAM SACK sebagai IFC (International Finance Corporation) Country Manager untuk Indonesia berkunjung ke kantor Gubernur Bali sekaligus juga untuk menandatangani nota kesepakatan dengan Gubernur Bali Dewa Beratha, Jumat (23/5). IFC yang merupakan bagian dari Grup Bank Dunia yang berfokus pada peningkatan sektor swasta melalui berbagai program, di antaranya adalah program penyederhanaan perizinan. Program National OSS bermitra dengan Depdagri untuk menghasilkan panduan yang dipergunakan sebagai acuan nasional bagi daerah yang ingin membangun Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Penandatanganan sekaligus juga pertemuan itu bertempat di ruang tamu Gubernur Bali, berlangsung dengan penuh keakraban dan dihadiri oleh Chief Financial Officer Bank Dunia Vincenzo La Via, Brigit Helms yang merupakan IFC Indonesia Head of Advisory Service dan dua pejabat dari Depdagri.

Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan perwujudan kemitraan antara Propinsi Bali dan IFC. MoU ini mengukuhkan posisi Propinsi Bali sebagai propinsi pelopor di Indonesia dalam pelaksanaan model pendukungan pertumbuhan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang bertumpu pada propinsi.

Dalam model yang akan dibentuk ini peranan propinsi adalah sebagai pendukung, motivator, pengarah, sekaligus pengawas. Adapun Bali ditunjuk sebagai role model karena Bali dikenal sebagai propinsi yang memiliki komitmen yang sangat kuat bagi pengembangan sektor swasta di daerahnya.

Dalam kesempatan itu pula, Vincenzo La Via menyampaikan penghargaan terhadap Gubernur Bali karena telah menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Gubernur Bali menyampaikan pula terima kasih atas bantuan dan dukungan yang diberikan oleh Grup Bank Dunia terhadap Propinsi Bali untuk peningkatan perekonomian di propinsi Bali. (r/*) source: BaliPost

goesdun 26-05-2008, 09:30 AM DI bidang seni budaya, tiap-tiap banjar se-Desa Bedulu memiliki seperangkat gambelan, di samping itu juga telah berdiri sanggar-sanggar seni tabuh dan seni tari serta sekaa wayang, topeng, sekaa santhi, rejang dan baris serta sekaa tabuh wanita.

Secara etimologi nama Bedulu berasal dari ata ''Bedahulu'' seperti terdapat dalam kitab Negara Kertagama yang ditulis Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi. Pada pupuh XIV bait nomor 3 antara lain disebutkan bahwa negara bawahan di sebelah timur Jawa antara lain Bali dengan negara yang penting Badahulu dan Lwa Gajah. Kata ''Badahulu'' terdiri atas kata ''bada'' yang

berarti tempat dan ''hulu'' yang berarti pemimpin, penghulu atau raja.

Dengan demikian Badahulu seperti disebutkan dalam Negara Kertagama berarti tempat para pemimpin atau raja (istana raja). Dan, dengan kata lain Badahulu yang sekarang menjadi Bedulu adalah suatu tempat penting pada masa Bali kuno sebagai tempat para pemimpin atau istana raja dalam mengendalikan pemerintahan di Bali. Sedangkan ''Lwa Gajah'' dapat diidentifikasikan sebagai Goa Gajah. ''Lwa'' artinya air dan ''Gajah'' artinya gajah. Jadi Lwa Gajah berarti air yang keluar dari patung gajah seperti masih dapat disaksikan sekarang ini di Goa Gajah berupa arca pancuran yang terletak di depan pintu masuk goa yang dulunya ditemukan di sekitar kolam. Desa Bedulu mempunyai 24 buah pura dan 20 buah berisi peninggalan purbakala.

Keberadaan benda-benda peninggalan purbakala ini mempunyai peranan penting bagi umat Hindu setempat. Hal ini dapat disaksikan pada saat diselenggarakannya upacara piodalan di Pura-pura untuk memohon keselamatan dan kemakmuran bagi masyarakat. Sumber daya alam berupa tambang yang terdapat pada tebing Sungai Petanu sebagai sumber batu padas untuk bahan bangunan stil Bali sangat menjanjikan bagi warga setempat.

Desa Pakraman Bedulu tidak memiliki areal hutan tetapi di pinggir Sungai Petanu tumbuh tanam-tanaman yang membentuk hutan-hutan kecil sehingga dapat berfungsi sebagai area konservasi alam dan lingkungan. Potensi sumber daya alam berupa mata air dan sumber air tanah yang dimiliki Bedulu dapat berperan sebagai sumber pengairan irigasi. Di antaranya, pancuran Goa Gajah, Beji Samuantiga, dan Pura Dedari. Desa Bedulu mempunyai kekunoan yang cukup banyak dan beraneka ragam.

Di samping Goa Gajah dan Relief Yeh Pulu, juga terdapat situs peninggalan purbakala lainnya seperti Pura Jero Agung. Menurut Drs. A.A. Gede Oka Astawa, salah seorang tokoh masyarakat setempat yang juga peneliti dari Balai Arkeologi Denpasar, keunikan ditemukan di pura yang piodalannya jatuh pada Purnama Sasih Asada ini yakni selalu menggunakan Damar Kurung (lampu yang terbuat dari kelapa dan diletakkan dalam keranjang).

Damar kurung ini dipasang atau digantung di masing-masing penjor yang dipasang di depan pintu atau candi kurung pura tersebut. Melalui sinar yang dipancarkan oleh damar kurung itu sebagai pertanda terhadap Jawa (Majapahit) bahwa masyarakat di Badahulu (Bali) sedang melakukan upacara di Pura Jero Agung yang merupakan istana raja Bali kuno Astasura Ratna Bhumi Banten, yang ditundukkan oleh Majapahit. Keunikan lainnya di Pura Jero Agung yakni menggunakan daging ayam yang kalah dalam sabungan (becundang).

Ditambahkan, peninggalan arkeologi yang ditemukan di situs Jero agung dan sekitarnya antara lain temuan pada masa prasejarah berupa sarkofagus yang ditemukan oleh penduduk tahun 1973 pada saat mengerjakan tanah untuk meciptakan. Temuan ini terdiri atas wadah dan tutup. Selain itu ditemukan beberapa fragmen sarkofagus lainnya. Di tahun 2002 pada sebidang tanah yang sangat dikeramatkan oleh masyarakat setempat ditemukan pecahan gerabah, keramik, struktur dan lain-lain. Temuan ini ditindaklanjuti dengan melakukan ekskavasi pada bulan Juli 2004, selama 12 hari dan berhasil membuka kotak sebanyak 10 buah.

Pada umumnya, benda-benda peninggalan purbakala yang ada di Desa Pakraman Bedulu berasal

dari masa prasejarah, seperti alat-alat batu, tulang, peti batu, nekara perunggu dan sebagainya dan yang berasal dari masa sejarah atau masa klasik (masa pengaruh Hindu-Buddha) misalnya stupika dan meterai tanah liat, prasasti, arca-arca, candi dan lain-lain. Peninggalan-peninggalan ini sebagian besar ditemukan di antara Sungai Petanu dan ditempatkan di Pura-pura. (dar) source: BP

goesdun 27-05-2008, 10:43 AM Selasa Kliwon, 27 Mei 2008 Forecast Denpasar* 25-30 C dan BERAWAN

Info : Kenaikan Harga BBM -> Berpengaruh pada Paket Wisata

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang mencapai rata-rata 28,7 persen berimplikasi luas. Tarif angkutan wisata di Bali juga terkena imbasnya. Dalam waktu dekat Persatuan Angkutan Wisata Bali (Pawiba) dan Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali akan segera membahas rencana kenaikan tarif angkutan wisata. Diperkirakan kenaikan tarif angkutan antara 10 - 15 persen. Apa dampak ikutan dari kenaikan harga BBM?

================================================== ========

WAKIL Ketua Pawiba Yus Artana mengisyaratkan, kenaikan tarif angkutan wisata di Bali antara 10 - 15 persen, sesuai dengan batas maksimal yang direkomendasikan Menteri Perhubungan.

"Kami sudah menyusun usulan kenaikannya, yang dalam waktu dekat akan kami ajukan kepada mitra kami, Asita Bali," ujar Yus di Denpasar, Senin (26/5) kemarin.

Ditambahkannya, di Bali angkutan wisata terbagi menjadi dua. Untuk angkutan domestik menggunakan tarif rupiah, sementara angkutan turis asing menggunakan dolar AS. Untuk angkutan turis domestik tarifnya disepakati sesuai dengan jauh/dekat rute yang akan ditempuh serta sesuai daya muat kendaraan yang dipakai. Rencananya, tarifnya dinaikkan 10 persen.

Sementara untuk tarif angkutan turis asing menggunakan dolar AS dengan kurs antara Rp 8.500 9.000/dolar AS. Sebelum adanya kenaikan, untuk tarif tur full day kategori small bus tarifnya 121 dolar AS, medium bus 228 dolar AS dan big bus bertarif 285 dolar. Sesuai usulan Pawibam, tarif tiga kategori ini akan naik 15 persen.

Wakil Ketua Asita Bali Ketut Ardana mengatakan bisa memahami aspirasi Pawiba. Oleh karena itu, pihaknya masih menunggu surat resmi dari Pawiba, sehingga nanti bisa dikomunikasikan berapa kira-kira kenaikan tarif yang bisa diterima oleh semua pihak. Dia berharap kenaikan tarif angkutan wisata di Bali tidak lebih dari 10 persen.

Sambil menunggu kesepakatan yang baru mengenai tarif, Ardana meminta Pawiba agar tetap menerapkan tarif yang disepakati sebelumnya. Artinya, jangan sampai menaikkan secara sepihak. Di sisi lain, kenaikan harga BBM ini akan berpengaruh pada paket-paket wisata yang telah disepakati dengan mitra usaha di luar negeri.

Namun, Ardana mengaku tidak terlalu khawatir karena mitra usaha di luar negeri bisa memahami kondisi fluktuasi harga BBM di Indonesia. Sebab, harus jujur diakui, harga BBM di Indonesia termasuk yang paling murah di dunia. "Apalagi dalam tradisi bisnis, kami biasanya menyertakan klausul mengenai kondisi darurat, force majeur," ujar Ardana.

Yang menarik, baik Ardana maupun Artana, sepakat bahwa di atas semua itu, yang menjadi concern dari Pawiba dan Asita Bali; jangan sampai ada gelojak gara-gara kenaikan harga BBM. Bisa saja keputusan kenaikah harga BBM akan merugikan pelaku bisnis dan pekerja, tetapi kalau sampai terjadi gejolak, justru kehancuran yang dituai.

Dihubungi terpisah, Ketua DPC Serikat Pekerja Pariwisata (FSP-Par) Badung Putu Satyawira mengatakan, agar tidak terjadi gejolak, pola penyelesaian bipartit sebaiknya makin diintensifkan. Di mana pengusaha/manajemen dan wakil pekerja/serikat pekerja duduk satu meja membicarakan permasalahan yang timbul sebagai dampak kenaikan BBM. "Kondisi masingmasing perusahaan tentu berbeda, sehingga pendekatannya berbeda pula. Yang penting ada kejujuran dari masing-masing pihak," ujar Satyawira.

Kalau memang kondisi perusahaan tidak memungkinkan untuk menaikkan transportasi dan hal itu diketahui secara terbuka oleh karyawan, maka tidak mungkin dipaksakan. Barangkali alternatif lain bisa dijalankan misalnya melakukan penghematan. Di hotel, misalnya, penghematan air, listrik, gas dan pemanfaatan kembali kertas bekas untuk memo internal.

Sebaliknya, lanjut Satyawira, kalau memang kondisi keuangan perusahaan memungkinkan, maka

kenaikan tunjangan transportasi bagi pekerja harus dilakukan. Apalagi secara normatif, kemungkinan peninjauan kembali uang transportasi itu telah diatur dalam dokumen Perjanjian Kerja Bersama (PKB). "Dalam salah satu klausulnya, memang kalau ada kenaikan harga BBM, maka uang transportasi ditinjau lagi," ujarnya.

Di Jakarta, Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi saat bertemu Menakertrans Erman Suparno mengimbau pengusaha di seluruh Indonesia agar segera menaikkan tunjangan pekerja. Antara lain menaikkan tunjangan makan dan transportasi sesaat setelah pemerintah mengumumkan kenaikan 28,7 persen harga bahan bakar minyak bersubsidi akhir pekan lalu.

Dalam perkenalan pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) periode 2008 - 2013 dengan Menakertrans, belum lama ini, Sofjan mengatakan pengusaha bisa memahami alasan kenaikan harga BBM bersubsidi karena membebani keuangan negara. Sebab, kalau tak kunjung dinaikkan, subsidi negara bisa mencapai ratusan trilyun rupiah.

Menakertrans mengatakan, dewan pengupahan daerah yang terdiri atas unsur pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja akan membahas tingkat kebutuhan hidup layak (KHL) pekerja mulai bulan depan. Hasil perhitungan itu akan dipakai pemda sebagai dasar menentukan upah minimum propinsi atau kabupaten/kota. Pemerintah menginginkan tak terjadi PHK.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Myra Maria Hanaratani menambahkan, pemerintah tetap memegang komitmen pengusaha menambah tunjangan untuk pekerja. Sebelumnya, Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi menegaskan

bahwa realisasi kenaikan tunjangan tersebut merupakan hasil negosiasi bipartit antara pengusaha dan pekerja. (gre) source: BP

goesdun 27-05-2008, 10:45 AM Maria Pecahkan Rekor ASEAN

Maria Natalia Londa berhasil memecahkan rekor ASEAN pada kejuaraan atletik junior (U-18) di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, yang berlangsung 22-23 Mei lalu. Atlet lompat jauh putri Bali itu mencatat prestasi 6 meter, melampaui rekor sejauh 5,68 meter yang sebelumnya dipegang atlet Thailand.

Maria sekaligus menyumbangkan satu-satunya medali emas bagi kontingen Indonesia. Total tuan rumah yang meraih 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. ''Indonesia bercokol di urutan keempat di bawah Thailand, Malaysia, dan Vietnam,'' sebut Maria di Denpasar, Senin (26/5) kemarin.

Ia tidak turun di nomor lompat jangkit karena tidak dipertandingkan. Maria akan kembali dipanggil PB PASI guna berlaga di ajang Kejuaraan Atletik Asia Junior di Jakarta, 12-15 Juni mendatang. Lomba ini melibatkan 45 negara.

Siswi kelas II IPS-2 SMAN 2 Denpasar itu berharap bisa tampil maksimal dan tidak cedera serta mencapai puncak penampilan pada PON XVII di Kaltim. ''Saya berdoa supaya tak cedera lagi,''

jelas atlet kelahiran Denpasar pada 29 Oktober 1990 ini.

Maria tetap giat berlatih meskipun saat ini sedang menempuh ujian di sekolahnya. ''Saya harus pintar membagi waktu antara latihan dan belajar,'' katanya. (022) source: BP

goesdun 29-05-2008, 09:43 PM Kamis, 29 Mei 2008 Forecast Denpasar* 24-29 C dan BERAWAN

Info : A. Jelang Kongres Kebudayaan Bali : Lindungi Pertiwi Bali, Lestarikan Budaya B. 25 PEMBICARA LOKAL TAMPIL DALAM KONGRES KEBUDAYAAN BALI

-------------A. Jelang Kongres Kebudayaan Bali : Lindungi Pertiwi Bali, Lestarikan Budaya

Lama digagas, akhirnya Kongres Kebudayaan Bali I positif akan digelar pertengahan Juni mendatang ini. Kongres kebudayaan tersebut menurut rencana akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Sabtu (14/6) mendatang, beberapa jam sebelum dibukanya pawai PKB ke-30. Pembukaan kongres berlangsung di Inna Grand Bali Beach, Sanur, diikuti sekitar 400 peserta dari Bali, luar Bali dan luar negeri.

-------------

Demikian terungkap saat rapat panitia kongres di aula Dinas Kebudayaan Bali, Selasa (27/5). Panitia kongres Wayan Geriya mengatakan, peserta kongres 60 persen adalah tokoh, pakar, seniman dan budayawan Bali, 25 persen dari luar Bali (nasional) dan 15 persen dari luar negeri -semuanya berjumlah sekitar 400 orang.

Dalam kongres itu, kebudayaan akan dibedah dari berbagai perspektif, lintas budaya, dan lintas ilmu. Dengan demikian diharapkan muncul pemikiran-pemikiran cerdas dan bernas. "Melalui kongres ini diharapkan sisi positif dan sisi buram budaya bisa dikenali, apa tantangan dan masalah yang dihadapi, kemudian dicarikan solusi. Dengan demikian budaya betul-betul membawa kemajuan adab dan persatuan, kebangkitan estetika dan budi luhur," ujar Wayan Geriya sembari menyebut budaya tidak hanya lestari, tetapi juga mesti berkembang dan ada penemuan-penemuan baru (inovasi).

Pantia lainnya, Prof. Wayan Dibia, juga mengatakan hal senada. Dikatakan, budaya Bali sudah berkembang, tidak hanya menjadi bagian dari budaya Indonesia, tetapi juga sudah mempengaruhi budaya dunia. Hal itu tampak sejak ditampilkannya Gong Peliatan di Paris tahun 1931. "Jadi, gamelan Bali juga telah mempengaruhi teater modern Barat," ujar Dibia.

Sementara Prof. Wayan Rai S. menambahkan, kearifan budaya Bali seperti sekaa gamelan sudah diadopsi oleh para seniman di Amerika.

Di sisi lain, Prof. Wayan Supartha, juga panitia kongres, berharap makin banyak kearifan budaya Bali dapat mempengaruhi pola pikir dunia -- menjadi falsafah dasar kehidupan dunia. Bali memiliki konsep penghargaan terhadap semua yang ada di muka bumi yakni sarwa prani hitang karah. Dalam memahami konsep ini, tentu tidak ada arogansi dari yang kuat terhadap yang lemah. Demikian juga konsep cecupu manik yang saling memerlukan dan bergantung. Dalam konteks kehidupan, manusia sangat bergantung pada lingkungan. Karena itu hubungan harmonis penting dijaga antara manusia dengan lingkungan.

"Dalam kongres kebudayaan nanti diharapkan muncul gagasan-gagasan cemerlang terhadap konsep-konsep yang ada untuk kepentingan global. Ada semacam letupan hati dari kongres yang dapat menggetarkan dunia," ujar Supartha sembari mengatakan, tanah-tanah Bali sudah mengalami himpitan dari serbuan vila dan bangunan lain. Karena itu perlu ada perlindunganperlindungan terhadap pertiwi Bali, agar masyarakat bisa melestarikan budaya.

"Bagaimana kita bisa berbudaya kalau tanah Bali sudah banyak dikuasai oleh orang yang bukan krama Bali," katanya.

Kadisbud Bali Nyoman Nikanaya mengatakan dasar pembangunan Bali adalah kebudayaan, karena itu kongres ini memiliki makna strategis untuk melahirkan pemikiran-pemikiran bernas untuk melestarikan budaya Bali. Kongres berlangsung selama tiga hari hingga 16 Juni 2008. Persidangan di hari pertama dilangsungkan di Inna Grand Bali Beach dan selanjutnya di ISI Denpasar.

Banyak Terlupakan Masih terkait soal kebudayaan, Direktur Nilai Tradisi Ditjen Nilai Budaya, Seni dan Film Depbudpar IGN Wija di Jakarta, Selasa (27/5) malah melontarkan keprihatinan bahwa nilai seni budaya Indonesia tidak tergarap dengan baik. "Bahkan, tidak sedikit nilai budaya yang tersebar di berbagai daerah sudah terlupakan. Banyak nilai budaya bangsa Indonesia terlupakan, dan itu yang menjadi prioritas kita untuk diidentifikasi," kata Wija.

Menurut Wija, upaya untuk menggali potensi nilai budaya itu akan ditingkatkan melalui internalisasi nilai budaya bangsa melalui pendidikan. Hal lain yang akan dilakukan, kata dia, meningkatkan identifikasi dan perekaman peta budaya dalam rangka pendokumentasian karya budaya bangsa. Wija mengatakan, tahun ini pihaknya juga berupaya meningkatkan citra Indonesia di dunia Internasional melalui kegiatan promosi budaya dan pengiriman delegasi kebudayaan. Nantinya, jelas Wija, pihaknya ingin memposisikan nilai budaya sebagai acuan perilaku sehari-hari menuju kepada penguatan jati diri bangsa.

Menjawab program pengelolaan kekayaan budaya, Wija mengatakan, pihaknya akan memberikan pemahaman sejarah dan pelestarian peninggalan sejarah yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa, memperkokoh jati diri, integritas nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan strategis yang menjadi fokus tahun ini dalam rangka internalisasi nilai budaya kepada generasi muda, kata Wija, antara lain kegiatan perkemahan budaya se-Jawa dan Bali yang

dilaksanakan di Karanganyar, Jateng dan kegiatan Gita Bahana Nusantara di Jakarta. (08/010) source:BP -------------------

B. 25 PEMBICARA LOKAL TAMPIL DALAM KONGRES KEBUDAYAAN BALI formatnews-Denpasar: SEKITAR 25 pembicara lokal bersanding dengan ahli asing tampil dalam Kongres Kebudayaan Bali yang digelar saat pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-30, 14 Juni mendatang.

Kegiatan selama tiga hari, 14-16 Juni 2008 juga menampilkan tujuh pembicara nasional dan enam pembicara tingkat internasional termasuk Dirjen UNESCO Kaichiro Matsura, demikian informasi yang diperoleh ANTARA dari panitia pelaksana di Denpasar Minggu.

Pembicara lokal yang tampil dalam kongres yang rencananya dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu dibagi dalam empat bidang pembahasan.

Pembahasan yang menyangkut identitas yang meliputi agama, bahasa dan manusia Bali menampilkan tiga pembicara masing-masing Drs Ida Bagus Gede Agastia (anggota DPD-RI), Prof Dr I Gusti Made Sutjaja MA (Universitas Udayana) dan Prof Dr Ida Bagus Gunada (Universitas Hindu Indonesia).

Pembahasan menyangkut ekonomi yang meliputi pariwisata, pertanian dan lingkungan menampilkan enam pembicara semua gurubesar dari Universitas Udayana masing-masing Prof

Dr Nyoman Erawan, Prof Dr I Made Sukarsa, Prof Dr I Gde Pitana, Prof Dr Dewa Suprapta, Dr Rahmanta dan Dr Wayan Suwarna.

Pembahasan tentang peradaban (arsitek, pendidikan, gender dan Pemuda) oleh Rumawan Salain, Prof Dr Dewa Komang Tantra, Prof Dr Nyoman Dantes, Dra Luh Arjani dan Sugi Lanus.

Sedangkan menyangkut hak kekayaan intelektual (HAKI) oleh Prof Dr I Made Bandem, Drs Nyoman Gunarsa, Prof Dr I Wayan Dibia, Prof Dr I Made Wianta dan Pujiati.

Hubungan internasional (Diplomasi) dibawakan oleh Drs I Gde Ardika, mantan menteri kebudayaan dan pariwisata, Prof Dr Wayan Ardika (Unud), Anak Agung Gde Rai, pemilik Museum Arma Ubud dan Dr Ketut Putra Erawan.

Lima pembicara internasional lainnya masing-masing Dr Shangkar Dhayal Dvivedi dari Uthar Prodesh University India, Prof Dr Jenskin (Amerika Serikat), Adrian Vickers (Australia), Shenji Yamasitha (Jepang) dan Dr Mark Hobart (Inggris).

Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Bali Drs I Nyoman Nikanaya berharap kongres kebudayaan tersebut mampu memberikan masukan dan merumuskan kebudayaan Bali dalam memasuki era global.

Seni budaya Bali selama ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan mancanegara dalammenikmati liburan di Bali. Semakin banyaknya wisatawan datang ke Bali dikhawatirkan

mempengaruhi jati diri dan kekokohan dalam melestarikan dan mewarisi seni budaya Bali.

Melalui kongres kebudayaan Bali diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran untuk tetap mempertahankan kekokohan seni budaya dan jatidiri sebagai bangsa Indonesia di tengah pengaruh budaya global, harap Nikanaya. *ant* source: formatnews

goesdun 31-05-2008, 01:07 PM Sabtu, 31 Mei 2008 Forecast Denpasar* 24-29 C dan BERAWAN

Info : Kongres Kebudayaan Bali : Menguatkan Identitas dan Integritas Budaya Bali

Budhijna Pratyaspatti (Pendalaman Budaya Memupuk Semangat Kebangkitan Baru). Tema sentral itulah yang akan diusung pada Kongres I Kebudayaan Bali yang digelar 14-16 Juni 2008 mendatang. Kongres kebudayaan pertama di Bali ini dinilai sangat strategis bagi pengembangan etos kebudayaan Bali, revitalisasi pariwisata dan perekonomian masyarakat Bali, penguatan solidaritas keindonesiaan, pemantapan komunikasi antarbangsa dan percepatan pembangunan Bali ke depan.

DALAM tataran konsep, semangat yang melandasi gelaran kongres yang dirancang melibatkan 400 orang peserta dengan rincian 60 persen peserta lokal Bali, 25 persen peserta nasional dan 15

persen peserta internasional ini memang sangat mulia. Namun, kesuksesan perhelatan akbar ini tidak hanya ditakar dari guliran pemikiran-pemikiran brilian yang mengalir riuh di ruangan kongres. Namun yang terpenting, bagaimana pemikiran-pemikiran brilian itu bisa diaktualisasikan dalam bentuk aksi nyata yang konstruktif bagi upaya pelestarian dan pengembangan budaya Bali secara menyeluruh. Hasil kongres juga diharapkan mampu menginspirasi para decision maker di Bali dalam merumuskan maupun menggulirkan kebijakankebijakan strategis yang mampu mendongkrak kesejahteraan segenap komponen masyarakat Bali tanpa harus tercerabut dari akar dan jati diri budaya Bali.

Ditemui Jumat (30/5) kemarin, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Propinsi Bali Drs. I Nyoman Nikanaya, M.M. menegaskan, dalam derap langkah pembangunan Bali telah ditetapkan kebudayaan sebagai potensi dasar. Dikatakan, kebudayaan Bali sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia memiliki identitas yang dikukuhkan dengan local genius yang mampu mengapresiasi beragam bentuk keberagaman. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai unsur budaya Bali yang tetap padu dengan dilandasi konsep Tri Hita Karana.

Perubahan Perilaku

Namun, kata dia, derasnya arus globalisasi yang melanda kehidupan masyarakat dewasa ini telah menciptakan perubahan-perubahan perilaku kehidupan masyarakat Bali. Kini, ada kecenderungan masyarakat Bali tidak lagi mengedepankan tata kehidupan dalam pola kebersamaan (paras paros sarpanaya - red). Namun, cenderung mengedepankan sifat-sifat individual. Terombang-ambing oleh gelombang kehidupan yang lebih mengedepankan sifat

materialistis dan tata pergaulan yang mengenyampingkan moralitas. Pada saat bersamaan, muncul kelompok atau orang-orang yang dikuasai keinginan-keinginan berlebihan yang akhirnya memunculkan keserakahan yang tidak terkendali. Nilai-nilai agama yang dikemas dalam etika seperti dharma, satya, tri hita karana dan kearifan lokal lainnya seperti mengalami kevakuman makna.

Dalam kondisi seperti ini, tegasnya, kebudayaan Bali dihadapkan dengan berbagai tantangan. Alam dan masyarakat Bali dihadapkan pada realita penyempitan lahan, penyerobotan hutan, pemadatan ruang, waktu dan informasi, masalah kependudukan, aktivitas ekonomi dan politik praktis dengan beban populasi, polusi, eksploitasi dan komersialisasi. Kesenjangan antara konsep filosofis dan aktualisasi dalam tataran kehidupan sehari-hari makin melebar. Kesenjangan antara teks dan konteks, tataran ideal dan perilaku makin menjauh. Hal ini diindikasikan oleh makin bopengnya alam lingkungan Bali makin terusiknya kesucian pura dan jagat Bali serta pelecehan nilai-nilai Tri Hita Karana.

'Itulah gambaran Bali dewasa ini. Menyikapi situasi dan kondisi masyarakat dan budaya Bali seperti itu, dipandang perlu dan sangat mendesak untuk menghimpun pemikiran-pemikiran yang positif dan konstruktif dalam suatu forum bernama Kongres Kebudayaan Bali ini. Kami berharap, kongres yang baru pertama kali digelar ini bisa menjadi ajang yang representatif untuk dialog lintas budaya dan media efektif untuk komunikatif antarilmuwan, budayawan, seniman, birokrat, politisi, pemangku budaya dan segenap komponen masyarakat lainnya guna pendalaman budaya Bali untuk kepentingan teoritik, perencanaan dan aplikasi,' katanya dan menambahkan, berangkat dari kegelisahan itu Kongres I Kebudayaan Bali itu digelar.

Tiga Tujuan Utama

Mantan Kepala Taman Budaya Bali ini menambahkan, paling tidak ada tiga tujuan utama yang dibidik dari gelaran kongres selama tiga hari tersebut. Pertama, mengembangkan dialog budaya secara lokal, nasional dan internasional untuk membangkitkan kembali kesadaran, empati dan apreasiasi para budayawan, seniman, ilmuwan, peneliti, birokrat, praktisi dan pemangku kebudayaan Bali sebagian bagian kebudayaan Indonesia dan dunia. Sinergi dialog diharapkan mampu menemukan keunggulan untuk bangkit dan meningkatkan kontribusi modal budaya bagi kemanusiaan, kesejahteraan dan peradaban. Kedua, mendiskusikan secara kritis eksistensi sistemik unsur-unsur budaya tangible dan intangible terkait dengan upaya penggalian, pelestarian dan pengembangan kebudayaan dalam konteks komunikasi lintas sektor, lintas budaya dan lintas bangsa.

"Yang terpenting lagi, kongres ini juga dijadikan ajang untuk merumuskan skema rencana aksi, program strategis dan politik kebudayaan dalam format visi kebudayaan Bali 2003," paparnya panjang lebar.

Nikanaya berharap Kongres I Kebudayaan Bali itu tidak sekadar menghasilkan tumpukan kertas kerja tanpa makna. Namun, benar-benar bermakna strategis bagi penemuan kembali dan penguatan identitas serta integritas kebudayaan Bali yang dapat ditujukan 'ke dalam' (krama Bali) sebagai unsur perekat dan kebanggaan. Sedangkan 'ke luar' (Indonesia dan internasional) ditujukan untuk menanamkan, mengembangkan dan memantapkan citra. Tak kalah pentingnya,

perhelatan yang dijadwalkan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mampu menyegarkan dan merevitalisasi kearifan lokal dan taksu Bali guna menggerakkan etos dan semangat menuju kebangkitan baru yang lebih mencerahkan, mendamaikan dan menyejahterakan.

"Pokoknya, banyak sekali harapan besar yang digantungkan dari penyelenggaraan Kongres I Kebudayaan Bali ini. Kami juga berharap kegiatan ini berkelanjutan. Ada Kongres Kebudayaan Bali II, III, IV dan seterusnya," katanya seraya berharap forum ini dimanfaatkan sebagai ajang mengevaluasi, instrospeksi dan ekstrospeksi guna menemukan kembali identitas, esensi nilainilai luhur kebudayaan, etos budaya sebagai modal, unggulan dan potensi pembangunan masa depan yang lebih baik.

Segala Aspek

Kasubdin Kesenian Disbud Propinsi Bali I Made Santha, S.E., M.Si. yang mendampingi Nikanaya menambahkan, upacara pembukaan Kongres Kebudayaan Bali akan dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di kawasan Sanur yang dilanjutkan dengan sidang pleno I. Selanjutnya, seluruh persidangan akan digelar di gedung Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang dikelompokkan ke dalam lima panel. Panel I (Budaya Bali, Identitas dan Etos Budaya) akan difokuskan pada elaborasi Tri Hita Karana yang mencakup pembangunan spiritualitas (agama), lingkungan dan manusia. Panel II (Budaya Pengembangan Ekonomi dan Pariwisata) difokuskan pada kaitan resiprositas antara kebudayaan, modal budaya dan penguatan sektor pariwisata, pertanian dan industri kerajinan dalam basis ekonomi kerakyatan. Panel III (Budaya

dan Penguatan Peradaban) difokuskan pada hubungan fungsional antara kebudayaan dengan pilar-pilar peradaban yang mencakup etika, hukum, sains, sastra, pendidikan, keamanan, gender, politik dan teknologi. Panel IV (Budaya, Seni, Heritage dan HaKI) terfokus pada kreasi seni, inovasi, konservasi pelestarian heritage sampai dengan hak kekayaan inteltual (HaKI). Sedangkan Panel V (Budaya, Hubungan Antarbangsa dan Diplomasi) akan difokuskan pada hubungan antaretnis, antaragama dan antarbangsa dalam basis multikultural dan universialisme.

"Intinya, kami akan mengupas kebudayaan Bali dari segala aspek. Pada Kongres Kebudayaan Bali ini, kami juga mengundang banyak sekali pembicara dari luar Bali dan luar negeri yang berkompeten di bidangnya. Kehadiran mereka dinilai sangat strategis guna mengkritisi secara jujur terkait warna perjalanan budaya Bali dewasa ini dari kacamata orang luar. Apakah budaya kita masih mampu menggetarkan kekaguman di hati mereka atau justru sebaliknya, pandangan mereka memang sangat pantas disimak dalam konteks kebangkitan kembali budaya Bali. Terkadang, kritik memang terdengar pahit. Tetapi, hal itu justru membuat kita makin terpacu untuk membenahi diri," tegasnya. * w. sumatika source: BP

effie 03-06-2008, 10:00 AM halo member IF di Bali.... silakan bergabung di sini menemani goesdun, jika sudah ramai akan sy ajukan dibuatkan Regional Bali. Nah jangan segan-segan, mari bergabung disini meramaikan Regional Bali /go

goesdun 03-06-2008, 11:33 AM halo member IF di Bali.... silakan bergabung di sini menemani goesdun, jika sudah ramai akan sy ajukan dibuatkan Regional Bali. Nah jangan segan-segan, mari bergabung disini meramaikan Regional Bali /go

mungkin lagi pade sibuk menjelang Pilkada....madak sing ulihan Koh...:-S

sampunan sungkan :-O, ngiring sarengin mabligbagan ring genah becik puniki. Suksma !~O)

goesdun 04-06-2008, 12:35 PM Rabu, 04 Juni 2008 Forecast Denpasar* 24-29 C dan BERAWAN

Info : Serangan Tikus Mengganas di Tabanan

Puluhan hektar tanaman padi, palawija, sayuran maupun bunga diserang hama tikus di daerah Dukuh, Buahan, Kebontingguh Denbantas, Tabanan dan di Kecamatan Marga. Hal itu membuat warga sekitar resah karena terancam gagal panen dan menimbulkan kerugian tidak sedikit.

Warga sekitar baru melakukan upaya penanggulangan sendiri-sendiri namun sejauh ini belum berhasil dan melaporkan kepada pekaseh setempat serta petugas penyuluh lapangan (PPL).

Beberapa warga di Subak Dukuh dan daerah Kebontingguh, Tabanan mengaku hama tikus secara ganas telah menyerang padi dan tanaman mereka sejak seminggu belakangan. Seorang petani di Kebontingguh mengeluhkan sayuran hijau siap panen direbahkan hama tikus. Selain itu, tikus juga menyerang beberapa jenis bunga yang ditanam oleh warga setempat. Warga menyatakan sekitar 45 hektar sawah di Subak Dukuh telah diserang tikus sejak seminggu belakangan. 'Bukan hanya padi yang diserang tetapi juga sayur hijau dan bunga. Kami masingmasing telah melakukan upaya penanggulangan, tetapi belum berhasil,' ujar I Nyoman Daryasa (45) petani setempat.

Sementara Men Suli yang memiliki sawah sekitar 30 are di Subak Dukuh mengaku baru menanam padi sekitar seminggu, tetapi telah diserang tikus dengan ganas. Warga asal Kebontingguh ini mengaku telah mencoba berbagai cara tetapi serangan tikus belum juga berakhir. Tikus juga secara luas menyerang padi di Kecamatan Marga.

Ketua Sabhantara Pekaseh Tabanan I Wayan Sukanada, Selasa (3/6) kemarin, membenarkan sekitar seratus hektar padi di Kecamatan Marga yang tersebar di berbagai subak diserang hama tikus. Bahkan, padi yang siap panen juga turut diserang. 'Demikian pula yang mulai menguning dan berumur 50 hari. Masyarakat sangat resah dengan kejadian ini karena terancam gagal panen,' ujarnya.

Serangan paling ganas, kata dia, Marga daerah utara. Sekitar 20 hektar terserang. Serangan tikus yang mengancam gagal panen ini, kata Sukanada, telah dilaporkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tabanan yang membawahi subak serta berkonsultasi dengan Puri Agung Tabanan. Sesuai dengan arahan dari Puri Tabanan, krama subak disarankan untuk melakukan aci dan nunas ica (upacara dan persembahyangan) di Pura Luhur Pekendungan. 'Kami telah meminta bantuan Disbudpar Tabanan untuk memfasilitasi, tetapi hingga hari ini (kemarin) belum ada kepastian. Kami juga akan menggalang krama subak untuk nunas ica dan melakukan upaya niskala,' terang Sukanada. (kmb14) source: BP

goesdun 06-06-2008, 09:10 AM Jumat, 06 Juni 2008 Forecast Denpasar* 24-29 C dan BERAWAN

Info : Festival Layang-layang untuk Perdamaian

Memeriahkan HUT ke-50 Pemprop Bali dan HUT ke-63 NKRI, Persatuan Layang-layang Indonesia (Pelangi) Daerah Bali menggelar Bali and International Kite Festival (BIKF) 2008. Kegiatan ini mengangkat tema 'Terbang untuk Perdamaian (Flying for Pecae)' dan dipusatkan di pantai Padanggalak, Denpasar dari 10 - 13 Juli 2008. Lebih dari 1.000 sekaa dari seluruh Bali akan menampilkan karyanya untuk memperebutkan Piala Gubernur Bali.

Usai menghadap Gubernur Bali Dewa Beratha, Kamis (5/6) kemarin di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Ketua Pelangi Bali IGP Rai Andajana mengemukakan, penyelenggaraan BIKF tahun ini telah memasuki tahun ke-30. Selain peserta lokal, peserta dari Eropa seperti Inggris, Jerman, Prancis dan Belanda telah memastikan ambil bagian. Dari Asia, pencinta layang-layang Cina Taipei, Jepang, Malaysia, India dan Korea juga telah memastikan ikut. Sementara dari Amerika telah memastikan peserta dari Amerika Serikat dan Brazil. Tema terbang untuk perdamaian dipilih karena BIKF memiliki relevansi dengan program Visit Indonesia Year 2008.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, BIKF 2008 melombakan jenis layang-layang tradisional dan kreasi baru. Yang berbeda adalah, jika pada lomba sebelumnya peserta hanya kelompok dewasa, tahun ini juga diperuntukkan bagi kelompok pelajar SD dan SLTP. 'Ini pertama kali dilakukan dengan maksud regenerasi dan pembinaan,' urai Andajana seraya menjelaskan peserta propinsi lain serta asing tidak diikutkan dalam lomba karena mereka hanya ikut ekshibisi.

Panitia lomba menetapkan sejumlah kriteria untuk layang-layang tradisional dan kreasi baru. Untuk layang-layang tradisional, bentangan sayap minimal 1,5 meter dan maksimal 2 meter untuk anak-anak. Untuk dewasa bentang sayap minimal 4 meter dan maksimal 5 meter. Khusus jenis Janggan, bentang sayap boleh melebihi 5 meter. Warna dibatasi merah, putih, hitam dan kuning atau diambil di antara warna-warna tersebut.

Sementara panjang tali penarik maksimal 500 meter, badan bambu, penukub kain atau parasut, penarik minimal 15 orang, konstum pakaian adat madya, bentuk (bebean, pecukan dan janggan), guwangan dewasa dari penyalin dan khusus pecukan boleh daun lontar, sedangkan anak-anak

bebas. Peserta boleh menggunakan teknologi knock down tetapi kerangkanya harus dari bambu.

Untuk kreasi baru panitia hanya menetapkan panjang tali maksimal 500 meter, kostum adat madya dan bentuk ditekankan pada ide dan kreativitas antara lain bentuk dimensi, bentuk datar dengan beban dan bentuk datar tanpa beban.

Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, peserta dilarang memakai baju atau atribut partai politik tertentu. Bila melanggar dilarang mengikuti lomba. Penggunaan pakaian sponsor harus seizin panitia. Hadiah yang diberikan berupa uang tunai dan trofi untuk juara I, II dan III layanglayang tradisional dan layang-layang kreasi, serta piala bergilir untuk layang-layang tradisional. Pengumuman pemenang disampaikan melalui media cetak dan penyiaran.

Pendaftaran peserta dibuka sejak 2 Juni - 5 Juli 2008 di Museum Sidik Jari, Jalan Haram Wuruk, Denpasar dengan biaya Rp 50 ribu untuk anak-anak dan Rp 75 ribu untuk dewasa. Setiap peserta akan mendapatkan satu nomor undian doorprize dengan hadiah utama sebuah sepeda motor. (r/*) source: BP

goesdun 10-06-2008, 01:43 PM Selasa, 10 Juni 2008 Forecast Denpasar* 24-29 C dan BERAWAN

Info : Konsorsium Malaysia Bangun Jalan Layang di Kuta dan Tuban

Konsorsium Malaysia mengajukan proposal untuk membangun jalan tol Denpasar-Nusa Dua sepanjang 7,5 km melintas di atas permukaan laut Tanjung Benoa. Selain itu, juga diajukan usul tambahan, yakni membangun fly over atau jalan layang di dua tempat. Satu di persimpangan Dewa Ruci, Kuta, satunya lagi di persimpangan Patung Ngurah Rai, Tuban.

Hal tersebut disampaikan Direksi Konsorsium Malaysia yang menghadap Gubernur Bali Dewa Beratha, Senin (9/6) kemarin. Direksi konsorsium adalah Datuk Khalid didampingi istrinya penyanyi kondang Siti Nurhalisa dari Gridcomm Shd. Bhd. dan Zaidun Leeng dari Isyoda Corporation Bhd. Gubernur Dewa Beratha didampingi Kepala Bappeda Bali Wayan Subagiarta, Kadis PU Nyoman Sudiana, Kadisparda Bali Gede Nurjaya, dan Karo Humas dan Protokol I Nyoman Puasha Aryana.

Dewa Beratha mengapresiasi kedatangan konsorsium ini. Ia menjelaskan lalu lintas kendaraan bermotor jurusan Denpasar-Nusa Dua saat ini sangat padat dan rawan kecelakaan. Jika dalam lima tahun ke depan jalur yang ada sekarang tidak dikembangkan, pemerintah khawatir kemacetan serius akan benar-benar terjadi sehingga kegiatan kepariwisataan dan kegiatan ekonomi masyarakat Bali selatan terganggu.

Melihat kenyataan ini, Dewa Beratha berupaya keras mencari jalan keluar, salah satunya mengundang investor asal Malaysia untuk memikirkan alternatif pemecahan. Upaya Gubernur ini mendapat respons positif dari konsorsium Malaysia.

Di hadapan Gubernur, konsorsium ini memaparkan hasil kajian mereka untuk membantu Pemprop Bali mengatasi kemacetan lalu lintas jalur wisata Denpasar-Nusa Dua yang mereka namakan Proposed Bali Higway.

Dalam proposalnya, mereka menawarkan perlunya Pemprop Bali melakukan pembangunan jalur total baru yang melintas di atas permukaan laut Tanjung Benoa. Jalur ini menghubungkan langsung Denpasar - Nusa Dua sepanjang 7,5 km dan tidak melewati jalur Denpasar - Kuta Nusa Dua saat ini. Mereka juga mengajukan usul perlunya pembangunan jalur baru yang menghubungkan langsung Bandara Ngurah Rai - Nusa Dua sepanjang 4,5 km, juga di atas permukaan laut.

Jalan tol yang dibangun terdiri dari empat ruas untuk kendaraan roda empat. Dua jalur ke selatan dan duanya lagi ke utara. Di samping jalur kendaraan akan dibangun jalur khusus sepeda motor, serta jalur bagi pejalan kaki dan penghobi olah raga jogging.

Agar kelancaran lalu lintas di keseluruhan Jalan By-pass Ngurah Rai terwujud, konsorsium juga mengajukan usul tambahan, yakni membangun fly over atau jalan layang di dua tempat. Satu di persimpangan Dewa Ruci, Kuta dan satunya lagi di persimpangan Patung Ngurah Rai, Tuban.

Dua Opsi Untuk mengimplementasikan proyek ini, konsorsium mengajukan dua opsi kepada Pemprop Bali. Pertama, melaksanakan proyek dengan konsesi pengelolaan jalan tol oleh konsorsium

untuk jangka waktu 35 tahun di mana seluruh hasil pungutan tol dikelola konsorsium. Untuk ini, konsorsium akan membangun lima tol plaza, yakni tiga di jalur baru sepanjang Tanjung Benoa dan dua di jalur lama By-pass Ngurah Rai. Untuk opsi pertama ini, total biaya pembangunan belum termasuk pembebasan lahan tetapi sudah termasuk pembangunan kedua ruas tol Rp 4,102 trilyun.

Opsi kedua, melaksanakan proyek dengan dana sepenuhnya ditanggung Pemprop Bali dan konsorsium hanya bertindak sebagai kontraktor. Untuk ini, biaya pembangunannya lebih kecil dari opsi pertama, yakni Rp 3,775 trilyun.

Selain keuntungan mengurangi kemacetan, apabila usulan ini terwujud, waktu tempuh Denpasar - Nusa Dua yang kini satu jam bisa dihemat menjadi hanya 10 menit. Sedangkan waktu tempuh Tuban - Nusa Dua yang kini sekitar 15-30 menit bisa disingkat menjadi hanya 5 menit.

Datuk Khalid mengemukakan, meskipun secara teknis proyek ini bisa dilaksanakan, namun berdasarkan hasil kajian pihaknya, pembangunan tol Denpasar - Nusa Dua tidak menguntungkan secara komersial disebabkan tingginya biaya pembangunan dan rendahnya revenue dari pungutan tol. Untuk menjadikan proyek menguntungkan, konsorsium mengusulkan agar Pemprop Bali memberikan insentif atau bantuan meliputi kompensasi dalam bentuk tanah, hak eksklusif untuk melaksanakan pembangunan di Tanjung Benoa - Nusa Dua, subsidi pungutan tol serta konsesi batu dan pasir. (r/027)

source: BP

goesdun 12-06-2008, 08:01 AM Kamis, 12 Juni 2008 Forecast Denpasar* 24-29 C dan BERAWAN

Info : 3.600 Guru akan Pensiun, 2010 Dikhawatirkan Sekolah Kekosongan Guru

Kepala Dinas Pendidikan Bali, TIA Kusuma Wardhani, S.H.,M.M., mengungkapkan sekitar 3.600 guru di Bali akan pensiun hingga 2010. Menanggapi kondisi itu pengamat pendidikan yang juga pimpinan LPTK masing-masing Rektor IKIP PGRI Bali Drs. Redha Gunawan, M.M., dan Dekan FKIP Unmas, Drs. I Wayan Suandhi, M.Pd. mengaku khawatir jika tak segera diisi sejumlah sekolah akan kekosongan guru.

Redha Gunawan, Rabu (11/6) kemarin mengungkapkan kekosongan guru paling banyak terjadi di SD dan TK. Guru angkatan 1960-an yang diangkat massal setelah G-30S/PKI segera menjalani masa pensiun. Ia berharap pemkab dan pemprop untuk segera mengangkat dan melakukan perekrutan lulusan LPTK (IKIP dan FKIP) mulai sekarang secara bertahap guna menghindari terjadinya kekosongan secara drastis.

Ia mengatakan di Bali ada sekitar LPTK di antaranya IKIP PGRI Bali, Undiksha, IKIP Saraswati Tabanan, FKIP Unmas dan FKIP Undwi yang mencetak calon guru. Jika rata-rata mereka

menamatkan 300 guru/tahun, berarti LPTK mampu mensuplai 1.500 guru/tahun. Dalam waktu tiga tahun keperluan guru ini baru bisa terpenuhi ditambah dengan lulusan LPTK yang belum menjadi PNS. 'Ya, kalau tak dari sekarang diisi, 2010 bisa terjadi satu sekolah hanya memiliki satu guru,' ujarnya.

Untuk mengisi guru SMP, SMA/SMK, kata Redha Gunawan, tak masalah karena lulusan LPTK banyak yang berkualitas. Khusus untuk calon guru SMK, pemerintah bisa mengambil lulusan program akta mengajar IV.

Hal ini dibenarkan Wayan Suandhi karena lulusan akta mengajar IV yang berasal dari sarjana non-keguruan, sangat unggul dalam materi. Mereka pun sudah memenuhi syarat minimal menjadi guru lengkap dengan delapan kompetensi guru. Misalnya, lulusan S-1 teknik dan elektro pas untuk SMK berbasis TI, lulusan S-1 pariwisata cocok di SMK pariwisata dan seterusnya. Apalagi di Bali hingga kini tak memiliki LPTK yang mencetak calon guru SMK.

Wayan Suandhi mengungkapkan jika semua LPTK mencetak 400 calon guru tiap tahun barulah kekurangan guru hingga 2010 itu bisa terpenuhi. Makanya ia sepakat jika pemerintah daerah mulai sekarang mengangkat guru menjadi PNS atau mengangkat guru bantu secara bertahap. Guru bantu ini ke depan bisa diangkat menjadi PNS. 'Jika tidak, 2010 akan terjadi kekosongan guru hampir di semua sekolah,' ujarnya.

TIA Kusuma Wardhani dalam sambutan tertulisnya dibacakan Drs. Ketut Astika saat acara yudisium akta mengajar FKIP Unmas belum lama ini mengungkapkan guru yang pensiun hingga

2010 ini mencapai 3.600 orang. Dengan makin banyaknya sarjana non-keguruan mengikuti program akta mengajar menunjukkan minat masyarakat menjadi guru makin tinggi. Apalagi profesi ini makin bergengsi. (025) source: BP

goesdun 12-06-2008, 08:03 AM Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia masih didominasi oleh wisatawan kategori Free Individual Traveler (FIT). Pada tahun 2007, misalnya, dari 5,5 juta wisman yang mengunjungi Indonesia, 84,61 persen atau sekitar 4.653.550 orang di antaranya merupakan FIT, sementara sisanya 846.450 orang merupakan wisatawan yang datang secara bergrup.

Demikian dikemukakan Kepala Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Jaringan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Drs. Harry Waluyo, M.Hum. di Denpasar, belum lama ini. Pernyataan ini disampaikan terkait Pendataan Profil Wisatawan Mancanegara yang disurvai melalui kedatangan penumpang pesawat yang masuk melalui di bandar udara (Passenger Exit Surver -- PES).

Dijelaskannya, berdasarkan hasil pendataan profil wisman 2007, diperoleh pengeluaran wisatawan per kunjungan sekitar 970,98 dolar AS atau sekitar Rp 8,93 juta. Hal ini memperlihatkan rata-rata pengeluaran wisman dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Sementara rata-rata lama tinggal (lenght of stay) wisman sepanjang tahun 2007 sekitar 9,02 hari.

Khusus mengenai lama tinggal, kata Harry Waluyo, mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan antara lain oleh trend pariwisata global yang cenderung melakukan short trip. Pola ini terjadi karena dipengaruhi oleh kondisi keamanan global yang cenderung memburuk, terutama sejak mencuatnya berbagai aksi terorisme di berbagai belahan dunia, khususnya di Amerika dan Bali.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. Rusman Heriawan menegaskan, sektor pariwisata dari tahun ke tahun akan makin diandalkan. Rusman mengungkapkan, pada tahun 2006 sektor pariwisata menempati urutan keenam sebagai penyumbang devisa. Sementara tahun lalu, naik ke posisi kelima. Dia merinci, pada tahun 2006 posisi teratas ditempati migas dengan devisa 21,2 milyar dolar AS, disusul pakaian jadi 5,6 milyar dolar AS, karet olahan 5,5 milyar dolar AS, minyak sawit 4,8 dolar AS, elektronik dan pariwisata sama-sama 4,4 milyar dolar AS.

Sementara tahun 2007, posisi pertama masih ditempati minyak dan gas dengan devisa 22,1 milyar dolar AS. Posisi kedua disalip CPO dengan kontribusi 7,9 milyar dolar AS dan karet olahan 6,2 milyar dolar AS. Sementara pakaian jadi yang pada tahun sebelumnya menduduki posisi kedua melorot ke posisi keempat. Lantas pariwisata menempati posisi kelima dengan devisa 5,3 milyar dolar AS.

Dengan melihat struktur ekspor Indonesia, Rusman optimis pariwisata yang kerap disapa sebagai industri tanpa cerobong asap ini makin mengkilap di tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, dia berharap seluruh komponen pariwisata Indonesia harus menyadari ini, terutama pemerintah, kalangan industri dan masyarakat. Sebab, bagaimana pun multiplier effect dari sektor pariwisata

sangat luas. (056) source: BP

goesdun 14-06-2008, 08:43 AM Sabtu, 14 Juni 2008 Forecast Denpasar* 24-30 C dan BERAWAN

Info : Bali Gagal Laksanakan Program Sejuta Rumah

Program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat diprediksi akan sulit dilaksanakan di Bali. Bahkan, sampai saat ini belum satu pun data terealisasinya program tersebut. Wakil Ketua DPD REI (Real Estate Indonesia) Bali Ir. Wayan Suantra mengatakan hal itu, Jumat (13/6) kemarin, menanggapi pelaksanaan program tersebut.

Dikatakannya, harga tanah yang masih sangat mahal serta adanya kenaikan harga material bangunan membuat pengembang di Bali sulit membangun rumah dengan tipe sederhana. Apalagi pusat mematok harga rumah bersubsidi Rp 55 juta. 'Jelas dengan nilai tersebut tak mungkin bisa dikerjakan,' tegas pengembang dengan bendera Nuansa Bali Utama ini.

Karena itu, program pembangunan sejuta rumah sederhana (RSh) yang dicanangkan pusat sampai sekarang ini belum bisa direalisasikan. 'Data yang ada pada kami untuk program itu sampai saat ini masih kosong alias nol,' tambahnya.

Meski demikian, Suantra mengatakan bukan berarti program itu tak bisa direalisasikan sepanjang ada kebijakan khusus yang diberlakukan. Kebijakan tersebut selain mengubah patokan harga rumah bersubsidi sesuai kondisi wilayah, seperti Bali setidaknya Rp 75 juta, juga dengan dukungan fasilitas oleh daerah.

Menurutnya, salah satu komponen biaya tinggi yang dihadapi pengembang saat ini adalah pengadaan fasilitas jalan, air dan listrik yang masih cukup mahal. 'Ini bebannya ke konsumen, sehingga harga rumah sederhana itu jadi tinggi,' jelasnya.

Kalau saja komponen ini bisa dibantu pemerintah alias dibebaskan, peluang bagi pengembang untuk membangun rumah sederhana itu akan besar. Ditanya kemungkinan menekan biaya dengan menghemat di konstruksi sebagaimana diembuskan pusat, Suantra mengatakan sangat sulit dilakukan dalam artian risikonya tinggi. 'Bermain di konstruksi sangat berbahaya. Apalagi untuk rumah sederhana yang memang kondisinya sudah sangat sederhana. Beda dengan rumah mewah yang masih mungkin dihemat,' tambahnya.

Menyinggung adanya kerja sama REI dengan PLN soal pengadaan listrik ke perumahan khususnya untuk kebutuhan 450 kWh, Suantra mengakui MoU sudah diteken pusat yang melibatkan Menteri Perumahan, Dirut PLN dan Ketua Umum REI. Namun pelaksanaan di lapangan masih banyak kendala. 'Perlu ada kajian lagi dari kerja sama itu agar bisa direalisasikan,' tambah salah seorang mitra PLN ini. (031) source : BP

goesdun 16-06-2008, 09:42 AM Presiden Resmikan Tujuh Proyek Infrastruktur di Bali

http://balipost.com/admin/foto_berita/TANDA16.gif

Tujuh proyek infrastruktur di Bali, Sabtu (14/6) lalu diresmikan Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono. Selain peresmian proyek-proyek pekerjaan umum di Propinsi Bali, juga dilakukan Penyerahan Bantuan Langsung PNPM Mandiri dan Kredit Usaha Rakyat di lokasi proyek DSDP Suwung, Denpasar.

Dari ketujuh proyek infrastruktur yang diresmikan Presiden, enam di antaranya merupakan proyek Departemen Pekerjaan Umum. Meliputi proyek pengamanan pantai Nusa Dua, pengamanan pantai Sanur dan Padanggalak, pembangunan jaringan irigasi berkelanjutan di Buleleng dan Karangasem, perbaikan jaringan irigasi terdesentralisasi di wilayah timur Indonesia (Buleleng, Karangasem dan Jembrana), Denpasar Sewerage Development Project (DSDP) dan pembangunan Trash Rack Tukad Badung dan Tukad Mati. Sementara satu proyek lagi yakni pembangunan Gelanggang Olah Raga Lila Bhuana merupakan proyek Pemerintah Propinsi Bali.

Dalam sambutannya, Presiden Yudhoyono merespons positif hadirnya ketujuh proyek infrastruktur di Bali tersebut. Presiden mengatakan, peningkatan di bidang pembangunan infrastruktur memiliki pengaruh dalam kaitannya meningkatkan daya saing perekonomian

bangsa, khususnya daerah. Khusus di Bali, pembangunan infrastruktur erat kaitannya dengan sektor kepariwisataan sebagai tumpuan ekonomi. Daya saing Bali sebagai pusat kepariwisataan dunia diharapkan akan makin meningkat dengan tersedianya infrastruktur daerah yang memadai.

Selain meningkatkan daya saing, pembangunan infrastruktur juga berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dalam hubungannya menanggulangi angka kemiskinan. 'Infrastruktur pengamanan pantai, misalnya, tidak hanya untuk menahan abrasi, juga untuk mengamankan kegiatan ekonomi masyarakat sekitar pantai,' kata Presiden.

Gubernur Bali Dewa Made Beratha mengungkapkan, ketujuh proyek tersebut menelan dana keseluruhan Rp 937.849.961.000. Dana yang dipergunakan bersumber dari APBN, APBD serta pinjaman dari negara Jepang. Khusus DSDP, Dewa Beratha memaparkan, proyek yang dibangun dengan dana Rp 512,9 milyar lebih ini merupakan terobosan agar lingkungan alam Bali tetap bersih, sehat dan nyaman. Pembangunan sistem pengelolaan air limbah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan perairan dalam kaitannya mengurangi pencemaran pada air permukaan dan air tanah. Sebagai daerah tujuan pariwisata internasional, maka sudah sepantasnya pembangunan sektor ini di Bali menjadi prioritas, guna meningkatkan citra pariwisata Bali di dunia internasional.

Sementara itu, erat kaitannya dengan Tahun Sanitasi Internasional, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyatakan saat ini kondisi sanitasi di Indonesia masih memprihatinkan. Penanganan air limbah sebagian besar masih menggunakan sistem penanganan rumah tangga seperti septic tank. Kondisi ini, seiring berkembangnya penduduk akan sangat berbahaya bagi

kesehatan masyarakat. 'Makanya penanganan limbah lewat pipa semacam ini harus dilakukan,' ujarnya.

Acara peresmian oleh Presiden tersebut juga dihadiri sejumlah anggota DPR-RI, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu, dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri. Selain meresmikan tujuh proyek tersebut, Presiden juga meninjau realisasi PNPM Mandiri dan menyaksikan penyerahan secara simbolis kredit usaha rakyat kepada para debitor di Propinsi Bali. Di pengujung acara, rombongan diajak meninjau langsung keberadaan proyek DSDP. (ded/*) source: BP

goesdun 16-06-2008, 09:45 AM Pariwisata Membaik, Ekspor Terpuruk

Pertumbuhan pariwisata Bali dalam tiga bulan pertama di tahun 2008 cukup menggembirakan. Sampai dengan Maret, wisman yang berkunjung ke Bali telah mencapai 447.566 orang atau meningkat sekitar 29,16% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Di balik membaiknya pariwisata, ternyata kinerja ekspor Bali menurun. Lalu, apa yang menjadi peluang tantangan dan jalan keluar untuk menuju pertumbuhan ekspor? Berikut rangkuman data yang dituangkan dalam buku Indikator Perekonomian Bali Triwulan I 2008 yang dikeluarkan Bank Indonesia.

MENURUT laporan triwulan BI Denpasar, meningkatnya jumlah kunjungan wisman

menunjukkan makin tingginya kepercayaan dunia internasional akan situasi Bali akhir-akhir ini. Kendati jumlah tamu meningkat, namun rata-rata lama menginap tidak menunjukkan perubahan dibanding tahun sebelumnya yaitu berkisar 3,65 hari. Namun, permasalahan yang dihadapi terkait lama tinggalnya wisman tidak hanya terbatas pada menurunnya minat wisman untuk menginap lama di Bali, juga dipengaruhi oleh makin banyaknya destinasi pariwisata baru sebagai saingan.

Disebutkan pula, memasuki tahun 2008 melambatnya ekonomi global terutama negara-negara tujuan ekspor seperti Amerika Serikat telah memunculkan kekhawatiran akan melemahnya kinerja ekspor Bali.

Penurunan nilai ekspor Bali terlihat pada dua bulan pertama tahun 2008. Nilai ini turun secara signifikan dibandingkan pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Pada dua bulan pertama tersebut, nilai ekspor Bali hanya 47.509.903 dolar AS, turun 10,37% dari periode sebelumnya yang mencapai 53.005.242 dolar AS. Meskipun demikian nilai ekspor Bali untuk bulan Februari 2008 mengalami peningkatan menjadi 24.937.034 dolar AS dibandingkan bulan Januari 2008 yang hanya mencapai nilai 22.572.869 dolar AS.

Penurunan nilai ekspor Bali pada dua bulan pertama tahun 2008 ini dominan disebabkan menurunnya permintaan dari dua negara yang selama ini menjadi pangsa utama yaitu Jepang dan Amerika Serikat. Di samping mengalami penurunan nilai, ke-2 negara tersebut juga mengalami penurunan pangsa terhadap total ekspor Bali.

Kendati nilai ekspor Bali mengalami penurunan, namun neraca perdagangan Propinsi Bali untuk dua bulan pertama masih menunjukkan hasil positif. Nilai impor Bali pada dua bulan pertama hanya sebesar 7.424.647 dolar AS. Dengan demikian neraca perdagangan Bali mencapai surplus sekitar 40.085.256 dolar AS. Namun pemerintah jangan berpuas diri karena tidak selamanya impor dengan nilai kecil itu bagus. Dalam mengkaji kinerja impor, kita juga harus bisa melihat produk yang diimpor. Jika itu barang modal, maka akan memberi pengaruh yang positif bagi kinerja perekonomian ke depan, namun sebaliknya, apabila barang yang diimpor sebagian besar merupakan barang konsumsi, maka pengaruhnya terhadap perekonomian akan tidak terasa. (kmb24/*) source: BP

goesdun 18-06-2008, 11:15 AM POLITIK Kebudayaan Nasional hingga kini masih gamang karena masih berupa butir-butir rekomendasi dari beberapa kali hasil Kongres Kebudayaan Nasional. Sebagai akibatnya, kegamangan berlanjut pada kongres seperti itu di tingkat daerah karena ketiadaan acuan-acuan kebijakan yang mengikat antara pemikiran kedaerahan dan kenasionalan.

Dengan ketiadaan pengikatan ini, jalur bolak-balik antara kebijakan nasional dan daerah akan sangat tidak jelas arah untuk tujuan yang diharapkan maupun yang hendak dicapai. Bila pada tataran atas keadaannya masih gamang, dapatkah kongres-kongres pada tataran daerah berpedoman pada butir-butir rekomendasi saja? Atau, dapatkah kongres daerah yang membahas ihwal tradisi budayanya langsung mengacu kepada undang-undang dasar, dalam hal ini UUD

1945?

Pemikiran seperti ini patut menjadi pertimbangan matang karena pada tingkal nasional perhelatan kebudayaan sudah beberapa kali diadakan, sedangkan khusus untuk Bali sebagai kesatuan administrasi, politik, tradisi, dan etnisitas, Kongres Kebudayaan Bali baru pertama kali diadakan. Tentunya pertanyaan yang hendak dihindarkan adalah "Kok baru sekarang?"

Tulisan ini hendak mempertegas banyak kegusaran yang diajukan oleh Putu Setia (BP 31/5/08) yang menyangkut ihwal besar yang berkait dengan kebudayaan Bali. Kegusarannya memang sangat beralasan karena permasalahannya memang luar biasa besar dan kompleks. Adalah naif sekali bila kebudayaan hanya dikaitkan dengan kesenian. Mengapa demikian? Bali mulai dan bisa masuk ke panggung internasional karena rekayasa Balanda lewat maskapai pelayarannya (KPM) yang membawa rombongan kesenian tari ke Paris.

Karena itu, Bali lebih dikenali dari sisi seni dan berkeseniannya. Di dalam negeri sendiri, orang luar atau bukan etnis Bali memiliki pandangan demikian pula, sampai-sampai ada lirik lagu keroncong menyebutkan "Pulau Bali pulau kesenian..." (dengan segala ungkapan keindahan dan pujian). Atau, bila orang Bali berada di luar Bali, mereka selalu dianggap memiliki keterampilan berkesenian. Pasti bisa menari atau menabuh.

Bahasa Bali dan aksara hanacaraka Bali yang merupakan turunan dari aksara Brahmi yang telah punah dari India bagian selatan telah merekam kecendekiaan orang Bali yang hidup hingga kini. Bukti-bukti untuk ini adalah adanya banyak dokumen tertulis berupa manuskrip lontar yang

tersimpan secara lembaga dan perorangan. Dokumen ini ditulis dalam aksara yang kini telah menyatu dalam hidup dan perikehidupan orang Bali. Sedangkan bahasanya, bisa jadi dalam bahasa Bali atau campuran Bali dan Kawi (dengan masukan bahasa Sanskerta).

Gencar Dieksploitasi

Pencitraan kecendekiaan tradisi (Bali) tidaklah semenonjol pencitraan berkesenian seperti dipaparkan di atas. Sebuah pertanyaan lagi, mengapa demikian? Ya, karena berkesenian telah sedemikian gencarnya dieksploitasi, sampai-sampai masuk jalur dan menjadi komoditas perdagangan lewat eufemisme jasa hiburan atau leisure. Inilah rekayasa globalisasi modern atas apa yang berbau tradisi. Sedangkan kecendekiaan tradisi Bali bukanlah sebuah keterampilan. Dia adalah widia atau keilmuan yang dinaungi oleh peradaban Timur. Dan untuk mengusainya orang harus bergulat lewat unsur bahasa, aksara, dan banyak unsur tradisi kehidupan orang Bali.

Meski aksara Bali datang dari luar, dari bahasa Brahmi yang merupakan turunan dari bahasa Semit, huruf-huruf yang ada dalam abjad ini telah menyatu dalam kehidupan fisik (sekala) dan non-fisik (niskala) orang Bali. Karena kenyataan seperti itulah, maka ada ragam aksara dan bahasa untuk kehidupan keduniaan dan kedewataan. Dan, ini berlaku untuk banyak aksara dan bahasa di dunia. Tidaklah patut bila dikatakan bahwa aksara dan bahasa Bali hanya cocok untuk membicarakan ihwal yang berbau ke-Bali-an; terlebih sangat tidak patut lagi bila dinyatakan bahwa aksara Bali hanya diperuntukkan bagi agama Hindu di Bali. Bahwa ada beberapa

aksara/huruf Bali mewakili dan memiliki simbol atau makna kedewataan, itu memang benar.

Karena pencitraan bahasa dan aksara ini kurang atau tidak sehebat apa yang digambarkan di depan, tentulah karena ketiadaan Politik Bahasa Daerah Bali yang jelas (meski telah ada Peraturan Daerah mengenai Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali No. 3/1992). Perencanaan mengenai ketiga bidang ini, dengan sendirinya, tidak jelas pula karena yang menangani semua ini seharusnya tidak hanya Dinas Kebudayaan. Bagaimana dengan Dinas Pendidikan? Kedua lembaga ini sepertinya jalan sendiri-sendiri. Cobalah periksa kembali mengenai ihwal Kongres Bahasa Bali yang lalu.

Di alur pendidikan formal, terlebih lagi adanya otonomi daerah dalam bentuk muatan lokal, perencanaan menyeluruh mengenai bahasa, aksara, dan sastra Bali seharusnya jelas dan terukur pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Lembaga yang manakah yang memikirkan, melaksanakan, dan menilai ihwal ini? Jenjang pendidikan tinggi adalah jalur pengembangan ilmu dan keterampilan yang ditumpukan pada kemampuan dasar dan menengah. Bandingkan saja dengan pendidikan matematik atau bahasa Inggris, dan yang lain.

Bagaimanakah ihwal perencanaannya pada alur non-formal atau kemasyarakatan? Siapakah yang memikirkan, melaksanakan, dan menilai ihwal ini? Ini juga masih kabur. Alur ini adalah alur pembinaan atas apa yang hidup dan tumbuh di masyarakat, yang selanjutnya dikembangkan oleh kelompok tertentu.

Sebagai Tantangan

Semua yang diajukan dalam tulisan ini semata-mata diangkat sebagai tantangan atas persoalan mengenai ihwal bahasa, aksara, dan sastra Bali untuk dipikirkan dan dibahas oleh komisi yang bertanggung jawab untuk ini dalam Kongres Kebudayaan Bali I agar bisa diwujudkan menjadi Politik dan Kebijakan Bahasa (termasuk aksara) dan Sastra Bali.

Dengan demikian, kegusaran yang dicetuskan mengenai, terutama, bahasa dan aksara Bali oleh Putu Setia, saya sendiri sebagai orang yang bergulat juga di bidang bahasa, aksara, dan susastra Bali, dan banyak sahabat Bali dan bukan Bali saya di luar negeri, bisa disirnakan. Dan, tentunya pencitraan bidang-bidang lain, terutama yang menyangkut kecendekiaan tradisi karena ini sesungguhnya materi keunggulan, lewat pembahasan dalam Kongres patut mendapat perhatian.

Hal ini semua akan bisa dilihat dengan jelas dari komisi-komisi yang diadakan untuk memperbincangkan makalah, mempertimbangkan dan menakar pemikiran, dan pada akhirnya mengambil kata putus mengenai pembahasan dan pemikiran tentang kebudayaan Bali dalam menjawab tantangan masa depan. Semoga!

Oleh I Gusti Made Sutjaja source: BP

goesdun

18-06-2008, 11:16 AM SEBUAH tim kesenian Bali membawa nama Indonesia dalam Festival Ramayana Internasional di India pada 6-12 Juni ini. Di India, 20 seniman tari dan karawitan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ISI Denpasar akan menampilkan Sendratari Ramayana. Tujuh negara -- Kamboja, Indonesia, Srilanka, Thailand, Laos, Malaysia, Indonesia, dan tuan rumah India akan tampil menyajikan seni pertunjukan yang bersumber dari epos Ramayana nan masyur itu. "Wawasan para seniman yang akan berinteraksi dalam festival yang berlangsung di Madya Paradesh sudah tentu akan bertambah," ujar Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA.

Diundangnya para seniman Bali dalam festival bergengsi itu tentu dilandasi alasan yang kuat. Seperti halnya di tanah leluhur kelahiran cerita karangan Walmiki itu, di Bali kisah Rama sebagai titisan Dewa Wisnu memerangi kezaliman Rahwana begitu kuat mengakar. Eksistensinya dalam bentuk puisi dikumandangkan dan diresapi dalam kumandang pesantian. Lakon-lakon heroik dan sarat moral divisualisasikan dalam karya seni lukis dan seni patung. Tokoh-tokohnya seperti Rama, Sita, Anoman misalnya diidolakan sebagai teladan, bukan saja oleh penganut Hindu namun masyarakat pada umumnya.

Transformasi cerita Ramayana amat mengakar dalam kehidupan masyarakat Bali adalah lewat seni pertunjukan. Beberapa seni pertunjukan Bali berangkat dari sumber lakon yang terdiri dari tujuh kanda itu. Bahkan ada kesenian Bali yang identik dengan Ramayana yaitu drama tari Wayang Wong yang kini masih dapat dijumpai di Desa Tejakula (Buleleng), Sebatu, Mas, dan Batuan (Gianyar). Selain Wayang Wong, wayang kulit juga ada yang khusus memainkan cerita Ramayana yang lazim disebut Wayang Ramayana.

Cak atau Kecak, kendati sejatinya dapat membawakan berbagai lakon, namun dengan cerita Ramayana, seni pertunjukan ini menjadi seni pentas turistik yang banyak disaksikan para pelancong. Ketika dipisahkan menjadi seni profan oleh pelukis asal Jerman, Walter Spies dan penari Baris Desa Bedulu, Gianyar, I Wayan Limbak pada tahun 1930-an, Cak mengawali debutnya dengan lakon "Karebut Kumbakarna" yang mengisahkan pertempuran heroik raksasa Kumbakarna dalam membela rakyat dan negerinya, Alengka, dari gempuran dahsyat Rama dan tentera keranya. Dalam perkembangannya, pada 1970-an, Cak Bona, Gianyar, menyajikan cerita Ramayana yang kental dipengaruhi Sendratari Ramayana Kokar Bali dan ASTI Denpasar yang sedang populer saat itu.

Menarik Perhatian

Dari sekian jenis pertunjukan Bali yang berangkat dari cerita Ramayana, Sendratari Ramayana yang muncul 1965 adalah seni pentas yang mampu menarik perhatian penonton begitu luas. Sendratari ini pada awalnya digarap untuk perayaan ulang tahun ke-5 Kokar Bali. Tak dinyana, seni pentas ciptaan seniman karawitan dan tari I Wayan Beratha ini disambut antusias masyarakat. Sejak itu siswa Kokar Bali dan kemudian mahasiswa ASTI (kini ISI) Denpasar sering diundang pentas hampir ke berbagai penjuru Bali, menuturkan cerita Ramayana dalam untaian tari dalam paduan iringan karawitan disertai kisahan dalang. Para penari utamanya menjadi bintang-bintang yang dikagumi penonton.

Ketika Pesta Kesenian Bali (PKB) mulai digelindingkan sejak 1979, pertunjukan Sendratari Ramayana dalam bentuk kolosal makin fenomenal. Kokar Bali (kini SMK Negeri Sukawati) dan ASTI/STSI Denpasar yang menjadi pelaku utama sendratari itu meraup perhatian khusus masyarakat. Kreasi dan inovasinya dalam penggarapan cerita Ramayana digandrungi penonton PKB. Pementasannya di panggung terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali dipadati ribuan penonton.

Sendratari sebagai sebuah konsep artistik pertunjukan yang berorientasi dari cerita Ramayana juga mengemuka di Yogyakarta. Bertempat di pelataran Candi Prambanan, sejak 1961 telah juga dipentaskan Sendratari Ramayana yang dibawakan oleh ratusan penari. Namun jika sendratari gaya Jawa itu kelahirannya dilatarbelakangi sebagai tontonan wisatawan, sedangkan keberadaan sendratari di Bali menjadi presentasi estetik untuk masyarakat Bali sendiri. Sendratari Ramayana gaya Bali yang diciptakan Wayan Beratha tersebut menjadi tonggak penting perkembangan sendratari-sendratari berikutnya dengan sumber lakon yang beragam seperti Mahabharata, babad, legenda dan sebagainya.

Cerita Ramayana dalam bentuk sendratari "klasik" itulah yang ditampilkan oleh para seniman Bali pada awal Juni ini di tanah Ramayana, India. Sendratari Ramayana yang berdurasi hampir satu jam itu berawal dari pengembaraan Rama, Sita, dan Laksmana di hutan Nandaka. Setelah penculikan Sita oleh Rahwana, kera putih Anoman diutus Rama menjadi duta mengultimatum Rahwana agar mengembalikan Sita. Karena Rahwana bersikukuh ingin memperistri Sita, perang pun meletus yang berakhir dengan matinya raja Alengka itu. Sita pun kembali ke pelukan Rama.

Tim kesenian yang dipimpin Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar, Ketut Sariada, SST, ini diperkuat oleh penari dan penabuh yang memang seniman-seniman sendratari. Selain Ketut Sariada (Rama), Sendratari Ramayana yang ditampilkan di forum internasional itu di antaranya didukung Cokorda Raka Tisnu (Rahwana), Ida Ayu Wimba Ruspawati (Kidang), dan I Gusti Lanang Ardika (Marica).

* kadek suartaya source: BP

goesdun 18-06-2008, 11:21 AM Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Bali Perlu Perbanyak 'Event' Berskala Internasional

Bali sebagai daerah tujuan utama kunjungan wisman diprediksi akan mampu mencapai target yang diharapkan. Hal itu terlihat dari rata-rata kunjungan wisman ke Bali tahun ini yang menunjukkan peningkatan sangat signifikan di atas 20 persen. 'Kalau mengacu target, kita optimis Bali bisa mencapainya,' ungkap General Manager PT Angkasa Pura I Ngurah Rai Drs. Nyoman Suwetja Putra saat membuka Penyuluhan Peningkatan Mutu Pelayanan di Bandara, Senin (9/6) kemarin di Gedung Wisti Sabha.

Penyuluhan peningkatan mutu pelayanan tersebut diikuti unsur front liner mitra kerja dan mitra usaha yang berada di lingkup bandara. Tampil sebagai pembicara pada acara tersebut staf ahli

Menbudpar Thamrin B Bachri, Widyaiswara Utama Kementerian Budpar Dr. Acep Hidayat, M.M. dan mantan Menbudpar Drs. Gde Ardika serta Ranendra Dangin yang juga Direktur Personalia dan Umum AP I.

Dikatakan Suwetja Putra, penyuluhan tersebut sangat penting dalam upaya peningkatan pelayanan bagi wisatawan yang datang. Sementara itu, staf ahli Menbudpar Thamrin B. Bachri selaku salah satu pembicara dalam penyuluhan tersebut mengatakan aspek pelayanan menjadi salah satu kunci utama dalam pariwisata. 'Turis sangat mendambakan pelayanan yang baik ketika berada di daerah tujuan wisatanya,' ujarnya.

Dijelaskan, masalah keamanan sampai saat ini masih menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian. Karena itu Bali harus mampu terus mempertahankan faktor keamanannya. Dalam kasus bom Bali terbukti kunjungan turis merosot karena terganggunya keamanan.

Thamrin menambahkan, Bali masih tetap memikat bagi turis dunia. Untuk bisa meningkatkan kunjungan turis ini ke Bali dan Indonesia umumnya, maka sapta pesona harus betul-betul bisa dilaksanakan. Ditanya target kunjungan turis ke Indonesia terkait Visit Indonesia Year 2008 sebanyak 7 juta wisatawan, ia mengatakan opitimis bisa dicapai.

Menurut Dr. Acep Hidayat, M.M., inovasi dan kreativitas untuk mendatangkan turis harus dilakukan agar mereka tak jenuh dengan objek yang ada. Meski demikian, dalam pengembangan inovasi tersebut hendaknya tidak sampai dipaksakan, terutama menyangkut fisik. 'Bali ini kan kecil,' jelasnya. Bali bisa mendatangkan turis lebih banyak lagi dengan mengemas event yang

bisa melibatkan dunia luar termasuk MICE. Penyelenggaraan event internasional tersebut selama ini terbukti mampu mendatangkan turis dalam jumlah cukup besar. (031/*) source: BP

goesdun 18-06-2008, 11:27 AM Bali Memerlukan Terobosan Infrastruktur Atasi Kemacetan

Tawaran investasi pembangunan jalan layang di Tanjung Benoa-Nusa Dua sudah saatnya direspons secara arif. Pemprop Bali harus berpikir realistis mengantisipasi kepadatan arus Nusa Dua yang belakangan sering mendapat protes dari kalangan wisatawan.

Demikian dilontarkan Ketua Umum HPI Pusat Drs. I Nyoman Kandia dan pengamat lingkungan Drs. KG Dharmaputra, M.Sc., Selasa (10/6) kemarin. Kandia menilai tawaran konsersium Malaysia ini layak dijajaki dengan tetap memperhatikan aspek-aspek sosio-kultural Bali. 'Bali memerlukan terobosan cerdas mengantisipasi kemacetan jalur lalu lintas menuju Nusa Dua. Kini banyak wisatawan malas ke kawasan ini karena jarak tempuhnya mencapai satu jam dari Denpasar dari rata-rata normal hanya 20 menit,' ujarnya.

Kandia juga mengatakan alternatif ini layak dilirik dibandingkan Pemprop Bali harus membebaskan lahan-lahan publik untuk membuka jalur alternatif. 'Ada kecenderungan Pemprop Bali tak becus mengawasi jalur-jalur yang baru dibuka. Buktinya Jalan Prof. I.B. Mantra, tata ruangnya kini amburadul,' kritiknya.

KG Dharmaputra juga mengaku menyambut baik tawaran dari Malaysia ini. Menurutnya, yang diperlukan Bali saat ini adalah membangun infrastruktur untuk kepentingan publik dalam mengantisipasi masalah sosial. Setidaknya, kata dia, Bali memerlukan infrastruktur seperti waduk, pengolahan limbah, termasuk sarana transportasi publik. 'Selain itu, Bali memerlukan pelabuhan laut yang bersih serta tempat-tempat pelayanan umum yang nyaman,' ujarnya.

Dharmaputra mengatakan khusus untuk jalan layang di Teluk Benoa sebagai langkah antisipasi yang mendesak diwujudkan untuk mengurai kemacetan menuju Nusa Dua. Menurutnya, alternatif yang lebih murah untuk diwujudkan, kata dia, adalah membangun jalur dari Nusa Dua ke Pelabuhan Benoa. 'Ada banyak hal yang harus disikapi secara arif dan realistis untuk mengurai berbagai dampak sosial akibat kemacetan di jalur Denpasar - Nusa Dua,' ujarnya.

Tawaran investasi konsorsium Malaysia ini dipaparkan di hadapan Gubernur Bali oleh Datuk Khalid. Selain tawaran investasi jalan tol sepanjang 7,5 km Denpasar - Nusa Dua, mereka juga menawarkan pembangunan jalan layang di dua tempat. Total dana yang diperlukan untuk investasi ini mencapai Rp 4 trilyun. (044) source: BP

goesdun 18-06-2008, 11:31 AM 3.000 Seniman Terlibat dalam Pawai PKB Ke-30

Setidaknya 3.000 seniman akan terlibat dalam pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-30, Sabtu (14/6) mendatang di Renon. Jumlah itu bertambah dari tahun lalu, yang hanya sekitar 2.500 seniman. Partisipan asing yang ikut memeriahkan pawai PKB hanyalah Jeju, Korea Selatan. Demikian dikatakan Kadis Kebudayaan Bali Nyoman Nikanaya dan Kasubdis Kesenian Made Santha, Rabu (11/6) kemarin.

Pawai PKB kali ini akan lebih menonjolkan kekhasan kesenian masing-masing daerah, baik yang tradisi maupun pengembangan. Dalam pawai kali ini masyarakat akan dapat menyaksikan berbagai garapan kesenian yang menjabarkan konsep Tri Hita Karana, sesuai dengan temanya 'Prakampitaning Pretiwi Mandala'--Gempita Tanah Air yakni semarak yang harmonis, sesuai dengan nilai-nilai Tri Hita Karana.

Tiap peserta dari kabupaten/kota akan mencoba menampilkan garapan seni yang menggambarkan hubungan harmonis dengan Sang Pencipta--Ida Sang Hyang Widhi Wasa, hubungan harmonis dengan sesama dan hubungan selaras dengan lingkungan alam. Karena itu di masing-masing kabupaten/kota dibentuk tiga 'Pasukan' 30, 50 dan 100. Pasukan 30 orang, menggarap seni yang menggambarkan aspek parahyangan. Pasukan 50 orang menampilkan seni yang menggambarkan aspek pawongan dan Pasukan 100 menonjolkan aspek palemahan. 'Angka 30, 50 dan 100 itu mencerminkan makna momen penting pada pelaksanaan PKB kali ini. Angka 30 mencerminkan PKB ke-30, 50 mencerminkan HUT Pemprop Bali ke-50 dan 100 merupakan seabad Kebangkitan Nasional. Karena itu dalam penggarapan seni yang menjabarkan konsep Tri Hita Karana, dibentuklah pasukan-pasukan itu.

Dalam pawai kali ini para peserta tidak melakukan display, kecuali ISI Denpasar.

ISI Denpasar seperti biasa berada pada urutan pertama dengan menampilkan garapan Siwa Nata Raja--lambang PKB--dengan iringan Adi Merdangga dan dimeriahkan kober-kober Nawasanga. Seniman dari ISI akan melakukan display 5 menit di depan panggung kehormatan. Pawai PKB ke-30 menurut rencana dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan disaksikan beberapa menteri. (08) source: BP

goesdun 18-06-2008, 11:37 AM Bali Terbaik, Boyong Tiga Piala

Penampilan wakil Bali dalam Festival Nasional Tari Tradisional Nusantara, 4-8 Juni 2008 lalu di Balai Sidang Senayan, Jakarta, mencapai hasil maksimal. Dalam festival yang diikuti 30 propinsi di Indonesia itu, Bali yang diwakili Dinas Kebudayaan Propinsi Bali mampu memboyong tiga piala dan penghargaan sekaligus -- sebagai penyaji terbaik, penata tari terbaik atas nama Ida Ayu Made Diastini, SST. dan penata musik terbaik atas nama I Ketut Budiana, S.Sn.

Kepala Dinas Kebudayaan Bali Nyoman Nikanaya, Kamis (12/6) kemarin mengatakan, dalam festival serangkaian Pekan Produk Budaya tersebut, Bali membawakan garapan tari berjudul 'Somya' yang penata tarinya Ida Ayu Made Diastini dan penata tabuh atau musiknya Ketut

Budiana. Garapan tari yang diiringi gamelan semarandana itu dinilai oleh tim juri sebagai garapan terbaik, sehingga mampu mengungguli 32 peserta dari propinsi yang lain.

'Ini prestasi yang cukup gemilang. Mudah-mudahan prestasi ini mampu menjadi cambuk bagi Bali dalam mengikuti event yang lain,' kata Nikanaya. Tarian ini diperkuat enam penari dan diiringi gamelan semarandana oleh Sanggar Semarandana Banjar Gambang Munggu, Mengwi, Badung pimpinan I Gede Putu Sunarta. Piala dan trofi yang diraih Bali itu diserahkan Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan pada acara penutupan Pekan Produk Budaya.

Tari 'Somya' yang berdurasi sekitar 15 menit itu menggambarkan perubahan dari sifat-sifat adharma (buruk) menjadi dharma (baik). Sifat-sifat buruk dalam diri manusia, yang sering disebut sadripu (enam musuh dalam diri) harus dihilangkan, sehingga mencapai kebahagiaan dalam mengarungi kehidupan. Enam musuh (sadripu) itu digambarkan dalam enam gigi depan manusia. Dalam prosesi potong gigi, keenam gigi itu diratakan, di samping agar tampak indah atau cantik, juga sifat-sifat buruk manusia bisa di-somya atau dinetralisasi menjadi baik.

'Manusia memiliki tiga budi yaitu budi rajas, budi tamas dan budi satwam. Budi rajas dan budi tamas yang dianggap sebagai sifat-sifat kebinatangan mesti dihilangkan agar tidak menguasai diri manusia. Perubahan sifat buruk menjadi baik yang diangkat dari budaya Bali potong gigi itu kami coba tampilkan dalam bentuk garapan tari ini,' ujar Ida Ayu Diastini, sang penata tari tersebut. (08) source: BP

goesdun 18-06-2008, 12:26 PM Seni Budaya, Alat Sejahterakan Masyarakat

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir. Jero Wacik, S.E. membuka Kongres Kebudayaan Bali (KKB) I di Inna Grand Bali Beach, Sabtu (14/6) kemarin. Pada kesempatan itu, pejabat negara asal Desa Batur, Kintamani, tersebut menegaskan bahwa keragaman khasanah seni budaya Bali memiliki posisi strategis dalam mensejahterakan masyarakatnya.

Supaya seni budaya itu bisa berfungsi sebagai alat untuk mensejahterakan masyarakat, tentu saja harus diawali dengan meningkatkan penghargaan dan kesejahteraan para seniman/budayawan.

"Tidak ada gunanya kesenian itu maju, kalau rakyatnya tidak sejahtera dan senimannya hidup melarat," kata Jero Wacik.

Menurut Jero Wacik, orang-orang yang terjun di dunia seni dan terbukti mampu menghasilkan karya-karya bermutu yang dikagumi oleh dunia berhak untuk sejahtera. Makna kesejahteraan di sini, tegasnya, tidak hanya sebatas kesejahteraan batin lantaran karya-karya seniman itu diadopsi oleh orang lain. Tapi, juga sangat perlu kesejahteraan lahiriah.

"Jadi, kehidupan seniman itu harus layak dan kesehatannya juga harus baik. Pokoknya, seniman harus terurus dengan baik. Itulah tugas pemerintah. Melalui Kongres Kebudayaan Bali I ini, kita semua wajib meningkatkan penghargaan terhadap para seniman. Jangan lagi ada seniman mau

menari masih naik truk. Itu kurang menghormati seniman namanya dan saya sangat sesalkan itu," katanya mengkritisi.

Menyikapi tuntutan seniman agar diberikan pembagian Pajak Hotel dan Restoran (PHR) yang jelas lantaran pihaknya juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendongkrak kepariwisataan Bali, Jero Wacik buru-buru menjawab bahwa PHR tak bisa diatur seperti itu. Namun dia meminta agar seniman yang karya-karyanya bagus diberikan kompensasi yang baik.

Ketika terus didesak wartawan kenapa PHR tidak bisa diberikan secara langsung kepada seniman, Jero Wacik hanya menjawab singkat. "Kalau itu kan masuk ke pajak. Jadi, pemerintah yang ngatur itu. Pemda yang ngatur itu. Silakan diatur Pemda," kilahnya.

Pendekatan Budaya Gubernur Bali Dewa Made Beratha dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Drs. I Nyoman Yasa, M.Si. mengharapkan KKB I ini mampu menumbuhkan suatu model pendekatan budaya untuk mewujudkan kedamaian dunia.

Dalam perspektif waktu, kata dia, puncak-puncak kebudayaan Bali telah berkembang dan beralkulturasi dengan budaya dan agama Hindu yang bersinergi membentuk kebudayaan Bali yang menjadi jati diri orang Bali. Dalam perjalanan sejarah yang panjang, sinergi budaya dan agama Hindu telah melahirkan dan menumbuhkembangkan konsep-konsep kearifan lokal Bali seperti Tri Hita Karana, paras-paros sarpanaya, manyama braya, sagilik-saguluk dan sebagainya.

"Kearifan lokal ini telah terbukti mampu dan teruji menciptakan keharmonisan dan keseimbangan hidup di kalangan masyarakat Bali dalam bingkai NKRI. Dalam kongres ini, saya berharap kearifan lokal yang diwarisi masyarakat Bali itu dapat memberikan inspirasi untuk mewujudkan kedamaian dunia sebagai suatu model pendekatan alternatif yang mengedepankan soft power dibandingkan dengan pendekatan hard power seperti perang dan agresi," katanya.

Dewa Beratha berharap, KKB I ini sebagai forum fungsional tempat berkumpulnya para cendekiawan, budayawan dan seniman dapat menemukan solusi terbaik untuk mempertahankan dan merevitalisasi jati diri masyarakat Bali dengan kemampuan adaptif dan akulturasi budaya serta kesatuan sosial. (kmb13) source: BP

goesdun 18-06-2008, 12:38 PM Kongres Kebudayaan Bali Hasilkan Deklarasi Kebudayaan

Kongres Kebudayaan Bali I yang berakhir Senin (16/6) kemarin menghasilkan rumusan, strategi dan deklarasi kebudayaan. Rumusan yang dihasilkan di antaranya manusia Bali sedang mengalami kegamangan identitas sebagai akibat dari penetrasi budaya global yang cenderung menggeser poros spiritual dan sosial budaya Bali. Hal ini mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat. Karena itu, dirasa perlu penguatan identitas.

Manusia Bali memiliki identitas budaya khas yang terbangun melalui proses pembudayaan yang cukup panjang. Identitas manusia Bali salah satunya bahasa Bali. Karena itu upaya penguatan bahasa Bali melalui perencanaan matang, perluasan ranah penggunaan bahasa Bali dan peningkatan kesadaran sikap positif terhadap bahasa Bali penting dilakukan.

Bali merek dagang (Bali brand) merupakan pemikiran paradoks karena pandangan masyarakat luar terhadap merek dagang adalah semuanya bisa dijual. Agama Hindu sebagai napas atau jiwa budaya Bali, dan kesenian merupakan jati diri orang Bali tidak bisa "dijual" secara sembarangan.

Perkembangan pariwisata membawa nilai-nilai budaya baru, nilai dinamis, tetapi lebih menawarkan kepentingan pariwisata daripada kepentingan kebudayaan Bali. Hal ini menimbulkan krisis lingkungan, identitas dan krisis nilai-nilai budaya Bali.

Hak atas kekayaan intelektual (HaKI) termasuk hak cipta sangat dibutuhkan bagi pertahanan dan perlindungan legalitas terhadap warisan seni dan budaya Bali. Karena itu perlu sosialisasi HaKi dan hak cipta secara berencana, berkesinambungan dan sistematis ke masyarakat. Diperlukan kejujuran dan saling menghargai dalam melakukan aktivitas seni dan budaya, sehingga terbangun kehidupan seni dan budaya yang sehat, bebas dari upaya pemalsuan dan penyalahgunaan nilai-nilai seni dan budaya.

Prinsip keterbukaan interaksi budaya dengan kebudayaan lainnya haruslah dimaknai sebagai upaya untuk memperkokoh, memperkaya kebudayaan bangsa dan meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Diplomasi kebudayaan Bali adalah suatu upaya untuk memperjuangkan

kepentingan pengembangan kebudayaan Bali di forum internasional.

Rekomendasi Kebudayaan yang dilahirkan di antaranya, pembangunan Bali yang berbudaya menegaskan dan melanjutkan komitmen pemerintah dan masyarakat Bali untuk memperkokoh identitas budaya lokal, menjunjung ideologi nasional Pancasila dan kebudayaan Indonesia, mengapresiasi keragaman budaya dan peradaban universal. Menguatkan jiwa kebudayaan Bali yang bernapaskan agama Hindu guna memantapkan spiritualitas dan nilai-nilai dasar Tri Hita Karana.

Pembangunan Bali berbudaya dan pelestarian serta pengembangan kebudayaan Bali wajib menjadi tanggung jawab bersama. (08)

Deklarasi Kebudayaan

* Sesungguhnya kebudayaan daerah, nasional dan global adalah satu eksistensi yang dijiwai bhinneka tunggal ika, satu identitas dan satu fondasi kemanusiaan yang sarat nilai historis, logika, etika, spiritualita, setetika, solidarita dan makna kehidupan.

* Pengembangan kebudayaan Bali hendaklah mampu menghormati identitas budaya dengan berbagai keragamannya, menghargai kearifan lokal, serta mengapresiasi kreativitas menuju kemajuan budaya, adab, sains, seni, harmoni dan kesejahteraan.

* Marginalisasi, hegemoni dan kepunahan kebudayaan harus dicegah. Sebaliknya potensi kekhususan, keunggulan dan keadaban harus dilestarikan dan diberdayakan untuk memuliakan kemartabatan dan kemanusiaan melalui kerja sama sinergis, serta tanggung jawab bersama, lintas daerah, lintas kelompok etnis dan lintas bangsa.

* Pendalaman kebudayaan agar mampu menggetarkan roh serta tekad baru untuk bangkit secara lokal, nasional, global dalam spirit kearifan, toleransi dan kedamaian dari Bali untuk Bali, dari Bali untuk Indonesia dan dari Bali untuk dunia. source: BP

goesdun 19-06-2008, 09:12 AM Unud Terima Muri Pendiri Magister Anti-Aging Medicine Pertama di Dunia

Universitas Udayana (Unud) mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai lembaga pendidikan yang pertama kali mendirikan Program Studi S-2 Anti-Aging Medicine di dunia. Penghargaan itu diberikan kepada Unud sebagai lembaga yang mengelola konsentrasi tersebut, dan Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila sebagai pemrakarsa. Penghargaan itu diserahkan Manager Muri Paulus Pangka, S.H. di aula gedung PPS Unud, Rabu (18/8) kemarin.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Unud Prof. Dr. dr. Made Bakta beserta PR I Prof. Komang

Gde Bendesa, Direktur Program Pascasarjana Unud Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta berikut Asdir I Prof. Sutjiati Berata, para dekan dan undangan lainnya.

Pendirian Magister Anti-Aging Medicine Unud tahun 2007 lalu itu telah mendapat dukungan dari The American Academy of Anti-Aging Medicine (A4M) Amerika yang diketuai Prof. Robert Goldman dan European Society of Anti-Aging Medicine (ESAAM) Jerman yang diketuai Prof. Michael Klentze. Magister Anti-Aging Medicine Unud ini telah menerima mahasiswa dua angkatan berasal dari seluruh Indonesia.

Karena dinilai berjasa besar telah mendirikan Program Magister Anti-Aging Medicine, pada saat acara 5th Malaysian Conference on Anti-Aging Medicine di Kualalumpur, 18 Mei 2008 lalu, Prof. Wimpie Pangkahila mendapat Leadership Award dari A4M yang diserahkan langsung Prof. Robert Goldman.

Magister Anti-Aging Medicine ini didirikan agar dapat melahirkan SDM yang profesional dalam bidang antipenuaan, sehingga usia harapan hidup manusia bisa bertambah.

Dikatakannya, usia harapan hidup manusia Indonesia rata-rata 66 tahun, jauh berada di bawah Jepang, Eropa dan Amerika yang 90 tahun. Masih rendahnya usia harapan hidup, ditengarai ada yang salah dalam diri kita sehingga berpengaruh terhadap kualitas hidup. Pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, mendapat pengobatan sebelum jatuh sakit merupakan upaya yang dilakukan untuk mempertahankan secara optimal kondisi tubuh dan jiwa.

Manager Muri Paulus Pangka mengatakan pemberian penghargaan ini bukan main-main. Penghargaan ini pantas diberikan kepada Unud dan Prof. Wimpie Pangkahila karena pertama kali di dunia mendirikan Program Studi Magister Anti-Aging Madicine. Penghargaan Muri yang diberikan kepada Unud ini tercatat yang ke-3.197, sejak 27 Januari 1990. Ia membantah pnghargaan Muri bisa dibeli. Muri memberikan penghargaan berdasarkan sejumlah kriteria yakni yang paling superlatif, yang pertama, unik dan langka. Unud ini mendapat penghargaan karena ide-ide brilian -- pertama kali di dunia mendirikan Magister Anti-Aging Medicine.

Rektor Unud Prof. Made Bakta dan Direktur PPS Prof. Dewa Suprapta menyambut gembira penghargaan ini. Pencapaian-pencapaian seperti ini diharapkan dapat mengibarkan 'bendera' Unud lebih tinggi lagi. Tidak hanya lahir pertama kali, prestasi-prestasi yang terhebat nantinya sangat diharapkan lahir dari Magister Anti-Aging Medicine ini. (08/*) source: BP

goesdun 20-06-2008, 11:25 AM Untuk kesekian kalinya, grup kesenian dari Amerika tampil di Pesta Kesenian Bali (PKB). Kali ini, yang datang adalah grup dari Univerisity of Illinois at Urbana Champain (UIUC) di wilayah Amerika Tengah. Mereka akan tampil pada Jumat (20/6) malam ini. Dengan jumlah kru 25 orang, mereka akan menyuguhkan sebuah garapan seni pertunjukan yang mempertemukan unsur-unsur musik gamelan dan tari Bali dengan Barat.

Praktisi seni Prof. Dr. Wayan Dibia, Kamis (19/6) kemarin mengatakan, dari latihan yang mereka lakukan di markas Sanggar Cudamani di Pengosekan, Ubud, Gianyar, terlihat bahwa grup ini akan menyajikan sebuah kisah pengembaraan budaya seni yang berangkat dari budaya Timur dan Barat. Seluruh rangkaian pertunjukan akan dibuka dengan dua sajian tari Bali -- tari Sekar Taman dan Kebyar Ding -- yang kemudian dilanjutkan dengan garapan baru yang lebih bernuansa karya kolaborasi seperti tari Putri Salju dan Reng Gam Jazz.

Dengan pemain gabungan antara mahasiswa dan dosen pengajar, grup ini menawarkan sedikitnya tiga hal yang kiranya menarik disimak. Dalam sajian Kebyar Ding mereka mencoba menampilkan karya musik sesuai rasa musikalnya sebagaimana yang terekam dalam rekaman Odeon dari tahun 1928.

Sesuai penjelasan Ketut Gede Asnawa, salah seorang pengajar di UIUC ini, grup ini mencoba mempertahankan, bukan saja kalimat lagu dari Kebyar Ding, namun yang lebih penting lagi adalah rasa musikalnya dengan cara mempertahankan ornamentasi serta tempo aslinya.

Tari Putri Salju, koreografi duet, akan menampilkan sebuah dialog yang unik antara tari modern (Amerika) dengan iringan gamelan Bali (Semarandana). Dalam garapan ini terjadi kontak rasa antara komposer dan koreografer yang berlatar belakang budaya yang berbeda. Suara gamelan yang penuh getar dicoba untuk direspons dengan untaian gerak yang liar.

Satu lagi dan yang sangat unik dari program mereka adalah garapan musik orkestra baru menggunakan gamelan sebagai media ungkap. Dalam budaya gamelan Bali, pemain kajar

(kempluk) biasanya bertugas sebagai pemegang tempo. Tempatnya pun di antara barisan gangsa, di samping juru ugal. Dalam garapan ini, pemain kajar ditarik ke depan (keluar dari barisan gangsa) dengan fungsi sebagai konduktor (pemberi dan pengatur aba-aba). 'Apa yang terlihat di sini adalah transformasi posisi dan fungsi instrumen dan pemain kajar dari yang sebagai pelengkap menjadi pemimpin orkestra,' ujarnya.

Walaupun sama-sama mengusung misi diplomasi budaya melalui kesenian, grup UIUC datang dengan tampilan yang berbeda dengan grup Gamelan Sekar Jaya, atau One Poeple, keduanya dari California, yang telah pernah tampil di arena PKB beberapa tahun yang lalu. Grup ini akan memainkan gamelan Bali sesuai dengan persepsi artistik dan interprertasi mereka terhadap konsep gamelan Bali. (lun) source: BP

goesdun 20-06-2008, 11:26 AM SANGGAR Arma Kumara Sari, Ubud, Gianyar tampil membawakan sejumlah garapan tabuh dan tari di Wantilan Taman Budaya, Kamis (19/6) pukul 12.00 kemarin. Bisa dibayangkan, apa yang terjadi jika pentas digelar siang hari seperti itu. Keringat penari dan penabuh menetes, keringat penonton juga membasahi wajah. Meski demikian, cuaca gerah itu tak menyurutkan keinginan warga menonton pentas sanggar yang dikoordinatori Agung Rai ini.

Diawali dengan tabuh kreasi 'Hujan Mas' dengan perangkat gamelan semarapegulingan, sanggar ini melanjutkan dengan menampilkan tari penyambutan 'Puja Smerti', tari kreasi 'Merak' dan

'Manuk Mangigel', tabuh kreasi 'Indibali' serta ditutup dengan fragmen Legong berjudul 'SiwaUma'. Penampilan mereka mengundang decak kagum penonton. Aplaus pun berkali-kali diberikan penonton.

Misalnya, tari 'Manuk Mengigel' yang dibawakan enam penari laki-laki. Mereka menari meniru gerakan ayam jago sedang bertarung. Sayap dan ekor 'ayam' yang menggunakan hiasan dari daun rontal itu berkibas-kibas, sebelum pertarungan dimulai.

Sementara fragmen Legong 'Siwa Uma' diambil dari cuplikan Lontar Siwa Gama yang menceritakan keberhasilan Batari Uma mendapatkan obat 'Empehan Lembu' untuk mengobati Batara Siwa yang sedang sakit. Pentas ini cukup memukau penonton PKB siang itu. Ketua Sanggar Wayan Suparta mengatakan, sanggar ini mengerahkan penari 37 orang dan penabuh 30 orang. Tampil untuk kedua kalinya di PKB, sanggar ini melakukan persiapan sekitar 1,5 bulan. (08) source: BP

goesdun 20-06-2008, 11:31 AM Tiga Dasawarsa Pesta Kesenian Bali

Oleh I Ketut Sutika

Denpasar (ANTARA News) - Pesta Kesenian Bali (PKB), tradisi tahunan yang dikonsep

budayawan Prof Dr Ida Bagus Mantra (almarhum) 30 tahun yang silam kini telah menjelma menjadi salah satu ikon kebudayaan Bali.

Dari tahun ke tahun PKB makin berkilau. Pada tahun ini, PKB dijadwalkan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Sabtu (14/6) dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan duta besar negara-negara sahabat.

PKB yang akan berlangsung 14 Juni-12 Juli 2008 ini mengusung tema "Citta Wretti Nirodha", yakni pengendalian diri menuju keseimbangan dan keharmonisan menekankan penataan dan kemasan unik dan menarik.

Selain untuk menggali dan mengembangkan seni budaya, PKB kali ini didisain untuk mengangkat citra Bali sebagai daerah tujuan wisata di dunia internasional yang aman dan nyaman.

PKB ke-30 itu semakin istimewa karena festival seni tahunan yang akan melibatkan seniman mancanegara dan 23 propinsi itu, juga menjadi salah satu puncak acara tahun kunjungan wisata Indonesia (Visit Indonesia Year-VIY) 2008, tutur Gubernur Bali Drs Dewa Beratha.

Ketika memimpin rapat persiapan terakhir pelaksanaan PKB, Gubernur Beratha menjelaskan, 14 grup kesenian dari delapan negara serta tim kesenian dari 23 propinsi di Indonesia akan tampil bersama duta seni dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali selama sebulan PKB berlangsung.

Atraksi budaya dan pementasan diseleksi yang betul-betul bermutu dan menyuguhkan kemurniaan seni budaya.

"Tim kesenian tuan rumah harus mampu tampil yang terbaik, jangan sampai kurang mendapat perhatian, karena tim kesenian tamu dari sejumlah daerah di Indonesia maupun luar negeri juga tampil menarik," ujar Gubernur Beratha mengingatkan.

Penampilan tim kesenian dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali dirancang khusus dan sungguh-sungguh, agar meriah dan menarik dengan mengedepankan penampilan mutu seni budaya.

Wakil Ketua II PKB ke-30, Prof Dr I Wayan Rai. S, yang juga rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menambahkan, pawai budaya akan mempresentasikan "Tri Hita Karana" atau keharmonisan hubungan sesama umat manusia, manusia dengan alam lingkungan dan manusia dengan Tuhan Yang Mahaesa.

Semua itu disuguhkan dalam garapan kesenian ritual maupun tontonan yang melibatkan sedikitnya 3.000 seniman.

Duta kesenian dari masing-masing kabupaten/kota menyertakan tidak kurang dari 180 seniman yang terdiri atas 30 seniman.

Penampilan tim kesenian dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali merupakan satu-kesatuan yang mengusung tema "Prakampitaning Pretiwi Mandala" dengan garapan ekspresi yang semarak, penuh variasi, dinamis dan atraktif.

Pawai budaya itu akan dimeriahkan berbagai atraksi dan komposisi dari para seniman itu, ujar Prof Wayan Rai.

PKB ke-30 tahun 2008 yang didukung dana APBD Bali sebesar Rp 3,9 miliar selama sebulan penuh dilaksanakan secara lebih meriah dibanding kegiatan serupa tahun-tahun sebelumnya.

"Kami membuatnya lebih meriah, karena PKB telah memasuki usia ke-30, Pemprop Bali berusia 50 tahun, 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional, dan bertepatan dengan VIY 2008 serta Gubernur Bali Drs Dewa Beratha mengakhiri masa jabatannya selama dua periode (1998-2008)," kata Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Bali Drs Nyoman Nikanaya.

Gubernur Beratha jauh sebelumnya telah mengisyaratan PKB ke-30 lebih meriah dari tahuntahun sebelumnya, karena bertepatan dengan lima peristiwa penting itu.

Dinas Kebudayaan Propinsi Bali yang bertanggungjawab sejak perencanaan hingga pelaksanaan PKB telah melakukan koordinasi dengan delapan kabupaten dan satu kota di Bali, termasuk mengatur jadwal pementasan tim kesenian asing dan 23 propinsi di Indonesia.

Selama 30 tahun pelaksanaan PKB, disadari atau tidak mampu memberikan sumbangan yang

cukup besar terhadap pengembangan seni budaya, baik ke dalam maupun ke luar negeri.

Ke dalam, PKB memberikan semangat kepada para seniman untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi, selaras dengan pergerakan jaman.

Kondisi demikian menjadikan seni budaya Bali tidak perlu dikhawatirkan akan mengalami kepunahan, atau kemerosotan kualitas, justru sebaliknya semakin kokoh dan lestari mengikuti perkembangan zaman.

PKB juga memberikan andil besar terhadap perkembangan kesenian internasional. Selama ini PKB selalu mendapat apresiasi yang tinggi, dari masyarakat internasiona. PKB juga menjadi ajang atraksi bagi kepariwisataan dunia.

Almarhum Ida Bagus Mantra ketika merintis PKB 30 tahun silam ketika menjadi Gubernur Bali saat itu, sebenarnya hanya bertujuan mengisi kegiatan positif bagi pelajar dalam menjalani liburan panjang.

Awalnya tidak berpikir kegiatan itu laku dijual kepada turis, namun adanya kejelian dari komponen pariwisata, membuat PKB menjadi paket wisata menarik.

Sejauh ini PKB juga masih sesuai dengan rambu pembangunan pariwisata budaya yang diterapkan di Pulau Dewata. Perjalanan sejarah juga membuktikan PKB memiliki potensi yang dapat mendukung pengembangan pariwisata di Pulau Dewata.

Unggulan-unggulan seni budaya yang unik, menarik dan khas itu tentu akan menjadi modal utama bagi Bali dalam menyukseskan VIY sekaligus menghadapi persaingan pariwisata yang makin ketat, ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali Drs I Gede Nurjaya. (*)

goesdun 20-06-2008, 11:39 AM Lebih dari 34 Persen Terumbu Karang di Bali Rusak

Denpasar (ANTARA News) - Dari 65,08 kilometer terumbu karang yang terhampar di perairan Bali, sekitar 34,41 persennya telah rusak dan 27,38 persen lainnya sudah mati.

Gubernur Bali Dewa Beratha dalam sambutan untuk pembukaan Monitoring Implementasi Program Peningkatan Produksi Perikanan di Sanur, Kamis, mengatakan, berbagai kerusakan terumbu karang tersebut, selain disebabkan oleh proses alam juga dampak dari praktik penangkapan ikan.

"Kami bersama berbagai lapisan masyarakat dalam menyikapi hal itu melakukan rehabilitasi dan memperbaiki pengelolaan yang dilakukan sejak tahun 1990," ujar Gubernur Beratha.

Bali memiliki ekosisten laut lainnya berupa hutan bakau seluas 3.005 hektar yang mampu berfungsi dengan baik untuk mempertahankan kelestarian sumberdaya ikan di laut serta mencegah kerusakan pantai.

Selain itu sumber pakan alami yang sangat potensial, daerah perlindungan biota planktonik, larva dan benih ikan.

Gubernur Beratha menjelaskan, daerahnya juga memiliki potensi lestari sumberdaya ikan di laut teritorial dan alokasi yang diberikan di ZEEI sebesar 147.278 ton pertahun.

Dari potensi tersebut baru dimanfaatkan 106.211 ton atau 72,1 persen pada tahun 2007. Potensi perikanan budidaya laut seluas 1.551 hektar, namun baru dimanfaatkan 418,5 hektar untuk pengembangan rumput laut, kerapu dan kerang mutiara.

Selain itu juga lahan potensial untuk budidaya tambak seluas 1.667 hektar, namun baru dimanfaatkan untuk pengembangan udang, bandeng dan kerapu seluas 488 hektar, ujar Gubernur Beratha.

Rapat monitoring tersebut dihadiri Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan Dr Ir Made L Nurdjana, Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang ekonomi Setwapres Dr Tirta Hidayat.(*)

goesdun 21-06-2008, 11:01 AM Rebutan Air, Subak Berhadapan dengan Pemodal

Para pejabat publik di Bali diingatkan untuk menggunakan hak -hak inisiatif untuk mendesain perda perlindungan sumber mata air dan pengelolaannya. Langkah ini mendesak dilakukan mengingat tawaran invenstasi yang menyasar kawasan-kawasan resapan air sangat tinggi. Jika lambat, satu saat subak di Bali akan rebutan air dengan pemilik modal, karena air kini jadi barang bisnis yang bisa diperdagangkan pihak ketiga.

Demikian ditegaskan Dekan FMIPA Unud Raka Dalem dan Kepala Balai Wilayah Sungai BaliPenida Ir. I Nyoman Ray Yusha,M.M., Jumat (20/6) kemarin. Raka Dalem mengatakan sikap tidak selektif sejumlah petinggi di Bali dalam merekomendasikan tawaran investasi sangat beresiko bagi perlindungan sumber mata air. 'Inisiatif untuk melidungi sumber-sumber mata air di Bali harus dilihat sebagai tuntutan bukan lagi sekadar wacana,' ujar Ketua Kelompok Studi Ekowisata Bali ini.

Menurutnya krisis kepekaan terhadap sumber-sumber mata air di kalangan elite di Bali bisa menjadi masalah serius bagi terjaganya sumber mata air. 'Bali jangan terlalu banyak dijejali investasi rakus lahan dan padat modal. Yang mendesak dilakukan sekarang adalah memaksimalkan infrastruktur yang ada untuk kepentingan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan krama Bali,' ujarnya.

Ray Yusha mengatakan Departemen PU kini memiliki sejumlah model perlindungan sumber mata air. Selain bersinergi dengan masyarakat di sekitar sumber mata air, pihaknya juga melakukan perawatan fisik di sekitar sumber mata air. 'Ketersediaan sumber mata air bagi kehidupan diprediksi akan menjadi barang mahal di kemudian hari. Sengketa atas air bersih

diprediksi akan terus meningkat ketika laju kependudukan dan investasi tak terkendali,' ujarnya.

Menurutnya perlindungan sumber mata air haruslah menjadi isu strategis bagi Bali mengingat air kini sudah menjadi barang ekonomis. Kini, banyak perusahaan yang melakukan privatisasi air sebagai lahan bisnis. 'Jika Bali lambat melakukan perlindungan sumber mata air, subak-subak yang ada akan berebut sumber mata air dengan pemodal. Masalahnya, air kini nyata-nyata bisa diperdagangkan oleh pemodal,' ujarnya.

Menurutnya pejabat publik harus memiliki keberanian menolak investasi di kawasan-kawasan resapan air. 'Jangan lagi mencari keuntungan finansial dengan menjual perijinan termasuk merekomendasikan investasi di lahan yang mestinya mendapat perlindungan,' tegasnya. (044) source: BP

goesdun 24-06-2008, 03:35 PM Aksi 1.000 Pohon untuk Uluwatu

Penanaman pohon yang dilakukan Sekaa Teruna Bhakti Dharma serta seluruh warga masyarakat di sekitar kawasan Pura Uluwatu Pecatu merupakan bukti betapa keseriusan, kesungguhan, tanggung jawab serta kecintaan masyarakat khususnya Sekaa Teruna Bhakti Dharma Banjar Adat Kangin Pecatu dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Terlebih lagi kegiatan dikaitkan pula dengan peringatan hari lingkungan hidup sekaligus menjawab tantangan dunia terhadap pemanasan global.

Demikian diungkapkan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Badung I Wayan Suambara, S.H.M.M., saat mengikuti aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan Pura Uluwatu, Minggu (22/6) kemarin.

Dalam acara yang dihadiri Camat Kuta Selatan I Wayan Soka serta anggota DPRD Kab. Badung Ketut Suiasa, lebih lanjut Wayan Suambara mengatakan melalui penanaman 1.000 pohon ini juga ingin menunjukkan makna positif kepada khalayak, bahwa tidak benar generasi muda khususnya generasi muda Pecatu hanya bisa bicara, tahunya hanya bisa teriak tetapi hari ini telah dibuktikan bahwa generasi Pecatu telah berbuat tidak hanya untuk Pecatu, Badung dan Bali tetapi telah berbuat untuk dunia, karena pemanasan global adalah ancaman buat dunia.

Suambara menyampaikan penghargaan kepada Sekaa Teruna serta generasi muda lainnya yang telah mencintai lingkungan. 'Marilah kita tingkatkan rasa persaudaraan, rasa kesatuan dan persatuan di kalangan kita, baik sesama generasi muda, sesama Sekaa Teruna antar generasi muda dengan pelajar dan komponen masyarakat lainnya. Kita jaga apa yang kita miliki ini dengan baik, karena kami yakin yang paling mampu menjaga adalah mereka yang memiliki itu sendiri,' ungkap Suambara.

Ketua panitia pelaksana kegiatan Komang Kusuma Wijaya menjelaskan aksi 1.000 pohon untuk Uluwatu merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan khususnya di Pecatu, dalam mendukung program anti global warning dan hari lingkungan hidup sedunia serta menyambung visi dan misi Pemkab. Badung guna menjaga kelestarian lingkungan khususnya di Pura Luhur

Uluwatu. (r/*) source: BP

goesdun 24-06-2008, 03:36 PM Renang Berprestasi Internasional

KIPRAH Klub Renang Elang Laut kini tak perlu diragukan lagi. Para atlet binaannya dengan pesat berkembang dan sudah merambah ke perlombaan renang bertarap internasional. Salah satu atlet binaan Elang Laut yakni I Gede Siman Sudhartawa telah mengikuti lomba renang Internasional Age Group Asia di Tahiland pada 21-22 Juni 2008. I Gede Siman Sudhartawa meraih perak di 200 m gaya punggung dan dua perunggu di 50 m gaya kupu-kupu dan 100 m gaya punggung.

Tentu prestasi yang diraih I Gede Siman Sidhartawa dan kawan-kawannya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Elang Laut. Anak binaan lainnya yang berprestasi berskala nasional maupun internasional yakni I Putu Takahide Valentino dan Rista Agustin Margina. Kedua atlet renang binaan Elang Laut ini kini masuk Tim PON Bali dan akan berlaga pada PON di Kaltim mewakili Bali pada 6-17 Juli 2008.

Menurut pelatih Drs. I Wayan Wiarta, Elang Laut yang berdiri sejak Oktober 1988 di Denpasar itu sudah banyak melahirkan atlet renang berprestasi. Anggotanya yang kini berjumlah 43 orang ini memang rata-rata memiliki bakat renang yang andal. 'Karena itu, banyak orangtua supaya

anaknya mau bergabung di Klub Renang Elang Laut,' kata Wiarta.

Ia mengatakan, atlet berprestasi lain binaan Elang Laut adalah Vico Andya Hartadinata meraih juara pertama dalam Olimpiade Renang Usia Dini TK-SD yang diselenggarakan di Bali pada 19 Juni 2008 lalu. Dan, Vico akan diikutsertakan dalam Olimpiade Renang Usia Dini TK-SD di Jakarta, Agustus 2008. Atlet renang Elang Laut lainnya yang berpestasi yakni Ridhwan Pratama. Ia meraih juara pada Wali Kota Cup Surabaya pada 21-22 Juni 2008 di Surabaya. Ridhwan bertarung di nomor gaya 100 m kupu-kupu.

Di antara empat atlet renang yang berprestasi tersebut, tak ketinggal nama Ricky Darmawan binaan Elang Laut. Ricky sempat berlaga pada Invitasi Renang Nasional Kelompok Umur di Jakarta, Mei 2008 lalu. Pada invitasi renang itu, Ricky meraih emas di 50 m punggung, 100 m punggung, dan 200 m punggung.

Lalu apa resep dalam mencetak atlet renang? Menurut Wayan Wiarta, ada empat faktor yang mendongkrak keberhasilan atlet yakni atlet itu sendiri, orangtua, pelatih, dan lingkungan. Di sini perlu ada kesungguhan, kedisiplinan, dan kemauan berlatih keras dari seorang atlet. Peran orangtua juga sangat menentukan keberhasilan atlet. 'Dorongan, semangat dan kesabaran orangtua sangat menentukan prestasi maksimal yang diraih atlet,' kata Wiarta.

Yang tak boleh dilupakan perannya untuk menciptkan atlet berprestasi yakni faktor lingkungan. Di mana lingkungan keluarga, teman, dan sekolah sangat membantu memotivasi atlet untuk terus bersemangat berlatih. Dan, tak kalah pentingnya adalah peran pelatih. Pelatih akan tahu secara

psikologi perkembangan jiwa anak. Oleh karena itu, pelatih tak cukup tahu tentang teori berenang, akan tetapi harus mengenal dunia anak-anak. (023/*) source: BP

goesdun 25-06-2008, 11:08 AM Sebanyak 800 Mahasiswa AS Dalami Gamelan Bali

Denpasar (ANTARA News) - Instrumen gamelan Bali cukup diminati mahasiswa University Illinois Urbana, Amerika Serikat, mengingat paling tidak 800 dari 40.000 mahasiswa perguruan tinggi itu mendalami seni tradisional Pulau Dewata tersebut.

"Mahasiswa yang mendalami gamelan dan tari Bali berasal dari berbagai negara, selain AS juga datang dari China, India dan Malaysia," kata salah seorang dosen perguruan tinggi tersebut, Dr Ketut Gede Asnawa, di Denpasar, Kamis.

Ia datang ke tempat kelahirannya, Bali, untuk memimpin tim kesenian AS beranggotakan 25 orang bersama Rektor University Illinois Urbana, Karl Krames, guna turut memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-30.

Lembaga pendidikan seni di AS itu memiliki sejumlah perangkat gamelan Bali, warisan dari seorang kolektor warga setempat.

"Sedikitnya ada tujuh jenis gamelan Bali yang dimanfaatkan untuk kepentingan proses belajarmengajar di lembaga pendidikan tinggi seni tersebut," ujar Asnawa.

Dosen tetap pada University Illinois Urbana AS itu menambahkan, gamelan Bali yang dikembangkan dalam proses belajar-mengajar itu antara lain semarpagulingan, semaradana, gong kebyar, gambang, angklung dan blaganjur.

Hasil binaan terhadap anak didiknya mengenai gamelan Bali akan ditunjukkan kepada masyarakat Pulau Dewata dalam memeriahkan PKB di Gedung Ksiarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Kamis (20/6) malam.

Penampilan tersebut merupakan kolaborasi seni musik klasik Amerika Serikat-gamelan Bali yang melibatkan 25 mahasiswa setelah dua semester berlatih mendalami gamelan Bali.

Mahasiswa hasil seleksi terbaik itu telah melakukan persiapan secara matang dalam penguasaan instrumen gamelan Bali yang dipadukan dengan musik modern.

"Harapan kami mampu memberikan gambaran kepada masyarakat, bahwa instrumen gamelan Bali juga berkembang di AS," ujar Asnawa. (*)

goesdun 25-06-2008, 11:09 AM

12 Grup Kesenian Asing Ramaikan Pesta Seni di Bali

Denpasar (ANTARA News) - Sedikitnya 12 kelompok kesenian asing menyatakan ikut ambil bagian dalam memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-30 yang akan berlangsung di Denpasar, 14 Juni-12 Juli 2008.

Mereka berasal dari delapan negara yang jadual pementasannya diatur sedemikian rupa dengan pementasan seniman lokal dan utusan daerah lainnya di Indonesia, kata Kasubdis Kesenian Dinas Kebudayaan Propinsi Bali, I Made Santha di Denpasar Sabtu.

Ia mengatakan, negara yang ikut ambil bagian itu meliputi Jepang, Amerika Serikat, Singapura, India, Korea Selatan, Thailand, Inggris dan Malaysia.

Negara tersebut ada yang mengirim lebih dari dua grup seperti Jepang mengikutsertakan tiga grup dan Amerika Serikat dua grup dan negara lainnya masing-masing satu grup.

Tim kesenian asing yang ikut dalam kegiatan seni tahunan di Pulau Dewata kali ini hampir sama dengan tahun sebelumnya sebanyak 12 grup dari tujuh negara masing-masing dari Jepang, China, Korea, India, Amerika, Singapura dan Kanada.

Sedangkan PKB 2006 melibatkan 15 kelompok kesenian asing, sehingga peranserta seniman luar negeri dalam aktifitas seni tahunan di Pulau Dewata berfluktuasi.

Made Santha menjelaskan, grup kesenian mancanegara dalam pementasan di arena PKB selain tampil bersama kelompoknya, juga melakukan pementasan kolaborasi dengan seniman setempat.

Kehadiran seniman asing mampu menumbuhkan sikap moral masyarakat dalam bidang berkesenian, yakni membangkitkan gairah masyarakat setempat dalam bidang kesenian.

Selain itu menjalin hubungan kerja sama yang lebih baik dan menguntungkan kedua belah pihak dimasa-masa mendatang, ujar Made Santha.(*)

goesdun 25-06-2008, 11:20 AM Tiga Situs di Bali Terdaftar di Unesco

Denpasar, (ANTARA News) - Tiga dari 1.934 situs di propinsi Bali secara resmi kini telah terdaftar di Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani masalah kebudayaan (UNESCO), untuk menjadi warisan budaya dunia.

Ketiga situs yang telah terdaftar itu meliputi Pura Taman Ayun, Mengwi Kabupaten Badung, kawasan Sekitar Sungai Pekerisan, Kabupaten Gianyar dan kawasan persawahan di Desa Jatiluwih, Penebel, Kabupaten Tabanan, kata Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Bali Drs Nyoman Nikanaya di Denpasar Senin.

Ia baru saja mengadakan kunjungan ke sekretariat UNESCO di Prancis bersama 37 seniman dan

pejabat dari tiga kabupaten masing-masing Tabanan, Badung, Gianyar untuk melakukan serangkaian kegiatan guna melengkapi usulan ketiga situs tersebut menjadi warisan budaya dunia (WBD).

Kegiatan untuk kelengkapan usulan terhadap ketiga situs menjadi WBD meliputi seminar, pameran foto dan pementasan yang mencerminkan keutuhan dan kekokohan ketiga situs tersebut.

Ketiga kegiatan yang digelar Duta Besar RI di UNESCO Prof Aman mengikutsertakan pejabat dan seniman dari tiga kabupaten dan Pemprop Bali yang berlangsung selama sepekan, 9-17 Mei 2008.

Nikanaya menambahkan, usulan yang disertai dengan berbagai persyaratan dan hasil kajian terhadap ketiga situs yang dilakukan sejak lima tahun yang silam, hingga kini baru berhasil memasukkan ketiga situs di Bali terdaftar di UNESCO.

UNESCO selanjutnya mengadakan sidang untuk memutuskan diterima/tidaknya usulan Indonesia mengenai tiga kawasan (obyek) di Bali sebagai warisan budaya dunia.

"Sidang itu rencananya digelar Juni atau Juli mendatang," ujar Nyoman Nikanaya yang mengkoordinasikan Kabupaten Badung, Tabanan dan Gianyar melengkapi persyaratan yang ditentukan UNESCO.

Nikanaya menambahkan, UNESCO sebelumnya telah mengirim timnya beberapa kali ke Bali untuk melihat dari dekat ke tiga obyek yang diusulkan itu, ditinjau dari berbagai aspek.

Jika UNESCO menyetujui terhadap ketiga kawasan di Bali itu sebagai warisan budaya dunia, ketiga obyek itu tetap menjadi milik masyarakat Bali. Dalam menjaga kelestarian dan keutuhannya, dunia internasional ikut bertanggung jawab.

UNESCO akan membantu dalam bidang pendanaan, peralatan dan kebutuhan lain sesuai usulan masyarakat pengelola dalam melestarikan ketiga kawasan tersebut. (*)

cjdw 25-06-2008, 02:59 PM duch ... kapan bisa ke bali lagi :(

goesdun 27-06-2008, 03:01 PM HARUS diakui, Parade Lagu Pop Bali (PLPB) merupakan salah satu "menu" favorit PKB ke-30 yang banyak "diserbu" penonton. Makanya, tidak berlebihan jika panitia PKB memberikan kehormatan kepada kesenian satu ini tampil di panggung bergengsi Ardha Candra. Penyanyi yang tampil ke atas pentas pun bukan kelas kacangan, tetapi penyanyi yang rata-rata sudah dikenal luas oleh penikmat seni musik di Bali. Dari segi "kemasan", PLPB tahun ini tak lagi menjemukan karena materi lagu yang ditampilkan setiap duta kabupaten/kota sangat variatif. Tidak seperti tahun lalu, di mana materi lagu yang mereka tampilkan nyaris seragam, sehingga

tak ubahnya seperti kaset yang diputar berulang-ulang.

Rabu (25/6) malam, PLPB PKB ke-30 menampilkan duta dari Kabupaten Bangli, Tabanan, Jembrana dan Klungkung. Setiap kabupaten menampilkan lima materi lagu yakni masing-masing satu lagu yang dinyanyikan penyanyi anak-anak putra dan putri secara solo, satu lagi duet anakanak serta dua buah lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi remaja/dewasa baik dengan format solo, duet maupun grup.

Duta Bangli yang dipercaya membuka PLPB PKB ke-30, manampilkan penyanyi anak-anak Ida Ayu Krisna Manuaba (putri) yang membawakan lagu 'Bungan Seni' disusul Dewa Nyoman Suadnyana (putra) dengan lagu 'Malajah Magending' serta duet Krisna Manuaba-Suadnyana dengan lagu 'Makring-kringan'. Untuk kategori remaja/dewasa, Bangli menampilkan penyanyi Ida Ayu Sitha Iswara yang membawakan lagu 'Sanhyang Jaran' ciptaan I Ketut Samudra dan penyanyi putra Dewa Artha Putra yang berduet dengan Sitha Iswara membawakan lagu 'Ngalap Bulan'.

Pentas lagu pop Bali di hari pertama itu ditutup oleh duta Kabupaten Klungkung dengan penyanyi anak-anak A.A. Desy Sriwangi dan Nyoman Angga Prabawa dan penyanyi remaja/dewasa Dede Setyadi, Novi, Diah dan Boby. Penampilan duta-duta seni dari empat kabupaten itu mendapat apresiasi yang cukup positif dari pengunjung PKB. Namun, harus diakui PLPB belum mampu menyaingi kegairahan penikmat seni di Bali saat menyaksikan Parade Gong Kebyar Dewasa dan Parade Fragmentari Iringan Baleganjur. (ian) source : BP

goesdun 28-06-2008, 11:28 AM DIIRINGI tetabuhan gamelan semar pegulingan oleh Sekaa Gong Banjar Petak Gianyar, membuat suasana marak lomba kerajinan di Wantilan, Jumat (27/6) kemarin. Gending-gending tetabuhan mengalun nyaring, menambah konsentrasi para peserta lomba dari seluruh kabupaten/kota tersebut. Para juri pun mendekat menilai hasil kerajinan mereka. Demikian juga sejumlah penonton tampak sesekali memasuki arena lomba.

Dalam kegiatan kemarin ada dua materi yang dilombakan yakni membuat cenderamata plakat ukiran kayu (lambang/simbol PKB) dan membuat kerajinan ukir kayu dinding/relief. Kriteria lomba meliputi ide kreatif, estetika dan finishing. Dalam lomba itu ditentukan tiga juara -- I, II, III dan IV terbaik. (08)

goesdun 28-06-2008, 11:28 AM 'Skate Run' Hadir di Bali

Arena bermain skate run hadir di Bali bertempat di Mal Bali Galeria, depan ATM Centre eks Amphi Theatre, Kuta, Badung. Keberadaan skate run yang mengdopsi teknologi canggih dari Swiss, merupakan yang pertama di Asia.

Marketing Manager PT Sarana Cita Damai, Patty, Jumat (27/6) kemarin, mengemukakan di

Eropa permainan skate run sudah memasyarakat dan biasa dilakukan di gundukan es. Akan tetapi penghobinya di Bali bisa bermain di atas landasan parafin (mirip lilin) dengan ketebalan 5 cm . 'Di bawah sepatu terdapat pisau berbahan stainless steel yang bergesekan langsung dengan parafin,' ujar Patty.

Ia menjamin skate run sangat cocok bagi segala usia karena pelakunya bisa leluasa bermain karena aman. Pengguna skate run cukup membayar Rp 25.000/jam untuk menyewa sepatu berikut perlengkapan seperti helm dan pelindung bodi. 'Bagi yang biasa bermain sepatu roda pasti langsung bisa meluncur,' ucapnya.

Sementara bagi yang belum mampu menggunakan, pihaknya menyiapkan instruktur yang siap mengajari dan memandu selama bermain. 'Kami juga menyiapkan instruktur asing dari Austria, Mr. Jimmy,' ucap Patty.

Ia optimis arena bermain skate run bakal diserbu pengunjung utamanya saat liburan ini. Dipilihnya Bali yang pertama di Asia karena merupakan pasar potensial sekaligus memperkenalkan bahwa skate run sudah ada di Indonesia.

'Kami juga membidik wisman, apalagi Pulau Dewata merupakan daerah tujuan wisata internasional,' ungkapnya. Di arena itu akan diadakan permainan hoki, pertunjukan kabaret, sulap, dan badut, pada 5 Juli nanti mulai pukul 12.00.

Menurutnya, ke depan penghobi skate run akan makin piawai bermain hoki atau berdansa

sebagaimana biasa dilakukan di sintetis es. Untuk itu, ia ingin kelak Bali memiliki klub hoki.

Patty menambahkan, skate run ramah lingkungan karena landasan parafin yang mengelupas dikumpulkan dan didaur ulang memakai mesin. Arena bermain skate run akan merambah Palembang, Jakarta, dan Bandung. (022/*) source: BP

goesdun 28-06-2008, 12:39 PM Nusa Dua (ANTARA News) - Konferensi antarbangsa untuk pengelolaan limbah (COP 9) Konvensi Basel di Nusa Dua, Bali, sejak 23 Juni 2008 mengeluarkan Deklarasi Bali pada Jumat.

Deklarasi tersebut tidak memuat masalah penting, yang diperdebatkan, yakni aturan eksporimpor limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) atau BAN Amendment.

Namun, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar selaku ketua COP 9 Konvensi Basel mengatakan telah menemukan langkah maju dalam BAN Amendment.

Setelah melalui lobi, 40 negara penting akhirnya meyetujui pembentukan kelompok kerja untuk membahas mengenai BAN Amendment itu. Indonesia dan Swiss menjadi dua negara pelopor kelompok kerja tersebut.

"Setelah 15 tahun perdebatan panjang, BAN Amendment tidak maju-maju, akhirnya dari Bali,

ditemukan langkah maju. Dengan kelompok kerja itu, hal praktis dalam BAN Amendment akan mulai dibahas," katanya.

Walau hasil konferensi itu masih kecil, kata Rahmat Witoelar, ia menyatakan puas.

"Saya sangat puas dengan hasil konferensi ini. Deklarasi Bali menegaskan objektifitas konvensi dan peran pentingnya bagi negara, seperti, Indonesia dalam melindungi kesehatan dan lingkungan dari pencemaran limbah B3," katanya.

Sekretaris Pelaksana Konvensi Basel, Katharina Kummer Peiry, mengatakan Deklarasi Bali merupakan jalan menuju pewujudan BAN Amendment.

"Hasil konferensi di Bali ini melebihi harapan saya. Lebih lagi, BAN Amendment, yang lama mandek, kini mulai bergerak," katanya.

Dari tiga agenda penting, yang dibahas, hanya pengelolaan limbah barang elektronika mencapai kemajuan, sementara dua agenda lain, aturan ekspor-impor limbah bahan berbahaya dan beracun dan pengelolaan limbah perkapalan dipastikan tertunda hingga konferensi berikut dua tahun mendatang.

Agenda menyangkut pengelolaan limbah perkapalan tertunda. Sebelumnya, konferensi di Bali itu diharapkan melahirkan kesepakatan baru, yang secara hukum mengikat dan menjelaskan persyaratan hukum untuk membongkar kapal tidak terpakai. Kini, aturan standardisasi hal teknis

masih menunggu pengawasan dan standardisasi dari Organisasi Maritim Internasional (IMO).

Deklarasi Bali antara lain memuat penegasan anggota Konvensi Basel pada prinsip dan tujuan konvesi itu, yakni melindungi kesehatan manusia dan lingkungan hidup. Deklarasi itu juga mengundang Majelis Kesehatan Dunia Badan Kesehatan Dunia untuk mempertimbangkan jalan meningkatkan kesehatan melalui pengelolaan limbah, yang aman dan ramah lingkungan.

Konferensi itu diikuti sedikit-dikitnya 1.000 perutusan dari 170 negara anggota dan bertema melindungi kesehatan manusia dan lingkungan hidup dari dampak buruk akibat pengelolaan limbah berbahaya dan beracun, serta perpindahan lintas batas atau negara dari limbah tersebut.(*)

goesdun 30-06-2008, 09:24 AM PENIKMAT seni di Bali kembali mendapat kesempatan menyaksikan kepiawaian kaum ibu dalam menabuh gamelan. Mulai Jumat (27/6) hingga Rabu (2/7) mendatang, seniman-seniman wanita dari sembilan kabupaten/kota di Bali akan tampil pada Parade Gong Kebyar Wanita di Panggung Terbuka Ardha Candra secara bergantian. Kehadiran mereka di pentas PKB tidak sekadar numpang lewat, tetapi cukup mampu memberikan warna semarak bagi tumbuhkembangnya seni budaya Bali.

Memang, tidak ada dalih pembenar untuk memarginalkan kiprah kaum wanita di jagat seni pertunjukan Bali. Penampilan Sekaa Gong Wanita (SGW) Semara Ratih PKK Banjar Sanggulan,

Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan dan SGW Gita Bhuwana Banjar Bualu, Benoa, Badung yang membuka PGKW PKB ke-30 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Jumat (27/6) malam, mampu memberikan bukti bahwa mereka memang sangat layak untuk tampil di panggung prestisius Ardha Candra.

Serupa dengan rekan prianya, sekaa gong kebyar yang dimotori kaum ibu itu juga sukses menyedot penonton dalam jumlah besar. Atraksi seni yang memukau juga ditampilkan SGW Githa Suara Patni Desa Adat Kemoning, Klungkung dan SGW Istri Candra Swari Banjar Serongga Kaja, Gianyar yang memperoleh kesempatan unjuk kepiawaian, Sabtu (28/6) malam.

Penabuh-penabuh wanita duta seni dari empat kabupaten itu tampil penuh pesona lewat tabuh kreasi pepanggulan/lelambatan dan tiga jenis tari lepas meliputi tari penyambutan, tari Kebyar Duduk dan tari kreasi baru seperti tari Cendrawasih dan Cilinaya. Dengan performa yang makin berkualitas dari tahun ke tahun, mungkin sudah saatnya panitia PKB melombakan materi gong kebyar wanita ini atau kehadiran kaum ibu itu di pentas PKB tidak sebatas berparade.

Sayang, kegairahan kaum ibu di pentas gong kebyar tidak diikuti rekan-rekannya yang menekuni seni pedalangan. Entah apa pertimbangannya, panitia PKB justru mencoret "Parade Wayang Kulit Dalang Wanita" dari agenda PKB ke-30. Padahal, atraksi seni dalang-dalang wanita itu pada PKB ke-29 lalu sempat meletupkan harapan besar akan bermunculan barisan panjang dalang-dalang wanita yang ikut menyemarakkan jagat seni pertunjukan Bali. Tetapi ketika ruang ekspresi itu ditutup, dikhawatirkan kegairahan kaum wanita menekuni seni pedalangan yang mulai bangkit akan kembali melemah.

Untuk PKB tahun depan, ada baiknya panitia PKB meningkatkan materi-materi kegiatan yang murni didukung seniman-seniman wanita seperti halnya Parade Gong Kebyar Wanita. Dengan begitu, kehadiran wanita di arena PKB tak lagi sebatas "pemanis" tetapi benar-benar tampil sebagai motor penggerak kesenian yang utama. (ian) source: BP

goesdun 30-06-2008, 01:51 PM Perajin Emas/Perak Bali Kebingungan

Rasa takut mulai menghinggapi para perajin perak dan emas di Bali. Hal ini menyusul ribuan motif tradisional Bali telah didaftarkan oleh perusahaan asing pada Dirjen HaKI Dep. Hukum dan HAM Jakarta. Mereka takut mengembangkan kreasinya atas desain yang sudah dipakai perajin di Bali secara turun-temurun, karena khawatir akan melanggar hak cipta yang berkonsekuensi pelanggaran hukum.

Ketua Suarti Desain Center Drs. Nyoman Lodra, M.Si., Sabtu (28/6), menyatakan motif Bali atau desain tradisional tersebut sesungguhnya sudah ada dan dipakai oleh perajin Bali secara turun-temurun. Bahkan banyak dari desain tersebut tidak diketahui siapa penciptanya. Sehingga desain tersebut telah menjadi milik masyarakat Bali. 'Kami bisa saja sebenarnya mendaftarkan desain tradisional tersebut. Tapi persoalannya kami malu karena bukan kami yang menciptakan,' kata pemilik N. Lodra Art Printings itu.

Dosen sebuah perguruan tinggi di Surabaya ini kemudian memberikan contoh keberadaan patra punggel. Patra tersebut asli warisan leluhur masyarakat Bali, namun saat ini sedang didaftarkan hak patennya oleh orang asing. Dikatakan, perajin Bali dalam berkreasi selalu berpedoman pada warisan leluhur yang selalu bersentuhan dengan budaya Bali. Jadi kesimpulannya, sangatlah tidak masuk akal kalau patra punggel atau patra-patra lainnya kemudian didaftarkan oleh orang asing sebagai hak ciptanya.

Kegelisahan yang dikatakan Lodra tampak nyata dari kondisi para perajin tradisional di kawasan Celuk dan sekitarnya. Bila sepuluh tahun yang lalu mereka dengan bangganya memperlihatkan mekanisme kerja kepada setiap tamu yang mampir di tempat tinggalnya, kini kondisinya sudah terbalik. Banyak perajin yang memilih sembunyi-sembunyi bekerja, karena takut hasil karyanya dikatakan menggunakan desain orang lain. Malah saking takutnya, mereka banyak yang gulung tikar. Akibat yang paling nyata, banyak art shop beralih fungsi untuk kepentingan lain.

Kekhawatiran serupa juga dilontarkan Desak Nyoman Suarti, pemilik PT Suarti Collection. Sebagai pionir impor kerajinan perak ke Amerika Serikat, pihaknya kini mengaku takut jika suatu saat semua produk kerajinan perajin Bali ditolak di Amerika Serikat. Soalnya, jika sebuah desain sudah dipatenkan maka siapa pun tidak boleh menggunakannya lagi. Tidak terkecuali desain tradisional, yang sementara ini menjadi kebanggaan masyarakat Bali. Akibatnya produksi yang telanjur sudah diimpor harus dikembalikan pada pemiliknya. 'Mau dikemanakan nasib perajin-perajin Bali. Produksinya tidak akan mungkin lagi masuk pasar internasional, mengingat di luar negeri hukumnya begitu ketat,' kata Suarti, yang sangat khawatir kalau pada kesempatan

berikutnya banyak perajin di Bali akan sama nasibnya dengan Ketut Deny Aryasa (didakwa telah melakukan pelanggaran hak cipta).

Kegelisahan juga diperlihatkan Ketut Deny Aryasa. Namun pemilik PT Bali Jewelery ini, menyadari sepenuhnya bahwa perajin di Bali dan pengusaha eksportir barang kerajinan Bali sering lengah menyangkut perlindungan hukum, khususnya berkaitan dengan HaKI. Pada kondisi ini terjadi perbedaan pandang dan pola pikir yang sangat jauh antara orang Bali dengan asing. Orang Bali seolah-olah memiliki kebanggaan apabila karyanya ditiru oleh orang lain dan dipakai banyak orang tanpa mempedulikan bahwa ada nilai lain yang melekat dalam tiap karya tersebut.

Tidak demikian halnya dengan orang asing, mereka beranggapan tiap desain haruslah cepatcepat didaftarkan, dengan pertimbangan sebuah desain merupakan harta kekayaan yang tidak ternilai harganya di kemudian hari.

Sepi Aktivitas Sementara dari penelusuran yang dilakukan sekitar Celuk dan tempat-tempat kerajinan lainnya, terjadi pemandangan yang sangat menyedihkan. Sebagai akibat ketakutan bersentuhan dengan hukum, para perajin memilih tidak berproduksi lagi. Mereka tampak membiarkan begitu saja mesin-mesin yang sebelumnya telah banyak menghasilkan devisa bagi negara. Kalau pun ada yang masih berkreasi dan berproduksi, mereka sengaja memilih tempat yang sepi jauh dari pantauan orang lain.

Seorang perajin di Singapadu yang minta namanya dirahasiakan kemudian menunjukkan sejumlah art shop yang terpaksa gulung tikar, sebagai akibat banyaknya desain tradisional Bali telah dipatenkan orang asing. Dikatakannnya, banyak pemilik art shop menutup usahanya, karena takut berurusan dengan hukum. 'Entah berapa banyak perajin di Bali yang nganggur,' katanya.

Ditanya harapannya, mereka dengan tegas minta pemerintah juga memperhatikan nasib perajin kecil. Pemerintah mesti secara rutin mensosialisasikan betapa pentingnya pendaftaran paten sebuah desain. Mereka sangat tidak mengharap orang asing dengan begitu mudahnya memonopoli motif tradisional Bali. (015) source: BP

ZhugeLiang 30-06-2008, 02:01 PM @Goesdun, Wah ko jadi sampe seperti itu ya bro... Jadi inget Malaysia nih...:D

goesdun 30-06-2008, 02:34 PM @Goesdun, Wah ko jadi sampe seperti itu ya bro...

Jadi inget Malaysia nih...:D

sebenarnya setiap daerah di Indonesia sudah punya Branding, temasuk bali dengan Branding Logi :

http://www.baliprov.go.id/images/logobrand2.gif Setiap segala-sesuatu mestinya sudah dipatenkan atau dilist pda Branding Bali, yang pada akhirnya semua itu menjadi Branding Indonesia.

Kalau karya seni memang sulit sebagai suatu hak cipta, sebab berbeda setikit/ satu goresan saja misalnya sudah memiliki nilai berbeda.

Banyak juga selain karya seni yang semestinya tidak boleh tipatenkan oleh perorangan seperti ramuan obat tradisional yang sudah tercatat dalam lontar-lontar yang secara turun-temurun. Tapi pada akhirnya banyak juga yang dipatenkan pihak luar negeri.

Memang banyak karya-karya seni daerah kita dijiplak dan diproduksi masal oleh pihak luar serta menjadi haknya.

=== Ribuan Desain Tradisional Bali Didaftarkan Orang Asing

Banyaknya desain tradisional Bali yang didaftarkan orang asing pada Dirjen HaKI Departemen

Hukum dan HAM serta di luar negeri, dipastikan secara perlahan-perlahan akan mengancam kelangsungan perajin perak dan emas di Bali. Bahkan, dampaknya akan menyebabkan perekonomian Bali makin terpuruk.

Hal itu dikemukakan anggota DPR-RI Gde Sumarjaya Linggih di hadapan para asosiasi desainer, pelukis dan organisasi lainnya, Sabtu (5/7). 'Bila kita tidak cepat bersikap, dipastikan bom waktu tersebut akan meledak. Perekonomian Bali jadi hancur, karena semua produk perajin Bali ditolak di luar negeri,' kata Sumarjaya yang kerap disapa Demer ini.

Ia mengusulkan agar para perajin Bali segera mengambil langkah nyata, sebelum desain Bali kembali didaftar pada Dirjen HaKI serta di luar negeri. Salah satunya membentuk wadah serta menelusuri desain apa saja yang telah didaftarkan. 'Segera kumpulkan desain yang secara tanpa hak telah didaftarkan orang asing tersebut. Biarlah pemerintah serta kami di DPR yang menuntaskannya,' katanya.

Sikap semau gue pihak asing yang mendaftarkan desain tradisional Bali itu, menurut Demer, tidak lepas dari ketidakpedulian para perajin itu sendiri. Perajin Bali sudah puas ketika desain ciptaannya mendapat pengakuan orang lain. Padahal sebenarnya para desainer tersebut mesti memberikan perlindungan atas ciptaannya dengan jalan mengajukan permohonan hak cipta. 'Mesti diakui pera perajin kita kurang dalam administratif, beda dengan orang asing,' ujarnya.

Ketua Asosiasi Perak Bali Nyoman Patra mengaku tidak tahu persis berapa jumlah desain tradisional Bali yang telah didaftarkan. Alasannya, pihaknya belum pernah mendapat tembusan

dari pemerintah tentang desain apa saja yang telah mendapat sertifikat hak cipta. Malah pihaknya curiga pengumuman terhadap pendaftaran desain tersebut dilakukan secara diam-diam.

Pada pertemuan yang berlangsung secara kekeluargaan itu, juga terungkap rencana para asosiasi untuk membentuk sebuah wadah perkumpulan. Dari perkumpulan yang sementara dikoordinasi Desak Nyoman Suarti itu, diharapkan bisa menjembatani kesulitan yang dihadapi para perajin di Bali.

Monopoli

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Konsultan Hukum atas Kekayaan Intelektual Indonesia Gunawan Suryomurito menyatakan pendaftaran sebuah hak cipta bukanlah semata-mata menghidupkan monopoli atas sebuah ciptaan. Pendaftaran bertujuan menggiatkan kreativitas atas ciptaan baru, selain memang memberikan perlindungan hukum bagi pemegang hak cipta.

Menurut Gunawan, UU No.19 tahun 2002 sudah memuat secara jelas mekanisme sebuah pendaftaran. Ia kemudian menunjuk ketentuan pasal 35 ayat (4), di mana disebutkan pendaftaran ciptaan bukan merupakan suatu keharusan bagi pencipta atau pemegang hak cipta, dan timbulnya perlindungan suatu ciptaan dimulai sejak ciptaan itu ada atau terwujud dan bukan karena pendaftaran.

Hal itu berarti suatu ciptaan baik yang terdaftar mau pun tidak terdaftar tetap dilindungi. Ditambahkannya, pendaftaran hak cipta hanya memberi dugaan hukum, bahwa si pendaftar adalah pencipta dari ciptaannya. Sementara soal ide, Gunawan menyebutkan bisa mendapatkan perlindungan hukum kalau sudah diwujudkan dalam satu benda yang nyata. 'Ide pastinya berubah-ubah. Jadi bagaimana mungkin memberikan perlindungan,' jelas Gunawab.

Ditanya soal seni motif itu, kata Gunawan, hanya bisa diterapkan pada tekstil. Seperti kain dan lainnya. Soal motif telah tertuang secara jelas pada pasal 29 ayat (1) huruf d UU No. 19 tahun 2002. Sementara kreasi pada suatu aksesoris namanya seni terapan.

Dosen UI ini juga menegaskan pengertian memperbanyak. Dia berpendapat, pengertian memperbanyak yakni membuat bentuk yang sama dalam jumlah yang banyak. Berikut motifnya harus sama persis dari bentuk aslinya. Menurutnya, motif boleh diadopsi oleh orang lain, sepanjang tidak dibuat utuh. (015) source: BP

goesdun 01-07-2008, 12:28 PM Pentas Arja Doyong "Sukreni Gadis Bali"

PENIKMAT seni yang berkunjung ke arena PKB, Minggu (29/6) malam, sangat beruntung lantaran bisa menikmati kesenian arja dengan citarasa yang berbeda. Malam itu, para seniman arja yang bergabung di bawah Geria Olah Kreativitas Seni (Geoks), Singapadu, Gianyar,

mempersembahkan arja doyong "Sukreni Gadis Bali" (SGB).

Pementasan yang berlangsung di Wantilan Taman Budaya itu didukung sejumlah pragina arja papan atas Bali seperti A.A. Ayu Artati, Nyoman Manik Suryani, I Nyoman Geguh Cok. Istri Rai Partini, Jero Murniasih, Anom Ranuara, Ni Made Astari, I Made Sudira, I Nyoman Sunartha, dan G.L. Oka Ardika.

Lakon yang diangkat dari novel karya sastrawan besar Bali A.A. Panji Tisna ini merupakan ajang pembuktian bahwa kesenian arja tidak selalu identik dengan dramatari Panji. Namun, kesenian tradisional Bali ini sejatinya bersifat sangat terbuka terhadap beragam sumber lakon termasuk karya-karya sastra yang paling mutakhir sekalipun. Tidak harus saklek atau selalu terpaku pada cerita-cerita Panji seperti yang mewarnai kesenian arja selama ini.

Dengan fleksibilitas seperti itu, kesenian arja diyakini tetap memiliki vitalitas untuk menggebrak jagat seni pertunjukan Bali karena senantiasa ada nuansa baru yang dihembuskan. Dengan begitu, penikmat seni di Bali tidak sampai terperangkap dalam kejenuhan.

Koreografer sekaligus sutradara Arja Doyong SGB I Wayan Dibia menegaskan, arja doyong sebenarnya sudah berkembang di daerah Sukawati dan sekitarnya sejak 1904. Mengutip penuturan para seniman tua arja di Singapadu, mantan Ketua STSI (ISI) Denpasar ini mengatakan, masyarakat menyebutnya sebagai arja doyong karena dramatari itu dibawakan oleh seorang pemain dengan pola pajegan dan mengenakan kostum sederhana atau busana sehari-hari.

Oleh karena dibawakan dalam posisi yang lebih banyak duduk -- pada awalnya tanpa iringan musik, masyarakat setempat menyebutnya dengan arja doyong atau arja negak. "Pada dasarnya, Arja Doyong SGB merupakan garapan baru yang memadukan ide-ide arja doyong, tradisi mageguritan dan unsur-unsur arja gaguntangan. Terinspirasi oleh penggambaran suasana kehidupan masyarakat Bali di era 1930-an atau saat novel SGB ditulis, tata busana para penari diupayakan untuk disesuaikan dengan kebutuhan lakon," papar Dibia.

Empat Babak

Dikatan Dibia, pihaknya sengaja mengangkat kisah SGB karena pesan-pesan moral yang disampaikan A.A. Panji Tisna dalam karya itu masih sangat relevan dengan kondisi kehidupan sosial kemasyarakatan pada zaman ini.

Alur cerita dalam Arja Doyong SGB yang dibagi ke dalam empat pembabakan itu sama persis dengan novel aslinya. Diawali dengan kesedihan Sukreni yang meratapi nasib malangnya diperkosa oleh mantri polisi hidung belang I Gusti Made Tusan.

Pementasan ditutup dengan adegan pertarungan hebat antara I Gusti Made Tusan dengan penjahat kelas kakap I Gustam yang tidak lain merupakan anak kandung Sukreni dengan I Gusti Made Tusan. Cerita berujung tragedi, anak dan ayah itu sama-sama terbunuh terkena hukum

karmaphala dari Hyang Widhi. (ian) source: BP

goesdun 01-07-2008, 12:30 PM Petarung akan Diarak ke Bandara

Para petarung Bali yang akan berlaga pada PON XVII/2008 di Kaltim, akan bertolak Kamis (3/7) nanti. Mereka akan diarak dalam perjalanan menuju Bandara Ngurah Rai, Tuban.

Pelatih Ketut Gede Sumantra mengaku melibatkan jajaran pengurus cabang (pengcab) dan satuan latihan (satlat) se-Bali dalam konvoi atlet ke bandara. 'Tujuan kegiatan ini adalah supaya semua insan kodrat ikut merasa memiliki. Kami juga ingin menumbuhkan rasa kebersamaam sekaligus menambah motivasi dan semangat juang para petarung,' ujarnya, Senin (30/6) kemarin.

Sumantra sendiri sudah tidak sabar ingin segera menyaksikan mereka bertarung, setelah sekian lama mengikuti latihan dengan disiplin. Ia menilai anak asuhnya sudah siap tempur setelah melahap menu latihan kecepatan, ketepatan, dan kekuatan pukulan.

Ketua Tim Elite Bali itu juga memompa semangat juang petarung di luar latihan. 'Kami mengajak tiap petarung berbicara terbuka dari hati ke hati,' terangnya. Pertandingan cabang kempo dilaksanakan 7-9 Juli. (022) source: BP

goesdun 01-07-2008, 12:38 PM Peluang Kerja di Amerika Terbuka Lebar Lentera International Rekrut Pekerja Hotel Denpasar (Bali Post) Perusahaan-perusahaan di Amerika kini terus mencari tenaga kerja untuk mengisi lowongan pekerjaan. Perusahaan Amerika menyatakan senang dengan kinerja dan kemampuan pekerja dari Indonesia. Lentera International ES yang beralamat di Kampial Senin (30/6) akan memberangkatkan tenaga kerja yang akan dipekerjakan di Hotel Ritz Carlton Florida.

"Kami sangat senang dengan pekerja dari Indonesia," ujar Robert Laltoo dari International Works Solution (IWS) dan Jack Hedenstrom saat melakukan interview kepada calon tenaga kerja Indonesia. Satu per satu calon tenaga kerja yang rata-rata masih muda menjalani interview.

Mereka menceritakan awal kekagumannya terhadap pekerja dari Indonesia. Hal ini berawal dari seorang pekerja dari Indonesia yang kini menjabat sebagai Captain Waiter. "Saya sangat kagum dengannya (captain waiter-red), ia memiliki kemampuan yang bagus dan sangat sopan," terangnya. Hal inilah yang menyebabkan mengapa mereka tertarik dengan Indonesia.

Dikatakan, peluang kerja di Amerika bagi pekerja Indonesia sangat terbuka lebar. "Saat ini kita masih terbatas untuk sektor perhotelan, namun tahun depan kita akan merekrut tenaga kerja untuk sektor lain," katanya. Dinyatakan tahun ini perusahaan IWS menargetkan untuk merekrut

sekitar 2.500 orang perkerja.

Direksi Lentera International ES, Fajar Fatoni menjelaskan perusahaan asing cukup puas melihat keberhasilan tenaga kerja Indonesia di Amerika. "Kita terkenal sebagai pekerja ulet dan berpendidikan cukup dan tidak banyak tingkah dibanding pekerja Philipina atau negara lain," ujarnya

Dikatakan, kali ini penguji dari IWS datang ke Bali untuk melakukan interview kepada calon pekerja yang akan ditempatkan di Hotel Ritz Carlton Florida. Jumlah pekerja yang akan diberangkatkan untuk rekrutmen kali ini sebanyak 170an orang pekerja.

Selama ini Lentera banyak melakukan pengiriman tenaga kerja ke kawasan Asia Pasifik. "IWS adalah partner baru untuk pengiriman tenaga kerja ke Amerikas," ujarnya. Dikatakan, dalam sebulan rata-rata Lentera memberangkatkan tenaga kerja ke luar negeri lebih dari 100 atau sekitar 1.700 orang per tahun. Lentera kini telah memiliki kantor cabang sebanyak 15 kantor yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, NTB dan tengah melakukan penjajakan di Sulawesi. (kmb/*) source: BP

goesdun 02-07-2008, 11:54 AM Keberadaan Gong Saron di Bali sudah berusia cukup tua. Demikian pula Gong Saron Blambangan Banjar Seseh, Singapadu, Sukawati, Gianyar.

'Jauh sebelum penjajahan Belanda, Gong Saron yang ada di Singapadu kami perkirakan sudah ada," jelas Pembina Sekaa Gong Saron Blambangan Banjar Seseh Singapadu, AA Anom Suma (78), Selasa (1/7) kemarin.

Ditemui saat sekaa ini pentas di arena PKB, Anom Suma didampingi Ketua Sekaa Nengah Arimbawa dan Made Sudarsana menjelaskan, sekaa gamelan saron ini berisi nama Blambangan, karena karawitan tersebut wit atau berasal dari Blambangan, Banyuwangi, Jatim. Perangkat gamelan ini dulunya berasal dari Blambangan, bagaimana sejarahnya hingga sampai di Banjar Seseh Singapadu, pihaknya tidak tahu persis. Di Bali, gong ini umumnya digunakan kepentingan upacara Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya.

Dikatakannya, tingkat kesulitan memainkan Gong Saron cukup tinggi, diperlukan konsentrasi dan daya ingat yang tinggi pula. Karena itu, selama ini sangat dirasakan kesulitan regenerasi. Dalam penampilannya di Kalangan Angsoka kemarin, sekaa gamelan ini menampilkan sejumlah tabuh yakni tabuh Gilak Angklung, Cinade, Lilit, dan Sih Miring. (lun)

Tingkat kesulitan memainkan Gong Saron cukup tinggi, diperlukan konsentrasi dan daya ingat yang tinggi pula. Karena itu, selama ini sangat dirasakan kesulitan regenerasi. source: BP

goesdun

02-07-2008, 01:50 PM Denpasar, (ANTARA News) - Teknologi pendaur ulang sampah untuk menghasilkan listrik, energi alternatif menggunakan non bahan bakar minyak, yang diterapkan di Denpasar, Bali, merupakan yang pertama di Indonesia.

"Selain menghasilkan energi listrik, kehadiran teknologi canggih dari Inggris itu juga sanggup menangani masalah sampah secara tuntas," kata Direktur PT Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI) H. Soeyoto, MBA di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan, proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik yang pertama di Indonesia tersebut telah didaftarkan pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), karena akan mampu menurunkan emisi udara.

Proyek dengan investasi 30 juta dolar AS itu sedang dalam uji coba untuk menghasilkan listrik, tahap pertama ditargetkan dua megawatt (Mw) pada 1 Oktober 2008.

"Kapasitas tersebut ditingkatkan dua kali lipat menjadi empat MW pada 1 Juni 2009 dan ditambah lagi hingga total menghasilkan energi listrik 9,6 MW pada 1 Juli 2010," ujar Soeyoto.

Dijelaskan, energi listrik hasil daur ulang sampah itu akan masuk dalam sistem kelistrikan Bali sesuai dengan naskah kerjasama yang ditandatangani antara PT NOEI dengan PT PLN Distribusi Bali.

Proyek tersebut mampu mengolah 800 ton sampah per hari, berasal dari empat kota/daerah, yakni Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan yang tergabung dalam wadah Serbagita.

Proyek tersebut digarap sejak akhir 2005 di atas lahan seluas sepuluh hektar yang disediakan Pemerintah Propinsi Bali di pinggiran kota Denpasar.

Kehadiran proyek yang sejak lama didambakan itu selain menghasilkan energi listrik, sekaligus menangani masalah sampah secara tuntas, ujar Soeyoto.

General Manager PT PLN Distribusi Bali, Ir Sudirman menambahkan, kehadiran proyek pendaurulangan sampah untuk menghasilkan energi listrik akan mampu memberikan penghematan yang cukup besar.

Penggunaan energi dua MW pada tahap pertama akan mampu menghemat biaya operasional PLN sebesar Rp6 miliar per tahun dan tahap pedua sebesar Rp48,6 miliar pada 1 Juni 2009, hingga total penghematan mencapai Rp180,7 miliar pada 1 Juli 2010, katanya.(*)

goesdun 02-07-2008, 01:54 PM Denpasar (ANTARA News) - Psikiater Prof Dr dr LK Suryani, SpKj mengatakan, sistem belajar-mengajar seharian yang biasa disebut "full day school", terbukti merusak mental siswa, ditandai berkembangnya generasi apatis dan beringas.

"Tanpa kita sadari telah lahir generasi beringas yang tidak peduli pada kepentingan umum, lingkungan, apalagi persoalan bangsa. Rasa nasionalisme terhadap NKRI pun dipertanyakan," katanya pada Seminar Guru "Memahami Perkembangan Mental Anak Didik" di Denpasar, Selasa.

Disebutkan bahwa upaya mengejar prestasi akademik hingga meraih berbagai juara merupakan hal yang penting, tetapi tidak boleh mengabaikan kebutuhan untuk bersosialisasi dengan orangtua, keluarga, maupun masyarakat.

Selain itu, penekanan pada studi juga harus diimbangi dengan waktu yang cukup untuk rileks, menikmati berbagai kesenangan, sehingga pertumbuhan otak kiri dan kanan akan seimbang.

Rileks dengan menonton televisi juga perlu, tetapi untuk usia anak-anak harus didampingi dan dibatasi. "Siaran televisi menyajikan hiburan instan yang membunuh kreaivitas. Menonton terlalu lama juga menimbulkan kelelahan yang berdampak apatis," ucap Prof Suryani.

Di hadapan sekitar 200 guru SMP dan SMA pada seminar yang diselenggarakan Telkomsel bersama Dinas Pendidikan Propinsi Bali itu diingatkan agar orangtua tidak memaksakan putraputrinya bersekolah di lembaga yang dinilai unggul dari sisi akademik saja.

"Berilah anak-anak keleluasaan untuk memilih tempat studi yang menyenangkan. Yang juga memperhatikan kebutuhan berkreasi, cukup waktu untuk bersenang-senang dan berkumpul dengan keluarga maupun masyarakat," katanya.

Gurubesar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana itu mengingatkan bahaya lebih lanjut dengan terus berkembangnya generasi yang apatis dan beringas akibat tidak memahami tindakan dan perbuatan apa yang harus dilakukan di rumah dan di masyarakat.

"Di mana-mana kita dengar orangtua mengeluhkan perilaku anaknya. Tidak mengerti urusan rumah. Ini salah kita, salah lembaga pendidikan. Karena itu sistem `full day school` perlu segera dievaluasi," pinta pendiri dan President CASA (Committee Against Sexual Abuse) itu.

Hal itu hanya bisa diperbaiki melalui pengembangan sistem pendidikan yang berimbang antara kebutuhan mengejar prestasi akademik dan keleluasaan berkreasi, bermain, bersosialisasi dan cukup waktu untuk rileks, tambahnya.(*)

goesdun 02-07-2008, 01:58 PM Denpasar (ANTARA News) - Pulau Dewata sebagai bagian dari komunitas internasional tengah mengalami pergeseran nilai-nilai budaya dan cenderung mengadopsi kebudayaan modern yang mendunia (kosmopolitan).

Gurubesar Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Irwan Abdullah menyarankan, masyarakat Bali yang sedang mengadopsi budaya modern harus tetap berpegang pada ikatan tradisi dan sistem nilai yang diwarisinya sehingga karakteristik Bali tidak luntur.

Berbicara dalam sarasehan disela Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-30 di Denpasar, Irwan berkata: "Bagaimana pun penetrasi nilai dan kepentingan internasional sangat kuat di Bali, baik bersifat investasi ekonomi maupun politik."

Menurutnya, kecenderungan dan perkembangan di Bali itu harus mampu dikendalikan dengan kekuatan budaya yang lebih otoritatif sehingga mampu membangun kemandirian sebagai upaya membentuk masyarakat Bali yang bermartabat dan berdaulat.

Berbagai corak persoalan yang dihadapi merupakan prakondisi bagi lahirnya masyarakat baru meninggalkan Bali yang asli, yakni suatu masyarakat yang memiliki sistem nilai jangka panjang yang terintegrasi ke dalam sistem dunia, dengan seluruh orientasi ruang dan simbul mancanegara.

Kepatuhan tradisional akan sulit untuk dibangun sehingga legitimasi tokoh adat dan tradisi akan mengalami gugatan.

Prof Irwan menambahkan, masyarakat baru akan tumbuh dengan pola penataan baru yang terlepas dari pengelompokan primordial menuju suatu pengelompokan berbasis gaya hidup yang menjauhkan interaksi sosial dari titik orientasi adat.

"Ketika pergeseran semacam itu terjadi, maka upacara menjadi pengalaman jauh dan pura menjadi sejarah masa lalu yang dihadirkan sebagai bagian dari nostalgia," ujar Prof Irwan.

Sarasehan sehari yang melibatkan 200 peserta dari kalangan seniman, budayawan, cendekiawan dan jajaran pemerintah itu menampilkan dua pembicara.

Pembicara lainnya adalah sejarawan Bali Drs I Nyoman Wijaya, M.Hum yang juga dosen Fakultas Sastra Universitas Udayana dengan kertas kerja berjudul "Membongkar Mitos PKB Untuk Mencapai Keseimbangan dan Keharmonisan Masyarakat Bali". (*)

goesdun 02-07-2008, 01:59 PM Denpasar (ANTARA News) - "Sanur Village Festival", salah satu kegiatan promosi pariwisata dan budaya tahunan di Bali, pada penyelenggaraan ketiga, 5-10 Agustus 2008 mengangkat tema "Going Green" atau menuju hijau.

"Konsep Festival Sanur kali ini bertujuan promosi pariwisata dengan mengangkat kearifan lokal," kata Ketua Panitia SVF, Ida Bagus Sidartha Putra, di Sanur, Selasa.

Ia mengatakan, Desa Sanur sebagai daerah pariwisata pertama di Bali hingga saat ini masih mempertahankan budaya sebagai dasar pengembangan pariwisata.

Karena itu kegiatan tersebut menampilkan berbagai budaya dan kesenian tradisional yang dimiliki masyarakat setempat.

Menurut dia, penyelenggaraan SVF ketiga tahun ini hampir sama dengan pelaksanaan tahun lalu yang mengangkat tema semangat warisan budaya baru atau "The New Spirit of Heritage".

"Konsep dasarnya hampir sama dengan tahun lalu, namun tahun ini kami mengangkat isu lingkungan. Sebab isu lingkungan ke depan menjadi hal penting dalam industri pariwisata," ucapnya.

Menurut Sidartha, pasar pariwisata Sanur adalah masyarakat Eropa yang sangat peduli terhadap lingkungan, sehingga mereka tidak akan datang ke obyek wisata yang kondisi lingkungannya rusak.

Untuk merealisasikan tema tersebut, pihak panitia SVF akan mengadakan lomba pengelolaan sampah dengan peserta kalangan industri perhotelan.

"Kegiatan ini kami harapkan dapat menumbuhkan kebersamaan menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah dan limbah hotel secara sembarangan," katanya menambahkan. (*)

goesdun 03-07-2008, 02:34 PM KONFLIK kepentingan sesama krama Bali akan terus terbuka seiring dengan makin tingginya tawaran investasi masuk Bali. Kondisi ini juga diperparah oleh perilaku-perilaku sejumlah elite yang tak konsisten menjaga keseimbangan alam Bali dan gamangnya aturan main.

'Krama Bali akan terus terjebak konflik jika tak ada ketegasan dalam menyikapi perbedaan kepentingan. Krama Bali harus menempatkan keseimbangan sekala dan niskala untuk mengatasi permasalahan internal krama Bali di kemudian hari,' saran pengamat lingkungan yang juga pakar pertanian Unud Dr. Ni Luh Ketut Kartini, M.S., Jumat (2/7) kemarin.

Ia memprediksi konflik perebutan atas lahan yang melibatkan krama Bali tak akan terkonsentrasi di Bali selatan saja. Besar kemungkinan kasus -kasus serupa akan merembet ke sejumlah daerah di kawasan hulu yang selama ini menjadi sumber resapan air. Buktinya, kini banyak pemodal mengincar tanah-tanah pertanian yang juga berfungsi sebagai daerah resapan. 'Bahkan, banyak pihak mulai mempermainkan amdal dan perang argumentasi untuk membela yang bayar,' kritiknya. Toleransi investasi di kawasan Danau Buyan dan pengalihan status hutan lindung untuk kepentingan pariwisata juga terjadi. 'Jika aturan main terus dipermainkan oleh orang-orang yang punya kekuasaan, Bali tinggal menunggu waktu saja menuju kehancuran ekosistem,' tegasnya. (dir)

source: BP

goesdun 03-07-2008, 02:42 PM Globalisasi di Bali telah menimbulkan pergulatan antara nilai-nilai budaya lokal dan global yang makin intensif. Proses ini membawa akibat pada ketidakseimbangan, disorientasi dan dislokasi hampir pada setiap aspek kehidupan masyarakat. Pada saat yang sama muncul sekularisme dan

komersialisasi sebagai tolok ukur dalam kehidupan.

Hal itu dikatakan Prof. Dr. Irwan Abdullah, narasumber dari UGM Yogyakarta, saat Sarasehan Pesta Kesenian Bali (PKB) di kampus ISI Denpasar, Rabu (2/7) kemarin. Dalam konteks perubahan semacam itu, kata Irwan Abdullah, sangat dibutuhkan peningkatan ketahanan budaya yang ditentukan oleh sistem sosial dalam berbagai bentuk lembaga tradisional seperti banjar, desa adat, subak, sekaa dan dadia.

Keterikatan orang Bali terhadap lembaga tersebut telah mampu berfungsi secara struktural bagi ketahanan budaya Bali. Hal ini harus mengalami revitalisasi dan pemberdayaan kelembagaan untuk aktualisasi budaya secara lebih menyeluruh. Cara sederhana dan defensif menghadapi globalisasi tersebut yaitu dengan memurnikan identitas ke-Bali-an.

Sementara itu narasumber dari Unud Drs. Nyoman Wijaya, M.Hum. mengatakan, setidaknya ada empat "mitos" besar yang perlu dibongkar dalam PKB, salah satunya tahun kelahiran PKB. Menurut Wijaya, PKB yang kepertama diselenggarakan selama dua bulan dari tanggal 20 Juni sampai 23 Agustus 1979 dipusatkan di Taman Budaya (Art Center).

Dalam kata sambutannya, Gubernur Bali Ida Bagus Mantra saat itu mengatakan bahwa PKB 1979 sesungguhnya ingin meletakkan dan menempatkan diri sebagai media dasar menumbuhkan rasa cinta, sebab dengan mengenal dan mengerti, rasa cinta sekaligus kesadaran bertanggung jawab akan menjadi dasar pertumbuhan dan perkembangan apresiasi serta kreativitas seni menuju pengembangan macam ragam dan seni budaya yang berkepribadian.

Namun, peristiwa bersejarah itu terhapus dalam catatan sejarah karena generasi sekarang lebih mengenal PKB lahir 1978. Seharusnya, menurut Wijaya, usia PKB 2008 ini yang ke-29 tahun.

Mitos lainnya adalah sistem pelaksanaan PKB dari atas ke bawah. Menurut Wijaya, apabila tujuan penyelenggaraan PKB memang benar-benar ingin melestarikan dan mengembangkan kesenian Bali -- bukan untuk kepentingan orang per orang dalam jajaran pemerintah, maka model pelestarian buttom-up perlu dipertimbangkan.

Pada saat sekaa sebunan sudah mandiri, maka lanjutkan dengan melibatkan kaum profesional dalam PKB, sehingga pemerintah hanya sebagai pengarah dan pengawas, sedangkan para pemain yang mengisi pentas PKB adalah para sekaa sebunan dan seniman akademis dari ISI. Dari "perlombaan" alami seperti ini akan terjadi perangsangan apresiasi dan kreativitas, sehingga tiap tahun muncul kesenian model baru, bukan pengulangan model-model kesenian di alam istana.

Guru Besar Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja Prof. Drs. Dewa Komang Tantra, M.Sc., Ph.D. yang semula akan membawakan makalah pada sarasehan tersebut, namun karena ada kegiatan lain akhirnya batal hadir sebagai narasumber. Panitia hanya menyerahkan makalahnya.

Dalam makalah itu, Dewa Komang Tantra mengatakan masyarakat Bali yang sudah kesohor memiliki nilai-nilai keharmonisan, spiritualitas, estetika, etika, solidaritas dan sejenisnya seyogianya terus dikaji dan dicerahkan sesuai dengan sifat zaman. Kontekstualisasi nilai-nilai

kebudayaan masyarakat Bali perlu dilakukan secara kreatif dan dinamis, didasarkan atas sikap kehati-hatian dalam melakukan interaksi lintas budaya. Kalau ini tidak dilakukan secara cerdas maka kebudayaan Bali akan terkontaminasi unsur-unsur budaya asing lainnya. (lun) source: BP

goesdun 05-07-2008, 09:54 AM PARADE Gong Kebyar Anak-anak yang menampilkan duta Kabupaten Gianyar dengan Badung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Kamis (3/7) malam, merupakan pementasan yang paling "dibanjiri" penonton hingga pekan ketiga perhelatan PKB ke-30 ini. Atraksi seni para seniman cilik itu bahkan mampu menumbangkan "rekor" jumlah penonton terbesar yang selama ini selalu dikuasai Parade Gong Kebyar Dewasa.

Malam itu, nyaris seluruh space di areal Ardha Candra dengan kapasitas sekitar 8.000 orang penonton itu terisi penuh. Bahkan, penonton sampai merangsek ke bibir panggung agar bisa menikmati persembahan seni seniman-seniman masa depan Bali itu. Luberan penonton itu jelas membuat kalang-kabut para fotografer lantaran tempat favorit mereka sudah "direbut" penonton.

Alhasil, mereka pun terpaksa mengabadikan momen-momen terindah itu di tengah-tengah himpitan penonton. Pementasan itu juga "diwarnai" aksi protes dari sejumlah penonton pemegang tiket VIP karena tidak mendapatkan tempat duduk sesuai yang tertulis di dalam tiket. (ian)

goesdun 05-07-2008, 09:55 AM Penampilan dalang Ki Enthus Susmono di Panggung Terbuka Ksirarnawa, Kamis (3/7) malam, layak mendapat acungan jempol. Dalang asal Tegal, Jawa Tengah itu tidak hanya piawai memainkan wayang lewat sabetan-sabetan khasnya, tetapi juga sangat cerdas mengemas isu-isu sosial-politik yang tengah mencuat di Indonesia tanpa harus merusak keutuhan lakon "Dewa Ruci" yang dibawakannya malam itu.

Dalang kreatif dengan kreasi jenis wayang terbanyak -- 1.491 wayang -- versi Museum Rekor Indonesia (Muri) ini sangat lugas dalam mengkritisi kebobrokan yang tengah berlangsung di negeri ini. Gugatan terhadap perilaku korup para pemimpin bangsa, pilkada yang "ternoda" praktik money politic, maraknya kasus illegal logging dan rupa-rupa kritik sosial lainya begitu kental dalam pementasan Ki Enthus Susmono. Kendati "bertaburan" kritik dan pesan moral, pementasan ini tidak jadi karya "berat" karena sang dalang mampu mencairkannya dengan beragam joke segar.

Daya kreatif dan inovasi Ki Enthus Susmono itu tercermin dalam wujud wayangnya yang tidak seperti wayang-wayang Jawa lainnya. Bentuk hidung, mulut, mata dan bagian wajah lainnya serta tangan, kaki dan bagian tubuhnya lainnya dari tokoh-tokoh pewayangan "disulapnya" lebih realistis. Kendati begitu, ikonitas wayang kulit masih dipertahankan di sana-sini.

Dari sinilah penyebutan Wayang Rai (gajah) Wong (manusia) itu berawal. "Konsep Wayang Kulit Rai Wong ini sangat sederhana, yakni wayang orang yang dikulitkan. Dengan lebih

merealiskan wujud wayang ini, saya ingin menjadikannya sebagai pintu masuk untuk mengajak generasi muda termasuk anak-anak untuk menyelami dunia wayang," ujar Ki Enthus Susmono kepada Bali Post.

Tidak Sulit Tidak sulit bagi penikmat seni di Bali memahami alur cerita "Dewa Ruci". Di samping lakon yang diangkat dari epos Mahabharata itu sudah begitu akrab bagi pencinta seni pewayangan di Bali, Ki Enthus Susmono menyampaikan persembahahan seninya dengan pengantar bahasa Indonesia yang diselipi sedikit bahasa Jawa.

Secara ringkas, "Dewa Ruci" mengisahkan tentang keteguhan hati satria Pandawa Bima dalam menjalankan amanat mahaguru Drona. Padahal, tugas berat itu hanyalah siasat licik kaum Korawa untuk melenyapkan Bima dari muka bumi. Semula, Bima ditugaskan mencari kayu gung susuhing angin di belantara Gunung Candramuka. Namun, siasat itu sia-sia karena bisa pulang dengan selamat. Sebagai siasat terakhir, Bima ditugaskan mencari air suci perwita sari di tengah samudera.

Di tengah pencarian itulah Bima bertemu dengan seekor naga raksasa dan terlibat pertarungan seru. Naga lenyap, muncullah seberkas cahaya yang tidak lain adalah Dewa Ruci yang selanjutnya menganugerahkan ilmu sejati "Sangkan Paraning Dumadi" kepada Bima. Ilmu itu berisikan tentang hakikat kehidupan di mayapada menuju kesempurnaan hakiki. (ian) source: BP

goesdun 07-07-2008, 09:56 AM Bagi para peminat judi apa pun bisa menjadi media taruhan. Selain Piala Eropa 2008 yang baru lalu, Pilgub Bali yang berlangsung 9 Juli mendatang juga dijadikan media taruhan. Informasi yang beredar, di Bali pasar taruhan Pilgub Bali mencapai Rp 1 milyar dan di Jakarta bahkan mencapai Rp 25 milyar.

Di pasar taruhan tersebut posisi CBS-Suweta dan Pastika-Yoga berimbang. "Jagoan kami memang CBS-Suweta dan saya yakin menang. Namun, saya dengar pasar taruhan berimbang 38 : 41 atau 41 : 38 yang nilainya mencapai puluhan milyar rupiah," ujar Ketua Tim Sukses CBSSuweta, Gde Wiratha, di Denpasar, Sabtu (5/7) kemarin.

Wiratha sendiri terbahak-bahak mendapati kenyataan ada calon gubernur yang begitu antijudi, namun dirinya justru dijadikan taruhan dalam pilgub kali ini. Baginya, fenomena ini merupakan suatu lelucon yang tidak lucu, namun itulah kenyataan di masyarakat -- yang diakui atau tidak -memang gandrung bertaruh.

Terlepas dari nuansa politisnya, fenomena ini menggelitik Wiratha yang juga Ketua Kadinda Bali ini. Baginya, fenomena tersebut merupakan cerminan dari realitas masyarakat yang tak bisa lepas dari naluri bertaruh atau berjudi. "Persoalan taruhan memang tak bisa dihindari. Itu salah satu bentuk rekreasi sekaligus katarsis," ujarnya.

Dia lantas berseloroh, sebaiknya pemerintah dan DPR-RI mempertimbangkan kembali untuk

meninjau UU Perjudian. "Saya kira sudah saatnya bangsa ini berhenti menjadi bangsa yang hipokrit. Bayangkan, pemberantasan korupsi begitu gencar, namun korupsi makin marak. Lebih baik judi seperti kasino yang dilegalkan," tandas Wiratha.

Mengapa? "Dari kasino negara atau daerah dapat pemasukan dan dananya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Daripada pejabat yang korupsi, uang negara dikuras, rakyat yang melarat. Bahwa judi itu bertentangan dengan agama, biarkan itu urusan dengan Tuhan. Daripada kita jadi bangsa yang hiprokrit," ujar Wiratha. (056) source: BP

goesdun 07-07-2008, 09:59 AM Interaktif Pelukis Bali dengan Pelukis Barat

MUSEUM Puri Lukisan, Ubud, Gianyar dalam usianya yang ke-50 tahun setelah pertama kali dibuka untuk umum menyelenggarakan pameran lukisan yang dirangkai dalam tiga pameran penting, yakni pameran Pita Maha, pameran Ida Bagus Made dan pameran lukisan koleksi Rodolf Bonnet. Kegiatan yang akan dibuka 14 Juli 2008 merupakan pameran dalam rangka perayaan Setengah Abad Museum Puri Lukisan, Ubud, Gianyar.

Dalam pameran Pita Maha mempersembahkan koleksi tetap dari Museum Puri Lukisan. Mulai dari perkembangan lukisan Bali dan patung selama satu abad terakhir. Pameran ini juga mempertontonkan keindahan karya seni dari masa wayang, transisi hingga modern.

Pameran Ida Bagus Made yang merupakan salah satu pelukis terbesar di Ubud. Sebanyak 100 lukisan karya Ida Bagus Made yang diserahkan oleh istrinya kepada Museum Puri Lukisan. Dan, sebanyak 50 lukisan karya besarnya akan dipamerkan untuk pertama kalinya di Museum Puri Lukisan.

Koleksi Rodolf Bonnet asal Belanda juga akan dipamerkan pada pameran yang bertajuk 'Pioneers of Balinese Painting'. Pameran ini menyuguhkan karya-karya besar lukisan dari tahun 1929 - 1958. Koleksi yang dipamerkan ini merupakan pinjaman dari Museum National Ethnolgy di Laiden, Belanda. Pameran kali ini menampilkan karya pelukis dari daerah Tampaksiring, Ubud, Batuan, dan Sanur.

Tjok Putra Sukawati, Ketua Yayasan Ratna Wartha yang mengelola Museum Puri Lukisan, Minggu (6/7) kemarin menyebutkan pameran ini merupakan pameran yang memperlihatkan interaktif seniman Bali dengan seniman Barat. Di mana pada tahun 1930, seniman lukis Bali banyak mendapatkan masukan dari ide, anatomi, perspektif, warna dan dimensi. Namun, dari masukan tersebut seniman lukis Bali tetap pada pakem dari lukisan Bali itu sendiri.

Pameran yang memajang hasil karya pelukis terkenal di Bali ini diselenggarakan atas kolaborasi dengan Yayasan Rudolf Bonnet, Belanda. Pameran yang rencananya dibuka oleh Menbudpar Jero Wacik, berlangsung selama dua bulan. Masyarakat maupun seniman lukis dalam hal ini dapat melihat dan menikmati karya-karya terkenal di Museum Puri Lukisan, Ubud. (dar/*) source: BP

goesdun 08-07-2008, 12:18 PM Yayasan Seni Budaya Bakti Marga, Desa Singapadu, Sukawati, Gianyar tampil membawakan dramatari gambuh berjudul "Mantri Copet" di Kalangan Ratna Kanda, Senin (7/7) kemarin. Dramatari gambuh ini tampil menarik dan diapresiasi banyak penonton. Gambuh ini memiliki keistimewaan, apa itu?

Penanggung jawab I Nyoman Cerita, SST., MFA. mengatakan dulu kesenian gambuh tersebar di seluruh kabupaten. Namun seiring perjalanan waktu, dramatari gambuh ada yang tetap eksis, ada yang tidak. Demikian juga di Desa Singapadu dari dulu ada kesenian ini. Tetapi sejak 1968, dramatari gambuh sempat mati suri di daerah ini. Baru dua tahun lalu, kembali dihidupkan dan kini mulai eksis lagi. Hal itu berkat dorongan berbagai pihak.

Dikatakannya, dramatari gambuh sudah telanjur dianggap kesenian yang teramat sulit, baik dalam gerak tari, pakem, vokal, tembang, dialog dan ekspresi. Anggapan inilah yang membuat kesenian ini kesulitan regenerasi. Tetapi, anggapan itu perlu dijawab dengan niat dan kerja keras. Jika ada kemauan belajar, pasti bisa. "Hal itulah yang kami lakukan sehingga dramatari gambuh yang dulu sempat vakum di Singapadu, kini kembali bangkit," kata Cerita yang dosen ISI Denpasar.

Ditambahkannya, gambuh Singapadu sedikit berbeda dengan gambuh di daerah lain. Gambuh Singapadu dipengaruhi oleh bebarongan dan pencalonarangan, serta nilai Bondres-nya tampak

kental. Plotnya diatur, ada roman, ada pakem yang juga kuat, ada perang, dan ada lelucon.

"Ya... ibarat masakan, gambuh kami ada lalah manis-nya," kata Cerita. Perbedaan lainnya, semua penarinya laki-laki. Sementara pemeran Condong, Galuh dan Kakan-kakan di gambuh lain umumnya menggunakan penari perempuan, sedangkan di gambuh Singapadu diperankan lakilaki. (lun) source: BP

goesdun 08-07-2008, 01:54 PM (1) I Gede Winasa dan Alit Putra http://www.beritabali.com/images/?winap1.jpg

Kuta, Prof. Dr.drg. I Gede Winasa lahir di Denpasar pada 9 Maret 1950 dari pasangan I Ketut Sama (alm) dan Ni Wayan Kosning (alm). Kini ia tinggal di Dusun Baler Bale Agung, Desa Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Riwayat pendidikan suami Ratna Ani Lestari SE MM ini, dimulai dari SD 1 Tegal Cangkring, Jembrana yang diselesaikannya tahun 1962.

Pendidikan SMP hingga SMA dilanjutkan di Jembrana yakni di SMPN 1 Penyaringan Jembrana (1965) dan SMAN 1 Jembrana yang diselesaikan tahun 1968.

Setamat SMA, ayah 4 orang anak ini melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga Surabaya hingga lulus tahun 1978.

Ilmu kedokteran gigi kemudian diperdalam Winasa hingga ke negeri Matahari Terbit, Jepang. Di Jepang, sempat mengikuti training, hingga menjadi mahasiswa peneliti di Universitas Hirosima, hingga tahun 1993. Gelar doktor atau strata 3 di bidang ini berhasil diraihnya di Universitas Airlangga pada tahun 1995.

Karier Winasa di dunia kedokteran gigi dimulai dengan menjadi dokter gigi di Puskesmas Benculuk Banyuwangi pada tahun 1978. Selanjutnya ia pindah tugas ke RSU Bangli, hingga menjadi Kasi Evaluasi Kanwil Depkes Bali tahun 1981 hingga 1987.

Di bidang pendidikan, Gede Winasa juga menjadi dosen sekaligus dekan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati, Denpasar tahun 1983 hingga 1992, hingga menjadi Guru Besar Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat di FKG Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Di bidang organisasi, Winasa pernah menjadi Ketua berbagai organisasi mulai Ketua PDGI Cabang Bali, Ketua Yayasan Tat Twam Asi jembrana hingga Ketua DPC PDI P Jembrana periode 2003 hingga tahun 2008.

Sebelum mencalonkan diri sebagai Gubernur Bali, Gede Winasa merupakan Bupati Jembrana untuk 2 periode yakni 2005 hingga 2010.

I Gusti Bagus Alit Putra, SH, S. Sos, M.Si

I Gusti Bagus Alit Putra merupakan calon wakil Gubernur dari Gede Winasa yang diusung Koalisi Kebangkitan Bali atau KKB.

Suami dari Titing Suharti Alit Putra ini lahir di Tabanan pada 14 Agustus 1948.

Pendidikan di bangku sekolah dasar atau SD diselesaikan di kota Negara pada tahun 1961. Pendidikan di bangku SMP juga diselesaikan di kota Negara pada tahun 1964.

Kota Singaraja menjadi tempat bagi Alit Putra untuk merampungkan pendidikannya di bangku SMA, dan lulus tahun 1967. Lulus SMS, Alit Putra langsung masuk AKABRI Darat di Magelang dan lulus tahun 1972.

Karir militer ayah 3 orang anak ini dimulai sebagai Danton Yonif 403 di Jogjakarta. Selama bertugas di lingkungan Angkatan Darat, Alit Putra pernah bertugas di beberapa daerah seperti Cimahi, Bandung, Bali, hingga Timtim.

Selama karirnya di dunia militer, Alit Putra sudah meraih aneka penghargaan mulai Satya Lencana kesetiaan XXIV, Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Pembangunan, Bintang kartika Ekapaksi Narayana, dan berbagai Tanda Jasa Kenegaraan lainnya.

Tahun 1990, kakek dari 7 orang cucu ini terpilih sebagai Bupati Badung. Jabatan ini dipegang selama 2 periode hingga tahun 2000.

Karirnya di pemerintahan berlanjut setelah terpilih sebagai Wakil Gubernur Bali periode 1999 hingga 2003.

Di luar karir militer dan birokrasi, Alit Putra juga pernah menjabat sebagai ketua dan pengurus sekitar 42 organisasi maupun Yayasan mulai Ketua Umum PSSI Bali (1996-1999), Ketua PMI Bali (2005 hingga sekrang), Ketua Umum Forki Bali (1999-2007), Ketua Umum Koni Bali (1999-Sekarang) hingga menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Propinsi Bali. (Berbagai sumber)

(2) Cok Budi Suryawan dan Gede Suweta http://www.beritabali.com/images/?cbs.jpg Kuta, Tjokorda Gede Budi Suryawan atau yang lebih dikenal sebagai CBS merupakan calon Gubernur yang diusung oleh Koalisi Rakyat Bali atau KRB.

CBS lahir di Ubud, 13 September 1957 dari pasangan Tjokorda Gede Putra (alm) dan Anak Agung Istri putra Asmari (alm).

Pendidikan dasar atau sekolah dasar CBS dimulai di Ubud dan diselesaikan tahun 1965. Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas kemudian dilanjutkan di Denpasar hingga tamat tahun 1971.

Selanjutnya CBS melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Fakultas Hukum Unud hingga tamat tahun 1978.

Selanjutnya CBS menempuh program pasca sarjana di Univesitas Darul Ulun Jakarta, Sespa LAN di Jakarta, hingga pendidikan Lemhanas di Jakarta tahun 2001.

Karir suami Tjokorda Istri Putra Anitawati ini dimulai sebagai pegawai biro Setwilda Propinsi Bali tahun 1979 hingga 1980. Dalam karirnya di lingkungan Setda Propinsi bali, CBS juga sempat menjadi Sekretaris Pribadi mantan Gubernur Bali Prof. Ida Bagus Mantra.

Posisi puncak di lingkungan Pemerintah Propinsi Bali diraihnya pada tahun 1988, setelah menjabat sebagai Kepala Biro Protokol Setwilda Bali hingga tahun 1993.

Tahun 1992 hingga 1997, CBS terpilih sebagai Bupati Gianyar. Karena dianggap sukses memimpin Gianyar dengan berbagai programnya, pria dengan 3 putra ini kemudian terpilih lagi sebagai Bupati Gianyar untuk periode 1997 hingga 2002.

Usai menjabat sebagai Bupati Gianyar, CBS kemudian meneruskan karir politiknya sebagai anggota DPRD Propinsi Bali mulai tahun 2004 hingga sekarang. Selain itu, CBS juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Propinsi Bali tahun 2004 hingga sekarang.

Selama hidupnya, pria yang hobi membaca, olahraga, dan berkesenian ini sudah meraih berbagai

tanda penghargaan. Penghargaan tertinggi yang pernah diraihnya yakni penghargaan Satya Lencana Pembangunan Bidang Pertanian dari Presiden RI, penghargaan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden RI, serta berbagai penghargaan lainnya.

Brigjen Pol Drs. Njoman Gede Suweta, MH

Njoman Gede Suweta merupakan calon wakil Gubernur Bali dari cagub CBS, yang juga merupakan jago dari Koalisi Rakyat Bali. Gede Suweta lahir di Buleleng pada 1 Januari tahun 1951.

Pendidikan dasar atau sekolah dasarnya diselesaikan tahun 1964. Selanjutnya ia melanjutkan pendidikan hingga tamat SMA tahun 1970.

Setamat SMA, suami dari Lenny L.M Pollah ini kemudian melanjutkan pendidikannya ke Akademi Kepolisian atau AKPOL dan Lulus tahun 1974.

Karir Gede Suweta di kepolisian dimuali di tanah Papua, dengan menjadi Kasi Sabhara Korem 2102 Wamena. Karir tertinggi Gede Suweta di Papua sebagai Karo Ops Lantas Dak Kodak XVII Polda Irian Jaya.

Setelah dari tanah Papua, karir Suweta di kepolisian kemudian dilanjutkan ke berbagai wilayah di Indonesia mulai Nusa Tenggara, Sulawesi Tenggara, Jambi, Polda Bali, hingga Mabes Polri di

Jakarta.

Di luar karir polisinya, Gede Suweta juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum organisasi Perbakin.

Selama karirnya, pria dengan dua orang anak ini sudah meraih berbagai penghargaan seperti Satya Lencana Dharma Nusa, Satya Lancana Bintang Bhayangkara Nararya, Satya Lancana Kesetiaan 24 Tahun, dan berbagai penghargaan lainnya. (Berbagai Sumber)

(3) Mangku Pastika dan Puspayoga http://www.beritabali.com/images/?pastikayoga.jpg Kuta, Made Mangku Pastika lahir di Desa Sanggalangit Buleleng pada 22 Juni 1951 dari pasangan I Ketut Meneng dan Ni Nyoman Kinten. Mangku Pastika merupakan anak kedua dari 6 bersaudara.

Sejak kecil, Made Mangku Pastika sudah akrab dengan kata miskin dan kemelaratan. Tahun 1963, pasca meletusnya Gunung Agung, ia sudah diajak keluarganya untuk bertransmigrasi ke Bengkulu.

Ayah dari Mangku Pastika, Ketut Meneng, ingin mengabdikan dirinya bagi dunia pendidikan di Bengkulu, meski saat itu ia sudah menjadi Wakil Pemilik Sekolah Dasar di Seririt Buleleng.

Di Bengkulu, Mangku Pastika hidup dalam kemiskinan. Niat kuat untuk bisa bersekolah

akhirnya mengantarnya hingga ke Kota Bengkulu. Di kota ini Mangku Pastika bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah keluarga Tionghoa, meski usianya masih amat belia.

Pengalaman menjadi pembantu rumah tangga bagi seorang anak yang berumur 12 tahun, serta jauh dari kedua orang tua di daerah yang sangat asing dengan Budaya yang sangat berbeda, telah membentuk karakter Mangku Pastika menjadi pribadi yang meyakini kerja keras dan disiplin untuk mencapai sukses.

Dengan kemauan yang keras, Mangku Pastika akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasarnya di SD No. 3 Bubunan.

Pendidikan SMP dilanjutkan di SMP IV Palembang dan pendidikan SMS dilanjutkan di SMS Negeri II Palembang. Setelah menamatkan pendidikan di SMA negeri II Palembang, Mangku Pastika mencoba melamar di AKABRI kepolisian, mengikuti jejak langkah langkah temanteman sekolahnya, meskipun cita-cita awalnya ingin menjadi seorang guru seperti ayahnya.

Mendengar bahwa pendidikan di AKABRI adalah gratis dan bahkan akan mendapat uang saku,Mangku Pastika sebagai remaja yang hidup prihatin dan sederhana serta terbatas kemampuan ekonominya, berpikir pragmatis: yang penting dapat bersekolah secara gratis.

Setelah melalui berbagai tes ,ujian dan seleksi yang sangat ketat, Mangku pastika akhirnya diterima sebagai calon Taruna AKABRI Polisi dan selanjutnya menjalani pendidikan selama 4 (empat) tahun di Magelang dan Sukabumi.

Mangku Pastika pendidikan menamatkan AKABRI Polisi pada tahun 1974 dan melanjutkan latihan Brimob/Pelopor di Kelapa Dua,Bogor sampai pertengahan tahun 1975.

Penugasan pertama Mangku Pastika di dunia kepolisian adalah adalah sebagai Komandan Peleton 1 Kompi I,Batalyon B, Brimob Polda Metro Jaya yang berkedudukan di kelapa dua, Bogor.

Beberapa bulan kemudian, yaitu pada tanggal 05 Desember 1975, Mangku Patika beserta batalyonnya bertugas ke Timor Portugis (Timor-Timur). Mangku Pastika bertugas di Timor Portugis sampai Juli 1976, sesaat sebelum Timor Portugis bergabung dengan Republik Indonesia dan menjadi Propinsi ke-27 dengan nama propinsi Timor-Timur.

Sekembalinya dari Timor Timur,Mangku Pastika kembali bertugas di Kesatuan Brimob di Jakarta.

Pada tanggal 23 februari 1977, Mangku Pastika menikah dengan Ni Made Ayu Putri, adik Brigjen Pol. Made Swardana (rekan satu angkatannya di AKABRI). Dari pernikahan ini ia dikaruniai 3 orang anak.

Pada oktober1977, Mangku Pastika mendapat tugas baru sebagai ajudan menteri Pertahanan & Keamanan/Panglima ABRI, Jendral TNI Maraden pengabean, selama 4 (empat) tahun.

Penugasan menjadi ajudan Menteri ini berakhir ketika Mangku Pastika harus melanjutkan pendidikan ke PTIK untuk dapat meniti karir selanjutnya di lingkungan Polri.

Mangku Pastika menyelesaikan pendidikan di PTIK pada tahun 1984 dengan predikat lulusan terbaik dan selanjutnya bertugas di Polda metro jaya sebagai Kepala Sub. Dinas pencurian berat, Direktorat Reserse.

Tugas pokoknya adalah menangani kasus-kasus pencurian, perampokan,dan kejahatan keras lainnya. Satuannya terkenal dengan nama TEKAB (Tim Khusus Anti Bandit) yang bertugas siang malam di seantero Jakarta dan sekitarnya.

Dalam tugasnya, TEKAB melumpuhkan kelompok-kelompok penjahat kelas berat yang sering mengacaukan Jakarta Raya. Penugasan berikutnya adalah sebagai Kepala Unit Harat Benda Ditserse Polda Metro Jaya.

Selanjutnya Mangku Pastika diberi kepercayaan untuk menjabat Kapolsek Tambora Jakarta Barat sampai akhir 1987.

Selanjutnya Pastika pindah ke Ditserse Mabes Polri sebagai satuan penyidik Vice Control.

Pada tahun 1988, Mangku Pastika ditugaskan untuk ambil bagian pada misi pemeliharaan perdamain PBB di Namibia, Afrika Barat Daya, sebagai anggota kontigen Garuda IX selama 9 (sembilan) bulan. Di Namibia, Pastika bertugas di distrik Windhoek (ibukota Namibia) sebagai

Commander untuk wilayah Katutura dan Komasdal.

Wilayah ini adalah wilayah yang senantiasa bergolak , karena merupakan basis kekuatan proindependen dan kediaman para pemimpin kulit hitam,termasuk calon Presiden Namibia, Sam Nujona.

Penugasan di Namibia ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi Pastika karena mendapat kesempatan untuk bergaul dan memimpin para polisi dari Berbagai bangsa dan negara.

Sekembalinya dari Namibia, Pastika mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di SESKOAD (sekolah staf dan komando Angkatan darat) di Bandung pada 1990-1991 (selama 11 bulan).

Usai menempuh pendidikan di SESKOAD, Pastika bertugas di Ujung Pandang, sebagai Kepala Bagian Reserse Ekonomi, Polda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara kurang lebih 8 (delapan) bulan.

Selanjutnya, pada akhir 1992 Pastika kembali bertugas di Mabes Polri sebagai kepala Satuan Penyidik Perbankan. Pada tahun itu pula Pastika mendapat kesempatan untuk melaksanakan pelatihan di Cranfild Inggris, tentang Counter Disaster, yang kemudian ternyata sangat berguna dalam menangani berbagai krisis atau dalam penugasannya selanjutnya.

Pada pertengahan 1993 Mangku Pastika kembali mendapat kesempatan belajar ke luar negeri

yaitu ke Australia, di AFP College, Camberra dengan pokok bahasan Management of Serious Crime.

Selama di sekolah ini, Pastika menimba ilmu bersama para perwira senior AFP (Australia Federal Police) antara lain Mick Keetly, yang sekarang menjabat sebagai Commisioner AFP.

Hubungan baik dengan para perwira AFP ini ditambah dengan ilmu penyidikan kasus-kasus besar dan serius yang di pelajari di AFP Management College, telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengungkapan dan penyidikan kasus bom Bali dan kasus-kasus terorisme yang lain.

Jabatan selanjutnya yang pernah diemban Pastika antara lain Kapolres Jakarta Barat (199419950), Wakil Asisten perencanaan & Anggaran Kapolda Metro Jaya (1996), hingga menempuh pendidikan di SESKO ABRI (1996-1997).

Tugas Mangku Pastika berikutnya adalah Kepala Departemen Kerjasama Internasional di NCB/ Interpol (1997), Direktur Reserse Ekonomi , Korserse Polri (1997-1999), tugas BKO Polda TimTim (Juni 1999-oktober 1999), dan Direktur Reserse Pidana Tertentu Sekretaris NCB/interpol.

Penugasan Mangku Pastika berikutnya yang cukup berkesan adalah saat menjabat Kapolda Nusa Tenggara Timur pasca kerusuhan di Atambua.

Kapolri saat itu menugaskan Pastika untuk dapat menyelesaikan kasus Atambua yang

menewaskan 3 (tiga) petugas UNHCR, pelucutan senjata para Milisi eks Tim-Tim, dan Kasus pengrusakan gedung DPRD NTT dalam waktu yang sesingkat - singkatnya, mengingat Indonesia mendapat tekanan internasional terutama dengan Keluarnya resolusi DK PBB.

Semua tugas berat tersebut terselesaikan dengan baik.DK PBB merasa puas dan resolusi Pun dicabut. Situasi keamanan berangsur-angsur pulih dan kehidupan masyarakat kembali normal.

Setelah bertugas kurang lebih 4 (empat) bulan sebagai Kapolda NTT, kembali terjadi masalah keamanan di Irian Jaya (sekarang papua ). Seluruh Muspida Propinsi (kecuali Gubernur Jaap Salosa tewas dalam suatu kecelakaan pasawat terbang, termasuk Pangdam dan Kapolda Irja (Alm. Irjen Pol. FX. Sumardi).

Di saat bersamaan terjadi penyanderaan terhadap karyawan PT Korindo(ada beberapa orang Korea) oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka, di bawah pimpinan Willem Onde di Wilayah Merauke, Irja.

Kapolri kembali menugaskan Mangku Pastika menuju Irian Jaya untuk menjabat sebagai Kapolda dengan tugas pertama membebaskan para sandera, bekerja sama dengan Pangdam Trikora Mayjen Mahidin Simbolon. Dalam waktu singkat para sandera dapat dibebaskan dalam keadaan selamat.

Selama menjabat Kapolda Papua, Pastika dihadapkan pada beberapa persoalan besar seperti terbunuhnya Ketua Presidium Dewan Papua Theys Eluway pada 10 November 2001, gejolak

sosial dan politik sebagai ekses demokratisasi dalam era reformasi, seperti isu nama Papua dan bendera Bintang Kejora, pelanggaran HAM, dan pengurasakan lingkungan hidup, penentangan atas isu Otsus Papua, sampai kepada peristiwa penyerangan terhadap PT Freeport yang mengakibatkan tewasnya 2 (dua) warga Amerika Dan 1 (satu) WNI.

Saat menyidik kasus terakhir inilah, terjadi peristiwa besar Bom Bali 12 Oktober 2002. Ini merupakan momen yang telah mengubah awal hidup seorang Mangku Pastika..

Kapolri waktu itu, Jendral Pol. Drs. Dai Bachtiar memerintahkan Mangku Pastika untuk segera berangkat ke Bali, memimpin penyidikan kasus besar dan menarik Perhatian dunia tersebut. Pastika tiba di Bali pada tanggal 17 Oktober 2002 malam dan langsung ke TKP di Jalan Legian Kuta Bali.

Bersama tim yang di bentuknya yang terdiri dari anggota Polri dari seluruh Indonesia yang berjumlah kurang lebih 500 orang dan 200 polisi / ahli dari mancanegara seperti: Australia, Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Jepang, Selandia baru, melaksanakan penyelidikan dan penyidikan secara professional, hingga kasus besar ini akhirnya berhasil dibongkar dan menangkap para pelakunya.

Drs Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga

Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga lahir di Denpasar Bali pada 7 Juli 1965. Pendidikan dasar

Puspayoga ditempuh di SD 10 Denpasar kemudian dilanjutkan ke SMP 1 Denpasar dan SMA 1 Denpasar. Setamat SMA, Puspayoga kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Ngurah Rai Denpasar.

Karir politik Puspayoga dimulai dengan menjadi pengurus Desa PDI tahun 1982 hingga menjadi Wakil Ketua DPC PDI Kota Denpasar.

Di bidang organisasi, Puspayoga pernah menjadi Pengurus Sekaa Teruna Teruni Denpasar, Pengurus Senat Mahasiswa Universitas Ngurah Rai hingga menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar.

Setelah kelahiran PDI Perjuangan, karir politik suami IGA Bintang Dharmawati ini semakin menanjak hingga terpilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Bali Kota Denpasar.

Dari Ketua DPC PDIP Kota Denpasar, Ayah satu putra ini akhirnya terpilih sebagai Ketua DPRD Kota Denpasar hingga akhirnya menjadi Walikota Denpasar untuk periode 2000-hingga sekarang. (Berbagai Sumber)

-------- oOo ------sourcer: BB

.... pencoblosan Pilgub Bali (9/7) ... BERLANGSUNG DAMAI

PESTA demokrasi Pilgub Bali 2008 telah usai. Pasangan Made Mangku Pastika-Anak Agung Puspayoga yang disingkat Pasti-Yoga akhirnya untuk sementara keluar sebagai pemenang. Patut disyukuri, pilgub dengan serangkaian prosesnya sudah berlangsung cukup fair. Masing-masing kandidat berikut tim suksesnya mampu menahan diri sehingga menghasilkan pilgub yang aman dan damai.

HASIL TERAKHIR : 16 JULY 2008

http://www.balitv.tv/btv/images/winasa.jpg http://www.balitv.tv/btv/images/cbs.jpg http://www.balitv.tv/btv/images/pastika.jpg ===18,25%====== =====26,74%==== ====55,01%====

Adapun tingkat partisipasi warga Bali dalam pemilihan langsung gubernur ini mencapai 72.5 persen. Hasil Pilkada Bali ini tidak berbeda jauh dengan hasil quick count alias hitung cepat yang juga memenangkan pasangan Mangku Pastika-Puspayoga

Made Mangku Pastika dan AA Ngurah Puspayoga ditetapkan sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah Bali terpilih tahun 2008. Penetapan itu diambil dalam Sidang Pleno KPUD Bali, Rabu (16/7).

Hasil rekapitulasi suara Pilkada Bali, Made Mangku Pastika-Puspayoga menang dengan suara

1.087.910 (55,01%), Cokorda Budi Suryawan-Suweta 527.861 suara (26,74%) dan Winasa-Alit Putra 360.724 suara (18,25%).

goesdun 10-07-2008, 04:11 PM SIAPAKAH yang pertama kali menciptakan wayang?

Di manakah pertama kali "gambar" tokoh-tokoh wayang itu lahir? Apakah di Jawa atau di Bali? Saya sering terusik oleh pertanyaan ini, tetapi tak pernah menemukan jawaban yang memuaskan.

Cobalah kita pikirkan, tokoh-tokoh yang ada dalam epos Mahabharata dan Ramayana, misalnya, pertama-tama tentu kita bayangkan wajahnya dari cerita tertulis yang berupa sloka, syair, maupun yang sudah berbentuk prosa. Arjuna itu ganteng dan lembut, Bima itu keras dan tegap, Duryodana sombong dan beringas. Begitu pula karakter pada epos Ramayana, Rama itu ganteng dan lembut, Rahwana itu keras, beringas dan berwajah raksasa. Tetapi, siapa yang pertama kali menggambar secara visual karakter-karakter itu menjadi wayang, sehingga apa yang kita kenal selama ini menjadi sesuatu yang seragam? Pasti ada, kalau tidak kita akan menemukan Arjuna yang berbeda-beda di setiap wilayah.

Mungkin wayang itu lahir di Jawa, barangkali masa-masa Kerajaan Majapahit atau sebelum itu. Kemudian dibawa ke Bali dengan sedikit-sedikit mengalami perubahan pada wajah, konon lebih disesuaikan dengan gambaran manusia, sementara wayang di Jawa lebih pada simbol-simbol. Nah, ketika ada perubahan di Bali, siapa yang menciptakan Arjuna, Bima, Rahwana dan

semuanya itu? Pasti ada orang atau sebuah komunitas tertentu yang melakukannya dengan serius. Dari orang (atau komunitas) ini menyebar ke seluruh Bali. Kalau tidak demikian, bagaimana mungkin keseragaman itu terjadi. Jangan-jangan Arjuna di Gianyar berbeda dengan Arjuna di Tabanan. Kita tidak bisa melacak hal-hal begini karena memang kesadaran kita di masa lalu kurang dalam hal dokumentasi. Namun, satu hal yang pasti adalah kita sebagai penikmat seni dan budaya, sangat fanatik pada penggambaran seperti yang sudah ada itu. Kita tak bisa menerima kalau misalnya Bima tiba-tiba menjadi tokoh yang lembek, apalagi menjadi tokoh yang kalah. Bima harus selalu perkasa dan harus selalu menang.

Di Jawa, fanatisme itu bahkan lebih tinggi daripada Bali. Para pelukis wayang di Jawa tidak mau menggambar tokoh wayang dengan tiga dimensi. Ia selalu menggambar dengan satu sisi saja, ya... seperti yang ada pada wayang kulit itu. Bagaimana pun modernnya situasi yang mau digambar, jika ada tokoh wayang di sana, wayang itu tetap digambar satu sisi seperti wayang kulit. Saya pernah akrab dengan seorang pelukis kaca dari Muntilan, yang gambar-gambarnya sering menyindir situasi terakhir. Misalnya ada Semar dan anak-anaknya Gareng, Petruk, Bagong menonton televisi. Pada layar televisi tidak diisi cat apa pun sehingga tetap transparan. Di situ tinggal ditempel gambar yang dikehendaki, kalau dipasang gambar adegan film, nampak keluarga Semar lagi menonton sinetron. Saya kemudian minta versi lain, bukan keluarga Semar tetapi keluarga Pandawa yang seolah-olah menonton televisi. Pelukis itu mau membuatnya. Tetapi, ketika seminggu kemudian saya mengambilnya, Pandawa yang di lukisan kaca itu tetap saja berjejer seperti jejeran wayang kulit, bukan tiga dimensi. Ketika saya tanya, kenapa begini,

pelukis itu menjawab: "Saya tidak berani menggambar wayang dengan posisi yang lain. Posisi tokoh-tokoh ini tak bisa diubah sedikit pun." Ternyata hal seperti ini juga berlaku pada pelukis lainnya yang menggunakan media batik dan kanvas. Kalau ada wayang (Jawa) di sana, pastilah bentuknya tak pernah berubah dari satu sisi itu. Kecuali komik, dan ini pun katanya lebih banyak dibuat oleh orang-orang Sunda.

***

Pelukis Bali lebih bebas menggambar wayang. Meski karakter wayang tetap dijaga, adeganadegan tetap bisa digambarkan dalam lukisan. Tampak depan, tampak samping, menunduk, tidur, atau melakukan berbagai kegiatan, bisa divisualkan dengan semestinya. Termasuk ekspresinya. Seperti yang kita lihat pada lukisan wayang gaya Kamasan. Adegan apa pun bisa dibuat sesuai cerita yang mau ditampilkan pelukisnya.

Lukisan wayang gaya Kamasan pada awalnya menampilkan sepotong cerita. Jauh sebelum itu bahkan hanya simbol-simbol yang melukiskan berbagai dewa dalam mitologi Hindu yang menceritakan tentang hari baik, pengaruh peredaran bulan terhadap kelahiran seseorang, dan sebagainya. Dewa-dewa dalam mitologi Hindu itu diambilkan dari gambar wayang. Lukisan inilah yang sering disebut sebagai lukisan klasik Kamasan. Orang dengan mudah bisa membedakan, mana gaya Kamasan yang mana tidak hanya dengan melihat adegan dalam kanvas itu.

Tetapi belakangan gaya Kamasan ini sudah mulai ditiru seiring dengan permintaan pasar.

Sementara itu bahan-bahan yang dipakai melukis juga sudah modern seperti cat, padahal dulu warna alami itu datang dari atal, kencu, ancur dan sebagainya. Produk lukisan itu pun tidak lagi terbatas untuk keperluan ritual seperti langse atau pangider-ider. Lukisan Kamasan sudah menjadi barang pajangan seperti halnya lukisan-lukisan yang lain.

Kini muncul kreativitas baru yang tidak terkungkung pada kanvas, misalnya, dengan menggunakan media kayu atau bambu. Penggunaan media ini sebenarnya sudah dilakukan di banyak tempat. Ukiran dari kayu banyak menghias rumah-rumah, apakah itu berdiri sendiri sebagai "sebuah lukisan" atau untuk hal-hal yang fungsional seperti daun pintu, jendela dan lubang angin. Namun yang muncul dari Kamasan bukan sekadar ukiran, tetapi sebuah corak (style). Atau lebih khusus lagi, style khas Kamasan yang sudah populer itu, berupa adegan dari tokoh-tokoh wayang yang membentuk sepotong cerita. Dengan kata lain, lukisan wayang Kamasan yang boleh dikatakan klasik itu, kini berpindah ke media kayu dan bambu.

Masalahnya, apakah generasi muda pelukis Kamasan masih tetap menangkap roh yang ada pada para pendahulunya? Antara lain filosofi cerita yang mau ditampilkan, dan juga keragaman flora yang menjadi latar belakang dari "gambar" wayang itu. Ini yang masih menjadi tanda tanya, karena pengaruh pasar bisa saja memudarkan semuanya itu. Tetapi kalau roh klasik Kamasan tidak diwariskan, apa bedanya dengan ukiran wayang di Batuan, atau bahkan di Desa Kapal? * Putu Setia source: Balipost

apa jadinya kalau sampai Dipatenkan Orang Asing juga ???

goesdun 11-07-2008, 01:55 PM Sabtu Malam Besok Gunarsa 'Ngupah' Wayang Cenk Blonk

Maestro seni lukis Bali Drs. Nyoman Gunarsa tak henti-hentinya menggemakan pentingnya UU Hak Cipta bagi masyarakat Bali, khususnya yang bergerak di bidang seni budaya. Setelah beberapa kali ngupah atau menggelar wayang Cenk Blonk, Gunarsa kembali mementaskan kesenian favorit masyarakat Bali dengan dalang Wayan Nardayana ini pada Sabtu (12/7) besok di Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Pementasan terbuka untuk umum itu dimulai pukul 21.00 wita.

Menurut Nyoman Gunarsa didampingi Ron Jenkins, profesor seni teater asal Universitas Wesleyan, Conecticut, AS, wayang ternyata sangat ampuh memasyarakatkan UU Hak Cipta karena sangat komunikatif dengan penonton serta dibumbui banyolan-banyolan segar.

Dia sengaja mementaskan wayang Cenk Blonk bertemakan "Karmaphala" mengingat belakangan ini kasus pelanggaran hak cipta maupun hak paten marak lagi, seperti yang dialami para perupa, perajin perak, desain pakaian, seni budaya memasak, termasuk dipatenkannya karya leluhur bangsa oleh orang luar.

Walau pemerintah telah mengeluarkan UU dalam upaya melindungi rakyat dari sistem pembajakan yang makin canggih, tetapi dalam pelaksanaannya masih mengalami kendala, akibat

faktor SDM aparat serta praktik KKN yang masih membudaya di Indonesia.

"Dengan dibentuknya Timnas HaKI oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kita berharap mampu menegakkan UU itu, sehingga memulihkan citra Indonesia di luar negeri yang dikenal sebagai bangsa pembajak," tegas Gunarsa.

Dia berharap supaya pemerintah pusat, terutama Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), benar-benar menegakkan UU Hak Cipta dengan mengungkap kebenaran fakta serta menjauhkan diri dari kepentingan seseorang atau kelompok. Termasuk menghilangkan kesan bahwa hukum bisa dibeli dengan segala cara.

Dalam kesempatan itu, Gunarsa dan Ron Jenkins menyampaikan rencana menerbitkan buku berjudul "Rwa Bhineda". Buku setebal 200 halaman ini berisikan tentang kepalsuan dan kebenaran dalam kasus hak cipta Nyoman Gunarsa yang "dikalahkan" oleh Pengadilan Negeri Denpasar.

Tetapi, JPU kemudian melaksanakan kasasi ke MA, sehingga Gunarsa harus menunggu putusannya sampai sekarang. Buku edisi mewah ini dicetak dalam tiga bahasa yakni Bali, Indonesia dan Inggris. "Bila buku ini dibaca oleh dunia, kami berharap bisa menolong reputasi Indonesia bahwa kita adalah bangsa beradab dan berbudaya, bukan bangsa penjiplak," ujar Gunarsa.

Mengenai terpilihnya calon pemimpin Bali lima tahun ke depan, Gunarsa berharap supaya

jangan sampai mengabaikan UU Hak Cipta, mengingat UU ini sangat menentukan kreativitas dan nasib seniman. Untuk itu, pemerintah daerah maupun pusat mulai sekarang menginventarisasi warisan budaya maupun ciptaan seniman, sehingga tidak diakui atau dipatenkan oleh pihak-pihak di luar negeri. "Kalau pemerintah mengabaikan UU Hak Cipta, berarti juga merugikan nama baik serta legitimasi pemerintah itu sendiri," tandas Gunarsa. (ian/*) source: BP

goesdun 12-07-2008, 08:40 AM Libatkan Delapan Ribu Pengusung

Prosesi pelebon (kremasi) penglingsir Puri Ubud, almarhum Tjokorda Gede Agung Suyasa, 15 Juli mendatang akan menjadi atraksi wisata yang besar. Hal ini menjadi pertunjukan budaya bagi wisatawan asing maupun domestik yang berkunjung ke Bali. Demikian diungkapkan Director General for Marketing, Menbudpar, Dr. Sapta Nirwandar, di Ubud, Jumat (11/7) kemarin.

Sebagai prosesi upacara yang mempunyai nilai budaya yang tinggi, hal ini tidak dijumpai dengan mudah dalam kehidupan masyarakat sehingga prosesi pelebon Puri Ubud yang menggunakan nagabanda dijadikan ajang mempromosikan pariwisata Bali. Sehingga untuk kepentingan pariwisata Bali, pihak Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata membuka Pusat informasi upacara kremasi keluarga Kerajaan Ubud.

Keluarga Puri Ubud, Tjok. Raka Kertiyasa mengatakan apa yang dilakukan oleh Menbudpar adalah merupakan yang pertama kali di Ubud. Hal ini merupakan kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat. Dalam prosesi pelebon nanti, sedikitnya 8.000 orang akan terlibat dalam mengusung bade, lembu dan nagabanda. Jumlah pengusung tersebut akan mengusung bade setinggi 28,5 meter dengan sembilan tumpang.

Tempat jenazah (bade) yang mengantarkan jenazah almarhum ke kuburan ini akan diusung oleh 250 orang yang diestafet setiap 150 meter, sepanjang jalan menuju Kuburan Dalem Puri Ubud. Belum lagi pengusung nagabanda, lembu, serta bade satunya lagi sebagai tempat jenazah dari keluarga puri, almarhum Tjokorde Gede Raka, serta abu Desak Raka yang jenazahnya telah dikremasi Desember lalu.

Sementara Jubir Keluarga Puri Ubud, Tjok. Krishna Sudharsana, mengatakan pelaksanaan upacara pelebon di Puri Ubud meminta bantuan aparat keamanan untuk membantu melancarkan pelaksanaan proses pelebon nanti. Terutama dalam hal pengaturan lalu lintas serta akses-akses tersebut.

Sementara sore kemarin, proses pembuatan bade di sebelah barat Puri Ubud menjadi daya tarik wisata yang berkunjung ke Ubud. Dua bade yang dibuat megah ini menjadi perhatian tamu yang lewat. Demikian pula keberadaan lembu di sebelah selatan Puri Ubud. Sedangkan untuk nagabanda akan dijemput dari merajan Puri Peliatan, 13 Juli. Untuk Yajamana karya yang sekaligus sebagai pemanah nagabanda adalah pedanda dari Geria An, Klungkung. (kmb16) source: BP

goesdun 14-07-2008, 04:16 PM Setelah sukses menggelar pementasan kolosal di sepuluh negara di dunia, kini Jepang memilih Indonesia-Bali sebagai tempat untuk menggelar pementasan yang bertajuk Supershow 2008. Pementasan akan digawangi oleh seniman besar dunia dari Jepang, Yamamoto Kansai. Kegiatan ini akan digelar pada tanggal 6 Desember 2008 di GWK, yang akan di-manage oleh PT Global Promindo, badan usaha swasta yang bergerak di bidang promosi ke luar negeri.

Kegiatan ini terselenggara sebagai bentuk peringatan 50 tahun kerja sama diplomatik antara Indonesia dan Jepang. Dari berbagai kegiatan yng telah digelar di Indonesia, sebagai penutup acara akan digelar pementasan kolosal Supershow 2008, sebagai pergelaran kolaborasi antara Jepang dan Indonesia, khususnya Bali. Ciri khas dari supershow di antaranya kedekatan atau tidak ada jarak antara penonton dan penari. Konseptor pementasan Yamamoto Kansai akan menampilkan karya yang lain dari biasanya, di mana penonton berbaris memegang obor membentuk obor raksasa, yang berfungsi sebagai cahaya penerang pertunjukan.

Kemudian terdapat perang bambu dari Akita, dilanjutkan dengan parade penari Bali, disusul dengan pembawa penjor, ogoh-ogoh dengan bentuk Naga dan Harimau sebagai lambang identitas masing-masing negara, yang total melibatkan 1200 pemain. Dilanjutkan dengan penebaran kertas emas dari udara. Selain itu juga akan tampil dua artis ternama dari masingmasing negara yang akan menaiki gajah. Indonesia diwakili oleh penyanyi Agnes Monica, sementara dari Jepang oleh penyanyi Lee Anna.

Tantowi Yahya, selaku Presiden Direktur PT Global Promindo saat melakukan penjajakan ke ISI Denpasar mengungkapkan, kostum para pemain Indonesia menggunakan tekstil dan batik original dari Indonesia dengan desainer Iwan Tirta. Sementara kostum pemain Jepang akan didesain oleh Yamamoto Kansai. Tantowi menambahkan untuk mendukung kesuksesan acara ini maka pihaknya akan menggandeng ISI Denpasar sebagai salah satu lembaga seni yang profesional. ISI Denpasar diberi kepercayaan untuk menyediakan tenaga penari profesional berjumlah 1.200 orang.

Sementara Pejabat Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai, S, M.A., menyambut baik kerja sama ini dan siap membantu serta mendukung untuk kesuksesan acara Supershow 2008 tersebut. Rombongan diterima langsung oleh Pejabat Rektor ISI Denpasar, PR II, PR IV ISI Denpasar, Dekan FSP, serta dosen di lingkungan ISI Denpasar. (r/*) source : BP

goesdun 15-07-2008, 12:58 PM Tahun depan PKB akan dikerjakan oleh gubernur Bali yang baru. Akankah PKB tetap begini-begini? Bisa jadi ya, jika yang mengelola PKB itu instansinya sama, orangnya sama, tempatnya sama, lebih-lebih lagi kalau namanya sama: pesta kesenian.

Pada pembukaan PKB ini dilangsungkan Kongres Kebudayaan Bali, sebuah acara yang

memakan biaya besar dengan hasil yang tidak kelihatan sama sekali. Tadinya saya menduga hasil Kongres Kebudayaan ini ada gemanya di dalam PKB, ternyata tidak ada pengaruhnya.

PKB yang hari ini berakhir, ada atau tak ada Kongres Kebudayaan, tetap seperti PKB yang dulu. Pesta kesenian yang ditujukan untuk rakyat menengah ke bawah, bukan pesta kesenian untuk menampilkan seni-seni puncak. Pesta seni yang dicampur-baurkan dengan 'pasar malam', bahkan pasar itu sendiri lebih diutamakan daripada pertunjukan seninya, terbukti penonton yang memasuki areal PKB diputar-putar dulu ke para pedagang. Bagaimana mengharapkan pesta seni ini ditonton oleh pengamat seni, kalau ia harus melewati jejeran pedagang yang justru bertentangan dengan hakikat cipta seni itu sendiri. Misalnya, ada pedagang menjual VCD bajakan, ada stan perjudian, semuanya itu menjadi aneh kalau PKB mau dijadikan arena kesenian yang bergengsi, apalagi dibuka oleh Presiden.

Gubernur Bali yang baru dan wakilnya diharapkan bisa melakukan evaluasi terhadap PKB ini. Yang pertama harus dilakukan adalah apakah di Bali perlu ada event kebudayaan yang bergengsi sampai dirasa perlu mengundang Presiden untuk membukanya. Kalau perlu tentu bukan PKB yang ada selama ini, tetapi sebuah pesta budaya yang betul-betul mengangkat seni budaya adiluhung. Kalau ada peserta tamu harus diseleksi ketat. Tempat pertunjukan juga bergengsi sehingga penonton pun punya 'kelas'. Seorang pengamat seni atau pelaku budaya -- bahkan wartawan kebudayaan sekalipun -- tentu kurang enak menonton pertunjukan melewati pedagang kaki lima.

PKB bisa saja tetap berlangsung tetapi 'kelasnya' turun menjadi pesta rakyat. Ia bisa tetap

berlokasi di Art Centre, karena terjemahan Art Centre dalam bahasa Indonesia adalah Pusat Kesenian. Betul-betul salah kaprah kalau Art Centre selama ini disebut Taman Budaya, karena Taman Budaya umumnya menggunakan bahasa Inggris Cultural Centre atau Cultural Park. Di PKB nanti dipanggungkan kesenian seperti yang ada selama ini, joged bumbung yang sedikit erotis, ngelawang, drama gong yang isinya banyolan belaka, termasuk kesenian langka yang asal ditampilkan kembali.

Ada pun nanti pada Pesta Kebudayaan Bali atau Pekan Budaya Bali (silakan membuat nama) betul-betul dipertunjukkan seni yang dihasilkan oleh olahan kreatif seniman unggulan. Nanti pada Pekan Budaya Bali, misalnya, akan ada pameran lukisan dari pelukis ternama di Bali, ada fragmen tari hasil olahan lulusan seniman tari, ada pemutaran film hasil sineas Bali, termasuk tentu saja seni modern seperti teater, instalasi, kolaborasi dan sebagainya. Nah, ajang ini yang dibuka oleh Presiden dan kalender acaranya disebar beberapa bulan sebelumnya. Pada saat itulah Bali akan benar-benar menyandang Pulau Budaya.

Awal-awalnya, PKB seperti itu maunya, yakni menampilkan karya-karya puncak seniman Bali. Jika ada fragmen tari digarap dengan serius, pada pameran lukisan berkumpul pelukis maestro, pertunjukan teater pun digelar dengan semangat tinggi. Jadi, kesenian yang berbau 'modern' tak pernah dilupakan. Putu Wijaya dengan Teater Mandiri-nya berkali-kali pentas. Begitu pula teater tamu dari luar Bali, dan tentu saja teater dari Bali sendiri. Sekarang, dengan keadaan PKB seperti ini, grup teater mana yang mau tampil?

Pada akhirnya PKB betul-betul kehilangan kesempatan untuk menampilkan kesenian adiluhung

dan kehilangan gereget menampilkan kesenian yang lebih bergengsi -- yang ditonton dengan olah batin. Pertunjukan teater (dalam pengertian drama nasional) pada PKB kali ini bahkan tak ada sama sekali. PKB tahun lalu masih bisa 'membujuk' grup teater dari Kampung Seni Banyuning untuk mementaskan 'Menunggu Godot'. Sekarang tidak lagi, namun masih bersyukur seniman Buleleng 'mau' menampilkan pembacaan sastra modern. Lalu ke mana seniman-seniman dari daerah lain, terutama Denpasar dan sekitarnya?

Jika teater yang pernah diparadekan kini tak ada, jangankan pemutaran film karya sineas Bali. Bahkan para pelukis Bali pun tak merasa berkepentingan ada PKB atau tidak. Ironisnya, kesenian yang berbau tradisi daerah juga kehilangan 'semangat tampil' dengan mengubah format pertunjukan. Lomba Gong Kebyar diganti menjadi parade, dengan begitu tak ada kreativitas puncak untuk mengharapkan gelar 'yang terbaik'. Lalu di mana rangsangan berkreasi itu? Bagaimana bisa menumbuhkan kreativitas?

Sekali lagi, harapan kita tertuju kepada gubernur Bali yang baru, mau dijadikan apa PKB ini. Kalau PKB tetap menjadi Pusat Kegiatan Berdagang dengan selingan pertunjukan kesenian seperti sekarang, boleh-boleh saja. Ini memang bisa menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Bali, buktinya setiap malam ramai. Cuma, Pemerintah Daerah Bali tak perlu mengeluarkan dana sampai Rp 4 milyar, serahkan pengelolanya kepada swasta, Pemda Bali malah dapat untung. PKB seperti ini bisa dijadikan sumber PAD (Pemasukan Asli Daerah), seperti halnya Jakarta Fair, Sekatenan Yogya, Pameran Pembangunan Semarang, dan sebagainya. Lalu, dana 'pos kebudayaan' yang selama ini diboroskan untuk PKB bisa untuk membuat event budaya yang

mengangkat Bali menjadi Pulau Budaya. * Putu Setia source: BP

goesdun 17-07-2008, 08:31 AM Forecast Denpasar* 24-29 C dan BERAWAN

INFO : Bali Ukir Sejarah --- Pertama Kali Tembus 10 Besar

Kontingen Bali mengukir sejarah pada arena PON XVII/2008 di Kaltim dengan menembus posisi 10 besar klasemen perolehan medali. Baru kali ini tim Pulau Dewata mampu masuk 10 besar nasional.

"Jika posisi perolehan medali seperti sekarang, berarti sejarah baru buat Bali, karena kali pertama masuk sepuluh besar sejak pelaksanaan PON di Tanah Air," ujar Ketua Kontingen Bali IGK Adhiputra di Samarinda, Rabu (16/7) kemarin.

Bali bercokol di posisi tersebut setelah adanya tambahan dua emas dari cabang pencak silat lewat I Wayan Sudarmawan yang mengalahkan Dwi Priyono (Banten) 5-0 dan Tuti Trisnayanti yang berhasil menggilas Permata Kemalasari (Sultra) 5-0 pada final kemarin. Dengan keberhasilan tersebut, perolehan medali sementara Bali adalah 16 emas, 18 perak dan 26 perunggu.

Sementara Ketua Pelatda PON Bali Nengah Sudiartha mengatakan atletnya sudah mampu

memenuhi target 15 medali emas yang dipatok Ketua Umum KONI Bali IGB Alit Putra. Sudiartha sendiri menargetkan meraih 18 emas.

Cabang yang targetnya meleset, menurut dia, adalah pencak silat dan tinju akibat faktor nonteknis. Sudiartha menyebut pesilat Suparniti di nomor laga, pesilat nomor seni beregu putra dan putri serta petinju Yulio Bria. 'Mereka gagal lantaran kendala nonteknis,' ucapnya ditemui di Balikpapan.

Sebelum bertolak ke Kaltim, ia sudah mewanti-wanti supaya atlet menyiapkan diri secara matang. Porsi latihan haris lebih dari atlet daerah lain. 'Soalnya kalau unggul tipis akan susah untuk memenangkan pertandingan. Jadi, syaratnya harus menang mutlak dan poinnya terpaut jauh,' tegasnya.

Cabang lain yang gagal memenuhi target adalah tembak yang mematok 3 emas hanya berhasil menggondol 2 emas, sedangkan golf gagal mempersembahkan emas. Sebaliknya, tarung derajat yang tidak memasang target emas, justru mendapat satu emas dari kelas 71 kg ke atas (bebas) dan atletik yang mematok 1 emas mampu meraup 2 emas.

Wakil Ketua I KONI Bali Ida Bagus Antara menambahkan, sukses menembus peringkat 10 besar adalah berkat berjalannya program latihan dalam pelatda desentralisasi selama enam bulan dan sentralisasi tiga bulan. 'Atlet berlatih dan bertarung sungguh-sungguh untuk mempersembahkan medali bagi Bali,' ucapnya.

Kontingen Bali yang berkekuatan 233 atlet dari 33 cabang olah raga, mengikuti perhelatan PON XVII hingga acara penutupan Kamis (17/7) ini. Rombongan dijadwalkan bertolak menuju Denpasar pada Jumat (18/7) malam. (022) source: BP

goesdun 17-07-2008, 08:43 AM Terpilih, 10 Finalis Puteri Bali 2008

Pemilihan Puteri Bali 2008 kembali digelar. Dari 48 peserta yang masuk, 16 dinyatakan lulus verifikasi awal. Ke-16 peserta tersebut dinyatakan berhak untuk mengikuti kegiatan seleksi tahap awal di Hotel Puri Santrian, Sanur. Dari tahapan ini, dewan juri yang terdiri dari Ny. Putu Gede Wardana, Retno IG Kusuma, P.G. Wiwien Gunawasika, Royke Suatan dan Puteri Bali 2007 Fransisca Lidyawati menetapkan 10 finalis.

Menurut P.G. Wiwien Gunawasika, untuk pemilihan Puteri Bali 2008, pihak panitia menetapkan standarisasi materi penilaian yang semakin ketat. "Hal ini dilakukan untuk kepentingan output calon finalis, finalis dan tentunya kandidat Puteri Indonesia 2008 daerah Bali. Dari sini, setidaknya dapat dimunculkan duta pariwisata yang berkualitas," jelas Wiwien.

Selanjutnya, para finalis akan mengikuti kegiatan pembekalan yang akan diselenggarakan pada 19-22 Juli 2008. Selama masa pembekalan, para finalis akan mendapatkan motivasi dari pembicara-pembicara yang berasal entrepreneur, birokrat, desainer dan praktisi. Pemilihan Puteri

Bali 2008 merupakan kegiatan pemilihan untuk ke-7 kalinya, kerjasama Panitia Pemilihan Puteri Bali dan Wien Production, Pemprop Bali, Kelompok Media Bali Post serta Yayasan Puteri Indonesia.

Wiwien menambahkan, mereka yang ingin mendapatkan informasi kegiatan ini dapat menghubungi Panitia Pemilihan Puteri Bali 2008 via nomor 0361-7420200. (bns)

10 Finalis Puteri Bali 2008

1. Nagarani Sili Utami (Singaraja)

2. I Gusti Ayu Kamaratih (Denpasar)

3. A.A. Istri Ariesa Sanissara (Denpasar)

4. Ayu Diandra Sari (Denpasar)

5. Ni Luh Ayu Maha Widyanti (Denpasar)

6. Ni Nyoman Krisna Kumalayani (Denpasar)

7. Putu Mida Anggira Wulansari (Denpasar)

8. Ani Dwi Handayani (Denpasar)

9. Luh Merry Dyanthi (Denpasar)

10. I Gusti Ayu Ari Dwi Astuti (Denpasar)

*source: BP

goesdun 17-07-2008, 09:12 AM Kendati menurut sejarahnya kegiatan pariwisata telah dikenal sejak abad ke-11, namun pengakuan sebagai sebuah ilmu murni baru terjadi belakangan ini. Bahkan, di Indonesia baru diakui secara resmi sebagai ilmu pada tahun 2008 ini. Itu pun setelah melalui perdebatan yang memakan waktu lebih dari 20 tahun. Sebuah ironi? Tidak juga, karena ada alasan ilmiah yang menjadi kendalanya. Mengapa begitu berlarut-larut? Lantas, apa konsekuensi dan implikasinya bagi dunia pendidikan pariwisata di Indonesia?

TANPA banyak publikasi, peristiwa penting terjadi pada pengujung Maret 2008 lalu. Saat itu terbit surat dari Dirjen Dikti Depdiknas No.947/D/T/2008 dan 948/D/T/2008 yang ditujukan kepada Menbudpar yang secara eksplisit menyebutkan bahwa Dirjen Dikti dapat menyetujui

pembukaan jenjang Program Sarjana (S-1) dalam beberapa program studi pada STP Nusa Dua Bali dan STP Bandung.

"Dengan diizinkannya pembukaan program studi jenjang sarjana ini, berarti pula adanya pengakuan secara formal bahwa pariwisisata adalah sebuah disiplin ilmu, yang sejajar dengan disiplin-disiplin ilmu lainnya," papar Prof. Dr. Gde Pitana saat menjadi pembicara dalam workshop "Teaching Development" di kampus STP Nusa Dua Bali, kemarin.

Pitana merupakan salah satu putra Bali, selain Prof. Made Bandem yang ditunjuk menjadi tim perumus yang mengkaji dan mempersiapkan "pariwisata sebagai ilmu". Tim yang terdiri atas sembilan orang ini berasal dari banyak lembaga yang dibentuk atas amanat Rapat Koordinasi Pendidikan Pariwisata di Gedung Sapta Pesona, Jakarta pada 23 Agustus 2006.

Tim ini di-back up sepenuhnya oleh Ketua Hildiktipari Himawan Brahmantyo dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Budpar I Gusti Putu Laksaguna. Berbagai tahapan aktivitas tim sembilan direkam secara mendalam oleh Prof. Pitana yang kemudian menjadi bagian dari bukunya yang disusun bersama I Ketut Surya Diantara, S.P., M.A.

Buku bertajuk "Pengantar Ilmu Pariwisata" (2008) itu menjadi salah satu rujukan pada Training of the Trainer Dosen Program Strata-1 Pariwisata pada STP Nusa Dua Bali yang berlangsung sampai Jumat (18/7) besok. Beberapa bagian penting dari buku itu dilansir dalam tiga ulasan singkat dalam rubrik ini.

Wacana mengenai apakah pariwisata merupakan ilmu yang mandiri atau hanya objek studi dari ilmu-ilmu yang telah mapan dengan pendekatan multidisipliner, sebenarnya telah lama diperdebatkan. Jovicic sebagai contoh, di mana pada tahun 1977 dia telah mengusulkan agar kajian tentang kepariwisataan dikembangkan sebagai disiplin ilmu mandiri yang disebut touristmology. Sedangkan Leiper pada tahun 1995 menggunakan istilah tourist disciplin.

Objek Kajian Pengakuan secara formal terhadap pariwisata sebagai ilmu mandiri di Indonesia merupakan hasil kerja keras seluruh stakeholder pariwisata dalam kurun waktu yang cukup panjang. Wacana tentang keilmuan pariwisata di Indonesia dilontarkan pertama kali pada tahun 1983. Lantas pada tahun 1985, diadakan seminar tentang keilmuan pariwisata di Universitas Udayana, Bali dengan menghadirkan ilmuwan Indonesia dari berbagai disiplin ilmu.

Namun, pariwisata di Indonesia tetap hanya dijadikan sebagai objek kajian ilmu-ilmu yang telah mapan dan kajian lintas disiplin. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depertemen Pendidikan Nasional (Ditjen Dikti Depdiknas) hanya mengizinkan lembaga pendidikan tinggi pariwisata membuka program vokasional (D-1 - D-4) yang menghasilkan tenaga teknis dan operasional pariwisata.

Sementara Program Studi Pascasarjana (S-2) yang diixinkan bersifat interdipliner (Kajian Pariwisata). Usaha Unud, STP Bandung dan beberapa lembaga PT lainnya untuk membuka Program S-1 Pariwisata selalu dimentahkan dengan alasan utama; pariwisata bukan sebagai disiplin ilmu. Namun, itu sudah menjadi masa lalu. Seperti dipaparkan di atas, sejak 31 Maret

2008, lembaga perguruan tinggi (PT) sudah diizinkan membuka Program S-1 Pariwisata.

STP Nusa Dua Bali dan STP Bandung dipercaya menjadi semacam "proyek percontohan" karena kedua lembaga ini yang pertama kali diperkenankan menggelar program S-1 Pariwisata. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Budpar Drs. I Gusti Putu Laksaguna, CHA., M.Sc. mengakui ini bukan pekerjaan mudah. Diperlukan kerja keras untuk mewujudkannya, terutama dari sisi kesiapan dosen. "Dosen merupakan figur kunci keberhasilan pendidikan," ujar Laksaguna.

Menurutnya, sudah bertahun-tahun dosen yang biasa mengajar dalam pola vokasional/diploma sehingga perlu disiapkan agar bisa mengajar di Program S-1. Dia yakin, dengan pengalaman yang ada, tidak terlalu sulit bagi dosen-dosen STP Bandung dan STP Nusa Dua Bali. Hanya diperlukan penajaman agar para dosen memiliki wawasan keilmuan yang lebih luas dari sekadar pengetahuan teknis/operasional.

Dia mengingatkan, dalam perjalanannya nanti, Program S-1 Pariwisata tidak berarti menembangkan apa yang diplesetkannya sebagai "sastra pariwisata" yang lebih banyak mengenai teori. "Tidak begitu. Tetap ada keseimbangan antara teori dan praktik, antara pengetahuan dan keterampilan. Lulusan S-1 Pariwisata tetap bisa menjadi seorang profesional, selain sebagai peneliti atau dosen," ujar Laksaguna.

Sementara itu, Direktur Akademis Ditjen Dikti Depdiknas Dr. Tresna Darmawan Kunaefi mengingatkan, para dosen harus kreatif mencari pola-pola pengajaran baru. Khusus di bidang

pariwisata, agar materi ajar harus mendekati atau terus mengikuti perkembangan yang terjadi di industri. Para dosen juga diimbau untuk mengganti sistem pengajaran yang berpusat pada guru/dosen (teacher centre learing) menjadi berpusat pada siswa/mahasiswa (student centre learning). (gre) source: BP

goesdun 18-07-2008, 03:42 PM Pasar Amerika Latin sebagai sumber wisatawan asing selama ini belum tergarap maksimal. Padahal dilihat dari jumlah penduduknya yang cukup besar, pasar ini punya potensi besar untuk dilirik. Demikian dikemukakan Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Ir. Firmansyah Rahim, M.M., Kamis (17/7) kemarin di Sanur.

Menurut Firmansyah, potensi besar ini coba diambil Indonesia melalui keikutsertaan dalam Forum for East Asia and Latin America Cooperation (FEALAC). Dipaparkannya, dalam FEALAC saja terdapat 33 negara yang bergabung dengan total jumlah penduduk mencapai sekitar 2,5 milyar. Diperkirakan sekitar 2,3 milyarnya melakukan kegiatan wisata yang bisa diarahkan ke Indonesia. 'Kita mulai memperlihatkan keindahan Indonesia melalui undangan menjadi tuan rumah the 5th FEALAC Working Group Meeting dan 1st Ecotourism Conference yang diselenggarakan di Bali ini,' katanya.

Sejauh ini, dia mengutarakan sudah ada ketertarikan dari negara-negara tersebut untuk melihat

langsung kondisi Indonesia. Terbukti, sekitar 200 peserta dari 33 negara hadir, di antaranya dari Brazil, Argentina, Korea, Jepang, dan Selandia Baru. 'Mereka terutama tertarik karena di Indonesia pun sudah dikembangkan pariwisata yang berkonsep ecotourism,' ujarnya.

Mengenai ecotourism, lebih lanjut dia mengungkapkan, di beberapa daerah di Indonesia telah ada beberapa objek wisata yang cukup berhasil menerapkannya. Misalnya saja di Bali, destinasi seperti Kertalangu dan Tanah Lot masuk ke dalam pengembangan pariwisata ecotourism. Sementara di luar Bali terdapat Gunung Rinjani, Gunung Gede, Gunung Pangrango, dan beberapa taman nasional yang juga mengembangkan konsep tersebut untuk menarik wisatawan.

Direktur Kerja Sama Intra Region Amerika dan Eropa Dian Wirengjurit menambahkan, selama ini cukup banyak kendala yang dihadapi untuk menggaet wisatawan dari Amerika Latin. 'Letak mereka cukup jauh dan memerlukan waktu untuk bisa mengunjungi Indonesia. Belum lagi soal biaya, mengingat rata-rata negara di Amerika Latin merupakan negara berkembang,' terangnya.

Dia berharap, melalui FEALAC ini bisa terjalin kerja sama yang baik sehingga akan lebih banyak lagi wisatawan dari Amerika Latin berkunjung ke Indonesia.

Berdasarkan data Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, pada tahun 2006 jumlah wisatawan dari Benua Amerika (di luar Amerika Serikat dan Kanada) mencapai sekitar 23.800 orang. Angka tersebut naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 22 ribu orang. (kmb18) source: BP

goesdun 19-07-2008, 10:35 AM Meskipun merupakan moda trasportasi yang terbilang lawas, ternyata keberadaan dokar masih jadi salah satu andalan transportasi di kota besar seperti Denpasar. Khususnya dalam mendukung program City Tour yang digulirkan Pemkot Denpasar. Oleh karena itu, transportasi khas Bali ini masih layak dipertahankan.

Ketua Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Pimpinan Cabang Denpasar D. Suresh Kumar mengatakan hal itu saat melakukan simakrama dan menyerahkan bantuan kepada para kusir dokar di Ruang Praja Madya Kantor Wali Kota Denpasar, Jumat (18/7) kemarin.

Menurut Kumar, dokar masih dipergunakan oleh para pedagang di pasar-pasar tradisional. Bahkan, kata dia, dokar yang beroperasi di Kota Denpasar menjadi angkutan favorit bagi wisatawan yang berwisata di Denpasar. "Daya tarik dokar bagi kalangan wisatawan ini dapat menjadi nilai tambah bagi pariwisata Denpasar. Wisatawan menyenangi hal yang unik dan antik sehingga dokar dapat menjadi daya tarik dan keunggulan pariwisata Denpasar," kata mahasiswa IHDN Denpasar itu.

Sayangnya, kata dia, jumlah dokar di Denpasar dari tahun ke tahun terus menyusut. Sebagai contoh, dokar yang masih di Terminal Kreneng tinggal dua unit saja. "Keberadaan dokar perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Salah satunya dengan membuat pangkalan-pangkalan di dekat objek wisata atau memadukannya dengan rute-rute city tour di Kota Denpasar," katanya

dan menambahkan, wisata keliling kota dengan naik dokar menjadi romantisme tersendiri bagi wisatawan maupun warga Denpasar.

Kumar berharap dokar diberikan mangkal di Lapangan Puputan Badung tiap Sabtu dan Minggu. Dikatakan, wisata naik dokar yang start dari Lapangan Puputan Badung dapat menjadi hiburan tersendiri bagi warga kota yang disibukkan dengan beragam aktivitas. "Melalui pemberdayaan seperti itu, diharapkan kesejahteraan para kusir dokar dapat ditingkatkan," katanya seraya meminta instansi terkait di Pemkot Denpasar secara berkala melakukan pembinaan kepada para kusir dokar sehingga operasional dokar tidak menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, KMHDI Pimpinan Cabang Denpasar menyerahkan bantuan pakaian sembayang berupa udeng dan saput kepada para kursi dokar. Kegiatan simakrama itu juga dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata, Dinas Tramtib, Dinas Kesehatan, Dinas Kebudayaan dan Dinas KPDE Kota Denpasar serta aparat dari Kapoltabes Denpasar. (kmb13) source: BP

goesdun 21-07-2008, 04:52 PM Masih dengan tema Goes Green, PT Triadi menyambut hari jadinya yang ke-10 dengan berbagai kegiatan peduli lingkungan. Setelah beberapa waktu lalu mengadakan acara kerja bakti membersihkan wilayah pantai Petitenget dan menanam pohon bakau, PT Triadi kembali menggelar acara peduli lingkungan Sabtu (19/7) lalu dengan cara melepas 650 ekor tukik di

pantai Petitenget. Acara yang berlangsung dengan kerja sama Balai Konsevasi Sumber Daya Alam Bali (KSDA) ini tidak hanya diikuti manajemen serta staf PT Triadi juga mengajak masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi.

Menurut Emytha Taihutu, salah satu perwakilan direksi PT Triadi, kegiatan pelepasan tukik ini dilakukan sebagai bukti nyata kepedulian PT Triadi terhadap kelestarian lingkungan. 'Seperti kita ketahui, penyu merupakan salah satu binatang langka. Dengan pelepasan tukik ini kami harapkan agar semua orang mulai ikut melestarikan kelangsungan hidup dari penyu ini,' ujarnya di selasela acara Sabtu (19/7) lalu.

Seperti diketahui ada enam jenis penyu di Indonesia yang dilindungi, yaitu penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang, penyu tempayan, penyu pipih dan penyu belimbing. Jenis tukik yang dilepas Sabtu (19/7) adalah jenis penyu Lekang atau Lepidochelys olivaceae yang diadopsi dari lokasi pendaratan penyu Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Pantai Perancak, Negara, Jembarana.

Mengenai kelangsungan acara tersebut, Mytha mengaku sangat gembira melihat animo masyarakat umum untuk ikut melepas tukik bersama-sama. 'Kami tidak hanya mengundang staf, direksi maupun klien dari PT Triadi tetapi juga mengajak masyarakat umum untuk ikut serta. Ternyata banyak yang mendukung kegiatan ini,' ujarnya gembira.

Dengan banyaknya peserta yang ikut melepas tukik bersama-sama diharapkan memberikan dampak positif yang nyata di Bali dan secara khusus dapat merangsang pihak swasta lainnya

untuk membantu meningkatkan upaya konservasi penyu yang ada di Bali. (kmb24/*) source: BP

goesdun 22-07-2008, 08:55 AM Kongres III Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI) yang berlangsung di Hotel Royal Pita Maha, Ubud, Bali, 20 - 21 Juli, menghasilkan enam butir kesepakatan yang dituangkan dalam sebuah Deklarasi Ubud Bali. Deklarasi yang dihasilkan ini disampaikan langsung kepada regulator penyiaran Indonesia dalam hal ini Departemen Kominfo RI dan KPI Pusat/Daerah, Senin (21/7) kemarin.

Dalam Deklarasi Ubud Bali, seluruh anggota ATVLI bertekad untuk tetap menjaga keutuhan NKRI, menjalankan proses demokrasi dan memberi persembahan program yang terbaik bagi pembangunan masyarakat Indonesia berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Deklarasi Ubud Bali yang dibacakan Sekjen ATVLI terpilih hasil kongres, I Made Nariana, juga menyatakan atvli tetap menjunjung tinggi kemajemukan dan kearifan lokal dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, dengan bertumpu pada potensi daerah melalui eksistensi televisi lokal dengan memperkokoh kehadiran TV lokal sebagai salah satu perwujudan otonomi daerah untuk persatuan bangsa.

Sebagai salah satu pilar demokrasi, anggota ATVLI yang kini berjumlah 28 TV lokal berpartisipasi aktif dalam pesta demokrasi di seluruh wilayah Indonesia. ATVLI juga tunduk pada UU No.32 Tahun 2002 tentang Penyiaran sebagai wujud dukungan terhadap regulasi yang dijalankan oleh Departemen Kominfo RI bersama KPI, baik pusat maupun daerah.

Dalam deklarasi tersebut, ATVLI juga mendesak Menteri Kominfo dan KPI yang sebagai regulator penyiaran untuk segera memberikan kepastian hukum terkait proses perizinan anggota ATVLI. Di samping itu, anggota ATVLI juga meminta kepada Dirjen Postel Depkominfo memperhatikan pengalokasian siaran dan menjadikannya sebagai perhatian khusus dalam rencana penertiban frekuensi di daerah dengan memberikan transparansi klasifikasi dan teknisnya kepada seluruh anggota ATVLI.

Kongres yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-6 ATVLI juga melakukan pergantian pengurus ATVLI yang telah berakhir masa jabatannya. Imawan Mashuri dari JTV terpilih menjadi Ketua Umum ATVLI dalam sidang pemilihan pengurus ATVLI periode 2008-2012. Imawan Mashuri menggantikan Satria Naradha yang sudah dua kali menduduki jabatan Ketua Umum ATVLI.

Dalam penutupan kongres yang dirangkai sebagai puncak HUT ATVLI, dihadiri Dirjen Sarana Komunikasi Destinasi Informasi (SKDI) Fredy Tulung, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sasa Djuarsa Sandjaya, Kepala BITB Propinsi Bali Drs. I Wayan Sudiartha, M.Si., Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan mantan Ketua Umum ATVLI yang kini menjadi Pembina dan Penasihat ATVLI 2008-2012 Satria Naradha serta 28 peserta Kongres ATVLI.

Dalam sambutannya, Ketua KPI Sasa Djuarsa Sandjaya yang menilai keberadaan KPI dengan ATVLI tidak bisa dipisahkan. Apa yang menjadi hasil kongres ke depan diharapkan bisa

memberikan kontribusi bagi keberadaan TV lokal. Saat ini pihaknya sedang mengusahakan mencari solusi terbaik yang sama-sama menguntungkan, karena bagaimana pun tumbuhnya industri lokal di satu sisi agar tidak mematikan industri yang sudah ada.

Sementara itu, Dirjen SKDI Fredy Tulung menilai keberadaan ATVLI yang ke-6 tahun ini, dalam dunia penyiaran mempunyai peran yang strategis. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah banyaknya permintaan perizinan TV yang ada di Depkominfo. Permohonan perizinan TV secara nasional yang masuk sebanyak 275 TV. 'Keterbatasan frekuensi yang ada menyebabkan Depkominfo melakukan selektivitas, di samping masalah yang dihadapi dengan adanya sengketa penyiaran,' jelasnya. (kmb16) source: BP

goesdun 23-07-2008, 08:37 AM Amrozy Cs. Dieksekusi Sebelum Puasa

Eksekusi mati Amrozy cs. ditargetkan terlaksana sebelum memasuki bulam puasa -- atau Ramadan -- yang jatuh pada awal September nanti. Langkah ini diambil atas dasar faktor psikologis masyarakat. Demikian dikatakan Jaksa Agung Hendarman Supandji, Senin (21/7) kemarin.

Menurutnya, jika eksekusi dilakukan pada bulan puasa, dipastikan ketiga terpidana mati kasus bom Bali I itu tengah menjalankan ibadah puasa. Selain itu, kebijakan tersebut mempengaruhi

psikologis masyarakat dan kejaksaan sudah pasti mendapat kecaman keras. 'Paling tepat memang sebelum ibadah puasa,' tandasnya.

Meski demikian, Hendarman belum bisa memastikan kapan waktu persis pelaksanaan eksekusi mati tersebut. Apakah pada akhir Juli ini atau awal dan pertengahan Agustus nanti. Namun, semua ini sangat tergantung diterimanya berkas salinan putusan peninjauan kembali (PK) para terpidana mati itu dari Kejaksaan Tinggi Bali ke Kejaksaan Agung.

Eksekusi harus segera dilakukan, karena dari aspek yuridis upaya hukum yang dilakukan Amrozy cs. sudah habis, sehingga tinggal proses eksekusi saja. 'Sedangkan mengenai alasan kenapa eksekusi selama ini belum dilakukan, karena kami harus menunggu rampungnya proses hukum. Tidak ada tekanan dari pihak mana pun,' tegas Jaksa Agung.

Sementara itu, Jampidum Abdul Hakim Ritonga menyatakan eksekusi mati terpidana Amrozy, Imam Samudra dan Ali Gufron masih harus menunggu diterimanya salinan putusan PK. 'Jika telah diterima, segera disampaikan kepada Amrozy cs. Setelah itu para terpidana dipersilakan untuk meminta permintaan terakhir. Tetapi sebelumnya mereka diisolasi dalam sel khusus terlebih dulu,' ujarnya.

Sebelumnya diberitakan (BP, 19/7) putusan hukuman mati bagi terpidana mati kasus bom Bali I Amrozy, Imam Samudra dan Ali Gufron sudah final. Hal ini menyusul penolakan Mahkamah Agung (MA) terhadap permohonan peninjauan kembali (PK) jilid III yang diajukan Amrozy dkk.

MA melalui suratnya bernomor 257/PAN/VII/2008 yang ditandatangani Panitera Sarehwiyono menolak permohonan PK yang diajukan Amrozy dkk. Dasarnya pasal 268 ayat (3) UU No. 8 Tahun 1981 tentang KUHAP dan ketentuan pasal 66 ayat (1) UU No. 5 Tahun 2004 jo UU No. 14 Tahun 1985, bahwa hukum di Indonesia hanya mengenal satu kali PK terhadap sebuah putusan MA.

Ketua PN Denpasar Nyoman Gede Wirya menjelaskan, surat jawaban MA tersebut sekaligus menguatkan surat penolakan dirinya atas permohonan PK III yang diajukan terdakwa Amrozy dkk. Aturan hukum di Indonesia hanya mengakui satu kali kesempatan mengajukan PK atas sebuah putusan. 'Maka dari itu, ketika terdakwa mengajukan PK III kami langsung menolak untuk membentuk susunan majelis hakim sekaligus mempersilakan MA mengambil sebuah putusan,' ujar Wirya. (kmb3) source: BP

Kejati Siapkan Jaksa Eksekutor Amrozy dkk

Kejati Bali sudah mempersiapkan soal administrasi, keamanan dan tim eksekusi pada pelaksanaan eksekusi mati terhadap terpidana Imam Samudra, Amrozy dan Ali Gufron. Kesiapan tersebut sudah tertuang dalam sebuah surat keputusan. Demikian dikatakan Kajati Bali Dewa Alit Adnyana, ketika ditemui pada acara syukuran HUT ke-48 Bakti Adhyaksa, Selasa (22/7) kemarin.

Khusus untuk soal pengamanan, pejabat yang sebentar lagi meninggalkan Kejati Bali ini mengaku sudah berkoordinasi dengan Polda Bali. Malah Aspidum sudah diintruksikan untuk secara intensif melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Mengenai jumlah personel polisi yang dilibatkan, semuanya tergantung keperluan di lapangan. 'Dalam hal ini kami juga perlu koordinasi dengan Polda Jateng,' ujar Adnyana yang didampingi Wakajati Sudibyo.

Adnyana menyatakan pihaknya sedikitnya akan menunjuk tiga jaksa terpilih. Namun lebih jauh pelaksanaan eksekusi Amrozy semuanya satu pintu dalam hal ini Kejakgung.

Selain itu dia mengingatkan kepada semua jaksa tidak coba-coba jual beli perkara. Juga diingatkan, jika ada yang diketahui jual beli perkara, Jaksa Agung tak akan segan-segan mengambil tindakan tegas. (015) source : BP

goesdun 24-07-2008, 08:53 AM Hama rayap kini menjadi salah satu ancaman ekspor produk kerajinan kayu dari Bali ke mancanegara. Selain telah menimbulkan kerugian milyaran rupiah, serangan hama tersebut menyebabkan sejumlah produk kerajinan kayu ditolak pihak luar negeri. Ketua Apphami (Ikatan Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia) Bali Wayan Sukrayasa mengatakan hal itu, Rabu (23/7) kemarin menanggapi terjadinya kasus penolakan produk kerajinan Bali akibat serangan hama tersebut.

Sukrayasa mengatakan, ancaman hama rayap dan sejenisnya makin mencemaskan, menyusul kasus penolakan sekitar 20 kontainer produk ekspor dari Bali ke Kanada belum lama ini. Kasus itu menimbulkan risiko kerugian sekitar Rp 13 milyar rupiah. Kasus sejenis sebelumnya juga menimpa produk ekspor kerajinan kayu dari Bali, meski nilainya tak sebesar itu.

Mengantisipasi hal-hal yang bisa membawa kerugian material maupun citra produk kerajinan Bali, Sukrayasa berharap perajin maupun eksportir lebih teliti dalam pemilihan bahan, perlakukan produk serta mematuhi aturan yang ada. 'Sebab, dampak yang ditimbulkan sangat besar bila terjadi kelalaian dalam hal kualitas,' tambahnya.

Terkait soal rendahnya kualitas, pihak negara penerima maupun buyer kerap minta retreatment produk yang sudah tentu akan memerlukan biaya besar. Mengingat, cost di luar negeri beda jauh dengan di Indonesia. 'Biaya treatment di luar negeri bisa 20 kali lipat dibandingkan di sini,' jelasnya. Yang paling parah, kalau sampai terjadi penolakan barang, sebab akan menimbulkan kerugian yang sangat besar.

Untuk itu, eksportir diminta melaksanakan ketentuan QPS (Quarantine & Pre Shipment), yakni perlakuan terhadap produk sebelum dikapalkan. Hanya untuk pelaksanaan QPS ini, boleh dikatakan masih belum maksimal. Terbukti, masih terjadinya penolakan produk kerajinan di luar negeri.

Sukrayasa didampingi salah seorang pengurus Asephi Bali N. Senimantara, S.E. menyebutkan,

hampir semua negara kini melakukan pengetatan terhadap produk yang masuk ke negaranya. 'Jadi, eksportir mesti cermat dalam melakukan ekspor agar tak sampai bermasalah,' tegas Senimantara. (031) source: BP

goesdun 26-07-2008, 08:21 AM Kesiapan jajaran peradilan mengeksekusi mati Amrozy cs. ternyata gayung bersambut dengan kesiapan terpidana untuk menjalani hukuman tersebut.Agus Setiawan, pengacara yang tergabung dalam Tim Pengacara Muslim (TPM), mengatakan Amrozy, Imam Samudra dan Mukhlas sudah siap untuk dieksekusi. 'Tetapi, mereka tetap meminta agar eksekusi itu dilakukan sesuai syariat Islam yakni dengan dipancung atau dipenggal kepalanya, bukan dengan ditembak. Kalau ini permintaan mereka, bisa dikatakan sebagai permintaan terakhir dan wajib dipenuhi,' ujarnya, Jumat (25/7) kemarin.

Diungkapkannya, pekan lalu sejumlah pengacara TPM menemui Amrozy, Imam Samudra dan Mukhlas di Nusakambangan dan ketiganya menegaskan kesiapannya untuk dihukum mati. Eksekusi itu memang sudah lama ditunggu-tunggu mereka, karena hal tersebut merupakan puncak kemenangan dalam mempertahankan prinsip dan akidahnya.

Belum Dipenuhi Pelaksanaan eksekusi mati terhadap Amrozy, Imam Samudra dan Mukhlas tinggal menghitung

hari. Segala persiapan sudah dilakukan aparat kejaksaan dan kepolisian. Hanya ada satu yang belum dipenuhinya dari prosedur administrasi hukum yakni salinan putusan peninjauan kembali (PK) belum diterima PN Cilacap untuk diteruskan ke para terpidana mati itu.

Demikian kata Jampidum Kejaksaan Agung Abdul Hakim Ritonga kepada wartawan di Jakarta, Jumat (25/7) kemarin. Menurutnya, penyerahan salinan surat putusan PK dari Mahkamah Agung (MA) itu, memang prosedurnya seperti itu. 'Harus berjenjang hingga diterima pihak yang terkait masalah hukum. Yang menyerahkan salinan putusan PK itu harus panitera PN Cilacap. Ini belum diterima para terpidana,' ujarnya.

Ritonga menegaskan secara yuridis dan teknis, eksekusi sudah bisa dilaksanakan. Pasalnya, seluruh upaya hukum telah ditempuh pihak terpidana. Sehingga tidak ada upaya hukum lagi yang bisa dilakukan Amrozy cs. Persiapan teknis juga sudah dilakukan dan Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalata sudah memberi izin pelaksanaan eksekusi di wilayah hukum Cilacap.

Selanjutnya, Kejati Bali juga sudah meminta Polda Bali untuk berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah untuk melaksanakan eksekusi. Seluruhnya tidak ada yang terhambat. Sebaliknya, malah lancar dan hanya menunggu proses administratif. 'Saya takkan menjawab kalau ditanya kapan (eksekusi Amrozi cs). Pokoknya tunggu saja, mudah-mudahan bisa segera dilaksanakan,' tandas Jampidum. (kmb3) source: BP

goesdun

26-07-2008, 08:24 AM http://www.balipost.com/admin/foto_berita/PUTRIBALI.gif 'Apakah pendapat anda tentang infrastruktur Pulau Bali sebagai tempat tujuan wisata global?' Pertanyaan yang dilemparkan oleh salah satu juri, Drs. Made Adi Jaya, merupakan penentu terpilihnya Puteri Bali 2008, Kamis (24/7) malam lalu di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar.

Tiga finalis -- Ani Dwi Handayani, Ayu Diandra Sari dan Luh Merry Dyanti -- yang masuk tiga besar diberikan waktu 30 detik untuk menjawab pertanyaan tersebut.

'Menurut saya, infrastruktur Bali sekarang ini masih kurang bagus, oleh karena itu perlu diperbaiki lagi. Karena dengan infrastruktrur yang baik maka tidak hanya sektor pariwisata yang terpengaruh, tetapi semua sektor yang ada di Bali,' jawab Ayu Diandra Sari.

Jawaban inilah yang kemudian mengantarkan Dea -- sapaan akrab Ayu Diandra Sari -- menjadi pemenang Puteri Bali 2008 mengalahkan dua finalis lainnya, Luh Merry Dyanti yang menjadi Runner Up I dan Ani Dwi Handayani yang menjadi Runner Up II.

Dea yang merupakan mahasiswi semester IV Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud) ini berhak mendapatkan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor serta tiket untuk mengikuti kontes Puteri Indonesia 2008 di Jakarta.

Sejak awal, penampilan Dea memang menarik perhatian. Selain penampilannya yang menawan,

supporter yang datang untuk mendukungnya langsung pun lebih banyak dibandingkan finalis lainnya. 'Wajahmu mirip orang Venezvuela,' ujar pembawa acara, Paul, menggoda Dea.

Malam grandfinal Puteri Bali 2008 memang berlangsung sangat meriah. Selain dihadiri tokohtokoh penting, pemilihan tersebut juga dihadiri langsung oleh Puteri Indonesia 2007 Putri Raemawasti dan Puteri Bali 2007 Fransisca Lidyawati.

Sepuluh finalis Puteri Bali 2008 tampak cantik dengan menggunakan busana rancangan Monica Weber. Setelah memperkenalkan diri kepada juri dan penonton, sepuluh besar finalis tersebut kemudian dipangkas menjadi lima besar. Mereka adalah Ani Dwi Handayani, Luh Merry Dyanti, Nyoman Krisna Kumalayani, Ayu Diandra Sari dan Nagarani Sili Utami.

Untuk masuk ke tiga besar, kelima finalis harus menjawab pertanyaan para juri yang mereka pilih. Dea -- Puteri Bali 2008 -- mendapatkan pertanyaan dari Melati Danes yang menanyakan soal hak paten. Dengan tegas Dea menjawab bahwa hak paten merupakan langkah penting yang mesti diambil untuk melindungi budaya bangsa dari pengambil-alihan bangsa asing. 'Jadi masyarakat harus diberitahukan untuk mempatenkan hasil karyanya agar budaya bangsa tetap bisa terjaga,' ujarnya.

Selain menyuguhkan para finalis yang serba rupawan, malam puncak pemilihan Puteri Bali 2008 juga dimeriahkan oleh penampilan Karma, Agung Wirasutha dan Balawan. Tidak mau kalah saing, Bupati Gianyar Cok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), yang malam itu berkesempatan hadir pun menunjukkan kemampuannya bernyanyi duet bersama Agung

Wirasutha menyanyikan lagu 'Bungan Sandat'.

Selain penentuan Puteri Bali 2008, Runner Up I dan II, pada malam final itu juga terpilih Puteri Favorit yang jatuh ke tangan I Gusti Ayu Kamaratih dengan pengumpulan SMS sebanyak 33,3%. (kmb24) source: BP

goesdun 26-07-2008, 08:55 AM BALI IS MY LIFE

http://www.balihotelsassociation.com/assets/images/page/biml-1-ys.gif

THE CONCEPT:

When we consider all aspects of visitors experiences in Bali we find that although there are many great attractions and activities it is the warmth and hospitality of the people which visitors remember most of all. Wherever you go in Bali encounters with the people add a special dimension to any visit - here you find "Real People" reflecting the "Real Bali".

The people of Bali at all levels have a deep connection to the spiritual and physical side of their

island and this reflected in their pride and dedication to Bali and their willingness in sharing it with the rest of the world. There are not many islands where the people are so genuinely proud of their historical, cultural and continuing way of life.

A MESSAGE FROM THE MINISTER OF CULTURE AND TOURISM "Bali is my life": This is a powerful statement that reflects the fact that Bali is not a tourist destination but a beautiful island owned and lived in by the Balinese who welcome visitors to enjoy their island. As a statement it is emotional, honest, true and invites the world to discover why Bali is so special.

In this campaign we are proud to present Bali not through its beauty, or its tourism industry but through the one consistent backbone of the island: its people

Make Bali part of your life...

Jero Wacik

goesdun 26-07-2008, 09:17 AM Release

http://www.gotosanur.com/images/logoweb.jpg

Sanur Village Festival (SVF) ketiga akan berlangsung 6-10 Agustus 2008. Even promosi tahunan di Sanur ini akan dipusatkan di areal Cottages Inna Grand Bali Beach dan Pantai Segara Jalan Segara Ayu Sanur. Pada pelaksanaan tahun ini SVF akan mengusung tema lingkungan Going Green.

Ketua Panitia SVF, I.B Sidharta Putra, Senin (7/6) dalam jumpa pers I pelaksanaan SVF ke-3 di Kantor Pembangunan Yayasan Sanur (YPS) menyatakan, kegembiraannya bisa melaksanakan SVF tahun 2008. ³Saya tidak percaya, waktu berlalu begitu cepat dan kita sekarang bersiap untuk pelaksanaan SVF ke-3,´ ujarnya.

Dikatakan, setiap tahun panitia SVF berupaya melakukan penyempurnaan dan pengkemasan even yang semakin bagus. ³Kita terus berupaya mencari bentuk dan kemasan SVF yang terbaik,´ katanya. Menurutnya, SVF sebagai kegiatan promosi pariwisata di Sanur tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat Sanur yang masih kental dengan tradisi.

Tercatat sekitar 26 kegiatan utama yang mencakup seni budaya, olah raga, lomba bonsai, hiburan hingga lomba culinary. ³The New Spirit of Heritage tetap menjadi tema besar SVF,´ imbuhnya. Sebagai bentuk keperdulian SVF terhadap isu lingkungan, tahun ini tema even akan mengusung Going Green. Perubahan iklim yang semakin parah memerlukan perhatian semua pihak.

³Kita di Sanur hidup dari pariwisata. Pasar kita adalah pasar yang sangat peduli terhadap lingkungan. Kita melakukan ini bukan hanya untuk pariwisata. Ini untuk kehidupan kita semua,´ tandasnya. Sebagai langkah awal pihak panitia dalam penyelenggaraan SVF kali ini akan

menyelenggarakan lomba pemilahan sampah untuk kalangan hotel.

Tahun lalu diperkirakan jumlah pengunjung ke SVF sekitar 15.000 orang. ´Tahun ini kita targetkan pengunjung sekitar 20.000 orang,´ jelasnya. Lebih jauh diungkapkan SVF merupakan salah satu even dari 100 even Visit Indonesia Years (VIY) 2008. Namun sayang program promosi untuk mensukseskan VIY 2008 belum mendapat kepastian dukungan dana dari pusat.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

YAYASAN PEMBANGUNAN SANUR I.B. Sidharta Putra (Chairman) Tommy Trisdiarto (Sponsorship) Kt Rahmadiana (Secretariat Contact) Jalan Danau Buyan III/ 2 Sanur Denpasar 80228 - Bali Phone : (0361) 8710083, (0361) 286987 E-mail : info@gotosanur.com

goesdun 26-07-2008, 09:18 AM Program Seni Rupa dalam Sanur Village Festival 2008

Sanur 7/7, Program seni rupa masih menjadi bagian dari kegiatan program secara keseluruhan

dalam Sanur Village Festifal 2008. Setelah perhelatan Sanur Village Festival 2007 yang dalam program pameran seni rupa yaitu mengadakan serangkaian acara berupa pameran seni rupa yang dikuti 135 perupa di 6 venue yaitu di Darga Gallery, 10 Fine Arts, Dane Art Veranda, Rare Angon Gallery, Guet Gallery dan Santrian Art Gallery. Tema yang diusung waktu itu adalah Sanur Artmosphere yang merupakan repersentasi dari perkembangan seni rupa di Sanur dan disinergiskan dengan pemeran karya-karya terkini seniman Bali dan Internasional. Disamping pameran seni rupa juga terdapat art dialog dalam sepontanitas berkarya di sepanjang Jalan Segara Ayu Sanur.

Berangkat dari pengembangan gagasan sebagai kelanjutan dari Sanur Village Festival 2007 serta bersinergis dengan tema utama Sanur Village Festival 2008 maka dalam tahun ini tema pameran yang diangkat yaitu ³Green´. Sama seperti tahun sebelumnya panitia Program Seni Rupa Sanur Village Festival 2008 mengundang seniman yang terpilih oleh kurator untuk mengikuti pameran. Pameran seni rupa tahun ini berpusat pada satu tempat yaitu Venue Seni Rupa Sanur Village Festifal, Sanur. Sebagai pelaksana pameran adalah Himpunan Pelukis Sanur dan pelaksanaanya adalah pada tanggal 3-17 Agustus 2008.

Pameran seni rupa dengan konsep kuratorial Green sepenuhnya akan dikurasi oleh Arif B Prasetyo. Sebagai konsep kuratorial GREEN (Hijau) adalah warna yang identik dengan warna daun. Sebagian besar daun di bumi berwarna hijau. Warna hijau seolah mewakili warna semua daun: organ tubuh pohon yang menghasilkan oksigen yang mutlak dibutuhkan manusia untuk hidup di bumi. Asosiasi antara warna hijau dan daun memberikan makna simbolis pada istilah ³hijau´. Lebih daripada sekedar nama untuk warna tertentu, ³hijau´ menyimbolkan kesadaran

untuk melestarikan alam dan lingkungan demi lestarinya kehidupan umat manusia di planet bumi. Kelompok pecinta lingkungan yang tersohor dan terbesar di dunia bernama ³green peace´. Di luar-negeri, partai politik yang memperjuangkan visi dan misi lingkungan disebut ³partai hijau´. ³Hijau´ adalah simbol kesadaran ekologis.

Program Seni Rupa Sanur Village Festival 2008 dibingkai dengan tema ³Green´. Tema ini mencerminkan spirit orisinal Sanur sebagai ³dusun´ (village), sebuah lingkungan sosio-kultural yang akrab dengan alam. Tentu saja, pada abad 21 kini, Sanur bukan lagi sebuah dusun pantai nan bersahaja dan alami di pinggiran Denpasar sebagaimana sedia kala. Sanur telah berkembang menjadi kawasan wisata terkenal dengan fasilitas modern berstandar internasional, sebuah kenyataan yang pastilah mengurangi taraf kealamian lingkungan Sanur.

Namun demikian, dengan mengangkat ³Green´ sebagai tema Program Seni Rupa Sanur Village Festival 2008, spirit Sanur sebagai ³dusun´ ingin dimaknai dan ditafsirkan kembali dalam konteks kesadaran ekologis kontemporer. Sanur, sebagai salah satu ³dusun seni-budaya (khususnya seni rupa)´ yang menduduki posisi historis penting, patut memberikan kontribusi kultural aktual terhadap upaya mengatasi gawatnya problem ekologis yang mengancam kehidupan umat manusia dewasa ini, khususnya perubahan iklim dan pemanasan global.

Program Seni Rupa Sanur Village Festival 2008 mengundang para perupa untuk merespon tema ³Green´ secara kreatif melalui penciptaan karya seni, baik karya dwimatra (lukisan) atau trimatra (patung, outdoor). Para perupa terundang diharapkan menciptakan kreasi artistik yang mencerminkan kepedulian akan alam dan lingkungan. Dari Sanur, lewat karya-karya dalam

Program Seni Rupa Sanur Village Festival 2008, diharapkan berkumandang pesan kultural yang mengilhami dan mendorong perubahan menuju masa depan bumi yang lebih cerah dan lestari.

Info lebih lanjut : Yudha Bantono (0361-7460727)

goesdun 27-07-2008, 08:52 AM Imam Samudra Tetap tak Menyesal

Menjelang didor, salah satu terpidana mati kasus bom Bali 2002, Imam Samudra, mengaku tetap tak menyesali perbuatannya. Lulu Jamaludin, adik kandung Imam Samudra, Sabtu (26/7) kemarin, membeberkan pernyataan Imam Samudra. 'Tidak untuk bersedih. Bergembiralah, karena aku dan kawan-kawan telah melakukan transaksi sesuai dengan firman Allah. Itulah sebuah kemenangan besar. Sampai maut menjemput, aku tidak pernah menyesali. Aku tidak ingin memohon grasi kepada hukum kafir. Kugenggam, kugigit kuat-kuat Islam.' Itulah sepenggal pernyataan Imam Samudra.

Dalam pertemuannya, Lulu juga sempat bertanya sekaligus berdiskusi tentang alasan kakak kandungnya ini memilih Bali sebagai tempat berjihad. Imam Samudra, kata Lulu, menyatakan pertanyaan itu bukanlah persoalan enteng untuk bisa dijawab. "Yang jadi sasaran utama adalah bangsa penjajah seperti Amerika serta para sekutunya yang berkumpul di Bali. Jadi, bukannya tempat sasaran. Adanya pembantaian massal terhadap umat Islam di Afghanistan pada bulan Ramadhan tahun 2001. Bangsa-bangsa penjajah membantai

bayi-bayi tak berdosa," kata Imam Samudra.

Imam Samudra meyakini, perjalanan hidup di dunia adalah untuk menuju perjalanan berikutnya, Surga. "Siapa yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu. Itulah kemenangan yang benar," tegas Imam Samudra.

Dalam kesempatan bertemu dengan kakaknya itu, soal juga menjadi bahan pembicaraan. Dalam tuntutannya, kata Lulu, Imam Samudra dianggap memenuhi tuntutan pasal 15 Perpu, tindakannya memenuhi unsur kejahatan luar biasa. "Aku sama sekali tidak gamang atau menjadi takut. Malah, aku berkata pada penyidik, mengganti kata-kata, sangat luar biasa. Kematian hanyalah sepenggal episode. Kemudian, hidup kekal abadi. Para mukmin merasakan penderitaan serta kesakitan dan lara," urainya.

"Begitu juga yang lain (kaum kafir). Tapi, ada bedanya. Kaum mukmin mendapat rahmat Allah, mereka tidak. Semoga Allah meneguhkanku di atas jalan Islam ini, sampai malaikat menjemput. Saksikanlah, kami adalah orang-orang Muslim," urai Imam Samudra.

Tempat Eksekusi Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Bali telah menurunkan tim khusus ke Cilacap. Tim yang terdiri atas tiga jaksa senior untuk menjajaki tempat dilakukannya eksekusi bagi tiga terpidana mati kasus bom Bali 2002.

Tim khusus yang diketuai Kasipidum Kejari Denpasar Wayan Suwila, S.H., M.H. itu, diketahui

telah diberangkatkan ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, tempat Amrozy dan kawan-kawan menjalani penahanan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bali IDP Alit Adnyana, S.H. ketika dihubungi di Denpasar, Sabtu kemarin, membenarkan kalau tiga jaksa senior telah dikirim untuk mengecek lokasi yang akan dipakai tempat eksekusi bagi Amrozy dan kawan-kawan.

"Kami telah kirimkan tim khusus untuk survei lapangan, sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan adanya perintah dari Kejagung untuk pelaksanaan eksekusi terhadap tiga terpidana mati kasus bom Bali 2002," ucapnya. Ditanya tentang tempat survei dimaksud, Kajati hanya menyebutkan suatu daerah di Jawa Tengah. "Ya... pendeknya mereka telah kami berangkatkan ke Jawa Tengah," ucapnya menambahkan.

Meski tim khusus telah dikirim ke Jawa Tengah, namun Kajati Adnyana belum dapat memastikan apakah Amrozy dan kawan-kawan akan dieksekusi di Jawa Tengah atau di Pulau Dewata, di tempat tindak pidana dilakukan. Kajati mengungkapkan keputusan mengenai waktu dan tempat dilakukannya eksekusi, merupakan kewenangan dari Kejaksaan Agung.

"Untuk itu, kami masih tunggu komando dari Kejakgung," ucapnya. Amrozy bin Nurhasyim (45) dan kakak kandungnya Ali Ghufron alias Muklas (48), serta Abdul Azis alias Imam Samudra (39) yang masing-masing telah terbukti selaku biang atas aksi bom Bali 2002, di persidangan diganjar hukuman mati.

Ketiganya dijatuhi hukuman mati oleh majelis hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang menyidangkan mereka secara berturut-turut sejak Mei hingga September 2003.

Setelah sempat menjalani kurungan selama beberapa bulan di LP Kerobokan atas pertimbangan keamanan ketiganya kemudian dipindahkan penahanannya ke LP Nusa Kambangan menunggu proses hukum lebih lanjut. Dalam proses hukum lanjutan mulai dari banding, kasasi hingga permohonan Peninjauan Kembali (PK), seluruh vonisnya menguatkan putusan PN Denpasar yakni hukuman mati.

Kendati demikian, pada Februari 2008, Amrozy dan kawan-kawan kembali mengajukan PK tahap dua, namun di tengah berlangsungnya pemeriksaan berkas di PN Denpasar, Tim Pengacara Muslim (TPM selaku kuasa hukum ketiga terpidana, menyatakan mencabut permohonan PK tersebut. Terakhir, ketiga terpidana mati mengajukan PK tahap tiga, namun Mahkamah Agung menolaknya.

Sehubungan dengan itu, para terpidana mati yang diketahui menolak tegas untuk mengajukan permohonan grasi kepada Presiden, kini tinggal menunggu pelaksanaan eksekusi di hadapan regu tembak. (net/ant) source: BP

goesdun 28-07-2008, 09:35 AM

I. Kerancuan ³Auto´ dan ³Author´ 1. Dalam bahasa Indonesia kita telah telanjur menyamakan ³auto´ dan ³author´ yang sebetulnya memiliki arti yang sangat berbeda. 2. Kedua kata itu telah kita ³indonesiakan´ menjadi satu kata yang tetap bercokol sampai sekarang: ³Oto²´. 3. Memang kalau ³auto²´ kita ³indonesiakan´ menjadi ³OTO²´, tidak akan timbul masalah, karena tidak sulit bagi kita untuk mengerti (tanpa penjelasan etimologis yang rumit) bahwa ³oto´ berarti ³diri/sendiri´ seperti tampak dalam kata-kata ³otomobil´, ³otonomi´, ³otokrat´, ³otomatis´, ³otodidak´, ³otobiografi´. 4. Masalahnya menjadi rumit, kalau kita mencoba untuk menjelaskan kata-kata ³otoritas´ dan ³otoriter´. Walaupun kedua kata ini dimulai dengan ³oto²´, di sini kita berhadapan dengan ³jebakan etimologis´, karena ³oto²´ dalam kasus ini bukan berasal dari ³auto²´, melainkan dari ³author²´. 5. Bagaimana jelasnya, terpaksa kita lagi-lagi harus menggunakan ³analisis etimologis´!

II. ³Auto²´ = ³Oto²´ 1. ³Autos´ (Bahasa Yunani) = diri, sendiri. 2. ³Autobiography´ (Bahasa Inggris) = penuturan riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang itu sendiri (di-indonesia-kan menjadi ³otobiografi´). 3. ³Autocracy´ (Bahasa Inggris) = ³autokrateia´ (Bahasa Yunani) dari sistem pemerintahan yang dipimpin seorang penguasa mutlak (yang berkuasa seorang diri tanpa ada pengimbang kekuasaan lain). (Di-indonesia-kan menjadi ³otokrasi´). 4. ³Autocrat´ (Bahasa Inggris) dari ³autokrates´ (Bahasa Yunani) = (di-indonesia-kan ³otokrat´)

= seorang pemimpin yang memerintah sendirian tanpa ada pengimbangan kekuasaan lain. 5. ³Autodidact´ (Bahasa Inggris) dari ³autodidaktes´ (Bahasa Yunani): seorang yang belajar apaapa sendiri tanpa guru. 6. ³Automatic´ (Bahasa Inggris) = (mengenai alat atau proses) ³bekerja dengan sendirinya´ tanpa perlu dikontrol terus oleh manusia secara langsung. 7. ³Automobile´ (Bahasa Inggris) = (kendaraan) ³bergerak sendiri´ dengan kekuatan mesin dari dalam kendaraan itu sendiri (di-indonesia-kan menjadi otomobil). 8. ³Autopsy´ (Bahasa Inggris) = pemeriksaan mayat oleh dokter forensik (menyangkut proses penyidikan hukum) untuk mengetahui sebab-musabab kematian. (di-indonesiakan ³otopsi´) (³autopsia´, Bahasa Latin = pemeriksaan dengan mata kepala sendiri) (dari Bahasa Yunani, autoptes = saksi mata/yang menyaksikan dengan mata kepala sendiri). 9. ³Autonomy´ (Bahasa Inggris) dari ³autonomia´ (Bahasa Yunani) = kemampuan/hak untuk mengatur pemerintahan diri sendiri (di-indonesiakan ³otonomi´). 10. ³Autonomous´ (Bahasa Inggris) dari ³autonomos´ (Bahasa Yunani) = memiliki hukumnya sendiri, mampu/berhak mengatur diri sendiri. (di-indonesiakan ³otonom´). ³Nomos´ (Bahasa Yunani) = hukum. 11. ³Autarchy/autarky´ (Bahasa Inggris) dari ³autarkeia´ (Bahasa Yunani) = swasembada di bidang ekonomi.

III. ³Author´/³Auctor´ 1. ³Author´ (Bahasa Inggris) dari ³auctor´ (Bahasa Latin): a. Pengarang. b. Penulis buku/artikel/laporan.

c. Pengaju utama suatu rencana. d. Pencetus utama suatu gagasan. e. Pengada/penyebab adanya sesuatu. 2. ³Authority´ (Bahasa Inggris) dari ³auctoritas´ (Bahasa Latin): a. Kekuasaan/hak untuk memberi perintah dan menuntut ketaatan dari orang lain. b. Seorang tokoh/organisasi/lembaga yang mempunyai kekuasaan dan hak untuk memaksakan kontrol politis atau administratif. c. Wibawa serta daya pengaruh terhadap orang lain yang berdasar pengakuan pada pengetahuan/keahlian. d. Tokoh/buku/sumber rujukan yang bisa dipercaya/diikuti. e. Sampai sekarang di-indonesia-kan ³otoritas´, namun sebaiknya ³authoritas´ atau ³auktoritas´ yang lebih bisa dipertanggungjawabkan secara etimologis.

IV. ³Otentik´ 1. ³Authentikos´ (Bahasa Yunani) = sejati, asli, taat asas. 2. ³Authentic´ (Bahasa Inggris) di-indonesia-kan ³otentik´): a. Sejati. b. Asli. c. Terjamin kebenarannya. d. Terjamin keasliannya. e. Sesuai dengan asasnya. 3. Tidak ada hubungan etimologis dengan ³oto/auto´ maupun ³author/auctor´.

V. ³Sva´ 1. ³Sva´ (Bahasa Sanskerta): a. Kepunyaan sendiri. b. Kepunyaanku sendiri. c. Kepunyaannya sendiri. d. Kepunyaanmu sendiri. e. Kepunyaan mereka sendiri. f. Diri sendiri. g. Jiwa manusia. h. Milik. i. Kekayaan. 2. ³Sva-kam pana´ = ³yang bergerak sendiri´ (air, angin). 3. ³Sva-karman´ = tindakan sendiri. 4. ³Sva-karmin´ = ³cinta diri sendiri´ (mementingkan diri sendiri). 5. ³Sva-karya´: a. Pekerjaan sendiri. b. Profesi diri. c. Tugas diri. d. Fungsi diri. 6. ³Sva-kala´: a. Waktu diri sendiri. b. Waktu yang tepat/baik untuk diri sendiri. 7. ³Sva-grama´ = desa sendiri.

8. ³Sva-cchanda´ = kesukaan/pilihan/kemauan sendiri. 9. ³Sva-tantra´: a. Ketergantungan pada diri sendiri. b. Ketidaktergantungan pada orang/pihak lain. c. Kebebasan kehendak diri. d. Tidak dikendalikan oleh pihak lain. 10. ³Sva-desya´: a. Tempat sendiri. b. Negeri sendiri. c. Kampung halaman sendiri. 11. ³Sva-dharma´: a. Hak sendiri. b. Kewajiban diri. c. Agama sendiri. d. Adat sendiri. 12. ³Sva-nagara´ = Kota sendiri. 13. ³Sva-javan´ = bergerak sendiri. 14. ³Sva-raj´ = pemerintahan diri sendiri. 15. ³Sva-ruh´ = pertumbuhan diri sendiri. 16. ³Sva-rupa´ = bentuk diri. 17. ³Sva-lakshana´ = ciri watak diri yang khas. 18. ³Sva-vidhi´ = aturan/metode sendiri. 19. ³Sva-vinaasya´ = penghancuran diri; pembinasaan diri.

20. ³Sva-vritta´ = bisnis sendiri; mata pencaharian sendiri. 21. ³Sva-hita´ = membawa manfaat bagi diri sendiri. 22. ³Sva-adhikara´ = jabatan sendiri; jabatan khusus. 23. ³Sva-nanda´ = kenikmatan dalam diri sendiri. 24. ³Sva-anta´ = akhir diri sendiri; kematian diri sendiri. 25. ³Sva-bhava´ = eksistensi diri sendiri. 26. ³Sva-artha´ = kepentingan diri sendiri; keuntungan diri sendiri. 27. ³Sva-yam-vara´ = memilih sendiri, sayembara. 28. ³Sva-yam- varaa-kanyaa´ = gadis yang memilih suami bagi dirinya sendiri.

VI. ³Svaamin´ 1. ³Svaamin´: a. Yang empunya. b. Tuan. c. Pemilik. d. Ketua. e. Komandan pasukan. f. Panglima. g. Suami. h. Kekasih. 2. ³Svaaminii´: a. Tuan putri. b. Nyonya besar.

c. Ratu. d. Istri raja.

VII. ³Sva-sthya´ 1. Ketergantungan pada diri sendiri. 2. Keberdikarian. 3. Keadaan sehat-walafiat lahir-batin. 4. Kemudahan hidup. 5. Kepuasan. 6. Keadaan serba berkecukupan dan terpenuhi segala kebutuhan.

*arixs

micro 28-07-2008, 09:52 AM sanur bali Festival, panitianya masih aja kaco seperti sebelumnya. Perbaikan dong!!

goesdun 28-07-2008, 10:15 AM Bursa Kerja Pariwisata Terbesar di Bali

Setelah sukses menggelar Jobs Fair I pada Juni 2007, STP Nusa Dua Bali kembali

menyelenggarakan Jobs Fair II, Selasa (29/7) besok sampai Rabu (30/7). Jobs Fair II dengan tiket masuk Rp 10.000, diadakan di Nusantara Rooms, Kampus STP Nusa Dua Bali, mulai pukul 09.00 wita hingga pukul 18.00 wita.

Menurut Ketua STP Nusa Dua Bali I Made Sudjana, S.E., M.M.., Jobs Fair merupakan kegiatan tahunan STP Nusa Dua Bali. Hal ini bertujuan mendukung program pemerintah menekan angka pengangguran (zero unemployment) melalui penyediaan lapangan kerja (pro job). Di samping itu, untuk menciptakan wadah yang dapat memediasi alumni sekolah pariwisata dengan pihak industri agar dapat terserap semaksimal mungkin.

Ketua Penyelenggara Jobs Fair STP Nusa Dua Bali I Nyoman Sudiksa, S.E., N.Par., didampingi Koordinator Pemasaran I Gst. Putu Ngr. Budiasa, Sabtu (26/7) menyebutkan, peserta yang menawarkan kesempatan kerja (job employer) dijamin legalitasnya. Menariknya lagi, para peserta saat ini juga sedang membutuhkan tenaga kerja. Sedangkan bagi pencari kerja, peluang yang ditawarkan mulai dari staf pelaksana sampai manajer junior dan tingkat menengah. Target pengunjung adalah lulusan SMK, Akademi Pariwisata dan karyawan hotel di Bali. 'Pengunjung kami minta membawa curriculum vitae (CV) sebanyak-banyaknya,' ujar Sudiksa.

Disebutkan, Jobs Fair tahun ini diikuti lima peserta yang berasal dari hotel dan vila. Yakni Nikko Bali Resort and Spa, Bayan Tree Resort and Spa Bintan, Discovery Kartika Plaza, Club Med, Karma Resort and Sentosa Villa. Kemudian dari agen kapal pesiar diikuti Cahaya Bali Persada untuk Star Cruise dan Meranti Megsaysay untuk Costa Cruise Line.

Satu perusahaan catering untuk perusahaan perminyakan yakni Pramasindo Boga Utama dan lima agen pengiriman tenaga kerja luar negeri seperti recruiter Singapore, agen training dan kerja di Singapore, LPK Barata, agen pemagangan ke Jepang Diah Wisata, Bali Duta Mandiri untuk pengiriman tenaga kerja ke Dubai dan Australia, serta CHI untuk ke Amerika. (ded/*) source: BP

goesdun 28-07-2008, 12:58 PM http://iluhindrani.files.wordpress.com/2007/04/anjing-kintamani.jpg Kontes kecantikan anjing Kintamani digelar di Bangli, Bali, pekan lalu. Sejumlah warga Bangli mengaku bangga dengan anjing milik mereka mengingat Kintamani merupakan ras asli Bali serta menjadi maskot fauna Pulau Dewata tersebut.

Anjing Kintamani memiliki ciri khas secara fisik dan postur tubuhnya. Hewan itu berbulu putih tebal, telinga kecokelatan serta bulu ekor lebat dan menjuntai seperti bulan sabit. Kecantikan bulu, keindahan postur tubuh, serta kesehatan dan ketangkasan menjadi penilaian dalam kontes.

Dari sekian banyak peserta, tetap hanya satu yang keluar sebagai juara. Anjing Kintamani tercantik dan tersehat itu mendapat piala bergilir dari Gubernur dan Kepolisian Daerah Bali. Tak lupa mereka juga membawa pulang sertifikat dari Federasi Anjing Internasional.(IKA/Aries Wicaksono) source: Liputan6

[B]Anjing Kintamani Terindikasi Dipatenkan di Luar Negeri ?

Denpasar (BisnisBali) ±Ketua Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) Wilayah Bali, Drs. I Gede Winten Sumerta di Denpasar, Rabu kemarin mengungkapkan, ada indikasi anjing ras kintamani akan dipatenkan oleh pihak luar negeri.

Untuk menghindari kejadian itu, masyarakat hendaknya secara aktif mendaftarkan anjing ras asli daerah Kintamani yang dipeliharanya, sehingga yang terdaftar pada Perkin bisa segera mencapai angka seribu ekor.

Jika jumlah yang teregistrasi telah mencapai seribu ekor, keberadaan binatang peliharaan dengan ciri khas berbulu panjang itu bisa diakui dunia internasional.

Seusai bertemu dengan Wali Kota Denpasar, Drs. AA Puspayoga, ia mengatakan, untuk mencapai keinginan tersebut Perkin Bali melakukan sosialisasi lewat kegiatan jalan santai bersama anjing peliharaan masing-masing pada awal Maret mendatang di Denpasar.

Dalam kegiatan nanti akan dilakukan demo berbagai kemampuan anjing ras kintamani di depan masyarakat termasuk para penggemarnya. Melalui sosialisasi itu diharapkan juga akan mengangkat harkat binatang peliharaan tersebut.

Sumerta mengatakan, memelihara anjing kintamani, binatang yang berbulu bersih itu secara baik, maka hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan anjing ras dari luar yang selama ini telah menjadi kebanggaan banyak orang.

Untuk menuju pengakuan dunia internasional, Perkin Bali harus menghimpun setidaknya seribu ekor anjing ras kintamani. Untuk mencapai jumlah tersebut tidak terlalu sulit, apalagi keberadaan anjing kebanggaan itu makin mendapat perhatian penghobi satwa.

Puspayoga pada kesempatan itu mengaku sangat mendukung pemuliabiakan anjing ras kintamani, sehingga kedepan satwa kesayangan masyarakat Bali itu bukan saja diakui di tingkat nasional tetapi dunia internasional.

Populasi anjing kintamani semakin berkembang juga berkat peran Perkin yang sangat strategis, dengan terus mensosialisasikan cara pemeliharaanya.

Anjing kintamani memiliki intelegensi tidak kalah dengan anjing ras luar negeri. Dinas Peternakan Kota Denpasar diminta bersinergi program dengan Perkin Bali, termasuk mengantisipasi banyaknya anjing liar di berbagai sudut kota. *ant

goesdun 29-07-2008, 08:35 AM Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali dinilai sebagai lembaga keuangan mikro (non-bank) di tingkat akar rumput (grass root) terbaik di Indonesia. LPD menyentuh kepentingan masyarakat

tingkat bawah yang umumnya bergerak di usaha mikro dan kecil.

Demikian penilaian Sekjen Gerakan Masyarakat Pengembangan Keuangan Mikro (Gema-PKM) Indonesia Bambang Ismawan di sela-sela acara Asia-Pacific Regional Microcredit Summit (APRMS) 2008 di BICC Nusa Dua, Senin (28/7) kemarin. APRMS dihadiri sekitar seribu peserta dari 40 negara.

Menurut Bambang Ismawan, faktor kekeluargaan dalam wadah desa adat dan banjar dinilai sebagai faktor yang paling menentukan keberhasilan LPD di Bali. 'LPD di Bali terintegrasi dengan sistem kemasyarakatan desa seperti banjar yang berkembang dengan baik,' kata Bambang.

Juga diharapkan lembaga keuangan mikro di tingkat desa lebih mendorong usaha rakyat di sektor-sektor kecil atau mikro. 'Kini saatnya berubah, dulu masyarakat menunggu ada kegiatan usaha real untuk berkembang, sekarang bisa berkembang sebaliknya,' ujar Bambang.

Untuk diketahui, sepuluh tahun lalu, jumlah dana masyarakat yang berhasil dihimpun oleh LPD seluruh Bali hanya sekitar Rp 843 milyar. Sementara pada tahun 2005 LPD berhasil menghimpun dana masyarakat naik drastis sampai mencapai Rp 1,346 trilyun. (056) source: BP

goesdun 29-07-2008, 02:45 PM

Gerakan penanaman 1.300 pohon usai dihelat PLG (Petugas Lapangan Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan) Bali (18 s.d 19 Juli). Kegiatan bertajuk ³Gerakan Siswa Menanam 2008´ ini menyasar areal Danau Batur, Bangli sebagai lokasi penanaman. Seputar areal danau tersebut dihijaukan dengan penanaman pohon nangka, apokat, cempaka, kenanga dan intaran.

BPDAS (Balai Pengolahan Daerah Aliran Sungai) Unda Anyar sebagai pendukung gerakan ini menyumbangkan 1.000 bibit pohon dan 300 bibit dari PLG Bali sebagai pencetus gerakan ini.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dimulai dengan acara pembukaan dan penanaman pohon secara serentak (18/7).

Tak ketinggalan, para pelajar dari siswa/siswi SDN I Buahan beserta masyarakat Buahan terlibat dalam pelaksanaannya. Dilanjutkan, acara seremonial dan penanaman secara simbolis oleh Kepala Dinas Kehutanan seluruh kabupaten di Bali termasuk BPDAS (19/7).

Pihak BPDAS Unda Anyar mengharapkan masyarakat sekitar ikut menjaga dan merawat pohonpohon yang sudah ditanam serta PLG lain dapat melaksanakan kegiatan serupa.

Demi kesuksesan acara tersebut, PDAS Unda Anyar merangkul ExistProduction selaku event organizer untuk menangani acara. Turut mendukung, PHRI Cab. Bangli, Air Minum SITA, Aditya Printing dan Bali Hardcore.- adv/tin

goesdun

30-07-2008, 08:05 AM Diminta Hasilkan Program Nyata bagi Kaum Miskin

Pertemuan Regional Asia Pasifik mengenai Kredit Mikro (Asia-Pacific Regional Microcredit Summit (APRMS) 2008 diharapkan menghasilkan berbagai gagasan, komitmen dan program nyata untuk membantu rakyat miskin. Demikian harapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka APRMS 2008 di BICC Nusa Dua, Senin (28/7) kemarin.

Pertemuan ini dihadiri oleh sekitar seribu peserta dari 40 negara di kawasan Asia-Pasifik plus delegasi dari lembaga keuangan dunia. Pertemuan kali ini terbilang istimewa karena dihadiri oleh pendiri Grameen Bank Bangladesh Muhammad Yunus yang pernah meraih Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2006. Dalam APRMS 2008, Yunus akan membagi kiat dan pengalamannya.

Menurut Presiden Susilo, Pemerintah Indonesia sendiri memiliki komitmen untuk membantu masyarakat ekonomi lemah termasuk pelaku usaha kategori mikro dan kecil melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR merupakan salah satu upaya meningkatkan kemampuan usaha kecil masyarakat guna mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran.

Presiden SBY berharap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun ini bisa mencapai Rp 15 trilyun. "Tahun ini penyaluran KUR sekitar Rp 14 - Rp 15 trilyun atau sekitar 1,6 milyar dolar AS," kata Presiden. Sejak diluncurkan November 2007, hingga saat ini pencairan KUR sudah mencapai sekitar Rp 8 trilyun dan telah dinikmati oleh sekitar 900.000 pengusaha mikro kecil dan menengah.

Pada kesempatan itu, Presiden Susilo Bambang Yudoyono sempat melakukan pertemuan khusus dengan pemenag Nobel, Mohammad Yunus. Menurutnya, pertemuan khusus dengan Muhammad Yunus tidak saja membicarakan strategi atau kebijakan pelaksanaan kredit mikro tetapi juga membicarakan langkah nyata untuk mengurangi kemiskinan terutama melalui kredit mikro.

"Banyak yang saya timba dari pengalaman Grameen Bank dan dari Bapak Muhammad Yunus tentang pilihan-pilihan metodologi membantu kaum miskin keluar dari kemiskinan melalui usaha mikro. Ini pelajaran bagi Indonesia yang juga memiliki komitmen kuat untuk membantu kelompok ekonomi lemah," jelas Presiden SBY.

Target Sulit

Sementara itu, Muhammad Yunus dalam forum itu menyatakan bahwa janji sejumlah negara untuk mulai mengurangi kemiskinan melalui penyaluran kredit mikro. Sayangnya, kenaikan harga minyak dan harga pangan, menyulitkan negara-negara untuk mencapai target Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015.

'Semua negara terutama di Asia sudah melakukan hal yang cukup bagus untuk mengurangi kemiskinan. Namun, kenaikan harga minyak dan harga pangan yang berdampak terhadap bertambahnya jumlah orang miskin, membuat program itu harus diperkuat lagi," ujar peraih Nobel Perdamaian 2006 ini seraya meyakinkan program kredit mikro bisa menyelesaikan masalah-masalah itu.

Menurut Yunus, pemanasan global dan perubahan iklim di dunia juga berdampak terhadap bertambahnya rakyat miskin, namun upaya mengurangi kemiskinan diharapkan tidak tertunda sesuai target 2015. Dengan memperbesar kredit mikro, diharapkan bisa meng-counter pengaruh perubahan iklim, kenaikan harga minyak dan harga pangan.

Tujuan MDGs yang utama adalah mengurangi angka kemiskinan dunia. Ditargetkan pada tahun 2015 sekitar 175 juta keluarga miskin menerima kredit usaha dan pelayanan keuangan lainnya. Sementara 100 juta keluarga lainnya bisa meningkatkan standar hidupnya dengan pendapatan 1 dolar AS per hari. (056)

YANG menarik, pada pembukaan APRMS 2008 kemarin, terjadi kejutan bagi Ibu Negara, Ny. Ani Yudhoyono. Istri Presiden SBY ini dianugerahi sebagai patron keuangan mikro oleh Masyarakat Keuangan Mikro Indonesia. Penganugerahan diberikan Direktur Grameen Bank dan penerima Nobel 2006, Mohammad Yunus.

Ny. Ani Yudhoyono dinilai sangat peduli dan perhatian pada sektor perempuan dan kemiskinan melalui program-program yang dikembangkannya, seperti Mobil Pintar dan Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera atau Perkasa.

"Ibu Ani terbukti telah menunjukkan kepeduliannya pada masyarakat tingkat menengah ke bawah. Ini sejalan dengan program masyarakat keuangan mikro," kata Sekretaris Jenderal

Gerakan Bersama Pengembangan Keuangan Mikro Indonesia, Bambang Ismawan. (gre) source: BP

goesdun 30-07-2008, 01:20 PM http://bali10k.com/image/sdr.jpg http://bali10k.com/image/sertifikat.jpg

http://bali10k.com/image/gubernur.jpg

Om Swastyastu,

Pada hari Minggu 12 Agustus 2007, lomba lari jalan raya ³Bali 10K´ dalam rangka HUT Provinsi Bali ke-49 dan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-62 telah terlaksana dengan baik dan sukses,. Acara ini akan dijadikan agenda tahunan Pemerintah Provinsi Bali, dan untuk itu bagi pelaksana dan seluruh pihak yang terkait serta telah berpartisipasi dalam pelaksanaan acara Bali 10K kami ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya.

Untuk pelaksanaan tahun ini, lomba lari jalan raya 10 kilometer mengusung tema International Bali 10K for Unity. Kegiatan berskala internasional ini menjadi ajang pertemuan para atlit

maupun penggemar olahraga berbagai bangsa dan negara. Selain menjadi tujuan wisata olahraga ke Bali , kegiatan ini merupakan salah satu program provinsi Bali untuk mensukseskan ³VISIT INDONESIA YEAR 2008´.

Melaui kesempatan baik ini kami mengundang semua pihak memberikan kontribusi, demi suksesnya ³INTERNASIONAL BALI 10 K´ dan program ³VISIT INDONESIA YEAR 2008´.

Terima Kasih.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Dewa Beratha Gubernur Bali

----International Bali 10K 2008 adalah lomba lari berskala internasional yang memasuki tahun ke-2 dalam pelaksanannya mengusung tema "For UNITY" berkaitan dengan konsep :

Lomba lari sebagai salah satu agenda tahunan dari Ulang Tahun Provinsi Bali dan HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

International Bali 10K sebagai sport tourism , atraksi wisata olah raga menarik, yang menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata ke Bali Lomba lari ini akan mengikutsertakan para atlet elit internasional, nasional, peserta umum dan pelajar, sebagai sarana berlomba bagi para atlit Indonesia yang bertujuan mengukir prestasi Program ini akan mengundang para duta besar/konsul negara sahabat, warga Negara asing, sekolah internasional, dan tokoh masyarakat sebagai peserta dalam upaya mewujudkan kebersamaan dan persaudaraan masyarakat dunia di Bali Selain lomba lari, akan digelar hiburan rakyat berupa panggung musik, stand makanan, dan product sampling stalls dari para pendukung event Program ini akan diliput oleh media internasional dan nasional berkaitan dengan hadirnya para pelari elit internasional.

International Bali 10K sudah mendapat pengakuan dari lembaga/badan atletik IAAF melalui Pengurus Besar PASI (Indonesian Athletic Association).

goesdun 30-07-2008, 01:53 PM http://bali10k.com/image/race_info.jpg

PENYELENGGARA

International Bali 10 merupakan program Pemerintah Propinsi Bali yang dilaksananakan oleh Dinas Pariwisata Bali bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, PB PASI, Pengprov

PASI Bali dan Matahari Convex sebagai official event organizer.

WAKTU DAN TEMPAT

International Bali 10K 2008 akan diselenggarakan pada : Hari : Minggu Tanggal : 10 Agustus 2008 Waktu : 05.30 WITA Titik start dan finish di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar.

Rute Lari :

http://bali10k.com/image/route.jpg (http://bali10k.com/image/route_big.jpg) Peserta

Peserta Lomba Lari International Bali 10K terbagi dalam 4 (empat) kategori : A. Kelompok Elit Internasional Putra dan Putri B. Kelompok Elit Nasional Putra dan Putri C. Kelompok Umum (Mahasiswa, Karyawan, Anggota TNI, POLRI) D. Kelompok Pelajar SMA dan sederajat, Putra dan Putri

Teknis Lomba

Usia minimal peserta pada saat perlombaan adalah 15 tahun sesuai dengan pembuktian identitas (copy Akte Kelahiran atau Kartu pelajar)

Pos Minum akan disediakan pada Kilometer ke-5, serta Pos Guyur disediakan pada Kilometer ke-7. Panitia menyiapkan pelayanan medis selama perlombaan berlangsung mulai dari lokasi Start, sepanjang jalur lomba sampai dengan titik Finish.

Waktu tempuh jarak lomba dapat dilihat pada Alat pencatat waktu/jam besar (timer) yang dipasang diatas kendaraan, yang mengambil posisi di depan pelari menghadap ke arah para peserta.

Bagi para pemenang Lomba Lari International Bali 10K untuk setiap kategori akan menerima hadiah uang tunai dengan nilai sebagaimana terlampir.

Peserta (kecuali atlet Elit) disarankan menggunakan kaos yang disediakan oleh panitia pada saat pendaftaran. Semua peserta sudah harus menggunakan nomor dada yang disediakan oleh Panitia pada saat tiba di lokasi lomba.

Peserta diwajibkan untuk registrasi ulang di pos Sekretariat sebelum menuju posisi Start. Penandaan pada registrasi ulang ini menunjukkan keabsahan kepesertaan. Peserta bisa didiskualifikasi bila mencapai garis Finish tanpa tanda registrasi ulang pada nomor dada.

Panitia menyediakan Hadiah Undian (Door Prize). Pembagiannya adalah melalui undian bukti kehadiran di mana tertulis nomor registrasi sesuai nomor dada dan hanya bagi peserta yang menyelesaikan lomba serta sampai pada titik Finish.

http://bali10k.com/image/contact_us.jpg

2008 International Bali 10K Comittee Bali Government Tourism Office Jl. S Parman, Niti Mandala Renon Denpasar 80235 , Bali ± Indonesia Tlp. : +62 361 235 200 ± 7806 200 Fax. : +62 361 235 200 email : info@bali10k.com

goesdun

30-07-2008, 02:01 PM http://bali10k.com/image/hadiah.jpg Kelompok Elit Putra/Putri Juara Hadiah I US$ 4,000 II US$ 3,000 III US$ 2,000 IV US$ 1,000 V US$ 500

Kelompok Nasional Putra/Putri Juara Hadiah I Rp. 10,000,000 II Rp. 8,000,000 III Rp. 6,000,000 IV Rp. 4,000,000 V Rp. 2,000,000

Kelompok Umum Putra/Putri Juara Hadiah I Rp. 5,000,000 II Rp. 4,000,000 III Rp. 3,500,000 IV Rp. 2,500,000

V Rp. 2,000,000 VI Rp. 1,000,000 VII Rp. 750,000 VIII Rp. 500,000 IX Rp. 500,000 X Rp. 500,000

Kelompok Pelajar Putra/Putri Juara Hadiah I Rp. 3,000,000 II Rp. 2,000,000 III Rp. 1,500,000 IV Rp. 1,000,000 V Rp. 750,000 VI Rp. 500,000 VII Rp. 500,000 VIII Rp. 500,000 IX Rp. 500,000 X Rp. 250,000

goesdun 31-07-2008, 01:03 PM

http://www.balipost.com/admin/foto_berita/BOMBALI.gif Sejumlah persiapan penting kini telah dimatangkan Kejati Bali menjelang pelaksanaan eksekusi mati tiga terpidana Imam Samudra, Amrozy dan Ali Gufron (Muklas). Setelah mengutus tim jaksa yang dipimpin IB Wiswantanu untuk mengecek lokasi ke Nusakambangan, Kejati Bali kembali bergerak dengan menetapkan seorang rohaniwan untuk mendampingi para terpidana bom Bali I.

Informasi di Kejati Bali menyebutkan, rohaniwan sebagai saksi saat pelaksanaan eksekusi dipercayakan kepada pengurus MUI (Majelis Ulama Indonesia) Cilacap, Jawa Tengah. Ada kemungkinan seorang ulama yang sering memberikan ceramah di LP Batu, Nusakambangan. 'Penunjukan rohaniwan sudah dikoordinasikan dengan instansi terkait,' sebut sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Dikatakannya, saksi rohaniwan disesuaikan dengan agama terpidana. Bahkan, tiga jaksa eksekutor dan jaksa pendamping pun dinyatakan sudah disiapkan. 'Jaksa eksekutor pada prinsipnya hanya tinggal menunggu perintah Kejaksaan Agung saja, kapan saja berangkat ke lokasi eksekusi sudah siap,' sebutnya.

Sementara itu, Tim Pembela Muslim (TPM) kembali melakukan upaya hukum. Kuasa hukum Fachmi Bahmid menyatakan akan mengambil ancang-ancang untuk melancarkan langkah hukum lanjutan jika eksekusi akhirnya dilakukan. 'Kami akan mengajukan uji material terhadap pelaksanaan hukuman mati pada Mahkamah Konstitusi,' jelas Fahmi H Bachmid.

Baginya, uji material ini penting diajukan karena menganggap hukuman mati dengan cara ditembak sangat menyiksa para terpidana. 'Dengan ditembak akan menimbulkan rasa penyiksaan, karena kalau tidak mati, komandan regunya akan menembaki kepala terpidana,' tandas Fahmi. Jika itu terjadi, lanjutnya, maka terpidana akan betul-betul merasakan penyiksaan. (015) source: BP

goesdun 31-07-2008, 02:28 PM http://www.balipost.com/admin/foto_berita/1-BOM.gif

PBNU Minta Sesuai Hukum Indonesia

Ketua PBNU Hasyim Muzadi meminta eksekusi mati terhadap Amrozy cs. dilakukan sesuai aturan hukum. Pelaksanaannya harus dengan cara ditembak mati, bukan dipancung atau dipenggal kepalanya. Hal ini sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia dan tidak perlu mengikuti keinginan perseorangan.

Hasyim menyatakannya di Jakarta, Rabu (30/7) kemarin, usai membuka International Conference of Islamic Scholars (ICIS). Menurutnya, semua pihak harus menghormati hukum yang berlaku, termasuk dalam pemberantasan terorisme. 'Kita sendiri yang mengusulkan pemberantasan terorisme harus by law, bukan dengan by security. Jadi harus konsisten,' ujarnya.

Terkait dengan permintaan tim penasihat hukum Amrozy, Imam Samudra dan Muklas yang menolak eksekusi itu, Hasyim menganggap sebagai hal yang lumrah. Sudah pasti semua pengacara, termasuk Tim Pembela Muslim (TPM), akan melakukan pembelaan terbaik dan maksimal bagi kliennya. Yang namanya pembela, sudah pasti membela kliennya. 'Pasti akan bertentangan dan tidak selesai-selesai kalau dituruti,' jelasnya.

Dihubungi terpisah, anggota TPM Fahmi Bahmid menyatakan pihaknya akan mendatangi Kejaksaan Agung pada Kamis (31/7) ini. upaya ini dilakukan untuk mencari kejelasan mengenai kesimpangsiuran putusan penolakan Peninjauan Kembali (PK) kliennya tersebut. 'Surat itu katanya hanya surat jawaban yang dikirim panitera MA ke PN Denpasar atas pertanyaan mengenai eksekusi klien kami itu,' tuturnya.

Jika benar isinya berupa surat-suratan panitera dengan PN, lanjutnya, berarti bukan surat putusan MA. Itu di luar konteks hukum. Yang berhak memutuskan PK itu adalah hakim agung MA melalui surat putusan. Panitera tidak punya kewenangan menyangkut putusan hukum dan eksekusi. Hingga saat ini TPM belum menerima surat putusan PK itu. 'Kami hanya ingin surat putusan itu jelas,' ungkap Fahmi. (kmb3) source: BP

goesdun 02-08-2008, 08:12 AM Kendati bahasa-bahasa di Asia seperti Mandarin dan Jepang telah mulai mendunia, tetapi untuk komunikasi antarbangsa, bahasa Inggris masih diperlukan di Asia. Untuk itu, pengajaran bahasa

Inggris di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi merupakan sesuatu yang mutlak.

Demikian mengemuka dalam Konferensi Internasional Pengajaran Bahasa Inggris se-Asia ke-6 (The 6 th Asia TEFL International Conference) di Sanur Paradize Plaza Hotel, Jumat (1/8) kemarin. Kegiatan yang dibuka Sekjen Kemenko Kesra Susilo Indrayono ini dihadiri oleh ratusan peserta dari sekitar 40 negara, termasuk para pakar bahasa.

Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Presiden TEFLIN Prof. Dr. Suwarsih Madya, Ph.D. mengungkapkan, Konferensi ini antara lain membahas dampak globalisasi Asia pada ragam bahasa Inggris dan tes profisiensi terkait. Juga menyangkut konsep yang berkenaan dengan proses globalisasi Asia dengan kemungkinan terjadinya benturan budaya.

Sejumlah pembicara internasional dijadwalkan hadir dalam konferensi yang berlangsung sampai Sabtu (2/8) ini. Pembicara itu di antaranya Karen Konneth dari Amerika Serikat, Jack Ricard dari Australia, Thomas Farrell dari Kanada dan Melani Budianta dari Indonesia dan Jeremy Harmer dari Inggris.

Yang menarik, serangkaian dengan konferensi ini digelar pula pameran buku Indonesia khususnya tentang pembelajaran Bahasa Inggris. Juga diskusi yang menampilkan ratusan pembicara dari 33 negara. Selain itu, Asia TEFL menyediakan travel grant bagi 30 peneliti terbaik dalam bidang pembelajaran bahasa Inggris masing-masing 300 dolar AS. (056) source: BP

goesdun 04-08-2008, 10:39 AM KEGELISAHAN Desak Wedanaasih terhadap perkembangan seni tari yang lebih banyak mementingkan suasana ingar bingar dan irama tari yang cepat mengetuk hatinya untuk menciptakan tari Mahapuja. Ciptaannya ini mengedepankan suasana pelan dengan irama musik yang mendayu. Kesederhanaan menjadi fokus dalam garapan seni ini, baik dalam gerak tarinya ataupun pada irama musiknya.

"Saya ingin membuat tari yang mengedepankan konsep meditasi, sehingga penonton bisa menikmati lebih konsentrasi dan dimaknai lebih ke dalam," kata alumnus STSI Denpasar ini. Mahapuja, menurut Wedanaasih, digarap sebagai tarian doa yang ditampilkan di awal acara sebagai ungkapan puji syukur ke hadapan sang Pencipta atas segala berkahNya.

"Gerak, kostum, iringan dan sinopsis yang diangkat sifatnya mengglobal, bukan mendominasi pada satu seni tradisi yang ada. Ada paduan gerak modern, yoga dan gerak mudra yang memiliki arti dan makna tertentu," papar ibu dua anak kelahiran Nusa Penida, 2 Juli 1967, yang sudah mengumpulkan puluhan piagam penata tari, kostum dan tata rias ini.

Pendukung tari ini sembilan wanita yang melambangkan sembilan arah mata angin. Kostum dominan berwarna hijau dan oranye. Hijau sebagai warna alam dan oranye merupakan warna suci kedamaian. Iringan musiknya bernuansa spiritual, menggunakan gamelan semarandana tujuh nada yang mendekati nada diatonis. Penggarap iringannya dipercayakan kepada I Ketut

Lanus, suami Wedanaasih.

Wedanaasih yakin, tari ini bisa dipentaskan untuk berbagai acara. Misalnya, di situ bisa dimasukkan lagu-lagu rohani agama lain semisal Kristen atau Islam. Tari ini beberapa kali dipentaskan, termasuk pada acara reuni Teater Mini Badung di Balai Budaya, Gianyar, baru-baru ini. "Kami ingin masukan dari berbagai kalangan sehingga tari Mahapuja ini betul-betul bisa mengglobal," harap Wedanaasih. *budarsana source: BP

goesdun 05-08-2008, 09:24 AM Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Remaja se-BaliDenpasar (Bali Post) Untuk memotivasi kreativitas remaja terutama di bidang kesusastraan, Balai Bahasa Denpasar bekerja sama dengan Kelompok Media Bali Post dan Bali TV, Senin (4/8) kemarin, menggelar 'Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Remaja se-Bali 2008'.

Bertempat di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, acara yang berlangsung hingga Selasa (5/8) hari ini, diikuti 16 kelompok remaja berusia sekitar 13-19 tahun. Senin kemarin tampil tujuh grup peserta, sisanya tampil Selasa hari ini.

Kepala Balai Bahasa Denpasar, Drs. C. Ruddyanto, M.A. mengatakan minat remaja untuk terjun ke dunia sastra sebenarnya sangat besar, namun untuk itu diperlukan fasilitasi yang tepat agar karya sastra tersebut bisa lebih diterima dan dimengerti remaja.

'Musik adalah media yang tepat untuk dipakai memfasilitasi pengenalan karya sastra pada remaja mengingat musik sangat dekat dengan kaum muda. Kalau kita tidak terlalu ketat mendefinisikan bahwa karya sastra haruslah karya yang serius, maka minat remaja akan semakin besar untuk menerjuni dunia sastra. Dalam perjalanan waktu, mereka sendiri akan bisa menghasilkan karya sastra yang sesungguhnya,' ujar Ruddyanto.

Ditambahkannya, jika tidak ada aral melintang, pemenang 'Festival Musikalisasi Puisi Remaja se-Bali 2008' ini akan diikutsertakan pada perlombaan ke tingkat nasional pada Oktober mendatang.

Para peserta festival ini membawakan dua buah puisi yaitu puisi karya Chairil Anwar 'Doa' yang menjadi puisi wajib dan satu puisi pilihan. Ada 10 puisi karya sastrawan Bali yang menjadi pilihan, yaitu 'Wana Kota' (karya Bawa Samar Gantang), 'Lelampahan' (Made Taro), 'Engsap' (Ki Dusun), 'Idup lan Mati' (Sanggra), 'Peteng' (Tusti Eddy), 'Tuah' (Nyoman Manda), 'Patut' (Rida), 'Lawat' (Pawanasutha), 'Barong Somi' (Adi Putra) dan 'Gending Buung' (Tatukung).

Pemenang sendiri akan ditentukan lewat sistem gugur. Nilai terbesar dari dewan juri menentukan pemenang yang akan diumumkan pada akhir lomba hari ini. Dewan juri terdiri atas Kadek Suardana, Gus Martin, dan Rahtut -- salah satu dari personel grup XXX. Secara sepintas, Gus Martin memberi kesan, kualitas peserta pada lomba kali ini agak kurang menggembirakan. Pada sebagian peserta yang sudah tampil Senin kemarin, katanya, sedikit yang tampil dengan kualitas memadai.

'Agak berbeda dengan tahun-tahun terdahulu. Kali ini, kelemahan utama peserta terletak pada melesetnya tafsir mereka atas puisi yang dibawakan. Mereka rata-rata terjerumus hanya menyanyi sebagaimana umumnya, tidak ada pendalaman, tidak memberi jiwa pada puisi yang dibawakan,' ujar Gus Martin yang sudah beberapa kali menjadi juri lomba sejenis ini. (kmb24)

goesdun 06-08-2008, 03:54 PM Penyucian Diri Peninggalan Jawa Kuno

FILOSOFI masyarakat Jawa kuno menyebutkan manusia lahir membawa berbagai kekotoran yang melekat secara lahir dan batin. Kekotoran ini yang membuat manusia menemui penderitaan dalam hidupnya. Banyak yang percaya, kekotoran ini sangat berpengaruh dalam proses kehidupan seseorang. Secara lahir, kekotoran manusia diwujudkan banyaknya penyakit yang menggerogoti badan kasar. Sedang batiniah, kekotoran ini terlihat dari penderitaan dan kesengsaraan dalam hidup.

Meski kekotoran ini adalah pembawaan sejak lahir, masyarakat Jawa Kuno yang menganut filosofi kejawen yang identik dengan ajaran Hindu Kuno meyakini segala kekotoran yang melekat itu bisa dihilangkan. Bahkan, masyarakat Jawa percaya kekotoran bisa dijadikan tonggak menuju kehidupan yang lebih baik dan bebas dari segala malapetaka. Mereka juga percaya ada ritual khusus yang mampu membersihkan segala kekotoran tersebut.

Dari keyakinan itulah muncul ritual ruwatan wayang purwo. Ritual ini menjadi salah satu prosesi raja sebelum naik tahta. Tradisi ini juga berlangsung turun temurun di kalangan keturunan raja.

Seiring perkembangan zaman, ritual ruwatan menjadi tradisi yang wajib dilakukan bagi masyarakat Jawa. Ruwatan wayang purwo berasal dari tiga suku kata. Ruwatan artinya ruwat atau penyucian. Wayang adalah simbol yang mengisahkan perjalanan hidup manusia. Sedang Purwo diartikan sebagai bumi Jawa. Ruwatan wayang purwo berarti proses penyucian diri melalui tradisi wayang peninggalan tanah Jawa.

Dilihat dari artinya, ruwatan mengandung makna mendalam. Intinya, ritual ini bertujuan membersihkan segala kekotoran lahir batin yang dibawa manusia sejak lahir. Selanjutnya, manusia akan dijauhkan dari nasib sial dan segala bahaya yang sudah digariskan. 'Dalam bahasa Jawa kuno ritual ini dikenal dengan murwa kala yakni membersihkan segala sengkala atau pengaruh buruk,' kata Ki Sarjono, dalang senior asal Banyuwangi, Jawa Timur.

Dalam filosofi Jawa dikenal dua proses penyucian. Secara agama dan tradisi adat. Secara adat ini masyarakat Jawa diwajibkan menggelar ruwatan melalui wayang purwo. Ritual ini dipimpin oleh seorang dalang sebagai simbol dan perwakilan dari orang suci. Acaranya diawali dengan pementasan wayang kulit Jawa mengisahkan lahirnya batara kala simbol raksasa dan kejahatan. Lalu, murwo kolo atau menghilangkan pengaruh buruk. Prosesi ini adalah ritual inti. Peserta akan bersimpuh di hadapan dalang dan meminta berkah keselamatan yang disimbulkan pemotongan rambut. Ini sebagai tanda hilangnya pengaruh buruk.

Selama ritual sesajen dan ubo rampe yang digunakan seluruhnya murni budaya Jawa. Isinya, tirta sembilan mata air, berbagai peralatan dapur dan sesajen lainnya. Seluruh perlengkapan ini sebagai saksi dari kegiatan ritual. Acara diakhiri dengan pelarungan sesaji dan potongan rambut ke laut. Ini simbol hilangnya pengaruh buruk yang dibawa sejak lahir.

Idealnya ada lima jenis kelahiran yang wajib menjalani ruwatan. Masing-masing, putra semata wayang (ontang-anting), dua putra (uger-uger lawang), dua putri (uger-uger lawang), satu putri diapit dua putra (sendang kapit pancuran) atau sebaliknya, lima putra (pendowo limo) dan lima putri (pendowo ngayuni). 'Mereka yang lahir seperti ini harus diruwat dalam hidupnya. Jika tidak akan menanggung beban bahaya dalam hidupnya,' tutur Ki Sarjono. Ruwatan tidak mengenal batasan umur dan status sosial. Artinya, kalangan apapun wajib dan diperbolehkan mengikuti ritual kuno ini. Mereka yang mengikuti ruwatan akan dibebaskan dari sengkala atau mara bahaya yang dibawa sejak lahir. Ritual ini secara Hindu dikenal sebagai proses prayascita atau penyucian.

Terkait dengan upacara ruwatan ini, Radio Fajar Banyuwangi yang juga merupakan media kelompok media Bali Post, akan menggelar acara serupa di Gedung Pers Bali Ketut Nadha. Acaranya akan berlangsung Sabtu (9/8) mulai pukul 19.00-24.00 wita. (udi) source: BP

goesdun 06-08-2008, 03:55 PM

Teater Angin Rebut Posisi Pertama

Teater Angin dari SMA 1 Denpasar akhirnya berhak mendapat gelar juara pertama dalam Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Remaja se-Bali 2008 yang dilaksanakan dari Senin (4/8) hingga Selasa (5/8) kemarin di Wantilan Gedung Pers K. Nadha.

Acara yang berlangsung atas kerja sama Balai Bahasa Denpasar, Kelompok Media Bali Post dan Bali TV ini juga menentukan Teater Tiga SMA 3 Denpasar sebagai juara II dan Teater Wong Kutus dari SMA 8 Denpasar sebagai juara III. Sementara itu, juara harapan I, II, dan III masingmasing direbut oleh Teater Blabar SMA 4 Denpasar, Teater Antariksa SMA 7 Denpasar dan Teater Galang Kangin SMA 4 Singaraja.

Selain berhak mendapatkan penghargaan, piala dan uang tunai, Teater Angin sebagai juara I juga berhak mewakili Bali ke perlombaan tingkat Nasional. 'Jika tidak ada halangan, juara I akan mewakili Bali dalam festival musikalisasi puisi tingkat remaja nasional pada bulan Oktober mendatang,' ujar Ketua Panitia Dra. Ni Wayan Aryani, M.Hum. kepada Bali Post, Selasa (5/8) kemarin.

Kategori juara, menurut Aryani, dinilai berdasarkan kemampuan peserta untuk menuangkan ekspresi puisi ke dalam musik. 'Mereka dinilai dari seberapa dalam menyampaikan dan mengekspresikan puisi lewat musik. Selain itu juga dinilai perpaduan dan penjiwaan puisi ke dalam musik,' ujar Aryani.

Seperti yang dikatakan Kepala Balai Bahasa Denpasar Drs. C. Ruddyanto, M.A. saat membuka acara, para peserta harus dapat menggabungkan dua bahasa dalam perlombaan tersebut yaitu bahasa yang konvensional atau bahasa yang hanya dapat dimengerti oleh beberapa orang saja dan bahasa universal atau bahasa yang dapat dipahami oleh semua orang.

'Jadi bagaimana mereka bisa mengartikan puisi yang memakai bahasa konvensional lewat musik yang merupakan media universal,' ujar Ruddyanto. Para peserta diharapkan mencoba menafsirkan karya sastra tersebut lewat musik sehingga dapat dimengerti semua orang.

Harapan ke depan, kegiatan Festival Musikalisasi Tingkat Remaja se-Bali ini dapat dilaksanakan setiap tahun. 'Apalagi setiap tahun akan diadakan lomba tingkat nasional, jadi berharap sekali perlombaan serupa di Propinsi Bali dapat dilakukan setiap tahun,' ujar Aryani.

Beberapa Kelemahan

Para peserta festival ini membawakan dua buah puisi yaitu puisi karya Chairil Anwar 'Doa' yang menjadi puisi wajib dan satu puisi pilihan. Ada 10 puisi karya sastrawan Bali yang menjadi pilihan, yaitu 'Wana Kota' (karya Bawa Samar Gantang), 'Lelampahan' (Made Taro), 'Engsap' (Ki Dusun), 'Idup lan Mati' (Sanggra), 'Peteng' (Tusti Eddy), 'Tuah' (Nyoman Manda), 'Patut' (Rida), 'Lawat' (Pawanasutha), 'Barong Somi' (Adi Putra) dan 'Gending Buung' (Tatukung).

Pemenang sendiri ditentukan lewat sistem gugur. Nilai terbesar dari dewan juri menentukan pemenang yang akan diumumkan pada akhir lomba. Dewan juri terdiri atas Kadek Suardana,

Gus Martin, dan Rahtut -- salah satu dari personel grup XXX. Menjelang pengumuman juara, para juri sempat menyampaikan beberapa poin kesan atas penilaian mereka terhadap para peserta secara umum.

Disebutkan, kelemahan hampir semua peserta terletak pada upaya kolaborasi yang tidak pas. Dalam upaya mengolaborasikan antara puisi dan musik, puisi lebih cenderung diabaikan atau dikalahkan. Pengabaian ini juga terjadi pada pemilihan nada untuk suatu tema puisi. 'Beberapa peserta juga mengabaikan penampilan mereka. Ini kan pertunjukan, mereka kok tampil seadanya,' ujar Kadek Suardana. (kmb24/016)

Peserta Festival * Sanggar Kirana SMA 6 Denpasar * Teater Tiga SMA 3 Denpasar * Teater Trisma SMA 3 Denpasar * Teater Autentik SMPK Santo Yoseph Dps. * Teater Blabar SMA 4 Denpasar * Teater Topeng SMA 2 Denpasar * Teater Antariksa SMA 7 Denpasar * Teater Angin SMA 1 Denpasar * Teater Wong Kutus SMA 8 Denpasar * SMP 1 Melaya Jembrana * Teater Galang Kangin SMA 4 Singaraja

* Komunitas Fajar * Sanggar Sastra Remaja Tabanan

source: BP

goesdun 07-08-2008, 01:39 PM Menkum dan HAM Andi Matalatta menyatakan eksekusi mati terhadap Amrozy, Imam Samudra dan Muklas harus tetap dilakukan. Pengajuan uji material (judicial review) yang diajukan tim penasihat hukumnya atas UU Nomor 2/Pnps/Tahun 1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati, tidak bisa menunda pelaksanaan eksekusi mati mereka.

Penegasan Andi Matalatta, Rabu (6/8) kemarin, terkait pengajuan uji material kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Kata dia, eksekusi mati hanya bisa ditunda, kalau para terpidana itu mengajukan upaya hukum berupa kasasi, peninjauan kembali (PK) dan grasi. Tetapi dua upaya hukum lanjutan itu sudah ditempuh. Sedangkan untuk grasi, mereka jelas-jelas takkan melakukannya. Alasannya, manusia -- dalam masalah ini terkait dengan kebijakan dari presiden - tidak memiliki hak untuk memberikan ampunan. Hak istimewa itu hanya dimiliki Tuhan.

'Judicial review yang diajukan TPM (Tim Pembela Muslim - red) itu bukan bentuk dari upaya hukum. Itu berkaitan dengan hak konstitusi sebagai warga negara. Jadi, tidak bisa menunda eksekusi mati Amrozi cs,' tegas Menkum.

Menurut Andi, pembuat UU hukuman mati dinilai penting, mengingat hukuman itu terdapat dalam UU. Penerapan hukuman bagi terpidana mati tidak berarti hukuman tersebut tidak berperikemanusiaan. 'Membunuh juga tidak berperikemanusiaan. Pasang bom di tengah orangorang pesta juga tidak berperikemanusiaan. Justru dengan hukuman mati itu, negara bisa melindungi nyawa warganya,' tandas kader senior Partai Golkar ini.

Dalam kesempatan terpisah, anggota TPM Wirawan Adnan mengakui permohonan uji material itu diharapkan cukup ampuh untuk menunda eksekusi mati kliennya. UU yang dikeluarkan era Presiden Soekarno itu tengah dipermasalahkan, sehingga eksekusi mati dengan cara ditembak tersebut tidak lagi legitimate. (kmb3) source: BP

aQuana 07-08-2008, 02:14 PM waw beli goesdun rancak tenan :D (campur2 nih bahasanya.. :D )

btw, salam kenal yah untuk semua member IF yg berdomisili di Bali ;;) kenalkan, nama saya Lili Nugroho Dipura sekarang sih masih jd org bandung, tp nanti tanggal 10 saya udah meluncur ke Bali untuk mencari ilmu disana alias kuliah ;;)

oleh karena itu, mohon bimbingannya yah dari teman2 yg ada di Bali ;;)

(sok resmi bgt yak gw! :D )

pokoknya intinya, MERDEKA!! :D

dan salam kenal ;))

goesdun 07-08-2008, 02:18 PM Denpasar (ANTARA News) - Aktivis lingkungan yang pernah menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore, tengah diupayakan bisa hadir pada pemilihan "Miss Indonesia Earth 2008" di panggung terbuka Arda Candra, Taman Budaya Denpasar, 9 Agustus mendatang.

"Berbagai pihak tengah mengupayakan kehadiran Al Gore. Kita tentu sangat berharap tokoh yang banyak mengkampanyekan masalah perubahan iklim itu bisa datang," kata Direktur Eksekutif Bali Hotels Association (BHA) Djinaldi Gosana, sebagai salah satu pihak pendukung final pemilihan "putri bumi" tersebut di Denpasar, Kamis.

Kehadiran Albert Arnold Gore Jr, diharapkan akan membuat pemilihan "putri bumi" dari Indonesia yang diikuti sejumlah finalis yang kini sudah berada dalam tahap karantina tersebut akan bisa lebih bergaung.

Kedatangan tokoh kelahiran 31 Maret 1948 di Washington DC, peraih penghargaan perdamaian Nobel pada 12 Oktober 2007 itu, selain akan dapat menyemangati penanganan lingkungan, diharapkan juga mampu mengingatkan dunia terhadap kepariwisataan Bali sebagai pulau wisata

terbaik.

Menurut Djinaldi, jika Al Gore dapat memastikan kehadirannya, maka pasar wisata dunia akan serta merta memusatkan perhatiannya ke Bali dan dipastikan akan berdampak pada peningkatan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara.

Para finalis "Miss Indonesia Earth 2008" yang proses pendaftarannya berakhir pada 14 Juli 2008 dengan sejumlah persyaratan, di antaranya peduli lingkungan hidup dan wisata alam tersebut, telah lolos tahapan audisi di Jakarta dan seleksi di Bogor.

Salah satu yang terpilih dari lima pemenang, nantinya wajib menjalankan tugas secara penuh dalam seluruh program selama 15 bulan yang ditetapkan oleh Yayasan Bumi Indonesia melalui kontrak. (*)

goesdun 07-08-2008, 02:26 PM waw beli goesdun rancak tenan :D (campur2 nih bahasanya.. :D )

btw, salam kenal yah untuk semua member IF yg berdomisili di Bali ;;) kenalkan, nama saya Lili Nugroho Dipura sekarang sih masih jd org bandung, tp nanti tanggal 10 saya udah meluncur ke Bali untuk mencari ilmu disana alias kuliah ;;)

oleh karena itu, mohon bimbingannya yah dari teman2 yg ada di Bali ;;)

(sok resmi bgt yak gw! :D )

pokoknya intinya, MERDEKA!! :D ..... dan salam kenal ;))

salam kenal juga... banyak juga orang Bali cari ilmu ke Bandung.

Demikianlah ilmu pengetahuan, mesti dikejar sesuai dengan bakat dan kemampuan masingmasing. SUKSES !

aQuana 07-08-2008, 02:47 PM salam kenal juga... banyak juga orang Bali cari ilmu ke Bandung.

Demikianlah ilmu pengetahuan, mesti dikejar sesuai dengan bakat dan kemampuan masingmasing. SUKSES !

iy mas goes, memang benar pepatah itu. "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina" ;))

btw mas goes (aduh gak enak bgt manggilnya nih mas :D . kalo boleh tau nama asli mas siapa?

:> . biar lebih enak manggilnya :D) di bali itu banyak organisasi2 gtu kan yah mas? semacam greenpeace, walhi, dll. nah, mas tau gak alamat2 organisasi2 semacam itu di bali? rencananya saya mau ikutan nih mas :>

makasih yah mas :)

goesdun 07-08-2008, 03:17 PM iy mas goes, memang benar pepatah itu. "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina" ;))

btw mas goes (aduh gak enak bgt manggilnya nih mas :D . kalo boleh tau nama asli mas siapa? :> . biar lebih enak manggilnya :D) di bali itu banyak organisasi2 gtu kan yah mas? semacam greenpeace, walhi, dll. nah, mas tau gak alamat2 organisasi2 semacam itu di bali? rencananya saya mau ikutan nih mas :>

makasih yah mas :)

Panggil saja goesdun.

Dari organisasi jaman purba (subak) sampai organisasi modern dan termasuk yang

memperjuangkan linkungan seperti Wahana Linggkungan Hidup Indonesia & Greenpeace ada di Bali, saya kurang tahu alamatnya.

Terlebih Greenpeace saat ini sudah digandeng oleh Asosiasi Hotel. Untuk hotel yang dibangun untuk setiap satu kamarnya diwajibkan menanam 10 pohon pada suatu area yang ditentukan dan dikelola oleh masyarakat setempat, tentu biaya pemeliharaan ditanggung hotel.

aQuana 07-08-2008, 04:07 PM Panggil saja goesdun.

Dari organisasi jaman purba (subak) sampai organisasi modern dan termasuk yang memperjuangkan linkungan seperti Wahana Linggkungan Hidup Indonesia & Greenpeace ada di Bali, saya kurang tahu alamatnya.

Terlebih Greenpeace saat ini sudah digandeng oleh Asosiasi Hotel. Untuk hotel yang dibangun untuk setiap satu kamarnya diwajibkan menanam 10 pohon pada suatu area yang ditentukan dan dikelola oleh masyarakat setempat, tentu biaya pemeliharaan ditanggung hotel.

ok mas goesdun ;) sep! memang harus begitu sekarang, berbasis lingkungan :>

saya mendukung bgt tuh mas sama Greenpeace /no1

goesdun 08-08-2008, 10:09 AM Jumat, 08 Agustus 2008 Forecast Denpasar* 24-29 C dan BERAWAN

BMG Ingatkan Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia

BMG mengingatkan bahaya gelombang laut di atas empat meter di perairan Indonesia sepanjang Jumat, dan gelombang itu berbahaya bagi semua jenis kapal.

Menurut BMG, gelombang tinggi itu berpeluang terjadi di perairan utara Aceh, Laut Andaman, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, perairan selatan Sulawesi, perairan BauBau, Laut Timor, Laut Banda dan Laut Arafuru.

Gelombang yang tingginya berkisar 3,0-4,0 meter berpeluang terjadi di perairan barat Lampung dan Bengkulu, perairan selatan Jawa hingga NTT, Laut Jawa bagian barat, Laut Flores, Laut Sawu, perairan Kepulauan Aru.

Sedang tinggi gelombang di Selat Sunda bagian barat daya sepanjang Jumat berkisar 2,0 - 3,0

meter. (*)

INFO: Bali Berpotensi Hadapi Pergeseran Pondasi Ekonomi Pembangunan ekonomi Bali pada masa mendatang berpotensi menghadapi pergeseran pondasi ekonomi, baik secara internal maupun eksternal. Perubahan eksternal ketahanan ekonomi ini dikondisikan oleh risiko globalisasi sedangkan secara internal akibat penerapan otonomi daerah yang berimplikasi pada kebijakan daerah dan makin menyusutnya tenaga kerja di sektor pertanian.

Demikian ditegaskan pakar ekonomi Prof. Dr. I Nyoman Erawan, S.E. saat seminar Kilas Balik Perjuangan Rakyat Bali dalam Konteks Otonomi Daerah di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Kamis (7/8) kemarin. Perekonomian Bali yang selama bertahun-tahun mengandalkan kekuatan sektor pariwisata diakui memiliki dampak yang signifikan. Namun, kemajuan ini tak diimbangi dengan kemajuan di sektor industri kecil dan optimalisasi pengelolaan pertanian. Bahkan, kemajuan di sektor ini telah memicu terjadinya gesekan serius pada ketersediaan lahan pertanian.

Guru besar Unud ini memprediksi ketimpangan pembangunan antara kabupaten/kota di Bali juga akan makin tajam. Migrasi warga pedesaan ke kota akan membuat persaingan perebutan peluang kerja. Kondisi ini pada gilirannya memicu pengangguran. Saat ini, kata dia, Kabupaten Karangasem dan Buleleng cenderung mengalami penurunan pertumbuhan.

Perubahan pondasi ekonomi juga dikondisikan oleh pergeseran kesempatan kerja yang ditandai

dengan makin menurunnya angkatan kerja di sektor pertanian. Di kabupaten/kota di Bali, pergeseran angkatan kerja ini telah memicu angka pengangguran yang tinggi. 'Pergeseran angkatan kerja ini berdampak pada pengalihan lahan pertanian ke nonpertanian. 'Kini angka kepemilikan lahan pertanian di Bali relatif kecil sekitar 0.30 ha. Angka ini diprediksi akan terus menyusut akibat kebijakan pengelolaan tata ruang tak lagi berpihak pada penyelamatan lingkungan melainkan pada pendekatan investasi,' tegasnya.

Pembicara lainnya Prof. Dr. I Gde Parimarta, M.A. pada kesempatan ini lebih banyak mengulas otonomi khusus dari kajian historis. Otonomi sebenarnya sudah diterapkan di Bali sejak zaman kerajaan Gelgel. Ia menilai otonomi khusus yang dimunculkan kali ini dominan dilatari kepentingan sosial politik dan ekonomi. Hal ini terjadi karena orang Bali merasa kurang aman atas pembangunan pariwisata yang kian pesat yang pada gilirannya memicu tingginya kehadiran penduduk pendatang. 'Pertumbuhan di sektor ini telah memicu kecemburuan sosial dan memposisikan petani Bali sebagai pihak yang tersudut dengan terjadinya alih fungsi lahan,' ujarnya. Sedangkan Prof. Dr. Wayan Dibia pada kesempatan ini lebih banyak membahas kekuatan seni tradisional sebagai spirit kebudayaan Bali. (044) source: BP

goesdun 11-08-2008, 04:20 PM http://www.balipost.com/admin/foto_berita/kartun.gif BAGAIMANA jika bumi ini kehilangan air, kemudian tanah di sepanjang pemandangan menjadi retak? Beragam fenomena bisa direka-reka. Salah satunya, di permukaan hamparan tanah retak

seperti itu, bisa saja teronggok rangka perahu. Sebuah pemandangan yang cukup bikin hati jadi perih dan memilukan.

Fenomena tersebut dituangkan oleh kartunis Ubiratan Nazareno. Karya kartunis asal Brazil ini, setidaknya, memberi gambaran menohok perihal persoalan global yang amat serius saat ini -kerusakan hingga pencemaran alam lingkungan.

Kartun yang cukup menggelitik tersebut sekaligus sebagai salah satu karya yang kini dipamerkan bersama puluhan karya lainnya di pameran kartun bertema "Going Green" yang digelar di Sanur. Inilah pameran yang digelar Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti) setelah sukses menyelenggarakan beberapa kali pameran kartun bertaraf internasional tiap tahun di Bali.

Tahun ini, pameran kartun yang juga bertaraf internasional ini digelar serangkaian acara Sanur Village Festival 2008 (SVF 2008). Menurut Ketua Pakarti Jango Pramartha dan Ketua Panitia SVF 2008 IB Sidharta Putra, pameran ini melibatkan 120 kartunis dari 43 negara. Tema "Going Green" yang diangkat merupakan akumulasi dari suatu keprihatinan di mata para kartunis dunia tentang keadaan bumi pada masa kini yang makin tahun makin memanas akibat efek dari pemanasan global.

Pameran ini diharapkan menjadi salah satu usaha penyampaian informasi tentang betapa mengerikan bumi pada situasi yang makin terpuruk akibat ulah manusia jika manusia tidak segera sepakat untuk mengadakan usaha perbaikan. "Walaupun kami sadar hal ini sangat sulit," papar Jango.

Hal itu, lanjut Jango, mengingat perubahan iklim kini tidak saja terjadi akibat penebangan pohon yang semena-mena dan pembuangan limbah yang tidak terorganisir, tapi justru akibat kebutuhan manusia sehari-hari yang rasanya tidak mungkin untuk ditinggalkan. "Seperti polusi asap kendaraan, pemakaian bahan bakar untuk listrik, pemakaian kayu untuk kertas, dan sebagainya," kata Jango.

Dari pameran ini, tegas Janggo, diharapkan dengan media pesan berupa gambar, bahasa yang diyakini lebih mudah dipahami oleh semua umat manusia sedikitnya memberikan gambaran apa yang saat ini terjadi. "Paling tidak, ada keinginan dari kita semua untuk sedikitnya sadar akan apa yang kita perbuat selalu meninggalkan akibat," katanya.

Banyak Negara

Pameran puluhan kartunis dari puluhan negara ini merupakan suatu prestasi tersendiri. Sebab, pameran kartun (di Indonesia) ini paling banyak melibatkan negara setelah pameran yang tercatat di Museum Rekor Indonesia -- "Canda Laga Manca Negara 1987" di Semarang yang melibatkan 37 negara.

Negara-negara yang terlibat dalam pameran kartun "Going Green" di Sanur adalah Argentina, Armenia, Australia, Azerbaijan, Belgia, Brazil Bulgaria, Burma, China, Colombia, Costa Rica, Czech, Mesir, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Belanda, Iran, Irlandia, Lebanon, Macedonia, Malaysia, Mongolia, Maroko, Peru, Polandia, Portugal, Romania, Rusia, Serbia,

Slovakia, Korea Selatan, Spanyol, Sudan, Syria, Thailand, Turki, Ukraina, Amerika Serikat, Uzbekistan, Venezuela dan Indonesia.

Beberapa hal yang perlu dicatat dari penyelenggaraan pameran ini adalah turut sertanya beberapa kartunis yang memiliki prestasi dunia. Sebutlah seperti Glen Lelievre dari Australia yang lebih dikenal sebagai pembuat cover majalah New Yorker dan MAD di Amerika. Lalu, ada Jitet Koestana, kartunis Indonesia yang memiliki prestasi terbanyak dalam kejuaraan kartun tingkat internasional. Juga keikut-sertaan empat kartunis wanita, termasuk di antaranya kartunis muda Indonesia Titik Dwi Hermawati.

Tanah Retak

Dari keseluruhan karya kartun yang dipamerkan, fenomena tanah retak tampaknya menjadi "pemandangan" favorit yang diangkat para kartunis. Sebutlah setelah karya Ubiratan Nazareno dari Brazil tadi, ada karya Yang Xiang Yu (China) yang menampilkan botol berprangko di atas tanah retak. Sebuah karya yang cukup simbolistik. Pun pada karya Nizar Outhman (Lebanon), ada onta dan orang memancing di hamparan tanah retak.

Di samping tanah retak, penggambaran umum perihal kerusakan alam penampilan hamparan tanah dengan sejumlah pohon yang ditebang. Sejumlah kartunis -- secara "seragam" -menampilkan karya seperti ini. Sebutlah karya Hao Yanpeng (China) yang bertutur tentang seseorang (penebang pohon?) yang memandangi sangkar berisi foto burung. Lalu, pada karya Shahram Rezaei (Iran), sang penebang tidak saja telah menghabisi pohon-pohon, juga membabat

kaki gajah yang mirip batang pohon. Ada pula sekelompok orang mengamankan sebatang pohon ke dalam lemari besi sebagaimana dibuat Pavlik Vladimir (Slovakia).

Hampir semua karya para kartunis di pameran ini menohok dan menusuk, dengan tanpa kehilangan rasa humornya. Ternyata, dalam menyampaikan idiom-idiomnya, masing-masing kartunis -- dari negara manapun ia berasal -- tidak jauh berbeda. Semua punya keprihatinan yang sama, tapi pengungkapannya tidaklah dalam berlarut dalam suasana bersedih-sedih. Mereka tetaplah dalam koridor esensi kartun yang paling dasariah -- melucu. Yang jelas, Menurut Jango, terselenggaranya pameran ini merupakan kebanggaan bagi Pakarti yang telah membuka hubungan kerja sama yang baik dengan para kartunis dunia. "Semoga hubungan ini tetap terbina dan tidak saja hanya pada bidang kreativitas kartun, tapi merupakan hubungan baik antarnegara secara umum," katanya. Pun istimewanya kali ini, semua kartunis mengkritisi alam dan mengumandangkannya ke seluruh dunia, dari Bali. * gus martin source: BP

goesdun 12-08-2008, 02:34 PM Selasa, 12 Agustus 2008 Forecast Denpasar* 24-28 C dan BERAWAN

INFO : Amrozy Tetap Dieksekusi Sebelum Puasa

http://www.balipost.com/admin/foto_berita/BOMBALI.gif

Keragu-raguan masyarakat atas keseriusan Kejaksaan Agung melakukan eksekusi terhadap terpidana bom Bali I Amrozy cs. ditanggapi Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Abdul Hakim Ritonga. Ia memastikan pelaksanaan eksekusi terhadap Amrozy dkk. tetap akan dilakukan sebelum bulan puasa mendatang.

Ia juga mengatakan mengenai Amrozy yang melakukan uji materi Undang-undang (UU) Nomor 2/PNPS/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Eksekusi ke Mahkamah Konstitusi (MK), tidak mempengaruhi dengan pelaksanaan eksekusi mati. 'Uji materi itu tidak ada hubungan dengan eksekusi,' katanya, Senin (11/8) kemarin.

Selain memastikan pelaksanaan eksekusi itu, ia juga membantah Kejaksaan Agung (Kejakgung) mempersulit keluarga terpidana mati Bom Bali I Amrozy yang akan menjenguk. 'Tidak ada yang dipersulit,' kata Abdul Hakim Ritonga.

Sebelumnya dilaporkan, keluarga Amrozy dkk. mengeluhkan kesulitan untuk dapat menjenguk ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan. Menurut Ritonga, untuk menjenguk keluarga di LP Nusakambangan, keluarga Amrozy dapat mengurus permohonan kepada dirinya. 'Saya setuju keluarga Amrozy untuk menjenguk, tetapi tetap harus mengikuti ketentuan dari LP Nusakambangan,' katanya. (kmb4/ant) source: BP

goesdun 13-08-2008, 01:04 PM

Rabu, 13 Agustus 2008 Forecast Denpasar* 24-28 C dan BERAWAN

INFO> Hendarman: Tak Ada Masalah, Tinggal Dilaksanakan

http://www.balipost.com/admin/foto_berita/BOMBALI.gif

Meski tidak setuju dengan langkah Kejaksaan Agung untuk segera mengeksekusi para terpidana mati bom Bali I, Tim Pembela Muslim (TPM) pasrah dengan rencana ini. Padahal, tim pembela Amrozy cs. itu hingga kini mengaku belum juga menerima salinan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan peninjauan kembali (PK) tersebut.

Demikian dikatakan anggota TPM Fahmi Bahmid kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/8) kemarin. Jika diberikan pilihan, menurutnya, pihaknya akan meminta Kejaksaan Agung untuk menundanya hingga salinan putusan PK diterima. Diharapkan pula, pelaksanaan eksekusi dilakukan setelah adanya putusan uji material (judicial review) atas UU Nomor 2/PNPS/Tahun 1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati.

'Silakan saja kalau memang ingin mengeksekusi mati Amrozy, Imam Samudra dan Muklas. Kami hanya minta kejaksaan memenuhi ketentuan hukum yang berlaku. Biar masyarakat yang menilai perbedaan antara surat putusan MA dengan surat biasa yang dibuat panitera,' ujar Fahmi.

Namun, lanjutnya, TPM tetap berpendirian dasar hukum pelaksanaan eksekusi Amrozy cs. itu

melanggar hukum. 'Pasalnya, sampai sekarang berkas putusan majelis hakim tentang PK itu tidak pernah diterima TPM. Jadi, eksekusi itu hanya didasari kekuasaan, bukan hukum. Padahal, semua itu menyangkut persoalan hidup-mati seseorang,' tandasnya.

Diungkapkan, TPM tetap takkan tinggal diam. Pihaknya akan menempuh upaya hukum lain, setelah eksekusi terhadap Amrozy cs. ini dilakukan. Untuk sementara ini, tidak adanya aksi hukum dari TPM, karena merasa masih perlu menunggu kejelasan perlakuan hukum kliennya ini. 'Prinsipnya, eksekusi baru bisa dilakukan setelah ada surat putusan penolakan PK dari MA,' tandas Fahmi.

Beri Izin

Dalam kesempatan terpisah, Jaksa Agung Hendarman Supandji mengatakan segera memberi izin kepada pihak keluarga dan pengacara untuk menjenguk Amrozy cs. di LP Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Namun, semua itu harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari pihak LP setempat sebagai tuan rumah.

'Siapa bilang Kejaksaan Agung mempersulit? Nanti saya izinkan, kalau LP-nya sudah menerima. Tidak ada wewenang kejaksaan untuk mempersulit kunjungan terpidana. Nanti, pasti saya kasih izin,' kata Hendarman.

Terkait dengan persiapan pelaksanaan ekskusi Amrozy cs., diungkapkan Jaksa Agung, segala prosedur pra-eksekusi hampir rampung. Pelaksanaannya tetap harus menunggu setelah semua formalitasnya terpenuhi. 'Tidak ada masalah. Tinggal pelaksanaan eksekusi,' ujarnya. (kmb3) source: BP

goesdun 15-08-2008, 05:47 PM Ciptakan Program 'Peradnya Virus Cleaner'

Satu lagi siswa SMAN 4 Denpasar unjuk prestasi di tingkat Nasional dan akan berlaga di kawasan Asia Pasifik. Namanya IB Putu Peradnya Dinata, siswa kelas III. Setelah sukses menggondol penghargaan Indonesian ICT Award (INAICTA) 2008, siswa berumur 16 tahun ini akan mengikuti kompetisi di kawasan Asia Pasifik untuk memperebutkan Asia Pacific ICT Award (APICTA) 2008.

Dihubungi Bali Post Kamis (14/8) kemarin, Peradnya mengatakan dalam ajang INAICTA, pihaknya mengirimkan dua program komputer yaitu 'Peradnya Virus Cleaner' dan 'Peradnya Steganography'. Setelah melalui tahapan seleksi dan presentasi 26 Juli 2008, kedua program itu masuk nominasi. Kompetisi itu diikuti sejumlah peserta dari seluruh Indonesia. Dari sekian produk yang ditampilkan para peserta, panitia menyaring menjadi lima besar. Lima besar itu tampil di Jakarta Convention Center, 7-8 Agustus 2008.

'Bersyukur, kedua program saya itu masuk lima besar, sedangkan tiga peserta lainnya menampilkan robot. Dari lima program itu dipilih menjadi satu, dan saya ditetapkan sebagai juara, sehingga memperoleh Indonesian ICT Award 2008,' ujarnya. Sukses di tingkat nasional, selanjutnya ia akan tampil dalam Asia Pacific ICT, November mendatang.

Lanjut Peradnya, 'Peradnya Virus Cleaner' itu memiliki keunggulan. Produk itu mampu mendeteksi virus lokal maupun internasional. 'Peradnya Virus Cleaner ini memiliki fitur-fitur, seperti antivirus pada umumnya,' ujarnya.

Menariknya, ia belajar membuat antivirus komputer melalui cara otodidak, di samping sharing ilmu dengan para programer. 'Saya belajar secara otodidak dan sharing ilmu antarprogramer lewat internet. Jadi, saya mencari materi di internet,' ujarnya kalem. Sebagai produk yang diciptakan sendiri, Peradnya ingin mematenkan 'Peradnya Virus Cleaner' tersebut.

Kepala SMAN 4 Denpasar Wayan Rika mengatakan apa yang telah ditunjukkan Peradnya maupun siswa yang berprestasi lainnya, tentu diharapkan dapat memacu siswa yang lain mengangkat potensi dirinya. Kunci dari semua itu adalah keuletan belajar, disiplin dan rajin mengakses berbagai informasi lewat berbagai media. IB Peradnya, misalnya, karena rajin belajar soal komputer dan sharing dengan para programer lewat internet, ia mampu menciptakan program antivirus yang kemudian mendapat award. Ini prestasi yang baik. 'Mudah-mudahan ini berimbas kepada teman-temannya atau adik kelasnya,' ujar Rika. (08/*) source: BP

goesdun 15-08-2008, 05:49 PM PRESTASI gemilang di ajang bergengsi Olimpiade Sain Nasional (OSN) 2008 di Kota Makasar, diraih Made Tantrawan. Siswa kelas III IPA 3 SMAN 3 Denpasar berhasil menyabet medali emas Matematika. Keberhasilan itu tak hanya mengharumkan nama Kota Denpasar, namun juga nama Bali di tingkat nasional. Atas prestasinya itu, Tantrawan berhak memperkuat Indonesia pada Olimpiade Sain Intenasional bersama para peraih medali emas OSN lainnya.

Motivasi diberikan langsung Kepala SMAN 3 Denpasar Drs. Ketut Suyastra, M.Pd. yang langsung datang ke arena kompetisi bergengsi itu. Suyastra yang lebih awal kembali ke Bali mengaku bangga, salut dan terharu atas prestasi yang diraih pelajar Bali. Dia berharap, prestasi emas yang diraih Tantrawan mampu memotivasi siswa lainnya untuk berprestasi. Tak hanya di bidang akademis, namun juga di bidang lain.

"Saya optimis jika belajar sungguh-sungguh, tak tertutup kemungkinan akan lahir TantrawanTantrawan lain I SMAN 3 Denpasar," katanya tersenyum.

Prestasi nasional yang diraih salah satu siswa terbaik SMAN 3 Denpasar, kata dia, sebagai hasil proses panjang. Kerja keras pembina dan kesungguhan siswa belajar. Medali emas yang diraih Tantrawan, diyakini menjadi motivasi baru di SMAN 3 Denpasar, bersama-sama memberikan yang terbaik pada anak didik. Tujuan lebih jauh meningkatkan mutu pendidikan.

"Tiap prestasi yang diraih siswa, akan menjadi motivasi tersendiri semua elemen sekolah,"

ujarnya.

Sebelum berjaya di ajang bergengsi OSN di Kota Makasar, kata Suyastra, sederet prestasi telah diraih Tantrawan. Prestasi cemerlang yang diraih remaja kelahiran Lampung 2 April 1992 ini juga tak terlepas dari gemblengan ayahnya I Wayan Berata yang tercatat sebagai salah seorang guru Matematika beserta guru-guru pembina lainnya. "Saya berharap Tantrawan memiliki masa depan yang lebih baik. Siapa tahu prestasinya itu, membuka peluang mendapat beasiswa untuk bisa melanjutkan kuliah ke universitas favorit di dalam negeri maupun luar negeri," katanya penuh harap.

Sebagai peraih emas OSN, kata Suyastra, Tantrawan wajib mengikuti serangkaian tahapan pembinaan dari instruktur nasional sebelum diterjunkan ke Olimpiade Sain Internasional. "Kami berharap, prestasi Tantrawan tidak hanya berhenti di tingkat nasional tapi juga mampu mempersembahkan medali untuk Indonesia di kompetisi tingkat dunia," katanya.(ian/*) source: BP

goesdun 15-08-2008, 05:51 PM http://www.balipost.com/admin/foto_berita/1-BOM.gif Pelaksanaan eksekusi mati terhadap Amrozy cs. terancam tertunda. Pasalnya, panel hakim Mahkamah Konstitusi (MK) meminta tim penasihat hukum para terpidana mati bom Bali I itu untuk mengajukan tuntutan provisi bagi penundaan eksekusi Amrozy, Imam Samudra dan Muklas. Demikian terungkap dalam sidang perdana permohonan uji material (judicial review)

atas UU Nomor 2/PNPS/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hukuman Mati yang berlangsung di gedung MK, Jakarta, Kamis (14/8) kemarin.

Sebelumnya Jaksa Agung menyatakan eksekusi Amrozy cs. dilakukan sebelum bulan puasa. Dengan saran MK tersebut ada kemungkinan eksekusi Amrozy akan molor.

Panel hakim konstitusi yang diketuai Maruarar Siahaan hanya melakukan pemeriksaan pendahuluan atas berkas permohonan mereka. Dalam sidang ini terungkap adanya kekurangan yang harus dilengkapi pihak Amrozy cs.

Hal ini diketahui setelah permohonan uji material itu disampaikan Koordinator Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendradatta. Disebutkan, tata cara hukuman mati di Indonesia merupakan penyiksaan, karena ada kemungkinan terpidana dua kali ditembak. Pasalnya, jika tidak meninggal akan ditembak sekali lagi di bagian kepala. Padahal, pasal 281 ayat (1) UUD 1945 menyatakan hak untuk tidak disiksa adalah hak asasi manusia.

TPM meminta hukuman mati bagi kliennya diharapkan tidak dengan cara ditembak, tetapi diminta dilaksanakan tanpa harus menunggu lama saat nyawa meregang dari badan. 'Kami takkan menghindari eksekusi mati, namun hanya minta cara lain yang lebih baik. Tidak sampai menyiksa, karena harus menunggu beberapa lama saat nyawa lepas dari badan,' tutur Mahendradatta.

Mendengar permohonan itu, majelis hakim Maruarar Siahaan balik bertanya kepada

Mehendradatta. Apakah dalam literatur atau ahli ada metode lain yang lebih tidak menyiksa. 'Silakan pemohon menghadirkan para ahli dalam persidangan berikutnya,' kata Maruarar.

Ditanya seperti itu, Mahendradatta tak bisa komentar. Tetapi, ia langsung menyatakan minta kesempatan mengumpulkan data untuk sidang berikutnya. Sikap pengacara Amrozy cs. ini membuat hakim Maruarar kesal. Akhirnya disarankan sebelum mengajukan permohonan ini, seharusnya para pembela terpidana bom Bali I itu mencantumkan tuntutan provisi penundaan hukuman mati kepada Kejaksaan Agung.

'Tetapi, dikabulkan atau tidak tuntutan provisi itu, kami (tiga hakim konstitusi yang memeriksa permohonan TPM - red) tidak memiliki wewenang. Wewenang penuh ada di tangan sembilan hakim MK. Tetapi MK terbuka untuk tambahan alat bukti dari saksi dan pemohon serta alat bukti untuk menguatkan permohonan. Pembuktian itu sudah dilengkapi dengan berkas paling lama dua minggu,' imbuh Maruarar.

Usai persidangan, anggota TPM lainnya, Wirawan Adnan, menyatakan segera mengajukan tuntutan provisi. Demi kepentingan umum, untuk hukuman mati itu harus dilakukan dengan hatihati. Prinsip kehati-hatian setelah selesainya proses upaya hukum. 'Kalau (Amrozy cs) dieksekusi, kami tidak bisa lagi bersidang. Kami tidak tahu apakah diperkenankan MK soal tuntutan provisi? Kami hanya minta sebaiknya Jaksa Agung menunggu hasil putusan MK,' kata Wirawan. (kmb3) source: BP

goesdun 16-08-2008, 07:17 PM WAJAH Bali yang makin bopeng dan terus mengecil berpotensi menjadi bencana bagi generasi Bali mendatang. Lemahnya komitmen menjaga tanah Bali akan membuat generasi Bali mendatang berhadapan dengan potensi konflik terbuka dalam hal perebutan ruang untuk hidup. Krisis komitmen antara pejabat publik lintas kabupaten/kota membuat upaya-upaya penyelamatan tanah Bali didominasi oleh arogansi kekuasaan otonomi.

Potret makin rapuhnya tanah Bali ini terbaca jelas dari pergerakan laju abrasi sepanjang tahun. Data dari Balai Wilayah Sungai Bali-Penida menunjukkan saat ini ada 90,070 km garis pantai dari 436,80 km garis pantai dalam kondisi rusak parah. Langkah penanggulangan yang bisa dilakukan baru menyasar 45,750 km. Ini artinya tingkat kerusakan pesisir di Bali masih relatif parah.

Pananggulangan abrasi ini telah menelan triliunan rupiah dana pemerintah, namun tingkat kerusakan yang tersisa ternyata masih tinggi dan terus berkembang akibat fenomena alam. Sebaran abrasi ini terdapat di 41 titik. Meskipun abrasi terparah ada di wilayah Bali Utara, namun daratan Bali Selatan termasuk paling rapuh. Dari 41 titik abrasi, konsentrasinya dominan berada di bentangan garis pantai antara Gianyar hingga Nusa Dua, dengan total 21 titik. Sedangkan di Bali Utara 11 titik dan Bali Timur termasuk Nusa Penida abrasi berada di 9 titik.

Survei pihak Balai Wilayah Sungai Bali-Penida juga menunjukkan bahwa abrasi yang makin parah telah membuat daratan Bali kian mengecil. Efek global reklamasi pantai di sejumlah

negara, menurut Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida Ir. I Nyoman Ray Yusha, M.M. ternyata merugikan Bali. Sebagai pulau kecil daratan Bali banyak digerus permukaan air laut. 'Evaluasi secara nasional tentang kondisi pantai baru saja dilakukan di Banjarmasin. Abrasi nyata-nyata menjadi ancaman serius bagi pulau-pulau kecil, termasuk Bali,' tegasnya. Untuk itu, krisis komitmen menjaga Bali harus direposisikan menjadi kepekaan menjaga Bali.

Kajian terhadap identifikasi dan mitigasi bencana alam di Bali yang dipaparkan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Unud juga menunjukkan daratan Bali tergolong rapuh. Menurut R. Suyarto dari PPLH Unud, secara geologi Bali memiliki potensi bencana longsoran amat terbuka. Potensi ini terkonsentrasi di kawasan Bali Tengah -- Bedugul, Kintamani, sekitar Gunung Agung dan Seraya. Jika aksi perambahan kawasan resapan tak dihentikan, bencana tanah longsor dan banjir akan menjadi ancaman serius bagi Bali.

Selain itu, secara hidrooceanografi kondisi pantai Bali di bagian timur laut amat curam. Tingkat kedalamannya mencapai 1.200 m dari jarak 10 km dari pantai. Kedalaman ini akan mengkondisikan kecepatan rambatan gelombang hingga potensi tsunami. Sedangkan di Bali Utara sebagian besar sepanjang pantai merupakan perairan yang curam yang ditandai dengan kontur yang sangat rapat. Di Bali Selatan, terutama pantai Sanur, Serangan dan Nusa Dua, merupakan daratan pasir dan karang. Karena berhadapan dengan gelombang Samudera Hindia yang ganas, bibir pantai di kawasan ini relatif rapuh.

Melihat kondisi daratan Bali yang sedemikian rawan dan rapuh, R. Suyarto pada seminar Geokampus Unud juga berharap segera dibangun kepekaan untuk menjaga Bali. Harus ada

pengamanan terhadap zona-zona kawasan sehingga ada kejelasan pola penjagaan tanah Bali. Untuk itu komitmen untuk menjaga Bali secara serius harus digaungkan lagi. (dir) source: BP

goesdun 21-08-2008, 01:18 PM Dalam rangka peningkatan mutu siaran radio dan kerja sama informasi dan entertainment antarradio sewilayah Asia Pasifik, mulai tahun ini Asia Pacific Broadcasting Union (ABU) menyelenggarakan lomba siaran radio meliputi empat kategori yakni youth and children, sandiwara, entertainment, dan laporan investigasi. Hal tersebut dijelaskan Made Taro, pimpinan Sanggar Kukuruyuk, yang terlibat dalam acara ini.

"Guna meramaikan lomba tersebut, maka pemerintah Indonesia telah menunjuk sepuluh stasiun RRI termasuk RRI Denpasar mengikuti lomba tingkat nasional. Kegiatan lomba telah dimulai Juli lalu dengan melakukan rekaman di masing-masing stasiun dan dilanjutkan dengan penilaian tim juri di Jakarta," jelasnya Senin (18/8) keamrin).

Dijelaskan Made Taro, RRI Denpasar yang mengikuti tiga kategori, kecuali laporan Investigasi, sangat beruntung menggaet dua juara yakni sandiwara dan youth and children. Kategori youth and children diramaikan oleh 45 orang anak umur 8-12 tahun yang tergabung dalam Sanggar Kukuruyuk asuhan Made Taro.

Menurut Made Taro, kegiatan yang ditampilkan adalah bercerita (masatua) sambil bermain

(maplalianan). Tradisi yang terlupakan tetapi pernah hidup di masyarakat Bali tempo dulu itu, diwarnai suasana riang gembira namun sarat akan pendidikan dan pembelajaran. Kegiatan dari anak-anak untuk anak-anak itu diisi dengan menampilkan tiga buah dongeng yakni "Kodok Berebut Warisan", "Burung-burung Kecil", dan "Serigala Pendendam", yang dirangkai dengan permainan "Godog-godogan", "Kedis-kedisan" dan "Sepit-sepitan".

Dijelaskan pula, untuk kategori sandiwara diwakili oleh kru RRI Denpasar yang tergabung dalam Teater Angkasa. Sandiwara yang disutradarai oleh Kompiang Rupa itu diangkat dari naskah berjudul "Tabuh Rah" karya Drs. Yogi Astra.

Tabuh Rah yang mula-mula bermakna upacara persembahan itu disalahgunakan menjadi sabungan ayam yang dipertaruhkan. Akibatnya timbul berbagai problem sosial yang melibatkan bukan saja para penjudi (bebotoh) yang kesetanan, tetapi juga anggota keluarga lainnya.

Dua kategori yang dimenangkan oleh RRI Denpasar itu menurut rencana akan dilombakan ke tingkat Asia Pasifik yang diikuti oleh 15 negara. Penilaian akan dilakukan di Nusa Dua, Bali pada November mendatang. (tin) source: BP

goesdun 23-08-2008, 08:23 AM http://www.balipost.com/admin/foto_berita/BOMBALI.gif Meski telah memasang target eksekusi Amrozy cs. sebelum bulan puasa, hingga kini Kejaksaan

Agung belum bisa memastikan jadwal pelaksanaan hukuman mati itu. Namun, Kejaksaan Agung berani menjamin eksekusi para terpidana mati bom Bali I itu tetap akan dilakukan. Pernyataan ini disampaikan Jampidum Abdul Hakim Ritonga di Jakarta, Jumat (22/8) kemarin, ketika ditanya wartawan kemungkinan rencana itu molor dari waktu yang ditentukan.

Menurutnya, salinan putusan Amrozy cs. telah diterima Jaksa Agung dan sekarang tinggal menunggu respons dari Kejati Bali. Dirinya berani memastikan dokumen itu sudah ada di meja Jaksa Agung, karena ia sendiri yang menyampaikannya secara langsung. 'Yakinlah bahwa putusan itu pasti akan dieksekusi dengan menyatakan bukti-bukti penyampaian dan pelaksanaan eksekusi,' kata Ritonga.

Terkait dengan rencana pelaksanaan eksekusi itu, kabarnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil mendadak Jaksa Agung Hendarman Supandji ke Istana Negara, Jumat kemarin pukul 17.00 WIB. Pertemuan tersebut bersifat internal dan tertutup serta hanya dihadiri beberapa menteri yang terkait dengan bidang polhukam.

Usai pertemuan tersebut, beberapa wartawan meminta konfirmasinya mengenai isi pertemuan itu. Hendarman pun terlihat cukup kaget. 'Lho tahu dari siapa, saya dipanggil Pak Presiden. Saya belum bisa bilang,' katanya terus mengelak dari cecaran pertanyaan itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, pertemuan tersebut memang terkait eksekusi terhadap Amrozy, Mukhlas dan Imam Samudra. Sebelumnya, Jaksa Agung Hendarman Supandji sempat mengeluarkan statemen untuk mengeksekusi mereka sebelum bulan puasa ini. Namun,

hingga kini kejaksaan masih menunggu salinan berkas acara penerimaan dokumen putusan MA yang berisi penolakan PK para terpidana dari PN Denpasar. (kmb3/kmb4) source: BP

goesdun 24-08-2008, 07:10 PM PERKEMBANGAN kebaya saat ini sangatlah bervariasi, mulai dari model kebaya Kartini yang dimodifikasikan, hingga kebaya modern yang anggun dipadukan dengan kain ataupun celana panjang. Dengan pemakaian bahan dan warna yang beragam, kebaya adalah pilihan busana yang cocok digunakan untuk acara siang ataupun malam hari. Menyambut suasana Galungan dan Kuningan rubrik trend mengintip koleksi busana modern dari desainer Bali Tjok Abi.

Para remaja putri saat ini biasa menggunakan kebaya sebagai pilihan. Bagaimanapun fashion trend kerap berubah dari waktu ke waktu, kebaya tetap memiliki tempat tersendiri dalam dunia fashion tanah air. Mulai dari acara Kartini-an, kenegaraan hingga pesta perkawinan. Begitu juga saat hari raya. Hal itulah yang sering diungkapkan Tjok Abi, desainer Bali yang sempat mencicipi sekolah mode di Inggris.

Minggu ini Tjok Abi menampilkan rancangan kebaya modern dengan tetap memakai pakempakem kebaya tradisional. Bergaya Bali dengan sentuhan modern khas Tjok Abi, selalu dilumuri ritus ritual dan relegi. Rancangannya kali ini jadi terlihat lain.

Kebaya lengan panjang akan memberi kesan dewasa dan 'serius' pada si pemakai. Kebaya yang

konsepnya diangkat dari baju kurung dapat dijadikan inspirasi bila dalam memilih gaya ini. Beri sentuhan baru agar tampilannya lebih modern, misalnya penempatan aksen yang lebih meriah dan glamor. Seperti aplikasi payet, manik-manik atau kristal. Pilih bahan yang tidak berkesan kuno. Untuk memperlihatkan kesan glamor dan simpel bisa bereksperimen dengan taffeta, shantung atau organdy sutra untuk kainnya, padukan dengan kebaya dari bahan lace atau satin.

Model kebaya dibuat sedikit 'berani' tetapi tetap mengusung keanggunan. Seperti potongan dada rendah atau model off shoulder atau gaya kemben perempuan-perempuan kampung yang menonjolkan keindahan leher dan bahu. Agar tampil lebih gaya, bisa dililitkan selendang. Atau seperti rancangan minggu ini, menggunakan celana panjang senada dengan warna kebaya.

Memilih warna-warna yang 'tidak biasa' seperti perpaduan kebaya hitam dengan kain ungu atau yang konvesional, memadukan kebaya dengan songket juga jadi pilihan menarik untuk membuat sebuah kebaya bisa tampil beda. Kadang anggun dan begitu feminin, kadang terlihat sangat casual.

Menyinggung soal aksesori, Tjok Abi justru memilih aksesori yang kesannya tidak berlebihan. ''Yang penting tergantung mau ke mana? Saya pikir giwang Bali juga menarik dan cantik untuk resmi bisa, santai juga bisa,'' paparnya suatu hari di butiknya, De Galuh.

Bila ingin tampil simpel, jadikan kebaya lengan pendek sebagai pilihan. Kebaya lengan 3/4 berkancing tunggal tampak modern dan simpel. Kebaya lengan pendek dengan potongan kerah

cheong sam dari dataran Cina bisa juga terlihat menyatu pada setelan kebaya. (osi) source: BP

goesdun 24-08-2008, 07:12 PM Tim tuan rumah Indonesia memastikan juara umum dalam kejuaraan panjat tebing Asia remaja (Asian Youth Climbing Cup) 2008, di halaman Stadion Ngurah Rai, yang berakhir Minggu (24/8) ini. Meskipun masih mempertandingkan 15 nomor lagi, namun hingga Sabtu (23/8) kemarin, kontingen Indonesia menyabet 15 emas, 16 perak, dan 17 perunggu dari 21 nomor.

Perolehan medali Indonesia susah terkejar kontingen negara lain. Justru, Indonesia berpeluang menambah perbendaharaan medali.

Hebatnya lagi, atlet Bali Aldi Rivaldi Ode Ridjaya (Pengcab FPTI Jembrana) menyabet emas untuk kategori spider kid B lead dan speed. Sementara atlet Cina putri Chen Yu merebut dua emas di kategori spider kid C boulder dan lead. Atlet Thailand Pratthana Raksachat juga menyumbang emas di spider kid A boulder.

Pelatih panjat tebing Jembrana Umbu Robaka menyatakan, sebenarnya potensi bibit olah raga panjat tebing di daerahnya sangat potensial. Akan tetapi, tidak ditunjang sarana dan fasilitas memadai. Dicontohkan, papan latihan di Lapangan Umum Negara untuk lead dan speed sudah karatan dan rusak. Akibatnya, para orangtua merasa khawatir tentang keselamatan anaknya. 'Papan latihan untuk lead dan speed sejak Porda Bali di Jembrana 2005 silam, belum diperbaiki.

Kami tak punya papan untuk boulder,' keluh Umbu. Padahal, pihaknya berkali-kali mengusulkan supaya diperbaiki, namun permohonannya belum pernah dikabulkan.

'Saya ingin supaya fasilitas latihan panjat tebing direnovasi, mengingat para atletnya sudah mampu berbicara di tingkat Asia. Sedangkan cabang olah raga (cabor) lain rusak sedikit, spontan direhab,' ungkapnya.

Mantan aktivis mahasiswa pecinta alam (Mapala) Undiknas Denpasar bangga, Jembrana hanya menurunkan 12 atlet, mampu menyumbang emas. 'Saya hanya ingin membagi ilmu kepada mereka yang berminat menekuni panjat tebing, walaupun saya melatih sejak Porda 2005, dan belum pernah mendapat bayaran,' ucapnya. (022) source: BP

v0LtaGe 25-08-2008, 06:03 AM Wah om Goesdun memang cinta tanah air

/gg/gg

Salut wat om Goesdun!

goesdun 25-08-2008, 03:10 PM

Wah om Goesdun memang cinta tanah air

/gg/gg

Salut wat om Goesdun!

Thanks, ..sementara lagi sepi... saya isi sekedar khabar dari regional bali, semoga bermanfaat.

goesdun 26-08-2008, 11:42 AM WORLD Federation of Tourist Guide Associations (WFTGA) beranggotakan 100 ribu pramuwisata dari 60 negara telah memilih Bali sebagai tempat pelaksanaan Konvensi Internasional dua tahunan asosiasi Pramuwisata Dunia, 8 - 16 Januari 2009 di Discovery Kartika Plaza. Sebagai bukti bahwa Bali layak jadi tuan rumah, bulan lalu President WFTGA Mrs. Rosalind Newlands, Mr. Aladdin Khalifa dan Mr. Johnny Lee beraudiensi langsung dengan Gubernur Bali di Renon.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali Dewa Made Beratha mendukung Konvensi Internasional Pramuwisata. ''Bahkan, Gubernur secara langsung menawarkan jamuan makan malam di Jaya Sabha untuk Opening Dinner tanggal 12 Januari 2009 kepada 350 peserta luar negeri. Sekaligus acara ini sebagai ajang promosi pariwisata Bali,'' kata Nyoman Kandia, Ketua Organizing Committee Konvensi WFTGA.

Kandia yang lahir di Desa Mas, Ubud dan telah menjadi pramuwisata sejak 1989 menargetkan peserta Konvensi WFTGA 800 orang dari sekolah pariwisata, kepala Dinas Pariwisata provinsi dan kepala Dinas Pariwisata kabupaten/kota se-Indonesia, anggota HPI di 33 provinsi, dan pengelola kawasan ekowisata serta peserta luar negeri. Dikatakannya, tema yang diangkat adalah ''Ecotourism & Tourist Guides' Roles''. Selama workshop akan dihadirkan 25 pembicara ekowisata dari dalam dan luar negeri, termasuk mantan Menbudpar I Gede Ardika.

Dikatakan, manfaat konvensi bagi pramuwisata Indonesia yaitu saling tukar pengalaman dalam menjelaskan objek ekowisata serta membuat jejaring di antara pramuwisata sejagat. Persiapan konvensi sudah hampir rampung dikelola oleh Melali MICE, event organizer yang profesional. Menurut rencana Konvensi WFTGA akan dibuka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Di akhir masa jabatan Bapak Dewa Beratha sepuluh tahun ngayah jadi Gubernur Bali, HPI menyampaikan rasa salut dan bangga atas komitmen beliau dalam meningkatkan SDM pramuwisata Bali, dan melindungi pramuwisata lokal dari serbuan turis asing nyambi jadi tour guide di Pulau Dewata.

''Semoga Bapak Mangku Pastika, gubernur pilihan rakyat Bali yang akan dilantik, memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan pramuwisata Bali agar tidak menjadi penonton di kandang sendiri,'' tandas Nyoman Kandia yang kini menjabat Ketua Umum DPP HPI dan

Presiden Pramuwisata ASEAN. (r/*) source: BP

goesdun 28-08-2008, 11:36 AM TPM (Tim Pembela Muslim) akhirnya memperbaiki gugatan uji material atas UU No. 2/PNPS/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hukuman Mati. Dalam persidangan kedua di gedung MK itu, pengacara Amrozy cs. ini mengajukan permohonan yang telah diperbaiki. Pemeriksaan berkas ini dilakukan panel hakim konstitusi yang diketuai Maruarar Siahaan dengan dua hakim anggota yakni HM Arsyad Sanusi dan M Alim.

Dalam kesempatan itu, anggota TPM Wirawan Adnan berpendapat pelaksanaan eksekusi dengan cara ditembak merupakan pelanggaran hak konstitusional dan bentuk penyiksaan. Menanggapi hal itu, hakim Maruarar Siahaan melayangkan pertanyaan cara eksekusi yang baik dan tidak menyiksa.

Wirawan langsung menanggapinya, cara eksekusi yang baik dengan memberi obat tidur atau bius. Setelah itu barulah terpidana disuntik mati. Dengan cara ini, terpidana tidak merasakan sakit secara fisik. Hakim Maruarar sempat tersenyum. Pasalnya, ia heran dengan pendapat yang tak konsisten itu. 'Sebelumnya minta dipancung. Sekarang kok minta disuntik mati?' seloroh Maruarar sambil tertawa kecil. (kmb3) source: BP

goesdun 01-09-2008, 04:32 PM Gubernur Bali Made Mangku Pastika mendukung penuh pelaksanaan Asian Beach Games (ABG) I/2008 di Bali, 18-26 Oktober mendatang. Apalagi ajang olah raga pantai pertama di Indonesia itu melibatkan 45 negara di Asia.

'ABG harus didukung segenap komponen dan masyarakat Bali. Event ini memberi implikasi positif di bidang olah raga dan pariwisata Bali. Dengan digelarnya ABG, Bali akan semakin dikenal di Asia dan dunia,' ujar Mangku Pastika ketika menerima audensi panitia pelaksana ABG (Bali Asian Beach Games Organizing Committe/BABGOC) di Sekar Tunjung Centre, Denpasar, Minggu (31/8) kemarin.

BABGOC dipimpin Direktur Jenderal Rita Subowo. Ikut mendampingi Rahmat Gobel, I Gusti Bagus Alit Putra, Ida Bagus Antara, Sumohadi Marsis, Atal S. Depari, Maryoto Subekti dan Kadis Pendidikan Bali TIA Kusuma Wardani.

Rita Sobowo menyatakan sangat terkesan dengan dukungan Gubernur Bali yang akan lebih menyebar gaung ABG ke kabupaten dan kota di Bali.

Pada kesempatan itu, mengungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan membuka secara resmi ABG I di Monumen Garuda Wisnu Kencana, Nusa Dua, pada 18 Oktober dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menutupnya pada 26 Oktober. "Kami telah dua kali diterima Presiden dan pertemuan terakhir dalam kesempatan rapat Kabinet,' ujar Rita.

Acara pembukaan akan dihadiri keluarga Kerajaan Inggris dan Qatar, sejumlah menteri olah raga, dan Panitia Olimpiade Beijing 2008. Ketua Umum Komite Olimpiade Internasional (IOC) Jaques Rogge juga akan datang.

Sampai saat ini sudah terdaftar 2.300 atlet dan 900 ofisial. Para atlet akan tampil pada 17 cabang olah raga pantai, yakni bola tangan, kabaddi, pencak silat, sepak takraw, sepak bola, bola voli, gulat, binaraga, perahu naga, jetski, renang marathon, paragliding, selancar, selancar angin, triathlon, woodball, dan sailing. Hanya tiga negara, yakni Butan, Tajikiztan dan Kirgiztan, yang belum memberikan konfirmasi tentang jumlah kontingennya.

Panitia Pelaksana ABG I telah merekrut 2.000 sukarelawan dan akan mencari 1.000 orang lagi untuk menyukseskan pesta olah raga yang sekaligus akan dijadikan ajang promosi pariwisata Bali itu. Untuk kenyamaan media peliput, panitia akan menyiapkan media center di Inna Grand Bali Beach di Sanur dengan kapasitas sekitar 200 wartawan. (kmb11) source: BP

goesdun 03-09-2008, 03:56 PM Selamatkan Pertanian, Perlu Komunikasi Bali-Jepang

Kemajuan teknologi dan industri di Jepang, ternyata tidak menyebabkan sektor pertaniannya terpuruk. Bahkan, sektor itu terus dikembangkan sehingga tetap terjaga harmonisasi

antarkeduanya. Sementara di Bali, kemajuan pariwisata ternyata tidak mampu mengangkat sektor pertanian. Padahal, basis pariwisata Bali adalah pertanian dan budaya. Demikian terungkap pada simakrama Konsul Jenderal Jepang di Bali Eiichi Suzuki dengan Pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB) Satria Naradha di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Selasa (2/9) kemarin.

Eiichi Suzuki menegaskan, pemerintah maupun warga Jepang sangat mengenal dan dekat dengan Bali. Oleh karenanya, ia yakin warga Jepang ke Bali akan mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Terhadap apa yang disampaikan Eiichi Suzuki, Pimpinan KMB Satria Naradha berharap Jepang lebih sering memberikan masukan melalui dialog-dialog, baik dengan pemerintah maupun masyarakat Bali. Dari dialog tersebut, tidak saja akan lebih mempererat hubungan kedua negara, juga akan terjadi sinergi dalam pengembangan hal-hal yang menyangkut budaya, ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Dalam kunjungan tersebut, Eiichi Suzuki yang didampingi Deputy Consul General Hirashima Shusaku, M.A. mengatakan setiap tahunnya sekitar 350 ribu warga Jepang mengunjungi Bali. Mereka bukan saja berwisata, juga datang dalam konteks kebudayaan dan kesenian seperti ikut berperan dalam kegiatan Pesta Kesenian Bali maupun event lainnya.

Katanya, pemerintah maupun warga Jepang sangat mengenal dan dekat dengan Bali. Bahkan, saking besarnya perhatian pemerintah maupun warga Jepang terhadap Bali, pada acara

penutupan Tahun Persahabatan Indonesia-Jepang, 6 Desember nanti akan dilaksanakan di Bali.

Untuk itu, ia berharap keamanan Bali bisa stabil dan terus dijaga dengan baik. Ia juga minta pada acara Desember nanti, KMB (Kelompok Media Bali Post) ikut berpartisipasi.

Pimpinan KMB Satria Naradha menyambut baik apa yang diharapkan Konsul Jenderal Jepang tersebut. Selain siap memberi dukungan pada acara penutupan Tahun Persahabatan IndonesiaJepang, ia juga menjelaskan komitmen media di bawah naungan KMB seperti TV, media cetak dan radio dalam menjaga ajeg Bali agar Bali tetap harmoni. Hal itu dinilai penting mengingat pesat dan derasnya perkembangan Bali belakangan ini. Karenanya, kehadiran warga Jepang serta hubungan pemerintah Jepang yang makin erat dengan Bali diharapkan akan ikut membantu upaya-upaya melestarikan Bali, ekonomi masyarakatnya dan budaya Bali itu sendiri.

Kepada wartawan, Eiichi Suzuki mengatakan, meski Jepang sebagai negara industri namun tidak meninggalkan sektor pertaniannya. 'Ini menyebabkan pertanian tetap berkembang dan tercipta hubungan harmonis antara industri dan pertanian,' jelasnya.

Ia juga menegaskan, ke depan agar ada peningkatan hubungan dan komunikasi yang lebih erat antara generasi muda Indonesia dengan Jepang, sehingga kedua belah pihak bisa sama-sama meningkatkan kemajuan ekonomi, pariwisata dan budaya. (031) source: BP

goesdun

06-09-2008, 09:58 AM KOMEDI tradisi Jepang yang telah ada sejak 700 tahun lalu dipertunjukkan untuk pertama kalinya di Bali. ISI Denpasar merupakan satu dari tiga tempat di Bali yang mendapatkan kesempatan langka tersebut pada Jumat (5/9) kemarin.

Sebelumnya pada 3 September 2008 telah dipentaskan di SMA Negeri 1 Ubud dan terakhir akan dipentaskan di Puri Saren Ubud pada 7 September 2008 nanti. Acara ini terlaksana atas kolaborasi ISI Denpasar, Puri Saren Ubud dan Japan Traditional Culture Foundation, yang disponsori sepenuhnya oleh Dinas Kebudayaan Jepang.

'Noh' dan 'Kyogen' merupakan dua jenis teater tradisional Jepang yang dipentaskan secara berganti-ganti di atas panggung yang sama. Noh adalah drama musikal yang menyertai orkes dan kor. Kebanyakan lakon Noh merupakan olahan dari karya sastra klasik Jepang yang bercerita tentang kehidupan para bangsawan pada zaman dahulu.

Kontras dengan lakon Noh yang serba serius, Kyogen diperuntukkan bagi hal-hal yang lucu. Melalui dialog dan nyanyian, pemain Kyogen mementaskan dunia orang kebanyakan oleh orangorang terkenal. Baik pemain Noh maupun musikus di orkes semuanya profesional di bidang masing-masing.

Pada tahun 2000, Hagoromo, sebuah lakon Noh, dipentaskan oleh seorang pemain putri (perempuan diperbolehkan untuk menjadi pemain Noh, baru setelah Perang Dunia Kedua) pada sebuah pertunjukan bersama Suwentra di Denpasar. Pada tahun 2001, Umewaka Rokuro, pemain

Noh terkemuka, memperkenalkan dunia Noh, meski terbatas di STSI (sekarang ISI Denpasar). Akan tetapi, Kyogen belum pernah diperkenalkan di Bali. Acara ini jadi pementasan pertama Kyogen di Pulau Dewata ini.

Pada pementasan di ISI Denpasar dipentaskan 4 jenis kesenian. Pertama dipentaskan Sanbaso, yang merupakan Tari Doa atau dikenal dengan Okina. Kesenian yang kedua yaitu Setsubun 'tanggal 2 Februari' yang menceritakan kegiatan pada hari berakhirnya musim salju dan dimulainya musim semi. Ketiga merupakan pentas instrumentalia Shishi yang berarti Singa. Terakhir, Bo-shibari yang artinya terikat. Rombongan Jepang terdiri dari 16 orang seniman Jepang yang dipimpin Tojiro Yamamoto, seorang seniman kenamaan Jepang.

Sementara dari ISI Denpasar menampilkan Tarian Selat Segara, Jauk Manis dan Topeng Tua sebagai tari penyambutan. Sebagai akhir dari acara, diadakan workshop tetabuhan Jepang, di mana para dosen dan mahasiswa ISI Denpasar diperkenankan untuk mencoba alat musik Jepang yang dipandu oleh para seniman Jepang tersebut. (r/*) source: BP

goesdun 08-09-2008, 02:25 PM Reinkarnasi Gamelan Jawa di Suriname

Gamelan Jawa telah bereinkarnasi menjadi suatu musik baru khas negara Suriname, Amerika Selatan. Gamelan tersebut telah berkolaborasi dengan alat musik India, Amerika Latin, dan

musik asli Suriname. Hal ini terungkap dalam workshop Surinamese - Javanese Gamelan Music History di gedung Natya mandala ISI Denpasar, Kamis (4/9) lalu. Workshop ini dibawakan oleh R. Harrie Djojowikromo, seorang konsultan Human Resuorces menagement asal Belanda yang sangat concern terhadap gamelan Jawa di Suriname. R. Harrie adalah generasi ke-9 keturunan Jawa di Suriname.

Menurut paparan R. Harrie Widjojokromo sejarah perkembangan gamelan Jawa-Suriname dimulai dari tahun 1890. Ketika para imigran Jawa gelisah karena mereka tidak punya akses bahkan untuk mendengarkan musik tradisional mereka sendiri. Itu dikarenakan mereka tidak punya gamelan sendiri.

Akhirnya pada tahun 1904, para pemilik tanah mengirimkan seperangkat gamelan Gedih secara komplit dari Semarang pada mereka dengan beberapa pelatih gamelan. Gamelan tersebut adalah (kendang, saron, peking, ketuk kenong, gong kempul, dan gender), dan mencoba membuat Gendhing Jawa-Suriname mereka sendiri dengan Gendhing Jawa sebagai patokan. Gendhing Jawa-Suriname mempergunakan laras Slendro.

Dalam workshop tersebut terungkap begitu besarnya kecintaan R. Harrie terhadap gamelan Surinamese-Javanese. Pada tahun 2005, R. Harrie pernah mendapat undangan dari Dep. Music and Fine Arts Creighton University, di Omaha-Nebraska, Amerika Serikat.

Dipilihnya ISI Denpasar sebagai tempat workshop karena ia tertarik untuk mengembangkan kesenian gamelan Surinamese-javanese ini sama seperti sanggar-sanggar kesenian di Bali

mengembangkan keseniannya. ISI Denpasar sebagai institusi pendidikan seni di Bali diharapkan dapat memberi masukan di dalam pengembangan gamelan ini dan juga dapat menginformasikan kepada dunia tentang gamelan Surinamese-javanese.

Workshop ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa ISI Denpasar. Mereka antusias mengikuti workshop ini karena tema yang dibawakan merupakan sesuatu yang baru di dalam perkembangan gamelan Jawa di luar negeri. source: BP

goesdun 08-09-2008, 02:29 PM TANAH Lot memang selalu memberikan kejutan setiap tahunnya. Setelah sukses menggelar lomba lari 10 kilometer, lomba layang-layang, kecak kolosal, okokan dan tektekan kolosal, serta beberapa event besar lainnya di tahun-tahun sebelumnya, kali ini Tanah Lot kembali menggelar Tanah Lot Spectacular 2008. Event kali ini disebut spektakuler karena dalam satu hari tiga event besar akan diadakan dalam satu hari penuh yakni Tanah Lot 10 K 2008, Okokan & Tektekan Kolosal 1.500 Penari, dan Tanah Lot Kites Festival 2008 yang akan berlangsung dari tanggal 1214 September 2008.

Atraksi spektakuler ini sekaligus menjadi atraksi opening ceremony untuk lomba layang-layang Tanah Lot Kites Festival 2008. Tarian Okokan dan Tektekan Kolosal ini merupakan kesenian asli Kabupaten Tabanan yang erat kaitannya dengan Kabupaten Tabanan yang merupakan lumbung berasnya Bali.

Selain itu, pada 12 September 2008 pukul 13.00 wita sampai selesai juga akan dilaksanakan lomba layang-layang kreasi yang juga memeriahkan acara opening ceremony tersebut. Selain itu, beberapa pelayang luar negeri juga sudah memastikan diri untuk mengikuti dan memeriahkan lomba layang-layang kreasi ini. Atraksi spektakuler lainnya yang juga ikut memeriahkan event spektakuler ini adalah Kites Surfing dan Boogie Kites.

'Dipastikan selama event spektakuler tersebut berlangsung, Tanah Lot akan dipadati oleh ribuan pengunjung,' demikian dijelaskan oleh I Made Sujana, Manajer Operasional Objek Wisata Tanah Lot yang sekaligus selaku Ketua Umum Panitia Tanah Lot Spectacular 2008.

Selain itu penduduk lokal dipastikan juga akan membanjiri Tanah Lot sehingga selama tiga hari tersebut Tanah Lot akan seperti lautan manusia. Selanjutnya pada 13-14 September 2008 akan diadakan lomba layang-layang tradisional (bebean, janggan, pecukan) yang akan dimulai pukul 10.00 - 16.00 wita. Untuk lomba layang-layang tradisional ini akan dibagi menjadi lima grup terbang di mana setiap grup juga dibagi masing-masing menjadi dua session.

Untuk mengantisipasi kemacetan dan hal-hal yang tidak diinginkan, pihak panitia telah menyiapkan regu pengamanan yang akan stand by tiga hari penuh mulai dari pintu masuk objek wisata Tanah Lot sampai ke areal tempat perlombaan berlangsung. Selain itu panitia juga mengimbau kepada pengguna jalur jurusan Kediri - Tanah Lot pada 12 September 2008, bahwa jalan tersebut akan ditutup dari pukul 06.00 sampai dengan 09.00 wita.

Bagi para penonton lomba layang-layang terutama tanggal 13-14 September 2008 yang mengendarai kendaraan sepeda motor lebih baik masuk ke lokasi perlombaan melalui jalur pantai Kedungu - Belalang untuk menghindari kemacetan di jalur utama jalan menuju Tanah Lot. (r/*)

goesdun 09-09-2008, 08:16 AM COMMONWEALTH BANK TENNIS CLASSIC MENGUMUMKAN NAMA PEMAIN UNTUK 2008

Bali - Commonwealth Bank Tennis Classic akan menampilkan sejumlah nama-nama pemain tenis berbakat, disertai dengan beberapa nama baru yang akan turut bermain dalam ajang tenis bergengsi di Asia Tenggara, sebagai bagian dari rangkaian turnamen tenis Sony Ericsson WTA Tour.

Turnamen yang akan digelar di Grand Hyatt Resort, Nusa Dua, Bali antara tanggal 7 hingga 14 September, menjanjikan nama beberapa pemain yang sudah berprestasi cemerlang selama tahun 2008. Selain para pemain yang sudah memenangkan berbagai gelar selama tahun ini, ada juga pemain-pemain lain yang berhasil mencetak kemenangan yang mencengangkan dalam peringkat tertinggi, termasuk di dalamnya kemenangan yang menjadi berita utama sepanjang Grand Slam yang berlangsung di Melbourne, Paris dan London.

Siapa yang berhasil mencetak kemenangan di semi-final Grand Slam mereka yang pertama? Siapa yang berhasil lolos babak kualifikasi dalam Last Eight Club di Wimbledon dengan keberhasilannya mencapai babak perempat final pada upayanya untuk ke-12 kalinya? Siapa yang mengalahkan pemain papan atas Venus Williams di French Open? Siapa yang menjadi pemain Cina pertama yang berhasil mencapai babak semi-final dalam sebuah turnamen seri Grand Slam? Siapa yang menjadi pemain pertama yang pernah mengalahkan pemain nomor satu dunia Justine Henin di Dubai? Pemain mana yang berhasil memetik dua kali kemenangan dalam dua kejuaraan ganda Grand Slam selama tahun ini? Petenis mana yang menundukkan juara sebelumnya Maria Sharapova d Wimbledon karena dia tidah menyukai bajunya?

Commonwealth Bank Tennis Classic 2008 (http://indoforum.org/showthread.php?t=54695)

goesdun 12-09-2008, 09:40 AM http://www.balipost.com/admin/foto_berita/BOMBALI.gif Pemerintah menolak jika tata cara hukuman mati sesuai UU Nomor 2/PNPS/1964 dengan ditembak di jantung merupakan penyiksaan. Rasa sakit yang ditimbulkan merupakan konsekuensi logis dari hukuman mati tersebut. Begitu pula dengan Amrozy cs. ketika nanti harus

menjalani eksekusi.

Penegasan ini dikatakan Menkum dan HAM Andi Matalatta selaku kuasa hukum pemerintah, saat membacakan tanggapan pemohon terpidana mati Amrozy dalam sidang uji material (judicial review) di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (11/9) kemarin. 'Hukuman mati bukan penyiksaan. Sakit itu konsekuensi logis dari hukuman mati,' ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, sangat sulit membuat mati seseorang tanpa melalui proses sakit. Hanya terpidana mati yang memperkirakan cara mana yang dianggapnya lebih sakit. Semua pasti akan menyampaikan tanggapan yang berbeda. Mungkin ada memperkirakan cara dipancung lebih sakit atau mungkin juga digantung atau dengan ditembak. Tetapi, pemerintah menilai cara yang lebih cepat dan tidak menyiksa terpidana saat dieksekusi mati adalah dengan ditembak. Pasalnya, yang menjadi sasarannya yakni jantung. Organ tubuh ini merupakan sumber kehidupan manusia. Dengan ditembak jantungnya, berarti terpidana tidak harus terlalu lama merasa sakit.

Atas dasar inilah, kata Menkum dan HAM, pemerintah tidak sependapat hukuman mati dapat dilakukan dengan cara lain seperti yang diajukan terpidana mati kasus bom Bali I itu. 'Dengan penjelasan ini, kami mohon majelis hakim konstitusi memutuskan untuk menolak permohonan dari pihak pemohon ditolak atau setidak-tidaknya tidak diterima,' tandasnya.

Sebelumnya, Amrozy cs. melalui Tim Pembela Muslim (TPM) mengajukan permohonan uji material terhadap tata cara hukuman mati. (kmb3) source: BP

goesdun 17-09-2008, 12:03 PM Kebakaran hutan di gunung Agung, Selasa (16/9) kemarin di pantau dengan helikopter Polda Bali bersama staf Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Karangasem. Masih ada beberapa titik api yang membakar hutan di lereng timur gunung Agung.

Sementara, Kadishutbun Karangasem Drs. Ketut Mudita, SP. mengatakan, beberapa titik api yang masih ada direncanakan dipadamkan secara manual melibatkan regu penjaga hutan dan warga terdekat lokasi kebakaran hutan di gunung.

Sebenarnya, kata Mudita, Senin (15/9) sudah dilakukan upaya pemadaman api. Regu penjaga dan pengawas kebakaran hutan bersama warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, yakni ranting pohon yang berisi daun dengan memukul-mukul api.

Selanjutnya, kami tugaskan tim pengawas dan pemantau kebakaran hutan, guna menjaga jangan sampai ada api yang merembet dan membakar hutan lagi, ujar Mudita.

Di lain pihak, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg mengatakan belum menyampaikan rencana pemadaman api agar ke depan tak lagi ada kebakaran hutan gunung Agung. Sementara, karena berdasarkan laporan api sudah mengecil dipadamkan secara manual. Ke depan tengah diurus bantuan helikopter dari pemerintah pusat. Pemkab Karangasem diminta cuma membantu laukpauk personil dan pilot serta kopilotnya. (013)

goesdun 17-09-2008, 03:11 PM Sorak sorai gema perdamaian dan lagu-lagu nusantara terdengar sahut menyahut dari sekitar 1000 orang yang turun ke jalan dalam aksi budaya menolak RUU Pornografi, Rabu (17/9) hari ini di Renon, Denpasar, Bali.

Seribuan orang dari berbagai agama dan profesi bersatu dalam Komponen Rakyat Bali (KRB) itu longmarch dari Lapangan Timur Bajra Sandhi Renon sampai kantor DPRD Bali. Musisi Bali dari berbagai aliran seperti Superman is Dead (SID) dan Johny Agung and Double T berjalan turut bernyanyi bersama di sepanjang jalan.

RUU Pornografi adalah penjelmaan RUU APP (Anti Pornografi dan Pornoaksi) yang pada 2006 lalu memicu aksi penolakan besar-besaran masyarakat Bali sehingga akhirnya ditunda pembahasannya oleh DPR RI.

RUU ini dinyatakan dapat merusak kebhinekaan karena menerapkan standar moral dari kelompok tertentu yang menilai sebuah peristiwa atau seseorang melakukan tindakan porno.

Dalam RUU itu yang disebut pornografi sangat luas dan mempengaruhi berbagai bidang. Disebutkan pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi

dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.

Menyikapi RUU Pornografi yang akan segera disahkan maka Komponen Rakyat Bali (KRB) dengan ini menyatakan dengan tegas menolak RUU Pornografi.

Pertimbangannya adalah dalam proses pembahasan RUU Pornografi, DPR tidak transparan dan tidak partisipatif, sehingga secara hukum pembahasan RUU tersebut cacat hukum karena telah melanggar prinsip-prinsip asas ±asas Umum Tata Pemerintahan yang Baik (Good Governance).

RUU Pornografi tidak perlu, karena selama ini Indonesia telah memiliki peraturan perundangundangan yang sudah mengatur tentang kesusilaan dan pornografi, yaitu KUHP, UU Perlindungan Anak, UU Penyiaran, UU Pers, dan lain-lain.

Hak atas tubuh adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi oleh siapapun, oleh karenanya siapapun juga tak terkecuali negara harus melindungi, menghormati dan memenuhi hak asasi manusia.

RUU Pornografi sangat berbahaya, karena tidak mencerminkan kebhinekaan bangsa, mengintervensi persoalan private warga negara tentang tubuh dan moralitas, khususnya tubuh perempuan. Memasung kebebasan berekspresi sebagai hak dasar manusia, rentan terhadap disintegrasi bangsa, dan multi tafsir sehingga dapat dijadikan alat untuk mengkriminalisasikan setiap orang oleh orang atau kelompok tertentu. *Luh De Suriyani [b]

goesdun 18-09-2008, 04:01 PM Pada tahun ajaran 2008/2009 ini, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menerima 24 orang mahasiswa asing dari 17 negara, penerima beasiswa Dharmasiswa Pemerintah Republik Indonesia.

Itu terungkap dalam acara penerimaan mahasiswa asing oleh Pj. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S, M.A. di ruang sidang setempat, Rabu (17/9) kemarin. Mahasiswa asing tersebut akan belajar tentang kesenian Bali selama satu tahun. Masing-masing mereka mengikuti perkuliahan Seni Tari (6 orang), Karawitan (6), Seni Rupa/Lukis (2), Seni Rupa/Batik (2), Fotografi (1) dan lain-lain 1 orang.

Mereka berasal dari Jepang 1 orang, Italia 1 orang, Jerman 1 orang, Rusia 1 orang, Polandia 1 orang, Ceko 3 orang, Slovakia 2 orang, Serbia 1 orang, Spanyol 1 orang, Hungaria 2 orang, Inggris 1 orang, Kanada 1 orang, Amerika 3 orang, Meksiko 2 orang, Chili 1 orang, Afrika Selatan 1 orang dan Zambia 1 orang.

Alasan mereka memilih ISI Denpasar karena kesenian Bali yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia dan ISI Denpasar sebagai institusi pendidikan seni di Bali dianggap mampu untuk tempat mentransfer kesenian Bali tersebut.

Prof. Wayan Rai sangat gembira menyambut kedatangan mahasiswa asing tersebut, meskipun

terjadi penurunan jumlah dibandingkan tahun lalu. Itu membuktikan kesenian Bali masih diakui di dunia internasional dan ISI Denpasar masih dipercaya oleh kalangan internasional sebagai tempat untuk menuntut ilmu tentang kesenian Bali.

Kemarin juga dilaksanakan Sosialisasi Sertifikasi Dosen. Acara tersebut dipimpin Prof. Wayan Rai sebagai pembicara sekaligus asessor, Pembantu Rektor I Drs. I Ketut Murdana sebagai moderator, dan Prof. Dr. I Wayan Dibia, SST, M.A. sebagai asessor. Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 50 dosen dari Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar.

Dalam sosialisasi tersebut yang dipakai sebagai modal dasar dalam sertifikasi dosen ini adalah visi yang jelas untuk memajukan perkuliahan dan kemampuan dosen dalam melakukan inovasi dalam hal mengajar dan juga berkarya. Ditegaskan pula sertifikasi dosen ini bukanlah sebuah surat izin mengajar akan lebih ditekankan kepada peningkatan profesionalisme sesuai bidang kompetensi keilmuan. (r/*) source: BP

goesdun 20-09-2008, 08:26 AM Mendukung pentas budaya akbar Maha Bandana Prasada yang berlangsung tiga hari berturutturut mulai tanggal 18 - 20 September 2008, Dinas Pariwisata Kota Denpasar kembali mengoperasikan shuttle bus. Operasi angkutan wisata yakni shuttle bus ini telah diuji coba selama dua hari Agustus 2008 lalu dalam acara Sanur Village Festival dan cukup diminati

wisatawan asing dan domestik yang kebetulan berlibur dan menginap di Denpasar ataupun di Sanur.

'Untuk kali ini pada event Maha Bandana Prasada tidak ada salahnya kami mengoperasikan shuttle bus kembali untuk menunjang kepariwisataan di Kota Denpasar. Karena dengan fasilitas bus gratis wisatawan dapat menikmati atraksi budaya dan kesenian yang terpusat di Lapangan Puputan Badung,' ujar Kadiparda Denpasar Drs. Putu Budiasa, Jumat (19/9) kemarin.

Dikatakannya, jadwal shuttle bus yang diperuntukkan bagi wisatawan yang ingin melihat-lihat objek wisata di Denpasar juga akan dioperasikan pada Asian Beach Games (ABG), dan Gajah Mada Festival yang digelar bulan Desember mendatang. 'Kami akan operasikan bus ini selama event tersebut berlangsung. Misalnya, untuk ABG, shuttle bus akan beroperasi selama empat hari yakni 23-26 Oktober. Sedangkan Gajah Mada Festival selama tiga hari dari tanggal 20-22 Desember,' katanya.

Rute bus dengan berkapasitas 40 tempat duduk itu, kata Budiasa, masih dari Banjar Semawang Sanur melintasi Bali Hyatt, Hotel Griya Santrian, Restoran Pergola, Grand Bali Beach, Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Matahari Department Store, Puputan Badung, Taman Budaya dan kembali ke Sanur. Setiap tempat yang telah ditentukan, bus yang dipandu oleh seorang guide wisata ini akan berhenti selama 3 menit untuk menurunkan dan menaikkan penumpang tanpa dipungut bayaran.

Untuk menyukseskan operasional shuutle bus itu, pihaknya akan mensosialisasikan kembali

keberadaan angkutan wisata tersebut kepada pihak penggelola hotel dan objek wisata di kawasan Denpasar. Ia berharap pihak hotel juga ikut memberi tahu kepada tamunya bahwa Pemkot telah menyiapkan shuttle bus secara gratis. (kmb12/*) source: BP

goesdun 22-09-2008, 12:21 PM Sekitar 1.200 petembak dunia dari 54 negara dipastikan ambil bagian pada kejuaraan dunia tembak reaksi ke-15, di Serangan, pada 19 Oktober hingga 2 November mendatang.

Ketua Pengprov Perbakin Bali Brigjen Pol. Drs. Andi Chaerudin, di Kuta, Sabtu (20/9) kemarin menjelaskan, kehadiran tiap petembak kelas dunia dipastikan membawa dua pucuk senjata, plus 700 butir peluru. 'Jadi, setidaknya 2.400 pucuk senjata akan masuk ke Bali, berikut 840.000 butir peluru,' sebut Wakapolda Bali ini.

Sekum Perbakin Gede Kusuma Wijaya menambahkan, tim Bali menurunkan enam petembak yakni dirinya, Cahaya Wirawan Hadi, Haji Almin, dr. Hari Wirawan, Vigor Agung Waluyo, dan Berman Simorangkir. 'Kami siapkan 36 stage di lokasi kejuaraan tembak reaksi,' terang Gede Kusuma.

Sementara Ketua Panpel Djoko S. Soeroso mengemukakan, Indonesia menurunkan 100 petembak, dan andalannya Soni Prabowo. 'Soni sempat meraih perak untuk nomor revolver di bawah juara dunia asal AS, pada kejuaraan di Thailand. Padahal, poinnya terpaut cuma sedikit,'

jelas Djoko.

Bahkan, sang juara mengakui, seandainya Soni menggunakan senjata secanggih miliknya, dipastikan dirinya akan kalah. Djoko sengaja memilih Bali dibandingkan Jakarta, sebab pesertanya akan membludak. Dikemukakan, Filipina mengirimkan 150 petembak, AS menerjunkan 60 petembak termasuk tim inti beranggotakan angkatan daratnya. 'Petembak elite dunia dipastikan seluruhnya ambil bagian,' ucapnya.

Pada bagian lain, Sekjen International Practical Shooting Confederation (IPSC) Vince Pinto mengakui, kejuaraan yang digelar tiap tiga tahun tersebut merupakan kebanggaan bagi Indonesia. Pasalnya, Indonesia baru masuk IPSC 11 tahun, dan kini beranggotakan 85 negara, sedangkan AS belum pernah menjadi tuan rumah. (022)

goesdun 23-09-2008, 03:19 PM Kebakaran hutan di lereng Gunung Agung, Karangasem kian parah. Senin (22/9) kemarin, setidaknya sembilan titik api besar dan kecil terlihat di barat wilayah Tulamben, Kubu, Karangasem.

Ketua Bappeda Karangasem, IW Artha Dipa, S.H., saat ditemui usai membuka Rapat Koordinasi Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) di Amlapura mengatakan pihaknya bekerja sama dengan masyarakat dan aparat keamanan, sudah berupaya memadamkan api. Namun, kebakaran hutan tetap terjadi. Diperkirakan, ratusan hektar hutan sudah hangus terbakar.

Dikatakan, penanaman pohon kalah jauh dibandingkan luas hutan yang terbakar tiap musim kemarau. 'Kini direncanakan program reboisasi kawasan areal hutan dengan pohon yang basah seperti pule, beringin, dan sejenisnya. Jenis pohon seperti itu juga diharapkan mampu menyimpan air, sehingga bencana alam kekeringan bisa dikurangi,' katanya.

Dalam rapat koordinasi GNKPA itu juga terungkap di Bali terdapat tak kurang 162 buah sungai. Namun, sebagian besar dari sungai itu tukad bangka (dialiri air saat musim hujan karena banjir bandang). Sebaliknya, di luar musim hujan lebat sungai-sungai itu kering. Hal itu diduga akibat terbatasnya hutan di hulu sungai, perbukitan dan gunung gundul. Akibatnya, saat hujan lebat terjadi banjir bandang, semenrara saat kemarau terjadi kekeringan. (013)

goesdun 23-09-2008, 03:57 PM Kesenian langka atau seni-seni yang hampir punah di Bali perlu segera 'dibangunkan' dengan cara direkonstruksi dan direvitalisasi. Dengan demikian, generasi muda Bali dapat mewarisinya dalam rangka memperkuat jatidiri menghadapi budaya global. Kepala Dinas Kebudayaan Bali Nyoman Nikanaya mengatakan hal itu Minggu (21/9)

Kesenian itu saat ini masih ditemukan jejaknya di kabupaten/kota. 'Melalui upaya revitalisasi dan rekonstruksi, kesenian langka atau kesenian hampir punah itu diharapkan tidak kehilangan jejaknya atau punah sama sekali,' kata Nikanaya, dibenarkan Kasubdis Kesenian Disbud Bali Made Santha.

Dalam konteks itu tahun 2008 Pemprop Bali, dalam hal ini Dinas Kebudayaan Bali, melakukan langkah-langkah penyelamatan dengan melibatkan 18 sekeha dan 18 pembina seni di seluruh Bali. Dikatakannya, di masing-masing kabupaten/kota masih terdapat kesenian langka atau hampir punah. Kesenian ini akan 'dibangunkan' lagi agar lestari.

Prosesnya, para pembina akan melakukan pelatihan selama tiga bulan dan dipantau tim propinsi Bali. Hasil pembinaan itu akan dipentaskan oleh masing-masing sekeha di masing-masing kabupatan/kota. Tujuannya, agar kesenian itu lebih dikenal oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Kesenian langka yang akan direvitalisasi meliputi Gambang dan tari Sangyang di Buleleng, Baris Keloping di Bangli, Joged Dewa di Tabanan, Joged Pingitan di Gianyar, kesenian Penting di Karangasem, Baris Dengklang di Klungkung, Gong Luwang di Badung, Gambang di Denpasar, Leko dan Bumbung Gebyog di Jembrana.

'Dalam menghadapi kemajuan teknologi dan arus globalisasi, penguatan jatidiri penting dilakukan. Budaya itulah jatidiri masyarakat Bali. Dengan lestarinya budaya Bali tentu tak ada salahnya kita bercita-cita agar Bali mampu menjadi daerah adibudaya,' kata Santha menambahkan. (08)

goesdun 24-09-2008, 10:41 AM

http://www.balipost.com/admin/foto_berita/JOGED.gif Gubernur Bali Drs. Made Mangku Pastika bersama Ketua DPRD Bali I.B. Wesnawa, B.A. sepakat berjuang menolak pengesahan RUU Pornografi di DPR-RI. Hanya substansinya berubah.'Kalau Gubernur Bali Dewa Beratha menolak RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, kini RUU Pornografi,' katanya di hadapan ratusan massa komponen rakyat Bali di halaman kantor Gubernur Bali, Selasa (23/9) kemarin. Perjuangan ini dilakukan demi menjaga keutuhan bangsa, Pancasila dan UUD 45.

Sikap DPRD Bali, kata Wesnawa, tak berubah sejak 2006 tetap menolak RUU ini. Hanya dia meminta gerakan ini tetap memelihara ketenteraman dan tak menodai perjuangannya dengan tindakan anarkis. Harapan tersebut disetujui oleh komponen rakyat Bali. 'Kami akan melakukan perlawanan ini secara estetika untuk menyelamatkan NKRI dan kebhinekaan ini,' seru salah satu anggota massa yang hadir.

Untuk itu gerakan demo dengan membawa spanduk akan selalu diiringi dengan musikalisasi dan puisi, kesenian daerah seperti joged bumbung dan bleganjur. Gubernur Bali juga berharap masyarakat tak berprasangka terlalu jauh atas pengesahan RUU Pornografi. 'Terlalu dini berbicara pembangkangan sipil sementara RUU belum disahkan,' katanya. Di samping itu, secara sosiologis perlu dipertimbangkan jika UU ini dipaksakan berlaku. 'Bagaimana menegakkan aturan yang tak sesuai dengan kondisi sosiologi peraturan tersebut,' katanya. (029)

goesdun 26-09-2008, 03:31 PM

Dalam dua bulan terakhir, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali mencapai 6.000 orang per hari. Bahkan, pada beberapa hari tertentu melonjak sampai 7.000 per hari. Angka ini melampaui capaian tertinggi pada tahun 2001, sebelum bom Bali I. Realitas ini sekaligus mengisyaratkan kondisi kepariwisataan Bali secara perlahan mulai pulih.

Praktisi pariwisata Bali I Gusti Bagus Yudhara mengingatkan, agar seluruh komponen di Bali bisa menjaga momentum ini, sehingga tak terjadi sesuatu yang membuat pariwisata Bali terpuruk lagi. 'Terutama dari segi keamanan tak boleh kendor. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab biasanya lihai menanfaatkan kelengahan,' ujar Yudhara di Denpasar, Kamis (25/9) kemarin.

Konsul Meksiko ini juga berharap booming pariwisata ini juga seyogianya dimanfaatkan oleh pemda, DPRD dan komponen industri pariwisata untuk melakukan pembenahan di tingkat regulasi. Khususnya menyangkut penegakan hukum seputar ketinggian maksimal bangunan, batas kawasan suci, penataan lingkungan dan sampah serta isu strategis lainnya yang mengerucut pada kesamaan persepsi.

Calon anggota DPD yang telah lulus verifikasi KPUD ini menambahkan, saat ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengupayakan pemerataan 'kue pariwisata'. Kalau selama ini lebih banyak terfokus pada Bali Selatan, sudah saatnya mulai disebar di Bali Utara dan Bali Timur yang juga memiliki potensi pariwisata yang cukup memadai. 'Untuk mewujudkan cita-cita ini perlu diupayakan bersama,' tegasnya.

Dari sisi industri pariwisata, misalnya, travel agent di Bali bisa mengarahkan rute kapal pesiar

(cruise) untuk mengelilingi Bali. Titik-titik strategis seperti Pelabuhan Benoa, Padangbai (Karangasem) dan Celukan Bawang (Buleleng) bisa ditautkan menjadi rute resmi, sehingga penumpang cruise yang dikenal memiliki spending power yang kuat bisa menyinggahi daerahdaerah di mana pelabuhan itu berada.

Kendati tidak menginap, dengan turun ke darat selama beberapa jam, para penumpang cruise bisa membelanjakan dolarnya untuk pedagang cenderamata, kerajinan dan lainnya. Dengan demikian akan memberi dampak ekonomis bagi masyarakat yang disinggahi. 'Jadi, menikmati Bali tak lagi sebatas dari darat tetapi juga dari laut,' gagas mantan Ketua Asita Bali empat periode itu. (056)

goesdun 30-09-2008, 02:56 PM Tanpa Solusi, Tiru Gaya Pemulung

AGENDA bertemu masyarakat dengan label open huose yang digulirkan Mangku Pastika Puspayoga berpotensi menjadi acara basa-basi ketika substansi dari permasalahan Bali dalam agenda ini tak terjawab. Open house sebagai terobosan hanya akan menjadi media politik semata ketika momen ini dikelola tak lebih dari perilaku para pemulung yang suka memungut, mengumpulkan lalu memilah aspirasi publik. Akan lebih celaka lagi ketika aspirasi yang diserap dikelola dengan kepentingan politik, lalu dipasarkan dengan dalih peningkatan pendapatan rakyat Bali.

Potret open house yang dilakukan Minggu (28/9) lalu, juga patut dikritisi mengingat tak ada hal khusus yang direkomendasikan dari pertemuan ini. Meskipun hadir dengan pasukan lengkap, setelah tiga jam menyerap aspirasi, sang Gubernur dan Wakil Gubernur dan pesertanya meninggalkan lokasi tanpa ada kesepakatan tentang langkah apa yang akan dilakukan pascapertemuan ini. Open house mestinya diformat secara lebih cerdas dengan tema yang jelas, sehingga masyarakat yang datang ke lokasi jauh-jauh hari sudah menyiapkan diri, termasuk membawa tawaran solusi. Kalau hanya datang dan melihat adanya sambung rasa antara pejabat dan rakyat, tampaknya agenda ini harus dievaluasi lagi.

Sejumlah pakar ilmu pemerintahan mengatakan open house berpotensi membuat pencitraan penguasa lemah ketika aspirasi publik tak mendapat agregasi yang jelas. Dalam agenda open house berpotensi terjadi peningkatan arus aspirasi publik terhadap perbaikan kinerja dan penjagaan terhadap Bali. Kondisi ini akan menjadi bumerang bagi pemimpin, ketika agregasinya atas aspirasi publik ini lambat dan pejabat teknisnya tak siap. 'Open house hanya akan menjadi agenda penumpukan aspirasi ketika gubernurnya gagal mengambil solusi,' ujar pakar pemerintahan Dr. I Ketut Putra Erawan, M.A., Senin (29/9) kemarin.

Ia berharap terobosan open house jangan meniru gaya pemulung yang mengumpulkan semua barang bekas lalu memilahnya. Harus ada perbedaan open house gaya legislator dengan open house gaya birokrat. Dalam dunia birokrasi, kajian-kajian teknis harus dibuatkan secara cepat dan akurat, mengingat ada perangkat yang jelas sesuai aspirasi yang masuk. Sedapat mungkin ada tema bulanan yang diusung setiap open house. Ini akan membuat agenda tersebut menjadi efektif. Partisipasi publik terarah dan persiapan pejabat teknis yang akan menjadi agregator

aspirasi jelas. Di sinilah pentingnya ada mediasi, komunikasi dan publikasi yang jelas di tingkat birokrasi, jika ingin menjalin komunikasi publik.

Kegagalan Birokrasi

Menurut Erawan, kegagalan membangun komunikasi di jajaran birokrasi dan menerjemahkan kebijakan kepada publik akan berdampak buruk. Bali hendaknya memiliki pemimpin yang konsisten dan juru bicara yang cerdas dalam mengkomunikasikan masalah dan kebijakan wilayahnya agar terjadi sambung rasa yang efektif. Kesalahan membangun pencitraan akan memposisikan seorang pejabat publik sebagai figur yang plinplan, karena tak adanya konsistensi sikap terhadap satu kasus.

Di lain pihak, Ketua Kajian Ajeg Bali Prof. Sutantra mengatakan open house jangan dijadikan media tebar pesona. Kini bukan saatnya lagi pemimpin Bali menggampangkan permasalahan. 'Jangan lagi merasa diri super power karena merasa diri mampu mengatasi Bali sendirian. Semua komponen harus dilibatkan. Yang penting adalah terbangunnya konsistensi sikap, bukan ikutikutan plinplan,' sarannya.

Ia berharap kasus-kasus yang telah menyulut polemik di Bali segera diselesaikan lewat mediasi yang jelas. Menurutnya, ketegasan dalam menyikapi kasus Uluwatu, Bukit Mimba, serta keresahan perajin Bali dalam urusan hak cipta mestinya terjawab dalam waktu dekat, untuk membuktikan adanya komitmen membela krama Bali. Kasus-kasus berpolemik ini jangan

dijadikan bahan negosiasi untuk kepentingan politis.

Lip Service

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Bali Made Dauh Wijana menyatakan, ke depan open house yang digagas ini tidak hanya bersifat lip service, atau tidak hanya menampung masukan. Tetapi, harus bisa memberikan nilai strategis terkait substansi yang dibahas. Diharapkan ke depan open house dapat dijadikan spirit dalam melakukan kegiatan sekaligus media untuk berkoordinasi.

Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya juga mengatakan hal serupa. Ia berharap open house tidak hanya menjadi lip service politik, namun benar-benar dilaksanakan sesuai kewenangan di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/ kota. (dir/kmb) source: BP

goesdun 05-10-2008, 12:56 PM Dalam membahas dan memutuskan suatu rancangan undang-undang kalangan legislatif di DPRRI diimbau mampu mempertimbangkan aspek kemanfaatan, kepastian hukum, dan dampak sosio-kultural. Tujuannya untuk mengarahkan perkembangan masyarakat melalui social engineering, jangan sampai menyebabkan masyarakat terbelah, apalagi mengancam integrasi bangsa. 'RUU Pornografi mengandung tafsir beragam, dan menggambarkan kecenderungan

negara intervensi terlalu jauh dalam kehidupan warganya,' kata Jro Gede Karang Tangkid Suarshana.

Dikatakan, kehidupan kebudayaan mengenal penghargaan atas keragaman dan prinsip relativitas kebudayaan, yang memberi ruang subjek kebudayaan untuk memilih. 'Kecenderungan menerapkan standar moral tertentu bisa menjadi kontraproduktif bagi kehidupan kebudayaan,' kata budayawan Jro Gede Karang Tangkid Suarshana ketika dimintai komentarnya mengenai pro-kontra RUU Pornografi.

Masyarakat Bali, menurut tokoh pariwisata yang mendapat gelar doktor kehormatan dalam pertukaran budaya ini, perlu menyikapi isu ini dengan proporsional. 'Jangan sampai penolakan ini menimbulkan kesan kita ini masyarakat yang permisif, atau tidak antipornografi.'

'Saya kira kita perlu mengingatkan, di luar norma hukum, ada norma agama, norma kesusilaan, dan norma sopan-santun yang berlaku dalam ruang kehidupan keagamaan dan ruang kebudayaan,' katanya. Ditambahkannya, di mana pun di dunia ini, masyarakat yang sudah dewasa (mature), keempat norma ini tumbuh bersama dalam perkembangan masyarakat.

Keprihatinan berbagai komponen warga negara tidak bisa dinafikan, ketersediaan dan kemudahan yang dimungkinkan teknologi informasi, terutama gejala maraknya reproduksi bahan-bahan pornografi yang memicu pornoaksi, memang telah mengancam semua anak bangsa tanpa kecuali. Meski demikian, bukan berarti negara serta merta dapat mengambil alih seluruh masalah dan memasuki ruang-ruang budaya dan ruang pribadi warga negara.

'Momentum ini sesungguhnya kesempatan kita semua untuk merancang suatu strategi kebudayaan menuju masyarakat terbuka dan dewasa. Suatu dialog terbuka yang jauh dari klaim bahwa suatu masyarakat belum atau sudah cukup matang dan terbuka, juga dijauhkan dari pemaksaan justifikasi yang terlalu puritan,' tandasnya.

Bagi Jro Gede Karang, dunia pariwisata memang akan sangat dirugikan dengan 'ideologi' di balik RUU Pornografi, tetapi jelas itu bukan satu-satunya alasan. 'Kita justru berpikir jauh lebih luas dan dalam, yaitu mengenai gagasan masyarakat yang maju, beradab, dewasa dan terbuka. Suatu gagasan di dalam kerangka keutuhan NKRI,' katanya mengingatkan. (r/*)

goesdun 07-10-2008, 10:52 AM http://www.bali2008.com/assets/images/Article/abg.jpg www.bali2008.com (http://bali2008.com/index.php)

Kontingen Indonesia Dikukuhkan

Ketua KONI/KOI Rita Subowo mengukuhkan kontingen Asian Beach Games (ABG) I/2008 Indonesia di lapangan golf Sector Bar and Restaurant Bali Beach Golf Course, Sanur, Denpasar, Senin (6/10) kemarin. Acara pengukuhan ditandai penyerahan bendera Merah Putih kepada Komandan Kontingen Djoko Pramono.

Kontingen Indonesia berkekuatan 312 orang yang terdiri atas 210 atlet (128 putra dan 82 putri), 29 pelatih, 16 manajer, dan 57 teknisi. Mereka akan turun pada 17 cabang olah raga resmi serta dua ekshibisi, yaitu polo dan basket. ABG akan berlangsung 18-26 Oktober mendatang melibatkan 45 negara di Asia.

Rita Subowo yang juga Direktur Jenderal Bali Asian Beach Games Oganizing Committe (BABGOC) mengharapkan atlet Indonesia berjuang maksimal, sehingga bisa mengharumkan nama bangsa dan negara. 'Semoga para atlet Indonesia bisa merebut lebih dari dua emas,' katanya. Ia berharap banyak kepada atlet yang berjuang pada cabang pencak silat, perahu naga, voli, sailing dan selancar.

Menurut Djoko Pramono, atlet Indonesia telah melakukan persiapan sejak Oktober lalu plus serangkaian uji coba ke luar negeri. Dia optimis Indonesia bisa menggapai lebih dari dua emas sebagaimana harapan ketua KONI/KOI.

Menyingung kesiapan arena pertandingan, Djoko Pramono mengakui relatif telat. Karena kendala dana, venues baru bisa dipergunakan setelah 10 Oktober. Padahal jika tuntas lebih awal, atlet Indonesia bisa lebih dini memanfaatkannya sebelum berlaga di ABG. (kmb11)

http://bali2008.com/assets/images/Article/jalak-mascot.jpg (http://bali2008.com/index.php)

THEME SONG - INSPIRE THE WORLD 1. Inspire The World Download (right click and select "save file as") (http://www.bali2008.com/assets/podcast/ABGThemeSong.mp3) | Lyric (http://www.bali2008.com/index.php?id=191)

goesdun 08-10-2008, 11:42 AM Bidang pengamanan sudah siap mengamankan peserta Asian Beach Games (ABG) I/2008 di Bali, 18-26 Oktober mendatang. Kesiapan itu disampaikan Danrem 163/Wirasatya Kolonel Inf. Dedy Kusnadi Tamim dan Polda Bali di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Selasa (7/10) kemarin.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo dan Menko Kesra Aburizal Bakrie. Rita Subowo yang juga Direktur Jenderal Bali Asian Beach Games Organizing Committe (BABGOC) meminta dukungan dari semua pihak demi lancarnya pelaksanaan ABG pertama di Indonesia. Menurutnya, ABG merupakan pertaruhan gengsi dan reputasi negara di mata internasional.

'Bidang pengamanan telah melakukan persiapan seksama bagaimana memberikan pengamanan yang terbaik. Kami meminta doa dan dukungan semua pihak, sehingga ABG berjalan lancar,' kata Rita Subowo.

Menurut dia, panitia ABG mendapat dana Rp 210 milyar. Sebanyak Rp 150 milyar merupakan

bantuan pemerintah pusat lewat APBN, sedangkan sisanya berasal dari sponsor seperti Pertamina dan Lippo. Anggaran tersebut akan dimaksimalkan dengan menekan pengeluaran pos-pos tertentu.

Api ABG

Obor Api ABG I/2008 yang akan disulut di kaldron saat upacara pembukaan pada 18 Oktober mendatang, diambil dari desa Merapen, Jawa Tengah, Rabu (8/10) ini.

Sebelumnya, Desa Merapen yang dikenal sebagai tempat sumber api alam juga pernah dijadikan sebagai tempat pengambilan api untuk pelaksanaan SEA Games 1997 dan Pekan Olahraga Nasional (PON). Prosesi pengambilan api akan dilakukan Ketua Harian Bali Asian Beach Games (BABGOC) Rita Subowo yang juga Ketua KONI/KOI.

Sprinter peraih medali emas SEA Games XXIV/2007 di Thailand, Suryo Agung Wibowo, dipercaya sebagai pelari pertama yang akan membawa Obor Asian Beach Games secara beranting menuju Kantor Gubernur Jateng di Semarang. Pada 10 Oktober, api terlebih dahulu dibawa ke Jakarta dan kesokan harinya diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan duta besar negara sehabat dari 45 negara peserta Asian Beach Games. (kmb11/035) source: BP

goesdun 09-10-2008, 09:06 AM Penuaan Tak Lagi Jadi Masalah

Konferensi Asia Pasific ke-7 tentang Anti-Aging Medicine kembali digelar di Nusa Dua, Bali pada 10-12 Oktober 2008 mendatang. Konfensi yang membahas secara teori dan praktik mengenai bidang ilmu kedokteran yang baru tentang antipenuaan (anti-aging) ini diikuti oleh ratusan peserta. Tak hanya dari Indonesia dan negara-negara Asia, namun juga dikuti negara dari Eropa, Amerika dan Australia.

Menurut Scientific Officer Asia Anti-Aging Confrence dr. Tanjung Subrata, M.Pro., Akp., Rabu (8/10) kemarin, konferensi ini akan menghadirkan pembicara utama Co-faounder and Chairman of Word & American Academy of Anti-Aging Dr. Robert M . Goldman, M.D., Ph.D., D.O., FAASP., ABAARM., President of European Council for Anti-Aging Research and Education Dr. Micahael Klentze, M.D., Ph.D., ABAARM. dan Profesor Studi Anti Aging Universitas Udayana Prof. Dr. Wimpie Pangkahila, M.D., Ph.D., Sp.And., FAACS.

Selain menghadirkan pembicara utama, tambah dr. Tanjung, konferensi juga akan menghadirkan pembicara-pembicara yang yang memiliki keahlian bidang ilmu yang mendukung bidang ilmu antipenuaan yang kini menjadi satu bidang ilmu kedokteran di dunia kesehatan. Di Indonesia, kini sudah ada Persatuan Kedokteran Antipenuaan Indonesia (Perkapi).

Ilmu antipenuaan ini, menurut dr. Tanjung, adalah satu-kesatuan dari berbagai disiplin ilmu yang saling mendukung. Berbagai terapi dan keahlian akan diungkap dalam konferensi ini, meliputi mengungkap mengenai hormon terapi, nutrisi, terapi sport medicine, sel terapi dan mengenai estetika atau kecantikan.

'Dengan menerapkan berbagai terapi yang berhubungan dengan penyakit yang diderita, tak saja menyembuhkan, namun memberikan satu regenerasi biologis yang dapat mempertahankan kehidupan yang lebih baik. Dengan demikian kualitas hidup dapat lebih panjang,' katanya.

Untuk itu, tambah dr. Tanjung, peserta datang dari dokter spesialis yang memiliki disiplin ilmu yang berbeda namun memiliki hubungan yang erat dengan antipenuaan ini, antara lain dokter spesialis penyakit dalam, kulit kelamin, kandungan, andrologi dan dokter ilmu.

Konferensi yang berlangsung keempat kalinya di Bali ini, juga membuka dua buah post konferensi yakni kursus antipenuaan selama seminggu dari 13 sampai 19 Oktober dan kursus terapi olah raga (fitness trainning) dari 13 sampai 15. 'Post konferesni atau susulan ini akan lebih memberikan keahlian, sehingga setelah konferensi dengan berbagai materi dan praktik sebagai pembuka dan pengenalan, kursus post konferensi akan memberikan peserta untuk bisa lebih mendalami ilmu yang kini makin dicari para ahli itu,' tandasnya. (kmb/*) source: BP

goesdun 11-10-2008, 08:56 AM

oleh: Janet De Neefe http://ubudwritersfestival.com/images/head1.jpg (http://ubudwritersfestival.com/)

goesdun 13-10-2008, 03:59 PM Kegiatan tahunan di Bali Tourism Development Corporation (BTDC), Nusa Dua, yakni Nusa Dua Fiesta kembali digelar.

Kegiatan yang mendongkrak kedatangan wisatawan mancanegara ini digelar di Peninsula, Kawasan Pariwisata Nusa Dua, pada 10±14 Oktober 2008.

Nusa Dua Fiesta 2008 mengusung tema Pariwisata hijau (Green Tourism) sebagai benang merah dari pelaksanaan Konferensi PBB Pemanasan Global yang digelar di Kawasan Nusa Dua, Desember 2007.

Green tourism merupakan wujud komitmen kita bersama untuk mempertahankan Bali sebagai destinasi terkemuka dunia.

Acara yang ditampilkan dari tahun ke tahun juga mengalami dinamisasi. Serangkaian acara dalam Nusa Dua Fiesta 2008 yang meliputi atraksi seni, budaya, sport, dan pameran didedikasikan bagi para wisatawan asing, domestik, maupun penduduk lokal.

Bukan hanya hiburan, dampak ekonomi pelaksanaan Nusa Dua Fiesta juga pasti dinikmati masyarakat sekitar.

goesdun 14-10-2008, 03:15 PM http://www.bali2008.com/assets/images/Article/abg.jpg 1st ASIAN BEACH GAMES

EVENT SCHEDULE NO / EVENT / DATE / PLACE

OPENING CEREMONY / 18 0CTOBER'08 / GARUDA WISNU KENCANA BEACH HAND BALL / 18-25 OCTOBER / MERTASARI BEACH SANUR BEACH KABADDI / 18-24 OCTOBER / TANJUNG BENOA BEACH PENCAK SILAT / 18-23 OCTOBER / KUTA BEACH BEACH SOCCER / 18-26 OCTOBER / MERTASARI BEACH SANUR BEACH SEPAK TAKREW / 18-26 OCTOBER / SANUR BEACH BEACH VOLLEY BALL / 18-26 OCTOBER / SANUR BEACH WOOD BALL / 18-25 OCTOBER / AYODYA AT NUSA DUA PARAGLIDING / 18-25 OCTOBER / TIMBIS BODY BUILDING / 19-20 OCTOBER / DISCOVERY MALL DRAGON BOAT / 19-24 OCTOBER / SERANGAN ISLAND

SAILING & WIND SURFING / 19-25 OCTOBER / SERANGAN ISLAND JETSKI SPORT / 23-25 OCTOBER / MELIA BENOA / NUSA DUA BEACH BEACH WRESTLING / 24-26 OCTOBER / KUTA BEACH MARATHON SWIMMING / 25-26 OCTOBER / SANUR BEACH / SEMAWANG BEACH SURFING / 25-26 OCTOBER / HALFWAY BEACH IN KUTA TRIATHLON / 25-26 OCTOBER / PURA BIAS PANINSULA ISLAND CLOSING CEREMONY / 26 0CTOBER'08 / GARUDA WISNU KENCANA http://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue1.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue2.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue-3.jpg http://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue4.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue5.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue-6.jpg http://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue7.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue8.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue-9.jpg http://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue10.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue11.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue-12.jpg http://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue13.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue14.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue-15.jpg http://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue-

16.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue17.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue-18.jpg http://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue19.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue20.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue-21.jpg http://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue22.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue23.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue-24.jpg http://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue25.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue26.jpghttp://www.bali2008.com/assets/templates/abg/images/venue-27.jpg

goesdun 17-10-2008, 04:06 PM Kuta Karnival ke-6 yang dijadwalkan digelar 18-26 Oktober 2008 di kawasan Pantai Kuta, Bali, akan mengangkat tema lingkungan sebagai salah satu upaya mengendalikan pemanasan global.

Hal itu terungkap pada pengukuhan panitia kegiatan tahunan tersebut yang diketuai I Nyoman Graha Wicaksana di Kuta, Selasa.

Sejak penyelenggaraan Kuta Karnival pertama tahun 2002 atau setelah peristiwa bom di Kuta, ketua panitia dijabat I Made Supatra Karang. Namun tahun ini dilakukan regenerasi.

Dalam sambutannya, Graha Wicaksana meminta dukungan dari semua pihak untuk menyukseskan Kuta Karnival (KK) yang akan mengangkat isu lingkungan itu.

"Kegiatan ini bukan hanya milik masyarakat Kuta saja, tetapi semua masyarakat Bali. Kegiatan ini juga untuk mendukung program tahun kunjungan Indonesia (VIY/Visit Indonesia Year) 2008," katanya.

Regenerasi kepemimpinan kepanitiaan dimaksudkan untuk menjamin KK yang telah dikenal dunia, bisa menjadi agenda rutin tahunan. "Banyak yang memberikan apresiasi terhadap KK, termasuk Menbudpar Jero Wacik," tambahnya.

Sementara Ketua Kuta Small Bisnis Association (KSBA), Ketut Nugra, yang juga duduk dalam kepanitiaan KK, menyarankan agar momentum tersebut digunakan sebagai gerakan peduli lingkungan.

"Kita jadikan KK ke-6 sebagai kampanye lingkungan untuk turut mengendalikan pemanasan bumi. KK telah memiliki kesan mendunia, sehingga akan mampu menggugah kesadaran menjaga lingkungan," katanya.

Menurutnya kondisi alam yang makin parah akibat pencemaran dan perusakan lingkungan menjadi ancaman terbesar planet bumi saat ini.

"Jika pengerusakan alam dan lingkungan terus berlanjut, kita tidak akan bisa menikmati keindahannya," kata Nugra.(*Antara)

goesdun 17-10-2008, 04:08 PM http://www.balipost.com/admin/foto_berita/1KOREKSI.gif

DARI hasil pengecekan Bali Post ke Banjar Pupuan Sawah, Kamis (16/10) kemarin, ternyata berita pernikahan sesama jenis ternyata tidak benar.

Sejumlah aparat di banjar tersebut menyatakan bahwa upacara itu hanya upacara pameras, nyolongin, Suddi Wedani dan mapendes (potong gigi).

Dengan demikian, berita yang dikutip dari kantor berita Reuters tersebut ternyata tidak benar. Bahkan, kontributor foto Reuters Murdani Usman yang juga datang ke Pupuan Sawah, Kamis kemarin, langsung menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan informasi tersebut.

Seperti diketahui sejumlah media besar, baik terbitan di Bali maupun di Jawa, memuat berita tersebut. Semuanya juga mengutif dari kantor berita yang sama, Reuters.

Sementara itu, rumah I Wayan Budiada dan Ni Wayan Suwarni, Banjar Pupuan Sawah, Selemadeg, Kamis kemarin sontak ramai dikunjungi tamu. Tamu itu di antaranya Camat Selemadeg I Gede Susila, Danramil E. Rajagukguk disertai Muspika Selemadeg. Hadir pula

Ketua PHDI Selemadeg I Dewa Putu Sukadana, Klian Dinas Pupuan Sawah I Made Sukadana serta keluarga besar I Wayan Budiada dan sejumlah krama adat. Sejumlah wartawan media cetak lokal dan nasional juga berkumpul untuk meminta klarifikasi terkait pemberitaan kantor berita Reuters yang dikutif Bali Post, Kamis kemarin.

Ketua PHDI Selemadeg Dewa Sukadana yang mengaku hadir pada upacara Rabu (15/10) lalu, menyatakan tidak ada upacara pernikahan pada acara tersebut. 'Memang kami mengeluarkan surat suddhi wadani, tetapi tidak terkait dengan adanya upacara pernikahan,' jelasnya.

Mengenai proses masuk Hindu, katanya, siapa pun yang berkeinginan masuk Hindu dengan tanpa paksaan, wajib mendapat pelayanan suddi wadani. 'Kami selaku Ketua PHDI hadir dalam prosesi tersebut. Tidak ada upacara pernikahan. Saya sendiri yang terkait dengan upacara suddhi wadani keduanya,' terang Dewa Sukadana.

Pihak keluarga besar Wayan Budiasa menjelaskan, upacara yang berlangsung sesuai dengan surat undangan yang telah beredar yakni berupa upacara manusa yadnya mapandes (potong gigi). Tiga orang yang mapandes yakni Ni Putu Trisnayanti (16) anak Budiada-Suwarni, Christianus A. Huijbregts (67) dan Hendrikus Johannes Deijkers (67). Baik Christianus maupun Hendrikus melakukan upacara maperas (diakui anak secara adat Bali), suddhi wadani atau masuk agama Hindu dari sebelumnya memeluk Kristen, pacolongan (upacara 42 hari setelah lahir), tiga bulanan, dan mapandes (potong gigi). Para pejabat dan tokoh-tokoh masyarakat di Selemadeg diundang untuk turut menyaksikan upacara tersebut. Keduanya di-peras (diakui anak secara adat Bali) oleh Ni Made Rasti (70), ibu dari Budiada, dengan nama baru Made Hendrik dan Nyoman

Kris.

Mangku I Made Arnawa mamuput upacara tersebut. Sementara seluruh keperluan banten dibeli dari tukang banten Ni Made Menri. Banten yang dibeli, kata Menri, berupa banten pameras, suddhi wadani, pacolongan, tiga bulanan dan potong gigi. 'Sama sekali tidak ada banten pawiwahan atau pernikahan,' jelasnya.

Demikian pula pemangku yang menangani upacara itu mengatakan tidak ada upacara pernikahan. 'Kami keluarga besar tentu saja tidak mengizinkan adanya pernikahan sejenis yang dilarang ajaran agama. Kami menerima Hendrik dan Kris karena niat baiknya sejak beberapa tahun lalu untuk menjadi pemeluk Hindu dan menjadi bagian dari keluarga besar kami. Tidak ada pernikahan dalam acara Rabu lalu,' terangnya yang dibenarkan keluarga besar lainnya.

Sementara itu, Hendrik dan Kris mengaku memang sejak belasan tahun lalu ingin memeluk Hindu. Ketika kuliah, Kris bahkan melakukan penelitian dan menyusun skripsi tentang Hindu di negaranya, Belanda. Demikian pula Hendrik yang merupakan kelahiran Cilacap, mengaku secara teratur membaca tentang Hindu. 'Kami memang tertarik dengan ajaran Hindu sejak belasan tahun lalu. Kami ingin menghabiskan hari tua bersama agama Hindu yang kami anut sekarang. Kami yakin bisa menjadi pemeluk Hindu yang baik dan kami sangat senang telah menjadi Hindu,' ujar Hendrik dengan bahasa Indonesia lancar.

Mengenai hubungan keduanya, Hendrik dan Kris mengaku sebagai saudara angkat. Mengapa sampai ke Pupuan Sawah, bermula dari perkenalannya dengan Suwarni, wanita asal Sronggo

Pondok Kerambitan, 12 tahun lalu. Suwarni sempat bekerja di Maldives dan Turki bidang spa. Sejak lama keduanya telah dianggap sebagai saudara oleh Suwarni. Bahkan hubungan pertemanan itu terus berlanjut ketika dirinya menikah dengan Budiada, warga Pupuan Sawah. Seingat Suwarni, baik Kris maupun Hendrik adalah pensiunan pegawai pemerintahan di Belanda. Mereka telah menyampaikan niatnya masuk Hindu sejak lebih dari tiga tahun lalu. Karena keduanya tampak serius, untuk masuk Hindu dan menjadi bagian dari keluarga besar mereka, beberapa waktu lalu diadakan rapat keluarga hingga ke lingkungan pemaksan untuk membicarakan rencana keduanya masuk ke dalam keluarga besar mereka. Atas persetujuan seluruh anggota keluarga, akhirnya jadilah acara seperti kemarin (Rabu lalu).

'Tidak ada pernikahan. Kami semua kaget dengan pemberitaan itu,' terangnya. (kmb14)

goesdun 18-10-2008, 12:55 PM Usai menjadi tuan rumah Asian Beach Games (ABG) I/2008, Bali akan diberi kepercayaan menggelar kejuaraan dunia wushu junior. Kejuaraan yang digelar 7-14 Desember mendatang ini melibatkan 45 negara.

'Hingga kini sudah 45 negara yang menyatakan siap menurunkan atletnya di ajang bergengsi itu. Panitia sudah melakukan persiapan dengan memantau tempat pertandingan yang di pusatkan di Hotel Westin, Nusa Dua,' ujar Ketua Panitia IGK Manila setelah melakukan audensi dengan Gubernur dan Kapolda Bali di Denpasar, Jumat (17/10) kemarin.

Dalam pertemuan itu, Manila diterima Wakapolda Bali Irswanda Ismail mewakili Kapolda. 'Kami dari pihak kepolisian akan membantu seoptimal mungkin dalam segi keamanan. Karena suksesnya suatu event dan prestasi atlet tidak terlepas dari amannya suatu penyelenggaraan,' tutur Ismail.

Ismail mengharapkan para atlet Indonesia benar-benar mempersiapkan diri seoptimal mungkin. Dengan harapan Indonesia sebagai tuan rumah bisa sukses dari segi prestasi dan penyelenggaraan.

Indonesia menyiapkan 11 atlet dari nomor taulo dan delapan atlet sanshou yang lolos seleksi dalam seleknas. Menurut Wakil Sekjen PB WI Iwan Kwok, atlet nomor taulo yang berlatih di Medan langsung ditangani pelatih dari Cina. Sementara atlet nomor sansho akan melakukan pelatnas di Surabaya pekan depan. Hal ini bertujuan mengimbangi kejayaan atlet Cina yang dikenal memiliki kemampuan lebih dari negara lain. *BP

goesdun 22-10-2008, 03:37 PM http://www.balipost.com/admin/foto_berita/BOMBALI.gif

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan Amrozy cs. dieksekusi dengan cara ditembak hingga mati. Putusan ini menyusul ditolaknya permohonan uji material (judicial review) UU Nomor 2/PNPS/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hukum Mati yang diajukan tim penasihat hukum terpidana mati kasus bom Bali I tersebut.

Demikian disampaikan Ketua MK Mahfud MD dalam pembacaan putusan permohonan uji material tersebut di gedung MK, Jakarta, Selasa (21/10) kemarin. Alasan penolakan itu, karena dalil-dalil pemohon mengenai pengujian formil tidak beralasan sehingga harus ditolak. Rasa sakit yang dialami terpidana mati merupakan konsekuensi logis sebagai akibat pelaksanaan pidana mati sesuai tata cara yang berlaku.

'Permohonan pemohon baik mengenai pengujian formil maupun pengujian material seluruhnya ditolak. Hukuman mati dengan cara ditembak tidak termasuk kategori penyiksaan terhadap diri terpidana mati. Alternatif tata cara pidana mati lainnya juga tetap menimbulkan rasa sakit, meskipun gradasi dan kecepatan kematian berbeda-beda,' kata Mahfud megutip putusannya tersebut.

Menurut MK, tidak ada satu cara pun yang menjamin tiadanya rasa sakit dalam pelaksanaan hukuman mati. Cara digantung, dipenggal pada leher, disetrum listrik, dimasukkan kamar gas dan disuntik mati, semuanya menimbulkan rasa sakit. Semua cara hukuman mati itu mengandung risiko terjadinya ketidaktepatan dalam pelaksanaan yang menimbulkan rasa sakit.

Atas putusan MK ini, anggota Tim Pembela Muslim (TPM) Wirawan Adnan mengaku menghormati putusan dan tidak ingin menilai putusan tersebut. Tetapi, pihaknya takkan menyerah begitu saja. Meski MK telah memutuskan eksekusi terpidana mati bom Bali tetap dengan cara ditembak mati, TPM tetap berupaya berjuang karena terpidana masih memiliki hak

untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) yang diajukannya masing-masing. Jika ini diterima keluarganya, Rabu (21/10) segera mengajukan PK dan eksekusi bisa ditunda lagi. (kmb3) *BP

goesdun 25-10-2008, 09:41 AM http://www.balipost.com/admin/foto_berita/1ABG2.gif

Asian Beach Games (ABG), Minggu (26/10) malam kemarin pukul 21.30 wita ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Nusa Dua, Bali. Kontingen Indonesia pada hari terakhir masih menambah satu medali emas lagi melalui pasangan Andy Ardiansyah/Koko Prasetyo di cabang bola voli pantai. Tambahan satu emas itu membuat Indonesia secara keseluruhan meraih 23 emas plus 10 perak 19 perunggu sekaligus memantapkan posisi sebagai juara umum.

Wapres dalam sambutannya mengatakan rasa bangga dan gembira atas suksesnya penyelenggaraan pesta olahraga terbesar dan pertama di Asia itu. Jusuf Kalla juga menyampaikan rasa hormat setinggi-tingginya kepada kontingen Indonesia yang mampu menjadi juara umum.

Ia berharap prestasi di ABG ini menjadi lokomotif atau pendorong bagi seluruh komponen olahraga Indonesia untuk lebih giat lagi membina atlet berprestasi. 'Saya kira ini merupakan sesuatu yang membanggakan. Mudah-mudahan ke depan prestasi olahraga kita di tingkat internasional akan semakin diperhitungkan,' kata Wapres.

Upacara penutupan yang dimeriahkan tarian kolosal dan tradisional dan ditandai dengan penyerahan bendera OCA dari Wakil Presiden OCA Timothy Fox kepada Wakil Presiden National Olympic Commitee (NOC) of Oman Habib Al Nabi Makki. Oman yang menjadi tuan rumah ABG II/2010 hanya mempertandingkan 11 cabang olahraga.

Penuh Atraksi

Seperti pada pembukaan di tempat yang sama, upacara penutupan juga dipenuhi dengan atraksi yang menampilkan berbagai budaya, seperti tarian dan laga dari seluruh penjuru Tanah Air.

Menjelang kedatangan Wakil Presiden, Band Saharadja, kelompok musik kontemporer asal Bali menghibur penonton melalui penampilan di Panggung Lotus Pond.

Setelah Wapres dan rombongan memasuki tribun kehormatan, ribuan tamu kemudiah disuguhi tarian dan musik karya Sentot S. yang mengolaborasikan tarian tradisional dan kontemporer Indonesia yang berasal dari lima pulau besar, yaitu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Papua.

Artis-artis Ibu Kota di antaranya Titik Puspa, Inul Daratista, Shanty dan Samuel, didukung oleh musisi Andy Ayunir secara bersama mengiringi parade atlet dengan melantunkan lagu 'Inspire The World' yang merupakan tema lagu dari ABG Bali 2008.

Oman yang akan menjadi tuan rumah pada ABG 2010, tidak ketinggalan menampilkan atraksi kesenian mereka melalui musik irama padang pasir. (Tim BP)

FINAL RESULT : http://indoforum.org/showpost.php?p=1013573&postcount=21

goesdun 27-10-2008, 09:25 AM Putu Rudana Didorong Satukan Komponen Bangsa

DUKUNGAN untuk Putu Rudana yang sukses menyelenggarakan acara spektakuler 'Sinergi Seni Membangun Indonesia' ternyata tak hanya datang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Belakangan ini para sulinggih dan pandita di Bali pun ikut mendoakan serta merestui konsep paling ampuh menyatukan seluruh komponen untuk membangun bangsa ini. Restu itu datang dari Ida Pedanda Gede Made Gunung dari Ashram Yogadipatamaguhya, Banjar Tengah, Blahbatuh, Gianyar; Ida Pandita Parama Daksa Nata Ratu Bagus dari Ratu Bagus Ashram di Dusun Muncan, Selat, Karangasem; Ida Pedanda Gede Ketewel Kemenuh di Banjar Kemenuh, Sukawati; Ida Pedanda Istri Putri Rasmini dari Banjar Kemenuh Kelod; Sri Empu Wredha Pandita Darmika dari Banjar Juga, Mas, Ubud; Ida Dukuh Acarya Daksa dari Banjar Semaga, Penatih, serta Mangku Ketut Liyer, Ubud. Tokoh-tokoh spiritual ternama ini

memberikan dukungan kepada Putu Rudana supaya terus berkarya dan mempersatukan seluruh komponen bangsa sehingga Indonesia menjadi negara yang kuat, aman dan damai.

Menurut Putu Rudana, Minggu (26/10) kemarin, sinergi seni ini bersifat fleksibel dan menyentuh segala aspek kehidupan. Tak hanya seni rupa, seni suara atau seni tari, juga aktivitas, adatistiadat dan budaya. Adapun 'Sinergi Seni Membangun Indonesia' merupakan konsep hak cipta termahal yang khusus dipersembahkan kepada Sang Maha Pencipta. Konsep tersebut tak sematamata didaftarkan ke Departeman Hukum dan HAM atau Budpar, juga akan dipertanggungjawabkannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. 'Karya cipta itu bukan hanya dalam bentuk fisik/benda, juga konsep yang mesti dihargai semua pihak sebagai hak atas kekayaan intelektual. Walau tidak didaftarkan, konsep sinergi seni membangun Indonesia ini, jiwanya merupakan persembahan kepada Tuhan,' tegasnya.

Hal yang paling utama, menurut Putu Rudana, yakni setiap orang mesti menghargai ide atau gagasan seseorang sebagai suatu hak cipta yang harus dilindungi sebagaimana halnya konsep Tri Kaya Parisudha (berpikir, berkata dan berbuat yang baik). 'Kalau mengutip atau menyadur konsep orang lain, kita juga mesti mencantumkan nama si empunya gagasan. Hal itu harus dibiasakan untuk memberikan penghargaan atas suatu ciptaan serta menghargai kreativitas positif,' tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Yudhoyono direncanakan mencanangkan konsep 'Sinergi Seni Membangun Indonesia' di Istana Negara, Jakarta, dalam waktu dekat ini, mengingat ampuhnya acara tersebut untuk mempersatukan semua komponen bangsa. Menurut Putu Rudana,

untuk menghadapi globalisasi dunia yang kian kencang, saatnya semua komponen bersinergi sehingga menjadi bangsa yang utuh, bangsa Indonesia. Kita juga jangan sampai tepecah-belah oleh perbedaan politik maupun warna. Tetapi sebaliknya, perbedaan tersebut hendaknya dimaknai sebagai suatu kekuatan luar biasa untuk membangun sendi-sendi kehidupan yang penuh toleransi dan saling menghargai. (r/*BP)

goesdun 28-10-2008, 03:19 PM Silakan Mengadu ke Mahkamah Internasional

http://www.balipost.com/admin/foto_berita/bombali.gif

Kejaksaan Agung (Kejakgung) mempersilakan terpidana mati dalam kasus bom Bali I Amrozy dkk. untuk mengadu ke Mahkamah Internasional. 'Silakan saja mengadu ke Mahkamah Internasional,' kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Jasman Pandjaitan, Senin (27/10) kemarin.

Ia menyatakan eksekusi terhadap Amrozy dkk. tetap dilakukan pada awal November 2008 di Nusakambangan, Cilacap. Pelaksanaan itu sudah sesuai dengan tahapan-tahapan syarat formal dan material karena upaya hukum dari kasasi sampai peninjauan kembali (PK) sudah dilaksanakan. 'Bahkan permohonan PK kedua kalinya, dijawab MA bahwa PK itu satu kali,' katanya. Kemudian, terpidana sendiri sudah menyatakan tidak akan mengajukan grasi.

Sebelumnya dilaporkan, Tim Pengacara Muslim (TPM) menanyakan kembali soal peninjauan kembali (PK) terpidana mati bom Bali I ke MA, Senin kemarin. Ia menegaskan jika eksekusi itu tetap dipaksakan untuk dilakukan, maka hal itu melanggar hukum.

Cukup Kondusif Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. FX Sunarno mengatakan situasi di sekitar Pulau Nusakambangan, Cilacap, menjelang pelaksanaan eksekusi cukup kondusif. 'Diharapkan situasi dapat terus kondusif,' kata Kapolda, Senin kemarin. Menurutnya, dari hasil pemantauan, belum terdapat indikasi keberadaan kelompok-kelompok tertentu yang tidak setuju dengan pelaksanaan eksekusi ini. 'Kami akan terus memonitor situasi. Jangan melakukan tindakan yang merugikan masyarakat,' katanya.

Belum Tahu Keluarga terpidana mati kasus bom Bali I, Amrozy, di Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, belum mendapatkan pemberitahuan jadwal eksekusi yang diumumkan Kejaksaan Agung awal November ini. 'Hingga kini keluarga di Lamongan belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi mengenai rencana eksekusi Amrozy cs,' kata Muhammad Chozin, kakak kandung Amrozy, Senin kemarin.

Menurutnya, keluarga tetap berkeyakinan eksekusi belum ada kejelasan, sebab sejak diumumkan secara resmi oleh Kejaksaan Agung, 24 Otkober lalu, tidak ada pemberitahuan secara resmi yang disampaikan kepada keluarga di Lamongan.

Kuasa Hukum Sementara itu, TPM berencana untuk mengadukan Kejaksaan Agung ke Mahkamah Internasional, terkait keputusannya yang mentetapkan eksekusi pada awal November. Alasannya, TPM selaku kuasa hukum terpidana mati Amrozy cs. belum menerima salinan putusan PK ketiga yang sudah diputus MA tersebut.

'Rencananya kami akan mengadu ke Mahkamah Internasional, kalau eksekusi itu dilaksanakan awal November nanti oleh Kejaksaan Agung,' kata anggota TPM Qadhar Faisal yang datang bersama pengacara lainnya ke gedung MA, Jakarta untuk meminta salinan PK tersebut.

Menurutnya, pihaknya memiliki bukti pendaftaran PK ketiga tertanggal 30 Januari 2008 yang didaftarkan langsung TPM ke PN Denpasar. Sementara terpinda mati Amrozy cs. menandatangani langsung memori PK dan menyampaikannya kepada LP Batu Nusakambangan pada 30 Januari 2008. Namun, sampai sekarang belum diketahui putusannya.

Pengadilan tidak punya hak untuk menolak permohonan yang diajukan, kecuali dengan memeriksa dan membuat putusan. 'Kami berharap ada sebuah keputusan, karena perkara itu diselesaikan dengan putusan bukan dengan surat,' ungkap Qadhar Faisal. * (kmb3 / ant)

goesdun 05-11-2008, 12:14 PM Aktivitas Otaknya Setara Pendeta Saat Meditasi

BELUM sepekan pulang dari penelitian aktivitas otak di Tokyo, seniman multitalenta Made Wianta, Rabu (5/11) hari ini bertolak ke Guam, AS, dalam rangka pameran amal di Outrigger Guam Resort.

Dihubungi di studionya Jalan Pandu 58 Denpasar, Selasa (4/11) kemarin, Wianta mengatakan pameran ini telah dirancang lama seusai pameran pertamanya di Guam, Februari 2008. Acara fundraising ini menghimpun dana bagi SKAL Club Guam untuk beasiswa anak-anak pintar dari keluarga kurang mampu.

Tentang penelitian aktivitas otak di Jepang, di studio Wianta kemarin diputarkan video proses riset di dua tempat yakni Foundation for Advancement of International Science Oohashi Laboratory dan National Institute of Neuroscience, National Center of Neurology and Psychiatry, Tokyo. Dalam video tampak Wianta menjalani serangkaian pemeriksaan dengan peralatan pemindai otak dengan 300 scan dan merekam aktivitas otak pada saat diam maupun beraktivitas melukis serta menabuh kendang.

Prof. Dr. Tsutomu Oohashi, brain scientist yang juga seniman bersama tim risetnya meneliti aktivitas otak Wianta melalui irisan-irisan dengan teknologi pencitraan tingkat tinggi. Oohashi yang juga dikenal dengan nama Shoji Yamashiro mendapatkan pencitraan otak Wianta saat melukis yang sangat berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Aktivitas otak Wianta menunjukkan pola yang amat jarang dan mirip aktivitas otak seorang pendeta tingkat tinggi yang sedang khusyuk melakukan meditasi.

Hasil riset itu menyimpulkan bahwa Wianta memiliki aktivitas otak yang spesial dan memunculkan gelombang alpha. Penemuan ini sangat menarik karena data-data ini diharapkan memberikan kontribusi untuk penelitian lebih jauh tentang mekanisme aktivitas otak dalam kaitan seni dan kreativitas.

Tak mengherankan jika sejumlah karya Wianta digunakan sebagai salah satu media penyembuhan dan relaksasi di salah satu rumah sakit jiwa di Jepang. 'Saya sendiri tidak menyangka kalau hasil karya saya dari periode titik-titik dan yang lainnya, bisa digunakan untuk penyembuhan,' kata Wianta.

Sudah sejak lama Wianta ingin mendapatkan jawaban tentang pandangan psikiatris terhadap hasil karyanya. Pada 1977 setelah bermukim empat tahun di Belgia, Wianta pernah memeriksakan karya dan berkonsultasi dengan Dr. Denny Thong, yang ketika itu menjadi pimpinan RSJ Bangli. Ini dilakukan karena karya-karya Wianta yang abstrak dinilai nyeleneh oleh banyak orang. Wianta pun disarankan ke paviliun Dr Denny Thong dekat RSJ Bangli. Di sana dia bertemu dengan pendeta dari Australia yang menyarankan agar Wianta terus berkarya dengan gayanya sendiri.

Lalu, Wianta mencoba berkonsultasi lagi dengan Prof. Dr. Moerdowo yang juga pelukis. Suatu kebetulan pada 1990-an psikiater Prof. Dr. Luh Ketut Suryani mendatangi studio Wianta untuk melakukan sebuah penelitian melalui wawancara panjang. Guru besar Universitas Udayana itu berpendapat beberapa karya Wianta mengandung unsur-unsur trance.

Memenuhi Kriteria

Pada 1996, Wianta bertemu dengan Oohashi dari Jepang. Oohashi jatuh hati dengan karya dan perjalanan kreativitas Wianta yang kemudian membuat film dokumenter tentang Wianta dan film itu diputar di sejumlah tempat. Oohashi terakhir membuat film "Echoscape Wianta Galaxy" yang diputar dalam ajang Tokyo International Movie Festival, Oktober 2008.

Oohashi juga memprakarsai penelitian otak Wianta dengan melibatkan sejumlah pakar di berbagai bidang. Di antaranya Dr. Norie Kawai dan Reiko Yagi. Oohashi sudah mencoba riset terhadap karya ratusan seniman secara visual, tetapi hanya karya Wianta yang memenuhi kriteria untuk bahan penelitiannya. Riset ini pertama kali dilakukan Oohashi untuk mengetahui korelasi antara karya seni visual dan otak senimannya.

Hasil dari penelitian ini akan dipublikasi dalam jurnal ilmiah internasional serta dikembangkan menjadi kajian ilmu pengetahuan dan seni yang mengaitkan aktivitas seniman, karya seni, juga berbagai implikasinya terhadap penikmat hasil karya tersebut. Setidaknya otak anak pemangku dari Apuan ini bisa dijadikan studi kasus dalam kaiatan kreativitas manusia Bali dan seni. 'Semoga penelitian ini bermanfaat bagi art and science. Para ahli bukan hanya membedah hasil karya, tetapi juga otak kreatornya yang berperan dalam penciptaan karya seni,' ujar Wianta. *BP

goesdun

06-11-2008, 03:16 PM Tidak pernah berhenti mengukir prestasi tingkat dunia. Predikat itu rasanya sangat tepat disematkan kepada SMAN 4 Denpasar. Sekolah penyandang status Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) ini memang berulangkali meloloskan siswa-siswa terbaiknya sebagai duta Indonesia dalam berbagai event internasional.

Mulai Jumat (7/11) hingga Senin (17/11) mendatang, empat orang siswa SMAN 4 Denpasar -Yoga Fitrana Cahyadi (XI IPS), Garlan Archista Duarsa (XI IPS), Vina Dewi Lestari (XI IPA 2) dan Evindya Vipascitadewi (X 4) -- berhak mengikuti kegiatan Community Development and Leadership Summit (CDLS) 2008 di di Modern School, Barakhamba Road, New Delhi, India.

Selama sepuluh hari berada di India, keempat siswa itu akan bergabung dengan siswa-siswa terbaik dari sejumlah negara seperti Australia (1 sekolah), Cina (2), Malaysia (2), Pakistan (1), Filipina (1), Saudi Arabia (1), Afrika Utara (1), Ukraina (1), Amerika Serikat (3) dan tuan rumah India menyertakan tiga sekolah.

Menurut Sri Wedarni, S.Si. (guru pembina yang mendampingi keempat orang siswa itu selama di India - red), event CDLS itu ditujukan untuk mempererat persahabatan antarpemuda dari berbagai belahan dunia sekaligus bersama-sama berjuang untuk menciptakan perdamaian dunia guna menciptakan kondisi masyarakat dunia yang lebih baik.

Pada event itu, siswa-siswa peserta CDLS saling tukar informasi pendidikan dan ilmu pengetahuan, keterampilan serta pengalaman termasuk belajar tentang ilmu kepemimpinan

(leadership - red). "Intinya, mereka berkumpul bersama dan berdiskusi tentang kondisi dan permasalahan dunia saat ini sekaligus bersama-sama mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Setelah mengikuti pertemuan itu, cakrawala berpikir atau wawasan para siswa diharapkan bertambah luas. Nantinya, mereka juga diharapkan menjelma jadi pemimpinpemimpin di negara masing-masing yang senantiasa berjuang untuk menciptakan perdamaian dan keharmonisan dunia," katanya.

Dalam kegiatan itu, katanya, kontingen masing-masing negara akan membawakan sebuah makalah yang terkait dengan tema sentral "Peace and Community Development". Untuk kategori individu, masing-masing peserta juga diwajibkan mempresentasikan sebuah essai yang temanya sudah mereka tawarkan kepada panitia sebelum kegiatan dilangsungkan. "CDLS 2008 ini merupakan event kedua yang diikuti siswa-siswa SMAN 4 Denpasar. Empat orang siswa SMAN 4 Denpasar juga mengikuti event serupa tahun 2007 lalu," katanya. (ian/*BP)

goesdun 07-11-2008, 03:41 PM DB SD Saraswati 3 Denpasar Juara Umum GPJB 2008

PRESTASI gemilang ditorehkan Drum Band (DB) Genta Mahardika Saraswati (GMS) SD Saraswati 3 (English Class) Denpasar pada Grand Prix Junior Band (GPJB) 2008 yang digelar di Stadion Tennis Indoor Senayan, Jakarta, belum lama ini. Pada event bergengsi tingkat nasional itu, siswa-siswa kreatif dari SD favorit pimpinan Dra. Cok Istri Murniati ini dinobatkan sebagai Juara Umum Divisi Junior GPJB 2008.

Ditemui Kamis (6/11) kemarin, Murniati mengatakan kreativitas seni yang ditampilkan anak didiknya sanggup mempesona para juri sehingga memberikan nilai akumulatif tertinggi untuk DB Genta Mahardika Saraswati. Dominansi DB GMS asuhan Bali Instructor Marching Band (BIMB) yang berdiri tahun 2005 lalu pada GPJB 2008 memang sangat nyata.

DB yang diperkuat siswa-siswa kelas III, IV dan VI itu sukses bertengger di posisi puncak setelah memboyong empat predikat terbaik alias juara I untuk kategori Colour Guard, General Effect, Display and Showman Ship dan Music Analysis Percussion Line Divisi Junior.

Satu-satunya gelar terbaik yang lepas adalah pada kategori Music Analyssis Horn Line. Pada kategori ini, anak-anak SD Saraswati 3 Denpasar harus puas bertengger di peringkat II. 'Prestasi membanggakan itu mengantarkan anak-anak menjadi jawara Divisi Junior sekaligus juara umum Divisi Junior GPJB 2008. DB GMS SD Saraswati 3 Denpasar juga berhak memboyong Piala Bergilir Presiden RI ke Bali,' katanya dengan wajah berseri-seri.

Meskipun baru berusia tiga tahunan, kata istri Camat Denpasar Barat Drs. I Made Mudra, M.Si. ini, DB GMS sudah sukses mengoleksi sejumlah prestasi bergengsi seperti Juara Umum I Divisi Sekolah Jembrana Marching Open Competition 2007, Juara Umum II Divisi Satu Langgam Indonesia 2008 dan sejumlah prestasi lainnya. 'Gelar Juara Umum Divisi Junior GPJB 2008 tentu saja makin memotivasi anak-anak kami untuk berlatih lebih giat sekaligus meningkatkan kreativitas sehingga prestasi membanggakan itu tetap bisa dipertahankan,' katanya dan menambahkan, DB GMS saat ini didukung sekitar 62 orang siswa.

Menurut Murniati, DB GMS merupakan salah bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang dimanfaatkan sebagai ruang berekspresi sekaligus meningkatkan cipta, rasa dan karsa para siswa. Dikatakan, kegiatan-kegiatan DB GMS bertujuan untuk membentuk dan mendidik siswa agar menjadi insan yang dinamis, kreatif, berdisiplin dan bertanggung jawab. 'Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa-siswa kami mampu meminimalisasi serendah mungkin dampak negatif kehidupan di era globalisasi ini,' tegasnya. (ian/*BP)

goesdun 11-11-2008, 03:47 PM Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2008 di Bali yang akan dilangsungkan di Hotel Westin, Kuta, Badung, 7-14 Desember mendatang, diikuti 50 negara. Hal itu dikatakan Ketua Panitia IGK Manila di Jakarta, Senin (10/11) kemarin.

'Jumlah 50 negara peserta berarti ada peningkatan dibanding kejuaraan dua tahun lalu di Kuala Lumpur, Malaysia, yang diikuti 42 negara. Ini jelas menjadi promosi bagi Indonesia khususnya Bali kepada dunia internasional,' kata Manila yang juga dikenal sebagai pendiri wushu di Indonesia.

Dengan banyaknya peserta, Manila yakin persaingan untuk meraih medali emas dari 22 nomor yang dipertandingkan bakal ketat. Untuk itu dia berharap kejuaraan kali bisa dijadikan momentum bagi peningkatan prestasi wushu nasional menuju SEA Games 2009 di Laos dan Asian Games 2010 di Beijing.

Wakil Ketua Umum PB WI Agus Susanto menambahkan, atlet sansho Indonesia yang ditempa di Surabaya sudah siap tempur untuk memberikan hasil yang terbaik. Para atlet tersebut merupakan hasil seleksi nasional September lalu.

Menurutnya, para atlet yang dipersiapkan ke Bali tinggal digenjot fisiknya. Pasalnya, faktor ini yang selalu menjadi kendala bagi para atlet saat turun di pertandingan. Semua itu terpantau saat tampil di seleknas, dari tiga ronde yang dipertandingkan mereka kedodoran sebelum pertandingan usai. (035) *BP

sialzcrew 12-11-2008, 07:52 PM ikud ah... ngepost di forum bali

wong2 bali ane tanya dunk ada tmpt2 yang enak ngak wat makan2 barenng2 sama tmn2 skull coz pertengahan taun dpn wa rencana na mw kebali n mgkin anak2 bali ada yg mw bwat mini gath kek di semrang gtu,,,, :D

goesdun 13-11-2008, 11:54 AM ikud ah... ngepost di forum bali

wong2 bali ane tanya dunk ada tmpt2 yang enak ngak wat makan2 barenng2 sama

tmn2 skull coz pertengahan taun dpn wa rencana na mw kebali n mgkin anak2 bali ada yg mw bwat mini gath kek di semrang gtu,,,, :D

banyak tempat, dan coba salah satunya Pantai Jimbaran dan Pantai Kedonganan.

goesdun 14-11-2008, 04:59 PM Nusa Dua (ANTARA News) - Seratus partisipan dari 12 negara di dunia menghadiri International Conference on Tsunami Warning (ICTW) di Nusa Dua, Bali, 11 hingga 14 Nopember ini.

ICTW yang bertujuan meningkatkan pemahaman dunia soal tsunami itu dibuka langsung oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman dengan mengambil tema "Menuju Komunitas Pesisir Pantai yang Lebih Aman".

"Kita harus belajar dari kejadian-kejadian tsunami yang pernah terjadi di dunia. Namun walau banyak belajar, manusia seringkali tidak belajar secara psikologis, padahal kesadaran di masyarakatlah kunci penting saat terjadi tsunami," kata Kusmayanto Kadiman dalam sambutannya saat membuka ICTW.

ICTW adalah forum pertemuan ilmiah di antara pakar tsunami dunia untuk menjadi ajang pertukaran informasi perkembangan teknologi dan penelitian di bidang kebencanaan tsunami. Konferensi ini adalah lanjutan dari peluncuran Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia.

Dalam konferensi akan tampil beberapa pembicara dari berbagai belahan dunia, yakni Hiroo Kanamori dari Caltech Pasadena, Eddie Bernard dari NOAA, Kenji Satake dari Universitas Tokyo, Stefan Dech dari UCSD dan Jan Sopaheluwakan dari LIPI.

Selain para pembicara akan dipaparkan sekitar 80 tulisan ilmiah dari 12 negara yang terbagi dalam lima sesi, yakni Sea-level Monitoring Database, Modelling and Simulation Information, Communication and Warning Dissemination, Crustal Deformation Monitoring dan Communnity Preparedness and Mitigation.

Menurut Ketua Panitia Prof. Dr. Ir. Andrianto Handojo, duabelas negara yang berpartisipasi antara lain Indonesia, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Filipina, Singapura, Malaysia, Srilangka, Taiwan, Thailand dan Swedia.

Paralel dengan ICTW, diadakan pula Asian Conference on Disaster Reduction 2008 (ACDR 2008). ACDR 2008 merupakan forum 28 negara Asia untuk memantau penerapan Hyogo Framework of Actions (HFA) di negara-negara tersebut. Tema utama dalam ACDR 2008 adalah kemitraan antara masyarakat dengan swasta dalam pengurangan resiko bencana.

goesdun 21-11-2008, 01:56 PM SMAN 4 Denpasar Juara Umum Olimpiade Teknik Unud

Prestasi anak-anak SMAN 4 Denpasar patut dibanggakan. Tak hanya di tingkat lokal, prestasi yang direngkuh anak-anak sekolah di bawah kepemimpinan Drs. Wayan Rika, M.Pd. itu juga di tingkat nasional dan Asia Pasifik. Bahkan sempat beberapa kali mewakili Indonesia dalam ajang internasional.

Kali ini, siswa-siswi SMAN 4 Denpasar menorehkan prestasi sebagai juara umum dalam Olimpiade Teknik Unud 2008. Dalam ajang kompetisi se-Bali, Jatim dan se-Nusa Tenggara pada 13-15 November 2008, siswa-siswa SMAN 4 berhasil memperoleh tiga medali emas (juara I) dan 4 medali perunggu (juara III). Atas prestasi itu SMAN 4 Denpasar berhak menggondol piala bergilir.

Menurut I Gede Putu Dharma Yusa, salah seorang peraih juara, Kamis (20/11) kemarin, anakanak SMAN 4 Denpasar mengikuti enam cabang dari tujuh cabang yang diperlombakan yakni LKTI, robot line follower, sketsa ide, rancang bangun jembatan mini, programming dan web desaign. Satu cabang tak diikuti yakni rancang bangun elektronik.

'Bersyukur, kami memperoleh juara umum dan berhak atas piala bergilir yang sebelumnya piala bergilir itu dipegang anak-anak Smansa. Ke depan prestasi ini semoga bisa ditingkatkan. Terima kasih kepada bapak/ibu guru dan teman-teman atas motivasinya,' katanya.

Karya tulis ilmiah berjudul 'Arsitektur dan Tata Letak Bangunan di Desa Adat Penglipuran sebagai Wujud Kristalisasi Nilai Budaya Bali Berbasis Tri Hita Karana' ditetapkan sebagai juara I dalam cabang lomba LKTI. Karya tulis ilmiah itu dibuat oleh Ni Luh Putu Harta Wedari, Putu

Wisnu Arya Wardana dan I Gede Bagus Ananda Pratama.

Demikian pula robot line follower bertitel 'Robot Simplity-4' karya I Gede Putu Dharma Yusa dan Putu Wisnu Arya Wardana ditetapkan sebagai juara I. Juara I lainnya diraih I Made Wirantara dan Danny Aguswahyudi dalam lomba programming. Dalam lomba programming, anak-anak SMAN 4 atas nama Frederikus Hudi dan Robertus Hudi ditetapkan sebagai juara III. Juara III lainnya diraih dalam lomba rancang bangun jembatan mini dengan karya 'Rolling Bridge' ciptaan Heidi Patricia dan Theresa Noomi Putri. Dalam lomba sketsa ide SMAN 4 juga juara III atas nama Ragil Nastiti dengan karya Museum Arsitektur. Demikian pula juara III diraih dalam lomba web desaign karya I Wayan Jimmy Gunawan.

Juara Asia-Fasifik

Sementara itu, IB Putu Peradnya Dinata, siswa SMAN 4 Denpasar, yang sukses menggondol penghargaan Indonesian ICT Award (INAICTA) 2008 karena hasil karyanya 'Peradnya Virus Cleaner' dalam kompetisi di tingkat Asia Pasifik berhasil meraih juara II (merit).

Dalam ajang INAICTA lalu, ia mengirimkan dua software yaitu 'Peradnya Virus Cleaner' dan 'Peradnya Steganography'. Setelah melalui tahapan seleksi dan presentasi, 26 Juli 2008 lalu, kedua program itu masuk nominasi. 'Peradnya Virus Cleaner itu ditetapkan sebagai winner dan Peradnya Steganography masuk 5 besar.

Dari dua software itu 'Peradnya Steganography' ditetapkan sebagai juara II (merit) di tingkat Asia Pasifik,' ujar IB Peradnya Dinata, Kamis kemarin. (08/*BP)

goesdun 22-11-2008, 11:44 AM Tradisi yang Masih Teguh Dipegang Masyarakat

http://www.balipost.com/admin/foto_berita/GIBUNG.gif

BALI memang dikenal memiliki adat istiadat yang beraneka ragam. Adat istiadat yang dominan bernafaskan Hindu tersebut menyimpan berbagai upacara keagamaan, mulai dari dewa yadnya, pitra yadnya, manusia yadnya, hingga buta yadnya. Di Bali timur (Karangasem), upacaraupacara keagamaan itu masih sangat kental dan masyarakat pun sangat antusias melakoninya.

Dalam setiap prosesi upacara keagamaan senantiasa disertai dengan kegiatan makan bersama alias magibung. Kenapa harus magibung dan kenapa tidak menggunakan pola makan prasmanan atau makan jalan? Jawaban atas pertanyaan ini tiada lain bahwa masyarakat di sana masih berpegang teguh pada tradisi yang diwarisi secara turun temurun.

Karakteristik kegiatan magibung yang cukup menonjol dan dijumpai di sebuah desa tua, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, seperti (1) penyiapan makanan dilakukan secara bersama-sama, (2) makanan yang dijadikan gibungan bahannya bersumber dari

daging, kelapa, dedaunan, dan nasi putih, dan (3) satu porsi gibungan dimakan atau disantap oleh delapan orang.

Paket gibungan yang hendak disuguhkan kepada tamu dan di lingkungan mereka sendiri, dikerjakan secara gotong royong penuh dengan rasa kekeluargaan. Jika pihak penyelenggara memperkirakan tamu-tamunya yang akan datang dalam jumlah besar, maka tempat pengerjaan paket gibungan dilakukan di balai banjar. Sebaliknya, jika tamunya sedikit, cukup dikerjakan di rumah bersangkutan.

Antara pria dan wanita sudah terdapat perbedaan tugas. Yang pria mengerjakan paket gibungan seperti membuat sate, lawar, dan urab-uraban. Mereka yang membantu di balai banjar sudah berdatangan sekitar pukul 01.00 dini hari. Pekerjaan diawali dengan membuat bumbu-bumbu sate dan lawar, kemudian dilanjutkan dengan memotong babi, dan proses ini berlanjut hingga pekerjaan selesai sekitar pukul 06.00, berbentuk paket gibungan yang siap saji dan siap santap.

Lalu, apa pekerjaan ibu-ibu dan remaja putri? Mereka sibuk memasak nasi sebagai kelengkapan gibungan. Di samping itu ada tugas tambahan seperti penyediakan minuman; kopi, teh, di saat kaum prianya bekerja di balai banjar. Pokoknya, seperti semboyan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), "Bersama kita bisa".

Bermacam Unsur

Bahan-bahan yang dipakai membuat gibungan terdiri atas daging babi, bisa juga dilengkapi

dengan ayam atau dolong alias kuir, kelapa dipakai untuk membuat lawar dan urab-uraban, dedaunan semisal dan belimbing, dan yang tak kalah penting adalah nasi putih.

Dengan bahan-bahan itu, dalam gibungan jelas akan terlihat bermacam-macam unsur seperti sate lilit, sate pusut, sate asem atau sate tusuk, lawar merah dan putih, urab-uraban, urutan, hingga kuah penyedap makanan yang biasanya terdiri atas kuah komoh maupun kuah timbungan. Aroma magibung akan tampak semakin nikmat jika ditambah dengan tuak -- minuman khas Karangasem.

Satu paket gibungan -- masyarakat setempat menyebutnya karangan -- disantap atau dimakan secara bersama-sama oleh delapan orang. Masyarakat setempat menyebutnya satu sele atau asele. Mereka ini bisa orang dewasa dan bisa pula gabungan dengan anak-anak. Yang laki-laki ngumpul dengan laki-laki, perempuan ngumpul bersama perempuan. Ketentuan delapan orang dikaitkan dengan bobot porsi gibungan yang sedang mereka hadapi. Jika kebetulan jumlah orang kurang dari delapan, hal itu bisa dibijaksanai.

Dari serangkaian prosesi upacara atau yadnya, tampaknya kegiatan yang terakhir inilah yang paling ditunggu-tunggu para tamu yang datang termasuk saudara dan sanak familinya. Di kalangan anak-anak, magibung benar-benar dirasakan sebagai berkah dan menjadi kesenangan tersendiri. Maklum yang namanya anak-anak pasti suka dengan yang enak-enak. Waktu acara magibung biasanya berlangsung siang hari, namun belakangan sering lebih pagi, di bawah pukul 11.00. Beberapa pertimbangannya, satu di antaranya menghindari agar makanan yang lezat tersebut tidak cepat basi.

Tahu Aturan

Yang menarik dari kegiatan magibung ini bahwa setiap orang seperti sudah sama-sama tahu aturan mainnya sehingga tidak terlihat rebutan dalam mengambil makanan yang ditaruh di atas dulang atau di atas kelatkat -- tempat makanan terbuat dari serpihan bambu. Seberapa banyak lawar yang diambil dan seberapa besar daging, sate dan nasi yang dimakan, satu sama lain berada pada koridor dan komposisi yang teratur. Akhirnya mereka sama-sama puas, perut kenyang kembali ke rumah masing-masing.

Magibung merupakan sesuatu yang sangat mengasyikkan, tidak saja bagi anak-anak tapi juga bagi remaja dan orang dewasa. Bagi masyarakat setempat, kegiatan ini sudah dianggap biasa karena terlalu sering mengalaminya. Namun yang agak bermasalah biasanya orang luar Karangasem ketika mereka diajak magibung. Meski jumlah mereka dibijaksanai hanya empat orang, namun masih terlihat agak canggung dan merasa susah melakukannya. Sehingga, begitu acara magibung usai, mereka pun tidak merasakan kepuasan sebagaimana menggunakan tata cara makan yang lain semisal berbentuk prasmanan.

Bagi orang Buleleng yang kebetulan bekerja di Karangasem, misalnya sebagai guru atau karyawan sebuah instansi, pada umumnya agak mudah beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan adat setempat. Gejala ini diduga karena orang-orang Buleleng pada umumnya bersifat terbuka, mudah berkawan dan mencari kawan. Mereka, ketika menghadiri upacara keagamaan dan diajak magibung, pada awalnya memang ada rasa sedikit canggung. Tetapi setelah berjalan

dua atau tiga kali, mereka malah menjadi ketagihan.

Informasi seperti ini sekurang-kurangnya diperoleh dari seorang tokoh desa pakraman Bungaya, Gede Sabantara (49), lewat perbincangan singkat baru-baru ini di sebuah balai banjar yang dijadikan tempat magibung. Menurutnya, saat ini cukup banyak orang perantauan yang berada di daerah Karangasem, tapi masih cukup banyak pula yang belum adaptif dengan budaya magibung. (BP/*romi sudhita)

goesdun 24-11-2008, 04:42 PM Nusa Dua - Dunia penyiaran diharapkan untuk segera berbenah diri untuk migrasi dari sistem analog ke sistem digital. Migrasi ke sistem digital dinilai sebagai sebuah keharusan.

Hal ini dikatakan Menteri Komunikasi dan Informasi, M. Nuh di sela-sela pembukaan Sidang Umum Asia-Pacific Broadcasting Union ke-45 di Nusa Dua, Bali, Senin.

Menurut M. Nuh terdapat sedikitnya dua alasan mengapa sistem penyiaran harus segera bermigrasi ke digital. Pertama, peralatan yang diproduksi sekarang ini dan yang ke depan bahkan hingga sistem transmisi penyiaran semuanya berbasis digital.

"Jadi mau tidak mau, semuanya akan beralih ke digital, apabila masih analog maka dikhawatirkan tidak akan bisa produksi," kata M. Nuh.

Alasan kedua menurut M. Nuh, bila sistem terus menggunakan sistem analog, maka akan ada keterbatasan-keterbatasan. Keterbatasan yakni pada pemanfaatan kanal atau frekuensi.

"Sistem analog, bagaikan satu rumah dalam satu kavling yang diisi satu keluarga. Bagaimana apabila keluarga semakin banyak? Maka akan ada yang menggunakan tempat ilegal. Sedangkan sistem digital, bagaikan rumah susun, yang dapat lebih banyak memuat keluarga," jelas M. Nuh.

Untuk itu dunia penyiaran di Indonesia diharapkan segera menyiapkan diri untuk segera beralih ke sistem digital. Apabila tidak beralih ke sistem digital, maka dikhawatirkan tidak akan mampu bertahan.

M. Nuh juga mengatakan kebutuhan dunia penyiaran untuk migrasi ke sistem digital adalah kebutuhan yang mendesak.

"Dunia penyiaran di Jepang diperkirakan akan memiliki sistem digital pada tahun 2012, sedangkan Indonesia baru mengadakan soft launch pada tahun ini," kata M. Nuh.(*ANTARA)

goesdun 25-11-2008, 02:28 PM Denpasar - Rangkaian pesta seni, budaya dan lingkungan "Gempita Gianyar 2008" menjadi salah satu atraksi wisata tahunan di Bali yang cukup menarik dan mampu mendatangkan kunjungan wisatawan dari berbagai negara.

Pesta seni bertajuk "Mencumbu Alam di Bumi Kahyangan" yang berlangsung 14-16 November 2008 tersebut, dinilai sukses menampilkan sejumlah pentas seni, yang dipadukan kegiatan pelestarian lingkungan dan budaya.

Hujan yang setiap hari membasahi bumi Gianyar, justru meneduhkan suasana dan menambah antusiasme masyarakat Gianyar maupun wisatawan asing dalam menyambut pergelaran setahun sekali itu.

Seperti diungkapkan Srijori, seorang warga Bali, bahwa masyarakat maupun wisatawan menginginkan acara itu bisa terus berlangsung secara berkala setiap tahun.

"Kami dan warga lainnya berterima kasih karena banyak pihak yang memberi perhatian pada pelestarian kebudayaan dan lingkungan, hingga berhasil menyelenggarakan program seindah ini," ucapnya.

Kegiatan ini diawali pesta seni "Exotic Culture" di Pucak Payogan, menampilkan sendratari Calonarang yang dibawakan oleh tiga generasi penari terkemuka Maestro Ni Ketut Cenik, Ni Wayan Sekariani dan Sri Maharyeni serta I Ketut Rina.

Jay Subyakto sebagai penata artistik mengemas pertunjukan selama kurang lebih 90 menit dengan sangat apik.

Pergelaran dibuka dengan penampilan balaganjur, menggunakan seperangkat gamelan yang

biasa diperuntukkan mengiringi pawai atau iring-iringan upacara agama atau upacara adat.

Seiring waktu, prosesi balaganjur juga mengandung makna ketulusan dalam "ngayah", yakni melaksanakan sesuatu tanpa pamrih.

Penonton kemudian diajak menyaksikan atraksi sabung ayam, sebuah budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Pulau Dewata. Adu ayam jago ini tidak hanya dilakukan oleh rakyat untuk hiburan semata, tetapi hadiah pemenang kemudian dimanfaatkan untuk pembangunan banjar atau semacam kantor dusun.

Penyanyi muda berbakat Gita Gutawa yang terlibat dalam pergelaran ini, tampil menyusul dengan membawakan lagu berbahasa Bali, "Choping Larung" karya Guruh Soekarnoputra.

Lagu ini menceritakan kegelisahan Frederick Chopin ? seorang komposer musik ? yang melihat rusaknya budaya Bali akibat pengaruh kebudayaan barat.

Chopin mengangankan dirinya dilarung di laut Bali jika meninggal dunia nanti.

"Saya ingin menampilkan wajah Bali seutuhnya dengan menyuguhkan budaya yang masih hidup seperti sabung ayam. Gita Gutawa datang dari Jakarta dan tampil bukan untuk membawakan lagu pop tetapi harus menyampaikan lirik dalam bahasa Bali," demikian Jay Subyakto.

Sendratari Calonarang diangkat karena usianya yang sudah sangat tua dan mempunyai jalan

cerita yang istimewa.

Sendratari yang dahulu dipertunjukkan di pemakaman ini, menampilkan Tari Sisia yang dibawakan oleh Sri Maharyeni. Tariaan ini menggambarkan murid-murid atau pengikut dari Walu Nateng Dirah yang menerima pelajaran ilmu hitam secara langsung dari Walu Nateng Dirah.

Tari Walu Nateng Dirah sendiri, yang menceritakan tokoh sentral dalam sendratari "Calon Arang", dibawakan oleh Ni Wayan Sekariani. Walu Nateng Dirah adalah perempuan yang sangat sakti dan hidup di tengah hutan.

Ni Wayan Sekariani membawakan dua buah tarian lainnya secara berturut-turut yaitu Tari Padung yang menggambarkan upaya Patih Padung dalam membalas dendamnya pada Walu Nateng Dirah dan Tari Rangda yang merepresentasikan betapa kuat dan dahsyatnya ilmu hitam yang dikuasai Walu Nateng Dirah.

Maestro Ni Ketut Cenik tampil sebagai Rarung ? salah satu murid terbaik dan tersakti yang dimiliki oleh Waru Nateng Dirah ? yang kerap menunjukkan kekuatannya dengan cara memainkan atau memakan bayi yang telah meninggal dunia.

I Ketut Rina, bersama sanggarnya terakhir menginterpretasikan lakon Calonarang dengan caranya yang khas, disertai kejutan bola-bola api yang bergulir di antara para penari Kecak.

Pergelaran yang dihadiri oleh Bupati Gianyar Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Msi, Ketua BPK Anwar Nasution, sejumlah pejabat daerah, para pengurus Yayasan Sekar Saji Nusantara serta tamu-tamu penting lainnya ini menyisakan kesan yang mendalam.

"Pagelaran The Exotic Culture malam ini mampu membuktikan ke-eksotisannya. Luar biasa. Tidak semua warga Bali mengenal dan mengerti jalan cerita Calonarang. Mudah-mudahan masyarakat teredukasi dan memperoleh pengalaman berharga," kata Maryuna Anwar Nasution, Ketua Yayasan Sekar Saji Nusantara, setelah memberi penghargaan kepada pendukung acara.

Sang penata artistik menambahkan, bahwa Gempita Gianyar selanjutnya mungkin saja mengangkat unsur seni dari daerah lain di Bali dan bahkan dari propinsi lain di Indonesia.

Gempita Gianyar nantinya diharapkan menjadi wadah perwujudan apresiasi seni dan potensi budaya Nusantara.

Pesta Lingkungan

Pesta lingkungan diselenggarakan di Pantai Masceti, yang berada satu garis pantai dengan Pantai Sanur, namun memiliki pasir hitam yang keindahannya belum diperkenalkan secara maksimal.

Selain melestarikan seni budaya khas Gianyar dan Bali, Gempita Gianyar 2008 Green Gathering mempunyai misi melestarikan alam dan lingkungan hidup.

Wakil Bupati Gianyar Dewa Made Sutanaya, yang hadir bersama sejumlah pejabat pemerintah dan masyarakat setempat, berharap kegiatan tersebut dapat mencegah abrasi Pantai Masceti serta menjaga kebersihan dan kelestariannya.

Pesta lingkungan ditandai dengan penanaman pohon kelapa dan pohon camplung di sepanjang garis pantai serta melepas sejumlah tukik (anak penyu) ke laut oleh murid-murid SD Negeri 1 Keramas dan SD Negara 1 Medahan.

Gita Gutawa tampil membawakan lagu Tanah Airku, sehingga menambah semarak dan berkesan kegiatan pelestarian lingkungan yang dimaksudkan untuk mendidik anak-anak sekolah dasar dan masyarakat umum itu.

Jay Subyakto, salah seorang penggagas program ini, berharap pemerintah dapat bekerja sama dengan para pemerhati lingkungan lainnya seperti kelompok akademisi, organisasi pecinta lingkungan dan teknisi lingkungan.

Dengan demikian akan dapat bersama-sama menjalankan program restorasi dengan menciptakan teknologi sederhana yang memanfaatkan sumber daya alam, dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara kolektif.

Maryuna Anwar Nasution, Ketua Yayasan Sekar Saji Nusantara, berharap dalam empat-lima tahun ke depan, penghijauan Pantai Masceti dapat membuahkan hasil.

Pesta Tenun

Program terakhir dalam rangkaian Gempita Gianyar 2008 adalah Pesta Tenun yang diselenggarakan di Ubud Village Resort & Spa. Meski gerimis sempat turun di awal acara, peragaan busana yang bernuansa romantis ini secara sempurna menampilkan lebih dari 40 hasil karya rancang Thomas Sigar, Tjok Abi & Tude dengan motif-motif tenun Bali.

Bekerjasama dengan Putri Ayu Tenun Gianyar, Thomas Sigar menciptakan kain-kain tenun gaya baru Bali yang menampilkan motif-motif tradisional seperti Cakra ? Geringsing, Jempiring, Kepiting dengan sistem "airbrush" dalam warna-warna pelangi.

Kesempatan ini juga digunakan oleh Thomas untuk bekerjasama kembali dengan Rumah Mode Mamuli untuk kesekian kali.

Khusus untuk Gempita Gianyar 2008, Thomas menciptakan terobosan baru menambah tenun dengan imbuhan sungkit dan jalinan benang sutera halus berwarna tembaga-keemasan.

Ia juga secara kreatif menampilkan bahan-bahan yang terbuat dari serat dengan warna alam.

"Gempita Gianyar bukanlah sebuah program biasa, namun secara luhur memadukan seni, budaya dan pelestarian alam. Apa yang kami persembahkan kali ini betul-betul memperhatikan pemanfaatan kekayaan ekologi dan alam nusantara," papar Thomas Sigar.

Sementara Tjok Abi mengaku sangat berbahagia bisa terlibat aktif dalam gelaran perpaduan seni, budaya dan lingkungan. "Kesempatan ini merupakan satu lagi langkah kecil saya dalam meniti jalan menuju cita-cita mulia melestarikan dan mengembangkan kain tradisional Bali," ucapnya.

Ia juga sangat berharap momentum ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat dan wisatawan, tetapi lebih jauh dapat menggerakkan pemerintah dalam menjangkau desa-desa tempat penrajin.

Menurut dia, perlu upaya yang terintegrasi untuk memperjuangkan misi tersebut, misalnya Departemen Perindustrian bekerjasama dengan sarjana-sarjana desain tekstil, usaha mikro, industriawan dan organisasi promotor budaya, guna bersama-sama memperluas potensi pasar, pembeli dan pengguna kain Bali.

Festival Gempita Gianyar yang kedua kalinya, dengan meramu kegiatan seni, budaya dan lingkungan, dinilai berhasil menunjukkan magnet magis-nya, ditandai kehadiran dan keterlibatan masyarakat luas dan banyaknya wisatawan yang hadir.

Berbagai pihak terkait, baik masyarakat seni, warga Gianyar maupun Bali secara umum, tentu berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung, mampu memberdayakan modal sosial budaya dan tidak hanya berhenti menjadi kegiatan seremonial, sehingga menunjang pariwisata dan perekonomian Pulau Dewata. (*Tunggul Susilo / ANTARA News)

goesdun

27-11-2008, 05:20 PM Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik memprediksi, penerimaan devisa dari sektor pariwisata selama 2008 sebanyak 6,2 miliar dolar AS.

"Tahun ini kita prediksikan 6,4 juta wisatawan mancanegara (wisman) dengan penerimaan devisa 6,2 miliar dolar AS," kata Jero Wacik di sela-sela acara Rapat Kerja (Raker) Pemasaran Pariwisata 2009 di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan, wisatawan nusantara (wisnus) juga mengalami peningkatan dibanding 2007 yaitu sebanyak 223,4 ribu perjalanan dan menghasilkan Rp90 triliun dari pergerakan ekonomi di masyarakat.

Sampai akhir 2008 nanti, Menbudpar masih berharap dapat memenuhi target jumlah kunjungan wisman 2008 dari pemerintah yaitu 7 juta orang meski BPS (Badan Pusat Statistik) telah memprediksi hanya berkisar 6,3 - 6,4 juta orang.

"Tujuh juta wisman itu target optimis, sedangkan 6,5 juta wisman itu target moderat dan 6 juta wisman itu target minimum," katanya.

"Sampai Oktober kita sudah mendapatkan 5,1 juta wisman. November - Desember kita perkirakan ada penambahan sekitar 1,2 juta sehingga sampai akhir tahun ada 6,3 - 6,4 juta wisman," lanjut Menbudpar.

Sedangkan untuk 2009, Jero Wacik mengatakan, pemerintah atas usulan dari pemangku kepentingan pariwisata telah menetapkan untuk melanjutkan program Visit Indonesia.

"Tahun 2009, program Visit Indonesia harus dilanjutkan. Beberapa daerah juga sudah mencanangkan program Visit seperti Visit Musi, Visit Batam, Visit Bangka Belitung," katanya.

Dan pemerintah pun menunggu usulan dari pemangku kepentingan termasuk dari pelaku industri pariwisata dalam Raker Pemasaran Pariwisata 2009 tersebut untuk menetapkan target jumlah wisman 2009.

"Target yang realistis, tapi jangan ketakutan. Target optimis bisa 8 juta wisman dan target moderat bisa 7,5 juta wisman," kata Jero Wacik.

Sedangkan Dirjen Pemasaran Depbudpar, Sapta Nirwandar mengatakan pihaknya menerapkan strategi pemasaran pariwisata menjelang berakhirnya tahun 2008 ini yang difokuskan ke empat negara yaitu Singapura, Malaysia, Cina dan Australia.

"Kenapa kita pilih empat negara itu, karena wisman dari empat negara tersebut masih bisa berubah cepat di saat terakhir, wisman akhir minggu," kata Sapta.

Sedangkan destinasi yang ditawarkan yaitu Jakarta-Bandung, Yogya-Solo, Surabaya, Padang, Manado, Makassar, Bali dan Lombok, dengan produk pariwisata yang ditawarkan yaitu golf, spa, belanja, kuliner, diving dan musik.

Sapta juga mengatakan target tingkat kunjungan wisman 2009 sebanyak 8 juta orang dengan perolehan devisa sebanyak 8 miliar dolar AS dan target wisnus sebanyak 226 juta perjalanan dengan pengeluaran sebanyak Rp82 triliun.

Raker Pemasaran Pariwisata 2009 diikuti oleh pemangku kepentingan pariwisata Indonesia seperti kepala dinas pariwisata seluruh Indonesia, sembilan kantor cabang pemasaran pariwisata Indonesia di luar negeri sampai pelaku industri pariwisata seperti PHRI, ASITA, INCCA dan INACA.

Raker yang digelar dua hari sampai Kamis besok bertujuan untuk merumuskan program pemasaran pariwisata pada tahun 2009.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi: Surya Dharma, Kepala Informasi dan Hubungan Masyarakat, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Telepon: 021 - 3838167, 021 - 3838131, Fax: 021 - 3849715.(*ANTARA)

goesdun 28-11-2008, 01:42 PM Jakarta, 28/11 - Media berpengaruh di Aljazair, La Tribune, menurunkan tulisan mengenai kemajuan pariwisata Indonesia, termasuk destinasi DKI Jakarta. Dalam reportasenya yang berjudul 'Indonesia Membuka Diri kepada Dunia Sambil Mempertahankan Indentitasnya' yang dimuat pada edisi 9 November 2008 lalu, La Tribun menggambarkan perkembangan industri

pariwisata Indonesia selain memiliki potensi alam yang sangat mendukung, juga memiliki infrastruktur pariwisata yang maju.

Infrastruktur itu, seperti di Jakarta, telah betebaran hotel berbintang yang sebagian dikelola oleh international chain hotel. Pemerintah Indonesia gencar mempromosikan pariwisata, di mana sektor ini dikembangkan sebagai alternatif untuk keluar dari ketergantungan sumber minyak bumi.

Sekretaris Ketiga Pensosbud KBRI Alger, R.Sakunto Paksi, dalam faksimilinya yang dikirim ke Depbudpar menyebutkan, baru-baru ini wartawan La Tribune berkunjung ke Jakarta mengikuti rombongan pengusaha Aljazair dalam Trade Expo Indonesia ke-23 yang berlangsung akhir Oktober lalu.

Dalam laporannya La Tribune menyebutkan, tahun-tahun belakangan ini Indonesia menjadi eldorado bagi wisatawan terutama negara-negara Barat, juga para pecinta pulau-pulau syurgawi seperti Bali dan Lombok. La Tribune menggambarkan bagaimana awal hubungan bilateral yang bersejarah melalui penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955. Hubungan khusus tersebut selalu dikenang dan dipelihara masyarakat kedua negara Indonesia dan Aljazair.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi: Surya Dharma, Kepala Informasi dan Hubungan Masyarakat, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Telepon: 021 - 3838167, 021 - 3838131, Fax: 021 - 3849715. (*ANTARA)

goesdun 28-11-2008, 01:54 PM Mumbai- Keadaan genting di India belum teratasi sepenuhnya. Penyerbuan tiba-tiba para militan menuju dua hotel mewah di pusat finansial Mumbai hingga berita ini diturunkan masih berlangsung. Selain melakukan penembakkan membabibuta, para penyerang juga melakukan penyanderaan. Menurut pihak berwenang ada 200 orang terjebak di hotel Trident/Oberoi.

Kepala kepolisian negara bagian Maharashtra A.N. Roy mengatakan tak ada sandera di hotel Taj Mahal. Namun "masih ada cukup banyak" di Trident/Oberoi.

Sementara itu menurut informasi ada lima warga Bali yang berada di Hotel Raj Mahal saat penyerangan. Diperkirakan kelima orang itu adalah karyawan hotel setempat. Namun hingga semalam informasi tersebut belum mendapat konfirmasi dari aparat berwenang baik di India maupun Indonesia.

Kepala Oberoi Group S.S. Mukherji pada NDTV menyatakan sekitar 200 orang terjebak di dalam hotel Trident/Oberoi di sebelah selatan kota. Trident/Oberoi diserbu Rabu malam oleh pria dengan senjata berat dari kelompok militan Islam kurang dikenal yang menargetkan wisatawan asing.

Saat insiden berlangsung sekitar 380 orang berada di lingkungan hotel dan masih belum jelas berapa orang menjadi sandera utama pelaku. Militer India dibantu polisi berusaha mengakhiri kemelut dengan cepat tanpa menelan banyak korban jiwa, menyusul suara letusan tembakan

masih terdengar hingga Kamis malam.

Kepala kepolisian negara bagian Maharashtra A.N. Roy mengatakan "kami berada dalam tahap akhir operasi. Kami memiliki kepercayaan diri penuh mampu mematahkan pertahanan teroris." Roy tak menjelaskan berapa banyak ekstremis berada di dalam hotel. Ia hanya mengatakan tak ada sandera di hotel Taj namun "masih ada cukup banyak" di Trident/Oberoi. (ton/afp)

goesdun 01-12-2008, 02:11 PM Denpasar - Kejuaraan biliar bertajuk 10th 9 ball Bali International Open (BIO) 2008 akan digelar di Next Biliar Centre (NBC) Renon dan Hotel Sanur Beach (HSB), Denpasar. Pertandingan babak kualifikasi berlangsung di NBC hingga 2 Desember, sedangkan babak utama sampai final di HSB hingga 6 Desember mendatang.

Menurut Ketua Umum PB POBSI Tutuk Kurniawan, mestinya 24 negara ambil bagian pada ajang memperebutkan total hadiah Rp 350 juta ini. Namun, karena sesuatu dan lain hal, atlet Australia, India, Thailand, Brunei, Qatar dan Vietnam akhirnya urung datang.

'Kehadiran 18 negara dengan 89 atlet termasuk kejutan. Jumlah peserta tahun ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah,' ujar Tutuk Kurniawan yang melakukan pemukulan bola pertama bersama tokoh biliar nasional Putera Astaman di NBC Renon, Minggu (30/11) kemarin.

Pebiliar yang batal ke Pulau Dewata antara lain juara dunia Dariel Pies asal Prancis dan

Pangeran Mutak Dibilah dari Brunei. Mereka memilih mengikuti turnamen di Jepang berhadiah Rp 1,3 miliar.

Atlet terbaik Filipina, Jopen Bustamante, bisa turun, begitu juga Cang Jung Ling, Cuo Po Cheng, Lim Yun Mi, Park Tun Ji (Korea Selatan), Abdulah dan Hassan Safvar (Maldeva). Sementara dari kalangan pebiliar papan atas nasional berlaga Ricky Yang, Roby Suharli, Moh. Sulfikri, Siao Wie To, dan Bambang. Tidak ketinggalan dua pebiliar putra terbaik Bali, Yudarman dan Tony Cahaya Putra, yang langsung bermain di babak utama (128 besar) berkat fasilitas kemudahan (wild card).

Wakil DKI Jakarta, Angeline Ticoalu, hanya menargetkan masuk babak utama. 'Bisa ke lolos ke babak utama sudah bagus,' ujar juara PON XVII ini didampingi pebiliar Bali Desak Raka Kasih Ariati.

Ketua Umum Pengprov POBSI Bali I Gusti Agung Gede Dharma Putra didampingi Wakil Daniel Dino Dinata berharap bisa menyelenggarakan kejuaraan dengan sukses. 'Lewat agenda internasional ini segenap pengurus akan mendapat pengalaman berharga,' ungkap Dharma Putra. (kmb11*BP)

goesdun 02-12-2008, 11:52 AM Jakarta, 28/11 - Dirjen Pemasaran Depbudpar DR. Sapta Nirwandar mengatakan, pemerintah (Depbudpar) menetapkan target optimistis (tinggi) kunjungan wisman tahun 2009 sebesar 6,7

juta atau mengalami pertumbuhan 6,2 % dari pencapaian kunjungan wisman tahun 2008 yang diperkirakan sebesar 6,4 juta hingga 6,5 juta. Sementara untuk target moderat (sedang) dengan pertumbuhan 4% dan target pesimistik (rendah) dengan jumlah wisman sama dengan tahun ini.

"Untuk fokus pasar 2009 pemerintah bersama industri atau para pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata sepakat untuk memfokuskan pemasaran pariwisata pada 10 negara dan kawasan terutama negara di kawasan Asia," kata Sapta Nirwandar ketika menyampaikan hasil Rapat Kerja (Raker) Pemasaran Pariwisata 2009 di Jakarta, Kamis (27/11).

Disebutkan, kesepuluh negara dan kawasan tersebut yakni; Singapura, Malaysia, Jepang, Cina, Korea Selatan, India, Filipina, Australia, Timur Tengah, dan Eropa yang terdiri atas Inggris, Belanda, Perancis, Jerman dan Rusia.

"Kita memfokuskan pasar ke Filipina karena ternyata banyak wisman dari Filipina turutama kalangan ekspatriat yang berkunjung ke Indonesia. Tahun 2009 kita harapkan dapat menarik 150 ribu wisman Filipina," kata Sapta Nirwandar.

Dalam target optimistis 2009 sebesar 6,7 juta tersebut proyeksi kunjungan wisman dari Singapura sebanyak 1,3 juta, Malaysia 960.000, Eropa 970.000, Jepang 600.000, Australia 550.000, Cina 410.000, Korsel 390.000, dan India 210.000 wisman.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi: Surya Dharma, Kepala Informasi dan Hubungan Masyarakat, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Telepon: 021 - 3838167, 021 - 3838131,

Fax: 021 - 3849715 (*ANTARA)

goesdun 04-12-2008, 04:48 PM Kuta, - Setelah gelombang cukup besar menghantam kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, kini daerah yang merupakan obyek kunjungan wisatawan mancanegara itu dipenuhi ribuan bangkai ikan dan aneka sampah.

Ikan-ikan itu terhampar di pasir putih yang biasa dipakai tempat berenang dan berjemur oleh para pelancong, demikian laporan dari Kuta, Kamis.

Petugas pada Posko SAR Balawista menyebutkan, onggokan sampah yang sebagian besar berupa barang-barang dari plastik, tersebar di daerah pantai setelah digiring ombak besar.

Menurut dia, ombak cukup besar setinggi satu sampai 1,5 meter sempat muncul pada Kamis dinihari hingga pagi hari bersamaan dengan munculnya angin cukup kencang.

Ketika ombak mulai mereda itulah, di sepanjang Pantai Kuta kemudian muncul onggokan sampah dan bangkai ikan dalam jumlah cukup besar.

Sebagian besar turis mancanegara yang semula sempat datang ke pantai untuk tujuan berenang atau berselancar di laut, mendadak harus mengalihkan tempat rekreasinya ke wilayah darat.

Tidak sedikit turis yang akhirnya "balik kanan" begitu melihat kawasan pantai penuh dengan taburan bangkai ikan dan sampah yang digiring ombak dari tengah laut.

Turis yang urung beraktivitas di pantai, terlihat langsung menuju areal pertokoan yang menjual aneka barang suveniran, atau bergerak ke ruang bar dan restoran bahkan kolam renang yang terdapat di sejumlah hotel berbintang.

Kasubag Humas Pemkab Badung Agus Sataki yang dihubungi terpisah menyebutkan, pihaknya bekerja sama dengan masyarakat setempat, kini tengah berupaya membersihkan sampah dan bangkai ikan yang sempat "namu" ke kawasan Pantai Kuta.

"Hingga siang ini, telah sebagian dari ribuan bangkai satwa perairan tersebut telah berhasil kita kuburkan," ucapnya.

Pada garis pantai sepanjang kurang lebih 10 kilometer itu, hampir di setiap sisinya ditaburi sampah dan ikan mati yang mayoritas berukuran sebesar gagang telepon rumah atau telapak kaki bocah usia sekolah taman kanak-kanak.

Adanya "banjir" ikan yang beberapa di antaranya telah tercium bau busuk, telah membuat pantai yang merupakan pusat kunjungan wisatawan mancanegara itu cukup menjijikkan.

Petugas pada Dinas Perikanan dan Kelautan Badung menduga bangkai ikan tersebut buangan

para nelayan di tengah laut kemudian digiring ombak merapat ke pantai, seperti halnya sempat terjadi pada tahun lalu di pantai yang sama.(*ANTARA News)

goesdun 10-12-2008, 10:09 AM SMAN 1 Sukawati Juara I UKS Se-Bali

Gianyar - SMAN 1 Sukawati di pengujung tahun 2008 kembali menorehkan prestasi gemilang sebagai juara I dalam Lomba UKS tingkat SMA se-Provinsi Bali, menyusul kesuksesannya pada Oktober lalu sebagai juara I Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Provinsi Bali dengan memboyong Piala Wakil Gubernur Bali.

Sementara di akhir November 2008 lalu, 24 siswa SMAN 1 Sukawati juga berkesempatan terbang ke Belanda mengikuti program pertukaran siswa dengan Unic Utrecht sekaligus mempresentasikan upaya krama Bali mengatasi pemanasan global di ajang Global Warming International Congress di Amsterdam.

Kepala SMAN 1 Sukawati Drs. I Nyoman Sudana, M.M., Selasa (9/12) kemarin menjelaskan, dua tugas berat bulan November lalu telah berhasil dilaksanakan oleh tim yang dibentuk di SMAN 1 Sukawati, yakni menjadi duta Kabupaten Gianyar dalam Lomba UKS tingkat Provinsi Bali dan menyiapkan 24 siswa melakukan program pertukaran siswa dengan Unic Utrecht Belanda. 'Keduanya sama-sama penting dan berpengaruh terhadap nama daerah bahkan nama bangsa,' jelasnya.

Dia bersyukur atas dukungan Bupati Gianyar Tjokorda Artha Ardhana Sukawati yang memberikan pembinaan langsung saat persiapan lomba UKS maupun memberikan pembekalan sebelum siswa berangkat ke Belanda. Sehingga kedua program itu terlaksana dengan baik dan hasil yang gemilang.

Dalam lomba UKS tingkat provinsi, persiapan yang dilakukan bukan semata-mata untuk lomba tetapi dilakukan secara permanen karena disadari program trias UKS yang bagian tak terpisahkan dari upaya meningkatkan mutu pendidikan. Ini dibuktikan bahwa SMAN 1 Sukawati dengan prestasi akademis dan nonakademis yang diraih selama ini.

Bahkan, untuk persiapan menjadi duta Bali dalam lomba UKS tingkat nasional, diupayakan optimal mungkin dilakukan perbaikan pada poin-poin titik kelemahan SMAN 1 Sukawati dalam pelaksanaan trias UKS selama ini. 'Dukungan lebih besar dari Bupati Gianyar dan Gubernur Bali sangat diharapkan nanti sehingga SMAN 1 Sukawati dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,' katanya.

Dalam program pertukaran 24 siswa SMAN 1 Sukawati selama dua pekan ke Belanda berjalan lancar. Di Belanda dilakukan studi tentang peninggalan sejarah Gereja Katedral dan Dom Tower, kota pelabuhan Rotterdam, kincir angin, Museum VOC dan Museum Tropen, serta diterima Kedubes RI di Den Haag dan mengunjungi Sekolah Indonesia Netherland.

Putu Sri Diniari, wakil SMAN 1 Sukawati, mempresentasikan tentang cara krama Bali mengatasi

pemanasan global yakni dengan menerapkan konsep Tri Hita Karana. Implementasinya dengan peringatan hari raya Nyepi, Tumpek Uduh, dan menghormati hutan, gunung serta pantai di mana leluhur krama Bali membangun pura di sana. (kmb16/*BP)

goesdun 11-12-2008, 09:58 AM http://www.balipost.com/admin/foto_berita/3-FORUM.gif

Denpasar - Bali Democracy Forum (BDF) secara resmi dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selaku inisiator, Presiden Yudhoyono menegaskan membangun demokrasi adalah sebuah tantangan masa depan di tengah keberagaman kondisi dan latar belakang pengelolaan pemerintahan. Perkembangan demokrasi di Indonesia bahkan hingga kini dalam proses mencari bentuk. Sering konflik dan berbagai kesulitan yang terjadi dalam konteks demokrasi telah menjadi penyempurna tataran demokrasi itu sendiri.

'Beragam kesulitan yang menimpa Indonesia mulai dari krisis keuangan hingga konflik kepentingan yang justru menyempurnakan demokrasi. Masyarakat menjadi lebih peka dan membangun komitmen membangun demokrasi. Ini adalah bagian dari seni pengelolaan demokrasi,' ujarnya.

Dalam menjadikan demokrasi sebagai agenda strategis di Asia, Kepala Negara meyakini kondisi negara-negara di kawasan Asia yang beragam dalam mengembangkan demokrasi akan membentuk karakter demokrasi Asia. Untuk itu, mengatasi tantangan-tantangan demokrasi

adalah hal yang penting untuk dibahas bersama, baik menyangkut keselarasan demokrasi dengan harmonisasi kehidupan.

Sementara itu, PM Australia Kevin Rudd menyebut komitmen Australia dalam mengembangkan demokrasi. Dia menekankan perlunya kerja sama di kawasan untuk mendorong demokrasi. Untuk menjabarkan dukungannya terhadap BDF termasuk Institut for Face and Democrazy, negaranya memberikan paket bantuan sebesar 3 juta dolar Australia.

Menurutnya, BDF merupakan inisiatif regional dari Presiden Yudhoyono yang patut diapresiasi secara positif. Forum ini juga terbuka bagi seluruh negara yang berada di kawasan Asia dan Pasifik dan para delegasi dapat bertemu secara regular pada pertemuan tingkat menteri.

Kehidupan Layak

Pada kesempatan yang sama, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah dan PM Timor Leste Xanana Gusmao menekankan kewajiban semua pemerintah memenuhi kebutuhan warganya atas kehidupan yang layak. Sultan Brunei menekankan tentang pentingnya penerapan sistem pemerintahan yang demokratis yang baik di kawasan Asia. Demokrasi diyakini tidak akan dapat berkembang dengan sendirinya. Semua komponen harus bergerak dan mendukung terbangunnya demokrasi yang ideal, walaupun itu relatif sulit untuk dicapai.

BDF yang diikuti 32 negara ini diarahkan sebagai media untuk saling menukar pengalaman dalam mengelola demokrasi. BDF merupakan forum pertama di tingkat pemerintahan yang

memiliki konsentrasi pada pembangunan ruang demokrasi. Selama ini forum-forum demokrasi sering dibahas oleh lembaga-lembaga informal. Dipilihnya Bali sebagai identitas BDF, karena Bali dinilai sebagai cerminan kedamaian dan sebagai tempat memelihara kerukunan. Selain itu, secara teknis Bali mendukung kegiatan ini dan pemerintah ingin mempromosikan profil Bali. (044*BP)

goesdun 12-12-2008, 07:50 PM Denpasar - Krisis global akhirnya berujung pada krisis pariwisata. Yang dialami Bali misalnya, tak hanya pembatalan (cancellation), tetapi juga desakan akan degradasi harga produk pariwisata dari mitra bisnis di luar negeri. Kendati demikian, pelaku pariwisata Bali diminta tidak panik, karena fenomena yang sama dialami hampir seluruh destinasi di dunia.

Demikian dikemukakan tokoh pariwisata I Gusti Bagus Yudhara di Denpasar, Jumat (5/12) kemarin. 'Hampir seluruh destinasi pariwisata di dunia akan mengalami kemunduran tahun depan dan bisa berlanjut tahun 2010 kalau krisis global khususnya Amerika dan Eropa tak segera diatasi. Kita berharap, resesi berakhir pertengahan tahun depan,' ujar Yudhara.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hasil survei BPD PHRI Badung terhadap 40 hotel di kawasan Seminyak, Legian, Kuta, Tuban, Jimbaran dan Nusa Dua yang diambil secara acak terungkap ada cancellation 10.735 rooms night untuk Januari - Februari 2009. Dari sisi revenue untuk kamar saja Bali mengalami potensial lost sekitar Rp 13 miliar. Cancellation berasal dari pasar Eropa, Amerika dan Australia (BP, 5/12).

Menurutnya, selain cancellation, kini ada desakan dari whole seller di luar negeri agar hargaharga produk pariwisata di Bali diturunkan. Permintaan degradasi harga produk ini bisa menjadi ancaman lain bagi Bali kalau tidak dikelola dan direspons dengan baik. Dalam situasi seperti sekarang, diharapkan semua komponen pariwisata di Bali tetap kompak, baik kalangan industri, pemerintah maupun masyarakat Bali.

Antara lain dengan menjaga keamanan di sini tetap kondusif, bukan hanya dari ancaman teroris tetapi juga yang lain. Misalnya mengenai penyakit rabies yang belakangan ini melanda kawasan Jimbaran. Agar tidak meluas dia mendesak agar segera dilokalisir, sehingga tidak mempengaruhi citra Bali. 'Dengan demikian kita hanya fokus menghadapi krisis global,' ujar Ketua Dewan Penasihat Asita Bali itu. (056*BP)

goesdun 13-12-2008, 04:44 AM Denpasar - Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tahun 2008 ini diprediksi akan melebihi target yang ditetapkan yakni 1,9 juta, mengingat sampai akhir Oktober realisasinya sudah 1,784 juta. 'Sisa dua bulan ini dipastikan kunjungan akan meningkat cukup tajam,' ujar Kadisparda Bali Drs. Gede Nurjaya, M.M., kemarin saat diminta komentarnya soal target 1,9 juta wisman yang ditetapkan pusat.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, biasanya Desember merupakan booming turis ke Bali. Kalau melihat Desember tahun lalu, kunjungan wisman bisa sampai 300 ribu, kalau

diasumsi jumlah kunjungan akan sama, maka kunjungan turis di tahun 2008 ini bisa melebihi 2 juta. 'Jadi prediksi kami bisa melampui target yang ditetapkan,' tambah Nurjaya optimis.

Sikap optimis itu juga dimungkinkan mengingat Bali masih menjadi daerah tujuan wisata terbaik saat ini. Bahkan peningkatan kunjungan di tahun mendatang sangat berpeluang mengingat akan ada penambahan-penambahan fasilitas yang bisa memudahkan turis ke Bali. 'Selain ada penerbangan langsung dari Shanghai Cina ke sini (Bali-red), juga Rusia rencananya membuka penerbangan serupa,' tambahnya.

Kondisi ini tentu akan sangat positif bagi pariwisata Bali, apalagi kunjungan turis dari kedua negara tersebut meningkat tajam dari tahunke tahun. 'Turis Cina ke Bali saat ini sudah menduduki urutan kelima,' tambahnya. Padahal tiga tahun silam, turis dari Negeri Tirai Bambu itu masih di di atas 10 besar. Saat ini sekitar 30 juta warga Cina melakukan kunjungan ke luar negeri.

Kunjungan turis Rusia juga meningkat, meski dari segi kuantitas belum begitu besar. Lima besar negara pemasok turis ke Bali saat ini tercatat Jepang, Australia, Korea, Taiwan dan Cina. Ke depan tambah Nurjaya perlu ada terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan turis ke Bali dari negara-negara lainnya yang sebenarnya juga memiliki potensi besar.

Terkait langkah itu, selain promosi yang perlu ditingkatkan, perbaikan fasilitas dan kualitas untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan dan pelayanan turis setelah berada di Bali harus pula ditingkatkan. Nurjaya mengatakan peran pramuwisata sangat penting dari sisi pelayanan.

Untuk itu selain kualitas pramuwisata juga harus dijaga etika agar turis tak sampai komplin. Dikatakan pihaknya akan memberi sanksi tegas bahkan bisa pidana bagi pemandu wisata yang melakukan pelanggaran. (031*BP)

goesdun 19-12-2008, 01:40 PM Mulai Terjadi Perang Tarif

Denpasar - Sektor pariwisata Bali mulai terkena imbas krisis global. Laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menyebutkan, telah terjadi lebih dari 10 ribu cancellation room (pembatalan pesanan hotel) di Bali. Di lain pihak, guna mengatasi krisis sejumlah pelaku pariwisata di sejumlah negara seperti Singapura dan Malaysia sudah mulai menurunkan produknya. Fenomena yang diyakini berpotensi menimbulkan perang tarif ini, diprediksi akan terjadi pula di Bali.

Hal itu dikatakan Ketua Divisi Marketing Bali Tourism Board (BTB) Herdy Sayogha, Kamis (18/12) kemarin. Diutarakannya lebih lanjut, tanda-tanda perang tarif di Bali sudah ada kendati tidak secara terbuka. Hal ini akibat persaingan produk-produk pariwisata di Bali yang akan mulai menyeruak.

Herdy usai rapat koordinasi pelaksanaan konferensi sehari Indonesian Tourism Challenges The Global Crisis mengungkapkan, perang tarif harus segera diantisipasi. Pasalnya, perang tarif justru lebih banyak menimbulkan berbagai dampak negatif bagi destinasi pariwisata Bali.

Untuk itulah, kata Herdy, BTB sangat berharap perang tarif tidak sampai terjadi. Guna mencegah atau mengantisipasi hal tersebut, BTB akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk juga melakukan pemantauan. Salah satu bentuknya mengatur tarif promosi atau special over tariff.

Ditambahkannya, krisis ekonomi global akan berlangsung hingga 24 bulan mendatang sesuai perkiraan yang disampaikan APEC. Dari pertemuan BTB dengan stakeholder beberapa waktu lalu terunngkap, dampak krisis sudah mulai merambah pariwisata Bali dengan ditemukannya pembatalan di atas 10.000 room night di 10 hotel di Bali. Dari pertemuan itu juga terungkap, salah satu travel agent pasar Rusia ada yang mengaku mengalami penurunan hingga 50 persen. (ded*BP)

goesdun 23-12-2008, 11:05 AM Tabanan - Sebanyak 72 peserta pesraman Ajeg Bali yang terdiri atas siswa SD, SMP, dan SMA, Senin (22/12) kemarin, mulai diperkenalkan kehidupan pesraman. Ketika tiba di Pesraman Lumajang, Desa Samsam, Tabanan sekitar pukul 09.00 wita pagi kemarin, mereka langsung mengikuti kegiatan melukat di beji sebagai bentuk penyucian dan mengukuhkan diri sebagai siswa Pesraman Ajeg Bali.

Sebagai persiapan mengikuti kegiatan ini, mereka mendapatkan penjelasan tata krama kehidupan pesraman seperti bangun pagi, tidak membuang sampah sembarangan, mona brata saat makan

serta tidak boleh membuang-buang makanan. Dijelaskan oleh para guru Ajeg Bali, makanan yang disediakan adalah vegetarian berbahan dasar alami dan dimasak dengan cara yang baik. Para siswa diminta tidak khawatir menyantap makanan vegetarian karena justru menyehatkan, mencerdaskan, dan menguatkan fisik serta mental. Ini telah dibuktikan sendiri oleh para guru.

Materi pertama diberikan oleh Ketua KPAID Bali dr. A.A. Sri Wahyuni, Sp.Kj. bersama timnya. Dengan santai dan komunikatif dr. Sri Wahyuni meminta kepada para siswa untuk menceritakan berbagai persoalan kecil yang mereka hadapi selama ini serta dengan siapa mereka bertemu sepulang sekolah. Selain itu, para peserta diminta menceritakan bagaimana tanggapan mereka terhadap persoalan tersebut. Pada intinya dr. Sri Wahyuni mengatakan bahwa orang tua memiliki peran yang tidak kecil bagi pertumbuhan dan perkembangan serta memberikan rasa aman bagi anaknya. 'Tugas pertama seorang anak adalah menyampaikan rasa hormat kepada orang tua, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana orang tua memperlakukan anak-anak agar tumbuh nilai-nilai dalam kehidupannya,' ujarnya.

Pada hari pertama, mereka diperkenalkan dasar-dasar meditasi guna mencapai ketenangan, kedamaian, dan meningkatkan konsentrasi. Selain itu, malam hari dilaksanakan dharma tula tentang wariga Bali. Salah satu guru Ajeg Bali, I Gusti Ketut Suwela, S.Pd. mengatakan kegiatan pesraman ini sebagai salah satu kegiatan positif guna mengisi mental dan spiritual para siswa serta mengembalikan pada situasi alamiah tubuh manusia. Selama belajar di sekolah, mereka telah mendapatkan berbagai pelajaran dan pengetahuan. Sementara itu, untuk mengisi liburan kegiatan bernilai spiritual dan budaya dinilai sangat penting. Karena kegiatan ini lebih merangsang dan mengaktifkan otak kanan serta kecerdasan emosi para siswa. (kmb14*BP)

goesdun 26-12-2008, 05:01 PM Terpilih Sembilan Peserta Terbaik

Tabanan - Pasraman Ajeg Bali tahun 2008 berakhir, Rabu (24/12) sore lalu. Setelah mendapat pembinaan yang cukup intensif, 72 peserta pasraman meninggalkan pasraman Lumajang Tabanan. Mereka mengaku sangat terkesan dengan kegiatan tersebut. Bahkan banyak di antaranya telah mengikuti kegiatan ini lebih dari satu kali, tetapi terasa berat ketika pulang. Peguyuban Guru Ajeg Bali dan panitia pelaksana akhirnya memilih peserta terbaik dari masingmasing tingkat.

Untuk tingkat SD terbaik I diraih I Gusti Agung Bintang Ayuni, disusul I Made Ricky Catur Purnama dan I Gede Yudi Arsawan sebagai terbaik II dan III. Sementara itu tingkat SMP Sayu Made Ardhia Pramayanti Putri ditetapkan sebagai terbaik I, disusul terbaik II dan III Dewa Made Yudha Wiratama dan Luh Made Sri Gati Antari. Tingkat SMA, Ida Ayu Komala Wasita Manuaba, Putu Widya Denyana dan Luh Putu Sania Febriana ditetapkan masing-masing sebagai terbaik I, II dan III. Ida Ayu Komala yang merupakan siswa SMA 3 Denpasar mengaku sangat senang mengikuti Pasraman Ajeg Bali. Sebab ia mengaku mendapat banyak hal-hal baru, keluarga baru serta sahabat-sahabat baru. Banyak kebiasaan yang dipelajarinya seperti bangun pagi dan melakukan meditasi, hal yang diakuinya masih jarang dilakukan di rumahnya.

Sementara itu Ardhia yang merupakan putri dari pasangan Drs. Alit Widusaka dan drh. Eni

Tarniati ini mengaku sudah dua kali mengikuti pasraman. Ia mengaku masih harus belajar mengatur waktu untuk meditasi. Sebab selama ini siswa SMP 1 Denpasar ini belum membiasakan diri untuk bermeditasi. Tetapi efek meditasi dan pola hidup pasraman kata dia telah dirasakannya walau hanya tiga hari. Sementara itu pengalaman baru yakni hidup mandiri sangat dirasakan Bintang Ayuni. Sebelumnya ia mengaku sulit bangun pukul 05.00 wita pagi hari. Pengalaman bangun pagi yang menyenangkan yang dilanjutkan dengan meditasi adalah hal baru baginya, selain belajar mandiri. Setidaknya saya sudah mengenal pola hidup pasraman serta diperkenalkan hal-hal baru, ujar Bintang yang mengaku baru pertama kali ikut kegiatan pasraman.

Para siswa pasraman dari berbagai sekolah di Bali ini telah dibekali berbagai materi dan praktik yang berhubungan dengan kehidupan yang baik sebagai siswa. Selain itu para peserta dibiasakan dengan diskusi untuk saling memberi masukan dan menimbulkan pengertian.

Salah satu guru Ajeg Bali I Gusti Putu Suwela mengatakan aspek penilaian siswa meliputi sejauh mana keseriusan dan kedisplinan para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mewakili para Guru Ajeg Bali, Suwela berpesan agar seluruh peserta melakukan terus dalam kehidupannya apa yang telah diajarkan di pasraman. Kegiatan ini bukan hanya berkesan bagi peserta, Siswa Ajeg Bali (SAB) yang menjadi tutor dalam kegiatan ini yakni Arick Istriyanti, Kefany, Niki, Pradnya dan Arum juga tampak berat meninggalkan pasraman Lumajang. Kegiatan ini sangat berkesan buat saya dan menjadi pengalaman yang sangat berharga, ujar Arick siswa SMA 3 Denpasar yang telah diterima di salah satu universitas di Beijing ini. (kmb14*BP)

goesdun 27-12-2008, 09:21 AM Denpasar (Bali Post) Perhelatan Gajah Mada Town Festival dipastikan akan dibuka Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Minggu (28/12) besok. Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini akan menampilkan beragam kesenian multietnik, food heritage dan great sale.

Demikian diungkapkan Kabag Humas Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena saat ditemui di sela-sela persiapan festival, Jumat (26/12) kemarin. Dikatakan, sesuai randown acara tepat pada pukul 15.45 wita Wali Kota Rai Mantra didampingi istri dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara bersama istri tiba di panggung utama setelah melakukan perjalanan nostalgia naik dokar dari kantor wali kota berkeliling menuju Jl. Veteran, Jl. Gatot Kaca, Jl. Arjuna dan finis di Jl. Gajah Mada. Iring-iringan ini akan dikawal oleh kelompok motor tua, sepeda tua dan dokar.

Pembukaan Gajah Mada Town Festival ditandai dengan penekanan tombol sirene. Dalam momen ini, wali kota juga akan memberikan penghargaan berupa Tri Hita Karana Award kepada 24 insan pariwisata. Kegiatan ini akan dihadiri kurang lebih 500 undangan dari semua kalangan seperti tokoh-tokoh masyarakat, pedagang, seniman, budayawan, usahawan, pejabat pemerintahan dan perangkat desa termasuk duta besar negara-negara sahabat yang ada di Bali. 'Semua komponen tersebut diharapkan turut ambil bagian dalam menata kembali kawasan Gajah Mada menjadi kawasan favorit dan sumber inspirasi,' katanya.

Usai pembukaan akan dilanjutkan dengan hiburan berupa fragmen kolosal Jaya Pangus, tarian multietnik, parade endek oleh ratusan pelajar dari seluruh SMA yang ada di Kota Denpasar, display marching band diikuti lawakan Cedil dan Lolak. Setelah itu, wali kota didampingi wakilnya bersama undangan lainnya akan berkeliling menyaksikan kawasan Gajah Mada dengan pajangan beraneka ragam makanan tradisional (food heritage), juga ada stan great sale dari Disperindag dengan produk-produk unggulan.

Terkait dengan kegiatan Gajah Mada Town Festival ini, maka Jalan Gajah Mada akan ditutup dari perempatan Jalan Kartini - Jalan Sulawesi sampai Catur Muka. 'Arus lalu lintas akan dialihkan ke Jalan Kartini dan Sulawesi,' jelasnya sembari mohon maaf kepada pengguna jalan atas pengalihan lalin selama berlangsungnya Festival Gajah Mada tersebut. (kmb12/*)

goesdun 30-12-2008, 12:48 PM Denpasar - Buku pedoman pribadi (handbook) 'Long Stay in Bali' mulai diluncurkan penulisnya Richard Susilo. Richard adalah President Office Promosi dan Komisaris Pandan College lembaga pendidikan bahasa Jepang di Bali. Karyanya ini sekaligus sebagai buku pertama berbahasa Jepang yang mengulas habis long stay in Bali bagi para lansia Jepang.

Long stay (tinggal minimal 3 bulan) diluncurkan untuk menarik minat para lansia Jepang (2,7 juta) ke Bali. Sebagian besar di antara mereka adalah menduduki posisi penting perekonomian Jepang alias orang berduit. Selama ini mereka hanya mengenal Bali sebagai objek wisata, bukan sebuah alternatif tempat tinggal sekaligus investasi ketika memasuki masa pensiun. 'Buku ini

jelas promosi bagi Bali,' ujar Richard, Senin (29/12) kemarin.

Buku setebal 296 halaman ini bermula dari seminar JIEF (206) long stay in Bali. Saat itu Richard sebagai moderator mengundang dua orang Jepang yang lama di Bali, pimpinan Garuda di Jepang, Yayasan Long Stay Jepang dan Dubes RI untuk Jepang. Edisi perdana yang dicetak 50.000 eksemplar ini di antaranya memuat aturan hukum dan solusi tinggal lama di Bali, kepemilikan lahan dan rumah, informasi dokter, RS dan pengobatan sistem Jepang, properti, informasi pasar, biaya hidup dan transportasi serta finansial yang memungkinkan dilakukan di Bali. Makanya Richard Sussilo mengatakan buku ini membuka cakrawala para lansia di Jepang untuk datang ke Bali. Bagi Bali sangat pas secara ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan baru. Hanya masyarakat Bali menghadapi kendala dalam penguasaan bahasa Jepang. Itu sebabnya Pandan College hadir di Bali dan menyiapkan aneka beasiswa bagi siswa Bali. Informasi beasiswa bisa ditelepon Pandan College (255225).

Namun, Bali memiliki kelebihan dari pesaingnya seperti harga yang murah, alam indah dan mayoritas beragama Hindu yang suka damai. 'Orang Jepang menyebutnya Heiwa,' ujarnya.

Buku ini juga mendapat dukungan pejabat Jepang dan Bali. Ini bias kita lihat pada kata sambutan pada bab awal diisi oleh Kadis Pariwisata Bali Gede Nurjaya, Chairman Tokyo Expressway Koji Hasegawa, Dubes RI di Jepang Jusuf Anwar dan President Narita Airport Kosaburo Morinaka. (025/*BP)

goesdun

02-01-2009, 11:39 AM Denpasar - Bali akhirnya berhasil mencapai target optimis mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman). Sampai Rabu (31/12) lalu, total kunjungan langsung wisman ke Bali mencapai lebih dari 1,9 juta orang. Ini merupakan puncak pencapaian sepanjang sejarah kepariwisataan Bali.

Data yang dihimpun dari Posko Terpadu Nataru Bandara Ngurah Rai, Kamis (1/1) kemarin menyebutkan, sepekan menjelang Tahun Baru 2009 kunjungan wisman ke Bali di atas 6.500 orang per hari. Bahkan pada Sabtu (27/12) dan Minggu (28/12) lalu tercatat 7.319 orang dan 8.021 orang.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi (Kadisparda) Bali Gde Nurjaya belum berani menetapkan target kunjungan wisman tahun 2009. Menurutnya, krisis finansial global pasti sangat mempengaruhi minat wisatawan internasional untuk bepergian. Kalaupun masih ingin berwisata, kebanyakan di antara mereka akan memilih yang jaraknya dekat (short houl) atau menengah (middle houl) dari negaranya. "Ini merupakan potensi bagi kita, khususnya di Bali untuk mengoptimalkan promosi ke pasar-pasar utama khususnya di kawasan Asia Pasifik, yakni Jepang, Australia, Taiwan, Korea dan Cina. Komponen pariwisata Bali harus lebih gencar promosi ke sejumlah negara ini," ujar Nurjaya.

Dia mencontohkan Jepang yang menjadi pemasok nomor satu wisatawan ke Bali. Outbound Jepang lebih dari 16 juta per tahun, sementara yang datang ke Bali baru 300 ribu. Artinya, masih sangat terbuka peluang bagi Bali. Demikian pula Australia, Taiwan, Korea dan Cina.

Secara terpisah, Wakil Ketua Asita Bali Ketut Ardana mengatakan, pencapaian 1,9 juta wisman dan sekitar 3 juta wisdom yang berkunjung ke Bali sepanjang tahun 2008 patut disyukuri. Pasalnya, ini merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah kepariwisataan Bali.

Sekadar gambaran, kunjungan wisman ke Bali tahun 2007 sebanyak 1.664.854 orang, sementara tahun-tahun sebelumnya paling tinggi 1,5 juta wisatawan. "Capaian 2008 perlu kita syukuri, namun tidak boleh lengah. Tahun 2009 ini merupakan ujian berat bagi Bali," ujar Ardana.

Sampai Kamis (1/1) kemarin, tingkat hunian hotel di Bali rata-rata di atas 95 persen. Baik hotel kelas melati, bintang, vila maupun akomodasi lainnya semuanya dijejali wisatawan, baik wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan domestik (wisdom). Bali memang tetap menjadi tempat favorit bagi wisatawan untuk melepas kepergian tahun lama dan menyambut tahun baru.

Muhammad Dimyati, Humas PAP I Bandara Ngurah Rai, mengakui adanya peningkatan jumlah penerbangan dan penumpang menjelang Natal dan Tahun Baru (nataru). Kalau pada hari biasa jumlah penerbangan yang datang berkisar 40 kali sehari dengan mengangkut sekitar 5.000 sampai 6.000 penumpang. Menjelang Natal dan Tahun Baru, jumlah penerbangan dan penumpang meningkat. "Yang datang atau masuk ke Bali rata-rata di atas 60 kali sehari dengan total penumpang rata-rata di atas 7.000 orang. Bahkan pada tanggal 26 dan 27 Desember 2008 mencapai 9.000 orang," ungkap Dimyati.

Sejak Jumat (26/12) lalu sampai Rabu (31/12), penumpang yang datang ke Bali berturut-turut 9.230 orang (59 penerbangan), 9.015 orang (64 penerbangan), 8.596 orang (62 penerbangan), 8.459 orang (62 penerbangan), 8.042 orang (58 penerbangan) dan 6.807 orang (53 penerbangan).

Sejumlah PR dan Marcom hotel berbintang di Bali yang dihubungi mengakui tingkat hunian hotel menjelang dan pada saat tahun baru penuh. Andry Kurniawan, Marcom The Westin Nusa Dua, mengungkapkan tingkat hunian The Westin mencapai 100 persen.

Communication Manager Bali Tropic Tanjung Benoa Edy Suchayo mengaku hotelnya dipenuhi wisatawan asal Rusia, Jerman, Hongaria dan Belanda. Tiga hari menjelang peryaan Tahun Baru sampai Kamis (1/1) kemarin, tingkat hunian Bali Tropic juga 100 persen. (056*BP)

goesdun 08-01-2009, 05:07 PM Jangan Berlindung di Balik Nasionalisme

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan industri dalam negeri untuk tetap kompetitif dan tidak berlindung di balik alasan nasionalisme. Tidak boleh berlindung di balik nasionalisme, berlindung di balik cinta produk dalam negeri, tetapi industri kita tidak efisien.

Demikian ditegaskan Presiden Yudhoyono pada penyerahan penghargaan Upakarti, Rintisan Teknologi Industri dan Indonesia Good Design Selection (IGDS) tahun 2008 kepada 33 penerima di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/1) kemarin.

Prajin Bali yang menerima Upakarti adalah I Made Sukma Swacita dari bidang kerajinan uang kepeng.

Karena itu, Presiden meminta cintai produk dalam negeri, jangan hanya menjadi wacana. Produk dalam negeri harus kompetitif dan tidak menjual harganya lebih mahal dari produk luar negeri yang diimpor. 'Jika sudah demikian, pasar domestik akan aman. Kalau produk dalam negeri ternyata lebih mahal dibandingkan produk impor, lalu kita memaksa untuk membeli produk dalam negeri, rasanya tidak adil,' imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga gerak sektor riil agar dapat menyerap tenaga kerja dan membatasi pengangguran. Dunia usaha diminta memberikan dukungannya dengan berempati kepada masyarakat. Sehingga tidak hanya pemerintah yang memberikan stimulus ekonomi 2009 sebesar Rp 50 triliun. Presiden berharap di tengah resesi keuangan dunia, pasar domestik dapat menyerap produksi dari industri dalam negeri yang kehilangan pasar ekspor.

Sebagai pemimpin, Presiden meminta jangan segan atau ragu-ragu untuk menegur, menindak dan memberikan sanksi bagi mereka yang lalai dan kurang baik menjalankan tugasnya. Sebaliknya, perlu juga reward atau penghargaan kepada mereka yang berprestasi. Keseimbangan antara reward dan punishment adalah hal penting. 'Kalau kita hadirkan secara tepat, maka kehidupan akan makin adil,' ujarnya.

Presiden meminta para inovator untuk terus memberi dan menjadi contoh. 'Teruslah menjadi inovator untuk pengembangan perekonomian, industri, dan teknologi pada umumnya yang tentu akan terus dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia,' tegasnya. (kmb4*BP)

goesdun 09-01-2009, 04:17 PM Ada anekdot tentang Bali.

Syahdan, seorang muda dari Jakarta datang ke Denpasar untuk liburan dan mencari Made, teman karibnya waktu masih kuliah di Yogyakarta. Patokan alamat rumah sudah ditemukan, dan tibalah untuk menanyakan di mana rupanya si Made, temannya itu, kepada warga setempat yang sedang santai merokok di ujung gang.

"Pak, di mana ya rumahnya Made?," begitu orang Jakarta itu bertanya.

Bapak tua yang ditanya itu balas bertanya, "Made siapa? Anaknya siapa? Banjarnya mana? Di sini banyak sekali yang namanya Made, ibu itu juga Made namanya..." Alhasil, orang Jakarta itu jadi melongo karena bagi kebanyakan warga Ibukota Indonesia, nama orang cukup tunggal dan itupun terkadang cuma nama panggilan.

Itulah satu sisi Bali, nama boleh sama tetapi asal-usul kelahiran dan dusun (banjar) sangat penting. Belum lagi kalau si orang Bali itu memiliki pekerjaan spesifik, misalnya tukang kenteng logam, maka nama pokoknya, katakanlah Putu, diimbuhi Pande. Jadinya, orang itu dinamai Putu

Pande, dan masih banyak lagi contoh serupa.

Bali selama ini dan sejak sebelum masa Mataram, dikenal sebagai "enklave" agama Hindhu di Tanah Air, berbarengan dengan satu wilayah di Kalimantan Tengah, yang menganut agama itu.

Nyaris seluruh penduduknya beragama Hindhu (Bali), yang berbeda dalam beberapa ritualnya dengan Hindhu Kaharingan di Kalimantan Tengah, atau Hindhu Tengger di Gunung Bromo, Jawa Timur.

Di tengah-tengah mayoritas pemeluk Hindhu Bali-nya, ada juga komunitas non Hindhu Bali di sana, yang bisa hidup berdampingan secara serasi dari abad ke abad dengan saudaranya yang beragama mayoritas.

Berkendara dari Denpasar ke Singaraja di utara, menyusuri Gunung Batu Karu yang bertetangga dengan Gunung Agung, selepas Danau Bedugul, tibalah di satu desa komunitas Islam di Kabupaten Singaraja.

Namanya Desa Pagayaman, atau Desa Pegayaman, menurut lafal bahasa Bali setempat. Desa ini diketahui kalangan ilmuwan, bukan dihuni orang Bali asli, alias Bali Age.

Desa itu terletak di ketinggian dengan kesejukan yang membuat orang malas berlalu dari sana. Tentu saja, ukiran di berbagai tempat tertentu, bahkan itu pagar rumah, bisa disapu mata.

Pakaian warganya yang tidak sama dengan orang Bali lain, yaitu mengenakan "kamen" (kain) atau sarung dan peci bagi kalangan lelakinya, demikian juga bahasanya, dialek Singaraja yang cepat sekali pengucapannya.

Menyusuri bibir Desa Pagayaman, di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Singaraja, ada sesuatu yang berbeda, yaitu mesjid di beberapa lokasi yang sangat mudah dilihat.

Desa itu memang dihuni sebagian besar warga muslim, namun juga ada warga Hindhu Bali-nya. Di desa itu, tata pergaulan lelaki dan perempuan sangat jelas diatur, karena perempuan yang berbusana tertutup dilarang berjalan keluar rumah dengan lelaki bukan muhrimnya.

Bukan cuma hal itu saja karena dalam hal berpakaian ini, aturan "ketat" juga masih berlaku dari dulu hingga kini.

Yang lelaki wajib hukumnya memakai sarung dengan peci sekalipun belakangan ini banyak anak mudanya yang mulai keluar dari "pakem" ini, dengan memilih memakai celana panjang atau celana pendek dan berkaus biasa.

Sedangkan perempuannya, masih patuh dengan "pakem" memakai kamen, selendang, dan kerudung. Di kaki mereka dan kaum lelakinya, biasanya sandal jepit atau sandal kulit. Salah satu tujuan praktisnya adalah untuk ke mesjid bershalat agar mudah saat mengambil air wudhu.

Itu baru di tataran busana, karena dalam tataran pelaksanaan akidah religi, mereka sangat

mematuhi shalat lima waktu.

Pada subuh hari, saat udara masih sangat dingin, mesjid-mesjid sudah dipenuhi umat. Azan juga berkumandang dengan pelafalan yang fasih, layaknya kalangan muslim di Pulau Jawa.

Bukan cuma sekedar bershalat, karena mereka juga menjalankan ajaran Islam secara baik, termasuk dalam berdampingan hidup dengan saudaranya yang bukan muslim.

Tidak pernah terdengar terjadi kerusuhan berlatar agama di sana dan sekitarnya, semisal di Mesjid Jami di tepi Danau Bedugul, karena peran pondok pesantren masih sangat penting di sana.

Seorang penghulu desa, Nengah Zakaria al-Ansyori, berkomentar, "Kami hidup dalam Islam yang juga hidup di sini sehari-hari, jadi tidak akan menimbulkan masalah berarti." Penghargaan terhadap adat-istiadat juga terjadi, seperti pada bulan puasa.

Masyarakat Desa Pagayaman biasa merayakan bulan suci itu dengan nilai adat lokal. Membuat tape alias "penapean", menyembelih hewan konsumsi (penampahan), dan membuat aneka kue untuk disantap bersama atau "penyajanan", yang kemudian dibagi-bagikan kepada tetangga juga dilakukan mereka.

Dalam budaya orang Bali, hal-hal ini biasa dilakukan saat Galungan dan Kuningan.

Demikianlah, kalau dirunut ke belakang, warga Desa Pagayaman sebanyak sekitar 5.000 jiwa itu berasal dari Pulau Jawa, karena pada 1664 sebagian tentara Blambangan mengirimkan laskarnya ke Bali untuk membantu Raja Buleleng yang sedang berperang dengan Raja Blambangan.

Para tentara Blambangan ini kebanyakan pawang gajah yang berperang dari punggung hewan darat terbesar itu.

Mereka membantu kemenangan Raja Buleleng, I Gusti Ngurah Panji Sakti, dan sebagai hadiahnya mereka diangkat menjadi pengawal puri dan boleh bermukim di selatan Singaraja. Itulah yang kemudian menjadi Desa Pegayaman, dari asalnya satu "hutan gatep".

Akulturasi antara nilai-nilai Islam dan budaya Bali kemudian terjadi, di antaranya tentang penamaan orang-orang yang tetap menjadi muslim ini. Makanya, mudah saja mencari orang bernama I Made Zulkarnain, Ni Nyoman Fatimah, atau Ketut Muhammad Soleh.

Akan tetapi, ada beda antara mereka dan orang Bali kebanyakan dalam menamakan anaknya.

Orang Bali mengenal catur warga, yaitu empat anak, dengan urutan Putu atau Gde atau Wayan (anak pertama), Made atau Kadek atau Nengah (anak kedua), Nyoman atau Komang (anak ketiga), dan Ketut (anak keempat).

Kalau anaknya lima atau lebih, maka penamaan anak-anak itu akan berulang lagi ke Putu dan seterusnya. Bagi warga Desa Pagayaman, jika anaknya lebih dari empat, maka "kelebihan" anak

itu akan tetap dinamakan Ketut, hanya dibedakan nama kedua setelah Ketut itu.

Bersandingnya Ketut dan Muhammad dalam satu nama di Pagamayaman merupakan cermin terbiasanya warga muslim bersanding baik dengan saudaranya yang lain di Bali. (Ade P Marboen*AN)

goesdun 13-01-2009, 05:15 PM Tabanan - Tenaga kerja kapal pesiar dari Bali ternyata terbesar di Indonesia. Pelaut-pelaut Bali bekerja di Asia, Eropa dan Amerika sehingga di dunia internasional naker dari Bali keberadaannya dikenal luas. Namun dengan penerapan aturan baru dari IMO, sekitar 6.000 naker kapal pesiar dari Bali yang bekerja pada sejumlah kapal pesiar terancam dipulangkan, sebab belum mengantongi sertifikat BST.

Demikian dikatakan Direktur BIWI MTC Bali IB Putu Astina, S.H., MBA. di sela-sela pelatihan BST di kampus setempat, Senin (12/1) kemarin. Pihaknya, katanya, telah mendapatkan informasi tentang hal tersebut salah satunya dari IMO. Dengan berbagai kejadian di laut dan lebih meningkatkan kualitas SDM kapal pesiar, IMO menetapkan sejumlah persyaratan bagi naker. Di antaranya harus memiliki sertifikat BST yang dikeluarkan oleh lembaga diklat yang terdaftar dan mengikuti standardisasi IMO.

Lebih dari 6.000 naker Bali, kata dia, terancam akan dipulangkan karena belum memenuhi standar tersebut. IMO informasinya, kata Astina, akan segera melakukan sidak dan pengecekan

dokumen ke sejumlah kapal pesiar. 'Tetapi kami telah melakukan berbagai upaya agar mereka yang belum memiliki sertifikat BST bisa terbantu,' terang mantan naker kapal pesiar Holand America Line ini.

Pihaknya sekarang, kata Astina, sedang memenuhi pelatihan BST yang diikuti naker kapal pesiar Holland America Line berjumlah 60 orang. Kegiatan ini terus berlanjut para kru dari 14 kapal pesiar di dunia. Salah satu peserta, Wilton, warga Solo yang mengikuti BST di BIWI MTC Bali, sertifikat BST baru diterapkan di kapalnya bekerja tahun 2008 lalu.

Dikatakannya, untuk kapal pesiar Holland ini, sekitar 3 ribu kru dari Bali belum memiliki BST dan bisa dipulangkan. Dulu ketika dia melaut sepuluh tahun lalu, BST belum dijadikan aturan wajib. Tetapi belakangan, hal itu merupakan persyaratan wajib, sehingga dirinya langsung mengikuti BST di BIWI. Demikian pula dengan kru kapal pesiar lainnya, sebagian besar belum bersertifikat BST sehingga dapat dipulangkan.

Indonesia yang memiliki potensi kelautan sangat besar seperti gugusan pulau dengan garis terpanjang di dunia yakni mencapai 81 ribu km, diperlukan peningkatan SDM yang baik. Dengan perkembangan yang pesat di dunia maritim, kata Astina, SDM Indonesia dituntut untuk mengikuti industri kelautan. Terlebih jumlah naker yang bekerja di kapal pesiar sangat besar. Seluruh kebarangkatan naker dari Indonesia, kata Astina, wajib memiliki sertifikat BST. (kmb/*BP)

unfaith12

14-01-2009, 02:16 PM nanya dunkz...

kalo request lagu bali di mana yah...

sory kalo OOT.

goesdun 14-01-2009, 02:58 PM nanya dunkz...

kalo request lagu bali di mana yah...

sory kalo OOT.

Klo request lagu di IF adanya di room http://indoforum.org/forumdisplay.php?f=86

Coba saja buat thread untuk Request lagu Bali, nanti pasti ada yang batu linknya (Nanoe Biroe, Triple X (XXX), LOLOT, dll)

unfaith12 14-01-2009, 05:01 PM sip boz.....

goesdun 15-01-2009, 04:20 PM sip boz.....

nice thread! "koleksi lagu-lagu Bali" : http://indoforum.org/showthread.php?t=67835

goesdun 20-01-2009, 04:48 PM Diusulkan Jadi Museum Arkeologi

Gianyar - Stage Wisata Mandala Bedulu, Blahbatuh, Gianyar yang telantar ditumbuhi semak belukar mengundang keprihatinan banyak kalangan. Pasalnya, Gianyar sebagai daerah seni, malah menelantarkan sebuah bangunan sejarah yang menghimpun karya besar seniman dan menjadi cikal bikal pariwisata di Gianyar. Demikian diungkapkan ketua IV Listibiya Gianyar, AA Gede Raka, Minggu (18/1) kemarin.

Menurutnya, stage wisata mandala Bedulu sebaiknya dijadikan museum arkeologi yang menyimpan benda purbakala dan hasil seni dan budaya di Gianyar.

Ketua Umum Listibiya Gianyar, AA Rai (Arma) dalam rapat kerjanya mengusulkan agar stage wisata Bedulu dijadikan sebagai museum arkeologi. Peninggalan zaman dahulu tersebut lebih banyak ditemukan di kawasan Pejeng dan Bedulu. Tak pelak, Stage Wisata Mandala yang

menyimpan karya besar seniman Gianyar sangat cocok dijadikan sebagai museum arkeologi. 'Penggunaan sebagai museum akan lebih baik ketimbang pasar burung sebagaimana diwacanakan beberapa waktu lalu,' jelasnya.

Kesucian Pura Samuantiga hendaknya tetap dijaga karena mempunyai sejarah besar dalam mempersatukan sekte-sekte di Bali. Jangan sampai terjadi kesalahan peruntukan dalam pengalihfungsian lahan stage wisata mandala tersebut. Usulan menjadikan sebagai museum arkeologi sebagai pengembangan dari museum arkeologi saat ini. Museum arkeologi saat ini di perbatasan Pejeng dengan Bedulu, lahannya sangat sempit. Untuk itu museum yang salah satu fungsinya sebagai tempat penelitian perlu dikembangkan, mengingat masih banyak peninggalan kebudayaan yang belum sepenuhnya bisa ditempatkan di museum.

Sebelumnya diberitakan, stage wisata mandala yang berdampingan dengan Pura Samuantiga, Bedulu ditelantarkan sejak setahun lalu. Bahkan, sebagian areal stage sempat dilakukan pengerukan yang digunakan sebagai tempat parkir tatkala piodalan di Pura Samuantiga. Saat ini, di samping dijadikan sebagai tempat menggembalakan ternak sapi, areal stage yang menyimpan hasil karya seniman Gusti Nyoman Lempad ini sempat diwacanakan akan didirikan komplek pertokoan sebagai pasar burung. (kmb16*BP)

goesdun 23-01-2009, 04:26 PM Dari hasil survei konsumen yang dilakukan BI terhadap konsumen rumah tangga golongan menengah ke atas, ternyata konsumen masih cukup optimis untuk melakukan konsumsi dalam

periode 3 bulan dan 6 bulan ke depan. Hal ini dilihat dari hasil survei dengan nilai indeks yang masih berada di atas 100, yaitu 105,00 pada November dan 101,08 pada Desember 2008.

Konsumsi saat ini masih cukup optimis, meskipun cenderung menurun dari beberapa bulan terakhir (September dan Oktober 2008), di mana nilai indeks September dan Oktober 2008 masing-masing sebesar 108,83 dan 109,38. Penurunan tingkat optimisme konsumen pada Desember disumbang oleh nilai Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini yang menurun 5,5 poin dari periode sebelumnya 100,50 menjadi 95,00 serta rentang yang cukup jauh antara Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini dengan Indeks Ekspektasi Konsumen sebesar 12,17 poin.

Dengan melihat perkembangan tingginya angka inflasi yang diikuti oleh tingginya suku bunga acuan (BI Rate) pada triwulan IV, membuat masyarakat cukup yakin akan adanya peningkatan suku bunga simpanan/tabungan. Sejalan dengan penurunan BI Rate menjadi 8,75% pada 7 Januari 2009, diharapkan perbankan dapat lebih gencar memberikan kredit kepada masyarakat.

Survei Pedagang Eceran

Volume penjualan barang/jasa saat ini terlihat meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Semakin meningkatnya volume penjualan barang/jasa di pasar ternyata berdampak pada kenaikan harga barang. Hal ini mengindikasikan adanya demand pull inflation. Komoditas yang terlihat mengalami peningkatan volume penjualan adalah perumahan, air, listrik, gas, bahan bakar dan bahan makanan. Sementara yang menurun adalah komoditas kesehatan, sandang dan pendidikan serta rekreasi dan olahraga. Jumlah kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat

di Kota Denpasar saat ini rata-rata setiap harinya terus bertambah antara 10-12%.

Survei Pariwisata

Kunjungan wisman ke Bali pada triwulan terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dengan jumlah kunjungan pada bulan Oktober 2008 sebesar 1.658.319 orang dan kunjungan wisman pada akhir triwulan IV 2008 terealisasi sebesar 1.943.693 orang, maka target pemerintah daerah untuk kunjungan wisman ke Bali sebesar 1,9 juta orang telah tercapai. Penyerapan tenaga kerja, khusus kaitannya dengan sektor ini dalam triwulan terakhir 2008 mengalami peningkatan. (031/*BP)

vBulletin® v3.8.7, Copyright ©2000-2011, vBulletin Solutions,

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->