P. 1
Makalah Pendidikan Demokrasi

Makalah Pendidikan Demokrasi

|Views: 1,013|Likes:

More info:

Published by: Mohammad Areza Bin Boonie on Mar 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

PENDIDIKAN DEMOKRASI SEBAGAI PILIHAN GERAKAN DEMOKRATISASI DI INDONESIA* Anita Lie www.komunitasdemokrasi.or.

id Mengapa Harus Ada Pendidikan Demokrasi? Gagasan Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) untuk membentuk semacam “sekolah Demokrasi” didasarkan pada pertimbangan bahwa demokrasi dapat didorong maju dengan menggunakan berbagai cara yang semakin memungkinkan berjalannya proses-proses yang membuka partisipasi rakyat secara lebih luas. Prosesproses tersebut dapat disingkat dengan beberapa kata kunci seperti rekrutmen politik, artikulasi kepentingan dan aspirasi politik serta agregasi berbagai kepentingan tersebut agar mendapat dukungan yang lebih luas, yang kemudian dibantu oleh komunikasi politik untuk membuat agregasi kepentingan itu kembali diterima oleh para aktor politik dan para beneficiaries demokrasi sebagai kepentingan mereka. Pemilu misalnya dikenal sebagai locus classicus untuk rekrutmen politik, dan Pemilu di Indonesia 2004 menunjukkan bahwa rekrutmen itu dapat dilaksanakan secara berhasil oleh rakyat sendiri secara langsung. Dari segi keberhasilan rekrutmen politik, Indonesia dapat dicatat sebagai salah satu negara demokratis terbesar di dunia saat ini setelah India dan Amerika Serikat. Namun demikian, kalau kita meninjau kriteria lainnya untuk proses demokratisasi seperti artikulasi kepentingan politik, agregasi aspirasi politik dan komunikasi politik, maka masih banyak sekali kekurangan dan hambatan yang ada di depan mata. Suatu tes yang baik terhadap artikulasi kepentingan politik dapat dilakukan dengan melihat tingkah laku politik para anggota DPR kita, apakah mereka benar-benar bertindak sebagai wakil rakyat yang direkrut melalui partai politik, ataukah mereka lebih berperan sebagai agen partai mereka sendiri, yang membuka akses ke DPR dengan menggunakan suara rakyat. Di samping itu, keadaan masih jauh dari harapan kalau kita melihat kualifikasi rata-rata dari para anggota DPRD baik di tingkat provinsi mau pun di tingkat kabupaten. Sebuah penelitian oleh LIPI mengungkapkan bahwa untuk banyak kabupaten di luar Jawa, persyaratan minimum bagi para calon anggota DPRD agar harus mempunyai ijasah SMA, harus dianggap masih terlalu tinggi, kalau dilihat dari tingkat pendidikan rata-rata para calon legislatif yang diajukan. Demokrasi, dilihat dari segi itu, memang merupakan suatu perjuangan politik, tetapi karena demokrasi adalah juga suatu bentuk interaksi dan bentuk komunikasi antara warga dan antara lembaga, maka demokrasi tak bisa tidak menjadi juga suatu perjuangan pendidikan politik secara khusus, dan bagian pendidikan nasional secara umum. Pemenang hadiah nobel untuk ilmu ekonomi 1998, Amartya Sen, dalam bukunya Development as Freedom (1999), menyatakan bahwa demokrasi dapat dipastikan sebagai penemuan manusia yang paling penting dalam abad ke-20, karena paham ini mengajarkan dan membela martabat dan kebebasan manusia sebagai tujuan tertinggi dari kehidupan bersama, dan mengajarkan juga cara-cara mempertahankan martabat dan kebebasan itu, dengan memberi insentif nyata kepada perilaku demokratis dan sanksi
*

Dipresentasikan dalam Seminar Demokratisasi melalui Pendidikan Demokrasi yang diselenggarakan oleh tim pelaksana Program Sekolah Demokrasi, PLaCIDS AVERROES Malang, Sabtu 19 Januari 2008.

1

serta instrumen untuk melakukan evaluasi dan pengukuran terhadap maju-mundurnya proses demokratisasi. diterjemahkan oleh KID dalam visi dan misi sebagai berikut: Tujuan Dengan tiga pengertian tersebut diharap pendidikan dan pelatihan yang dijalankan oleh KID tidak akan terbentur pada beberapa kontroversi yang tidak perlu dan juga tidak begitu mempunyai dasarnya. dan rakyat dalam civil society. KID sebagai sebuah lembaga yang independen sengaja memberikan perhatian khusus kepada pendidikan demokrasi. seperti kebebasan. manajemen dan keuangan. baik instrumen untuk memungkinkan internalisasi nilai-nilai demokrasi. Ketiga konsep tersebut dalam prakteknya. KID akan bertolak dari tiga pengertian utama tentang demokrasi. Tidak ada negara di dunia pada saat ini yang tidak menyebut dirinya demokratis. Kalau kebebasan dan martabat manusia yang menjadi intisari universalitas demokrasi. demokrasi dipahami sebagai nilai-nilai universal yang patut dibela dan dipertahankan di mana pun dan kapan pun. Di 2 . dia harus mengajukan alasan mengapa demokrasi tidak dianggap tepat buat dirinya. maka partisipasi politik adalah intisari dari instrumentalitas demokrasi. baik karena alasan aktual-empiris bahwa kualifikasi rata-rata para wakil rakyat masih jauh dari yang diharapkan. Salah satu kontroversi tersebut adalah tentang persoalan apakah nilai-nilai demokrasi bersifat universal atau hanya dapat bersifat kontekstual. demokrasi dipahami sebagai kontekstualisasi nilai-nilai universal dalam konteks kebudayaan dan konteks sejarah yang spesifik dari setiap negara mau pun dari setiap daerah. Dengan demikian. mau pun karena alasan fundamental bahwa penghargaan dan komitmen terhadap kebebasan dan martabat setiap warga hanya dapat dikembangkan melalui suatu praksis politik yang didukung oleh pendidikan politik yang mempunyai arah yang jelas dan metodik yang membuka jalan menuju arah yang ditetapkan. demokrasi menjadi penting karena menjamin secara normatif martabat dan kebebasan. Dengan demikian pendidikan dan pelatihan akan diarahkan kepada dua tujuan utama. demokrasi dipahami dalam hubungannya dengan instrumen-instrumen yang dibutuhkan dalam proses demokratisasi. Salah satu konteks yang akan menjadi perhatian KID adalah interaksi antar-pranata (inter-institutional interaction) di antara empat pranata utama yaitu lembaga politik. komunitas bisnis. Kedua.terhadap tingkah laku yang non-demokratis atau anti-demokrasi. Pertama. baik instrumen untuk sosialisasi pengetahuan dan pengertian tentang demokrasi. mau pun instrumen untuk menjalankan demokrasi dalam praktek seperti administrasi. kesamaan di depan hukum. akan tetapi perwujudan nilai-nilai tersebut hanya dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kemungkinan yang ada dalam konteks yang konkret agar dapat dipahami dan dihayati menurut idiom dan simbol-simbol budaya dari suatu masyarakat atau komunitas. tetapi sekaligus menjadi instrumen politik yang paling efektif untuk secara operasional menyelamatkan dan mempertahankan martabat dan kebebasan setiap orang. Untuk melaksanakan suatu program pendidikan dan pelatihan demokrasi. dan hak menentukan diri sendiri. KID beranggapan bahwa ada nilai-nilai demokrasi yang bersifat universal dan berlaku di mana saja. dan kalau dia menolak menjadi demokratis. para politisi. keadilan. Ketiga.

perluasan partisipasi politik tidak dengan sendirinya meningkatkan kualitas wacana dan bahkan dapat menurunkan kualitas wacana. Sebaliknya. Kedua dimensi ini perlu diusahakan untuk berjalan bersamaan karena penekanan pada salah satu dimensi saja akan membawa risiko langsung pada proses demokratisasi. Perluasan partisipasi saja tanpa dukungan wacana yang memadai akan menyebabkan demokrasi dijalankan oleh orang-orang yang tidak mempunyai pengertian minimum tentang tujuan dan syarat-syarat demokrasi.satu pihak pendidikan dan pelatihan akan diarahkan kepada pengembangan kesadaran. Simpul Demokrasi ini bertujuan melaksanakan transformasi nilai. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut dan menyusun materi pembelajaran bagi Simpul Demokrasi. LP yang terpilih akan mengadakan Simpul Demokrasi di tingkat Kabupaten. pengetahuan. adil. dan akuntabel. Desain Program dan Kegiatan Untuk melaksanakan visi dan program KID seperti disebutkan di atas. mengatakan bahwa demokrasi memang ditopang oleh partisipasi politik. Sebaliknya. apresiasi dan komitmen terhadap kebebasan dan martabat setiap orang. Persyaratan pertama adalah luasnya partisipasi politik (the quantity of participation) sedangkan persyaratan kedua adalah kualitas wacana politik (the quality of discourse). Patut dicatat pula bahwa hubungan di antara kedua dimensi itu bersifat asimetris. dan ketrampilan serta konsep-konsep demokrasi di Indonesia melalui sejumlah kegiatan pelatihan. KID akan memberi perhatian khusus kepada masalah ini dalam pendidikan dan pelatihan yang dijalankannya. Filosof politik Jerman kontemporer Juergen Habermas. penekanan hanya pada kualitas wacana saja tanpa perluasan partisipasi politik akan membawa kita kepada oligarkhi para ahli atau para cendekiawan. dengan mencoba menggalakkan peningkatan kualitas wacana sebagai jalan yang efektif untuk perluasan partisipasi politik menuju masyarakat yang demokratis. sementara di pihak lain pendidikan dan pelatihan yang sama perlu membuka jalan dan kemungkinan untuk terciptanya partisipasi politik yang lebih luas. KPN dan LP. Peningkatan kualitas wacana dapat membantu seorang warga negara untuk membuka akses kepada partisipasi politik. Pemilihan LP dilakukan berdasarkan proses tender yang transparan. tetapi partisipasi politik yang demokratis harus memenuhi sekurang-kurangnya dua persyaratan. yang jelas mempunyai kemampuan wacana yang lebih baik dibandingkan anggota masyarakat biasa. yang pada tahapan yang ekstrim akan membawa kita kepada vulgarisasi demokrasi atau sikap ultra-demokratis yang mendewa-dewakan kebebasan tanpa memperdulikan syarat-syaratnya sebagaimana disinyalir oleh Bung Hatta dalam risalahnya yang terkenal Demokrasi Kita. serta semua pihak yang terlibat dalam Simpul Demokrasi mengacu pada model dan proses berikut ini: 3 . Komite Pengarah Nasional (KPN) melakukan kerja sama dengan Lembaga Pelaksana (LP) di daerah.

Klarifikasi Tujuan Analisis dan Identifikasi: • Nilai2 demokratis • Pengetahuan terkait • Ketrampilan yg dibutuhkan • Perangkat demokrasi Analisis dan Identifikasi: Peserta Target Kearifan dan konteks lokal Penjabaran menjadi indikator kompetensi: • Nilai-nilai • Pengetahuan • Ketrampilan Rencanakan: • Model dan Perangkat evaluasi Analisis dan Identifikasi: • Sumber belajar • Metodologi belajar mengajar Monitoring dan evaluasi Penyampaian Materi Pembelajaran Pengembangan: • Materi • Strategi instruksional • Metode dan teknik pembalajaran • Media pembelajaran 4 .

KID telah merancang dan menawarkan modul Pendidikan Demokrasi berikut ini: 001 Perkembangan Pemikiran dan Praktik Demokrasi 002 Sistem Politik dan Pemerintahan 003 Gerakan Sosial 004 Analisis Kemasyarakatan 005 Konsepsi Demokrasi 006 Kebijakan Publik 007 HAM dan Demokrasi 008 Legislasi Daerah dan Demokrasi 009 Bisnis dan Demokrasi 010 Kewarganegaraan Selain modul-modul yang telah dirancang KID. 5 . setiap Lembaga Pelaksana yang terpilih akan mengembangkan materi modul lain sebagai muatan lokal. Materi-materi ini harus sesuai dengan sasaran pembelajaran. Materi bisa ditulis secara khusus untuk program dalam Simpul Pelatihan ini atau dikompilasi dari berbagai sumber asalkan sesuai dengan konteks lokal di setiap daerah Simpul Pelatihan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->