P. 1
Daftar SNI Teknik Sipil, Arsitektur dan Lingkungan

Daftar SNI Teknik Sipil, Arsitektur dan Lingkungan

|Views: 3,812|Likes:

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: Dr. Ir. R. Didin Kusdian, MT. on Mar 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2013

pdf

text

original

Daftar SNI Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil (sumber : Website Kementrian Pekerjaan Umum, browsing 14 Maret

2011)
Bidang:
þÿ

No Bidang Metode UMUM 1 Tanah 2 Batuan 3 Sedimen 4 Beton 5 Agregat 6 Semen 7 Aspal 8 Kayu 9 Air 10 Bahan Lain 11 Bendungan 12 Bendung 13 Sungai 14 Irigasi 15 Air Tanah 16 Pantai 17 Perkerasan Jalan 18 Jembatan 19 Lalu Lintas 20 Lingkungan Jalan 21 Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan 22 Jalan Tol 23 Rumah dan Gedung 67 8 6 44 20 7 35 22 64 9 1 0 17 5 14 3 11 2 4 6 0 0 1

Standar T. Cara 17 4 1 13 2 0 8 4 1 7 5 3 6 1 4 4 13 7 0 2 0 0 35 Spesifikasi 3 0 0 17 6 0 6 4 0 21 6 0 0 1 0 0 4 8 5 6 0 0 11

Jumlah

Pedoman Teknis

Petunjuk Teknis

Total

87 12 7 74 28 7 49 30 65 37 12 3 23 7 18 7 28 17 9 14 0 0 47

11 2 0 10 0 5 14 4 12 1 11 21 11 12 8 5 9 7 18 3 8 2 13

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0

98 14 7 84 28 12 63 34 77 38 23 24 34 19 26 12 37 24 27 17 8 3 60

24 Struktur Bangunan 25 Keselamatan Bangunan 26 Perumahan 27 Air Bersih/Air Minum 28 Persampahan 29 Sanitasi 30 Air Bersih Perdesaan Perencanaan 31 Air Bersih Perdesaan Pengawasan 32 Air Bersih Perdesaan Pengelolaan 33 Air Bersih Perkotaan Rencana Induk 34 Air Bersih Perkotaan Studi Kelayakan 35 Air Bersih Perkotaan Perencanaan Teknis 36 Air Bersih Perkotaan Pengawasan 37 Air Bersih Perkotaan Pengelolaan 38 Bahan Bangunan 39 Arsitektur Bangunan dan Bangunan dan Tapak

7 6 0 22 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 383

5 15 5 10 3 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 181

6 16 2 16 3 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 144

18 37 7 48 7 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 708

9 18 11 31 3 6 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 266

0 0 0 0 0 0 35 29 20 17 10 61 28 72 0 2 275

27 55 18 79 10 15 35 29 20 17 10 61 28 72 1 3 1249

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan

<!--- Bidang :

þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : SNI STANDAR Data ada 708 record No No SNI 1 SNI 0004-2008 Judul Tata cara commissioning instalasi pengolahan air Ruang Lingkup Tata cara ini meliputi istilah dan definisi, persyaratan yang berlaku untuk semua kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan cara pengerjaan. Commissioning IPA merupakan uji coba terhadap kinerja masing-masing unit dan terhadap keseluruhan proses IPA dari mulai air baku sampai menjadi air minum yang dilaksanakan oleh tim yang ditetapkan. Tata cara ini digunakan untuk memperoleh hasil perencanaan drainase perkotaan yang dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan teknik perencanaan Standar ini menetapkan dimensi bronjong kawat dan persyaratan bahan baku, syarat mutu, pengambilan contoh, syarat lulus uji, pengemasan dan syarat penandaan bronjong kawat.

2 SNI 02-2406-1991 Tata Cara Perencanaan Umum Drainase Perkotaan

3 SNI 03-0090-1999 Spesifikasi Bronjong Kawat

4 SNI 03-0675-1989 Spesifikasi Ukuran Kusen Pintu Spesifikasi ini bertujuan untuk mewujudkan Kayu, Kusen Jendela Kayu, Daun pembuatan, pemasangan, dan pengawasan pelaksanaan Pintu Kayu Untuk Bangunan Rumah yang optimal dan Gedung 5 SNI 03-1724-1989 Tata Cara Perencanaann Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Judul direvisi menjadi :Tata cara perhitungan debit andalan air sungai dengan analisis lengkung kekerapan 6 SNI 03-1726-2002 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah dan Gedung. Tata cara ini digunakan dalam mendesain Bangunan disungai (bangunan pemanfaatan, konservasi dan silang) agar memenuhi persyaratan persyaratan hidrologi dan hidraulik, dan bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan keandalan bangunan di sungai dan sungainya sendiri. Tata cara ini digunakan untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman dan ekonomi.

7 SNI 03-1727-1989 Tata Cara Perencanaan Pembebanan Tata cara ini digunakan untuk memberikan beban yang Untuk Rumah dan Gedung diijinkan untuk rumah dan gedung, termasuk bebanbeban hidup untuk atap miring, gedung parkir

bertingkat dan landasan helikopter pada atap gedung tinggi dimana parameter-parameter pesawat helikopter yang dimuat praktis sudah mencakup semua jenis pesawat yang biasa dioperasikan. Termasuk juga reduksi beban hidup untuk perencanaan balok induk dan portal serta peninjauan gempa, yang pemakaiannya optional, bukan keharusan, terlebih bila reduksi tersebut membahayakan konstruksi atau unsur konstruksi yang ditinjau 8 SNI 03-1728-1989 Tata Cara Pelaksanaan Mendirikan Bangunan Gedung Tata cara ini digunakan untuk memberikan landasan dalam membuat peraturan-peraturan mendirikan bangunan di masing-masing daerah, dengan tujuan menyeragamkan bentuk dan isi dari peraturanperaturan bangunan yang akan dipergunakan di seluruh kota-kota di Indonesia Tata cara ini digunakan untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman dan ekonomi Tata cara ini mencakup : " perencanaan arsitektur, struktur / konstruksi dan utilitas gedung; " Sistem pendidikan sekolah menengah umum; " Perubahan sistem pendidikan sekolah menengah umum; " Pembakuan gedung sekolah menengah umum. Tata cara ini digunakan dalam melaksanakan kegiatan desain, konstruksi, operasi dan pemeliharaan, serta penghapusan bendungan dengan tujuan untuk menjamin keamanan bendungan dan lingkungannya.

9 SNI 03-1729-2002 Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung

10 SNI 03-1730-2002 Tata Cara Perencanaan Gedung Sekolah Menengah Umum

11 SNI 03-1731-1989 Tata Cara Keamanan Bendungan.

12 SNI 03-1732-1989 Tata Cara Perencanaan Tebal Tata Cara ini merupakan dasar dalam menentukan Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan tebal perkerasan lentur yang dibutuhkan untuk suatu Analisa Metode Komponen jalan raya. 13 SNI 03-1733-2004 Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan Tata cara ini bertujuan untuk menghasilkan suatu lingkungan perumahan yang fungsional sekurangkurangnya bagi masyarakat penghuni. (Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota).

14 SNI 03-1734-1989 Tata Cara Perencanaan Beton Tata cara ini digunakan untuk mempersingkat waktu Bertulang dan Struktur Dinding perencanaan berbagai bentuk struktur yang umum dan Bertulang Untuk Rumah dan Gedung menjamin syarat-syarat perencanaan tahan gempa untuk rumah dan gedung yang berlaku 15 SNI 03-1735-2000 Tata Cara Perencanaan Akses Bangunan dan Akses Lingkungan Untuk Pencegahan Bahaya Tata cara ini digunakan dalam merencanakan bangunan dan lingkungannya khususnya dalam hal pencegahan terhadap bahaya kebakaran meliputi

Kebakaran Pada Bangunan Rumah dan Gedung.

pengamanan dan penyelamatan terhadap jiwa, harta benda dan kelangsungan fungsi bangunan

16 SNI 03-1736-2000 Tata Cara Perencanaan Struktur Tata cara ini digunakan untuk perencanaan struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya bangunan terhadap pencegahan bahaya kebakaran Kebaka-ran pada Bangunan Rumah pada bangunan rumah dan gedung dan Gedung 17 SNI 03-1738-1989 Metode Pengujian CBR Lapangan Metode ini digunakan untuk mengetahui nilai CBR Judul direvisi menjadi :Cara uji CBR (California Bearing Ratio) langsung di tempat (in (California Bearing Ratio) lapangan place) atau bila diperlukan dapat dilakukan dengan mengambil contoh tanah asli dengan cetakan CBR (undisturb). 18 SNI 03-1744-1989 Metode Pengujian CBR Laboratorium Metode ini digunakan untuk menentukan CBR (California Bearing Ratio) tanah dan campuran tanah agregat yang dipadatkan di laboratorium pada kadar air tertentu.

19 SNI 03-1745-2000 Tata Cara Pemasangan Sistem Hidran Tata cara ini digunakan sebagai panduan dalam untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pemasangan sistem hidran untuk memberikan pada Bangunan Rumah dan Gedung. persyaratan minimum pada pemasangan sistem hidran dalam upaya pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung 20 SNI 03-1746-2000 Tata cara perencanaan dan Digunakan untuk pemasangan alat bantu evakuasi pemasangan sarana jalan keluar untuk dalam upaya penyelamatan manusia dan penyelamatan terhadap bahaya meningkatkan keamanan terhadap bahaya kebakaran kebakaran pada bangunan gedung 21 SNI 03-1747-1989 Spesifikasi Konstruksi Jembatan Tipe Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum, teknis dan Balok T Bentang s/d 25 meter untuk detail gambar Ren-cana Jembatan Balok "T" kelas BM 70. Beban BM 70 (70 % pembebanan BM) 22 SNI 03-1748-1989 Spesifikasi Konstruksi Jem-batan Tipe Balok T Bentang s/d 25 meter untuk BM 100 23 SNI 03-1758-1990 Cara uji sifat kekal agregat untuk aduk dan beton terhadap pengaruh larutan jenuh natrium dan magnesium sulfat 24 SNI 03-1962-1990 Tata Cara Perencanaan Penanggulangan Longsoran Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum, penjelasan teknis dan detail gambar Rencana Jembatan Balok "T" kelas Beban B.M 100 (100% pembe-banan BM ). Menetapkan cara uji sifat kekal agregat yang meliputi peralatan, larutan penguji, contoh yang diuji dan persiapan contoh uji, pelaksanaan uji, dan laporan hasil uji. Contoh perhitungan untuk agregat halus dan kasar diberikan Tata cara ini digunakan untuk penanganan longsoran setempat pada khususnya dan meliputi daerah yang luas pada umumnya.

25 SNI 03-1963-1990 Tata Cara Dasar Koordinasi Modular Tata cara ini digunakan sebagai pegangan dasar dalam untuk Perancangan Bangunan Rumah merencana rumah dan gedung menggunakan dan Gedung koordinasi modular. Tujuannya untuk mewujudkan rencana teknis bangunan rumah dan gedung yang

optimal 26 SNI 03-1965.12000 Metode Pengujian Kadar Air Tanah dengan Alat Speedy Metode ini digunakan untuk menentukan kadar air tanah menggunakan alat speedy Metode ini digunakan untuk menentukan pembagian butir (gradasi) agregat halus dan agregat kasar menggunakan saringan.

27 SNI 03-1968-1990 Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar

28 SNI 03-1971-1990 Metode Pengujian Kadar Air Agregat Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya Judul direvisi menjadi:Cara uji kadar kadar air agregat. air total agregat dengan pengeringan 29 SNI 03-1974-1990 Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan Judul direvisi menjadi :Cara uji kuat (compressive Strength) beton dengan benda uji tekan beton berbentuk silinder yang dibuat dan dimatangkan (curring) di laboratorium maupun di lapangan. 30 SNI 03-1975-1990 Metode Mempersiapkan Contoh Tanah dan Tanah mengandung Agregat 31 SNI 03-1977-1990 Spesifikasi Koordinasi Modular Bangunan Rumah dan Gedung Metode ini digunakan dalam mempersiapkan contoh tanah dan tanah mengandung agregat secara kering untuk memperoleh benda uji sebagai penyiapan pengujian selanjutnya. Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana teknis, pelaksana, produsen bahan bangunan, komponen bangunan, dan elemen bangunan, untuk memilih dimensi modul arah horisontal dan vertikal untuk bangunan rumah dan gedung. Tujuannya untuk menghemat bahan, komponen dan elemen bangunan serta waktu pemasangan dan penggunaan tenaga kerja. Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana teknis, pelaksana, produsen bahan bangunan, komponen bangunan, dan elemen bangunan, untuk memilih ukuran arah horisontal dan vertikal bangunan rumah dan gedung. Tujuannya untuk menghemat bahan, komponen dan elemen bangunan serta waktu pemasangan dan penggunaan tenaga kerja Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan mengenai acuan matra ruang minimum dalam perencanaan teknis rumah tinggal sesuai dengan ukuran modular. Tujuannya efisiensi penggunaan ruang dan bahan bangunan.

32 SNI 03-1978-1990 Spesifikasi Ukuran Terpilih Untuk Bangunan Rumah dan Gedung

33 SNI 03-1979-1990 Spesifikasi Matra Ruang untuk Rumah dan Gedung

34 SNI 03-2393-1991 Tata Cara Pelaksanaan Injeksi Semen Tata cara ini digunakan dalam pelaksanaan injeksi Pada Batuan semen pada batu yang bertujuan untuk memperkecil kelulusan air dan meningkatkan kekuatan batu sebagai upaya dalam perbaikan batu pondasi suatu bangunan.

35 SNI 03-2394-1991 Tata Cara Perencanaan dan Perancangan Bangunan Kedokteran Nuklir di Rumah Sakit

Tata cara ini digunakan untuk merencanakan dan merancang bangunan radiasi khususnya untuk bangunan kedokteran nuklir

36 SNI 03-2395-1991 Tata Cara Perencanaan dan Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan Perancangan Bangunan Radiologi di perancangan untuk bangunan radiologi di rumah sakit Rumah Sakit 37 SNI 03-2396-2001 Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung ? Standar tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan gedung ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi paraperancang dan pelaksana pembangunan gedung di dalam merancang sistem pencahayaan alami siang hari, dan bertujuan agar diperoleh sistem pencahayaan alami siang hari yang sesuai dengan syarat kesehatan, kenyamanan dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku. " Standar ini mencakup persyaratan minimal sistem pencahayaan alami siang hari dalam bangunan gedung. Tata cara ini digunakan sebagai dasar perancangan rumah sederhana yang tidak ber-tingkat secara praktis untuk memberi jaminan keselamatan bagi masyarakat penghuni rumah sederhana di daerah rawan angin

38 SNI 03-2397-1991 Tata Cara Perencanaan Rumah Sederhana Tahan Angin.

39 SNI 03-2398-2002 Tata Cara Perencanaan Tangki Septik Tata cara ini memuat istilah dan definisi, persyaratan Dengan Sistem Resapan tangki septik dan sistem resapan yang berlaku bagi pembuangan air limbah rumah tangga untuk daerah air tanah rendah dan jumlah pemakai maksimal 10 Kepala keluarga (1 Kepala Keluarga sama dengan 5 jiwa) 40 SNI 03-2399-2002 Tata Cara Perencanaan Bangunan MCK Umum Tata cara ini meliputi istilah dan definisih, persyaratan yang berlaku untuk sarana ruangan MCK yang terletak di lokasi permukiman padat, dengan beban pemakai maksimum 200 orang. MCK umum dapat merupakan satu kesatuan bang unan atau terpisah-pisah untuk mandi, cuci dan kakus. Tata cara Ini digunakan untuk menanggulangi kerusakan Sungai akibat arus dan dapat melestarikan bangunan di sungai. Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan desain bendung yang memenuhi persyaratan hidraulik dan struktur serta persyaratan pelaksanaan secara benar dan aman sesuai pola pembangunan berwawasan lingkungan.

41 SNI 03-2400-1991 Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai. (sedang di revisi) 42 SNI 03-2401-1991 Tata Cara Perencanaan Umum Bendung.

43 SNI 03-2402-1991 Tata Cara Perencanaan Umum Irigasi Tata cara ini digunakan agar pelaksanaan Irigasi Tambak Udang. Tambak Udang dalam memasok air baku berhasil dengan baik sesuai dengan keperluan budidaya udang.

44 SNI 03-2403-1991 Tata Cara Pemasangan Blok Beton Terkunci untuk Permukaan Jalan 45 SNI 03-2404-1991 Tata Cara Pencegahan Rayap Pada Pembuatan Bangunan Rumah dan Gedung 46 SNI 03-2405-1991 Tata Cara Penanggulangan Rayap Pada Bangunan Rumah dan Gedung dengan Termitisida 47 SNI 03-2408-1991 Tata Cara Pengecatan Logam

Tata cara ini bertujuan untuk mendapatkan hasil lapis perkerasan blok beton terkunci yang memenuhi syarat sebagai lapis perkerasan. Tata cara ini bertujuan untuk melindungi bangunan rumah dan gedung yang akan didirikan terhadap serangan rayap, agar keseragaman dan upaya efektifitas dapat tercapai Tata cara ini digunakan sebagai acuan dalam perlakuan penanggulangan rayap, untuk melindungi bangunan rumah dan gedung Tata cara ini merupakan petunjuk teknis cara pengecatan logam yang baik dan benar serta cara penanggulangannya bila terjadi kegagalan dalam pengecatan Tata cara ini dimaksudkan untuk memberikan petunjuk teknis dalam mengerjakan pengecatan dinding tembok dengan cat emuisi agar diperoleh hasil yang baik, dan memuat tentang persyaratan bahan dan alat, pelaksanaan pengecatan, dan cara penanggulangan bila terjadi kegagalan dalam pengecatan.. Metode ini digunakan untuk menghitung debit sungai dan saluran terbuka yang tidak terpengaruh arus balik atau aliran lahar pada saat muka air rendah sampai tinggi, yang masih tertampung di dalam alur sungai atau saluran terbuka. Metode ini digunakan dalam menentukan debit banjir rencana yang andal dan terpercaya dalam perencanaan bangunan air.

48 SNI 03-2410-1994 Tata Cara Pengecatan Dinding Tembok Dengan Cat Emulsi

49 SNI 03-2414-1991 Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka. Judul direvisi menjadi: Tata cara pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka menggunakan alat ukur arus dan pelampung 50 SNI 03-2415-1991 Metode Perhitungan Debit Banjir. Judul direvisi menjadi Tata cara perhitungan debit banjir

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : SNI STANDAR Data ada 708 record No No SNI 1 SNI 0004-2008 Judul Tata cara commissioning instalasi pengolahan air Ruang Lingkup Tata cara ini meliputi istilah dan definisi, persyaratan yang berlaku untuk semua kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan cara pengerjaan. Commissioning IPA merupakan uji coba terhadap kinerja masing-masing unit dan terhadap keseluruhan proses IPA dari mulai air baku sampai menjadi air minum yang dilaksanakan oleh tim yang ditetapkan. Tata cara ini digunakan untuk memperoleh hasil perencanaan drainase perkotaan yang dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan teknik perencanaan Standar ini menetapkan dimensi bronjong kawat dan persyaratan bahan baku, syarat mutu, pengambilan contoh, syarat lulus uji, pengemasan dan syarat penandaan bronjong kawat.

2 SNI 02-2406-1991 Tata Cara Perencanaan Umum Drainase Perkotaan

3 SNI 03-0090-1999 Spesifikasi Bronjong Kawat

4 SNI 03-0675-1989 Spesifikasi Ukuran Kusen Pintu Spesifikasi ini bertujuan untuk mewujudkan Kayu, Kusen Jendela Kayu, Daun pembuatan, pemasangan, dan pengawasan pelaksanaan Pintu Kayu Untuk Bangunan Rumah yang optimal dan Gedung 5 SNI 03-1724-1989 Tata Cara Perencanaann Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Judul direvisi menjadi :Tata cara perhitungan debit andalan air sungai dengan analisis lengkung kekerapan 6 SNI 03-1726-2002 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah dan Gedung. Tata cara ini digunakan dalam mendesain Bangunan disungai (bangunan pemanfaatan, konservasi dan silang) agar memenuhi persyaratan persyaratan hidrologi dan hidraulik, dan bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan keandalan bangunan di sungai dan sungainya sendiri. Tata cara ini digunakan untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman dan ekonomi.

7 SNI 03-1727-1989 Tata Cara Perencanaan Pembebanan Tata cara ini digunakan untuk memberikan beban yang Untuk Rumah dan Gedung diijinkan untuk rumah dan gedung, termasuk bebanbeban hidup untuk atap miring, gedung parkir bertingkat dan landasan helikopter pada atap gedung tinggi dimana parameter-parameter pesawat helikopter yang dimuat praktis sudah mencakup semua jenis pesawat yang biasa dioperasikan. Termasuk juga reduksi beban hidup untuk perencanaan balok induk dan portal serta peninjauan gempa, yang pemakaiannya optional, bukan keharusan, terlebih bila reduksi tersebut membahayakan konstruksi atau unsur konstruksi yang ditinjau 8 SNI 03-1728-1989 Tata Cara Pelaksanaan Mendirikan Bangunan Gedung Tata cara ini digunakan untuk memberikan landasan dalam membuat peraturan-peraturan mendirikan bangunan di masing-masing daerah, dengan tujuan menyeragamkan bentuk dan isi dari peraturanperaturan bangunan yang akan dipergunakan di seluruh kota-kota di Indonesia Tata cara ini digunakan untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman dan ekonomi Tata cara ini mencakup : " perencanaan arsitektur, struktur / konstruksi dan utilitas gedung; " Sistem pendidikan sekolah menengah umum; " Perubahan sistem pendidikan sekolah menengah umum; " Pembakuan gedung sekolah menengah umum. Tata cara ini digunakan dalam melaksanakan kegiatan desain, konstruksi, operasi dan pemeliharaan, serta penghapusan bendungan dengan tujuan untuk menjamin keamanan bendungan dan lingkungannya.

9 SNI 03-1729-2002 Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung

10 SNI 03-1730-2002 Tata Cara Perencanaan Gedung Sekolah Menengah Umum

11 SNI 03-1731-1989 Tata Cara Keamanan Bendungan.

12 SNI 03-1732-1989 Tata Cara Perencanaan Tebal Tata Cara ini merupakan dasar dalam menentukan Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan tebal perkerasan lentur yang dibutuhkan untuk suatu Analisa Metode Komponen jalan raya. 13 SNI 03-1733-2004 Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan Tata cara ini bertujuan untuk menghasilkan suatu lingkungan perumahan yang fungsional sekurangkurangnya bagi masyarakat penghuni. (Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota).

14 SNI 03-1734-1989 Tata Cara Perencanaan Beton Tata cara ini digunakan untuk mempersingkat waktu Bertulang dan Struktur Dinding perencanaan berbagai bentuk struktur yang umum dan Bertulang Untuk Rumah dan Gedung menjamin syarat-syarat perencanaan tahan gempa untuk rumah dan gedung yang berlaku

15 SNI 03-1735-2000 Tata Cara Perencanaan Akses Bangunan dan Akses Lingkungan Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Rumah dan Gedung.

Tata cara ini digunakan dalam merencanakan bangunan dan lingkungannya khususnya dalam hal pencegahan terhadap bahaya kebakaran meliputi pengamanan dan penyelamatan terhadap jiwa, harta benda dan kelangsungan fungsi bangunan

16 SNI 03-1736-2000 Tata Cara Perencanaan Struktur Tata cara ini digunakan untuk perencanaan struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya bangunan terhadap pencegahan bahaya kebakaran Kebaka-ran pada Bangunan Rumah pada bangunan rumah dan gedung dan Gedung 17 SNI 03-1738-1989 Metode Pengujian CBR Lapangan Metode ini digunakan untuk mengetahui nilai CBR Judul direvisi menjadi :Cara uji CBR (California Bearing Ratio) langsung di tempat (in (California Bearing Ratio) lapangan place) atau bila diperlukan dapat dilakukan dengan mengambil contoh tanah asli dengan cetakan CBR (undisturb). 18 SNI 03-1744-1989 Metode Pengujian CBR Laboratorium Metode ini digunakan untuk menentukan CBR (California Bearing Ratio) tanah dan campuran tanah agregat yang dipadatkan di laboratorium pada kadar air tertentu.

19 SNI 03-1745-2000 Tata Cara Pemasangan Sistem Hidran Tata cara ini digunakan sebagai panduan dalam untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pemasangan sistem hidran untuk memberikan pada Bangunan Rumah dan Gedung. persyaratan minimum pada pemasangan sistem hidran dalam upaya pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung 20 SNI 03-1746-2000 Tata cara perencanaan dan Digunakan untuk pemasangan alat bantu evakuasi pemasangan sarana jalan keluar untuk dalam upaya penyelamatan manusia dan penyelamatan terhadap bahaya meningkatkan keamanan terhadap bahaya kebakaran kebakaran pada bangunan gedung 21 SNI 03-1747-1989 Spesifikasi Konstruksi Jembatan Tipe Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum, teknis dan Balok T Bentang s/d 25 meter untuk detail gambar Ren-cana Jembatan Balok "T" kelas BM 70. Beban BM 70 (70 % pembebanan BM) 22 SNI 03-1748-1989 Spesifikasi Konstruksi Jem-batan Tipe Balok T Bentang s/d 25 meter untuk BM 100 23 SNI 03-1758-1990 Cara uji sifat kekal agregat untuk aduk dan beton terhadap pengaruh larutan jenuh natrium dan magnesium sulfat 24 SNI 03-1962-1990 Tata Cara Perencanaan Penanggulangan Longsoran Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum, penjelasan teknis dan detail gambar Rencana Jembatan Balok "T" kelas Beban B.M 100 (100% pembe-banan BM ). Menetapkan cara uji sifat kekal agregat yang meliputi peralatan, larutan penguji, contoh yang diuji dan persiapan contoh uji, pelaksanaan uji, dan laporan hasil uji. Contoh perhitungan untuk agregat halus dan kasar diberikan Tata cara ini digunakan untuk penanganan longsoran setempat pada khususnya dan meliputi daerah yang luas pada umumnya.

25 SNI 03-1963-1990 Tata Cara Dasar Koordinasi Modular Tata cara ini digunakan sebagai pegangan dasar dalam

untuk Perancangan Bangunan Rumah merencana rumah dan gedung menggunakan dan Gedung koordinasi modular. Tujuannya untuk mewujudkan rencana teknis bangunan rumah dan gedung yang optimal 26 SNI 03-1965.12000 Metode Pengujian Kadar Air Tanah dengan Alat Speedy Metode ini digunakan untuk menentukan kadar air tanah menggunakan alat speedy Metode ini digunakan untuk menentukan pembagian butir (gradasi) agregat halus dan agregat kasar menggunakan saringan.

27 SNI 03-1968-1990 Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar

28 SNI 03-1971-1990 Metode Pengujian Kadar Air Agregat Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya Judul direvisi menjadi:Cara uji kadar kadar air agregat. air total agregat dengan pengeringan 29 SNI 03-1974-1990 Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan Judul direvisi menjadi :Cara uji kuat (compressive Strength) beton dengan benda uji tekan beton berbentuk silinder yang dibuat dan dimatangkan (curring) di laboratorium maupun di lapangan. 30 SNI 03-1975-1990 Metode Mempersiapkan Contoh Tanah dan Tanah mengandung Agregat 31 SNI 03-1977-1990 Spesifikasi Koordinasi Modular Bangunan Rumah dan Gedung Metode ini digunakan dalam mempersiapkan contoh tanah dan tanah mengandung agregat secara kering untuk memperoleh benda uji sebagai penyiapan pengujian selanjutnya. Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana teknis, pelaksana, produsen bahan bangunan, komponen bangunan, dan elemen bangunan, untuk memilih dimensi modul arah horisontal dan vertikal untuk bangunan rumah dan gedung. Tujuannya untuk menghemat bahan, komponen dan elemen bangunan serta waktu pemasangan dan penggunaan tenaga kerja. Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana teknis, pelaksana, produsen bahan bangunan, komponen bangunan, dan elemen bangunan, untuk memilih ukuran arah horisontal dan vertikal bangunan rumah dan gedung. Tujuannya untuk menghemat bahan, komponen dan elemen bangunan serta waktu pemasangan dan penggunaan tenaga kerja Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan mengenai acuan matra ruang minimum dalam perencanaan teknis rumah tinggal sesuai dengan ukuran modular. Tujuannya efisiensi penggunaan ruang dan bahan bangunan.

32 SNI 03-1978-1990 Spesifikasi Ukuran Terpilih Untuk Bangunan Rumah dan Gedung

33 SNI 03-1979-1990 Spesifikasi Matra Ruang untuk Rumah dan Gedung

34 SNI 03-2393-1991 Tata Cara Pelaksanaan Injeksi Semen Tata cara ini digunakan dalam pelaksanaan injeksi

Pada Batuan

semen pada batu yang bertujuan untuk memperkecil kelulusan air dan meningkatkan kekuatan batu sebagai upaya dalam perbaikan batu pondasi suatu bangunan. Tata cara ini digunakan untuk merencanakan dan merancang bangunan radiasi khususnya untuk bangunan kedokteran nuklir

35 SNI 03-2394-1991 Tata Cara Perencanaan dan Perancangan Bangunan Kedokteran Nuklir di Rumah Sakit

36 SNI 03-2395-1991 Tata Cara Perencanaan dan Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan Perancangan Bangunan Radiologi di perancangan untuk bangunan radiologi di rumah sakit Rumah Sakit 37 SNI 03-2396-2001 Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung ? Standar tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan gedung ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi paraperancang dan pelaksana pembangunan gedung di dalam merancang sistem pencahayaan alami siang hari, dan bertujuan agar diperoleh sistem pencahayaan alami siang hari yang sesuai dengan syarat kesehatan, kenyamanan dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku. " Standar ini mencakup persyaratan minimal sistem pencahayaan alami siang hari dalam bangunan gedung. Tata cara ini digunakan sebagai dasar perancangan rumah sederhana yang tidak ber-tingkat secara praktis untuk memberi jaminan keselamatan bagi masyarakat penghuni rumah sederhana di daerah rawan angin

38 SNI 03-2397-1991 Tata Cara Perencanaan Rumah Sederhana Tahan Angin.

39 SNI 03-2398-2002 Tata Cara Perencanaan Tangki Septik Tata cara ini memuat istilah dan definisi, persyaratan Dengan Sistem Resapan tangki septik dan sistem resapan yang berlaku bagi pembuangan air limbah rumah tangga untuk daerah air tanah rendah dan jumlah pemakai maksimal 10 Kepala keluarga (1 Kepala Keluarga sama dengan 5 jiwa) 40 SNI 03-2399-2002 Tata Cara Perencanaan Bangunan MCK Umum Tata cara ini meliputi istilah dan definisih, persyaratan yang berlaku untuk sarana ruangan MCK yang terletak di lokasi permukiman padat, dengan beban pemakai maksimum 200 orang. MCK umum dapat merupakan satu kesatuan bang unan atau terpisah-pisah untuk mandi, cuci dan kakus. Tata cara Ini digunakan untuk menanggulangi kerusakan Sungai akibat arus dan dapat melestarikan bangunan di sungai. Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan desain bendung yang memenuhi persyaratan hidraulik dan struktur serta persyaratan pelaksanaan secara benar dan aman sesuai pola pembangunan berwawasan lingkungan.

41 SNI 03-2400-1991 Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai. (sedang di revisi) 42 SNI 03-2401-1991 Tata Cara Perencanaan Umum Bendung.

43 SNI 03-2402-1991 Tata Cara Perencanaan Umum Irigasi Tata cara ini digunakan agar pelaksanaan Irigasi Tambak Udang. Tambak Udang dalam memasok air baku berhasil dengan baik sesuai dengan keperluan budidaya udang. 44 SNI 03-2403-1991 Tata Cara Pemasangan Blok Beton Terkunci untuk Permukaan Jalan 45 SNI 03-2404-1991 Tata Cara Pencegahan Rayap Pada Pembuatan Bangunan Rumah dan Gedung 46 SNI 03-2405-1991 Tata Cara Penanggulangan Rayap Pada Bangunan Rumah dan Gedung dengan Termitisida 47 SNI 03-2408-1991 Tata Cara Pengecatan Logam Tata cara ini bertujuan untuk mendapatkan hasil lapis perkerasan blok beton terkunci yang memenuhi syarat sebagai lapis perkerasan. Tata cara ini bertujuan untuk melindungi bangunan rumah dan gedung yang akan didirikan terhadap serangan rayap, agar keseragaman dan upaya efektifitas dapat tercapai Tata cara ini digunakan sebagai acuan dalam perlakuan penanggulangan rayap, untuk melindungi bangunan rumah dan gedung Tata cara ini merupakan petunjuk teknis cara pengecatan logam yang baik dan benar serta cara penanggulangannya bila terjadi kegagalan dalam pengecatan Tata cara ini dimaksudkan untuk memberikan petunjuk teknis dalam mengerjakan pengecatan dinding tembok dengan cat emuisi agar diperoleh hasil yang baik, dan memuat tentang persyaratan bahan dan alat, pelaksanaan pengecatan, dan cara penanggulangan bila terjadi kegagalan dalam pengecatan.. Metode ini digunakan untuk menghitung debit sungai dan saluran terbuka yang tidak terpengaruh arus balik atau aliran lahar pada saat muka air rendah sampai tinggi, yang masih tertampung di dalam alur sungai atau saluran terbuka. Metode ini digunakan dalam menentukan debit banjir rencana yang andal dan terpercaya dalam perencanaan bangunan air.

48 SNI 03-2410-1994 Tata Cara Pengecatan Dinding Tembok Dengan Cat Emulsi

49 SNI 03-2414-1991 Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka. Judul direvisi menjadi: Tata cara pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka menggunakan alat ukur arus dan pelampung 50 SNI 03-2415-1991 Metode Perhitungan Debit Banjir. Judul direvisi menjadi Tata cara perhitungan debit banjir

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : SNI STANDAR Data ada 708 record No No SNI Judul Ruang Lingkup

101 SNI 03-2854-1992 Spesifikasi Kadar Ion Klorida Dalam Spesifikasi ini digunakan dalam merencanakan dan Beton melaksanakan konstruksi beton untuk mencegah korosi tulangan dan pelapukan beton 102 SNI 03-2855-1992 Spesifikasi Satuan Rumah Susun Modular Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan landasan ukuran dan batasan dalam usaha menentukan kebutuhan minimum dalam pembangunan rumah susun Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan persyaratan-persyaratan teknis beton kedap air " Spesifikasi ini memuat persyaratan minimum untuk beton yang berhubungan dengan lingkungan yang mengandung sulfat. " Spesifikasi ini dapat digunakan sebagai pegangan bagi para perencana dan pelaksana dalam merencanakan dan melaksanakan konstruksi beton yang dalam masa layannya berhubungan dengan lingkungan yang mengandung sulfat. " Spesifikasi ini bertujuan untuk mendapatkan beton yang mempunyai ketahanan dan keawetan terhadap sulfat. Spesifikasi ini bertujuan memberikan persyaratan teknis sumur gali sebagai sumber air baku untuk air bersih yang terlindung dari pencemaran

103 SNI 03-2914-1992 Spesifikasi Beton Bertulang Kedap Air 104 SNI 03-2915-2002 Spesifikasi Beton Tahan Sulfat

105 SNI 03-2916-1992 Spesifikasi Sumur Gali Untuk Sumber Air Bersih

106 SNI 03-2917-1992 Spesifikasi Instalasi Air Minum Tipe Spesifikasi ini bertujuan untuk mendapatkan instalasi Cikapayang 5 air bersih dengan kapasitas 5 Liter/detik 107 SNI 03-3233-1998 Tata Cara Pengawetan Kayu untuk Bangunan Rumah dan Gedung Digunakan untuk meningkatkan keawetan kayu melalui pengawetan dengan cara pemulasan, pencelupan atau rendaman ke dalam larutan kimia

108 SNI 03-3241-1994 Tata Cara Pemilihan Lokasi Tempat Tata cara ini digunakan untuk menentukan lokasi Pembuangan Akhir Sampah tempat pembuangan akhir sampah 109 SNI 03-3399-1994 Metode Pengujian Kuat Tarik Kayu di Laboratorium Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat tarik sejajar serat dan tegak lurus serat kayu.

110 SNI 03-3400-1994 Metode Pengujian Kuat Geser Kayu Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat di Laboratorium geser sejajar serat kayu 111 SNI 03-3401-1994 Metode Pengujian Jenis dan Jumlah Hewan Bentos. Metode ini digunakan untuk memperoleh jenis dan jumlah individu hewan Bentos pada suatu perairan.

112 SNI 03-3403-1994 Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya Inti Pemboran nilai kuat tekan beton inti pemboran 113 SNI 03-3405-1994 Metode Pengujian Sifat Dispersif Tanah dengan Alat Pinhole. 114 SNI 03-3406-1994 Metode Pengujian Sifat Tahan Lekang Batu.Judul direvisi menjadi :Cara uji sifat tahan lekang batu Metode ini digunakan untuk mengetahui sifat dispersi tanah. Metode ini digunakan untuk memperoleh indek tahan lekang batu.

115 SNI 03-3408-1994 Metode Pengukuran Kecepatan Aliran pada Model Fisik dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-Baling. judul Metode ini digunakan untuk menentukan kecepatan direvisi menjadi:Tata cara aliran pada model fisik dengan dasar tetap pengukuran kecepatan aliran pada uji menggunakan alat ukur arus tipe baling-baling. model hidraulik fisik (umh-fisik) dengan alat ukur arus tipe balingbaling 116 SNI 03-3412-1994 Metode Perhitungan Debit Sungai Harian Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya debit sungai harian pada lokasi yang tidak terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran lahar.

117 SNI 03-3413-1994 Metode Pengukuran Debit Puncak Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya Sungai dengan Cara Tidak Langsung. debit puncak sungai pada lokasi yang tidak terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran lahar. 118 SNI 03-3416-1994 Metode Pengujian Partikel Ringan dalam Agregat Metode ini untuk menentukan besarnya kadar partikel ringan dalam agregat.

119 SNI 03-3418-1994 Metode Pengujian Kandungan Udara Metode ini bertujuan untuk memperoleh nilai Pada Beton Segar. kandungan udara pada beton segar dalam persentase (%) volume. 120 SNI 03-3420-1994 Metode Pengujian Kuat Geser Metode ini digunakan untuk memperoleh data Langsung Tanah Tidak terkonsolidasi parameter mengenai kuat geser langsung tanah yang tanpa Drainase tidak terkonsolidasi tanpa drainase. 121 SNI 03-3421-1994 Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Isolasi Ringan di Lapangan Judul Di Revisi Menjadi: Cara Uji Kuat Tekan Beton Ringan Isolasi Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan beton isolasi ringan di lapangan Cara uji ini mencakup persiapan benda uji dan prosedur pengujian kuat tekan beton ringan isolasi dengan berat isi dalam kondisi kering oven tidak lebih dari 800 kg/m3. Cara uji ini mencakup persiapan dan pengujian untuk benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 75 mm x 150 mm. Tata cara ini digunakan dalam merencanakan struktur Drainase permukaan jalan Tata cara ini bertujuan menyeragamkan cara

122 SNI 03-3424-1994 Tata Cara Perencanaan Drainase Permukaan Jalan. 123 SNI 03-3425-1994 Tata Cara Pelaksanaan Lapis Tipis

Beton Aspal untuk Jalan Raya.

pelaksanaan Lataston serta menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan

124 SNI 03-3426-1994 Tata Cara Survai Kerataan Tata cara ini digunakan untuk pelaksanaan survai Permukaan Perkerasan Jalan dengan permukaan perkerasan jalan untuk mendapatkan Alat Ukur Kerataan NAASRA keseragaman nilai kerataan. 125 SNI 03-3427-1994 Tata Cara Perencanaan Teknik Bangunan Kolam Renang 126 SNI 03-3428-1994 Tata Cara Perencanaan Teknik Jembatan Gantung untuk Pejalan Kaki. (sedang direvisi) Tata cara ini digunakan dalam merencanakan kolam renang untuk mendapatkan perencanaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan dasardasar perencanaan teknik Jembatan Gantung untuk lalu lintas pejalan kaki.

127 SNI 03-3429-1994 Tata Cara Pelaksanaan Jembatan Gantung untuk Pejalan Kaki. judul Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan direvisi menjadi: pedoman pelaksanaan teknik Jembatan Gantung untuk lalulintas perencanaan dan pelaksanaan pejalan kaki. jembatan gantung untuk pejalan kaki 128 SNI 03-3430-1994 Tata Cara Perencanaan Dinding Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan Struktur Pasangan Blok Beton pelaksanaan bangunan yang menggunakan struktur Berongga Bertulang Untuk Bangunan pasangan blok beton berongga bertulang Rumah dan Gedung 129 SNI 03-3431-1994 Tata Cara Pemantauan Gerakan Horizontal Batuan dan Bangunan Dengan Alat Inklinometer. 130 SNI 03-3432-1994 Tata Cara Penetapan Banjir Desain dan Kapasitas Pelimpah Untuk Bendung. 131 SNI 03-3433-2002 Tata Cara Pengecatan Genteng Keramik Tata Cara ini digunakan sebagai pegangan penghitungan dan pembuatan peta kemiringan lereng pada permukaan tanah atau batuan menggunakan rumus Horton. Tata Cara ini digunakan untuk merencanakan pelindung tebing sungai dari pasangan batu agar tahan terhadap serangan arus dan hal-hal lain yang menyebabkan kerusakan tebing *Tata cara ini memuat persyaratan, ketentuan dan cara pengerjaan pengecatan genteng keramik, serta cara penanggulangan bila terjadi kegagalan; *Tata cara ini dapat digunakan sebagai pegangan bagi para pelaksana dalam melaksanakan pengecatan genteng keramik sebagai penutup atap pada bangunan gedung dan perumahan; *Tata cara ini bertujuan untuk mendapatkan hasil pengecatan yang mempunyai ketahanan dan keawetan terhadap cuaca.

132 SNI 03-3435-1994 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh Pekerjaan Penutup Langit-langit keseragaman dasar perhitungan harga satuan Untuk Bangunan dan Gedung pekerjaan penutup langit-langit 133 SNI 03-3436-1994 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh Pekerjaan Atap Untuk Bangunan dan keseragaman dasar perhitungan harga satuan

Gedung 134 SNI 03-3437-1994 Tata Cara Pembuatan Rencana Stabilisasi Tanah dengan Kapur untuk Jalan. (sedang di revisi) 135 SNI 03-3438-1994 Tata Cara Pembuatan Rencana Stabilisasi Tanah dengan Semen Portland. Judul direvisi menjadi:Pedoman Perencanaan stabilisasi tanah untuk bahan jalan dengan bahan pengikat serbuk 136 SNI 03-3439-1994 Tata Cara Pelaksanaan Stabilisasi Tanah dengan kapur untuk Jalan

pekerjaan penutup atap Tata Cara ini digunakan dalam pembuatan rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah dengan kapur sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tata cara ini digunakan dalam pembuatan rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah dengan semen sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil pelaksanaan stabilisasi tanah dengan kapur di lapangan yang sesuai dengan perencanaan.

137 SNI 03-3440-1994 Tata Cara Pelaksanaan Stabilisasi Tanah dengan Semen Portland untuk Jalan. judul direvisi Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil menjadi:pedoman pelaksanaan pelaksanaan stabilisasi tanah dengan semen di stabilisasi bahan jalan langsung lapangan yang sesuai dengan perencanaan. ditempat dengan bahan serbuk pengikat 138 SNI 03-3441-1994 Tata Cara Perencanaan Teknik Pelindung Tebing Sungai Dari Pasangan batu. 139 SNI 03-3442-1994 Tata Cara Pemasangan Pisometer Pipa Terbuka Casagrande Tata cara ini digunakan untuk merencanakan pelindung tebing sungai dari pasangan batu agar tahan terhadap serangan arus dan hal-hal lain yang menyebabkan kerusakan tebing. Tata cara ini digunakan dalam pemasangan pisometer pipa terbuka Casagrande secara benar sehingga diperoleh data pengamatan yang cukup teliti tentang perilaku tekanan air pori.

140 SNI 03-3443-1994 Tata Cara Pemantauan Tekanan Air Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan cara Pori Dengan Pisometer Pipa Terbuka dan prosedur pemantauan tekanan air pori untuk Casagrande mendapatkan nilai air pori menggunakan pisometer pipa terbuka Casagrande. 141 SNI 03-3445-1994 Tata Cara Pemasangan Panel Beton Ringan Berserat. 142 SNI 03-3446-1994 Tata Cara Perencanaan Teknis Pondasi Langsung Untuk Jembatan. Tata cara ini digunakan dalam pemasangan panel beton ringan berserat non struktural sesuai perencanaan yang mengacu pada koordinasi modular. Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan perencanaan pondasi langsung untuk jembatan sehingga memenuhi tuntutan kekuatan, kemantapan, keawetan dan effisiensi. Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan perencanaan pondasi sumuran untuk jembatan sehingga memenuhi tuntutan kekuatan, kemantapan,

143 SNI 03-3447-1994 Tata Cara Perencanaan Teknis Pondasi Sumuran Untuk Jembatan.

keawetan dan effisiensi. 144 SNI 03-3448-1994 Tatacarapenyambungan tiang pancang beton pracetak penampang persegi dengan sistem monolit bahan epoxy Judul direvisi menjadi: Pedoman penyambungan tiang pancang beton pracetak untuk fondasi jembatan 145 SNI 03-3449-2002 Tata Cara Perancangan Campuran Beton Ringan dengan Agregat Ringan Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dalam pelaksanaan penyambungan tiang pancang beton pracetak serta mendapatkan mutu sambungan yang bersifat monolitik. Tata cara pembuatan rancangan campuran beton ringan dengan agregat ringan ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai salah satu acuan bagi para perencana dan pelaksana dalam merancang proporsi campuran beton ringan dengan menggunkan agregat ringan dengan tujuan untuk mendapatkan proporsi campuran bahan-bahan yang dapat menghasilkan beton ringan yang sesuai dengan rencana penggunaannya pada kontruksi struktural, struktural ringan dan sagat ringan. Tata cara ini meliputi persyaratan proporsi campuran, rancangan campuran, tugas penanggung jawab pembuatan rancangan campuran, bahan yang dipergunakan, pemilihan proporsi campuran beton ringan, perhitungan proporsi campuran, koreksi proporsi campuran dan prosedur pengerjaan pembuatan rancangan campuran beton ringan. Tata cara ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam pemasangan pisometer penumatik untuk memperoleh data pengamatan tentang perilaku tekanan air pori. Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan cara dan prosedur pemantauan tekanan air pori untuk mendapatkan nilai tekanan air pori menggunakan alat pisometer penumatik. Tata cara ini digunakan dalam melakukan pemantauan gerakan vertikal tanah. Spesifikasi ini dimaksudkan untuk memberikan persyaratan mutu bahan yang digunakan sebagai perapat celah sambungan antara komponen maupun pada elemen bangunan untuk penanggulangan kebocoran pada bangunan rumah dan gedung. Metode ini digunakan untuk menentukan berat isi tanah halus dengan cetakan benda uji.

146 SNI 03-3452-1994 Tata Cara Pemasangan Pisometer Penumatik

147 SNI 03-3453-1994 Tata Cara Pemantauan Tekanan Air Pori Dengan Alat Pisometer Penumatik 148 SNI 03-3455-1994 Tata Cara Pemantauan Gerakan Vertikal Tanah Dengan Menggunakan Instrumen Magnetis. 149 SNI 03-3456-1994 Spesifikasi Bahan Elastis Perapat Celah Sambungan

150 SNI 03-3637-1994 Metode Pengujian Berat Isi Tanah Berbutir Halus dengan Cetakan

Benda Uji

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : SNI STANDAR Data ada 708 record

No No SNI

Judul

Ruang Lingkup

151 SNI 03-3638-1994 Metode Pengujian Kuat Tekan Bebas Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan Tanah Kohesif bebas tanah kohesif. 152 SNI 03-3639-2002 Metode Penentuan Kadar Parafin Lilin dalam Aspal Metode ini digunakan untuk memperoleh kadar parafin lilin dalam aspal berdasarkan pemisahan dengan pelarut-pelarut tertentu.

153 SNI 03-3640-1994 Metode Pengujian Kadar aspal dalam Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya campuran Beraspal dengan Cara kadar aspal dalam campuran beraspal dengan cara Ekstraksi Menggunakan Alat Soklet ekstraksi menggunakan alat soklet. 154 SNI 03-3641-1994 Metode Pengujian Kadar Air Aspal Emulsi. 155 SNI 03-3642-1994 Metode Pengujian Kadar Residu Aspal Emulsi Dengan Penyulingan. 156 SNI 03-3643-1994 Metode Pengujian Aspal Emulsi Tertahan Saringan No.20. 157 SNI 03-3644-1994 Metode Pengujian Jenis Muatan Partikel Aspal Emulsi. 158 SNI 03-3645-1994 Metode Pengujian pelekatan dan ketahanan aspal emulsi terhadap air judul direvisi menjadi:Cara uji uji kemampuan penyelimutan dan ketahanan aspal emulsi 159 SNI 03-3646-1994 Tata Cara Perencanaan Teknik Bangunan Stadion 160 SNI 03-3647-1994 Tata Cara Perencanaan Teknik Bangunan Gedung Olah Raga Metode ini digunakan untuk menentukan persentase kadar air aspal emulsi. Metode ini digunakan untuk mengetahui persentase kadar residu aspal emulsi Metode ini digunakan untuk menentukan bagian aspal emulsi yang tertahan saringan No. 20. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya partikel aspal emulsi. Metode ini digunakan untuk mengetahui persentase pelekatan aspal emulsi terhadap agregat dan ketahanan terhadap air. Tata cara ini digunakan dalam merencanakan bangunan stadion untuk mendapatkan peren-canaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum Tata cara ini digunakan dalam merencanakan gedung olah raga untuk mendapatkan perencanaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum

161 SNI 03-3958-1995 Metode Pengujian Kuat Tekan Kayu Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat di Laboratorium tekan kayu 162 SNI 03-3959-1995 Metode Pengujian Kuat Lentur Kayu Metode ini digunakan untuk menentukan kuat lentur di Laboratorium kayu 163 SNI 03-3960-1995 Metode Pengujian Modulus Elastisitas Lentur Kayu di Laboratorium 164 SNI 03-3961-1995 Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri Dengan Pengendapan 165 SNI 03-3962-1995 Metode Pengujian Distribusi Butir Sedimen Layang Secara Gravimetri Metode ini digunakan untuk menentukan modulus elastisitas lentur kayu Metode ini digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang dalam air secara Gravimetri dengan pengendapan Metode ini digunakan untuk mengetahui distribusi butir sedimen layang dalam air secara gravimetri

Dengan Ayakan

dengan ayakan

166 SNI 03-3966-1995 Metode Pengujian Kekakuan Tekan Metode ini digunakan untuk menentukan kekakuan dan Kekakuan Geser Bantalan Karet tekan dan kekakuan geser bantalan karet jembatan. Jembatan 167 SNI 03-3968-1995 Metode Pengukuran Kelulusan Air pada Tanah Zone Tak Jenuh dengan Lubang Auger Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya nilai kelulusan air pada tanah zone tak jenuh.

168 SNI 03-3969-1995 Metode Pemboran Air Tanah Dengan Metode ini digunakan untuk melaksanakan pembuatan Alat Bor Putar Sistem Sirkulasi suatu lubang bor yang baik untuk mendapatkan air Langsung tanah dengan alat bor putar, sistem sirkulasi langsung. 169 SNI 03-3970-1995 Metode Pengukuran Tinggi Muka Air Metode ini digunakan untuk memperoleh data tinggi Tanah Bebas di Sumur. muka air tanah bebas sesaat di sumur. 170 SNI 03-3972-1995 Metode Pengujian Modulus Elastisitas Lentur Kayu Konstruksi Berukuran Struktural 171 SNI 03-3973-1995 Metode Pengujian Modulus Elastisitas Tekan dan Kuat Tekan Sejajar Serat Kayu Konstruksi Berukuran Struktural 172 SNI 03-3974-1995 Metode Pengujian Modulus Geser Kayu Konstruksi Berukuran Struktural Metode ini digunakan untuk menentukan nilai modulus elastisitas lentur dan kelas kuat kayu Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan dan modulus elastisitas tekan kayu konstruksi yang dipakai untuk komponen struktur bangunan Metode ini digunakan untuk menentukan nilai modulus geser dan kelas kuat kayu

173 SNI 03-3975-1995 Metode Pengujian Kuat Lentur Kayu Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat Konstruksi Berukuran Struktural lentur dari kayu konstruksi berukuran struktural 174 SNI 03-3976-1995 Tata Cara Pengadukan Pengecoran Beton 175 SNI 03-3977-1995 Tata Cara Pembuatan Peta Kemiringan Lereng Menggunakan Rumus Horton. 176 SNI 03-3978-1995 Tata Cara Pelaksanaan Beton Aspal Campuran Dingin dengan Aspal Emulsi untuk Perkerasan Jalan Tata cara ini bertujuan untuk mendapatkan mutu pekerjaan beton sesuai dengan yang direncanakan. Tata cara ini digunakan sebagai pegangan dalam penghitungan dan pembua-tan peta kemiringan lereng pada permukaan tanah atau batuan menggunakan rumus Horton. Tata cara ini digunakan untuk menyeragamkan cara pelaksanaan campuran dingin dengan aspal emulsi agar diperoleh lapis perkerasan yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta dapat menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan. Tata Cara ini digunakan untuk meyeragamkan pelaksanaan pelapisan perkerasan jalan dengan laburan aspal Satu Lapis agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta untuk menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan. Tata Cara ini digunakan untuk meyeragam-kan

177 SNI 03-3979-1995 Tata Cara Pelaksanaan Laburan Aspal Satu Lapis (Burtu) untuk Permukaan Jalan.

178 SNI 03-3980-1995 Tata Cara Pelaksanaan Laburan

Aspal Dua Lapis (Burda) untuk Permukaan Jalan.

pelaksanaan pelapisan perkerasan jalan dengan laburan aspal Dua Lapis agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta untuk menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan.

179 SNI 03-3982-1995 Tata Cara Pengoperasian dan Perawatan Instalasi Saringan Pasir Tata cara ini digunakan untuk memperoleh lama masa Lambat Judul direvisi menjadi :Tata operasi saringan yang optimum, kuantitas dan kualitas Cara Pengoperasian dan Perawatan air olahan sesuai perencanaan Instalasi Saringan Pasir Lambat 180 SNI 03-3984-1995 Spesifikasi Agregat Ringan Untuk Beton isolasi 181 SNI 03-3985-2000 Tata Cara Perencanaan Pemasangan dan Pengujian Sistem-Deteksi dan Alarm untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung Standar ini memuat pengertian, klasifikasi, ketentuan gradasi, berat isi dan konduktivitas panas beton isolasi yang digunakan khusus untuk bagian dalam bangunan. Digunakan untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan sistem deteksi dan alarm kebakaran sehingga bila terjadi kebakaran dapat diketahui secara cepat dan tepat

182 SNI 03-3989-2000 Instalasi Sprinkler Untuk Pencegahan Digunakan untuk memberikan persyaratan minimum Bahaya Kebakaran Pada Bangunan pada pemasangan springkler dalam upaya pencegahan Rumah dan Gedung bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung 183 SNI 03-4137-1996 Metode Pengujian Tebal dan Panjang Metode ini digunakan untuk memperoleh bentuk Rata-rata Agregat agregat yang seragam. 184 SNI 03-4141-1996 Metode Pengujian Gumpalan Lempung dan Butir-butir Mudah Pecah Dalam Agregat. 185 SNI 03-4142-1996 Metode Pengujian Jumlah Bahan dalam Agregat yang Lolos Saringan No. 200 (0,075 MM); 186 SNI 03-4143-1996 Metode Pengujian Susut Linier. 187 SNI 03-4144-1996 Metode Pengujian Perubahan Volume Susut Tanah. Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya persentasi jumlah gumpalan lempung dan butir-butir mudah pecah dalam agregat halus maupun kasar. Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya persentase jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan No. 200 (0,075 mm). Metode ini digunakan untuk pengujian susut linier tanah kohesif di laboratorium. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya perubahan volume susut tanah.

188 SNI 03-4145-1996 Metode Pengujian Berat Jenis Metode ini digunakan untuk menentukan berat jenis Sedimen Layang Dengan Piknometer sedimen layang dalam air. 189 SNI 03-4146-1996 Metode Pengujian Kadar Nitrogen Total Sedimen Layang Dengan Alat Destilasi Kjeldahl Secara Titrasi 190 SNI 03-4147-1996 Spesifikasi Kapur Untuk Stabilisasi Tanah 191 SNI 03-4148-1996 Spesifikasi Tabung Dinding Tipis Untuk Pengambilan Contoh Tanah Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar nitrogen total sedimen layang dalam air Spesifikasi ini mencakup mutu dan persyaratan kapur yang harus dipenuhi untuk pekerjaan stabilisasi tanah. Standar ini mencakup persyaratan Tabung Dinding tipis yang akan digunakan untuk pengambilan contoh

Berkohesi Tidak Terganggu. 192 SNI 03-4148.12000

tanah berkohesi tidak terganggu.

Tata Cara Pengambilan Contoh Tata cara ini mencakup prosedur penggunaan tabung Tanah Dengan Tabung Dinding Tipis logam dinding tipis dalam pengambilan contoh tanah tak terganggu untuk pengujian sifat fisik dan mekanik di laboratorium. Metode ini digunakan untuk memperoleh kadar fosfat dalam sedimen melayang menggunakan alat spektrofotometer yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi pengukuran kualitas sediment Metode ini digunakan untuk mengetahui kadar kalium dalam sedimen melayang yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas sedimen

193 SNI 03-4151-1996 Metode Pengujian Kadar Fosfat Dalam Sedimen Mela-yang Dengan Asam Klorida Menggunakan Spektrofoto-meter Secara Amonium Molibdate 194 SNI 03-4152-1996 Metode Pengujian Kadar Kalium Dalam Sedimen Melayang Dengan Asam Klorida Menggunakan Alat Spektrofo-tometer Serapan Atom

195 SNI 03-4154-1996 Metode Pengujian Kuat Lentur Beton Metode ini digunakan untuk memperoleh kuat lentur Dengan Balok Uji Sederhana yang beton untuk keperluan perencanaan struktur Dibebani Terpusat Langsung 196 SNI 03-4155-1996 Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat dengan Benda Uji Patahan Balok tekan relatif sebagai pembanding terhadap kuat lentur Bekas Uji Lentur guna keperluan perencanaan dan pengendalian mutu beton 197 SNI 03-4164-1996 Metode Pengujian Kuat Tekan Dinding Pasangan Bata Merah di Laboratorium 198 SNI 03-4165-1996 Metode Pengujian Kuat Lentur Dinding Pasangan Bata Merah di Laboratorium 199 SNI 03-4166-1996 Metode Pengujian Kuat Geser Dinding Pasangan Bata Merah di Laboratorium 200 SNI 03-4168-1996 Metode Perhitungan Hilang Pijar Bahan Belerang Untuk Kaping Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat tekan dinding pasangan bata merah yang digunakan sebagai dinding struktural bagi keperluan perencana dan pelaksana Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat lentur dinding pasangan bata merah yang digunakan sebagai dinding struktural bagi keperluan perencana dan pelaksana Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat geser dinding pasangan bata merah yang digunakan sebagai dinding struktural bagi keperluan perencana dan pelaksana Metode pengujian ini adalah untuk memperoleh nilai hilang pijar guna menentukan pemenuhan mutu bahan belerang untuk kaping guna meratakan bidang tekan benda uji

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : SNI STANDAR Data ada 708 record No No SNI Judul Ruang Lingkup Metode ini digunakan untuk memdapatkan nilai modulus elastisitas dan rasio poison untuk keperluan perencanaan struktur beton Metode ini digunakan untuk memperoleh besaran atau angka ketahanan agregat terhadap benturan atau tumbukan, sehingga berguna bagi perencana dalam memilih bahan yang bermutu

201 SNI 03-4169-1996 Metode Pengujian Modulus Elastisitas Statis dan Rasio Poison Beton Dengan Kompresor Ekstensometer 202 SNI 03-4426-1997 Metode Pengujian Ketahanan Agregat Dengan Alat Tumbuk

203 SNI 03-4428-1997 Metode Pengujian Agregat Halus Metode ini digunakan untuk menyeragamkan cara Atau Pasir Yang Mengandung Bahan pengujian pasir atau agregat halus yang plastis dengan Plastis Dengan Cara Setara Pasir cara setara pasir. Metode ini dilakukan terbatas pada pasir atau agregat halus dan lolos saringan No. 4 (4,76 mm). 204 SNI 03-4429-1997 Metode Pengujian Karet Spon Sebagai Bahan Pengisi Siar Muai Pada Konstruksi Beton Metode ini digunakan untuk memperoleh data pada mutu karet spon siap pakai sebagai bahan pengisi siar muai konstruksi beton

205 SNI 03-4430-1997 Metode Pengujian Kuat Tekan Metode ini digunakan untuk memperkira-kan nilai Elemen Struktur Beton Dengan Alat kuat tekan beton pada suatu elemen struktur untuk Palu Beton Tipe N dan NR keperluan pengendalian mutu beton dan atau pengawas pelaksanaan pekerjaan 206 SNI 03-4431-1997 Metode Pengujian Kuat Lentur Beton Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat Normal Dengan Dua Titik lentur beton normal guna keperluan perencanaan dan Pembebanan pelaksanaan. 207 SNI 03-4432-1997 Spesifikasi Karet Spon Sebagai Bahan Pengisi Siar Muai Pada Perkerasan Beton dan Konstruksi Bangunan 208 SNI 03-4433-1997 Spesifikasi Beton Siap Pakai Spesifikasi ini digunakan untuk menilai mutu karet spon dan bertujuan untuk mendapatkan mutu karet spon yang memenuhi persyaratan fisik yang digunakan sebagai bahan pengisi siar muai pada perkerasan beton dan konstruksi bangunan. Spesifikasi ini digunakan dalam menilai mutu beton

siap pakai yang akan diserahkan dalam bentuk beton segar dari produsen kepada konsumen yang bertujuan untuk mendapatkan mutu beton siap pakai yang memenuhi persyaratan teknis 209 SNI 03-4434-1997 Spesifikasi Tiang Pancang Beton Pracetak Untuk Ponda-si Jembatan, Ukuran (30x30, 35x35, 40x40) cm2 Panjang 10-20 meter Dengan Baja Tulangan Bj 24 dan BJ 40 210 SNI 03-4797-1998 Metode Pengujian Pemulihan Aspal dengan Alat Penguap Putar. 211 SNI 03-4798-1998 Spesifikasi Aspal Emulsi Kationik Spesifikasi ini digunakan dalam membuat pondasi tiang pancang beton untuk pondasi jembatan yang bertujuan untuk memudahkan bagi perencana dan pelaksana pembangunan jembatan sehingga tercapai efisiensi waktu, bahan dan keseragaman mutu konstruksi. Metode ini adalah untuk memisahkan aspal dari bahan pelarut, sehingga dapat digunakan kembali. Spesifikasi ini untuk mendapatkan mutu aspal emulsi kationik yang memenuhi persyaratan fisis untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jalan. Spesifikasi ini mencakup aspal cair yang dihasilkan dengan cara melarutkan aspal dengan distilat hasil pengilangan minyak bumi yang sesuai (seperti premium), yang akan digunakan sebagai bahan dalam pekerjaan pengaspalan jalan. Metode ini digunakan untuk menentukan kecepatan pulsa perambatan gelombang tekan dalam beton. Metode ini digunakan untuk menentukan angka pantul beton yang sudah mengeras menggunakan palu baja yang gerakannya dikendalikan oleh pegas. Metode ini digunakan dalam menghitung bobot isi dan rongga udara dalam agregat Metoda ini digunakan untuk menentukan kadar Portland dari beton keras yang menggunakan semen hidrolik meliputi ketentuan peralatan, bahan, contoh uji, perhitungan, cara uji dan laporan hasil uji. Metode ini digunakan untuk menentukan kadar semen portland dalam beton segar menggunakan titrasi volumetri Metode ini digunakan dalam menentukan suhu dari beton segar yang menggunakan semen portland

212 SNI 03-4800-1998 Spesifikasi Aspal Cair Penguapan Cepat Judul direvisi menjadi :Spesifikasi Aspal Cair Tipe Penguapan Cepat 213 SNI 03-4802-1998 Metode Pengujian Kecepatan Pulsa Melalui Beton 214 SNI 03-4803-1998 Metode pengujian Angka Pantul Beton Yang Sudah Mengeras 215 SNI 03-4804-1998 Metode Pengujian Bobot Isi Dan Rongga udara Dalam Agregat 216 SNI 03-4805-1998 Metode Pengujian Kadar Semen Portland Dalam Beton Keras Yang Memakai Semen Hidrolik 217 SNI 03-4806-1998 Metode Pengujian Kadar Semen Portland dalam Beton Segar dengan Cara Titrasi Volumetri 218 SNI 03-4807-1998 Metode Pengujian Untuk Menentukan Suhu Beton Segar Semen Portland

219 SNI 03-4808-1998 Metode Pengujian Kadar Air Dalam Metode ini digunakan dalam penentuan kadar air Beton Segar Dengan Cara titrasi dalam beton segar dengan cara titrasi volumetri Volumetri 220 SNI 03-4809-1998 Metode Pengujian Untuk Metode ini digunakan dalam menentukan

Membandingkan Berbagai Beton Berdasarkan Kuat Lekat Yang Timbul Terhadap Tulangan 221 SNI 03-4810-1998 Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Lapangan 222 SNI 03-4811-1998 Metode Pengujian Rangkak Pada Beton Yang Tertekan

perbandingan antara berbagai macam beton berdasarkan kuat lekat yang timbul terhadap baja tulangan Metode ini digunakan untuk membuat dan merawat benda uji di lapangan Metode pengujian ini mencakup penentuan ketentuan tentang peralatan, bahan, benda uji, perawatan, pembebanan, pembacaan, asumsi, dan cara uji rangkak pada beton yang dicetak dalam bentuk silinder dan dibebani dengan gaya tekan aksial sentris.

223 SNI 03-4812-1998 Metode Pengujian Kuat Tarik Beton Metode ini digunakan dalam menentukan nilai kuat Secara Langsung tarik beton untuk keperluan perencanaan komponen struktur berdasarkan penampang benda uji berdiameter 1500 mm 224 SNI 03-4813-1998 Metode Pengujian Triaksial Untuk Tanah Kohesif Dalam Keadaan Tanpa Konsolidasi dan Drainase Judul di revisi menjadi :Cara uji triaksial untuk tanah kohesif dalam keadaan tidak terkonsolidasi dan tidak terdrainase (UU) Metode ini digunakan untuk menentukan kekuatan contoh uji berbentuk silinder dalam keadaan tanpa konsolidasi dan drainase dari tanah kohesif baik tidak terganggu, cetak ulang maupun yang dipadatkan pada kecepatan deformasi yang tetap dari beban kompresi dimana benda uji tersebut diberi tekanan cairan semua arah di dalam sel triaksial.

225 SNI 03-4814-1998 Spesifikasi Bahan Penutup Spesifikasi ini digunakan sebagai bahan penutup Sambungan Beton Tipe Elastis Tuang sambungan beton tipe elastis tuang panas yang Panas digunakan untuk menutup celah sambungan pada jalan beton, jembatan, dan bangunan lainnya. 226 SNI 03-4815-1998 Spesifikasi Pengisi Siar Muai Siap Pakai Untuk Perkerasan Dan Bangunan Beton 227 SNI 03-4816-1998 Spesifikasi Bantalan Karet Untuk Perletakan Jembatan Spesifikasi ini membahas bahan pengisi siap pakai, ukuran dan toleransi, dan sifat fisik. Spesifikasi ini membahas persyaratan untuk bantalan karet jembatan, baik yang polos maupun yang berlapis dengan pelat penguat dan harus memiliki kemampuan untuk memuai dan menyusut akibat temperatur, berputar sudut, perubahan lawan lendut, rangkak dan susut. Spesifikasi ini digunakan untuk perencanaan pipa drainase dalam tanah untuk mendapatkan pipa beton berlubang yang memenuhi syarat ukuran sebagai pipa drainase. Tata cara ini digunakan untuk pembuatan ekstrak sedimen untuk pengujian sifat kimia sedimen sehingga dapat diuji dengan standar pengujian air Tata cara ini digunakan dalam menyiapkan benda uji

228 SNI 03-4818-1998 Spesifikasi Pipa Beton Berlubang Untuk Saluran Drainase Dalam Tanah 229 SNI 03-4819-1998 Tata Cara Pembuatan Ekstrak Sedimen Untuk Pengujian Sifat Kimia Sedimen 230 SNI 03-4820-1998 Tata Cara Penggunaan Peralatan

Untuk Penentuan Perubahan Panjang, untuk menentukan perubahan panjang pada pasta, Pasta, Mortar dan Beton Semen Yang mortar dan beton semen yang sudah mengeras, serta Sudah Mengeras. peralatan yang digunakan untuk menentukan perubahan panjang tersebut, dan cara-cara penggunaannya. 231 SNI 03-6367-2000 Spesifikasi Pipa Beton untuk Air Buangan, Saluran Peluapan dari Gorong-gorong Spesifikasi ini meliputi pipa beton tidak bertulang yang digunakan sebagai pembuangan air kotoran, limbah pabrik, air luapan dan bangunan goronggorong.

232 SNI 03-6368-2000 Spesifikasi Pipa Beton untuk Saluran Spesifikasi ini meliputi pipa beton yang tidak Air Limbah, Saluran Air Hujan dan bertulang untuk mengalirkan air limbah rumah tangga, Gorong-Gorong limbah industri, air hujan dan untuk gorong-gorong 233 SNI 03-6370-2000 Tata Cara Evaluasi Batuan Yang Tata cara ini mencakup evaluasi batuan yang akan digunakan untuk Pengendalian Erosi digunakan untuk pengendalian erosi 234 SNI 03-6371-2000 Tata Cara Pengklasifikasian Tanah Dengan Cara Unifikasi Tanah Tata cara ini menguraikan sistem klasifikasi tanah mineral dan mineral organik untuk keperluan teknik. Klasifikasi ini berdasarkan hasil pengujian laboratorium tentang penentuan karakteristik ukuran butir, batas cair dan indeks plastisitas

235 SNI 03-6372-2002 Tata Cara Pengkondisian Kelengasan Tata cara ini mencakup Prosedur untuk Kayu Dan Bahan Berkayu Mengkondisikan dan menyeimbangkan tingkat kadar air konstan pada kayu dan bahan berkayu, bahanbahan dan papan buatan (panel) yang mengandung serat kayu dan partikel kayu, serat barang -barang dari kayu yang menggunakan perekat 236 SNI 03-6374-2000 Tata Cara Pemasangan dan Pemantauan Sel Tekanan Total Peneumatik Tata cara ini mencakup pemasangan alat pengukur tekanan total dari jenis sel tekanan total peneumatik yang dipasang pada bangunan teknik sipil antara lain pada tubuh bendungan, dinding tembok penahan tanah, pondasi bangunan gedung dan lainnya

237 SNI 03-6376-2000 Tata Cara Pembuatan Sumur Uji dan Tata cara ini mencakup cara-cara pelaksanaan Paritan Uji secara Manual pembuatan sumuran uji dan paritan uji secara manual di dalam tanah. 238 SNI 03-6377-2000 Tata Cara Pencucian Sumur Tata cara ini membahas tentang prosedur pekerjaan pencucian sumur, untuk menghilangkan atau melepaskan material halus seperti lanau, pasir halus dan lumpur pemboran yang melekat pada dinding sumur, selimut kerikil dan saringan. Spesffikasi ini meliputi empat tipe kapur hidrat (tipe N, S, NA dan SA), tipe N dan S adalah cocok digunakan dalam adukan, pada siar dan plesteran semen, tambahan dinding dan sebagai bahan tambah

239 SNI 03-6378-2000 Spesifikasi Kapur Hidrat untuk keperluan Pasangan Bata.

untuk beton semen. Tipe NA dan SA adalah kapur hidrat mengandung "bahan pembentuk gelembung udara". 240 SNI 03-6379-2000 Spesifikasi dan Tata Cara Pemasangan Perangkap Bau 241 SNI 03-6380-2000 Spesifikasi Perbaikan Beton dengan Mortar Epoksi 242 SNI 03-6381-2000 Spesifikasi Bangunan Ukur Debit Cippoletti 243 SNI 03-6382-2000 Spesifikasi Hidran Kebakaran Tabung Basah Spesifikasi ini mengatur mengenai bahan dan pemasangan dari unit perangkap, pencegat dan pemisah. Spesifikasi ini mencakup perbaikan cacat dalam beton semen portland yang telah mengeras dengan mortar epoksi yang dicampur pasir Spesifikasi ini membahas tentang bentuk dan ukuran, fungsi, struktur dan persyaratan, kinerja dan debit persatuan lebar dari bangunan ukur debit cipoletti Spesifikasi ini meliputi bermacam-macam tipe dan kelas hidran kebakaran tabung basah, untuk dipasang pada jaringan sistem pelayanan air minum di kawasan permukiman

244 SNI 03-6383-2000 Spesifikasi Peralatan Pengolah Udara Spesifikasi ini menjelaskan persyaratan-persyaratan Individual sebagai Sistem peralatan pengolahan udara individual sebagai sistem Pengendalian Asap Terzona dalam pengendalian asap terzona di dalam bangunan gedung Bangunan Gedung 245 SNI 03-6384-2000 Spesifikasi Panel atau Papan Gypsum Standar ini menetapkan Spesifikasi panel atau papan gypsum yang meliputi panel atau papan gypsum, yang penggunaannya dirancang untuk dinding, langit-langit, atau dinding penyekat dan mempunyai permukaan yang dapat di dekorasi. 246 SNI 03-6386-2000 Spesifikasi Tingkat Bunyi dan Waktu Dengung dalam Bangunan Gedung dan Perumahan (Kriteria Desain yang Direkomendasikan) 247 SNI 03-6387-2000 Spesifikasi Kapur Kembang untuk Bahan Bangunan Spesifikasi ini memberikan kriteria desain kondisi lingkungan akustik di dalam ruang hunian, digunakan untuk bunyi mantap atau seolah-olah mantap seperti bising yang berasal dari sistem tata udara dan lalu lintas kendaraan yang kontinu Standar ini menetapkan menetapkan ketentuanketentuan semua jenis kapur kembang seperti, kapur pecah, kapur butir, kapur bongkah, kapur gumpal dan kapur untuk bahan bangunan.

248 SNI 03-6388-2000 Spesifikasi Agregat Lapis Pondasi Spesifikasi ini meliputi mutu dan gradasi campuran Bawah, Lapis Pondasi Atas dan Lapis lempung berpasir, kerikil, batu atau slag hasil Permukaan penyaringan, atau pasir, sirtu pecah yang terdiri atas kerikil, batu pecah atau slag dengan atau tanpa tanah pengikat atau kombinasi dari bahan tersebut untuk digunakan pada bahan lapis pondasi bawah, lapis pondasi, dan lapis permukaan. 249 SNI 03-6395-2000 Spesifikasi Alat Ukur Debit Orifice Spesifikasi ini memuat persyaratan-persyaratan

dimensi, pemasangan, persyaratan umum dan ketentuan dari pelat orifice serta penyimpangan pengukuran debit dalam pipa dengan diameter dari 50 mm sampai 1200 mm dan bilangan Reynold untuk pipa kurang dari 3.150 250 SNI 03-6399-2000 Tata Cara Pengambilan Contoh Aspal Tata cara ini digunakan untuk pengambilan contoh aspal di Pabrik, tempat penyimpanan atau saat pengiriman.

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : SNI STANDAR Data ada 708 record No No SNI Judul Ruang Lingkup Tata cara ini memuat pengelasan di lapangan secara manual, semi otomatik dan otomatik dengan proses pengelasan busur logam pada pipa baja yang dibuat di pabrik Metode ini digunakan untuk penentuan kadar semen dalam contoh campuran segar tanah semen. Spesifikasi ini meliputi persyaratan timbangan dan anak timbangan, yang digunakan untuk keperluan pengujian bahan-bahan konstruksi. Standar ini menetapkan spesifikasi proteksi untuk bukaan pada konstruksi tahan api yang mencakup persyaratan proteksi bukaan pada konstruksi tahan api yang dibuat untuk tempat penembusan sistem cerobong. Spesifikasi ini mencakup penjelasan umum tentang

251 SNI 03-6405-2000 Tata Cara Pengelasan Pipa Baja untuk Air di Lapangan

252 SNI 03-6412-2000 Metode Pengujian Kadar Semen Dalam Campuran Segar SemenTanah 253 SNI 03-6414-2002 Spesifikasi Timbangan yang digunakan pada pengujian bahan 254 SNI 03-6415-2000 Spesifikasi Proteksi untuk Bukaan pada Konstruksi Tahan Api

255 SNI 03-6416.1-

Spesifikasi Bahan Sambungan pada

2000

Bendungan Beton Bagian 1 : Pemilihan Bahan Penahan Air Spesifikasi Bahan Sambungan pada Bendungan Beton Bagian 2 : Pelaksanaan, Pemasangan Penahan Air untuk Sambungan

sifat-sifat, jenis-jenis sambungan, pemilihan jenis dan bahan, serta spesifikasi bahan penahan air untuk sambungan pada bendungan beton Spesifikasi ini mencakup penjelasan umum, jenis-jenis sambungan, persiapan dan pemasangan penahan air dari PVC dan karet logam, serta pertimbangan umum, campuran bitumen dan jenis penahan air permukaan, serta pengujian praktis penahan air untuk sambungan Spesifikasi ini membahas ketentuan-ketentuan sifatsifat bahan dan uji laboratorium, konsep desain & pertimbangan, metode konstruksi&prosedur pengawasan konstruksi serta evaluasi kinerja Spesifikasi ini meliputi bahan pengencer graut yang digunakan untuk beton dengan agregat praletak. Standar ini mencakup pipa PVC diameter 110 mm sampai 315 mm untuk air bersih, yang dibuat sesuai dengan ketentuan pada SNI yang berlaku. Standar ini menetapkan spesifikasi sistem pengolahan udara di dapur dan ruang parkir sebagai pengendali asap kebakaran dalan bangunan yang mencakup persyaratan untuk jenis-jenis sistem pengolahan udara.

256 SNI 03-6416.22000

257 SNI 03-6417-2000 Spesifikasi Semen-Tanah untuk Bendungan Urugan

258 SNI 03-6418-2000 Spesifikasi Pengencer Graut untuk Beton dengan Agregat Praletak 259 SNI 03-6419-2000 Spesifikasi Pipa PVC Bertekanan Berdiameter 110-315 mm untuk Air Bersih 260 SNI 03-6420-2000 Spesifikasi Sistem Pengolahan Udara di Dapur dan Ruang Parkir sebagai Pengendali Asap Kebakaran Dalam Bangunan

261 SNI 03-6429-2000 Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Metode ini digunakan untuk penentuan kuat tekan Silinder dengan Cetakan Silinder di benda uji silinder beton menggunakan teknik dalam Tempat Cetakan pemasangan cetakan uji pada pelat beton pada waktu pengecoran dan dibatasi untuk tebal beton dari 125 mm sampai 300 m. 262 SNI 03-6430-2000 Metode Pengujian Ekspansi dan Bliding Campuran Graut Segar untuk Beton dengan Agregat Praletak di Laboratorium 263 SNI 03-6430.12000 264 SNI 03-6430.22000 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya ekspansi dan akumulasi air bliding pada permukaan campuran graut semen hidrolik yang dipakai untuk untuk memproduksi beton dengan agregat praletak.

Metode Pengujian Kuat Tekan Graut Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan untuk Beton dengan Agregat Praletak graut semen hidrolik untuk beton dengan agregat di Laboratorium. praletak. Metode Pengujian Waktu Pengikatan Metode ini digunakan untuk penentuan waktu Graut untuk Beton dengan Agregat pengikatan campuran graut semen hidraulik yang Praletak di Laboratorium dipakai untuk beton dengan agregat praletak memakai alat vicat.

265 SNI 03-6431-2000 Metode Pengujian Waktu Alir Beton Metode ini digunakan untuk penentuan waktu alir Berserat dengan Kerucut Uji Slump beton berserat menggunakan kerucut slump yang yang Dibalik dibalik dapat dilakukan di Lapangan dan di Laboratorium dan dipakai untuk campuran beton segar yang mempunyai agregat kasar yang lolos saringan 1½

inchi, tidak dapat dipakai untuk beton yang mengalir bebas 266 SNI 03-6432-2000 Metode Pengujian Perubahan Metode ini digunakan untuk penentuan cara Panjang Beton Akibat Reaksi Alkali pengukuran perubahan panjang prisma beton, Batuan Karbonat kerantanan dari kombinasi semen agregat terhadap reaksi alkali karbonat yang mengembang dengan melibatkan ion-ion hidroksida. 267 SNI 03-6433-2000 Metode Pengujian Kerapatan, Metode ini mencakup penentuan kerapatan, persentase Penyerapan dan Rongga dalam Beton penyerapan dan persentase rongga dalam beton yang yang telah Mengeras telah mengeras. 268 SNI 03-6434-2000 Metode Pengujian Fisik Panel Gipsum dan Papan Gipsum 269 SNI 03-6435-2000 Metode Pengujian Kedataran dan Kerataan Lantai Menggunakan Sistem Bilangan F Metode ini digunakan untuk pengujian fisik dari panel dan papan gypsum Standar ini menetapkan Metode Pengujian kedataran dan kerataan lantai menggunakan sistem bilangan F yang meliputi pengukuran profil permukaan lantai untuk memperoleh perkiraan karakteristik kedataran dan perataan permukaan lantai dengan menggunakan sistem bilang F dalam satuan metrik (SI). Metode ini digunakan untuk memilih lokasi sumur, pengendalian laju debit keluar atau laju debit injeksi dan pengukuran muka air untuk menganalisis sifat hidraulik suatu akuifer atau beberapa akuifer dan lapisan-lapisan pengungkungnya.

270 SNI 03-6436-2000 Metode Pengujian Sumur Injeksi dan Pemompaan untuk Penentuan Sifat Hidraulik untuk Sistem Akuifer (Prosedur Lapangan)

271 SNI 03-6438-2000 Metode Pengujian Bakteri Besi dalam Metode ini digunakan untuk penentuan bakteri besi Air dan Dalam Endapan yang dengan pemeriksaan menggunakan mikroskup juga Dibentuk oleh Air. dapat untuk mengidentifikasikan jenis bakteri yang terdapat dalam air dan endapan yang dibentuk oleh air 272 SNI 03-6439-2000 Metode Pengujian Ion Khlorida dalam Air Metode pengujian ini mencakup penentuan ion klorida dalam air, air limbah dan air laut menggunakan filtrasi dengan merkuri, perak nitrat, dan metode elektroda selektif ion. Metode ini digunakan untuk pengujian kekentalan aspal menggunakan viskometer pipa kapiler hampa pada suhu 60 C dan dapat digunakan untuk bahanbahan lain yang memiliki kekentalan dalam rentang 0,036 poises hingga lebih dari 200.000 poises Metode ini digunakan untuk penentuan modulus geser dinamis dan sudut phase aspal dengan alat penguji geser dinamis menggunakan pelat uji pararel untuk aspal yang mempunyai nilai modulus geser dinamis dari 100 Pa sampai 10 Mpa pada suhu 5 sampai 85 C. Metode ini digunakan untuk pengujian estimasi

273 SNI 03-6440-2000 Metode Pengujian Kekuatan Aspal dengan Viskometer Pipa Kapiler Hampa

274 SNI 03-6442-2000 Metode Pengujian Sifat Reologi Aspal dengan Alat Reometer Geser Dinamis (RGD)

275 SNI 03-6444-2000 Metode Pengujian untuk Potensial

Setengah Sel Baja Tulangan yang Tidak Dilapisi Bahan Dielektrik dalam Beton. 276 SNI 03-6448-2000 Metode Pengujian Kuat Tarik Panel Kayu Struktural

potensial elektrikal setengah sel baja tulangan yang tidak dilapisi pada beton di Lapangan dan di Laboratorium, dengan tujuan untuk menentukan aktifitas korosi pada tulangan. Metode ini digunakan untuk penentuan sifat tarik panel struktural dan dipakai untuk kayu lapis, papan wapel, papan bahan serat teratur dan komposit venir, dan kayu lapis yang berbahan dasar kayu lainnya. Metode ini digunakan untuk pengujian bahan termoplastik untuk marka jalan antara lain kadar manik-manik kaca dan analisa saringan, daya pantul dan indeks kekuningan, kadar titanium dioksida (TiO2 ), kemampuan alir (% sisa) dengan pemanasan yang lebih lama Metode ini digunakan untuk penentuan kuat lentur adukan semen hidrolik

277 SNI 03-6450-2000 Metode Pengujian Bahan Termoplastik untuk Marka Jalan

278 SNI 03-6451-2000 Metode Pengujian Kuat Lentur Adukan Semen Hidraulik.

279 SNI 03-6453-2000 Metode Pengujian Kelulusan Air Metode ini digunakan untuk pengujian kelulusan air untuk Lapisan Tanah Pondasi dengan untuk lapisan tanah pondasi menggunakan peralatan Cara Pemompaan di Lapangan pompa di lapangan. 280 SNI 03-6454-2000 Metode Pengujian Ketegaklurusan Sumur. 281 SNI 03-6455.12000 Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka dengan Bangunan ukur Parshall Flum dan Saniiri Flum (sedang direvisi) Metode ini digunakan untuk pemeriksaan ketegaklurusan sumur. Metode ini meliputi pemilihan tipe flum, pemasangan, pemeliharaan, persyaratan umum dan ketentuan dari Parshall flum dan Saniiri Flum serta penyimpangan pada pengukuran debit untuk menentukan cara pengukuran debit pada saluran terbuka (khususnya saluran irigasi) pada kondisi aliran berubah lambat laun atau aliran langgeng/tuna, menggunakan Parshall Flum dan Saniiri Flum Metode ini digunakan untuk pengukuran debit di sungai atau saluran buatan pada kondisi aliran katup atau berubah perlahan menggunakan Ambang V-rata Metode ini digunakan untuk pengukuran aliran sempurna pada saluran terbuka dengan bangunan ukur ambang lebar empat persegi Metode ini digunakan untuk mengukur debit dan air limbah. Metode ini meliputi : bentuk dan ukuran, konstruksi, ambang tajam segi tiga, debit, batas pemakaian rongga udara, saluran masuk/pengarah, ambang pada aliran tidak sempurna, tabung pengukur muka air dan penghubung, kalibrasi dan prosedur Metode ini digunakan untuk mengukur debit air dan

282 SNI 03-6455.22000 283 SNI 03-6455.32000 284 SNI 03-6455.42000

Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka Bangunan ukur Ambang V-rata Metode Pengujian Aliran pada Saluran Terbuka dengan Bangunan Ukur Empat Persegi Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka dengan Ambang Tajam Segi Tiga

285 SNI 03-6455.5-

Metode Pengukuran Debit Saluran

2000

Terbuka dengan Ambang Tajam Persegi Panjang judul direvisi menjadi:Tata cara pengukuran debit pada saluran terbuka menggunakan bangunan ukur tipe pelimpah atas Metode Pengontrolan Sungai selama Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Bagian 1 : Pengendalian Sungai selama Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Metode Pengontrolan Sungai Selama Pelaksanaan Kons-truksi Bendungan Bagian 2 : Penutupan Alir Sungai dan Bendungan Pengelak

air limbah. Metode ini meliputi : penggunaan, gangguan dan peralatan, bentuk dan ukuran, kontraksi ambang, lokasi pengukuran tinggi muka air, debit dan batasan penerapan, rongga udara, saluran masuk/pengarah, aliran tidak sempurna, tabung pengukur dan penghubung, kalibrasi Metode ini membahas tentang metode pengendalian sungai selama pelaksanaan konstruksi bendungan untuk memberikan ruangan kerja yang bebas dari air dan aman terhadap banjir Metode ini membahas tentang metode pengontrolan sungai selama pelaksanaan bendungan untuk memberikan ruangan kerja yang bebas dari air dan aman terhadap banjir. Metode ini mencakup penutupan alur sungai dan tipe-tipe bendungan pengelak yang berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi dan pengoperasiannya

286 SNI 03-6456.12000

287 SNI 03-6456.22000

288 SNI 03-6458-2000 Metode Pengujian Kuat Lentur Tanah Metode ini digunakan untuk penentuan kuat lentur Semen Menggunakan Balok tanah-semen menggunakan balok sederhana dengan Sederhana dengan Pembebanan Titik pembebanan titik ketiga ke tiga 289 SNI 03-6460.12000 Tata Cara Keamanan Penerowongan Tata cara ini mencakup rekomendasi tentang petunjuk untuk Konstruksi Sipil Bagian 1 : praktis mengenai penerowongan yang memenuhi Perencanaan dan Organisasi syarat-syarat keamanan penerowongan, tidak termasuk rekomendasi tentang penerowongan dengan pemotongan dan penutupan ataupun penerowongan dengan pipa yang dibenamkan maupun yang diterapkan dalam konstruksi dengan tujuan penambangan Tata Cara Keamanan Penerowongan Tata cara ini digunakan sebagai pedoman dalam Bagian 2 : Bahaya Darurat dan melakukan kegiatan pekerjaan terowongan, terutama Lingkungan Kerja yang menggunakan peralatan mekanis dengan memperhatikan keselamatan dan keamanan kerja Tata Cara Keamanan Penerowongan Tata cara ini menguraikan dan memberikan Bagian : 3 Komunikasi, Kebisingan rekomendasi supaya penerowongan dapat dan Transportasi dilaksanakan dengan aman Tata cara ini mencakup pemasangan dan pemantauan pisometer kawat bervibrasi yang meliputi pemasangan alat pisometer tipe kawat bervibrasi. Tata cara ini digunakan untuk menentukan persyaratan pemasangan alat damper kebakaran dan juga damper asap yang memenuhi spesifikasi damper kebakaran

290 SNI 03-6460.22000

291 SNI 03-6460.32000

292 SNI 03-6461-2000 Tata Cara Pemasangan dan Pemantauan Pisometer Kawat Bervibrasi 293 SNI 03-6462-2000 Tata Cara Pemasangan Damper Kebakaran

294 SNI 03-6464-2000 Tata Cara Penanggulangan Keadaan Tata cara ini digunakan untuk menentukan persyaratan Darurat untuk Bangunan pemasangan alat damper kebakaran dan juga damper asap yang memenuhi spesifikasi damper kebakaran 295 SNI 03-6467.12000 Tata Cara Pengukuran Aliran Benda Cair pada Saluran Terbuka dengan Tata cara ini mencakup pengukuran aliran langgeng di Bangunan Ukur Ambang Lebar sungai dan saluran terbuka menggunakan ambang Horizontal dan Ujung Hulu Bulat. lebar horizontal ujung hulu bulat (sedang direvisi) Tata Cara Pengukuran Aliran Air pada Saluran Terbuka secara Tidak Langsung dengan Metode Kemiringan Luas (sedang di revisi) Tata cara ini meliputi perhitungan debit (laju volume aliran) air pada saluran terbuka atau sungai menggunakan karakteristik penampang yang representatif, kemiringan muka iar dan koefisien kekasaran saluran sebagai masukan pada perhitungan aliran berubah lambat laun

296 SNI 03-6467.22000

297 SNI 03-6468-2000 Tata Cara Perencanaan Campuran Tata cara ini digunakan untuk perencanaan campuran tinggi dengan Semen Portland dengan beton kekuatan tinggi dengan semen portland dan abu Abu Terbang terbang dan dapat digunakan untuk menentukan proporsi campuran beton kekuatan tinggi untuk mengoptimasi proporsi campuran tersebut berdasarkan campuran coba. 298 SNI 03-6469-2000 Tata Cara Pembangunan Sumur Produksi 299 SNI 03-6475-2000 Metode Uji Pondasi Tiang Dengan Beban Statis Tekan Aksial Tata cara ini membahas tentang ketentuan dan prosedur pengerjaan, pelaporan hasil pemboran dan pembangunan sumur produksi Metode uji ini mencakup prosedur pengujian satu buah pondasi tiang tegak atau miring dan pondasi kelompok tiang tegak untuk menentukan perilakunya akibat pembebanan tekan statis yang bekerja pada sumbu tiang atau kelompok tiang. Metode uji ini dapat diterapkan pada seluruh jenis pondasi dalam yang mempunyai fungsi serupa dengan pondasi tiang tanpa meninjau metode pemasangannya

300 SNI 03-6476-2000 Metode Penentuan Sifat Regangan Metode ini digunakan untuk penentuan akumulasi Tekan Permanen Campuran Beraspal respon deformasi aksial campuran beraspal pada dengan Pengujian Rangkak Dinamis kondisi pengujian standar dapat dipakai untuk benda uji yang dipadatkan di Laboratorium atau benda uji contoh inti yang didapat dari lapisan beraspal

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : SNI STANDAR Data ada 708 record No No SNI Judul Ruang Lingkup Metode ini digunakan untuk menentukan nilai sepuluh persen kehalusan bahan agregat yang memberikan suatu ukuran relatif dari ketahanan suatu bahan agregat terhadap keremukan yang disebabkan oleh beban tekan yang meningkat secara berangsur-angsur, agregat diuji dalam keadaan kering dan dalam keadaan sudah direndam Standar sistem plambing ini berlaku bagi sistem plambing yang baru dan bagian dari padanya yang dipasang setelah standar ini dinyatakan efektif berlaku.

301 SNI 03-6477-2000 Metode Penentuan 10 % Kehalusan untuk Agregat

302 SNI 03-6481-2000 Sistem Plambing

303 SNI 03-6570-2001 Instalasi Pompa yang Dipasang Tetap Standar ini berhubungan dengan pemilihan dan untuk Proteksi Kebakaran instalasi pompa yang memasok air untuk proteksi kebakaran pada bangunan gedung. Hal-hal yang dipertimbangkan termasuk : Pasokan air, pelepasan, dan peralatan pelengkap, Pasokan daya, penggerak elektrik dan kontrol, turbin uap penggerak dan kontrol, uji serah terima dan pengoperasian standar ini tidak mencakup kapasitas sistem pasokan air dan persyaratan tekanan (lihat A.2.1.1) maupun persyaratan yang mencakup pemeriksaan berkala, pengujian dan pemeliharaan sistem pompa kebakaran. Standar ini juga tidak mencakup persyaratan untuk instalasi pengkabulan unit pompa kebakaran. 304 SNI 03-6571-2001 Sistem Pengendalian Asap Kebakaran pada Bangunan Gedung " Standar ini ditujukan untuk keselamatan jiwa dan perlindungan harta benda terhadap bahaya kebakaran. " Standar ini digunakan untuk perancangan, instalasi, pengujian, pengoperasian dan pemeliharaan dari sistem pengolah udara mekanik baru atau perbaikan yang juga digunakan sebagai sistem pengendalian asap. " Standar ini menetapkan kriterial minimal untuk perancangan sistem pengendalian asap, sehingga memungkinkan penghuni menyelamatkan diri dengan aman dari dalam bangunan, atau bila dikehendaki ke dalam daerah aman di dalam bangunan; " Tujuan dari standar ini adalah sebagai pedoman dalam menerapkan sistem yang menggunakan perbedaan

tekanan dan aliran udara untuk menyempurnakan satu atau lebih. 305 SNI 03-6572-2001 Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung " Standar "Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung" ini dimaksudkan sebagai pedoman minimal bagi semua pihak yang terlibat dalam perancangan, pembangunan dan pengelolaan gedung, dan bertujuan untuk memperoleh kenyamanan dan keamanan bagi tamu dan penghuni yang berada maupun yang menempati gedung tersebut. " Standar ini diberlakukan terhadap kinerja peralatan (equipment) dan komponen sesuai kriteria penggunaan energi yang efektif untuk instalasi baru dan penggantian peralatan dan komponen sistem ventilasi dan pengkondisian udara, tidak termasuk dalam standar ini peralatan refrigerasi yang tidak dipakai untuk ventilasi atau pengkondisian udara dalam gedung.

306 SNI 03-6573-2001 Tata Cara Perancangan Sistem " Standar Tata cara perancangan sistem transportasi Transportasi Vertikal dalam Gedung dalam gedung (Lif) ini dimaksudkan sebagai acuan (lif) bagi perencana, pelaksana dan pengelola bangunan gedung dalam penggunaan Lif kelengkapankelengkapannya. " Standar ini mencakup persyaratan minimal sistem transportasi dalam gedung (Lif) untuk dapat terwujudnya pemakaian Lif yang nyaman, aman dan handalan. 307 SNI 03-6574-2001 Tata Cara Perancangan Pencahayaan Darurat, Tanda Arah dan Sistem Peringatan Bahaya pada Bangunan Gedung " Standar pencahayaan darurat, tanda arah dan sistem peringatan bahaya pada bangunan gedung ini dimaksudkan sebagai standar minimal bagi semua pihak yang terlibat dalam perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan gedung. " Dengan mengikuti standar ini diharapkan diperoleh bangunan gedung yang memenuhi syarat keamanan sesuai ketentuan yang berlaku untuk bangunan.

308 SNI 03-6575-2001 Tata Cara Perancangan Sistem " Petunjuk teknis sistem pencahayaan buatan Pencahayaan Buatan Pada Bangunan dimaksudkan untuk digunakan sebagai pegangan bagi Gedung para perancang dan pelaksana pembangunan gedung di dalam merancang sistem pencahayaan buatan dan sebagai pegangan bagi para pemilik / pengelola gedung di dalam mengoperasikan dan memelihara sistem pencahayaan buatan. " Agar diperoleh sistem pencahayaan buatan yang sesuai dengan syarat kesehatan, kenyamanan, dan memenuhi ketentuan yang berlaku untuk bangunan gedung. " Standar ini mencakup persyaratan minimal sistem pencahayaan

buatan dalam bangunan gedung. 309 SNI 03-6652-2002 Tata Cara Perencanaan Proteksi Bangunan dan Peralatan terhadap Sambaran Petir Standar ini emnetapkan suatu tata cara perencanaan proteksi bangunan dan peralatan instalasi SPP untuk bangunan gedung sampai ketinggian 60 m. Kasus berikut adalah di luar lingkup standar ini : a. Sistem rel kereta api; b. Sistem transmisi, distribusi, dan pembangkit listrik di luar bangunan; c. Sistem telekomunikasi di luar bangunan; d. Instalasi kendaraan, kapal laut, pesawat udara, dan lepas pantai. Spesifikasi ini berlaku untuk pipa pembuangan air, drainase bawah tanah, gorong-gorong dan bukan untuk pipa air limbah rumah tangga atau pembuangan limbah industri; lembaran baja yang digunakan dalam pembuatan pipa memiliki lapis pelindung seng galvanis, aluminium atau campuran logam sengalumunium. Spesifikasi ini tidaktermasuk ketentuan untuk dudukan pipa, timbunan kembali atau hubungan antara beban timbunan dan tebal lembaran pipa baja.

310 SNI 03-6719-2002 Spesifikasi pipa baja bergelombang dengan lapis pelindung logam untuk pembuangan air dan drainase bawah tanah

311 SNI 03-6720.12002

Geotekstil-Bagian 1 : Tata Cara Standar ini mencakup tata cara pemasangan geotekstil Desain Geotekstil sebagai Filter dan sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan Transisi dalam Bendungan Urugan dan meliputi permasalahan konstruksi geotekstil dan persyaratan kekuatan serta ketahanan geotekstil. Geotekstil-Bagian 2 : Tata Cara Pengukuran Lubang dan Permeabilitas Geotekstil sebagai Filter dan Transisi dalam Bendungan Urugan Geotekstil-Bagian 3 : Tata Cara Pemasangan Geotekstil sebagai Filter dan Transisi dalam Bendungan Urugan Tata cara ini mencakup pengukuran diameter lubang dan permeabilitas geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan untuk memenuhi persyaratan permeabilitas geotekstil sebagai filter Standar ini mencakup tata cara desain geotekstil yang digunakan sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan dan meliputi uraian tentang penggunaan geotekstil secara umum, geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan, prinsip-prinsip filtrasi, kriteria dan penggunaan geotekstil sebagai bidang permukaan geser. Metode pengujian ini membahas tentang ketentuan, cara pengujian kekentalan aspal cair dan aspal emulsi dengan alat saybolt. Lingkup pengujin mencakup : persiapan contoh uji, persiapan peralatan, cara uji, dan pelaporan. Metode pengujian ini membahas tentang ketentuan, cara pengujian titik nyala aspal cair dengan Tag Open Cup. Lingkup pengujin mencakup : persiapan contoh uji, persiapan peralatan, cara uji, dan pelaporan.

312 SNI 03-6720.22002

313 SNI 03-6720.32002

314 SNI 03-6721-2002 Metode pengujian kekentalan aspal cair dan aspal emulsi dengan alat saybolt

315 SNI 03-6722-2002 Metode pengujian titik nyala aspal cair dengan alat tag open cup

316 SNI 03-6723-2002 Spesifikasi Bahan Pengisi untuk Campuran Beraspal 317 SNI 03-6737-2002 Metode Perhitungan Awal Laju Sedimentasi Waduk. 318 SNI 03-6747-2002 Tata Cara Perencanaan Teknis Pondasi Tiang untuk Jembatan 319 SNI 03-6750-2002 Spesifikasi Bahan Laburan Aspal Satu Lapis (Burtu) Dan Bahan Laburan Aspal Dua Lapis (Burda) 320 SNI 03-6751-2002 Spesifikasi Bahan Lapis Penetrasi Makadam

Spsifikasi ini memuat persyaratan teknis yang harus dipenuhi bahan pengisi tambahan yang dipakai pada campuran beraspal. Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya laju sedimentasi waduk. Tata cara ini digunakan dalam merencanakan suatu pondasi tiang untuk jembatan Spesifikasi ini digunakan dalam menilai mutu aspal dan agregat yang digunakan dan bertujuan untuk menjamin keseragaman dan keawetan laburan aspal satu lapis (BURTU) dan laburan dua lapis (BURDA). Spesifikasi ini digunakan dalam menilai mutu aspal dan mutu agregat yang akan digunakan yang bertujuan untuk menjamin keseragaman kekuatan dan keawetan lapis penetrasi makadam. Metode ini membahas ketentuan persiapan dan tata cara pengujian kadar air dan kadar fraksi ringan dalam campuran perkerasan beraspal Standar ini menetapkan metode pengujian Rongga udara dalam campuran perkerasan beraspal gradasi rapat dan terbuka yang dipadatkan yang meliputi ketentuan, prosedur untuk menentukan persentase rongga udara dalam campuran perkerasan beraspal gradasi rapat dan terbuka yang dipadatkan.

321 SNI 03-6752-2002 Metode Pengujian Kadar Air dan Kadar Fraksi Ringan Dalam Campuran Perkerasan Beraspal 322 SNI 03-6754-2002 Metode Pengujian Rongga Udara Dalam Campuran Perkerasan Beraspal Gradasi Rapat Dan Terbuka Yang Dipadatkan

323 SNI 03-6755-2002 Metode Pengujian Berat Jenis Nyata Metode ini meliputi penentuan berat jenis nyata Campuran Beraspal Yang Dipadatkan campuran beraspal yang dipadatkan dan harus Dengan Menggunakan Benda Uji digunakan untuk benda uji yang mempunyai rongga Berlapiskan Parafin udara terbuka atau saling berhubungan, atau mempunyai penyerapan air lebih dari 2 % terhadap isi. Berat jenis nyata dari campuran beraspal yang dipadatkan mungkin digunakan untuk menghitung satuan berat dari campuran itu 324 SNI 03-6756-2002 Metode Pengujian untuk Menentukan Metode pengujian ini untuk menentukan tingkat Tingkat Kepadatan Perkerasan kepadatan perkerasan beraspal yang dibandingkan Beraspal terhadap benda uji standar dari material yang sama dan berada dalam toleransi perencanaan campuran 325 SNI 03-6757-2002 Metode Pengujian Berat Jenis Nyata Campuran Beraspal di Padatkan Menggunakan Benda Uji Kering Permukaan Jenuh 326 SNI 03-6758-2002 Metode Pengujian Kuat Tekan Campuran Beraspal Metode pengujian ini meliputi penentuan berat jenis nyata campuran beraspal dipadatkan, prosedur dan untuk digunakan dalam menghitung berat volume campuran. Metode pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan kuat tekan campuran aspal panas yang digunakan

untuk Lapis permukaan dan lapis Pondasi Jalan. 327 SNI 03-6759-2002 Tata Cara Perencanaan Teknis Konservasi Energi Pada Bangunan Rumah dan Gedung 328 SNI 03-6760-2002 Metode Pengujian Pembebanan Lantai Beton Bertulang Pada Bangunan Bertingkat dengan Beban Air Tata cara ini digunakan untuk perencanaan suatu bangunan gedung yang pengoperasian dan pemeliharaannya dapat menghemat energi Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai lendutan nyata, derajat pemulihan dan kapasitas nyata dari nilai setelah diberi beban uji

329 SNI 03-6761-2002 Metode Pengujian untuk Tiang Standar ini menetapkan metode pengujian tiang Tunggal terhadap Beban Tarik Aksial tunggal terhadap beban tarik aksial statis yang Statis mencakup pengujian untuk tiang vertikal atau tiang miring, tiang tunggal atau kelompok tiang untuk menentukan response tiang atau kelompok tiang terhadap beban aksial tarik pada tiang atau kelompok tiang. 330 SNI 03-6762-2002 Metode pengujian beban lateral pada Metode ini digunakan untuk pengujian tiang vertical pondasi tiang dan tiang miring, baik tiang pancang atau kelompok tiang untuk menentukan hubungan beban lendutan pada saat menerima beban lateral 331 SNI 03-6763-2002 Spesifikasi Tabung Baja Karbon Struktural yang Dibentuk dalam Keadaan Panas dengan Dilas Tanpa Kampuh Spesifikasi ini mencakup baja karbon yang dibentuk dalam keadaan panas dengan dilas dan tanpa kampuh untuk tabung baja karbon berbentuk bujur sangkar, bulat, empat persegi atau tabung struktur berbentuk khusus untuk konstruksi jembatan, bangunan gedung dan bangunan umu lainnya yang dilas, dipaku keeling atau baut 1. Spesifikasi ini mencakup penampang baja karbon, pelat dan tulangan berkualitas struktural untuk digunakan dalam konstruksi baja dan bangunan dengan paku keling, baut atau las dan untuk tujuan struktural umum 2. Pemakai harus mnempertimbangkan persyaratan tambahan, seperti ukuran kehaluran austenitic dan persyaratan, charpy V - Notch Impact, bila kelompok 4 atau 5 profil bersayap lebar disyaratkan untuk digunakan selain kolom atau batang tekan lainnya. Standar ini menetapkan spesifikasi umum sistem ventilasi mekanis dan sistem tata udara sebagai pengendali asap kebakaran dalam bangunan yang menjelaskan persyaratan umum yang berlaku untuk semua sistem pengolahan udara, termasuk sistem pemberian tekanan udara , tidak termasuk unit individu yang memiliki laju aliran udara kurang dari

332 SNI 03-6764-2002 Spesifikasi Baja Struktural

333 SNI 03-6767-2002 Spesifikasi Umum Sistem Ventilasi Mekanis dan Sistem Tata Udara sebagai Pengendali Asap Kebakaran Dalam Bangunan (Damper Kebakaran)

1000 liter/detik dalam semua ruang tertutup. 334 SNI 03-6768-2002 Spesifikasi Umum Sistem Pengolahan Udara sebagai Pengendali Asap Kebakaran Dalam Bangunan Standar ini menetapkan spesifikasi umum sistem pengolahan udara sebagai pengendali asap kebakaran dalam bangunan yang menjelaskan sasaran dari pengendalian asap dan persyaratan umum sistem pengolahan udara yang dapat digunakan untuk pengendalian asap.

335 SNI 03-6769-2002 Spesifikasi Sistem Pengolahan Udara Spesifikasi ini mencakup persyaratan mengenai sistem Sentral Sebagai Pengendali Asap pengolahan udara sentral sebagai pengendali asap Kebakaran Dalam Bangunan kebakaran dalam bangunan gedung dan dilakukan dengan dua cara yaitu : Pengendalian asap cara pembersihan dan Pengendalian asap terzona. 336 SNI 03-6770-2002 Metode Pengujian Cat Penghambat Api 337 SNI 03-6771-2002 Metode Pengujian Sifat Penyalaan Bahan Bangunan Metode ini digunakan untuk menentukan secara kuantitatif sifat-sifat penghambat api pada bahan lapisan cat atau sistem lapisan cat pada kayu Standar ini menetapkan metode pengujian sifat penyalaan bahan bangunan, yang menjelaskan mengenai metode pengujian untuk menentukan sifat nyala pada suatu permukaan rata, kaku maupun semi kaku dari suatu bahan bangunan atau komposit yang diuji pada posisi tegak. Standar ini menetapkan Spesifikasi Pipa resin termoseting bertekanan berpenguat fiberglass (RTRP) yang meliputi pembuatan dan pengujian pipa diameter 25 mm sampai dengan 3700 mm, pipa adukan plastik berpenguat fiberglass (RPMP) dan sistem penyambungannya untuk penggunaan dalam jaringan air baik di atas maupun di bawah permukaan tanah.

338 SNI 03-6785-2002 Spesifikasi Pipa Resin Termoseting Bertekanan Berpenguat Fiber-Glass

339 SNI 03-6787-2002 Metode Pengujian pH Tanah dengan Metode ini membahas pengertian, ketentuanAlat pH Meter ketentuan, dan prosedur pengujian pH tanah sesuai penggunaannya meliputi :Metode ini membahas pengertian, ketentuan-ketentuan, dan prosedur pengujian pH tanah sesuai penggunaannya meliputi : peralatan, bahan, cara pengujian dengan alat pH meter serta meliputi pengukuran pH tanah untuk keperluan pertanian, lingkungan dan sumber alam, kecuali korosi. Pengujian ini digunakan untuk menentukan derajat keasaman atau kebasaan tanah yang tersuspensi dalam air dan dalam larutan kalsium khlorida (CaC12) 0,01 M. 340 SNI 03-6789-2002 Metode Pengukuran Tebal Endapan Gambut Metode ini mencakup cara pengukuran menggunakan teknik pendugaan stang baja untuk memperkirakan tebal endapan gambut di permukaan yang menutupi

tanah mineral atau lapisan batuan dasar. Hasil pengukuran ini dapat digunakan untuk maksud energi, hortikultura, atau geoteknik. 341 SNI 03-6790-2002 Metode Penyiapan Benda Uji dari contoh Tanah Terganggu Metode ini mencakup tentang ketentuan dan cara pengerjaan penyiapan benda uji dari contoh tanah terganggu dengan ukuran butir kurang dari 75 mm untuk uji tanah di laboratorium.

342 SNI 03-6791-2002 Metode Pengujian Kadar Semen pada Metode ini meliputi ketentuan dan prosedur pengujian Campuran Semen Tanah dengan untuk mengetahui kadar semen dari semen tanah yang Analisis Kimia sudah mengeras, dengan cara Analisis Kimia di laboratorium yang dapat digunakan untuk kendali mutu pada waktu pelaksanaan konstruksi. 343 SNI 03-6793-2002 Metode Pengujian Kadar Air, Kadar Metode Pengujian ini meliputi penentuan kadar air, Abu dan Bahan Organik dari Tanah kadar abu dan bahan organik dalam tanah gambut Gambut dan Tanah Organik Lainnya serta tanah organik lainnya seperti lempung organik, lanau dan lumpur. 344 SNI 03-6794-2002 Metode Pengujian untuk Penentuan Metode pengujian ini: - Meliputi penentuan kadar Kadar Serat dari contoh Gambut serat dari contoh gambut (sesuai dengan pengertian dengan Cara Kering di Laboratorium klasifikasi gambut dalam ASTM D 4427), dapat pula digunakan untuk tanah organik bukan gambut. Mengingat cukup sederhana serta pelaksanaanya tidak memerlukan peralatan yang rumit, maka disarankan untuk digunakan pada pekerjaan pendahuluan yang bersifat rutin, dimana contoh yang dibutuhkan untuk diuji cukup banyak serta kadar mineralnya rendah. 345 SNI 03-6795-2002 Metode Pengujian Untuk Menentukan Tanah Ekspansif 346 SNI 03-6796-2002 Metode Pengujian Untuk Menentukan Daya Dukung Tanah Dengan Beban Statis Pada Pondasi Dangkal. Metode pengujian ini untuk menentukan tanah yang ekspansif dan untuk memperkirakan besarnya pengembangan. Metode pengujian ini untuk memperkirakan daya dukung tanah dengan cara uji pembebanan di lapangan, dan merupakan bagian dari prosedur penyelidikan tanah yang diperlukan untuk desain pondasi. Pekerjaan ini memberikan informasi tentang tanah hanya sampai kedalaman hingga sekitar dua kali diameter pelat dukung. Tata cara ini menjelaskan prosedur untuk mengelompokkan tanah ke dalam tujuh kelompok berdasarkan distribusi ukuran butir, batas cair dan indeks plastis. Evaluasi sifat-sifat tanah yang berada dalam satu kelompok atau sub kelompok dilakukan menggunakan grup indek yaitu suatu nilai hitung menggunakan rumus empiris.

347 SNI 03-6797-2002 Tata Cara Klasifikasi Tanah Dan Campuran Tanah Agregat Untuk Konstruksi Jalan.

348 SNI 03-6798-2002 Tata Cara Pembuatan Dan Perawatan Tata cara ini meliputi prosedur pembuatan dan

Benda Uji Kuat Tekan Dan Lentur Tanah Semen Di Laboratorium.

perawatan benda uji untuk pengujian kuat tekan dan lentur tanah semen di laboratorium dengan persyaratan bahan dan kondisi pengetesan yang disyaratkan. Dan sesuai ASTM D 1632-87 (1994), SNI 03-3437-1994, dan SNI 03-3438-1994.

349 SNI 03-6799-2002 Spesifikasi Pipa Saluran Dari Tanah Spesifikasi ini meliputi persyaratan pipa saluran yang Lempung. dibuat dari tanah lempung, batu serpih, tanah lempung yang dibakar, atau campuran dari bahan tersebut lalu dibakar. 350 SNI 03-6800-2002 Metode Uji Kelulusan Hidraulik Khususnya Gambut Jenuh Air (Tinggi Tekan Tetap) Metode ini digunakan untuk penentuan kelulusan hidraulik (permeabilitas) pada benda uji gambut dalam keadaan jenuh air (benda uji gambut berbentuk silinder untuk dengan kelulusan hidrauliknya lebih besar dari 1 x 10 -5 cm/detik

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : SNI STANDAR Data ada 708 record No No SNI Judul Ruang Lingkup Metode ini digunakan untuk mengevaluasi sifat, terasi, penetrasi air, kemampuan menahan air dari bahan gambut sesuai kondisi lapangan dalam keadaan jenuh air Tata cara ini digunakan untuk identifikasi dan penentuan jenis tanah dan batuan serta penentuan jenis tanah dan batuan serta penentuan keberadaan air tanah baik secara horisontal maupun vertikal dalam suatu daerah penyelidikan serta penentuan karakteristik tanah dan batuan bawah permukaan dengan melakukan pengambilan contoh uji dan pengujian di Lapangan.

351 SNI 03-6801-2002 Metode Pengujian Berat Volume Kapasitas Mengikat Air dan Kapasitas Udara Bahan Gambut Jenuh Air 352 SNI 03-6802-2002 Tata Cara Penyelidikan dan Pengambilan Contoh Uji Tanah dan Bahan Untuk Keperluan Teknik

353 SNI 03-6803-2002 Metode Pengujian Kadar Kapur Metode ini digunakan untuk penentuan kadar kapur dalam Tanah Stabilisasi Kapur secara dalam % yang terdapat dalam tanah atau agregat yang Titrasi telah diolah dengan kapur padam

354 SNI 03-6804-2002 Tata Cara Penyiapan Benda Uji Tanah yang di Graut Bahan Kimia di Laboratorium untuk mendapatkan Parameter Kuat Desain 355 SNI 03-6805-2002 Metode Pengujian Untuk Mengukur Nilai Kuat Tekan Beton Pada Umur Awal Dan Memproyeksikan Kekuatan Pada Umur Berikutnya

Tata cara ini mencakup penyiapan benda uji tanah yang digraut dengan bahan kimia di laboratorium untuk digunakan pada uji laboratorium guna menentukan parameter kuat desain Standar ini menetapkan Metode Pengujian untuk mengukur nilai kuat tekan beton pada umur awal dan memproyeksikan kekuatan pada umur berikutnya, yang meliputi prosedur untuk membuat, memilihara dan menguji benda uji beton keras pada umur awal; dan prosedur cara menggunakan hasil kuat tekan pada umur awal untuk memproyeksikan kekuatan pada umur berikutnya. Tata Cara Mencakup : " Beton tidak bertulang struktural untuk dinding basemen harus dikecualikan dari persyaratan-persyaratan standard ini untuk kondisi-kondisi lingkungan yang khusus sesuai SNI 03-2854-1992. " Perencanaan dan konstruksi pelat yang didukung oleh tanah, misalnya jalan setapak dan pelat di atas tanah, tidak harus mengikuti standar ini kecuali pelat yang meneruskan beban vertikal dari bagian struktur lain ke tanah. " Untuk struktur khusus, misalnya struktur pelengkung, struktur utilitas bawah tanah, dinding gravitasi, dan dinding pelindung, ketentuan dalam standar ini berlaku bila bersifat menentukan.

356 SNI 03-6806-2002 Tata Cara Perhitungan Beton Tidak Bertulang Struktural

357 SNI 03-6807-2002 Metode Pengujian Kemampuan Metode pengujian ini untuk menentukan kemampuan Mempertahankan Air pada Campuran mempertahankan air dari campuran graut semen Graut untuk Beton Agregat Praletak hidrolis segar untuk beton agregat praletak. di Laboratorium. 358 SNI 03-6808-2002 Metode Pengujian Kekentalan Graut Metode pengujian ini: untuk digunakan dilaboratorium untuk Beton Agregat Praletak dan lapangan, untuk menentukan waktu alir dari (Metode Pengujian Corong Alir) volume cairan graut semen hidrolis yang ditentukan melalui corong alir standar dan digunakan untuk beton agregat praletak; dapat juga digunakan untuk graut lainnya. Menggunakan graut murni dan graut bercampur agregat halus lolos saringan ukuran 2,36 mm (No. 8). Dimaksudkan untuk penggunaan graut yang mempunyai waktu alir tidak lebih dari 35 detik. 359 SNI 03-6809-2002 Tata Cara Estimasi Kekuatan Beton dengan Metode Maturity Tata cara ini mencakup : 1. Prosedur untuk mengestimasi kekuatan beton menggunakan metode maturity indeks maturity dinyatakan dengan faktor suhu waktu atau umur ekivalen pada suatu suhu yang disyaratkan; 2. Penurunan hubungan kekuatan maturity dari campuran beton di laboratorium dan

pencatatan riwayat suhu beton yang akan disetimasi kekuatannya yang diperlukan untuk estimasi 360 SNI 03-6810-2002 Metode Pengujian Kadar Bahan Padat Total Dan Bahan Anorganik Dalam Air Untuk Campuran Beton. 361 SNI 03-6811-2002 Spesifikasi Bahan Pencampur untuk Beton Semprot 362 SNI 03-6812-2002 Spesifikasi Anyaman Kawat Baja Polos Yang Dilas Untuk Tulangan Beton 363 SNI 03-6813-2002 Tata Cara Pembuatan Silinder dan Prisma Uji untuk Menen-tukan Kekuatan dan Densitas Beton Agregat Praletak di Laboratorium 364 SNI 03-6814-2002 Tata Cara Pelaksanaan Sambungan Mekanis untuk Tulangan Beton Metode ini membahas tentang ketentuan cara pengujian kadar bahan padat dalam air untuk campuran beton dan juga mencakup persiapan contoh uji, persiapan peralatan, cara uji dan pelaporan Spesifikasi ini membahas bahan-bahan yang akan ditambahkan pada campuran beton semprot dari semen portland untuk mengubah sifat campuran. Spesifikasi ini meliputi anyaman kawat baja polos yang dilas untuk digunakan sebagai tulangan beton. Tata cara mencakup prosedur pembuatan silinder uji standar untuk menentukan kuat tekan dan densitas beton agregat praletak. Standar ini mencakup informasi dasar tentang tipe-tipe sambungan mekanis yang beredar di Indonesia sewaktu standar ini disusun, Diuraikan juga persyaratan-persyaratan perencanaan dan penggunaannya, termasuk kapabilitas dan tipe-tipe sambungan mekanis tertentu. Tata cara ini meliputi besarnya variasi kekuatan beton. Contoh uji beton tergantung pada mutu material, pembuatan dan kontrol dalam pengujiannya, perbedaan kekuatan dapat ditemukan dari dua penyebab utama yang berbeda. - perbedaan dalam perilaku kekuatan yang terbentuk dari campuran beton dan bahan penyusunnya - perbedaan jelas dalam kekuatan yang disebabkan oleh perpaduan variasi dan pengujian Tata cara ini mencakup pemisahan dan pembatasan tanggung jawab antara perencanaan struktur beton dan pembuat detail baja penulangan, perencanaan detail dan pendetailan penulangan beton untuk pabrikasi dan pemasangan batang-batang tulangan Metode ini mencakup pengujian meter air yang digunakan dalam campuran beton dengan cara : 1) menggunakan metode A dan metode B untuk keasaman dan kelindian; 2) bahan padat total dan bahan organik Standar ini mencakup campuran kering bahan-bahan

365 SNI 03-6815-2002 Tata Cara Mengevaluasi Hasil Uji Kekuatan Beton

366 SNI 03-6816-2002 Tata Cara Pendetailan Penulangan Beton

367 SNI 03-6817-2002 Metode Pengujian Mutu Air untuk Digunakan dalam Beton

368 SNI 03-6818-2002 Spesifikasi Bahan Kering Bersifat

Semen, Cepat Mengeras, dalam Kemasan untuk Perbaikan Beton

bersifat semen dari mortar atau beton yang cepat mengeras untuk perbaikan lapisan beton semen hidrolis dan struktur yang telah mengeras. Bahanbahan yang mengandung senyawa organis seperti bitumen, epoksi resin, dan polyester tidak termasuk sebagai bahan pengikat. Spesifikasi ini digunakan untuk memperoleh susunan gradasi agregat halus. Standar ini mencakup spesifikasi dari agregat halus yang akan digunakan untuk pekerjaan adukan dan plesteran dengan bahan dasar semen

369 SNI 03-6819-2002 Spesifikasi Agregat Halus Untuk Campuran Perkerasan Beraspal 370 SNI 03-6820-2002 Spesifikasi Agregat Halus Untuk Pekerjaan Adukan dan Plesteran Dengan Bahan Dasar Semen

371 SNI 03-6821-2002 Spesifikasi Agregat Ringan Untuk Spesifikasi ini mencakup ketentuan mengenai agregat Batu Cetak Beton Pasangan Dinding. ringan yang digunakan dalam pembuatan batu cetak beton ringan untuk untuk pasangan dinding dan persyaratan yang meliputi komposisi kimia dan sifatsifat fisis agregat ringan. 372 SNI 03-6822-2002 Metode Pengujian Analisis Saringan Metode pengujian ini mencakup prosedur untuk Agregat Hasil Ekstraksi penentuan distribusi ukuran butir agregat halus dan kasar dari hasil ekstraksi campuran beraspal, menggunakan saringan dengan lubang persegi. 373 SNI 03-6823-2002 Metode Pengujian Susut Kering Mortar yang Mengandung Semen Portland Metode ini digunakan untuk penentuan pengaruh semen portland pada susut kering mortar menggunakan pasir yang bergradasi standar, yang diakibatkan oleh kondisi suhu, kelembaban relatif, dan laju penguapan lingkungannya. Metode pengujian ini meliputi prosedur untuk menentukan kadar semen berdasarkan netralisasi menerus suatu larutan dari benda uji dalam air berupa agregat yang telah bercampur semen untuk jangka waktu tertentu. Netralisasi ini dilakukan dengan jalan menambahkan larutan asam secukupnya untuk menetralkan OH yang secara menerus akan terbebaskan selama berlangsungnya proses hidrasi dari semen. Jumlah asam yang digunakan berbanding lurus dengan kadar semen dalam contoh yang diuji. Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kekuatan tekan mortar pada umur tertentu yang digunakan untuk menentukan mutu semen portland.

374 SNI 03-6824-2002 Metode Pengujian Penentuan Kadar Semen dalam Agregat Bersemen Secara Titrasi

375 SNI 03-6825-2002 Metode Pengujian Kekuatan Tekan Mortar Semen Portland untuk Pekerjaan Sipil

376 SNI 03-6826-2002 Metode Pengujian Konsistensi Metode ini digunakan untuk menentukan nilai Normal Semen Portland dengan Alat konsistensi normal semen portland yang digunakan Vicat untuk Pekerjaan Sipil untuk mencantumkan mutu semen portland. 377 SNI 03-6827-2002 Metode Pengujian Waktu ikat Awal Metode ini digunakan untuk menentukan nilai waktu

Semen Port land dengan Menggunakan Alat Vicat untuk Pekerjaan Sipil 378 SNI 03-6828-2002 Metode Pengujian Pengendapan Aspal Emulsi

ikat awal semen Portland yang digunakan untuk menentukan mutu semen Portland. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya persentase aspal emulsi yang mengendap (jenis anionik dan kationik dan tidak mengandung minyak) selama 1 hari atau 5 hari. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar residu aspal emulsi (aspal yang diuji jenis kationik dan anionik) dengan cara pengendapan. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya persentase kerusakan campuran aspal emulsi dengan semen (aspal emulsi kationik dan anionik tipe lambat mengendap CSS dan SS) Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya persentase pelekatan aspal emulsi terhadap agregat (aspal emulsi yang diuji adalah tipe lambat mengendap, tipe mengendap sedang) Spesifikasi ini menetapkan persyaratan teknis aspal emulsi anionik yang digunakan dalam konstruksi perkerasan jalan.

379 SNI 03-6829-2002 Metode Pengujian Kadar Residu Aspal Emulsi Dengan Cara Penguapan. 380 SNI 03-6830-2002 Metode Pengujian Kerusakan Campuran Aspal Emulsi Dengan Semen. 381 SNI 03-6831-2002 Metode Pengujian Pelekatan Aspal Emulsi Terhadap Agregat M - 50.

382 SNI 03-6832-2002 Spesifikasi Aspal Emulsi Anionik (sedang di revisi)

383 SNI 03-6833-2002 Metode Pengujian Kandungan Bahan Metode pengujian ini untuk menentukan kandungan An Organik atau Abu dalam Aspal bahan mineral dalam aspal padat, semi padat atau cair. 384 SNI 03-6834-2002 Metode Pengujian Konsistensi Aspal Metode Pengujian ini membahas ketentuan dan cara dengan cara Apung pengujian untuk menentukan konsistensi aspal dengan cara apung. 385 SNI 03-6835-2002 Metode Pengujian Pengaruh Panas dan Udara terhadap Lapisan Tipis Aspal yang diputar Metode ini digunakan untuk mengukur pengaruh panas dan udara pada lapis tipis aspal semi padat yang diputar

386 SNI 03-6836-2002 Metode Penentuan Modulus Resilien Metode ini digunakan untuk penentuan modulus Campuran Beraspal dengan cara resilien campuran beraspal di Laboratorium dengan Tarik Tak Langsung cara tarik tak langsung dengan pembebanan berulang 387 SNI 03-6837-2002 Tata Cara Mempercepat Pelapukan Tata cara ini meliputi percepatan pelapukan (oksidasi) Aspal dengan menggunakan Tabung aspal oleh tekanan udara dan suhu yang ditingkatkan Pelapuk Bertekanan dalam tabung pelapuk bertekanan, dan dimaksudkan untuk mensimulasi proses pelapukan akibat oksidasi bahan pengikat aspal selama masa pelayanan. 388 SNI 03-6838-2002 Tata Cara Penyiapan Contoh Uji Tata cara ini mencakup pemadatan benda uji Pemadatan Benda Uji Campuran campuran beraspal menggunakan alat pemadat Beraspal dengan Menggunakan Alat Gyratori. Pemadat Gyratori

389 SNI 03-6839-2002 Spesifikasi kayu awet untuk perumahan dan gedung

Spesifikasi ini mencakup persyaratan dan ketentuan kayu dan bahan pengawet kayu, serta persyaratan kayu awet. Spesifikasi ini berlaku hanya untuk kayu yang akan digunakan untuk bangunan perumahan dan gedung, baik di bawah atap maupun di luar naungan atap, tetapi tidak berhubungan langsung dengan tanah. Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji cabut paku, dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh perencana

390 SNI 03-6840-2002 Metode Pengujian Kuat Cabut Paku Di Laboratorium

391 SNI 03-6841-2002 Metode Pengujian Kuat Belah Kayu Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji belah Di Laboratorium kayu tegak lurus serat, dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh perencana 392 SNI 03-6842-2002 Metode Pengujian Kekerasan Kayu Di Laboratorium Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji kekerasan kayu dalam arah radial dan tangensial , dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh perencana. Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji susut arah radial dan tangensial, dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh perencana Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan dengan mengukur volume benda uji yang berbentuk teratur. Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan dengan mengukur volume dengan ketelitian yang tinggi dan tanpa pengeringan berbagai bentuk benda uji, kerapatan maupun kadar airnya. Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secar umum maupun teknis serta cara pengujian perkiraan berat jenis yang dilakukan yang dilakukan dengan mengukur secara cepat berat jenis benda uji yang berbentuk memanjang dengan penampang melintang yang seragam dan diketahui kadar airnya, berat jenis ditentukan berdasarkan berat kering. Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan dengan

393 SNI 03-6843-2002 Metode Pengujian Susut Radial dan Tangensial Kayu Di Laboratorium

394 SNI 03-6844-2002 Metode Pengujian Berat Jenis Kayu dan Bahan dari Kayu dengan cara Pengukuran 395 SNI 03-6845-2002 Metode Pengujian Berat Jenis Kayu dan Bahan dari Kayu dengan Cara Pencelupan dalam Air Raksa.

396 SNI 03-6846-2002 Metode Pengujian Berat Jenis Kayu Dan Bahan Dari Kayu Dengan Tabung Pengambang.

397 SNI 03-6847-2002 Metode Pengujian Berat Jenis Kayu Dan Bahan Dari Kayu Dengan Cara Pencelupan Dalam Air.

mengukur volume dengan ketelitian yang tinggi dan tanpa pengeringan berbagai bentuk benda uji, kerapatan maupun kadar airnya. 398 SNI 03-6848-2002 Metode Pengujian Berat Jenis Batang Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus Kayu dan Kayu Struktur Bangunan. dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan dengan cara mengebor atau melubangi bagian struktur dari kayu yang sulit dilakukan dengan cara konvensional dengan perhitungan berdasarkan berat kering oven dan volume pada saat pengujian. 399 SNI 03-6849-2002 Metode Pengujian Berat Jenis Serpih Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus Kayu. dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis serpih kayu berdasarkan volume basah dan berat kering oven. 400 SNI 03-6850-2002 Metode Pengujian Pengukuran Kadar Metode ini digunakan untuk penentuan kadar air kayu, Air Kayu dan Bahan Berkayu. vinir dan bahan berkayu, termasuk didalamnya yang mengandung perekat dan bahan-bahan kimia aditif

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : SNI STANDAR Data ada 708 record

No No SNI

Judul

Ruang Lingkup

401 SNI 03-6851-2002 Metode Pengujian Lentur Panel Kayu Metode ini menentukan sifat lentur potongan panel Struktural atau panel struktural yang berukuran sampai dengan (122 x 244) cm2 meliputi kayu lapis, papan lapis, papan serat teratur, venir komposit dan lapisan kayu 402 SNI 03-6852-2002 Metode Perhitungan Natrium Karbonat Residu Dalam Air. 403 SNI 03-6853-2002 Metode Perhitungan Perbandingan Adsorpsi Natrium Dalam Air. 404 SNI 03-6854-2002 Metode Pengujian Kadar Besi (Fe) Dalam Air Secara Kolo-rimetri Dengan Thiocyanat 405 SNI 03-6855-2002 Metode Pengujian Kadar Mangan (Mn) Dalam Air Secara Kolorimetri Dengan Persulfat 406 SNI 03-6856-2002 Metode Pengujian Kadar Nitrat Dalam Air Secara Kolorimetri Dengan Pereaksi Nessler 407 SNI 03-6857-2002 Metode Pengujian Kadar Nitrit Dalam Air Secara Kolorimetri Dengan Pereaksi Gries Romeyer Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Natrium Karbonat Residu (NKR) dalam air. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya angka perbandingan Adsorpsi Natrium (PAN) dalam air. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar besi (Fe) dalam air Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Mangan (Mn) dalam air Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Nitrat dalam air Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Nitrit dalam air

408 SNI 03-6858-2002 Metode Pengujian Kadar Bakteri Koli Metode ini digunakan untuk mengetahui jumlah Total Dalam Air Dengan Saringan bakteri koli total dalam air Membran. 409 SNI 03-6859-2002 Metode Pengujian Angka Rasa Dalam Air Metode ini membahas pengertian, ketentuanketentuan, cara uji dan laporan uji, dapat digunakan untuk menguji angka rasa dalam benda uji air yang memenuhi ketentuan yang di isyaratkan dalam pengujian ini dan tidak berlaku untuk benda uji air limbah.

410 SNI 03-6860-2002 Metode Pengujian Angka Bau Dalam Metode Pengujian ini dapat digunakan untuk Air menganalisa angka bau dalam air alami sampai air limbah 411 SNI 03-6861.12002 Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi A (Bahan Bangunan Bukan Logam) perencana, pelaksana, pengawas lapangan dan yang berkepentingan dalam hal memilih, memakai dan menilai mutu bahan bangunan bukan logam yang akan digunakan dalam perkerjaan konstruksi Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi B (Bahan Bangunan Dari Besi/Baja) perencana, pelaksana, pengawas lapangan dan yang

412 SNI 03-6861.22002

berkepentingan dalam hal memilih, memakai dan menilai mutu bahan bangunan dari besi/baja yang akan digunakan dalam perkerjaan konstruksi 413 SNI 03-6861.32002 Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi C (Bahan Bangunan Dari Logam perencana, pelaksana, pengawas lapangan dan yang Bukan Besi) berkepentingan dalam hal memilih, memakai dan menilai mutu bahan bangunan dari logam bukan besi yang akan digunakan dalam perkerjaan konstruksi Standar ini menetapkan Spesifikasi peralatan pemasangan dinding bata dan plesteran yang membahas tentang teknis mencakup jenis, bentuk, ukuran bahan, fungsi dan kinerja peralatan pemasangan dinding bata.

414 SNI 03-6862-2002 Spesifikasi Peralatan Pemasangan Dinding Bata Dan Plesteran.

415 SNI 03-6863-2002 Metode Pengambilan Contoh Dan Metode ini mencakup prosedur pengambilan contoh Pengujian Abu Terbang Atau Pozolan dan pengujian abu terbang dan pozolan alam atau Alam Sebagai Mineral Pencampur pozolan buatan yang digunakan sebagai mineral Dalam Beton Semen Portland pencampur dalam beton semen portland. Prosedur tersebut mengikuti urutan sebagai berikut: analisis kimia dan pengujian fisik serta pengambilan contoh 416 SNI 03-6864-2002 Spesifikasi Kapur untuk Campuran Beraspal. Spesifikasi ini meliputi persyaratan dan kekuatan kapur yang akan digunakan untuk mengurangi pengaruh air yang terdapat dalam campuran aspal.

417 SNI 03-6865-2002 Tata Cara Pelaksanaan Program Uji Standar ini menetapkan Tata cara pelaksanaan antar Laboratorium untuk Penentuan program uji antar laboratorium untuk penentuan Presisi Metode Uji Bahan Konstruksi presisi metode pengujian bahan konstruksi yang meliputi, merencanakan, melaksanakan dan menganalisis hasilhasil studi suatu metode uji antar laboratorium. 418 SNI 03-6866-2002 Spesifikasi Saringan Anyaman Kawat Spesifikasi ini meliputi saringan yang terbuat dari untuk Keperluan Pengujian anyaman kawat yang dipasang pada suatu bingkai untuk pengujian yang teliti dalam pengklasifika-sian material sesuai dengan ukuran butiran nominal 419 SNI 03-6867-2002 Spesifikasi Abu terbang Dan Pozolan Spesifikasi ini mencakup abu terbang dan pozolan Lainnya Untuk Digunakan Dengan lainnya untuk digunakan bersama dengan kapur Kapur didalam adukan plastis, dan campuran lain yang berpengaruh terhadap reaksi sifat pozolan kapur. 420 SNI 03-6868-2002 Tata Cara Pengambilan contoh Uji Tata cara ini meliputi penentuan lokasi atau waktu Secara Acak untuk Bahan Konstruksi yang tepat secara acak, dimana pengambilan contoh bahan untuk konstruksi dapat dilakukan. Prosedur yang tepat untuk mengamankan contoh uji seperti diskripsi alat pengambilan contoh uji, harus merujuk pada metode standar yang sesuai.

421 SNI 03-6869-2002 Metode Pengambilan Contoh Uji, Bentuk, Ukuran dan Klasifikasi

Metode ini digunakan untuk menentukan sifat-sifat ukuran dan bentuk agregat termasuk tanah lempung, lanau dan debu

422 SNI 03-6870-2002 Cara uji kelulusan air di laboratorium Cara uji ini mencakup cara uji kelulusan air di untuk tanah berbutir halus dengan laboratorium untuk tanah berbutir halus yang tinggi tekan menurun mempunyai kelulusan air sedang sampai dengan rendah, misalnya tanah lanauan atau lempengan, baik contoh tanah tidak terganggu maupun contoh yang dipadatkan kembali. 423 SNI 03-6871-2002 Cara uji kelulusan air di laboratorium Cara uji ini meliputi penentuan koefisien kelulusan air untuk tanah berbutir kasar dengan dengan metode tinggi tekan tetap untuk aliran laminar tinggi tekan tetap dari air tanah yang melalui lapisan tanah berbutir kasar. Prosedur ini menetapkan koefisien kelulusan yang mewakili tanah berbutir kasar yang mungkin terjadi di dalam alam seperti timbunan atau apabila digunakan sebagai pondasi perkerasan. Untuk membatasi pengaruh konsolidasi selama pengujian, prosedur ini dibatasi untuk tanah berbutir kasar terganggu tidak lebih dari 10 % yang melewati saringan ukuran 75 ?m (No. 200). 424 SNI 03-6872-2002 Cara uji kepadatan tanah dan batuan o Cara uji ini mencakup penentuan kepadatan tanah di lapangan dengan cara penggantian dan batuan di lapangan dengan cara menghitung berat volume air pada sumur uji isi material yang menggunakan air dalam mengisi sumur uni untuk menentukan volume sumur uji; o Cara uji ini dipakai untuk menentukan berat isi material di lapangan yang dipadatkan pada konstruksi timbunan tanah, urugan jalan dan urugan bangunan. Untuk mengontrol konstruksi, metode ini dapat dipakai sebagai dasar untuk menilai material yang telah dipadatkan untuk mencapai berat isi tertentu atau prosentase berat isi maksimum yang telah ditentukan oleh cara uji di laboratorium; o Cara uji ini dapat digunakan untuk menentukan berat isi material di lapangan dari endapan tanah alami, agregat, campuran tanah, atau material lain yang serupa; o Cara uji ini mencakup dua prosedur yaitu prosedur - A (berat isi total material), dan prosedur - B (berat isi fraksi kontrol dan fraksi yang berbutir lebih besar). 425 SNI 03-6873-2002 Cara uji penentuan persentase kepadatan secara cepat Cara uji ini menjelaskan mengenai prosedur penentuan persentase kepadatan secara cepat dan variasinya terhadap kadar air optimum dari tanah untuk digunakan dalam pengendalian pelaksanaan pekerjaan kepadatan tanah di lapangan. Nilai dari persentase kepadatan didapatkan dari pembuatan kurva kepadatan

yang mlealui tiga titik pada kadar air yang sama dari tanah di lapangan tanpa harus mengetahui nilai kadar airnya. Contoh tanah yang digunakan untuk pembuatan kurva kepadatan biasanya sama dengan contoh tanah yang digunakan pada uji kepadatan di lapangan. 426 SNI 03-6874-2002 Cara uji sifat dispersif tanah lempung Cara uji ini berkaitan dengan cara uji SNI 03-3423dengan hidrometer ganda. 1994,dengan contoh tanah yang sama untukmemperoleh indikasi karakteristik alami tanah dispersif. Cara uji ini hanya berlaku untuk tanah dengan indeks plastisitas lebih besar dari 4 dan lebih dari 12 % fraksi tanah lebih kecil dari 5mu. 427 SNI 03-6876-2002 Cara uji kadar amoniak dalam air dengan elektrode selektif ion Standar ini menetapkan cara untuk menguji kadar amoniak, NH4-N terlarut dalam air dengan elektrode selektif ion. Standar ini digunakan untukmengukur kadar amoniak pada rentang kadar antara 0,03 mg/L NH3-N sampai dengan 1400 mg/L NH3-N dalam air minum, air permukaan, air limbah domestik dan air limbah industri, baik yang keruh maupun yang warna Metode ini adalah untukmenentukan kadar rongga agregat halus dalam keadaan lepas (tidak dipadatkan). Bila pengujian dilakukan pada agregat yang gradasinya diketahui, kadar rongga dapat menjadi indikator angularitas, bentuk butir dan tekstur permukaan relatif terhadap agregat halus lain dengan gradasi yang sama. Bila pengujian permukaan terhadap agregat halus sesuai gradasi yang akan digunakan di lapangan, kadar rongga merupakan indikator terhadap kemudahan pengerjaan suatu campuran. 1. Metode ini meliputi penentuan pH tanah. Penggunaan utama pengujian ini adalah untuk melengkapi pengukuran tahapan jenis kelistrikan tanah, sehingga metode ini dapat mengidentifikasikan kondisi korosi logam dalam tanah dengan baik. 2. Standar ini tidak dimaksudkan untuk semua permasalahan keamanan yang berkaitan dengan penggunaannya. Merupakan tanggung jawab pengguna standar ini untuk menerapkan tindakantindakan yang sesuai dengan keamanan dan kesehatan, dan menentukan penerapan dari batas-batas yang harus ditaati sebelum menggunakan standar ini. Spesifikasi ini mencakup bahan dan proporsi beton, baja tulangan dan prategang, produksi pengecoran dan

428 SNI 03-6877-2002 Metode Pengujian Kadar Rongga Agregat Halus yang Tidak Dipadatkan

429 SNI 03-6879-2002 Metode pengujian pH tanah untuk korosi logam

430 SNI 03-6880-2002 Spesifikasi beton struktural

perawatan beton serta konstruksi cetakan. Ditetapkan pula perlakuan siar dan bagian-bagian tertanam, perbaikan permukaan beton, dan finising permukaan yang tercetak. Dalam beberapa pasal terpisah dibahas untuk konstruksi pelat dan finisingnya, beton arsitektural, beton masif, dan bahan beserta cara pelaksanaan konstruksi beton pasca tarik. Termasuk pula ketentuan mengenai pengujian, evaluasi dan penerimaan beton beserta strukturnya. 431 SNI 03-6881-2002 Tata Cara Evaluasi Besaran Izin Untuk Klasifikasi Mutu kayu Struktural Tata cara ini mencakup cara pengambilan contoh dan cara analisis untuk penyelidikan populasi tertentu dari kayu struktural yang dipilih secara mekanis, yang meliputi metodologi statistik analisis dan penyajian serta cara penerapannya Standar ini menetapkan spesifikasi mortar yang digunakan untuk pekerjaan pasangan baik bertulang maupun tidak bertulang. Terdapat 4 mortar yang tercakup dalam standar ini yaitu berdasarkan proporsi dan sifat. Spesifikasi ini tidak berlaku untuk menentukan kekuatan mortar melalui pengujian lapangan.

432 SNI 03-6882-2002 Spesifikasi mortar untuk pekerjaan pasangan

433 SNI 03-6883-2002 Spesifikasi toleransi untuk konstruksi Spesifikasi ini merupakan acuan bagi arsitek atau ahli dan bahan beton teknik dalam menentukan toleransi untuk bahan dan konstruksi beton sebagaimana dicantumkan dalam spesifikasi proyek, kecuali tidak berlaku untuk : 1) struktur khusus seperti reaktor nuklir, kontainer berbentuk bulat dan silo-silo; 2) struktur prateken berbentuk bulat; 3) prosedur konstruksi khusus beton semprot. pesifikasi ini mencantumkan daftar kendali sebagai petunjuk bagi arsitek atau ahli teknik dalam memilih persyaratan yang cocok antara spesifikasi teknis yang diperlukan dan persyaratan lain yang ada dalam spesifikasi proyek. 434 SNI 03-6884-2002 Metode Pengujian Analisis Saringan Metode ini meliputi ketentuan-ketentuan, cara uji dan Bahan Pengisi untuk Perkerasan Jalan laporan hasil uji dari analisis saringan bahan pengisi untuk perkerasan jalan. Lingkup pengujian mencakup : 1) persiapan benda uji, 2) persiapan peralatan, 3) cara uji, dan 4) pelaporan. 435 SNI 03-6885-2002 Metode pengujian noda untuk aspal minyak Metode pengujian ini membahas ketentuan dan prosedur pengujian noda bahan-bahan aspal yang hanya berlaku untuk aspal yang dihasilkan dari petroleum dan seharusnya tidak digunakan terhadap aspal alam yang mengandung bahan tetap yang tidak larut dalam xylen.

436 SNI 03-6886-2002 Metode pengujian hubungan antara kadar air dan kepadatan pada campuran tanah - semen

1. Metode ini meliputi pengujian untuk mendapatkan hubungan antara kadar air dan kepadatan pada campuran tanah-semen yang dipadatkan sebelum hidrasi semen; 2. Metode pengujian terdiri dari metode A dan metode B, menggunakan cetakan dengan volume 944 cm3 dan penumbuk sebesar 2,49 kg dengan tinggi jatuh 304,8; 3. Metode A, digunakan untuk material tanah 100 % lewat saringan no. 4 (4,75 mm), metode B, digunakan untuk material tanah lewat saringan 19,00 mm tetapi ada sebagian yang tertahan pada saringan no. 4 (4,75 mm). Metode pengujian ini meliputi pekerjaan pengujian untuk mendapatkan nilai kuat tekan benda uji campuran tanah-semen yang dicetak dalam cetakan silinder setelah benda uji tersebut diperam. Tata cara ini memuat wewenang dan tugas-tugas pengawas di lokasi pengolah campuran beraspal. Tugas-tugas tersebut ditetapkan untuk menjamin pemenuhan pekerjaan kontraktor terhadap kontrak, pekerjaan dan sama sekali tidak untuk membebaskan kontraktor dari tanggung jawabnya dalam menghasilkan campuran yang sesuai dengan kontrak. Tata cara ini meliputi pengambilan contoh (sampling) agregat kasar dan halus ini digunakan untuk tujuan : Penyelidikan pendahuluan sumber potensial Pengendalian produksi pada sumber persediaan Pengendalian pelaksanaan lapangan - Penerimaan atau penolakan bahan (material). Tata cara ini membahas tentang ketentuan cara pengambilan contoh campuran beraspal yang digunakan sebagai bahan perkerasan Spesifikasi ini menjelaskan dua jenis bahan graut halus dan kasar, untuk digunakan dalam pelaksanaan struktur pasangan berdasarkan spesifikasi berikut: a) persyaratan komposisi campuran, atau b) persyaratan kekuatan. Metode pengujian ini membahas tentang ketentuan cara pengujian berat jenis maksimum campuran beraspal yang tidak dipadatkan. Lingkup pengujin mencakup : persiapan contoh uji, persiapan peralatan, cara uji, dan pelaporan. Metode pengujian ini membahas ketentuan cara uji pemisahan aspal dan penentuan kadar aspal dari

437 SNI 03-6887-2002 Metode pengujian kuat tekan bebas campuran tanah-semen

438 SNI 03-6888-2002 Tata cara pemeriksaan pengolah campuran aspal

439 SNI 03-6889-2002 Tata Cara Pengambilan Contoh Agregat

440 SNI 03-6890-2002 Tata Cara Pengambilan Contoh Campuran Beraspal 441 SNI 03-6891-2002 Spesifikasi bahan graut untuk pekerjaan pasangan

442 SNI 03-6893-2002 Metode pengujian berat jenis maksimum campuran beraspal

443 SNI 03-6894-2002 Metode pengujian kadar aspal dan campuran beraspal dengan cara

sentrifus

campuran beraspal dengan cara sentrifus agregat yang diperoleh dengan cara ini dapat digunakan untuk pengujian analisa saringan menggunakan SNI 031968-1990. Tata cara ini meliputi ketentuan dan prosedur cara pemulihan aspal dari larutan yang berasal dari hasil ekstraksi dengan cara Abson.

444 SNI 03-6895-2002 Tata Cara Pemulihan Aspal dari Larutan dengan Cara Abson

445 SNI 03-6896-2002 Tata Cara Pengecatan Genteng Beton Standar ini menetapkan cara pengecatan genteng beton yang memuat persyaratan bahan dan alat, pelaksanaan pengecatan genteng pada lokasi baru dan lama, cat tipe A yang memakai pelarut pengencer organik dan cat tipe B yang memekai pelarut pengencer air serta cara penanngulangi bila ada kegagalan 446 SNI 03-6898-2002 Tata cara pelaksanaan dan pengambilan dan pengujian kuat tekan beton inti. Tata cara pelaksanaan pengambilan dan pengujian kuat tekan beton inti ini mencakup : 1) prosedur pengambilan beton inti; 2) prosedur pengujian kuat tekan beton inti; 3) perhitungan kuat tekan beton inti.

447 SNI 03-6966-2003 Spesifikasi Saluran air hujan pracetak Standar ini menetapkan Spesifikasi saluran air hujan berlubang untuk lingkungan pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman permukiman yang meliputi persyaratan umum, persyaratan teknis mengenai bentuk dan ukuran bahan serta konstruksi saluran air hujan pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman. 448 SNI 03-6967-2003 Sistem jaringan dan geometri jalan perumahan - Persyaratan Umum Standar ini menguraikan istilah dan definisi yang berhubungan dengan bidang perumahan dan prasarana jalan, dan menguraikan persyaratan umum maupun teknis yang harus dipenuhi dalam setiap perencanaan sistem jaringan jalan perumahan. Standar ini menetapkan spesifikasi fasilitas tempat bermain di ruang terbuka Lingkungan rumah susun sederhana yang rnencakup uraian tentang bentuk, dimensi, fungsi, struktur dan kinerja dari komponen dan elernen fasilitas tempat bermain di ruang terbuka rumah susun Sederhana untuk usia I - 5 tahun dan usia 6 – 12 tahun, pada Lingkungan : Rumah susun yang mempunyai KDB 50% dan KLB 1,25 atau dengan kepadatan maksirnum = 1.736 jiwa/Ha.

449 SNI 03-6968-2003 Spesifikasi Fasilitas tempat bermain di ruang terbuka lingkungan rumah susun sederhana

450 SNI 03-6969-2003 Metode pengujian untuk pengukuran Metode ini meliputi penentuan panjang beton inti hasil panjang beton inti hasil pengeboran pengeboran dari struktur beton

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : SNI STANDAR Data ada 708 record No No SNI Judul Ruang Lingkup Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Ortofosfat terlarut dan Fosfat total dalam air Vsecara asam Askorbat dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 880 nm. Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter cepat rambat gelombang ultrasonik serta menentukan konstanta elastis batu.

501 SNI 06-2483-1991 Metode Pengujian Kadar Ortofosfat dan Fosfat Total dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Secara Asam Askorbat. 502 SNI 06-2485-1991 Metode Pengujian Laboratorium Cepat Rambat Ultrasonik dan Konstanta Elastis Benda Uji Batu.

503 SNI 06-2486-1991 Metode Pengujian Laboratorium Kuat Tarik Benda Uji Batu dengan Metode ini digunakan untuk mendapatkan parameter Cara Tidak Langsung. Judul direvisi kuat tarik dari hasil pengukuran di laboratorium secara menjadi :Cara uji laboratorium kuat cepat dan mudah tarik benda uji batu dengan cara tidak langsung 504 SNI 06-2488-1991 Metode Pengujian Fraksi Aspal Cair Metode ini digunakan untuk memisahkan fraksi aspal dengan Cara Penyulingan judul cair berdasarkan perbedaan titik didih dengan cara direvisi menjadi: Cara uji penyulingan. penyulingan aspal cair 505 SNI 06-2503-1991 Metode Pengujian Kadar Kebutuhan Metode ini digunakan menentukan besarnya kadar Oksigen Bioki-miawi dalam Air. Kebutuhan Oksigen Biokimiawi (KOB) dalam air berdasarkan selisih Oksigen terlarut sebelum dan sesudah pemeraman. 506 SNI 06-2505-1991 Metode Pengujian Kadar Karbon Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya Organik Total dalam Air dengan Alat kadar Karbon Organik Total (KOT) dalam air dengan KOT-Meter Inframerah. pembakaran dan analisis inframerah.

507 SNI 06-2508-1991 Metode Pengujian Kadar Pestisida Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya Klor Organik dalam Air dengan Alat kadar pestisida Klororganik (BHC, PCBs, Dikloran, Kromatograf Gas. aldrin, Heptaklor, Epoksid Dieldrin, DDT, Endrin, Endosulfan, Methoksklor) dalam air secara kromatografi gas. 508 SNI 06-2509-1991 Metode Pengujian Kadar Pestisida Karbamat dalam Air dengan Alat Kromatograf Gas. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar pestisida Karbamat (Sevin) dalam air secara kromatografi gas dengan alat kroma-tograf gas yang dilengkapi dengan Detektor Alkali Ionisasi Nyala (DAIN). Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar pestisida fosfat-organik ( Diazinon, Dimethoate, Fosfamidon dan Fenintrotion ) dalam air secara kromatografi gas dengan alat kromatograf gas yang dilengkapi dengan detektor fotometrik nyala (DFN) pada filter optik 526 nm Metode ini digunakan untuk menge-tahui besarnya kadar Krom dalam air secara atomisasi tungku karbon dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom pada panjang gelombang 357,9 nm Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Tembaga dalam air secara ekstraksi dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 324,7 nm. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Tembaga dalam air secara atomisasi tungku karbon dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom pada panjang gelombang 324,7 nm. Metode pengujian ini untuk menentukan besarnya kadar Timbal (Pb) dalam air menggunakan alat Spektro-fotometer Serapan Atom Tungku Karbon Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Besi dalam air secara atomisasi tungku karbon dengan alat spektrofotometer serapan atom pada panjang gelombang 248,3 nm

509 SNI 06-2510-1991 Metode Pengujian Kadar Pestisida Fosfat Organik dalam Air dengan Alat Kromatograf Gas.

510 SNI 06-2513-1991 Metode Pengujian Kadar Krom dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Tungku Karbon. 511 SNI 06-2515-1991 Metode Pengujian Kadar Tembaga dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Ekstraksi. 512 SNI 06-2516-1991 Metode Pengujian Kadar Tembaga dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Tungku Karbon. 513 SNI 06-2519-1991 Metode Pengujian Kadar Timbal dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Tungku Karbon. 514 SNI 06-2525-1991 Metode Pengujian Kadar Besi dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Tungku Karbon.

515 SNI 06-2548-1991 Metode Pengujian Diameter Luar Metode ini digunakan untuk menentukan diameter Pipa PVC Untuk Air Minum Dengan pipa PVC menggunakan jangka sorong Jangka Sorong. 516 SNI 06-2549-1991 Metode Pengujian Kekuatan Pipa PVC Untuk Air Minum Terhadap Tekanan Hidrostatik. Metode ini digunakan untuk menentukan kekuatan pipa PVC terhadap tekanan hidrostatik

517 SNI 06-2550-1991 Metode Pengujian Ketebalan Dinding Metode ini digunakan untuk menentukan ketebalan Pipa PVC Untuk Air Minum dinding pipa PVC 518 SNI 06-2551-1991 Metode Pengujian Bentuk dan Sifat Metode ini digunakan untuk menguji bentuk dan sifat Tampak Pipa PVC Untuk Air Minum tampak pipa PVC untuk air minum 519 SNI 06-2552-1991 Metode Pengambilan Contoh Uji Pipa PVC Untuk Air Minum Metode ini digunakan untuk memperoleh contoh uji yang dapat mewakili

520 SNI 06-2553-1991 Metode Pengujian Perubahan Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya Panjang Pipa PVC Untuk Air Minum perubahan panjang pipa PVC dengan uji tungku Dengan Uji Tungku 521 SNI 06-2554-1991 Metode Pengujian Ketahanan Pipa PVC Untuk Air Minum Terhadap Metilen Khlorida Metode ini digunakan untuk menentukan ketahanan pipa PVC terhadap metilen klorida

522 SNI 06-2555-1991 Metode Pengujian Kadar PVC Pada Metode ini digunakan untuk menentukan kadar PVC Pipa PVC Untuk Air Minum Dengan pada pipa PVC dengan THF THF 523 SNI 06-2556-1991 Metode Pengujian Diameter Luar Metode ini digunakan untuk menentukan diameter luar Pipa PVC Untuk Air Minum Dengan rata-rata pipa PVC Pita Meter 524 SNI 06-2912-1992 Metode Pengujian Kadar Merkuri Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya dalam Air dengan Alat Merkurimeter kadar Merkuri dalam air dengan alat Merkurimeter. 525 SNI 06-2913-1992 Metode Pengujian Kadar arsen dalam Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya Air dengan alat Spektrofotometer kadar Arsen dalam air dengan alat Spektrofotometer serapan atom secara natrium Serapan Atom Secara Natrium Borohidrida. Borohidrida 526 SNI 06-3415-1994 Metode Pengujian Kadar Sulfit Dalam Air Dengan Titrimetrik. Standar ini meliputi persyaratan pengujian, ketentuanketentuan dan cara uji tentang cara pengujian S03 yang terdapat dalam benda uji antara (1-100) mg/L dengan menggunakan metode pengujian titrimetrik untuk pengujian air yang tidak berwarna. Spesifikasi ini mencakup empat tipe cat merah timbal siap pakai yang berfungsi sebagai lapis dasar, atau lapis penutup atau lapis pemelihara permukaan rangka jembatan dan struktur baja lainnya

527 SNI 06-3685.12000

Spesifikasi Cat Merah Timbal Siap pakai

528 SNI 06-3822.12000

Spesifikasi Poli-Aluminium Khlorida Spesifikasi ini menjelaskan polialumunium klorida Cair untuk Pengolahan Air cair untuk pengelolaan air beserta cara pengujian yang berkaitan Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya jumlah bakteri koli tinja dalam air dengan Saringan membran. Metode ini digunakan untuk mengetahui jumlah bakteri koli tinja dalam air dengan Tabung Fermentasi

529 SNI 06-3956-1995 Metode Pengujian Jumlah Bakteri Koli Tinja Dalam Air Dengan Saringan Membran. 530 SNI 06-3957-1995 Metode Pengujian Jumlah Bakteri Koli Tinja Dalam Air Dengan

Tabung Fermentasi. 531 SNI 06-3963-1995 Metode Pengujian Jenis Dan Jumlah Metode ini digunakan untuk memperoleh komposisi Plankton Dalam Air jenis dan jumlah individu plankton dalam air. 532 SNI 06-4139-1996 Metode Pengujian Kadar Karbon Dioksida Agresif Dalam Air Secara Titrimetrik. 533 SNI 06-4140-1996 Metode Pengujian Produktivitas Primer Dalam Air Dengan Pengukuran Oksigen Terlarut 534 SNI 06-4157-1996 Metode pengujian kadar khlorofil a fitoplakton dalam air dengan spektrofotometer. 535 SNI 06-4158-1999 Metode Pengujian Jumlah Total Bakteri Golongan Koli Dalam Air dengan Tabung Fermentasi 536 SNI 06-4159-1996 Metode pengujian kadar karbon kloroform ekstrak dalam air secara gravimetri.` 537 SNI 06-4167-1996 Metode Pengujian Kekentalan Cat Dengan Alat Viscometer Stometer 538 SNI 06-4170-1996 Spesifikasi Kalsium Khlorida untuk mempercepat penegrasan beton 539 SNI 06-4821-1998 Metode Pengujian Dimensi Pipa Polietilen (PE) Untuk Air Minum Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Karbon Dioksida Agresif dalam air. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya nilai produktivitas primer pada sumber air permukaan. Metode ini untuk memperoleh kadar khlorofil a fitoplankton dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air. Metode ini adalah untuk menguji jumlah total bakteri golongan koli dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air Metode ini adalah untuk memperoleh kadar karbon klorofom ekstrak dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air. Standar ini menetapkan metode kekentalan cat marka jalan dengan alat viscometer stometer yang mencakup ketentuan-ketentuan dan cara uji cat jenis cair. Spesifikasi ini adalah untuk memberikan persyaratan teknis kalsium kholorida sebagai bahan pencampur untuk mempercepat pengerasan beton. Metode ini membahas cara uji untuk menentukan diameter luar dan tebal dinding pipa PE

540 SNI 06-4822-1998 Metode Pengujian Kadar Mangan Metode ini digunakan untuk menentukan kadar Dalam Air Dengan Spektrofotometer Mangan (0,042-15) mg/L Mn dalam air baku dan air Secara Persulfat limbah spektrofotometer pada panjang gelombang 525 nm. 541 SNI 06-4823-1998 Metode pengujian kadar timah dalam Metode ini digunakan untuk menentukan kadar timah air dengan alat spektrofotometer atom pada daerah konsentrasi (20-300) g/L Sn secara tungku karbon spektrofotometer serapan atom dengan tungku karbon 224,6 nm. 542 SNI 06-4824-1998 Metode pengujian klorin bebas dalam Metode ini digunakan untuk menentukan kadar Klorin air dengan Spektrofotometer sinar (0,011-4,0) mg/L Mn dalam air minum menggunakan tampak secara dietil fenilindiamin sinar tampak pada panjang gelombang 515 nm. (DFD)

543 SNI 06-4825-1998 Spesifikasi Campuran Cat Marka Jalan Siap Pakai Warna Putih dan Kuning 544 SNI 06-4826-1998 Spesifikasi Cat Termoplastik Pemantul Warna Putih dan Warna Kuning Untuk Marka Jalan (Bentuk Padat )

Standar ini menetapkan persyaratan teknis cat marka jalan yang siap pakai warna putih dan kuning dari jenis alkyd resin sebagai bahan untuk membuat marka jalan pada perkerasan aspal dan beton semen. Standar ini membahas persyaratan teknis cat termoplastik pemantul, berwarna putih dan warna ling yang digunakan sebagai bahan untuk marka jalan

545 SNI 06-4827-1998 Spesifikasi Campuran Cat Siap Pakai Standar ini membahas persyaratan teknis campuran cat Berbahan Dasar Minyak siap pakai berbahan dasar minyak warna putih dan warna lain dari jenis alkyd resin untuk digunakan sebagai lapis penutup pada permukaan kayu dan logam di dalam dan di luar ruangan. 546 SNI 06-4828-1998 Spesifikasi Cincin Karet Sambungan Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis tentang Pipa Air Minum, Air Limbah dan Air bentuk dasar, ukuran, bahan dan kekuatan Hujan 547 SNI 06-4829-1998 Spesifikasi Pipa Polietilen (PE) dan Sambungannya Untuk Air Minum Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis tentang bahan, ukuran, kekuatan hidrostatik, perubahan panjang dan densitas

548 SNI 06-6373-2000 Tata Cara Pemilihan dan Pemasangan Tata cara ini mengatur mengenai pemilihan dan Ven pada sistem Plumbing pemasangan perpipaan, pipa dan perlengkapan untuk sistem ven. Juga mengatur diameter minimum pipa ven, ven individu, ven pelepas, ukuran pipa ven, panjang ven, macam-macam pipa tegak ven dan ven pipa tegak. Sebagai tambahan dalam tatacara ini diatur pula penyambungan dan tingkat ven, ketinggian diatas alat plambing, ven pelepas untuk pipa tegak, peralatan perangkap, ven pembuangan dari sumur-sumur pengumpul dan saluran-saluran pembuangan. 549 SNI 06-6396-2000 Spesifikasi Soda Abu untuk Pengolahan Air Bersih Standar ini meliputi pengawasan penggunaan soda abu untuk pengolahan air dalam penyediaan air bersih dan air industri; termasuk bahan, pengambilan contoh, pengemasan, pengiriman dan penandaan serta pengujian. Standar ini menetapkan Spesifikasi cat jembatan warna hijau daun, yang mencakup dua tipe cat, yaitu tipe I dan II dari cat warna hijau daun yang digunakan sebagai lapis penutup akhir pada jembatan baja. Tipe II digunakan pada daerah yang bercurah hujan rendah karena dapat menghambat pengapuran pada pigmen dasar putih timbale karbonat yang tidak diharapkan.

550 SNI 06-6397-2000 Spesifikasi Cat Jembatan Warna Hijau Daun

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : SNI STANDAR Data ada 708 record No No SNI Judul Ruang Lingkup

551 SNI 06-6400-2000 Tata Cara Penentuan Koreksi Volume Tata cara ini menyediakan tabel faktor koreksi volume Aspal Terhadap Volume pada aspal yang dapat mengkonversikan volume aspal pada Temperatur Standar berbagai temperatur ke volume temperatur standar, berlaku untuk berbagai jenis aspal kecuali aspal emulsi. 552 SNI 06-6428-2000 Metode Pengujian Ketahanan Abrasi Metode ini digunakan untuk penentuan ketahanan baik Permukaan Beton atau Mortar dengan untuk beton atau mortar terhadap abrasi. Metode Pemotong Berputar 553 SNI 06-6441-2000 Metode Pengujian Viskositas Aspal Minyak dengan Alat Brookfield Termosel 554 SNI 06-6443-2000 Metode Pengujian untuk Menentukan Daerah Lapisan Seng Paling Tipis dengan Cara Dreece Pada Besi atau Baja Digalvanis Metode ini mencakup prosedur pengukuran viskositas apparen aspal minyak pada temperatur 38 0 C sampai 260 0 C, menggunakan alat Brookfield Termosel Metode ini digunakan untuk penentuan daerah paling tipis dari lapisan seng yang ada pada besi atau baja dengan pencelupan pada tembaga sulfat untuk baja berbentuk tabung, baja berbentuk pipa pelindung kabel listrik kaku, baja cor, baja tempa dan struktur baja lainnya dan perangkat keras pada pekerjaan pertanian Metode ini digunakan untuk menentukan volume bahan padat dalam berbagai jenis lapisan Metode ini untuk menentukan berat jenis epoksi resin dan bahan pengeras.

555 SNI 06-6445-2000 Metode Pengujian Volume Bahan Padat pada Lapisan Cat Bening atau Berpigmen 556 SNI 06-6446.12000 557 SNI 06-6446.22000 Metode Pengujian Berat Jenis Epoksi-Resin dan Bahan Pengeras

Metode Pengujian Viskositas Epoksi- Metode ini digunakan untuk menentukan viskositas Resin dan Bahan Pengeras epoksi resin dan bahan pengeras dalam keadaan cair pada suhu kamar atau dilarutkan dalam pelarut. Metode ini digunakan untuk pengambilan contoh uji dan pengujian cat emulsi bitumen yang digunakan sebagai cat pelindung dengan ketebalan yang cukup pada logam dan penutup atap

558 SNI 06-6452-2000 Metode Pengujian Cat Bitumen sebagai Lapis Pelindung

559 SNI 06-6472-2000 Tata Cara Penyiapan Contoh Uji Pencampuran Pembagian Cara Perempatan dan Pengkondisian Campuran Beraspal di Laboratorium untuk Pengujian Berdasarkan Kinerja 560 SNI 06-6875-2002 Cara uji kadar sulfida dalam air dengan iodometri

Tata cara ini mencakup penyiapan contoh uji campuran, pembagian cara perempatan dan pengkondisian campuran beraspal di laboratorium sebelum pengujian berdasarkan kinerja. Standar ini meliputi persyaratan, ketentuanketentuan dan cara untuk menguji kadar sulfida dalam sumber air dan air limbah, yang kadarnya lebih besar dari 0,1 mg/L

561 SNI 07-0242.12000

Spesifikasi Pipa Baja yang Dilas dan Spesifikasi ini meliputi pipa baja untuk pengguna Tanpa Sambungan dengan Lapis umum yang dilas tanpa sambungan dengan lapisan Hitam dan Galvanis Panas hitam dan galvanis panas dalam ukuran tipikal 1/8 inci (3,175 mm) sampai 16 inci (406,40 mm), untuk tiga ukuran tipikal pipa baja dengan berat standar ujung polos, galvanis secara panas, dilas untuk penggunaan dengan hubungan tipe solder dalam penerapan umum Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya nilai kuat tarik baja beton dan parameter lainnya yang dapat digunakan dalam pengendalian mutu baja. Standar ini mencakup bahan dan persyaratan pelaksanaan pada sisitem pelapisan epoksi cair, hal ini sesuai untuk digunakan pada air bersih dan akan melindungi perpipaan terhadap korosi pada bagian dalam dan luar pada pipa baja, bagian khusus, sambungan las, dan sambungan yang dipasang di bawah tanah atau atau terendam air, pada kondisi konstruksi normal. Sistem Pelapisan ini tidak digunakan bagi pipa yang belum ditekuk dan terpasang. Sistem pelapisan terdiri dari satu lapisan dasar berupa dua lapisan epoksi, dan satu atau lebih lapisan penutup berupa dua lapis epoksi. Lapisan penutup ini dapat menggunakan ter batu bara sebagai pelapis epoksi, atau menggunakan pelapis epoksi yang tidak mengandung ter batu bara, tetapi memenuhi persyaratan standar ini. Sistem pelapisan dapat terdiri dari dua atau lebih lapisan epoksi yang sama tanpa menggunakan lapisan daasar. Sisitem pelapisam harus disesuai kan dengan persyaratan kinerja dalam standar ini. Sistem pelapisan dapat dilakukan di pabrik atau di lapangan, sedangkan untuk pengelasan sambungan dan kerusakan permukaan dilakukan di lapangan. Sistem pelapisan ini pada umumnya dilakukan untuk perpipaan air bersih Spesifikasi ini meliputi kawat baja yang diproses

562 SNI 07-2529-1991 Metode Pengujian Kuat Tarik Baja Beton 563 SNI 07-6398-2000 Tata Cara Pelapisan Epoksi Cair untuk Bagian dalam dan Luar pada Perpipaan air dari Baja

564 SNI 07-6401-2000 Spesifikasi Kawat Baja dengan

Proses Canay Dingin untuk Tulangan dengan canay dingin, ditarik dan digalvanisasi untuk Beton digunakan secara langsung, atau dalam bentuk jaring kawat baja yang dilas, sebagai tulangan beton, dengan ukuran diameter nominal tidak lebih kecil dari 2,03 mm. 565 SNI 07-6402-2000 Spesifikasi Tabung Baja Karbon Struktural Berbentuk Bulat dan Lainnya yang Dibentuk Dalam Keadaan Dingin dengan Dilas Tanpa Kampuh Standar ini menetapkan baja karbon yang dibuat dalam keadaan dingin dengan di las dan tanpa kampuh berbentuk bulat, bujur sangkar, empat persegi panjang atau tabung struktural berbentuk khusus untuk konstruksi jembatan, bangunan gedung dan bangunan umum lainnya yang dilas, dipaku keling atau dibaut. Tabung diproduksi dengan dilas dan tanpa kampuh, ukuran maksimum tepi luar 1.626 mm dan ketebalan dinding 15,88 mm.

566 SNI 07-6403-2000 Spesifikasi Pelat Baja Karbon dengan Spesifikasi ini ditujukan untuk pelat baja karbon Kuat Tarik Rendah dan Medium struktural - bermutu A,B,C dan D 567 SNI 07-6404-2000 Spesifikasi Flensa Pipa Baja untuk Spesifikasi ini mencakup dua tipe flensa yang dapat Penyediaan Air Bersih Ukuran (110- digunakan saling tukar bila dimensi yang digunakan 366) mm sesuai standar yang ditentukan 568 SNI 07-6892-2002 Spesifikasi pagar anyaman kawat baja berlapis seng Spesifikasi ini mencakup pagar anyaman kawat baja berlapis seng yang digunakan pada tanah pertanian, jalan kereta api, dan pagar sejenisnya yang mempunyai pola anyaman kawat horisontal dan vertikal atau lilitan yang membentuk pola segi empat terbuka. Spesifikasi ini meliputi berbagai desain anyaman, tiga jenis tingkat kekuatan tarik, dan klasifikasi berat pelapisan seng yang sesuai untuk pagar anyaman kawat. Metode ini digunakan untuk menetapkan suatu indeks potensi pengembangan tanah yang dipadatkan apabila digenangi dengan air suling dan untuk mengontrol variabel-variabel yang mempengaruhi sifat-sifat pengembangan tanah Metode ini meliputi prosedur penentuan kehilangan campuran tanah semen, perubahan kadar air dan perubahan volume (kembang dan susut) yang disebabkan oleh proses pembasahan dan pengeringan berulang pada benda uji campuran tanah semen yang telah mengeras. Metode ini mencakup metode uji untuk menentukan indeks kuat tekan-bebas jangka pendek atau tanah yang digraut dengan bahan kimia, menggunakan aplikasi kendali regangan terhadap beban uji

569 SNI 13-6425-2000 Metode Pengujian Indeks Pengembangan Tanah

570 SNI 13-6427-2000 Metode Pengujian Uji Basah dan Kering Campuran Tanah Semen Dipadatkan

571 SNI 13-6474-2000 Metode Uji Penentuan Indeks Kuat Tekan Bebas dari Tanah yang di Graut dengan Bahan Kimia

572 SNI 13-6717-2002 Tata Cara Penyiapan Benda Uji dari Contoh Agregat

Tata cara ini membahas ketentuan dan cara penyiapan benda uji agregat dari suatu contoh agregat benda uji yang dihasilkan mempunyai sifat sama dengan contohnya.

573 SNI 13-6788-2002 Metode Pengujian pH Bahan Gambut Metode ini memuat pengertian, ketentuan-ketentuan, Dengan Alat pH Meter dan prosedur pengukuran pH secara elektrokimia dari bahan gambut. Pengujian ini digunakan untuk menentukan derajat keasaman atau kebasaan bahan gambut, yang tersuspensi dalam air dan dalam larutan kalsium khlorida (CaCl2) 0,01 M 574 SNI 15-2530-1991 Metode Pengujian Kehalusan Semen Metode ini digunakan untuk menentukan kehalusan Portland semen portland dengan cara penyaringan. 575 SNI 15-2531-1991 Metode Pengujian Berat Jenis Semen Metode ini digunakan untuk menentukan berat isi Portland semen portland. 576 SNI 15-4839-1998 Spesifikasi Manik-manik Kaca (Glass Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis manikBead) Untuk Marka Jalan manik kaca untuk dicampurkan di dalam cat, ditabur atau disemprotkan pada cat marka jalan sehingga mampu memantulkan cahaya. 577 SNI 15-6407-2000 Tata Cara Pengambilan Contoh Uji, Pemeriksaan, Pengemasan dan Penandaan Batu Gamping, Kapur serta Produk Kapur Standar ini menetapkan tata cara pengambilan contoh uji, pemeriksaan, pengemasan dan penandaan batu gamping, kapur serta Produk Kapur, penolakan, pengujian ulang, pengemasan dan penandaan batu gamping, kapur serta produk kapur yang digunakan dalam industri kimia, pertanian dan dalam industri pemrosesan. Standar ini menetapkan spesifikasi standar termometer yang meliputi termometer gelas berisi cairan dengan satuan derajat celcius atau Fahrenheit yang sering digunakan pada pengujian SNI untuk produk minyak bumi, juga mencakup termometer skala pembanding yang rentangnya dapat diatur dalam satuan derajat Celsius yang disyaratkan dalam pengujian.

578 SNI 16-6421-2000 Spesifikasi Standar Termometer

579 SNI 16-6485-2000 Spesifikasi Terak Besi Tanur Tinggi Spesifikasi ini meliputi tiga kelas kekuatan terak besi Granular untuk digunakan Dalam tanur tinggi granular halus sebagai bahan yang bersifat Beton dan Mortar semen untuk digunakan pada beton dan mortar. 580 SNI 1739-2008 Cara uji jalar api pada permukaan bahan bangunan untuk bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung Standar ini memuat petunjuk pengujian jalar api pada permukaan bahan yang meliputi peralatan uji, ukuran dan jumlah benda uji, prosedur pengujian dan kriteria hasil uji. Pada standar ini tidak mencakup pengaturan tentang keselamatan kerja, bagi pengguna harus menetapkan tersendiri ketentuan tentang keselamatan kerja tersebut.

581 SNI 1740-2008

Cara uji bakar bahan bangunan untuk Standar ini memuat petunjuk pengujian bakar yang pencegahan bahaya kebakaran pada meliputi peralatan uji, ukuran dan jumlah benda uji, bangunan rumah dan gedung prosedur pengujian dan kriteria hasil uji Pada standar ini tidak mencakup pengaturan tentang keselamatan kerja, bagi pengguna harus menetapkan tersendiri ketentuan tentang keselamatan kerja tersebut. Cara Uji ketahanan Api Komponen struktur bangunan untuk bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung Standar ini menjelaskan cara uji untuk menentukan tingkat ketahanan api berbagai komponen struktur bangunan. Dari data pengujian akan diperoleh penggolongan atas dasar jangka waktu dimana kinerja unsur- unsur yang diuji di bawah kondisi-kondisi ini sesuai dengan kriteria. Standar ini tidak menjelaskan mengenai K3. Metode ini digunakan untuk menentukan hubungan kadar air dan kepadatan tanah yang dipadatkan di dalam sebuah cetakan berukuran tertentu dengan penumbuk 2,5 kg (5,5 lb) dan tinggi jatuh 30 cm (12 inci). Cara uji ini dimaksudkan untuk menentukan hubungan antara kadar air dan kepadatan tanah yang dipadatkan di dalam sebuah cetakan berukuran tertentu dengan penumbuk 4,54 kg yang dijatuhkan secara bebas dari ketinggian 457 mm. Tata cara ini digunakan untuk memperoleh sistem pengelolaan sampah di daerah perkotaan Metode ini digunaknan untuk mendapatkan besaran timbulan sampah yang digunakan untuk perencanaan dan pengelolaan sampah

582 SNI 1741-2008

583 SNI 1742-2008

Cara Uji Kepadatan Ringan untuk Tanah

584 SNI 1743-2008

Cara Uji Kepadatan Berat untuk Tanah

585 SNI 19-2454-2002 Tata Cara Pengelolaan Teknik Sampah Perkotaan 586 SNI 19-3964-1994 Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan.

587 SNI 19-3983-1995 Spesifikasi Timbulan Sampah Untuk Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan kriteria Kota Kecil dan Sedang di Indonesia perencanaan persampahan untuk kota sedang dan kota kecil di Indonesia. 588 SNI 19-4841-1998 Metode Pengujian Kadar NOx diUdara dengan Menggunakan Alat Spektrofotometer Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kandungan Gas NOx di Udara

589 SNI 19-4842-1998 Metode Pengujian kandungan Gas O3 Standar ini digunakan untuk memperoleh besarnya di Udara dengan Menggunakan Alat kandungan Gas 03 di udara Spektrofotometer. 590 SNI 19-4843-1998 Metode Pengujian Kandungan Gas Hidrokarbon (HC) di Udara dengan Alat Gas Kromatograp. Standar ini digunakan untuk memperoleh besarnya kandungan Gas Hidrokarbon (HC) di udara.

591 SNI 19-4844-1998 Metode Pengujian Konsentrasi Metode ini digunakan untuk mengukur Kandungan Hidrogen Sulfida (H2S) Dalam Udara partikulat mengenai pencemaran udara oleh H2S.

dengan Alat Spektrofoto-meter. 592 SNI 19-4845-1998 Metode Pengujian Kandungan Gas CO di Udara dengan Menggunakan NDIR 593 SNI 19-6406-2000 Tata Cara Pengambilan Contoh Uji Kapur Hidrat Standar ini digunakan untuk memperoleh besarnya kandungan Gas CO di udara Standar ini menetapkan tata cara pengambilan contoh uji kapur hidrat yang meliputi, prosedur untuk pengambilan contoh uji kapur hidrat dari ban berjalan (konveyor), tempat pengiriman dan gudang penyimpan.

594 SNI 19-6408-2000 Tata Cara Penentuan Suku Bilangan Standar ini menetapkan Tata cara Penentuan Suku yang Signifikan terhadap Nilai Batas Bilangan yang Signifikan terhadap Nilai batas yang yang Dipersyaratkan dipersyaratkan yang meliputi, penjelaskan metodemetode untuk mengklasifikasikan maksud dari nilai batas yang disyaratkan, dengan membandingkan nilai observasi atau nilai perhitungan dari sejumlah pengujian terhadap nilai batas yang disyaratkan untuk menentukan kesesuaiannya dengan spesifikasi. 595 SNI 19-6409-2000 Tata Cara Pengambilan Contoh Tata cara ini mencakup beberapa metode pengambilan Limbah Tanpa Pemadatan dari Truk contoh limbah dari truk tanpa pemadatan dari tumpukan limbah, menggunakan beberapa macam peralatan pengambilan contoh. 596 SNI 19-6410-2000 Tata Cara Penimbunan Tanah untuk Standar ini menetapkan tata cara penimbunan tanah Bidang Resapan pada Pengolahan Air untuk bidang resapan pada pengolahan air limbah Limbah RT. rumah tangga yang mencakup bidang perencanaan dan pelaksanaan sistem penimbunan tanah untuk bidang resapan pada pengolahan air limbah rumah tangga. 597 SNI 19-6411-2000 Tata Cara Pemeliharaan Keselamatan Standar ini menetapkan cara pemeliharaan pencatatan dan Kesehatan Kerja pada Fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja pada fasilitas Pengolahan Sampah pengolahan sampah yang menerangkan prinsip-prinsip umum prosedur pengumpulan dan pencatatan keterangan mengenai kondisi kesehatan dan keselamatan dalam fasilitas pengolahan sampat padat serta memberikan keterangan khusu dalam bentuk formulir dan prosedur untuk digunakan dalam mencatat penyakit yang diderita para pekerja. 598 SNI 19-6413-2000 Metode Pengujian Kepadatan Berat Metode ini digunakan untuk penentuan kepadatan dan Isi Tanah di Lapangan dengan Balon berat isi tanah hasil pemadatan di Lapangan atau Karet lapisan tanah yang teguh menggunakan alat balon karet 599 SNI 19-6426-2000 Metode Pengujian Pengukuran pH Metode ini digunakan untuk pengukuran pH pasta Pasta Tanah-Semen untuk Stabilisasi tanah-semen untuk mendeteksi keberadaan bahan organik dalam tanah yang dapat mempengaruhi proses hidrasi semen portland.

600 SNI 19-6447-2000 Metode Pengujian Kinerja Pengolah Metode ini digunakan untuk memisahkan benda Lumpur Aktif tersuspensi dan benda terlarut yang sukar mengendap menjadi hasil olahan lumpur yang yang mudah mengendap, dengan pencampuran air buangan dan lumpur aktif yang merupakan agregat mikro organik aerobik melalui absorpsi biokimia, oksidasi atau asimilasi

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : SNI STANDAR Data ada 708 record

No No SNI 651 SNI 2436-2008

Judul

Ruang Lingkup

Tata cara pencatatan dan identifikasi Standar ini menetapkan tata cara pencatatan dan hasil pemboran inti identifikasi hasil pengeboran inti untuk melakukan pencatatan pelaksanaan dan hasil pengeboran inti yang dilaksanakan dengan menggunakan mesin bor putar serta memberi identifikasi tanah dan batuan atau butiran jenis perlapisan serta data lapangan tanah atau batuan secara langsung di lapangan bagi keperluan perencanaan bangunan teknik sipil. Spesifikasi Kereb Beton untuk Jalan. Spesifikasi ini menetapkan tipe, bentuk, dimensi, dan struktur kereb beton untuk jalan. Spesifikasi yang bersangkutan dengan tipe, dimensi, dan bentuk yang diatur dalam standar ini hanya berlaku untuk kereb beton pracetak. Spesifikasi Bukaan Pemisah Jalur Spesifikasi ini mengatur bentuk dan dimensi bukaan pada pemisah jalur untuk memungkinkan kendaraan bisa memasuki atau meninggalkan jalur dengan aman dan nyaman.

652 SNI 2442-2008

653 SNI 2444-2008

654 SNI 2451-2008

Spesifikasi pilar dan kepala jembatan Standar ini meliputi bentuk, dimensi serta persyaratan beton sederhana bentang 5 meter mutu bahan konstruksi pilar dan kepalajembatan sampai 25 meter dengan pondasi sederhana dengan bentang 10 m sampai dengan 25 m untuk jembatan kelas A, dengan lebar lajur 2 x 3.5 m dan lebar trotoar 1.0 meter kanan-kiri. Tata cara Pengambilan Contoh Uji Beton Segar Cara Uji Kadar Air dalam Produk Minyak dan Bahan Mengandung Aspal dengan Cara Penyulingan Metode ini digunakan untuk mendapatkan contoh beton segar yang dapat mewakili seluruh adukan beton Standar ini menetapkan cara uji kadar air dalam produk minyak dan bahan yang mengandung aspal (RC, MC, SC) dengan penyulingan (distillation), pada rentang kadar air antara 0% dan 25% terhadap volume.

655 SNI 2458-2008 656 SNI 2490-2008

657 SNI 2496-2008

Spesifikasi Bahan Tambahan Spesifikasi ini memuat persyaratan bahan tambahan Pembentuk Gelembung Udara Untuk pembentuk gelembung udara, yang digunakan sebagai Beton bahan tambahan dalam campuran beton sehingga didapatkan sifat-sifat khusus dari beton Spesifikasi Meter Air Spesifikasi ini menetapkan istilah, karakteristik teknis, karakteristik metrologis dan persyaratan kehilangan tekanan untuk meter air minum. Spesifikasi ini berlaku bagi meter air dengan tekanan kerja maksimum yang dapat diterima (MAP)? 1 MPa (0,6 MPa untuk meter air yang menggunakan pipa diameter nominal, ON ? 500 mm) dan temperatur maksimum yang dapat diterimaMAT 50 0C. Spesifikasi ini juga berlaku untuk meter air, tanpa bergantung teknologi,

658 SNI 2547-2008

digambarkan sebagai integrasi instrumen pengukur secara kontinu menentukan volume air mengalir melalui meter air. 659 SNI 2813-2008 Cara uji kuat geser langsung tanah terkonsolidasi dan terdrainase Standar ini membahas tentang persyaratan, ketentuan, cara uji, perhitungan dan laporan hasil uji geser langsung dan berlaku untuk uji geser tunggal serta dilengkapi dengan beberapa pengertian. Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kuat tekan uniaxial suatu contoh batu dan untuk mengetahui nilai kuat tekan benda uji batu. Metode ini digunakan dalam pengujian modulus elastis benda uji pada tekanan sumbu tunggal dan untuk mengetahui harga modulus elastisitas benda uji statik. Metode ini digunakan untuk mendapatkan parameterparameter perlawanan konus (qc), perlawanan geser (rf), dari suatu lapisan tanah di lapangan

660 SNI 2825-2008

Cara uji Kuat Tekan Uniaxial Batu

661 SNI 2826-2008

Cara uji Modulus Elastisitas Batu dengan Tekanan Sumbu Tunggal.

662 SNI 2827-2008

Cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir

663 SNI 2830-2008

Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Tata cara ini digunakan dalam menghitung tinggi Sungai Dengan Cara Pias muka air sungai sepanjang daerah hitungan tertentu Berdasarkan Rumus Manning. berdasarkan debit yang telah ditentukan. Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Jembatan Standar ini digunakan untuk merencanakan struktur jembatan tahan gempa sehingga kerusakan terjadi setempat dan mudah diperbaiki, struktur tidak runtuh dan dapat dimanfaatkan kembali.

664 SNI 2833-2008

665 SNI 2835-2008

Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan Pekerjaan Tanah untuk Konstruksi indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan Bangunan Gedung dan Perumahan pekerjaan tanah yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan tanah untuk bangunan gedung dan perumahan. Jenis pekerjaan tanah yang ditetapkan meliputi: a) Pekerjaan galian tanah biasa dan tanah keras dalam berbagai kedalaman; b) Pekerjaan stripping atau pembuangan humus; c) Pekerjaan pembuangan tanah; d) Pekerjaan urugan kembali, urugan pasir, pemadatan tanah, perbaikan tanah sulit dan urugan sirtu. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan Pekerjaan Pondasi untuk Konstruksi indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan Bangunan Gedung dan Perumahan pekerjaan pondasi yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan pondasi untuk bangunan

666 SNI 2836-2008

gedung dan perumahan. Jenis pekerjaan pondasi yang ditetapkan meliputi : a) Pekerjaan pembuatan pondasi batu belah dalam berbagai komposisi campuran; b) Pemasangan anstamping / batu kosong; c) Pembuatan pondasi sumuran dan pondasi siklop. 667 SNI 2837-2008 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan Pekerjaan Plesteran untuk Konstruksi indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan Bangunan dan Perumahan pekerjaan plesteran yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan plesteran untuk bangunan gedung dan perumahan. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Langit-langit untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan langit-langit yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan langit-langit untuk bangunan gedung dan perumahan. Tata cara ini digunakan dalam pembuatan benda uji untuk pengujian laboratorium mekanika batuan dan untuk mendapatkan benda uji dengan bentuk dan dimensi yang benar, sesuai dengan persyaratan dan ketentuan tiap jenis pengujian laboratorium mekanika batuan yang akan dilakukan.

668 SNI 2839-2008

669 SNI 2848-2008

Tata Cara Pembuatan Benda Uji di Laboratorium Mekanika Batuan

670 SNI 3242-2008

Pengelolaan sampah di permukiman Tata cara ini digunakan untuk menentukan pengelolaan sampah di daerah permukiman. Standar ini memuat persyaratan dan pengelolaan sampah permukiman di perkotaan untuk jenis sampah domestik non B3 dan B3 dengan menerapkan 3R mulai dari kegiatan di sumber sampai dengan TPS . Cara uji berat isi beton struktural Cara uji ini mencakup prosedur penentuan berat isi dalam keadaan kering oven dan keadaan seimbang dari beton ringan struktural.

671 SNI 3402-2008

672 SNI 3404-2008

Tata Cara Pemasangan Inklinometer Standar ini menetapkan tata cara pemasangan dan Pemantauan Pergerakan inklinometer dan pemantauan deformasi/pergerakan Horisontal Tanah horisontal lapisan tanah/batuan dan atau lapisan tanah urugan suatu tanggul, tubuh bendungan, tembok penahan tanah, pangkal jembatan serta bangunan teknik sipil lainnya untuk menjamin pemasangan inklinometer dan pengukuran/pembacaan yang benar agar diperoleh data pergerakan horisontal tanah atau batuan yang teliti.

673 SNI 3407-2008

Cara Uji Sifat Kekekalan Bentuk batu dengan menggunakan Larutan Metode ini digunakan untuk memperoleh indek Natrium Sulfat atau Magnesium kekekalan agregat. Sulfat. Tata cara pengukuran kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik (UMH-fisik) dengan tabung pitot Tata cara pengukuran pola aliran pada model fisik Tata cara Pengukuran Tinggi Muka Air Pada Model Fisik Tata cara Penentuan Posisi Titik Perum Menggunakan Alat sifat Ruang. Cara uji abrasi beton di Laboratorium. Metode ini digunakan untuk menentukan kecepatan aliran pada model fisik dengan dasar tetap menggunakan tabung Pitot Metode ini digunakan untuk mengetahui pola aliran pada model fisik menggunakan zat pena dan pelampung pada model fisik Metode ini digunakan untuk mengetahui tinggi muka air pada model fisik Metode ini digunakan untuk menentukan posisi titik perum di perairan pantai, sungai, danau, muara dan saluran navigasi menggunakan dua buah alat penyipat ruang Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya koefisien abrasi beton di Laboratorium yang akan dipakai sebagai pembanding dengan nilai abrasi pada bangunan air akibat aliran nilai sedimen. Cara uji ini menyediakan suatu prosedur untuk mendapatkan data yang digunakan dalam menghitung batas susut, rasio susut, susut volume dan susut linier. Metode ini digunakan untuk memperoleh gradasi tanah pada klasifikasi tanah dengan menggunakan alat Hidrometer.

674 SNI 3409-2008

675 SNI 3410-2008

676 SNI 3411-2008 677 SNI 3417-2008

678 SNI 3419-2008

679 SNI 3422-2008

Cara Uji Penentuan Batas Susut Tanah. Cara Uji Analisis Butir Tanah

680 SNI 3423-2008

681 SNI 3434-2008

Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan Pekerjaan Kayu untuk Konstruksi indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan Bangunan Gedung dan Perumahan pekerjaan kayu yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan kayu untuk bangunan gedung dan perumahan. Jenis pekerjaan kayu yang ditetapkan meliputi : a) Pekerjaan pembuatan atau pemasangan kusen pintu atau jendela jenis kayu kelas I, II atau III; b) Pekerjaan pembuatan pintu panel, pintu klamp, pintu kayu lapis (plywood, teakwood), pintu atau jendela jalusi, pintu atau jendela kaca dan pintu teakwood; c) Pekerjaan pembuatan kuda-kuda atap dan rangka atap jenis kayu kelas I, II atau III; d) Pekerjaan pembuatan rangka langit-langit jenis kayu kelas II atau III; e) Pekerjaan pembuatan rangka dinding dan pemasangan dinding pemisah jenis kayu

kelas I, II atau III; f) Pekerjaan pemasangan listplank jenis kayu kelas I dan kayu kelas II. 682 SNI 3454-2008 Tata Cara Pemasangan Instrumen Magnetis dan Pemantauan Pergerakan Vertikal Tanah Standar ini menetapkan tata cara pemasangan instrumen magnetis dan pemantauan pergerakan vertikal lapisan tanah fondasi dan atau lapisan urugan tanah suatu tanggul, tubuh bendungan, tembok penahan tanah dan pangkal jembatan serta bangunan teknik sipil lainnya. Metode ini digunakan untuk pembuatan model fisik sungai berdasarkan data dan skala yang ditentukan. Standar ini meliputi persyaratan bahan bantalan elastomer tipe polos dan tipe berlapis untuk perletakan jembatan. Bantalan elastomer yang dibuat berdasarkan spesifikasi ini harus memiliki kemampuan yang cukup terhadap pemuaian dan kontraksi akibat temperatur, rotasi, perubahan kemiringan (chamber changes), serta rangkak dan susut yang terjadi pada elemen struktur. Pengujian yang terdapat dalam standar ini adalah pengujian bantalan elastomer untuk jembatan yang meliputi pengujian beban berlebih (1,5 x beban rencana), regangan tekan pada beban rencana maksimum, pengujian tekan dengan benda uji dimiringkan untuk modulus geser, dan pengujian kekakuan tekan.

683 SNI 3965-2008 684 SNI 3967-2008

Tata cara pembuatan model fisik sungai dengan dasar tetap Spesifikasi dan cara uji Bantalan elastometer tipe polos dan tipe berlapis untuk perletakan jembatan

685 SNI 3981-2008

Perencanaan Instalasi Saringan Pasir Standar ini memuat persyaratan umum, persyaratan Lambat. teknis, dan perencanaan instalasi saringan pasir lambat sebagai pegangan bagi penyelenggara pembangunan untuk mengolah air baku dengan kekeruhan ?50 mg/Liter SiO2 menjadi air minum. Cara Uji penetrasi dengan SPT Metode ini adalah untuk memperoleh jumlah pukulan terhadap penetrasi dari splitbarrel sampler dan untuk keperluan identifikasi. Cara uji ini mencakup penentuan jumlah kandungan air pencampur yang akan terpisah dari contoh uji beton segar. Cara uji ini terdiri dari 2 cara yang dibedakan atas derajat pemadatan sesuai kondisi contoh beton. Metode ini digunakan untuk memperoleh besaran atau angka kekesatan permukaan perkerasan beraspal atau perkerasan beton semen yang sudah dipadatkan Standar ini menetapkan prosedur untuk mengukur kekesatan permukaan perkerasan menggunakan alat British Pendulum Skid Resistance Tester (BPT),

686 SNI 4153-2008

687 SNI 4156-2008

Cara Uji Bliding dari Beton Segar

688 SNI 4427-2008

Cara Uji Kekesatan Permukaan Perkerasan Menggunakan Alat British Pendulum Tester (BPT)

termasuk prosedur untuk mengkalibrasi alat uji. 689 SNI 4799-2008 Spesifikasi Aspal Cair Tipe Penguapan Sedang Spesifikasi ini digunakan untuk menilai mutu hasil pengilangan minyak bumi yang berupa liquid (larutan), yang dihasilkan dengan cara melarutkan aspal dengan distilat

690 SNI 4817-2008

Spesifikasi Lembaran Bahan Penutup Standar ini menetapkan ketentuan bahan berupa Untuk Perawatan Beton lembaran yang digunakan untuk menutup permukaan beton semen guna menghindari hilangnya air selama masa perawatan, dan dalam hal material tipe pemantul putih, berfungsi juga untuk mengurangi naiknya temperatur beton yang permukaannya secara langsung terkena sinar matahari. Tata Cara Pembuatan Kaping untuk Benda Uji Silinder Beton Tata cara ini meliputi peralatan, bahan dan prosedur pembuatan kaping untuk silinder beton yang baru dicetak dengan semen murni dan silinder beton keras serta silinder beton inti dengan plaster gipsum berkekuatan tinggi atau adukan belerang.

691 SNI 6369-2008

692 SNI 6423-2008

Cara uji potensi penyumbatan sistem Standar ini menetapkan metode pengujian untuk tanah geoteksil dengan menggunakan menentukan kelulusan air dan potensi penyumbatan rasio-gradien sistem tanah-geotekstil dengan kondisi aliran satu arah. Cara uji Potensi Pengembangan atau Metode ini mencakup 3 alternatif metode pengujian Penurunan Satu Dimensi Tanah laboratorium untuk penentuan besarnya Kohesif pengembangan atau penurunan tanah kohesif yang relatif tak terganggu atau yang dipadatkan Cara Uji Kekesatan Pada Permukaan Metode ini meliputi ketentuan teknik peralatan, dan Perkerasan Menggunakan Alat MU- cara pengujian perkerasan jalan beraspal, baik meter campuran panas atau dingin, dan perkerasan beton semen dalam keadaan basah. Standar ini menetapkan cara pengukuran kekesatan (the side force friction) permukaan perkerasan menggunakan alat yang biasanya disebut Mu-meter. Spesifikasi Lapis Tipis Aspal Pasir (Latasir) Spesifikasi ini berisi persyaratan aspal dan agregat yang akan digunakan untuk lapis tipis aspal pasir. Spesifikasi ini menetapkan persyaratan aspal, agregat dan sifat-sifat campuran aspal-pasir yang digunakan sebagai lapis tipis aspal-pasir (Latasir) untuk permukaan perkerasan. Jenis campuran Latasir terdiri atas 2 kelas, yaitu Latasir kelas A atau SS-A (Sand Sheet-A) dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 9,5 mm (3/8 inci), dan Latasir kelas B atau SS-B (Sand Sheet-B) dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 2,36 mm (No. 8).

693 SNI 6424-2008

694 SNI 6748-2008

695 SNI 6749-2008

696 SNI 6753-2008

Cara uji ketahanan api campuran beraspal terhadap kerusakan akibat rendaman Spesifikasi Unit Paket Instalasi Pengolahan Air

Metode ini berisi cara pengukuran penurunan kuat tekan yang disebabkan oleh penurunan kohesi karena pengaruh air pada campuran beraspal yang telah dipadatkan Standar ini menetapkan mengenai komponen, ukuran, bahan, peralatan, struktur dan kinerja dari paket unit instalasi pengolahan air minum untuk kapasitas maksimum 50 l/det. Standar ini mencakup ketentuan-ketentuan mengenai kriteria perencanaan, air baku, kapasitas instalasi, unit operasi, struktur dan bahan serta cara pengerjaan dalam merencanakan unit paket instalasi pengolahan air agar diperoleh unit IPA yang optimal dengan kapasitas maksimum 50 L/detik. Standar ini mencakup istilah dan definisi, persyaratan, ketentuan, prosedur pengoperasian, prosedur pemeliharaan, teknisi, bahan dan peralatan

697 SNI 6773-2008

698 SNI 6774-2008

Tata cara perencanaan unit paket instalasi pengolahan air

699 SNI 6775-2008

Tata cara pengoperasian dan pemeliharaan unit paket instalasi pengolahan air

700 SNI 6792-2008

Cara uji kepadatan tanah di lapangan Standar ini menetapkan pengujian kepadatan tanah di dengan cara selongsong lapangan yang sesuai kebutuhan lapangan dibandingkan dengan metode lainnya, karena peralatan yang digunakan relatif kecil dan ringan. Penggunaannya dapat dilakukan pada tanah tidak berkohesi, granular, tanah yang sebagian besar terdiri dari tanah berbutir kasar yang mengandung butiran halus maksimum 5% dan ukuran butiran maksimum 19 mm.

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : SNI STANDAR Data ada 708 record

No No SNI 701 SNI 6897-2008

Judul Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Lantai dan Dinding untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan

Ruang Lingkup Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan dinding yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan dinding untuk bangunan gedung dan perumahan. Jenis pekerjaan dinding yang ditetapkan meliputi : a) Pekerjaan dinding bata merah dengan berbagai ketebalan dan spesi; b) Pekerjaan dinding hollow block dengan berbagai dimensi dan spesi; c) Pekerjaan pemasangan terawang (roster) atau bata berongga. Standar ini memuat ketentuan-ketentuan untuk penerangan ruas jalan persimpangan sebidang maupun tidak sebidang, jembatan dan terowongan di kawasan perkotaan yang mempunyai klasifikasi fungsi jalan arteri, kolektor dan lokal. spesifikasi yang dimaksud dalam standar ini meliputi fungsi, jenis, dimensi, pemasangan, penempatan/penataan penerangan jalan yang diperlukan Standar Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung dengan menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan ini meliputi perencanaan struktur dan konstruksi serta pengawasan pelaksanaan di lapangan. Standar ini digunakan untuk bangunan 2 lantai dengan beban hidup 250 kg/m2. Bila digunakan untuk bangunan lebih tinggi dari dua lantai, maka kekuatan strukturnya harus dihitung oleh perencana struktur dan disetujui oleh pejabat yang berwenang. Tata cara disusun sebagai acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan berbagai pekerjaan untuk bangunan gedung dan perumahan. Standar ini meliputi pekerjaan : - Pembuatan beton tumbuk dan beton normal untuk pekerjaan beton bertulang - Pembuatan tiang pancang dan prestres beton - Pemasangan water stop danbekisting berbagai komponen struktur bangunan - Pembuatan sloop, kolom praktis dan ring balok Tata cara ini memuat indeks bahan bamngunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan

702 SNI 7391-2008

Spesifikasi penerangan jalan di kawasan perkotaan

703 SNI 7392-2008

Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan

704 SNI 7393-2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan alumunium

705 SNI 7394-2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

706 SNI 7395-2008

Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan Pekerjaan Lantai untuk Bangunan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan Rumah dan Gedung judul direvisi pekerjaan penutup lantai dan dinding yang dapat menjadi : Tata cara perhitungan harga dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para satuan penutup lantai untuk pelaksana pembangunan gedung dan perumahan konstruksi bangunan gedung dan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan perumahan penutup lantai dan dinding untuk bangunan gedung dan perumahan. Jenis pekerjaan penutup lantai dan dinding yang ditetapkan meliputi : a) pekerjaan pemasangan lantai keramik, ubin abu-abu, teraso dan marmer b) pekerjaan pemasangan vinyl dan karpet c) pekerjaan pemasangan pelapis dinding dengan bahan keramik d) pekerjaan pemasangan plint dari ubin keramik dan plint dari kayu Spesifikasi asphaltic plug joint untuk Spesifikasi ini mencakup bahan, pengujian dan jembatan penerapan untuk suatu Asphaltic Plug Joint yang dipasang di lapangan yang digunakan untuk penutup celah sambungan siar muai pada pelapisan ulang aspal dan lantai beton dengan semen portland dan juga dapat dipergunakan untuk dilatasi jika terdapat pelebaran jembatan. Lingkup spesifikasi ini dibatasi untuk APJ yang dicetak di lapangan. Elemen yang dicetak dapat terdiri dari sistem dengan banyak lapis atau sistem dengan satu lapis atau kedua-duanya tergantung kebutuhan pada saat pemasangan. Detil spesifikasi dibatasi untuk bahan yang menggunakan aplikasi APJ. Direkomendasikan untuk penggunaan praktis dalam pengujian kekedapan air dari sistem individu, baik di lapangan atau di dalam pengujian laboratorium, dikembangkan. Ketika digunakan di atas jembatan, batas pada pergerakan sambungan maksimum secara rinci dikenali untuk jenis APJ. APJ tidak boleh digunakan untuk pergerakan vertikal yang melebihi ± 3 mm dan pergerakan horisontal yang melebihi ± 25 mm dari lebar instalasi. Cara uji kelarutan aspal modifikasi dalam toluen dengan alat sentrifus Standar ini digunakan untuk menentukan kelarutan aspal polimer dan aspal modifikasi dalam toluen dengan menggunakan alat sentrifus. Bagian yang larut dalam toluen menggambarkan mengikat aktif. Bagian yang mengendap dapat diuji karakteristik bila perlukan, diantaranya dengan menggunakan spektroskopi infra merah, mikroskop, uji abu, dan lain-lain. Standar ini tidak mencantumkan semua yang berkaitan dengan keselamatan kerja dan kesehatan kerja, bila ada menjadi tanggung jawab pengguna.

707 SNI 7396-2008

708 SNI 7461-2008

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : Pedoman Teknis PEDOMAN TEKNIS Data ada 278 record No No SNI Judul Ruang Lingkup Tata cara ini membahas ketentuan-ketentuan penyusunan program pemeliharaan jalan perkotaan.

1 018-T-BNKT-1990 Tata cara penyusunan program pemeliharaan jalan kota. 2 02-SE-M-2010

Pedoman perencanaan dan Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan dasar-dasar pelaksanaan jembatan gantung untuk perencanaan teknik Jembatan Gantung untuk lalu pekjalan kaki lintas pejalan kaki. Rekayasa sosial pembangunan bendungan Pedoman ini menetapkan tata cara rekayasa sosial pembangunan bendungan sebagai acuan umum pelaksanaan pembangunan agar para pelaksana pembangunan bendungan dapat memahami permasalahan sosial yang muncul pada tahap prakonstruksi, tahap konstruksi dan tahap pascakonstruksi sehingga permasalahan sosial yang terjadi dapat diminimalisasi atau dikurangi. Pedoman ini mendeskripsikan secara jelas para pemangku kepentingan dan perannya, permasalahan sosial yang sering terjadi pada setiap tahapan pembangunan bendungan, cara melaksanakan rekayasa sosial pada tahap prakonstruksi, tahap konstruksi dan tahap pascakonstruksi pembangunan bendungan. Pedoman ini menetapkan perencanaan umum pembangunan infrastruktur di kawasan rawan tsunami, dengan kala ulang perencanaan yang perlu diantisipasi yang sering terjadi di daerah pantai dan pesisir pantai. Pedoman ini menguraikan prinsip-prinsip umum perencanaan tata guna lahan, perencanaan penempatan/lokasi dan desain bangunan infrastruktur untuk penanggulangan (mitigasi) bahaya bencana tsunami, yang meliputi hal-hal sebagai berikut: a) pengertian risiko tsunami untuk masyarakat umum: bencana, kerawanan dan penyingkapan (dampak) tsunami (Prinsip 1), b) menghindari pembangunan

3 03-PRT-M-2009

4 06-PRT-M-2009

Perencanaan umum pembangunan infrastruktur di kawasan rawan tsunami

baru di kawasan rawan tsunami, untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian materi (harta benda) di masa mendatang (Prinsip 2), c) penentuan lokasi dan konfigurasi pembangunan baru di kawasan rawan tsunami, untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian materi di masa mendatang (Prinsip 3), d) perencanaan umum dan konstruksi bangunan infrastruktur untuk mengurangi dampak tsunami (Prinsip 4), e) mitigasi bangunan infrastruktur (prasarana) terhadap risiko bencana tsunami dengan pembangunan kembali dan rencana tata guna lahan dan pembangunan proyek (Prinsip 5), f) perencanaan dan penentuan lokasi bangunan prasarana dan fasilitas kritis, untuk mengurangi dampak tsunami (Prinsip 6), g) perencanaan kegiatan evakuasi vertikal dan horisontal (Prinsip 7), pembuatan zonasi tsunami dan aplikasi analisis perhitungan. 5 07-SE-M-2009 Pemberlakuan pedoman pemeriksaan Pedoman pemeriksaan peralatan penghampar peralatan penghampar campuran campuran beraspal (asphalt finisher) ini menguraikan beraspal (Asphalt Finisher) tentang tata cara pemeriksaan alat penghampar mekanis campuran beraspal Pedoman peran perkumpulan petani pemakai air (P3A) dalam penerapan teknologi tepat guna (TTG) bidang irigasi Pedoman ini menetapkan tata cara penerapan teknologi tepat guna (TTG) bidang irigasi melalui pendampingan kepada P3A pada suatu daerah irigasi. pada dasarnya pelaksanaan TTG ini sepenuhnya dilaksanakan oleh petani pemakai air yang tergabung dalam P3A dan dibimbing oleh pendamping yang mempunyai kemampuan bidang teknis dan kelembagaan pengelolaan irigasi Metode ini mencakup langkah-langkah penyusunan pos-pos kebakaran berdasarkan hasil analisis resiko kebakaran dalam wilayah manajemen kebakaran (WMK) perkotaan untuk melengkapi ketentuan pada Kepmeneg PU No. 11/ KPTS/ 2000, yaitu ketentuan teknis manajemen kebakaran perkotaan. Manajemen penanggulangan kebakaran kota meliputi upaya proteksi kebakaran kota yang akan dipenuhi dengan adanya instansi kebakaran kota sebagai suatu public service dalam suatu WMK. Sedangkan Manajemen Penanggulangan kebakaran lingkungan dan manajemen penanggulangan kebakaran pada bangunan gedung lebih merupakan partisipasi masyarakat dalam menyediakan proteksi kebakaran di sekitarnya.

6 08-SE-M-2009

7 Pd M-01-2004-C

Metode penyusunan pos-pos kebakaran berdasarkan hasil analisis resiko kebakaran dalam wilayah manajemen kebakaran perkotaan.

8 Pd M-18-1995-03 Metode pengolahan data klimatologi Metode ini bertujuan untuk mengolah dan menyajikan

data klimatologi secara tepat dan akurat dan mendapatkan data klimatologi yang andal dan siap pakai. 9 Pd M-18-2000-03 Metode Pengujian Lentur Panel Kayu Metode ini menentukan sifat lentur potongan panel Struktural atau panel struktural yang berukuran sampai dengan (122 x 244) cm2 meliputi kayu lapis, papan lapis, papan serat teratur, venir komposit dan lapisan komposit. 10 Pd M-19-1995-03 Metode penentuan lokasi dan pembangunan pos klimatologi Metode ini bertujuan untuk mendapatkan lokasi pos klimatologi yang tepat serta pembangunan pos klimatologi yang baik dan benar agar diperoleh hasil pengamatan yang akurat bagi perencana dan pengguna data. Pedoman ini mencakup ketentuan umum, ketentuan teknis, kriteria pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di sepanjang jalan arteri primer antar kota pada kawasan budidaya. Kriteria yang ada dalam pedoman ini merupakan perangkat operasionalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi dan Kabupaten. Spesifikasi ini mencakup istilah dan definisi, persyaratan teknis tentang bentuk, ukuran, bahan, dan fungsi. Spesifikasi teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi perencana dan pelaksana untuk pembuatan instalasi pengolahan air system berpindah-pindah, yang bertujuan untuk memberikan kemudahankemudahan dalam pelaksanaannya. Spesifikasi ini memuat ketentuan mengenai jenis, ukuran, persyaratan modulus elastisitas dan keteguhan lentur mutlak untuk kayu bangunan yang dipilah secara masinal. Spesifikasi ini mencakup istilah dan definisi, persyaratan teknis mengenai bentuk, bahan dan konstruksi serta dimensi dari sarana umum mandi kakus prefab rangka besi/ baja dan kapsul.

11 Pd S-01-2004-B

Kriteria pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di sepanjang jalan arteri primer antar kota.

12 Pd S-01-2004-C

Spesifikasi instalasi pengolahan air system berpindah-pindah (Mobile) kapasitas 0,5 L/detik.

13 Pd S-01-2005-C

Spesifikasi kelas kekuatan kayu bangunan struktural yang dipilah secara masinal Spesifikasi sarana umum mandi, kakus prefab.

14 Pd S-02-2004-C

15 Pd T-01-2003

Tata Cara Desain Hidrulik Bangunan Tata cara ini digunakan untuk mendesain hidraulik Tipe Tyroll bangunan pengambil pada bendung Tyrol. Jenis bangunan ini digunakan terutama di sungai torensial dengan angkutan sedimen yang sangat berfluktuasi dan membawa batu gelundung. Tata cara perencanaan instalasi pengolahan air system berpindahpindah (mobile) Tata cara ini meliputi istilah dan definisi serta persyaratan yang berlaku untuk instalasi pengolahan air untuk air minum sistem berpindah-pindah kapasitas

16 Pd T-01-2004-C

0,5 - 1 Liter/ detik yang dapat memenuhi kebutuhan masak dan minum bagi 500-1000 orang. 17 Pd T-01-2005-A Analisis harga satuan pekerjaan manual pada jaringan irigasi tersier Pedoman analisis harga satuan pekerjaan ini memuat indeks bahan bangunan, indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan persiapan, pembersihan, galian tanah, timbunan tanah, pasangan batu belah, plesteran, beton, pembesian, cetakan beton dan pintu air sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan jaringan irigasi tersier yang dikerjakan dengan cara manual. Pedoman ini menetapkan ketentuan dan tata cara dalam menilai resiko investasi jalan tol, yang mencakup hal-hal antara lain jenis-jenis resiko, pengelompokan resiko, analisis resiko dan penetapan faktor resiko investasi. Di samping itu dibahas pula mengenai teknik pengelolaan resiko dan alokasi resiko antara pemerintah dan swasta. Tata cara yang diuraikan dalam pedoman ini termasuk tahapan persiapan, pengumpulan data, perhitungan dan pelaporan serta contoh-contoh penggunaannya. Pedoman ini digunakan sebagai acuan dalam perencanaan rumah maisonet, sebagai arahan desain dan spesifikasi teknis yang diperuntukkan bagi para perencana pembangunan perumahan. Pedoman ini tidak digunakan untuk acuan perencanaan rumah maisonet split, maupun untuk rumah maisonet susun tumpuk.

18 Pd T-01-2005-B

Analisis resiko investasi jalan tol

19 Pd T-01-2005-C

Perencanaan rumah maisonet

20 Pd T-02-2004-C

Pengoperasian dan pemeliharaan Pedoman teknis ini memuat pengertian, persyaratan instalasi pengolahan air limbah umum, pengoperasian, dan pemeliharaan instalasi rumah tangga dengan tangki biofilter pengolahan air limbah dengan menggunakan tangki biofilter. Analisis daya dukung tanah pondasi dangkal bangunan air Pedoman ini menetapkan analisis daya dukung tanah fondasi dangkal bangunan air untuk keperluan desain bangunan dan fondasi bangunan air. Dalam pedoman ini diuraikan prinsip-prinsip analisis daya dukung sebagai berikut.

21 Pd T-02-2005-A

22 Pd T-02-2005-B

Perhitungan besaran biaya kecelakaan Pedoman ini menetapkan prosedur untuk melakukan lalu lintas dengan menggunakan perhitungan besaran biaya kecelakaan lalu lintas pada metode the gross output (human ruas jalan kota dan jalan antar kota berdasarkan capital) metode the gross output atau human capital. Pedoman ini menguraikan formula yang dipergunakan dalam perhitungan, ketentuan, dan asumsi yang diberlakukan untuk faktor-faktor dalam penghitungan besaran biaya

kecelakaan lalu lintas. Selain itu, pedoman ini memberikan tuntunan untuk menghitung faktor-faktor penting yang digunakan dalam formula penghitungan biaya, berikut contoh penggunaannya. 23 Pd T-02-2005-C Perencanaan rambu-rambu di dalam bangunan gedung Pedoman ini digunakan sebagai petunjuk dalam perancangan rambu-rambu di dalam bangunan gedung umum, supaya memudahkan pejalan kaki berjalan menuju area ruang, ruang atau tempat tertentu, serta mendapatkan pesan tentang peraturan, peringatan dan informasi yang diperlukan. Pedoman ini meliputi tata cara : peletakan, penentuan dimensi, penggunaan huruf, penggunaan simbol, penggunaan warna. Tata cara ini mencakup cara dan lingkup dalam melaksanakan pendokumentasian bangunan dan kawasan yang memiliki nilai untuk dilestarikan, mencakup: gambar arsitektural berikut cara pengukuran, format photo dan gambar, dan penulisan serta penyimpanan data, yang dapat digunakan bagi kegiatan penelitian. Laporan histories juga merupakan upaya untuk menyatukan informasi, membuat kesimpulan mengenai bangunan yang akan didokumentasikan, baik melalui analisa terhadap bangunan itu sendiri dan sejarahnya, atau dengan memposisikan pada konteks yang tepat. Pendokumentasian bangunan dapat merupakan langkah awal dalam menentukan pelestarian bangunan, maupun merupakan aktivitas dari pelestarian itu sendiri (preserve by documenting).

24 Pd T-03-2004-C

Tata cara pelaksanaan dokumentasi bangunan dan kawasan yang dilestarikan

25 Pd T-03-2005-B

Pemeriksaan peralatan unit produksi Pedoman pemeriksaan peralatan unit produksi campuran beraspal ( asphalt mixing campuran beraspal ini menguraikan tentang tata cara plant) pemeriksaan peralatan unit produksi campuran beraspal jenis timbangan, jenis menerus, jenis drum, dan tata cara kalibrasi bukaan bin dingin. Pedoman ini sebagai acuan dan pegangan bagi pelaksana, pengawas lapangan dan pihak lain yang berkepentingan dalam pelaksanaan campuran beraspal panas agar pengguna dapat mengetahui kondisi peralatan. Tata cara pemilihan lokasi prioritas Tata cara ini merupakan pedoman dalam menentukan untuk pengembangan perumahan dan lokasi prioritas untuk pengembangan perumahan dan permukiman di kawasan perkotaan permukiman yang meliputi: acuan dalam menentukan lokasi prioritas untuk penataan kawasan permukiman yang sudah ada serta acuan dalam menentukan lokasi prioritas untuk pembangunan lokasi perumahan permukiman baru pada lahan kosong atau lahan yang

26 Pd T-03-2005-C

sebelumnya tidak dipergunakan sebagai fungsi hunian, mencakup perumahan - permukiman tidak bersusun dan bersusun. 27 Pd T-03.1-2005-A Penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air volume 1 ; penyusunan program penyelidikan metode pengeboran dan deskripsi log bor Pedoman ini menetapkan penyusunan program penyelidikan, metode pengeboran dan deskripsi log bor, untuk keperluan penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air.

28 Pd T-03.2-2005-A Penyelidikan geoteknik untuk fondasi Pedoman ini menetapkan pengujian lapangan dan bangunan air volume 2. pengujian laboratorium, yang diperlukan dalam penyelidikan lapangan dan laboratorium geoteknik untuk fondasi bangunan air. Pedoman ini menguraikan prinsip-prinsip pengujian lapangan dan laboratorium Pengujian lapangan (insitu testing), penyelidikan air tanah, pengujian laboratorium tanah dan jaminan mutu, pengujian laboratorium batuan dan jaminan mutu. 29 Pd T-03.3-2005-A Penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air Volume 3. interpretasi hasil uji dan penyusunan laporan penyelidikan geoteknik Pedoman ini menetapkan pengujian lapangan dan laboratorium, yang diperlukan dalam penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air. Pedoman ini menguraikan prinsip-prinsip pengujian lapangan dan laboratorium Pengujian lapangan (insitu testing), penyelidikan air tanah, pengujian laboratorium tanah dan jaminan mutu, pengujian laboratorium batuan dan jaminan mutu. -Tata cara ini membahas tentang prosedur tata cara operasi jaringan irigasi teknis dalam satu wilayah pengelolaan, yang meliputi: rencana operasi dan prosedur operasi jaringan irigasi teknis. -Tata cara ini juga mencakup jenis dan penggunaan blangko-blangko dalam rangka pengoperasian jaringan irigasi teknis.

30 Pd T-04-2003

Tata cara operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi teknis

31 Pd T-04-2004-C

Tata cara pembuatan dan pelaksanaan a. Tata cara ini mencakup langkah-langkah pembuatan beton berkekuatan tinggi beton kekuatan tinggi yang dimaksudkan untuk memperoleh beton dengan kekuatan tekan optimum dan memenuhi persyaratan untuk beton kekuatan tinggi; b. Tata cara ini menetapkan metode pemilihan dan pemeriksaan bahan baku, rancang campuran, cara pelaksanaan dan pemeriksaan hasil percobaan susunan campuran beton kekuatan tinggi; c. Pelaksanaan pembuatan beton kekuatan tinggi harus diawasi oleh tenaga ahli, dan hasil pengujian sebagai pengendali mutu harus disahkan oleh laboratorium uji yang terakreditasi. Perencanaan jeti tipe rubble mound untuk penanggulangan penutupan Pedoman ini menetapkan tata cara perencanaan jeti tipe rubble mound untuk penanggulangan penutupan

32 Pd T-04-2005-A

muara sungai oleh sedimen

muara sungai oleh sedimen untuk membantu para perencana, pelaksana, dan pengambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan perbaikan muara sungai, agar dampak negatif dari pekerjaan tersebut dapat dikurangi. Pedoman ini merupakan bagian yang rinci dari pd t-07-2004-a, yaitu khusus untuk jeti tipe rubble mound. Pedoman ini dapat digunakan untuk perbaikan muara sungai dengan luas daerah aliran sungai lebih kecil 500 km2 atau sungai dengan lebar lebih kecil 200 m. Pedoman ini mengatur tata cara penggunaan agregat slag besi dan baja pada proses pembuatan campuran beraspal panas yang meliputi persyaratan agregat slag besi dan baja, persyaratan bahan lainnya, perencanaan campuran dan pelaksanaan campuran. Tata cara ini mencakup persyaratan, kriteria perencanaan dan cara pemasangan tangki biofilter pengolahan air limbah rumah tangga dengan menggunakan tangki biofilter kapasitas sampai 50 orang. Pedoman ini menguraikan prosedur pelaksanaan perkerasan jalan beton semen, baik pada jalan baru maupun pada jalan lama (lapis tambah beton semen). Pedoman mencakup persyaratan bahan, penyiapan tanah dasar dan lapis pondasi, penyiapan pembetonan, pembetonan, pengendalian mutu dan pembukaan untuk lalu lintas.

33 Pd T-04-2005-B

Penggunaan agregat slag besi dan baja untuk campuran beraspal panas

34 Pd T-04-2005-C

Tata cara perencanaan dan pemasangan tangki biofilter Pengolahan air limbah rumah tangga dengan tangki biofilter Pedoman pelaksanaan perkerasan jalan beton semen

35 Pd T-05-2004-B

36 Pd T-05-2004-C

Tata cara pemilahan kayu konstruksi Tata cara ini memuat tentang pelaksanaan pemilihan secara masinal. kayu konstruksi secara masinal dan ketentuan yang harus digunakan meliputi istilah dan definisi, ketentuan, pelaksanaan, penentuan hasil pemilahan kayu konstruksi, penandaan dan pengelompkkan. Pedoman operasi dan pemeliharaan bendung karet isi udara Pedoman ini menetapkan tata cara operasi dan pemeliharaan bendung karet isi udara (khusus tabung karet) dengan pengempisan secara otomatis, yang berfungsi untuk melayani bangunan pengambilan air dan menahan intrusi air laut yang di bangun pada alur sungai Pedoman ini menetapkan kaidah-kaidah dan tata cara perhitungan lapis tambah perkerasan lentur berdasarkan kekuatan struktur perkerasan yang ada yang diilustrasikan dengan nilai lendutan. Pedoman ini memuat deskripsi berbagai faktor dan parameter yang

37 Pd T-05-2005-A

38 Pd T-05-2005-B

Perencanaan tebal lapis tambah perkerasan lentur dengan metode lendutan

digunakan dalam perhitungan serta memuat contoh perhitungan. Perhitungan tebal lapis tambah yang diuraikan dalam pedoman ini hanya berlaku untuk konstruksi perkerasan lentur atau konstruksi perkerasan dengan lapis pondasi agregat dengan lapis permukaan menggunakan bahan pengikat aspal. Penilaian kekuatan struktur perkerasan yang ada, didasarkan atas lendutan yang dihasilkan dari pengujian lendutan langsung dengan menggunakan alat Falling Weight Deflectometer (FWD) dan lendutan balik dengan menggunakan alat Benkelman Beam (BB). 39 Pd T-05-2005-C Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 1. Pedoman Umum Pedoman ini meliputi ketentuan umum dalam penyelenggaraan, kelembagaan, pembiayaan, pembangunan prasarana dan sarana serta pemantauan dan evaluasi dalam upaya penyediaan air minum berbasis masyarakat. Pedoman ini dimaksudkan sebagai penuntun bagi praktisi di dalam mendesain timbunan jalan di atas tanah gambut dengan metode prapembebanan. Berbagai teknik analisis stabilitas dan penurunan timbunan yang umum digunakan oleh perekayasa diuraikan terlebih dahulu. Kemudian kriteria desain penimbunan dan evaluasi performa timbunan dengan pemantauan (monitoring) secara praktis dibahas. Standar ini meliputi tata cara untuk pengawetan kayu balok dengan ukuran tebal 5 cm dan lebar 10 cm dari serangan organisme perusak pada bangunan yang sudah berdiri dengan menggunakan pestisida, yang mencakup definisi, ketentuan-ketentuan dan cara pengawetan. Pedoman ini menetapkan tata cara pelaksanaan operasi dan pemeliharaan (O&P) jaringan irigasi pada suatu daerah irigasi dalam hal ini, perkumpulan petani pemakai air dapat berperan serta. Pedoman ini berlaku khusus untuk irigasi tanaman pangan atau pertanian bukan rawa dan tambak. Pedoman ini mengatur langkah-langkah dalam pemesangan bantalan karet agar tidak terjadi kerusakan akibat pemasangan yang salah. Selain itu pedoman ini memberikan petunjuk mengenai tata cara pemilihan bahan-bahan/produksi bantalan karet agar bantalan karet dapat berfungsi secara optimal.

40 Pd T-06-2004-B

Perencanaan konstruksi timbunan jalan di atas gambut dengan metode prapembebanan

41 Pd T-06-2004-C

Pengawetan kayu pada bangunan yang sudah berdiri dengan menggunakan pasak dan pentil injeksi.

42 Pd T-06-2005-A

Penguatan masyarakat petani pemakai air dalam operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi

43 Pd T-06-2005-B

Pelaksanaan pemasangan bantalan karet pada jembatan

44 Pd T-06-2005-C

Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 2. Pedoman penyelenggaraan

Tata cara penyelenggaraan yang mencakup uraian yang menyangkut pelaku terkait dan tahapan kegiatan serta prinsip pelayanan kepada masyarakat dalam rangka penyelenggaraan PAM BM. Pedoman ini dapat digunakan sebagai acuan bagi para pelaku terkait dalam pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana PAM BM yang mandiri dan berkelanjutan. Pedoman ini meliputi penyiapan campuran asbuton dengan cara panas terdiri dari campuran asbuton, agregat dan peremaja yang dicampur di Unit Pencampur Aspal. Pedoman ini juga meliputi penghamparan dan pemadatan campuran pada lapis pondasi antara dan lapis aus.

45 Pd T-07-2004-B

Pedoman asbuton campuran panas

46 Pd T-07-2004-C 47 Pd T-07-2005-B

Tata cara pengawetan bambu dengan Petunjuk teknis ini meliputi istilah, definisi, ketentuan, cara tekanan. dan pelaksanaan pengawetan. Pelaksanaan pekerjaan beton untuk jalan dan jembatan Pedoman ini merupakan acuan untuk pelaksanaan pekerjaan pembetonan jalan dan jembatan. Cakupan beton yang dimaksud dalam pedoman ini adalah beton yang dibuat dengan menggunakan semen portland yang mempunyai berat isi sekitar 22 kN/mm3 (2200 kg/m3) sampai dengan 24 kN/mm3 (2400 kg/m3) dan mempunyai kuat tekan (berdasarkan benda uji silinder) antara 10 MPa sampai dengan 65 MPa (setara dengan K-125 sampai dengan K-800 berdasarkan benda uji kubus). Pedoman ini meliputi peran dan fungsi para pelaku terkait, proses pembentukan organisasi/ kepengurusan dan perangkat pendukung yang diperlukan dalam organisasi penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM). Pedoman ini merupakan buku ketiga dari Pedoman penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM).

48 Pd T-07-2005-C

Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume 3. Kelembagaan

49 Pd T-08-2004-B

Penanganan kemacetan lalu lintas di Pedoman teknis penanganan kemacetan lalu lintas di jalan perkotaan jalan perkotaan merupakan acuan dan pegangan bagi perencana maupun instansi yang berwenang dalam pembinaan jalan dan lalu lintas untuk melakukan penanganan kemacetan lalu lintas pada skala lokal. Model-model penanganan yang dicakup dalam pedoman ini merupakan hasil optimalisasi geometrik jalan, lingkungan dan tuntutan lalu lintas yang ada yang dilakukan melalui rekayasa dan manajemen lalu lintas. Pedoman ini meliputi deskripsi, ketentuan umum, ketentuan teknis, dan cara perencanaan serta penanganan kemacetan jangka pendek sebelum

melakukan penanganan dengan rekayasa yang lebih kompleks, seperti penggunaan simpang tak sebidang atau pengaturan sistem jaringan. 50 Pd T-08-2004-C Pemeriksaan konstruksi bangunan beton bertulang pasca kebakaran. Pedoman teknis ini mencakup langkah-langkah pemeriksaan bangunan pasca kebakaran yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kerusakan struktur dengan melakukan serangkaian pemeriksaan baik secara visual, pengujian elemen struktur dan uji pembebanan, sehingga diperoleh gambaran kondisi fisik bangunan dan keandalan struktur berdasarkan sisa kekuatan yang ada. Petunjuk teknis ini menetapkan metode pemeriksaan bangunan setelah terbakar, untuk mengetahui kelayakan teknis dan derajat kerusakan yang dapat digunakan sebagai dasar dalam menetukan langkah perbaikan, perkuatan atau tindakan teknis lainnya dalam upaya pemanfaatan kembali. Pelaksanaan pemeriksaan bangunan pasca kebakaran harus dilakukan oleh tenaga ahli yang sesuai dengan bidangnya, dan hasilnya disyahkan oleh instansi yang berwenang.

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : Pedoman Teknis PEDOMAN TEKNIS Data ada 278 record

No No SNI 201 Pt-S-03-2000-C

Judul

Ruang Lingkup

Spesifikasi Rumah Transmigrasi Spesifikasi ini mencakup persyaratan teknis tentang Nonm Panggung RTNP-36 dari Kayu bentuk, ukuran, bahan, elemen, komponen, fungsi, Sistem Siap kekuatan dan kinerja bangunan RTNP-36 dan jamban keluarga dan berlaku untuk bangunan non panggung yang terbuat dari kayu dengan sistem sistem siap pakai, terutama dilahan kering dengan kemiringan 015 %. Tata Cara Pemeriksaan Bangunan Pasca Kebakaran Tata cara ini mencakup klasifikasi singkat kerusakan dan jenis pemeriksaan, serta berlaku untuk semua jenis bangunan kecuaki untuk bangunan rumah yang tingginya kurang dari 2 tingkat. Tata cara in imerupakan salah satu langkah yang diperlukan dalam rangka mengurangi resiko kerusakan. Tata cara ini digunakan dalam pekerjaan pasangan dan plesteran yang meliputi pemilihan bahan yang baik, cara penakaran bahan, pengadukan, perendam bata, pemasangan dan perawatan sehingga didapatkan suatu pasangan yang baik dan pengikatan yang sempurna.

202 Pt-T-01-2000-C

203 Pt-T-02-2000-C

Tata Cara Perencanaan Rumah Sederhana Tahan Gempa Tata Cara Pengerjaan Pasangan dan Plesteran Dinding

204 Pt-T-03-2000-C

205 Pt-T-04-2000-C

Tata Cara Perbaikan Kerusakan Tata cara ini digunakan mengembalikan bentuk Bangunan Perumahan Rakyat Akibat arsitektur bangunan agar semua peralatan / Gempa Bumi perlengkapan dapat berfungsi kembali. Tata cara penyusunan program Tata cara in membahas persyaratan, ketentuan dan pembangunan prasarana kota terpadu cara pengerjaan penyusunan program pembangunan (P3KT). prasarana kota terpadu meliputi perumusan rencana, perumusan program dan perumusan proyek yang memenuhi persyaratan teknis dan administrastif. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Tata cara ini memuat indeks bahan bangunan dan Pekerjaan Lantai untuk Bangunan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan Rumah dan Gedung pekerjaan lantai ubin PC, ubin keramik, marmer, granit, parkit, vinil, rel penggantung pintu dan kaca. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Tata cara ini memuat indeks bahan bangunan dan Pekerjaan Kunci, Alat Gantungan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan kaca untuk Bangunan Rumah dan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan Gedung pemasangan kunci engsel, gerendel, kait angin, doorcloser, door stop, door holder, rel penggantung pintu dan kaca Tata Cara Perbaikan Struktur Beton Bertulang Akibat Kerusakan atau Keropos dengan Beton Agregat Prepak Tata cara ini mencakup : perbaikan komponen struktur beton bertualang yang mngalami kerusakan atau keropos akibat pelaksanaan pembetonan yang kurang baik dengan beton agregat prepak supaya komponen

206 Pt-T-10-2000-C

207 Pt-T-27-2000-C

208 Pt-T-30-2000-C

209 Pt-T-31-2000-C

struktur ini dapat memenuhi mutu sesuai kriteria perencanaan. 210 Pt-T-32-2000-C Tata Cara Penyusunan Skenario Pembangunan Perkotaan dalam Rangka Penyusunan Program Pembangunan Prasarana Kota Terpadu Tata Cara Perhitungan Harga satuan Pekerjaan Pengecatan dan Finishing Dinding untuk bangunan Rumah dan Gedung Cara uji pengukuran potensi keruntuhan tanah di laboratorium Tata cara ini membahas ketentuan dan cara pengerjaan penyusunan skenario pembangunan perkotaan melalui kajian mengenai mengenai rencana tata ruang yang meliputi aspek fungsi kota, aspek kependudukan, aspek pemanfaatan ruang dan aspek pembangunan prasarana perkotaan. Tata cara ini memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi tekis pekerjaan pengecatan tembok, pengecatan kayu, baja atau besi, pelitur dan pemasangan wall peper. Standar ini menentukan besaran keruntuhan satu dimensi yangterjadi bila tanah tak jenuh digenangi atau dibasahi dengan cairan. Standar ini menentukan besarn potensi keruntuhan yang terjadi pada suatu tegangan vertical dan indeks poteni keruntuhan. Cara uji meliputi pengaturan dan penyiapan benda uji peralatan, serta prosedur untuk mengukur perubahan tinggi benda uji sehubungan dengan terjadinya keruntuhan Metode ini meliputi penentuan kadar pasir dari slari bentonik yang digunakan dalam teknik-teknik pemboran tanah dan konstruksi pembuatan dinding haling yang menggunakan slari bentonik. Kadar pasir diberikan dalam persen (%) perbandingan volume. Cara uji ini menetapkan prosedur uji indeks untuk menentukan beban putus dan elongasi pada geotekstil dengan menggunakan metode grab. Metode ini tidak cocok untuk geotekstil hasil rajutan yang dijahit. Untuk geotekstil jenis ini, harus digunakan metode uji alternatif pengganti. Meski berguna untuk pengendalian mutu dan pengujian penerimaan untuk suatu struktur serat tertentu, hasil pengujian sesuai standar ini hanya dapat digunakan untuk membandingkan kekuatan dan elongasi antara bahan dengan struktur serat yang sama sebab dalam pengujian ini bahan yang berbeda akan berunjuk kerja secara berbeda pula sesuai karakteristik bahan. Standar ini dmaksudkan untuk menentukan agar semua aspek pengendalian rembesan air dipertimbangkan baik dalam desain bendungan tipe

211 Pt-T-38-2000-C

212 RSNI M-01-2002

213 RSNI M-01-2004

Metode uji penentuan kadar pasir dalam slari bentonik. (D 4381-84)

214 RSNI M-01-2005

Cara uji beban putus dan elongasi pada geotekstil dengan metode grab

215 RSNI M-02-2002

Metode analisis dan cara pengendalian rembesan air untuk bendungan tipe urugan

urugan baru maupun desain untuk modifikasi bendungan tipe urugan lama serta memberi rekomendasi praktis dalam analisis rembesan air 216 RSNI M-02-2004 Metode uji koefisien kelulusan air tanah pada tanah gambut jenuh dengan tinggi tekan tetap. Metode uji ini menguraikan penentuan koefisien kelulusan air dari benda uji gambut jenuh air berbentuk silindris yang memiliki koefisien kelulusan air lebih besar dari 1x10-5 cm/detik kondisi benda uji harus dibuat sama seperti kondisi asli di lapangan.

217 RSNI M-02-2005

Cara uji indeks tahanan tusuk Standar ini menetapkan kaidah-kaidah dan cara geotekstil , geomembran dan produk mengukur indeks tahanan tusuk untuk menentukan sejenis lainnya karakteristik geotekstil, geomembran dan produk sejenis lainnya. Metode analisis stabilitas lereng statik bendungan tipe urugan Standar ini membahas tentang stabilitas lereng statik bendungan tipe urugan, dengan mempertimbangkan kondisi pem,bebanan, sifat-sifat teknik material, tekanan air pori dan factor keamanan minimum untuk desain. Analisis stabilitas untuk bendungan tipe urugan dianjurkan dilaksanakan berdasarkan standar ini akan diberikan dalam suatu dokumentasi teknis untuk analisis stabilitas Metode uji ini digunakan untuk melakukan pengukuran kelulusan air pada tanah yang jenuh dengan menggunakan sel triaksial di laboratorium. Metode uji ini dapat pula digunakan untuk tanah tak terganggu atau contoh tanah yang dipadatkan dengan menggunakan prinsip dasar satu dimensi dan aliran laminar yang melalui material seperti tanah dan batuan. Dalam pengujian ini nilai gradient hidraulik, perubahan dan perilaku benda uji dapat diketahui melalui peralatan pengukur tekanan dan pengukur perubahan volume, sehingga diharapkan akan diperoleh nilai kelulusan air yang memuaskan. Standar ini menetapkan kaidah-kaidah dan langkah kerja dalam menilai kuat keliman geotekstil. Data yang dihasilkan dari cara uji ini berupa nilai tahanan keliman terhadap gaya tarik dalam posisi memanjang atau tegak lurus arah keliman. Substansi yang diatur dalam standar ini meliputi prinsip pengujian, peralatan, pengambilan contoh, penyiapan benda uji, prosedur, penghitungan dan laporan. Cara uji dalam standar ini menggunakan benda uji yang lebih sempit dibandingkan dengan benda uji yang digunakan dalam ASTM D 4884.

218 RSNI M-03-2002

219 RSNI M-03-2004

Metode uji kelulusan air pada tanah tak jenuh menggunakan sel tiaksial

220 RSNI M-03-2005

Cara uji kuat keliman jahit atau ikat panas geotekstil

221 RSNI M-04-2002

Metode pengujian perubahan panjang Metode ini mencakup penentuan perubahan panjang untuk mortar dan beton keras dan mortar dan beton keras menggunakan semen menggunakan semen hidrolik hidrolik yang disebabkan selain tekanan luar dan perubahan temperature Cara Uji Kelarutan Aspal Cara uji kelarutan aspal secara khusus menguraikan alat dan bahan yang digunakan serta prosedur kerja untuk untuk mendapatkan hasil kelarutan aspal. Cara uji ini dilakukan untuk menentukan derajat kelarutan dalam trichloroethylene (TCE) atau 1.1.1 Trichloroethane pada bahan aspal yang tidak atau sedikit mengandung mineral.

222 RSNI M-04-2004

223 RSNI M-04-2005

Cara uji sifat tarik geotekstil dengan Standar ini meliputi pengukuran sifat-sifat tarik metode pita lebar geotekstil dengan menggunakan benda uji berbentuk pita yang dijepit pada sisi lebarnya dimana dimensi lebarnya tersebut adalah besar. Cara uji ini dapat digunakan untuk hampir semua jenis geotekstil seperti geotekstil dengan bahan anyaman, bukan anyaman, geotekstil denganbahan berlapis, bahan yang dirajut, dan bahan yang diratakan. Cara Uji Ekstraksi Kadar Aspal dari Campuran Beraspal Menggunakan Tabung Refluks Gelas. Cara uji ini membahas ketentuan pemisahan aspal dari campuran beraspal dengan cara refluks menggunakan tabung gelas. Aspal yang diperoleh dengan cara ini dapat digunakan untuk pemeriksaan sifat fisik aspal antara lain: penetrasi, daktilitas, titik lembek. Cara uji elastisitas aspal dengan alat daktilitas secara khusus menguraikan alat dan bahan yang digunakan serta prosedur kerja untuk mendapatkan nilai hasil elastisitas aspal khususnya aspal yang dimodifikasi polimer jenis elastomer. Alat yang digunakan sama dengan alat pada pengujian daktilitas aspal kecuali bentuk cetakannya yang dimodifikasi. Pengujian ini meliputi pengukuran stabilitas dan pelelehan (flow) suatu campuran beraspal dengan butir agregat berukuran maksimum 25,4 mm (1 inci) sampai dengan 38 mm (1,5 inci) dengan menggunakan alat marshall. Metode pengujian ini menyediakan prosedur-prosedur untuk penurunan kekuatan tekan aksial kayu yang digunakan secara struktural dari kayu ukuran komersial atau kayu yang dipotong dari kayu ukuran komersial. Standar ini mencakup prosedur untuk mengidentifikasi aspal emulsi kationik mantap cepat, ditentukan

224 RSNI M-05-2004

225 RSNI M-05-2005

Cara uji elastisitas aspal dengan daktilitas

226 RSNI M-06-2004

Cara Uji Campuran Beraspal Panas untuk Ukuran Agregat Maksimum dari 25,4 mm (1 inci) sampai dengan 38 mm (1,5 inci) dengan Alat Marshall Metode pengujian kekuatan tarik aksial kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu

227 RSNI M-06-2005

228 RSNI M-07-2004

Cara Identifikasi Aspal Emulsi Kationik Mantap Cepat

berdasarkan ketidak mampuan aspal emulsi kationik mantap cepat untuk menyelimuti pasir lisika yang membedakan dari kelas kationik mantap sedang dan mantap lambat. 229 RSNI M-08-2004 Metode uji ketahanan api pintu rakitan Standar ini digunakan untuk pintu rakitan dari berbagai bahan dan jenis konstruksi yang digunakan pada bukaan dinding untuk menghambat penjalaran api. Pengujian yang dilakukan sesuai dengan metode ini akan mencatat kinerja dari pintu rakitan selama pengujian berlangsung, tetapi pengujian seperti ini tidak menjelaskan ketentuan penyesuaian untuk digunakan setelah terbakar. Spesifikasi ini mencakup, ketentuan, persyaratan aspal keras Pen 40, Pen 60 dan Pen 80, yang digunakan sebagai acuan dalam menilai mutu aspal keras untuk pekerjaan perkerasan. Spesifikasi ini mencakup bata dan ubin pejal yang cocok digunakan sebagai komponen konstruksi pasangan untuk bagian dalam dan luar bangunan yang akan terkena pengaruh zat kimia dan lingkungannya. Spesifikasi ini mencakup seluruh jenis beton berserat yang diperuntukan bagipembeli yang bahan-bahannya dicampur merata dan dapat diambil contohnya dan diuji di tempat penyerahan. Spesifikasi ini tidakmencakup penempatan, pemadatan, perawatan atau perlindungan beton berserat sesudah diterima oleh pembeli Spesifikasi ini mencakup prosedur untuk menghitung tahanan referensi bahan bangunan berbahan dasar kayu dan sambungan structural untuk digunakan dalam desain factor beban dan tahanan (DFBT). Tahanan referensi yang diturunkan dari spesifikasi ini berlaku untuk desain struktur yang disebut dalam kombinasi beban dalam ASCE 7-88 Pedoman ini meliputi persyaratan untuk memproteksi computer elektronik sebagai peralatan pengolah data termasuk persyaratan konstruksi bangunan, ruangan, area, atau lingkungan operasional yang khusus dan proteksi peralatan dari bahaya kebakaran. Spesifikasi ini mencakup empat mutu baja structural berkekuatan tinggi dengan campuran ColombiumVanadium berkadar rendah, berbentuk pelat, turap dan batang baja dengan mutu 42 (290 Mpa) dan mutu 50

230 RSNI S-01-2004

Spesifikasi aspal keras berdasarkan kekentalan

231 RSNI S-04-2002

Spesifikasi Bata dan Ubin Pejal Tahan Kimia

232 RSNI S-05-2002

Spesifikasi beton berserat dan beton semprot

233 RSNI S-07-2002

Spesifikasi untuk menghitung tahanan referensi bahan bangunan berbahan dasar kayu dan sambungan struktural unutk metode LRFD

234 RSNI S-07-2004

Proteksi pada peralatan komputer, elektronik/ pengolah data

235 RSNI S-08-2004

Spesifikasi baja berkekuatan tinggi dengan kadar alloy columbium vanadium rendah

(345 Mpa) dimaksudkan untuk konstruksi bangunan yang menggunakan paku keling, baut atau las pada konstruksi jembatan, bangunan, dan konstruksi lainnya. Baja dengan mutu 60 (415 Mpa) dan 65 (450 Mpa) dimaksudkan untuk konstruksi jembatan yang menggunakan paku keeling atau baut, konstruksi lainnya yang menggunakan paku keling, baut atau las. 236 RSNI S-09-2004 Spesifikasi baja berkekuatan tinggi dengan kadar alloy rendah yang mempunyai titik leleh minimum 345 mpa dan ketebalan 100 mm Spesifikasi ini meliputi baja berkekuatan tinggi berkadar alloy rendah berbentuk profil, pelat dan batang untuk konstruksi yang menggunakan las, paku keeling atau baut terutama ditunjukan untuk digunakan pada jembatan dan bangunan yang dilas, dimana pengurangan berat dan penambahan durabilitas dianggap penting. Ketahanan korosi terhadap cuaca dari baja ini pada hamper segala jenis lingkungan relative lebih baik dari pada baja karbon structural dengan atau tanpa tambahan tembaga. Jika terekspos langsung terhadap cuaca, untuk beberapa pemakaian baja ini dapat digunakan tanpa dilapis cat. Spesifikasi ini dibatasi untuk material dengan ketebalan sampai dengan 200 mm.

237 RSNI S-10-2002

Standar pasokan air untuk pemadam Standar ini dimaksudkan untuk mengidentifikasikan kebakaran di permukiman kota dan dan menetapkan kebutuhan minimum pasokan air sekitarnya untuk pemadam kebakaran di permukiman kota dan kawasan sekitarnya yang tidak memiliki sistem jaringan hidran kebakaran yang mencukupi dan andal, sehingga air harus diangkut dari sungai, danau, kanal, teluk, sungai kecil, kolam, sumur, waduk atau sumber air serupa lainnya yang tersedia sebagai pasokan hisap Tata cara desain tubuh bendungan tipe urugan Tata cara perencanaan plambing Standar ini memberikan prinsip umum cara desain bendungan tipe urugan tanah homogen, zonal dan membran serta tanggul penutup/tanggul banjir Tata Cara Perencanaan ini mencakup : 1) sistem plambing yang baru untuk air minum, air buangan, ven dan air hujan pada gedung sampai dengan pipa persil; 2) sistem plambing yang baru direncanakan untuk perubahan atu penambahan terhadap sistem plambing pada gedung yang sudah dibangun sebelum SNI ini diberlakukan. Pedoman ini membahas tentang langkah perhitungan evapotranspirasi tanaman acuan metode PenmanMonteith, menjelaskan persyaratan data iklim, topografi yang diperlukan. Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam menghitung

238 RSNI T-01-2002

239 RSNI T-01-2003

240 RSNI T-01-2004

Perhitungan evapotranspirasi tanaman acuan dengan metode Penman Monteith (FAO).

evapotranspirasi tanaman acuan dengan tujuan terbatas untuk menentukan besarnya evapotranspirasi potential tanaman dengan menggunakan metode Penman-Monteith. 241 RSNI T-01-2005 Cara uji butiran agregat kasar berbentuk pipih, lonjong atau pipih dan lonjong Standar ini menetapkan kaidah dan tata cara penentuan persentase dari butiran agregat kasar berbentuk pipih, lonjong, atau pipih dan lonjong. Pengujian ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu berdasarkan berat dan jumlah butiran. Tata Cara ini meliputi persyaratan umum serta ketentuan teknis perencanaan dan pelaksanaan struktur kayu untuk bangunan gedung, atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur bangunan gedung. Pedoman Perhitungan hujan maksimum boleh jadi mencakup data yang digunakan, penyaringan data, perhitungan hujan maksimum boleh jadi dengan Metode Hersfield yang hanya berlaku untuk hujan titik dan bukan untuk hujan wilayah, serta evaluasi hasil perhitungan hujan maksimum boleh jadi (HMBJ). Standar ini menetapkan ketentuan pembebanan dan aksi-aksi lainnya yang akan digunakan dalam perencanaan jembatan jalan raya termasuk jembatan pejalan kaki dan bangunan-bangunan sekunder yang terkait dengan jembatan. Beban-beban, aksi-aksi dan metoda penerapannya boleh dimodifikasi dalam kondisi tertentu, dengan seizin pejabat yang berwenang. Tata cara ini membahas tentang prosedur pemeliharaan jaringan irigasi teknis yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi

242 RSNI T-02-2003

Tata Cara Perencanaan Konstruksi Kayu Indonesia

243 RSNI T-02-2004

Perhitungan hujan maksimum boleh jadi dengan metode Hersfield

244 RSNI T-02-2005

Pembebanan untuk jembatan

245 RSNI T-03-2002

Tata cara pemeliharaan jaringan irigasi teknis

246 RSNI T-03-2004

Tata cara penentuan tinggi muka air Standar ini menguraikan prosedur untuk mengukur tanah pada lubang bor dengan sumur tinggi muka air di dalam suatu lubang bor atau sumur pantau (D 4750-87) pantau yang menggunakan alat ukur mekanik dengan pemberat dan alat ukur elektrik. Ada tiga pilihan cara pengukuran yaitu : 1. Alat ukur dengan pemberat 2. Alat ukur dengan tanda bunyi 3. Alat ukur dengan tanda nyala (Elektrik) Cara pengukuran dengan bunyi hanya dapat dilakukan pada lubang bor atau sumur dengan muka air tanah dangkal. Data hasil pengukuran tinggi muka air tanah yang diperoleh selain digunakan untuk pemantauan muka air tanah yang diperoleh selain digunakan untuk pemantauan muka air tanah

juga digunakan dalam penentuan muka air static pada lubang bor atau sumur pantau. 247 RSNI T-03-2005 Perencanaan struktur baja untuk jembatan Standar Perencanaan Struktur Baja untuk Jembatan ini digunakan untuk merencanakan jembatan jalan raya dan jembatan pejalan kaki di Indonesia, yang menggunakan bahan baja dengan panjang bentang tidak lebih dari 100 meter.

248 RSNI T-04-2004

Tata cara penentuan kadar air batuan Standar ini membahas mengenai tata cara penentuan dan tanah di tempat dengan metode kadar air batuan dan tanah dengan penduga neutron, Penduga Neutron metode pemeriksaan dan kalibrasi pencacahan untuk kurva rujukan. Tata cara penentuan kadar air batuan dan tanah dengan penduga neutron ini : a. Sebagai suatu teknik yang cepat dalam menguji kadar air batuan dan tanah di tempat secara tidak langsung pada kedalaman tertentu tanpa terganggu. b. Dapat digunakan untuk pemantauan dan analisis statistik, karena dilakukan secara berulang di tempat yang sama. Pembuangan asap dan panas akibat kebakaran Standar ini mencakup tata cara perancangan sistem pembuangan darurat produk pembakaran dari kebakaran dalam bangunan gedung. Pasal 4 sampai dengan 10 berlaku untuk bangunan satu lantai tanpa springkler dengan metode perhitungan secara manual maupun berbasis komputer, sedangkan pasal 11 berlaku bagi bangunan yang menggunakan springkler.

249 RSNI T-04-2005

250 RSNI T-05-2002

Tata cara desain hidraulik tubuh Standar ini digunakan untuk menentukan bentuk dan bendung tetap dengan peredam energi dimensi hidraulik tubuh bendung tetap dengan tipe MDO dan MDS peredam energi tipe MDO dan MDS dan kelengkapannya yangmerupakan bagian dari bangunan air. Tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dapat digunakan untuk jenis banuan air seperti bottom controller, bangunan utama, bendung, pelimpah, waduk, bengunan pembagi debit, bangunan plimpah samping, bangunan terjun, bangunan pelimpah kantong lahar, cause way dan submersile bridge.

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : Pedoman Teknis PEDOMAN TEKNIS Data ada 278 record No No SNI 251 RSNI T-05-2004 Judul Tata cara penentuan akuifer dengan metode logging geolistrik tahanan jenis short normal dan long normal dalam rangka eksplorasi air tanah. Ruang Lingkup Standar ini menjelaskan pelaksanaan logging tahanan jenis dalam pekerjaan pengeboran air tanah dengan mengetahui data tahanan jenis batu atau tanah di dalam sumur untuk menentukan jenis batuan, batas lapisan, dan akuifer. Data hasil pengukuran dikorelasikan dengan log bor hasil pengeboran untuk menentukan litologi, ketebalan, dan ke dalaman akuifer. Pengukuran dilaksanakan sebelum konstruksi sumur yang merupakan sebagian tahanan kegiatan pengeboran air tanah, membantu dalam menentukan ketebalan, ke dalaman akuifer, pemasangan pipa dan saringan.

252 RSNI T-05-2005

Metode pengujian penyerapan bunyi Standar ini meliputi ketentuan metode uji untuk pada bahan akustik dengan metode mengukur faktor penyerapan bunyi yang datang tegak tabung lurus terhadap suatu bahan akustik. Tata cara analisis data pengujian surutan bertahap pada sumur uji dan sumur produksi dengan Metode Hantush Beirschenk Standar ini menetapkan karakteristik kinerja sumur uji atau sumur produksi dalam rangka penentuan serahan optimum yang dihasilkan semur tersebut melalui analisis dara uji pemompaan surutan bertahap (step drawdown test) menggunakan metode HantushBierschenk).

253 RSNI T-06-2002

254 RSNI T-06-2004

Tata cara pengukuran laju infiltrasi tanah di lapangan dengan menggunakan infiltrometer cincin ganda (D 3385-88)

Standar ini menguraikan mengenai tata cara pengukuran laju infiltrasi air ke dalam tanah menggunakan infiltrometer cincin ganda. Tata cara ini dapat dilakukan : a. di permukaan tanah atau pada kedalaman tertentu dalam galian, pada lahan kosong atau pada tempat bervegetasi; b. pada tanah yang memiliki koefisien permeabilitas (k) antara 10 -6m/s sampai 10-2m/s c. untuk mempelajari pembuangan limbah cair, evaluasi tangki septic, efisiensi drainase, kebutuhan irigasi, imbuhan air tanah, kebocoran saluran dan bendungan. Metode pengujian ini menyediakan prosedur-prosedur untuk penurunan kekuatan tarik aksial kayu yang dipilah secara masinal dan bahan struktur bangunan berbasis kayu yang digunakan secara struktural.

255 RSNI T-06-2005

Metode pengujian kekuatan tarik aksial kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu T

256 RSNI T-07-2004

Tata cara pengukuran tegangan hisap Standar ini menguraikan mengenai tata cara tanah zona tak jenuh menggunakan pengukuran tegangan hisap tanah zona tak jenuh tensiometer. menggunakan tensiometer , pemilihan jenis tensiometer, pemasangan serta pengoperasian tensiometer Tata cara pengukuran ini meliputi: a. Batas pengukuran tensiometer buku adalah 0 m sampai dengan -8,67 m air, atau tergantung spesifikasi tensiometer yang didesain khusus dapat mengukur sampai dengan -153 m; b. Penggunaan hasil pengukuran untuk memperkirakan kadar air tanah; Penggunaan hasil pengukuran untuk kepentingan penelitian dalam mempelajari arah dan gerakan air zona tak jenuh, studi imbuhan air tanah, manajemen irigasi. Metode pengujian lentur posisi tegak Metode pengujian ini menyediakan penurunan sifat kayu dan bahan struktur bangunan lentur posisi tidak kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu berbasis kayu yang dipilah secara maksimal berdasarkan kekuatannya dengan pembebanan dua titik. Tata cara membandingkan hasil simulasi model aliran air tanah terhadap informasi lapangan. Standar ini membahas teknik kuantitatif, dan kualitatif yang menghasilkan ukuran derajat keterkaitan antara hasil simulasi model aliran air tanah, dan informasi lapangan berupa data pengukuran, yang digunakan dalam proses kalibrasi model aliran air tanah. Metode pengujian ini mencakup penurunan keteguhan lentur dan modulus elastisitas posisi tidur kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu yang dipilah secara maksimal pada pengujian lentur posisi tidur dengan pembebanan titik ketiga.

257 RSNI T-07-2005

258 RSNI T-08-2004

259 RSNI T-08-2005

Metode pengujian lentur posisi tidur kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu dengan pembebanan titik ketiga

260 RSNI T-09-2004

Tata cara penerapan model aliran air Standar ini menguraikan prinsip umum mengenai tanah pengembangan, penerapan dan pendokumentasian model aliran air tanah, yang dalam konteks ini merujuk kepada model matematik, untuk memecahkan persoalan spesifik aliran air tanah setempat. Secara garis besar diuraikan langkah-langkah pengembangan suatu model aliran air tanah untuk menirukan perilaku sistem akuifer yang telah dipelajari di lapangan. Standar ini tidak mengidentifikasi perangkat lunak tertentu berupa program komputer spesifik atau algoritma. Standar ini merupakan salah satu dari rangkaian standar-standar yang dibuat mengenai model air tanah dan tidak dimaksudkan bahwa semua hal telah tercakup dengan lengkap. Metode pengujian lentur posisi tidur kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu dengan beban terpusat di tengah bentang Tata cara penentuan gradient bahan filter pelindung pada bangunan tipe urugan Metode pengujian ini menyediakan prosedur, penurunan modulus elastisitas bentang panjang dari kayu dan dan bahan struktur bangunan berbasis kayu yang mengalami lentur terpusat ditengah bentang. Tata cara ini digunakan untuk menguraikan ketentuan tentang gradasi bahan filter pelindung yang tepat guna pembuatan filter dari bahan alami pada bendungan urugan, atau yang disiapkan dari bahan alami (missal : batuan) dengan cara penghancuran, pengayakan, uji gradasi dan pencampuran, agar keamanan bendungan urugan tersebut dapat dipelihara dengan baik.

261 RSNI T-09-2005

262 RSNI T-10-2004

263 RSNI T-11-2002

Tata cara pengklasifikasian jenis Standar ini menjelaskan suatu cara untuk penggunaan bangunan berdasarkan mengestimasi ancaman bahaya relatif terhadap peringkat ancaman bahaya kebakaran keselamatan jiwa yang diakibatkan oleh kebakaran sesuai jenis penggunaan bangunan Tata cara pengukuran lapangan laju infiltrasi menggunakan infiltrometer cincin ganda dengan cincin bagian dalam yang tersumbat Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan persiapan Standar ini menguraikan prosedur untuk mengukur laju infiltrasi dari air yang melewati permukaan tanah lempung dengan laju infiltrasi berkisar antara 1x10-10 m/s sampai 1x10-7 m/s menggunakan infiltrometer cincin ganda dengan cincin dalam tertutup. Standar ini meliputi pekerjaan : - Pembuatan pondasi batu kali dalam berbagai komposisi spesi Pemasangan anstamping/batu kosong - Pembuatan pondasi sumuran - Pembuatan tiang pancang Tata cara inimemuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yng dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan Tata cara ini meliputi deskripsi, ketentuan-ketentuan, dan cara pengerjaan perencanaan geometrik bagi pembangunan atau peningkatan suatu ruas jalan

264 RSNI T-11-2004

265 RSNI T-12-2002

266 RSNI T-13-2004

Pedoman perencanaan geometrik jalan perkotaan

perkotaan. 267 RSNI T-14-2004 Pedoman perencanaan geometrik jalan perkotaan Tata cara ini meliputi deskripsi, ketentuan-ketentuan, dan cara pengerjaan perencanaan geometrik bagi pembangunan atau peningkatan suatu ruas jalan perkotaan.

268 RSNI T-15-2002

Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Standar ini meliputi pekerjaan : - Pemasangan kloset Pekerjaan Pipa dan saniter duduk, klosest jongkok, badcuip, urinoir, bak mandi fibreglas, bak cuci piring, wastafel dan floor drain Pembuatan bak air dari pasangan batu bata dan teraso - Pemasangan pipa saniter air kotor dan air bersih Tata cara ini memuat indeks bahan bamngunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan Tata cara pemeliharaan system plambing Tata cara ini mencakup persyaratan umum, persyaratan teknik, cara pemeliharaan berupa tindakan pemeriksaan dan pembersihan pada system plambing air minum, air limbah, air hujan, dan perlengkapannya. Tata cara ini memuat : a) cara pengadaan dan pemasangan pada jaringan pipa air limbah rumah tangga, air hujan dan fitingnya, tidak termasuk air limbah non rumah tangga; b) pemasangan pipa PVC dan fitingnya dapat disambungkan dengan bahan pipa jenis lain. Tata cara ini mencakup : a) penanganan pipa termasuk di dalamnya cara penyimpanan dan pengangkutan; b) pemasangan pipa sebagai penyaluran air minum; c) pengaliran air di bawah tekanan sampai suhu 45 0C untuk penyediaan air minum; d) pengujian kekuatan pipa PVC terhadap tekanan hidrostatik di lapangan.

269 RSNI T-15-2004

270 RSNI T-16-2004

Tata cara pengadaan, pemasangan dan pengujian pipa pvc untuk air limbah di dalam bangunan gedung

271 RSNI T-17-2004

Tata cara pengadaan, pemasang-an dan pengujian pipa pvc untuk penyediaan air minum

272 RSNI T-20-2004

Tata cara perencanaan ruang dan Standar ini memuat persyaratan perencanaan dan aksesibilitas bangunan bagi pengguna perancangan bangunan dan fasilitasnya untuk kursi roda memberikan pelayanan bagi pengguna kursi roda. Persyaratan bangunan sesuai fungsi ruang dan perletakan benda-benda di dalamnya. Ruang bangunan dapat memberikan kemudahan jangkauan vertical, horizontal dan memutar, serta memberikan keleluasaan gerak atau sirkulasi antara pengguna kursi roda dengan pengunjung lainnya. Pedoman pelaksanaan konstruksi bangunan pengaman pantai ini menetapkan pelaksanaan konstruksi berdasarkan detil desain dan spesifikasi teknis mengenai pekerjaan tanggul laut, tembok laut,

273 SE Men PU No 7- Pelaksanaan konstruksi bangunan SE-M-2010 pengawas pantai

revetmen, pemecah gelombang, krib, jeti, dan pengisian pasir. Pedoman ini meliputi ketentuan dan persyaratan umum, kegiatan pra-persiapan, persiapan, metode pelaksanaan, penyerahan pertama pekerjaan, masa pemeliharaan, dan penyerahan akhir pekerjaan. Pedoman ini tidak termasuk membahas tentang pelaksanaan supervisi konstruksi. 274 SE Men Pu No.08- Penilaian kerusakan pantai dan SE-M-2010 prioritas penanggulangannya Pedoman ini menetapkan tentang : a. Penilaian kerusakan pantai dan lingkungan sekitarnya yang disebabkan oleh daya rusak alam dan kegiatan manusia. b. Cara menilai kerusakan pantai : yang meliputi kriteria kerusakan pantai, tolok ukur kerusakan pantai, bobot tingkat kerusakan, bobot tingkat kepentingan, prosedur pembobotan dan penentuan urutan prioritas penanganan, yang akan digunakan untuk perencanaan. Tata cara ini meliputi penyambungan tiang pancang beton pracetak dengan epoksi atau las untuk fondasi jembatan, persyaratan struktur sambungan, dan cara penyambungan tiang pancang beton pracetak untuk fondasi jembatan. Pedoman ini tidak mencantumkan ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja. Ketentuanketentuan tersebut harus diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur pekerjaan secara menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan.

275 SE Men PU No.10- Pemberlakuan Pedoman SE-M-2010 Penyambungan tiang pancang beton pracetak untuk fondasi jembatan

276 SE Men Pu No.4SE-M-2010

Pemberlakuan Pedoman Cara uji Pedoman ini menetapkan cara uji kekuatan atau daya California Bearing Ratio dengan dukung (CBR) di lapangan secara cepat dengan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) menggunakan alat penetrometer konus dinamis (Dynamic Cone Penetrometer, DCP). Peralatan dan prosedur yang diuraikan dibatasi untuk pengujian tanah dasar dan atau lapis fondasi jalan dengan ukuran butir maksimum 4 cm. Pedoman ini meliputi ketentuan umum ( bahan, peralatan, personil, termasuk ketentuan pengamanan dan keselamatan kerja). ketentuan khusus (persyaratan lapis terstabilisasi yang harus dicapai), cara atau prosedur pelaksanaan stabilisasi dilapangan dan prosedur pengendalian mutu Metode pengukuran bathimetri menggunakan alat perum gema ini : 1) membahas persyaratan ketentuanketentuan dan cara pengaturan; 2) untuk perairan dengan kedalaman sampai 120 M.

277 SE.01-SE-M-2010 Pemberlakuan Pedoman Pelaksanaan Stabilisasi Bahan Jalan Langsung di Tempat Dengan Bahan Serbuk Pengikat

278 SK SNI M-381993-03

Metode Pengujian Bathimetri Menggunakan Alat Perum Gema

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : Petunjuk Teknis PETUNJUK TEKNIS Data ada 275 record No No SNI Judul Ruang Lingkup

1 ABMetode Uji Pekerjaan Konstruksi Metode ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara D/LW/MU/001/98 Sipil Pemban-gunan Penyediaan Air pengerjaan yang harus dilakukan dalam pengujian Minum. konstruksi sipil sistem penyediaan air minum. 2 ABMetode Uji Pekerjaan Pemasangan D/LW/MU/002/98 Peralatan Mekanikal dan Elektrikal. 3 ABMetode Uji Pekerjaan Pemasangan D/LW/MU/003/98 Pipa, Alat Ukur dan Peralatan Pelengkap. 4 ABMetode Uji keandalan Kapasitas D/LW/MU/004/98 Produksi. Metode Uji ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara pengujian pekerjaan pemasangan peralatan mekanikal dan elektrikal dalam sistem penyediaan air minum. Metode pengujian ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara pengujian jaringan pipa bertekanan yang telah dipasang. Metode pengujian ini memuat pengertian, ketentuanketentuan dan cara pengujian keandalan kapasitas dan kualitas air untuk menjamin kesediaan air yang diproduksi

5 ABMetode Uji Keandalan Hidrolika Pipa Metode ujii ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara D/LW/MU/005/98 Transmisi dan Distribusi. pengerjaan keandalan hidrolika pipa transmisi dan distribusi dalam sistem penyediaan air minum perdesaan. 6 ABMetode Uji Hasil Pelak-sanaan D/LW/MU/006/98 Pembangunan Sistem Air Minum Perdesaan. 7 ABD/LW/ST/001/98 8 ABD/LW/ST/002/98 9 ABD/LW/ST/003/98 10 ABSpesifikasi Teknis Sumur Pompa Tangan (SPT). Metode uji ini meliputi, pengertian, ketentuanketentuan serta cara uji hasil pelaksanaan pembangunan sistem air minum perdesaan. Spesifikasi teknis mencakup pengertian, ketentuanketentuan mengenai bentuk dan ukuran, persyaratan kualitas, tipe konstruksi, kekuatan penempatan.

Spesifikasi Penampungan Air Hujan Spesifikasi ini mencakup pengertian, persyaratan (PAH). teknis, bentuk, ukuran, persyaratan kualitas, tipe konstruksi, kekuatan dan penempatan. Spesifikasi Teknis Saringan Rumah Tangga (Sarut). Spesifikasi Teknis Saringan Rumah Spesifikasi ini mencakup pengertian, ketentuanketentuan, bentuk dan ukuran, persyaratn kualitas, tipe konstruksi, kekuatan, penempatan pemilihan bahan. Spesifikasi ini mencakup pengertian dan persyatan

D/LW/ST/004/98

Tangga Kapasitas 200 Liter.

teknis mengenai bentuk, ukuran, tipe bahan, komponen, fungsi, dan kinerja dari saringan rumah tangga yang mempunyai kapasitas 200 liter. Spesfikasi ini memuat ketentuan-ketentuan teknis saringan pipa resapan (SPR) Spesifikasi ini mencakup pengertian dan ketentuanketentuan mengenai bentuk, ukuran, persyaratan teknis, persyatan kualitas, type konstruksi, kekuatan dan penempatan bangunan PMA. Spesifikasi mencakup pengertian dan Ketentuan mengenai bentuk, ukuran, type konstruksi/kekuatan, penempatan SKNT - SPL, pelaksanaan pembangunan pengoperasian dan pemeliharaan. Tata cara ini memuat pengertian, ketentuan-ketentuan prosedur pelaksanaan, tata pembuatan dan pemeliharaan.

11 ABD/LW/ST/005/98 12 ABD/LW/ST/006/98

Spesifikasi Teknis Saringan Pipa Resapan (SPR). Spesifikasi Teknis Perlindun-gan Mata Air (PMA).

13 ABD/LW/ST/007/98

Spesifikasi Teknis Saringan Kasar Naik Turun Saringan Pasir Lambat (SKNT - SPL). Tata Cara Pembuatan Sumur Gali (SGL)

14 ABD/LW/TC/001/98 15 ABD/LW/TC/002/98

Tata Cara Pembuatan Sumur Pompa Standar ini mencakup pengertian, ketentuan-ketentuan Tangan (SPT). mengenai bentuk dan ukuran, persyaratan kualitas, tipe konstruksi, kekuatan, penempatan dan cara pengerjaan. Tata Cara Pembuatan Penampung Air Tata cara ini mencakup pengertian, ketentuanHujan (PAH). ketentuan dan cara pembuatan. Tata Cara Pembuatan Saringan Rumah Tangga (Sarut). Tata Cara Pembuatan Saringan Rumah Tangga Kapasitas 200 Liter. Tata cara ini mencakup pengertian, pembuatan, operasi dan pemeliharaan. Tata cara ini mencakup pengertian, ketentuan umum dan ketentuan teknis mengenai bahan, peralatan, serta cara pembuatan dari saringan rumah tangga yang mempunyai kapasitas 200 liter. Tata cara ini memuat pengertian, ketentuan-ketentuan pembuatan saringan pipa resapan, Tata cara ini dijasilkan ppegangan bagi pelaksanaan di lapangan dalam pembuatan, pengoperasian dan pemeliharaannya.

16 ABD/LW/TC/003/98 17 ABD/LW/TC/004/98 18 ABD/LW/TC/005/98

19 ABD/LW/TC/006/98

Tata Cara Pembuatan Saringan Pipa Resapan (SPR).

20 ABD/LW/TC/007/98

Tata Cara Pembuatan Perlin-dungan Spesifikasi ini mencakup pengertian dan ketentuanMata Air (PAM). ketentuan mengenai bentuk, ukuran, persyaratan teknis, persyaratan kualitas, tipe konstruksi, kekuatan dan penempatan dalam pembuatan PMA. Tata Cara Pembuatan Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS). Tata cara ini memuat tentang pengertian, ketentuanketentuan, cara pembuatan, cara pengoperasian dan pemeliharaan instalasi pengolah air sederhana.

21 ABD/LW/TC/008/98 22 AB-

Tata Pembuatan Sringan Kasar Naik Tata cara ini memeuat pengertian, ketentuan-

D/LW/TC/009/98 23 ABD/LW/TC/010/98

Turun Saringan Pasir Lambat (SKNT ketentuan, cara pembuatan, pengoperasian dan - SPL). pemeliharaan. Tata Cara Pembuatan Bangunan Pengambilan Air Baku. Tata cara ini memuat tentang pengertian-pengertian, ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan dalama pembuatan bangunan pengambilan air baku pada sistem penyediaan air minum perdesaan. Tata cara ini memuat pengertian-pengertian, ketentuan-ketentuan, serta cara pengerjaan dan penyambungan pipa PVC, dan PE dan GI untuk sistem penyediaan air minum perdesaan. Tata cara ini memuat pengertian-pengertian, ketentuan-ketentuan serta cara pengerjaan dalam pelaksanaan penggalian dan pengurugan untuk sistem penyediaan air minum perdesaan. Tata cara ini memuat pengertian-pengertyian, ketentuan-ketentuan serta cara pengerjaan pelaksanaan pengujian dan pencucian jaringan pipa dalam sistem penyediaan air minum perdesaan. Tata cara ini memuat ruang lingkup, pengertianpengertian, ketentuan-ketentuan serta cara pengerjaan pemasangan sambungan rumah dalam sistem penyediaan air minum perdesaan. Tata cara ini memuat ruang lingkup, pengertianpengertian, ketentuan-ketentuan serta cara pengerjaan pemasangan hidran umum dalam sistem penyediaan air minum perdesaan. Tata cara ini memuat pengertian-pengertian, ketentuan-ketentuan serta cara pengerjaan yang harus diikuti oleh pelaksana atau teknis di lapangan dalam melakukan uji coba pompa sehingga terjamin pelaksanaannya, serta sesuai dengan yang disyaratkan. Tata cara ini memuat ruang lingkup, pengertian, ketentuan-ketentuan serta cara pengerjaan uji petik kualitas air di bangunan pengolah air pada sistem penyediaan air minum.

24 ABD/LW/TC/011/98

Tata Cara Pemotongan dan Penyambungan Pipa.

25 ABD/LW/TC/012/98

Tata Cara Penggalian dan Pengurugan.

26 ABD/LW/TC/013/98

Tata Cara Pengujian dan Pencucian Pipa.

27 ABD/LW/TC/014/98

Tata Cara Pemsangan Sambungan Rumah.

28 ABD/LW/TC/015/98

Tata Cara Pemasangan Hidran Umum.

29 ABD/LW/TC/016/98

Tata Cara Uji Coba Pompa.

30 ABTata Cara Uji Petik Kualitas Air di D/OP/MU/001/98 Bangunan Pengelolaan Air.

31 ABMetode Uji Pemeriksan Kualitas Air Metode uji ini memuat ruang lingkup, pengertianD/OP/MU/002/98 di Unit Distribusi dan Pelayanan. pengertian, ketentuan-ketentuan serta cara uji dalam pemeriksaan kualitas air pada sistem penyediaan air minum perdesaan. 32 ABMetode Uji Pemeriksaan Tekanan Air Metode uji ini memuat tentang ketentuan-ketentuan D/OP/MU/003/98 di Unit Distribusi dan Pelayanan Air yang harus dipenuhi dan cara pengujian dalam Minum Perdesaan Sistem Perpipaan. pemeriksaan tekanan air di unit distribusi dan

pelayanan air minum perdesaan sistem perpipaan serta cara pelaporan hasik uji. 33 ABD/OP/ST/001/98 Spesifikasi Teknis Organisasi Pengelolaan Sarana Air Minum Perdesaan. Spesifikasi ini memuat pengertian-pengertian dan persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam pembentukan organisasi pengelolaan sarana sistem air minum perdesaan.

34 ABD/OP/TC/001/98

Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Tata cara Operasi dan Pemeliharaan Penyediaan Air Penyediaan Air Bersih Perdesaan. Bersih Perdesaan merupakan acuan dan pegangan dalam pengoperasian dan pemeliharaan sistem penyediaan air bersih di lapangan sehingga dapat diperoleh informasi yang lengkap mengenai cara pengoperasian dan pemeliharaan sistem air bersih yang telah dibangun. Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Tata cara ini mencakup pengertian, ketentuan umum, saringan Rumah Tangga untuk ketentuan teknis dan cara pengoperasian dan Penyediaan Air Bersih. pemeliharaan saringan rumah tangga untuk penyediaan air bersih. Tata cara Operasi dan Pemeliharaan Penyediaan Penampung Air hujan untuk Penyediaan Air Bersih. Tata cara ini mencakup pengertian, ketentuan, umum, ketentuan teknis dan cara pengoperasian dan pemeliharaan penampungan air hujan untuk penyediaan air bersih.

35 ABD/OP/TC/002/98

36 ABD/OP/TC/003/98

37 ABD/OP/TC/004/98

Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Tata cara ini mencakup pengertian, ketentuan umum, Penangkap Mata Air untuk ketentuan teknis dan cara pengoperasian dan Penyediaan Air Bersih. pemeliharaan penangkap mata air untuk penyediaan air bersih. Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Tata cara ini mencakup pengertian, ketentuan umum, sumur Pompa Tangan untuk ketentuan teknis dan cara pengoperasian dan Penyediaan Air Bersih. pemeliharaan sumur pompa tangan untuk penyediaan air bersih. Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Tata cara ini mencakup pengertian, ketentuan umum, Saringan Kasar Naik Turun untuk ketentuan teknis dan cara pengoperasian dan Penyediaan Air Bersih. pemeliharaan saringan kasar naik turun saringan pasir lambat untuk penyediaan air bersih. Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Tata cara ini mencakup pengertian, ketentuan umum, Sumur Gali untuk Penyediaan Air ketentuan teknis dan cara pengoperasian dan Bersih. pemeliharaan sumur gali untuk penyediaan air bersih. Tata Cara Pemantauan Operasi dan Pemeliharaan Desinfeksi. Tata cara ini memuat tentang pengertian-pengertian, ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan pemantauan operasi dan pemeliharaan desinfeksi pada sistem penyediaan air minum perdesaan. Tata cara ini memuat ruang lingkup, pengertian, ketentuan-ketentuan serta cara pengerjaan pengelolaan

38 ABD/OP/TC/005/98

39 ABD/OP/TC/006/98

40 ABD/OP/TC/007/98 41 ABD/OP/TC/008/98

42 ABD/OP/TC/009/98

Tata Cara Pengelolaan Stok Bahan dan Peralatan.

stok bahan dan peralatan dalam sistem penyediaan air minum perdesaan. 43 ABD/OP/TC/010/98 Tata Cara Pengelolaan Administrasi dan Keuangan. Tata cara ini memuat pengertian-pengertian, ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan yang diperlukan untuk cara pengelolaan administrasi dan keuangan BPAM sistem penyediaan air minum perdesaan. Tata cara ini memuat pengertian, ketentuan serta cara pengerjaan penyusunan anggaran operasi dan pemeliharaan dalam sistem penyediaan air minum perdesaan. Tata cara ini memuat, pengertian ketentuan-ketentuan serta cara pelaporan kinerja sarana penyediaan air minum perdesaan.

44 ABD/OP/TC/011/98

Tata Cara Penyusunan Anggaran Operasi dan Pemeliharaan.

45 ABD/OP/TC/012/98 46 ABD/OP/TC/013/98

Tata Cara Pelaporan Kinerja sarana Sistem Penyediaan Air Minum.

Tata Cara Pembinaan Partisipasi dan Tata cara ini memuat pengertian, ketentuan-ketentuan Kemampuan Masyarakat. serta cara pengerjaan pembinaan partisipasi dan kemampuan masyarakat dalam sistem penyediaan air minum pedesaan. Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Tata cara ini memuat tentang ketentuan-ketentuan dan Bangunan Pengambilan Air Baku. cara pengeoperasian serta pemeliharaan sarana pengembilan air baku dari air permukaan, mata air dan air tanah dalam pada sistem penyediaan air minum perdesaan. Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Tata cara ini mmeuat ruanglingkup. Pengertian, Pipa Transmisi Air Baku. ketentuan-ketentuan umum maupun teknis mengenai transmisi, peralatan dan bahan serta cara pengerjaan operasi dan pemeliharaan jaringan pipa transmisi, dalam sistem penyediaan air minum. Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Tata cara ini mencakup pengertian dan ketentuanPeralatan Elektro - Mekanikal. ketentuan serta cara pengoperasian dan pemeliharaan peralatan listrik mekanik dalam sistem penyediaan air minum.

47 ABD/OP/TC/014/98

48 ABD/OP/TC/015/98

49 ABD/OP/TC/016/98

50 ABMetode Uji Perencanaan Teknik Air Metode uji ini memeuat pengertian-pengertian, D/RE/MU/001/98 Minum Perdesaan ketentuan-ketentuan, dan cara uji hasil perencanaan teknik air minum perdesaan.

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : Petunjuk Teknis PETUNJUK TEKNIS Data ada 275 record No No SNI 51 ABD/RE/ST/001/98 52 ABD/RE/ST/002/98 Judul Ruang Lingkup

Spesifikasi Teknis Pemasaran Sosial Ruang lingkup spesifikasi ini mencakup pengertian, Air Minum. persyaratan, kriteria, bentuk dan kelengkapan suatu pemasaran sosial penyediaan air minum di pedesaan. Spesifikasi teknis Penyiapan Peran serta Masyarakat. Ruang lingkup spesifikasi teknis ini mencakup pengertian dan persyaratan teknis mengenai penyiapan peranserta masyarakat untuk penyediaan sistem ar bersih perdesaan. Ruang lingkup spesifikasi ini mencakup pengertian, persyaratan teknis mengenai komponen, fungsi, calon kader, pelaksana pengkaderan dan kelengkapan dalam rangka penyediaan kader untuk dalam rangka pengkaderan air minum. Spesifikasi ini mencakup pengertian-pengertian serta persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam survei dasar kebutuhan air. Ruanglingkup spesifikasi ini mencakup pengertian, persyaratan teknis untuk analisa dan evaluasi usulan masyarakat. Spesifikasi ini mencakup ruang lingkup pengertian dan persyaratan teknis untuk penetapan prioritas kebutuhan sarana sistem penyediaan air bersih di pedesaan.

53 ABD/RE/ST/003/98

Spesifikasi Teknis Penyiapan Kader Air Minum.

54 ABD/RE/ST/004/98 55 ABD/RE/ST/005/98 56 ABD/RE/ST/006/98

Spesifikasi Teknis Survei Dasar Kebutuhan Air. Spesifikasi Teknis Analisa dan Evaluasi Usulan Masyarakat. Spesifikasi Teknis Penetapan Prioritas Kebutuhan Sarana.

57 ABD/RE/ST/007/98 58 ABD/RE/ST/008/98

Spesifikasi teknis Penyiapan Sumber Ruang lingkup spesifikasi ini mencakup pengertian Dana. dan aspek-aspek penyiapan sumber dana untuk penyediaan sarana air minum di perdesaan. Spesifikasi teknis Penyiapan Lembaga Pengelola. Spesifikasi teknis ini meliputi ruang lingkup mencakup maksud dantujuan, pengertian dan persyaratan teknis yang meliputi elemen pembentuk, dasar pembentukan, bentuk lembaga pengelola, kriteria lembaga pengelola dan koordinasi lembaga pengelola dan sarana air bersih di perdesaan.

59 ABD/RE/TC/001/98

Tata Cara Pengukuran Topografi untuk Perencanaan Air Bersih.

Tata cara pengukuran topografi untuk perencanaan air bersih perdesaan ini diperuntukan sebagai pegangan bagi perencana dalam melakukan pengukuran topografi bagi suatu sistem sarana air bersih di perdesaan sehingga didapatkan hasil yang benar dan teliti. Tata cara ini mencakup pengertian, ketentuanketentuan dan cara pelaksanaan pengukuran topografi. Tata cara survei mata air dipakai sebagai pegangan bagi survei sumber mata air di lapangan, agar didapat informasi mengenai mata air bagi sistem sarana air bersih yang akan dibangun. Tata cara ini mencakup pengertian, ketentuan-ketentuan dan cara survei mata air.

60 ABD/RE/TC/002/98

Tata Cara Survei Mata Air Untuk Perencanaan Air Bersih Perdesaan.

61 ABD/RE/TC/003/98 62 ABD/RE/TC/004/98

Tata Cara Evaluasi hasil Survei Mata Tata cara ini mencakup pengertian, ketentuanAir Untuk Perencanaan Air Bersih ketentuan dan cara evaluasi mata air sebagai sumber Perdesaan. air. Tata Cara Survei Air Tanah Untuk Perencanaan Air Bersih Perdesaan. Tata cara survei air tanah untuk sarana air bersih perdesaan dimaksudkan sebagai pegangan bagi pelaksana survei sumber air tanah sehingga didapatkan informasi yang lengkap bagi pemilihan sumber air bersih dan sistem sarana air bersih yang akan dibangun.

63 ABD/RE/TC/005/98

Tata Cara Evaluasi hasil Survei Air Tata cara evaluasi air tanah untuk perencanaan sarana Tanah Untuk Perencanaan Air Bersih air bersih perdesaan mencakup pengertian, ketentuanPerdesaan. ketentuan dan cara evaluasi air tanah sebagai sumber air. Tata Cara Survei Air Sungai Untuk Perencanaan Sarana Air Bersih Perdesaan. Tata cara ini mencakup pengertian, ketentan-ketentuan dan cara survey sungai sebagai sumber air.

64 ABD/RE/TC/006/98 65 ABD/RE/TC/007/98 66 ABD/RE/TC/008/98

Tata Cara Evaluasi Hasil Survei air Tata cara ini mencakup pengertian, ketentuanSungai Untuk Perencanaan Air bersih ketentuan dan cara evaluasi sungai sebagai sumber air. Perdesaan. Tata Cara Survei air Danau Untuk Perencanaan Air Bersih Perdesaan. Tata cara survei air danau adalah untuk memberikan petunjuk pelaksanaan dalam survei air danau sebagai sumber air. Tata cara ini mencakup pengertian ketentuan-ketentuan dan cara survei air danau.

67 ABD/RE/TC/009/98 68 ABD/RE/TC/010/98

Tata Cara Evaluasi Hasil Survei Air Tata cara ini mencakup pengertian, ketentuanDanau Untuk Perencanaan Air Bersih ketentuan dan cara evaluasi danau sebagai sumber air Perdesaan. baku. Tata Cara Penyusunan Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Perpipaan untuk Perdesaan. Tata cara ini memuat tentang pengertian, ketentuanketentuan, cara pembuatan, cara pengoperasian dan pemeliharaan tentang penyediaan air bersih sistim

perpipaan dengan aliran gravitasi dan perpompaan. 69 ABD/RE/TC/011/98 Tata Cara Penyusunan Perencanaan Tata cara ini memuat pengertian-pengertian, Sistem Penye-diaan Air Minum Non ketentuan-ketentan, dan cara pengerjaan mengenai Perpipaan Untuk Prdesaan. penyusunan perencanaan sistem penyediaan air bersih non perpipaan untuk perdesaan. Tata Cara Pemasaran Sosial Air Minum. Tata Cara Penyiapan Peran-serta Masyarakat. Ruang lingkup tata cara ini mencakup ketentuanketentuan dan cara pemasaran sosial dan penyediaan minum. Tata cara ini dipergunakan sebagai pegangan bagi pihak terkait dalam penyiapan peranserta masyarakat untuk penyediaan air bersih perdesaan, yang mencakup pengertian, ketentuan-ketentuan dan cara penyiapan peranserta masyarakat untuk penyediaan air bersih perdesaan. Ruang lingkup tata cara ini mencakup ketentuan dan cara penyiapan kader air minum. Memuat ruanglingkup, pengertian, ketentuan yang harus dilaksanakan, dan prosedur yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan survai dasar kebutuhan air. Tata cara ini mencakup ruang lingkup, pengertian ketentuan-ketentan dan cara-cara analisa dan evaluasi usulan masyarakat. Tata cara ini mencakup ruang lingkup,pengertian ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan penetapan prioritas kebutuhan sarana untuk penyediaan air minum perdesaan. Tata cara ini mencakup pengertian ketentuanketentuan dan cara penyiapan sumber dana. Tata cara ini memuat ruang lingkup,pengertian, ketentuan-ketentuan dan cara penyiapan meliputi pembentukan tim teknis serta tugas dan tanggung jawab yang perlu dilakukan bagi pelaksanaan penyiapan lembaga pengelola.

70 ABD/RE/TC/012/98 71 ABD/RE/TC/013/98

72 ABD/RE/TC/014/98 73 ABD/RE/TC/015/98

Tata Cara Penyiapan Kader Air Minum Tata Cara Survei Dasar Kebutuhan Air.

74 ABD/RE/TC/016/98 75 ABD/RE/TC/017/98

Tata Cara Analisa dan evaluasi Usulan Masyarakat. Tata Cara Prioritas Kebutuhan Sarana.

76 ABD/RE/TC/018/98 77 ABD/RE/TC/019/98

Tata Cara Penyiapan Sumber Dana Tata Cara Penyiapan Lembaga Pengelola.

78 ABD/RE/TC/020/98

Tata Cara Rancang Teknik Bangunan Tata cara ini mencakup pengertian, ketentuanPengambilan Air Baku. ketentuan umum dan teknis mengenai sumber air baku, dasar-dasar perencanaan bangunan pengambilan air baku, juga cara dalam menyusun rencana bangunan pengambilan air baku. Tata Cara Rancang Teknik Reservoar Tata cara ini memuat pengertian-pengertian, ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan rancang

79 ABD/RE/TC/021/98

teknik reservoar. 80 ABD/RE/TC/022/98 81 ABD/RE/TC/023/98 Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan. Tata Cara Rancang Teknik Rumah Pompa. Tata cara ini memuat pengertian-pengertian, ketentuan-ketentuan, dan cara pengerjaan rancang teknik perpompaan. Tata cara ini memuat ruang lingkup, pengertian, ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan rancang teknik rumah pompa untuk sistem penyediaan air minum perdesaan. Tata cara ini memuat ruang lingkup, pengertaian, ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan pelaksanaan survei bahan dan pengkajian bahan dan peralatan untuk penyediaanair minum perdesaan. Tata cara ini memuat ruang lingkup, pengertian, ketentuan-ketentuan dan cara penyusuan rencana anggaran biaya pada sistem penyediaan air bersih perdesaan.

82 ABD/RE/TC/024/98

Tata Cara Survei dsn Pengkajian Bahan dan Peralatan.

83 ABD/RE/TC/025/98

Tata Cara Penyusunan Rencana Anggaran Biaya.

84 ABD/RE/TC/026/98

Tata Cara Penyusunan Syarat-Syarat Tata Cara ini mencakup pengertian, ketentuanTeknis Pekerjaan. ketentuan dan cara penyusunan syarat-syarat teknis pekerjaan.

85 ABMetode Uji Pekerjaan Pipa Alat Ukur Metode Pengujian ini memuat ketentuan-ketentuan K/LW/MU/001/98 dan Peralatan Pelengkap. dan cara pengujian jaringan pipa air bertekanan yang telah dipasang. 86 ABSpesifikasi Teknis Penga-wasan Standar ini mencakup pipa PVC diameter 110 mm K/LW/MU/002/98 Mutu Pipa PVC Diameter (110-315) sampai 315 mm seperti tabel pipa PVP bertekanan MM Untuk Air. dibuat dengan bahan sesuai dengan SNI 0084-1987-A dengan dasar desain hidrostatis (sesuai dengan tabel 3, yang sesuai dengan dimensi diameter luar (DL) pipa baja atau besi tuang, serta ketebalan dinding nominal sesuai dengan seri S-6,3; S-8, S-10, S-12,5 dan S-16 pertimbangan-pertimbangan untuk desain tercantum dalam lampiran standar ini dalam manual AWWA M 23, PVC Pipe - deign and Installation (1980). 87 ABMetode Uji Keandalan Hidrolika Pipa Metode ini memuat pengertian-pengertian, ketentuanK/LW/MU/003/98 Transmisi dan Pipa Distribusi. kenetuan, dan cara uji keandalan hidrolika pipa transmisi dan pipa distribusi. 88 ABMetode Uji Keandalan Kapasitas dan Metode ini memuat pengertian-pengertian, ketentuanK/LW/MU/004/98 Kualitas Pelayanan Air Minum. ketentuan dan cara uji keandalan kapasitas dan kaulitas pelayanan air minum. 89 ABMetode Uji Keandalan Pipa Terhadap Metode pengujian keandalan pipa terhadap tekanan K/LW/MU/005/98 Tekanan Statis dan Dinamis. statis dan dinamis ini dimaksudkan untuk dijadikan pegangan dan acuan dalam pelaksanaan dan penngawasan pembangunan sistem penyediaan air

minum terhadap mutu pipa. Metode ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara pengujian keandalan pipa air bertekanan yang telah dipasang terhadap tekanan statis dan dinamis. Pengujian dilakukan pada jalur pipa memanjang dan pada sambungan pipa. 90 ABMetode Uji Pekerjaan Konstruksi Metode ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara K/LW/MU/006/98 Sipil Sistem Penyediaan Air Minum. pengerjaan yang harus dilakukan dalam pengujian konstruksi sipil sistem penyediaan air minum. 91 ABMetode Uji Pekerjaan Pemasangan K/LW/MU/007/98 Peralatan Elektro - Mekanikal. 92 ABMetode Uji Keandalan K/LW/MU/008/98 Hidroninamika dan Proses Pengolahan Air. Metode ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara pengujian pekerjaan pemasangan peralatan elektro mekanikal dalam sistem penyediaan air minum. Metode Uji ini memuat ketentua-ketentuan dan cara pengujian keandalan hidrodinamika dan proses pengolahan air untuk sistem penyediaan air minum serta pelaporan hasil pengujian yang harus dipenuhi.

93 ABMetode Uji Keandalan Kapasitas dan Metode Uji ini memuat pengertian, ketentuanK/LW/MU/009/98 Kualitas Air Produksi. ketentuan dan cara pengujian keandalan kapasitas dan kualitas ir untuk menjamin kesediaan air yang diproduksi. 94 ABMetode Uji Keandalan Peralatan K/LW/MU/010/98 Sistem Penyediaan Air Minum. 95 ABTata Cara Penyesuaian Rancang K/LW/TC/001/98 Teknik Sistem Penyediaan Air Minum. Metode pengujian ini memberikan uraian tentang ketentuan-ketentuan dan cara pengujian keandalan peralatan sistem penyediaan air minum. Tata cara ini mencakup hal-hal sebagai berikut : *) Hal-hal yang menyebabkan diperlukannya suatu pennyesuaian rancang teknik; *) Tingkatan penyesuaian; *) Prosedur penyesuaian; *) Urutan pengerjaan.

96 ABTata Cara Estimasi Biaya Tata cara kan meliputi hal-hal sebagai berikut : 1) K/LW/TC/002/98 Pembangunan Sistem Penyediaan Air Tingkatan dan jenis estimasi biaya; 2) Ketentuan Minum. estimasi biaya; 3) Cara pengerjaan. 97 ABTata Cara Pelelangan Pekerjaan K/LW/TC/003/98 Konstruksi Sipil. 98 ABTata Cara Pelelangan Pengadaan K/LW/TC/004/98 Barang Elektro Mekanikal. 99 ABTata Cara Pengelolaan Pelaksanaan K/LW/TC/005/98 Pembangunan Fisik. 100 ABTata Cara Pengelolaan Pembiayaan K/LW/TC/006/98 Pembangunan Fisik. Tata cara ini memuat ketentuan umum dan ketentuan teknis serta cara pengerjaan pelelangan pekerjaan konstruksi sipil. Tata cara ini mencakup mekanisme pelelangan pengadaan barang Elektro Mekanikal dalam suatu sistem penyediaan air minum. Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan mengenai pengelolaan pelaksanaan pembangunan fisik Sistem Penyediaan Air Bersih. Standar tata cara ini memuat : Ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan yang diperlukan untuk

pengelolaan pembiayaan fisik sistem penyediaan air minum.

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : Petunjuk Teknis PETUNJUK TEKNIS Data ada 275 record No No SNI Judul Ruang Lingkup

101 ABTata Cara Pengawasan Pelaksanaan Tata cara ini memuat pengertian-pengertian, K/LW/TC/007/98 Pembangunan Sistem Penyediaan Air ketentuan-ketentuan, dan cara pengerjaan pengawasan Bersih. pelaksanaan pembangunan sistem penyediaan air minum serta penetapan produk-produk kegiatan yang diperlukan. 102 ABTata Cara Supervisi Pelaksanaan K/LW/TC/008/98 Bidang Air Bersih. Petunjuk teknis ini memuat maksud dan tujuan, pengertian-pengertian yang digunakan dalam pelaksanaan supervisi, ketentuan-ketentuan dan prosedur yang perlu dilakukan bagi supervisi pelaksanaan bidang air bersih. Standar ini mencakup pengelasan biasa semi otomatis denga proses las listrik elektroda logam pada pipa baja untuk air yang dibuat di pabrik sesuai dengan AWWA C 200. Standard for Steel Wafer Pipe 6 inches and larger. Pengelasan di lapangan tersebut meliputi penyambu-ngan melingkar antara lain; berimpit; Sambungan tumpul; sambungan tumpul berikat. Standar ini juga mencakup pengelasan lain yang disyaratkan di pabrik, pemanasan khusus dan perlengkapannya. Standar ini tidak mencakup desain sambungan las. Kontraktor harus menyediakan peralatan, pekerjaan sementara, tenaga kerja, dan bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan pemasangan sambungan langganan dengan cara yang baik, yang terdiri dari sambungan Rumah (SR), Terminal Air (TA), Hidran Umum (HU), dan Kran Umum (KU), termasuk sambungan ke pipa tertier yang ada pengujian, dan desinfeksi jalur pipa dan semua pekerjaan yang diperlukan untuk penyelesaian pemasangan Sambungan Langganan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Spesifikasi Teknis

103 ABTata Cara Pengelasan Pipa Baja K/LW/TC/009/98 untuk Air dilapangan.

104 ABTata Cara Konstruksi SR, TA, HU K/LW/TC/010/98 dan KU.

ini. Jika ada pekerjaan yang tidak tercakup dalam Spesifiasi Teknis ini akan dilakukan sesuai dengan cara yang telah biasa digunakan untuk bidang teknis yang besangkutan di Indonesia dan menurut perintah Direksi. Data langganan yang akan dipasang Sambungan Rumah dan Lokasi Terminal Air. Hidran Umum dan Kran Umum serta daerah sekitarnya disimpan oleh pemilik, dan kontraktor akan diijinkan membuat salinannya di Kantor Proyek. 105 ABTata Cara Pelaksanaan Pemboran K/LW/TC/011/98 Sumur Dalam Secara Mekanis. Tata cara ini membahas, ketentuan mengenai peralatan, dan perlengkapan serta cara pengerjaan.

106 ABTata Cara Sistem Pelapisan Epoksi Standar ini mencakup bahan dan persyaratan K/LW/TC/012/98 Cair untuk Bagian Dalam dan Bagian konstruksi pada sistem pel;apisan epoksi cair, hal ini Luar Perpipaan Air Dari Baja. sesuai untuk digunakan pada air bersih dan akan melindungi perpipaan terhadap korosi pada bagian dalam dan bagian luar pipa baja, bagian khusus, sambungan las, dan sambungan yang dipasang di bawah tanah atau dibawah air, dibawah kondisi pemsangan normal. Sistem pelapisan disini tidak digunakan bagi pipa yang belum ditekuk dan terpasang. Sistem perpipaan terdiri dari suatu lapisan, dua lapis epoksi dasar, dan satu atau lebih lapisan dua lapis epoksi pelindung. Lapisan penutup (pelindung) ini dapat menggunakan ter batu bara sebagai pelapis epoksi, atau menggunakan pelapis epoksi yang tidak mengendung ter batu bara, tetapi memenuhi persyaratan standar ini. Sistem pelapisan dapat terdiri dari 2 atau lebih bagian dari lapisan epoksi yang sama tanpa menggunakan lapisan dasar. Sistem pelapisan harus disesuaikan dengan persyaratan kinerja dalam standar ini. Sistem pelapisan pipa dapat dilakukan di pabrik atau lapangan, dan untuk pengelasan sambungan dan kerusakan permukaan dilakukan di lapangan. 107 ABTata Cara Pemasangan Perpipaan Air 1. Standar ini mencakup cara pemasangan perpipaan K/LW/TC/013/98 Minum Besi Daktail dan besi daktail dan perlengkapannya untuk pelayanan air Perlengkapannya. minum. 2. Kondisi yang tidak cukup Pemasangan yang memerlukan perhatian, teknik dan bahan-bahan yang khusus, tidak tercakup di dalam ruang lingkup ini. Setiap pemasangan tersebuut memerlukan pertimbangan khusus berdasarkan banyaknya faktor yang mempengaruhinya dan tidak dapat dicakup dengan memadai di dalam satu standar. Tipe pemasangan khusus ini hanya dapat diselesaikan dengan baik oleh yang berwenang dalam desain

rekayasa, dan dengan berkonsultasi pada yang mewakili industri pembuat bahan tersebut. Beberapa tipe pemasangan tersebut adalah : Jaringan pipa melalu dinding kaku; Jaringan pipa pada daerah yang berair; Jaringan pipa dengan penyanggah di atas atau dibawah tanah; Jaringan pipa yang membutuhkan isolasi; Jaringan pipa instalasi dan rumah pompa; Pipa yang melalui tanah korosi; Pipa yang melalui tanah yang tidak stabil. 108 ABTata Cara Pemasangan Pipa K/LW/TC/014//98 Transmisi dan Distribusi Serta Bangunan Pelintas Pipa Sistem Penyediaan Air Bersih Perkotaan. Kontrakto harus menyediakan peralatan, pekerjaan sementara, tenaga kerja, dan bahan serta memobilisasikan yang diperlukan untuk penyelesaian sekuruh pekerjaan dengan cara yang baik, termasuk sambungan ke pipa induk yang ada, pengujian, penggelontoran (flushing), desinfeksi jalur pipa dan semua pekerjaan yang diperlukan untuk penyelesaian pemasangan pipa sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Spesifikasi Teknis ini. Jika ada pekerjaan yang tidak tercakup dalam Spesifikasi Teknis ini akan dilakukan sesuai dengan cara yang telah digunakan untuk bidang teknis yang bersangkutan di Indonesia dan menurut perintah Direksi. Semua penjelasan dalam persyaratan teknis ini khususnya yang bersifat teknis selalu berpedoman pada standar yang umum dipakai di Indonesia. AISI : American iron and Steel Institute ANSI : American Nasional Standards Institute API : American Petroleum Institute ASTM : American Sociaty of Testing Material AWWA : American Water Work Association DIN : Deutsche Institut for Norming IEC : International Electrotecnical Commission ISO : International Organization for Standardization JIS : Japanese Industrial Standard KIWA : Dutch Institute for the Testing of Water Supply Material NEMA : National Electrical Manufacturer's Association PBI 71 : Peraturan Beton Indonesia tahun 71 SII : Standar Industri Indonesia SNI : Standar Nasional Indonesia Standar tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan yang diperlukan untuk pengendalian dan ppengawasan pembiyaan Pelasanaan Pembangunan Prasarana Air Minum. Tata cara ini memuat pengertian-pengertian dan ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi serta prosedur pelaksanaan pengendalian dan pengetesan kualitas pekerjaan pada sistem penyediaan air minum.

109 ABTata Cara Pengendalian dan K/LW/TC/015/98 Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Air Minum 110 ABTata Cara Pengendalian dan K/LW/TC/016/98 Pengetesan Kualitas Pekerjaan.

111 ABTata Cara Penerimaan Pekerjaan Sipil Tata cara ini memuat pengertian-pengertian dan K/LW/TC/017/98 dan Elektro - Mekanikal. ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi serta prosedur pelaksanaan penerimaan pekerjaan Sipil dan Elektro - Mekanikal pada sistem penyediaan air minum 112 ABTata Cara Uji Coba Sistem K/LW/TC/018/98 Penyediaan Air Minum. Tata cara ini mencakup pengertian, ketentuanketentuan, cara pelaksanaan uji coba sistem penyediaan air minum.

113 ABMetode Uji Operasi dan Metode uji memuat mengenai pengertian, ketentuanK/OP/MU/001/98 Pemeliharaan Sistem penyediaan air ketentuan umum, ketentuan teknis dan cara uji sistem minum. penyediaan air minum meliputi bangunan pengambilan air baku, pipa transmisi dan pipa distribusi serta IPA. 114 ABTata Cara Pemeriksaan Kualitas Air K/OP/MU/002/98 di Laboratorium. Metode pengujian pemeriksaan kualitas air di laboratorium ini mencakup ketentuan-ketentuan umum dan teknis, serta cara pengujian pemeriksaan kualitas air di laboratorium.

115 ABMetode Uji Pemeriksaan Kualitas Air Metode pengujian pemeriksaan kualitas air di unit K/OP/MU/003/98 di Unit Produksi. produksi ini mencakup ketentuan-ketentuan umum dan teknis, serta cara pengujian pemeriksaan kualitas air di unit produksi. 116 ABMetode Uji Kualitas Air Minum K/OP/MU/004/98 Distribusi dan Pelayanan. Metode pengujian ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara pemeriksaan kualitas air minum di unit distribusi dan pelayanan, meliputi parameter fisika, kimia dan mikrobiologi. Metode pengujian penentuan konsentrasi dan dosis pembubuhan di unit produksi ini mencakup ketentuanketentuan umum dan teknis, serta cara pengujian penentuan konsentrasi dan dosis pembubuhan bahan kimia di unit produksi.

117 ABMetode Uji Penentuan Konsentrasi K/OP/MU/005/98 dan Dosis Pembubuhan di Unit Produksi.

118 ABMetode Uji Pemeriksaan Tekanan Air Metode pengujian ini memuat ketentuan-ketentuan K/OP/MU/006/98 di Unit Distribusi dan Pelayanan. dan cara pemeriksaan tekanan air di unit distribusi dan pelayanan. 119 ABMetode Uji Pengambilan Contoh Air Metode ini mencakup tentang peralatan dan cara K/OP/MU/007/98 dari Saluran Tertutup. pengambilan contoh air dari saluran tertutup, seperti yang dilakukan untuk analisis kimia, fisika, mikrobiologi dan radiologi. Metode ini tidak mencakup peralatan khusus yang diperlukan untuk analisis. Uraian berikut termasuk didalamnya. Bagian / Bab. Metode A : Contoh Grab 9 -17 Metode B : Contoh Komposit 18 -23 Metode C : Pengambilan contoh secara terus menerus 24 - 29 " Penjelasan tentang peralatan khusus untuk pengambilan contoh,

pengujian atau tata cara analisis disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. " Standar ini tidak dimaksudkan untuk hal-hal yang berkaitan tentang pengamanan, kalaupun ada digabung dalam cara penggunaan. Adalah menjadi tanggung jawab peakai standar untuk menetapkan kondisi pengamanan yang sesuai dan menjaga keselamatan kerja dan menetukan batasan penerapan peraturan yang digunakan. Untuk penjelasan mengenai bahaya khusu, lihat catatan 5 dan butir 13.4. 120 ABMetode Kadar Nitrit dalam Air K/OP/MU/008/98 Secara Kolorimetri dengan Pereaksi Gries Romeyer. 121 ABMetode Uji Coli Total dalam Air K/OP/MU/009/98 Dengan Saringan Membran. 122 ABMetode Uji Kadar Nitrat Dalam Air K/OP/MU/010/98 Secara Kolorimetri dengan Pereaksi Nessler. Metode pengujian ini : 1. Membahasa ketentuanketentuan dan cara uji; 2. Penggunaan metode kolorimetri dengan pereaksi Gries Romeyer. Ruang lingkup metode pengujian ini : 1. Membahas, ketentuan-ketentuan dan cara uji; 2. dilakukan dengan alat saringan memrane. Metode pengujian ini : 1. membahas ketentuanketentuan dan cara uji; 2. Penggunaan metode kolorimetri dengan pereaksi Nessler.

123 ABMetode Uji Penggunaan Kadar Besi Metode pengujian ini : 1. Membahas ketentuanK/OP/MU/011/98 dalam Air Secara Kolorimetri dengan ketentuan dan cara uji; 2. Penggunaan metode Thyiocya-nate. kolorimetri dengan thyochyanate 124 ABMetode Uji Penggunaan Kadar K/OP/MU/012/98 Mangaan Dalam Air dengan Secara Kolori-mentri Dengan Ferrosulfat. Metode pengujian ini : 1. Membahas ketentuanketentuan dan cara uji; 2. Dilakukan secara Kolorimetri dengan persulfat.

125 ABMetode Uji Pengukuran Debit Pompa Standar nasional Indenesia ini mengkhususkan metoda K/OP/MU/013/98 untuk pengukuran debit (1) pompa pada tahap pabrikasi : Catatan : Debit ialah volume cairan persatuan waktu yang keluar dari pompa. 126 ABMetode Uji Kinerja Pompa Dengan K/OP/MU/014/98 Menggunakan Model. 127 ABMetode Uji Jar Untuk Koagulasi K/OP/MU/015/98 Flokulasi Air. Metode ini membahas ketentuan-ketentuan teknis pengujian kinerja pompa menggunakan model 1. Metode ini mencakup prosedur umum untuk mengevaluasi pengolahan dalam rangka mengurangi bahan-bahan terlarut, koloid, dan tidak dapat mengendap dalam air menggunakan bahan kimia dalam proses koagulasi-flokulasi yang dialnjutkan dengan pengendapan secara gravitasi. Prosedure ini dapat digunakan untuk mengevaluasi warna, kkeruhan dan kesadahan. 2. Metode ini dilengkapi dengan evaluasi yang sistematis dari berbagai variabel yang biasa digunakan dalam proses koagulasi-flokulasi. 3. Standar ini tidak dimaksudkan untuk hal-hal yang berkaitan dengan keamanan. Bila ada, gabungkan

dengan penggunaan. hal ini menjadi tanggung jawab pemakai standar ini, untuk menetapkan kondisi keamanan dan kesehatan yang layak (tepat) dan menentukan batasan penerapan peraturan sebelum digunakan. 128 ABMetode Uji Kinerja Tekanan Pada K/OP/MU/016/98 Rangkaian Proses Koagulasi Flokulasi dan Filtrasi. 1. Metode uji ini meliputi prosedur yang digunakan untuk melaksanakan pemberian tekanan yang digunakan dalam rangkaian koagulasi, flokulasifiltrasi air bersih dan air limbah dalam rangkaian pipa yang bertekanan, yang mengandung padatan terlarut relatif rendah ( 30 mg/l), untuk setiap ukuran diameter filter lebih besar dari 100 mm. 2. Metode uji ini yang digunakan untuk menentukan efektivitas flokulasi atau koagulan, dan atau keduanya serta media filter dalam memisahkan padatan melayang dan koloid dari air bersih dan air limbah. 3. Metode uji ini dapat digunakan interval antara pencucian filter dengan lairan balik, persyaratan pencucian dengan aliran balik, pembilasan dan pengaruh kecepatan penyaringan terhadap kualitas effluen. Standar ini tidak dimaksudkan semua keamanannya, jika ada disesuaikan dengan kegunaannya. Hal tersebut merupakan tanggung jawab pemakai standar ini untuk menetapkan cara yang paling aman dan sehat dalam pelaksanaan dan menentukan pelaksanaan batasanbatasan peraturan sebelum digunakan

129 ABMetode Uji Pengujian Laboratorium Petunjuk teknis ini memuat pengertian-pengertian K/OP/MU/017/98 Pada Proses Pengelolaan Air Bersih. ketentuan-ketentuan dan prosedur yang perlu dilakukan bagi keperluan pengujian. 130 ABK/OP/ST/001/98 131 ABK/OP/ST/002/98 Air Bersih Perkotaan - Pengelolaan Spesifikasi ini mencakup tentang pengertian, asumsi dasar perhitungan, komponen biaya operasi dan pemeliharaan. Spesifikasi ini memuat pengertian dan persyaratan dalam pengelolaan data sistem penyediaan air minum yang meliputi : kualitas dan kuantitas sumber, unit produksi, unit distribusi dan data keuangan.

Spesifkasi Teknis Pengelolaan Data Sistem Penyediaan air Minum.

132 ABK/OP/ST/003/98 133 ABK/OP/ST/004/98

Spesifikasi Teknis Kapur Tohor dan Standar ini digunakan untuk pengolahan air dalam Kapur PDAM pada Pengolahan Air penyediaan air bersih di perkotaan dan pedesaan. Bersih. Spesifikasi Teknis Kinerja Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sistem Penyediaan Air Bersih. 1. Kinerja pemeliharaan ini memuat modul, ketentuanketentuan dalam perusahaan yang perlu dilakukan bagi keperluan kinerja pemeliharaan sistem penyediaan air bersih. 2. Kinerja pemeliharaan yang mencakup dalam

pegangan bagi penanggung jawab unsur-unsur teknis dalam pemeliharaan sarana dan prasarana air bersih yang meliputi : kinerja pemeliharaan instalasi air bersih; kinerja pemeliharaan air baku; kinerja pemeliharaan pipa transmisi dan distribusi; kinerja pemeliharaan pipa dinas 134 ABK/OP/ST/005/98 Spesifikasi Teknis Desinfeksi Perpipaan Air Bersih. Standar ini meliputi prosedur, untuk desinfeksi pipa yang baru dan yang akan diperbaiki. Semua perpipaan baru harus di desinfeksi sebelum sipasang. Semua sistem perpipaan harus sistop untuk pemeriksaan, perbaikan dan kegiatan lain yang dapat menyebabkan kontaminasi air harus desinfeksi, sebelum dipasang kembali.

135 ABK/OP/TC/001/98

Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Tata cara ini memuat tentang ketentuan-ketentuan dan Bangunan Pengambilan Air Baku cara pengoperasian serta oemeliharaan sarana pengembilan air baku dari air permukaan, mata air dan air tanah dalam. Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Tata cara ini memuat ketentuan tentang operasi dan Pipa Transmisi Air Baku pemeliharaan pipa transmisi air baku berikut peralatan dan perlengkapannya serta kualifikasi operatornya. Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan dan Bangunan Instalasi Pengolahan Air. prosedur yang perlu dilakukan bagi keperluan operasi dan pemeliharaan Bangunan Instalasi Pengolah Air. Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Tata cara operasi dan pemeliharaan ini meliputi Peralatan Pembubuhan Bahan Kimia. langkah-langkah pengoperasian dan pemeliharaan peralatan pembubuh koagulan, desinfektan, bahan pelunak kesadahan dan netralisasi. Tata Cara Operasi dan Peme-liharaan Tata cara operasi dan pemeliharaan sistem keamanan Sistem Keamanan dan Keselamatan dan keselamatan di unit produksi ini memuat Di Unit Produksi. ketentuan-ketentuan dan prosedur yang perlu dilakukan bagi keperluan operasi dan pemeliharaan. Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Tata cara ini memuat ketentuan tentang operasi dan Pipa Distribusi dan Reservoar. pemeliharaan jaringan pipa distribusi dan reservoir distribusi untuk sistem penyediaan air minum yang beroperasi 24 jam/hari, serta ketentuan mengenai teknisi, peralatan dan perlengkapan serta bahan yang diperlukan. Tata Cara Operasi dan Peme-liharaan Tata cara ini memeuat ketentuan dan cara Sambungan Pela-nggan dan Hidran pengoperasian dan pemeliharaan sambungan Kebakaran. pelanggan meliputi sambungan rumah, hidran umum, kran, terminal air pada saringan pipa terpasang. Tata Cara Uji Petik Kualitas Air Tata cara mencakup hal-hal sebagai berikut : *

136 ABK/OP/TC/002/98 137 ABK/OP/TC/003/98 138 ABK/OP/TC/004/98

139 ABK/OP/TC/005/98

140 ABK/OP/TC/006/98

141 ABK/OP/TC/007/98

142 AB-

K/OP/TC/008/98

Minum Di Unit Distribusi dan Pelayanan.

Ketentuan Umum; * Ketentuan tekntonik; * Peralatan dan Perlengkapan; * Bahan; * Cara pengerjaan untuk uji pisik kualitas air minum di unit distribusi dan pelayanan. Tata cara ini memuat ketentuan dan tata cara pengerjaan pemantauan fluktuasi air pada jaringan distribusi. Standar tata cara ini memuat ketentuan dan cara pengukuran tekanan air di unit distribusi, terutama mengenai tekanan air di jaringan pipa induk distribusi. Tata cara ini memuat pengertian ketentuan-ketentuan umum dan ketentuan teknis cara menyusun kebutuhan logistik komponen-komponen sistem penyediaan air minum.

143 ABK/OP/TC/009/98 144 ABK/OP/TC/010/98 145 ABK/OP/TC/011/98

Tata Cara Pemantauan Fluktuasi Pelayanan Air Minum. Tata Cara Pengukuran Tekanan Air Di Unit Distribusi. Tata Cara Penyusunan Kebutuhan Logistik Sistem Penyediaan Air Minum.

146 ABK/OP/TC/012/98 147 ABK/OP/TC/013/98

Tata Cara Penyusunan Biaya Operasi Tata cara ini mencakup hal-hal sebagai berikut : 1) dan Pemeliharaan Teknik Sistem asumsi dasar perhitungan 2) komponen biaya operasi Penyediaan Air Minum. dan pemeliharaan 3) cara pengerjaan Tata Cara Pengerjaan Kinerja Manfaat Pelayanan Air Minum. Tata cara ini memuat ketentuan dan cara pengerjaan pengkajian kinerja manfaat pelayanan air minum yaitu mengenai jumlah sambungan langganan yang dapat terlayani air minum. Tata cara ini memuat pengertian ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan yang diperlukan untuk pengambilan dan pengumpulan data teknis kelembagaan dan keuangan Sistem Penyediaan Air Minum.

148 ABK/OP/TC/014/98

Tata Cara Pengambilan dan Pengumpulan Data Teknis Kelembagaan dan Keuangan Sistem Penyediaan Air Minum.

149 ABK/OP/TC/015/98

Tata Cara Pembinaan Pengelolaan Pedoman ini memuat ikhwal : 1. Ketentuan-ketentuan dan Pemeliha-raan Sistem Air Bersih. dan prosedur yang diperuntukan bagi keperluan penyusunan konsep pembinaan pengelolaan dan pemeliharaan sistem air bersih. 2. Penetapan produkproduk bagian yang diperlukan dalam penyusunan pembinaan pengelolaan dan pemeliharaan sistem air bersih. Tata Cara Pengelolaan Aspek Teknis Tata cara pengelolaan aspek teknis kelembagaan kelembagaan Sistem Penyediaan Air sistem air minum memuat pengertian ketentuan umum Minum. dan teknis, serta cara pengelolaannya.

150 ABK/OP/TC/016/98

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : Petunjuk Teknis PETUNJUK TEKNIS Data ada 275 record No No SNI 151 ABK/OP/TC/017/98 152 ABK/OP/TC/018/98 153 ABK/OP/TC/019/98 Judul Tata Cara Pengelolaan Teknis Akuntansi Keuangan PDAM. Tata Cara Pengelolaan Teknis Akuntansi Biaya. Ruang Lingkup Standar tata cara ini memuat ikhwal : Ketentuanketentuan dan cara pengerjaan pengelolaan teknis akuntansi keuangan di lingkungan PDAM. Standar tata cara ini memuat : Ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan yang diperlukan untuk pengelolaan teknis akuntansi biaya PDAM.

Tata Cara Pengelolaan Teknis Sistem Standar tata cara ini memuat : Ketentuan-ketentuan Penjualan dan Piutang PDAM. dan cara pengerjaan yang diperlukan untuk pengelolaan teknis Sistem Penjualan dan Piutang PDAM. Tata Cara Pengelolaan Teknis Sistem Tata cara ini mencakup : Ketentuan-ketentuan dan Pembelian dan Hutang PDAM. cara pengerjaan yang diperlukan untuk pengelolaan teknis Sistem Pembelian dan Hutang PDAM. Tata Cara Pengelolaan Teknis Arus Kas dan Bank PDAM. Tata Cara Pengelolaan Teknis Kinerja PDAM. Tata Cara Pengelolaan Teknis Anggaran PDAM. Standar tata cara ini memuat ikhwal : Ketentuanketentuan dan cara pengerjaan pengelolaan teknis Akuntansi Kas dan Bank di lingkungan PDAM. Tata Cara ini memuat pengertian, ketentuan umum. ketentuan teknis dan cara pengerjaan pengelolaan teknis kinerja PDAM untuk mrningkatkan PDAM. Standar cara ini memuat ikhwal : Ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan yang diperlukan untuk pengelolaan teknis Sistem Anggaran PDAM.

154 ABK/OP/TC/020/98 155 ABK/OP/TC/021/98 156 ABK/OP/TC/022/98 157 ABK/OP/TC/023/98 158 ABK/OP/TC/024/98 159 ABK/OP/TC/025/98

Tata Cara Pengelolaan Teknis Aktiva Tata cara ini mencakup mengenai ketentuan-ketentuan Tetap. dan cara pengerjaan pengelolaan teknis Aktiva tetap PDAM. Tata Cara Peningkatan Pengusahaan. Petunjuk teknis peningkatan pengusahaan perusahaan Daerah Air Minum adalah dalam rangka Peningkatan Pengusahaan Managemen Perusahaan Daerah Air Minum. Tata Cara Persiapan Kelembagaan Bidang Air Bersih. Petunjuk teknis ini mencakup pengertian, ketentuanketentuan yang meliputi ketentuan umum dan teknis serta prosedur pelaksanaan persiapan pembentukan kelembagaan. Tata cara ini meliputi pengertian, ketentuan-ketentuan dan cara penanggulangan kehilangan air pada jaringan

160 ABK/OP/TC/026/98

161 ABK/OP/TC/027/98

Tata Cara Penanggulangan Kehilangan Air.

pipa transmisi dan distribusi. 162 ABK/OP/TC/028/98 Tata Cara Penanggulangan Kehilangan Air Secara Mekanis. Pedoman ini mencakup dasar-dasar pengertiandalam penanggulangan kehilangan air (PKA) serta ketentuan-ketentuan umum maupun ketentuanketentuan teknis yang berkaitan dengan proyek PKA tersebut. Cara pengerjaan merupakan bagian yang menguraikan langkah-langkah yang diperlukan dalam melaksanakan program PKA, mulai dari pengukuran tingkat PKA, penetapan kebijaksanaan, dan penyusunan strategi pelaksanaan hingga ke cara-cara pelaksanaan PKA, termasuk evaluasi pelaksanaannya.

163 ABK/OP/TC/029/98

Tata Cara Penanggulangan Tata cara ini mencakup pengawasan kebocoran pipa Kehilangan Air Minum pada Sistem transmisi dan distribusi, ketentuan mengenai Transmisi dan Distribusi identifikasi kebocoran, peralatan, bahan, pelaksanaan dan cara pengerjaan. Tata Cara Managemen Penanggulangan Kehilangan Air Sistem Penyediaan Air Bersih. Dalam buku ini akan dicoba untuk memuat usaha unsur yang yang memungkinkan dilakukan pengelola air minum dalam menangani kehilangan air. Disini akan dibahas mengenai ketentuan-ketentuan umum maupun teknis cara penanganan kehilangan air diatas batas kewajaran (20 %). mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan monitoring serta evaluasi. Persiapan operasi dan pemeliharaan ini memuat modul, ketentuan-ketentuan dalam perusahaan yang perlu dilakukan bagi keperluan persiapan operasi dan pemeliharaan saluran penyediaan air bersih. Persiapan operasi dan pemeliharaan yang menyangkut dalam pegangan bagi penanggung jawab unsur-unsur teknis dalam operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana air bersih yang meliputi. a. operasi dan pemeliharaan penyadap air baku b. operasi dan pemeliharaan proses pengolahan air bersih c. operasi dan pemeliharaan sarana transmisi dan distribusi. d. operasi dan pemeliharaan pipa dinas e. operasi dan pemeliharaan mesin dan listrik f. penyusunan anggaran biaya operasi dan pemeliharaan. Standar ini mencakup soda abu untuk penggunaan dalam pengolahan untuk penyediaan air bersih dan air perindustrian. Butir 1 mencakup persyaratan umum; Butir 2 mencakup spesifikasi bahan; Butir 3 mencakup pengambilan contoh, pengemasan, pengiriman dan penandaan; dan Butir 4 mencakup pengujian. Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan mengenai

164 ABK/OP/TC/030/98

165 ABK/OP/TC/031/98

Tata Cara Persiapan Operasi dan Pemeliharaan.

166 ABK/OP/TC/032/98

Tata Cara Penggunaan Soda untuk Penyediaan Air bersih dan Air Perindustrian.`

167 AB-

Tata Cara Pengoperasian dan

K/OP/TC/033/98 168 ABK/OP/TC/035/98 169 ABK/OP/TC/036/98 170 ABK/OP/TC/037/98 171 ABK/OP/TC/038/98 172 ABK/OP/TC/039/98

Pemeliharaan Hidran Umum. Tata Cara Pengeperasian dan Pemeliharaan Bangunan Reservoar Air Bersih.

penanggung jawab, bahan, peralatan dan pengoperasian serta pemeliharaan. Pedoman teknis ini mencakup pengoperasian pemeliharaan, teknis, bahan dan peralatan.

Tata Cara Pengoperasian dan Petunjuk teknis ini mencakup ketentuan-ketentuan, Pemeliharaan Bangunan Pengambilan umum dan teknis, cara pengoperasian dan Air Baku. pemeliharaan. Tata Cara Pengoperasian dan Pemeliharaan Terminal Air Tata Cara Pengoperasian dan Pemeliharaan Mobil Tanki Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan mengenai penanggung jawab, bahan, peralatan dan cara pengoperasian serta pemeliharaan. Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan persyaratan dan ketentuan mengenai pengoperasin, pemeliharaan, teknis dan peralatan.

Tata Cara Pembubuhan Kaporit pada " Tata cara ini memuat tentang, ketentuan-ketentuan Unit Instalasi Pengolahan Air bahan, peralatan, pembubuhan, pendosisan, penyimpanan dan cara pembubuhan kaporit kedalam instalasi penjernihan. Tata Cara Pembuhuban Bahan Gas " Tata cara ini mencakup pengertian, ketentuanKhlor pada Unit Instalasi Pengolahan ketentuan dan cara evaluasi mata air sebagai sumber Air air. Tata Cara Pengoperasian dan Pemeliharaan Bangunan Pengaduk Lambat Secara Mekanis pada IPA Tata Cara Operasi Sarana dan Prasarana Sistem Air Bersih " Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan mengenai teknis, bahan, fungsi dan peralatan bangunan pengaduk lambat secara mekanis. 1. Operasi ini memuat modul, ketentuan-ketentuan dalam perusahaan yang perlu dilakukan bagi keperluan operasi instalasi penyediaan air bersih. 2. Operasi yang menyangkut dalam pegangan bagi penanggung jawab unsur-unsur teknis dalam operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana air bersih yang meliputi : a. operasi dan pemeliharaan penyadap air baku b. operasi dan pemeliharaan proses pengolahan air bersih c. operasi dan pemeliharaan sarana transmisi dan distribusi d. operasi dan pemeliharaan pipa dinas e. operasi dan pemeliharaan mesin dan listrik f. penyusunan anggaran biaya operasi dan pemeliharaan. Petunjuk Teknis memuat maksud dan tujuan, pengertian-pengertian yang digunakan dalam pelaksanaan pemeliharaan priodik, ketentuanketentuan dan prosedur yang perlu dilakukan bagi pelaksanaan Petunjuk Teknis Pemeliharaan Sistem Sarana Air Bersih (Periodik/Rutin) serta penetapan

173 ABK/OP/TC/040/98 174 ABK/OP/TC/041/98 175 ABK/OP/TC/042/98

176 ABK/OP/TC/043/98

Tata Cara Pemeliharaan Sistem Sarana dan Prasarana Air Bersih (Periodik/Rutin).

produk-produk kegiatan yang diperlukan. 177 ABK/OP/TC/044/98 178 ABK/OP/TC/045/98 179 ABK/OP/TC/046/98 Tata Cara Oper Haul Pompa Tata ini memcakup pemeriksaan, bongkar pasang, Sentrifugal Submersibel pada Sarana bahan, suku cadang, peralatan dan teknisi. Sistem Penyediaan Air Bersih. Tata Cara Overhaul Genset pada Tata cara ini : 1. memuat ketentuan teknisi, peralatan, Sarana Sistem Penyediaan Air Bersih suku cadang dan informasi; 2. mencakup top overhaul dan general overhaul. Tata Cara Pembubuhan Alumunium Tata cara ini mencakup ketentuan-ketentuan mengenai Sulfat pada Unit Instalasi Pengolahan pengoperasian pembubuhan Alumunium Sulfat, Air. peralatan, bahan, penyimpan,penanganan dan perhitungan. Tata cara ini mencakup tentang : 1. ketentuan peralatan, bahan dan cara penyimpanan bahan; 2. cara pengerjaan pengoperasian pembubuhan Alumunium Sulfat. Tata Cara Pengoperasian dan Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Bersih. Tata cara ini memuat ikhwal ketentuan-ketentuan dan prosedur yang perlu dilakukan bagi keperluan operasi dan pemeliharaan bangunan instalasi pengolahan air bersih. Penetapan langkah-langkah dan produk yang dihasilkan pada pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan masing-masing bangunan instalasi pengolahan air bersih yang perlu diamati oleh petugas operasi dan pemeliharaan. Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan tentang pemeliharaan, jaringan pipa transmisi dan distribusi, teknisi, peralatan dan bahan. Tata cara ini mencakup ketentuan-ketentuan mengenai prosedur pengoperasian dan pemeliharaan Pompa Setrifugal, Pompa Sumbmesible dan Pompa Dosing, meliputi langkah-langkah : 1. Persiapan sebelum dijalankan 2. menjalankan 3. Pemeriksaan pada saat jalan 4. Mematikan pompa 5. Pemeliharaan pencegahan 6. Mengatasi gangguan 7. Pemeriksaan komponen pompa 8. Pemeriksaan karakteristik pompa Tata cara ini memuat ketentuan tentang penilaian dan cara penilaian PDAM yang mencakup aspek teknis dan non teknis. Tata cara ini memuat ruang lingkup, pengertianpengertian, ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dan cara pengerjaan dalam perancangan teknik unit pada sistem penyediaan air minum.

180 ABK/OP/TC/047/98

181 ABK/OP/TC/048/98 182 ABK/OP/TC/049/98

Tata Cara Pemeliharaan Jaringan Pipa Transmisi dan Pipa Distribusi Dalam Air Minum. Tata Cara operasi dan Pemeliharaan Pompa-pompa Air Bersih.

183 ABK/OP/TC/050/98 184 ABK/OP/TC/051/98

Tata Cara Penilaian Kinerja PDAM

Tata Cara Perancangan Teknik Unit Produksi.

185 AB-K/RERI/ST/001/98

Spesifikasi Teknik Survai Rencana Spesifikasi ini memuat tentang pengertian-pengertian , Induk Sistem Penyediaan Air Minum. dan persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam

survai rencana induk sistem penyediaan air minum. 186 AB-K/RERI/ST/002/98 187 AB-K/RERI/ST/003/98 Spesifikasi Teknik Wilayah Studi dan Standar ini memuat persyaratan teknis wilayah studi Wilayah Pelayanan. dan wilayah pelayanan sistem penyediaan air minum. Spesifikasi Teknik Prasarana Sistem Spesifikasi ini memuat pengertian-pengertian dan Penyediaan Air Minum. persyaratan teknis yang harus dipenuhi prasarana sistem penyediaan air minum untuk penyusunan rencana induk. Spesifikasi Teknik Penahapan Ruang lingkup pekerjaan spesifikasi penahapan Pembangunan Sistem Penyediaan Air pembangunan sistem penyediaan air minum, Minum. mencakup pengertian-pengertian dan persyatan tekni (lihat bab II). Spesifikasi Teknik Pengelolaan Teknik Sistem Penyediaan Air Minum. Spesifikasi Teknik Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum. Tata Cara Survai dan Pengkajian Wilayah Studi dan Wilayah Pelayanan. Tata Cara Survai dan Pengkajian Sumber Daya Air Baku. Spesifikasi ini memuat ruang lingkup, pengertianpengertian serta persyatan teknis dalama pengelolaan teknis sistem penyediaan air minum. Spesifikasi ini memuat penjelasan-penjelasan yang diperlukan dalam rencana induk sistem penyediaan air minum. Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara survai dan pengkajian wilayah studi dan wilayah pelayanan untuk perencanaan sistem penyediaan air minum Memuat ruang lingkup, pengertian-pengertian yang digunakan dalam pelaksanaan survai dan pengkajian, ketentuan-ketentuan dan prosedur yang perlu dilakukan bagi pelaksanaan Survai Sumber Daya Air Baku serta produk-produk kegiatan yang diperlukan. Tata cara ini mencakup pengertian-pengertian yang digunakan dalam pelaksanaan survai, ketentuanketentuan dan prosedur yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan survai geoklimatologi dan tofografi serta pengkajian hasil survai untuk keperluan rencana induk air minum.

188 AB-K/RERI/ST/004/98

189 AB-K/RERI/ST/005/98 190 AB-K/RERI/ST/006/98 191 AB-K/RERI/TC/001/98

192 AB-K/RERI/TC/002/98

193 AB-K/RERI/TC/003/98

Tata Cara Survai dan Pengkajian Geoklimatogafi dan Tofografi.

194 AB-K/RERI/TC/004/98

Tata Cara dan Pengkajian Demografi Tata cara ini memuat pengertian, ketentuan-ketentuan dan Ketatakotaan. pelaksanaan kegiatan, dan cara pengerjaan yang dapat digunakan dalam pelaksanaan survai dan pengkajian demografi dan ketatakotaan. Tata Cara Survai dan Pengkajian Kebutuhan dan Pelayanan Air Minum. Tata Cara Survai dan Pengkajian Standar tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara-cara survai dan pengkajian hasil survai yang akan digunakan untuk menghitung kebutuhan air dan pelayanan air minum. Tata cara ini memuat pengertian-pengertian,

195 AB-K/RERI/TC/005/98

196 AB-K/RE-

RI/TC/006/98

Prasarana Air Minum Terpasang dan ketentuan-ketentuan, dan cara pengerjaan yang harus Pemanfaatannya. dilakukan didalam pelaksanaan Survai dan Pengkajian Prasarana Air Minum Terpasang dan Pemanfaatannya. Tata Cara Survai dan Pengkajian Biaya, Sumber Pendanaan dan Keuangan. Tata Cara pengkajian Kebutuhan Prasarana Air Minum. Standar tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan dan Cara Pengerjaan yang diperlukan untuk Survai dan Pengkajian Biaya, Sumber Pendanaan dan Keuangan. Tata cara ini memuat ruang lingkup, pengertian, ketentuan-ketentuan serta cara pengerjaan Pengkajian Kebutuhan Prasarana Air Minum untuk Sistem Penyediaan Air Minum. Standar tata cara ini memuat, ketentuan-ketentuan dan Cara Pengerjaan yang diperlukan untuk Pengkajian Kelembagaan Sistem Penyediaan Air Minum.

197 AB-K/RERI/TC/007/98 198 AB-K/RERI/TC/008/98

199 AB-K/RERI/TC/009/98 200 AB-K/RERI/TC/010/98

Tata Cara Pengkajian Kelembagaan Sistem Penyediaan ir Minum.

Tata Cara Penyusunan Rencana Tata cara penyusunan rencana induk sistem Induk Sistem Penyediaan Air Minum. penyediaan air minum ini meliputi ketentuanketentuan umum dan teknis dalam penyusunan rencana induk sistem air minum yang bertujuan untuk membuat suatu rencana jangka penjang (20 tahun) mengenai pembangunan dan pengembangan bidang air minum.

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : Petunjuk Teknis PETUNJUK TEKNIS Data ada 275 record No No SNI 201 AB-K/RERI/TC/011/98 Judul Tata Cara Penyusunan Rencana Induk Air Minum Perkotaan. Ruang Lingkup Buku pedoman ini berisikan : Kriteria perencanaan . 1) Tahapan penyusunan perencanaan. 2) Tata cara penyelenggaraan. Kriteria Perencanaan : Perencanaan suatu sistem air bersih memerlukan kriteria perencanaan untuk dijadikan dasar perencanaan, untuk memenuhi tujuan / sasaran serta pengendalian mutu. Tahap Penyusunan : Pada umumnya suatu "Proyek " air bersih didefinisikan sebagai suatu kumpulan kegiatan yang diajukan untuk menyelesaikan permasalahan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tahapan atau urutan dalam penyusunan suatu Rencana Induk Sistem Air Bersih adalah sebagai berikut : 1) Evaluasi kondidi kota perkotaan /kawasan; 2) Evaluasi kondidi sistem air bersih eksisting; 3) Survai kebutuhan nyata; 4) Identifikasi permasalahan dan kebutuhan pengembangan; 5) Prakiraan kebutuhan air; 6) Identifikasi sumber air potensial; 7) Pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM); 8) Rencana pemenuhan kebutuhan / Rencana Induk. Spesifikasi ini memuat tentang persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam survai rancangan teknis sistem penyediaan air minum. Spesifikasi teknis unit produksi sistem penyediaan air minum ini mencakup ketentuan mengenai unit produksi sistem penyediaan air minum yang meliputi bangunan pengambil air baku dan bangunan penunjang, yang mana kelima komponen utama tersebut masing-masing merupakan bagian dari unit produksi sistem penyediaan air minum. Standar ini menentukan spesifikasi instalasi elektro mekanik pada sistem penyediaan air minum. Spesifikasi teknis bangunan penunjang sistem penyediaan air minum ini mencakup ketentuanketentuan teknis mengenai bangunan dan peralatan penunjang yang meliputi : 1. bangunan operasi dan

202 AB-K/RERT/ST/001/98 203 AB-K/RERT/ST/002/98

Spesifikasi Teknis Survei Rancang Teknik Sistem Penyediaan Air Minum Spesifikasi Teknis Unit Produksi Sistem Penyediaan Air Minum

204 AB-K/RERT/ST/003/98 205 AB-K/RERT/ST/004/98

Spesifikasi Teknis Instalasi Elektro Mekanikal Sistem Penyediaan Air Minum. Spesifikasi Teknis Bangunan Penunjang Sistem Penyedia-an Air Minum.

pengendalian 2. bangunan elektro mekanikal 3. bangunan rumah kimia 4. bangunan gedung 5. laboratorium 6. halaman : drainase, jalan dan halaman parkir, ruang jaga dan pagar 7. kantor dan perlengkapan 8. peralatan laboratorium dan bengkel 9. logistik 206 AB-K/RERT/ST/005/98 Spesifikasi Teknis Perpipaan dan Alat Ukur Sistem Penyediaan Air Minum. Spesifikasi teknis ini mengenai persyaratan teknis dari sistem perpipaan dan alat ukur yang digunakan dalam sistem penyediaan air minum perkotaan, yang meliputi : 1. Perpipaan (1) perpipaan di unit bangunan pengambilan air baku; (2) perpipaan unit instalasi pengelolaan air; (3) perpipaan di jaringan pipa transmisi dan distribusi 2. Alat Ukur Tipe alat ukur yang digunakan dalam sistem penyediaan air bersih adalah : (1) tipe pelimpahan; alat ukur jenis thomson, pelimpah segi empat dan alat ukur trapesium; (2) tipe perbedaan tekanan; pivapenturi; (3) tipe elektromagnetik; aliran elektro magnetik; (4) tipe supersonic wave; meter aliran supersonic wave;

207 AB-K/RERT/ST/006/98

Spesifikasi Teknis Bahan Kimia dan Spesifkasi teknis bahan kimia dan persyaratn kimiawi Persyaratan Kimiawi dalam air dalam air minum ini mencakup persratan teknis Minum. mengenai bahan yang digunakan untuk proses pelunakan kesadahan, koagulasi, desinfeksi, netralisasi, fluoridisasi, dan penghilangan besi dan mangan, serta persyaratan kimiawi dalam air minum. Spesifikasi Teknis Pengen-dalian Sistem Penyediaan Air Minum. Spesifikasi Teknis Rancangan Anggaran Biaya. Spesifikasi ini mengenai persyaratan teknis dalam mengedalikan sistem penyediaan air minum yang melliputi kualitas, kuantitas dan kontinyuitas. Spesifikasi ini mencakup persyaratan dalam penyusunan rencana anggaran biayan suatu sistem penyediaan air minum.

208 AB-K/RERT/ST/007/98 209 AB-K/RERT/ST/008/98 210 AB-K/RERT/ST/009/98 211 AB-K/RERT/ST/010/98

Spesifikasi Teknis Dokumen Lelang Spesifikasi ini mencakup pengertian-pengertian yang Sistem Penyediaan Air Minum. berhubungan dengan dokumen lelang. Spesifikasi Teknis Pemasangan Simbol-Simbol Gambar Untuk Sistem Penyediaan Air Bersih dan Drainase Dalam Tanah. Bagian 6 ISO 4067 ini merupakan dasar kontroversial simbol-simbol gambar untuk saluran-saluran, perpipaan, dan parit-parit/selokan-selokan termasuk simbol bagian-bagian dari peralatan yang dibuat di pabrik untuk diperagakan pada penggambaran dan perencanaan sistem penyediaan air bersih dan saluran drainage. Untuk suatu gambaran yang lebih detail, simbol-simbol dasar ini dapat dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk, yang disyaratkan dalam satu sistem simbol-simbol yang lebih rinci pada penggambaran

atau pada penjelasan yang, diuraikan secara terpisah. Simbol-simbol digambarkan dan dipergunakan terutama pada perencanaan, akan tetapi dapat juga digunakan pada potongan-potongan galian dan elevasi. 212 AB-K/RERT/TC/001/98 Tata Cara Pengkajian Rencana Induk Tata cara pengkajian rencana induk dan studi dan Studi Kelayakan. kelayakan sistem penyediaan air minum ini meliputi ketentuan-ketentuan umum dan teknis dalam pengkajian studi kelayakan sistem air minum yang bertujuan untuk mengkaji laporan studi kelayakan dari suatu sistem penyediaan air minum dalam rangka pembuatan rancang teknik yang merupakan kelanjutan dari studi kelayakan. Tata Cara Suvai dan Pengkajian Topografi. Tata cara ini mencakup ruang lingkup, pengertian, ketentuan-ketentuan, cara pelaksanaan, pengukuran, tofografi dan analisa serta penggambaran untuk kebutuhan perencanaan teknik sistem penyediaan air minum. Tata cara penyelidikan tanah untuk bangunan prasarana air bersih dimaksudkan sebagai acuan teknis bagi pelaksana dalam melakukan penyelidikan tanah dilapangan dan laboratorium untuk struktur, bangunan atas berat dan struktur bangunan atas ringan. Tata cara ini memuat ruang lingkup, pengertianpengertian dan ketentuan-ketentuan serta cara pengerjaan dan pengkajian hasil survai lokasi sistem penyediaan air minum. Dalam tata cara ini akan dibahas hal-hal yang berkaitan dengan survai dan penngkajian bahan konstruksi : " Ketentuan-ketentuan " Komponen bahan konstruksi " Spesifikasi bahan konstruksi " Cara pengerjaan Standar ini mencakup hal-hal berikut ini : 1) Uraian Jenis Peralatan M/E 2) Kriteria Teknis/Pemilihan 3) Cara Pengerjaan Tata cara ini mencakup hal-hal tentang : 1) Pengelompokan bahan kimia; 2) Karakteristik bahan kimia; 3) Urutan pengadaan; Tata cara ini mencakup hal-hal berikut ini : 1) membuat ketentuan teknis, peralatan, suku cadang dan informasi 2) peninjauan, pemeriksaan dan penyelidikan sumber daya energi pdam dari segi efektivitas dan efisiensi. 3) pengkajian ulang terhadap sumber daya energi yang sudah terpasang dari segi

213 AB-K/RERT/TC/004/98

214 AB-K/RERT/TC/005/98

Tata Cara Survai dan Pengkajian Hasil Penyelidikan Tanah.

215 AB-K/RERT/TC/006/98

Tata Cara Survai dan Pengkajian Lokasi Sistem Penyediaan Air Minum. Tata Cara Suvai dan Pengkajian Ketersediaan Bahan Konstruksi.

216 AB-K/RERT/TC/007/98

217 AB-K/RERT/TC/008/98 218 AB-K/RERT/TC/009/98 219 AB-K/RERT/TC/010/98

Tata Cara Survai dan Pengkajian Ketersediaan Peralatan Elektro Mekanik. Tata Cara Survai dan Pengkajian Ketersediaan Bahan Kimia. Tata Cara Suvai dan Pengkajian Sumber Energi.

efisiensinya. 4) penelitian dan pengarahan kebutuhan sumber daya energi yang sesuai dengan serta efektif dan efisien. 220 AB-K/RERT/TC/011/98 221 AB-K/RERT/TC/012/98 Tata Cara Penyimpulan dan Penyajian Hasil Survai. Tata Cara Perancangan Teknik Unit Distribusi dan Pelayanan. Tata cara ini memuat pengertian-pengertian dan ketentuan-ketentuan serta cara pengerjaan dalam penyimpulan dan kajian hasil survai. Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan dan tata cara perancangan teknik unit distribusi dan pelayanan, yang terdiri dari reservoir, perpompaan, pipa transmisi, dan pipa distribusi. Tata cara ini mencakup tentang : " Tinjauan kebutuhan rehabilitasi " Penentuan program/pekerjaan rehabilitasi " Metoda pelaksanaan " Urutan penyusunan program Tata cara ini mencakup ketentuan teknis tentang : " Sumber sisa kapasitas " Skenario pemanfaatan sisa kapasitas " Strategi pemanfaatan komponen " Urutan pengerjaan Tata cara ini mencakup ketentuan teknis tentang : 1) prioritas atau kebijakan penanganan dan pengembangan sistem penyediaan air minum 2) sasaran dan strategi 3) komponen dan rencana investasi 4) urutan pengerjaan Tata cara ini mencakup ruang lingkup, maksud, tujuan, pengertian, ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan perluasan sistem penyediaan air minum. Tata cara ini mencakup persyaratan teknis mengenai : 1) reservoar; 2) jaringan pipa transmisi dan perlengkapannya; 3) jaringan pipa distribusi dan perlengkapannya; 4) stasiun pompa penguat dan perlengkapannya;

222 AB-K/RERT/TC/013/98

Tata Cara Rehabilitasi Sistem Penyediaan Air Minum.

223 AB-K/RERT/TC/014/98

Tata Cara Pemanfaatan Sistem Penyediaan Air Minum.

224 AB-K/RERT/TC/015/98

Tata Cara Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum.

225 AB-K/RERT/TC/016/98 226 AB-K/RERT/TC/017/98

Tata Cara Perluasan Sistem Penyediaan Air Minum. Tata Cara Unit Distribusi dan Pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum.

227 AB-K/RERT/TC/018/98 228 AB-K/RERT/TC/019/98 229 AB-K/RERT/TC/021/98

Tata Cara Tahapan Pelaksanaan Tata cara ini memuat : 1) ketentuan umum; 2) Pembangunan Sistem Penyediaan Air komponen harga satuan; 3) sumber harga satuan; 4) Minum. cara pengerjaan; Tata Cara Rancang Teknik Sistem Penyediaan Air Minum. Tata Cara Perancangan Anggaran Biaya. Tata cara ini memuat penjelasan-penjelasan yang diperlukan bagi penyusunan perancangan teknis sistem air minum. Tata cara ini memuat prosedur yang dilaksanakan dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), termasuk didalamnyadaftar kuantitas pekerjaan satu paket pekerjaan yang akan dilelang dan dilaksanakan.

230 AB-K/RERT/TC/022/98

Tata Cara Pemaketan Peker-jaan Tata cara ini meliputi ketentuan-ketentuan umum dan Pembangunan Sistem Penyediaan Air teknis dalam penyusunan pemaketan pekerjaan Minum. pembangunan sistem penyediaan air minum yang bertujuan untuk menyusun paket-paket pekerjaan pembangunan sistem penyediaan air minum yang efektif dan efisien serta saling berkaitan antara satu paket dengan paket yang terdahulu maupun yang akan datang, sehingga terbentuk suatu sistem penyediaan air minum yang baru. Tata Cara Penyusunan Rancangan Teknik Air Minum. Tata cara ini memuat ikhwal ketentuan-ketentuan, cara pengerjaan serta produk-produk dan kegiatan yang diperlukan dalam penyusunan rancangan teknis sistem air minum. Tata cara ini meuat ketentuan-ketentuan penyusunan dokumen lelang

231 AB-K/RERT/TC/023/98

232 AB-K/RERT/TC/024/98 233 AB-K/RERT/TC/025/98

Tata Cara Penyusunan Dokumen Lelang.

Tata Cara Penyusunan Pedoman dan Tata cara ini memuat pedoman penyusunan dokumen Petunjuk Teknis Bidang Air Bersih. lelangyang akan digunakan dalam pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Tata cara ini meliputi ketentuan umum, administrasi dan ketentuan teknis. Tata Cara Penyusunan Rancangan Sistem Air Minum Perkotaan dan Kawasan. Lingkup Pedoman : Pedoman ini meliputi penjelasanpenjelasan umum yang terkait, persyaratanpersyaratan perencanaan, standar dan kriteria perencanaan serta cara penyusunan rancangan sistem air minum perkotaan dan kawasan. Lingku Pemakaian : Pedoman ini diperuntukan bagi para pelaksana pembangunan di tingkat Pusat maupun di Daerah Tingkat I dan II untuk dipakai dalam pembuatan perancangan sistem air minum perkotaan dan kawasan, yang dapat dilaksanakan oleh tenaga konsultan perencana air minum setempat atau swakelola yang menyediakan tenaga ahli air minum sendiri. Ruanglingkup penyusunan tata cara perencanaan bangunan pengambilan sumber mata air meliputi : a. Tata Cara Survei dan Investigasi b. Tata Cara Pengadaan Data c. Tata Cara Perhitungan Debit d. Tata Cara Penempatan Bangunan pengambilan e. Tata Cara Menentukan dimensi bangunan pengambilan f. Elemen-elemen yang ada pada bangunan pengambilan Tata cara ini mencakup ketentuan-ketentuan umum dan teknis serta cara pengerjaan yang perlu dilakukan bagi keperluan pemilihan jenis instalasi pengolahan air

234 AB-K/RERT/TC/026/98

235 AB-K/RERT/TC/027/98

Tata Cara Rancangan Bangunan Pengambilan sumber Mata Air.

236 AB-K/RERT/TC/028/98

Tata Cara Pemilihan Jenis Instalasi Pengolahan Air Minum

bersih. 237 AB-K/RERT/TC/029/98 238 AB-K/RERT/TC/030/98 Tata Cara Pemanfaatan Sisa Kapasitas Produksi Air Minum. Tata cara ini mencakup ketentuan-ketentuan tentang identifikasi, bahan, peralatan perhitungan sisa kapasitas, tenaga pelaksana dan cara pengerjaan.

Tata Cara Penanggulangan Tata cara ini mencakup pengawasan kebocoran pipa Kehilangan Air Minum pada Sistem transmisi dan distribusi, ketentuan mengenai Transmisi dan Distribusi. identifikasi kebocoran, peralatan, bahan, pelaksanaan dan cara pengerjaan. Tata Cara Oprasi dan Pemeliharaan Peralatan Elektro - Mekanikal Tata cara ini mencakup pengertian dan ketentuanketentuan serta cara pengoperasian dan pemeliharaan peralatan listrik mekanik dalam sistem penyediaan air minum. Buku pedoman ini khusus digunakan untuk melakukan perhitungan kebutuhan mekanikal (perpipaan dan pompa) pada instalasi air bersih yang meliputi : 1. Instalasi Perpompaan Air Baku 2. Instalasi Perpompaan Air Baku 3. Instalasi Perpompaan Bahan Kimia 4. Perpipaan di Site Tata cara ini mencakup ketentuan-ketentuan mengenai prosedur pemilihan jenis pompa air baku, pompa pencucian, pompa distribusi dan pompa dosing serta sumber energi yang diperlukan untuk menggerakan semua pompa dan peralatan lain dalam sistem penyediaan air bersih. Buku pedoman ini khusus digunakan untuk menghitung kebutuhan elektrikal yang meliputi satu daya listrik, tangki bahan bakar, panel kontrol dan kabel power pada instalasi air bersih. Pedoman ini dapat diterapkan untuk perencanaan detail reservoir air bersih yang berfungsi sebagai reservoir distribusi atau reservoir penyeimbang(balancing reservoir), meliputi : 1. Kapasitas reservoir 2. Dimensi reservoir 3. Perlengkapan reservoir 4. Bangunan penunjang reservoir 4. Tata letak. Juknis ini memuat ihwal : Ketentuan-ketentuan dan proses yang diperuntukan bagi keperluan penyusunan konsep pedoman atau petunjuk teknis. Tata cara ini mencakup ketentuan umum dan teknis mengenai kriteria perencanaan, cara perhitungan sistem distribusi melingkar/tertutup dan cara pengerjaan.

239 AB-K/RERT/TC/031/98

240 AB-K/RERT/TC/032/98

Tata Cara Perhitungan Kebu-tuhan Mekanikal sistem Penyediaan Air Minum.

241 AB-K/RERT/TC/033/98

Tata Cara Pemilihan Jenis Pompa Sumber Energi.

242 AB-K/RERT/TC/034/98

Tata Cara Perhitngan Kebutuhan elektrikal Sistem Penyediaan Air Minum. Tata Cara Rancangan Reservoar Sistem Penye-diaan Air Minum Perkotaan.

243 AB-K/RERT/TC/035/98

244 AB-K/RERT/TC/036/98 245 AB-K/RERT/TC/037/98

Tata Cara Sistematika Penu-lisan Pedoman dan Petunjuk Teknis Bidang Cipta Karya. Tata Cara Perancangan Jaringan Distribusi Air Minum.

246 AB-K/RERT/TC/038/98 247 AB-K/RERT/TC/039/98

Tata Cara Rancangan Penampung Air Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan teknis, Hujan untuk penyediaan Air Minum. komponen kapasitas, serta cara menghitung dimensi penampung air hujan untuk air bersih. Tata Cara Rancangan Pengu-jian Sumur Dalam Tata cara pengujian sumur dalam dimaksudkan sebagai acuan bagi pelaksana atau teknisi di lapangan dalam melakukan pengujian sumur dalam sehingga terjamin pelaksanaanya sesuai dengan ketentuanketentuan yang disyaratkan dengan hasil tepat guna.

248 AB-K/RERT/TC/040/98

Tata Cara Rancangan Teknik Bidang 1. Petunjuk teknik ini memuat ihwal ketentuanAir Minum ketentuan dan prosedur yang perlu dilakukan bagi keperluan penyusunan perencanaan teknis sistem air bersih. 2. Penetapan produk-produk dan kegiatan yang diperlukan dalam penyusunan perencanaan teknis sistem air bersih. 3. Prosedur pembahasan konsep perencanaan teknis sistem air bersih dan dokumendokumen penunjangnya yang siap untuk dilaksanakan di lapangan. Tata Cara Penyuluhan Desain Petunjuk teknis ini memuat ihwal : Ketentuanketentuan dan prosedur yang perlu dilakukan bagi keperluan penyuluhan desain penetapan produk produk dan kegiatan yang diperlukan dalam penyuluhan desain dan prosedur pembahasan konsep penyuluhan desain dan dukumen-dokumen penujangannya yang siap untuk dilaksanakan dilapangan.

249 AB-K/RERT/TC/041/98

250 AB-K/RERT/TC/042/98

Tata Cara Gambar Teknis Bidang Air Prtunjuk teknis pembuatan gambar teknik ini memuat Minum ihwal ketentuan-ketentuan dan prosedur yang perlu dilakukan bagi keperluan pembuatan gambar teknik bidang air bersih. Penetapan produk-produk gambar teknik dan kegiatan yang diperlukan dalam penyusunan pembuatan gambar teknik sistem air bersih.

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan <!--- Bidang :
þÿ

----> Bagian :

þÿ

Jenis :

þÿ

ICS :

Kategori Standar : Petunjuk Teknis PETUNJUK TEKNIS Data ada 275 record No No SNI 251 AB-K/RERT/TC/043/98 Judul Tata Cara Aplikasi AMDAL Bidang Air Minum Ruang Lingkup Ruang lingkup juknis meliputi kebijaksanaan dibidang AMDAL secara Nasional maupun sektor Departemen Pekerjaan Umum, sebagai pedoman pelaksanaan Amdal dalam kegiatan pembangunan kegiatan air bersih. Petunjuk teknis ini merupakan pelengkap bagi juknis, juknis yang telah diterbitkan sebelumnya oleh Departemen Pekerjaan Umum di bidang AMDAL. Petunjuk teknis ini memuat antara lain : ketentuanketentuan dalam pemakaian standar serta mekanisme dalam pelaksanaannya.

252 AB-K/RERT/TC/044/98 253 AB-K/RERT/TC/045/98

Tata Cara Pemakaian Standar

Tata Cara Teknik Survey Lapangan Petunjuk teknik ini memuat maksud dan tujuan, Bidang Air Minum. pengertian-pengetian yang digunakan dalam pelaksanaan survey ketentuan-ketentuan dan prosedur yang perlu dilakukan bagi pelaksana survey lapangan bidang air bersih serta produkproduk kegiatan yang diperlukan. Tata Cara Sistematika Penyu-sunan Petunjuk teknik ini memuat ketentuan-ketentuan Pedoman dan Petunjuk Teknis umum yang terdiri dari judul bahasa penampilan dan Bidang Air Minum. ukuran kertas serta teknis yang terdiri dari format penulisan prosedur penyiapan penulisan dan sistematika penulisannya. Tata Cara Penyusunan Bagan Alir Proses Pedoman dan Petunjuk Teknis Bidang Air Minum. Petunjuk teknis mencakup pengertian ketentuanketentuan baik umum maupun teknis dan prosedur pelaksanaanpenyusunan pedoman dan petunjuk teknis.

254 AB-K/RERT/TC/046/98

255 AB-K/RERT/TC/047/98

256 AB-K/RERT/TC/048/98 257 AB-K/RERT/TC/049/98

Tata Cara Uji Petik Kualitas Air di Tata Cara ini mencakup pengertian ketentuanUnit Produksi. ketentuan serta cara pengerjaan uji petik kualitas air di unit produksi dalam sistem penyediaan air minum Tata Cara Rancangan Teknik Air Minum. 1. Petunjuk teknik ini memuat ihwal ketentuanketentuan dan prosedur yang perlu dilakukan bagi keperluan penyusunan perencanaan teknis sistem air bersih. 2. Penetapan produk-produk dan kegiatan yang diperlukan dalam penyusunan perencanaan teknis sistem air bersih. 3. Prosedur pembahasan konsep perencanaan teknis sistim air bersih dan

dokumen-dokumenpenunjangnya yang siap untuk dilaksanakan di lapangan. 258 AB-K/RERT/TC/050/98 Tata Cara Rancangan Bangunan Pengambilan Sumber Air Permukaan. Ruang lingkup penyusunan tata cara perencanaan bangunan pengambilan sumber mata air meliputi : " Tata cara survey dan investigasi " Tata cara pengadaan data " Tata cara perhitungan debit " Tata cara penempatan bangunan pengembil " Tata cara menentukan dimensi bangunan pengambil " Elemen-elemen yang ada pada bangunan pengembil. Ruang lingkup penyusunan tata cara perencanaan bangunan pengambilan air tanah meliputi : " Tata cara survey dan investigasi " Tata cara pengadaan data " Tata cara perhitungan potensi air " Tata cara penempatan tipr bangunan pengembilan air tanah " Elemen-elemen yang ada pada bangunan pengembilan air tanah. Tata cara ini mencakup rencana induk sistem penyediaan air minum ini meliputi ketentuanketentuan umum dan teknis dalam pengkajian rencana induk sistem air minum untuk mengkaji suatu rencana untuk sistem air minum dalam rangka pembuatan studi kelayakan sebagai kelanjutan dari rencana induk tersebut.

259 AB-K/RERT/TC/051/98

Tata Cara Rancangan Bangu-nan Pengambilan Sumber Air Tanah.

260 AB-K/RESK/TC/001/98

Tata Cara Pengkajian Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum.

261 AB-K/RESK/TC/002/98 262 AB-K/RESK/TC/003/98 263 AB-K/RESK/TC/004/98

Tata Cara Analisa Keuangan Sistem Standar tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan Penyediaan Air Minum. dan cara pengerjaan yang diperlukan untuk analisa keuangan sistem penyediaan air minum. Tata Cara Pengkajian Kelayakan Teknis Sistem Penyediaan Air Minum. Tata Cara Penghitungan Harga Pokok Air. Tata cara ini mencakup ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan pengkajian kelayakan teknis sistem penyediaan air minum. Tata cara ini mencakup pengertian-pengertian, ketentuan-ketentuan dalam perhitungan harga air, serta prosedur perhitungan harga air untuk studi kelayakan. 1. Kriteria kelayakan 2. Tahapan penyusunan studi kelayakan 3. Tata cara penyelenggaraan Kriteria Kelayakan Kelayaka keuangan pada sistem air bersih memerlukan analisa keuangan yang baik, untuk dijadikan pedoman operasional dan untuk mencapai tujuan atau sasaran serta pengendalian keuangan. Tat cara ini memuat : 1) ketentuan-ketentuan pelaksanaan kegiatan; 2) evaluasi tingkat prekonomian wilayah dan masyarakat; 3) batasan

264 AB-K/RESK/TC/005/98

Tata Cara Penyusunan Studi Kelayakan Air Bersih Perkotaan.

265 AB-K/RESK/TC/006/98

Tata Cara Survei dan Pengkajian Kondisi Sosial Budaya.

wilayah administratif; 4) rencana umum tata ruang (lihat Permen PU No. 281/1998); 5) kependudukan; 6) kesehatan masyarakat; 7) kebutuhan air bersih; 8) kemauan dan kemampuan masyarakat berlangganan air bersih; 9) kondisi fasilitas umum; 10) peran serta masyarakat. untuk menjamin terlaksananya kegiatan survei sosial ekonomi dan budaya yang baik dan benar. 266 AB-K/RESK/TC/007/98 Tata Cara survei dan Pengkajian Tata cara ini memuat ruang lingkup, pengertian, Potensi dan Kebutuhan Air Minum. ketentuan-ketentuan dan prosedur yang perlu dilakukan untuk pelaksanaan survei dan pengkajian potensi dan kebutuhan air minum. Tata Cara Pengkajian Kinerja Teknik Unit distribusi. Tata Cara Pengkajian Kinerja Teknik Unit Produksi. Tata cara ini memuat pengertian-pengertian, ketentuan-ketentuan, dan cara pengkajian kinerja teknik unit distribusi. Tata cara ini memuat ruang lingkup pengertian, ketentuan-ketentuan serta cara pengerjaan kinerja teknik unit produksi dalam sistem penyediaan air minum. Tata cara ini memuat ruang lingkup, pengertian, ketentuan-ketentuan umum dan ketentuan teknis mengenai benda uji, peralatan serta cara pengetesan meter air. Memuat ruang lingkup, pengertian, ketentuan yang harus dilaksanakan dan prosedur yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan survai dan pengkajian geomorfologi dan Geohidrologi. Tata cara ini memuat tentang ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan dalam pelaksanaan Survai Hidolika air permukaan berikut pengkajian hasil survai. Tata cara panahapan pelaksanaan pembangunan ini meliputi ketentuan-ketentuan umum dan teknis dalam penahapan pembangunan yang bertujuan untuk menyusun, tahapan pelaksanaan pembangunan dari masing-masing bangunan yang terdapat dalam sistem penyediaan air minum. Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan tentang jenis dan besaran fasilitas lingkungan rumah susun yang dibangun dilingkungan baru, mempunyai KDB 50 %, KLB 1,25 atau kepadatan maksimal 1.736 jiwa/Ha, pada lahan dengan kemiringan sampai 5 % mencakup cara pencapaian , tata letak pada lahan

267 AB-K/RESK/TC/008/98 268 AB-K/RESK/TC/009/98

269 AB-K/RESK/TC/010/98

Tata Cara Pengetesan Meter Air.

270 AB-K/RTRE/TC/002/98

Tata Cara Suvai dan Pengkajian Geomorfologi dan Geohidrologi.

271 AB-K/RTRE/TC/003/98

Tata Cara Survai dan Pengkajian Hidrolika Air Permukaan.

272 AB-KRERT/TC/020/98

Tata Cara Penahapan Pelaksanaan Pembangunan.

273 Pt-T-11-2000-C

Tata Cara Perencanaan Fasilitas Lingkungan Rumah Susun Sederhana

lingkungan dan atau posisi pada lantai bangunan rumah susun. 274 Pt-T-12-2000-C Tata Cara Perencanaan Lingkungan Tata cara ini meliputi ketentuan umum serta Perumahan Sederhana Tidak ketentuan-ketentuan teknis secara minimal untuk Bersusun pembangunan baru lingkungan perumahan sederhana tidak bersusun, dengan batasan : keimiringan tanah rata-rata 0-15 % kepadatan 120444 jiwa/Ha.

275 XXX02/PRT/M/2007b Petunjuk Teknis Pemeliharaan Jalan (1) Petunjuk teknis pemeliharaan jalan tol dan jalan Tol dan Jalan Penghubung penghubung dimaksudkan untuk menjamin bahwa jalan tol memenuhi ketentuan standar pelayanan minimal jalan tol (2) Pemeliharaan jalan tol dan jalan penghubung bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan pelayanan jalan tol bagi pengguna jalan tol

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->