Masail Fiqhiyah terurai dari kata mas·alah dalam bentuk mufrad (singular) yang dijamakkan (plural) dan dirangkaikan

dengan kata fiqih. Masail fiqihiyah adalah masalah yang terkait dengna fiqih, dan yang dimaksud masalah fiqih pada term masail fiqihiyah ialah persoalan ² persoalan yang muncul pada konteks kekinian sebagai refleksi kompleksitas problematika pada suatu tempat, kondisi dan waktu. Dan persoalan tersebut belum pernah terjadi pada waktu yang lalu, karena adanya perbedaan situasi yang melingkupinya. Ruang Lingkup Dengan lahirnya masail fiqihiyah atau persoalan-persoalan kontemporer, baik yang sudah terjawab maupun sedang diselesaikan bahkan prediksi munculnya persoalan baru mendorong kaum muslimin belajar dengan giat mentelaah berbagai metodologi penyelesaian masalah mulai dari metode ulama aklasik sampai ulama kontemporer. Untuk itu tujuan mempelajari masail fiqhiyah secara garis besar diorientasikan kepada mengetahui jawaban dan mengetahiui proses penyelesaian masalah melalui metodologi ilmiah, sistematis dan analisis. Dari sudut fiqh penyelesaian suatu masalah dikembalikan kepada sumber pokok (Al-Qur·an dan Al-Sunnah), ijma·, qiyas dan seterusnya. Sehingga nilai yang dihasilkan senantiasa berada dalam koridor . penetapan hukum akan difokuskan kepada tiga aspek : 1. Memperbaiki manusia secara individu dan kolektif agar dapat menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat. 2. Menegakkan keadilan dalam masyarakat Islam. 3. Hukum Islam terkandung didalamnya sasaran pasti yaitu mewujudkan kemaslahatan. Tidak ada hal yang sia-sia di dalam syari·at melalui Al-Qur·an dan al-Sunnah kecuali terdapat kemaslahatan hakiki di dalamnya. Langkah -Langkah Penyelesaian Masail Fiqhiyah Dasar ²dasar penyelesaian masalah dalam bentuk beberapa kaidah penting 1. Menghindari sifat taqlid dan fanatisme Upaya menghindarkan diri dari fanatisme mazhab tertentu dan taqlid buta terhadap pendapat ulama klasik seperti pendapat Umar bin al-Khattab, Zaid bin Tsabit atau pendapat ualama moderen, kecuali ia adalah seorang yang bodoh dan telah melakukan kesalahan. Pelakunya disebut muqallid yang dilawankan dengn muttabi·. Yaitu muttabi· dengan kriteria sebagai berikut : y y y Menetapkan suatu pendapat yang dianutnya dengan dalil-dalil yang kuat, diakui dan tidak mengundang kontroversi. Memiliki kemampuan untuk mentarjih beberapa pendapat yang secara lahiriyah terjadi perbedaan melalui perbandingan dalil-dalil yang digunakan masing-masing. Diharapkan memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan berijtihad terhadap hukum persoalan tertentu yang tidak didapati jawabannya pada ulama terdahulu.

2. Prinsip mempermudah dan menghindarkan kesulitan Kaedah ini patut diperlakukan sepanjang tidak bertentangan dengan nash qath·i atau kaidah syari·at yang bersifat pasti. Dengan dua pertimbangan sebagai berkut:

y

y

Bahwa keberadaan syari·at didasarkan kepada prinsip mempermudah dan menghindarkan kesulitan manusia seperti sakit, dalam perjalanan, lupa, tidak tahu dan tidak sempurna akal. Taklif Allah atas hambanya disesuaikan dengan kadar kemampuan yang dimiliki. Memahami situasi dan kondisi suatu zaman yang dialami pada saat munculnya persoalan. Adapun kriteria maslahat sebagaimana yang biasa dikenal adalah menrealisasikan lima kepentingan pokok dan disebut dengan darurat khomsa, yaitu memelihara agama, memelihara jiwa, memelihara akal, memelihara harta, memelihara keturunan.

3. Berdialog dengan masyarakat melalui bahasa kondisi masanya dan melalui pendekatan persuasif aktif serta komunikatif. Ketentuan hukum yang akan diputuskan harus disesuaikan masyarakat yang diinginkannya dan menggunakan bahasa layak sebagaimana bahasa masyarakat dimana persoalan itu muncul. Bahasa masyarakat yang ideal : y y y bahasa yang dapat dipahami sebagai bahasa sehari-hari dan mampu menjangkau pemahaman umum. Menghindarkan istilah-istilah rumit yang mengundang pengertian kontroversi. Ketetapan hukum bersifat ilmiah karena didasarkan pertimbangan hikmah, illat, filisofis dan Islami.

4. Bersifat moderat terhadap kelompok tekstualis dan kelompok kontekstualis. Dalam merespon persoalan baru yang muncul, ulama bersandar kepada al-nash sesuai bunyi literal ayat tanpa menginterpretasi lebih lanjut diluar teks itu. Dipihak lain, kelompok kontekstualis lebih berani menginterprestasikan produk hukum al-nash dengan melihat kondisi zaman dan lingkungan. Sementara kelompok ini dinilai terlalu berani bahkan dianggap melampaui kewenangan ulama salaf yang tidak diragukan kehandalannya dalam masalah ini. Menurut mereka perbedaan masa, masyarakat, geografis, pemerintahan dan perkembangan teknologi moderen patut dipertimbangkan serta layak mendapat perhatian. 5. Ketentuan hukum bersifat jelas tidak mengandung interpretasi. Bahasa hukum relatif tegas dan membutuhkan beberapa butir alternatif keterangan dan diperlukan pengecualian-pengecualian pada bagian tersebut. Pengecualian ini merupakan langkah elastis guna menjangkau kemungkinan lain diluar jangkauan ketentuan yang ada. Misalnya ketentuan hukum potong tangan terhadap pencuri sebuah barang yang telah mencapai nisab. Umar bin Khatthab pernah tidak memberlakukan hukum µhadµ atau potong tangan terhadap pencuri barang tuannya, karena sang tuan pelit, dan tidak membayar upah si pelayan, maka ia memcuri barang sang tuan demi kebutuhan mendesak yaitu kelaparan.

Hikmah percaya kepada takdir ´Tiada suatu bencana pun yg menimpa di bumi dan tiada menimpa dirimu kecuali telah tertulis di dalam kitab sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yg demikian itu adl mudah bagi Allah. Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yg luput darimu dan supaya kamu tidak merasa bangga dgn apa yg telah diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai tiap orang yg sombong lagi membanggakan diri.µ . Beriman kepada qadar baik dan buruk adl salah satu rukun iman yg wajib diyakini oleh tiap mukmin. Itu merupakan awal dari tawakal kepada Allah dalam segala usaha yg dilakukannya. Dengan iman pada qadar tiap mukmin akan optimis dan selalu optimis dalam segala tindak tanduk dan perbuatan serta usahanya. Karena setelah ia mencurahkan segala kemampuan yg ada padanya ia akan bertawakkal kepada Allah semata dalam hasil yg akan dicapainya. Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. Dia tidak melakukan dan menetapkan sesuatu pada hamba-Nya kecuali ada hikmahnya. Lagi pula Dialah yg mengetahui apa yg baik dan buruk bagi hamba-Nya. Dengan modal iman akan qadar baik dan buruk dan bahwa semua itu telah ditulis di al-Lauh al-Mahfuzhseorang mu·min akan siap jiwa raga menerima apa pun hasil yg diraih apa pun yg menimpanya. Jika buruk yg dicapai atau musibah yg menimpa itu tidak akan membuatnya sedih dan larut dalam kesedihan dan duka lara. Jika ia tidak mencapai apa yg diinginkannya walau pun sudah mengerahkan segala daya upaya ia tidak akan berkecil hati karenanya. Ia tahu bahwa apa yg disukainya belum tentu baik baginya dan apa yg dibencinya belum tentu buruk baginya. Sebaliknya jika kesuksesan dan keberhasilan serta untung yg diraihnya ia tidak serta merta merasa bahwa itu semua merupakan hasil jerih payahnya semata. Ia sadar bahwa semua itu adl karunia Allah semata. Ia tidak akan menyombongkan dirinya dgn segala keberhasilan itu. Tentunya dgn menyadari ini semua ia tidak akan kikir atau pelit dalam berbagi dgn sesama sebagian dari keberhasilan dan keuntungan yg diraihnya. Jika iman akan qadar baik dan buruknya kurang mantap hal itu akan membawa dampak negatif pada seseorang dalam menyikapi segala yg terjadi dalam kehidupan dunia ini. Apabila buruk yg diraih dan menimpanya ia akan larut dalam kesedihan dan kepesimisan. Bahkan akan mudah tumbuh subur di hatinya rasa dengki dan iri terhadap orang lain yg berhasil. Namun jika keberhasilan dan kesuksesan yg diraihnya secara perlahan akan tumbuh rasa bangga dan sombong dalam jiwanya krn merasa bahwa apa yg diraihnya adl hasil usahanya semata. Akibatnya ia akan membanggakan diri pada orang lain kikir dan pelit utk berbagi kecuali ada tujuan tertentu. Itulah sifat si Qarun yg dulunya miskin kemudian menjadi kaya raya setelah Allah mengabulkan doa nabi Musa ¶Alaihissalaam utk si Qarun. Kekayaannya melimpah ruah sampai-sampai kunci gudang-gudang penyimpanan hartanya tidak mampu diangkat oleh beberapa orang yg kuat. Tetapi rupanya dia tidak tahu diri dan tidak mau bersyukur. Dia malah membanggakan dirinya bahwa apa yg dimilikinya adl krn kepintarannya. Dia lupa bagaimana dia dulu merengek-rengek kepada nabi Musa¶Alaihissalaam agar didoakan supaya Allah memberinya kekayaan. Dia kikir dan pelit luar biasa krn baginya ia tidak perlu berbagi dgn orang-orang miskin yg bodoh menurutnya. Akhirnya Allah menenggelamkan si Qarun dan seluruh harta kekayaannya ke dalam perut bumi tanpa ada yg tersisa. Itulah salah satu contoh orang congkak akan segala ni·mat yg diraihnya. Ia tidak menyadari bahwa baik dan buruk merupakan qadar yg sudah Allah tetapkan di al-Lauh al-Mahfuzh dan bahwa semua itu adl ujian baginya. Kalaulah seseorang menyadari hal yg demikian ia akan sadar bahwa ia tidak punya alasan utk menyombongkan diri atas orang lain apalagi di hadapan Allah Subhaanahu wa Ta·ala. Wallahu a·lam. Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Jadi orang fasik belum tentu kafir tetapi orang kafir sudah tentu adl fasik. Berdasarkan seleksi para pakar hadits itulah mereka kemudian membuat kategorisasi hadits dan membaginya ke dalam tiga kelompok Hadits Mutawatir yakni hadits yg diriwayatkan banyak sahabat banyak tabi·in dan seterusnya yg dipastikan mereka tidak mungkin bersepakat berbohong. Mengapa dikatakan tidak sama? Bukankah sama-sama kabar/berita/informasi? Islam memiliki mekanisme yg cukup rapi terpercaya dan meyakinkan di dalam konsep penyampaianberita/informasi. Kategori fasik bisa terjadi akibat dosa besar atau dosa kecil. Jika tidak jelas hadits yg bersumber dari perawi tersebut ditolak. Jika tidak cermat memang tidak mudah bagi kita utk memahami arti kata fasik.µ Para imam hadits tidak sembarang dalam menerima tiap sanad yg disebutkan orang tetapi mereka menyeleksi tiap perawi yg ada dalam sanad dgn ketat. . Aku bersaksi tiada Tuhan yg wajib disembah kecuali Allah. Para perawi hadits disyaratkan harus jujur kuat hafalan adil dan disiplin. Semoga shalawat dan salam selalu tercurahkan kepadanya kepada shahabat dan kepada kerabatnya. Para ulama ahli hadits telah melakukan suatu penelitian dan penilaian terhadap sifat keadaan dan perilaku seseorang yg meriwayatkan sebuah hadits. Adapun kategori kafir hanya terjadi akibat tidak beriman atau dosa besar yg memang dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam seperti syirik akbar meyakini bolehnya meninggalkan shalat fardhu lima waktu dan dosa-dosa lain yg memenuhi syarat utk menjadikan pelakunya kafir. Tiada sekutu baginya.Alhamdulillah segala puji bagi Allah yg telah memberikan ni·mat Iman dan Islam kepada kita. Para ulama mendefinisikan fasik sebagai ´orang yg durhaka kepada Allah SWT krn meninggalkan perintah-Nya atau melanggar ketentuannya. Kaum Muslimin rahimakumullah!Tigkat penerimaan atau kepercayaan kita terhadap suatu informasi antaraberita atau informasi mengenai masalah agama yaitu yg bersumber Al-Qur·an dan As-Sunnah dgn kabar berita masalah lainnya tidaklah sama.µ Orang fasik adl orang yg melakukan dosa besar dan sering melakukan dosa kecil. Para perawi hadits itu diteliti kecerdasannya akhlaknya guru-gurunya dan juga murid-muridnya. Amma ba·duWahai kaum Muslimin rahimakumullah! Allah SWT telah berfirman yg artinya ´Hai orangorang yg beriman jika datang kepada kamu orang fasik membawa berita periksalah dgn teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yg menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. Hadits tingkat ini dapat diyakini kebenaran secara pasti bahwa kabar atau berita itu berasal dari Nabi SAW.µ Imam Thabrani juga meriwayatkan sebuah hadits dgn sanad hasan ´Sampai kapan kamu enggan menyebut tentang orang pendusta ? Umumkanlah sampai masyarakat mengetahuinya.µ Allah SWT telah begitu tegas memberikan panduan kepada kaum muslimin di dalam menyikapi suatu informasi telitilah beritayg dibawa atau disiarkan oleh orang-orang fasik. Karena di dalam Al-Qur·an kata fasik muncul dalam berbagai konteks. Islam menempatkan identifikasi ´kefasikanµ dan ´keadilanµ sebagai hal yg penting. Sebagian ulama mazhab Syafi·i menyatakan bahwa seseorang dapt dikatakan tidak fasik apabila kebaikannya lbh banyak dari kejahatannya dan tidak terbukti bahwa ia sering berdusta. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adl utusan Allah. Al-Mawardi meriwayatkan sebuah hadits Nabi SAW ´Umumkanlah orang fasik dgn kondisi yg ada padanya agar masyarakat mewapadainya. Artinya jangan mudah percaya begitu saja kepada suatu berita kabar opini atau informasi yg disebarkan oleh orang-orang fasik. Dialah yg memiliki kerajaan langit dan bumi. Siapakah orang-orang yg disebut fasikitu?Kata fasik berasal dari kata dasar al-fisq yg berarti ´keluarµ .

Mereka hafal Al-Qur·an krn dibimbing oleh gurunya yg hafal gurunya dari guru gurunnya dan seterusnya sambung-menyambung hingga dari Rasulnya Muhammad SAW. . Dan lbh menakjubkan lagi jika kita kumpulkan anak-anak remaja yg hafal Al-Qur·an barapa banyak mereka sungguh melimpah ruah apalagi orang-orang dewasa. Kaum Muslimin rahimakumullah!Demikianlah kajian dakwah jumat yg singkat ini semoga dapat bermanfaat utk kita semua sebagai bahan renungan bagi kita bahwa nilai kabar mengenai agama kita hingga hari ini detik ini adl suatu kabar yg dapat diyakini dgn pasti kebenarannya. Sehingga dengannya keyakinan kita bertambah mantap bertambah yakin dan bertambah kuat keimanan kita amin. Kemudian macam hadits yg ketiga yaitu hadits ahad dikelompokkan lagi menjadi tiga macam yaitu Hadits Sahih yaitu hadits yg diriwayatkan oleh perawi yg adil sempurna ketelitiannya sanadnya bersambung sampai kepada Nabi SAW tidak mempunyai cacat dan tidak bertentangan periwayatan orang yg lbh terpercaya. Ini merupakan suatu mekanisme yg sangat berharga bagi agama yg lurus ini dimana agama-agama lain di dunia tidak memiliki mekanisme sumbersumber berita keagamaan yg dapat dipercaya. Hadits Hasan yaitu hadits yg diriwayatkan oleh perawi yg adil tetapi kurang ketelitiannya sanadnya bersambung sampai Nabi SAW tidak mempunyai cacat dan tidak bertentangan dgn periwayatan orang yg lbh terpercaya. Begitulah sekelumit di antara tanda-tanda kebenaran kabar beritayg dibawa Muhammad SAW hingga hari ini dismping seabreg tandatanda lainnya jika kita mau memaparkannya. Jadi bedanya dgn hadits sahih terdapat pada ketelitian perawi. Saudara kaum Muslimin yg berbahagia!Ternyata di dalam agama Islam utk menerima suatu hadits atau kabar yg diterima dari Rasulullah SAW memiliki syarat-syarat yg sangat berat. Hadits Dha·if yakni hadits yg tidak memenuhi syarat sahih maupun hasan. Kalau kita bertanya kepada ummat Nashrani misalnya mengapa kitab injil yg saudara yakini kebenarannya itu terjadi perbedaan di antara kitab-kitab Injil yg ada di dunia? Bagaimana bisa berbeda? Bisakah menelusuri siapasiapa saja yg telah meriwayatkan ayat-ayat yg ada dalam kitab Injil? Menelusuri siapa yg meriwayatkanberita saja tidak mampu bagaimana mungkin berita itu layak dipercayai apalagi diyakini menjadi suatu keyakinan!? Tetapi di dalam Islam siapa saja yg ingin membuktikan Al-Qur·an dimana pun Anda berada pasti kalimat dan maknanya sama baik Al-Qur·an cetakan Belanda maupun Al-Qur·an Indonesia.Hadits Masyhur yaitu hadits yg diriwayatkan oleh satu atau dua orang sahabat tetapi tidak sampai mencapai derajat mutawatir lalu diriwayatkan oleh generasi sesudahnya dgn derajat mutawatir. Adapun hadits dha·if ini banyak jenisnya yaitu maudhu· mursal munqathi· mu·allaq mudallas mudraj munkar dan mubham. Hadits Ahad yaitu hadits yg seluruh perawinya mulai generasi sahabat tabi·in dan tabi·it tabi·in tidak mencapai derajat mutawatir.

tetapi apa yang disengaja oleh hatimu. Di antara dalilnya adalah firman Allah SWT: Panggilah mereka dengan nama bapak-bapak mereka. kecuali setelah tidak mungkin lagi mengusahakan terja dinya pembuahan alami dalam rahim isteri. dia punya ayah dan ibu yang sah. itulah yang lebih adil pada sisi Allah. atau apa yang disebut sebagai ³ibu pengganti´ (surrogate mother). Bahkan menyapa anda dengan panggilan khas seorang anak kepada ayahnya. Sebab yang menjadi inti masalah bukan status. Dan sel telur isteri yang telah terbuahi oleh sel sperma suami dalam cawan. upaya untuk mengusahakan terjadinya pembuahan yang tidak alami tersebut hendaknya tidak ditem puh. Hukumnya haram bila sel telur isteri yang telah ter buahi diletakkan dalam rahim perempuan lain yang bukan isteri. Begitu pula haram hukumnya bila proses dalam pembuahan buatan tersebut terjadi antara sel sperma suami dengan sel telur bukan isteri. Tidak mengapa sejak awal anak itu tahu bahwa anda bukan ayahnya. Padahal anak itu punya nasab sendiri. Bayi Tabung Pada dasarnya. tetapi kemudian secara legal hukum diubah sedemikian rupa menjadi anak anda. Maka adopsi yang seperti ini tegas diharamkan dalam syariah Islam. Dalam proses pembuahan buatan dalam cawan untuk mengha silkan kelahiran tersebut. juga tidak membohonginya dengan mengatakan bahwa anda adalah ayahnya. Dalam ayat di atas kita dilarang untuk memanggil seseorang dengan nama ayah yang bukan ayah kandungnya. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya. Sebab dalam proses adopsi yang legal itu sampai mengubah nasab anak tersebut di dalam dokumennya. Hukum Adopsi Anak Tidak mengapa bila selama masa penantian dan berdoa itu. Demikian . meskipun sel telur yang telah dibuahi nantinya diletakkan dalam rahim isteri. Bahkan dalam implemantasinya. Untuk apa anda berbohong mengatakan bahwa anda adalah ayah kandungnya. anda berniat untuk memelihara anak orang lain. sementara anda justru tidak pernah punya waktu untuk menemaninya bermain. harus diletakkan pada rahim isteri. Untuk itu bila anda ingin memelihara anak orang lain. Seperti nama orang tua angkat. disyaratkan sel sperma harus milik suami dan sel telur harus milik isteri. dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Istilah yang tepat bukan adopsi melainkan hadhanah. tetapi bagaimana sikap dan perlakuan anda kepadanya. pastikan anda tidak mengubah nasabnya. antara sel sperma suami dengan sel telur isterinya. belajar dan mengisi hari-hari? 2. (QS Al-Ahzab: 5). Sebab memang hal itulah yang secara langsung anak itu rasakan. Artinya adalah mengasuh atau memelihara. maka saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan penisbahan nasab seseorang kepada yang bukan haknya hanya akan melahirkan kerancuan dalam hukum Islam. anak itu seharinya-hari dibohongi seumur hidup dengan mengatakan bahwa diri anda adalah ayahnya.. Hadhanah ini berbeda dengan adopsi.

atau yang mengingkarinya. 4. III/466 mengatakan "Inilah hukum yang menasakh atau menghapuskan diperbolehkannya mengadopsi anak seperti yang terjadi pada zaman permulaan Islam. Mengharamkan sesuatu yang tidak ada dalam aturan syari'at Islam. walaupun secara halus" [Hadits Hasan ini diriwayatkan oleh Ibnu Al-Qath Than dalam tambahannya terhadap kitab Al-Sunan Ibn Majah (2744) dengan sanad yang hasan dari hadits Abdullah bin Amr bin Al-Ash] Diantara efek buruk adopsi adalah. hal 122-125.Pustaka Al-Kautsar] . Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [Al-Ahzab : 5] Imam Ibnu Katsir Rahimahullah dalam kitab Tafsirnya. [Disalin dari kitab 30 Bid'ah Wanita oleh Amru Abdul Mun'im. Anak-anak yang diadopsi ikut bersama dalam hak pusaka dan hak-hak lain yang bersifat syar'iyah. itulah yang lebih adil pada sisi Allah. Dan itulah yang namanya keadilan dan kebaktian". Diantara aturan yang ditetapkan oleh syari'at Islam dalam hal ini ialah larangan mengadopsi. dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka. karena akan menimbulkan kerancuan dalam keturunan dan nasab. Adopsi ini dilarang oleh syari'at Islam yang hanif. meskipun sel telur yang telah dibuahi nantinya diletakkan dalam rahim isteri. Kemungkinan terjadinya pernikahan anak yang diadopsi dengan saudara-saudara perempuannya dari ibunya yang asli. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya.Anak yang diadopsi mungkin akan melihat apa yang tidak boleh dilihat pada isteri dan puteri-puteri orang yang mengadopsinya.pula haram hukumnya bila proses pembuahan tersebut terjadi antara sel sperma bukan suami dengan sel telur isteri. 1. karena nasab anak yang diadopsi berbeda nasab dengan sauadara-saudara perempuannya tersebut yang sesungguhnya adalah nasab yang sebenarnya. Dan masih banyak lagi efek-efek negatif lainnya. sehingga mereka tidak boleh memperlakukan anak yang diadopsi tersebut sebagai mahram. Allah menyuruh untuk mengembalikan nasab anak-anak yang diadopsi tersebut kepada bapak-bapak mereka yang sebenarnya. Terdapat riwayat dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berisi ancaman keras terhadap orang yang mengaku-ngaku nasab keturunan. BID'AH ADOPSI Islam sangat berusaha keras untuk menjaga harga diri dan keturunan dari kerancuan. 2. 3. "Artinya : Adalah kafir seseorang yang mendakwakan (mengaku-ngaku) nasab keturunan yang tidak ia kenal. sepasang suami istri mengambil anak laki-laki atau perempuan dari pasangan suami istri lain untuk dirawat seperti anak kandung sendiri. Beliau bersabda. "Artinya : Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka. Yang dimaksud dengan adopsi ialah. yakni pernikahan anak yang diadopsi dengan puteri-puteri orang yang mengadopsinya. maka (panggillah mereka sebagai)saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. Jadi kesannya seolah-olah ia adalah salah seorang anak kandung orang yang mengadopsinya sehingga bisa ikut memakan hak anak-anak kandungannya sendiri. karena statusnya adalah orang lain. Bahkan ada beberapa pasangan suami istri yang kemudian menisbatkan nama si anak kepada nama mereka. tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu.

Hal tersebut dicontohkan oleh Rasulullah sebagai penguat keabsahannya sekaligus sebagai pemangkas adat jahiliyah yang mengharamkan hal tersebut. juga menjaga hak harta bagi orang yang berhak memilikinya. tetapi jika tidak diketahui siapa bapak yang asli. Allah membolehkan pengadopsi (ayah angkat) nikah dengan bekas istri anak angkat setelah berpisah darinya. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala. Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. bahkan anak-anak juga dilarang bernasab kepada selain bapak mereka yang asli. dapat menyendiri dengan anak serta istrinya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. "Artinya : Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai kandungmu (sendiri). Tradisi ini berlanjut dari zaman jahiliyah hinga tahun ketiga atau ke empat Hijriyah. maka mereka sebagai saudara seagama dan loyalitas mereka bagi pengadopsi juga orang lain. walaupun diharamkan di zaman jahiliyah. Dengan kewajiban berbuat baik antara keduanya serta berbuat baik terhadap wasiat yang ditinggalkan setelah kematian (ayah angkat) pengadopsi selama tidak lebih dari sepertiga bagian dari hartanya. serta menjaga nasab dari keharmonisan. Allah mengungkapkan hukum tersebut sebagai bentuk keadilan yang mengandung kejujuran dalam perkataan. Allah mengharamkan anak adopsi dinasabkan kepada pengadopsi (ayah angkat) secara hakiki. dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka. Nabi pernah mengadopsi Zaid bin Haritsah bin Syarahil Al-Kalbi sebelum beliau menjadi Rasul. Dahulu anak adopsi dinasabkan kepada ayah angkatnya. Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama-nama bapak mereka. Secara umum anak adopsi layaknya anak kandung dalam segala urusan. "Artinya : Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya). Dan tidak ada dosa atasmu terhadaap apa yang kamu khilaf padanya. kecuali sudah terlanjur salah dalam pengucapan. bisa menerima waris. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.ADOPSI DAN HUKUMNYA Oleh Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta Pertama : Adopsi anak sudah dikenal sejak zaman jahiliyah sebelum ada risalah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dijelaskan pula secara global perintah berbuat baik dan sikap ma'ruf dalam bertindak. "Artinya : Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin. Membatalkan tradisi pewarisan yang terjadi antara pengadopsi (ayah angkat) dan anak adopsi (anak angkat) yang tidak mempunyai hubungan sama sekali. Dalam rincian tersebut tidak disebutkan adanya hak waris di antara keduanya. Kedua : Kemudian Allah memerintahkan anak-anak adopsi untuk dinasabkan ke bapak mereka (yang sebenarnya) bila diketahui. sehingga dipanggil dengan nama Zaid bin Muhammad. apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya dari istrinya. maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. [1]. tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. dan istri anak adopsi haram bagi ayah angkatnya (pengadopsi). Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka. Hukum waris serta golongan yang berhak menerimanya telah dijelaskan secara terperinci dalam syari'at Islam. kecuali kalau kamu berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama)" [Al-Ahzab : 6] [b]. maka baginya laknat Allah yang berkelanjutan" [Hadits Riwayat Abu Daud] Ketiga : Dengan keputusan Allah yang membatalkan hukum adopsi anak (yaitu pengakuan anak yang tidak sebenarnya alias bukan anak kandung) dengan keputusan itu pula Allah membatalkan tradisi yang berlaku sejak zaman jahiliyah hingga awal Islam berupa. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar). Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [Al-Ahzab : 4-5] Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "Artinya : Barangsiapa yang disebut bukan kepada bapaknya atau berafiliasi bukan kepada walinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi" [Al-Ahzab : 37] . itulah yang lebih baik dan adil pada sisi Allah.

"Artinya : Seorang mukmin terhadap orang mukmin lainnya bagaikan suatu bangunan sebagiannya menopang sebagian yang lain" [Hadits Riwayat Bukhari. Bila keuangan Baithul Mal tidak mencukupi. niscaya seluruh tubuh ikut panas dan tak dapat tidur" [Hadits Riwayat Ahmad dan Muslim] Dan sabda beliau. hubungan sosial. sehingga menjadi penolong baginya. Seseorang boleh memanggil kepada yang labih muda darinya dengan sebutan "wahai anakku" sebagai ungkapan kelembutan. hendaknya diwariskan kepada ahli warisnya yang berhak. Sehingga di masyarakat tidak terdapat orang yang terlantar dan tak terurus. agar budaya sopan santun merebak dalam masyarakat. kasih sayang. mengharap kebaikan serta nasehatnya. Keempat : Dari uraian diatas. "Artinya : Siapapun seorang mukmin mati meninggalkan harta pusaka. cinta kasih. "Artinya : Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaijkan dan takwa. serta perasaan cinta kasih sayang kepadanya. Menegaskan adopsi hanya bisa dilakukan demi kepentingan terbaik anak. simpulsimpul antar individu menjadi kuat hingga satu sama lain saling merasakan persaudaraan seagama yang sejati. anak tidak berkeluarga dan yang senasib dengan itu. atau mewasiatkan perbuatan baik. dijadikan sebagai anak yang dilahirkan dari perkawinan . fakir miskin. 129. anak pungut. * Peraturan Per-Undang-undangan : Dalam Staatblaad 1917 No. akibat hukum dari pengangkatan anak adalah anak tersebut secara hukum memperoleh nama dari bapak angkat. At-Tirmidzi. Jika salah satu organ mengeluh kesakitan. hubungan kebajikan dan semua hal berkaitan dengan semua perkara yang luhur. "wahai ayahku" sebagai penghormatan terhadapnya. maka menjadi jelas bahwa pembatalan terhadap hukum adopsi bukan berarti menghilangkan makna kemanusiaan serta hak manusia berupa persaudaraan. Muslim. tuna karya dan anak-anak yang tidak mempunyai orang tua. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala. semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi Muhammad . "Artinya : Peumpamaan orang-orang mukmin dalam masalah kecintaan dan kasih sayang serta pertolongan di antara mereka bagaikan satu tubuh. keluarga serta sahabatnya. anak yatim.Nabi menikahi Zaenab binti Jahsy atas perintah Allah setelah suaminya Zaid bin Haritsah menceraikannya. agar ia merasa nyaman dengannya dan mendengarkan nasehatnya atau memenuhi kebutuhannya. siapapun mereka. maka bisa meminta bantuan kepada orang-orang mampu dari kalangan masyarakat. Syari'at Islam telah menganjurkan untuk bertolong menolong dalam rangka kebajikan dan ketakwaan serta mengajak semua manusia berbuat baik dan menebarkan kasih sayang. dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran" [Al-Maidah : 2] Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. yaitu dengan mangasuh dan berbuat baik kepadanya. Boleh juga memanggil orang yang usianya lebih tua dengan panggilan. sabda nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Undang-Undang No. Benarkah adopsi itu anak kita? Jawabnya di bawah Menjawab pertanyaan ini saya saya mencoba mengkaji dari sisi hukum negara kita. Karena ditakutkan umat akan tertimpa akibat buruk dari buruknya pendidikan serta sikap kasarnya. Kewajiban pemerintah Islam adalah mendirikan panti bagi oran tidak mampu. dan An-Nasa'i] Termasuk dalam hal tersebut mengurusi anak yatim. [a]. karena aku walinya" [Hadits Riwayat Al-Bukhari] Inilah yang disepakati bersama. Tetapi jika meninggalkan utang atau kerugian hendaklah dia mendatangiku. [b]. ketika ia merasakan perlakuan kasar serta sikap acuh dari masyarakat.

Artinya. maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-mau atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya. dan a Pengampun lagi Maha Penyayang. dan peristiwa itu dikenal den ibthaluttabanni (pembatalan hukum anak angkat). yaitu antara orang tua kandung dan anak tersebut. (QS. Adopsi di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga (2003). Dalam perkawinan misalnya. akan tetapi hukumnya tidak sama dengan hukum adopsi yang berlaku pada lain tidak boleh dinisbahkan namanya kepada orang tua angkatnya. misalnya. * Berdasarkan konsep Islam. walaupun kita bukan orang tua Biologis darinya. tidak berlaku seperti mahram kebiasaan jahiliyah tersebut Allah Swt menurunkan ayat 4-5 surah al-Ahzab di atas. artinya pengangkatan anak orang lain sendiri tetap dianjurkan dalam Islam. yang menjadi prioritas wali nasab bagi anak perempuan adalah ayah kandungnya sendiri. diartikan sebagai pengangkatan anak orang dan di dalam Bahasa Arab disebut dengan istilah attabanni. tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Salam Adopsi anak dalam pandangan Islam Mimbar Jumat NASIR Allah Swt berfirman : Dia (Allah) dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). dan berikut berlak antara anak angkat dan orang tua angkat. tidak mewarisi. Tradisi mengadopsi anak telah terjadi pada zaman jahiliyah di mana seseorang dibolehkan memungut anak orang sebagai anak kandung sendiri. dari Ibnu Umar radhiallahuµanhu : Tidakla bin Harisah melainkan dengan panggilan Zaid bin Muhammad. dan berhak dibangsakan namanya kepada orang tua angkatnya. beliau angkat menjadi anaknya sendiri. Tetapi di Bali. yang berpangkal pada keturunan karena kelahiran. Anak tersebut akan menjadi anak kandung dari orang tua yang mengangkatnya. Dalam waris. dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan dia menunjukkan jalan (yang mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka. pada gilirannya menimbulkan konsekuensi hukum tertentu dalam pandang Islam seperti perwalian. akibat pengangkatan tersebut maka terputus segala hubungan perdata. Masyarakat Jawa umumnya masih menganut prinsip yang hampir sama dengan Islam: adopsi tidak menghapus hubungan darah anak dengan orang tua kandung. * Adopsi menurut hukum adat berbeda-beda.orang tua angkat dan menjadi ahli waris orang tua angkat. Lalu kare kepada Zaid. Konsep adopsi dalam Islam lebih dekat kepada pengertian pengasuhan alias hadhanah. itulah yang lebih adil pada sisi All mengetahui bapak-bapak mereka. pengangkatan anak adalah melepaskan anak dari keluarga asal ke keluarga baru. Tradisi jahiliyah tersebut tidak dibatalkan dalam Islam secara keseluruhan. pengangkatan seorang anak tidak boleh memutus nasab antara si anak dengan orang tua kandungnya. waris sebagainya. Turmuzi dan Nasai. Saya menegaskan bahwa anak adposi adalah anak yang harus diberi hak untuk mendapatkan yang terbaik bagi kehidupan dan masa depannya. sehingga nama Zaid dipanggil oleh orang banyak menjadi Z Sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari Muslim. anak angkat tidaktermasuk ahli waris. hanyalah perkataanmu dimulutmu saja. maka pembatalan itu direalisasikan oleh Nabi Saw dengan men . Al-Ahzab : 4-5) Ayat di atas menginformasikan kepada kita tentang anak angkat atau mengadopsi anak orang lain sehingga menj sendiri. Hal ini kelak berkaitan dengan sistem waris dan perkawinan. Hal itu pernah terjadi pada diri Nabi Muhammad Saw dengan mengado seorang hamba sahaya yang dihadiahkan oleh isterinya Khadijah kepada Nabi Saw untuk merawatnya.

Tidak terjadi kesalahpahaman. Al-Ahzab : 37) Perkawinan Rasul Saw dengan Zainab binti Jahsy setelah diceraikan oleh Zaid dan habis masa tunggunya (iddah dalam Fikih Islam untuk tidak memberlakukan anak angkat seperti anak kandung. atau menghubung yang bukan maulanya. karena wasiat dan hibbah dalam hukum Islam tidak dit orang-orang yang menerimanya. melarang pengangkatan anak (adopsi) jika merobah . anak angkat tidak mendapat pusaka dari orang tua angkatnya dan tidak ada bagian tertentu ditinggalkan ayah angkatnya. Dengan kata lain.bin Haritsah. atau menikahi janda-janda yang ditinggal suami. karena dengan mengadopsi anak berarti telah terbentuk dan kewajibannya berlaku pada keluarga baru. (QS. sedang dia akan berwasiat. Bukhari. Akte Kelahiran. sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (HR. Allah tidak menerima se persaksiannya. dan berlakulah seperti orang la pula menutup kemungkinan untuk berbuat baik kepada anak angkat. (QS. disekolahkan dan memanjakan seperti anak kandungnya sendiri. yang mana sebelumnya orang beranggapan bahwa isteri Zaid bin Haritsah yaitu Zainab binti Jahsy Muhammad Saw. (HR. Bukhari Muslim dari Sa¶ad bin Abi Waqqas Senada dengan hadis di atas : Siapa-siapa yang memanggil kepada yang bukan nama ayahnya. Demikian pula hibbah. Perkawinan Rasul Saw dengan Zainab binti Jahsy adalah atas perintah Allah Swt dalam firman-Nya : Maka tatka keperluan terhadap istrinya (menceraikannya). dan mulai saat diturunkan ayat di atas Rasul Saw memanggil Zaid bin Harisah dan berkata : Haritsah bin Syarahil. apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluann adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi. maka atasnya laknat Allah dan malaikat. Oleh sebab itu Allah Swt berfirman : Semua itu adalah perkataa Allah Swt mengatakan yang sebenarnya. nikahnya Nabi Saw dengan Zainab binti Jahsy pupuslah anggapan orang ten kandung Rasul Saw. atas prinsip tolong menolong. Islam menganjurkan untuk membantu orang-orang yang tidak mampu mengasuh keluarganya denga anaknya. (QS. dalam berbua Allah Swt berfirman : Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. Dasar hukumnya adalah firman Allah Swt : Hai orang-orang yang beriman. Diriwayatkan dari Sa¶ad bin Abi Waqqas dibolehkan sepertiga dari harta peninggalan. Pasport. Muslim) Alakullihal. Al-Ahzab : 4) Ayat di atas dipertegas lagi oleh Nabi Saw : Siapa-siapa yang memanggil seseorang kepada yang bukan nama ay dia bukan ayahnya maka diharamkan kepadanya masuk surga. misalnya anak melihat atau menampakkan auratnya kepada keluarga angkatnya. Islam membolehkan untuk memberikan se anak angkatnya dengan cara berwasiat secara tertulis atau diucapkan oleh ayah angkatnya sebelum meninggal du tidak sepertiga dari harta warisan. konsekuensi hukum dari pembatalan anak angkat adalah tidak boleh memanggil nama anak a tua angkat karena dengan status anak angkat tidak memutuskan ketetapan nasab yang sebenarnya yaitu ayah biol disamakan dengan memanggil adalah menulis nama anak angkat di dalam KTP. salah satunya se DR. Tetap menegakkan kebenaran. menisbahkannya kepada ayah angkatnya sendiri. Tidak menimbulkan permusuhan dan persengketaan terutama dala dan sebagainya. Akan tetapi jika orang tua angkat ingin berbuat baik kepada anak adopsinya karena kecil. Wahbah Zuhaily di dalam Fikih Islam wa adillallatuhu . Ijazah. apa menghadapi kematian. dan manusia semuanya. dan pencampuradukan halal haram dalam keluarga. namun tetap memperhatikan aturan-aturan yang ditent antara lain :Tidak mengganggu hubungan keluarga lama. Bukhari. maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang a Al-Maidah : 106) dan ketentuan untuk tidak melebihkan dari sepertiga. dan jangan tolongdosa dan pelanggaran dan bertakwalah kamu kepada Allah. (HR. dan menunjukkan kamu ke jalan yang sebenarnya. kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka. Muslim) Selain daripada itu. Al-M dalam hal perwarisan.

demi melindungi nasab. dan sewaktu ia pulang ke rahmatullah. anak sebagai penenang. perwalian. Wallahua¶lam Hubungan Antara Orang Tua Dan Anak 3. anak bisa dikenal siapa ayahnya dan .Islam seperti merobah keturunan. Waktu orang tua masih hidup. tinggi maupun rendah. termasuk juga ciri-ciri khas.1 Islam Memelihara Nasab Anak adalah rahasia orang tua dan pemegang keistimewaannya. Justru itu Allah mengharamkan zina dan mewajibkan kawin. Anak mewarisi tanda-tanda kesamaan orang tua. anak sebagai pelanjut dan lambang keabadian. Dia adalah belahan jantungnya dan potongan dari hatinya. warisan kemahraman dan lain-lain. sehingga air tidak tercampur. baik maupun buruk.3.

26 3.w. Begitulah menurut apa yang dikatakan oleh Rasulullah s.ayah pun dapat dikenal siapa anaknya. seorang isteri menjadi hak milik khusus suami dan dia dilarang berkhianat kepada suami.2 Ayah Tidak Boleh Mengingkari Nasab Anaknya Dari sini seorang suami tidak boleh mengingkari anak yang dilahirkan oleh isterinya yang seranjang dengan . tanpa memerlukan pengakuan atau pengumuman dari seorang ayah. mutlak menjadi anak suami itu. sebab setiap anak adalah milik yang seranjang.a. Oleh karena itu setiap anak yang dilahirkan dari tempat tidur suami. atau pengakuan dari seorang ibu. Dengan perkawinan.3. atau menyiram tanamannya dengan air orang lain.

maka syariat Islam tidak membiarkan seorang ayah harus memelihara seorang anak yang menurut keyakinannya bukan anaknya sendiri. Pengingkaran seorang suami terhadap nasab anaknya akan membawa bahaya yang besar dan suatu aib yang sangat jelek. Adapun apabila seorang isteri mengkhianati suami dengan beberapa bukti yang dapat dikumpulkan dan beberapa tanda (qarinah) yang tidak dapat ditolak. atau dugaan atau karena ada berita tidak baik yang mendatang. Justru itu seorang suami tidak boleh mengingkari anaknya karena suatu keraguan. baik terhadap isteri maupun terhadap anaknya itu sendiri. dan memberikan waris kepada anak yang menurut keyakinannya tidak .dia dalam perkawinan yang sah.

maka waktu itu suami boleh mengajukan ke pengadilan. kemudian pengadilan mengadakan mula'anah (sumpah dengan melaknat) antara kedua belah pihak. yang dalam ilmu fiqih dikenal dengan nama li'an. Maka barangsiapa yakin atau menuduh. Untuk memecahkan problem ini. yang penjelasannya sebagaimana diterangkan dalam al-Quran: "Para suami yang menuduh isterinya padahal mereka . bahwa isterinya telah membasahi ranjangnya dengan air orang lain kemudian si isteri itu melahirkan seorang anak padahal tidak ada bukti yang tegas.berhak menerimanya. atau paling tidak anak yang selalu diragukan identitasnya sepanjang hidup. Islam membuat jalan ke luar.

bahwa laknat Allah akan menimpa kepadanya jika dia termasuk orangorang yang berdusta. bahwa ia termasuk orangorang yang benar.tidak mempunyai saksi melainkan dirinya sendiri. maka kesaksian tiap orang dari mereka ialah empat kali kesaksian dengan nama Allah. Sedang yang kelimanya ialah. Dan dihilangkan dari perempuan itu siksaan (dera) lantaran dia bersaksi empat kali kesaksian dengan nama Allah. Sedang yang kelimanya: bahwa murka Allah akan menimpa kepadanya (perempuan) jika dia (laki-laki) itu termasuk orangorang yang benar. bahwa dia (laki-laki) termasuk orangorang yang berdusta. dan anaknya ikut ." (an-Nur: 6-9) Sesudah itu keduanya diceraikan untuk selama-lamanya.

banyak yang menisbatkan orang lain dengan nasabnya dengan sesukanya. maka begitu juga dia tidak dibenarkan mengambil anak yang bukan berasal dari keturunannya sendiri.3 Mengambil Anak Angkat Hukumnya Haram dalam Islam Kalau seorang ayah sudah tidak dibolehkan memungkiri nasab anak yang dilahirkan di tempat tidurnya. . Maka si anak tersebut menjadi satu dengan anakanaknya sendiri dan satu keluarga. Orang-orang Arab di masa jahiliah dan begitu juga bangsa-bangsa lainnya.kepada ibunya.3. Seorang laki-laki boleh memilih anak-anak kecil untuk dijadikan anak. dengan jalan mengambil anak angkat. 3. kemudian diproklamirkan.

w. Mengangkat seorang anak seperti ini sedikitpun tidak dilarang. yaitu Zaid bin Haritsah sejak zaman jahiliah. Zaid waktu itu seorang anak muda yang ditawan sejak kecil dalam salah satu penyerbuan jahiliah. dan selanjutnya diberikan oleh Khadijah kepada Nabi Muhammad s.a. sedang masalah pengangkatan anak ini tersebar luas di masyarakat Arab. sehingga Nabi Muhammad sendiri mengangkat seorang anak. sesudah . yang kemudian dibeli oleh Hakim bin Hizam untuk diberikan bibinya yang bernama Khadijah. kendati si anak yang diangkat itu jelas jelas mempunyai ayah dan nasabnya pun sudah dikenal. Islam datang.sama-sama senang dan sama-sama susah dan mempunyai hak yang sama.

Setelah ayah dan pamannya mengetahui tempatnya. tetapi oleh Nabi disuruh memilih. bahwa pengangkatan anak adalah suatu pemalsuan terhadap realita. suatu . 3. Namun Zaid lebih senang memilih Nabi sebagai ayah daripada ayah dan pamannya sendiri.1 Bagaimana Pandangan Islam Terhadap Peraturan Jahiliah Ini? Islam berpendapat secara positif. dan dia termasuk pertama kali bekas hamba yang memeluk Islam. Sejak itu Zaid dikenal dengan nama Zaid bin Muhammad.beliau kawin dengan dia.3. Lantas oleh Nabi dimerdekakan dan diangkatnya sebagai anaknya sendiri dan disaksikan oleh orang banyak.3. kemudian mereka minta kepada Nabi.

Isteri dari ayah yang memungut bukan ibunya sendiri. Oleh karena itu tidak sedikit keluarga yang sebenarnya merasa dengki terhadap orang baru yang bukan dari kalangan mereka ini yang merampas hak milik mereka dan menghalang pusaka yang telah menjadi .pemalsuan yang menjadikan seseorang terasing dari lingkungan keluarganya. Anak angkat ini dapat menerima waris dan menghalangi keluarga dekat asli yang mestinya berhak menerima. Dia dapat bergaul bebas dengan perempuan keluarga baru itu dengan dalih sebagai mahram padahal hakikatnya mereka itu samasekali orang asing. begitu juga anak perempuannya. Dia sendiri sebenarnya orang asing dari semuanya itu. saudara perempuannya atau bibinya.

Kedengkian ini banyak sekali membangkitkan hal-hal yang tidak baik. Firman Allah: "Allah tidak menjadikan anakanak angkatmu itu sebagai anakanakmu sendiri. Panggillah mereka (anak-anak) itu dengan bapa-bapa mereka.harapannya. yang demikian itu adalah omonganomonganmu dengan mulutmulutmu. Justru itu al-Quran menghapus aturan jahiliah ini dan diharamkan untuk selama-lamanya serta dihapusnya seluruh pengaruhpengaruhnya. Jika kamu tidak mengetahui bapa- . sebab dia itu lebih lurus di sisi Allah. sedang Allah berkata dengan benar dan Dialah yang menunjukkan ke jalan yang lurus. dapat menyalakan api fitnah dan memutus famili dan kekeluargaan.

dan orang asing sebagai pokok nasab. dan tidak pula anak angkat sebagai . maka mereka itu adalah saudaramu seagama dan kawan-kawanmu." (al-Ahzab: 4-5) Baiklah kita renungkan ungkapan al-Quran yang bersih ini. Perkataan lidah tidak dapat mengganti kenyataan dan tidak dapat mengubah realita." Kalimat ini memberi pengertian. di belakangnya tidak ada realita sedikitpun.bapa mereka. tidak dapat menjadikan orang luar sebagai kerabat. bahwa pengakuan anak angkat itu hanya omongan kosong. yang demikian itu adalah omonganomonganmu dengan mulutmulutmu. yaitu kalimat: "Allah tidak menjadikan anakanak angkatmu itu sebagai anakanakmu sendiri.

maka oleh al-Quran hal itu samasekali tidak . Perkataan mulut tidak dapat mengalirkan darah ke dalam urat dan tidak dapat membentuk perasaan kebapaan ke dalam hati seseorang. baik jasmaniah. karena tidak ada hubungan darah. dia tidak dapat mewarisi keistimewaankeistimewaan khusus dari ayah angkatnya dan ciriciri keluarga. dan tidak pula mengalir dalam kalbu anak angkat jiwa kehalusan sebagai anak betul.anak betul-betul. Dalam masalah warisan. Islam telah menghapuskan seluruh pengaruh yang ditimbulkan oleh aturan ini. perkawinan dan kerabat yang sebenarnya. misalnya tentang warisan dan dilarangnya kawin dengan bekas isteri anak angkat. intelek maupun kejiwaannya.

bukan bekas isteri anak angkat. karena perempuan tersebut pada hakikatnya adalah bekas isteri orang lain. Bahkan al-Quran mengatakan: "Keluarga sebagian mereka lebih berhak terhadap sebagian. Justru itu tidak salah kalau dia mengawininya . menurut kitabullah." (an-Nisa': 24) Oleh karena itu seseorang dibenarkan kawin dengan bekas isteri anak angkatnya. alQuran telah mengumandangkan . bahwa di antara perempuanperempuan yang haram dikawin ialah bekas isteri anak betul-betul. Firman Allah: "Dan bekas isteriisteri anakmu yang berasal dari tulang rusukmu sendiri.bernilai dan tidak menjadi penyebab mendapat warisan." (alAnfal: 75) Dan dalam hal perkawinan.

Setelah Dihapusnya dengan Perkataan Persoalan ini tidak begitu mudah. Oleh karena itu dalam kebijaksanaan Allah untuk menghapus dan memusnahkan pengaruh-pengaruh perlembagaan ini tidak cukup dengan omongan saja.3. untuk menghilangkan setiap keraguraguan dan demi menolak setiap keberatan orang .2 Lembaga Anak Angkat Dihapus dengan praktek.apabila telah dicerai oleh suaminya. 3. bahkan dihapusnya dengan omongan dan sekaligus dengan praktek.w. sebagai pelakunya.a.3. sebab masalah anak angkat sudah menjadi aturan masyarakat dan berakar dalam kehidupan bangsa Arab. Hikmah kebijaksanaan Allah dalam persoalan ini telah memilih Rasulullah s.

Zaid bin Haritsah yang kita kenal sebagai Zaid bin Muhammad. dan apa yang disebut haram. telah dikawinkan dengan Zainab binti Jahsy sepupu Nabi sendiri. sedang Nabi sendiri juga mengetahui keinginan Zaid untuk mencerainya. Tetapi karena kehidupan mereka berdua selalu goncang dan Zaid sendiri sudah banyak mengadu kepada Nabi tentang keadaan isterinya. dan supaya mereka yakin. Oleh karena itu dia . dan dengan wahyu Allah. tetapi kelemahan manusia tempohtempoh sangat mempengaruhi. yaitu semua yang diharamkan Allah.mu'min tentang dibolehkannya mengawini bekas isteri anak-anak angkatnya. Zainab akan dikawin oleh Nabi. maka Nabi takut bertemu dengn orang banyak. yaitu semua yang dihalalkan Allah. bahwa apa yang disebut halal.

dan engkau menyembunyikan . Maka berfirmanlah Allah: "Dan (ingatlah) ketika engkau berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau juga telah memberi kenikmatan kepadanya (Zaid bin Haritsah): 'tahanlah untukmu isterimu dan takutlah kepada Allah'. Dan seketika itu beliau menyingsingkan lengan bajunya untuk tampil ke tengah-tengah masyarakat. guna menghapus sisasisa aturan kuno dan tradisi yang sudah usang yang mengharamkan seseorang mengawini bekas isteri anak angkatnya yang pada hakikatnya dia adalah orang asing itu.katakan kepada Zaid: "Tahanlah isterimu itu dan takutlah kepada Allah!" Di sinilah ayat alQuran kemudian turun untuk menegur sikap Nabi.

dan engkau takut manusia. dalam perbuatan ini dan memperkuat perkenannya serta menghilangkan anggapan dosa karena perbuatannya itu.a. dan keputusan Allah pasti terlaksana. padahal Allahlah yang lebih berhak engkau takutinya. supaya tidak menjadi beban bagi orangorang mu'min tentang bolehnya mengawini bekas isteri anak-anak angkatnya apabila mereka itu telah memutuskan mencerainya. Maka berkatalah alQuran: "Tidak boleh ada keberatan atas diri Nabi dalam hal . Maka tatkala Zaid memutuskan untuk mencerai Zainab.dalam hatimu apa yang Allah tampakkan. kami (Allah) kawinkan engkau dengan dia.w." (al-Ahzab: 37) Kemudian al-Quran meneruskan untuk melindungi pribadi Nabi Muhammad s.

dan kiranya cukuplah Allah sebagai pengira. tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup bagi sekalian Nabi. (yaitu) orang-orang yang menyampaikan suruhan Allah dan mereka takut kepadaNya.3 Mengangkat Anak dengan Arti Mendidik dan Memelihara Begitulah pengangkatan anak yang dihapus oleh Islam. Tidaklah Muhammad itu ayah bagi seseorang dari lakilaki kamu.3.3. dan tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah. yaitu seorang .yang telah diwajibkan oleh Allah kepadanya menurut sunnatullah pada orang-orang yang telah lalu sebelumnya. sebab perintah Allah itu suatu ketentuan yang telah ditentukan." (alAhzab: 38-40) 3. dan Allah Maha Mengetahui tiaptiap sesuatu.

diajar dan diajak bergaul seperti anaknya sendiri. Anak tersebut dinisbatkan kepada dirinya dan keluarganya. haram dikawin dan berhak mendapat waris. dia . diberinya pakaian. diasuh dia. Di sini ada semacam pengangkatan anak yang diakui oleh beberapa orang. Yaitu seorang ayah memungut seorang anak kecil yatim atau mendapat di jalan. diberinya makan. tetapi pada hakikatnya bukan pengangkatan anak yang diharamkan oleh Islam. bahwa dia itu anak orang lain. menjadi mahram. dan baginya berlaku seluruh hukum misalnya: bebas bergaul.menisbatkan anak kepada dirinya padahal dia tahu. kemudian dijadikan sebagai anaknya sendiri baik tentang kasihnya. Tetapi bedanya. pemeliharaannya maupun pendidikannya.

tidak menasabkan pada dirinya dan tidak diperlakukan padanya hukumhukum anak seperti tersebut di atas. Seperti yang dikatakan sendiri oleh Rasululfah s. . Ini suatu cara yang terpuji dalam pandangan agama Allah. Tetapi untuk anak seperti ini lebih patut dinamakan Ibnu Sabil (anak jalan) yang oleh Islam kita dianjurkan untuk memeliharanya. seperti ini sambil ia menunjuk jari telunjuk dan jari tengah dan ia renggangkan antara keduanya. (Riwayat Bukhari. dalam hadisnya: "Saya akan bersama orang yang menanggung anak yatim.w.a. Abu Daud dan Tarmizi) Laqith (anak yangdipungut di jalan) sama dengan anak yatim. siapa yang mengerjakannya akan beroleh pahala kelak di sorga.

1993 . atau dengan jalan wasiat dalam batas sepertiga pusaka. sebelum meninggal dunia. maka dia dapat menyalurkan melalui cara hibah sewaktu dia masih hidup. Mu'ammal Hamidy Penerbit: PT. (sebelum.Apabila seseorang yang memungutnya itu tidak mempunyai keluarga. Bina Ilmu. sesudah) Halal dan Haram dalam Islam Oleh Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi Alih bahasa: H. kemudian dia bermaksud akan memberikan hartanya itu kepada anak pungutnya tersebut.

sebelum mereka beriman. maksudnya mengutamakan kepentingan-kepentingan dunia di atas tujuan-tujuan akhirat (lihat Al Ashfahani. Dari perbedaan aqidah ini akan lahir perbedaan tujuan dan pandangan hidup. termasuk dalam kategori ini pengertian ayat: ³Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanitawanita mukmin) sebelum mereka beriman Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik. Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar´ (An-Nisa:48). bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Maka Sesungguhnya ia Telah tersesat sejauh-jauhnya´. Dalam ayat lain: ³Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia. h. Imam Al Ashfahani membagi makna al syirk dua macam: (a) Al Syirkul adziim (syirik besar) yaitu menetapkan sekutu bagi Allah. dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu. 12 May 2008 03:06 ³Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik. Ada juga sebagai mufassir yang mendefinisikan musyrik dengan ³semua orang kafir yang tidak bergama Islam. Para ahli tafsir. walaupun dia menarik hatimu. Mengapa? Karena batasan yang sangat fundamental yaitu perbedaan aqidah. Dan ayat di atas dengan tegas melarang pernikahan seorang mukmin dengan wanita musyrikah begitu juga sebaliknya seorang mu¶minah dengan lelaki musyrik. Mufradat alfaadzil Qur¶an. Maka tidak mungkin seorang mukmin atau mu¶minah yang benar-benar jujur dengan keimanannya rela mengorbankan aqidahnya demi kepentingan dunia. Termasuk kategori ini makna firman Allah: ³Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. Amir Faishol FathSenin. (An-Nisa:116) (b) Al Syirkush Shaghiir (syirik kecil) yaitu mendahulukan selain Allah dalam tindakan tertentu. seperti riya¶ (ingin dipuji orang). Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.Hukum Menikahi Orang Musyrik Ditulis oleh DR. sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya.´ (Al-Baqarah:221) Kata musyrikah atau musyrik dalam ayat di atas artinya seorang yang menyekutukan Allah. Imam Al Qurthubi menyetir ketetapan ijma¶ul ummah bahwa seorang . melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain)´ (Yusuf:106). Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik. dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. dalam menjelaskan kata musyrik selalu mencontohkan dengan agama majusi (penyembah api) dan watsani (penyembah berhala). Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah. Mereka mengajak ke neraka. walaupun dia menarik hatimu.452). barangsiapa yang mempersekutukan Allah. Dengan pengertian ini maka umat Yahudi dan Nasrani tergolong musyrik.

kecuali Abdullah bin Umar yang memandangnya makruh (lihat Al Jashshash. Jika demikian bolehkah seorang mu¶min menikahi wanita ahlul kitab? Mayoritas ulama (jumhur) membolehkan seorang mu¶min menikah dengan wanita ahlul kitab (dari umat Yahudi atau Nasrani). sebab saya sudah masuk Islam. itu tidak mungkin. Wanita itu lalu minta untuk dizinahi. Dari sini jelas bahwa tidak mungkin seorang yang beriman menikah dengan seorang yang masih kafir. sementara di tempat lain Al Qur¶an menggunakan istilah ahlul kitab untuk umat Yahudi dan Nasrani. Lalu turunlah ayat di atas. Toh kalaupun dikatakan bahwa mereka tergolong musyrik. Imam Asyaukani menyebutkan sebuah riwayat bahwa seorang sahabat bernama Murtsid bin Abi Murtsid pernah didatangi bekas orang yang pernah dicintainya dulu waktu di zaman jahiliyah. Dikatakan bahwa wawu athf menunjukkan perbedaan (almughayarah). tetapi belum disebutkan istilah ahlul kitab. Lalu wanita itu minta agar dinikahi saja. Bahkan ada sebagian yang mengatakan ±seperti Imam Al Jashshash . Sebab dengan terang-terangan ia telah berani melanggar ketentuan Allah seperti dalam ayat di atas.244). Berbeda halnya jika sang istri muslimah dan suami non-muslim. Beberapa alasan yang menguatkan bolehnya seorang muslim beristrikan wanita ahlul kitab sebagai berikut: (a) Bahwa kata musyrikaat pada ayat di atas tidak termasuk ahlul kitab. Fathul Qadiir: vol. Allah berfirman: ³(Kami turunkan Al-Quran itu) agar kamu (tidak) mengatakan: ³Bahwa Kitab itu Hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum kami (yakni orang-orang Yahudi dan Nasrani)´ (Al-An¶am:156). Begitu juga dalam surat Al Bayyinah Allah berfirman: ³Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata´.324). kemudian ia ternyata rela dan berani melakukan pernikahan dengan seorang yang musyrik atau musyrikah. Ahkamul Qur¶an. Murtsid berkata: kalau begitu saya akan menemui Rasulullah dulu. Namun kendati demikian menikah dengan wanita muslimah tetap harus diutamakan. di antara hikmah dibolehkannya adalah dalam rangka untuk mengislamkannya. Dengan ini jelas bahwa ahlul kitab bukan orang-orang musyrik. Sebab pada hakekatnya. dalilnya: Orangorang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu´ (Al-Baqarah:105) Di sini nampak dibedakan antara orang-orang musyrik dengan ahlul kitab. Sebab tabiat seorang istri biasanya selalu ikut apa kata suami. Menikahi Wanita Ahlul Kitab (Kitabiyah) Dalam ayat di atas. h. (Al-Bayyinah:1). Sang istri tentu sangat berat untuk mempengaruhi sang suami. Atas dasar ini mengapa seorang muslimah tidak boleh bersuamikan seorang ahlul kitab. Pertanyaannya sekarang apakah ahlul kitab termasuk golongan musyrikiin? Menurut definisi di atas maka ahlul kitab termasuk kaum musyrikiin. bahkan bisa dipastikan sang istri akan kewalahan. Dan ini pendapat yang kuat (rajih). Murtsid segera menjawab: Wah. h. dan Islam telah menjadi penghalang di antara kita. seakan dikatakan: ³Tidak boleh menikah dengan wanita musyrikah kecuali wanita ahlul kitab. maka dengan ayat tersebut nampak adanya pengkhususan. vol. Maka jika ada seorang yang mengaku mu¶min atau mu¶minah.1. hanya disebutkan istilah musyrikah atau musyrik. . itu berarti dalam keimanannya ada masalah. 2.tidak ada khilaf di dalamnya. (Imam Asy Syaukani. Dan seorang suami mu¶min sebagai kepala rumah tangga tentu sangat berperan dan menentukan dalam proses tersebut.musyrik tidak boleh menikahi seorang mu¶minah apapun alasan nya.

para ulama memakruhkan. Dari sini nampak bahwa mereka bersepakat atas bolehnya menikah dengan wanita ahlul kitab. termasuk laki-laki Yahudi dan Nasrani. bagaimana nantinya nasib wanitawanita muslimah? Dan perlu diingat bahwa diantara hikmah dibolehkannya menikah dengan kitabiyah adalah supaya wanita kitabiyah itu masuk ke pangkuan Islam melalui pernikahan. Jika diperkirakan itu tidak mungkin terjadi. benar-benar menjadi fenomena umum. Allah berfirman: ³Orang-orang kafir . tidak mungkin dipengaruhi dan bahkan mungkin akan menyebabkan hancurnya moral anak-anak yang dilahirkan. Walhasil. 217). vol. menikah dengan wanita Yahudi dari penduduk Syam. Dalam konteks ini tidak ditemukan ayat lain yang mengkhususkannya. bahwa seorang wanita muslimah tidak boleh dalam kondisi apapun menikah dengan seorang yang musyrik. Hudzaifah bertanya: Apakah kamu melihat bahwa pernikahan seperti ini hukumnya haram? Umar menjawab: Tidak. makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu. h. barangsiapa yang kafir sesudah beriman (Tidak menerima hukum-hukum Islam) Maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi´ (AlMaidah:5). tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. h. Fathul Qadiir. tetapi lebih baiknya seorang muslim tidak melakukannya. menikah dengan Nailah Al Kalbiyah. Salah seorang alim besar dalam Madzhab Hanafi. seperti ayat mengenai menikah dengan wanita kitabiyah. Jelasnya. Kedua. Umar benar dalam sikapnya ini. maka berdasarkan ayat di atas tidak boleh seorang muslimah menikah dengan laki-laki musyrik. namun lebih utama seorang muslim tidak melakukannya. kecuali dalam kondisi darurat´ (lihat Al kamal bin Hammam. begitu juga Thalhah bin Ubaidillah ra.2. dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. itu dibolehkan karena adanya ayat lain yang menegaskan bolehnya sebagaimana telah diterangkan tadi. (dan dihalalkan mengawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanitawanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu. Berbeda jika wanitanya ahlul kitab dan calon suamimya muslim. kecuali ayat di atas. karena al Qur¶an telah menyebutkan bahwa mereka tergolong kafir. Pesan Kamal bin Hammam ini ternyata ada dasarnya: diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab pernah menyuruh sahabatnya Hudzaifah untuk menceraikan istrinya yang tergolong kaum Yahudi. Bila disebutkan bahwa ahlul kitab tergolong orang-orang musyrik. Artinya tidak ada keterangan lain mengenai hukum boleh-tidaknya menikah dengan laki-laki ahlul kitab. Syarhul Hidayah fii fqhil hanafiyah. 372). bahwa sekalipun pernikahan dengan wanita ahlul kitab hukumnya boleh.372). Ibid. Ini menunjukkan bahwa menikah dengan wanita ahlul kitab hukumnya boleh. Menikah Dengan Laki-laki Ahlul Kitab Ayat di atas menegaskan: dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. tetapi saya takut hal ini kelak menjadi contoh yang diikuti banyak orang. bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya. h. Imam Ibn Taymiah mengatakan: ³Makruh hukumnya menikah dengan wanita kitabiyah sementara di saat yang sama masih ada wanita-wanita muslimah´(lihat.2. sebab jika kemudian pernikahan seperti tersebut. alikhtiyaraat alfiqhiyah min fatawa syaikhil Islam Ibn Taymiah. serta tidak mustahil ia akan mempengaruhi sang suami) (lihat. vol. (c) Diriwayatkan bahwa Utsman bin Affan ra. adanya wanita muslimah yang bisa dinikahi. wanita tersebut harbiyah (mempunyai jiwa menyerang. wanita Yahudi.(b) Allah berfirman: ³Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Oleh sebab itu ada kondisi di mana seorang muslim dimakruhkan menikah dengan kitabiyah: Pertama. Kamal bin Hammam berkata: Memang boleh menikah dengan wanita ahlul kitab. Itu pun tidak ada satupun riwayat yang mengatakan bahwa salah seorang sahabat menentang pernikahan tersebut.

Tetapi bayi tabung itu sebenarnya adalah proses pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh wanita. sekalipun ia seorang budak: walaamatun mu¶minatun khairun min musyrikatin walau a¶jabatkum (Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik. Kerena itulah Allah menekankan dengan sangat tegas bahwa menikah dengan seorang mukmin tetap lebih utama. sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya´. Wallhu a¶lam bish shawab. dalam istilah kerennya in vitro vertilization (IVF). In vitro adalah bahasa latin yang berarti dalam gelas/tabung gelas (nah nyambung juga kan dengan kata tabung). Dalam proses bayi tabung atau IVF. Lalu dipertegas lagi pada ayat berikutnya: wala µabdun mu¶minun khairun min musyrikin walau a¶jabakum (Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik. Proses | Sering kali kita mendengar µikut bayi tabung aja«¶ atau ¶anaknya dia dari hasil bayi tabung¶. Dan hanya dengan ini kelak upaya untuk saling membantu dalam mentaati Allah (at ta¶aawun bil birri wat taqwa) akan lebih tercipta.yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata´. (QS. Amir Faishol Fath Pengertian bayi tabung posted in Pengetahuan. tidak saja di dunia melainkan juga di akhirat. di mana dari sini kebahagiaan hakiki akan dicapai. walaupun dia menarik hatimu). embrio kecil yang terjadi dimasukkan ke dalam rahim dengan harapan dapat berkembang menjadi bayi« . Oleh: DR. Apa sih sebenarnya definisi atau pengertian bayi tabung itu? Apakah ini adalah cara untuk mendapatkan anak? Kalau dilihat dari kata µbayi¶ & µtabung¶. Allah berfirman pada ayat di atas: mereka mengajak ke neraka. sel telur yang sudah matang (seperti masak telur saja ya) diambil dari indung telur lalu dibuahi dengan sperma di dalam sebuah medium cairan. Sebab dari kesamaan akidah akan mudah menentukan kesamaan tujuan sekaligus kesamaan cara hidup. Ada juga yang bilang bayi tabung adalah bayi dari hasil tabungan « memang benar juga sih soalnya proses bayi tabung itu tidak murah alias menguras kantong. Dan vertilization adalah bahasa Inggrisnya pembuahan. mungkin bayi tabung berarti bayi dari hasil pembuahan di tabung. penegasan ini tidak mengandung penfsiran lain keculai bahwa yang harus diutamakan dalam pernikahan adalah kesamaan akidah. walaupun dia menarik hatimu). yang dengannya ia bisa masuk neraka. Lebih dari itu mereka juga akan selalu mempengaruhi istrinya agar menjadi kafir. Setelah berhasil. Persiapan. 98:1). Perhatikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful