P. 1
evaluasi proyek

evaluasi proyek

|Views: 268|Likes:

More info:

Published by: Dewi Retno Wulansari on Mar 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/31/2014

pdf

text

original

INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and

Loan Agreement No: 4789-IND

Bab VIII

PEMANTAUAN DAN EVALUASI PROYEK
8.1 Pendahuluan

Sepanjang pelaksanaan proyek pemantauan dan evaluasi akan silakukan secara rutin (sesuai jadwal yang tercantum pada bagian 8.5) secara internal maupun dengan melibatkan lembaga eksternal (BPKP, Irjen, auditor independen swasta) pada dua tingkatan: (1) perubahan sistemis dan melembaga (kemajuan menuju pelaksanaan agenda reformasi), dan (2) pelaksanaan evaluasi kemajuan dan dampak pada tingkatan penerima hibah. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi dilakukan (1) Proyek akan menilai kemajuan yang dicapai oleh Indonesia dalam memenuhi kelima indikator kunci dari proyek I-MHERE melalui pemantauan secara regular terhadap serangkaian indikator antara yang telah disetujui pada saat penilaian proyek (project appraisal) Pemantauan proyek juga akan mencakup penilaian secara teratur terhadap kedua program hibah di bawah komponen proyek-B.1 dan B.2 guna mengukur kemajuan yang dicapai menuju pemenuhan sasaran hibah, serta peningkatan kapasitas manajemen.

(2)

Evaluasi akan berlangsung untuk mengetahui tiga hal: (1) apakah mekanisme pendanaan yang telah dilakukan dengan sesuai dengan yang diharapkan – sesuai dengan prosedur operasional, tepat waktu, dan tanpa ada kebocoran dana; (2) bagaimana sumbangan setiap program pendanaan terhadap pencapaian hasil dan indikator-indikator kapasitas yang telah disepakati (dibandingkan dengan kelompok kendali dari perguruan tinggi yang tidak menerima hibah); dan (3) apa yang dapat disimpulkan mengenai efektivitas setiap mekanisme pendanaan dalam mencapai hasil dan efisiensi setiap mekanisme pendanaan dalam mengalokasikan dan mengelola sumberdaya masyarakat? Hasil evaluasi tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan pelajaran dan/atau pengalaman penting yang akan didiseminasikan di antara penerima hibah dalam bentuk lokakarya. Guna mejalankan pemantauan dan evaluasi pada tingkat pertama, (perubahan sistemis dan kemajuan menuju pelaksanaan agenda reformasi), akan digunakan tiga perangkat utama: (a) Audit Teknis, (b) Survei Penelusuran Pembelanjaan/Penggunaan Dana Masyarakat (PETS), dan (c) Evaluasi Dampak. Suatu studi kebijakan akan dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh melalui ketiga perangkat tersebut, yang akan memberikan sintesa dan analisis sebagai dasar DIKTI dalam menyusun perencanaan strategis. Untuk menjamin transparansi, meningkatkan keterbukaan publik dan memudahkan review eksternal independent, kontrak akan diberikan pada konsultan independen untuk melakukan Audit Teknis, PETS, Evaluasi Dampak dan Studi Kebijakan. Audit Teknis dan Evalusasi Dampak akan dilakukan oleh konsultan dalam negeri, sementara konsultan/perusahaan asing akan dikontrak untuk melaksanakan PETS dan Studi Kebijakan. Perangkat-perangkat tersebut akan memberikan, meski tidak seluruh, informasi pemantauan dan evaluasi yang dibutuhkan pada tingkatan kedua (lembaga penerima hibah). Karenanya sebagai tambahan keempat perangkat tersebut procedure pemantauan rutin yang dijelaskan berikut ini akan dikoordinasikan oleh DPT dan dilaksanakan oleh DGHE-IU, dan audit yang teratur akan dilaksanakan oleh perguruan tinggi penerima hibah (secara internal), oleh BPKP, oleh Irjen DIKTI guna menjamin penilaian yang teratur terhadap kedua program hibah di bawah komponen proyek-B.1 dan B.2.

I-MHERE – OPM

VIII-1

” akan dilakukan untuk memeriksa objektivitas dan transparansi dari proses seleksi. pelaksana audit juga perlu memberikan saran konstruktif guna memerbaiki pelaksanaannya. Selain itu proses audit dimaksudkan untuk memberikan jaminan bahwa semua dana dibelanjakan secara patut dan efektif. (3) pemenuhan/kesesuaian terhadap I-MHERE – OPM VIII-2 . Karena proses seleksi akan melibatkan banyak pakar lokal. Praktek yang umum dalam suatu audit adalah untuk menemukan adalah kesalahan-kesalahan dan kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan. Auditor teknis akan mempersiapkan laporan yang merinci hasil pengamatan kunjungan lapangan dan rekomendasinya untuk DGHE. DGHE-IU akan menggunakan jasa dari auditor teknis independen. 8. atau “meta evaluation. Proses review oleh pakar internasional akan dilakukan pada tahun ke-3 untuk komponen-1 dan tahun ke-2 dan ke-4 untuk komponen-2 (lihat rincian tabel 8. pakar internasional akan mempersiapkan laporan yang merinci hasil desk review dan kunjungan lapangan. Pada setiap tahun pelaksanaan skema hibah auditor teknis akan melakukan kunjungan lapangan kepada beberapa sampel penerima hibah yang dipilih secara acak terhadap tidak kurang dari dua puluh (20) persen dari penerima hibah. Berdasarkan Kerangka Acuan Kerja yang telah disepakati oleh Bank Dunia. dan sistem penyimpanan.2 dan tabel 8. Audit akan meliputi manajemen keuangan. (2) analisis terhadap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap setiap deviasi atau penundaan terhadap pencapaian target yang telah disetujui. khususnya pada komponen-2. Sasaran dan Jenis Pemantauan dan Evaluasi 8. Proses audit terutama difokuskan pada pemenuhan terhadap peraturan umum yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan Bank Dunia. Laporan tersebut akan tersedia untuk Bank Dunia guna mendapatkan kajian dan komentar. Kunjungan lapangan akan dilakukan selama dua hari terhadap semua penerima hibah.1 Audit Teknis Tujuan utama dari Audit Teknis adalah untuk menilai apakah pelaksanaan telah sesuai dengan peraturan Pemerintah yang berlaku dan pedoman yang ditetapkan dalam dokumen OPM ini. pengadaan barang dan jasa. Sebagai bagian dari proses pembelajaran. serta rekomendasinya kepada DGHE. Jika dimungkinkan laporan tersebut harus telah tersedia bertepatan waktunya dengan awal pelaksanaan misi Bank Dunia.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND Pendekatan multi dimensi ini akan djelaskan pada bagian berikut dan dirangkum dalam tabel 8. Pada tingkat DGHE-IU. maka upaya menjamin objektivitas proses seleksi menjadi sukar. Secara khusus laporan audit akan memberikan komentar terhadap (1) capaian sasaran peningkatan mutu yang telah disetujui.3. dan bahwa proyek telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dan jadwal yang telah ditetapkan. dengan cara membanding rencana dan peraturan dengan laporan pelaksanaan. Bersama-sama dengan pakar lokal. Audit teknis selain akan memfokuskan terutama pada kinerja pelaksanaan juga akan memperhitungkan efisiensi dan efektivitas dari pengelolaan keuangan. Laporan tersebut akan tersedia untuk Bank Dunia guna mendapatkan kajian dan komentar.2.2 Tujuan. Perusahaan/konsultan yang ditunjuk akan melaporkan langsung hasil auditnya kepada DIKTI. tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber untuk mengidentifikasi berbagai aspek guna menjadi pertimbangan untuk menerapkan contoh keberhasilan penerapan prosedur kerja yang diterapkan oleh penerima hibah lainya. tinjauan terhadap proses seleksi. Audit Teknis tidak hanya difokuskan pada upaya untuk menemukan berbagai masalah. Karenanya.5) dalam bentuk kajian dokumen (desk review) dan tinjauan lapangan (site visit). untuk pemeriksaan tersebut.3 pada bagian 8. pakar internasional akan dilibatkan dalam pelaksanaan proses review tersebut.

4 Audit Internal Audit Internal Perguruan Tinggi (pada beberapa lembaga dikenal dengan sebutan Monitoring dan Evaluasi) akan dilakukan sesuai dengan pengaturan internal lembaga penerima hibah. relevansi dan efisiensi. khususnya untuk komponen proyek-B. Rumusan mengenai aspek penilaian dampak akan dilakukan oleh tim yang dibentuk oleh DPT. Reviewer untuk komponen-1 harus mempunyai keahlian dalam bidang sistem pendidikan tinggi. Evaluasi dampak merupakan kelanjutan dari audit teknis yang pelaksanaannya dilakukan melalui kajian dokumen (desk review) dan tinjauan lapangan (site visit) seperti yang dijelaskan pada bagian audit teknis. dan akan memberikan pemantauan keseharian pada tingkat akar-rumput.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND pengaturan pengadaan yang telah disetujui. 8.2.2b dan B.2c. pusat-pusat regional akan dibentuk pada lembaga-lembaga yang dipilih yang telah I-MHERE – OPM VIII-3 . Guna menjamin keberlanjutan. PETS akan mencakup pengembangan data set mengenai biaya-biaya operasional dan transaksi dari ketiga jenis pendanaan (tradisional. dan identifikasi kemungkinan adanya daerah kebocoran anggaran).2.3 Impact Evaluation Evaluasi Dampak dimaksudkan untuk menilai efektivitas berbagai alternative skema pendanaan dalam mencapai tujuan mutu pendidikan.2 harus memiliki latar belakang yang cukup dan keahlian dalam bidang sistem pendanaan pendidikan tinggi. 8. maka lembaga pendidikan tinggi penerima hibah diharuskan memberikan penjelasan rinci secara tertulis tentang rancangan kebijakan. Sebuah tim yang terdiri dari akademisi/pakar nasional dan internasional akan melakukan evaluasi dampak tersebut. Kapasitas untuk melaksanakan sistem pemantauan dan evaluasi secara efektif pada tingkat lembaga penerima hibah merupakan hal yang mendasar untuk menjamin pelaksanaan proyek yang memuaskan. prosedur dan mekanisme pemantauan dan evaluasi internal. kontrak berbasis kinerja). sedapat mungkin tim terdiri dari paling kurang 1 orang reviewer nasional dan 1 orang reviewer internasional yang terlibat dalam proses seleksi. namun terutama dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas biaya dari pelaksanaan berbagai alternative skema pendanaan (tradisional. Guna menjamin efektivitas pelaksanaan pemantauan dan evaluasi internal perguruan tinggi. sehingga dapat digunakan untuk melakukan analisa perbandingan efektivitas biaya di antara ketiga mekanisme pendanaan tersebut.2 Public Expenditure Tracking System (PETS) Survei Penelusuran Pembelanjaan/Penggunaan Dana Masyarakat atau Public Expenditure Tracking System (PETS) tidak saja bertujuan untuk mengetahui apakah proses yang dilakukan tidak bertentangan dengan peraturan dan ketentuan keuangan pemerintah (sebagai contoh transparansi. Agar pelatihan dan lokakarya dapat berjalan dengan efektif. hibah kompetitif. Karena kapasitas pemantauan dan evaluasi pada masing-masing perguruan tinggi berbeda. 8. serangkaian lokakarya perlu dilakukan. Hasil catatan mengenai keberhasilan yang diperoleh melalui audit teknis ini akan didiseminasikan di antara penerima hibah dalam bentuk lokakarya. Guna membangun kapasitas pemantauan dan evaluasi pada lembaga-lembaga tersebut. suatu upaya pembangunan kapasitas perlu dilakukan pada beberapa perguruan tinggi. dan kontrak berbasis kinerja).2. identifikasi terjadinya biaya di setiap proses.1 dan 2. akuntabilitas. dan (4) memberikan rekomendasi terhadap hasil pengamatan pada ketiga hal tersebut. sedangkan reviewer komponen-2. hibah bersaing.

Validasi akan dilakukan oleh DGHE-IU 8.2. Jika dimungkinkan auditor hendaknya berasal dari unit audit internal lembaga. Audit eksternal akan dilaksankan untuk mengaudit lembaga pelaksana melalui HEI-IU. 8. sehingga praktek keberhasilan tersebut dapat diimplementasikan ke seluruh penerima hibah. Tim dari DGHE-IU diharapkan dapat memberikan komentar terhadap keseluruhan uraian tersebut dan mendiskusikan kemungkinan penyelesaian terhadap berbagai masalah yang dijumpai dalam pelaksanaan proyek.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND menunjukan kredibilitas dalam mengatur dan menjalankan aktivitas-aktivitas dalam hibah kompetitif serupa. Dirjen Dikti I-MHERE – OPM VIII-4 . Direktorat Jenderal Anggaran dan Direktorat Keuangan Departemen Keuangan. masalah-masalah pelaksanaan. Audit terutama ditujukan pada HEI-IU. termasuk aspek-aspek pengadaan dan pembayaran. tanpa mengindahkan tanggungjawab pada setiap institusi peneriman hibah. Komite ad hoc tersebut akan memberikan pedoman dan arah strategis selama pelaksanaan proyek.2. khususnya komunitas akademik. Audit internal merupakan bagian dari perangkat manajemen dan hendaknya dikembangkan untuk melakukan audit di setiap institusi penerima hibah dan HEI-IU. dan DGHE-IU akan menggunakan layanan perusahaan domestik untuk melaksanakan audit tahunan eksternal.5 Audit Keuangan Eksternal External Financial Audit akan dilakukan setiap tahun oleh auditor pemerintah (BPKP) dan juga oleh Irjen DIKTI sesuai dengan peraturan yang berlaku. Apa bila dirasa perlu DGHE-IU dapat mengundang pakar untuk menjadi pembicara dalam topik tertentu yang sesuai dengan konteks lokakarya. Hasil proses audit harus terbuka untuk masyarakat. Lokakarya ini dimaksudkan sebagai media berbagi pengalaman keberhasilan penerapan prosedur kerja di antara penerima hibah. dan setiap tahun terhadap laporan tahunan dari penerima hibah. dukungan dan komitmen institusi. Komite pengarah ini dipimpin oleh Dirjen DIKTI dan anggotanya adalah perwakilan dari DIKTI. Lokakarya akan dilaksanakan pada bulan ketujuh dari tahun kontrak dan akan difokuskan pada masalah yang dijumpai selama masa pelaksanaan. dan peraturan perundangan yang berlaku. khususnya bagi pelaksanakan komponen proyek-A. DGHE-IU akan menyusun jadwal rencana pelaksanaan audit oleh masing-masing lembaga pelaksana. Guna menjaga efektivitas dan efisiensi audit. DPT.6 Pengawasan Tetap Regular Supervision terhadap pelaksanaan hibah akan dilakukan setiap tiga bulan melalui evaluasi terhadap dokumen (desk evaluation) terhadap laporan kemajuan fisik tiga bulanan. Setiap penerima hibah diharapkan dapat menguraikan secara singkat capaian keseluruhan dari sasaran proyek. Demikian pula dengan proses audit yang akan dilaksanakan pada DGHE-IU. dan Deputi bidang Sumberdaya Manusia dan Kebudayaan – Bappenas. serta kunjungan lapangan setiap tahun untuk memvalidasi informasi yang tercantum dalam laporan tahunan. 8. keberhasilan dan dampak terhadap komunitas akademik di sekitarnya.2. serta memberikan rekomendasi pada Dirjen DIKTI mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kinerja dalam mencapai tujuan proyek.7 Komite pengarah proyek Steering committee dibentuk di tingkat DGHE-IU guna memantau secara cermat keseluruhan capaian proyek sebagai bagian dari proses reformasi.

c) dibatalkan sebagian rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun berikutnya. atau d) dicabut kembali keseluruhan hibahnya. Proses pemantauan tidak dimaksudkan untuk menghasilkan suatu keputusan apa pun. Sesuai waktu pelaksanaannya evaluasi ini disebut evaluasi tahunan. waktu yang cukup harus disediakan untuk keperluan penulisan laporan. dan tujuannya adalah agar dapat memberikan kesempatan untuk. yang terdiri dari kemajuan dan capaian pada sembilan bulan pertama dari tahun pelaksanaan proyek yang sedang berjalan. b) melakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap rencana. Laporan tahunan tersbut harus disusun sesuai struktur berikut: I-MHERE – OPM VIII-5 . Evaluasi akan dilakukan oleh DGHE-IU berdasarkan laporan tahunan yang disiapkan dan disampaikan oleh insitusi penerima hibah. b) ditunda kelajutan kontraknya sampai kondisi tertentu dipenuhi. untuk membahas hal-hal penting yang muncul selama pelaksanaan proyek. diperbolehkan dalam kontrak. c) menemukan jawaban terhadap masalah-masalah umum. Evaluasi tahunan sifatnya menentukan dan menghasilkan rekomendasi rekomendasi tegas yang berpengaruh terhadap kontrak pada tahun selanjutnya.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND sebagai ketua Komite pengarah akan mengadakan pertemuan komite ad hoh paling tidak sekali dalam setiap tahun. dan penandatanganan kontrak sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Hal ini berarti bahwa setiap HEI-IU harus mengirimkan sebuah laporan tahunan pada akhir bulan kesepuluh dari tahun kontrak yang tengah berjalan. setelah melaksanakan komentar reviewer. hasil dari proses audit harus seluruhnya Karena hasil evaluasi tahunan untuk komponen proyek-B akan mempengaruhi kontrak tahun selanjutnya. Dalam menyusun dipertimbangkan. dan d) memberikan umpan balik bagi kantor proyek DGHE-IU sepanjang yang Tujuan utama dari evaluasi tahunan adalah untuk memperoleh landasan bagi penetapan rekomendasi tindakan-tindakan yang perlu diambil sebelum memasuki kontrak tahun berikutnya. Untuk keperluan tersebut DGHE-IU berkewajiban menyediakan semua dokumen yang diperlukan untuk itu. termasuk kemungkinan penyempurnaan OPM. Hasil proses pemantauan akan didokumentasikan secara tertulis sebagai bagian dari bahan bagi komite pengarah untuk menetapan arah strategis pelaksanana proyek. Proses evaluasi karenanya dijadwalkan. and dibatalkan kontrak tahun berikutnya. rekomendasi tersebut. Hasil dari evaluasi tahunan dapat berupa satu dari empat rekomendasi: a) dilanjutkan dengan pengajuan PIP tahun berikutnya. Dengan demikian evaluasi harus dilakukan mendekati akhir tahun kontrak berjalan. khususnya untuk komponen proyek-B. a) berbagai pengalaman di antara penerima hibah. paling lambat pada akhir bulan kesebelas dari kalender tahun dari tahun kontrak yang sedang berjalan. dan kunjungan lapangan sebelum kontrak tahunan yang sedang berjalan berakhir. kajian meja (desk review). atau bilamana diperlukan.

Intended outcomes of the project/program as described in the PIP. Evaluasi tahunan terdiri dari kajian dokumen (desk review) terhadap laporan tahunan yang disampaikan. The status of performance indicators. produce a separate part III of the report which covers the following aspects. f) penilaian terhadap kapasitas institusi guna menerapkan perbaikan yang dianggap perlu g) menampung komentar yang diberikan oleh reviewer selama proses seleksi and kunjungan lapangan di tahun sebelumnya Selama kunjungan lapangan tim evaluator akan melaksanakan sesi diskusi dengan HEI-IU. mahasiswa terpilih mewakili populasi stakeholders. Progress of each activity in achieving its intended outcome. serta rektor dan pimpinan HEI. Laporan ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.1 Struktur Laporan Tahunan Executive Summary Brief description on most outstanding performance Conclusion on current status of performance indicators Conclusion on physical progress of current year Brief description on disbursement and physical progress achieved cumulatively compared to the original total target Next year Implementation Plan to achieve the original targeted programs Conclusion on the current of disbursement (annually and cumulatively) Part I. c) penegasan terhadap kemajuan capaian indikator kinerja. Rincian tugas dalam bentuk Kerangka Acuan Kerja tim evaluasi akan ditetapkan dalam suatu pedoman yang disusun oleh DGHE-IU I-MHERE – OPM VIII-6 . koordinator dari masing-masing program studi yang bersangkutan.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND Tabel 8. and Obstacles in implementation and action taken to resolve. ketua departemen dan dekan fakultas terkait. Progress of Performance indicators. staff akademik dan adminsitrasi. Desk evaluation dan kunjungan lapangan akan mencakup aspek-aspek berikut: a) penilaian terhadap capaian keseluruhan dari sasaran. Grantee’s Achievement For each grantee. Status of physical progress for all project components as per end of the year. including a general self assessment of the overall achievement) Part II. Introduction Project background and rationale. Status of disbursement for all project components as per end of the year. including a general self assessment of the overall disbursement Part III. Strategy chosen to achieve the project objectives. Project objectives. (brief discussion on the achievement of performance indicators. The most outstanding achievement by the study program in the respective contract year. including explanation and rationale of. b) penegasan terhadap fakta yang dilaporkan secara tertulis dalam laporan tahunan terhadap kenyataan di lapangan. jika ada. dan kunjungan lapangan oleh reviewers. Progress in the achievement of performance indicators. Overall Achievement Description of most outstanding performance. Sangat disarankan agar reviewer dapat ikut serta ke dalam kelas (sit-in) guna untuk mengamati lingkungan pembelajaran. Successes and impacts to the surrounding academic community. d) penghapusan atau pengurangan kelemahan yang diidentifikasi dalam laporan evaluasi diri e) identifikasi kelemahan-kelemahan baru dan masalah penerapan.

2 Tabel 7.public disclosure arrangements Model Pendanaan Kompetitif (HEI penerima hibah) o o I-MHERE – OPM VIII-7 .manajemen SDM .tracer study lulusan .indikator kinerja yang disepakati o Kajian manajemen tahunan (site visit) .kapasitas internal .kesesuaian antara laporan dengan kondisi aktual o o Kajian laporan tahunan BPKP/IRJEN Kajian terhadap arus dana dari sumber utama hingga pengguna Indentifikasi/komentar terhadap biaya-biaya transaksi o Kajian terhadap laporan tahunan HEI penerima hibah .mutu pendidikan (IPK) .2 Matrik Mekanisme Pemantauan dan Evaluasi Proyek Technical Audit o o o Kajian tahunan terhadap laporan BPKP / Irjen DIKTI Penelusuran Pengaduan Pengadaan (catatan UPP) Kajian laporan tahunan HEI kajian pembanding antara rencana terhadap hasil capaian Public Expenditure Tracking Survey Impact Evaluation o Kajian terhadap laporan tahunan HEI .manajemen pengadaan .keseuaian terhadap spesifikasi lelang .ketepatan waktu proses pengadaan .3 Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan audit.keseuaian terhadap pedoman Bank Dunia .INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND Bank Dunia akan mengawasi pelaksanaan terhadap sampel penerima hibah setiap dua tahun melalui kunjungan lapangan dan setiap tahunnya melalui telaah terhadap laporan tahunan.mutu pendidikan (IPK) .manajemen pengadaan .perencanaan strategis .pemanfaatan Kajian laporan tahunan .tracer study lulusan o Kajian manajemen tahunan (site visit) .perencanaan strategis .kapasitas internal .kepuasan pengguna .kesesuaian terhadap kelayakan . 8.manajemen SDM .public disclosure arrangements Model Pendanaan Tradisional (Sejumlah sampel yang setara dari HEI yang tidak menerima hibah) o Kajian tahunan terhadap laporan BPKP / Irjen DIKTI o Kajian terhadap arus dana dari sumber utama ke penerima hibah o Identifikasi/komentar terhadap biaya transaksi o o o o Kajian proses pemilihan penerima hibah kesesuaian terhadap OPM Kajian laporan tahunan BPKP / IRJEN Penelusuran keluhan pengadaan Kajian investasi tahunan (site visit) . pemantauan dan evaluasi dilakukan dengan berpedoman pada mekanisme yang diuraikan pada tabel 8.manajemen finansial .manajemen finansial .

I-MHERE – OPM VIII-8 .manajemen finansial . Agar laporan pemantauan dan evaluasi tersebut dapat dikonsolidasikan. Pada awalnya fungsi pemantauan dan evaluasi akan dilakukan oleh DPT bersama DGHE-IU dan selanjutnya akan dialihkan ke unit statistik di bawah DIKTI.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND o Model Kontrak Berbasis Kinerja (HEI yang otonom pelaksana PBC) Kajian investasi tahunan (site visit) .keseuaian terhadap spesifikasi lelang . Sebagai bagian dari akuntabilitas.indikator kinerja yang disepakati o Kajian manajemen tahunan (site visit) .manajemen pengadaan .manajemen SDM . masyarakat juga harus diinformasikan tentang effektivitas dari penggunaan sumber-sumber daya masyarakat oleh lembaga-lembaga pendidikan tinggi. maka suatu format baku laporan perlu dikembangkan tanpa mengorbankan kreativitas dan keunikan dari maing-masing lembaga. Suatu laporan pemantauan dan evaliasi yang terkonsolidasi hendaknya dipublikasikan dalam web site yang secara khusus dipersiapkan untuk proyek ini.mutu pendidikan (IPK) .kemanfaatan Penelusuran keluhan pengadaan Kajian laporan tahunan .public disclosure arrangements o o o Untuk mencapai sasaran secara efektif.kesesuaian terhadap kelayakan . laporan pemantauan dan evaluasi harus dikonsolidasikan dan dan didesiminasikan ke komunitas pendidikan tinggi.kesesuaian antara laporan dengan kondisi aktual o o Kajian laporan tahunan BPKP/IRJEN Kajian terhadap arus dana dari sumber utama hingga pengguna Indentifikasi/komentar terhadap biaya-biaya transaksi o Kajian terhadap laporan tahunan HEI penerima hibah .perencanaan strategis .ketepatan waktu proses pengadaan .kapasitas internal .kepuasan pengguna . Sasaran pokok dari aspek ini adalah terbentuknya suatu basisdata nasional tentang profil lembaga yang dapat dimanfaatkan guna keperluan manajemen dan pengalokasian pendanaan.keseuaian terhadap pedoman Bank Dunia . Web site tersebut harus secara reguler diperbarui (up-dated) dan dipelihara oleh DGHE-IU.tracer study lulusan .

b • Penilaian wajar tanpa syarat diberikan oleh auditor eksternal terhadap audit keuangan pada lime HEI paling lambat tahun 2010. dan Performance-based Contract selesai paling lambat tahun 2010. competitive funding.3 • Adopsi Rencana Revitalisasi Univeersitas Terbuka dan Pusat Pembelajaran Regional Project Component B.1 • RUU BHP disahkan paling lambat tahun 2010 • Jumlah dan akurasi indikator pendidikan tinggi yang diperbaharui secara terpusat • setiap 6 bulan Proses evaluasi komprehensif terhadap pendanaan tradisional (line item).c • Lembaga (HEI) berhasil menyelesaikan kewajiban kontrak melalui pencapaian atau pelampauan sasaran pada empat indikator kinerja I-MHERE – OPM VIII-9 .2 B.2.2.2 • Akreditasi terlembaga diberikan kepada 5% dari semua HEI paling lambat tahun 2010 A.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND Tabel 8.1 • • • Peningkatan IPK mahasiswa pada HEI penerima hibah Peningkatan % mahasiswa berlatar belakang tidak mampu pada HEI penerima hibah Peningkatan jumlah lulusan yang bekerja dalam waktu kurang dari 6 bulan V V V N/A N/A N/A N/A N/A N/A V V V V V V N/A N/A N/A V V V Project Component B.3 Metoda Evaluasi Kinerja Proyek Internal HEI Di luar HEI Auditor Publik DGHE-IU Audit Teknis PETS Evaluasi Dampak Sasaran Kinerja Project Component A A.2. V N/A N/A N/A V V N/A V V V V V V V V N/A V V N/A V V B. Auditor Internal Auditor Publik N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A V V V V V V V V V V N/A N/A V N/A N/A V V V V V A.a • Salinan SK Rektor tentang pendirian fungsi audit internal B.

1 Struktur Mekanisme Pemantauan dan Evaluasi Pada tingkat HEI. WORLD BANK DIRJEN DIKTI Komite Pengarah DGHE-IU DPT BPKP / IRJEN Sekretaris Akademik tingkat HE-IU Staff Ahli Pengadaan Pemantauan dan Evaluasi tingkat DGHE-IU Rektor Pembantu Rektor I bidang Akademik & Kemahasiswaan Pembantu Rektor II Bidang Administrasi Audit Internal Penjaminan Mutu Unit Pengelola Pengaduan (mahasiswa) Gambar 8. pemeliharan semua catatan keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. paling kurang dua kali selama masa pelaksanaan proyek. laporan. pengumpulan bukti-bukti yang diperlukan.4 Pengelolaan Pemantauan dan Evaluasi Secara Institusi Paling sedikit ada dua tingkatan yang berbeda dalam melakukan audit. HEI-IU akan melaksanakan semua proses pengadaan. untuk menjamin adanya kepatutan dan keadilan. dan data dari petugas yang bertanggungjawab (PIC). serta memantau dan mengendalikan kemajuannya sesuai dengan prinsipprinsip praktek yang baik. proses tersebut akan diaudit oleh pakar lokal dan internasional. sementara yang eksternal bertujuan untuk menjamin pelaksanaan proyek yang sesuai dengan rencana dan keseluruhan sasaran proyek. Pemantauan dan evaluasi internal bertujuan untuk mempertahankan sasaran proyek berdasarkan prespektif lembaga pendidikan tinggi. Sistem pemantauan dan evaluasi hendaknya dilakukan secara internal maupun eksternal.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND 8. Proses seleksi untuk komponen-B yang dikelola oleh DPT pada dasarnya adalah proses lelang. Pada tingkat DGHE-IU. mengembangkan rencana dan melaksanakan kegiatan. pemantauan dan evaluasi. transparan dan semangat anti korupsi. serta pengembangan basisdata yang melembaga. HEI-IU juga memainkan peran penting melalui pemantauan terus menerus terhadap pelaksanaan proyek. Karenanya hal tersebut akan menjadi sasaran utama dari suatu proses audit. khususnya untuk pelaksanaan komponen-A. Karenanya. pada tingkatan HEI-IU dan tingkatan DGHE-IU serta DPT. suatu perusahaan/konsultan independent akan ditugasi melaksanakan audit teknis. I-MHERE – OPM VIII-10 . masing-masing untuk maksud dan tujuan yang berbeda.

manajemen keuangan.4 dan 8. Bagi perguruan tinggi BHMN. Rincian mekanisme seleksi tenaga ahli akan disusun dalam suatu Kerangka Acuan Kerja tersendiri. Karena hasil audit akan mempengaruhi keberadaan/keberlanjutan dari keseluruhan proyek. Bank dunia juga secara berkala akan melakukan misi pengawasan dua kali dalam setahun dan evaluasi pertengahan di tahun ketiga pelaksanaan proyek.5 Jadwal Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan audit. auditor publik eksternal harus ditugaskan untuk melaksanakan proses audit sesuai dengan persetujuan dari DGHE-IU dan World Bank. diperlukan akuntan publik VIII-11 I-MHERE – OPM . 8. dan peraturan yang berlaku lainya. Sebuah perusahaan independent juga dapat ditugasi untuk melaksanakan audit teknis pada DGHE-IU. Karenanya rencana pelaksanaan monitoring dan evaluasi dijadwalkan seperti yang tercantum dalam tabel 8. Untuk BHMN. pada bulan ke 11 dan ke 12 pada setiap tahun kontraknya. khususnya untuk pelaksanaan komponen proyek-A. maka dipandang perlu untuk menugaskan pakar yang memenuhi syarat untuk membantu DGHE-IU dalam memahami dan mengkonsolidasikan laporan-laporan audit. Masing-masing konsultan tenaga ahli tersebut dapat ditugaskan selama 2 bulan di DGHE-IU. Paling tidak seorang tenaga ahli lokal dengan spesialisasi di bidang prosedur pengadaan dan satu orang lainnya ahli di bidang manajemen keuangan hendaknya ditugaskan di DGHE-IU. tugas dan kewajiban. yang mencakup kualifikasi. hanya diperlukan pada tahun kedua kontrak dan sesudahnya. monitoring dan evaluasi dilaksanakan dalam kerangka waktu yang berbeda sesuai dengan tujuannya.4 Jadwal Pemantauan dan Evaluasi terhadap Penerima Hibah (komponen-B) 1 Tugas DGHE-IU' Audit dokumen 3 bulanan1 Audit dokumen administrative Audit tahunan2 Pemantauan Evaluasi Tahunan Tugas HEI-IU: Presentasi kemajuan semester 1 Laporan tahunan – draft Laporan keuangan – bulanan Laporan kemajuan fisik – 3 bulanan 2 3 Bulan pada Tahun Berjalan Kontrak 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 Laporan tri-wulan pertama mencakup aktivitas yang dilaksanakan selama 12 bulan sebelumnya.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND Proses audit memerlukan keahlian dalam bidang prosedur-prosedur administrasi. pengadaan.5 Tabel 8.

Grants to improve academic quality and institutional performance B.a B.2 B.2.2.c Pakar lokal / Mitra Bestari Tahun ke 2 dan ke 4 Grants for promoting good governance in public HEIs and initiation of Performance-based Contract at autonomous HEIs Competitive grants for strengthening institutional management in non-autonomous public HEIs Proposal-based grants for strengthening institutional management at autonomous public HEIs Performance-Based Contract (PBC) grants for autonomous public HEIs Pakar lokal Pakar lokal dan internasional Pakar lokal dan internasional Tahun ke 2 dan ke 4 Tahun ke 2 Tahun ke 2 dan ke 4 Catatan: *) evaluasi dilakukan oleh DGHE bersama komisi pengarah (ad hoc).1 Modernization of higher education sector oversight and management Supporting a transition in the quality assurance system to emphasize institutional accreditation and licensure of professional fields Development and adoption of a comprehensive revitalization plan for the Open University of Indonesia Competitive grants to public and private HEIs Audit teknis oleh perusahaan independen Audit teknis oleh perusahaan independen Pakar lokal dan internasional Tahun ke 3 Tahun ke 3 Tahun ke 3 Pelaksana audit. Higher education system reform and oversight A.6 Kerangka Kerja Hasil Proyek Keberhasilan pencapaian sasaran proyek mengacu pada sasaran indikator keberhasilan yang tercantum dalam tabel-tabel berikut: I-MHERE – OPM VIII-12 .3 B.1 B.5 Jadwal Pemantauan dan Evaluasi pada Tingkat DGHE-IU dan BHE Komponen Proyek Kinerja Proyek Keseluruhan Kemajuan Keseluruhan Evaluasi akhir proyek A.2. 8.2 A. pemantauan dan evaluasi DGHE*). World Bank *) Jadwal Tahun ke 3 Setiap 6 bulan Tahun terakhir A.b B.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND Tabel 8. World Bank World Bank DGHE .

mutu akademik.6 Sasaran Indikator Keberhasilan Hasil langsung dari setiap komponen proyek Indikator hasil dari setiap komponen Penggunaan hasil pemantauan Komponen A: Higher education system reform and oversight A. dan kesetaraan sosial I-MHERE – OPM VIII-13 .2 Supporting a transition in the quality assurance system to emphasize institutional accreditation and licensure of professional fields • Rencana aksi transisi system penjaminan mutu selesai 2007 dan digunakan paling lambat 1020 • Kampanye kepedulian akreditasi selesai • Jumlah PTN dan PTS yang terakreditasi di bawah system baru • Persentase mahasiswa yang terdaftar di perguruan tinggi terakreditasi • Persentase pendanaan BAN-PT dari sumber selain DGHE • Persentase program studi dengan bidang lisensi yang diakreditasi oleh lembaga professional • Rencana aksi revitalisasi UT dan pusat-pusat pembelajaran regional • Transisi yang dapat ditunjukan dari praktek manajemen yang terpusat dan mekanistis menjadi praktek manajemen yang adaptif. A.3 Development and adoption of a comprehensive revitalization plan for the Open University of Indonesia • Pemantauan redefinisi mandate UT guna menjamin perbaikan tata pamong relevansi. pasipatoris pada universitas terbuka • Persentase matakuliah yang disampaikan melalui moda instruktional gabungan.1 Modernization of higher education sector oversight and management • Rancangan perundangan untuk modernisasi pengawasan dan manajemen sector pendidikan tinggi • Desentralisasi tanggungjawab manajemen keuangan dan sumberdaya dari DGHE ke HEI • Jumlah dan akurasi indikator pendidikan tinggi yang diperbarui secara terpusat setiap tahun • Penyiapan perundangan untuk mengambil tindakan yang akan memodernisasi dan memperkuat sistem pendidikan tinggi • Penilaian transisi HEI ke arah otonomi • Data digunakan untuk meningkatkan pengambilan keputusan pada sector pendidikan tinggi. dan untuk menetapkan tolok ukur and milestone yang akurat untuk mengevaluasi pengaruh dari hibah kompetitif dan kontrak berbasis kinerja • Penguatan sistem akreditasi A.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND Tabel 8.

1: Competitive grants to public and private HEIs • Jumlah PTN yag menyatakan rencana strategisnya untuk mencapai misi lembaga dan bidang proritas nasional • Jumlah peneriman hibah yang telah menetapkan MIS internal • Jumlah peneriman hibah yang telah menetapkan sistem penjaminan mutu internal • Jumlah penriman hibah dengan catatan keuangan yang telah diaudit • Persentase lulusan dari program studi penerima hibah yang bekerja di bidang utama 6 bulan setelah wisuda • Waktu studi pada program studi peneriman hibah • SPP per bidang prioritas utama • Persentase peningkatan mahasiswa berlatar belakang tidak mampu pada perguruan tinggi penerima hibah • Jumlah publikasi ilmiah pada bidang prioritas utama • Jumlah kerjasama antara program akademik dengan layanan masyarakat dan industri swasta. dan kerjasama dengan industri lokal. • Jumlah pendidikan keguruan yang dibuka sebagai hasil hibah • Nilai rata-rata ujian sertifikasi guru pada program studi penerima hibah • Pemantauan kemajuan dalam pengembangan kapasitas untuk otonomi institusional • Penyesuaian kriteria seleksi untuk pendanaan bersaing • Sasaran pada setiap ronde pendanaan kompetitif untuk daerah-daerah yang kritis terhadap perkembangan sosial dan ekonomi Indonesia • Ukuran efektivitas pembelajaran kooperatif.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND Hasil langsung dari setiap komponen proyek Indikator hasil dari setiap komponen Penggunaan hasil pemantauan Komponen B. Competitive grants for • Persentase lulusan dari program studi penerima hibah yang bekerja di bidang utama strengthening 6 bulan setelah wisuda institutional management in non-autonomous • Waktu studi pada program studi peneriman hibah public HEIs • Persentase peningkatan mahasiswa berlatar belakang tidak mampu pada perguruan tinggi penerima hibah • Jumlah publikasi ilmiah pada bidang prioritas utama • Pemantauan kemajuan dalam pengembangan kapasitas untuk otonomi institusional • Jumlah kerjasama antara program akademik dengan layanan I-MHERE – OPM VIII-14 . Komponen B. konsultasi karier. • Jumlah program penelitian dengan industri lokal pada lembaga penerima hibah • Jumlah mahasiswa yang terlibat pada program belajar kooperatif pada lembaga peneriman hibah • Jumlah mahasiswa yang menerima konsultasi karier pada lembaga penerima hibah • Tingkat partisipasi lulusan yang berpartisipasi dalam inisiatif efisiensi eksternal pada lembaga penerima hibah. • Penyesuaian criteria seleksi untuk pendanaan yang kompetitif.2: Grants for promoting good governance in public HEIs and initiation of Performance-based Contract at autonomous HEIs B.2a.

• Jumlah lembaga penerima hibah yang mempunyai kapasitas mengelola sumberdaya fisik mandiri.2b Proposal-based grants for strengthening institutional management at autonomous public HEIs • Bukti transisi dari praktek pengelolaan terpusat dan mekanistis pada lembaga penerima hibah menjadi parktek pengelolaan partisipatif dan adaptif. Beberapa contoh indikator tambahan disajikan di sini sebagai rujukan bagi masing-masing HEI dalam mengembangkan indikator yang akan diterapkan di institusi masingmasing. Indikator-indikator ini akan bervariasi pada masing-masing sub-komponen proyek pada komponen proyek-B dan harus relevan dengan tujuan yang dicapai pada setiap subkomponen tersebut. Selain itu masing-masing HEI perlu mengembangkan indikator tambahan yang akan menuntun mereka dalam proses menuju pencapaian kinerja tersebut di atas. Indikator kinerja umum untuk mengukur hasil. Indikator proses ini akan bervariasi pada masing-masing sub-komponen proyek pada komponen proyek-B dan harus relevan dengan tujuan yang dicapai pada setiap subkomponen tersebut.7 Indikator Kinerja Tabel-tabel di atas menyajikan sasaran indikator hasil kinerja yang wajib dicapai masing-masing HEIs yang berpartisipasi dalam proyek. • Capaian yang dapat dipertanggung-jawabkan kapada MWA B. • Jumlah lembaga penerima hibah yang mempunyai kapasitas pengelolaan SDM secara mandiri. • Jumlah lembaga penerima hibah yang mampu meningkatkan anggaran DIKS yang berkaitan dengan program-program akademik dan penelitian. • Jumlah lembaga penerima hibah yang mempunyai kapasitas mengelola pengadaan mandiri. • Pemantauan kemajuan dalam pengembangan kapasitas untuk otonomi institusional • Jumah lembaga penerima hibah dengan sistem keuangan yang dapat diaudit penuh.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND Hasil langsung dari setiap komponen proyek Indikator hasil dari setiap komponen • Jumlah program penelitian dengan industri lokal pada lembaga penerima hibah Penggunaan hasil pemantauan • Jumlah mahasiswa yang terlibat pada program belajar kooperatif pada lembaga peneriman hibah • Jumlah mahasiswa yang menerima konsultasi karier pada lembaga penerima hibah • Tingkat partisipasi lulusan yang berpartisipasi dalam inisiatif efisiensi eksternal pada lembaga penerima hibah B. I-MHERE – OPM VIII-15 . • Jumlah lembaga penerima hibah yang melaksanakan praktek pengelolaan berdasarkan bukti. luaran dan efektivitas penggunaan sumberdaya harus digunakan.2c Performance-Based Contract (PBC) grants for autonomous public HEIs • Perguruan tinggi yang berhasil me-nyelesaikan kewajiban kontraknya • Pemantauan efektivitas otonomi 8.

pengadaan barang dan jasa.2 dan Pasal 6.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND Sub-komponen B. e) pembentukan sistem penjaminan mutu internal dan memanfaatkan hasil dari proses ini dalam perencanaan program tahunan dan tercermin dalam rencana program jangka menengah dan panjang.1 – Competitive grants to public and private HEIs Karena tujuan dari sub-komponen ini adalah untuk mendukung persiapan yang diperlukan guna transisi dari universitas negeri menjadi lembaga dengan otonomi penuh dengan tetap meningkatkan akuntabilitas mereka terhadap hasil-hasilnya dalam sistem lembaga pendidikan tinggi.1 No 1 2 3 Main Indicators Average Graduates GPA Average Time to Graduate (months) Average Waiting Time for First Employment (months) Scientific Publications at Reputable Seminars/Journals (titles per year) Seminars/ Conference Journals National International National International Baseline Current achievement Mid-term target Final target 4 5 6 7 8 9 10 11 Average Students TOEFL’s Score Number of Students Obtaining Scholarship Per Year Proportion of students from disadvantage groups Number of Community Service Activity Number of Collaboration Number of Patent and Intellectual Property Rights Number of National Competitive Research Grants Per Year I-MHERE – OPM VIII-16 .7 Indikator Keberhasilan Komponen B. maka indikator kinerja untuk sub-komponen ini harus mercerminkan tujuan subkomponen proyek sebagai berikut – peningkatan kapasitas lembaga. d) pengembangan transparansi manajemen keuangan. auditing dan sistem pengadaan. dan prosedur-prosedur untuk menjamin penggunaan dana-dana masyarakat secara efisien sesuai dengan ketentuan yang secara rinci diuraikan dalam Pasal 5. f) pengembangan sistem manajemen sumberdaya yang mampu memfasilitasi pencapaian tujuan kependidikan institusi yang bersangkutan. yang ditunjukan dengan: a) pengambilan keputusan yang didasarkan pada bukti-bukti b) implementasi SIM dalam manajemen lembaga untuk menyediakan data dan analisis untuk mendukung kegiatan pada butir (a) c) penyusunan strategi jangka panjang dan rencana operasi jangka pendek berdasarkan butir (a) dan (b) di atas.2. Tabel 8.

kemampuan pengelolaan pengadaan barang dan jasa.2 – Grants for promoting good governance in public HEIs and initiation of Performance-based Contracts at autonomous HEIs Suatu lembaga pendidikan tinggi otomoni yang efektif dapat tercermin dari atribut berikut: a) b) c) d) e) f) g) kemampuan manajamen keuangan yang mandiri. kemampuan manajemen sumberdaya manusia yang mandiri. manajemen sumberdaya manusia dan pengurangan PNS. sistem manajemen keuangan. kemampuan pengambilan keputusan yang mandiri. sistem manajemen aset. dan akuntabilitas hasil kepada masyarakat melalui Majelis Wali Amanah Dengan selesainya bagian pertama dari komponen proyek-B. Metoda evaluasi untuk masing-masing sasaran pencapaian indikator kinerja diuraikan secara ringkas pada tabel 8.2 No 1 2 3 4 5 6 7 *) Main Indicator *) Financial Management Asset Management Procurement Management Human Resource Management Academic Quality Assurance System Information Management System .8 Indikator Keberhasilan Komponen B.3 I-MHERE – OPM VIII-17 . Baseline Current Mid-term achievement target Final target Rumusan indikator kinerja dan ukurannya ditetapkan oleh lembaga penerima hibah yang disetujui oleh proyek. kemampuan pengelolaan fasilitas fisik yang mandiri. kemampuan yang cukup dalam pemulihan biaya (cost recovery). lembaga pendidikan tinggi seharusnya telah meletakan dan mengoperasikan aspek-aspek berikut: a) b) c) d) e) sistem infomasi manajemen dan infrastruktur TI.2. sumber pendapatan non-spp yang cukup yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan akademik dan penelitian.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND Sub-komponen B.. Lembaga-lembaga pendidikan tinggi harus merundingkan penetapan indikator yang tepat untuk masing kategori kinerja berikut: a) good governance (kesehatan organisasi) b) efisiensi eksternal (pasar tenaga kerja dan kemampuan bersaing) c) eficiensi internal (penggunaan sumberdaya yang efisien dan penghematan dalam pembelanjaan dana masyarakat) d) kesetaraan dan tanggung jawab sosial (layanan bagi masyarakat yang kurang mampu) Tabel 8.

Bagian ini akan bertanggungjawab terhadap dalam kodifikasi. Catatan mengenai penanganan keluhan/pengaduan dapat dilihat oleh masyarakat dengan menghubungi DGHE-IU. Keterlibatan mahasiswa difungsikan sebagai wadah penampung keluhan/pengaduan oleh mahasiswa. Di tingkat HEI-IU pimpinan lembaga penerima hibah (Rektor) bertanggungjawab terhadap pelaksanaan penanganan pengaduan dengan mendirikan unit penanganan pengaduan (UPP). Undangan untuk mengikuti pertemuan (annual accountability meeting) yang diikuti oleh forum masyarakat sipil (termasuk perwakilan mahasiswa seperti di atas) akan disampaikan dalam waktu tidak lebih dari enam minggu dan tidak kurang dari empat minggu dari waktu pertemuan tersebut. I-MHERE – OPM VIII-18 . Unit penanganan pengaduan atau UPP (Complaint Handling Unit – CHU) merupakan unit yang bertanggungjawab atas pelaksanaan mekanisme penanganan keluhan yang berkait dengan rancangan dan implementasi proyek. Dalam membentuk UPP di tingkat HEI-IU. Himpunan Mahasiswa dan/atau Pers Mahasiswa) untuk menyusun suatu mekanisme penanganan pengaduan oleh mahasiswa. Dalam menangani keluhan/pengaduan DGHEIU akan bekerjasama dalam melakukan investigasi dengan BPKP/Irjen DIKTI dan badan lain sesuai dengan kapasitas dan kewenangannya. Undangan ini dapat dianggap sebagai bukti inisiatif pengembangan UPP dan komitmen implementasi program penanganan pengaduan di tingkat HEI. Undangan dari pimpinan HEI kepada mahasiswa harus disampaikan secara tertulis dan diikuti dengan penjelasan tentang informasi dan deskripsi proyek dan sub-proyek yang dilakukan oleh HEI-IU. UPP yang dikelola oleh mahasiswa akan memperoleh akses mengenai proyek dan subproyek yang dijalankan oleh HEI melalui website DGHE-IU dan website lokal HEI. Unit ini akan dikembangkan di tingkat DGHE-IU dan HEI-IU untuk menjamin adanya transparansi dan akuntabilitabilitas pelaksanaan proyek. Dengan adanya program ini maka keluhan yang disampaikan oleh berbagai pihak (komunitas akademik maupun pihak luar – masyarakat luas) terhadap proyek dan sub-proyek di bawahnya dapat diketahui dan ditelusuri langkah-langkah penanganannya. Guna menjamin keterlibatan semua pihak dalam HEI. yang berisi informasi tentang deskripsi proyek dan sub-proyek.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND 8.1). guna memberikan kesempatan untuk memperoleh informasi dan persiapan yang cukup. serta rancangan bentuk kerjasama serta pembagian fungsi di antara HEI-IU dengan UPP mahasiswa. Di tingkat DGHE-IU penanganan pengaduan akan ditangani oleh bagian pemantauan dan evaluasi (monitoring and evaluation). dan juga menelusuri dan melaporkan aksi tindaklanjutnya. Unit yang menangani hal ini bukan merupakan bagian dari struktur organisasi HEI tetapi merupakan unit independent mahasiswa yang berkoordinasi dan bekerjasama dengan UPP HEI (lihat Gambar 7. atau domain publik lainnya. pimpinan HEI perlu mengundang perwakilan mahasiswa (Badan Eksekutif Mahasiswa. tetapi jika dirasa mampu fungsi-fungsi pengelolaan pengaduan tersebut dapat dilaksanakan oleh unit yang telah ada di lingkungan lembaga penerima hibah (misalnya unit penjaminan mutu). yang selanjutnya melalui wadah mahasiswa ini keluhan/pengaduan disampaikan kepada unit yang berwenang di HEI-IU sesuai dengan jalur yang benar. maka mahasiswa perlu dilibatkan dalam program pengelolaan pengaduan tersebut. Unit ini tidak harus merupakan unit yang tersendiri.8 Mekanisme Penanganan Pengaduan Salah satu aspek utama dalam proyek ini adalah adanya unit yang difungsikan untuk melaksanakan program pengelolaan pengaduan yang timbul selama proyek. Program ini dirancang untuk mendukung penyelesaian keluhan/pengaduan tentang sub-proyek melalui jalur penyelesaian yang benar. pencatatan dan pemeliharaan basisdata tentang semua keluhan/pengaduan.

2 (Pengelolaan Keuangan) dan Sub-bab 7. keterbukaan informasi dan efektivitas penanganan pengaduan sesuai dengan uraian pada Sub-bab 6. Secara spesifik.INDONESIA MANAGING HIGHER EDUCATION FOR RELEVANCE AND EFFICIENCY (IMHERE) Development Credit Agreement No: 4077-IND and Loan Agreement No: 4789-IND 8.8 (Mekanisme Pengelolaan Pengaduan) I-MHERE – OPM VIII-19 .9 Peningkatan Kapasitas Institusi dalam Pengelolaan Dana Publik Untuk menunjang kemampuan HEIs dan DGHE dalam mengelola dan mempertanggung jawabkan dana publik. proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas institutional dalam hal pengelolaan keuangan dan pengadaan barang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. peraturan internal HEI. struktur organisasi.3 (Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa) dan Sub-bab 8. kajian akan dilakukan secara terhadap staff.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->