Aqidah Islam.

Yaitu, kepercayaan yang mantap kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab suciNya, para Rasul-Nya, hari Akhir, qadar yang baik dan yang buruk, serta seluruh muatan Al-Qur·an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah berupa pokok-pokok agama, perintah-perintah dan berita-beritanya, serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih (ijma·), dan kepasrahan total kepada Allah Ta·ala dalam hal keputusan hukum, perintah, takdir, maupun syara·, serta ketundukan kepada Rasulullah V dengan cara mematuhinya, menerima keputusan hukumnya dan mengikutinya.3

AQIDAH ISLAMIYAH DAN KEISTIMEWAANNYA
November 13, 2006 oleh abu salma

AQIDAH ISLAMIYAH DAN KEISTIMEWAANNYA

Oleh : Fadhilatus Syaikh Muhammad Ibrahim al-Hamd

Definisi Aqidah Menurut Bahasa

Kata ´aqidahµ diambil dari kata al-¶aqdu, yakni ikatan dan tarikan yang kuat. Ia juga berarti pemantapan, penetapan, kait-mengait, tempel-menempel, dan penguatan. Perjanjian dan penegasan sumpah juga disebut ¶aqdu. Jual-beli pun disebut ¶aqdu, karena ada keterikatan antara penjual dan pembeli dengan ¶aqdu (transaksi) yang mengikat. Termasuk juga sebutan ¶aqdu untuk kedua ujung baju, karena keduanya saling terikat. Juga termasuk sebutan ¶aqdu untuk ikatan kain sarung, karena diikat dengan mantap.1

Definisi Aqidah Menurut Istilah Umum

Istilah ´aqidahµ di dalam istilah umum dipakai untuk menyebut keputusan pikiran yang mantap, benar maupun salah.

para Ahli bid·ah. maka itulah yang disebut aqidah yang batil. maka itulah yang disebut aqidah yang benar.2 Aqidah Islam. aliran yang sesat. para Rasul-Nya. dan seluruh agama. dan masalah-masalah aqidah yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih. takdir. serta hal-hal yang wajib dilakukan terhadap para sahabat dan ummul mukminin (istriistri Rasulullah V). Islam. orang-orang yang suka mengikuti hawa nafsu. nubuwwat (kenabian). takdir. diikat kuat oleh sanubarinya. berita (kisahkisah). dan dijadikannya sebagai madzhab atau agama yang dianutnya. seperti keyakinan umat Nashrani bahwa Allah adalah salah satu dari tiga oknum tuhan (trinitas). maka ´aqidahµ adalah sebutan bagi sebuah disiplin ilmu yang dipelajari dan meliputi aspek-aspek tauhid. Dan termasuk di dalamnya adalah penolakan terhadap orang-orang kafir. serta sikap terhadap mereka. serta seluruh muatan Al-Qur·an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah berupa pokok-pokok agama. perkara-perkara ghaib. qadar yang baik dan yang buruk. kitab-kitab suciNya. menerima keputusan hukumnya dan mengikutinya. serta ketundukan kepada Rasulullah V dengan cara mematuhinya. hari Akhir. Yaitu. perintah.3 Topik-Topik Ilmu Aqidah. pokok-pokok hukum yang qath·iy (pasti). Dan jika salah.4 Nama-Nama Ilmu Aqidah Pertama: Nama-Nama Ilmu Aqidah Menurut Ahli Sunnah wal Jama·ah5 . seperti keyakinan umat Islam tentang ke-Esa-an Allah. kepercayaan yang mantap kepada Allah. serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih (ijma·). para Malaikat-Nya. ataupun madzhab yang merusak. golongan. dan kepasrahan total kepada Allah Ta·ala dalam hal keputusan hukum. perintah-perintah dan berita-beritanya. Dengan pengertian menurut Ahli Sunnah wal Jama·ah di atas. wala· (loyalitas) dan bara· (berlepas diri). iman. dan pokok-pokok bahasan aqidah lainnya. Yaitu apa-apa yang dipercayai oleh seseorang.Jika keputusan pikiran yang mantap itu benar. tanpa melihat benar atau tidaknya. maupun syara·. Istilah ´aqidahµ juga digunakan untuk menyebut kepercayaan yang mantap dan keputusan tegas yang tidak bisa dihinggapi kebimbangan.

Menurut istilah. At-Tauhid min Shahih Al-Bukhari yang terdapat di dalam Al-Jami· Ash-Shahih karya Imam Bukhari (wafat: 256 H) 2. I·tiqad At-Tauhid karya Abu Abdillah Muhammad Khafif (wafat: 371 H) 3. Kemudian sebutan itu menjadi syiar (simbol) bagi Ahli Sunnah. Sedangkan di dalam pemahaman syara·.6 Sunnah. I·tiqad.Ilmu aqidah menurut Ahli Sunnah wal Jama¶ah memiliki beberapa nama dan sebutan yang menunjukkan pengertian yang sama. At-Tauhid karya Imam Muhammad bin Abdul Wahhab (wafat: 1206 H). sebagai bentuk generalisasi. dan sebagainya. Ia dipakai untuk menyebut Hadis. Kata ´tauhidµ adalah bentuk mashdar dari kata wahhada ² yuwahhidu ² tauhiid. dan Aqo·id. Antara lain: Aqidah. Jadi ´tauhidµ menurut bahasa adalah memutuskan bahwa sesuatu itu satu. 5. Tauhid. mubah. Kitab-kitab yang menyebutkan nama ini adalah : 1. Aqidah As-Salaf Ashab Al-Hadits karya Ash-Shobuni (wafat:449 H) 3. Aqidah Ahli Sunnah wal Jama¶ah. istilah As-Sunnah dipakai untuk menyebut beberapa pengertian menurut masing-masing penggunaannya. Maka disebut Aqidah Salaf. Al-I·tiqad karya Al-Baihaqi (wafat:458 H). Syarh Ushul I·tiqad Ahli Sunnah wal Jama·ah karya Al-Lalika·iy (wafat:418 H) 2. At-Tauhid karya Ibnu Khuzaimah.Ilmu Aqidah disebut Tauhid karena tauhid adalah pembahasan utamanya. dan Aqidah Ahli Hadis. Artinya: menjadikan sesuatu menjadi satu. Juga dikatakan: Ahli Sunnah dan Syi·ah. At-Tauhid wa Ma·rifat Asma· Allah wa Shifatihi ¶Ala Al-Ittifaq wa At-Tafarrud karya Ibnu Mandah (wafat: 395 H) 4. Alasan penyebutan Ilmu Aqidah dengan Sunnah adalah karena para penganutnya mengikuti Sunnah Nabi V dan sahabat-sahabatnya. asma·. . Kitab-kitab aqidah yang menyebut nama ini adalah kitab : 1. ´tauhidµ berarti meng-Esa-kan Allah dan menunggalkan-Nya sebagai satu-satunya Dzat pemilik rububiyah. uluhiyah. dan sifat. Sehingga dikatakan bahwa Sunnah adalah antonim (lawan kata) bid·ah. Kata As-Sunnah di dalam bahasa Arab berarti cara dan jalan hidup.

dikatakan bahwa semua agama itu asalnya adalah satu. Dan secara khusus digunakan untuk menyebut aqidah-aqidah yang diyakini oleh Ahli Sunnah sebagai bagian dari iman. 3. Di antaranya: 1. Digunakan untuk menyebut apa yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi-Nya. Syari·ah dan Syir·ah adalah agama yang ditetapkan dan diperintahkan oleh Allah. sedangkan syariatnya bermacam-macam. 3. dan kebajikan yang ditetapkan oleh Allah bagi seluruh Rasul-Nya. Kata syari·ah adalah turunan (musytaq) dari kata syir·ah yang berarti pantai (tepi laut). Dan yang paling besar adalah masalah-masalah aqidah dan keimanan.7 Jadi ´syari·ahµ adalah sunnah-sunnah petunjuk yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya V. 4. Sebagaimana dalam firman Allah Ta·ala. Digunakan untuk menyebut hukum-hukum yang diberikan oleh Allah kepada masing-masing Nabi agar diberlakukan secara khusus bagi masing-masing umatnya yang berbeda dengan dakwah Nabi lain.µ (QS. ketaatan. ´Untuk tiap-tiap umat di antara kamu Kami berikan syir·ah dan minhaj. haji. meliputi minhaj. . Terkadang juga digunakan untuk menyebut pokok-pokok keyakinan. Allah Ta·ala berfirman. 2. seperti puasa. Al-Maidah:48) Di dalam tafsir ayat ini dikatakan: Syir·ah adalah agama. 7. AsySyuura:13) 1. ³Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa-apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. baik yang bersifat ilmiah (kognitif) maupun amaliyah (aplikatif). Kata ³syari¶ah´ ±seperti halnya kata ³sunnah´.Demikianlah. Banyak ulama menulis kitab-kitab tentang Ilmu Aqidah dengan judul ³Kitab As-Sunnah´. dan zakat.digunakan untuk menyebut sejumlah makna: 1. Sehingga mereka menyebut pokok-pokok keyakinan mereka dengan istilah ³syari¶ah´. Musa dan Isa. Iman. Oleh sebab itu. dan muamalah. Kitab As-Sunnah karya Imam Ahmad bin Hambal (wafat:241 H) As-Sunnah karya Al-Atsram (wafat:273 H) As-Sunnah karya Abu Daud (wafat:275 H) As-Sunnah karya Abu Ashim (wafat:287 H) As-Sunnah karya Abdullah bin Ahmad bin Hambal (wafat:290 H) As-Sunnah karya Al-Khallal (wafat:311 H) As-Sunnah karya Al-Assal (wafat:349 H) Syarh As-Sunnah karya Ibnu Abi Zamnin (wafat:399 H) Syari·ah. 8.µ (QS. shalat. rincian ibadah. sedangkan minhaj adalah jalan. yang tidak ada perbedaan antara Nabi yang satu dengan Nabi lainnya. 6. 5. 2.

(Dan janganlah kamu mengikuti pemimpin selain-Nya) iaitu janganlah kamu keluar dari apa yang dibawa oleh rasul kepadamu menuju selainnya. maka baginya kehidupan yang sempit. maka terhapuslah (pahala) amalnya.8 Kitab-kitab aqidah yang ditulis dengan judul ³iman´ adalah : 1.t.a.µ (QS. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran daripadanya. 3. (surah al-Baqarah: 38) Juga firman-Nya: Maksudnya: Dan kami tidak menurunkan kepadamu al-Kitab (al-Quran) ini melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.a. telah menjamin sesiapa sahaja yang berpegang kepada keduanya tidak akan sesat di dunia dan tidak akan binasa di akhirat. (surah Ibrahim: 1) Nabi s.w. Ini kerana Allah s. Maksudnya: Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku. Ini merupakan perkara yang pasti di dalam agama Islam. 4/131-132. Allah Ta·ala berfirman. (Tafsir Ibnu Kathir . bersabda: Ketahuilah aku telah diberikan al-Kitab (al-Quran) dan bersamanya yang sepertinya. yang sahih dan Ijma al-Salaf al-Soleh. nescaya tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (yaitu) 4. Al-Iman karya Abu Ubaid Al-Qasim bin Salam 2. (surah Thaha: 123-124) Allah juga berfirman: Maksudnya: Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu. menuju jalan Rabb yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (surah al-A raf:3). ´Barangsiapa yang kafir terhadap iman. Allah berfirman: Maksudnya: Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya. Sunnah Rasul-Nya s. hadis sahih. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku.w.Istilah ´imanµ digunakan untuk menyebut Ilmu Aqidah dan meliputi seluruh masalah I·tiqadiyah. Al-Iman karya Ibnu Mandah. dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keaadaan buta. (surah al-Nahl: 64) Juga firman-Nya: Maksudnya: (Ini adalah) kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap-gelita kepada cahaya terang benderang dengan izin Rabb mereka. lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka. sehingga kamu menyimpang dari hukum Allah kepada hukum selainnya . Al-Kitab dan al-Sunnah cukup sebagai pegangan sehingga tidak memerlukan kepada selainnya.w. Imam Ibnu Kathir berkata dalam menafsirkan ayat ini: Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu) iaitu ikutilah peninggalan-peninggalan Nabi yang ummi yang datang kepada kamu membawa kitab (al-Quran) yang telah diturunkan kepada kamu dari Penguasa dan Pemilik segala sesuatu. Ketahuilah bahwa sumber aqidah Islam ialah kitab Allah. Hadis riwayat Ahmad. (iaitu alSunnah). maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku. Allah berfirman: . Kita wajib mengambil segala perkara berkaitan aqidah dari al-Quran dan al-Sunnah. Al-Maidah:5) Kata ´imanµ di sini berarti tauhid.

a. Usman dan Ali pastilah akal mereka ini menerima wahyu tanpa keraguan.12-13. Dan kemungkinan dengan apa yang dia anggap sebagai hadis atau sunnah padahal ianya . Padahal semua perkara tersebut tidak ada jaminan kebenarannya.surah al-A raf: 3) Nabi s. Disahihkan oleh Syeikh Salim al-Hilali dalam Ta zim wal Minnah fil Intisharis Sunnah. Sebahagian orang menjadikan perkataan imam-imam atau tokoh-tokoh yang dianggap maksum sebagai sumber aqidah. no 2167 dan lafaz ini dari Abu Daud no 4253. Kemungkinan dengan akal fikirannya dan perbandingan secara logik. Setiap kelompok dari ahli bid ah telah membuat sendiri kaedah agama untuk dirinya sendiri.a. Ibnu Taimiyyah berkata: Adapun Ahli Bid ah maka mereka ialah ahli ahwa dan ahli syubhat. Abu Lahab atau Abu Jahal maka sangatlah wajar mereka menolak wahyu kerana mereka mendustakan Allah dan Rasul-Nya. Ibnu Nasr. hikayat dan kasyaf sebagai (boleh melihat perkara ghaib) sebagai sumber aqidah. sepertimana Rafidhah (Syiah) dan firqah-firqah Batiniyyah. Padahal telah datang petunjuk kepada mereka dari Rabb mereka. maka kesepakatan mereka adalah hak (kebenaran) sehingga Ijma mereka merupakan hujah.w. Namun jika akal Abu Bakar.w. sepertimana Muktazilah dan semacamnya. (Hadis riwayat Tabrani dalam al-Mu jam al-Kabir no. Umar. Kemudian akal siapakah yang dipakai sebagai ukuran untuk menolak wahyu? Kalau akal orang-orang kafir. Sebahagiannya menyebut diri mereka Rationalist. bersabda: . Mereka meletakkan akal manusia yang terbatas berada di atas wahyu Allah sehingga mereka meninggalkan wahyu dengan alasan logik dan akal. kerana kesepakatan mereka merupakan kebenaran sehingga wajib diikuti. Padahal wahyu merupakan kebenaran mutlak. dia namakan sebagai perkara-perkara yang ditetapkan akal. Padahal tidak ada peribadi yang maksum dikalangan umat ini setelah Nabi Muhammad s. 11941). hlm. (Hadis riwayat Tirmizi.) Oleh kerana umat Islam umat yang adil seperti firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 143. Sebahagian lain menjadikan perasaan. Ibn Hazm. Nabi s. sepertimana keadaan puak-puak sufi dan tarikat. riwayat Malik.w. sehingga tidak boleh dijadikan sumber aqidah.) Adapun Ijma al-Salaf al-Soleh juga merupakan hujah.a. bersabda: : Aku telah tinggalkan untuk kamu dua perkara. al-Baihaqi. seperti Iblis. Ibnu Abbas berkata: Tidak ada seorangpun perkataanya diambil dan ditolak kecuali Nabi . Sebahagian orang menjadikan akal dan logik sebagai sumber aqidah dan hukum. Maknanya perkataan nabi semuanya wajib diterima. Dan kemungkinan dengan apa yang dia tafsirkan dari al-Quran dan dia merubah-rubah kalimat-kalimat al-Quran dari tempat-tempatnya dalam masa yang sama dia mendakwa dia semata-mata mengikuti al-Quran sebagaimana Khawarij. mimpi. Mereka mengikuti persangkaan dan apa-apa yang disukai hawa nafsu. Kemungkinan dengan perasaannya dan hawa nafsunya yang dia namakan perkara-perkara yang ditetapkan perasaan. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya: Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Sebagian yang lain pula menjadikan hadis-hadis lemah dan palsu sebagai sumber agama termasuk aqidah. Sesungguhnya Allah tidak akan menghimpunkan umatku (atau beliau bersabda umat Muhammad) di atas kesesatan. sehingga perkataan sesiapapun kecuali rasulullahdapat diterima atau ditolak dilihat dari segi kebenarannya. Fir aun. Penyimpangan Setelah mengetahui penjelasan di atas kita dapati ramai di antara umat Islam yang terjerumus ke dalam kesalahan-kesalahan yang tidak diizinkan oleh Agama. al-Hakim. (Hadis sahih lighairihi.

Kesemuanya adalah batil. Semoga Allah selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran. Kebanyakan mereka yang mereka-reka agama dengan fikiran atau perasaannya dia berhujah dengan alQuran mengikut kehendak nafsunya.129) Kesimpulannya inilah sumber-sumber aqidah Islam iaitu al-Quran. Sebagaimana yang disangka oleh kelompok Rafidhah (Syiah). Adapun keadaan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran menjadikan akal fikiran. Tetapi dasar sebenarnya akal fikirannya seperti Jahmiyyah dan Muktazilah dalam masalah sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Allah. perasaan. sunnah serta Ijmak alSalaf al-Soleh.palsu dan lemah. (dipetik dari majalah as-Sunnah). (al-Nubuwwat hlm. . mimpi serta hadis-hadis yang lemah dan palsu sebagai sumber aqidah mereka. Dia menjadikan al-Quran hanya sebagai hujah bukan pegangan. hawa nafsu.

anak kecil maupun dewasa. juga tdk dpt berdiri sendiri dalam memahami syari·at. Tidak ada yg rancu. Sebagaimana pendengaran. Maka beriman kpd yg ghaib dan menyerah sepenuh kpd Allah ialah sesuatu yg niscaya. penglihatan dan kekuatan manusia itu terbatas.tdk ada suatu prinsip pun dari aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah yg tdk memiliki dasar Al-Qur·an dan As-Sunnah atau dari Salafus Shalih. Ia ialah aqidah yg berdasar kpd Al-Qur·an dan As-Sunnah. [1] Sumber pengambilan bersih dan akurat. Ini tentu berbeda dgn aqidah-aqidah bid·ah lainnya. baik dalam ucapan. Semua lafazh-lafazh dan makna jelas. bisa dipahami oleh orang alim maupun awam. Sebab aqidah ini ialah iman kpd sesuatu yg ghaib. Adapun ciri-ciri itu dpt dijelaskan sebagai berikut. Hal itu krn akal tdk mampu mengetahui hal yg ghaib. masih samar-samar maupun yg sulit. tabi·in dan para imam. sehingga Allah memuji mereka : µ Kitab (Al-Qur·an) ini tdk ada keraguan pada . beriman kpd yg ghaib mrpk sifat orang-orang mukmin yg paling agung. Karena itu. Dan memang -Alhamdulillah. krn akal itu lemah dan terbatas. demikian pula dgn akalnya. petunjuk bagi orang yg bertakwa. sahabat. yg jauh dari keruh hawa nafsu dan syubhat. bebas dari syahwat dan syubhat. peruntukan maupun keyakinan. [4] Sanad bersambung kpd Rasulullah Shallallahu ¶alaihi wa sallam. seterang matahari di siang bolong. Sedangkan dalil-dalil Al-Qur·an dan As-Sunnah laksana makanan yg bermanfaat . Hal ini krn aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah berdasarkan Kitab dan Sunnah serta Ijma· para Salafush Shalih. (yaitu) mereka yg beriman kpd yg ghaibµ. [2] Ia ialah aqidah yg berlandaskan penyerahan total kpd Allah dan Rasul-Nya.CIRI-CIRI AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA·AH Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah memiliki ciri-ciri khusus. [3] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah aqidah yg sejalan dgn fithrah dan logika yg benar. [5] Ia ialah aqidah yg mudah dan terang. Ciri ini banyak diakui oleh para penentangnya. [Al-Baqarah : 2-3].

patuh dan tunduk kpdnya. sebagian membenarkan sebagian yg lain. tempat. Betapa tdk. surga dan neraka. Alah berfirman : ´Sesungguh Kamilah yg menurunkan Al-Qur·an dan Kamilah yg akan menjaganyaµ. tetapi tdk mungkin mengandung sesuatu yg mustahil. lengkap dan sesuai dgn setiap zaman. haudh (telaga). berhasil dan ditolong. penambahan. Sebab semua datang dari wahyu. Maka orang yg berpegang teguh kpd akan menang. shirath. keadaan dan umat. Ia tetap teguh menghadapi berbagai benturan yg terus menerus dilancarkan musuh-musuh Islam. tentulah mereka mendptkan pertentangan yg banyak di dalamnyaµ [An-Nisaa : 82] [7] Mungkin di dalam terdpt sesuatu yg mengandung perdebatan. yg tdk akan membahayakan mereka orang yg merendahkan mereka sampai datang keputusan Allah. kontradiksi dan kerancuan. krn Allah-lah yg menjamin penjagaan dan kekalannya. niscaya Allah akan memuliakan dan barangsiapa meninggalkannya. Betapa tdk. Hal itu sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ¶alaihi wa sallam : ´Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yg membela kebenaran. serta kaifiyah (penggambaran) sifat-sifat Allah. adzab dan nikmat kubur. tetapi tdk menganggap mustahil. Seperti seluruh masalah ghaib. kemenangan dan keteguhan.bagi segenap manusia. dan mereka dalam keadaan demikianµ. Ia tdk menyerahkan penjagaan itu kpd seorangpun dari mahluk-Nya. Bahkan seperti air yg bermanfaat bagi bayi yg menyusu. niscaya Allah akan menghinakannya. yg tdk mungkin berdasarkan hawa nafsu. Hal itu telah diketahui . orang kuat maupun lemah. Maka barangsiapa mengambil aqidah tersebut. Ia ialah akidah yg kekal hingga hari kiamat. Sebalik ia menyerah. [Hadits Riwayat Muslim 3/1524]. dari manapun datangnya. Dan kebenaran tdk mungkin kacau. Sebaliknya. Allah berfirman : ´Kalau sekira Al-Qur·an itu bukan dari sisi Allah. rancu dan mengandung kontradiksi. [6] Selamat dari kekacauan. tetap dan kekal. [9] Ia ialah aqidah yg stabil. baik dari Yahudi. anak-anak. [8] Ia ialah aqidah yg universal. Tak akan terjadi penyimpangan. Akal manusia tdk mampu memahami atau mencapai berbagai persoalan di atas. ia ialah bersumber kpd wahyu yg tak mungkin datang kpd kebatilan. atau tdk mampu dipahami. Dalam aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ada hal-hal yg di luar jangkauan akal. [Al-Hijr : 9] [10] Ia ialah sebab ada pertolongan. Hal itu krn ia ialah aqidah yg benar. Ia akan dijaga oleh Allah sepanjang generasi. Bahkan kehidupan ini tdk akan lurus kecuali dgnnya. Majusi maupun yg lainnya. pengurangan atau penggantian. Nashrani.

Sebaliknya. bercerai berai dan kesia-siaan. jalan mereka lurus dan tujuan-tujuan jelas. Jiwa tdk akan gelisah. Hal itu krn akidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah akidah terbaik yg sesuai dgn segenap hati dan sebaik-baik yg diketahui akal. Karena itu para pengikut selamat dari mengikuti hawa nafsu. [12] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah kapal keselamatan. Para pengikut ialah orang-orang istimewa. [14] Aqidah Ahlus Suannah wal Jama·ah ialah aqidah istimewa. sebagaimana yg menimpa Andalusia (Spanyol) dan yg lain. dada akan lapang atas ketentuan-ketentuan hukum-Nya. [11] Ia mengangkat derajat para pengikutnya. dan pikiran akan jernih dgn mengetahui-Nya. [16] Ia akan memberikan ketenangan jiwa dan pikiran kpd pengikutnya. Pencipta. Karena. niscaya akan selamat. Sehingga. ketika umat Islam menjauhi agamanya. tdk akan ada kekacauan dalam pikirannya. sehingga tdk akan keliru selamanya. semakin mendalami ilmu tentangnya. Ia akan rela Allah sebagai Tuhan. Ia akan tahu kpd siapa hrs membenci. selamat dari bertindak tanpa petunjuk dalam soal wala· wal bara· (setia dan berlepas diri dari orang lain). niscaya Allah akan meninggikan derajatnya. Barangsiapa memegang teguh aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah. mengamalkan segala konsekwensinya. tdklah umat Islam itu bersatu dalam kalimat yg sama di berbagai masa dan tempat kecuali krn mereka berpegang teguh dgn aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah. [13] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah aqidah kasih sayg dan persatuan. terjadilah apa yg terjadi. ia memberikan ukuran yg jelas. . dan mengetahui pula hak serta kewajibannya. Sebaliknya. baik sebagai pribadi maupun jama·ah. Maka barangsiapa berpegang teguh dgnnya. serta mendakwahkan kpd manusia. Manhaj mereka satu. Ia menghasilkan berbagai pengetahuan yg bermanfaat dan akhlak yg tinggi. Maka hati akan merasa aman dgn takdir-Nya. Dengan demikian ia akan selamat dari perpecahan. mengacau dan sikap sia-sia. Sebab akidah ini menghubungkan antara orang mukmin dgn Tuhannya. meluaskan kemasyhura serta keutamaan akan tersebar. Hakim dan Pemuntuk Syari·at. Sebalik barangsiapa meninggalkannya. kecintaan dan kebencian kpd orang lain. [15] Ia menjaga para pengikut dari bertindak tanpa petunjuk. prinsip mereka jelas.oleh setiap orang yg membaca sejarah. tetap dan tdk berubah. niscaya tenggelam dan binasa. mereka akan berpecah belah dan saling berselisih pendpt jika menjauh darinya.

hati dan jasmani. tdk kaku dan beku. Aqidah ini memerintahkan pengikut melakukan setiap kebaikan dan mencegah mereka melakukan setiap kejahatan. Perasaan ialah sesuatu yg alami pada diri manusia dan tak seorangpun manusia yg tdk memilikinya. petunjuk dan rahmat.menjadi sebab keamanan. Di bawah naungan aqidah ini akan terwujud keamanan dan hidup mulia. [18] Ia akan mempengaruhi prilaku. [Al-An·am : 82]. Mereka senantiasa diancam dgn berbagai siksaan di setiap saat. Dan hal itu -dgn tdk diragukan lagi. Ia memerintahkan keadilan dan berlaku lurus serta mencegah mereka dari kezhaliman dan penyimpangan. tetapi . Sebab ia tegak atas dasar iman kpd Allah dan kewajiban beribadah kpd-Nya. Keamanan ialah sesuatu yg mengiringi iman. Islam justru tdk rela jika seorang muslim memadamkan cahaya akalnya. [23] Mengakui akal. Jadi. [19] Ia mendorong setiap pengikut bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam segala sesuatu. kebaikan dan kebahagiaan dunia-akhirat. [22] Aqidah ini menghimpun semua kebutuhan ruh. [24] Mengakui perasaan manusia dan membimbing pada jalan yg benar. Ia ialah aqidah yg menghormati akal yg lurus dan tdk mengingkari perannya. orang-orang musyrik dan pelaku maksiat ialah orang-orang yg selalu ketakutan. Yakni selamat dari penyimpangan dalam beribadah. Aqidah ini ialah aqidah yg dinamis. Allah berfirman : ´Orang-orang yg beriman dan tdk mencampuradukkan iman mereka dgn kezhaliman (syirik). ia akan kehilangan keamanan. Maka. Ia tdk akan menyembah selain Allah dan akan mengharapkan kpd selain-Nya. [20] Ia membangkitkan jiwa mukmin agar mengagungkan Al-Qur·an dan As-Sunnah. krn itu mereka mengagungkan dan berpegang teguh pada keduanya. Meskipun begitu.[17] Tujuan dan amal pengikut aqidah ini mejadi selamat. [21] Ia menjamin kehidupan yg mulia bagi pengikutnya. barangsiapa kehilangan iman. baik di dunia maupun di akhirat. peran akal tetaplah terbatas. ia mengaku ada perasaan manusia serta menghormatinya. akhlak dan mua·malah. Sebaliknya. tetapi membatasi perannya. Sebab ia mengetahui bahwa Al-Qur·an dan As-Sunnah ialah haq. lalu ha bertaklid buta dalam persoalan aqidah dan lainnya. mereka itulah orang-orang yg mendpt keamanan dan mereka itulah orang-orang yg mendpt petunjukµ. dan tdk kpd yg lain. Jadi orang-orang yg bertakwa dan beriman ialah mereka yg memiliki kemanan yg sempurna dan petunjuk yg sempurna pula.

or. politik.id/index. pendidikan atau persoalan lainnya. Sebalik ia meluruskan dan membimbing sehingga menjadi sarana perbaikan dan pembangunan. Dengan aqidah ini. IV/No. Allah telah menyatukan hati umat Islam yg berpecah belah. mengajari ilmu setelah kebodohan. memberi makan dari kelaparan dan memberi mereka keamanan dari ketakutan. [25] Ia menjamin untuk memberi jalan keluar setiap persoalan.php?action=more&article_id=884&bagian=0 . tdk sebagai alat perusak dan penghancur. baik sosial. Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd. hawa nafsu yg bercerai berai.Awal 1419H] Sumber : http://almanhaj. [Tasharrufan (saduran) dari Mukhtasar Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama·ah. mencukupkan setelah kemiskinan. memberi penglihatan setelah buta. Buletin AN NUR Thn. ekonomi.bukan berarti ia mengumbarnya. 139/Jum·at I/R.

Ciri-Ciri Akidah Islam (1) . mudah difahami dan tidak menimbulkan kesulitan untuk memahaminya. Tuhan Anak (God the Son) dan Tuhan Roh alQudus (God The Holy Spirit) ~ kesatuan tiga personaliti yang saling melengkapi di dalam satu zat iaitu zat Tuhan. Di sebalik alam ini. 1. tidak mempunyai anak dan isteri serta tiada sekutu bagiNya. Tuhan ini tiada yang setara denganNya. tidak berubah dengan berlakunya apa-apa perubahan di alam ini dan bergantian para Rasul a. Dalam prinsip akidah Islam ± tidak ada suatu ajaran yang sukar difahami. ada Tuhan yang berkuasa menciptakannya daripada tiada. Akidah yang jelas dan terang Akidah Islam yang dibawa oleh para Rasul a.s. misalnya ± triniti ± konsep penigaan Tuhan. (berbeza dengan syariat). Kepercayaan ini bermaksud bahawa agama Kristian mempercayai Tuhan terdiri daripada tiga oknum ± Tuhan Bapa ( God the Father). .Asas Akidah 1.s adalah jelas. Akidah Islam ± satu kepercayaan yang tetap dan tidak berubah sampai bila-bila masa.

t sebagai Tuhan yang berhak disembah dan Nabi Muhammad s.w. (Subhanallah). Dua penyaksian ini diletakkan dalam satu rukun kerana ia saling berkait.a.a.t dan Nabi Muhammad s. Tuhan Bapa ± mencipta kedua-duanya sebagai tanda kasih Tuhan kepada makhlukNya.Jesus (Tuhan Anak) ± penebus dosa warisan melalui pensaliban dirnya. (Al-Maidah:72-73) Penyaksian bahawa tiada Tuhan melainkan Allah s.a.w adalah Rasulullah secara jelas dan terang meletakkan penyaksian. ikrar dan pengiktirafan dengan lisan dan hati ± kedudukan Allah s. Holy Spirit ± pembimbing Jesus dan pembersih jiwa manusia melalui kepercayaan tentang kesucian pensaliban tersebut. .w. Setiap amalan tidak akan diterima kecuali ikhlas kerana Allah dan selaras dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad s. Akidah Islam menyediakan dua rujukan utama : AlQuran dan Al-Sunnah.w.w sebagai nabi yang wajib diikuti.

w.a. 2010 . he received direct guidance from Allah s.w.w ± we Muslim don¶t simply make assumptions we follow our Prophet s. Al-Hasyr:22.Dalam akidah Islam ± alam terbahagi kepada dua : alam nyata yang boleh difikirkan oleh akal dan ditanggapi oleh pancaindera dan alam ghaib yang berada di luar pengetahuan manusia dan hanya boleh diketahui melalui saluran wahyu. Usuluddin.a. Modul I.t) Sumber : Asas Akidah I. (reason why we need Nabi s.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful