Aqidah Islam.

Yaitu, kepercayaan yang mantap kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab suciNya, para Rasul-Nya, hari Akhir, qadar yang baik dan yang buruk, serta seluruh muatan Al-Qur·an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah berupa pokok-pokok agama, perintah-perintah dan berita-beritanya, serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih (ijma·), dan kepasrahan total kepada Allah Ta·ala dalam hal keputusan hukum, perintah, takdir, maupun syara·, serta ketundukan kepada Rasulullah V dengan cara mematuhinya, menerima keputusan hukumnya dan mengikutinya.3

AQIDAH ISLAMIYAH DAN KEISTIMEWAANNYA
November 13, 2006 oleh abu salma

AQIDAH ISLAMIYAH DAN KEISTIMEWAANNYA

Oleh : Fadhilatus Syaikh Muhammad Ibrahim al-Hamd

Definisi Aqidah Menurut Bahasa

Kata ´aqidahµ diambil dari kata al-¶aqdu, yakni ikatan dan tarikan yang kuat. Ia juga berarti pemantapan, penetapan, kait-mengait, tempel-menempel, dan penguatan. Perjanjian dan penegasan sumpah juga disebut ¶aqdu. Jual-beli pun disebut ¶aqdu, karena ada keterikatan antara penjual dan pembeli dengan ¶aqdu (transaksi) yang mengikat. Termasuk juga sebutan ¶aqdu untuk kedua ujung baju, karena keduanya saling terikat. Juga termasuk sebutan ¶aqdu untuk ikatan kain sarung, karena diikat dengan mantap.1

Definisi Aqidah Menurut Istilah Umum

Istilah ´aqidahµ di dalam istilah umum dipakai untuk menyebut keputusan pikiran yang mantap, benar maupun salah.

para Rasul-Nya.3 Topik-Topik Ilmu Aqidah. dan dijadikannya sebagai madzhab atau agama yang dianutnya. para Malaikat-Nya. nubuwwat (kenabian). serta sikap terhadap mereka. maka itulah yang disebut aqidah yang batil. Dan jika salah. serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih (ijma·). orang-orang yang suka mengikuti hawa nafsu.4 Nama-Nama Ilmu Aqidah Pertama: Nama-Nama Ilmu Aqidah Menurut Ahli Sunnah wal Jama·ah5 . berita (kisahkisah). ataupun madzhab yang merusak. hari Akhir. wala· (loyalitas) dan bara· (berlepas diri). perintah. kitab-kitab suciNya. Yaitu apa-apa yang dipercayai oleh seseorang. iman. Istilah ´aqidahµ juga digunakan untuk menyebut kepercayaan yang mantap dan keputusan tegas yang tidak bisa dihinggapi kebimbangan. Islam. dan masalah-masalah aqidah yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih. kepercayaan yang mantap kepada Allah. seperti keyakinan umat Islam tentang ke-Esa-an Allah. para Ahli bid·ah. diikat kuat oleh sanubarinya.Jika keputusan pikiran yang mantap itu benar. dan kepasrahan total kepada Allah Ta·ala dalam hal keputusan hukum.2 Aqidah Islam. tanpa melihat benar atau tidaknya. Yaitu. golongan. perintah-perintah dan berita-beritanya. menerima keputusan hukumnya dan mengikutinya. serta seluruh muatan Al-Qur·an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah berupa pokok-pokok agama. perkara-perkara ghaib. qadar yang baik dan yang buruk. seperti keyakinan umat Nashrani bahwa Allah adalah salah satu dari tiga oknum tuhan (trinitas). maka itulah yang disebut aqidah yang benar. aliran yang sesat. maupun syara·. pokok-pokok hukum yang qath·iy (pasti). Dan termasuk di dalamnya adalah penolakan terhadap orang-orang kafir. Dengan pengertian menurut Ahli Sunnah wal Jama·ah di atas. takdir. serta ketundukan kepada Rasulullah V dengan cara mematuhinya. maka ´aqidahµ adalah sebutan bagi sebuah disiplin ilmu yang dipelajari dan meliputi aspek-aspek tauhid. serta hal-hal yang wajib dilakukan terhadap para sahabat dan ummul mukminin (istriistri Rasulullah V). takdir. dan seluruh agama. dan pokok-pokok bahasan aqidah lainnya.

dan Aqo·id. uluhiyah. ´tauhidµ berarti meng-Esa-kan Allah dan menunggalkan-Nya sebagai satu-satunya Dzat pemilik rububiyah. Kitab-kitab aqidah yang menyebut nama ini adalah kitab : 1. At-Tauhid karya Imam Muhammad bin Abdul Wahhab (wafat: 1206 H).Ilmu Aqidah disebut Tauhid karena tauhid adalah pembahasan utamanya. asma·. dan Aqidah Ahli Hadis. Alasan penyebutan Ilmu Aqidah dengan Sunnah adalah karena para penganutnya mengikuti Sunnah Nabi V dan sahabat-sahabatnya. Al-I·tiqad karya Al-Baihaqi (wafat:458 H). Kemudian sebutan itu menjadi syiar (simbol) bagi Ahli Sunnah. Maka disebut Aqidah Salaf. Menurut istilah. mubah. Artinya: menjadikan sesuatu menjadi satu. Antara lain: Aqidah. At-Tauhid min Shahih Al-Bukhari yang terdapat di dalam Al-Jami· Ash-Shahih karya Imam Bukhari (wafat: 256 H) 2. 5. Ia dipakai untuk menyebut Hadis.6 Sunnah. Aqidah As-Salaf Ashab Al-Hadits karya Ash-Shobuni (wafat:449 H) 3. dan sebagainya. Sehingga dikatakan bahwa Sunnah adalah antonim (lawan kata) bid·ah. Kata As-Sunnah di dalam bahasa Arab berarti cara dan jalan hidup.Ilmu aqidah menurut Ahli Sunnah wal Jama¶ah memiliki beberapa nama dan sebutan yang menunjukkan pengertian yang sama. Sedangkan di dalam pemahaman syara·. At-Tauhid karya Ibnu Khuzaimah. Kitab-kitab yang menyebutkan nama ini adalah : 1. Juga dikatakan: Ahli Sunnah dan Syi·ah. Tauhid. . I·tiqad At-Tauhid karya Abu Abdillah Muhammad Khafif (wafat: 371 H) 3. Aqidah Ahli Sunnah wal Jama¶ah. sebagai bentuk generalisasi. istilah As-Sunnah dipakai untuk menyebut beberapa pengertian menurut masing-masing penggunaannya. Kata ´tauhidµ adalah bentuk mashdar dari kata wahhada ² yuwahhidu ² tauhiid. Syarh Ushul I·tiqad Ahli Sunnah wal Jama·ah karya Al-Lalika·iy (wafat:418 H) 2. I·tiqad. dan sifat. At-Tauhid wa Ma·rifat Asma· Allah wa Shifatihi ¶Ala Al-Ittifaq wa At-Tafarrud karya Ibnu Mandah (wafat: 395 H) 4. Jadi ´tauhidµ menurut bahasa adalah memutuskan bahwa sesuatu itu satu.

Dan yang paling besar adalah masalah-masalah aqidah dan keimanan. meliputi minhaj. dan zakat. dikatakan bahwa semua agama itu asalnya adalah satu. Banyak ulama menulis kitab-kitab tentang Ilmu Aqidah dengan judul ³Kitab As-Sunnah´.7 Jadi ´syari·ahµ adalah sunnah-sunnah petunjuk yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya V. Di antaranya: 1. sedangkan minhaj adalah jalan. yang tidak ada perbedaan antara Nabi yang satu dengan Nabi lainnya. Oleh sebab itu. Digunakan untuk menyebut apa yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi-Nya. sedangkan syariatnya bermacam-macam.Demikianlah. Kata ³syari¶ah´ ±seperti halnya kata ³sunnah´. 6. rincian ibadah. 3. Allah Ta·ala berfirman. baik yang bersifat ilmiah (kognitif) maupun amaliyah (aplikatif). ketaatan. seperti puasa. . shalat. AsySyuura:13) 1. dan kebajikan yang ditetapkan oleh Allah bagi seluruh Rasul-Nya. Kitab As-Sunnah karya Imam Ahmad bin Hambal (wafat:241 H) As-Sunnah karya Al-Atsram (wafat:273 H) As-Sunnah karya Abu Daud (wafat:275 H) As-Sunnah karya Abu Ashim (wafat:287 H) As-Sunnah karya Abdullah bin Ahmad bin Hambal (wafat:290 H) As-Sunnah karya Al-Khallal (wafat:311 H) As-Sunnah karya Al-Assal (wafat:349 H) Syarh As-Sunnah karya Ibnu Abi Zamnin (wafat:399 H) Syari·ah. dan muamalah. 4. Syari·ah dan Syir·ah adalah agama yang ditetapkan dan diperintahkan oleh Allah. 7. ´Untuk tiap-tiap umat di antara kamu Kami berikan syir·ah dan minhaj. Sehingga mereka menyebut pokok-pokok keyakinan mereka dengan istilah ³syari¶ah´. Digunakan untuk menyebut hukum-hukum yang diberikan oleh Allah kepada masing-masing Nabi agar diberlakukan secara khusus bagi masing-masing umatnya yang berbeda dengan dakwah Nabi lain. Iman. Terkadang juga digunakan untuk menyebut pokok-pokok keyakinan. 5. Musa dan Isa. Al-Maidah:48) Di dalam tafsir ayat ini dikatakan: Syir·ah adalah agama.µ (QS. Kata syari·ah adalah turunan (musytaq) dari kata syir·ah yang berarti pantai (tepi laut). ³Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa-apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. Sebagaimana dalam firman Allah Ta·ala. 2. Dan secara khusus digunakan untuk menyebut aqidah-aqidah yang diyakini oleh Ahli Sunnah sebagai bagian dari iman. 2. 8.µ (QS.digunakan untuk menyebut sejumlah makna: 1. 3. haji.

yang sahih dan Ijma al-Salaf al-Soleh.w. menuju jalan Rabb yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Sunnah Rasul-Nya s. Maksudnya: Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku. maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku. Al-Iman karya Abu Ubaid Al-Qasim bin Salam 2. Al-Iman karya Ibnu Mandah. ´Barangsiapa yang kafir terhadap iman.w. Hadis riwayat Ahmad. Ini merupakan perkara yang pasti di dalam agama Islam.µ (QS. 4/131-132. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran daripadanya. (iaitu alSunnah).8 Kitab-kitab aqidah yang ditulis dengan judul ³iman´ adalah : 1.t. (surah Ibrahim: 1) Nabi s. Allah berfirman: Maksudnya: Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya. (surah al-A raf:3). telah menjamin sesiapa sahaja yang berpegang kepada keduanya tidak akan sesat di dunia dan tidak akan binasa di akhirat. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku. Imam Ibnu Kathir berkata dalam menafsirkan ayat ini: Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu) iaitu ikutilah peninggalan-peninggalan Nabi yang ummi yang datang kepada kamu membawa kitab (al-Quran) yang telah diturunkan kepada kamu dari Penguasa dan Pemilik segala sesuatu.Istilah ´imanµ digunakan untuk menyebut Ilmu Aqidah dan meliputi seluruh masalah I·tiqadiyah.a. (surah Thaha: 123-124) Allah juga berfirman: Maksudnya: Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu. Ini kerana Allah s.w. nescaya tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Kita wajib mengambil segala perkara berkaitan aqidah dari al-Quran dan al-Sunnah. (surah al-Nahl: 64) Juga firman-Nya: Maksudnya: (Ini adalah) kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap-gelita kepada cahaya terang benderang dengan izin Rabb mereka. hadis sahih. Ketahuilah bahwa sumber aqidah Islam ialah kitab Allah. maka terhapuslah (pahala) amalnya. Al-Kitab dan al-Sunnah cukup sebagai pegangan sehingga tidak memerlukan kepada selainnya. (yaitu) 4. dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keaadaan buta. 3.a. (surah al-Baqarah: 38) Juga firman-Nya: Maksudnya: Dan kami tidak menurunkan kepadamu al-Kitab (al-Quran) ini melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. Al-Maidah:5) Kata ´imanµ di sini berarti tauhid. sehingga kamu menyimpang dari hukum Allah kepada hukum selainnya . (Tafsir Ibnu Kathir . maka baginya kehidupan yang sempit. bersabda: Ketahuilah aku telah diberikan al-Kitab (al-Quran) dan bersamanya yang sepertinya. Allah berfirman: . lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka. (Dan janganlah kamu mengikuti pemimpin selain-Nya) iaitu janganlah kamu keluar dari apa yang dibawa oleh rasul kepadamu menuju selainnya. Allah Ta·ala berfirman.

surah al-A raf: 3) Nabi s. Kemungkinan dengan perasaannya dan hawa nafsunya yang dia namakan perkara-perkara yang ditetapkan perasaan. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya: Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.a. Namun jika akal Abu Bakar. Padahal semua perkara tersebut tidak ada jaminan kebenarannya. Disahihkan oleh Syeikh Salim al-Hilali dalam Ta zim wal Minnah fil Intisharis Sunnah. Dan kemungkinan dengan apa yang dia anggap sebagai hadis atau sunnah padahal ianya . no 2167 dan lafaz ini dari Abu Daud no 4253. Sebahagian lain menjadikan perasaan. Mereka meletakkan akal manusia yang terbatas berada di atas wahyu Allah sehingga mereka meninggalkan wahyu dengan alasan logik dan akal. (Hadis riwayat Tabrani dalam al-Mu jam al-Kabir no. Maknanya perkataan nabi semuanya wajib diterima. Dan kemungkinan dengan apa yang dia tafsirkan dari al-Quran dan dia merubah-rubah kalimat-kalimat al-Quran dari tempat-tempatnya dalam masa yang sama dia mendakwa dia semata-mata mengikuti al-Quran sebagaimana Khawarij.a. Sebagian yang lain pula menjadikan hadis-hadis lemah dan palsu sebagai sumber agama termasuk aqidah. Sebahagian orang menjadikan akal dan logik sebagai sumber aqidah dan hukum. Sebahagian orang menjadikan perkataan imam-imam atau tokoh-tokoh yang dianggap maksum sebagai sumber aqidah. Kemudian akal siapakah yang dipakai sebagai ukuran untuk menolak wahyu? Kalau akal orang-orang kafir. (Hadis sahih lighairihi. Abu Lahab atau Abu Jahal maka sangatlah wajar mereka menolak wahyu kerana mereka mendustakan Allah dan Rasul-Nya. Fir aun. Nabi s. Padahal tidak ada peribadi yang maksum dikalangan umat ini setelah Nabi Muhammad s. sepertimana Muktazilah dan semacamnya. al-Baihaqi. Usman dan Ali pastilah akal mereka ini menerima wahyu tanpa keraguan. Mereka mengikuti persangkaan dan apa-apa yang disukai hawa nafsu. maka kesepakatan mereka adalah hak (kebenaran) sehingga Ijma mereka merupakan hujah. Padahal wahyu merupakan kebenaran mutlak. Sesungguhnya Allah tidak akan menghimpunkan umatku (atau beliau bersabda umat Muhammad) di atas kesesatan. Penyimpangan Setelah mengetahui penjelasan di atas kita dapati ramai di antara umat Islam yang terjerumus ke dalam kesalahan-kesalahan yang tidak diizinkan oleh Agama. 11941). Ibn Hazm. bersabda: : Aku telah tinggalkan untuk kamu dua perkara. Umar. Kemungkinan dengan akal fikirannya dan perbandingan secara logik. sehingga tidak boleh dijadikan sumber aqidah. sepertimana keadaan puak-puak sufi dan tarikat.a. bersabda: .w. Ibnu Taimiyyah berkata: Adapun Ahli Bid ah maka mereka ialah ahli ahwa dan ahli syubhat. sepertimana Rafidhah (Syiah) dan firqah-firqah Batiniyyah. mimpi.) Oleh kerana umat Islam umat yang adil seperti firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 143.w. riwayat Malik. Setiap kelompok dari ahli bid ah telah membuat sendiri kaedah agama untuk dirinya sendiri. (Hadis riwayat Tirmizi. seperti Iblis. dia namakan sebagai perkara-perkara yang ditetapkan akal.w. Ibnu Abbas berkata: Tidak ada seorangpun perkataanya diambil dan ditolak kecuali Nabi . kerana kesepakatan mereka merupakan kebenaran sehingga wajib diikuti.12-13. hlm. Ibnu Nasr. sehingga perkataan sesiapapun kecuali rasulullahdapat diterima atau ditolak dilihat dari segi kebenarannya. Sebahagiannya menyebut diri mereka Rationalist. al-Hakim. hikayat dan kasyaf sebagai (boleh melihat perkara ghaib) sebagai sumber aqidah.) Adapun Ijma al-Salaf al-Soleh juga merupakan hujah. Padahal telah datang petunjuk kepada mereka dari Rabb mereka.

perasaan. Kesemuanya adalah batil. mimpi serta hadis-hadis yang lemah dan palsu sebagai sumber aqidah mereka.129) Kesimpulannya inilah sumber-sumber aqidah Islam iaitu al-Quran. (dipetik dari majalah as-Sunnah). Semoga Allah selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran. . (al-Nubuwwat hlm. sunnah serta Ijmak alSalaf al-Soleh.palsu dan lemah. Kebanyakan mereka yang mereka-reka agama dengan fikiran atau perasaannya dia berhujah dengan alQuran mengikut kehendak nafsunya. Tetapi dasar sebenarnya akal fikirannya seperti Jahmiyyah dan Muktazilah dalam masalah sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Allah. Adapun keadaan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran menjadikan akal fikiran. Sebagaimana yang disangka oleh kelompok Rafidhah (Syiah). Dia menjadikan al-Quran hanya sebagai hujah bukan pegangan. hawa nafsu.

demikian pula dgn akalnya.tdk ada suatu prinsip pun dari aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah yg tdk memiliki dasar Al-Qur·an dan As-Sunnah atau dari Salafus Shalih. Hal ini krn aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah berdasarkan Kitab dan Sunnah serta Ijma· para Salafush Shalih. Ciri ini banyak diakui oleh para penentangnya. beriman kpd yg ghaib mrpk sifat orang-orang mukmin yg paling agung. Ia ialah aqidah yg berdasar kpd Al-Qur·an dan As-Sunnah. [3] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah aqidah yg sejalan dgn fithrah dan logika yg benar. baik dalam ucapan. [Al-Baqarah : 2-3]. Ini tentu berbeda dgn aqidah-aqidah bid·ah lainnya. Dan memang -Alhamdulillah. Semua lafazh-lafazh dan makna jelas. krn akal itu lemah dan terbatas. sahabat. Hal itu krn akal tdk mampu mengetahui hal yg ghaib. [2] Ia ialah aqidah yg berlandaskan penyerahan total kpd Allah dan Rasul-Nya. tabi·in dan para imam. Tidak ada yg rancu. Adapun ciri-ciri itu dpt dijelaskan sebagai berikut. masih samar-samar maupun yg sulit. seterang matahari di siang bolong. (yaitu) mereka yg beriman kpd yg ghaibµ. Sebagaimana pendengaran. sehingga Allah memuji mereka : µ Kitab (Al-Qur·an) ini tdk ada keraguan pada . [1] Sumber pengambilan bersih dan akurat.CIRI-CIRI AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA·AH Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah memiliki ciri-ciri khusus. bisa dipahami oleh orang alim maupun awam. peruntukan maupun keyakinan. Karena itu. penglihatan dan kekuatan manusia itu terbatas. Sedangkan dalil-dalil Al-Qur·an dan As-Sunnah laksana makanan yg bermanfaat . juga tdk dpt berdiri sendiri dalam memahami syari·at. Maka beriman kpd yg ghaib dan menyerah sepenuh kpd Allah ialah sesuatu yg niscaya. [5] Ia ialah aqidah yg mudah dan terang. anak kecil maupun dewasa. bebas dari syahwat dan syubhat. petunjuk bagi orang yg bertakwa. yg jauh dari keruh hawa nafsu dan syubhat. [4] Sanad bersambung kpd Rasulullah Shallallahu ¶alaihi wa sallam. Sebab aqidah ini ialah iman kpd sesuatu yg ghaib.

Nashrani. patuh dan tunduk kpdnya. Bahkan seperti air yg bermanfaat bagi bayi yg menyusu. rancu dan mengandung kontradiksi. atau tdk mampu dipahami. tentulah mereka mendptkan pertentangan yg banyak di dalamnyaµ [An-Nisaa : 82] [7] Mungkin di dalam terdpt sesuatu yg mengandung perdebatan. baik dari Yahudi. penambahan. Sebalik ia menyerah. adzab dan nikmat kubur. serta kaifiyah (penggambaran) sifat-sifat Allah. Allah berfirman : ´Kalau sekira Al-Qur·an itu bukan dari sisi Allah. Seperti seluruh masalah ghaib. Hal itu telah diketahui . [Hadits Riwayat Muslim 3/1524]. [Al-Hijr : 9] [10] Ia ialah sebab ada pertolongan. tetapi tdk menganggap mustahil. berhasil dan ditolong. Dan kebenaran tdk mungkin kacau. Ia ialah akidah yg kekal hingga hari kiamat. lengkap dan sesuai dgn setiap zaman. [9] Ia ialah aqidah yg stabil. Bahkan kehidupan ini tdk akan lurus kecuali dgnnya. sebagian membenarkan sebagian yg lain. [6] Selamat dari kekacauan. Sebab semua datang dari wahyu. dan mereka dalam keadaan demikianµ. Alah berfirman : ´Sesungguh Kamilah yg menurunkan Al-Qur·an dan Kamilah yg akan menjaganyaµ. Sebaliknya. yg tdk akan membahayakan mereka orang yg merendahkan mereka sampai datang keputusan Allah. krn Allah-lah yg menjamin penjagaan dan kekalannya. [8] Ia ialah aqidah yg universal. shirath. yg tdk mungkin berdasarkan hawa nafsu. Betapa tdk. Maka barangsiapa mengambil aqidah tersebut. Ia akan dijaga oleh Allah sepanjang generasi. Majusi maupun yg lainnya. surga dan neraka. Maka orang yg berpegang teguh kpd akan menang. keadaan dan umat. kontradiksi dan kerancuan. tetapi tdk mungkin mengandung sesuatu yg mustahil. kemenangan dan keteguhan. Tak akan terjadi penyimpangan. tempat. Dalam aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ada hal-hal yg di luar jangkauan akal. Betapa tdk. Hal itu sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ¶alaihi wa sallam : ´Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yg membela kebenaran. anak-anak.bagi segenap manusia. ia ialah bersumber kpd wahyu yg tak mungkin datang kpd kebatilan. Akal manusia tdk mampu memahami atau mencapai berbagai persoalan di atas. dari manapun datangnya. Ia tetap teguh menghadapi berbagai benturan yg terus menerus dilancarkan musuh-musuh Islam. haudh (telaga). pengurangan atau penggantian. Hal itu krn ia ialah aqidah yg benar. niscaya Allah akan menghinakannya. orang kuat maupun lemah. tetap dan kekal. niscaya Allah akan memuliakan dan barangsiapa meninggalkannya. Ia tdk menyerahkan penjagaan itu kpd seorangpun dari mahluk-Nya.

mereka akan berpecah belah dan saling berselisih pendpt jika menjauh darinya. prinsip mereka jelas. Sehingga. selamat dari bertindak tanpa petunjuk dalam soal wala· wal bara· (setia dan berlepas diri dari orang lain). Sebaliknya. Hakim dan Pemuntuk Syari·at. Hal itu krn akidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah akidah terbaik yg sesuai dgn segenap hati dan sebaik-baik yg diketahui akal. Para pengikut ialah orang-orang istimewa. [12] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah kapal keselamatan. Dengan demikian ia akan selamat dari perpecahan. niscaya tenggelam dan binasa. . Ia menghasilkan berbagai pengetahuan yg bermanfaat dan akhlak yg tinggi. Jiwa tdk akan gelisah. terjadilah apa yg terjadi. bercerai berai dan kesia-siaan. tetap dan tdk berubah. Sebaliknya. [11] Ia mengangkat derajat para pengikutnya. ia memberikan ukuran yg jelas. Karena itu para pengikut selamat dari mengikuti hawa nafsu. jalan mereka lurus dan tujuan-tujuan jelas. sehingga tdk akan keliru selamanya. Ia akan tahu kpd siapa hrs membenci. baik sebagai pribadi maupun jama·ah. mengacau dan sikap sia-sia. Karena. mengamalkan segala konsekwensinya. dan mengetahui pula hak serta kewajibannya. Maka hati akan merasa aman dgn takdir-Nya. niscaya Allah akan meninggikan derajatnya. Maka barangsiapa berpegang teguh dgnnya. niscaya akan selamat. Ia akan rela Allah sebagai Tuhan. ketika umat Islam menjauhi agamanya. Pencipta. Barangsiapa memegang teguh aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah. [13] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah aqidah kasih sayg dan persatuan. meluaskan kemasyhura serta keutamaan akan tersebar. tdk akan ada kekacauan dalam pikirannya. [15] Ia menjaga para pengikut dari bertindak tanpa petunjuk. serta mendakwahkan kpd manusia. dan pikiran akan jernih dgn mengetahui-Nya. tdklah umat Islam itu bersatu dalam kalimat yg sama di berbagai masa dan tempat kecuali krn mereka berpegang teguh dgn aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah. Sebalik barangsiapa meninggalkannya.oleh setiap orang yg membaca sejarah. [14] Aqidah Ahlus Suannah wal Jama·ah ialah aqidah istimewa. kecintaan dan kebencian kpd orang lain. Sebab akidah ini menghubungkan antara orang mukmin dgn Tuhannya. sebagaimana yg menimpa Andalusia (Spanyol) dan yg lain. [16] Ia akan memberikan ketenangan jiwa dan pikiran kpd pengikutnya. dada akan lapang atas ketentuan-ketentuan hukum-Nya. Manhaj mereka satu. semakin mendalami ilmu tentangnya.

Dan hal itu -dgn tdk diragukan lagi. Keamanan ialah sesuatu yg mengiringi iman. hati dan jasmani. tetapi membatasi perannya. Ia tdk akan menyembah selain Allah dan akan mengharapkan kpd selain-Nya. barangsiapa kehilangan iman. kebaikan dan kebahagiaan dunia-akhirat. lalu ha bertaklid buta dalam persoalan aqidah dan lainnya. [20] Ia membangkitkan jiwa mukmin agar mengagungkan Al-Qur·an dan As-Sunnah. Aqidah ini ialah aqidah yg dinamis. mereka itulah orang-orang yg mendpt keamanan dan mereka itulah orang-orang yg mendpt petunjukµ. [23] Mengakui akal. [18] Ia akan mempengaruhi prilaku. Ia ialah aqidah yg menghormati akal yg lurus dan tdk mengingkari perannya. Aqidah ini memerintahkan pengikut melakukan setiap kebaikan dan mencegah mereka melakukan setiap kejahatan. tetapi . Allah berfirman : ´Orang-orang yg beriman dan tdk mencampuradukkan iman mereka dgn kezhaliman (syirik). Islam justru tdk rela jika seorang muslim memadamkan cahaya akalnya. Mereka senantiasa diancam dgn berbagai siksaan di setiap saat. Meskipun begitu. peran akal tetaplah terbatas. Sebab ia mengetahui bahwa Al-Qur·an dan As-Sunnah ialah haq. akhlak dan mua·malah. dan tdk kpd yg lain. ia mengaku ada perasaan manusia serta menghormatinya. petunjuk dan rahmat. Di bawah naungan aqidah ini akan terwujud keamanan dan hidup mulia. Jadi orang-orang yg bertakwa dan beriman ialah mereka yg memiliki kemanan yg sempurna dan petunjuk yg sempurna pula. Yakni selamat dari penyimpangan dalam beribadah. [Al-An·am : 82]. [21] Ia menjamin kehidupan yg mulia bagi pengikutnya. Maka. krn itu mereka mengagungkan dan berpegang teguh pada keduanya. Sebab ia tegak atas dasar iman kpd Allah dan kewajiban beribadah kpd-Nya. orang-orang musyrik dan pelaku maksiat ialah orang-orang yg selalu ketakutan. Perasaan ialah sesuatu yg alami pada diri manusia dan tak seorangpun manusia yg tdk memilikinya.menjadi sebab keamanan. ia akan kehilangan keamanan. [19] Ia mendorong setiap pengikut bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam segala sesuatu. Sebaliknya. [24] Mengakui perasaan manusia dan membimbing pada jalan yg benar. [22] Aqidah ini menghimpun semua kebutuhan ruh. tdk kaku dan beku. baik di dunia maupun di akhirat. Jadi.[17] Tujuan dan amal pengikut aqidah ini mejadi selamat. Ia memerintahkan keadilan dan berlaku lurus serta mencegah mereka dari kezhaliman dan penyimpangan.

Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd.php?action=more&article_id=884&bagian=0 . [Tasharrufan (saduran) dari Mukhtasar Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama·ah. hawa nafsu yg bercerai berai. politik. mencukupkan setelah kemiskinan. [25] Ia menjamin untuk memberi jalan keluar setiap persoalan. Buletin AN NUR Thn. Dengan aqidah ini. mengajari ilmu setelah kebodohan. baik sosial. memberi makan dari kelaparan dan memberi mereka keamanan dari ketakutan.Awal 1419H] Sumber : http://almanhaj. 139/Jum·at I/R. pendidikan atau persoalan lainnya. Sebalik ia meluruskan dan membimbing sehingga menjadi sarana perbaikan dan pembangunan.bukan berarti ia mengumbarnya. Allah telah menyatukan hati umat Islam yg berpecah belah. ekonomi. tdk sebagai alat perusak dan penghancur. IV/No.or.id/index. memberi penglihatan setelah buta.

Asas Akidah 1. . ada Tuhan yang berkuasa menciptakannya daripada tiada.s adalah jelas. Dalam prinsip akidah Islam ± tidak ada suatu ajaran yang sukar difahami. tidak mempunyai anak dan isteri serta tiada sekutu bagiNya. Akidah yang jelas dan terang Akidah Islam yang dibawa oleh para Rasul a. misalnya ± triniti ± konsep penigaan Tuhan. Tuhan ini tiada yang setara denganNya. 1. tidak berubah dengan berlakunya apa-apa perubahan di alam ini dan bergantian para Rasul a. Tuhan Anak (God the Son) dan Tuhan Roh alQudus (God The Holy Spirit) ~ kesatuan tiga personaliti yang saling melengkapi di dalam satu zat iaitu zat Tuhan.Ciri-Ciri Akidah Islam (1) . Akidah Islam ± satu kepercayaan yang tetap dan tidak berubah sampai bila-bila masa. (berbeza dengan syariat). Kepercayaan ini bermaksud bahawa agama Kristian mempercayai Tuhan terdiri daripada tiga oknum ± Tuhan Bapa ( God the Father). Di sebalik alam ini.s. mudah difahami dan tidak menimbulkan kesulitan untuk memahaminya.

.a.w adalah Rasulullah secara jelas dan terang meletakkan penyaksian. Akidah Islam menyediakan dua rujukan utama : AlQuran dan Al-Sunnah.w sebagai nabi yang wajib diikuti. Holy Spirit ± pembimbing Jesus dan pembersih jiwa manusia melalui kepercayaan tentang kesucian pensaliban tersebut.a. Tuhan Bapa ± mencipta kedua-duanya sebagai tanda kasih Tuhan kepada makhlukNya. Dua penyaksian ini diletakkan dalam satu rukun kerana ia saling berkait.Jesus (Tuhan Anak) ± penebus dosa warisan melalui pensaliban dirnya.w.w.a. (Al-Maidah:72-73) Penyaksian bahawa tiada Tuhan melainkan Allah s. (Subhanallah). ikrar dan pengiktirafan dengan lisan dan hati ± kedudukan Allah s.t dan Nabi Muhammad s.w.t sebagai Tuhan yang berhak disembah dan Nabi Muhammad s. Setiap amalan tidak akan diterima kecuali ikhlas kerana Allah dan selaras dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad s.

w.a.w. Modul I. he received direct guidance from Allah s.a. Al-Hasyr:22. Usuluddin.t) Sumber : Asas Akidah I.w ± we Muslim don¶t simply make assumptions we follow our Prophet s. 2010 .Dalam akidah Islam ± alam terbahagi kepada dua : alam nyata yang boleh difikirkan oleh akal dan ditanggapi oleh pancaindera dan alam ghaib yang berada di luar pengetahuan manusia dan hanya boleh diketahui melalui saluran wahyu. (reason why we need Nabi s.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful