P. 1
Aqidah Islam

Aqidah Islam

|Views: 113|Likes:
Published by Lavender Maboo

More info:

Published by: Lavender Maboo on Mar 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2012

pdf

text

original

Aqidah Islam.

Yaitu, kepercayaan yang mantap kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab suciNya, para Rasul-Nya, hari Akhir, qadar yang baik dan yang buruk, serta seluruh muatan Al-Qur·an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah berupa pokok-pokok agama, perintah-perintah dan berita-beritanya, serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih (ijma·), dan kepasrahan total kepada Allah Ta·ala dalam hal keputusan hukum, perintah, takdir, maupun syara·, serta ketundukan kepada Rasulullah V dengan cara mematuhinya, menerima keputusan hukumnya dan mengikutinya.3

AQIDAH ISLAMIYAH DAN KEISTIMEWAANNYA
November 13, 2006 oleh abu salma

AQIDAH ISLAMIYAH DAN KEISTIMEWAANNYA

Oleh : Fadhilatus Syaikh Muhammad Ibrahim al-Hamd

Definisi Aqidah Menurut Bahasa

Kata ´aqidahµ diambil dari kata al-¶aqdu, yakni ikatan dan tarikan yang kuat. Ia juga berarti pemantapan, penetapan, kait-mengait, tempel-menempel, dan penguatan. Perjanjian dan penegasan sumpah juga disebut ¶aqdu. Jual-beli pun disebut ¶aqdu, karena ada keterikatan antara penjual dan pembeli dengan ¶aqdu (transaksi) yang mengikat. Termasuk juga sebutan ¶aqdu untuk kedua ujung baju, karena keduanya saling terikat. Juga termasuk sebutan ¶aqdu untuk ikatan kain sarung, karena diikat dengan mantap.1

Definisi Aqidah Menurut Istilah Umum

Istilah ´aqidahµ di dalam istilah umum dipakai untuk menyebut keputusan pikiran yang mantap, benar maupun salah.

dan pokok-pokok bahasan aqidah lainnya. iman. maupun syara·. serta seluruh muatan Al-Qur·an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah berupa pokok-pokok agama. hari Akhir. maka ´aqidahµ adalah sebutan bagi sebuah disiplin ilmu yang dipelajari dan meliputi aspek-aspek tauhid. diikat kuat oleh sanubarinya. menerima keputusan hukumnya dan mengikutinya. kitab-kitab suciNya. para Rasul-Nya. golongan. para Ahli bid·ah. perintah-perintah dan berita-beritanya. dan dijadikannya sebagai madzhab atau agama yang dianutnya. seperti keyakinan umat Islam tentang ke-Esa-an Allah. berita (kisahkisah). maka itulah yang disebut aqidah yang benar. dan seluruh agama. Dengan pengertian menurut Ahli Sunnah wal Jama·ah di atas.Jika keputusan pikiran yang mantap itu benar. pokok-pokok hukum yang qath·iy (pasti). serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih (ijma·). nubuwwat (kenabian). orang-orang yang suka mengikuti hawa nafsu.3 Topik-Topik Ilmu Aqidah. Dan jika salah. dan masalah-masalah aqidah yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih. Istilah ´aqidahµ juga digunakan untuk menyebut kepercayaan yang mantap dan keputusan tegas yang tidak bisa dihinggapi kebimbangan. seperti keyakinan umat Nashrani bahwa Allah adalah salah satu dari tiga oknum tuhan (trinitas). perintah. serta sikap terhadap mereka. takdir. serta ketundukan kepada Rasulullah V dengan cara mematuhinya. qadar yang baik dan yang buruk. tanpa melihat benar atau tidaknya.4 Nama-Nama Ilmu Aqidah Pertama: Nama-Nama Ilmu Aqidah Menurut Ahli Sunnah wal Jama·ah5 . Yaitu apa-apa yang dipercayai oleh seseorang. Dan termasuk di dalamnya adalah penolakan terhadap orang-orang kafir. Yaitu. para Malaikat-Nya. kepercayaan yang mantap kepada Allah. dan kepasrahan total kepada Allah Ta·ala dalam hal keputusan hukum. Islam. takdir.2 Aqidah Islam. ataupun madzhab yang merusak. perkara-perkara ghaib. maka itulah yang disebut aqidah yang batil. serta hal-hal yang wajib dilakukan terhadap para sahabat dan ummul mukminin (istriistri Rasulullah V). aliran yang sesat. wala· (loyalitas) dan bara· (berlepas diri).

Aqidah Ahli Sunnah wal Jama¶ah. . Tauhid. Aqidah As-Salaf Ashab Al-Hadits karya Ash-Shobuni (wafat:449 H) 3. Kata As-Sunnah di dalam bahasa Arab berarti cara dan jalan hidup. Al-I·tiqad karya Al-Baihaqi (wafat:458 H). Syarh Ushul I·tiqad Ahli Sunnah wal Jama·ah karya Al-Lalika·iy (wafat:418 H) 2. At-Tauhid min Shahih Al-Bukhari yang terdapat di dalam Al-Jami· Ash-Shahih karya Imam Bukhari (wafat: 256 H) 2. I·tiqad At-Tauhid karya Abu Abdillah Muhammad Khafif (wafat: 371 H) 3. Juga dikatakan: Ahli Sunnah dan Syi·ah. dan sebagainya. At-Tauhid wa Ma·rifat Asma· Allah wa Shifatihi ¶Ala Al-Ittifaq wa At-Tafarrud karya Ibnu Mandah (wafat: 395 H) 4.Ilmu Aqidah disebut Tauhid karena tauhid adalah pembahasan utamanya. mubah. Sedangkan di dalam pemahaman syara·. I·tiqad. Kata ´tauhidµ adalah bentuk mashdar dari kata wahhada ² yuwahhidu ² tauhiid. Kitab-kitab aqidah yang menyebut nama ini adalah kitab : 1. dan Aqo·id. Maka disebut Aqidah Salaf. Kemudian sebutan itu menjadi syiar (simbol) bagi Ahli Sunnah.Ilmu aqidah menurut Ahli Sunnah wal Jama¶ah memiliki beberapa nama dan sebutan yang menunjukkan pengertian yang sama. dan sifat. Alasan penyebutan Ilmu Aqidah dengan Sunnah adalah karena para penganutnya mengikuti Sunnah Nabi V dan sahabat-sahabatnya. Kitab-kitab yang menyebutkan nama ini adalah : 1. Jadi ´tauhidµ menurut bahasa adalah memutuskan bahwa sesuatu itu satu. dan Aqidah Ahli Hadis. Sehingga dikatakan bahwa Sunnah adalah antonim (lawan kata) bid·ah. At-Tauhid karya Ibnu Khuzaimah. Ia dipakai untuk menyebut Hadis. At-Tauhid karya Imam Muhammad bin Abdul Wahhab (wafat: 1206 H).6 Sunnah. uluhiyah. ´tauhidµ berarti meng-Esa-kan Allah dan menunggalkan-Nya sebagai satu-satunya Dzat pemilik rububiyah. asma·. istilah As-Sunnah dipakai untuk menyebut beberapa pengertian menurut masing-masing penggunaannya. sebagai bentuk generalisasi. Menurut istilah. Antara lain: Aqidah. 5. Artinya: menjadikan sesuatu menjadi satu.

rincian ibadah. 5. sedangkan minhaj adalah jalan. Terkadang juga digunakan untuk menyebut pokok-pokok keyakinan. ketaatan. dan muamalah. dan kebajikan yang ditetapkan oleh Allah bagi seluruh Rasul-Nya. ³Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa-apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. Sehingga mereka menyebut pokok-pokok keyakinan mereka dengan istilah ³syari¶ah´. baik yang bersifat ilmiah (kognitif) maupun amaliyah (aplikatif). Dan yang paling besar adalah masalah-masalah aqidah dan keimanan.µ (QS.Demikianlah. Di antaranya: 1. yang tidak ada perbedaan antara Nabi yang satu dengan Nabi lainnya. AsySyuura:13) 1. Allah Ta·ala berfirman. Al-Maidah:48) Di dalam tafsir ayat ini dikatakan: Syir·ah adalah agama.µ (QS. 3. Syari·ah dan Syir·ah adalah agama yang ditetapkan dan diperintahkan oleh Allah. Banyak ulama menulis kitab-kitab tentang Ilmu Aqidah dengan judul ³Kitab As-Sunnah´. sedangkan syariatnya bermacam-macam.7 Jadi ´syari·ahµ adalah sunnah-sunnah petunjuk yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya V. Digunakan untuk menyebut hukum-hukum yang diberikan oleh Allah kepada masing-masing Nabi agar diberlakukan secara khusus bagi masing-masing umatnya yang berbeda dengan dakwah Nabi lain. Sebagaimana dalam firman Allah Ta·ala. meliputi minhaj. Kata syari·ah adalah turunan (musytaq) dari kata syir·ah yang berarti pantai (tepi laut). Dan secara khusus digunakan untuk menyebut aqidah-aqidah yang diyakini oleh Ahli Sunnah sebagai bagian dari iman. dikatakan bahwa semua agama itu asalnya adalah satu. 8. Musa dan Isa.digunakan untuk menyebut sejumlah makna: 1. 2. 2. shalat. dan zakat. Kitab As-Sunnah karya Imam Ahmad bin Hambal (wafat:241 H) As-Sunnah karya Al-Atsram (wafat:273 H) As-Sunnah karya Abu Daud (wafat:275 H) As-Sunnah karya Abu Ashim (wafat:287 H) As-Sunnah karya Abdullah bin Ahmad bin Hambal (wafat:290 H) As-Sunnah karya Al-Khallal (wafat:311 H) As-Sunnah karya Al-Assal (wafat:349 H) Syarh As-Sunnah karya Ibnu Abi Zamnin (wafat:399 H) Syari·ah. ´Untuk tiap-tiap umat di antara kamu Kami berikan syir·ah dan minhaj. Kata ³syari¶ah´ ±seperti halnya kata ³sunnah´. haji. . Digunakan untuk menyebut apa yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi-Nya. 6. Oleh sebab itu. Iman. 4. 3. 7. seperti puasa.

lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran daripadanya.8 Kitab-kitab aqidah yang ditulis dengan judul ³iman´ adalah : 1. (surah al-Nahl: 64) Juga firman-Nya: Maksudnya: (Ini adalah) kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap-gelita kepada cahaya terang benderang dengan izin Rabb mereka. dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keaadaan buta. Allah berfirman: .w. (Tafsir Ibnu Kathir . Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku. Sunnah Rasul-Nya s. Al-Iman karya Ibnu Mandah. menuju jalan Rabb yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Al-Maidah:5) Kata ´imanµ di sini berarti tauhid. nescaya tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Ini kerana Allah s. (surah Ibrahim: 1) Nabi s. Hadis riwayat Ahmad. Ketahuilah bahwa sumber aqidah Islam ialah kitab Allah. Al-Iman karya Abu Ubaid Al-Qasim bin Salam 2.w. Ini merupakan perkara yang pasti di dalam agama Islam. (iaitu alSunnah).Istilah ´imanµ digunakan untuk menyebut Ilmu Aqidah dan meliputi seluruh masalah I·tiqadiyah. Al-Kitab dan al-Sunnah cukup sebagai pegangan sehingga tidak memerlukan kepada selainnya.t. Imam Ibnu Kathir berkata dalam menafsirkan ayat ini: Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu) iaitu ikutilah peninggalan-peninggalan Nabi yang ummi yang datang kepada kamu membawa kitab (al-Quran) yang telah diturunkan kepada kamu dari Penguasa dan Pemilik segala sesuatu. (surah al-A raf:3).µ (QS. 3. (surah al-Baqarah: 38) Juga firman-Nya: Maksudnya: Dan kami tidak menurunkan kepadamu al-Kitab (al-Quran) ini melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. Allah Ta·ala berfirman. sehingga kamu menyimpang dari hukum Allah kepada hukum selainnya . bersabda: Ketahuilah aku telah diberikan al-Kitab (al-Quran) dan bersamanya yang sepertinya. hadis sahih. (Dan janganlah kamu mengikuti pemimpin selain-Nya) iaitu janganlah kamu keluar dari apa yang dibawa oleh rasul kepadamu menuju selainnya.a. maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku. (surah Thaha: 123-124) Allah juga berfirman: Maksudnya: Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu. 4/131-132. maka terhapuslah (pahala) amalnya.a. yang sahih dan Ijma al-Salaf al-Soleh. telah menjamin sesiapa sahaja yang berpegang kepada keduanya tidak akan sesat di dunia dan tidak akan binasa di akhirat. maka baginya kehidupan yang sempit. Allah berfirman: Maksudnya: Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya.w. (yaitu) 4. ´Barangsiapa yang kafir terhadap iman. Maksudnya: Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku. Kita wajib mengambil segala perkara berkaitan aqidah dari al-Quran dan al-Sunnah.

12-13. sepertimana keadaan puak-puak sufi dan tarikat. Disahihkan oleh Syeikh Salim al-Hilali dalam Ta zim wal Minnah fil Intisharis Sunnah. bersabda: . Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya: Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Ibnu Taimiyyah berkata: Adapun Ahli Bid ah maka mereka ialah ahli ahwa dan ahli syubhat.w. Sebagian yang lain pula menjadikan hadis-hadis lemah dan palsu sebagai sumber agama termasuk aqidah. Setiap kelompok dari ahli bid ah telah membuat sendiri kaedah agama untuk dirinya sendiri. sepertimana Rafidhah (Syiah) dan firqah-firqah Batiniyyah. Dan kemungkinan dengan apa yang dia anggap sebagai hadis atau sunnah padahal ianya . sehingga tidak boleh dijadikan sumber aqidah. Sebahagian orang menjadikan akal dan logik sebagai sumber aqidah dan hukum.a.) Oleh kerana umat Islam umat yang adil seperti firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 143. (Hadis sahih lighairihi. 11941). Nabi s. mimpi. sepertimana Muktazilah dan semacamnya. al-Hakim. Sebahagian orang menjadikan perkataan imam-imam atau tokoh-tokoh yang dianggap maksum sebagai sumber aqidah. hlm. Padahal semua perkara tersebut tidak ada jaminan kebenarannya. Ibnu Abbas berkata: Tidak ada seorangpun perkataanya diambil dan ditolak kecuali Nabi . Umar. Penyimpangan Setelah mengetahui penjelasan di atas kita dapati ramai di antara umat Islam yang terjerumus ke dalam kesalahan-kesalahan yang tidak diizinkan oleh Agama. Namun jika akal Abu Bakar. maka kesepakatan mereka adalah hak (kebenaran) sehingga Ijma mereka merupakan hujah. al-Baihaqi. Maknanya perkataan nabi semuanya wajib diterima. Abu Lahab atau Abu Jahal maka sangatlah wajar mereka menolak wahyu kerana mereka mendustakan Allah dan Rasul-Nya. dia namakan sebagai perkara-perkara yang ditetapkan akal. Sebahagian lain menjadikan perasaan. sehingga perkataan sesiapapun kecuali rasulullahdapat diterima atau ditolak dilihat dari segi kebenarannya.a. Fir aun.surah al-A raf: 3) Nabi s. Padahal wahyu merupakan kebenaran mutlak. bersabda: : Aku telah tinggalkan untuk kamu dua perkara. Kemungkinan dengan akal fikirannya dan perbandingan secara logik. kerana kesepakatan mereka merupakan kebenaran sehingga wajib diikuti. Sebahagiannya menyebut diri mereka Rationalist. Usman dan Ali pastilah akal mereka ini menerima wahyu tanpa keraguan. Mereka meletakkan akal manusia yang terbatas berada di atas wahyu Allah sehingga mereka meninggalkan wahyu dengan alasan logik dan akal.a.w. seperti Iblis. Kemungkinan dengan perasaannya dan hawa nafsunya yang dia namakan perkara-perkara yang ditetapkan perasaan. Padahal tidak ada peribadi yang maksum dikalangan umat ini setelah Nabi Muhammad s. Kemudian akal siapakah yang dipakai sebagai ukuran untuk menolak wahyu? Kalau akal orang-orang kafir.) Adapun Ijma al-Salaf al-Soleh juga merupakan hujah. Padahal telah datang petunjuk kepada mereka dari Rabb mereka. Ibn Hazm. riwayat Malik. hikayat dan kasyaf sebagai (boleh melihat perkara ghaib) sebagai sumber aqidah. no 2167 dan lafaz ini dari Abu Daud no 4253. (Hadis riwayat Tabrani dalam al-Mu jam al-Kabir no. Ibnu Nasr. Dan kemungkinan dengan apa yang dia tafsirkan dari al-Quran dan dia merubah-rubah kalimat-kalimat al-Quran dari tempat-tempatnya dalam masa yang sama dia mendakwa dia semata-mata mengikuti al-Quran sebagaimana Khawarij.w. Sesungguhnya Allah tidak akan menghimpunkan umatku (atau beliau bersabda umat Muhammad) di atas kesesatan. Mereka mengikuti persangkaan dan apa-apa yang disukai hawa nafsu. (Hadis riwayat Tirmizi.

Tetapi dasar sebenarnya akal fikirannya seperti Jahmiyyah dan Muktazilah dalam masalah sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Allah. Dia menjadikan al-Quran hanya sebagai hujah bukan pegangan. Sebagaimana yang disangka oleh kelompok Rafidhah (Syiah).129) Kesimpulannya inilah sumber-sumber aqidah Islam iaitu al-Quran. Kebanyakan mereka yang mereka-reka agama dengan fikiran atau perasaannya dia berhujah dengan alQuran mengikut kehendak nafsunya. (dipetik dari majalah as-Sunnah). perasaan. . (al-Nubuwwat hlm. Semoga Allah selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran. Adapun keadaan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran menjadikan akal fikiran. mimpi serta hadis-hadis yang lemah dan palsu sebagai sumber aqidah mereka.palsu dan lemah. Kesemuanya adalah batil. sunnah serta Ijmak alSalaf al-Soleh. hawa nafsu.

sahabat. [1] Sumber pengambilan bersih dan akurat. anak kecil maupun dewasa. Ia ialah aqidah yg berdasar kpd Al-Qur·an dan As-Sunnah. bisa dipahami oleh orang alim maupun awam. sehingga Allah memuji mereka : µ Kitab (Al-Qur·an) ini tdk ada keraguan pada . peruntukan maupun keyakinan. seterang matahari di siang bolong. Adapun ciri-ciri itu dpt dijelaskan sebagai berikut. Sebab aqidah ini ialah iman kpd sesuatu yg ghaib.CIRI-CIRI AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA·AH Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah memiliki ciri-ciri khusus. Semua lafazh-lafazh dan makna jelas. Karena itu. [Al-Baqarah : 2-3]. Sedangkan dalil-dalil Al-Qur·an dan As-Sunnah laksana makanan yg bermanfaat . Dan memang -Alhamdulillah. yg jauh dari keruh hawa nafsu dan syubhat. Maka beriman kpd yg ghaib dan menyerah sepenuh kpd Allah ialah sesuatu yg niscaya. Hal itu krn akal tdk mampu mengetahui hal yg ghaib. krn akal itu lemah dan terbatas. baik dalam ucapan. beriman kpd yg ghaib mrpk sifat orang-orang mukmin yg paling agung. bebas dari syahwat dan syubhat. Ini tentu berbeda dgn aqidah-aqidah bid·ah lainnya. petunjuk bagi orang yg bertakwa. [3] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah aqidah yg sejalan dgn fithrah dan logika yg benar. Ciri ini banyak diakui oleh para penentangnya. [2] Ia ialah aqidah yg berlandaskan penyerahan total kpd Allah dan Rasul-Nya. penglihatan dan kekuatan manusia itu terbatas. [5] Ia ialah aqidah yg mudah dan terang.tdk ada suatu prinsip pun dari aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah yg tdk memiliki dasar Al-Qur·an dan As-Sunnah atau dari Salafus Shalih. masih samar-samar maupun yg sulit. demikian pula dgn akalnya. Tidak ada yg rancu. juga tdk dpt berdiri sendiri dalam memahami syari·at. Sebagaimana pendengaran. [4] Sanad bersambung kpd Rasulullah Shallallahu ¶alaihi wa sallam. tabi·in dan para imam. (yaitu) mereka yg beriman kpd yg ghaibµ. Hal ini krn aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah berdasarkan Kitab dan Sunnah serta Ijma· para Salafush Shalih.

surga dan neraka. sebagian membenarkan sebagian yg lain. keadaan dan umat. Tak akan terjadi penyimpangan. yg tdk akan membahayakan mereka orang yg merendahkan mereka sampai datang keputusan Allah. haudh (telaga). Hal itu krn ia ialah aqidah yg benar. ia ialah bersumber kpd wahyu yg tak mungkin datang kpd kebatilan. [6] Selamat dari kekacauan. krn Allah-lah yg menjamin penjagaan dan kekalannya. Maka barangsiapa mengambil aqidah tersebut. tetapi tdk menganggap mustahil. Seperti seluruh masalah ghaib. kontradiksi dan kerancuan.bagi segenap manusia. [9] Ia ialah aqidah yg stabil. serta kaifiyah (penggambaran) sifat-sifat Allah. penambahan. tetap dan kekal. [Al-Hijr : 9] [10] Ia ialah sebab ada pertolongan. Dan kebenaran tdk mungkin kacau. niscaya Allah akan menghinakannya. tempat. adzab dan nikmat kubur. Ia ialah akidah yg kekal hingga hari kiamat. anak-anak. Betapa tdk. [Hadits Riwayat Muslim 3/1524]. niscaya Allah akan memuliakan dan barangsiapa meninggalkannya. rancu dan mengandung kontradiksi. lengkap dan sesuai dgn setiap zaman. Sebaliknya. Nashrani. Majusi maupun yg lainnya. Hal itu telah diketahui . Maka orang yg berpegang teguh kpd akan menang. atau tdk mampu dipahami. Bahkan seperti air yg bermanfaat bagi bayi yg menyusu. Sebalik ia menyerah. Ia akan dijaga oleh Allah sepanjang generasi. orang kuat maupun lemah. Ia tdk menyerahkan penjagaan itu kpd seorangpun dari mahluk-Nya. baik dari Yahudi. kemenangan dan keteguhan. dan mereka dalam keadaan demikianµ. Alah berfirman : ´Sesungguh Kamilah yg menurunkan Al-Qur·an dan Kamilah yg akan menjaganyaµ. Dalam aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ada hal-hal yg di luar jangkauan akal. pengurangan atau penggantian. dari manapun datangnya. Allah berfirman : ´Kalau sekira Al-Qur·an itu bukan dari sisi Allah. patuh dan tunduk kpdnya. Ia tetap teguh menghadapi berbagai benturan yg terus menerus dilancarkan musuh-musuh Islam. yg tdk mungkin berdasarkan hawa nafsu. Hal itu sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ¶alaihi wa sallam : ´Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yg membela kebenaran. [8] Ia ialah aqidah yg universal. Bahkan kehidupan ini tdk akan lurus kecuali dgnnya. Betapa tdk. tentulah mereka mendptkan pertentangan yg banyak di dalamnyaµ [An-Nisaa : 82] [7] Mungkin di dalam terdpt sesuatu yg mengandung perdebatan. tetapi tdk mungkin mengandung sesuatu yg mustahil. shirath. Akal manusia tdk mampu memahami atau mencapai berbagai persoalan di atas. Sebab semua datang dari wahyu. berhasil dan ditolong.

baik sebagai pribadi maupun jama·ah. Hakim dan Pemuntuk Syari·at. kecintaan dan kebencian kpd orang lain. Ia akan tahu kpd siapa hrs membenci. Sebaliknya. niscaya akan selamat. Karena itu para pengikut selamat dari mengikuti hawa nafsu. Barangsiapa memegang teguh aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah. Ia menghasilkan berbagai pengetahuan yg bermanfaat dan akhlak yg tinggi. jalan mereka lurus dan tujuan-tujuan jelas. Sebalik barangsiapa meninggalkannya. [16] Ia akan memberikan ketenangan jiwa dan pikiran kpd pengikutnya. terjadilah apa yg terjadi. meluaskan kemasyhura serta keutamaan akan tersebar. niscaya Allah akan meninggikan derajatnya. Maka barangsiapa berpegang teguh dgnnya. mengamalkan segala konsekwensinya.oleh setiap orang yg membaca sejarah. sebagaimana yg menimpa Andalusia (Spanyol) dan yg lain. ketika umat Islam menjauhi agamanya. mengacau dan sikap sia-sia. [13] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah aqidah kasih sayg dan persatuan. dan mengetahui pula hak serta kewajibannya. sehingga tdk akan keliru selamanya. tdk akan ada kekacauan dalam pikirannya. mereka akan berpecah belah dan saling berselisih pendpt jika menjauh darinya. prinsip mereka jelas. [15] Ia menjaga para pengikut dari bertindak tanpa petunjuk. [12] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah kapal keselamatan. serta mendakwahkan kpd manusia. semakin mendalami ilmu tentangnya. Dengan demikian ia akan selamat dari perpecahan. Hal itu krn akidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah akidah terbaik yg sesuai dgn segenap hati dan sebaik-baik yg diketahui akal. tdklah umat Islam itu bersatu dalam kalimat yg sama di berbagai masa dan tempat kecuali krn mereka berpegang teguh dgn aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah. ia memberikan ukuran yg jelas. niscaya tenggelam dan binasa. dan pikiran akan jernih dgn mengetahui-Nya. Para pengikut ialah orang-orang istimewa. . dada akan lapang atas ketentuan-ketentuan hukum-Nya. selamat dari bertindak tanpa petunjuk dalam soal wala· wal bara· (setia dan berlepas diri dari orang lain). bercerai berai dan kesia-siaan. Pencipta. tetap dan tdk berubah. Ia akan rela Allah sebagai Tuhan. Sebaliknya. Sehingga. [14] Aqidah Ahlus Suannah wal Jama·ah ialah aqidah istimewa. Manhaj mereka satu. Maka hati akan merasa aman dgn takdir-Nya. Karena. Jiwa tdk akan gelisah. [11] Ia mengangkat derajat para pengikutnya. Sebab akidah ini menghubungkan antara orang mukmin dgn Tuhannya.

Islam justru tdk rela jika seorang muslim memadamkan cahaya akalnya. krn itu mereka mengagungkan dan berpegang teguh pada keduanya. [22] Aqidah ini menghimpun semua kebutuhan ruh. peran akal tetaplah terbatas. tetapi .[17] Tujuan dan amal pengikut aqidah ini mejadi selamat. Mereka senantiasa diancam dgn berbagai siksaan di setiap saat. Meskipun begitu. Yakni selamat dari penyimpangan dalam beribadah. [24] Mengakui perasaan manusia dan membimbing pada jalan yg benar. [Al-An·am : 82]. Aqidah ini memerintahkan pengikut melakukan setiap kebaikan dan mencegah mereka melakukan setiap kejahatan. kebaikan dan kebahagiaan dunia-akhirat. petunjuk dan rahmat. ia akan kehilangan keamanan. Ia memerintahkan keadilan dan berlaku lurus serta mencegah mereka dari kezhaliman dan penyimpangan. barangsiapa kehilangan iman. Sebab ia mengetahui bahwa Al-Qur·an dan As-Sunnah ialah haq.menjadi sebab keamanan. orang-orang musyrik dan pelaku maksiat ialah orang-orang yg selalu ketakutan. akhlak dan mua·malah. [18] Ia akan mempengaruhi prilaku. tdk kaku dan beku. Ia tdk akan menyembah selain Allah dan akan mengharapkan kpd selain-Nya. hati dan jasmani. Maka. Di bawah naungan aqidah ini akan terwujud keamanan dan hidup mulia. baik di dunia maupun di akhirat. [21] Ia menjamin kehidupan yg mulia bagi pengikutnya. tetapi membatasi perannya. Jadi. [19] Ia mendorong setiap pengikut bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam segala sesuatu. mereka itulah orang-orang yg mendpt keamanan dan mereka itulah orang-orang yg mendpt petunjukµ. Jadi orang-orang yg bertakwa dan beriman ialah mereka yg memiliki kemanan yg sempurna dan petunjuk yg sempurna pula. Allah berfirman : ´Orang-orang yg beriman dan tdk mencampuradukkan iman mereka dgn kezhaliman (syirik). Perasaan ialah sesuatu yg alami pada diri manusia dan tak seorangpun manusia yg tdk memilikinya. ia mengaku ada perasaan manusia serta menghormatinya. [23] Mengakui akal. Keamanan ialah sesuatu yg mengiringi iman. Sebaliknya. dan tdk kpd yg lain. [20] Ia membangkitkan jiwa mukmin agar mengagungkan Al-Qur·an dan As-Sunnah. Dan hal itu -dgn tdk diragukan lagi. Aqidah ini ialah aqidah yg dinamis. lalu ha bertaklid buta dalam persoalan aqidah dan lainnya. Ia ialah aqidah yg menghormati akal yg lurus dan tdk mengingkari perannya. Sebab ia tegak atas dasar iman kpd Allah dan kewajiban beribadah kpd-Nya.

mengajari ilmu setelah kebodohan. Sebalik ia meluruskan dan membimbing sehingga menjadi sarana perbaikan dan pembangunan. mencukupkan setelah kemiskinan. 139/Jum·at I/R. IV/No. ekonomi. baik sosial. Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd. [25] Ia menjamin untuk memberi jalan keluar setiap persoalan. Allah telah menyatukan hati umat Islam yg berpecah belah. hawa nafsu yg bercerai berai.Awal 1419H] Sumber : http://almanhaj. memberi penglihatan setelah buta. pendidikan atau persoalan lainnya.bukan berarti ia mengumbarnya.php?action=more&article_id=884&bagian=0 . memberi makan dari kelaparan dan memberi mereka keamanan dari ketakutan. Dengan aqidah ini. Buletin AN NUR Thn.id/index. [Tasharrufan (saduran) dari Mukhtasar Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama·ah.or. politik. tdk sebagai alat perusak dan penghancur.

1.s adalah jelas. ada Tuhan yang berkuasa menciptakannya daripada tiada. (berbeza dengan syariat).Asas Akidah 1. Di sebalik alam ini. Akidah Islam ± satu kepercayaan yang tetap dan tidak berubah sampai bila-bila masa. Kepercayaan ini bermaksud bahawa agama Kristian mempercayai Tuhan terdiri daripada tiga oknum ± Tuhan Bapa ( God the Father). Tuhan Anak (God the Son) dan Tuhan Roh alQudus (God The Holy Spirit) ~ kesatuan tiga personaliti yang saling melengkapi di dalam satu zat iaitu zat Tuhan. Dalam prinsip akidah Islam ± tidak ada suatu ajaran yang sukar difahami. tidak mempunyai anak dan isteri serta tiada sekutu bagiNya.s. Tuhan ini tiada yang setara denganNya. Akidah yang jelas dan terang Akidah Islam yang dibawa oleh para Rasul a. . misalnya ± triniti ± konsep penigaan Tuhan. tidak berubah dengan berlakunya apa-apa perubahan di alam ini dan bergantian para Rasul a.Ciri-Ciri Akidah Islam (1) . mudah difahami dan tidak menimbulkan kesulitan untuk memahaminya.

w. Holy Spirit ± pembimbing Jesus dan pembersih jiwa manusia melalui kepercayaan tentang kesucian pensaliban tersebut. .t sebagai Tuhan yang berhak disembah dan Nabi Muhammad s.a.a.w adalah Rasulullah secara jelas dan terang meletakkan penyaksian.Jesus (Tuhan Anak) ± penebus dosa warisan melalui pensaliban dirnya.t dan Nabi Muhammad s. Akidah Islam menyediakan dua rujukan utama : AlQuran dan Al-Sunnah. ikrar dan pengiktirafan dengan lisan dan hati ± kedudukan Allah s. Dua penyaksian ini diletakkan dalam satu rukun kerana ia saling berkait. (Subhanallah). (Al-Maidah:72-73) Penyaksian bahawa tiada Tuhan melainkan Allah s.w sebagai nabi yang wajib diikuti. Tuhan Bapa ± mencipta kedua-duanya sebagai tanda kasih Tuhan kepada makhlukNya. Setiap amalan tidak akan diterima kecuali ikhlas kerana Allah dan selaras dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad s.w.w.a.

a. Modul I.Dalam akidah Islam ± alam terbahagi kepada dua : alam nyata yang boleh difikirkan oleh akal dan ditanggapi oleh pancaindera dan alam ghaib yang berada di luar pengetahuan manusia dan hanya boleh diketahui melalui saluran wahyu. (reason why we need Nabi s.a. Usuluddin.w. 2010 .t) Sumber : Asas Akidah I. Al-Hasyr:22. he received direct guidance from Allah s.w.w ± we Muslim don¶t simply make assumptions we follow our Prophet s.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->