Aqidah Islam.

Yaitu, kepercayaan yang mantap kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab suciNya, para Rasul-Nya, hari Akhir, qadar yang baik dan yang buruk, serta seluruh muatan Al-Qur·an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah berupa pokok-pokok agama, perintah-perintah dan berita-beritanya, serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih (ijma·), dan kepasrahan total kepada Allah Ta·ala dalam hal keputusan hukum, perintah, takdir, maupun syara·, serta ketundukan kepada Rasulullah V dengan cara mematuhinya, menerima keputusan hukumnya dan mengikutinya.3

AQIDAH ISLAMIYAH DAN KEISTIMEWAANNYA
November 13, 2006 oleh abu salma

AQIDAH ISLAMIYAH DAN KEISTIMEWAANNYA

Oleh : Fadhilatus Syaikh Muhammad Ibrahim al-Hamd

Definisi Aqidah Menurut Bahasa

Kata ´aqidahµ diambil dari kata al-¶aqdu, yakni ikatan dan tarikan yang kuat. Ia juga berarti pemantapan, penetapan, kait-mengait, tempel-menempel, dan penguatan. Perjanjian dan penegasan sumpah juga disebut ¶aqdu. Jual-beli pun disebut ¶aqdu, karena ada keterikatan antara penjual dan pembeli dengan ¶aqdu (transaksi) yang mengikat. Termasuk juga sebutan ¶aqdu untuk kedua ujung baju, karena keduanya saling terikat. Juga termasuk sebutan ¶aqdu untuk ikatan kain sarung, karena diikat dengan mantap.1

Definisi Aqidah Menurut Istilah Umum

Istilah ´aqidahµ di dalam istilah umum dipakai untuk menyebut keputusan pikiran yang mantap, benar maupun salah.

Yaitu apa-apa yang dipercayai oleh seseorang. takdir. maka ´aqidahµ adalah sebutan bagi sebuah disiplin ilmu yang dipelajari dan meliputi aspek-aspek tauhid. menerima keputusan hukumnya dan mengikutinya. Dan jika salah. Islam. berita (kisahkisah). iman. Yaitu. Istilah ´aqidahµ juga digunakan untuk menyebut kepercayaan yang mantap dan keputusan tegas yang tidak bisa dihinggapi kebimbangan. maka itulah yang disebut aqidah yang benar. dan pokok-pokok bahasan aqidah lainnya. kitab-kitab suciNya. orang-orang yang suka mengikuti hawa nafsu. kepercayaan yang mantap kepada Allah. serta sikap terhadap mereka. golongan. serta hal-hal yang wajib dilakukan terhadap para sahabat dan ummul mukminin (istriistri Rasulullah V). hari Akhir. qadar yang baik dan yang buruk. nubuwwat (kenabian). pokok-pokok hukum yang qath·iy (pasti). perintah. Dan termasuk di dalamnya adalah penolakan terhadap orang-orang kafir.Jika keputusan pikiran yang mantap itu benar.3 Topik-Topik Ilmu Aqidah. para Malaikat-Nya. para Rasul-Nya.2 Aqidah Islam. seperti keyakinan umat Islam tentang ke-Esa-an Allah. tanpa melihat benar atau tidaknya. serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih (ijma·). aliran yang sesat. ataupun madzhab yang merusak. seperti keyakinan umat Nashrani bahwa Allah adalah salah satu dari tiga oknum tuhan (trinitas). maka itulah yang disebut aqidah yang batil. serta seluruh muatan Al-Qur·an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah berupa pokok-pokok agama. maupun syara·. dan seluruh agama. dan dijadikannya sebagai madzhab atau agama yang dianutnya. para Ahli bid·ah. Dengan pengertian menurut Ahli Sunnah wal Jama·ah di atas. diikat kuat oleh sanubarinya. takdir. serta ketundukan kepada Rasulullah V dengan cara mematuhinya. perkara-perkara ghaib. wala· (loyalitas) dan bara· (berlepas diri). dan kepasrahan total kepada Allah Ta·ala dalam hal keputusan hukum. perintah-perintah dan berita-beritanya.4 Nama-Nama Ilmu Aqidah Pertama: Nama-Nama Ilmu Aqidah Menurut Ahli Sunnah wal Jama·ah5 . dan masalah-masalah aqidah yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih.

uluhiyah. . Aqidah As-Salaf Ashab Al-Hadits karya Ash-Shobuni (wafat:449 H) 3. Kata ´tauhidµ adalah bentuk mashdar dari kata wahhada ² yuwahhidu ² tauhiid. At-Tauhid min Shahih Al-Bukhari yang terdapat di dalam Al-Jami· Ash-Shahih karya Imam Bukhari (wafat: 256 H) 2. asma·. Tauhid. At-Tauhid wa Ma·rifat Asma· Allah wa Shifatihi ¶Ala Al-Ittifaq wa At-Tafarrud karya Ibnu Mandah (wafat: 395 H) 4. Maka disebut Aqidah Salaf. Sehingga dikatakan bahwa Sunnah adalah antonim (lawan kata) bid·ah. Alasan penyebutan Ilmu Aqidah dengan Sunnah adalah karena para penganutnya mengikuti Sunnah Nabi V dan sahabat-sahabatnya. dan sifat. I·tiqad At-Tauhid karya Abu Abdillah Muhammad Khafif (wafat: 371 H) 3. Kitab-kitab yang menyebutkan nama ini adalah : 1. sebagai bentuk generalisasi. Kemudian sebutan itu menjadi syiar (simbol) bagi Ahli Sunnah. I·tiqad.Ilmu aqidah menurut Ahli Sunnah wal Jama¶ah memiliki beberapa nama dan sebutan yang menunjukkan pengertian yang sama. 5. Al-I·tiqad karya Al-Baihaqi (wafat:458 H). Ia dipakai untuk menyebut Hadis. dan Aqidah Ahli Hadis. istilah As-Sunnah dipakai untuk menyebut beberapa pengertian menurut masing-masing penggunaannya. Juga dikatakan: Ahli Sunnah dan Syi·ah. dan Aqo·id. Antara lain: Aqidah. ´tauhidµ berarti meng-Esa-kan Allah dan menunggalkan-Nya sebagai satu-satunya Dzat pemilik rububiyah.Ilmu Aqidah disebut Tauhid karena tauhid adalah pembahasan utamanya. At-Tauhid karya Imam Muhammad bin Abdul Wahhab (wafat: 1206 H). Aqidah Ahli Sunnah wal Jama¶ah. Jadi ´tauhidµ menurut bahasa adalah memutuskan bahwa sesuatu itu satu. At-Tauhid karya Ibnu Khuzaimah. mubah. dan sebagainya.6 Sunnah. Menurut istilah. Syarh Ushul I·tiqad Ahli Sunnah wal Jama·ah karya Al-Lalika·iy (wafat:418 H) 2. Sedangkan di dalam pemahaman syara·. Kata As-Sunnah di dalam bahasa Arab berarti cara dan jalan hidup. Artinya: menjadikan sesuatu menjadi satu. Kitab-kitab aqidah yang menyebut nama ini adalah kitab : 1.

7 Jadi ´syari·ahµ adalah sunnah-sunnah petunjuk yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya V. dan zakat. ketaatan. 5. dikatakan bahwa semua agama itu asalnya adalah satu. 3. haji. yang tidak ada perbedaan antara Nabi yang satu dengan Nabi lainnya.digunakan untuk menyebut sejumlah makna: 1. Terkadang juga digunakan untuk menyebut pokok-pokok keyakinan. ³Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa-apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. Musa dan Isa. baik yang bersifat ilmiah (kognitif) maupun amaliyah (aplikatif). Digunakan untuk menyebut hukum-hukum yang diberikan oleh Allah kepada masing-masing Nabi agar diberlakukan secara khusus bagi masing-masing umatnya yang berbeda dengan dakwah Nabi lain.µ (QS. seperti puasa. Kitab As-Sunnah karya Imam Ahmad bin Hambal (wafat:241 H) As-Sunnah karya Al-Atsram (wafat:273 H) As-Sunnah karya Abu Daud (wafat:275 H) As-Sunnah karya Abu Ashim (wafat:287 H) As-Sunnah karya Abdullah bin Ahmad bin Hambal (wafat:290 H) As-Sunnah karya Al-Khallal (wafat:311 H) As-Sunnah karya Al-Assal (wafat:349 H) Syarh As-Sunnah karya Ibnu Abi Zamnin (wafat:399 H) Syari·ah. rincian ibadah. Digunakan untuk menyebut apa yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi-Nya. Di antaranya: 1. dan kebajikan yang ditetapkan oleh Allah bagi seluruh Rasul-Nya. 6. 4. Kata syari·ah adalah turunan (musytaq) dari kata syir·ah yang berarti pantai (tepi laut). 2. Al-Maidah:48) Di dalam tafsir ayat ini dikatakan: Syir·ah adalah agama. ´Untuk tiap-tiap umat di antara kamu Kami berikan syir·ah dan minhaj. Iman.Demikianlah. Dan yang paling besar adalah masalah-masalah aqidah dan keimanan. Syari·ah dan Syir·ah adalah agama yang ditetapkan dan diperintahkan oleh Allah. . meliputi minhaj. Allah Ta·ala berfirman. dan muamalah. sedangkan minhaj adalah jalan. sedangkan syariatnya bermacam-macam. shalat. Kata ³syari¶ah´ ±seperti halnya kata ³sunnah´. Dan secara khusus digunakan untuk menyebut aqidah-aqidah yang diyakini oleh Ahli Sunnah sebagai bagian dari iman. Sehingga mereka menyebut pokok-pokok keyakinan mereka dengan istilah ³syari¶ah´. Banyak ulama menulis kitab-kitab tentang Ilmu Aqidah dengan judul ³Kitab As-Sunnah´. 2.µ (QS. 7. Oleh sebab itu. Sebagaimana dalam firman Allah Ta·ala. 8. AsySyuura:13) 1. 3.

Ini merupakan perkara yang pasti di dalam agama Islam. Ini kerana Allah s. yang sahih dan Ijma al-Salaf al-Soleh. hadis sahih. bersabda: Ketahuilah aku telah diberikan al-Kitab (al-Quran) dan bersamanya yang sepertinya. Allah berfirman: . sehingga kamu menyimpang dari hukum Allah kepada hukum selainnya .µ (QS. Kita wajib mengambil segala perkara berkaitan aqidah dari al-Quran dan al-Sunnah. (surah al-Nahl: 64) Juga firman-Nya: Maksudnya: (Ini adalah) kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap-gelita kepada cahaya terang benderang dengan izin Rabb mereka. maka baginya kehidupan yang sempit. telah menjamin sesiapa sahaja yang berpegang kepada keduanya tidak akan sesat di dunia dan tidak akan binasa di akhirat. Imam Ibnu Kathir berkata dalam menafsirkan ayat ini: Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu) iaitu ikutilah peninggalan-peninggalan Nabi yang ummi yang datang kepada kamu membawa kitab (al-Quran) yang telah diturunkan kepada kamu dari Penguasa dan Pemilik segala sesuatu. (surah al-A raf:3).Istilah ´imanµ digunakan untuk menyebut Ilmu Aqidah dan meliputi seluruh masalah I·tiqadiyah. Al-Kitab dan al-Sunnah cukup sebagai pegangan sehingga tidak memerlukan kepada selainnya. Allah berfirman: Maksudnya: Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku. 3. (surah Ibrahim: 1) Nabi s. (surah al-Baqarah: 38) Juga firman-Nya: Maksudnya: Dan kami tidak menurunkan kepadamu al-Kitab (al-Quran) ini melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. 4/131-132. Sunnah Rasul-Nya s. Maksudnya: Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku. nescaya tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keaadaan buta. (yaitu) 4.8 Kitab-kitab aqidah yang ditulis dengan judul ³iman´ adalah : 1. Hadis riwayat Ahmad.w.w. Ketahuilah bahwa sumber aqidah Islam ialah kitab Allah. Al-Maidah:5) Kata ´imanµ di sini berarti tauhid. Al-Iman karya Abu Ubaid Al-Qasim bin Salam 2. maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku. Al-Iman karya Ibnu Mandah.t. maka terhapuslah (pahala) amalnya. Allah Ta·ala berfirman. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran daripadanya. ´Barangsiapa yang kafir terhadap iman. (Dan janganlah kamu mengikuti pemimpin selain-Nya) iaitu janganlah kamu keluar dari apa yang dibawa oleh rasul kepadamu menuju selainnya. (Tafsir Ibnu Kathir . (iaitu alSunnah).w. lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka.a. (surah Thaha: 123-124) Allah juga berfirman: Maksudnya: Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu.a. menuju jalan Rabb yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

sepertimana Rafidhah (Syiah) dan firqah-firqah Batiniyyah. Fir aun.) Adapun Ijma al-Salaf al-Soleh juga merupakan hujah.w. Padahal tidak ada peribadi yang maksum dikalangan umat ini setelah Nabi Muhammad s. riwayat Malik. al-Baihaqi. Dan kemungkinan dengan apa yang dia anggap sebagai hadis atau sunnah padahal ianya . Sebahagian lain menjadikan perasaan.12-13. bersabda: .a. Usman dan Ali pastilah akal mereka ini menerima wahyu tanpa keraguan. Penyimpangan Setelah mengetahui penjelasan di atas kita dapati ramai di antara umat Islam yang terjerumus ke dalam kesalahan-kesalahan yang tidak diizinkan oleh Agama. Sebahagian orang menjadikan akal dan logik sebagai sumber aqidah dan hukum.a. sepertimana Muktazilah dan semacamnya. sehingga perkataan sesiapapun kecuali rasulullahdapat diterima atau ditolak dilihat dari segi kebenarannya. Mereka mengikuti persangkaan dan apa-apa yang disukai hawa nafsu. hikayat dan kasyaf sebagai (boleh melihat perkara ghaib) sebagai sumber aqidah. dia namakan sebagai perkara-perkara yang ditetapkan akal. Ibnu Nasr. Kemungkinan dengan akal fikirannya dan perbandingan secara logik. 11941). sepertimana keadaan puak-puak sufi dan tarikat. kerana kesepakatan mereka merupakan kebenaran sehingga wajib diikuti.a.) Oleh kerana umat Islam umat yang adil seperti firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 143.surah al-A raf: 3) Nabi s. Nabi s.w. Disahihkan oleh Syeikh Salim al-Hilali dalam Ta zim wal Minnah fil Intisharis Sunnah. Padahal semua perkara tersebut tidak ada jaminan kebenarannya. al-Hakim. Kemungkinan dengan perasaannya dan hawa nafsunya yang dia namakan perkara-perkara yang ditetapkan perasaan. sehingga tidak boleh dijadikan sumber aqidah. (Hadis riwayat Tirmizi. Setiap kelompok dari ahli bid ah telah membuat sendiri kaedah agama untuk dirinya sendiri. Namun jika akal Abu Bakar. Umar.w. Dan kemungkinan dengan apa yang dia tafsirkan dari al-Quran dan dia merubah-rubah kalimat-kalimat al-Quran dari tempat-tempatnya dalam masa yang sama dia mendakwa dia semata-mata mengikuti al-Quran sebagaimana Khawarij. Maknanya perkataan nabi semuanya wajib diterima. no 2167 dan lafaz ini dari Abu Daud no 4253. (Hadis sahih lighairihi. Sebahagian orang menjadikan perkataan imam-imam atau tokoh-tokoh yang dianggap maksum sebagai sumber aqidah. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya: Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. hlm. Abu Lahab atau Abu Jahal maka sangatlah wajar mereka menolak wahyu kerana mereka mendustakan Allah dan Rasul-Nya. Sebahagiannya menyebut diri mereka Rationalist. mimpi. Kemudian akal siapakah yang dipakai sebagai ukuran untuk menolak wahyu? Kalau akal orang-orang kafir. Padahal telah datang petunjuk kepada mereka dari Rabb mereka. Sebagian yang lain pula menjadikan hadis-hadis lemah dan palsu sebagai sumber agama termasuk aqidah. Sesungguhnya Allah tidak akan menghimpunkan umatku (atau beliau bersabda umat Muhammad) di atas kesesatan. Padahal wahyu merupakan kebenaran mutlak. bersabda: : Aku telah tinggalkan untuk kamu dua perkara. Ibn Hazm. Mereka meletakkan akal manusia yang terbatas berada di atas wahyu Allah sehingga mereka meninggalkan wahyu dengan alasan logik dan akal. (Hadis riwayat Tabrani dalam al-Mu jam al-Kabir no. seperti Iblis. Ibnu Abbas berkata: Tidak ada seorangpun perkataanya diambil dan ditolak kecuali Nabi . Ibnu Taimiyyah berkata: Adapun Ahli Bid ah maka mereka ialah ahli ahwa dan ahli syubhat. maka kesepakatan mereka adalah hak (kebenaran) sehingga Ijma mereka merupakan hujah.

Semoga Allah selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran. sunnah serta Ijmak alSalaf al-Soleh. Kesemuanya adalah batil. (dipetik dari majalah as-Sunnah). . Sebagaimana yang disangka oleh kelompok Rafidhah (Syiah). Adapun keadaan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran menjadikan akal fikiran. (al-Nubuwwat hlm. hawa nafsu. Dia menjadikan al-Quran hanya sebagai hujah bukan pegangan. mimpi serta hadis-hadis yang lemah dan palsu sebagai sumber aqidah mereka. perasaan. Kebanyakan mereka yang mereka-reka agama dengan fikiran atau perasaannya dia berhujah dengan alQuran mengikut kehendak nafsunya.palsu dan lemah. Tetapi dasar sebenarnya akal fikirannya seperti Jahmiyyah dan Muktazilah dalam masalah sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Allah.129) Kesimpulannya inilah sumber-sumber aqidah Islam iaitu al-Quran.

[Al-Baqarah : 2-3]. Tidak ada yg rancu. Maka beriman kpd yg ghaib dan menyerah sepenuh kpd Allah ialah sesuatu yg niscaya. [4] Sanad bersambung kpd Rasulullah Shallallahu ¶alaihi wa sallam. Semua lafazh-lafazh dan makna jelas. [2] Ia ialah aqidah yg berlandaskan penyerahan total kpd Allah dan Rasul-Nya. tabi·in dan para imam. Ciri ini banyak diakui oleh para penentangnya. (yaitu) mereka yg beriman kpd yg ghaibµ.CIRI-CIRI AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA·AH Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah memiliki ciri-ciri khusus. sehingga Allah memuji mereka : µ Kitab (Al-Qur·an) ini tdk ada keraguan pada . Sedangkan dalil-dalil Al-Qur·an dan As-Sunnah laksana makanan yg bermanfaat . Sebagaimana pendengaran. Hal itu krn akal tdk mampu mengetahui hal yg ghaib. anak kecil maupun dewasa. Ini tentu berbeda dgn aqidah-aqidah bid·ah lainnya. beriman kpd yg ghaib mrpk sifat orang-orang mukmin yg paling agung. juga tdk dpt berdiri sendiri dalam memahami syari·at.tdk ada suatu prinsip pun dari aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah yg tdk memiliki dasar Al-Qur·an dan As-Sunnah atau dari Salafus Shalih. [3] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah aqidah yg sejalan dgn fithrah dan logika yg benar. krn akal itu lemah dan terbatas. Hal ini krn aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah berdasarkan Kitab dan Sunnah serta Ijma· para Salafush Shalih. demikian pula dgn akalnya. masih samar-samar maupun yg sulit. peruntukan maupun keyakinan. yg jauh dari keruh hawa nafsu dan syubhat. Sebab aqidah ini ialah iman kpd sesuatu yg ghaib. Ia ialah aqidah yg berdasar kpd Al-Qur·an dan As-Sunnah. seterang matahari di siang bolong. baik dalam ucapan. bebas dari syahwat dan syubhat. [1] Sumber pengambilan bersih dan akurat. Dan memang -Alhamdulillah. petunjuk bagi orang yg bertakwa. [5] Ia ialah aqidah yg mudah dan terang. Adapun ciri-ciri itu dpt dijelaskan sebagai berikut. sahabat. bisa dipahami oleh orang alim maupun awam. Karena itu. penglihatan dan kekuatan manusia itu terbatas.

Hal itu telah diketahui . Tak akan terjadi penyimpangan. krn Allah-lah yg menjamin penjagaan dan kekalannya. Sebalik ia menyerah. kemenangan dan keteguhan. [6] Selamat dari kekacauan. penambahan. kontradiksi dan kerancuan. lengkap dan sesuai dgn setiap zaman. Hal itu sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ¶alaihi wa sallam : ´Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yg membela kebenaran. keadaan dan umat. yg tdk mungkin berdasarkan hawa nafsu. Betapa tdk. Ia tetap teguh menghadapi berbagai benturan yg terus menerus dilancarkan musuh-musuh Islam. Alah berfirman : ´Sesungguh Kamilah yg menurunkan Al-Qur·an dan Kamilah yg akan menjaganyaµ. Maka barangsiapa mengambil aqidah tersebut. dari manapun datangnya. tetap dan kekal. adzab dan nikmat kubur. niscaya Allah akan memuliakan dan barangsiapa meninggalkannya. Hal itu krn ia ialah aqidah yg benar. Ia tdk menyerahkan penjagaan itu kpd seorangpun dari mahluk-Nya. Bahkan seperti air yg bermanfaat bagi bayi yg menyusu. dan mereka dalam keadaan demikianµ. haudh (telaga). [Al-Hijr : 9] [10] Ia ialah sebab ada pertolongan. niscaya Allah akan menghinakannya.bagi segenap manusia. Akal manusia tdk mampu memahami atau mencapai berbagai persoalan di atas. tetapi tdk menganggap mustahil. atau tdk mampu dipahami. sebagian membenarkan sebagian yg lain. orang kuat maupun lemah. shirath. tentulah mereka mendptkan pertentangan yg banyak di dalamnyaµ [An-Nisaa : 82] [7] Mungkin di dalam terdpt sesuatu yg mengandung perdebatan. Bahkan kehidupan ini tdk akan lurus kecuali dgnnya. Nashrani. Dan kebenaran tdk mungkin kacau. Majusi maupun yg lainnya. [9] Ia ialah aqidah yg stabil. Allah berfirman : ´Kalau sekira Al-Qur·an itu bukan dari sisi Allah. yg tdk akan membahayakan mereka orang yg merendahkan mereka sampai datang keputusan Allah. Sebaliknya. Ia akan dijaga oleh Allah sepanjang generasi. pengurangan atau penggantian. tempat. surga dan neraka. Maka orang yg berpegang teguh kpd akan menang. [Hadits Riwayat Muslim 3/1524]. baik dari Yahudi. ia ialah bersumber kpd wahyu yg tak mungkin datang kpd kebatilan. Ia ialah akidah yg kekal hingga hari kiamat. berhasil dan ditolong. [8] Ia ialah aqidah yg universal. Sebab semua datang dari wahyu. Dalam aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ada hal-hal yg di luar jangkauan akal. Seperti seluruh masalah ghaib. tetapi tdk mungkin mengandung sesuatu yg mustahil. Betapa tdk. anak-anak. patuh dan tunduk kpdnya. serta kaifiyah (penggambaran) sifat-sifat Allah. rancu dan mengandung kontradiksi.

niscaya tenggelam dan binasa. [15] Ia menjaga para pengikut dari bertindak tanpa petunjuk. Sebalik barangsiapa meninggalkannya. sehingga tdk akan keliru selamanya. Barangsiapa memegang teguh aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah. dan pikiran akan jernih dgn mengetahui-Nya. meluaskan kemasyhura serta keutamaan akan tersebar. mengacau dan sikap sia-sia. bercerai berai dan kesia-siaan. sebagaimana yg menimpa Andalusia (Spanyol) dan yg lain. dada akan lapang atas ketentuan-ketentuan hukum-Nya. . [16] Ia akan memberikan ketenangan jiwa dan pikiran kpd pengikutnya. Dengan demikian ia akan selamat dari perpecahan. Maka barangsiapa berpegang teguh dgnnya. semakin mendalami ilmu tentangnya. dan mengetahui pula hak serta kewajibannya. jalan mereka lurus dan tujuan-tujuan jelas. kecintaan dan kebencian kpd orang lain. [14] Aqidah Ahlus Suannah wal Jama·ah ialah aqidah istimewa. Karena. [12] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah kapal keselamatan. Jiwa tdk akan gelisah. Karena itu para pengikut selamat dari mengikuti hawa nafsu. Para pengikut ialah orang-orang istimewa. Pencipta. ketika umat Islam menjauhi agamanya. Maka hati akan merasa aman dgn takdir-Nya. Hakim dan Pemuntuk Syari·at. tdk akan ada kekacauan dalam pikirannya. [11] Ia mengangkat derajat para pengikutnya. Sebab akidah ini menghubungkan antara orang mukmin dgn Tuhannya. prinsip mereka jelas. Manhaj mereka satu. serta mendakwahkan kpd manusia. Ia akan tahu kpd siapa hrs membenci. terjadilah apa yg terjadi. mereka akan berpecah belah dan saling berselisih pendpt jika menjauh darinya. tdklah umat Islam itu bersatu dalam kalimat yg sama di berbagai masa dan tempat kecuali krn mereka berpegang teguh dgn aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah. Sebaliknya. baik sebagai pribadi maupun jama·ah. [13] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah aqidah kasih sayg dan persatuan.oleh setiap orang yg membaca sejarah. niscaya akan selamat. niscaya Allah akan meninggikan derajatnya. Hal itu krn akidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah akidah terbaik yg sesuai dgn segenap hati dan sebaik-baik yg diketahui akal. Ia menghasilkan berbagai pengetahuan yg bermanfaat dan akhlak yg tinggi. Sebaliknya. mengamalkan segala konsekwensinya. Ia akan rela Allah sebagai Tuhan. Sehingga. ia memberikan ukuran yg jelas. tetap dan tdk berubah. selamat dari bertindak tanpa petunjuk dalam soal wala· wal bara· (setia dan berlepas diri dari orang lain).

Mereka senantiasa diancam dgn berbagai siksaan di setiap saat. tdk kaku dan beku. Keamanan ialah sesuatu yg mengiringi iman. [22] Aqidah ini menghimpun semua kebutuhan ruh.menjadi sebab keamanan. [18] Ia akan mempengaruhi prilaku. Sebaliknya. dan tdk kpd yg lain. [23] Mengakui akal. [24] Mengakui perasaan manusia dan membimbing pada jalan yg benar. baik di dunia maupun di akhirat. mereka itulah orang-orang yg mendpt keamanan dan mereka itulah orang-orang yg mendpt petunjukµ. Sebab ia mengetahui bahwa Al-Qur·an dan As-Sunnah ialah haq. ia akan kehilangan keamanan. Islam justru tdk rela jika seorang muslim memadamkan cahaya akalnya. Di bawah naungan aqidah ini akan terwujud keamanan dan hidup mulia.[17] Tujuan dan amal pengikut aqidah ini mejadi selamat. [21] Ia menjamin kehidupan yg mulia bagi pengikutnya. Jadi orang-orang yg bertakwa dan beriman ialah mereka yg memiliki kemanan yg sempurna dan petunjuk yg sempurna pula. tetapi . Aqidah ini memerintahkan pengikut melakukan setiap kebaikan dan mencegah mereka melakukan setiap kejahatan. ia mengaku ada perasaan manusia serta menghormatinya. barangsiapa kehilangan iman. hati dan jasmani. Dan hal itu -dgn tdk diragukan lagi. Maka. Allah berfirman : ´Orang-orang yg beriman dan tdk mencampuradukkan iman mereka dgn kezhaliman (syirik). Yakni selamat dari penyimpangan dalam beribadah. Aqidah ini ialah aqidah yg dinamis. kebaikan dan kebahagiaan dunia-akhirat. orang-orang musyrik dan pelaku maksiat ialah orang-orang yg selalu ketakutan. Meskipun begitu. Sebab ia tegak atas dasar iman kpd Allah dan kewajiban beribadah kpd-Nya. Ia memerintahkan keadilan dan berlaku lurus serta mencegah mereka dari kezhaliman dan penyimpangan. Ia ialah aqidah yg menghormati akal yg lurus dan tdk mengingkari perannya. krn itu mereka mengagungkan dan berpegang teguh pada keduanya. Ia tdk akan menyembah selain Allah dan akan mengharapkan kpd selain-Nya. lalu ha bertaklid buta dalam persoalan aqidah dan lainnya. Jadi. [19] Ia mendorong setiap pengikut bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam segala sesuatu. [20] Ia membangkitkan jiwa mukmin agar mengagungkan Al-Qur·an dan As-Sunnah. Perasaan ialah sesuatu yg alami pada diri manusia dan tak seorangpun manusia yg tdk memilikinya. peran akal tetaplah terbatas. [Al-An·am : 82]. akhlak dan mua·malah. petunjuk dan rahmat. tetapi membatasi perannya.

Buletin AN NUR Thn. 139/Jum·at I/R.php?action=more&article_id=884&bagian=0 . [25] Ia menjamin untuk memberi jalan keluar setiap persoalan. politik. ekonomi. Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd. IV/No.id/index. pendidikan atau persoalan lainnya. [Tasharrufan (saduran) dari Mukhtasar Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama·ah.or.bukan berarti ia mengumbarnya. Dengan aqidah ini. tdk sebagai alat perusak dan penghancur. mencukupkan setelah kemiskinan. mengajari ilmu setelah kebodohan. Allah telah menyatukan hati umat Islam yg berpecah belah. memberi penglihatan setelah buta. hawa nafsu yg bercerai berai.Awal 1419H] Sumber : http://almanhaj. Sebalik ia meluruskan dan membimbing sehingga menjadi sarana perbaikan dan pembangunan. memberi makan dari kelaparan dan memberi mereka keamanan dari ketakutan. baik sosial.

Asas Akidah 1. . ada Tuhan yang berkuasa menciptakannya daripada tiada. Dalam prinsip akidah Islam ± tidak ada suatu ajaran yang sukar difahami. Akidah yang jelas dan terang Akidah Islam yang dibawa oleh para Rasul a.Ciri-Ciri Akidah Islam (1) . Kepercayaan ini bermaksud bahawa agama Kristian mempercayai Tuhan terdiri daripada tiga oknum ± Tuhan Bapa ( God the Father).s.s adalah jelas. Tuhan Anak (God the Son) dan Tuhan Roh alQudus (God The Holy Spirit) ~ kesatuan tiga personaliti yang saling melengkapi di dalam satu zat iaitu zat Tuhan. tidak mempunyai anak dan isteri serta tiada sekutu bagiNya. Tuhan ini tiada yang setara denganNya. Di sebalik alam ini. (berbeza dengan syariat). tidak berubah dengan berlakunya apa-apa perubahan di alam ini dan bergantian para Rasul a. misalnya ± triniti ± konsep penigaan Tuhan. mudah difahami dan tidak menimbulkan kesulitan untuk memahaminya. Akidah Islam ± satu kepercayaan yang tetap dan tidak berubah sampai bila-bila masa. 1.

(Al-Maidah:72-73) Penyaksian bahawa tiada Tuhan melainkan Allah s.t dan Nabi Muhammad s.w.w sebagai nabi yang wajib diikuti. Setiap amalan tidak akan diterima kecuali ikhlas kerana Allah dan selaras dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad s. (Subhanallah). Akidah Islam menyediakan dua rujukan utama : AlQuran dan Al-Sunnah.w.a. Tuhan Bapa ± mencipta kedua-duanya sebagai tanda kasih Tuhan kepada makhlukNya.a. . Holy Spirit ± pembimbing Jesus dan pembersih jiwa manusia melalui kepercayaan tentang kesucian pensaliban tersebut.a. Dua penyaksian ini diletakkan dalam satu rukun kerana ia saling berkait.Jesus (Tuhan Anak) ± penebus dosa warisan melalui pensaliban dirnya.w adalah Rasulullah secara jelas dan terang meletakkan penyaksian. ikrar dan pengiktirafan dengan lisan dan hati ± kedudukan Allah s.w.t sebagai Tuhan yang berhak disembah dan Nabi Muhammad s.

(reason why we need Nabi s. Modul I.w. 2010 .a. he received direct guidance from Allah s.w ± we Muslim don¶t simply make assumptions we follow our Prophet s.w. Al-Hasyr:22.Dalam akidah Islam ± alam terbahagi kepada dua : alam nyata yang boleh difikirkan oleh akal dan ditanggapi oleh pancaindera dan alam ghaib yang berada di luar pengetahuan manusia dan hanya boleh diketahui melalui saluran wahyu. Usuluddin.a.t) Sumber : Asas Akidah I.