Aqidah Islam.

Yaitu, kepercayaan yang mantap kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab suciNya, para Rasul-Nya, hari Akhir, qadar yang baik dan yang buruk, serta seluruh muatan Al-Qur·an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah berupa pokok-pokok agama, perintah-perintah dan berita-beritanya, serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih (ijma·), dan kepasrahan total kepada Allah Ta·ala dalam hal keputusan hukum, perintah, takdir, maupun syara·, serta ketundukan kepada Rasulullah V dengan cara mematuhinya, menerima keputusan hukumnya dan mengikutinya.3

AQIDAH ISLAMIYAH DAN KEISTIMEWAANNYA
November 13, 2006 oleh abu salma

AQIDAH ISLAMIYAH DAN KEISTIMEWAANNYA

Oleh : Fadhilatus Syaikh Muhammad Ibrahim al-Hamd

Definisi Aqidah Menurut Bahasa

Kata ´aqidahµ diambil dari kata al-¶aqdu, yakni ikatan dan tarikan yang kuat. Ia juga berarti pemantapan, penetapan, kait-mengait, tempel-menempel, dan penguatan. Perjanjian dan penegasan sumpah juga disebut ¶aqdu. Jual-beli pun disebut ¶aqdu, karena ada keterikatan antara penjual dan pembeli dengan ¶aqdu (transaksi) yang mengikat. Termasuk juga sebutan ¶aqdu untuk kedua ujung baju, karena keduanya saling terikat. Juga termasuk sebutan ¶aqdu untuk ikatan kain sarung, karena diikat dengan mantap.1

Definisi Aqidah Menurut Istilah Umum

Istilah ´aqidahµ di dalam istilah umum dipakai untuk menyebut keputusan pikiran yang mantap, benar maupun salah.

diikat kuat oleh sanubarinya.3 Topik-Topik Ilmu Aqidah. berita (kisahkisah). takdir. takdir. serta seluruh muatan Al-Qur·an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah berupa pokok-pokok agama. maka ´aqidahµ adalah sebutan bagi sebuah disiplin ilmu yang dipelajari dan meliputi aspek-aspek tauhid. perkara-perkara ghaib. dan masalah-masalah aqidah yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih. aliran yang sesat. Istilah ´aqidahµ juga digunakan untuk menyebut kepercayaan yang mantap dan keputusan tegas yang tidak bisa dihinggapi kebimbangan. para Malaikat-Nya. para Ahli bid·ah. Dengan pengertian menurut Ahli Sunnah wal Jama·ah di atas.Jika keputusan pikiran yang mantap itu benar. Islam. perintah. perintah-perintah dan berita-beritanya. seperti keyakinan umat Nashrani bahwa Allah adalah salah satu dari tiga oknum tuhan (trinitas). seperti keyakinan umat Islam tentang ke-Esa-an Allah.2 Aqidah Islam. dan seluruh agama. serta hal-hal yang wajib dilakukan terhadap para sahabat dan ummul mukminin (istriistri Rasulullah V). Yaitu. serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih (ijma·). iman. serta sikap terhadap mereka. golongan. kitab-kitab suciNya. pokok-pokok hukum yang qath·iy (pasti). orang-orang yang suka mengikuti hawa nafsu. menerima keputusan hukumnya dan mengikutinya. wala· (loyalitas) dan bara· (berlepas diri). Yaitu apa-apa yang dipercayai oleh seseorang.4 Nama-Nama Ilmu Aqidah Pertama: Nama-Nama Ilmu Aqidah Menurut Ahli Sunnah wal Jama·ah5 . dan kepasrahan total kepada Allah Ta·ala dalam hal keputusan hukum. hari Akhir. para Rasul-Nya. dan pokok-pokok bahasan aqidah lainnya. qadar yang baik dan yang buruk. tanpa melihat benar atau tidaknya. ataupun madzhab yang merusak. maka itulah yang disebut aqidah yang batil. maupun syara·. Dan jika salah. serta ketundukan kepada Rasulullah V dengan cara mematuhinya. Dan termasuk di dalamnya adalah penolakan terhadap orang-orang kafir. dan dijadikannya sebagai madzhab atau agama yang dianutnya. maka itulah yang disebut aqidah yang benar. nubuwwat (kenabian). kepercayaan yang mantap kepada Allah.

5.6 Sunnah.Ilmu Aqidah disebut Tauhid karena tauhid adalah pembahasan utamanya. istilah As-Sunnah dipakai untuk menyebut beberapa pengertian menurut masing-masing penggunaannya. mubah. sebagai bentuk generalisasi. Menurut istilah. Sedangkan di dalam pemahaman syara·. uluhiyah. At-Tauhid wa Ma·rifat Asma· Allah wa Shifatihi ¶Ala Al-Ittifaq wa At-Tafarrud karya Ibnu Mandah (wafat: 395 H) 4. Alasan penyebutan Ilmu Aqidah dengan Sunnah adalah karena para penganutnya mengikuti Sunnah Nabi V dan sahabat-sahabatnya. Aqidah As-Salaf Ashab Al-Hadits karya Ash-Shobuni (wafat:449 H) 3. Kitab-kitab aqidah yang menyebut nama ini adalah kitab : 1. dan Aqidah Ahli Hadis. Al-I·tiqad karya Al-Baihaqi (wafat:458 H). Sehingga dikatakan bahwa Sunnah adalah antonim (lawan kata) bid·ah. At-Tauhid karya Ibnu Khuzaimah. dan sifat. I·tiqad At-Tauhid karya Abu Abdillah Muhammad Khafif (wafat: 371 H) 3. Maka disebut Aqidah Salaf. asma·. Kata As-Sunnah di dalam bahasa Arab berarti cara dan jalan hidup. ´tauhidµ berarti meng-Esa-kan Allah dan menunggalkan-Nya sebagai satu-satunya Dzat pemilik rububiyah. Artinya: menjadikan sesuatu menjadi satu. Antara lain: Aqidah. Juga dikatakan: Ahli Sunnah dan Syi·ah. Ia dipakai untuk menyebut Hadis. Jadi ´tauhidµ menurut bahasa adalah memutuskan bahwa sesuatu itu satu.Ilmu aqidah menurut Ahli Sunnah wal Jama¶ah memiliki beberapa nama dan sebutan yang menunjukkan pengertian yang sama. Aqidah Ahli Sunnah wal Jama¶ah. I·tiqad. Syarh Ushul I·tiqad Ahli Sunnah wal Jama·ah karya Al-Lalika·iy (wafat:418 H) 2. Kata ´tauhidµ adalah bentuk mashdar dari kata wahhada ² yuwahhidu ² tauhiid. At-Tauhid min Shahih Al-Bukhari yang terdapat di dalam Al-Jami· Ash-Shahih karya Imam Bukhari (wafat: 256 H) 2. Kemudian sebutan itu menjadi syiar (simbol) bagi Ahli Sunnah. Kitab-kitab yang menyebutkan nama ini adalah : 1. . At-Tauhid karya Imam Muhammad bin Abdul Wahhab (wafat: 1206 H). Tauhid. dan Aqo·id. dan sebagainya.

baik yang bersifat ilmiah (kognitif) maupun amaliyah (aplikatif). ³Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa-apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. Iman. Musa dan Isa. Digunakan untuk menyebut hukum-hukum yang diberikan oleh Allah kepada masing-masing Nabi agar diberlakukan secara khusus bagi masing-masing umatnya yang berbeda dengan dakwah Nabi lain. Oleh sebab itu. haji. Sebagaimana dalam firman Allah Ta·ala. 3.digunakan untuk menyebut sejumlah makna: 1. 4. Banyak ulama menulis kitab-kitab tentang Ilmu Aqidah dengan judul ³Kitab As-Sunnah´. AsySyuura:13) 1. sedangkan syariatnya bermacam-macam. Kata syari·ah adalah turunan (musytaq) dari kata syir·ah yang berarti pantai (tepi laut).Demikianlah. Terkadang juga digunakan untuk menyebut pokok-pokok keyakinan. 2. dan zakat. Kitab As-Sunnah karya Imam Ahmad bin Hambal (wafat:241 H) As-Sunnah karya Al-Atsram (wafat:273 H) As-Sunnah karya Abu Daud (wafat:275 H) As-Sunnah karya Abu Ashim (wafat:287 H) As-Sunnah karya Abdullah bin Ahmad bin Hambal (wafat:290 H) As-Sunnah karya Al-Khallal (wafat:311 H) As-Sunnah karya Al-Assal (wafat:349 H) Syarh As-Sunnah karya Ibnu Abi Zamnin (wafat:399 H) Syari·ah. dan kebajikan yang ditetapkan oleh Allah bagi seluruh Rasul-Nya. yang tidak ada perbedaan antara Nabi yang satu dengan Nabi lainnya. 5. meliputi minhaj. Kata ³syari¶ah´ ±seperti halnya kata ³sunnah´. 3. Digunakan untuk menyebut apa yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi-Nya. shalat. 2. seperti puasa. ´Untuk tiap-tiap umat di antara kamu Kami berikan syir·ah dan minhaj. Al-Maidah:48) Di dalam tafsir ayat ini dikatakan: Syir·ah adalah agama. Dan secara khusus digunakan untuk menyebut aqidah-aqidah yang diyakini oleh Ahli Sunnah sebagai bagian dari iman. 7. dikatakan bahwa semua agama itu asalnya adalah satu. Syari·ah dan Syir·ah adalah agama yang ditetapkan dan diperintahkan oleh Allah. sedangkan minhaj adalah jalan. rincian ibadah.µ (QS. Dan yang paling besar adalah masalah-masalah aqidah dan keimanan. Sehingga mereka menyebut pokok-pokok keyakinan mereka dengan istilah ³syari¶ah´. ketaatan.7 Jadi ´syari·ahµ adalah sunnah-sunnah petunjuk yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya V. .µ (QS. dan muamalah. 6. Di antaranya: 1. Allah Ta·ala berfirman. 8.

nescaya tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Ini merupakan perkara yang pasti di dalam agama Islam. 4/131-132.w. telah menjamin sesiapa sahaja yang berpegang kepada keduanya tidak akan sesat di dunia dan tidak akan binasa di akhirat. yang sahih dan Ijma al-Salaf al-Soleh.a. sehingga kamu menyimpang dari hukum Allah kepada hukum selainnya .µ (QS. (surah al-Baqarah: 38) Juga firman-Nya: Maksudnya: Dan kami tidak menurunkan kepadamu al-Kitab (al-Quran) ini melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. Kita wajib mengambil segala perkara berkaitan aqidah dari al-Quran dan al-Sunnah. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran daripadanya. (iaitu alSunnah).w. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku. Al-Kitab dan al-Sunnah cukup sebagai pegangan sehingga tidak memerlukan kepada selainnya. (surah al-Nahl: 64) Juga firman-Nya: Maksudnya: (Ini adalah) kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap-gelita kepada cahaya terang benderang dengan izin Rabb mereka.w. lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka. Al-Maidah:5) Kata ´imanµ di sini berarti tauhid. (Tafsir Ibnu Kathir . menuju jalan Rabb yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Ini kerana Allah s. maka baginya kehidupan yang sempit. Allah Ta·ala berfirman. Allah berfirman: . ´Barangsiapa yang kafir terhadap iman. Maksudnya: Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku. hadis sahih. (surah al-A raf:3).Istilah ´imanµ digunakan untuk menyebut Ilmu Aqidah dan meliputi seluruh masalah I·tiqadiyah. maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku.8 Kitab-kitab aqidah yang ditulis dengan judul ³iman´ adalah : 1. (surah Thaha: 123-124) Allah juga berfirman: Maksudnya: Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu. Ketahuilah bahwa sumber aqidah Islam ialah kitab Allah. (yaitu) 4.t. Imam Ibnu Kathir berkata dalam menafsirkan ayat ini: Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu) iaitu ikutilah peninggalan-peninggalan Nabi yang ummi yang datang kepada kamu membawa kitab (al-Quran) yang telah diturunkan kepada kamu dari Penguasa dan Pemilik segala sesuatu. Al-Iman karya Ibnu Mandah. bersabda: Ketahuilah aku telah diberikan al-Kitab (al-Quran) dan bersamanya yang sepertinya. Al-Iman karya Abu Ubaid Al-Qasim bin Salam 2. Allah berfirman: Maksudnya: Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya. (Dan janganlah kamu mengikuti pemimpin selain-Nya) iaitu janganlah kamu keluar dari apa yang dibawa oleh rasul kepadamu menuju selainnya. dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keaadaan buta.a. Hadis riwayat Ahmad. 3. Sunnah Rasul-Nya s. maka terhapuslah (pahala) amalnya. (surah Ibrahim: 1) Nabi s.

Usman dan Ali pastilah akal mereka ini menerima wahyu tanpa keraguan. Kemungkinan dengan akal fikirannya dan perbandingan secara logik. Namun jika akal Abu Bakar. seperti Iblis. (Hadis sahih lighairihi. (Hadis riwayat Tirmizi. dia namakan sebagai perkara-perkara yang ditetapkan akal. Sebahagian orang menjadikan perkataan imam-imam atau tokoh-tokoh yang dianggap maksum sebagai sumber aqidah. Kemudian akal siapakah yang dipakai sebagai ukuran untuk menolak wahyu? Kalau akal orang-orang kafir. Ibnu Taimiyyah berkata: Adapun Ahli Bid ah maka mereka ialah ahli ahwa dan ahli syubhat. Umar. Padahal telah datang petunjuk kepada mereka dari Rabb mereka. Mereka mengikuti persangkaan dan apa-apa yang disukai hawa nafsu.) Oleh kerana umat Islam umat yang adil seperti firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 143. Dan kemungkinan dengan apa yang dia tafsirkan dari al-Quran dan dia merubah-rubah kalimat-kalimat al-Quran dari tempat-tempatnya dalam masa yang sama dia mendakwa dia semata-mata mengikuti al-Quran sebagaimana Khawarij. Abu Lahab atau Abu Jahal maka sangatlah wajar mereka menolak wahyu kerana mereka mendustakan Allah dan Rasul-Nya. sehingga tidak boleh dijadikan sumber aqidah. sepertimana Rafidhah (Syiah) dan firqah-firqah Batiniyyah.surah al-A raf: 3) Nabi s. Sebagian yang lain pula menjadikan hadis-hadis lemah dan palsu sebagai sumber agama termasuk aqidah. Disahihkan oleh Syeikh Salim al-Hilali dalam Ta zim wal Minnah fil Intisharis Sunnah.w. bersabda: . Sebahagian lain menjadikan perasaan. bersabda: : Aku telah tinggalkan untuk kamu dua perkara. hikayat dan kasyaf sebagai (boleh melihat perkara ghaib) sebagai sumber aqidah.a. maka kesepakatan mereka adalah hak (kebenaran) sehingga Ijma mereka merupakan hujah. sepertimana Muktazilah dan semacamnya.a. sepertimana keadaan puak-puak sufi dan tarikat. Sebahagiannya menyebut diri mereka Rationalist.w. al-Hakim. Ibnu Nasr. Kemungkinan dengan perasaannya dan hawa nafsunya yang dia namakan perkara-perkara yang ditetapkan perasaan. Padahal tidak ada peribadi yang maksum dikalangan umat ini setelah Nabi Muhammad s.) Adapun Ijma al-Salaf al-Soleh juga merupakan hujah. Padahal wahyu merupakan kebenaran mutlak. Penyimpangan Setelah mengetahui penjelasan di atas kita dapati ramai di antara umat Islam yang terjerumus ke dalam kesalahan-kesalahan yang tidak diizinkan oleh Agama.w. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya: Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Dan kemungkinan dengan apa yang dia anggap sebagai hadis atau sunnah padahal ianya . al-Baihaqi. Nabi s. riwayat Malik. Mereka meletakkan akal manusia yang terbatas berada di atas wahyu Allah sehingga mereka meninggalkan wahyu dengan alasan logik dan akal. hlm. Sesungguhnya Allah tidak akan menghimpunkan umatku (atau beliau bersabda umat Muhammad) di atas kesesatan. Ibnu Abbas berkata: Tidak ada seorangpun perkataanya diambil dan ditolak kecuali Nabi .12-13. Setiap kelompok dari ahli bid ah telah membuat sendiri kaedah agama untuk dirinya sendiri. kerana kesepakatan mereka merupakan kebenaran sehingga wajib diikuti. Fir aun. Padahal semua perkara tersebut tidak ada jaminan kebenarannya. Ibn Hazm. 11941). Sebahagian orang menjadikan akal dan logik sebagai sumber aqidah dan hukum. sehingga perkataan sesiapapun kecuali rasulullahdapat diterima atau ditolak dilihat dari segi kebenarannya. no 2167 dan lafaz ini dari Abu Daud no 4253.a. (Hadis riwayat Tabrani dalam al-Mu jam al-Kabir no. mimpi. Maknanya perkataan nabi semuanya wajib diterima.

palsu dan lemah. Kesemuanya adalah batil. Kebanyakan mereka yang mereka-reka agama dengan fikiran atau perasaannya dia berhujah dengan alQuran mengikut kehendak nafsunya. .129) Kesimpulannya inilah sumber-sumber aqidah Islam iaitu al-Quran. Tetapi dasar sebenarnya akal fikirannya seperti Jahmiyyah dan Muktazilah dalam masalah sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Allah. sunnah serta Ijmak alSalaf al-Soleh. mimpi serta hadis-hadis yang lemah dan palsu sebagai sumber aqidah mereka. Semoga Allah selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran. (al-Nubuwwat hlm. Sebagaimana yang disangka oleh kelompok Rafidhah (Syiah). (dipetik dari majalah as-Sunnah). Dia menjadikan al-Quran hanya sebagai hujah bukan pegangan. Adapun keadaan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran menjadikan akal fikiran. perasaan. hawa nafsu.

Sebab aqidah ini ialah iman kpd sesuatu yg ghaib. [2] Ia ialah aqidah yg berlandaskan penyerahan total kpd Allah dan Rasul-Nya. anak kecil maupun dewasa. Karena itu. seterang matahari di siang bolong. Ia ialah aqidah yg berdasar kpd Al-Qur·an dan As-Sunnah. Ciri ini banyak diakui oleh para penentangnya. Dan memang -Alhamdulillah. krn akal itu lemah dan terbatas. penglihatan dan kekuatan manusia itu terbatas. beriman kpd yg ghaib mrpk sifat orang-orang mukmin yg paling agung. masih samar-samar maupun yg sulit. bebas dari syahwat dan syubhat. bisa dipahami oleh orang alim maupun awam. Ini tentu berbeda dgn aqidah-aqidah bid·ah lainnya. [1] Sumber pengambilan bersih dan akurat. juga tdk dpt berdiri sendiri dalam memahami syari·at. [Al-Baqarah : 2-3]. petunjuk bagi orang yg bertakwa.CIRI-CIRI AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA·AH Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah memiliki ciri-ciri khusus. Sedangkan dalil-dalil Al-Qur·an dan As-Sunnah laksana makanan yg bermanfaat . yg jauh dari keruh hawa nafsu dan syubhat. Maka beriman kpd yg ghaib dan menyerah sepenuh kpd Allah ialah sesuatu yg niscaya. demikian pula dgn akalnya. sahabat. [3] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah aqidah yg sejalan dgn fithrah dan logika yg benar. Semua lafazh-lafazh dan makna jelas.tdk ada suatu prinsip pun dari aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah yg tdk memiliki dasar Al-Qur·an dan As-Sunnah atau dari Salafus Shalih. Sebagaimana pendengaran. peruntukan maupun keyakinan. Hal itu krn akal tdk mampu mengetahui hal yg ghaib. [4] Sanad bersambung kpd Rasulullah Shallallahu ¶alaihi wa sallam. Adapun ciri-ciri itu dpt dijelaskan sebagai berikut. Hal ini krn aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah berdasarkan Kitab dan Sunnah serta Ijma· para Salafush Shalih. tabi·in dan para imam. Tidak ada yg rancu. [5] Ia ialah aqidah yg mudah dan terang. (yaitu) mereka yg beriman kpd yg ghaibµ. sehingga Allah memuji mereka : µ Kitab (Al-Qur·an) ini tdk ada keraguan pada . baik dalam ucapan.

Nashrani. [Al-Hijr : 9] [10] Ia ialah sebab ada pertolongan. Ia tetap teguh menghadapi berbagai benturan yg terus menerus dilancarkan musuh-musuh Islam. anak-anak. Bahkan kehidupan ini tdk akan lurus kecuali dgnnya. [9] Ia ialah aqidah yg stabil. serta kaifiyah (penggambaran) sifat-sifat Allah. Maka barangsiapa mengambil aqidah tersebut. Sebab semua datang dari wahyu. penambahan. Seperti seluruh masalah ghaib. Ia ialah akidah yg kekal hingga hari kiamat. Ia akan dijaga oleh Allah sepanjang generasi. tetap dan kekal. Dalam aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ada hal-hal yg di luar jangkauan akal. [6] Selamat dari kekacauan. tempat. atau tdk mampu dipahami. sebagian membenarkan sebagian yg lain. niscaya Allah akan menghinakannya. Ia tdk menyerahkan penjagaan itu kpd seorangpun dari mahluk-Nya. [8] Ia ialah aqidah yg universal. Tak akan terjadi penyimpangan. Sebaliknya. shirath. Majusi maupun yg lainnya. Hal itu krn ia ialah aqidah yg benar. tentulah mereka mendptkan pertentangan yg banyak di dalamnyaµ [An-Nisaa : 82] [7] Mungkin di dalam terdpt sesuatu yg mengandung perdebatan. yg tdk mungkin berdasarkan hawa nafsu. haudh (telaga). Hal itu telah diketahui . Maka orang yg berpegang teguh kpd akan menang. adzab dan nikmat kubur. tetapi tdk menganggap mustahil. Akal manusia tdk mampu memahami atau mencapai berbagai persoalan di atas. baik dari Yahudi.bagi segenap manusia. dan mereka dalam keadaan demikianµ. rancu dan mengandung kontradiksi. niscaya Allah akan memuliakan dan barangsiapa meninggalkannya. kemenangan dan keteguhan. Sebalik ia menyerah. Hal itu sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ¶alaihi wa sallam : ´Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yg membela kebenaran. surga dan neraka. keadaan dan umat. kontradiksi dan kerancuan. Allah berfirman : ´Kalau sekira Al-Qur·an itu bukan dari sisi Allah. Bahkan seperti air yg bermanfaat bagi bayi yg menyusu. ia ialah bersumber kpd wahyu yg tak mungkin datang kpd kebatilan. krn Allah-lah yg menjamin penjagaan dan kekalannya. lengkap dan sesuai dgn setiap zaman. patuh dan tunduk kpdnya. Betapa tdk. Dan kebenaran tdk mungkin kacau. berhasil dan ditolong. tetapi tdk mungkin mengandung sesuatu yg mustahil. [Hadits Riwayat Muslim 3/1524]. yg tdk akan membahayakan mereka orang yg merendahkan mereka sampai datang keputusan Allah. Betapa tdk. orang kuat maupun lemah. dari manapun datangnya. Alah berfirman : ´Sesungguh Kamilah yg menurunkan Al-Qur·an dan Kamilah yg akan menjaganyaµ. pengurangan atau penggantian.

oleh setiap orang yg membaca sejarah. [14] Aqidah Ahlus Suannah wal Jama·ah ialah aqidah istimewa. prinsip mereka jelas. Sehingga. Dengan demikian ia akan selamat dari perpecahan. bercerai berai dan kesia-siaan. mengacau dan sikap sia-sia. [15] Ia menjaga para pengikut dari bertindak tanpa petunjuk. Ia menghasilkan berbagai pengetahuan yg bermanfaat dan akhlak yg tinggi. Para pengikut ialah orang-orang istimewa. mengamalkan segala konsekwensinya. tetap dan tdk berubah. dada akan lapang atas ketentuan-ketentuan hukum-Nya. dan pikiran akan jernih dgn mengetahui-Nya. serta mendakwahkan kpd manusia. Karena. ketika umat Islam menjauhi agamanya. dan mengetahui pula hak serta kewajibannya. Maka barangsiapa berpegang teguh dgnnya. Sebab akidah ini menghubungkan antara orang mukmin dgn Tuhannya. tdk akan ada kekacauan dalam pikirannya. Manhaj mereka satu. Hakim dan Pemuntuk Syari·at. sehingga tdk akan keliru selamanya. semakin mendalami ilmu tentangnya. Sebaliknya. meluaskan kemasyhura serta keutamaan akan tersebar. ia memberikan ukuran yg jelas. Sebaliknya. [12] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah kapal keselamatan. terjadilah apa yg terjadi. mereka akan berpecah belah dan saling berselisih pendpt jika menjauh darinya. Barangsiapa memegang teguh aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah. tdklah umat Islam itu bersatu dalam kalimat yg sama di berbagai masa dan tempat kecuali krn mereka berpegang teguh dgn aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah. . [16] Ia akan memberikan ketenangan jiwa dan pikiran kpd pengikutnya. kecintaan dan kebencian kpd orang lain. niscaya Allah akan meninggikan derajatnya. Karena itu para pengikut selamat dari mengikuti hawa nafsu. [13] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah aqidah kasih sayg dan persatuan. baik sebagai pribadi maupun jama·ah. Maka hati akan merasa aman dgn takdir-Nya. sebagaimana yg menimpa Andalusia (Spanyol) dan yg lain. niscaya akan selamat. Jiwa tdk akan gelisah. Sebalik barangsiapa meninggalkannya. Pencipta. Ia akan tahu kpd siapa hrs membenci. selamat dari bertindak tanpa petunjuk dalam soal wala· wal bara· (setia dan berlepas diri dari orang lain). niscaya tenggelam dan binasa. jalan mereka lurus dan tujuan-tujuan jelas. Hal itu krn akidah Ahlus Sunnah wal Jama·ah ialah akidah terbaik yg sesuai dgn segenap hati dan sebaik-baik yg diketahui akal. Ia akan rela Allah sebagai Tuhan. [11] Ia mengangkat derajat para pengikutnya.

Perasaan ialah sesuatu yg alami pada diri manusia dan tak seorangpun manusia yg tdk memilikinya. petunjuk dan rahmat. kebaikan dan kebahagiaan dunia-akhirat. ia akan kehilangan keamanan. [Al-An·am : 82].menjadi sebab keamanan. Ia tdk akan menyembah selain Allah dan akan mengharapkan kpd selain-Nya. Jadi. [19] Ia mendorong setiap pengikut bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam segala sesuatu. Ia memerintahkan keadilan dan berlaku lurus serta mencegah mereka dari kezhaliman dan penyimpangan. barangsiapa kehilangan iman. Keamanan ialah sesuatu yg mengiringi iman. hati dan jasmani. Aqidah ini memerintahkan pengikut melakukan setiap kebaikan dan mencegah mereka melakukan setiap kejahatan. Sebab ia tegak atas dasar iman kpd Allah dan kewajiban beribadah kpd-Nya. [18] Ia akan mempengaruhi prilaku. tdk kaku dan beku. ia mengaku ada perasaan manusia serta menghormatinya. akhlak dan mua·malah. Mereka senantiasa diancam dgn berbagai siksaan di setiap saat. orang-orang musyrik dan pelaku maksiat ialah orang-orang yg selalu ketakutan. [20] Ia membangkitkan jiwa mukmin agar mengagungkan Al-Qur·an dan As-Sunnah. baik di dunia maupun di akhirat. Islam justru tdk rela jika seorang muslim memadamkan cahaya akalnya. Sebab ia mengetahui bahwa Al-Qur·an dan As-Sunnah ialah haq.[17] Tujuan dan amal pengikut aqidah ini mejadi selamat. Di bawah naungan aqidah ini akan terwujud keamanan dan hidup mulia. Maka. krn itu mereka mengagungkan dan berpegang teguh pada keduanya. Ia ialah aqidah yg menghormati akal yg lurus dan tdk mengingkari perannya. Allah berfirman : ´Orang-orang yg beriman dan tdk mencampuradukkan iman mereka dgn kezhaliman (syirik). [24] Mengakui perasaan manusia dan membimbing pada jalan yg benar. [21] Ia menjamin kehidupan yg mulia bagi pengikutnya. Meskipun begitu. Yakni selamat dari penyimpangan dalam beribadah. Aqidah ini ialah aqidah yg dinamis. [23] Mengakui akal. Sebaliknya. peran akal tetaplah terbatas. Jadi orang-orang yg bertakwa dan beriman ialah mereka yg memiliki kemanan yg sempurna dan petunjuk yg sempurna pula. tetapi membatasi perannya. tetapi . dan tdk kpd yg lain. [22] Aqidah ini menghimpun semua kebutuhan ruh. lalu ha bertaklid buta dalam persoalan aqidah dan lainnya. mereka itulah orang-orang yg mendpt keamanan dan mereka itulah orang-orang yg mendpt petunjukµ. Dan hal itu -dgn tdk diragukan lagi.

Allah telah menyatukan hati umat Islam yg berpecah belah. ekonomi. [Tasharrufan (saduran) dari Mukhtasar Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama·ah. Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd.id/index. mencukupkan setelah kemiskinan. Dengan aqidah ini. tdk sebagai alat perusak dan penghancur. [25] Ia menjamin untuk memberi jalan keluar setiap persoalan. 139/Jum·at I/R.bukan berarti ia mengumbarnya.php?action=more&article_id=884&bagian=0 . hawa nafsu yg bercerai berai. memberi makan dari kelaparan dan memberi mereka keamanan dari ketakutan.or. pendidikan atau persoalan lainnya. Buletin AN NUR Thn. baik sosial. memberi penglihatan setelah buta. Sebalik ia meluruskan dan membimbing sehingga menjadi sarana perbaikan dan pembangunan. mengajari ilmu setelah kebodohan. politik. IV/No.Awal 1419H] Sumber : http://almanhaj.

tidak berubah dengan berlakunya apa-apa perubahan di alam ini dan bergantian para Rasul a. Akidah yang jelas dan terang Akidah Islam yang dibawa oleh para Rasul a. tidak mempunyai anak dan isteri serta tiada sekutu bagiNya. . misalnya ± triniti ± konsep penigaan Tuhan. Dalam prinsip akidah Islam ± tidak ada suatu ajaran yang sukar difahami. Kepercayaan ini bermaksud bahawa agama Kristian mempercayai Tuhan terdiri daripada tiga oknum ± Tuhan Bapa ( God the Father). Tuhan ini tiada yang setara denganNya.Asas Akidah 1.s. 1. ada Tuhan yang berkuasa menciptakannya daripada tiada. Akidah Islam ± satu kepercayaan yang tetap dan tidak berubah sampai bila-bila masa. Tuhan Anak (God the Son) dan Tuhan Roh alQudus (God The Holy Spirit) ~ kesatuan tiga personaliti yang saling melengkapi di dalam satu zat iaitu zat Tuhan. Di sebalik alam ini. mudah difahami dan tidak menimbulkan kesulitan untuk memahaminya.s adalah jelas.Ciri-Ciri Akidah Islam (1) . (berbeza dengan syariat).

w sebagai nabi yang wajib diikuti.a.w.Jesus (Tuhan Anak) ± penebus dosa warisan melalui pensaliban dirnya.w. Holy Spirit ± pembimbing Jesus dan pembersih jiwa manusia melalui kepercayaan tentang kesucian pensaliban tersebut. (Subhanallah). Akidah Islam menyediakan dua rujukan utama : AlQuran dan Al-Sunnah.a. (Al-Maidah:72-73) Penyaksian bahawa tiada Tuhan melainkan Allah s.w adalah Rasulullah secara jelas dan terang meletakkan penyaksian.t sebagai Tuhan yang berhak disembah dan Nabi Muhammad s.w. ikrar dan pengiktirafan dengan lisan dan hati ± kedudukan Allah s. Setiap amalan tidak akan diterima kecuali ikhlas kerana Allah dan selaras dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad s. Tuhan Bapa ± mencipta kedua-duanya sebagai tanda kasih Tuhan kepada makhlukNya.a. Dua penyaksian ini diletakkan dalam satu rukun kerana ia saling berkait.t dan Nabi Muhammad s. .

a. 2010 . Modul I. Usuluddin.w ± we Muslim don¶t simply make assumptions we follow our Prophet s. he received direct guidance from Allah s. (reason why we need Nabi s.a. Al-Hasyr:22.Dalam akidah Islam ± alam terbahagi kepada dua : alam nyata yang boleh difikirkan oleh akal dan ditanggapi oleh pancaindera dan alam ghaib yang berada di luar pengetahuan manusia dan hanya boleh diketahui melalui saluran wahyu.w.t) Sumber : Asas Akidah I.w.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful