SISTEM HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL

SISTEM HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL A. Pengertian Hukum Internasional Pada dasarnya yang dimaksud hukum internasional dalam pembahasan ini adalah hukum internasional publik, karena dalam penerapannya, hukum internasional terbagi menjadi dua, yaitu: hukum internasional publik dan hukum perdata internasional. Hukum internasional publik adalah keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara, yang bukan bersifat perdata. Sedangkan hukum perdata internasional adalah keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan perdata yang melintasi batas negara, dengan perkataan lain, hukum yang mengatur hubungan hukum perdata antara para pelaku hukum yang masing-masing tunduk pada hukum perdata yang berbeda. (Kusumaatmadja, 1999; 1) Awalnya, beberapa sarjana mengemukakan pendapatnya mengenai definisi dari hukum internasional, antara lain yang dikemukakan oleh Grotius dalam bukunya De Jure Belli ac Pacis (Perihal Perang dan Damai). Menurutnya “hukum dan hubungan internasional didasarkan pada kemauan bebas dan persetujuan beberapa atau semua negara. Ini ditujukan demi kepentingan bersama dari mereka yang menyatakan diri di dalamnya ”. Sedang menurut Akehurst : “hukum internasional adalah sistem hukum yang di bentuk dari hubungan antara negara-negara” Definisi hukum internasional yang diberikan oleh pakar-pakar hukum terkenal di masa lalu, termasuk Grotius atau Akehurst, terbatas pada negara sebagai satu-satunya pelaku hukum dan tidak memasukkan subjek-subjek hukum lainnya. Salah satu definisi yang lebih lengkap yang dikemukakan oleh para sarjana mengenai hukum internasional adalah definisi yang dibuat oleh Charles Cheny Hyde : “ hukum internasional dapat didefinisikan sebagai sekumpulan hukum yang sebagian besar terdiri atas prinsip-prinsip dan peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh negaranegara, dan oleh karena itu juga harus ditaati dalam hubungan-hubungan antara mereka satu dengan lainnya, serta yang juga mencakup : a. organisasi internasional, hubungan antara organisasi internasional satu dengan lainnya, hubungan peraturan-peraturan hukum yang berkenaan dengan fungsi-fungsi lembaga atau antara organisasi internasional dengan negara atau negara-negara ; dan hubungan antara organisasi internasional dengan individu atau individu-individu ; b. peraturan-peraturan hukum tertentu yang berkenaan dengan individu-individu dan subyek-subyek hukum bukan negara (non-state entities) sepanjang hak-hak dan kewajiban-kewajiban individu dan subyek hukum bukan negara tersebut bersangkut paut dengan masalah masyarakat internasional” (Phartiana, 2003; 4) Sejalan dengan definisi yang dikeluarkan Hyde, Mochtar Kusumaatmadja mengartikan ’’hukum internasional sebagai keseluruhan kaidah-kaidah dan asas-asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas negara, antara negara dengan negara dan negara dengan subjek hukum lain bukan negara atau subyek hukum bukan negara satu sama lain’’. (Kusumaatmadja, 1999; 2) Berdasarkan pada definisi-definisi di atas, secara sepintas sudah diperoleh gambaran umum tentang ruang lingkup dan substansi dari hukum internasional, yang di dalamnya terkandung unsur subyek atau pelaku, hubungan-hubungan hukum antar subyek atau

pelaku, serta hal-hal atau obyek yang tercakup dalam pengaturannya, serta prinsip-prinsip dan kaidah atau peraturan-peraturan hukumnya. Sedangkan mengenai subyek hukumnya, tampak bahwa negara tidak lagi menjadi satusatunya subyek hukum internasional, sebagaimana pernah jadi pandangan yang berlaku umum di kalangan para sarjana sebelumnya. B. Sejarah dan Perkembangan Hukum Internasional Hukum internasional sebenarnya sudah sejak lama dikenal eksisitensinya, yaitu pada zaman Romawi Kuno. Orang-orang Romawi Kuno mengenal dua jenis hukum, yaitu Ius Ceville dan Ius Gentium, Ius Ceville adalah hukum nasional yang berlaku bagi masyarakat Romawi, dimanapun mereka berada, sedangkan Ius Gentium adalah hukum yang diterapkan bagi orang asing, yang bukan berkebangsaan Romawi. Dalam perkembangannya, Ius Gentium berubah menjadi Ius Inter Gentium yang lebih dikenal juga dengan Volkenrecth (Jerman), Droit de Gens (Perancis) dan kemudian juga dikenal sebagai Law of Nations (Inggris). (Kusumaatmadja, 1999 ; 4) Sesungguhnya, hukum internasional modern mulai berkembang pesat pada abad XVI, yaitu sejak ditandatanganinya Perjanjian Westphalia 1648, yang mengakhiri perang 30 tahun (thirty years war) di Eropa. Sejak saat itulah, mulai muncul negara-negara yang bercirikan kebangsaan, kewilayahan atau territorial, kedaulatan, kemerdekaan dan persamaan derajat. Dalam kondisi semacam inilah sangat dimungkinkan tumbuh dan berkembangnya prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah hukum internasional. (Phartiana, 2003 ; 41) Perkembangan hukum internasional modern ini, juga dipengaruhi oleh karya-karya tokoh kenamaan Eropa, yang terbagi menjadi dua aliran utama, yaitu golongan Naturalis dan golongan Positivis. Menurut golongan Naturalis, prinsip-prinsip hukum dalam semua sistem hukum bukan berasal dari buatan manusia, tetapi berasal dari prinsip-prinsip yang berlaku secara universal, sepanjang masa dan yang dapat ditemui oleh akal sehat. Hukum harus dicari, dan bukan dibuat. Golongan Naturalis mendasarkan prinsip-prinsip atas dasar hukum alam yang bersumber dari ajaran Tuhan. Tokoh terkemuka dari golongan ini adalah Hugo de Groot atau Grotius, Fransisco de Vittoria, Fransisco Suarez dan Alberico Gentillis. (Mauna, 2003 ; 6) Sementara itu, menurut golongan Positivis, hukum yang mengatur hubungan antar negara adalah prinsip-prinsip yang dibuat oleh negara-negara dan atas kemauan mereka sendiri. Dasar hukum internasional adalah kesepakatan bersama antara negara-negara yang diwujudkan dalam perjanjian-perjanjian dan kebiasaan-kebiasaan internasional. Seperti yang dinyatakan oleh Jean-Jacques Rousseau dalam bukunya Du Contract Social, La loi c’est l’expression de la Volonte Generale, bahwa hukum adalah pernyataan kehendak bersama. Tokoh lain yang menganut aliran Positivis ini, antara lain Cornelius van Bynkershoek, Prof. Ricard Zouche dan Emerich de Vattel Pada abad XIX, hukum internasional berkembang dengan cepat, karena adanya faktorfaktor penunjang, antara lain : (1) Setelah Kongres Wina 1815, negara-negara Eropa berjanji untuk selalu menggunakan prinsip-prinsip hukum internasional dalam hubungannya satu sama lain, (2). Banyak dibuatnya perjanjian-perjanjian (law-making treaties) di bidang perang, netralitas, peradilan dan arbitrase, (3). Berkembangnya

(4). Di abad XX. karena dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut: (1). hukum internasional mengalami perkembangan yang sangat pesat. (Burhan Tsani. Banyaknya negara-negara baru yang lahir sebagai akibat dekolonisasi dan meningkatnya hubungan antar negara. Prinsip-prinsip hukum umum (general principles of law) yang diakui oleh negaranegara beradab. Dalam bentuk atau wujud inilah dapat ditemukan hukum yang mengatur suatu masalah tertentu. 7) C. maupun khusus. serta Badan-badan Khusus dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyiapkan ketentuan-ketentuan baru dalam berbagai bidang. Sumber hukum dalam arti formal adalah sumber hukum yang membahas bentuk atau wujud nyata dari hukum itu sendiri. Sumber-sumber Hukum Internasional Pada azasnya. Pada awal mula. 197) D. adalah: 1.perundingan-perundingan multilateral yang juga melahirkan ketentuan-ketentuan hukum baru. yang merupakan sumber hukum internasional tambahan. (Mauna. Kemajuan pesat teknologi dan ilmu pengetahuan yang mengharuskan dibuatnya ketentuan-ketentuan baru yang mengatur kerjasama antar negara di berbagai bidang. sumber-sumber hukum internasional yang dipakai oleh Mahkamah dalam mengadili perkara. Perjanjian internasional (international conventions). 3. hanya negaralah yang dipandang sebagai subjek hukum internasional Dewasa ini subjek-subjek hukum internasional yang diakui oleh masyarakat internasional. 2003. Sumber hukum internasional dapat diartikan sebagai: 1. (3). 2. 2003. metode penciptaan hukum internasional. regional maupun bersifat global. yaitu: sumber hukum dalam arti materiil dan sumber hukum dalam arti formal. pemegang atau pendukung hak dan pemikul kewajiban berdasarkan hukum internasional. 4. adalah: 1. Bermunculannya organisasi-organisasi internasional. 3. 1990. (Phartiana. baik bersifat bilateral. Negara . Kebiasaan internasional (international custom). dasar kekuatan mengikatnya hukum internasional. Subyek Hukum Internasional Subyek hukum internasional diartikan sebagai pemilik. seperti Perserikatan Bangsa Bangsa dan berbagai organ subsidernya. baik yang bersifat umum. sumber hukum terbagi menjadi dua. 14) Menurut Pasal 38 ayat (1) Statuta Mahkamah Internasional. Sumber hukum dalam arti materiil adalah sumber hukum yang membahas materi dasar yang menjadi substansi dari pembuatan hukum itu sendiri. Keputusan pengadilan (judicial decision) dan pendapat para ahli yang telah diakui kepakarannya. Dalam bentuk atau wujud apa sajakah hukum itu tampak dan berlaku. Banyaknya perjanjian-perjanjian internasional yang dibuat. 2. tempat diketemukannya ketentuan-ketentuan hukum internasional yang dapat diterapkan pada suatu persoalan konkrit. dari kelahiran dan pertumbuhan hukum internasional. (2).

c. walaupun tugas dan kewenangannya. namun wibawa Paus sebagai pemimpin tertinggi Tahta Suci dan umat Katholik sedunia. Swiss. Europe Union. pemerintahan. b. sebab hanya terbatas pada bidang kerohanian dan kemanusiaan. (Phartiana. (Phartiana. Pada awal mulanya. penduduk yang tetap. keberadaan Palang Merah Internasional di dalam hubungan dan hukum internasional menjadi sangat unik dan di samping itu juga menjadi sangat strategis. 2003. didirikan oleh lima orang berkewarganegaraan Swiss. Wolfe : a. banyak negara membuka hubungan diplomatik dengan Tahta Suci. mengenai Hak dan Kewajiban Negara. Namun karena faktor sejarah. yang kemudian membentuk Palang Merah Nasional di masing-masing wilayahnya. b. Palang Merah Nasional dari negar-negara itu kemudian dihimpun menjadi Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) dan berkedudukan di Jenewa. d. Kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Palang Merah Internasional mendapatkan simpati dan meluas di banyak negara. kemampuan untuk mengadakan hubungan dengan negara lain 1. contohnya adalah World Bank. Organisasi internasional yang memiliki keanggotaan secara global dengan maksud dan tujuan yang bersifat umum. UNESCO. dan lain-lain. Perjanjian Lateran tersebut pada sisi lain dapat dipandang sebagai pengakuan Italia atas eksistensi Tahta Suci sebagai pribadi hukum internasional yang berdiri sendiri. Palang Merah Internasional merupakan organisasi dalam ruang lingkup nasional. kualifikasi suatu negara untuk disebut sebagai pribadi dalam hukum internasional adalah: a. sehingga hanya memiliki kekuatan moral saja. 123) 1. dengan cara menempatkan kedutaan besarnya di Vatikan dan demikian juga sebaliknya Tahta Suci juga menempatkan kedutaan besarnya di berbagai negara. Tahta Suci Vatikan Tahta Suci Vatikan di akui sebagai subyek hukum internasional berdasarkan Traktat Lateran tanggal 11 Februari 1929.Menurut Konvensi Montevideo 1949. Organisasi Internasional Klasifikasi organisasi internasional menurut Theodore A Couloumbis dan James H. Kaum Pemberontak / Beligerensi (belligerent) . 2003. tidak seluas tugas dan kewenangan negara. Oleh karena itu. wilayah tertentu. sudah diakui secara luas di seluruh dunia. hanyalah merupakan salah satu jenis organisasi internasional. yaitu Swiss. yang dipimpin oleh Henry Dunant dan bergerak di bidang kemanusiaan. antara lain: Association of South East Asian Nation (ASEAN). Organisasi internasional dengan keanggotaan regional dengan maksud dan tujuan global. Palang Merah Internasional Sebenarnya Palang Merah Internasional. Organisasi internasional yang memiliki keanggotaan global dengan maksud dan tujuan yang bersifat spesifik. contohnya adalah Perserikatan Bangsa Bangsa . International Monetary Fund. 1. International Labor Organization. antara pemerintah Italia dan Tahta Suci Vatikan mengenai penyerahan sebidang tanah di Roma. c. 125) 1.

7. hukum internasional dan hukum nasional saling berkaitan satu sama lainnya.Kaum belligerensi pada awalnya muncul sebagai akibat dari masalah dalam negeri suatu negara berdaulat. Menurut teori Dualisme. Hukum nasional tunduk dan harus sesuai dengan hukum internasional. Di beberapa tempat. hukum internasional dan hukum nasional. dan hal ini semakin mengukuhkan eksistensi individu sebagai subyek hukum internasional yang mandiri. Oleh karena itu. penyelesaian sepenuhnya merupakan urusan negara yang bersangkutan. hukum internasional itu adalah lanjutan dari hukum nasional. Kalau ada pertentangan antar keduanya. walaupun sikap ini akan dipandang sebagai tindakan tidak bersahabat oleh pemerintah negara tempat pemberontakan terjadi. hukum nasional kedudukannya lebih rendah dibanding dengan hukum internasional. merupakan dua sistem hukum yang secara keseluruhan berbeda. Keharusan ini seperti tercantum pada Pasal 1 Konvensi mengenai Penyelesaian Sengketa-Sengketa Secara Damai yang ditandatangani di Den Haag pada . maka salah satu sikap yang dapat diambil oleh adalah mengakui eksistensi atau menerima kaum pemberontak sebagai pribadi yang berdiri sendiri. Menurut teori Monisme. Namun apabila pemberontakan tersebut bersenjata dan terus berkembang. Berlakunya hukum internasional dalam lingkungan hukum nasional memerlukan ratifikasi menjadi hukum nasional. seperti perang saudara dengan akibat-akibat di luar kemanusiaan. Menurut teori ini. Hukum internasional dan hukum nasional merupakan dua sistem hukum yang terpisah. berarti bahwa dari sudut pandang negara yang mengakuinya. Lahirnya Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) pada tanggal 10 Desember 1948 diikuti dengan lahirnya beberapa konvensi-konvensi hak asasi manusia di berbagai kawasan. negara-negara dan organisasi internasional mengadakan hubungan dengan perusahaan-perusahaan multinasional yang kemudian melahirkan hak-hak dan kewajiban internasional. memang merupakan suatu fakta yang tidak bisa disangkal lagi. tidak saling mempunyai hubungan superioritas atau subordinasi. (Burhan Tsani. yang tentu saja berpengaruh terhadap eksistensi. Sedangkan menurut teori Monisme. maka yang diutamakan adalah hukum nasional suatu negara. 26) F. Ketentuan hukum internasional telah melarang penggunaan kekerasan dalam hubungan antar negara. Dengan pengakuan tersebut. terutama setelah Perang Dunia II. Hubungan Hukum Internasional dengan Hukum Nasional Ada dua teori yang dapat menjelaskan bagaimana hubungan antara hukum internasional dan hukum nasional. Perusahaan Multinasional Perusahaan multinasional memang merupakan fenomena baru dalam hukum dan hubungan internasional. yaitu: teori Dualisme dan teori Monisme. kaum pemberontak menempati status sebagai pribadi atau subyek hukum internasional 1. E. yaitu hukum nasional untuk urusan luar negeri. Individu Pertumbuhan dan perkembangan kaidah-kaidah hukum internasional yang memberikan hak dan membebani kewajiban serta tanggungjawab secara langsung kepada individu semakin bertambah pesat. 1990. struktur substansi dan ruang lingkup hukum internasional itu sendiri. Penyelesaian Sengketa Internasional Secara Damai. bahkan meluas ke negara-negara lain. Eksistensinya dewasa ini.

Malaysia. Persetujuan arbitrase tersebut dikenal dengan compromis (kompromi) yang memuat: 1. waktu dan tempat hearing (dengar pendapat). Arbitrase terdiri dari seorang arbitrator atau komisi bersama antar anggota-anggota yang ditunjuk oleh para pihak atau dan komisi campuran. keamanan internasional dan keadilan tidak sampai terganggu”. Pusat Penyelesaian Sengketa Penanaman Modal Internasional (International Centre for Settlement of Investment Disputes) yang berkedudukan di Washington DC. Liga Bangsa-Bangsa mendorong masyarakat internasional untuk membentuk suatu badan peradilan yang bersifat permanent. 2. berkedudukan di Kuala Lumpur. Arbitrase adalah merupakan suatu cara penerapan prinsip hukum terhadap suatu sengketa dalam batas-batas yang telah disetujui sebelumnya oleh para pihak yang bersengketa. Penyelesaian melalui pengadilan dapat ditempuh melalui: 1.tanggal 18 Oktober 1907. Pengadilan Arbitrase Kamar Dagang Internasional (Court of Arbitration of the International Chamber of Commerce) yang didirikan di Paris. yaitu mulai dari . prinsip-prinsip hukum atau keadilan yang harus diterapkan untuk mencapai suatu kesepakatan. 214) Masyarakat internasional sudah menyediakan beberapa institusi arbitrase internasional. dan. Perlunya persetujuan para pihak dalam setiap tahap proses arbitrase. tahun 1919. 211) Secara esensial. 5. atau dengan perjanjian arbitrase yang telah ada. metode pemilihan panel arbitrase. berkedudukan di Kairo. (Burhan Tsani. Deklarasi tersebut meminta agar “semua negara menyelesaikan sengketa mereka dengan cara damai sedemikian rupa agar perdamaian. Pusat Arbitrase Dagang Regional untuk Afrika (Regional Centre for Commercial Arbitration). 4. arbitrase merupakan prosedur konsensus. batas-batas fakta yang harus dipertimbangkan. yang terdiri dari orang-orang yang diajukan oleh para pihak dan anggota tambahan yang dipilih dengan cara lain. Yang akan dibahas pada kesemapatan kali ini hanyalah penyelesaian perkara melalui pengadilan. 4. dan (2). karenanya persetujuan para pihaklah yang mengatur pengadilan arbitrase. (Burhan Tsani. persetujuan para pihak untuk terikat pada keputusan arbitrase. yang kemudian dikukuhkan oleh pasal 2 ayat (3) Piagan Perserikatan bangsa-Bangsa dan selanjutnya oleh Deklarasi Prinsip-Prinsip Hukum Internasional mengenai Hubungan Bersahabat dan Kerjasama antar Negara. 1990. Pusat Arbitrase Dagang Regional untuk Asia (Regional Centre for Commercial Arbitration). 1990. Penyelesaian sengketa secara damai dibedakan menjadi: penyelesaian melalui pengadilan dan di luar pengadilan. (Burhan Tsani. Pengadilan Internasional Pada permulaan abad XX. Arbitrase Internasional Penyelesaian sengketa internasional melalui arbitrase internasional adalah pengajuan sengketa internasional kepada arbitrator yang dipilih secara bebas oleh para pihak. 2. Hal-hal yang penting dalam arbitrase adalah : (1). Pengadilan arbitrase dilaksanakan oleh suatu “panel hakim” atau arbitrator yang dibentuk atas dasar persetujuan khusus para pihak. 3. Mesir. yang memberi keputusan dengan tidak harus terlalu terpaku pada pertimbangan-pertimbangan hukum. Sengketa diselesaikan atas dasar menghormati hukum. antara lain: 1. 3. 216) 1.

walaupun didirikan oleh Liga BangsaBangsa. Peradilan-Peradilan Lainnya di Bawah Kerangka Perserikatan Bangsa-bangsa 1. Mahkamah Internasional mempunyai kewenangan untuk: 1. setelah berakhirnya Perang Dunia II. Perjanjian internasional (international conventions). Pasal 14 Liga Bangsa-Bangsa menugaskan Dewan untuk menyiapkan sebuah institusi Mahkamah Permanen Internasional. wewenang dan tata kerjanya sudah dibuat sebelumnya dan bebas dari kehendak negara-negara yang bersengketa. kemudian dirumuskan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Statuta Mahkamah Internasional. Yang dapat menjadi pihak hanyalah negara. yaitu pendapat mahkamah yang bersifat nasehat. bukanlah organ dari Organisasi Internasional tersebut. pendirian Mahkamah Internasional yang baru ini. 2. Mahkamah Pidana Internasional (International Court of Justice/ICJ) Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak pembentukannya telah memainkan peranan penting dalam bidang hukum inetrnasional sebagai upaya untuk menciptakan perdamaian dunia. namun biasanya diberlakukan sebagai “Compulsory Ruling”. . adalah: 1. yaitu yurisdiksi atas perkara biasa. Mahkamah Permanen Internasional. yaitu keputusan wajib yang mempunyai kuasa persuasive kuat (Burhan Tsani.komposisi. namun kemudian harus ada persetujuan dari pihak yang lain. Prinsip-prinsip hukum umum (general principles of law) yang diakui oleh negaranegara beradab. tidak dapat banding dan hanya mengikat para pihak. memberikan “Advisory Opinion”. Keputusan pengadilan (judicial decision) dan pendapat para ahli yang telah diakui kepakarannya. 1990. maupun khusus. Namun. Hingga pada tahun 1945. pada dasarnya hanyalah merupakan kelanjutan dari Mahkamah Internasional yang lama. baik yang bersifat umum. Kebiasaan internasional (international custom). karena Mahkamah Internasional tidak akan memutus perkara secara in-absensia (tidak hadirnya para pihak). yang didasarkan pada persetujuan para pihak yang bersengketa. organisasi. Menurut Pasal 92 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa disebutkan bahwa Mahkamah Internasional merupakan organ hukum utama dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. maka perkara akan di hapus dari daftar Mahkamah Internasional. 4. Masalah pengajuan sengketa bisa dilakukan oleh salah satu pihak secara unilateral. Advisory Opinion tidaklah memiliki sifat mengikat bagi yang meminta. maka negara-negara di dunia mengadakan konferensi di San Fransisco untuk membentuk Mahkamah Internasional yang baru. dan bukan berdasarkan hukum. Keputusan Mahkamah Internasional sifatnya final. Namun sesungguhnya. karena banyak nomor-nomor dan pasal-pasal yang tidak mengalami perubahan secara signifikan Secara umum. Jika tidak ada persetujuan. Mahkamah Internasional juga sebenarnya bisa mengajukan keputusan ex aequo et bono. 2. namun semua jenis sengketa dapat diajukan ke Mahkamah Internasional. Keputusan juga diambil atas dasar suara mayoritas. sumber-sumber hukum internasional yang dipakai oleh Mahkamah dalam mengadili perkara. menurut Pasal 38 ayat (1) Statuta Mahkamah Internasional. 3. 217) Sedangkan. melaksanakan “Contentious Jurisdiction”. namun hal ini bisa dilakukan jika ada kesepakatan antar negara-negara yang bersengketa. yaitu didasarkan pada keadilan dan kebaikan. yang merupakan sumber hukum internasional tambahan. G. Di San Fransisco inilah.

Mahkamah mulai menjatuhkan hukuman pada tahun 1998 terhadap Jean-Paul Akayesu. Italia.Selain Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) yang berkedudukan di Den Haag. dan juga Clement Kayishema dan Obed Ruzindana yang telah dituduh melakukan pemusnahan ras (genosida) . tuduhan juga dikeluarkan terhadap pemimpin-pemimpin terkenal. Walaupun tugas dari Mahkamah Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia dan Mahkamah Kriminal untuk Rwanda belum selesai. Mahkamah Kriminal untuk Rwanda (International Criminal Tribunal for Rwanda) Mahkamah ini bertempat di Arusha. tetapi harus melalui pernyataan mengikatkan diri dan menjadi pihak pada Statuta Mahkamah Pidana Internasional. 2003. saat ini Perserikatan Bangsa-bangsa juga sedang berupaya untuk menyelesaikan “hukum acara” bagi berfungsinya Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC). mantan Walikota Taba. terutama dari suku Tutsi. (Mauna. pada bulan Juni 1998.000 orang. Belanda. Mahkamah mengungkap bahwa bahwa pembunuhan massal tersebut mempunyai tujuan khusus. 264) 3. Jika diperkirakan bahwa tugas Mahkamah Peradilan Yugoslavia dan Rwanda telah . yang statuta pembentukannya telah disahkan melalui Konferensi Internasional di Roma. genosida (pemusnahan ras). Mahkamah Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (The International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia/ICTY) Melalui Resolusi Dewan Keamanan Nomor 827. Perserikatan Bangsa-Bangsa membentuk The International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia. Pada tanggal 27 Mei 1999. yang dituduh telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan melanggar hukum perang. (Mauna. pada tahun 1994. Belanda. Berbeda dengan Mahkamah Internasional.700. yang bertempat di Den Haag. jika telah disahkan oleh 60 negara. Tugas Mahkamah ini adalah untuk mengadili orang-orang yang bertanggungjawab atas pelanggaran-pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional yang terjadi di negara bekas Yugoslavia. 263) 2. tugas Mahkamah ini adalah untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku kejahatan pembunuhan missal sekitar 800.000 orang Rwanda. Semenjak Mahkamah ini dibentuk. Negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak secara otomatis terikat dengan yurisdiksi Mahkamah ini. Tanzania dan didirikan berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 955. sudah 84 orang yang dituduh melakukan pelanggaran berat dan 20 diantaranya telah ditahan. yurisdiksi (kewenangan hukum) Mahkamah Pidana Internasional ini. tanggal 8 November 1994. Statuta tersebut akan berlaku. yaitu pemusnahan orang-orang Tutsi. antara tahun 1975 sampai dengan 1979 yang telah membunuh sekitar 1. Milan Milutinovic (Presiden Serbia). 2003. adalah di bidang hukum pidana internasional yang akan mengadili individu yang melanggar Hak Asasi Manusia dan kejahatan perang. tanggal 25 Mei 1993.untuk Kamboja untuk mengadili para penjahat perang di zaman pemerintahan Pol Pot dan Khmer Merah. seperti Slobodan Milosevic (Presiden Republik Federal Yugoslavia). kejahatan humaniter (kemanusiaan) serta agresi. namun Perserikatan Bangsa-Bangsa juga telah menyiapkan pembentukan mahkamah. sebagai sebuah kelompok suku.

Hukum Internasional adalah sekumpulan hukum (body of low) yang sebagian besar terdiri dari asas-asas dank arena itu biasanya ditaati dalam hubungan antar Negara.G. Wiryono Prodjodikoro. 1999. 3. Oxford Burhantsani. Alumni. Hukum Internasional adalah keseluruhan kaidah dan asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas Negara. Pengantar Hukum Internasional. Bandung Phartiana I Wayan. 2003. Pengertian. Mendeskripsikan system hukum dan peradilan Internasional 2. . Putra Abardin Mauna Boer. Hukum Internasional digolongkan menjadi hukum Internasional Publik dengan hukum perdata internasional.Starke menyatakan. J. atau antar subyek hukum internasional bukan Negara satu sama lain. Bandung Sistem Hukum dan Perdilan Internasional Standar Kompetensi : Menganalisis Sistem Hukum dan peradilan Internasional Kompetensi Dasar : 1. (Mauna. Yogyakarta : Penerbit Liberty. Hukum Internasional. Makna Hukum Internasional Menurut Mochtar Kusumaatmaja. 2003. Alumni. Peran dan Fungsi dalam Era Dinamika Global. Cetakan ke-9. 265) REFERENSI Ardiwisastra Yudha Bhakti. 2003. maka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan mengeluarkan resolusi untuk membubarkan kedua Mahkamah tersebut. 1999. Clarendon Press. antara Negara dengan Negara. Penerbit Mandar maju. A.menyelesaikan tugas mereka. PT. adalah asas dan kaidah hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang bersifat pidana. 2003. Fourth Edition. yang sebagaimana diketahui memiliki sifat ad hoc (sementara). Cetakan ke-4. Muhammad. Bandung Brownlie Ian. Pengantar Hukum Internasional. Principles of Public International Law. 1989. Bunga Rampai. sedangkan hukuk perdata internasional atau hukum antar bangsa. Menjelaskan penyebab timbulnya sengketa internasional dan cara penyelesaian oleh mahkamah internasional. Identifikasi dan Reformulasi Sumber-Sumber Hukum Internasional. Hukum Internasional adalah hukum yang mengatur perhubungan hukum antara berbagai bangsa di berbagai Negara. 1990. dan Negara dengan subyek hukum internasional bukan Negara. Hukum dan Hubungan Internasional. Menghargai putusan Mahkamah Internasional A. yang mengatur masalah perdata lintas Negara (perkawinan antar warga Negara suatu Negara dengan warga Negara lain). Hukum Internasional. Whisnu. Hukum Internasional Publik atau hukum antar negara. Penerbit Mandar Maju. Bandung Situni F. Kusamaatmadja Mochtar.

pemenuhan kewajiban itu harus sesuai dengan ketentuan hukum internasional. Memilki persamaan Yudisial (perlakuan Hukum). Orang perseorangan (individu). Negara wajib menjalin kerjasama dengan Negara lain berdasar pada piagam PBB. ekonomi.B. B. Dalam asas ini setiap Negara harus mencari solusi damai. Setiap Negara memiliki persamaan kedaulatan secara umum sebagai berikut : a. Pemberontak dan pihak-pihak yang bersengketa. Asas – asas hukum Internasional Menurut Resolusi majelis Umum PBB No. Asas persaman hak dan penentuan nasib sendiri. setiap Negara harus menyelesaikan masalah internasional dengan cara damai. karena misi kemanusiaan yang diembannya. • Palang Merah Internasional. Teritorial dan kemerdekanan politi suatu Negara adalah tidak dapat diganggu gugat. social budaya. 5. 4. Asas persamaan kedaulatan dari Negara. Setap Negara bebas untuk membangun system politik. sehingga menjadi subyek hukum internasional. bahkan hukum international itu disebut sebagai hukum antarnegara. d. social dan system budaya tanpa intervensi pihak lain. 7. Organisasi internasional. ekonomi dan sejarah bansanya. kemerdekaan dan perwujudan kedaulatan suatu Negara ditentukan oleh rakyat. Palang merah Internasional. 2625 tahun 1970. Tidak melakukan intervensi terhadap urusan dalam negeri Negara lain. berkedudukan di jenewa dan menjadi subyek hukum internasional dalam arti terbatas. subyek internasional termasuk Negara. negara sudah diakui sebagi subyek hukum internasional sejak adanya hukum international. Seiap Negara wajib untuk hidup damai dengan Negara lain. Dalam asas ini menekankan setip Negara memiliki hak untuk memilih sendiri keputusan politiknya. ekonomi. . PBB. tahta suci. kerjasama itu dimaksudkan untuk menciptakan perdamaian dan keamanan internasional di bidang Hak asasi manusia. b. Dalam asas ini ditekankan bahwa setiap Negara tidak memberikan ancaman dengan kekuatan militer dan tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan piagam PBB. perdagangan. Tahta Suci menjadi subyek hukum Internasional dalam arti penuh karena itu satusnya setara dengan Negara dan memiliki perwakilan diplomatic diberbagai Negara termasuk di Indonesia. 2. 6. Paus bukan saja kepoala gereja tetapi memiliki kekuasaan duniawi. f. yaitu : 1. Menurut Starke. 3. Setiap Negara menghormati kepribadian Negara lain. • Negara. ILO memiliki hak dan kewajiban yang ditetapkan dalam konvensi-konvensi internasional. Memilikimhak penuh terhadap kedaulatan c. menghendalikan diri dari tindakan yang dapat membahayakan perdamaian internasional. Subyek Hukum Internasional Adalah pihak-pihak yang membawa hak dan kewajiban hukum dalam pergaulan internasional. tekhnik. • Organisasi Internasional. Setiap Negara tidak melakukan ancaman agresi terhadap keutuhan wilayah dan kemerdekaan Negara lain. politik. Setiap Negara harus dapat dipercaya dalam memenuhi kewajibannya. • Tahta Suci (Vatikan) Roma Italia. ada tujuh asas. e. soaial.

artinya dapat dipakai untuk membuktikan adanya kaidah hukum internasional mengenai suatu persoalan yang didasarkan pada sumber hukum primer atau utama yaitu Perjanjian internasional. 3. adalah sumber dari mana untuk mendapatkan atau menemukan ketentuan-ketentuan hukum internasional. Contoh PLO (Palestine Liberalism Organization) atau Gerakan Pembebasan Palestina. sebagai berikut : 1. Asas-asas hukum umum yang diakui oleh bangsa beradab. Menurut Brierly. dan asas hukum umum. adalah perjanjian yang diadakan antaranggota masyarakat bangsa-bangsa dan mengakibatkan hukum baru. dapat menjadi subyek internasional dalam arti terbatas. adalah sumber hukum internasional yang membahas dasar berlakunya hukum suatu Negara. Perjanjian Internasional (traktat). 2. Syaratnya adalah kebiasann itu harus bersifat umum dan diterima sebagi hukum. adalah system hukum positif yang didasarkan pada lembagaa hukum barat yang berdasarkan sebagaian besar pada asas hukum Romawi. D. kebiasaan internasional. termasuk mahkamah arbitrase. C. sumber hukum internasional dalam arti formal merupakan sumber yang paling utama dan memiliki otoritas tertinggi dan otentik yang dipakai Mahkamah internasional dalam memutuskan suatu sengketa internasional. Sumber hukum internasional dibedakan menjadi sumber hukumdalam arti materil dan formal. berfungsi sejak tahun 1946 sebagai pengganti dari Mahkamah Internasional Permanen. Yang disebut denga keputusan hakim. jadi tidak semua kebiasaan internasional menjadi sumber hukum. adalah asas hukum yang mendasari system hukum modern. Belanda. . Sistem hukum modern.• Orang persorangan (Individu). Didirikan pada tahun 1945 berdasarkan piagam PBB.adalah sumber hukum tambahan (subsider). Sedangkan sumber hukum formal. • Pemberontak dan pihak yang bersengketa. sebab telah diatur dalam perdamaian Persailes 1919 yang memungkinkan orang perseorangan dapat mengajukan perkara ke hadapat Mahkamah Arbitrase Internasional. Dalam arti materil. Ajaran para ahli hukum internasional itu tidak bersifat mengikat. Kebiasaan Internasional yang diterima sebagai hukum. Sumber hukum internasional formal terdapat dalam pasal 38 Piagam Mahkamah Internasional Permanen 1920. dalam keadaan tertentu pemberontak dapat memperoleh kedudukan dan hak sebagai pihak yang bersengketa dan mendapat pengakuan sedbagai gerakan pembebasan dalam memuntut hak kemerdekaannya. Mahkamah Internasional : Mahkamah internasional adalah lembaga kehakiman PBB berkedudukan di Den Haag. Sumber-Sumber Internasional Adalah sumber-sumber yang digunakan oleh Mahkamah Internasional dalam memutuskan masalah-masalah hubungan internasional. artinya tidak dapat menimbulkan suatu kaidah hukum. Lembaga Peradilan Internasional 1. adalah keputusan pengadilan dalam arti luas yang meliputi segala macam peradilan internasional dan nasional. 4. Keputusan-keputusan hakim dan ajaran para ahli hukum Internasional.

2. Kewenangan atau Yuridiksi ini meliputi: • Memutuskan perkara-perkara pertikaian (Contentious Case). • Memberikan opini-opini yang bersifat nasehat (Advisory Opinion). • Keputusan Mahkamah internasional Mengenai yuriduksinya. • Pernyataan penundukan diri Negara peserta statute Mahkamah internasional. Para pihak yang sengketa menundukkan diri pada perjanjian internasional diantara mereka. • Negara bukan wilayah kerja (statute) Mahkamah internasional. dua merangkap ketua dan wakil ketua. Penapsiran dilakukan dalambentuk perjanjian pihak bersengketa. • Penafsiran Putusan. Fungsi Mahkamah Internasional: Adalah menyelesaikan kasus-kasus persengketaan internasional yang subyeknya adalah Negara. Lima berasal dari Negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB seperti Cina. Mahkamah Pidana Internasional : Bertujuan untuk mewujudkan supremasi hukum internasional dan memastikan pelaku kejahatan internasional. Inggris dan Prancis. • Perbaikan putusan. Yuridikasi menjadi dasar Mahkamah internasional dalam menyelesaikan sengketa Internasional. Yuridiksi atau kewenangan yang dimiliki oleh . Terdiri dari 18 hakim dengan masa jabatan 9 tahun dan ahli dibidang hukum pidana internasional. mereka tunduk pada Mahkamah internasional. tanpa perlu membuat perjanjiankhusus. Contoh kasus Indonesia degan Malaysia mengenai Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan. Rusia. harus membuat deklarasi untuk tunduk pada ketentuan Mahjkamah internasional dan Piagam PBB. dalam mhal ini para pihak yang bersengketa perjanjian khusus yang berisi subyek sengketa dan pihak yang bersengketa. masa jabatan 9 tahun. yaitu : • Negara anggota PBB.Mahkamah Internasional terdiri dari 15 hakim. Beberapa kemungkinan Cara penerimaan Yuridikasi sbb : • Perjanjian khusus. Amerika serikat. dilakukan jika dimainta oleh salah satu atau pihak yang bersengketa. Anggotanya direkrut dari warga Negara anggota yang dinilai cakap di bidang hukum internasional. Ada 3 kategori Negara. bila terjadi sengketa diantara para peserta perjanjian. • Penundukan diri dalam perjanjian internasional. bila terjadi sengketa mengenai yuridikasi Mahkamah Internasional maka sengketa tersebut diselesaikan dengan keputusan Mahkamah Internasional sendiri. Yuridikasi Mahkamah Internasional : Adalah kewenangan yang dimilki oleh Mahkamah Internasional yang bersumber pada hukum internasional untuk meentukan dan menegakkan sebuah aturan hukum. adanya permintaan dari pihak yang bersengketa karena adanya fakta baru (novum) yang belum duiketahui oleh Mahkamah Internasional. Dan yang bukan wilayah kerja Mahkamah Internasional boleh mengajukan kasusnya ke Mahkamah internasional dengan syarat yang ditentukan dewan keamanan PBB. otomatis dapat mengajukan kasusnya ke Mahkamah Internasional. • Negara bukan anggota PBB yang menjadi wilayah kerja Mahkamah intyernasional.

satu boleh berasal dari warga negaranya sendiri. Masing-masing Negara yang bersengketa menunjuk dua arbitrator. 6. Sebab-sebab sengketa internasional : 1. dan membantu . D. adalah penyelesaian sengketa internasional melalui suatu pengadilan internasional dengan memberlakukan kaidah-kaidah hukum. Perebutan pengaruh ekonomi. Sebab-sebab terjadinya Sengketa Internasional Sengketa internasional (International despute). yaitu secara damai dan paksa. yaitu penyelesaian sengketa internasional dengan cara menyerahkannya kepada orang tertentu atau Arbitrator. Adanya intervensi terhadap kedayulatan Negara lain. Cara penyelesaian Sengketa internasional Ada dua cara penyelesaian segketa internasional. 2. yaitu cara penyelesaian sengketa internasional dimana Negara mediator bersahabat dengan para pihak yang bersengketa. adalah : 1. politik. Contoh Special Court for East Timor dan Indonesia membentuk Peradilan HAM dengan UU No. Perebutan sumber-sumber ekonomi 4. yang dipilih secara bebas oleh mereka yang bersengketa. E. Para arbitrator tersebut memilih seorang wasit sebagai ketua dari pengadilan Arbitrase tersebut.Mahkamah Pidana Internasional adalah memutus perkara terhadap pelaku kejahatan berat oleh warga Negara dari Negara yang telah meratifikasi Statuta Mahkamah. atau Negara dengan lembaga internasional yang menjadi subyek hukum internasional. 26 tahun 2000. kekerasan atau perang. Putusan melalui suara terbanyak. 3. • Penyelesaian secara damai. Negosiasi. Negara dengan individu-individu. Yuridiksi atau kewenangan darai Panel khusus dan special pidana internasional ini. 3. adalah menyangkut tindak kejahatan perang dan genosida (pembersihan etnis) tanpa melihat apakah Negara dari si pelaku itu telah meratifikasi atau belum terhadap statute panel khusus dan special pidana internasional ini. meliputi : Arbitrase. 5. Prosedur penyelesaiannya. Terlebih dahulu dilakukan konsultasi dan komunikasi agar negosiasi dapat berjalan semestinya. namun keputusannya harus sesuai dengan kepatutan dan keadilan ( ex aequo et bono). Jasa-jasa baik atau mediasi. 2. Perbedaan penafsiran mengenai isi perjanjian internasional 3. adalah perselisihan yang terjadi antara Negara dengan Negara. Penghinaan terhadap harga diri bangsa. atau keamanan regional dan internasional. tidak seformal arbitrase dan Yudisial. Panel Khusus dan Spesial Pidana internasional : Adalah lembaga peradilan internasional yang berwenang mengadili para tersangka kejahatan berat internasional yang bersifat tidak permanen atau sementara (ad hoc) dalam arti setelah selesai mengadili maka peradilan ini dibubarkan. Salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya dalam mperjanjiann internasional. Penyelesaian Yudisial.

Negara yang menjadi obyek intervensi dipersalahkan melakukan pelanggaran berat terhadap hukum internasional. yaitu mekanisme normal dan khusus. pihak mediator berperan lebih aktif dan mengarahkan pihak yang bersengketa agar penyelesaian dapat tercapai. 2. 2. F. Misalnya permintaan ganti rugi atas pelabuhan yang di blockade oleh Negara lain. tapi merupakan suartu pembalasan. . 3. 3. Penyelesian PBB. kekerasan atau perang : Perang dan tindakan bersenjata non perang. atau penarika diri dari kesepakatan-kresepakatan fiscal dan bea masuk. adalah biasanya dipakai dalam perselisioshan batas wilayah suatu Negara dengan menggunakan fakta-fakta untuk memperlancar perundingan. Pertahanan diri. Contoh menurunkan status hubungan diplomatic. Retorsi. Pembelaan tertulis. Contoh Dewan Keamanan PBB dalam penyelesaian konplik Indonesia Belanda tahu 1947. Intervesi untuk melindungi hak-hak dan kepentingan warga negaranya. dalam arti luas adalah penyelesaian sengketa denga bantuan Negara-negara lain atau badan-badan penyelidik dan komite-komite penasehat yang tidak berpihak. adalah cara penyelesaian sengketa internasional yang digunakan suatu Negara untuk mengupayakan memperoleh ganti rugi dari Negara lain. adalah suatu penyelesaian sengketa internasional melalui komisi atau komite dengan membuat laporan atau ussul penyelesaian kepada pihak sengketa dan tidak mengikat. tujuan PBB adalah menyelesaikan sengketa internasional secara damai dan menghindari ancaman perang. • Penyelesaian secara pakasa. Dididrikan pada tanggal 24 Oktober 1945 sebagai pengganti dari LBB (liga Bangsa-Bangsa). Adalah tindakan yang dilakukan pada waktu damai. Blokade secara damai. Konsiliasi dalam arti sempit. Penyelidikan. hukum yang relevan. Intervensi kolektif sesuai dengan piagam PBB. 4. berisi fakta. Konsiliasi. adalah pembalasan dendam oleh suatu Negara terhadap tindakan – tindakan tidak pantas yang dilakukan Negara lain. tambahan fakta baru. tapi dalam Penyelesaian secara Mediasi. Intervensi (campur tangan). Presentasi pembelaan bersifat terbuka dan umum atautertutup tergantung pihak sengketa. • Mekanisme Normal : 1. Contohnya : 1. Dalam penyelesaina dengan Jasa baik pihak ketiga menawarkan penyelesaian.penyelesaian sengketanya secara damai. Penyelesaian melalui Mahkamah internasional Ada dua mekanisme penyelesaian sengketa internasional melalui Mahkamah internasional. Adanya pemaksaan terhadap suatu Negara. Tindakan-tindakan pembalasan. Penyerahan perjanjian khusus yng berisi tdentitas para pihak dan pokok persoalan sengketa.adalah campur tanagn terhadap kemerdekaan politik tertentu secara sah dan tidak melanggar hukum internasional. bertujuan untuk menaklukkan Negara lawan dan membebankan syarat penyelesaian kepada Negara lawan. penilakan atas fakta yang disebutkan dan berisi dokumen pendukung.

Contoh Keputusan/kasus Mahkamah Internasioanal • Amerika serikat di Filipina : tahun 1906 tentara AS melakukan pembunuhan warga Filipina. • Mekanisme Khusus : 1. supaya pihak sengketa tidak melakukan hal-hal yang mengancah efektivitas persidangan Mahkamah internasional. biasanya dilakukan oleh Negara tergugat atau respondent karena menolak yuridiksi Mahkamah Internasional.lakkan intervensi atas sengketa yangsedang disidangkan bahwa dengan keputusan Mahkamah internasional ada kemungkinan Negara tersebut dirugikan. Intervensi. Mahkamah internasional telah memutus kasus tersebut berdasarkan pertimbangan dan telah dilakukan ssuai proses hukum internasional yang berlaku. • Amerika serikat di Jepang : pada tahun 1945 lebih dari 40. Kasus internasional dianggap selesai apa bila : Para pihak mencapai kesepakatan Para pihak menarik diri dari prose persidangan Mahkamah internasional. PBB menggelar pengadilan kejahatan perang di Arusha Tanzania dan hanya menyeret 29 penjahat perangnya.000 warga Bosnia dan Kroasia. Para pelakunya telah di sidang di pengadilan militer amun banyak yang dibebaskan. membunuh dan membakar 600 rakyat desa itu. • Pemerintah Rwanda terhadap etniks Hutu : Selama tiga bulan di tahu 1994 antara 500 samapai 1 juta orang etnis Hutu dan Tutsi telah dibunuh ioleh pemerintah Rwanda. • Jepang banyak membunuh rakyat Indonesia dengan Kerja paksa dan 10. • Amerika serikat di Cina : pada tahun 1968 terjadi pristiwa My lai Massacre. Malaysia adalah pemilik ke dua pulau tersebut.000 rakyat Jepang meninggal akibat Bom Atom. 3.Belanda. Keputusan sela. . Beracara bersama. Para penjahat perangnya sampai sekarang masih menjalani proses persidangan di Den Haag. Pengadilan internasional telah dijalankan dan menghukum para penjahatnya. G. untuk memberikan perlindungan terhadap subyek persidangan. Mahkamah Internasional telah mengadili dan menhukum pelaku. Keputusan bersifat menyetujui dan penolakan. • Serbia di Bosnia dan Kroasia: anatar 1992-1995 pembersihan etnis kroasia dan Bosnia oleh Kroasia danmembunuh sekitar 700. • Indonesia dengan Malaysia terhadap kasus Pulau sipadan dan Ligitan. 4.4.000 rakyat Indonesia hilang. • Pembersihan etnis yahudi oleh Nazi Di jerman atas pimpinan Adolf Hitler. Pra pelakunya telah disidang dan dihukum. Indonesia menghormatikeputusan tersebut. Keberatan awal karena ada keberatan dari pihak sengketa Karen mahkamah intrnasional dianggap tidak memiliki yusidiksi atau kewenangan atas kasus tersebut. dan Mahkamah internasional memenangkan pihak Malaysia pada ahun 2003. 2. Kompi Amerika menyapu warga desa denga senjata otomatis dan menewaskan 500 orang. 5. beberapa pihak disatukan untuk mengadakan sidang bersama karena materi sama terhadap lawan yang sama. mahkamah internasional memberikan hak kepada Negara lain yang tidak terlibat dalam sengketa untuk me. Ketidak hadiran salah satu pihak yang bersengketa.

Supranational law or the law of supranational organizations. which concerns at present regional agreements where the special distinguishing quality is that laws of nation states are held inapplicable when conflicting with a supranational legal system. Describe the legal and International judicial system 2. and (2) the law concerning which jurisdiction(s) apply to the issues in the case. Explaining the cause of international disputes and the solution by the International Court 3. Menghargai putusan Mahkamah Internasional Basic Competency: 1. which governs the relationship between provinces and international entities. (wikipedia) 3. Private international law.law of sea. or in any other manner inconsistent with the purposes of the United Nations. The term “international law” can refer to three distinct legal disciplines: 1. Appreciating the decision of the International Court Handout 1. Kompetensi Dasar: 1. Public international law. International law is classified into two international civil law and public international law: 1. either as an individual or as a group. Mendeskripsikan sistem hukum dan peradilan internasional 2. 2.• Kasaus Timor TImur diselesaikan secara Intrnasional dengan referendum. Public international law is the overall rules and legal principles that govern relationships or issues that cross state boundaries are not of civil 2. 2. Dan sejak tahun 1999 Timor-Timur berdiri sebagai sebuah Negara bernama Republik Tomor Lorosae /Timor Leste. which addresses the questions of (1) in which legal jurisdiction may a case be heard. or conflict of laws. international criminal law and the international humanitarian law. . Private international law is the overall rules and principles of law governing civil relationships that cross state boundaries. Considering that the progressive development and codification of the following principles: o (a) The principle that States shall refrain in their international relations from the threat or use of force against the territorial integrity or political independence of any State. Menjelaskan penyebab timbulnya sengketa internasional dan cara penyelesaian oleh Mahkamah Internasional 3. 3. It includes the following specific legal field such as the treaty law.

Hyde mengemukakan bahwa hukum internasional adalah sekumpulan hukum yang sebagian besar terdiri atas asas-asas dan peraturan -peraturan tingkah laku yang mengikat negara-negara dan ditaati dalam hubungan negara-negara satu sama lain. 3. (f) The principle of sovereign equality of States. 4. Masalah Ekonomi 4. mengemukakan bahwa hukum dan hubungan internasional didasarkan pada kemauan bebas dan persetujuan beberapa atau semua negara. Negara Vatikan PMI Organisasi Internasional Perseorangan Pemberontak SUMBER HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL Landasan hukum yang menjadi sumber hukum internasional adalah: 1. Masalah Politik 3. Pasal 7 Konvensi ke-12 di Den Haag tanggal 18 oktober 1907 2. Pasal 38 Statuta Mahkamam Internasional tanggal 16 desember 1920 PENYEBAB SENGKETA INTERNASIONAL Beberapa hal yang menyebabkan sengketa internasional adalah sebagai berikut: 1. (d) The duty of States to co-operate with one another in accordance with the Charter. Masalah HAM . in accordance with the Charter. (g) The principle that States shall fulfil in good faith the obligations assumed by them in accordance with the Charter. (c) The duty not to intervene in matters within the domestic jurisdiction of any State. SUBJEK HUKUM INTERNASIONAL Subjek hukum internasional adalah sebagai berikut 1. Pandangan klasik/tradisional mengartikan bahwa hukum internasional adalah sistem hukum yang mengatur hubungan negara-negara (antar negara). 2. PENGERTIAN HUKUM INTERNASIONAL Hugo de Groot (Grotius) dalam bukunya De Jure belli ac pacis (perihal perang dan damai). Masalah Wilayah 2. (e) The principle of equal rights and self-determination of peoples.o o o o o o (b) The principle that States shall settle their international disputes by peaceful means in such a manner that international peace and security and justice are not endangered. Prof. 6. 5.

. Generasi muda coba deh tunjukkan cintamu untuk Indonesia !....RENUNGKANLAH..Dan akhirnya sesuai keputusan Mahkamah Internasional pulau tersebut mennjadi milik MALAYSIA.Hassan Wirajuda.CARA PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL OLEH MAHKAMAH INTERNASIONAL a. Mahkamah Internasional pada pukul 17.betul ga'? BUKTIKAN!!! BAB I PENDAHULUAN 1.. "Hari ini.atau pukul 4 sore waktu Jakarta.. Selain itu Negara Indonesia juga bisa mengambil contoh peradilan di Negara-negara lain. Karena sisrtem peradilan internasional bersikap luas. pada sidang yang dimulai pada pukul 10 pagi waktu Deen Haag... Namun...1 Latar Belakang Sistem peradilan internasional adalah salah satu proses yang menjelaskan tentang hubungan peradilan yang bekerja sama secara luas dengan bangsa lain...N.45 (WIB) telah mengeluarkan keputusannya tentang kedaulatan atas pulau Sipadan dan pulau Ligitan antara Indonesia dan Malaysia. Menteri luar negeri Indonesia). seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman. AJUDIKASI (ADJUDICATION) b.... dan kita harus bangga menjadi orang Indonesia. (Jakarta... ARBITRASE (ARBITRATION) BUAT BANGSA INDONESIA. 17 Desember 2002. Pernyataan pers dari DR. yakni mengetahui peradilan internasional secara luas. maka masyarakat pun juga mengambil andil di dalam pelaksanaannya. Tujuan utama. hukum di .

negara Indonesia menjadi lemah atau tidak menjunjung tinggi keadilan di dalam hukum. Apa yang dimaksud Sistem Peradilan Internasional? 2.3 Rumusan Masalah 1. 1.2 Tujuan Penulisan Tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini adalah memperoleh gambaran tentang sistem peradilan internasional dan menjelaskan tentang proses hukum yang adil (layak). 1. Bagaimana hukum pidana secara layak dan adil itu terlaksana? . Terdiri dari apa saja komponen-komponen lembaga Peradilan Internasional? 3.

Dalam hal ini pendekatan pengembangan terhadap sistem hukum menekankan pada beberapa hal. Setiap sistem hukum menunjukkan empat unsur dasar. keadilan dan institusi penegak hukum. kemampuan membentuk hukum. yaitu: pranata peraturan. pengadilan dan penegakan hukum serta pengaruh diferensiasi lembaga dalam masyarakat terhadap unsur-unsur dasar tersebut. menyangkut perangkat peraturan. Diferensiasi itu sendiri merupakan ciri yang melekat pada masyarakat yang tengah mengalami perkembangan. Dengan demikian tinjauan perkembangan hukum difokuskan pada hubungan timbal balik antara diferensiasi hukum dengan diferensiasi sosial yang dimungkinkan untuk menggarap kembali peraturan-peraturan. proses penyelenggaraan hukum.BAB II PEMBAHASAN 2. . mahkamah pidana internasional dan panel khusus dan spesial pidana internasional. prosedur pemberian keputusan oleh pengadilan dan lembaga penegakan hukum. Perkembangan demikian ini menyebabkan susunan masyarakat menjadi semakin komplek. yaitu: bertambah meningkatnya diferensiasi internal dari keempat unsur dasar system hukum tersebut. penerapan peraturan. Komponen-kompenen tersebut terdiri dari mahkamah internasional. Melalui diferensiasi ini suatu masyarakat terurai ke dalam bidang spesialisasi yang masingmasing sedikit banyak mendapatkan kedudukan yang otonom. Dengan diferensiasi dimungkinkan untuk menimbulkan daya adaptasi masyarakat yang lebih besar terhadap lingkungannya.1 Pengertian Sistem Peradilan Internasional Kata sistem dalam kaitannya dengan peradilan internasional adalah unsur-unsur atau komponen-komponen lembaga peradilan internasional yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan dalam rangka mencapai keadilan internasional.

Statuta adalah hukum-hukum yang terkandung. Mahakamah ini mulai berfungsi sejak tahun 1946 sebagai pengganti MIP. 2. . perubahan pembatasan hak milik yang bersifat publik. perubahan fungsi dari perjanjian kontrak. Biasanya 5 hakim MI berasal dari anggota tetap DK PBB. komposisi MI terdiri dari 15 hakim. perubahan di dalam menafsirkan hukum perundang-undangan. peralihan tanggung jawab dari tuntutan ganti rugi ke ansuransi. perubahan dalam jangkauan ruang lingkup hukum internasional dan perubahan-perubahan lain. untuk memilih anggota mahkamah dilakukan pemungutan suara secara independen oleh majelis MU dan Dewan Keamanan (DK). Yurisdiksi adalah kewenangan yang dimiliki oleh MI yang bersumber pada hukum internasional untuk menentukan dan menegakan sebuah aturan hukum.Sebagai salah satu sub-sistem dalam masyarakat. Belanda. yang kedudukan di Den Haag. Ke-15 calon hakim tersebut direkrut dari warga negara anggota yang dinilai cakap dibidang hukum internasional. hukum tidak terlepas dari perubahan-perubahan yang terjadi masyarakat. perubahan konsepsi mengenai hak milik umpamanya dalam masyarakat industri moderen. Fungsi utama MI adalah untuk menjelaskan kasus-kasus persengkataan intersional yang subjeknya adalah negara. Hukum disamping mempunyai kepentingan sendiri untuk mewujudkan nilai-nilai tertentu di dalam masyarakat terikat pada bahan-bahan yang disediakan oleh masyarakatnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hukum sangat dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di sekelilingnya. Pasal 9 Statuta MI menjelaskan. Menurut Wolfgang Friedmann perubahan hukum dalam masyarakat yang sedang berubah meliputi perubahan hukum tidak tertulis (common law). tugasnya untuk memeriksa dan memutuskan perkara yang disidangkan baik yang bersifat sengketa maupun yang bersikap nasihat.2 Mahkamah Internasional MI adalah organ utama lembaga kehakiman PBB.

Penundukkan diri dalam perjanjian Internasional. Kejahatan perang 4.meliputi: memutuskan perkara-perkara pertikaian dan memberikan opini-opini yang bersifat nasihat. Keputusan MI mengenai Yurisdiksinya 5.4 Panel khusus dan spesial pidana internasional Panel khusus pidana internasional (PKPI) dan Panel spesial pidana internasional (PSPI) adalah lembaga peradilan internasional yangberwenang mengadili para tersangka kejahatan berat internasional yang bersifat tidak permanen. yang mewujudkan supremasi hukum internasional yang memastikan bahwa pelaku kejahatan berat internasional di pidana. Penafsiran putusan 6. perjanjian khusus 2.3 Mahkamah Pidana Internasional MPI adalah Mahkamah Pidana Internasional yang berdiri permanen berdasarkan traktat multilateral. Kejahatan agresi 2. 3. . Jenis kejahatan berat pada pasal 5-8 statuta yaitu sebagai berikut: 1. Beberapa kemungkinan cara penerimaan tersebut: 1. Pernyataan penundukan diri negara peserta statuta MI 4. Perbaikan putusan 2. Artinya selesai mengadili. Kejahatan terhadap kemanusiaan 3. peradilan ini dibubarkan. Kejahatan genosida 2.

Padahal arti dari due process of law ini lebih luas dari sekedar penerapan hukum atau perundang-undangan secara formil. Paling tidak hak-hak untuk didengar pandangannya tentang peristiwa yang terjadi.Perbedaan antara PKPI dan PSPI terletak pada komposisi penuntut dan hakim ad hoc-nya. ada satu istilah hukum yang dapat merangkum cita-cita peradilan pidana. Pada PSPI komposisi penuntut dan hakim ad hoc-nya merupakan gabungan antara peradilan nasional dan internasional. Secara keliru arti dari proses hukum yang adil dan layak ini seringkali hanya dikaitkan dengan penerapan aturan-aturan hukum acara pidana suatu Negara pada seorang tersangka atau terdakwa. hak didampingi penasehat hukum dalam setiap tahap pemeriksaan. juga harus didukung oleh sikap batin penegak hukum yang menghormati hak-hak warga masyarakat. hak memajukan pembelaan dan hak untuk disidang dimuka pengadilan yang bebas dan dengan hakim yang tidak memihak. Sedangkan pada PKPI komposisi sepenuhnya ditentukan berdasarkan ketentuan peradilan internasional. 2. Namun kedudukannya sebagai manusia memungkinkan dia untuk mendapatkan hak-haknya tanpa diskriminasi.5 Proses Hukum yang Adil atau Layak Di dalam pelaksanaan peradilan pidana. Konsekuensi logis dari dianutnya proses hukum yang adil dan layak tersebut ialah sistem peradilan pidana selain harus melaksanakan penerapan hukum acara pidana sesuai dengan asas-asasnya. yaitu “due process of law” yang dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan menjadi proses hukum yang adil atau layak. . Pemahaman tentang proses hukum yang adil dan layak mengandung pula sikap batin penghormatan terhadap hak-hak yang dipunyai warga masyarakat meskipun ia menjadi pelaku kejahatan.

Bahkan menurut Almaududi. Oleh karena itu patut kita syukuri bahwa sekarang HAM sudah diakui secara Internasional. Perlindungan hak-hak tersebut. Dengan demikian HAM dapat ditegakkan tanpa batas ruang dan waktu.Dengan keberadaan UU No. yaitu kebangkitan hukum nasional yang mengutamakan perlindungan hak asasi manusia dalam sebuah mekanisme sistem peradilan pidana. Namun semua itu hanya terwujud apabila orientasi penegakan hukum dilandaskan pada pendekatan sistem. INSTRUMEN HAM INTERNASIONAL Banyak pakar HAM yang berpendapat bahwa lahirnya gagasan terhadap jaminan hak asasi manusia dimulai dengan adanya perjanjian Magna Charta. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa untuk mendapatkan pengakuan terhadap HAM harus melalui perjalanan yang sangat panjang. diharapkan sejak awal sudah dapat diberikan dan ditegakkan. perlindungan yang terangkum dalam Piagam Madinah ini lebih komperhensif jika dibandingkan dengan konsep Ham dalam Magna Charta. kehidupan hukum Indonesia telah meniti suatu era baru. Selain itu diharapkan pula penegakan hukum berdasarkan undang-undang tersebut memberikan kekuasaan kehakiman yang bebas dan bertanggung jawab. Akan tetapi tidak sedikit pula yang meyakini bahwa jaminan HAM sesungguhnya telah tertampung sejak 600 tahun sebelumnya tepatnya dengan lahirnya piagam Madinah pada masa awal Islam.8 Tahun 1981. yaitu mempergunakan segenap unsur yang terlibat didalamnya sebagai suatu kesatuan dan saling interrelasi dan saling mempengaruhi satu sama lai INSTRUMEN HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL HAM 1. Pengakkan HAM secara internasional dapay didasarkan pada instrument Ham internasional yang terdiri atas berbagai jenis dasar hokum seperti berikut : .

Franklin D. Rossevelt yang telah dijelaskan di atas. memberikan pesan yang ditujukan kepada kongres tentang 4 (The four freedom) yang diupayakan untuk dipertahankan di dalam perang.” Berkaitan dengan hal tersebut Presiden Amerika Serikat. kebebasan mempertahankan Hak Asasi Manusia dan keadilan. Adapun rincian Ham dalam piagam HAM PBB sebagai berikut : 1. Franklin D. berisi antara lain kebebasan memperoleh pekerjaan 3. PBB akhirnya dapat menghasilkan Uiversal Declaration of Human Rights pada tanggal 10 Desember1948 yang terdiri atas 30 pasal. Pernyataan tentang HAM dalam deklarasi PBB ini tercermin dalam penggalan dan kalimat yang beragama berbunyi serta “bahwa untuk kemenangan adalah penting untuk menjaga kehidupan. independence. Kebebasan beragama (Freedom of Religion) 3. Declaration by United Nation (Deklarasi Perserikatan Bangsa – Bangsa) Deklarasi Perserikatan Bangsa – Bangsa diterbitkan pada tanggal 1 January 1942. kebebasan. Kebebasan dari ketakutan (Freedom from Fear) 4.A. 4 kebebasan tersebut sebagai beikut : 1. Hak Sosial (Pasal 22 – 23). Rossevelt. Universal Declaration of Human Rights (Deklarasi Universal HAM) Setelah perang dunia II selesai. Kebebasan untuk berbicara dan menyatakan (Freedom of Speech) 2. berisi kebebasan mengeluarkan pendapat dan berserikat 2. Hak Kebebasan Politik (Pasal 2 – 21). Hak Beristirahat dan Hiburan (Pasal 24) . Kebebasan dari kekurangan (Freedom from Want) B. Pernyataan umum HAM atau Deklarasi Universal HAM ini dipengaruhi oleh 4 macam kebebasan yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat.

Akan tetapi. Deklarasi ini juga menolak klaim nuansa perbedaan HAM antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lainnya. untuk Negara. Hak Asasi dalam Bidang Kebudayaan (pasal 27) 7. antara lain berisi kebebasan memperoleh pendidikan 6. Deklarasi ini mengeaskan secara perbedaan keuniversalan atas latar belakang HAM umat dan keharusan tanpa hukum dan penerapannya memperhatikan menyeluruh manusia semua anggota PBB secara moral berkewajiban pada untuk melaksanakan pernyataan tersebut. kenyataan pelaksanaannya disesuaikan dengan kepentingan nasional tiap – tiap budaya setempat.4. 5. perhatian dunia internasional yang diwakili oleh PBB tampak meningkat setelah . 2 tahun setelah bubarnya Uni Soviet. 2. Hak Asasi menikmati kehidupab social dan internasional (Pasal 28) 8. Hak akan Tingkatan Dasar Penghidupan yang Cukup Bagi Penjagaan Kesehatan dan Keselamatan serta Keluarganya Hak Asasi Pendidikan (Pasal 26). Kewajiban – kewajiban yang harus dipenuhi dalam melaksanakan hak asasi (Pasal 29 – 30) Meskipun pernyataan HAM PBB tersebut bukan merupakan konvension atau perjanjian yang harus ditaati oleh semua anggota PBB. di Wina diadakan kofrensi tentang HAM untuk organisasi – organisasi non pemerintah yang menghasilkan deklarasi Wina tentang HAM bagi NGO. Sekalipun suatu Negara berusaha mengikuti pernyataan tersebut. Deklarasi Wina tentang HAM bagi NGO Pada tahun 1973. C. KASUS – KASUS PELANGGARAN HAM INTERNASIONAL Pada dasarnya kasus – kasus terjadinya pelanggaran HAM sangat marak terjadi dan telah berlangsung sejak lama.

Banyak kejahatan kemanusiaan pada waktu itu. d. 1924 di Italia Benito Mussolini telah mendirikan sekaligus memimpin [aham fasisme di Italia.terjadinya Perang Dunia II yang telah menewaskan banyak umat manusia. 1933 di Jerman Adolf Hitler yang berhasil memenangkan pemilu melalui Partai Buruh Jerman Sosialis memimpin Jerman dengan sangat otoriter. Mussolini telah menduduki Negara asing seoerti Etiophia dan Albania. Diantara peristiwa yang memakan korban adalah terbunuhnya 77 orang dari kalangan sipil pada peristiwa Sharpeville. Misalnya dengan penangkapan secara masal terhadap lawan – lawan politiknya. pembasmian terhadap orang – orang yahudi. mereka melakukan kebijakan yang merugikan warga kulit hitam. terutama murid – murid sekolah. Sejumlah pasukan perang sebanyak 85 . Lawan – lawan politik yang tidak segaris dengan pemikirannya ditangkap dan dibunuh. Ia telah memerintah pada tahun 1924 – 1943 dengan sangat otoriter. Diantara contoh pelanggarn HAM Internasional yang terjadi menurut urutan waktu sebagai berikut : a. Ia juga salah seorang pencetus Perang Dunia II dan berkoalisi dengan Hitler untuk melawan sekutu b. 1960 di Republik Afrika Selatan Ketika rezim apartheid yang didominasi orang – orang kulit putih berhasil menguasai pemerintahan di Afrika Selatan. menduduki Chekoslovakia dan Austria serta memicu tejadinya PD II. Demikian juga pada tahun 1976 terjadi peristiwa berdarah yang menewaskan banyak warga sipil. 1979 di Uni Soviet Negara Uni Soviet atau sekarang Rusia telah melakukan penyerangan berkepanjangan di Afganistan yang berlangsung pada tahun 1979 hingga 1990 an. c.

3. Dalam perang di Bosnia tersebut terjadi pembunuhan masal terhadap 8000 warga muslim Bosnia di Srebenica.ribu tentara didatangklan dari Uni Soviet untuk bertempur di Afganistan sehingga makan banyak korban. e. 1992 – 1995 di Serbia Bosnia Pada tahun 1992 – 1995 terjadi perang di Bosnia yang dipimpin oleh Radofan Karadzic. ICC dibentuk berdasarkan perjanjian antarnegara yang diber nama Rome Statute of the International Criminal Court atau popular dengan sebutan Statuta Roma tahun 1998. baik militer maupun sipil. Dalam perang tersebut Radofan Karadzic bertekad untuk melakukan pembersihan etnis kepada warga non Serbia. Mahkamah Pidana Internasional (Intenational Crime Court) International Crime Court merupakan pengadilan internasional yang bersifat permanent untuk mengadili para pelaku kejahatan internasional. a. PERADILAN INTERNASIONAL HAM Peradilan Internasional mengandung pengertian upaya penyelesaian masalah dengan menerapkan ketentuan – ketentuan hokum internasional yang dilakukan oleh peradilan internasional yang dibentuk secara teratur. Peradilan internasional ini dilakukan oleh Mahkamah Internasional dan badan – badan peradilan lainnya. Komunitas internasional melalui Statuta Roma telah menyepakati adanya 4 jenis kejahatan yang masuk dalam kategori kejahatan internasional sebagai berikut : 1) Kejahatan genosida (The crime of genocide) 2) Kejahatan kemanusiaan (Crimes against humanity) . ada beberapa peradilan yang mempunyai kewenangan untuk melakasanakannya seperti berikut. Srebenica adalah daerah kantong bagi penduduk Muslim Bosnia. Berkaitan dengan upaya penanganan pelanggaran HAM internasional.

ICC juga dapat mengadili kasus pelanggaran dengan didasarkan ata resolusi PBB. Keberadaan ICC telah efektif sejak tanggal 1 Juli 2002 setelah 60 negara meratifikasinya. sheingga menyebabkan terjadinya kejahatan – kejahatan yang berada dalam lingkup kejahatan internasional. Dengan demikian. Mahkamah internasional mempunyai kewenangan untuk memeriksa dan memutus kasus sengketa antar Negara (Contentious case) yang lebih bersifat keperdataan serta memberikan fatwa (advisory opinion). ICC ini berbeda dengan International Court of Justice (ICJ) atau Mahkamah Internasional. (Individual dan criminal memberikan responsibility) perintah yang memfasilitasi. Perbedaannya terletak pada kewenangannya. . dapat dikatakan bahwa ICC merupakan pengadilan komplementar dari suatu pengadilan nasional.3) Kejahatan perang (War crimes) 4) Kejahatan perang agresi (The crime of aggression) Berdasarkan Statuta Roma. ICC berlaku bagi Negara – Negara yang telah meratifikasinya. ICC mempunyai wewenang untuk mengadili kejahatan – kejahatan HAM internasional seperti yang tercantum dalam Statuta Roma. jika Negara yang bersangkutan dianggap tidak memiliki atau kemauan. Namun. Selain itu. Mahkamah Pidana Internasional memiliki yurisdiksi untuk mengadili dan meminta pertanggungjawaban individu/perseorangan melakukan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful