P. 1
Nadhira - SISTEM HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL

Nadhira - SISTEM HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL

|Views: 2,031|Likes:
Published by Nadhira Dwi Sabrina

More info:

Published by: Nadhira Dwi Sabrina on Mar 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2013

pdf

text

original

SISTEM HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL

SISTEM HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL A. Pengertian Hukum Internasional Pada dasarnya yang dimaksud hukum internasional dalam pembahasan ini adalah hukum internasional publik, karena dalam penerapannya, hukum internasional terbagi menjadi dua, yaitu: hukum internasional publik dan hukum perdata internasional. Hukum internasional publik adalah keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara, yang bukan bersifat perdata. Sedangkan hukum perdata internasional adalah keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan perdata yang melintasi batas negara, dengan perkataan lain, hukum yang mengatur hubungan hukum perdata antara para pelaku hukum yang masing-masing tunduk pada hukum perdata yang berbeda. (Kusumaatmadja, 1999; 1) Awalnya, beberapa sarjana mengemukakan pendapatnya mengenai definisi dari hukum internasional, antara lain yang dikemukakan oleh Grotius dalam bukunya De Jure Belli ac Pacis (Perihal Perang dan Damai). Menurutnya “hukum dan hubungan internasional didasarkan pada kemauan bebas dan persetujuan beberapa atau semua negara. Ini ditujukan demi kepentingan bersama dari mereka yang menyatakan diri di dalamnya ”. Sedang menurut Akehurst : “hukum internasional adalah sistem hukum yang di bentuk dari hubungan antara negara-negara” Definisi hukum internasional yang diberikan oleh pakar-pakar hukum terkenal di masa lalu, termasuk Grotius atau Akehurst, terbatas pada negara sebagai satu-satunya pelaku hukum dan tidak memasukkan subjek-subjek hukum lainnya. Salah satu definisi yang lebih lengkap yang dikemukakan oleh para sarjana mengenai hukum internasional adalah definisi yang dibuat oleh Charles Cheny Hyde : “ hukum internasional dapat didefinisikan sebagai sekumpulan hukum yang sebagian besar terdiri atas prinsip-prinsip dan peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh negaranegara, dan oleh karena itu juga harus ditaati dalam hubungan-hubungan antara mereka satu dengan lainnya, serta yang juga mencakup : a. organisasi internasional, hubungan antara organisasi internasional satu dengan lainnya, hubungan peraturan-peraturan hukum yang berkenaan dengan fungsi-fungsi lembaga atau antara organisasi internasional dengan negara atau negara-negara ; dan hubungan antara organisasi internasional dengan individu atau individu-individu ; b. peraturan-peraturan hukum tertentu yang berkenaan dengan individu-individu dan subyek-subyek hukum bukan negara (non-state entities) sepanjang hak-hak dan kewajiban-kewajiban individu dan subyek hukum bukan negara tersebut bersangkut paut dengan masalah masyarakat internasional” (Phartiana, 2003; 4) Sejalan dengan definisi yang dikeluarkan Hyde, Mochtar Kusumaatmadja mengartikan ’’hukum internasional sebagai keseluruhan kaidah-kaidah dan asas-asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas negara, antara negara dengan negara dan negara dengan subjek hukum lain bukan negara atau subyek hukum bukan negara satu sama lain’’. (Kusumaatmadja, 1999; 2) Berdasarkan pada definisi-definisi di atas, secara sepintas sudah diperoleh gambaran umum tentang ruang lingkup dan substansi dari hukum internasional, yang di dalamnya terkandung unsur subyek atau pelaku, hubungan-hubungan hukum antar subyek atau

pelaku, serta hal-hal atau obyek yang tercakup dalam pengaturannya, serta prinsip-prinsip dan kaidah atau peraturan-peraturan hukumnya. Sedangkan mengenai subyek hukumnya, tampak bahwa negara tidak lagi menjadi satusatunya subyek hukum internasional, sebagaimana pernah jadi pandangan yang berlaku umum di kalangan para sarjana sebelumnya. B. Sejarah dan Perkembangan Hukum Internasional Hukum internasional sebenarnya sudah sejak lama dikenal eksisitensinya, yaitu pada zaman Romawi Kuno. Orang-orang Romawi Kuno mengenal dua jenis hukum, yaitu Ius Ceville dan Ius Gentium, Ius Ceville adalah hukum nasional yang berlaku bagi masyarakat Romawi, dimanapun mereka berada, sedangkan Ius Gentium adalah hukum yang diterapkan bagi orang asing, yang bukan berkebangsaan Romawi. Dalam perkembangannya, Ius Gentium berubah menjadi Ius Inter Gentium yang lebih dikenal juga dengan Volkenrecth (Jerman), Droit de Gens (Perancis) dan kemudian juga dikenal sebagai Law of Nations (Inggris). (Kusumaatmadja, 1999 ; 4) Sesungguhnya, hukum internasional modern mulai berkembang pesat pada abad XVI, yaitu sejak ditandatanganinya Perjanjian Westphalia 1648, yang mengakhiri perang 30 tahun (thirty years war) di Eropa. Sejak saat itulah, mulai muncul negara-negara yang bercirikan kebangsaan, kewilayahan atau territorial, kedaulatan, kemerdekaan dan persamaan derajat. Dalam kondisi semacam inilah sangat dimungkinkan tumbuh dan berkembangnya prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah hukum internasional. (Phartiana, 2003 ; 41) Perkembangan hukum internasional modern ini, juga dipengaruhi oleh karya-karya tokoh kenamaan Eropa, yang terbagi menjadi dua aliran utama, yaitu golongan Naturalis dan golongan Positivis. Menurut golongan Naturalis, prinsip-prinsip hukum dalam semua sistem hukum bukan berasal dari buatan manusia, tetapi berasal dari prinsip-prinsip yang berlaku secara universal, sepanjang masa dan yang dapat ditemui oleh akal sehat. Hukum harus dicari, dan bukan dibuat. Golongan Naturalis mendasarkan prinsip-prinsip atas dasar hukum alam yang bersumber dari ajaran Tuhan. Tokoh terkemuka dari golongan ini adalah Hugo de Groot atau Grotius, Fransisco de Vittoria, Fransisco Suarez dan Alberico Gentillis. (Mauna, 2003 ; 6) Sementara itu, menurut golongan Positivis, hukum yang mengatur hubungan antar negara adalah prinsip-prinsip yang dibuat oleh negara-negara dan atas kemauan mereka sendiri. Dasar hukum internasional adalah kesepakatan bersama antara negara-negara yang diwujudkan dalam perjanjian-perjanjian dan kebiasaan-kebiasaan internasional. Seperti yang dinyatakan oleh Jean-Jacques Rousseau dalam bukunya Du Contract Social, La loi c’est l’expression de la Volonte Generale, bahwa hukum adalah pernyataan kehendak bersama. Tokoh lain yang menganut aliran Positivis ini, antara lain Cornelius van Bynkershoek, Prof. Ricard Zouche dan Emerich de Vattel Pada abad XIX, hukum internasional berkembang dengan cepat, karena adanya faktorfaktor penunjang, antara lain : (1) Setelah Kongres Wina 1815, negara-negara Eropa berjanji untuk selalu menggunakan prinsip-prinsip hukum internasional dalam hubungannya satu sama lain, (2). Banyak dibuatnya perjanjian-perjanjian (law-making treaties) di bidang perang, netralitas, peradilan dan arbitrase, (3). Berkembangnya

dari kelahiran dan pertumbuhan hukum internasional. 4. karena dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut: (1). Kemajuan pesat teknologi dan ilmu pengetahuan yang mengharuskan dibuatnya ketentuan-ketentuan baru yang mengatur kerjasama antar negara di berbagai bidang. tempat diketemukannya ketentuan-ketentuan hukum internasional yang dapat diterapkan pada suatu persoalan konkrit. baik yang bersifat umum. 14) Menurut Pasal 38 ayat (1) Statuta Mahkamah Internasional. 3. baik bersifat bilateral. Sumber-sumber Hukum Internasional Pada azasnya. 7) C. 2. Prinsip-prinsip hukum umum (general principles of law) yang diakui oleh negaranegara beradab. pemegang atau pendukung hak dan pemikul kewajiban berdasarkan hukum internasional. Dalam bentuk atau wujud apa sajakah hukum itu tampak dan berlaku. (2). Banyaknya negara-negara baru yang lahir sebagai akibat dekolonisasi dan meningkatnya hubungan antar negara. regional maupun bersifat global. serta Badan-badan Khusus dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyiapkan ketentuan-ketentuan baru dalam berbagai bidang. (Mauna. sumber-sumber hukum internasional yang dipakai oleh Mahkamah dalam mengadili perkara. Keputusan pengadilan (judicial decision) dan pendapat para ahli yang telah diakui kepakarannya. Kebiasaan internasional (international custom). 2.perundingan-perundingan multilateral yang juga melahirkan ketentuan-ketentuan hukum baru. metode penciptaan hukum internasional. hukum internasional mengalami perkembangan yang sangat pesat. adalah: 1. Sumber hukum internasional dapat diartikan sebagai: 1. 197) D. 1990. Sumber hukum dalam arti formal adalah sumber hukum yang membahas bentuk atau wujud nyata dari hukum itu sendiri. Banyaknya perjanjian-perjanjian internasional yang dibuat. Di abad XX. yaitu: sumber hukum dalam arti materiil dan sumber hukum dalam arti formal. 3. Negara . (Phartiana. 2003. yang merupakan sumber hukum internasional tambahan. maupun khusus. Bermunculannya organisasi-organisasi internasional. 2003. seperti Perserikatan Bangsa Bangsa dan berbagai organ subsidernya. (4). (Burhan Tsani. Sumber hukum dalam arti materiil adalah sumber hukum yang membahas materi dasar yang menjadi substansi dari pembuatan hukum itu sendiri. (3). Dalam bentuk atau wujud inilah dapat ditemukan hukum yang mengatur suatu masalah tertentu. Perjanjian internasional (international conventions). sumber hukum terbagi menjadi dua. adalah: 1. Pada awal mula. hanya negaralah yang dipandang sebagai subjek hukum internasional Dewasa ini subjek-subjek hukum internasional yang diakui oleh masyarakat internasional. dasar kekuatan mengikatnya hukum internasional. Subyek Hukum Internasional Subyek hukum internasional diartikan sebagai pemilik.

yang dipimpin oleh Henry Dunant dan bergerak di bidang kemanusiaan. kemampuan untuk mengadakan hubungan dengan negara lain 1. namun wibawa Paus sebagai pemimpin tertinggi Tahta Suci dan umat Katholik sedunia. Tahta Suci Vatikan Tahta Suci Vatikan di akui sebagai subyek hukum internasional berdasarkan Traktat Lateran tanggal 11 Februari 1929. Swiss. International Labor Organization. (Phartiana. d. dan lain-lain. Palang Merah Internasional Sebenarnya Palang Merah Internasional. Organisasi internasional yang memiliki keanggotaan secara global dengan maksud dan tujuan yang bersifat umum. Palang Merah Nasional dari negar-negara itu kemudian dihimpun menjadi Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) dan berkedudukan di Jenewa. sebab hanya terbatas pada bidang kerohanian dan kemanusiaan. Organisasi internasional yang memiliki keanggotaan global dengan maksud dan tujuan yang bersifat spesifik. 125) 1. 2003. didirikan oleh lima orang berkewarganegaraan Swiss. Kaum Pemberontak / Beligerensi (belligerent) . contohnya adalah Perserikatan Bangsa Bangsa . yang kemudian membentuk Palang Merah Nasional di masing-masing wilayahnya. wilayah tertentu. sehingga hanya memiliki kekuatan moral saja. walaupun tugas dan kewenangannya. mengenai Hak dan Kewajiban Negara. yaitu Swiss. Organisasi internasional dengan keanggotaan regional dengan maksud dan tujuan global. hanyalah merupakan salah satu jenis organisasi internasional. 1. 123) 1. Namun karena faktor sejarah. antara pemerintah Italia dan Tahta Suci Vatikan mengenai penyerahan sebidang tanah di Roma. contohnya adalah World Bank. c. UNESCO. banyak negara membuka hubungan diplomatik dengan Tahta Suci. Pada awal mulanya.Menurut Konvensi Montevideo 1949. dengan cara menempatkan kedutaan besarnya di Vatikan dan demikian juga sebaliknya Tahta Suci juga menempatkan kedutaan besarnya di berbagai negara. antara lain: Association of South East Asian Nation (ASEAN). Oleh karena itu. (Phartiana. b. penduduk yang tetap. c. 2003. keberadaan Palang Merah Internasional di dalam hubungan dan hukum internasional menjadi sangat unik dan di samping itu juga menjadi sangat strategis. Perjanjian Lateran tersebut pada sisi lain dapat dipandang sebagai pengakuan Italia atas eksistensi Tahta Suci sebagai pribadi hukum internasional yang berdiri sendiri. tidak seluas tugas dan kewenangan negara. Kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Palang Merah Internasional mendapatkan simpati dan meluas di banyak negara. Organisasi Internasional Klasifikasi organisasi internasional menurut Theodore A Couloumbis dan James H. Europe Union. kualifikasi suatu negara untuk disebut sebagai pribadi dalam hukum internasional adalah: a. pemerintahan. sudah diakui secara luas di seluruh dunia. b. International Monetary Fund. Wolfe : a. Palang Merah Internasional merupakan organisasi dalam ruang lingkup nasional.

Menurut teori ini. memang merupakan suatu fakta yang tidak bisa disangkal lagi. Menurut teori Dualisme. 7. Kalau ada pertentangan antar keduanya. Menurut teori Monisme. yaitu hukum nasional untuk urusan luar negeri. 1990. hukum internasional itu adalah lanjutan dari hukum nasional. seperti perang saudara dengan akibat-akibat di luar kemanusiaan. bahkan meluas ke negara-negara lain. 26) F. Eksistensinya dewasa ini. Di beberapa tempat. terutama setelah Perang Dunia II. Penyelesaian Sengketa Internasional Secara Damai. hukum internasional dan hukum nasional. Lahirnya Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) pada tanggal 10 Desember 1948 diikuti dengan lahirnya beberapa konvensi-konvensi hak asasi manusia di berbagai kawasan. yaitu: teori Dualisme dan teori Monisme. berarti bahwa dari sudut pandang negara yang mengakuinya. merupakan dua sistem hukum yang secara keseluruhan berbeda. maka yang diutamakan adalah hukum nasional suatu negara. struktur substansi dan ruang lingkup hukum internasional itu sendiri. Namun apabila pemberontakan tersebut bersenjata dan terus berkembang. Oleh karena itu. tidak saling mempunyai hubungan superioritas atau subordinasi. hukum nasional kedudukannya lebih rendah dibanding dengan hukum internasional. E. Hukum nasional tunduk dan harus sesuai dengan hukum internasional. dan hal ini semakin mengukuhkan eksistensi individu sebagai subyek hukum internasional yang mandiri. negara-negara dan organisasi internasional mengadakan hubungan dengan perusahaan-perusahaan multinasional yang kemudian melahirkan hak-hak dan kewajiban internasional.Kaum belligerensi pada awalnya muncul sebagai akibat dari masalah dalam negeri suatu negara berdaulat. Dengan pengakuan tersebut. Hubungan Hukum Internasional dengan Hukum Nasional Ada dua teori yang dapat menjelaskan bagaimana hubungan antara hukum internasional dan hukum nasional. walaupun sikap ini akan dipandang sebagai tindakan tidak bersahabat oleh pemerintah negara tempat pemberontakan terjadi. (Burhan Tsani. Individu Pertumbuhan dan perkembangan kaidah-kaidah hukum internasional yang memberikan hak dan membebani kewajiban serta tanggungjawab secara langsung kepada individu semakin bertambah pesat. Keharusan ini seperti tercantum pada Pasal 1 Konvensi mengenai Penyelesaian Sengketa-Sengketa Secara Damai yang ditandatangani di Den Haag pada . Sedangkan menurut teori Monisme. hukum internasional dan hukum nasional saling berkaitan satu sama lainnya. Hukum internasional dan hukum nasional merupakan dua sistem hukum yang terpisah. Perusahaan Multinasional Perusahaan multinasional memang merupakan fenomena baru dalam hukum dan hubungan internasional. yang tentu saja berpengaruh terhadap eksistensi. kaum pemberontak menempati status sebagai pribadi atau subyek hukum internasional 1. maka salah satu sikap yang dapat diambil oleh adalah mengakui eksistensi atau menerima kaum pemberontak sebagai pribadi yang berdiri sendiri. Ketentuan hukum internasional telah melarang penggunaan kekerasan dalam hubungan antar negara. Berlakunya hukum internasional dalam lingkungan hukum nasional memerlukan ratifikasi menjadi hukum nasional. penyelesaian sepenuhnya merupakan urusan negara yang bersangkutan.

antara lain: 1. (Burhan Tsani. Pengadilan Internasional Pada permulaan abad XX. tahun 1919. (Burhan Tsani. Pengadilan Arbitrase Kamar Dagang Internasional (Court of Arbitration of the International Chamber of Commerce) yang didirikan di Paris. 1990. 4. berkedudukan di Kairo. persetujuan para pihak untuk terikat pada keputusan arbitrase. Pusat Penyelesaian Sengketa Penanaman Modal Internasional (International Centre for Settlement of Investment Disputes) yang berkedudukan di Washington DC. Yang akan dibahas pada kesemapatan kali ini hanyalah penyelesaian perkara melalui pengadilan. Deklarasi tersebut meminta agar “semua negara menyelesaikan sengketa mereka dengan cara damai sedemikian rupa agar perdamaian. Pusat Arbitrase Dagang Regional untuk Asia (Regional Centre for Commercial Arbitration). 4. atau dengan perjanjian arbitrase yang telah ada. 5. 2. 3. Penyelesaian sengketa secara damai dibedakan menjadi: penyelesaian melalui pengadilan dan di luar pengadilan. dan. 3. prinsip-prinsip hukum atau keadilan yang harus diterapkan untuk mencapai suatu kesepakatan. 2. (Burhan Tsani. yaitu mulai dari . Perlunya persetujuan para pihak dalam setiap tahap proses arbitrase. dan (2). Pusat Arbitrase Dagang Regional untuk Afrika (Regional Centre for Commercial Arbitration). Arbitrase terdiri dari seorang arbitrator atau komisi bersama antar anggota-anggota yang ditunjuk oleh para pihak atau dan komisi campuran. keamanan internasional dan keadilan tidak sampai terganggu”. Arbitrase adalah merupakan suatu cara penerapan prinsip hukum terhadap suatu sengketa dalam batas-batas yang telah disetujui sebelumnya oleh para pihak yang bersengketa. 216) 1. karenanya persetujuan para pihaklah yang mengatur pengadilan arbitrase. batas-batas fakta yang harus dipertimbangkan. berkedudukan di Kuala Lumpur. arbitrase merupakan prosedur konsensus. Penyelesaian melalui pengadilan dapat ditempuh melalui: 1. Hal-hal yang penting dalam arbitrase adalah : (1). yang kemudian dikukuhkan oleh pasal 2 ayat (3) Piagan Perserikatan bangsa-Bangsa dan selanjutnya oleh Deklarasi Prinsip-Prinsip Hukum Internasional mengenai Hubungan Bersahabat dan Kerjasama antar Negara. yang terdiri dari orang-orang yang diajukan oleh para pihak dan anggota tambahan yang dipilih dengan cara lain. 211) Secara esensial. Sengketa diselesaikan atas dasar menghormati hukum. Liga Bangsa-Bangsa mendorong masyarakat internasional untuk membentuk suatu badan peradilan yang bersifat permanent. 1990. Arbitrase Internasional Penyelesaian sengketa internasional melalui arbitrase internasional adalah pengajuan sengketa internasional kepada arbitrator yang dipilih secara bebas oleh para pihak. metode pemilihan panel arbitrase. waktu dan tempat hearing (dengar pendapat). Mesir. yang memberi keputusan dengan tidak harus terlalu terpaku pada pertimbangan-pertimbangan hukum.tanggal 18 Oktober 1907. Malaysia. Pengadilan arbitrase dilaksanakan oleh suatu “panel hakim” atau arbitrator yang dibentuk atas dasar persetujuan khusus para pihak. Persetujuan arbitrase tersebut dikenal dengan compromis (kompromi) yang memuat: 1. 214) Masyarakat internasional sudah menyediakan beberapa institusi arbitrase internasional.

bukanlah organ dari Organisasi Internasional tersebut. yang merupakan sumber hukum internasional tambahan. melaksanakan “Contentious Jurisdiction”. Prinsip-prinsip hukum umum (general principles of law) yang diakui oleh negaranegara beradab. 3. organisasi. dan bukan berdasarkan hukum. memberikan “Advisory Opinion”. Mahkamah Internasional juga sebenarnya bisa mengajukan keputusan ex aequo et bono. setelah berakhirnya Perang Dunia II. Keputusan juga diambil atas dasar suara mayoritas. adalah: 1. Hingga pada tahun 1945. namun hal ini bisa dilakukan jika ada kesepakatan antar negara-negara yang bersengketa. 2. yaitu yurisdiksi atas perkara biasa. maka negara-negara di dunia mengadakan konferensi di San Fransisco untuk membentuk Mahkamah Internasional yang baru. Mahkamah Pidana Internasional (International Court of Justice/ICJ) Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak pembentukannya telah memainkan peranan penting dalam bidang hukum inetrnasional sebagai upaya untuk menciptakan perdamaian dunia. Mahkamah Permanen Internasional. . kemudian dirumuskan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Statuta Mahkamah Internasional. namun semua jenis sengketa dapat diajukan ke Mahkamah Internasional. Yang dapat menjadi pihak hanyalah negara. baik yang bersifat umum. maka perkara akan di hapus dari daftar Mahkamah Internasional. Keputusan Mahkamah Internasional sifatnya final. 1990. Di San Fransisco inilah. walaupun didirikan oleh Liga BangsaBangsa. namun biasanya diberlakukan sebagai “Compulsory Ruling”. wewenang dan tata kerjanya sudah dibuat sebelumnya dan bebas dari kehendak negara-negara yang bersengketa. namun kemudian harus ada persetujuan dari pihak yang lain. yang didasarkan pada persetujuan para pihak yang bersengketa. Jika tidak ada persetujuan. 2. yaitu keputusan wajib yang mempunyai kuasa persuasive kuat (Burhan Tsani. Advisory Opinion tidaklah memiliki sifat mengikat bagi yang meminta. karena Mahkamah Internasional tidak akan memutus perkara secara in-absensia (tidak hadirnya para pihak). Menurut Pasal 92 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa disebutkan bahwa Mahkamah Internasional merupakan organ hukum utama dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.komposisi. Pasal 14 Liga Bangsa-Bangsa menugaskan Dewan untuk menyiapkan sebuah institusi Mahkamah Permanen Internasional. Keputusan pengadilan (judicial decision) dan pendapat para ahli yang telah diakui kepakarannya. Masalah pengajuan sengketa bisa dilakukan oleh salah satu pihak secara unilateral. sumber-sumber hukum internasional yang dipakai oleh Mahkamah dalam mengadili perkara. Mahkamah Internasional mempunyai kewenangan untuk: 1. maupun khusus. pendirian Mahkamah Internasional yang baru ini. 4. 217) Sedangkan. G. karena banyak nomor-nomor dan pasal-pasal yang tidak mengalami perubahan secara signifikan Secara umum. Namun. yaitu didasarkan pada keadilan dan kebaikan. Peradilan-Peradilan Lainnya di Bawah Kerangka Perserikatan Bangsa-bangsa 1. Namun sesungguhnya. tidak dapat banding dan hanya mengikat para pihak. pada dasarnya hanyalah merupakan kelanjutan dari Mahkamah Internasional yang lama. menurut Pasal 38 ayat (1) Statuta Mahkamah Internasional. Perjanjian internasional (international conventions). yaitu pendapat mahkamah yang bersifat nasehat. Kebiasaan internasional (international custom).

Belanda. Tanzania dan didirikan berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 955. Belanda. pada tahun 1994. Jika diperkirakan bahwa tugas Mahkamah Peradilan Yugoslavia dan Rwanda telah . sebagai sebuah kelompok suku. sudah 84 orang yang dituduh melakukan pelanggaran berat dan 20 diantaranya telah ditahan. Milan Milutinovic (Presiden Serbia). jika telah disahkan oleh 60 negara. namun Perserikatan Bangsa-Bangsa juga telah menyiapkan pembentukan mahkamah. Berbeda dengan Mahkamah Internasional. kejahatan humaniter (kemanusiaan) serta agresi. tetapi harus melalui pernyataan mengikatkan diri dan menjadi pihak pada Statuta Mahkamah Pidana Internasional. mantan Walikota Taba. Semenjak Mahkamah ini dibentuk. yang bertempat di Den Haag. Tugas Mahkamah ini adalah untuk mengadili orang-orang yang bertanggungjawab atas pelanggaran-pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional yang terjadi di negara bekas Yugoslavia.000 orang Rwanda. dan juga Clement Kayishema dan Obed Ruzindana yang telah dituduh melakukan pemusnahan ras (genosida) . yang dituduh telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan melanggar hukum perang. 264) 3. adalah di bidang hukum pidana internasional yang akan mengadili individu yang melanggar Hak Asasi Manusia dan kejahatan perang. Negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak secara otomatis terikat dengan yurisdiksi Mahkamah ini. seperti Slobodan Milosevic (Presiden Republik Federal Yugoslavia). tugas Mahkamah ini adalah untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku kejahatan pembunuhan missal sekitar 800. 2003. Mahkamah mengungkap bahwa bahwa pembunuhan massal tersebut mempunyai tujuan khusus. pada bulan Juni 1998. Perserikatan Bangsa-Bangsa membentuk The International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia. tuduhan juga dikeluarkan terhadap pemimpin-pemimpin terkenal. saat ini Perserikatan Bangsa-bangsa juga sedang berupaya untuk menyelesaikan “hukum acara” bagi berfungsinya Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC). Walaupun tugas dari Mahkamah Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia dan Mahkamah Kriminal untuk Rwanda belum selesai.untuk Kamboja untuk mengadili para penjahat perang di zaman pemerintahan Pol Pot dan Khmer Merah. yurisdiksi (kewenangan hukum) Mahkamah Pidana Internasional ini. (Mauna. Mahkamah Kriminal untuk Rwanda (International Criminal Tribunal for Rwanda) Mahkamah ini bertempat di Arusha. tanggal 25 Mei 1993. Pada tanggal 27 Mei 1999. terutama dari suku Tutsi. 263) 2. yang statuta pembentukannya telah disahkan melalui Konferensi Internasional di Roma. genosida (pemusnahan ras). yaitu pemusnahan orang-orang Tutsi. tanggal 8 November 1994. antara tahun 1975 sampai dengan 1979 yang telah membunuh sekitar 1. Mahkamah mulai menjatuhkan hukuman pada tahun 1998 terhadap Jean-Paul Akayesu. Italia. Statuta tersebut akan berlaku. 2003. (Mauna.000 orang.700.Selain Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) yang berkedudukan di Den Haag. Mahkamah Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (The International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia/ICTY) Melalui Resolusi Dewan Keamanan Nomor 827.

Hukum Internasional Publik atau hukum antar negara. Fourth Edition. Cetakan ke-9. Bunga Rampai. Penerbit Mandar Maju. J. 265) REFERENSI Ardiwisastra Yudha Bhakti. Putra Abardin Mauna Boer. Pengantar Hukum Internasional. 2003. Clarendon Press. Mendeskripsikan system hukum dan peradilan Internasional 2. Peran dan Fungsi dalam Era Dinamika Global. . Hukum Internasional digolongkan menjadi hukum Internasional Publik dengan hukum perdata internasional. 1990. yang mengatur masalah perdata lintas Negara (perkawinan antar warga Negara suatu Negara dengan warga Negara lain). 2003. Identifikasi dan Reformulasi Sumber-Sumber Hukum Internasional. Whisnu.G. adalah asas dan kaidah hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang bersifat pidana. Hukum Internasional adalah hukum yang mengatur perhubungan hukum antara berbagai bangsa di berbagai Negara. Principles of Public International Law. (Mauna. Yogyakarta : Penerbit Liberty. Alumni. Kusamaatmadja Mochtar. Hukum Internasional adalah sekumpulan hukum (body of low) yang sebagian besar terdiri dari asas-asas dank arena itu biasanya ditaati dalam hubungan antar Negara. A. 2003. Alumni. Bandung Sistem Hukum dan Perdilan Internasional Standar Kompetensi : Menganalisis Sistem Hukum dan peradilan Internasional Kompetensi Dasar : 1. Menjelaskan penyebab timbulnya sengketa internasional dan cara penyelesaian oleh mahkamah internasional. atau antar subyek hukum internasional bukan Negara satu sama lain. 1999. Cetakan ke-4. PT. Wiryono Prodjodikoro.menyelesaikan tugas mereka. Bandung Situni F. yang sebagaimana diketahui memiliki sifat ad hoc (sementara). 3. Bandung Phartiana I Wayan. Makna Hukum Internasional Menurut Mochtar Kusumaatmaja. 2003. 1999. sedangkan hukuk perdata internasional atau hukum antar bangsa. maka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan mengeluarkan resolusi untuk membubarkan kedua Mahkamah tersebut. dan Negara dengan subyek hukum internasional bukan Negara. Pengantar Hukum Internasional. Hukum Internasional adalah keseluruhan kaidah dan asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas Negara.Starke menyatakan. Hukum Internasional. Hukum Internasional. Pengertian. Bandung Brownlie Ian. Muhammad. Penerbit Mandar maju. Oxford Burhantsani. Menghargai putusan Mahkamah Internasional A. Hukum dan Hubungan Internasional. antara Negara dengan Negara. 1989.

d. ILO memiliki hak dan kewajiban yang ditetapkan dalam konvensi-konvensi internasional. PBB. Setap Negara bebas untuk membangun system politik. kerjasama itu dimaksudkan untuk menciptakan perdamaian dan keamanan internasional di bidang Hak asasi manusia. Setiap Negara tidak melakukan ancaman agresi terhadap keutuhan wilayah dan kemerdekaan Negara lain. ekonomi.B. Setiap Negara memiliki persamaan kedaulatan secara umum sebagai berikut : a. tahta suci. Setiap Negara harus dapat dipercaya dalam memenuhi kewajibannya. • Palang Merah Internasional. subyek internasional termasuk Negara. ada tujuh asas. . b. Asas persaman hak dan penentuan nasib sendiri. Teritorial dan kemerdekanan politi suatu Negara adalah tidak dapat diganggu gugat. ekonomi dan sejarah bansanya. perdagangan. 4. setiap Negara harus menyelesaikan masalah internasional dengan cara damai. B. Tidak melakukan intervensi terhadap urusan dalam negeri Negara lain. pemenuhan kewajiban itu harus sesuai dengan ketentuan hukum internasional. Palang merah Internasional. Subyek Hukum Internasional Adalah pihak-pihak yang membawa hak dan kewajiban hukum dalam pergaulan internasional. Setiap Negara menghormati kepribadian Negara lain. 3. Menurut Starke. soaial. Seiap Negara wajib untuk hidup damai dengan Negara lain. kemerdekaan dan perwujudan kedaulatan suatu Negara ditentukan oleh rakyat. negara sudah diakui sebagi subyek hukum internasional sejak adanya hukum international. Asas – asas hukum Internasional Menurut Resolusi majelis Umum PBB No. • Organisasi Internasional. sehingga menjadi subyek hukum internasional. Dalam asas ini ditekankan bahwa setiap Negara tidak memberikan ancaman dengan kekuatan militer dan tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan piagam PBB. • Tahta Suci (Vatikan) Roma Italia. Pemberontak dan pihak-pihak yang bersengketa. Dalam asas ini menekankan setip Negara memiliki hak untuk memilih sendiri keputusan politiknya. 2. tekhnik. ekonomi. politik. 5. Memilki persamaan Yudisial (perlakuan Hukum). menghendalikan diri dari tindakan yang dapat membahayakan perdamaian internasional. 6. Negara wajib menjalin kerjasama dengan Negara lain berdasar pada piagam PBB. social dan system budaya tanpa intervensi pihak lain. berkedudukan di jenewa dan menjadi subyek hukum internasional dalam arti terbatas. f. Asas persamaan kedaulatan dari Negara. social budaya. • Negara. 7. 2625 tahun 1970. Tahta Suci menjadi subyek hukum Internasional dalam arti penuh karena itu satusnya setara dengan Negara dan memiliki perwakilan diplomatic diberbagai Negara termasuk di Indonesia. karena misi kemanusiaan yang diembannya. yaitu : 1. Orang perseorangan (individu). e. Dalam asas ini setiap Negara harus mencari solusi damai. Memilikimhak penuh terhadap kedaulatan c. Organisasi internasional. bahkan hukum international itu disebut sebagai hukum antarnegara. Paus bukan saja kepoala gereja tetapi memiliki kekuasaan duniawi.

dan asas hukum umum. . berfungsi sejak tahun 1946 sebagai pengganti dari Mahkamah Internasional Permanen. adalah asas hukum yang mendasari system hukum modern. Contoh PLO (Palestine Liberalism Organization) atau Gerakan Pembebasan Palestina. Sedangkan sumber hukum formal. Yang disebut denga keputusan hakim. Sumber-Sumber Internasional Adalah sumber-sumber yang digunakan oleh Mahkamah Internasional dalam memutuskan masalah-masalah hubungan internasional. Syaratnya adalah kebiasann itu harus bersifat umum dan diterima sebagi hukum. Sumber hukum internasional dibedakan menjadi sumber hukumdalam arti materil dan formal. adalah keputusan pengadilan dalam arti luas yang meliputi segala macam peradilan internasional dan nasional. artinya tidak dapat menimbulkan suatu kaidah hukum. Asas-asas hukum umum yang diakui oleh bangsa beradab. 4. Mahkamah Internasional : Mahkamah internasional adalah lembaga kehakiman PBB berkedudukan di Den Haag. Sumber hukum internasional formal terdapat dalam pasal 38 Piagam Mahkamah Internasional Permanen 1920. Didirikan pada tahun 1945 berdasarkan piagam PBB. adalah sumber hukum internasional yang membahas dasar berlakunya hukum suatu Negara. jadi tidak semua kebiasaan internasional menjadi sumber hukum. Perjanjian Internasional (traktat). D. kebiasaan internasional. • Pemberontak dan pihak yang bersengketa. adalah sumber dari mana untuk mendapatkan atau menemukan ketentuan-ketentuan hukum internasional. Lembaga Peradilan Internasional 1. artinya dapat dipakai untuk membuktikan adanya kaidah hukum internasional mengenai suatu persoalan yang didasarkan pada sumber hukum primer atau utama yaitu Perjanjian internasional. Belanda. adalah system hukum positif yang didasarkan pada lembagaa hukum barat yang berdasarkan sebagaian besar pada asas hukum Romawi.• Orang persorangan (Individu). sebagai berikut : 1. 3. Kebiasaan Internasional yang diterima sebagai hukum. Sistem hukum modern. termasuk mahkamah arbitrase. 2. dapat menjadi subyek internasional dalam arti terbatas. adalah perjanjian yang diadakan antaranggota masyarakat bangsa-bangsa dan mengakibatkan hukum baru. dalam keadaan tertentu pemberontak dapat memperoleh kedudukan dan hak sebagai pihak yang bersengketa dan mendapat pengakuan sedbagai gerakan pembebasan dalam memuntut hak kemerdekaannya.adalah sumber hukum tambahan (subsider). Dalam arti materil. Ajaran para ahli hukum internasional itu tidak bersifat mengikat. sebab telah diatur dalam perdamaian Persailes 1919 yang memungkinkan orang perseorangan dapat mengajukan perkara ke hadapat Mahkamah Arbitrase Internasional. sumber hukum internasional dalam arti formal merupakan sumber yang paling utama dan memiliki otoritas tertinggi dan otentik yang dipakai Mahkamah internasional dalam memutuskan suatu sengketa internasional. C. Menurut Brierly. Keputusan-keputusan hakim dan ajaran para ahli hukum Internasional.

mereka tunduk pada Mahkamah internasional. Kewenangan atau Yuridiksi ini meliputi: • Memutuskan perkara-perkara pertikaian (Contentious Case). Para pihak yang sengketa menundukkan diri pada perjanjian internasional diantara mereka. Penapsiran dilakukan dalambentuk perjanjian pihak bersengketa. Ada 3 kategori Negara. masa jabatan 9 tahun.Mahkamah Internasional terdiri dari 15 hakim. adanya permintaan dari pihak yang bersengketa karena adanya fakta baru (novum) yang belum duiketahui oleh Mahkamah Internasional. bila terjadi sengketa mengenai yuridikasi Mahkamah Internasional maka sengketa tersebut diselesaikan dengan keputusan Mahkamah Internasional sendiri. • Penafsiran Putusan. Rusia. • Negara bukan anggota PBB yang menjadi wilayah kerja Mahkamah intyernasional. Inggris dan Prancis. Yuridikasi menjadi dasar Mahkamah internasional dalam menyelesaikan sengketa Internasional. Lima berasal dari Negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB seperti Cina. dilakukan jika dimainta oleh salah satu atau pihak yang bersengketa. Yuridikasi Mahkamah Internasional : Adalah kewenangan yang dimilki oleh Mahkamah Internasional yang bersumber pada hukum internasional untuk meentukan dan menegakkan sebuah aturan hukum. Fungsi Mahkamah Internasional: Adalah menyelesaikan kasus-kasus persengketaan internasional yang subyeknya adalah Negara. otomatis dapat mengajukan kasusnya ke Mahkamah Internasional. 2. • Negara bukan wilayah kerja (statute) Mahkamah internasional. Contoh kasus Indonesia degan Malaysia mengenai Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan. Mahkamah Pidana Internasional : Bertujuan untuk mewujudkan supremasi hukum internasional dan memastikan pelaku kejahatan internasional. • Penundukan diri dalam perjanjian internasional. Amerika serikat. yaitu : • Negara anggota PBB. dua merangkap ketua dan wakil ketua. Yuridiksi atau kewenangan yang dimiliki oleh . tanpa perlu membuat perjanjiankhusus. dalam mhal ini para pihak yang bersengketa perjanjian khusus yang berisi subyek sengketa dan pihak yang bersengketa. Dan yang bukan wilayah kerja Mahkamah Internasional boleh mengajukan kasusnya ke Mahkamah internasional dengan syarat yang ditentukan dewan keamanan PBB. Terdiri dari 18 hakim dengan masa jabatan 9 tahun dan ahli dibidang hukum pidana internasional. harus membuat deklarasi untuk tunduk pada ketentuan Mahjkamah internasional dan Piagam PBB. • Perbaikan putusan. Anggotanya direkrut dari warga Negara anggota yang dinilai cakap di bidang hukum internasional. • Keputusan Mahkamah internasional Mengenai yuriduksinya. bila terjadi sengketa diantara para peserta perjanjian. Beberapa kemungkinan Cara penerimaan Yuridikasi sbb : • Perjanjian khusus. • Memberikan opini-opini yang bersifat nasehat (Advisory Opinion). • Pernyataan penundukan diri Negara peserta statute Mahkamah internasional.

adalah penyelesaian sengketa internasional melalui suatu pengadilan internasional dengan memberlakukan kaidah-kaidah hukum. Prosedur penyelesaiannya. 6. dan membantu . Perebutan pengaruh ekonomi. politik. Negara dengan individu-individu. yaitu cara penyelesaian sengketa internasional dimana Negara mediator bersahabat dengan para pihak yang bersengketa. Salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya dalam mperjanjiann internasional. meliputi : Arbitrase. namun keputusannya harus sesuai dengan kepatutan dan keadilan ( ex aequo et bono). tidak seformal arbitrase dan Yudisial. Contoh Special Court for East Timor dan Indonesia membentuk Peradilan HAM dengan UU No. Masing-masing Negara yang bersengketa menunjuk dua arbitrator. 3. atau Negara dengan lembaga internasional yang menjadi subyek hukum internasional. Perebutan sumber-sumber ekonomi 4. atau keamanan regional dan internasional. 2. adalah : 1. adalah menyangkut tindak kejahatan perang dan genosida (pembersihan etnis) tanpa melihat apakah Negara dari si pelaku itu telah meratifikasi atau belum terhadap statute panel khusus dan special pidana internasional ini. Cara penyelesaian Sengketa internasional Ada dua cara penyelesaian segketa internasional. satu boleh berasal dari warga negaranya sendiri. 26 tahun 2000. yang dipilih secara bebas oleh mereka yang bersengketa. D. Penyelesaian Yudisial. 3. • Penyelesaian secara damai. kekerasan atau perang. Negosiasi. Yuridiksi atau kewenangan darai Panel khusus dan special pidana internasional ini. Para arbitrator tersebut memilih seorang wasit sebagai ketua dari pengadilan Arbitrase tersebut. Terlebih dahulu dilakukan konsultasi dan komunikasi agar negosiasi dapat berjalan semestinya. Perbedaan penafsiran mengenai isi perjanjian internasional 3. adalah perselisihan yang terjadi antara Negara dengan Negara. 2. yaitu secara damai dan paksa. Putusan melalui suara terbanyak.Mahkamah Pidana Internasional adalah memutus perkara terhadap pelaku kejahatan berat oleh warga Negara dari Negara yang telah meratifikasi Statuta Mahkamah. yaitu penyelesaian sengketa internasional dengan cara menyerahkannya kepada orang tertentu atau Arbitrator. Jasa-jasa baik atau mediasi. Sebab-sebab terjadinya Sengketa Internasional Sengketa internasional (International despute). Adanya intervensi terhadap kedayulatan Negara lain. 5. E. Sebab-sebab sengketa internasional : 1. Panel Khusus dan Spesial Pidana internasional : Adalah lembaga peradilan internasional yang berwenang mengadili para tersangka kejahatan berat internasional yang bersifat tidak permanen atau sementara (ad hoc) dalam arti setelah selesai mengadili maka peradilan ini dibubarkan. Penghinaan terhadap harga diri bangsa.

Konsiliasi dalam arti sempit. • Mekanisme Normal : 1. bertujuan untuk menaklukkan Negara lawan dan membebankan syarat penyelesaian kepada Negara lawan. • Penyelesaian secara pakasa. berisi fakta. 3. 3. Adanya pemaksaan terhadap suatu Negara. Pembelaan tertulis. Tindakan-tindakan pembalasan. F.adalah campur tanagn terhadap kemerdekaan politik tertentu secara sah dan tidak melanggar hukum internasional. Penyelidikan. adalah cara penyelesaian sengketa internasional yang digunakan suatu Negara untuk mengupayakan memperoleh ganti rugi dari Negara lain. 4. 2. adalah biasanya dipakai dalam perselisioshan batas wilayah suatu Negara dengan menggunakan fakta-fakta untuk memperlancar perundingan. Penyelesian PBB. tapi dalam Penyelesaian secara Mediasi.penyelesaian sengketanya secara damai. Intervensi kolektif sesuai dengan piagam PBB. Contoh menurunkan status hubungan diplomatic. Presentasi pembelaan bersifat terbuka dan umum atautertutup tergantung pihak sengketa. Retorsi. Blokade secara damai. Contoh Dewan Keamanan PBB dalam penyelesaian konplik Indonesia Belanda tahu 1947. adalah pembalasan dendam oleh suatu Negara terhadap tindakan – tindakan tidak pantas yang dilakukan Negara lain. tambahan fakta baru. Penyelesaian melalui Mahkamah internasional Ada dua mekanisme penyelesaian sengketa internasional melalui Mahkamah internasional. Dalam penyelesaina dengan Jasa baik pihak ketiga menawarkan penyelesaian. adalah suatu penyelesaian sengketa internasional melalui komisi atau komite dengan membuat laporan atau ussul penyelesaian kepada pihak sengketa dan tidak mengikat. Konsiliasi. Intervensi (campur tangan). Penyerahan perjanjian khusus yng berisi tdentitas para pihak dan pokok persoalan sengketa. Adalah tindakan yang dilakukan pada waktu damai. yaitu mekanisme normal dan khusus. penilakan atas fakta yang disebutkan dan berisi dokumen pendukung. Dididrikan pada tanggal 24 Oktober 1945 sebagai pengganti dari LBB (liga Bangsa-Bangsa). hukum yang relevan. tujuan PBB adalah menyelesaikan sengketa internasional secara damai dan menghindari ancaman perang. pihak mediator berperan lebih aktif dan mengarahkan pihak yang bersengketa agar penyelesaian dapat tercapai. Negara yang menjadi obyek intervensi dipersalahkan melakukan pelanggaran berat terhadap hukum internasional. . Misalnya permintaan ganti rugi atas pelabuhan yang di blockade oleh Negara lain. Intervesi untuk melindungi hak-hak dan kepentingan warga negaranya. atau penarika diri dari kesepakatan-kresepakatan fiscal dan bea masuk. kekerasan atau perang : Perang dan tindakan bersenjata non perang. 2. dalam arti luas adalah penyelesaian sengketa denga bantuan Negara-negara lain atau badan-badan penyelidik dan komite-komite penasehat yang tidak berpihak. Contohnya : 1. tapi merupakan suartu pembalasan. Pertahanan diri.

• Pemerintah Rwanda terhadap etniks Hutu : Selama tiga bulan di tahu 1994 antara 500 samapai 1 juta orang etnis Hutu dan Tutsi telah dibunuh ioleh pemerintah Rwanda. dan Mahkamah internasional memenangkan pihak Malaysia pada ahun 2003.000 rakyat Jepang meninggal akibat Bom Atom. Kompi Amerika menyapu warga desa denga senjata otomatis dan menewaskan 500 orang. mahkamah internasional memberikan hak kepada Negara lain yang tidak terlibat dalam sengketa untuk me. Pra pelakunya telah disidang dan dihukum. Indonesia menghormatikeputusan tersebut. Keberatan awal karena ada keberatan dari pihak sengketa Karen mahkamah intrnasional dianggap tidak memiliki yusidiksi atau kewenangan atas kasus tersebut. beberapa pihak disatukan untuk mengadakan sidang bersama karena materi sama terhadap lawan yang sama.Belanda. PBB menggelar pengadilan kejahatan perang di Arusha Tanzania dan hanya menyeret 29 penjahat perangnya. • Amerika serikat di Cina : pada tahun 1968 terjadi pristiwa My lai Massacre. . Ketidak hadiran salah satu pihak yang bersengketa. Beracara bersama. 3.000 rakyat Indonesia hilang.000 warga Bosnia dan Kroasia.4. biasanya dilakukan oleh Negara tergugat atau respondent karena menolak yuridiksi Mahkamah Internasional. Para pelakunya telah di sidang di pengadilan militer amun banyak yang dibebaskan. Keputusan sela. Para penjahat perangnya sampai sekarang masih menjalani proses persidangan di Den Haag. Mahkamah internasional telah memutus kasus tersebut berdasarkan pertimbangan dan telah dilakukan ssuai proses hukum internasional yang berlaku. 2. supaya pihak sengketa tidak melakukan hal-hal yang mengancah efektivitas persidangan Mahkamah internasional. • Mekanisme Khusus : 1. • Indonesia dengan Malaysia terhadap kasus Pulau sipadan dan Ligitan. membunuh dan membakar 600 rakyat desa itu. 5. 4. Intervensi. • Serbia di Bosnia dan Kroasia: anatar 1992-1995 pembersihan etnis kroasia dan Bosnia oleh Kroasia danmembunuh sekitar 700. • Jepang banyak membunuh rakyat Indonesia dengan Kerja paksa dan 10.lakkan intervensi atas sengketa yangsedang disidangkan bahwa dengan keputusan Mahkamah internasional ada kemungkinan Negara tersebut dirugikan. Pengadilan internasional telah dijalankan dan menghukum para penjahatnya. G. untuk memberikan perlindungan terhadap subyek persidangan. Kasus internasional dianggap selesai apa bila : Para pihak mencapai kesepakatan Para pihak menarik diri dari prose persidangan Mahkamah internasional. Mahkamah Internasional telah mengadili dan menhukum pelaku. • Amerika serikat di Jepang : pada tahun 1945 lebih dari 40. Contoh Keputusan/kasus Mahkamah Internasioanal • Amerika serikat di Filipina : tahun 1906 tentara AS melakukan pembunuhan warga Filipina. Malaysia adalah pemilik ke dua pulau tersebut. • Pembersihan etnis yahudi oleh Nazi Di jerman atas pimpinan Adolf Hitler. Keputusan bersifat menyetujui dan penolakan.

Private international law. The term “international law” can refer to three distinct legal disciplines: 1. or conflict of laws. International law is classified into two international civil law and public international law: 1. Explaining the cause of international disputes and the solution by the International Court 3.• Kasaus Timor TImur diselesaikan secara Intrnasional dengan referendum. either as an individual or as a group. It includes the following specific legal field such as the treaty law. and (2) the law concerning which jurisdiction(s) apply to the issues in the case. Menghargai putusan Mahkamah Internasional Basic Competency: 1. . (wikipedia) 3.law of sea. or in any other manner inconsistent with the purposes of the United Nations. Public international law is the overall rules and legal principles that govern relationships or issues that cross state boundaries are not of civil 2. which addresses the questions of (1) in which legal jurisdiction may a case be heard. Describe the legal and International judicial system 2. Private international law is the overall rules and principles of law governing civil relationships that cross state boundaries. international criminal law and the international humanitarian law. Dan sejak tahun 1999 Timor-Timur berdiri sebagai sebuah Negara bernama Republik Tomor Lorosae /Timor Leste. 3. Mendeskripsikan sistem hukum dan peradilan internasional 2. Appreciating the decision of the International Court Handout 1. which concerns at present regional agreements where the special distinguishing quality is that laws of nation states are held inapplicable when conflicting with a supranational legal system. Supranational law or the law of supranational organizations. 2. Public international law. which governs the relationship between provinces and international entities. Kompetensi Dasar: 1. 2. Menjelaskan penyebab timbulnya sengketa internasional dan cara penyelesaian oleh Mahkamah Internasional 3. Considering that the progressive development and codification of the following principles: o (a) The principle that States shall refrain in their international relations from the threat or use of force against the territorial integrity or political independence of any State.

mengemukakan bahwa hukum dan hubungan internasional didasarkan pada kemauan bebas dan persetujuan beberapa atau semua negara. (f) The principle of sovereign equality of States. (c) The duty not to intervene in matters within the domestic jurisdiction of any State. in accordance with the Charter. Masalah Ekonomi 4. SUBJEK HUKUM INTERNASIONAL Subjek hukum internasional adalah sebagai berikut 1. Pandangan klasik/tradisional mengartikan bahwa hukum internasional adalah sistem hukum yang mengatur hubungan negara-negara (antar negara). Hyde mengemukakan bahwa hukum internasional adalah sekumpulan hukum yang sebagian besar terdiri atas asas-asas dan peraturan -peraturan tingkah laku yang mengikat negara-negara dan ditaati dalam hubungan negara-negara satu sama lain. Masalah Wilayah 2. Prof. Pasal 7 Konvensi ke-12 di Den Haag tanggal 18 oktober 1907 2. PENGERTIAN HUKUM INTERNASIONAL Hugo de Groot (Grotius) dalam bukunya De Jure belli ac pacis (perihal perang dan damai). Masalah Politik 3. Negara Vatikan PMI Organisasi Internasional Perseorangan Pemberontak SUMBER HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL Landasan hukum yang menjadi sumber hukum internasional adalah: 1. Pasal 38 Statuta Mahkamam Internasional tanggal 16 desember 1920 PENYEBAB SENGKETA INTERNASIONAL Beberapa hal yang menyebabkan sengketa internasional adalah sebagai berikut: 1. Masalah HAM . 3. 6. (g) The principle that States shall fulfil in good faith the obligations assumed by them in accordance with the Charter. 4. (d) The duty of States to co-operate with one another in accordance with the Charter. 5.o o o o o o (b) The principle that States shall settle their international disputes by peaceful means in such a manner that international peace and security and justice are not endangered. (e) The principle of equal rights and self-determination of peoples. 2.

..45 (WIB) telah mengeluarkan keputusannya tentang kedaulatan atas pulau Sipadan dan pulau Ligitan antara Indonesia dan Malaysia..Dan akhirnya sesuai keputusan Mahkamah Internasional pulau tersebut mennjadi milik MALAYSIA.. Generasi muda coba deh tunjukkan cintamu untuk Indonesia !. Mahkamah Internasional pada pukul 17. seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman. Selain itu Negara Indonesia juga bisa mengambil contoh peradilan di Negara-negara lain.atau pukul 4 sore waktu Jakarta. Pernyataan pers dari DR.. yakni mengetahui peradilan internasional secara luas.. hukum di .. Tujuan utama... ARBITRASE (ARBITRATION) BUAT BANGSA INDONESIA.betul ga'? BUKTIKAN!!! BAB I PENDAHULUAN 1. Namun. "Hari ini. maka masyarakat pun juga mengambil andil di dalam pelaksanaannya. 17 Desember 2002.RENUNGKANLAH.1 Latar Belakang Sistem peradilan internasional adalah salah satu proses yang menjelaskan tentang hubungan peradilan yang bekerja sama secara luas dengan bangsa lain... pada sidang yang dimulai pada pukul 10 pagi waktu Deen Haag.Hassan Wirajuda.N.. dan kita harus bangga menjadi orang Indonesia.. Menteri luar negeri Indonesia)...CARA PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL OLEH MAHKAMAH INTERNASIONAL a.. (Jakarta... Karena sisrtem peradilan internasional bersikap luas. AJUDIKASI (ADJUDICATION) b.

1.3 Rumusan Masalah 1. Terdiri dari apa saja komponen-komponen lembaga Peradilan Internasional? 3. 1.2 Tujuan Penulisan Tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini adalah memperoleh gambaran tentang sistem peradilan internasional dan menjelaskan tentang proses hukum yang adil (layak). Bagaimana hukum pidana secara layak dan adil itu terlaksana? .negara Indonesia menjadi lemah atau tidak menjunjung tinggi keadilan di dalam hukum. Apa yang dimaksud Sistem Peradilan Internasional? 2.

yaitu: pranata peraturan. Setiap sistem hukum menunjukkan empat unsur dasar. . Dengan demikian tinjauan perkembangan hukum difokuskan pada hubungan timbal balik antara diferensiasi hukum dengan diferensiasi sosial yang dimungkinkan untuk menggarap kembali peraturan-peraturan. keadilan dan institusi penegak hukum. yaitu: bertambah meningkatnya diferensiasi internal dari keempat unsur dasar system hukum tersebut.BAB II PEMBAHASAN 2. Melalui diferensiasi ini suatu masyarakat terurai ke dalam bidang spesialisasi yang masingmasing sedikit banyak mendapatkan kedudukan yang otonom. Diferensiasi itu sendiri merupakan ciri yang melekat pada masyarakat yang tengah mengalami perkembangan. prosedur pemberian keputusan oleh pengadilan dan lembaga penegakan hukum. mahkamah pidana internasional dan panel khusus dan spesial pidana internasional. proses penyelenggaraan hukum. Dengan diferensiasi dimungkinkan untuk menimbulkan daya adaptasi masyarakat yang lebih besar terhadap lingkungannya. Komponen-kompenen tersebut terdiri dari mahkamah internasional. Perkembangan demikian ini menyebabkan susunan masyarakat menjadi semakin komplek. penerapan peraturan. pengadilan dan penegakan hukum serta pengaruh diferensiasi lembaga dalam masyarakat terhadap unsur-unsur dasar tersebut. Dalam hal ini pendekatan pengembangan terhadap sistem hukum menekankan pada beberapa hal.1 Pengertian Sistem Peradilan Internasional Kata sistem dalam kaitannya dengan peradilan internasional adalah unsur-unsur atau komponen-komponen lembaga peradilan internasional yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan dalam rangka mencapai keadilan internasional. kemampuan membentuk hukum. menyangkut perangkat peraturan.

perubahan pembatasan hak milik yang bersifat publik. Mahakamah ini mulai berfungsi sejak tahun 1946 sebagai pengganti MIP. perubahan konsepsi mengenai hak milik umpamanya dalam masyarakat industri moderen. peralihan tanggung jawab dari tuntutan ganti rugi ke ansuransi. 2. Menurut Wolfgang Friedmann perubahan hukum dalam masyarakat yang sedang berubah meliputi perubahan hukum tidak tertulis (common law). tugasnya untuk memeriksa dan memutuskan perkara yang disidangkan baik yang bersifat sengketa maupun yang bersikap nasihat. Belanda. yang kedudukan di Den Haag. perubahan di dalam menafsirkan hukum perundang-undangan. komposisi MI terdiri dari 15 hakim.2 Mahkamah Internasional MI adalah organ utama lembaga kehakiman PBB. untuk memilih anggota mahkamah dilakukan pemungutan suara secara independen oleh majelis MU dan Dewan Keamanan (DK). Pasal 9 Statuta MI menjelaskan. . Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hukum sangat dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di sekelilingnya. perubahan fungsi dari perjanjian kontrak. hukum tidak terlepas dari perubahan-perubahan yang terjadi masyarakat. Ke-15 calon hakim tersebut direkrut dari warga negara anggota yang dinilai cakap dibidang hukum internasional. Biasanya 5 hakim MI berasal dari anggota tetap DK PBB. Yurisdiksi adalah kewenangan yang dimiliki oleh MI yang bersumber pada hukum internasional untuk menentukan dan menegakan sebuah aturan hukum. perubahan dalam jangkauan ruang lingkup hukum internasional dan perubahan-perubahan lain. Statuta adalah hukum-hukum yang terkandung. Hukum disamping mempunyai kepentingan sendiri untuk mewujudkan nilai-nilai tertentu di dalam masyarakat terikat pada bahan-bahan yang disediakan oleh masyarakatnya. Fungsi utama MI adalah untuk menjelaskan kasus-kasus persengkataan intersional yang subjeknya adalah negara.Sebagai salah satu sub-sistem dalam masyarakat.

Beberapa kemungkinan cara penerimaan tersebut: 1. Artinya selesai mengadili. Jenis kejahatan berat pada pasal 5-8 statuta yaitu sebagai berikut: 1.4 Panel khusus dan spesial pidana internasional Panel khusus pidana internasional (PKPI) dan Panel spesial pidana internasional (PSPI) adalah lembaga peradilan internasional yangberwenang mengadili para tersangka kejahatan berat internasional yang bersifat tidak permanen. yang mewujudkan supremasi hukum internasional yang memastikan bahwa pelaku kejahatan berat internasional di pidana. Kejahatan agresi 2. Kejahatan genosida 2. 3. Perbaikan putusan 2. . peradilan ini dibubarkan. perjanjian khusus 2. Penundukkan diri dalam perjanjian Internasional. Penafsiran putusan 6. Pernyataan penundukan diri negara peserta statuta MI 4. Kejahatan perang 4. Kejahatan terhadap kemanusiaan 3.meliputi: memutuskan perkara-perkara pertikaian dan memberikan opini-opini yang bersifat nasihat.3 Mahkamah Pidana Internasional MPI adalah Mahkamah Pidana Internasional yang berdiri permanen berdasarkan traktat multilateral. Keputusan MI mengenai Yurisdiksinya 5.

juga harus didukung oleh sikap batin penegak hukum yang menghormati hak-hak warga masyarakat. hak didampingi penasehat hukum dalam setiap tahap pemeriksaan. Namun kedudukannya sebagai manusia memungkinkan dia untuk mendapatkan hak-haknya tanpa diskriminasi. Padahal arti dari due process of law ini lebih luas dari sekedar penerapan hukum atau perundang-undangan secara formil. Secara keliru arti dari proses hukum yang adil dan layak ini seringkali hanya dikaitkan dengan penerapan aturan-aturan hukum acara pidana suatu Negara pada seorang tersangka atau terdakwa. yaitu “due process of law” yang dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan menjadi proses hukum yang adil atau layak. Pada PSPI komposisi penuntut dan hakim ad hoc-nya merupakan gabungan antara peradilan nasional dan internasional. . 2.Perbedaan antara PKPI dan PSPI terletak pada komposisi penuntut dan hakim ad hoc-nya.5 Proses Hukum yang Adil atau Layak Di dalam pelaksanaan peradilan pidana. Pemahaman tentang proses hukum yang adil dan layak mengandung pula sikap batin penghormatan terhadap hak-hak yang dipunyai warga masyarakat meskipun ia menjadi pelaku kejahatan. hak memajukan pembelaan dan hak untuk disidang dimuka pengadilan yang bebas dan dengan hakim yang tidak memihak. ada satu istilah hukum yang dapat merangkum cita-cita peradilan pidana. Konsekuensi logis dari dianutnya proses hukum yang adil dan layak tersebut ialah sistem peradilan pidana selain harus melaksanakan penerapan hukum acara pidana sesuai dengan asas-asasnya. Sedangkan pada PKPI komposisi sepenuhnya ditentukan berdasarkan ketentuan peradilan internasional. Paling tidak hak-hak untuk didengar pandangannya tentang peristiwa yang terjadi.

diharapkan sejak awal sudah dapat diberikan dan ditegakkan.Dengan keberadaan UU No.8 Tahun 1981. Selain itu diharapkan pula penegakan hukum berdasarkan undang-undang tersebut memberikan kekuasaan kehakiman yang bebas dan bertanggung jawab. INSTRUMEN HAM INTERNASIONAL Banyak pakar HAM yang berpendapat bahwa lahirnya gagasan terhadap jaminan hak asasi manusia dimulai dengan adanya perjanjian Magna Charta. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa untuk mendapatkan pengakuan terhadap HAM harus melalui perjalanan yang sangat panjang. Bahkan menurut Almaududi. Pengakkan HAM secara internasional dapay didasarkan pada instrument Ham internasional yang terdiri atas berbagai jenis dasar hokum seperti berikut : . Perlindungan hak-hak tersebut. Oleh karena itu patut kita syukuri bahwa sekarang HAM sudah diakui secara Internasional. Namun semua itu hanya terwujud apabila orientasi penegakan hukum dilandaskan pada pendekatan sistem. kehidupan hukum Indonesia telah meniti suatu era baru. Akan tetapi tidak sedikit pula yang meyakini bahwa jaminan HAM sesungguhnya telah tertampung sejak 600 tahun sebelumnya tepatnya dengan lahirnya piagam Madinah pada masa awal Islam. yaitu mempergunakan segenap unsur yang terlibat didalamnya sebagai suatu kesatuan dan saling interrelasi dan saling mempengaruhi satu sama lai INSTRUMEN HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL HAM 1. perlindungan yang terangkum dalam Piagam Madinah ini lebih komperhensif jika dibandingkan dengan konsep Ham dalam Magna Charta. Dengan demikian HAM dapat ditegakkan tanpa batas ruang dan waktu. yaitu kebangkitan hukum nasional yang mengutamakan perlindungan hak asasi manusia dalam sebuah mekanisme sistem peradilan pidana.

Hak Beristirahat dan Hiburan (Pasal 24) . Declaration by United Nation (Deklarasi Perserikatan Bangsa – Bangsa) Deklarasi Perserikatan Bangsa – Bangsa diterbitkan pada tanggal 1 January 1942. Rossevelt yang telah dijelaskan di atas. Rossevelt. 4 kebebasan tersebut sebagai beikut : 1. Pernyataan umum HAM atau Deklarasi Universal HAM ini dipengaruhi oleh 4 macam kebebasan yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat. Hak Sosial (Pasal 22 – 23). berisi kebebasan mengeluarkan pendapat dan berserikat 2. Kebebasan dari kekurangan (Freedom from Want) B. Kebebasan untuk berbicara dan menyatakan (Freedom of Speech) 2. kebebasan mempertahankan Hak Asasi Manusia dan keadilan. Hak Kebebasan Politik (Pasal 2 – 21). PBB akhirnya dapat menghasilkan Uiversal Declaration of Human Rights pada tanggal 10 Desember1948 yang terdiri atas 30 pasal. independence. memberikan pesan yang ditujukan kepada kongres tentang 4 (The four freedom) yang diupayakan untuk dipertahankan di dalam perang. Franklin D. Kebebasan dari ketakutan (Freedom from Fear) 4. Pernyataan tentang HAM dalam deklarasi PBB ini tercermin dalam penggalan dan kalimat yang beragama berbunyi serta “bahwa untuk kemenangan adalah penting untuk menjaga kehidupan. Adapun rincian Ham dalam piagam HAM PBB sebagai berikut : 1. kebebasan.A. Universal Declaration of Human Rights (Deklarasi Universal HAM) Setelah perang dunia II selesai. berisi antara lain kebebasan memperoleh pekerjaan 3. Franklin D. Kebebasan beragama (Freedom of Religion) 3.” Berkaitan dengan hal tersebut Presiden Amerika Serikat.

Deklarasi ini juga menolak klaim nuansa perbedaan HAM antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lainnya.4. di Wina diadakan kofrensi tentang HAM untuk organisasi – organisasi non pemerintah yang menghasilkan deklarasi Wina tentang HAM bagi NGO. 2. Kewajiban – kewajiban yang harus dipenuhi dalam melaksanakan hak asasi (Pasal 29 – 30) Meskipun pernyataan HAM PBB tersebut bukan merupakan konvension atau perjanjian yang harus ditaati oleh semua anggota PBB. 5. Sekalipun suatu Negara berusaha mengikuti pernyataan tersebut. Deklarasi Wina tentang HAM bagi NGO Pada tahun 1973. antara lain berisi kebebasan memperoleh pendidikan 6. Akan tetapi. Deklarasi ini mengeaskan secara perbedaan keuniversalan atas latar belakang HAM umat dan keharusan tanpa hukum dan penerapannya memperhatikan menyeluruh manusia semua anggota PBB secara moral berkewajiban pada untuk melaksanakan pernyataan tersebut. untuk Negara. 2 tahun setelah bubarnya Uni Soviet. C. Hak akan Tingkatan Dasar Penghidupan yang Cukup Bagi Penjagaan Kesehatan dan Keselamatan serta Keluarganya Hak Asasi Pendidikan (Pasal 26). Hak Asasi menikmati kehidupab social dan internasional (Pasal 28) 8. kenyataan pelaksanaannya disesuaikan dengan kepentingan nasional tiap – tiap budaya setempat. KASUS – KASUS PELANGGARAN HAM INTERNASIONAL Pada dasarnya kasus – kasus terjadinya pelanggaran HAM sangat marak terjadi dan telah berlangsung sejak lama. perhatian dunia internasional yang diwakili oleh PBB tampak meningkat setelah . Hak Asasi dalam Bidang Kebudayaan (pasal 27) 7.

menduduki Chekoslovakia dan Austria serta memicu tejadinya PD II. d.terjadinya Perang Dunia II yang telah menewaskan banyak umat manusia. Diantara peristiwa yang memakan korban adalah terbunuhnya 77 orang dari kalangan sipil pada peristiwa Sharpeville. Lawan – lawan politik yang tidak segaris dengan pemikirannya ditangkap dan dibunuh. Ia telah memerintah pada tahun 1924 – 1943 dengan sangat otoriter. mereka melakukan kebijakan yang merugikan warga kulit hitam. 1924 di Italia Benito Mussolini telah mendirikan sekaligus memimpin [aham fasisme di Italia. Mussolini telah menduduki Negara asing seoerti Etiophia dan Albania. Ia juga salah seorang pencetus Perang Dunia II dan berkoalisi dengan Hitler untuk melawan sekutu b. Diantara contoh pelanggarn HAM Internasional yang terjadi menurut urutan waktu sebagai berikut : a. 1933 di Jerman Adolf Hitler yang berhasil memenangkan pemilu melalui Partai Buruh Jerman Sosialis memimpin Jerman dengan sangat otoriter. terutama murid – murid sekolah. c. Sejumlah pasukan perang sebanyak 85 . 1979 di Uni Soviet Negara Uni Soviet atau sekarang Rusia telah melakukan penyerangan berkepanjangan di Afganistan yang berlangsung pada tahun 1979 hingga 1990 an. pembasmian terhadap orang – orang yahudi. 1960 di Republik Afrika Selatan Ketika rezim apartheid yang didominasi orang – orang kulit putih berhasil menguasai pemerintahan di Afrika Selatan. Banyak kejahatan kemanusiaan pada waktu itu. Demikian juga pada tahun 1976 terjadi peristiwa berdarah yang menewaskan banyak warga sipil. Misalnya dengan penangkapan secara masal terhadap lawan – lawan politiknya.

baik militer maupun sipil. PERADILAN INTERNASIONAL HAM Peradilan Internasional mengandung pengertian upaya penyelesaian masalah dengan menerapkan ketentuan – ketentuan hokum internasional yang dilakukan oleh peradilan internasional yang dibentuk secara teratur. ICC dibentuk berdasarkan perjanjian antarnegara yang diber nama Rome Statute of the International Criminal Court atau popular dengan sebutan Statuta Roma tahun 1998.ribu tentara didatangklan dari Uni Soviet untuk bertempur di Afganistan sehingga makan banyak korban. Srebenica adalah daerah kantong bagi penduduk Muslim Bosnia. e. Berkaitan dengan upaya penanganan pelanggaran HAM internasional. ada beberapa peradilan yang mempunyai kewenangan untuk melakasanakannya seperti berikut. 1992 – 1995 di Serbia Bosnia Pada tahun 1992 – 1995 terjadi perang di Bosnia yang dipimpin oleh Radofan Karadzic. a. 3. Dalam perang di Bosnia tersebut terjadi pembunuhan masal terhadap 8000 warga muslim Bosnia di Srebenica. Peradilan internasional ini dilakukan oleh Mahkamah Internasional dan badan – badan peradilan lainnya. Dalam perang tersebut Radofan Karadzic bertekad untuk melakukan pembersihan etnis kepada warga non Serbia. Komunitas internasional melalui Statuta Roma telah menyepakati adanya 4 jenis kejahatan yang masuk dalam kategori kejahatan internasional sebagai berikut : 1) Kejahatan genosida (The crime of genocide) 2) Kejahatan kemanusiaan (Crimes against humanity) . Mahkamah Pidana Internasional (Intenational Crime Court) International Crime Court merupakan pengadilan internasional yang bersifat permanent untuk mengadili para pelaku kejahatan internasional.

jika Negara yang bersangkutan dianggap tidak memiliki atau kemauan. Dengan demikian. Mahkamah Pidana Internasional memiliki yurisdiksi untuk mengadili dan meminta pertanggungjawaban individu/perseorangan melakukan. ICC mempunyai wewenang untuk mengadili kejahatan – kejahatan HAM internasional seperti yang tercantum dalam Statuta Roma. ICC juga dapat mengadili kasus pelanggaran dengan didasarkan ata resolusi PBB. Selain itu. ICC ini berbeda dengan International Court of Justice (ICJ) atau Mahkamah Internasional. sheingga menyebabkan terjadinya kejahatan – kejahatan yang berada dalam lingkup kejahatan internasional. Namun. dapat dikatakan bahwa ICC merupakan pengadilan komplementar dari suatu pengadilan nasional. ICC berlaku bagi Negara – Negara yang telah meratifikasinya. Mahkamah internasional mempunyai kewenangan untuk memeriksa dan memutus kasus sengketa antar Negara (Contentious case) yang lebih bersifat keperdataan serta memberikan fatwa (advisory opinion). Perbedaannya terletak pada kewenangannya. (Individual dan criminal memberikan responsibility) perintah yang memfasilitasi.3) Kejahatan perang (War crimes) 4) Kejahatan perang agresi (The crime of aggression) Berdasarkan Statuta Roma. . Keberadaan ICC telah efektif sejak tanggal 1 Juli 2002 setelah 60 negara meratifikasinya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->