P. 1
PENGERTIAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN

PENGERTIAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN

|Views: 1,201|Likes:
Published by Luck Xieta Itu Tyas

More info:

Published by: Luck Xieta Itu Tyas on Mar 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2013

pdf

text

original

PENGERTIAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN (TP) DAN BERBAGAI KONSEP DI BIDANG TP A.

Defenisi TP sebelum tahun 1994 1) Definisi AECT 1963 Komunikasi audio visual adalah cabang dari teori dan praktek pendidikan yang terutama berkepentingan dengan mendisain dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses belajar. Kegiatannya meliputi ; a) mempelajari kelemahan dan kelebihan, yang unik maupun relatif, dari pesan baik yang diungkapkan dalam bentuk gambar, maupun yang bukan, dan yang digunakan untuk tujuan apapun dalam proses belajar, dan b) penstrukturan dan sistematisasi pesan oleh orang maupun instrumen dalam lingkungan pendidikan. Kegiatan ini meliputi perencanaan, produksi, pemilihan, manajemen dan pemanfaatan dari komponen maupun keseluruhan sistem pembelajaran. Tujuan praktisnya ialah pemanfaatan tiap metode dan medium komunikasi secara efektif untuk membantu pengembangan potensi pebelajar (orang yang belajar) secara maksimal (Ely, 1963:18-19). 2) Definisi Komisi Teknologi Pembelajaran 1970 Dalam pengertian yang lebih umum (teknologi pembelajaran) berarti media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran disamping guru, buku teks dan papan tulis….. bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah: televisi, film, OHP, komputer dan bagian perangkat keras maupun lunak lainnya….. (serta) (Teknologi Pembelajaran)….. merupakan usaha sistematik dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi keseluruhan proses belajar dan mengajar untuk suatu tujuan khusus, serta didasarkan pada penelitian tentang proses dan komunikasi pada manusia yang menggunakan kombinasi sumber manusia dan non-manusia agar belajar dapat berlangsung efektif (Commision on Instructional Technology,1970:21). 3) Definisi Silber tahun 1970 Teknologi pembelajaran adalah pengembangan (riset, disain, produksi, evaluasi, dukunganpasokan, pemanfaatan) komponen sistem pembelajaran (pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan lingkungan) serta pengelolaan usaha pengembangan (organisasi dan personil) secara sistematik, dengan tujuan memecahkan masalah belajar (Silber, 1970:21). 4) Definisi MacKenzie dan Eraut 1971 Teknologi pendidikan merupakan studi sistematik mengenai cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai (seperti yang dikutip oleh Ely,1973:52). 5) Definisi AECT 1972 Teknologi pendidikan adalah suatu bidang yang berkepentingan dengan memfasilitasi belajar pada manusia melalui usaha sistematik dalam identifikasi, pengembangan, pengorganisasian, dan pemanfaatan berbagai macam sumber belajar serta dengan pengelolaan atas keseluruhan proses tersebut (AECT , 1972:36). 6) Definisi AECT 1977 Teknologi pendidikan adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi: orang, prosedur, gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisis masalah dan merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar pada manusia (AECT , 1977:1). Dalam defenisi sebelum 1994 terdapat beberapa istilah dan orientasi yang muncul yang digunakan dalam Teknologi Pembelajaran. Hal yang sangat jelas tampak adalah istilah yang

bangunan (konstruk). Seperti educational membantu mempertahankan fokus yang lebih luas untuk bidang TP. pengelolaan dan pengembangan. dan pengelolaan. dalam pengertian bahwa teknologi pembelajaran merupakan bentuk operasional dari teknologi pendidikan. Dalam orientasi tersebut kawasan dalam defenisi ini meliputi menganalisis. . Defenisi Tahun 1963 menggunakan istilah Teknologi Pembelajaran dengan komunikasi audiovisual. pengembangan. B. dan evaluasi.digunakan dalam beberapa defenisi tersebut antara lain : a. Sedangkan kawasan pengelolaan selalu ada dalam bidang karena sumber untuk menunjang berlangsungnya tiap fungsi harus diorganisasikan dan diawasi (dikelola). Menurut definisi 1994. dan instructional lebih berkonotasi pada lingkungan sekolah. d. komponen Teknologi Pembelajaran. b. Meskipun berbagai usaha telah dilakukan dalam bidang pemanfaatan media keadaanya masih tetap saja kurang mendapatkan perhatian. pelaksanaan. penggunaan. kawasan pemanfaatan secara teoritis maupun praktis masih belum berkembang dengan baik. pengelolaan dan penilaian proses dan sumber untuk belajar. pemanfaatan. Definisi tahun 1977 menggunakan istilah teknologi pendidikan dan berorientasi kepada teori dan praktek. Defenisi TP 1994 dan Komponen-komponennya Definisi teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek dalam disain. pangaturan. Sedangkan orientasi dan kawasannya belum dijelaskan pada defenisi tahun ini. Karena teknologi pembelajaran merupakan bagian dari teknologi pendidikan. Sumbangan utama bidang studi ini adalah evaluasi formatif. Defenisi tahun 1972 menggunakan nama teknologi pendidikan yang berorientasi kepada praktek dan kawasannya meliputi pengembangan. pengembangan. merencanakan. penentuan. melaksanakan. Praktek juga dapat memberi konstribusi kepada pengetahuan melalui informasi yang didapat dari pengalaman. e. prinsip dan proposisi yang memberi sumbangan terhadap khasanah pengetahuan. Defenisi tahun 1970 menggunakan istilah yang sama dengan tahun 1994 yaitu teknologi pembelajaran yang berorientasi kepada praktek dan kawasannya meliputi : perancangan. Penggunaan istilah “educational” dan “instructional” oleh masing-masing pakar memiliki alasan tersendiri. pengelolaan dan penilaian Kawasan disain merupakan sumbangan teoritik terbesar dari teknologi pembelajaran untuk bidang pendidikan yang lebih luas. Namun dengan adanya perbedaan tersebut tidak merupakan satu perpecahan dalam mengkategorikan dari masing-masing istiah tersebut. c. meliputi: 1) Teori dan praktek Teori terdiri dari konsep. Sedangkan praktek merupakan penerapan pengetahuan tersebut dalam memecahkan permasalahan. Defenisi tahun 1971 menggunakan nama teknologi pendidikan. Kawasan penilaian masih menggantungkan diri pada penelitian dari bidang lain. Orientasi pada defenisi ini adalah teori dan praktek serta kawasannya meliputi : perencanaan. mengevaluasi dan mengelola. 2) Disain. Demikian pula kawasan pengembangan telah menjadi matang dan memberikan sumbangan terbesar untuk praktek. Istilah tersebut tetap akan terpakai sesuai dengan tujuan dari masin-masing penggunaannya. Sebaliknya. penggunaan. pemanfaatan. Adanya perbedaan istilah yang digunakan sering menimbulkan berbagai persoalan dalam penggunaan istilah teknologi pembelajaran.

3. manafsirkan dan merespon terhadap rangsangan dan mengambil pelajaran dari akibat tanggapan tersebut. orang menanggapi. 4. merencanakan. Adanya pendapat bahwa defenisi yang baik harus meliputi bidang kerja dari ahli teori dan praktisi.3) Proses dan sumber Proses adalah serangkaian operasi atau kegiatan yang diarahkan pada suatu hasil tertentu. pengembangan. transfer dan pemecahan masalah dalam peringkat yang lebih tinggi (Cognition and Technology Group at vanderbilt. Sedangkan dalam defenisi tahun 1994 meliputi lima kawasan antara lain perancangan. termasuk sistim pelayanan. Perbedaan defenisi teknologi pembelajaran tahun 1977 dan 1994 Beberapa perbedaan antara defenisi tahun 1977 dengan defenisi 1994 antara lain: 1. kegiatan dan keluaran. Pada komunikasi. Sedangkan sumber ialah asal yang mendukung terjadinya belajar. Alasan utama dibentuknya defenisi yang baru dalam teknologi pembelajaran adalah : 1. bahan pembelajaran dan lingkungan. 2. dan mengelola. melaksanakan. Dalam definisi disebutkan bahwa belajar menyangkut adanya perubahan yang relatif permanen pada pengetahuan atau perilaku seseorang karena pengalaman (Mayer. Proses maupun produk sangatlah penting dalam bidang karena itu perlu kejelasan dari suatu proses terhadap hasil yang dimaksud dari satu bidang tersebut. mengevaluasi. 4) Untuk keperluan belajar Tujuan teknologi pembelajaran adalah untuk memacu (merangsang) dan memicu (menumbuhkan) belajar. 5. .Penekanan orientasi pada defenisi tahun 1977 pada praktik. 1993a:19).Perubahan istilah teknologi pendidkan menjadi teknologi pembelajaran 2. Sedangkan pada proses belajar. seperti diringkas dalam Richey. biaya dan fasilitas. Berlo (1960) menunjukkan bahwa unsur-unsur pada proses belajar dengan proses komunikasi sejalan. 1982:1040). pengelolaan. 3.Pada defenisi tahun 1977 kawasan kerja bidang teknologi pembelajaran meliputi menganalisis. C. namun juga mencakup tenaga. pesan diolah dan disalurkan yang kemudian diterima dan diberi makna serta disalurkan kembali sebagai umpan balik (feed back) kepada pengirim pesan. Sumber belajar tidak terbatas hanya bahan dan alat yang digunakan dalam proses pembelajaran. Sumber belajar mencakup apa saja yang dapat digunakan untuk membantu setiap orang untuk belajar yang menampilkan kompetensinya. o Berbagai istilah utama di bidang TP Anchored Insruction : Teknik menciptakan situasi pembelajaran dalam berbagai kehidupan nyata (sering secara simulasi) untuk membantu refleksi. Pengertian proses mencakup tata urutan yang terdiri dari masukan. Istilah-istilah yang terlalu banyak dan membingungkan baik oleh semua warga teknologi pembelajaran harus dihilangkan dalam defenisi sehingga maksud dan tujuan dari defenisi lebih jelas dan mengerti. sedangkan orientasi pada defenisi tahun 1994 meliputi dua bidang yaitu teori dan praktik. penggunaan. Perkembangan dunia pendidikan membutuhkan segala aspek dalam kawasan teknologi pembelajaran sehingga perlu kesempurnaan dalam kawasan yang dibidangi oleh teknologi pembelajaran. Teknologi pembelajaran berkembang dari suatu gerakan menjadi suatu bidang dan profesi sehingga sangat jelas posisi teknologi pembelajaran di dunia pendidikan. dan pengevaluasian.

Brigs. Code of Ethics (Kode Etik) : Prinsip-prinsip yang dimaksud untuk membantu anggota suatu bidang secara individual atu kolektif dalam menegakkan perilaku profesional yang tinggi Cognitive Psychology (Psikologi Kognitif) : Cabang psikologi yang mempelajari bagaimana individu memperoleh. 1993:442) Competency (Kompetensi) : Pengetahuan. Authoring Language : Bahasa kompueter yang didisain untuk mengembangkan pembelajaran berbantuan komputer dan yang menghendaki pemakai untuk memiliki pengetahuan khusus tentang pemograman komputer (Schwier. memproses.o o Aptitude-Treatment Interaction (Interaksi Perlakuan-Bakat): Interaksi diferensial antara bakat pebelajar dan perlakuan pembelajaran. Constructivsm (konstruktivisme) : Aliran psikologi yang berpegang bahwa belajar terjadi karena pengatahuan personal yang disusun oleh pembelajar yang aktif dan independen yang memecahkan masalah dengan menarik makna dari pengalaman dan konteks terjadinya o o o o o o o o o o o o o . 1988:83). khusnya peristiwa yang mengandung stimuli yng ada di luar diri pebelajar seperti penjadwalan. dengan kata lain kondisi itu merupajkan kemampuan individu pebelajar yang sudah dimiliki sebelumnya (Gagne. menjelaskan. Model dapat memiliki bentuk yang beragam. pengurutan dan organisasi penyajian (Gagne.27) Conditions of Learning (Eksternal) : Peristiwa khusus dan unik dan memungkinkan belajar (Gagne dan Driscoll. Wage 1992) Condition of Learning (Internal) : Peristiwa khusus dan unik yang memungkinkan belajar (Gagne dan Driscoll. 1987:171) Behavioral Psychology (Psikologi Prilaku) : Aliran psikologi yang berpegang bahwa semua perilaku organisme dapat dijelaskan dalam hubungan stimulus-respon (Ellington dan Harris. Evaluasi ini terjadi berkelanjutan setelah periode formatif dan sumatif. formulasi matematis atau visualisasi (Richey. 1986:24. Computer Based Technology (Teknologi Berbasis Komputer) : Cara untuk menghasilkan atau menyajikan materi dengan menggunakan sumber berbasis mikroprosesor Conceptual models (Model Konseptual) : Model yang mendefinisikan. 1986:21) Certification (Sertifikasi) : Pengakuan resmi mengenai kompetensi profesional. Brigs. 1988:83) khususnya peristiwa yang sesuai dengan kondisi pikiran pebelajara untuk menangani tugas belajar. keterampilan atau sikap yang dapat ditunjukkan pebelajar pada tingkat yang sudah ditentukan terlebih dahulu. Wager 1992:9) Confirmatin Evaluation (Evaluasi Konfirmasi): Proses menentukan apakah pebelajar mampu meningkatkan tingkat kompetensinya dan materi tetap efektif. dapat berbentuk deskriptif naratif atau taksonomi. Audiovisual Aids (Alat Bantu Pandang Dengar) : Materi atau media pembelajaran yang menekankan panduan pendengaran dan penglihatan tetapi kadang-kadang digunakan untuk mendiskripsikan semua materi dan media pembelajaran selain bahan cetak konvensional (Ellington dan Harris. dan menggunakan informasi (Heinich. Molenda dan Russel. 1986:17) Authoring : Penggunaan bahasa atau sistim kepengarangan (dengan komputer) untuk mendisain dan mengembangkan pembelajaran. medeskripsikan hubungan antara variabel hasil sintesis berdasarkan pada ilmu dan penelitian yanmg terkait.

expert system (sistem unggulan). 1986:47). Design (Disain) : Menspesifikasi kondisi belajar. o o o o o o o o o o o o o o . Criterium-Referenced Measurement (Pengukuran Acuan Patokan) : Teknik untuk menentukan penguasaan pebelajar mengenai isi yang sudah ditentukan. 1993:443). Distance Education (Pendidikan Jarak Jauh) : Situasi pembelajaran dimana pebelajar secara fisik terpisah jauh dari sumber asal yang ditandai dengan terbatasnya akses terhadap guru dan rekan belajar lain (Heinich.pengalaman. Development research (Penelitian pengembangan) : Studi sistematis tentang disain. Delivery system (Sistem Penyebaran) : Metode (kombinasi media dan pendukung) untuk mengorganisasikan pendistribusian bahan pembelajaran. Distance Learning (sama dengan distance education) Dynamic Visuals Image (Kesan Visual Dinamik) : Gambaran visual yang ditanggapi bergerak. Electronic performance support system (EPPS)/Sistem Penunjang Kinerja Elekronik : Kombinasi komponen perangkat keras dan dan perangkat lunak yang memberikan infobase (informasi dasar). Efficiency (Efisiensi) : Pencapaian tujuan secara ekonomis dalam pemakaian sumber. 1992: 206). Elaboration (Elaborasi) : Memberikan informasi rinci yang menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan awal yang relevan. Educational Technology (Teknologi Pendidikan) Effectiveness (Efektivitas) : Sejauh mana intervensi memenuhi tujuan atau mencapai hasil yang diinginkan. bantuan dan sarana kerja serta unsurunsur lain untuk mendukung pelaksanaan tugas. Delivery System Management (Manejemen Sistem Penyebaran) : Meliputi perencanaan. proses dan produk yang harus memenuhi kriteria konsistensi internal dan efektifitas. Difussion of inovations (Difusi Inovasi) : Proses berkomunikasi melalui strategi yang terencana dengan tujuan untuk diadopsi. 1986:51). juga merupakan satu kawasan dalam bidang teknologi pembelajaran. Merupakan kombinasi medium dan metode penggunaan yang dipakai untuk menyajikan informasi pembelajaran kepada pebelajar (Ellington dan Harris. Elaboarsi dapat menggunakan proses deduktif (ekspositori) atau induktif/eksperiensial (Leshin dan Reigeluth. Dissemination (Deseminasi) : Usaha sengaja atau sistematis agar orang lain menyadari adanya pengembangan dengan jalan menyebarkan informasi (Ellington dan Harris. o o o Cost Effectiveness (Efektivitas Biaya) : Teknik untuk mempertimbangkan biaya dan hasil sesuatu yang digunakan sebagai dasar untuk membuat keputusan. dan evaluasi program. Development (Pengembangan) : Proses menerjemahkan spesifikasi disain menjadi bentuk fisik juga merupakan satu kawasan dalam bidang teknologi pembelajaran. Molenda dan Russel. dan digunakan untk menyajikan informasi pembelajaran kepada pebelajar (Ellington dan Harris. pengembangan. monitoring dan pengendalian atas metode yang digunakan untuk mengorganisasi pendistribusian bahan. 1986:47).

seperti analisis kebutuhan. Institutionalization (Pelembagaan) : Penggunaa inovasi pembelajaran secara rutin dan terus-menerus dalam struktur dan budaya organisasi. Functional Job Analysis (Analisis Pekerjaan Fungsional) : Teknik untuk menentukan kelengkapan tugas yang dilakukan. pengembangan. juga merupakan suatu kawasan dalam bidang Teknologi Pembelajaran. dan menggunakan informasi untuk pengembangan lebih lanjut. pemanfaatan. monitoring dan pengawasan penyimpanan. Inductive Learning (Belajar Induktif) : Strategi pengajaran (belajar) yang berlangsung sebagai berikut: penerjunan dalam situasi problematis nyata. Instructional Strategy (Strategi Pembelajaran) : Spesifikasi untuk menyeleksi dan mengurutkan peristiwa dan aktivitas dalam sebuah pelajaran. tujuan khusus dan pengorganisasian satuan pelajaran (Briggs.o o Evaluation (Evaluasi) : Proses penentuan kesesuaian pembelajaran dan belajar. pencapaian kesimpulan (yang utama). Instructional System (Sistem Pembelajaran) : Keseluruhan paket materi. transfer atau pemrosesan informasi dengan maksud untuk menyediakan sumber belajar. Instructional Technology (Teknologi Pembelajaran) : Teori dan praktek dalam disain. yang mengajar pebelajar bagaimana memecahkan tugas yang kompleks melalui penerapan pengatahuan yang tepat dari bidang kajian (Heinich. Molenda dan Russel. Front-end Analysis (Analisis Tahap Awal) : Terselesaikannya tahap awal proses disain. Formative Experimentation (Eksperimentasi Formatif) : Penelitian yang menggunakan pendekatan coba-coba (trial and error) skala kecil untuk mengkaji satu variabel dalam konteks kehidupan nyata. Juga dikenal sebagai metode penemuan/discovery ( Heinich. Implementation (Implementasi) : Penggunaan materi atau strategi pembelajaran dalam keadaan nyata (tidak disimulasikan). Formative Evaluation (Evaluasi Formatif) : Pengumpulan informasi mengenai kesesuaian produk atau program pembelajaran. tes. dengan maksud untuk membuktikan. pengujian hipotesis. dengan pengelompokkan dalam bentuk kata. 1993:443). tujuan umum. 1993:443). memperbaiki . memperluas atau tidak melanjutkan proyek atau program. Molenda dan Russell. petunjuk o o o o o o o o o o o o o o . biasanya dengan memasukkannya ke dalam kurikulum. dan penilian proses dan sumber untuk belajar. Installation (Instalasi) : Pemakaian materi. Evaluation Research (Penelitian Evaluatif) : Penelitian dengan mengumpulkan data untuk pengambilan keputusan. Information Mangement (Manajemen Informasi). dan kemudian mengindentifikasikan tingkat kesulitan serta jumlah pembelajaran yang diperlukan. Functions of the Field (Fungsi Bidang Studi) : Tugas dan peran yang dilakukan para profesional dalam bidang studi. meliputi : perencanaa. Expert System (Sistem Pakar) : Program Komputer. yang disusun oleh suatu tim ahli materi dam pemograman. pengelolaan. 1977:xviii). pengembangan hipotesis. orang dan benda. strategi atau program pembelajaran secara tetap atau setengah tetap.

implementasi (pemakaian materi atau strategi dalam konteks). petunjuk guru yang diberikan untuk mencapai tujuan satuan pembelajaran. dan evaluasi (penentuan kesesuaian pembelajaran). . o Instructional System Design/ISD (Disain Sistem Pembelajaran) : Prosedur terorganisir untuk mengembangkan materi atau program pembelajaran yang mencakup tahap-tahap analisis (pendefenisian apa yang dipelajari). 1977:xxi). disain (menspesifikasi bagaimana seharusnya belajar terjadi). bersama dengan semua kegiatan pendukung dan proses yang diperlukan untuk mengoperasikan sistem yang dirancang untuk dilaksanakan (Briggs. pengembangan (penulisan atau produksi materi). perkuliahan atau kurikulum.pebelajar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->