for discussion only © rapin mudiardjo

ANGGARAN DASAR KOPERASI NAMA DOMAIN INTERNET INDONESIA
(INDONESIAN INTERNET DOMAIN NAME COOPERATION)

1

for discussion only © rapin mudiardjo

DAFTAR ISI BAB I : NAMA TEMPAT KEDUDUKAN BAB II : LANDASAN ASAS DAN PRINSIP KOPERASI BAB III : FUNGSI DAN PERAN BAB IV : MAKSUD TUJUAN SERTA USAHA BAB V : KEANGGOTAAN BAB VI : MUSYAWARAH ANGGOTA BAB VII : PENGURUS BAB VIII : PENGAWAS BAB IX : MANAJER DAN KARYAWAN BAB X : DEWAN PENASEHAT BAB XI : PEMBUKUAN KOPERASI BAB XII : MODAL KOPERASI BAB XIII : SISA HASIL USAHA BAB XIV : TANGGUNGAN ANGGOTA BAB XV : PEMBUBARAN DAN PENYELESAIAN BAB XVI : PEMBINAAN BAB XVII : SANKSI-SANKSI BAB XVIII : ANGGARAN RUMAH TANGGA DAN PERATURAN KHUSUS BAB XIX : PENUTU

2

b. b. Pendidikan Perkoperasian. 2. d. Koperasi melaksanakan kegiatannya berdasar prinsip-prinsip koperasi.. c. yaitu : a. e. Badan Usaha ini bernama Koperasi Nama Domain Internet Indonesia dengan nama singkatan “KONDII” 2. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. Pengelolaan dilakukan secara demokratis. Pasal 4 1. Kerjasama antar Badan Hukum Koperasi maupun Non Koperasi 3 . Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.for discussion only © rapin mudiardjo BAB I NAMA TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Pembagian Sisa Hasil Usaha dilakukan sepenuhnya akan diserahkan kepada koperasi untuk digunakan bagi sebesar-besarnya kepentingan anggota dan internet Indonesia pada umumnya. Dalam pengembangan koperasi.] Pasal 2 JANGKA WAKTU Yayasan didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan BAB II LANDASAN ASAS DAN PRINSIP KOPERASI Pasal 3 1. Kemandirian. Koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 2. maka koperasi melaksanakan pula prinsip-prinsip koperasi sebagai berikut : a. Koperasi berkedudukan hukum di [………………………………………. Koperasi berdasar atas asas kekeluargaan.

Meningkatkan potensi sumber daya manusia dalam bidang teknologi yang berbasis internet protokol untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam arti yang seluas-luasnya. 7. serta dunia usaha pada umumnya.id. Membantu usaha arbitrase dalam arti menengahi. Menyelanggarakan hubungan dengan badan perekonomian dan badan-badan lain yang berkaitan dengan dan bermanfaat bagi yayasan. 2. sehingga seluruh sumber daya -yang ada dapat digerakkan secara terpadu. BAB IV KEGIATAN KOPERASI Pasal 6 Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas. 4 . 2. Berperan secara aktif dalam menentukan kebijakan di industri berbasis internet 6. Menyelenggarakan komunikasi dan konsultasi antar anggota. Membina dan mengembangkan rasa kesatuan dan persatuan di antara para anggotanya (registry) Melindungi kepentingan para registry dalam menjalankan kegiatan pengelolaan pendaftaran nama domain sesuai dengan peraturan yang berlaku. 3. 3. Menjadi mitra Pemerintah dalam membangun sarana informasi dan komunikasi Nasional dan Internasional.for discussion only © rapin mudiardjo BAB III MAKSUD DAN TUJUAN KOPERASI Pasal 5 Koperasi mempunyai maksud dan tujuan sebagai berikut : 1. baik nasional maupun Internasional . 5. efisien dan efektif . Koperasi menjalankan kegiatan sebagai berikut: 1. Mengelola sumber daya internet untuk masyarakat Indonesia sebesar-besarnya bagi kepentingan bangsa dan negara. antara anggota dengan Pemerintah dan antara anggota dengan asosiasi/organisasi semitra di dalam dan luar negeri. Mendukung pengembangan Internet di Indonesia khususnya dalam melakukan pengelolaan pendaftaran nama domain *. mendamaikan dan perselisihan kepentingan di antara anggota. menyelesaikan 4.

Permintaan berhenti sebagai anggota harus diajukan secara tertulis kepada Pengurus. Peraturan khusus dan keputusan yang telah disepakati dalam Musyawarah Anggota. Keanggotaan koperasi mulai berlaku dan hanya dapat dibuktikan dengan catatan dalam buku Daftar Anggota. Mematuhi Anggaran Dasar. 2. Anggaran Rumah Tangga. Bertempat tinggal di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia c. Seseorang yang akan masuk menjadi anggota koperasi harus : a. 3. Membayar iuran wajib dan simpanan lainnya yang diputuskan dalam Musyawarah Anggota. Anggaran Rumah Tangga. 4. sehat jasmani dan rohani) b. e. 2. Berakhirnya keanggotaan mulai berlaku dan hanya dapat dibuktikan dengan catatan dalam buku Daftar Anggota. a. 5. Keputusan Musyawarah Anggota dan Peraturan-peraturan Perkoperasian yang berlaku. Mempunyai kemampuan penuh untuk melakukan tindakan hukum (Dewasa.for discussion only © rapin mudiardjo BAB V KEANGGOTAAN Pasal 7 Anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi dan tercatat di dalam Buku Daftar Anggota. 6. Yang dapat diterima menjadi anggota koperasi ini adalah Warga Negara Republik Indonesia yang memenuhi syarat sebagai berikut : 1. Dalam waktu yang telah ditentukan Pengurus harus memberi jawaban apakah permintaan itu diterima atau ditolak. Pasal 8 Setiap Anggota mempunyai kewajiban : 1. Mengajukan surat permohonan secara tertulis kepada pengurus. Menyetujui isi Anggaran Dasar. Memiliki ruang lingkup usaha di bidang internet d. Telah membayar Iuran Pokok sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar ini. tidak dalam perwalian. Keanggotaan koperasi melekat pada diri anggota sendiri dan tidak dapat dipindahtangankan. 7. b. 8. 5 . Seseorang anggota yang diberhentikan oleh pengurus dapat meminta pertimbangan pada Musyawarah Anggota berikutnya yang terdekat.

Terbukti telah tidak memenuhi syarat-syarat keanggotaan. 4. Mengemukakan pendapat dan saran kepada Pengurus diluar Musyawarah Anggota baik diminta maupun tidak diminta. Meninggal dunia. 2.for discussion only © rapin mudiardjo 3. 1. 6 . 6. Diberhentikan oleh Pengurus karena tidak mengindahkan kewajiban sebagai anggota. Meminta berhenti atas kehendak sendiri 3. b. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan atas asas kekeluargaan. Penduduka Warga Negara Indonesia yang tidak ada keterkaitan dengan pekerjaan dan bertempat tinggal di dalam / luar wilayah keanggotaan koperasi dan atau tidak memenuhi persyaratan keanggotaan sebagaimana Pasal 7. b. Mendapat keterangan mengenai perkembangan Koperasi. menyatakan pendapat dan memberikan suara dalam Musyawarah Anggota. c. Pasal 10 Keanggotaan berakhir. 4. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh Koperasi. Memilih dan / atau dipilih menjadi anggota Pengurus atau Pengawas. bilamana : 1. Penduduk Indonesia yang bukan Warga Negara Indonesia. Terbukti melakukan tindak pidana / kejahatan. Pasal 11 Disamping Anggota dimaksud dalam Pasal 7. a. 2. Dalam waktu 1 (satu) tahun berturut-turut tidak ikut berpartisipasi kepada koperasi dan melalaikan kewajibannya sebagai anggota setelah 3 (tiga) kali berturut-turut secara tertulis diperingati oleh Pengurus. Yang dapat diterima menjadi Anggota Luar Biasa adalah : 1. 5. Meminta diadakannya Musyawarah Anggota. Memanfaatkan koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antar sesama anggota. Menanggung kerugian sesuai dengan ketentuan pasal 40. atau berbuat sesuatu yang merugikan Koperasi : a. 2. Musyawarah Anggota Luar Biasa sesuai dengan ketentuan Pasal 13 dan 14. Pasal 9 Setiap Anggota mempunyai hak : Menghadiri. 3. koperasi dapat menerima Anggota Luar Biasa. 5.

3. keadaan dan sifat pekerjaan anggota. Anggota yang tidak hadir. tiap anggota mempunyai 1 (satu) hak suara. Musyawarah Anggota dapat diadakan : a. 2. Tanggal dan tempat serta acara Musyawarah Anggota harus diberitahukan sekurangkurangnya 7 (tujuh) hari terlebih dulu kepada anggota-anggotanya. tidak dalam perwalian. 2. BAB VI MUSYAWARAH ANGGOTA Pasal 12 1. 4. 3. Menyatakan secara tertulis telah menyetujui isi Anggaran Dasar. Mempunyai kemampuan penuh untuk melakukan tindakan hukum (Dewasa. Dalam hal tidak tercapai mufakat. Anggota luar biasa tidak mempunyai hak suara dalam Musyawarah Anggota dan tidak punya hak dipilih ataupun memilih menjadi Pengurus atau Pengawas. 3. Musyawarah Anggota diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali setahun dan diselenggarakan paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun buku lampau namun demikian pelaksanaannya dapat diusahakan secepatnya. tidak dapat mewakilkan suaranya kepada orang lain. b. sehat jasmani dan rohani). Atas permintaan tertulis sekurang-kurangnya dari 1/10 dari jumlah anggota. 5. 7 . 6. Musyawarah Anggota (RA) merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. maka pengaturannya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART). maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak dari Angota yang hadir.for discussion only © rapin mudiardjo c. mengingat dari besarnya jumlah anggota. Keputusan Musyawarah Anggota diambil berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. Pasal 13 1. Dalam hal anggota luar biasa tidak ada ikatan hak dan kewajiban sebagaimana halnya anggota koperasi tetapi dapat berpartisipasi dalam kegiatan usaha. Pada dasarnya Musyawarah Anggota syah jika dihadiri lebih dari separoh jumlah anggota koperasi. Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan yang berlaku. maka Musyawarah Anggota dapat berlangsung dan keputusannya syah serta mengikat anggota. 4. Dengan tidak mengurangi kewajiban setiap anggota untuk hadir dalam Musyawarah Anggota. 4. maka Rapat ditunda untuk paling lambat 7 (tujuh) hari dan bila pada Rapat kedua tetap tidak tercapai syarat tersebut ayat (1) Pasal ini. Jika Musyawarah Anggota tidak dapat berlangsung karena tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Atas keputusan Pengurus. d. Dalam Musyawarah Anggota.

Untuk mengubah Anggaran Dasar Koperasi harus diadakan Rapat Khusus Perubahan Anggaran Dasar yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlah anggota koperasi dan keputusannya syah apabila disetujui oleh paling kurang 3/4dari jumlah anggota yang hadir. b. Dalam hal tidak mencapai mufakat maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak dari anggota yang hadir. 2. Pasal 16 1. manajemen dan usaha koperasi. 8 . Atas permintaan paling sedikit 20% dari jumlah anggota. b. Untuk membubarkan koperasi harus diadakan Rapat Khusus Pembubaran Koperasi yang dihadiri sekurang-kurangnya ¾ daripada jumlah anggota. keputusan Musyawarah Anggota mengenai pembubaran koperasi syah apabula disetujui sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah suara yang hadir. Keputusan Musyawarah Anggota Luar Biasa diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Atas keputusan pengurus berdasarkan keadaan yang mendesak untuk segera diputuskan oleh anggota untuk kepentingan pengembangan koperasi. Pasal 15 1. Kebijaksanaan umum di bidang organisasi. pengawas. Pemilihan/pengangkatan/pemberhentian pengurus.for discussion only © rapin mudiardjo Pasal 14 1. c. Musyawarah Anggota berhak meminta keterangan dan pertanggung jawaban pengurus dan pengawas mengenai segala sesuatu yang terjadi dalam pengelolaan koperasi. Musyawarah Anggota Luar Biasa dapat diadakan apabila sangat diperlukan dan tidak bisa menunggu diselenggarakannya Musyawarah Anggota Tahunan : a. 2. 3. Musyawarah Anggota mempunyai wewenang menetapkan antara lain : a. 2. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Selain Musyawarah Anggota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 Koperasi dapat melakukan Musyawarah Anggota Luar Biasa apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenangnya ada pada Musyawarah Anggota. terutama apabila anggota menilai bahwa Pengurus telah melakukan kegiatan bertentangan dengan kepentingan koperasi dan menimbulkan kerugian terhadap koperasi.

usaha dan keuangan. Pengesahan acara rapat. Acara Musyawarah Anggota Tahunan memuat antara lain : a. Laporan hasil pengawasan oleh Pengawas. Penyampaian kuorum rapat. Pembacaan dan pengesahan rencana kerja dan rencana anggaran pendapatan dan belanja untuk tahun berjalan. f. Laporan pertanggung jawaban Pengurus termasuk laporan kelembagaan. termasuk laporan keuangan/neraca dan rugi laba. Pengesahan pertanggung jawaban Pengurus dan Pengawas dalam pelaksanaan tugasnya. 2. 3. memuat : • Pengantar kata dari Panitia. Laporan pertanggung jawaban Pengurus dan Pengawas serta program kerja dan rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi disampaikan kepada anggota paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Musyawarah Anggota Tahunan dilaksanakan. Rencana/program kerja koperasi. Rencana anggaran belanja dan pendapatan koperasi. 9 . Acara pokok : • • • • • • • • • • • 2. Pasal 18 1. Lain-lain / Penutup. • Laporan singkat Pengurus. Pasal 17 1. Musyawarah Anggota sebagaimana dimaksud Pasal 12 ayat (3) disebut Musyawarah Anggota Tahunan. Tanya jawab / usul-usul. Penggabungan. e. • Sambutan-sambutan. Pemilihan Pengurus dan Pengawas. Pembacaan dan pengesahan berita acara Musyawarah Anggota tahunan yang lampau. b. Pembukaan. Keputusan Musyawarah Anggota ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Koperasi dan dilaporkan kepada pemerintah.for discussion only © rapin mudiardjo d. Penetapan pembagian sisa hasil usaha. peleburan dan pembubaran koperasi. Setiap Musyawarah Anggota harus dibuat berita acara rapat yang ditandatangani oleh pimpinan rapat dan notulis rapat. Pengesahan laporan pertanggung jawaban Pengurus dan Pengawas.

d. 2.for discussion only © rapin mudiardjo BAB VI PENGURUS Pasal 19 Pengurus Koperasi dipilih dari dan oleh anggota dalam Musyawarah Anggota. Nama-nama anggota Pengurus dicatat dalam buku Daftar Pengurus. Pasal 20 1. 7. Sudah menjadi anggota koperasi minimal 3 (tiga) tahun dan memperlihatkan kedisiplinan dan loyalitas yang tinggi dalam mengembangkan koperasi serta pernah mengikuti pendidikan perkoperasian. 2. Pemilihan Pengurus diatur secara demokratis dan tata cara pemilihannya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. 10 . Mempunyai wawasan dan pengetahuan yang luas tentang perkoperasian. Pengurus dipilih untuk masa jabatan : 3 (tiga) tahun. Anggota Pengurus yang masa jabatannya telah lampau dapat dipilih kembali. maka yang berlaku sebagai anggota Pengurus hanyalah mereka yang tercatat selaku itu dalam buku Daftar Pengurus. maka Rapat Pengurus dapat mengangkat penggantinya dari Pengurus lainnya atau dari kalangan anggota dengan persyaratan sesuai Pasal 19 ayat 3 (tiga) diatas. Untuk menduduki jabatan Pengurus sampai batas waktu jabatannya berakhir. Tidak menjadi anggota organisasi yang dilarang larang oleh pemerintah (G 30 S PKI) dan tidak pernah dihukum akibat perbuatan tercela. Mempunyai sifat kejujuran dan keterampilan kerja serta perilaku yang baik di dalam maupun di luar koperasi. Tidak pernah melakukan perbuatan yang tercela. c. akan tetapi pengangkatan itu harus disampaaikan pada Musyawarah Anggota berikutnya untuk mendapat pengesahan. 5. Pengurus merupakan pemegang Kuasa Musyawarah Anggota. Yang dapat dipilih menjadi Pengurus adalah anggota yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. b. 6. Pengurus terdiri atas sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang atau sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang. 3. e. a. 4. Terhadap pihak ketiga. Bilamana seorang anggota Pengurus meninggal dunia atau berhenti sebelum masa jabatannya habis. 3.

2. Membantu Pengawas dalam melakukan pengawasan dengan memberikan keterangan. Menyelenggarakan administrasi organisasi antara lain : Melakukan pencatatan dan memelihara buku Daftar Anggota. Memelihara kerukunan antar anggota dan mencegah segala hal-hal yang menyebabkan timbulnya perselisihan paham.for discussion only © rapin mudiardjo 4. Jika kerugian yang timbul akibat kelalaian seorang atau beberapa orang anggota Pengurus. baik dalam sikap dan tindakannya menimbulkan pertentangan dalam gerakan koperasi. b. d. Daftar Pengawas. 5. Menanggung segala kerugian yang diderita oleh koperasi sebagaimana akibat karena kelalaiannya : a. 6. c. Sebelum memulai memangku jabatannya Anggota Pengurus dapat mengangkat sumpah/janji di hadapan Musyawarah Anggota yang pengaturan lebih lanjut diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. 11 . 3. c. warkat. Pengurus. persediaan barang alat-alat perlengkapan dan sebagainya yang diperlukan. Daftar Pengurus. maka kerugian ditanggung oleh anggota Pengurus yang bersangkutan. Memberikan penjelasan kepada Anggota agar supaya segala ketentuan rumah tangga. Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota. 8. b. Pengurus tidak mentaati Undang-Undang Perkoperasian serta peraturan/ketentuan pelaksanaannya dan Anggaran Dasar koperasi dan keputusan Musyawarah Anggota. 7. Menyusun rencana kerja dan rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi. Memimpin organisasi dan usaha koperasi. Pengurus tidak loyal lagi kepada Koperasi dan Anggota. Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib dan teratur. a. Menyelenggarakan Musyawarah Anggota dan Rapat Penurus serta mempertanggungjawabkan kepada Musyawarah Anggota mengenai Pelaksanaan tugas kepengurusannya. peraturan khusus dan keputusan Musyawarah Anggota dan lain-lain diketahui dan dimengerti oleh segenap anggota. Notulen Musyawarah Anggota dan Rapat Pengurus dan bukubuku lainnya yang diperlukan. Pengurus setiap waktu dapat diberhentikan oleh Musyawarah Anggota apabila : Pengurus melakukan kecurangan dan merugikan koperasi. melakukan segala perbuatan hukum untuk dan atas nama koperasi serta mewakili koperasi di hadapan dan di luar Pengadilan. a. memperlihatkan segala buku. 4. 5. Pasal 21 Pengurus bertugas dan berkewajiban untuk : 1.

Anggota Pengurus tidak menerima gaji. Pengurus menyusun laporan tahunan yang memuat sekurang-kurangnya : a. Pengurus harus berusaha agar anggota mengetahui akibat pencatatan dalam Daftar Anggota. Laporan pertanggung jawaban Pengurus harus disampaikan kepada anggota paling lambat 7 ( tujuh ) hari sebelum Musyawarah Anggota dilaksanakan. akan tetapi dapat diberikan uang jasa menurut keputusan Musyawarah Anggota. 2. Setelah tahun buku ditutup. Perhitungan tahunan yang terdiri dari Neraca Akhir tahun buku dan perhitungan hasil usaha dari tahun yang bersangkutan serta penjelasan atas dokumen tersebut. Pasal 22 1. 3. 2. Pasal 24 1. b. paling lambat 1 (satu) bulan sebelum diselenggarakan Musyawarah Anggota Tahunan. pengelola. tidak dihambat baik disengaja atau tidak disengaja oleh anggota pengurus. Laporan Tahunan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( I ) ditanda tangani oleh semua anggota pengurus. Tugas pokok masing-masing anggota Pengurus ditetapkan dalam peraturan khusus yang disahkan dalam Rapat Pengurus. 2. maka semua anggota Pengurus tanpa kecuali menanggung kerugian yang diderita koperasi. 4. 3. Pasal 23 1. Pengurus wajib memberi laporan kepada Pemerintah tentang keadaan serta perkembangan organisasi dan usaha koperasi sekurang-kurangnya 1 ( satu ) kali setahun. Jika kerugian yang timbul akibat kebijaksanaan yang telah diputuskan oleh Rapat Pengurus. Keadaan organisasi dan usaha Koperasi serta hasil usaha yang dapat dicapai. Apabila salah satu anggota pengurus tidak menanda tangani laporan tahunan yang bersangkutan harus menjelaskan alasan secara tertulis.for discussion only © rapin mudiardjo b. Setiap anggota Pengurus harus berusaha agar pengawasan dan atau pemeriksa sebagaimana tersebut dalam ayat (1) tersebut . 12 .

di dalam maupun di luar koperasi. 13 . 3. Pengelola bertanggung jawab kepada Pengurus. Yang dapat dipilih menjadi anggota Pengawas adalah anggota koperasi yang memenuhi syarat sebagai berikut : 1. Tidak pernah melakukan perbuatan yaang tercela. a. d. 2. keterampilan kerja di bidang perkoperasian. 3. Mempunyai sifat kejujuran dan peilaku yang baik. c. membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya dan disampaikan kepada Pengurus dan dilaporkan kepada Musyawarah Anggota. pengetahuan. Mempunyai wawasan. 6. Melakukan pengawasan terhadap kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi sekurangkurangnya 3 (tiga) bulan sekali. Rencana pengangkatan tersebut ayat (1) diajukan dalam Musyawarah Anggota untuk mendapat persetujuan. Hubungan antara pengelola tersebut pada ayat (1) merupakan hubungan kerja atas dasar perikatan. Pengurus koperasi dapat mengangkat pengelola (Manajer dan karyawan) yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola usaha dan kegiatannya. Pengawas bertanggung jawab kepada Musyawarah Anggota. 4. 5. b. wewenang dan tanggung jawab serta persyaratan pengangkatan pengelola diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan Surat Perjanjian Kontrak Kerja. 2. Hubungan kerja. terutama di bidang pengawasan. Sudah menjadi Anggota koperasi minimal 3 (tiga) tahun dan memperlihatkan kedisiplinan dan loyalitas yang tinggi dalam mengembangkan koperasi serta pernah mengikuti pendidikan perkoperasian.for discussion only © rapin mudiardjo Pasal 25 1. Pasal 27 Pengawas bertugas untuk : 1. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pengelola tidak mengurangi tanggung jawab Pengurus. BAB VIII PENGAWAS Pasal 26 Pengawas dipilih dari dan oleh anggota dalam Musyawarah Anggota. 4. 2. Pengawas dipilih untuk masa jabatan 3 (iga) tahun.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Pengawas berwenang menggunakan fasilitas sarana yang tersedia sesuai dengan keputusan Musyawarah Anggota. 2. Pengawas sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang. Terhadap pihak ke 3 (tiga) diharuskan merahasiakan hasil pemeriksaannya. b. Dua orang anggota. 3. terdiri dari : 1. 2. Sebelum memangku jabatannya Pengawas dapat mengucapkan sumpah/janji Pengawas di hadapan Musyawarah Anggota. saran dan peringatan Pasal 29 1. 2. Dalam hal-hal tertentu Pengawas bisa meminta bantuan Kantor Akuntan Publik/Koperasi Jasa Audit dengan persetujuan Pengurus. Seorang ketua. Biaya Jasa Audit ditanggung oleh koperasi dan dianggarkan dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja (RAPB) Koperasi. Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan. Pasal 30 Pengawas yang telah habis masa jabatannya dapat dipilih kembali oleh Musyawarah Anggota. Meneliti catatan dan pembukuan yang ada pada koperasi. 14 . Pasal 31 1. Janji/sumpah Pengawas diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. uang. 5. Pengawas tidak menerima gaji.for discussion only © rapin mudiardjo Pasal 28 Pengawas berwenang : 1. 4. Dalam melaksanakan tugasnya Pengawas berwenang untuk meneliti segala catatan. 6. 3. serta bukti lainnya yang diperlukan yang ada pada koperasi. akan tetapi dapat diberikan uang jasa sesuai dengan keputusan Musyawarah Anggota. berkas. barang-barang. Memberikan koreksi. kepada Pengurus. Pemilihan Pengawas diatur secara demokratis dan tata cara pemilihannya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. 2. 3. a.

BAB XI PEMBUKUAN KOPERASI Pasal 34 1. 1. 5. 3. 3. 4. Dewan Penasehat dapat memberi saran atau pendapat kepada Pengurus untuk kemajuan koperasi baik diminta maupun tidak diminta dan saran-sarannya tidak mutlak diterima/dilaksanakan oleh Pengurus. akan tetapi dapat diberikan uang jasa sesuai dengan keputusan Musyawarah Anggota. Koperasi wajib menyelenggarakan pembukuan tentang badan usahanya. Manajer bertanggung jawab kepada Pengurus koperasi. BAB XII MODAL KOPERASI Pasal 35 1. Tahun buku koperasi mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember. Koperasi wajib pada setiap tutup tahun buku mengadakan laporan keuangan dan perhitungan rugi laba. Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal luar/pinjaman. tetapi tidak mempunyai hak suara. Perhitungan hasil usaha dilakukan setiap tutup tahun buku. 3. Laporan keuangan dimaksud dalam ayat (3) harus ditanda tangani oleh semua Pengurus. Anggota Dewan Penasehat tidak menerima gaji. Koperasi dapat menentukan kebijakan sistim administrasi pembukuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2. BAB X DEWAN PENASEHAT Pasal 33 Untuk kepentingan koperasi. Pengurus dapat mengangkat manajer dan karyawan untuk melaksanakan usaha koperasi setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Pengurus. 2. Anggota Dewan Penasehat dapat menghadiri Musyawarah Anggota atau Rapat Pengurus dan mempunyai hak bicara. 4.for discussion only © rapin mudiardjo BAB IX MANAJER DAN KARYAWAN Pasal 32 1. 6. Manajer dan karyawan diangkat dan diberhentikan oleh Pengurus serta hubungan kerja antara Pengurus dan Manajer/Karyawan dituangkan dalam kontrak kerja yang ditanda tangani oleh Pengurus dan Manajer/Karyawan yang bersangkutan. 2. Musyawarah Anggota dapat mengangkat Dewan Penasehat. 15 .

Pasal 37 1. 2. 3. 3.] (………………………). Donasi. Penerbitan Obligasi dan Surat Hutang lainnya. Simpanan Wajib dan Simpanan lainnya serta hak-hak lainnya dapat dikembalikan kepada anggota setelah dikurangi bagian tanggungan yang telah ditetapkan apabila keanggotaannya berakhir menurut Pasal 10 dengan prosedur dan tata kerja pengembaliannya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. e. [………………………. b. BAB XIII SISA HASIL USAHA 16 . Simpanan-simpanan dalam bentuk atau jenis lainnya yang sifatnya penyertaan modal sementara dapat diminta kembali/diambil kembali selama masih menjadi anggota yang prosedur dan tata cara pengambilannya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Modal sendiri dapat berasal dari : a. e. Koperasi lain dan/atau anggotanya. Simpanan Pokok. Simpanan Pokok. Anggota. d. 1. Setiap anggota diwajibkan pula atas namanya menyimpan Simpanan Wajib dan Simpanan lainnya yang jumlahnya ditetapkan dalam keputusan Musyawarah Anggota. akan tetapi Pengurus dapat mengijinkan Anggota untuk membayar dalam waktu sebanyak-banyaknya : 1 (empat) kali Angsuran. Pasal 36 Setiap Anggota harus menyimpan atas namanya sendiri pada koperasi Simpanan Pokok sejumlah Rp. Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib tidak dapat diminta kembali selama masih menjadi anggota. d. Selain modal sebagai yang dimaksud dalam ayat (1).for discussion only © rapin mudiardjo 2. c. Uang Simpanan Pokok harus dibayar sekaligus. Dana Cadangan. Sumber dana lainnya yang sah. pasal ini dapat pula melakukan pemupukan modal yang berasal dari Modal Penyertaan. 3. c. b. 2. Hibah. Bank dan lembaga keuangan lainnya. Modal luar/pinjaman dapat berasal dari : a. 4. Simpanan Wajib.

maka Musyawarah Anggota dapat memutuskan untuk membebankan bagian kerugian dengan sisa hasil usaha tahun yang akan datang dan bilamana kerugian tersebut diakibatkan/disebabkan oleh kelalaian Pengurus.for discussion only © rapin mudiardjo Pasal 38 1. b. 50 % Untuk dana Cadangan koperasi. Kerugian yang diderita oleh koperasi pada akhir suatu tahun buku ditutup dengan uang cadangan. Musyawarah Anggota dapat memutuskan untuk mempergunakan paling tinggi 75 % dari jumlah cadangan untuk perlunasan usaha koperasi. masing-masing anggota menanggung kerugian tidak terbatas sama banyaknya. e. Apabila koperasi dibubarkan dan pada penyelesaian ternyata bahwa kekayaan koperasi tidak mencukupi untuk melunasi segala perjanjian dan kewajibannya. a. 3. Sekurang-kurangnya 25 % dari uang cadangan harus disimpan dengan bersifat giro pada bank pemerintah. 10 % Untuk dana sosial. Pasal 39 1. 10 % Untuk dana Pendidikan. terdiri atas dua bagian. 10 % Untuk dana Pembangunan Daerah Kerja. Bilamana kerugian tersebut pada ayat (2) tidak dapat dipenuhi. 2. Uang cadangan disimpan adalah kekayaan koperasi yang disediakan untuk menutup kerugian sehingga tidak boleh dibagikan diantara anggota. selanjutnya akan diserahkan kepada Koperasi untuk digunakan sebesar-besarnya kemajuan internet dan masyarakat pada umumnya pembagiannya meliputi . maka kerugian tersebut ditanggung oleh Pengurus. d. 17 . 3. 2. 10 % Untuk dana Pengurus. bilamana kerugian tersebut bukan disebabkan/diakibatkan oleh kelalaian Pengurus. f. BAB XIV TANGGUNGAN ANGGOTA Pasal 40 1. Sisa Hasil Usaha koperasi merupakan pendapatan yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. 10 % Untuk dana kesejahteraan Pegawai/Karyawan koperasi. c. maka sekalian anggota diwajibkan menanggung kerugian masing-masing terbatas pada Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib. Sisa Hasil Usaha yang diperoleh. 2.

Jangka waktu berdirinya koperasi telah berakhir. 2. 2. Keputusan Musyawarah Anggota. Pasal 43 Pembubaran koperasi oleh pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf b. Keputusan Pemerintah. Terhadap pembubaran koperasi dilakukan penyelesaian pembubaran yang disebut penyelesaian. Pasal 42 Pembubaran koperasi atas kehendak anggota harus diadakan Musyawarah Anggota khusus mengenai pembubaran koperasi yang persyaratannya sebagaimana diatur dalam Pasal 16 ayat (2). Penyelesaian dilakukan oleh Team Penyelesai Pembubaran yang selanjutnya disebut Team Penyelesai Pembubaran Koperasi. 3. Terdapat bukti-bukti bahwa kopeasi tidak memenuhi ketentuan undang-undang perkoperasian yang berlaku. Pembubaran koperasi atas kehendak anggota didasarkan kepada : 1. c. Kegiatannya bertentangan dengan ketertiban umum atau kesusilaan. Kelangsungan hidup koperasi tidak dapat lagi diharapkan.for discussion only © rapin mudiardjo BAB XV PEMBUBARAN DAN PENYELESAIAN Pasal 41 Pembubaran koperasi dapat dilakukan berdasarkan kepada : a. b. b. Keputusan pembubaran koperasi oleh Musyawarah Anggota diberitahukan secara tertulis oleh kuasa Musyawarah Anggota kepada semua kreditor dan pemberitahuan/pejabat. Pasal 44 1. dilakukan apabila : a. b. a. Koperasi telah tidak ada kegiatan usahanya lagi serta tidak akan melanjutkan kegiatan usahanya lagi. 18 .

3. 2.for discussion only © rapin mudiardjo Untuk penyelesaian pembubaran berdasarkan keputusan Musyawarah Anggota maka Peyelesai ditunjuk oleh Musyawarah Anggota dan bertanggung jawab kepada Kuasa Musyawarah Anggota. wewenang dan kewajiban sebagai berikut : 1. dalam hal 19 . maka dengan demikian tugas dalam penyelesaian sudah selesai. 7. 5. 3. memeriksa dan menggunakan catatan-catatan serta arsip koperasi. 4. 6. Memanggil Pengurus. Biaya Team Penyelesai yang ditunjuk oleh Musyawarah Anggota dibebankan kepada koperasi paling tinggi 5 % dari jumlah keseluruhan sisa hasil penyelesaian yang pembayarannya dapat dilakukan dari pembayaran hutang lainnya. Team Penyelesai wajib melaksanakan tugasnya dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam Keputusan Pembubaran Koperasi. Untuk penyelesaian pembubaran berdasarkan keputusan Pemerintah. Pasal 46 1. Memperoleh. Mengumpulkan segala keterangan yang diperlukan. Pasal 45 Penyelesai mempunyai hak. Pasal 47 Pembubaran Koperasi diumumkan oleh Pemerintah dalam Berita Negara Indonesia. Membagikan sisa hasil penyelesaian kepada Anggota. 2. Selama dalam proses “PENYELESAIAN” Koperasi tersebut tetap ada dengan sebutan “KOPERASI DALAM PENYELESAIAN”. 3. Melakukan segala perbuatan hukum untuk dan atas nama “Koperasi Dalam Penyelesaian”. Team Penyelesai membuat berita acara mengenai pelaksanaan seluruh tugasnya. Anggota dan bekas Anggota terutama yang diperlukan baik sendiri maupun bersama-sama. 5. Menggunakan sisa kekayaan koperasi untuk menyelesaikan sisa kewajiban koperasi. Menetapkan dan melaksanakan segala kewajiban yang didahulukan dari pembayaran hutang lainnya. Pengawas. 4. Berita acara sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) disampaikan kepada Pemerintah/Pejabat. maka Penyelesai ditunjuk oleh Pemerintah dan bertanggung jawab kepada Pemerintah.

d. Pengurus dan Pengawas wajib mentaati segala ketentuan-ketentuan dalam Anggaran Dasar. 1. Diberhentikan dari keanggotaan apabila melanggar Pasal 10 poin (3) setelah terlebih dahulu diperingati baik lisan maupun tertulis setelah 3 (tiga) kali berturutturut. Seluruh Anggota. maka akan diselesaikan menurut ketentuan hukum. Pemerintah memberikan bimbingan. maka anggota.for discussion only © rapin mudiardjo tersebut status Badan Hukum Koperasi hapus sejak tanggal pengumuman tersebut. kuat. 2. apabila melanggar Pasal 20 ayat (6). 3. BAB XVII a. Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Apabila ketentuan-ketentuan tersebut dalam ayat (1) tidak ditepati. tetapi untuk menciptakan dan mengembangkan iklim dan kondisi yang mendukung pertumbuhan koperasi yang sehat. Pengurus maupun Pengawas dapat dikenakan/diberikan sanksi oleh Musyawarah Anggota berupa : Peringatan. 2. Diberhentikan atas kemauan sendiri. Manajer dan Karyawan yang merugikan koperasi akan diselesaikan secara musyawarah/kekeluargaan sesuai dengan surat perjanjian kontrak kerjanya dan apabila jalan musyawarah/kekeluargaan tidak dapat ditempuh. 20 . 3. Diberhentikan dari jabatan Pengurus. Anggaran Rumah Tangga dan peraturan-peraturan lainnya yang berlaku. BAB XVII SANKSI-SANKSI Pasal 49 1. Diberhentikan dari jabatan Pengawas apabila melanggar Pasal 27. Pelaksanaan pembinaan oleh Pemerintah dimaksud tidak ikut campur urusan internal koperasi. BAB XVI PEMBINAAN Pasal 48 Koperasi berada dibawah pembinaan Pemerintah yang dilakukan oleh Kuasa Menteri Koperasi di tingkat Daerah Tingkat I Propinsi maupun di Daerah Tingkat II Kabupaten/Kotamadya. c. dilanggar atau diingkari. tangguh dan mandiri yang berakar pada masyarakat. kemudahan dan perlindungan kepada Koperasi. b.

BAB XIX PENUTUP Pasal 52 Demikian Anggaran Dasar Koperasi Nama Domain Internet Indonesia ini ditetapkan dan diatur oleh Musyawarah Anggota dan ditanda tangani oleh Pengurus yang diberi kuasa oleh Musyawarah Anggota. 21 .for discussion only © rapin mudiardjo ANGGARAN RUMAH TANGGA DAN PERATURAN KHUSUS Pasal 50 Musyawarah Anggota menetapkan Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Khusus yang memuat ketentuan-ketentuan pelaksanaan dalam Anggaran Dasar Koperasi serta hal-hal yang belum dimuat dalam Anggaran Dasar ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful