Bab I – Terkejutnya Nyonya. Rachel Lynde Nyonya.

Rachel Lynde tinggal di jalan utama Avonlea yang menurun ke lembah kecil, ditinggali oleh wanita dan angota dewan serta dilewati oleh aliran sungai yang berasal dari hutan Cuthbert tua; ini dianggap suatu hal yang sukar dipahami, aliran yang langsung menuju jalannya terdahulu melalui hutan-hutan itu, dengan kolam dan jeram yang misterius; tetapi ketika mencapai Lembah Lynde aliran sungai itu menjadi tenang, arus kecil yang teratur, karena sebuah aliran bahkan tidak dapat melewati pintu Nyonya. Rachel Lynde tanpa sopan santun; mungkin Nyonya. Rachel sengaja duduk di dekat jendelanya, menatap tajam segala sesuatu yang lewat, dari aliran sungai sampai anak-anak, dan jika ia menangkap suatu hal yang aneh atau tidak seharusnya terjadi ia tidak akan bisa beristirahat sampai ia mengetahui alasan mengapa hal itu terjadi. Terdapat banyak sekali orang di Avonlea dan sekitarnya, yang biasa mencampuri urusan tetangganya dan mengabaikan urusannya sendiri; tapi Nyonya. Rachel Lynde adalah salah seorang yang dapat membedakan mana yang merupakan urusan pribadinya dan mana yang bukan. Ia adalah seorang ibu rumah tangga yang menarik; pekerjaannya selalu beres dan rapi; ia “mengadakan” Arisan Menjahit, membantu pengadaan sekolah-Minggu, dan merupakan salah satu andalan Himpunan Bantuan Gereja (Church Aid Society) dan Bantuan Misi Asing (Foreign Missions Auxiliary). Namun begitu Nyonya. Rachel masih memiliki waktu luang duduk berjam-jam di jendela dapurnya, merajut “lengkungan kapas” selimut tebal—ia telah merajut enambelas selimut, sebagai pembersih rumah di Avonlea terbiasa bercerita penuh kekaguman—dan tetap mengawasi jalan utama yang membelah cekungan dan bukit curam di seberang. Sejak Avonlea memiliki sebuah semenanjung segitiga kecil yang menganjur ke Jurang St. Lawrence dengan air di kedua sisinya, siapapun yang keluar darinya atau masuk ke dalamnya harus melalui bukit itu dan melayangkan pandangan ke sarung tangan besi yang tak terlihat kepunyaan Nyonya. Rachel yang dapat melihat segala hal. Ia duduk di sana di suatu sore awal Juni. Matahari tampak hangat dan terang di jendela; kebun buah di lereng bawah rumah tampak meriah dengan kumpulan bunga pink-putih, disertai dengungan sekelompok lebah. Thomas Lynde—pria kecil penyabar yang dipanggil “suami Rachel Lynde” oleh penduduk Avonlea— sedang menanam benih terbaru lobak cina di ladang bukit di seberang lumbung padi; dan Matthew Cuthbert seharusnya sudah menanam benih kepunyaannya di lapangan besar beralur merah di dekat Green Gables. Nyonya. Rachel tahu Matthew harus melakukannya karena malam kemarin di Carmody ia mendengarnya memberitahu Peter Morrison bahwa dia akan menanam benih lobak cina kepunyaannya esok sore. Tentu saja Peter yang menanyakannya, karena Matthew Cuthbert tidak pernah memberikan informasi tentang apapun secara sukarela selama hidupnya.

1

Tapi di sinilah Matthew Cuthbert, jam 3.30 di suatu sore yang sibuk, mengendarai dengan tenang menuruni lembah dan menaiki bukit; bahkan, ia memakai baju kantoran dan pakaian terbaiknya, ini percobaan kecilnya untuk keluar dari Avonlea; dan ia mempunyai kereta kuda berikut kuda betina berwarna coklat kemerahan, yang menunjukkan bahwa ia akan melakukan perjalanan jauh. Sekarang, kemana Matthew Cuthbert akan pergi dan mengapa ia melakukannya? Seperti pria lainnya di Avonlea, Nyonya. Rachel, yang dengan tangkas menggabungkan ini dan itu, mungkin telah menebak dengan cukup tepat jawaban dari kedua pertanyaan tersebut. Tetapi Matthew sangat jarang keluar rumah yang pastinya ada sesuatu yang mendesak dan tidak wajar yang dialaminya; ia adalah pria yang paling pemalu dan tidak suka pergi dengan orang yang tidak dikenal atau pergi ke suatu tempat dimana dia harus berbicara. Matthew, dengan berpakaian ala pegawai kantoran dan mengendarai kereta kuda, merupakan suatu hal yang jarang terjadi. Nyonya. Rachel, yang seperti sedang merenung, tidak habis pikir mengenai hal itu dan malah merusak kesenangannya di sore itu. “Aku akan pergi ke Green Gables setelah minum teh dan menanyakan Marilla kemana ia pergi dan mengapa,” wanita terhormat itu akhirnya memutuskan. “Biasanya ia tidak pernah ke kota pada saat seperti ini dan TIDAK PERNAH berkunjung; jika ia telah menghabiskan benih lobak cina ia tidak akan berpakaian bagus dan mengendarai kereta kuda lagi; ia mengendarai tidak terlalu cepat untuk menemui dokter. Namun pasti telah terjadi sesuatu sejak semalam sehingga ia menjadi seperti itu. Aku betul-betul bingung, itulah sebabnya, pikiran dan hatiku tidak akan tenang sebelum aku tahu apa yang menyebabkan Matthew Cuthbert hari ini keluar dari Avonlea.” Oleh karena itu setelah minum teh Nyonya. Rachel berangkat; ia tidak pergi jauh; rumah besar dengan kebun buah dimana Cuthbert tinggal hanya seperempat mil dari Lembah Lynde. Hanya saja, jalur memanjang membuatnya terasa lebih jauh. Ayah Matthew Cuthbert, mempunyai sifat pemalu dan pendiam sepertinya, telah menghubungi temannya sejauh yang ia mampu tanpa harus benar-benar kembali ke hutan ketika ia telah melihat pekarangan rumahnya. Green Gables dibangun di sisi terjauh dari tanahnya yang kosong dan sampai hari ini, hampir tidak terlihat dari sepanjang jalan utama dimana rumah-rumah Avonlea lainnya terletak. Nyonya. Rachel Lynde sama sekali tidak tinggal di tempat TINGGAL seperti itu. “Ini hanya masalah DAYA TAHAN , itu saja,” katanya seraya berjalan di sepanjang jalur berumput dibatasi bekas roda sepeda, dan dihiasi dengan tumpukan mawar liar. “Wajar saja bila Matthew dan Marilla agak sedikit kolot, sengaja bertempat tinggal jauh di sini. Pepohonan tidak akan banyak menghibur, walaupun mereka tahu banyak sekali pohon di sana. Aku lebih suka bertemu dengan manusia. Pastinya, mereka kelihatan cukup senang; tetapi, menurutku,

2

mereka pernah merasa senang. Seseorang bisa pernah merasakan apapun, bahkan digantung sekalipun, seperti kata orang Irlandia.” Akhirnya Nyonya. Rachel sampai di halaman belakang Green Gables. Halaman itu tampak sangat hijau dan terurus rapi, di satu sisi ditanami dengan pepohonan willow yang banyak dan di sisi lain dengan Lombardy yang rapi. Tak ada satu pun ranting atau batu yang berserakan, karena jika ada pasti Nyonya. Rachel telah melihatnya. Menurutnya pasti Marilla Cuthbert menyapu halaman itu sesering ia menyapu rumahnya. Seseorang yang telah sarapan di situ pasti tidak menumpahkan apa pun. Dengan tangkas Nyonya. Rachel mengetuk pintu dan masuk ke dalam ketika dipersilahkan. Dapur di Green Gables adalah ruangan yang menyenangkan-atau akan menyenangkan jika saja dapur itu tidak dibersihkan ala kadarnya sehingga tampak seperti ruangan yang tidak dipakai. Jendelanya menghadap ke arah timur dan barat; lewat yang barat, tampak halaman belakang, dengan sinar matahari Bulan Juni yang lembut; tetapi yang timur, dimana kamu bisa melihat sekilas pohon cherry putih yang sedang berbunga di kebun buah sebelah kiri dan membuatmu mengantuk, pohon yang agak sedikit masuk ke cekungan dekat anak sungai, menjadi hijau karena dibelit oleh tumbuhan merambat. Di sinilah Marilla Cuthbert duduk, ketika ia duduk, selalu agak sedikit terkena sinar matahari, yang menurutnya terlalu bersinar dan tidak bertanggung jawab, sesuatu untuk dunia agar benar-benar dinikmati; dan di sinilah ia duduk sekarang, merajut, dan meja di belakangnya di letakkan untuk makan malam. Nyonya. Rachel, sebelum ia menutup pintu, telah mencatat di luar kepala segala sesuatu yang ada di atas meja. Ada tiga piring di situ, jadi Marilla pasti berharap ada seseorang yang pulang bersama Matthew untuk minum teh; tetapi lauknya adalah lauk sehari-hari dan hanya ada kepiting dengan salad apel dan satu jenis kue, jadi teman yang diharapkan bukanlah teman khusus. Namun bagaimana dengan baju kantoran dan kuda berwarna merah kecoklatan kepunyaan Matthew? Nyonya. Rachel merasa sangat pusing dengan misteri yang tidak biasa ini mengenai kesunyian, Green Gables yang tidak misterius. “Selamat malam, Rachel,” sapa Marilla lincah. “Bukankah ini malam yang sangat menyenangkan?” Tidakkah kamu mau duduk? Bagaimana kabar temantemanmu?” Sesuatu yang karena kurangnya nama lain bisa disebut sebuah persahabatan yang terjalin dan selalu terjalin di antara Marilla Cuthbert dan Nyonya. Rachel, meskipun—atau mungkin karena—perbedaan mereka. Marilla adalah seorang wanita yang tinggi, kurus, dengan lekuk tubuh tanpa cela; nampak sedikit garis keperakan di rambut hitamnya dan selalu digulung ke belakang menjadi ikatan kecil yang kuat dengan dua jepit rambut. Ia tampak seperti seorang wanita yang kurang berpengalaman dan sedikit kaku, dan ia

3

memang seperti itu; tetapi ada sesuatu yang tidak diketahui tentang mulutnya, yang bila sedikit dipancing, maka akan keluar rasa humornya. “Kami semua baik-baik saja,” kata Nyonya. Rachel. “Aku bahkan mengkhawatirkan KAU, ketika aku melihat Matthew keluar hari ini. Aku pikir mungkin ia pergi ke dokter.” Bibir Marilla mengerucut tanda mengerti. Ia mengharapkan Nyonya. Rachel; ia tahu bahwa perginya Matthew yang tak dapat diprediksikan sangat mengundang keingintahuan tetangganya. “Oh, tidak, aku cukup sehat walaupun kemarin kepalaku sangat sakit,” katanya. “Matthew pergi ke Bright River. Kami mengadopsi seorang anak laki-laki dari panti asuhan di Nova Scotia dan dia akan datang dengan kereta api malam ini.” Jika Marilla mengatakan bahwa Matthew pergi ke Bright River untuk melihat kangguru dari Australia Nyonya. Rachel tidak akan lebih heran. Ia terdiam lima menit. Tak disangkanya Marilla melucu, tetapi Nyonya. Rachel hampir saja terpaksa menduga begitu. “Apakah kau serius, Marilla?” tanyanya ketika suaranya kembali. “Ya, tentu saja,” sahut Marilla, seakan-akan mengadopsi anak dari panti asuhan di Nova Scotia adalah bagian dari pekerjaan musim semi yang biasa dilakukan di ladang Avonlea yang diolah dengan baik daripada menjadi kebiasaan baru yang belum dikenal. Nyonya. Rachel merasa mendapatkan guncangan mental yang parah. Ia berpikir dengan tanda seru. Seorang anak laki-laki! Marilla dan Matthew Cuthbert di antara orang-orang yang mengadopsi seorang anak! Dari sebuah panti asuhan! Baiklah, pasti dunia sudah terbalik! Tak ada lagi hal yang bisa mengejutkannya setelah ini! Tak ada! “Apa yang membuatmu berpikir begitu?” cecarnya tak setuju. Ia melakukannya tanpa meminta saran, dan tak boleh ada keterpaksaan. “Well, kami telah memikirkan hal itu—bahkan selama musim dingin,” jawab Marilla. “Nyonya. Alexander Spencer telah berada di sini sehari sebelum Natal dan ia berkata akan mengadopsi seorang anak perempuan dari panti asuhan di Hopeton pada musim semi. Sepupunya tinggal di sana dan Nyonya. Spencer telah berkunjung ke sini dan tahu semuanya. Sehingga aku dan Matthew sudah mulai sering membicarakannya. Kami pikir kami akan mendapat seorang anak laki-laki. Matthew telah mempersiapkannya bertahun-tahun, kamu tahu—ia berusia 60 tahun—dan ia tidak seaktif sebelumnya. Keadaan hatinya sangat mempengaruhinya. Dan kamu tahu betapa ia sangat berputus asa dan membutuhkan bantuan. Tidak pernah ada seorang pun yang sebodoh itu, anak

4

Perancis yang sedang dalam masa pertumbuhan; dan begitu kamu telah mendapatkannya dan diajarkan sesuatu ia akan bekerja di pengalengan makanan atau State. Awalnya Matthew menyarankan untuk mengadopsi anak dari sebuah keluarga. Tapi aku menolaknya mentah-mentah. “Mungkin mereka benar—aku tidak katakan mereka salah--tetapi tidak ada jalan London Arab dalam kamusku,” kataku. “Paling tidak berikan yang baru dilahirkan padaku. Pasti akan ada resiko, siapapun yang akan kami adopsi. Tetapi aku rasa akan lebih mudah dan akan ada alarm hidup di malam hari jika kami bisa mendapatkan seorang bayi Kanada.” Sehingga pada akhirnya kami memutuskan untuk meminta Nyonya. Spencer mengajak kami ikut ketika ia akan menjemput anak perempuannya. Kami dengar minggu lalu ia telah pergi, jadi kami menitip pesan pada teman Tuan. Spencer di Carmody untuk membawakan seorang anak laki-laki yang pintar, berumur sekitar sepuluh atau sebelas tahun. Menurut kami itu adalah umur yang paling ideal—cukup dewasa untuk melakukan pekerjaan dan cukup muda untuk dilatih dengan keterampilan yang sesuai. Kami akan memberikan tempat tinggal dan pendidikan yang bagus untuknya. Hari ini kami mendapat telegram dari Nyonya. Alexander Spencer—pengantar surat membawanya dari stasiun—yang menyatakan bahwa mereka akan sampai dengan kereta api pukul lima-tigapuluh (5:30) malam ini. Jadi Matthew pergi ke Bright River untuk menemuinya. Nyonya. Spencer akan menurunkannya di sana. Tentu ia akan pergi ke stasiun White Sands sendirian.” Nyonya. Rachel bangga dengan dirinya sendiri yang selalu dapat mengungkapkan pendapatnya; ia akan menyatakannya sekarang, mencoba menyesuaikan tingkah lakunya dengan berita yang luar biasa ini. “Well, Marilla, aku hanya ingin bilang bahwa kau melakukan sesuatu yang sangat tolol—sesuatu yang sangat beresiko, itu saja. Kau tidak tahu apa yang kau coba dapatkan. Kau membawa seorang anak asing ke rumahmu tanpa tahu satu hal pun tentangnya, seperti apa wataknya maupun bagaimana orang tuanya ataupun cara berpakaiannya. Karena, baru seminggu yang lalu aku baca di koran bagaimana seorang pria dan istrinya di bagian barat sebuah Pulau mengadopsi seorang anak dari sebuah panti asuhan dan nak itu membakar rumah mereka pada malam hari—melakukannya DENGAN SENGAJA, Marilla— dan hampir membakar suami istri yang sedang tertidur itu. Dan ada kasus lain dimana seorang anak adopsi pernah mengisap telur—mereka tidak bisa melarangnya. Jika kau meminta nasihatku dalam masalah ini—yang tidak kau lakukan, Marilla—sungguh aku akan mengatakan jangan pernah berfikir untuk melakukannya, itu saja.” Usaha itu tampak tidak mempengaruhi Marilla sedikit pun. Ia tetap pada prinsipnya. “Aku tak menyangkal bahwa apa yang kau katakan ada benarnya, Rachel. Sebenarnya aku merasa ragu. Tetapi Matthew telah merencanakannya dengan matang. Itu yang aku lihat, jadi aku mengalah. Matthew sangat jarang

5

Hal itu pasti tidak akan menjadi sensasi bagi siapa pun. Rachel lebih suka untuk tetap di situ sampai Matthew pulang dengan anak yatim yang diambilnya. “Well. Rachel di semak-semak mawar liar adalah bukan karena hatinya tidak baik. hampir segala hal yang dilakukan manusia di dunia ini memiliki resiko. jika ia pernah memiliki seorang kakek. Jadi ia pergi. “Aku tampak seakan-akan sedang bermimpi. “Tapi jangan katakan aku tidak mengingatkanmu jika dia membakar Green Gables atau memasukkan strychnine ke dalam cairan—aku mendengar sebuah kasus di New Brunswick dimana seorang anak panti asuhan melakukannya dan seluruh keluarga meninggal dalam keadaan yang sangat mengerikan. Alexander Spencer melakukannya. itu saja. tetapi bila ia pada saat itu melihat anak itu 6 . Bagaimanapun tampaknya terlalu gegabah untuk berpikir tentang seorang anak di Green Gables.” kata Nyonya. Matthew dan Marilla tidak tahu apa-apa tentang anak-anak dan mereka mengharapkan anak itu bisa lebih dewasa dan kuat seperti kakeknya.” Nyonya. kuharap itu akan berhasil dengan baik. Rachel. yang belakangan merasa sangsi dan takut dengan keputusannya karena pengaruh dari rasa pesimis Nyonya. Rachel tibatiba begitu ia keluar.” “Well. seakan-akan memasukkan racun ke dalam minuman adalah suatu keterampilan yang hanya bisa dilakukan oleh anak perempuan dan tidak takut bila hal itu dilakukan oleh anak laki-laki. Hanya saja. karena Matthew dan Marilla dibesarkan ketika sebuah rumah baru dibangun—jika mereka pernah MENJADI anak-anak. sehingga ia bisa pergi ke Jalan Robert Bell dan menyampaikan berita itu. Tetapi. aku merasa sedih tentang anak miskin itu dan ia tak bersalah. Tetapi aku kasihan padanya.merencanakan sesuatu. Well. kami tidak akan mengambil anak perempuan. dan kenyataannya Nyonya. “Aku tak pernah bermimpi akan mengasuh seorang anak perempuan.” Jadi apa yng dikatakan oleh Nyonya. belum pernah ada di sana. Aku tidak akan pergi ke panti asuhan itu apa pun alasannya. yang sepertinya tidak meyakinkan ia pernah punya. IA tidak akan segan-segan mengadopsi seluruh anak panti asuhan jika ia memikirkan hal itu. jadi ketika ia melakukannya maka aku rasa aku yang harus mengalah. Aku heran mengapa Nyonya. dari semuanya yang pernah atau akan terjadi!” seru Nyonya.” sahut Marilla. “Well. dalam kasus itu yang melakukannya adalah anak perempuan. Selain itu Nova Scotia sangat dekat dengan pulau itu. Dan untuk masalah resiko. Kami tidak mengambilnya dari Inggris atau State. Rachel dengan nada yang menunjukkan kesangsiannya. Rachel memang suka membuat sensasi. Ia tidak akan berbeda jauh dengan kami. paling tidak untuk mengurangi beban pikiran Marilla. yang sulit dipercaya ketika seseorang melihat mereka. Orang yang bisa mempunyai anak kandung sendiri juga bisa beresiko—jika mereka tidak bisa memeliharanya dengan baik. Tetapi dalam perkiraannya paling tidak akan ada dua jam sebelum Matthew sampai.

Bab II – Terkejutnya Matthew Cuthbert Matthew Cuthbert dan kuda coklatnya bergerak perlahan dalam perjalanan sejauh delapan mil ke Bright River. karena penampilannya tampak aneh. Sebenarnya. dan jenggot coklat yang memenuhi dagunya yang telah ada sejak ia berumur dua puluh tahun. hampir tidak tahu bahwa itu ADALAH seorang anak perempuan. dengan bentuk badan yang kaku dan rambut abu-abu panjang yang menyentuh bahu bungkuknya. kecuali pada saat ia bertemu beberapa wanita dan harus menganggukkan kepala pada mereka--karena di daerah Pangeran Edward kau diharuskan mengangguk ke semua orang yang kau temui di jalan. dan sekarang lagilagi hutan pohon balsamy dilintasinya atau sebuah lubang dimana terdapat buah-buah prem liar yang sudah agak matang. berada di sepanjang jalan di antara tanah dan rumah-rumah pertanian yang rapi. sementara “Burung-burung tampak seperti sedang bernyanyi Suatu hari di musim panas sepanjang tahun. baik kau mengenalnya atau tidak. jadi ia mengikatkan kudanya di halaman hotel kecil di Bright River dan pergi ke stasiun. ia mengira ia terlalu cepat sampai. Ketika ia melihat anak perempuan itu ia hampir tidak bisa mengenali ketegaran dan pengharapan dari ekspresi dan kelakuannya. Mungkin ia benar. Anak itu duduk di sana menunggu sesuatu atau seseorang dan. Matthew takut pada setiap wanita kecuali Marilla dan Nyonya. penampilannya pada saat ia berusia enam puluh tahun ini sangat mirip dengan pada saat ia berumur dua puluh tahun.” Matthew menikmati caranya mengemudi. karena duduk dan menunggu adalah satu-satunya hal yang bisa dilakukannya. Udara terasa begitu segar dengan aroma apel dari kebun buah dan padang rumput membentang ke kaki langit berkabut dan berwarna ungu. satu-satunya makhluk hidup yang tampak di matanya adalah seorang anak perempuan yang sedang duduk di ujung platform. Platform stasiun yang panjang hampir saja ditinggalkannya.menunggu dengan sabar di Stasiun Bright River pasti ia akan lebih merasa kasihan. ia merasa tidak nyaman karena makhluk misterius itu sering menertawakannya diam-diam. Rachel. ia berjalan menyamping melalui anak itu secepat mungkin tanpa melihatnya. Itu jalan yang bagus. Matthew. ia duduk dan menunggu dengan seluruh kekuatan dan kemampuannya. hanya saja bila rambutnya tidak abu-abu. Ketika ia sampai di Bright River sama sekali tak ada tanda-tanda adanya kereta api. 7 .

Ia berkata bahwa anda dan saudari anda mengadopsinya dari sebuah panti asuhan dan anda akan menjemputnya segera.” Ia berjalan dengan gaya. Ia memakai topi pelaut berwarna coklat yang sudah pudar dan di bawah topi. berharap Marilla berada di situ untuk mengatasi keadaan itu.” “Aku tidak mengerti. Nyonya.” kata petugas itu tak acuh. menjulur ke punggungnya. dan Matthew yang malang ditinggal untuk melakukan sesuatu yang baginya lebih sulit dari menghadapi singa di kandangnya—berjalan ke arah anak itu—seorang anak perempuan yatim—dan mempertanyakan mengapa ia bukan seorang anak laki-laki. Anak itu telah melihat Matthew sejak ketika Matthew melewatinya dan sekarang ia sedang menatapnya. putih dan kurus. dia sedang sakit.” “Aku tidak menunggu seorang anak perempuan.” jawab petugas itu cepat. Spencer keluar dari kereta api dengan anak itu dan menyuruhku menjaganya.” kata Matthew putus asa. Mungkin tidak ada anak laki-laki seperti yang anda mau.” katanya. sebaiknya anda bertanya pada anak itu. Matthew tidak memandangnya dan tidak akan melihat seperti apa anak itu. “Tapi ada seorang penumpang yang diturunkan untuk anda—seorang anak perempuan kecil. yang tampak hijau pada cahaya tertentu dan abu-abu pada cahaya yang lain. Kurasa.” Petugas itu bersiul. ‘Ada banyak kesempatan untuk berkhayal. “Aku yakin ia bisa menjelaskannya—dia bisa bicara.Matthew melihat bahwa petugas stasiun sedang bersiap-siap mengunci loket tiket karena akan pulang untuk makan malam. 8 . “Kereta api jam lima-tiga puluh sudah masuk tadi dan sudah berangkat setengah jam yang lalu. tetapi ia bersikeras untuk menunggu di luar. itu sudah pasti. Matthew tak lagi bersemangat ketika ia berbalik dan berjalan dengan terseret ke arahnya. Seharusnya ia sudah berada di sini.” sahut Matthew langsung. ada dua kepangan rambut yang sangat tebal. Aku menyuruhnya masuk ke ruang tunggu wanita. tetapi pengamat awam akan melihat hal ini: Seorang anak berumur sekitar sebelas tahun. mulutnya besar begitu juga matanya. “Nyonya. sangat ketat. berwarna hampir kemerahan. Itu yang aku tahu—dan tidak ada lagi anak panti asuhan yang bersembunyi di sini.’ sambungnya. “Aku datang untuk menjemput seorang anak laki-laki. merasa lapar. “Well. berpakaian sangat pendek. juga banyak bintik. dan bertanya padanya apakah kereta api pukul lima-tiga puluh akan segera tiba. “Sepertinya ada kesalahan. pakaian kusut berwarna kekuning-kuningan yang sangat jelek. Wajahnya kecil. Alexander Spencer membawanya dari Nova Scotia untukku. Ia duduk di luar sana di platform.

merasa berat untuk memulai pembicaraan. saya bisa membawanya. “Benarkah anda Tuan. Kudanya ada di halaman. dahinya lebar dan penuh.” “Oh. Ia tidak tega mengatakan pada anak dengan mata yang penuh semangat itu bahwa telah terjadi sebuah kesalahan. dia ulurkan pada Matthew. Bagaimanapun. Bukankah kita akan melakukan perjalanan jauh? Nyonya. dengan tangannya yang coklat dan kurus ia memegang pegangan tas-karpet kuno yang lusuh. tampaknya akan 9 . jadi semua pertanyaan dan penjelasan mungkin sebaiknya ditunda sampai ia kembali ke Green Gables dengan selamat. “Ayo ikutlah. Saya tidak akan merasa takut. “Tas ini tidak berat. apa pun kesalahan yang telah terjadi. “Saya sangat senang bertemu anda. jika anda tidak datang malam ini.Sejauh ini. Awalnya saya takut anda tidak datang untuk menjemput saya dan membayangkan segala sesuatu yang mungkin menghalangi anda. tetapi tidak berat. Spencer bilang sejauh delapan mil. mata besarnya penuh dengan semangat hidup dan kegembiraan. suara yang bagus. singkatnya. pengamat luar biasa kami yang melihat dengan jelas telah menyimpulkan bahwa tidak ada jiwa biasa yang bisa menempati tubuh dari wanita kecil yang tersesat ini yang lucunya justru Matthew takuti. Oh.” Matthew menggeggam tangan yang kecil dan kurus itu dengan canggung. Berikan tasmu. saya sangat senang anda datang.” ia berkata malu-malu. karena begitu anak itu menyimpulkan bahwa Matthew datang untuk menjemputnya maka dia segera berdiri.” anak itu menjawab dengan gembira. pengamat biasa. Saya senang karena saya suka mengemudi. walaupun akan menyenangkan tidur di pohon cherry liar. Saya sudah memutuskan jika anda tidak datang menjemput saya malam ini maka saya akan pergi ke pohon cherry besar di tikungan itu. seorang pengamat luar biasa mungkin melihat bahwa dagunya sangat runcing. dan memanjatnya untuk kemudian tinggal disitu semalaman. Saya membawa seluruh barang duniawi yang saya punya. ia akan membawanya pulang dan membiarkan Marilla yang akan melakukannya. Oh. Bagaimanapun anak itu tidak mungkin ditinggalkan di Bright River. “Maaf aku terlambat. kemudian ia sudah memutuskan apa yang harus dilakukannya. mulutnya berbibir manis dan ekspresif. Matthew Cuthbert dari Green Gables?” Dia bertanya dengan sangat jelas. dan bukankah akan sangat menyenangkan tidur di sebatang pohon cherry liar yang semuanya seperti berwarna putih di bawah sinar bulan? Anda bisa membayangkan bila anda merenung di sebuah aula dari pualam kan? Dan saya sangat yakin anda akan datang menjemput saya keesokan paginya. Matthew. Dan bila tas ini tidak dibawa dengan cara tertentu maka pegangannya akan terbuka—jadi sebaiknya saya yang membawanya karena saya tahu cara yang tepat untuk membawanya. Ini benar-benar tas-karpet tua.

yang pinggirannya ditumbuhi pohon cherry liar dan pohon birch kecil. semua anak panti 10 . jadi mungkin anda tidak mengerti seperti apa rasanya. selain karena kehabisan napas juga karena mereka telah sampai di kereta kuda. tapi aku bisa membayangkan seperti apa. dengan lesung pipit di pipi. Itulah yang akan sangat membahagiakanku di dunia. semuanya putih dan seperti renda?” tanyanya.” Kemudian teman si Matthew itu berhenti berbicara. Saya sangat suka membayangkan saya sangat manis dan gemuk berisi. Tetapi panti asuhan merupakan hal terburuk. Nyonya. seorang mempelai wanita. Sangat menyenangkan untuk membayangkan hal-hal tentang mereka—membayangkan mungkin anak perempuan yang duduk di dekat anda adalah benar-benar anak perempuan dari bangsawan Inggris.sangat menyenangkan tinggal dengan anda dan menjadi anak anda. Saya belum pernah menjadi anak siapapun—sebenarnya tidak juga. bagian jalan yang masuk ke dalam karena tanahnya agak lembek. Aku belum pernah melihatnya. berada beberapa kaki di atas mereka. tentu saja—seorang pengantin wanita berpakaian serba putih dengan kerudung seperti kabut yang indah.” sahut Matthew. Aku orang yang sangat rumahan jadi tidak akan ada yang mau menikahiku. Saya pernah terbangun di malam hari dan membayangkan hal-hal seperti itu. yang diculik dari orang tuanya saat dia kecil oleh seorang perawat kejam yang meninggal sebelum ia sempat mengakuinya. Aku sendiri belum berharap menjadi pengantin. Anak itu mengeluarkan tangannya dan mematahkan batang prem liar yang menggores bagian samping kereta kuda. Kamu tahu. anda tahu—orang-orang di panti asuhan—sama saja seperti dipanti asuhan lain. Sangat mudah menjadi nakal tanpa mengakuinya kan? Mereka baik. Spencer bilang saya nakal karena mengatakan hal itu. “Mengapa. aku tidak tahu. Saya tinggal di situ hanya selama empat bulan. Anak itu tidak berbicara lagi sampai mereka meninggalkan desa dan menuruni bukit kecil yang curam. Tadi pagi ketika meninggalkan panti aku merasa sangat malu karena aku harus mengenakan baju lusuh tua yang mengerikan ini. “Bukankah itu bagus? Apa yang anda pikirkan ketika melihat pohon yang menjulur ke jalan. kan? Tidak ada daging di tulang saya. Dan seingatku aku belum pernah memiliki sebuah gaun bagus sepanjang hidupku—tetapi tentu saja lebih penting melihat ke depan bukan? Dan kemudian aku membayangkan sedang berpakaian yang indah. Tapi aku benar-benar berharap akan memiliki sebuah gaun putih suatu hari nanti. “Well. Saya rasa anda bukanlah seorang yatim yang pernah tinggal di panti asuhan. Bahkan lebih buruk dari yang anda bayangkan. Aku menyukai baju bagus. tetapi saya tidak bermaksud begitu. karena saya tidak punya waktu di siang hari. Aku rasa mungkin orang-orang yang berbakti kepada gereja tidak terlalu khusus. Saya rasa itulah sebabnya mengapa saya kurus —SAYA sangat kurus. tetapi itu sudah cukup.

Ia bilang tidak ada gerakanku yang perlu dikhawatirkan. Beberapa orang mengatakan ia melakukannya karena kain itu tidak laku. aku tidak tahu.harus mengenakannya. ya kan? Ketika kami naik kereta api aku merasa seakan semua orang melihat ke arahku dan mengasihaniku. Tetapi jika karena dengan begitu maka ia tidak mabuk laut. dan aku pernah berkhayal tinggal di sini. terkadang itu merupakan salah satu hal untuk mengetahui sesuatu. tetapi seorang anak perempuan lebih parah. serta sarung tangan dan sepatu boot anak-anak. “Well. Bukankah sangat memuaskan bisa memikirkan semua hal yang bisa diketahui? Hal itu membuatku merasa senang bisa hidup—sungguh dunia yang menarik. Tetapi aku tetap melanjutkan pekerjaanku dan berkhayal seolah aku mengenakan baju sutera biru muda yang paling indah—karena ketika anda SEDANG berkhayal mungkin anda juga berkhayal tentang sesuatu yang berguna—dan topi besar penuh bunga dan bulu yang menjuntai. aku bertanya pada Nyonya.” sahut Matthew. kan? Apakah tidak akan ada lagi ruang untuk berimajinasi? Tetapi apakah aku terlalu banyak bicara? Orang-orang selalu bilang aku begitu. tapi bagaimana kamu tahu banyak hal bila kamu tidak bertanya? Dan APA yang membuat jalan itu merah?” “Well. Sangat menyenangkan bila impianmu menjadi kenyataan kan? Tetapi jalan-jalan merah itu sangat lucu. tetapi aku tidak pernah menyangka bisa mewujudkannya. Aku sering mendengar bahwa Pulau Pangeran Edward adalah tempat terindah di dunia. Ia bilang tidak punya waktu untuk sakit.” Matthew. Aku bisa BERHENTI bila aku mengusahakannya. Dunia tidak akan berkurang daya tariknya bila kita mengetahui semua hal. Spencer mengapa warnanya merah dan ia bilang ia tidak tahu dan sayangnya aku tidak boleh bertanya apa-apa lagi padanya. Aku sangat menyukainya. karena aku tidak tahu apakah akan ada kesempatan lain. asyik dengan dirinya sendiri. dan sangat senang akan tinggal di sini. Seperti kebanyakan teman yang pendiam ia menyukai orang yang ‘cerewet’ ketika mereka mau bericara sendiri dan tidak mengharapkannya menimpali. Spencer walaupun sebenarnya dia agak kurang sehat. Ketika kami naik ke kereta api di Charlottetown dan jalan merah itu mulai berlalu dengan cepat. Apakah anda lebih suka bila aku tak berbicara? Jika menurut anda begitu maka aku akan berhenti. di sana ada lebih banyak pohon cherry yang sedang berbunga! Pulau ini adalah tempat yang paling indah. Aku tidak sakit selama di kapal. Aku langsung merasa gembira dan menikmati perjalananku ke pulau dengan seluruh kemampuanku. karena masih merasa terkejut. dan sebuah jam tangan emas. Seorang pedagang di Hopeton memberikan tiga ratus kain meteran lusuh untuk panti. Tetapi ia tidak pernah menduga akan terlibat dalam suasana seperti itu dengan seorang anak perempuan. Oh. karena harus mengawasiku agar tidak jatuh ke laut. Ia benci cara mereka berjalan pelan 11 . tapi aku lebih percaya itu karena kebaikannya. Begitu juga dengan Nyonya. Bagaimanapun kaum perempuan sudah cukup buruk. walaupun itu sulit. Ia bilang aku sudah menanyakannya berkali-kali. bukankah aku sangat baik? Dan aku mau melihat semua hal yang bisa dilihat dari kapal. Aku juga merasa begitu.

tampaknya masuk akal. Rasanya lega dapat berbicara ketika seseorang mau dan tidak menganggap bahwa anak-anak hanya harus dilihat tapi tidak didengar. Aku menanyakan padanya semua hal tentang tempat itu. Spencer bilang tempat anda bernama Green Gables. Meskipun aku tak menyangka bisa melakukannya. Spencer. kan? Bukankan sangat menyenangkan kalau bisa menjadi nyata? Tetapi tadi aku hampir merasa benar-benar bahagia. “Nyonya. Tetapi sebenarnya tidak—malah terikat kuat di sebuah ujung. Aku sungguh tahu bagaimana perasaanmu.” “Oh. seolah ia akan mengunyah mereka bila mereka berani berbicara. Saya tidak keberatan. Spencer bilang lidahku pasti tergantung di tengah. begitulah pohon yang ada di sana. Aku menjadi semakin senang. ia rasa “seperti menyukai celotehannya. ‘Oh. Aku selalu mengimpikan bisa tinggal di dekat aliran sungai. Anda juga pernah merasa sangat dekat dengan sesuatu seperti itu. aku sangat senang. Nyonya. Dan ia bilang tempat itu dikelilingi pohon. ya. menurut anda ini warna apa?” 12 . Mimpi tidak selalu menjadi kenyataan. pohon kecil.” “Keren. Mereka tampak seperti anak-anak panti itu sendiri. kamu boleh bicara sebanyak yang kamu mau. kau bisa tumbuh besar kan? Tetapi kau tak bisa tumbuh di tempatmu sekarang. Aku sangat menyukai pepohonan. Dan di panti sama sekali tidak ada pohon. Aku pernah berkata pada mereka. Aku tidak merasa benar-benar bahagia karena—well. Aku tahu kita dapat bergaul dengan baik. dengan lirikan mata.’ Aku menyesal meninggalkan mereka tadi pagi. ya kan? “Well.” kata Matthew. kan? Apakah ada anak sungai di suatu tempat sekitar Green Gables? Aku lupa menanyakannya pada Nyonya. Seperti itulah tipe gadis di Avonlea. Tapi jika anda memiliki ide hebat maka anda harus menggunakan kata-kata hebat untuk mengungkapkannya. Aku pernah tidak tega melihat pepohonan itu. ada satu berada langsung di bawah rumah. Tetapi perempuan cantik berbintik ini berbeda. Aku sudah diberitahu berkali-kali. Dan orang-orang menertawakanku karena aku mengucapkan kata-kata hebat. hanya ada beberapa tumbuhan yang sangat kecil di depan dengan benda-benda bercat di sekitarnya.” “Well.melewatinya dengan malu-malu.” Jadi ia berkata malu-malu seperti biasa: “Oh. benda kecil yang MALANG! Jika kau berada di luar di sekitar kayu-kayu besar dengan pepohonan lain di dekatmu dan lumut serta Junebells tumbuh di akarmu dan anak sungai yang mengalir tak jauh serta burung-burung bernyanyi di dahanmu. dan walaupun ia merasa agak kesulitan karena kurang pintar untuk menyeimbangi kepribadian anak itu yang sangat lincah.

Ia menggerakkan salah satu kepangan rambut panjang berminyak di atas bahunya di depan Matthew. Tetapi tidak akan terlalu berbeda karena sepertinya aku juga tidak akan menjadi seperti salah satu di antaranya. Aku tidak terlalu keberatan dengan yang lainnya—bintik-bintik dan mata hijau serta tubuhku yang terlalu kurus. Hal ini akan menjadi duka seumur hidupku. ‘Sekarang rambutku berwarna hitam indah. “Aku pernah. aku rasa aku tidak mengetahuinya. Nyonya. Rambutnya benar-benar ikal emas seperti batu pualam dari lereng terjal. Sudah pasti aku tak pernah bisa menjadi sebaik malaikat. “Well. Aku tak pernah bisa memutuskan. Aku sudah berusaha semampuku.” Matthew mengaku jujur. Pernahkah anda membayangkan bagaimana rasanya menjadi seseorang yang sangat cantik?” “Well. Aku bisa membayangkannya. Anak itu melepaskan kembali pegangan pada kepangannya dengan pandangan yang tampaknya merasa terhina dan menghela napas sedih. “Warnanya merah. Aku berkhayal memiliki corak kulit kemerahan yang bagus dan mata bercahaya yang indah. Aku pernah membaca novel tentang anak perempuan yang menderita seumur hidupnya tetapi bukan karena rambut yang berwarna merah. Tetapi aku TIDAK BISA membayangkan rambut merah itu. kan?” katanya. yang merasa agak pusing. “Ya. tetapi kali ini tak ada yang diragukannya.” “Aku juga. Aku mencoba membayangkan. Apakah anda tahu?” “Well. Tuan. Cuthbert!! Oh. Anda lebih suka menjadi seperti apa—secantik dewi atau sangat jenius atau sebaik malaikat?” “Well. apapun itu pasti sesuatu yang menarik karena ia sangat cantik. Tuan.” katanya pasrah. Cuthbert!!!” 13 . tidak. Spencer berkata—oh. Ia merasa seperti waktu ia kecil dulu ketika seorang anak laki-laki mengajaknya naik komidi putar pada waktu piknik. Tuan.” sahut Matthew. Matthew tidak pernah menilai warna kunciran rambut seorang perempuan. sering. “Sekarang anda tahu mengapa aku tidak benar-benar bahagia. Cuthbert! Oh.’ Tetapi setiap saat AKU SADAR rambutku hanya berwarna merah dan aku merasa kecewa. warnanya memang merah. Tidak ada orang berambut merah yang bisa bahagia. sehitam sayap burung gagak. belum pernah. Bagaimanakah batu pualam dari lereng terjal? Aku tidak pernah tahu. aku—aku tak tahu pasti.

” Anak itu tersadar dari lamunannya dan menghela napas panjang dan memandanginya dengan tatapan penuh impian dari jiwa yang mengagumi dari kejauhan. Kata-kata itu tidak cukup. Ketika tiga mil lagi mereka lalui anak itu masih tidak berbicara. Masih dengan wajah yang gembira ia memandangi sunset di barat dari kejauhan. tepatnya menakjubkan—menakjubkan. Tidak juga indah. “Oh. mendekap tangannya yang kurus. “Itu merupakan tempat yang bagus.” “Bagus? Oh. “Tempat yang kita lalui tadi—tempat bercahaya putih itu—apa itu?” “Well. “Avenue”. Ia bisa tetap diam. Pernahkah anda mengalaminya. juga bukan dari seorang anak yang jatuh dari kereta kuda atau Matthew melakukan sesuatu yang mengejutkan.” Matthew akhirnya memberanikan diri mengatakannya. Di atasnya terdapat sebuah kanopi panjang beraroma salju. Sampai di Newbridge. Hal itu sangat memuaskanku”—ia meletakkan sebelah tangan di dadanya—“Aku merasakan sakit yang aneh namun menyenangkan. ini nyata. Mereka baru saja melewati tikungan di jalan dan menyadari mereka berada di “Avenue”. seenergik ketika ia bicara. Tuan. “Tetapi kita tak akan lama lagi—hanya beberapa mil lagi. BAGUS sepertinya bukan kata yang tepat untuk itu.Itu bukan perkataan Nyonya. Itu hal pertama yang pernah aku lihat yang tak terjangkau oleh daya khayalku. Tuan. Di bawah dahan besar suasana berwarna ungu senja dan jauh di depan tampak terlukis langit dengan matahari terbenam yang bersinar seperti setangkai mawar indah di jendela di ujung jalur antara tempat duduk dalam gereja. diselingi dengan pepohonan apel dimana-mana. merupakan jalan terbentang sejauh empat atau lima ratus meter.” sahutnya lirih.” kata Matthew setelah merenung beberapa lama. wajahnya mendongak terpesona dengan cahaya putih yang semarak di atas. pasti yang kau maksud Avenue. sebagai ganti karena sudah terlalu lama membisu dalam perjalanan dengan satu-satunya alasan. Dia bersandar di kereta kuda. Cuthbert?” 14 . yang ditanam bertahun lalu oleh seorang petani tua yang aneh. Cuthbert. menuju angkasa. mereka melakukan perjalanan. sebuah desa kecil yang hiruk pikuk dimana anjing menggonggongi mereka dan anak-anak kecil menirukan suara burung hantu serta wajah–wajah penuh ingin tahu yang mengintip dari jendela. masih dalam diam. Oh. begitulah masyarakat Newbridge menyebutnya. Keindahannya membuat anak itu tak berkutik. Bahkan ketika mereka telah melewatinya dan menuruni lereng yang cukup jauh ke Newbridge ia tidak bergerak ataupun berbicara. dengan pandangan yang mengandung banyak impian megah melintasi background yang bercahaya itu. Spencer. “Kamu pasti merasa sangat lelah dan lapar.

“Itu adalah kolam Barry. tetapi anda tak pernah bisa memastikannya. tetapi aku selalu membayangkannya sebagai Rosalia DeVere. Mungkin saja sesuatu yang lebih menyenangkan akan terjadi. Aku tahu karena getaran hatiku. suara koor kodok yang penuh duka namun terdengar indah. Benarkah kita akan sampai ke rumah sebentar lagi? Aku gembira dan aku menyesal. Aku gembira karena perjalanan ini begitu menyenangkan dan aku selalu menyesal ketika sesuatu yang menyenangkan harus berakhir. Seharusnya mereka menyebutnya—sebentar—the White Way of Delight. Orang lain boleh menyebut tempat itu Avenue. Aku akan menyebutnya—sebentar—the Lake of Shining Waters. Dimana-mana buah plum liar muncul dari tepian seperti seorang anak perempuan berpakaian putih sedang berdiri berjinjit di bayangannya sendiri. aku juga tidak menyukai namanya. Oh. Ada seorang anak perempuan di panti bernama Hepzibah Jenkins. bukankah itu sangat bagus!” Mereka telah sampai di puncak bukit.” kata Matthew. dengan warna-warna lain yang sukar dimengerti karenanya namanya tak pernah diketahui. itu nama paling tepat untuknya. Ya. aku rasa belum pernah. Di atas jembatan kolam mengalir ke belukar perbatasan dengan pohon fir dan maple dan membuat semuanya jernih oleh bayangannya yang bergerak-gerak.” “Aku sering mengalaminya—kapan saja aku melihat sesuatu yang benar-benar indah. Dan seringnya sesuatu itu tak lebih menyenangkan. Nama itu tak punya arti. Di sekitar kebun apel putih jauh di lereng tampak sebuah rumah kecil berwarna abu-abu dan. seingatku aku tidak pernah punya rumah yang sebenarnya. tapi aku akan selalu menyebutnya the White Way of Delight. Tetapi aku gembira karena akan pulang ke rumah. Hal ini membuatku merasakan lagi rasa sakit yang menyenangkan hanya karena memikirkan bahwa aku akan pulang ke rumah yang benar-benar nyata. Ketika aku menemukan nama yang tepat maka itu akan membuat hatiku bergetar. Tetapi seharusnya mereka tidak menyebutnya Avenue. Bukankah itu nama khayalan yang bagus? Ketika aku tak menyukai nama suatu tempat atau orang aku selalu mengimajinasikan gantinya dan juga selalu memikirkannya. di mana sebuah batu amber bercorak dengan pasir bukit yang melingkupinya dari gelapnya biru jurang di seberang. Dari rawa di ujung kolam terdengar jelas. “Oh. tampak hampir seperti sebuah sungai yang sangat panjang dan berliku. Anda tahu.“Well. Apakah ada sesuatu yang pernah membuat anda bergetar?” 15 . Bagaimanapun aku pernah mengalaminya. airnya menjadi semarak dengan warna yang berubah-ubah —pembuatan bayangan yang paling spiritual dari bunga crocus dan mawar serta kehijauan surgawi. Jembatan merentang di tengahnya dan dari sana sampai ke ujung yang lebih rendah. Di bawah terdapat kolam. ada cahaya lampu dari salah satu jendelanya. walaupun belum begitu gelap.

Matthew berpikir. anda tahu. Lake of Shining Waters sayang. Aku tak sanggup membayangkan bahwa mungkin ketika kita baru berada di tengahnya. Sekarang aku akan melihat ke belakang.” “Ia memiliki seorang anak perempuan berumur sekitar sebelas tahun. aku tak tahu. Karena. Aku akan menutup mataku rapat-rapat. “Oh.” “Oh!” serunya dengan napas tertahan.” Ketika mereka sudah semakin jauh melintasi bukit dan mendekati sudut Matthew berkata: 16 . kita sudah sampai di jembatan. Orchard Slope nama tempat tinggalnya. Hatiku selalu seperti bergetar ketika melihat kepompong putih jelek yang ada di kebun timun. Barry tinggal di sana di rumah itu. jadi ada sekitar hampir setengah mil lagi jauhnya. ya. Namanya Diana. Aku lebih suka Jane atau Mary atau nama yang lebih masuk akal seperti itu. Ada sesuatu yang mengerikan. Selamat malam. Air itu tampak seolah sedang tersenyum padaku. kan? Tetapi mengapa orang-orang menyebutnya kolam Barry?” “Aku rasa karena Tuan. mereka akan merubuhkannya seperti pisau-yoker dan kemudian memangsa kita. jika jembatan BENAR-BENAR rubuh aku ingin MELIHATnya rubuh. Aku benci corak mereka. Aku selalu mengucapkan selamat malam pada segala sesuatu yang aku sukai. seperti aku juga mengucapkannya pada orang-orang dan kurasa mereka menyukainya. “Nama yang benar-benar sungguh bagus!” “Well. Jika bukan karena ada semak belukar lebat di belakangnya maka kamu bisa melihat Green Gables dari sini. Barry memiliki anak perempuan kecil? Well. Aku selalu merasa takut ketika berjalan melintasi jembatan. Tetapi kita harus melintasi jembatan dan jalan. Oh. Tetapi ketika Diana lahir ada seorang guru asrama di sana kemudian memberinya nama dan mereka memanggilnya Diana. tidak terlalu kecil juga—kira-kira seusiaku.” “Aku berharap ada juga seorang guru seperti itu ketika aku lahir. menurutku. “Well. Apakah anda berpikir sebaliknya? Tampaknya tidak banyak hubungan antara kepompong dengan danau dengan air yang bercahaya. Jadi aku menutup mataku.” “Apakah Tuan. Tetapi aku harus selalu membukanya lagi ketika aku merasa hampir dekat ke tengah. Pasti bunyinya akan sangat bergemuruh! Aku selalu menyukai bagian bergemuruh itu! Bukankah sangat bagus bisa menyukai banyak hal di dunia ini? Kita sudah sampai di ujung. Aku pikir itu tidak bisa benar-benar seperti getaran yang aku maksud.

“Biar aku tebak. Ia senang akan bertemu Marilla dan bukan ia yang akan bilang pada anak terlantar ini bahwa rumah yang ia rindukan sama sekali tidak akan menjadi miliknya. dia tidak melakukannya—sumpah. bintang kristal putih bersinar seperti lampu petunjuk dan harapan. Matthew menggegas tali kekang pada punggung kudanya dengan semangat. dimana suasana sudah sangat gelap. Mata anak itu bergerak cepat. kau benar! Tapi aku rasa pasti Nyonya. Tetapi INI nyata dan kita hampir sampai ke rumah. “Itu dia. Rachel tidak bisa melihat mereka lewat jendela. Oh. Mereka melintasi Lembah Lynde. Tapi begitu aku melihatnya aku merasa itulah rumah. Aku sama sekali tak mengetahui tempat itu seperti apa. jadi aku berhenti mencubit. Itu Green Gables di sana—“ “Oh. Kemudian aku akan mecubit diriku sendiri untuk memastikan bahwa ini nyata—sampai tiba-tiba aku ingat jika ini memang hanya mimpi maka lebih baik aku terus bermimpi selama mungkin.” Dia membuka matanya dan melihat di mana dia berada. lenganku pasti sudah babak belur dari siku ke atas. Akhirnya. tetapi pemandangan alamnya masih tampak jelas dalam cahaya senja yang lembut. jangan katakan padaku. Yang ia ceritakan kebanyakan hanya tentang tempat-tempat lainnya tadi.” potongnya cepat. Mereka berada di puncak bukit.“Sekarang kita sudah benar-benar hampir sampai ke rumah. Matahari sudah beberapa saat lalu terbenam. penuh gairah. 17 . Di atasnya. menanjak dengan tanah dan rumah-rumah pertanian yang tersebar rapi. Aku yakin bisa menebak dengan benar. Anda tahu. mereka memperlambat laju kereta dan menepi ke sebelah kiri. dari jalan tampak cahaya putih redup dengan pepohonan yang sedang berbunga dalam cahaya senja hutan sekitar. Spencer telah memberitahumu jadi kau bisa menebaknya. di langit barat daya yang tak berawan. menunjuk. Matthew jadi susah bergerak. karena hari ini aku mencubiti diriku sendiri berkali-kali. Di barat puncak menara gereja yang gelap muncul di antara langit yang berwarna kuning keemasan. dan sayu dari satu tempat ke tempat yang lain. menangkap tangan Matthew yang setengah terangkat dan menutup matanya sendiri sehingga ia tak bisa melihat gerakan Matthew. jauh di belakang. rasanya aku seperti sedang bermimpi. “Well. tapi tidak segelap itu sampai-sampai Nyonya. Dengan menghela napas kegirangan ia kembali terdiam.” “Tidak. Setiap saat aku merasakan perasaan ngeri yang memuakkan dan aku takut ini semua hanya mimpi. Di bawahnya terdapat lembah kecil dan di seberang ada lereng yang panjang. ya kan?” katanya. dan menaiki bukit dan melintasi jalan panjang Green Gables.

“Pasti indah sekali mimpinya!” Kemudian. siapa itu?” tanyanya tiba-tiba. Aku sudah menanyakannya pada petugas stasiun. Ia memikirkannya dengan pandangan sayu karena mendapat firasat tak enak bahwa ia akan membantu melenyapkan sesuatu—perasaan yang sama yang muncul ketika ia harus menyembelih seekor domba atau anak sapi atau makhluk kecil lainnya.Ketika mereka sampai di rumah Matthew menghindari pemberitahuan rahasia itu dengan kekuatan yang tidak dimengertinya. “Yang ada hanya DIA. BAB III – Terkejutnya Marilla Cuthbert Marilla segera datang ke depan begitu Matthew membuka pintu. tetapi yang dipikirkannya adalah kekecewaan anak itu.” Ia mengangguk pada anak itu. “Matthew Cuthbert. Selama pembicaraan anak itu tetap diam.” “Well. Tetapi begitu matanya tertuju pada tubuh kecil asing berpakaian lusuh dan ketat. tak peduli dari mana kesalahpahaman ini bermula. Mendadak ia tampak memahami seluruh makna dari pembicaraan itu.” sahut Matthew lirih. Dan aku harus membawanya pulang. Spencer untuk membawa seorang anak laki-laki. dengan rambut merah terkepang panjang dan mata penuh semangat dan bercahaya. “Dengarlah pepohonan berbicara dalam tidurnya. begitu Matthew mengeluarkannya dari kereta.” Marilla bersikeras. seluruh kegembiraan perlahan memudar dari wajahnya. ia langsung terpaku takjub.” ia mengikuti Matthew masuk ke rumah itu. Ia tidak mengkhawatirkan dirinya ataupun Marilla yang akan mendapatkan kesulitan karena masalah ini. matanya mengembara dari satu sudut ke sudut yang lain. “Kita sudah mengatakan pada Nyonya. ia tidak melakukannya. “Tak ada anak laki-laki! Tapi SEHARUSNYA ada. ini pasti bagian dari bisnis!” sergah Marilla lagi. “Di mana anak laki-laki itu?” “Tak ada anak laki-laki. Ia membawa ANAK ITU.mengingat ia bahkan belum menanyakan namanya.” “Well. dengan memegang erat-erat tas-karpet berisi “seluruh barang duniawinya. Dia tidak mungkin aku tinggalkan di sana. Setelah 18 . Pekarangan rumah sudah sangat gelap begitu mereka kembali dan terdengar daun-daun pohon poplar berdesir halus.” bisik anak itu.

” “Ya.namaku sebenarnya bukan itu. jadi apa?” “Anne Shirley. agak kaku karena lama tak digunakan. TENTU SAJA perlu!” Anak itu cepat mendongakkan wajahnya. menampakkan wajah bersimbah air mata dan bibir bergetar. tolong panggil aku Cordelia saja. Tak ada seorangpun yang tahu harus berkata atau berbuat apa. Tak ada seorangpun yang menginginkanku. “Kalian tidak menginginkanku!” tangisnya.” “Aku tak mengerti apa maksudmu? Kalau Cordelia bukan namamu. well. “Well. ia mulai menangis tersedu-sedu. Dan Anne bukan nama yang manis. Kami tak akan menyuruhmu keluar malam ini. Siapa namamu?” Anak itu ragu sejenak. “tapi. ini hal paling TRAGIS yang pernah aku alami!” Sesuatu seperti senyum yang dipaksakan. oh. “MEMANGGILmu Cordelia? Apakah itu memang namamu?” “Buk—bukan. tak perlu menangis seperti itu. “Maukah kalian memanggilku Cordelia?” sahutnya semangat. Oh. Itu nama yang sangat elegan. Duduk di kursi dekat meja.” 19 . Seharusnya aku sadar harapan itu terlalu indah untuk tetap ada. Oh. Tak akan terlalu bermasalah bagi kalian untuk memanggilku apa kan? Toh aku hanya akan tinggal di sini sebentar. “Well.meletakkan tas-karpet berharganya ia melompat selangkah ke depan dan mendekap tangannya. Kau akan tinggal di sini sampai kami membereskan masalah ini. merentangkan lengannya di atasnya. dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lengannya. “Kalian tak menginginkanku karena aku bukan anak laki-laki! Seharusnya aku sudah menduganya. Marilla dan Matthew saling memandang dengan tatapan menyalahkan. Seharusnya aku sadar tak ada seorangpun yang benarbenar menginginkanku. wajah Marilla menjadi suram. apa yang harus kulakukan? Aku akan menangis!” Menangis adalah hal yang dilakukannya kemudian. Akhirnya Marilla melangkah tertegun ke arahnya. jangan menangis lagi. bila anda adalah anak yatim yang harus pergi ke suatu tempat yang anda pikir akan menjadi rumah anda dan ternyata mereka tak menginginkan anda karena anda bukan anak laki-laki.” jawab sang pemilik nama enggan. tapi aku suka dipanggil Cordelia. “ANDA juga akan menangis.

” “Apa maksudnya?”.” “Bagus sekali. “Aku akan keluar untuk memasukkan kuda ke kandang. Aku selalu membayangkan namaku adalah Cordelia—paling tidak. Jika aku sangat cantik dan berambut coklat-kacang maukah kalian mengasuhku?” 20 . Oh. Ketika anda mendengar sebuah nama disebut bisakah anda melihatnya dalam pikiran anda. Tolong siapkan teh begitu aku kembali.” tergesa Matthew menjawab. Ketika aku kecil aku pernah berkhayal namaku adalah Geraldine. beralih ke Matthew. seolah nama itu tercetak? Aku bisa.” “Memang apa bedanya?” tanya Marilla dengan senyuman kaku sembari mengambil ceret teh. aku tidak malu. dia sangat cantik dan berambut coklat-kacang. ya. cecar Marilla. Kalian tak tahu betapa senangnya aku. “Dia—dia menghubungkannya dengan pembicaraan kami di perjalanan. Lily baru berumur lima tahun. jadi. Nama itu TAMPAK lebih manis. Tapi Nyonya.” Anne berusaha menjelaskan. Marilla. tapi sekarang aku lebih suka Cordelia. dan A-n-n tampak mengerikan. Spencer membawa seseorang yang lain bersamamu?” sambung Marilla begitu Matthew keluar. beberapa tahun terakhir ini. Spencer berkata DENGAN JELAS bahwa kalian menginginkan seorang anak perempuan berusia sekitar sebelas tahun. Apakah tidak ada anak laki-laki di panti?” “Oh. “mengapa anda tak mengatakan padaku di stasiun bahwa kalian tak menginginkanku dan meninggalkanku di sana? Jika aku tak melihat the WhiteWay of Delight dan the Lake of Shining Waters pasti tak akan sesedih ini. menatap Matthew. ada banyak sekali anak laki-laki di sana. “Oh.” ia menambahkan dengan nada menyalahkan.“Tidak manis omong kosong!” sergah Marilla tak simpatik. TENTU saja berbeda. Jika kalian mau memanggilku Anne dengan huruh E maka aku akan mencoba menerima untuk tak dipanggil Cordelia. Aku tak bisa tidur bermalam-malam saking gembiranya. Dan ibu asrama bilang mungkin aku mau. Anne dengan huruf E. Spencer untuk membawakan kami seorang anak laki-laki. bisakah kau beritahu kami mengapa kesalahpahaman ini bisa terjadi? Kami sudah mengabari Nyonya. tapi A-n-n-e tampak sangat lebih terhormat. “Anne nama yang benar-benar sangat bagus dan berarti.” “Apakah Nyonya. Tapi jika kalian memanggilku Anne tolong panggil aku Anne dengan huruf E. Kamu seharusnya tak perlu merasa malu karenanya?” “Oh. “aku hanya lebih suka nama Cordelia. “Ia membawa Lily Jones untuk dirinya sendiri.

aku tak pernah melakukannya. Tapi ruangan kosong mustahil untuk anak terlantar yang tersesat seperti dia. Aku akan meletakkannya dan tasmu di meja. Semuanya sangat enak. Bisakah anda makan jika anda sedang benar-benar putus asa?” “Aku tak pernah merasa benar-benar mengatakannya. Marilla. tapi tetap saja aku tak sanggup mengunyahnya. jadi aku anda tak bisa “Anda tak pernah merasakannya? Well. tetap saja tidak tepat dijadikan tempat tidur anak perempuan. Tetapi Anne tak sanggup menelan makanannya. Sejak saat itu aku sering mengkhayalkan memiliki banyak karamel coklat. Lepaskan topimu. Suatu kali aku pernah memiliki sebuah karamel coklat dan rasanya sangat enak. Ia telah mempersiapkan sofa di ruangan dapur untuk anak laki-laki yang sangat diinginkan dan diharapkannya. Tetapi. walaupun sofa itu rapi dan bersih.” kata Matthew. jadi pilihan terakhir hanya loteng di sebelah timur. namun ruangan loteng kecil yang kemudian akan ditempatinya tampak lebih bersih. tapi aku selalu terbangun tepat ketika akan memakannya.” tegur Marilla tajam. Aku sungguh berharap anda tak tersinggung karena aku tak makan. 21 . Sia-sia ia mencoba menggigit roti bermentega dan mengunyah kepiting bersele apel yang diawetkan dengan kuah sebagai lauknya. bahkan walaupun itu karamel coklat. Ruangan itu sangat bersih.” sahut Marilla.” Marilla bingung kemana harus membawa Anne tidur. “Sebaiknya ajak dia tidur. Itu perasaan yang sungguh tidak menyenangkan. putus asa. pernahkan MEMBAYANGKAN anda sedang benar-benar putus asa?” “Tidak.” Perlahan Anne membuka topinya. “Aku tak bisa makan.” “Aku rasa dia kelelahan.” mencoba “Jadi aku rasa anda tidak mengerti bagaimana rasanya. Marilla menyalakan lilin dan menyuruh Anne mengikutinya. Aku sedang sangat putus asa. Kami menginginkan anak laki-laki untuk membantu Matthew di ladang. melihatnya seakan itu kesalahan serius. Anne menghela napas. “Kau tak makan apa-apa. yang kemudian diikuti Anne tanpa gairah. Kemudian Matthew kembali dan mereka mulai makan malam. ia mengambil topi dan tas-karpetnya dari meja ruang depan sambil berlalu.“Tidak. Ia sama sekali tak membuat kemajuan. yang belum bicara sejak ia kembali dari gudang. Anak perempuan tak akan berguna bagi kami. Ketika anda mencoba makan terasa seperti ada gumpalan di tenggorokan dan anda tak bisa menelan apa-apa.

kecuali keset bulat di tengah-tengah yang tidak pernah Anne lihat sebelumnya. Lantainya juga kosong. dengan tergesa dia melepaskan pakaiannya dan mengenakan baju tidur sempitnya kemudian melompat ke tempat tidur. “Kamu pasti punya baju tidur kan?” tanyanya. “Selamat malam. aku punya dua. jadi segala sesuatunya selalu sempit—setidaknya di panti miskin seperti tempat kami. dan berjalan ke tempat tidur. itu merupakan suatu hiburan tersendiri. tetapi mampu membuat tulang sumsum Anne menggigil gemetaran. Anne mengangguk. menyembunyikan wajahnya ke bawah bantal dan menarik kain menutupi kepalanya. sedikit canggung. Dinding bercat kapur putih terlihat sangat kosong dan polos tanpa hiasan. 22 . Di salah satu sudut terletak tempat tidur tinggi yang ketinggalan jaman. Di tengah-tengah antara meja dan tempat tidur terdapat jendela. Aku benci baju tidur sempit. Di panti barang yang dibagikan tak pernah cukup. Ketika Marilla masuk untuk mematikan lilin. Di sudut lain terdapat meja segi tiga yang dipercantik dengan bantal beledu merah empuk dengan peniti yang cukup kuat untuk merapatkan bagian sarung bantal yang terbuka. Beberapa saat lagi aku akan kembali untuk mematikan lilin. “Ya. kemudian. Baju-baju itu sudah sangat sempit. Di atasnya tergantung cermin kecil enam per delapan. baju-baju sempit terlihat berhamburan di lantai dan keadaan di tempat tidur menjadi satu-satunya petunjuk yang membuatnya mengerti mengapa itu terjadi.Marilla meletakkan lilin di atas meja berkaki dan bersegi tiga. meletakkannya dengan rapi di atas kursi kuning. dengan tirai tipis putih licin berumbai di atasnya. dan di seberangnya ada wastafel untuk cuci muka. mengambil lilin.” katanya. ia rasa dinding-dinding itu pasti sedih karena kepolosan itu.” “Well. Sembari menangis tersedu-sedu. Malah mungkin bisa menyebabkan kebakaran. Tapi seseorang boleh bermimpi memakai baju indah. kemudian merapikan seprai dan sarung bantal. dengan rumbai-rumbai di leher. Dengan hati-hati ia memunguti baju-baju Anne. “Bagaimana bisa anda menyebutnya malam yang INDAH ketika anda tahu ini malam paling buruk yang pernah aku alami?” sahutnya menyalahkan. cepatlah bersalin dan pergilah tidur. Wajah putih Anne dan mata besarnya muncul dari balik seprai dan tampak terkejut dengan hal yang tiba-tiba tadi. Ibu asrama membuatkannya untukku. Keseluruhan ruangan terkesan sangat kaku dan angkuh yang tak bisa terungkap dengan katakata. dengan empat tiang rendah berwarna gelap. tapi dengan sayang.” Ketika Marilla telah hilang di balik pintu Anne memandang sekeliling dengan murung. Aku tak yakin kau bisa melakukannya sendiri.

“Well. “Ini akibatnya kalau kita hanya mengiriminya surat dan tidak pergi sendiri. Aku tak suka anak-anak yang terlalu banyak omong. itu sudah pasti.” sahut Matthew tiba-tiba dan tak disangkasangka. Salah satu dari kita harus pergi dan menemui Nyonya. “Well. Sayang sekali harus mengirimnya pulang ketika dia sudah sangat siap untuk tinggal di sini.” Marilla berkata gusar. Spencer besok. Itu juga tak membantunya sama sekali.” Matthew tergagap.Kemudian ia menenggelamkan wajahnya lagi ke bawah bantal. Aku langsung bisa melihatnya. Marilla. keadaannya sudah sangat kacau balau. “Seharusnya kau mendengar apa yang dibicarakannya sejak dari stasiun.” Matthew bersikeras. “Matthew Cuthbert.” sahut Matthew enggan.” “Well.” “Ya. dia bicara cukup lancar. dia benar-benar anak kecil yang manis. Ia jarang merokok. karena Marilla mengatakan padanya bahwa itu kebiasaan yang sangat buruk. jangan bilang bahwa menurutmu kita harus mengasuhnya!” Keheranan Marilla tak akan lebih parah jika Matthew menyatakan bahwa ia lebih setuju dengan pendapatnya sendiri. merasa tak enak terjebak dalam pembicaraan yang mengarah ke apa yang dimaksudkannya. “Kau memang HARUS begitu! Tidakkah kau mengetahuinya?” “Well. “Aku rasa—kita hampir tak bisa diharapkan untuk mengasuhnya. 23 . Anak itu harus dikembalikan ke panti asuhan.” “Matthew Cuthbert.” “Aku harus berkata tidak. dia anak kecil yang benar-benar manis. tidak. Apa bagusnya dia bagi kita?” “Mungkin kita yang baik bagi dia. Aku yakin anak itu telah menyihirmu! Aku jelas-jelas bisa melihat bahwa kau mau mengasuhnya. Marilla berjalan perlahan ke dapur untuk mencuci piring setelah makan malam.” “Oh. Teman Richard Spencer pasti telah memutarbalikkan isi pesan itu. tapi waktu-waktu dan musim tertentu menyebabkannya melakukannya dan Marilla pura-pura tak melihatnya. menyadari bahwa seorang laki-laki pasti membutuhkan jalan keluar untuk pelampiasan emosi. Matthew sedang merokok—pertanda bahwa ia sedang bingung. aku tak berpikir begitu—tak tepat begitu. aku rasa juga begitu.

ada pohon cheery yang sedang berbunga diluar yang bisa dilihatnya dari jendela.” sahut Marilla singkat.” “Aku bisa membayar seorang anak laki-laki Perancis untuk membantuku. dengan muka masam.” sela Matthew sembari bangkit dan meletakkan pipa rokoknya. dia harus langsung kita kirim pulang ke asalnya. BAB IV – Pagi di Green Gables Hari sudah terang ketika Anne terbangun dan duduk di atas tempat tidurnya. Sebatang pohon cheery besar tumbuh di luar. dan bunganya sangat lebat sampai-sampai daunnya hampir tidak kelihatan. Oh. Dan di lantai atas. di loteng timur. bukankah ini sangat indah? Bukankah tempat ini sangat menyenangkan? Andaikan ia tak benar-benar akan tinggal di sini! Ia akan berkhayal tinggal di sini. Sejenak dia tak bisa mengingat dimana dia berada. Anne berlutut dan memandangi pagi Bulan Juni di luar. ya. yang tampaknya memang seperti itu. Dengan sekali lompatan dia sudah turun dari tempat tidur dan berpijak di lantai. Dan Marilla. Ada sesuatu tentang dia yang aku tak mengerti. tentu saja. seakan sudah lama tak dibuka. Dia mendorong kusen jendela—yang sudah mulai berdecit. Ini di Green Gables dan mereka tak menginginkannya karena dia bukan anak laki-laki! Tapi sekarang sudah pagi dan.” “Well. kemudian ingatan yang sangat mengerikan. “dan anak perempuan itu akan menjadi temanmu. Tidak.” kata Matthew. “Aku akan tidur. “Dan aku tak akan mengasuhnya. dan matanya berbinar gembira. haus kasih sayang dan tak berteman menangis sendirian hingga tertidur. menatap bingung ke jendela melalui dimana limpahan cahaya matahari yang gembira terpancar dan yang diluarnya terdapat sesuatu berwarna putih lembut beriak jauh di langit biru. setelah menyelesaikan mencusi piring juga pergi tidur. seorang anak yang kesepian. sesuatu yang sangat indah. itu kan hanya perkataanmu.” “Aku tak membutuhkan teman. Marilla. Di kedua sisi rumah ada kebun buah yang besar. dan melekat sangat erat sehingga tak memerlukan apapun untuk menahannya. satu ditumbuhi 24 .” Matthew pergi tidur. sangat dekat hingga dahannya menyentuh rumah.Aku tak menginginkan anak yatim perempuan dan jika aku menginginkannya maka bukan yang seperti dia yang akan kupilih. Ia leluasa membayangkannya di sini. Yang pertama terlintas adalah sensasi yang menyenangkan.

tapi pemandangan ini seindah yang pernah diimpikannya. sampai dia dikejutkan tangan yang menepuk bahunya. “Itu pohon yang besar. Bahkan di musim dingin aku bisa mendengarnya di bawah es. yang kumaksud bukan hanya pohon.” katanya kasar. lumut. dan harumnya yang wangi sampai ke jendela terbawa angin pagi. Pernahkah anda menyadari betapa aliran sungai adalah sesuatu yang sangat menyenangkan? Mereka selalu tertawa. Di bawah kebun ada ladang hijau subur dengan pohon semanggi yang merunduk ke lembah dimana anak sungai mengalir dan pohon birch putih tumbuh. “Oh. Dia berlutut di situ. pohon itu SANGAT indah—dia berbunga seolah telah merencanakannya—tapi aku maksud semuanya. Marilla benar-benar tak tahu bagaimana harus berbicara dengan pada anak itu. Seumur hidupnya. Tidakkah anda merasa seolah anda benar-benar mencintai alam di pagi seperti ini? Dan aku bisa mendengar suara tawa aliran sungai dari atas sini. kebun buah. kebun. melahap semuanya dengan rakus. Aku sangat senang ada aliran 25 . Mata indah Anne berlama-lama menikmati pemandangan itu. tapi buahnya tak pernah banyak—kecil-kecil dan berulat. anak yang malang. dan kayu-kayuan lainnya. “Sekarang saatnya kau berpakaian. semak-semak yang luas terbuka tampak serasi dengan tumbuhan paku. Anne berdiri dan menarik napas panjang. dia sudah melihat banyak sekali tempat yang tak indah. jauh di bawah dan semuanya berwarna hijau. Di seberangnya ada bukit. yang juga sedang berbunga.pohon apel dan satunya lagi pohon cherry. bukankah itu sangat indah?” katanya seraya melambaikan tangan penuh semangat ke pemandangan bagus di luar. aliran sungai dan hutannya. dan ada banyak dandelion di rumput-rumputnya. ada laut biru yang berkilauan. tentu saja pohon itu indah—ya.” kata Marilla. disitu terdapat pembatas dimana ujung loteng kelabu dari rumah kecil yang pernah dilihatnya dari seberang Lake of Shining Waters. tak menyadari apapun kecuali keindahan di sekelilingnya. dan ketidaktahuannya yang tak mengenakkan itu membuatnya berlaku tegas dan kasar walaupun ia tak bermaksud begitu. “dan bunganya sangat banyak. Di ujung sebelah kiri terdapat gudang besar dan di seberangnya.” “Oh. Kedatangan Marilla tak terdengar oleh si pemimpi kecil. ladang yang melandai. Di kebun bawah ada pohon dan bunga lilac ungu. seluruh isi alam yang berharga ini. hijau dengan pepohonan spruce dan fir.

seakan sesuatu berjalan tak wajar. Kemudian Anne menjadi sangat-sangat linglung. dan leluasa sekali untuk mengkhayalkannya. Pagi seperti apapun menarik. Bagaimanapun. Matthew juga diam. makan seperti robot. dan sadar sepenuh jiwa bahwa ia telah memenuhi semua persyaratan Marilla. tapi sebenarnya hal itu berpengaruh bagiku. Tapi aku juga suka pagi di saat hujan. Mungkin anda berpikir tak ada pengaruhnya bagiku ketika kalian takmau mengasuhku. Tapi hal terburuk dari mengkhayalkan sesuatu adalah tiba saat untuk menghentikannya dan itu sangat menyakitkan. Sangat menyenangkan ketika khayalan itu masih ada. dengan mata besarnya yang tetap melihat ke langit di luar jendela. Biarkan jendela terbuka dan tarik kembali seprai menutupi kaki tempat tidur. ia lupa merapikan seprei. kan?” “Demi Tuhan berhentilah bicara. Bukankah hal yang bagus sekali dengan adanya pagi? Tapi aku sangat sedih. Jika tak ada aliran sungai aku akan DIHANTUI perasaan tak nyaman. Cuci mukamu dan sisir rambutmu. Sangat bagus jika ketika mengalami kesedihan. ya kan? Anda tak tahu apa yang akan terjadi pada hari itu.” Anne nyata-nyata menunjukkan bahwa ia pintar karena dalam waktu sepuluh menit ia sudah turun.” “Sebaiknya kau berpakaian lalu turun dan tak masalah dengan khayalankhayalanmu.” katanya begitu duduk di kursi yang disediakan Marilla untuknya. “Sarapan pagi sudah tersedia. “Kamu terlalu banyak omong untuk seorang anak perempuan. Tapi aku senang hari ini tidak hujan karena akan lebih mudah untuk tetap gembira walaupun sedang bersedih di hari yang cerah.sungai dekat Green Gables. dengan pakaian rapi. Aku baru saja membayangkan memang aku yang benar-benar kalian inginkan dan aku akan tinggal di sini selama-lamanya. Aku tak terlalu berputus asa lagi pagi ini.” Karena itu Anne langsung diam dengan patuh dan dia tetap diam sampai-sampai membuat Marilla agak takut. ada satu hal yang lupa dilakukannya.” potong Marilla begitu ia bisa menyela. Aku rasa aku punya banyak cara agar tak bersedih.--sehingga sarapan pagi ketika itu sangat sunyi. “Tak ada lagi suara lolongan dari hutan seperti semalam. Pintar-pintarlah kamu. Aku senang sekali mendapati pagi yang cerah. rambut tersisir dan dikepang.” sela Marilla. Aku akan selalu suka mengingat bahwa di Green Gables ada aliran sungai walaupun aku tak akan pernah bisa melihatnya lagi. tapi sebenarnya tak menyenangkan ketika anda benarbenar merasakan kesedihan itu. 26 . muka bersih. ia mempunyai firasat tak enak karena tubuh anak aneh ini mungkin berada di meja makan tapi jiwanya seperti berada jauh di negeri awan. jadi di situ memang harus ada aliran sungai. “Aku lapar sekali pagi ini. Aku tak pernah bisa putus asa di pagi hari. Ini membuat Marilla semakin takut.--tapi ini wajar. kamu mebayangkan dirimu berani mengatasinya sendiri.

Anne terbang ke pintu. bermaksud menghindar darinya. “Ia juga sangat simpatik. Ia tak keberatan seberapa banyakpun aku bicara—tampaknya ia menyukainya.” “Aku merasa seolah tak ingin menjaga anak-anak lagi setelah apa yang terjadi sekarang. kau boleh mencuci piring. dan ia akan memperjuangkannya. begitu penilaian Marilla yang memperhatikannya mencuci. jika itu yang kau maksud dengan seperti keluarga. dan pastikan kau mengeringkannya dengan benar. karena dia tak pernah belajar seni merapikan seprei bulu. KAU sudah cukup menyusahkan. cahaya dan sinar yang barusan tampak menghilang seolah seseorang telah memadamkannya.” “Kalian berdua aneh. Kau akan ikut denganku dan kami akan memutuskan akan melakukan apa terhadapmu. aku langsung merasa ia seperti keluarga.” sahut Marilla ketus. “Ya.sedang menerbangkan khayalannya tinggi ke udara. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan denganmu. berbalik.” “Aku rasa dia menyenangkan. “Lumayan bisa.” sela Anne. naiklah dan rapikan tempat tidurmu. Siapa yang sudi menginginkan anak seperti itu tinggal di tempatnya? Namun Matthew masih ingin mengasuhnya. sungguh tak disangka! Marilla merasa pagi ini Matthew masih sangat menginginkannya seperti kemarin malam. berkata padanya bahwa dia boleh berjalan-jalan di luar dan menyenangkan dirinya sendiri sampai makan malam tiba. Tapi kemudian dia tak terlalu berhasil merapikan tempat tidur. Spnecer. “Apa kau bisa mencuci piring dengan benar?” tanya Marilla tak yakin. Ambil air panas. Tapi bagaimanapun dia sudah melakukannya dan kasur sudah cukup rapi. matanya berbinar.” Anne mencuci piring dengan cekatan. Walaupun begitu aku lebih mahir menjaga anak-anak. kembali dan duduk di meja. Begitu melihatnya. Begitulah Matthew—memiliki keinginan dan tetap mempertahankannya dengan tetap terus dalam kebisuan yang menakjubkan—tetap diam merupakan kegigihan yang sepuluh kali lebih keras dan berpengaruh ketimbang membicarakannya. 27 . Di pintu dia berhenti seketika. Cukup banyak yang harus kuselesaikan pagi ini karena nanti sore aku harus pergi ke White Sands dan menemui Nyonya. wajahnya berseri. Matthew pria yang paling menggelikan. Ketika sarapan usai Anne tak meneruskan lagi lamunannya dan menawarkan diri untuk mencuci piring. Setelah selesai mencuci piring. Sayang sekali anda tak memiliki satu anak pun untuk kujaga. Aku memiliki banyak pengalaman dalam melakukannya. lalu Marilla.

Tadi pagi aku memberikan nama untuk pohon cherry di luar jendela kamar tidurku. pohon itu tak akan selalu berbunga. jadi aku tak akan semakin mempersulitnya. Anne. Tentu saja. kebun buah dan aliran sungai di sana. “Aku tak berani pergi keluar. Dia juga pasti menjampijampiku. Dan kalau aku ke luar sana lalu berkenalan dengan semua pohon. bunga.” gumam Marilla. Tidakkah anda memberinya nama? Kalau tidak. Dia sudah melakukannya pada Matthew. aku tak peduli. Kupikir akan ada banyak hal yang bisa kucintai dan tak ada yang bisa menghalangiku. ‘Anne. kan? Dan sangat sulit untuk tak menyukai sesuatu. tolong ijinkan aku!” “Astaga. Aku memanggilnya Snow Queen karena pohon itu sangat putih. Pandangan Matthew padaku ketika ia keluar semalam lagi-lagi mengungkap atau mengisyaratkan semua yang dikatakannya. aku pasti tak tahan untuk tak menyukainya. Tolong beritahu aku apa nama jenis bunga geranium di ambang jendela?” “Itu geranium beraroma apel. Anne. Aku sangat ingin pergi keluar—semuanya seakan sedang memanggilku. Ya. Tak gunanya mencintai sesuatu jika kau akan dipisahkan dengannya. “Dia cukup menarik seperti yang dikatakan Matthew. dengan nada tak rela melepaskan kegembiraan yang akan didapatnya. Aku berharap ia seperti laki-laki lain dan mau membicarakan 28 . kan? Karena itulah aku sangat gembira ketika kupikir aku akan tinggal di sini. jadi kurasa aku tak akan pergi ke luar karena takut tak bisa menerimanya lagi. “Jika aku tak bisa tinggal di sini tak ada gunanya di Green Gables yang kucintai. kan?” “Seumur hidupku aku tak pernah berkata atau pun mendengar hal seperti yang dia katakan. Itu membuatnya tampak seperti orang. Tapi mimpi singkat itu usai sudah. Anne. aku akan memanggilnya Bonny. kami ingin seorang teman bermain’—tapi sebaiknya tak kulakukan. bukan nama seperti itu yang kumaksud. kemarilah.” “Oh. Maksudku nama yang anda berikan sendiri. bolehkah aku yang memberikannya? Boleh aku memanggilnya—sebentar—Bonny boleh juga —bolehkah aku memanggilnya Bonny sementara aku di sini? Oh. Tapi darimana selera menamai geranium?” “Oh. aku suka bunga bertangkai sekalipun hanya geranium. tapi seseorang bisa membayangkan kalau pohon itu sedang berbunga.” sahut Anne. Sekarang aku aku akan menerima nasibku. Sekarang sudah cukup sulit.“Apa lagi masalahnya sekarang?” cecar Marilla. Bagaimana anda tahu tapi hanya memanggilnya dengan sebutan geranium dan bukan yang lain bisa melukai perasaannya? Anda tak akan suka tak punya nama kecuali disebut manita setiap saat. Aku sudah merasa penasaran apa yang nanti akan dikatakannya lagi. turun ke ruang bawah tanah untuk mencari kentang.

Spencer mungkin akan mengatur untuk langsung memulangkannya kembali ke Nova Scotia. Matthew mengangguk dan menatap Anne iba. Bab V – Cerita Anne “Apakah anda tahu. Tak ada yang lebih menjengkelkan daripada seorang pria yang tidak menimpali pembicaraan—kalau tidak wanita yang seperti itu. “Aku sudah memutuskan untuk menikmati perjalanan ini.” Mathhew masih berdiam diri dan Marilla merasa hanya membuang-buang kata dan nafas. tapi ia mencambuki kuda malang itu dengan cemeti berkali-kali dengan keras sampai kuda gemuk itu.” Marilla tak menjawabnya. terpacu keras melangkah dengan kecepatan yang mengejutkan sepanjang jalan setapak. Marilla melihat ke belakang pada saat kereta terpelanting dan melihat Matthew yang menjengkelkan sedang bersandar di gerbang. Matthew mengikatkan kuda pada kereta lalu Marilla dan Anne berangkat. Aku hanya akan memikirkan perjalanan ini. Aku akan menyiapkan teh untukmu dan akan pulang pada waktunya untuk memerah sapi. “Apa aku bisa gunakan kuda dan keretanya sore ini. Tapi apa yang bisa dilakukan menghadapi laki-laki yang hanya MEMANDANG?” Anne kembali melamun. kamu harus membulatkan tekad dengan TEGUH. Karena itu seseorang bisa menjawabnya atau membantahnya. Marilla menangkap pandangan itu dan berkata tegas: “Aku akan pergi ke White Sands dan membereskan masalah ini. yang tak biasa mendapat perlakuan seperti itu. dengan dagu ditopangkan di tangan dan mata memandangi langit. memandangi mereka dengan sedih. dan aku berkata padanya mungkin akan mempekerjakannya musim panas ini.segala sesuatu.” kata Anne penuh rahasia. lihat. kelihatannya tak mengkhususkannya pada siapapun: “Little Jerry Buote dari Creek ada di sini tadi pagi. Di sana Marilla meninggalkannya sampai makan malam sudah tersedia di meja. Aku tak akan memikirkan kepulanganku ke panti selama dalam perjalanan. itu ada bunga mawar liar yang baru mekar! Indah sekali kan? Tidakkah anda berpikir sangat menggembirakan menjadi 29 . Tentu saja. Oh. ketika Marilla kembali dari ruang bawah tanah. Matthew membukakan gerbang halaman untuk mereka dan begitu mereka melaluinya dengan pelan. Sudah jadi pengalamanku bahwa kamu hampir selalu bisa menikmati apapun kalau kamu membulatkan tekad kuat bahwa kamu bisa. Aku akan mengajak Anne dan Nyonya. ia berkata. Matthew?” tanya Marilla.

Dan bukankah pink warna yang paling mempesona di dunia? Aku menyukainya. dan berhubung jelas-jelas kau cenderung banyak omong maka sebaiknya kau juga menceritakan padaku apa yang kau tahu tentang dirimu sendiri. tapi tak bisa memakainya. dan aku mengucapkannya untuk menghibur diri kapanpun aku merasakan kekecewaan. “dan aku tak harus memikirkan bahwa itu mungkin juga masalahmu. “Apakah jalan itu seindah kedengarannya? Begitu anda berkata ‘jalan pantai’ aku melihatnya dalam gambar di pikiranku. karena kedengarannya sangat manis dan romantis. “Mengapa.” “Jalan pantai kedengaran menyenangkan. “Well. kemudian menjadi warna lain begitu ia tumbuh besar?” “Tidak. “Jika anda membiarkanku bercerita tentang apa yang AKU KHAYALKAN tentang diriku anda akan berpikir kalau itu lebih sangat menarik. ya kan? Aku agak senang bisa punya satu. itu salah satu harapan yang sudah berlalu. Nama itu terdengar seperti musik. tapi aku tak terlalui menyukainya seperti menyukai Avonlea. ‘Hidupku seperti timbunan harapan-harapan terpendam.” sahut Marilla.” Anne menghela napas. anda tahu. Berapa jauh perjalanan ke White Sands?” “Sekitar lima mil. secepat itu! Dan White Sands juga nama yang bagus. Avonlea adalah nama yang indah.” kata Anne semangat.” kata Anne penuh khayal.” “Oh. aku tak ingat pernah mengenalnya. jika itu yang kau maksud dengan Lake of Shining Waters-mu. seakan aku adalah pahlawan wanita dalam sebuah buku. Orang berambut merah tak bisa memakai warna pink.” “Aku tak melihat mana bagian diriku yang menyenangkan. Apakah hari ini kita akan menyeberangi The Lake of Shining Waters?” “Kita tak akan melintasi kolam Barry.” sahut Marilla kejam. Aku gemar sekali halhal yang romantis. Apakah anda mengenal ada orang yang berambut merah di masa kecilnya. bahkan tidak dalam khayalan. apa yang AKU TAHU tentang diriku bukanlah hal yang sangat penting untuk diceritakan. dan timbunan penuh dengan harapan-harapan terpendam adalah tentang seromantis hal yang bisa dibayangkan seseorang. Kita akan melalui jalan pantai.” 30 .sekuntum mawar? Bukankah akan menyenangkan kalau mawar bisa berbicara? Aku yakin mereka akan bercerita hal-hal yang menyenangkan pada kita.’ Itu kalimat yang pernah aku baca dalam sebuah buku.

aku akan sangat sedih jika aku pikir aku telah membuatnya kecewa— karena ia hidup tak lama lagi setelah itu. Thomas bingung membawaku kemana. Anda lihat. tubuhku kurus kering dan yang nampak hanya mata. Tampaknya ini sudah takdirku. bahkan tak ada seorangpun yang menginginkanku sejak saat itu. dan ia adalah guru di SMA Bolingbroke.” kata Anne. Thomas bilang aku bayi paling tak menarik yang pernah dilihatnya. “Well. Nov Scotia. Mulailah dari awal.” Anne tampak banyak pikiran. Aku pikir di rumah itu pasti ada kamperfuli di jendela ruang tamunya. ya kan? Dan ayah meninggal empat hari kemudian juga karena demam. Ia meninggal karena demam ketika aku baru berumur tiga bulan. Ayah dan ibu dua-duanya berasal dari daerah yang sangat jauh dan sudah jadi rahasia umum mereka berdua tak memiliki seorang pun sanak saudara yang masih hidup. tentu saja. pohon lilac di halaman depan dan bunga lily dari lembah begitu memasuki gerbang.”Aku pernah baca dalam satu buku bahwa mawar dengan nama lain akan sama harumnya. Bukankah akan sangat memalukan punya ayah bernama—well. Aku tak pernah melihat rumah itu. Dimana kau dilahirkan dan berapa umurmu?” “Maret lalu aku berumur sebelas tahun. Tetaplah pada kenyataan yang menjemukan. meskipun ia miskin dan bersuamikan pemabuk. Well. Ia membesarkanku dengan tangannya sendiri. meskipun begitu ibuku menganggap aku sangat cantik. katakanlah Jedediah?” “Aku rasa tak masalah siapa pun nama seseorang selama dia bersikap menjadi dirinya sendiri. Aku lahir di rumah itu. Aku tak yakin sekuntum mawar AKAN sama indahnya bila dinamakan tumbuhan berduri ataupun kol kurang ajar.Seorang suami cukup punya tanggung jawab. aku tak mau mendengarkan khayalanmu. tapi aku yakin itu hal yang berbeda. Bukankah Walter dan Bertha nama yang indah? Aku gembira sekali kedua orangtuaku memiliki nama yang bagus. Apakah anda tahu bedanya 31 . jadi Nyonya. Thomas bilang ia akan mengasuhku. Aku pikir sangat manis mengucapkan kata ‘ibu’. dan gorden tipis di semua jendela. Akhirnya Nyonya. Nyonya. Gorden yang tipis memungkin udara masuk ke rumah. Ayahku bernama Walter Shirley. Aku rasa ayahku adalah pria yang baik sekalipun ia dipanggil Jedediah.” kata Marilla. tapi aku sudah membayangkannya berkali-kali. menerima kenyataan yang menjemukan dengan helaan napas kecil.“Tidak. Ibuku bernama Bertha Shirley. ibuku juga guru di SMA. begitulah. Kemudian mereka tinggal di sebuah rumah kuning yang sangat-sangat kecil di Bolingbroke. tapi ketika ayah menikahinya ia berhenti mengajar. merasa terpanggil untuk menanamkan nilai-nilai moral yang baik dan berguna. Mestinya aku pikir seorang ibu bisa jadi seorang penilai yang lebih baik ketimbang seorang wanita miskin yang masuk ke semak belukar. Nyonya. Itu membuatku menjadi yatim piatu dan sanak saudara pun tak ada lagi. Ya. tapi aku tak pernah mempercayainya. Thomas bilang mereka dulunya adalah sepasang bayi yang sama miskinnya dengan tikus-tikus gereja. aku tak tahu. “Dan aku lahir di Bolingbroke. ya kan? Bagaimanapun aku gembira ia puas dengan adanya aku. Aku sangat berharap ia bisa hidup lebih lama lagi agar aku bisa mengingat pernah memanggilnya ibu.

Jelas dia tak suka membicarakan pengalamannya di lingkungan yang tak menginginkannya. karena tak ada seorang pun yang mau mengasuhku. Thomas kehabisan akal. Nyonya.” “Anne menyudahinya dengan helaan napas. Hammond selama dua tahun. Ia melahirkan anak kembar tiga kali. Thomas dan anak-anak. Hammond menceraiberaikan keluarganya. Ketika aku pergi ke seberang kami jadi sangat jauh dari sekolah hingga aku tak sanggup berjalan ke sana pada musim dingin sedangkan pada musim panas sekolah libur. jadi aku cuma bisa pergi waktu musim semi dan gugur. karena melihat aku dekat dengan anak-anak. ‘Edinburgh after Flodden’. Hammond meninggal dan Nyonya. Hammond begitu pasangan kembar terakhir lahir. Ia membagikan anak-anaknya pada kelurga besarnya dan pergi ke States. Tuan. dan aku tinggal bersama mereka sampai aku berumur delapan tahun. kehilangan ‘Lady of the Lake’ dan kebanyakan ‘The Seasons’ karya James Thompson. lalu aku ikut ke seberang untuk tinggal dengannya di sebuah tanah kecil dekat tanggul-tanggul. Tidakkah 32 . Spencer datang. Aku yakin tak akan pernah membayangkan tinggal di sana dalam khayalanku. Mereka yang di panti juga tak mau. Tapi tentu saja aku bersekolah ketika di panti asuhan. Hammond memiliki delapan orang anak. Aku cukup bisa membaca dan aku tahu banyak penggalan puisi dari lubuk hati—‘The Battle of Hohenlinden’. Tempat itu sepi sekali. Hammond bekerja di sebuah kilang gergaji kecil di sana. Thomas tewas terjatuh di bawah kereta api dan ibunya menawarkan untuk menjemput Nyonya. ia jadi bingung harus membawaku kemana. Thomas. Dan Nyonya. Tapi mereka harus mengambilku dan aku berada di sana selama empat bulan sampai Nyonya. tapi ia tak menginginkanku.dibesarkan dengan usaha sendiri membuat orang itu lebih baik dari yang lain? Karena setiap kali aku bandel Nyonya. Thomas akan bertanya bagaimana aku bisa menjadi anak nakal seperti itu padahal ia telah berusaha membesarkanku dengan usaha kerasnya—agak penuh celaan. Thomas pindah dari Bolingbroke ke Marysville. Pada dasarnya aku menyukai bayi. Kemudian Tuan. dengan keringanan saat ini. Aku membantu menjagai anak-anak keluarga Thomas—ada empat orang yang lebih kecil dariku —dan bisa kupastikan sungguh sulit menjaga mereka. dan Nyonya. Hammond dari seberang sungai datang dan berkata ia akan mengasuhku. Kemudian Nyonya. Aku benar-benar memberitahu Nyonya. “Tak lama. mereka bilang di sana sudah terlalu penuh. ‘Bingen of the Rhine’. “Aku tinggal di seberang sungai dengan Nyonya. Aku sudah sangat lelah menjaga mereka. “Pernahkah kau bersekolah?” Marilla bertanya lebih lanjut. Aku harus pergi ke panti asuhan di Hopeton. Aku bersekolah sebentar di tahun terakhir aku tinggal dengan Nyonya. mengarahkan kuda ke jalanan pantai. “Tuan. tapi tiga pasang anak kembar berurutan kurasa TERLALU BERLEBIHAN. kemudian Tuan.

dan sunyi-senyap. Wajah kecilnya yang sensitif tiba-tiba menjadi merah padam dan tampak malu. sangat dekat dengan jalur dimana kuda betina tak terlalu siaga dibandingkan kuda coklat yang mungkin bisa menguji nyali orang yang berada di belakangnya. Anda lihat. Tak heran dia begitu senang akan mempunyai rumah yang nyata. “Pernah suatu kali. Betapa hidupnya sangat kekurangan cinta—kehidupan yang menjemukan. Tuan. Tiba-tiba hatinya menjadi kasihan pada anak itu. liar.” pikir Marilla. sayapnya bercahaya seperti perak dalam sinar matahari.” Marilla tak bertanya lagi. Dan tak ada kata-kata kasar atau pun slang dalam pembicaraannya. dan diabaikan. bangun dari kesunyian yang sangat-sangat lama. ketika aku tinggal di Marysville. “tapi dia bisa dilatih untuk tak seperti itu. Anda tahu. karena Marilla cukup cerdas menarik benang merah dari cerita Anne dengan kenyataan sebenarnya. tampak tak menarik lagi karena bertahun-tahun harus bertarung dengan angin teluk. Hammond—baik kepadamu?” tanya Marilla. “Oh. Marilla. Thomas menyewa sebuah kereta cepat dan mengajak kami semua menghabiskan hari di pantai yang jauhnya sepuluh mil. Bagaimana jika ia. mereka bermaksud begitu—aku tahu bermaksud sebaik mungkin. “Dia terlalu banyak omong.” Di sebelah kanan. Aku menikmati setiap 33 . sangat sulit memiliki seorang suami pemabuk. bukankah begitu? Tapi aku merasa yakin mereka bermaksud baik padaku.” Jalanan sepanjang pantai tampak “seperti hutan. banyak yang harus mereka urus. dan anak itu tampak manis dan dapat diajari. Dia seperti seorang lady. Tentu saja. tumbuh dengan rapat. kan?” kata Anne. Ketika orang bermaksud baik pada anda.anda menyukai puisi yang memberikan sensasi rasa kerutan ke atas dan ke bawah di punggung anda? Ada sepenggal di the Fifth Reader—‘The Downfall of Poland’—yang sangat menggetarkan jiwa. bercahaya dan biru. semak-semak pohon fir. Thomas dan Nyonya. Di sebelah kiri ada tebing curam berbatu-pasir merah tajam. Sayang sekali dia harus dipulangkan kembali. di seberang tampak laut. memberi hati pada keinginan tak wajar Matthew dan membiarkannya tinggal? Matthew telah mempersiapkannya. miskin. Mungkin saudara-saudaranya baik.” Anne bimbang. “O-o-o-h.” “Apakah ibu-ibu itu—Nyonya. aku tak sampai di the Fifth Reader—aku hanya sampai di the Fourth—tapi anak perempuan dewasa pernah meminjamkannya untuk kubaca. Di dasar tebing curam terdapat batu karang yang hancur karena ombak besar atau teluk kecil penuh pasir bertatahkan kerikil laksana permata dari lautan. Anne sendiri terdiam karena kegirangan berada di jalanan sepanjang pantai dan Marilla dalam lamunannya yang mendalam mengarahkan kuda dengan tak menentu. dan juga melahirkan bayi kembar tiga kali berturut-turut. anda tak akan keberatan ketika pada kenyataannya mereka tak terlalu baik—setiap saat. “Laut itu menakjubkan sekali. di atasnya burung camar terbang tinggi. melihati Anne dengan sudut matanya.

Bisa anda beritahu aku di depan itu bangunan besar apa?” “Itu Hotel White Sands. terima kasih. Biasanya banyak orang Amerika yang menginap di sana pada musim panas. “Menurutku sebaiknya kita tinggal sebentar untuk mengistirahatkan kuda. “Bukankah sangat menyenangkan bangun pagi saat matahari terbit dan menukik terjun ke dalam air lalu kembali terbang keluar dari laut biru yang indah itu setiap hari. Kami telah mengabari.” “Marilla Cuthbert.” sahut Anne susah.” sahut Anne tanpa senyum. pada waktunya. Matthew dan aku. Spencer. kenyataannya. “Mengapa. tampaknya itu akan menjadi akhir dari segalanya.momen di hari itu. anda tak berkata demikian!” sahut Nyonya. Nyonya. Kami meminta adik anda Robert untuk memberitahu anda kami menginginkan anak laki-laki berumur sepuluh atau sebelas tahun. “kamu orang terakhir yang kunanti hari ini. pada anda untuk membawakan seorang anak laki-laki untuk kami dari panti itu. “Sayang. Anne?” “Aku sebaik yang bisa terlihat. Bagaimanapun juga. Tuan. Spencer susah. sayang. mereka telah sampai di sana. ada kesalahan yang mencurigakan di suatu tempat. Menurut mereka pantai ini lumayan bagus. Spencer. Nyonya. Kirke yang mengelolanya. Ia tampak mulai cemas.” Bab VI – Marilla Membulatkan Tekad Bagaimanapun. Aku selalu mengingatnya dalam mimpi indahku selama bertahun-tahun.” “Aku takut itu adalah kediaman Nyonya. kalau aku tak bisa jadi anak manusia. meskipun aku harus menjaga anak-anak setiap saat. tapi saatnya belum tiba. Tapi laut ini lebih indah dibanding laut Marysville.” kata Marilla. kemudian saat malam kembali terbang ke sarangnya? Oh. dan ketika ia membuka pintu tampak keterkejutan dan penyambutan berbaur di wajahnya yang baik hati.” serunya. “Aku tak mau ke sana. dan aku ke sini untuk mengetahuinya. Spencer tinggal di sebuah rumah besar berwarna kuning di Teluk White Sands. “tapi aku janji pada Matthew akan cepat tiba di rumah. aku bisa membayangkan aku yang melakukannya. Kamu akan mengikat kudamu di dalam? Dan apa kabarmu. Bukankah burung camar-burung camar itu mengagumkan? Maukah anda menjadi burung camar? Aku pikir aku mau—itu. Robert mengabari melalui anaknya Nancy dan dia berkata anda 34 . tapi aku sangat senang bertemu kamu.

” Nyonya. dan anak-anak yang suka bertengkar. Ia hanya mengenal Nyonya. Miss Cuthbert. Nyonya. Nyonya. aku akan masuk dan kita akan membicarakan masalah ini di dalam. “Seorang pekerja dan pengemudi yang sangat mengerikan. Tapi ia pernah mendengar tentangnya. Peter Blewett ada di sini kemarin dan ia bilang betapa ia sangat mengharapkan aku bisa membawakannya seorang anak perempuan untuk membantunya. Bagaimanapun juga. “tapi menurutku tidak harus memulangkannya kembali. “Seharusnya kami sendiri yang pergi menemui anda dan tidak membiarkan pesan penting disampaikan dari mulut ke mulut seperti itu. Peter dikatakan demikian. dan ia merasa sulit mendapatkan bantuan. Sekarang ada kesempatan baik tak terduga baginya untuk lepas dari anak yatim tak diundang itu. Peter mempunyai sebuah keluarga besar. “Dia memang berkata demikian.” Flora menguatkan dengan sungguh. jelas itu bukan kesalahanku. juga keluarga yang tidak sopan. Spencer yang tampak berpikir keras. dan ia bahkan tak merasa gembira. “Well. da pembantu perempuan yang diberhentikan menceritakan hal-hal yang menakutkan tentang watak dan kekikirannya. Miss Cuthber.” Marilla tak tampak seolah ia berpikir Tuhan berperan banyak dalam masalah ini. Bisakah kita mengirim anak ini kembali ke panti? Aku rasa mereka akan mengambilnya kembali. anda tahu. Peter Blewett sekilas sebagai seorang wanita berwajah seperti orang yang suka marah dan bertubuh kecil tanpa sedikitpun lemak di dagingnya.” lanjut Nyonya. “Aku sangat menyesal. “Sangat disayangkan. ya kan?” “Aku rasa juga begitu.” “Itu salah kami sendiri. Anne akan menjadi sangat perempuan bagi anda. “Dan jika saja tak ada kedatangan Nyonya. Nancy memang sangat tidak keruan. Aku sering memarahinya karena kelalaiannya.” kata Nyonya. Tiba-tiba Marilla merasa berat melepas Anne. Aku melakukan yang terbaik yang aku bisa dan aku pikir telah mengikuti instruksimu. Aku rasa ini sudah ditakdirkan. tapi anda lihat. tergesa mengajak tamunya dari ruang depan ke ruang tamu. kesalahan telah terjadi dan yang harus dilakukan adalah menyelesaikannya.menginginkan seorang anak perempuan—bukan begitu Flora Jane?” tambahnya menegaskan pada anaknya yang baru keluar. Spencer. Spencer. “Ini sungguh merupakan 35 . dimana dingin yang mematikan menyerang mereka seolah udara tertahan sangat lama dalam kegelapan.” katanya. Peter di saat berkah ini!” seru Nyonya. nyaris menyebabkan kebuntuan karena kehilangan setiap partikel kehangatan yang pernah ada.” Marilla menyerah.

Blewett. karena kita bisa langsung menyelesaikan masalah ini. Blewett bagai seseorang yang terpesona. aku pikir dia akan jadi milik anda. jika aku mengambilmu kamu harus jadi anak yang baik. Miss Cuthbert. setelah berhasil mengatasi kebuntuan.” Marilla melihat Anne dan pandangannya melembut pada wajah pucatnya yang masih membisu penuh kesengsaraan—kesengsaraan seorang makhluk kecil tak berdaya yang menemukan dirinya sekali lagi terperangkap dari hal yang dia ingin lari dirinya. maka hal itu akan terus membayanginya sampai hari kematiannya tiba. Untuk menyerahkan seorang anak yang sensitif. Biarkan ku ambil topimu. tak berani membuat syarat apa pun untuk pengejaannya. Ijinkan aku permisi sebentar. Spencer kembali.keberuntungan.” Nyonya. Spencer mengibaskan tangannya. Anne duduk diam di sofa. memandang Nyonya. Flora Jane. Aku lupa memberitahu Flora Jane untuk mengeluarkan roti kismis dari oven. Kami baru mengatakan betapa beruntungnya anda datang. Miss Cuthbert. Terlebih. mengalir dengan cepat dan bercahaya. “dan aku sebelas tahun. keluarlah dan panaskan ceret. benar-benar mampu menggoyahkan setiap kesulitan. Nyonya. Dia mulai takut tak dapat menahan airmatanya ketika Nyonya. Aku tak tahu tapi orang yang kurus adalah yag terbaik. Ambillah kursi.” “Humph! Kamu tak nampak seolah ada banyak untukmu. fisik. Begitulah aku diberitahu. Dan Nyonya. Tapi tampaknya sebenarnya mereka menginginkan anak laki-laki. ia tidak suka Nyonya. Marilla merasakan keyakinan yang tak menyenangkan bahwa. Aku mengharapkan kamu bisa mendapat penghasilan sendiri. Jadi jika anda masih berpikiran seperti kemarin. Selamat sore. Blewett. Cuthbert mau mengadopsi seorang anak perempuan. “Berapa umurmu dan siapa namamu?” tanyanya. “Aku menangkap bahwa Tuan.” katanya. aku rasa aku juga akan mengambilnya dari anda. dan aku sudah sangat lelah mengurusinya. Jika boleh aku akan membawanya pulang sekarang juga. bermatatajam ini? Ia merasa ada benjolan di tenggorokannya dan matanya terasa sangat pedih. berperasaan halus kepada wanita seperti itu! Tidak. Tapi kamu kurus. ia tak bisa mempertanggungjawabkannya! 36 . kau duduk di sini di sofa dan jangan bergoyanggoyang. Anne. Bayi itu sangat suka membantah. Nyonya. “Anne Shirley. Blewett. Apakah ia akan diberikan untuk diasuh oleh wanita berwajah-tegas. Biar ku perkenalkan dua orang wanita pada anda. mental atau pun spiritual.” anak yang mulai menciut nyalinya itu terbata menjawab. “Tampaknya telah terjadi kesalahan dengan anak ini.” Nyonya. kamu tahu—baik dan pintar juga penuh hormat. Blewett. Blewett menyapukan pandangannya ke Anne dari kepala sampai kaki. Miss Cuthbert. jika ia menyangkal daya tarik dari wajah itu. Ya. dan tak ada kesalahan mengenai itu. Well. Nyonya. dengan tangan tergenggam erat di pangkuan.

sinar fajar tampak merekah di wajah Anne.” “Lebih baik aku kembali ke panti daripada harus tinggal bersamanya. kendalikan lidahmu dan bersikaplah sebagaimana seharusnya anak yang baik. Blewett?” “Aku rasa seharusnya memang begitu. “Aku tak mengatakan bahwa Matthew dan aku telah benar-benar memutuskan tak akan mengasuhnya. Miss Cuthbert. Awalnya keputusasaan tampak memudar. dan. “Oh.Blewett tak ramah. Aku rasa seharusnya aku tak memutuskan sesuatu tanpa melibatkannya. kami akan membawa atau mengirimnya untuk anda besok malam. dia muncul dan berlari melintasi ruangan ke arah Marilla. “Ia benar-benar tampak seperti—seperti alat bor.“Well. 37 . Spencer dan Nyonya. Selama Marilla berbicara.” sahut Anne. Blewett keluar mencari tahu resep terakhir yang akan dipinjam. Anne. kembali dengan tenang ke sofa nya.” sahut Anne menggebu. Jika kami sudah membulatkan tekad untuk tidak mengasuhnya.” sahut Nyonya.” sahutnya perlahan. jika kau tak bisa membedakan mana kenyataan dan mana bukan. Bisakah begitu. benarkah anda mengatakan mungkin akan mengizinkanku tinggal di Green Gables?” tanyanya.” “Aku akan mencoba melakukan dan menjadi seperti apa pun yang anda inginkan. kemudian pelan tapi pasti sinar harapan mulai membayang. “Benarkah anda berkata begitu? Atau hanya dalam khayalanku anda berbicara seperti itu?” “Aku pikir sebaiknya kau mengendalikan khayalan-khayalanmu. Roman wajah anak itu benar-benar berubah. kamu memang mendengarku mengatakannya dan hanya itu tak lebih. Aku bisa bilang kenyataannya Matthew cenderung ingin mengasuhnya. ketika Nyonya. “Ya. seakan bila berbicara dengan keras bisa menghancurkan kemungkinan yang sangat menyenangkan itu. Dia jelas lebih membutuhkanmu daripada aku. aku tidak tahu. sesaat kemudian. Aku hanya datang untuk mengetahui bagaimana kesalahan itu bisa terjadi. “Kembalilah dan duduk tenang. Jika kami tak melakukannya berarti dia akan tinggal bersama kami. “Anak kecil sepertimu seharusnya malu berbicara seperti itu tentang seorang wanita dan orang tak dikenal.” sahut Marilla dengah marah. Aku pikir sebaiknya aku mengajaknya kembali pulang ke rumah dan membicarakannya dengan Matthew. Blewett membawamu.” katanya berat.” Marilla berusaha menutupi senyumnya dengan menegur Anne karena bicara seperti itu. Nyonya. jika anda akan mengasuhku. sekarang matanya semakin dalam dan terang laksana bintang pagi. Hal itu belum diputuskan dan mungkin akhirnya kami menyimpulkan untuk membiarkan Nyonya. dalam bisikan nyaris tanpa napas.

“Dia akan menjadi sangat 38 . Dan sejak melihat kau tampak menginginkannya. Kemudian ia menceritakan dengan singkat mengenai Anne dan hasil pembicaraan dengan Nyonya. sejauh yang aku amati.” aku Marilla. Marilla. dan aku berani menjamin akan membuat kekacauan dala hal ini. “Aku tak akan memberikan anjing yang kusuka pada wanita Blewett itu. Jadi biarkan saja aku yang mengurusnya. untuk menunjukkan ketaksukaannya pada pendapat Matthew mengenai hal-hal ‘berbau’ keperempuanan. sampai mereka berdua berada di halaman di belakang gudang perahan susu sapi. pada Matthew. cukup. Aku telah memikirkan ide itu sampai aku mendapat kebaikan karena pernah memikirkannya.” Matthew berkata dengan semangat yang tak biasa. yang berhubungan dengan masalah itu.” Wajah Matthew yang pemalu berseri senang. Ia telah menduga akan melihat perasaan lega tergambar di wajah Matthew ketika ia melihatnya paling tidak membawa Anne kembali pulang bersamanya.” “Cukup. Ketika aku gagal maka ada cukup waktu untukmu ambil alih kendali. Marilla. tapi aku rasa ia lebih tahu daripada seorang sarjana tua.” ungkapnya. Matthew. Dan ingat. terutama anak perempuan. aku kira kau akan mengerti duduk persoalannya. Aku belum pernah membesarkan seorang anak.” katanya. “Hanya bersikap baiklah padanya semampumu tanpa memanjakannya. dan berjalan ke toko susu dengan membawa ember. dia boleh tinggal. Dari kejauhan Marilla telah mengetahui Matthew sedang mencari-cari dan menerka apa alasan ia melakukannya. “Well sekarang.” sahut Matthew menenangkan. Spencer. ketika sedang menyaring susu ke dalam tempat susu. “tapi begitulah atau kita sendiri yang mengasuhnya. Aku punya pikiran ia bisa jadi teman yang bisa kau ajak lakukan apa pun jika saja kau bisa membuatnya mencintaimu. terserah kau saja. “tapi aku yang akan melatihnya bisa seperti itu.Ketika mereka tiba kembali di Green Gables malam itu. Matthew. “Aku sendiri tak suka gayanya.” Marilla mendengus. aku rasa aku akan—atau harus begitu juga. Matthew.” “Akan lebih tepat jika kau katakan dia anak kecil yang berguna. “Aku tak akan memberitahunya malam ini bahwa dia boleh tinggal. Tapi aku melakukan yang terbaik.” jawab Marilla tepat. kau tak boleh mencampuri metodeku. Mungkin seorang pelayan tua tak tahu banyak bagaimana caranya membesarkan seorang anak. Tapi Marilla tak mengatakan apa pun. Matthew bertemu mereka di jalan. “Dia anak kecil yang menarik. Tampaknya hanya seperti sebuah tugas.

” ungkap Anne. aku bisa saja lupa. Begitu kau membuka baju lalu lipatlah dengan rapi dan letakkan di atas kursi. Marilla tampak sedikit lega. Anne. dan aku tak akan membolehkannya sama sekali. aku bisa sangat tergesa tidur dengan baik dan tenang lalu membayangkan berbagai hal. Marilla tampak sangat terkejut. tapi tak semengejutkan ketika Matthew lah yang menjadi pangkal dari segalanya. apa maksudmu? Tak pernahkah kau diajarkan untuk berdoa? Tuhan selalu menginginkan anak-anak kecil mengucapkan doanya.’” Anne merespon dengan cepat dan fasih. Itu adalah kebiasaan yag sangat tidak rapi. abadi dan tak dapat diubah.” Bab VII – Anne Mengatakan Doa-doanya Ketika Marilla membawa Anne tidur malam itu ia berkata dengan tegas: “Sekarang. “Oke. Mereka selalu membuat kami melakukannya di panti. kau sungguh terlibat dalamnya. “Jadi kau memang mengetahui sesuatu. dalam wujud Nya. keadilan.senang sampai-sampai tak bisa tidur sekejap pun. Tak tahukah kau siapa Tuhan.” sahut Anne. suatu waktu. Meskipun begitu. kesucian. Di mana kau mempelajarinya?” 39 .” “Kau harus memiliki ingatan yang lebih baik jika tinggal di sini. “Malam ini aku akan melipatnya dengan bagus. kita telah memutuskan untuk mencobanya dan hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi kemudian. kebaikan. “Kenapa. Marilla Cuthbert. tampaknya memang harus seperti itu. kekuatan. ia yang selalu tampak memiliki kekhawatiran yang mengerikan pada anak perempuananak perempuan kecil. aku tahu semalam kau mencampakkan semua baju yang kau tanggalkan ke lantai. Bagaimanapun juga.” “Aku tak pernah berdoa apa pun. Sekarang berdoalah dan pergilah tidur. tak berbatas.” Marilla menasehati. Anne. dan kebenaran. Pernah kau membayangkan akan menjumpai hari saat kau mengadopsi seorang anak yatim perempuan? Ini cukup mengejutkan. kebijaksanaan. Aku sama sekali tak membutuhkan anak perempuan yang tidak rapi. Anne?” “’Tuhan adalah roh.” “Semalam pikiranku sangat tersiksa jadi aku sama sekali tak mempedulikan pakaian-pakaianku. syukurlah! Kau bukan orang yang tak beragama.

“Orang yang tak berambut merah tak tahu apa masalahnya.” Anne menyetujuinya dengan senang hati. Setelah aku berada di tepat tidur aku akan membayangkan sebuah doa yang sangat indah untuk dipanjatkan selalu. dan sejak itu aku tak pernah mempedulikan NYA. Anne berlutut di lutut Marilla dan menengadah dengan serius. abadi. Nyonya. aku siap. dan tak dapat diubah.” “Kau harus berlutut. Well. Apa yang harus kuucapkan?” 40 . ‘Tak berbatas. jika anda ingin aku melakukannya. Aku rasa. “Kau harus berdoa selama kau berada di rumahku. Orang yang harus menjaga anak kembar tak dapat diharapkan bisa berdoa. Mareka menuruh kami mempelajari seluruh pendidikan agama. “Aku akan melakukan apa pun untuk mematuhi anda. Terus terang tak ada waktu untuk dibuang. sekarang aku sudah mulai memikirkannya. Tapi anda harus memberitahu apa yang harus kuucapkan kali ini.” kata Marilla sedikit malu.’ Bukankah itu sangat agung? Seperti ada suaranya—sama seperti permainan sebuah organ besar. tapi kedengarannya memang seperti itu. hutan. Sekarang. Anne—kita sedang membahas mengenai pengungkapan doa-doamu. sejujurnya apakah anda pikir mereka bisa melakukannya?” Marilla memutuskan bahwa pelatihan keagamaan untuk Anne harus dimulai saat itu juga. anda tak bisa menyebutnya puisi. Aku yakin itu akan sangat menarik. Tidakkah kau tahu bahwa tak mengucapkan doa setiap malam merupakan suat hal yang sangat buruk? Aku takut kau adalah anak kecil yang sangat tidak baik. Anne.” “Mengapa. Aku akan keluar sendirian ke sebuah lapangan yang sangat besar atau ke dalam.” sahut Anne menyalahkan. di Sekolah-Minggu panti. Ada yang bagus dari beberapa kata.“Oh. dan aku akan menengadah ke langit—tinggi—tinggi—tinggi—ke langit biru yang indah itu yang birunya tampak seakan tak berujung. Thomas bilang padaku bahwa Tuhan SENGAJA membuat rambutku merah. Aku lumayan menyukainya. tentu saja. Dan bagaimanapun juga pada malam hari aku selalu terlalu lelah hanya untuk mengucapkan doa.” “Anda akan tahu bahwa lebih mudah menjadi buruk daripada baik jika anda memiliki rambut berwarna merah. ya kan?” “Kita tidak sedang membicarakan puisi. Lalu aku akan sangat MENGHAYATI sebuah doa. dalam. “Mengapa orang harus berlutut untuk berdoa?” Jika aku benar-benar mau berdoa aku akan memberitahu apa yang akan kulakukan.

ya kan?—begitulah pendeta melakukannya. Ia mengangkat Anne ke atas tempat tidur. Aku sungguh sangat berterima kasih untuk itu semua.” Marilla yang malang hanya tak sampai pingsan dengan mengingat bahwa itu bukanlah ketidaksopanan. “Panjatkan saja pujian bagi Tuhan untuk anugerah yang diberikan untukmu dan minta padanya dengan rendah hati segala sesuatu yang kau inginkan. “Tuhan Yang Maha Pengasih. menyembunyikan wajahnya dalam pangkuan Marilla. Begitu juga untuk hal yang kuinginkan. aku akan melakukan yang terbaik. Tolong ijinkan aku tinggal di Green Gables. selera humor yang samar—yang merupakan nama lain dari rasa kecocokan dengan sesuatu.” “Well. Apakah menurut anda akan ada bedanya?” 41 . sejak ia tak pernah membiarkannya diterjemahkan melalui perantara cinta manusia. jadi aku rasa boleh saja memanjatkan doa pribadi. “Sekian. Seharusnya aku mengucapkan. Aku lupa. bersumpah dia harus diajarkan sebuah doa keesokan harinya. Ia berniat aakan mengajari Anne cara klasik yang kekanak-kanakan.Marilla merasa lebih malu lagi dari sebelumnya. dan tolong ijinkan aku menjadi cantik ketika aku tumbuh dewasa. “Sekarang aku akan berbaring untuk mulai tidur. ada banyak sekali sehingga akan perlu banyak waktu untuk menyebutnya semua jadi aku hanya akan menyebutkan dua yang terpenting. tapi hanya kebodohan spiritual dari seorang Anne yang mengajukan permohonan aneh ini.” janji Anne. terima kasih untuk the White Way of Delight. ‘Amin’ di bagian ‘dengan rasa hormat’. ya kan?” selanya. Anne Shirley. Dan itulah anugerah yang bisa terpikir olehku tadi untuk kusyukuri. “Dengan rasa hormat. “Kau sudah cukup dewasa untuk berdoa sendiri. bangkit berdiri. Aku masih tetap. the Lake of Shining Waters dan Bonny and the Snow Queen.” Tapi dia punya—seperti yang sudah kuberitahukan. benar-benar tak cocok dengan anak perempuan cantik berbintik di wajah itu yang tak tahu dan tak peduli apa pun tentang cinta Tuhan. “Tuhan Yang Maha Pengasih—begitulah pendeta mengucapkannya di gereja. sembari mengangkat kepalanya sejenak. sudahkah aku melakukannya dengan benar?” dia bertanya dengan semangat. dan itu tiba-tiba terjadi padanya ketika doa kecil sederhana itu. tapi aku rasa sebuah doa harus diakhiri dengan cara khusus. jadi aku memperbaikinya. sakral dengan jubahputih masa kanak-kanaknya di lutut ibu. lalu beranjak meninggalkan kamar dengan lampu menyala ketika Anne memanggilnya kembali.” katanya akhirnya. Anne. “Seharusnya aku bisa membuatnya lebih muluk jika aku punya sedikit lebih banyak waktu lagi untuk memikirkannya. “Aku baru saja memikirkannya.

dia mendekap tangannya erat-erat dan berkata dengan nada memohon: “Oh. hanya masalah waktu seseorang mengadopsi anak itu dan mengajarinya sesuatu. Marilla beranjak ke dapur. well.” 42 .” sahut Anne. “Tidurlah sekarang seperti seorang anak yang baik.” Bab VIII – Pendidikan untuk Anne Dimulai Untuk alasan yang hanya diketahuinya sendiri. tapi akhirnya waktuku telah tiba dan kukira aku hanya harus melakukan yang terbaik. itu yang akan kulakukan. Percayakah kau dia tak pernah berdoa seumur hidupnya sampai malam ini? Besok aku akan mengirimnya ke kepastoran dan meminjam seri the Peep of the Day. Dan dia akan mengikuti Sekolah-Minggu segera setelah aku bisa mendapatkan beberapa baju yang cocok untuknya. Selamat malam. wajahnya merah dan matanya membesar sampai-sampai hampir semuanya hitam. Aku ramalkan akan banyak sekali pekerjaan yang harus kulakukan. Well. Dia nyaris menjadi seorang yang benar-benar tanpa agama. mau bekerja dan cepat belajar. Tolong beritahu aku. Ketika Anne telah menyelesaikan tugasnya mencuci piring makan malam tibatiba dia menemui Marilla dengan ekspresi seseorang yang merasa sangat terpaksa mempelajari hal terburuk. kita tak mungkin hidup di dunia ini tanpa mendapat masalah. sambil memeluk bantal-bantalnya. Perasaan itu sangat menyiksaku. Marilla tak memberitahu Anne bahwa dia akan tinggal di Green Gables sampai esok sore. meletakkan lilin di atas meja. “Matthew.” “Malam ini aku bisa mengucapkan selamat malam dengan sepenuh jiwa. maukah anda memberitahuku apakah anda akan mengirimku besok atau tidak? Aku telah berusaha untuk sabar sepanjang pagi tadi. Sepanjang sore ia menyibukkan anak itu dengan berbagai tugas dan terus mengawasinya selama dia mengerjakan seluruh tugas itu. Pada siang harinya ia menyimpulkan bahwa Anne memang pintar dan penurut. Tubuh kurusnya yang kecil gemetar dari kepala sampai kaki. Miss Cuthbert. Selama ini kehidupanku cukup mudah.“aku—aku rasa tak akan berbeda. tolonglah. lalu membelalakkan mata pada Matthew. kelemahannya yag paling fatal adalah kecenderungannya terbuai lamunan di tengah-tengah tugas yang sedang dikerjakannya dan melupakan seluruh tugasnya itu sampai ia tersadar dengan sgera dengan sebuah jeweran atau teguran. tapi aku benar-benar merasa tak tahan lagi untuk tidak mengetahuinya.” sahut Marilla.

Itu akan menjadi pekerjaan yang sulit. Kau harus ke sekolah.” protes Anne. Ya. panggil aku Marilla saja. kukira. Thomas sering mengatakan aku sangat nakal. “Aku rasa tak akan ada rasa tak hormat jika kau berusaha berbicara dengan peuh hormat.” “Aku akan senang memanggil anda Aunt Marilla. “Aku tak tahu kenapa.” Anne pergi dan menyelesaikan pekerjaannya.” “Aku harus memanggil anda apa?” tanya Anne. tua dan muda. “Aku sama sekali tak pernah punya seorang bibi atau pun saudara—bahkan tidak juga seorang nenek. SENANG sama sekali bukan kata yang tepat. tapi hanya dua minggu lagi sekolah akan libur dan tak ada gunanya kau mulai sebelum sekolah mulai lagi di Bulan September.” sahut Anne dengan nada bingung. Itu akan membuatku merasa seolah aku benar-benar keluarga anda.” sahut Anne mengiba.” putus Marilla. Aku berusaha menjadi sangat baik. “Duduklah di kursi itu dan coba tenangkan dirimu. Oh. apa masalahnya?” “Aku menangis. Aku senang sesenang-senangnya. Tapi bisakah anda memberitahuku kenapa aku menangis?” “Aku rasa itu karena kau terlalu senang dan bergairah. Aku sangat gembira.” “Akan kedengaran sangat tak hormat dengan hanya menyebut Marilla. Bagaimanapun juga. ini lebih dari sekedar senang. jika kau mencoba menjadi anak yang baik dan menunjukkan dirimu berterima kasih. Aku takut kau terlalu mudah tertawa dan menangis. Aku tak terbiasa dipanggil Miss Cuthbert dan itu akan membuatku gugup. Aku senang dengan the White Way dan pohon cherry yang sedang berbunga— tapi ini! Oh. di Avonlea memanggilku Marilla kecuali pendeta.“Kau belum memanaskan kain pencuci piring dalam air panas yang bersih sebagaimana yang kusuruh. Kenapa. nak. Anne. kau bisa tinggal di sini dan kami akan berusaha memperlakukanmu dengan benar. Lalu dia kembali ke Marilla dan semakin memelaskan wajahnya. Beliau menyebut Miss Cuthbert—ketika beliau memikirkannya.” sahut Marilla tegas. Tak bolehkah aku memanggil anda Aunt Marilla?” 43 . “Haruskah aku selalu menyebut Miss Cuthbert? Bolehkah aku memanggil anda Aunt Marilla?” “Tidak. “Well.” sahut Marilla bernada mencela. Matthew dan aku sudah memutuskan untuk mengasuhmu—itu. karena Nyonya. “Aku rasa aku juga akan memberitahumu. Setiap orang. “Pergilah dan lakukan itu sebelum kau menanyakan hal yang lain lagi. tak menemukan alasan lain untuk terus menunda penjelasannya. aku akan sangat berusaha melakukan yang terbaik.

Anne—pastikan kakimu bersih dan jangan biarkan lalat masuk—dan tunjukkan padaku kartu bergambar yang di rak. “Oh.” “Oh!” Anne menghela napas panjang.” sahut Marilla pedas.” “Tapi kita bisa membayangkan bahwa anda adalah bibiku. aku belum pernah melakukannya. “tapi. Bagaimanapun. Dan itu yang mengingatkanku untuk tak melakukannya. Pernahkah anda mengetahuinya?” “Sekarang ada hal yang harus kau ketahui.” “Pasti aku sangat menyulitkan. Anda tak bisa benar-benar mengharapkan seseorang bisa berdoa dengan baik saat pertama ia mencobanya. Pergilah ke ruang kunjungan. aku bukan bibimu dan aku tak percaya bahwa dengan memanggil nama berarti bukan keluarga. apa pun yang dipikirkan kedua kali tak akan bisa sebagus yang pertama. Di situ terdapat doa-doa dan kau akan menghabiskan waktu senggangmu untuk mempelajarinya luar kepala. “Ketika Tuhan menempatkan kita pada suatu keadaan tertentu Ia tak menginginkan kita untuk membayangkannya. Ia mendapati Anne diam tak bergerak di depan lukisan yang tergantung di dinding antara dua kedua jendela. seperti yang kujanjikan.” kata Anne menyesal. “Tidak. “Apakah anda tak pernah membayangkan suatu hal yang berbeda dari kenyataan sebenarnya?” tanya Anne dengan mata melotot. Dan aku takut tak akan bisa memikirkan doa sebagus itu lagi. dia tak bisa kembali. 44 .” sahut Marilla tegas. anda tahu. betapa banyak yang anda lewatkan!” “Aku tak yakin dengan membayangkan hal-hal yang berbeda dari kenyataan sebenarnya. dengan mata mengawang. Doa itu nyaris sepanjang doa pendeta dan sangat puitis.” Anne segera pergi ke ruang duduk melewati ruang depan. Pergi saja dan lakukan seperti yang kuminta. Cahaya putih dan hijau yang tampak sekilas di antara pepohonan apel dan rimbunan tanaman anggur di luar menyilaukan tubuh kecil yang sedang asyik itu dengan cahaya setengah-tak wajar.“Tidak. setelah menunggu sepuluh menit Marilla meletakkan rajutannya dan mengikuti Anne dengan ekspresi kejam. Tapi akankah anda mempercayainya? Aku tak bisa mengingat satu kata pun begitu terbangun tadi pagi. Tak ada lagi doa seperti yang semalam kudengar. ya kan? Aku memikirkan sebuah doa yang bagus setelah berada di tempat tidur. Anne.” “Aku tak bisa. Miss—Marilla. Ketika aku menyuruhmu melakukan sesuatu aku mau kau menurutiku saat itu juga dan tidak diam tak bergerak lalu malah mendebatkannya.

Aku sungguh tak bermaksud tidak sopan. “Kenapa. Dia tampak sedih dan kesepian. Tapi dia juga mau diberkati. dan langsung mulai mempelajarinya dengan sungguh-sungguh selama beberapa waktu dalam diam.“Anne. 45 . “Christ Blessing Little Children(Tuhan Memberkati Anak-anak Kecil)”—dan aku baru saja membayangkan menjadi bagian dari anak-anak itu—bahwa aku adalah gadis kecil erbaju biru itu. aku rasa kau memang tak bermaksud begitu—tapi kedengarannya tak lazim membicarakan hal yang seperti itu. duduk di sudut dan pelajari doa itu luar kepala. apa yang sedang kau pikirkan?” cecar Marilla tajam. Semua lukisanNya seperti itu. “Itu. Tapi mungkin Dia mengenalinya. Ingat itu. bukannya malah mondar-mandir dan melamun di depan lukisan. Aku yakin sangat mengerti bagaimana perasaannya. berdiri sendirian di sudut seakan ia bukanlah milik siapasiapa. seperti juga aku ketika menanyakan pada anda apakah aku boleh tinggal di sini. menyesal karena tak langsung memotong pembicaraan itu dari tadi. aku rasa aku sudah sesopan mungkin.” “Anne.” katanya. Ambil kartu itu dan langsung bawa ke dapur. berharap tak ada seorang pun yang memperhatikan—kecuali Dia. lalu Dia akan melihatnya dan meletakkan tanganNya di kepalanya dan oh. jika anda memperhatikan.” Anne heran. Sekarang. kan? Aku rasa dia tak punya ayah dan ibu kandung. Jantungnya pasti berdetak kencang dan tangannya menjadi dingin. Dia takut Tuhan tak mengenalinya.” Kata Marilla. ketika aku menyuruhmu mencari sesuatu maka langsung bawa itu padaku. ya kan? Aku sudah berusaha membayangkannya—dia terus bergerak semakin ke pinggir dan semakin dekat sampai berada sangat dekat denganNya. seperti aku. tapi tak mengatakan apa-apa—menumpangkan dagunya di tangan.” Anne menyenderkan kartu itu pada kendi berisi bunga-bunga apel yang dibawanya untuk menghiasi meja makan—Marilla merasa agak bimbang dengan hiasan itu. sungguh kegembiraan yang mendebarkan hati akan terjadi padanya! Tapi aku berharap seniman itu tak melukisNya dengan tampang yang menyedihkan. Anne langsung tersadar. Itu tidak sopan—sangat tidak sopan. jadi dia bergerak perlahan dengan malu-malu di luar kerumunan. Tapi aku tak percaya Dia bisa tampak sangat sedih atau anak-anak akan merasa takut padaNya. menunjuk ke lukisan—judul yang tampak terang. Dan satu hal lagi.” “Well. Anne. “Kau tak boleh bicara begitu.

Tapi aku tak menyukainya. aku harap tidak. Aku telah memimpikan dapat bertemu dengannya seumur hidupku.’ Seperti sebaris kalimat dalam musik.” Anne memandang Marilla melalui celah bunga apel. Miss—Marilla. “apakah menurut anda aku bisa mendapatkan seorang teman karib di Avonlea?” “A—teman yang seperti apa?” “Seorang sahabat karib—seorang teman dekat.“Aku suka yang ini. Tadi dia sedang mengunjungi bibinya di Carmody. lalu belajar dengan rajin beberapa lama lagi. Aku pernah mendengarnya—aku mendengar pengawas Sekolah-Minggu di panti mengucapkannya lebih dari sekali. Ini bukan puisi. Mata dan rambutnya berwarna hitam dan pipinya kemerahan. Rambutku sendiri berwarna merah sudah cukup buruk. anda tahu—seseorang seperti keluarga yang aku bisa mempercayakan isi hatiku paling dalam padanya. “Diana itu seperti apa? Rambutnya tidak merah. ‘Tuhan kami yang bersemayam di arsy sucilah namaMu. kan? Oh. Suaranya cempreng dan ia mengucapkan doa itu dengan penuh duka.” “Well. Oh. Meskipun begitu.” katanya akhirnya. Apakah menurut anda itu mungkin?” “Diana Barry tinggal di Orchard Slope dan dia sebaya denganmu. Nyonya.” sahut Marilla singkat. “Marilla. Anne memiringkan vas bunga apel cukup dekat untuk menciumi lengkungan pink dengan lembut.” tanyanya kemudian.” 46 . tapi banyak impian terindahku yang menjadi nyata pada saat bersamaan. matanya berbinar penuh minat. Ia tak akan membiarkan Diana bermain dengan anak yang tidak baik dan menyenangkan. yang lebih baik dari menjadi seorang yang cantik.” “Diana adalah gadis kecil yang sangat manis. Dia seorang gadis kecil yang manis. tapi doa membuatku merasa seperti membaca puisi. Dan dia baik dan pintar. Aku benar-benar yakin bahwa menurutnya berdoa adalah suatu tugas yang tidak menyenangkan. kau sendiri harus berhati-hati dalam bersikap. tapi aku sungguh tak sanggup jika sahabatku juga berambut merah. aku sangat senang anda membuatku mempelajari ini. pelajarilah dan diamlah. dan mungkin dia bisa menjadi teman mainmu ketika dia pulang. Aku tak merasa sungguh bisa mewujudkannya. Barry seorang wanita yang sangat pemilih. “Doa ini bagus. mungkin ini juga bisa begitu.

Marilla sangat mengutamakan moral mirip the Duchess in Wonderland, dan sangat percaya bahwa orang harus terpaku pada setiap pendapat tentang seorang anak yang sedang beranjak dewasa. Tapi Anne mengenyampingkan moral dan hanya melihat kemungkinan menyenangkan yang tampak. “Oh, aku sangat senang dia manis. Hampir menjadi cantik itu sendiri—dan itu tak mungkin bagiku—akan sangat bagus bisa memiliki seorang sahabat yang cantik. Ketika aku tinggal dengan Nyonya. Thomas ia memiliki sebuah lemari buku berpintu kaca di ruang duduknya. Tak ada satu buku pun di dalamnya; Nyonya. Thomas menyimpan porselin terbagus dan barang antiknya di situ—ketika ia punya barang antik untuk disimpan. Salah satu pintunya telah rusak. Suatu malam Tuan. Thomas memecahkannya karena agak mabuk. Tapi yang satunya lagi masih bagus dan pernah berpura-pura seolah bayanganku di situ adalah seorang gadis kecil lain yang tinggal di dalamnya. Aku menamakannya Katie Maurice, dan kami sangat dekat. Aku pernah berbicara lama dengannya, khususnya Hari Minggu, dan menceritakan semua hal padanya. Katie adalah hiburan dan kesenangan dalam hidupku. Kami berpura-pura seolah lemari buku itu terpesona dan bahwa hanya aku yang tahu apa sandi untuk membuka pintunya dan melangkah masuk ke dalam ruangan tempat Katie tinggal itu, bukan ke rak tempat porselin dan barang antik Nyonya. Thomas diletakkan. Lalu Katie akan menggandengku ke sebuah tempat yang indah, semua bunga-bunga dan matahari dan dongeng, dan kami akan tinggal berbahagia di sana selamalamanya. Ketika aku akan tinggal dengan Nyonya. Hammond, aku sangat sedih karena harus meninggalkan Katie Maurice. Dia juga sangat bersedih, aku tahu dia sedih, karena dia menangis ketika memberikan ciuman perpisahan padaku melalui pintu lemari buku. Tak ada lemari buku di rumah Nyonya. Hammond. Tapi di seberang sungai tak jauh dari rumah terdapat lembah kecil yang sangat panjang dan hijau, dan ada gema terindah di sana. Gema itu akan kembali memantulkan setiap kata yang anda ucapkan, bahkan jika anda tidak mengeraskan suara. Jadi aku membayangkan itu adalah seorang gadis kecil bernama Violetta dan kami adalah teman dekat dan aku menyukainya hampir sama seperti rasa sukaku pada Katie Maurice—tidak persis, tapi hampir, anda tahu. Malam sebelum aku pergi ke panti aku mengucapkan selamat tinggal pada Violetta, dan oh, ucapan selamat tinggalnya padaku terdengar sama sedihnya, nada yang sedih. Aku jadi sangat terpaut padanya sampai-sampai aku tak tega mengkhayalkan seorang sahabat di panti, meski di sana sangat leluasa untuk berkhayal.” “Aku pikir sama saja seperti tak ada,” sahut Marilla acuh tak acuh. “Aku tak setuju hal seperti itu terjadi. Kau tampak hampir mempercayai khayalanmu sendiri. Akan bagus jika kau memiliki seorang sahabat yang nyata agar kau tak lagi memendam omong kosong itu di pikiranmu. Tapi jangan biarkan Nyonya. Barry mendengarmu berbicara tentang Katie Maurice-Katie Maurice dan ViolettaVioletta mu atau ia akan menganggap kau berbohong.”

47

“Oh, aku tak akan membiarkannya. Aku tak bisa menceritakan tentang mereka pada sembarang orang—kenangan tentang mereka terlalu suci untuk itu. Tapi kupikir aku akan membiarkan anda mengetahui tentang mereka. Oh, lihatlah, ada seekor lebah besar baru terjatuh di bunga apel. Coba pikir betapa tempat tinggal yang indah—di sekuntum bunga apel! Berkhayal tidur di situ ketika angin menggoyangkannya. Kalau aku bukan seorang anak manusia kupikir aku akan suka menjadi seekor lebah dan tinggal di antara bunga-bunga.” “Kemarin kau ingin menjadi seekor camar laut,” Marilla mendengus. “Kupikir kau sangat plin-plan. Aku menyuruh mempelajari doa itu dan bukan bicara. Tapi tampaknya tak mungkin akan berhenti bicara jika ada yang akan mendengarkanmu. Jadi pergilah ke kamarmu dan pelajari doa itu.” “Oh, aku tahu sekarang hampir semuanya sudah kupelajari—semuanya kecuali hanya baris terakhir.” “Well, tak apa, lakukan seperti yang kuminta. Pergilah ke kamarmu dan selesaikan belajarmu dengan baik, lalu tetaplah di sana sampai ku panggil untuk membantuku menyiapkan teh.” “Bolehkah kuambil bunga apel untuk menemani?” Anne memohon. “Tidak; kau tak boleh membiarkan kamarmu berantakan dengan bunga-bunga. Seharusnya kau meninggalkannya di pohon tempatnya semula.” “Aku juga sempat berpikir seperti itu,” sahut Anne. “Aku agak merasa seharusnya tak boleh mempersingkat kehidupannya yag indah dengan memetiknya—aku tak akan mau dipetik jika aku adalah sekuntum bunga apel. Tapi godaan itu SANGAT MENARIK. Apa yang akan anda lakukan bila dihadapkan pada sebuah godaan yang sangat menarik?” “Anne, apakah kau dengar aku menyuruhmu pergi ke kamarmu?” Anne menghela napas, beranjak ke loteng timur, dan duduk di kursi dekat jendela. “Cukup—aku tahu doa ini. Aku mempelajari baris terakhir itu tadi ketika di tangga naik ke atas. Sekarang aku akan membayangkan berbagai hal untuk kamar ini jadi hal-hal itu akan terus terbayang. Lantainya ditutupi karpet beludru putih dengan mawar-mawar pink di atasnya dan di jendela terdapat gorden sutra berwarna pink. Dindingnya digantungi dengan permadani hiasan dinding dari kain brokat gold dan silver. Perabotannya dari mahoni. Aku belum pernah melihat mahoni, tapi kedengarannya SANGAT mewah. Sofa ini dipenuhi bantal sutra aneka warna, pink, biru, merah tua dan gold, lalu aku bersandar manis di atasnya. Aku bisa melihat bayanganku di cermin besar dan bagus yang

48

tergantung di dinding. Tubuhku tinggi dan agung seperti ratu, memakai gaun dengan renda-renda putih, dengan sebutir mutiara di dada dan beberapa di rambut. Rambutku segelap tengah malam dan kulitku seterang gading yang pucat. Namaku adalah Lady Cordelia Fitzgerald. Bukan, bukan itu—aku tak bisa membuat NYA tampak nyata.” Dia menari ke arah kaca-kecil dan menampakkan dirinya di kaca itu. Wajahnya yang berbintik dan berhidung mancung serta mata abu-abu yang serius menatapnya balik. “Kau hanyalah seorang Anne dari Green Gables,” katanya sungguh-sungguh, “dan aku melihatmu, seperti apa yang nampak sekarang, kapan pun aku coba membayangkan bahwa aku adalah Lady Cordelia. Tapi jutaan kali lebih menyenangkan menjadi Anne dari Green Gables daripada Anne dari tempat lain di manapun, ya kan?” Dia membungkuk, mencium bayangannya penuh kasih sayang, lalu beranjak ke jendela yang terbuka. “Snow Queen sayang, selamat sore. Selamat sore pepohonan birch yang di lembah. Selamat sore, rumah abu-abu tersayang di atas bukit. Aku bertanyatanya dalam hati akankah Diana menjadi sahabatku. Aku harap dia mau, dan aku akan sangat mencintainya. Tapi aku tak pernah boleh benar-benar melupakan Katie Maurice dan Violetta. Mereka pasti akan sangat terluka bila aku melakukannya dan aku tak suka melukai perasaan siapa pun, meski hanya seorang gadis kecil lemari buku atau pun gadis kecil gema. Aku pasti akan selalu berhati-hati mengingat mereka dan mengrimkan ciuman untuk mereka setiap hari.” Anne meniupkan beberapa ciuman udara dari ujung-ujung jarinya melewati bunga-bunga cherry lalu, dengan tangan menopang dagu, mulai terhanyut dalam lautan lamunan.

Bab IX – Nyonya. Rachel Lynde memang Menakutkan Anne telah berada selama dua minggu di Green Gables sebelum Nyonya. Lynde tiba untuk melakukan pemeriksaan terhadapnya. Nyonya. Rachel, sepantasnya tak disalahkan dalam hal ini. Serangan influenza yang parah dan tidak pada saatnya telah membuat wanita baik itu terkurung di rumahnya sejak saat kunjungan terakhirnya ke Green Gables. Nyonya. Rachel jarang sakit dan cukup membatasi diri terhadap orang sakit; tapi influenza, menurutnya, tidak seperti penyakit dunia lainnya dan hanya bisa diartikan sebagai sebuah kunjungan khusus dari Tuhan. Begitu dokter memperbolehkannya menginjakkan-kaki keluar

49

rumah ia bergegas pergi ke Green Gables, dengan rasa penasaran yang meledak-ledak ingin melihat anak asuh Matthew dan Marilla, karena cemas dengan berbagai macam cerita dan dugaan yang telah tersebar di Avonlea. Anne telah mempergunakan saat-saat paginya dengan baik selama dua minggu itu. Dia telah mengenal setiap pohon dan semak belukar di tempat itu. Dia telah mengetahui ada jalan terbuka di bawah kebun apel dan berlari menyusuri daerah tanah berhutan; dan dia telah menjelajahinya sampai ke ujung terjauh dengan segala tingkah aneh aliran sungai dan jembatan, pepohonan fir dan lengkungan cherry liar, sudut hutan yang dipenuhi pohon pakis, dan jalanan kecil bercabang yang ditumbuhi pepohonan gunung dan maple. Dia telah berteman dengan tumbuhan di lembah—bagian dalam yang menakjubkan itu, tumbuhan tertutup es yang jernih; lembah itu dihiasi batu pasir merah yang halus dan dikelilingi rimbunan paku air yang meneyerupai pohon palem; dan di seberangnya terdapat jembatan merentang di atas aliran sungai. Jembatan itu membuat kaki Anne menari di bukit berhutan di seberang, tempat waktu senja berlangsung lebih lama di bawah lebatnya pepohonan fir dan spruce; bunga yang tumbuh di sana hanyalah bunga “June Bells” lembut dalam jumlah besar, itu adalah bunga yang termalu dan termanis di daerah tanah berhutan, dan beberapa starflower pucat berantena, seperti jiwa musim semi tahun lalu. Samar-samar tampak sarang laba-laba seperti benang di antara pepohonan dan dahan besar serta jumbai-jumbai fir tampak seolah menyambut dengan ramah. Penjelajahan yang menggairahkan itu dilakukannya dalam waktu beberapa kali setengah jam ekstra ketika dia diijinkan untuk bermain, dan Anne menceritakan penemuan-penemuannya pada Matthew dan Marilla yang pura-pura tak mendengar. Matthew tak mengeluh, pastinya; ia mendengarkan semuanya tanpa kata dengan senyum kegembiraan menghiasi wajahnya; Marilla membiarkan saja “celotehan” itu sampai ia sendiri jadi sangat tertarik dengan cerita-cerita Anne, lalu ia segera membungkam Anne dengan perintah kasar untuk tutup mulut. Anne sedang berada di kebun buah ketika Nyonya. Rachel tiba, berkelana dengan pikirannya sendiri melewati rerumputan lebat yang bergoyang dan disiram cahaya senja yang kemerahan-merahan; sehingga wanita yang baik itu punya kesempatan bagus untuk menceritakan penyakitnya dengan legkap, menggambarkan setiap rasa sakit dan denyut nadi dengan sangat gembira sampai-sampai Marilla bahkan berpikir influenza yang dideritanya pasti memberi kepuasan tersendiri. Ketika sudah sangat kelelahan Nyonya. Rachel mengungkapkan tujuan utama kedatangannya. “Aku telah mendengar beberapa hal yang mengejutkan tentang kau dan Matthew.”

50

“Aku rasa kau tak lebih terkejut daripada diriku sendiri,” sahut Marilla. “Sekarang aku sedang mengatasi keterkejutanku.” “Sayang sekali sampai terjadi kesalahan dalam hal ini,” kata Nyonya. Rachel simpatik. “tak bisakah kau mengirimnya kembali pulang?” “Seharusnya bisa, tapi kami memutuskan tak melakukannya. Matthew menyukainya. Dan harus kukatakan aku sendiri menyukainya—meski kuakui dia memiliki beberapa kekurangan. Rumah ini sudah tampak berbeda. Dia benarbenar anak kecil yang periang.” Marilla berkata lebih dari yang direncanakan ketika ia mulai, karena ia melihat raut mencela di wajah Nyonya. Rachel. “Kau sudah menerima sebuah tanggung jawab besar,” wanita itu berkata dengn murung, “terutama karena kau belum pernah berpengalaman dengan anak-anak. Kurasa, kau tak tahu banyak tentangnya atau pun wataknya yang sebenarnya, dan tak tahu anak itu akan jadi seperti apa. Tapi aku bukannya mau mengecilkan hatimu, Marilla.” “Aku tak merasa berkecil hati,” Marilla menjawab acuh tak acuh. “Ketika aku sudah membulatkan tekad untuk melakukan sesuatu maka aku akan tetap memegangnya. Kurasa kau mau melihat Anne. Aku akan memanggilnya masuk.” Anne segera berlari masuk, wajahnya berseri gembira karena penjelajahan di kebuh buah; tapi, karena malu mendapati adanya orang asing yang tak disangkanya, dia berhenti dengan bingung di pintu masuk. Dia benar-benar tampak seperti anak kecil yang aneh dalam balutan pakaian kecil ketat lusuh yang dibawanya dari panti, dibawahnya kaki kurusnya tampak kaku. Bintik-bintik di wajahnya tampak semakin banyak dan kentara dibanding sebelumnya; angin telah mengacak rambutnya yang tak bertopi menjadi sangat awut-awutan, rambutnya tak pernah tampak semerah saat itu. “Well, mereka tak mengambilmu karena wajahmu, itu sudah jelas dan pasti,” Nyonya. Rachel Lynde berkomentar tegas. Nyonya. Rachel adalah salah seorang yang terkenal bangga untuk mengungkapkan pendapatnya tanpa takut atau pun segan. “Dia benar-benar kurus dan tidak cantik, Marilla. Kemarilah, nak, dan biarkan aku memandangmu. Marilla, pernah kah ada yang melihat bintikbintik speperti ini? Dan rambut semerah wortel! Kemarilah, nak.” Anne “pergi ke sana”, tapi tak seperti yang diduga Nyonya. Rachel. Dengan satu lompatan dia melintasi dapur lalu berdiri di depan Nyonya. Rachel, wajah memerah karena marah, bibirnya bergetar, dan seluruh tubuhnya gemetar dari kepala sampai kaki.

51

yang tiba-tiba menangis tersedu. Rachel menakutkan. Bantingan pintu tadi menunjukkan bahwa pintu loteng timur telah ditutup dengan kekuatan yang sama besar. 52 . beranjak cepat ke pintu ruang depan. Rachel. “Anne pergilah ke kamarmu dan tetap di sana sampai aku datang. membantingnya sampai kaleng-kaleng di dinding serambi depan bergemerincing simpati. “Beraninya anda mengatakan hal itu tentang aku?” dia mengulang dengan suara keras. “Beraninya anda mengataiku kurus dan jelek? Beraninya anda mengatakan aku berambut merah dan wajahku berbintik? Anda wanita yang kasar. tak sopan. waspada. Thomas yang pemabuk.“Aku benci anda. berusaha dengan susah payah memulihkan kekuatannya untuk bicara. tangan terkepal. menghembuskan napas dengan rasa marah yang sangat besar. “Well. kau tak akan mengatakan kalau kau membenarkan tingkahnya seperti yang baru saja kita lihat. Tapi Anne tak gentar terus menghadapi Nyonya. tak akan pernah!” Hentakan! Hentakan! “Pernahkah ada yang menemui watak seperti ini!” seru Nyonya. kan?” cecar Nyonya.” dia berteriak dengan suara tercekik. aku tak iri pada tugasmu mengasuhNYA. Marilla. Apa yang dikatakan Anne membuatnya terkejut. menghentakkan kakinya ke lantai. “Bagaimana jika hal-hal itu dikatakan untuk anda? Bagaimana jika anda dikatakan gemuk dan kikuk yang bahkan belum pernah anda bayangkan sebelumnya? Aku tak peduli akan menyakiti perasaan anda dengan mengatakan hal ini! Aku memang berharap bisa melakukannya.” kata Marilla. dengan mata menyala. dan tak berperasaan!” “Anne!” Marilla berseru terkejut.” “Marilla Cuthbert. Anda telah menyakiti perasaanku bahkan lebih parah dari yang pernah dilakukan suami Nyonya. lalu melarikan diri melalui ruang depan dan naik ke atas seperti angin puyuh. Dan karenanya aku TAK AKAN PERNAH memaafkan anda. Anne. Rachel. Rachel marah. Rachel dengan kesungguhan yang tak dapat diungkapkan. “Aku benci anda—aku benci anda—aku benci anda—“ sebuah hentakan yang lebih besar untuk menunjukkan kebenciannya. Marilla membuka mulutnya tak tahu permintaan maaf atau pembelaan apa yang akan disampaikannya.” kata Nyonya. tak akan pernah. “Seharusnya kau tak mengejek tampangnya.

Ini benar-benar pengalaman baru bagiKU. untuk menyenangkan perasaan seorang anak yatim. meskipun aku telah membesarkan sepuluh anak dan dua telah meninggal—kau akan melakukan ‘pembicaraan’ yang kau sebut tadi dengan sedikit menggunakan rotan. “Well. Sayang sekali Anne telah menunjukkan watak seperti itu di depan Nyonya. tidak. harus lebih diperhatikan dari apa pun juga. Tapi kau tak bisa mengharapkan kedatanganku lagi ke sini dalam waktu dekat. Kuharap kau akan sering datang mengunjungiku seperti biasa.” sahut Marilla pelan.-jangan khawatir. Ia tak yakin tega mencambuk seorang anak dengan rotan. Tapi kalau kau mengikuti saranku—yang kurasa tak akan kau ikuti. Lalu bagaimana ia bisa menghukumnya? Saran yang bagus dengan menggunakan rotan—agar lebih efisien seperti pernyataan menjengkelkan dari seluruh anak kandung Nyonya. “Anne. Tidak. Ia merasa sangat risau dengan kejadian yang baru terjadi. Rachel—tak membuat Marilla tertarik. aku tak jengkel. Tapi kita harus memberinya keloggaran. di depan orang lain! Tiba-tiba Marilla menyadari suatu hal yang tak menyenangkan memberikan peringatan keras bahwa ia merasa kelemahan serius watak Anne lebih merupakan penghinaan dibanding kesedihan. selamat malam. Rachel. sama sekali tak sadar dengan sepatu bootnya yang berlumpur di atas seprei.” panggilnya lembut. 53 . Rachel berlalu pergi dengan cepat—jika seorang wanita gemuk yang selalu berjalan gontai BISA dikatakan pergi dengan cepat—lalu Marilla dengan wajah serius beranjak ke loteng timur. Kupikir pastilah ITU akan menjadi bahasa yang paling efektif untuk anak seperti dia. Dia memang sangat nakal dan aku juga harus memberitahunya tentang itu. Dan kau BERSIKAP terlalu keras padanya.” Marilla tak tahan untuk tak mengatakan kalimat terakhir itu. Kau akan mendapat masalah dengan anak itu. meski lagi-lagi ia sendiri terkejut karena melakukannya. “Aku tidak sedang membelanya. aku tahu setelah ini aku harus sangat berhati-hati mengatakan apa pun Marilla. yang tak jelas asalnya. Dia tak pernah diajarkan apa yang benar. menangis tersedu. ia harus mendapatkan metode hukuman lain untuk menyadarkan Anne akan kekejaman hinaannya.” Setelah Nyonya. Marilla. Rachel. jika aku harus diserang dan dicela seperti ini. Well. Aku benar-benar menyesal kalau kau sampai membuatku marah. Di tangga ia merasa sulit mempertimbangkan apa yang harus dilakukannya. Rachel berdiri dan tampak harga dirinya terluka. Marilla mendapati Anne menelungkup di tempat tidurnya. Nyonya.“Tidak. Kurasa wataknya sesuai dengan rambutnya. Oh.

Lynde untukmu benar. Anne.” Anne menggeliat dari tempat tidur lalu duduk dengan canggung di kursi sebelahnya. “turun dari tempat tidur sekarang juga dan dengarkan apa yang harus kukatakan padamu. Lynde mengatakan kau berambut merah dan tidak cantik.” Anne membela diri dengan suara sedih. oarang yang kebih 54 . berusaha menghindar dan membangkang. Lynde akan punya sebuah cerita manis tentang kau untuk diceritakan dimana-mana—dan ia juga akan menceritakannya. Aku mau kau bersikap baik pada Nyonya. karena kau telah membuatku malu.Tak ada jawaban.” Setiap hari Marilla sedih karenanya sebelum kepedihan itu hilang dari ingatannya.” akunya dengan nada melembut. “Anne. Ketika ia mengatakan hal itu sesuatu dalam tubuhku naik dan membuatku sesak.” “Well. Sebuah kenangan lama tiba-tiba tampak di hadapan Marilla. kuakui kau telah membuat suatu pertunjukan besar dengan kau sendiri sebagai pemainnya. “Rachel terlalu blak-blakan. Saat itu ia adalah seorang anak yang sangat kecil ketika ia mendengar salah seorang bibinya berkata pada yang lain. tapi tentu saja berbeda mengatakannya sendiri dengan mendengar orang lain yang mengatakannya. Anne. Mengerikan sekali kau sampai kehilangan kendali seperti itu. “Aku tak bilang bahwa apa yang dikatakan Nyonya. matanya tetap menatapi lantai. Kau sendiri sudah cukup sering mengatakannya.” “Oh. Aku tak megerti kenapa kau harus sampai hilang kendali hanya karena Nyonya. “Kau tak punya hak menyerangnya dengan kemarahan seperti yang kau lakukan padanya tadi.” “Coba bayangkan bagaimana rasanya jika seseorang mengatakan kau kurus dan jelek di depanmu. Anne. “Seharusnya kau bertingkah manis begini. AKU HARUS membalasnya.” dengan suara lebih keras. “Kau mungkin tahu sesuatu memang seperti itu tapi kau tak bisa berhenti berharap orang lain tak terlalu berpikir seperti itu. wajahnya bengkak dan berbekas airmata. Kau membuatku malu—benar-benar membuatku malu. Anne! Tidakkah kau merasa malu dengan dirimu sendiri?” “Ia tak punya hak menyebutku jelek dan berambut merah. Kurasa kau berpikir aku memiliki watak yang sangat buruk. Tapi itu tak berarti kau boleh bersikap seperti itu. Ia adalah orang asing. “Malang sekali dia jadi anak kecil yang tidak cantik dan berkulit gelap.” sahut Anne cepat. Lynde. tapi aku tak bisa menahannya. Nyonya.” ratap Anne.

ya kan? Aku bahkan tak bisa MEMBAYANGKAN aku menyesal. Lynde.” sahut Anne sedih. Itu merupakan kepuasan yang besar. kapan pun ia membayangkan roman muka Nyonya. dan kau akan tetap berada di kamar ini sampai kau bisa memberitahuku kau akan melakukannya. Tadi kau bersikap tak sopan. pikirannya kusut dan jiwanya gundah. ruang bawah tanah yang lembab yang dihuni oleh ular dan kodok. tapi aku SENANG mengatakan itu untuknya. Tapi aku tak bisa minta maaf pada Nyonya. Lynde aku menyesal karena telah mengatakan hal itu untuknya.” Dengan membiarkan kata Parthian itu mengganggu perasaan Anne yang sedang bergolak.” sahut Marilla acuh tak acuh.” “Aku tak akan pernah bisa melakukannya. berusaha mempengaruhinya dengan respon yang tepat karena kelakuan buruk Anne. “Kau bisa menghukumku dengan cara apa pun yang kau suka. kasar dan”—Marilla telah memutuskan cara untuk memberi hukuman—“kau harus menemuinya dan katakan padanya kau sangat menyesali watakmu yang buruk lalu minta maaflah padanya. Marilla. Bagaimana aku bisa melakukannya? Aku TAK menyesal.” sahut Marilla. Kau bilang akan mencoba jadi anak yang sangat baik jika kami mengasuhmu di Green Gables. dan juga tamuku—tiga hal itu sudah cukup jadi alasan untukmu menghormatinya. Maaf aku membuatmu kesal. Rachel yang tercengang bibirnya bibirnya berkedut kesenangan dan ia merasakan keinginan tercela untuk tertawa.” “Mungkin daya imajinasimu akan bekerja lebih baik lagi besok pagi. aku tak akan mengeluh. Bab X – Permintaan Maaf Anne Marilla tak berkata apa-apa pada Matthew tentang kejadian malam itu.” “Kalau begitu aku akan tetap di sini selamanya.” “Kami tak biasa mengurung orang di ruang bawah tanah yang lembab dan gelap. 55 .tua. Tapi kau wajib dan harus minta maaf pada Nyonya. Aku tak bisa bilang menyesal ketika aku tak menyesal. tapi harus kukatakan kau sama sekali tak tampak mencobanya malam ini. “terutama karena ruangan seperti itu jarang ada di Avonlea.” tekad Anne tak mau tahu. karena. Lynde. “Kau akan bisa menentukan sikap semalaman ini dan cobalah berpikir lebih jernih. “karena aku tak bisa bilang pada Nyonya. tapi karena keesokan paginya Anne masih keras kepala ia harus menyiapkan penjelasan untuk ketidakhadiran Anne waktu sarapan pagi. atau pun memberiku makan hanya dengan air dan roti. Ia marah pada diri sendiri seperti ia marah pada Anne. mulai bangkit untuk meninggalkan kamar. Marilla memberitahu Matthew keseluruhan cerita. Kau bisa mengurungku dalam gelap. Marilla turun ke dapur.

dan itu keputusan akhir. Tapi ia tak pernah lagi naik ke ruangan atas di rumahnya sendiri sejak musim semi ketika ia membantu Marilla menempeli kamar tidur yang kosong. Kau —kau akan memberinya sesuatu untuk dimakan. yang telah dari tadi berada di gudang dan mengawasi. 56 . Dia tampak sangat kecil dan tak gembira. Kupikir dia memang seharusnya sedikit diberi hukuman. Apakah Anne sama sekali tak memakannya?” Ketika malam itu Marilla keluar membawa sapi dari padang rumput belakang.“Baguslah kalau Nyonya. dan aku sendiri yang akan membawanya ke atas. “bagaimana kau melakukannya.” jawab Matthew berusaha menghibur. aku heran denganmu. dan kau masih membelanya! Kurasa kemudian kau akan bilang seharusnya dia tak dihukum sama sekali!” “Well—tidak—tidak juga. dan Matthew merasa terpukul. “Anne. Lynde mendapat makian. Anne?” Anne tersenyum lemah. dan itu empat tahun yang lalu. dia suka sekali mencampuri urusan orang lain. Ia berjinjit sepanjang ruang depan dan berdiri beberapa saat di depan pintu loteng timur sebelum memberanikan diri untuk mengetuknya dengan jemarinya lalu membuka pintu untuk mengintip ke dalam. Marilla. Matthew. Kau tahu tingkah Anne sangat buruk. seolah takut ada yang mendengar. Tapi dia akan tetap berada di kamarnya sampai dia mau minta maaf pada Nyonya. Ia menutup pintu dengan pelan dan berjinjit menghampiri Anne.” kata Matthew kuatir. Matthew kuatir melihat nampan terakhir yang dibawa turun. Setiap selesai sarapan Marilla membawa nampan penuh berisi makanan ke loteng timur dan kemudian membawanya turun kembali dengan banyak sisa makanan. Tapi jangan terlalu keras padanya. kan?” “Kapan kau pernah mendengar aku membuat orang kelaparan untuk membuatnya bersikap baik?” cecar Marilla marah. “Matthew Cuthbert. Seperti biasa Matthew bergerak antara dapur dan ruang tidurnya yang kecil dekat ruang depan. memandang sedih ke kebun di luar. “Dia akan mendapat sarapan seperti biasa. Anne sedang duduk di kursi kuning dekat jendela. sekali-kali ia memberanikan diri masuk ke ruang tamu atau ruang kunjungan ketika pendeta datang untuk minum teh. Lynde.” ia berbisik. Mengingat belum pernah ada seorang pun yang mengajarkannya untuk bersikap benar. Matthew. menyelinap masuk ke rumah seperti maling dan berjalan pelan-pelan ke atas.” Sarapan dan makan malam menjadi sangat sepi—karena Anne masih tetap keras kepala.

“Akan cukup tepat untuk berkata aku menyesal.” janji Anne sungguh-sungguh. Anne.” “Kurasa aku bisa melakukannya untuk mematuhimu. dan masih merasa marah sepanjang malam. “Anggap saja kau hanya sedang bicara seperti biasa. “Well. Tapi aku benarbenar tak berniat menemui Nyonya. Anne. Aku tak marah lagi—dan hal itu juga menyebabkan semacam kehancuran. “Cepat atau lambat kau harus melakukannya. Tapi pagi ini aku sudak tak merasakannya lagi.” Anne tersenyum lagi. Semalam aku tak menyesal sedikit pun. tentu saja aku menginginkannya. Menurutku. Lynde dan mengatakan padanya aku menyesal.” sahut Anne pasrah. karena sekarang AKU memang menyesal.” “Kuda liar tak akan bisa mengorek rahasia dariku. lakukanlah segera. Lynde?” “Ya—minta maaf—benar sekali.” sahut Anne penuh pertimbangan. “Aku akan memberitahu Marilla begitu ia masuk bahwa aku merasa menyesal.” sahut Matthew semangat. karena Marilla wanita yang sangat tegas—sangat tegas. Anne. Aku bertekad untuk lebih memilih tetap berada di kamar ini selamanya daripada melakukan hal itu. Tapi tetap. agak sunyi-senyap. Matthew ingat ia harus mengatakan apa yang ingindikatakanya tanpa membuang waktu. kau tahu. nanti aku juga akan terbiasa. Itulah yang coba kuutarakan. Itu akan sangat memalukan. Aku benarbenar marah. Aku membayangkan banyak hal. Pergilah dan berdamailah—itulah anak yang baik.” “Bagus—bagus. Namun begitu. Di bawah sangat sunyi tanpa kau. Aku merasa sangat malu. jangan sampai Marilla kembali sebelum waktunya. tak gentar menghadapi masa hukuman panjang seorang diri di depan mata. aku akan melakukan apa pun untukmu—jika kau benar-benar ingin aku melakukannya—“ “Well.” “Baiklah. Tentu saja. tidakkah menurutmu sebaiknya kau melakukannya dan menyelesaikannya?” bisiknya. Dia bisa berpikir aku mencampuri urusan orang lain dan aku sudah berjanji untuk tidak melakukannya. dan itu membantuku menghabiskan waktu. dan selesaikanlah masalah itu. Tapi jangan beritahu Marilla aku membicarakan hal ini. Aku tahu begitu karena aku terbangun tiga kali dan selalu merasa sangat gusar.” “Apakah yang kau maksudkan adalah meminta maaf pada Nyonya.“Cukup baik. “Memangnya bagaimana bisa kuda liar mengorek rahasia dari orang?” 57 .

Ia baru berpikir di bawah kanopi akan melakukan apa pada Anne jika dia tak menyerah juga.” Karena itu. yang sedang duduk merajut di dekat jendela dapurnya. “Aku sedang membayangkan apa yang harus kukatakan pada Nyonya. dan aku mau menemui Nyonya. Anne?” tanyanya pedas.” katanya dengan suara gemetar. “Oh. tidak bahkan jika aku menggunakan semua kamus. yang telah mengijinkanku 58 . Nyonya. melangkah ke ruang depan. melihat Marilla dan Anne berjalan menyusuri jalan. aku benar-benar sangat menyesal. Matthew dan Marilla. “Aku tak akan pernah bisa mengungkapkan seluruh kesedihanku. Anne tak semestinya tampak begitu senang dan berseri-seri. Kemurungan karena penyesalan kembali tampak di wajahnya. Lynde. Tampangnya tak selembut itu ketika menyatakan kesediaannya menemui Nyonya. “Aku akan membawamu menemuinya setelah memerah susu. Tapi di tengah perjalanan kemurungan Anne seolah terhapus oleh sihiran. matanya terpaku pada langit dengan matahari terbenam lalu suasana yang sedikit menggembirakan menghampirinya.” sahut Anne setengah melamun. takut dengan keberhasilannya sendiri. “Apa yang sedang kau pikirkan.Tapi Matthew telah pergi.” “Bagus sekali. Lynde. “Aku menyesal telah kehilangan kendali dan berkata kasar. Lynde yang tersinggung. Ini suatu kepuasan—atau seharusnya seperti itu. Ia tergesa melarikan diri ke sudut terjauh di padang rumput kuda jangan sampai Marilla mencurigai tujuannya naik ke atas. tidak. Sebelum sempat ada yang berbicara Anne tiba-tiba berlutut di depan Nyonya. Marilla sendiri. setelah memerah susu. yang tadinya menegakkan kepada dan merasa menang. Dia menengadahkan kepala sementara kakinya terus melangkah. Tapi Marilla tak dapat menghilangkan dugaan bahwa sesuatu pada caranya memberi hukuman berjalan tak sesuai. Lynde dan mengatakan itu padanya. Anda pasti bisa membayangkannya. kini menjadi murung da sedih. sahutnya. Kemudian keriangan itu pun lenyap. Lynde. begitu kembali ke rumah. Rachel yang keheranan dan memegang tangannya dengan memohon. Aku bersikap buruk pada anda—dan aku telah membuat malu sahabat-sahabat tercinta. “Well?”.” Kegaringan Marilla tak menunjukkan kelegaannya. Keriangan Anne terus berlangsung sampai mereka sudah sangat dekat dengan Nyonya. Marilla melihat perubahan itu dengan pandangan mencela. heran bercampur senang mendengar sebuah suara sedih memanggil. “Marilla” di pegangan pada sisi tangga.

Tapi pada awalnya mereka merasa risau karena Anne sebenarnya menikmati lembah hinaan itu—bersuka ria dalam penghinaannya yang tak tanggung-tanggung itu.” 59 . dan aku pantas dihukum dan tidak dihormati selamanya. tak melihat ini. “Cukup. Lynde mengenali nada yang tak diragukan itu. bukankah bagitu? Dan sekarang bolehkah aku keluar ke kebun anda dan duduk di bangku di bawah pohon apel itu sementara anda berbincang dengan Marilla? Di luar sana sangat leluasa untuk berimajinasi. Mana hukuman sehat yang Marilla banggakan itu? Anne telah mengubahnya jadi suatu bentuk kesenangan. Nyonya. Oh. itu saja. Lynde. maafkan aku. Bagus Nyonya. Lynde.tinggal di Green Gables meski pun aku bukan anak laki-laki. Aku bertingkah buruk sekali sampai marah-marah karena anda memberitahu kenyataan sebenarnya. Apa yang aku katakan pada anda juga benar. Nyonya. lalu menunggu keputusan Nyonya. Nyonya.” “Oh. Tolong katakan anda memaafkanku. Lynde. tegakah anda melakukannya walaupun dia sudah berprilaku sangat buruk? Oh. sebenarnya—ketika dia kecil rambutnya semerah rambutmu. aku sanggup menanggung derita apa pun hanya dengan membayangkan bahwa rambutku akan coklat kemerahan begitu aku tumbuh dewasa. Tak bisa disangkal bahwa rambutmu sangat merah. hati. Itu ADALAH kenyataan. cukup. Kurasa bagaimanapun aku sudah agak terlalu keras padamu. tapi aku pernah mengenal seorang anak berambut merah—pergi ke sekolah bersamanya. wajahku jelek dan berbintik. tolong. setiap kata yang anda ucapkan benar adanya. Tak ada yang meragukan ketulusannya—itu terasa pada setiap nada suaranya.” katanya sepenuh hati. “Tentu saja aku memaafkanmu.” Anne menangkupkan kedua tangannya dan membungkukkan kepalanya. Tapi aku orang yang blak-blakan. Lynde!” Anne menghela napas panjang begitu dia bangkit berdiri. Lynde. Jika anda menolak maka itu akan menjadi penderitaan seumur hidup bagi seorang anak yatim. tolonglah. aku yakin anda tak akan tega melakukannya. Akan lebih mudah menjadi anak baik jika rambutnya indah berwarna coklat kemerahan. Aku anak yang nakal sekali dan tak tahu berterima kasih. Ia hanya merasa bahwa Anne telah sungguh-sungguh membuat pernyataan maaf dan seluruh kekesalan lenyap darinya. dan tubuhku kurus. tak merasa terbebani dengan anggapan itu.nak. tapi seharusnya aku tak mengatakannya. Aku akan selalu menganggap anda seorang penolong. Sedikitpun aku tak akan terkejut jika rambutmu juga akan jadi seperti itu—tak sedikitpun. Marilla dam Nyonya. Kau seharusnya tak perlu merasa tersinggung. Rambutku merah. meskipun agak suka mencampuri urusan orang. “Kau telah memberiku sebuah harapan. tapi ketika dia tumbuh besar rambutnya menggelap menjadi coklat kemerahan. Oh.bangunlah.

tapi aku SANGAT lelah diejek rambutku dan itu akan membuat darahku langsung mendidih. Anne. Marilla merasa bersalah mendapati dirinya ingin tertawa mengingat hal itu. itulah saranku. dia jelas anak yang aneh. Aku tak merasa terkejut kau dan Matthew menjaganya sebagaimana yang kulakukan—tidak juga menyesalinya. pergilah. Tentu saja. tapi. “Dia benar-benar anak kecil yang aneh. tentu saja boleh. “Aku minta maaf dengan cara lumayan bagus. Lynde dengan cekatan bangkit untuk menghidupkan lampu.” “Kau melakukannya sungguh-sungguh.“Ya. tapi mungkin sekarang dia sudah dapat mengatasinya karena dia akan tinggal dengan orang-orang yang sopan. Dan kau boleh memetik satu karangan bunga lili June putih di sudut itu jika kau mau. semuanya berjalan cukup baik.” “Itu tak akan terlalu sulit jika orang-orang tak mengejek penampilanku. “Aku tak akan cepat marah bila yang disinggung adalah hal lain. Marilla. “Kupikir karena aku harus melakukannya maka aku juga harus melakukannya dengan sungguh-sungguh. tapi bagaimana pun ada baiknya membawa dia melihat-lihat. Kemudian. seperti terlalu semangat. sepertinya aku menyukainya. Ya. dia memiliki cara yang aneh dalam mengekspresikan dirinya—agak terlalu—well. terbakar amarah lalu tenang kembali. tapi ada satu hal yang menghibur. Marilla. aku hanya menyimpannya untuk diduduki oleh anak laki yang diupahi itu.” Ketika Marilla pulang Anne keluar dari menikmati waktu senja di kebun buah dengan seikat narcissi putih di tangannya. Ambillah kursi ini. nak. itu lebih mudah daripada yang ada padamu. Jauhkan aku dari anak yang licik. Anne. anak yang cepat marah. kurasa dia cepat sekali marah. Apakah menurutmu rambutku benar-benar bisa berwarna coklat kemerahan ketika aku dewasa?” “Seharusnya kau tak perlu terlalu merisaukan penampilanmu.” adalah komentar Marilla.” sahut Anne dengan helaan napas. Kuharap sekarang kau akan mencoba mengontrol amarahmu.” 60 . Mungkin dia sudah menjadi baik. Aku takut kau akan jadi anak kecil yang berlagak.kan?” dia berkata dengan bangga begitu mereka menyusuri jalan.” Begitu pintu ditutup sekeluarnya Anne Nyonya. kau tahu. Ia juga merasa tak tenang harus memarahi Anne untuk meminta maaf dengan sangat bagus. tak akan pernah mungkin berprilaku licik atau pun dusta. Secara keseluruhan. itu menggelikan! Ia harus berkompromi dengan suara hatinya dengan mengatakan: “Kuharap kau tak akan lagi membuat permintaan maaf seperti itu.

Itu hal yang sangat tak biasa dan manis yang mengusiknya. mencium bau narcissi-nya.” “Mengucapkan doa seseorang tak sama dengan berdoa.“Bagaimana aku bisa berlagak ketika aku tahu aku jelek?” Anne protes. Lynde mau memberikannya untukku. Lynde. Marilla. mungkin.” Anne berkata ragu. Oh.” sahut Anne merenung. Anne. Lynde dan menggoyangkan bunga-bunga—kemudian dengan sekali sambaran aku akan sampai di ladang pohon semanggi—lalu berakhir di Lake of Shining Waters dan meriakkannya sehingga tampak seperti 61 . Aku merasa kasihan karena benda itu tak cantik. Memaafkan dan dimaafkan memberimu perasaan yang menyenangkan dan nyaman. Seorang gipsi kecil datang menghampiri mereka. “Hal itu pernah dikatakan padaku sebelumnya. “Oh. “Tapi aku akan membayangkan bahwa aku adalah angin yang bertiup ke puncak-puncak pohon. Tiba-tiba Anne mendekat ke Marilla dan menyelipkan tangannya ke telapak tangan keras wanita yang lebih dewasa itu. “Aku suka benda-benda cantik. bintang mana yang akan kau pilih? Aku akan pilih bintang besar yang sangat terang dan bagus yang berada jauh di atas bukit gelap itu. Jauh di atas tampak bayangan sinar terang berpendar di antara pepohonan dari dapur di Green Gables. Seindah-indahnya rumah orang tapi rumah sendiri lebih nyaman. “Sangat menyenangkan pulang dan mengetahui itu memang rumah. dengan bau harum pakis muda berembun. dan aku benci melihat di kaca ada sesuatu yang tidak cantik. Dan kau tak akan kesulitan lagi untuk berdoa. tolong berhentilah berbicara. “Jika kau jadi anak yang baik maka kau akan selalu bahagia. ya kan? Bukankah bintang-bintang bersinar terang malam ini? Jika kau bisa tinggal di sebuah bintang. Sekarang aku tak marah lagi pada Nyonya. Anne tak berbicara lagi sampai mereka sudah berada di jalur sendiri.” Sesuatu yang hangat dan basah mengaliri hati Marilla karena tangan kecil kurus itu menyentuh tangannya—sebuah debaran keibuan yang dirindukannya. “Aku telah menyukai Green Gables. Aku bisa berdoa sekarang dan tak lagi kesulitan untuk melakukannya.” kutip Marilla. dan aku tak pernah menyukai tempat lain sebelumnya. benar-benar lelah mencoba mengikuti pikiran Anne yang berbelit-belit.” “Anne.” katanya. Ia cepatcepat memulihkan sensasi yang dirasakannya ke sikap tenang seperti biasa dengan berulang-ulang mengingatkan tentang moral. bukankah bunga ini sangat manis! Sangat menyenangkan Nyonya. tapi aku menyangsikannya. aku sangat bahagia.” “Kecantikan adalah kecantikan dalam perbuatan.” Sahut Marilla. Ketika aku sudah bosan dengan pepohonan aku akan membayangkan bergerak lembut ke bawah ke pakis-pakis itu—lalu aku akan terbang ke kebun Nyonya. Itu membuatku sangat sedih—aku merasakan hal yang sama ketika melihat benda-benda jelek.

tersinggung. Kupikir kau akan senang mendapat ganti yang jauh lebih bagus dari baju kusut dan kekecilan yang biasa kau pakai. pantas. Marilla. Anne sedang berdiri di ruang loteng. Kuharap kau menjaganya tetap rapi dan bersih dan jangan merusaknya. “Aku tak sibuk berpikir untuk medapatkan baju-baju cantik untukmu. Anne. Baju satin untuk ke gereja dan sekolah Minggu. Baju-baju itu bagus. Bab XI – Kesan Anne akan Sekolah Minggu “Well.” kata Marilla. satu lagi baju satin bergambar persegi hitam putih yang dipilihnya di tempat penjualan dengan harga diskon di musim dingin. dan itu semua yang akan kau dapat musim panas ini. tanpa ada bagian yang terlipat atau pun menjuntai. Aku bukan orang yang suka memanjakan sifat sok berlagak. Semua ia sendiri yang memilihkan.” Marilla benar-benar bernapas lega. mencermati tiga baju baru yang terbentang di kasur. aku sudah memberitahumu. bagaimana kau menyukainya?” tanya Marilla. leluasa sekali berimajinasi menjadi angin! Jadi sekarang aku tak akan bicara lagi. Yang satu adalah baju dari kain katun tipis yang ingin dibeli Marilla musim panas lalu dari seorang penjual keliling karena baju itu tampak akan tahan lama.” sahut Anne sungguh-sungguh. “Aku akan membayangkan aku menyukainya.” sahut Anne segan.gelombang yang berkilauan. Oh. aku tak kau tak menyukai baju-baju itu! Apa masalahnya? Bukankah baju-baju itu rapi.” 62 . “Aku tak mau kau membayangkannya. dan semuanya dibuat serupa—rok-rok sederhana bercorak penuh sampai ke pinggang. bersih dan baru?” “Ya. dengan lengan sesederhana bentuk pinggang dan rok dan seketat yang memungkinkan. “Cantik!” Marilla mendengus. dan dapat dipakai. dan terakhir baju bercorak kental bergambarkan motif biru jelek yang dibelinya minggu itu di toko di Carmody.” “Lalu kenapa kau tak menyukainya?” “Baju itu—baju itu tidak—cantik. Bajuk katun tipis coklat dan yang bercorak biru akan kau pakai ke sekolah ketika kau mulai masuk sekolah. “Oh.” “Terima kasih kau mau melakukannya.

“Aku berdoa mendapat satu baju seperti itu. “Tapi aku akan lebih sangat senang jika—jika kau memperoleh salah satunya dengan bagian lengan yang menggembung. Well. Marilla. “Kau harus pergi dan temuilah Nyonya. “Aku percaya! Well. Aku lebih suka baju sederhana. Lynde. untungnya aku bisa membayangkan salah satunya berbahan kain tipis berwarna putih salju dengan rumbai berenda yang bagus dan lengan bergembung-tiga. lalu duduklah dan pelajari pelajaran sekolah Minggu. aku MERASA senang.” Keesokan paginya sakit kepala menghalangi Marilla pergi ke sekolah Minggu dengan Anne. Jangan menatapi orang dan jangan membuat masalah. Sekarang. walaupun pantas karena panjangnya dan tentu saja tidak kekecilan.” bisiknya putus asa. hanya dengan memakai baju dengan bagian lengan yang menggembung. mengkilap. Aku tahu hanya harus sangat mengandalkan Marilla untuk mendapatkannya. berpakaian rapi dalam balutan satin hitam-putih. lalu menghilang ke bawah. kau akan menggunakannya tanpa merasa berdebar gembira. gantunglah baju-baju itu dengan hati-hati di lemari bajumu. tapi aku tak berharap banyak karenanya. “Ia akan memastikan kau masuk ke kelas yang benar. yang telah membiarkan dirinya berkhayal mempunyai topi dengan pita dan bunga-bunga.” protes Anne. Anne. Bell untukmu dan besok kau akan pergi ke sekolah Minggu. Aku berharap kau bisa menceritakan padaku bacaannya ketika kau pulang. Aku tak punya materi untuk dihamburkan membeli baju berlengan gembung. Kupikir bagaimana pun baju seperti itu tampak menggelikan. Lalu perhatikanlah ceramah dan mintalah Nyonya. Hatiku akan berdebar gembira. Kurasa Tuhan tak akan punya waktu untuk mengurusi baju seorang anak yatim kecil.” kata Marilla. ingatkanlah dirimu sendiri untuk bersikap sepantasnya. kesederhanaan yang amat sangat yang juga sangat mengecewakan Anne. yang dirancang untuk menegaskan setiap lekuk bentuk tubuhnya yang kurus.” “Tapi aku lebih suka tampak menggelikan ketika semua orang juga memakainya dari pada menggunakan baju sederhana dan pantas sendirian. Bawalah satu sen ini untuk dikumpulkan. yang pantas. “Aku sangat berharap ada satu baju berwarna putih dengan bagian lengan menggembung. yang.” Anne mencoba berkeras dengan nada pilu. Anne mendekap tangannya dan memandangi baju-baju itu. Sekarang baju dengan bagian lengan menggembung sedang jadi tren. Lynde untuk menunjukkan bangku kita. pelaut baru. Topinya kecil. 63 .” Anne memulai tanpa cela. ceper.“Oh.” Katanya.” “Well. Aku mendapat majalah triwulan dari Tuan.

“Aku tak menyukainya sedikit pun. Anne merasa hidupnya benar-benar tak berharga tanpa baju berlengan menggembung. anak laki yang diupahi di Green Gables. dan melambaikan tangannya ke fuchsia yang sedang berbunga. Anne melanjutkan perjalanan ke gereja sendirian. jadi Marilla tak mengetahuinya sementara ini. Anne duduk di kursi goyang dengan helaan napas panjang. Jerry Buote. tapi mungkin itu ditanyakan jika dia sangat mengerti pertanyaannya atau kalau tidak jawabannya. setiap anak lain di kelasnya memiliki baju dengan lengan menggembung. Caranya mengajar adalah dengan menanyakan pertanyaan dari majalah triwulan lalu menatap tajam dengan ujung mata ke anak tertentu yang dianggapnya harus menjawab pertanyaan itu. Mereka menatapinya dan saling berbisik di belakangnya. Miss Rogerson adalah wanita setengah baya yang mengajar di sekolah Minggu untuk kelas anak berumur dua puluh tahun. berterima kasih pada latihanlatihan yang diberikan Marilla. Anne membuangnya di jalan.” “Anne Shirley!” tegur Marilla keras.Akhirnya. memegangi kepalanya yang kemerahan dengan hiasan pink dan kuning dengan bangga. dengan hiasan kepalanya yang luar biasa. Tak berpatah semangat. Apa pun pendapat orang dengan hasilnya nanti yang pasti itu membuat Anne puas. Dia tak berpikir bahwa dia menyukai Miss Rogerson. menciumi salah satu daun Bonny. Rogerson. apakah kau menyukai sekolah Minggu?” Marilla penasaran ketika Anne pulang. dan Anne. bagaimana pun. dan dia merasa sangat malang. semuanya lebih kurang riang gembira dalam balutan pakaian putih. menjawabnya dengan tepat. lalu dia melanjutkan perjalanan dengan riang gembira. Anak-anak Avonlea telah mendengar cerita aneh tentang Anne. kemudian atau akhirnya ketika latihan pembuka usai dan Anne mendapati dirinya sendirian di kelas Nyonya. Hiasan di kepalanya telah lenyap. Lynde ternyata wanita itu telah pergi. Ia sangat sering melihat ke arah Anne. di tengah jalan dia melihat tumpukan kuning keemasan bunga buttercup yang bergoyang ditiup angin dan mawar liar yang indah. Anne segera bebas menghiasi topinya dengan lingkaran padat bunga-bunga itu. Tak ada seorang pun yang menyapanya dengan ramah. Di serambi depan dia melihat kerumunan anak perempuan. Lynde bilang dia memiliki watak yang sangat buruk. lalu semuanya memandang penuh rasa ingin tahu pada orang asing di tengah-tengah mereka. bilang dia tak henti berbicara dengan dirinya sendiri atau dengan pepohonan dan bunga-bunga seperti orang gila. 64 . Nyonya. biru. “Well. Sekolah itu sangat mengerikan. bunga-bunga itu ada sebelum dia sampai di jalan utama. dan pink. Ketika dia sampai di rumah Nyonya.

jauh ke dalam air.’ dua atau tiga kali. Tuan. Itu ada di Royal Reader ketiga. tapi aku tak suka melakukannya karena menurutku ia bukan orang yang memiliki perhatian yang sama. Kuharap kau sudah mengetahuinya. dengan banyak sekali anak perempuan lainnya. Kupikir tak adil ia mengajukan semua pertanyaan itu.” jelasnya.” “Kuharap suaramu tak besar saat melakukannya. Tuhan. Ada barisan panjang pepohonan birch putih di danau dan sinar matahari memberkas melaluinya. Miss Rogerson banyak sekali bertanya. tapi puisi itu sangat sedih dan melankolis. Khususnya ada dua baris yang membuat hatiku berdesir. Nyonya. Oh. Itu bukanlah penggalan puisi yang benar-benar relijius. Seharusnya kau mendengarkan Tuan.” kata Marilla cemas. itu seperti sebuah mimpi indah! Hatiku berdesir dan aku hanya bisa berkata. Lalu aku menyelesaikan membacanya di gereja dan cerita itu bagus. Ada banyak hal yang ingin kutanyakan padanya. Aku sampai di Gereja. Lalu semua anak yang lain menceritakan cerita berhikmah. lalu aku duduk di bangku sudut di dekat jendela sementara latihan pembuka sedang berlangsung. masuk. Marilla. hanya dengan berbisik. tapi sangat sulit membayangkannya di sana di antara orang yang benar-benar memiliki baju itu. Lynde sudah pergi.” “Kau seharusnya tak melakukan hal seperti itu. Bell mengucapkan doa yang sangat-sangat panjang. 65 . Ada sembilan anak perempuan lainnya di kelas itu. Mereka semua menggunakan baju berlengan gembung. akhirnya Tuan. Kupikir ia lebih dulu menganggap Tuhan terlalu jauh.” “Tapi ia tak bicara denganku. Seharusnya kau memperhatikan pelajaran di depan. Bell. Well. dan aku menjawab banyak pertanyaan. tapi aku bisa menceritakan ‘The Dog at His Master’s Grave (Seekor Anjing di Kuburan Tuannya)’ jika ia suka. tapi aku pergi terus sendiri. “Ia bicara dengan Tuhan dan ia juga tampak tak terlalu menikmatinya. Aku pasti sudah akan sangat lelah sebelum ia menyelesaikannya jika aku tak langsung duduk di dekat jendela.” protes Anne. tidak. ‘Terima kasih untuk itu. Kukatakan aku tak tahu. Bell menyelesaikannya dan mereka menyuruhku masuk kelas dengan murid-murid Miss Rogerson.” “Oh. seperti yang anda minta. Ia berkata tak usah dan menyuruhku mempelajari cerita ke sembilan belas untuk Mingu yang akan datang. Tapi di luar di Lake of Shining Waters semuanya tampak baik jadi aku hanya memandanginya dan membayangkan semua jenis benda yang bagus. Aku bersikap baik. Aku coba membayangkan bajuku juga berlengan gembung. Kenapa aku bisa tak mampu? Itu semudah aku membayangkannya sendirian di loteng timur. tapi aku tak mampu.” “Seharusnya kau tak memikirkan lengan bajumu di sekolah Minggu. “Dan sekarang tentang sekolah Minggu. Ia bertanya apakah aku mengetahui sebuah cerita.“Mereka mungkin kesepian ketika aku pergi. masuk ke dalam. “Oh. ya.

Aku hanya membiarkan pikiranku mengembara dan aku memikirkan banyak hal mengejutkan. Kupikir ia tak menarik sedikit pun. pemikiran kritis yang tiba-tiba nampak dan menyalahkan bentuk dan wujud pada orang dari secuil keterusterangan karena kemanusiaan yang terabaikan ini. ayat kedua dan ketiga. Itu bacaan yang sangat panjang. Apa yang membuatmu menggunakan bunga tanaman semak seperti itu? Kau pasti menjadi objek yang tampak cantik!” “Oh.” mulai Anne. tak sepenuhnya. adalah sama seperti yang telah dirasakannya jauh di lubuk hati selama bertahuntahun. Bab XII – Sumpah dan Janji yang Sungguh-sungguh Tak sampai jum’at depan Marilla sudah mendengar cerita tentang topi berlingkarkan karangan bunga. Masalahnya adalah tampaknya ia tak punya cukup imanjinasi. Ia baru pulang dari rumah Nyonya. Seusai sekolah Minggu aku meminta Miss Rogerson—karena Nyonya. Aku duduk setenang mungkin dan bacaannya adalah Pembukaan Rahasia. tak peduli warnanya apa. “Pantas omong kosong! Ini masalah memakaikan bunga-bungaan di topimu. tapi tak pernah diungkapkannya. Kau anak yang sangat menjengkelkan!” 66 . Lynde sudah terlalu jauh—untuk menunjukkan bangkumu padaku. bab ketiga. itu menggelikan.” Marilla merasa tak berdaya karena semua ini harus di beri teguran keras. tapi ia terhalangi oleh kenyataan yang tak dapat disangkal bahwa beberapa hal yang Anne katakan.’Cepat seperti ketika skuadron yang dibantai itu tertimpa Kemalangan di Midian. terutama mengenai khotbah dari pendeta dan doa Tuan. yang ringkas. “Anne.’ Aku tak tahu apa arti ‘skuadron’ dan ‘Midian’. Khotbahnya juga sangat lama. Rachel bilang hari Minggu yang lalu kau pergi ke gereja memakai topi yang menggelikan dengan bunga-bunga mawar dan buttercup. Nyonya. Lynde dan memanggil Anne untuk menjelaskannya. Bell. Aku akan mempraktekkannya sepanjang minggu. Jika aku seorang pendeta aku akan pilih bacaan pendek. Kurasa pendeta telah mencocokkannya dengan bacaan itu. aku tahu pink dan kuning tak pantas untukku. Aku tak terlalu mendengarkannya. Hampir tampak baginya bahwa rahasia itu. Aku hampir tak sanggup menunggu Minggu depan untuk membacakannya. tapi kedengarannya SANGAT tragis.

aku sangat menyesal. kau lihat. Banyak anak memiliki bunga buatan di topinya. Nyonya. aku yakin. “Oh. Kau sangat bodoh melakukan hal seperti itu. Kurasa Diana akan lumayan menyukaimu. “Jangan menjawabku balik seperti itu. Bunga-bunga mawar dan buttercup itu sangat manis dan cantik dan kupikir akan tampak indah di topiku.“Aku tak mengerti kenapa menggunakan bunga-bungaan di topi menjadi lebih menggelikan ketimbang di baju. Diana Barry pulang sore ini. kupikir aku tak akan sanggup menanggungnya. Jika ia telah mendengar mengenai luapan amarahmu pada Nyonya. Itu akan sangat tidak menyenangkan. Ia bilang orang-orang membicarakannya sebagai sesuatu yang buruk. lap piring yang telah dikelimnya tanpa disadarinya jatuh ke lantai. Ia tak cukup bisa mendekatimu untuk menyuruhmu melepaskannya sampai semuanya sudah terlambat. dengan tangan tergenggam. Anne. Marilla. kemungkinan besar aku akan menderita sakit paru-paru. airmata masih membasahi pipinya. Tapi itu lebih baik dari pada menjadi percobaan bagimu.” “Oh. memarahi dirinya sendiri karena telah membuat anak itu menangis. “Aku tak mau mengirimmu kembali ke panti. Ibunya lah yang seharusnya kau perhitungkan. Aku akan ke rumahnya untuk melihat apakah aku bisa meminjam pola rok dari Nyonya. Jangan menangis lagi. “Banyak anak-anak di luaran sana menyematkan bunga di bajunya.” sahut Marilla. “Aku tak pernah menyangka kau akan keberatan. Dan aku sangat berharap kau tak akan berbicara sepanjang itu. Tentu mereka akan berpikir aku tak punya pengertian yang lebih baik dari pada membiarkannya berpakaian seperti itu. dan jika kau mau kau boleh ikut denganku dan berkenalan dengan Diana. aku sangat kurus seperti orang yang sakit paru-paru. matanya mulai berkaca-kaca. Barry. Kedengaran sangat lucu untuk seorang anak perempuan.” kata Anne. Mungkin lebih baik kau mengirimku kembali ke panti. aku takut—sekarang aku benar-benar merasa takut.” “Omong kosong. Jika ia tak menyukaimu maka seberapa pun Diana menyukaimu maka itu tak akan berpengaruh.” protes Anne. Aku ada kabar untukmu. Apa bedanya?” Marilla tak terpancing beralih dari hal konkrit yang aman ke abstrak yang meragukan. Rachel bilang ia pikir ia akan merosot jatuh ke lantai ketika ia masuk semuanya berpakaian seperti itu. Jangan pernah biarkan aku memergokimu melakukan kelakar seperti itu lagi. Yang kuinginkan adalah kau harus bersikap seperti anak perempuan lainnya dan tak membuat dirimu jadi bahan tertawaan.” “Sekarang. Lynde dan kau pergi ke gereja dengan bunga 67 .” Anne bangkit berdiri. Bagaimana jika dia tak menyukaiku! Itu akan menjadi kekecewaan paling tragis seumur hidupku. jangan gugup. Aku takut akan jadi percobaan yang buruk bagimu.

Mereka melintasi Orchard Slope melalui jalan pintas menyeberangi jembatan dan mendaki bukit yang dipenuhi pepohonan fir. Barry menghampiri pintu dapur begitu mendengar ketokan Marilla. “Dieja dengan huruf E. membaca sebuah buku yang diletakkannya ketika orang yang memanggilnya masuk. “Tak ada yag mengherankan dalam kata-kata itu.” sahut Marilla. ini Anne Shirley. dan pipi yang kemerahan. dan jangan tunjukkan kepandaianmu berbicara yang mengherankan. Demi Tuhan. dan mulut yang menggambarkan ketetapan hati.” Anne terengah-engah. merasa tak boleh ada kesaahpahaman pada poin penting itu. Marilla?” sapanya hangat. Wajahnya pucat dan tegang. Kau harus bersikap baik dan sopan. Marilla.” ia berkata sambil tergesa mengambil topinya. ajaklah Anne berjalan-jalan ke kebun dan perlihatkan bungamu. Itu akan lebih baik dari pada kau terus memaksakan matamu membaca buku itu. ini anak yang kau adopsi?” “Ya. Dia anak yang sangat cantik. Barry. gemetar dan sangat senang. hanya berjabat tangan dan berkata ramah: “Apa kabar?” “Aku sehat jasmani meskipun jiwaku sangat kusut.” kata Nyonya. yang. Nyonya. Barry. kan Marilla?” Diana sedang duduk di sofa. Nyonya. terima kasih bu. Dia terlalu banyak membaca —“ ini dikatakannya pada Marilla begitu anak-anak itu keluar—“dan aku tak bisa melarangnya. “Oh. “Ini anak perempuanku Diana. karena ayahnya yang mempengaruhinya dan mendukungnya. “Diana.buttercup di sekeliling topimu aku tak tahu bagaimana pendapatnya tentangmu. kau juga akan merasa sangat gembira. “Masuklah. semoga anak itu tidak benar-benar menggigil!” Anne MEMANG menggigil. Aku senang dia akan memiliki seorang teman main—mungkin itu akan membuatnya sering di luar rumah. yang tak mendengar atau tak mengerti. “Bagaimana kabarmu. Ia dikenal sangat tegas dengan anaknya. jika kau akan menemui seorang anak perempuan yang kau harapkan bisa menjadi sahabat karibmu dan ibunya mungkin tak menyukaimu.” sahut Anne susah. Dan kurasa. Lalu berbisik pada Marilla dengan bisikan yang dapat didengar. serta ekspresi senang yang diwariskan ayahnya. Dia selalu membaca dengan rajin.” 68 . dengan mata dan rambut hitam seperti ibunya. Ia seorang wanita yang tinggi dengan mata dan rambut hitam.

” “Maukah kau bersumpah akan menjadi temanku selama-lamanya?” pinta Anne bersemangat. Di sana ada tumbuhan peony merah tua yang bagus sekali dan kemerah-merahan membuat hati kasihan. dan pepohonan semanggi putih dengan semprotan yang harum dan lembut. “Kenapa. Sisi jalan sebelah kanan dibatasi kulit kerang yang tersusun rapi. kombinasi warna pink. bukan sumpah seperti itu yang kumaksud. bergerisik. Kebun keluarga Barry adalah tempat yang penuh dengan bunga-bunga yang meneduhkan yang lebih akan membuat Anne merasa gembira daripada khawatir dengan nasibnya. Diana selalu tertawa sebelum bicara. “Aku sangat gembira kau datang untuk tinggal di Green Gables. banyak rumpun southernwood. apakah menurutmu kau bisa sedikit menyukaiku—cukup untuk menjadi teman karibku?” Diana tertawa. 69 . bunga narsis. berdiri Anne dan Diana. mendekap tangannya dan berbicara nyaris berbisik. cahaya kilat merah tua yang menembakkan tombaknya yang menyala-nyala ke bungajebat putih yang berjejer rapi. “Oh. Diana. Tak ada anak lain yang tinggal cukup dekat untuk diajak bermain. Kebun itu dikelilingi pepohonan willow tua yang besar dan pepohonan fir yang tinggi.” sahut Diana tak yakin.” katanya terus terang. saling memandang dengan malu-malu melalui serumpun bunga lili harimau yang indah. memotongnya seperti pita merah basah dan di kebun antara bunga model lama yang tumbuh liar. dan aku tak punya saudara perempuan yang sudah cukup besar. di bawahnya tumbuh bunga-bunga yang menyukai tempat teduh. dan angin. biru dan putih serta bunga lilac yang bersepuh Bouncing Bets. putih. kebun di mana sinar matahari seolah tak mau pargi dan lebah-lebah berdengung. harum narcissi dan mawar Scotch yang manis dan berduri. bertiup sepoi-sepoi. “Oh. Diana tampak terkejut.” “Aku tak pernah mendengar kecuali yang satu itu. kurasa bisa.” katanya agak mencela.” kata Anne akhirnya. sangat tak baik mengucapkan sumpah. Kau tahu. “Kenapa. ada dua jenis sumpah.Di kebun. “Oh bukan. yang dipenuhi sinar matahari terbenam yang lembut yang memberkas di antara lebatnya pepohonan fir tua ke bagian barat. Adam-and-Eve ungu. Akan sangat meyenangkan mempunyai seorang teman bermain. rumput pita dan tumbuhan mint.

Kemudian dia berkata: “Kau anak yang aneh. Sekarang kau yang mengucapkannya dan sebut namaku di dalamnya. Aku sudah mendengar sebelumnya bahwa kau aneh. “Bagaimana caranya?” “Kita harus menyatukan tangan—begini. “Well. Dia akan menunjukkan padaku suatu tempat di belakang hutan dimana bunga lili tumbuh. Katanya buku itu benar-benar bagus dan luar biasa menarik. Di sungai mereka berpisah dengan berbagai janji untuk melewatkan esok sore bersama. Dia akan memberiku sebuah lukisan untuk diletakkan di kamarku.” sahut Anne dengan payah. dia bilang—seorang wanita cantik dalam balutan baju sutra berwarna biru pucat. Tapi aku yakin aku akan benar-benar menyukaimu. selama matahari dan bulan masih bersinar. Tidakkah anda berpikir Diana memiliki penglihatan yang penuh perasaan? Aku berharap memiliki penglihatan yang penuh perasaan. tapi aku khawatir dia mengatakannya hanya untuk menghiburku.” Ketika Marilla dan Anne pulang Diana ikut bersama mereka sampai ke jembatan kayu. Kedua anak itu berjalan bergandengan tangan. apakah menurutmu Diana adalah orang yang sehati denganmu?” tanya Marilla ketika mereka berjalan menyusuri kebun Green Gables.” Anne menghela napas. Diana akan mengajarkanku untuk menyanyikan sebuah lagu berjudul ‘Nelly in the Hazel Dell (Nelly di Lembah Hazel)’.” “Well. Kapan-kapan kami akan ke pantai 70 . merasa sangat bahagia dan tak sadar dengan ucapan Marilla yang menyindirnya. “Oh.” Diana setuju. merasa lega. Anne. saat ini aku adalah anak yang paling bahagia di Pulau Pangeran Edward. Aku dengan sungguhsungguh bersumpah akan setia pada teman karibku. Kita bayangkan saja jalan ini adalah air yang mengalir. Bolehkah aku minta potongan porselin pecah yang ada di gudang penyimpanan kayu untukku? Hari ulang tahun Diana jatuh pada bulan Februari dan aku Maret. Marilla. “Oh. tapi dia jauh lebih gemuk.“Benar koq ada satu lagi. Wiliam Bell besok. itu sama sekali tak buruk. Aku seinci lebih tinggi dari Diana. “Ini harus dilakukan di atas air yang mengalir. Oh.” Diana mengulangi “sumpah” itu dengan tertawa haluan dan buritan. aku tak keberatan melakukannya. katanya dia lebih suka menjadi kurus karena akan jauh lebih menarik. lukisan itu sangat cantik. Aku berharap memiliki sesuatu untuk kuberikan padanya. Tidakkah kau berpikir itu suatu kebetulan yang aneh? Diana akan meminjamkan buku untuk kubaca. Aku duluan yang akan mengucapkan sumpah. ya. Diana Barry. Diana dan aku akan membuat tempat bermain di semak-semak pepohonan birch Tuan. Seorang penjual mesin jahit memberikan gambar itu untuknya. Itu hanya bermakna mengucap sumpah dan janji dengan sungguh-sungguh. Kujamin malam ini aku akan berdoa dengan keinginan baik yang benar.

Matthew Cuthbert.” kata Marilla ketika Anne sudah pergi ke kamarnya. Marilla. cukup. Matthew. kan? Setengahnya lagi akan terasa dua kali lebih manis bagiku jika aku memberikan beberapa untuknya. Kau tak akan bermain setiap waktu tidak juga sering. tapi jangan mengulanginya lagi. Menurutku peri hutan adalah semacam peri yang udah dewasa.” Bab XIII – Kegembiraan dalam Penantian 71 . Kami sepakat menyebut taman di bawah dekat jembatan kayu dengan Dryad’s Bubble (Gelembung Peri Hutan). sungguh. Aku senang. Itu lebih menyehatkan. yang kuharapkan adalah kau tak akan membunuh Diana dengan omonganmu. “Kudengar kau bilang kau suka coklat manis. Cukup.” Cangkir kebahagiaan Anne telah penuh. “Itu akan merusak gigi dan perutnya. Lebih baik dia membawakanmu permen.” “Well. baru tiga minggu sejak dia datang ke sini. dan Matthew membuatnya tumpah. jadi aku memberikannya untukmu. Ia baru saja tiba di rumah dari perjalanan ke toko di Carmody. jangan melihat aku pernah-mengatakan-begitu padamu. jangan sedih begitu. “Malam ini aku hanya akan makan satu. “Tapi ingat ini di semua rencanamu.” Marilla mendengus. lalu ia mengeluarkan sebuah bungkusan kecil dari sakunya dengan malu-malu dan memberikannya pada Anne. tidak. dengan memandang sinis pada Marilla. Itu sikap yang cukup buruk pada seorang wanita. Kupikir sangat menyenangkan memiliki sesuatu untuk kuberikan padanya. kan? Aku pernah membaca cerita mengenai sebuah taman yang disebut begitu.” “Aku akan mengatakannya untuk anak itu.” katanya.untuk mengumpulkan kerang.” sahut Anne menggebu. Aku tak sanggup membayangkan rumah ini tanpa kehadirannya. “Humph. Jangan menyakiti dirimu sendiri dengan memakan semuanya sekaligus sekarang. Astaga. karena Matthew sudah pergi dan mengambilkannya. “dia tidak pelit. aku tak akan melakukannya. aku sangat tidak suka anak yang pelit. Sekarang. tapi tak berarti pria bisa menahannya. Anne. Kau akan punya tugas untuk dikerjakan dan kau harus melakukannya terlebih dahulu.” “Oh. Dan aku boleh memberikan setengahnya untuk Diana.” kata Marilla. Nama itu sangat elegan. Kau boleh memakannya. dan tampak seolah dia telah lama berada di sini. nak. Aku benar-benar ingin mengaku sepenuhnya bahwa aku gembira telah menyetujui untuk mengasuh anak itu dan aku telah mulai menyukainya.

Dan Nyonya. aku bermaksud mematuhimu. Dan tentu saja Matthew mendengarkannya seperti orang yang sangat bodoh. Rachel Lynde akan membuat es krim—bayangkan Marilla—ES KRIM! Dan. pipi agak bersemu pink. Kau murid sekolahMinggu. dan tak mungkin aku akan melarangmu pergi sementara anak-anak lainnya pergi. “minggu depan akan ada piknik sekolah-Minggu—di lapangan Tuan.” Anne berkata terputus-putus. aku belum pernah pergi piknik—aku telah memimpikannya. Marilla. Marilla. Tapi kau tak tahu betapa menariknya Idlewild. Anne Shirley. Dan kau juga tak perlu berhenti di tengah jalan untuk bercakap-cakap dengan pendengar yang simpatik.” seru Anne terengah-engah. “Oh. tentu kau boleh pergi. tapi aku tak pernah—“ “Ya. Harmon Andrew. Semakin banyak dan semakin aneh hal yang dikatakan Anne. Aku belum pernah melihat seorang pria yang tergila-gila seperti dia. Ketika aku menyuruhmu masuk pada waktu tertentu berarti yang kumaksud adalah tepat jam sekian bukannya setengah jam kemudian. Dan sekarang sudah jam tiga kurang seperempat. seperti yang 72 . tepat di dekat the Lake of Shining Waters. Bolehkah aku pergi please?” “Karus belajar cara menahan kesenangan pada Idle-apa pun-yang-kau-sebut itu. rambutnya yang tak terkepang bergerak-gerak di belakangnya. Marilla. bolehkah aku pergi ke acara itu?” “Anne. Jam berapa aku menyuruhmu masuk?” “Jam dua—tapi soal piknik itu bagus kan. ketika dia benar-benar sadar seharusnya sedang melakukan tugasnya.” “Tapi—tapi. lalu sekarang dia masih berdiri di tumpukan kayu bakar di luar sana berbicara dengan Matthew. Kemudian. Dan untuk masalah piknik. sebisa mungkin.“Sekarang saatnya Anne sedang mengerjakan jahitannya. melihat sekilas ke jam dinding lalu keluar di suatu sore Agustus yang cerah menguning dimana segalanya menjadi panas. dengan mata berbinar. aku harus memberitahu Matthew tentang piknik itu.” “Kenapa. oh. semakin dia tampak senang. “Dia masih bermain dengan Diana lebih dari setengah jam dan aku membiarkannya. Marilla? Bolehkah aku pergi please? Oh.” kata Marilla. Aku tak bisa masak. Aku ingin tahu kenapa kau tak mematuhiku. Superintendent Bell dan Nyonya. Anne. coba lihat sudah jam berapa sekarang. “Diana bilang setiap orang harus membawa sekeranjang makanan untuk bekal. Matthew adalah seorang pendengar yang simpatik. kau dengar aku!” Serentetan ketukan staccato di jendela barat membawa Anne terbang masuk dari halaman. sembilan belas sampai lusinan. masuk ke sini sekarang juga. tentu saja. aku menyuruhmu masuk jam dua.

Hanya satu keliman kecil sesudah yang lain dan anda tak pernah tampak selesai mengerjakannya. yang mungkin menjadi alasan untuknya berkata kasar: “Cukup. ciumanmu tak akan berpengaruh apa-apa. Seperti untuk memasak. kau tak perlu bersusah hati lagi.” “Well. tapi tak ada kesempatan untuk berkhayal dengan mengerjakan kain perca.” “Oh. Tapi tentu saja aku lebih suka menjadi Anne dariGreen Gables yang menjahit kain perca dari pada Anne dari tempat lain yang tak melakukan apa pun kecuali bermain. Kau sangat baik padaku. Kemudian. Aku akan memasakkan bekal untukmu. Marilla. Barry.” Dengan meneruskan “oh-oh” nya Anne menghambur ke Marilla dan menciumi pipinya yang pucat dengan gembira. Oh. begitu aku mulai tertidur. dan—dan—aku tak keberatan pergi piknik tanpa baju berlengan gembung. Anne. Diana sangat sempurna dalam setiap hal lain. Kami menyebutnya Idlewild. Itu nama yang puitis. Aku lebih dulu berharap waktu berjalan secepat menambal jahitan ketika aku bermain dengan Diana. Aku harus melengkapi sebagian besar khayalan-khayalan itu.kau tahu. Aku mau segera melihat kau mengerjakan dengan sungguh apa yang disuruh. kan? Kujamin aku akan sering memikirkannya. kau Marilla baik tersayang. Diamdiam ia merasa sangat senang dengan sentuhan Anne yang berasal dari hati. Diana dan aku punya tempat bermain di sana. Aku terus memikirkannya sejak Diana memberitahu itu padaku. Itu adalah kali pertama seumur hidupnya bibir seorang anak menyentuh wajah Marilla dengan sukarela. cukup. Itu adalah kepunyaan Tuan. Sekarang keluarkan kain perca mu dan selesaikan sebelum waktunya minum teh. Diana TERPESONA ketika 73 . aku berencana memberikan pelajaran memasak dalam beberapa hari ini. aku sangat berhutang budi padamu. Lagi-lagi sensasi dari kemanisan menakjubkan yang tiba-tiba itu membuat hatinya berdesir. dan tepat di sudutnya ada lingkaran kecil pepohonan birch putih—titik yang paling romantis. tapi aku akan merasa sangat malu kalau harus pergi tanpa membawa bekal. William Bell. Tapi kau sangat bodoh.” sahut Anne muram. Aku tetap terbangun hampir semalaman sebelum aku menciptakannya. “Kupikir beberapa jenis jahitan akan menyenangkan. Marilla. sambil mencari keranjang jahitannya dan duduk di depan tumpukan kecil berlian merah dan putih dengan menghela napas. Aku telah menunggu untuk melihat apakah kau akan menjadi sedikit serius dan belajar untuk stabil sebelum aku mulai. Marilla.” “Aku TAK suka mengerjakan kain perca. Oh. Anda tahu bagian kecil daratan di seberang sungai yang mengalir di antara ladang kita dan ladang Tuan. tapi aku cukup mahir melakukannya. Ketika memasak kau tak boleh kehilangan akal dan tidak berhenti di tengahtengah dan membiarkan pikiranmu mengembara dengan berbagai kreasi. nama itu muncul seperti sebuah inspirasi. kami melewati waktu-waktu sedemikian elegan.

Anda harus datang dan melihatnya. Tapi sangat menyenangkan membayangkan periperi itu kehilangannya pada suatu malam ketika mereka sedang menghadiri pesta dansa. Marilla? Itu romantis sekali. Aku cukup satu saja. Kami meletakkannya di serambi depan dan kami juga memiliki peri kaca. Tapi aku benar-benar sangat sehat hanya saja sangat kurus. aku hanya ingin tahu.mendengarnya. Diana mendapatkannya di hutan di belakang kandang ayam mereka. seperti yang telah kuceritakan. Kami telah memperbaiki rumah bermain kami dengan elegan. Dia bisa melemah semudah apa saja. Diana mencoba menjelaskan seperti apa rasanya. Di the Lake of Shining Waters akan ada perahu—dan es krim. dan papan dari pohon ke pohon untuk rak. 74 . Marilla. Ada lima orang yang mencintai pahlawan wanita itu. “Sekarang. itu tak akan dapat meghiburku karena telah melewati yang satu ini. Oh. Aku tak pernah mencicipi es krim. Tentu saja. Diana mempunyai sebuah baju baru yang dibuat dengan lngan siku. dan memimpikan piknik. Barry dengan Willowmere. Tapi selama sisa minggu itu dia bicara tentang piknik. Ada satu potongan pecahan piring dengan semprotan tanaman menjalar berwarna merah dan kuning di atasnya yang sangat bagus. tapi aku yakin itu akan menjadi penderitaan seumur hidup. aku sangat berharap Rabu depan semuanya akan baik-baik saja. kami telah menamakan kolam bulat kecil di lapangan Tuan. Tidakkah menurutmu begitu? Setiap pagi aku melihat sikuku ketika bangun untuk melihat apakah ada lesung yang muncul. Meskipun begitu aku yakin akan bisa lebih gemuk. untuk tempat duduk. Marilla—maukah? Kami memiliki batu-batu yang besar. Matthew akan membuatkan sebuah meja untuk kami. tapi kurasa es krim adalah salah satu hal di luar khayalan. semua piring itu sudah pecah tapi membayangkannya masih utuh adalah hal paling mudah sedunia. memikirkan piknik. Peri kaca itu seindah mimpi. Dia akan memakainya ke piknik.” kata Marilla. Tak akan berpengaruh jika aku pergi ke seratus acara piknik di tahuntahun setelahnya.” Anne berhenti bicara seperti yang diinginkan. apa kau bisa tutup mulut untuk waktu yang sama. Pada hari Sabtu hujan turun dan dia mulai gelisah sendiri kalau-kalau hujan akan terus turun sampai bahkan lewat dari hari Rabu sehingga Marilla menyuruhnya menjahit kain perca tambahan untuk menstabilkan kegelisahannya. kalau kau. Aku akan suka menjadi lemah. Aku mendapat nama itu dari buku yang dipinjamkan Diana. Oh. Kurasa aku tak sanggup menanggung kekecewaan jika sesuatu terjadi dan menghalangiku pergi ke piknik itu. semuanya tertutupi lumut. Dan kami meletakkan semua piring di atasnya. Kurasa aku bisa menjalaninya. Semuanya dipenuhi warna pelangi—hanya pelangi kecil yang belum tumbuh besar—dan ibunya Diana bilang itu adalah pecahan lampu hias yang pernah mereka punya.” “Anne. anda? Dia sangat cantik dan telah melalui penderitaan yang sangat hebat. kau bahkan sudah bicara tepat sepuluh menit. Itu buku yang membuat hati berdesir. jadi kami menyebutnya peri kaca.

Ketika suatu hari aku melihat berlian yang sebenarnya di cincin seorang wanita aku kecewa sampai-sampai aku menangis. Anne terpukau dengan kekaguman yang menyenangkan ketika pertama kalinya melihat bros itu. sebelum aku pernah melihat berlian. menunggu sesuatu adalah setengah kesenangan darinya.’ Tapi menurutku lebih buruk tak mengharapkan apa-apa dari pada merasa kecewa.” sahut Marilla. Bros batu baiduri itu adalah harta Marilla yang paling berharga.” “Oh. “Aku takut kau akan mengalami banyak kekecewaan dalam menjalani kehidupan. bahkan meski ia tak dapat melihatnya. Bentuknya lonjong dan ketinggalan jaman. itu bros yang sangat elegan. “Kau mungkin tak mendapatkannya. berisikan kepangan rambut ibunya. Marilla. “Seperti sebuah desiran yang naik turun di punggungku. Nyonya.” Pada hari itu seperti biasa Marilla memakai bros batu baiduri nya ke gereja. aku membaca tentangnya dan aku membayangkan seperti apa bentuknya. Aku tak mengerti bagaimana kau bisa memperhatikan khotbah dan doa sementara ada bros itu di bajumu. Aku takut itu hanya khayalanku saja.” “Kau terlalu banyak mempertimbangkan segala sesuatunya. tapi tak ada yang dapat mencegahmu dari memiliki kesenangan karena menantikannya. Marilla tak banyak tahu tentang batu-batu berharga untuk menyadari seberapa bagusnya batu baiduri itu sebenarnya. Menurutku batu baiduri sangat manis. Marilla. Dulu sekali. dengan helaan napas. di atas baju satin coklatnya yang bagus. Marilla! Kupikir aku tak akan pernah percaya sampai piknik itu benar-benar terjadi. Ia akan merasa sangat berdosa jika tak memakainya—sama seperti jika ia lupa membawa Injil atau kumpulan uang recehnya. itu sangat bagus tapi bentuknya tak seperti yang kubayangkan. Tapi ketika pendeta mengatakan sesuatu di mimbar maka kau harus mempercayainya. tapi menurutnya bros itu sangat cantik dan ia selalu merasa senang menyadari ada cahaya berwarna violet di tenggorokannya. Marilla selalu memakai bros batu baiduri nya ke gereja. Anne.Pada hari Minggu di perjalanan pulang dari gereja Anne mengatakan pada Marilla bahwa tubuhnya mulai sangat kedinginan karena kesenangan ketika pendeta mengumumkan piknik dari mimbar. Marilla? Apakah menurutmu batu baiduri bisa jadi daya tarik violet yang bagus?” 75 . Seorang pamannya yang berlayar di laut memberikannya untuk ibunya yang kemudian mewariskannya untuk Marilla. Tentu saja. Bolehkah aku memegang bros itu semenit saja.” seru Anne. “Oh. Lynde bilang. Kupikir berlian itu adalah batuan ungu yang berkilau redup. dikelilingi oleh bingkai dari batu baiduri yang sangat bagus. ‘Orangorang yang diberkahi adalah mereka yang tak mengharapkan apa pun karenanya mereka tak akan merasa kecewa.

Bab XIV – Pengakuan Anne PADA Senin malam sebelum piknik Marilla turun dari kamarnya dengan wajah kacau. “Anne,” katanya pada tubuh mungil itu, yang sedang mengupas kulit kacang di dekat meja bersih sambil bernyanyi, “Nelly of the Hazel Dell” dengan semangat dan ekspresi yang sesuai dengan yang diajarkan oleh Diana, “Apa kau melihat bros batu baiduri ku? Seingatku aku menusukkannya ke bantal peniti ketika aku pulang dari gereja kemarin malam, tapi aku tak menemukannya.” “Aku—aku melihatnya tadi sore ketika anda berada di Aid Society (Lembaga Bantuan),” sahut Anne, agak pelan. “Aku melewati pintu kamarmu ketika aku melihatnya di bantal itu, jadi aku masuk untuk melihatnya.” “Apa kau menyentuhnya?” tanya Marilla tegas. “Y-a-a,” aku Anne, “Aku mengambilnya dan menyematkannya di dadaku hanya untuk melihat bagaimana kelihatannya.” “Kau tak boleh melakukan hal seperti itu. Adalah kesalahan besar seorang anak kecil ikut campur. Kau tak seharusnya masuk ke kamarku dan kemudian menyentuh sebuah bros yang bukan milikmu. Di mana kau meletakkannya?” “Oh, aku meletakkanya di belakang di atas meja tulis. Aku mencobanya tak sampai semenit. Sungguh, aku tak berniat ikut campur, Marilla. Aku tak tahu kalau masuk ke kamarmu dan mencoba bros itu adalah suatu kesalahan; tapi sekarang aku tahu kalau itu salah dan aku tak akan melakukannya lagi. Ada satu hal baik pada diriku. Aku tak pernah melakukan kenakalan yang sama dua kali.” “Kau tak meletakkanya kembali,” sahut Marilla. “Bros itu tak ada di atas meja tulis. Kau membawanya ke luar atau ke mana, Anne.” “Aku benar-benar telah meletakkannya kembali,” sanggah Anne cepat—tidak sopan, menurut Marilla. “Aku hanya tak ingat apa aku menusukkannya ke bantal peniti atau meletakkannya di nampan porselin. Tapi aku sungguh yakin sudah meletakkannya kembali.” “Aku akan pergi lihat sekali lagi,” kata Marilla, memutuskan untuk bersikap adil. “Kalau kau memang telah meletakkannya kembali maka seharusnya bros itu masih ada di sana. Kalau tak ada, berarti kau tak meletakkannya kembali, selesai!”

76

Marilla pergi ke kamarnya dan mencari bros itu dengan teliti, tak hanya di atas meja tulis tapi di setiap tempat lain yang sekiranya mungkin bros itu ada di sana. Ia tak juga menemukannya dan kembali ke dapur. “Anne, bros itu hilang. Berdasarkan pengakuanmu kau adalah orang terakhir yang memegangnya. Sekarang, apa yang telah kau lakukan dengan bros itu? Katakan padaku yang sebenarnya sekarang juga. Apa kau membawanya keluar dan menghilangkannya?” “Tidak, aku tak melakukannya,” sahut Anne sungguh-sungguh, tepat bertemu tatapan marah Marilla. “Aku tak pernah membawa bros itu keluar dari kamarmu dan itu adalah yang sebenarnya, kalau memang karenanya aku harus di-blok— meskipun aku tak yakin apa itu blok. Lakukan saja, Marilla.” Pernyataan “lakukan saja” Anne hanya dimaksudkan untuk menegaskan pernyataannya, tapi Marilla menganggapnya itu sebagai pembangkangan. “Aku yakin kau berbohong padaku, Anne,” katanya pedas. “Aku tahu siapa kau. Karena itu sekarang, jangan katakan apa-apa lagi kalau kau belum siap menceritakan seluruh kejadian sebenarnya. Masuk ke kamarmu dan tetap di sana sampai kau siap untuk mengakuinya.” “Bolehkah aku bawa kacang-kacang ini?” tanya Anne lembut. “Tidak, aku akan menyelesaikan mengupas kulit-kulitnya sendiri. Lakukan saja seperti yang kuminta.” Ketika Anne sudah berlalu Marilla mengerjakan tugas-tugas malamnya dengan pikiran kacau. Ia mencemaskan brosnya yang berharga itu. Bagaimana kalau Anne memang telah menghilangkannya? Dan nakal sekali anak itu sampai menyangkal telah mengambilnya, ketika siapa pun tahu dia telah mengambilnya! Dengan wajah seperti tak berdosa pula! “Aku tak mengerti apa yang akan tak ku suka telah terjadi,” pikir Marilla, sementara ia menguliti kacang dengan gugup. “Tentu saja, kurasa dia tak berniat mencurinya atau apa. Dia hanya mengambilnya untuk bermain atau untuk membantunya berimajinasi. Dia pasti mengambilnya, itu jelas, karena tak ada orang lain di kamar itu sejak dia masuk, menurut ceritanya sendiri, sampai aku masuk malam ini. Dan bros itu sudah hilang, tak ada yang lebih pasti. Kurasa dia menghilangkannya dan tak berani mengakuinya karena takut dihukum. Sungguh suatu hal yang menyakitkan bila berpikir dia telah berbohong. Itu jauh lebih buruk dari pada ledakan kemarahannya. Mengasuh seorang anak yang tak bisa kau percaya di rumahmu adalah sebuah tanggung jawab yang berat. Kelicikan dan penuh kebohongan—itu yang telah ditampakkannya. Aku jauh lebih mengkhawatirkan hal itu dari pada bros. Jika saja dia mau menceritakan yang sebenarnya maka aku tak akan keberatan.”

77

Marilla melangkah ke kamarnya sebentar-sebentar semalaman itu dan mencari bros, tanpa menemukannya. Saat ia ke loteng timur pada waktu tidur juga tak menghasilkan apa-apa. Anne berkeras menyangkal bahwa dia tahu sesuatu tentang bros itu tapi Marilla semakin yakin dia menghilangkannya. Keesokan paginya ia menceritakan hal itu pada Matthew. Matthew merasa sangat bingung; ia tak bisa secepat itu kehilangan kepercayaan pada Anne tapi harus diakuinya bahwa situasi saat ini tak berpihak padanya. “Kau yakin bros itu tak jatuh di belakang meja tulis?” adalah satu-satunya saran yang dapat ia berikan. “Aku sudah memindahkan meja itu dan laci-lacinya sudah ku keluarkan lalu aku mencarinya di setiap sela dan celah” adalah jawaban pasti dari Marilla. “Bros itu hilang, anak itu yang telah mengambilnya dan dia tak mengakuinya. Itu kenyataan yang sungguh buruk, Matthew Cuthbert, dan bagaimana pun juga kita harus menghadapinya.” Well, sekarang apa yang kau akan kau lakukan?” tanya Matthew sedih, diamdiam ia merasa bersyukur bahwa Marilla lah dan bukan ia yang harus menghadapi situasi seperti ini. Saat ini ia merasa tak ingin ikut campur. “Dia akan tetap berada di kamarnya sampai dia mau mengakuinya,” kata Marilla kejam, mengingat cara ini berhasil pada kasus sebelumnya. “Lalu kita lihat. Mungkin kita dapat menemukan bros itu jika dia akan mengatakan di mana dia megambilnya; tapi bagaimanapun juga dia harus dihukum berat, Matthew.” “Well, kau memang harus menghukumnya,” sahut Matthew, sembari mengambil topinya. “Tak ada yang bisa kulakukan dalam hal ini, ingat. Kau sendiri yang sudah memperingatkanku.” Marilla merasa ditinggalkan oleh semua orang. Ia bahkan tak bisa pergi ke rumah Nyonya. Lynde untuk minta saran. Ia melangkah ke loteng timur dengan wajah serius dan meninggalkannya dengan wajah yang bahkan lebih serius. Anne dengan mantap menolak untuk mengaku. Dia berkeras dengan pernyataannya bahwa dia tak mengambil bros itu. Anak itu telah benar-benar menangis dan Marilla merasa pedih karena rasa kasihan yang ditekannya kuatkuat. Malam ini dia, seperti yang ditunjukkannya, “mengalahkan.” “Kau akan tetap di kamar ini sampai kau mengaku, Anne. Kau bisa membulatkan tekad untuk itu,” katanya tegas. “Tapi besok piknik, Marilla,” jerit Anne. Anda tak akan akan melarangku pergi, kan? Sorenya kau akan membiarkanku keluar kan? Kemudian aku akan tetap di

78

sini selama yang kau mau SETELAH ITU dengan gembira. Tapi AKU HARUS pergi piknik.” “Kau tak akan pergi ke piknik atau ke mana pun sampai kau mengakuinya, Anne.” “Oh, Marilla,” Anne berkata terengah. Tapi Marilla sudah keluar dan menutup pintu. Rabu pagi mulai terang cukup cerah seolah memang disengaja karena ada piknik pada hari itu. Burung-burung berkicau di sekitar Green Gables; bunga lili Madonna mengirimkan hembusan parfum melalui angin yang tak terlihat ke setiap pintu dan jendela, dan terus melintasi ruang depan lalu ke kamar seperti semangat dari doa. Pepohonan birch di lembah melambai gembira seolah sedang menunggu salam pagi Anne dari loteng timur seperti biasa. Tapi Anne ada di jendelanya. Ketika Marilla membawakan sarapan pagi untuknya ia mendapati anak itu sedang duduk sopan di tempat tidurnya, pucat dan tegas, dengan bibir terkatup rapat dan mata bersinar. “Marilla, aku siap mengaku.” “Ah!” Marilla meletakkan nampannya. Sekali lagi metodenya berhasil; tapi keberhasilannya terasa sangat pahit baginya. “Lalu biarkan aku mendengar apa yang harus kau katakan, Anne.” “Aku mengambil bros batu baiduri itu,” kata Anne, seolah sedang mengulang sebuah pelajaran yang dipelajarinya. “Aku mengambilnya seperti yang kau katakan. Aku tak berniat mengambilnya ketika aku masuk ke dalam Tapi bros itu kelihatan sangat cantik, Marilla, ketika aku menyematkannya di dadaku aku tak dapat menahan godaan. Aku membayangkan betapa akan sangat mendesirkan hati untuk membawanya ke Idlewild dan bermain aku sebagai Lady Cordelia Fitzgerald. Akan lebih mudah membayangkan aku sebagai Lady Cordelia jika aku memakai sebuah bros batu baiduri yang nyata. Diana dan aku membuat kalung dari roseberry tapi apa lah artinya roseberry dibandingkan batu baiduri? Jadi aku mengambil bros itu. Kupikir aku bisa meletakkannya kembali sebelum kau pulang. Aku berjalan berlama-lama untuk mengulur waktu. Ketika aku melintasi jembatan menyeberangi the Lake of Shining Waters aku melepaskan bros itu untuk melihatnya sekali lagi. Oh, dia bersinar terang dalam sinar matahari! Lalu, ketika aku bersandar di atas jembatan, bros itu tergelincir dari jariku—lalu—jatuh ke bawah—dalam—dalam, seluruh kilauan ungu, tenggelam selamanya di bawah the Lake of Shining Waters. Hanya itu lah yang dapat kuakui, Marilla.” Marilla merasakan kemarahan hebat melanda hatinya lagi. Anak ini telah mengambil dan menghilangkan bros batu baiduri nya yang berharga dan

79

sekarang duduk di sana dengan tenang menceritakan detilnya tampa sedikit pun penyesalan yang tampak. “Anne, ini sangat mengerikan,” katanya, berusaha berbicara dengan tenang. “Kau anak perempuan ternakal yang pernah kudengar.” “Ya, kurasa aku memang anak paling nakal,” sepakat Anne hening. “Dan aku tahu akan dihukum. Tugasmu menghukumku, Marilla. Maukah kau melakukannya sekarang juga karena aku ingin pergi piknik tanpa ada beban.” “Piknik, benar! Kau tak akan pergi piknik hari ini, Anne Shirley. Itu lah hukumanmu. Itu bahkan tak cukup berat untuk apa yang telah kau lakukan!” “Tak pergi ke piknik!” Anne melompat berdiri dan merenggut tangan Marilla. “Tapi kau TELAH BERJANJI aku boleh pergi! Oh, Marilla, aku harus pergi piknik. Itu sebabnya kenapa aku mengaku. Hukum aku dengan cara apa pun yang kau suka tapi jangan itu. Oh, Marilla, please, please, biarkan aku pergi ke piknik. Ingat tentang es krim! Karena kau tahu mungkin aku tak akan pernah lagi punya kesempatan mencicipi es krim.” Marilla melepaskan cegkeraman tangan Anne dengan dingin. “Kau tak perlu memohon, Anne. Kau tak akan pergi ke piknik dan itu keputusan akhir. Tidak, tak sepatah kata pun.” Anne sadar Marilla tak akan berubah pikiran. Dia menautkan tangannya, memekik tajam, lalu menghempaskan tubuhnya menelungkup di tempat tidur, menangis dan menggeliat karena merasa sangat kecewa dan putus asa. “Astaga!” Marilla tersengal, cepat-cepat keluar dari kamar. “Aku yakin anak ini gila. Tak ada anak berpikiran sehat yang bersikap seperi dia. Kalau pun tidak maka dia sama sekali buruk. Oh Tuhan, aku takut Rachel memang benar dari awal. Tapi aku sudah terlanjur dan tak akan melihat ke belakang.” Itu adalah pagi yang murung. Marilla bekerja dengan gusar lalu menggosok lantai serambi depan dan rak susu ketika ia tak tahu lagi harus mengerjakan apa. Padahal baik serambi depan mau pun rak itu tak perlu digosok—tapi Marilla melakukannya. Kemudian ia keluar dan menyapu halaman. Ketika makan malam telah siap ia menuju tangga dan memanggil Anne. Wajah dengan bekas airmata muncul, melihat dengan tragis dari atas pegangan tangga. “Turunlah untuk makan malam, Anne.” “Aku tak mau makan malam, Marilla,” sahut Anne, tersedu. “Aku tak bisa makan apa-apa. Hatiku sakit. Kuharap, hati nurani mu akan menyesal suatu hari nanti,

80

adalah seorang yang menyedihkan. dia sudah mendapatkannya sekarang. dia anak kecil. mengenai sesuatu yang terjepit di syal—sesuatu yang gemerlap dan berkilau dalam cahaya violet. bolunya telah siap dan ayam-ayamnya sudah diberi makan Marilla teringat koyakan kecil di syal renda hitam terbagusnya ketika ia melepaskannya pada Senin sore sekembalinya dari Ladies Aid (Bantuan Perempuan). Tapi tolong jangan suruh aku makan apa pun. Ingatlah ketika saat itu tiba bahwa aku memaafkanmu. Marilla. atau pun bercerita tentang itu. Jika dia benar-benar merasa menyesal maka tak akan seburuk itu.” Jawab Marilla tepat. Marilla. Kupikir aku sudah membebaskannya dengan terlalu mudah. Marilla. sinar matahari. Satu-satunya yang bergembira dengan hal itu adalah Jerry Buote. seperti Anne. terutama daging rebus dan sayuran. Marilla kembali ke dapur dan mencurahkan kesedihannya pada Matthew. anak laki yang disewa. Daging rebus dan sayuran sangat tidak romantis ketika seseorang sedang menderita. Ia masuk dan akan menambalnya. menempel di benang renda dekat jepitannya! “Oh Tuhan. Marilla merenggutnya dengan tersengal.” katanya hampa. Apa maksud anak itu 81 . berpendar melalui tanaman rambat yang tumbuh lebat di dekat jendela. Dan kau juga tampak tak menyadarinya.” akunya. berpikir makanan itu tak cocok untuk perasaan yang sedang gundah. Jawaban itu membuat Matthew terdiam meskipun itu tak meyakinkannya.karena menyakitinya.” “Well. “apa artinya ini? Bros ku aman di sini dan sepertinya kupikir dia sudah jatuh ke dasar kolam Barry. “tapi dia anak kecil yang—anak kecil yang menarik. yang. Dan dia tak tampak menyadari betapa nakalnya dia—itu yang paling kukhawatirkan. seharusnya dia tak mengambil bros itu. Kau tahu dia tak pernah mendapat pendidikan. “Well. Begitu Marilla mengeluarkannya. tapi aku memaafkanmu. Merasa jengkel. Ketika piring-piringnya sudah dicuci. Makan malam kali itu sangat murung. Tidakkah kau berpikir tindakan itu agak kasar dengan tak mengijinkannya pergi piknik padahal dia telah begitu mempersiapkannya?” “Matthew Cuthbert. aku heran denganmu. dan Marilla marah karena kesenangannya merupakan penghinaan pribadi. “Karena itu harus ada kelonggaran. Itu adalah bros batu baiduri. Syal itu ada dalam sebuah kotak di tempat barang nya.” “Well. antara rasa keadilannya dan rasa simpatinya dengan Anne.” ulang Matthew lemah. kau membebaskannya setiap waktu untuk dirimu sendiri—aku bisa lihat itu. sedih melihat piringnya penuh dengan daging dan sayuran yang tidak romantis seolah dia.

Meskipun Marilla sendiri ingin tertawa. Seharusnya aku tak menyangsikan ucapanmu ketika aku tak pernah tahu kau mengarag cerita. Dan sekarang persiapkan dirimu untuk pergi piknik. Tapi kau tetap tak mengijinkanku pergi ke piknik. bros di tangan. berjalan cepat ke wastafel.mengatakan dia telah mengambilnya dan menghilangkannya? Aku yakin Green Gables terpesona. Marilla. Aku memikirkan sebuah pengakuan tadi malam sebelum tidur dan aku membuatnya semenarik mungkin. bukan hal yang benar kau mengakui sesuatu yang tidak kau lakukan—hal itu sangat salah. Kurasa bros itu tersangkut di syal. Marilla. Mereka tak akan memulainya sebelum banyak yang berkumpul dan ada sekitar setengah jam lagi mereka baru akan minum teh. Aku akan menyiapkan bekal untukmu. jadi seluruh kesusahanku sia-sia. apa tak terlalu terlambat?” “Tidak. Tapi aku menyebabkanmu melakukannya. kau bilang akan terus mengurungku di sini sampai aku mengaku.” sahut Anne lelah.” Anne terbang seperti roket. “Oh. “Anne. Ada banyak kue di rumah. Aku ingat sekarang ketika aku melepaskan syal ku pada Senin sore aku meletakkannya sebentar di atas meja tulis. “jadi aku memutuskan untuk mengaku karena aku mau pergi ke piknik itu.” kata Marilla serius. sisir rambut dan kenakan baju katun tipismu. “aku baru saja menemukan bros ku tersangkut di syal renda hitam ku. Tentu saja.” “Kenapa. Anne telah menjerit sendirian dan saat itu dia sedang duduk murung di dekat jendela. “Anne Shirley. kau sungguh mengacaukan semuanya! Tapi aku salah—aku tahu itu sekarang. sekarang baru jam dua. Basuh wajahmu. Sekaran aku ingin tahu apa maksud cerita tak berujung pangkal yang kau ceritakan tadi pagi. “Lima menit lalu aku merasa sangat malang sampai berharap aku tak pernah dilahirkan dan sekarang aku tak akan mau bertukar tempat dengan malaikat!” 82 . Tapi hati nuraninya melarang. Aku mengulangnya bekrkali-kali jadi aku tak akan lupa.” seru Anne. Well!” Marilla melangkah ke loteng timur. Anne. Jadi jika kau mau memaafkanku. Dan aku akan panggilkan Jerry untuk memasangkan kuda pada kereta dan mengantarmu ke tempat piknik. aku akan memaafkanmu dan kita akan mulai jujur lagi.” “Oh.

Nyaris tenggelam merupakan pengalaman yang sangat romantis. dan aku bertanggung jawab untuk itu. menarik napas panjang. mengintip ke bekal makan malamnya dan menghitung dengan ingatannya jika ketiga bolu raspberry yang berwarna-warni dan lezat itu dibagi untuk sepuluh anak perempuan berapa gigitan masing-masing bisa dapat. Itu akan menjadi kisah yang mendebarkan hati untuk diceritakan. Kami minum teh yang enak dan kemudian Nyonya. Tapi aku yakin dia akan mau memperbaikinya. Anak itu sulit memahami beberapa perhatian. Aku harus tertawa bila mengingat ‘pengakuan’ Anne. tak akan ada rumah yang membosankan bila ada dia.” sahut Diana praktis. Aku berharap itu aku. “Aku akan mengaku bahwa aku telah membuat kesalahan. sangat berdebu dan panas. Harmon Andrews menjajarkan kami semua di the Lake of Shining Waters—enam orang sekaligus.” putusnya terus terang. Andrews tak menangkapnya di ikat pinggangnya maka dalam waktu singkat dia akan jatuh dan mungkin tenggelam.” Bab XV – Kegemparan tak Berarti di Sekolah “Sungguh hari yang menyenangkan!” kata Anne. tentu saja. Dia mencondongkan badannya untuk memetik bunga lili air dan kalau Tuan. ya kan?” “Jauh lebih bagus dari pada keluyuran di jalan. Marilla.Malam itu Anne yang merasa sangat bahagia dan benar-benar kelelahan kembali ke Green Gables dalam keadaan senang yang tak mungkin digambarkan. meskipun kurasa seharusnya aku tak boleh ketawa karena itu benar-benar bohong. Dan satu hal yang pasti. Aku mendengar Mary Alice Bell menggunakannya. Tapi bagaimana pun itu tak seburuk yang lain. tapi mereka tak akan pernah bisa merasakan hari ini. Marilla. “tapi aku telah belajar satu hal. aku mengalami waktu yang sangat mewah. Lalu kami makan es krim. Mewah adalah kata baru yang kupelajari hari ini. dan anak yang makan tiga bolu raspberry sendirian atau bahkan 83 . Mungkin mereka akan mengalami hari-hari baik. kujamin bahwa itu sangat indah. “Bukankah bagus hidup di hari seperti ini? Aku kasihan pada orang yang belum dilahirkan karena melewatkannya. Dan Jane Andrews nyaris jatuh ke laut. Anak perempuan di sekolah Avonlea selalu mengumpulkan makan siang mereka. Dan masih lebih menyenangkan memiliki kebiasaan yang bagus pergi ke sekolah. Bukankah itu sangat mahal? Segala sesuatunya sangat indah. “Oh. Aku tak dapat mengatakan apa-apa untuk menggambarkan es krim itu.” Malam itu Marilla menceritakan keseluruhan cerita pada Matthew dari balik keranjang kaos kakinya.

kau tahu. Andrew. tapi pergi melewati Lover’s Lane. jadi kubiarkan dia melakukannya. ya kan? Sangat romantis! Kita tak bisa membayangkan pecinta ke dalamnya. mulai berangkat sendirian di pagi hari. dan kedua anak kecil itu mendaki jalan itu di bawah pohon maple yang rindang—“maple adalah sejenis pohon yang ramah. Diana bilang dia tak pernah melihat kegembiraanku karena menemukan nama khayalan untuk tempat. “pohon itu selalu bergemerisik dan berbisik padamu”—hingga mereka sampai ke jembatan yang kasar. “tapi Diana bilang ada jutaan bunga violet di sana pada musim semi.” terangnya pada Marilla.membaginya hanya dengan satu orang kawan dekat akan selalamanya dijuluki “sangat kikir”.” Tempat itu memang indah. “tapi Diana dan aku membaca buku yang sangat luar biasa bagus dan ada Lover’s Lane di dalamnya. Marilla. Di setiap sisinya ditumbuhi 84 . tak bisakah kau membayangkan melihatnya? Itu sangat membuatku tak bisa bernapas. Marilla. Bell. Cara Anne dan Diana pergi ke sekolah adalah salah satu YANG bagus. “Tentu saja sekarang tak ada bunga violet di sana. Violet Vale. dan the Birch Path sangat romantis. Namun ketika bolu itu dibagi untuk sepuluh anak kau hanya cukup mendapat untuk menggiurkanmu. Jalan itu agak sempit. Barry dan melewati Willowmere.” Anne. “Bukan pecinta seperti itu yang benar-benar pernah melaluinya. Di sini Diana bertemu dengannya. Jadi kami juga ingin punya. Anne berpikir perjalanannya ke dan dari sekolah dengan Diana tak akan berkembang meski dengan khayalan. tapi aku yakin bisa menemukan nama lain yang lebih puitis dari pada hanya the Birch Path. berliku-liku. jauh memutar ke sebuah bukit langsung dari hutan Tuan. Di seberang Willowmere ada Violet Vale—cekungan hijau kecil dalam bayangan hutan besar Tuan.” kata Anne.” Anne memberitahu Marilla. Lalu mereka meninggalkan jalan itu dan berjalan melalui lapangan belakang Tuan. jika saja itu terjadi. Dan itu nama yang sangat bagus. Aku menamakannya Violet Vale. Siapa pun bisa memikirkan nama seperti itu. ya kan? Tapi Diana memberi nama the Birch Path. Oh. tempat cahaya terpancar kebawah melalui tabir kehijauan semulus berlian. Tapi the Birch Path adalah salah satu tempat terindah di dunia. Berjalan di sekitar jalan utama sangat tidak romantis. Orang lain selai Anne juga berpikir serupa ketika mereka berjalan menyusurinya. Willowmere. Anne menamakannya Lover’s Lane sebelum sebulan dia tinggal di Green Gables. Itu lah jalan yang dilalui ketika membawa sapi-sapi ke padang rumput di belakang dan mengangkut kayu di musim dingin. Dia mau memberi nama. Menyenangkan bisa pandai dalam suatu hal. berjalan menyusuri Lover’s Lane sejauh aliran sungai. Aku suka jalan itu karena kau bisa bebas berpikir dengan suara keras di sana tanpa ada orang yang menyebutmu gila. Lover’s Lane terbuka di bawah kebun buah di Green Gables dan terbentang jauh ke dalam hutan sampai ke ujung ladang Cuthbert.

Malam itu Anne pulang dengan semangat tinggi. Di lembah jalan itu menuju ke jalan utama lalu tinggal mendaki bukit pohon spruce menuju ke sekolah. dan tugasmu adalah belajar.” “Anne Shirley. Sementara itu kau bisa melihat seekor kelinci melompat melintasi jalan kalau kau diam—yang. kau tahu.” 85 . dan tutupnya penuh diukir dengan inisial dan tulisan mesir kuno dari tiga generasi siswa sekolah. Dia duduk di kursi panjang di belakang dan guru itu juga duduk di sana.” dia memberitahu. katanya. Ia setiap saat memilin kumisnya dan memandang ke arah Prissy Andrews. jangan sampai aku mendengarmu bicara tentang gurumu seperti itu lagi. pinggiran atapnya rendah dan jendelanya lebar. “Kupikir aku akan suka bersekolah di sini. Dan aku mau kau segera paham bahwa kau tak pulang ke rumah untuk bercerita tentang guru itu. di sana selalu terhirup udara beraroma rempah-rempah. batang tanaman putih dan dahan besar. Sekolah Avonlea adalah sebuah gedung bercat putih. Kuharap kau anak yang baik. dengan musik dari kicauan burung yang memanggil dan tawa angin hutan yang terdengar sayup-sayup di pepohonan di atas. Wajahnya sangat cantik dan rambutnya keriting berwarna coklat dan dia merapikannya dengan sangat elegan. “Kau tak pergi ke seolah untuk mencela guru. Bagaimana dia bisa bergaul dengan baik dengan anak-anak lain? Dan bagaimana dia bisa mengendalikan diri untuk tutup mulut selama jam pelajaran berlangsung? Bagaimanapun segala sesuatunya berjalan lebih baik dari yang ditakuti Marilla. seringnya—untuk menjelaskan pelajaran. Prissy sudah dewasa. Dia berumur enam belas tahun dan dia sedang belajar untuk ujian masuk ke Queen’s Academy di Charlottetown tahun depan. Marilla melihat Anne mulai berangkat ke sekolah pada hari pertama di bulan September dengan diam-diam merasa sangat was-was. “Aku tak terlalu memikirkan gurunya. dengan Anne dan Diana. tumbuhan paku dan starflower serta lili liar-dari-lembah juga rimbunan pigeonberry merah tua tumbuh lebat di sepanjangnya. Anne anak yang aneh. Bangunan sekolah itu dipindahkan ke belakang dari pinggir jalan dan dibelakangnya terdapat hutan fir yang agak gelap dan sungai tempat dimana anak-anak itu meletakkan semua botol susu mereka di pagi hari agar tetap dingin dan manis sampai waktu makan malam. dan Ruby Gillis bilang dia yakin itu tak ada hubungannya dengan pelajaran. Kurasa ia bisa mengajarkan MU sesuatu.pepohonan birch yang agak muda. Tapi Ruby Gillis bilang dia melihat guru itu menulis sesuatu di batu tulis Prissy lalu ketika Prissy membacanya wajahnya bersemu semerah gula dan terkikik. sangat jarang terjadi. Tillie Boulter bilang guru itu SANGAT MENYUKAI nya. Itu sesuatu yang tak tak akan kudukung.” sahut Marilla pedas. di dalamnya dilengkapi dengan meja tulis besar model lama yang nyaman bisa dibuka dan ditutup.

kupikir. Sangat menyenangkan memiliki banyak teman bermain. geografi. Aku MENGAGUMI Diana. Diam-diam ia berpikir hidung Anne bagus dan menarik. Dia membuat hidup kami sangat tersiksa. Philip bilang ejaanku sangat memalukan dan ia mengangkat batu tulisku hingga setiap orang bisa melihatnya. ia bisa lebih sopan pada orang asing. “Itu tak sesulit yang bisa kau bayangkan. dua anak paling gembira di Avonlea. Anne. “tapi aku yakin dia tak terlalu suka pada Julia Bell. “Dia telah mengunjungi sepupunya di New Brunswick sepanjang musim panas dan dia pulang Sabtu malam. Dan Tillie Boulter membolehkanku memakai cincin manik-manik nya sepanjang sore. pagi September yang segar dan kering. Aku duduk dengan Diana. Mereka semua sudah sampai ke buku yang kelima sedangkan aku masih di buku yang keempat. Dan dia sangat mengusik anak perempuan. Tapi tak ada seorang pun di antara mereka yang memiliki imajinasi seperti aku dan aku tahu itu. Tapi tentu saja yang paling kusukai adalah Diana dan akan selalu begitu. Marilla. Marilla. Aku merasa sangat terhina. Tuan.” Nada bicara Diana menunjukkan bahwa dia lebih suka hidupnya tersiksa dari pada tidak. Tempat duduk kami tepat di dekat jendela dan kami bisa melihat ke the Lake of Shining Waters di bawah. mengangkat kepalanya. Anne dan Diana bepergian dengan riang gembira ke the Birch Path.“Sebenarnya aku memang anak baik. Bolehkah aku minta beberapa manik-manik mutiara dari bantal peniti lama di loteng untuk membuat cincin untukku? Dan oh.” “Hidungmu cukup bagus. Banyak anak-anak baik di sekolah dan kami bermain permainan yang sangat menggembirakan saat makan malam.” sahut Anne nyaman. Ruby Gillis memberiku sebuah apel dan Sophia Sloane meminjamkanku sebuah kartu berwarna pink yang indah bertuliskan ‘Bolehkah aku melihat rumahmu?’ di atasnya. semuanya diberi tanda. Jane Andrews bilang Minnie MacPherson bilang padanya dia dengar Prissy Andrews memberitahu Sara Gillis bahwa hidungku sangat bagus. “Gilbert Blythe?” sahut Anne. itu pujian pertama yang pernah kuterima seumur hidupku dan kau tak bisa bayangkan betapa aneh rasanya. Dan sekarang. Aku akan mengembalikannya besok. Aku merasakannya semacam sebuah aib. benarkah hidungku bagus? Aku tahu kau akan memberitahuku yang sebenarnya.” sahut Diana.” kata Diana. Hari ini kami belajar membaca.” sahut Marilla pendek. sejarah Kanada dan pendiktean. “Kurasa Gilbert Blythe akan sekolah hari ini. Marilla. Dia SANGAT ganteng. Aku dengar dia bilang dia belajar tabel perkalian dengan bintikbintik di wajah Julia Bell.” 86 . Marilla. Aku jauh tertinggal dibandingkan yang lain. tapi ia tak berniat mengatakan itu pada Anne. “Bukankah itu nama yang tertulis di dinding serambi depan dengan Julia Bell dan sebuah tulisan ‘Pengumuman’ di atasnya?” “Ya. Sudah tiga minggu berlalu dan sejauh ini semuanya berjalan lancar.

” “Anak-anak Pye itu selalu berbuat curang. yang matanya berwarna hitam dan berambut halus telah mematahkan hati anak-anak laki di sekolah karena namanya tertulis di dinding serambi depan dalam setengah lusin pengumuman. Empat tahun lalu ayahnya sakit dan harus pergi ke Alberta karena kesehatannya dan Gilbert ikut bersamanya. “Itu hanya lelucon. Diana Barry.” kata Diana.” Anne menghela napas. Tuan. kau ingat—bahwa kau anak perempuan terpandai di sekolah. “Omong kosong. Charlie Sloane SANGAT MENYUKAI mu. Dia baru di buku keempat meskipun sudah berumur hampir empat belas tahun. Tapi kupikir tulisan perhatian di dinding tentang anak laki dan perempuan adalah hal paling tolol.” Anne memohon. Aku tak bisa benar-benar bangga bisa tetap tenang di antara anak laki dan perempuan yang berumur hanya sekitar sembilan atau sepuluh tahun. Tapi agak memalukan mengetahui bahwa tindakan itu tak berbahaya.” “Aku senang. “bahwa ada orang yang berani melakukannya. Itu lebih baik dari pada cantik.” kata Diana.” sahut Diana marah. dia pernah jadi juara di kelasnya. Aku memandangnya dengan pandangan mencela dan membuatnya beku lalu wajahnya menjadi semerah gula dan akhirnya dia salah mengeja kata itu. dari sisi kewanitaannya. kau ingat.” “Setelah ini Gilbert akan ada di kelasmu. itu tak lebih baik. “dan bisa kuberitahu. “Wajah memang jadi tak halus karena aku banyak bintik.” dia cepat-cepat menambahkan. Mereka di sana selama tiga tahun dan Gilbert hampir tak pergi ke sekolah mana pun sampai mereka kembali.” “Tidak. tentu saja. Aku ingin lihat orang yang berani menuliskan namaku di dinding dengan nama seorang anak laki. Tidak.” sahut Anne cepat. Jika ada seseorang yang menuliskan namaku dengan namanya aku tak akan MENJELASKAN nya. Kau tak akan segampang itu untuk tetap tenang di kelas setelah ini. Dia tak mau namanya di tulis di dinding. begitu mereka memanjati pagar di jalan utama.” 87 . dia mencontek ke bukunya. “Aku lebih suka cantik dari pada pintar.“Oh. Dan kau jangan terlalu yakin namamu tak akan di tulis di situ. jangan bicara tentang bintik-bintik padaku. Tapi MEMANG menyenangkan untuk tetap tenang di kelas. Dan aku benci Charlie Sloane. “Sebenarnya kemarin Gertie Pye pergi dan meletakkan botol susu miliknya di tempatku di sungai. Anne. Kemarin aku bangun dengan mengeja ‘ebullition. aku tak tahan dengan anak laki bermata belo. Philip tak melihatnya—ia sedang melihat ke Prissy Andrews—tapi aku melihatnya. Pernahkah kau? Sekarang aku tak mau bicara dengannya.” sahut Anne. Dia bilang pada ibunya—IBU nya.’ Josie Pye adalah bintang kelas dan.

“Menurutku Gilbert Blythe mu MEMANG ganteng. Phillips kembali ke sudut untuk menjelaskan suatu soal dalam aljabar ke Prissy Andrews dan murid-murid lainnya melakukan berbagai hal lain yang mereka sukai seperti makan apel hijau. karena pada saat itu Anne benar-benar tak sadar bukan hanya akan kehadiran Gilbert Blythe. tapi ketika keributan itu telah reda dia melihat ke arah Anne dan mengedipkan mata dengan cara yang sungguh sangat menggelikan hati hingga tak terkatakan. dan menggerak-gerakkan jangkrik yang dipasangi tali. mengambil ujung kepangan rambut merah Anne. dan mulut yang membentuk senyuman menggoda.” Tapi tak sampai sore masalah benar-benar akan terjadi. Gilbert sampai di seberang jalur. Tuan.Ketika Tuan. Bukan kebiasaan bagus mengedipkan mata pada anak perempuan yang belum dikenal. yang duduk di depannya. yakin rambutnya tertarik dari akarnya. Gilbert Blythe tak biasa bersusah payah menarik perhatian anak perempuan dan menemui kegagalan. dia terjatuh ke belakang ke tempat duduknya dan menjerit kecil. Diana berbisik pada Anne. dia berada jauh di negeri impian yang indah tak mendengar dan melihat apa pun sibuk dengan khayalannya sendiri yang menakjubkan. naik turun di jalur antara tempat duduk. karena Gilbert Blythe yang dibicarakan sedang diam-diam asyik menjepit kepangan panjang berwarna kuning milik Ruby Gillis. Anne. “tapi kupikir dia sangat kurang ajar. ke belakang tempat duduknya. Dia anak laki yang tinggi. Gilbert Blythe berusaha menarik perhatian Anne Shirley dan sama sekali gagal. Philips memandang dengan sorotan marah karena Ruby mulai menangis. berbisik.” Karena itu Anne melihatnya. tapi akan seluruh murid di sekolah Avonlea itu sendiri. Philip berada di bagian belakang kelas mendengarkan bahasa Latin Prissy Andrews. Dia punya kesempatan bagus untuk melakukannya.” ungkap Anne pada Diana. mata yang nakal. “Gilbert Blythe itu duduk tepat di seberang jalur dari tempat dudukmu. Dengan tangan menopang dagu dan mata terpaku pada birunya the Lake of the Shining Waters yang terlihat dari jendela sebelah barat. Lihatlah dia dan kita lihat apakah kau tak berpikir dia ganteng. anak bernama Shirley yang berambut merah itu dengan dagu kecil yang lancip dan mata besar yang tak seperti mata anak perempuan lainnya di sekolah Avonlea. Gilbert telah dengan cepat melepaskan jepitan itu sehingga tak tertangkap mata lalu menekuni sejarah dengan wajah paling serius di dunia. menariknya agak jauh dan berbisik tajam: 88 . Sekarang ini Ruby Gillis akan membawa hitung-hitungannya ke guru. menggambar di batu tulis. dengan rambut keriting berwarna coklat. Dia HARUS melihatnya. Semua orang memandangnya dan Tuan.

” ia berkata dengan nada serius. anak yang penuh kebencian!” seru Anne menggebu. Tuan. Aku mengganggunya. Dia melayangkan tatapan marah pada Gilbert dari mata yang kilatan amarahnya dengan cepat hilang berganti airmata amarah. “Beraninya kau!” Lalu—thwack! Anne telah menjatuhkan batu tulisnya ke kepala Gilbert dan meretakkannya—batu tulis bukan kepala—itu jelas. Anne Shirley harus belajar mengendalikan amarahnya. Anne tak menjawab. Ini satu adegan spesial yang dapat dinikmati. “Kau jahat.“Wortel! Wortel!” Lalu Anne menatapnya dengan dendam! Dia lebih dari sekedar menatap. mulai menangis. Tommy Sloane membiarkan semua anggota kelompok jangkriknya melarikan diri darinya ketika dia melihat ke tablo dengan mulut terbuka.” Anne akan jauh lebih suka cambukan sebagai hukuman karena jiwanya yang sensitif akan gemetar dengan pukulan cambuk. “Anne Shirley memiliki watak yang sangat buruk. Perlu terlalu banyak darah dan daging untuk mengharapkannya memberitahu di depan seluruh murid sekolah bahwa dia dipanggil “wortel. 89 . Diana terengah. bisa memahaminya.” lalu membacanya keras-keras sampai bahkan murid dasar.” Gilbertlah orang yang berani mengatakan itu. apa maksudnya ini?” ucapnya marah. Phillips mengambil sebatang kapur crayon dan menulis di papan tulis di atas kepala Anne. “Anne Shirley. khayalannya yang cemerlang hancur berkeping tak terselamatkan. Ruby Gillis. Tuan. seolah adanya kenyataan menjadi muridnya harus membasmi seluruh nafsu jahat dari hati karena perbuatan kecil yang nyaris menyebabkan kematia. Phillips. Semua orang berseru “Oh” dalam kegembiraan yang sangat. Dia bangkit berdiri. Phillips tak menggubris Gilbert. Dengan wajah tenang dia menurut. “Ini salah saya Tuan. berdiri di platform di depan papan tulis sepanjang sisa sore ini. Murid-murid di sekolah Avonlea selalu menikmati suatu adegan. yang cenderung histeris. Phillips berjalan dengan angkuh di jalur antara tempat duduk dan meletakkan tangannya dengan berat di bahu Anne. “Saya menyesal melihat murid saya menunjukkan amarah seperti itu dan sifat ingin balas dendam. yang tak bisa membaca tulisan.” Tuan. “Anne.

Gilbert Blythe berusaha menahannya di pintu serambi depan. Ketika mereka melihat Tuan. Diana. “Gilbert Blythe telah menyakiti perasaanku DENGAN MENYEDIHKAN. Dengan mata penuh sesal dan pipi bersemu karena marah dengan cara yang sama dia menghadapi pandangan simpatik Diana.” Diana tak mengerti sedikit pun apa yang Anne maksud tapi dia memahaminya sebagai sesuatu yang sangat buruk.” “Berbeda sekali antara dipanggil burung gagak dengan dipanggil wortel. dia bahkan tak sudi melihatnya.” Mungkin saja hal itu bisa mereda tanpa lebih banyak kesedihan kalau saja tak terjadi hal lain. Anne?” komentar Diana begitu mereka menyusuri jalan setengah menyalahkan. “Kau tak harus keberatan Gilbert membuat lelucon dengan rambutmu. anggukan kemarahan Charlie Sloane dan senyuman dengki Josie Pye.Anne berdiri di sana sepanjang sisa sore dengan cerita dongeng itu di atas kepalanya. “Jujur aku menyesal. Bell dan melintasi padang rumputnya yang luas. Dia menertawakan rambutku karena sangat hitam. Tapi ketika masalah mulai terjadi maka masalah sebelumnya akan terus berlanjut. jangan marah lagi. “Aku benar-benar minta maaf karena telah membuat lelucon dengan rambutmu. Dia TAK AKAN PERNAH sudi melihatnya lagi! Dia tak akan sudi bicara dengannya!! Ketika sekolah usai Anne berjalan dengan menegakkan kepalanya yang berambut merah. “Oh. Phillips 90 .” sahut Anne berwibawa.” katanya menenangkan. Sementara untuk Gilbert Blythe. “Kenapa. Murid-murid Avonlea sering menghabiskan waktu siang dengan mengambil getah di belukar pepohonan spruce kepunyaan Tuan.” Anne melewatinya dengan cepat dengan sikap menghina. Dia tak menangis atau pun gantung diri. Diana. teganya kau. Dari sana mereka tetap bisa memperhatikan rumah Eben Wright. tempat di mana guru tinggal. Kemarahan masih terlalu meluap-luap dalam hatinya untuk melakukan itu dan itu menghalanginya di tengah-tengah derita malunya. Dia memanggilku burung gagak berkali-kali. tanpa melihat atau pun tanda dia mendengarnya. dia mengisengi seluruh anak perempuan. Sekarang.” bisiknya menyesal. dan aku juga tak pernah mendengarnya minta maaf sebelumnya untuk apa pun. setengah kagum. “Aku tak akan pernah memaafkan Gilbert Blythe. Diana merasa DIA tak akan tahan dengan permohonan Gilbert. Phillips juga memanggil namaku tanpa huruf e. Belenggu telah merasuki jiwaku.” sahut Anne tegas. “Dan Tuan. Anne.

Siapa pun yag datang terlambat akan dihukum. kehilangan napas dan terengah-engah. setinggi pinggang di antara pepohonan pakis besar. benar-benar berniat berada di sana beberapa saat hanya untuk “memetik kunyahan. Bagaimanapun. ia tak mau bersusah-payah memberi hukuman pada selusin murid. dan Anne. Diana.” Anak-anak laki lain tertawa tergelak-gelak. yang telah jatuh terduduk di kursinya. dia berlari dengan sangat curang dimana dia menyusul anak-anak laki di pintu dan mendahului mereka masuk ke kelas tepat ketika Tuan. Anne bisa berlari seperti seekor rusa. Bell seperti biasa. yang tak memetik getah sama sekali tapi malah berkelilingkeliling dengan gembira jauh di ujung belukar. bahwa dia berharap seluruh murid sudah berada di tempat duduknya masing-masing begitu ia kembali. “Buang bunga itu dari rambutmu lalu duduk dengan Gilbert Blythe. berlari duluan dan berusaha sampai di gedung sekolah tepat waktu tanpa membuang waktu sedetikpun. terlalu terlambat sekitar tiga menit. dengan serangkai bunga lili di rambutnya seolah dia adalah makhluk Tuhan yang liar di tempat teduh. berlari kemudian. “Anne Shirley.” Tapi belukar pepohonan spruce sangat memikat dan biji karet yang menguning amat memperdaya. Phillips menggunakan salah satu peraturan dadakannya dan mengumumkan sebelum pulang untuk makan malam. dan seperti biasa hal pertama yang menyadarkan mereka akan habisnya waktu adalah teriakan Jimmy Glover dari atas pohon spruce tua “Guru datang. Wright dan mereka sangat tangkas untuk sampai di sana. menarik rangkaian bunga itu dari rambut Anne dan memegang tangannya erat. Anak-anak laki. karena tampaknya kau lebih suka dengan rombongan anak-anak laki maka kami akan memperturutkan seleramu itu sore ini.muncul dari sana mereka berlari menuju gedung sekolah. yang harus berputar cepat turun dari pohon. tapi jaraknya sekitar tiga kali lebih jauh dari jalan rumah Tuan. terengah-engah. tapi harus melakukan sesuatu untuk menepati apa yang telah diucapkannya. mereka memetik. 91 .” Anak-anak perempuan yang memang berada di tanah. Phillips sedang meletakkan topinya. bernyanyi lirih sendirian. dengan rangkaian lili yang terlupakan terselip miring di salah satu telinga dan membuatnya tampak sangat kusut dan tidak rapi. paling akhir dari semuanya. Semangat Tuan. Semua anak laki dan beberapa anak perempuan pergi ke belukar pepohonan spruce Tuan. Phillips yang singkat dalam menerapkan peraturannya telah habis. berlengah-lengah dan mondar-mandir. ia mencari-cari sebab kesalahan dan ia menemukannya pada Anne.” sindirnya. Keesokan harinya Tuan. yang berubah pucat karena kasihan. Anne memandang ke guru itu seolah berubah menjadi batu.

Anne?” Diana ingin tahu. pak. lalu menumpuknya dengan rapi di atas batu tulisnya yang retak. Gilbert mengambil permen kecil berbentuk hati berwarna pink dengan tulisan emas di atasnya.” dan menyelipkannya ke tangan Anne. Anne merasa tak sanggup menanggungnya dan tak berdaya. melangkah melintasi jalur antara tempat duduk. segera begitu mereka berada di jalan. amarah dan penghinaan. dan terutama Anne. mengambil permen hati pink itu dengan hati-hati di antara ujung jari-jari tangannya.” “Kupastikan padamu aku serius”—masih dengan nada menyindir yang seluruh anak. “Ya. ini akhir dari segalanya. Suatu kali. Lalu Anne bangun. agama dan ilmu hitung.” Bagi Anne. dengan sok mengeluarkan semua yang ada di dalamnya. dan duduk kembali di bangkunya tanpa sudi melirik Gilbert. Kemudian. Dia tak berani menanyakan itu sebelumnya. menjatuhkannya ke lantai. dia bangkit dengan angkuh. dengan bintik-bintik merah kecil yang mengerikan di wajahnya. sadar tak ada bantuan yang bisa diharapkan. lalu Tuan. “Untuk apa kau membawa pulang itu semua. berkata pada yang lain saat pulang dari sekolah bahwa dia “benar-benar tak pernah melihat hal seperti itu—wajahnya sangat putih. Phillips bertanya marah. duduk di sebelah Gilbert Blythe. 92 . melumatkannya menjadi bubuk di bawah tumitnya. yang meliriknya sekilas begitu Anne menenggelamkan wajahnya. Awalnya murid-murid lainnya saling memandang. Ketika Tuan. pena dan tinta. Keadaan memburuk. bahkan lebih parah lagi disuruh duduk dengan anak laki.” sahut Anne pelan “tapi kurasa anda tak serius. ketika tak ada seorang pun yang melihat. bahkan anak laki itu haruslah Gilbert Blythe yang telah sangat menghinanya dengan tidak adil sampai sama sekali tak tertahankan. Dia merasa meluap-luap dengan rasa malu. Phillips memanggil keluar anak-anak kelas sejarah Anne seharusnya pergi. berbisik. dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lengannya di atas meja. Phillips. Cukup buruk dihukum sendirian di antara selusin anak lainnya yang memiliki kesalahan sama. “Patuhi aku sekarang juga. mereka segera kembali ke tugasnya sendiri dan Anne pun terlupakan. Ruby Gillis. tertawa terkikik dan menyikut.“Apa kau dengar apa yang kusuruh. buku-buku dan catatan.” Untuk beberapa saat Anne tampak seolah bermaksud akan membangkang. tapi Anne tak bergerak. masih terus menerus memikirkan sajak dan tak pernah melewatkannya. Ketika sekolah usai Anne berjalan ke mejanya. Tapi karena Anne tak pernah mengangkat kepalanya dan Gilbert mengerjakan bilangan pecahan seolah segenap jiwanya asyik dengan bilangan pecahan itu dan hanya itu. “Kamu manis. yang telah menulis beberapa syair “Untuk Priscilla” sebelum ia memanggil anak-anak itu. tak menyukainya. Anne?” Tuan.

” sahut Anne sedih.” “Bayangkan saja semua kesenangan yang akan kau lewatkan.” sahut Anne. Marilla.” sahut Anne. dan kami akan bermain bola minggu depan dan kau tak pernah bermain bola. jadi tolong jangan minta aku melakukannya. Aku akan belajar di rumah dan aku akan bersikap sebaik yang kubisa dan terus menutup mulutku sepanjang waktu kalau sama sekali memungkinkan. Dan kau tahu kau sangat suka membaca keras-keras. “Aku TAK AKAN PERNAH ke sekolah bertemu orang itu lagi.” Tak ada yang bisa mempengaruhi Anne sedikitpun.” Marilla sungguh melihat sesuatu seperti sifat keras kepala dan tak mau mundur pada wajah mungil Anne. Dia tak akan ke sekolah bertemu Tuan.” kata Marilla. pandangan mencela. tidak. memandang Marilla dengan serius. Marilla? Aku sudah dihina. “Kami akan membuat rumah baru paling indah di bawah dekat sungai. Anne!” Diana tampak seolah akan menangis.” sahut Anne. Anne.” kata Diana murung.” “Oh. “Aku tak akan kembali. Tekadnya sudah bulat. dia akan mengatakannya pada Marilla setibanya di rumah. “Apakah Marilla akan membolehkanmu berada di rumah dan tak ke sekolah?” tanyanya.” “Dihina omong kosog! Besok kau akan ke sekolah seperti biasa. tapi 93 . Ia tahu akan kesulitan dalam mengatasinya. Phillips lagi. Anne. “Aku sungguh berpikir kau jahat. kujamin. Anne. Tapi aku tak akan kembali ke sekolah. “Itu sama sekali bukan omong kosong.“Aku tak akan kembali lagi ke sekolah. Diana. Apa yang harus kulakukan? Tuan. di bawah dekat sungai.” “Aku akan lakukan hampir segalanya di dunia untukmu. per bab. “Ia harus membolehkan. Tolong kembalilah. Kau sangat menyiksaku. dan Alice Andrews akan membawa buku Pansy baru minggu depan dan kami semua akan membacanya keras-keras. Itu sangat luar biasa mengasyikkan. “Omong kosong. “Tidakkah kau mengerti. Diana tersengal dan menatap Anne untuk melihat apakah dia serius. Tapi aku tak bisa melakukan ini. Dan kami akan belajar sebuah lagu baru—Jane Andrews sedang mempraktekkannya sekarang.” “Oh. Phillips akan menyuruhku duduk dengan Gertie Pye yang mengerikan itu—aku tahu ia akan melakukannya karena dia duduk sendiri.” Anne menggeleng pelan. “Aku akan biarkan tubuhku hancur berkeping-keping kalau itu akan memberi kebaikan untukmu.

Bagaimanapun. Aku yakin Tuan. karena kau minta saranku. “Dia bilang tak mau kembali ke sekolah. Itu tidak sopan. Phillips telah berbuat agak sewenang-wenang. Lynde ramah—Nyonya. Dan tentu saja ia sudah benar dengan menghukumnya kemarin karena sudah naik darah. Kutahu semuanya berjalan terlalu lancar sampai akhir. Anne tampak benar-benar populer di antara mereka. kau tahu tingkah dan kemarahan seperti apa yang akan dilakukannya kemudian dan membuat masalah yang lebih parah dari 94 . “Ya. “Tak ada gunanya berdebat dengan Anne sekarang. Perasaannya sangat halus. tentang pertengkaran Anne di sekolah.” sahut Nyonya. Tapi tentu saja akan tak akan mengatakan itu padanya. “Kurasa kau tahu maksud kedatanganku.” katanya. Rachel mengangguk. ayang bisa kupahami dari ceritanya. itu yang akan kulakukan. Aku tak pernah melihat anak yang sangat gusar. Sekarang.” sahut Marilla keheranan. itu masalahnya. Tentu saja. Anak lain yang telat seharusnya juga dihukum seperti Anne. Aku tak pernah menyangka dia bisa bergaul sangat baik dengan mereka. Apa yang akan kau sarankan. aku tak akan bicara tentang sekolah padanya lagi sampai dia sendiri yang mengungkitnya. Nyonya. Tuan.” “Aku tak tahu apa yng harus kulakukan padanya.kemudian dengan bijak ia memutuskan tak banyak bicara lagi. dia juga akan mendengar cerita selengkapnya. Tapi hari ini berbeda. “Tillie Boulter dalam perjalanan pulang dari sekolah dan dia menceritakannya padaku. Marilla. Tillie Boulter benar-benar marah. Dia telah menyekolahkan sepuluh orang anak dan dia seharusnya tahu sesuatu mengenai kejadian itu.” sahutnya. kalau kau memaksanya segera kembali bersekolah. Aku hanya akan membicarakannya dengan Rachel. “Aku akan pergi menemui Rachel untuk mempertimbangkannya malam ini. Yakinlah. “Kutebak. agak malu-malu. Dia sedang terlalu gusar dan menurutku dia akan sangat keras kepala. Lynde sangat suka dimintai nasehat—“Pertama aku akan sedikit menghiburnya.” Marilla mendapati Nyonya. Lynde sedang merajut selimut tebal serajin dan segembira biasanya. itu tak akan kita katakan pada anak-anak.” pikirnya. Dia langsung berpihak pada Anne dan katanya seluruh murid melakukan hal yang sama. Sejak dia bersekolah aku sudah menduga akan ada masalah. Marilla. sementara. Phillips yang salah.” “Lalu menurutmu aku lebih baik membiarkannya tinggal di rumah. kau tahu. Dan aku tak yakin dengan bentuk hukuman menyuruh anak perempuan duduk dengan anak laki.” sahut Marilla. Tepat. Rachel?” “Well. dia akan tenang kembali dalam seminggu atau beberapa hari dan cukup siap untuk mempertimbangan kembali kemauannya sendiri.

pergi jauh dan meninggalkanku. Aku tak akan pernah bisa hidup tanpanya. “Aku sangat mencintai Diana. Tuan. Ia tak akan dikontrak lagi oleh sekolah itu kalau pamannya tak menjadi komisaris—KOMISARIS. Phillips sama sekali tak baik sebagai seorang guru. menangis terisak. karena ia memperbudak dua lainnya. tapi dengan hati terluka yang tersembunyi oleh senyuman di wajahku.” Nyonya. Dia belajar di rumah. tapi itu tak ada gunanya. ia jatuh ke kursi terdekat dan meledaklah gelak tawanya yang terbahak-bahak dan tak biasanya hingga 95 . dan bermain dengan Diana di waktu senja musim gugur yang ungu dan dingin. Dia tidak akan terlalu banyak tinggal hanya karena tak pergi ke sekolah. Menurutku. dan tampak secantik dan seagung ratu. bagaimanapun. masuk dari kebun buah dengan sekeranjang apel. dan aku pengiring pengantinnya. sebanyak keinginannya mengatakan bahwa kalau saja ia adalah ketua Sistem Pendidikan Provinsi maka segala sesuatunya akan jauh lebih teratur. Dan oh. Bahkan usaha Diana sebagai penengah tak membantu. Marilla. Rachel menggeleng-gelengkan kepalanya. mengerjakan pekerjaannya. Aku tak tahu akan menjadi seperti apa pendidikan di Island ini. Marilla mengikuti saran Nyonya. “Ini tentang Diana. semakin sedikit bertengkar dengannya akan lebih baik. dengan kerudung. tapi ketika dia bertemu Gilbert Blythe di jalan atau bertemu secara kebetulan di sekolah Minggu dia melewatinya dengan jijik hingga tak tersentuh sedikitpun oleh keinginan Gilbert yang sungguh-sungguh untuk berbaikan dengannya. dia sangat mencintai Diana. Anne?” tanyanya. ia mengabaikan pesta anak-anak dan menghabiskan seluruh waktunya mempersiapkan murid-murid yang sudah dewasa itu untuk ratu. sama kuatnya rasa suka dan tidak suka. dengan seluruh cinta pada hati kecilnya yang menggebu. dengan gaun yang indah juga. Aku telah membayangkan semuanya—pernikahan itu dan semuanya—Diana memakai gaun seputih salju. Marilla cepat-cepat berpaling untuk menyembunyikan wajahnya yang mulai bergerak-gerak. Sebanyak kebenciannya pada Gilbert. Perintahnya memalukan. itu intinya. dan bagian lengan yang gembung.sebelumnya. selama ITU berjalan. Rachel dan tak menyinggung lagi masalah kembali ke sekolah pada Anne. Pada suatu malam Marilla.” Anne menangis tersedu. mendapati Anne sedang duduk di dekat jendela timur pada waktu senja. Anne telah benar-benar membulatkan tekad untuk membenci Gilbert Blythe sampai akhir hayatnya. itulah sebabnya. “Apa masalahnya sekarang. apa yang harus kulakukan? Aku benci suaminya—aku amat sangat membencinya. Lalu mengucapkan pada Diana selamat tinggal-al-al —“ Sekarang Anne telah benar-benar terpuruk dan menangis semakin getir. Tapi aku sangat tahu ketika kami dewasa Diana akan menikah.

Ia 96 . dan mungkin belum tiba di rumah sebelum gelap. sementara akibatnya lapangan terkena sinar matahari. dan juga untuk bermimpi.” “Kalau begitu ingat jangan sampai daun-daunnya rontok di tangga. Aku akan berpikir kau berimajinasi. yang jiwa seninya tak berkembang pesat. Ia tak pernah marah sedikitpun.” Bab XVI – Diana diundang untuk Minum Teh dengan Akibat Tragis Oktober adalah bulan yang indah di Green Gables. “Kau membuat kamarmu sama sekali berantakan dengan terlalu banyak benda dari luar rumah. “kalau kau harus gelisah tanpa alasan. “tapi itu sore ketika aku sedang memikirkan nama untuk Violet Vale dan itu membuatku tak memikirkan hal lain. jadi jagalah jangan sampai kau lupa membuat teh sampai kau duduk di meja seperti terakhir kali. Tidakkah cabang-cabang itu memberimu sensasi—beberap sensasi? Aku akan menghias kamarku dengannya. yang sedang melintasi halaman di luar. demi Tuhan lakukanlah yang lebih berguna.” “Oh. Aku akan menaruh dahan-dahan ini dalam kendi biru lama dan meletakkannya di atas mejaku.Matthew.” sahut Anne menyesal.” sahut Marilla.” “Kamar yang morat-marit. Akan sangat tidak menyenangkan kalau kita melompat dari September ke November. dan pepohonan cherry liar di sepanjang jalan indah menaungi dengan warnanya yang merah gelap dan hijau kemerahan. ketika pepohonan birch di lembah menjadi keemasan seperti cahaya matahari. Kau harus menyiapkan makan malam untuk Matthew dan Jerry. masuk dengan menari dan tangannya penuh dengan dahan pohon yang indah. “Aku sangat senang bisa tinggal di tempat yang ada bulan oktober. Kapan ia pernah mendengar Marilla tertawa seperti itu sebelumnya? “Well.” “Aku buruk sekali sampai melupakannya. ya kan? Coba lihat cabang-cabang pohon maple ini. Dan kau tahu seseorang bisa bermimpi jauh lebih indah dalam sebuah kamar dengan benda-benda bagus di dalamnya. Matthew sangat baik. pepohonan maple di belakang kebun buah berwarna merah tua indah. cukup yakin.” kata Marilla begitu ia mampu bersuara. Anne bersuka ria dengan warna-warni di sekelilingnya. Kamar tidur dibuat untuk kita tidur di dalamnya. Anne Shirley. Aku akan menghadiri rapat The Aid Society sore ini.” serunya di suatu pagi Sabtu. “Oh. Anne. berhenti karena keheranan. Marilla. Marilla. Anne.

Marilla. memakai pakaianNYA yang terbagus kedua dan tampak sangat tepat digunakan 97 . kau dan Diana boleh meminumnya kalau mau. Jangan takut aku akan lupa membuatkan teh ketika aku ada kawan.” “Aku benar-benar dapat membayangkan sedang duduk di kepala meja dan menuangkan teh. Oh. Bolehkah aku mengajaknya ke ruang yang kosong untuk meletakkan topinya ketika dia datang? Lalu duduk di ruang tamu?” “Tidak. Marilla. kujamin Matthew akan telat saat minum teh karena ia akan mengangkut kentang ke kapal. Itu dongeng yang sangat bagus. memejamkan matanya dengan estetis. Dan aku menceritakan dongeng yang indah sambil menunggu. Oh.” “Matthew akan berpikir itu tak jadi soal. Tapi saat ini kau jangan sampai kehilangan akal. mengundang Diana minm teh. bolehkah aku menggunakan seperangkat cangkir bermotif kuncup bunga mawar?” “Tidak. Tapi di sana ada botol setengah penuh dengan minuman anggur manis raspberry sisa dari pertemuan gereja malam kemarin. Kau boleh menggunakan ruang duduk untuk teman-temanmu. Kemudian memaksanya mengambil sepotong kue lagi atau menawarkan sele padanya. “Benar-benar sangat indah! Akhirnya kau SUNGGUH bisa membayangkan semuanya atau kalau tidak kau tak akan pernah mengerti betapa aku sangat merindukan hal ini terjadi. melewati Dryad’s Bubble dan mendaki jalan yang dipenuhi pohon spruce ke Orchard Slope. Dan—aku tak yakin apakah aku melakukan hal yang benar—ini mungkin akan membuat pikiranmu lebih tak karuan dari sebelumnya—tapi kau boleh mengajak Diana ke sini dan melewati sore dengan juga minum teh di sini. hanya membayangkannya saja sudah membuatku merasakan sensasi yang indah. jadi aku mengarangnya sendiri dan Matthew bilang ia tidak tahu dimana hubungannya. Hasilnya baru saja Marilla berangkat ke Carmody. Diana sampai. Anggur itu ada di rak kedua di lemari ruang duduk. dan kue kering untuk dimakan sambil minum anggur itu di waktu sore. Aku lupa akhir ceritanya. Dan kau boleh memotong beberapa kue rasa buah dan makan kue-kue kering dan buncis. sungguh tak boleh! Cangkir bermotif kuncup mawar! Well.sendiri yang membuatkan teh dan berkata kami praktis boleh menunggu.” sahut Anne. Ini akan tampak sangat menyenangkan dan membanggakan. Kau akan menggunakan perangkat cangkir lama berwarna coklat. kalau kau bangun dan makan di tengah malam. Bagaimanapun sudah waktunya itu digunakan—aku yakin itu akan mulai bekerja. jadi ia tak merasa waktu lama sama sekali.” “Oh. Anne. Marilla!” Anne menggenggam tangannya. lalu apa? Kau tahu aku tak pernah menggunakannya kecuali untuk pendeta atau anggota The Aid.” Anne berlari ke lembah. Tapi kau boleh buka wadah kuning kecil berisi sele cherry. Marilla. “Lalu menanyakan apakah Diana mau gula! Aku tahu dia tak mau tapi tentu saja aku akan menanyakannnya seolah-olah aku tak tahu.

“Ya. Hasil panen kentang kami sangat bagus tahun ini. Lalu ketika Anne. kedua anak perempuan itu berjabat tangan dengan agak payah seolah mereka belum pernah bertemu sebelumnya. banyak sekali. sungguh. seolah dia tak melihat Nyonya. duduk di pojok berumput dimana kebekuan telah menyerap kehijauan dan sinar matahari lembut musim gugur bersinar hangat. ya kan?” sahut Diana. 98 . Sam Boulter telah “lancang” pada Tuan. Gertie mendecitkan pinsilnya setiap saat dan itu sangat membuat darahnya—Diana— membeku. ternyata sangat menyenangkan sehingga kedua anak itu menghabiskan sebagian besar waktu sorenya di situ. dengan dahan besarnya yang menjulur menyapu tanah penuh dengan buah. tapi sekarang dia mengetuk pintu depan dengan sopan. dengan sama sopannya membuka pintu. Tapi bukan sikap yang baik memberitahu temanmu apa yang akan kau hidangkan. “Ayo kita ke luar ke kebun dan memetik beberapa Red Sweeting. Apa kau sudah memetik banyak apel di kebunmu?” “Oh. Kekhidmatan yang tak biasa ini berlangsung sampai setelah Diana diajak ke loteng timur untuk menyimpan topinya lalu duduk di ruang duduk selama sepuluh menit. Banyak yang ingin diceritakan oleh Diana pada Anne tentang apa yang terjadi di sekolah. Kurasa Tuan.menghadiri jamuan teh di luar. jadi aku tak akan memberitahumu apa yang ia bilang boleh kita minum. Barry memetik apel pagi itu dalam keadaan sehat walafiat. Nama Charlie Sloan telah ditulis dengan nama Em White di dinding serambi depan dan Em White SANGAT MARAH karenanya.” “Hasil panen kami lumayan bagus. Cuthbert akan mengangkut kentang ke LILY SANDS sore ini. kau juga kan? Rasanya dua kali lebih enak daripada warna lain. Kau harus menggosok kutil dengan batu kerikil itu lalu lemparlah dari atas bahu kirimu pada saat bulan muda dan semua kutil itu akan hilang. Di lain waktu dia terbiasa berlari masuk ke dapur tanpa mengetuk pintu. “Bagaimana kabar ibumu?” Anne bertanya sopan. dengan kekuatan gaib batu kerikil yang diberikan oleh Mary Joe tua dari Creek untuknya. terima kasih. Nama minuman itu dimulai dengan huruf A dan R dan warnanya merah terang.” Kebun buah itu. Marilla bilang kita boleh memetik semua yang tersisa di pohon. yang memakai baju terbagusnya kedua. Kuharap hasil panen ayahmu juga bagus. makan apel dan ngobrol sekuat yang mereka sanggup. Dia harus duduk dengan Gertie Pye dan dia benci itu. “Dia sangat sehat. Ruby Gillis telah mengguna-guna semua kutilnya. Aku suka minuman berwarna merah terang. Diana. yang telah menumpang di kereta Matthew sampai ke tempat Tuan. Marilla seorang wanita yang sangat murah hati.” sahut Anne lupa menjaga wibawanya dan melompat cepat. bersiapsiap. terima kasih. Harmon Andrews pagi itu. Ia bilang kita boleh makan kue rasa buah dan sele cherry saat minum teh.

Dia mendapat bergelas-gelas penuh anggur raspbery dan rasanya benar-benar sangat lezat. Anne melihat ke rak kedua di lemari ruangan itu tapi tak ada botol anggur raspberry di sana.” “Minuman terlezat yang pernah kuminum. dan Gilbert Blythe— Tapi Anne tak mau mendengar tentang Gilbert Blythe. karena Anne mendesaknya.” “Aku sangat senang kau menyukainya.” kata Diana. Banyak sekali tanggung jawab di pikiran seseorang yang bertugas menjaga rumah. Phillips mencambuknya. dan semua orang sangat merindukan Anne dan berharap dia kembali ke sekolah. memandang kagum warna merahnya yang terang. Kau harus melakukan segala sesuatunya menurut aturan. dan.” katanya sopan. kemudian ayah Sam datang ke sekolah dan menantang Tuan. ya kan?” Ketika Anne kembali dari dapur Diana sedang meneguk anggur dari gelas yang terisi penuh untuk kedua kalinya. Minum saja sebanyak kau mau. Dia melompat dengan tergesa dan berkata mereka seharusnya masuk dan minum anggur manis raspberry.” “Kukira anggur raspberry Marilla mungkin memang akan jauh lebih enak daripada punya Nyonya. Terakhir kali aku 99 . “Ini anggur raspberry yang sangat enak.” sahut Anne tulus. “Aku tak yakin sanggup minum. Anne menaruhnya di talam dan menghidangkannya di meja dengan sebuah gelas minum. Ia berusaha mengajarkanku cara memasak tapi kujamin. Aku akan keluar dan menyalakan api. silakan minum.” Diana menuangkan sendiri minuman itu memenuhi gelasnya. Lynde. Rasanya sedikitpun tak sama.Phillips di kelas lalu Tuan. Lynde. Diana. Anne. Kurasa seolah aku tak mau apa pun lagi setelah makan semua apel itu. Dia kembali mencari dan menemukannya di rak atas. dan Lizzie Wright tak bicara dengan Mamie Wilson karena kakak Mamie Wilson telah membuat hubungan kakak Lizzie Wright dengan kekasihnya putus.” katanya. “Ini jauh lebih enak dari pada minuman dari Nyonya. “Sekarang. Sedikit sekali lingkup untuk berimajinasi dalam masak memasak. “Aku tak tahu kalau anggur raspberry rasanya sangat nikmat. meskipun ia sangat menyombongkannya. dan Matie Andrews punya sebuah kerudung baru berwarna merah dan alat penyeberang jalan warna biru dengan rumbai-rumbai di atasnya dan karenanya gayanya menjadi sangat memuakkan. kemudian meneguknya dengan anggun. itu pekerjaan yang berat. dia sama sekali tak keberatan minum segelas penuh untuk ketiga kalinya. “Marilla adalah koki terkenal. Phillips kalau berani memukul salah satu di antara anaknya lagi. Diana.

Chester Ross dari Spencervale datang ke sini pagi itu. kau tak boleh memakai saus puding itu. Tepung sangat penting untuk kue. Diana. kau tahu. Kau tahu mereka orang yang sangat bergaya. kemudian aku tertular cacar dan meninggal lalu dikuburkan di bawah pepohonan poplar di pemakaman itu dan kau menanam rumpun bunga mawar di makamku serta menyiraminya dengan airmatamu. aku tak akan bisa melupakan peristiwa mengerikan itu meskipun aku akan hidup sampai seratus tahun. Aku merupakan percobaan yang berat baginya. bayangkan kalau kau bisa ketakutanku yang amat sangat karena mendapati seekor tikus di dalam saus puding itu! Aku mengangkat tikus itu keluar dengan sendok dan melemparnya ke halaman dan kemudian mencuci sendok itu dengan tiga jenis air. Marilla sangat marah dan aku tak heran lagi. terutama Nyonya. dan Nyonya. Ketika Marilla memanggilku masuk hidangan makan malam sudah tersaji dan semua orang sudah berada di meja makan. Chester Ross hanya MENATAP ku dan kupikir aku akan merosot ke lantai karena malu. Kupikir kau menderita sakit cacar yang amat parah dan semua orang mengucilkanmu. dan kau tak pernah. jadi aku tak pernah ingat lagi tentang saus puding dan Marilla menyuruhku keluar untuk memetik apel. Aku ingat semuanya dan aku langsung berdiri di tempatku dan menjerit ‘Marilla. Aku lupa memberitahumu sebelumnya. Marilla bilang itu cukup untuk sekali makan malam lagi dan menyuruhku menaruhnya di rak lemari serta menutupnya. Ia seorang pengurus rumah 100 . itu cerita yang sangat menyedihkan. Tuan. dan aku lupa sama sekali untuk menutup saus puding. tak pernah melupakan sahabat masa mudamu yang mengorbankan dirinya untukmu. tapi aku berjalan ke sisi tempat tidurmu dengan berani dan merawatmu sampai sembuh. Diana. Diana. tapi ketika aku membawanya masuk aku membayangkan bahwa aku adalah seorang suster—tentu saja aku beragama Protestan tapi aku membayangkan aku adalah orang Katolik—menggunakan kerudung untuk menyembunyikan patah hati di pengasingan yang terpencil. Nyonya. Ada seekor tikus tenggelam di dalamnya. Semuanya berjalan baik sampai aku melihat Marilla datang membawa puding prem dengan sebelah tangan dan tempayan berisi saus puding yang TELAH DIHANGATKAN. Aku bermaksud untuk menutupnya sebanyak mungkin. Diana. karena aku mau Nyonya. Tapi aku lupa memasukkan tepung dan kuenya gagal total. Airmata terus mengalir di pipiku ketika aku mengaduk adonan kue. Aku berusaha sesopan dan seanggun mungkin. itu merupakan peristiwa yang mengerikan. Diana. Chester Ross menganggap aku seorang anak kecil yang seperti lady meskipun aku tidak cantik. Chester Ross.’ Oh. Oh.membuat kue aku lupa memasukkan tepung. Well. tapi ketika ia telah masuk aku membayangkan bahwa aku adalah peri es yang sedang berjalan melintasi hutan dan membuat pepohonan berubah menjadi merah dan kuning. Diana. yang mana pun yang mereka mau. Aku sedang membayangkan cerita paling indah tentang kau dan aku. Aku teringat untuk menutup saus itu keesokan paginya dan berlari ke dapur. Minggu lalu ia merasa sangat malu karena saus puding. Kami membuat puding prem untuk hidangan makan malam hari Selasa lalu tersisa setengah puding dan satu tempayan penuh saus. Marilla sedang keluar untuk memerah susu dan aku benar-benar berniat untuk bertanya padanya ketika ia masuk kalau aku akan memberikan saus itu untuk babi. di sebelah tangan yang lain.

Dimana kau merasa sakit?” “Aku sangat pusing. bodoh tapi bertekad. Tapi aku sungguh berharap kau mau tinggal sampai setelah minum teh. Ia bahkan juga menawarkannya untuk padaku.” Anne memohon. Lynde untuk suatu keperluan. kemudian dia duduk lagi. Setelah Nyonya. Sia-sia Anne memohon. Aku tak akan pernah meninggalkanmu. “Oh. Diana.” sahut Diana. Ia hanya membawa saus dan puding itu keluar dan membawa masuk sele strawberry. “Aku—aku sangat sakit. “Bagaimanapun juga biarkan aku memberimu makan siang.” “Oh. meletakkan tangannya di kepalanya. Dalam waktu yang sangat singkat Anne telah kembali pulang 101 . kau bisa mengandalkanku. Keesokan harinya adalah hari Minggu dan meskipun hujan turun dengan derasnya mulai dari terbit fajar sampai senja Anne tak beranjak dari Green Gables. Rasanya seperti ada tumpukan batu bara panas di kepalaku. “Aku tak pernah dengar ada teman yang pulang sebelum minum teh. agak serak. dia berjalan terhuyung. Chester Ross pergi. dengan airmata kekecewaan di matanya. dan hanya itu yang ingin dikatakannya.” ulang Diana. tapi aku tak bisa makan sesuap pun. Marilla memarahiku habis-habisan. Kemudian—wajah Marilla memerah laksana api tapi ia tak bicara sepatah kata pun.” katanya murung.” “Aku harus pulang. mengambil topi Diana dan pergi dengannya sampai ke pagar halaman Barry. Berbaringlah sejenak di sofa dan kau akan membaik. pasti tak terpikir olehmu harus pulang sebelum minum teh. dimana dia menyimpan kembali sisa anggur raspberry dengan sedih ke dalam lemari dan menyiapkan teh untuk Matthew dan Jerry.” sahut Diana. Dan sungguh.” jerit Anne kalut. sama sekali tanpa semangat lagi. Lalu dia menyusuri jalan kembali ke Green Gables. Senin sore Marilla menyuruhnya pergi ke rumah Nyonya. Anne. apa masalahnya?” Diana telah berdiri dengan goyah. Kenapa. apa kau merasa mungkin kau benar-benar terkena cacar? Kalau iya aku akan pergi dan merawatmu. Dimana kau merasa sakit?” “Aku harus pulang.” sahutnya.tangga yang sempurna dan bayangkan apa pendapatnya tentang kami. “Biarkan aku memberimu sepotong kue dan sedikit sele cherry. Diana. “Aku akan segera mengambilnya—aku akan pergi dan menghidangkan teh saat ini juga. “Aku—aku—harus segera pulang.

“Sekarang apa masalahnya. Marilla. Barry tak waras? Apa yang kau hidangkan untuknya?” “Hanya anggur raspberry dan tak ada yang lain. melangkah ke lemari di ruang duduk.” Tak ada jawaban dari Anne yang mencoba menahan airmatanya dan sedu sedan yang semakin menjadi! “Anne Shirley. “Aku tak menyangka anggur raspberry bisa membuat orang mabuk. Barry sedang dalam keadaan yang sangat kacau. “Anne apa kau atau Nyonya. Duduklah dengan tegak sekarang juga dan katakan padaku kenapa kau menangis. “Katanya aku membuat Diana MABUK pada hari Sabtu dan membuatnya pulang dalam kondisi yang sangat memalukan. Barry dan Nyonya. Lynde pergi menemui Nyonya. jelas-jelas tak menyetujuinya. Dan pada saat yang sama Marilla teringat bahwa ia meletakkan botol anggur raspberry di ruang penyimpanan anggur dan bukan di lemari seperti yang dikatakannya pada Anne. salah satunya Nyonya. Oh.” Anne duduk tegak. “Aku sungguh berharap kau tak pergi dan bertingkah kasar lagi pada Nyonya. meskipun orang-orang tertentu yang agak keras. aku sangat tertegun karena sengsara. Apa kau sendiri tak bisa membedakan rasanya?” 102 .” Marilla terbelalak tak percaya. Di atas rak itu terdapat sebuah botol yang langsung diketahuinya berisi wine buatan sendiri saat ia merayakan tiga tahun berdirinya usaha pembuatan anggurnya itu di Avonlea. Thomas! Tapi aku tak bermaksud membuatnya mabuk.” Anne tersedu. Dan ia bilang aku pasti anak yang sangat nakal dan bertingkah buruk dan ia tak akan pernah. tak akan pernah mengijinkan Diana bermain denganku lagi. Lynde.dengan airmata mengalir di pipinya. terdengar sama—sama—seperti suami Nyonya. Ia kembali ke dapur dengan botol anggur di tangannya. kesedihan menyeruak. Oh. Dia berlari ke dapur dan menghempaskan tubuhnya dengan wajah tertelungkup sedih di atas sofa.” dia meratap. Kau malah memberi wine untuk Diana dan bukannya anggur manis raspberry. “Anne. Wajahnya berkerinyit karena jengkel pada diri sendiri. Anne?” Marila bertanya antara ragu dan risau. Barry. “Membuat Diana mabuk!” ulangnya begitu ia pulih dari rasa terkejutnya.” “Mabuk omong kosong!” sahut Marilla. Marilla—bahkan meski mereka minum tiga gelas besar yang terisi penuh seperti yang dilakukan Diana. kau benar-benar berkebawaan untuk terjerumus dalam kesulitankesulitan. ketika aku bertanya padamu aku butuh jawabannya. “Hari ini Nyonya.

Barry bilang pada Nyonya. menunjukkan bahwa mungkin itulah cara yang lebih bijak.” Marilla telah berubah pikiran mengenai semuanya berjalan lancar ketika ia kembali dari Orchard Slope. Marilla. Barry sangat marah. “Jangan menangis lagi.” “Menurutku sebaiknya dia menghukum Diana karena telah sangat rakus minum tiga gelas penuh. Ia hanya yakin satu hal. “Kenapa. “Oh. meskipun aku tak membuatnya lagi selama tiga tahun terakhir sejak aku tahu pendeta tak menyetujuinya. Diana dan aku selamanya adalah teman. tiga gelas besar terisi penuh itu memang akan membuatnya sakit meskipun hanya anggur manis. Nyonya. “Nyonya. Marilla. Kau jauh lebih sopan daripada aku. Anne. dari wajahmu aku tahu itu tak ada gunanya.” sahut Marilla singkat.” “Aku harus menangis. Sudah.“Aku tak pernah mencicipinya.” Anne menghela napas. Semuanya akan berjalan lancar. nak.” sahut Anne. yaitu aku sengaja melakukannya. Oh. Barry tak mau memaafkanku?” 103 . Marilla. Nyonya. Marilla. Anne melihat kedatangannya dan berlari ke serambi depan untuk menemuinya.” “Well. Aku bermaksud sangat—sangat—bermurah hati. Lynde dia mabuk berat. Kemarin kepalanya terasa sangat sakit seharian. Kurasa dia berpikir kau melakukannya untuk sebuah lelucon tolol atau sejenisnya. Ibunya mencium bau napasnya dan tahu dia mabuk.” “Aku tak berani karena mengingat akan menemui ibu Diana yang terluka. “Hatiku sakit.” kata Marilla. Diana merasa sangat kesakitan dan harus pulang. “Kupikir itu adalah anggur manis raspberry. Anne. Well. Barry akan mempertimbangkannya kembali ketika ia tahu bukan kau yang bersalah. Mungkin ia akan lebih cepat mau mendengarkanmu ketimbang aku.” “Jangan bersikap tolol. Nyonya. jangan menangis. Bintang-bintang di orbitnya memusuhiku. Aku tak mengerti karena kau yang disalahkan meskipun aku menyesal kejadiannya seperti ini. sudah.” sahut Anne. sedikit pun aku tak menduga akan seperti ini saat pertama kali kami mengucapkan sumpah persahabatan. aku akan menemuinya. Sebaiknya kau pergi menemuinya malam ini dan beritahu dia kejadian sebenarnya. kejadian ini akan menjadi umpan manis untuk orang-orang yang tidak suka aku menjalankan usaha pembuatan wine. “Aku berharap kau yang akan menemuinya.” katanya murung. Dia tertawa seperti orang tolol ketika ibunya bertanya ada apa lalu dia pergi tidur dan tidur selama berjam-jam. Aku hanya menyimpannya untuk obat.

dalam keadaan sangat kacau. Oh. Bagaimana aku bisa tega? Coba bayangkan kalau anda adalah seorang anak perempuan yatim piatu yang diadopsi oleh orang yang baik dan anda hanya punya satu teman dekat di seluruh dunia. tapi dia tetap tak mempercayaiku. Aku memberitahunya itu semua sebuah kesalahan dan bukan kau yang salah. Barry. Barry bahkan membuatnya semakin jengkel.“Nyonya. ia sangat yakin Anne telah membuat Diana mabuk karena kedengkian belaka. mendapati pemohon bermata penuh semangat dan berbibir pucat di ambang pintu. Saat itu aku sangat yakin kalau itu adalah anggur raspberry. Kalau anda melarangnya maka hidupku akan sangat menderita. dengan kejam dan dingin: 104 . Aku mengatakan terus terang padanya bahwa anggur wine itu bukan untuk diminum tiga gelas penuh sekaligus dan kalau ada anak yang meminumnya seperti itu maka anak itu pasti sangat rakus. Barry memang tak memaafkanmu!” bentak Marilla. meninggalkan anak kecil yang sangat kebingungan itu di serambi depan. tolong jangan katakan bahwa anda tak akan mengijinkan Diana bermain denganku lagi. Menurut anda. Lynde dalam sekejap. Nyonya. aku memaparkan semua fakta itu dengan tenang yang merupakan tamparan tepat baginya. Nyonya. membuka pintu yang diketuk malu-malu. Nyonya. tak berpengaruh pada Nyonya. Dalam pertimbangannya. Kemudian Anne keluar tanpa penutup kepala dalam hawa dingin senja musim gu. Aku tak bermaksud untuk—untuk— membuat Diana mabuk. Ia curiga pada bualan Anne dan gerak tubuhnya yang dibuat-buat dan menganggap anak itu sedang mengolok-oloknya. “Oh. Lalu dia menyinggung tentang anggur wine buatanku dan seperti yang selalu kubilang ini pasti berpengaruh pada orang-orang itu. tolong maafkanlah aku. “Apa maumu?” sambutnya kaku.” Ucapan ini yang telah dapat melembutkan hati Nyonya. ??? dan ia sangat ingin menjaga anak perempuannya dari kontaminasi karena keakraban lebih lanjut dengan anak yang seperti itu. dan kemarahannya sangat dingin. diterangi sinar pucat bulan sabit di kaki langit hutan bagian selatan. “Dari semua wanita cerewet yang pernah kutemui dia yang paling parah. apakah anda akan sengaja membuatnya mabuk? Kupikir itu hanya anggur raspberry. Wajahnya mengeras.” Marilla melangkah cepat ke dapur. Jadi ia berkata. Barry adalah seorang wanita yang teguh pendirian kalau sudah berprasangka dan tak menyukai seseorang. pemurung yang selalu paling sulit untuk diatasi. Anne menggenggam tangannya. Barry. dengan sangat tenang dan mantap berjalan seorang diri melalui deretan pohon semanggi di sekeliling jembatan kayu dan terus sampai ke rimbunan pohon spruce.

Barry. Anne yang kehilangan harapan kembali ke Green Gables.” damprat Marilla. menyibak rambut dari wajahnya yang bersimbah airmata. “Diana sudah pergi ke Carmody dengan ayahnya. “Anak kecil yang malang. “Hilang sudah harapan terakhirku. berusaha keras mengatasi keinginan tak pantas untuk tertawa terbahak-bahak yang dirisaukannya karena mulai menggelitikinya. suatu kelembutan yang tak biasa menjalari wajahnya. Kemudia ia membungkuk dan mencium pipi yang bersemu di bantal itu. Dalam sekejap Anne telah keluar dari rumah dan berlari ke lembah. keheranan dan harapan berebutan tampak di matanya yang ekspresif. Barry dan ia memperlakukanku penuh hinaan. Sebaiknya kau pulang dan jaga tingkah lakumu. Marilla. yang sedang menekuni jahitan kain percanya di jendela dapur. ketika malam itu ia menceritakan cerita itu selengkapnya pada Matthew. Tak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali berdoa dan aku tak terlalu berharap itu akan berguna karena. kebetulan saja Anne sepintas lalu melihat Diana di Dryad’s Bubble memberi isyarat misterius. kemudian melangkah masuk dan menutup pintu.” katanya pada Marilla. kau tak boleh bicara seperti itu. ia benar-benar tertawa puas atas penderitaan Anne. Dan sungguh.” Bibir Anne gemetar. Barry.” “Anne.“Kupikir kau bukan gadis kecil yang cocok sebagai teman Diana. 105 . Marilla. Tapi ketika ia masuk ke loteng timur sebelum tidur dan mendapati Anne menangis sendiri sampai tertidur. aku tak yakin Tuhan Sendiri bisa berbuat banyak pada orang yang keras kepala seperti Nyonya. aku TIDAK berpikir ia adalah wanita yang sopan. “Aku pergi sendiri menemui Nyonya. “Bolehkah aku bertemu Diana sekali saja untuk mengucapkan salam perpisahan?” dia memohon. Tapi harapan memudar ketika dia melihat raut wajah Diana yang murung.” sahut Nyonya. Bab XVII – Daya Tarik Baru dalam Hidup KEesokan sorenya Anne.” gumamnya.

Diana. seperti isi cerita terakhir yang kita baca bersama itu. maukah kau berjanji setia tak akan pernah melupakanku. “Ya.” sahut Anne. sembari menggenggam tangannya. kupikir tak seorang pun akan mencintaiku. Kenapa. Anne. Ia bilang aku hanya punya waktu sepuluh menit dan ia menghitung waktuku. tak peduli seberapa pun lebih sayang teman lain membelai dikau?” “Sungguh aku mau. Oh. dan oh.” tangis Anne. Diana menggeleng sedih. ia bilang aku tak boleh bermain denganmu lagi. Aku tak bisa mencintai orang lain seperti aku mencintaimu. maukah engkau memberiku seikat rambutmu yang hitam pekat sebagai kenangan berharga selamanya dalam perpisahan ini?” “Apa kau punya sesuatu untuk memotongnya?” tanya Diana. “apakah kau MENCINTAI ku?” “Kenapa. Begitu lama aku merayunya untuk mengijinkanku mengucapkan selamat tinggal padamu. Dengan khidmat dia menggunting salah satu gulungan rambut 106 . tolong ucapkan sekali lagi. Diana. sahabat masa kecilmu. Seingatku belum pernah ada seorang pun yang mencintaiku. Diana. tapi tak ada gunanya. “dan aku tak akan pernah punya teman karib lain—aku tak akan mau. Oh. tentu saja aku mencintaimu.” sahut Anne. sungguh-sungguh mengulurkan tangannya. Diana.” sahut Diana tersedak. Diana. “Di tahun-tahun mendatang ingatan tentangmu akan bersinar laksana bintang dalam kehidupanku yang sepi. sembari menyeka airmata yang mulai mengalir lagi karena tekanan suara Anne yang mengharukan. Untungnya aku membawa gunting jahitan kain perca di saku celemekku.” sahut Anne dengan suara sedih. “Oh. Apa kau tak tahu itu?” “Bukan. dan berubah menjadi kepraktisan.“Ibumu belum luluh juga?” tanyanya terengah. Diana. Anne.” Anne menarik napas panjang.” “Dan aku akan selalu mencintai engkau.” “Oh.” “Aku mencintaimu dengan setia. “dan aku akan selalu mencintaimu. “Kupikir tentu saja kau MENYUKAI ku tapi aku tak pernah berharap kau MENCINTAI ku. “Belum.” Diana menangis tersedu. ini menakjubkan! Ini sinar cahaya yang selamanya akan menerangi kegelapan karena harus berpisah dari dikau.” “Sepuluh menit tidaklah sangat lama untuk mengucapkan salam perpisahan terakhir. Aku menangis terus menerus dan aku katakan padanya itu bukan salahmu. kau harus yakin itu.

Tolong pastikan itu dikuburkan bersamaku.Diana. “Semuanya sudah berakhir. karena sekarang aku tak punya Katie Maurice dan Violetta. “Kalau kau kembali bersekolah kuharap kami tak akan mendengar lagi memecahkan batu tulis di atas kepala orang dan tingkah laku seperti itu. tak sedikit pun terhibur karena adanya perpisahan yang romantis ini.” paparnya. anak kecil impian tak lebih memuaskan dari sahabat yang nyata. Selamat jalan kuucapkan padamu. sahabatku tercinta. Dia sangat membosankan dan lamban serta tak pernah tampak bersuka cita.” “Kurasa tak banyak yang takut akan berduka karena kematianmu selama kau bisa bicara.” sahut Marilla tak simpatik. Diana dan aku mengalami perpisahan yang sangat mengharukan di taman.” “Sebaiknya kau merenungkan pelajaranmu dan hitung-hitungan. karena aku tak yakin akan panjang umur. Tuan. Senin berikutnya Anne memberi kejutan pada Marilla karena turun dari kamarnya dengan mengepit keranjang buku di lengan dan pinggulnya. ‘Engkau’ dan ‘dikau’ tampak jauh lebih romantis daripada ‘kau. “Hanya itu yang tersisa untukku. Bagaimana pun juga. Bibirnya membentuk garis kebulatan tekad. Phillips bilang Minnie Andrews adalah murid teladan dan tak ada percikan api imajinasi atau kehidupan dalam dirinya. melambaikan tangannya dengan sedih ke belakang kapan saja dia menoleh ke belakang. Untuk selanjutnya kita harus berperan sebagai orang yang tak saling mengenal meskipun tinggal berdampingan. menyembunyikan kesenangannya karena perkembangan yang menggembirakan ini. Tapi hatiku akan selalu setia padamu. “Aku akan kembali bersekolah. sekarang temanku telah dipisahkan dariku dengan kejam. “Aku tak akan pernah punya teman lain. Aku menggunakan bahasa paling menyedihkan yang terpikir olehku dan berkata ‘engkau’ dan ‘dikau’.” “Aku akan mencoba menjadi siswa teladan.’ Diana memberiku seikat rambutnya dan aku akan menjahitnya di sebuah tas kecil dan mengalungkannya di leherku seumur hidupku. tak akan banyak kegembiraan lagi di sekolah. Itu akan selamanya sakral dalam ingatanku. Aku benar-benar dalam keadaan yang lebih buruk dari sebelumnya.” sahut Marilla. Barry akan menyesali apa yang telah dilakukannya dan mengijinkan Diana menghadiri upacara pemakamanku.” Anne mengiyakan dengan muram.” dia memberitahu Marilla. Dan kalau pun ada mereka tetap saja tak sama. Di sekolah aku bisa melihatnya dan merenungkan hari-hari yang telah berlalu. Anne. Kemudian dia kembali ke rumah. “Kukira. Mungkin ketika ia melihatku terbujur kaku dan mati di depannya Nyonya.” Anne berdiri dan memandang Diana sampai tak kelihatan lagi. Jaga sikapmu dan lakukan saja apa yang disuruh oleh gurumu. Tapi aku merasa sangat sedih bahwa mungkin itu 107 .

mendapat sambutan yang lebih baik.akan mudah bagiku sekarang. Ella May MacPherson memberinya potongan bunga pansy kuning dari sampul katalog bunga—jenis hiasan meja yang sangat dihargai di sekolah Avonlea. Pensil batu tulis Charlie Sloane.” Di sekolah Anne disambut dengan tangan terbuka. Pasti aku akan menangis sedih kalau melewatinya. suaranya dalam bernyanyi dan kemampuannya yang dramatis dalam membaca buku keras-keras saat jam makan malam. 108 . Phillips menahannya seusai sekolah untuk menuliskannya kembali. Ketika Anne berjalan ke tempat duduknya setelah jam makan malam—Tuan. ketika Timothy Andrews kecil. Tapi karena.” Anne mendesah terpesona di depan Marilla malam itu. mencaploknya sebagai salah satu keuntungan tambahan baginya. berharga dua sen sedangkan pensil biasa hanya satu sen. Anne dengan senang menerimanya dengan sangat ramah dan memberi senyuman anggun sebagai balasan untuk orang yang memberinya hadiah sehingga pemuda yag terpikat itu langsung terbang ke langit ke tujuh saat itu juga karena sangat gembira dan akibatnya dia membuat kesalahan yang mengerikan dalam diktenya sehingga Tuan. Ruby Gillis menyelundupkan tiga buah prem biru untuknya selama pembacaan Perjanjian. Aku akan menyusuri jalan. yang diberikakan padanya setelah jam makan malam. Anne menjatuhkan apel itu seolah-olah itu adalah batu bara merah-panas lalu dengan berlagak membersihkan tangannya dengan sapu tangan. Kehilangan imajinasinya terasa berat dalam permainan. Anne mengambilnya dan siap untuk menggigitnya ketika dia teringat bahwa satu-satunya tempat dimana apel strawberry tumbuh adalah di kebun buah Blythe tua di sisi lain dari the Lake of Shining Waters. Phillips menyuruhnya duduk dengan siswa teladan Minnie Andrews—dia mendapati sebuah “apel starwberry” besar dan lezat di atas mejanya. Katie Boulter memberinya botol parfum untuk menyimpan air batu tulis. “Ini sangat bagus untuk dinikmati. dihias indah dengan belang merah dan kertas kuning. Apel itu terletak tak tersentuh di atas mejanya sampai keesokan paginya. Bukan hanya anak-anak itu yang “menghargai” nya. Sophia Sloane menawarkan untuk mengajarinya pola baru renda rajutan yang sangat elegan. yang menyapu sekolah dan menyalakan api. dan Julia Bell menyalin curahan hati berikut ini dengan hati-hati di atas sehelai kertas pink yang berlekuk di tepi: Ketika senja menurunkan layarnya Dan menjepitnya dengan bintang Ingatlah bahwa kau punya teman Meski pun ia jauh mengembara. Aku tak tahan harus melewati Birch Path sendirian. sangat cocok untuk menghias celemek.

Diana hanya tersenyum sekali padaku. setidaknya sejak saat itu dia 109 . Tapi tak ada tanda-tanda.S Marilla dengan pesimis menduga akan banyak masalah sejak Anne mulai ke sekolah lagi. Jiwa kita bisa berhubungan erat. Anne sayang (seperti dulu) Ibu bilang aku tak boleh bermain atau pun berbicara denganmu meskipun di sekolah.S. karena aku masih sangat mencintaimu seperti sebelumnya. P. Anne membaca tulisan itu. Ketika kau melihatnya ingatlah Sahabat sejatimu Diana Barry.” keluhnya sedih pada Marilla malam itu. Aku membuatkan untukmu salah satu pembatas buku baru dari kertas tisu berwarna merah. Aku akan menyimpan hadiahmu yang indah selamanya. A. Pembatas buku sedang sangat tren sekarang dan hanya tiga siswi di sekolah yang tahu cara membuatnya. Ini bukan kesalahanku dan tolong jangan marah padaku. meskipun sudah banyak berkembang. Mungkin Anne mendapat sesuatu dari semangat “teladan” dalam diri Minnie Andrews. ATAU C. Tapi keesokan paginya sebuah catatan dalam gulungan dan lipatan yang paling mengerikan sekaligus menakjubkan. mencium pembatas bukunya. Kekasihku Diana:-Tentu saja aku tak marah padamu karena kau harus mematuhi ibumu. “Kurasa. Tolong maafkan kesalahan yang ada karena ejaanku belum bagus benar. Aku sangat merindukanmu untuk menceritakan seluruh rahasiaku dan aku tak menyukai Gertie Pye sedikit pun. Kekasihmu sampai ajal memisahkan kita Anne atau Cordelia Shirley. dan segera mengirim balasan ke sisi samping lain sekolah. dan sebuah paket kecil diberikan untuk Anne. sehingga ketiadaan penghargaan dan pengakuan yang dapat dilihatnya dari Diana Barry yang duduk dengan Gertie Pye melukai kemenangan kecil Anne. Minnie Andrews anak yang sangat manis—meskipun dia tak punya imajinasi— tapi setelah aku menjadi teman akrib Diana aku tak bisa jadi teman akribnya Minnie.Arak-arakan Caesar melucuti kegagalan Brutus Itu memang benar tapi putra terbaik Rome lebih dikenangnya. Aku akan tidur dengan suratmu di bawah bantalku malam ini.

bertekad untuk tak dapat dikalahkan oleh Gilbert Blyhte dalam pelajaran apa pun. yang tentu saja memiliki kekerasan hati yang tak patut dipuji karena menyimpan dendam. Dia tak akan merendahkan dirinya dengan mengakui bahwa dia berniat menyaingi Gilbert dalam tugas sekolah. Ketika ujian tulis di setiap akhir bulan diadakan terjadi ketegangan yang sangat mengerikan.berhubungan sangat baik dengan Tuan. semuanya tampak wajar dari pihak Gilbert. Tapi sungguh. Marilla. Marilla. Bulan kedua Anne mengalahkannya dengan selisih lima angka. Hal itu nyaris seburuk yang tampak. Tapi aku tak keberatan dikalahkan oleh Diana. Anne menderita kekalahan dalam pelajaran geometri. Sekarang Gilbert juara dalam pelajaran pengejaan.” erangnya. Geometri. Kebencian dan cinta dalam dirinya sama besarnya. Di akhir periode Anne dan Gilbert dinaikkan ke kelas lima dan dibolehkan untuk mulai mempelajari elemen “percabangan”—yaitu Bahasa Latin. Akan jauh lebih menyenangkan baginya kalau Gilbert merasa sedih karena kekalahannya. Suatu hari yang sangat buruk mereka seri dan nama mereka dituliskan bersama-sama. Suatu pagi Gilbert telah mengerjakan semua tugas hitung-hitungannya dengan benar dan namanya ditulis di papan tulis sebagai suatu penghormatan. Persaingan di antara mereka segera kelihatan. dengan lontaran kepangan rambut merah panjangnya. sekarang Anne. seseorang tak akan sedih terlalu lama di dunia yang menyenangkan ini. Aku selalu merasa sangat sedih saat memikirkannya. karena itu akan mengakui keberadaan Gilbert yang dengan gigih diabaikan oleh Anne. Bulan pertama Gilbert lebih unggul tiga angka. dan ketersiksaan Anne tampak sejelas kepuasan pada diri Gilbert. Phillips memang bukan guru yang sangat baik. Phillips. tapi persaingan telah dimulai dan reputasi berubah-ubah di antara mereka. Bahkan Diana lebih bisa daripada aku. Ini sangat memalukan. Tapi kemenangannya ternoda oleh kenyataan bahwa Gilbert mengucapkan selamat padanya dengan sepenuh hati di depan seluruh siswa. Mungkin Tuan. Bahasa Prancis dan Aljabar. Phillips bilang aku orang bodoh paling parah yang pernah ditemuinya dalam pelajaran itu. Sama sekali tak ada kesempatan untuk berimajinasi dalam mempelajarinya. Marilla. Dan Gil—maksudku beberapa murid lain sangat pandai di bidang itu. tapi sangat dikhawatirkan dari pihak Anne tidak seperti itu. kan?” Bab XVIII – Anne untuk Penyelamatan 110 . “Itu pelajaran yang benar-benar sangat mengerikan. setelah bergulat keras dengan pecahan desimal sepanjang malam. pagi berikutnya Anne. “Aku yakin tak akan pernah bisa memahaminya. membuatnya terpesona. Tuan. tapi seorang murid yang tekadnya tak tergoyahkan seperti Anne hampir tidak lepas membuat kemajuan siapa pun guru yang membimbingnya. Bahkan meskipun sekarang kami bertemu seperti orang asing aku masih mencintainya dengan cinta yang TAK TERPADAMKAN. akan menjadi yang pertama. Dia memfokuskan dirinya jiwa dan raga untuk belajar.

Api besar menyala-nyala di kompor Waterloo model lama dan kristal es biru-putih bercahaya di kaca jendela. Tapi hal itu sungguh berpengaruh. “Matthew. dan ia berpikir mungkin ini satu-satunya kesempatan baginya untuk dapat melihat perdana pendeta yang nyata secara langsung. Anne dan Matthew membuat dapur menjadi sangat menyenangkan bagi mereka. meninggalkan Anne dan Matthew untuk menjaga rumah sampai ia kembali keesokan harinya. dengan cepat ia menerima ajakan itu. tak pernah. Marilla sendiri diam-diam tertarik pada politik. Kebanyakan masyarakat Avonlea mendukung perdana pendeta. Ini membuat seumur hidupku menjadi gelap. Nyonya.” Anne menghela napas. Tapi itu berarti kemenangan bagi Gilbert Blythe keesokan harinya. Anne meletakkakannya kembali di atas rak jam dan membayangkan buku itu tak ada di sana. dan jarijari Anne menggelenyar menggapainya. walaupun berkali-kali memandang sedih ke rak jam. atau kira-kira begitulah tujuannya. Matthew terkantuk-kantuk karena PENGACARA PARA PETANI di sofa dan Anne di meja menekuni pelajarannya dengan tekad kuat. Oleh karena itu. Rachel luar biasa bersenangsenang di pertemuan besar. pernahkah kau mempelajari geometri saat kau sekolah?” “Well. sementara Marilla dan Nyonya. untuk menyapa pendukung setianya dan dan yang bukan pendukungnya berhubung dipilih untuk menghadiri pertemuan besar kelompok itu yang diadakan di Charlottetown. Jadi ia pergi ke kota dan mengajak serta suaminya—Thomas akan berguna untuk menjaga kuda—dan Marilla Cuthbert dengannya. “karena dengan demikian kau bisa bersimpati padaku.SEMUA hal besar diselesaikan dengan hal-hal kecil. tidak. Nyonya. Saat itu Bulan Januari ketika perdana pendeta datang. Sepintas lalu mungkin keputusan dari Perdana Pendeta Kanada untuk memasukkan daerah Pangeran Edward dalam perjalanan politik tak tampak banyak berpengaruh pada keberuntungan Anne Shirley kecil di Green Gables. Aku sangat bodoh dalam geometri. Rachel Lynde juga ikut pergi.” 111 .” sahut Matthew. meskipun ia adalah oposisi dari pihak yang mengadakan pertemuan itu. Kau tak bisa sepantasnya bersimpati kalau kau tak pernah mempelajarinya. Rachel Lynde adalah seorang politisi yang yang sangat bersemangat dan tak percaya pertemuan politis itu bisa berjalan tanpa kehadirannya. oleh karena itu pada malam diadakannya pertemuan itu hampir seluruh pria dan lumayan banyak wanita pergi ke kota yang jauhnya 30 mil. sadar dari tidurnya dengan terkejut. Matthew. Jane telah meyakinkannya bahwa buku itu memang diperlukan untuk membuat hati berdebar-debar. “Aku berharap kau pernah mempelajarinya. dimana terletak buku baru yang dipinjamkan oleh Jane Andrews hari itu.

“Well, aku tak tahu,” sahut Matthew menenangkan. “Kurasa kau baik-baik saja dalam apa pun. Minggu lalu di toko Blair di Carmody Tuan. Phillips bilang padaku bahwa kau murid terpandai di sekolah dan telah membuat kemajuan pesat. ‘Kemajuan pesat’ adalah kata-katanya yang sebenarnya. Di sekolah mereka mempergunjingkan Teddy Phillips dan menurutnya ia bukanlah guru yang suka menonjolkan diri, tapi kurasa ia orang yang baik.” Matthew akan berpendapat siapa pun yang memuji Anne sebagai orang “yang baik.” “Aku yakin bisa lebih berhasil dalam geometri kalau saja ia tak mengubah hurufhurufnya,” keluh Anne. “Aku telah mempelajari semua rumusnya di luar kepala kemudian ia menggambarkannya di papan tulis dengan huruf-huruf yang berbeda dari apa yang ada di buku dan aku sungguh merasa bingung. Kupikir seorang guru tak seharusnya mengambil kesempatan jahat seperti itu, ya kan? Sekarang kami sedang mempelajari ilmu pertanian dan akhirnya kutemui apa yang membuat jalanan menjadi merah. Ini kesenangan yang hebat. Aku bertanya-tanya dalam hati bagaimana Marilla dan Nyonya. Lynde bersenangsenang. Nyonya. Lynde bilang Kanada tak lama lagi akan runtuh seperti di Ottawa dan itu adalah peringatan yang mengerikan bagi para pemilih. Katanya kalau wanita dibolehkan untuk memberikan suara maka kita akan segera melihat perubahan yang menggembirakan. Apa yang kau pilih, Matthew?” “Konservatif,” sahut Matthew cepat. Memilih Konservatif adalah bagian dari ajaran agama yang dianut Matthew. “Kalau begitu aku juga Konservatif,” sahut Anne bertekad. “Aku senang karena Gil—karena beberapa anak laki-laki di sekolah adalah orang-orang Grit. Kurasa Tuan. Phillips juga Grit karena ayah Prissy Andrews adalah salah seorang Grit, dan Ruby Gillis bilang bahwa ketika seorang pria sedang pacaran ia harus selalu sepaham dengan ibu pacarnya dalam hal agama dan dengan ayahnya dalam hal politik. Apakah itu benar, Matthew?” “Well, aku tak tahu,” sahut Matthew. “Apa kau pernah pacaran, Matthew?” “Well, tidak, aku tak tahu apa aku pernah pacaran,” sahut Matthew, yang benarbenar tak pernah berpikir tentang hal seperti itu seumur hidupnya. Anne membayangkan dengan menopang dagu di tangannya. “Apa menurutmu, pacaran itu pasti lumayan menyenangkan, Matthew? Ruby Gillis bilang ketika dia beranjak dewasa dia akan memiliki sangat banyak deretan kekasih dan membuat mereka semua tergila-gila padanya; tapi kupikir itu akan terlalu mengasyikkan. Aku lebih suka hanya punya satu kekasih yang berpikiran

112

sehat. Tapi Ruby Gillis tahu banyak tentang hal itu karena dia punya banyak kakak perempuan, dan Nyonya. Lynde bilang anak-anak perempuan dalam keluarga Gillis telah tumbuh seperti kue panas. Tuan. Phillips pergi menemui Prissy Andrews hampir setiap malam. Ia bilang itu dilakukannya untuk membantunya belajar tapi Miranda Sloane juga belajar untuk kepentingan Ratu, dan kupikir ia lebih membutuhkan bantuan daripada Prissy karena dia jauh lebih bodoh, tapi Tuan. Phillips sama sekali tak pernah datang menemuinya di waktu malam. Banyak sekali hal di dunia ini yang tak terlalu kupahami, Matthew.” “Well, aku tak tahu meskipun aku memahaminya semua sendiri,” aku Matthew. “Well, kurasa aku harus menyelesaikan pelajaranku. Aku tak akan mengijinkan diriku membuka buku baru yang dipinjamkan oleh Jane itu sampai aku selesai belajar. Tapi itu godaan yang sangat mengerikan, Matthew. Bahkan ketika aku membalikkan badanku aku bisa melihat buku itu di sana dengan jelas. Jane bilang dia sampai menangis hebat sendirian karena buku itu. Aku suka buku yang membuatku menangis. Tapi kupikir aku akan membawa buku itu ke ruang duduk dan menguncinya di lemari tertutup dan memberikan kuncinya padamu. Dan kau TAK boleh memberikannya padaku, Matthew, sampai aku selesai belajar, tidak bahkan meskipun aku memohon padamu dengan berlutut. Sangat baik bilang menahan godaan, tapi jauh lebih mudah menahannya jika kau tak punya kuncinya. Kalau begitu bolehkah aku turun ke ruang bawah tanah dan mengambil beberapa buah coklat, Matthew? Apa kau mau buah coklat?” “Well, aku tak tahu kecuali apa yang kuinginkan,” sahut Matthew, yang tak pernah makan buah coklat tapi tahu kelemahan Anne akan buah coklat. Begitu Anne muncul dengan riang dari ruang bawah tanah dengan piring penuh coklat terdengar suara langkah kaki cepat di atas papan untuk berjalan yang licin karena es di luar dan kemudian pintu dapur terhempas terbuka dan dengan tergesa Diana Barry, berwajah pucat dan kehabisan napas, dengan syal yang tampak terburu dililitkan menutupi sekeliling kepalanya. Anne dengan cepat melepaskan lilinnya dan piring karena terkejut, lalu piring, lilin, dan apel pecah bersamaan di bawah tangga ruang bawah tanah dan ditemukan di dasar telah melekat dalam bentuk minyak yang mencair, keesokan harinya, oleh Marilla, yang mengumpulkannya dan bersyukur rumahnya tak terbakar. “Ada masalah apa, Diana?” jerit Anne. “Apa ibumu akhirnya menaruh kasihan?” “Oh, Anne, cepatlah datang,” Diana memohon dengan gugup. “Minnie May sedang sakit parah—dia menderita batuk yang disertai sesak napas. Young Mary Joe bilang—dan ayah dan ibunya sedang ke kota dan tak ada seorang pun yang memanggil dokter. Minnie May sakit berat dan Young Mary Joe tak tahu harus berbuat apa—dan oh, Anne, aku takut sekali!”

113

Matthew, tanpa bicara, meraih topi dan mantel, berlalu melewati Diana dan berjalan di kegelapan halaman. “Ia pergi untuk memasangkan pakaian pada kuda untuk pergi ke Carmody memanggil dokter,” kata Anne, yang tergesa mengambil penutup kepala dan jaket. “Aku juga tahu itu seolah ia mengatakan demikian. Matthew dan aku sehati, aku bisa membaca pikirannya tanpa kata-kata sama sekali.” “Aku tak yakin ia akan menemukan dokter di Carmody,” Diana menangis tersedu. “Aku tahu Dr. Blair sudah pergi ke kota dan kurasa Dr. Spencer akan pergi juga. Young Mary Joe tak pernah melihat seorang pun yang menderita batuk disertai sesak napas dan Nyonya. Lynde sedang keluar. Oh, Anne!” “Jangan menangis. Di,” sahut Anne menghibur. “Aku tahu benar harus berbuat apa pada orang yang menderita batuk seperti itu. Kau lupa bahwa Nyonya. Hammond melahirkan bayi kembar tiga kali. Ketika kau menjaga tiga pasang bayi kembar, maka secara alamiah kau akan memiliki banyak pengalaman. Mereka semua menderita batuk asma secara teratur. Tunggu saja sampai aku mendapatkan botol ipepac—mungkin kau tak punya satu pun di rumahmu. Sekarang ayo.” Kedua anak perempuan itu mempercepat langkah ke luar bergandengan tangan dan berjalan tergesa melalui Lover’s Lane dan melintasi lapangan yang mengeras di seberangnya, karena salju terlalu dalam untuk melewati jalan pintas. Anne, meskipun merasakan kesedihan yang tulus untuk Minnie May, tidak sampai merasa akan pingsan karena keadaan yang seperti roman itu dan untuk kemanisan yang sekali lagi terbagi dengan orang yang sehati. Suasana malam jernih dan sangat dingin, seluruh bayangan kayu ebony dan lembah bersalju yang tampak keperakan; bintang besar bersinar di atas lapangan yang sunyi; dimana-mana pepohonan fir yang berdiri menjulang tampak gelap dengan salju menutupi dahan-dahannya dan angin berhembus disela-selanya. Anne berpikir pasti akan sangat menyenangkan menikmati semua misteri dan keindahan ini dengan teman karib yang sudah lama berpisah. Minnie May, berumur tiga tahun, sedang benar-benar sangat sakit. Dia berbaring di sofa dapur dalam keadaan terserang demam dan tak tenang, sementara suara napasnya yang sengau dapat terdengar di seluruh rumah. Young Mary Joe, seorang anak perempuan Prancis yang montok dan berwajah lebar dari sungai kecil, yang disuruh oleh Nyonya.Barry untuk tinggal dengan anak-anak selama ia tak di rumah, merasa tak berdaya dan bingung, sama sekali tak dapat berpikir harus melakukan apa, atau mengerjakannya kalau pun dia mampu memikirkannya. Anne mulai bekerja dengan keahlian dan kecepatan.

114

“Minnie May memang menderita batuk yang disertai asma; keadaannya cukup buruk, tapi aku pernah melihat yang lebih parah. Pertama kita harus punya banyak air panas. Kuberitahu, Diana, air yang ada di ceret tak lebih dari secangkir penuh! Sudah, aku sudah mengisinya penuh, dan, Mary Joe, kau bisa memasukkan beberapa kayu ke kompor. Aku tak mau melukai perasaanmu tapi kalau kau punya imajinasi kau pasti sudah memikirkan untuk melakukan itu sebelumnya. Sekarang, aku akan melepaskan pakaian Minnie May lalu membawanya ke tempat tidur, dan kau cobalah ambil baju dari kain planel yang lembut, Diana. Pertama sekali aku akan memberikannya satu dosis ipepac.” Minnie May tak mengambil ipepac itu dengan baik tapi tak ada gunanya Anne mengasuh tiga pasang anak kembar kalau tak dapat mengatasinya. Ipepac itu jatuh, tak hanya sekali, tapi berkali-berkali selama malam yang panjang dan menggelisahkan ketika kedua anak itu bekerja dengan sabar merawat Minnie May yang sakit, dan Young Mary Joe, benar-benar gelisah melakukan apa yang bisa dilakukannya, menjaga agar api terus menyala dan memanaskan air lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh rumah sakit untuk merawat bayi yang menderita batuk disertai asma. Saat itu jam tiga ketika Matthew datang dengan seorang dokter, karena ia harus berkeliling Spencervale untuk mendapatkan seorang dokter. Tapi kebutuhan mendesak akan pertolongan telah berlalu. Minnie May sudah jauh lebih baik dan sedang tertidur nyenyak. “Aku nyaris menyerah karena sangat putus asa,” jelas Anne. “Keadaannya semakin memburuk dan terus memburuk sampai dia tampak lebih sakit dari anak-anak kembar Nyonya. Hammond yang menderita sakit yang sama, bahkan pasangan kembar yang terakhir. Sebenarnya kupikir dia akan tercekik sampai mati. Aku memberinya setiap tetes ipepac di botol itu dan begitu dosis terakhir masuk ke mulutnya aku berkata pada diri sendiri—bukan pada Diana atau Young Mary Joe, karena aku tak mau membuat mereka lebih khawatir lagi dari sebelumnya, tapi aku harus mengatakannya pada diriku sendiri hanya untuk melegakan perasaanku—‘Ini harapan terakhir yang tak hilang-hilang dan aku takut, ini harapan yang sia-sia.’ Tapi dalam waktu sekitar tiga menit dia membatukkan lender kemudian keadaannya mulai membaik. Anda bisa bayangkan betapa leganya aku, dokter, karena aku tak bisa mengungkapnya dengan kata-kata. Anda tahu ada beberapa hal yang tak bisa diungkap dengan kata-kata.” “Ya, saya tahu,” dokter itu mengangguk. Ia memandang Anne seolah sedang memikirkan sesuatu tentangnya yang tak bisa diungkap dengan kata-kata. Bagaimanapun juga, kemudian, ia mengungkapkannya pada Tuan. dan Nyonya. Barry. “Anak kecil berambut merah yang diasuh di keluarga Cuthbert itu pandai sekali. Saya beritahu anda bahwa dia telah menyelamatkan nyawa bayi itu, karena saya

115

sampai di sana sudah terlalu terlambat. Nampaknya dia punya keahlian dan kesadaran yang menakjubkan untuk anak seumuran dia. Saya tak pernah melihat sesuatu seperti matanya ketika dia menjelaskan kejadian itu pada saya.” Anne pulang di pagi musim dingin yang menakjubkan, putih-tertutup embun, dengan mata yang berat karena kurang tidur, tapi tetap bicara tak henti pada Matthew saat mereka melintasi lapangan putih panjang dan berjalan di bawah tapak kaki peri yang gemerlapan di pohon maple Lover’s Lane. “Oh, Matthew, bukankah ini pagi yang menakjubkan? Dunia tampak seperti sesuatu yang dibayangkan Tuhan untuk kesenanganNya sendiri, ya kan? Pepohonan itu tampak seolah aku bisa meniupnya dengan sekali hembusan napas—pouf! Aku sangat senang tinggal di dunia yang ada embun yang membeku, kau juga kan? Dan bagaimana pun aku sangat senang Nyonya. Hammond punya tiga pasang anak kembar. Kalau ia tak punya maka aku tak tahu harus berbuat apa untuk Minnie May. Aku sangat menyesal pernah marah dengan Nyonya. Hammond karena punya anak-anak kembar. Tapi, oh, Matthew, aku ngantuk sekali. Aku tak bisa pergi sekolah. Aku hanya tahu aku tak sanggup menahan kantuk dan aku akan sangat bodoh. Tapi aku benci harus tinggal di rumah, karena Gil—beberapa murid lain akan menjadi juara kelas, dan sangat berat untuk bangkit lagi—walaupun tentu saja semakin berat maka akan semakin puas ketika kau bisa bangkit, ya kan?” “Well, kurasa kau akan mengaturnya dengan baik,” sahut Matthew, memandang wajah mungil Anne yang putih dan lingkaran hitam di bawah matanya. “Kau pergilah tidur segera dan tidurlah yang nyenyak. Aku akan mengerjakan semua pekerjaan berat.” Oleh karena itu Anne pergi tidur lalu tidur sangat lama dan nyenyak sampai dia terbangun di sore musim dingin yang putih dan kemerahan lalu dia turun dengan cepat ke dapur dimana Marilla, yang telah pulang ke rumah pada saat itu, sedang duduk merajut. “Oh, apa kau melihat Perdana pendeta nya?” seru Anne sekaligus. “Seperti apa beliau Marilla?” “Well, beliau tak pernah menjadi perdana pendeta karena tampangnya,” sahut Marilla. “Seperti hidung yang dipunyainya! Tapi beliau bisa berpidato. Aku bangga menjadi orang Konservatif. Rachel Lynde, tentu saja, adalah orang Liberal, tak ada gunanya bagi beliau. Makan malammu ada di oven, Anne, dan kau boleh mengambil sendiri sele prem biru di luar lemari. Kurasa kau lapar. Matthew telah menceritakan padaku kejadian semalam. Harus kuakui itu merupakan keberuntungan kau tahu apa yang harus dilakukan. Aku sendiri tak akan tahu harus berbuat apa, karena aku tak pernah melihat kasus batuk yang disertai asma. Karena itu sekarang, tak masalah bercakap-cakap sampai kau

116

” “Ya. Sekarang.” Peringatan itu tampak tak berguna. ekspresinya sangat gembira dan seperti melayang di udara sementara dia meloncat-loncat. Jauh di barat daya tampak sesuatu yang sangat bercahaya. dan ia berharap kau mau memaafkannya dan berteman baik lagi dengan Diana.meski pun rambutku merah.selesai makan malam. tapi aku tak bisa memaksa diriku melakukan sesuatu yang tak romantis seperti mencuci piring pada saat yang mendebarkan ini. ya. tapi aku tak mau membangunkanmu. “Oh. bolehkah aku pergi sekarang—tanpa mencuci piringku? Aku akan mencucinya begitu aku kembali. Melihatnya berlari cepat melintasi kebun buah sementara rambutnya melambai-lambai.” sahut Marilla memanjakan. “Anne Shirley—apa kau gila? Kembali sekarang juga dan pakailah sesuatu. pergilah. Barry ada di sini tadi sore. Katanya ia tahu kau tak bermaksud membuat Diana mabuk. bintang malam yang gemerlapan seperti mutiara di langit yang pucat keemasan dan warna merah yang sangat halus di atas menyinari tempat-tempat yang putih dan lembah sempit yang gelap yang ditumbuhi pohon spruce. Suara dentingan lonceng kereta luncur di antara bukit bersalju terdengar seperti lonceng peri di udara yang sangat dingin. Aku bisa lihat dari tampangmu bahwa kau sudah cukup kenyang dengan omongan. tapi alunan musik itu tak seindah nyanyian di hati dan bibir Anne. wajahnya memancarkan kobaran semangatnya. Hanya saat ini aku tak terlalu kecewa dengan rambutku yang merah.” Marilla akan memberitahu sesuatu pada Anne. Marilla. Kalau kau suka kau bisa ke rumahnya malam ini karena Diana tak bisa keluar rumah berhubung semalam dia masuk angin. “Aku sungguh sangat bahagia—ya. Nyonya. Sungguh suatu rahmat kalau dia tak mati karena masuk angin. tapi ia tak memberitahunya saat itu juga karena ia tahu jika ia melakukannya maka akibatnya kegembiraan Anne benar-benar akan buyar yang berdampak pada selera makannya atau suasana makan malam. demi Tuhan jangan terlalu bergembira. Tak sampai Anne selesai menghabiskan secawan prem biru nya Marilla berkata: “Nyonya. tapi kau akan tetap terus bicara. Aku seperti memanggil angin. “Kau lihat di depanmu orang yang sangat bahagia. Anne. Dia pergi tanpa topi atau syal.” Anne pulang ke rumah dengan menari-nari di senja musim dingin yang ungu melintasi tempat-tempat bersalju.” katanya. Anne Shirley. Barry menciumku dan menangis lalu berkata ia menyesal sekali dan ia tak akan pernah mampu 117 . dan ia sangat menyesal karena telah bersikap seperti yang dilakukannya pada masalah anggur wine itu. Ia mau menemuimu. Ia bilang kau telah menyelamatkan nyawa Minnie May. Marilla.

ketika aku dewasa. “Aku akan selalu berbicara dengan gadis-gadis kecil seolah mereka juga orang dewasa. ‘aku tidak marah pada anda. kemudian ketika kami meletakkannya di platform agar dingin. Barry. Barry. Nyonya. Lalu Diana dan aku melewati sore yang indah.’ Bukankah itu cara bicara yang cukup berwibawa. kue manis. Dan Nyonya.” “Aku tak tahu tentang itu. Diana memberiku sebuah kartu yang bagus berhiaskan rangkaian mawar di atasnya dan syair puisi: “Jika kau mencintaiku seperti aku mencintaimu Tak ada yang dapat memisahkan kita kecuali kematian. Kami akan meminta Tuan. Barry memintaku untuk berkunjung sesering yang aku bisa dan Diana berdiri di jendela dan memberikan ciuman jarak jauh padaku sepanjang jalan menuju Lover’s 118 . Marilla. Marilla. Marilla?” Aku merasa sedang menimbun batu bara panas di kepala Nyonya. Diana memperlihatkan padaku rajutan sulaman mewah yang diajarkan oleh bibinya yang tinggal di Carmody. dengan helaan napas pendek. Marilla. dan dua macam sele. dan Gertie Pye bisa duduk dengan Minnie Andrews.” Anne berkata dengan tekad kuat. Dan itu benar. Setelah minum teh Diana dan aku membuat gula-gula. dan aku tak akan pernah tertawa ketika mereka membual. kenapa kau tak menawarkan biskuit pada Anne?’ Pasti sangat menyenangkan menjadi dewasa. Tapi proses pembuatannya sangat menyenangkan. Aku tak bisa memberitahumu betapa hatiku bergetar karenanya. ketika diperlakukan seolah kau sangat manis. dan kami mengikrarkan sumpah yang sungguh-sungguh tak akan menunjukkannya pada orang lain. bagaimana pun juga. Tak ada seorang pun di Avonlea yang mengetahuinya selain kami. Gula-gula itu tak terlalu enak. Kami menikmati jamuan minum teh yang elegan.” sahut Marilla. donat. Kupastikan bahwa aku tak bermaksud membuat Diana mabuk dan untuk selanjutnya aku akan menutup masa lalu dengan jubah kelupaan. seolah aku benarbenar seorang tamu. Marilla. Phillips untuk mengijinkan kami duduk bersama lagi di sekolah. Lalu kami makan bolu buah. Barry bertanya apakah aku mau teh dan berkata ‘Pa. “Well. Aku tahu dari pengalaman yang menyedihkan bagaimana hal itu bisa melukai perasaan seseorang. Lalu ketika aku pulang Nyonya. Marilla. tapi aku hanya berkata sesopan yang kumampu.kurasa karena baik Diana mau pun aku tidak pernah membuatnya sebelumnya. seekor kucing melintasi sebuah piring dan itu harus dibuang. Diana membiarkanku yang mengaduknya sementara dia mengolesi piring dengan mentega lalu aku lupa dan gula-gula itu pun hangus. Nyonya. Barry mengeluarkan perangkat porselin yang sangat bagus.membalas jasaku. Sebelumnya tak pernah ada seorang pun yang menggunakan perangkat porselin terbaiknya karenaku. Aku merasa malu berat.

Jadi kupikir kau tak sampai sakit berat bila tak menemuinya lagi. tapi kau harus kembali ke sini hanya dalam waktu sepuluh menit.” sahut Marilla dengan menyindir.” sahut Marilla singkat.” Anne mengingatnya dengan sungguh-sungguh dan telah kembali dalam waktu yang ditentukan itu. bolehkah aku pergi untuk menemui Diana sebentar saja?” tanya Anne. kami sangat berhati-hati.” “Tapi dia mau menemuiku. Marilla. Banyaknya kilatan cahaya berarti suatu hal tertentu.” sahut Marilla tegas. Kami meletakkan lilin di ambang jendela lalu membuat kilatan cahaya dengan mengibas-ngibaskan kertas karton dan begitu seterusnya.” “Bagaimana kau tahu?” “Karena tadi dia memberi isyarat padaku dari jendelanya. Kami sudah mengatur cara untuk memberi isyarat dengan lilin dan kertas karton. Marilla. bahwa aku merasa akan senang berdoa malam ini dan aku akan memikirkan doa terbaru yang khusus untuk merayakan peristiwa ini. ingat itu.” Bab XIX – Konser. Itu ideku. Dan itu sangat menarik. berlari terengah-engah turun dari loteng timur di suatu malam di Bulan February. “Aku tak mengerti untuk apa kau pergi kesana kemari tak tentu arah setelah gelap. “Kau dan Diana pulang dari sekolah bersama-sama dan kemudian berdiri di sana dalam salju selama setengah jam lebih. “Kau boleh pergi. keletak-keletuk. karena ada hal penting yang ingin kusampaikan. ‘Datanglah ke sini sesegera mungkin. “Ada hal yang sangat penting yang akan disampaikannya padaku.” “Aku tahu pasti itu memang idemu. 119 . Dua kilatan cahaya berarti. Tapi setidaknya dia telah mempergunakannya dengan baik. kau tak perlu menderita lebih lama lagi.Lane. dan aku benar-benar menderita ingin tahu apa itu. Kujamin.” “Oh.’ Lima berarti. “Dan berikutnya kau akan membuat gorden terbakar dengan isyarat omong kosongmu. Marilla.” Anne memohon. lidahmu sangat senang berbicara. Malapetaka dan Pengakuan “Marilla. ‘Apa kau ada di sana?’ Tiga berarti ‘ya’ dan empat ‘tidak.’ Diana baru saja mengisyaratkan lima kilatan cahaya.” “Well. walaupun mungkin tak seorang pun akan tahu apa yang membuatnya berkorban dengan membatasi pembicaraan penting Diana dalam batas waktu sepuluh menit.

dan mengenai konser club itu.” “Kalau begitu kau bisa tenang. sungguh. Dan oh. Marilla. Dan kelompok paduan suara akan menyanyikan empat lagu sedih yang indah yang nyaris sebagus nyanyian pujian. “Aku tak bilang acara itu tak sopan. Tapi kau tak boleh mulai keluyuran pergi ke konser dan berada di luar berjam-jam di malam hari. yang kelihatannya tertidur nyenyak di sofa selama percakapan itu berlangsung. itu intinya. Marilla. Dan mereka akan mengajak Diana dan aku ke konser itu—jika kau mengijinkanku pergi. ibunya bilang dia boleh mengajakku pulang bersama dengannya dari sekolah dan tinggal semalaman dengannya. pendeta akan ikut serta. Sebaiknya kau berada di rumah di tempat tidurmu sendiri. dan gadis kecil seharusnya sama sekali tak diijinkan untuk pergi ke tempat seperti itu. Pergilah tidur. beliau akan ikut serta. kan? Sekarang lepaskan sepatu bootmu dan pergilah tidur. hampir menangis.” “Tapi ini kesempatan yang sangat spesial. aku merasa sangat bersemangat. telah naik ke atas dengan penuh kesedihan. membuka matanya dan berkata dengan tegas: 120 . Tindakan besar untuk anakanak.” Ketika Anne. Prissy Andrews akan membaca ‘Curfew Must Not Ring Tonight (Jam Malam Tak Boleh Berlaku Malam ini). beliau akan memberikan sambutan. Ini bukan seolah ulang tahun adalah hal yang biasa.’ Itu pelajaran moral yang cukup baik.” “Ada satu hal lagi.” “Aku yakin Debating Club adalah acara yang paling sopan. aku yakin dengan mendengarnya akan membuatku mengerjakan banyak kebaikan. Barry bilang pada Diana bahwa kami boleh tidur di tempat tidur kamar tamu.” sahut Anne. Merupakan kejutan bagiku Nyonya. Marilla?” “Kau dengar apa yang kubilang.” Anne memohon. Marilla. “Nyonya.” Anne sedih. tak bolehkah aku pergi. karena kau tak akan pergi. Please. semuanya omong kosong. Dan sepupunya akan datang dari Newbridge dengan pengeretan besar untuk pergi ke konser Debating Club (Klub Debat) di gedung besok malam. Well. bagaimana menurutmu? Kau tahu besok adalah hari ulang tahun Diana.” “Suatu kehormatan kau bisa hidup tanpa itu. mengeluarkan usaha terakhir yang dipunyainya. Sambutan itu kira-kira akan sama seperti khotbah. Anne. Barry mengijinkan Diana pergi. Sekarang sudah jam delapan lewat. Marilla. Bayangkan kehormatan Anne kecilmu dibolehkan tidur di kamar tamu. dan jangan sampai aku mendengar sepatah kata pun lagi dari mulutmu. Matthew. ya. “Diana ulang tahun hanya sehari dalam setahun. Marilla? Oh. Marilla.“Oh. Kau akan memberiku ijin kan. dengan airmata mengalir di pipinya.

aku tak ikut campur. Kalau kau menderita radang paru-paru karena tidur di tempat tidur asing atau keluar dari gedung yang panas itu di tengah malam. Matthew.” Untuk beberapa saat Marilla merasa tak perlu mengatakan apa pun. Marilla. Dan pendapatku adalah kau harus mengijinkan Anne pergi.” “Menurutku kau harus mengijinkan Anne pergi. Aku lebih mengerti watak anak dan apa yang baik baginya daripada kau. Itu akan mengganggu ketenangannya selama seminggu. Anne Shirley.“Well.” Anne berlari keluar dari dapur. Pemberian alasan memang bukanlah titik kekuatannya. tapi berpegang teguh pada pendapatnya benar-benar merupakan titik kekuatannya. Marilla. “Kalau begitu jangan ikut campur. “Oh.” 121 . aku tak menyangsikannya. kau atau aku?” “Well.” adalah jawaban ramah Marilla. dan membuat pikirannya dicekoki dengan omong kosong dan kegembiraan. Keesokan paginya. Dia akan pergi ke sana dan masuk angin seperti tak terjadi apa-apa. lap piring yang menetes di tangan. Kemudian ia menyerah karena tak dapat mengelak lagi dan berkata ketus: “Baiklah. Marilla. kalau hanya itu.” “Kurasa sekali sudah cukup untuk mengatakannya. Ini tindakan Matthew dan aku tak ikut campur. “Siapa yang mendidik anak itu. Marilla. Tapi aku tak menyetujui rencana ke konser itu. karena tak ada hal lain yang bisa membuatmu senang. ketika Anne sedang mencuci piring sarapan di dapur.” “Well. Matthew. kau. salahkan Matthew. jangan salahkan aku.” “Kau akan berpendapat aku harus mengijinkan Anne pergi ke bulan kalau dia mau begitu. kau membuat air yang berminyak menetes di lantai.” “Kalau begitu aku tak akan melakukannya.” Marilla menjawab pedas. Matthew berhenti ketika hendak ke luar ke gudang dan berkata lagi pada Marilla: “Kupikir kau harus mengijinkan Anne pergi. “Aku mungkin akan mengijinkannya bermalam dengan Diana. ucapkan kata-kata yang menyenangkan itu lagi.” Matthew mengakui. dia boleh pergi. Bukan ikut campur kalau kau mengeluarkan pendapatmu sendiri.” ulang Matthew tegas. Aku tak pernah melihat anak yang seceroboh ini. kupikir kau harus mengijinkan Anne pergi. Marilla menghembuskan napas ketakberdayaan dan memilih diam.

yang ayahnya berpikiran sama dengan Marilla mengenai gadis kecil yang pergi ke luar untuk nonton konser di malam hari. Matthew memahamiku. mantel buatan sendiri yang sudah kusam dengan topi bulu Diana yang 122 . Oh. karena hari itu tak ada hal lain yang dibicarakan di sekolah. dan dipahami sangat menyenangkan. Bagaimana pun juga. Tapi bayangkan saja semua kesalahan yang tak kuperbuat. Marilla. Anak-anak muda di Avonlea telah berlatih selama bermnggu-minggu. dan ketika anak-anak perempuan lain membicarakannya di sekolah aku merasa sangat terkucil. Dia dan Diana terus menerus membicarakannya sepanjang hari sampai dengan guru yang lebih tegas daripada Tuan. Anne merasa bahwa dia tak akan sanggup bila tak pergi ke konser itu. Anne tak sanggup menahan rasa sakit yang tiba-tiba ketika dia membandingkan tam nya yang hitam sederhana dan tak berbentuk. aku tahu akan percobaan yang berat bagimu.“Oh. Semua murid di sekolah yang berumur sembilan tahun ke atas berharap bisa pergi.” Anne terlalu gembira untuk dapat membagi perhatiannya dengan adil pada pelajaran di sekolah. The Debating Club Avonlea.” kemudian mereka asyik berdandan di kamar kecil Diana di atas. Aku akan mengambil pasir dan menggosok nodanya sebelum ke sekolah. rasa malu yang dialami Anne karena kekalahannya menjadi berkurang dari sebelumnya. tapi kau lihat Matthew tahu itu. tapi ini akan menjadi acara besar. yang diadakan setiap dua minggu sepanjang musim dingin. Kau tak tahu betapa aku sangat merasakannya. walaupun mungkin aku melakukannya. karena mengingat konser dan tempat tidur kamar tamu. sebagai sumbangan untuk pustaka. dan mereka melakukan percobaan dengan setidaknya setengah lusin cara yang berbeda dalam menata rambut belakang mereka. karcis masuk sepuluh sen. Mereka menghadiri “jamuan minum teh yang benar-benar elegan. Aku tak pernah ke konser seumur hidup. Marilla. Carrie Sloane menangis di buku tata bahasanya sepanjang sore dan merasa hidup tak lagi berharga. Marilla. Bagi Anne kegembiraan yang benar-benar nyata dimulai dengan pembubaran sekolah dan semakin bertambah setahap demi setahap sampai mencapai kegembiraan yang luar biasa di konser itu sendiri. Benar. Akhirnya mereka siap.” sahut Anne menyesal. kecuali Carrie Sloane. dan semua murid sangat tertarik pada acara itu berhubung kakak-kakak dan abang-abangnya akan ambil bagian. Gilbert Blythe mengalahkannya dalam pelajaran pengejaan dan jauh melampuinya dalam ilmu hitung di luar kepala. pipi berwarna merah dan mata memancarkan sinar kegembiraan. Diana menata rambut depan Anne bergaya pompadour dan Anne mengikat simpul Diana dengan keterampilan khusus yang dimilikinya. memiliki beberapa hiburan gratis yang lebih ringan. berlengan ketat. Phillips pun terpaksa merasa malu yang tak terelakkan dengan membiarkan mereka membicarakan hal itu. hatiku sungguh telah siap untuk pergi ke konser itu. “Aku membuat banyak sekali kesalahan.

dan ketika Tuan. bebukitan bersalju dan lautan biru yang dalam di Teluk St. Dentingan lonceng pengeretan dan gelak tawa yang tak ramah. Tapi seketika itu juga dia ingat bahwa dia punya daya imajinasi dan bisa menggunakannya. Lawrence yang tampak megah melingkar seperti mangkuk raksasa berisi mutiara dan batu safir yang dipenuhi dengan anggur dan api. ketika Sam Sloane terus menjelaskan dan menggambarkan “How Sockery Set a Hen (Bagaimana Sockery Menangkap Seekor Ayam Betina)” Anne tertawa sampai orang yang duduk di dekatnya pun ikut tertawa. mereka semua berdesak-desakan dalam pengeretan besar. gelap tanpa ada satu pun sinar lampu. Murray bersaudara dari Newbridge. lebih karena simpati dengannya daripada dengan hiburan di pemilihan yang sudah agak kuno bahkan di Avonlea. Disana tampak matahari terbenam yang sangat indah. sebagaimana Anne telah meyakinkan Diana. “bukankah ini semua seperti mimpi yang indah? Apakah aku benar-benar tampak sama seperti biasa? Aku merasa sangat berbeda karena kukira perbedaan itu pasti tampak di wajahku. dan. Kemudian sepupu Diana. Diana. Ketika Gilbert Blythe membacakan “Bingen on the Rhine (Pesta Minum-minum di Rhine)” Anne mengambil buku pustaka Rhoda Murray dan membacanya sampai Gilbert 123 .” panggil Anne. Ketika Prissy Andrews. datang dari setiap penjuru arah. “Warna kulitmu adalah yang terbagus. Anne bersuka ria dalam perjalanan ke gedung. yang memakai baju sutra pink baru dengan seuntai mutiara di lehernya yang putih halus dan bunya anyelir sungguhan di rambutnya—desas-desus yang beredar mengatakan bahwa guru itu yang telah mengirimkannya semua ke kota untuknya—“menaiki tangga yang kotor.” “Kau terlihat sangat manis. yang baru saja mendapat pujian dari salah seorang sepupunya. merasa bahwa dia harus menceritakannya.” sahut Diana.” Acara malam itu adalah serangkaian “sensasi getaran hati” untuk setidaknya seorang pendengar dalam kerumunan penonton. sembari meremas tangan Diana yang menggunakan sarung tangan di bawah jubah bulu. sampai. setiap sensasi getaran yang berturut-turut lebih menggetarkan hati dari yang sebelumnya. yang tampak seperti kegembiraan para kurcaci hutan. menyusuri jalan yang sehalus satin dengan salju yang mengering segar di bawah tapak. Hanya satu acara yang tak membuatnya tertarik. Phillips menyampaikan orasi Mark Anthony yang melangkahi mayat Caesar dengan nada suara yang paling membangkitkan semangat— sembari melihat ke arah Prissy Andrews di setiap akhir kalimat—Anne merasa bahwa dia bisa bangkit dan memberontak saat itu juga kalau saja seorang rakyat Roman yang memimpin. “Oh. di antara jerami dan jubah berbulu.keren dan jaket kecilnya yang bersih.” Anne gemetar karena simpati yang dalam. ketika kelompok paduan suara menyanyikan “Far Above the Gentle Daisies (Jauh di atas Bunga-bunga Daisy yang Lembut)” Anne menatap ke langit-langit seolah itu adalah lukisan dinding dengan malaikat.

” “Diana. suatu hari nanti. “Oh. Gilbert Blythe sering melakukannya dan dia hanya dua tahun lebih tua daripada kita. bukan SAUDARA PEREMPUAN. siapa itu—APA itu?” Anne berbisik. ada hembusan napas dan tangisan di sana—dan seseorang berkata dengan suara tertahan: “Tuhan Yang Pengasih!” Anne dan Diana tak pernah tahu bagaimana mereka turun dari tempat tidur itu dan keluar dari kamar. Anne dan Diana berjinjit menuju serambi depan.” sahut Anne dengan wibawa. giginya bergemeletuk karena dingin dan takut. yuk. ruangan yang sempit dan panjang karena kamar tamu terbuka. “Di sini sangat enak dan hangat. Apa kau sudah siap untuk tidur? Ayo kita balapan dan siapa yang akan sampai di tempat tidur lebih dulu. tentu saja. Apa menurutmu suatu saat kita akan diminta untuk melakukannya. Oh. Diana?” “Ya. Anne. tapi aku bahkan tak bisa mengijinkanmu membicarakan orang itu denganku. Kedua anak kecil berpakaian putih itu berlari menyusuri ruangan yang panjang. 124 . melalui pintu kamar tamu. Ruangan itu sangat hangat dan diterangi cahaya redup dari bara api di panggangan. “Kita buka pakaian di sini. “SESEORANG DI SANA. saat dia duduk kaku dan tak bergerak sementara Diana bertepuk tangan sampai tangannya pedih. Mereka hanya tahu bahwa setelah kegaduhan yang menggelisahkan itu mereka mendapati diri mereka sedang berjinjit gemetar ke atas. lalu melompat ke atas tempat tidur pada saat yang sama.” “Bukankah tadi saat yang sangat menyenangkan?” Anne menarik napas bersemangat. dia menatap tepat padamu. bagaimana bisa kau pura-pura tak mendengarkannya? Ketika dia sampai di barisan. kekenyangan dengan pemborosan.” kata Diana. tapi dengan kesenangan manis yang semakin bertambah karena masih terus membicarakannya sampai tiba di rumah. Mereka selalu mencari murid dewasa untuk membacakan sesuatu. Saat itu jam sebelas ketika mereka sampai di rumah. Kemudian—sesuatu—bergerak di bawah mereka. “kau adalah teman baikku. “Pasti akan puas berdiri dan membacakan sesuatu di sana. Semuanya tampak tertidur dan rumah dalam keadaan gelap dan sunyi.” Usul itu membuat Diana tertarik.selesai.

Kami berharap bisa mengajaknya keluar untuk sebuah kunjungan. tapi aku sangat lelah sampai ketiduran. Dia merasa sungguh khawatir akan hal itu. Well. Ia sangat formil dan sopan dan ia akan sangat marah karena hal ini.” “Sudah kutebak!” sahut Nyonya. kita harus tidur dengan Minnie May—dan kau tak bisa bayangkan bagaimana dia menendang. Ia tak akan bicara dengan Diana sama sekali. 125 . Itu sangat menakutkan—benar-benar menakutkan—tapi apa kau pernah tahu sesuatu yang sangat lucu. Lynde pedas. Barry tersenyum ramah pada kedua gadis kecil itu. Anne.” Keesokan paginya Miss Josephine Barry tak muncul saat awal sarapan. tapi dengan kedipan mata. Miss Barry tua datang untuk tinggal selama sebulan. Oh. “Oh. Miss Barry tua sangat marah ketika ia bangun tadi pagi—dan kemarahan Josephine Barry bukanlah main-main. Diana. “Jadi kau dan Diana nyaris membuat Miss Barry tua yang malang mati ketakutan semalam?” sahut Nyonya. tapi katanya ia tak mau tinggal lebih lama lagi dan akan kembali ke kota besok. masalahnya.” sahut Anne menyesal. Lynde untuk suatu keperluan Marilla. Ia sangat tua—tujuh puluh sekian— dan aku tak yakin ia PERNAH menjadi anak kecil.” Diana tetap bungkam dengan hati-hati. dan aku tahu ia akan sangat marah. aku yakin. aku tahu itu. Anne bergegas pulang setelah sarapan dan juga tetap dalam kebodohan yang membahagiakan karena kerusuhan itu yang nantinya berakhir dalam rumah tangga Nyonya. Anne?” “Siapa Aunt Josephine mu?” “Ia bibi ayahku dan tinggal di Charlottetown. tapi dia dan Anne yang duduk berseberangan di meja saling melemparkan senyum sembunyi-sembunyi karena rasa bersalah yang sekaligus menjadi hiburan. “Apa malam kalian menyenangkan? Aku mencoba untuk tetap terbangun sampai kalian pulang. Barry ada di sini beberapa saat yang lalu dalam perjalannya ke Carmody. Lynde. karena aku mau memberitahumu bahwa Aunt Josephine telah tiba dan bagaimanapun kalian harus tidur di kamar atas. Nyonya. menghela napas sembara terbahak.“Itu Aunt Josephine. “Itu salahku. “Aku sudah tahu itu adalah idemu.” “Itu bukan kesalahan Diana. dengan kegembiraan seorang penebak yang benar. tadi itu Aunt Josephine. Kuharap kau tak mengganggu bibimu. tapi tidak dalam waktu dekat.” sahut Diana. “Nyonya. Well. itu berakibat banyak kesulitan. Aku mengusulkan balapan untuk melihat siapa yang akan sampai di tempat tidur lebih dulu. Barry sampai penghujung sore. ketika dia pergi ke rumah Nyonya. bagaimana pun caranya ia bisa ada di sana.

Lynde?” “Masalahnya. Oh.” “Kenapa kau tak memberitahu mereka kalau itu salahku?” cecar Anne. Anne. “Ya. Nyonya. Kau tak pernah berhenti melamun—apa pun yang muncul di pikiranmu untuk dikatakan atau apakah kau mengatakan atau melakukannya tanpa sempat merenungkannya.” protes Anne. Lynde tak pernah merasakannya. Lynde dia mengambil jalan melintasi lapangan yang mengeras ke Orchard Slope. Tak pernahkah anda merasakannya sendiri.” Nyonya.” jawab Diana. Diana menemuinya di pintu dapur. Apa anda tahu mengapa begitu. Ia telah berjanji akan membayarkan pelajaran musik triwulan untuk Diana. kan?” bisik Anne. “Aku selalu membuat diriku sendiri mendapat masalah dan membuat teman baikku—orang yang akan kuberikan darah di hatiku untuknya—mendapat masalah juga.” keluh Anne sedih. begitu mengasyikkan. Katanya aku gadis kecil dengan tingkah laku paling buruk yang pernah dilihatnya dan bahwa kedua orang tuaku harus merasa malu dengan cara mereka mendidikku. yang baginya sangat serius. “Sesuatu bergerak cepat muncul di pikiranmu. 126 . sembari terkikik menahan tawa dengan pandangan khawatir lewat bahunya tertuju ke pintu ruang duduk yang tertutup. nak. aku cukup pintar menilai tabiat manusia.” “Oh. tapi sekarang ia telah memutuskan tak akan melakukan apa pun sama sekali untuk gadis tomboy seperti itu. “Masalahnya. Miss Barry tua orang yang kaya dan mereka akan menjaga hubungan baik dengannya. Lynde tertawa setelah mengucapkan lelucon ringannya. Pepatah yang harus kau ikuti adalah ‘Lihat dulu sebelum melompat’—terutama ke tempat tidur kamar tamu. tapi itu yang terbaik. itu karena kau terlalu tak pedulian dan seenaknya. Nyonya. Keluarga Barry pasti merasa sedih. Ia menggeleng bijak. “Aunt Josephine mu sangat marah karena kejadian itu. tapi masalahnya. Nyonya.Minggu dan itu akan terjadi. Ketika dia meninggalkan rumah Nyonya. kurasa tadi pagi mereka sangat sibuk karena masalah itu. kau harus belajar untuk sedikit melamun. Kalau anda berhenti memikirkannya anda akan merusak semuanya. Lynde?” Tidak.” “Aku sungguh anak yang tak beruntung. Tapi Ayah dan Ibu peduli. tapi Anne masih murung. Ia pasti sudah pergi hari ini kalau saja mereka tak menahannya. Oh. Dia merasa tak ada yang harus ditertawakan dalam keadaan seperti ini. “Ia hampir mengamuk. Ia bilang tak akan mau tinggal lagi dan aku yakin aku tak peduli. Barry tak mengatakan itu padaku. dan anda harus mengatakannya. Tentu saja. Nyonya. betapa marahnya ia.

Ia berputar di kursinya. berharap dapat menemukan Diana. dan bagaimana pun juga aku sama bersalahnya denganmu. Aku yang mengusulkannya. Untungnya.” “Mengaku apa?” “Bahwa itu semua salahku saat melompat ke tempat tidur di atas anda semalam.” sahut Anne tegas. jika anda sudi mendengarkan. Diana.” sahut tamu kecil itu gemetar. kan?” sahut Diana dengan mencemooh. “Aku bukan pengadu. “Siapa kau?” cecar Miss Josephine Barry. Aku tak akan berani. Diana seorang gadis kecil yang sangat seperti lady. lalu memperhatikan gadis kecil berwajah putih yang matanya dipenuhi paduan keberanian yang nekad dan rasa takut yang tersembunyi. kegusarannya sungguh tak habis-habisnya dan matanya menggertak dari balik kacamatanya yang berbingkai keemasan. Diana terpana. Itu salahku dan aku harus mengakuinya. ia ada di kamar. Tapi aku harus melakukannya. Jadi anda harus tahu betapa tak adil dengan menyalahkannya. tanpa basa-basi. “Aku Anne dari Green Gables. Diikuti kata “Masuk” yang jelas. Anne Shirley. “Kau boleh masuk kalau kau mau. “Anne Shirley.” “Well. menggenggam tangannya yang menjadi ciri khas gerak tubuhnya. Miss Barry. Aku yakin.” sahut Diana. Diana tak akan pernah punya pikiran untuk melakukan hal seperti itu.” “Oh. berjalan tegap menuju pintu ruang duduk dan mengetuknya dengan lemah.” Anne memohon. aku sudah berlatih membuat pengakuan. aku akan masuk untuk memberitahunya sendiri. dan kaku. aku harus tahu? Menurutku setidaknya Diana ambil bagian saat melompat itu.” “Well. Tindak-tanduk seperti itu di keluarga yang terpandang!” 127 . “Lebih baik aku dihadapkan ke mulut meriam. Miss Josephine Barry. formil. kurus. Dan aku tak yakin akan ada gunanya untukmu. sedang merajut di dekat perapian. “dan aku datang untuk mengaku. kau tak akan pernah melakukannya! Kenapa—ia akan menelanmu hidup-hidup!” “Jangan menakutiku lagi daripada nanti aku takut.“Kelihatannya aku akan melakukan hal yang seperti itu.” Dengan dorongan ini Anne menghadapi singa di kandangnya—itu ungkapan yang tepat. he.

benar-benar bernapas lega. Hati Diana telah tercurah untuk pelajaran musiknya. setelah perjalanan yang berat dan panjang. Apa anda punya daya imajinasi. “Aku inginnya begitu. Gadis-gadis kecil tak pernah dimanjakan dengan kegembiraan seperti itu ketika aku muda. “Aku takut khayalanku agak sedikit berkarat—sudah sangat lama aku tak menggunakannya. Kami merasa sangat ketakutan. Anda tak boleh menyalahkannya karena aku melompat ke tempat tidur. Kurasa anda terbiasa tidur di kamar tamu. marahlah padaku. yang menunggu dalam kegelisahan yang tak terungkapkan di dapur luar. “Aku berani katakan permintaanmu akan simpati seteguh permintaanku.” sahut Anne tegas. Tapi ia masih berkata dengan pedas: “Kupikir alasanmu bahwa kalian hanya bersenang-senang bukanlah pengecualian untuk kalian. Miss Barry? Kalau anda punya.” “Aku sangat meyesal karena tak bisa. Miss Barry benar-benar tertawa—suara yang menyebabkan Diana. sekarang karena kami telah minta maaf.” Sekarang seluruh gertakan telah lenyap. tapi aku bisa MEMBAYANGKAN. ada pihak kami juga di sana. tolong maafkanlah Diana dan ijinkan dia belajar musik. coba bayangkan seandainya anda di posisi kami. oleh dua gadis kecil hebat yang melompat ke atasmu.” “Aku tak TAHU.‘Tapi kami hanya bersenang-senang. dan mungkin anda juga orang yang sehati walaupun anda tak terlalu tampak seperti itu.” Saat ini banyak gertakan di mata wanita tua itu telah lenyap dan berganti dengan sinar perhatian karena senang. Lalu kami tak bisa tidur di kamar tamu setelah dijanjikan. Miss Barry. Semuanya tergantung pada cara kita memandangnya.“ katanya. Tapi lalu. Kau tak tahu bagaimana rasanya terbangun dari tidur nyenyak. Aku sangat terbiasa dimarahi orang di awal hari-hariku sehingga aku jauh lebih sanggup menanggungnya daripada Diana.” Anne bersikeras. karena anda tampak seperti seorang wanita yang menarik. dan aku paham sekali bagaimana rasanya mencurahkan hatimu untuk sesuatu dan tidak mendapatkannya. tapi itu adalah pekerjaan yang mengecilkan hati. Kami tak tahu ada seseorang di atas tempat tidur itu dan anda nyaris mati ketakutan. Tapi coba bayangkan akan seperti apa perasaan anda jika anda adalah seorang anak yatim piatu yang tak pernah mendapat kehormatan seperti itu. Duduklah di sini dan ceritakan padaku tentang dirimu. Tapi sekarang saatnya aku pulang ke Miss Marilla Cuthbert. Ia telah melakukan yang terbaik. Dan bagaimana pun juga. Tapi sebelum aku pergi aku sungguh berharap anda sudi bilang 128 . Miss Barry. “Aku yakin pastilah itu sangat mengganggu. Miss Marilla Cuthbert adalah wanita yang sangat baik yang telah mengambilku untuk dididik dengan benar. Kalau anda harus marah pada seseorang. “Kupikir anda harus memaafkan kami.” sahut Anne menggebu.

merah muda disertai bintangbintang putih yang indah dibawah daun-daun mereka yang coklat. tapi ia memang sehati denganku. dan semasa hidupku orang yang menyenangkan adalah kelangkaan. Miss Barry telah menghabiskan masa tinggalnya selama sebulan di sana. “Aku telah memutuskan untuk tinggal hanya untuk lebih mengenal gadis-Anne itu.” “Kupikir mungkin aku akan melakukannya kalau suatu waktu kau mau datang ke sini dan ngobrol denganku. dibelakang tempat Tuan Silas Sloane.” sahut Miss Barry. tapi setelah beberapa saat kau akan melihatnya. Teman sehati tidaklah sejarang yang kubayangkan. Ia menjadi tamu yang lebih menyenangkan daripada bisanya. Pohon maple di Jalan setapak Pecinta (Lover Lane) menguncup merah dan pakis kecil yang keriting mendesaki Dryads Bubble. “Aku bilang juga begitu. Miss Barry adalah orang yang sehati denganku. Menyenangkan sekali mengetahui bahwa ada banyak teman sehati di dunia. musim semi kanada yang malu-malu. Ketika Miss Barry pergi ia berkata: “Ingatlah. Malam itu Miss Barry memberi Diana sebuah gelang tangan perak dan memberitahu pada anggota keluarga yang lebih tua bahwa ia telah membongkar koper kecilnya.” “Bagaimana pun. dengan matahari terbenam yang berwarna merah muda disertai dengan keajaiban dari kemekaran dan pertumbuhan. Kau tak akan langsung dapat mengetahuinya. “Dia membuatku terhibur.” katanya terus terang. kau gadis-Anne. Mereka telah menjadi sahabat akrab. dingin.” Bab XX – Khayalan Bagus yang Salah Musim semi sekali lagi datang ke Green Gable—indah tak terduga. Semua pelajar laki-laki dan perempuan mendapati satu sore keemasan yang menyelimuti 129 . Jauh dari ketandusan.” Ini untuk kepentingan Matthew. seperti yang terjadi pada Matthew.” Satu-satunya komentar Marilla ketika ia mendengar cerita itu adalah. karena Anne selalu menyenangkan hatinya. segar. “Kau pasti tak akan berpikir demikian saat melihatnya. melekat sepanjang april dan may dalam rangkaian harihari yang indah. ketika kau pergi ke kota kau harus mengunjungiku dan aku akan menempatkanmu di tempat tidur kamar tidurku yang paling nyaman untuk tidur.” Anne mengutarakannya pada Marilla. Mayflowers bermekaran.padaku bahwa anda akan memaafkan Diana dan tinggal selama yang anda rencanakan di Avonlea.

Tapi kami melewati hari yang baik sekali hari ini. Menurutku itu Tragis. dengan rangkaian bunga berbentuk lingkaran dan buket kami. tanggapan marilla. diana mengatakan mungkin mereka mempunyai sesuatu yang lebih baik dari pada mayflower. Anne berjalan melewati nya pada saat pergi kesekolah dengan kedua mata penuh pujian dan langkah takzim. marilla? Aku berpikir mereka pasti roh dari bunga-bunga yang mati pada musim panas lalu dan ini adalah surga mereka. Setelah mayflower menjadi ungu sertamerta lembah violet dibuat menjadi ungu oleh bunga-bunga itu. Aku sangat prihatin terhadap orang yang tinggal di tanah dimana tidak ada mayflower. perbuatan bodoh. tapi tidak ada apapun yang lebih baik selain mayflower. Tuan Philips memberikan semua mayflower yang didapatnya kepada prissy andrews dan aku mendengar dia mengatakan ”manis untuk yang manis. apakah ada. tapi itu tidak akan menarik.mereka. tapi menurut ku itu adalah hal yang paling menyedihkan dari apapun. Entah mengapa. tahukah kamu apakah mayflower itu dalam pikiranku. Jika aku hanya satu anne itu akan menjadi jauh lebih nyaman. Terkadang aku berpikir mungkin itulah mengapa aku menjadi seorang pembuat masalah. marilla. dan arty melakukannya karena ia tidak bisa ditantang. Tidak ada seorangpun akan melakukan hal itu di sekolah. marilla. seakan-akan dia sedang menginjak tanah suci. aku juga ditawarkan mayflower tapi aku menolaknya dengan cacian. dia memberitahu diana. tapi itu menunjukan bahwa ia memiliki khayalan. Aku tidak dapat memberitahu kamu nama orang yang memberikan mayflower padaku karena aku telah berjanji untuk tidak pernah membiarkan nama itu keluar dari bibirku. ketika aku sudah melewati disini aku benar-benar tidak perduli apakah gil—apakah ada yang menghormati aku di kelas atau tidak. menggemakan senja dengan tangantangan dan keranjang-keranjang yang penuh dengan bunga rampasan. Seakan-akan ada begitu banyak anne yang berbeda dalam diriku. sambil bernyanyi ”rumah ku di atas bukit” aduhai itu sangat menggetarkan. tidak tahu seperti apa mayflower dan tidak merindukan mereka. semua sanak saudara tuan silas sloan segera berhamburan keluar untuk melihat kami dan semua orang yang kami jumpai di jalan berhenti dan membelalak pada kami. aku tahu. Kami merangkai mayflower menjadi lingkaran dan meletakkannya diatas topi kami dan pada saat waktu untuk pulang telah tiba kami berbaris dalam prosesi menuruni jalan. Dia mendapatkan kata-kata itu dari buku. Tantangan Itu sangat MODERN. kata anne. pulang ke rumah dengan bebas. marilla ?dan diana bilang jika mereka tidak pernah tahu seperti apa mayflower maka mereka tidak akan merindukan nya. marilla. Kami makan siang di dalam sebuah lembah yang besar yang berlumut karena mata air tua— sebuah tempat yang romantis. Kami benar-benar membuat gempar. berdua-dua. Tapi ketika aku sampai disekolah semuanya menjadi berbeda dan aku menjadi sangat begitu peduli. Tidak menakjubkan . Charlie sloane menantang Arty Gillis untuk melompatinya. 130 .

walaupun Aku merasa SECARA naluri ada sesuatu yang hilang pada meja hidangan makan malam. Dan meskipun sakitnya telah hilang dia merasa lemah dan sangat lelah. Aku rasa kamu sudah melakukan bagian kamu dengan ikut bekerja dan membiarkan aku beristirahat." ucap anne dengan sangat menyesal. Tapi kelihatannya itu bukan kebiasaan mu. bantal keras tetap berpeniti. ketika kamu menuntutku untuk bertanggung jawab pagi ini. Kamu kelihatannya sudah cukup baik dan membuat kesalahan lebih sedikit dari biasanya. Dinding-dinding dibiarkan tetap putih. Dia menggantung celemek-celemek itu diatas kursi dan duduk dengan hembusan nafas pendek. ketika buah-buahan kembali berwarna pink merekah. dari semangat penghuninya telah terlihat walaupun dalam bentuk yang tidak berwujud dan ruangan polos telah dihiasi dengan kain permadani pelangi dan sinar rembulan. seperti yang terlihat. kata marilla. Aku benar-benar mendapatkan jawabannya. dan kursi-kursi tetap kaku dan piano menguning sama seperti dahulu. Dia terserang sakit kepala sore itu. ketika kodok sedang menyanyi dengan fasihnya di dalam rawa tentang hulu Lake Of Shining Waters (Hulu danau dari Perairan berkilau). Karena semua barang dihormati dan dianggap penting maka kamar gable tetap tidak mengalami perubahan. jadi dia melamun dengan mata tebuka lebar. Dan penuh dengan buku-buku sekolah anak perempuan serta pakaian dan pita-pita. tidur lalu terbangun. dan udara penuh dengan harum semanggi dan kayu balsam. Ruangan itu penuh dengan hal pentin. Itu semua seakan adalah mimpi. aku akan menahannya dengan penuh kegembiraan demi demi kamu. Aku 131 . meskipun keseluruhan ruangan dirubah. Dan kebanyakan orang ketika mereka meletakkan kue pastel didalam oven untuk menghangatkannya untuk makan malam maka mereka mengeluarkan kue itu dan memakannya ketika sudah hangat bukan malah meninggalkannya hingga hangus menjadi abu. Aku sangat menyesal. Sakit kepala selalu membuat Marilla menjadi agak kasar. Marilla datang dengan segera dan dengan beberapa celemek sekolah anne yang baru saja disetrika. Aduh. " Aku sungguh-sungguh ingin bisa menggantikan untuk menanggung sakit kepalamu marilla. Tentu saja sebenarnya tidak perlu untuk mengkanji saputangan-saputantangan matthew.Di suatu sore bulan juni. memperhatikan Queen yang bersalju lagi yang ditandai dengan tumpukan bunga nya. tapi menjaga pikiranku pada hal-hal nyata. untuk tidak membayangkan apapun. tapi sudah terlalu gelap untuk melihat buku. Aku tidak penah ingat mengenai pastel itu dari waktu aku meletakkan nya di dalam tungku hingga sampai sekarang. Anne memandangnya dengan penuh simpati. Anne sedang duduk di jendela Gable. Dia sedang mempelajari pelajaran sekolah nya. denyutan jiwa meliputinya. dan bahkan dari kendi biru yang retak yang dipenuhi oleh bunga-bunga aple yang diletakkan di atas meja.

Marilla. Aku akan pergi pagi-pagi sekali besok. Aku tidak akan pernah melupakan nya. Ituah mengapa aku melupakan pastel itu. Aku tidak tau kalau aku mengkanji sapu tangan-saputangan itu. marilla. marilla. Kalau begitu Aku harus memutar jalan. Dan akhirnya itu memberikan ide pada ku bahwa akan sangat baik memanggilnya pulau victoria karena kami menemukannya pada hari kelahiran Ratu (Queens). tidak. Aduh. Saat aku sedang menyetrika aku selalu mencoba untuk memikirkan sebuah nama untuk pulau baru yang aku dan diana temukan sebuah selokan sungai.tentu saja itu kelihatan tidak penting buatmu. Itu merupakan tempat yang paling menarik marrila. anne. ini masih senja. Sekarang apa lagi yang telah merasuki kepalamu anne shirley? Aku butuh pola itu untuk memotong celemek baru mu malam ini. Pergi segera sekarang dan jadilah cerdas juga. tangis anne dengan putus asa. tangis anne. Kamu ingat apa yang terjadi pada hari ini tahun lalu. kata marilla yang kadang-kadang heran bagiamana dia bisa hidup sebelum anne datang ke green gable. aku ingin kamu pergi menjumpai nona barry untuk bertanya apakah dia akan meminjamkan aku pola celemek diana. Tapi aku sangat menyesal mengenai pastel dan saputangan itu. Disana ada 2 pohon Maple dan selokan mengalir tepat disekitar tempat itu. Tentu saja. dan kemudian sebuah godaan yang sangat menarik datang pada ku untuk membayangkan bahwa aku adalah seorang putri yang memikat yang dikurung di sebuah menara yang sunyi dengan seorang ksatria tampan berkuda yang menyelamatkan ku diatas kuda hitam pekat. tapi setiap orang dapat mengurangi masalah-masalah berangsur-angsur. Pergi memutar jalan dan menghabiskan waktu satu setengah jam! Aku akan menyusulmu !." " Aduh. itu. ucap anne dengan semangat. Aku tidak dapat melewati kayu berhantu. Aku akan bangun pada saat matahari terbit dan pergi ke sana. benar-benar tidak ada penyesalan. aku sudah berada disini selama 1 tahun dan aku sangat bahagia. Terlalu gelap? Kenapa. dan dewa pun mengetahui bahwa kamu sering pergi setelah cukup gelap. Apakah kamu menyesal menjaga aku. Kami berdua diana dan aku sangat setia. aku tidak bisa mengatakan menyesal. sembari mengambil topi nya dengan rasa malas. aku telah membuat banyak masalah.sudah melakukan semuanya dengan baik sampai aku meletakkan pastel kedalam oven. 132 . itu terlalu gelap. Aku ingin lebih baik hari ini karena hari ini adalah hari ulang tahun. kata anne. marilla ?? " Tidak . Marilla?" Tidak. ini adalah hari dimana aku datang ke Green Gable. Jika kamu sudah menyeleasaikan pelajaranpelajaranmu. Ini merupakan titik balik dalam hidupku. aku tidak berpikir ada yang istimewa.

dan ayah tuan thomas terpaksa pulang kerumah suatu malam kerena seekor biri-biri yang terbakar oleh api dengan kepalanya terpotong yang tergantung oleh suatu potongan kulit. Dia muncul ketika ada kematian di dalam suatu keluarga. Dia orang yang sangat religius. aku yakin benda putih itu akan keluar dari belakang pohon dan menangkap aku. Semua tempat disekitar sini sangat begitu-begitu—BIASA. bimbang anne. apakah kamu bermaksud untuk memberitahu padaku bahwa kamu percaya dengan semua omong kosong hebat dari khayalanmu sendiri ? Tidak sungguh-sungguh percaya. Tapi setelah gelap. yang mendengarkan hiburan bodoh itu. Paling tidak aku tidak percaya hal itu di siang hari. diana dan aku hanya membayangkan bahwa kayu itu berhantu. kami telah membayangkan hal hal yang paling mengerikan. Aduh. berbeda. Anne shirley. marilla. itulah waktu ketika hantu-hantu berjalan. aduh marilla. Dia merangkak dibelakang kamu dan meletakkan jari-jarinya yang dingin diatas tangan kamu—begitu. Siapa yang menceritakan kamu hal seperti itu? Tidak ada siapapun. Sebuah kayu berhantu sangat romantis marilla. Kami membuat ini untuk menyenangkan kami sendiri. Kayu berhantu. apa kamu sudah gila? Dibawah kanopi ada kayu berhantu? Pohoh cemara di atas anak sungai. " Apakah pernah ada seseorang yang mendengar hal itu ? seru marilla. Aduh marilla aku tidak akan pergi melewati kayu berhantu setelah gelap sekarang untuk alasan apapun.orang yang pernah melihat hantu. Tangis anne kuat. Chalie sloane mengatakan bahwa neneknya melihat kakeknya yang sedang menyetir pulang membawa kerbau suatu hari setalah dia dikubur selama setahun. aku tahu orang. Dia tau bahwa itu adalah roh saudaranya 133 . Omong kosong! Tidak ada hal seperti kayu berhantu dimanapun. membuat aku ngeri memikirkannya. kami memilih hutan kecil pohon cemara kerena disitu sangat suram. Aduh marilla. Kami memulainya di bulan April. dan mereka orang-orang terhormat. ucap anne dengan berbisik. Dan hantu dari seorang anak kecil yang tebunuh sering mengunjungi sudut idlewild (daerah kosong). Ada seorang nyonya putih berjalan disepanjang anak sungai kira-kira pada waktu sekarang dimalam hari dan meremas-remas tangannya dan mengeluarkan ratapan tangisan. Tidak ada hal seperti hantu anne. Dan ada seorang laki-laki tanpa kepala berjalan naik dan turun di jalan kecil dan kerangka-kerangka menatap kamu diantara cabang-cabang pohon. jawab anne. (tidak percaya PERSISNYA). Kamu tahu nenek charli tidak akan menceritakan sebuah kisah untuk alasan apapun. tapi ada." Marilla terbelalak.

dan kamu akan melewati hutan kecil cemara itu. " Bagaimana jika benda putih menangkap aku dan membawa aku pergi ? " Aku akan mengambil resiko itu. tangan tanpa daging bersiap menanangkap gadis kecil yang ketakutan yang telah menciptakan mereka. Imajinasinya terbang bersama dirinya dan dia membayangkan hutan kecil cemara setelah lewat senja membuat ia mati ketakutan.dan itu merupakan peringatan bahwa dia akan mati dalam 9 hari. Anne tidak pernah melupakan jalan itu. Dengan pahit dia menyesali diri karena telah memberikan izin pada imaginasinya. Hantu-hantu dari khayalannya mengintai dari setiap bayang-bayang disekitarnya. Aku akan mengobati kamu dari imajinasi tentang bayangan hantu.william bell dia mengambil langkah seribu melewati halaman itu seolah-olah sedang dikejar oleh tentara benda putih. sebagai pelajaran dan peringatan untuk kamu. Kamu tahu bahwa aku selalu bersungguh-sunguh dengan apa yang aku katakan. Marilla. Tapi marilla tak dapat dirubah. karena di benar-benar ngeri. bagaimana mungkin kamu begitu kejam?" Anne menangis. Akhirnya anne pergi." jawab Marilla tanpa perasaan. aku tidak pernah ingin mendengar kamu berbicara basa-basi seperti ini lagi. Ketika dia sampai ke halaman Mr. Anne mungkin saja membela diri dan menangis semaunya—dan dia melakukan itu. sela marilla keras. Aku khawatir dengan imajinasi mu dan jika akibatnya seperti ini. Diana sedang pergi sehingga dia tidak punya alasan untuk berlama-lama disitu. Sambaran kelalawar dikegelapan malam yang melewatinya adalah seperti akup-akup dari mahluk-makhluk menakutkan. Bergegas pergi sekarang. hingga akhirnya dia tersandung diatas jembatan dia menarik nafas gemetar mengharapkan pertolongan. dengan kikuk di melewati jembatan hingga dia tersandung diatas jembatan suram yang sulit dan mengerikan. ia lebih memilih resiko untuk menghancurkan otaknya diantara dahan besar daripada harus melihat benda putih. 134 . Perjalanan pulang yang menyeramkan harus dihadapinya. Dan Rubby gillis mengatakan –Anne shirley. Kamu akan pergi sekarang juga ke rumah Bari. Tapi dia tidak mati. Jadi kamu lihat itu benar-benar nyata. dia mati 2 tahun setelahnya. Dan jangan pernah membiarkan aku mendengar sepatah katapun keluar dari kepala mu mengenai kayu berhantu lagi. dan sampai di pintu dapur barry dengan sangat terengah-engah sehingga dia hampir tak dapat meminta pola celemek. menyebarkan hawa dingin mereka ke sekelilingnya. Helaan Raungan panjang dari 2 dahan pohon besar yang saling bergesekan satu sama lain membuat butiran-butiran keringat bemunculan di dahi anne. aku tidak akan menyetujui tindakan seperti itu. " Aduh. Anne kembali melewati jalan itu dengan mata tertutup. Dia menyuruh hantu-hantu yang bersembunyi tersebut pergi dari bayangannya dan memerintahkan anne untuk melewati jalan lurus diatas jembatan dan masuk kedalam tempat pengasingan hantu perempuan yang meratap dan hantu tak berkepala. Sebuah carik putih kulit kayu dari sebatang pohon jatuh ke dasar lembah belukar membuat jantungnya tak bergerak.

itu sudah merupakan kecenderungan hati. gemeretak anne. Aku mencoba untuk bertahan. Jane andrew sudah berbicara selama satu bulan tentang bagaimana gembiranya dia nanti ketika mr. Kemudian semua gadis mulai menangis. Philip sehingga kamu butuh 2 saputangan untuk mengeringkan air matamu hanya karena dia akan pindah. ujar anne dengan sedih. jadi tidak ada yang menangkap kamu? Kata marilla dengan tidak bersimpati. Aku dapat memberitahu mu aku ingin menjadi murid teladan seperti 135 . Sembari meletakkan batu tulis dan buku-bukunya diatas meja dapur di hari terakhir dibulan juni serta menyeka mata yang merah dengan saputangan yang sangat basah. Aku mencoba untuk mengingat saat dimana mr. Tidak kah itu merupakan keberuntungan marilla. Oh marilla. tapi segera setelah Mr. aduh aku merasa sangat menyesal dan penyesalan yang dalam setiap kali aku berbicara disekolah dan menggambar gambarnya diatas batu tulis serta membuat bahan lelucon mengenai dia dan prissy. marilla. Rubbi gillis yang memulai nya.---dengan seorang.philip pergi dan dia menyatakan dia tidak akan pernah menitikkan sebutir air matapun. anak laki-laki: Dan waktu dia mengeja namaku tanpa E di papan tulis hitam. Dan aku mulai menangis juga. ulang anne. Tapi bagaimanapun juga aku tidak bisa. Namun. Aku tidak berpikir bahwa aku akan menangis karena aku sungguh cinta pada nya. Serta waktu-waktu diamana dia begitu mengerikan dan kasar. Oh marilla. philip memaksa ku duduk dengan gil. bahwa aku membawa satu saputangan lebih ke sekolah hari ini ? aku punya firasat bahwa itu akan diperlukan. Aku menangis sebab semua yang lainnya menangis. setelah ini aku akan mengisi imiginasi ku dengan tempat-tempat yang biasa saja. Phillips memberikan pidato perpisahan yang sangat bagus di awal acara. Mr.Philip. ucap marilla.Bagus. tidak ada sesuatu pun di dalam dunia ini kecuali pertemuan dan perpisahan. Ruby gillis selalu menyatakan bahwa dia membenci Mr. Dan dia juga meneteskan air mata. Bab XXI -Vanili Rasa Baru Sayang disayangkan. dia yang paling buruk diantara kami semua dan dia harus meminjam saputangan dari abangnya---tentu saja anak laki-laki tidak menangis—karena dia tidak membawa miliknya—dia tidak mengharapkan itu terjadi . satu demi satu. marilla. Aku tidak menyangka bahwa kamu begitu cinta pada Mr. Itu sangat mengharukan.Philip bangkit untuk memberikan pidato perpisahan dia meledak dalam tangisan. dan saat ketika dia mengatakan bahwa aku adalah anak dungu yang terburuk yang pernah dia lihat dalam geometri dan menertawakan ejaanku. ”waktu untuk berpisah telah tiba ”. seperti yang nyonya lynde ucapkan.

istri Pendeta di Newbrigde memberikan suatu contoh yang sangat jelek karena dia berpakaian sangat modern. karena itu mungkin akan memberikan suatu contoh yang tidak baik. tapi aku tidak memberikan komentar pedas seperti itu marilla. Pebruari lalu dia meletakkan tanggung jawabnya dan berangkat ditengah-tengah penyesalan masyarakatnya yang kebanyakan telah mempunyai kasih sayang yang lahir dari pergaulan yang lama dengan pendeta lama mereka yang baik. Cariie sloane terus berkata setiap beberapa menit : ” waktu untuk berpisah telah tiba” dan itu akan membuat kita bersedih lagi kapanpun saat kami sedang bergembira. marilla. Gadis-gadis menangis sepanjang jalan pulang dari sekolah. tapi seseorang tidak terus merasakan kesedihan yang mendalam setelah 2 bulan liburan . merupakan suatu objek kecurigaan yang wajar dalam sebuah perkampungan pedalaman dimana sensasi jarang sekali. Seorang pendeta baru dan terlebih lagi seorang pendeta dengan seorang istri. Jadi seseorang harus memberikan kelonggaran padanya. benarkan marilla? Mereka akan menyewa pada nyona lynde hingga rumah pendeta selesai Jika Marilla. atau hal lainnya pada setiap tahun persinggahan nya. meskipun kenyataannya bahwa gosip secara teratur menghampirinya dan mengaikatkan dirinya dengan si. karena aku sudah lama mengetahui mengenai lengan yang digembungkan. itu merupakan kelemahan memberikan sifat ramah tamah kepada kebanyakan orang avonlea. Karena perasaan ku sangat sedih mengenai kepergian mr. Tapi tidak benar-benar menawan. Selain itu.itu. Malam itu datang kerumahnya seorang peminjam yang bertanggung jawab terhadap barang-barang itu. kendati memiliki kekurangan sebagai seorang ahli pidato. Dia adalah duda ketika dia datang.philip aku tidak tertarik kepada pendeta baru itu. Bisakah mereka marilla? dan disamping itu. pergi menjumpai nyonya lynde sore itu. seorang pendeta yang sering ditemui anne tidak punya daya khayal. Jane Andrews mengatakan dia pikir lengan yang digembungkan terlalu duniawi untuk seorang istri pendeta. terkadang jangan pernah beharap dapat melihat barang itu lagi.minnie andrew. Aku sungguh merasa sedih. Sejak saat itu gereja Avonlea menikmati berbagai pengusiran keagamaan dalam mendengarkan banyak dan 136 . di gerakkan oleh alasan mengatakan dengan terus terang bahwa dia telah mengembalikan selimut tidur yagn telah dipinjamnya musim dingin lalu. Dia tidak pernah menyatakan kata hatinya. Kata nyonya linde. Kami berjumpa dengan pendeta yang baru dan istrinya yang tiba di stasion. Tuan Bentley tua. ia sudah menjadi pastor di avonlea selama 18 tahun. dan tetap menduda. Banyak benda yang telah dipinjamkan nyonya lynde. si. dia hanya menjadi istri pendeta untuk beberapa waktu. tentu saja –tidak akan seperti itu. aku menduga. Istri pendeta kita yang baru memakai kain satin biru dengan lengan baju yang digembungkan yang indah serta memakai sebuah topi yang dihiasi dengan bunga mawar.ini. untuk seorang pendeta memiliki istri yang menyenangkan dan anggun. Bisakah aku marilla? Istri nya sangat cantik.

nonya linde mengatakan doktrin teruji dari sisi pria dan ibu rumah tangga yang baik dari sisi perempuan merupakan gabungan yang ideal untuk sebuah keluarga pendeta. Karena nyonya lynde menanyakan Mr. mathew? Aku sangat senang karena kita menghubungi Mr. Tuan gresham adalah seorang yang sangat baik dan lelaki yang sangat agamis. dan penuh dengan gairah yang baik dan indah untuk pekerjaan seumur hidup yang merupakan pilihan mereka. dan katanya avonlea tidak akan pernah memiliki pendeta muda yang belum menikah. Nyonya linde adalah seorang wanita yang sangat bijaksana. atau bahkan bertunangan. benarkan. matthew? Aku kira tuan marshall jelas menarik. allan.beragam calon dan ”cadangan” yang datang dari Minggu ke Minggu untuk mencoba berkotbah. Tapi seorang gadis berambut merah dan kecil yang duduk taat di sudut bangku gereja cuthbert tua juga mempunyai pendapat nya tentang mereka dan membahas hal yang sama secara sungguh-sungguh dengan Matthew. tapi kata nyonya linde dia tidak menikah. Karena dia mungkin akan mengawini kumpulan jemaah dan itu akan membuat masalah. bukankah begitu. Dan tuan Terry punya terlalu banyak imaginasi. dan lagipula ilmu agama nya telah teruji. Pendeta yang baru dan istrinya merupakan pasangan muda dengan wajah yang menyenangkan. 137 . Lagi pula kata nona lynde ilmu agamanya tidak kelihatan. aku menyukainya karena khotbahnya menarik dan dia berdoa seolah-olah dia memang bersungguh-sungguh dan bukan hanya seolah-olah melakukannya karena dia telah terbiasa dengan itu. jujur dengan cita-cita yang tinggi. Dan Nyonya Lynde mengetahui masyarakat di daerah istrinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang terhormat dan wanita-wanita nya adalah pengurus rumah tangga yang baik. Orang tua dan muda menyukai lelaki muda yang riang. lagipula seorang pendeta harus mempunyai harga diri. merupakan kesimpulan akhir anne. mathew. Marilla selalu menolak prinsip untuk mencela pendeta-pendeta dalam keadaan atau bentuk apapun. Mereka bertahan atau gugur berdasarkan penilaian ayah-ayah dan ibu-ibu di israel. " Aku pikir tuan Smith tidak akan berhasil. dia membiarkan imaginasinya hilang dari dirinya sama seperti yang apa yang aku lakukan dengan imaginasiku yang berkenaan dengan hutan berhantu. Tapi aku rasa kesalahan terburuknya adalah sama seperti tuan bentles—dia tidak punya daya khayal. mereka masih dalam masa bulan. Nonya lynde mengatakan dia memang tidak sempurna tapi dia mengatakan dia menduga kita tidak akan mengharapkan seorang pendeta yang sempurna untuk bayaran 750 dolar tiap tahun. karena nonya linde membuat penyelidikan khusus mengenai dia.Allan secara menyeluruh mengenai semua inti doktrin. dia jadi kurang sopan. Avonlea membuka jantungnya kepada mereka sejak awal. kata nyonya lynde cara berpidato nya buruk sekali. tapi dia terlalu banyak memberikan cerita lucu dan membuat orang tertawa di dalam gereja.

Dia mengatakan dengan segera dia pikir tidak adil bagi seorang guru untuk menanyakan semua pertanyaan . tapi aku masih belum mempunyai lesung pipit. Aku tidak pernah tahu sebelumnya bahwa agama merupakan hal yang begitu menyenangkan seperti itu. tapi dia tidak kelihatan nyaman dengan itu semua. dia menyatakannya pada suatu sore di hari minggu. seorang wanita lemah lembut yang dianggap sebagai nyonya rumah dari rumah pastoran. Jika aku punya mungkin aku bisa mempengaruhi orang-orang untuk berbuat baik. Bell orang yang baik. Dia mengatakan kami boleh menanyakan pertanyaan apapun yang kami sukai. Aku selalu berpikir agama itu menyedihkan. Aku tidak akan mau menjadi seseorang seperti Tuan Inspektur Bell. Allan. Rabu depan merupakan waktu yang baik untuk mengundang mereka. " Mereka pasti sudah kemana-mana tapi belum disini. " Aku pikir kita harus mengundang Mr. Tidak ada anak lain lagi yang bertanya kecuali rubby gillis.dan Nyonya. Anne merasa tepat dan seluruh hatinya penuh dengan cinta pada Nyonya. itu persis sama seperti yang selalu aku pikiran. Nyonya. Tapi aku dapat merasakan dia senang bahwa dia adalah seorang kristiani dan dia akan tetap menjadi kristiani bahkan meskipun dia bisa masuk surga tanpa itu. Ucap Marilla termenung. Aku ingin seandainya aku punya lesung pipit di pipi ku. Nyonya Allan sungguh menyenangkan. dan kamu tahu marilla. Dan aku bertanya sangat banyak. Mr. Nanti lah aku pikir dulu. Allan bilang bahwa kita harus selalu mencoba untuk mempengaruhi orang lain agar berbuat baik. Aku menduga nyonya allan terlalu tua untuk menari dan bernyanyi dan tentu saja itu tidak akan menaikkan derajatnya sebagai seorang istri pendeta. " Aku percaya pada mu. dan aku senang menjadi seorang kristiani jika aku bisa menjadi seseorang seperti dirinya. komentar tegas marilla. dan dia bertanya apakah akan ada tamasya sekolah—minggu pada musim panas ini.allan memiliki senyum yang sangat menawan. Sekarang aku tidak sangat kurus seperti saat pertama kali aku datang kesini.allan hanya tersenyum dan katanya dia pikir akan ada. Dia berbicara sangat bagus mengenai segala hal . Aku ahli dalam menanyakan pertanyaan marilla. marilla.dan cemerlang. Nyonya. Allan untuk minum teh kapan-kapan dalam waktu dekat. dia memiliki lesung pipi yang INDAH SEKALI di kedua pipinya. Dia mengajarkan kita dan dia seorang guru yang sangat baik. Ujar anne setuju. Dia telah menemukan saudara roh yang lain. Oh tentu saja dia baik. tapi Nyonya allan tidak. Nakal sekali kamu mengatakan tentang Mr. Tapi jangan bilang 138 . Jika aku bisa menjadi baik aku dapat berdansa dan menyanyi sepanjang hari karena aku senang melakukannya. jawab marilla tajam. Bell seperti itu. Aku berpikir itu bukan pertanyaan yang sangat pantas untuk ditanyakan karena tidak ada hubungannya dengan pelajaran—pelajaran itu mengenai daniel di sarang singa—tapi Nyonya.

Senin dan Selasa persiapan besar terjadi di Rumah Hijau/Green Gable. merah dan kuning. kecuali kue ku yang harus kubuat pagi hari. ketika mereka duduk diatas batu merah di dryad bubble dan membuat pelangi-pelangi di dalam air dengan dengan mencelupkan ranting kecil dari sejenis pohon cemara minyak balsem. tapi aku kira Mr. aku dan marilla pasti sangat sibuk dua hari itu. dan kue buah plum kuning marilla yang terkenal diawetkan bahwa dia menjaganya terutama untuk pendeta-pendeta dan kue tumbuk dan kue lapis. Tapi marilla. alangkah pemandangan bagus untuk dilihat.apapun pada mathew tentang ini. Dia dulu sering menjamu teh untuk Mr. Aku jadi dingin pada saat aku memikirkan mengenai kue lapis ku. Aduh diana. akan kah kamu mengizinkan aku untuk membuat kue untuk acara itu? Aku ingin sekali /memberikan sesuatu untuk Nonya Allan. anne gila dengan kegembiraan dan kesenangan. tapi dia akan sulit untuk berkenalan dengan pendeta baru. Mengundang Pendeta dan istrinya untuk minum teh merupakan peristiwa penting dan hebat. Dia mengatakan semuanya pada diana pada senja selasa malam. yakin anne. Kamu boleh buat kue lapis. Sebab kalau dia tahu mereka akan datang maka dia akan membuat alasan untuk pergi pada hari itu. biskuit ragi yang akan marilla buat tepat sebelum waktu minum teh. dan kamu tahu aku akan membuat kue yang enak kali ini. Dan roti adonan baru dan roti adonan lama kedua-duanya disediakan. 139 . Kamu seharusnya melihat kamar penyimpanan barang kami. dan krem kocok dan pastel cherry. tenanglah. Aku meyakinkan kamu diana. dan biskuit seperti yang tersebut tadi.Allan belum begitu lama menjadi pendeta hingga penyakit itu bisa memberikan pengaruh buruk padanya. Ini seperti tanggung jawab mengundang keluarga pendeta untuk minum teh. Kami mempunyai 2 jenis selai. Aku yakin bahwa potongan kue buatan kamu yang pernah kita makan pada waktu makan siang di Idlewild 2 minggu lalu akan menjadi benar-benar bagus dan lezat sekali. " kue nya akan bagus. Kita akan menyediakan ayam dan lidah yang dibekukan. untuk berjaga-jaga kalau pendeta punya ganguan pencernaan dan tidak bisa makanan baru.Bentley dan dia tidak keberatan. yang merupakan seorang sahabat yang pintar menghibur." yakin diana. dan istri pendeta yang baru itu akan membuatnya mati ketakutan. Janji marilla. Aku tidak pernah terlibat dalam hal seperti itu sebelumnya. Aku akan merahasiakannya sampai mati. Kata Nyonya lynde pendeta-pendeta menderita gangguan pencernaan. Dan 3 jenis masakan. Semuanya sudah selesai diana. dan marilla memutuskan untuk tidak dilakukan oleh pembantu/pengurus rumah tangga manapun di avonloe. Bagaimana kalau hasilnya tidak baik! Aku semalam bermimpi dikejar-kejar oleh setan yang menakutkan dengan kue lapis besar sebagai kepalanya.

Tapi sangat mudah untuk membayangkan bahwa memang ada. Rabu pagi telah datang. Kata anne. Ketika pada akhirnya dia meutup pintu oven dia menarik napas panjang. aku menduga aku seharusnya hanya perlu mempercayai Tuhan dan berhati-hati menambahkan tepung. Nyonya. kata diana. menyisir ikatan rambutnya dengan melepasakannya didepan cermin. jangan menghentikan keyakinan mu pada peri hutan. Kadang-kadang aku mencari jejak kakinya di dalam embun di pagi hari. Setelah selesai sarapan dia memulai untuk membuat kuenya. Aduh diana. Sebagai hasilnya diana telah berpantang diri dari sifat suka meniru larut dalam imaginasi yang terlalu jauh dan menganggap hal itu tidak bijaksana untuk memperkuat semangat keyakinan bahkan imaginasi mengenai peri hutan yang tidak berbahaya sekalipun. Tapi tidak ada pneumonia yang dapat memadamkan ketertarikannya terhadap kegiatan memasak pagi itu. tapi menurut mu apakah adonan itu akan mengembang ? Hanya menduga mungkin raginya tidak bagus ? Aku menggunakan nya dengan loyang yang baru. Lynde mengatakan pemerintah sebaiknya mengambil tindakan mengenai hal ini. Aku yakin aku tidak melupakan apapun kali ini. Aduh. Ternyata Kue nya mengembang. lihat diana. sembari mengumpulkan ranting ranting pohon balsem yang terserak.Allan sedang memakan kue itu dan mungkin meminta tambahan potongan kue yang lain. dan keluar dari oven ringan dan lembut seperti busa keemasan. Dia terserang flu berat di kepalanya karena dia mencebur-ceburkan dirinya di dalam sumber mata air pada sore sebelumnya. Ibu diana sudah mengetahui mengenai hutan berhantu dan marah sekali mengenai itu. Baigamanapun juga. Marilla. dia mengoleskan kue itu dengan lapisan selai delima. bagaimana jika kue itu tidak kembang? Kita sudah punya banyak hidangan tanpa itu. tapi kata dia kita tidak akan pernah meilhat hari dimana pemerintah Tory akan melakukannya.Ya. Lynde mengatakan kamu tidak pernah bisa yakin bisa mendapatkan ragi yang baik sekarang ini ketika segalanya begitu tercemar. tapi kue mempunyai kebiasaan mengerikan untuk berubah menjadi buruk disaat kamu terutama sekali menginginkan mereka menjadi baik. setiap malam sebelum aku tidur. Keluh anne. dalam khayalannya. anne melihat Nyonya. 140 . betapa pelangi yang indah. anne bangun saat matahari sudah terbit karena dia sangat bersemangat untuk tidur. anne bergejolak senang. Apakah kamu kira peri hutan akan muncul setelah kita pergi dan mengambil selendang nya? Kamu tahu peri hutan itu tidak ada. cara marilla menjawab menandakan dia tidak bersemangat pada topik pembicaraan itu. Dan Nyonya. aku melihat keluar jendela ku dan ingin tahu apakah perihutan benar-benar sedang duduk disini. marilla.

sembari mengambil sendiri segitiga plum. dia tidak pernah berkata satu patah katapun pada Nyonya.Kamu akan memakai perlengkapana-tea-set terbaik. Nyonya. Barry membiarkan mejanya dihias. Anne menyusun dekorasi dengan caranya sendiri dan hasilnya semestinya mengalahkan dekorasi Nyonya. aku harus mencicipinya.Allan. Allan.Allan memasukan sesuap miliknya dan ekspresi yang ganjil terlihat di wajahnya. tentu kan. barangkali tidak perlu berharap dia akan. endus marilla. kata marilla. Dalam kasus seperti itu. Baiklah. Nyonya. Satu-satunya yang perlu diingat adalah bahwa kamu harus meninggalkan ruangan yang cukup untuk makanan dan peralatan makan. dengan agak cemberut dan anne merasa bahwa senyum kekaguman dari Nyonya Allan merupakan kebahagiaan yang terlalu besar di dunia ini. namumpun demikian ia tetap menghabiskannya. yang memutuskan untuk tidak diungguli oleh Nyonya. dibujuk untuk ikut pesta hanya dewa dan anne yang tahu bagaimana. seperti juga yang akan dilakukan oleh marilla dan pendeta. menurut pendapatku yang terpenting adalah benda-benda yang dapat dimakan bukan dekorasi hiasan " Nyonya. tidak ada sebuah katapun yang dia katakan. Marilla.Allan. anne membuat nya khusus untuk anda. yang sudah bingung dengan banyaknya selingan makanan. Semua bersukaria seperti bel perkawinan hingga kue lapis anne disajikan. Mawar dan Pakis yang berlimpah dan rasa artistic nya sendiri. Barry. menolak kue itu. kata marilla. Barry atau siapapun juga. melihat kekecewaan pada wajah anne. Matthew ada di sana. Tapi marilla. berkata dengan tersenyum : Oh. Tawa Nyonya. kamu harus mengambil sepotong kue ini. Dia bilang ini merupakan pesta makan besar untuk mata sekaligus untuk langitlangit mulut. Ia merasa malu dan gugup marilla telah membuat dia kehilangan harapan. 141 . Marilla melihat ekspresi tersebut dan cepat-cepat mencicipi kue itu. lakukan apa yang kamu suka. yang tidak sepenuhnya bersalah. Anne berkata Bolehkah aku menata meja dengan pakis dan bunga mawar liar? Menurutku semua itu omong kosong. Ini hasil kerja anne. tapi anne berhasil menguasainya hingga sekarang dia duduk di meja dengan memakai pakaian terbaiknya yaitu baju putih kemeja dan berbincang dengan pendeta dengan penuh perhatian.Allan. dia menata meja teh itu menjadi cantik sehingga ketika pendeta dan istrinya duduk mereka serentak berseru atas kecantikannya. Nyonya. Dan pendeta membayarnya dengan suatu pujian yang bagus sekali. ujar anne .

anne. aku curiga dengan bak— " omong kosong dengan baking powder/ragi! Pergi dan bawakan padaku botol vanilla yang kamu gunakan. Aduh Marilla. Diana akan bertanya padaku bagaimana kue ku bisa mematikan dan aku harus menceritakan padanya kebenaran itu. Aduh marilla.Anne Shirley! Seru nya. Anne berlari ke tempat penyimpanan dan kembali dengan membawa sebuah botol kecil yang terisi setengah dengan cairan coklat dan diberi label warna kuning. Membuka tutupnya. Anne. Vanili terbaik. Tak lama sebuah langkah ringan terdengar menaiki tangga dan seseorang memasuki kamar. dia melemparkan dirinya keatas tempat tidur dan menangis seperti seorang yang berkeberatan untuk di hibur. kata anne. Aku tidak akan pernah sanggup untuk tinggal di kota ini lagi. dan menciumnya. itu pasti karena baking powder. aku akan malu selamanya. Aku 142 . Aku tidak bisa—aku flu atas aib ini anne wajar melarikan diri ke kamar loteng. Maafkan kami. Aduh marilla. Aduh apakah tidak enak? Enak! Sangat mengerikan. Marilla mengambilnya. wajahnya berubah menjadi merah karena malu setelah dia merasakan kue itu. cicipi sendiri. kamu memberikan pengharum rasa pada kue itu dengan OBAT GOSOK ANODYNE. tangis anne. Hanya vanili. Peengharum kue apa yang kamu gunakan? Vanilla.Allan jangan mencoba memakannya. Aku memecahkan botol obat gosok seminggu yang lalu dan menuangkan sisanya kedalam botol vanili tua yang kosong. Berita ini akan tersebar— setiap hal akan tersebar di avonlea. tanpa melihat. Apa yang kamu masukkan dalam kue itu ? Tidak ada yang lain selain apa yang disebutkan dalam resep. marilla.Mr. Aku kira aku ini salahku juga —aku seharusnya mengingatkan kamu—tapi sangat diherankan mengapa kamu tidak bisa menciumnya? Tangisan Anne pecah atas aib ganda ini. tangis anne dengan pandangan yang sangat sedih.

Padalah aku ingin sekali memberikan kue yang sangat enak untuk kamu. Aduh Marilla. Sekarang kamu tidak boleh menangis lagi. Anne bangun.anak laki-laki disekolah tidak akan pernah berhenti menertawakan hal itu. Tetapi obat gosok tidak beracun. Anne membolehkan dirinya sendiri untuk turun kebawah dan dihibur. Allan lagi. itu semua hanya kesalahan lucu yang mungkin saja dilakukan oleh setiap orang.Allan sepererti itu marilla ? Anggap saja kamu sudah bangun dan memberitahukannya—yang diucapkan oleh suara gembira. Allan benar-benar sudah ditakdiirkan tuhan sebagai roh satu keluarga. Miss curthbeth memberitahuku bahwa kau memiliki sebidang tanah kecil milikmu. dia menemukan Nyonya. Allan berdiri disamping tempat tidurnya. dia mendesah panjang. Marilla. Aku ingin melihat itu. Dia tidak mengatakan apaun mengenai kue obat gosok. Akankah kamu memberitahu Nyonya. tidak. Aduh gadis kecilku. katanya.akan selalu dicap sebagai gadis yang memberikan rasa obat gosok anodyne pada kue. Barangkali dia akan berpikir bahwa Aku mencoba untuk meracuni nya. karena aku sangat tertarik dengan bunga-bunga. hanya aku yang berbuat kesalahan seperti itu. tetapi aku tidak akan pernah bisa melihat wajah Nyonya. Itu akan menjadi beracun bila ditelan—bukan di dalam kue. kamu tidak seharusnya menangis seperti ini. memperhatikannya dengan mata ceria. Lynde bilang bahwa dia mengenal seorang anak perempuan yatim piatu yang mencoba untuk meracuni seorang dermawan. Kenapa. mengingat insiden yang sangat buruk itu. kata anne dengan sedih. tapi pergi turun kebawah bersamaku dan tunjukkan padaku kebun bunga. Meskipun demikian. Gil. sayang. Oh. jika kamu mempunyai belas kasihan Kristiani tolong jangan beritahu aku bahwa aku harus turun dan mencuci Piring setelah ini. Nyonya Allan Ya aku tahu. Sungguh-sungguh terganggu dengan wajah tragis anne. Dan aku meyakinkan kamu bahwa aku menghargai kebaikan hatimu dan perhatian mu dan itu sudah membuat segala sesatunya telah berubah menjadi baik. Aku akan mencuci nya pada saat pendeta dan isteri nya sudah pergi. dan ketika tamu-tamu sudah pulang anne menemukan dirinya menyenangi sore itu lebih dari yang dia duga sebelumnya. Nyonya. mencerminkan bahwa Nyonya. bukankan menyenangkan untuk berpikir bahwa besok adalah suatu hari baru tanpa kesalahan lagi? 143 .

tapi pernahkah kamu mengingatkan padaku sesuatu hal yang membesarkan hati ku. kamu sebaiknya pergi dan berikan kue itu kepada babi-babi. baiklah aku tahu itu. seakan terpantul dari setiap benda. Marilla. anne Ya. Memang Begitulah dia . tidakkah kamu mengerti marilla? Selalu ada batas terhadap kesalahankesalahan yang dapat dilakukan oleh seseorang. bahkan tidak untuk Jerry Boute Anne dari Green Gable. seperti bidadari angin yang melewati sinar matahari dan bayang-bayang malas di suatu sore bulan Agustus. menanggapi peristiwa hebat itu dengan sangat dingin. Green Gables. Apakah kamu menemukan keluarga roh yang lain ?" Kegembiraan menyelubungi anne. Baiklah. tetapi aduhai. Nyonya Allan menitipkan surat untukku di kantor pos. kata marilla Itu tidak cocok untuk dimakan manusia. Belajarlah untuk menerima keadaan dengan tenang. Kamu tidak perlu demam hanya karena itu. Oh. coba terka ? Aku diundang untuk jamuan teh di rumah pendeta besok sore.’ Ini merupakan kali pertama aku dipanggil ’Nona’ .Aku jamin kamu akan buat banyak kesalahan. Lihatlah marilla. dan ketika aku mencapai akhirnya. kata marilla. Mrs Allan memberitahuku bahwa dia berniat untuk mengundang semua anggota kelas sekolah-minggu untuk minum the secara bergilir. kesenangan dan kepedihan hidup yang datang padanya 144 . ”Nona Anne Shirley. aku anne dengan berduka. Membuat aku bergetar ! aku akan menyimpannya untuk selama-lamanya diantara harta benda ku yang paling berharga . kata marilla. " Bukan. kemudian aku akan melewatinya.Anne Diundang Untuk Jamuan Teh " dan sekarang mengapa mata mu seolah akan melompat keluar sekarang?" Tanya Marilla.oleh Lucy Maud Montgomery BAB XXII. Nak. ketika Anne baru saja masuk dengan berlari lari dari kantor pos. matanya bersinar. marilla? Aku tidak pernah membuat kesalahan yang sama dua kali Aku tidak tahu apakah itu akan banyak untungnya ketika kamu selalu membuat kesalahan baru. Penuh semangat dan berapi-api selanjutnya mereda dan dingin. Dia datang dengan menari-nari . itu merupakan pikiran yang menghibur. Bagi Anne menerima sesuatu dengan tenang akan berarti mengubah sifat dasarnya. aku tidak pernah melihat kau bertindak tanpa kesalah.

yang dia dengarkan dengan senang pada waktu lain. gemerisik daun poplar di sekitar rumah menbuat anne cemas. walaupun Aku telah belajar aturan yang diberikan oleh departemen tatacara yang digembar-gemborkan keluarga sejak aku datang kesini.intensitasnya menjadi tiga kali lipat. ada sesuatu pada aku hari ini yang membuat aku mencintai semua orang yang aku lihat. Anne pikir bahwa pagi tidak pernah akan datang. Maka dari itu marilla bertugas untuk membuat anne menjadi lebih tenang dalam menghadapi kebahagiaan dan kesedihan yang merupakan hal yang mustahil dan asing bagi anne. Dan benar-benar. bukankan akan bagus bila bertahan lama? Aku tahu aku bisa jadi anak teladan jika aku diundang untuk jamuan teh setiap hari. gemuruh yang jauh dari teluk. Anne tidur malam itu dalam penderitaan tak bersuara sebab Mathew mengatakan bahwa angin berputar di timur laut dan dia takut besok akan hujan. dan Aku tidak yakin bahwa aku mengetahui semua ketentuan-ketentuan tatacara. Kamu tidak tahu betapa baiknya perasaaan ku hari ini. irama yang sering timbul. Marilla tidak banyak membuat kemajuan pada anne. cerah dan semangat Anne membumbung sangat tinggi. kedengarannya seperti derai tetesan air hujan. Aku takut aku akan melakukan sesuatu yang bodoh atau lupa untuk melakukan sesuatu yang seharusnya aku lakukan. Marilla merasakan hal itu dan sedikit terganggu dengan hal itu. Bagaimana jika aku bertingkah laku tidak pantas? Kamu mengetahui aku tidak pernah menghadiri jamuan teh di pastoran sebelumnya. ini merupakan suatu kesempatan khidmat juga . Marilla. mencintai keanehannya." dia berseru ketika dia mencuci piring sarapan. Pagi itu. Tidak ada seorang pun yang marilla yakini benar-benar menyukai anne sebesar rasa sukanya. Sedangkan Pemenuhan harapan-harapan indahnya menjadikan anne pusing tujuh keliling karena kegembiraan. Tetapi semua hal-hal mempunyai akhir. ia Menyadari bahwa untung dan malang akan sangat susah dikuasi oleh jiwa yang bersifat selalu menurutkan kata hati dan tidak sepenuhnya memahami bahwa daya tahan untuk menghadapi kesenangan mungkin lebih besar dari pada daya tahan untuk menghadapi kesulitan. tidak sesuai dengan ramalan mathew. sekarang kelihatan seperti suatu nubuatan angin topan dan bencana bagi seorang gadis kecil yang terutama sekali ingin hari yang cerah. bahkan malam-malam sebelum hari yang mana kamu diundang untuk minum teh di manse/rumah pastor. dia mengakuinya pada dirinya sendiri dengan sedih. Besarnya harapan indah serta rencana membuat anne merasakan penderitaan yang mendalam. nyaring lagi merdu. Apakah termasuk tatakrama yang baik bila minta tolong terlalu banyak?? 145 . Marilla hampir saja putus asa dalam mendidik cara/kebiasaan anak terlantar dari dunia itu agar dapat menjadi gadis kecil teladan yang bertatakrama dan bertingkah laku sopan.Aku merasa begitu cemas. " Aduh. Tapu aduh marilla.

" Anne melewati kunjungan nya tanpa pelanggaran " tata krama. " Kamu betul. aku kira. dia terlihat seperti SERAPH. Tapi tidak kah kamu berpikir bahwa usaha yang terlalu keras seharusnya memperoleh suatu balasan? 146 . di bawah langit musim semi yang agung dengan semarak awan yang berwarna merah dan jingga. Marilla. Allan dan apa yang paling baik dan paling dapat dia setujui. Anne segera menyadari hal ini. Dia memakai pakaian yang sangat indah organdy merah muda pucat dengan selusin jumbai-jumbai dengan lengan baju siku. dengan irama dalam pikirannya dan memberitahu marilla mengenai segalanya dengan gembira. Seorang pendeta pasti tidak akan keberatan dengan rambut merahku karena dia tidak akan berpikir mengenai hal yang bersifat duniawi seperti itu. " Aduh. Tapi tentu saja seseorang yang ingin menjadi istri pendeta haruslah orang yang sifat dasarnya baik dan aku tidak akan pernah menjadi seperti itu. Ketika aku sampai disana Nyonya. kamu seharusnya berpikir juga tentang Nyonya. Hampir sama dengan ilmu geometri. marilla. kata Marilla. Aku telah memperoleh waktu yang paling MEMPESoNA. Aku merasa bahwa hidupku sangat bermakna dan aku seharusnya selalu merasakan seperti ini meskipun aku tidak akan pernah lagi di undang untuk jamuan teh di pastoran." yang serius dia pulang kerumah diwaktu senjakala." Masalah kamu. Anne. kamu tahu. Duduk diatas lemping batu pasir-merah di pintu dapur dengan kepala keritingnya yang lelah dalam genggaman pangkuan marialla. Allan menjumpaiku didepan pintu. adalah kamu berpikir terlalu banyak mengenai diri kamu sendiri. Aku akan berusaha untuk tidak memikirkan diri ku sama sekali. Aku merupakan salah satu dari yang kelompok yang tidak itu. Satu bintang terang bergantung diatas kebun buah dan kunang-kunang sedang berputar-putar di atas jalan setapak Pecinta. Aku pikir aku ingin menjadi istri pendeta ketika aku dewasa nanti. Marilla. Sebagian orang memang memiliki sifat dasar yang baik. Nona Lynde mengatakan kalau aku penuh dengan dosa bawaan. sedangkan yang lainnya tidak. Anne melihat mereka pada saat dia berbicara dan merasa kunang-kunang beserta bintang dan angin semuanya secara bersama-sama terjalin menjadi kesatuan yang memikat dan menciptakan keindahan yang tidak dapat diungkapkan. membalas dalam sekali dalam seumur hidupnya dengan sepotong nasihat yang ringkas. Bagaimana pun kerasnya aku mencoba untuk menjadi baik aku tidak akan pernah berhasil menjadi seperti mereka yang memang memiliki sifat dasar baik. keluar masuk diantara pakis dan cabang-cabang pohon yang berdesir. Angin dingin berhembus menuruni ladang tanaman dari sekeliling bukit-bukit barat dan bersiul melalui pepohonan.

Setelah minum teh Nyonya. Pada jamuan teh di pastoran itu ada juga anak gadis kecil lain dari sekolah minggu Pantai pasir putih. Allan memberitahuku bahwa dia juga bodoh mengenai geometri. dan aku kira aku sudah bertindak sesuai dengan semua ketentuan-ketentuan tatakrama. maka kamu akan lupa. Allan bermain dan bernyanyi dan dia mengajak Lauretta dan aku untuk menyanyi juga. Laureta mengatakan bahwa dia berharap suatu hari dirinya akan diundang." BAB XXIII-Anne Gagal dalam Perang Tanding 147 . Dan percayakah kamu. Kamu tidak tahu bagiamana itu menghiburku. Marilla? Nyonya. Lynde datang ke pastoran tepat sebelum aku pergi. Aku sangat mencintai nya. Aku hanya menatap dia dengan persaan kagum. Bukankan itu suatu nama yang romantis? Kata Nyonya. Laureta mengatakan bahwa orang-orang amerika di hotel itu memngadakan konser setiap dua minggu untuk membantu rumah sakit charlottetown. Nyonya. Kami memperoleh teh yang enak. Kamu tahu kamu hendaknya mencintai mereka karena mereka mengetahui banyak hal serta karena mereka merupakan pekerja aktif di gereja. Kamu tidak bisa menduga bagaimana aku dibuat gemetar semata-mata oleh ide itu.Allan bisa kamu cintai segera tanpa masalah apapun. tapi tetap baik. Aku sangat merindukan dapat bernyanyi pada paduan suara di sekolah minggu. Aku sangat tidak sabar untuk melihat nya. Seperti halnya mathew maka Nyonya. Nama nya adalah Laurette Bradley. Tapi kamu harus terus mengingati diri kamu dengan hal itu setiap saat bila tidak. Dan banyak orang pasir putih yang mereka undang untuk membacakan puisi. Tapi bukan roh keluarga. Aku menceritakan padanya semuanya—mengenai Nyonya. Lynde mereka tidak pernah mempunyai seorang guru wanita di Avonlea sebelumnya dan dia berpikir ini merupakan suatu pembaharuan yang berbahaya. Laureta harus pulang lebih awal sebab ada konser besar di hotel pantai pasir putih malam ini dan saudara perempuannya akan mendeklamasikan puisi pada konser itu.tetapi aku takut itu merupakan suatu penghormatan yang tidak pernah dapat aku wujudkan. Dan namanya adalah Nona Muriel Stacy. Tapi menurutku baik sekali mempunyai guru perempuan dan aku benar-benar tidak tahu bagaimana melewati 2 minggu sebelum sekolah dimulai lagi. Allan adalah satu dari orang-orang yang memiliki sifat dasar baik. marilla? Dewan pengurus sudah memperkejarkan seorang guru baru dan dia adalah seorang wanita. Nyonya Allan bilang aku mempunyai suara yang bagus dan dia bilang aku harus bernyanyi dalam paduan suara di sekolah minggu setelah ini. Seperti yang Diana lakukan. kamu tahu.Nyonya. kamu harus berusaha keras untuk mencintainya. dan dia adalah seorang gadis kecil yang baik. Lynde. Thomas dan kembarannya dan katie Maurice dan Violetta yang datang ke green gable dan masalah ku dengan pelajaran geometry. dan apa pendapat mu. Allan dan aku berbicara dari hati ke hati. Sementara ada yang lain seperti Nyonya. Setelah dia pergi Nyonya.

yang merupakan waktu yang baik baginya untuk memulai masalah baru. "hanya para anak perempuan di kelas kami. Anne Shirley menantang dirinya untuk berjalan diatas puncak pagar papan yang mengelilingi kebun hingga ke arah timur." Anne meyakinkan Marilla. seperti lupa memasukkan sari susu ke dalam ember babi tapi memasukkannya ke dalam keranjang bola rajutan di kamar penyimpanan barang. Bentuk permainan itu adalah : “BERANI” BERANI merupakan hiburan yang terkenal diantara anak-anak kecil avonlea baru-baru itu. membersihkan tepian jembatan kayu sampai ke anak sungai sambil mengkhayal. Jane Andrew dengan gagah berani mencoba melakukannnya. Kemenangan Josie menjadi suatu yang sangat dibanggakan dan digembargemborkan. " kecil Dan terpilih. dan semua hal-hal yang bodoh yang telah dilakukan di avonlea pada musim panas itu adalah karena pelaku-pelaku ”Berani” yang melakukannnya dan mereka sendiri mencatatnya. Tidak masuk dalam perhitungan. dengan terlatih ia berjalan diatas pagar. Tapi Josie Pye. pertama sekali Carrie Sloane menantang ruby gilis untuk memanjat hingga pada suatu ketinggoan tertentu pada pohon willow tua yang sangat besar yang terletak sebelum di pintu halaman depan. sekalipun merasa takut setengah mati dengan ulat bulu hijau yang katanya mengerumuni pohon itu dan takut bila ibunya melihatnya bagaimana dia membuat pakaian barunya robek. karena Carrie Sloane terus mengganggunya.Anne harus menunggu hingga lebih dari dua minggu. Josie berjalan diatas pagar milik keluarga barry dengan 148 . tapi menyerah di sudut ketiga dan harus mengakui bahwa dirinya kalah. tetapi segera menyebar kepada para anak perempuan. melakukannya dengan gesit. Diana Barry mengadakan pesta. satu minggu setelah jamuan teh di pastoran . Selanjutnya Josie Pye menantang Jane Andrews untuk meloncat dengan kaki kirinya dan memutari kebun tanpa berhenti sama sekali ataupun meletakkan kaki kanannya diatas tanah. mereka akhirnya sedikit bosan dengan permainan mereka dan bersiap untuk bentuk permainan yang lebih nakal dan menimbulkan kekacauan. Saatnya Untuk “Berjalan” diatas papan pagar memerlukan suatu keahlian dan keseimbangan badan dan tumit sepatu bagi seseorang yang belum pernah mencoba hal itu. Sekarang. Hampir suatu bulan berlalu sejak peristiwa kue obat gosok. sampai hal itu menjadi kenyataan. Permainan itu mulai dimainkan oleh anak laki-laki. Sedikit kekeliruan. ternyata dihadiahi bakat alami yang dibawa sejak lahir. yang terkenal memiliki sifat yang kurang baik dalam beberapa hal." Mereka bersenang-senang dan tidak ada kekacauan apapun yang terjadi hingga mereka selesai minum teh. Rubby Gillis.

149 ." kata josie dengan penuh tantangan. Anne mengibas-ngibaskan kepangan merahnya. Toh KAMU tidak bisa. Kebanggaan enggan menyambut perbuatan berani nya. "Aku tantang kamu untuk memanjat dan berjalan di atas tiang rabung atap dapur Tuan Barry. kemudian dia mulai berjalan. Harga diriku menjadi taruhan nya. tetapi jelas sekali hanya ada satu hal yang harus dilakukan. sampai di atas tiang rabung."Ucap anne dengan sungguh-sungguh. anne" pinta diana. kata josie datar. Diana. selanjutnya dia merasa pusing dan tidak nyaman berada di ketinggian. Hampir semua anak –anak perempuan yang menghargai usaha itu adalah mereka yang memiliki masalah dengan berjalan diatas pagar. Aku tidak percaya. ”kamu akan jatuh dan terbunuh. ”OH” sebagian gembira. Josie turun dari tenggerannya. Aku mengenal seorang anak perempuan di Marysville yang bisa berjalan di tiang rabong suatu atap. "kalau begitu aku tantang kamu untuk melakukannya. "Tidak bisakah Aku?" Teriak anne cepat. aku tidak percaya ada orang yang bisa berjalan di tiang rabung. Aku pikir bukan lah hal yang luar biasa berjalan diatas pagar papan yang kecil dan rendah. Dia berjalan ke arah rumah." Anne pucat. Itu tidak adil menantang seseorang untuk melakukan hal yang sangat berbahaya”. dengan gejolak kemenangan. " Aku akan berjalan di tiang rabung itu.ketenangan yang dibuat-buat untuk mengisyaratkan bahwa hal sepele seperti itu tidak cukup berharga untuk di jadikan “TANTANGAN”. dengan melemparkan kerlingan meremehkan pada Anne. " Jangan lakukan itu. dia menyeimbangkan dirinya agar bisa berdiri tegak pada pijakan nya. atau mati saat mencobanya. sebagian yang lain diliputi kecemasan. serta menyadari bahwa mengeluarkan banyak khayalan tidak bisa membantu kamu pada saat berjalan diatas tiang rabung. Aku harus melakukan itu. Jangan hiraukan josie pye. ujar dia. Semua anak-anak perempuan kelas lima berseru. Jika aku terbunuh kamu harus menjaga cincin mutiara ku.” Anne memanjat tangga sambil menahan napas. menuju tempat dimana ada tangga bersandar pada atap dapur itu.

akhirnya ia jatuh. apakah kamu terbunuh?" jerit Diana. Jika Anne berguling dari sisi atap yang telah ia naiki tadi." jawab Anne dengan megap-megap. Barry nampak pada adegan itu. " Anne. sembari menghempaskan dirinya berlutut di samping temannya." Untuk memberikan kelegaan kepada semua anak perempuan. meluncur kebawah melewati atap yang terbakar matahari dan akhirnya jatuh terjerat di antara tumbuhan-tumbuhan merambat di bawahnya—semua itu terjadi sebelum kumpulan orang-orang di bawah mengeluarkan suatu pekikan menakutkan secara bersamaan. Anne melihat pada pada kakinya dan mencoba untuk meraihnya. tapi ia kembali merosot lagi dengan tangisan kesakitan. Anne duduk dengan pusing dan menjawab sekenanya : " Tidak . Dan aku yakin sekarang aku tidak bisa meloncat terlalu jauh dengan satu kaki bahkan jane tidak bisa meloncat mengelilingi kebun. Meskipun demikian. yang seolah-oleh terpaku di tanah serta merta menjadi histeris—mereka menemukan Anne terbaring lemah dan pucat diantara rongsokan dan potonganpotongan tumbuhan yang menjalar. "Aduh. kehilangan keseimbangannya. tetapi aku pikir aku pingsan. diana mungkin sudah menjadi ahli waris dari manik-manik mutiara saat itu juga." " Di mana?" Carrie Sloane menangis. "aduh. disisi atap yang sudah di perperpanjang kebawah hingga mencapai serambi sehingga hampir menyentuh tanah sehingga jatuh dari tempat itu tidak akan mengakibatkan kerusakan yang parah/serius. yang. kendati tiada memiliki maksud. Aku tidak bisa berjalan ke sana. Anne?" Belum sempat anne menjawab Nyonya. dimana. Selanjutnya dia berayun-ayun. " Pergelangan kakiku. dan berjalan sempoyongan. "Aduh. berbicaralah meski hanya satu kata kepada aku dan katakan padaku jika kamu terbunuh. pada saat Diana dan anak-anak perempuan yang lain berdesak-desakan dengan penuh kebingungan di sekitar rumah—kecuali Rubby Gillis. Anne sayang. telah dianggap dan kemudian akan di cap sebagai seorang gadis dengan visi yang mengerikan yang menyebabkan kematian dini dan tragis bagi seorang Anne Shirley. Diana. dan terutama untuk Josie Pye. tolong cari ayah mu dan minta ayah mu untuk membawa aku pulang kerumah.Meskipun demikian dia berhasil melakukan beberapa langkah sebelum bencana itu terjadi. Untungnya dia jatuh di sebelah lain. ” 150 . aku tidak terbunuh. Diana. " Apa yang terjadi? Dimana yang sakit/terluka ? tuntun Nyonya Barry. Anne. tersandung.

sambil mengangkat kepala nya. Barry berjalan melewati jembatan panjang dan mendaki lereng. " Ucap Marilla. Untuk mengatasi kesakitan dari lukanya. anak telah meninggal dan pingsan. Mata kaki anne remuk/patah. Pada saat itu Marilla mempunyai firasat buruk. Ampuni aku. Marilla?" " Itu semua salah mu sendiri. Tapi sekarang dia tahu dan terburu-buru menuruni lereng dengan heboh karena baginya Anne sangat berharga lebih dari apapun diatas bumi ini. Mendadak tikaman ketakutan menyerbu seluruh hatinya dia menyadari betapa anne begitu berarti untuk dirinya. segera mengutus dokter.!" Benar sekali. Dia telah mengakui bahwa dia menyukai anne—Tidak setuju menyebutnya Suka. dimana seorang anak perempuan pucat pasi terbaring lemah. tetapi bahwa dia sangat sayang pada Anne. masuk akal telah selama bertahun-tahun. Marilla. sebuah suara penuh kesakitan dari tempat tidur menyambutnya " Tidak kah kamu sangat sedih melihat aku. menemukan bahwa luka yang terjadi ternyata lebih serius daripada yang mereka kira. "Jangan terlalu khawatir. tajam dan berang dalam kelegaannya. Di lengan nya ia menggendong Anne.” " Aku seharusnya telah menduga sebelumnya bahwa kamu akan pergi dan melakukan hal seperti ini ketika aku mengijinkan mu pergi ke pesta itu. Sebaiknya kita melihat sisi yang lebih baik. apa yang telah terjadi pada nya?" dia terengah-engah. yang dengan tergesa-gesa dipanggil dari ladang panen. Marilla. yang datang tepat pada waktunya. mungkin aku sudah mematahkan leherku. yang gelagapan dalam gelap dan mulai menyalakan lampu. Matthew. Anne menjawab sendiri. yang kepalanya terkulai lemah pada bahunya.Marilla sedang berada di dalam kebun buah buahan sambil memetik sepanci penuh buah apel musim panas ketika dia melihat Tuan. Bila tidak. “Bawa dia ke mari. lebih pucat dan terguncang dibandingkan dengan marilla aslinya. Tuan Barry. Malam itu. dengan nyonya bari berada disampingnya beserta arak-arakan anak-anak perempuan yang mengekori nya. " Tuan. Barry. anne mempunyai satu keinginan lagi untuk di kabulkan. dan baringkan dia di sofa. ketika Marilla naik keatas loteng timur. Untung saja hanya mata kaki ku yang keseleo.”Ucap Marilla. dia ingin dia telah mati pingsan. 151 . Aku sedang berjalan di atas tiang rabung lalu aku terjatuh.

Banyak sekali orang yang mengunjungi nya dan tidak ada satu haripun yang terlewatkan tanpa satu atau lebih teman. marilla. setelah semuanya. Dia Pye’s akan membanggakan dirinya dihadapan ku seumur hidupku. Tapi apa yang akan kamu lakukan marilla. kamu akan menderita atas hal itu.” " baik. Jika kamu telah berani berjalan diatas tiang atap rabung?” " Aku seharusnya sudah berada dalam kuburan dan membiarkan mereka ketakutan. Dan dokter sangat menyakiti aku pada saat dia memperbaiki mata kakiku. aku tidak marah. Aku tidak akan bisa berjalan-jalan selama enam atau tujuh minggu dan aku akan merindukan guru perempuan baru. Dia tidak akan menjadi guru baru lagi pada saat aku sudah mampu kembali pergi ke sekolah.teman sekolahnya yang mampir menjenguknya dan membawakan bunga –bunga dan buku untuknya dan menceritakan semua kenakalan-kenakalan yang terjadi di dunia Avonlea. " aku berharap hal itu bisa membantu aku melalui waktu-waktu yang berat ini dengan baik sekali. Dan aku pikir aku sudah mendapat hukuman yang sangat banyak sehingga kamu tidak perlu marah pada ku. Marilla. baik. Tapi dia tidaklah semata-mata bergantung pada hal itu. karena pikiran yang menyatakan bahwa semua ini merupakan kesalahan ku sendiri adalah sangat berat. " Namun kamu mempunyai mental yang kuat. kira-kira. Sama sekali tidak menyenangkan jatuh pingsan. marilla.setiap orang akan mendahuliui aku di kelas. Karena itu sekarang. kata marilla. apa ya marilla?” Seringkali Anne memiliki alasan yang baik untuk membenarkan khayalannya. Dan selama tujuh minggu berikutnya merupakan hari-hari yang membosankan. Jika saja aku bisa menyalahkan seseorang itu akan membuat aku merasa jauh lebih baik. tak diragukan lagi. Tapi aku akan mencoba untuk menanggung semuanya dengan berani jika saja kamu tidak marah padaku. cobalah untuk makan malam.” ucar anne. “kamu anak yang makang. Aku baru saja menyadari bahwa aku tidak bisa meremehkan/mengabaikan Josie Pye. Dan Gil. 152 . Sedangkan aku tidak. Mustahil seperti itu !" Ucap Marilla. Apa yang akan dilakukan oleh orang yang tidak memiliki khayalan seperti itu bila tulang mereka patah. Aduh. aku benar-benar ditimpa keamatian yang besar. Anne mengeluh . tapi seperti yang kamu katakan. “ " Bukankah baik karena aku memperoleh khayalan seperti itu?”Ucap anne." Dan itulah mengapa kamu harus bersedih untuk ku.

Aku menerimanya se-sopan mungkin. marilla. Marilla. tapi ada sisi baiknya juga. Bahkan khayalanku memiliki batasan. lantaran hal itu. karena aku merasa dia menyesal karena menantang aku untuk berjalan diatas rabung atap. Kamu bisa mengetahui berapa banyak teman yang kamu punya. " Sangat tidak menyenangkan berada di tempat tidur terus menerus. Aku mengatakan padanya bagaimana sulitnya aku mencoba untuk membuat doa pribadi ku menjadi menarik Ia menceritakan pada ku saat pergelangan kakinya patah sewaktu dia masih kanak-kanak. Nyonya. 153 . Dia bisa mengatasi nya jika dia mendapat sedikit masalah. tentu saja : tapi aku masih menyukai dia dan aku sangat menyesal karena aku pernah mengkritik caranya berdoa." Semua orang telah begitu baik dan ramah. hanya saja ia telah terbiasa mengatakan doa-doanya seakanakan dia tidak benar-benar bermaksud atas doa-doa itu. Ketika aku mencoba membayangkan dirinya sebagai anak laki-laki. Aneh sekali rasanya mengetahui bahwa inspektur Bell pernah menjadi seorang anak-anak. sangat mudah untuk membayangkan ibu alan saat ia masih kanakkanak. Aku percaya sekarang kalau dia sungguh-sungguh dalam berdoa. sama seperti saat ia ada di pemujaan minggu. Bahkan josie pye datang menjenguk aku. dan dia benar-benar seorang lelaki yang baik. Lynde selalu mengatakan padaku. Mengapa. Jika aku tebunuh dia akan menanggung beban penyesalan yang besar selama hidupnya. Sekarang. bahkan inspektur Bell juga datang untuk menjenguk saya. Bukankah itu suatu hal yang patut dibanggakan. Diana merupakan sahabat yang sangat setia. dia tidak pernah mengatakan padamu bahwa itu merupakan salah mu sendiri dan dia berharap kamu menjadi anak yang perempuan yang lebih baik. aku melihatnya dengan kacamata dan janggut yang telah beruban. keluh anne dengan senang. Semua anak-anak berpendapat bahwa guru itu sangat manis. Aku memberinya sebuah papan petunjuk. pada saat dia menjenguk aku.hal menarik mengenai guru baru itu. Meski bukan satu keluarga roh. dan dia mengatakan padaku dengan cara yang membuat aku merasa bahwa dia berharap aku bisa menjadi anak perempuan yang lebih baik tapi dia sungguh tidak percaya bahwa aku akan menjadi anak perempuan yang lebih baik. pada hari pertamanya ketika dia bisa berjalan tapi dengan terpincang-pincang di atas lantai. Dia mampir setiap hari untuk menghibur kesedirian ku. hanya saja ia kecil. ibu alan sudah menjenguk aku sebanyak empat belas kali.Tapi aku akan sangat gembira ketika aku sudah dapat pergi kesekolah lagi karena aku telah mendengar hal. Marilla ? pada saat istri seorang pendeta sangat sibuk dan memiliki banyak kegiatan! Dia menjadi orang yang sangat menghibur pada saat menjenguk kamu. karena aku tidak bisa membayangkan HAL itu.

mutiara. Bau tajam mengilhami hati seorang gadis kecil untuk melakukan perjalanan. Embun yang begitu tebal menyelimuti sehingga bukit-bukit seolah memakai kain perak dan setumpukan daun-daun didalam cekungan lembah berdesir-desir karena dilewati oleh potongan kayu kecil." said Marilla." BAB XXIV . dan gelmebung lengan bajunya lebih besar dari siapapun di Avonlea. tidak mirip seperti siput. Tapi saya pikir itu sangat bagus dan aku percaya bahwa nona stacy itu merupakan keluarga se-roh. Dan pada jumat siang yang tidak ada hafalan nona stacy membawa mereka semua ke hutan untuk hari ’Alam’ dan mereka mempelajari mengenai bunga.Nona Stacy Dan Para Murid nya Membuat Pertunjukan Sudah bulan oktober lagi ketika anne telah siap untuk kembali ke sekolah— Oktober yang agun. Josie Pye mengatakan dia membencinya tapi itu hanya karena josis memiliki sedikit khayalan. 154 . Diana adan Rubby Gillis dan Jane Andrew sedang mempersiapkan sebuah dialog. dengan pagipagi yang sendu disaat lembah-lembah dipenuhi dengan kabut tipis seolah-olah roh musim gugur telah merasuki mereka sehingga matahari harus mengalirkanpermata-permata. dengan ruby gillis yang mengangguk keseberanga gang dianatara bangku dan carrie Sloane melemparkan catatatan serta Julia Bell menemepelkan “kunyahan” permen karetnya kebelakang tempat duduk. perak. untuk jumat depan. "and that is that your fall off the Barry roof hasn't injured your tongue at all. Anne menarik napas panjang kebahagiaan selagi dia meraut pensil nya dan kemudian mengatur kartu-kartu gambarnya di atas meja tulisnya. Dan merupakan hal yang sangat menggembirakan bisa kembali lagi pada bangku kecil coklat disamping Diana. Dan setiap pagi dan sore anak-anak melakukan senam kebugaran tubuh. yang berjudul ’Kunjungan Pagi’. semuanya tampak kemerahan dan keemasan. Nonya Lynde mengatakan bahwa dia tidak pernah mendengar hal seperti itu pernah dilakukan dan itu semua terjadi karena guru perempuan tersebut." " Ada satu hal sederhana yang patut diperhatikan. Alangkah indahnya memikirkan hal itu. Dia berpakaian dengan indahnya.Diana bilang dia memiliki rambut bergelombang yang sangat indah dan mata yang sangat mempesona. Setiap hari jumat siang dia memberikan hafalan dan setiap orang harus mengatakan sepatah kata atau ikut ambil bagian dalam sebuah dialog. anne”ujar Marilla. pakis dan burung-burung. bunga mawar dan kabut-biru. dengan cepat dan sepenuh hati ingin pergi kesekolah. "There's one thing plain to be seen.” dan itu adalah bahwa jatuhnya kamu dari atap milik keluarga barry tidak melukai lidah mu sama sekali. Anne. Hidup sangat menyenangkan.

Anne berkembang seperti sebuah bunga dibawah pengaruh yang berfedah ini dan membawanya kerumah untuk membuat matthew dan Marilla yang kritis kagum dengan cerita-cerita bersemangatnya mengenai pekerjaan sekolah dan angan-angan. Aku tahu aku tidak akan mampu membuat darah mu beku. " Tentu saja aku akan melakukannya. ’dia berkata. Dan Nona Stacy menjelaskan segalanya dengan sangat indah. Dia merupakan wanita terhormat dan memiliki suara yang bagus. Kami melakukan hafalan siang ini. Aku berpikir seandainya saja kamu berada disana untuk mendengar puisi ku ’Mary.” " Tetapi kami menginginkan sebuah sarang burung gagak untuk pelajaran alam.’membuat darahnya beku." ucap Anne dengan bersemedi. aku tahu. “ Aku ingin tahu apa alasan Nona Stacy menyarankan hal itu.”usul mathew. marilla. " Kata Nyonya. marilla.” kata marilla. 155 .” " baiklah kalau begitu. Ruby gillis mengatakan padaku pada saat kami berjalan pulang. Ratu Rakyat Scotlandia’. Pada saat dia melafalkan namaku aku merasakan DENGAN SENDIRINYA bahwa dia melafalkannya dengan E.’selamat tinggal kekasihku. ” tapi aku tidak akan bisa melakukan itu dengan sangat baik. bahwa cara aku mengatakan bait.” anne menerangkan. Nona Stacy merupakan seorang wanita muda yang simpatik dengan hadiah kemenangan yang menggembirakan dan memperoleh kasih sayang dari muridmuridnya serta menggali hal-hal tebaik dari murid-muridnya baik secara mental maupun moral.Dalam diri Guru yang baru dia menemukan teman yang sesungguhnya dan yang sangat menolong. Itu tidak akan menjadi sangat menyenangkan seperti seharusnya pada saat seluruh sekolah penuh sebelum kamu dihukum gantung dan mengucapkan kata-kata dengan terengah-engah. lapangan siang merupakan hal yang bagus. " Aku mencintai Nona Stacy sepenuh hatiku. Lynde darahNya menjadi beku melihat anak laki-laki memanjat hingga kepuncak pohon besar pada bukit Bell untuk mengambil sarang burung gagak jumat lalu. Kami harus menulis karangan-karangan pada kunjungan lapangan siang kamu dan tulisan ku merupakan yang terbaik. kamu mungkin perlu mendeklamasikannya pada ku suatu waktu. " itu untuk kunjungan lapangan siang kami. Aku melakukannya dengan sepenuh jiwaku.”Sekarang demi kekuasaan ayahku. di luar gudang.

sementara aku adalah orang bodoh dalam pelajaran geometri? Meskipun aku benar-benar memuali untuk mendalaminya sedikit. ”tu hanya akan mengisi kepalamu dengan omong kosong dan membuang-buang waktu yang seharusnya digunakan untuk pelajaran kalian. aku tidak akan pernah menjadi ahli dalam bidang itu dan aku menyakinkan kamu bahwa itu merupakan pantulan dari rendah hati. dan itu akan menjadi sandungan. yang sejujurnya berpendapat itu semua adalah omong kosong. aku sangat senang menjadi luarbiasa. jika aku tidak pergi sebagai penginjil asing. yang melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan jiwa. Tapi aku senang menulis karangan. Tetapi semua hafalan jumat dan kunjungan lapangan siang serta peliukan budaya jasmani dibatasi sebelum sebuah project yang nona stacy kemukakan di bulan November. tapi seseorang haruslah sangat baik untuk menjadi penginjil. Menurut Marilla itu semua hanyalah ketololan. ”aku tidak setuju bila anak-anak membuat pertunjukan dan latihan perlombaan. Bukankan sangat baik untuk menjadi luar biasa dan memiliki karangan mengenai kamu setelah kamu meninggal? Aduhai. Sangat sukar memilih diantara begitu banyak orang-orang luar biasa yang pernah hidup. Itu akan membuat mereka sombong dan lancang serta gemar keluyuran. untuk tujuan mulia membantu pembayaran gedung sekolah.” "Memajukan omongkosong!" ucap marilla. Kebanyakan nona stacy membiarkan kami untuk memilih pokok bahasan kami sendiri.. Hal itu adalah bahwa pelajar-pelajar di Avonlea harus mengadakan sebuah pertunjukan dan melaksanakannya di Hall pada malam Natal. Bagaimana mungkin aku menyombongkan diri. Mereka akan membuat kamu lemah gemulai dan memperhatikan mengenai pencernaan.” 156 . Marilla. juga. " Tetapi BENAR itu yang dikatakannya. juga. tapi minggu depan kami harus menulis sebuah karangan mengenai beberapa orang yang luar biasa. kamu sebaiknya membiarkan gurumu yang mengatakan hal itu. Tapi tetap saja. Kita juga harus berlatih kesopanan jasmani setiap hari. Itu. ”gerutu marilla. namun dia terhambat oleh ketidaksetujuan marilla. Murid-murid bersatu dan semuanya berseru senang terhadap rencana ini. Dan sungguh aku tidak menyombongkan diri mengenai hal itu. Aku kira nanti setelah aku dewasa aku akan menjadi perawat yang terlatih dan menemani Palang merah menuju lapangan pertempuran sebagai pembawa pesan pengampunan. Dan dari semua pemain sandiwara yang terpilih tidak ada satupun yang begitu bersemangat seperti Anne Shirley." Sombong bila kamu yang mengatakan seperti itu. persiapan untuk acara dimulai dengan segera. Itu akan menjadi sangat romantis. Nona stacy menerangkannya dengan sangat jelas.

bisakah kamu??khusunya dengan sepatu tembaga? Kami akan menghias aula dengan tumbuhan merambat dan slogan-slogan pada pohon cemara dengan bunga mawar dari kertas tissue berwarna merah muda didalamnya. Dan terakhir sekali kami akan menampilkan Tablo—’kesetiaan. Dia ingin menjadi RATU PERI. Itu sungguh menggelikan.” Tapi cobalah pikir manfaatnya. sembari emma white memainkan sebuah mars dengan piano. “ " Tapi baiklah. Josie Pye dongkol karena dia tidak mendapatkan peran dalam dialog yang diinginkannya. Aku akan bermohon. dan aku harus membawakan 2 deklamasi puisi. aku tahu kamu tidak begitu antusias seperti aku. ”Sebuah bendera akan memperkuat semangat patriotisme. Jane Andrews diharapkan untuk menjadi ratu peri dan aku menjadi salah satu palayan kehormatannya. Seorang peri harus mempunyai sandal. Marilla. Aku harus memiliki rangkaian bunga mawar putih pada rambutku dan rubby gillis akan meminjamkan aku sandalnya karena aku tidak punya sandal sendiri. marilla. Aku akan berada di dalam 2 dialog—‘Masyarakat yang tertindas fitnah’ dan ”ratu peri”. Aku akan berlatih hafalan ku di loteng. kamu tahu. tapi aku tidak membiarkan diriku ambil pusing dengan apa yang dikatakan josie. Marilla. Dan sungguh sukar untuk membuat suatu rintihan/erangan artistik yang bagus. Marilla. Diana dan Rubby serta diriku harus akan berada dalam tablo itu. dengan kedua tanganku mendekap—begitu—dan kedua mataku terangkat. Anak laki-laki juga akan memiliki satu dialog. Josie bilang dia berpikir peri berambut merah sama menggelikannya dengan peri yang gemuk. Dan kami semua akan berbaris berdua-dua setelah penonton duduk. Tentu saja sudah pasti menyenangkan bisa membuat konser. Kamu tidak dapat membayangkan seorang peri memakai sepatu boot. Tapi tidakkah kamu berharap bahwa anne kecil mu ini akan membedakan dirinya sendiri dari yang lainnya?? 157 . Jangan gusar jika kamu mendengar aku sedang merintih.”bela anne. siapakah yang pernah mendengar ratu peri se-gemuk JOSIE? Ratu peri harus ramping/langsing. Oh. yang kamu inginkan hanyalah waktu bersenag-senang.” " Curang! Dengan mengatakan ada sedikit sifat patriotisme di dalam pikiran kamu. tapi itu sensasi getaran yang menyenangkan. Aku harus melakuan rintihan yang menghancurkan hati dalam salah satu pertunjukan nanti. semuanya mengenakan pakaian putih dengan rambut yang berjela-jela. Kami akan mengadakan 6 paduan suara dan Diana akan menyanyi secara solo(tunggal). Aku menggigil bila aku berpikir mengenai hal itu. harapan dan kemurahan hati’. bukankah merupakan hal yang bagus jika kamu bisa menggabungkan patriotisme dan kesenangan.

dan disana ada Mathew yang sedang membelah kayu. BAB XXV. " baiklah sekarang. di senja sore pada bulan desember yang kelabu dan dingin. ”memanjakan Anne”—yang merupakan ucapan marilla—sebanyak yang ia suka. Aku akan tulus gembira ketika semua hal-hal remeh yang membuat repot ini selesai dan kamu telah bisa duduk dengan tenang. Itu semata-mata merupakan tugas marilla.. Mereka berdua bersahabat erat dan matthew sering sekali berterimakasih berkali-kali pada perannya sebagai sahabat dan bahwa dia tidak bertanggung jawab untuk mendidik anne.” Anne mendesah dan membawa dirinya kepelataran belakang. Terkadang hal itu harus dikerjakan sekadarnya dengan hati-hati dalam dunia ”pendidikan”.jika itu menjadi tugasnya dia akan sering merasa khawatir mengenai pertentangan antara kecenderungan hati dan mengatakan kewajiban. tersenyum pada wajah kecilnya yang riang dan penuh semangat. dia merasa bebas untuk. hanya sedikit ”penghargaan”. Kamu bagus untuk hal yang sia-sia sekarang kepala kamu telah terisi penuh dengan berbagai macam dialog. Anne membalas senyumnya. dimana suatu bulan baru muda sedang besinar melewati dahan-dahan pohon poplar yang tak berdaun dari langit barat yang berwarna hijau apel. Tertawa-tawa dan bercakap-cakap dengan gembira. Mereka tidak melihat mathew.. rintihan dan tablo. Karena dia tidak harus seperti itu. anne bertengger di atas suatu kayu dan menceritakan mengenai pertunjukan kepada mathew yang tentu saja setidaknya menjadi pendengar yang simpatik dan menghargai dalam hal ini. yang bersembunyi dengan malu dibelakang kotak kayu dengan satu 158 ." Semua yang aku harapkan adalah agar kamu bertindak sebagaimana diri kamu sendiri. tak sadar bahwa anne dan rombongan teman-teman sekolahnya sedang mengadakan latihan ” RATU PERI” di ruang tamu. Segera mereka datang dengan bergerombolan melewati aula dan keluar menuju dapur. Namunpun begitu hal itu bukanlah merupatkan suatu tindakan yang sangat buruk betapapun. Lalu duduk di sudut kotak kayu untuk melepas sepatu boot beratnya. Dia masuk ke dapur. “ ucapnya. Dan aku berharap kamu akan memenuhi kewajiban kamu dengan baik. dan sepertinya suatu keajaiban bagi lidahmu itu bahwa ia tidak pernah bersih setelah lelah berceloteh.Mathew Bersikeras dengan Lengan Gelembung Matthew segera akan melewati waktu sepeluh menit yang buruk. aku berpendapat itu akan menjadi pertunjukan yang bagus.

dengan mata berbinar dan bergelora seperti mereka. Anne berdiri diantara mereka. jalan setapak sukar yang dingin dan anne telah menenggelamkan dirinya dengan buku-bukunya. bergandengan tangan. Namun dia cukup yakin bahwa lengan baju anne tidak sama seperti lengan baju yang dipakai oleh gadisgadis lainnya. Lalu mengandung apa? Matthew masih dihantui oleh pertanyaan ini lama setelah para gadis-gadis itu pergi. sepanjang jalan. dia rasa. dan lebih besar. Tidak akan banyak menolong. Matthew merasa. lebih banyak pada kejijikan marilla. Dia kembali mengingat sekelompok anak-anak gadis yang dia lihat mengelilingi anne sore itu—semuanya gembira dengan ikat pinggang merah dan biru dan merah muda dan putih.sepatu boot di tangannya dan bootjack ditangan lainnya. yang.. Anne tidaklah berpakaian seperti anak-anak perempuan yang lain! Semakin Matthew memikirkan perihal itu semakin yakin dia bahwa Anne itu tidak pernah berpakaian seperti gadis-gadis yang lain—tidak pernah sejak dia datang ke Rumah Berdinding Hijau. Matthew tidak bisa menyampaikan hal itu pada Marilla. dan pernak-pernik yang lebih bagus dibanding dengan yang lainnya. dan dia mengawasi mereka dengan malu-malu untuk selama sepuluh menit yang tersebut diatas selama mereka meletakkan topi dan jaket-jaket dan bebincang mengenai dialog dan pertunjukan itu. tapi matthew tiba-tiba sadar bahwa ada sesuatu dari dirinya yang membuatnya berbeda dari teman-temannya.—dan dia heran kenapa marilla selalu membuat gaunnya sederhana dan seadanya saja. 159 . tidak perhatian telah belajar untuk memperhatikan hal-hal ini. Dan apa yang membuat matthew cemas adalah perbedaan itu mengesankan padanya sebagai hal yang seharusnya tidak terjadi/ada. Jika Matthew mengenal bahwa hal seperti itu dikenal dalam dunia mode pakaian dia akan melakukan hal itu. kedua mata yang lebih berbinar. namun perbedaan yang mengganggu dirinya tidak mengandung kehormatan. Setelah dua jam merokok dan berefleksi keras Matthew sampai pada suatu penyelesaian dari masalahnya. Hal ini. pakaian-pakaian gelap. semuanya dibuat dengan pola yang sama persis dan tidak bervariasi. bahkan seorang matthew yang pemalu. akan cukup yakin untuk mengendus dan berkomentar dengan penuh cemoohan bahwa satu-satunya perbedaan yang dia lihat antara anne dengan anak-anak perempuan lainnya adalah bahwa mereka kadang-kadang menjaga lidah mereka agar diam sementa anne tidak pernah melakukannya. Dia meminta bantuan pada rokok pipa nya agar sore itu membantu dirinya untuk mempelajari hal itu. Marilla selalu membuatnya berpakaian sederhana. Anne mempunyai wajah yang lebih cerah.

Itu semua adalah benar. Nah itu dia. dan dengan senyum yang lebar. tinggi. mata coklat bulat yang besar. Dia berpakaian menor dan mengenakan beberapa gelang rantai yang gemerlapan dan berbunyi gemerincing setiap tangannya bergerak. Setelah banyak menimbang akhirnya Matthew memutuskan untuk pergi ke toko milik Samuel Lawson daripada ke toko milik William Blair. Segera pada sore berikutnya Matthew pergi sendirian ke carmody untuk membeli pakaian. dan gelang-gelang itu benar-benar merusakkan akalnya. Ada beberapa hal yang dapat Matthew beli dan membuktikan diri sebagai penawar yang pandai sekali. Mungkin karena beberapa alasa bijaksana. Karena ia tahu bahwa keluarga curthbert selalu pergi ke toko milik William blair. matthew merasa ia harus memastikan bahwa orang yang dibelakang counter haruslah seorang laki-laki. Sebuah pakaian baru yang indah akan segera menjadi benda untuk hadiah. dalam rangka mengembangkan usahanya. Dia dapat berbicara dengan mereka ketika dia mengetahui persis apa yang dia inginkan dan bisa menunjuknya. Natal hanya tinggal dua minggu lagi. tapi ia tahu dia akan bergantung pada kemurahan hati si penjaga toko bila dia datang untuk membeli pakaian anak perempuan. Tapi sebenarnya pastilah tidak akan membahayakan membiarkan anak memiliki satu baju yang cantik—sesuatu yang seperti yang selalu dikenakan oleh Diana Barry Matthew memutuskan bahwa ia akan memberi anne satu . alasan yang tidak dapat diduga harus dilayanani dengan cara demikian juga. sedangkan marilla membuka semua pintu dan membiarkan udara masuk kerumah. Matthew. membutuhkan penjelasan dan konsultasi. Maka dari itu ia akan pergi ke toko milik Lawson. Tapi putri William blair sering melayani pelanggan disana dan matthew merasa sangat takut dengan mereka. tapi dalam perihal yang seperti sekarang.. 160 .Tentu saja. yang tentu saja tidak dapat ditolak sebagai tindakan yang tidak dibenarkan dalam mencampuri urusan orang lain. yang merupakan keponakan dari istrinya dan sungguh anak perempuan yang bergaya. dimana Samuel atau anak laki-lakinya akan melayani dirinya. Astaga! Matthew tidak mengetahui bahwa Samuel. dengan nafas pebuh kepuasan. juga telah memperkerjakan seorang pegawai perempuan juga. Marilla mengetahui yang terbaik dan Marilla yang membesarkannya. dengan tujuan untuk dapat melewati yang terburuk dan selesai dengan hal itu. tidak ada siksaan berat dari beramah tamah. hal itu lebih karena suara hati untuk mengikuti mereka sama seperti untuk menghadiri gereja Presbyterian dan memilih kaum konservatif. dia merasa yakin. meletakkan pipa rokoknya dan mulai tidur. Matthe sangat bingung melihat perempuan itu disana.

cepat dan menyenangkan.” " warna putih Atau warna merah?”tanya nona harris dengan sabar.” " Oh. karena kamu menyarankannya." Apa yang bisa saya bantu sore ini. Tuan Curthbert?”tanya Nona Lucilla Harris. ”jawab dia. Pada saat nona harris kembali dengan membawa penggaruk dan menanyakan dengan gembira: ” apa ada butuh yang lain lagi malam ini.” Nona Harris telah mendengar bahwa matthew Cuthbert disebut sebagai orang aneh. Sesampainya di ambang pintu ia teringat bahwa dia belum membayar dan ia memutar balik. tentu-tentu saja—seperti yang anda katakana.”penggaruk kebun itu ada di lantai atas di ruangan peralatan penebangan kayu. aku juga butuh —aku juga mengambil—itu—itu—membeli beberapa-beberapa orang-orangan sawah . katakan dimana penggaruk kebun?” Matthew gagap. ”Selama perempuan itu tidak ada matthew mengumpulkan pikiran sehatnya untuk usaha yang lain. " well sekarang—jika tidak terlalu banyak masalah—aku juga butuh—itu—aku butuh -----gula. mengetik mesin penghitung dengan kedua tangannya. Tuan Curthbert?”matthew mencoba mengumpulkan keberaniannya dan menjawab. ”well sekarang. merampas penggaruk dan menuju pintu. mendengar seorang laki-laki mencari penggaruk kebun di pertengahan bulan desember. yang disangsikan Nona Harris dengan sabar. " Kita hanya menjual orang-orangan sawah di musim semi.”matthew tergagap tidak senang. Nona Harris terlihat agak terkejut. mungkin juga sangat terkejut. sekarang dia menyimpulkan bahwa tuan curthbert sangat gila. Aku akan memeriksanya. Sembari Nona haris sedang menghitung uang kembaliannya matthew mengerahkan kembali kekuatannya untuk sebuah usaha akhir yang nekat. " Aku yakin kami masih punya satu atau dua lagi yang tersisa. " Kita tidak punya persediaan saat ini.” terang dia dengan angkuh. 161 . " Apakah kamu punya satu—satu--satu--baiklah sekarang.

” ucap matthew. Dia ingat hanya Nyonya Lynde. suatu waktu. Aku akan pergi ke Carmody besok dan aku akan memilihnya. dan perempuan baik itu dengan segera mengambil alih masalah yang mengusik laki-laki itu. 162 . Itu tadi merupakan pengalaman yang sangat mengerikan." Oh--Well sekarang--merah. " Gula merah!" seru Marilla. Hanya jenis itu yang kami punya. karena tidak ada perempuan lain lagi di avonlea yang berani matthew tanyai sarannya. ” " Aku—Aku pikir itu mungkin berguna membebaskan dirinya. Ini bukan gula yang bagus. "Kenapa banyak sekali? Kamu tahu tidak pernah menggunakannya kecuali untuk membuat bubur pesanan orang atau kue buah coklat. Dan marilla bukanlah orangnya. sambil menunjuk yang membuat gelangnya bergoncang. Matthew merasa yakin bahwa dia akan menghalang-halangi proyek ini segera. tapi menurutnya dia pantas mendapatkannya karena dia sudah melakukan bid’ah perjalanan ke toko asing." ucap matthew dengan lemah " Ada satu tong disana. Dia pergi menjumpai nyonya Lynde. Sesudah mengemudi hingga separuh jalan menuju rumahnya Matthew akhirnya kembali menjadi dirinya sendiri. dan juga—ini kasar dan gelap—William Blair tidak biasanya menjual gula seperti itu.” " aku akan—aku akan membeli dua puluh pon. tapi dia memberikan gula itu kepada marilla. dan William blair memiliki beberapa gloria baru yang benar-benar cantik. Setelah sampai di rumah dia menyembunyikan penggaruk di gudang peralatan. Ketika akhirnya matthew berpikir mengenai masalah yang harus dia selesaikan dia memutuskan bahwa seorang wanita diperlukan untuk mengatasai situasi ini. aku akan memberikan penilaian ku kemudian. " MeMilih satu pakaian untuk kamu berikan pada anne? Tentu saja aku akan.” ucap nona harris. Apakah kamu punya sesuatu yang khusus dalam benak mu? Tidak ? well.”ucap matthew. dengan butirbutir peluh yang memenuhi dahinya. Jerry sudah pergi dan aku sudah tidak membuat kue itu lama sekali. Aku percaya campuran warna coklat cocok buat anne.

aku seringkali mengatakan padanya selusin kali bahwa dia terlalu sederhana. Cara marilla memakaikan baju nya sangat menggelikan.” ucap Nyonya. dan selebihnya akan berjalan dengan benar.” " Gelembung? Tentu saja. Aku yakin anak itu pasti merasakan perbedaan antara bajubajunya dengan baju-baju anak-anak lain. mengingat bahwa jika marilla yang melakukannya anne mungkin akan merekareka sebelum waktunya dan merusakkan kejutan itu? Baiklah. Aku akan membuat baju itu pas buat keponakanku. tapi itu lebih seperti menanamkan kecemburuan dan ketidakpuasan. Tetapi sepertinya mereka tidak pernah berpikir itu semua semudah dan sesederhana Tiga Peraturan---hanya tetapkan tiga syarat kamu yang mengikuti perkembangan jaman. Jenny gillis.” " baiklah Sekarang. Kamu tidak perlu cemas mengenai itu lagi.Barangkali kamu menginginkan aku mengepaskannya juga untuk anne. tapi apakah itu ia tidak dapat menerkanya. Aku menurut saja. Jika aku tidak meminta terlalu banyak aku—aku ingin lengan nya dibuat dengan cara yang baru. Aku akan memperbaikinya hingga sesuai dengan mode terkini/terakhir. Namun berpikir bahwa matthew memperhatikan hal itu! Laki-laki itu terbangun setelah tertidur selama lebih dari enam puluh tahun. itu bukan masalah besar.” dan –dan – aku tidak tahu---tapi aku ingin—aku pikir mereka membuat lengan yang berbeda saat ini daripada lengan yang biasa mereka buat. itulah mengapa.” Marilla mengetahui bahwa selama dua minggu berikutnya ada sesuatu dalam benak matthew. Masyarakat yang sudah membesarkan anak-anak mengetahui bahwa tidak ada metode yang kaku dan mutlak di dunia yang bisa sesuai untuk setiap anak. karena dia dan anne bentuk badan mereka sama seperti dua kacang polong kembar. karena aku bisa melihat marilla tidak ingin nasihat dan dia berpikir dia lebih banyak tahu bagaimana cara mengurus anak-anak dibanding aku karena dia perempuan tua. sampai malam hari natal tiba. Tidak. Lynde. Tetapi selalu ada jalan. Nyonya Lynde berkata pada dirinya sendiri setelah matthew pergi: " akan benar-benar puas bila melihat anak miskin itu mengenakan sesuatu yang pantas untuk sekali waktu. Marilla menanggapi semuanya dengan sangat baik. Meskipun demikian aku harus menutup mulutku. Aku mengira dia mencoba untuk menanamkan semangat kerendahan hati dalam diri anne dengan mewarisi anne cara berpakaiannya.” ucap matthew. Aku suka menjahit. meskipun dia sangat tidak percaya dengan penjelasan diplomastis Nyonya Lynde yang mengatakan bahwa 163 . ketika nyonya Lynde membawa pakaian baru itu. matthew. Tetapi darah daging tidak datang seperti aritmatika dan disitulah letak kesalahan marilla curthberth. biar aku yang akan melakukannya.

Pohon cemara di Hutan angker semuanya berselimut dan menakjubkan. tanah-tanah yang dibajak berundak-undak dengan dipenuhi salju. Tahun depan sesiapapun yang memakai mereka harus melewati pintu dengan cara menyamping. meskipun dia tidak pernah berkata satu patahpun mengenai hal itu semenjak dulu. benarkan ?” katanya sedikit kaku tapi toleran. " Selamat Hari Natal. harus ku katakan bahwa aku pikir anne tidak perlu pakaian apapun lagi. hangat.dan ada bau segar diudara yang cerah. Anne mengintip dari jendela loteng yang membeku dengan mata yang gembira. Gelembung-gelembung itu terus saja menjadi lebih besar dan lebih menggelikan. Well. adakah? Macam lain Natal tidak nampak riil. aku nyatakan itu memang cukup.” Pagi Natal membuat dunia menjadi indah dengan warna putih. Matthew! Bukankah ini natal yang indah? Aku senang sekali hari ini serba putih. dan dapat digunakan pada musim gugur ini. Baiklah. dimalam sebelumnya cukup banyak salju yang turun perlahan-lahan untuk merubah avonlea. Itu merupakan bulan december yang paling lembut dan orang-orang sudah menanti-nanti natal hijau. " Jadi inilah sebabnya mengapa matthew terlihat sangat misterius dan tersenyum-senyum sendiri selama dua pekan. selama aku tahu dia ingin sekali memiliki lengan baju bodoh itu sejak lengan baju itu menjadi mode. matthew. Kamu hanya akan membenarkan kesombongan anne. mereka sekarang sama besarnya dengan balon. Aku sudah membuatkan untuknya tiga pasang yang bagus. dan kalaupun ada yang lain itu hanya pemborosan belaka. dan sekarang dia sama sombongnya dengan seekor merak.dia yang membuat baju itu karena matthew takut bahwa anne akan mengetahui kejutan itu bila marilla yang membuatnya. Marilla! Selamat hari Natal. mengerjakan itu? 164 . aku harap setidaknya dia akan merasa puas. pohon birch dan pohon-pohon cherry liar membentuk garis mutiara. Anne berlari menuju lantai bawah sambil bernyanyi hingga suaranya menggema di seluruh rumah hijau. Bahan yang ada di lengan-lengan itu saja cukup untuk membuat ikat pinggang. “ aku tahu ia akan melakukan suatu ketololan. Ada natal jenis lain yang tidak terlihat sungguhan.

Wow. " mengapa—mengapa—anne. tapi karena matthew sudah memberikannya untuk kamu. ini semua seakan-akan mimpi bagi ku.hanya tidak menyenangkan coklat pudar dan kelabu. jaga baik-baik pakaian itu. tidak kah kau menyukainya? Baiklah kalau begitu —baiklah . adakah itu untuk aku?? Aduh. agar sesuai dengan warna pakaian kamu. Lihatlah lengan-lengan itu! Aduh.”Harus aku katakan. anne. ujar Matthew dengan malu-malu. " Sarapan terlihat sangat biasa pada saat yang sangat menggairahkan seperti itu. dengan sedikit renda tipis di lehernya. membentangkan pakaian itu dan memegangnya sembari melemparkan kerlingan mencela pada marilla. Mereka tidaj hijau--. Aku tidak akan pernah bisa merasa 165 . yang berpura-pura meremehkan dengan mengisi cangkir the. itu sempurna sekali. ikat pinggan yang terjahit rapi dengan cara yang sangat modern. aku lebih suka menyenangkan mataku pada pakaian itu. Matthew!" Anne meletakkan pakaian itu diatas kursi dan mendekap kedua tangannya. " Itu adalah hadiah natal untuk kamu Anne. rok dengan jumbai-jumbai. dan diatasnya ada dua gelembung cantik yang dipisahkan oleh baris-baris pita sutra coklat yang berjejer.Aku tidak suka natal hijau. Aku pikir kamu tidak perlu baju lagi. Apa yang membuat orang menyebutnya hijau? Kenapa —kenapa—matthew. Dan kedua lengannya sungguh anggun! Manset bersiku yang panjang. Anne mengambil pakaian itu dan melihatnya dengan terpana. aku tidak pernah bisa berterimakasih kepada mu. Aku sangat senang bahwa Lengan baju yang bergelembung masih menjadi mode. warnanya coklat. Ayo kesini. “sela marilla. ” ujar anne dengan terpesona. Ini ada pita rambut Nyonya Lynde dia meninggalkannya untuk kamu. mari kita sarapan dulu. tapi meskipun demikian pandangan yang terlihat dari sudut matanya terlihat agak tertarik. Matthew!" Matthew dengan malu membuka pakaian dari kertas pembungkusnya. duduklah. Karena tiba-tiba Anne berlinangan air mata.” " Aku tidak tahu bagaimana aku bisa sarapan. Sungguh telihat jelas sekali bahwa aku tidak akan pernah bisa menilainya jika mereka sudah tidak model lagi sebelum aku memakainya. ”Matthew.” "Baiklah. " sangat suka! Aduh. Wow. alangkah indahnya—gloria berwarna coklat lembut dengan permukaan sutera yang halus. baiklah.

" Selamat Hari Natal. 166 . Aku ingin membawa nya tadi malam. Diana! Dan aduh.dan kemudian. Anne berlari cepat-cepat menuruni lereng untuk menjumpainya.”ucap diana dengan terengah-engah. sosok gadis kecil yang gembira dalam balutan ulster merah tuanya. Apakah kamu pernah mendengar hal yang seperti itu?” Semua pelajar Avonlea sedang dihinggapi deman kegembiraan akan hari itu. ini merupakan natal yang sangat hebat. " Diana. Matthew memberikan padaku pakaian terindah. kamu mengerti. Dan nyonya lynde juga sangat baik karena memberikan aku pita juga. aku akan berusaha lebih keras setelah ini. Aku bahkan tidak pernah bisa membayangkan yang lebih bagus dari pada itu.benar sangat baik.” Ucap diana. Josie Pye akan senang. Tapi pada saat seperti ini aku minta maaf karena tidak menjadi gadis teladan. Kamu tidak perlu meminjam sandal Rubby sekarang.dan aku selalu bertekad bahwa aku akan menjadi gadis teladan di masa mendatang. Tapi meski pun demikian tetap saja. Dan aku tidak pernah merasa nyaman lagi melewati hutan angker sekarang-sekarang ini.” " Aku punya seseuatu yang lebih baik untuk kamu. Aku pasti sedang bermimpi.cukup puas. Kamu ingat. tapi barang itu datang sesudah hari gelap. dengan jari-jarinya dihiasi manik-manik dan gundukan sutra serta kait yang berkilauan. dengan lengan SEDEMIKIAN. Pertama sebuah kartu dengan tulisan ”Untuk Anne-girl SELAMAT NATAL”. semalam sehabis latihan Rob wright pulang kerumah dengan gertie pye." kata Anne . Tapi tekadang agak sulit untuk melakukan ketetapan hatimu bila godaan yang sangat menarik datang. dan buruk sekali bila mendengar seorang peri berjalan terseokseok. ” Pada saat sarapan yang biasa itu telah selesai Diana muncul. dan itu suatu berkah.” Anne membuka kotak itu dan mengintip kedalam nya. Aku punya sesuatu yang sangat bagus untuk ku tunjukkan padamu. Aula harus dihiasi dan latihan ulangan terakhir pun dilaksanakan. " Di sini—kotak ini. sepasang sendal anak kecil yang cantik. " Oh. ” " Aku sebut itu mujur. Tante Josephine mengirimi kami satu kotak besar dengan banyak sekali isi di dalamnya—dan ini untuk kamu. kerena ukuran sendalnya 2 kali lebih besar untuk kamu. ini terlalu banyak. Aku merasa bahwa aku harus menjadi anak perempuan yang benar. melewati jembatan kayu putih di lembah.

tuan allan akan megirimkan uang itu ke rekening charlottetown. tentu saja itu merupakan kesempatan yang sangat mengesankan. Ambil bagian di dalam pertunjukan itu sangat romantis. Aku merasa seperti burung beo. ketiak Tuan allan memanggil namaku aku sunnguh tidak bisa mengatakan bagaimana aku bisa berdiri pada panggung. tidak berani menyangkal." diana meyakinkan. Aku merasa seolah-olah satu juta mata sedang memperhatikan aku dan menembus diriku. meskipun cemburu. ” " oh ya. Diana. semua pemain sandiwara melakukan tugasnya dengan sangat sempurna.” " Aduh. anne.diana. Untungnya aku sering sekali berlatih puisi itu diatas loteng. Puisi-puisi mu membuat hadirin gembira. Apakah aku merintih dengan baik? " " Ya.” " well.” 167 .” aku terka kita sudah mengumpulkan sebanyak 10 dollar. Aula kecil itu penuh sesak. bila tidak aku tidak akan bisa melakukannya.’itu adalah teman karibku yang sangat dihormati. apakah kita akan benar-benar melihat nama –nama kita pada print itu? Solo kamu sangat menawan. Rasanya senang sekali sudah menyentuh hati seseorang. Diana. dan sejenak aku merasa aku yakin bahwa aku tidak mampu untuk memulainya sama sekali. Sloane tua sedang menyeka air matanya ketika aku duduk. ucap diana praktis.” Aku merasa lebih bangga daripada ketika kamu lakukan pada latihan ulangan. tapi anne menjadi bintang istimewa pada acara itu. " Segalanya berjalan dengan baik sekali. " Oh. " Aku melihat Nyonya. tentu saja. ketika acara telah selesai dan diana dan dirinya sedang bersama-sama berjalan pulang dibawah langit yang gelap dan dipenuhi bintang.Pertunjukan jatuh pada malam hari dan dinyatakan sukses. Kamu ingat. rintihan kamu bagus. Diana aku tadi sangat gugup. josie pye. Jadi aku memulainya.aku tahu bahwa aku harus berbuat sesuai dengan lengan baju itu. Aku berkata pada diriku sendiri. Bukankah ini suatu malam yang indah?”desah anne. benar kan? Aduh. Tapi kemudian aku mengingat lengan baju gelembung ku yang indah dan memberanikan diri. dan suaraku nampaknya berasal dari tempat yang sangat jauh. Puisi yang sedih itu sungguh bagus.

Tapi belum ada yang perlu dikatakan setelah satu atau dua tahun kedepan. Aku sederhananya tidak pernah memboroskan pikiran ku padanya. duduk sebentar di tungku dapur setelah anne tidur." Bukankah dialog anak laki-laki bagus?” ucap diana. dan itu membuat anne kelihatan sangat tinggi. Apa yang dilakukan oleh orang itu tidak berarti apa-apa untuk ku.” " Masih banyak waktu untuk memikirkan hal itu.Gilberth Blythe bagus. Aku melihat Gil memungutnya dan meletakkannya di katung dadanya. ”hal-hal sepert itu akan lebih baik untuk dipertimbangkan masak-masak. “ ucap anne dengan angkuh. tapi setelah aku melihat aku tidak merasa ada hal yang membahayakan dalam kegiatan ini. Aku marilla. Bab XXVI – Dibentuknya Klub Cerita 168 . Anne aku berpikir cara kamu memperlakukan Gil sangat buruk.” " baiklah Sekarang. dia baru berusia tiga belas tahun bulan maret nanti. marilla. Kita harus mempertimbangkan apa yang bisa kita lakukan untuk nya dimasa mendatang.memang. Aku pikir kelak dia akan memerlukan sesuatu yang lebih dari pada hanya sekadar sekolah Avonlea. tapi tidak akan membahayakan untuk memikirkan kembali hal itu berulang-ulang. aku bangga dengan Anne malam ini.”Ucap matthew dengan bangga. diana”.”ucap matthew. Nyonya Lynde membuat pakaian itu sedikit lebih panjang.” ucap matthew. Meskipun malam ini menyadarkan aku bahwa dia sudah tumbuh menjadi remaja. Kamu sangat romantis dan aku yakin kamu pastilah senang mengetahui hal itu. Tunggu sampai aku ceritakan padamu. Meskipun. aku bangga padanya dan aku benar-benar mengatakan padanya seperti itu’sebelum dia naik ke lotang. Benar disana. sama sekali. aku tebak Anne kita telah berhasil sebaik temantemannya. ”dia anak yang cerdas. ” well sekarang. Matthew. dan dia juga sangat baik . Ketika kamu berlari dari podium setelah dialog peri salah satu mawar jatuh dari rambutmu. Dia cepat belajar dan menurutku hal terbaik yang bisa kita lakukan untuknya adalah menyekolahkannya ke Queen’s suatu musim. Aku sudah begitu mempertentangkan rencana pertunjukan ini. namun aku tidak akan mengatakannya padanya seperti itu. Yah. Malam itu Marilla dan matthew yang untuk pertama sekalinya selama dua puluh tahun pergi menghadiri pertunjukan.” " baiklah Sekarang. ucap marilla.

Dengan pengecualian akan perselisihan-perselisihan remeh ini. Lynde bilang tak ada bahayanya aku menjadi salah seorang di antara mereka. karena mereka sangat tidak romantis. karena Josie Pye bilang pada Bessie Wright bahwa tundukan kepala Julia Bell ketika berdiri untuk bercerita mengingatkannya pada ayam yang menyentakkan kepalanya. dengan salju yang sangat sedikit hingga Anne dan Diana dapat pergi ke sekolah hampir setiap hari melalui Birch Path. Diana.” katanya penuh kesedihan. dia bilang pada Diana. Keadaan seperti itu adalah suatu hal yang bagus—sangat menyenangkan mengenangnya kembali. Baru saja aku merasa bahwa aku bisa saja tumbuh menjadi bijaksana. tapi tetap saja. karena Moody Spurgeon mengatakan bahwa Anne Shirley bersikap angkuh pada bacaan ceritanya. Pada hari ulang tahun Anne mereka berjalan dengan langkah ringan menyusurinya. sekolah Avonlea kembali ke kebiasaan lamanya dan mencurahkan perhatian pada minat-minat lamanya. yang bertengkar karena ingin lebih diutamakan di barisan tempat duduk. Kurasa karena itulah Marilla tak menyetujuinya. “Mungkin setelah beberapa saat aku akan terbiasa dengannya. pekerjaan di kerajaan kecil Miss Stacy berjalan dengan lancar dan teratur. Tak seorang pun dari keluarga Sloane punya hubungan dengan keluarga Bell. tapi aku takut konser-konser akan mengganggu orang dalam kehidupannya sehari-hari. Itu adalah musim mendingan yang tak seperti biasanya. dengan tetap 169 . akibatnya kakak Moody Spurgeon. Minggu-minggu musim dingin telah berlalu. Terakhir. aku tak yakin benar-benar mau menjadi orang yang bijaksana. dan tak menguntungkan setelah dia menghirup segelas piala kegembiraan selama berminggu-minggu. dan putuslah sebuah persahabatan selama tiga tahun yang memberikan harapan. dan keluarga Sloane menjawab dengan pedas bahwa keluarga Bell tak becus mengerjakan hal kecil yang harus mereka kerjakan. Pastinya. seolah merujuk ke masa setidaknya lima puluh tahun ke belakang. Charlie Sloane berkelahi dengan Moody Spurgeon MacPherson. tak lagi duduk di meja yang sama. Bagi Anne khususnya segala sesuatu tampak sungguh sangat datar. Pasti akan sangat lebih baik menjadi bijaksana. tapi kau tak pernah tahu. konser itu meninggalkan bekas. Aku benar-benar tak dapat tidur semalam untuk waktu yang sangat lama. lalu Bessie memberitahukannya pada Julia. Josie Pye dan Julia Bell tak “bicara” selama tiga bulan. Tapi mungkin itu hanya karena aku kelelahan. tak sudi “bicara” dengan Anne selama sisa musim dingin. basi. bahwa hidup tak akan pernah persis sama seperti zaman kuno itu. dan Moody Spurgeon merasa “terpukul”. karena keluarga Bell telah menyatakan bahwa keluarga Sloane terlalu banyak ikut campur dalam acara itu.Avonlea junior merasa tak betah lagi hidup berdiam dalam keadaan yang membosankan. dia tak yakin bisa. Marilla adalah wanita yang sangat bijaksana. pada akhirnya. Ruby Gillis dan Emma White. “Aku benar-benar yakin. Ella May. Bisakah dia kembali ke kegembiraan dahulu yang menenangkan saat jauh-jauh hari sebelum konser itu? Pada awalnya. Aku hanya berbaring dalam keadaan terbangun dan membayangkan konser itu berkali-kali. Nyonya.” Bagaimana pun.

Lynde bilang Tuan. karena menurutku ia sempurna. “Sebenarnya dia sangat senang ketika seseorang menuliskan namanya di sebuah pengumuman tapi dia berpura-pura sangat marah.” sahut Diana. Menyenangkan sekali membayangkan bahwa aku akan dapat membual karenanya tanpa ditertawakan. mungkin aku akan bisa mengatasinya dengan lebih baik. Itu membuat hidup tampak jauh lebih menarik. Ada beberapa hal yang cocok untuk dibahas pada hari-hari Minggu dan itu salah satunya.” “Ruby Gillis bilang dia bermaksud memiliki seorang pacar segera saat dia berumur lima belas. Dalam dua tahun lagi aku akan benar-benar menjadi dewasa. “aku tak akan—tapi sudahlah! Aku tak akan mengatakan aku akan apa karena itu sangat tak mengenal belas kasihan.” “Kalau hidungku seperti hidungnya Alice Bell yang bengkok. jadi aku tak pernah membicarakannya sama sekali. “Alice Bell baru enam belas tahun dan dia yang mengatur rambutnya. Allan. Aku akan menunggu sampai aku tujuh belas tahun. Tapi aku kuatir itu cara bicara yang tak mengenal belas kasihan. Dosa yang menimpaku adalah terlalu banyak berkhayal dan melupakan tugas-tugasku. Allan bilang kita tak pernah boleh bicara seperti itu. ya kan? Aku sangat tak bisa membicarakan Josie Pye tanpa menggunakan kata-kata pedas. Kau mungkin sudah tahu itu. karena Miss Stacy bilang bahwa mereka harus segera menulis karangan untuk “A Winter’s Walk in Woods (Perjalanan Musim Dingin di Hutan). Allan tentang dosa yang menimpa. Kau sudah berumur tiga belas tahun selama sebulan. jadi kurasa itu bukanlah suatu hal yang baru bagimu seperti aku merasakannya.” sahut Anne mencemooh. bahkan para pendeta juga manusia dan punya dosa yang menimpa sama seperti manusia lainnya. Nyonya. Diana. hari ini aku berumur tiga belas tahun. “Ruby Gillis tak memikirkan apa pun selain pacar. Allan juga berpikir demikian. Tuan. tapi seringnya cara bicara seperti itu terjadi begitu saja sebelum kita sempat berpikir. Minggu sore yang lalu aku mengalami pembicaraan yang menarik dengan Nyonya. Meskipun begitu. tapi kupikir itu menggelikan. Aku mencoba untuk sebisa mungkin menjadi seperti Nyonya. Diana.” kata Diana.menjaga mata dan telinga dalam keadaan siap siaga di antara celotehan mereka. aku akan 170 . Nyonya.” kata Anne dengan nada kagum. Selain itu. Aku berusaha mati-matian untuk mengatasinya dan sekarang aku sungguh sudah berumur tiga belas tahun.” “Empat tahun lagi kita akan bisa mengatur rambut kita. “Aku hampir tak menyadari bahwa aku sudah remaja. “Coba bayangkan. Ketika aku bangun tadi pagi segala sesuatu tampak berbeda bagiku.” dan itu membuat mereka jadi patuh. Allan menghormati tanah yang dipijak istrinya dan ia tak terlalu yakin dibenarkan bagi seorang pendeta menunjukkan kecintaannya yang sangat besar dengan cara yang manusiawi.” kata Anne penuh tekad.

Geraldine juga punya dahi pualam. Aku mau sesuatu yang di luar kelaziman. Aku mengkhayalkannya. Oh. berambut coklat dengan hiasan kepala dan matanya bersinar redup. Itu sesuatu yang harus diingat untuk gubahan musik hutan kita. Kritik semacam itu yang aku suka. “Mereka tumbuh cantik dan hidup berdampingan sampai mereka enam belas tahun. Kemudian aku membacakannya di depan Matthew dan ia bilang itu bagus. Ide dari Miss Stacy membuat kita mengarang cerita gila!” “Oh. Aku kuatir terlalu banyak memikirkan hidungku sejak aku mendengar pujian itu dulu. atau Dalam Kematian tak Terpisahkan). Cordelia seorang gadis yang seperti raja. or In Death Not Divided (Saingan yang Iri.” Diana menghela napas.” Diana menjawab tepat. “Aku mengarangnya Senin malam yang lalu. apa yang terjadi dengan Cordelia dan Geraldine?” tanya Diana.membandingkannya dengan hidungku sendiri dan itu sia-sia. Judulnya ‘The Jealous Rival. Kemudian Bertram De Vere datang ke desa asal mereka dan jatuh cinta pada si pirang Geraldine.” kata Diana meragukan. yang mulai agak tertarik dengan nasib mereka. itu semudah mengedipkan mata.” “Well. seolah mereka sedang tertidur dan bermimpi indah.” “Aku tak pernah melihat orang bermata ungu. Hutan-hutan itu sangat putih dan tenang. Kau jauh lebih banyak tahu daripada berbuat saat kau baru berumur dua belas. dengan rambut seperti emas yang digelung dan matanya ungu seperti beludru.’ Aku membacakannya di depan Marilla dan ia bilang itu omong kosong. Geraldine adalah seorang gadis berambut pirang yang seperti ratu. Itu cerita sedih. Itu cerita tentang dua gadis cantik bernama Cordelia Montmorency dan Geraldine Seymour yang tinggal di desa yang sama dan telah saling terikat satu sama lain. Diana. lihat. “Itu mudah bagimu karena kau punya imajinasi. “Aku bisa mengatur untuk mengarang tentang hutan.” “Aku tak akan keberatan menuliskan karangan itu ketika saatnya tiba. dan manis. tapi yang akan kita serahkan hari Senin sangat buruk. ada seekor kelinci. Aku menangis seperti anak kecil ketika menuliskannya. “tapi apa yang akan kau lakukan kalau kau dilahirkan tanpa memilikinya? Kurasa kau sudah menyelesaikan semua karanganmu?” Anne mengangguk. Dia menyelamatka nyawa Geraldine ketika kudanya 171 . Aku benar-benar berpikir hutan di musim dingin seindah di musim panas. Itu benarbenar kesenangan besar bagiku. “Aku juga tak pernah lihat. Itulah salah satu keuntungan berumur tiga belas tahun. berusaha keras berbudi luhur untuk tak tampak puas dengan diri sendiri tapi sayangnya gagal. Aku sudah tahu apa itu dahi pualam.”sahut Anne.

menyangka hanya ada mereka di sana. Tapi menurutku itu bukan contoh lamaran yang sangat romantis.’ Tapi Bertram melihat semuanya dan dia saat itu juga terjun menembus arus. dia lupa dia tak bisa berenang.melarikan diri sementara dia di dalam kereta kuda.” “Imajinasimu bisa bagus kalau kau melatihnya. Aku bertanya pada Ruby Gillis apa dia tahu bagaimana seorang pria melamar karena kupikir mungkin dia ahli dalam masalah itu. mendorong Geraldine ke tepi dengan ejekan.” sahut Anne menghibur. dia benar-benar marah.’ Tapi sayang. Geraldine ku yang tiada duanya. Tapi dia berpura-pura tetap menjadi teman Geraldine seperti dulu. kau tahulah. dan dia pingsan di lengan Bertram lalu dia membawanya pulang ke rumah yang jaraknya tiga mil. kekasihku sayang. Geraldine menerimanya dengan kata-kata yang panjangnya satu halaman. Jauh lebih romantis mengakhiri sebuah cerita dengan pemakaman daripada perkawinan. Aku berharap imajinasiku sebagus imajinasimu. Tubuh mereka kemudian segera terdampar ke darat. Aku merasa agak kesulitan mengkhayalkan lamarannya karena tak ada pengalaman yang bisa kujadikan pedoman. walaupun Ruby Gillis bilang itu tak dilakukan lagi sekarang. ‘Ha. Mereka dimakamkan dalam satu kuburan dan pemakaman mereka adalah yang paling mengesankan. “Aku tak mengerti bagaimana kau bisa membuat hal gila yang menggetarkan hati. Aku membuatnya sangat muluk-muluk dan puitis dan Bertram berlutut. Seluruh kasih sayangnya pada Geraldine berubah menjadi kebencian yang menyedihkan dan dia bersumpah bahwa Geraldine tak akan pernah bisa menikah dengan Bertram. bertunangan secepat itu. dia menjadi gila karena menyesal dan diungsikan ke tempat pengasingan orang gila. Diana. Kupikir itu adalah balasan puitis atas kejahatannya. karena. karena dia benar-benar sangat kaya. kalau kita kawin musim gugur ini?’ Dan kata Susan. sayang. Aku menuliskannya kembali lima kali dan aku menganggapnya sebagai karya besarku. kegelapan mulai membayangi jalan mereka.” “Betapa sungguh indah!” Diana yang termasuk ke sekolah kritik Matthew menghela napas. Misalkan kau dan aku punya klub 172 . mengingat dia punya banyak kakak yang sudah menikah. ha. sembari berseru. dan mereka berdua tenggelam. Bertram memberinya cincin berlian dan kalung batu ruby dan berkata padanya mereka akan pergi ke eropa dalam rangka perjalanan perkawinan. Cordelia sendiri diam-diam mencintai Bertram dan ketika Geraldine bercerita padanya mengenai pertunangan itu. “Aku baru saja memikirkan sebuah rencana. kasar. Suatu malam mereka berdiri di jembatan yang dibawahnya terdapat arus yang sangat deras dan Cordelia. seluruh kereta kudanya hancur. Tapi kemudian. saling menggenggam tangan. Ruby bilang dia disembunyikan di ruangan dapur ketika Malcolm Andres melamar kakaknya Susan. ‘Ya—tidak—aku tak tahu—biar kupikir dulu’—dan begitulah mereka. ha. Anne. Mengenai Cordelia. Katanya Malcolm berkata pada Susan bahwa ayahnya telah memberikannya ladang atas namanya sendiri dan kemudian berkata. ‘Bagaimana menurutmu. jadi akhirnya aku membayangkannya sebagus yang kubisa. Diana. terutama ketika dia melihat kalung dan cincin berlian. Kuberitahu padamu aku mengalami banyak kesulitan dengan kata-kata penerimaan itu. ‘Aku akan menyelamatkan engkau.

dan mereka berdua setuju bahwa moralnya sangat bagus. Jane tak pernah memasukkannya karena katanya itu membuatnya merasa sangat tolol ketika dia harus membacakannya keras-keras.” cerita Anne pada Marilla. “Setiap anak harus membacakan ceritanya keras-keras lalu kami membahasnya. Hanya saja mereka tertawa tidak pada tempatnya. Semua anak cukup bagus mengerjakannya. Aku cerita padanya tentang The Haunted Wood (Hutan yang Angker). Aku membacakan salah satu ceritaku di depannya dan Nyonya. Tuan. Semua orang yang baik diberi penghargaan dan orang yang jahat diberi hukuman yang setimpal. Aku akan membantumu sampai kau bisa mengerjakannya sendiri.” ejek Marilla. Punyaku Rosamond Montmorency.” Ini mengenai bagaimana awal terbentuknya klub cerita.cerita sendiri yang khas dan mengarang cerita untuk latihan. Dia memasukkan terlalu banyak percintaan dalam ceritanya dan kau tahu terlalu banyak lebih buruk daripada terlalu sedikit. Kemudian Diana memasukkan terlalu banyak pembunuh dalam ceritanya. Aku lebih suka kalau orang menangis. Kau tahu. Masing-masing kami menulis menurut nom-de-plume. Secara umum aku selalu memberitahu mereka ide untuk menulis. Kami akan menyimpannya semua dengan sakral dan membacakannya pada keturunan kami. Allan juga bilang begitu. tapi itu tak sulit karena aku punya jutaan ide. Ruby Gillis agak sentimentil. Marilla. “Aku yang mempertahankan hal itu. “Kegiatan itu benar-benar sangat menarik. Membaca cerita cukup buruk tapi mengarangnya lebih buruk. Moral adalah hal terbesar. tapi ia bilang kita telah menempuh jalan yang salah dalam berimajinasi dalam cerita itu. Cerita-cerita Jane benarbenar sangat masuk akal.” “Menurutku pekerjaan mengarang-cerita ini adalah hal paling tolol. Aku yakin itu akan bermanfaat. “Kau akan memenuhi pikiranmu dengan omong kosong dan membuang waktu yang seharusnya kau gunakan untuk belajar. Jadi kami menyalinkan empat 173 . kau harus melatih imajinasimu. Diana menuliskan surat untuk Aunt Josephine menceritakan tentang klub kami dan Aunt Josephine nya membalas bahwa kami harus mengirimkan beberapa dari cerita kami untuknya. Allan. Anak laki-laki tak dibolehkan bergabung dalam klub itu— walaupun Ruby Gillis berpendapat bahwa penerimaan mereka akan membuat klub lebih mengasyikkan—dan setiap anggota harus menghasilkan satu buah cerita dalam seminggu.” “Tapi kami sangat berhati-hati memasukkan nilai moral ke dalam semua cerita itu. Jane dan Ruby hampir selalu menangis ketika aku sampai pada bagian yang menyedihkan. Katanya dia sering tak tahu akan berbuat apa apa dengan orang-orang itu jadi dia mematikan mereka untuk membuang mereka dari cerita. Pada awalnya klub itu terbatas untuk Diana dan Anne. tapi segera diperluas dengan memasukkan Jane Andrews dan Ruby Gillis dan satu atau dua murid lain yang merasa perlu melatih daya imajinasi mereka.” terang Anne. Miss Stacy juga bilang begitu. Hanya saja kita harus menempuh jalan yang benar.

Marilla tak biasa untuk menganalisa secara subyektif dengan pikiran dan perasaannya. “Aku yakin Nyonya. Anne. Marilla?” “Tak seharusnya aku berkata ada banyak kemungkinan” adalah jawaban Marilla yang memberi harapan. tapi ia juga tak selalu baik seperti sekarang. Apakah aku sangat jahat. menyadari bahwa musim dingin telah usai dan pergi dengan kegembiraan yang menggetarkan hati hingga musim semi tak pernah gagal menggetarkan hati yang paling tua dan paling sedih seperti juga ke yang paling muda dan paling gembira. Aku berharap bisa sedikit menjadi seperti Nyonya.dari cerita terbaik kami dan mengirimkannya. Hal itu membuat kami bingung karena semuanya adalah cerita yang sangat menyedihkan dan hampir semua orangnya mati. Lynde bilang begitu. dan pelupa sepertimu. Sekarang. “Ia sendiri bilang padaku begitu—bahwa. Nyonya. Mungkin ia membayangkan bahwa ia sedang berpikir tentang anggota-anggota Aid dan misi mereka serta karpet baru di ruang kebaktian. Kau telah menghabiskan setengah jam lebih lama daripada yang seharusnya karena celotehanmu.” “Tidak. Itu menunjukkan klub kami berbuat kebajikan di dunia. Marilla.” Bab XXVII – Kesombongan dan Kekesalan Jiwa Marilla. “adalah bahwa sekarang saatnya kau sudah selesai mencuci piring-piring itu. ia bilang ia sangat nakal ketika masih gadis dan selalu terlibat perkelahian. Aku sungguh benar-benar mencoba menjadikannya sebagai tujuanku tapi aku sangat sering melupakannya ketika aku sedang bersenang-senang. Allan tak pernah jadi gadis kecil yang tolol. tak peduli seberapa kecilnya mereka saat itu. Lynde bilang suatu kali ia mendengar seorang pendeta mengaku bahwa ketika beliau kecil beliau mencuri tart strawberry dari dapur bibinya dan ia tak pernah punya hormat lagi pada beliau. merasa bersemangat ketika kudengar bahwa orang lain pernah jahat dan nakal? Nyonya. Belajarlah untuk bekerja lebih dulu baru kemudian bicara. Lynde bilang ia selalu merasa terkejut ketika ia mendengar seseorang pernah nakal. Allan begitu aku dewasa. tapi 174 . berjalan pulang di suatu malam yang larut di Bulan April dari rapat Aid. Nyonya.” sahut Marilla. Miss Josephine Barry membalas bahwa ia tak pernah membaca apa pun yang sangat menghibur seumur hidupnya. dan menurutku betapa suatu harapan bagi anak-anak laki sekarang yang melakukan kenakalan dan menyesalinya karena tahu bahwa mungkin mereka bisa tumbuh menjadi pendeta karenanya. Tapi aku senang Miss Barry menyukainya. Nyonya. Aku merasa sangat bersemangat ketika mendengarnya.” “Yang kurasakan saat ini.” sahut Anne serius. Menurutku beliau benar-benar mulia dengan mengakuinya. Marilla. Apa menurutmu ada kemungkinan berhasil untuk itu. Itulah apa yang kurasakan. aku tak akan merasa seperti itu. Allan bilang itu harus menjadi tujuan kami dalam hal apa pun.

dengan bayangan pohon fir yang menjulang tinggi sampai ke padang rumput di seberang anak sungai. Aku tak peduli jika Nyonya. ia merasa pantas kecewa dan jengkel. Anne tak berhak meninggalkan rumah seperti ini ketika aku menyuruhnya tinggal di rumah tadi sore dan menjaga segala sesuatu. dengan ketenangan pepohonan maple berpucuk merah tua di sekitar kolam hutan yang seperti cermin. karena jika ia tak melakukannya aku tahu aku pasti sudah mengatakan sesuatu yang terlalu menusuk Rachel di depan semua orang. Allan membela Anne.tapi sekarang ia harus buru-buru melepskan baju terbaiknya yang kedua dan menyiapkan sendiri sarapan sebelum kembalinya Matthew dari membajak. Begitu dia meninggalkan satu tingkahnya maka dengan segera dia akan membuat tingkah yang lain. Lynde karena bicara di Aid hari ini. tanpa tanda keberadaan Anne di mana pun. Mungkin dia memang cukup cerdas dan manis. Musim semi menyebar ke tanah dan ketenangan Marilla. Tuhan tahu. Namun demikian. daripada kejadian yang tak banyak membesarkan hati pada malam-malam rapat Aid yang lama sebelum Anne datang ke Green Gables.di balik bayang-bayang ini terdapat kesadaran yang harmoni dengan asap merah yang berubah menjadi kabut ungu pucat saat matahari sedang turun. dengan kebangkitan di dunia dan getaran tersembunyi yang bergerak di bawah lempeng rumput. Dia begitu saja berhenti dengan tiba-tiba pada hal-hal semacam ini. Kuakui. yang akan menemukan kesalahan pada Malaikat Jibril sendiri jika ia hidup di Avonlea. Tapi sudahlah! Di sinilah kukatakan hal yang membuatku sangat gusar dengan Nyonya. memandang melalaui jejeran pepohonan dan sinar matahari yang memantul kembali dari jendelanya dalam beberapa koruskasi kecil yang semarak. tapi pikirannya penuh dengan omong kosong dan tak pernah dapat ditebak apa yang akan dilakukannya. Allan sungguh-sungguh berkata dia anak yang paling cerdas dan manis yang pernah dikenalnya. langkah orang yang sudah berumur setengah baya lebih ringan dan cepat karena kegembiraannya yang mendalam. Tapi aku yang mendidiknya dan bukan Rachel Lynde. Aku sangat senang ketika Nyonya. Matthew telah masuk dan sedang menunggu minuman tehnya dengan sabar di sudut. “Dia keluyuran dengan Diana. dan tak pernah sekali pun berpikir tentang waktu atau tugas-tugasnya. Ia sudah memberitahu Anne untuk berjaga-jaga dan telah menyediakan teh pada jam lima. Marilla. berpikir bahwa pasti akan sangat puas mengetahui ia akan pulang dan mendapati api unggun yang menyala-nyala dan meja yang dipersiapkan dengan manis untuk jamuan minum teh. dan aku tak bermaksud menyangkalnya. begitu ia melangkah menyusuri jalan yang lembab. saat ia menyerut ranting-ranting kecil dengan sebuah pisau berukir dan dengan kekuatan yang lebih dari yang seharusnya diperlukan. 175 .” tekadnya. Matanya memikirkan Green Gables dengan mesra. mengarang cerita atau mempraktekkan dialog atau kerjaankerjaan bodoh seperti itu. ketika Marilla memasuki dapurnya dan mendapati api tak menyala. “Aku akan membereskan Miss Anne ketika dia pulang. Akibatnya. Anne telah melakukan banyak kesalahan.

Sembari menyalakannya. Hal kecil macam itu sekarang tak lagi penting karena kurasa aku aku tak akan pernah pergi ke mana-mana lagi. aku tak tahu. Please. ia berpaling untuk melihat Anne sendiri berbaring di atas tempat tidur. “Anne Shirley. ia naik ke atas ke loteng timur untuk mengambil yang ada di atas meja Anne. Anne?” “Tidak. dan masih tak ada tanda keberadaan Anne. karena membutuhkan lilin untuk menerangi jalannya turun ke ruang bawah tanah. Tapi aku yang mendidiknya. Jangan bilang dia tak dapat dipercaya sampai kau yakin dia sudah tak mematuhimu. Karirku sudah tamat. terutama. Saat ini juga. apa masalahnya?” 176 . kubilang. Kemudian.” “Apakah ada yang pernah mendengar yang semacam itu?” Marilla yang bingung ingin tahu. Marilla.” jawab Marilla tepat. “Rahmat bagi kita.” adalah jawaban tertahan.” sahut Matthew. Tapi please. ada masalah apa denganmu? Apa yang telah kau lakukan? Bangun sekarang juga dan ceritakan padaku. “Tidak. Tentu saja aku tahu kau berada di pihaknya. Marilla. Aku sedang dalam keadaan putus asa dan aku tak peduli lagi siapa yang menjadi juara di kelas atau mengarang karangan terbagus atau bernyanyi di paduan suara sekolah-Minggu. “Kalau begitu apa kau sakit?” tanya Marilla cemas. Mungkin semuanya bisa dijelaskan—Anne pintar dalam memberi penjelasan. Marilla. Anne yang gemetar ketakutan semakin masuk ke bawah bantal seolah benarbenar ingin menyembunyikan dirinya selamanya dari mata yang mematikan. Matthew. pergilah dan jangan melihat ke arahku. pergilah dan jangan melihat ke arahku. lapar.” “Well. Cukup sekarang.” kata Marilla yang terperanjat. dengan wajah menelungkup ke bantal. “kau sudah tidur. “Kurasa dia akan sulit menjelaskanNYA untuk memuaskanku. yang. menuju ke tempat tidur. sebelumnya aku tak pernah mendapatinya tak patuh atau tak dapat dipercaya dan aku benar-benar menyesal mendapatinya seperti itu sekarang.” “Dia tak ada di sini saat aku menyuruhnya untuk tinggal. “Mungkin kau terlalu terburu-buru menilainya. sabar dan bijaksana dan. Marilla dan mencuci dan menyimpan piring-piring dengan wajah cemberut. yang menganggap lebih baik membiarkan Marilla mengungkapkan amarahnya tanpa diganggu. terengah-engah dan menyesal karena merasa telah melalaikan tugas. berjalan tergesa di atas jembatan kayu atau di Lover’s Lane.” Saat itu telah gelap ketika hidangan makan malam telah siap. belajar dari pengalaman bahwa ia menyelesaikan pekerjaan apa pun yang ada lebih cepat jika tak tertunda oleh bagian yang terlalu cepat.dengan semua kesalahannya. bukan kau.

warnanya HIJAU!” “Sebutannya mungkin hijau. “kalau aku memutuskan akan berguna untuk mewarnai rambutku. Katanya warna rambutku akan berubah menjadi warna hitam yang indah—dia benar-benar meyakinkanku itu akan terjadi. Bagaimana aku bisa menyangsikan ucapannya. Aku tak akan memberinya warna hijau.” aku Anne. Marilla? Aku tahu seperti apa rasanya bila ucapanmu diragukan. “Anne Shirley.” “Well. “Turunlah ke dapur—di sini terlalu dingin—dan ceritakan padaku apa yang telah kau lakukan. 177 . aneh. kalau itu adalah satu warna duniawi—hijau kemerahan. Rambut itu benar-benar dalam bentuk yang sangat aneh. Aku sudah memperhitungkan kerugiannya. Lalu. tapi aku bermaksud mengetahuinya. dan aku yakin sebentar lagi pasti akan terjadi. sekarang.” “Tapi aku tak bermaksud memberinya warna hijau. “Lihatlah rambutku. Tak pernah seumur hidupnya Marilla melihat sesuatu yang sangat fantastis seperti rambut Anne saat itu. “Tapi kupikir akan berguna menjadi agak jahat untuk menyingkirkan rambut merah. Marilla.” sahut Marilla sinis.” bisiknya. “Kalau pun aku jahat aku bermaksud jahat untuk suatu tujuan. Karena itu. Marilla mengangkat lilinnya dan melihat rambut Anne dengan teliti. setidaknya aku akan mewarnainya dengan warna yang pantas. “Ya. dengan garis-garis merah asli di sana sini untuk semakin menampakkan efek menakutkan. Selain itu. apa kau tak tahu itu hal jahat untuk dikerjakan?” “Ya. Tapi sekarang aku tahu punya rambut hijau sepuluh kali lebih buruk. Kau tak sekalipun terlibat dalam perkelahian selama lebih dua bulan. Marilla. “Kupikir tak ada yang bisa seburuk rambut berwarna merah.” rintih Anne. kau tak tahu betapa sungguh buruknya aku. terurai lebat ke punggungnya. warnanya hijau. apa yang telah kau lakukan pada rambutmu?” “Aku mewarnainya. Marilla. Oh. yang pudar.” protes Anne murung. Dan Nyonya.” “Mewarnainya! Mewarnai rambutmu! Anne Shirley.” “Aku tak tahu bagaimana kau terlibat dalam kesulitan ini.Anne telah merosot ke lantai dalam kepatuhan karena putus asa.” ujar Marilla. aku tahu itu agak jahat. aku bermaksud tampil ekstra cantik dengan cara lain untuk mewujudkannya. apa yang telah kau lakukan dengan rambutmu? Ya ampun. Marilla. Aku sudah menduga suatu waktu akan ada sesuatu yang aneh.

Dalam sekejap aku melihat diriku sendiri dengan rambut hitam indah dan godaan itu tak tertahankan.” “Anne Shirley. bagaimana pun juga kebenarannya patut dicurigai dalam hal lain. ketika aku melihat warna yang mengerikan mengubah warna rambutku aku tahu. karena dia bilang bahwa. Anne mencuci rambutnya.” Karena itu. Aku mau membeli sesuatu darinya untuk membantunya melaksanakan tujuan yang sungguh berguna itu. Tapi saat itu aku tak punya bukti dan aku percaya setiap ucapannya SECARA MUTLAK. Kurasa hal pertama adalah mencuci rambutmu bersih-bersih dan kita lihat apa ada gunanya. Anne. Kupikir penjual itu sangat baik hati. “Aku tak akan pernah bisa hidup seperti ini. Aku ingat apa yang kau bilang. dan aku keluar. menutup pintu dengan hati-hati. menggosoknya dengan kuat dengan air dan sabun. Oh. kuharap kau menyesal untuk tujuan yang baik. Sekarang aku punya bukti—rambut hijau cukup jadi bukti bagi siapa pun. Marilla. Dia bicara tentang mereka dengan penuh perasaan hingga membuatku tersentuh. Dan sejak itu aku telah menyesal. dia bukan orang Italia—dia Yahudi Jerman. aku tak membiarkannya masuk ke dalam rumah. Aku membeli pewarna darinya. Penjual itu pasti telah berkata benar ketika dia bilang pewarna itu tak akan luntur. dan oh. Lagipula. aku menyesal menjadi nakal. dan melihat benda ini di anak tangga. Tuhan tahu apa yang harus dilakukan. Dia punya satu kotak penuh dengan benda-benda yang sangat menarik dan dia bilang padaku dia bekerja keras memperoleh banyak uang untuk membawa istri dan anaknya pergi dari Jerman. tapi sepanjang perbedaan yang tampak dia mungkin juga malah menggosok warna merah aslinya. sudah seberapa sering aku bilang padamu jangan pernah membawa masuk seorang pun dari orang-orang Italia itu ke rumah! Aku sama sekali tak yakin untuk memberi mereka harapan untuk mampir. dia akan menjualnya 50 sen dan dia akan memberikannya. dan segera begitu dia pergi aku naik ke atas sini dan memakainya dengan sikat rambut lama seperti yang tertulis pada petunjuk. apa yang harus kulakukan?” tanya Anne berurai air mata. Jadi aku membeli pewarna itu.Allan bilang kita tak boleh mencurigai orang tak berkata yang sebenarnya pada kita kecuali kita punya bukti mereka memang berbohong. Aku memakai semua isi botol. Orang-orang telah cukup melupakan 178 .” sahut Marilla pedas. Penjual itu bilang pewarna rambut itu dijamin dapat memberi warna hitam indah pada rambut dan tak akan luntur.” “Siapa yang bilang? Siapa yang kau bicarakan?” “Penjaja keliling yang ada di sini tadi sore. untukku. Tapi harganya sebotol 75 sen dan aku hanya punya 50 sen sisa dari uang ayamku.” “Well. “dan matamu jadi terbuka kemana kesombongan membawamu. Marilla. Kemudian tibatiba aku melihat botol pewarna rambut itu.” “Oh.

Dan oh. dan selesaikanlah. Ini kemalangan yang sungguh tidak romantis.” Ketidakbahagiaan Anne berlangsung selama seminggu. Gadis-gadis di buku kehilangan rambut mereka karena demam atau menjualnya untuk memperoleh uang untuk perbuatan yang baik. Mereka akan berpikir aku tak pantas dihormati. “Tolong pangkas rambutku sekaligus. dari semua hal. tapi dia menyadari kenyataan pahit dari perkataan Marilla. Dengan desahan sedih dia pergi mengambil gunting. “Aku tak akan.” Bibir Anne gemetar. Orang luar yang tahu rahasia fatal itu hanya Diana sendiri. ya kan? Aku akan menangis selama kau memangkasnya. tak ada cara lain. Anne. Dan aku juga tak akan mencoba mengkhayalkannya. dan aku yakin aku akan sangat tak keberatan kehilangan rambutku karena alasan mode. tapi sekarang aku tahu aku memang berlagak. Aku tak pernah menyangka aku berlagak dengan rambutku. untuk sedikit mungkin menguraikan masalah itu. Ini tampak sungguh tragis. aku akan. Selama waktu itu dia tak pergi kemana-mana dan mencuci rambutnya dengan shampo setiap hari. Marilla. Kemudian tiba-tiba dia membetulkan cermin itu. tapi itu benar. Rambutmu harus dipangkas. ‘betapa kusutnya jaringan yang kita tenun saat pertama kali kita mencoba untuk berbohong. meskipun warnanya merah. dan bisa dikatakan sekarang ini dia menepati janjinya. Kau tak bisa keluar dengan rambut seperti itu. ketika dia naik ke lantai atas dan melihat di cermin. dia tenang dalam keputusasaan. Aku anak perempuan yang paling tidak bahagia di pulau Prince Edward. Marilla telah menyelesaikan tugasnya dan dia merasa perlu untuk mengatapi rambutnya dengan sirap sedekat mungkin. Aku akan menebus dosa karena jadi nakal seperti itu. aku TAK BISA menghadapi Josie Pye. Lynde.’ Itu sebuah puisi. aku merasa hatiku hancur. Tapi mereka tak akan pernah melupakan ini. Marilla. tapi kemudian. Itu pewarna yang tak luntur yang tak ada obatnya.” Lalu Anne menangis. “Ya. Tapi tak ada yang menyenangkan jika rambutmu terpaksa dipangkas karena kau telah memberinya warna yang mengerikan. Aku akan memandang diriku setiap saat aku masuk ke kamarku dan melihat betapa jeleknya aku. Oh.kesalahanku yang lain—kue obat gosok itu.” serunya menggebu. jika itu tak akan mengganggu. membuat Diana mabuk dan marahmarahan dengan Nyonya. tak kan pernah melihat diriku lagi sampai rambutku tumbuh. juga. Josie Pye benar-benar akan tertawa! Marilla. Di akhir minggu Marilla berkata pasti: “Itu tak ada gunanya. Oh. karena 179 . Anne segera membalikkan cermin itu ke dinding. Hasilnya tidaklah pantas. tapi dia berjanji dengan sungguh-sungguh tak akan pernah cerita.

Tapi untuk merebahkan diri 180 . Tapi aku tak melakukannya. yang. dan tumbuh dewasa menjadi kebanggaan bagimu. Dia bilang menurutnya itu akan sangat pantas.” ujar Diana. “Aku tak berkata apa-apa ketika Josie mengatakan itu padaku.” Merupakan cara bicara Marilla yang suka didengarnya. bagaimana pun juga. Marilla. Sakit-sakit di kepalaku ini semakin bertambah parah dan parah. sepertimu. Dengan begitu akan menyenangkan. Diana bilang ketika rambutku mulai tumbuh akan mengikatkan pita beludru hitam di kepalaku dengan simpul di salah satu sisinya. Aku sungguh ingin menjadi baik. tadi sore sangat mengerikan. Aku akan menyebutnya jaringan rambut—kedengarannya sangat romantis. Bab XXVIII – Perawan Bunga Lily yang Malang TENTU saja kau harus jadi Elaine. bahkan tidak juga Josie Pye. aku tak tahu aku keberatan—aku sudah sangat terbiasa dengannya. Aku tahu itu. aku hanya melihatnya sekilas dengan pandangan menghina dan setelah itu aku memaafkannya. Allan dan Miss Stacy.” sahut Ruby Gillis. lebat.” “Tidak juga aku. “Aku tak keberatan mengapung di bawah kalau ada dua atau tiga dari kita di darat sana dan kita bisa berjaga-jaga. Mengenai celotehanmu. Marilla? Apa itu membuat kepalamu sakit?” “Kepalaku sudah lebih baik sekarang. Kau akan merasa sangat berbudi luhur saat kau memaafkan orang. “Aku tak akan pernah punya keberanian untuk mengapung di bawah sana. dengan gemetar. Anne.rambutku sangat panjang. tapi terkadang sangat sulit mempercayai sesuatu bahkan ketika kau mengetahuinya. Kuharap selanjutnya akan terjadi sesuatu pada hidungku. Tapi apa aku terlalu banyak bicara.” Rambut Anne yang terpangkas membuat sensasi di sekolah pada Senin berikutnya. tapi yang membuatnya lega tak seorang pun menebak penyebab sebenarnya.” curhat Anne malam itu pada Marilla. Berat sekali rasanya dikatakan tampak seperti orang-orangan sawah dan aku ingin mengatakan sesuatu untuk membalasnya. ya kan? Aku bermaksud untuk mencurahkan tenagaku untuk menjadi baik setelah ini dan aku takkan mencoba lagi untuk jadi cantik. tak berhenti mengatakan pada Anne bahwa dia tampak seperti orang-orangan sawah. Aku harus pergi ke dokter karenanya. “karena kupikir itu bagian dari hukumanku dan aku harus menanggungnya dengan sabar. Walaupun. Tentu saja lebih bagus menjadi baik. dan keriting. Nyonya. yang sedang berbaring di sofa karena salah satu sakit kepalanya.

itu akan merusak efeknya. Anne.” “Tentu saja itu akan romantis.” Jane Andrews mengakui.” kata Diana dengan sungguh-sungguh. dan Anne datang untuk bermain bersama mereka. Idlewild adalah sesuatu dari masa lalu. Namun demikian itu menggelikan. Dan Elaine adalah perawan bunga lily . Apa menurutmu warnanya sekarang bisa jadi adalah coklat kemerahan. Ruby harus jadi Elaine karena dia sangat cantik dan punya rambut indah panjang keemasan—Elaine punya ‘semua rambut indahnya yang terurai. “Aku sendiri kadang-kadang berpikir begitu—tapi aku tak pernah berani bertanya pada seseorang karena takut dia akan bilang yang sebaliknya. “tapi aku tahu aku tak bisa tetap tenang.’ kau tahu. yang mudah tersipu karena gembira. Aku benar-benar akan mati karena ketakutan.” Anne bersedih. terlalu tua untuk hiburan kekanakan semacam itu seperti rumah bermain. Anne telah duduk di antara tunggultunggul dan menangis. Dan kau tahu. benarkah?” seru Anne. bukannya tak mencari kawan untuk melamun karenanya. karena. bagaimana pun. seperti dia dan Diana bilang.” “Wajahmu sungguh sama cantiknya dengan wajah Ruby.dan berpura-pura mati—aku sungguh tak bisa. Ruby dan Jane menghabiskan sore pertengahan musim panas dengan Diana. yang akan beranjak empat belas. meskipun ujungnya adalah platform kecil dari kayu yang ditambah ke air untuk kemudahan para pelayan dan pemburu bebek. Diana?” “Ya. orang yang berambut merah tak bisa jadi perawan bunga lily. tapi dia cepat terhibur. melihat kagum pada keriting pendek seperti sutra yang menumpuk di kepala Anne dan dihiasi dengan pita beludru hitam dan simpul yang sangat bergaya. dan kupikir itu sangat cantik. “Aku tak takut untuk mengapung di bawah dan aku akan suka jadi Elaine. Bell telah dengan kejam menebang lingkaran kecil pepohonan di padang rumputnya di belakang pada musim semi. “dan rambutmu jauh lebih gelap daripada saat sebelum kau memotongnya. Mereka berdiri di tepi kolam. dimana sebuah tanjung kecil yang pinggirannya dilingkari dengan pepohonan birch yang menganjur dari tepi.” sahut Diana. Aku akan muncul setiap menit atau begitulah untuk melihat aku ada dimana dan apa aku hanyut terlalu jauh. Menyenangkan memancing ikan tawar dari atas jembatan dan kedua gadis itu belajar 181 .” “Tapi akan sangat menggelikan bila Elaine nya berambut merah. Anne dan Diana telah menghabiskan sebagian besar waktu bermain mereka musim panas itu di dan sekitar kolam. di bawah Orchard Slope. gadis dewasa berumur tiga belas tahun. Nah. dan ada hiburan yang lebih menarik untuk didapatkan di kolam. Tuan.” “Oh.

tapi sehelai syal piano tua dari kain krep Jepang berwarna kuning adalah pengganti yang sangat bagus.mengayuhkan diri mereka sendiri dalam dory kecil berdasar-rata yang Tuan. namun jiwa seninya menuntut kecocokan untuk itu dan ini.” “Ruby. dia sungguh tampak benar-benar mati. “Ruby. Mereka telah menganalisa. Kemudian setangkai lily putih juga tak dapat diperoleh. Tolol bagi Elaine untuk bicara ketika dia mati. Kita tak bisa punya servitor bodoh tua karena tak ada ruangan untuk dua orang dalam flat ketika satu orang merebahkan diri. Diana. Apa menurut kalian sungguh benar berakting seperti ini? Nyonya.” ujar Anne. Tak ada kain keemasan untuk penutup. Masa-masa itu. Mereka telah mempelajari sajaksajak Tennyson di sekolah musim dingin sebelumnya. dia merasa. dan Anne diam-diam sangat menyesal dia tak dilahirkan di Camelot. Guinevere dan King Arthur telah menjadi orang yang yang sangat nyata bagi mereka. “Oh. Mereka melakonkan Elaine adalah ide Anne. Lynde. Anne membentangnya di atas flat dan mereka merebahkan diri di dasarnya. katanya. Rencana Anne disambut dengan antusias. menyerah dengan enggan. tapi setidaknya perawan bunga lily. Barry rawat simpan untuk menembak bebek. “Itu merusak efeknya karena ini ratusan tahun sebelum Nyonya.” Selendang hitam telah didapat. kau urus ini. Jane. menguraikan kalimatnya dan membahasnya secara umum sampai merupakan suatu keajaiban adanya makna yang tertinggal di dalamnya bagi mereka. Pengawas Pendidikan telah memasukkannya dalam mata pelajaran Bahasa Inggris untuk sekolah di Pulau Pangeran Edward. “Well. “Itu membuatku merasa ketakutan. Lancelot. tapi 182 . keterbatasannya membuat tak mungkin. Jane akan jadi Guinevere dan Diana harus jadi Lancelot.” Jane cocok untuk kesempatan itu. Kita harus menyelubungi tongkang seluruh panjangnya dengan samite paling hitam. melihat wajah putih mungil yang diam di bawah kedipan bayangan pepohonan birch. Lynde bilang semua akting-drama adalah kejahatan yang buruk sekali. Anak-anak itu telah mengetahui bahwa kalau ban kempes didorong dari tempat mendarat maka ban itu akan berhanyut-hanyut dengan arus di bawah jembatan dan akhirnya kandas sendiri di tanjung lain yang lebih rendah di bawah yang menganjur di sebuah tikungan di kolam. Lynde lahir. aku akan jadi Elaine.” ujar Anne pedas. Mereka telah sering turun ke bawah seperti ini dan tak ada yang bisa lebih menyenangkan untuk memainkan Elaine.” bisik Ruby Gillis gugup. walaupun dia akan senang memainkan peran terpenting. kawan. jauh lebih romantis daripada saat sekarang. karena. kau harus jadi King Arthur. kau seharusnya tak bicara tentang Nyonya. dengan mata terpejam dan tangan terlipat di dada. Tapi pertama kalian harus jadi saudara dan ayah. Selendang hitam ibumu itu akan jadi penutupnya.

’ Itu lebih baik.’ kalian berdua sebisa mungkin menyedihkan. Sekarang tolak flat itu.” katanya pada Nyonya.” Jadi flat itu didorong. Tapi doaku terjawab. kau bilang. Guinevere dan King Arthur. Sebentar-sebentar Anne harus berjuang untuk berdiri. tapi tak perlu waktu lama untuk dia menyadari bahwa dia sedang dalam keadaan yang berbahaya.’ berulang-ulang. demi Tuhan senyumlah sedikit. Anne. tapi saat itu 183 . Itu posisi yang sangat tidak romantis. Dimana kayuh-kayuh itu? Tertinggal di pendaratan! Anne dengan terengah mengeluarkan jeritan kecil yang tak terdengar oleh siapa pun.efek dari setangkai bunga iris biru tinggi yang diletakkan di salah satu tangan Anne yang terlipat adalah apa yang bisa diharapkan. menyeberangi jalan. Lancelot. karena flat itu terbentur tepat ke satu tiang pancang selama semenit dan aku berjuang mengatasi sandungan besar yang telah ditakdirkn Tuhan. kau bilang. dia sudah siap. “Aku benar-benar sangat ketakutan. Aku benar-benar berkata. ‘Sister. Allan keesokan harinya. ‘Selamat jalan. Diana. Nyonya.” ujar Jane. Aku berdoa. tapi aku tak memejamkan untuk berdoa. Dengan begitu flat akan penuh dan tenggelam jauh sebelum sempat sampai ke tanjung yang lebih rendah. mereka akan dalam keadaan siap untuk menyambut perawan bunga lily. dengan sangat sungguh-sungguh. mengambil kain penutup keemasannya dan kain penutup peti mati dari samite paling hitam dan memandang dengan tatapan kosong ke celah besar di dasar tongkangnya dari mana air benar-benar mengalir. Diana. bibirnya pucat. Selama beberapa menit Anne. selamat jalan untuk selamanya. Sesuatu yang terjadi kemudian sama sekali tidak romantis. “Kita harus mencium keningnya yang tenang dan. Dan di sanalah aku. Dalam keadaan seperti itu kau tak akan terlalu berpikir untuk mengarang doa yang muluk-muluk. Ada satu kesempatan—hanya satu. “dan terasa seperti bertahun-tahun sembari flat itu terhanyut menuju ke jembatan dan air di dalamnya bertambah setiap saat. karena aku tahu satu-satunya cara Tuhan bisa menyelamatkanku adalah dengan membiarkan flat itu mengapung cukup dekat dengan salah satu tiang pancang jembatan untuk aku naiki. dalam prosesnya flat itu menggores dengan kasar tiang pancang yang tertanam. Flat itu mulai bocor. ‘Tuhan tercinta. tapi dia tak kehilangan penguasaan diri. Kau tahu Elaine ‘berbaring seolah-olah dia tersenyum. yang hanyut dengan perlahan. Allan. Anne tak mengetahui ini. dan menuju ke bawah ke tanjung yang lebih rendah dimana.’ da Ruby. menikmati keromantisan keadaannya itu sepenuhnya. tolong bawa flat ini mendekat ke tiang pancang dan aku akan melakukan yang selebihnya. Allan. berpegangan erat pada tiang pancang tua yang licin tanpa bisa bergerak ke atas atau pun ke bawah. Jane dan Ruby hanya menunggu cukup lama untuk melihtanya terjebak dalam arus dan menuju ke arah jembatan sebelum mengambil langkah seribu ke hutan. sister yang manis. “Nah. Nyonya. Tiang pancang tajam di pendaratan itu telah menghancurkan kepingan pentungan yang terpaku di flat.

saudara-saudara sekalian! Andaikan tak kan pernah ada yang datang! Andaikan dia menjadi sangat kelelahan dan kejang sampai-sampai tak sanggup bertahan lebih lama lagi! Anne melihat ke kedalaman hijau mengerikan di bawahnya. menaikkan kayuhannya. mereka mulai berlari dalam keadaan kalut menerobos hutan. tapi sementara itu posisinya sudah sangat tak nyaman. Kemudian. karena aku tahu mungkin aku harus bergantung pada pertolongan manusia untuk kembali ke tanah kering. setiap menit terasa sejam oleh perawan bunga lily yang malang. 184 . beku ketakutan karena tragedi itu. yang sangat membuatnya takjub. bosan dan gusar. Kenapa tak ada seorang pun yang datang? Kemana anak-anak itu pergi? Andaikan mereka pingsan. Jane dan Diana. di buritan dengan tangan penuh dengan selendang yang meneteskan air dan kain krep yang basah. Menit-menit berlalu sudah. Ruby. berjuang masuk ke dalam dory. seputih kertas. Pertolongan akan segera datang. bergoyang-goyang lama.aku tak memikirkannya. Anne?” tanya Gilbert. bayangan yang bergetar dan seperti berminyak. Benar-benar sangat sulit untuk berwibawa dalam keadaan seperti itu! “Apa yang telah terjadi. sembari menjerit dengan suara sekeras-kerasnya. Anne. Anne. Imajinasinya mulai menunjukkan semua jenis kemungkinan yang sangat mengerikan padanya. baru saja dia berpikir tak akan sanggup menanggung rasa sakit di lengan dan pinggangnya lebih lama lagi. yang berpegangan erat dengan pasrah pada tumpuannya yang berbahaya. Aku langsung mengucapkan doa penuh syukur dan kemudian aku memusatkan perhatian untuk berpegangan dengan erat. Sejenak mereka terpaku berdiri. tak pernah berhenti meskipun mereka telah menyeberangi jalan utama untuk melihat sekilas ke arah jembatan. melihatnya lenyap benar-benar di depan mata mereka dan tak ada kesangsian kecuali bahwa Anne ikut hilang bersamanya. Gilbert Blythe datang ke bawah jembatan dengan mendayung dory Harmon Andrews! Gilbert memandang sekilas ke atas dan. “Anne Shirley! Bagaimana kau bisa ada di situ?” dia berteriak. berpegangan erat pada tangan Gilbert Blythe.” Flat itu terhanyut ke bawah jembatan dan kemudian tenggelam dengan cepat di tengah-tengah sungai. Kau tak terlalu berpikir tentang keromantisan ketika kau baru saja lepas dari ancaman terkubur dalam air. dimana dia duduk. Tanpa menunggu jawaban dia berusaha mendekat ke tiang pancang dan mengulurkan tangannya. melihat mereka berlari dan mendengar jeritan mereka. Tak bisa berbuat apa-apa lagi. kemudian. yang telah siap menanti flat itu di tanjung yang lebih rendah. terlihat wajah putih mungil yang mencemooh melihat ke arahnya dengan mata abu-abu besar penuh ketakutan tapi juga penghinaan.

“Aku tak kan pernah lagi memintamu untuk berteman. Gadis-gadis itu berlari mencari pertolongan. Jantungnya berdetak cepat. tapi tetap saja--! Pada keseluruhannya. dan aku tak mau jadi temanmu!” “Baik!” Gilbert melompat ke dalam sampan kecilnya dengan rona kemarahan di pipinya. dengan meremehkan bantuan. Gilbert Blythe.” Anne menjelaskan dengan tak ramah. Dia tetap menegakkan kepalanya. Gilbert memanggilnya “wortel” dan telah membuatnya malu di depan seluruh sekolah. Kekesalannya. “Aku berhutang budi padamu. tampaknya tak sedikitpun hilang dan melunak oleh waktu.” katanya dengan angkuh begitu dia berbalik. dia telah sangat menghinanya. Lagipula. meloncat dengan cekatan ke darat. Tak bisakah kita jadi teman baik? Aku benar-benar menyesal telah membuat lelucon dengan rambutmu saat itu. “Anne. yang bagi murid lain dan orang yang lebih dewasa mungkin sama menggelikannya dengan penyebabnya. Flat itu mulai bocor dan aku keluar naik ke tiang pancang. dan Anne naik ke jalan kecil yang ditumbuhi tanaman pakis di bawah pepohonan maple. Kejadian dua tahun lalu terbayang kembali sangat jelas dalam ingatannya seolah itu terjadi kemarin. Dia benci Gilbert Blythe! Dia tak akan pernah memaafkannya! “Tidak. Anne lebih suka berpikir akan melegakan dengan duduk dan menangis sepuasnya. Tapi Gilbert juga telah melompat dari perahu dan sekarang memegang lengan Anne untuk menahannya. Tapi kegetiran dari penderitaan lamanya dengan cepat membuat ketetapan hatinya yang goyah menjadi kaku. Kupikir rambutmu sekarang sudah sangat bagus—sungguh aku jujur. “Aku tak kan pernah menjadi temanmu. bahkan tanpa melihat pada penyelamatnya. Yuk kita berteman. setengah menggebu dalam mata hazel Gilbert adalah sesuatu yang enak untuk dilihat. itu sudah lama sekali. Dia baru saja merasakan sebuah kesadaran aneh muncul dalam seluruh harga dirinya yang tersakiti bahwa ekspresi setengah malu. Tentu saja. agak aneh. “lihatlah kemari.“Kami sedang bermain Elaine.” Anne ragu sejenak. Aku tak bermaksud untuk membuatmu marah dan maksudku itu hanya untuk luculucuan saja. Anne Shirley. 185 . Dia benar-benar sungguh kacau. “dan aku harus berhanyut-hanyut ke Camelot di dalam tongkang—maksudku flat. tapi dia sadar akan rasa penyesalan yang aneh.” katanya tergesa. Apakah kau akan cukup baik untuk mengantarkanku sampai ke pendaratan?” Gilbert dengan menurut mengantarkan ke pendaratan dan Anne. karena reaksi dari ketakutannya dan harus terus menerus berpegangan erat membuatnya merasa begitu. Dan aku juga tak peduli!” Dia bergerak pergi dengan cepat dan sikap menantang. Dia hampir berharap telah menjawab Gilbert dengan cara yang berbeda.” katanya dingin.

karena Marilla telah pergi ke Carmody dan Matthew sedang menyiapkan jerami di ladang belakang. Diana. akhirnya bisa cukup bernapas setelah ucapannya.” “Oh. Mereka tak menemukan seorangpun di Orchard Slope. bagimana kau bisa selamat?” “Aku naik ke salah satu tiang pancang. Di keluarga Barry dan Cuthbert terjadi kegemparan besar ketika peristiwa sore itu terungkap. dan Nyonya. kurasa aku akan sadar. Anne. Sebuah tangisan yang betul-betul. Anne. kawan. Dan Ruby sedang histeris—oh. Aku benar-benar menyesal kalian sudah sangat ketakutan. Itu semua salahku.” Firasat Anne terbukti lebih dapat dipercaya daripada firasat yang mungkin suka dilakukan. hampir memeluknya dan menangis karena lega dan gembira. “Kurasa kemungkinanku untuk menjadi bijaksana sekarang lebih cerah dari sebelumnya. 186 . sementara Jane dan Diana berlari menerobos Hutan Angker dan menyeberangi anak sungai menuju ke Green Gables. Barry sedang pergi. “Tentu kau akan bicara dengannya setelah kejadian ini. Anne—kami pikir—kau sudah—tenggelam—dan kami merasa seperti pembunuh—karena telah memaksa—kau jadi—Elaine. Anne?” erang Marilla.” jawab Anne optimis. Andrews dan membawaku ke darat. Kita telah hancur dan kehilangan flat ayahmu. Tuan. Jane Andrews. telah menenangkan saraf-sarafnya dan mengembalikannya ke kegembiraannya yang biasa. Disana mereka juga tak mendapati siapa pun. “Oh.” Diana terengah-engah. betapa tampannya dia! Oh.” jelas Anne dengan lelahnya.” ujar Marilla. Aku merasa yakin telah dilahirkan di bawah bintang sial.” “Aku tak mengerti.” jawab Anne cepat. “Dan aku kan pernah mau mendengar kata-kata ‘romantis’ lagi. ya. itu sangat romantis!” kata Jane. dengan semangat lamanya yang kembali dalam sekejap. Semua yang kulakukan membuatku atau kawan-kawan tercintaku mendapat masalah. Di sini Ruby Gillis tak tahan untuk histeris.Di tengah jalan dia bertemu dengan Jane dan Diana yang cepat-cepat kembali ke kolam dalam keadaan nyaris jauh dari hiruk-pikuk. dan aku punya firasat kita tak akan diijinkan berdayung di kolam lagi.” “Tentu saja aku tak kan bicara. “oh. “Apakah kau akan punya kesadaran. dan ditinggalkan agar sedapat mungkin pulih dari kehisterisannya. “lalu Gilbert Blythe datang dengan mengayuh dory Tuan. yang memperturutkan kesunyian yang menyenangkan di loteng timur. Anne. “Oh. Marilla.

” jelas Anne. meletakkan sebelah tangan di bahu Anne ketika Marilla keluar. Pewarnaan rambutku menyembuhkanku dari sifat suka berlagak. Sejak aku datang ke Green Gables aku telah membuat banyak kesalahan.” ujar Marilla skeptis. “sedikit romatis adalah hal yang baik—tidak terlalu banyak.” bisiknya malu-malu. tapi untuk sebagian besar tempat sudah teduh di bawah pepohonan maple. dan tak ada musik di dunia yang lebih indah daripada yang dibuat oleh angin pada pepohonan fir malam pada malam hari.” Bab XXIX – Suatu Masa dalam Kehidupan Anne Anne meggiring sapi-sapi itu pulang dari padang rumput belakang melewati jalan Lover’s Lane. sangat jarang. tentu saja—simpanlah sedikit. simpanlah sedikit keromantisan itu. Itu suatu malam di Bulan September dan semua celah dan tanah terbuka di hutan dipenuhi dengan cahaya merah delima matahari terbenam. Disana-sini jalanan tersirami dengan cahaya itu. Ketika dia sampai pada baris Para penombak yang keras kepala itu masih berhasil 187 . Masalah bros batu baiduri menyembuhkanku dari turut campur dengan sesuatu yang bukan milikku. Itu mungkin cukup mudah di Camelot yang bermenara ratusan tahun yang lalu. Kesalahan kue obat gosok menyembuhkanku dari kecerobohan dalam memasak. Sapi-sapi itu berjalan menyusuri jalan dengan tenang. “Jangan buang semua keromantisanmu. dan Anne mengikuti mereka dengan melamun. yang sedang duduk diam di pojok. Anne. mengulang keras-keras pertentangan bagian syair dari MARMION—yang juga menjadi bagian dari pelajaran Bahasa Inggris mereka musim dingin sebelumnya dan yang Miss Stacy paksakan untuk mereka pelajari luar kepala—dan bersuka ria pada baris-barisnya yang padat dan ketidakserasian dalam perumpamaannya.” “Aku yakin aku sangat berharap. Sekarang aku tak pernah memikirkan rambut dan hidungku—setidaknya. Angin berhembus sekencang-kencangnya. Kesalahan Hutan Angker menyembuhkanku dari membiarkan angan-anganku melantur.Marilla. Aku merasa benar-benar yakin kau akan segera melihat perbaikan besar dalam diriku dalam hal ini. tapi sekarang keromantisan tidak dihargai. “hari ini aku telah belajar sebuah pelajaran baru dan berharga. dan setiap kesalahan telah membantu menyembuhkanku dari beberapa kelemahan besar. Dan kesalahan hari ini akan menyembuhkanku dari bersikap terlalu romantis. Anne. Tapi Matthew. dan tempat di bawah pepohonan fir telah terisi dengan senja terang berwarna lembayung laksana wine yang halus. Aku sudah menyimpulkan tak ada gunanya mencoba untuk romantis di Avonlea.“Well.

“mungkin aku tak akan menyombongkan diri karenanya kalau pun dia melakukannya. Itulah yang dikatakannya minggu lalu ketika Jane mengajakku pergi bersama mereka dengan kereta kuda bertempat duduk-ganda ke konser American di Hotel White Sands. dan Aunt Josephine mau kau dan aku pergi ke kota Hari Selasa depan dan berhenti dengannya untuk melihat Pameran. aku punya kabar yang seperti itu. Dia akan bilang bahwa dia tak bisa mendukung keluyuran. “kalau tidak itu adalah Moody Spurgeon MacPherson melihat kau pulang dari pertemuan doa semalam.” jerit Anne. Anne. Diana.” “Ibu Jane akan mengijinkannya mengadakan pesta ulang tahunnya?” Diana menggelengkan kepalanya.Hutan mereka yang gelap dan tak dapat ditembus. dia berhenti dalam kegembiraan untuk memejamkan matanya bahwa mungkin lebih baik dia mengkhayalkan dirinya salah seorang dari kumpulan yang heroik itu. mata hitamnya menari-nari karena suka cita. tapi Marilla bilang sebaiknya aku tinggal di rumah mempelajari pelajaranku dan begitu juga dengan Jane. tetapi ketika malam tiba kupikir malam masih lebih indah. Aku merasa sangat sedih sampai-sampai aku tak ingin berdoa ketika 188 . “Bukankah malam ini persis seperti mimpi berwarna ungu. Aku kecewa sekali. Kau boleh punya tiga tebakan.” ujar Diana. Aku ingin pergi. “apa kau serius? Tapi aku takut Marilla tak kan mengijinkanku pergi. Tebak. Anne. Tapi dia tak mau memperlihatkan rasa penasarannya yang menggebu-gebu. Diana? Itu membuatku sangat senang bisa hidup. “tapi oh. Allan mau kita yang menghiasi gereja. Ini terlalu hebat. Diana.” sahut Anne putus asa. merasa perlu bersandar di sebuah pohon maple untuk menopang.” bisik Anne. Ya kan?” “Kupikir tidak. “Aku tak bisa mengira apa itu.” “Akhirnya Charlotte Gillis akan menikah di gereja dan Nyonya.” seru Diana marah. “Bukan.” “Ini malam yang sangat bagus. Pacar Charlotte tak akan menyetujuinya. karena itu akan sangat menyenangkan. Di waktu pagi aku selalu berpikir pagi hari adalah yang terbaik. makhluk yang mengerikan! Sudah kuduga kau tak bisa menebaknya. Nah!” “Oh. dan menurutnya itu akan tampak jauh lebih mirip dengan upacara pemakaman. Ketika dia membukanya lagi terlihat Diana datang melalui pintu gerbang yang menuju ke lapangan keluarga Barry dan tampak sangat penting sampai-sampai Anne menebak dengan cepat ada kabar yang akan disampaikan. Hari ini ibu menerima sepucuk surat dari Aunt Josephine. Tebak lagi. karena belum ada seorang pun yang menikah di gereja.

Jas itu akan selesai Sabtu malam. Tapi Matthew bilang aku harus punya sebuah jas baru. itu akan lebih dari yang sanggup kutanggung. dan telah bangun sebelum matahari terbit pada pagi Selasa. maka harus berangkat pagi-pagi sekali. Topiku sangat cantik. dan aku mencoba tidak membayangkan diriku berjalan di jalur antara tempat duduk di gereja pada Hari Minggu dengan setelan baruku dan topi. “Kalau aku memikirkannya dan kemudian kecewa. Tapi itu topik yang sangat menarik.” sahut Diana. Jauh lebih mudah menjadi baik kalau pakaian-pakaianmu modis. jadi Marilla membeli sehelai kain tenunan dari sutra berwarna biru yang indah. itu lebih mudah bagiku. Diana. Apa menurutmu kita salah terlalu banyak memikirkan pakaian? Marilla bilang itu berdosa. Aku sangat senang. Lynde untuk membuatnya. dan tahun ini mereka akan pergi lagi. dan itu dibuat oleh seorang penjahit sungguhan di Carmody.” “Kuberitahu. Setidaknya.” ujar Anne tegas. dan sangat serasi. Ketika aku melihatmu masuk ke gereja Hari Minggu lalu hatiku membengkak karena bangga memikirkan bahwa kau adalah teman yang paling kusayangi. Sekarang Marilla selalu membuat baju-bajuku dengan modis. dengan tali dan rumbai-rumbai merah. Jane dan Ruby sudah dua kali. Kurasa itu tak banyak berbeda dengan orang yang pada dasarnya memang baik. dan sangat menjengkelkan mendengar anak-anak lain bicara tentang perjalanan mereka.” “Aku tak akan berpikir tentang itu sama sekali sampai aku tahu apa aku boleh pergi atau tidak. Anne. Tapi jika seandainya aku benar-benar pergi Aku akan sangat gembira jasku akan siap saat itu juga. Matthew membelikannya untukku pada hari saat kami berada di Carmody. karena katanya dia tak bermaksud membuat Matthew pergi ke Nyonya. Tapi Anne menganggap itu semua kegembiraan. Barry ingin pergi dan pulang pada hari yang sama. Mungkin dengan begitu dia akan mengijinkanmu pergi. Topi itu salah satu dari topi-topi beludru mungil berwarna biru yang menjadi kegemaran. dan sudah diatur bahwa Tuan.akan tidur. kan?” Marilla setuju untuk mengijinkan Anne pergi ke kota. Tapi meskipun demikian bayangan itu masuk begitu saja ke dalam pikiranku. karena langit sebelah timur di belakang pepohonan fir dari Hutan Angker semuanya seperti perak dan tak 189 . Pandangan sekilas dari jendelanya membuatnya yakin bahwa hari itu akan cerah. Menurut Marilla aku tak memerlukan jas baru. dan kalau dia mengijinkan kita akan merasa sangat bahagia. Topi barumu elegan. karena aku takut tak dibenarkan untuk membayangkan hal semacam itu. Barry harus mengijinkan anak-anak itu menginap pada Hari Selasa berikutnya. Tapi aku menyesal karenanya dan bangun di tengah malam dan berdoa. Katanya jas lamaku akan cocok sekali untuk musim dingin sekali lagi dan bahwa aku harus puas dengan memiliki satu baju baru. Berhubung Charlottetown jauhnya sepanjang 30 mil dan Tuan. Diana—biru laut dan dibuat dengan sangat modis. “kita akan membujuk Ibu untuk memintanya pada Marilla. Aku belum pernah pergi ke sebuah Pameran. Baju itu sangat cantik.

tapi Anne dan Diana menikmati setiap menit darinya. dan kabut asap-biru tipis bergulung melewati lembah-lembah dan hanyut dari bebukitan. Saat itu hampir tengah hari ketika mereka tiba di kota dan mengetahui jalan ke “Beechwood. dan Anne berjalan cepat melintasi anak sungai dan menyusuri jalan melalui pepohonan fir menuju ke Orchard Slope.” ujarnya. Anne telah berpakaian saat Matthew menyalakan api dan telah menyiapkan sarapan ketika Marilla turun. sebuah tanda bahwa Diana juga sudah bangun. Dan kau juga tampak jauh lebih baik dari yang dulu. tapi aku sungguh tak berani berharap ada peningkatan lainnya. lagi-lagi jalan itu menaiki bukit dari mana tampak sapuan jauh dari garis lengkung dataran tinggi atau langit biru-berkabut. Udaranya segara dan kering.” Rumah Miss Barry dilengkapi dengan “keindahan yang hebat. terkadang jalan itu memutar sepanjang pantai pelabuhan dan dilewati oleh sekelompok kecil gubuk untuk memancing yang berwarna kelabucuaca. Setelah sarapan topi baru yang bergaya dan jaket dikenakan. dan aku tak tahu rumahnya sangat mewah. Tapi aku berani bilang kau tahu itu tanpa harus diberitahu.” 190 . Melalui celah pepohonan selarik cahaya bersinar di loteng barat di Orchard Slope.” sahut Anne berseri-seri. nak. Barry dan Diana sedang menunggunya. terkadang jalan itu menyeberangi sungai di atas jembatan sampai membuat tubuh Anne ngeri karena takut setengah-gembira yang sudah tak asing lagi. Tuan. kau gadis-Anne. Sangat menyenangkan bicara terus menerus sepanjang jalanan yang lembab di awal pagi sinar matahari merah yang bergerak pelan melintasi ladang yang telah dipanen. “Ya ampun. dan segera mereka sudah berada di jalan. jadi aku harus banyak bersyukur karenanya. “Jadi akhirnya kau datang untuk menemuiku. “Aku tahu aku tak terlalu berbintik-bintik seperti dulu. tapi kemana pun jalan itu pergi ada banyak daya tarik untuk dibahas. Miss Barry. Kedua gadis kecil desa itu agak malu dengan keindahan ruang tamu di mana Miss Barry meninggalkan mereka ketika dia akan memeriksa persiapan makan malam. Aku sangat senang menurutmu ada. tapi di pihaknya sendiri merasa terlalu gembira untuk makan. “Bukankah ini persis seperti istana?” bisik Diana. “Aku tak pernah masuk ke rumah Aunt Josephine sebelumnya. kau lebih tinggi dariku. Terkadang jalan itu melalui hutan di mana pepohonan maple mulai menggantung panji-panji berwarna merah tua.berawan.” “Sebenarnya aku tak tahu. Miss Barry menemui mereka di pintu dengan mata hitam tajamnya yang bersinar-sinar. dipindahkan ke belakang dari jalan dalam pengasingan pepohonan elm yang hijau dan pepohonan beech yang bercabang. Itu perjalanan yang panjang. Aku sungguh berharap Julia Bell bisa melihat ini—dia sungguh angkuh dengan ruang tamu ibunya.” seperti yang kemudian Anne ceritakan pada Marilla. betapa sudah dewasanya kau! Kukatakan.” Itu merupakan rumah besar yang benar-benar tua dan bagus.

Diana.” desah Anne menikmati. Josie Pye menjadi juara pertama dalam merajut renda. Pada Hari Rabu Miss Barry membawa mereka ke daerah Pameran dan menahan mereka di sana seharian. “dan gorden sutra! Aku telah mengimpikan hal-hal seperti ini.” cerita Anne pada Marilla kemudian. “Pameran itu bagus sekali.” Persinggahan mereka di kota adalah sesuatu yang Anne dan Diana nantinantikan selama bertahun-tahun. dan aku tak pernah tahu seberapa besar aku benarbenar menyukainya sampai aku melihat wajahnya yang akrab di antara orangorang asing itu. ketika aku bisa senang untuk keberhasilan Josie? Tuan.“Karpet beledu. Clara Louise MacPherson mendapat hadiah dalam melukis. Allan. Lynde ada di sana hari itu. Itu membuatku merasa sungguh amat tak penting. ya kan. Tapi ada banyak sekali orang di sana aku tak yakin akan ada yang memperhatikan ketidakhadiran Nyonya. dia adalah anggota jemaat gereja. Lynde menjadi juara pertama untuk mentega dan keju buatan sendiri. karena kuda merah itu BENAR-BENAR menang. 191 . Marilla. Apa kau tahu? Katanya dia akan selalu memikirkan itu setelah ini ketika dia berdoa dengan sungguh-sungguh. aku tak harus sering pergi ke pacuan kuda. Dari awal hingga akhir persinggahan itu penuh dengan kegembiraan. Ada ribuan orang di sana. Jadi Avonlea diwakili dengan cukup bagus. kan? Nyonya. Dan aku senang sekali aku tak bertaruh. Selalu salah melakukan sesuatu yang tak bisa kau ceritakan pada istri pendeta. Kupikir aku paling suka kuda-kuda. Tapi apa kau tahu bagaimana pun aku tak yakin aku merasa nyaman dengan semua ini. Sebagus kesadaran tambahan untuk menjadikan istri pendeta sebagai temanmu. karena aku ingin menceritakan semua hal pada Nyonya. Lynde. Lynde tak mau pergi. Diana bilang menurutnya menggelikan bagi seorang pengawas sekolah-Minggu menjadi juara untuk babi. Harmon Andrews menjadi juara kedua untuk apel Gravenstein dan Tuan. tapi aku tak tahu kenapa. tapi aku menolak untuk bertaruh. Diana menjadi sangat heboh sampai-sampai dia mengajakku bertaruh sepuluh sen bahwa kuda merah yang akan menang. “Aku tak pernah membayangkan sesuatu yang sangat menarik. Nyonya. dan Nyonya. Aku tak yakin kuda itu yang akan menang. Itu suatu hiburan ketika kau miskin—ada banyak sekali hal yang bisa kau khayalkan. Marilla. Ada banyak sekali benda di ruangan ini dan semuanya sangat bagus sampai-sampai tak ada kesempatan untuk berkhayal. Dan Miss Barry membawa kami ke tribune untuk melihat pacuan kuda. kupikir. Dan aku senang bahwa aku merasa senang. Aku benar-benar tak tahu bagian yang mana yang paling menarik. Aku benar-benar senang dia jadi juara. berpikir itu tugasnya untuk melarang dengan memberikan contoh yang baik dengan tidak menghadiri. Bell juara pertama untuk babi. bungabunga dan pekerjaan jahitan indah. karena pacuan kuda ITU sangat menarik. dan aku merasa yakin tak ada guna menceritakan itu padanya. Walaupun. karena itu menunjukkan aku mengalami peningkatan. katanya pacuan kuda itu hal yang dibenci dan.

dan kami melihat seorang pria menjual peruntungan. dan aku akan pergi menyeberangi perairan untuk bertempat tinggal. dan bagaimana pun juga kurasa saat ini masih terlalu dini untuk berhati-hati terhadapnya. Tapi kelihatannya tak kan pernah sulit lagi bagiku untuk menjadi baik. dan sangat menyenangkan dan boros duduk di sana makan es krim pada jam sebelas malam. oh. Oh. Ia bilang menurutnya kalau kami pergi ke restoran di seberang jalan dan makan es krim mungkin itu akan membantu. dan pada malam harinya Miss Barry membawa mereka ke sebuah konser di Academy of Music (Musik Akademi). Aku akan suka naik ke atas dalam balon.” Hari Kamis gadis-gadis itu pergi ke taman. tapi yang membuatku terkejut itu memang benar membantu. Air mata merebak di mataku. Marilla. jadi mungkin kau tahu seperti apa rasanya. Miss Barry tanya apa pendapatku. Aku merasa seperti berlari ketika aku memandangi bintang-bintang. Diana bilang dia yakin dia dilahirkan untuk kehidupan kota. Kami melihat seorang pria naik ke atas dalam sebuah balon. Kau membayarnya sepuluh sen lalu seekor burung kecil memilihkan peruntungan untukmu. bahwa aku tidak dilahirkan untuk kehidupan kota dan bahwa aku senang karenanya. dan bilang pada Miss Barry aku tak tahu bagaimana akan kembali ke kehidupan biasa lagi. Sesuatu yang sangat kau inginkan ketika kau kecil tampak tak separuh pun sangat menakjubkan ketika kau mendapatkannya. Oh. Miss Barry memberi Diana dan aku masing-masing sepuluh sen untuk mengetahui peruntungan kami. Itu kedengaran sangat menjemukan. Sangat menyenangkan sekali-kali makan es krim di sebuah restoran keren pada jam sebelas malam. itu hari yang tak kan-pernah-terlupakan. dan aku mulai menyadarinya. dan mengenakan satin putih dan berlian. tapi bagaimana pun juga tidur di kamar tamu tak seperti yang pernah kubayangkan. Aku sangat menyesal ketika semuanya usai. Jadi kau lihat bahwa kebaikan itu adalah ganjarannya sendiri. Dan aku sampai pada kseimpulan. Es krim itu memang lezat. aku tak bisa kuungkapkan padamu bagaimana rasanya. itu terlalu sulit untuk dilukiskan. Marilla. Marilla. itu akan sangat menggetarkan hati. Aku sangat kelelahan sampai tak bisa tidur malamnya. Bagi Anne malam itu merupakan impian kegembiraan yang megah. Aku melihat dengan hati-hati pada semua pria berkulit gelap yang kulihat setelah itu. Itu hal terburuk karena tumbuh dewasa.dan aku akan kehilangan sepuluh sen. Marilla. Tapi ketika dia mulai bernyanyi aku tak pernah memikirkan hal lain. tapi. sesuai janji. Peruntunganku adalah bahwa aku akan menikah dengan seorang pria berparas-gelap yang sangat kaya. Marilla. Aku hanya duduk membisu karena terpesona. Madame Selitsky benar-benar sangat cantik. Jadi aku memikirkannya setelah berada di tempat tidur. aku sangat gembira bahkan sampai tak bisa bicara. Marilla. Itu sebuah kamar yang elegan. dimana seorang primadona yang terkenal akan bernyanyi. tapi aku tak terlalu mempedulikan seorang pun di antara mereka. Miss Barry menempatkan kami di kamar tamu. tapi sebagai kegiatan tetap aku lebih suka 192 . tapi kubilang aku harus memikirkannya dengan sangat serius sebelum aku bisa mengatakan padanya apa sebenarnya yang kupikirkan. “Oh. Itu merupakan kegiatan untuk merencanakan berbagai hal. sepertinya itu air mata kebahagiaan.

dan ia berdiri di berandanya dan mengawasi kereta kuda itu sampai hilang dari pandangan. karena ada kesadaran menggembirakan akan adanya rumah yang menanti di akhir perjalanan. “Dan kau. Marilla. Kupikir aku tak menyukai itu.” ujar Miss Barry. Tapi ia wanita yang paling ramah dan memperlakukan kami dengan meriah. Saat itu matahari telah terbenam ketika mereka melewati White Sands dan berubah menjadi jalanan pantai. Tapi Miss Barry merasa dirinya lebih sedikit memikirkan cara bicara Anne yang menarik perhatian daripada semangat tingginya yang segar. Di seberangnya. kuharap kalian telah bersenang-senang. karena aku tidak sedang mencoba untuk melucu.” sahut Diana. bahkan ketika aku mengatakan sesuatu yang paling sungguh-sungguh. Anne telah menghiburnya.” Hari Jumat menyebabkan tibanya saat-pulang. gadis-Anne?” “Aku menikmati setiap menit dari saat-saat itu. “Tentu kami telah bersenang-senang.” sahut Anne. “Well. Barry tiba untuk menjemput gadis-gadis itu. bebukitan Avonlea menjadi gelap 193 .” Anne dan Diana merasa perjalanan pulang sama menyenangkannya dengan perjalanan pergi—sebenarnya. dan tak pernah terlalu peduli pada orang lain kecuali dirinya sendiri. “tapi bagaimana pun juga kurasa dia tak terlalu keliru. Miss Barry memang biasa tertawa pada apa pun yang kukatakan. caranya memikat hati. “Kupikir Marilla Cuthbert sangat tolol ketika kudengar dia mengadopsi seorang anak perempuan dari sebuah panti asuhan. dan manisnya mata dan bibirnya. tertidur nyenyak. Tampaknya sangat kesepian. Kalau aku punya seorang anak seperti Anne di rumah setiap saat aku akan jadi wanita yang lebih baik dan lebih bahagia.” katanya pada diri sendiri. kalau kenyataan harus diungkapkan. Ia menghargai orang hanya karena mereka dapat membantu atau menghiburnya. emosinya yang blak-blakan. lebih menyenangkan. ketika ia mengucapkan selamat tinggal. karena tak ada jiwajiwa muda yang bersemangat itu.berada di loteng timur pada jam sebelas. tapi semacam kepastian bahkan dalam tidurku bahwa bintang-bintang bersinar di luar dan bahwa angin bertiup di sela pepohonan fir melintasi anak sungai. Aku bilang begitu pada Miss Barry saat sarapan keesokan paginya dan ia tertawa. dan Tuan. dan karenanya dia sangat disayangi oleh wanita tua itu. Tapi Miss Barry senang. Miss Barry adalah seorang wanita tua yang agak egois. Kemudian ia masuk kembali ke dalam rumah besarnya dengan mendesah. yang dengan menurutkan kata hati merangkulkan tangannya ke leher wanita tua itu dan menciumi pipinya yang keriput. Diana tak kan pernah berani melakukan hal seperti itu dan merasa agak terperanjat dengan kebebasan Anne.

Bergegaslah dan bukalah mantelmu. Marilla. dan memberikan laporan lengkap dari kunjungannya pada mereka. 194 . “Aku mengalami waktu yang menyenangkan.” ujar Anne. dan ketajaman bau laut sedang sangat segar dan kuat. “Ya. dan melalui pintu yang terbuka memancar api di perapian. bahkan ke jam dinding.” Bab XXX – Disusunnya Kelas Queen Marilla meletakkan rajutan di pangkuannya dan bersandar di kursinya.” ujar Anne bersuka cita. Gelombang-gelombang pecah dengan gemerisik lembut di atas batu karang di bawahnya. Tapi yang terbaik dari itu semua adalah pulang ke rumah. Di belakangnya bulan mulai muncul dari laut yang membuat seluruh sinar menjelma menjadi cahayanya. Di sini sangat sunyisenyap tanpamu.” Setelah makan malam Anne duduk di depan api di antara Matthew dan Marilla. karena matanya sudah sangat sering kelelahan karena telah berumur. dan aku tak pernah menghabiskan empat hari yang lebih lama. Ketika dia menyeberangi jembatan kayu di atas anak sungai lampu dapur di Green Gables mengedip ramah padanya sebagai tanda selamat datang kembali.” sahut Marilla. sangat menyenangkan bisa kembali. “Oh. di mana hidangan makan malam yang panas telah menunggu di meja. “Jadi kau sudah kembali?” ujar Marilla. Anne berlari dengan riang gembira menaiki bukit dan masuk ke dapur. lalu kita akan segera makan begitu Matthew masuk.” dia mengakhiri dengan gembira. Matanya kelelahan. mengirimkan kehangatan pijar merahnya ke luar memintasi dinginnya malam musim gugur. aku memang memasakkannya untukmu. tapi menyenangkan bisa bergembira lalu pulang ke rumah. “dan aku merasa bahwa itu melambangkan suatu masa dalam kehidupanku. “Kupikir kau akan lapar setelah perjalanan seperti itu dan butuh sesuatu yang benar-benar enak. aku senang kau telah kembali. dan oh. Setiap teluk kecil di sepanjang jalan yang berliku merupakan keajaiban riak yang menari. melipat rajutannya. dan samar-samar ia berpikir bahwa ia harus berusaha mengganti kaca matanya saat berikutnya ia pergi ke kota. Kuakui. “aku bisa mencium segala sesuatu. ayam panggang! Kau tak bermaksud untuk bilang kau memasakkannya untukku!” “Ya.kontras dengan langit yang berwarna kuning-jingga.

Sekarang sangat menyenangkan berada di hutan. “Miss Stacy ke sini tadi sore ketika kau berada di luar rumah dengan Diana. Anne melekuk gaya-Turki di karpet perapian. Kupikir itu adalah peri abu-abu dengan syal pelangi yang 195 . Marilla menatapnya dengan kelembutan yang tak kan pernah sanggup menampakkan dirinya dalam cahaya yang lebih terang daripada campuran lembut dari kilauan api dan bayangan itu. memandang ke dalam pijaran yang penuh kegirangan itu dimana sinar matahari dari seratus musim panas telah disaring dari kayu bakar pohon maple. dedaunan satin dan crackerberry—telah kesemutan. cintanya membuatnya takut menjadi terlalu memanjakan. mengingat apa yang telah diberikannya kepada Marilla. karena waktu senja yang sempurna di Bulan November telah sampai di Green Gables. petualangan yang menakjubkan dan memikat terjadi padanya di negeri awan—petualangan yang selalu berakhir dengan jaya dan tak pernah melibatkan dirinya dalam masalah seperti dalam kehidupannya yang sebenarnya itu.” ujar Marilla kasar. Puri-puri yang gemerlapan di Spanyol memperoleh bentuknya sendiri karena kabut dan pelangi dalam khayalannya yang hidup. Pelajaran dari sebuah cinta yang akan memperlihatkan dirinya dengan mudah dalam kata-kata yang diucapkan dan pandangan yang terbuka adalah satu hal yang tak pernah mampu dipelajari oleh Marilla. dengan senyuman di bibirnya yang terbuka. Kenapa kau tak memanggilku. Tapi dia telah belajar untuk mencintai gadis ramping. Sebenarnya.” Anne kembali dari dunianya yang lain dengan terkejut dan helaan napas panjang. tapi bukunya telah jatuh ke lantai. dan satu-satunya cahaya di dapur datang dari kobaran api merah yang menari-nari di kompor. dan sekarang dia bermimpi.Saat itu nyaris gelap. Pastinya Anne sendiri tak tahu betapa Marilla mencintainya. dan mungkin dia melakukan semacam penebusan dosa yang tak disengaja untuk hal ini dengan menjadi lebih tegas dan lebih kritis daripada bila gadis itu kurang disayanginya. Marilla? Diana dan aku hanya di sekitar Hutan Angker. Semua makhluk-makhluk hutan yang mungil—pepohonan paku. Terkadang dia berpikir dengan sedih bahwa Marilla sangat sulit untuk dapat disenangkan hatinya dan jelas-jelas kurang simpati dan pengertian. “Anne. Dia sedang membaca. persis seolah seseorang telah menyembunyikan mereka sampai musim semi di bawah selimut daun. Ia merasakan kegelisahan bahwa agak berdosa sangat membulatkan tekad terhadap seorang manusia seperti ia telah membulatkan tekadnya terhadap Anne. aku sangat menyesal tak berada di rumah. bermata abu-abu ini dengan kasih sayang benar-benar lebih dalam dan lebih kuat dari sifatnya yang sangat tidak suka menunjukkan perasaannya. “Benarkah? Oh. Tapi dia selalu mengendalikan pikirannya dengan penuh celaan.

Aku tanya pada Ruby Gillis kenapa Myrtle dikutuk. Kemudian wajahnya bersemu dan dia berteriak: “Oh. Diana dan aku membicarakan masalah itu sepanjang jalan pulang dari sekolah. mempelajari semua yang kami mampu dan menjadi sebijaksana mungkin. Miss Stacy memergokiku sedang membaca Ben Hur di sekolah kemarin sore ketika seharusnya aku sedang belajar sejarah Kanada. Diana tak kan bicara banyak tentang itu. Miss Stacy membawa kami semua gadis-gadis yang sedang dalam masa remaja turun ke anak sungai Rabu yang lalu. Marilla. Kau tahu. Tak masalah para pemuda itu di tempatnya. dan Ruby bilang dia tebak itu karena pemudanya tak setia kepadanya. tapi bukan untuk diseret ke dalam semua hal. Lynde bilang Myrtle Bell adalah makhluk terkutuk. Katanya kami tak boleh terlalu hati-hati apa kebiasaan yang telah kami bentuk dan cita-cita apa yang telah kami capai pada masa remaja kami. dan mengatakan itu pada kami. Kedengarannya sangat tua dan dewasa. Aku bermaksud untuk memberitahumu. Dan ia bilang kalau pondasinya rapuh kami tak kan pernah bisa membangun apa pun yang benar-benar bermanfaat di atasnya. Marilla. membentuk kebiasaan yang pantas dihormati. karena saat kami berusia dua puluh tahun sifat-sifat kami akan berkembang dan pondasi itu dipersiapkan untuk seluruh kehidupan kami di masa yang akan datang. aku tahu apa yang dikatakannya. ya kan? Diana dan aku sedang merencanakan dengan sungguhsungguh untuk saling berjanji bahwa kami tak kan pernah menikah melainkan jadi perawan tua yang manis dan hidup bersama selamanya. Marilla. Dia membicarakanmu. Itu berefek sangat buruk pada imajinasi Diana. Walaupun Diana belum benar-benar membulatkan tekadnya. sekarang Diana dan aku banyak membicarakan tentang tema-tema yang serius. Marilla. Walaupun. jujur aku sungguh-sungguh. Dan kami telah memutuskan akan mencoba untuk benar-benar sangat berhati-hati. Diana tak pernah melupakan omelan ibunya padanya karena mengkhayalkan hantu di Hutan Angker. Kami merasa sangat sungguh-sungguh.datang dengan berjinjit sepanjang malam terang bulan yang lalu dan melakukannya. Hampir berumur empat belas tahun merupakan hal yang serius. Jane Andrews yang meminjamkannya padaku. Aku sedang membacanya pada jam makan malam. tapi aku lupa. Tapi kenapa Miss Stacy ke sini tadi sore?” “Itu yang mau kukatakan padamu. Nyonya. Anne. Ruby Gillis tak memikirkan apa pun kecuali para pemuda. gagah.” “Tentangku?” Anne tampak agak takut. Sungguh sangat mengerikan membayangkan berusia dua puluh tahun. dan baru saja sampai pada 196 . karena menurutnya mungkin akan lebih mulia menikahi seorang pria jahat. dan semakin dia dewasa maka semakin parah. Kami merasa jauh lebih dewasa dari sebelumnya sampai tak cocok membicarakan masalah-masalah yang kekanakan. dengan begitu saat kami berumur dua puluh tahun sifat-sifat kami akan berkembang dengan sepantasnya. kalau saja kau memberiku kesempatan untuk menyela. dan biadab lalu mengubahnya menjadi lebih baik. Itu membinasakannya.

bagaimana bisa kau sebut Ben Hur sebuah novel sementara itu adalah sebuah buku yang benar-benar sangat religi?” sanggah Anne. Pertama. Miss Stacy membawa Ben Hur. aku sudah menghabiskan waktu yang seharusnya kugunakan untuk belajar. lalu aku berusaha melakukan penebusan dosa dengan tak terlalu melihat Ben Hur selama seminggu penuh. Tapi Miss Stacy bilang ia tak kan mewajibkannya. buku itu sangat menarik dan menyeramkan. Aku benar-benar heboh ingin mengetahui bagaimana akhirnya—meskipun aku merasa yakin Ben Hur pasti menang. Buku itu membuat darah di pembuluh darahku membeku. Aku menangis sejadi-jadinya.” “Miss Stacy tak pernah menyinggung hal seperti itu padaku. Tak bisa kuungkapkan padamu betapa malunya aku. Aku sangat asyik dengan buku itu sampai aku tak pernah tahu Miss Stacy datang berjalan di jalur tempat duduk sampai tiba-tiba aku mendongak ke atas dan di sana Miss Stacy sedang menunduk menatapku. Aku shock.” “Oh. dan kedua. Aku tak keberatan berjanji untuk tak lagi membaca buku yang seperti itu. dan. Allan berpendapat itu adalah buku yang tepat untuk dibaca seorang gadis berusia tiga belas tiga per empat tahun. Dan sekarang aku tak pernah membaca SATU buku PUN kalau tidak Miss Stacy atau Nyonya. bahwa apa yang telah kulakukan adalah suatu kebohongan. sangat seperti-penuh celaan. Miss Stacy menyuruhku berjanji begitu. Ia bilang aku sudah sangat bersalah dalam dua hal. aku telah memperdayai guruku untuk mencoba terlihat sedang membaca sejarah ketika sebenarnya aku membaca buku cerita. Kau tak berhak membawa buku cerita ke sekolah. dan aku membacanya hanya pada hari-hari kerja. Bagaimana pun juga kau membaca terlalu banyak novel sekarang. karena keadilannya akan tak puitis jika dia tak menang—jadi aku membentangkan sejarah itu dalam keadaan terbuka di atas penutup mejaku dan kemudian menyelipkan Ben Hur di antara meja dan lututku. Marilla. Marilla. Anne. Marilla. dan ia telah memaafkanku tanpa syarat. The Lurid Mystery of the Haunted Hall (Misteri Menakutkan Sebuah Gedung Berhantu). oh. aku benarbenar terlihat seolah sedang belajar sejarah Kanada. tapi kemudian ia tak pernah berkata sepatah kata pun. Itu buku yang dipinjamkan oleh Ruby Gillis untukku. tidak berfaedah. sementara selama ini aku bersuka ria dengan Ben Hur. tapi MENDERITA SEKALI mengembalikan buku itu tanpa mengetahui bagaimana 197 . Kau tahu. dan minta Miss Stacy untuk memaafkanku dan aku tak kan pernah melakukan hal seperti itu lagi. Tapi Miss Stacy bilang itu buku yang tolol sekali.perlombaan kereta kuda perang ketika sekolah masuk. Aku tak pernah sadar sampai saat itu. “Tentu saja buku itu agak terlalu mengasyikkan sebagai bacaan yang tepat untuk Hari Minggu. dan hanya rasa bersalahmu lah yang menjadi masalahmu. Ia menahanku pada waktu istirahat dan bicara denganku. dan ia memintaku untuk tidak lagi membaca buku itu atau yang sejenisnya. Jadi bagaimana pun kupikir ia sangat tak baik pergi ke sini bertemu denganmu untuk masalah itu. Suatu hari ia memergokiku sedang membaca sebuah buku berjudul. Ketika aku gadis aku tak diperbolehkan banyak melihat sebuah novel. terutama ketika kudengar Josie Pye terkikik-kikik. bahkan tidak untuk melihat bagaimana akhir dari perlombaan kereta kuda perang.

Aku akan suka menjadi seorang guru. Tapi aku tak mengatakan apa pun tentang itu. Anne. Please beritahu aku. Pendapatmu sendiri bagaimana. Saat Matthew dan aku mengambilmu untuk dididik kami telah memutuskan untuk melakukan yang terbaik yang kami bisa untukmu dan memberimu pendidikan yang bagus. Aku percaya pada gadis yang terbiasa mencari nafkahnya sendiri apakah sesungguhnya dia perlu melakukannya atau tidak. tentu saja. aku sungguh mau mendengarnya. Marilla.” “Oh. Tapi tidakkah itu akan sangat mahal? Tuan. sejak saat Ruby dan Jane mulai membicarakan belajar untuk Penerimaan. “Aku amat sangat berterima kasih padamu dan Matthew.” Anne melingkarkan tangannya di pinggang Marilla dan memandangi wajahnya dengan sungguh-sungguh. kurasa aku akan menyalakan lampu dan mulai bekerja.” “Well. dan memang sebaiknya itu dipersiapkan. “Telah jadi impian hidupku—itu. apa yang kau bisa lakukan ketika kau benar-benar ingin sekali menyenangkan seseorang yang tertentu.” ujar Marilla. selama enam bulan terakhir.” “Kurasa kau tak perlu mengkhawatirkan bagian dari masalah itu. “Kulihat kau sama sekali tak mau mendengar apa yang telah dikatakan Miss Stacy. karena kurasa itu akan percuma sama sekali. Tapi rasa sayangku pada Miss Stacy menahan ujian itu dan aku melakukannya. Itu sangat menakjubkan. Marilla.” “Oh. Ia berniat memberi mereka pelajaran tambahan selama satu jam sepulang sekolah. Marilla. Dan ia datang untuk bertanya pada Matthew dan aku apa kami akan mengijinkanmu bergabung di dalamnya. “Aku tak kan bicara lagi—tak sepatah pun. tapi tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di dunia yang tak pasti ini. Marilla!” Anne menegakkan lututnya dan menggenggam tangannya.akhirnya.” “Well. Aku tahu aku bicara terlalu banyak. dan Prissy bukan orang bodoh dalam geometri. terima kasih. namun kalau saja kau tahu berapa banyak hal yang ingin kukatakan dan tidak. tapi aku benar-benar sedang mencoba untuk mengatasinya. Aku 198 . Kau lebih tertarik pada suara dari lidahmu sendiri daripada yang lain.” jerit Anne menyesal. Kau akan selalu punya rumah di Green Gables selasa Matthew dan aku ada di sini. Anne? Apa kau mau ke kelas Queen dan dipandang sebagai seorang guru?” “Oh. Andrews bilang ia menghabiskan biaya sebesar 150 dolar untuk menyelesaikan Prissy. Jadi kau boleh bergabung dalam kelas Queen kalau kau mau. Miss Stacy mau mengorganisir sebuah kelas di antara murid-muridnya yang seudah lebih maju yang bermaksud belajar untuk ujian masuk ke kelas Queen. dan meskipun aku bicara jauh terlalu banyak. Marilla. Dan aku akan belajar sekeras yang aku bisa dan melakukan yang paling terbaik untuk menjadi kebanggaanmu. kau pasti akan mempercayainya.

Ruby Gillis. Lynde. Gilbert Blythe. Hanya saja ia bilang pertama kita harus meyakinkan bahwa itu adalah tujuan yang bermanfaat. Anne Shirley. “Kupikir betapa menyenangkan jadinya kalau saja Diana ikut belajar untuk Penerimaan juga.” ujar Anne bahagia. Tapi kita tak bisa membuat sesuatu sempurna di dunia yang tak sempurna ini. aku benar-benar merasa bahwa aku telah merasakan getitnya kematian. hal itu pasti akan memanjakan sifat berlagak. Jane Andrews. kau juga kan. Miss Stacy bilang kau cerdas dan rajin. “Tapi. dan Moody Spurgeon MacPherson bergabung di dalamnya. itu semua kenangan yang bisa menahannya tetap duduk dan tidak menuruti kata hati untuk berlari mengejar sahabat karibnya. Tapi baik untuk mulai pada waktunya dan mengerti dasar-dasar sepenuhnya.” Kelas Queen itu diorganisir pada waktu yang semestinya. Tak pernah. Terkadang Nyonya. Tuan. Diana Barry tidak. seperti kata Nyonya.” “Aku berani bilang kau akan maju dengan cukup baik. kata Miss Stacy. Itulah puncak cita-cita mereka. Jane bilang dia akan mengabdikan seluruh hidupnya untuk mengajar. Charlie Sloane. dan tak kan pernah.memperingatkanmu untuk tak berharap banyak mengenai geometri. tak kan 199 .” “Sekarang aku akan lebih mencurahkan perhatian pada pendidikanku. Sebuah gumpalan muncul di tenggorokannya. Jane dan Ruby baru akan belajar untuk jadi guru. Allan bilang setiap orang harus punya tujuan dalam hidup dan mengejarnya dengan sungguhsungguh. Kau belum akan siap untuk mencoba Penerimaan selama satu setengah tahun. dia dan Diana terpisah dalam apa pun. untuk berjalan pulang sendirian melewati Birch Path dan Violet Vale. saat kulihat Diana keluar sendirian. dan dia cepatcepat menarik diri ke belakang halaman grammar Latinnya yang terangkat untuk menyembunyikan air mata di matana. Tak perlu terges-gesa.” Tak pernah-pernah Marilla bilang pada Anne persis seperti apa yang dikatakan oleh Miss Stacy tentangnya. Marilla. dan kemudian dia berniat untuk menikah. Marilla? Menurutku itu adalah profesi yang mulia sekali. Dan kupikir kelas Queen akan amat sangat menarik. Allan dalam khotbahnya hari Minggu lalu. Josie Pye. “karena aku punya satu tujuan dalam hidup. Kau tak perlu repot membunuh dirimu dengan keterlaluan dengan buku-bukumu. Ruby bilang dia hanya akan mengajar selama dua tahun setelah dia selesai. Aku akan menyebutnya sebuah tujuan yang bermanfaat untuk keinginan menjadi seorang guru seperti Miss Stacy. sejak malam di saat Minnie May sakit batuk disertai asma. seperti yang dikatakan Tuan. Pada malam ketika pertama kalinya kelas Queen tinggal di sekolah untuk pelajaran tambahan dan Anne melihat Diana keluar perlahan dengan yang lain. oh. Anne tak kan membiarkan Gilbert Blythe atau Josie Pye melihat air mata itu. karena orang tuanya tak berniat mengirimnya ke kelas Queen. tapi kupikir aku bisa bertahan dalam hal yang lain kalau aku bekerja keras. Lynde bukanlah orang yang persis menyenangkan.” ujarnya malam itu dengan penuh kesedihan. tapi tak disangsikan ia mengatakan sangat banyak hal yang benar sekali. Kelihatannya ini benar-benar merupakan malapetaka bagi Anne.

tapi seorang suami tak kan membayar apa pun untukmu. dan hanya bangsat yang berhasil dalam politik sekarang ini. dan berkata dengan marah jika kau minta bagian dari telur dan uang mentega.pernah menikah. karena dia tak kan harus mendapat penghasilan sendiri. tapi sungguh bayangan Moody Spurgeon menjadi seorang pendeta membuatku tertawa. Dia bicara dan bersenda gurau dengan gadis-gadis lain. dan lebih jahat daripada skimming kedua. karena kau digaji untuk mengajar. Tiba-tiba. tak menunjukkan pengakuan apa pun akan adanya Anne Shirley. dan yang diam-diam membuatnya cemas. Dia adalah musuh yang berjasa untuk diri Anne yang seperti baja. menyediakan untuk yang tersebut tadi persaingan yang telah ditetapkan.” sahut Anne dengan menghina. Gilbert. Charlie Sloane bilang dia akan terjun ke politik dan menjadi anggota Parlemen. Sejak hari di dekat kolam saat dia menolak mendengarkan permohonan maafnya. Jauh di dalam hatinya yang keras. Tapi mungkin dia akan tampak lebih cerdik pandai ketika tumbuh dewasa. “Kebetulan saja aku tak tahu apa cita-citanya dalam hidup—kalau pun dia punya. hati kecil yang feminin dia tahu bahwa dia sungguh peduli. dan Anne tahu bahwa tak menyenangkan dianggap tak ada. melihat Anne sedang membuka Caesar-nya. dan mata birunya yang kecil. Nyonya. karena Nyonya.” “Gilbert Blythe akan jadi apa?” tanya Marilla. tapi tak diragukan lagi bahwa Gilbert ditetapkan sebagai juara di kelas sebagaimana juga Anne. dan bahwa jika dia punya kesempatan saat di Lake of Shining Waters lagi dia akan menjawab dengan sangat berbeda. dia menyadari bahwa kekesalannya dulu pada 200 . Kuharap ini bukan kenakalanku. Sebelumnya persaingan itu lebih ke sebelah pihak. Ada persaingan terang-terangan di antara Gilbert dan Anne sekarang. Anggota lain di kelas diam-diam mengakui keunggulan mereka. Lynde bilang ayahnya adalah orang tua yang benar-benar aneh. seperti yang tampak. dan tak pernah bermimpi untuk bersaing dengan mereka. saling bertukar buku dan puzzle dengan mereka. tapi kata Nyonya. Josie Pye bilang dia baru akan pergi ke perguruan tinggi bidang pendidikan. karena keluarga Sloane semuanya adalah orang-orang yang jujur. Tapi Anne Shirley benar-benar dianggapnya tak ada. terkadang berjalan pulang dengan seseorang atau yang lain dari pertemuan doa atau Debating Klub. Sia-sia dia berkata pada dirinya sendiri dengan menegakkan kepala bahwa dia tak peduli. Lynde bilang dia tak bisa jadi sesuatu yang lain dengan nama seperti itu untuk perbuatan yang sesuai. Marilla. katanya tentu saja itu berbeda dengan anak yatim yang hidup dengan derma—MEREKA harus semangat. Aku menduga Jane bicara berdasarkan pengalaman yang menyedihkan. Dia anak laki-laki yang benar-benar tampak-lucu dengan wajah gemuk besar itu. dan telinganya yang menonjol seperti kepakan. Lynde dia tak kan pernah sukses di bidang itu. Moody Spurgeon akan menjadi seorang pendeta. membahas pelajaran dan rencana.

Itu akan menjadi pertarungan sengit. dengan sangat sukses sampai Gilbert. Kemudian belajar menjadi agak sedikit menjemukan. dan kemudian. tertarik. musim semi telah tiba lagi di Green Gables dan seluruh dunia berbunga sekali lagi. yang tertinggal di sekolah sementara yang lain berpencar ke jalanan hijau. 201 . “Tapi kalian telah belajar dengan baik tahun yang lalu ini. Sia-sia dia mengingat kembali setiap kejadian dan emosi dari peristiwa yang patut menjadi kenang-kenangan itu dan mencoba untuk merasakan kemarahan dulu yang menyenangkan itu. Anne sadar bahwa dia telah memaafkan dan melupakan tanpa menyadarinya. Dan setidaknya tidak Gilbert atau pun yang lain. kalian tahu—tahun terakhir sebelum Penerimaan.” kata Miss Stacy pada mereka pada malam terakhir. Sebaliknya musim dingin berlalu dalam serentetan tugas yang menyenangkan dan belajar. Satu-satunya hiburan jelek yang dirasakannya adalah bahwa Anne mengejek Charlie Sloane. dengan tanpa belas kasihan. bahkan tidak juga Diana. tak bisa menghibur dirinya sendiri dengan keyakinan bahwa Anne merasakan cemoohannya yang dimaksudkan untuk balas dendam. Miss Stacy?” tanya Josie Pye.Gilbert telah lenyap—lenyap tepat saat dia sangat membutuhkan tenaga yang tak ada habisnya. “dan kalian berhak mendapatkan liburan yang menyenangkan. buku yang menyenangkan untuk dibaca. Dia bahagia. nyaris sebelum Anne menyadarinya. bergairah. kelas Queen. akan curiga betapa menyesalnya dia dan betapa dia sangat berharap dia tak begitu sombong dan mengerikan! Dia memutuskan untuk “menyelubungi perasaannya dalam kelupaan yang paling dalam.” “Apakah anda akan kembali tahun depan. Allan. kekuatan dan cita-cita dalam persediaan yang memadai untuk membantu kalian di tahun berikutnya. yang boleh jadi tidak begitu acuh-tak-acuh sama sekali seperti yang tampak. melihat keluar dari jendela dengan murung dan mengetahui bahwa kata kerja Bahasa Latin dan latihanlatihan Bahasa Prancis telah kehilangan semangat keras yang mereka miliki pada bulan-bulan musim dingin yang segar dan kering. Hari di dekat kolam itu telah menjadi saksi kedipan terakhirnya yang tak tetap. lagu-lagu baru untuk dilatih untuk paduan suara sekolah-Minggu. jalan pintas hutan yang rindang dan jalanan kecil padang rumput. Bagi Anne hari-hari berlalu bagaikan manik-manik keemasan pada kalung tahun. Bahkan Anne dan Gilbert ketinggalan dan bertambah acuh tak acuh. Tapi itu sudah terlambat. dan tak sepantasnya. sore Sabtu yang menyenangkan di rumah pendeta dengan Nyonya. di sana ada pelajaran untuk dipelajari dan penghargaan untuk diraih. riang gembira. Milikilah waktu terbaik yang kalian bisa di dunia luar-ruangan dan simpanlah kesehatan. Pengajar dan yang diajar sama saja gembira ketika masa belajar telah usai dan hari-hari liburan yang menyenangkan terbentang penuh harapan di depan mereka.” dan boleh dibilang sekarang ini dia telah melakukannya. terus menerus.

karena mungkin ini musim panas terakhir aku akan jadi seorang gadis kecil. Kelas Queen merasa tegang sekali menyimak jawaban darinya dengan menahan napas. aku sangat senang. Nyonya.” Ketika Anne sampai di rumah malam itu dia mengatur semua buku pelajarannya dalam sebuah peti tua di loteng. Sebelumnya Moody Spurgeon tak pernah terpengaruh oleh perasaannya. “Oh.” ujar Anne. kemudian itu tak kan cocok untuk mempercayai peri-peri. “Aku bahkan tak akan melihat ke buku-buku pelajaranku saat liburan. kurasa aku akan kembali. Terus terang. Aku tak yakin bisa sampai hati melanjutkan pendidikanku sama sekali kalau guru lain yang datang ke sini. “Ya. Jadi aku akan tetap di sini dan membantu kalian. Barry bilang bahwa suatu malam ia akan membawa Diana dan aku ke Hotel White 202 . “Aku sudah belajar sekeras mungkin sepanjang masa belajar dan sudah mempelajari geometri dengan rajin sampai aku tahu luar kepala setiap rumus dalam buku pertama. Lynde bilang bahwa kalau tahun depan aku tetap bertambah tinggi seperti di tahun ini maka aku harus memakai rok yang lebih panjang. menguncinya.Josie Pye tak pernah keberatan untuk bertanya.” sahut Miss Stacy. “Stacy sayang. “aku berencana untuk beralih ke sekolah lain. dan melempar kunci itu ke dalam kotak selimut.” “Hore!” sahut Moody Spurgeon. Kupikir kami akan mengalami liburan yang sangat meriah. dengan mata berbinar. aku bertambah semakin tertarik dengan murid-muridku di sini sampai aku merasa tak dapat meninggalkan mereka. dalam hal ini semua murid lain di kelas merasa berterima kasih padanya. Dan Nyonya. Aku benar-benar jemu dengan semua hal yang masuk akal dan aku akan membiarkan imajinasiku merajalela selama musim panas. Katanya aku benar-benar terus memanjang ke kaki dan mata. Ruby Gillis akan segera mengadakan pesta ulang tahun dan bulan depan ada piknik sekolah-Minggu dan konser penginjil. Marilla. dan selama seminggu wajahnya bersemu dengan tak enak setiap saat dia membayangkan hal itu. akan benar-benar mengerikan bila kau tak kembali. tak seorang pun dari mereka akan berani menanyakan itu pada Miss Stacy. Tapi aku ingin melewati waktu yang benar-benar menyenangkan dan gembira musim panas ini. tapi semuanya ingin. Dan saat aku memakai rok yang lebih panjang aku akan merasa bahwa aku harus berbuat sesusai dengan rok itu dan menjadi berwibawa sekali. Aku takut. kau tak perlu terkejut. bahkan ketika huruf-huruf NYA diganti.” kata pada Marilla. karena suatu waktu ada rumor mengejutkan yang beredar bebas di sekolah bahwa Miss Stacy tak akan kembali tahun depan—bahwa ia telah ditawarkan sebuah jabatan di sekolah dasar daerahnya sendiri dan bermaksud untuk menerimanya. jadi aku akan mempercayai mereka dengan sepenuh hatiku musim panas ini. Aku hanya akan membiarkannya merajalela dalam batasan yang logis. tapi aku telah memutuskan untuk kembali ke Avonlea. Oh.

Rachel dan Marilla duduk dengan nyaman di ruang tamu sementara Anne mengambilkan teh dan membuat biskuit panas yang cukup ringan dan putih untuk tahan menghadapi bahkan kritikan Nyonya. Rachel. Kemari dan bukalah mantelmu. kubilang. syukur pada Tuhan. Rachel.” aku Nyonya.” ujar Nyonya. yang tak pernah bisa digerakkan hatinya untuk mengakui sepenuhnya bahwa mereka telah membuat kesalahan. tinggal. Lynde datang keesokan sorenya untuk mengetahui kenapa Marilla tak hadir di pertemuan The Aid pada Hari Kamis. ya. aku tak pernah seperti itu. melihatmu begitu mendesak.” sahut Marilla. Marilla Cuthbert akan hidup untuk menyesali langkah yang diambilnya. dia sudah sehat lagi sekarang. “Tuhan. Jane Andrews berada di sana sekali musim panas yang lalu dan katanya itu merupakan pemandangan yang mempesona melihat lampu-lampu listrik.” ujar Nyonya. “dan sekarang dia benar-benar stabil dan dapat diandalkan. Rachel. Ketika Marilla tak hadir di pertemuan The Aid orang-orang tahu ada sesuatu yang tidak beres di Green Gables. Marilla. yang tak berniat sedikit pun untuk melakukan hal yang lain. Jane bilang itu adalah pandangan sekilasnya yang pertama dalam kehidupan golongan atas dan dia tak kan pernah melupakannya sampai hari kematiannya. “Pasti dia merupakan bantuan besar bagimu. Kau tahu. Nyonya.Sands dan makan malam di sana. “Matthew mengalami rasa sakit pada jantungnya Hari Kamis. “Kuakui Anne telah berubah menjadi seorang gadis yang benar-benar cerdas. Thomas. Itu cukup mudah.” Nyonya. bunga-bunga dan semua tamu wanita dalam busana yang sangat cantik. Kau akan tinggal sampai saatnya minum teh?” “Well. Rachel. “dan aku merasa tak ingin meninggalkannya. 203 .” “Tak pernah terpikir olehku dia akan berubah dengan sangat baik hari pertama aku di sini tiga tahun yang lalu itu. Aku tak termasuk orang-orang yang seperti itu. Dokter bilang dia harus berhati-hati untuk menghindari kehebohan. Oh.” jelas Marilla. tapi dia telah mengatasinya dan sekarang aku tak akan takut mempercayainya dalam hal apa pun. tapi dia lebih sering sakit dari pada sebelumnya dan aku mencemaskannya. mungkin sebaiknya aku. begitu Marilla menemaninya sampai ke ujung jalan saat matahari terbenam. ‘Catat kata-kataku. Rachel. Aku pernah takut dia tak kan dapat mengatasi ketololannya.” “Memang.’ Tapi aku salah dan aku benar-benar senang karenanya. Tidak. karena Matthew tak berusaha mencari kehebohan dengan cara apa pun dan tak pernah berusaha melakukannya. mereka makan malam di sana pada malam hari. tapi dia juga tak boleh melakukan pekerjaan yang sangat berat dan sebaiknya kau beritahu Matthew untuk tidak bernapas seperti untuk tidak bekerja. akankah aku lupa kemarahannya itu! Ketika aku pulang malam itu aku bilang pada Thomas.

bersuka ria dengan semua kegembiraan yang ada di Lover’s Lane. karena seorang penyihir anak-anak yang tak diharapkan. Isinya adalah: “Biarkan gadis berambut-merah mu itu tetap di ruangan terbuka sepanjang musim panas dan jangan biarkan dia membaca buku sampai dia mendapat loncatan yang lebih dalam tindakannya. yang tak pernah ada di dunia ini. Dia dan Diana hampir tinggal di luar rumah. merubah bentuk mulutnya. meskipun dia tak separuhnya cantik. berdayung.” Pesan ini membuat Marilla sangat takut. Dia akan jadi seorang gadis yang benar-benar cantik. dan mengirimkan sebuah pesan untuk Marilla Cuthbert melalui orang lain. Benar-benar menakjubkan bagaimana dia berkembang lebih baik selama tiga tahun ini. dia membuat mereka tampak agak biasa dan berlebihan—sesuatu seperti mereka bunga lily June berwarna putih dia sebut bunga bakung berdampingan dengan peony merah dan besar. kau pun. itulah.” ujarnya begitu dia membawa turun buku-bukunya dari loteng. memandanginya dengan tajam. dan berkhayal sepuas-puasnya. Tak ada yang membuatnya tak berarti dengan peraturan yang berhasil dengan anak-anak yang lain. “Aku benar-benar merasa seperti belajar dengan kekuatan penuh. dan ketika Bulan September tiba matanya menjadi cemerlang dan siap siaga. tapi itu bukannya tak mengherankan. meskipun aku tak bisa bilang aku sangat suka pada gayaku sendiri yang pucat dan bermata-besar itu. dengan sebuah langkah yang akan bisa memuaskan dokter dari Spencervale dan hati yang penuh dengan cita-cita dan semangat sekali lagi. Willowmere dan Victoria Island. kecuali khususnya dalam penampilan. Dia berjalan. Dokter dari Spencervale yang datang pada malam Minnie May menderita batuk disertai asma bertemu dengan Anne di rumah seorang pasien pada suatu sore di awal liburan. Dryad’s Bubble. kau teman lama yang baik. Penampilan Ruby Gillis benar-benar mengesankan. Tapi bagaimana pun juga—aku tak mengerti bagaimana tapi saat Anne bersamasama mereka. Hasilnya. Anne mengalami musim panas yang sangat menyenangkan dalam hidupnya selama adanya kebebasan dan kegembiraan.Aku sungguh telah salah menilai Anne. seperti Diana Barry dan Ruby Gillis.” Bab XXXI – Tempat Anak Sungai dan Sungai Bertemu Anne melewati musim panasnya yang “bagus” dan menikmatinya dengan sepenuh hati. aku senang melihat mukamu yang jujur sekali lagi—ya. Marilla tak keberatan dengan tingkah Anne yang seperti gipsi. itulah dia. 204 . aneh. menggelengkan kepalanya. “Oh. Aku suka lebih semangat dan berwarna. geometri. memetik berry. Ia membaca jaminan kematian Anne dengan melihat surat itu dan kalau surat itu tak dituruti dengan cermat.

Itu telah membuatku sangat khawatir—pada sore Sabtu. Allan Hari Minggu yang lalu. ketika aku khusus memikirkan masalah tertentu. Lynde bisa berdoa benar-benar sebagus Pengawas Bell dan aku tak ragu ia juga bisa berkhotbah dengan sedikit latihan. “Kalau kau memang seperti itu kurasa aku juga. Tidakkah Tuan. apa kau melihatnya. Tapi aku tak mengerti kenapa. Terkadang kupikir dia akan punya pengaruh lebih untuk kebajikan. Aku merasakan godaan yang tak tertahankan untuk melakukannya.” “Marilla. Marilla. tapi syukur pada Tuhan kita tak sampai pada tahap itu di Canada dan ia berharap kita tak pernah akan. Lynde lalu ia shock dan bilang itu akan jadi hal yang keji. Marilla? Kupikir lebih baik kita nikmati saja Tuan. Katanya mungkin di States ada pendeta perempuan dan ia yakin ada. seperti katamu sendiri. Allan memberikan khotbah yang luar biasa bagus? Nyonya. Kalau aku seorang pria kupikir aku akan jadi pendeta. Anne. Allan atau Miss Stacy aku menginginkannya lebih dari sebelumnya dan aku ingin melakukan persis apa yang bisa membuat kalian senang dan apa yang akan kalian setujui. “aku mau memberitahu sesuatu padamu dan bertanya apa pendapatmu.” ujar Anne dengan ledakan kepercayaan diri. “Ia banyak memberikan khotbah tak resmi sebagaimana adanya. aku yakin ia mampu. Allan selagi kita masih memilikinya. dan pasti menggetarkan hati saat memberikan khotbah yang bagus dan menggerakkan hati para pendengarmu. kalau ilmu keagamaan mereka masuk akal. Lynde bilang setiap hari kemampuannya semakin meningkat dan hal pertama yang kami ketahui satu gereja kota akan langsung mempekerjakannya dan kemudian kita akan ditinggalkan dan harus mulai bekerja untuk melatih pengkhotbah yang belum berpengalaman. Kenapa wanita tak boleh jadi pendeta. Tak ada seorang punya banyak kesempatan berbuat salah di Avonlea dengan adanya Rachel yang mengawasi mereka. karena Rachel sering sangat berpengaruh seperti itu atasku. seperti kata Tuan. Nah. Marilla? Aku menanyakan itu pada Nyonya. menurutmu apa sebabnya aku merasa seperti itu? Apa menurutmu itu karena aku benar-benar buruk dan tak mungkin berubah?” Marilla tampak ragu sejenak. Aku yakin Nyonya. dan sekarang aku gembira laksana pria kuat yang akan mengikuti perlombaan. Lynde aku merasa benar-benar sangat jahat dan seolah aku ingin pergi dan melakukan hal yang memang dikatakannya tak seharusnya kulakukan. Kemudian ia tertawa. Tapi seringnya saat aku dengan Nyonya.” ujar Marilla acuh tak acuh. Ketika harus mempersiapkan pertemuan ramah tamah atau jamuan teh di gereja atau apa pun yang lain untuk mengumpulkan uang wanita harus mulai bekerja dan melakukan pekerjaan itu. kalau dia tak tak melulu 205 . Mereka bisa punya pengaruh untuk kebajikan. Kupikir wanita bisa jadi pendeta yang bagus. dan saat aku bersamamu atau Nyonya. itulah.” “Ya. Tapi aku tak melihat gunanya menemui kesulitan di tengah jalan. Aku sungguh ingin menjadi baik.Aku mengalami musim panas yang benar-benar indah.

dimana nama Gilbert Blythe disanjung di tempat teratas dan di dalamnya namanya tak nampak sama sekali. ya kan.mengomeli orang untuk melakukan hal yang benar. dan Miss Stacy aku harus berhasil tumbuh dewasa. Aku merasa itu sebuah tanggung jawab besar karena aku hanya punya satu-satunya kesempatan. Jauh di dalam pikiranku aku akan merasa benar-benar nyaman mengenai lipatan itu. sampai dengan sore-sore Minggu. mengancam hal yang menentukan itu yang dikenal dengan “Penerimaan. Tak ada orang yang lebih baik di Avonlea dan dia tak pernah melalaikan bagian dari pekerjaanya.” “Perlu sesuatu untuk mendapatkan itu. Nyonya. Andaikata mereka tak lulus! Pikiran itu pasti menghantui Anne melewati waktuwaktu bangunnya pada musim dingin itu. Musim panas ini aku sudah tumbuh dua inci. “Itu sangat membesarkan hati. Ada banyak hal yang harus dipikirkan dan diputuskan saat kau mulai tumbuh dewasa.” ujar Anne dengan jelas. Rachel adalah seorang wanita Kristen yang baik dan dia bermaksud baik. Ketika Anne mengalami mimpi buruk dia mendapati dirinya menatap dengan sedih pada daftar kelulusan ujian Penerimaan. Marilla? Tapi ketika aku punya teman yang benar-benar baik sepertimu. Itu membuatku selalu sibuk karena memikirkannya setiap saat dan memutuskan mana yang benar. dan aku yakin kalau tidak berhasil maka itu salah ku sendiri. Kalau aku tak bisa tumbuh dewasa dengan benar aku tak bisa kembali dan memulainya lagi. telah membayangi dengan suram jalan kecil mereka. Tapi sudahlah. Tapi aku berani katakan akan ada hal-hal lain yang membuatku cemas.” aku Marilla. Allan. Matthew.” pada pikiran yang semuanya merasa hilanglah semangat mereka masuk ke dalam sepatu. Tapi itu adalah musim dingin cepat-berlalu yang menyenangkan. tapi lipatan sangat bergaya musim gugur ini dan Josie Pye punya lipatan pada semua bajunya. Tugas sekolah sama menariknya. persaingan kelas sama 206 . hal-hal yang membingungkanmu. Kau menjawab satu pertanyaan lalu muncul pertanyaan lain langsung setelahnya. Aku sangat senang kau membuat baju-baju baruku lebih panjang. Tumbuh dewasa merupakan hal yang serius. hingga hampir semua mengenyampingkan masalah-masalah moral dan ketuhanan. Terutama kelas Queen benar-benar bersiap sedia untuk kehebohan itu. ramai. karena di akhir tahun yang akan datang. aku seharusnya tak bicara seperti itu. Aku tak akan terlalu mengkhawatirkannya setelah ini. Marilla.” “Aku sangat senang kau merasakan hal yang sama. Tentu saja aku tahu itu tak benar-benar perlu. Miss Stacy kembali ke sekolah Avonlea dan mendapati semua muridnya bergairah untuk berusaha sekali lagi. membahagiakan. Mereka timbul baru setiap saat—kau tahu. Seharusnya ada firman khusus yang melarang omelan. Aku tahu aku akan dapat belajar dengan lebih baik karena bajubajuku. Baju yang berwarna hijau-gelap sangat bagus dan kau sungguh baik hati dengan menambah lipatan pada baju itu.

saat Anne telah pergi ke pertemuan doa dengan Diana. “Tadi aku sedang memikirkan Anne. di tempatnya. “Dia sudah jadi seorang gadis dewasa—dan mungkin dia akan pergi dari kita musim dingin yang akan datang. bidang baru dan sangat menarik dari pengetahuan yang belum terselidiki tampak terbuka di depan mata Anne yang bergairah. menemukan diri mereka sendiri dan mendorong untuk menyimpang dari jalan lama yang banyak ditempuh sampai pada tingkat yang membuat Nyonya. dan cita-cita. mendapati gadis itu lebih tinggi daripada dirinya sendiri. Anne. Marilla mencintai gadis itu sebesar ia telah mencintai anak itu. “Bebukitan tampak melalui Pengunungan Alpen muncul. yang memandang dengan agak ragu semua inovasi pada metode yang telah ditetapkan. Dan malam itu. Marilla duduk sendirian di waktu senja musim dingin dan memperturutkan hatinya dalam kelemahan sebuah tangisan. kau sudah sangat besar!” ujarnya.” bukit dan Pegunungan Alpen demi Kebanyakan dari ini semua karena bimbingan Miss Stacy yang arif. seperti dahulu kala. hampir tak percaya.mengasyikkannya. dengan dahi mencerminkan kebijaksanaan dan kepala kecil yang dengan bangga bersikap tenang. Anak yang ia belajar cintai bagaimana pun juga telah hilang dan yang ada seorang gadis tinggi lima belasan tahun bermataserius. yang masuk dengan sebuah lentera. Aku akan sangat merindukannya. karena Marilla. Sebuah desahan mengikuti ucapan itu. tak lagi memveto tamasya yang sekali-sekali. Lynde dan para pengawas sekolah benar-benar shock. saat mereka berdiri bersisian. yang baginya Anne masih dan selalu jadi gadis kecil bersemangat yang telah dibawanya pulang dari Bright 207 . di sana ada perjalanan dengan pengeretan dan senda gurau permainan skats yang berlimpah. Sekali-sekalinya Anne tumbuh. dan berwawasan luas. yang sadar akan ucapan dokter dari Spencervale. Matthew. “Ya ampun.” “Dia akan bisa sering pulang. memergokinya seperti itu dan menatapnya dengan ketakutan yang luar biasa sampai-sampai Marilla harus tertawa di sela tangisannya.” hibur Matthew. Debating Club berkembang dengan baik dan mengadakan beberapa konser. Ia memimpin murid-muridnya untuk berpikir. perasaan. Selain daripada pendidikannya Anne berkembang secara sosial. teliti. meneliti. di sana ada satu atau dua kelompok hampir di ambang kedewasaan. tapi ia sadar akan rasa kehilangan yang aneh dan menyedihkan.” terangnya. Marilla merasakan penyesalan aneh karena Anne bertambah tinggi. Dunia baru pemikiran. tumbuh dengan sangat cepat sampai-sampai suatu hari Marilla terheran-heran.

pembunuhan.” desah Marilla murung. Kami tak punya waktu untuk itu—dan bagaimana pun juga menurutku kami sudah jemu dengan itu. Marilla.Tindakan bodoh mengarang tentang percintaan. “Tapi sudahlah— pria tak bisa pahami situasi ini!” Ada perubahan lain dalam diri Anne yang tak kurang nyata daripada perubahan fisik. seperti barang berharga. Mungkin dia makin banyak berpikir dan berkhayal sebanyak sebelumnya. Tapi sekarang aku telah terbiasa dengan itu dan kulihat itu jauh lebih baik.” “Itu tak sama halnya seperti ada dia di sini setiap saat. sesudah aku benar-benar cukup dewasa untuk mengatakannya kalau aku sungguh ingin mengatakannya. Karena satu hal. Aku tak suka gagasan-gagasan itu ditertawakan atau pun dikhawatirkan. tapi pastinya dia tak banyak bicara. Nyaris disayangkan. dimana kuncup-kuncup merah besar berisi keluar tumbuh menjalar sebagai reaksi terhadap bujukan sinar matahari musim semi. Dan bagaimana pun juga aku tak mau lagi membual. tak juga menggunakan separuh banyak kata-kata bualan. bertekad menikmati kemewahan dukacitanya yang tak terhibur. “Lebih enak memikirkan gagasan cantik dan berharga lalu menyimpannya dalam hati seseorang. dia jadi jauh lebih diam. sembari melekukkan dagunya penuh pikiran dengan jari telunjuknya. Anne. begitu dia meletakkan bukunya dan termenung melihat keluar jendela.” sahutnya. Aku tak pernah menyangka 208 .” “Klub cerita tak ada lagi. “Pada saat itu jalan kereta api akan dibuat bercabang ke Carmody. Apa yang telah terjadi padamu?” Anne tersipu dan tertawa sedikit. “Kau tak berceloteh separuh banyak dari yang biasanya. tapi itu bukan jenis kesenangan yang kuharapkan. kan. Terkadang Miss Stacy menyuruh kami menulis sebuah cerita sebagai latihan dalam mengarang.River pada malam Bulan Juni itu empat tahun yang lalu. Dalam beberapa hal menyenangkan menjadi hampir dewasa. Aku telah terbiasa menggunakan sangat banyak kata-kata besar bagus yang terpikir olehku—dan aku memikirkan sangat banyak kata-kata besar. dilakukan dan dipikirkan sampai-sampai tak ada waktu untuk membual. Marilla juga mengetahui dan mengomentarinya. Lagipula. “Aku tak tahu—aku tak ingin bicara sebanyak itu. tapi ia tak akan membiarkan kami menulis apa pun selain apa yang mungkin terjadi di Avonlea dalam kehidupan kami. pelarian dan misteri. Miss Stacy bilang kata-kata singkat lebih baik dan kuat.” “Apa yang terjadi dengan klub cerita kalian? Sudah lama aku tak mendengar kau membicarakannya. Awalnya itu sulit. Ia menyuruh kami menulis semua essai kami sesederhana mungkin. Banyak sekali yang harus dipelajari. dan ia membahasnya dengan tajam dan menyuruh kami juga membahas punya kami.

” “Kau hanya punya waktu dua bulan sebelum Penerimaan. Masing-masing kami punya penghalang. menenggelamkan diri dalam bukunya dengan tabah. Kami sudah belajar susah payah dan Miss Stacy sudah melatih kami dengan cermat. Penghalangku tentu saja geometri. jadi kami akan punya suatu gambaran. Terkadang kupikir aku akan baik-baik saja—dan kemudian aku jadi amat sangat takut. Malam itu Anne dan Diana berjalan pulang dengan merasa sungguh sangat tenang. sembari mengalihkan pandangannya dari keterpesonaan akan dunia musim semi. “Oh. “Apa menurutmu kau akan mampu untuk lulus?” Anne gemetar. aku tak yakin akan sampai hati untuk itu. Anne merasa yakin bahwa dia tak akan pernah cukup pulih untuk menikmatinya. Tak lulus akan sangat memalukan. Dan aku menjadi sangat gugup dalam sebuah ujian sampai-sampai mungkin aku akan mengacaukannya. tumbuhan-tumbuhan hijau di kebun yang sedang bersemi. hari yang mengisyaratkan dengan warna biru dan angin sepoi-sepoi. Hal itu menghantuiku. Mata merah dan saputangan 209 .karanganku punya banyak sekali kesalahan sampai aku sendiri yang mulai mencarinya. Akan ada musim semi yang lain. Miss Stacy akan mengadakan ujian untuk kami di Bulan Juni persis sesulit yang akan kami dapatkan pada Penerimaan dan menilai kami dengan sangat keras. pergi ke sekolah tahun depan dan coba lagi. Aku berharap itu semua sudah berakhir. Marilla.” Anne mendesah dan. dan penghalang Josie adalah ilmu hitung. terutama kalau Gil—kalau yang lainnya lulus.” ujar Marilla tak ambil pusing. Moody Spurgeon bilang dia merasa yakin akan gagal dalam sejarah Inggris. Aku berharap punya saraf seperti Jane Andrews.” ujar Marilla.” “Ah. penghalang Jane Bahasa Latin. tapi Miss Stacy bilang aku bisa belajar untuk mengarang dengan bagus kalau saja aku melatih diriku menjadi pengeritik paling pedas bagi diri sendiri. penghalang Ruby dan Charlie aljabar. Aku merasa sangat malu dan ingin menyerah sama sekali. Tak ada yang membuatnya bingung. tapi bisa jadi kami tak lulus karena itu semua. Bab XXXII – Daftar Kelulusan Keluar Dengan berakhirnya Bulan Juni tibalah masa belajar dan peraturan Miss Stacy yang sudah begitu dekat di sekolah Avonlea. “Aku tak tahu. tapi kalau dia tak berhasil lulus Penerimaan. Terkadang aku bangun pada malam hari dan bertanya-tanya dalam hati apa yang akan kulakukan jika aku tak lulus. Jadi aku mencobanya.

‘Kalau kau tak bisa gembira.” “Aku sungguh berharap masuk denganmu. Oh. Tapi tetap saja aku berharap nomorku bukan tiga belas. Diana menoleh ke belakang ke gedung sekolah dari kaki bukit pohon spruce lalu mendesah dalam.” “Tidak. Seperti kata Nyonya. Saat aku memikirkan ujian yang sebenarnya tak bisa kau bayangkan bagaimana mengerikannya aku merasakan debaran jantungku. Dan kemudian nomorku adalah tiga belas dan Josie Pye bilang angka itu sangat sial. kalau aku beruntung. Anne? Sangat mengerikan membayangkan itu akan berakhir. ya kan.” “Ah. kita telah mengalami waktu-waktu yang menggembirakan. tapi kuduga itu akan sulit untuk diikuti.” ujar Anne dengan memohon. “Seharusnya kau tak merasa separuh buruk dari yang kurasakan. Katanya itu hanya akan melelahkan dan membingungkan kami dan kami akan berjalan-jalan keluar dan tak memikirkan ujian sama sekali lalu tidur di awal waktu.” sahut Anne. menurutku. Prissy Andrews bilang padaku dia 210 . tapi kurasa aku telah meninggalkan sekolah lama tersayang selamanya—itulah. mungkin tidak juga kau atau Jane atau Ruby. Miss Stacy telah menyuruh kami berjanji untuk tidak membuka buku sama sekali. “Tak tampak kalau itu adalah akhir dari segalanya. Lynde. karena aku tak kan sanggup punya teman sebangku lain setelahmu. “Kalau kau mau berhenti menangis aku bisa.lembab memberi kesaksian yang meyakinkan terhadap kenyataan bahwa katakata perpisahan Miss Stacy pastilah benar-benar menyentuh perasaan seperti juga kata-kata Tuan. mungkin nasehat yang bagus. aku berani katakan aku akan kembali tahun depan. Itu nasehat yang bagus. maka gembiralah semampumu. “Tidakkah kita akan mengalami saat yang benar-benar elegan? Tapi kurasa malam-malam kau akan harus belajar dengan tergesa. Saat-saat itu semakin sering menggelisahkan.” “Ya. Miss Stacy tak akan ada di sana. kan?” ujarnya dengan sedih.’ Bagaimana pun juga. tapi ujian-ujian itu tak membuatku gugup.” sahut Diana. Aku harus duduk sendirian saja. “Kau akan kembali lagi musim dingin yang akan datang.” “Itu sedikitpun tak akan sama. yang sia-sia mencari bagian kering di saputangannya. Aku TAK percaya takhyul dan aku tahu itu tak bisa membuat perubahan. Ini salah satu waktu AKU SADAR aku tak akan lulus. kau berakhir dengan baik pada ujian yang diberikan Miss Stacy.” Dua airmata besar mengalir melalui hidung Diana. Phillips pada situasi yang sama tiga tahun yang lalu. “Segera setelah aku menyimpan saputanganku aku melihatmu bersimbah airmata dan itu akan membuatku mulai menangis lagi.

tapi sama sulitnya menahan diri untuk tak membuka pelajaran sejarahku dengan yang pernah terjadi menahan diri untuk tak membaca cerita sebelum pelajaran dimulai. Bahkan masih ada waktu-waktu dan masa-masa saat aku tak merasa bahwa aku telah membuat kemajuan besar untuk belajar menyukai Josie Pye! “Ketika kami tiba di Akademi sudah ada nilai para siswa di sana dari seluruh pelosok pulau. mengajak serta Jane. Orang pertama yang kami lihat adalah Moody Spurgeon yang sedang duduk di tangga dan komat-kamit sendirian. Kemudian 211 . tapi tabel perkalian itu benar-benar menunjukkan kenyataan ini pada bagian yang tepat! “Ketika kami disuruh ke ruangan kami Miss Stacy harus meninggalkan kami. dan mengambil suratnya. Ruby.berjaga separuh malam setiap malam pada minggu Penerimaannya dan belajar tergesa untuk jiwa tercinta. Tak perlu tabel perkalian untuk Jane yang sehat.” janji Diana. Tadi malam aku benar-benar sangat kesepian sendirian saja di kamarku dan sangat berharap banyak kau ada bersamaku. Aku tak bisa “belajar dengan tergesa” karena aku telah berjanji pada Miss Stacy untuk tak melakukannya. kan?” “Aku akan menulis surat pada Selasa malam dan memberitahumu bagaimana hari pertama berjalan. Aunt Josephine mu sangat baik mengajakku tinggal di Beechwood selama aku di kota.” janji Anne. dan Josie.” “Kau akan menulis surat untukku surat selama kau berada di sana. bijaksana! Aku bertanya-tanya apa aku terlihat seperti yang kurasa dan apa mereka bisa mendengar jantungku berdebar keras dan jelas di seluruh ruangan. Josie bilang aku tampak seolah aku tak tidur sekejap pun dan dia tak yakin aku cukup kuat untuk bertahan mendengarkan pelajaran berat dan membosankan yang ajarkan oleh guru sekalipun aku benar-benar lulus. “Aku akan mendatangi kantor pos Hari Rabu. “Tadi pagi Miss Stacy menghampiriku dan kami pergi ke Akademi. Senin berikutnya Anne pergi ke kota dan pada Hari Rabu Diana mendatangi kantor pos. seperti yang telah disepakati. Jane bertanya padanya apa yang sedang dilakukannya dan dia bilang dia sedang mengulang tabel perkalian berkali-kali untuk menstabilkan saraf-sarafnya dan demi Tuhan untuk tak menyelanya. stabil. Ruby memintaku meraba tangannya dan tangan itu sedingin es. karena kalau dia berhenti sejenak dia akan ketakutan dan lupa akan semua yang diketahuinya. “Diana tersayang” [tulis Anne]. dan aku telah memutuskan untuk berjaga SETIDAKNYA selama yang dilakukannya. Jane dan aku duduk bersama dan Jane sangat tenang sampai-sampai aku iri padanya. “Ini Selasa malam dan aku menulis ini di pustaka di Beechwood.

Kalau kupikir tabel perkalian itu akan sedikit membantuku aku akan menghafalnya dari sekarang sampai besok pagi.seorang pria masuk dan mulai membagikan lembaran ujian Bahasa Inggris. Itu benar tapi tak khusus menghibur. Betapa kami sangat berharap kau ada bersama kami. “Oh. Tetap saja. akan lebih mudah menjadi seorang tukang kayu daripada pendeta. dan bagaimana pun. Lynde. dia baru saja mengetahui sebuah kesalahan mengerikan yang dibuatnya dalam ujian Bahasa Inggris. “Malam ini aku pergi ke sana untuk melihat gadis-gadis lain. kalau saja ujian geometri telah usai! Tapi sudahlah. kupikir aku telah mengerjakannya dengan cukup baik hari ini. “Ruby sedang histeris saat aku tiba di asrama mereka. Terkadang aku pernah berharap dilahirkan sebagai anak laki-laki. Diana ada di Green Gables saat dia sampai dan mereka bertemu seolah mereka telah berpisah selama bertahun-tahun. aku merasa persis seperti empat tahun yang lalu saat aku bertanya pada Marilla apa aku boleh tinggal di Green Gables—dan kemudian semuanya hilang dari pikiranku dan jantungku mulai berdetak lagi—aku lupa bilang bahwa jantungku telah berhenti sama sekali!—karena bagaimana pun aku tahu aku bisa melakukan sesuatu dengan kertas ujian ITU. seperti yang akan dikatakan Nyonya. Anne” Ujian geometri dan semua yang lainnya selesai pada waktunya dan Anne tiba di rumah pada Jumat malam. Katanya dia tahu telah gagal dalam ujian sejarah dan dia lahir menjadi kekecewaan bagi orang tuanya dan dia akan pulang dengan kereta api pagi. Diana. Benar-benar satu momen yang mengerikan—Diana. Diana. tapi ketika kulihat Moody Surgeon aku selalu senang aku adalah seorang anak perempuan dan bukan saudara perempuannya. Sejarah adalah ujian yang cukup sukar dan aku benar-benar sangat bingung dengan tanggal-tanggalnya. 212 . matahari akan tetap terbit dan menentukan apakah aku akan gagal dalam geometri atau tidak. Tapi oh. besok saatnya ujian geometri dan ketika aku memikirkannya hal itu benar-benar menguras tekadku untuk menahan diri dari membuka Euclid-ku. Kupikir aku lebih suka matahari tak terbit kalau aku gagal! Salam sayang sahabatmu. Tanganku bertambah dingin dan kepalaku hampir pusing begitu aku mengambilnya. “Pada tengah hari kami pulang untuk makan siang dan kemudian kembali lagi untuk ujian sejarah di sore hari. Aku menghiburnya dan membujuknya untuk tetap tinggal sampai akhir karena akan tak adil bagi Miss Stacy kalau dia pulang. Ketika dia sudah pulih kami pergi ke kota dan makan es krim. agak lelah tapi dengan suasana keberhasilan berhatihati padanya. Di jalan aku bertemu Moody Spurgeon keluyuran dalam keadaan bingung.

Bayangkan hidup selama dua minggu dalam ketegangan seperti itu! Aku berharap bisa tidur dan tak pernah bangun sampai ketegangan itu berakhir. Jangan kuatir. dia bahkan tahu bahwa Jimmy Glover dan Ned Wright bertaruh untuk pertanyaan itu dan bahwa Josie Pye bilang tak diragukan lagi bahwa Gilbert lah yang akan jadi juara pertama.” Yang. benar-benar sangat menyenangkan melihatmu kembali lagi. Oh. Rasanya seperti seabad sejak kau pergi ke kota dan oh. Tapi dia punya satu alasan lain yang lebih mulia untuk berharap bisa berhasil dengan baik. betapa menyenangkan bisa kembali! Green Gables adalah bagian yang tercinta dan terindah di dunia. Aku tak tahu apa aku lulus dalam ujian geometri atau tidak dan aku punya firasat yang mengerikan dan menyeramkan yang tak pernah kurasa sebelumnya. adalah sesuatu yang tolol untuk 213 . Anne. kupikir. Begitu juga dengan Gilbert.” “Bagaimana keadaan yang lain?” “Yang gadis-gadis bilang mereka tahu mereka tak lulus. jadi dia hanya bilang: “Oh. Dia ingin bisa “lulus tinggi” demi Matthew dan Marilla—terutama Matthew. Anne rasa. Tapi kami tak benar-benar tahu apa pun tentang itu dan tak akan sampai daftar kelulusan keluar. dan bersumpah dengan sedikit lebih bertekad untuk mengunggulinya di ujian. bagaimana keadaanmu?” “Cukup baik. yang maksudnya—dan Diana tahu apa yang dimaksudkannya—keberhasilan itu tak akan lengkap dan getir kalau dia tak berakhir dengan mengungguli Gilbert Blythe. Dia tahu semua murid junior di Avonlea ingin tahu siapa yang akan duluan unggul. Josie bilang geometri sangat mudah bahkan seorang anak berumur sepuluh tahun bisa mengerjakannya! Moody Spurgeon masih berpikir dia ak lulus dalam ujian sejarah dan Charlie bilang dia gagal dalam ujian aljabar.” Diana tahu akan percuma menanyakan bagaimana keadaan Gilbert Blythe. kau akan lulus.” sela Anne. Untuk pendapat yang terakhir ini Anne telah memaksakan setiap urat sarafnya selama ujian. Mereka telah sering kali saling bertemu dan berpapasan satu sama lain di jalan tanpa ada tanda-tanda mereka saling mengenal dan setiap saat Anne agak menegakkan kepalanya dan berharap dengan sedikit lebih sungguh-sungguh bahwa dia telah berteman dengan Gilbert saat Gilbert memintanya. dalam semua hal kecuali geometri.” “Aku lebih suka tak lulus sama sekali daripada tak berakhir cukup baik dalam daftar kelulusan. Daftar itu tak akan keluar selama dua minggu. Matthew telah mengatakan padanya keyakinannya bahwa dia “akan menaklukkan seluruh pulau. dan dia merasa bahwa rasa malunya tak akan tertanggungkan kalau dia gagal.“Kau kekasih lama. tapi menuruku mereka mengerjakan ujian dengan cukup baik.

dan menaiki lereng.berharap bahkan dalam mimpi yang paling gila. “lulus YANG PERTAMA SEKALI—kau berdua dengan Gilbert—kalian seri—tapi namamu yang pertama. Nyonya. “aku hanya akan menunggu sampai seseorang datang dengan tiba-tiba dan memberitahuku apa aku lulus atau tidak. “Aku belum punya keberanian pergi ke sana dan melihat pengumuman dengan tenang. saat dia melihat Diana berlarilari menerobos pepohonan fir. Dia tak mampu bergerak selangkahpun. tapi Moody Spurgen bersikeras tak melakukannya. melintasi jembatan kayu. Tapi dia sungguh bersemangat berharap bahwa setidaknya dia akan ada di antara sepuluh besar.” katanya pada Anne. Ruby. Langit timur di atas pepohonan fir berwarna agak pink karena pantulan dari langit barat. “Anne. Di akhir masa dua minggu itu Anne suka “menghantui” kantor pos juga. Tapi suatu malam berita itu tiba. Daftar kelulusan sudah keluar! Kepalanya pusing dan hatinya berdebar-debar sampai membuatnya sakit. harum-mewangi dengan desiran angin beraroma bunga dari kebun di bawah serta bunyi desis dan gemerisik dari gerakan pepohonan poplar. dengan koran yang berkibar-kibar di tangannya. dan Anne sedang membayangkan dalam lamunannya kalau warnanya tampak seperti itu. dia rasa. jadi dia bisa melihat mata coklat Matthew yang baik bersinar bangga karena prestasinya. Lynde mau tahu apa lagi yang bisa kauharapkan dengan Pengawas pendidikan Tory sebagai ketua urusan. dan Josie. mulai berpikir serius apa ia tak lebih baik memilih Grit pada pemilihan yang akan datang. saking besarnya kehebohannya. dan Matthew. untuk melupakan kesengsaraan ujian dan kesusahan dunia. kau lulus. Anne sedang duduk di jendelanya yang terbuka. Terasa sejam baginya sebelum Diana tiba dan bergegas di sepanjang ruang tamu lalu mendadak masuk ke dalam kamar bahkan tanpa mengetuk pintu. yang tahu saat itu juga apa isi koran itu. aku bangga sekali!” 214 . membuka harian Charlottetown dengan tangan gemetar dan kedinginan. bersama dengan teman-teman yang kebingungan yaitu Jane. ketakacuhan dan langkah lunglai Anne ketika dia pulang dari kantor pos setiap sore. Yang. Hasratnya hilang dan minatnya terhadap kegiatan di Avonlea sudah mengendur. Charlie dan Gilbert tak segan melakukan ini juga. Anne meloncat berdiri. sungguh akan jadi hadiah manis untuk semua usaha keras dan kesabarannya mengutak-atik rumus-rumus matematika dan konjugasi yang tanpa fantasi.” jeritnya.” Ketika tiga minggu telah berlalu tanpa ada daftar kelulusan yang terbit Anne mulai merasa bahwa dia benar-benar tak mampu menanggung ketegangan itu lebih lama lagi. yang melihat kepucatan. karena dia minum dalam keindahan petang musim panas. dengan perasaan yang jauh lebih buruk dari pada yang telah dialami selama minggu Penerimaan. Oh.

tapi kau akan lihat dia berlagak seolah dia yang memimpin. “Ayah membawa pulang koran dari Bright River tak sampai sepuluh menit yang lalu—koran itu terbit pada kereta api sore. dan aku tak mampu mengungkapkannya dengan kata-kata. Kemudian dia cepat-cepat mengambil koran itu. Jane dan Ruby berhasil dengan cukup baik— posisi mereka setengah lebih tinggi—begitu juga dengan Charlie. Josie berhasil dengan susah payah dengan kelebihan tiga angka. kau tahu. Anne menyalakan lampu. Aku tak pernah memimpikan hal ini—ya. cukup pulih untuk duduk tegak dan bicara.” “Dalam hatiku aku benar-benar terpesona. “Kau melakukannya dengan sangat bagus. kau tahu.” Mereka pergi tergesa-gesa ke padang rumput di bawah gudang tempat Matthew sedang menggulung jerami. semuanya. hanya sekali! Aku membiarkan diriku berpikir SEKALI. Diana. karena Anne.” “Well. Anne. tak mengucapkan sepatah kata pun. ‘Bagaimana kalau aku yang jadi juara pertama?’ dengan gemetar. “Aku tahu kau bisa mengalahkan mereka semua dengan mudah. dengan mata berbinar gembira. meskipun dia bersyarat dalam pelajaran sejarah. benar-benar kehabisan napas dan tak mampu bicara lagi. aku selalu mengatakannya.” ujar Matthew.Diana melemparkan koran itu ke meja dan dirinya sendiri ke tempat tidur Anne. Aku permisi sebentar. Moody Spurgeon dan semuanya. dia lulus—namanya di bagian paling atas dari dua ratus yang ada di list! Momen itu sangat berharga. Lalu kita akan pergi dan memberitahukan kabar gembira ini pada yang lain. aku yakin akan gila karena kesenangan. “Oh. terlalu berhati-hati menggunakan korek api dan menghabiskan lebih dari setengah lusin korek api sebelum tangannya yang gemetar mampu menyelesaikan tugas itu. “aku lulus dan aku juara pertama—atau salah satu juara pertama! Aku tak sombong.” seru Anne. Anne.” 215 . Aku harus segera lari keluar ke lapangan untuk memberitahu Matthew. “Aku ingin mengatakan seratus hal. Begini saja aku sudah hampir gila. memandangi daftar kelulusan dengan gembira. tapi kau setenang dan sedingin malam musim semi. karena rasanya sangat tak berguna dan terlalu angkuh untuk membayangkan aku mampu memimpin pulau. pernah juga. Tidakkah Miss Stacy akan gembira? Oh.” sahut Anne. dan tak akan sampai di sini sampai besok melalui pos—dan saat kulihat daftar kelulusan itu aku benar-benar menyerbu seperti anak liar. Kalian semua lulus. Lynde sedang bicara dengan Marilla di pagar. Ya. dan. melainkan sangat berterima kasih. Nyonya.” Diana terengah-engah. sudah nasib. Matthew. bagaimana rasa senangnya melihat namamu di nomor pertama daftar kelulusan seperti itu? Kalau itu aku.

Tapi orang baik itu berkata dengan sungguh-sungguh: “Aku benar-benar memperkirakan dia berhasil dengan baik.“Harus kuakui. Bulan purnama besar.” Malam itu Anne. berusaha menyembunyikan rasa bangganya yang sangat akan Anne dari pandangan mencela Nyonya. Marilla menyerah untuk membiarkan mereka. dan tak mungkin dia menyesalinya. dan aku tak bermaksud untuk mengatakannya di belakang. saat Anne merasakan kepolosannya menembus sumsum jiwanya dengan hawa dinginnya yang tak ramah. karena sebuah riasan penting sedang dalam proses.” ujar Marilla. itulah. Perubahan telah muncul perlahan. suara dan gelak tawa dari jauh. sampai kamar itu menjadi hunian yang semanis dan secantik yang bisa diharapkan seorang gadis muda. Lantainya ditutupi dengan tikar cantik. kami semua bangga padamu. Tapi di kamar Anne kerai telah ditutup dan lampu dinyalakan. Mereka sedang bersama di kamar loteng timur. Lynde.” saran Diana dengan mantap. Didalamnya ada rasa syukur untuk yang telah berlalu dan pengrapan takzim untuk masa depan. Karpet beludu dengan mawar pink dan gorden sutra pink dalam khayalan Anne dulu tentu saja tak pernah terwujud. angin sepoi-sepoi yang ganjil. berada di atas Hutan Angker. Loteng timur adalah tempat yang sangat berbeda dari malam empat tahun lalu itu. yang perlahan mendalam dari kilaunya yang pucat menjadi perak mengkilap. Allan di rumah pendeta. Anne. berlutut dengan manis di dekat jendela yang terbuka dalam kemilau indah sinar bulan dan menggumamkan sebuah doa terima kasih dan cita-cita dari hatinya yang benarbenar muncul dari hatinya.” Bab XXXIII – Konser Hotel Pakailah organdy putihmu. dan gorden yang melembutkan jendela yang tinggi dan berkibar karena angin sepoi yang bertiup adalah dari kain tipis seni berwarna hijau-pucat. mimpinya seterang. Kau adalah kebanggaan bagi teman-temanmu. suasana penuh dengan bunyi-bunyian manis musim panas—kicauan burung-burung yang mengantuk. Anne. dan saat dia tidur di bantal putihnya. kau telah berhasil dengan cukup baik. segembira dan seindah yang bisa diinginkan pada masa gadis. diluar benar-benar temaram— waktu senja hijau-kekuningan yang indah dengan langit biru-terang tanpa awan. tapi impiannya mengikuti pertumbuhannya. 216 . dengan semua aksesorinya. Dindingnya. Anne. yang telah mengakhiri malam penuh kegembiraan itu dengan pembicaraan serius dengan Nyonya.

tapi dengan kertas bunga-apel yang cantik. dan Anne membuat sebuah titik yang menyentuh perasaan dengan bunga yang tetap segar pada tanda kurung di bawahnya. Seperti yang pernah dikatakan oleh Anne suatu waktu. dan telah mencari orang berbakat amatiran di daerah sekitar yang dapat ikut membantu. dan membuatmu tampak terlalu berdandan. Allan untuk Anne. “Menurutku ini tak sebagus bajuku dari kain tipis berbunga-biru—dan ini jelas tidak modern. dan sebuah tempat tidur rendah berwarna putih. Anne sedang berpakaian untuk menghadiri sebuah konser di Hotel White Sands. Milton Clark dari Newbridge akan menampilkan permainan biola solo. itu adalah “suatu masa dalam kehidupannya. dan setelah konser hidangan makan malam akan diberikan untuk orang-orang yang menampilkan pertunjukan.” dan dia merasakan getar kegembiraan yang menyenangkan karenanya. serta Laura Spencer dari Spencervale dan Anne Shirley dari Avonlea akan membacakan cerita. Para tamu telah mempersiapkannya dengan bantuan rumah sakit Charlottetown.digantungi bukan dengan permadani hiasan dinding dari kain brokat emas dan perak. Matthew berada di puncak kegembiraan karena senang dan bangga akan kehormatan yang dianugrahkan pada Anne-nya dan Marilla tak jauh ketinggalan. yang diperindah dengan beberapa gambar bagus yang diberikan Nyonya. Diperkirakan ada sekelompok pengunjung yang datang dari luar kota. “Baju itu begitu lembut. Di sana tak ada “perabotan mahoni”. yang pernah menempel di kamar tamu. sebuah meja rias dipercantik dengan kain kasa putih. dan berkata bahwa menurutnya tak pantas bagi kebanyakan anak-anak muda untuk keluyuran ke hotel tanpa adanya orang yag bertanggung jawab pada mereka. sebuah kursi goyang dari rotan yang dilengkapi dengan bantal. tapi ada lemari buku bercat-putih terisi dengan buku-buku. sebuah cermin berbingkai-lapisan mengkilap yang menarik perhatian dengan lukisan Dewi Asmara pink yang montok dan anggur ungu di atas bagian atasnya yang melengkung. dan beberapa gadis serta anak laki-laki Avonlea lainnya juga akan pergi. Tapi organdy tampak seolah mempengaruhimu.” sahut Diana.” 217 . Winnie Adella Blair dari Crmody akan menyanyikan balada Skotlandia. berjumbai-jumbai dan melekat. Bertha Sampson dan Pearl Clay dari paduan suara Jemaat Gereja White Sands telah diminta untuk bernyanyi duet. Anne dan Diana akan pergi dengan Jane Andrews dan abangnya Billy mengendarai kereta beroda empat mereka yang bertempat duduk-ganda. “Apa menurutmu organdy ini yang terbagus?” tanya Anne cemas. meskipun ia lebih memilih mati daripada mengakuinya. Baju dari kain tipis itu kaku. Malam ini sepaku besar lili putih sedikit mengharumkan kamar seperti keharuman impian.” “Tapi itu jauh lebih cocok untukmu. Foto Miss Stacy menempati tempat kehormatan.

harus. Aku sudah berhenti berharap untuk memiliki lesung pipi. sekarang untuk sandalmu. dan sekarang aku sadar memang begitu. Well. dan sarannya dalam hal seperti itu banyak dicari orang. dengan kekaguman tanpa rasa iri. dan Nyonya.” “Apa aku harus memakai manik-manik mutiaraku?” tanya Anne. melainkan dengan wajah yang jauh lebih lembut. sini. Aku akan melekatkan mawar rumah putih mungil ini tepat dibelakang telingamu. Aku selalu takut akan hal itu. jadi penampilannya tak terlalu penting. jangan keluarkan sehelai pun rambut keritingmu di dahi—bagian yang lembut saja. memiringkan kepala hitamnya ke satu sisi dengan kritis. kurasa sebaiknya aku menerima nasibku untuk itu. Kurasa itu memang figurmu. Aku hanyalah kue bola. “Masuklah langsung dan lihatlah ahli deklamasi kita.” ujar Diana.” Diana mengerutkan bibirnya. dan mengikatkankannya di tengah dengan simpul putih besar—tidak. “Kau menegakkan kepalamu dengan gaya sekali. Diana mulai punya reputasi untuk selera yang menarik perhatian dalam hal busana. sembari tersenyum penuh sayang pada wajah cantik dan gembira yang begitu dekat dengannya itu. Anne. seperti lekuk kecil dalam krim. “Lesung pipi yang bagus.” Diana meyakinkan. yang. tapi dia tak akan ikut ambil bagian dalam konser. Tak mungkin kau menata rambutmu jadi begitu serasi denganmu. sosok kurus dengan rambut yang lebih kelabu dibandingkan dahulu kala dan tak lebih sedikit pandang. yang selalu dihalangi Anne. Anne. untuk kebanggaan Avonlea. dia telah bersumpah. Allan bilang kau nampak seperti Madonna saat kau membelah rambutmu begitu. tapi begitu banyak impianku yang telah terwujud jadi aku tak boleh mengeluh. biar kukencangkan selempangmu. dan aku tahu ia mau melihatku memakainya. dan akhirnya setuju dengan manik-manik itu. yang dikalungkan di leher putih-susu jenjang Anne. dan aku menyimpannya untukmu. Marilla. Lesung pipi-impianku tak kan pernah jadi nyata.” “Tapi kau punya lesung pipi begitu.Anne mendesah dan menyerah. Aku akan mengepang rambutmu jadi dua kepangan tebal. Apa sekarang aku sudah siap?” “Sudah siap. didandani disisir dan dipercantik sesuai dengan selera Queen. Bukankah dia nampak cantik?” 218 . begitu Marilla muncul di pintu keluar masuk.” ujar Anne. “Tarik jumbai-jumbai itu sedikit lagi—begini. “Ada sesuatu yang sangat bergaya pada dirimu. Hanya ada satu tangkai di semaksemakku. Seluruh usaha dikerahkannya untuk Anne. “Matthew membelikanku seuntai kalung dari kota minggu lalu. Dia sendiri nampak sangat cantik pada malam istimewa ini dalam busana bermotif mawar-liar warna pink yang indah.

“Senang sekali melihat pagi datang dari atas bebukitan tinggi itu dan bersinar melalui puncak pepohonan fir yang runcing itu. Anne? Dan apa kau gugup?” “Tak sedikit pun. “Tidak sama sekali. dan aku sungguh ingin mengalami saat-saat menyenangkan malam ini. “Dia nampak rapi dan pantas. aku sangat menyukai ruangan mungil ini.” sahut Diana. dengan “Selarik sinar bulan dari dahinya sampai ke mahkota” itu dan menyesal bahwa dia sendiri tak bisa pergi ke konser untuk mendengarkan gadisnya membacakan cerita. dan itu nampak terlalu tipis untuk malam yang lembab ini. Aku sudah memutuskan untuk menceritakan ‘The Maiden’s Vow (Sumpah Perawan)’. Sinar itu baru setiap pagi.” ujar Anne. dan pakailah jaket hangatmu. Aku sudah begitu sering membacakan cerita di muka umum dan sekarang aku tak kepikiran sama sekali. Ceritanya sangat 219 . Tapi sekarang ini tak ada gunanya bilang apa pun pada Matthew. membayangkan dengan bangga betapa manisnya Anne.” “Jangan bicarakan tentang kepergianmu malam ini. “Ini malam yang sempurna. Apa yang akan kau bacakan. dan para pramuniaga di Carmody tahu mereka bisa menjual apa pun padanya dengan jalan menipu. “Aku bertanya-tanya apa saat INI terlalu lembab untuk bajuku. sembari menyeberang ke Diana. itu membuatku sangat sedih. dan tak akan ada embun.” Diana memohon. Saat ketika ia akan mengikuti saranku. Tapi kukira dia akan merusak baju itu karena melakukan perjalanan ke sana yang berdebu dan berembun. Hanya dengan membiarkan mereka bilang padanya suatu benda bagus dan modern. Anne. Lihatlah sinar bulan itu. Ingat jaga rokmu jangan sampai menyentuh roda. Aku suka cara menata rambutnya itu.” “Aku senang jendelaku menghadap ke timur ke matahari terbit. Aku tak tahu bagaimana jadinya aku tanpanya saat aku pergi ke kota bulan depan. Oh. dan aku merasa seolah aku benar-benar membasuh jiwaku dalam pemandian dari sinar mentari di awal pagi itu. Bagaimana pun juga organdy adalah bahan yang paling tak berguna di dunia. “aku tak mau memikirkannya. lalu Matthew akan membayarnya. Diana. sembari menaikkan kerai jendela.” ujar Anne cemas. dan aku bilang begitu pada Matthew saat ia membelinya.Marilla mengeluarkan suara antara dengusan dan gerutuan.” Kemudian Marilla berjalan turun dengan angkuh. tapi sekarang ia membeli sesuatu untuk Anne tanpa peduli sama sekali.

Apalah artinya manik-manik mutiaranya dibandingkan dengan berlian seorang lady besar dan cantik di dekatnya? Dan pasti terlihat betapa malang mawar putih kecilnya di samping semua mawar rumah-segar yang mereka pakai itu! Anne menyimpan topi dan jaketnya. Dia jauh lebih suka duduk di belakang dengan gadisgadis itu. dimana sekarang dia menemukan dirinya. Laura Spencer akan menceritakan cerita komik. yang diam-diam berharap mereka akan memintanya. takut dan udik. Terkadang wanita gemuk itu berpaling 220 . menurutnya.” “Apa yang akan kau ceritakan kalau mereka memintamu lagi?” “Mereka tak akan terpikir untuk memintaku lagi. sekarang nampak sederhana dan biasa saja—terlalu sederhana dan biasa saja. yang. Anne. “Billy dan Jane sudah sampai—aku mendengar putaran rodanya. Lampu-lampu listrik membuat matanya terpana. Ketika mereka tiba di hotel lampu bersinar dari atas sampai bawah. yang di antara mereka tiba-tiba Anne merasa malu. dan telah membayangkan dirinya memberitahu Matthew tentang itu semua di meja sarapan keesokan paginya. di loteng timur. Mereka ditemui oleh para lady panitia konser.” olok Anne. dan gelak tawa. Dia pemuda dua puluhan yang besar. dan yang menyiksa hati tak punya kemampuan dalam percakapan. Masih lebih buruk di atas platform gedung konser besar hotel itu. Ayo. gendut dan pendiam dengan wajah bulat tanpa ekspresi. salah seorang yang mengantarkan Anne ke ruang ganti untuk orang yang menampilkan pertunjukan yang telah dipenuhi para anggota Klub Simfoni Charlottetown.menyedihkan. perak terang. dimana dia bisa tertawa dan berceloteh sesuka hati. diantara semua baju sutra dan renda yang berkilau dan bergerisik di sekitarnya. gema dan gema-ulang di sepanjang jalan. Dia berharap dirinya kembali berada di kamar putih di Green Gables. semuanya menuju ke hotel. yang nampaknya sedang mengalami saat-saat menyenangkan di belakang. Itu malam untuk kegembiraan. berkat bicara dengan gadis-gadis itu dari atas bahunya dan terkadang memberikan sesuap kesopanan untuk Billy—yang menyeringai dan ketawaketawa kecil dan tak pernah bisa memikirkan balasan apa pun sampai sudah terlalu terlambat—berusaha menikmati perjalanan dengan itu semua. parfum dan dengungan membuatnya bingung. telah nampak begitu cantik dan manis.” Billy Andrews mendesak Anne untuk duduk di tempat duduk depan dengannya. dan congkak karena bangga akan harapan melakukan perjalanan ke White Sands dengan figur langsing dan tulus di sebelahnya. tapi aku lebih suka membuat orang menangis daripada tertawa. Dia berharap sedang duduk di antara penonton bersama Diana dan Jane. dan menjauhkan diri dengan sedih ke pojok. Billy tak banyak tertawa atau pun berceloteh. Jalanan penuh dengan kereta kuda. jadi dia naik dengan segan. Dia terjepit di antara seorang wanita gemuk berbaju sutra pink dan seorang gadis bertampang-menghina dalam balutan baju berenda-putih. Tapi dia amat sangat mengagumi Anne. Bajunya.

seperti si gadis berenda-putih. pasti akan dirasakannya selamanya kalau dia berbuat begitu. Ini sangat beda dengan bangku-bangku panjang sederhana di Debating Club. dan gadis berenda-putih terus berbicara dengan suara yang dapat didengar dengan orang di sampingnya mengenai “bumpkin pedesaan” dan “wanita cantik dusun” di antara penonton. yang dipenuhi dengan wajah teman-teman dan para tetangga yang simpatik dan bersahaja. mereka menghalangi hiburan dari usahanya yang “udik”. Lututnya gemetar. merasa harus berteriak keras-keras. tak bersemangat mengantisipasi “kegembiraan semacam itu” dari pertunjukan bakat setempat pada acara itu. Mungkin. tak sepatah kata pun mampu diucapkannya. yang benar-benar peka sedang diperhatikan dengan cermat. Wajahnya sangat pucat sampai-sampai Diana dan Jane. Pernahkah dia membayangkan mampu membacakan cerita? Oh. saling bergenggaman tangan karena ikut merasa gugup. Orangorang ini. Sial bagi Anne. akan jadi pengeritik kejam. Ia punya suara yang bagus sekali dan mudah diubah-ubah dan kekuatan ekspresi yang mengagumkan. Anne adalah korban serangan demam panggung yang luar biasa. mendengarkan dengan mata berbinar gembira. di deretan penonton. tapi ketika pembacaan cerita itu usai tiba-tiba dia menutup wajahnya dengan tangan. dan tak kan mengerti pujian halus yang tersirat di dalamnya kalau pun dia menyadari—bangkit berdiri. yang lupa pada dirinya sendiri dan kesulitankesulitannya untuk sementara.dengan tepat dan memandangi Anne melalui kaca matanya sampai Anne. Tapi tiba-tiba. Dia tak kan mampu bangkit dan membacakan cerita setelah itu—tak kan pernah. begitu mengagumkan—barisan para lady dalam gaun malam. dan pandangan mereka benar-benar melumpuhkan kekuatannya. dia melihat Gilbert Blythe jauh di bagian belakang ruangan. begitu brilian. Anne yakin dia akan membenci gadis berenda-putih itu sampai akhir hayatnya. dirasakannya. seorang ahli deklamasi profesional sedang menginap di hotel dan telah setuju untuk membacakan cerita. para penonton menjadi heboh saat penampilannya. Anne. seluruh atmosfer kekayaan dan terpelajar di sekitarnya. menurutnya. tak berdaya. dan bergerak maju ke depan dengan kepala pusing. Dia merasa putus asa. Semuanya begitu asing. Bagaimana pun juga Anne— yang tak menyadari keterkejutan kecil dan sedikit perasaan bersalah yang dialami si gadis berenda-putih. kalau saja dia kembali berada di Green Gables! Pada saat yang tak tepat ini namanya dipanggil. dan momen berikutnya dia pasti sudah melarikan diri dari platform meskipun penghinaan yang. begitu matanya yang membesar ketakutan memandang ke arah penonton. rasa pusing menyerangnya. wajah-wajah kritis. tak pernah dia menghadapi penonton yang seperti ini sebelumnya. dengan permata di leher dan di rambutnya yang gelap. Ia adalah seorang wanita bermatagelap yang luwes dan menggunakan gaun yang luar biasa indah dari bahan abuabu yang berkilauan seperti cahaya bulan yang ditenun. Seseringseringnya dia membacakan cerita di depan umum. malu dan menderita. hatinya berdebar-debar. 221 .

kau berhasil dengan baik sekali. Ia bilang mereka akan memintaku bercerita lagi.” kata sang lady pink. Gilbert hanya tersenyum karena secara umum menghargai seluruh pertunjukan dan khususnya karena pengaruh dari tubuh putih Anne yang ramping dan wajah spiritualnya yang membelakangi background pohon palem. yang melangkah mundur ke tempat duduknya. Ketika dia selesai terdengar ledakan tepuk tangan yang sebenarbenarnya. “Tapi tetap saja—aku harus— atau Matthew akan kecewa. duduk di sebelahnya. Josie Pye. saat semuanya telah usai. Dengan tersenyum. merona karena malu dan bahagia. tak kan pernah! Ketakutan dan kegugupannya lenyap. dan tak akan peduli kalau pun dia melihatnya. Lihatlah. Bahkan si gadis berenda-putih memberikannya pujian kecil yang tak bersemangat. dan semuanya sangat baik padanya. Dia menarik napas panjang lalu mengangkat kepalanya dengan bangga. Diana dan Jane juga diajak serta. Sisa malam itu benar-benar merupakan kemenangan kecil baginya. wajah merona. “Aku menangis seperti bayi. Evans datang dan ngobrol dengannya. yang pergi diam-diam karena sangat takut mendapat undangan seperti itu. Anne.menganggukkan kepala dengan senyuman di wajahnya—senyuman yang dirasakan Anne adalah senyum kemenangan sekaligus penghinaan. suaranya yang merdu dan jelas terdengar sampai ke sudut terjauh ruangan tanpa ada getaran atau pun jeda. Saat konser telah usai. Anne kembali dan menceritakan pilihan kecil lucu dan menarik perhatian yang semakin memikat penontonnya. gendut—yang merupakan istri seorang jutawan Amerika—memberinya perlindungan dan memperkenalkannya pada semua orang. aku benar-benar menangis. Bagaimana pun juga. Dia TAK AKAN gagal di depan Gilbert Blythe—dia tak kan pernah dapat menertawakannya. Sang ahli deklamasi profesional Nyonya. sambil tertawa. karena mereka datang bersama Anne. dan wajahnya jelas penuh kemenangan dan penghinaan. Tapi Anne tak melihat Josie. aku tak bisa pergi. Penguasaan-diri benar-benar membuatnya pulih. dan 222 . dan sebagai reaksi dari keadaan tak berdayanya yang mengerikan itu dia membacakan cerita seperti belum pernah melakukannya sebelumnya. keberanian dan kebulatan tekad menyetrumnya seperti getaran listrik. Mereka makan malam di ruangan makan besar yang dihias dengan indah. Pada kenyataanya itu bukanlah senyuman yang seperti itu.” ujar Anne kebingungan. tapi Billy tak terlihat di manapun. yang ditumpangi mobilnya. dia ada di dalam menunggu mereka. dengan tim. sang lady pink.” ujarnya terengah-engah. mendapati tangannya dijabat dan digenggam dengan penuh semangat oleh wanita gendut berbaju sutra pink itu. mereka memintamu bercerita lagi—mereka melompat untuk memintamu kembali!” “Oh. mengatakan padanya bahwa dia punya suara yang mempesona dan “menafsirkan” pilihan ceritanya dengan indah.” “Mereka tak mengecewakan Matthew. mata yang jernih. “Sayangku. lalu dia memulai ceritanya. tak kan.

ketiga gadis itu keluar dengan gembira dalam kilauan cahaya sinar bulan yang putih dan cerah. “Titian adalah seorang seniman yang sangat terkenal yang suka melukis wanita-wanita berambut-merah. Jane. meskipun kupikir pada awalnya kau tak akan pernah memulai. memakai permata dan baju berleher-rendah. Tak mungkin itu lebih baik dari cara Nyonya.” “Oh. kita bahagia sebagai ratu. Anne. menyenangkan berada di luar lagi dalam kemurnian dan kesunyian malam! Betapa hebat. Josie Pye bilang ia seorang seniman ternama. Anne. Tidakkah kalian suka untuk jadi kaya. Kupikir itu lebih bagus daripada cara bercerita Nyonya. “Berlian-berlian itu sungguh menyilaukan.’ Sekian. dengan desir laut yang berbunyi di sela-sela itu dan tebing curam di seberang bagaikan raksasa kejam yang menjaga pantai yang mempesona. dan kita semua punya imanjinasi. begitu mereka pergi. Aku sungguh puas kalau orang-orang cukup suka akan caraku bercerita. Anne. sebagiannya.” Anne tertawa. bayangan dan impian akan benda tak terlihat. lebih kurang.” “APA kalian lihat berlian-berlian yang dipakai para lady itu?” desah Anne. dan memandang ke langit cerah di seberang dahan-dahan besar pohon fir. Lihatlah laut itu. “Aku sangat berharap aku adalah orang Amerika kaya dan bisa menghabiskan musim panas di sebuah hotel. makan es krim dan salad ayam setiap hari yang menyenangkan. Bagaimana pun. dan bahwa sepupu ibunya di Boston menikah dengan seorang pria yang pernah ke sekolah bersamanya.” ujar Diana. tenang dan mengagumkan segala sesuatunya. “Setidaknya menurutku ini adalah sebuah pujian karena nadanya saat mengucapkannya. Well.” sahut Anne meyakinkan.” “Aku punya sebuah pujian untukmu. dengan sedikit keterampilan bercerita. tidak. “Sebab. Evans. “karena kedengarannya konyol. jangan katakan hal seperti itu. “Tadi saat yang benar-benar menyenangkan. kawan—semua perak. Anne bernapas dalam-dalam. Aku yakin itu akan jauh lebih menyenangkan daripada mengajar di sekolah. Jane?—‘Siapa gadis di platform dengan rambut indah Titian itu? Dia punya wajah yang sebaiknya kulukis. karena ia seorang profesional. Oh.” ujar Anne cepat. Evans. dan aku hanya murid sekolah. kita punya enam belas tahun untuk dibanggakan. Tapi apa maksud dari rambut Titian?” “Kurasa dengan ditafsirkan itu berarti merah biasa. kawan?” “Kita SUDAH kaya. Kita tak bisa lagi menikmati keindahannya kalau 223 . kau tahu. caramu bercerita benar-benar hebat. Ada seorang Amerika duduk di belakang Jane dan aku—pria yang nampak sungguh romantis. kan?” desah Anne. dengan rambut dan mata sehitam batu bara. kami dengar dia bilang—ya kan.

Aku meminta bantuan Nyonya allan untuk memilihkannya untuk kamu di kota minggu lalu. " Aduh. dan emily gillis akan membantu kita. dengan kalung manik-manik mutiaraku. Aku tahu Matthew memberikannya untukku dengan kesungguhan cinta seperti juga permata Madame lady pink itu. begitu mereka menyebutnya. pandangan sedih itu di matanya? Sewaktu-waktu pasti ia merasa amat sangat tidak bahagia dengan tampang seperti itu. ”terimakasih banyak .” Anne membuat pernyataan. “Kupikir berlian akan sangat menghibur seseorang. Kalian tak akan mau menjadi salah seorang dari wanita-wanita itu meskipun kalian bisa. karena Anne sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke Queen. ke pesta atau ke acara-acara lain seperti itu. ini ada pakaian tipis untuk mu. menyenangkan sekali.” sahut Jane tak yakin. Emily punya selera yang bagus. Marilla. karena matthew yang mengurusnya. Aku dengan Jane dan Ruby dan Josie memiliki ’pakaian sore’. Kau TAHU kau tak akan rela. aku tidak percaya kamu bergitu baik kepadaku—itu membuatku semakin hari semakin sulit untuk pergi. dan keserasian nya tidak untuk disaingi.tapi aku pikir kamu barangkali perlu pakaian yang gaya jika kamu diajak ke jalan-jalan ke kota di sore hari. " Anne. “Aku benar-benar puas menjadi Anne dari Green Gables. aku tak mau jadi siapa pun selain diriku sendiri. meskipun aku tak dihibur dengan berlian seumur hidupku. Jane Andrews!” “Aku TAK mengerti—sebenarnya. Evans. dengan kesedihan.” kata anne. baik dan manis seperti yang terlihat. Terlebih lagi—suatu sore dia naik ke loteng timur dengan lengan yang penuh dengan kain hijau pucat yang indah. begitu gemuk dan pendek sampaisampai kau benar-benar tak berbentuk sama sekali? Atau bahkan Nyonya.” 224 . dan Marilla sama sekali tidak keberatan terhadap apapun yang matthew beli atau sarankan. Apa kalian mau jadi gadis berenda-putih itu dan bertampang masam seumur hidupmu.” “Well. dan banyak hal yang haarus dibicarakan dan diatur. Aku tidak mengira kamu memerlukannya. Perlengkapan anne banyak dan cantik-cantik.kamu sudah punya banyak ikat pinggang.kita punya uang jutaan dolar dan beruntai-untai berlian. seolah-olah kalian dilahirkan untuk menolak orang dengan hinaan? Atau lady pink itu.” BAB XXXIV-Anak Perempuan Dari Queen Tiga minggu berikutnya merupakan minggu-minggu yang sibuk di rumah atap hijau. dan ada begitu banyak jahitan yang harus dikerjakan.

Aku menyebutnya sebagai suatu kemenangan mutlak. dan penyayang juga. pikirannya melayang kembali ke suatu sore disaat anne tiba di rumah hijau.”Aku kira turut campur ku tidak pernah membahayakan sama sekali. dan ingin untuk tidak pernah membiarkan anne pergi. dengan bangga. meraih wajah marilla dengan kedua tangannya. dan medeklamasikan ”janji seorang perawan’ untuk mereka di dapur. Anne menggunakannya pada suatu sore untuk menghargai matthew dan marilla. Itu tidak akan berubah sedikitpun kemanapun aku pergi dan seberapa banyak pun lahiriah ku berubah.” Anne meletakkan pipi mudanya yang segar pada pipi marilla yang layu. ” sekarang. Aku hanya tumbuh. Pada saat marilla memandang kewajah yang bergelora dan cerah serta gerakan yang lemah gemulai. meskipun dengan semua tingkah aneh mu.dan kamu terlihat begitu tinggi dan bergaya dan begitu—begitu—berbeda dengan semua pakaian itu— seakan-akan kamu sama sekali bukan berasal dari avonlea.”ucap anne dengan gembira membungkuk di kursi marilla dan mencium pipi wanita itu. aku pikir dia bukannya manja. Dibawah bintang-bintang pada malam musim panas dia berjalan dengan gelisah melintasi kebun menuju gerbang dibawah pohon poplar. dan dia hanya mampu meletakkan lengannya merangkul erat gadisnya.”dia berkomat-kamit. tapi sifat dan kebiasaannya adalah bukan seperti itu. dan tidak pernah ada kekeliruan yang lebih beruntung daripada yang dibuat oleh Nyonya Spencer—Jika itu merupakan Keberuntungan. Dia merupakan berkah buat kami. ”aku hanya tidak tahan memikirkan kamu waktu kecil dulu. AKU yang sesungguhnya—didalam sini—masih sama. dan melihat dengan sedih dan penuh kelembutan kedalam mata marilla. anne. yang akan mencintai kamu dan matthew dan lebih menyayangi rumah hijau dan lebih baik setiap hari dalam kehidupannya. ketakutan dengan pakaian wincey yang coklatkekuningan. Marilla seharusnya sudah mengutarakan persaannya lewat kata-kata seperti yang anne lakukan. puisi ku membuat kamu menangis. yang merasa direndahkan karena menampakkan kelemahannya oleh karena puisi semacam itu.dan mengingat pada seorang anak yang bersemangat. Dia pintar dan cantik. marilla. Aku sedikitpun tidak berubah—tidak benar-benar. dan sebelah tangannya meraih bahu matthew. Matthew. aku bukan menangis karena puisimu.”ucap marilla. dan aku merasa kesepian bila memikirkan hal itu. Aku tidak percaya ada hal seperti itu. Ingatan itu membuat air mata marilla jatuh. Dan aku ingin kamu tetap kecil. kesedihan terpancar dalam kedua mata sedihnya. yang merupakan lebih baik dari apapun. dalam hatiku aku selalu menjadi anne kecilmu.”Tidak. dan mendekapnya ke dadanya dengan lembut. yang matanya mulai berembun. bangkit dan keluar dari pintu. “Baiklah sekarang.pakaian hijau itu dibuat dengan banyak kedutan dan jumbai-jumbai dan rendarenda seperti selera emily. ”bisa ku simpulkan. " Marilla!" Anne duduk pada pangukuan marilla.Sekarang kamu sudah dewasa dan kamu akan pergi. Itu sudah merupakan 225 . aneh.

mengenal professor.Charlie dan moody spurgeon. Anne bermaksud mengambil kelas dua seperti yang disarankan oleh nona Stacy. dan menangis dengan sedu sedan karena kerinduan terhadap anak gadisnya. dan anne tahu sekali apa yang harus dilakukan jika tidak cukup kerjaan. dia benar-benar sadar dan sedih bahwa kamar loteng diujung aula sudah tidak dihuni oleh jiwa yang bersemangat dan tidak digerakkan lagi oleh hembusan nafas yang lembut. setelah perpisahan yang menyedihkan dengan diana dan perpisahan hampir-hampir tanpa air mata –paling tidak dari pihak marilla—dengan marilla. " Tanpa hal itu Aku tidak akan merasa nyaman. Tapi ketika anne sudah pergi diana mengahpus air matanya dan bertamasya ke pantai pasir putih bersama-sama sepupu-sepupunya dari Carmody. aku kira aku tidak akan merasa seperti seekor kucing di dalam loteng yang asing pada saat aku mengenalkan diri." pikir nya.” Akhirnya hari dimana anne harus pergi ke kota pun tiba. jika mereka berhasil. bertemu dengan semua murid baru. karena Tuhan mengetahui bahwa kami membutuhkannya. yang tidak mau mempersulit diri mereka dengan cita-cita seperti itu. Dagunya ternyata bagus! Aku tidak pernah memperhatikannya sebelumnya. Anne sadar akan rasa terasing yang datang ketika dia menemukan dirinya berada dalam satu kelas yang terdiri dari lima puluh orang siswa lain. saat ini juga. Namun tidak dapat disangkal anne merasa gembira juga bahwa mereka sekelas. Itu berarti harus memperoleh izin kelulusan dari guru kelas pertama dalam satu tahun bukan dua tahun. tapi itu juga berarti lebih banyak pekerjaan dan harus bekerja lebih keras. sementara marilla menyibukkan dirinya dengan perkerjaan-pekerjaan yang tidak perlu dan terus melakukan hal itu sepanjang hari dengan luka hati yang sangat pahit—sakit yang membakar dan mengganggu serta tidak dapat terbasuh oleh butir-butir air mata. pada saat marilla akan tidur. lebih 226 .Dia dan Matthew mengadakan perjalanan di suatu pagi bulan September yang cerah. tidak banyak membantunya. Begitu juga dengan gilbert Blythe.mengambil kelas dua tahun. yang tidak satupun dia kenal. disana dia mengibur dirinya dengan lumayan baik. itu perhitunganku. Aku sangat ingin Jane dan Ruby mengikuti kelas pertama juga.coklat diseberang kelas. dia membenamkan wajahnya kedalam bantalnya.persaingan lama masih bisa dilanjutkan.berambut.kehendak tuhan. Ruby. " Gilbert terlihat sangat tekun. yang mengejutkan dirinya ketika dia sudah dapat tenang untuk memikirkan betapa sangat jahat nya mengambil seorang anak. Aku semestinya membuat dirinya merubah pikirannya untuk memenangkan medali.dan mengetahui dirinya juga melakukan hal yang sama seperti dirinya sendiri. karena itu dia nampak pesimis. Hari pertama itu terlewatkan dengan perasaan cukup menggembirakan bercampur kebingungan. saling bergaul dan mengatur kelas. Anne dan pelajar-pelajar avonlea lainnya tiba di kota tepat padawaktunya dan bergegas menuju Academy.Josie. kecuali seorang anak laki-laki yang jangkung. Namun malam itu. Jane.

dan dia sangat hati-hati mengambil penyewa. Mejanya bagus.” Semua itu agaknya benar. terbukti seperti itu. aduh. Tetapi Beechwood sangat jauh dari Akademi itulah mengapa hal itu tidak mungkin dilakukan. tak peduli betapa pun aku menyukainya. Tidak pernah akan bisa menjadi kesayangan ku seperti dirinya. langit luas yang dipenuhi oleh binta-bintang. dan lampu dari jendela diana memancar keluar melewati sela-sela pepohonan. dan sinar bulan yang menyinari kebun buah-buahan.dan rumahnya dekat dengan academy. tapi aku memiliki banyak rasa sayang nomor dua untuk dilimpahkan. Dia terlihat bersemangat dan sepertinya menyenangkan. pohon-pohon pae yang a akan tumbuh di kebun. dengan jaringan kabel-kabel telepon yang menutupi langit. dengan tempat tidur kecil yang berangka besi serta lemari buku yang kosong. dan memang. Disini semua itu tidak ada. Aku suka rupa anak itu dengan mata coklat dan ikat pinggang merah tua. cantik sedang memandang keluar jendela. derap langkah kaki orangorang asing. Aku ingin mengenal mereka berdua— mengenal mereka dengan baik—cukup akrab untuk bisa berjalan dengan tanganku merangkul pinggang mereka. dan mungkin tidak ingin mengenal aku tepatnya. dari anak sungai dibawah lereng dan cabangcabang pohon cemara bergoyang-goyang dihembuskan oleh angin malam yang berhembus diantaranya. Tapi saat ini aku tidak mengenal mereka dan mereka tidak mengenal aku.”jelas Nona Barry. Dia tidak kos seperti anak perempuan lainnya yang semuanya memiliki saudara di kota yang berbelas kasihan kepada mereka. dan seolah-olah dia mengetahui satu atau dua hal mengenai mimpi. anne tahu bahwa diluar jendelanya hanya ada jalan besar. Memandang kesekeliling kamar kecilnya dengan muram dan sedih. Aku penasaran gadis yang mana disni yang akan menjadi teman-temanku. Nona Josephine Barry akan sangat senang bila dia menumpang dirumahnya. Benar-benar suatu spekualasi yang menarik.ada satu lagi yang putih. ”Suaminya merupakan pegawai di pemerintahan inggris.!” Anne merasa lebih sunyi lagi ketika dia menemukan dirinya sendirian di aula kamar tidurnya pada senja malam itu. jadi Nona Barry mencari rumah kos. dengan lapisan kertas yang membosankan dan dinding-dinding tanpa gambar. dan bisa memanggil nama kecil mereka. kerongkongannya tiba-tiba terasa tercekik karena dia ingat pada kamarnya yang putih di atap rumah hijau. kemudian meyakinkan marilla dan matthew bahwa tempat itu sangat baik untuk anne. Anne tidak akan menjumpai orang yang tidak menyenangkan dibawah atap rumahnya. Tentu saja aku berjanji pada diana tidak akan ada gadis dari Queen. dan hal itu tidak membantu anne melawan kerinduan pertama yang dirasakan sangat menyiksa dirinya pada kampung halamannya. dan berjuang melawannya. Dia memiliki rambut yang indah. dan beribu cahaya lampu yang menyinari wajah-wajah orang asing. diamana dia merasa senang akan ketenangan dari banyaknya tumbuhan-tumbuhan hijau diluar. " Nyonya yang menjaga rumah itu berasal dari keluarga baik-baik.dulu. Dia tahu bahwa dia akan menangis. dan lingkungan yang tenang. 227 . kesepian sekali.

karena hidung dan matamu menjadi merah. Oh. Kota begitu menyenangkan daripada poky avonlea tua itu. tidak ada gunanya menghitung mereka! Karena sekarang mereka sudah banjir. tapi rasanya seperti seratus tahun lamanya. matthew hampir sampai dirumah sekarang—dan marilla sedang menunggu di pintu gerbang. Jika tidak aku sudah pergi ke taman untuk mendengar pertunjukan band dengan frank stockley. Kamu sedang menangis. Aku bilang kamu yatim piatu yang diadopsi oleh pasangan curthbert.itu seharusnya tidak terjadi." aku tidak akan menangis---ini bodoh—dan lemah—ini air mata ketiga yang terpercik melalui hidungku. kata anne dengan tulus. Aku heran bagaimana aku bisa tahan berada disana begitu lama. Ah. 228 . anne. Dia menyewa ditempat yang sama dengan aku. aku mengira mungkin marilla membekali kamu kue. kesunyian dan air mata tidak lebih memuaskan dibandingkan bersahabat dengan Josie pye ketika kemudian jane dan ruby muncul. dan tidak ada seorangpun yang tahu banyak mengenai masalalu mu sebelumnya. betapapun. Dan dia dibagian olah raga.” Anne merasa ragu. dan menyediakan jalan setapak untuk matthew—enam—tujuh— delapan---oh. Itulah mengapa aku kemari. dan bertanya padaku siapa gadis yang berkepala merah itu. Dia melihat kamu dikelas hari ini. bisa ku bilang begitu. Professor Bahasa Prancis kami benar-benar seperti bebek. Apakah kamu punya seseuatu yang dapat dimakan anne? Aku kelaparan. Karena senangnya melihat sebuah wajah yang dikenalinya anne lupa bahwa antara dia dan josie tidak pernah ada banyak cinta.”kata josie. Aku tidak bisa menghibur diri—aku tidak INGIN menghibur diri— Lebih baik menderita!” tidak diragukan lagi. Tapi tidak ada hal lucu kecuali hal-hal yang berhubungan dengan avonlea. Dan itu hanya akan membuat suasana menjadi tambah buruk—empat—lima—aku akan pulang kerumah jumat depan. Kumisnya akan membuat hati kamu kerwollowps. Karena Josie tidak ”bebicara” kepada Jane maka dia harus terdiam dan terhitung tidak berbahaya. " Aku sangat senang kamu datang. Dan banyak lagi yang keluar! Aku harus berpikir mengenai hal-hal yang lucu untuk menghentikan mereka. bahwa Banjir air mata akan datang. Kamu seharusnya tidak perlu menangis. dengan rasa belas kasihan yang menjengkelkan. ”Aku kira kamu sedang rindu kampung halaman—beberapa orang memiliki pengendalian diri yang sangat sedikit dalam hal itu. Aku tidak punya keinginnan untuk mengalami homesick. jika saja Josie Pye tidak muncul pada saat itu. Aku menikmati waktu yang indah di academy hari ini. Asal merupakan bagian dari kehidupan avonlea bahkan seorang Pye pun disambut dengan gembira. dan sekarang kamu kelihatan merah semuanya. masing-masing dengan satu inchi pita berwana ungu campur merah muda—pertanda Queen—yang tertancap gagah di jas mereka.

dan anne merasa bahwa kakinya kini adalah orang pribumi. aku tahu hari ini. Sebelum Josie mengatakan padanya berita itu puncak cita-cita anne tadinya adalah memperoleh izin provinsi dari guru. Ada banyak perdebantan apakah hanya akan dibagikan kepada penduduk queen. dan mengenakan baju wisuda dan berada dipanggung.kelas pertama. sesuai dengan bidang pelajaran mereka. Kata josie.” ujarnya. ingin tahu jika anne bermaksud untuk meraih medali emas. Hal itu akan diumumkan di academy besok.?? Seorang pengusaha dari New Brunswick yang kaya raya sudah meninggal dunia dan meninggalkan sebagian dari keayaannya untuk memberikan sejumlah besar bantuan beasiswa untuk dibagikan kepada bermacam-macam sekolah tinggi dan akademi di Profinsi maritim. Frank stockley yang memberitahuku—pamannya merupakan anggota dewan gubernur." baiklah. benarkan? terimakasih." desah jane. dan mungkin meraih medali! Tapi sekarang sejenak anne membayangkan dirinya memenangkan beasiswa avery. Karena Beasiswa Avery dalam bahasa inggris. Ini benar-benar cita rasa dari avonlea.” Ruby. ”Oh. aku pikir aku sejak pagi ini aku akan tinggal berbulanbulan disini. pada akhir tahun.” Beasiswa Avery! Anne merasa jantungnya berdetak lebih cepat. kamu tahu. menurutku aku melihat bekas airmata . Kue??kamu akan memberikan potongan yang paling kecil untuk ku. sebelum gema dari suara josie membuyarkan lamunannya. Anne.Jika kamu mau melanjutkan menangis. indah sekali rasanya memiliki cita-cita dan ambisi.Aku 229 . Tidak mengherankan bila malam itu anne tidur dengan pipi yang geli. Tapi aku sama sekali tidak bisa belajar malam ini.! ”Aku akan memenangkan beasiswa itu jika aku bekerja keras. Aku tidak keberatan menjadi angsa jika ada orang lain yang menjadi angsa juga. tapi perihal itu pun akhirnya diputuskan bahwa. mengambil kursus seni di perguruan tinggi Redmond. dan horizon ambisinya berpindah menjadi luas seolah-olah oleh kekuatan magis. Itu akan memulihkan diriku. karena aku sedang asyik menangis sebelum akhirnya rubby datang. memperhatikan kelender Queen yang berada di atas meja. pada akhir tahun pelajar yang lulus dengan dinilai bahasa inggris yang terbaik dan literatur bahasa inggris akan memenangkan beasiswa—dua ratus lima puluh dollar per tahun selama empat tahun di institute Redmond. ”Tidak kah matthew akan merasa bangga jika aku memperoleh gelar Sarjana Seni (Bachelor of Art)? Oh. Aku harus mengerjakan tuga rumah ”virgil”—professor tua yang mengerikan itu memberikan kita tugas dua puluh baris untuk dikerjakan besok. itu mengingatkan aku.”pelajar-pelajar queen akan memperbutkan satu beasiswa avery sesudah ini nanti. Wajah anne bersemu merah dan mengakui bahwa dia memang sedang memikirkan hal itu.

Itu membuat hidup jadi menarik. Rubby merupakan seorang gadis yang sangat menawan. Anne juga berpikir demikian. dan ruby Gillis sepertinya bukan orang yang cocok untuk membahas masalah seperti itu.dia memakai rok selama orang tuanya mengijinkannya dan dia menggulung rambutnya hingga kelihatan pendek di kota. serta menikmati hal –hal yang menyenangkan dengan bebas. Dia hanya berpikir bahwa jika gilbert dan dirinya berjalan pulang bersama dengan kereta api. Anne belum dapat meletakkan perasaannya pada hal itu sehingga membuat suatu definisi yang jelas. Dia memiliki mata biru cerah yang besar.senang karena aku memiliki banyak cita-cita dan keinginan. Dengan lampu-lampu dari rumah-rumah di avonlea berkelipan dibawahnya. dia punya banyak teman perempuan.Dan seperti nya tidak pernah ada habisnnya—itulah hal terbaiknya. Selama musim liburan belum berakhir pelajar-pelajar avonlea pergi ke cabang baru Carmody di jalan kereta api setiap malam jumat.Musim dingin di Queen Kerinduan anne akan kampung halaman sudah menghilang.”Bisik Jane kepada anne. meskipun dia harus menurunkannya ketika pulang kampung. Gilbert memiliki ambisi. akan sangat menyenangkan memiliki teman berolok-olok dan teman berbincang seperti gilbert dan bertukar pikiran mengenai buku-buku dan perlajaran-pelajaran serta cita-cita. meupakan jam-jam terbaik dan terindah dari seluruh minggu. melewati ladang yang indah dan melalui pakis yang 230 . dia tahu itu. tapi dia tidak mampu juga untuk tidak berpikir. Tidak ada sentimen bodoh yang muncul pada gambaran anne mengenai Gilbert. Jika dia dan gilbert berteman dia tidak akan peduli seberapa banyak teman lain yang dimiliki oleh gilbert dan juga dengan siapa dia berjalan. tapi dia tidak akan mengatakan hal itu demi beasiswa avery. kulit yang indah dan bentuk tubuh yang indah. Gilbert Blythe hampir selalu berjalan bersama dengan Rubby Gillis serta membawakan tasnya. sangat terbantu dengan kunjungan akhir pekannya ke kampung halaman. ” Tapi pikir dia bukan jenis perempuan yang disukai oleh Gilbert. mungkin sebatas teman belaka. sekarang berpikir bahwa dirinya sudah cukup dewasa. tapi dia tidak sepenuhnya sadar bahwa persahabatan dengan anak lelaki juga mungkin meupakan hal yang baik untuk dilakukan untuk melengkapi pershabatan seseorang dan melengkapi sudut pandangan yang lebih luas mengenai penilaian dan perbandingan. Seperti anak laki-laki lain pada saat dia berpikir mengenai mereka.” BAB XXXV. Anne berpikir hari jumat sore itu menyenangkan untuk dihabiskan diatas bukit yang berudara segar keemasan. Diana dan beberapa anak muda avonlea yang lain pada umumnya berkumpul untuk menemui mereka dan setelah itu mereka semua berjalan berkeliling avonlea dalam pesta gembira. Anne pandai membina persahabatan. Hanya segera setelah kamu mencapai satu ambisi kamu masih akan melihat satu lagi yang berkilauan diatas sana.

Dan sudah akui bahwa calon penerima medali secara praktis telah disempitkan menjadi tiga orang---Gilbert Blythe. tapi bagaimanapun juga kegetiran itu sudah mulai terasa.” Priscilla Grant.Setelah liburan natal pelajar avonlea berhenti pulang kampung setiap jumat dan belajar keras. bersungguh-sungguh —memenagkan penghargaan pengetahuan rumah tangga. 231 . Stella Maynard.bertumbuhan disepanjang jalan setapak. dan Lewis Wilson. Dengan gadis “mawar-merah”. dan “gadis impian. seperti pelangi di udara sama seperti mata anne. satu orang dari enam orang yang dijagokan berkemungkinan menjadi pemenangnya. Frank Stockley memiliki banyak aksi dan pesona. Persaingan nya dengan gilbert sama ketatnya seperti waktu masih di sekolah avonlea dulu. Medali perunggu untuk matematika diduga akan dimenangkan olah seorang anak laki-laki gemuk. meskipun hal itu tidak banyak yang mengetahui dikelas. sementara itu mata hitam bersemangat milik stella terlihat sayu/muram oleh khayalan dan mimpi-mimpi. Gilbert merupakan seorang teman muda yang panadi. bijaksana. Rubby gillis mendapat predikat gadis tercantik tahun ini di academy.! Di academy anne secara berangsur-angsur mendapatkan lingkaran kecil temantemannya disekitar nya. Ruby gillis mengatakan pada jane andrew bahwa dia tidak mengerti sedikitpun apa yang gilberth bylthe katakan: dia berbicara sama seperti anne shirley pada saat dia setuju dengan suatu hal dan rubby pikir tidak menyenangkan sama sekali untuk terlalu peduli pada buku-buku dan hal-hal seperti itu pada saat kamu tidak harus melakukannya. dengan sedikit sokongan kritis dari anne shirley. pelajar yang ambisi seperti dirinya. dan jane andrew—Jane yang sederhana. menemukan gadis putih yang terlihat alim yang diercoki oleh kenakalan serta olok-olok dan keisengan. Bahkan Josie Pye mencapai keunggulan tertentu sebagai Gadis Berlidah paling tajam yang ada di Queen.pakaian yang paling bergaya. Kenyataan ini merupakan hal yang lumrah. dengan pemikirannya sendiri mengenai peristiwa-peristiwa dan bertekat untuk meraih yang terbaik di dalam hidup dengan memberikan yang terbaik pada hidup. imajinatif. Anne bekerja keras dan tekun. lambat. tapi dia tidak se ganteng Gilbert dan dia sungguh tidak dapat memutuskan yang mana yang paling disukainya. pemenang beasiswa Avery masih diragukan. Anne Shirley. Pada saat ini semua pelajar-pelajar Queen cenderung berada di barisannya masing-masing dan beragam kelas telah menetapkan tempat berteduh masingmasing yang berbeda dan mulai bekerja. mereka mungkin sudah berbincang mengenai banyak hal menarik dan menggembirakan mengenai dunia baru yang luas di sekitar mereka dan meletakkan harapan-harapan dan cita-cita mereka padanya. pada kelas tahun kedua stella Maynard memenangkan telapak tangan terindah. dia segera menjadi teman karib. Jadi mungkin saja wajar dinyatakan bahwa murid-murid lama nona stacy memainkan peran mereka sendiri di gelanggang academi. Ethel marr nobatkan oleh seluruh juri penilai sebagai seorang yang memiliki mode rambut. lucu. berasal dari desa dengan dahi yang maju dan Jas tambalan.

tapi lebih karena kesadaran akan kebanggaan atas kemenangan dari lawanlawan laki-laki yang bernilai. Itu menyelamatkan aku dari banyak masalah pada diriku dengan mencintai mereka. telah bertambah tua. tapi dia tidak memikirkan bahwa hidup menjadi tidak sangat membantu seandainya dia tidak menang. tapi ketika aku melihat pada tunas besar yang sedang berkembang dengan susah payah pada pohon itu serta udara biru yang berkabut si ujung jalan. Dan disinilah kita sekarang. seperti pengakuannya. Kawan-kawan. ” ucapnya. ”aku lelah dengan gadisgadis lain—ada seperti kesamaan yang abadi dan menggusarkan pada mereka. dengan ujianujian yang minggu depan yang sudah terbayang. Tapi dia tidak pernah bicara kasar pada anne. " Anne-Girl bertambah baik setiap saat. ”rasanya tidak mungkin bahwa satu semester hampir usai”.anne sudah tidak ingin lagi menang dengan alasan untuk mengalahkan gilbert. Anne meghabiskan waktu luangnya di beechwood dan biasanya di memanfaatkan hari minggunya dengan makan malam disana dan pergi ke gereja dengan nona barry yang Belakangan . ” Jane dan rubby serta josie. ujian-ujian itu terlihat tidaklah begitu penting. yang terus menerus menjadi kesayangan dari wanita tua yang kritis itu. tapi ketika semua masa depanmu 232 . Aku tidak tahu bahwa dia sama menghiburnya seperti dia masih kanak-kanak dahulu. hampir sebelum semua orang menyadarinya musim semi telah datang. tapi mata hitamnya tidak suram namun setidaknya tenaga lidahnya semakin mereda. Selain belajar siswa-siswa mendapatkan kesempatan untuk bersenang-senang.ucap anne. kadang aku merasa seolah-olah ujian itu adalah segalanya. tidak menanggapi hal itu.musim gugur yang lalu terlihat sangat panjang—sepanjang musim digin ini banyak kelas dan pelajaran. di Avonlea mayflower sedang mengintip sebelum merekah merah muda pada tanah yang gundul diamana rangkaian bunga-salju melekat. Tapi di kota charlotte hal yang mengganggu pikiran dan dibicarakan oleh pelajarpelajar hanyalah mengenai Ujian-ujian.hal baru itu selalu lebih bagus dari hal sebelumnya. Semua itu tidak masalah bagi anne. dan dia membuat aku jatuh cinta padanya dan aku suka pada orang yang telah membuat aku mencintai mereka. yang yakin setidaknya lulus. Bagi mereka ujian-ujian yang akan datang merupakan hal yang sangat-sangat penting—jauh lebih penting dibanding tunas buah chest atau hari perpeloncoan. Anne memiliki banyak perbedaan seperti pelangi dan setiap hal. memiliki waktu untuk bagi dirinya untuk meremehkan ujian itu. dan ”kabut hijau” berada di pepohonan dan lembah-lembah.”kenapa. Itu lebih bernilai untuk dimenangkan. yang singgah. Kemudian.

Jane dan josie keduanya menjawab dengan segera dan pembicaraan berubah arah menjadi menganai mode. jangan bicarakan mengenai ujian!lihatlah pada lengkungan dari hijau pudar diatas langit rumah-rumah itu dan bayangkan dirimu sendiri seperti apa itu terlihat bila melewati hutan-hutan –pohon beerch yang lembayung di avonlea. Josie”. keluh jane. pipi lembutnya bertumpu pada kedua tangannya. Kawan-kawan. Frank stockley bilang bahwa profesor Tremaine mengatakan bahwa Gilbert blythe dipastikan memperoleh medali itu dan Emily Clay sepertinya yang akan memenangkan beasiswa Avery itu.”tidak ada gunanya mengatakan jangan khawatir. Semua mimpi-mimpi itu adalah miliknya dengan kemungkinan-kemungkinan tersembunyi pada tahun-tahun mendatang. ” " jane. 233 . Anne. Ayahku mampu mengirim aku kesini. Khawatir terkadang sedikit membantu mu—itu akan terlihat seolah-olah kamu sedang melakukan suatu hal pada saat kamu sedang khawatir.tergantung pada ujian-ujian itu---seperti yang dipikir oleh gadis-gadis itu—kamu tidak dapat mengabaikan mereka dengan berfilsafat. " Beart badanku telah turun sebanyak tujuh pond dalam dua minggu terakhir ”.”jika aku tidak lewat tahun ini aku akan kembali lagi tahun depan. apa yang akan kamu kenakan untuk pada hari pertama ujian? Tanya Rubby praktis.”tawa anne. Aku sudah melakukan usaha terbaik ku dan sekarang aku memahami apa yang dimaksud dengan ”kesenangan dari perdebatan” Disamping usaha dan kemenangan. dengan sikunya menyandar pada ambang jendela.—setiap tahun setangkai mawar akan sampai janjinya untuk ditenun menjadi chaplet abadi.” ”_Aku_ tidak peduli. menembus keluar menyeberangi atap kota dan menuju kepuncak menara kubah agung dari langit matahari terbenam dan merajut mimpi-mimpinya akan kemungkinan masa depan dengan benangbenang emas dari optimisme masa muda. ” ucap josie Pye. Tapi anne. Akan mengerikan jika aku gagal memperoleh sertifikat setelah melewati musim dingin di Queens dan menghabiskan banyak uang. dan matanya terisi oleh pandangan-pandangan. ada hal terbaik yaitu usaha dan kegagalan. tidak akan memberikan banyak perbedaan apakah aku akan meraih avery ataupun tidak.” ”itu akan membuat aku sangat kecewa besok.Aku AKAN khawatir.”tapi sekarang aku jujur merasakan bahwa selama aku tahu bahwa bunga violet akan mekar dan membuat lembah di bawah rumah atap hijau menjadi ungu dan pakis-pakis kecil menyembulkan kepala mereka di jalan setapak LOVER.

kalau tidak siapa yagn tidak bisa memahami betapa/bagaimanakah fakultas/staf pengajar bisa begitu tidak adil seperti terhadap medali itu kalau tidak. ucap jane. Berjanjilah padaku akan hal ini. Jane berjanji dengan sungguh-sungguh. mereka mendapati aula dipenuhi oleh anak laki-laki yang mengangkat Gilbert Blythe diatas bahu mereka dan meneriakkan pada puncak dari suara mereka : Hore Blythe. ucap anne. Jane. Dan aku tidak akan berdesakan di papan bulletin itu dan melihatnya sebelum semua orang selesai. ujian telah berakhir (selesai) dan dia yakin bahwa paling tidak dia berhasil melewati ujian. Melewati waktu 10 menit itu sebanrnya tidak terasa. Aku akan tetap berada diruang ganti baju anak perempuan.Bab XXXVI Keagungan dan Mimpi Pada suatu pagi ketika semua hasil ujian di pasang pada papan bulletin di Queens. semua orang mengatakan bahwa Emily clay yang akan memenangkan itu. pemenang Medali 234 . Anne dan jane berjalan menyusuri jalan bersama. Dan aku mohon dengan sangat kepadamu atas nama/demi persahabatan lama kita untuk melakukannya secepat mungkin. Aku tidak memiliki keberanian jiwa. Kamu harus membaca pengumuman-pengumuman itu dan kemudian memberitahu pada ku. waktu menjadi suatu hal yang paling penting di dunia ini. Anne pucat dan diam. Pada saat mereka memasuki tangga Queen. mereka tidak dimenangkan dengan mudah(mereka tidak diraih dengan mudah). Tapi membutuhkan kerja keras dan pengorbanan dirisendiri. Aku tidak berharap avery. Jane tersenyum dan bahagia. Jika aku gagal katakan langung. kegelisahan dan kesempitan hati. tanpa mencoba untuk berhenti dengan lemah lembut. Dan apapun yang kamu lakukan JANGAN berbelasungkawa/menyatakan simpati dengan ku. Dan meskipun ambisi sangat bernilai untuk dimiliki. tapi. Pertimbangan/selanjutnya/ yang lebih lanjut tidak mengganggu jane sama sekali. Tentu saja kamu akan memenangkan salah satu penghargaan itu. jane. Karena kita membayar sebuah harga untuk setiap hal yang kita dapatkan di dunia ini. Hanya saja bagi dirinya. Dia tidak punya ambisi yang membumbung tinggi dan sebagai konsekuensi (akibatnya) dia tidak dihinggapi penyakit kegelisahan/tidak tenang sesudahnya. tidak ada gunanya janji seperti itu. Dalam waktu 10 menit lagi dia akan mengetahui siapa yang akan memenangkan medali dan siapa yang memenangkan avery. pada saat itu terjadi.

Tapi kemudian Seseorang berteriak : Mari bersorak-sorak dengan semangat untuk Nona Shirley. Kamu sungguh senang menggoda orang. hadiahhadiah dan medali-medali diberikan. Aduh anne. kata nya. dia tidak pernah pulang sejak bulan april lalu dan dia merasa dia tidak dapat menuggu 235 . dengan mata dan telinga hanya untuk seorang pelajar diatas podium—seorang gadis janggkung dalam balutan pakaian hijau muda. condong kedepan dan menyodok/mencongkel punggung marilla dengan gagang payungnya. Mathew curthbert. Berbicara untuk pertama kalinya sejak dia memasuki aula. yang membaca karangan terbaik dan ditunjuk dan dibisiki sebagai pemenang Avery. Jadi dia gagal dan Gilber menang! Baiklah. Tidak kah kamu bangga dengan gadis. Acara dilaksanakan di Aula pertemuan besar di Akademi. dengan kedua pipi yang agak kemerah-merahan dan kedua mata yang penuh dengan sinar gemintang. Bahunya di gebuk dan tangannya bergoncang dengan semangat. aku sangat bangga. Ini bukan pertama kalinya aku bahagia/senang. Pidato diberikan.Anne?Aku bangga. Anne pulang ke rumah Avonlea dengan Mathew dan marilla sore itu. Nona Barry yang duduk di belakang mereka. Mathew dan marilla akan puas. aku harus menulis berita/surat kerumah sekarang juga. kelompok ucapan selamat datang menyerbu. Jane megap-megap. kemudian segera mereka melarikan diri menuju kamar ganti pakaian perempuan diantara sorak-sorai gemuruh. Ulang marilla. Mathew dan Marilla ada disana. ketika anne menyelesaikan karangannya. Mathew akan menyesal —dia sangat yakin bahwa anne akan menang. Memperhitungkan bahwa kita senang telah membesarkan dia. dia mencoba untuk berbisik kepada Jane : Aduh. pemenang Avery! Wah anne. Upacara pemberian Ijazah merupakan peristiwa penting berikutnya.Untuk sejenak anne merasa perutnya mual tiba-tiba akibat kekalahan dan kekecewaan. Dia ditolak dan ditarik dan dirangkul dan diantara itu semua. Ijazah penghargaan untuk pelajar. lagu-lagu dinyanyikan. marilla? Bisik Mathew. karangan dibacakan. bukankah itu bagus?? Dan kemudian anak-anak perempuan mengelilingi mereka dan anne menjadi pusat kegembiraan.

dan tidak berpikir apa-apa. Aku berharap dia akan memperoleh sekolah disini jika Miss Ames memutuskan untuk pergi/berhenti. Bukankah nafas mint lezat ?dan mawar itu—kenapa. tidak kah itu kedengaran hebat??aku akan memiliki pesediaan nyanian ambisi yang baru sekali untuk diberikan pada waktu itu nanti setelah tiga bulan yang agung. Aku pikir stella Maynard lebih baik dari aku. Tapi saat ini/sekarang aku merasa seolah-olah cukup menyenangkan duduk disini dan memperhatikan kamu. Jane dan Ruby akan mengajar. Anne merasakan sedikit perasaan ganjil dari kekagetan kecemasan dalam hatinya. Josie Pye memberitahuku kamu melakukannya. Dan alangkah baiknya melihat kamu lagi. Kata Diana. Aku bermaksud untuk menghabiskan waktu paling sedikit 2 jam besok berleha-leha (berbaring) di rumput kebun buah-buahan. aku pikir lelah karena rajin belajar dan lelah karena berambisi. Dia harus. Gilbert bythe akan mengajar juga. Diana. Kamu sudah melakukan pekerjaan dengan baik sekali anne. Tidakkah itu baik sekali untuk dipikirkan kami semua dapat melampaui bahkan moodi Spurgeon dan Josie Pye? Dewan SEkolah Newbridge sudah menawarkan Jane sekolah mereka. Bunga appel merekah dan dunia tampak segar dan muda. Apa yang akan anne lakukan tanpa persaingan yang 236 . Di dalam kamar putih nya sendiri.hingga besok. Stella Maynard merupakan seorang gadis yang paling mahal didunia kecuali satu orang dan orang itu adalah kamu. semuanya merupakan sebuah nyanyian dan sebuah harapan dan doa semua menjadi satu. bulan-bulan keemasan dari liburan. Sangat baik melihat pucuk cemara itu menantang langit merah muda—dan kebun buah putih dan salju queens yang tua. setelah semuanya. Sungguh baik bisa kembali lagi. Dia tidak mengatahui hal itu. aku mengira kau tidak akan sedang mengajar sekarang bahwa kamu telah memenangkan Avery? Tidak. dimana marilla telah mengumpulkan mawar-mawar yang sedang berbunga pada ambang jendela. Diana. Anne tertawa dan menghujani Diana dengan bunga lili bulan juni yang layu dari buket miliknya. jadi ia bermaksud untuk mendapatkan penghasilannya sendiri. ucap Diana penuh celaan. kata dia. Aku akan pergi ke Remond September nanti. Aku mencintai kamu lebih dari siapapun—dan aku punya banyak hal untuk diceritakan padamu. anne melihat kesekitar dan menarik napas panjang kebahagiaan. Oh Diana. Josie bilang kamu JATUH HATI pada nya. Ayah nya tidak sanggup membiayai kuliahnya tahun depan. Diana ada di Rumah hijau untuk mengunjunginya. Aku lelah. Dia berharap Gilbert akan pergi ke Redmond juga.

Anne ? 237 . Aku takut kamu bekerja terlalu keras.Lynde mengatakan sebelumnya kebanggaaan surut dan dia tidak percaya terhadap sekolah tinggi untuk wanita sama sekali. Aku tidak bisa membaca atau menjahit dengan nyaman sekarang. Anne mencondongkan badannya ke meja dan mengambil wajah marilla di tangannya. marilla. Baiklah. Marilla. Mengambil Kelas puisi Pertama satu tahun dan memenangkan beasiswa Avery. Doctor spenser banyak cincong/membuat aku repot dengan kacamata. Mungkin dia akan mau sekarang karena kamu ada dirumah. aku sering sekali sakit kepala sekarang—selain mata aku. Bukan karena pekerjaan—hanya karena kepalaku. Sehingga aku berharap dia dapat beristirahat dan kembali segar. menjadi agak hambar tanpa teman bermusuhannya? Pagi berikutnya saat sarapan anne tiba-tiba menyadari/menemukan bahwa Mathew kelihatan tidak sehat. Kamu selalu membuatnya gembira. apakah Mathew sehat ? Tidak.dalam musim semi ini sudah Beberapa kali dia mendapat serangan jantung yang sungguh berat dan dia tidak akan meluangkan waktu untuk dirinya sendiri sedikit saja.membangkitkan semangat mereka ?tidak akan berhasil. panggil anne dengan ragu-ragu ketika Mathew telah pergi keluar. tapi mereka tidak memberikan kebaikan untuk ku. Aku kira aku harus. Dia bilang itu tidak cocok untuk mereka untuk lingkungan wanita yang sebenarnya/lingkungan sejati wanita. kamu kelihatan lelah. tapi dia akan jauh lebih baik untuk sementara waktu dan kita harus menggaji seorang lelaki yang baik. Kamu juga tidak terlihat sehat seperti yang biasa aku lihat. Marilla tersenyum dengan mesra pada gadisnya. Harus kukatakan kamu sudah melakukan pekerjaan dengan sangat baik di Queens. akhir-akhir ini. Aku akan menggunakan satu hari libur ini untuk mengunjungi semua tempat-tempat keakungan lama dan memburu mimpimimpi lama ku. Kamu harus beristirahat. Aku benar-benar cemas tentang dia.—Baiklah— baiklah. dan selanjutnya giliran kamu untuk bermalas-malasan saat/sedangkan aku mengerjakan pekerjaan. tentu saja dia kelihatan lebih gelap/abu-abu daripada satu tahun sebelumnya. Aku tidak percaya akan kata itu. Nyonya. Ada ahli mata yang hebat/terkenal yang datang ke PULAU ini juni lalu dan doctor bilang aku harus menjumpainya. berbicara mengenai Rachel mengingatkan aku—Apakah kamu sudah mendengar berita apapun mengenai Bank Abbey. meskipun pada fakultas perguruan tinggi dengan murid pria dan wanita dan harapan gelar yang nyata. Anne.jawab marilla dalam nada susah. sekarang karena aku ada dirumah.

dia pergi ke gelembung Dryad dan hanyapohon belaka dan lembah bunga violet/lembayung. Dan akhirnya di sore hari dia pergi dengan Mathew untuk melihat kerbaukerbau. kata Mathew. ketika Rachel memberitahukan pada kami hal itu. anne tinggi dan tegak. Russel mengatakan padanya kemaren bahwa bank itu bail-baik saja. Awalnya aku ingin Mathew meletakan uang itu di Bank Saving. dan lupakanlah.Aku dengar bank itu agak goyah. Abbey tua adalah teman baik Ayah Mathew dan ia selalu menyimpan uang pada nya. Aku akan bisa banyak membantu kamu sekarang dan meluangkan kamu dengan 100 cara. Mathew bilang setiap bank dibawah pimpinannya cukup bagus untuk setiap orang. Baiklah sekarang. Tapi Mr. aku sepertinya tidak bisa seperti itu. anne. Baiklah. oke. menyesuaikan langkah per nya dengan langkah Mathew. aku menduga bukanlah anak 238 . Kenapa kamu tidak mengambil hal yang lebih mudah? Baiklah sekarang. Aku dapat menemukan hal itu dalam hatiku untuk hasrat yang kumiliki. anne. melewati jalan/pedesaan penggemar untuk menggembalakan dari belakang. Dia tidak akan pernah melupakan hari itu. Dia menghampiri rumah pendeta dan mempunyai perbincangan dengan Nyonya. Allan. jawab anne. Hanya untuk itu Baiklah sekarangm aku lebih memilih kamu daripada selusin anak laki-laki. tapi Mr. ponakannya sungguh kepala lembaga/institusi. Kamu bekerja terlalu kerasa hari ini. Ucap anne. Hanya mengingatkan kamu—lebih baik daripada selusin anak laki-laki. Aku rasa dia mempunyai jumlah nominal yang besar selama bertahun-tahun. saat dia membuka pintu gerbang halaman agar kerbau-kerbau bisa lewat. dan dia bilang dia akan mempertimbangkan hal itu. Jika saja aku adalah anak laki-laki yang kamu kirim. hanya saja aku sudah menjadi lebih tua sekarang. aku selalu bekerja keras dan aku lebih suka jatuh dalam pakaian kuda. aku ingin Mathew untuk menarik uang kita segera. Mathew berjalan pelan-pelan dengan kepala tertunduk. Mathew. dia benar-benar sudah tua. Semuanya kita tabung di bank itu—setiap sen. kata dia penuh omelan. Anne menghabiskan beberapa waktu berharganya di kebun buah. Oke. hari itu sangat cerah dan bagus dan terang. Mathew merasa sangat cemas/khawatir. Ucap Mathew menepuk tangan nya. kenapa?? Itu apa yang dikatakan Rachel : dia mampir kesisni suatu hari pada minggu kemaren dan dia bilang banyak perbincangan mengenai itu. Anne bersenang-senang hari itu dengan persahabtan dengan dunia luar. begitu bebas dari bayang-bayang dan begitu begitu banyak bunga. kata anne dengan prihatin. Hutan/kayu-kayu seluruhnya bercahaya terlewati oleh matahari terbenam dan semarak kehangatan dari air panas menurun melintasi lembahlembah bukit di bagian barat.

Itu merupakan malam terakhir sebelum penderitaan menghampiri hidupnya. mengingat/berpikir tentang mas lalu/lampau dan menghayalkan/memimpikan masa depan/mendatang. Diluar salju Queen/Queen salju halimun/berkabut putih dalam sinar dengan berkabut putih dalam kilauan bulan/cahaya bulan. Martin. Lynde. anne mesih memngingat kenangan itu pada saat dia memasuki kamarnya pada malam itu dan duduk agak lama pada jendela nya yang terbuka.dia melihat sewaktu Mathew berdiri di pintu keluar beranda. penuh ketenangan/kedamaian dan ketenangan yang semerbak dari malam itu. pada saat dia pergi memanggil dokter dia melewati lereng Kebun buah-buahan disitu ada tuan dan Nyonya. sebelum mereka dapat menggapai dirinya. Dia memandang wajah cemas mereka dengan sedih dan airmata mengalir dari kedua matanya. Anne datang ke ruangan.malaikat maut yang bernama Kematian Mathew—Mathew—ada apa ? Apa kamu sakit. memeriksa denyut nadinya. panggil martin—cepat. lelaki pekerja. bergerak terkejut memanggil dokter. Dia pingsan.laki-laki yang mendapatkan beasiswa avery.Nyonya. Dan kehidupan selanjutnya tidak akan pernah sama lagi ketika sentuhan dingin. Aduh marilla. kodokkodok sedang menyanyi di rawa di lerang kebun buah. Lynde mendorong mereka kesamping dengan lembut. cepat! Dia di gudang. Barry mereka berdua segera pergi kerumah marilla. Anne selalu ingat akan perak. Mathew?? Ucapan marilla yang penuh dengan nada kegelisahan disetiap sentakan kata. ada selembar kertas terlipat di tangannya. yang berada disana atas suruhan. dan menempelkan telinganya diatas jantung nya. tangannya penuh dengan bunga bakung putih. suci telah diletakkan diatasnya.-. Dia tersenyum senyum malu padanya ketika di memasuki ke perkarangan . Kata dia dengan sedih. Anne menjatuhkan bunga-bunganya dan berlari melintasi dapur menuju kearah matthew bersamaan dengan marilla. Mereka berdua sangat terlambat. dan wajah Mathew terlihat ganjil dan abu-abu. Nyonya. aku kira—kita tidak bisa melakukan apapun untuknya menolongnya. Anne. Mathew telah jatuh melewati ambang pintu. Bab XXXVII. yagn baru saja sampai dirumah dari kantor pos. 239 . benarkan??itu bukan anak gadis— gadis ku yang aku bangga padanya. datang juga. Mereka mendapati Anne dan Marilla yang sedang kebingungan mencoba untuk memulihkan Mathew agar siuman kembali .sudah lama sekali sebelum akhirnya anne bisa menyukai bau dari bunga bakung putih lagi.-. marilla terengah-engah.

Diana. Aku tidak takut. kamu jangan berpikir—kamu tidak boleh berpikir Mathew—telah —anne tidak dapat mengatakan kata yang mengerikan itu. Nak. Ketika malam yang tenang datang perlahan diatas nok atap rumah hijau rumah tua itu hening dan tenang. Lynde. berkata dengan lemah lembut. dia berubah redup dan pucat pasi. Anne melihat ke wajah tenang/hening yang tidak terlihat ada tanda kehidupan yang agung.Nyonya. Berita menyebar cepat di Avonlea. cinta tanpa kata-kata. dimana anne berdiri di jendelanya. Kertas Itu berisi tunggakan rekening dari bank Abbey. Anne sayang. lihat wajahnya. iya. Untuk pertama kalinya Mathew yang pendiam. aku takut seperti itu. pergi ke loteng timur rumah. mungkin sekali disebabkan oleh kejutan yang tiba-tiba. Rahasia keterkujutan/goncangan itu ditemukan berada pada kertas yang dipengang Mathew yang dibawa martin dari kantor pagi itu. Aku sudah sendiri satu menit sejak itu terjadi—dan aku ingin. Banyak bunga disekitar dia—bunga kuno yang indah— bunga-bunga modern yang ditanam oleh ibunya di kebun perkarangan pada hari-hari pengantinnya dan yang selalu dirahasiakan oleh matthew. Keluarga Barry dan Nyonya Lynde tinggal menemani mereka malam itu. dan setiap hari teman dan tetangga berbondong-bondong/memenuhi nok atap rumah hijau dan datang dan pergi atas suruhan orang yang mati dan yang masih hidup. Di kamar salon terbaring Mathew curthbert di dalam petimati. Kesedihannya yang mendalam. Maukah kamu tidur dengan ku malam ini ? Terimakasih Diana. aku sungguh ingin kesunyian dan keheningan dan 240 . mata tanpa air mata menyala di wajahnya yang putih. sedang bermimpi mimpi yang menyenangkan. pemalu menjadi pusat perhatian. Aku kira kamu tidak akan salahpaham pada ku saat aku mengatakan bahwa aku ingin sendiri. Pada saat dokter datang dia berkata bahwa kematian yang mendadak dan kemungkinan tanpa rasa sakit. rambut panjang abu-abunya menghiasi wajahnya yang tenang yang terdapat sedikit senyum ramah seolah-olah dia tertidur. Anne melihat ke wajah temannya itu dengan bersungguhsungguh. Itu merupakan hal terakhir yagn dapat dilakukan untuk nya. Anne mengumpulkan/mengambil mereka dan memebrikannya pada dia. Pada saat kamu telah melihat sesering aku melihatnya maka kamu akan tahu apa artinya. Keagungan suci kematian telah datang padanya dan mengumpulkannya sebagai seseorang yang bermahkota.

Aduh. Tinggallah disini untuk beberapa saat dan biarkan lenganmu merangkul ku—begitu. yang merupakan orang yang sangat dicintainya dan yang telah begitu baik padanya. memecahkan semua batasan kemampuannya untuk mengindari masalah dengan cara menyibukkan diri dengan pekerjaan dan kesibukan diri. Dia bisa melihat wajah Mathew yang sedang tersenyum pada nya seperti dia tersenyum ketika mereka berpisah di gerbang sore lalu—dia bisa mendengar suara yang berkata. Tangis anne. Itu nampak bagi anne hal yang buruk sekali bahwa dia tidak bisa menumpahkan/mengeluarkan air mata untuk Mathew. Ditengah malam dia terbangun. bahkan pada saat dia berlutut pada jendelanya di tengah kegelapan dan berdoa. hanya rasa sakit kelam yang mengerikan Kesengsaraan itu tetap ada hingga dia jatuh tertidur. diana dapat memahami lebih baik daripada anne kesakitan/penderitaan yang mendalam tanpa butir air mata. tapi aku tidak tahan. meninggalkan anne sendirian untuk tetap berjaga-jaga atas dukacitanya yang pertama. apa yang akan kita lakukan tanpa dirinya?? 241 . dan setengah yang lainnya kelihatan seakan-akan dia sudah meninggal sejak lama dan aku telah mengahadapi sakit yagn mengerikan ini sejak lama. dengan keheningan dan kegelapan disekitarnya. Namun mulanya tidak ada air mata yang keluar. Tapi dia pergi menjauh dengan baik hati. Kemudian airmata jatuh dan anne menangis bercucuran air mata. Sudah-sudah—jangan menangis seperti itu. Itu—itu—tidak benar untuk menangis seperti itu. Aku tidak dapat menerimanya.mencoba untuk menerimanya. Diana tidak begitu mengerti. Aku tidak membiarkan Diana tinggal. melihat bintang-bintang bertaburan diantara bukit-bukit—tidak ada air mata. Aduh Marilla. Airmata tidak melukai seperti rasa sakit ini. Mathew yang berjalan dengannya kemaren sore disaat matahari terbenam dan sekarang sedang terbaring di ruang suram yang dipenuhi kedamaian yang dahsyat. biarkan lah aku menangis. Ini penderitaan kita— kamu dan aku. dia baik dan ramah dan manis—tapi ini bukan kesedihannya—dia diluar ini dan dia tidak bisa datang lebih dekat kedalam hatiku untuk menolongku. dan ingatan tentang hari-hari yang lalu datang menghampirinya seperti gelombang kesedihan. saying itu tidak akan bisa mengembalikan dirinya. Gadisku—gadisku yang aku banggakan. Setengah nampak jelas bagiku bahwa Mathew tidak bisa mati. Aku tahu. marilla. Ia selalu baik. ayah yang baik untuk ku—tapi Tuhan tahu yang terbaik. dalam bauran hari gembira sekaligus menyedihkan. Marilla mendengar nya dan menyelinap untuk menghiburnya. Kesedihan marilla sangat mendalam. Anne berharap bahwa airmata akan muncul didalam kesunyian.

Pada saat Mathew masih berada disini dia senang mendengar kamu tertawa dan dia senang mengetahui bahwa kamu menemukan kebahagiaan dari hal –hal yang menggembirakan disekitar mu. Hari ini Diana mengatakan sesuatu yang lucu dan membuat aku tertawa. Dua hari setelah itu mereka membawa Matthew Cuthbert melawati ambang pintu rumahnya dan menjauh dari ladang yang di kelolanya dan kebun buah yang dicintainya dan pophon-pohon yang telah ditamannya. Aku sangat tindu padanya. tapi saat ini sepertinya jadi lebih mudah. Allan. Tidak mudah bagi ku untuk mengungkapkan perasaan ku. Anne. Itu nampaknya seperti ketidaksetiaan kepada Matthew. Aku ingin mengatakan padamu sekarang selagi aku masih bisa. Untuk semua itu. Tapi aku dapat memahami perasaan mu. Aduh. Bagaimanapun juga terlihat seakan-akan aku tidak perlu untuk tertawa. entah bagaimana. 242 . baru berduka cita. dunia dan kehidupan terlihat sangat indah dan menarik untuk ku semuanya. menemukan kebahagiaan dari berbagai hal sekarang padahal dia telah meninggal. hidupnya masih menghampiri dia dengan banyak suara yang berutbi-tubi (terus-menerus). meskipun dengan perasaan sakit karena kehilangan hal-hal yang akrab. dunia bunga indah dari cinta dan persahabatan telah kehilangan satupun dari kekuatannya untuk menyenangkan khayalannya/kesenangannya dan menggetarkan jiwanya. Aku pikir pada saat itu terjadi aku tidak pernah bisa tertawa lagi. Dia baru saja lewat sekarang. Nyonya. Aku mencintai kamu seperti seolah olah kamu adalah darah dagingku sendiri dan kamu telah menjadi kebahgiaan dan kesenangan ku sejak kamu datang ke Rumah Hijau. anne. Aku tidak tahu apa yang akan lakukan jika kamu tidak ada disini---jika kamu tidak pernah datang kemari. Aku rasa kita semua mengalami hal yang sama. ucap Nyonya allan lemah lembut. Dan tunas pucat merah muda merekah di kebun membrikan aliran kebahagiaan bagi dirinya ketika dia melihat mereka—kunjungan Diana menyenangkan dia dan bahwa kata-kata dan gaya sukaria Diana membuatnya tertawa dan tersenyum—yang pendek kata. Anne. pikiran sangat sedih bahwa itu bisa menjadi seperti itu---bahwa mereka dapat melanjutkan cara lama tanpa Mathew. dan dia senang untuk mengetahui hal yang sama. aku tahu telah keras dan kasar kepada mu mungkin—tapi kamu tidak boleh berpikir bahwa aku tidak mencintai kamu seperti Mathew mencintai kamu. Aku yakin kita seharusnya tidak menutup hati kita terhadap pengaruh penyembuhan yang ditawarkan lingkungan pada kita.Kita harus saling membantu/kita harus selalu bersama. katanya dengan prihatin pada Nyonya Allan suatu sore ketika mereka sedang bersama-sama di kebun rumah pendeta.— setiap saat—namunpun begitu. Dia merasa seperti memalukan dan penyesalan yang mendalam saat dia menemukan bahwa matahari terbit dibalik pohon cemara. Dan kemudian Avonlea kembali tenang seperti biasanya dan bahkan pada rumah dinding hijau pekerjaan/urusan kembali masuk ke pekerjaan sehari-hari mereka yang lama dan pekerjaan dilakukan dan tugas-tugas diselesaikan dengan keteraturan seperti sebelumnya/biasanya.

Mathew selalu paling menyukai mawar—mereka begitu kecil dan manis pada tangkainya yang berduri. kata marilla. Anne tidak menjawab. Aku berharap dia mempunyai mawar seperti itu di surga. Allan. kamu mau kan ? Martin akan mengantar aku dan tidak ada setrikaan dan memasak yang harus dilakukan. Ucap anne melamun. aku mengira aku sebaiknya pergi dan selesai. seperti ucapan syukur dari udara. Aku merasa gembira karena aku bisa menanamnya diatas kuburannya —seolah-olah aku melakukan sesuatu yang mungkin bisa menyenangkan dia karena itu berada di dekatnya. Aku membawa sejamban bunga mawar putih rumpun belanda yang ibunya bawa dari skotlandia dahulu kala. Mungkin arwah-arwah dari seluruh bunga mawar kecil putih yang sangat dicintainya pada musim-musim panas semuanya disana untuk menjumpainya. dan kita hampir merasa seolah-olah kita tidak setia kepada penderitaan kita ketika kita menemukan/mengetahui bahwa ketertarikan hidup kembali pada kita. 243 . ditahan oleh sebuah kulit kerang besar berwarna pink dengan bayang-bayang dari matahari terbenam di sebelah tenggara dalam lilitan-lilitan bagian dalam yang halus. Aku harus pulang kerumah sekarang. dia mengucapkan selamat malam dan pergi pelan-pelan kembali ke nok atap rumah hijau. Aku akan lebih berterimakasih jika lelaki itu memberikan aku semacam kacamata yang benar dengan mata aku. Aku pergi ke kuburan untuk menanam suatu rumpun mawar di kuburan Mathew sore ini. Dan dia bersikeras bahwa aku harus masuk dan memeriksa mataku. Marilla soerang diri dan dia kesepian di senjakala. " aku akan baik-baik saja. diatas dia setiap saat dia bergerak. Dia menyukai petunjuk kelezatan dari keharuman. pada saat kamu pergi lagi ke sekolah.Kita benci/marah/merasa tersinggung pada hal apapun yang menyenangkan kita ketika orang yang kita cintai sudah tidak lagi berada disini untuk membagi kesenangan dengan kita. kata dia spesialis itu akan ada di kota besok. Pintu dibelakang mereka terbuka. Anne mengumpulkan percikan madu pucat kuning menyusui dan meletakkannya di rambutnya. Diana akan singgah untuk menemaniku.. Doctor Spencer ada disini saat kamu pergi. ucap Nyonya. aku takut." " Dia akan terus kesepian. Kamu tidak keberatan tinggal disini sendirian sementara aku pergi. Aku akan menyetrika dan memasak dengan lezat—kamu tidak perlu takut bahwa aku akan memberika kanji pada saputangan atau membumbui kue dengan obat gosok. Marilla sedang duduk di depan pintu anak tangga dan anne duduk disampingnya.

jadi dia tidak tahan untuk bersikap tidak menyenangkan (untuk tidak marah-marah). orangorang menyebutnya kekasihku. Josi Pye. Aku kira orang semacam itu sedikit tujuan berguna dimasyarakat. Jane dan Ruby akan mengajar dan mereka berdua mendapatkan sekolah—jane di NewBridge dan ruby disuatu tempat di sebelah barat. dia dan aku. Aku terkadang tertawa sedikit sekarang pada saat aku berpikir betapa cemasnya rambut aku pada ku—tapi aku tidak bisa tertawa banyak.MARILLA tertawa. dan dia bertanya padaku apakah orang-orang yang memiliki rambut merah terbiasa memiliki rambut seperti itu. Alngkah –seorang teman yang enak dilihat dia. Bintik-bintik dipipi ku benar-benar sudah hilang. sunnguh. Aku benar/sungguh-sungguh menderita karena rambut ku dan bintik-bintik diwajahku. Kami dulunya adalah teman baik. tapi aku harus mengatakan bahwa aku tidak tahu apakah adalah lebih banyak lagi daripada manfaat tumbuhan berduri (semacam widuri). Sembari menyentuh pita rambut yang berat pada rambut yang terluka di disekitar kepala indahnya. Aku sudah berusaha apa yang aku sebut usaha yang gagah berani untuk menyukai dia. dan orang-orang cukup senang memberitahuku bahwa rambutku pirang sekarang—semua kecuali Pye. atau setidaknya pakaian hitam ku membuatnya kelihatan lebih merah. Dia bilang padaku kemaren bahwa menurutnya itu lebih merah dari sebelumnya. Apakah Josie akan mengajar ? Tidak. bukan?? Ya. Alangkah seorang gadis perempuan yang membuat kekeliruan pada hal itu berhari-hari. Aku tidak akan pernah melupakannya. ujar marilla tajam. Anne memandang dengan minat cepat Aduh marilla—dan kemudian apa yang terjadi ??—kenapa kamu tidak— 244 . John Blythe merupakan anak laki-laki yang baik. dia akan pulang ke Queens tahun depan. Aku terbiasa berpikir bahwa kamu kerasukan/kemasukan setan. Aku melihat dia di gereja minggu lalu dan dia keliatan begitu tinggi dan gagah Dia mirip sekali dengan ayahnya pada usia yang sama. Gilbert Blythe akan pergi mengajar juga. ujar marilla menerawang.tapi josi Pye tidak akan bisa disukai. Apakah kamu ingat waktu kamu mengeringkan rambut mu?? Ya. karena kemudian itu sungguh menjadi masalah. aku hampir memutuskan untuk berhenti mencoba untuk menyukai Josi Pye. senyum anne. Begitu juga dengan Moody Spurgeon dan Charlie Sloane. Marilla.singkatnya.Anne Kamu selalu terlibat dalam pertikaian.

BAB XXXVIII. jawab marilla lesu/letih. Bukan karena itu. dia bilang bahwa bila aku berhenti total dari membaca dan menjahit dan segala macam pekerjaan yang bisa menyebabkan ketegangan pada mata. Apakah kamu bertemu dengan dokter mata?apa kata dia ? Tanya anne penasaran? . Dia tidak pernah melihat Marilla duduk lemah tanpa daya seperti itu. “seharusnya aku letih tapi aku tidak memikirkannya. hanya sebentar—tapi aku kesal/merajuk dan marah dan ingin menghukum dia duluan/terdahulu. dia kira/berpikir bahwa mata ku tidak akan tambah parah dan sakit kepalaku dapat disembuhkan. tapi dengan suara terjepit Marrila. bayangkan! Anne diam Untuk beberapa saat. Anne. jika kamu berhati-hati kamu tidak akan kelihatan penglihatanmu sama 245 . Sesuatu dalam sikap kesal/sedih nya membuat hati anne dingin/sedih. setelah lebih dulu berseru cemas dan kaget. yang sedang duduk di meja dengan kepala nya bersandar di tangan nya. Ya aku bertemu dengan nya. Kamu tahu bahwa dia membrerikan harapan padamu. Apakah kamu sangat letih. dan jika aku menggunakan kacamata yang telah diberikannya pada ku. Setiap orang sudah melupakan mengenai aku dan john. Jangan pikirkan hal itu. juga. aku kira kamu mungkin bisa memanggil nya itu. Sambil menerawang. kelihatan baginya bahwa ia tidak mampu berkata-kata. Aku sungguh-sungguh. Dia tidak pernah kembali— Keturunan blithe sangat mandiri. kamu tidak akan berpikiran begitu kamu melihat aku. bukan?? Kamu tidak pernah dapat menilai orang dari luanya saja.Kami bertengkar. Aku selalu berharap aku telah memaafkan dia pada saat aku punya kesempatan. Sehingga kamu bisa memiliki sedikit percintaan dalam hidup kamu. ucap anne lembut. Anne telah pergi ke lereng kebun buah-buahan dengan Diana dan kembali menemui marilla di dapur. Tapi jika tidak katanya aku pasti akan menjadi buta-samasekali dalam 6 bulan. dan jika aku tidak menangis. Tapi kemudian dia berkata dengan berani/lantang. Dia memeriksa mata ku. Tapi aku selalu merasa—agak menyesal. Tapi semuanya kembali lagi ketika aku melihat Gilbert kemaren minggu. marilla? Ya—tidak—aku tidak tahu. aku tidak akan memafkan dia pada saat dia minta maaf padaku. Dan aku melupakan diri aku sendiri. Buta. (gumam anne) Ya.Persimpangan Jalan Marilla pergi ke kota besoknya dan kembali pada malam hari.

sekali. Kemudian dia telah penuh harapan dan kesenangan untuk mengahadapi masa depan yang menyenangkan dan menjanjikan. jika mata ku kuat/sehat aku akan tinggal disini dan mampu untuk menjaga dan mengurus 246 . Dan jika kacamata dari nya bisa menyembuhkan sakit kepalamu itu akan menjadi hal yang luar biasa. ada butiran air dimatanya hal itu bertentangan dengan larangan ahli mata dan suaranya pecah karena dia berkata : Dia mendengar bahwa aku akan menjual nok-nok atap hijau dan dia ingin membelinya. Dia telah mengerti kewajibannya dengan nyali yang berani di wajahnya untuk menjadi seorang teman—karena kewajiban adalah pada saat kita menemukannya secara nyata. untuk apa aku hidup jika aku tidak dapat membaca atau menjahit/menyulam atau melakukan hal lainnya seperti itu ? aku mungkin menjadi buta total—atau mati. Aduh marilla kamu tidak sungguh-sungguh ingin menjual nok atap hijau kan ? Anne aku tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan. Tidak ada gunanya untuk membicarakan hal itu. Tapi sudahlah/sekian. Betapa hal-hal menyedihkan telah berubah semenjak semalam dia duduk disana setelah marilla pulang kerumah. Jangan katakan apapun mengenai hal ini kepada seorangpun untuk pesona/sihir. aku tidak dapat menahannya bila aku kesepian. Apa yang diinginkan Mr. Jika kamu mengambilkan secangkir the untuk ku aku akan sangat berterimakasih. Aku tidak banyak berharap. apapun. Suatu siang beberapa hari kemudian marila masuk dengan pelan dari kebun depan dimana dia sedang berbicara dengan seorang tamu laki-laki yang anne kenali wajahnya sebagai SADLER dari Carmody. Tapi sebelum ia tidur ada sebuah senyuman dibibir nya dan damai dihatinya. Dan begitu juga dengan menangis. Setelah menyelesaikan makan siang nya anne membujuk marilla agar beristirahat ke tempat tidur. Membeli! Membeli rumah atap hijau (green gable) ? anne ingin tahu apakah ia pendengarannya tidak keliru.Sadler. marilla ? Marila duduk di bawah jendela dan memandang anne . Aku pasrah. Kemudian anne sendiri pergi menuju ke loteng timur dan duduk di bawah jendela ditengah gelap sendirian dengan airmata dan beban dalam hatinya. Anne merasa seakan-akan ia telah hidup bertahun-tahun sejak kemudian. aku tidak sanggup/ tahan bila masyarakat/orang datang kemari untuk bertanya dan bersimpati serta membicarakan hal tersebut. Anne ingin tahu apa yang telah dia katakana hingga wajah marilla terlihat seperti itu. Aku sudah memikirkannya/mempertimbangkannya semuanya masak-masak.

dan ada beberapa surat hutang yang diberikan matthew sudah harus dibayar (sudah jatuh tempo). Kenapa. Tapi aku dapat menyewa rumah dan menyetir sendiri ke carmody dan kembali. hingga tidak ada seorang pun yang akan mau membelinya. Dan penglihatanku akan hilang---aku tahu itu akan… Kamu tidak akan tinggal disini sendirian marilla. Aku minta maaf kamu tidak akan punya rumah untuk kamu kunjungi di hari liburmu. Tentu saja itu tidak akan seindah atau senyaman bila aku berada di sekolah Avonlea. aku berharap aku tidak harus. Dan aku akan mengajar. Jadi kamu tidak akan bersusah-susah mengenai hal itu. Tapi hal-hal/semuanya/barang-barang hanya akan menjadi buruk/jelek dan lebih buruk setiap waktu. aku akan berssama mu. Biarkan aku katakan rencana ku. Itu tidak menghabiskan banyak dana—kecil dan bangunan tua. Oh anne. kamu seharusnya tidak berpikir bahwa aku dapat meninggalkanmu sendirian dalam kesusahan. Aku bisa gila karena kesusahan dan kesendirian. aku telah berpikir dan berencana. tapi aku mendapatkan sekolah carmody— Mr. Aku sangat bersyukur/berterimakasih bahwa beasiswa mu menyediakan tempat tinggal. Nyonya. Aku sudah melamar disekolah sini—tapi aku tidak mengira akan mendapatkan itu sepengetahuanku dewan pengawas telah menjanjikannya pada Gilbert Blythe. Tapi aku kira kamu akan bisa mengurus/mengatur nya entah bagaimana. pada musim hangat paling kurang. apa maksud mu? Seperti yang aku katakan. Marilla terduduk dan menangis sejadi-jadinya Kamu tidak boleh menjual didinig rumah Hijau. Setiap sen uang kita adalah untuk bank. Aku tidak akan pergi ke REMOND Tidak pergi ke REDMOND! Marilla mengangkat wajah ratanya dari tangannya dan melihat pada anne. Tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa tinggal sendirian disini. Tapi perihitunganku. Aduh aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan hidup untuk melihat hari dimana aku telah/harus menjual rumahku. aku tidak akan mengambil beasiswa itu. aku memutuskan begitu pada malam setelah kamu pulang dari kota.blair memberitahuku begitu kemaren malam di toko. itu akan cukup buat ku untuk tinggal. Dan bahkan di musim dingin aku bisa pulang kerumah setaip jumat. dengan seorang laki-laki upah/pekerja. Aduh marilla aku sudah 247 . dan bagimanapun juga aku tidak akan sanggup untuk melakukan semuanya. Tuan barry ingin menyewa perkebunan untuk tahun depan. Lynde menasehati ku untuk menjual perkebunan dan menyewa disuatu tempat--dugaan ku dengan dia.semua hal. marilla setelah apa yang engkau lakukan untuk ku. Tapi kamu bisa melihat sendiri. Anne. Aku akan kehilangan kedua penglihatanku sekaligus. hanya itu saja. Kita akan menjaga seekor kuda untuk itu. Kata anne dengan tegas.

Tapi cita-cita(ambisi) mu –dan— cita-cita aku masih sama seperti sebelumnya—hanya saja. aku ingin tahu/penasaran bagaimanakah jalan dibawah itu ---apakah ada cahaya kemuliaan hijau dan lembut. aku tahu aku bisa sehat sungguhan jika kamu ada disini. Aku tidak tahu apa yang ada disekitar tikungan. aku tidak akan pergi ke Redmond. aku harus memberikan yang terbaik untuk hidup disini. keras kepala dan nekat sebagai bagal. 248 . memiliki pesona dan daya tariknya sendiri. Tidak ada pengorbanan. tapi aku percaya bahwa itu adalah pekerjaan yang terbaik. dan aku akan tetap tinggal disini dan mengajar. dan tidak perlu. Aku tidak suka di kasihani. Aku piker aku dapat sepanjang nya karena banyak tonggak bersejarah (kejadian penting/batu peringatan). aku tahu. Tapi kamu tidak dapat mencegah aku marilla. Ketika aku meninggalkan Queen. Dan kita akan benar-benar senang dan bahagia disini bersama. Marilla mendengar seperti seorang perempuan dalam sebuah mimpi. TIKUNGAN ITU. Tapi aku tidak bisa membiarkan kamu mengorbankan dirimu sendiri seperti itu untuk ku. aku 16. Tidak ada yang lebih buruk daripada mengorbankan nok atap hijau---tidak ada yang lebih menyakiti/melukai aku. Oh marilla aku punya selusin rencana. Kita harus menjaga kekasih/barang yang paling berharga di tempatnya lamanya.Aduh marilla jangan kamu berbelas kasihan padaku. aku sudah memikirkannya selama seminggu. Tekad ku sudah bulat (my mind is quite made up). Kamu tidak seharusnya bosan atau kesepian. Oh Anne. Selain itu. 5 tahun. Dan aku akan membaca untuk mud an menjaga kamu tetap gembira.merencanakannya semua. aku mengubah objek dari ambisi (cita-cita) aku. Tidak ada seorangpun yang dapat mencintainya seperti yang aku dan kamu lakukan. Omong kosong. marilla. cahaya yang bermacam warna dan bayang-bayang —apakah pemandangan alam yagn baru/taman. Aku tidak merasa seakan-akan aku harus membiarkan kamu untuk melepaskan beasiswa itu.--apakah keindahan yang baru —apakah berliku dan menanjak atau berbukit setelahnya. Aku akan menjadi seorang guru yang baik—dan aku akan menyelamatkan penglihatan kamu. aku senag hati membayangkan/memikirkan tinggal di nok atap hijau tersayang. Seperti yang pernah Nona lynde katakana kepadaku. marilla. Jnagan kau merisaukan aku sedikitpun.s masa depan aku terlihat bidang out (membentang) sebelum aku seperti sebuah jalan lurus. dan aku yakin kehidupan akan mengembalikan/membrikan kembali yang terbaik untuk aku. Itu buruk sekali. Sekarang ada sebuah persimpangan diatasnya. kamu dan aku. kata marilla. Anne tertawa dengan gembira . aku bermaksud untuk belajar dirumah ini dan mengambil kursus kuliah sedikit dengan semuanya dengan diri aku sendiri. Tawa anne.—jadi kita harus tetap mempertahankannya.

Aku merasa seakan-akan kamu akan memberikan kehidupan yang baru untuk ku. Bagi kebanyakan masyarakat yang tidak mengathui mengenai mata marilla. Aku harap kamu menghargai itu. bebau debu musim panas. Aku akan membuat itu terserah pada pikiranmu anne. kelegaan. Kamu telah mendapatkan pendidikan setinggi/sebanyak mungkin sekarang seperti seseorang wanita akan nyaman/senang dengannya. 249 . Tidak begitu halnya dengan Nona allan . Nona Lynde mengangkat tangan nya kengerian. Merupakan sebuah karunia yang besar untuk tidak gemuk. ucap marilla. Jadi aku tidak akan mencoba. Dia datang/muncul di suatu sore dan mendapati anne dan Marilla sedang duduk di denpan pintu di dalam panas/hangat. aku dengar kamu menghentikan maksudmu untuk ke kuliah/kampus. Aku sungguh sengan mendengarnya. Mereka senang duduk disana ketika senja menjelang dan ngegat-ngengat putih terbang disekitar kebun dan bau mint memenuhi udara berembun. kata anne tertawa. aku sudah berada diatas kaki aku sepanjang hari. Aku menyatakan aku senag untuk duduk. Tidak ada seorangpung yang melakukan hal baik seperi Nyonya. marilla. Aku kira aku seharusnya tegas dan memaksa mu untuk pergi kuliah---tapi aku tahu aku tidak akan bisa. nona lynde. Aku akan mengambil kursus kesenian aku disini di nok atap hijau. Tapi aku akan belajar Latin dan romawi yang sama. dengan sebuah napas panjang dari bergaul dengan/bercampur keletihan/kelelahan dan keringanan. Baiklah anne. menyerah. Dia mengatakan pada anne demikian dalam kata-kata yang menyetujuinya yagn membuat/menyebabkan airmata kebahagiaan pada mata gadis itu. dibelakang yang tumbuh sebaris tumbuhan hiasan yang tinggi merah jambu dan kuning. Anne kamu akan membunuh dirimu sendiri. Aku tidak percaya pada perempuan/gadis yang pergi kuliah dengan laki-laki dan menjejalkan kepala mereka penuh dengan bahasa latin dan romawi kuna dan semua hal omong kosong itu. dan 200 pound cukup baik untuk diangkat oleh 2 kaki berkeliling. mereka berpikir anne bodoh.Kamu perempuan yang menyenangkan dan gila. Nona Rachel menyimpan orang kuat diatas bangku batu dekat pintu. Pada saat tersiar/tersebar ribut-ribut di avanloe bahwa anne Shirley telah memutuskan untuk tidak kuliah dan berniat tinggal dirumah dan mengajar ada pembicaraan yang hangat tentang itu. Lynde. dan belajar tentang segala hal/sesuatu/semuanya yang akan aku pelajari di kuliah.

aku kira aku seharusnya tidak membiarkan giblet melakukan pengorbannan semacam itu untuk—untuk aku. Itulah Ada beberapa pyes atau yang lainnya pergi ke sekolah Avonlea selama 20 tahun terakhir. josie yang terakhir dari mereka.Tidak sedikitpun dari itu . Kamu akan segera sejalan. dan hal baik dirinya. Aku akan mengajar di carmody kamu tahu. aku seharusnya maju dengan pesat atas itu. desis anne Maksud ku. Seperti Istri Josiah allen berkata : aku seharusnya menjadi “mejum” tapi aku akan punya banyak waktu luang di soresore musim dingin. itulah Sungguh pengorbanan. tapi segera setelah gilbert mendengar bahwa kamu telah melamar itu dia pergi menjumpai mereka— mereka mengadakan rapat perusahaan di sekolah semalam. Dia bilang bahwa dia akan mengajar di pasir putih. Melonjak kaget dari kakinya. aku kira mereka menjanjikan itu kepada Gilbert Blythe Ya mereka memberikannya kepada Gilbert . Aku rasa misi hidup mereka adalah menjaga guru sekolah mengingat bahwa bumi bukan rumah mereka.menyewa di white sand. Aku rasa kamu tidak bisa mencegah dia sekarang. dan menyarankan agar mereka menerima lamaran mu. Maafkan aku ketika aku berlari dan melihat apa yang dia inginkan. kamu tahu—dan memberitahu mereka bahwa dia menarik kembali lamarannya. Tentu saja dia tahu betapa inginnya kamu tinggal bersama marilla. Aku kira aku tidak harus mengambil itu. Kenapa.diri sendiri. juga. aku piker kamu akan mengajar disini di Avonlea. Dia telah menandatangani surat/kontrak dengan dewan pengurus White sands. Jadi tidak akan memberikan kebaikan apapun untuk nya jika kamu menolak. tangis anne. Berkahi hati ku. dan aku tidak punya liburan untuk kerja khayalan. dan aku harus mengatakan aku kira dia sungguh baik sejati dan bijaksana . Aduh aku tidak akan melakukan sesuatu berlebihan. Karena dia akan membayar. Nona Lynde. 250 . dewan pengawas sudah memutuskan akan memberikan sekolah untuk kamu. tentu saja kamu akan mengambil sekolah itu. Sehingga dewan memutuskan untuk menerima kamu. Aku tidak tahu. dan semua orang tahu bahwa dia harus membiayai perjalanannya sendiri ke kampus. apakah arti kedipan dan kelipan pada nok atap rumah Barry ? Diana memebri isyarat pada ku untuk pergi. Aku mati tergelitik ketika Thomas datang keruma (pulang) dan memberitahuku. tawa anne Kamu tahu bahwa kami tetap menjaga tradisi kuno/lama. sekarang tidak ada pyes yang akan pergi.

jika anne tidak menghentikan dan menghadang tangan nya. Marilla cuthbaert sudah menjadi jinak.—“hantu dari tempat kuno/angker”. Lampu-lampu rumah bersinar disana . Tetapi kesegaran/kegaringan tidak lagi menjadi sifat marilla yang istimewa. dengan pohon-pohonnya yang memiliki desis seperti udara dingin. Dunia tua ku yang terakung. dan kolam memantulkan mereka semua dalam bayang-bayang gambar fragmen yang lebih lembut. pidato yang ramah. bisikan yang terus menerus. Seperti yang nona lynde katakana pada Thomas kemaren malam. Melewati nyanyian laut. menikmati kedamaian dan ketenangan dari tempat kecil itu. aku ingin mengucapkan terimakasih padamu karena mengundurkan diri dari sekolah demi aku. dan dia sangat berterimakasih atas terbukanya gerbang jiwanya untuk itu.. Dengan keangkerannya. dengan pipi merah padam. Gilbert. 251 .Anne berlari menuruni lereng semanggi seperti seorang rusa. Dia tetap disana hingga menjelang malam/petang. Masih ada kelakuan anak-anak dari dirinya dalam beberapa hal (salah deh) Ada kelakuan yang lebih dewasa (perempuan dewasa) dalam dirinya yang lain. dan rumput-rumputnya yang berbisik diantara kuburan. Barat merupakan sebuah keagungan dari kelembutan campuran warna. namun dia akan lewat diam-diam. Kecantikan itu semua membuat sensasi/getaran di hati dan jiwa anne.sini diantara pohon-pohon di perkarangan rumah. ucapnya. kamu sangat indah. dan aku senang hidup didalam mu. ( kesegaran angin berhembus melewati lapangan madu yang manis). berkabut dan merah lembayung. yang mengembalikan kesegaran/kegaringan lamanya sebentar. Begitulah Sore berikutnya/sore esoknya Anne pergi ke perkuburan kecil di Avonlea untuk meletakkan bunga segar di atas kuburan matthew dan menyirami rumpun mawar skotlandia. Dia adalah gilbert. dan menghilang di bayang-banyang pohon cemara dari kayu angker/berhantu. Ketika dia pada akhirnya meninggalkan tempat itu dan berjalan sepanjang bukit yang menurun menuju danau dengan air yang berkilau matahari sudah terbenam dan seluruh Avonlea sudah mulai bersiap-siap untuk bermimpi. Jawab marilla. Di separuh jalan menuruni bukit seorang anak laki-laki yang tinggi datang sambil bersiul digerbang sebelum prekarangan Blythe. Kamu sangat baik— dan aku ingin kamu tahu bahwa aku sangat menghargai itu. Dia mengangkat topinya dengan sopan. dan siulnya berhenti dari bibirnya seketika dia melihat anne. Nona Lynde menjaga nya dengan sangat ramah/sabar. bisiknya.

Siapa yang jalan bersamamu. Namun jika jalan ternyata telah ditentukan bahwa jalan untuknya diperkecil maka dia tahu bahwa bunga-bunga kebahagiaan akan merekah disepanjang jalan itu. Ayo. Kita akan menjadi teman baik. bukan?Begitu juga dengan aku. jawab anne. Tapi kamu mengerti. anne. Aku senang bisa memberikan sedikit jasa untuk mu. jengkel karena menyadari mukanya merah kemalumaluan. ucap marilla dengan senyum kering. Aku tahu kita bisa menolong satu sama lain dalam banyak hal. Aku sudah—aku seharusnya sudah memberikan pengakuan yang lengkap—meminta maaf sejak dahulu kala. Kamu akan tetap melanjutkan sekolah mu. BIntang-bintang berkelip diatas pucuk pohon cemara di dalam lembah dan lampu milik Diana bersinar melewati lembah tua. masa depan anne telah berakhir sejak malam dia duduk di situ setelah pulang kembali ke rumah dari Queen. Tapi kami sudah memutuskan bahwa akan lebih bijaksana (pantas) menjadi sahabat dimasa mendatang. kami sudah 5 tahun tidak saling berbicara/berbincang. dan tiupan mint menghampirinya. anne?? Gilbert blithe. Apakah kita akan menjadi teman setelah ini?? Apakah kamu sungguh sudah memaafkan kesalahan ku yang telah lampau ? Anne tertawa dan tidak berhasil untuk menarik tangannya. aku akan berjalan pulang bersama mu. marilla. kata gilbert besorak gembira. Marilla terlihat ingin tahu/heran pada anne ketika dia kemudian memasuki dapur. Kami tidak pernah—kami pernah menjadi musuh. Aku tidak menyangka kamu dan gilbert blithe merupakan teman yang baik bahwa kamu mau berdiri selama satu setengah jam di pintu gerbang sambil berbicara dengan dia. Kebahagiaan dari kesungguhan kerja dan cita- 252 .Gilbert menyambut tawaran tangan anne dengan tak sabar. Alangkah angsa kecil yang keras kepala aku ini. Lama Anne duduk pada jendelanya malam itu ditemani dengan hati yang senang. Apakah kami benar-benar berada disana selama satu setengah jam?? Sepertinya hanya beberapa menit saja. Kita dilahirkan untuk menjadi sahabat . meskipun aku tidak menyadarinya. Aku sudah memaafkan kamu pada hari kejadian itu. Itu bukan kebaikan istimewa aku sama sekali anne. Kamu sudah cukup merintangi takdir. angin mendengung dengan lembut di pohon-pohon cemara. Aku bertemu dengannya di bukit Barry.

cita agung dan persahabatan yang menyenangkan akan menjadi miliknya. Tuhan ada di Surga Nya. Tidak ada apapun yang dapat merampas miliknya dari hak asasi nya berangan-angan atau mimpi-mimpi dari dunia idaman nya. Dunia akan baik-baik saja. Bisik Anne lembut. Dan selalu ada persimpangan di jalan. Edisi Anne dari Atap Rumah Hijau Oleh Lucy Maud Montgomery 253 .

254 .