Bab I – Terkejutnya Nyonya. Rachel Lynde Nyonya.

Rachel Lynde tinggal di jalan utama Avonlea yang menurun ke lembah kecil, ditinggali oleh wanita dan angota dewan serta dilewati oleh aliran sungai yang berasal dari hutan Cuthbert tua; ini dianggap suatu hal yang sukar dipahami, aliran yang langsung menuju jalannya terdahulu melalui hutan-hutan itu, dengan kolam dan jeram yang misterius; tetapi ketika mencapai Lembah Lynde aliran sungai itu menjadi tenang, arus kecil yang teratur, karena sebuah aliran bahkan tidak dapat melewati pintu Nyonya. Rachel Lynde tanpa sopan santun; mungkin Nyonya. Rachel sengaja duduk di dekat jendelanya, menatap tajam segala sesuatu yang lewat, dari aliran sungai sampai anak-anak, dan jika ia menangkap suatu hal yang aneh atau tidak seharusnya terjadi ia tidak akan bisa beristirahat sampai ia mengetahui alasan mengapa hal itu terjadi. Terdapat banyak sekali orang di Avonlea dan sekitarnya, yang biasa mencampuri urusan tetangganya dan mengabaikan urusannya sendiri; tapi Nyonya. Rachel Lynde adalah salah seorang yang dapat membedakan mana yang merupakan urusan pribadinya dan mana yang bukan. Ia adalah seorang ibu rumah tangga yang menarik; pekerjaannya selalu beres dan rapi; ia “mengadakan” Arisan Menjahit, membantu pengadaan sekolah-Minggu, dan merupakan salah satu andalan Himpunan Bantuan Gereja (Church Aid Society) dan Bantuan Misi Asing (Foreign Missions Auxiliary). Namun begitu Nyonya. Rachel masih memiliki waktu luang duduk berjam-jam di jendela dapurnya, merajut “lengkungan kapas” selimut tebal—ia telah merajut enambelas selimut, sebagai pembersih rumah di Avonlea terbiasa bercerita penuh kekaguman—dan tetap mengawasi jalan utama yang membelah cekungan dan bukit curam di seberang. Sejak Avonlea memiliki sebuah semenanjung segitiga kecil yang menganjur ke Jurang St. Lawrence dengan air di kedua sisinya, siapapun yang keluar darinya atau masuk ke dalamnya harus melalui bukit itu dan melayangkan pandangan ke sarung tangan besi yang tak terlihat kepunyaan Nyonya. Rachel yang dapat melihat segala hal. Ia duduk di sana di suatu sore awal Juni. Matahari tampak hangat dan terang di jendela; kebun buah di lereng bawah rumah tampak meriah dengan kumpulan bunga pink-putih, disertai dengungan sekelompok lebah. Thomas Lynde—pria kecil penyabar yang dipanggil “suami Rachel Lynde” oleh penduduk Avonlea— sedang menanam benih terbaru lobak cina di ladang bukit di seberang lumbung padi; dan Matthew Cuthbert seharusnya sudah menanam benih kepunyaannya di lapangan besar beralur merah di dekat Green Gables. Nyonya. Rachel tahu Matthew harus melakukannya karena malam kemarin di Carmody ia mendengarnya memberitahu Peter Morrison bahwa dia akan menanam benih lobak cina kepunyaannya esok sore. Tentu saja Peter yang menanyakannya, karena Matthew Cuthbert tidak pernah memberikan informasi tentang apapun secara sukarela selama hidupnya.

1

Tapi di sinilah Matthew Cuthbert, jam 3.30 di suatu sore yang sibuk, mengendarai dengan tenang menuruni lembah dan menaiki bukit; bahkan, ia memakai baju kantoran dan pakaian terbaiknya, ini percobaan kecilnya untuk keluar dari Avonlea; dan ia mempunyai kereta kuda berikut kuda betina berwarna coklat kemerahan, yang menunjukkan bahwa ia akan melakukan perjalanan jauh. Sekarang, kemana Matthew Cuthbert akan pergi dan mengapa ia melakukannya? Seperti pria lainnya di Avonlea, Nyonya. Rachel, yang dengan tangkas menggabungkan ini dan itu, mungkin telah menebak dengan cukup tepat jawaban dari kedua pertanyaan tersebut. Tetapi Matthew sangat jarang keluar rumah yang pastinya ada sesuatu yang mendesak dan tidak wajar yang dialaminya; ia adalah pria yang paling pemalu dan tidak suka pergi dengan orang yang tidak dikenal atau pergi ke suatu tempat dimana dia harus berbicara. Matthew, dengan berpakaian ala pegawai kantoran dan mengendarai kereta kuda, merupakan suatu hal yang jarang terjadi. Nyonya. Rachel, yang seperti sedang merenung, tidak habis pikir mengenai hal itu dan malah merusak kesenangannya di sore itu. “Aku akan pergi ke Green Gables setelah minum teh dan menanyakan Marilla kemana ia pergi dan mengapa,” wanita terhormat itu akhirnya memutuskan. “Biasanya ia tidak pernah ke kota pada saat seperti ini dan TIDAK PERNAH berkunjung; jika ia telah menghabiskan benih lobak cina ia tidak akan berpakaian bagus dan mengendarai kereta kuda lagi; ia mengendarai tidak terlalu cepat untuk menemui dokter. Namun pasti telah terjadi sesuatu sejak semalam sehingga ia menjadi seperti itu. Aku betul-betul bingung, itulah sebabnya, pikiran dan hatiku tidak akan tenang sebelum aku tahu apa yang menyebabkan Matthew Cuthbert hari ini keluar dari Avonlea.” Oleh karena itu setelah minum teh Nyonya. Rachel berangkat; ia tidak pergi jauh; rumah besar dengan kebun buah dimana Cuthbert tinggal hanya seperempat mil dari Lembah Lynde. Hanya saja, jalur memanjang membuatnya terasa lebih jauh. Ayah Matthew Cuthbert, mempunyai sifat pemalu dan pendiam sepertinya, telah menghubungi temannya sejauh yang ia mampu tanpa harus benar-benar kembali ke hutan ketika ia telah melihat pekarangan rumahnya. Green Gables dibangun di sisi terjauh dari tanahnya yang kosong dan sampai hari ini, hampir tidak terlihat dari sepanjang jalan utama dimana rumah-rumah Avonlea lainnya terletak. Nyonya. Rachel Lynde sama sekali tidak tinggal di tempat TINGGAL seperti itu. “Ini hanya masalah DAYA TAHAN , itu saja,” katanya seraya berjalan di sepanjang jalur berumput dibatasi bekas roda sepeda, dan dihiasi dengan tumpukan mawar liar. “Wajar saja bila Matthew dan Marilla agak sedikit kolot, sengaja bertempat tinggal jauh di sini. Pepohonan tidak akan banyak menghibur, walaupun mereka tahu banyak sekali pohon di sana. Aku lebih suka bertemu dengan manusia. Pastinya, mereka kelihatan cukup senang; tetapi, menurutku,

2

mereka pernah merasa senang. Seseorang bisa pernah merasakan apapun, bahkan digantung sekalipun, seperti kata orang Irlandia.” Akhirnya Nyonya. Rachel sampai di halaman belakang Green Gables. Halaman itu tampak sangat hijau dan terurus rapi, di satu sisi ditanami dengan pepohonan willow yang banyak dan di sisi lain dengan Lombardy yang rapi. Tak ada satu pun ranting atau batu yang berserakan, karena jika ada pasti Nyonya. Rachel telah melihatnya. Menurutnya pasti Marilla Cuthbert menyapu halaman itu sesering ia menyapu rumahnya. Seseorang yang telah sarapan di situ pasti tidak menumpahkan apa pun. Dengan tangkas Nyonya. Rachel mengetuk pintu dan masuk ke dalam ketika dipersilahkan. Dapur di Green Gables adalah ruangan yang menyenangkan-atau akan menyenangkan jika saja dapur itu tidak dibersihkan ala kadarnya sehingga tampak seperti ruangan yang tidak dipakai. Jendelanya menghadap ke arah timur dan barat; lewat yang barat, tampak halaman belakang, dengan sinar matahari Bulan Juni yang lembut; tetapi yang timur, dimana kamu bisa melihat sekilas pohon cherry putih yang sedang berbunga di kebun buah sebelah kiri dan membuatmu mengantuk, pohon yang agak sedikit masuk ke cekungan dekat anak sungai, menjadi hijau karena dibelit oleh tumbuhan merambat. Di sinilah Marilla Cuthbert duduk, ketika ia duduk, selalu agak sedikit terkena sinar matahari, yang menurutnya terlalu bersinar dan tidak bertanggung jawab, sesuatu untuk dunia agar benar-benar dinikmati; dan di sinilah ia duduk sekarang, merajut, dan meja di belakangnya di letakkan untuk makan malam. Nyonya. Rachel, sebelum ia menutup pintu, telah mencatat di luar kepala segala sesuatu yang ada di atas meja. Ada tiga piring di situ, jadi Marilla pasti berharap ada seseorang yang pulang bersama Matthew untuk minum teh; tetapi lauknya adalah lauk sehari-hari dan hanya ada kepiting dengan salad apel dan satu jenis kue, jadi teman yang diharapkan bukanlah teman khusus. Namun bagaimana dengan baju kantoran dan kuda berwarna merah kecoklatan kepunyaan Matthew? Nyonya. Rachel merasa sangat pusing dengan misteri yang tidak biasa ini mengenai kesunyian, Green Gables yang tidak misterius. “Selamat malam, Rachel,” sapa Marilla lincah. “Bukankah ini malam yang sangat menyenangkan?” Tidakkah kamu mau duduk? Bagaimana kabar temantemanmu?” Sesuatu yang karena kurangnya nama lain bisa disebut sebuah persahabatan yang terjalin dan selalu terjalin di antara Marilla Cuthbert dan Nyonya. Rachel, meskipun—atau mungkin karena—perbedaan mereka. Marilla adalah seorang wanita yang tinggi, kurus, dengan lekuk tubuh tanpa cela; nampak sedikit garis keperakan di rambut hitamnya dan selalu digulung ke belakang menjadi ikatan kecil yang kuat dengan dua jepit rambut. Ia tampak seperti seorang wanita yang kurang berpengalaman dan sedikit kaku, dan ia

3

memang seperti itu; tetapi ada sesuatu yang tidak diketahui tentang mulutnya, yang bila sedikit dipancing, maka akan keluar rasa humornya. “Kami semua baik-baik saja,” kata Nyonya. Rachel. “Aku bahkan mengkhawatirkan KAU, ketika aku melihat Matthew keluar hari ini. Aku pikir mungkin ia pergi ke dokter.” Bibir Marilla mengerucut tanda mengerti. Ia mengharapkan Nyonya. Rachel; ia tahu bahwa perginya Matthew yang tak dapat diprediksikan sangat mengundang keingintahuan tetangganya. “Oh, tidak, aku cukup sehat walaupun kemarin kepalaku sangat sakit,” katanya. “Matthew pergi ke Bright River. Kami mengadopsi seorang anak laki-laki dari panti asuhan di Nova Scotia dan dia akan datang dengan kereta api malam ini.” Jika Marilla mengatakan bahwa Matthew pergi ke Bright River untuk melihat kangguru dari Australia Nyonya. Rachel tidak akan lebih heran. Ia terdiam lima menit. Tak disangkanya Marilla melucu, tetapi Nyonya. Rachel hampir saja terpaksa menduga begitu. “Apakah kau serius, Marilla?” tanyanya ketika suaranya kembali. “Ya, tentu saja,” sahut Marilla, seakan-akan mengadopsi anak dari panti asuhan di Nova Scotia adalah bagian dari pekerjaan musim semi yang biasa dilakukan di ladang Avonlea yang diolah dengan baik daripada menjadi kebiasaan baru yang belum dikenal. Nyonya. Rachel merasa mendapatkan guncangan mental yang parah. Ia berpikir dengan tanda seru. Seorang anak laki-laki! Marilla dan Matthew Cuthbert di antara orang-orang yang mengadopsi seorang anak! Dari sebuah panti asuhan! Baiklah, pasti dunia sudah terbalik! Tak ada lagi hal yang bisa mengejutkannya setelah ini! Tak ada! “Apa yang membuatmu berpikir begitu?” cecarnya tak setuju. Ia melakukannya tanpa meminta saran, dan tak boleh ada keterpaksaan. “Well, kami telah memikirkan hal itu—bahkan selama musim dingin,” jawab Marilla. “Nyonya. Alexander Spencer telah berada di sini sehari sebelum Natal dan ia berkata akan mengadopsi seorang anak perempuan dari panti asuhan di Hopeton pada musim semi. Sepupunya tinggal di sana dan Nyonya. Spencer telah berkunjung ke sini dan tahu semuanya. Sehingga aku dan Matthew sudah mulai sering membicarakannya. Kami pikir kami akan mendapat seorang anak laki-laki. Matthew telah mempersiapkannya bertahun-tahun, kamu tahu—ia berusia 60 tahun—dan ia tidak seaktif sebelumnya. Keadaan hatinya sangat mempengaruhinya. Dan kamu tahu betapa ia sangat berputus asa dan membutuhkan bantuan. Tidak pernah ada seorang pun yang sebodoh itu, anak

4

Perancis yang sedang dalam masa pertumbuhan; dan begitu kamu telah mendapatkannya dan diajarkan sesuatu ia akan bekerja di pengalengan makanan atau State. Awalnya Matthew menyarankan untuk mengadopsi anak dari sebuah keluarga. Tapi aku menolaknya mentah-mentah. “Mungkin mereka benar—aku tidak katakan mereka salah--tetapi tidak ada jalan London Arab dalam kamusku,” kataku. “Paling tidak berikan yang baru dilahirkan padaku. Pasti akan ada resiko, siapapun yang akan kami adopsi. Tetapi aku rasa akan lebih mudah dan akan ada alarm hidup di malam hari jika kami bisa mendapatkan seorang bayi Kanada.” Sehingga pada akhirnya kami memutuskan untuk meminta Nyonya. Spencer mengajak kami ikut ketika ia akan menjemput anak perempuannya. Kami dengar minggu lalu ia telah pergi, jadi kami menitip pesan pada teman Tuan. Spencer di Carmody untuk membawakan seorang anak laki-laki yang pintar, berumur sekitar sepuluh atau sebelas tahun. Menurut kami itu adalah umur yang paling ideal—cukup dewasa untuk melakukan pekerjaan dan cukup muda untuk dilatih dengan keterampilan yang sesuai. Kami akan memberikan tempat tinggal dan pendidikan yang bagus untuknya. Hari ini kami mendapat telegram dari Nyonya. Alexander Spencer—pengantar surat membawanya dari stasiun—yang menyatakan bahwa mereka akan sampai dengan kereta api pukul lima-tigapuluh (5:30) malam ini. Jadi Matthew pergi ke Bright River untuk menemuinya. Nyonya. Spencer akan menurunkannya di sana. Tentu ia akan pergi ke stasiun White Sands sendirian.” Nyonya. Rachel bangga dengan dirinya sendiri yang selalu dapat mengungkapkan pendapatnya; ia akan menyatakannya sekarang, mencoba menyesuaikan tingkah lakunya dengan berita yang luar biasa ini. “Well, Marilla, aku hanya ingin bilang bahwa kau melakukan sesuatu yang sangat tolol—sesuatu yang sangat beresiko, itu saja. Kau tidak tahu apa yang kau coba dapatkan. Kau membawa seorang anak asing ke rumahmu tanpa tahu satu hal pun tentangnya, seperti apa wataknya maupun bagaimana orang tuanya ataupun cara berpakaiannya. Karena, baru seminggu yang lalu aku baca di koran bagaimana seorang pria dan istrinya di bagian barat sebuah Pulau mengadopsi seorang anak dari sebuah panti asuhan dan nak itu membakar rumah mereka pada malam hari—melakukannya DENGAN SENGAJA, Marilla— dan hampir membakar suami istri yang sedang tertidur itu. Dan ada kasus lain dimana seorang anak adopsi pernah mengisap telur—mereka tidak bisa melarangnya. Jika kau meminta nasihatku dalam masalah ini—yang tidak kau lakukan, Marilla—sungguh aku akan mengatakan jangan pernah berfikir untuk melakukannya, itu saja.” Usaha itu tampak tidak mempengaruhi Marilla sedikit pun. Ia tetap pada prinsipnya. “Aku tak menyangkal bahwa apa yang kau katakan ada benarnya, Rachel. Sebenarnya aku merasa ragu. Tetapi Matthew telah merencanakannya dengan matang. Itu yang aku lihat, jadi aku mengalah. Matthew sangat jarang

5

Rachel di semak-semak mawar liar adalah bukan karena hatinya tidak baik. Ia tidak akan berbeda jauh dengan kami. Aku heran mengapa Nyonya. Selain itu Nova Scotia sangat dekat dengan pulau itu. Rachel lebih suka untuk tetap di situ sampai Matthew pulang dengan anak yatim yang diambilnya. IA tidak akan segan-segan mengadopsi seluruh anak panti asuhan jika ia memikirkan hal itu. Rachel dengan nada yang menunjukkan kesangsiannya.” Jadi apa yng dikatakan oleh Nyonya. Tetapi aku kasihan padanya.” Nyonya. Aku tidak akan pergi ke panti asuhan itu apa pun alasannya. belum pernah ada di sana. hampir segala hal yang dilakukan manusia di dunia ini memiliki resiko.” kata Nyonya. Kami tidak mengambilnya dari Inggris atau State. Rachel memang suka membuat sensasi. Bagaimanapun tampaknya terlalu gegabah untuk berpikir tentang seorang anak di Green Gables. Rachel. Orang yang bisa mempunyai anak kandung sendiri juga bisa beresiko—jika mereka tidak bisa memeliharanya dengan baik. jadi ketika ia melakukannya maka aku rasa aku yang harus mengalah. dan kenyataannya Nyonya. Rachel tibatiba begitu ia keluar. Hanya saja. yang sepertinya tidak meyakinkan ia pernah punya. kami tidak akan mengambil anak perempuan. paling tidak untuk mengurangi beban pikiran Marilla.” sahut Marilla. aku merasa sedih tentang anak miskin itu dan ia tak bersalah. Alexander Spencer melakukannya. yang sulit dipercaya ketika seseorang melihat mereka. Tetapi dalam perkiraannya paling tidak akan ada dua jam sebelum Matthew sampai. yang belakangan merasa sangsi dan takut dengan keputusannya karena pengaruh dari rasa pesimis Nyonya. Tetapi. Hal itu pasti tidak akan menjadi sensasi bagi siapa pun. Dan untuk masalah resiko.merencanakan sesuatu. seakan-akan memasukkan racun ke dalam minuman adalah suatu keterampilan yang hanya bisa dilakukan oleh anak perempuan dan tidak takut bila hal itu dilakukan oleh anak laki-laki. “Well. tetapi bila ia pada saat itu melihat anak itu 6 . “Tapi jangan katakan aku tidak mengingatkanmu jika dia membakar Green Gables atau memasukkan strychnine ke dalam cairan—aku mendengar sebuah kasus di New Brunswick dimana seorang anak panti asuhan melakukannya dan seluruh keluarga meninggal dalam keadaan yang sangat mengerikan. karena Matthew dan Marilla dibesarkan ketika sebuah rumah baru dibangun—jika mereka pernah MENJADI anak-anak. Matthew dan Marilla tidak tahu apa-apa tentang anak-anak dan mereka mengharapkan anak itu bisa lebih dewasa dan kuat seperti kakeknya. jika ia pernah memiliki seorang kakek. Well. “Aku tak pernah bermimpi akan mengasuh seorang anak perempuan. kuharap itu akan berhasil dengan baik. “Well.” “Well. dari semuanya yang pernah atau akan terjadi!” seru Nyonya. dalam kasus itu yang melakukannya adalah anak perempuan. “Aku tampak seakan-akan sedang bermimpi. Jadi ia pergi. itu saja. sehingga ia bisa pergi ke Jalan Robert Bell dan menyampaikan berita itu.

berada di sepanjang jalan di antara tanah dan rumah-rumah pertanian yang rapi. penampilannya pada saat ia berusia enam puluh tahun ini sangat mirip dengan pada saat ia berumur dua puluh tahun. dengan bentuk badan yang kaku dan rambut abu-abu panjang yang menyentuh bahu bungkuknya.” Matthew menikmati caranya mengemudi. hampir tidak tahu bahwa itu ADALAH seorang anak perempuan. 7 . Itu jalan yang bagus. karena penampilannya tampak aneh. Rachel. Sebenarnya.menunggu dengan sabar di Stasiun Bright River pasti ia akan lebih merasa kasihan. ia merasa tidak nyaman karena makhluk misterius itu sering menertawakannya diam-diam. ia mengira ia terlalu cepat sampai. baik kau mengenalnya atau tidak. karena duduk dan menunggu adalah satu-satunya hal yang bisa dilakukannya. Platform stasiun yang panjang hampir saja ditinggalkannya. kecuali pada saat ia bertemu beberapa wanita dan harus menganggukkan kepala pada mereka--karena di daerah Pangeran Edward kau diharuskan mengangguk ke semua orang yang kau temui di jalan. Matthew. dan jenggot coklat yang memenuhi dagunya yang telah ada sejak ia berumur dua puluh tahun. Anak itu duduk di sana menunggu sesuatu atau seseorang dan. dan sekarang lagilagi hutan pohon balsamy dilintasinya atau sebuah lubang dimana terdapat buah-buah prem liar yang sudah agak matang. Bab II – Terkejutnya Matthew Cuthbert Matthew Cuthbert dan kuda coklatnya bergerak perlahan dalam perjalanan sejauh delapan mil ke Bright River. jadi ia mengikatkan kudanya di halaman hotel kecil di Bright River dan pergi ke stasiun. Udara terasa begitu segar dengan aroma apel dari kebun buah dan padang rumput membentang ke kaki langit berkabut dan berwarna ungu. satu-satunya makhluk hidup yang tampak di matanya adalah seorang anak perempuan yang sedang duduk di ujung platform. Ketika ia sampai di Bright River sama sekali tak ada tanda-tanda adanya kereta api. hanya saja bila rambutnya tidak abu-abu. Mungkin ia benar. sementara “Burung-burung tampak seperti sedang bernyanyi Suatu hari di musim panas sepanjang tahun. ia duduk dan menunggu dengan seluruh kekuatan dan kemampuannya. Matthew takut pada setiap wanita kecuali Marilla dan Nyonya. Ketika ia melihat anak perempuan itu ia hampir tidak bisa mengenali ketegaran dan pengharapan dari ekspresi dan kelakuannya. ia berjalan menyamping melalui anak itu secepat mungkin tanpa melihatnya.

Ia memakai topi pelaut berwarna coklat yang sudah pudar dan di bawah topi. “Aku datang untuk menjemput seorang anak laki-laki. tetapi pengamat awam akan melihat hal ini: Seorang anak berumur sekitar sebelas tahun. “Tapi ada seorang penumpang yang diturunkan untuk anda—seorang anak perempuan kecil. Nyonya.” “Aku tidak menunggu seorang anak perempuan.” Petugas itu bersiul. “Kereta api jam lima-tiga puluh sudah masuk tadi dan sudah berangkat setengah jam yang lalu. pakaian kusut berwarna kekuning-kuningan yang sangat jelek. ‘Ada banyak kesempatan untuk berkhayal. berpakaian sangat pendek. “Nyonya. Alexander Spencer membawanya dari Nova Scotia untukku. dan bertanya padanya apakah kereta api pukul lima-tiga puluh akan segera tiba. tetapi ia bersikeras untuk menunggu di luar. mulutnya besar begitu juga matanya. “Well.” “Aku tidak mengerti. juga banyak bintik. Seharusnya ia sudah berada di sini. dia sedang sakit. Ia duduk di luar sana di platform. ada dua kepangan rambut yang sangat tebal. dan Matthew yang malang ditinggal untuk melakukan sesuatu yang baginya lebih sulit dari menghadapi singa di kandangnya—berjalan ke arah anak itu—seorang anak perempuan yatim—dan mempertanyakan mengapa ia bukan seorang anak laki-laki. sebaiknya anda bertanya pada anak itu. putih dan kurus.” jawab petugas itu cepat. berwarna hampir kemerahan.” katanya. Itu yang aku tahu—dan tidak ada lagi anak panti asuhan yang bersembunyi di sini. “Sepertinya ada kesalahan.Matthew melihat bahwa petugas stasiun sedang bersiap-siap mengunci loket tiket karena akan pulang untuk makan malam.” Ia berjalan dengan gaya. Anak itu telah melihat Matthew sejak ketika Matthew melewatinya dan sekarang ia sedang menatapnya. 8 .’ sambungnya. Spencer keluar dari kereta api dengan anak itu dan menyuruhku menjaganya.” sahut Matthew langsung.” kata Matthew putus asa. Matthew tak lagi bersemangat ketika ia berbalik dan berjalan dengan terseret ke arahnya. Aku menyuruhnya masuk ke ruang tunggu wanita. Ia berkata bahwa anda dan saudari anda mengadopsinya dari sebuah panti asuhan dan anda akan menjemputnya segera. “Aku yakin ia bisa menjelaskannya—dia bisa bicara. menjulur ke punggungnya. Wajahnya kecil. itu sudah pasti. merasa lapar. sangat ketat. yang tampak hijau pada cahaya tertentu dan abu-abu pada cahaya yang lain. Mungkin tidak ada anak laki-laki seperti yang anda mau. Matthew tidak memandangnya dan tidak akan melihat seperti apa anak itu.” kata petugas itu tak acuh. berharap Marilla berada di situ untuk mengatasi keadaan itu. Kurasa.

pengamat biasa. singkatnya. seorang pengamat luar biasa mungkin melihat bahwa dagunya sangat runcing. dan bukankah akan sangat menyenangkan tidur di sebatang pohon cherry liar yang semuanya seperti berwarna putih di bawah sinar bulan? Anda bisa membayangkan bila anda merenung di sebuah aula dari pualam kan? Dan saya sangat yakin anda akan datang menjemput saya keesokan paginya. Saya senang karena saya suka mengemudi. Matthew Cuthbert dari Green Gables?” Dia bertanya dengan sangat jelas. suara yang bagus. Matthew. ia akan membawanya pulang dan membiarkan Marilla yang akan melakukannya. Awalnya saya takut anda tidak datang untuk menjemput saya dan membayangkan segala sesuatu yang mungkin menghalangi anda. Bukankah kita akan melakukan perjalanan jauh? Nyonya. Ia tidak tega mengatakan pada anak dengan mata yang penuh semangat itu bahwa telah terjadi sebuah kesalahan.” “Oh. walaupun akan menyenangkan tidur di pohon cherry liar. Bagaimanapun anak itu tidak mungkin ditinggalkan di Bright River. mulutnya berbibir manis dan ekspresif.Sejauh ini. Oh. Oh. tetapi tidak berat. Ini benar-benar tas-karpet tua. Dan bila tas ini tidak dibawa dengan cara tertentu maka pegangannya akan terbuka—jadi sebaiknya saya yang membawanya karena saya tahu cara yang tepat untuk membawanya. “Benarkah anda Tuan. “Tas ini tidak berat. apa pun kesalahan yang telah terjadi. Spencer bilang sejauh delapan mil. Saya tidak akan merasa takut.” Matthew menggeggam tangan yang kecil dan kurus itu dengan canggung. Berikan tasmu. jadi semua pertanyaan dan penjelasan mungkin sebaiknya ditunda sampai ia kembali ke Green Gables dengan selamat. Saya membawa seluruh barang duniawi yang saya punya. merasa berat untuk memulai pembicaraan. jika anda tidak datang malam ini. karena begitu anak itu menyimpulkan bahwa Matthew datang untuk menjemputnya maka dia segera berdiri. saya bisa membawanya. dan memanjatnya untuk kemudian tinggal disitu semalaman. pengamat luar biasa kami yang melihat dengan jelas telah menyimpulkan bahwa tidak ada jiwa biasa yang bisa menempati tubuh dari wanita kecil yang tersesat ini yang lucunya justru Matthew takuti. tampaknya akan 9 . “Maaf aku terlambat. “Ayo ikutlah.” ia berkata malu-malu. “Saya sangat senang bertemu anda. Saya sudah memutuskan jika anda tidak datang menjemput saya malam ini maka saya akan pergi ke pohon cherry besar di tikungan itu.” anak itu menjawab dengan gembira. dia ulurkan pada Matthew. dengan tangannya yang coklat dan kurus ia memegang pegangan tas-karpet kuno yang lusuh. kemudian ia sudah memutuskan apa yang harus dilakukannya. Kudanya ada di halaman. saya sangat senang anda datang. mata besarnya penuh dengan semangat hidup dan kegembiraan. Bagaimanapun. dahinya lebar dan penuh.

Tapi aku benar-benar berharap akan memiliki sebuah gaun putih suatu hari nanti. selain karena kehabisan napas juga karena mereka telah sampai di kereta kuda. tentu saja—seorang pengantin wanita berpakaian serba putih dengan kerudung seperti kabut yang indah. berada beberapa kaki di atas mereka. semuanya putih dan seperti renda?” tanyanya. seorang mempelai wanita. Saya pernah terbangun di malam hari dan membayangkan hal-hal seperti itu. Aku rasa mungkin orang-orang yang berbakti kepada gereja tidak terlalu khusus. semua anak panti 10 . Anak itu tidak berbicara lagi sampai mereka meninggalkan desa dan menuruni bukit kecil yang curam. kan? Tidak ada daging di tulang saya. anda tahu—orang-orang di panti asuhan—sama saja seperti dipanti asuhan lain. Bahkan lebih buruk dari yang anda bayangkan. Itulah yang akan sangat membahagiakanku di dunia. Aku menyukai baju bagus. Tetapi panti asuhan merupakan hal terburuk. tetapi saya tidak bermaksud begitu. Nyonya. Saya belum pernah menjadi anak siapapun—sebenarnya tidak juga. yang diculik dari orang tuanya saat dia kecil oleh seorang perawat kejam yang meninggal sebelum ia sempat mengakuinya. “Well. Sangat mudah menjadi nakal tanpa mengakuinya kan? Mereka baik. tapi aku bisa membayangkan seperti apa. Spencer bilang saya nakal karena mengatakan hal itu. Kamu tahu. bagian jalan yang masuk ke dalam karena tanahnya agak lembek. Saya sangat suka membayangkan saya sangat manis dan gemuk berisi.” Kemudian teman si Matthew itu berhenti berbicara. dengan lesung pipit di pipi. “Bukankah itu bagus? Apa yang anda pikirkan ketika melihat pohon yang menjulur ke jalan. Sangat menyenangkan untuk membayangkan hal-hal tentang mereka—membayangkan mungkin anak perempuan yang duduk di dekat anda adalah benar-benar anak perempuan dari bangsawan Inggris.” sahut Matthew. karena saya tidak punya waktu di siang hari. Aku orang yang sangat rumahan jadi tidak akan ada yang mau menikahiku. aku tidak tahu. tetapi itu sudah cukup. Saya rasa anda bukanlah seorang yatim yang pernah tinggal di panti asuhan. Aku belum pernah melihatnya. Anak itu mengeluarkan tangannya dan mematahkan batang prem liar yang menggores bagian samping kereta kuda. “Mengapa. jadi mungkin anda tidak mengerti seperti apa rasanya. Dan seingatku aku belum pernah memiliki sebuah gaun bagus sepanjang hidupku—tetapi tentu saja lebih penting melihat ke depan bukan? Dan kemudian aku membayangkan sedang berpakaian yang indah. yang pinggirannya ditumbuhi pohon cherry liar dan pohon birch kecil. Aku sendiri belum berharap menjadi pengantin.sangat menyenangkan tinggal dengan anda dan menjadi anak anda. Saya tinggal di situ hanya selama empat bulan. Saya rasa itulah sebabnya mengapa saya kurus —SAYA sangat kurus. Tadi pagi ketika meninggalkan panti aku merasa sangat malu karena aku harus mengenakan baju lusuh tua yang mengerikan ini.

Bagaimanapun kaum perempuan sudah cukup buruk. Dunia tidak akan berkurang daya tariknya bila kita mengetahui semua hal. Seorang pedagang di Hopeton memberikan tiga ratus kain meteran lusuh untuk panti. aku tidak tahu. karena aku tidak tahu apakah akan ada kesempatan lain. Beberapa orang mengatakan ia melakukannya karena kain itu tidak laku. Ia benci cara mereka berjalan pelan 11 . tapi aku lebih percaya itu karena kebaikannya. Ia bilang tidak ada gerakanku yang perlu dikhawatirkan. Aku sangat menyukainya. karena harus mengawasiku agar tidak jatuh ke laut. Aku bisa BERHENTI bila aku mengusahakannya. di sana ada lebih banyak pohon cherry yang sedang berbunga! Pulau ini adalah tempat yang paling indah. Bukankah sangat memuaskan bisa memikirkan semua hal yang bisa diketahui? Hal itu membuatku merasa senang bisa hidup—sungguh dunia yang menarik. ya kan? Ketika kami naik kereta api aku merasa seakan semua orang melihat ke arahku dan mengasihaniku. dan sangat senang akan tinggal di sini. dan sebuah jam tangan emas. “Well. Tetapi ia tidak pernah menduga akan terlibat dalam suasana seperti itu dengan seorang anak perempuan. Aku tidak sakit selama di kapal. Ketika kami naik ke kereta api di Charlottetown dan jalan merah itu mulai berlalu dengan cepat. Aku sering mendengar bahwa Pulau Pangeran Edward adalah tempat terindah di dunia. Oh.” Matthew. Ia bilang tidak punya waktu untuk sakit. kan? Apakah tidak akan ada lagi ruang untuk berimajinasi? Tetapi apakah aku terlalu banyak bicara? Orang-orang selalu bilang aku begitu. Ia bilang aku sudah menanyakannya berkali-kali. Apakah anda lebih suka bila aku tak berbicara? Jika menurut anda begitu maka aku akan berhenti. karena masih merasa terkejut. Begitu juga dengan Nyonya. bukankah aku sangat baik? Dan aku mau melihat semua hal yang bisa dilihat dari kapal. tapi bagaimana kamu tahu banyak hal bila kamu tidak bertanya? Dan APA yang membuat jalan itu merah?” “Well. Aku langsung merasa gembira dan menikmati perjalananku ke pulau dengan seluruh kemampuanku. tetapi seorang anak perempuan lebih parah. Seperti kebanyakan teman yang pendiam ia menyukai orang yang ‘cerewet’ ketika mereka mau bericara sendiri dan tidak mengharapkannya menimpali. Aku juga merasa begitu.” sahut Matthew. serta sarung tangan dan sepatu boot anak-anak. terkadang itu merupakan salah satu hal untuk mengetahui sesuatu. Spencer walaupun sebenarnya dia agak kurang sehat. tetapi aku tidak pernah menyangka bisa mewujudkannya. Tetapi jika karena dengan begitu maka ia tidak mabuk laut. walaupun itu sulit. Sangat menyenangkan bila impianmu menjadi kenyataan kan? Tetapi jalan-jalan merah itu sangat lucu.harus mengenakannya. Tetapi aku tetap melanjutkan pekerjaanku dan berkhayal seolah aku mengenakan baju sutera biru muda yang paling indah—karena ketika anda SEDANG berkhayal mungkin anda juga berkhayal tentang sesuatu yang berguna—dan topi besar penuh bunga dan bulu yang menjuntai. dan aku pernah berkhayal tinggal di sini. aku bertanya pada Nyonya. asyik dengan dirinya sendiri. Spencer mengapa warnanya merah dan ia bilang ia tidak tahu dan sayangnya aku tidak boleh bertanya apa-apa lagi padanya.

menurut anda ini warna apa?” 12 . ya.” “Well. Aku tahu kita dapat bergaul dengan baik. Rasanya lega dapat berbicara ketika seseorang mau dan tidak menganggap bahwa anak-anak hanya harus dilihat tapi tidak didengar. Seperti itulah tipe gadis di Avonlea.’ Aku menyesal meninggalkan mereka tadi pagi. pohon kecil. Nyonya. Dan di panti sama sekali tidak ada pohon. Saya tidak keberatan. “Nyonya. Spencer. Tetapi perempuan cantik berbintik ini berbeda.melewatinya dengan malu-malu.” Jadi ia berkata malu-malu seperti biasa: “Oh. Dan orang-orang menertawakanku karena aku mengucapkan kata-kata hebat. ada satu berada langsung di bawah rumah. Aku sungguh tahu bagaimana perasaanmu. Aku pernah berkata pada mereka. seolah ia akan mengunyah mereka bila mereka berani berbicara. kan? Bukankan sangat menyenangkan kalau bisa menjadi nyata? Tetapi tadi aku hampir merasa benar-benar bahagia. begitulah pohon yang ada di sana. Aku pernah tidak tega melihat pepohonan itu. benda kecil yang MALANG! Jika kau berada di luar di sekitar kayu-kayu besar dengan pepohonan lain di dekatmu dan lumut serta Junebells tumbuh di akarmu dan anak sungai yang mengalir tak jauh serta burung-burung bernyanyi di dahanmu. ia rasa “seperti menyukai celotehannya. Dan ia bilang tempat itu dikelilingi pohon. Mimpi tidak selalu menjadi kenyataan. tampaknya masuk akal. Aku tidak merasa benar-benar bahagia karena—well. Aku menanyakan padanya semua hal tentang tempat itu. dan walaupun ia merasa agak kesulitan karena kurang pintar untuk menyeimbangi kepribadian anak itu yang sangat lincah. Meskipun aku tak menyangka bisa melakukannya. kau bisa tumbuh besar kan? Tetapi kau tak bisa tumbuh di tempatmu sekarang.” kata Matthew. Aku selalu mengimpikan bisa tinggal di dekat aliran sungai. Anda juga pernah merasa sangat dekat dengan sesuatu seperti itu. Spencer bilang tempat anda bernama Green Gables. Aku menjadi semakin senang. ya kan? “Well. Aku sudah diberitahu berkali-kali. kan? Apakah ada anak sungai di suatu tempat sekitar Green Gables? Aku lupa menanyakannya pada Nyonya. aku sangat senang.” “Oh. kamu boleh bicara sebanyak yang kamu mau. Tapi jika anda memiliki ide hebat maka anda harus menggunakan kata-kata hebat untuk mengungkapkannya. Tetapi sebenarnya tidak—malah terikat kuat di sebuah ujung. Spencer bilang lidahku pasti tergantung di tengah. Mereka tampak seperti anak-anak panti itu sendiri. hanya ada beberapa tumbuhan yang sangat kecil di depan dengan benda-benda bercat di sekitarnya. dengan lirikan mata. Aku sangat menyukai pepohonan.” “Keren. ‘Oh.

“Ya. Bagaimanakah batu pualam dari lereng terjal? Aku tidak pernah tahu. Spencer berkata—oh. aku—aku tak tahu pasti. tidak. Aku bisa membayangkannya. Anda lebih suka menjadi seperti apa—secantik dewi atau sangat jenius atau sebaik malaikat?” “Well. Aku pernah membaca novel tentang anak perempuan yang menderita seumur hidupnya tetapi bukan karena rambut yang berwarna merah. yang merasa agak pusing. Rambutnya benar-benar ikal emas seperti batu pualam dari lereng terjal. Tetapi tidak akan terlalu berbeda karena sepertinya aku juga tidak akan menjadi seperti salah satu di antaranya. Tuan. Aku sudah berusaha semampuku. Aku tidak terlalu keberatan dengan yang lainnya—bintik-bintik dan mata hijau serta tubuhku yang terlalu kurus. Cuthbert!!!” 13 . Tidak ada orang berambut merah yang bisa bahagia. aku rasa aku tidak mengetahuinya. sering. Nyonya. Cuthbert! Oh.” Matthew mengaku jujur.” sahut Matthew. Matthew tidak pernah menilai warna kunciran rambut seorang perempuan.” katanya pasrah. “Aku pernah. sehitam sayap burung gagak. Aku mencoba membayangkan. Ia merasa seperti waktu ia kecil dulu ketika seorang anak laki-laki mengajaknya naik komidi putar pada waktu piknik. Cuthbert!! Oh. warnanya memang merah. “Well. Aku tak pernah bisa memutuskan. Tuan. ‘Sekarang rambutku berwarna hitam indah. Sudah pasti aku tak pernah bisa menjadi sebaik malaikat.’ Tetapi setiap saat AKU SADAR rambutku hanya berwarna merah dan aku merasa kecewa. Pernahkah anda membayangkan bagaimana rasanya menjadi seseorang yang sangat cantik?” “Well.Ia menggerakkan salah satu kepangan rambut panjang berminyak di atas bahunya di depan Matthew. Apakah anda tahu?” “Well.” “Aku juga. Aku berkhayal memiliki corak kulit kemerahan yang bagus dan mata bercahaya yang indah. “Warnanya merah. Hal ini akan menjadi duka seumur hidupku. “Sekarang anda tahu mengapa aku tidak benar-benar bahagia. belum pernah. apapun itu pasti sesuatu yang menarik karena ia sangat cantik. Tuan. Anak itu melepaskan kembali pegangan pada kepangannya dengan pandangan yang tampaknya merasa terhina dan menghela napas sedih. Tetapi aku TIDAK BISA membayangkan rambut merah itu. kan?” katanya. tetapi kali ini tak ada yang diragukannya.

Di bawah dahan besar suasana berwarna ungu senja dan jauh di depan tampak terlukis langit dengan matahari terbenam yang bersinar seperti setangkai mawar indah di jendela di ujung jalur antara tempat duduk dalam gereja. Tuan. Keindahannya membuat anak itu tak berkutik. seenergik ketika ia bicara. Pernahkah anda mengalaminya. dengan pandangan yang mengandung banyak impian megah melintasi background yang bercahaya itu. Hal itu sangat memuaskanku”—ia meletakkan sebelah tangan di dadanya—“Aku merasakan sakit yang aneh namun menyenangkan. Sampai di Newbridge. mereka melakukan perjalanan. Masih dengan wajah yang gembira ia memandangi sunset di barat dari kejauhan.Itu bukan perkataan Nyonya. sebagai ganti karena sudah terlalu lama membisu dalam perjalanan dengan satu-satunya alasan. yang ditanam bertahun lalu oleh seorang petani tua yang aneh. “Tetapi kita tak akan lama lagi—hanya beberapa mil lagi. Itu hal pertama yang pernah aku lihat yang tak terjangkau oleh daya khayalku. “Itu merupakan tempat yang bagus.” Anak itu tersadar dari lamunannya dan menghela napas panjang dan memandanginya dengan tatapan penuh impian dari jiwa yang mengagumi dari kejauhan. “Kamu pasti merasa sangat lelah dan lapar. “Oh. Spencer. ini nyata. tepatnya menakjubkan—menakjubkan. Cuthbert?” 14 . begitulah masyarakat Newbridge menyebutnya. Tidak juga indah. Di atasnya terdapat sebuah kanopi panjang beraroma salju. Ketika tiga mil lagi mereka lalui anak itu masih tidak berbicara. “Tempat yang kita lalui tadi—tempat bercahaya putih itu—apa itu?” “Well.” “Bagus? Oh. Cuthbert. Ia bisa tetap diam. Mereka baru saja melewati tikungan di jalan dan menyadari mereka berada di “Avenue”.” sahutnya lirih. juga bukan dari seorang anak yang jatuh dari kereta kuda atau Matthew melakukan sesuatu yang mengejutkan. Kata-kata itu tidak cukup. wajahnya mendongak terpesona dengan cahaya putih yang semarak di atas. merupakan jalan terbentang sejauh empat atau lima ratus meter. sebuah desa kecil yang hiruk pikuk dimana anjing menggonggongi mereka dan anak-anak kecil menirukan suara burung hantu serta wajah–wajah penuh ingin tahu yang mengintip dari jendela.” Matthew akhirnya memberanikan diri mengatakannya. Tuan. masih dalam diam. pasti yang kau maksud Avenue. “Avenue”. diselingi dengan pepohonan apel dimana-mana.” kata Matthew setelah merenung beberapa lama. BAGUS sepertinya bukan kata yang tepat untuk itu. mendekap tangannya yang kurus. menuju angkasa. Bahkan ketika mereka telah melewatinya dan menuruni lereng yang cukup jauh ke Newbridge ia tidak bergerak ataupun berbicara. Dia bersandar di kereta kuda. Oh.

Apakah ada sesuatu yang pernah membuat anda bergetar?” 15 . Benarkah kita akan sampai ke rumah sebentar lagi? Aku gembira dan aku menyesal. Jembatan merentang di tengahnya dan dari sana sampai ke ujung yang lebih rendah. “Oh. Nama itu tak punya arti. Oh. Aku tahu karena getaran hatiku. Anda tahu. tetapi aku selalu membayangkannya sebagai Rosalia DeVere. Ya. Dari rawa di ujung kolam terdengar jelas. Di atas jembatan kolam mengalir ke belukar perbatasan dengan pohon fir dan maple dan membuat semuanya jernih oleh bayangannya yang bergerak-gerak. Seharusnya mereka menyebutnya—sebentar—the White Way of Delight. Tetapi seharusnya mereka tidak menyebutnya Avenue. Bukankah itu nama khayalan yang bagus? Ketika aku tak menyukai nama suatu tempat atau orang aku selalu mengimajinasikan gantinya dan juga selalu memikirkannya.“Well. tapi aku akan selalu menyebutnya the White Way of Delight. Di sekitar kebun apel putih jauh di lereng tampak sebuah rumah kecil berwarna abu-abu dan. Dimana-mana buah plum liar muncul dari tepian seperti seorang anak perempuan berpakaian putih sedang berdiri berjinjit di bayangannya sendiri. Bagaimanapun aku pernah mengalaminya. di mana sebuah batu amber bercorak dengan pasir bukit yang melingkupinya dari gelapnya biru jurang di seberang. Aku akan menyebutnya—sebentar—the Lake of Shining Waters.” kata Matthew. Ada seorang anak perempuan di panti bernama Hepzibah Jenkins. bukankah itu sangat bagus!” Mereka telah sampai di puncak bukit. suara koor kodok yang penuh duka namun terdengar indah. aku rasa belum pernah. Ketika aku menemukan nama yang tepat maka itu akan membuat hatiku bergetar. itu nama paling tepat untuknya. airnya menjadi semarak dengan warna yang berubah-ubah —pembuatan bayangan yang paling spiritual dari bunga crocus dan mawar serta kehijauan surgawi. tetapi anda tak pernah bisa memastikannya. seingatku aku tidak pernah punya rumah yang sebenarnya. Dan seringnya sesuatu itu tak lebih menyenangkan. walaupun belum begitu gelap.” “Aku sering mengalaminya—kapan saja aku melihat sesuatu yang benar-benar indah. ada cahaya lampu dari salah satu jendelanya. tampak hampir seperti sebuah sungai yang sangat panjang dan berliku. “Itu adalah kolam Barry. Hal ini membuatku merasakan lagi rasa sakit yang menyenangkan hanya karena memikirkan bahwa aku akan pulang ke rumah yang benar-benar nyata. Tetapi aku gembira karena akan pulang ke rumah. aku juga tidak menyukai namanya. Mungkin saja sesuatu yang lebih menyenangkan akan terjadi. Orang lain boleh menyebut tempat itu Avenue. Di bawah terdapat kolam. dengan warna-warna lain yang sukar dimengerti karenanya namanya tak pernah diketahui. Aku gembira karena perjalanan ini begitu menyenangkan dan aku selalu menyesal ketika sesuatu yang menyenangkan harus berakhir.

ya. “Well.” Ketika mereka sudah semakin jauh melintasi bukit dan mendekati sudut Matthew berkata: 16 . Barry memiliki anak perempuan kecil? Well. Pasti bunyinya akan sangat bergemuruh! Aku selalu menyukai bagian bergemuruh itu! Bukankah sangat bagus bisa menyukai banyak hal di dunia ini? Kita sudah sampai di ujung. Aku lebih suka Jane atau Mary atau nama yang lebih masuk akal seperti itu. jika jembatan BENAR-BENAR rubuh aku ingin MELIHATnya rubuh. Selamat malam. Oh.” “Ia memiliki seorang anak perempuan berumur sekitar sebelas tahun. Lake of Shining Waters sayang. Hatiku selalu seperti bergetar ketika melihat kepompong putih jelek yang ada di kebun timun. Aku tak sanggup membayangkan bahwa mungkin ketika kita baru berada di tengahnya. Barry tinggal di sana di rumah itu. kan? Tetapi mengapa orang-orang menyebutnya kolam Barry?” “Aku rasa karena Tuan. Karena. Aku benci corak mereka. Jika bukan karena ada semak belukar lebat di belakangnya maka kamu bisa melihat Green Gables dari sini. Tetapi ketika Diana lahir ada seorang guru asrama di sana kemudian memberinya nama dan mereka memanggilnya Diana.Matthew berpikir. Aku pikir itu tidak bisa benar-benar seperti getaran yang aku maksud. kita sudah sampai di jembatan. anda tahu. tidak terlalu kecil juga—kira-kira seusiaku. jadi ada sekitar hampir setengah mil lagi jauhnya. mereka akan merubuhkannya seperti pisau-yoker dan kemudian memangsa kita. Ada sesuatu yang mengerikan. aku tak tahu. Aku akan menutup mataku rapat-rapat. Air itu tampak seolah sedang tersenyum padaku. “Nama yang benar-benar sungguh bagus!” “Well. Aku selalu merasa takut ketika berjalan melintasi jembatan. Orchard Slope nama tempat tinggalnya. Namanya Diana.” “Oh!” serunya dengan napas tertahan. Sekarang aku akan melihat ke belakang. Aku selalu mengucapkan selamat malam pada segala sesuatu yang aku sukai. Jadi aku menutup mataku.” “Apakah Tuan. menurutku. “Oh. Tetapi kita harus melintasi jembatan dan jalan. Apakah anda berpikir sebaliknya? Tampaknya tidak banyak hubungan antara kepompong dengan danau dengan air yang bercahaya. Tetapi aku harus selalu membukanya lagi ketika aku merasa hampir dekat ke tengah. seperti aku juga mengucapkannya pada orang-orang dan kurasa mereka menyukainya.” “Aku berharap ada juga seorang guru seperti itu ketika aku lahir.

Oh. menunjuk. tapi tidak segelap itu sampai-sampai Nyonya. bintang kristal putih bersinar seperti lampu petunjuk dan harapan. jauh di belakang. Kemudian aku akan mecubit diriku sendiri untuk memastikan bahwa ini nyata—sampai tiba-tiba aku ingat jika ini memang hanya mimpi maka lebih baik aku terus bermimpi selama mungkin. Matthew menggegas tali kekang pada punggung kudanya dengan semangat. jangan katakan padaku. lenganku pasti sudah babak belur dari siku ke atas. mereka memperlambat laju kereta dan menepi ke sebelah kiri. tetapi pemandangan alamnya masih tampak jelas dalam cahaya senja yang lembut. Setiap saat aku merasakan perasaan ngeri yang memuakkan dan aku takut ini semua hanya mimpi. “Well. Di barat puncak menara gereja yang gelap muncul di antara langit yang berwarna kuning keemasan. menanjak dengan tanah dan rumah-rumah pertanian yang tersebar rapi.” Dia membuka matanya dan melihat di mana dia berada. ya kan?” katanya. Anda tahu. kau benar! Tapi aku rasa pasti Nyonya. Mereka berada di puncak bukit. jadi aku berhenti mencubit. Rachel tidak bisa melihat mereka lewat jendela. Di bawahnya terdapat lembah kecil dan di seberang ada lereng yang panjang. Tetapi INI nyata dan kita hampir sampai ke rumah. di langit barat daya yang tak berawan. Aku sama sekali tak mengetahui tempat itu seperti apa. karena hari ini aku mencubiti diriku sendiri berkali-kali. Di atasnya. penuh gairah. menangkap tangan Matthew yang setengah terangkat dan menutup matanya sendiri sehingga ia tak bisa melihat gerakan Matthew. Mata anak itu bergerak cepat.” “Tidak. dan menaiki bukit dan melintasi jalan panjang Green Gables. Mereka melintasi Lembah Lynde. “Biar aku tebak. Akhirnya. Tapi begitu aku melihatnya aku merasa itulah rumah. Yang ia ceritakan kebanyakan hanya tentang tempat-tempat lainnya tadi. Matahari sudah beberapa saat lalu terbenam. dari jalan tampak cahaya putih redup dengan pepohonan yang sedang berbunga dalam cahaya senja hutan sekitar. Matthew jadi susah bergerak. Itu Green Gables di sana—“ “Oh. Aku yakin bisa menebak dengan benar. Dengan menghela napas kegirangan ia kembali terdiam. “Itu dia. 17 . dia tidak melakukannya—sumpah. rasanya aku seperti sedang bermimpi. Ia senang akan bertemu Marilla dan bukan ia yang akan bilang pada anak terlantar ini bahwa rumah yang ia rindukan sama sekali tidak akan menjadi miliknya. Spencer telah memberitahumu jadi kau bisa menebaknya. dan sayu dari satu tempat ke tempat yang lain.” potongnya cepat.“Sekarang kita sudah benar-benar hampir sampai ke rumah. dimana suasana sudah sangat gelap.

“Kita sudah mengatakan pada Nyonya. ia tidak melakukannya. dengan memegang erat-erat tas-karpet berisi “seluruh barang duniawinya. “Matthew Cuthbert. “Di mana anak laki-laki itu?” “Tak ada anak laki-laki.” sahut Matthew lirih. siapa itu?” tanyanya tiba-tiba. matanya mengembara dari satu sudut ke sudut yang lain.” “Well. Tetapi begitu matanya tertuju pada tubuh kecil asing berpakaian lusuh dan ketat.mengingat ia bahkan belum menanyakan namanya. Setelah 18 .” Marilla bersikeras. begitu Matthew mengeluarkannya dari kereta. Spencer untuk membawa seorang anak laki-laki. Pekarangan rumah sudah sangat gelap begitu mereka kembali dan terdengar daun-daun pohon poplar berdesir halus. Selama pembicaraan anak itu tetap diam. Mendadak ia tampak memahami seluruh makna dari pembicaraan itu. Dia tidak mungkin aku tinggalkan di sana. “Dengarlah pepohonan berbicara dalam tidurnya.” “Well. tak peduli dari mana kesalahpahaman ini bermula. tetapi yang dipikirkannya adalah kekecewaan anak itu.” ia mengikuti Matthew masuk ke rumah itu.Ketika mereka sampai di rumah Matthew menghindari pemberitahuan rahasia itu dengan kekuatan yang tidak dimengertinya. dengan rambut merah terkepang panjang dan mata penuh semangat dan bercahaya. Ia membawa ANAK ITU. Ia memikirkannya dengan pandangan sayu karena mendapat firasat tak enak bahwa ia akan membantu melenyapkan sesuatu—perasaan yang sama yang muncul ketika ia harus menyembelih seekor domba atau anak sapi atau makhluk kecil lainnya. Dan aku harus membawanya pulang. “Yang ada hanya DIA.” Ia mengangguk pada anak itu. “Pasti indah sekali mimpinya!” Kemudian. ini pasti bagian dari bisnis!” sergah Marilla lagi. ia langsung terpaku takjub.” bisik anak itu. Ia tidak mengkhawatirkan dirinya ataupun Marilla yang akan mendapatkan kesulitan karena masalah ini. seluruh kegembiraan perlahan memudar dari wajahnya. BAB III – Terkejutnya Marilla Cuthbert Marilla segera datang ke depan begitu Matthew membuka pintu. “Tak ada anak laki-laki! Tapi SEHARUSNYA ada. Aku sudah menanyakannya pada petugas stasiun.

tak perlu menangis seperti itu. Itu nama yang sangat elegan. Oh. Dan Anne bukan nama yang manis. TENTU SAJA perlu!” Anak itu cepat mendongakkan wajahnya. Tak akan terlalu bermasalah bagi kalian untuk memanggilku apa kan? Toh aku hanya akan tinggal di sini sebentar. Kau akan tinggal di sini sampai kami membereskan masalah ini. Seharusnya aku sadar harapan itu terlalu indah untuk tetap ada. “MEMANGGILmu Cordelia? Apakah itu memang namamu?” “Buk—bukan. Kami tak akan menyuruhmu keluar malam ini. “ANDA juga akan menangis. well. jangan menangis lagi. Seharusnya aku sadar tak ada seorangpun yang benarbenar menginginkanku. apa yang harus kulakukan? Aku akan menangis!” Menangis adalah hal yang dilakukannya kemudian. Oh. wajah Marilla menjadi suram. “Well. Tak ada seorangpun yang menginginkanku. “tapi. Siapa namamu?” Anak itu ragu sejenak. bila anda adalah anak yatim yang harus pergi ke suatu tempat yang anda pikir akan menjadi rumah anda dan ternyata mereka tak menginginkan anda karena anda bukan anak laki-laki.” “Aku tak mengerti apa maksudmu? Kalau Cordelia bukan namamu. Tak ada seorangpun yang tahu harus berkata atau berbuat apa. tapi aku suka dipanggil Cordelia. agak kaku karena lama tak digunakan. “Maukah kalian memanggilku Cordelia?” sahutnya semangat. “Kalian tak menginginkanku karena aku bukan anak laki-laki! Seharusnya aku sudah menduganya. merentangkan lengannya di atasnya. “Well. dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lengannya.” 19 . Duduk di kursi dekat meja.” jawab sang pemilik nama enggan.meletakkan tas-karpet berharganya ia melompat selangkah ke depan dan mendekap tangannya.” “Ya. Marilla dan Matthew saling memandang dengan tatapan menyalahkan. ia mulai menangis tersedu-sedu. Akhirnya Marilla melangkah tertegun ke arahnya. ini hal paling TRAGIS yang pernah aku alami!” Sesuatu seperti senyum yang dipaksakan. “Kalian tidak menginginkanku!” tangisnya. oh. tolong panggil aku Cordelia saja. menampakkan wajah bersimbah air mata dan bibir bergetar.namaku sebenarnya bukan itu. jadi apa?” “Anne Shirley.

Spencer membawa seseorang yang lain bersamamu?” sambung Marilla begitu Matthew keluar. Nama itu TAMPAK lebih manis.” Anne berusaha menjelaskan.” tergesa Matthew menjawab. Oh. tapi sekarang aku lebih suka Cordelia. Aku tak bisa tidur bermalam-malam saking gembiranya. Tolong siapkan teh begitu aku kembali. Tapi jika kalian memanggilku Anne tolong panggil aku Anne dengan huruf E. Ketika anda mendengar sebuah nama disebut bisakah anda melihatnya dalam pikiran anda. Anne dengan huruf E. Apakah tidak ada anak laki-laki di panti?” “Oh. beberapa tahun terakhir ini. “Oh. Jika kalian mau memanggilku Anne dengan huruh E maka aku akan mencoba menerima untuk tak dipanggil Cordelia.” “Apakah Nyonya. Lily baru berumur lima tahun. dan A-n-n tampak mengerikan. aku tidak malu. “Anne nama yang benar-benar sangat bagus dan berarti. Spencer untuk membawakan kami seorang anak laki-laki.” “Memang apa bedanya?” tanya Marilla dengan senyuman kaku sembari mengambil ceret teh. “Aku akan keluar untuk memasukkan kuda ke kandang.” “Bagus sekali. Aku selalu membayangkan namaku adalah Cordelia—paling tidak. “Ia membawa Lily Jones untuk dirinya sendiri. Jika aku sangat cantik dan berambut coklat-kacang maukah kalian mengasuhku?” 20 . Marilla. Kalian tak tahu betapa senangnya aku. Dan ibu asrama bilang mungkin aku mau.“Tidak manis omong kosong!” sergah Marilla tak simpatik. tapi A-n-n-e tampak sangat lebih terhormat. Spencer berkata DENGAN JELAS bahwa kalian menginginkan seorang anak perempuan berusia sekitar sebelas tahun. cecar Marilla. menatap Matthew. ada banyak sekali anak laki-laki di sana. Tapi Nyonya. bisakah kau beritahu kami mengapa kesalahpahaman ini bisa terjadi? Kami sudah mengabari Nyonya. Ketika aku kecil aku pernah berkhayal namaku adalah Geraldine. “Dia—dia menghubungkannya dengan pembicaraan kami di perjalanan. “mengapa anda tak mengatakan padaku di stasiun bahwa kalian tak menginginkanku dan meninggalkanku di sana? Jika aku tak melihat the WhiteWay of Delight dan the Lake of Shining Waters pasti tak akan sesedih ini.” ia menambahkan dengan nada menyalahkan. Kamu seharusnya tak perlu merasa malu karenanya?” “Oh.” “Apa maksudnya?”. dia sangat cantik dan berambut coklat-kacang. jadi. beralih ke Matthew. “aku hanya lebih suka nama Cordelia. seolah nama itu tercetak? Aku bisa. TENTU saja berbeda. ya.

” mencoba “Jadi aku rasa anda tidak mengerti bagaimana rasanya. Itu perasaan yang sungguh tidak menyenangkan. tetap saja tidak tepat dijadikan tempat tidur anak perempuan.” tegur Marilla tajam.” Marilla bingung kemana harus membawa Anne tidur.” sahut Marilla. ia mengambil topi dan tas-karpetnya dari meja ruang depan sambil berlalu. pernahkan MEMBAYANGKAN anda sedang benar-benar putus asa?” “Tidak. Ia sama sekali tak membuat kemajuan. Tetapi. Tetapi Anne tak sanggup menelan makanannya.“Tidak. Kemudian Matthew kembali dan mereka mulai makan malam. Bisakah anda makan jika anda sedang benar-benar putus asa?” “Aku tak pernah merasa benar-benar mengatakannya. putus asa. namun ruangan loteng kecil yang kemudian akan ditempatinya tampak lebih bersih. tapi aku selalu terbangun tepat ketika akan memakannya. “Sebaiknya ajak dia tidur. Sia-sia ia mencoba menggigit roti bermentega dan mengunyah kepiting bersele apel yang diawetkan dengan kuah sebagai lauknya. bahkan walaupun itu karamel coklat. Sejak saat itu aku sering mengkhayalkan memiliki banyak karamel coklat. Ketika anda mencoba makan terasa seperti ada gumpalan di tenggorokan dan anda tak bisa menelan apa-apa. Kami menginginkan anak laki-laki untuk membantu Matthew di ladang. Anak perempuan tak akan berguna bagi kami. walaupun sofa itu rapi dan bersih. yang belum bicara sejak ia kembali dari gudang. Semuanya sangat enak.” “Aku rasa dia kelelahan. tapi tetap saja aku tak sanggup mengunyahnya. jadi aku anda tak bisa “Anda tak pernah merasakannya? Well.” Perlahan Anne membuka topinya. 21 . Lepaskan topimu. yang kemudian diikuti Anne tanpa gairah. Ruangan itu sangat bersih. Ia telah mempersiapkan sofa di ruangan dapur untuk anak laki-laki yang sangat diinginkan dan diharapkannya. “Aku tak bisa makan. Aku sedang sangat putus asa. “Kau tak makan apa-apa. Tapi ruangan kosong mustahil untuk anak terlantar yang tersesat seperti dia. Anne menghela napas. Aku sungguh berharap anda tak tersinggung karena aku tak makan. Aku akan meletakkannya dan tasmu di meja.” kata Matthew. Marilla. jadi pilihan terakhir hanya loteng di sebelah timur. melihatnya seakan itu kesalahan serius. Marilla menyalakan lilin dan menyuruh Anne mengikutinya. aku tak pernah melakukannya. Suatu kali aku pernah memiliki sebuah karamel coklat dan rasanya sangat enak.

dan berjalan ke tempat tidur. dengan tirai tipis putih licin berumbai di atasnya. itu merupakan suatu hiburan tersendiri. Dengan hati-hati ia memunguti baju-baju Anne. Di salah satu sudut terletak tempat tidur tinggi yang ketinggalan jaman. Lantainya juga kosong.Marilla meletakkan lilin di atas meja berkaki dan bersegi tiga. Di atasnya tergantung cermin kecil enam per delapan.” “Well. Ketika Marilla masuk untuk mematikan lilin. Aku benci baju tidur sempit. tapi dengan sayang. Wajah putih Anne dan mata besarnya muncul dari balik seprai dan tampak terkejut dengan hal yang tiba-tiba tadi. Anne mengangguk. cepatlah bersalin dan pergilah tidur. Baju-baju itu sudah sangat sempit. Malah mungkin bisa menyebabkan kebakaran. Aku tak yakin kau bisa melakukannya sendiri. dengan tergesa dia melepaskan pakaiannya dan mengenakan baju tidur sempitnya kemudian melompat ke tempat tidur. “Ya. kecuali keset bulat di tengah-tengah yang tidak pernah Anne lihat sebelumnya. kemudian. ia rasa dinding-dinding itu pasti sedih karena kepolosan itu. meletakkannya dengan rapi di atas kursi kuning. tetapi mampu membuat tulang sumsum Anne menggigil gemetaran. Di tengah-tengah antara meja dan tempat tidur terdapat jendela. dengan rumbai-rumbai di leher.” Ketika Marilla telah hilang di balik pintu Anne memandang sekeliling dengan murung. “Bagaimana bisa anda menyebutnya malam yang INDAH ketika anda tahu ini malam paling buruk yang pernah aku alami?” sahutnya menyalahkan. dengan empat tiang rendah berwarna gelap. 22 . Di panti barang yang dibagikan tak pernah cukup. Ibu asrama membuatkannya untukku. mengambil lilin. “Kamu pasti punya baju tidur kan?” tanyanya. kemudian merapikan seprai dan sarung bantal. Beberapa saat lagi aku akan kembali untuk mematikan lilin. Dinding bercat kapur putih terlihat sangat kosong dan polos tanpa hiasan. baju-baju sempit terlihat berhamburan di lantai dan keadaan di tempat tidur menjadi satu-satunya petunjuk yang membuatnya mengerti mengapa itu terjadi. Tapi seseorang boleh bermimpi memakai baju indah. jadi segala sesuatunya selalu sempit—setidaknya di panti miskin seperti tempat kami. menyembunyikan wajahnya ke bawah bantal dan menarik kain menutupi kepalanya. “Selamat malam. Keseluruhan ruangan terkesan sangat kaku dan angkuh yang tak bisa terungkap dengan katakata. Sembari menangis tersedu-sedu. Di sudut lain terdapat meja segi tiga yang dipercantik dengan bantal beledu merah empuk dengan peniti yang cukup kuat untuk merapatkan bagian sarung bantal yang terbuka. dan di seberangnya ada wastafel untuk cuci muka.” katanya. sedikit canggung. aku punya dua.

dia bicara cukup lancar.” “Aku harus berkata tidak. Aku langsung bisa melihatnya. Apa bagusnya dia bagi kita?” “Mungkin kita yang baik bagi dia. Teman Richard Spencer pasti telah memutarbalikkan isi pesan itu. Salah satu dari kita harus pergi dan menemui Nyonya. itu sudah pasti. “Well. Aku yakin anak itu telah menyihirmu! Aku jelas-jelas bisa melihat bahwa kau mau mengasuhnya. “Ini akibatnya kalau kita hanya mengiriminya surat dan tidak pergi sendiri. Anak itu harus dikembalikan ke panti asuhan. aku rasa juga begitu. 23 .” “Matthew Cuthbert. “Aku rasa—kita hampir tak bisa diharapkan untuk mengasuhnya. karena Marilla mengatakan padanya bahwa itu kebiasaan yang sangat buruk. Itu juga tak membantunya sama sekali. dia benar-benar anak kecil yang manis. Spencer besok.” Matthew tergagap. Matthew sedang merokok—pertanda bahwa ia sedang bingung. Sayang sekali harus mengirimnya pulang ketika dia sudah sangat siap untuk tinggal di sini. “Seharusnya kau mendengar apa yang dibicarakannya sejak dari stasiun. jangan bilang bahwa menurutmu kita harus mengasuhnya!” Keheranan Marilla tak akan lebih parah jika Matthew menyatakan bahwa ia lebih setuju dengan pendapatnya sendiri.” Marilla berkata gusar. “Matthew Cuthbert. dia anak kecil yang benar-benar manis.” Matthew bersikeras. “Kau memang HARUS begitu! Tidakkah kau mengetahuinya?” “Well. Marilla berjalan perlahan ke dapur untuk mencuci piring setelah makan malam. keadaannya sudah sangat kacau balau. Ia jarang merokok. “Well.” “Well. aku tak berpikir begitu—tak tepat begitu.” “Oh.Kemudian ia menenggelamkan wajahnya lagi ke bawah bantal. Marilla.” sahut Matthew tiba-tiba dan tak disangkasangka. tidak. merasa tak enak terjebak dalam pembicaraan yang mengarah ke apa yang dimaksudkannya.” “Ya. tapi waktu-waktu dan musim tertentu menyebabkannya melakukannya dan Marilla pura-pura tak melihatnya.” sahut Matthew enggan. menyadari bahwa seorang laki-laki pasti membutuhkan jalan keluar untuk pelampiasan emosi. Aku tak suka anak-anak yang terlalu banyak omong.

itu kan hanya perkataanmu. yang tampaknya memang seperti itu. dengan muka masam. Yang pertama terlintas adalah sensasi yang menyenangkan. haus kasih sayang dan tak berteman menangis sendirian hingga tertidur. Sejenak dia tak bisa mengingat dimana dia berada. kemudian ingatan yang sangat mengerikan. Dan di lantai atas. tentu saja. di loteng timur. Tidak. seorang anak yang kesepian. sesuatu yang sangat indah. ya.” kata Matthew. Ini di Green Gables dan mereka tak menginginkannya karena dia bukan anak laki-laki! Tapi sekarang sudah pagi dan. dan bunganya sangat lebat sampai-sampai daunnya hampir tidak kelihatan. Di kedua sisi rumah ada kebun buah yang besar.” Matthew pergi tidur. seakan sudah lama tak dibuka. satu ditumbuhi 24 . Dan Marilla.” “Aku bisa membayar seorang anak laki-laki Perancis untuk membantuku. menatap bingung ke jendela melalui dimana limpahan cahaya matahari yang gembira terpancar dan yang diluarnya terdapat sesuatu berwarna putih lembut beriak jauh di langit biru. “dan anak perempuan itu akan menjadi temanmu. dia harus langsung kita kirim pulang ke asalnya. Sebatang pohon cheery besar tumbuh di luar. “Dan aku tak akan mengasuhnya. Ia leluasa membayangkannya di sini. ada pohon cheery yang sedang berbunga diluar yang bisa dilihatnya dari jendela. Oh. Anne berlutut dan memandangi pagi Bulan Juni di luar. bukankah ini sangat indah? Bukankah tempat ini sangat menyenangkan? Andaikan ia tak benar-benar akan tinggal di sini! Ia akan berkhayal tinggal di sini.” “Aku tak membutuhkan teman. Dia mendorong kusen jendela—yang sudah mulai berdecit. sangat dekat hingga dahannya menyentuh rumah. dan matanya berbinar gembira. Marilla.” sahut Marilla singkat.” “Well. dan melekat sangat erat sehingga tak memerlukan apapun untuk menahannya. Dengan sekali lompatan dia sudah turun dari tempat tidur dan berpijak di lantai.Aku tak menginginkan anak yatim perempuan dan jika aku menginginkannya maka bukan yang seperti dia yang akan kupilih. BAB IV – Pagi di Green Gables Hari sudah terang ketika Anne terbangun dan duduk di atas tempat tidurnya. setelah menyelesaikan mencusi piring juga pergi tidur. Ada sesuatu tentang dia yang aku tak mengerti. “Aku akan tidur.” sela Matthew sembari bangkit dan meletakkan pipa rokoknya.

melahap semuanya dengan rakus. tapi buahnya tak pernah banyak—kecil-kecil dan berulat. Kedatangan Marilla tak terdengar oleh si pemimpi kecil. sampai dia dikejutkan tangan yang menepuk bahunya. dia sudah melihat banyak sekali tempat yang tak indah. kebun. Anne berdiri dan menarik napas panjang. Tidakkah anda merasa seolah anda benar-benar mencintai alam di pagi seperti ini? Dan aku bisa mendengar suara tawa aliran sungai dari atas sini. dan harumnya yang wangi sampai ke jendela terbawa angin pagi. “Itu pohon yang besar. seluruh isi alam yang berharga ini. Dia berlutut di situ. yang juga sedang berbunga. lumut. ladang yang melandai. aliran sungai dan hutannya. Di kebun bawah ada pohon dan bunga lilac ungu. dan ada banyak dandelion di rumput-rumputnya. Di bawah kebun ada ladang hijau subur dengan pohon semanggi yang merunduk ke lembah dimana anak sungai mengalir dan pohon birch putih tumbuh.” kata Marilla. tapi pemandangan ini seindah yang pernah diimpikannya.” katanya kasar. “Oh. Di seberangnya ada bukit.” “Oh. Pernahkah anda menyadari betapa aliran sungai adalah sesuatu yang sangat menyenangkan? Mereka selalu tertawa. Di ujung sebelah kiri terdapat gudang besar dan di seberangnya. Aku sangat senang ada aliran 25 . Marilla benar-benar tak tahu bagaimana harus berbicara dengan pada anak itu. dan kayu-kayuan lainnya. pohon itu SANGAT indah—dia berbunga seolah telah merencanakannya—tapi aku maksud semuanya. Mata indah Anne berlama-lama menikmati pemandangan itu. Bahkan di musim dingin aku bisa mendengarnya di bawah es. bukankah itu sangat indah?” katanya seraya melambaikan tangan penuh semangat ke pemandangan bagus di luar.pohon apel dan satunya lagi pohon cherry. kebun buah. Seumur hidupnya. disitu terdapat pembatas dimana ujung loteng kelabu dari rumah kecil yang pernah dilihatnya dari seberang Lake of Shining Waters. jauh di bawah dan semuanya berwarna hijau. anak yang malang. ada laut biru yang berkilauan. tentu saja pohon itu indah—ya. “dan bunganya sangat banyak. yang kumaksud bukan hanya pohon. tak menyadari apapun kecuali keindahan di sekelilingnya. semak-semak yang luas terbuka tampak serasi dengan tumbuhan paku. “Sekarang saatnya kau berpakaian. hijau dengan pepohonan spruce dan fir. dan ketidaktahuannya yang tak mengenakkan itu membuatnya berlaku tegas dan kasar walaupun ia tak bermaksud begitu.

” potong Marilla begitu ia bisa menyela.sungai dekat Green Gables. dengan mata besarnya yang tetap melihat ke langit di luar jendela. Bagaimanapun.” “Sebaiknya kau berpakaian lalu turun dan tak masalah dengan khayalankhayalanmu. “Tak ada lagi suara lolongan dari hutan seperti semalam. “Sarapan pagi sudah tersedia. 26 . tapi sebenarnya tak menyenangkan ketika anda benarbenar merasakan kesedihan itu. ia lupa merapikan seprei.--tapi ini wajar. Aku tak terlalu berputus asa lagi pagi ini. Aku akan selalu suka mengingat bahwa di Green Gables ada aliran sungai walaupun aku tak akan pernah bisa melihatnya lagi. Pagi seperti apapun menarik. Mungkin anda berpikir tak ada pengaruhnya bagiku ketika kalian takmau mengasuhku. Jika tak ada aliran sungai aku akan DIHANTUI perasaan tak nyaman. kamu mebayangkan dirimu berani mengatasinya sendiri. Sangat menyenangkan ketika khayalan itu masih ada.” sela Marilla. muka bersih. Tapi aku senang hari ini tidak hujan karena akan lebih mudah untuk tetap gembira walaupun sedang bersedih di hari yang cerah. “Kamu terlalu banyak omong untuk seorang anak perempuan. rambut tersisir dan dikepang. dan leluasa sekali untuk mengkhayalkannya. ia mempunyai firasat tak enak karena tubuh anak aneh ini mungkin berada di meja makan tapi jiwanya seperti berada jauh di negeri awan. Bukankah hal yang bagus sekali dengan adanya pagi? Tapi aku sangat sedih. dan sadar sepenuh jiwa bahwa ia telah memenuhi semua persyaratan Marilla. tapi sebenarnya hal itu berpengaruh bagiku. Sangat bagus jika ketika mengalami kesedihan. Aku rasa aku punya banyak cara agar tak bersedih. Cuci mukamu dan sisir rambutmu. jadi di situ memang harus ada aliran sungai.” Anne nyata-nyata menunjukkan bahwa ia pintar karena dalam waktu sepuluh menit ia sudah turun. makan seperti robot. seakan sesuatu berjalan tak wajar. ada satu hal yang lupa dilakukannya.--sehingga sarapan pagi ketika itu sangat sunyi. dengan pakaian rapi. Matthew juga diam. Aku senang sekali mendapati pagi yang cerah. Tapi hal terburuk dari mengkhayalkan sesuatu adalah tiba saat untuk menghentikannya dan itu sangat menyakitkan. Aku tak pernah bisa putus asa di pagi hari. Tapi aku juga suka pagi di saat hujan. Kemudian Anne menjadi sangat-sangat linglung. Ini membuat Marilla semakin takut. Aku baru saja membayangkan memang aku yang benar-benar kalian inginkan dan aku akan tinggal di sini selama-lamanya. “Aku lapar sekali pagi ini. Biarkan jendela terbuka dan tarik kembali seprai menutupi kaki tempat tidur.” Karena itu Anne langsung diam dengan patuh dan dia tetap diam sampai-sampai membuat Marilla agak takut. Pintar-pintarlah kamu. kan?” “Demi Tuhan berhentilah bicara.” katanya begitu duduk di kursi yang disediakan Marilla untuknya. ya kan? Anda tak tahu apa yang akan terjadi pada hari itu.

” Anne mencuci piring dengan cekatan. KAU sudah cukup menyusahkan.sedang menerbangkan khayalannya tinggi ke udara. Matthew pria yang paling menggelikan. berkata padanya bahwa dia boleh berjalan-jalan di luar dan menyenangkan dirinya sendiri sampai makan malam tiba. berbalik. “Ya. begitu penilaian Marilla yang memperhatikannya mencuci. lalu Marilla. jika itu yang kau maksud dengan seperti keluarga. Anne terbang ke pintu. dan ia akan memperjuangkannya. “Apa kau bisa mencuci piring dengan benar?” tanya Marilla tak yakin. Walaupun begitu aku lebih mahir menjaga anak-anak. aku langsung merasa ia seperti keluarga. bermaksud menghindar darinya. Spnecer. wajahnya berseri. Tapi kemudian dia tak terlalu berhasil merapikan tempat tidur. Ia tak keberatan seberapa banyakpun aku bicara—tampaknya ia menyukainya. Aku memiliki banyak pengalaman dalam melakukannya.” “Aku merasa seolah tak ingin menjaga anak-anak lagi setelah apa yang terjadi sekarang. Begitulah Matthew—memiliki keinginan dan tetap mempertahankannya dengan tetap terus dalam kebisuan yang menakjubkan—tetap diam merupakan kegigihan yang sepuluh kali lebih keras dan berpengaruh ketimbang membicarakannya. dan pastikan kau mengeringkannya dengan benar. Begitu melihatnya. kembali dan duduk di meja. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan denganmu. Di pintu dia berhenti seketika.” “Aku rasa dia menyenangkan. 27 . Cukup banyak yang harus kuselesaikan pagi ini karena nanti sore aku harus pergi ke White Sands dan menemui Nyonya.” sela Anne. “Ia juga sangat simpatik. naiklah dan rapikan tempat tidurmu. sungguh tak disangka! Marilla merasa pagi ini Matthew masih sangat menginginkannya seperti kemarin malam. Ambil air panas. karena dia tak pernah belajar seni merapikan seprei bulu. kau boleh mencuci piring. Setelah selesai mencuci piring. Kau akan ikut denganku dan kami akan memutuskan akan melakukan apa terhadapmu. Tapi bagaimanapun dia sudah melakukannya dan kasur sudah cukup rapi.” “Kalian berdua aneh. cahaya dan sinar yang barusan tampak menghilang seolah seseorang telah memadamkannya.” sahut Marilla ketus. Sayang sekali anda tak memiliki satu anak pun untuk kujaga. Ketika sarapan usai Anne tak meneruskan lagi lamunannya dan menawarkan diri untuk mencuci piring. matanya berbinar. “Lumayan bisa. Siapa yang sudi menginginkan anak seperti itu tinggal di tempatnya? Namun Matthew masih ingin mengasuhnya.

kami ingin seorang teman bermain’—tapi sebaiknya tak kulakukan. bukan nama seperti itu yang kumaksud. Anne. Aku memanggilnya Snow Queen karena pohon itu sangat putih. Tapi darimana selera menamai geranium?” “Oh. kan?” “Seumur hidupku aku tak pernah berkata atau pun mendengar hal seperti yang dia katakan. Aku berharap ia seperti laki-laki lain dan mau membicarakan 28 . Tak gunanya mencintai sesuatu jika kau akan dipisahkan dengannya. “Jika aku tak bisa tinggal di sini tak ada gunanya di Green Gables yang kucintai. kebun buah dan aliran sungai di sana. Pandangan Matthew padaku ketika ia keluar semalam lagi-lagi mengungkap atau mengisyaratkan semua yang dikatakannya. Bagaimana anda tahu tapi hanya memanggilnya dengan sebutan geranium dan bukan yang lain bisa melukai perasaannya? Anda tak akan suka tak punya nama kecuali disebut manita setiap saat. kemarilah. Tapi mimpi singkat itu usai sudah. kan? Dan sangat sulit untuk tak menyukai sesuatu. Aku sangat ingin pergi keluar—semuanya seakan sedang memanggilku. aku suka bunga bertangkai sekalipun hanya geranium. bolehkah aku yang memberikannya? Boleh aku memanggilnya—sebentar—Bonny boleh juga —bolehkah aku memanggilnya Bonny sementara aku di sini? Oh. Sekarang sudah cukup sulit. pohon itu tak akan selalu berbunga.” sahut Anne. Anne.” gumam Marilla. Tadi pagi aku memberikan nama untuk pohon cherry di luar jendela kamar tidurku. Dan kalau aku ke luar sana lalu berkenalan dengan semua pohon. Dia sudah melakukannya pada Matthew. Sekarang aku aku akan menerima nasibku. Ya. Tolong beritahu aku apa nama jenis bunga geranium di ambang jendela?” “Itu geranium beraroma apel. jadi aku tak akan semakin mempersulitnya. Tidakkah anda memberinya nama? Kalau tidak. aku tak peduli. Dia juga pasti menjampijampiku. “Dia cukup menarik seperti yang dikatakan Matthew. dengan nada tak rela melepaskan kegembiraan yang akan didapatnya. Kupikir akan ada banyak hal yang bisa kucintai dan tak ada yang bisa menghalangiku. tapi seseorang bisa membayangkan kalau pohon itu sedang berbunga. kan? Karena itulah aku sangat gembira ketika kupikir aku akan tinggal di sini. “Aku tak berani pergi keluar. aku pasti tak tahan untuk tak menyukainya. Aku sudah merasa penasaran apa yang nanti akan dikatakannya lagi. tolong ijinkan aku!” “Astaga. jadi kurasa aku tak akan pergi ke luar karena takut tak bisa menerimanya lagi.“Apa lagi masalahnya sekarang?” cecar Marilla. turun ke ruang bawah tanah untuk mencari kentang. Itu membuatnya tampak seperti orang. Anne. bunga. Maksudku nama yang anda berikan sendiri. Tentu saja. ‘Anne. aku akan memanggilnya Bonny.” “Oh.

yang tak biasa mendapat perlakuan seperti itu. dengan dagu ditopangkan di tangan dan mata memandangi langit. Matthew?” tanya Marilla. Sudah jadi pengalamanku bahwa kamu hampir selalu bisa menikmati apapun kalau kamu membulatkan tekad kuat bahwa kamu bisa. tapi ia mencambuki kuda malang itu dengan cemeti berkali-kali dengan keras sampai kuda gemuk itu. Di sana Marilla meninggalkannya sampai makan malam sudah tersedia di meja.” kata Anne penuh rahasia. terpacu keras melangkah dengan kecepatan yang mengejutkan sepanjang jalan setapak. Bab V – Cerita Anne “Apakah anda tahu. kelihatannya tak mengkhususkannya pada siapapun: “Little Jerry Buote dari Creek ada di sini tadi pagi. dan aku berkata padanya mungkin akan mempekerjakannya musim panas ini.” Marilla tak menjawabnya. ia berkata. Tentu saja. Marilla melihat ke belakang pada saat kereta terpelanting dan melihat Matthew yang menjengkelkan sedang bersandar di gerbang. Matthew mengangguk dan menatap Anne iba. Marilla menangkap pandangan itu dan berkata tegas: “Aku akan pergi ke White Sands dan membereskan masalah ini. Matthew membukakan gerbang halaman untuk mereka dan begitu mereka melaluinya dengan pelan.segala sesuatu. lihat. Aku akan menyiapkan teh untukmu dan akan pulang pada waktunya untuk memerah sapi. kamu harus membulatkan tekad dengan TEGUH.” Mathhew masih berdiam diri dan Marilla merasa hanya membuang-buang kata dan nafas. Karena itu seseorang bisa menjawabnya atau membantahnya. Matthew mengikatkan kuda pada kereta lalu Marilla dan Anne berangkat. Oh. itu ada bunga mawar liar yang baru mekar! Indah sekali kan? Tidakkah anda berpikir sangat menggembirakan menjadi 29 . “Apa aku bisa gunakan kuda dan keretanya sore ini. memandangi mereka dengan sedih. Aku tak akan memikirkan kepulanganku ke panti selama dalam perjalanan. “Aku sudah memutuskan untuk menikmati perjalanan ini. Aku hanya akan memikirkan perjalanan ini. Tapi apa yang bisa dilakukan menghadapi laki-laki yang hanya MEMANDANG?” Anne kembali melamun. Tak ada yang lebih menjengkelkan daripada seorang pria yang tidak menimpali pembicaraan—kalau tidak wanita yang seperti itu. Spencer mungkin akan mengatur untuk langsung memulangkannya kembali ke Nova Scotia. ketika Marilla kembali dari ruang bawah tanah. Aku akan mengajak Anne dan Nyonya.

” sahut Marilla.” 30 . “dan aku tak harus memikirkan bahwa itu mungkin juga masalahmu.” kata Anne semangat. Apakah hari ini kita akan menyeberangi The Lake of Shining Waters?” “Kita tak akan melintasi kolam Barry.sekuntum mawar? Bukankah akan menyenangkan kalau mawar bisa berbicara? Aku yakin mereka akan bercerita hal-hal yang menyenangkan pada kita. Dan bukankah pink warna yang paling mempesona di dunia? Aku menyukainya. kemudian menjadi warna lain begitu ia tumbuh besar?” “Tidak.” “Aku tak melihat mana bagian diriku yang menyenangkan. apa yang AKU TAHU tentang diriku bukanlah hal yang sangat penting untuk diceritakan.” sahut Marilla kejam. Nama itu terdengar seperti musik. itu salah satu harapan yang sudah berlalu.” “Jalan pantai kedengaran menyenangkan. bahkan tidak dalam khayalan. Apakah anda mengenal ada orang yang berambut merah di masa kecilnya.” Anne menghela napas. dan aku mengucapkannya untuk menghibur diri kapanpun aku merasakan kekecewaan. ‘Hidupku seperti timbunan harapan-harapan terpendam. “Well. dan timbunan penuh dengan harapan-harapan terpendam adalah tentang seromantis hal yang bisa dibayangkan seseorang. tapi tak bisa memakainya. karena kedengarannya sangat manis dan romantis. “Mengapa.’ Itu kalimat yang pernah aku baca dalam sebuah buku. secepat itu! Dan White Sands juga nama yang bagus.” kata Anne penuh khayal. jika itu yang kau maksud dengan Lake of Shining Waters-mu. Orang berambut merah tak bisa memakai warna pink. dan berhubung jelas-jelas kau cenderung banyak omong maka sebaiknya kau juga menceritakan padaku apa yang kau tahu tentang dirimu sendiri. Avonlea adalah nama yang indah. aku tak ingat pernah mengenalnya. “Apakah jalan itu seindah kedengarannya? Begitu anda berkata ‘jalan pantai’ aku melihatnya dalam gambar di pikiranku. “Jika anda membiarkanku bercerita tentang apa yang AKU KHAYALKAN tentang diriku anda akan berpikir kalau itu lebih sangat menarik. Kita akan melalui jalan pantai. Berapa jauh perjalanan ke White Sands?” “Sekitar lima mil. anda tahu. Aku gemar sekali halhal yang romantis. tapi aku tak terlalui menyukainya seperti menyukai Avonlea. ya kan? Aku agak senang bisa punya satu. seakan aku adalah pahlawan wanita dalam sebuah buku.” “Oh.

Dimana kau dilahirkan dan berapa umurmu?” “Maret lalu aku berumur sebelas tahun. bahkan tak ada seorangpun yang menginginkanku sejak saat itu. Ayahku bernama Walter Shirley. Gorden yang tipis memungkin udara masuk ke rumah. aku tak mau mendengarkan khayalanmu. Nyonya. Aku rasa ayahku adalah pria yang baik sekalipun ia dipanggil Jedediah. “Well. Bukankah Walter dan Bertha nama yang indah? Aku gembira sekali kedua orangtuaku memiliki nama yang bagus. Aku tak yakin sekuntum mawar AKAN sama indahnya bila dinamakan tumbuhan berduri ataupun kol kurang ajar. Aku lahir di rumah itu. tapi aku yakin itu hal yang berbeda. Thomas bilang aku bayi paling tak menarik yang pernah dilihatnya. begitulah. Ibuku bernama Bertha Shirley. Nov Scotia. meskipun begitu ibuku menganggap aku sangat cantik. pohon lilac di halaman depan dan bunga lily dari lembah begitu memasuki gerbang. Kemudian mereka tinggal di sebuah rumah kuning yang sangat-sangat kecil di Bolingbroke. Mestinya aku pikir seorang ibu bisa jadi seorang penilai yang lebih baik ketimbang seorang wanita miskin yang masuk ke semak belukar. meskipun ia miskin dan bersuamikan pemabuk. tapi ketika ayah menikahinya ia berhenti mengajar. ya kan? Bagaimanapun aku gembira ia puas dengan adanya aku. katakanlah Jedediah?” “Aku rasa tak masalah siapa pun nama seseorang selama dia bersikap menjadi dirinya sendiri. Bukankah akan sangat memalukan punya ayah bernama—well. “Dan aku lahir di Bolingbroke. Ayah dan ibu dua-duanya berasal dari daerah yang sangat jauh dan sudah jadi rahasia umum mereka berdua tak memiliki seorang pun sanak saudara yang masih hidup. ya kan? Dan ayah meninggal empat hari kemudian juga karena demam. dan gorden tipis di semua jendela.Seorang suami cukup punya tanggung jawab. merasa terpanggil untuk menanamkan nilai-nilai moral yang baik dan berguna. ibuku juga guru di SMA. Anda lihat. Ya. Nyonya. jadi Nyonya. Itu membuatku menjadi yatim piatu dan sanak saudara pun tak ada lagi. tapi aku sudah membayangkannya berkali-kali. Aku pikir di rumah itu pasti ada kamperfuli di jendela ruang tamunya. Mulailah dari awal. Thomas bingung membawaku kemana. tentu saja.” kata Marilla. dan ia adalah guru di SMA Bolingbroke. menerima kenyataan yang menjemukan dengan helaan napas kecil. Aku tak pernah melihat rumah itu.” Anne tampak banyak pikiran. aku tak tahu. Akhirnya Nyonya. aku akan sangat sedih jika aku pikir aku telah membuatnya kecewa— karena ia hidup tak lama lagi setelah itu.”Aku pernah baca dalam satu buku bahwa mawar dengan nama lain akan sama harumnya. tapi aku tak pernah mempercayainya.“Tidak. Apakah anda tahu bedanya 31 .” kata Anne. Well. Tetaplah pada kenyataan yang menjemukan. Thomas bilang mereka dulunya adalah sepasang bayi yang sama miskinnya dengan tikus-tikus gereja. Ia membesarkanku dengan tangannya sendiri. Aku sangat berharap ia bisa hidup lebih lama lagi agar aku bisa mengingat pernah memanggilnya ibu. Tampaknya ini sudah takdirku. Aku pikir sangat manis mengucapkan kata ‘ibu’. tubuhku kurus kering dan yang nampak hanya mata. Thomas bilang ia akan mengasuhku. Ia meninggal karena demam ketika aku baru berumur tiga bulan.

tapi tiga pasang anak kembar berurutan kurasa TERLALU BERLEBIHAN. ia jadi bingung harus membawaku kemana. karena tak ada seorang pun yang mau mengasuhku. Aku harus pergi ke panti asuhan di Hopeton. kehilangan ‘Lady of the Lake’ dan kebanyakan ‘The Seasons’ karya James Thompson. Tapi mereka harus mengambilku dan aku berada di sana selama empat bulan sampai Nyonya. Aku yakin tak akan pernah membayangkan tinggal di sana dalam khayalanku. ‘Edinburgh after Flodden’. Aku cukup bisa membaca dan aku tahu banyak penggalan puisi dari lubuk hati—‘The Battle of Hohenlinden’.dibesarkan dengan usaha sendiri membuat orang itu lebih baik dari yang lain? Karena setiap kali aku bandel Nyonya. Hammond meninggal dan Nyonya. dan Nyonya. mereka bilang di sana sudah terlalu penuh. Thomas akan bertanya bagaimana aku bisa menjadi anak nakal seperti itu padahal ia telah berusaha membesarkanku dengan usaha kerasnya—agak penuh celaan. Hammond menceraiberaikan keluarganya. Thomas tewas terjatuh di bawah kereta api dan ibunya menawarkan untuk menjemput Nyonya. tapi ia tak menginginkanku. Hammond begitu pasangan kembar terakhir lahir. Ia melahirkan anak kembar tiga kali. karena melihat aku dekat dengan anak-anak. Ketika aku pergi ke seberang kami jadi sangat jauh dari sekolah hingga aku tak sanggup berjalan ke sana pada musim dingin sedangkan pada musim panas sekolah libur. Aku membantu menjagai anak-anak keluarga Thomas—ada empat orang yang lebih kecil dariku —dan bisa kupastikan sungguh sulit menjaga mereka. Tempat itu sepi sekali. “Tuan. Dan Nyonya. Tapi tentu saja aku bersekolah ketika di panti asuhan. Hammond selama dua tahun. Nyonya. Thomas kehabisan akal. kemudian Tuan. Pada dasarnya aku menyukai bayi. Spencer datang. “Pernahkah kau bersekolah?” Marilla bertanya lebih lanjut. Thomas pindah dari Bolingbroke ke Marysville. jadi aku cuma bisa pergi waktu musim semi dan gugur.” “Anne menyudahinya dengan helaan napas. dan aku tinggal bersama mereka sampai aku berumur delapan tahun. Mereka yang di panti juga tak mau. ‘Bingen of the Rhine’. Hammond memiliki delapan orang anak. Aku sudah sangat lelah menjaga mereka. Kemudian Tuan. Jelas dia tak suka membicarakan pengalamannya di lingkungan yang tak menginginkannya. mengarahkan kuda ke jalanan pantai. Aku benar-benar memberitahu Nyonya. Thomas. lalu aku ikut ke seberang untuk tinggal dengannya di sebuah tanah kecil dekat tanggul-tanggul. Ia membagikan anak-anaknya pada kelurga besarnya dan pergi ke States. Tuan. Hammond dari seberang sungai datang dan berkata ia akan mengasuhku. Aku bersekolah sebentar di tahun terakhir aku tinggal dengan Nyonya. dengan keringanan saat ini. Thomas dan anak-anak. “Tak lama. Kemudian Nyonya. Tidakkah 32 . Hammond bekerja di sebuah kilang gergaji kecil di sana. “Aku tinggal di seberang sungai dengan Nyonya.

ketika aku tinggal di Marysville. Thomas dan Nyonya. memberi hati pada keinginan tak wajar Matthew dan membiarkannya tinggal? Matthew telah mempersiapkannya. karena Marilla cukup cerdas menarik benang merah dari cerita Anne dengan kenyataan sebenarnya. di seberang tampak laut. Sayang sekali dia harus dipulangkan kembali.” pikir Marilla. Anne sendiri terdiam karena kegirangan berada di jalanan sepanjang pantai dan Marilla dalam lamunannya yang mendalam mengarahkan kuda dengan tak menentu.” Marilla tak bertanya lagi. Mungkin saudara-saudaranya baik. “Laut itu menakjubkan sekali. Tentu saja. bukankah begitu? Tapi aku merasa yakin mereka bermaksud baik padaku. semak-semak pohon fir. Ketika orang bermaksud baik pada anda. Tak heran dia begitu senang akan mempunyai rumah yang nyata. Marilla. dan juga melahirkan bayi kembar tiga kali berturut-turut. bangun dari kesunyian yang sangat-sangat lama. Betapa hidupnya sangat kekurangan cinta—kehidupan yang menjemukan. Hammond—baik kepadamu?” tanya Marilla. Wajah kecilnya yang sensitif tiba-tiba menjadi merah padam dan tampak malu. dan diabaikan. “O-o-o-h. Tuan. Dan tak ada kata-kata kasar atau pun slang dalam pembicaraannya. Tiba-tiba hatinya menjadi kasihan pada anak itu. mereka bermaksud begitu—aku tahu bermaksud sebaik mungkin. “Oh. sayapnya bercahaya seperti perak dalam sinar matahari. dan sunyi-senyap. Anda tahu. sangat dekat dengan jalur dimana kuda betina tak terlalu siaga dibandingkan kuda coklat yang mungkin bisa menguji nyali orang yang berada di belakangnya. melihati Anne dengan sudut matanya.” “Apakah ibu-ibu itu—Nyonya. anda tak akan keberatan ketika pada kenyataannya mereka tak terlalu baik—setiap saat. bercahaya dan biru. aku tak sampai di the Fifth Reader—aku hanya sampai di the Fourth—tapi anak perempuan dewasa pernah meminjamkannya untuk kubaca.anda menyukai puisi yang memberikan sensasi rasa kerutan ke atas dan ke bawah di punggung anda? Ada sepenggal di the Fifth Reader—‘The Downfall of Poland’—yang sangat menggetarkan jiwa. “tapi dia bisa dilatih untuk tak seperti itu. “Dia terlalu banyak omong. Di dasar tebing curam terdapat batu karang yang hancur karena ombak besar atau teluk kecil penuh pasir bertatahkan kerikil laksana permata dari lautan. liar. tumbuh dengan rapat. di atasnya burung camar terbang tinggi. dan anak itu tampak manis dan dapat diajari.” Di sebelah kanan. Di sebelah kiri ada tebing curam berbatu-pasir merah tajam. Anda lihat. “Pernah suatu kali. miskin. kan?” kata Anne. Aku menikmati setiap 33 .” Jalanan sepanjang pantai tampak “seperti hutan. sangat sulit memiliki seorang suami pemabuk. Thomas menyewa sebuah kereta cepat dan mengajak kami semua menghabiskan hari di pantai yang jauhnya sepuluh mil.” Anne bimbang. Dia seperti seorang lady. tampak tak menarik lagi karena bertahun-tahun harus bertarung dengan angin teluk. banyak yang harus mereka urus. Bagaimana jika ia.

Bukankah burung camar-burung camar itu mengagumkan? Maukah anda menjadi burung camar? Aku pikir aku mau—itu.” “Aku takut itu adalah kediaman Nyonya.” serunya. “Menurutku sebaiknya kita tinggal sebentar untuk mengistirahatkan kuda. “Sayang. Kamu akan mengikat kudamu di dalam? Dan apa kabarmu. dan aku ke sini untuk mengetahuinya. kenyataannya. Nyonya. kalau aku tak bisa jadi anak manusia. kemudian saat malam kembali terbang ke sarangnya? Oh. “Bukankah sangat menyenangkan bangun pagi saat matahari terbit dan menukik terjun ke dalam air lalu kembali terbang keluar dari laut biru yang indah itu setiap hari. Spencer tinggal di sebuah rumah besar berwarna kuning di Teluk White Sands. meskipun aku harus menjaga anak-anak setiap saat. “Aku tak mau ke sana. Aku selalu mengingatnya dalam mimpi indahku selama bertahun-tahun.” Bab VI – Marilla Membulatkan Tekad Bagaimanapun. Kami telah mengabari. Menurut mereka pantai ini lumayan bagus. aku bisa membayangkan aku yang melakukannya. “kamu orang terakhir yang kunanti hari ini.” “Marilla Cuthbert.momen di hari itu. Anne?” “Aku sebaik yang bisa terlihat. Nyonya. terima kasih. Tapi laut ini lebih indah dibanding laut Marysville. Tuan. tampaknya itu akan menjadi akhir dari segalanya. Biasanya banyak orang Amerika yang menginap di sana pada musim panas. tapi saatnya belum tiba. pada waktunya. dan ketika ia membuka pintu tampak keterkejutan dan penyambutan berbaur di wajahnya yang baik hati. Matthew dan aku. Robert mengabari melalui anaknya Nancy dan dia berkata anda 34 . anda tak berkata demikian!” sahut Nyonya. Bagaimanapun juga. mereka telah sampai di sana. “Mengapa. tapi aku sangat senang bertemu kamu. Bisa anda beritahu aku di depan itu bangunan besar apa?” “Itu Hotel White Sands.” kata Marilla. “tapi aku janji pada Matthew akan cepat tiba di rumah.” sahut Anne tanpa senyum. ada kesalahan yang mencurigakan di suatu tempat. Ia tampak mulai cemas. Spencer susah. pada anda untuk membawakan seorang anak laki-laki untuk kami dari panti itu. Kami meminta adik anda Robert untuk memberitahu anda kami menginginkan anak laki-laki berumur sepuluh atau sebelas tahun. Kirke yang mengelolanya. sayang. Spencer.” sahut Anne susah. Spencer.

” Marilla tak tampak seolah ia berpikir Tuhan berperan banyak dalam masalah ini. “tapi menurutku tidak harus memulangkannya kembali. da pembantu perempuan yang diberhentikan menceritakan hal-hal yang menakutkan tentang watak dan kekikirannya. “Well. Peter Blewett ada di sini kemarin dan ia bilang betapa ia sangat mengharapkan aku bisa membawakannya seorang anak perempuan untuk membantunya. jelas itu bukan kesalahanku. Peter Blewett sekilas sebagai seorang wanita berwajah seperti orang yang suka marah dan bertubuh kecil tanpa sedikitpun lemak di dagingnya. Sekarang ada kesempatan baik tak terduga baginya untuk lepas dari anak yatim tak diundang itu. Aku rasa ini sudah ditakdirkan. dimana dingin yang mematikan menyerang mereka seolah udara tertahan sangat lama dalam kegelapan. Anne akan menjadi sangat perempuan bagi anda. dan anak-anak yang suka bertengkar. Aku melakukan yang terbaik yang aku bisa dan aku pikir telah mengikuti instruksimu.menginginkan seorang anak perempuan—bukan begitu Flora Jane?” tambahnya menegaskan pada anaknya yang baru keluar. Tapi ia pernah mendengar tentangnya. Peter di saat berkah ini!” seru Nyonya. “Dia memang berkata demikian. Nyonya. Miss Cuthbert. “Seorang pekerja dan pengemudi yang sangat mengerikan. dan ia bahkan tak merasa gembira. Bisakah kita mengirim anak ini kembali ke panti? Aku rasa mereka akan mengambilnya kembali. “Sangat disayangkan. Nancy memang sangat tidak keruan.” “Itu salah kami sendiri. Nyonya. dan ia merasa sulit mendapatkan bantuan. Ia hanya mengenal Nyonya.” lanjut Nyonya.” Flora menguatkan dengan sungguh. “Ini sungguh merupakan 35 .” katanya.” Nyonya. Peter dikatakan demikian. Bagaimanapun juga. “Dan jika saja tak ada kedatangan Nyonya. aku akan masuk dan kita akan membicarakan masalah ini di dalam.” Marilla menyerah. Spencer yang tampak berpikir keras. “Seharusnya kami sendiri yang pergi menemui anda dan tidak membiarkan pesan penting disampaikan dari mulut ke mulut seperti itu. tapi anda lihat. Miss Cuthber. Aku sering memarahinya karena kelalaiannya. kesalahan telah terjadi dan yang harus dilakukan adalah menyelesaikannya. Spencer. tergesa mengajak tamunya dari ruang depan ke ruang tamu. juga keluarga yang tidak sopan. Peter mempunyai sebuah keluarga besar. nyaris menyebabkan kebuntuan karena kehilangan setiap partikel kehangatan yang pernah ada. anda tahu. Tiba-tiba Marilla merasa berat melepas Anne. ya kan?” “Aku rasa juga begitu.” kata Nyonya. Spencer. “Aku sangat menyesal.

Biar ku perkenalkan dua orang wanita pada anda. Marilla merasakan keyakinan yang tak menyenangkan bahwa. Miss Cuthbert. jika ia menyangkal daya tarik dari wajah itu. “Aku menangkap bahwa Tuan. Ijinkan aku permisi sebentar. Aku lupa memberitahu Flora Jane untuk mengeluarkan roti kismis dari oven. Aku tak tahu tapi orang yang kurus adalah yag terbaik. maka hal itu akan terus membayanginya sampai hari kematiannya tiba. Untuk menyerahkan seorang anak yang sensitif. Blewett. jika aku mengambilmu kamu harus jadi anak yang baik. Tapi tampaknya sebenarnya mereka menginginkan anak laki-laki. Jadi jika anda masih berpikiran seperti kemarin. aku pikir dia akan jadi milik anda. Dia mulai takut tak dapat menahan airmatanya ketika Nyonya. mengalir dengan cepat dan bercahaya. Miss Cuthbert. Selamat sore. Flora Jane. ia tidak suka Nyonya. Dan Nyonya. Cuthbert mau mengadopsi seorang anak perempuan. aku rasa aku juga akan mengambilnya dari anda. dan tak ada kesalahan mengenai itu. Aku mengharapkan kamu bisa mendapat penghasilan sendiri. Spencer kembali. Nyonya. Miss Cuthbert.” Nyonya.” katanya. “dan aku sebelas tahun. Anne duduk diam di sofa. Tapi kamu kurus. Well. setelah berhasil mengatasi kebuntuan.keberuntungan. Spencer mengibaskan tangannya. dan aku sudah sangat lelah mengurusinya. Nyonya. “Berapa umurmu dan siapa namamu?” tanyanya. mental atau pun spiritual. Bayi itu sangat suka membantah. keluarlah dan panaskan ceret. dengan tangan tergenggam erat di pangkuan. Blewett. “Tampaknya telah terjadi kesalahan dengan anak ini. Anne. Biarkan ku ambil topimu. bermatatajam ini? Ia merasa ada benjolan di tenggorokannya dan matanya terasa sangat pedih. Nyonya. Apakah ia akan diberikan untuk diasuh oleh wanita berwajah-tegas. ia tak bisa mempertanggungjawabkannya! 36 .” Marilla melihat Anne dan pandangannya melembut pada wajah pucatnya yang masih membisu penuh kesengsaraan—kesengsaraan seorang makhluk kecil tak berdaya yang menemukan dirinya sekali lagi terperangkap dari hal yang dia ingin lari dirinya. Blewett bagai seseorang yang terpesona. Ambillah kursi.” Nyonya.” anak yang mulai menciut nyalinya itu terbata menjawab. fisik. Blewett.” “Humph! Kamu tak nampak seolah ada banyak untukmu. karena kita bisa langsung menyelesaikan masalah ini. Kami baru mengatakan betapa beruntungnya anda datang. memandang Nyonya. “Anne Shirley. Blewett. kau duduk di sini di sofa dan jangan bergoyanggoyang. tak berani membuat syarat apa pun untuk pengejaannya. Ya. Jika boleh aku akan membawanya pulang sekarang juga. kamu tahu—baik dan pintar juga penuh hormat. benar-benar mampu menggoyahkan setiap kesulitan. Terlebih. berperasaan halus kepada wanita seperti itu! Tidak. Blewett menyapukan pandangannya ke Anne dari kepala sampai kaki. Begitulah aku diberitahu.

Blewett?” “Aku rasa seharusnya memang begitu. aku tidak tahu. Selama Marilla berbicara.” sahut Nyonya. benarkah anda mengatakan mungkin akan mengizinkanku tinggal di Green Gables?” tanyanya.” sahut Marilla dengah marah. kembali dengan tenang ke sofa nya.” “Aku akan mencoba melakukan dan menjadi seperti apa pun yang anda inginkan. “Anak kecil sepertimu seharusnya malu berbicara seperti itu tentang seorang wanita dan orang tak dikenal. Anne. Miss Cuthbert. kendalikan lidahmu dan bersikaplah sebagaimana seharusnya anak yang baik. Roman wajah anak itu benar-benar berubah.” sahutnya perlahan.“Well. Hal itu belum diputuskan dan mungkin akhirnya kami menyimpulkan untuk membiarkan Nyonya. Awalnya keputusasaan tampak memudar. kemudian pelan tapi pasti sinar harapan mulai membayang. jika anda akan mengasuhku. Blewett membawamu. Dia jelas lebih membutuhkanmu daripada aku. dalam bisikan nyaris tanpa napas. dan. “Ia benar-benar tampak seperti—seperti alat bor. kamu memang mendengarku mengatakannya dan hanya itu tak lebih. Aku pikir sebaiknya aku mengajaknya kembali pulang ke rumah dan membicarakannya dengan Matthew. sinar fajar tampak merekah di wajah Anne. dia muncul dan berlari melintasi ruangan ke arah Marilla. Aku hanya datang untuk mengetahui bagaimana kesalahan itu bisa terjadi. “Kembalilah dan duduk tenang. Aku bisa bilang kenyataannya Matthew cenderung ingin mengasuhnya. “Oh. Nyonya.” katanya berat. “Ya. jika kau tak bisa membedakan mana kenyataan dan mana bukan.” Marilla berusaha menutupi senyumnya dengan menegur Anne karena bicara seperti itu.” sahut Anne menggebu. Blewett keluar mencari tahu resep terakhir yang akan dipinjam. “Benarkah anda berkata begitu? Atau hanya dalam khayalanku anda berbicara seperti itu?” “Aku pikir sebaiknya kau mengendalikan khayalan-khayalanmu. seakan bila berbicara dengan keras bisa menghancurkan kemungkinan yang sangat menyenangkan itu. kami akan membawa atau mengirimnya untuk anda besok malam. Aku rasa seharusnya aku tak memutuskan sesuatu tanpa melibatkannya.” sahut Anne. 37 . Bisakah begitu. ketika Nyonya. “Aku tak mengatakan bahwa Matthew dan aku telah benar-benar memutuskan tak akan mengasuhnya. Jika kami sudah membulatkan tekad untuk tidak mengasuhnya.” “Lebih baik aku kembali ke panti daripada harus tinggal bersamanya.Blewett tak ramah. Jika kami tak melakukannya berarti dia akan tinggal bersama kami. sesaat kemudian. sekarang matanya semakin dalam dan terang laksana bintang pagi. Spencer dan Nyonya.

aku rasa aku akan—atau harus begitu juga. untuk menunjukkan ketaksukaannya pada pendapat Matthew mengenai hal-hal ‘berbau’ keperempuanan.Ketika mereka tiba kembali di Green Gables malam itu. “tapi begitulah atau kita sendiri yang mengasuhnya.” Wajah Matthew yang pemalu berseri senang.” “Cukup. Matthew. tapi aku rasa ia lebih tahu daripada seorang sarjana tua. sampai mereka berdua berada di halaman di belakang gudang perahan susu sapi. “Aku sendiri tak suka gayanya. Tapi aku melakukan yang terbaik. Matthew. aku kira kau akan mengerti duduk persoalannya. cukup. Marilla. ketika sedang menyaring susu ke dalam tempat susu. Kemudian ia menceritakan dengan singkat mengenai Anne dan hasil pembicaraan dengan Nyonya. Matthew bertemu mereka di jalan. Aku belum pernah membesarkan seorang anak. “Aku tak akan memberikan anjing yang kusuka pada wanita Blewett itu. kau tak boleh mencampuri metodeku.” ungkapnya.” katanya.” aku Marilla. Aku telah memikirkan ide itu sampai aku mendapat kebaikan karena pernah memikirkannya. sejauh yang aku amati. “Dia anak kecil yang menarik. Spencer.” Matthew berkata dengan semangat yang tak biasa. “tapi aku yang akan melatihnya bisa seperti itu. “Dia akan menjadi sangat 38 . dan berjalan ke toko susu dengan membawa ember. Aku punya pikiran ia bisa jadi teman yang bisa kau ajak lakukan apa pun jika saja kau bisa membuatnya mencintaimu.” sahut Matthew menenangkan. Matthew.” Marilla mendengus. dan aku berani menjamin akan membuat kekacauan dala hal ini. yang berhubungan dengan masalah itu. Dan sejak melihat kau tampak menginginkannya. Jadi biarkan saja aku yang mengurusnya.” jawab Marilla tepat. Dari kejauhan Marilla telah mengetahui Matthew sedang mencari-cari dan menerka apa alasan ia melakukannya. Mungkin seorang pelayan tua tak tahu banyak bagaimana caranya membesarkan seorang anak. “Hanya bersikap baiklah padanya semampumu tanpa memanjakannya. terutama anak perempuan. terserah kau saja. Marilla. Ketika aku gagal maka ada cukup waktu untukmu ambil alih kendali. “Well sekarang. Dan ingat. Tampaknya hanya seperti sebuah tugas. Tapi Marilla tak mengatakan apa pun. pada Matthew. Ia telah menduga akan melihat perasaan lega tergambar di wajah Matthew ketika ia melihatnya paling tidak membawa Anne kembali pulang bersamanya. “Aku tak akan memberitahunya malam ini bahwa dia boleh tinggal.” “Akan lebih tepat jika kau katakan dia anak kecil yang berguna. dia boleh tinggal.

Mereka selalu membuat kami melakukannya di panti.” Bab VII – Anne Mengatakan Doa-doanya Ketika Marilla membawa Anne tidur malam itu ia berkata dengan tegas: “Sekarang. Aku sama sekali tak membutuhkan anak perempuan yang tidak rapi. Begitu kau membuka baju lalu lipatlah dengan rapi dan letakkan di atas kursi. “Kenapa. keadilan. dalam wujud Nya. “Oke. aku bisa sangat tergesa tidur dengan baik dan tenang lalu membayangkan berbagai hal. dan kebenaran. syukurlah! Kau bukan orang yang tak beragama.’” Anne merespon dengan cepat dan fasih. tak berbatas. kebaikan. Anne.” sahut Anne. Anne?” “’Tuhan adalah roh. apa maksudmu? Tak pernahkah kau diajarkan untuk berdoa? Tuhan selalu menginginkan anak-anak kecil mengucapkan doanya. abadi dan tak dapat diubah. “Malam ini aku akan melipatnya dengan bagus. Bagaimanapun juga. kesucian. suatu waktu.senang sampai-sampai tak bisa tidur sekejap pun. Itu adalah kebiasaan yag sangat tidak rapi. kekuatan. Anne. Marilla Cuthbert. Marilla tampak sangat terkejut. “Jadi kau memang mengetahui sesuatu. ia yang selalu tampak memiliki kekhawatiran yang mengerikan pada anak perempuananak perempuan kecil. Meskipun begitu. tapi tak semengejutkan ketika Matthew lah yang menjadi pangkal dari segalanya.” ungkap Anne. Marilla tampak sedikit lega. Tak tahukah kau siapa Tuhan.” “Aku tak pernah berdoa apa pun. aku tahu semalam kau mencampakkan semua baju yang kau tanggalkan ke lantai. tampaknya memang harus seperti itu. aku bisa saja lupa. Di mana kau mempelajarinya?” 39 . kau sungguh terlibat dalamnya. kita telah memutuskan untuk mencobanya dan hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi kemudian.” “Semalam pikiranku sangat tersiksa jadi aku sama sekali tak mempedulikan pakaian-pakaianku.” Marilla menasehati. Pernah kau membayangkan akan menjumpai hari saat kau mengadopsi seorang anak yatim perempuan? Ini cukup mengejutkan. kebijaksanaan. Sekarang berdoalah dan pergilah tidur. dan aku tak akan membolehkannya sama sekali.” “Kau harus memiliki ingatan yang lebih baik jika tinggal di sini.

‘Tak berbatas. abadi. Terus terang tak ada waktu untuk dibuang.” “Anda akan tahu bahwa lebih mudah menjadi buruk daripada baik jika anda memiliki rambut berwarna merah. anda tak bisa menyebutnya puisi. “Kau harus berdoa selama kau berada di rumahku. Nyonya.“Oh. “Mengapa orang harus berlutut untuk berdoa?” Jika aku benar-benar mau berdoa aku akan memberitahu apa yang akan kulakukan. dan tak dapat diubah. Sekarang. tapi kedengarannya memang seperti itu. Anne. Anne berlutut di lutut Marilla dan menengadah dengan serius.’ Bukankah itu sangat agung? Seperti ada suaranya—sama seperti permainan sebuah organ besar. Aku lumayan menyukainya. Mareka menuruh kami mempelajari seluruh pendidikan agama.” “Mengapa. aku siap. Apa yang harus kuucapkan?” 40 .” kata Marilla sedikit malu. tentu saja. ya kan?” “Kita tidak sedang membicarakan puisi. Tapi anda harus memberitahu apa yang harus kuucapkan kali ini. Orang yang harus menjaga anak kembar tak dapat diharapkan bisa berdoa. Tidakkah kau tahu bahwa tak mengucapkan doa setiap malam merupakan suat hal yang sangat buruk? Aku takut kau adalah anak kecil yang sangat tidak baik. jika anda ingin aku melakukannya. Aku yakin itu akan sangat menarik. dan sejak itu aku tak pernah mempedulikan NYA. di Sekolah-Minggu panti.” “Kau harus berlutut. Dan bagaimanapun juga pada malam hari aku selalu terlalu lelah hanya untuk mengucapkan doa. “Aku akan melakukan apa pun untuk mematuhi anda. Aku rasa. Thomas bilang padaku bahwa Tuhan SENGAJA membuat rambutku merah. Anne—kita sedang membahas mengenai pengungkapan doa-doamu. sejujurnya apakah anda pikir mereka bisa melakukannya?” Marilla memutuskan bahwa pelatihan keagamaan untuk Anne harus dimulai saat itu juga. dalam.” Anne menyetujuinya dengan senang hati. Ada yang bagus dari beberapa kata. Well. hutan. Lalu aku akan sangat MENGHAYATI sebuah doa. Aku akan keluar sendirian ke sebuah lapangan yang sangat besar atau ke dalam.” sahut Anne menyalahkan. “Orang yang tak berambut merah tak tahu apa masalahnya. Setelah aku berada di tepat tidur aku akan membayangkan sebuah doa yang sangat indah untuk dipanjatkan selalu. sekarang aku sudah mulai memikirkannya. dan aku akan menengadah ke langit—tinggi—tinggi—tinggi—ke langit biru yang indah itu yang birunya tampak seakan tak berujung.

” janji Anne. sudahkah aku melakukannya dengan benar?” dia bertanya dengan semangat. sejak ia tak pernah membiarkannya diterjemahkan melalui perantara cinta manusia. Anne Shirley.” “Well. terima kasih untuk the White Way of Delight. tapi hanya kebodohan spiritual dari seorang Anne yang mengajukan permohonan aneh ini. Seharusnya aku mengucapkan. the Lake of Shining Waters dan Bonny and the Snow Queen. “Aku baru saja memikirkannya. ya kan?—begitulah pendeta melakukannya. Anne. lalu beranjak meninggalkan kamar dengan lampu menyala ketika Anne memanggilnya kembali. “Sekarang aku akan berbaring untuk mulai tidur. selera humor yang samar—yang merupakan nama lain dari rasa kecocokan dengan sesuatu. “Tuhan Yang Maha Pengasih. jadi aku memperbaikinya. bersumpah dia harus diajarkan sebuah doa keesokan harinya. Aku sungguh sangat berterima kasih untuk itu semua. bangkit berdiri. ‘Amin’ di bagian ‘dengan rasa hormat’. Dan itulah anugerah yang bisa terpikir olehku tadi untuk kusyukuri. “Tuhan Yang Maha Pengasih—begitulah pendeta mengucapkannya di gereja. “Seharusnya aku bisa membuatnya lebih muluk jika aku punya sedikit lebih banyak waktu lagi untuk memikirkannya. Aku lupa. “Dengan rasa hormat. Ia berniat aakan mengajari Anne cara klasik yang kekanak-kanakan. menyembunyikan wajahnya dalam pangkuan Marilla. Tolong ijinkan aku tinggal di Green Gables. aku akan melakukan yang terbaik. sakral dengan jubahputih masa kanak-kanaknya di lutut ibu. benar-benar tak cocok dengan anak perempuan cantik berbintik di wajah itu yang tak tahu dan tak peduli apa pun tentang cinta Tuhan.Marilla merasa lebih malu lagi dari sebelumnya.” katanya akhirnya. “Panjatkan saja pujian bagi Tuhan untuk anugerah yang diberikan untukmu dan minta padanya dengan rendah hati segala sesuatu yang kau inginkan. dan itu tiba-tiba terjadi padanya ketika doa kecil sederhana itu. Apakah menurut anda akan ada bedanya?” 41 . sembari mengangkat kepalanya sejenak. ada banyak sekali sehingga akan perlu banyak waktu untuk menyebutnya semua jadi aku hanya akan menyebutkan dua yang terpenting. Aku masih tetap. dan tolong ijinkan aku menjadi cantik ketika aku tumbuh dewasa. “Kau sudah cukup dewasa untuk berdoa sendiri. Ia mengangkat Anne ke atas tempat tidur. tapi aku rasa sebuah doa harus diakhiri dengan cara khusus.” Tapi dia punya—seperti yang sudah kuberitahukan. ya kan?” selanya.” Marilla yang malang hanya tak sampai pingsan dengan mengingat bahwa itu bukanlah ketidaksopanan. jadi aku rasa boleh saja memanjatkan doa pribadi. “Sekian. Begitu juga untuk hal yang kuinginkan.

sambil memeluk bantal-bantalnya. well.” sahut Marilla.” sahut Anne. Well. meletakkan lilin di atas meja. Selamat malam. Perasaan itu sangat menyiksaku. “Tidurlah sekarang seperti seorang anak yang baik. lalu membelalakkan mata pada Matthew. tapi aku benar-benar merasa tak tahan lagi untuk tidak mengetahuinya.” “Malam ini aku bisa mengucapkan selamat malam dengan sepenuh jiwa. Dia nyaris menjadi seorang yang benar-benar tanpa agama. Miss Cuthbert. Marilla beranjak ke dapur. tolonglah. mau bekerja dan cepat belajar. wajahnya merah dan matanya membesar sampai-sampai hampir semuanya hitam. Pada siang harinya ia menyimpulkan bahwa Anne memang pintar dan penurut. kita tak mungkin hidup di dunia ini tanpa mendapat masalah. “Matthew. Selama ini kehidupanku cukup mudah.” Bab VIII – Pendidikan untuk Anne Dimulai Untuk alasan yang hanya diketahuinya sendiri. Percayakah kau dia tak pernah berdoa seumur hidupnya sampai malam ini? Besok aku akan mengirimnya ke kepastoran dan meminjam seri the Peep of the Day. tapi akhirnya waktuku telah tiba dan kukira aku hanya harus melakukan yang terbaik. Sepanjang sore ia menyibukkan anak itu dengan berbagai tugas dan terus mengawasinya selama dia mengerjakan seluruh tugas itu.” 42 . Aku ramalkan akan banyak sekali pekerjaan yang harus kulakukan. dia mendekap tangannya erat-erat dan berkata dengan nada memohon: “Oh. Ketika Anne telah menyelesaikan tugasnya mencuci piring makan malam tibatiba dia menemui Marilla dengan ekspresi seseorang yang merasa sangat terpaksa mempelajari hal terburuk. kelemahannya yag paling fatal adalah kecenderungannya terbuai lamunan di tengah-tengah tugas yang sedang dikerjakannya dan melupakan seluruh tugasnya itu sampai ia tersadar dengan sgera dengan sebuah jeweran atau teguran. Tubuh kurusnya yang kecil gemetar dari kepala sampai kaki. itu yang akan kulakukan. maukah anda memberitahuku apakah anda akan mengirimku besok atau tidak? Aku telah berusaha untuk sabar sepanjang pagi tadi. Dan dia akan mengikuti Sekolah-Minggu segera setelah aku bisa mendapatkan beberapa baju yang cocok untuknya. Marilla tak memberitahu Anne bahwa dia akan tinggal di Green Gables sampai esok sore. Tolong beritahu aku. hanya masalah waktu seseorang mengadopsi anak itu dan mengajarinya sesuatu.“aku—aku rasa tak akan berbeda.

” “Akan kedengaran sangat tak hormat dengan hanya menyebut Marilla. apa masalahnya?” “Aku menangis.” sahut Anne dengan nada bingung. karena Nyonya. Aku senang sesenang-senangnya. “Aku rasa tak akan ada rasa tak hormat jika kau berusaha berbicara dengan peuh hormat. “Pergilah dan lakukan itu sebelum kau menanyakan hal yang lain lagi. panggil aku Marilla saja. Tapi bisakah anda memberitahuku kenapa aku menangis?” “Aku rasa itu karena kau terlalu senang dan bergairah.” protes Anne. Oh. ini lebih dari sekedar senang. Aku sangat gembira. Matthew dan aku sudah memutuskan untuk mengasuhmu—itu.” Anne pergi dan menyelesaikan pekerjaannya.” “Aku harus memanggil anda apa?” tanya Anne. Bagaimanapun juga. “Aku tak tahu kenapa.” sahut Marilla tegas. “Well. aku akan sangat berusaha melakukan yang terbaik.” sahut Anne mengiba. Thomas sering mengatakan aku sangat nakal. kau bisa tinggal di sini dan kami akan berusaha memperlakukanmu dengan benar. nak. jika kau mencoba menjadi anak yang baik dan menunjukkan dirimu berterima kasih. Beliau menyebut Miss Cuthbert—ketika beliau memikirkannya. Aku berusaha menjadi sangat baik. tak menemukan alasan lain untuk terus menunda penjelasannya. Ya. Anne. “Aku rasa aku juga akan memberitahumu. tapi hanya dua minggu lagi sekolah akan libur dan tak ada gunanya kau mulai sebelum sekolah mulai lagi di Bulan September. Kau harus ke sekolah. Tak bolehkah aku memanggil anda Aunt Marilla?” 43 . Aku tak terbiasa dipanggil Miss Cuthbert dan itu akan membuatku gugup. SENANG sama sekali bukan kata yang tepat. Lalu dia kembali ke Marilla dan semakin memelaskan wajahnya. Setiap orang. “Haruskah aku selalu menyebut Miss Cuthbert? Bolehkah aku memanggil anda Aunt Marilla?” “Tidak.” putus Marilla. Kenapa. Itu akan menjadi pekerjaan yang sulit. “Duduklah di kursi itu dan coba tenangkan dirimu. “Aku sama sekali tak pernah punya seorang bibi atau pun saudara—bahkan tidak juga seorang nenek.” sahut Marilla bernada mencela.“Kau belum memanaskan kain pencuci piring dalam air panas yang bersih sebagaimana yang kusuruh. kukira. Itu akan membuatku merasa seolah aku benar-benar keluarga anda. Aku takut kau terlalu mudah tertawa dan menangis. tua dan muda. di Avonlea memanggilku Marilla kecuali pendeta.” “Aku akan senang memanggil anda Aunt Marilla. Aku senang dengan the White Way dan pohon cherry yang sedang berbunga— tapi ini! Oh.

seperti yang kujanjikan.” “Tapi kita bisa membayangkan bahwa anda adalah bibiku. Pergilah ke ruang kunjungan.” kata Anne menyesal. Cahaya putih dan hijau yang tampak sekilas di antara pepohonan apel dan rimbunan tanaman anggur di luar menyilaukan tubuh kecil yang sedang asyik itu dengan cahaya setengah-tak wajar. Bagaimanapun. anda tahu.” sahut Marilla tegas. Doa itu nyaris sepanjang doa pendeta dan sangat puitis. dengan mata mengawang. Dan aku takut tak akan bisa memikirkan doa sebagus itu lagi. “Oh. setelah menunggu sepuluh menit Marilla meletakkan rajutannya dan mengikuti Anne dengan ekspresi kejam. Tak ada lagi doa seperti yang semalam kudengar.” “Pasti aku sangat menyulitkan. apa pun yang dipikirkan kedua kali tak akan bisa sebagus yang pertama. Ia mendapati Anne diam tak bergerak di depan lukisan yang tergantung di dinding antara dua kedua jendela. Di situ terdapat doa-doa dan kau akan menghabiskan waktu senggangmu untuk mempelajarinya luar kepala.” Anne segera pergi ke ruang duduk melewati ruang depan. aku bukan bibimu dan aku tak percaya bahwa dengan memanggil nama berarti bukan keluarga. Pergi saja dan lakukan seperti yang kuminta. Ketika aku menyuruhmu melakukan sesuatu aku mau kau menurutiku saat itu juga dan tidak diam tak bergerak lalu malah mendebatkannya. “Ketika Tuhan menempatkan kita pada suatu keadaan tertentu Ia tak menginginkan kita untuk membayangkannya. “Apakah anda tak pernah membayangkan suatu hal yang berbeda dari kenyataan sebenarnya?” tanya Anne dengan mata melotot. Tapi akankah anda mempercayainya? Aku tak bisa mengingat satu kata pun begitu terbangun tadi pagi. Anne. Anda tak bisa benar-benar mengharapkan seseorang bisa berdoa dengan baik saat pertama ia mencobanya.” sahut Marilla pedas. Dan itu yang mengingatkanku untuk tak melakukannya. ya kan? Aku memikirkan sebuah doa yang bagus setelah berada di tempat tidur. Anne—pastikan kakimu bersih dan jangan biarkan lalat masuk—dan tunjukkan padaku kartu bergambar yang di rak. dia tak bisa kembali.“Tidak.” “Aku tak bisa. Miss—Marilla. “Tidak. betapa banyak yang anda lewatkan!” “Aku tak yakin dengan membayangkan hal-hal yang berbeda dari kenyataan sebenarnya.” “Oh!” Anne menghela napas panjang. “tapi. 44 . Pernahkah anda mengetahuinya?” “Sekarang ada hal yang harus kau ketahui. aku belum pernah melakukannya.

” “Well.“Anne. Jantungnya pasti berdetak kencang dan tangannya menjadi dingin. apa yang sedang kau pikirkan?” cecar Marilla tajam. Dia tampak sedih dan kesepian. Sekarang. menyesal karena tak langsung memotong pembicaraan itu dari tadi.” “Anne. ya kan? Aku sudah berusaha membayangkannya—dia terus bergerak semakin ke pinggir dan semakin dekat sampai berada sangat dekat denganNya. “Itu. Aku sungguh tak bermaksud tidak sopan. “Kau tak boleh bicara begitu.” Anne menyenderkan kartu itu pada kendi berisi bunga-bunga apel yang dibawanya untuk menghiasi meja makan—Marilla merasa agak bimbang dengan hiasan itu. 45 . “Christ Blessing Little Children(Tuhan Memberkati Anak-anak Kecil)”—dan aku baru saja membayangkan menjadi bagian dari anak-anak itu—bahwa aku adalah gadis kecil erbaju biru itu. Tapi dia juga mau diberkati.” Kata Marilla. sungguh kegembiraan yang mendebarkan hati akan terjadi padanya! Tapi aku berharap seniman itu tak melukisNya dengan tampang yang menyedihkan. berharap tak ada seorang pun yang memperhatikan—kecuali Dia. lalu Dia akan melihatnya dan meletakkan tanganNya di kepalanya dan oh. jika anda memperhatikan. berdiri sendirian di sudut seakan ia bukanlah milik siapasiapa. seperti juga aku ketika menanyakan pada anda apakah aku boleh tinggal di sini. Ambil kartu itu dan langsung bawa ke dapur. aku rasa aku sudah sesopan mungkin. ketika aku menyuruhmu mencari sesuatu maka langsung bawa itu padaku. seperti aku. “Kenapa.” Anne heran. Anne langsung tersadar. Itu tidak sopan—sangat tidak sopan. Dia takut Tuhan tak mengenalinya. kan? Aku rasa dia tak punya ayah dan ibu kandung. dan langsung mulai mempelajarinya dengan sungguh-sungguh selama beberapa waktu dalam diam. menunjuk ke lukisan—judul yang tampak terang. jadi dia bergerak perlahan dengan malu-malu di luar kerumunan. duduk di sudut dan pelajari doa itu luar kepala. Anne. aku rasa kau memang tak bermaksud begitu—tapi kedengarannya tak lazim membicarakan hal yang seperti itu. Semua lukisanNya seperti itu. tapi tak mengatakan apa-apa—menumpangkan dagunya di tangan. Dan satu hal lagi. Tapi aku tak percaya Dia bisa tampak sangat sedih atau anak-anak akan merasa takut padaNya.” katanya. Ingat itu. bukannya malah mondar-mandir dan melamun di depan lukisan. Tapi mungkin Dia mengenalinya. Aku yakin sangat mengerti bagaimana perasaannya.

“Diana itu seperti apa? Rambutnya tidak merah. pelajarilah dan diamlah. Aku telah memimpikan dapat bertemu dengannya seumur hidupku. aku sangat senang anda membuatku mempelajari ini. aku harap tidak. mungkin ini juga bisa begitu. tapi aku sungguh tak sanggup jika sahabatku juga berambut merah. Oh.” 46 .” katanya akhirnya. “Doa ini bagus. tapi doa membuatku merasa seperti membaca puisi. Aku pernah mendengarnya—aku mendengar pengawas Sekolah-Minggu di panti mengucapkannya lebih dari sekali. “apakah menurut anda aku bisa mendapatkan seorang teman karib di Avonlea?” “A—teman yang seperti apa?” “Seorang sahabat karib—seorang teman dekat. Miss—Marilla. lalu belajar dengan rajin beberapa lama lagi.“Aku suka yang ini. ‘Tuhan kami yang bersemayam di arsy sucilah namaMu. Nyonya. Rambutku sendiri berwarna merah sudah cukup buruk. Ia tak akan membiarkan Diana bermain dengan anak yang tidak baik dan menyenangkan. anda tahu—seseorang seperti keluarga yang aku bisa mempercayakan isi hatiku paling dalam padanya.” “Well. Anne memiringkan vas bunga apel cukup dekat untuk menciumi lengkungan pink dengan lembut. Ini bukan puisi. dan mungkin dia bisa menjadi teman mainmu ketika dia pulang.” sahut Marilla singkat.” “Diana adalah gadis kecil yang sangat manis. Tadi dia sedang mengunjungi bibinya di Carmody.” tanyanya kemudian. Dan dia baik dan pintar. Meskipun begitu. Aku benar-benar yakin bahwa menurutnya berdoa adalah suatu tugas yang tidak menyenangkan. kau sendiri harus berhati-hati dalam bersikap. Dia seorang gadis kecil yang manis. matanya berbinar penuh minat. Apakah menurut anda itu mungkin?” “Diana Barry tinggal di Orchard Slope dan dia sebaya denganmu. Suaranya cempreng dan ia mengucapkan doa itu dengan penuh duka. tapi banyak impian terindahku yang menjadi nyata pada saat bersamaan.” Anne memandang Marilla melalui celah bunga apel. kan? Oh.’ Seperti sebaris kalimat dalam musik. Tapi aku tak menyukainya. Aku tak merasa sungguh bisa mewujudkannya. Barry seorang wanita yang sangat pemilih. yang lebih baik dari menjadi seorang yang cantik. “Marilla. Mata dan rambutnya berwarna hitam dan pipinya kemerahan.

Marilla sangat mengutamakan moral mirip the Duchess in Wonderland, dan sangat percaya bahwa orang harus terpaku pada setiap pendapat tentang seorang anak yang sedang beranjak dewasa. Tapi Anne mengenyampingkan moral dan hanya melihat kemungkinan menyenangkan yang tampak. “Oh, aku sangat senang dia manis. Hampir menjadi cantik itu sendiri—dan itu tak mungkin bagiku—akan sangat bagus bisa memiliki seorang sahabat yang cantik. Ketika aku tinggal dengan Nyonya. Thomas ia memiliki sebuah lemari buku berpintu kaca di ruang duduknya. Tak ada satu buku pun di dalamnya; Nyonya. Thomas menyimpan porselin terbagus dan barang antiknya di situ—ketika ia punya barang antik untuk disimpan. Salah satu pintunya telah rusak. Suatu malam Tuan. Thomas memecahkannya karena agak mabuk. Tapi yang satunya lagi masih bagus dan pernah berpura-pura seolah bayanganku di situ adalah seorang gadis kecil lain yang tinggal di dalamnya. Aku menamakannya Katie Maurice, dan kami sangat dekat. Aku pernah berbicara lama dengannya, khususnya Hari Minggu, dan menceritakan semua hal padanya. Katie adalah hiburan dan kesenangan dalam hidupku. Kami berpura-pura seolah lemari buku itu terpesona dan bahwa hanya aku yang tahu apa sandi untuk membuka pintunya dan melangkah masuk ke dalam ruangan tempat Katie tinggal itu, bukan ke rak tempat porselin dan barang antik Nyonya. Thomas diletakkan. Lalu Katie akan menggandengku ke sebuah tempat yang indah, semua bunga-bunga dan matahari dan dongeng, dan kami akan tinggal berbahagia di sana selamalamanya. Ketika aku akan tinggal dengan Nyonya. Hammond, aku sangat sedih karena harus meninggalkan Katie Maurice. Dia juga sangat bersedih, aku tahu dia sedih, karena dia menangis ketika memberikan ciuman perpisahan padaku melalui pintu lemari buku. Tak ada lemari buku di rumah Nyonya. Hammond. Tapi di seberang sungai tak jauh dari rumah terdapat lembah kecil yang sangat panjang dan hijau, dan ada gema terindah di sana. Gema itu akan kembali memantulkan setiap kata yang anda ucapkan, bahkan jika anda tidak mengeraskan suara. Jadi aku membayangkan itu adalah seorang gadis kecil bernama Violetta dan kami adalah teman dekat dan aku menyukainya hampir sama seperti rasa sukaku pada Katie Maurice—tidak persis, tapi hampir, anda tahu. Malam sebelum aku pergi ke panti aku mengucapkan selamat tinggal pada Violetta, dan oh, ucapan selamat tinggalnya padaku terdengar sama sedihnya, nada yang sedih. Aku jadi sangat terpaut padanya sampai-sampai aku tak tega mengkhayalkan seorang sahabat di panti, meski di sana sangat leluasa untuk berkhayal.” “Aku pikir sama saja seperti tak ada,” sahut Marilla acuh tak acuh. “Aku tak setuju hal seperti itu terjadi. Kau tampak hampir mempercayai khayalanmu sendiri. Akan bagus jika kau memiliki seorang sahabat yang nyata agar kau tak lagi memendam omong kosong itu di pikiranmu. Tapi jangan biarkan Nyonya. Barry mendengarmu berbicara tentang Katie Maurice-Katie Maurice dan ViolettaVioletta mu atau ia akan menganggap kau berbohong.”

47

“Oh, aku tak akan membiarkannya. Aku tak bisa menceritakan tentang mereka pada sembarang orang—kenangan tentang mereka terlalu suci untuk itu. Tapi kupikir aku akan membiarkan anda mengetahui tentang mereka. Oh, lihatlah, ada seekor lebah besar baru terjatuh di bunga apel. Coba pikir betapa tempat tinggal yang indah—di sekuntum bunga apel! Berkhayal tidur di situ ketika angin menggoyangkannya. Kalau aku bukan seorang anak manusia kupikir aku akan suka menjadi seekor lebah dan tinggal di antara bunga-bunga.” “Kemarin kau ingin menjadi seekor camar laut,” Marilla mendengus. “Kupikir kau sangat plin-plan. Aku menyuruh mempelajari doa itu dan bukan bicara. Tapi tampaknya tak mungkin akan berhenti bicara jika ada yang akan mendengarkanmu. Jadi pergilah ke kamarmu dan pelajari doa itu.” “Oh, aku tahu sekarang hampir semuanya sudah kupelajari—semuanya kecuali hanya baris terakhir.” “Well, tak apa, lakukan seperti yang kuminta. Pergilah ke kamarmu dan selesaikan belajarmu dengan baik, lalu tetaplah di sana sampai ku panggil untuk membantuku menyiapkan teh.” “Bolehkah kuambil bunga apel untuk menemani?” Anne memohon. “Tidak; kau tak boleh membiarkan kamarmu berantakan dengan bunga-bunga. Seharusnya kau meninggalkannya di pohon tempatnya semula.” “Aku juga sempat berpikir seperti itu,” sahut Anne. “Aku agak merasa seharusnya tak boleh mempersingkat kehidupannya yag indah dengan memetiknya—aku tak akan mau dipetik jika aku adalah sekuntum bunga apel. Tapi godaan itu SANGAT MENARIK. Apa yang akan anda lakukan bila dihadapkan pada sebuah godaan yang sangat menarik?” “Anne, apakah kau dengar aku menyuruhmu pergi ke kamarmu?” Anne menghela napas, beranjak ke loteng timur, dan duduk di kursi dekat jendela. “Cukup—aku tahu doa ini. Aku mempelajari baris terakhir itu tadi ketika di tangga naik ke atas. Sekarang aku akan membayangkan berbagai hal untuk kamar ini jadi hal-hal itu akan terus terbayang. Lantainya ditutupi karpet beludru putih dengan mawar-mawar pink di atasnya dan di jendela terdapat gorden sutra berwarna pink. Dindingnya digantungi dengan permadani hiasan dinding dari kain brokat gold dan silver. Perabotannya dari mahoni. Aku belum pernah melihat mahoni, tapi kedengarannya SANGAT mewah. Sofa ini dipenuhi bantal sutra aneka warna, pink, biru, merah tua dan gold, lalu aku bersandar manis di atasnya. Aku bisa melihat bayanganku di cermin besar dan bagus yang

48

tergantung di dinding. Tubuhku tinggi dan agung seperti ratu, memakai gaun dengan renda-renda putih, dengan sebutir mutiara di dada dan beberapa di rambut. Rambutku segelap tengah malam dan kulitku seterang gading yang pucat. Namaku adalah Lady Cordelia Fitzgerald. Bukan, bukan itu—aku tak bisa membuat NYA tampak nyata.” Dia menari ke arah kaca-kecil dan menampakkan dirinya di kaca itu. Wajahnya yang berbintik dan berhidung mancung serta mata abu-abu yang serius menatapnya balik. “Kau hanyalah seorang Anne dari Green Gables,” katanya sungguh-sungguh, “dan aku melihatmu, seperti apa yang nampak sekarang, kapan pun aku coba membayangkan bahwa aku adalah Lady Cordelia. Tapi jutaan kali lebih menyenangkan menjadi Anne dari Green Gables daripada Anne dari tempat lain di manapun, ya kan?” Dia membungkuk, mencium bayangannya penuh kasih sayang, lalu beranjak ke jendela yang terbuka. “Snow Queen sayang, selamat sore. Selamat sore pepohonan birch yang di lembah. Selamat sore, rumah abu-abu tersayang di atas bukit. Aku bertanyatanya dalam hati akankah Diana menjadi sahabatku. Aku harap dia mau, dan aku akan sangat mencintainya. Tapi aku tak pernah boleh benar-benar melupakan Katie Maurice dan Violetta. Mereka pasti akan sangat terluka bila aku melakukannya dan aku tak suka melukai perasaan siapa pun, meski hanya seorang gadis kecil lemari buku atau pun gadis kecil gema. Aku pasti akan selalu berhati-hati mengingat mereka dan mengrimkan ciuman untuk mereka setiap hari.” Anne meniupkan beberapa ciuman udara dari ujung-ujung jarinya melewati bunga-bunga cherry lalu, dengan tangan menopang dagu, mulai terhanyut dalam lautan lamunan.

Bab IX – Nyonya. Rachel Lynde memang Menakutkan Anne telah berada selama dua minggu di Green Gables sebelum Nyonya. Lynde tiba untuk melakukan pemeriksaan terhadapnya. Nyonya. Rachel, sepantasnya tak disalahkan dalam hal ini. Serangan influenza yang parah dan tidak pada saatnya telah membuat wanita baik itu terkurung di rumahnya sejak saat kunjungan terakhirnya ke Green Gables. Nyonya. Rachel jarang sakit dan cukup membatasi diri terhadap orang sakit; tapi influenza, menurutnya, tidak seperti penyakit dunia lainnya dan hanya bisa diartikan sebagai sebuah kunjungan khusus dari Tuhan. Begitu dokter memperbolehkannya menginjakkan-kaki keluar

49

rumah ia bergegas pergi ke Green Gables, dengan rasa penasaran yang meledak-ledak ingin melihat anak asuh Matthew dan Marilla, karena cemas dengan berbagai macam cerita dan dugaan yang telah tersebar di Avonlea. Anne telah mempergunakan saat-saat paginya dengan baik selama dua minggu itu. Dia telah mengenal setiap pohon dan semak belukar di tempat itu. Dia telah mengetahui ada jalan terbuka di bawah kebun apel dan berlari menyusuri daerah tanah berhutan; dan dia telah menjelajahinya sampai ke ujung terjauh dengan segala tingkah aneh aliran sungai dan jembatan, pepohonan fir dan lengkungan cherry liar, sudut hutan yang dipenuhi pohon pakis, dan jalanan kecil bercabang yang ditumbuhi pepohonan gunung dan maple. Dia telah berteman dengan tumbuhan di lembah—bagian dalam yang menakjubkan itu, tumbuhan tertutup es yang jernih; lembah itu dihiasi batu pasir merah yang halus dan dikelilingi rimbunan paku air yang meneyerupai pohon palem; dan di seberangnya terdapat jembatan merentang di atas aliran sungai. Jembatan itu membuat kaki Anne menari di bukit berhutan di seberang, tempat waktu senja berlangsung lebih lama di bawah lebatnya pepohonan fir dan spruce; bunga yang tumbuh di sana hanyalah bunga “June Bells” lembut dalam jumlah besar, itu adalah bunga yang termalu dan termanis di daerah tanah berhutan, dan beberapa starflower pucat berantena, seperti jiwa musim semi tahun lalu. Samar-samar tampak sarang laba-laba seperti benang di antara pepohonan dan dahan besar serta jumbai-jumbai fir tampak seolah menyambut dengan ramah. Penjelajahan yang menggairahkan itu dilakukannya dalam waktu beberapa kali setengah jam ekstra ketika dia diijinkan untuk bermain, dan Anne menceritakan penemuan-penemuannya pada Matthew dan Marilla yang pura-pura tak mendengar. Matthew tak mengeluh, pastinya; ia mendengarkan semuanya tanpa kata dengan senyum kegembiraan menghiasi wajahnya; Marilla membiarkan saja “celotehan” itu sampai ia sendiri jadi sangat tertarik dengan cerita-cerita Anne, lalu ia segera membungkam Anne dengan perintah kasar untuk tutup mulut. Anne sedang berada di kebun buah ketika Nyonya. Rachel tiba, berkelana dengan pikirannya sendiri melewati rerumputan lebat yang bergoyang dan disiram cahaya senja yang kemerahan-merahan; sehingga wanita yang baik itu punya kesempatan bagus untuk menceritakan penyakitnya dengan legkap, menggambarkan setiap rasa sakit dan denyut nadi dengan sangat gembira sampai-sampai Marilla bahkan berpikir influenza yang dideritanya pasti memberi kepuasan tersendiri. Ketika sudah sangat kelelahan Nyonya. Rachel mengungkapkan tujuan utama kedatangannya. “Aku telah mendengar beberapa hal yang mengejutkan tentang kau dan Matthew.”

50

“Aku rasa kau tak lebih terkejut daripada diriku sendiri,” sahut Marilla. “Sekarang aku sedang mengatasi keterkejutanku.” “Sayang sekali sampai terjadi kesalahan dalam hal ini,” kata Nyonya. Rachel simpatik. “tak bisakah kau mengirimnya kembali pulang?” “Seharusnya bisa, tapi kami memutuskan tak melakukannya. Matthew menyukainya. Dan harus kukatakan aku sendiri menyukainya—meski kuakui dia memiliki beberapa kekurangan. Rumah ini sudah tampak berbeda. Dia benarbenar anak kecil yang periang.” Marilla berkata lebih dari yang direncanakan ketika ia mulai, karena ia melihat raut mencela di wajah Nyonya. Rachel. “Kau sudah menerima sebuah tanggung jawab besar,” wanita itu berkata dengn murung, “terutama karena kau belum pernah berpengalaman dengan anak-anak. Kurasa, kau tak tahu banyak tentangnya atau pun wataknya yang sebenarnya, dan tak tahu anak itu akan jadi seperti apa. Tapi aku bukannya mau mengecilkan hatimu, Marilla.” “Aku tak merasa berkecil hati,” Marilla menjawab acuh tak acuh. “Ketika aku sudah membulatkan tekad untuk melakukan sesuatu maka aku akan tetap memegangnya. Kurasa kau mau melihat Anne. Aku akan memanggilnya masuk.” Anne segera berlari masuk, wajahnya berseri gembira karena penjelajahan di kebuh buah; tapi, karena malu mendapati adanya orang asing yang tak disangkanya, dia berhenti dengan bingung di pintu masuk. Dia benar-benar tampak seperti anak kecil yang aneh dalam balutan pakaian kecil ketat lusuh yang dibawanya dari panti, dibawahnya kaki kurusnya tampak kaku. Bintik-bintik di wajahnya tampak semakin banyak dan kentara dibanding sebelumnya; angin telah mengacak rambutnya yang tak bertopi menjadi sangat awut-awutan, rambutnya tak pernah tampak semerah saat itu. “Well, mereka tak mengambilmu karena wajahmu, itu sudah jelas dan pasti,” Nyonya. Rachel Lynde berkomentar tegas. Nyonya. Rachel adalah salah seorang yang terkenal bangga untuk mengungkapkan pendapatnya tanpa takut atau pun segan. “Dia benar-benar kurus dan tidak cantik, Marilla. Kemarilah, nak, dan biarkan aku memandangmu. Marilla, pernah kah ada yang melihat bintikbintik speperti ini? Dan rambut semerah wortel! Kemarilah, nak.” Anne “pergi ke sana”, tapi tak seperti yang diduga Nyonya. Rachel. Dengan satu lompatan dia melintasi dapur lalu berdiri di depan Nyonya. Rachel, wajah memerah karena marah, bibirnya bergetar, dan seluruh tubuhnya gemetar dari kepala sampai kaki.

51

” dia berteriak dengan suara tercekik. Tapi Anne tak gentar terus menghadapi Nyonya. Rachel.” “Marilla Cuthbert. tangan terkepal. Apa yang dikatakan Anne membuatnya terkejut. menghentakkan kakinya ke lantai. tak akan pernah!” Hentakan! Hentakan! “Pernahkah ada yang menemui watak seperti ini!” seru Nyonya. beranjak cepat ke pintu ruang depan. “Well. Rachel. menghembuskan napas dengan rasa marah yang sangat besar. tak akan pernah. “Anne pergilah ke kamarmu dan tetap di sana sampai aku datang. dengan mata menyala. yang tiba-tiba menangis tersedu. membantingnya sampai kaleng-kaleng di dinding serambi depan bergemerincing simpati. “Beraninya anda mengatakan hal itu tentang aku?” dia mengulang dengan suara keras. Marilla membuka mulutnya tak tahu permintaan maaf atau pembelaan apa yang akan disampaikannya. Bantingan pintu tadi menunjukkan bahwa pintu loteng timur telah ditutup dengan kekuatan yang sama besar. waspada. Anne. berusaha dengan susah payah memulihkan kekuatannya untuk bicara.” kata Nyonya. Rachel marah. Thomas yang pemabuk. tak sopan. aku tak iri pada tugasmu mengasuhNYA. Dan karenanya aku TAK AKAN PERNAH memaafkan anda. 52 . lalu melarikan diri melalui ruang depan dan naik ke atas seperti angin puyuh. Anda telah menyakiti perasaanku bahkan lebih parah dari yang pernah dilakukan suami Nyonya. Marilla.” kata Marilla. Rachel menakutkan. dan tak berperasaan!” “Anne!” Marilla berseru terkejut.“Aku benci anda. “Aku benci anda—aku benci anda—aku benci anda—“ sebuah hentakan yang lebih besar untuk menunjukkan kebenciannya. kau tak akan mengatakan kalau kau membenarkan tingkahnya seperti yang baru saja kita lihat. Rachel dengan kesungguhan yang tak dapat diungkapkan. “Bagaimana jika hal-hal itu dikatakan untuk anda? Bagaimana jika anda dikatakan gemuk dan kikuk yang bahkan belum pernah anda bayangkan sebelumnya? Aku tak peduli akan menyakiti perasaan anda dengan mengatakan hal ini! Aku memang berharap bisa melakukannya. kan?” cecar Nyonya. “Beraninya anda mengataiku kurus dan jelek? Beraninya anda mengatakan aku berambut merah dan wajahku berbintik? Anda wanita yang kasar. “Seharusnya kau tak mengejek tampangnya.

sama sekali tak sadar dengan sepatu bootnya yang berlumpur di atas seprei. Rachel berlalu pergi dengan cepat—jika seorang wanita gemuk yang selalu berjalan gontai BISA dikatakan pergi dengan cepat—lalu Marilla dengan wajah serius beranjak ke loteng timur. Oh. Lalu bagaimana ia bisa menghukumnya? Saran yang bagus dengan menggunakan rotan—agar lebih efisien seperti pernyataan menjengkelkan dari seluruh anak kandung Nyonya. meski lagi-lagi ia sendiri terkejut karena melakukannya. Ia tak yakin tega mencambuk seorang anak dengan rotan. Tapi kita harus memberinya keloggaran. di depan orang lain! Tiba-tiba Marilla menyadari suatu hal yang tak menyenangkan memberikan peringatan keras bahwa ia merasa kelemahan serius watak Anne lebih merupakan penghinaan dibanding kesedihan.” sahut Marilla pelan. harus lebih diperhatikan dari apa pun juga. “Aku tidak sedang membelanya. Rachel—tak membuat Marilla tertarik. Rachel. Tidak.” Setelah Nyonya. meskipun aku telah membesarkan sepuluh anak dan dua telah meninggal—kau akan melakukan ‘pembicaraan’ yang kau sebut tadi dengan sedikit menggunakan rotan. Rachel.“Tidak. Aku benar-benar menyesal kalau kau sampai membuatku marah. aku tak jengkel. Kupikir pastilah ITU akan menjadi bahasa yang paling efektif untuk anak seperti dia. tidak. untuk menyenangkan perasaan seorang anak yatim. Rachel berdiri dan tampak harga dirinya terluka. Ia merasa sangat risau dengan kejadian yang baru terjadi. Kau akan mendapat masalah dengan anak itu. aku tahu setelah ini aku harus sangat berhati-hati mengatakan apa pun Marilla.” panggilnya lembut. selamat malam. “Anne. Well. Dia tak pernah diajarkan apa yang benar. Dia memang sangat nakal dan aku juga harus memberitahunya tentang itu. Dan kau BERSIKAP terlalu keras padanya.-jangan khawatir. yang tak jelas asalnya. Di tangga ia merasa sulit mempertimbangkan apa yang harus dilakukannya. Kurasa wataknya sesuai dengan rambutnya. Marilla mendapati Anne menelungkup di tempat tidurnya.” Marilla tak tahan untuk tak mengatakan kalimat terakhir itu. ia harus mendapatkan metode hukuman lain untuk menyadarkan Anne akan kekejaman hinaannya. jika aku harus diserang dan dicela seperti ini. Marilla. Ini benar-benar pengalaman baru bagiKU. Nyonya. Tapi kalau kau mengikuti saranku—yang kurasa tak akan kau ikuti. menangis tersedu. Kuharap kau akan sering datang mengunjungiku seperti biasa. 53 . “Well. Tapi kau tak bisa mengharapkan kedatanganku lagi ke sini dalam waktu dekat. Sayang sekali Anne telah menunjukkan watak seperti itu di depan Nyonya.

Anne. oarang yang kebih 54 . Lynde untukmu benar.” Anne menggeliat dari tempat tidur lalu duduk dengan canggung di kursi sebelahnya.” “Well. Lynde mengatakan kau berambut merah dan tidak cantik. Ia adalah orang asing.” Setiap hari Marilla sedih karenanya sebelum kepedihan itu hilang dari ingatannya. Anne! Tidakkah kau merasa malu dengan dirimu sendiri?” “Ia tak punya hak menyebutku jelek dan berambut merah. “Anne. matanya tetap menatapi lantai. “turun dari tempat tidur sekarang juga dan dengarkan apa yang harus kukatakan padamu. AKU HARUS membalasnya. Aku mau kau bersikap baik pada Nyonya. Lynde. Anne. tapi aku tak bisa menahannya. Nyonya. Anne. berusaha menghindar dan membangkang. “Rachel terlalu blak-blakan. Aku tak megerti kenapa kau harus sampai hilang kendali hanya karena Nyonya. “Seharusnya kau bertingkah manis begini.” “Coba bayangkan bagaimana rasanya jika seseorang mengatakan kau kurus dan jelek di depanmu. Mengerikan sekali kau sampai kehilangan kendali seperti itu.” akunya dengan nada melembut. Kau sendiri sudah cukup sering mengatakannya. kuakui kau telah membuat suatu pertunjukan besar dengan kau sendiri sebagai pemainnya. Ketika ia mengatakan hal itu sesuatu dalam tubuhku naik dan membuatku sesak. Lynde akan punya sebuah cerita manis tentang kau untuk diceritakan dimana-mana—dan ia juga akan menceritakannya.” Anne membela diri dengan suara sedih. Saat itu ia adalah seorang anak yang sangat kecil ketika ia mendengar salah seorang bibinya berkata pada yang lain. “Aku tak bilang bahwa apa yang dikatakan Nyonya. Tapi itu tak berarti kau boleh bersikap seperti itu. “Kau mungkin tahu sesuatu memang seperti itu tapi kau tak bisa berhenti berharap orang lain tak terlalu berpikir seperti itu. “Malang sekali dia jadi anak kecil yang tidak cantik dan berkulit gelap. Kau membuatku malu—benar-benar membuatku malu.” dengan suara lebih keras. wajahnya bengkak dan berbekas airmata. tapi tentu saja berbeda mengatakannya sendiri dengan mendengar orang lain yang mengatakannya.” ratap Anne. Sebuah kenangan lama tiba-tiba tampak di hadapan Marilla. karena kau telah membuatku malu.” “Oh. Kurasa kau berpikir aku memiliki watak yang sangat buruk. “Kau tak punya hak menyerangnya dengan kemarahan seperti yang kau lakukan padanya tadi.Tak ada jawaban.” sahut Anne cepat.

tapi karena keesokan paginya Anne masih keras kepala ia harus menyiapkan penjelasan untuk ketidakhadiran Anne waktu sarapan pagi. kapan pun ia membayangkan roman muka Nyonya. Tapi kau wajib dan harus minta maaf pada Nyonya. Ia marah pada diri sendiri seperti ia marah pada Anne. “terutama karena ruangan seperti itu jarang ada di Avonlea. pikirannya kusut dan jiwanya gundah.” sahut Anne sedih. mulai bangkit untuk meninggalkan kamar.” tekad Anne tak mau tahu. karena. Marilla. “Kau akan bisa menentukan sikap semalaman ini dan cobalah berpikir lebih jernih.” “Mungkin daya imajinasimu akan bekerja lebih baik lagi besok pagi. Lynde.tua. aku tak akan mengeluh. dan kau akan tetap berada di kamar ini sampai kau bisa memberitahuku kau akan melakukannya.” Dengan membiarkan kata Parthian itu mengganggu perasaan Anne yang sedang bergolak. Aku tak bisa bilang menyesal ketika aku tak menyesal. ruang bawah tanah yang lembab yang dihuni oleh ular dan kodok. dan juga tamuku—tiga hal itu sudah cukup jadi alasan untukmu menghormatinya. atau pun memberiku makan hanya dengan air dan roti. Kau bisa mengurungku dalam gelap. Marilla memberitahu Matthew keseluruhan cerita. ya kan? Aku bahkan tak bisa MEMBAYANGKAN aku menyesal. Bab X – Permintaan Maaf Anne Marilla tak berkata apa-apa pada Matthew tentang kejadian malam itu. Kau bilang akan mencoba jadi anak yang sangat baik jika kami mengasuhmu di Green Gables. berusaha mempengaruhinya dengan respon yang tepat karena kelakuan buruk Anne. tapi harus kukatakan kau sama sekali tak tampak mencobanya malam ini. Maaf aku membuatmu kesal.” “Kalau begitu aku akan tetap di sini selamanya. Tapi aku tak bisa minta maaf pada Nyonya. Bagaimana aku bisa melakukannya? Aku TAK menyesal. Marilla turun ke dapur. Lynde. tapi aku SENANG mengatakan itu untuknya. Lynde aku menyesal karena telah mengatakan hal itu untuknya.” sahut Marilla acuh tak acuh. “karena aku tak bisa bilang pada Nyonya. 55 . Itu merupakan kepuasan yang besar. “Kau bisa menghukumku dengan cara apa pun yang kau suka.” “Kami tak biasa mengurung orang di ruang bawah tanah yang lembab dan gelap.” “Aku tak akan pernah bisa melakukannya.” sahut Marilla. Tadi kau bersikap tak sopan. Rachel yang tercengang bibirnya bibirnya berkedut kesenangan dan ia merasakan keinginan tercela untuk tertawa. kasar dan”—Marilla telah memutuskan cara untuk memberi hukuman—“kau harus menemuinya dan katakan padanya kau sangat menyesali watakmu yang buruk lalu minta maaflah padanya.

dia suka sekali mencampuri urusan orang lain. aku heran denganmu. Seperti biasa Matthew bergerak antara dapur dan ruang tidurnya yang kecil dekat ruang depan. Kau tahu tingkah Anne sangat buruk. sekali-kali ia memberanikan diri masuk ke ruang tamu atau ruang kunjungan ketika pendeta datang untuk minum teh. dan aku sendiri yang akan membawanya ke atas. Dia tampak sangat kecil dan tak gembira. Lynde mendapat makian. Kau —kau akan memberinya sesuatu untuk dimakan. dan itu empat tahun yang lalu. Mengingat belum pernah ada seorang pun yang mengajarkannya untuk bersikap benar. “Dia akan mendapat sarapan seperti biasa. kan?” “Kapan kau pernah mendengar aku membuat orang kelaparan untuk membuatnya bersikap baik?” cecar Marilla marah. Ia berjinjit sepanjang ruang depan dan berdiri beberapa saat di depan pintu loteng timur sebelum memberanikan diri untuk mengetuknya dengan jemarinya lalu membuka pintu untuk mengintip ke dalam. Matthew kuatir melihat nampan terakhir yang dibawa turun. Tapi ia tak pernah lagi naik ke ruangan atas di rumahnya sendiri sejak musim semi ketika ia membantu Marilla menempeli kamar tidur yang kosong. “bagaimana kau melakukannya. Ia menutup pintu dengan pelan dan berjinjit menghampiri Anne. menyelinap masuk ke rumah seperti maling dan berjalan pelan-pelan ke atas.” ia berbisik. Anne?” Anne tersenyum lemah. “Matthew Cuthbert. Matthew. Tapi dia akan tetap berada di kamarnya sampai dia mau minta maaf pada Nyonya. yang telah dari tadi berada di gudang dan mengawasi. Tapi jangan terlalu keras padanya.” jawab Matthew berusaha menghibur.” kata Matthew kuatir. 56 . “Anne. Anne sedang duduk di kursi kuning dekat jendela. Matthew. memandang sedih ke kebun di luar. dan kau masih membelanya! Kurasa kemudian kau akan bilang seharusnya dia tak dihukum sama sekali!” “Well—tidak—tidak juga. dan Matthew merasa terpukul. Kupikir dia memang seharusnya sedikit diberi hukuman. seolah takut ada yang mendengar. Setiap selesai sarapan Marilla membawa nampan penuh berisi makanan ke loteng timur dan kemudian membawanya turun kembali dengan banyak sisa makanan. Lynde. Marilla.“Baguslah kalau Nyonya. Apakah Anne sama sekali tak memakannya?” Ketika malam itu Marilla keluar membawa sapi dari padang rumput belakang. dan itu keputusan akhir.” Sarapan dan makan malam menjadi sangat sepi—karena Anne masih tetap keras kepala.

“Akan cukup tepat untuk berkata aku menyesal. Pergilah dan berdamailah—itulah anak yang baik. kau tahu.” “Kuda liar tak akan bisa mengorek rahasia dariku.“Cukup baik. dan masih merasa marah sepanjang malam. Itulah yang coba kuutarakan. Tapi jangan beritahu Marilla aku membicarakan hal ini. Aku membayangkan banyak hal. tak gentar menghadapi masa hukuman panjang seorang diri di depan mata. “Well.” “Bagus—bagus. jangan sampai Marilla kembali sebelum waktunya. Anne. Tentu saja. “Anggap saja kau hanya sedang bicara seperti biasa. aku akan melakukan apa pun untukmu—jika kau benar-benar ingin aku melakukannya—“ “Well.” janji Anne sungguh-sungguh. lakukanlah segera. tidakkah menurutmu sebaiknya kau melakukannya dan menyelesaikannya?” bisiknya. Anne. tentu saja aku menginginkannya. Aku benarbenar marah.” “Kurasa aku bisa melakukannya untuk mematuhimu.” “Baiklah. Menurutku. Aku tak marah lagi—dan hal itu juga menyebabkan semacam kehancuran. Dia bisa berpikir aku mencampuri urusan orang lain dan aku sudah berjanji untuk tidak melakukannya. Semalam aku tak menyesal sedikit pun. Lynde dan mengatakan padanya aku menyesal. karena Marilla wanita yang sangat tegas—sangat tegas.” sahut Anne pasrah. Tapi pagi ini aku sudak tak merasakannya lagi. Anne.” sahut Anne penuh pertimbangan. Lynde?” “Ya—minta maaf—benar sekali. Aku merasa sangat malu. Aku bertekad untuk lebih memilih tetap berada di kamar ini selamanya daripada melakukan hal itu. agak sunyi-senyap. Matthew ingat ia harus mengatakan apa yang ingindikatakanya tanpa membuang waktu. karena sekarang AKU memang menyesal. Namun begitu. “Cepat atau lambat kau harus melakukannya. “Memangnya bagaimana bisa kuda liar mengorek rahasia dari orang?” 57 .” “Apakah yang kau maksudkan adalah meminta maaf pada Nyonya. dan selesaikanlah masalah itu. Itu akan sangat memalukan. “Aku akan memberitahu Marilla begitu ia masuk bahwa aku merasa menyesal. nanti aku juga akan terbiasa. dan itu membantuku menghabiskan waktu.” sahut Matthew semangat. Tapi aku benarbenar tak berniat menemui Nyonya. Aku tahu begitu karena aku terbangun tiga kali dan selalu merasa sangat gusar.” Anne tersenyum lagi. Tapi tetap. Di bawah sangat sunyi tanpa kau.

Rachel yang keheranan dan memegang tangannya dengan memohon. Lynde dan mengatakan itu padanya. Ia baru berpikir di bawah kanopi akan melakukan apa pada Anne jika dia tak menyerah juga. begitu kembali ke rumah. melihat Marilla dan Anne berjalan menyusuri jalan.Tapi Matthew telah pergi. Tapi di tengah perjalanan kemurungan Anne seolah terhapus oleh sihiran.” sahut Anne setengah melamun. takut dengan keberhasilannya sendiri.” katanya dengan suara gemetar. yang telah mengijinkanku 58 . Marilla sendiri. Marilla melihat perubahan itu dengan pandangan mencela.” “Bagus sekali.” Karena itu. “Marilla” di pegangan pada sisi tangga. tidak. Anne?” tanyanya pedas. “Aku sedang membayangkan apa yang harus kukatakan pada Nyonya. matanya terpaku pada langit dengan matahari terbenam lalu suasana yang sedikit menggembirakan menghampirinya. “Apa yang sedang kau pikirkan. aku benar-benar sangat menyesal. Lynde. Lynde. “Oh. Matthew dan Marilla. Tapi Marilla tak dapat menghilangkan dugaan bahwa sesuatu pada caranya memberi hukuman berjalan tak sesuai. Keriangan Anne terus berlangsung sampai mereka sudah sangat dekat dengan Nyonya. Anne tak semestinya tampak begitu senang dan berseri-seri. tidak bahkan jika aku menggunakan semua kamus. Tampangnya tak selembut itu ketika menyatakan kesediaannya menemui Nyonya. yang tadinya menegakkan kepada dan merasa menang. sahutnya. Lynde. Sebelum sempat ada yang berbicara Anne tiba-tiba berlutut di depan Nyonya. “Aku menyesal telah kehilangan kendali dan berkata kasar. Ia tergesa melarikan diri ke sudut terjauh di padang rumput kuda jangan sampai Marilla mencurigai tujuannya naik ke atas. heran bercampur senang mendengar sebuah suara sedih memanggil. Dia menengadahkan kepala sementara kakinya terus melangkah. melangkah ke ruang depan. Aku bersikap buruk pada anda—dan aku telah membuat malu sahabat-sahabat tercinta. kini menjadi murung da sedih. dan aku mau menemui Nyonya. Ini suatu kepuasan—atau seharusnya seperti itu. Nyonya. setelah memerah susu. Kemurungan karena penyesalan kembali tampak di wajahnya. “Aku tak akan pernah bisa mengungkapkan seluruh kesedihanku. yang sedang duduk merajut di dekat jendela dapurnya. “Aku akan membawamu menemuinya setelah memerah susu. Anda pasti bisa membayangkannya. Kemudian keriangan itu pun lenyap. “Well?”. Lynde yang tersinggung.” Kegaringan Marilla tak menunjukkan kelegaannya.

Akan lebih mudah menjadi anak baik jika rambutnya indah berwarna coklat kemerahan. tapi ketika dia tumbuh besar rambutnya menggelap menjadi coklat kemerahan.bangunlah. sebenarnya—ketika dia kecil rambutnya semerah rambutmu. Oh. Sedikitpun aku tak akan terkejut jika rambutmu juga akan jadi seperti itu—tak sedikitpun. tolong. Itu ADALAH kenyataan. meskipun agak suka mencampuri urusan orang. Aku akan selalu menganggap anda seorang penolong. itu saja. Bagus Nyonya. Nyonya. maafkan aku. Jika anda menolak maka itu akan menjadi penderitaan seumur hidup bagi seorang anak yatim. hati. aku yakin anda tak akan tega melakukannya. dan tubuhku kurus. Lynde. tolonglah. Tak bisa disangkal bahwa rambutmu sangat merah. bukankah bagitu? Dan sekarang bolehkah aku keluar ke kebun anda dan duduk di bangku di bawah pohon apel itu sementara anda berbincang dengan Marilla? Di luar sana sangat leluasa untuk berimajinasi. Oh. Lynde. “Tentu saja aku memaafkanmu. tapi seharusnya aku tak mengatakannya. Rambutku merah. Aku anak yang nakal sekali dan tak tahu berterima kasih. aku sanggup menanggung derita apa pun hanya dengan membayangkan bahwa rambutku akan coklat kemerahan begitu aku tumbuh dewasa. tak melihat ini. Kurasa bagaimanapun aku sudah agak terlalu keras padamu.” katanya sepenuh hati. tapi aku pernah mengenal seorang anak berambut merah—pergi ke sekolah bersamanya. Mana hukuman sehat yang Marilla banggakan itu? Anne telah mengubahnya jadi suatu bentuk kesenangan.” “Oh. Ia hanya merasa bahwa Anne telah sungguh-sungguh membuat pernyataan maaf dan seluruh kekesalan lenyap darinya. Tak ada yang meragukan ketulusannya—itu terasa pada setiap nada suaranya. Marilla dam Nyonya. cukup. Nyonya. Lynde mengenali nada yang tak diragukan itu. Lynde. Tapi pada awalnya mereka merasa risau karena Anne sebenarnya menikmati lembah hinaan itu—bersuka ria dalam penghinaannya yang tak tanggung-tanggung itu.nak. Kau seharusnya tak perlu merasa tersinggung. dan aku pantas dihukum dan tidak dihormati selamanya. “Cukup. Lynde. tegakah anda melakukannya walaupun dia sudah berprilaku sangat buruk? Oh. Tapi aku orang yang blak-blakan. Lynde!” Anne menghela napas panjang begitu dia bangkit berdiri. Nyonya. Apa yang aku katakan pada anda juga benar. “Kau telah memberiku sebuah harapan. setiap kata yang anda ucapkan benar adanya. tak merasa terbebani dengan anggapan itu. wajahku jelek dan berbintik.” Anne menangkupkan kedua tangannya dan membungkukkan kepalanya. Tolong katakan anda memaafkanku.” 59 . Aku bertingkah buruk sekali sampai marah-marah karena anda memberitahu kenyataan sebenarnya. lalu menunggu keputusan Nyonya.tinggal di Green Gables meski pun aku bukan anak laki-laki.

tapi ada satu hal yang menghibur. Ya. Marilla. sepertinya aku menyukainya. Aku takut kau akan jadi anak kecil yang berlagak. Kuharap sekarang kau akan mencoba mengontrol amarahmu. tak akan pernah mungkin berprilaku licik atau pun dusta.” 60 . semuanya berjalan cukup baik. nak. dia memiliki cara yang aneh dalam mengekspresikan dirinya—agak terlalu—well. tentu saja boleh. tapi. “Aku tak akan cepat marah bila yang disinggung adalah hal lain. Lynde dengan cekatan bangkit untuk menghidupkan lampu. tapi bagaimana pun ada baiknya membawa dia melihat-lihat. tapi mungkin sekarang dia sudah dapat mengatasinya karena dia akan tinggal dengan orang-orang yang sopan. “Aku minta maaf dengan cara lumayan bagus.kan?” dia berkata dengan bangga begitu mereka menyusuri jalan.” sahut Anne dengan helaan napas. “Kupikir karena aku harus melakukannya maka aku juga harus melakukannya dengan sungguh-sungguh. Marilla.” Ketika Marilla pulang Anne keluar dari menikmati waktu senja di kebun buah dengan seikat narcissi putih di tangannya. itu menggelikan! Ia harus berkompromi dengan suara hatinya dengan mengatakan: “Kuharap kau tak akan lagi membuat permintaan maaf seperti itu.” Begitu pintu ditutup sekeluarnya Anne Nyonya. Secara keseluruhan. tapi aku SANGAT lelah diejek rambutku dan itu akan membuat darahku langsung mendidih.“Ya. Jauhkan aku dari anak yang licik. Anne. kurasa dia cepat sekali marah. seperti terlalu semangat. Aku tak merasa terkejut kau dan Matthew menjaganya sebagaimana yang kulakukan—tidak juga menyesalinya. Tentu saja. Ia juga merasa tak tenang harus memarahi Anne untuk meminta maaf dengan sangat bagus. Marilla merasa bersalah mendapati dirinya ingin tertawa mengingat hal itu. itulah saranku. anak yang cepat marah. Apakah menurutmu rambutku benar-benar bisa berwarna coklat kemerahan ketika aku dewasa?” “Seharusnya kau tak perlu terlalu merisaukan penampilanmu. dia jelas anak yang aneh. itu lebih mudah daripada yang ada padamu. “Dia benar-benar anak kecil yang aneh. pergilah. terbakar amarah lalu tenang kembali. Anne. aku hanya menyimpannya untuk diduduki oleh anak laki yang diupahi itu. Dan kau boleh memetik satu karangan bunga lili June putih di sudut itu jika kau mau.” “Kau melakukannya sungguh-sungguh. Ambillah kursi ini. Kemudian. Mungkin dia sudah menjadi baik. kau tahu.” “Itu tak akan terlalu sulit jika orang-orang tak mengejek penampilanku.” adalah komentar Marilla.

Aku bisa berdoa sekarang dan tak lagi kesulitan untuk melakukannya. tapi aku menyangsikannya. “Aku suka benda-benda cantik.” sahut Anne merenung.” “Anne. Itu hal yang sangat tak biasa dan manis yang mengusiknya. Marilla. aku sangat bahagia.” “Mengucapkan doa seseorang tak sama dengan berdoa. Lynde dan menggoyangkan bunga-bunga—kemudian dengan sekali sambaran aku akan sampai di ladang pohon semanggi—lalu berakhir di Lake of Shining Waters dan meriakkannya sehingga tampak seperti 61 . Ia cepatcepat memulihkan sensasi yang dirasakannya ke sikap tenang seperti biasa dengan berulang-ulang mengingatkan tentang moral. “Aku telah menyukai Green Gables. Anne tak berbicara lagi sampai mereka sudah berada di jalur sendiri. “Hal itu pernah dikatakan padaku sebelumnya. mungkin. Anne.” “Kecantikan adalah kecantikan dalam perbuatan. Seorang gipsi kecil datang menghampiri mereka. Jauh di atas tampak bayangan sinar terang berpendar di antara pepohonan dari dapur di Green Gables. Aku merasa kasihan karena benda itu tak cantik.“Bagaimana aku bisa berlagak ketika aku tahu aku jelek?” Anne protes. Itu membuatku sangat sedih—aku merasakan hal yang sama ketika melihat benda-benda jelek. Seindah-indahnya rumah orang tapi rumah sendiri lebih nyaman.” Sesuatu yang hangat dan basah mengaliri hati Marilla karena tangan kecil kurus itu menyentuh tangannya—sebuah debaran keibuan yang dirindukannya. “Tapi aku akan membayangkan bahwa aku adalah angin yang bertiup ke puncak-puncak pohon. Lynde. “Sangat menyenangkan pulang dan mengetahui itu memang rumah. dan aku tak pernah menyukai tempat lain sebelumnya.” Anne berkata ragu. Sekarang aku tak marah lagi pada Nyonya. dan aku benci melihat di kaca ada sesuatu yang tidak cantik. bukankah bunga ini sangat manis! Sangat menyenangkan Nyonya.” Sahut Marilla.” katanya. “Oh. Lynde mau memberikannya untukku. Tiba-tiba Anne mendekat ke Marilla dan menyelipkan tangannya ke telapak tangan keras wanita yang lebih dewasa itu.” kutip Marilla. benar-benar lelah mencoba mengikuti pikiran Anne yang berbelit-belit. Ketika aku sudah bosan dengan pepohonan aku akan membayangkan bergerak lembut ke bawah ke pakis-pakis itu—lalu aku akan terbang ke kebun Nyonya. Dan kau tak akan kesulitan lagi untuk berdoa. dengan bau harum pakis muda berembun. Memaafkan dan dimaafkan memberimu perasaan yang menyenangkan dan nyaman. bintang mana yang akan kau pilih? Aku akan pilih bintang besar yang sangat terang dan bagus yang berada jauh di atas bukit gelap itu. tolong berhentilah berbicara. “Jika kau jadi anak yang baik maka kau akan selalu bahagia. mencium bau narcissi-nya. ya kan? Bukankah bintang-bintang bersinar terang malam ini? Jika kau bisa tinggal di sebuah bintang. Oh.

” kata Marilla. Oh. Baju-baju itu bagus. “Oh. dan itu semua yang akan kau dapat musim panas ini. Kupikir kau akan senang mendapat ganti yang jauh lebih bagus dari baju kusut dan kekecilan yang biasa kau pakai. Marilla. Aku bukan orang yang suka memanjakan sifat sok berlagak. dan dapat dipakai. bersih dan baru?” “Ya. bagaimana kau menyukainya?” tanya Marilla. Bab XI – Kesan Anne akan Sekolah Minggu “Well. tanpa ada bagian yang terlipat atau pun menjuntai. aku tak kau tak menyukai baju-baju itu! Apa masalahnya? Bukankah baju-baju itu rapi. leluasa sekali berimajinasi menjadi angin! Jadi sekarang aku tak akan bicara lagi. Baju satin untuk ke gereja dan sekolah Minggu. “Aku tak mau kau membayangkannya. pantas. satu lagi baju satin bergambar persegi hitam putih yang dipilihnya di tempat penjualan dengan harga diskon di musim dingin. “Cantik!” Marilla mendengus. Anne sedang berdiri di ruang loteng. dan terakhir baju bercorak kental bergambarkan motif biru jelek yang dibelinya minggu itu di toko di Carmody. “Aku akan membayangkan aku menyukainya. Bajuk katun tipis coklat dan yang bercorak biru akan kau pakai ke sekolah ketika kau mulai masuk sekolah. mencermati tiga baju baru yang terbentang di kasur.” sahut Anne sungguh-sungguh. Semua ia sendiri yang memilihkan.” Marilla benar-benar bernapas lega. Yang satu adalah baju dari kain katun tipis yang ingin dibeli Marilla musim panas lalu dari seorang penjual keliling karena baju itu tampak akan tahan lama.” “Lalu kenapa kau tak menyukainya?” “Baju itu—baju itu tidak—cantik. Anne.gelombang yang berkilauan. aku sudah memberitahumu.” 62 .” sahut Anne segan. dan semuanya dibuat serupa—rok-rok sederhana bercorak penuh sampai ke pinggang. “Aku tak sibuk berpikir untuk medapatkan baju-baju cantik untukmu. dengan lengan sesederhana bentuk pinggang dan rok dan seketat yang memungkinkan. tersinggung.” “Terima kasih kau mau melakukannya. Kuharap kau menjaganya tetap rapi dan bersih dan jangan merusaknya.

Marilla. Kupikir bagaimana pun baju seperti itu tampak menggelikan. “Aku percaya! Well. 63 . berpakaian rapi dalam balutan satin hitam-putih.” Keesokan paginya sakit kepala menghalangi Marilla pergi ke sekolah Minggu dengan Anne.” Anne mencoba berkeras dengan nada pilu. Aku tahu hanya harus sangat mengandalkan Marilla untuk mendapatkannya. kesederhanaan yang amat sangat yang juga sangat mengecewakan Anne.” “Well. gantunglah baju-baju itu dengan hati-hati di lemari bajumu. Bawalah satu sen ini untuk dikumpulkan. Aku lebih suka baju sederhana. pelaut baru. Aku berharap kau bisa menceritakan padaku bacaannya ketika kau pulang. mengkilap. walaupun pantas karena panjangnya dan tentu saja tidak kekecilan.” “Tapi aku lebih suka tampak menggelikan ketika semua orang juga memakainya dari pada menggunakan baju sederhana dan pantas sendirian. aku MERASA senang. Bell untukmu dan besok kau akan pergi ke sekolah Minggu. hanya dengan memakai baju dengan bagian lengan yang menggembung. Hatiku akan berdebar gembira. Topinya kecil. yang dirancang untuk menegaskan setiap lekuk bentuk tubuhnya yang kurus. Sekarang.” bisiknya putus asa. Jangan menatapi orang dan jangan membuat masalah.” protes Anne.” kata Marilla. Anne mendekap tangannya dan memandangi baju-baju itu. Well. yang. untungnya aku bisa membayangkan salah satunya berbahan kain tipis berwarna putih salju dengan rumbai berenda yang bagus dan lengan bergembung-tiga.” Katanya. “Aku sangat berharap ada satu baju berwarna putih dengan bagian lengan menggembung. yang telah membiarkan dirinya berkhayal mempunyai topi dengan pita dan bunga-bunga. “Aku berdoa mendapat satu baju seperti itu. lalu duduklah dan pelajari pelajaran sekolah Minggu. ceper.” Anne memulai tanpa cela. Sekarang baju dengan bagian lengan menggembung sedang jadi tren. “Ia akan memastikan kau masuk ke kelas yang benar. Aku tak punya materi untuk dihamburkan membeli baju berlengan gembung. Kurasa Tuhan tak akan punya waktu untuk mengurusi baju seorang anak yatim kecil. Lynde untuk menunjukkan bangku kita. tapi aku tak berharap banyak karenanya. Aku mendapat majalah triwulan dari Tuan. Lalu perhatikanlah ceramah dan mintalah Nyonya. “Tapi aku akan lebih sangat senang jika—jika kau memperoleh salah satunya dengan bagian lengan yang menggembung. ingatkanlah dirimu sendiri untuk bersikap sepantasnya.“Oh. “Kau harus pergi dan temuilah Nyonya. lalu menghilang ke bawah. yang pantas. kau akan menggunakannya tanpa merasa berdebar gembira. Lynde. Anne.

” “Anne Shirley!” tegur Marilla keras. Rogerson. Anne melanjutkan perjalanan ke gereja sendirian. Ia sangat sering melihat ke arah Anne. dengan hiasan kepalanya yang luar biasa. Anne merasa hidupnya benar-benar tak berharga tanpa baju berlengan menggembung. Anne membuangnya di jalan. Apa pun pendapat orang dengan hasilnya nanti yang pasti itu membuat Anne puas.Akhirnya. Di serambi depan dia melihat kerumunan anak perempuan. Tak ada seorang pun yang menyapanya dengan ramah. dan melambaikan tangannya ke fuchsia yang sedang berbunga. di tengah jalan dia melihat tumpukan kuning keemasan bunga buttercup yang bergoyang ditiup angin dan mawar liar yang indah. apakah kau menyukai sekolah Minggu?” Marilla penasaran ketika Anne pulang. anak laki yang diupahi di Green Gables. semuanya lebih kurang riang gembira dalam balutan pakaian putih. Jerry Buote. Lynde bilang dia memiliki watak yang sangat buruk. “Well. menciumi salah satu daun Bonny. bagaimana pun. kemudian atau akhirnya ketika latihan pembuka usai dan Anne mendapati dirinya sendirian di kelas Nyonya. “Aku tak menyukainya sedikit pun. bilang dia tak henti berbicara dengan dirinya sendiri atau dengan pepohonan dan bunga-bunga seperti orang gila. Sekolah itu sangat mengerikan. Anne duduk di kursi goyang dengan helaan napas panjang. tapi mungkin itu ditanyakan jika dia sangat mengerti pertanyaannya atau kalau tidak jawabannya. Mereka menatapinya dan saling berbisik di belakangnya. lalu semuanya memandang penuh rasa ingin tahu pada orang asing di tengah-tengah mereka. Dia tak berpikir bahwa dia menyukai Miss Rogerson. biru. memegangi kepalanya yang kemerahan dengan hiasan pink dan kuning dengan bangga. bunga-bunga itu ada sebelum dia sampai di jalan utama. dan pink. Anne segera bebas menghiasi topinya dengan lingkaran padat bunga-bunga itu. Caranya mengajar adalah dengan menanyakan pertanyaan dari majalah triwulan lalu menatap tajam dengan ujung mata ke anak tertentu yang dianggapnya harus menjawab pertanyaan itu. setiap anak lain di kelasnya memiliki baju dengan lengan menggembung. Ketika dia sampai di rumah Nyonya. Anak-anak Avonlea telah mendengar cerita aneh tentang Anne. Nyonya. berterima kasih pada latihanlatihan yang diberikan Marilla. 64 . Hiasan di kepalanya telah lenyap. jadi Marilla tak mengetahuinya sementara ini. lalu dia melanjutkan perjalanan dengan riang gembira. dan Anne. dan dia merasa sangat malang. menjawabnya dengan tepat. Lynde ternyata wanita itu telah pergi. Tak berpatah semangat. Miss Rogerson adalah wanita setengah baya yang mengajar di sekolah Minggu untuk kelas anak berumur dua puluh tahun.

masuk ke dalam. Kupikir ia lebih dulu menganggap Tuhan terlalu jauh. Kenapa aku bisa tak mampu? Itu semudah aku membayangkannya sendirian di loteng timur.” kata Marilla cemas. 65 . jauh ke dalam air. Lynde sudah pergi. Aku coba membayangkan bajuku juga berlengan gembung. Ia berkata tak usah dan menyuruhku mempelajari cerita ke sembilan belas untuk Mingu yang akan datang. tapi aku pergi terus sendiri. Ia bertanya apakah aku mengetahui sebuah cerita. Nyonya.” “Kau seharusnya tak melakukan hal seperti itu. Ada banyak hal yang ingin kutanyakan padanya. Lalu semua anak yang lain menceritakan cerita berhikmah. Lalu aku menyelesaikan membacanya di gereja dan cerita itu bagus. Aku pasti sudah akan sangat lelah sebelum ia menyelesaikannya jika aku tak langsung duduk di dekat jendela. Oh. tapi sangat sulit membayangkannya di sana di antara orang yang benar-benar memiliki baju itu. “Oh. Aku sampai di Gereja. “Ia bicara dengan Tuhan dan ia juga tampak tak terlalu menikmatinya. tapi aku tak suka melakukannya karena menurutku ia bukan orang yang memiliki perhatian yang sama.’ dua atau tiga kali. tapi aku tak mampu. Seharusnya kau memperhatikan pelajaran di depan.” “Tapi ia tak bicara denganku. seperti yang anda minta. Marilla. Ada barisan panjang pepohonan birch putih di danau dan sinar matahari memberkas melaluinya. dan aku menjawab banyak pertanyaan. “Dan sekarang tentang sekolah Minggu. Aku bersikap baik. Kupikir tak adil ia mengajukan semua pertanyaan itu. tapi aku bisa menceritakan ‘The Dog at His Master’s Grave (Seekor Anjing di Kuburan Tuannya)’ jika ia suka. itu seperti sebuah mimpi indah! Hatiku berdesir dan aku hanya bisa berkata. tidak. Kukatakan aku tak tahu. Ada sembilan anak perempuan lainnya di kelas itu. Miss Rogerson banyak sekali bertanya. Tuhan. ya. Bell mengucapkan doa yang sangat-sangat panjang.” jelasnya. Mereka semua menggunakan baju berlengan gembung. Khususnya ada dua baris yang membuat hatiku berdesir. dengan banyak sekali anak perempuan lainnya. Seharusnya kau mendengarkan Tuan. Well. tapi puisi itu sangat sedih dan melankolis.” protes Anne.” “Kuharap suaramu tak besar saat melakukannya. Itu bukanlah penggalan puisi yang benar-benar relijius. Kuharap kau sudah mengetahuinya. masuk.” “Seharusnya kau tak memikirkan lengan bajumu di sekolah Minggu. Tapi di luar di Lake of Shining Waters semuanya tampak baik jadi aku hanya memandanginya dan membayangkan semua jenis benda yang bagus. Itu ada di Royal Reader ketiga. ‘Terima kasih untuk itu. hanya dengan berbisik.” “Oh. Bell. Bell menyelesaikannya dan mereka menyuruhku masuk kelas dengan murid-murid Miss Rogerson.“Mereka mungkin kesepian ketika aku pergi. akhirnya Tuan. Tuan. lalu aku duduk di bangku sudut di dekat jendela sementara latihan pembuka sedang berlangsung.

” mulai Anne. Aku duduk setenang mungkin dan bacaannya adalah Pembukaan Rahasia. Bab XII – Sumpah dan Janji yang Sungguh-sungguh Tak sampai jum’at depan Marilla sudah mendengar cerita tentang topi berlingkarkan karangan bunga.’ Aku tak tahu apa arti ‘skuadron’ dan ‘Midian’. tak sepenuhnya. itu menggelikan. Kurasa pendeta telah mencocokkannya dengan bacaan itu. yang ringkas. Aku hampir tak sanggup menunggu Minggu depan untuk membacakannya. Aku akan mempraktekkannya sepanjang minggu. terutama mengenai khotbah dari pendeta dan doa Tuan. Bell. pemikiran kritis yang tiba-tiba nampak dan menyalahkan bentuk dan wujud pada orang dari secuil keterusterangan karena kemanusiaan yang terabaikan ini. Rachel bilang hari Minggu yang lalu kau pergi ke gereja memakai topi yang menggelikan dengan bunga-bunga mawar dan buttercup. Lynde dan memanggil Anne untuk menjelaskannya. “Pantas omong kosong! Ini masalah memakaikan bunga-bungaan di topimu. Nyonya. bab ketiga. Lynde sudah terlalu jauh—untuk menunjukkan bangkumu padaku. tapi ia terhalangi oleh kenyataan yang tak dapat disangkal bahwa beberapa hal yang Anne katakan. Itu bacaan yang sangat panjang. Kau anak yang sangat menjengkelkan!” 66 . Jika aku seorang pendeta aku akan pilih bacaan pendek. tak peduli warnanya apa. “Anne.” Marilla merasa tak berdaya karena semua ini harus di beri teguran keras. adalah sama seperti yang telah dirasakannya jauh di lubuk hati selama bertahuntahun. tapi kedengarannya SANGAT tragis. Ia baru pulang dari rumah Nyonya. Khotbahnya juga sangat lama. Hampir tampak baginya bahwa rahasia itu. Aku hanya membiarkan pikiranku mengembara dan aku memikirkan banyak hal mengejutkan. Apa yang membuatmu menggunakan bunga tanaman semak seperti itu? Kau pasti menjadi objek yang tampak cantik!” “Oh.’Cepat seperti ketika skuadron yang dibantai itu tertimpa Kemalangan di Midian. ayat kedua dan ketiga. Kupikir ia tak menarik sedikit pun. aku tahu pink dan kuning tak pantas untukku. Seusai sekolah Minggu aku meminta Miss Rogerson—karena Nyonya. tapi tak pernah diungkapkannya. Masalahnya adalah tampaknya ia tak punya cukup imanjinasi. Aku tak terlalu mendengarkannya.

” sahut Marilla. “Jangan menjawabku balik seperti itu.” protes Anne. Yang kuinginkan adalah kau harus bersikap seperti anak perempuan lainnya dan tak membuat dirimu jadi bahan tertawaan. Anne. Bunga-bunga mawar dan buttercup itu sangat manis dan cantik dan kupikir akan tampak indah di topiku. Diana Barry pulang sore ini. memarahi dirinya sendiri karena telah membuat anak itu menangis.” Anne bangkit berdiri. kemungkinan besar aku akan menderita sakit paru-paru. Itu akan sangat tidak menyenangkan. Jangan menangis lagi. airmata masih membasahi pipinya. Bagaimana jika dia tak menyukaiku! Itu akan menjadi kekecewaan paling tragis seumur hidupku. jangan gugup. Ia bilang orang-orang membicarakannya sebagai sesuatu yang buruk. Ibunya lah yang seharusnya kau perhitungkan. Ia tak cukup bisa mendekatimu untuk menyuruhmu melepaskannya sampai semuanya sudah terlambat. Jika ia telah mendengar mengenai luapan amarahmu pada Nyonya. lap piring yang telah dikelimnya tanpa disadarinya jatuh ke lantai. aku sangat menyesal. Nyonya. Kedengaran sangat lucu untuk seorang anak perempuan. “Aku tak pernah menyangka kau akan keberatan. Barry. aku sangat kurus seperti orang yang sakit paru-paru. Tentu mereka akan berpikir aku tak punya pengertian yang lebih baik dari pada membiarkannya berpakaian seperti itu. “Oh.” “Oh.” kata Anne. Dan aku sangat berharap kau tak akan berbicara sepanjang itu. Kau sangat bodoh melakukan hal seperti itu. Jangan pernah biarkan aku memergokimu melakukan kelakar seperti itu lagi. Mungkin lebih baik kau mengirimku kembali ke panti. Aku akan ke rumahnya untuk melihat apakah aku bisa meminjam pola rok dari Nyonya. Tapi itu lebih baik dari pada menjadi percobaan bagimu. dengan tangan tergenggam. aku yakin. matanya mulai berkaca-kaca. Banyak anak memiliki bunga buatan di topinya.” “Omong kosong.” “Sekarang. dan jika kau mau kau boleh ikut denganku dan berkenalan dengan Diana. Aku takut akan jadi percobaan yang buruk bagimu. Rachel bilang ia pikir ia akan merosot jatuh ke lantai ketika ia masuk semuanya berpakaian seperti itu. Aku ada kabar untukmu.“Aku tak mengerti kenapa menggunakan bunga-bungaan di topi menjadi lebih menggelikan ketimbang di baju. Lynde dan kau pergi ke gereja dengan bunga 67 . Marilla. kau lihat. Apa bedanya?” Marilla tak terpancing beralih dari hal konkrit yang aman ke abstrak yang meragukan. Kurasa Diana akan lumayan menyukaimu. “Banyak anak-anak di luaran sana menyematkan bunga di bajunya. “Aku tak mau mengirimmu kembali ke panti. aku takut—sekarang aku benar-benar merasa takut. Jika ia tak menyukaimu maka seberapa pun Diana menyukaimu maka itu tak akan berpengaruh. kupikir aku tak akan sanggup menanggungnya.

Dia selalu membaca dengan rajin. Nyonya. yang tak mendengar atau tak mengerti. Mereka melintasi Orchard Slope melalui jalan pintas menyeberangi jembatan dan mendaki bukit yang dipenuhi pepohonan fir.” ia berkata sambil tergesa mengambil topinya. gemetar dan sangat senang. “Dieja dengan huruf E. Aku senang dia akan memiliki seorang teman main—mungkin itu akan membuatnya sering di luar rumah. Wajahnya pucat dan tegang. jika kau akan menemui seorang anak perempuan yang kau harapkan bisa menjadi sahabat karibmu dan ibunya mungkin tak menyukaimu. Barry menghampiri pintu dapur begitu mendengar ketokan Marilla. yang. kan Marilla?” Diana sedang duduk di sofa. ini Anne Shirley. dan pipi yang kemerahan. Marilla?” sapanya hangat. karena ayahnya yang mempengaruhinya dan mendukungnya. membaca sebuah buku yang diletakkannya ketika orang yang memanggilnya masuk.buttercup di sekeliling topimu aku tak tahu bagaimana pendapatnya tentangmu. dengan mata dan rambut hitam seperti ibunya. Ia dikenal sangat tegas dengan anaknya. “Tak ada yag mengherankan dalam kata-kata itu.” sahut Anne susah. hanya berjabat tangan dan berkata ramah: “Apa kabar?” “Aku sehat jasmani meskipun jiwaku sangat kusut. Itu akan lebih baik dari pada kau terus memaksakan matamu membaca buku itu. Lalu berbisik pada Marilla dengan bisikan yang dapat didengar. Barry. Dia terlalu banyak membaca —“ ini dikatakannya pada Marilla begitu anak-anak itu keluar—“dan aku tak bisa melarangnya. “Bagaimana kabarmu. terima kasih bu. “Ini anak perempuanku Diana. Ia seorang wanita yang tinggi dengan mata dan rambut hitam. dan jangan tunjukkan kepandaianmu berbicara yang mengherankan. Demi Tuhan.” kata Nyonya. Marilla. merasa tak boleh ada kesaahpahaman pada poin penting itu. Kau harus bersikap baik dan sopan. “Oh. Barry. Dan kurasa. dan mulut yang menggambarkan ketetapan hati. “Diana. ajaklah Anne berjalan-jalan ke kebun dan perlihatkan bungamu. semoga anak itu tidak benar-benar menggigil!” Anne MEMANG menggigil. “Masuklah. ini anak yang kau adopsi?” “Ya.” Anne terengah-engah. Dia anak yang sangat cantik.” sahut Marilla.” 68 . serta ekspresi senang yang diwariskan ayahnya. kau juga akan merasa sangat gembira. Nyonya.

putih.” katanya agak mencela. banyak rumpun southernwood. di bawahnya tumbuh bunga-bunga yang menyukai tempat teduh. saling memandang dengan malu-malu melalui serumpun bunga lili harimau yang indah. kombinasi warna pink. Kebun keluarga Barry adalah tempat yang penuh dengan bunga-bunga yang meneduhkan yang lebih akan membuat Anne merasa gembira daripada khawatir dengan nasibnya. harum narcissi dan mawar Scotch yang manis dan berduri. biru dan putih serta bunga lilac yang bersepuh Bouncing Bets. Diana. Akan sangat meyenangkan mempunyai seorang teman bermain. “Aku sangat gembira kau datang untuk tinggal di Green Gables. Sisi jalan sebelah kanan dibatasi kulit kerang yang tersusun rapi. mendekap tangannya dan berbicara nyaris berbisik. Diana selalu tertawa sebelum bicara. bunga narsis. bertiup sepoi-sepoi. bukan sumpah seperti itu yang kumaksud. Di sana ada tumbuhan peony merah tua yang bagus sekali dan kemerah-merahan membuat hati kasihan. kebun di mana sinar matahari seolah tak mau pargi dan lebah-lebah berdengung. kurasa bisa. Kau tahu. Tak ada anak lain yang tinggal cukup dekat untuk diajak bermain. dan pepohonan semanggi putih dengan semprotan yang harum dan lembut.” sahut Diana tak yakin. dan aku tak punya saudara perempuan yang sudah cukup besar. berdiri Anne dan Diana. cahaya kilat merah tua yang menembakkan tombaknya yang menyala-nyala ke bungajebat putih yang berjejer rapi. Kebun itu dikelilingi pepohonan willow tua yang besar dan pepohonan fir yang tinggi. ada dua jenis sumpah. yang dipenuhi sinar matahari terbenam yang lembut yang memberkas di antara lebatnya pepohonan fir tua ke bagian barat. bergerisik. memotongnya seperti pita merah basah dan di kebun antara bunga model lama yang tumbuh liar. “Kenapa.” katanya terus terang.” “Maukah kau bersumpah akan menjadi temanku selama-lamanya?” pinta Anne bersemangat. 69 . “Kenapa.Di kebun. apakah menurutmu kau bisa sedikit menyukaiku—cukup untuk menjadi teman karibku?” Diana tertawa. dan angin. rumput pita dan tumbuhan mint.” “Aku tak pernah mendengar kecuali yang satu itu. Adam-and-Eve ungu. “Oh. “Oh bukan. “Oh. Diana tampak terkejut. sangat tak baik mengucapkan sumpah.” kata Anne akhirnya.

Tidakkah kau berpikir itu suatu kebetulan yang aneh? Diana akan meminjamkan buku untuk kubaca.” Diana setuju. saat ini aku adalah anak yang paling bahagia di Pulau Pangeran Edward. apakah menurutmu Diana adalah orang yang sehati denganmu?” tanya Marilla ketika mereka berjalan menyusuri kebun Green Gables. Oh. Aku seinci lebih tinggi dari Diana. “Ini harus dilakukan di atas air yang mengalir. Kita bayangkan saja jalan ini adalah air yang mengalir. itu sama sekali tak buruk. Bolehkah aku minta potongan porselin pecah yang ada di gudang penyimpanan kayu untukku? Hari ulang tahun Diana jatuh pada bulan Februari dan aku Maret. Katanya buku itu benar-benar bagus dan luar biasa menarik. Anne.” Anne menghela napas. Tidakkah anda berpikir Diana memiliki penglihatan yang penuh perasaan? Aku berharap memiliki penglihatan yang penuh perasaan. Diana dan aku akan membuat tempat bermain di semak-semak pepohonan birch Tuan. Dia akan menunjukkan padaku suatu tempat di belakang hutan dimana bunga lili tumbuh. “Bagaimana caranya?” “Kita harus menyatukan tangan—begini. Sekarang kau yang mengucapkannya dan sebut namaku di dalamnya. Marilla. dia bilang—seorang wanita cantik dalam balutan baju sutra berwarna biru pucat. tapi aku khawatir dia mengatakannya hanya untuk menghiburku. Itu hanya bermakna mengucap sumpah dan janji dengan sungguh-sungguh. Kedua anak itu berjalan bergandengan tangan. Tapi aku yakin aku akan benar-benar menyukaimu.“Benar koq ada satu lagi. aku tak keberatan melakukannya. Wiliam Bell besok. Kapan-kapan kami akan ke pantai 70 . katanya dia lebih suka menjadi kurus karena akan jauh lebih menarik. Aku duluan yang akan mengucapkan sumpah. Dia akan memberiku sebuah lukisan untuk diletakkan di kamarku. “Oh. Di sungai mereka berpisah dengan berbagai janji untuk melewatkan esok sore bersama. Seorang penjual mesin jahit memberikan gambar itu untuknya. Kujamin malam ini aku akan berdoa dengan keinginan baik yang benar. “Oh.” sahut Anne dengan payah. ya. Aku sudah mendengar sebelumnya bahwa kau aneh. merasa lega.” Ketika Marilla dan Anne pulang Diana ikut bersama mereka sampai ke jembatan kayu. “Well. selama matahari dan bulan masih bersinar. tapi dia jauh lebih gemuk. Diana akan mengajarkanku untuk menyanyikan sebuah lagu berjudul ‘Nelly in the Hazel Dell (Nelly di Lembah Hazel)’. Aku berharap memiliki sesuatu untuk kuberikan padanya. Aku dengan sungguhsungguh bersumpah akan setia pada teman karibku.” “Well. lukisan itu sangat cantik.” Diana mengulangi “sumpah” itu dengan tertawa haluan dan buritan. Diana Barry. merasa sangat bahagia dan tak sadar dengan ucapan Marilla yang menyindirnya. Kemudian dia berkata: “Kau anak yang aneh.

untuk mengumpulkan kerang. yang kuharapkan adalah kau tak akan membunuh Diana dengan omonganmu. kan? Aku pernah membaca cerita mengenai sebuah taman yang disebut begitu. Ia baru saja tiba di rumah dari perjalanan ke toko di Carmody. Nama itu sangat elegan. karena Matthew sudah pergi dan mengambilkannya. “Malam ini aku hanya akan makan satu.” “Oh.” katanya. Aku benar-benar ingin mengaku sepenuhnya bahwa aku gembira telah menyetujui untuk mengasuh anak itu dan aku telah mulai menyukainya. aku tak akan melakukannya. dan tampak seolah dia telah lama berada di sini. baru tiga minggu sejak dia datang ke sini. aku sangat tidak suka anak yang pelit. sungguh. Dan aku boleh memberikan setengahnya untuk Diana.” “Well.” Marilla mendengus. nak. Kami sepakat menyebut taman di bawah dekat jembatan kayu dengan Dryad’s Bubble (Gelembung Peri Hutan). tapi jangan mengulanginya lagi. Matthew Cuthbert. dengan memandang sinis pada Marilla. Kupikir sangat menyenangkan memiliki sesuatu untuk kuberikan padanya. jangan sedih begitu.” Bab XIII – Kegembiraan dalam Penantian 71 . Itu sikap yang cukup buruk pada seorang wanita. tidak. Sekarang. Aku tak sanggup membayangkan rumah ini tanpa kehadirannya. tapi tak berarti pria bisa menahannya.” kata Marilla.” “Aku akan mengatakannya untuk anak itu. kan? Setengahnya lagi akan terasa dua kali lebih manis bagiku jika aku memberikan beberapa untuknya. Astaga. Kau tak akan bermain setiap waktu tidak juga sering. Marilla. “Itu akan merusak gigi dan perutnya. dan Matthew membuatnya tumpah. “Tapi ingat ini di semua rencanamu. Kau akan punya tugas untuk dikerjakan dan kau harus melakukannya terlebih dahulu.” kata Marilla ketika Anne sudah pergi ke kamarnya. “Humph.” Cangkir kebahagiaan Anne telah penuh. “dia tidak pelit. Anne. cukup. Matthew. lalu ia mengeluarkan sebuah bungkusan kecil dari sakunya dengan malu-malu dan memberikannya pada Anne.” sahut Anne menggebu. Menurutku peri hutan adalah semacam peri yang udah dewasa. jadi aku memberikannya untukmu. Kau boleh memakannya. Lebih baik dia membawakanmu permen. “Kudengar kau bilang kau suka coklat manis. jangan melihat aku pernah-mengatakan-begitu padamu. Itu lebih menyehatkan. Aku senang. Cukup. Jangan menyakiti dirimu sendiri dengan memakan semuanya sekaligus sekarang.

Marilla. Dan tentu saja Matthew mendengarkannya seperti orang yang sangat bodoh. seperti yang 72 . aku menyuruhmu masuk jam dua. bolehkah aku pergi ke acara itu?” “Anne. Dan sekarang sudah jam tiga kurang seperempat. Kemudian.” “Tapi—tapi. tepat di dekat the Lake of Shining Waters. dengan mata berbinar. “minggu depan akan ada piknik sekolah-Minggu—di lapangan Tuan. Marilla? Bolehkah aku pergi please? Oh. kau dengar aku!” Serentetan ketukan staccato di jendela barat membawa Anne terbang masuk dari halaman. Matthew adalah seorang pendengar yang simpatik. coba lihat sudah jam berapa sekarang. Aku belum pernah melihat seorang pria yang tergila-gila seperti dia. “Dia masih bermain dengan Diana lebih dari setengah jam dan aku membiarkannya. Kau murid sekolahMinggu. Marilla. Anne Shirley. pipi agak bersemu pink. Dan untuk masalah piknik. lalu sekarang dia masih berdiri di tumpukan kayu bakar di luar sana berbicara dengan Matthew. “Diana bilang setiap orang harus membawa sekeranjang makanan untuk bekal. Aku ingin tahu kenapa kau tak mematuhiku. tapi aku tak pernah—“ “Ya. sembilan belas sampai lusinan. Semakin banyak dan semakin aneh hal yang dikatakan Anne. tentu saja. Dan kau juga tak perlu berhenti di tengah jalan untuk bercakap-cakap dengan pendengar yang simpatik.” seru Anne terengah-engah. Aku tak bisa masak. oh. Marilla. melihat sekilas ke jam dinding lalu keluar di suatu sore Agustus yang cerah menguning dimana segalanya menjadi panas. Bolehkah aku pergi please?” “Karus belajar cara menahan kesenangan pada Idle-apa pun-yang-kau-sebut itu.” Anne berkata terputus-putus. semakin dia tampak senang. Jam berapa aku menyuruhmu masuk?” “Jam dua—tapi soal piknik itu bagus kan. ketika dia benar-benar sadar seharusnya sedang melakukan tugasnya. dan tak mungkin aku akan melarangmu pergi sementara anak-anak lainnya pergi. tentu kau boleh pergi. aku bermaksud mematuhimu. Harmon Andrew. aku belum pernah pergi piknik—aku telah memimpikannya. Ketika aku menyuruhmu masuk pada waktu tertentu berarti yang kumaksud adalah tepat jam sekian bukannya setengah jam kemudian.” “Kenapa. sebisa mungkin. masuk ke sini sekarang juga. aku harus memberitahu Matthew tentang piknik itu. Tapi kau tak tahu betapa menariknya Idlewild. Anne. rambutnya yang tak terkepang bergerak-gerak di belakangnya. “Oh.“Sekarang saatnya Anne sedang mengerjakan jahitannya. Superintendent Bell dan Nyonya. Rachel Lynde akan membuat es krim—bayangkan Marilla—ES KRIM! Dan.” kata Marilla. Dan Nyonya.

Diana TERPESONA ketika 73 . Anne. Marilla. Aku terus memikirkannya sejak Diana memberitahu itu padaku.” “Oh. Oh. Diana sangat sempurna dalam setiap hal lain. Kau sangat baik padaku. tapi aku akan merasa sangat malu kalau harus pergi tanpa membawa bekal. Ketika memasak kau tak boleh kehilangan akal dan tidak berhenti di tengahtengah dan membiarkan pikiranmu mengembara dengan berbagai kreasi. Diamdiam ia merasa sangat senang dengan sentuhan Anne yang berasal dari hati. Itu adalah kali pertama seumur hidupnya bibir seorang anak menyentuh wajah Marilla dengan sukarela. Itu adalah kepunyaan Tuan. Aku tetap terbangun hampir semalaman sebelum aku menciptakannya. Tapi kau sangat bodoh.” “Aku TAK suka mengerjakan kain perca. kau Marilla baik tersayang. nama itu muncul seperti sebuah inspirasi. aku berencana memberikan pelajaran memasak dalam beberapa hari ini. Kami menyebutnya Idlewild. Marilla. tapi tak ada kesempatan untuk berkhayal dengan mengerjakan kain perca. aku sangat berhutang budi padamu. Lagi-lagi sensasi dari kemanisan menakjubkan yang tiba-tiba itu membuat hatinya berdesir. Diana dan aku punya tempat bermain di sana. begitu aku mulai tertidur.kau tahu. yang mungkin menjadi alasan untuknya berkata kasar: “Cukup. Anda tahu bagian kecil daratan di seberang sungai yang mengalir di antara ladang kita dan ladang Tuan. Sekarang keluarkan kain perca mu dan selesaikan sebelum waktunya minum teh. kami melewati waktu-waktu sedemikian elegan. cukup. Aku lebih dulu berharap waktu berjalan secepat menambal jahitan ketika aku bermain dengan Diana. Aku akan memasakkan bekal untukmu. Oh. “Kupikir beberapa jenis jahitan akan menyenangkan. Aku telah menunggu untuk melihat apakah kau akan menjadi sedikit serius dan belajar untuk stabil sebelum aku mulai. dan tepat di sudutnya ada lingkaran kecil pepohonan birch putih—titik yang paling romantis.” sahut Anne muram.” “Well. ciumanmu tak akan berpengaruh apa-apa. dan—dan—aku tak keberatan pergi piknik tanpa baju berlengan gembung. sambil mencari keranjang jahitannya dan duduk di depan tumpukan kecil berlian merah dan putih dengan menghela napas. kau tak perlu bersusah hati lagi. Itu nama yang puitis.” Dengan meneruskan “oh-oh” nya Anne menghambur ke Marilla dan menciumi pipinya yang pucat dengan gembira. Hanya satu keliman kecil sesudah yang lain dan anda tak pernah tampak selesai mengerjakannya. Kemudian. Seperti untuk memasak. tapi aku cukup mahir melakukannya. Aku harus melengkapi sebagian besar khayalan-khayalan itu. Tapi tentu saja aku lebih suka menjadi Anne dariGreen Gables yang menjahit kain perca dari pada Anne dari tempat lain yang tak melakukan apa pun kecuali bermain. Aku mau segera melihat kau mengerjakan dengan sungguh apa yang disuruh. Marilla. William Bell. kan? Kujamin aku akan sering memikirkannya. Barry.

” Anne berhenti bicara seperti yang diinginkan. kau bahkan sudah bicara tepat sepuluh menit. kalau kau. Diana mempunyai sebuah baju baru yang dibuat dengan lngan siku. Anda harus datang dan melihatnya. dan memimpikan piknik. apa kau bisa tutup mulut untuk waktu yang sama. Tapi sangat menyenangkan membayangkan periperi itu kehilangannya pada suatu malam ketika mereka sedang menghadiri pesta dansa. aku sangat berharap Rabu depan semuanya akan baik-baik saja. aku hanya ingin tahu. semua piring itu sudah pecah tapi membayangkannya masih utuh adalah hal paling mudah sedunia. seperti yang telah kuceritakan. Aku cukup satu saja. Aku mendapat nama itu dari buku yang dipinjamkan Diana. tapi kurasa es krim adalah salah satu hal di luar khayalan. Kurasa aku bisa menjalaninya. Itu buku yang membuat hati berdesir. Dan kami meletakkan semua piring di atasnya. Tentu saja. Meskipun begitu aku yakin akan bisa lebih gemuk. Peri kaca itu seindah mimpi. itu tak akan dapat meghiburku karena telah melewati yang satu ini. “Sekarang. dan papan dari pohon ke pohon untuk rak. Oh. Kami telah memperbaiki rumah bermain kami dengan elegan. Kami meletakkannya di serambi depan dan kami juga memiliki peri kaca. Di the Lake of Shining Waters akan ada perahu—dan es krim. Aku akan suka menjadi lemah. Tidakkah menurutmu begitu? Setiap pagi aku melihat sikuku ketika bangun untuk melihat apakah ada lesung yang muncul. Ada satu potongan pecahan piring dengan semprotan tanaman menjalar berwarna merah dan kuning di atasnya yang sangat bagus.” kata Marilla. Aku tak pernah mencicipi es krim.mendengarnya. Matthew akan membuatkan sebuah meja untuk kami. Marilla. semuanya tertutupi lumut. kami telah menamakan kolam bulat kecil di lapangan Tuan. 74 . Barry dengan Willowmere. jadi kami menyebutnya peri kaca. Diana mencoba menjelaskan seperti apa rasanya. Marilla? Itu romantis sekali. tapi aku yakin itu akan menjadi penderitaan seumur hidup. Oh. Semuanya dipenuhi warna pelangi—hanya pelangi kecil yang belum tumbuh besar—dan ibunya Diana bilang itu adalah pecahan lampu hias yang pernah mereka punya. memikirkan piknik. Dia bisa melemah semudah apa saja. Marilla—maukah? Kami memiliki batu-batu yang besar. Tapi selama sisa minggu itu dia bicara tentang piknik.” “Anne. Diana mendapatkannya di hutan di belakang kandang ayam mereka. Tapi aku benar-benar sangat sehat hanya saja sangat kurus. Ada lima orang yang mencintai pahlawan wanita itu. anda? Dia sangat cantik dan telah melalui penderitaan yang sangat hebat. Pada hari Sabtu hujan turun dan dia mulai gelisah sendiri kalau-kalau hujan akan terus turun sampai bahkan lewat dari hari Rabu sehingga Marilla menyuruhnya menjahit kain perca tambahan untuk menstabilkan kegelisahannya. Dia akan memakainya ke piknik. untuk tempat duduk. Tak akan berpengaruh jika aku pergi ke seratus acara piknik di tahuntahun setelahnya. Kurasa aku tak sanggup menanggung kekecewaan jika sesuatu terjadi dan menghalangiku pergi ke piknik itu.

Pada hari Minggu di perjalanan pulang dari gereja Anne mengatakan pada Marilla bahwa tubuhnya mulai sangat kedinginan karena kesenangan ketika pendeta mengumumkan piknik dari mimbar. Marilla selalu memakai bros batu baiduri nya ke gereja. Marilla. Aku takut itu hanya khayalanku saja. itu bros yang sangat elegan.” sahut Marilla. Seorang pamannya yang berlayar di laut memberikannya untuk ibunya yang kemudian mewariskannya untuk Marilla. Menurutku batu baiduri sangat manis. Marilla tak banyak tahu tentang batu-batu berharga untuk menyadari seberapa bagusnya batu baiduri itu sebenarnya. Tapi ketika pendeta mengatakan sesuatu di mimbar maka kau harus mempercayainya. itu sangat bagus tapi bentuknya tak seperti yang kubayangkan. “Seperti sebuah desiran yang naik turun di punggungku. Anne. dengan helaan napas. Ketika suatu hari aku melihat berlian yang sebenarnya di cincin seorang wanita aku kecewa sampai-sampai aku menangis. “Oh. ‘Orangorang yang diberkahi adalah mereka yang tak mengharapkan apa pun karenanya mereka tak akan merasa kecewa. Lynde bilang. Nyonya. “Aku takut kau akan mengalami banyak kekecewaan dalam menjalani kehidupan. “Kau mungkin tak mendapatkannya. Bolehkah aku memegang bros itu semenit saja. aku membaca tentangnya dan aku membayangkan seperti apa bentuknya.” Pada hari itu seperti biasa Marilla memakai bros batu baiduri nya ke gereja.’ Tapi menurutku lebih buruk tak mengharapkan apa-apa dari pada merasa kecewa. dikelilingi oleh bingkai dari batu baiduri yang sangat bagus. bahkan meski ia tak dapat melihatnya. menunggu sesuatu adalah setengah kesenangan darinya. di atas baju satin coklatnya yang bagus. Kupikir berlian itu adalah batuan ungu yang berkilau redup.” seru Anne. Marilla? Apakah menurutmu batu baiduri bisa jadi daya tarik violet yang bagus?” 75 . tapi menurutnya bros itu sangat cantik dan ia selalu merasa senang menyadari ada cahaya berwarna violet di tenggorokannya. Ia akan merasa sangat berdosa jika tak memakainya—sama seperti jika ia lupa membawa Injil atau kumpulan uang recehnya. tapi tak ada yang dapat mencegahmu dari memiliki kesenangan karena menantikannya.” “Oh. Anne terpukau dengan kekaguman yang menyenangkan ketika pertama kalinya melihat bros itu. Bros batu baiduri itu adalah harta Marilla yang paling berharga. Dulu sekali.” “Kau terlalu banyak mempertimbangkan segala sesuatunya. Marilla. Bentuknya lonjong dan ketinggalan jaman. berisikan kepangan rambut ibunya. Aku tak mengerti bagaimana kau bisa memperhatikan khotbah dan doa sementara ada bros itu di bajumu. Marilla! Kupikir aku tak akan pernah percaya sampai piknik itu benar-benar terjadi. Tentu saja. sebelum aku pernah melihat berlian.

Bab XIV – Pengakuan Anne PADA Senin malam sebelum piknik Marilla turun dari kamarnya dengan wajah kacau. “Anne,” katanya pada tubuh mungil itu, yang sedang mengupas kulit kacang di dekat meja bersih sambil bernyanyi, “Nelly of the Hazel Dell” dengan semangat dan ekspresi yang sesuai dengan yang diajarkan oleh Diana, “Apa kau melihat bros batu baiduri ku? Seingatku aku menusukkannya ke bantal peniti ketika aku pulang dari gereja kemarin malam, tapi aku tak menemukannya.” “Aku—aku melihatnya tadi sore ketika anda berada di Aid Society (Lembaga Bantuan),” sahut Anne, agak pelan. “Aku melewati pintu kamarmu ketika aku melihatnya di bantal itu, jadi aku masuk untuk melihatnya.” “Apa kau menyentuhnya?” tanya Marilla tegas. “Y-a-a,” aku Anne, “Aku mengambilnya dan menyematkannya di dadaku hanya untuk melihat bagaimana kelihatannya.” “Kau tak boleh melakukan hal seperti itu. Adalah kesalahan besar seorang anak kecil ikut campur. Kau tak seharusnya masuk ke kamarku dan kemudian menyentuh sebuah bros yang bukan milikmu. Di mana kau meletakkannya?” “Oh, aku meletakkanya di belakang di atas meja tulis. Aku mencobanya tak sampai semenit. Sungguh, aku tak berniat ikut campur, Marilla. Aku tak tahu kalau masuk ke kamarmu dan mencoba bros itu adalah suatu kesalahan; tapi sekarang aku tahu kalau itu salah dan aku tak akan melakukannya lagi. Ada satu hal baik pada diriku. Aku tak pernah melakukan kenakalan yang sama dua kali.” “Kau tak meletakkanya kembali,” sahut Marilla. “Bros itu tak ada di atas meja tulis. Kau membawanya ke luar atau ke mana, Anne.” “Aku benar-benar telah meletakkannya kembali,” sanggah Anne cepat—tidak sopan, menurut Marilla. “Aku hanya tak ingat apa aku menusukkannya ke bantal peniti atau meletakkannya di nampan porselin. Tapi aku sungguh yakin sudah meletakkannya kembali.” “Aku akan pergi lihat sekali lagi,” kata Marilla, memutuskan untuk bersikap adil. “Kalau kau memang telah meletakkannya kembali maka seharusnya bros itu masih ada di sana. Kalau tak ada, berarti kau tak meletakkannya kembali, selesai!”

76

Marilla pergi ke kamarnya dan mencari bros itu dengan teliti, tak hanya di atas meja tulis tapi di setiap tempat lain yang sekiranya mungkin bros itu ada di sana. Ia tak juga menemukannya dan kembali ke dapur. “Anne, bros itu hilang. Berdasarkan pengakuanmu kau adalah orang terakhir yang memegangnya. Sekarang, apa yang telah kau lakukan dengan bros itu? Katakan padaku yang sebenarnya sekarang juga. Apa kau membawanya keluar dan menghilangkannya?” “Tidak, aku tak melakukannya,” sahut Anne sungguh-sungguh, tepat bertemu tatapan marah Marilla. “Aku tak pernah membawa bros itu keluar dari kamarmu dan itu adalah yang sebenarnya, kalau memang karenanya aku harus di-blok— meskipun aku tak yakin apa itu blok. Lakukan saja, Marilla.” Pernyataan “lakukan saja” Anne hanya dimaksudkan untuk menegaskan pernyataannya, tapi Marilla menganggapnya itu sebagai pembangkangan. “Aku yakin kau berbohong padaku, Anne,” katanya pedas. “Aku tahu siapa kau. Karena itu sekarang, jangan katakan apa-apa lagi kalau kau belum siap menceritakan seluruh kejadian sebenarnya. Masuk ke kamarmu dan tetap di sana sampai kau siap untuk mengakuinya.” “Bolehkah aku bawa kacang-kacang ini?” tanya Anne lembut. “Tidak, aku akan menyelesaikan mengupas kulit-kulitnya sendiri. Lakukan saja seperti yang kuminta.” Ketika Anne sudah berlalu Marilla mengerjakan tugas-tugas malamnya dengan pikiran kacau. Ia mencemaskan brosnya yang berharga itu. Bagaimana kalau Anne memang telah menghilangkannya? Dan nakal sekali anak itu sampai menyangkal telah mengambilnya, ketika siapa pun tahu dia telah mengambilnya! Dengan wajah seperti tak berdosa pula! “Aku tak mengerti apa yang akan tak ku suka telah terjadi,” pikir Marilla, sementara ia menguliti kacang dengan gugup. “Tentu saja, kurasa dia tak berniat mencurinya atau apa. Dia hanya mengambilnya untuk bermain atau untuk membantunya berimajinasi. Dia pasti mengambilnya, itu jelas, karena tak ada orang lain di kamar itu sejak dia masuk, menurut ceritanya sendiri, sampai aku masuk malam ini. Dan bros itu sudah hilang, tak ada yang lebih pasti. Kurasa dia menghilangkannya dan tak berani mengakuinya karena takut dihukum. Sungguh suatu hal yang menyakitkan bila berpikir dia telah berbohong. Itu jauh lebih buruk dari pada ledakan kemarahannya. Mengasuh seorang anak yang tak bisa kau percaya di rumahmu adalah sebuah tanggung jawab yang berat. Kelicikan dan penuh kebohongan—itu yang telah ditampakkannya. Aku jauh lebih mengkhawatirkan hal itu dari pada bros. Jika saja dia mau menceritakan yang sebenarnya maka aku tak akan keberatan.”

77

Marilla melangkah ke kamarnya sebentar-sebentar semalaman itu dan mencari bros, tanpa menemukannya. Saat ia ke loteng timur pada waktu tidur juga tak menghasilkan apa-apa. Anne berkeras menyangkal bahwa dia tahu sesuatu tentang bros itu tapi Marilla semakin yakin dia menghilangkannya. Keesokan paginya ia menceritakan hal itu pada Matthew. Matthew merasa sangat bingung; ia tak bisa secepat itu kehilangan kepercayaan pada Anne tapi harus diakuinya bahwa situasi saat ini tak berpihak padanya. “Kau yakin bros itu tak jatuh di belakang meja tulis?” adalah satu-satunya saran yang dapat ia berikan. “Aku sudah memindahkan meja itu dan laci-lacinya sudah ku keluarkan lalu aku mencarinya di setiap sela dan celah” adalah jawaban pasti dari Marilla. “Bros itu hilang, anak itu yang telah mengambilnya dan dia tak mengakuinya. Itu kenyataan yang sungguh buruk, Matthew Cuthbert, dan bagaimana pun juga kita harus menghadapinya.” Well, sekarang apa yang kau akan kau lakukan?” tanya Matthew sedih, diamdiam ia merasa bersyukur bahwa Marilla lah dan bukan ia yang harus menghadapi situasi seperti ini. Saat ini ia merasa tak ingin ikut campur. “Dia akan tetap berada di kamarnya sampai dia mau mengakuinya,” kata Marilla kejam, mengingat cara ini berhasil pada kasus sebelumnya. “Lalu kita lihat. Mungkin kita dapat menemukan bros itu jika dia akan mengatakan di mana dia megambilnya; tapi bagaimanapun juga dia harus dihukum berat, Matthew.” “Well, kau memang harus menghukumnya,” sahut Matthew, sembari mengambil topinya. “Tak ada yang bisa kulakukan dalam hal ini, ingat. Kau sendiri yang sudah memperingatkanku.” Marilla merasa ditinggalkan oleh semua orang. Ia bahkan tak bisa pergi ke rumah Nyonya. Lynde untuk minta saran. Ia melangkah ke loteng timur dengan wajah serius dan meninggalkannya dengan wajah yang bahkan lebih serius. Anne dengan mantap menolak untuk mengaku. Dia berkeras dengan pernyataannya bahwa dia tak mengambil bros itu. Anak itu telah benar-benar menangis dan Marilla merasa pedih karena rasa kasihan yang ditekannya kuatkuat. Malam ini dia, seperti yang ditunjukkannya, “mengalahkan.” “Kau akan tetap di kamar ini sampai kau mengaku, Anne. Kau bisa membulatkan tekad untuk itu,” katanya tegas. “Tapi besok piknik, Marilla,” jerit Anne. Anda tak akan akan melarangku pergi, kan? Sorenya kau akan membiarkanku keluar kan? Kemudian aku akan tetap di

78

sini selama yang kau mau SETELAH ITU dengan gembira. Tapi AKU HARUS pergi piknik.” “Kau tak akan pergi ke piknik atau ke mana pun sampai kau mengakuinya, Anne.” “Oh, Marilla,” Anne berkata terengah. Tapi Marilla sudah keluar dan menutup pintu. Rabu pagi mulai terang cukup cerah seolah memang disengaja karena ada piknik pada hari itu. Burung-burung berkicau di sekitar Green Gables; bunga lili Madonna mengirimkan hembusan parfum melalui angin yang tak terlihat ke setiap pintu dan jendela, dan terus melintasi ruang depan lalu ke kamar seperti semangat dari doa. Pepohonan birch di lembah melambai gembira seolah sedang menunggu salam pagi Anne dari loteng timur seperti biasa. Tapi Anne ada di jendelanya. Ketika Marilla membawakan sarapan pagi untuknya ia mendapati anak itu sedang duduk sopan di tempat tidurnya, pucat dan tegas, dengan bibir terkatup rapat dan mata bersinar. “Marilla, aku siap mengaku.” “Ah!” Marilla meletakkan nampannya. Sekali lagi metodenya berhasil; tapi keberhasilannya terasa sangat pahit baginya. “Lalu biarkan aku mendengar apa yang harus kau katakan, Anne.” “Aku mengambil bros batu baiduri itu,” kata Anne, seolah sedang mengulang sebuah pelajaran yang dipelajarinya. “Aku mengambilnya seperti yang kau katakan. Aku tak berniat mengambilnya ketika aku masuk ke dalam Tapi bros itu kelihatan sangat cantik, Marilla, ketika aku menyematkannya di dadaku aku tak dapat menahan godaan. Aku membayangkan betapa akan sangat mendesirkan hati untuk membawanya ke Idlewild dan bermain aku sebagai Lady Cordelia Fitzgerald. Akan lebih mudah membayangkan aku sebagai Lady Cordelia jika aku memakai sebuah bros batu baiduri yang nyata. Diana dan aku membuat kalung dari roseberry tapi apa lah artinya roseberry dibandingkan batu baiduri? Jadi aku mengambil bros itu. Kupikir aku bisa meletakkannya kembali sebelum kau pulang. Aku berjalan berlama-lama untuk mengulur waktu. Ketika aku melintasi jembatan menyeberangi the Lake of Shining Waters aku melepaskan bros itu untuk melihatnya sekali lagi. Oh, dia bersinar terang dalam sinar matahari! Lalu, ketika aku bersandar di atas jembatan, bros itu tergelincir dari jariku—lalu—jatuh ke bawah—dalam—dalam, seluruh kilauan ungu, tenggelam selamanya di bawah the Lake of Shining Waters. Hanya itu lah yang dapat kuakui, Marilla.” Marilla merasakan kemarahan hebat melanda hatinya lagi. Anak ini telah mengambil dan menghilangkan bros batu baiduri nya yang berharga dan

79

sekarang duduk di sana dengan tenang menceritakan detilnya tampa sedikit pun penyesalan yang tampak. “Anne, ini sangat mengerikan,” katanya, berusaha berbicara dengan tenang. “Kau anak perempuan ternakal yang pernah kudengar.” “Ya, kurasa aku memang anak paling nakal,” sepakat Anne hening. “Dan aku tahu akan dihukum. Tugasmu menghukumku, Marilla. Maukah kau melakukannya sekarang juga karena aku ingin pergi piknik tanpa ada beban.” “Piknik, benar! Kau tak akan pergi piknik hari ini, Anne Shirley. Itu lah hukumanmu. Itu bahkan tak cukup berat untuk apa yang telah kau lakukan!” “Tak pergi ke piknik!” Anne melompat berdiri dan merenggut tangan Marilla. “Tapi kau TELAH BERJANJI aku boleh pergi! Oh, Marilla, aku harus pergi piknik. Itu sebabnya kenapa aku mengaku. Hukum aku dengan cara apa pun yang kau suka tapi jangan itu. Oh, Marilla, please, please, biarkan aku pergi ke piknik. Ingat tentang es krim! Karena kau tahu mungkin aku tak akan pernah lagi punya kesempatan mencicipi es krim.” Marilla melepaskan cegkeraman tangan Anne dengan dingin. “Kau tak perlu memohon, Anne. Kau tak akan pergi ke piknik dan itu keputusan akhir. Tidak, tak sepatah kata pun.” Anne sadar Marilla tak akan berubah pikiran. Dia menautkan tangannya, memekik tajam, lalu menghempaskan tubuhnya menelungkup di tempat tidur, menangis dan menggeliat karena merasa sangat kecewa dan putus asa. “Astaga!” Marilla tersengal, cepat-cepat keluar dari kamar. “Aku yakin anak ini gila. Tak ada anak berpikiran sehat yang bersikap seperi dia. Kalau pun tidak maka dia sama sekali buruk. Oh Tuhan, aku takut Rachel memang benar dari awal. Tapi aku sudah terlanjur dan tak akan melihat ke belakang.” Itu adalah pagi yang murung. Marilla bekerja dengan gusar lalu menggosok lantai serambi depan dan rak susu ketika ia tak tahu lagi harus mengerjakan apa. Padahal baik serambi depan mau pun rak itu tak perlu digosok—tapi Marilla melakukannya. Kemudian ia keluar dan menyapu halaman. Ketika makan malam telah siap ia menuju tangga dan memanggil Anne. Wajah dengan bekas airmata muncul, melihat dengan tragis dari atas pegangan tangga. “Turunlah untuk makan malam, Anne.” “Aku tak mau makan malam, Marilla,” sahut Anne, tersedu. “Aku tak bisa makan apa-apa. Hatiku sakit. Kuharap, hati nurani mu akan menyesal suatu hari nanti,

80

kau membebaskannya setiap waktu untuk dirimu sendiri—aku bisa lihat itu. aku heran denganmu. dan Marilla marah karena kesenangannya merupakan penghinaan pribadi. bolunya telah siap dan ayam-ayamnya sudah diberi makan Marilla teringat koyakan kecil di syal renda hitam terbagusnya ketika ia melepaskannya pada Senin sore sekembalinya dari Ladies Aid (Bantuan Perempuan). “Karena itu harus ada kelonggaran. berpendar melalui tanaman rambat yang tumbuh lebat di dekat jendela. Marilla merenggutnya dengan tersengal. Apa maksud anak itu 81 . Merasa jengkel. Tidakkah kau berpikir tindakan itu agak kasar dengan tak mengijinkannya pergi piknik padahal dia telah begitu mempersiapkannya?” “Matthew Cuthbert. Jawaban itu membuat Matthew terdiam meskipun itu tak meyakinkannya. Marilla. “tapi dia anak kecil yang—anak kecil yang menarik. Begitu Marilla mengeluarkannya. Satu-satunya yang bergembira dengan hal itu adalah Jerry Buote. Itu adalah bros batu baiduri. seperti Anne. Dan dia tak tampak menyadari betapa nakalnya dia—itu yang paling kukhawatirkan. dia sudah mendapatkannya sekarang. adalah seorang yang menyedihkan. Jika dia benar-benar merasa menyesal maka tak akan seburuk itu.” “Well. Marilla.” “Well. Daging rebus dan sayuran sangat tidak romantis ketika seseorang sedang menderita. Kau tahu dia tak pernah mendapat pendidikan.” katanya hampa. atau pun bercerita tentang itu. Marilla. Dan kau juga tampak tak menyadarinya.” Jawab Marilla tepat. terutama daging rebus dan sayuran. Ia masuk dan akan menambalnya. seharusnya dia tak mengambil bros itu. Syal itu ada dalam sebuah kotak di tempat barang nya. tapi aku memaafkanmu. dia anak kecil. anak laki yang disewa.karena menyakitinya. sinar matahari. Ketika piring-piringnya sudah dicuci. Makan malam kali itu sangat murung. antara rasa keadilannya dan rasa simpatinya dengan Anne. Ingatlah ketika saat itu tiba bahwa aku memaafkanmu. Tapi tolong jangan suruh aku makan apa pun. “Well. mengenai sesuatu yang terjepit di syal—sesuatu yang gemerlap dan berkilau dalam cahaya violet.” akunya. sedih melihat piringnya penuh dengan daging dan sayuran yang tidak romantis seolah dia. menempel di benang renda dekat jepitannya! “Oh Tuhan.” ulang Matthew lemah. Marilla kembali ke dapur dan mencurahkan kesedihannya pada Matthew. “apa artinya ini? Bros ku aman di sini dan sepertinya kupikir dia sudah jatuh ke dasar kolam Barry. yang. berpikir makanan itu tak cocok untuk perasaan yang sedang gundah. Kupikir aku sudah membebaskannya dengan terlalu mudah.

Anne telah menjerit sendirian dan saat itu dia sedang duduk murung di dekat jendela. Marilla.” seru Anne. Jadi jika kau mau memaafkanku. Meskipun Marilla sendiri ingin tertawa. Tentu saja. Tapi aku menyebabkanmu melakukannya. Well!” Marilla melangkah ke loteng timur. Tapi hati nuraninya melarang. Anne. “jadi aku memutuskan untuk mengaku karena aku mau pergi ke piknik itu. Aku mengulangnya bekrkali-kali jadi aku tak akan lupa. Ada banyak kue di rumah.” kata Marilla serius. Mereka tak akan memulainya sebelum banyak yang berkumpul dan ada sekitar setengah jam lagi mereka baru akan minum teh. “Anne Shirley. berjalan cepat ke wastafel. Dan sekarang persiapkan dirimu untuk pergi piknik. aku akan memaafkanmu dan kita akan mulai jujur lagi. Dan aku akan panggilkan Jerry untuk memasangkan kuda pada kereta dan mengantarmu ke tempat piknik.” Anne terbang seperti roket. “Oh. kau bilang akan terus mengurungku di sini sampai aku mengaku.mengatakan dia telah mengambilnya dan menghilangkannya? Aku yakin Green Gables terpesona. Aku ingat sekarang ketika aku melepaskan syal ku pada Senin sore aku meletakkannya sebentar di atas meja tulis. bukan hal yang benar kau mengakui sesuatu yang tidak kau lakukan—hal itu sangat salah. Marilla.” “Oh. Aku memikirkan sebuah pengakuan tadi malam sebelum tidur dan aku membuatnya semenarik mungkin. “aku baru saja menemukan bros ku tersangkut di syal renda hitam ku. apa tak terlalu terlambat?” “Tidak. “Lima menit lalu aku merasa sangat malang sampai berharap aku tak pernah dilahirkan dan sekarang aku tak akan mau bertukar tempat dengan malaikat!” 82 . Sekaran aku ingin tahu apa maksud cerita tak berujung pangkal yang kau ceritakan tadi pagi. sekarang baru jam dua. Aku akan menyiapkan bekal untukmu. Tapi kau tetap tak mengijinkanku pergi ke piknik. Seharusnya aku tak menyangsikan ucapanmu ketika aku tak pernah tahu kau mengarag cerita. bros di tangan. jadi seluruh kesusahanku sia-sia. Basuh wajahmu.” “Kenapa. sisir rambut dan kenakan baju katun tipismu. kau sungguh mengacaukan semuanya! Tapi aku salah—aku tahu itu sekarang.” sahut Anne lelah. Kurasa bros itu tersangkut di syal. “Anne.

Dan Jane Andrews nyaris jatuh ke laut. Aku mendengar Mary Alice Bell menggunakannya.Malam itu Anne yang merasa sangat bahagia dan benar-benar kelelahan kembali ke Green Gables dalam keadaan senang yang tak mungkin digambarkan. dan aku bertanggung jawab untuk itu.” sahut Diana praktis. tak akan ada rumah yang membosankan bila ada dia. Tapi aku yakin dia akan mau memperbaikinya.” Bab XV – Kegemparan tak Berarti di Sekolah “Sungguh hari yang menyenangkan!” kata Anne. Mungkin mereka akan mengalami hari-hari baik. mengintip ke bekal makan malamnya dan menghitung dengan ingatannya jika ketiga bolu raspberry yang berwarna-warni dan lezat itu dibagi untuk sepuluh anak perempuan berapa gigitan masing-masing bisa dapat. “Oh. Andrews tak menangkapnya di ikat pinggangnya maka dalam waktu singkat dia akan jatuh dan mungkin tenggelam. Dia mencondongkan badannya untuk memetik bunga lili air dan kalau Tuan. “Aku akan mengaku bahwa aku telah membuat kesalahan. Lalu kami makan es krim. aku mengalami waktu yang sangat mewah. Anak itu sulit memahami beberapa perhatian. Tapi bagaimana pun itu tak seburuk yang lain. ya kan?” “Jauh lebih bagus dari pada keluyuran di jalan. “tapi aku telah belajar satu hal. Aku berharap itu aku. Itu akan menjadi kisah yang mendebarkan hati untuk diceritakan. Aku tak dapat mengatakan apa-apa untuk menggambarkan es krim itu. Dan masih lebih menyenangkan memiliki kebiasaan yang bagus pergi ke sekolah. dan anak yang makan tiga bolu raspberry sendirian atau bahkan 83 . Kami minum teh yang enak dan kemudian Nyonya. sangat berdebu dan panas. Harmon Andrews menjajarkan kami semua di the Lake of Shining Waters—enam orang sekaligus. kujamin bahwa itu sangat indah. tapi mereka tak akan pernah bisa merasakan hari ini. menarik napas panjang. Anak perempuan di sekolah Avonlea selalu mengumpulkan makan siang mereka. meskipun kurasa seharusnya aku tak boleh ketawa karena itu benar-benar bohong.” putusnya terus terang. Nyaris tenggelam merupakan pengalaman yang sangat romantis. Dan satu hal yang pasti. Bukankah itu sangat mahal? Segala sesuatunya sangat indah. Marilla.” Malam itu Marilla menceritakan keseluruhan cerita pada Matthew dari balik keranjang kaos kakinya. “Bukankah bagus hidup di hari seperti ini? Aku kasihan pada orang yang belum dilahirkan karena melewatkannya. Mewah adalah kata baru yang kupelajari hari ini. Marilla. tentu saja. Aku harus tertawa bila mengingat ‘pengakuan’ Anne.

Diana bilang dia tak pernah melihat kegembiraanku karena menemukan nama khayalan untuk tempat. tapi pergi melewati Lover’s Lane. jadi kubiarkan dia melakukannya. Bell. Anne berpikir perjalanannya ke dan dari sekolah dengan Diana tak akan berkembang meski dengan khayalan. jauh memutar ke sebuah bukit langsung dari hutan Tuan. Itu lah jalan yang dilalui ketika membawa sapi-sapi ke padang rumput di belakang dan mengangkut kayu di musim dingin. Orang lain selai Anne juga berpikir serupa ketika mereka berjalan menyusurinya. tempat cahaya terpancar kebawah melalui tabir kehijauan semulus berlian.” Anne. Oh. Di sini Diana bertemu dengannya.” terangnya pada Marilla. Aku menamakannya Violet Vale. Violet Vale. mulai berangkat sendirian di pagi hari. kau tahu. Marilla. Lalu mereka meninggalkan jalan itu dan berjalan melalui lapangan belakang Tuan. “tapi Diana dan aku membaca buku yang sangat luar biasa bagus dan ada Lover’s Lane di dalamnya.membaginya hanya dengan satu orang kawan dekat akan selalamanya dijuluki “sangat kikir”.” Tempat itu memang indah. tapi aku yakin bisa menemukan nama lain yang lebih puitis dari pada hanya the Birch Path. Tapi the Birch Path adalah salah satu tempat terindah di dunia. “Bukan pecinta seperti itu yang benar-benar pernah melaluinya. Jalan itu agak sempit.” kata Anne. Menyenangkan bisa pandai dalam suatu hal. Lover’s Lane terbuka di bawah kebun buah di Green Gables dan terbentang jauh ke dalam hutan sampai ke ujung ladang Cuthbert. Dan itu nama yang sangat bagus. Dia mau memberi nama. “pohon itu selalu bergemerisik dan berbisik padamu”—hingga mereka sampai ke jembatan yang kasar. Marilla. Di setiap sisinya ditumbuhi 84 . Siapa pun bisa memikirkan nama seperti itu. “tapi Diana bilang ada jutaan bunga violet di sana pada musim semi. jika saja itu terjadi. tak bisakah kau membayangkan melihatnya? Itu sangat membuatku tak bisa bernapas. berliku-liku. ya kan? Tapi Diana memberi nama the Birch Path. ya kan? Sangat romantis! Kita tak bisa membayangkan pecinta ke dalamnya. Jadi kami juga ingin punya. Berjalan di sekitar jalan utama sangat tidak romantis. dan the Birch Path sangat romantis. Barry dan melewati Willowmere. Andrew. Aku suka jalan itu karena kau bisa bebas berpikir dengan suara keras di sana tanpa ada orang yang menyebutmu gila. Willowmere. Namun ketika bolu itu dibagi untuk sepuluh anak kau hanya cukup mendapat untuk menggiurkanmu. dan kedua anak kecil itu mendaki jalan itu di bawah pohon maple yang rindang—“maple adalah sejenis pohon yang ramah. Di seberang Willowmere ada Violet Vale—cekungan hijau kecil dalam bayangan hutan besar Tuan. “Tentu saja sekarang tak ada bunga violet di sana.” Anne memberitahu Marilla. berjalan menyusuri Lover’s Lane sejauh aliran sungai. Anne menamakannya Lover’s Lane sebelum sebulan dia tinggal di Green Gables. Cara Anne dan Diana pergi ke sekolah adalah salah satu YANG bagus.

” dia memberitahu. dan tutupnya penuh diukir dengan inisial dan tulisan mesir kuno dari tiga generasi siswa sekolah.pepohonan birch yang agak muda. Dia duduk di kursi panjang di belakang dan guru itu juga duduk di sana. Kurasa ia bisa mengajarkan MU sesuatu.” 85 . Marilla melihat Anne mulai berangkat ke sekolah pada hari pertama di bulan September dengan diam-diam merasa sangat was-was. sangat jarang terjadi. Sekolah Avonlea adalah sebuah gedung bercat putih. Ia setiap saat memilin kumisnya dan memandang ke arah Prissy Andrews. Bagaimana dia bisa bergaul dengan baik dengan anak-anak lain? Dan bagaimana dia bisa mengendalikan diri untuk tutup mulut selama jam pelajaran berlangsung? Bagaimanapun segala sesuatunya berjalan lebih baik dari yang ditakuti Marilla. Dan aku mau kau segera paham bahwa kau tak pulang ke rumah untuk bercerita tentang guru itu. “Kupikir aku akan suka bersekolah di sini. Dia berumur enam belas tahun dan dia sedang belajar untuk ujian masuk ke Queen’s Academy di Charlottetown tahun depan. pinggiran atapnya rendah dan jendelanya lebar. di dalamnya dilengkapi dengan meja tulis besar model lama yang nyaman bisa dibuka dan ditutup. Tillie Boulter bilang guru itu SANGAT MENYUKAI nya. Malam itu Anne pulang dengan semangat tinggi. Bangunan sekolah itu dipindahkan ke belakang dari pinggir jalan dan dibelakangnya terdapat hutan fir yang agak gelap dan sungai tempat dimana anak-anak itu meletakkan semua botol susu mereka di pagi hari agar tetap dingin dan manis sampai waktu makan malam. Sementara itu kau bisa melihat seekor kelinci melompat melintasi jalan kalau kau diam—yang. Di lembah jalan itu menuju ke jalan utama lalu tinggal mendaki bukit pohon spruce menuju ke sekolah. Anne anak yang aneh. di sana selalu terhirup udara beraroma rempah-rempah. katanya. Prissy sudah dewasa. dan tugasmu adalah belajar. Tapi Ruby Gillis bilang dia melihat guru itu menulis sesuatu di batu tulis Prissy lalu ketika Prissy membacanya wajahnya bersemu semerah gula dan terkikik. Kuharap kau anak yang baik.” sahut Marilla pedas. Wajahnya sangat cantik dan rambutnya keriting berwarna coklat dan dia merapikannya dengan sangat elegan. Itu sesuatu yang tak tak akan kudukung. “Kau tak pergi ke seolah untuk mencela guru. “Aku tak terlalu memikirkan gurunya. dengan musik dari kicauan burung yang memanggil dan tawa angin hutan yang terdengar sayup-sayup di pepohonan di atas. dan Ruby Gillis bilang dia yakin itu tak ada hubungannya dengan pelajaran. batang tanaman putih dan dahan besar. dengan Anne dan Diana.” “Anne Shirley. tumbuhan paku dan starflower serta lili liar-dari-lembah juga rimbunan pigeonberry merah tua tumbuh lebat di sepanjangnya. kau tahu. jangan sampai aku mendengarmu bicara tentang gurumu seperti itu lagi. seringnya—untuk menjelaskan pelajaran.

Sudah tiga minggu berlalu dan sejauh ini semuanya berjalan lancar. dua anak paling gembira di Avonlea. Tapi tak ada seorang pun di antara mereka yang memiliki imajinasi seperti aku dan aku tahu itu. “Kurasa Gilbert Blythe akan sekolah hari ini. Aku dengar dia bilang dia belajar tabel perkalian dengan bintikbintik di wajah Julia Bell. Tapi tentu saja yang paling kusukai adalah Diana dan akan selalu begitu. Aku MENGAGUMI Diana. itu pujian pertama yang pernah kuterima seumur hidupku dan kau tak bisa bayangkan betapa aneh rasanya. Aku akan mengembalikannya besok. Marilla.” “Hidungmu cukup bagus.” sahut Diana.” sahut Marilla pendek.“Sebenarnya aku memang anak baik. ia bisa lebih sopan pada orang asing. “Bukankah itu nama yang tertulis di dinding serambi depan dengan Julia Bell dan sebuah tulisan ‘Pengumuman’ di atasnya?” “Ya. Anne. tapi ia tak berniat mengatakan itu pada Anne. “Itu tak sesulit yang bisa kau bayangkan. Dia SANGAT ganteng. Mereka semua sudah sampai ke buku yang kelima sedangkan aku masih di buku yang keempat. Tempat duduk kami tepat di dekat jendela dan kami bisa melihat ke the Lake of Shining Waters di bawah. Aku duduk dengan Diana. Philip bilang ejaanku sangat memalukan dan ia mengangkat batu tulisku hingga setiap orang bisa melihatnya.” kata Diana. Bolehkah aku minta beberapa manik-manik mutiara dari bantal peniti lama di loteng untuk membuat cincin untukku? Dan oh.” 86 . Anne dan Diana bepergian dengan riang gembira ke the Birch Path. Aku jauh tertinggal dibandingkan yang lain. sejarah Kanada dan pendiktean. Marilla. Diam-diam ia berpikir hidung Anne bagus dan menarik. kupikir. Dia membuat hidup kami sangat tersiksa. semuanya diberi tanda. geografi. Dan dia sangat mengusik anak perempuan. Sangat menyenangkan memiliki banyak teman bermain. Marilla. “Gilbert Blythe?” sahut Anne. Ruby Gillis memberiku sebuah apel dan Sophia Sloane meminjamkanku sebuah kartu berwarna pink yang indah bertuliskan ‘Bolehkah aku melihat rumahmu?’ di atasnya.” sahut Anne nyaman. Hari ini kami belajar membaca. benarkah hidungku bagus? Aku tahu kau akan memberitahuku yang sebenarnya. “tapi aku yakin dia tak terlalu suka pada Julia Bell. Jane Andrews bilang Minnie MacPherson bilang padanya dia dengar Prissy Andrews memberitahu Sara Gillis bahwa hidungku sangat bagus. “Dia telah mengunjungi sepupunya di New Brunswick sepanjang musim panas dan dia pulang Sabtu malam. Banyak anak-anak baik di sekolah dan kami bermain permainan yang sangat menggembirakan saat makan malam. Aku merasakannya semacam sebuah aib. Aku merasa sangat terhina. pagi September yang segar dan kering. mengangkat kepalanya. Dan sekarang. Dan Tillie Boulter membolehkanku memakai cincin manik-manik nya sepanjang sore. Marilla.” Nada bicara Diana menunjukkan bahwa dia lebih suka hidupnya tersiksa dari pada tidak. Tuan.

itu tak lebih baik. jangan bicara tentang bintik-bintik padaku. Aku tak bisa benar-benar bangga bisa tetap tenang di antara anak laki dan perempuan yang berumur hanya sekitar sembilan atau sepuluh tahun. Tuan.” Anne menghela napas. “Aku lebih suka cantik dari pada pintar. Charlie Sloane SANGAT MENYUKAI mu.” sahut Diana marah.” “Tidak. dia mencontek ke bukunya. “bahwa ada orang yang berani melakukannya. aku tak tahan dengan anak laki bermata belo.” “Anak-anak Pye itu selalu berbuat curang. Tidak. tentu saja. begitu mereka memanjati pagar di jalan utama. Diana Barry.” kata Diana. Mereka di sana selama tiga tahun dan Gilbert hampir tak pergi ke sekolah mana pun sampai mereka kembali. dari sisi kewanitaannya. Aku ingin lihat orang yang berani menuliskan namaku di dinding dengan nama seorang anak laki. Kau tak akan segampang itu untuk tetap tenang di kelas setelah ini. “Sebenarnya kemarin Gertie Pye pergi dan meletakkan botol susu miliknya di tempatku di sungai. Aku memandangnya dengan pandangan mencela dan membuatnya beku lalu wajahnya menjadi semerah gula dan akhirnya dia salah mengeja kata itu.” 87 . “Wajah memang jadi tak halus karena aku banyak bintik. “Itu hanya lelucon. kau ingat. Kemarin aku bangun dengan mengeja ‘ebullition. Dia tak mau namanya di tulis di dinding. dia pernah jadi juara di kelasnya.” sahut Anne cepat. Tapi agak memalukan mengetahui bahwa tindakan itu tak berbahaya.” Anne memohon. kau ingat—bahwa kau anak perempuan terpandai di sekolah.” dia cepat-cepat menambahkan.” sahut Anne. Dia bilang pada ibunya—IBU nya. Dan aku benci Charlie Sloane. “dan bisa kuberitahu. Dan kau jangan terlalu yakin namamu tak akan di tulis di situ. Philip tak melihatnya—ia sedang melihat ke Prissy Andrews—tapi aku melihatnya. Dia baru di buku keempat meskipun sudah berumur hampir empat belas tahun. Jika ada seseorang yang menuliskan namaku dengan namanya aku tak akan MENJELASKAN nya. yang matanya berwarna hitam dan berambut halus telah mematahkan hati anak-anak laki di sekolah karena namanya tertulis di dinding serambi depan dalam setengah lusin pengumuman.” “Aku senang. Tapi kupikir tulisan perhatian di dinding tentang anak laki dan perempuan adalah hal paling tolol.’ Josie Pye adalah bintang kelas dan.“Oh. Empat tahun lalu ayahnya sakit dan harus pergi ke Alberta karena kesehatannya dan Gilbert ikut bersamanya.” kata Diana. Pernahkah kau? Sekarang aku tak mau bicara dengannya.” “Setelah ini Gilbert akan ada di kelasmu. Itu lebih baik dari pada cantik. Anne. Tapi MEMANG menyenangkan untuk tetap tenang di kelas. “Omong kosong.

karena pada saat itu Anne benar-benar tak sadar bukan hanya akan kehadiran Gilbert Blythe. ke belakang tempat duduknya. Gilbert Blythe berusaha menarik perhatian Anne Shirley dan sama sekali gagal.” ungkap Anne pada Diana. “Menurutku Gilbert Blythe mu MEMANG ganteng. Dia HARUS melihatnya. tapi akan seluruh murid di sekolah Avonlea itu sendiri. Gilbert telah dengan cepat melepaskan jepitan itu sehingga tak tertangkap mata lalu menekuni sejarah dengan wajah paling serius di dunia. Sekarang ini Ruby Gillis akan membawa hitung-hitungannya ke guru. Dia anak laki yang tinggi. dan menggerak-gerakkan jangkrik yang dipasangi tali. tapi ketika keributan itu telah reda dia melihat ke arah Anne dan mengedipkan mata dengan cara yang sungguh sangat menggelikan hati hingga tak terkatakan.” Karena itu Anne melihatnya. Diana berbisik pada Anne. Gilbert sampai di seberang jalur. menariknya agak jauh dan berbisik tajam: 88 . “Gilbert Blythe itu duduk tepat di seberang jalur dari tempat dudukmu.Ketika Tuan. Phillips kembali ke sudut untuk menjelaskan suatu soal dalam aljabar ke Prissy Andrews dan murid-murid lainnya melakukan berbagai hal lain yang mereka sukai seperti makan apel hijau. mengambil ujung kepangan rambut merah Anne. dengan rambut keriting berwarna coklat. Anne. Philip berada di bagian belakang kelas mendengarkan bahasa Latin Prissy Andrews. Philips memandang dengan sorotan marah karena Ruby mulai menangis. menggambar di batu tulis.” Tapi tak sampai sore masalah benar-benar akan terjadi. karena Gilbert Blythe yang dibicarakan sedang diam-diam asyik menjepit kepangan panjang berwarna kuning milik Ruby Gillis. dia berada jauh di negeri impian yang indah tak mendengar dan melihat apa pun sibuk dengan khayalannya sendiri yang menakjubkan. “tapi kupikir dia sangat kurang ajar. Dia punya kesempatan bagus untuk melakukannya. yakin rambutnya tertarik dari akarnya. Gilbert Blythe tak biasa bersusah payah menarik perhatian anak perempuan dan menemui kegagalan. Tuan. Dengan tangan menopang dagu dan mata terpaku pada birunya the Lake of the Shining Waters yang terlihat dari jendela sebelah barat. mata yang nakal. Semua orang memandangnya dan Tuan. dia terjatuh ke belakang ke tempat duduknya dan menjerit kecil. yang duduk di depannya. Lihatlah dia dan kita lihat apakah kau tak berpikir dia ganteng. naik turun di jalur antara tempat duduk. anak bernama Shirley yang berambut merah itu dengan dagu kecil yang lancip dan mata besar yang tak seperti mata anak perempuan lainnya di sekolah Avonlea. Bukan kebiasaan bagus mengedipkan mata pada anak perempuan yang belum dikenal. dan mulut yang membentuk senyuman menggoda. berbisik.

89 . Diana terengah. Phillips tak menggubris Gilbert. yang tak bisa membaca tulisan. anak yang penuh kebencian!” seru Anne menggebu. “Beraninya kau!” Lalu—thwack! Anne telah menjatuhkan batu tulisnya ke kepala Gilbert dan meretakkannya—batu tulis bukan kepala—itu jelas. khayalannya yang cemerlang hancur berkeping tak terselamatkan. Dengan wajah tenang dia menurut.“Wortel! Wortel!” Lalu Anne menatapnya dengan dendam! Dia lebih dari sekedar menatap. bisa memahaminya. berdiri di platform di depan papan tulis sepanjang sisa sore ini. apa maksudnya ini?” ucapnya marah.” lalu membacanya keras-keras sampai bahkan murid dasar. Phillips. Tuan. Murid-murid di sekolah Avonlea selalu menikmati suatu adegan. seolah adanya kenyataan menjadi muridnya harus membasmi seluruh nafsu jahat dari hati karena perbuatan kecil yang nyaris menyebabkan kematia. “Anne Shirley memiliki watak yang sangat buruk. “Anne. Dia melayangkan tatapan marah pada Gilbert dari mata yang kilatan amarahnya dengan cepat hilang berganti airmata amarah. Semua orang berseru “Oh” dalam kegembiraan yang sangat. “Ini salah saya Tuan. Anne tak menjawab.” Gilbertlah orang yang berani mengatakan itu. Ruby Gillis. yang cenderung histeris.” Anne akan jauh lebih suka cambukan sebagai hukuman karena jiwanya yang sensitif akan gemetar dengan pukulan cambuk. Phillips mengambil sebatang kapur crayon dan menulis di papan tulis di atas kepala Anne. Tuan. Phillips berjalan dengan angkuh di jalur antara tempat duduk dan meletakkan tangannya dengan berat di bahu Anne. “Saya menyesal melihat murid saya menunjukkan amarah seperti itu dan sifat ingin balas dendam. Ini satu adegan spesial yang dapat dinikmati. Anne Shirley harus belajar mengendalikan amarahnya. mulai menangis. Dia bangkit berdiri. Tommy Sloane membiarkan semua anggota kelompok jangkriknya melarikan diri darinya ketika dia melihat ke tablo dengan mulut terbuka. Perlu terlalu banyak darah dan daging untuk mengharapkannya memberitahu di depan seluruh murid sekolah bahwa dia dipanggil “wortel. “Kau jahat.” ia berkata dengan nada serius. “Anne Shirley.” Tuan. Aku mengganggunya.

Dia TAK AKAN PERNAH sudi melihatnya lagi! Dia tak akan sudi bicara dengannya!! Ketika sekolah usai Anne berjalan dengan menegakkan kepalanya yang berambut merah. jangan marah lagi. Anne.” “Berbeda sekali antara dipanggil burung gagak dengan dipanggil wortel. Kemarahan masih terlalu meluap-luap dalam hatinya untuk melakukan itu dan itu menghalanginya di tengah-tengah derita malunya. Diana.” sahut Anne tegas. Bell dan melintasi padang rumputnya yang luas. setengah kagum. Tapi ketika masalah mulai terjadi maka masalah sebelumnya akan terus berlanjut.” Anne melewatinya dengan cepat dengan sikap menghina.” sahut Anne berwibawa. “Aku benar-benar minta maaf karena telah membuat lelucon dengan rambutmu. “Aku tak akan pernah memaafkan Gilbert Blythe. Diana. dan aku juga tak pernah mendengarnya minta maaf sebelumnya untuk apa pun.” bisiknya menyesal. dia mengisengi seluruh anak perempuan. tempat di mana guru tinggal. Phillips 90 . Phillips juga memanggil namaku tanpa huruf e. Dengan mata penuh sesal dan pipi bersemu karena marah dengan cara yang sama dia menghadapi pandangan simpatik Diana. teganya kau. Dia menertawakan rambutku karena sangat hitam. tanpa melihat atau pun tanda dia mendengarnya. “Kau tak harus keberatan Gilbert membuat lelucon dengan rambutmu. Belenggu telah merasuki jiwaku. Sementara untuk Gilbert Blythe. Sekarang. “Oh.” Mungkin saja hal itu bisa mereda tanpa lebih banyak kesedihan kalau saja tak terjadi hal lain. Dia memanggilku burung gagak berkali-kali. Diana merasa DIA tak akan tahan dengan permohonan Gilbert. dia bahkan tak sudi melihatnya. Dari sana mereka tetap bisa memperhatikan rumah Eben Wright. Ketika mereka melihat Tuan. Anne?” komentar Diana begitu mereka menyusuri jalan setengah menyalahkan.” katanya menenangkan. “Jujur aku menyesal. “Dan Tuan. Murid-murid Avonlea sering menghabiskan waktu siang dengan mengambil getah di belukar pepohonan spruce kepunyaan Tuan.Anne berdiri di sana sepanjang sisa sore dengan cerita dongeng itu di atas kepalanya. anggukan kemarahan Charlie Sloane dan senyuman dengki Josie Pye. Gilbert Blythe berusaha menahannya di pintu serambi depan. “Kenapa.” Diana tak mengerti sedikit pun apa yang Anne maksud tapi dia memahaminya sebagai sesuatu yang sangat buruk. Dia tak menangis atau pun gantung diri. “Gilbert Blythe telah menyakiti perasaanku DENGAN MENYEDIHKAN.

” Anak-anak perempuan yang memang berada di tanah. kehilangan napas dan terengah-engah.” Tapi belukar pepohonan spruce sangat memikat dan biji karet yang menguning amat memperdaya. Diana. Phillips menggunakan salah satu peraturan dadakannya dan mengumumkan sebelum pulang untuk makan malam.” Anak-anak laki lain tertawa tergelak-gelak. berlari duluan dan berusaha sampai di gedung sekolah tepat waktu tanpa membuang waktu sedetikpun.muncul dari sana mereka berlari menuju gedung sekolah. menarik rangkaian bunga itu dari rambut Anne dan memegang tangannya erat. berlari kemudian. ia tak mau bersusah-payah memberi hukuman pada selusin murid. berlengah-lengah dan mondar-mandir. 91 .” sindirnya. yang harus berputar cepat turun dari pohon. dan Anne. Semua anak laki dan beberapa anak perempuan pergi ke belukar pepohonan spruce Tuan. tapi jaraknya sekitar tiga kali lebih jauh dari jalan rumah Tuan. paling akhir dari semuanya. terengah-engah. setinggi pinggang di antara pepohonan pakis besar. benar-benar berniat berada di sana beberapa saat hanya untuk “memetik kunyahan. yang telah jatuh terduduk di kursinya. Bagaimanapun. terlalu terlambat sekitar tiga menit. Anne memandang ke guru itu seolah berubah menjadi batu. ia mencari-cari sebab kesalahan dan ia menemukannya pada Anne. karena tampaknya kau lebih suka dengan rombongan anak-anak laki maka kami akan memperturutkan seleramu itu sore ini. Keesokan harinya Tuan. Phillips sedang meletakkan topinya. Siapa pun yag datang terlambat akan dihukum. Semangat Tuan. yang tak memetik getah sama sekali tapi malah berkelilingkeliling dengan gembira jauh di ujung belukar. dengan rangkaian lili yang terlupakan terselip miring di salah satu telinga dan membuatnya tampak sangat kusut dan tidak rapi. “Anne Shirley. Bell seperti biasa. bernyanyi lirih sendirian. Anne bisa berlari seperti seekor rusa. Anak-anak laki. dia berlari dengan sangat curang dimana dia menyusul anak-anak laki di pintu dan mendahului mereka masuk ke kelas tepat ketika Tuan. yang berubah pucat karena kasihan. “Buang bunga itu dari rambutmu lalu duduk dengan Gilbert Blythe. tapi harus melakukan sesuatu untuk menepati apa yang telah diucapkannya. mereka memetik. bahwa dia berharap seluruh murid sudah berada di tempat duduknya masing-masing begitu ia kembali. dan seperti biasa hal pertama yang menyadarkan mereka akan habisnya waktu adalah teriakan Jimmy Glover dari atas pohon spruce tua “Guru datang. Wright dan mereka sangat tangkas untuk sampai di sana. dengan serangkai bunga lili di rambutnya seolah dia adalah makhluk Tuhan yang liar di tempat teduh. Phillips yang singkat dalam menerapkan peraturannya telah habis.

Lalu Anne bangun. Dia tak berani menanyakan itu sebelumnya. Ketika sekolah usai Anne berjalan ke mejanya.” “Kupastikan padamu aku serius”—masih dengan nada menyindir yang seluruh anak.” sahut Anne pelan “tapi kurasa anda tak serius. segera begitu mereka berada di jalan. “Kamu manis. mereka segera kembali ke tugasnya sendiri dan Anne pun terlupakan. Dia merasa meluap-luap dengan rasa malu. Phillips memanggil keluar anak-anak kelas sejarah Anne seharusnya pergi.” Bagi Anne. melumatkannya menjadi bubuk di bawah tumitnya. buku-buku dan catatan. “Untuk apa kau membawa pulang itu semua. tapi Anne tak bergerak. ini akhir dari segalanya.” Untuk beberapa saat Anne tampak seolah bermaksud akan membangkang.“Apa kau dengar apa yang kusuruh. agama dan ilmu hitung. Phillips. berbisik. tak menyukainya. dengan sok mengeluarkan semua yang ada di dalamnya. bahkan anak laki itu haruslah Gilbert Blythe yang telah sangat menghinanya dengan tidak adil sampai sama sekali tak tertahankan. Ruby Gillis. sadar tak ada bantuan yang bisa diharapkan. Kemudian. menjatuhkannya ke lantai. Tapi karena Anne tak pernah mengangkat kepalanya dan Gilbert mengerjakan bilangan pecahan seolah segenap jiwanya asyik dengan bilangan pecahan itu dan hanya itu. masih terus menerus memikirkan sajak dan tak pernah melewatkannya. pak. dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lengannya di atas meja. Awalnya murid-murid lainnya saling memandang. Suatu kali. Anne merasa tak sanggup menanggungnya dan tak berdaya. lalu menumpuknya dengan rapi di atas batu tulisnya yang retak. yang telah menulis beberapa syair “Untuk Priscilla” sebelum ia memanggil anak-anak itu. bahkan lebih parah lagi disuruh duduk dengan anak laki. “Ya. “Patuhi aku sekarang juga. mengambil permen hati pink itu dengan hati-hati di antara ujung jari-jari tangannya. Keadaan memburuk. Anne?” Tuan. tertawa terkikik dan menyikut. dan terutama Anne. melangkah melintasi jalur antara tempat duduk. berkata pada yang lain saat pulang dari sekolah bahwa dia “benar-benar tak pernah melihat hal seperti itu—wajahnya sangat putih. dengan bintik-bintik merah kecil yang mengerikan di wajahnya. dia bangkit dengan angkuh. yang meliriknya sekilas begitu Anne menenggelamkan wajahnya. Gilbert mengambil permen kecil berbentuk hati berwarna pink dengan tulisan emas di atasnya.” dan menyelipkannya ke tangan Anne. lalu Tuan. 92 . Anne?” Diana ingin tahu. duduk di sebelah Gilbert Blythe. dan duduk kembali di bangkunya tanpa sudi melirik Gilbert. amarah dan penghinaan. Ketika Tuan. pena dan tinta. Cukup buruk dihukum sendirian di antara selusin anak lainnya yang memiliki kesalahan sama. Phillips bertanya marah. ketika tak ada seorang pun yang melihat.

“Aku sungguh berpikir kau jahat. per bab. tapi 93 . dan kami akan bermain bola minggu depan dan kau tak pernah bermain bola. Diana.” “Oh.” Tak ada yang bisa mempengaruhi Anne sedikitpun. “Aku akan biarkan tubuhku hancur berkeping-keping kalau itu akan memberi kebaikan untukmu. di bawah dekat sungai. Marilla? Aku sudah dihina. Tekadnya sudah bulat. Tapi aku tak bisa melakukan ini.” “Bayangkan saja semua kesenangan yang akan kau lewatkan.” Marilla sungguh melihat sesuatu seperti sifat keras kepala dan tak mau mundur pada wajah mungil Anne.” kata Marilla. Kau sangat menyiksaku. dia akan mengatakannya pada Marilla setibanya di rumah. kujamin. “Omong kosong. Anne. Aku akan belajar di rumah dan aku akan bersikap sebaik yang kubisa dan terus menutup mulutku sepanjang waktu kalau sama sekali memungkinkan. “Ia harus membolehkan. “Aku TAK AKAN PERNAH ke sekolah bertemu orang itu lagi. Anne!” Diana tampak seolah akan menangis. Marilla. Itu sangat luar biasa mengasyikkan. Tapi aku tak akan kembali ke sekolah. Phillips lagi. “Kami akan membuat rumah baru paling indah di bawah dekat sungai.” sahut Anne. “Tidakkah kau mengerti.” “Aku akan lakukan hampir segalanya di dunia untukmu.” sahut Anne. “Itu sama sekali bukan omong kosong.” kata Diana murung. dan Alice Andrews akan membawa buku Pansy baru minggu depan dan kami semua akan membacanya keras-keras. Dia tak akan ke sekolah bertemu Tuan. Phillips akan menyuruhku duduk dengan Gertie Pye yang mengerikan itu—aku tahu ia akan melakukannya karena dia duduk sendiri. Anne.” sahut Anne. jadi tolong jangan minta aku melakukannya. Dan kau tahu kau sangat suka membaca keras-keras.” “Dihina omong kosog! Besok kau akan ke sekolah seperti biasa.” “Oh. memandang Marilla dengan serius.” sahut Anne sedih. “Aku tak akan kembali. Anne. Dan kami akan belajar sebuah lagu baru—Jane Andrews sedang mempraktekkannya sekarang. pandangan mencela.” Anne menggeleng pelan. tidak. Ia tahu akan kesulitan dalam mengatasinya. Tolong kembalilah.“Aku tak akan kembali lagi ke sekolah. Diana tersengal dan menatap Anne untuk melihat apakah dia serius. Apa yang harus kulakukan? Tuan. “Apakah Marilla akan membolehkanmu berada di rumah dan tak ke sekolah?” tanyanya.

Aku hanya akan membicarakannya dengan Rachel. Aku tak pernah menyangka dia bisa bergaul sangat baik dengan mereka. “Kutebak. Nyonya. “Tak ada gunanya berdebat dengan Anne sekarang. Aku yakin Tuan. Itu tidak sopan. Dia langsung berpihak pada Anne dan katanya seluruh murid melakukan hal yang sama. Yakinlah. Dia telah menyekolahkan sepuluh orang anak dan dia seharusnya tahu sesuatu mengenai kejadian itu.” sahut Marilla. Lynde sedang merajut selimut tebal serajin dan segembira biasanya. itu masalahnya. “Ya.” “Aku tak tahu apa yng harus kulakukan padanya. Tapi hari ini berbeda. Lynde ramah—Nyonya. Perasaannya sangat halus. Marilla. Apa yang akan kau sarankan. Tentu saja. Bagaimanapun. agak malu-malu.” pikirnya. Tepat. Dan tentu saja ia sudah benar dengan menghukumnya kemarin karena sudah naik darah. “Kurasa kau tahu maksud kedatanganku. kau tahu.” sahut Nyonya. Kutahu semuanya berjalan terlalu lancar sampai akhir.” sahut Marilla keheranan. karena kau minta saranku. kalau kau memaksanya segera kembali bersekolah. Lynde sangat suka dimintai nasehat—“Pertama aku akan sedikit menghiburnya. Sejak dia bersekolah aku sudah menduga akan ada masalah.” sahutnya. itu tak akan kita katakan pada anak-anak.kemudian dengan bijak ia memutuskan tak banyak bicara lagi. Sekarang. aku tak akan bicara tentang sekolah padanya lagi sampai dia sendiri yang mengungkitnya. dia akan tenang kembali dalam seminggu atau beberapa hari dan cukup siap untuk mempertimbangan kembali kemauannya sendiri. Dan aku tak yakin dengan bentuk hukuman menyuruh anak perempuan duduk dengan anak laki.” katanya. Dia sedang terlalu gusar dan menurutku dia akan sangat keras kepala. tentang pertengkaran Anne di sekolah. sementara. Anne tampak benar-benar populer di antara mereka. Tuan. “Tillie Boulter dalam perjalanan pulang dari sekolah dan dia menceritakannya padaku. “Dia bilang tak mau kembali ke sekolah. Aku tak pernah melihat anak yang sangat gusar. Tapi tentu saja akan tak akan mengatakan itu padanya. ayang bisa kupahami dari ceritanya. kau tahu tingkah dan kemarahan seperti apa yang akan dilakukannya kemudian dan membuat masalah yang lebih parah dari 94 . Anak lain yang telat seharusnya juga dihukum seperti Anne. Tillie Boulter benar-benar marah. Rachel mengangguk.” “Lalu menurutmu aku lebih baik membiarkannya tinggal di rumah. dia juga akan mendengar cerita selengkapnya. Marilla. Phillips yang salah. “Aku akan pergi menemui Rachel untuk mempertimbangkannya malam ini. Rachel?” “Well. itu yang akan kulakukan.” Marilla mendapati Nyonya. Phillips telah berbuat agak sewenang-wenang.

mendapati Anne sedang duduk di dekat jendela timur pada waktu senja. “Aku sangat mencintai Diana. menangis terisak. Aku tak akan pernah bisa hidup tanpanya. Bahkan usaha Diana sebagai penengah tak membantu. dengan kerudung. Menurutku. bagaimanapun. Tuan. dan tampak secantik dan seagung ratu. Perintahnya memalukan. Marilla. ia jatuh ke kursi terdekat dan meledaklah gelak tawanya yang terbahak-bahak dan tak biasanya hingga 95 . “Apa masalahnya sekarang. Dia belajar di rumah. itulah sebabnya. mengerjakan pekerjaannya. Pada suatu malam Marilla. Sebanyak kebenciannya pada Gilbert. dengan seluruh cinta pada hati kecilnya yang menggebu. semakin sedikit bertengkar dengannya akan lebih baik. Dia tidak akan terlalu banyak tinggal hanya karena tak pergi ke sekolah. sebanyak keinginannya mengatakan bahwa kalau saja ia adalah ketua Sistem Pendidikan Provinsi maka segala sesuatunya akan jauh lebih teratur. masuk dari kebun buah dengan sekeranjang apel. Anne telah benar-benar membulatkan tekad untuk membenci Gilbert Blythe sampai akhir hayatnya.” Anne menangis tersedu. ia mengabaikan pesta anak-anak dan menghabiskan seluruh waktunya mempersiapkan murid-murid yang sudah dewasa itu untuk ratu. tapi itu tak ada gunanya. tapi ketika dia bertemu Gilbert Blythe di jalan atau bertemu secara kebetulan di sekolah Minggu dia melewatinya dengan jijik hingga tak tersentuh sedikitpun oleh keinginan Gilbert yang sungguh-sungguh untuk berbaikan dengannya. Rachel menggeleng-gelengkan kepalanya. itu intinya. Aku tak tahu akan menjadi seperti apa pendidikan di Island ini. dia sangat mencintai Diana. Anne?” tanyanya. selama ITU berjalan. Marilla cepat-cepat berpaling untuk menyembunyikan wajahnya yang mulai bergerak-gerak. apa yang harus kulakukan? Aku benci suaminya—aku amat sangat membencinya. Tapi aku sangat tahu ketika kami dewasa Diana akan menikah. Ia tak akan dikontrak lagi oleh sekolah itu kalau pamannya tak menjadi komisaris—KOMISARIS. Rachel dan tak menyinggung lagi masalah kembali ke sekolah pada Anne. dan bermain dengan Diana di waktu senja musim gugur yang ungu dan dingin.” Nyonya. tapi dengan hati terluka yang tersembunyi oleh senyuman di wajahku. sama kuatnya rasa suka dan tidak suka. Aku telah membayangkan semuanya—pernikahan itu dan semuanya—Diana memakai gaun seputih salju. karena ia memperbudak dua lainnya. Lalu mengucapkan pada Diana selamat tinggal-al-al —“ Sekarang Anne telah benar-benar terpuruk dan menangis semakin getir. “Ini tentang Diana. dan aku pengiring pengantinnya. pergi jauh dan meninggalkanku. Dan oh.sebelumnya. Phillips sama sekali tak baik sebagai seorang guru. Marilla mengikuti saran Nyonya. dan bagian lengan yang gembung. dengan gaun yang indah juga.

” “Aku buruk sekali sampai melupakannya. Aku akan berpikir kau berimajinasi. “Kau membuat kamarmu sama sekali berantakan dengan terlalu banyak benda dari luar rumah. dan juga untuk bermimpi. Kamar tidur dibuat untuk kita tidur di dalamnya.Matthew. Akan sangat tidak menyenangkan kalau kita melompat dari September ke November. dan mungkin belum tiba di rumah sebelum gelap. ketika pepohonan birch di lembah menjadi keemasan seperti cahaya matahari. Marilla. Ia tak pernah marah sedikitpun. dan pepohonan cherry liar di sepanjang jalan indah menaungi dengan warnanya yang merah gelap dan hijau kemerahan. Marilla. Anne Shirley. demi Tuhan lakukanlah yang lebih berguna. Matthew sangat baik.” Bab XVI – Diana diundang untuk Minum Teh dengan Akibat Tragis Oktober adalah bulan yang indah di Green Gables.” sahut Marilla. Kapan ia pernah mendengar Marilla tertawa seperti itu sebelumnya? “Well. berhenti karena keheranan. Ia 96 . jadi jagalah jangan sampai kau lupa membuat teh sampai kau duduk di meja seperti terakhir kali.” serunya di suatu pagi Sabtu. “Aku sangat senang bisa tinggal di tempat yang ada bulan oktober.” “Kamar yang morat-marit. ya kan? Coba lihat cabang-cabang pohon maple ini. sementara akibatnya lapangan terkena sinar matahari. yang sedang melintasi halaman di luar. “kalau kau harus gelisah tanpa alasan. “Oh. “tapi itu sore ketika aku sedang memikirkan nama untuk Violet Vale dan itu membuatku tak memikirkan hal lain. Anne. Aku akan menaruh dahan-dahan ini dalam kendi biru lama dan meletakkannya di atas mejaku. yang jiwa seninya tak berkembang pesat. Dan kau tahu seseorang bisa bermimpi jauh lebih indah dalam sebuah kamar dengan benda-benda bagus di dalamnya. Aku akan menghadiri rapat The Aid Society sore ini. Anne bersuka ria dengan warna-warni di sekelilingnya. Tidakkah cabang-cabang itu memberimu sensasi—beberap sensasi? Aku akan menghias kamarku dengannya. masuk dengan menari dan tangannya penuh dengan dahan pohon yang indah.” “Oh.” sahut Anne menyesal. Anne. pepohonan maple di belakang kebun buah berwarna merah tua indah. Kau harus menyiapkan makan malam untuk Matthew dan Jerry. cukup yakin.” “Kalau begitu ingat jangan sampai daun-daunnya rontok di tangga.” kata Marilla begitu ia mampu bersuara.

lalu apa? Kau tahu aku tak pernah menggunakannya kecuali untuk pendeta atau anggota The Aid. kau dan Diana boleh meminumnya kalau mau. Itu dongeng yang sangat bagus. memejamkan matanya dengan estetis. kalau kau bangun dan makan di tengah malam. Dan—aku tak yakin apakah aku melakukan hal yang benar—ini mungkin akan membuat pikiranmu lebih tak karuan dari sebelumnya—tapi kau boleh mengajak Diana ke sini dan melewati sore dengan juga minum teh di sini. Anggur itu ada di rak kedua di lemari ruang duduk. Oh. kujamin Matthew akan telat saat minum teh karena ia akan mengangkut kentang ke kapal. Tapi saat ini kau jangan sampai kehilangan akal. hanya membayangkannya saja sudah membuatku merasakan sensasi yang indah.” “Matthew akan berpikir itu tak jadi soal. bolehkah aku menggunakan seperangkat cangkir bermotif kuncup bunga mawar?” “Tidak. Hasilnya baru saja Marilla berangkat ke Carmody. Bolehkah aku mengajaknya ke ruang yang kosong untuk meletakkan topinya ketika dia datang? Lalu duduk di ruang tamu?” “Tidak. sungguh tak boleh! Cangkir bermotif kuncup mawar! Well. Jangan takut aku akan lupa membuatkan teh ketika aku ada kawan. jadi aku mengarangnya sendiri dan Matthew bilang ia tidak tahu dimana hubungannya.” “Aku benar-benar dapat membayangkan sedang duduk di kepala meja dan menuangkan teh. Tapi di sana ada botol setengah penuh dengan minuman anggur manis raspberry sisa dari pertemuan gereja malam kemarin. memakai pakaianNYA yang terbagus kedua dan tampak sangat tepat digunakan 97 . Aku lupa akhir ceritanya.” sahut Anne. Anne. Oh. Kau akan menggunakan perangkat cangkir lama berwarna coklat. jadi ia tak merasa waktu lama sama sekali. Diana sampai. Dan kau boleh memotong beberapa kue rasa buah dan makan kue-kue kering dan buncis.sendiri yang membuatkan teh dan berkata kami praktis boleh menunggu. dan kue kering untuk dimakan sambil minum anggur itu di waktu sore. “Lalu menanyakan apakah Diana mau gula! Aku tahu dia tak mau tapi tentu saja aku akan menanyakannnya seolah-olah aku tak tahu. Marilla. “Benar-benar sangat indah! Akhirnya kau SUNGGUH bisa membayangkan semuanya atau kalau tidak kau tak akan pernah mengerti betapa aku sangat merindukan hal ini terjadi. Kau boleh menggunakan ruang duduk untuk teman-temanmu. Dan aku menceritakan dongeng yang indah sambil menunggu.” Anne berlari ke lembah.” “Oh. mengundang Diana minm teh. Bagaimanapun sudah waktunya itu digunakan—aku yakin itu akan mulai bekerja. Marilla!” Anne menggenggam tangannya. Kemudian memaksanya mengambil sepotong kue lagi atau menawarkan sele padanya. melewati Dryad’s Bubble dan mendaki jalan yang dipenuhi pohon spruce ke Orchard Slope. Ini akan tampak sangat menyenangkan dan membanggakan. Tapi kau boleh buka wadah kuning kecil berisi sele cherry. Marilla. Marilla.

” “Hasil panen kami lumayan bagus.” Kebun buah itu. terima kasih. “Bagaimana kabar ibumu?” Anne bertanya sopan. bersiapsiap. Diana. dengan dahan besarnya yang menjulur menyapu tanah penuh dengan buah. “Ayo kita ke luar ke kebun dan memetik beberapa Red Sweeting. Sam Boulter telah “lancang” pada Tuan. dengan sama sopannya membuka pintu. “Ya. Marilla bilang kita boleh memetik semua yang tersisa di pohon. 98 . Marilla seorang wanita yang sangat murah hati. Dia harus duduk dengan Gertie Pye dan dia benci itu. Hasil panen kentang kami sangat bagus tahun ini. kedua anak perempuan itu berjabat tangan dengan agak payah seolah mereka belum pernah bertemu sebelumnya. terima kasih. ya kan?” sahut Diana. Barry memetik apel pagi itu dalam keadaan sehat walafiat. Kekhidmatan yang tak biasa ini berlangsung sampai setelah Diana diajak ke loteng timur untuk menyimpan topinya lalu duduk di ruang duduk selama sepuluh menit. sungguh. Lalu ketika Anne. Aku suka minuman berwarna merah terang. Kuharap hasil panen ayahmu juga bagus.menghadiri jamuan teh di luar. Apa kau sudah memetik banyak apel di kebunmu?” “Oh.” sahut Anne lupa menjaga wibawanya dan melompat cepat. Tapi bukan sikap yang baik memberitahu temanmu apa yang akan kau hidangkan. Kau harus menggosok kutil dengan batu kerikil itu lalu lemparlah dari atas bahu kirimu pada saat bulan muda dan semua kutil itu akan hilang. Nama Charlie Sloan telah ditulis dengan nama Em White di dinding serambi depan dan Em White SANGAT MARAH karenanya. Ruby Gillis telah mengguna-guna semua kutilnya. Di lain waktu dia terbiasa berlari masuk ke dapur tanpa mengetuk pintu. makan apel dan ngobrol sekuat yang mereka sanggup. kau juga kan? Rasanya dua kali lebih enak daripada warna lain. ternyata sangat menyenangkan sehingga kedua anak itu menghabiskan sebagian besar waktu sorenya di situ. yang memakai baju terbagusnya kedua. duduk di pojok berumput dimana kebekuan telah menyerap kehijauan dan sinar matahari lembut musim gugur bersinar hangat. Ia bilang kita boleh makan kue rasa buah dan sele cherry saat minum teh. jadi aku tak akan memberitahumu apa yang ia bilang boleh kita minum. Harmon Andrews pagi itu. banyak sekali. Gertie mendecitkan pinsilnya setiap saat dan itu sangat membuat darahnya—Diana— membeku. Cuthbert akan mengangkut kentang ke LILY SANDS sore ini. Kurasa Tuan. “Dia sangat sehat. tapi sekarang dia mengetuk pintu depan dengan sopan. Banyak yang ingin diceritakan oleh Diana pada Anne tentang apa yang terjadi di sekolah. yang telah menumpang di kereta Matthew sampai ke tempat Tuan. seolah dia tak melihat Nyonya. dengan kekuatan gaib batu kerikil yang diberikan oleh Mary Joe tua dari Creek untuknya. Nama minuman itu dimulai dengan huruf A dan R dan warnanya merah terang.

dan Lizzie Wright tak bicara dengan Mamie Wilson karena kakak Mamie Wilson telah membuat hubungan kakak Lizzie Wright dengan kekasihnya putus. “Ini anggur raspberry yang sangat enak. Dia mendapat bergelas-gelas penuh anggur raspbery dan rasanya benar-benar sangat lezat. dan Gilbert Blythe— Tapi Anne tak mau mendengar tentang Gilbert Blythe. Aku akan keluar dan menyalakan api. itu pekerjaan yang berat. karena Anne mendesaknya. Lynde. kemudian meneguknya dengan anggun. “Aku tak tahu kalau anggur raspberry rasanya sangat nikmat.” “Minuman terlezat yang pernah kuminum. “Sekarang. Rasanya sedikitpun tak sama. meskipun ia sangat menyombongkannya. kemudian ayah Sam datang ke sekolah dan menantang Tuan. Terakhir kali aku 99 . dan semua orang sangat merindukan Anne dan berharap dia kembali ke sekolah. “Ini jauh lebih enak dari pada minuman dari Nyonya. ya kan?” Ketika Anne kembali dari dapur Diana sedang meneguk anggur dari gelas yang terisi penuh untuk kedua kalinya. Anne. “Marilla adalah koki terkenal. dan. Sedikit sekali lingkup untuk berimajinasi dalam masak memasak. dia sama sekali tak keberatan minum segelas penuh untuk ketiga kalinya. Minum saja sebanyak kau mau.” sahut Anne tulus. Lynde. Kau harus melakukan segala sesuatunya menurut aturan.” “Kukira anggur raspberry Marilla mungkin memang akan jauh lebih enak daripada punya Nyonya. silakan minum.” katanya sopan. dan Matie Andrews punya sebuah kerudung baru berwarna merah dan alat penyeberang jalan warna biru dengan rumbai-rumbai di atasnya dan karenanya gayanya menjadi sangat memuakkan. Anne melihat ke rak kedua di lemari ruangan itu tapi tak ada botol anggur raspberry di sana.” “Aku sangat senang kau menyukainya. Phillips kalau berani memukul salah satu di antara anaknya lagi. Diana.Phillips di kelas lalu Tuan. memandang kagum warna merahnya yang terang. Phillips mencambuknya.” Diana menuangkan sendiri minuman itu memenuhi gelasnya.” katanya. Dia kembali mencari dan menemukannya di rak atas. Kurasa seolah aku tak mau apa pun lagi setelah makan semua apel itu. Ia berusaha mengajarkanku cara memasak tapi kujamin. Diana.” kata Diana. “Aku tak yakin sanggup minum. Anne menaruhnya di talam dan menghidangkannya di meja dengan sebuah gelas minum. Banyak sekali tanggung jawab di pikiran seseorang yang bertugas menjaga rumah. Dia melompat dengan tergesa dan berkata mereka seharusnya masuk dan minum anggur manis raspberry.

kau tahu.’ Oh. Aku merupakan percobaan yang berat baginya. Aku bermaksud untuk menutupnya sebanyak mungkin. Ia seorang pengurus rumah 100 . Diana. Minggu lalu ia merasa sangat malu karena saus puding. dan kau tak pernah. Diana. terutama Nyonya. Kami membuat puding prem untuk hidangan makan malam hari Selasa lalu tersisa setengah puding dan satu tempayan penuh saus. itu cerita yang sangat menyedihkan. Chester Ross menganggap aku seorang anak kecil yang seperti lady meskipun aku tidak cantik. Aku lupa memberitahumu sebelumnya. Diana. kemudian aku tertular cacar dan meninggal lalu dikuburkan di bawah pepohonan poplar di pemakaman itu dan kau menanam rumpun bunga mawar di makamku serta menyiraminya dengan airmatamu. Tapi aku lupa memasukkan tepung dan kuenya gagal total. Nyonya. tapi ketika ia telah masuk aku membayangkan bahwa aku adalah peri es yang sedang berjalan melintasi hutan dan membuat pepohonan berubah menjadi merah dan kuning. dan aku lupa sama sekali untuk menutup saus puding. kau tak boleh memakai saus puding itu. Tepung sangat penting untuk kue. Chester Ross. Well. Tuan. jadi aku tak pernah ingat lagi tentang saus puding dan Marilla menyuruhku keluar untuk memetik apel. itu merupakan peristiwa yang mengerikan. Aku berusaha sesopan dan seanggun mungkin. aku tak akan bisa melupakan peristiwa mengerikan itu meskipun aku akan hidup sampai seratus tahun. Kupikir kau menderita sakit cacar yang amat parah dan semua orang mengucilkanmu. Diana. Diana. Semuanya berjalan baik sampai aku melihat Marilla datang membawa puding prem dengan sebelah tangan dan tempayan berisi saus puding yang TELAH DIHANGATKAN. Kau tahu mereka orang yang sangat bergaya. dan Nyonya. Aku ingat semuanya dan aku langsung berdiri di tempatku dan menjerit ‘Marilla. tapi ketika aku membawanya masuk aku membayangkan bahwa aku adalah seorang suster—tentu saja aku beragama Protestan tapi aku membayangkan aku adalah orang Katolik—menggunakan kerudung untuk menyembunyikan patah hati di pengasingan yang terpencil. Ketika Marilla memanggilku masuk hidangan makan malam sudah tersaji dan semua orang sudah berada di meja makan. Aku sedang membayangkan cerita paling indah tentang kau dan aku. karena aku mau Nyonya. Airmata terus mengalir di pipiku ketika aku mengaduk adonan kue. Marilla sangat marah dan aku tak heran lagi. tak pernah melupakan sahabat masa mudamu yang mengorbankan dirinya untukmu. di sebelah tangan yang lain. Ada seekor tikus tenggelam di dalamnya. Aku teringat untuk menutup saus itu keesokan paginya dan berlari ke dapur. yang mana pun yang mereka mau. Marilla bilang itu cukup untuk sekali makan malam lagi dan menyuruhku menaruhnya di rak lemari serta menutupnya. Chester Ross hanya MENATAP ku dan kupikir aku akan merosot ke lantai karena malu.membuat kue aku lupa memasukkan tepung. Diana. bayangkan kalau kau bisa ketakutanku yang amat sangat karena mendapati seekor tikus di dalam saus puding itu! Aku mengangkat tikus itu keluar dengan sendok dan melemparnya ke halaman dan kemudian mencuci sendok itu dengan tiga jenis air. Marilla sedang keluar untuk memerah susu dan aku benar-benar berniat untuk bertanya padanya ketika ia masuk kalau aku akan memberikan saus itu untuk babi. tapi aku berjalan ke sisi tempat tidurmu dengan berani dan merawatmu sampai sembuh. Oh. Chester Ross dari Spencervale datang ke sini pagi itu.

Dalam waktu yang sangat singkat Anne telah kembali pulang 101 . sama sekali tanpa semangat lagi. Sia-sia Anne memohon. dan hanya itu yang ingin dikatakannya. “Biarkan aku memberimu sepotong kue dan sedikit sele cherry. Dimana kau merasa sakit?” “Aku sangat pusing. Marilla memarahiku habis-habisan. dimana dia menyimpan kembali sisa anggur raspberry dengan sedih ke dalam lemari dan menyiapkan teh untuk Matthew dan Jerry. “Oh. mengambil topi Diana dan pergi dengannya sampai ke pagar halaman Barry. dia berjalan terhuyung. apa kau merasa mungkin kau benar-benar terkena cacar? Kalau iya aku akan pergi dan merawatmu. Aku tak akan pernah meninggalkanmu. Chester Ross pergi. “Aku tak pernah dengar ada teman yang pulang sebelum minum teh.” “Aku harus pulang. Kenapa.” jerit Anne kalut. Senin sore Marilla menyuruhnya pergi ke rumah Nyonya. agak serak.” “Oh. bodoh tapi bertekad.” sahut Diana. dengan airmata kekecewaan di matanya. Lynde untuk suatu keperluan.” sahut Diana.” sahutnya. Ia hanya membawa saus dan puding itu keluar dan membawa masuk sele strawberry. Diana. “Aku—aku—harus segera pulang. Berbaringlah sejenak di sofa dan kau akan membaik. Dan sungguh. Lalu dia menyusuri jalan kembali ke Green Gables. “Aku akan segera mengambilnya—aku akan pergi dan menghidangkan teh saat ini juga.” ulang Diana. Setelah Nyonya. “Aku—aku sangat sakit.tangga yang sempurna dan bayangkan apa pendapatnya tentang kami. Kemudian—wajah Marilla memerah laksana api tapi ia tak bicara sepatah kata pun. apa masalahnya?” Diana telah berdiri dengan goyah.” katanya murung. Anne. Diana.” Anne memohon. Tapi aku sungguh berharap kau mau tinggal sampai setelah minum teh. meletakkan tangannya di kepalanya. Rasanya seperti ada tumpukan batu bara panas di kepalaku. Dimana kau merasa sakit?” “Aku harus pulang. tapi aku tak bisa makan sesuap pun. Ia bahkan juga menawarkannya untuk padaku. kau bisa mengandalkanku. pasti tak terpikir olehmu harus pulang sebelum minum teh. kemudian dia duduk lagi. “Bagaimanapun juga biarkan aku memberimu makan siang. Keesokan harinya adalah hari Minggu dan meskipun hujan turun dengan derasnya mulai dari terbit fajar sampai senja Anne tak beranjak dari Green Gables.

“Sekarang apa masalahnya.” Marilla terbelalak tak percaya. melangkah ke lemari di ruang duduk. Lynde pergi menemui Nyonya. “Katanya aku membuat Diana MABUK pada hari Sabtu dan membuatnya pulang dalam kondisi yang sangat memalukan.” Anne tersedu. Lynde. ketika aku bertanya padamu aku butuh jawabannya. “Hari ini Nyonya. “Membuat Diana mabuk!” ulangnya begitu ia pulih dari rasa terkejutnya. Thomas! Tapi aku tak bermaksud membuatnya mabuk.” Anne duduk tegak. “Anne. Duduklah dengan tegak sekarang juga dan katakan padaku kenapa kau menangis. kau benar-benar berkebawaan untuk terjerumus dalam kesulitankesulitan. aku sangat tertegun karena sengsara. Barry sedang dalam keadaan yang sangat kacau.” dia meratap. terdengar sama—sama—seperti suami Nyonya. jelas-jelas tak menyetujuinya. Barry dan Nyonya. Ia kembali ke dapur dengan botol anggur di tangannya.” “Mabuk omong kosong!” sahut Marilla. tak akan pernah mengijinkan Diana bermain denganku lagi. Barry. “Aku tak menyangka anggur raspberry bisa membuat orang mabuk.dengan airmata mengalir di pipinya. Barry tak waras? Apa yang kau hidangkan untuknya?” “Hanya anggur raspberry dan tak ada yang lain. kesedihan menyeruak. Apa kau sendiri tak bisa membedakan rasanya?” 102 . Anne?” Marila bertanya antara ragu dan risau. meskipun orang-orang tertentu yang agak keras. Dan ia bilang aku pasti anak yang sangat nakal dan bertingkah buruk dan ia tak akan pernah. Dia berlari ke dapur dan menghempaskan tubuhnya dengan wajah tertelungkup sedih di atas sofa. salah satunya Nyonya. Oh. Oh. “Aku sungguh berharap kau tak pergi dan bertingkah kasar lagi pada Nyonya. Wajahnya berkerinyit karena jengkel pada diri sendiri. Marilla—bahkan meski mereka minum tiga gelas besar yang terisi penuh seperti yang dilakukan Diana.” Tak ada jawaban dari Anne yang mencoba menahan airmatanya dan sedu sedan yang semakin menjadi! “Anne Shirley. Marilla. “Anne apa kau atau Nyonya. Dan pada saat yang sama Marilla teringat bahwa ia meletakkan botol anggur raspberry di ruang penyimpanan anggur dan bukan di lemari seperti yang dikatakannya pada Anne. Kau malah memberi wine untuk Diana dan bukannya anggur manis raspberry. Di atas rak itu terdapat sebuah botol yang langsung diketahuinya berisi wine buatan sendiri saat ia merayakan tiga tahun berdirinya usaha pembuatan anggurnya itu di Avonlea.

“Aku berharap kau yang akan menemuinya. Ia hanya yakin satu hal. Anne melihat kedatangannya dan berlari ke serambi depan untuk menemuinya. jangan menangis. aku akan menemuinya. “Kenapa. Marilla. Aku bermaksud sangat—sangat—bermurah hati. Kau jauh lebih sopan daripada aku. Dia tertawa seperti orang tolol ketika ibunya bertanya ada apa lalu dia pergi tidur dan tidur selama berjam-jam.” sahut Marilla singkat. Nyonya. “Kupikir itu adalah anggur manis raspberry. “Jangan menangis lagi.” “Aku tak berani karena mengingat akan menemui ibu Diana yang terluka. Kemarin kepalanya terasa sangat sakit seharian. Semuanya akan berjalan lancar. Marilla. “Nyonya. meskipun aku tak membuatnya lagi selama tiga tahun terakhir sejak aku tahu pendeta tak menyetujuinya. kejadian ini akan menjadi umpan manis untuk orang-orang yang tidak suka aku menjalankan usaha pembuatan wine.” “Well.” katanya murung. Well. tiga gelas besar terisi penuh itu memang akan membuatnya sakit meskipun hanya anggur manis. Bintang-bintang di orbitnya memusuhiku.” “Aku harus menangis. Kurasa dia berpikir kau melakukannya untuk sebuah lelucon tolol atau sejenisnya. Nyonya. menunjukkan bahwa mungkin itulah cara yang lebih bijak. Oh. sedikit pun aku tak menduga akan seperti ini saat pertama kali kami mengucapkan sumpah persahabatan. yaitu aku sengaja melakukannya. Barry bilang pada Nyonya. Lynde dia mabuk berat. Sebaiknya kau pergi menemuinya malam ini dan beritahu dia kejadian sebenarnya. Mungkin ia akan lebih cepat mau mendengarkanmu ketimbang aku. Diana dan aku selamanya adalah teman.“Aku tak pernah mencicipinya.” “Menurutku sebaiknya dia menghukum Diana karena telah sangat rakus minum tiga gelas penuh. Sudah. Ibunya mencium bau napasnya dan tahu dia mabuk.” Anne menghela napas. nak. Barry tak mau memaafkanku?” 103 . Aku hanya menyimpannya untuk obat. “Oh. Marilla. Barry sangat marah.” sahut Anne. Anne. “Hatiku sakit.” kata Marilla.” sahut Anne. Nyonya. Anne. dari wajahmu aku tahu itu tak ada gunanya.” Marilla telah berubah pikiran mengenai semuanya berjalan lancar ketika ia kembali dari Orchard Slope. Marilla. Diana merasa sangat kesakitan dan harus pulang. Barry akan mempertimbangkannya kembali ketika ia tahu bukan kau yang bersalah.” “Jangan bersikap tolol. sudah. Aku tak mengerti karena kau yang disalahkan meskipun aku menyesal kejadiannya seperti ini.

Nyonya. Lalu dia menyinggung tentang anggur wine buatanku dan seperti yang selalu kubilang ini pasti berpengaruh pada orang-orang itu. Saat itu aku sangat yakin kalau itu adalah anggur raspberry. Jadi ia berkata. tolong jangan katakan bahwa anda tak akan mengijinkan Diana bermain denganku lagi. “Dari semua wanita cerewet yang pernah kutemui dia yang paling parah. mendapati pemohon bermata penuh semangat dan berbibir pucat di ambang pintu. ia sangat yakin Anne telah membuat Diana mabuk karena kedengkian belaka. pemurung yang selalu paling sulit untuk diatasi. Nyonya. dalam keadaan sangat kacau. Dalam pertimbangannya. Barry. Anne menggenggam tangannya. Kalau anda melarangnya maka hidupku akan sangat menderita. tak berpengaruh pada Nyonya. tapi dia tetap tak mempercayaiku. Wajahnya mengeras. Menurut anda. Aku memberitahunya itu semua sebuah kesalahan dan bukan kau yang salah. Aku mengatakan terus terang padanya bahwa anggur wine itu bukan untuk diminum tiga gelas penuh sekaligus dan kalau ada anak yang meminumnya seperti itu maka anak itu pasti sangat rakus. tolong maafkanlah aku. Lynde dalam sekejap. Barry bahkan membuatnya semakin jengkel. dan kemarahannya sangat dingin. meninggalkan anak kecil yang sangat kebingungan itu di serambi depan. ??? dan ia sangat ingin menjaga anak perempuannya dari kontaminasi karena keakraban lebih lanjut dengan anak yang seperti itu. Barry memang tak memaafkanmu!” bentak Marilla. Barry. apakah anda akan sengaja membuatnya mabuk? Kupikir itu hanya anggur raspberry. Kemudian Anne keluar tanpa penutup kepala dalam hawa dingin senja musim gu. Ia curiga pada bualan Anne dan gerak tubuhnya yang dibuat-buat dan menganggap anak itu sedang mengolok-oloknya. Oh. dengan sangat tenang dan mantap berjalan seorang diri melalui deretan pohon semanggi di sekeliling jembatan kayu dan terus sampai ke rimbunan pohon spruce.“Nyonya. aku memaparkan semua fakta itu dengan tenang yang merupakan tamparan tepat baginya. “Apa maumu?” sambutnya kaku. Aku tak bermaksud untuk—untuk— membuat Diana mabuk. dengan kejam dan dingin: 104 . Bagaimana aku bisa tega? Coba bayangkan kalau anda adalah seorang anak perempuan yatim piatu yang diadopsi oleh orang yang baik dan anda hanya punya satu teman dekat di seluruh dunia. diterangi sinar pucat bulan sabit di kaki langit hutan bagian selatan.” Marilla melangkah cepat ke dapur. Barry adalah seorang wanita yang teguh pendirian kalau sudah berprasangka dan tak menyukai seseorang.” Ucapan ini yang telah dapat melembutkan hati Nyonya. “Oh. Nyonya. membuka pintu yang diketuk malu-malu.

Tapi ketika ia masuk ke loteng timur sebelum tidur dan mendapati Anne menangis sendiri sampai tertidur. Barry. aku TIDAK berpikir ia adalah wanita yang sopan. Anne yang kehilangan harapan kembali ke Green Gables. “Aku pergi sendiri menemui Nyonya. yang sedang menekuni jahitan kain percanya di jendela dapur.” gumamnya. Kemudia ia membungkuk dan mencium pipi yang bersemu di bantal itu. Marilla. kau tak boleh bicara seperti itu. kebetulan saja Anne sepintas lalu melihat Diana di Dryad’s Bubble memberi isyarat misterius. keheranan dan harapan berebutan tampak di matanya yang ekspresif. menyibak rambut dari wajahnya yang bersimbah airmata. Tapi harapan memudar ketika dia melihat raut wajah Diana yang murung. Dalam sekejap Anne telah keluar dari rumah dan berlari ke lembah. “Anak kecil yang malang. ketika malam itu ia menceritakan cerita itu selengkapnya pada Matthew. Barry.” sahut Nyonya. berusaha keras mengatasi keinginan tak pantas untuk tertawa terbahak-bahak yang dirisaukannya karena mulai menggelitikinya. Barry dan ia memperlakukanku penuh hinaan.“Kupikir kau bukan gadis kecil yang cocok sebagai teman Diana. “Diana sudah pergi ke Carmody dengan ayahnya. 105 . Dan sungguh. Bab XVII – Daya Tarik Baru dalam Hidup KEesokan sorenya Anne.” Bibir Anne gemetar. Tak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali berdoa dan aku tak terlalu berharap itu akan berguna karena. Sebaiknya kau pulang dan jaga tingkah lakumu. ia benar-benar tertawa puas atas penderitaan Anne.” “Anne. “Bolehkah aku bertemu Diana sekali saja untuk mengucapkan salam perpisahan?” dia memohon.” katanya pada Marilla. aku tak yakin Tuhan Sendiri bisa berbuat banyak pada orang yang keras kepala seperti Nyonya. “Hilang sudah harapan terakhirku. Marilla.” damprat Marilla. kemudian melangkah masuk dan menutup pintu. suatu kelembutan yang tak biasa menjalari wajahnya.

” sahut Anne. “apakah kau MENCINTAI ku?” “Kenapa. Diana. “Di tahun-tahun mendatang ingatan tentangmu akan bersinar laksana bintang dalam kehidupanku yang sepi. “dan aku tak akan pernah punya teman karib lain—aku tak akan mau. ia bilang aku tak boleh bermain denganmu lagi. Diana. maukah engkau memberiku seikat rambutmu yang hitam pekat sebagai kenangan berharga selamanya dalam perpisahan ini?” “Apa kau punya sesuatu untuk memotongnya?” tanya Diana.” Anne menarik napas panjang.” “Dan aku akan selalu mencintai engkau. dan berubah menjadi kepraktisan. tolong ucapkan sekali lagi. “Ya. Ia bilang aku hanya punya waktu sepuluh menit dan ia menghitung waktuku. kau harus yakin itu. Diana. Diana. tapi tak ada gunanya. Anne. sungguh-sungguh mengulurkan tangannya. Oh. Anne. Apa kau tak tahu itu?” “Bukan.” “Oh. Untungnya aku membawa gunting jahitan kain perca di saku celemekku. kupikir tak seorang pun akan mencintaiku.” sahut Diana tersedak.“Ibumu belum luluh juga?” tanyanya terengah. sembari menyeka airmata yang mulai mengalir lagi karena tekanan suara Anne yang mengharukan. “Kupikir tentu saja kau MENYUKAI ku tapi aku tak pernah berharap kau MENCINTAI ku. Oh.” Diana menangis tersedu. “Oh. maukah kau berjanji setia tak akan pernah melupakanku. Dengan khidmat dia menggunting salah satu gulungan rambut 106 . dan oh. tak peduli seberapa pun lebih sayang teman lain membelai dikau?” “Sungguh aku mau. Begitu lama aku merayunya untuk mengijinkanku mengucapkan selamat tinggal padamu. Diana.” sahut Anne dengan suara sedih. seperti isi cerita terakhir yang kita baca bersama itu. Aku tak bisa mencintai orang lain seperti aku mencintaimu. tentu saja aku mencintaimu. Seingatku belum pernah ada seorang pun yang mencintaiku. Kenapa. Diana menggeleng sedih. sahabat masa kecilmu. Diana.” sahut Anne. “dan aku akan selalu mencintaimu.” “Aku mencintaimu dengan setia.” tangis Anne.” “Sepuluh menit tidaklah sangat lama untuk mengucapkan salam perpisahan terakhir. sembari menggenggam tangannya. ini menakjubkan! Ini sinar cahaya yang selamanya akan menerangi kegelapan karena harus berpisah dari dikau. Aku menangis terus menerus dan aku katakan padanya itu bukan salahmu. “Belum.

Kemudian dia kembali ke rumah. Tapi aku merasa sangat sedih bahwa mungkin itu 107 .” sahut Marilla. Dia sangat membosankan dan lamban serta tak pernah tampak bersuka cita. “Aku tak akan pernah punya teman lain.” “Aku akan mencoba menjadi siswa teladan. Phillips bilang Minnie Andrews adalah murid teladan dan tak ada percikan api imajinasi atau kehidupan dalam dirinya. karena sekarang aku tak punya Katie Maurice dan Violetta. Dan kalau pun ada mereka tetap saja tak sama.” paparnya.” sahut Marilla tak simpatik. Tolong pastikan itu dikuburkan bersamaku. Barry akan menyesali apa yang telah dilakukannya dan mengijinkan Diana menghadiri upacara pemakamanku. Aku menggunakan bahasa paling menyedihkan yang terpikir olehku dan berkata ‘engkau’ dan ‘dikau’. Aku benar-benar dalam keadaan yang lebih buruk dari sebelumnya. melambaikan tangannya dengan sedih ke belakang kapan saja dia menoleh ke belakang. sahabatku tercinta.” “Kurasa tak banyak yang takut akan berduka karena kematianmu selama kau bisa bicara. “Kalau kau kembali bersekolah kuharap kami tak akan mendengar lagi memecahkan batu tulis di atas kepala orang dan tingkah laku seperti itu.” dia memberitahu Marilla. “Hanya itu yang tersisa untukku. karena aku tak yakin akan panjang umur. Tuan. Untuk selanjutnya kita harus berperan sebagai orang yang tak saling mengenal meskipun tinggal berdampingan. tak akan banyak kegembiraan lagi di sekolah. Di sekolah aku bisa melihatnya dan merenungkan hari-hari yang telah berlalu.” Anne mengiyakan dengan muram. anak kecil impian tak lebih memuaskan dari sahabat yang nyata. “Aku akan kembali bersekolah. menyembunyikan kesenangannya karena perkembangan yang menggembirakan ini.” “Sebaiknya kau merenungkan pelajaranmu dan hitung-hitungan. sekarang temanku telah dipisahkan dariku dengan kejam. Jaga sikapmu dan lakukan saja apa yang disuruh oleh gurumu. Senin berikutnya Anne memberi kejutan pada Marilla karena turun dari kamarnya dengan mengepit keranjang buku di lengan dan pinggulnya. Bibirnya membentuk garis kebulatan tekad. Diana dan aku mengalami perpisahan yang sangat mengharukan di taman.’ Diana memberiku seikat rambutnya dan aku akan menjahitnya di sebuah tas kecil dan mengalungkannya di leherku seumur hidupku. Anne. Itu akan selamanya sakral dalam ingatanku. tak sedikit pun terhibur karena adanya perpisahan yang romantis ini. “Kukira. Tapi hatiku akan selalu setia padamu. “Semuanya sudah berakhir. ‘Engkau’ dan ‘dikau’ tampak jauh lebih romantis daripada ‘kau. Bagaimana pun juga.” Anne berdiri dan memandang Diana sampai tak kelihatan lagi. Mungkin ketika ia melihatku terbujur kaku dan mati di depannya Nyonya. Selamat jalan kuucapkan padamu.Diana.

Anne menjatuhkan apel itu seolah-olah itu adalah batu bara merah-panas lalu dengan berlagak membersihkan tangannya dengan sapu tangan. 108 . mencaploknya sebagai salah satu keuntungan tambahan baginya. yang diberikakan padanya setelah jam makan malam. Anne dengan senang menerimanya dengan sangat ramah dan memberi senyuman anggun sebagai balasan untuk orang yang memberinya hadiah sehingga pemuda yag terpikat itu langsung terbang ke langit ke tujuh saat itu juga karena sangat gembira dan akibatnya dia membuat kesalahan yang mengerikan dalam diktenya sehingga Tuan. Katie Boulter memberinya botol parfum untuk menyimpan air batu tulis. suaranya dalam bernyanyi dan kemampuannya yang dramatis dalam membaca buku keras-keras saat jam makan malam. ketika Timothy Andrews kecil. mendapat sambutan yang lebih baik. berharga dua sen sedangkan pensil biasa hanya satu sen. sangat cocok untuk menghias celemek. Bukan hanya anak-anak itu yang “menghargai” nya. yang menyapu sekolah dan menyalakan api. dihias indah dengan belang merah dan kertas kuning. “Ini sangat bagus untuk dinikmati. Pensil batu tulis Charlie Sloane. Phillips menyuruhnya duduk dengan siswa teladan Minnie Andrews—dia mendapati sebuah “apel starwberry” besar dan lezat di atas mejanya. Ella May MacPherson memberinya potongan bunga pansy kuning dari sampul katalog bunga—jenis hiasan meja yang sangat dihargai di sekolah Avonlea. Ketika Anne berjalan ke tempat duduknya setelah jam makan malam—Tuan. Anne mengambilnya dan siap untuk menggigitnya ketika dia teringat bahwa satu-satunya tempat dimana apel strawberry tumbuh adalah di kebun buah Blythe tua di sisi lain dari the Lake of Shining Waters. Tapi karena.” Anne mendesah terpesona di depan Marilla malam itu. Ruby Gillis menyelundupkan tiga buah prem biru untuknya selama pembacaan Perjanjian.” Di sekolah Anne disambut dengan tangan terbuka. Sophia Sloane menawarkan untuk mengajarinya pola baru renda rajutan yang sangat elegan. Apel itu terletak tak tersentuh di atas mejanya sampai keesokan paginya. Pasti aku akan menangis sedih kalau melewatinya. Aku tak tahan harus melewati Birch Path sendirian.akan mudah bagiku sekarang. Phillips menahannya seusai sekolah untuk menuliskannya kembali. Kehilangan imajinasinya terasa berat dalam permainan. Aku akan menyusuri jalan. dan Julia Bell menyalin curahan hati berikut ini dengan hati-hati di atas sehelai kertas pink yang berlekuk di tepi: Ketika senja menurunkan layarnya Dan menjepitnya dengan bintang Ingatlah bahwa kau punya teman Meski pun ia jauh mengembara.

Kekasihku Diana:-Tentu saja aku tak marah padamu karena kau harus mematuhi ibumu. Tapi keesokan paginya sebuah catatan dalam gulungan dan lipatan yang paling mengerikan sekaligus menakjubkan. Jiwa kita bisa berhubungan erat. Aku sangat merindukanmu untuk menceritakan seluruh rahasiaku dan aku tak menyukai Gertie Pye sedikit pun.S Marilla dengan pesimis menduga akan banyak masalah sejak Anne mulai ke sekolah lagi. Aku akan menyimpan hadiahmu yang indah selamanya. Pembatas buku sedang sangat tren sekarang dan hanya tiga siswi di sekolah yang tahu cara membuatnya. Mungkin Anne mendapat sesuatu dari semangat “teladan” dalam diri Minnie Andrews. P. Diana hanya tersenyum sekali padaku. dan sebuah paket kecil diberikan untuk Anne. dan segera mengirim balasan ke sisi samping lain sekolah. Aku membuatkan untukmu salah satu pembatas buku baru dari kertas tisu berwarna merah. Tolong maafkan kesalahan yang ada karena ejaanku belum bagus benar.Arak-arakan Caesar melucuti kegagalan Brutus Itu memang benar tapi putra terbaik Rome lebih dikenangnya. karena aku masih sangat mencintaimu seperti sebelumnya. Ketika kau melihatnya ingatlah Sahabat sejatimu Diana Barry. Kekasihmu sampai ajal memisahkan kita Anne atau Cordelia Shirley. mencium pembatas bukunya. Tapi tak ada tanda-tanda. Minnie Andrews anak yang sangat manis—meskipun dia tak punya imajinasi— tapi setelah aku menjadi teman akrib Diana aku tak bisa jadi teman akribnya Minnie. Anne membaca tulisan itu. “Kurasa. A. ATAU C.S. meskipun sudah banyak berkembang. Anne sayang (seperti dulu) Ibu bilang aku tak boleh bermain atau pun berbicara denganmu meskipun di sekolah. setidaknya sejak saat itu dia 109 . sehingga ketiadaan penghargaan dan pengakuan yang dapat dilihatnya dari Diana Barry yang duduk dengan Gertie Pye melukai kemenangan kecil Anne. Aku akan tidur dengan suratmu di bawah bantalku malam ini. Ini bukan kesalahanku dan tolong jangan marah padaku.” keluhnya sedih pada Marilla malam itu.

Bahasa Prancis dan Aljabar. “Itu pelajaran yang benar-benar sangat mengerikan. Hal itu nyaris seburuk yang tampak. Bahkan meskipun sekarang kami bertemu seperti orang asing aku masih mencintainya dengan cinta yang TAK TERPADAMKAN. Tapi aku tak keberatan dikalahkan oleh Diana. “Aku yakin tak akan pernah bisa memahaminya. membuatnya terpesona. Kebencian dan cinta dalam dirinya sama besarnya. Bahkan Diana lebih bisa daripada aku. Marilla. Phillips bilang aku orang bodoh paling parah yang pernah ditemuinya dalam pelajaran itu.berhubungan sangat baik dengan Tuan. Marilla. Mungkin Tuan. tapi sangat dikhawatirkan dari pihak Anne tidak seperti itu. yang tentu saja memiliki kekerasan hati yang tak patut dipuji karena menyimpan dendam. Bulan pertama Gilbert lebih unggul tiga angka. Geometri.” erangnya. Tapi kemenangannya ternoda oleh kenyataan bahwa Gilbert mengucapkan selamat padanya dengan sepenuh hati di depan seluruh siswa. Bulan kedua Anne mengalahkannya dengan selisih lima angka. Suatu pagi Gilbert telah mengerjakan semua tugas hitung-hitungannya dengan benar dan namanya ditulis di papan tulis sebagai suatu penghormatan. Akan jauh lebih menyenangkan baginya kalau Gilbert merasa sedih karena kekalahannya. akan menjadi yang pertama. sekarang Anne. Phillips. Anne menderita kekalahan dalam pelajaran geometri. karena itu akan mengakui keberadaan Gilbert yang dengan gigih diabaikan oleh Anne. Sama sekali tak ada kesempatan untuk berimajinasi dalam mempelajarinya. Aku selalu merasa sangat sedih saat memikirkannya. dengan lontaran kepangan rambut merah panjangnya. seseorang tak akan sedih terlalu lama di dunia yang menyenangkan ini. Suatu hari yang sangat buruk mereka seri dan nama mereka dituliskan bersama-sama. kan?” Bab XVIII – Anne untuk Penyelamatan 110 . dan ketersiksaan Anne tampak sejelas kepuasan pada diri Gilbert. tapi persaingan telah dimulai dan reputasi berubah-ubah di antara mereka. Ketika ujian tulis di setiap akhir bulan diadakan terjadi ketegangan yang sangat mengerikan. pagi berikutnya Anne. semuanya tampak wajar dari pihak Gilbert. bertekad untuk tak dapat dikalahkan oleh Gilbert Blyhte dalam pelajaran apa pun. Ini sangat memalukan. Dia memfokuskan dirinya jiwa dan raga untuk belajar. tapi seorang murid yang tekadnya tak tergoyahkan seperti Anne hampir tidak lepas membuat kemajuan siapa pun guru yang membimbingnya. Sekarang Gilbert juara dalam pelajaran pengejaan. setelah bergulat keras dengan pecahan desimal sepanjang malam. Phillips memang bukan guru yang sangat baik. Persaingan di antara mereka segera kelihatan. Tuan. Di akhir periode Anne dan Gilbert dinaikkan ke kelas lima dan dibolehkan untuk mulai mempelajari elemen “percabangan”—yaitu Bahasa Latin. Dan Gil—maksudku beberapa murid lain sangat pandai di bidang itu. Dia tak akan merendahkan dirinya dengan mengakui bahwa dia berniat menyaingi Gilbert dalam tugas sekolah. Tapi sungguh. Marilla.

pernahkah kau mempelajari geometri saat kau sekolah?” “Well. Matthew terkantuk-kantuk karena PENGACARA PARA PETANI di sofa dan Anne di meja menekuni pelajarannya dengan tekad kuat. Rachel Lynde juga ikut pergi. dan jarijari Anne menggelenyar menggapainya. meninggalkan Anne dan Matthew untuk menjaga rumah sampai ia kembali keesokan harinya. meskipun ia adalah oposisi dari pihak yang mengadakan pertemuan itu. Oleh karena itu. sadar dari tidurnya dengan terkejut. Aku sangat bodoh dalam geometri. Anne meletakkakannya kembali di atas rak jam dan membayangkan buku itu tak ada di sana. Jadi ia pergi ke kota dan mengajak serta suaminya—Thomas akan berguna untuk menjaga kuda—dan Marilla Cuthbert dengannya. walaupun berkali-kali memandang sedih ke rak jam. Saat itu Bulan Januari ketika perdana pendeta datang. Rachel luar biasa bersenangsenang di pertemuan besar. Kebanyakan masyarakat Avonlea mendukung perdana pendeta.” sahut Matthew. Jane telah meyakinkannya bahwa buku itu memang diperlukan untuk membuat hati berdebar-debar. Tapi itu berarti kemenangan bagi Gilbert Blythe keesokan harinya. Sepintas lalu mungkin keputusan dari Perdana Pendeta Kanada untuk memasukkan daerah Pangeran Edward dalam perjalanan politik tak tampak banyak berpengaruh pada keberuntungan Anne Shirley kecil di Green Gables. tidak. Nyonya. Marilla sendiri diam-diam tertarik pada politik. sementara Marilla dan Nyonya. “Matthew. atau kira-kira begitulah tujuannya. dimana terletak buku baru yang dipinjamkan oleh Jane Andrews hari itu. untuk menyapa pendukung setianya dan dan yang bukan pendukungnya berhubung dipilih untuk menghadiri pertemuan besar kelompok itu yang diadakan di Charlottetown.SEMUA hal besar diselesaikan dengan hal-hal kecil. Api besar menyala-nyala di kompor Waterloo model lama dan kristal es biru-putih bercahaya di kaca jendela. oleh karena itu pada malam diadakannya pertemuan itu hampir seluruh pria dan lumayan banyak wanita pergi ke kota yang jauhnya 30 mil. dengan cepat ia menerima ajakan itu. Kau tak bisa sepantasnya bersimpati kalau kau tak pernah mempelajarinya. Anne dan Matthew membuat dapur menjadi sangat menyenangkan bagi mereka. dan ia berpikir mungkin ini satu-satunya kesempatan baginya untuk dapat melihat perdana pendeta yang nyata secara langsung. Tapi hal itu sungguh berpengaruh.” 111 .” Anne menghela napas. “Aku berharap kau pernah mempelajarinya. Rachel Lynde adalah seorang politisi yang yang sangat bersemangat dan tak percaya pertemuan politis itu bisa berjalan tanpa kehadirannya. Nyonya. Matthew. tak pernah. Ini membuat seumur hidupku menjadi gelap. “karena dengan demikian kau bisa bersimpati padaku.

“Well, aku tak tahu,” sahut Matthew menenangkan. “Kurasa kau baik-baik saja dalam apa pun. Minggu lalu di toko Blair di Carmody Tuan. Phillips bilang padaku bahwa kau murid terpandai di sekolah dan telah membuat kemajuan pesat. ‘Kemajuan pesat’ adalah kata-katanya yang sebenarnya. Di sekolah mereka mempergunjingkan Teddy Phillips dan menurutnya ia bukanlah guru yang suka menonjolkan diri, tapi kurasa ia orang yang baik.” Matthew akan berpendapat siapa pun yang memuji Anne sebagai orang “yang baik.” “Aku yakin bisa lebih berhasil dalam geometri kalau saja ia tak mengubah hurufhurufnya,” keluh Anne. “Aku telah mempelajari semua rumusnya di luar kepala kemudian ia menggambarkannya di papan tulis dengan huruf-huruf yang berbeda dari apa yang ada di buku dan aku sungguh merasa bingung. Kupikir seorang guru tak seharusnya mengambil kesempatan jahat seperti itu, ya kan? Sekarang kami sedang mempelajari ilmu pertanian dan akhirnya kutemui apa yang membuat jalanan menjadi merah. Ini kesenangan yang hebat. Aku bertanya-tanya dalam hati bagaimana Marilla dan Nyonya. Lynde bersenangsenang. Nyonya. Lynde bilang Kanada tak lama lagi akan runtuh seperti di Ottawa dan itu adalah peringatan yang mengerikan bagi para pemilih. Katanya kalau wanita dibolehkan untuk memberikan suara maka kita akan segera melihat perubahan yang menggembirakan. Apa yang kau pilih, Matthew?” “Konservatif,” sahut Matthew cepat. Memilih Konservatif adalah bagian dari ajaran agama yang dianut Matthew. “Kalau begitu aku juga Konservatif,” sahut Anne bertekad. “Aku senang karena Gil—karena beberapa anak laki-laki di sekolah adalah orang-orang Grit. Kurasa Tuan. Phillips juga Grit karena ayah Prissy Andrews adalah salah seorang Grit, dan Ruby Gillis bilang bahwa ketika seorang pria sedang pacaran ia harus selalu sepaham dengan ibu pacarnya dalam hal agama dan dengan ayahnya dalam hal politik. Apakah itu benar, Matthew?” “Well, aku tak tahu,” sahut Matthew. “Apa kau pernah pacaran, Matthew?” “Well, tidak, aku tak tahu apa aku pernah pacaran,” sahut Matthew, yang benarbenar tak pernah berpikir tentang hal seperti itu seumur hidupnya. Anne membayangkan dengan menopang dagu di tangannya. “Apa menurutmu, pacaran itu pasti lumayan menyenangkan, Matthew? Ruby Gillis bilang ketika dia beranjak dewasa dia akan memiliki sangat banyak deretan kekasih dan membuat mereka semua tergila-gila padanya; tapi kupikir itu akan terlalu mengasyikkan. Aku lebih suka hanya punya satu kekasih yang berpikiran

112

sehat. Tapi Ruby Gillis tahu banyak tentang hal itu karena dia punya banyak kakak perempuan, dan Nyonya. Lynde bilang anak-anak perempuan dalam keluarga Gillis telah tumbuh seperti kue panas. Tuan. Phillips pergi menemui Prissy Andrews hampir setiap malam. Ia bilang itu dilakukannya untuk membantunya belajar tapi Miranda Sloane juga belajar untuk kepentingan Ratu, dan kupikir ia lebih membutuhkan bantuan daripada Prissy karena dia jauh lebih bodoh, tapi Tuan. Phillips sama sekali tak pernah datang menemuinya di waktu malam. Banyak sekali hal di dunia ini yang tak terlalu kupahami, Matthew.” “Well, aku tak tahu meskipun aku memahaminya semua sendiri,” aku Matthew. “Well, kurasa aku harus menyelesaikan pelajaranku. Aku tak akan mengijinkan diriku membuka buku baru yang dipinjamkan oleh Jane itu sampai aku selesai belajar. Tapi itu godaan yang sangat mengerikan, Matthew. Bahkan ketika aku membalikkan badanku aku bisa melihat buku itu di sana dengan jelas. Jane bilang dia sampai menangis hebat sendirian karena buku itu. Aku suka buku yang membuatku menangis. Tapi kupikir aku akan membawa buku itu ke ruang duduk dan menguncinya di lemari tertutup dan memberikan kuncinya padamu. Dan kau TAK boleh memberikannya padaku, Matthew, sampai aku selesai belajar, tidak bahkan meskipun aku memohon padamu dengan berlutut. Sangat baik bilang menahan godaan, tapi jauh lebih mudah menahannya jika kau tak punya kuncinya. Kalau begitu bolehkah aku turun ke ruang bawah tanah dan mengambil beberapa buah coklat, Matthew? Apa kau mau buah coklat?” “Well, aku tak tahu kecuali apa yang kuinginkan,” sahut Matthew, yang tak pernah makan buah coklat tapi tahu kelemahan Anne akan buah coklat. Begitu Anne muncul dengan riang dari ruang bawah tanah dengan piring penuh coklat terdengar suara langkah kaki cepat di atas papan untuk berjalan yang licin karena es di luar dan kemudian pintu dapur terhempas terbuka dan dengan tergesa Diana Barry, berwajah pucat dan kehabisan napas, dengan syal yang tampak terburu dililitkan menutupi sekeliling kepalanya. Anne dengan cepat melepaskan lilinnya dan piring karena terkejut, lalu piring, lilin, dan apel pecah bersamaan di bawah tangga ruang bawah tanah dan ditemukan di dasar telah melekat dalam bentuk minyak yang mencair, keesokan harinya, oleh Marilla, yang mengumpulkannya dan bersyukur rumahnya tak terbakar. “Ada masalah apa, Diana?” jerit Anne. “Apa ibumu akhirnya menaruh kasihan?” “Oh, Anne, cepatlah datang,” Diana memohon dengan gugup. “Minnie May sedang sakit parah—dia menderita batuk yang disertai sesak napas. Young Mary Joe bilang—dan ayah dan ibunya sedang ke kota dan tak ada seorang pun yang memanggil dokter. Minnie May sakit berat dan Young Mary Joe tak tahu harus berbuat apa—dan oh, Anne, aku takut sekali!”

113

Matthew, tanpa bicara, meraih topi dan mantel, berlalu melewati Diana dan berjalan di kegelapan halaman. “Ia pergi untuk memasangkan pakaian pada kuda untuk pergi ke Carmody memanggil dokter,” kata Anne, yang tergesa mengambil penutup kepala dan jaket. “Aku juga tahu itu seolah ia mengatakan demikian. Matthew dan aku sehati, aku bisa membaca pikirannya tanpa kata-kata sama sekali.” “Aku tak yakin ia akan menemukan dokter di Carmody,” Diana menangis tersedu. “Aku tahu Dr. Blair sudah pergi ke kota dan kurasa Dr. Spencer akan pergi juga. Young Mary Joe tak pernah melihat seorang pun yang menderita batuk disertai sesak napas dan Nyonya. Lynde sedang keluar. Oh, Anne!” “Jangan menangis. Di,” sahut Anne menghibur. “Aku tahu benar harus berbuat apa pada orang yang menderita batuk seperti itu. Kau lupa bahwa Nyonya. Hammond melahirkan bayi kembar tiga kali. Ketika kau menjaga tiga pasang bayi kembar, maka secara alamiah kau akan memiliki banyak pengalaman. Mereka semua menderita batuk asma secara teratur. Tunggu saja sampai aku mendapatkan botol ipepac—mungkin kau tak punya satu pun di rumahmu. Sekarang ayo.” Kedua anak perempuan itu mempercepat langkah ke luar bergandengan tangan dan berjalan tergesa melalui Lover’s Lane dan melintasi lapangan yang mengeras di seberangnya, karena salju terlalu dalam untuk melewati jalan pintas. Anne, meskipun merasakan kesedihan yang tulus untuk Minnie May, tidak sampai merasa akan pingsan karena keadaan yang seperti roman itu dan untuk kemanisan yang sekali lagi terbagi dengan orang yang sehati. Suasana malam jernih dan sangat dingin, seluruh bayangan kayu ebony dan lembah bersalju yang tampak keperakan; bintang besar bersinar di atas lapangan yang sunyi; dimana-mana pepohonan fir yang berdiri menjulang tampak gelap dengan salju menutupi dahan-dahannya dan angin berhembus disela-selanya. Anne berpikir pasti akan sangat menyenangkan menikmati semua misteri dan keindahan ini dengan teman karib yang sudah lama berpisah. Minnie May, berumur tiga tahun, sedang benar-benar sangat sakit. Dia berbaring di sofa dapur dalam keadaan terserang demam dan tak tenang, sementara suara napasnya yang sengau dapat terdengar di seluruh rumah. Young Mary Joe, seorang anak perempuan Prancis yang montok dan berwajah lebar dari sungai kecil, yang disuruh oleh Nyonya.Barry untuk tinggal dengan anak-anak selama ia tak di rumah, merasa tak berdaya dan bingung, sama sekali tak dapat berpikir harus melakukan apa, atau mengerjakannya kalau pun dia mampu memikirkannya. Anne mulai bekerja dengan keahlian dan kecepatan.

114

“Minnie May memang menderita batuk yang disertai asma; keadaannya cukup buruk, tapi aku pernah melihat yang lebih parah. Pertama kita harus punya banyak air panas. Kuberitahu, Diana, air yang ada di ceret tak lebih dari secangkir penuh! Sudah, aku sudah mengisinya penuh, dan, Mary Joe, kau bisa memasukkan beberapa kayu ke kompor. Aku tak mau melukai perasaanmu tapi kalau kau punya imajinasi kau pasti sudah memikirkan untuk melakukan itu sebelumnya. Sekarang, aku akan melepaskan pakaian Minnie May lalu membawanya ke tempat tidur, dan kau cobalah ambil baju dari kain planel yang lembut, Diana. Pertama sekali aku akan memberikannya satu dosis ipepac.” Minnie May tak mengambil ipepac itu dengan baik tapi tak ada gunanya Anne mengasuh tiga pasang anak kembar kalau tak dapat mengatasinya. Ipepac itu jatuh, tak hanya sekali, tapi berkali-berkali selama malam yang panjang dan menggelisahkan ketika kedua anak itu bekerja dengan sabar merawat Minnie May yang sakit, dan Young Mary Joe, benar-benar gelisah melakukan apa yang bisa dilakukannya, menjaga agar api terus menyala dan memanaskan air lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh rumah sakit untuk merawat bayi yang menderita batuk disertai asma. Saat itu jam tiga ketika Matthew datang dengan seorang dokter, karena ia harus berkeliling Spencervale untuk mendapatkan seorang dokter. Tapi kebutuhan mendesak akan pertolongan telah berlalu. Minnie May sudah jauh lebih baik dan sedang tertidur nyenyak. “Aku nyaris menyerah karena sangat putus asa,” jelas Anne. “Keadaannya semakin memburuk dan terus memburuk sampai dia tampak lebih sakit dari anak-anak kembar Nyonya. Hammond yang menderita sakit yang sama, bahkan pasangan kembar yang terakhir. Sebenarnya kupikir dia akan tercekik sampai mati. Aku memberinya setiap tetes ipepac di botol itu dan begitu dosis terakhir masuk ke mulutnya aku berkata pada diri sendiri—bukan pada Diana atau Young Mary Joe, karena aku tak mau membuat mereka lebih khawatir lagi dari sebelumnya, tapi aku harus mengatakannya pada diriku sendiri hanya untuk melegakan perasaanku—‘Ini harapan terakhir yang tak hilang-hilang dan aku takut, ini harapan yang sia-sia.’ Tapi dalam waktu sekitar tiga menit dia membatukkan lender kemudian keadaannya mulai membaik. Anda bisa bayangkan betapa leganya aku, dokter, karena aku tak bisa mengungkapnya dengan kata-kata. Anda tahu ada beberapa hal yang tak bisa diungkap dengan kata-kata.” “Ya, saya tahu,” dokter itu mengangguk. Ia memandang Anne seolah sedang memikirkan sesuatu tentangnya yang tak bisa diungkap dengan kata-kata. Bagaimanapun juga, kemudian, ia mengungkapkannya pada Tuan. dan Nyonya. Barry. “Anak kecil berambut merah yang diasuh di keluarga Cuthbert itu pandai sekali. Saya beritahu anda bahwa dia telah menyelamatkan nyawa bayi itu, karena saya

115

sampai di sana sudah terlalu terlambat. Nampaknya dia punya keahlian dan kesadaran yang menakjubkan untuk anak seumuran dia. Saya tak pernah melihat sesuatu seperti matanya ketika dia menjelaskan kejadian itu pada saya.” Anne pulang di pagi musim dingin yang menakjubkan, putih-tertutup embun, dengan mata yang berat karena kurang tidur, tapi tetap bicara tak henti pada Matthew saat mereka melintasi lapangan putih panjang dan berjalan di bawah tapak kaki peri yang gemerlapan di pohon maple Lover’s Lane. “Oh, Matthew, bukankah ini pagi yang menakjubkan? Dunia tampak seperti sesuatu yang dibayangkan Tuhan untuk kesenanganNya sendiri, ya kan? Pepohonan itu tampak seolah aku bisa meniupnya dengan sekali hembusan napas—pouf! Aku sangat senang tinggal di dunia yang ada embun yang membeku, kau juga kan? Dan bagaimana pun aku sangat senang Nyonya. Hammond punya tiga pasang anak kembar. Kalau ia tak punya maka aku tak tahu harus berbuat apa untuk Minnie May. Aku sangat menyesal pernah marah dengan Nyonya. Hammond karena punya anak-anak kembar. Tapi, oh, Matthew, aku ngantuk sekali. Aku tak bisa pergi sekolah. Aku hanya tahu aku tak sanggup menahan kantuk dan aku akan sangat bodoh. Tapi aku benci harus tinggal di rumah, karena Gil—beberapa murid lain akan menjadi juara kelas, dan sangat berat untuk bangkit lagi—walaupun tentu saja semakin berat maka akan semakin puas ketika kau bisa bangkit, ya kan?” “Well, kurasa kau akan mengaturnya dengan baik,” sahut Matthew, memandang wajah mungil Anne yang putih dan lingkaran hitam di bawah matanya. “Kau pergilah tidur segera dan tidurlah yang nyenyak. Aku akan mengerjakan semua pekerjaan berat.” Oleh karena itu Anne pergi tidur lalu tidur sangat lama dan nyenyak sampai dia terbangun di sore musim dingin yang putih dan kemerahan lalu dia turun dengan cepat ke dapur dimana Marilla, yang telah pulang ke rumah pada saat itu, sedang duduk merajut. “Oh, apa kau melihat Perdana pendeta nya?” seru Anne sekaligus. “Seperti apa beliau Marilla?” “Well, beliau tak pernah menjadi perdana pendeta karena tampangnya,” sahut Marilla. “Seperti hidung yang dipunyainya! Tapi beliau bisa berpidato. Aku bangga menjadi orang Konservatif. Rachel Lynde, tentu saja, adalah orang Liberal, tak ada gunanya bagi beliau. Makan malammu ada di oven, Anne, dan kau boleh mengambil sendiri sele prem biru di luar lemari. Kurasa kau lapar. Matthew telah menceritakan padaku kejadian semalam. Harus kuakui itu merupakan keberuntungan kau tahu apa yang harus dilakukan. Aku sendiri tak akan tahu harus berbuat apa, karena aku tak pernah melihat kasus batuk yang disertai asma. Karena itu sekarang, tak masalah bercakap-cakap sampai kau

116

Sekarang. tapi aku tak bisa memaksa diriku melakukan sesuatu yang tak romantis seperti mencuci piring pada saat yang mendebarkan ini.” Anne pulang ke rumah dengan menari-nari di senja musim dingin yang ungu melintasi tempat-tempat bersalju. “Anne Shirley—apa kau gila? Kembali sekarang juga dan pakailah sesuatu. Anne. Melihatnya berlari cepat melintasi kebun buah sementara rambutnya melambai-lambai. “Oh.” katanya. Marilla. Jauh di barat daya tampak sesuatu yang sangat bercahaya. tapi aku tak mau membangunkanmu. Suara dentingan lonceng kereta luncur di antara bukit bersalju terdengar seperti lonceng peri di udara yang sangat dingin. Kalau kau suka kau bisa ke rumahnya malam ini karena Diana tak bisa keluar rumah berhubung semalam dia masuk angin. ya. Katanya ia tahu kau tak bermaksud membuat Diana mabuk. Barry ada di sini tadi sore. Tak sampai Anne selesai menghabiskan secawan prem biru nya Marilla berkata: “Nyonya.” “Ya. “Aku sungguh sangat bahagia—ya. dan ia sangat menyesal karena telah bersikap seperti yang dilakukannya pada masalah anggur wine itu. ekspresinya sangat gembira dan seperti melayang di udara sementara dia meloncat-loncat.selesai makan malam. Sungguh suatu rahmat kalau dia tak mati karena masuk angin. tapi kau akan tetap terus bicara. Ia bilang kau telah menyelamatkan nyawa Minnie May. Aku bisa lihat dari tampangmu bahwa kau sudah cukup kenyang dengan omongan. Dia pergi tanpa topi atau syal. Hanya saat ini aku tak terlalu kecewa dengan rambutku yang merah. Marilla. Barry menciumku dan menangis lalu berkata ia menyesal sekali dan ia tak akan pernah mampu 117 . Aku seperti memanggil angin. bintang malam yang gemerlapan seperti mutiara di langit yang pucat keemasan dan warna merah yang sangat halus di atas menyinari tempat-tempat yang putih dan lembah sempit yang gelap yang ditumbuhi pohon spruce. dan ia berharap kau mau memaafkannya dan berteman baik lagi dengan Diana.” Marilla akan memberitahu sesuatu pada Anne. tapi alunan musik itu tak seindah nyanyian di hati dan bibir Anne. Ia mau menemuimu. Anne Shirley.” Peringatan itu tampak tak berguna. bolehkah aku pergi sekarang—tanpa mencuci piringku? Aku akan mencucinya begitu aku kembali. tapi ia tak memberitahunya saat itu juga karena ia tahu jika ia melakukannya maka akibatnya kegembiraan Anne benar-benar akan buyar yang berdampak pada selera makannya atau suasana makan malam. demi Tuhan jangan terlalu bergembira. pergilah. “Kau lihat di depanmu orang yang sangat bahagia. Nyonya.meski pun rambutku merah.” sahut Marilla memanjakan. wajahnya memancarkan kobaran semangatnya.

“Well. bagaimana pun juga. Lalu Diana dan aku melewati sore yang indah. Diana memperlihatkan padaku rajutan sulaman mewah yang diajarkan oleh bibinya yang tinggal di Carmody. Marilla?” Aku merasa sedang menimbun batu bara panas di kepala Nyonya. dengan helaan napas pendek. Barry memintaku untuk berkunjung sesering yang aku bisa dan Diana berdiri di jendela dan memberikan ciuman jarak jauh padaku sepanjang jalan menuju Lover’s 118 . Diana memberiku sebuah kartu yang bagus berhiaskan rangkaian mawar di atasnya dan syair puisi: “Jika kau mencintaiku seperti aku mencintaimu Tak ada yang dapat memisahkan kita kecuali kematian. Aku merasa malu berat. Lalu kami makan bolu buah. Marilla. Dan Nyonya. Diana membiarkanku yang mengaduknya sementara dia mengolesi piring dengan mentega lalu aku lupa dan gula-gula itu pun hangus. Gula-gula itu tak terlalu enak. ketika aku dewasa. kue manis. Aku tak bisa memberitahumu betapa hatiku bergetar karenanya.kurasa karena baik Diana mau pun aku tidak pernah membuatnya sebelumnya. Marilla. ‘aku tidak marah pada anda. seekor kucing melintasi sebuah piring dan itu harus dibuang. Sebelumnya tak pernah ada seorang pun yang menggunakan perangkat porselin terbaiknya karenaku. donat. dan dua macam sele. Nyonya. dan kami mengikrarkan sumpah yang sungguh-sungguh tak akan menunjukkannya pada orang lain. Barry. Phillips untuk mengijinkan kami duduk bersama lagi di sekolah. Aku tahu dari pengalaman yang menyedihkan bagaimana hal itu bisa melukai perasaan seseorang. kemudian ketika kami meletakkannya di platform agar dingin. Tapi proses pembuatannya sangat menyenangkan. Marilla. seolah aku benarbenar seorang tamu. Kupastikan bahwa aku tak bermaksud membuat Diana mabuk dan untuk selanjutnya aku akan menutup masa lalu dengan jubah kelupaan. tapi aku hanya berkata sesopan yang kumampu. Tak ada seorang pun di Avonlea yang mengetahuinya selain kami. Lalu ketika aku pulang Nyonya. Kami menikmati jamuan minum teh yang elegan.” “Aku tak tahu tentang itu. Marilla. Marilla. dan Gertie Pye bisa duduk dengan Minnie Andrews. Barry bertanya apakah aku mau teh dan berkata ‘Pa.’ Bukankah itu cara bicara yang cukup berwibawa. Setelah minum teh Diana dan aku membuat gula-gula. Nyonya. dan aku tak akan pernah tertawa ketika mereka membual. Kami akan meminta Tuan. Dan itu benar. “Aku akan selalu berbicara dengan gadis-gadis kecil seolah mereka juga orang dewasa. Barry.” Anne berkata dengan tekad kuat.” sahut Marilla.membalas jasaku. kenapa kau tak menawarkan biskuit pada Anne?’ Pasti sangat menyenangkan menjadi dewasa. ketika diperlakukan seolah kau sangat manis. Barry mengeluarkan perangkat porselin yang sangat bagus.

” sahut Marilla dengan menyindir. Kami sudah mengatur cara untuk memberi isyarat dengan lilin dan kertas karton. walaupun mungkin tak seorang pun akan tahu apa yang membuatnya berkorban dengan membatasi pembicaraan penting Diana dalam batas waktu sepuluh menit. bahwa aku merasa akan senang berdoa malam ini dan aku akan memikirkan doa terbaru yang khusus untuk merayakan peristiwa ini. Malapetaka dan Pengakuan “Marilla. Itu ideku.” “Aku tahu pasti itu memang idemu.” “Oh. Dua kilatan cahaya berarti. Marilla. 119 . “Dan berikutnya kau akan membuat gorden terbakar dengan isyarat omong kosongmu.” sahut Marilla tegas. lidahmu sangat senang berbicara.” Anne mengingatnya dengan sungguh-sungguh dan telah kembali dalam waktu yang ditentukan itu.” “Bagaimana kau tahu?” “Karena tadi dia memberi isyarat padaku dari jendelanya. Dan itu sangat menarik.” Bab XIX – Konser. Kami meletakkan lilin di ambang jendela lalu membuat kilatan cahaya dengan mengibas-ngibaskan kertas karton dan begitu seterusnya. “Kau dan Diana pulang dari sekolah bersama-sama dan kemudian berdiri di sana dalam salju selama setengah jam lebih.” “Tapi dia mau menemuiku. Kujamin.’ Diana baru saja mengisyaratkan lima kilatan cahaya. ingat itu. dan aku benar-benar menderita ingin tahu apa itu. Tapi setidaknya dia telah mempergunakannya dengan baik.” Anne memohon. “Aku tak mengerti untuk apa kau pergi kesana kemari tak tentu arah setelah gelap.’ Lima berarti. ‘Apa kau ada di sana?’ Tiga berarti ‘ya’ dan empat ‘tidak. kami sangat berhati-hati. “Ada hal yang sangat penting yang akan disampaikannya padaku. ‘Datanglah ke sini sesegera mungkin.” sahut Marilla singkat. bolehkah aku pergi untuk menemui Diana sebentar saja?” tanya Anne. Marilla. Banyaknya kilatan cahaya berarti suatu hal tertentu. keletak-keletuk. Marilla. karena ada hal penting yang ingin kusampaikan. tapi kau harus kembali ke sini hanya dalam waktu sepuluh menit.Lane. Jadi kupikir kau tak sampai sakit berat bila tak menemuinya lagi. kau tak perlu menderita lebih lama lagi. “Kau boleh pergi.” “Well. berlari terengah-engah turun dari loteng timur di suatu malam di Bulan February.

Marilla? Oh. Ini bukan seolah ulang tahun adalah hal yang biasa. Prissy Andrews akan membaca ‘Curfew Must Not Ring Tonight (Jam Malam Tak Boleh Berlaku Malam ini). ya. Anne. dan mengenai konser club itu.” sahut Anne. Dan kelompok paduan suara akan menyanyikan empat lagu sedih yang indah yang nyaris sebagus nyanyian pujian. Dan oh. Marilla?” “Kau dengar apa yang kubilang. beliau akan ikut serta. Barry mengijinkan Diana pergi. “Nyonya.” Anne memohon. Tindakan besar untuk anakanak. membuka matanya dan berkata dengan tegas: 120 . Kau akan memberiku ijin kan. dan jangan sampai aku mendengar sepatah kata pun lagi dari mulutmu. “Aku tak bilang acara itu tak sopan. karena kau tak akan pergi. tak bolehkah aku pergi. beliau akan memberikan sambutan. Pergilah tidur. Tapi kau tak boleh mulai keluyuran pergi ke konser dan berada di luar berjam-jam di malam hari. pendeta akan ikut serta.“Oh. Bayangkan kehormatan Anne kecilmu dibolehkan tidur di kamar tamu. Marilla. Sebaiknya kau berada di rumah di tempat tidurmu sendiri. semuanya omong kosong. Well.” “Suatu kehormatan kau bisa hidup tanpa itu. ibunya bilang dia boleh mengajakku pulang bersama dengannya dari sekolah dan tinggal semalaman dengannya. sungguh. Dan sepupunya akan datang dari Newbridge dengan pengeretan besar untuk pergi ke konser Debating Club (Klub Debat) di gedung besok malam. Merupakan kejutan bagiku Nyonya. dan gadis kecil seharusnya sama sekali tak diijinkan untuk pergi ke tempat seperti itu.” Ketika Anne. mengeluarkan usaha terakhir yang dipunyainya. telah naik ke atas dengan penuh kesedihan. Marilla. Marilla. Dan mereka akan mengajak Diana dan aku ke konser itu—jika kau mengijinkanku pergi. Barry bilang pada Diana bahwa kami boleh tidur di tempat tidur kamar tamu. aku yakin dengan mendengarnya akan membuatku mengerjakan banyak kebaikan. itu intinya.” “Kalau begitu kau bisa tenang. “Diana ulang tahun hanya sehari dalam setahun. Matthew. kan? Sekarang lepaskan sepatu bootmu dan pergilah tidur. Marilla. Sambutan itu kira-kira akan sama seperti khotbah. Marilla.” “Tapi ini kesempatan yang sangat spesial. aku merasa sangat bersemangat.” Anne sedih. Sekarang sudah jam delapan lewat. yang kelihatannya tertidur nyenyak di sofa selama percakapan itu berlangsung. dengan airmata mengalir di pipinya. Please. bagaimana menurutmu? Kau tahu besok adalah hari ulang tahun Diana.” “Aku yakin Debating Club adalah acara yang paling sopan. hampir menangis.’ Itu pelajaran moral yang cukup baik.” “Ada satu hal lagi.

Kemudian ia menyerah karena tak dapat mengelak lagi dan berkata ketus: “Baiklah. Dia akan pergi ke sana dan masuk angin seperti tak terjadi apa-apa. dan membuat pikirannya dicekoki dengan omong kosong dan kegembiraan. aku tak menyangsikannya. jangan salahkan aku. Keesokan paginya.” Anne berlari keluar dari dapur. Marilla. kau. Bukan ikut campur kalau kau mengeluarkan pendapatmu sendiri. tapi berpegang teguh pada pendapatnya benar-benar merupakan titik kekuatannya. kau membuat air yang berminyak menetes di lantai. Ini tindakan Matthew dan aku tak ikut campur.” “Kurasa sekali sudah cukup untuk mengatakannya.” “Menurutku kau harus mengijinkan Anne pergi. Tapi aku tak menyetujui rencana ke konser itu.” “Well. ucapkan kata-kata yang menyenangkan itu lagi. kau atau aku?” “Well. ketika Anne sedang mencuci piring sarapan di dapur.” Marilla menjawab pedas.” ulang Matthew tegas. Dan pendapatku adalah kau harus mengijinkan Anne pergi. Matthew. “Kalau begitu jangan ikut campur. kupikir kau harus mengijinkan Anne pergi. “Aku mungkin akan mengijinkannya bermalam dengan Diana. salahkan Matthew.” adalah jawaban ramah Marilla. “Oh. lap piring yang menetes di tangan. Itu akan mengganggu ketenangannya selama seminggu.” “Kau akan berpendapat aku harus mengijinkan Anne pergi ke bulan kalau dia mau begitu.” Untuk beberapa saat Marilla merasa tak perlu mengatakan apa pun. aku tak ikut campur. Pemberian alasan memang bukanlah titik kekuatannya. Anne Shirley. Kalau kau menderita radang paru-paru karena tidur di tempat tidur asing atau keluar dari gedung yang panas itu di tengah malam. dia boleh pergi. Marilla menghembuskan napas ketakberdayaan dan memilih diam.” Matthew mengakui. Marilla.“Well. “Siapa yang mendidik anak itu. Aku lebih mengerti watak anak dan apa yang baik baginya daripada kau.” 121 . Matthew berhenti ketika hendak ke luar ke gudang dan berkata lagi pada Marilla: “Kupikir kau harus mengijinkan Anne pergi. karena tak ada hal lain yang bisa membuatmu senang.” “Kalau begitu aku tak akan melakukannya. Marilla. Aku tak pernah melihat anak yang seceroboh ini. Matthew. Marilla. kalau hanya itu.

” Anne terlalu gembira untuk dapat membagi perhatiannya dengan adil pada pelajaran di sekolah. dan semua murid sangat tertarik pada acara itu berhubung kakak-kakak dan abang-abangnya akan ambil bagian. pipi berwarna merah dan mata memancarkan sinar kegembiraan. The Debating Club Avonlea. Mereka menghadiri “jamuan minum teh yang benar-benar elegan. walaupun mungkin aku melakukannya. karcis masuk sepuluh sen. Anak-anak muda di Avonlea telah berlatih selama bermnggu-minggu. Oh. Aku akan mengambil pasir dan menggosok nodanya sebelum ke sekolah. Gilbert Blythe mengalahkannya dalam pelajaran pengejaan dan jauh melampuinya dalam ilmu hitung di luar kepala. tapi ini akan menjadi acara besar.” kemudian mereka asyik berdandan di kamar kecil Diana di atas. kecuali Carrie Sloane. Matthew memahamiku. tapi kau lihat Matthew tahu itu. aku tahu akan percobaan yang berat bagimu. Anne merasa bahwa dia tak akan sanggup bila tak pergi ke konser itu. Marilla. Tapi bayangkan saja semua kesalahan yang tak kuperbuat. berlengan ketat. Carrie Sloane menangis di buku tata bahasanya sepanjang sore dan merasa hidup tak lagi berharga. Marilla. Bagaimana pun juga. Aku tak pernah ke konser seumur hidup. mantel buatan sendiri yang sudah kusam dengan topi bulu Diana yang 122 . Phillips pun terpaksa merasa malu yang tak terelakkan dengan membiarkan mereka membicarakan hal itu. karena mengingat konser dan tempat tidur kamar tamu. Dia dan Diana terus menerus membicarakannya sepanjang hari sampai dengan guru yang lebih tegas daripada Tuan. dan dipahami sangat menyenangkan. yang diadakan setiap dua minggu sepanjang musim dingin. Marilla. dan ketika anak-anak perempuan lain membicarakannya di sekolah aku merasa sangat terkucil. hatiku sungguh telah siap untuk pergi ke konser itu. rasa malu yang dialami Anne karena kekalahannya menjadi berkurang dari sebelumnya. Bagi Anne kegembiraan yang benar-benar nyata dimulai dengan pembubaran sekolah dan semakin bertambah setahap demi setahap sampai mencapai kegembiraan yang luar biasa di konser itu sendiri. Akhirnya mereka siap. dan mereka melakukan percobaan dengan setidaknya setengah lusin cara yang berbeda dalam menata rambut belakang mereka. sebagai sumbangan untuk pustaka. Semua murid di sekolah yang berumur sembilan tahun ke atas berharap bisa pergi. Diana menata rambut depan Anne bergaya pompadour dan Anne mengikat simpul Diana dengan keterampilan khusus yang dimilikinya. Anne tak sanggup menahan rasa sakit yang tiba-tiba ketika dia membandingkan tam nya yang hitam sederhana dan tak berbentuk.” sahut Anne menyesal. memiliki beberapa hiburan gratis yang lebih ringan. “Aku membuat banyak sekali kesalahan. Benar. yang ayahnya berpikiran sama dengan Marilla mengenai gadis kecil yang pergi ke luar untuk nonton konser di malam hari. Kau tak tahu betapa aku sangat merasakannya.“Oh. karena hari itu tak ada hal lain yang dibicarakan di sekolah.

setiap sensasi getaran yang berturut-turut lebih menggetarkan hati dari yang sebelumnya. bebukitan bersalju dan lautan biru yang dalam di Teluk St.” sahut Diana. sampai.keren dan jaket kecilnya yang bersih. dan. merasa bahwa dia harus menceritakannya. sebagaimana Anne telah meyakinkan Diana.” “Kau terlihat sangat manis.” panggil Anne.” Acara malam itu adalah serangkaian “sensasi getaran hati” untuk setidaknya seorang pendengar dalam kerumunan penonton. “Warna kulitmu adalah yang terbagus. Disana tampak matahari terbenam yang sangat indah. Hanya satu acara yang tak membuatnya tertarik. gelap tanpa ada satu pun sinar lampu. Phillips menyampaikan orasi Mark Anthony yang melangkahi mayat Caesar dengan nada suara yang paling membangkitkan semangat— sembari melihat ke arah Prissy Andrews di setiap akhir kalimat—Anne merasa bahwa dia bisa bangkit dan memberontak saat itu juga kalau saja seorang rakyat Roman yang memimpin. dan ketika Tuan. yang baru saja mendapat pujian dari salah seorang sepupunya. sembari meremas tangan Diana yang menggunakan sarung tangan di bawah jubah bulu. mereka semua berdesak-desakan dalam pengeretan besar.” Anne gemetar karena simpati yang dalam. Kemudian sepupu Diana. lebih karena simpati dengannya daripada dengan hiburan di pemilihan yang sudah agak kuno bahkan di Avonlea. ketika Sam Sloane terus menjelaskan dan menggambarkan “How Sockery Set a Hen (Bagaimana Sockery Menangkap Seekor Ayam Betina)” Anne tertawa sampai orang yang duduk di dekatnya pun ikut tertawa. Ketika Gilbert Blythe membacakan “Bingen on the Rhine (Pesta Minum-minum di Rhine)” Anne mengambil buku pustaka Rhoda Murray dan membacanya sampai Gilbert 123 . yang tampak seperti kegembiraan para kurcaci hutan. Lawrence yang tampak megah melingkar seperti mangkuk raksasa berisi mutiara dan batu safir yang dipenuhi dengan anggur dan api. Dentingan lonceng pengeretan dan gelak tawa yang tak ramah. “bukankah ini semua seperti mimpi yang indah? Apakah aku benar-benar tampak sama seperti biasa? Aku merasa sangat berbeda karena kukira perbedaan itu pasti tampak di wajahku. di antara jerami dan jubah berbulu. Ketika Prissy Andrews. Tapi seketika itu juga dia ingat bahwa dia punya daya imajinasi dan bisa menggunakannya. Murray bersaudara dari Newbridge. Diana. ketika kelompok paduan suara menyanyikan “Far Above the Gentle Daisies (Jauh di atas Bunga-bunga Daisy yang Lembut)” Anne menatap ke langit-langit seolah itu adalah lukisan dinding dengan malaikat. “Oh. Anne bersuka ria dalam perjalanan ke gedung. menyusuri jalan yang sehalus satin dengan salju yang mengering segar di bawah tapak. yang memakai baju sutra pink baru dengan seuntai mutiara di lehernya yang putih halus dan bunya anyelir sungguhan di rambutnya—desas-desus yang beredar mengatakan bahwa guru itu yang telah mengirimkannya semua ke kota untuknya—“menaiki tangga yang kotor. datang dari setiap penjuru arah.

Mereka selalu mencari murid dewasa untuk membacakan sesuatu. Apa menurutmu suatu saat kita akan diminta untuk melakukannya. “SESEORANG DI SANA. suatu hari nanti. “kau adalah teman baikku. melalui pintu kamar tamu. Saat itu jam sebelas ketika mereka sampai di rumah. Ruangan itu sangat hangat dan diterangi cahaya redup dari bara api di panggangan. siapa itu—APA itu?” Anne berbisik.” kata Diana. “Di sini sangat enak dan hangat. kekenyangan dengan pemborosan. Anne. saat dia duduk kaku dan tak bergerak sementara Diana bertepuk tangan sampai tangannya pedih. Anne dan Diana berjinjit menuju serambi depan. ada hembusan napas dan tangisan di sana—dan seseorang berkata dengan suara tertahan: “Tuhan Yang Pengasih!” Anne dan Diana tak pernah tahu bagaimana mereka turun dari tempat tidur itu dan keluar dari kamar. Apa kau sudah siap untuk tidur? Ayo kita balapan dan siapa yang akan sampai di tempat tidur lebih dulu. “Kita buka pakaian di sini. ruangan yang sempit dan panjang karena kamar tamu terbuka. giginya bergemeletuk karena dingin dan takut. tapi aku bahkan tak bisa mengijinkanmu membicarakan orang itu denganku. lalu melompat ke atas tempat tidur pada saat yang sama.” sahut Anne dengan wibawa. bukan SAUDARA PEREMPUAN. dia menatap tepat padamu. “Pasti akan puas berdiri dan membacakan sesuatu di sana. Oh. Diana?” “Ya.” “Diana.” “Bukankah tadi saat yang sangat menyenangkan?” Anne menarik napas bersemangat. Gilbert Blythe sering melakukannya dan dia hanya dua tahun lebih tua daripada kita. Kedua anak kecil berpakaian putih itu berlari menyusuri ruangan yang panjang. 124 .selesai. Mereka hanya tahu bahwa setelah kegaduhan yang menggelisahkan itu mereka mendapati diri mereka sedang berjinjit gemetar ke atas. “Oh. tentu saja. Semuanya tampak tertidur dan rumah dalam keadaan gelap dan sunyi. Kemudian—sesuatu—bergerak di bawah mereka. yuk.” Usul itu membuat Diana tertarik. bagaimana bisa kau pura-pura tak mendengarkannya? Ketika dia sampai di barisan. tapi dengan kesenangan manis yang semakin bertambah karena masih terus membicarakannya sampai tiba di rumah.

“Itu Aunt Josephine. “Oh. Dia merasa sungguh khawatir akan hal itu. kita harus tidur dengan Minnie May—dan kau tak bisa bayangkan bagaimana dia menendang. Barry ada di sini beberapa saat yang lalu dalam perjalannya ke Carmody. 125 . Ia tak akan bicara dengan Diana sama sekali. tapi katanya ia tak mau tinggal lebih lama lagi dan akan kembali ke kota besok. Well. “Itu salahku. Aku mengusulkan balapan untuk melihat siapa yang akan sampai di tempat tidur lebih dulu.” Keesokan paginya Miss Josephine Barry tak muncul saat awal sarapan. Lynde pedas.” “Itu bukan kesalahan Diana. Kami berharap bisa mengajaknya keluar untuk sebuah kunjungan. Itu sangat menakutkan—benar-benar menakutkan—tapi apa kau pernah tahu sesuatu yang sangat lucu. itu berakibat banyak kesulitan. Lynde. masalahnya. Nyonya.” sahut Diana. Kuharap kau tak mengganggu bibimu. Ia sangat formil dan sopan dan ia akan sangat marah karena hal ini.” sahut Anne menyesal. dengan kegembiraan seorang penebak yang benar. Miss Barry tua sangat marah ketika ia bangun tadi pagi—dan kemarahan Josephine Barry bukanlah main-main. tapi dengan kedipan mata. aku tahu itu. Lynde untuk suatu keperluan Marilla. “Aku sudah tahu itu adalah idemu. ketika dia pergi ke rumah Nyonya.” “Sudah kutebak!” sahut Nyonya. tadi itu Aunt Josephine. Ia sangat tua—tujuh puluh sekian— dan aku tak yakin ia PERNAH menjadi anak kecil. dan aku tahu ia akan sangat marah. Diana. Miss Barry tua datang untuk tinggal selama sebulan. Barry sampai penghujung sore. Barry tersenyum ramah pada kedua gadis kecil itu. “Nyonya.” Diana tetap bungkam dengan hati-hati. Oh. tapi tidak dalam waktu dekat. Anne. Anne bergegas pulang setelah sarapan dan juga tetap dalam kebodohan yang membahagiakan karena kerusuhan itu yang nantinya berakhir dalam rumah tangga Nyonya. karena aku mau memberitahumu bahwa Aunt Josephine telah tiba dan bagaimanapun kalian harus tidur di kamar atas. bagaimana pun caranya ia bisa ada di sana. aku yakin. tapi aku sangat lelah sampai ketiduran. tapi dia dan Anne yang duduk berseberangan di meja saling melemparkan senyum sembunyi-sembunyi karena rasa bersalah yang sekaligus menjadi hiburan. menghela napas sembara terbahak. Well. Anne?” “Siapa Aunt Josephine mu?” “Ia bibi ayahku dan tinggal di Charlottetown. “Jadi kau dan Diana nyaris membuat Miss Barry tua yang malang mati ketakutan semalam?” sahut Nyonya. “Apa malam kalian menyenangkan? Aku mencoba untuk tetap terbangun sampai kalian pulang.

126 . Lynde?” “Masalahnya. Oh. “Sesuatu bergerak cepat muncul di pikiranmu. Kalau anda berhenti memikirkannya anda akan merusak semuanya.” “Kenapa kau tak memberitahu mereka kalau itu salahku?” cecar Anne. Barry tak mengatakan itu padaku. kurasa tadi pagi mereka sangat sibuk karena masalah itu.” protes Anne. sembari terkikik menahan tawa dengan pandangan khawatir lewat bahunya tertuju ke pintu ruang duduk yang tertutup. “Ya.” “Oh. Nyonya. yang baginya sangat serius. Ia pasti sudah pergi hari ini kalau saja mereka tak menahannya. itu karena kau terlalu tak pedulian dan seenaknya. Katanya aku gadis kecil dengan tingkah laku paling buruk yang pernah dilihatnya dan bahwa kedua orang tuaku harus merasa malu dengan cara mereka mendidikku. Tentu saja.” “Aku sungguh anak yang tak beruntung. Ketika dia meninggalkan rumah Nyonya. betapa marahnya ia. “Aku selalu membuat diriku sendiri mendapat masalah dan membuat teman baikku—orang yang akan kuberikan darah di hatiku untuknya—mendapat masalah juga. tapi itu yang terbaik. begitu mengasyikkan. “Masalahnya. Lynde?” Tidak. kan?” bisik Anne. “Aunt Josephine mu sangat marah karena kejadian itu.” jawab Diana. Nyonya. Miss Barry tua orang yang kaya dan mereka akan menjaga hubungan baik dengannya. Ia telah berjanji akan membayarkan pelajaran musik triwulan untuk Diana. tapi Anne masih murung. Tak pernahkah anda merasakannya sendiri. “Ia hampir mengamuk. Lynde tertawa setelah mengucapkan lelucon ringannya. Nyonya. Apa anda tahu mengapa begitu. Lynde tak pernah merasakannya.” keluh Anne sedih. Pepatah yang harus kau ikuti adalah ‘Lihat dulu sebelum melompat’—terutama ke tempat tidur kamar tamu. Tapi Ayah dan Ibu peduli. Ia bilang tak akan mau tinggal lagi dan aku yakin aku tak peduli.Minggu dan itu akan terjadi. kau harus belajar untuk sedikit melamun. Anne. tapi sekarang ia telah memutuskan tak akan melakukan apa pun sama sekali untuk gadis tomboy seperti itu. Ia menggeleng bijak. nak. Nyonya. Keluarga Barry pasti merasa sedih. aku cukup pintar menilai tabiat manusia. Kau tak pernah berhenti melamun—apa pun yang muncul di pikiranmu untuk dikatakan atau apakah kau mengatakan atau melakukannya tanpa sempat merenungkannya. Lynde dia mengambil jalan melintasi lapangan yang mengeras ke Orchard Slope.” Nyonya. Dia merasa tak ada yang harus ditertawakan dalam keadaan seperti ini. Diana menemuinya di pintu dapur. Oh. tapi masalahnya. dan anda harus mengatakannya.

Tapi aku harus melakukannya.“Kelihatannya aku akan melakukan hal yang seperti itu. Diana terpana. “Lebih baik aku dihadapkan ke mulut meriam. Aku tak akan berani. Tindak-tanduk seperti itu di keluarga yang terpandang!” 127 . “Kau boleh masuk kalau kau mau.” “Mengaku apa?” “Bahwa itu semua salahku saat melompat ke tempat tidur di atas anda semalam. “Aku bukan pengadu. berjalan tegap menuju pintu ruang duduk dan mengetuknya dengan lemah. kegusarannya sungguh tak habis-habisnya dan matanya menggertak dari balik kacamatanya yang berbingkai keemasan.” “Oh. Itu salahku dan aku harus mengakuinya. dan bagaimana pun juga aku sama bersalahnya denganmu. Untungnya. Dan aku tak yakin akan ada gunanya untukmu.” sahut tamu kecil itu gemetar. formil. aku sudah berlatih membuat pengakuan. kurus. Ia berputar di kursinya. Diana. tanpa basa-basi. “Aku Anne dari Green Gables. Aku yang mengusulkannya. “Siapa kau?” cecar Miss Josephine Barry.” Dengan dorongan ini Anne menghadapi singa di kandangnya—itu ungkapan yang tepat. sedang merajut di dekat perapian. Diikuti kata “Masuk” yang jelas. dan kaku. berharap dapat menemukan Diana. “Anne Shirley.” sahut Diana. Diana seorang gadis kecil yang sangat seperti lady.” sahut Anne tegas. he. ia ada di kamar. lalu memperhatikan gadis kecil berwajah putih yang matanya dipenuhi paduan keberanian yang nekad dan rasa takut yang tersembunyi. menggenggam tangannya yang menjadi ciri khas gerak tubuhnya. kan?” sahut Diana dengan mencemooh. Anne Shirley. Miss Josephine Barry. aku harus tahu? Menurutku setidaknya Diana ambil bagian saat melompat itu.” “Well. Aku yakin.” “Well. jika anda sudi mendengarkan. Diana tak akan pernah punya pikiran untuk melakukan hal seperti itu. Miss Barry. aku akan masuk untuk memberitahunya sendiri. kau tak akan pernah melakukannya! Kenapa—ia akan menelanmu hidup-hidup!” “Jangan menakutiku lagi daripada nanti aku takut. Jadi anda harus tahu betapa tak adil dengan menyalahkannya. “dan aku datang untuk mengaku.” Anne memohon.

“Aku yakin pastilah itu sangat mengganggu.” Saat ini banyak gertakan di mata wanita tua itu telah lenyap dan berganti dengan sinar perhatian karena senang. Kurasa anda terbiasa tidur di kamar tamu. Miss Barry? Kalau anda punya. oleh dua gadis kecil hebat yang melompat ke atasmu. Hati Diana telah tercurah untuk pelajaran musiknya. Kami tak tahu ada seseorang di atas tempat tidur itu dan anda nyaris mati ketakutan. Miss Barry. Tapi ia masih berkata dengan pedas: “Kupikir alasanmu bahwa kalian hanya bersenang-senang bukanlah pengecualian untuk kalian.” Anne bersikeras. Aku sangat terbiasa dimarahi orang di awal hari-hariku sehingga aku jauh lebih sanggup menanggungnya daripada Diana.” “Aku tak TAHU. Miss Barry benar-benar tertawa—suara yang menyebabkan Diana. Ia telah melakukan yang terbaik. tolong maafkanlah Diana dan ijinkan dia belajar musik. Miss Marilla Cuthbert adalah wanita yang sangat baik yang telah mengambilku untuk dididik dengan benar.” sahut Anne tegas. Tapi coba bayangkan akan seperti apa perasaan anda jika anda adalah seorang anak yatim piatu yang tak pernah mendapat kehormatan seperti itu. Apa anda punya daya imajinasi. sekarang karena kami telah minta maaf.‘Tapi kami hanya bersenang-senang. “Aku berani katakan permintaanmu akan simpati seteguh permintaanku. Gadis-gadis kecil tak pernah dimanjakan dengan kegembiraan seperti itu ketika aku muda. “Aku inginnya begitu. Tapi sekarang saatnya aku pulang ke Miss Marilla Cuthbert. Tapi lalu. Miss Barry. tapi itu adalah pekerjaan yang mengecilkan hati. setelah perjalanan yang berat dan panjang. Semuanya tergantung pada cara kita memandangnya. Kalau anda harus marah pada seseorang. coba bayangkan seandainya anda di posisi kami. yang menunggu dalam kegelisahan yang tak terungkapkan di dapur luar. Kami merasa sangat ketakutan.” sahut Anne menggebu.“ katanya.” “Aku sangat meyesal karena tak bisa. Duduklah di sini dan ceritakan padaku tentang dirimu. Lalu kami tak bisa tidur di kamar tamu setelah dijanjikan. Tapi sebelum aku pergi aku sungguh berharap anda sudi bilang 128 . “Aku takut khayalanku agak sedikit berkarat—sudah sangat lama aku tak menggunakannya. Kau tak tahu bagaimana rasanya terbangun dari tidur nyenyak. benar-benar bernapas lega. tapi aku bisa MEMBAYANGKAN.” Sekarang seluruh gertakan telah lenyap. marahlah padaku. karena anda tampak seperti seorang wanita yang menarik. Dan bagaimana pun juga. dan mungkin anda juga orang yang sehati walaupun anda tak terlalu tampak seperti itu. ada pihak kami juga di sana. dan aku paham sekali bagaimana rasanya mencurahkan hatimu untuk sesuatu dan tidak mendapatkannya. “Kupikir anda harus memaafkan kami. Anda tak boleh menyalahkannya karena aku melompat ke tempat tidur.

Miss Barry adalah orang yang sehati denganku.” katanya terus terang. “Aku bilang juga begitu.” “Kupikir mungkin aku akan melakukannya kalau suatu waktu kau mau datang ke sini dan ngobrol denganku. merah muda disertai bintangbintang putih yang indah dibawah daun-daun mereka yang coklat. seperti yang terjadi pada Matthew. Semua pelajar laki-laki dan perempuan mendapati satu sore keemasan yang menyelimuti 129 .padaku bahwa anda akan memaafkan Diana dan tinggal selama yang anda rencanakan di Avonlea.” “Bagaimana pun. karena Anne selalu menyenangkan hatinya. musim semi kanada yang malu-malu. tapi ia memang sehati denganku. Jauh dari ketandusan. “Aku telah memutuskan untuk tinggal hanya untuk lebih mengenal gadis-Anne itu. Ia menjadi tamu yang lebih menyenangkan daripada bisanya. dengan matahari terbenam yang berwarna merah muda disertai dengan keajaiban dari kemekaran dan pertumbuhan. tapi setelah beberapa saat kau akan melihatnya. Mereka telah menjadi sahabat akrab. Mayflowers bermekaran.” Satu-satunya komentar Marilla ketika ia mendengar cerita itu adalah.” Ini untuk kepentingan Matthew. dibelakang tempat Tuan Silas Sloane. Kau tak akan langsung dapat mengetahuinya. segar. Menyenangkan sekali mengetahui bahwa ada banyak teman sehati di dunia. dingin.” Bab XX – Khayalan Bagus yang Salah Musim semi sekali lagi datang ke Green Gable—indah tak terduga. Malam itu Miss Barry memberi Diana sebuah gelang tangan perak dan memberitahu pada anggota keluarga yang lebih tua bahwa ia telah membongkar koper kecilnya. “Dia membuatku terhibur. melekat sepanjang april dan may dalam rangkaian harihari yang indah.” Anne mengutarakannya pada Marilla. Pohon maple di Jalan setapak Pecinta (Lover Lane) menguncup merah dan pakis kecil yang keriting mendesaki Dryads Bubble. Teman sehati tidaklah sejarang yang kubayangkan.” sahut Miss Barry. kau gadis-Anne. dan semasa hidupku orang yang menyenangkan adalah kelangkaan. “Kau pasti tak akan berpikir demikian saat melihatnya. ketika kau pergi ke kota kau harus mengunjungiku dan aku akan menempatkanmu di tempat tidur kamar tidurku yang paling nyaman untuk tidur. Miss Barry telah menghabiskan masa tinggalnya selama sebulan di sana. Ketika Miss Barry pergi ia berkata: “Ingatlah.

diana mengatakan mungkin mereka mempunyai sesuatu yang lebih baik dari pada mayflower. tapi tidak ada apapun yang lebih baik selain mayflower. aku tahu. Tuan Philips memberikan semua mayflower yang didapatnya kepada prissy andrews dan aku mendengar dia mengatakan ”manis untuk yang manis. Tapi ketika aku sampai disekolah semuanya menjadi berbeda dan aku menjadi sangat begitu peduli. Kami makan siang di dalam sebuah lembah yang besar yang berlumut karena mata air tua— sebuah tempat yang romantis. Kami merangkai mayflower menjadi lingkaran dan meletakkannya diatas topi kami dan pada saat waktu untuk pulang telah tiba kami berbaris dalam prosesi menuruni jalan. marilla. Tidak menakjubkan . marilla. marilla ?dan diana bilang jika mereka tidak pernah tahu seperti apa mayflower maka mereka tidak akan merindukan nya. marilla? Aku berpikir mereka pasti roh dari bunga-bunga yang mati pada musim panas lalu dan ini adalah surga mereka. tanggapan marilla. dia memberitahu diana. Tantangan Itu sangat MODERN. ketika aku sudah melewati disini aku benar-benar tidak perduli apakah gil—apakah ada yang menghormati aku di kelas atau tidak. Aku tidak dapat memberitahu kamu nama orang yang memberikan mayflower padaku karena aku telah berjanji untuk tidak pernah membiarkan nama itu keluar dari bibirku. Charlie sloane menantang Arty Gillis untuk melompatinya. Seakan-akan ada begitu banyak anne yang berbeda dalam diriku. dan arty melakukannya karena ia tidak bisa ditantang. Dia mendapatkan kata-kata itu dari buku. semua sanak saudara tuan silas sloan segera berhamburan keluar untuk melihat kami dan semua orang yang kami jumpai di jalan berhenti dan membelalak pada kami. Kami benar-benar membuat gempar. dengan rangkaian bunga berbentuk lingkaran dan buket kami. aku juga ditawarkan mayflower tapi aku menolaknya dengan cacian. tapi menurut ku itu adalah hal yang paling menyedihkan dari apapun. pulang ke rumah dengan bebas. tidak tahu seperti apa mayflower dan tidak merindukan mereka. tapi itu menunjukan bahwa ia memiliki khayalan. sambil bernyanyi ”rumah ku di atas bukit” aduhai itu sangat menggetarkan. Tidak ada seorangpun akan melakukan hal itu di sekolah. berdua-dua. 130 . tahukah kamu apakah mayflower itu dalam pikiranku. menggemakan senja dengan tangantangan dan keranjang-keranjang yang penuh dengan bunga rampasan. apakah ada. Menurutku itu Tragis. marilla. Terkadang aku berpikir mungkin itulah mengapa aku menjadi seorang pembuat masalah. Jika aku hanya satu anne itu akan menjadi jauh lebih nyaman. seakan-akan dia sedang menginjak tanah suci. Anne berjalan melewati nya pada saat pergi kesekolah dengan kedua mata penuh pujian dan langkah takzim. perbuatan bodoh. tapi itu tidak akan menarik. Entah mengapa. Aku sangat prihatin terhadap orang yang tinggal di tanah dimana tidak ada mayflower. Tapi kami melewati hari yang baik sekali hari ini. Setelah mayflower menjadi ungu sertamerta lembah violet dibuat menjadi ungu oleh bunga-bunga itu. kata anne.mereka.

Dan penuh dengan buku-buku sekolah anak perempuan serta pakaian dan pita-pita. Marilla datang dengan segera dan dengan beberapa celemek sekolah anne yang baru saja disetrika. tapi sudah terlalu gelap untuk melihat buku. ketika buah-buahan kembali berwarna pink merekah. jadi dia melamun dengan mata tebuka lebar. Kamu kelihatannya sudah cukup baik dan membuat kesalahan lebih sedikit dari biasanya. Ruangan itu penuh dengan hal pentin. Karena semua barang dihormati dan dianggap penting maka kamar gable tetap tidak mengalami perubahan. Aku sangat menyesal. meskipun keseluruhan ruangan dirubah. Itu semua seakan adalah mimpi. Tapi kelihatannya itu bukan kebiasaan mu. Dia terserang sakit kepala sore itu. " Aku sungguh-sungguh ingin bisa menggantikan untuk menanggung sakit kepalamu marilla. Dia sedang mempelajari pelajaran sekolah nya.Di suatu sore bulan juni. dan udara penuh dengan harum semanggi dan kayu balsam. Anne sedang duduk di jendela Gable. walaupun Aku merasa SECARA naluri ada sesuatu yang hilang pada meja hidangan makan malam. Tentu saja sebenarnya tidak perlu untuk mengkanji saputangan-saputantangan matthew. seperti yang terlihat." ucap anne dengan sangat menyesal. tapi menjaga pikiranku pada hal-hal nyata. Dan kebanyakan orang ketika mereka meletakkan kue pastel didalam oven untuk menghangatkannya untuk makan malam maka mereka mengeluarkan kue itu dan memakannya ketika sudah hangat bukan malah meninggalkannya hingga hangus menjadi abu. bantal keras tetap berpeniti. ketika kamu menuntutku untuk bertanggung jawab pagi ini. Sakit kepala selalu membuat Marilla menjadi agak kasar. tidur lalu terbangun. untuk tidak membayangkan apapun. ketika kodok sedang menyanyi dengan fasihnya di dalam rawa tentang hulu Lake Of Shining Waters (Hulu danau dari Perairan berkilau). dan bahkan dari kendi biru yang retak yang dipenuhi oleh bunga-bunga aple yang diletakkan di atas meja. Aku tidak penah ingat mengenai pastel itu dari waktu aku meletakkan nya di dalam tungku hingga sampai sekarang. dan kursi-kursi tetap kaku dan piano menguning sama seperti dahulu. dari semangat penghuninya telah terlihat walaupun dalam bentuk yang tidak berwujud dan ruangan polos telah dihiasi dengan kain permadani pelangi dan sinar rembulan. denyutan jiwa meliputinya. Aku rasa kamu sudah melakukan bagian kamu dengan ikut bekerja dan membiarkan aku beristirahat. aku akan menahannya dengan penuh kegembiraan demi demi kamu. Anne memandangnya dengan penuh simpati. Aduh. Dia menggantung celemek-celemek itu diatas kursi dan duduk dengan hembusan nafas pendek. Dinding-dinding dibiarkan tetap putih. memperhatikan Queen yang bersalju lagi yang ditandai dengan tumpukan bunga nya. Aku benar-benar mendapatkan jawabannya. Aku 131 . Dan meskipun sakitnya telah hilang dia merasa lemah dan sangat lelah. kata marilla.

sembari mengambil topi nya dengan rasa malas. kata anne. marilla. aku tidak berpikir ada yang istimewa.tentu saja itu kelihatan tidak penting buatmu. Ituah mengapa aku melupakan pastel itu. Aku tidak akan pernah melupakan nya. Kamu ingat apa yang terjadi pada hari ini tahun lalu. aku ingin kamu pergi menjumpai nona barry untuk bertanya apakah dia akan meminjamkan aku pola celemek diana. tangis anne dengan putus asa. Kalau begitu Aku harus memutar jalan. Tapi aku sangat menyesal mengenai pastel dan saputangan itu. 132 . Sekarang apa lagi yang telah merasuki kepalamu anne shirley? Aku butuh pola itu untuk memotong celemek baru mu malam ini. itu. marilla. dan dewa pun mengetahui bahwa kamu sering pergi setelah cukup gelap. Kami berdua diana dan aku sangat setia. dan kemudian sebuah godaan yang sangat menarik datang pada ku untuk membayangkan bahwa aku adalah seorang putri yang memikat yang dikurung di sebuah menara yang sunyi dengan seorang ksatria tampan berkuda yang menyelamatkan ku diatas kuda hitam pekat. marilla ?? " Tidak . anne. ini adalah hari dimana aku datang ke Green Gable. Apakah kamu menyesal menjaga aku. Saat aku sedang menyetrika aku selalu mencoba untuk memikirkan sebuah nama untuk pulau baru yang aku dan diana temukan sebuah selokan sungai." " Aduh. aku tidak bisa mengatakan menyesal. Tentu saja. Aku akan pergi pagi-pagi sekali besok. Marilla. Aku tidak tau kalau aku mengkanji sapu tangan-saputangan itu. aku telah membuat banyak masalah. Itu merupakan tempat yang paling menarik marrila. Aku tidak dapat melewati kayu berhantu. Marilla?" Tidak. aku sudah berada disini selama 1 tahun dan aku sangat bahagia. ucap anne dengan semangat. Aduh. Aku akan bangun pada saat matahari terbit dan pergi ke sana. Pergi segera sekarang dan jadilah cerdas juga. tidak. Terlalu gelap? Kenapa. ini masih senja. tapi setiap orang dapat mengurangi masalah-masalah berangsur-angsur. tangis anne. Ini merupakan titik balik dalam hidupku. benar-benar tidak ada penyesalan. Dan akhirnya itu memberikan ide pada ku bahwa akan sangat baik memanggilnya pulau victoria karena kami menemukannya pada hari kelahiran Ratu (Queens). kata marilla yang kadang-kadang heran bagiamana dia bisa hidup sebelum anne datang ke green gable. Jika kamu sudah menyeleasaikan pelajaranpelajaranmu. itu terlalu gelap. Aku ingin lebih baik hari ini karena hari ini adalah hari ulang tahun.sudah melakukan semuanya dengan baik sampai aku meletakkan pastel kedalam oven. Pergi memutar jalan dan menghabiskan waktu satu setengah jam! Aku akan menyusulmu !. Disana ada 2 pohon Maple dan selokan mengalir tepat disekitar tempat itu.

Chalie sloane mengatakan bahwa neneknya melihat kakeknya yang sedang menyetir pulang membawa kerbau suatu hari setalah dia dikubur selama setahun. Tidak ada hal seperti hantu anne. Aduh marilla. Kamu tahu nenek charli tidak akan menceritakan sebuah kisah untuk alasan apapun. Paling tidak aku tidak percaya hal itu di siang hari. dan ayah tuan thomas terpaksa pulang kerumah suatu malam kerena seekor biri-biri yang terbakar oleh api dengan kepalanya terpotong yang tergantung oleh suatu potongan kulit. membuat aku ngeri memikirkannya. tapi ada." Marilla terbelalak. aku tahu orang. marilla. " Apakah pernah ada seseorang yang mendengar hal itu ? seru marilla. bimbang anne. (tidak percaya PERSISNYA). jawab anne. ucap anne dengan berbisik. kami telah membayangkan hal hal yang paling mengerikan. Dia merangkak dibelakang kamu dan meletakkan jari-jarinya yang dingin diatas tangan kamu—begitu. Anne shirley. apakah kamu bermaksud untuk memberitahu padaku bahwa kamu percaya dengan semua omong kosong hebat dari khayalanmu sendiri ? Tidak sungguh-sungguh percaya. Omong kosong! Tidak ada hal seperti kayu berhantu dimanapun. Aduh marilla aku tidak akan pergi melewati kayu berhantu setelah gelap sekarang untuk alasan apapun. Tapi setelah gelap. diana dan aku hanya membayangkan bahwa kayu itu berhantu. yang mendengarkan hiburan bodoh itu. Kayu berhantu. Dan ada seorang laki-laki tanpa kepala berjalan naik dan turun di jalan kecil dan kerangka-kerangka menatap kamu diantara cabang-cabang pohon. Ada seorang nyonya putih berjalan disepanjang anak sungai kira-kira pada waktu sekarang dimalam hari dan meremas-remas tangannya dan mengeluarkan ratapan tangisan. Kami membuat ini untuk menyenangkan kami sendiri. Aduh. Kami memulainya di bulan April. apa kamu sudah gila? Dibawah kanopi ada kayu berhantu? Pohoh cemara di atas anak sungai. Sebuah kayu berhantu sangat romantis marilla. Dia orang yang sangat religius.orang yang pernah melihat hantu. berbeda. Tangis anne kuat. kami memilih hutan kecil pohon cemara kerena disitu sangat suram. Dan hantu dari seorang anak kecil yang tebunuh sering mengunjungi sudut idlewild (daerah kosong). Dia tau bahwa itu adalah roh saudaranya 133 . Dia muncul ketika ada kematian di dalam suatu keluarga. dan mereka orang-orang terhormat. Semua tempat disekitar sini sangat begitu-begitu—BIASA. aduh marilla. itulah waktu ketika hantu-hantu berjalan. aku yakin benda putih itu akan keluar dari belakang pohon dan menangkap aku. Siapa yang menceritakan kamu hal seperti itu? Tidak ada siapapun.

" Bagaimana jika benda putih menangkap aku dan membawa aku pergi ? " Aku akan mengambil resiko itu. Perjalanan pulang yang menyeramkan harus dihadapinya. aku tidak akan menyetujui tindakan seperti itu. Sambaran kelalawar dikegelapan malam yang melewatinya adalah seperti akup-akup dari mahluk-makhluk menakutkan. Anne mungkin saja membela diri dan menangis semaunya—dan dia melakukan itu. Aku akan mengobati kamu dari imajinasi tentang bayangan hantu. ia lebih memilih resiko untuk menghancurkan otaknya diantara dahan besar daripada harus melihat benda putih.william bell dia mengambil langkah seribu melewati halaman itu seolah-olah sedang dikejar oleh tentara benda putih. " Aduh. dan sampai di pintu dapur barry dengan sangat terengah-engah sehingga dia hampir tak dapat meminta pola celemek. sebagai pelajaran dan peringatan untuk kamu. Imajinasinya terbang bersama dirinya dan dia membayangkan hutan kecil cemara setelah lewat senja membuat ia mati ketakutan. karena di benar-benar ngeri. Anne kembali melewati jalan itu dengan mata tertutup. bagaimana mungkin kamu begitu kejam?" Anne menangis. Dan jangan pernah membiarkan aku mendengar sepatah katapun keluar dari kepala mu mengenai kayu berhantu lagi. Tapi marilla tak dapat dirubah." jawab Marilla tanpa perasaan. menyebarkan hawa dingin mereka ke sekelilingnya. Aku khawatir dengan imajinasi mu dan jika akibatnya seperti ini. Bergegas pergi sekarang. Tapi dia tidak mati. Kamu akan pergi sekarang juga ke rumah Bari. Dan Rubby gillis mengatakan –Anne shirley. Anne tidak pernah melupakan jalan itu. aku tidak pernah ingin mendengar kamu berbicara basa-basi seperti ini lagi. Helaan Raungan panjang dari 2 dahan pohon besar yang saling bergesekan satu sama lain membuat butiran-butiran keringat bemunculan di dahi anne. sela marilla keras. Jadi kamu lihat itu benar-benar nyata. Marilla. Kamu tahu bahwa aku selalu bersungguh-sunguh dengan apa yang aku katakan. 134 .dan itu merupakan peringatan bahwa dia akan mati dalam 9 hari. tangan tanpa daging bersiap menanangkap gadis kecil yang ketakutan yang telah menciptakan mereka. Hantu-hantu dari khayalannya mengintai dari setiap bayang-bayang disekitarnya. Diana sedang pergi sehingga dia tidak punya alasan untuk berlama-lama disitu. hingga akhirnya dia tersandung diatas jembatan dia menarik nafas gemetar mengharapkan pertolongan. Ketika dia sampai ke halaman Mr. Dengan pahit dia menyesali diri karena telah memberikan izin pada imaginasinya. Sebuah carik putih kulit kayu dari sebatang pohon jatuh ke dasar lembah belukar membuat jantungnya tak bergerak. dan kamu akan melewati hutan kecil cemara itu. dengan kikuk di melewati jembatan hingga dia tersandung diatas jembatan suram yang sulit dan mengerikan. Akhirnya anne pergi. dia mati 2 tahun setelahnya. Dia menyuruh hantu-hantu yang bersembunyi tersebut pergi dari bayangannya dan memerintahkan anne untuk melewati jalan lurus diatas jembatan dan masuk kedalam tempat pengasingan hantu perempuan yang meratap dan hantu tak berkepala.

dia yang paling buruk diantara kami semua dan dia harus meminjam saputangan dari abangnya---tentu saja anak laki-laki tidak menangis—karena dia tidak membawa miliknya—dia tidak mengharapkan itu terjadi . Kemudian semua gadis mulai menangis. jadi tidak ada yang menangkap kamu? Kata marilla dengan tidak bersimpati.philip pergi dan dia menyatakan dia tidak akan pernah menitikkan sebutir air matapun. Namun.---dengan seorang. Ruby gillis selalu menyatakan bahwa dia membenci Mr. marilla. Aku tidak berpikir bahwa aku akan menangis karena aku sungguh cinta pada nya.Bagus. satu demi satu. Serta waktu-waktu diamana dia begitu mengerikan dan kasar.Philip bangkit untuk memberikan pidato perpisahan dia meledak dalam tangisan. ”waktu untuk berpisah telah tiba ”. Oh marilla. gemeretak anne. Aku mencoba untuk mengingat saat dimana mr. Jane andrew sudah berbicara selama satu bulan tentang bagaimana gembiranya dia nanti ketika mr. Itu sangat mengharukan. Aku tidak menyangka bahwa kamu begitu cinta pada Mr.Philip. Dan aku mulai menangis juga. ucap marilla. aduh aku merasa sangat menyesal dan penyesalan yang dalam setiap kali aku berbicara disekolah dan menggambar gambarnya diatas batu tulis serta membuat bahan lelucon mengenai dia dan prissy. Sembari meletakkan batu tulis dan buku-bukunya diatas meja dapur di hari terakhir dibulan juni serta menyeka mata yang merah dengan saputangan yang sangat basah. tapi segera setelah Mr. ujar anne dengan sedih. Philip sehingga kamu butuh 2 saputangan untuk mengeringkan air matamu hanya karena dia akan pindah. Aku dapat memberitahu mu aku ingin menjadi murid teladan seperti 135 . anak laki-laki: Dan waktu dia mengeja namaku tanpa E di papan tulis hitam. Dan dia juga meneteskan air mata. itu sudah merupakan kecenderungan hati. setelah ini aku akan mengisi imiginasi ku dengan tempat-tempat yang biasa saja. Aku menangis sebab semua yang lainnya menangis. Tidak kah itu merupakan keberuntungan marilla. Oh marilla. tidak ada sesuatu pun di dalam dunia ini kecuali pertemuan dan perpisahan. marilla. bahwa aku membawa satu saputangan lebih ke sekolah hari ini ? aku punya firasat bahwa itu akan diperlukan. Rubbi gillis yang memulai nya. ulang anne. Tapi bagaimanapun juga aku tidak bisa. seperti yang nyonya lynde ucapkan. Bab XXI -Vanili Rasa Baru Sayang disayangkan. Aku mencoba untuk bertahan. Mr. Phillips memberikan pidato perpisahan yang sangat bagus di awal acara. dan saat ketika dia mengatakan bahwa aku adalah anak dungu yang terburuk yang pernah dia lihat dalam geometri dan menertawakan ejaanku. philip memaksa ku duduk dengan gil.

kendati memiliki kekurangan sebagai seorang ahli pidato. tentu saja –tidak akan seperti itu. terkadang jangan pernah beharap dapat melihat barang itu lagi.minnie andrew. karena itu mungkin akan memberikan suatu contoh yang tidak baik. Sejak saat itu gereja Avonlea menikmati berbagai pengusiran keagamaan dalam mendengarkan banyak dan 136 . Malam itu datang kerumahnya seorang peminjam yang bertanggung jawab terhadap barang-barang itu. Dia tidak pernah menyatakan kata hatinya. Pebruari lalu dia meletakkan tanggung jawabnya dan berangkat ditengah-tengah penyesalan masyarakatnya yang kebanyakan telah mempunyai kasih sayang yang lahir dari pergaulan yang lama dengan pendeta lama mereka yang baik.philip aku tidak tertarik kepada pendeta baru itu. Istri pendeta kita yang baru memakai kain satin biru dengan lengan baju yang digembungkan yang indah serta memakai sebuah topi yang dihiasi dengan bunga mawar. istri Pendeta di Newbrigde memberikan suatu contoh yang sangat jelek karena dia berpakaian sangat modern. meskipun kenyataannya bahwa gosip secara teratur menghampirinya dan mengaikatkan dirinya dengan si. si. seorang pendeta yang sering ditemui anne tidak punya daya khayal.itu. Karena perasaan ku sangat sedih mengenai kepergian mr. Bisakah aku marilla? Istri nya sangat cantik. itu merupakan kelemahan memberikan sifat ramah tamah kepada kebanyakan orang avonlea. di gerakkan oleh alasan mengatakan dengan terus terang bahwa dia telah mengembalikan selimut tidur yagn telah dipinjamnya musim dingin lalu. aku menduga. Cariie sloane terus berkata setiap beberapa menit : ” waktu untuk berpisah telah tiba” dan itu akan membuat kita bersedih lagi kapanpun saat kami sedang bergembira. tapi seseorang tidak terus merasakan kesedihan yang mendalam setelah 2 bulan liburan . ia sudah menjadi pastor di avonlea selama 18 tahun. dia hanya menjadi istri pendeta untuk beberapa waktu. Seorang pendeta baru dan terlebih lagi seorang pendeta dengan seorang istri. merupakan suatu objek kecurigaan yang wajar dalam sebuah perkampungan pedalaman dimana sensasi jarang sekali. Kami berjumpa dengan pendeta yang baru dan istrinya yang tiba di stasion. Gadis-gadis menangis sepanjang jalan pulang dari sekolah. Selain itu. karena aku sudah lama mengetahui mengenai lengan yang digembungkan. Banyak benda yang telah dipinjamkan nyonya lynde. untuk seorang pendeta memiliki istri yang menyenangkan dan anggun. benarkan marilla? Mereka akan menyewa pada nyona lynde hingga rumah pendeta selesai Jika Marilla. Tuan Bentley tua. Jadi seseorang harus memberikan kelonggaran padanya. Aku sungguh merasa sedih. Tapi tidak benar-benar menawan.ini. Kata nyonya linde. dan tetap menduda. marilla. Jane Andrews mengatakan dia pikir lengan yang digembungkan terlalu duniawi untuk seorang istri pendeta. atau hal lainnya pada setiap tahun persinggahan nya. Dia adalah duda ketika dia datang. tapi aku tidak memberikan komentar pedas seperti itu marilla. pergi menjumpai nyonya lynde sore itu. Bisakah mereka marilla? dan disamping itu.

karena nonya linde membuat penyelidikan khusus mengenai dia. aku menyukainya karena khotbahnya menarik dan dia berdoa seolah-olah dia memang bersungguh-sungguh dan bukan hanya seolah-olah melakukannya karena dia telah terbiasa dengan itu. jujur dengan cita-cita yang tinggi. Nonya lynde mengatakan dia memang tidak sempurna tapi dia mengatakan dia menduga kita tidak akan mengharapkan seorang pendeta yang sempurna untuk bayaran 750 dolar tiap tahun. Avonlea membuka jantungnya kepada mereka sejak awal. kata nyonya lynde cara berpidato nya buruk sekali. Lagi pula kata nona lynde ilmu agamanya tidak kelihatan.Allan secara menyeluruh mengenai semua inti doktrin. mathew? Aku sangat senang karena kita menghubungi Mr. Karena nyonya lynde menanyakan Mr. dia membiarkan imaginasinya hilang dari dirinya sama seperti yang apa yang aku lakukan dengan imaginasiku yang berkenaan dengan hutan berhantu. allan. Pendeta yang baru dan istrinya merupakan pasangan muda dengan wajah yang menyenangkan. benarkan. Marilla selalu menolak prinsip untuk mencela pendeta-pendeta dalam keadaan atau bentuk apapun. Karena dia mungkin akan mengawini kumpulan jemaah dan itu akan membuat masalah. mathew. tapi dia terlalu banyak memberikan cerita lucu dan membuat orang tertawa di dalam gereja. Orang tua dan muda menyukai lelaki muda yang riang. dia jadi kurang sopan. dan penuh dengan gairah yang baik dan indah untuk pekerjaan seumur hidup yang merupakan pilihan mereka. Tapi seorang gadis berambut merah dan kecil yang duduk taat di sudut bangku gereja cuthbert tua juga mempunyai pendapat nya tentang mereka dan membahas hal yang sama secara sungguh-sungguh dengan Matthew. " Aku pikir tuan Smith tidak akan berhasil. mereka masih dalam masa bulan. lagipula seorang pendeta harus mempunyai harga diri. merupakan kesimpulan akhir anne. Mereka bertahan atau gugur berdasarkan penilaian ayah-ayah dan ibu-ibu di israel. dan lagipula ilmu agama nya telah teruji. Nyonya linde adalah seorang wanita yang sangat bijaksana. atau bahkan bertunangan. dan katanya avonlea tidak akan pernah memiliki pendeta muda yang belum menikah. Tuan gresham adalah seorang yang sangat baik dan lelaki yang sangat agamis. matthew? Aku kira tuan marshall jelas menarik. Tapi aku rasa kesalahan terburuknya adalah sama seperti tuan bentles—dia tidak punya daya khayal. bukankah begitu.beragam calon dan ”cadangan” yang datang dari Minggu ke Minggu untuk mencoba berkotbah. tapi kata nyonya linde dia tidak menikah. 137 . Dan tuan Terry punya terlalu banyak imaginasi. nonya linde mengatakan doktrin teruji dari sisi pria dan ibu rumah tangga yang baik dari sisi perempuan merupakan gabungan yang ideal untuk sebuah keluarga pendeta. Dan Nyonya Lynde mengetahui masyarakat di daerah istrinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang terhormat dan wanita-wanita nya adalah pengurus rumah tangga yang baik.

Nanti lah aku pikir dulu. Aku ingin seandainya aku punya lesung pipit di pipi ku. itu persis sama seperti yang selalu aku pikiran.allan hanya tersenyum dan katanya dia pikir akan ada. Allan. Sekarang aku tidak sangat kurus seperti saat pertama kali aku datang kesini.allan memiliki senyum yang sangat menawan. jawab marilla tajam. Oh tentu saja dia baik. Dia berbicara sangat bagus mengenai segala hal . Tapi jangan bilang 138 . Bell orang yang baik. Dia mengatakan dengan segera dia pikir tidak adil bagi seorang guru untuk menanyakan semua pertanyaan . Mr. marilla. Aku tidak pernah tahu sebelumnya bahwa agama merupakan hal yang begitu menyenangkan seperti itu. Dia telah menemukan saudara roh yang lain. Dia mengajarkan kita dan dia seorang guru yang sangat baik. " Aku percaya pada mu. Allan untuk minum teh kapan-kapan dalam waktu dekat. Ujar anne setuju. Nyonya Allan sungguh menyenangkan. tapi dia tidak kelihatan nyaman dengan itu semua. dan aku senang menjadi seorang kristiani jika aku bisa menjadi seseorang seperti dirinya. komentar tegas marilla. Aku selalu berpikir agama itu menyedihkan. tapi Nyonya allan tidak. Aku tidak akan mau menjadi seseorang seperti Tuan Inspektur Bell. Dia mengatakan kami boleh menanyakan pertanyaan apapun yang kami sukai. dia memiliki lesung pipi yang INDAH SEKALI di kedua pipinya. Nyonya. dia menyatakannya pada suatu sore di hari minggu. Dan aku bertanya sangat banyak. Jika aku bisa menjadi baik aku dapat berdansa dan menyanyi sepanjang hari karena aku senang melakukannya. seorang wanita lemah lembut yang dianggap sebagai nyonya rumah dari rumah pastoran. Rabu depan merupakan waktu yang baik untuk mengundang mereka. Anne merasa tepat dan seluruh hatinya penuh dengan cinta pada Nyonya. tapi aku masih belum mempunyai lesung pipit. dan kamu tahu marilla.dan Nyonya. " Aku pikir kita harus mengundang Mr. " Mereka pasti sudah kemana-mana tapi belum disini. Jika aku punya mungkin aku bisa mempengaruhi orang-orang untuk berbuat baik. Aku menduga nyonya allan terlalu tua untuk menari dan bernyanyi dan tentu saja itu tidak akan menaikkan derajatnya sebagai seorang istri pendeta. Aku ahli dalam menanyakan pertanyaan marilla. Aku berpikir itu bukan pertanyaan yang sangat pantas untuk ditanyakan karena tidak ada hubungannya dengan pelajaran—pelajaran itu mengenai daniel di sarang singa—tapi Nyonya. Ucap Marilla termenung. Tidak ada anak lain lagi yang bertanya kecuali rubby gillis. Allan bilang bahwa kita harus selalu mencoba untuk mempengaruhi orang lain agar berbuat baik. Bell seperti itu.dan cemerlang. Nakal sekali kamu mengatakan tentang Mr. Nyonya. Tapi aku dapat merasakan dia senang bahwa dia adalah seorang kristiani dan dia akan tetap menjadi kristiani bahkan meskipun dia bisa masuk surga tanpa itu. dan dia bertanya apakah akan ada tamasya sekolah—minggu pada musim panas ini.

Janji marilla. Bagaimana kalau hasilnya tidak baik! Aku semalam bermimpi dikejar-kejar oleh setan yang menakutkan dengan kue lapis besar sebagai kepalanya. " kue nya akan bagus. Aku tidak pernah terlibat dalam hal seperti itu sebelumnya. merah dan kuning. Mengundang Pendeta dan istrinya untuk minum teh merupakan peristiwa penting dan hebat. dan kamu tahu aku akan membuat kue yang enak kali ini. Kamu boleh buat kue lapis.Bentley dan dia tidak keberatan. anne gila dengan kegembiraan dan kesenangan. akan kah kamu mengizinkan aku untuk membuat kue untuk acara itu? Aku ingin sekali /memberikan sesuatu untuk Nonya Allan. 139 . tapi aku kira Mr. Semuanya sudah selesai diana. dan istri pendeta yang baru itu akan membuatnya mati ketakutan. Aduh diana. dan kue buah plum kuning marilla yang terkenal diawetkan bahwa dia menjaganya terutama untuk pendeta-pendeta dan kue tumbuk dan kue lapis. dan krem kocok dan pastel cherry. biskuit ragi yang akan marilla buat tepat sebelum waktu minum teh. Senin dan Selasa persiapan besar terjadi di Rumah Hijau/Green Gable." yakin diana. Kata Nyonya lynde pendeta-pendeta menderita gangguan pencernaan. alangkah pemandangan bagus untuk dilihat. Aku meyakinkan kamu diana. kecuali kue ku yang harus kubuat pagi hari. Aku akan merahasiakannya sampai mati.Allan belum begitu lama menjadi pendeta hingga penyakit itu bisa memberikan pengaruh buruk padanya. Aku jadi dingin pada saat aku memikirkan mengenai kue lapis ku. ketika mereka duduk diatas batu merah di dryad bubble dan membuat pelangi-pelangi di dalam air dengan dengan mencelupkan ranting kecil dari sejenis pohon cemara minyak balsem. Dia mengatakan semuanya pada diana pada senja selasa malam. Kamu seharusnya melihat kamar penyimpanan barang kami. tenanglah. Tapi marilla. aku dan marilla pasti sangat sibuk dua hari itu. untuk berjaga-jaga kalau pendeta punya ganguan pencernaan dan tidak bisa makanan baru.apapun pada mathew tentang ini. dan biskuit seperti yang tersebut tadi. Aku yakin bahwa potongan kue buatan kamu yang pernah kita makan pada waktu makan siang di Idlewild 2 minggu lalu akan menjadi benar-benar bagus dan lezat sekali. Ini seperti tanggung jawab mengundang keluarga pendeta untuk minum teh. Dia dulu sering menjamu teh untuk Mr. tapi dia akan sulit untuk berkenalan dengan pendeta baru. Kami mempunyai 2 jenis selai. Dan 3 jenis masakan. Kita akan menyediakan ayam dan lidah yang dibekukan. Sebab kalau dia tahu mereka akan datang maka dia akan membuat alasan untuk pergi pada hari itu. yang merupakan seorang sahabat yang pintar menghibur. yakin anne. Dan roti adonan baru dan roti adonan lama kedua-duanya disediakan. dan marilla memutuskan untuk tidak dilakukan oleh pembantu/pengurus rumah tangga manapun di avonloe.

Nyonya. Baigamanapun juga. Rabu pagi telah datang.Allan sedang memakan kue itu dan mungkin meminta tambahan potongan kue yang lain. tapi kata dia kita tidak akan pernah meilhat hari dimana pemerintah Tory akan melakukannya. Apakah kamu kira peri hutan akan muncul setelah kita pergi dan mengambil selendang nya? Kamu tahu peri hutan itu tidak ada. dia mengoleskan kue itu dengan lapisan selai delima. Aku yakin aku tidak melupakan apapun kali ini.Ya. marilla. aku melihat keluar jendela ku dan ingin tahu apakah perihutan benar-benar sedang duduk disini. anne bergejolak senang. Setelah selesai sarapan dia memulai untuk membuat kuenya. Dan Nyonya. Lynde mengatakan kamu tidak pernah bisa yakin bisa mendapatkan ragi yang baik sekarang ini ketika segalanya begitu tercemar. Tapi tidak ada pneumonia yang dapat memadamkan ketertarikannya terhadap kegiatan memasak pagi itu. dan keluar dari oven ringan dan lembut seperti busa keemasan. Lynde mengatakan pemerintah sebaiknya mengambil tindakan mengenai hal ini. betapa pelangi yang indah. tapi kue mempunyai kebiasaan mengerikan untuk berubah menjadi buruk disaat kamu terutama sekali menginginkan mereka menjadi baik. anne bangun saat matahari sudah terbit karena dia sangat bersemangat untuk tidur. Kata anne. Ternyata Kue nya mengembang. Aduh. Dia terserang flu berat di kepalanya karena dia mencebur-ceburkan dirinya di dalam sumber mata air pada sore sebelumnya. setiap malam sebelum aku tidur. tapi menurut mu apakah adonan itu akan mengembang ? Hanya menduga mungkin raginya tidak bagus ? Aku menggunakan nya dengan loyang yang baru. 140 . cara marilla menjawab menandakan dia tidak bersemangat pada topik pembicaraan itu. dalam khayalannya. Ibu diana sudah mengetahui mengenai hutan berhantu dan marah sekali mengenai itu. Ketika pada akhirnya dia meutup pintu oven dia menarik napas panjang. sembari mengumpulkan ranting ranting pohon balsem yang terserak. menyisir ikatan rambutnya dengan melepasakannya didepan cermin. lihat diana. bagaimana jika kue itu tidak kembang? Kita sudah punya banyak hidangan tanpa itu. Marilla. Kadang-kadang aku mencari jejak kakinya di dalam embun di pagi hari. jangan menghentikan keyakinan mu pada peri hutan. kata diana. anne melihat Nyonya. Tapi sangat mudah untuk membayangkan bahwa memang ada. Keluh anne. Sebagai hasilnya diana telah berpantang diri dari sifat suka meniru larut dalam imaginasi yang terlalu jauh dan menganggap hal itu tidak bijaksana untuk memperkuat semangat keyakinan bahkan imaginasi mengenai peri hutan yang tidak berbahaya sekalipun. aku menduga aku seharusnya hanya perlu mempercayai Tuhan dan berhati-hati menambahkan tepung. Aduh diana.

Semua bersukaria seperti bel perkawinan hingga kue lapis anne disajikan.Allan. 141 . Ini hasil kerja anne. Barry. Dia bilang ini merupakan pesta makan besar untuk mata sekaligus untuk langitlangit mulut. Dan pendeta membayarnya dengan suatu pujian yang bagus sekali. dibujuk untuk ikut pesta hanya dewa dan anne yang tahu bagaimana. Nyonya. dengan agak cemberut dan anne merasa bahwa senyum kekaguman dari Nyonya Allan merupakan kebahagiaan yang terlalu besar di dunia ini. Mawar dan Pakis yang berlimpah dan rasa artistic nya sendiri. barangkali tidak perlu berharap dia akan. kata marilla. Marilla. Tawa Nyonya.Kamu akan memakai perlengkapana-tea-set terbaik. yang memutuskan untuk tidak diungguli oleh Nyonya. melihat kekecewaan pada wajah anne. aku harus mencicipinya. Anne menyusun dekorasi dengan caranya sendiri dan hasilnya semestinya mengalahkan dekorasi Nyonya. Nyonya. Satu-satunya yang perlu diingat adalah bahwa kamu harus meninggalkan ruangan yang cukup untuk makanan dan peralatan makan. Barry atau siapapun juga. tentu kan. Tapi marilla. dia tidak pernah berkata satu patah katapun pada Nyonya. menolak kue itu. sembari mengambil sendiri segitiga plum. Marilla melihat ekspresi tersebut dan cepat-cepat mencicipi kue itu. Dalam kasus seperti itu. yang sudah bingung dengan banyaknya selingan makanan. Ia merasa malu dan gugup marilla telah membuat dia kehilangan harapan. ujar anne . namumpun demikian ia tetap menghabiskannya. kamu harus mengambil sepotong kue ini. kata marilla. tapi anne berhasil menguasainya hingga sekarang dia duduk di meja dengan memakai pakaian terbaiknya yaitu baju putih kemeja dan berbincang dengan pendeta dengan penuh perhatian. berkata dengan tersenyum : Oh. tidak ada sebuah katapun yang dia katakan. Barry membiarkan mejanya dihias. dia menata meja teh itu menjadi cantik sehingga ketika pendeta dan istrinya duduk mereka serentak berseru atas kecantikannya. Matthew ada di sana. endus marilla. lakukan apa yang kamu suka. anne membuat nya khusus untuk anda. Nyonya. seperti juga yang akan dilakukan oleh marilla dan pendeta.Allan. Anne berkata Bolehkah aku menata meja dengan pakis dan bunga mawar liar? Menurutku semua itu omong kosong. Baiklah. menurut pendapatku yang terpenting adalah benda-benda yang dapat dimakan bukan dekorasi hiasan " Nyonya. yang tidak sepenuhnya bersalah.Allan memasukan sesuap miliknya dan ekspresi yang ganjil terlihat di wajahnya.Allan. Allan.

dan menciumnya. Tak lama sebuah langkah ringan terdengar menaiki tangga dan seseorang memasuki kamar.Anne Shirley! Seru nya. Aku 142 . Aduh Marilla. cicipi sendiri. itu pasti karena baking powder. Aduh apakah tidak enak? Enak! Sangat mengerikan. tangis anne dengan pandangan yang sangat sedih. kata anne. kamu memberikan pengharum rasa pada kue itu dengan OBAT GOSOK ANODYNE.Mr. aku curiga dengan bak— " omong kosong dengan baking powder/ragi! Pergi dan bawakan padaku botol vanilla yang kamu gunakan. Maafkan kami. Diana akan bertanya padaku bagaimana kue ku bisa mematikan dan aku harus menceritakan padanya kebenaran itu. Anne. Anne berlari ke tempat penyimpanan dan kembali dengan membawa sebuah botol kecil yang terisi setengah dengan cairan coklat dan diberi label warna kuning. marilla.Allan jangan mencoba memakannya. Aduh marilla. wajahnya berubah menjadi merah karena malu setelah dia merasakan kue itu. Vanili terbaik. Hanya vanili. Marilla mengambilnya. Peengharum kue apa yang kamu gunakan? Vanilla. Aku tidak bisa—aku flu atas aib ini anne wajar melarikan diri ke kamar loteng. tanpa melihat. Berita ini akan tersebar— setiap hal akan tersebar di avonlea. Membuka tutupnya. Apa yang kamu masukkan dalam kue itu ? Tidak ada yang lain selain apa yang disebutkan dalam resep. Aku memecahkan botol obat gosok seminggu yang lalu dan menuangkan sisanya kedalam botol vanili tua yang kosong. anne. dia melemparkan dirinya keatas tempat tidur dan menangis seperti seorang yang berkeberatan untuk di hibur. aku akan malu selamanya. Aku kira aku ini salahku juga —aku seharusnya mengingatkan kamu—tapi sangat diherankan mengapa kamu tidak bisa menciumnya? Tangisan Anne pecah atas aib ganda ini. Aku tidak akan pernah sanggup untuk tinggal di kota ini lagi. Aduh marilla. tangis anne.

Gil. Anne membolehkan dirinya sendiri untuk turun kebawah dan dihibur.anak laki-laki disekolah tidak akan pernah berhenti menertawakan hal itu. Barangkali dia akan berpikir bahwa Aku mencoba untuk meracuni nya. tapi pergi turun kebawah bersamaku dan tunjukkan padaku kebun bunga. jika kamu mempunyai belas kasihan Kristiani tolong jangan beritahu aku bahwa aku harus turun dan mencuci Piring setelah ini. dan ketika tamu-tamu sudah pulang anne menemukan dirinya menyenangi sore itu lebih dari yang dia duga sebelumnya. Akankah kamu memberitahu Nyonya. Aduh gadis kecilku. sayang.akan selalu dicap sebagai gadis yang memberikan rasa obat gosok anodyne pada kue. Anne bangun. Dan aku meyakinkan kamu bahwa aku menghargai kebaikan hatimu dan perhatian mu dan itu sudah membuat segala sesatunya telah berubah menjadi baik. dia menemukan Nyonya. Allan berdiri disamping tempat tidurnya. hanya aku yang berbuat kesalahan seperti itu. Padalah aku ingin sekali memberikan kue yang sangat enak untuk kamu. Sungguh-sungguh terganggu dengan wajah tragis anne. Allan lagi. dia mendesah panjang. itu semua hanya kesalahan lucu yang mungkin saja dilakukan oleh setiap orang. kata anne dengan sedih. Marilla. Tetapi obat gosok tidak beracun. tetapi aku tidak akan pernah bisa melihat wajah Nyonya. tidak. kamu tidak seharusnya menangis seperti ini. Aduh Marilla. Meskipun demikian. Nyonya. Oh. Nyonya Allan Ya aku tahu. karena aku sangat tertarik dengan bunga-bunga.Allan sepererti itu marilla ? Anggap saja kamu sudah bangun dan memberitahukannya—yang diucapkan oleh suara gembira. Allan benar-benar sudah ditakdiirkan tuhan sebagai roh satu keluarga. Sekarang kamu tidak boleh menangis lagi. Dia tidak mengatakan apaun mengenai kue obat gosok. Kenapa. katanya. mengingat insiden yang sangat buruk itu. Aku akan mencuci nya pada saat pendeta dan isteri nya sudah pergi. Aku ingin melihat itu. memperhatikannya dengan mata ceria. bukankan menyenangkan untuk berpikir bahwa besok adalah suatu hari baru tanpa kesalahan lagi? 143 . Lynde bilang bahwa dia mengenal seorang anak perempuan yatim piatu yang mencoba untuk meracuni seorang dermawan. mencerminkan bahwa Nyonya. Miss curthbeth memberitahuku bahwa kau memiliki sebidang tanah kecil milikmu. Itu akan menjadi beracun bila ditelan—bukan di dalam kue.

tidakkah kamu mengerti marilla? Selalu ada batas terhadap kesalahankesalahan yang dapat dilakukan oleh seseorang. Baiklah. Dia datang dengan menari-nari . seperti bidadari angin yang melewati sinar matahari dan bayang-bayang malas di suatu sore bulan Agustus. itu merupakan pikiran yang menghibur. Nak. seakan terpantul dari setiap benda. Oh. coba terka ? Aku diundang untuk jamuan teh di rumah pendeta besok sore. kamu sebaiknya pergi dan berikan kue itu kepada babi-babi. Mrs Allan memberitahuku bahwa dia berniat untuk mengundang semua anggota kelas sekolah-minggu untuk minum the secara bergilir. kemudian aku akan melewatinya. Kamu tidak perlu demam hanya karena itu. Apakah kamu menemukan keluarga roh yang lain ?" Kegembiraan menyelubungi anne. Lihatlah marilla. Bagi Anne menerima sesuatu dengan tenang akan berarti mengubah sifat dasarnya. kata marilla Itu tidak cocok untuk dimakan manusia. Belajarlah untuk menerima keadaan dengan tenang. tetapi aduhai. dan ketika aku mencapai akhirnya. tapi pernahkah kamu mengingatkan padaku sesuatu hal yang membesarkan hati ku. kata marilla. Penuh semangat dan berapi-api selanjutnya mereda dan dingin. Green Gables. aku anne dengan berduka. Marilla. baiklah aku tahu itu. anne Ya. Memang Begitulah dia . aku tidak pernah melihat kau bertindak tanpa kesalah. Nyonya Allan menitipkan surat untukku di kantor pos. matanya bersinar. Membuat aku bergetar ! aku akan menyimpannya untuk selama-lamanya diantara harta benda ku yang paling berharga . menanggapi peristiwa hebat itu dengan sangat dingin. ”Nona Anne Shirley. marilla? Aku tidak pernah membuat kesalahan yang sama dua kali Aku tidak tahu apakah itu akan banyak untungnya ketika kamu selalu membuat kesalahan baru.Aku jamin kamu akan buat banyak kesalahan.Anne Diundang Untuk Jamuan Teh " dan sekarang mengapa mata mu seolah akan melompat keluar sekarang?" Tanya Marilla. " Bukan. ketika Anne baru saja masuk dengan berlari lari dari kantor pos.oleh Lucy Maud Montgomery BAB XXII. kata marilla. bahkan tidak untuk Jerry Boute Anne dari Green Gable.’ Ini merupakan kali pertama aku dipanggil ’Nona’ . kesenangan dan kepedihan hidup yang datang padanya 144 .

Aku takut aku akan melakukan sesuatu yang bodoh atau lupa untuk melakukan sesuatu yang seharusnya aku lakukan. Tidak ada seorang pun yang marilla yakini benar-benar menyukai anne sebesar rasa sukanya. bukankan akan bagus bila bertahan lama? Aku tahu aku bisa jadi anak teladan jika aku diundang untuk jamuan teh setiap hari. mencintai keanehannya. Marilla hampir saja putus asa dalam mendidik cara/kebiasaan anak terlantar dari dunia itu agar dapat menjadi gadis kecil teladan yang bertatakrama dan bertingkah laku sopan. Tetapi semua hal-hal mempunyai akhir. kedengarannya seperti derai tetesan air hujan. yang dia dengarkan dengan senang pada waktu lain. Pagi itu. Maka dari itu marilla bertugas untuk membuat anne menjadi lebih tenang dalam menghadapi kebahagiaan dan kesedihan yang merupakan hal yang mustahil dan asing bagi anne." dia berseru ketika dia mencuci piring sarapan. " Aduh. bahkan malam-malam sebelum hari yang mana kamu diundang untuk minum teh di manse/rumah pastor.Aku merasa begitu cemas. Marilla tidak banyak membuat kemajuan pada anne.intensitasnya menjadi tiga kali lipat. walaupun Aku telah belajar aturan yang diberikan oleh departemen tatacara yang digembar-gemborkan keluarga sejak aku datang kesini. gemuruh yang jauh dari teluk. cerah dan semangat Anne membumbung sangat tinggi. Apakah termasuk tatakrama yang baik bila minta tolong terlalu banyak?? 145 . Dan benar-benar. Kamu tidak tahu betapa baiknya perasaaan ku hari ini. Sedangkan Pemenuhan harapan-harapan indahnya menjadikan anne pusing tujuh keliling karena kegembiraan. sekarang kelihatan seperti suatu nubuatan angin topan dan bencana bagi seorang gadis kecil yang terutama sekali ingin hari yang cerah. Anne pikir bahwa pagi tidak pernah akan datang. tidak sesuai dengan ramalan mathew. Besarnya harapan indah serta rencana membuat anne merasakan penderitaan yang mendalam. ada sesuatu pada aku hari ini yang membuat aku mencintai semua orang yang aku lihat. ia Menyadari bahwa untung dan malang akan sangat susah dikuasi oleh jiwa yang bersifat selalu menurutkan kata hati dan tidak sepenuhnya memahami bahwa daya tahan untuk menghadapi kesenangan mungkin lebih besar dari pada daya tahan untuk menghadapi kesulitan. irama yang sering timbul. Marilla. Bagaimana jika aku bertingkah laku tidak pantas? Kamu mengetahui aku tidak pernah menghadiri jamuan teh di pastoran sebelumnya. Tapu aduh marilla. dan Aku tidak yakin bahwa aku mengetahui semua ketentuan-ketentuan tatacara. gemerisik daun poplar di sekitar rumah menbuat anne cemas. ini merupakan suatu kesempatan khidmat juga . Anne tidur malam itu dalam penderitaan tak bersuara sebab Mathew mengatakan bahwa angin berputar di timur laut dan dia takut besok akan hujan. nyaring lagi merdu. Marilla merasakan hal itu dan sedikit terganggu dengan hal itu. dia mengakuinya pada dirinya sendiri dengan sedih.

Aku telah memperoleh waktu yang paling MEMPESoNA. kamu tahu. keluar masuk diantara pakis dan cabang-cabang pohon yang berdesir. Allan dan apa yang paling baik dan paling dapat dia setujui. Bagaimana pun kerasnya aku mencoba untuk menjadi baik aku tidak akan pernah berhasil menjadi seperti mereka yang memang memiliki sifat dasar baik. di bawah langit musim semi yang agung dengan semarak awan yang berwarna merah dan jingga. Hampir sama dengan ilmu geometri. Duduk diatas lemping batu pasir-merah di pintu dapur dengan kepala keritingnya yang lelah dalam genggaman pangkuan marialla. Tapi tentu saja seseorang yang ingin menjadi istri pendeta haruslah orang yang sifat dasarnya baik dan aku tidak akan pernah menjadi seperti itu. Satu bintang terang bergantung diatas kebun buah dan kunang-kunang sedang berputar-putar di atas jalan setapak Pecinta. Dia memakai pakaian yang sangat indah organdy merah muda pucat dengan selusin jumbai-jumbai dengan lengan baju siku. kata Marilla. Anne segera menyadari hal ini." Anne melewati kunjungan nya tanpa pelanggaran " tata krama. Aku pikir aku ingin menjadi istri pendeta ketika aku dewasa nanti. Ketika aku sampai disana Nyonya. Marilla. Allan menjumpaiku didepan pintu. Seorang pendeta pasti tidak akan keberatan dengan rambut merahku karena dia tidak akan berpikir mengenai hal yang bersifat duniawi seperti itu. Aku akan berusaha untuk tidak memikirkan diri ku sama sekali. Aku merasa bahwa hidupku sangat bermakna dan aku seharusnya selalu merasakan seperti ini meskipun aku tidak akan pernah lagi di undang untuk jamuan teh di pastoran. Sebagian orang memang memiliki sifat dasar yang baik. marilla. dengan irama dalam pikirannya dan memberitahu marilla mengenai segalanya dengan gembira. Marilla. Anne. Tapi tidak kah kamu berpikir bahwa usaha yang terlalu keras seharusnya memperoleh suatu balasan? 146 . Nona Lynde mengatakan kalau aku penuh dengan dosa bawaan." Masalah kamu. " Aduh. adalah kamu berpikir terlalu banyak mengenai diri kamu sendiri. dia terlihat seperti SERAPH. membalas dalam sekali dalam seumur hidupnya dengan sepotong nasihat yang ringkas. sedangkan yang lainnya tidak. Angin dingin berhembus menuruni ladang tanaman dari sekeliling bukit-bukit barat dan bersiul melalui pepohonan. aku kira." yang serius dia pulang kerumah diwaktu senjakala. " Kamu betul. kamu seharusnya berpikir juga tentang Nyonya. Aku merupakan salah satu dari yang kelompok yang tidak itu. Anne melihat mereka pada saat dia berbicara dan merasa kunang-kunang beserta bintang dan angin semuanya secara bersama-sama terjalin menjadi kesatuan yang memikat dan menciptakan keindahan yang tidak dapat diungkapkan.

maka kamu akan lupa. marilla? Dewan pengurus sudah memperkejarkan seorang guru baru dan dia adalah seorang wanita. Allan memberitahuku bahwa dia juga bodoh mengenai geometri. Nama nya adalah Laurette Bradley. Sementara ada yang lain seperti Nyonya. Seperti halnya mathew maka Nyonya. Thomas dan kembarannya dan katie Maurice dan Violetta yang datang ke green gable dan masalah ku dengan pelajaran geometry. Seperti yang Diana lakukan. Kamu tidak bisa menduga bagaimana aku dibuat gemetar semata-mata oleh ide itu. Kamu tahu kamu hendaknya mencintai mereka karena mereka mengetahui banyak hal serta karena mereka merupakan pekerja aktif di gereja. Aku hanya menatap dia dengan persaan kagum. Allan adalah satu dari orang-orang yang memiliki sifat dasar baik. Allan bermain dan bernyanyi dan dia mengajak Lauretta dan aku untuk menyanyi juga. Aku menceritakan padanya semuanya—mengenai Nyonya. Setelah dia pergi Nyonya. Kami memperoleh teh yang enak. Setelah minum teh Nyonya. Pada jamuan teh di pastoran itu ada juga anak gadis kecil lain dari sekolah minggu Pantai pasir putih. Laureta mengatakan bahwa orang-orang amerika di hotel itu memngadakan konser setiap dua minggu untuk membantu rumah sakit charlottetown. Aku sangat mencintai nya. Kamu tidak tahu bagiamana itu menghiburku. Allan dan aku berbicara dari hati ke hati. Nyonya Allan bilang aku mempunyai suara yang bagus dan dia bilang aku harus bernyanyi dalam paduan suara di sekolah minggu setelah ini. kamu tahu. dan aku kira aku sudah bertindak sesuai dengan semua ketentuan-ketentuan tatakrama. Dan percayakah kamu. Aku sangat tidak sabar untuk melihat nya. Bukankan itu suatu nama yang romantis? Kata Nyonya. Lynde. Tapi bukan roh keluarga. Laureta harus pulang lebih awal sebab ada konser besar di hotel pantai pasir putih malam ini dan saudara perempuannya akan mendeklamasikan puisi pada konser itu. tapi tetap baik. Nyonya.tetapi aku takut itu merupakan suatu penghormatan yang tidak pernah dapat aku wujudkan." BAB XXIII-Anne Gagal dalam Perang Tanding 147 . Lynde datang ke pastoran tepat sebelum aku pergi.Nyonya. Dan namanya adalah Nona Muriel Stacy. Tapi kamu harus terus mengingati diri kamu dengan hal itu setiap saat bila tidak. kamu harus berusaha keras untuk mencintainya. dan dia adalah seorang gadis kecil yang baik. Lynde mereka tidak pernah mempunyai seorang guru wanita di Avonlea sebelumnya dan dia berpikir ini merupakan suatu pembaharuan yang berbahaya. Marilla? Nyonya. dan apa pendapat mu. Tapi menurutku baik sekali mempunyai guru perempuan dan aku benar-benar tidak tahu bagaimana melewati 2 minggu sebelum sekolah dimulai lagi. Aku sangat merindukan dapat bernyanyi pada paduan suara di sekolah minggu. Laureta mengatakan bahwa dia berharap suatu hari dirinya akan diundang. Dan banyak orang pasir putih yang mereka undang untuk membacakan puisi.Allan bisa kamu cintai segera tanpa masalah apapun.

satu minggu setelah jamuan teh di pastoran . yang merupakan waktu yang baik baginya untuk memulai masalah baru. Diana Barry mengadakan pesta. Tapi Josie Pye. yang terkenal memiliki sifat yang kurang baik dalam beberapa hal. Bentuk permainan itu adalah : “BERANI” BERANI merupakan hiburan yang terkenal diantara anak-anak kecil avonlea baru-baru itu. dengan terlatih ia berjalan diatas pagar. Hampir suatu bulan berlalu sejak peristiwa kue obat gosok. dan semua hal-hal yang bodoh yang telah dilakukan di avonlea pada musim panas itu adalah karena pelaku-pelaku ”Berani” yang melakukannnya dan mereka sendiri mencatatnya. Sekarang. Kemenangan Josie menjadi suatu yang sangat dibanggakan dan digembargemborkan." Mereka bersenang-senang dan tidak ada kekacauan apapun yang terjadi hingga mereka selesai minum teh. Josie berjalan diatas pagar milik keluarga barry dengan 148 . Rubby Gillis. Jane Andrew dengan gagah berani mencoba melakukannnya. Saatnya Untuk “Berjalan” diatas papan pagar memerlukan suatu keahlian dan keseimbangan badan dan tumit sepatu bagi seseorang yang belum pernah mencoba hal itu. "hanya para anak perempuan di kelas kami. karena Carrie Sloane terus mengganggunya. Permainan itu mulai dimainkan oleh anak laki-laki. membersihkan tepian jembatan kayu sampai ke anak sungai sambil mengkhayal. pertama sekali Carrie Sloane menantang ruby gilis untuk memanjat hingga pada suatu ketinggoan tertentu pada pohon willow tua yang sangat besar yang terletak sebelum di pintu halaman depan. Tidak masuk dalam perhitungan. seperti lupa memasukkan sari susu ke dalam ember babi tapi memasukkannya ke dalam keranjang bola rajutan di kamar penyimpanan barang. sekalipun merasa takut setengah mati dengan ulat bulu hijau yang katanya mengerumuni pohon itu dan takut bila ibunya melihatnya bagaimana dia membuat pakaian barunya robek. Anne Shirley menantang dirinya untuk berjalan diatas puncak pagar papan yang mengelilingi kebun hingga ke arah timur. mereka akhirnya sedikit bosan dengan permainan mereka dan bersiap untuk bentuk permainan yang lebih nakal dan menimbulkan kekacauan.Anne harus menunggu hingga lebih dari dua minggu. Sedikit kekeliruan. Selanjutnya Josie Pye menantang Jane Andrews untuk meloncat dengan kaki kirinya dan memutari kebun tanpa berhenti sama sekali ataupun meletakkan kaki kanannya diatas tanah." Anne meyakinkan Marilla. ternyata dihadiahi bakat alami yang dibawa sejak lahir. sampai hal itu menjadi kenyataan. " kecil Dan terpilih. tetapi segera menyebar kepada para anak perempuan. melakukannya dengan gesit. tapi menyerah di sudut ketiga dan harus mengakui bahwa dirinya kalah.

"kalau begitu aku tantang kamu untuk melakukannya. "Aku tantang kamu untuk memanjat dan berjalan di atas tiang rabung atap dapur Tuan Barry. Anne mengibas-ngibaskan kepangan merahnya. Hampir semua anak –anak perempuan yang menghargai usaha itu adalah mereka yang memiliki masalah dengan berjalan diatas pagar." kata josie dengan penuh tantangan. " Jangan lakukan itu. aku tidak percaya ada orang yang bisa berjalan di tiang rabung.” Anne memanjat tangga sambil menahan napas. kata josie datar. selanjutnya dia merasa pusing dan tidak nyaman berada di ketinggian. 149 . serta menyadari bahwa mengeluarkan banyak khayalan tidak bisa membantu kamu pada saat berjalan diatas tiang rabung. sebagian yang lain diliputi kecemasan. Toh KAMU tidak bisa."Ucap anne dengan sungguh-sungguh.ketenangan yang dibuat-buat untuk mengisyaratkan bahwa hal sepele seperti itu tidak cukup berharga untuk di jadikan “TANTANGAN”. Kebanggaan enggan menyambut perbuatan berani nya. dia menyeimbangkan dirinya agar bisa berdiri tegak pada pijakan nya. "Tidak bisakah Aku?" Teriak anne cepat. Semua anak-anak perempuan kelas lima berseru. sampai di atas tiang rabung. Itu tidak adil menantang seseorang untuk melakukan hal yang sangat berbahaya”. Jika aku terbunuh kamu harus menjaga cincin mutiara ku. Dia berjalan ke arah rumah. ”OH” sebagian gembira. anne" pinta diana. Jangan hiraukan josie pye. kemudian dia mulai berjalan. Aku pikir bukan lah hal yang luar biasa berjalan diatas pagar papan yang kecil dan rendah. ”kamu akan jatuh dan terbunuh." Anne pucat. atau mati saat mencobanya. dengan gejolak kemenangan. menuju tempat dimana ada tangga bersandar pada atap dapur itu. Josie turun dari tenggerannya. Aku mengenal seorang anak perempuan di Marysville yang bisa berjalan di tiang rabong suatu atap. dengan melemparkan kerlingan meremehkan pada Anne. Aku harus melakukan itu. ujar dia. Aku tidak percaya. Diana. " Aku akan berjalan di tiang rabung itu. Harga diriku menjadi taruhan nya. tetapi jelas sekali hanya ada satu hal yang harus dilakukan.

apakah kamu terbunuh?" jerit Diana. dimana. dan berjalan sempoyongan. tetapi aku pikir aku pingsan. sembari menghempaskan dirinya berlutut di samping temannya. Aku tidak bisa berjalan ke sana. tolong cari ayah mu dan minta ayah mu untuk membawa aku pulang kerumah. ” 150 . Anne. disisi atap yang sudah di perperpanjang kebawah hingga mencapai serambi sehingga hampir menyentuh tanah sehingga jatuh dari tempat itu tidak akan mengakibatkan kerusakan yang parah/serius. aku tidak terbunuh. berbicaralah meski hanya satu kata kepada aku dan katakan padaku jika kamu terbunuh. telah dianggap dan kemudian akan di cap sebagai seorang gadis dengan visi yang mengerikan yang menyebabkan kematian dini dan tragis bagi seorang Anne Shirley. diana mungkin sudah menjadi ahli waris dari manik-manik mutiara saat itu juga. Diana. Jika Anne berguling dari sisi atap yang telah ia naiki tadi." " Di mana?" Carrie Sloane menangis. yang seolah-oleh terpaku di tanah serta merta menjadi histeris—mereka menemukan Anne terbaring lemah dan pucat diantara rongsokan dan potonganpotongan tumbuhan yang menjalar. Anne sayang. "Aduh. pada saat Diana dan anak-anak perempuan yang lain berdesak-desakan dengan penuh kebingungan di sekitar rumah—kecuali Rubby Gillis.Meskipun demikian dia berhasil melakukan beberapa langkah sebelum bencana itu terjadi. "Aduh. Anne melihat pada pada kakinya dan mencoba untuk meraihnya. Diana. Dan aku yakin sekarang aku tidak bisa meloncat terlalu jauh dengan satu kaki bahkan jane tidak bisa meloncat mengelilingi kebun." Untuk memberikan kelegaan kepada semua anak perempuan. meluncur kebawah melewati atap yang terbakar matahari dan akhirnya jatuh terjerat di antara tumbuhan-tumbuhan merambat di bawahnya—semua itu terjadi sebelum kumpulan orang-orang di bawah mengeluarkan suatu pekikan menakutkan secara bersamaan. Selanjutnya dia berayun-ayun. kendati tiada memiliki maksud." jawab Anne dengan megap-megap. dan terutama untuk Josie Pye. Meskipun demikian. " Apa yang terjadi? Dimana yang sakit/terluka ? tuntun Nyonya Barry. " Anne. tersandung. tapi ia kembali merosot lagi dengan tangisan kesakitan. yang. kehilangan keseimbangannya. Untungnya dia jatuh di sebelah lain. Anne duduk dengan pusing dan menjawab sekenanya : " Tidak . Anne?" Belum sempat anne menjawab Nyonya. akhirnya ia jatuh. Barry nampak pada adegan itu. "aduh. " Pergelangan kakiku.

“Bawa dia ke mari. menemukan bahwa luka yang terjadi ternyata lebih serius daripada yang mereka kira. yang datang tepat pada waktunya. masuk akal telah selama bertahun-tahun. sambil mengangkat kepala nya. apa yang telah terjadi pada nya?" dia terengah-engah. Dia telah mengakui bahwa dia menyukai anne—Tidak setuju menyebutnya Suka.” " Aku seharusnya telah menduga sebelumnya bahwa kamu akan pergi dan melakukan hal seperti ini ketika aku mengijinkan mu pergi ke pesta itu. Anne menjawab sendiri. lebih pucat dan terguncang dibandingkan dengan marilla aslinya. Sebaiknya kita melihat sisi yang lebih baik. dengan nyonya bari berada disampingnya beserta arak-arakan anak-anak perempuan yang mengekori nya. Marilla?" " Itu semua salah mu sendiri. dan baringkan dia di sofa. ketika Marilla naik keatas loteng timur. yang dengan tergesa-gesa dipanggil dari ladang panen. Ampuni aku.”Ucap Marilla. Di lengan nya ia menggendong Anne. mungkin aku sudah mematahkan leherku. segera mengutus dokter. Bila tidak. Malam itu. sebuah suara penuh kesakitan dari tempat tidur menyambutnya " Tidak kah kamu sangat sedih melihat aku. Barry berjalan melewati jembatan panjang dan mendaki lereng. "Jangan terlalu khawatir. anak telah meninggal dan pingsan. Marilla. Tuan Barry. Mata kaki anne remuk/patah. Tapi sekarang dia tahu dan terburu-buru menuruni lereng dengan heboh karena baginya Anne sangat berharga lebih dari apapun diatas bumi ini.Marilla sedang berada di dalam kebun buah buahan sambil memetik sepanci penuh buah apel musim panas ketika dia melihat Tuan. Untuk mengatasi kesakitan dari lukanya. tetapi bahwa dia sangat sayang pada Anne. anne mempunyai satu keinginan lagi untuk di kabulkan. Matthew. Untung saja hanya mata kaki ku yang keseleo. Mendadak tikaman ketakutan menyerbu seluruh hatinya dia menyadari betapa anne begitu berarti untuk dirinya. Aku sedang berjalan di atas tiang rabung lalu aku terjatuh. " Tuan. 151 . Marilla. tajam dan berang dalam kelegaannya. dia ingin dia telah mati pingsan. yang gelagapan dalam gelap dan mulai menyalakan lampu. dimana seorang anak perempuan pucat pasi terbaring lemah. " Ucap Marilla.!" Benar sekali. yang kepalanya terkulai lemah pada bahunya. Barry. Pada saat itu Marilla mempunyai firasat buruk.

marilla. “kamu anak yang makang. Jika saja aku bisa menyalahkan seseorang itu akan membuat aku merasa jauh lebih baik. aku benar-benar ditimpa keamatian yang besar. “ " Bukankah baik karena aku memperoleh khayalan seperti itu?”Ucap anne.” ucar anne. Anne mengeluh . Dan aku pikir aku sudah mendapat hukuman yang sangat banyak sehingga kamu tidak perlu marah pada ku. Aku baru saja menyadari bahwa aku tidak bisa meremehkan/mengabaikan Josie Pye. Dan Gil. karena pikiran yang menyatakan bahwa semua ini merupakan kesalahan ku sendiri adalah sangat berat. setelah semuanya. Tapi apa yang akan kamu lakukan marilla.teman sekolahnya yang mampir menjenguknya dan membawakan bunga –bunga dan buku untuknya dan menceritakan semua kenakalan-kenakalan yang terjadi di dunia Avonlea.setiap orang akan mendahuliui aku di kelas. kira-kira. 152 . Sama sekali tidak menyenangkan jatuh pingsan. Dia tidak akan menjadi guru baru lagi pada saat aku sudah mampu kembali pergi ke sekolah. Apa yang akan dilakukan oleh orang yang tidak memiliki khayalan seperti itu bila tulang mereka patah. Sedangkan aku tidak. cobalah untuk makan malam. Aduh. kamu akan menderita atas hal itu. aku tidak marah. tak diragukan lagi. Mustahil seperti itu !" Ucap Marilla. Tapi aku akan mencoba untuk menanggung semuanya dengan berani jika saja kamu tidak marah padaku. Marilla. Tapi dia tidaklah semata-mata bergantung pada hal itu. " Namun kamu mempunyai mental yang kuat. tapi seperti yang kamu katakan. Dan dokter sangat menyakiti aku pada saat dia memperbaiki mata kakiku. Dan selama tujuh minggu berikutnya merupakan hari-hari yang membosankan. " aku berharap hal itu bisa membantu aku melalui waktu-waktu yang berat ini dengan baik sekali. apa ya marilla?” Seringkali Anne memiliki alasan yang baik untuk membenarkan khayalannya. Banyak sekali orang yang mengunjungi nya dan tidak ada satu haripun yang terlewatkan tanpa satu atau lebih teman. baik." Dan itulah mengapa kamu harus bersedih untuk ku. Jika kamu telah berani berjalan diatas tiang atap rabung?” " Aku seharusnya sudah berada dalam kuburan dan membiarkan mereka ketakutan. Dia Pye’s akan membanggakan dirinya dihadapan ku seumur hidupku. kata marilla. Aku tidak akan bisa berjalan-jalan selama enam atau tujuh minggu dan aku akan merindukan guru perempuan baru. marilla. Karena itu sekarang.” " baik.

Aneh sekali rasanya mengetahui bahwa inspektur Bell pernah menjadi seorang anak-anak. Meski bukan satu keluarga roh. tentu saja : tapi aku masih menyukai dia dan aku sangat menyesal karena aku pernah mengkritik caranya berdoa. Semua anak-anak berpendapat bahwa guru itu sangat manis. Aku menerimanya se-sopan mungkin. tapi ada sisi baiknya juga. Bahkan josie pye datang menjenguk aku. Lynde selalu mengatakan padaku. Aku memberinya sebuah papan petunjuk. Dia bisa mengatasi nya jika dia mendapat sedikit masalah. sama seperti saat ia ada di pemujaan minggu. " Sangat tidak menyenangkan berada di tempat tidur terus menerus. Bahkan khayalanku memiliki batasan. Aku percaya sekarang kalau dia sungguh-sungguh dalam berdoa. Diana merupakan sahabat yang sangat setia. 153 . bahkan inspektur Bell juga datang untuk menjenguk saya. karena aku tidak bisa membayangkan HAL itu. dan dia benar-benar seorang lelaki yang baik. hanya saja ia kecil. pada hari pertamanya ketika dia bisa berjalan tapi dengan terpincang-pincang di atas lantai. lantaran hal itu. Dia mampir setiap hari untuk menghibur kesedirian ku. marilla. Nyonya. Mengapa. dia tidak pernah mengatakan padamu bahwa itu merupakan salah mu sendiri dan dia berharap kamu menjadi anak yang perempuan yang lebih baik." Semua orang telah begitu baik dan ramah.hal menarik mengenai guru baru itu. pada saat dia menjenguk aku. aku melihatnya dengan kacamata dan janggut yang telah beruban. Aku mengatakan padanya bagaimana sulitnya aku mencoba untuk membuat doa pribadi ku menjadi menarik Ia menceritakan pada ku saat pergelangan kakinya patah sewaktu dia masih kanak-kanak. sangat mudah untuk membayangkan ibu alan saat ia masih kanakkanak. karena aku merasa dia menyesal karena menantang aku untuk berjalan diatas rabung atap. Bukankah itu suatu hal yang patut dibanggakan. Jika aku tebunuh dia akan menanggung beban penyesalan yang besar selama hidupnya. Sekarang. Ketika aku mencoba membayangkan dirinya sebagai anak laki-laki. hanya saja ia telah terbiasa mengatakan doa-doanya seakanakan dia tidak benar-benar bermaksud atas doa-doa itu. keluh anne dengan senang. Kamu bisa mengetahui berapa banyak teman yang kamu punya. Marilla. Marilla ? pada saat istri seorang pendeta sangat sibuk dan memiliki banyak kegiatan! Dia menjadi orang yang sangat menghibur pada saat menjenguk kamu. ibu alan sudah menjenguk aku sebanyak empat belas kali. dan dia mengatakan padaku dengan cara yang membuat aku merasa bahwa dia berharap aku bisa menjadi anak perempuan yang lebih baik tapi dia sungguh tidak percaya bahwa aku akan menjadi anak perempuan yang lebih baik.Tapi aku akan sangat gembira ketika aku sudah dapat pergi kesekolah lagi karena aku telah mendengar hal.

Diana adan Rubby Gillis dan Jane Andrew sedang mempersiapkan sebuah dialog. yang berjudul ’Kunjungan Pagi’. Embun yang begitu tebal menyelimuti sehingga bukit-bukit seolah memakai kain perak dan setumpukan daun-daun didalam cekungan lembah berdesir-desir karena dilewati oleh potongan kayu kecil.Diana bilang dia memiliki rambut bergelombang yang sangat indah dan mata yang sangat mempesona. dengan cepat dan sepenuh hati ingin pergi kesekolah. Dia berpakaian dengan indahnya." BAB XXIV . Anne menarik napas panjang kebahagiaan selagi dia meraut pensil nya dan kemudian mengatur kartu-kartu gambarnya di atas meja tulisnya. Nonya Lynde mengatakan bahwa dia tidak pernah mendengar hal seperti itu pernah dilakukan dan itu semua terjadi karena guru perempuan tersebut. dengan ruby gillis yang mengangguk keseberanga gang dianatara bangku dan carrie Sloane melemparkan catatatan serta Julia Bell menemepelkan “kunyahan” permen karetnya kebelakang tempat duduk. pakis dan burung-burung. tidak mirip seperti siput. "There's one thing plain to be seen. Anne. Dan pada jumat siang yang tidak ada hafalan nona stacy membawa mereka semua ke hutan untuk hari ’Alam’ dan mereka mempelajari mengenai bunga.” dan itu adalah bahwa jatuhnya kamu dari atap milik keluarga barry tidak melukai lidah mu sama sekali. Hidup sangat menyenangkan. Tapi saya pikir itu sangat bagus dan aku percaya bahwa nona stacy itu merupakan keluarga se-roh. dan gelmebung lengan bajunya lebih besar dari siapapun di Avonlea. Setiap hari jumat siang dia memberikan hafalan dan setiap orang harus mengatakan sepatah kata atau ikut ambil bagian dalam sebuah dialog.Nona Stacy Dan Para Murid nya Membuat Pertunjukan Sudah bulan oktober lagi ketika anne telah siap untuk kembali ke sekolah— Oktober yang agun. bunga mawar dan kabut-biru. dengan pagipagi yang sendu disaat lembah-lembah dipenuhi dengan kabut tipis seolah-olah roh musim gugur telah merasuki mereka sehingga matahari harus mengalirkanpermata-permata. semuanya tampak kemerahan dan keemasan." " Ada satu hal sederhana yang patut diperhatikan. perak. "and that is that your fall off the Barry roof hasn't injured your tongue at all. Bau tajam mengilhami hati seorang gadis kecil untuk melakukan perjalanan. Dan setiap pagi dan sore anak-anak melakukan senam kebugaran tubuh. Josie Pye mengatakan dia membencinya tapi itu hanya karena josis memiliki sedikit khayalan. untuk jumat depan. mutiara. 154 . Dan merupakan hal yang sangat menggembirakan bisa kembali lagi pada bangku kecil coklat disamping Diana. anne”ujar Marilla. Alangkah indahnya memikirkan hal itu." said Marilla.

Anne berkembang seperti sebuah bunga dibawah pengaruh yang berfedah ini dan membawanya kerumah untuk membuat matthew dan Marilla yang kritis kagum dengan cerita-cerita bersemangatnya mengenai pekerjaan sekolah dan angan-angan. Ruby gillis mengatakan padaku pada saat kami berjalan pulang. Ratu Rakyat Scotlandia’. " Kata Nyonya. Lynde darahNya menjadi beku melihat anak laki-laki memanjat hingga kepuncak pohon besar pada bukit Bell untuk mengambil sarang burung gagak jumat lalu. Itu tidak akan menjadi sangat menyenangkan seperti seharusnya pada saat seluruh sekolah penuh sebelum kamu dihukum gantung dan mengucapkan kata-kata dengan terengah-engah.” " baiklah kalau begitu. Dan Nona Stacy menjelaskan segalanya dengan sangat indah.’selamat tinggal kekasihku." ucap Anne dengan bersemedi.” anne menerangkan. marilla. aku tahu. lapangan siang merupakan hal yang bagus. bahwa cara aku mengatakan bait.” kata marilla.’membuat darahnya beku. Dia merupakan wanita terhormat dan memiliki suara yang bagus.”usul mathew. kamu mungkin perlu mendeklamasikannya pada ku suatu waktu.”Sekarang demi kekuasaan ayahku. Aku tahu aku tidak akan mampu membuat darah mu beku.” " Tetapi kami menginginkan sebuah sarang burung gagak untuk pelajaran alam. " Aku mencintai Nona Stacy sepenuh hatiku. " itu untuk kunjungan lapangan siang kami. " Tentu saja aku akan melakukannya. ” tapi aku tidak akan bisa melakukan itu dengan sangat baik. ’dia berkata. 155 . Nona Stacy merupakan seorang wanita muda yang simpatik dengan hadiah kemenangan yang menggembirakan dan memperoleh kasih sayang dari muridmuridnya serta menggali hal-hal tebaik dari murid-muridnya baik secara mental maupun moral. marilla. Kami melakukan hafalan siang ini. di luar gudang. “ Aku ingin tahu apa alasan Nona Stacy menyarankan hal itu.Dalam diri Guru yang baru dia menemukan teman yang sesungguhnya dan yang sangat menolong. Kami harus menulis karangan-karangan pada kunjungan lapangan siang kamu dan tulisan ku merupakan yang terbaik. Aku berpikir seandainya saja kamu berada disana untuk mendengar puisi ku ’Mary. Pada saat dia melafalkan namaku aku merasakan DENGAN SENDIRINYA bahwa dia melafalkannya dengan E. Aku melakukannya dengan sepenuh jiwaku.

sementara aku adalah orang bodoh dalam pelajaran geometri? Meskipun aku benar-benar memuali untuk mendalaminya sedikit. Itu. Murid-murid bersatu dan semuanya berseru senang terhadap rencana ini. Itu akan membuat mereka sombong dan lancang serta gemar keluyuran. ”gerutu marilla. juga. Marilla. yang sejujurnya berpendapat itu semua adalah omong kosong.” 156 . Kita juga harus berlatih kesopanan jasmani setiap hari. juga. Dan sungguh aku tidak menyombongkan diri mengenai hal itu. Bagaimana mungkin aku menyombongkan diri. kamu sebaiknya membiarkan gurumu yang mengatakan hal itu. Bukankan sangat baik untuk menjadi luar biasa dan memiliki karangan mengenai kamu setelah kamu meninggal? Aduhai. Kebanyakan nona stacy membiarkan kami untuk memilih pokok bahasan kami sendiri. jika aku tidak pergi sebagai penginjil asing. namun dia terhambat oleh ketidaksetujuan marilla. yang melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan jiwa.. Sangat sukar memilih diantara begitu banyak orang-orang luar biasa yang pernah hidup. ”aku tidak setuju bila anak-anak membuat pertunjukan dan latihan perlombaan. persiapan untuk acara dimulai dengan segera. dan itu akan menjadi sandungan. Mereka akan membuat kamu lemah gemulai dan memperhatikan mengenai pencernaan. Nona stacy menerangkannya dengan sangat jelas." Sombong bila kamu yang mengatakan seperti itu. Hal itu adalah bahwa pelajar-pelajar di Avonlea harus mengadakan sebuah pertunjukan dan melaksanakannya di Hall pada malam Natal. Itu akan menjadi sangat romantis. aku tidak akan pernah menjadi ahli dalam bidang itu dan aku menyakinkan kamu bahwa itu merupakan pantulan dari rendah hati. Tapi aku senang menulis karangan. aku sangat senang menjadi luarbiasa. Aku kira nanti setelah aku dewasa aku akan menjadi perawat yang terlatih dan menemani Palang merah menuju lapangan pertempuran sebagai pembawa pesan pengampunan. Dan dari semua pemain sandiwara yang terpilih tidak ada satupun yang begitu bersemangat seperti Anne Shirley. Tapi tetap saja. ”tu hanya akan mengisi kepalamu dengan omong kosong dan membuang-buang waktu yang seharusnya digunakan untuk pelajaran kalian. untuk tujuan mulia membantu pembayaran gedung sekolah. Tetapi semua hafalan jumat dan kunjungan lapangan siang serta peliukan budaya jasmani dibatasi sebelum sebuah project yang nona stacy kemukakan di bulan November. Menurut Marilla itu semua hanyalah ketololan. " Tetapi BENAR itu yang dikatakannya. tapi minggu depan kami harus menulis sebuah karangan mengenai beberapa orang yang luar biasa. tapi seseorang haruslah sangat baik untuk menjadi penginjil.” "Memajukan omongkosong!" ucap marilla.

Aku akan berlatih hafalan ku di loteng. Aku harus melakuan rintihan yang menghancurkan hati dalam salah satu pertunjukan nanti.” " Curang! Dengan mengatakan ada sedikit sifat patriotisme di dalam pikiran kamu. harapan dan kemurahan hati’. Marilla. Aku akan bermohon. Aku akan berada di dalam 2 dialog—‘Masyarakat yang tertindas fitnah’ dan ”ratu peri”. bisakah kamu??khusunya dengan sepatu tembaga? Kami akan menghias aula dengan tumbuhan merambat dan slogan-slogan pada pohon cemara dengan bunga mawar dari kertas tissue berwarna merah muda didalamnya. dengan kedua tanganku mendekap—begitu—dan kedua mataku terangkat. Dan terakhir sekali kami akan menampilkan Tablo—’kesetiaan. Kami akan mengadakan 6 paduan suara dan Diana akan menyanyi secara solo(tunggal). Aku harus memiliki rangkaian bunga mawar putih pada rambutku dan rubby gillis akan meminjamkan aku sandalnya karena aku tidak punya sandal sendiri. Kamu tidak dapat membayangkan seorang peri memakai sepatu boot.”bela anne.” Tapi cobalah pikir manfaatnya. Dan kami semua akan berbaris berdua-dua setelah penonton duduk. siapakah yang pernah mendengar ratu peri se-gemuk JOSIE? Ratu peri harus ramping/langsing. Anak laki-laki juga akan memiliki satu dialog. “ " Tapi baiklah. Oh. Marilla. marilla. aku tahu kamu tidak begitu antusias seperti aku. Aku menggigil bila aku berpikir mengenai hal itu. Dia ingin menjadi RATU PERI. Seorang peri harus mempunyai sandal. ”Sebuah bendera akan memperkuat semangat patriotisme. Jangan gusar jika kamu mendengar aku sedang merintih. bukankah merupakan hal yang bagus jika kamu bisa menggabungkan patriotisme dan kesenangan. Diana dan Rubby serta diriku harus akan berada dalam tablo itu. tapi itu sensasi getaran yang menyenangkan. tapi aku tidak membiarkan diriku ambil pusing dengan apa yang dikatakan josie. sembari emma white memainkan sebuah mars dengan piano. dan aku harus membawakan 2 deklamasi puisi. Itu sungguh menggelikan. yang kamu inginkan hanyalah waktu bersenag-senang. kamu tahu. Marilla. Tapi tidakkah kamu berharap bahwa anne kecil mu ini akan membedakan dirinya sendiri dari yang lainnya?? 157 . Dan sungguh sukar untuk membuat suatu rintihan/erangan artistik yang bagus. Josie bilang dia berpikir peri berambut merah sama menggelikannya dengan peri yang gemuk. Josie Pye dongkol karena dia tidak mendapatkan peran dalam dialog yang diinginkannya. semuanya mengenakan pakaian putih dengan rambut yang berjela-jela. Tentu saja sudah pasti menyenangkan bisa membuat konser. Jane Andrews diharapkan untuk menjadi ratu peri dan aku menjadi salah satu palayan kehormatannya.

Mereka berdua bersahabat erat dan matthew sering sekali berterimakasih berkali-kali pada perannya sebagai sahabat dan bahwa dia tidak bertanggung jawab untuk mendidik anne. anne bertengger di atas suatu kayu dan menceritakan mengenai pertunjukan kepada mathew yang tentu saja setidaknya menjadi pendengar yang simpatik dan menghargai dalam hal ini. yang bersembunyi dengan malu dibelakang kotak kayu dengan satu 158 . " baiklah sekarang. Terkadang hal itu harus dikerjakan sekadarnya dengan hati-hati dalam dunia ”pendidikan”. Itu semata-mata merupakan tugas marilla. Mereka tidak melihat mathew. di senja sore pada bulan desember yang kelabu dan dingin.” Anne mendesah dan membawa dirinya kepelataran belakang.. dan sepertinya suatu keajaiban bagi lidahmu itu bahwa ia tidak pernah bersih setelah lelah berceloteh.Mathew Bersikeras dengan Lengan Gelembung Matthew segera akan melewati waktu sepeluh menit yang buruk. dimana suatu bulan baru muda sedang besinar melewati dahan-dahan pohon poplar yang tak berdaun dari langit barat yang berwarna hijau apel. ”memanjakan Anne”—yang merupakan ucapan marilla—sebanyak yang ia suka. dan disana ada Mathew yang sedang membelah kayu. tak sadar bahwa anne dan rombongan teman-teman sekolahnya sedang mengadakan latihan ” RATU PERI” di ruang tamu. Kamu bagus untuk hal yang sia-sia sekarang kepala kamu telah terisi penuh dengan berbagai macam dialog. hanya sedikit ”penghargaan”." Semua yang aku harapkan adalah agar kamu bertindak sebagaimana diri kamu sendiri. aku berpendapat itu akan menjadi pertunjukan yang bagus. Lalu duduk di sudut kotak kayu untuk melepas sepatu boot beratnya. BAB XXV. tersenyum pada wajah kecilnya yang riang dan penuh semangat. rintihan dan tablo. Aku akan tulus gembira ketika semua hal-hal remeh yang membuat repot ini selesai dan kamu telah bisa duduk dengan tenang. Tertawa-tawa dan bercakap-cakap dengan gembira.jika itu menjadi tugasnya dia akan sering merasa khawatir mengenai pertentangan antara kecenderungan hati dan mengatakan kewajiban. dia merasa bebas untuk. “ ucapnya. Namunpun begitu hal itu bukanlah merupatkan suatu tindakan yang sangat buruk betapapun. Dan aku berharap kamu akan memenuhi kewajiban kamu dengan baik. Anne membalas senyumnya.. Karena dia tidak harus seperti itu. Dia masuk ke dapur. Segera mereka datang dengan bergerombolan melewati aula dan keluar menuju dapur.

tapi matthew tiba-tiba sadar bahwa ada sesuatu dari dirinya yang membuatnya berbeda dari teman-temannya. Setelah dua jam merokok dan berefleksi keras Matthew sampai pada suatu penyelesaian dari masalahnya. Jika Matthew mengenal bahwa hal seperti itu dikenal dalam dunia mode pakaian dia akan melakukan hal itu. Namun dia cukup yakin bahwa lengan baju anne tidak sama seperti lengan baju yang dipakai oleh gadisgadis lainnya. Anne mempunyai wajah yang lebih cerah. dan pernak-pernik yang lebih bagus dibanding dengan yang lainnya. yang. dia rasa. Anne berdiri diantara mereka. dan lebih besar. semuanya dibuat dengan pola yang sama persis dan tidak bervariasi. bergandengan tangan.. Marilla selalu membuatnya berpakaian sederhana. dengan mata berbinar dan bergelora seperti mereka. Dia meminta bantuan pada rokok pipa nya agar sore itu membantu dirinya untuk mempelajari hal itu. Tidak akan banyak menolong. akan cukup yakin untuk mengendus dan berkomentar dengan penuh cemoohan bahwa satu-satunya perbedaan yang dia lihat antara anne dengan anak-anak perempuan lainnya adalah bahwa mereka kadang-kadang menjaga lidah mereka agar diam sementa anne tidak pernah melakukannya.sepatu boot di tangannya dan bootjack ditangan lainnya. 159 . Dan apa yang membuat matthew cemas adalah perbedaan itu mengesankan padanya sebagai hal yang seharusnya tidak terjadi/ada. sepanjang jalan. Anne tidaklah berpakaian seperti anak-anak perempuan yang lain! Semakin Matthew memikirkan perihal itu semakin yakin dia bahwa Anne itu tidak pernah berpakaian seperti gadis-gadis yang lain—tidak pernah sejak dia datang ke Rumah Berdinding Hijau.—dan dia heran kenapa marilla selalu membuat gaunnya sederhana dan seadanya saja. lebih banyak pada kejijikan marilla. namun perbedaan yang mengganggu dirinya tidak mengandung kehormatan. kedua mata yang lebih berbinar. Lalu mengandung apa? Matthew masih dihantui oleh pertanyaan ini lama setelah para gadis-gadis itu pergi. Hal ini. bahkan seorang matthew yang pemalu. Dia kembali mengingat sekelompok anak-anak gadis yang dia lihat mengelilingi anne sore itu—semuanya gembira dengan ikat pinggang merah dan biru dan merah muda dan putih. Matthew tidak bisa menyampaikan hal itu pada Marilla. tidak perhatian telah belajar untuk memperhatikan hal-hal ini. jalan setapak sukar yang dingin dan anne telah menenggelamkan dirinya dengan buku-bukunya. Matthew merasa. dan dia mengawasi mereka dengan malu-malu untuk selama sepuluh menit yang tersebut diatas selama mereka meletakkan topi dan jaket-jaket dan bebincang mengenai dialog dan pertunjukan itu. pakaian-pakaian gelap.

hal itu lebih karena suara hati untuk mengikuti mereka sama seperti untuk menghadiri gereja Presbyterian dan memilih kaum konservatif. Tapi sebenarnya pastilah tidak akan membahayakan membiarkan anak memiliki satu baju yang cantik—sesuatu yang seperti yang selalu dikenakan oleh Diana Barry Matthew memutuskan bahwa ia akan memberi anne satu . Astaga! Matthew tidak mengetahui bahwa Samuel.. Ada beberapa hal yang dapat Matthew beli dan membuktikan diri sebagai penawar yang pandai sekali. dia merasa yakin. Nah itu dia. Dia dapat berbicara dengan mereka ketika dia mengetahui persis apa yang dia inginkan dan bisa menunjuknya. Maka dari itu ia akan pergi ke toko milik Lawson. membutuhkan penjelasan dan konsultasi. Matthe sangat bingung melihat perempuan itu disana. meletakkan pipa rokoknya dan mulai tidur. matthew merasa ia harus memastikan bahwa orang yang dibelakang counter haruslah seorang laki-laki. dan gelang-gelang itu benar-benar merusakkan akalnya. Mungkin karena beberapa alasa bijaksana. 160 . yang merupakan keponakan dari istrinya dan sungguh anak perempuan yang bergaya.Tentu saja. tinggi. dengan nafas pebuh kepuasan. Dia berpakaian menor dan mengenakan beberapa gelang rantai yang gemerlapan dan berbunyi gemerincing setiap tangannya bergerak. tapi ia tahu dia akan bergantung pada kemurahan hati si penjaga toko bila dia datang untuk membeli pakaian anak perempuan. Tapi putri William blair sering melayani pelanggan disana dan matthew merasa sangat takut dengan mereka. Natal hanya tinggal dua minggu lagi. Marilla mengetahui yang terbaik dan Marilla yang membesarkannya. Matthew. Itu semua adalah benar. tapi dalam perihal yang seperti sekarang. sedangkan marilla membuka semua pintu dan membiarkan udara masuk kerumah. dalam rangka mengembangkan usahanya. dengan tujuan untuk dapat melewati yang terburuk dan selesai dengan hal itu. tidak ada siksaan berat dari beramah tamah. dan dengan senyum yang lebar. alasan yang tidak dapat diduga harus dilayanani dengan cara demikian juga. Segera pada sore berikutnya Matthew pergi sendirian ke carmody untuk membeli pakaian. dimana Samuel atau anak laki-lakinya akan melayani dirinya. Setelah banyak menimbang akhirnya Matthew memutuskan untuk pergi ke toko milik Samuel Lawson daripada ke toko milik William Blair. Karena ia tahu bahwa keluarga curthbert selalu pergi ke toko milik William blair. yang tentu saja tidak dapat ditolak sebagai tindakan yang tidak dibenarkan dalam mencampuri urusan orang lain. juga telah memperkerjakan seorang pegawai perempuan juga. mata coklat bulat yang besar. Sebuah pakaian baru yang indah akan segera menjadi benda untuk hadiah.

merampas penggaruk dan menuju pintu." Apa yang bisa saya bantu sore ini. karena kamu menyarankannya. Aku akan memeriksanya. ”jawab dia. " Kita tidak punya persediaan saat ini. cepat dan menyenangkan. katakan dimana penggaruk kebun?” Matthew gagap. " Aku yakin kami masih punya satu atau dua lagi yang tersisa. tentu-tentu saja—seperti yang anda katakana. Tuan Curthbert?”tanya Nona Lucilla Harris. ”Selama perempuan itu tidak ada matthew mengumpulkan pikiran sehatnya untuk usaha yang lain. yang disangsikan Nona Harris dengan sabar. Nona Harris terlihat agak terkejut.”matthew tergagap tidak senang. sekarang dia menyimpulkan bahwa tuan curthbert sangat gila. mengetik mesin penghitung dengan kedua tangannya. Pada saat nona harris kembali dengan membawa penggaruk dan menanyakan dengan gembira: ” apa ada butuh yang lain lagi malam ini. ”well sekarang.” " warna putih Atau warna merah?”tanya nona harris dengan sabar.” " Oh. mungkin juga sangat terkejut. Tuan Curthbert?”matthew mencoba mengumpulkan keberaniannya dan menjawab.” Nona Harris telah mendengar bahwa matthew Cuthbert disebut sebagai orang aneh. mendengar seorang laki-laki mencari penggaruk kebun di pertengahan bulan desember. " well sekarang—jika tidak terlalu banyak masalah—aku juga butuh—itu—aku butuh -----gula.” terang dia dengan angkuh. Sembari Nona haris sedang menghitung uang kembaliannya matthew mengerahkan kembali kekuatannya untuk sebuah usaha akhir yang nekat. Sesampainya di ambang pintu ia teringat bahwa dia belum membayar dan ia memutar balik. aku juga butuh —aku juga mengambil—itu—itu—membeli beberapa-beberapa orang-orangan sawah . 161 . " Kita hanya menjual orang-orangan sawah di musim semi.”penggaruk kebun itu ada di lantai atas di ruangan peralatan penebangan kayu. " Apakah kamu punya satu—satu--satu--baiklah sekarang.

dengan butirbutir peluh yang memenuhi dahinya. Matthew merasa yakin bahwa dia akan menghalang-halangi proyek ini segera.”ucap matthew. dan juga—ini kasar dan gelap—William Blair tidak biasanya menjual gula seperti itu. tapi dia memberikan gula itu kepada marilla.” ucap nona harris. karena tidak ada perempuan lain lagi di avonlea yang berani matthew tanyai sarannya. Setelah sampai di rumah dia menyembunyikan penggaruk di gudang peralatan. Hanya jenis itu yang kami punya. Ini bukan gula yang bagus." ucap matthew dengan lemah " Ada satu tong disana. sambil menunjuk yang membuat gelangnya bergoncang. Sesudah mengemudi hingga separuh jalan menuju rumahnya Matthew akhirnya kembali menjadi dirinya sendiri. Dia pergi menjumpai nyonya Lynde. " MeMilih satu pakaian untuk kamu berikan pada anne? Tentu saja aku akan. "Kenapa banyak sekali? Kamu tahu tidak pernah menggunakannya kecuali untuk membuat bubur pesanan orang atau kue buah coklat. aku akan memberikan penilaian ku kemudian. Aku percaya campuran warna coklat cocok buat anne." Oh--Well sekarang--merah. ” " Aku—Aku pikir itu mungkin berguna membebaskan dirinya. dan William blair memiliki beberapa gloria baru yang benar-benar cantik. suatu waktu. dan perempuan baik itu dengan segera mengambil alih masalah yang mengusik laki-laki itu. 162 . tapi menurutnya dia pantas mendapatkannya karena dia sudah melakukan bid’ah perjalanan ke toko asing. Aku akan pergi ke Carmody besok dan aku akan memilihnya. Ketika akhirnya matthew berpikir mengenai masalah yang harus dia selesaikan dia memutuskan bahwa seorang wanita diperlukan untuk mengatasai situasi ini. Dan marilla bukanlah orangnya. Jerry sudah pergi dan aku sudah tidak membuat kue itu lama sekali. Apakah kamu punya sesuatu yang khusus dalam benak mu? Tidak ? well.” " aku akan—aku akan membeli dua puluh pon. ” ucap matthew. " Gula merah!" seru Marilla. Itu tadi merupakan pengalaman yang sangat mengerikan. Dia ingat hanya Nyonya Lynde.

Jika aku tidak meminta terlalu banyak aku—aku ingin lengan nya dibuat dengan cara yang baru. dan selebihnya akan berjalan dengan benar. mengingat bahwa jika marilla yang melakukannya anne mungkin akan merekareka sebelum waktunya dan merusakkan kejutan itu? Baiklah. Tetapi sepertinya mereka tidak pernah berpikir itu semua semudah dan sesederhana Tiga Peraturan---hanya tetapkan tiga syarat kamu yang mengikuti perkembangan jaman. Aku mengira dia mencoba untuk menanamkan semangat kerendahan hati dalam diri anne dengan mewarisi anne cara berpakaiannya.” Marilla mengetahui bahwa selama dua minggu berikutnya ada sesuatu dalam benak matthew. tapi itu lebih seperti menanamkan kecemburuan dan ketidakpuasan. tapi apakah itu ia tidak dapat menerkanya. Tetapi selalu ada jalan. karena aku bisa melihat marilla tidak ingin nasihat dan dia berpikir dia lebih banyak tahu bagaimana cara mengurus anak-anak dibanding aku karena dia perempuan tua. Aku akan membuat baju itu pas buat keponakanku. biar aku yang akan melakukannya. itulah mengapa. Aku yakin anak itu pasti merasakan perbedaan antara bajubajunya dengan baju-baju anak-anak lain. Masyarakat yang sudah membesarkan anak-anak mengetahui bahwa tidak ada metode yang kaku dan mutlak di dunia yang bisa sesuai untuk setiap anak.” " baiklah Sekarang. ketika nyonya Lynde membawa pakaian baru itu. Tidak. Meskipun demikian aku harus menutup mulutku. Namun berpikir bahwa matthew memperhatikan hal itu! Laki-laki itu terbangun setelah tertidur selama lebih dari enam puluh tahun. karena dia dan anne bentuk badan mereka sama seperti dua kacang polong kembar.” ucap matthew.Barangkali kamu menginginkan aku mengepaskannya juga untuk anne. itu bukan masalah besar. Cara marilla memakaikan baju nya sangat menggelikan.” dan –dan – aku tidak tahu---tapi aku ingin—aku pikir mereka membuat lengan yang berbeda saat ini daripada lengan yang biasa mereka buat. Aku suka menjahit.” ucap Nyonya. Kamu tidak perlu cemas mengenai itu lagi. matthew. Tetapi darah daging tidak datang seperti aritmatika dan disitulah letak kesalahan marilla curthberth. Aku menurut saja. Aku akan memperbaikinya hingga sesuai dengan mode terkini/terakhir. sampai malam hari natal tiba. Jenny gillis. Lynde.” " Gelembung? Tentu saja. aku seringkali mengatakan padanya selusin kali bahwa dia terlalu sederhana. meskipun dia sangat tidak percaya dengan penjelasan diplomastis Nyonya Lynde yang mengatakan bahwa 163 . Nyonya Lynde berkata pada dirinya sendiri setelah matthew pergi: " akan benar-benar puas bila melihat anak miskin itu mengenakan sesuatu yang pantas untuk sekali waktu. Marilla menanggapi semuanya dengan sangat baik.

mereka sekarang sama besarnya dengan balon. Aku sudah membuatkan untuknya tiga pasang yang bagus.dan ada bau segar diudara yang cerah. aku harap setidaknya dia akan merasa puas. “ aku tahu ia akan melakukan suatu ketololan. Bahan yang ada di lengan-lengan itu saja cukup untuk membuat ikat pinggang. Tahun depan sesiapapun yang memakai mereka harus melewati pintu dengan cara menyamping. Anne berlari menuju lantai bawah sambil bernyanyi hingga suaranya menggema di seluruh rumah hijau. " Jadi inilah sebabnya mengapa matthew terlihat sangat misterius dan tersenyum-senyum sendiri selama dua pekan. Ada natal jenis lain yang tidak terlihat sungguhan. selama aku tahu dia ingin sekali memiliki lengan baju bodoh itu sejak lengan baju itu menjadi mode. Pohon cemara di Hutan angker semuanya berselimut dan menakjubkan. Anne mengintip dari jendela loteng yang membeku dengan mata yang gembira. dimalam sebelumnya cukup banyak salju yang turun perlahan-lahan untuk merubah avonlea.” Pagi Natal membuat dunia menjadi indah dengan warna putih. hangat. Baiklah. matthew. dan kalaupun ada yang lain itu hanya pemborosan belaka. dan dapat digunakan pada musim gugur ini. Gelembung-gelembung itu terus saja menjadi lebih besar dan lebih menggelikan. " Selamat Hari Natal. Well. benarkan ?” katanya sedikit kaku tapi toleran. Marilla! Selamat hari Natal. dan sekarang dia sama sombongnya dengan seekor merak. pohon birch dan pohon-pohon cherry liar membentuk garis mutiara. meskipun dia tidak pernah berkata satu patahpun mengenai hal itu semenjak dulu. Itu merupakan bulan december yang paling lembut dan orang-orang sudah menanti-nanti natal hijau. mengerjakan itu? 164 . adakah? Macam lain Natal tidak nampak riil. Matthew! Bukankah ini natal yang indah? Aku senang sekali hari ini serba putih. harus ku katakan bahwa aku pikir anne tidak perlu pakaian apapun lagi.dia yang membuat baju itu karena matthew takut bahwa anne akan mengetahui kejutan itu bila marilla yang membuatnya. Kamu hanya akan membenarkan kesombongan anne. aku nyatakan itu memang cukup. tanah-tanah yang dibajak berundak-undak dengan dipenuhi salju.

ikat pinggan yang terjahit rapi dengan cara yang sangat modern. Karena tiba-tiba Anne berlinangan air mata. " sangat suka! Aduh. mari kita sarapan dulu. dan diatasnya ada dua gelembung cantik yang dipisahkan oleh baris-baris pita sutra coklat yang berjejer. tapi meskipun demikian pandangan yang terlihat dari sudut matanya terlihat agak tertarik. warnanya coklat. Apa yang membuat orang menyebutnya hijau? Kenapa —kenapa—matthew. Ini ada pita rambut Nyonya Lynde dia meninggalkannya untuk kamu. Aku tidak akan pernah bisa merasa 165 . Sungguh telihat jelas sekali bahwa aku tidak akan pernah bisa menilainya jika mereka sudah tidak model lagi sebelum aku memakainya. Mereka tidaj hijau--. Aku pikir kamu tidak perlu baju lagi. agar sesuai dengan warna pakaian kamu. ” ujar anne dengan terpesona. Anne mengambil pakaian itu dan melihatnya dengan terpana. " mengapa—mengapa—anne. tapi karena matthew sudah memberikannya untuk kamu. aku lebih suka menyenangkan mataku pada pakaian itu. dengan sedikit renda tipis di lehernya. itu sempurna sekali. Ayo kesini.”Harus aku katakan. aku tidak pernah bisa berterimakasih kepada mu. Matthew!" Anne meletakkan pakaian itu diatas kursi dan mendekap kedua tangannya. Matthew!" Matthew dengan malu membuka pakaian dari kertas pembungkusnya. tidak kah kau menyukainya? Baiklah kalau begitu —baiklah . alangkah indahnya—gloria berwarna coklat lembut dengan permukaan sutera yang halus. anne. yang berpura-pura meremehkan dengan mengisi cangkir the. Wow.Aku tidak suka natal hijau.” " Aku tidak tahu bagaimana aku bisa sarapan. jaga baik-baik pakaian itu. baiklah. ujar Matthew dengan malu-malu. ini semua seakan-akan mimpi bagi ku. Aku sangat senang bahwa Lengan baju yang bergelembung masih menjadi mode. duduklah. Wow. Lihatlah lengan-lengan itu! Aduh. adakah itu untuk aku?? Aduh.hanya tidak menyenangkan coklat pudar dan kelabu. “sela marilla.” "Baiklah. ”Matthew. rok dengan jumbai-jumbai. Dan kedua lengannya sungguh anggun! Manset bersiku yang panjang. " Itu adalah hadiah natal untuk kamu Anne. " Sarapan terlihat sangat biasa pada saat yang sangat menggairahkan seperti itu. membentangkan pakaian itu dan memegangnya sembari melemparkan kerlingan mencela pada marilla.

dengan jari-jarinya dihiasi manik-manik dan gundukan sutra serta kait yang berkilauan. Aku punya sesuatu yang sangat bagus untuk ku tunjukkan padamu.” Ucap diana.”ucap diana dengan terengah-engah. Apakah kamu pernah mendengar hal yang seperti itu?” Semua pelajar Avonlea sedang dihinggapi deman kegembiraan akan hari itu. Kamu ingat. dan itu suatu berkah. sosok gadis kecil yang gembira dalam balutan ulster merah tuanya. Aula harus dihiasi dan latihan ulangan terakhir pun dilaksanakan. Aku ingin membawa nya tadi malam. tapi barang itu datang sesudah hari gelap." kata Anne . Tapi tekadang agak sulit untuk melakukan ketetapan hatimu bila godaan yang sangat menarik datang. " Di sini—kotak ini. Matthew memberikan padaku pakaian terindah.benar sangat baik.dan aku selalu bertekad bahwa aku akan menjadi gadis teladan di masa mendatang. dengan lengan SEDEMIKIAN. ” " Aku sebut itu mujur. " Diana. Dan aku tidak pernah merasa nyaman lagi melewati hutan angker sekarang-sekarang ini. Aku merasa bahwa aku harus menjadi anak perempuan yang benar. 166 . dan buruk sekali bila mendengar seorang peri berjalan terseokseok. kamu mengerti.dan kemudian. ” Pada saat sarapan yang biasa itu telah selesai Diana muncul. Aku pasti sedang bermimpi. Tante Josephine mengirimi kami satu kotak besar dengan banyak sekali isi di dalamnya—dan ini untuk kamu. ini merupakan natal yang sangat hebat. Josie Pye akan senang.” " Aku punya seseuatu yang lebih baik untuk kamu. kerena ukuran sendalnya 2 kali lebih besar untuk kamu.cukup puas. semalam sehabis latihan Rob wright pulang kerumah dengan gertie pye. aku akan berusaha lebih keras setelah ini. Dan nyonya lynde juga sangat baik karena memberikan aku pita juga. sepasang sendal anak kecil yang cantik. Anne berlari cepat-cepat menuruni lereng untuk menjumpainya. " Oh. Tapi meski pun demikian tetap saja. Aku bahkan tidak pernah bisa membayangkan yang lebih bagus dari pada itu. melewati jembatan kayu putih di lembah.” Anne membuka kotak itu dan mengintip kedalam nya. " Selamat Hari Natal. Diana! Dan aduh. Tapi pada saat seperti ini aku minta maaf karena tidak menjadi gadis teladan. Pertama sebuah kartu dengan tulisan ”Untuk Anne-girl SELAMAT NATAL”. Kamu tidak perlu meminjam sandal Rubby sekarang. ini terlalu banyak.

Jadi aku memulainya.diana. semua pemain sandiwara melakukan tugasnya dengan sangat sempurna. Aula kecil itu penuh sesak. bila tidak aku tidak akan bisa melakukannya. Kamu ingat. Aku berkata pada diriku sendiri. ketiak Tuan allan memanggil namaku aku sunnguh tidak bisa mengatakan bagaimana aku bisa berdiri pada panggung. Apakah aku merintih dengan baik? " " Ya. ketika acara telah selesai dan diana dan dirinya sedang bersama-sama berjalan pulang dibawah langit yang gelap dan dipenuhi bintang. Untungnya aku sering sekali berlatih puisi itu diatas loteng.’itu adalah teman karibku yang sangat dihormati. " Segalanya berjalan dengan baik sekali. rintihan kamu bagus. tapi anne menjadi bintang istimewa pada acara itu. meskipun cemburu.Pertunjukan jatuh pada malam hari dan dinyatakan sukses.” Aku merasa lebih bangga daripada ketika kamu lakukan pada latihan ulangan.” " well. Tapi kemudian aku mengingat lengan baju gelembung ku yang indah dan memberanikan diri. tuan allan akan megirimkan uang itu ke rekening charlottetown. Puisi yang sedih itu sungguh bagus. tentu saja. " Aku melihat Nyonya. dan suaraku nampaknya berasal dari tempat yang sangat jauh. tentu saja itu merupakan kesempatan yang sangat mengesankan.aku tahu bahwa aku harus berbuat sesuai dengan lengan baju itu.” aku terka kita sudah mengumpulkan sebanyak 10 dollar.” " Aduh. Diana. anne. tidak berani menyangkal. josie pye." diana meyakinkan. Sloane tua sedang menyeka air matanya ketika aku duduk. Aku merasa seperti burung beo. apakah kita akan benar-benar melihat nama –nama kita pada print itu? Solo kamu sangat menawan. Ambil bagian di dalam pertunjukan itu sangat romantis. " Oh. Rasanya senang sekali sudah menyentuh hati seseorang. Diana. Bukankah ini suatu malam yang indah?”desah anne. dan sejenak aku merasa aku yakin bahwa aku tidak mampu untuk memulainya sama sekali. Diana aku tadi sangat gugup. ucap diana praktis. Aku merasa seolah-olah satu juta mata sedang memperhatikan aku dan menembus diriku.” 167 . Puisi-puisi mu membuat hadirin gembira. ” " oh ya. benar kan? Aduh.

” " Masih banyak waktu untuk memikirkan hal itu. “ ucap anne dengan angkuh. ucap marilla." Bukankah dialog anak laki-laki bagus?” ucap diana. dan dia juga sangat baik .Gilberth Blythe bagus. Nyonya Lynde membuat pakaian itu sedikit lebih panjang. namun aku tidak akan mengatakannya padanya seperti itu. tapi tidak akan membahayakan untuk memikirkan kembali hal itu berulang-ulang. Matthew. ”hal-hal sepert itu akan lebih baik untuk dipertimbangkan masak-masak. Meskipun.” " baiklah Sekarang. marilla. dan itu membuat anne kelihatan sangat tinggi. Bab XXVI – Dibentuknya Klub Cerita 168 .”Ucap matthew dengan bangga. Aku melihat Gil memungutnya dan meletakkannya di katung dadanya. Meskipun malam ini menyadarkan aku bahwa dia sudah tumbuh menjadi remaja. aku bangga padanya dan aku benar-benar mengatakan padanya seperti itu’sebelum dia naik ke lotang. sama sekali. Kita harus mempertimbangkan apa yang bisa kita lakukan untuk nya dimasa mendatang. Tapi belum ada yang perlu dikatakan setelah satu atau dua tahun kedepan. Benar disana. Aku pikir kelak dia akan memerlukan sesuatu yang lebih dari pada hanya sekadar sekolah Avonlea. Kamu sangat romantis dan aku yakin kamu pastilah senang mengetahui hal itu. Tunggu sampai aku ceritakan padamu. Ketika kamu berlari dari podium setelah dialog peri salah satu mawar jatuh dari rambutmu. tapi setelah aku melihat aku tidak merasa ada hal yang membahayakan dalam kegiatan ini.”ucap matthew. Dia cepat belajar dan menurutku hal terbaik yang bisa kita lakukan untuknya adalah menyekolahkannya ke Queen’s suatu musim. Anne aku berpikir cara kamu memperlakukan Gil sangat buruk. duduk sebentar di tungku dapur setelah anne tidur.memang. aku bangga dengan Anne malam ini. Malam itu Marilla dan matthew yang untuk pertama sekalinya selama dua puluh tahun pergi menghadiri pertunjukan. dia baru berusia tiga belas tahun bulan maret nanti. Aku sederhananya tidak pernah memboroskan pikiran ku padanya. Apa yang dilakukan oleh orang itu tidak berarti apa-apa untuk ku. ” well sekarang. Aku marilla. Aku sudah begitu mempertentangkan rencana pertunjukan ini. aku tebak Anne kita telah berhasil sebaik temantemannya.” " baiklah Sekarang.” ucap matthew. ”dia anak yang cerdas. Yah. diana”.

Pastinya. Kurasa karena itulah Marilla tak menyetujuinya. tapi kau tak pernah tahu. tak sudi “bicara” dengan Anne selama sisa musim dingin. Dengan pengecualian akan perselisihan-perselisihan remeh ini. konser itu meninggalkan bekas. “Mungkin setelah beberapa saat aku akan terbiasa dengannya. “Aku benar-benar yakin. dan keluarga Sloane menjawab dengan pedas bahwa keluarga Bell tak becus mengerjakan hal kecil yang harus mereka kerjakan. Tapi mungkin itu hanya karena aku kelelahan.” Bagaimana pun. yang bertengkar karena ingin lebih diutamakan di barisan tempat duduk.Avonlea junior merasa tak betah lagi hidup berdiam dalam keadaan yang membosankan. Lynde bilang tak ada bahayanya aku menjadi salah seorang di antara mereka. dan putuslah sebuah persahabatan selama tiga tahun yang memberikan harapan. Charlie Sloane berkelahi dengan Moody Spurgeon MacPherson. tapi aku takut konser-konser akan mengganggu orang dalam kehidupannya sehari-hari. dia bilang pada Diana. Aku benar-benar tak dapat tidur semalam untuk waktu yang sangat lama. Nyonya. lalu Bessie memberitahukannya pada Julia. Pasti akan sangat lebih baik menjadi bijaksana. tapi tetap saja. sekolah Avonlea kembali ke kebiasaan lamanya dan mencurahkan perhatian pada minat-minat lamanya. pada akhirnya. Bagi Anne khususnya segala sesuatu tampak sungguh sangat datar. Diana. aku tak yakin benar-benar mau menjadi orang yang bijaksana. Bisakah dia kembali ke kegembiraan dahulu yang menenangkan saat jauh-jauh hari sebelum konser itu? Pada awalnya. Keadaan seperti itu adalah suatu hal yang bagus—sangat menyenangkan mengenangnya kembali. pekerjaan di kerajaan kecil Miss Stacy berjalan dengan lancar dan teratur. Ella May. Terakhir. dengan salju yang sangat sedikit hingga Anne dan Diana dapat pergi ke sekolah hampir setiap hari melalui Birch Path. Pada hari ulang tahun Anne mereka berjalan dengan langkah ringan menyusurinya. Aku hanya berbaring dalam keadaan terbangun dan membayangkan konser itu berkali-kali.” katanya penuh kesedihan. Marilla adalah wanita yang sangat bijaksana. karena keluarga Bell telah menyatakan bahwa keluarga Sloane terlalu banyak ikut campur dalam acara itu. Minggu-minggu musim dingin telah berlalu. dengan tetap 169 . tak lagi duduk di meja yang sama. karena Moody Spurgeon mengatakan bahwa Anne Shirley bersikap angkuh pada bacaan ceritanya. bahwa hidup tak akan pernah persis sama seperti zaman kuno itu. Josie Pye dan Julia Bell tak “bicara” selama tiga bulan. seolah merujuk ke masa setidaknya lima puluh tahun ke belakang. Itu adalah musim mendingan yang tak seperti biasanya. karena mereka sangat tidak romantis. akibatnya kakak Moody Spurgeon. Ruby Gillis dan Emma White. Tak seorang pun dari keluarga Sloane punya hubungan dengan keluarga Bell. dan tak menguntungkan setelah dia menghirup segelas piala kegembiraan selama berminggu-minggu. basi. karena Josie Pye bilang pada Bessie Wright bahwa tundukan kepala Julia Bell ketika berdiri untuk bercerita mengingatkannya pada ayam yang menyentakkan kepalanya. dia tak yakin bisa. dan Moody Spurgeon merasa “terpukul”. Baru saja aku merasa bahwa aku bisa saja tumbuh menjadi bijaksana.

Itu membuat hidup tampak jauh lebih menarik. Kau sudah berumur tiga belas tahun selama sebulan. “Coba bayangkan. Nyonya. “aku tak akan—tapi sudahlah! Aku tak akan mengatakan aku akan apa karena itu sangat tak mengenal belas kasihan. “Sebenarnya dia sangat senang ketika seseorang menuliskan namanya di sebuah pengumuman tapi dia berpura-pura sangat marah.menjaga mata dan telinga dalam keadaan siap siaga di antara celotehan mereka. jadi kurasa itu bukanlah suatu hal yang baru bagimu seperti aku merasakannya.” sahut Anne mencemooh. Lynde bilang Tuan.” “Empat tahun lagi kita akan bisa mengatur rambut kita. tapi seringnya cara bicara seperti itu terjadi begitu saja sebelum kita sempat berpikir. Dalam dua tahun lagi aku akan benar-benar menjadi dewasa. Allan. Diana. mungkin aku akan bisa mengatasinya dengan lebih baik. “Ruby Gillis tak memikirkan apa pun selain pacar. Allan tentang dosa yang menimpa. “Aku hampir tak menyadari bahwa aku sudah remaja. Tuan. Selain itu. Tapi aku kuatir itu cara bicara yang tak mengenal belas kasihan. tapi kupikir itu menggelikan.” “Ruby Gillis bilang dia bermaksud memiliki seorang pacar segera saat dia berumur lima belas. Meskipun begitu. Ketika aku bangun tadi pagi segala sesuatu tampak berbeda bagiku. karena menurutku ia sempurna. Allan menghormati tanah yang dipijak istrinya dan ia tak terlalu yakin dibenarkan bagi seorang pendeta menunjukkan kecintaannya yang sangat besar dengan cara yang manusiawi. aku akan 170 . Kau mungkin sudah tahu itu. Aku mencoba untuk sebisa mungkin menjadi seperti Nyonya. bahkan para pendeta juga manusia dan punya dosa yang menimpa sama seperti manusia lainnya. Aku berusaha mati-matian untuk mengatasinya dan sekarang aku sungguh sudah berumur tiga belas tahun. Allan bilang kita tak pernah boleh bicara seperti itu. Minggu sore yang lalu aku mengalami pembicaraan yang menarik dengan Nyonya.” sahut Diana. jadi aku tak pernah membicarakannya sama sekali.” kata Anne dengan nada kagum. Diana. Aku akan menunggu sampai aku tujuh belas tahun.” kata Anne penuh tekad. Menyenangkan sekali membayangkan bahwa aku akan dapat membual karenanya tanpa ditertawakan. Nyonya. Dosa yang menimpaku adalah terlalu banyak berkhayal dan melupakan tugas-tugasku. karena Miss Stacy bilang bahwa mereka harus segera menulis karangan untuk “A Winter’s Walk in Woods (Perjalanan Musim Dingin di Hutan).” dan itu membuat mereka jadi patuh. Ada beberapa hal yang cocok untuk dibahas pada hari-hari Minggu dan itu salah satunya.” kata Diana. ya kan? Aku sangat tak bisa membicarakan Josie Pye tanpa menggunakan kata-kata pedas. “Alice Bell baru enam belas tahun dan dia yang mengatur rambutnya.” “Kalau hidungku seperti hidungnya Alice Bell yang bengkok. Allan juga berpikir demikian. hari ini aku berumur tiga belas tahun.

” “Aku tak pernah melihat orang bermata ungu.” Diana menghela napas. dan manis.” “Well. Aku sudah tahu apa itu dahi pualam. tapi yang akan kita serahkan hari Senin sangat buruk. “Itu mudah bagimu karena kau punya imajinasi. or In Death Not Divided (Saingan yang Iri. itu semudah mengedipkan mata. Itu sesuatu yang harus diingat untuk gubahan musik hutan kita. Itu cerita sedih.membandingkannya dengan hidungku sendiri dan itu sia-sia.”sahut Anne. Hutan-hutan itu sangat putih dan tenang. Kemudian aku membacakannya di depan Matthew dan ia bilang itu bagus. Judulnya ‘The Jealous Rival.’ Aku membacakannya di depan Marilla dan ia bilang itu omong kosong. Itulah salah satu keuntungan berumur tiga belas tahun. Ide dari Miss Stacy membuat kita mengarang cerita gila!” “Oh. seolah mereka sedang tertidur dan bermimpi indah. Oh. “Aku bisa mengatur untuk mengarang tentang hutan. Cordelia seorang gadis yang seperti raja. Itu cerita tentang dua gadis cantik bernama Cordelia Montmorency dan Geraldine Seymour yang tinggal di desa yang sama dan telah saling terikat satu sama lain. atau Dalam Kematian tak Terpisahkan). “Aku mengarangnya Senin malam yang lalu.” Diana menjawab tepat. Diana. “Aku juga tak pernah lihat.” kata Diana meragukan. ada seekor kelinci. Kau jauh lebih banyak tahu daripada berbuat saat kau baru berumur dua belas. Geraldine adalah seorang gadis berambut pirang yang seperti ratu. yang mulai agak tertarik dengan nasib mereka. Aku mengkhayalkannya. Kritik semacam itu yang aku suka. berusaha keras berbudi luhur untuk tak tampak puas dengan diri sendiri tapi sayangnya gagal. Aku mau sesuatu yang di luar kelaziman.” “Aku tak akan keberatan menuliskan karangan itu ketika saatnya tiba. Aku kuatir terlalu banyak memikirkan hidungku sejak aku mendengar pujian itu dulu. Geraldine juga punya dahi pualam. Itu benarbenar kesenangan besar bagiku. Kemudian Bertram De Vere datang ke desa asal mereka dan jatuh cinta pada si pirang Geraldine. “tapi apa yang akan kau lakukan kalau kau dilahirkan tanpa memilikinya? Kurasa kau sudah menyelesaikan semua karanganmu?” Anne mengangguk. apa yang terjadi dengan Cordelia dan Geraldine?” tanya Diana. Aku benar-benar berpikir hutan di musim dingin seindah di musim panas. Aku menangis seperti anak kecil ketika menuliskannya. berambut coklat dengan hiasan kepala dan matanya bersinar redup. lihat. “Mereka tumbuh cantik dan hidup berdampingan sampai mereka enam belas tahun. dengan rambut seperti emas yang digelung dan matanya ungu seperti beludru. Dia menyelamatka nyawa Geraldine ketika kudanya 171 .

Kupikir itu adalah balasan puitis atas kejahatannya. Ruby bilang dia disembunyikan di ruangan dapur ketika Malcolm Andres melamar kakaknya Susan. Suatu malam mereka berdiri di jembatan yang dibawahnya terdapat arus yang sangat deras dan Cordelia. kalau kita kawin musim gugur ini?’ Dan kata Susan. “Aku baru saja memikirkan sebuah rencana. ha. ‘Ya—tidak—aku tak tahu—biar kupikir dulu’—dan begitulah mereka. karena dia benar-benar sangat kaya.” “Imajinasimu bisa bagus kalau kau melatihnya. kegelapan mulai membayangi jalan mereka. Seluruh kasih sayangnya pada Geraldine berubah menjadi kebencian yang menyedihkan dan dia bersumpah bahwa Geraldine tak akan pernah bisa menikah dengan Bertram. dia lupa dia tak bisa berenang. karena. kau tahulah. Aku membuatnya sangat muluk-muluk dan puitis dan Bertram berlutut.’ Tapi sayang.’ Tapi Bertram melihat semuanya dan dia saat itu juga terjun menembus arus. Jauh lebih romantis mengakhiri sebuah cerita dengan pemakaman daripada perkawinan. jadi akhirnya aku membayangkannya sebagus yang kubisa. dia benar-benar marah. dia menjadi gila karena menyesal dan diungsikan ke tempat pengasingan orang gila. Tapi dia berpura-pura tetap menjadi teman Geraldine seperti dulu. ‘Aku akan menyelamatkan engkau. bertunangan secepat itu. kasar. dan mereka berdua tenggelam. kekasihku sayang. Aku bertanya pada Ruby Gillis apa dia tahu bagaimana seorang pria melamar karena kupikir mungkin dia ahli dalam masalah itu. dan dia pingsan di lengan Bertram lalu dia membawanya pulang ke rumah yang jaraknya tiga mil.” sahut Anne menghibur. Tubuh mereka kemudian segera terdampar ke darat. Kuberitahu padamu aku mengalami banyak kesulitan dengan kata-kata penerimaan itu. Aku berharap imajinasiku sebagus imajinasimu. Cordelia sendiri diam-diam mencintai Bertram dan ketika Geraldine bercerita padanya mengenai pertunangan itu. terutama ketika dia melihat kalung dan cincin berlian. Mengenai Cordelia. walaupun Ruby Gillis bilang itu tak dilakukan lagi sekarang. “Aku tak mengerti bagaimana kau bisa membuat hal gila yang menggetarkan hati. Aku merasa agak kesulitan mengkhayalkan lamarannya karena tak ada pengalaman yang bisa kujadikan pedoman. sayang. Aku menuliskannya kembali lima kali dan aku menganggapnya sebagai karya besarku. menyangka hanya ada mereka di sana. Diana. ‘Bagaimana menurutmu. ‘Ha. Tapi menurutku itu bukan contoh lamaran yang sangat romantis. seluruh kereta kudanya hancur. ha. saling menggenggam tangan. mengingat dia punya banyak kakak yang sudah menikah.” “Betapa sungguh indah!” Diana yang termasuk ke sekolah kritik Matthew menghela napas. Tapi kemudian. sembari berseru. Anne. Bertram memberinya cincin berlian dan kalung batu ruby dan berkata padanya mereka akan pergi ke eropa dalam rangka perjalanan perkawinan. Diana. Misalkan kau dan aku punya klub 172 . Mereka dimakamkan dalam satu kuburan dan pemakaman mereka adalah yang paling mengesankan. Geraldine ku yang tiada duanya. Katanya Malcolm berkata pada Susan bahwa ayahnya telah memberikannya ladang atas namanya sendiri dan kemudian berkata. Geraldine menerimanya dengan kata-kata yang panjangnya satu halaman. mendorong Geraldine ke tepi dengan ejekan.melarikan diri sementara dia di dalam kereta kuda.

Katanya dia sering tak tahu akan berbuat apa apa dengan orang-orang itu jadi dia mematikan mereka untuk membuang mereka dari cerita. Secara umum aku selalu memberitahu mereka ide untuk menulis.” cerita Anne pada Marilla. “Kegiatan itu benar-benar sangat menarik. Marilla. Pada awalnya klub itu terbatas untuk Diana dan Anne. Kau tahu. Kami akan menyimpannya semua dengan sakral dan membacakannya pada keturunan kami. Anak laki-laki tak dibolehkan bergabung dalam klub itu— walaupun Ruby Gillis berpendapat bahwa penerimaan mereka akan membuat klub lebih mengasyikkan—dan setiap anggota harus menghasilkan satu buah cerita dalam seminggu. Diana menuliskan surat untuk Aunt Josephine menceritakan tentang klub kami dan Aunt Josephine nya membalas bahwa kami harus mengirimkan beberapa dari cerita kami untuknya. Jane tak pernah memasukkannya karena katanya itu membuatnya merasa sangat tolol ketika dia harus membacakannya keras-keras. “Aku yang mempertahankan hal itu. Hanya saja mereka tertawa tidak pada tempatnya. dan mereka berdua setuju bahwa moralnya sangat bagus. Allan. Membaca cerita cukup buruk tapi mengarangnya lebih buruk. Semua anak cukup bagus mengerjakannya. Ruby Gillis agak sentimentil. Aku membacakan salah satu ceritaku di depannya dan Nyonya. tapi segera diperluas dengan memasukkan Jane Andrews dan Ruby Gillis dan satu atau dua murid lain yang merasa perlu melatih daya imajinasi mereka. Hanya saja kita harus menempuh jalan yang benar. Aku cerita padanya tentang The Haunted Wood (Hutan yang Angker). Moral adalah hal terbesar.” “Menurutku pekerjaan mengarang-cerita ini adalah hal paling tolol. Semua orang yang baik diberi penghargaan dan orang yang jahat diberi hukuman yang setimpal. Masing-masing kami menulis menurut nom-de-plume. “Setiap anak harus membacakan ceritanya keras-keras lalu kami membahasnya.” “Tapi kami sangat berhati-hati memasukkan nilai moral ke dalam semua cerita itu.” ejek Marilla. Allan juga bilang begitu.cerita sendiri yang khas dan mengarang cerita untuk latihan. Jadi kami menyalinkan empat 173 . Punyaku Rosamond Montmorency. Miss Stacy juga bilang begitu. Cerita-cerita Jane benarbenar sangat masuk akal. Kemudian Diana memasukkan terlalu banyak pembunuh dalam ceritanya. kau harus melatih imajinasimu. Jane dan Ruby hampir selalu menangis ketika aku sampai pada bagian yang menyedihkan. tapi ia bilang kita telah menempuh jalan yang salah dalam berimajinasi dalam cerita itu. “Kau akan memenuhi pikiranmu dengan omong kosong dan membuang waktu yang seharusnya kau gunakan untuk belajar. Dia memasukkan terlalu banyak percintaan dalam ceritanya dan kau tahu terlalu banyak lebih buruk daripada terlalu sedikit. Aku lebih suka kalau orang menangis. Tuan. Aku akan membantumu sampai kau bisa mengerjakannya sendiri.” terang Anne.” Ini mengenai bagaimana awal terbentuknya klub cerita. Aku yakin itu akan bermanfaat. tapi itu tak sulit karena aku punya jutaan ide.

aku tak akan merasa seperti itu. Marilla. Itu menunjukkan klub kami berbuat kebajikan di dunia. dan menurutku betapa suatu harapan bagi anak-anak laki sekarang yang melakukan kenakalan dan menyesalinya karena tahu bahwa mungkin mereka bisa tumbuh menjadi pendeta karenanya. Allan bilang itu harus menjadi tujuan kami dalam hal apa pun. Belajarlah untuk bekerja lebih dulu baru kemudian bicara. Mungkin ia membayangkan bahwa ia sedang berpikir tentang anggota-anggota Aid dan misi mereka serta karpet baru di ruang kebaktian. Allan tak pernah jadi gadis kecil yang tolol. Hal itu membuat kami bingung karena semuanya adalah cerita yang sangat menyedihkan dan hampir semua orangnya mati.” “Yang kurasakan saat ini.” sahut Marilla. “Aku yakin Nyonya. tak peduli seberapa kecilnya mereka saat itu. Marilla tak biasa untuk menganalisa secara subyektif dengan pikiran dan perasaannya. Aku berharap bisa sedikit menjadi seperti Nyonya. ia bilang ia sangat nakal ketika masih gadis dan selalu terlibat perkelahian. tapi ia juga tak selalu baik seperti sekarang. Marilla?” “Tak seharusnya aku berkata ada banyak kemungkinan” adalah jawaban Marilla yang memberi harapan. berjalan pulang di suatu malam yang larut di Bulan April dari rapat Aid. “Ia sendiri bilang padaku begitu—bahwa. Aku sungguh benar-benar mencoba menjadikannya sebagai tujuanku tapi aku sangat sering melupakannya ketika aku sedang bersenang-senang. merasa bersemangat ketika kudengar bahwa orang lain pernah jahat dan nakal? Nyonya. Nyonya. Apakah aku sangat jahat.” Bab XXVII – Kesombongan dan Kekesalan Jiwa Marilla.” sahut Anne serius. Menurutku beliau benar-benar mulia dengan mengakuinya. Sekarang. Lynde bilang begitu.” “Tidak. Marilla. Tapi aku senang Miss Barry menyukainya. Nyonya. Miss Josephine Barry membalas bahwa ia tak pernah membaca apa pun yang sangat menghibur seumur hidupnya.dari cerita terbaik kami dan mengirimkannya. Allan begitu aku dewasa. Lynde bilang suatu kali ia mendengar seorang pendeta mengaku bahwa ketika beliau kecil beliau mencuri tart strawberry dari dapur bibinya dan ia tak pernah punya hormat lagi pada beliau. dan pelupa sepertimu. Itulah apa yang kurasakan. Anne. Kau telah menghabiskan setengah jam lebih lama daripada yang seharusnya karena celotehanmu. tapi 174 . menyadari bahwa musim dingin telah usai dan pergi dengan kegembiraan yang menggetarkan hati hingga musim semi tak pernah gagal menggetarkan hati yang paling tua dan paling sedih seperti juga ke yang paling muda dan paling gembira. Apa menurutmu ada kemungkinan berhasil untuk itu. Aku merasa sangat bersemangat ketika mendengarnya. Nyonya. “adalah bahwa sekarang saatnya kau sudah selesai mencuci piring-piring itu. Lynde bilang ia selalu merasa terkejut ketika ia mendengar seseorang pernah nakal.

Allan membela Anne. Marilla. mengarang cerita atau mempraktekkan dialog atau kerjaankerjaan bodoh seperti itu. Akibatnya. Lynde karena bicara di Aid hari ini. berpikir bahwa pasti akan sangat puas mengetahui ia akan pulang dan mendapati api unggun yang menyala-nyala dan meja yang dipersiapkan dengan manis untuk jamuan minum teh. dan aku tak bermaksud menyangkalnya. begitu ia melangkah menyusuri jalan yang lembab. Tuhan tahu. tanpa tanda keberadaan Anne di mana pun. dengan kebangkitan di dunia dan getaran tersembunyi yang bergerak di bawah lempeng rumput. ketika Marilla memasuki dapurnya dan mendapati api tak menyala.di balik bayang-bayang ini terdapat kesadaran yang harmoni dengan asap merah yang berubah menjadi kabut ungu pucat saat matahari sedang turun. Mungkin dia memang cukup cerdas dan manis. tapi pikirannya penuh dengan omong kosong dan tak pernah dapat ditebak apa yang akan dilakukannya. Namun demikian.” tekadnya. langkah orang yang sudah berumur setengah baya lebih ringan dan cepat karena kegembiraannya yang mendalam. daripada kejadian yang tak banyak membesarkan hati pada malam-malam rapat Aid yang lama sebelum Anne datang ke Green Gables. ia merasa pantas kecewa dan jengkel. Aku sangat senang ketika Nyonya. 175 . Matanya memikirkan Green Gables dengan mesra. memandang melalaui jejeran pepohonan dan sinar matahari yang memantul kembali dari jendelanya dalam beberapa koruskasi kecil yang semarak. Kuakui. Matthew telah masuk dan sedang menunggu minuman tehnya dengan sabar di sudut. Tapi aku yang mendidiknya dan bukan Rachel Lynde. Ia sudah memberitahu Anne untuk berjaga-jaga dan telah menyediakan teh pada jam lima. Tapi sudahlah! Di sinilah kukatakan hal yang membuatku sangat gusar dengan Nyonya. Begitu dia meninggalkan satu tingkahnya maka dengan segera dia akan membuat tingkah yang lain. “Aku akan membereskan Miss Anne ketika dia pulang. dan tak pernah sekali pun berpikir tentang waktu atau tugas-tugasnya. saat ia menyerut ranting-ranting kecil dengan sebuah pisau berukir dan dengan kekuatan yang lebih dari yang seharusnya diperlukan. dengan bayangan pohon fir yang menjulang tinggi sampai ke padang rumput di seberang anak sungai. karena jika ia tak melakukannya aku tahu aku pasti sudah mengatakan sesuatu yang terlalu menusuk Rachel di depan semua orang. Musim semi menyebar ke tanah dan ketenangan Marilla. “Dia keluyuran dengan Diana. Aku tak peduli jika Nyonya. Dia begitu saja berhenti dengan tiba-tiba pada hal-hal semacam ini. Allan sungguh-sungguh berkata dia anak yang paling cerdas dan manis yang pernah dikenalnya.tapi sekarang ia harus buru-buru melepskan baju terbaiknya yang kedua dan menyiapkan sendiri sarapan sebelum kembalinya Matthew dari membajak. Anne telah melakukan banyak kesalahan. yang akan menemukan kesalahan pada Malaikat Jibril sendiri jika ia hidup di Avonlea. Anne tak berhak meninggalkan rumah seperti ini ketika aku menyuruhnya tinggal di rumah tadi sore dan menjaga segala sesuatu. dengan ketenangan pepohonan maple berpucuk merah tua di sekitar kolam hutan yang seperti cermin.

Marilla.” “Well. Jangan bilang dia tak dapat dipercaya sampai kau yakin dia sudah tak mematuhimu. menuju ke tempat tidur. Matthew. ia naik ke atas ke loteng timur untuk mengambil yang ada di atas meja Anne. ia berpaling untuk melihat Anne sendiri berbaring di atas tempat tidur.” “Apakah ada yang pernah mendengar yang semacam itu?” Marilla yang bingung ingin tahu. “kau sudah tidur. Marilla. kubilang. berjalan tergesa di atas jembatan kayu atau di Lover’s Lane. “Mungkin kau terlalu terburu-buru menilainya. sabar dan bijaksana dan. pergilah dan jangan melihat ke arahku. belajar dari pengalaman bahwa ia menyelesaikan pekerjaan apa pun yang ada lebih cepat jika tak tertunda oleh bagian yang terlalu cepat. Anne?” “Tidak.” jawab Marilla tepat. yang. Please. Sembari menyalakannya. Tentu saja aku tahu kau berada di pihaknya. Marilla dan mencuci dan menyimpan piring-piring dengan wajah cemberut. lapar. terengah-engah dan menyesal karena merasa telah melalaikan tugas.” kata Marilla yang terperanjat. sebelumnya aku tak pernah mendapatinya tak patuh atau tak dapat dipercaya dan aku benar-benar menyesal mendapatinya seperti itu sekarang. Kemudian. Saat ini juga. Marilla.” adalah jawaban tertahan. Hal kecil macam itu sekarang tak lagi penting karena kurasa aku aku tak akan pernah pergi ke mana-mana lagi. Tapi please. Karirku sudah tamat. ada masalah apa denganmu? Apa yang telah kau lakukan? Bangun sekarang juga dan ceritakan padaku. karena membutuhkan lilin untuk menerangi jalannya turun ke ruang bawah tanah.” “Dia tak ada di sini saat aku menyuruhnya untuk tinggal. dan masih tak ada tanda keberadaan Anne. “Rahmat bagi kita. apa masalahnya?” 176 . “Tidak.dengan semua kesalahannya. Tapi aku yang mendidiknya. “Kurasa dia akan sulit menjelaskanNYA untuk memuaskanku. bukan kau. Cukup sekarang. “Anne Shirley. terutama. dengan wajah menelungkup ke bantal. aku tak tahu. yang menganggap lebih baik membiarkan Marilla mengungkapkan amarahnya tanpa diganggu. “Kalau begitu apa kau sakit?” tanya Marilla cemas. Aku sedang dalam keadaan putus asa dan aku tak peduli lagi siapa yang menjadi juara di kelas atau mengarang karangan terbagus atau bernyanyi di paduan suara sekolah-Minggu.” sahut Matthew.” Saat itu telah gelap ketika hidangan makan malam telah siap. Mungkin semuanya bisa dijelaskan—Anne pintar dalam memberi penjelasan. Anne yang gemetar ketakutan semakin masuk ke bawah bantal seolah benarbenar ingin menyembunyikan dirinya selamanya dari mata yang mematikan. pergilah dan jangan melihat ke arahku.

” “Well. “Ya. dengan garis-garis merah asli di sana sini untuk semakin menampakkan efek menakutkan. “Turunlah ke dapur—di sini terlalu dingin—dan ceritakan padaku apa yang telah kau lakukan. Kau tak sekalipun terlibat dalam perkelahian selama lebih dua bulan.” “Aku tak tahu bagaimana kau terlibat dalam kesulitan ini. apa yang telah kau lakukan dengan rambutmu? Ya ampun. “Kupikir tak ada yang bisa seburuk rambut berwarna merah. “Kalau pun aku jahat aku bermaksud jahat untuk suatu tujuan. Karena itu. setidaknya aku akan mewarnainya dengan warna yang pantas.” aku Anne. Oh. aku tahu itu agak jahat.” protes Anne murung. Bagaimana aku bisa menyangsikan ucapannya.” “Mewarnainya! Mewarnai rambutmu! Anne Shirley. Marilla mengangkat lilinnya dan melihat rambut Anne dengan teliti. 177 .Anne telah merosot ke lantai dalam kepatuhan karena putus asa. Aku sudah memperhitungkan kerugiannya. Marilla. warnanya hijau. kau tak tahu betapa sungguh buruknya aku. Tapi sekarang aku tahu punya rambut hijau sepuluh kali lebih buruk.” rintih Anne. Rambut itu benar-benar dalam bentuk yang sangat aneh. kalau itu adalah satu warna duniawi—hijau kemerahan. “kalau aku memutuskan akan berguna untuk mewarnai rambutku. apa yang telah kau lakukan pada rambutmu?” “Aku mewarnainya. Tak pernah seumur hidupnya Marilla melihat sesuatu yang sangat fantastis seperti rambut Anne saat itu.” “Tapi aku tak bermaksud memberinya warna hijau. Lalu. Marilla. tapi aku bermaksud mengetahuinya. aneh. dan aku yakin sebentar lagi pasti akan terjadi. Marilla. Katanya warna rambutku akan berubah menjadi warna hitam yang indah—dia benar-benar meyakinkanku itu akan terjadi. yang pudar. warnanya HIJAU!” “Sebutannya mungkin hijau.” bisiknya. apa kau tak tahu itu hal jahat untuk dikerjakan?” “Ya. Marilla. “Anne Shirley.” sahut Marilla sinis. Selain itu. terurai lebat ke punggungnya. Aku tak akan memberinya warna hijau. Dan Nyonya. Marilla? Aku tahu seperti apa rasanya bila ucapanmu diragukan. “Lihatlah rambutku. Aku sudah menduga suatu waktu akan ada sesuatu yang aneh.” ujar Marilla. “Tapi kupikir akan berguna menjadi agak jahat untuk menyingkirkan rambut merah. aku bermaksud tampil ekstra cantik dengan cara lain untuk mewujudkannya. sekarang.

Marilla. Dalam sekejap aku melihat diriku sendiri dengan rambut hitam indah dan godaan itu tak tertahankan. Tapi harganya sebotol 75 sen dan aku hanya punya 50 sen sisa dari uang ayamku. Aku ingat apa yang kau bilang. aku menyesal menjadi nakal. Anne. apa yang harus kulakukan?” tanya Anne berurai air mata. menutup pintu dengan hati-hati. Anne mencuci rambutnya. dia bukan orang Italia—dia Yahudi Jerman.” “Anne Shirley. Tuhan tahu apa yang harus dilakukan. kuharap kau menyesal untuk tujuan yang baik. Oh. Penjual itu bilang pewarna rambut itu dijamin dapat memberi warna hitam indah pada rambut dan tak akan luntur. ketika aku melihat warna yang mengerikan mengubah warna rambutku aku tahu. bagaimana pun juga kebenarannya patut dicurigai dalam hal lain. untukku.” sahut Marilla pedas. Jadi aku membeli pewarna itu. “Aku tak akan pernah bisa hidup seperti ini. dia akan menjualnya 50 sen dan dia akan memberikannya. Orang-orang telah cukup melupakan 178 . menggosoknya dengan kuat dengan air dan sabun. Dan sejak itu aku telah menyesal.” “Well. Aku mau membeli sesuatu darinya untuk membantunya melaksanakan tujuan yang sungguh berguna itu. Kurasa hal pertama adalah mencuci rambutmu bersih-bersih dan kita lihat apa ada gunanya. Penjual itu pasti telah berkata benar ketika dia bilang pewarna itu tak akan luntur. Dia punya satu kotak penuh dengan benda-benda yang sangat menarik dan dia bilang padaku dia bekerja keras memperoleh banyak uang untuk membawa istri dan anaknya pergi dari Jerman. Dia bicara tentang mereka dengan penuh perasaan hingga membuatku tersentuh.” Karena itu. Kupikir penjual itu sangat baik hati.” “Siapa yang bilang? Siapa yang kau bicarakan?” “Penjaja keliling yang ada di sini tadi sore. Sekarang aku punya bukti—rambut hijau cukup jadi bukti bagi siapa pun. karena dia bilang bahwa. Aku membeli pewarna darinya. Marilla. dan oh. sudah seberapa sering aku bilang padamu jangan pernah membawa masuk seorang pun dari orang-orang Italia itu ke rumah! Aku sama sekali tak yakin untuk memberi mereka harapan untuk mampir.” “Oh. Aku memakai semua isi botol. dan segera begitu dia pergi aku naik ke atas sini dan memakainya dengan sikat rambut lama seperti yang tertulis pada petunjuk. Lagipula. Tapi saat itu aku tak punya bukti dan aku percaya setiap ucapannya SECARA MUTLAK. tapi sepanjang perbedaan yang tampak dia mungkin juga malah menggosok warna merah aslinya. aku tak membiarkannya masuk ke dalam rumah. dan melihat benda ini di anak tangga. dan aku keluar.Allan bilang kita tak boleh mencurigai orang tak berkata yang sebenarnya pada kita kecuali kita punya bukti mereka memang berbohong. Kemudian tibatiba aku melihat botol pewarna rambut itu. “dan matamu jadi terbuka kemana kesombongan membawamu.

aku akan.kesalahanku yang lain—kue obat gosok itu.” Lalu Anne menangis. meskipun warnanya merah. juga. untuk sedikit mungkin menguraikan masalah itu. Lynde. tapi itu benar. Gadis-gadis di buku kehilangan rambut mereka karena demam atau menjualnya untuk memperoleh uang untuk perbuatan yang baik. ya kan? Aku akan menangis selama kau memangkasnya. Oh. Dengan desahan sedih dia pergi mengambil gunting.’ Itu sebuah puisi. Tapi tak ada yang menyenangkan jika rambutmu terpaksa dipangkas karena kau telah memberinya warna yang mengerikan. dan bisa dikatakan sekarang ini dia menepati janjinya. Dan oh. tapi dia berjanji dengan sungguh-sungguh tak akan pernah cerita. dari semua hal. Josie Pye benar-benar akan tertawa! Marilla. Marilla. Rambutmu harus dipangkas. dan aku yakin aku akan sangat tak keberatan kehilangan rambutku karena alasan mode.” serunya menggebu. Anne segera membalikkan cermin itu ke dinding. Orang luar yang tahu rahasia fatal itu hanya Diana sendiri. aku TAK BISA menghadapi Josie Pye. Aku akan memandang diriku setiap saat aku masuk ke kamarku dan melihat betapa jeleknya aku.” Bibir Anne gemetar. ketika dia naik ke lantai atas dan melihat di cermin. tapi dia menyadari kenyataan pahit dari perkataan Marilla. Hasilnya tidaklah pantas. dia tenang dalam keputusasaan. karena 179 . “Ya. Oh. jika itu tak akan mengganggu. Di akhir minggu Marilla berkata pasti: “Itu tak ada gunanya. “Aku tak akan. Ini tampak sungguh tragis. Anne. membuat Diana mabuk dan marahmarahan dengan Nyonya. tapi sekarang aku tahu aku memang berlagak. tak kan pernah melihat diriku lagi sampai rambutku tumbuh. “Tolong pangkas rambutku sekaligus. Tapi mereka tak akan pernah melupakan ini. Kau tak bisa keluar dengan rambut seperti itu. aku merasa hatiku hancur. Dan aku juga tak akan mencoba mengkhayalkannya.” Ketidakbahagiaan Anne berlangsung selama seminggu. tapi kemudian. Selama waktu itu dia tak pergi kemana-mana dan mencuci rambutnya dengan shampo setiap hari. Mereka akan berpikir aku tak pantas dihormati. tak ada cara lain. Itu pewarna yang tak luntur yang tak ada obatnya. dan selesaikanlah. ‘betapa kusutnya jaringan yang kita tenun saat pertama kali kita mencoba untuk berbohong. Aku akan menebus dosa karena jadi nakal seperti itu. Ini kemalangan yang sungguh tidak romantis. Marilla telah menyelesaikan tugasnya dan dia merasa perlu untuk mengatapi rambutnya dengan sirap sedekat mungkin. Aku tak pernah menyangka aku berlagak dengan rambutku. Kemudian tiba-tiba dia membetulkan cermin itu. Aku anak perempuan yang paling tidak bahagia di pulau Prince Edward. Marilla.

yang sedang berbaring di sofa karena salah satu sakit kepalanya. “Aku tak akan pernah punya keberanian untuk mengapung di bawah sana. Tapi untuk merebahkan diri 180 . Sakit-sakit di kepalaku ini semakin bertambah parah dan parah.rambutku sangat panjang. Anne. Marilla. “Aku tak keberatan mengapung di bawah kalau ada dua atau tiga dari kita di darat sana dan kita bisa berjaga-jaga. “karena kupikir itu bagian dari hukumanku dan aku harus menanggungnya dengan sabar. tapi terkadang sangat sulit mempercayai sesuatu bahkan ketika kau mengetahuinya. sepertimu. Tapi apa aku terlalu banyak bicara. Aku akan menyebutnya jaringan rambut—kedengarannya sangat romantis. yang.” curhat Anne malam itu pada Marilla.” Merupakan cara bicara Marilla yang suka didengarnya. aku hanya melihatnya sekilas dengan pandangan menghina dan setelah itu aku memaafkannya. Dia bilang menurutnya itu akan sangat pantas. tadi sore sangat mengerikan. bagaimana pun juga. Berat sekali rasanya dikatakan tampak seperti orang-orangan sawah dan aku ingin mengatakan sesuatu untuk membalasnya. Aku tahu itu. Bab XXVIII – Perawan Bunga Lily yang Malang TENTU saja kau harus jadi Elaine. Allan dan Miss Stacy. Kuharap selanjutnya akan terjadi sesuatu pada hidungku. Dengan begitu akan menyenangkan. Kau akan merasa sangat berbudi luhur saat kau memaafkan orang. ya kan? Aku bermaksud untuk mencurahkan tenagaku untuk menjadi baik setelah ini dan aku takkan mencoba lagi untuk jadi cantik. Diana bilang ketika rambutku mulai tumbuh akan mengikatkan pita beludru hitam di kepalaku dengan simpul di salah satu sisinya. lebat. Aku sungguh ingin menjadi baik.” Rambut Anne yang terpangkas membuat sensasi di sekolah pada Senin berikutnya. dengan gemetar.” “Tidak juga aku. bahkan tidak juga Josie Pye. Tentu saja lebih bagus menjadi baik.” ujar Diana. Nyonya. dan tumbuh dewasa menjadi kebanggaan bagimu. Tapi aku tak melakukannya. Mengenai celotehanmu. Marilla? Apa itu membuat kepalamu sakit?” “Kepalaku sudah lebih baik sekarang. tapi yang membuatnya lega tak seorang pun menebak penyebab sebenarnya.” sahut Ruby Gillis. “Aku tak berkata apa-apa ketika Josie mengatakan itu padaku. Aku harus pergi ke dokter karenanya. Walaupun. aku tak tahu aku keberatan—aku sudah sangat terbiasa dengannya. tak berhenti mengatakan pada Anne bahwa dia tampak seperti orang-orangan sawah. dan keriting.

” Anne bersedih. dan ada hiburan yang lebih menarik untuk didapatkan di kolam. orang yang berambut merah tak bisa jadi perawan bunga lily. “tapi aku tahu aku tak bisa tetap tenang.’ kau tahu. bukannya tak mencari kawan untuk melamun karenanya.” “Tentu saja itu akan romantis. karena. dan Anne datang untuk bermain bersama mereka.” kata Diana dengan sungguh-sungguh.” “Tapi akan sangat menggelikan bila Elaine nya berambut merah.” Jane Andrews mengakui. bagaimana pun. yang akan beranjak empat belas. “dan rambutmu jauh lebih gelap daripada saat sebelum kau memotongnya. meskipun ujungnya adalah platform kecil dari kayu yang ditambah ke air untuk kemudahan para pelayan dan pemburu bebek. “Aku tak takut untuk mengapung di bawah dan aku akan suka jadi Elaine.” “Oh. Diana?” “Ya. Anne telah duduk di antara tunggultunggul dan menangis. melihat kagum pada keriting pendek seperti sutra yang menumpuk di kepala Anne dan dihiasi dengan pita beludru hitam dan simpul yang sangat bergaya. Dan Elaine adalah perawan bunga lily . gadis dewasa berumur tiga belas tahun. Aku benar-benar akan mati karena ketakutan. dan kupikir itu sangat cantik. Anne. benarkah?” seru Anne. Nah. yang mudah tersipu karena gembira. di bawah Orchard Slope. Aku akan muncul setiap menit atau begitulah untuk melihat aku ada dimana dan apa aku hanyut terlalu jauh. terlalu tua untuk hiburan kekanakan semacam itu seperti rumah bermain. Bell telah dengan kejam menebang lingkaran kecil pepohonan di padang rumputnya di belakang pada musim semi. tapi dia cepat terhibur. Ruby dan Jane menghabiskan sore pertengahan musim panas dengan Diana. seperti dia dan Diana bilang. itu akan merusak efeknya. Anne dan Diana telah menghabiskan sebagian besar waktu bermain mereka musim panas itu di dan sekitar kolam. Ruby harus jadi Elaine karena dia sangat cantik dan punya rambut indah panjang keemasan—Elaine punya ‘semua rambut indahnya yang terurai. Namun demikian itu menggelikan. Idlewild adalah sesuatu dari masa lalu. dimana sebuah tanjung kecil yang pinggirannya dilingkari dengan pepohonan birch yang menganjur dari tepi. “Aku sendiri kadang-kadang berpikir begitu—tapi aku tak pernah berani bertanya pada seseorang karena takut dia akan bilang yang sebaliknya. Apa menurutmu warnanya sekarang bisa jadi adalah coklat kemerahan.dan berpura-pura mati—aku sungguh tak bisa. Mereka berdiri di tepi kolam. Dan kau tahu. Tuan.” “Wajahmu sungguh sama cantiknya dengan wajah Ruby.” sahut Diana. Menyenangkan memancing ikan tawar dari atas jembatan dan kedua gadis itu belajar 181 .

walaupun dia akan senang memainkan peran terpenting. melihat wajah putih mungil yang diam di bawah kedipan bayangan pepohonan birch. Anak-anak itu telah mengetahui bahwa kalau ban kempes didorong dari tempat mendarat maka ban itu akan berhanyut-hanyut dengan arus di bawah jembatan dan akhirnya kandas sendiri di tanjung lain yang lebih rendah di bawah yang menganjur di sebuah tikungan di kolam. “Itu merusak efeknya karena ini ratusan tahun sebelum Nyonya. katanya. Lynde. dengan mata terpejam dan tangan terlipat di dada. Apa menurut kalian sungguh benar berakting seperti ini? Nyonya. kau urus ini. jauh lebih romantis daripada saat sekarang. “Oh.” ujar Anne. Mereka telah menganalisa. aku akan jadi Elaine. Pengawas Pendidikan telah memasukkannya dalam mata pelajaran Bahasa Inggris untuk sekolah di Pulau Pangeran Edward. “Ruby.” ujar Anne pedas. Mereka telah sering turun ke bawah seperti ini dan tak ada yang bisa lebih menyenangkan untuk memainkan Elaine. menyerah dengan enggan.” bisik Ruby Gillis gugup. “Itu membuatku merasa ketakutan. tapi sehelai syal piano tua dari kain krep Jepang berwarna kuning adalah pengganti yang sangat bagus. karena. Barry rawat simpan untuk menembak bebek. kawan.” Selendang hitam telah didapat. dia merasa. Tolol bagi Elaine untuk bicara ketika dia mati. Kita tak bisa punya servitor bodoh tua karena tak ada ruangan untuk dua orang dalam flat ketika satu orang merebahkan diri. Selendang hitam ibumu itu akan jadi penutupnya. menguraikan kalimatnya dan membahasnya secara umum sampai merupakan suatu keajaiban adanya makna yang tertinggal di dalamnya bagi mereka. Kita harus menyelubungi tongkang seluruh panjangnya dengan samite paling hitam. dia sungguh tampak benar-benar mati. kau harus jadi King Arthur. Masa-masa itu. Lancelot. Anne membentangnya di atas flat dan mereka merebahkan diri di dasarnya. Tapi pertama kalian harus jadi saudara dan ayah. keterbatasannya membuat tak mungkin. Kemudian setangkai lily putih juga tak dapat diperoleh. Mereka melakonkan Elaine adalah ide Anne. namun jiwa seninya menuntut kecocokan untuk itu dan ini. Mereka telah mempelajari sajaksajak Tennyson di sekolah musim dingin sebelumnya. tapi 182 . “Well. Lynde bilang semua akting-drama adalah kejahatan yang buruk sekali. Tak ada kain keemasan untuk penutup. Rencana Anne disambut dengan antusias.” Jane cocok untuk kesempatan itu. tapi setidaknya perawan bunga lily. Lynde lahir. Diana. Guinevere dan King Arthur telah menjadi orang yang yang sangat nyata bagi mereka. kau seharusnya tak bicara tentang Nyonya. Jane akan jadi Guinevere dan Diana harus jadi Lancelot.” “Ruby. Jane.mengayuhkan diri mereka sendiri dalam dory kecil berdasar-rata yang Tuan. dan Anne diam-diam sangat menyesal dia tak dilahirkan di Camelot.

Tapi doaku terjawab. Itu posisi yang sangat tidak romantis.’ berulang-ulang. dengan sangat sungguh-sungguh. Kau tahu Elaine ‘berbaring seolah-olah dia tersenyum.” katanya pada Nyonya. Tiang pancang tajam di pendaratan itu telah menghancurkan kepingan pentungan yang terpaku di flat. menyeberangi jalan. dalam prosesnya flat itu menggores dengan kasar tiang pancang yang tertanam. Allan. sister yang manis. dia sudah siap.’ Itu lebih baik. Sekarang tolak flat itu. yang hanyut dengan perlahan. mereka akan dalam keadaan siap untuk menyambut perawan bunga lily. ‘Tuhan tercinta. Dalam keadaan seperti itu kau tak akan terlalu berpikir untuk mengarang doa yang muluk-muluk. Flat itu mulai bocor. Sebentar-sebentar Anne harus berjuang untuk berdiri. tapi dia tak kehilangan penguasaan diri. Allan. berpegangan erat pada tiang pancang tua yang licin tanpa bisa bergerak ke atas atau pun ke bawah. Nyonya. ‘Sister. Dimana kayuh-kayuh itu? Tertinggal di pendaratan! Anne dengan terengah mengeluarkan jeritan kecil yang tak terdengar oleh siapa pun. dan menuju ke bawah ke tanjung yang lebih rendah dimana. tolong bawa flat ini mendekat ke tiang pancang dan aku akan melakukan yang selebihnya. bibirnya pucat. Aku benar-benar berkata. “dan terasa seperti bertahun-tahun sembari flat itu terhanyut menuju ke jembatan dan air di dalamnya bertambah setiap saat. selamat jalan untuk selamanya. Ada satu kesempatan—hanya satu. Sesuatu yang terjadi kemudian sama sekali tidak romantis. Dengan begitu flat akan penuh dan tenggelam jauh sebelum sempat sampai ke tanjung yang lebih rendah. menikmati keromantisan keadaannya itu sepenuhnya. tapi aku tak memejamkan untuk berdoa. Selama beberapa menit Anne.” ujar Jane. mengambil kain penutup keemasannya dan kain penutup peti mati dari samite paling hitam dan memandang dengan tatapan kosong ke celah besar di dasar tongkangnya dari mana air benar-benar mengalir. tapi saat itu 183 . tapi tak perlu waktu lama untuk dia menyadari bahwa dia sedang dalam keadaan yang berbahaya.efek dari setangkai bunga iris biru tinggi yang diletakkan di salah satu tangan Anne yang terlipat adalah apa yang bisa diharapkan.’ kalian berdua sebisa mungkin menyedihkan. kau bilang. karena flat itu terbentur tepat ke satu tiang pancang selama semenit dan aku berjuang mengatasi sandungan besar yang telah ditakdirkn Tuhan. Diana.’ da Ruby. Diana. ‘Selamat jalan. Jane dan Ruby hanya menunggu cukup lama untuk melihtanya terjebak dalam arus dan menuju ke arah jembatan sebelum mengambil langkah seribu ke hutan. Nyonya. “Nah.” Jadi flat itu didorong. Guinevere dan King Arthur. Dan di sanalah aku. demi Tuhan senyumlah sedikit. Lancelot. “Kita harus mencium keningnya yang tenang dan. “Aku benar-benar sangat ketakutan. Anne. Anne tak mengetahui ini. karena aku tahu satu-satunya cara Tuhan bisa menyelamatkanku adalah dengan membiarkan flat itu mengapung cukup dekat dengan salah satu tiang pancang jembatan untuk aku naiki. kau bilang. Allan keesokan harinya. Aku berdoa.

Kenapa tak ada seorang pun yang datang? Kemana anak-anak itu pergi? Andaikan mereka pingsan. bayangan yang bergetar dan seperti berminyak. bosan dan gusar. Ruby. beku ketakutan karena tragedi itu. seputih kertas. Anne. baru saja dia berpikir tak akan sanggup menanggung rasa sakit di lengan dan pinggangnya lebih lama lagi. di buritan dengan tangan penuh dengan selendang yang meneteskan air dan kain krep yang basah. yang berpegangan erat dengan pasrah pada tumpuannya yang berbahaya. tak pernah berhenti meskipun mereka telah menyeberangi jalan utama untuk melihat sekilas ke arah jembatan. setiap menit terasa sejam oleh perawan bunga lily yang malang. karena aku tahu mungkin aku harus bergantung pada pertolongan manusia untuk kembali ke tanah kering. tapi sementara itu posisinya sudah sangat tak nyaman. Sejenak mereka terpaku berdiri. Kemudian. melihatnya lenyap benar-benar di depan mata mereka dan tak ada kesangsian kecuali bahwa Anne ikut hilang bersamanya. Anne. “Anne Shirley! Bagaimana kau bisa ada di situ?” dia berteriak. Kau tak terlalu berpikir tentang keromantisan ketika kau baru saja lepas dari ancaman terkubur dalam air. sembari menjerit dengan suara sekeras-kerasnya. kemudian. bergoyang-goyang lama. mereka mulai berlari dalam keadaan kalut menerobos hutan. Benar-benar sangat sulit untuk berwibawa dalam keadaan seperti itu! “Apa yang telah terjadi. dimana dia duduk. Pertolongan akan segera datang. yang telah siap menanti flat itu di tanjung yang lebih rendah. Tanpa menunggu jawaban dia berusaha mendekat ke tiang pancang dan mengulurkan tangannya. berjuang masuk ke dalam dory. terlihat wajah putih mungil yang mencemooh melihat ke arahnya dengan mata abu-abu besar penuh ketakutan tapi juga penghinaan. Imajinasinya mulai menunjukkan semua jenis kemungkinan yang sangat mengerikan padanya. yang sangat membuatnya takjub. Tak bisa berbuat apa-apa lagi. Anne?” tanya Gilbert. Jane dan Diana. 184 .aku tak memikirkannya. melihat mereka berlari dan mendengar jeritan mereka. saudara-saudara sekalian! Andaikan tak kan pernah ada yang datang! Andaikan dia menjadi sangat kelelahan dan kejang sampai-sampai tak sanggup bertahan lebih lama lagi! Anne melihat ke kedalaman hijau mengerikan di bawahnya. menaikkan kayuhannya. Aku langsung mengucapkan doa penuh syukur dan kemudian aku memusatkan perhatian untuk berpegangan dengan erat. berpegangan erat pada tangan Gilbert Blythe. Gilbert Blythe datang ke bawah jembatan dengan mendayung dory Harmon Andrews! Gilbert memandang sekilas ke atas dan.” Flat itu terhanyut ke bawah jembatan dan kemudian tenggelam dengan cepat di tengah-tengah sungai. Menit-menit berlalu sudah.

” katanya dingin. Gilbert Blythe.” Anne ragu sejenak. bahkan tanpa melihat pada penyelamatnya.” katanya tergesa. Anne Shirley. Dan aku juga tak peduli!” Dia bergerak pergi dengan cepat dan sikap menantang. Kupikir rambutmu sekarang sudah sangat bagus—sungguh aku jujur. “Aku tak kan pernah lagi memintamu untuk berteman. dia telah sangat menghinanya. agak aneh. Anne lebih suka berpikir akan melegakan dengan duduk dan menangis sepuasnya. karena reaksi dari ketakutannya dan harus terus menerus berpegangan erat membuatnya merasa begitu. Lagipula.” katanya dengan angkuh begitu dia berbalik.“Kami sedang bermain Elaine. Tapi Gilbert juga telah melompat dari perahu dan sekarang memegang lengan Anne untuk menahannya. itu sudah lama sekali. tapi tetap saja--! Pada keseluruhannya.” Anne menjelaskan dengan tak ramah. Jantungnya berdetak cepat. Kekesalannya. 185 . “Aku berhutang budi padamu. Tak bisakah kita jadi teman baik? Aku benar-benar menyesal telah membuat lelucon dengan rambutmu saat itu. Tentu saja. Dia benci Gilbert Blythe! Dia tak akan pernah memaafkannya! “Tidak. yang bagi murid lain dan orang yang lebih dewasa mungkin sama menggelikannya dengan penyebabnya. setengah menggebu dalam mata hazel Gilbert adalah sesuatu yang enak untuk dilihat. “Aku tak kan pernah menjadi temanmu. Kejadian dua tahun lalu terbayang kembali sangat jelas dalam ingatannya seolah itu terjadi kemarin. Gilbert memanggilnya “wortel” dan telah membuatnya malu di depan seluruh sekolah. Aku tak bermaksud untuk membuatmu marah dan maksudku itu hanya untuk luculucuan saja. tampaknya tak sedikitpun hilang dan melunak oleh waktu. dengan meremehkan bantuan. meloncat dengan cekatan ke darat. Dia hampir berharap telah menjawab Gilbert dengan cara yang berbeda. Flat itu mulai bocor dan aku keluar naik ke tiang pancang. tapi dia sadar akan rasa penyesalan yang aneh. Yuk kita berteman. Dia benar-benar sungguh kacau. dan Anne naik ke jalan kecil yang ditumbuhi tanaman pakis di bawah pepohonan maple. dan aku tak mau jadi temanmu!” “Baik!” Gilbert melompat ke dalam sampan kecilnya dengan rona kemarahan di pipinya. Gadis-gadis itu berlari mencari pertolongan. Dia baru saja merasakan sebuah kesadaran aneh muncul dalam seluruh harga dirinya yang tersakiti bahwa ekspresi setengah malu. “dan aku harus berhanyut-hanyut ke Camelot di dalam tongkang—maksudku flat. “Anne. Tapi kegetiran dari penderitaan lamanya dengan cepat membuat ketetapan hatinya yang goyah menjadi kaku. Apakah kau akan cukup baik untuk mengantarkanku sampai ke pendaratan?” Gilbert dengan menurut mengantarkan ke pendaratan dan Anne. Dia tetap menegakkan kepalanya. “lihatlah kemari.

“Apakah kau akan punya kesadaran.” “Aku tak mengerti. “lalu Gilbert Blythe datang dengan mengayuh dory Tuan. sementara Jane dan Diana berlari menerobos Hutan Angker dan menyeberangi anak sungai menuju ke Green Gables. hampir memeluknya dan menangis karena lega dan gembira.” ujar Marilla. yang memperturutkan kesunyian yang menyenangkan di loteng timur. Mereka tak menemukan seorangpun di Orchard Slope. bagimana kau bisa selamat?” “Aku naik ke salah satu tiang pancang. dan ditinggalkan agar sedapat mungkin pulih dari kehisterisannya. ya.” jawab Anne cepat.” Firasat Anne terbukti lebih dapat dipercaya daripada firasat yang mungkin suka dilakukan. Anne?” erang Marilla. “Dan aku kan pernah mau mendengar kata-kata ‘romantis’ lagi. “Tentu kau akan bicara dengannya setelah kejadian ini.” jelas Anne dengan lelahnya.” jawab Anne optimis. Di keluarga Barry dan Cuthbert terjadi kegemparan besar ketika peristiwa sore itu terungkap. “Kurasa kemungkinanku untuk menjadi bijaksana sekarang lebih cerah dari sebelumnya. dan Nyonya. Andrews dan membawaku ke darat. karena Marilla telah pergi ke Carmody dan Matthew sedang menyiapkan jerami di ladang belakang. dengan semangat lamanya yang kembali dalam sekejap. 186 . Marilla. “oh. Semua yang kulakukan membuatku atau kawan-kawan tercintaku mendapat masalah. Jane Andrews. “Oh.” “Oh. Aku merasa yakin telah dilahirkan di bawah bintang sial. Aku benar-benar menyesal kalian sudah sangat ketakutan. Disana mereka juga tak mendapati siapa pun. Diana. Itu semua salahku. Anne. kurasa aku akan sadar. Dan Ruby sedang histeris—oh. kawan. “Oh.” Diana terengah-engah. Barry sedang pergi. Anne. itu sangat romantis!” kata Jane. telah menenangkan saraf-sarafnya dan mengembalikannya ke kegembiraannya yang biasa. Sebuah tangisan yang betul-betul. Anne—kami pikir—kau sudah—tenggelam—dan kami merasa seperti pembunuh—karena telah memaksa—kau jadi—Elaine. Anne. dan aku punya firasat kita tak akan diijinkan berdayung di kolam lagi.Di tengah jalan dia bertemu dengan Jane dan Diana yang cepat-cepat kembali ke kolam dalam keadaan nyaris jauh dari hiruk-pikuk. Tuan. Di sini Ruby Gillis tak tahan untuk histeris.” “Tentu saja aku tak kan bicara. Kita telah hancur dan kehilangan flat ayahmu. betapa tampannya dia! Oh. akhirnya bisa cukup bernapas setelah ucapannya.

Sekarang aku tak pernah memikirkan rambut dan hidungku—setidaknya. Aku merasa benar-benar yakin kau akan segera melihat perbaikan besar dalam diriku dalam hal ini.” bisiknya malu-malu. Ketika dia sampai pada baris Para penombak yang keras kepala itu masih berhasil 187 . Sejak aku datang ke Green Gables aku telah membuat banyak kesalahan. tentu saja—simpanlah sedikit. Tapi Matthew. Kesalahan kue obat gosok menyembuhkanku dari kecerobohan dalam memasak. sangat jarang. Anne.Marilla.” “Aku yakin aku sangat berharap. tapi untuk sebagian besar tempat sudah teduh di bawah pepohonan maple. Masalah bros batu baiduri menyembuhkanku dari turut campur dengan sesuatu yang bukan milikku. dan tempat di bawah pepohonan fir telah terisi dengan senja terang berwarna lembayung laksana wine yang halus. meletakkan sebelah tangan di bahu Anne ketika Marilla keluar. dan tak ada musik di dunia yang lebih indah daripada yang dibuat oleh angin pada pepohonan fir malam pada malam hari. simpanlah sedikit keromantisan itu. “sedikit romatis adalah hal yang baik—tidak terlalu banyak. Sapi-sapi itu berjalan menyusuri jalan dengan tenang. “Jangan buang semua keromantisanmu. dan Anne mengikuti mereka dengan melamun. Dan kesalahan hari ini akan menyembuhkanku dari bersikap terlalu romantis. dan setiap kesalahan telah membantu menyembuhkanku dari beberapa kelemahan besar. mengulang keras-keras pertentangan bagian syair dari MARMION—yang juga menjadi bagian dari pelajaran Bahasa Inggris mereka musim dingin sebelumnya dan yang Miss Stacy paksakan untuk mereka pelajari luar kepala—dan bersuka ria pada baris-barisnya yang padat dan ketidakserasian dalam perumpamaannya.” Bab XXIX – Suatu Masa dalam Kehidupan Anne Anne meggiring sapi-sapi itu pulang dari padang rumput belakang melewati jalan Lover’s Lane. Kesalahan Hutan Angker menyembuhkanku dari membiarkan angan-anganku melantur. “hari ini aku telah belajar sebuah pelajaran baru dan berharga. tapi sekarang keromantisan tidak dihargai. Itu mungkin cukup mudah di Camelot yang bermenara ratusan tahun yang lalu. yang sedang duduk diam di pojok.” ujar Marilla skeptis. Anne.” jelas Anne. Itu suatu malam di Bulan September dan semua celah dan tanah terbuka di hutan dipenuhi dengan cahaya merah delima matahari terbenam. Aku sudah menyimpulkan tak ada gunanya mencoba untuk romantis di Avonlea. Angin berhembus sekencang-kencangnya. Disana-sini jalanan tersirami dengan cahaya itu.“Well. Pewarnaan rambutku menyembuhkanku dari sifat suka berlagak.

mata hitamnya menari-nari karena suka cita. “kalau tidak itu adalah Moody Spurgeon MacPherson melihat kau pulang dari pertemuan doa semalam. dan Aunt Josephine mau kau dan aku pergi ke kota Hari Selasa depan dan berhenti dengannya untuk melihat Pameran.” “Ibu Jane akan mengijinkannya mengadakan pesta ulang tahunnya?” Diana menggelengkan kepalanya. Nah!” “Oh. Ini terlalu hebat.” ujar Diana. dia berhenti dalam kegembiraan untuk memejamkan matanya bahwa mungkin lebih baik dia mengkhayalkan dirinya salah seorang dari kumpulan yang heroik itu. “mungkin aku tak akan menyombongkan diri karenanya kalau pun dia melakukannya. “Bukankah malam ini persis seperti mimpi berwarna ungu. Allan mau kita yang menghiasi gereja. Pacar Charlotte tak akan menyetujuinya. Ketika dia membukanya lagi terlihat Diana datang melalui pintu gerbang yang menuju ke lapangan keluarga Barry dan tampak sangat penting sampai-sampai Anne menebak dengan cepat ada kabar yang akan disampaikan.” seru Diana marah. “Bukan. Dia akan bilang bahwa dia tak bisa mendukung keluyuran. Diana? Itu membuatku sangat senang bisa hidup. “Aku tak bisa mengira apa itu.” jerit Anne. Tapi dia tak mau memperlihatkan rasa penasarannya yang menggebu-gebu. Kau boleh punya tiga tebakan. Aku kecewa sekali.” “Akhirnya Charlotte Gillis akan menikah di gereja dan Nyonya. “apa kau serius? Tapi aku takut Marilla tak kan mengijinkanku pergi. dan menurutnya itu akan tampak jauh lebih mirip dengan upacara pemakaman. karena belum ada seorang pun yang menikah di gereja. Tebak lagi. Aku ingin pergi.Hutan mereka yang gelap dan tak dapat ditembus. aku punya kabar yang seperti itu. “tapi oh. Itulah yang dikatakannya minggu lalu ketika Jane mengajakku pergi bersama mereka dengan kereta kuda bertempat duduk-ganda ke konser American di Hotel White Sands. karena itu akan sangat menyenangkan. Diana. tetapi ketika malam tiba kupikir malam masih lebih indah. Aku merasa sangat sedih sampai-sampai aku tak ingin berdoa ketika 188 . merasa perlu bersandar di sebuah pohon maple untuk menopang. Di waktu pagi aku selalu berpikir pagi hari adalah yang terbaik. Hari ini ibu menerima sepucuk surat dari Aunt Josephine.” “Ini malam yang sangat bagus. Anne. Tebak.” bisik Anne. makhluk yang mengerikan! Sudah kuduga kau tak bisa menebaknya. Anne. Ya kan?” “Kupikir tidak.” sahut Anne putus asa. tapi Marilla bilang sebaiknya aku tinggal di rumah mempelajari pelajaranku dan begitu juga dengan Jane. Diana.

Kurasa itu tak banyak berbeda dengan orang yang pada dasarnya memang baik. itu lebih mudah bagiku. dengan tali dan rumbai-rumbai merah. Lynde untuk membuatnya. Pandangan sekilas dari jendelanya membuatnya yakin bahwa hari itu akan cerah. Tapi itu topik yang sangat menarik. itu akan lebih dari yang sanggup kutanggung. Tapi Anne menganggap itu semua kegembiraan.” sahut Diana.” “Kuberitahu. dan kalau dia mengijinkan kita akan merasa sangat bahagia.akan tidur. Setidaknya. Sekarang Marilla selalu membuat baju-bajuku dengan modis. dan itu dibuat oleh seorang penjahit sungguhan di Carmody. Aku belum pernah pergi ke sebuah Pameran. Mungkin dengan begitu dia akan mengijinkanmu pergi. Tapi aku menyesal karenanya dan bangun di tengah malam dan berdoa. Barry ingin pergi dan pulang pada hari yang sama. Topi barumu elegan. kan?” Marilla setuju untuk mengijinkan Anne pergi ke kota.” ujar Anne tegas. Diana—biru laut dan dibuat dengan sangat modis. dan sudah diatur bahwa Tuan. Tapi meskipun demikian bayangan itu masuk begitu saja ke dalam pikiranku. Apa menurutmu kita salah terlalu banyak memikirkan pakaian? Marilla bilang itu berdosa. Menurut Marilla aku tak memerlukan jas baru. jadi Marilla membeli sehelai kain tenunan dari sutra berwarna biru yang indah. “Kalau aku memikirkannya dan kemudian kecewa. dan tahun ini mereka akan pergi lagi. “kita akan membujuk Ibu untuk memintanya pada Marilla. Barry harus mengijinkan anak-anak itu menginap pada Hari Selasa berikutnya. karena aku takut tak dibenarkan untuk membayangkan hal semacam itu. karena katanya dia tak bermaksud membuat Matthew pergi ke Nyonya. Berhubung Charlottetown jauhnya sepanjang 30 mil dan Tuan. Tapi Matthew bilang aku harus punya sebuah jas baru. dan aku mencoba tidak membayangkan diriku berjalan di jalur antara tempat duduk di gereja pada Hari Minggu dengan setelan baruku dan topi. Jane dan Ruby sudah dua kali. Baju itu sangat cantik. Topi itu salah satu dari topi-topi beludru mungil berwarna biru yang menjadi kegemaran. Topiku sangat cantik. Katanya jas lamaku akan cocok sekali untuk musim dingin sekali lagi dan bahwa aku harus puas dengan memiliki satu baju baru. Anne. Jauh lebih mudah menjadi baik kalau pakaian-pakaianmu modis. Aku sangat senang. Jas itu akan selesai Sabtu malam. dan telah bangun sebelum matahari terbit pada pagi Selasa. maka harus berangkat pagi-pagi sekali. Matthew membelikannya untukku pada hari saat kami berada di Carmody.” “Aku tak akan berpikir tentang itu sama sekali sampai aku tahu apa aku boleh pergi atau tidak. dan sangat menjengkelkan mendengar anak-anak lain bicara tentang perjalanan mereka. Diana. dan sangat serasi. Tapi jika seandainya aku benar-benar pergi Aku akan sangat gembira jasku akan siap saat itu juga. Ketika aku melihatmu masuk ke gereja Hari Minggu lalu hatiku membengkak karena bangga memikirkan bahwa kau adalah teman yang paling kusayangi. karena langit sebelah timur di belakang pepohonan fir dari Hutan Angker semuanya seperti perak dan tak 189 .

Sangat menyenangkan bicara terus menerus sepanjang jalanan yang lembab di awal pagi sinar matahari merah yang bergerak pelan melintasi ladang yang telah dipanen.” 190 .” “Sebenarnya aku tak tahu. Udaranya segara dan kering. dan Anne berjalan cepat melintasi anak sungai dan menyusuri jalan melalui pepohonan fir menuju ke Orchard Slope. “Ya ampun. kau gadis-Anne. Terkadang jalan itu melalui hutan di mana pepohonan maple mulai menggantung panji-panji berwarna merah tua. dan aku tak tahu rumahnya sangat mewah. Tuan. Aku sangat senang menurutmu ada.” sahut Anne berseri-seri. sebuah tanda bahwa Diana juga sudah bangun. Miss Barry.” ujarnya. nak. Barry dan Diana sedang menunggunya.” seperti yang kemudian Anne ceritakan pada Marilla. terkadang jalan itu menyeberangi sungai di atas jembatan sampai membuat tubuh Anne ngeri karena takut setengah-gembira yang sudah tak asing lagi. Miss Barry menemui mereka di pintu dengan mata hitam tajamnya yang bersinar-sinar. dan segera mereka sudah berada di jalan. betapa sudah dewasanya kau! Kukatakan. Dan kau juga tampak jauh lebih baik dari yang dulu. jadi aku harus banyak bersyukur karenanya. dipindahkan ke belakang dari jalan dalam pengasingan pepohonan elm yang hijau dan pepohonan beech yang bercabang. kau lebih tinggi dariku. tapi Anne dan Diana menikmati setiap menit darinya. Setelah sarapan topi baru yang bergaya dan jaket dikenakan. “Aku tahu aku tak terlalu berbintik-bintik seperti dulu. “Jadi akhirnya kau datang untuk menemuiku.” Itu merupakan rumah besar yang benar-benar tua dan bagus.” Rumah Miss Barry dilengkapi dengan “keindahan yang hebat. Saat itu hampir tengah hari ketika mereka tiba di kota dan mengetahui jalan ke “Beechwood. lagi-lagi jalan itu menaiki bukit dari mana tampak sapuan jauh dari garis lengkung dataran tinggi atau langit biru-berkabut. tapi di pihaknya sendiri merasa terlalu gembira untuk makan. Melalui celah pepohonan selarik cahaya bersinar di loteng barat di Orchard Slope. Aku sungguh berharap Julia Bell bisa melihat ini—dia sungguh angkuh dengan ruang tamu ibunya. Tapi aku berani bilang kau tahu itu tanpa harus diberitahu. tapi aku sungguh tak berani berharap ada peningkatan lainnya. tapi kemana pun jalan itu pergi ada banyak daya tarik untuk dibahas. Anne telah berpakaian saat Matthew menyalakan api dan telah menyiapkan sarapan ketika Marilla turun. Kedua gadis kecil desa itu agak malu dengan keindahan ruang tamu di mana Miss Barry meninggalkan mereka ketika dia akan memeriksa persiapan makan malam.berawan. Itu perjalanan yang panjang. terkadang jalan itu memutar sepanjang pantai pelabuhan dan dilewati oleh sekelompok kecil gubuk untuk memancing yang berwarna kelabucuaca. “Bukankah ini persis seperti istana?” bisik Diana. dan kabut asap-biru tipis bergulung melewati lembah-lembah dan hanyut dari bebukitan. “Aku tak pernah masuk ke rumah Aunt Josephine sebelumnya.

” desah Anne menikmati. kan? Nyonya. karena pacuan kuda ITU sangat menarik. tapi aku tak tahu kenapa. “dan gorden sutra! Aku telah mengimpikan hal-hal seperti ini. “Aku tak pernah membayangkan sesuatu yang sangat menarik. Diana menjadi sangat heboh sampai-sampai dia mengajakku bertaruh sepuluh sen bahwa kuda merah yang akan menang. Marilla. ya kan. Jadi Avonlea diwakili dengan cukup bagus. Marilla. dan aku merasa yakin tak ada guna menceritakan itu padanya. Diana. Tapi ada banyak sekali orang di sana aku tak yakin akan ada yang memperhatikan ketidakhadiran Nyonya. dia adalah anggota jemaat gereja.” Persinggahan mereka di kota adalah sesuatu yang Anne dan Diana nantinantikan selama bertahun-tahun. katanya pacuan kuda itu hal yang dibenci dan. “Pameran itu bagus sekali. Itu membuatku merasa sungguh amat tak penting. Diana bilang menurutnya menggelikan bagi seorang pengawas sekolah-Minggu menjadi juara untuk babi. Allan. dan aku tak pernah tahu seberapa besar aku benarbenar menyukainya sampai aku melihat wajahnya yang akrab di antara orangorang asing itu. Kupikir aku paling suka kuda-kuda. Dan Miss Barry membawa kami ke tribune untuk melihat pacuan kuda. Ada ribuan orang di sana. Aku benar-benar tak tahu bagian yang mana yang paling menarik. Josie Pye menjadi juara pertama dalam merajut renda. Lynde ada di sana hari itu. Nyonya. Selalu salah melakukan sesuatu yang tak bisa kau ceritakan pada istri pendeta. aku tak harus sering pergi ke pacuan kuda. kupikir. Dari awal hingga akhir persinggahan itu penuh dengan kegembiraan. Ada banyak sekali benda di ruangan ini dan semuanya sangat bagus sampai-sampai tak ada kesempatan untuk berkhayal. Lynde menjadi juara pertama untuk mentega dan keju buatan sendiri. Bell juara pertama untuk babi. dan Nyonya. berpikir itu tugasnya untuk melarang dengan memberikan contoh yang baik dengan tidak menghadiri. 191 . Aku tak yakin kuda itu yang akan menang. Clara Louise MacPherson mendapat hadiah dalam melukis. Dan aku senang sekali aku tak bertaruh. Apa kau tahu? Katanya dia akan selalu memikirkan itu setelah ini ketika dia berdoa dengan sungguh-sungguh. Itu suatu hiburan ketika kau miskin—ada banyak sekali hal yang bisa kau khayalkan. ketika aku bisa senang untuk keberhasilan Josie? Tuan. karena itu menunjukkan aku mengalami peningkatan. Lynde. Pada Hari Rabu Miss Barry membawa mereka ke daerah Pameran dan menahan mereka di sana seharian.“Karpet beledu. bungabunga dan pekerjaan jahitan indah. karena kuda merah itu BENAR-BENAR menang. Dan aku senang bahwa aku merasa senang. tapi aku menolak untuk bertaruh. Tapi apa kau tahu bagaimana pun aku tak yakin aku merasa nyaman dengan semua ini. Aku benar-benar senang dia jadi juara. Walaupun. Lynde tak mau pergi. karena aku ingin menceritakan semua hal pada Nyonya. Sebagus kesadaran tambahan untuk menjadikan istri pendeta sebagai temanmu.” cerita Anne pada Marilla kemudian. Harmon Andrews menjadi juara kedua untuk apel Gravenstein dan Tuan.

tapi. Tapi kelihatannya tak kan pernah sulit lagi bagiku untuk menjadi baik. Jadi kau lihat bahwa kebaikan itu adalah ganjarannya sendiri. itu hari yang tak kan-pernah-terlupakan. Sangat menyenangkan sekali-kali makan es krim di sebuah restoran keren pada jam sebelas malam. Marilla. Oh. Marilla. dimana seorang primadona yang terkenal akan bernyanyi. Es krim itu memang lezat. Aku sangat menyesal ketika semuanya usai. Marilla. Aku merasa seperti berlari ketika aku memandangi bintang-bintang. Aku hanya duduk membisu karena terpesona. Aku melihat dengan hati-hati pada semua pria berkulit gelap yang kulihat setelah itu. Itu sebuah kamar yang elegan. tapi bagaimana pun juga tidur di kamar tamu tak seperti yang pernah kubayangkan. Kau membayarnya sepuluh sen lalu seekor burung kecil memilihkan peruntungan untukmu. Ia bilang menurutnya kalau kami pergi ke restoran di seberang jalan dan makan es krim mungkin itu akan membantu. “Oh. itu terlalu sulit untuk dilukiskan. Miss Barry tanya apa pendapatku. Aku sangat kelelahan sampai tak bisa tidur malamnya. dan sangat menyenangkan dan boros duduk di sana makan es krim pada jam sebelas malam. Itu merupakan kegiatan untuk merencanakan berbagai hal. dan bilang pada Miss Barry aku tak tahu bagaimana akan kembali ke kehidupan biasa lagi. dan kami melihat seorang pria menjual peruntungan. Sesuatu yang sangat kau inginkan ketika kau kecil tampak tak separuh pun sangat menakjubkan ketika kau mendapatkannya. Bagi Anne malam itu merupakan impian kegembiraan yang megah. Madame Selitsky benar-benar sangat cantik. jadi mungkin kau tahu seperti apa rasanya. Itu hal terburuk karena tumbuh dewasa. dan aku akan pergi menyeberangi perairan untuk bertempat tinggal. tapi kubilang aku harus memikirkannya dengan sangat serius sebelum aku bisa mengatakan padanya apa sebenarnya yang kupikirkan. Diana bilang dia yakin dia dilahirkan untuk kehidupan kota. Kami melihat seorang pria naik ke atas dalam sebuah balon. dan mengenakan satin putih dan berlian.” Hari Kamis gadis-gadis itu pergi ke taman. Jadi aku memikirkannya setelah berada di tempat tidur. Itu kedengaran sangat menjemukan. bahwa aku tidak dilahirkan untuk kehidupan kota dan bahwa aku senang karenanya.dan aku akan kehilangan sepuluh sen. oh. aku sangat gembira bahkan sampai tak bisa bicara. dan aku mulai menyadarinya. Dan aku sampai pada kseimpulan. Marilla. tapi yang membuatku terkejut itu memang benar membantu. dan pada malam harinya Miss Barry membawa mereka ke sebuah konser di Academy of Music (Musik Akademi). sepertinya itu air mata kebahagiaan. aku tak bisa kuungkapkan padamu bagaimana rasanya. Marilla. itu akan sangat menggetarkan hati. tapi aku tak terlalu mempedulikan seorang pun di antara mereka. Marilla. Peruntunganku adalah bahwa aku akan menikah dengan seorang pria berparas-gelap yang sangat kaya. tapi sebagai kegiatan tetap aku lebih suka 192 . Miss Barry memberi Diana dan aku masing-masing sepuluh sen untuk mengetahui peruntungan kami. Miss Barry menempatkan kami di kamar tamu. Air mata merebak di mataku. Tapi ketika dia mulai bernyanyi aku tak pernah memikirkan hal lain. dan bagaimana pun juga kurasa saat ini masih terlalu dini untuk berhati-hati terhadapnya. sesuai janji. Oh. Aku akan suka naik ke atas dalam balon.

dan Tuan. bebukitan Avonlea menjadi gelap 193 . Diana tak kan pernah berani melakukan hal seperti itu dan merasa agak terperanjat dengan kebebasan Anne. dan tak pernah terlalu peduli pada orang lain kecuali dirinya sendiri. Tampaknya sangat kesepian. dan karenanya dia sangat disayangi oleh wanita tua itu.” sahut Diana. Tapi Miss Barry merasa dirinya lebih sedikit memikirkan cara bicara Anne yang menarik perhatian daripada semangat tingginya yang segar. tertidur nyenyak.” sahut Anne. “Tentu kami telah bersenang-senang. “Dan kau. dan manisnya mata dan bibirnya. Kupikir aku tak menyukai itu. gadis-Anne?” “Aku menikmati setiap menit dari saat-saat itu. Barry tiba untuk menjemput gadis-gadis itu. Saat itu matahari telah terbenam ketika mereka melewati White Sands dan berubah menjadi jalanan pantai. karena ada kesadaran menggembirakan akan adanya rumah yang menanti di akhir perjalanan. “Well. Miss Barry memang biasa tertawa pada apa pun yang kukatakan. bahkan ketika aku mengatakan sesuatu yang paling sungguh-sungguh. Tapi ia wanita yang paling ramah dan memperlakukan kami dengan meriah. Marilla.berada di loteng timur pada jam sebelas. kuharap kalian telah bersenang-senang. Kemudian ia masuk kembali ke dalam rumah besarnya dengan mendesah.” Hari Jumat menyebabkan tibanya saat-pulang.” katanya pada diri sendiri. karena tak ada jiwajiwa muda yang bersemangat itu. Anne telah menghiburnya. “Kupikir Marilla Cuthbert sangat tolol ketika kudengar dia mengadopsi seorang anak perempuan dari sebuah panti asuhan. caranya memikat hati. tapi semacam kepastian bahkan dalam tidurku bahwa bintang-bintang bersinar di luar dan bahwa angin bertiup di sela pepohonan fir melintasi anak sungai. kalau kenyataan harus diungkapkan. emosinya yang blak-blakan.” ujar Miss Barry. dan ia berdiri di berandanya dan mengawasi kereta kuda itu sampai hilang dari pandangan. Aku bilang begitu pada Miss Barry saat sarapan keesokan paginya dan ia tertawa. Miss Barry adalah seorang wanita tua yang agak egois. Kalau aku punya seorang anak seperti Anne di rumah setiap saat aku akan jadi wanita yang lebih baik dan lebih bahagia.” Anne dan Diana merasa perjalanan pulang sama menyenangkannya dengan perjalanan pergi—sebenarnya. lebih menyenangkan. yang dengan menurutkan kata hati merangkulkan tangannya ke leher wanita tua itu dan menciumi pipinya yang keriput. Di seberangnya. “tapi bagaimana pun juga kurasa dia tak terlalu keliru. Ia menghargai orang hanya karena mereka dapat membantu atau menghiburnya. ketika ia mengucapkan selamat tinggal. karena aku tidak sedang mencoba untuk melucu. Tapi Miss Barry senang.

” dia mengakhiri dengan gembira. Setiap teluk kecil di sepanjang jalan yang berliku merupakan keajaiban riak yang menari. “Oh. Ketika dia menyeberangi jembatan kayu di atas anak sungai lampu dapur di Green Gables mengedip ramah padanya sebagai tanda selamat datang kembali.” sahut Marilla. Tapi yang terbaik dari itu semua adalah pulang ke rumah.” Setelah makan malam Anne duduk di depan api di antara Matthew dan Marilla. mengirimkan kehangatan pijar merahnya ke luar memintasi dinginnya malam musim gugur. aku senang kau telah kembali. Marilla. ayam panggang! Kau tak bermaksud untuk bilang kau memasakkannya untukku!” “Ya. dan aku tak pernah menghabiskan empat hari yang lebih lama. “Aku mengalami waktu yang menyenangkan. dan melalui pintu yang terbuka memancar api di perapian. dan ketajaman bau laut sedang sangat segar dan kuat. Kuakui. di mana hidangan makan malam yang panas telah menunggu di meja. “dan aku merasa bahwa itu melambangkan suatu masa dalam kehidupanku. tapi menyenangkan bisa bergembira lalu pulang ke rumah. sangat menyenangkan bisa kembali. dan memberikan laporan lengkap dari kunjungannya pada mereka. “Jadi kau sudah kembali?” ujar Marilla. Gelombang-gelombang pecah dengan gemerisik lembut di atas batu karang di bawahnya. 194 . Di sini sangat sunyisenyap tanpamu. lalu kita akan segera makan begitu Matthew masuk. “aku bisa mencium segala sesuatu. melipat rajutannya. aku memang memasakkannya untukmu.” ujar Anne bersuka cita. “Ya.kontras dengan langit yang berwarna kuning-jingga. dan samar-samar ia berpikir bahwa ia harus berusaha mengganti kaca matanya saat berikutnya ia pergi ke kota. “Kupikir kau akan lapar setelah perjalanan seperti itu dan butuh sesuatu yang benar-benar enak. Matanya kelelahan. karena matanya sudah sangat sering kelelahan karena telah berumur. Bergegaslah dan bukalah mantelmu. dan oh. Di belakangnya bulan mulai muncul dari laut yang membuat seluruh sinar menjelma menjadi cahayanya.” Bab XXX – Disusunnya Kelas Queen Marilla meletakkan rajutan di pangkuannya dan bersandar di kursinya. Anne berlari dengan riang gembira menaiki bukit dan masuk ke dapur.” ujar Anne. bahkan ke jam dinding.

Pastinya Anne sendiri tak tahu betapa Marilla mencintainya. Dia sedang membaca. “Anne. Marilla menatapnya dengan kelembutan yang tak kan pernah sanggup menampakkan dirinya dalam cahaya yang lebih terang daripada campuran lembut dari kilauan api dan bayangan itu. Sebenarnya. “Benarkah? Oh. Pelajaran dari sebuah cinta yang akan memperlihatkan dirinya dengan mudah dalam kata-kata yang diucapkan dan pandangan yang terbuka adalah satu hal yang tak pernah mampu dipelajari oleh Marilla. mengingat apa yang telah diberikannya kepada Marilla. Anne melekuk gaya-Turki di karpet perapian. Tapi dia telah belajar untuk mencintai gadis ramping. karena waktu senja yang sempurna di Bulan November telah sampai di Green Gables. memandang ke dalam pijaran yang penuh kegirangan itu dimana sinar matahari dari seratus musim panas telah disaring dari kayu bakar pohon maple. Tapi dia selalu mengendalikan pikirannya dengan penuh celaan. tapi bukunya telah jatuh ke lantai.Saat itu nyaris gelap. Semua makhluk-makhluk hutan yang mungil—pepohonan paku.” Anne kembali dari dunianya yang lain dengan terkejut dan helaan napas panjang. dan mungkin dia melakukan semacam penebusan dosa yang tak disengaja untuk hal ini dengan menjadi lebih tegas dan lebih kritis daripada bila gadis itu kurang disayanginya. Terkadang dia berpikir dengan sedih bahwa Marilla sangat sulit untuk dapat disenangkan hatinya dan jelas-jelas kurang simpati dan pengertian. Sekarang sangat menyenangkan berada di hutan. persis seolah seseorang telah menyembunyikan mereka sampai musim semi di bawah selimut daun. dan satu-satunya cahaya di dapur datang dari kobaran api merah yang menari-nari di kompor. Marilla? Diana dan aku hanya di sekitar Hutan Angker. “Miss Stacy ke sini tadi sore ketika kau berada di luar rumah dengan Diana. Puri-puri yang gemerlapan di Spanyol memperoleh bentuknya sendiri karena kabut dan pelangi dalam khayalannya yang hidup. aku sangat menyesal tak berada di rumah. Ia merasakan kegelisahan bahwa agak berdosa sangat membulatkan tekad terhadap seorang manusia seperti ia telah membulatkan tekadnya terhadap Anne. petualangan yang menakjubkan dan memikat terjadi padanya di negeri awan—petualangan yang selalu berakhir dengan jaya dan tak pernah melibatkan dirinya dalam masalah seperti dalam kehidupannya yang sebenarnya itu. bermata abu-abu ini dengan kasih sayang benar-benar lebih dalam dan lebih kuat dari sifatnya yang sangat tidak suka menunjukkan perasaannya.” ujar Marilla kasar. Kenapa kau tak memanggilku. dan sekarang dia bermimpi. dengan senyuman di bibirnya yang terbuka. Kupikir itu adalah peri abu-abu dengan syal pelangi yang 195 . dedaunan satin dan crackerberry—telah kesemutan. cintanya membuatnya takut menjadi terlalu memanjakan.

Kemudian wajahnya bersemu dan dia berteriak: “Oh. membentuk kebiasaan yang pantas dihormati. Miss Stacy memergokiku sedang membaca Ben Hur di sekolah kemarin sore ketika seharusnya aku sedang belajar sejarah Kanada. tapi bukan untuk diseret ke dalam semua hal. Diana dan aku membicarakan masalah itu sepanjang jalan pulang dari sekolah. aku tahu apa yang dikatakannya. Ruby Gillis tak memikirkan apa pun kecuali para pemuda. Kami merasa sangat sungguh-sungguh. Aku sedang membacanya pada jam makan malam. Miss Stacy membawa kami semua gadis-gadis yang sedang dalam masa remaja turun ke anak sungai Rabu yang lalu. karena saat kami berusia dua puluh tahun sifat-sifat kami akan berkembang dan pondasi itu dipersiapkan untuk seluruh kehidupan kami di masa yang akan datang. Sungguh sangat mengerikan membayangkan berusia dua puluh tahun. Itu membinasakannya. dengan begitu saat kami berumur dua puluh tahun sifat-sifat kami akan berkembang dengan sepantasnya.” “Tentangku?” Anne tampak agak takut. tapi aku lupa. Dia membicarakanmu. Marilla. gagah. sekarang Diana dan aku banyak membicarakan tentang tema-tema yang serius. Dan kami telah memutuskan akan mencoba untuk benar-benar sangat berhati-hati. Marilla. dan mengatakan itu pada kami. Katanya kami tak boleh terlalu hati-hati apa kebiasaan yang telah kami bentuk dan cita-cita apa yang telah kami capai pada masa remaja kami. Diana tak pernah melupakan omelan ibunya padanya karena mengkhayalkan hantu di Hutan Angker. Lynde bilang Myrtle Bell adalah makhluk terkutuk. Marilla. Kau tahu. dan semakin dia dewasa maka semakin parah. Kami merasa jauh lebih dewasa dari sebelumnya sampai tak cocok membicarakan masalah-masalah yang kekanakan. Hampir berumur empat belas tahun merupakan hal yang serius. Tapi kenapa Miss Stacy ke sini tadi sore?” “Itu yang mau kukatakan padamu. Itu berefek sangat buruk pada imajinasi Diana. ya kan? Diana dan aku sedang merencanakan dengan sungguhsungguh untuk saling berjanji bahwa kami tak kan pernah menikah melainkan jadi perawan tua yang manis dan hidup bersama selamanya. dan baru saja sampai pada 196 . Walaupun. dan Ruby bilang dia tebak itu karena pemudanya tak setia kepadanya. Aku bermaksud untuk memberitahumu. Jane Andrews yang meminjamkannya padaku.datang dengan berjinjit sepanjang malam terang bulan yang lalu dan melakukannya. karena menurutnya mungkin akan lebih mulia menikahi seorang pria jahat. Nyonya. kalau saja kau memberiku kesempatan untuk menyela. jujur aku sungguh-sungguh. Tak masalah para pemuda itu di tempatnya. Dan ia bilang kalau pondasinya rapuh kami tak kan pernah bisa membangun apa pun yang benar-benar bermanfaat di atasnya. dan biadab lalu mengubahnya menjadi lebih baik. Kedengarannya sangat tua dan dewasa. Walaupun Diana belum benar-benar membulatkan tekadnya. Aku tanya pada Ruby Gillis kenapa Myrtle dikutuk. mempelajari semua yang kami mampu dan menjadi sebijaksana mungkin. Anne. Diana tak kan bicara banyak tentang itu. Marilla.

sementara selama ini aku bersuka ria dengan Ben Hur. tidak berfaedah. Kau tahu. bahwa apa yang telah kulakukan adalah suatu kebohongan. Ia menahanku pada waktu istirahat dan bicara denganku. dan hanya rasa bersalahmu lah yang menjadi masalahmu. dan minta Miss Stacy untuk memaafkanku dan aku tak kan pernah melakukan hal seperti itu lagi. Miss Stacy menyuruhku berjanji begitu. terutama ketika kudengar Josie Pye terkikik-kikik. Bagaimana pun juga kau membaca terlalu banyak novel sekarang. Kau tak berhak membawa buku cerita ke sekolah.perlombaan kereta kuda perang ketika sekolah masuk. oh. Aku tak pernah sadar sampai saat itu. karena keadilannya akan tak puitis jika dia tak menang—jadi aku membentangkan sejarah itu dalam keadaan terbuka di atas penutup mejaku dan kemudian menyelipkan Ben Hur di antara meja dan lututku. Anne. Jadi bagaimana pun kupikir ia sangat tak baik pergi ke sini bertemu denganmu untuk masalah itu. The Lurid Mystery of the Haunted Hall (Misteri Menakutkan Sebuah Gedung Berhantu). Tak bisa kuungkapkan padamu betapa malunya aku. Aku sangat asyik dengan buku itu sampai aku tak pernah tahu Miss Stacy datang berjalan di jalur tempat duduk sampai tiba-tiba aku mendongak ke atas dan di sana Miss Stacy sedang menunduk menatapku. “Tentu saja buku itu agak terlalu mengasyikkan sebagai bacaan yang tepat untuk Hari Minggu. Tapi Miss Stacy bilang itu buku yang tolol sekali.” “Miss Stacy tak pernah menyinggung hal seperti itu padaku. tapi MENDERITA SEKALI mengembalikan buku itu tanpa mengetahui bagaimana 197 . dan. lalu aku berusaha melakukan penebusan dosa dengan tak terlalu melihat Ben Hur selama seminggu penuh. Ia bilang aku sudah sangat bersalah dalam dua hal. Itu buku yang dipinjamkan oleh Ruby Gillis untukku. Tapi Miss Stacy bilang ia tak kan mewajibkannya. Aku benar-benar heboh ingin mengetahui bagaimana akhirnya—meskipun aku merasa yakin Ben Hur pasti menang. Dan sekarang aku tak pernah membaca SATU buku PUN kalau tidak Miss Stacy atau Nyonya. Buku itu membuat darah di pembuluh darahku membeku. dan ia memintaku untuk tidak lagi membaca buku itu atau yang sejenisnya. Aku menangis sejadi-jadinya. Ketika aku gadis aku tak diperbolehkan banyak melihat sebuah novel.” “Oh. Aku tak keberatan berjanji untuk tak lagi membaca buku yang seperti itu. Suatu hari ia memergokiku sedang membaca sebuah buku berjudul. sangat seperti-penuh celaan. bagaimana bisa kau sebut Ben Hur sebuah novel sementara itu adalah sebuah buku yang benar-benar sangat religi?” sanggah Anne. Marilla. dan kedua. dan aku membacanya hanya pada hari-hari kerja. aku benarbenar terlihat seolah sedang belajar sejarah Kanada. buku itu sangat menarik dan menyeramkan. dan ia telah memaafkanku tanpa syarat. tapi kemudian ia tak pernah berkata sepatah kata pun. Aku shock. Marilla. Marilla. Miss Stacy membawa Ben Hur. aku telah memperdayai guruku untuk mencoba terlihat sedang membaca sejarah ketika sebenarnya aku membaca buku cerita. Pertama. bahkan tidak untuk melihat bagaimana akhir dari perlombaan kereta kuda perang. aku sudah menghabiskan waktu yang seharusnya kugunakan untuk belajar. Allan berpendapat itu adalah buku yang tepat untuk dibaca seorang gadis berusia tiga belas tiga per empat tahun.

Aku akan suka menjadi seorang guru. Tapi aku tak mengatakan apa pun tentang itu. tentu saja. Anne. Dan aku akan belajar sekeras yang aku bisa dan melakukan yang paling terbaik untuk menjadi kebanggaanmu.” “Well.” Anne melingkarkan tangannya di pinggang Marilla dan memandangi wajahnya dengan sungguh-sungguh. Jadi kau boleh bergabung dalam kelas Queen kalau kau mau. “Kulihat kau sama sekali tak mau mendengar apa yang telah dikatakan Miss Stacy.” jerit Anne menyesal. Tapi tidakkah itu akan sangat mahal? Tuan. “Aku tak kan bicara lagi—tak sepatah pun. sejak saat Ruby dan Jane mulai membicarakan belajar untuk Penerimaan.” ujar Marilla. terima kasih. Marilla.akhirnya. kau pasti akan mempercayainya. Marilla!” Anne menegakkan lututnya dan menggenggam tangannya. tapi aku benar-benar sedang mencoba untuk mengatasinya. dan memang sebaiknya itu dipersiapkan. Aku 198 . namun kalau saja kau tahu berapa banyak hal yang ingin kukatakan dan tidak. tapi tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di dunia yang tak pasti ini. Dan ia datang untuk bertanya pada Matthew dan aku apa kami akan mengijinkanmu bergabung di dalamnya. Itu sangat menakjubkan. dan meskipun aku bicara jauh terlalu banyak. karena kurasa itu akan percuma sama sekali. apa yang kau bisa lakukan ketika kau benar-benar ingin sekali menyenangkan seseorang yang tertentu. Ia berniat memberi mereka pelajaran tambahan selama satu jam sepulang sekolah. Tapi rasa sayangku pada Miss Stacy menahan ujian itu dan aku melakukannya.” “Kurasa kau tak perlu mengkhawatirkan bagian dari masalah itu.” “Well. Marilla. Andrews bilang ia menghabiskan biaya sebesar 150 dolar untuk menyelesaikan Prissy. selama enam bulan terakhir. Saat Matthew dan aku mengambilmu untuk dididik kami telah memutuskan untuk melakukan yang terbaik yang kami bisa untukmu dan memberimu pendidikan yang bagus. “Telah jadi impian hidupku—itu. “Aku amat sangat berterima kasih padamu dan Matthew. dan Prissy bukan orang bodoh dalam geometri. Please beritahu aku. aku sungguh mau mendengarnya.” “Oh. Marilla. Pendapatmu sendiri bagaimana. Anne? Apa kau mau ke kelas Queen dan dipandang sebagai seorang guru?” “Oh. Kau akan selalu punya rumah di Green Gables selasa Matthew dan aku ada di sini. Miss Stacy mau mengorganisir sebuah kelas di antara murid-muridnya yang seudah lebih maju yang bermaksud belajar untuk ujian masuk ke kelas Queen.” “Oh. Kau lebih tertarik pada suara dari lidahmu sendiri daripada yang lain. Aku tahu aku bicara terlalu banyak. kurasa aku akan menyalakan lampu dan mulai bekerja. Aku percaya pada gadis yang terbiasa mencari nafkahnya sendiri apakah sesungguhnya dia perlu melakukannya atau tidak. Marilla.

untuk berjalan pulang sendirian melewati Birch Path dan Violet Vale. Sebuah gumpalan muncul di tenggorokannya. Allan bilang setiap orang harus punya tujuan dalam hidup dan mengejarnya dengan sungguhsungguh.” Kelas Queen itu diorganisir pada waktu yang semestinya. Terkadang Nyonya. Miss Stacy bilang kau cerdas dan rajin. kata Miss Stacy. dan kemudian dia berniat untuk menikah.” “Sekarang aku akan lebih mencurahkan perhatian pada pendidikanku. karena orang tuanya tak berniat mengirimnya ke kelas Queen. Tuan. Gilbert Blythe. Kau tak perlu repot membunuh dirimu dengan keterlaluan dengan buku-bukumu. Hanya saja ia bilang pertama kita harus meyakinkan bahwa itu adalah tujuan yang bermanfaat. Anne tak kan membiarkan Gilbert Blythe atau Josie Pye melihat air mata itu. Jane Andrews. Tapi baik untuk mulai pada waktunya dan mengerti dasar-dasar sepenuhnya. Lynde. Allan dalam khotbahnya hari Minggu lalu.” Tak pernah-pernah Marilla bilang pada Anne persis seperti apa yang dikatakan oleh Miss Stacy tentangnya. dan Moody Spurgeon MacPherson bergabung di dalamnya. Marilla? Menurutku itu adalah profesi yang mulia sekali. Aku akan menyebutnya sebuah tujuan yang bermanfaat untuk keinginan menjadi seorang guru seperti Miss Stacy.memperingatkanmu untuk tak berharap banyak mengenai geometri. seperti yang dikatakan Tuan. Josie Pye. Charlie Sloane. Jane bilang dia akan mengabdikan seluruh hidupnya untuk mengajar. Itulah puncak cita-cita mereka. aku benar-benar merasa bahwa aku telah merasakan getitnya kematian. Tak perlu terges-gesa. Kau belum akan siap untuk mencoba Penerimaan selama satu setengah tahun. “karena aku punya satu tujuan dalam hidup. Tapi kita tak bisa membuat sesuatu sempurna di dunia yang tak sempurna ini. dan dia cepatcepat menarik diri ke belakang halaman grammar Latinnya yang terangkat untuk menyembunyikan air mata di matana. dia dan Diana terpisah dalam apa pun. Anne Shirley. tapi kupikir aku bisa bertahan dalam hal yang lain kalau aku bekerja keras.” ujar Anne bahagia. Ruby Gillis.” “Aku berani bilang kau akan maju dengan cukup baik. seperti kata Nyonya. hal itu pasti akan memanjakan sifat berlagak. Diana Barry tidak. Ruby bilang dia hanya akan mengajar selama dua tahun setelah dia selesai. Kelihatannya ini benar-benar merupakan malapetaka bagi Anne. Jane dan Ruby baru akan belajar untuk jadi guru. Tak pernah. “Tapi. Dan kupikir kelas Queen akan amat sangat menarik. Pada malam ketika pertama kalinya kelas Queen tinggal di sekolah untuk pelajaran tambahan dan Anne melihat Diana keluar perlahan dengan yang lain. “Kupikir betapa menyenangkan jadinya kalau saja Diana ikut belajar untuk Penerimaan juga. itu semua kenangan yang bisa menahannya tetap duduk dan tidak menuruti kata hati untuk berlari mengejar sahabat karibnya. Lynde bukanlah orang yang persis menyenangkan. oh.” ujarnya malam itu dengan penuh kesedihan. kau juga kan. Marilla. dan tak kan pernah. tapi tak disangsikan ia mengatakan sangat banyak hal yang benar sekali. tak kan 199 . sejak malam di saat Minnie May sakit batuk disertai asma. saat kulihat Diana keluar sendirian.

Dia anak laki-laki yang benar-benar tampak-lucu dengan wajah gemuk besar itu. dan yang diam-diam membuatnya cemas. karena dia tak kan harus mendapat penghasilan sendiri. Sejak hari di dekat kolam saat dia menolak mendengarkan permohonan maafnya. dia menyadari bahwa kekesalannya dulu pada 200 . Moody Spurgeon akan menjadi seorang pendeta. seperti yang tampak. dan lebih jahat daripada skimming kedua. Charlie Sloane bilang dia akan terjun ke politik dan menjadi anggota Parlemen. Tapi mungkin dia akan tampak lebih cerdik pandai ketika tumbuh dewasa. “Kebetulan saja aku tak tahu apa cita-citanya dalam hidup—kalau pun dia punya. terkadang berjalan pulang dengan seseorang atau yang lain dari pertemuan doa atau Debating Klub. menyediakan untuk yang tersebut tadi persaingan yang telah ditetapkan. hati kecil yang feminin dia tahu bahwa dia sungguh peduli. dan mata birunya yang kecil. tak menunjukkan pengakuan apa pun akan adanya Anne Shirley. tapi sungguh bayangan Moody Spurgeon menjadi seorang pendeta membuatku tertawa. membahas pelajaran dan rencana. Lynde bilang dia tak bisa jadi sesuatu yang lain dengan nama seperti itu untuk perbuatan yang sesuai. Anggota lain di kelas diam-diam mengakui keunggulan mereka.” “Gilbert Blythe akan jadi apa?” tanya Marilla. Sia-sia dia berkata pada dirinya sendiri dengan menegakkan kepala bahwa dia tak peduli. Dia bicara dan bersenda gurau dengan gadis-gadis lain. Tiba-tiba. melihat Anne sedang membuka Caesar-nya. Aku menduga Jane bicara berdasarkan pengalaman yang menyedihkan. Ada persaingan terang-terangan di antara Gilbert dan Anne sekarang.pernah menikah.” sahut Anne dengan menghina. Gilbert. Dia adalah musuh yang berjasa untuk diri Anne yang seperti baja. Lynde dia tak kan pernah sukses di bidang itu. Nyonya. Josie Pye bilang dia baru akan pergi ke perguruan tinggi bidang pendidikan. tapi seorang suami tak kan membayar apa pun untukmu. Jauh di dalam hatinya yang keras. Marilla. saling bertukar buku dan puzzle dengan mereka. dan bahwa jika dia punya kesempatan saat di Lake of Shining Waters lagi dia akan menjawab dengan sangat berbeda. karena Nyonya. katanya tentu saja itu berbeda dengan anak yatim yang hidup dengan derma—MEREKA harus semangat. Sebelumnya persaingan itu lebih ke sebelah pihak. dan hanya bangsat yang berhasil dalam politik sekarang ini. dan Anne tahu bahwa tak menyenangkan dianggap tak ada. karena kau digaji untuk mengajar. dan tak pernah bermimpi untuk bersaing dengan mereka. karena keluarga Sloane semuanya adalah orang-orang yang jujur. Kuharap ini bukan kenakalanku. tapi kata Nyonya. dan berkata dengan marah jika kau minta bagian dari telur dan uang mentega. dan telinganya yang menonjol seperti kepakan. Tapi Anne Shirley benar-benar dianggapnya tak ada. Lynde bilang ayahnya adalah orang tua yang benar-benar aneh. tapi tak diragukan lagi bahwa Gilbert ditetapkan sebagai juara di kelas sebagaimana juga Anne.

Sia-sia dia mengingat kembali setiap kejadian dan emosi dari peristiwa yang patut menjadi kenang-kenangan itu dan mencoba untuk merasakan kemarahan dulu yang menyenangkan itu. Milikilah waktu terbaik yang kalian bisa di dunia luar-ruangan dan simpanlah kesehatan. Dia bahagia. Allan. nyaris sebelum Anne menyadarinya.” dan boleh dibilang sekarang ini dia telah melakukannya. Itu akan menjadi pertarungan sengit. akan curiga betapa menyesalnya dia dan betapa dia sangat berharap dia tak begitu sombong dan mengerikan! Dia memutuskan untuk “menyelubungi perasaannya dalam kelupaan yang paling dalam. “Tapi kalian telah belajar dengan baik tahun yang lalu ini. tak bisa menghibur dirinya sendiri dengan keyakinan bahwa Anne merasakan cemoohannya yang dimaksudkan untuk balas dendam. Pengajar dan yang diajar sama saja gembira ketika masa belajar telah usai dan hari-hari liburan yang menyenangkan terbentang penuh harapan di depan mereka. Dan setidaknya tidak Gilbert atau pun yang lain. melihat keluar dari jendela dengan murung dan mengetahui bahwa kata kerja Bahasa Latin dan latihanlatihan Bahasa Prancis telah kehilangan semangat keras yang mereka miliki pada bulan-bulan musim dingin yang segar dan kering. Kemudian belajar menjadi agak sedikit menjemukan. dan kemudian. “dan kalian berhak mendapatkan liburan yang menyenangkan. Anne sadar bahwa dia telah memaafkan dan melupakan tanpa menyadarinya. Bagi Anne hari-hari berlalu bagaikan manik-manik keemasan pada kalung tahun. dan tak sepantasnya. sore Sabtu yang menyenangkan di rumah pendeta dengan Nyonya. kalian tahu—tahun terakhir sebelum Penerimaan. kelas Queen. buku yang menyenangkan untuk dibaca. terus menerus. dengan sangat sukses sampai Gilbert. kekuatan dan cita-cita dalam persediaan yang memadai untuk membantu kalian di tahun berikutnya. yang boleh jadi tidak begitu acuh-tak-acuh sama sekali seperti yang tampak. Sebaliknya musim dingin berlalu dalam serentetan tugas yang menyenangkan dan belajar. tertarik. Miss Stacy?” tanya Josie Pye.” kata Miss Stacy pada mereka pada malam terakhir. Satu-satunya hiburan jelek yang dirasakannya adalah bahwa Anne mengejek Charlie Sloane.Gilbert telah lenyap—lenyap tepat saat dia sangat membutuhkan tenaga yang tak ada habisnya. bahkan tidak juga Diana. 201 . jalan pintas hutan yang rindang dan jalanan kecil padang rumput. Bahkan Anne dan Gilbert ketinggalan dan bertambah acuh tak acuh. Tapi itu sudah terlambat. dengan tanpa belas kasihan. musim semi telah tiba lagi di Green Gables dan seluruh dunia berbunga sekali lagi. lagu-lagu baru untuk dilatih untuk paduan suara sekolah-Minggu. bergairah. Hari di dekat kolam itu telah menjadi saksi kedipan terakhirnya yang tak tetap.” “Apakah anda akan kembali tahun depan. riang gembira. di sana ada pelajaran untuk dipelajari dan penghargaan untuk diraih. yang tertinggal di sekolah sementara yang lain berpencar ke jalanan hijau.

aku sangat senang. tak seorang pun dari mereka akan berani menanyakan itu pada Miss Stacy. bahkan ketika huruf-huruf NYA diganti. Terus terang.” sahut Miss Stacy. Kelas Queen merasa tegang sekali menyimak jawaban darinya dengan menahan napas. dengan mata berbinar. Sebelumnya Moody Spurgeon tak pernah terpengaruh oleh perasaannya. Nyonya. Marilla.” “Hore!” sahut Moody Spurgeon. “Oh. Barry bilang bahwa suatu malam ia akan membawa Diana dan aku ke Hotel White 202 . Tapi aku ingin melewati waktu yang benar-benar menyenangkan dan gembira musim panas ini. Kupikir kami akan mengalami liburan yang sangat meriah. kurasa aku akan kembali. “Aku bahkan tak akan melihat ke buku-buku pelajaranku saat liburan. Ruby Gillis akan segera mengadakan pesta ulang tahun dan bulan depan ada piknik sekolah-Minggu dan konser penginjil. Aku tak yakin bisa sampai hati melanjutkan pendidikanku sama sekali kalau guru lain yang datang ke sini. dan selama seminggu wajahnya bersemu dengan tak enak setiap saat dia membayangkan hal itu. “Stacy sayang. kau tak perlu terkejut. “aku berencana untuk beralih ke sekolah lain. Lynde bilang bahwa kalau tahun depan aku tetap bertambah tinggi seperti di tahun ini maka aku harus memakai rok yang lebih panjang. karena mungkin ini musim panas terakhir aku akan jadi seorang gadis kecil.” kata pada Marilla. Katanya aku benar-benar terus memanjang ke kaki dan mata. Dan Nyonya. Aku takut.” Ketika Anne sampai di rumah malam itu dia mengatur semua buku pelajarannya dalam sebuah peti tua di loteng. tapi aku telah memutuskan untuk kembali ke Avonlea. “Aku sudah belajar sekeras mungkin sepanjang masa belajar dan sudah mempelajari geometri dengan rajin sampai aku tahu luar kepala setiap rumus dalam buku pertama. akan benar-benar mengerikan bila kau tak kembali. aku bertambah semakin tertarik dengan murid-muridku di sini sampai aku merasa tak dapat meninggalkan mereka. “Ya. dan melempar kunci itu ke dalam kotak selimut. Oh. karena suatu waktu ada rumor mengejutkan yang beredar bebas di sekolah bahwa Miss Stacy tak akan kembali tahun depan—bahwa ia telah ditawarkan sebuah jabatan di sekolah dasar daerahnya sendiri dan bermaksud untuk menerimanya.Josie Pye tak pernah keberatan untuk bertanya. dalam hal ini semua murid lain di kelas merasa berterima kasih padanya. Jadi aku akan tetap di sini dan membantu kalian. menguncinya. Dan saat aku memakai rok yang lebih panjang aku akan merasa bahwa aku harus berbuat sesusai dengan rok itu dan menjadi berwibawa sekali.” ujar Anne. tapi semuanya ingin. kemudian itu tak kan cocok untuk mempercayai peri-peri. Aku hanya akan membiarkannya merajalela dalam batasan yang logis. jadi aku akan mempercayai mereka dengan sepenuh hatiku musim panas ini. Aku benar-benar jemu dengan semua hal yang masuk akal dan aku akan membiarkan imajinasiku merajalela selama musim panas.

“dan aku merasa tak ingin meninggalkannya. Rachel.” ujar Nyonya.” “Tak pernah terpikir olehku dia akan berubah dengan sangat baik hari pertama aku di sini tiga tahun yang lalu itu. syukur pada Tuhan. bunga-bunga dan semua tamu wanita dalam busana yang sangat cantik.Sands dan makan malam di sana. tapi dia juga tak boleh melakukan pekerjaan yang sangat berat dan sebaiknya kau beritahu Matthew untuk tidak bernapas seperti untuk tidak bekerja. Kemari dan bukalah mantelmu. yang tak pernah bisa digerakkan hatinya untuk mengakui sepenuhnya bahwa mereka telah membuat kesalahan. mereka makan malam di sana pada malam hari. Rachel dan Marilla duduk dengan nyaman di ruang tamu sementara Anne mengambilkan teh dan membuat biskuit panas yang cukup ringan dan putih untuk tahan menghadapi bahkan kritikan Nyonya. Dokter bilang dia harus berhati-hati untuk menghindari kehebohan. Kau akan tinggal sampai saatnya minum teh?” “Well.” ujar Nyonya. Tidak. Nyonya. “dan sekarang dia benar-benar stabil dan dapat diandalkan. Aku tak termasuk orang-orang yang seperti itu. Aku pernah takut dia tak kan dapat mengatasi ketololannya.” aku Nyonya. “Kuakui Anne telah berubah menjadi seorang gadis yang benar-benar cerdas.” sahut Marilla. Thomas. tinggal. Rachel. Jane Andrews berada di sana sekali musim panas yang lalu dan katanya itu merupakan pemandangan yang mempesona melihat lampu-lampu listrik. Rachel. dia sudah sehat lagi sekarang. “Tuhan. Marilla.” jelas Marilla. ‘Catat kata-kataku. kubilang. Jane bilang itu adalah pandangan sekilasnya yang pertama dalam kehidupan golongan atas dan dia tak kan pernah melupakannya sampai hari kematiannya. karena Matthew tak berusaha mencari kehebohan dengan cara apa pun dan tak pernah berusaha melakukannya. “Matthew mengalami rasa sakit pada jantungnya Hari Kamis. Rachel. 203 . aku tak pernah seperti itu. Marilla Cuthbert akan hidup untuk menyesali langkah yang diambilnya.” Nyonya. akankah aku lupa kemarahannya itu! Ketika aku pulang malam itu aku bilang pada Thomas. tapi dia lebih sering sakit dari pada sebelumnya dan aku mencemaskannya. ya. Ketika Marilla tak hadir di pertemuan The Aid orang-orang tahu ada sesuatu yang tidak beres di Green Gables. mungkin sebaiknya aku. Rachel. “Pasti dia merupakan bantuan besar bagimu. tapi dia telah mengatasinya dan sekarang aku tak akan takut mempercayainya dalam hal apa pun. begitu Marilla menemaninya sampai ke ujung jalan saat matahari terbenam. Lynde datang keesokan sorenya untuk mengetahui kenapa Marilla tak hadir di pertemuan The Aid pada Hari Kamis. Oh.’ Tapi aku salah dan aku benar-benar senang karenanya. melihatmu begitu mendesak.” “Memang. yang tak berniat sedikit pun untuk melakukan hal yang lain. Kau tahu. Itu cukup mudah.

yang tak pernah ada di dunia ini. tapi itu bukannya tak mengherankan. Benar-benar menakjubkan bagaimana dia berkembang lebih baik selama tiga tahun ini. “Oh. Isinya adalah: “Biarkan gadis berambut-merah mu itu tetap di ruangan terbuka sepanjang musim panas dan jangan biarkan dia membaca buku sampai dia mendapat loncatan yang lebih dalam tindakannya. merubah bentuk mulutnya. Tak ada yang membuatnya tak berarti dengan peraturan yang berhasil dengan anak-anak yang lain. Dia dan Diana hampir tinggal di luar rumah. berdayung.” Bab XXXI – Tempat Anak Sungai dan Sungai Bertemu Anne melewati musim panasnya yang “bagus” dan menikmatinya dengan sepenuh hati. Dia akan jadi seorang gadis yang benar-benar cantik. bersuka ria dengan semua kegembiraan yang ada di Lover’s Lane. dengan sebuah langkah yang akan bisa memuaskan dokter dari Spencervale dan hati yang penuh dengan cita-cita dan semangat sekali lagi.Aku sungguh telah salah menilai Anne. aneh.” ujarnya begitu dia membawa turun buku-bukunya dari loteng. dan mengirimkan sebuah pesan untuk Marilla Cuthbert melalui orang lain. Marilla tak keberatan dengan tingkah Anne yang seperti gipsi. memetik berry. dia membuat mereka tampak agak biasa dan berlebihan—sesuatu seperti mereka bunga lily June berwarna putih dia sebut bunga bakung berdampingan dengan peony merah dan besar. Penampilan Ruby Gillis benar-benar mengesankan. Aku suka lebih semangat dan berwarna. menggelengkan kepalanya. memandanginya dengan tajam. Dokter dari Spencervale yang datang pada malam Minnie May menderita batuk disertai asma bertemu dengan Anne di rumah seorang pasien pada suatu sore di awal liburan. kau teman lama yang baik. Hasilnya. Willowmere dan Victoria Island. geometri. kau pun. Dryad’s Bubble. meskipun dia tak separuhnya cantik. “Aku benar-benar merasa seperti belajar dengan kekuatan penuh. kecuali khususnya dalam penampilan. meskipun aku tak bisa bilang aku sangat suka pada gayaku sendiri yang pucat dan bermata-besar itu. Anne mengalami musim panas yang sangat menyenangkan dalam hidupnya selama adanya kebebasan dan kegembiraan. Ia membaca jaminan kematian Anne dengan melihat surat itu dan kalau surat itu tak dituruti dengan cermat. Dia berjalan. aku senang melihat mukamu yang jujur sekali lagi—ya. dan ketika Bulan September tiba matanya menjadi cemerlang dan siap siaga. dan berkhayal sepuas-puasnya. 204 . karena seorang penyihir anak-anak yang tak diharapkan.” Pesan ini membuat Marilla sangat takut. Tapi bagaimana pun juga—aku tak mengerti bagaimana tapi saat Anne bersamasama mereka. seperti Diana Barry dan Ruby Gillis. itulah dia. itulah.

Marilla. tapi syukur pada Tuhan kita tak sampai pada tahap itu di Canada dan ia berharap kita tak pernah akan. apa kau melihatnya. kalau ilmu keagamaan mereka masuk akal. karena Rachel sering sangat berpengaruh seperti itu atasku. Allan selagi kita masih memilikinya. Marilla? Kupikir lebih baik kita nikmati saja Tuan. “aku mau memberitahu sesuatu padamu dan bertanya apa pendapatmu. Marilla? Aku menanyakan itu pada Nyonya. Nah. kalau dia tak tak melulu 205 . Allan atau Miss Stacy aku menginginkannya lebih dari sebelumnya dan aku ingin melakukan persis apa yang bisa membuat kalian senang dan apa yang akan kalian setujui. Tapi aku tak melihat gunanya menemui kesulitan di tengah jalan. dan pasti menggetarkan hati saat memberikan khotbah yang bagus dan menggerakkan hati para pendengarmu. Katanya mungkin di States ada pendeta perempuan dan ia yakin ada. Aku sungguh ingin menjadi baik. Tidakkah Tuan. itulah. Kupikir wanita bisa jadi pendeta yang bagus. “Ia banyak memberikan khotbah tak resmi sebagaimana adanya. Ketika harus mempersiapkan pertemuan ramah tamah atau jamuan teh di gereja atau apa pun yang lain untuk mengumpulkan uang wanita harus mulai bekerja dan melakukan pekerjaan itu.Aku mengalami musim panas yang benar-benar indah. Lynde bisa berdoa benar-benar sebagus Pengawas Bell dan aku tak ragu ia juga bisa berkhotbah dengan sedikit latihan. Tak ada seorang punya banyak kesempatan berbuat salah di Avonlea dengan adanya Rachel yang mengawasi mereka.” ujar Marilla acuh tak acuh.” “Ya. Lynde lalu ia shock dan bilang itu akan jadi hal yang keji. Lynde bilang setiap hari kemampuannya semakin meningkat dan hal pertama yang kami ketahui satu gereja kota akan langsung mempekerjakannya dan kemudian kita akan ditinggalkan dan harus mulai bekerja untuk melatih pengkhotbah yang belum berpengalaman. seperti kata Tuan. Itu telah membuatku sangat khawatir—pada sore Sabtu. dan sekarang aku gembira laksana pria kuat yang akan mengikuti perlombaan. seperti katamu sendiri. Tapi seringnya saat aku dengan Nyonya.” “Marilla. Lynde aku merasa benar-benar sangat jahat dan seolah aku ingin pergi dan melakukan hal yang memang dikatakannya tak seharusnya kulakukan. Terkadang kupikir dia akan punya pengaruh lebih untuk kebajikan. dan saat aku bersamamu atau Nyonya.” ujar Anne dengan ledakan kepercayaan diri. Mereka bisa punya pengaruh untuk kebajikan. menurutmu apa sebabnya aku merasa seperti itu? Apa menurutmu itu karena aku benar-benar buruk dan tak mungkin berubah?” Marilla tampak ragu sejenak. Allan Hari Minggu yang lalu. Aku merasakan godaan yang tak tertahankan untuk melakukannya. ketika aku khusus memikirkan masalah tertentu. Allan memberikan khotbah yang luar biasa bagus? Nyonya. Aku yakin Nyonya. Anne. “Kalau kau memang seperti itu kurasa aku juga. Kemudian ia tertawa. Kalau aku seorang pria kupikir aku akan jadi pendeta. aku yakin ia mampu. Kenapa wanita tak boleh jadi pendeta. Tapi aku tak mengerti kenapa.

ya kan. Matthew. Aku sangat senang kau membuat baju-baju baruku lebih panjang.” ujar Anne dengan jelas. membahagiakan. Aku merasa itu sebuah tanggung jawab besar karena aku hanya punya satu-satunya kesempatan. dan Miss Stacy aku harus berhasil tumbuh dewasa. Tugas sekolah sama menariknya. Andaikata mereka tak lulus! Pikiran itu pasti menghantui Anne melewati waktuwaktu bangunnya pada musim dingin itu. Baju yang berwarna hijau-gelap sangat bagus dan kau sungguh baik hati dengan menambah lipatan pada baju itu. Marilla. Seharusnya ada firman khusus yang melarang omelan. Tak ada orang yang lebih baik di Avonlea dan dia tak pernah melalaikan bagian dari pekerjaanya. dan aku yakin kalau tidak berhasil maka itu salah ku sendiri. Tapi aku berani katakan akan ada hal-hal lain yang membuatku cemas. Kalau aku tak bisa tumbuh dewasa dengan benar aku tak bisa kembali dan memulainya lagi. Kau menjawab satu pertanyaan lalu muncul pertanyaan lain langsung setelahnya. tapi lipatan sangat bergaya musim gugur ini dan Josie Pye punya lipatan pada semua bajunya. hingga hampir semua mengenyampingkan masalah-masalah moral dan ketuhanan. Musim panas ini aku sudah tumbuh dua inci. Itu membuatku selalu sibuk karena memikirkannya setiap saat dan memutuskan mana yang benar. Jauh di dalam pikiranku aku akan merasa benar-benar nyaman mengenai lipatan itu.mengomeli orang untuk melakukan hal yang benar. Terutama kelas Queen benar-benar bersiap sedia untuk kehebohan itu. Tentu saja aku tahu itu tak benar-benar perlu. Aku tak akan terlalu mengkhawatirkannya setelah ini.” aku Marilla.” “Perlu sesuatu untuk mendapatkan itu. telah membayangi dengan suram jalan kecil mereka. “Itu sangat membesarkan hati. Ada banyak hal yang harus dipikirkan dan diputuskan saat kau mulai tumbuh dewasa. karena di akhir tahun yang akan datang. Miss Stacy kembali ke sekolah Avonlea dan mendapati semua muridnya bergairah untuk berusaha sekali lagi. dimana nama Gilbert Blythe disanjung di tempat teratas dan di dalamnya namanya tak nampak sama sekali. Marilla? Tapi ketika aku punya teman yang benar-benar baik sepertimu.” “Aku sangat senang kau merasakan hal yang sama. Mereka timbul baru setiap saat—kau tahu. Aku tahu aku akan dapat belajar dengan lebih baik karena bajubajuku.” pada pikiran yang semuanya merasa hilanglah semangat mereka masuk ke dalam sepatu. Ketika Anne mengalami mimpi buruk dia mendapati dirinya menatap dengan sedih pada daftar kelulusan ujian Penerimaan. Allan. ramai. aku seharusnya tak bicara seperti itu. hal-hal yang membingungkanmu. Rachel adalah seorang wanita Kristen yang baik dan dia bermaksud baik. Tapi itu adalah musim dingin cepat-berlalu yang menyenangkan. Tumbuh dewasa merupakan hal yang serius. Tapi sudahlah. mengancam hal yang menentukan itu yang dikenal dengan “Penerimaan. Nyonya. sampai dengan sore-sore Minggu. persaingan kelas sama 206 .

Sekali-sekalinya Anne tumbuh. Matthew.” hibur Matthew. di sana ada satu atau dua kelompok hampir di ambang kedewasaan. hampir tak percaya. mendapati gadis itu lebih tinggi daripada dirinya sendiri. yang masuk dengan sebuah lentera. Aku akan sangat merindukannya. tapi ia sadar akan rasa kehilangan yang aneh dan menyedihkan. Selain daripada pendidikannya Anne berkembang secara sosial. di sana ada perjalanan dengan pengeretan dan senda gurau permainan skats yang berlimpah. Dan malam itu. meneliti. Lynde dan para pengawas sekolah benar-benar shock. memergokinya seperti itu dan menatapnya dengan ketakutan yang luar biasa sampai-sampai Marilla harus tertawa di sela tangisannya. Anak yang ia belajar cintai bagaimana pun juga telah hilang dan yang ada seorang gadis tinggi lima belasan tahun bermataserius. dan cita-cita. Ia memimpin murid-muridnya untuk berpikir. seperti dahulu kala. saat Anne telah pergi ke pertemuan doa dengan Diana. tak lagi memveto tamasya yang sekali-sekali. Anne. saat mereka berdiri bersisian. dan berwawasan luas. “Bebukitan tampak melalui Pengunungan Alpen muncul. “Dia sudah jadi seorang gadis dewasa—dan mungkin dia akan pergi dari kita musim dingin yang akan datang. Dunia baru pemikiran. menemukan diri mereka sendiri dan mendorong untuk menyimpang dari jalan lama yang banyak ditempuh sampai pada tingkat yang membuat Nyonya. Sebuah desahan mengikuti ucapan itu. kau sudah sangat besar!” ujarnya. tumbuh dengan sangat cepat sampai-sampai suatu hari Marilla terheran-heran. dengan dahi mencerminkan kebijaksanaan dan kepala kecil yang dengan bangga bersikap tenang. Debating Club berkembang dengan baik dan mengadakan beberapa konser. “Tadi aku sedang memikirkan Anne.” terangnya. yang baginya Anne masih dan selalu jadi gadis kecil bersemangat yang telah dibawanya pulang dari Bright 207 . Marilla mencintai gadis itu sebesar ia telah mencintai anak itu.mengasyikkannya.” bukit dan Pegunungan Alpen demi Kebanyakan dari ini semua karena bimbingan Miss Stacy yang arif. “Ya ampun. Marilla merasakan penyesalan aneh karena Anne bertambah tinggi. teliti. di tempatnya.” “Dia akan bisa sering pulang. yang sadar akan ucapan dokter dari Spencervale. yang memandang dengan agak ragu semua inovasi pada metode yang telah ditetapkan. karena Marilla. bidang baru dan sangat menarik dari pengetahuan yang belum terselidiki tampak terbuka di depan mata Anne yang bergairah. perasaan. Marilla duduk sendirian di waktu senja musim dingin dan memperturutkan hatinya dalam kelemahan sebuah tangisan.

Ia menyuruh kami menulis semua essai kami sesederhana mungkin. begitu dia meletakkan bukunya dan termenung melihat keluar jendela. dilakukan dan dipikirkan sampai-sampai tak ada waktu untuk membual. kan. tak juga menggunakan separuh banyak kata-kata bualan. Lagipula. “Kau tak berceloteh separuh banyak dari yang biasanya. “Pada saat itu jalan kereta api akan dibuat bercabang ke Carmody. tapi pastinya dia tak banyak bicara. Banyak sekali yang harus dipelajari. Anne. Aku tak pernah menyangka 208 . Dan bagaimana pun juga aku tak mau lagi membual. Awalnya itu sulit. seperti barang berharga. “Aku tak tahu—aku tak ingin bicara sebanyak itu. Terkadang Miss Stacy menyuruh kami menulis sebuah cerita sebagai latihan dalam mengarang.River pada malam Bulan Juni itu empat tahun yang lalu. Marilla juga mengetahui dan mengomentarinya.” “Apa yang terjadi dengan klub cerita kalian? Sudah lama aku tak mendengar kau membicarakannya. bertekad menikmati kemewahan dukacitanya yang tak terhibur. sesudah aku benar-benar cukup dewasa untuk mengatakannya kalau aku sungguh ingin mengatakannya. Apa yang telah terjadi padamu?” Anne tersipu dan tertawa sedikit. Mungkin dia makin banyak berpikir dan berkhayal sebanyak sebelumnya.Tindakan bodoh mengarang tentang percintaan. dan ia membahasnya dengan tajam dan menyuruh kami juga membahas punya kami. Aku tak suka gagasan-gagasan itu ditertawakan atau pun dikhawatirkan. pembunuhan. Nyaris disayangkan. Karena satu hal.” sahutnya.” “Klub cerita tak ada lagi.” desah Marilla murung. dimana kuncup-kuncup merah besar berisi keluar tumbuh menjalar sebagai reaksi terhadap bujukan sinar matahari musim semi. Dalam beberapa hal menyenangkan menjadi hampir dewasa. Aku telah terbiasa menggunakan sangat banyak kata-kata besar bagus yang terpikir olehku—dan aku memikirkan sangat banyak kata-kata besar. dia jadi jauh lebih diam. Kami tak punya waktu untuk itu—dan bagaimana pun juga menurutku kami sudah jemu dengan itu. Marilla.” “Itu tak sama halnya seperti ada dia di sini setiap saat. “Lebih enak memikirkan gagasan cantik dan berharga lalu menyimpannya dalam hati seseorang. sembari melekukkan dagunya penuh pikiran dengan jari telunjuknya. “Tapi sudahlah— pria tak bisa pahami situasi ini!” Ada perubahan lain dalam diri Anne yang tak kurang nyata daripada perubahan fisik. tapi itu bukan jenis kesenangan yang kuharapkan. Miss Stacy bilang kata-kata singkat lebih baik dan kuat. tapi ia tak akan membiarkan kami menulis apa pun selain apa yang mungkin terjadi di Avonlea dalam kehidupan kami. pelarian dan misteri. Tapi sekarang aku telah terbiasa dengan itu dan kulihat itu jauh lebih baik.

penghalang Ruby dan Charlie aljabar. tapi Miss Stacy bilang aku bisa belajar untuk mengarang dengan bagus kalau saja aku melatih diriku menjadi pengeritik paling pedas bagi diri sendiri. sembari mengalihkan pandangannya dari keterpesonaan akan dunia musim semi. Terkadang kupikir aku akan baik-baik saja—dan kemudian aku jadi amat sangat takut. Malam itu Anne dan Diana berjalan pulang dengan merasa sungguh sangat tenang. Miss Stacy akan mengadakan ujian untuk kami di Bulan Juni persis sesulit yang akan kami dapatkan pada Penerimaan dan menilai kami dengan sangat keras. Dan aku menjadi sangat gugup dalam sebuah ujian sampai-sampai mungkin aku akan mengacaukannya. tapi kalau dia tak berhasil lulus Penerimaan. jadi kami akan punya suatu gambaran. “Oh. terutama kalau Gil—kalau yang lainnya lulus. Penghalangku tentu saja geometri.karanganku punya banyak sekali kesalahan sampai aku sendiri yang mulai mencarinya. Akan ada musim semi yang lain. Jadi aku mencobanya. Tak lulus akan sangat memalukan. pergi ke sekolah tahun depan dan coba lagi. Marilla. tumbuhan-tumbuhan hijau di kebun yang sedang bersemi. Aku berharap itu semua sudah berakhir. menenggelamkan diri dalam bukunya dengan tabah. Anne merasa yakin bahwa dia tak akan pernah cukup pulih untuk menikmatinya. “Aku tak tahu. Moody Spurgeon bilang dia merasa yakin akan gagal dalam sejarah Inggris.” ujar Marilla. Masing-masing kami punya penghalang. Kami sudah belajar susah payah dan Miss Stacy sudah melatih kami dengan cermat.” “Ah. aku tak yakin akan sampai hati untuk itu. “Apa menurutmu kau akan mampu untuk lulus?” Anne gemetar.” “Kau hanya punya waktu dua bulan sebelum Penerimaan. tapi bisa jadi kami tak lulus karena itu semua. hari yang mengisyaratkan dengan warna biru dan angin sepoi-sepoi.” ujar Marilla tak ambil pusing. dan penghalang Josie adalah ilmu hitung. Hal itu menghantuiku. Bab XXXII – Daftar Kelulusan Keluar Dengan berakhirnya Bulan Juni tibalah masa belajar dan peraturan Miss Stacy yang sudah begitu dekat di sekolah Avonlea. Aku berharap punya saraf seperti Jane Andrews.” Anne mendesah dan. Mata merah dan saputangan 209 . Terkadang aku bangun pada malam hari dan bertanya-tanya dalam hati apa yang akan kulakukan jika aku tak lulus. Aku merasa sangat malu dan ingin menyerah sama sekali. Tak ada yang membuatnya bingung. penghalang Jane Bahasa Latin.

Lynde. Seperti kata Nyonya. Aku TAK percaya takhyul dan aku tahu itu tak bisa membuat perubahan. tapi kurasa aku telah meninggalkan sekolah lama tersayang selamanya—itulah. mungkin tidak juga kau atau Jane atau Ruby.’ Bagaimana pun juga. Dan kemudian nomorku adalah tiga belas dan Josie Pye bilang angka itu sangat sial. Miss Stacy tak akan ada di sana.” “Ah. Itu nasehat yang bagus. ya kan. Tapi tetap saja aku berharap nomorku bukan tiga belas.lembab memberi kesaksian yang meyakinkan terhadap kenyataan bahwa katakata perpisahan Miss Stacy pastilah benar-benar menyentuh perasaan seperti juga kata-kata Tuan.” “Itu sedikitpun tak akan sama.” “Tidak. Phillips pada situasi yang sama tiga tahun yang lalu. “Tak tampak kalau itu adalah akhir dari segalanya. maka gembiralah semampumu. “Seharusnya kau tak merasa separuh buruk dari yang kurasakan. Saat-saat itu semakin sering menggelisahkan.” ujar Anne dengan memohon. “Kalau kau mau berhenti menangis aku bisa.” “Aku sungguh berharap masuk denganmu. Katanya itu hanya akan melelahkan dan membingungkan kami dan kami akan berjalan-jalan keluar dan tak memikirkan ujian sama sekali lalu tidur di awal waktu. Diana menoleh ke belakang ke gedung sekolah dari kaki bukit pohon spruce lalu mendesah dalam.” sahut Anne. tapi ujian-ujian itu tak membuatku gugup. Prissy Andrews bilang padaku dia 210 . kau berakhir dengan baik pada ujian yang diberikan Miss Stacy. Ini salah satu waktu AKU SADAR aku tak akan lulus. tapi kuduga itu akan sulit untuk diikuti. kan?” ujarnya dengan sedih.” sahut Diana. “Kau akan kembali lagi musim dingin yang akan datang. Aku harus duduk sendirian saja.” Dua airmata besar mengalir melalui hidung Diana. menurutku. Oh. Anne? Sangat mengerikan membayangkan itu akan berakhir. Miss Stacy telah menyuruh kami berjanji untuk tidak membuka buku sama sekali. ‘Kalau kau tak bisa gembira. kalau aku beruntung. yang sia-sia mencari bagian kering di saputangannya.” “Ya. Saat aku memikirkan ujian yang sebenarnya tak bisa kau bayangkan bagaimana mengerikannya aku merasakan debaran jantungku. “Segera setelah aku menyimpan saputanganku aku melihatmu bersimbah airmata dan itu akan membuatku mulai menangis lagi. karena aku tak kan sanggup punya teman sebangku lain setelahmu. mungkin nasehat yang bagus. kita telah mengalami waktu-waktu yang menggembirakan. “Tidakkah kita akan mengalami saat yang benar-benar elegan? Tapi kurasa malam-malam kau akan harus belajar dengan tergesa. aku berani katakan aku akan kembali tahun depan.

” janji Diana. Senin berikutnya Anne pergi ke kota dan pada Hari Rabu Diana mendatangi kantor pos. tapi tabel perkalian itu benar-benar menunjukkan kenyataan ini pada bagian yang tepat! “Ketika kami disuruh ke ruangan kami Miss Stacy harus meninggalkan kami. seperti yang telah disepakati. dan aku telah memutuskan untuk berjaga SETIDAKNYA selama yang dilakukannya. mengajak serta Jane. Orang pertama yang kami lihat adalah Moody Spurgeon yang sedang duduk di tangga dan komat-kamit sendirian. Aunt Josephine mu sangat baik mengajakku tinggal di Beechwood selama aku di kota. karena kalau dia berhenti sejenak dia akan ketakutan dan lupa akan semua yang diketahuinya. Josie bilang aku tampak seolah aku tak tidur sekejap pun dan dia tak yakin aku cukup kuat untuk bertahan mendengarkan pelajaran berat dan membosankan yang ajarkan oleh guru sekalipun aku benar-benar lulus. Tadi malam aku benar-benar sangat kesepian sendirian saja di kamarku dan sangat berharap banyak kau ada bersamaku.berjaga separuh malam setiap malam pada minggu Penerimaannya dan belajar tergesa untuk jiwa tercinta. Bahkan masih ada waktu-waktu dan masa-masa saat aku tak merasa bahwa aku telah membuat kemajuan besar untuk belajar menyukai Josie Pye! “Ketika kami tiba di Akademi sudah ada nilai para siswa di sana dari seluruh pelosok pulau. “Aku akan mendatangi kantor pos Hari Rabu. “Ini Selasa malam dan aku menulis ini di pustaka di Beechwood. dan mengambil suratnya. stabil. Jane dan aku duduk bersama dan Jane sangat tenang sampai-sampai aku iri padanya. Ruby memintaku meraba tangannya dan tangan itu sedingin es. dan Josie. bijaksana! Aku bertanya-tanya apa aku terlihat seperti yang kurasa dan apa mereka bisa mendengar jantungku berdebar keras dan jelas di seluruh ruangan. Ruby.” janji Anne. Kemudian 211 . kan?” “Aku akan menulis surat pada Selasa malam dan memberitahumu bagaimana hari pertama berjalan. Jane bertanya padanya apa yang sedang dilakukannya dan dia bilang dia sedang mengulang tabel perkalian berkali-kali untuk menstabilkan saraf-sarafnya dan demi Tuhan untuk tak menyelanya. Aku tak bisa “belajar dengan tergesa” karena aku telah berjanji pada Miss Stacy untuk tak melakukannya. Tak perlu tabel perkalian untuk Jane yang sehat.” “Kau akan menulis surat untukku surat selama kau berada di sana. “Diana tersayang” [tulis Anne]. “Tadi pagi Miss Stacy menghampiriku dan kami pergi ke Akademi. tapi sama sulitnya menahan diri untuk tak membuka pelajaran sejarahku dengan yang pernah terjadi menahan diri untuk tak membaca cerita sebelum pelajaran dimulai.

Diana. seperti yang akan dikatakan Nyonya. Katanya dia tahu telah gagal dalam ujian sejarah dan dia lahir menjadi kekecewaan bagi orang tuanya dan dia akan pulang dengan kereta api pagi. Terkadang aku pernah berharap dilahirkan sebagai anak laki-laki. Lynde. agak lelah tapi dengan suasana keberhasilan berhatihati padanya. kupikir aku telah mengerjakannya dengan cukup baik hari ini. dia baru saja mengetahui sebuah kesalahan mengerikan yang dibuatnya dalam ujian Bahasa Inggris. kalau saja ujian geometri telah usai! Tapi sudahlah. Anne” Ujian geometri dan semua yang lainnya selesai pada waktunya dan Anne tiba di rumah pada Jumat malam. Tapi oh. “Oh. akan lebih mudah menjadi seorang tukang kayu daripada pendeta. Diana.seorang pria masuk dan mulai membagikan lembaran ujian Bahasa Inggris. “Ruby sedang histeris saat aku tiba di asrama mereka. Betapa kami sangat berharap kau ada bersama kami. Kupikir aku lebih suka matahari tak terbit kalau aku gagal! Salam sayang sahabatmu. “Pada tengah hari kami pulang untuk makan siang dan kemudian kembali lagi untuk ujian sejarah di sore hari. Sejarah adalah ujian yang cukup sukar dan aku benar-benar sangat bingung dengan tanggal-tanggalnya. Kalau kupikir tabel perkalian itu akan sedikit membantuku aku akan menghafalnya dari sekarang sampai besok pagi. Tetap saja. matahari akan tetap terbit dan menentukan apakah aku akan gagal dalam geometri atau tidak. Di jalan aku bertemu Moody Spurgeon keluyuran dalam keadaan bingung. “Malam ini aku pergi ke sana untuk melihat gadis-gadis lain. Diana ada di Green Gables saat dia sampai dan mereka bertemu seolah mereka telah berpisah selama bertahun-tahun. tapi ketika kulihat Moody Surgeon aku selalu senang aku adalah seorang anak perempuan dan bukan saudara perempuannya. Benar-benar satu momen yang mengerikan—Diana. Tanganku bertambah dingin dan kepalaku hampir pusing begitu aku mengambilnya. 212 . aku merasa persis seperti empat tahun yang lalu saat aku bertanya pada Marilla apa aku boleh tinggal di Green Gables—dan kemudian semuanya hilang dari pikiranku dan jantungku mulai berdetak lagi—aku lupa bilang bahwa jantungku telah berhenti sama sekali!—karena bagaimana pun aku tahu aku bisa melakukan sesuatu dengan kertas ujian ITU. Aku menghiburnya dan membujuknya untuk tetap tinggal sampai akhir karena akan tak adil bagi Miss Stacy kalau dia pulang. dan bagaimana pun. Itu benar tapi tak khusus menghibur. Ketika dia sudah pulih kami pergi ke kota dan makan es krim. besok saatnya ujian geometri dan ketika aku memikirkannya hal itu benar-benar menguras tekadku untuk menahan diri dari membuka Euclid-ku.

kau akan lulus. dalam semua hal kecuali geometri.” sela Anne.” “Bagaimana keadaan yang lain?” “Yang gadis-gadis bilang mereka tahu mereka tak lulus. tapi menuruku mereka mengerjakan ujian dengan cukup baik. yang maksudnya—dan Diana tahu apa yang dimaksudkannya—keberhasilan itu tak akan lengkap dan getir kalau dia tak berakhir dengan mengungguli Gilbert Blythe. betapa menyenangkan bisa kembali! Green Gables adalah bagian yang tercinta dan terindah di dunia. dan bersumpah dengan sedikit lebih bertekad untuk mengunggulinya di ujian. benar-benar sangat menyenangkan melihatmu kembali lagi. Bayangkan hidup selama dua minggu dalam ketegangan seperti itu! Aku berharap bisa tidur dan tak pernah bangun sampai ketegangan itu berakhir. Matthew telah mengatakan padanya keyakinannya bahwa dia “akan menaklukkan seluruh pulau. kupikir.“Kau kekasih lama. Daftar itu tak akan keluar selama dua minggu. Rasanya seperti seabad sejak kau pergi ke kota dan oh.” Diana tahu akan percuma menanyakan bagaimana keadaan Gilbert Blythe. Tapi dia punya satu alasan lain yang lebih mulia untuk berharap bisa berhasil dengan baik. Oh. Dia ingin bisa “lulus tinggi” demi Matthew dan Marilla—terutama Matthew. Tapi kami tak benar-benar tahu apa pun tentang itu dan tak akan sampai daftar kelulusan keluar. Begitu juga dengan Gilbert. jadi dia hanya bilang: “Oh.” “Aku lebih suka tak lulus sama sekali daripada tak berakhir cukup baik dalam daftar kelulusan. Anne rasa. Dia tahu semua murid junior di Avonlea ingin tahu siapa yang akan duluan unggul. Mereka telah sering kali saling bertemu dan berpapasan satu sama lain di jalan tanpa ada tanda-tanda mereka saling mengenal dan setiap saat Anne agak menegakkan kepalanya dan berharap dengan sedikit lebih sungguh-sungguh bahwa dia telah berteman dengan Gilbert saat Gilbert memintanya. Josie bilang geometri sangat mudah bahkan seorang anak berumur sepuluh tahun bisa mengerjakannya! Moody Spurgeon masih berpikir dia ak lulus dalam ujian sejarah dan Charlie bilang dia gagal dalam ujian aljabar. dan dia merasa bahwa rasa malunya tak akan tertanggungkan kalau dia gagal. bagaimana keadaanmu?” “Cukup baik. Untuk pendapat yang terakhir ini Anne telah memaksakan setiap urat sarafnya selama ujian. Aku tak tahu apa aku lulus dalam ujian geometri atau tidak dan aku punya firasat yang mengerikan dan menyeramkan yang tak pernah kurasa sebelumnya. adalah sesuatu yang tolol untuk 213 . Anne. dia bahkan tahu bahwa Jimmy Glover dan Ned Wright bertaruh untuk pertanyaan itu dan bahwa Josie Pye bilang tak diragukan lagi bahwa Gilbert lah yang akan jadi juara pertama.” Yang. Jangan kuatir.

melintasi jembatan kayu. yang melihat kepucatan. Terasa sejam baginya sebelum Diana tiba dan bergegas di sepanjang ruang tamu lalu mendadak masuk ke dalam kamar bahkan tanpa mengetuk pintu. dia rasa. Tapi suatu malam berita itu tiba. Charlie dan Gilbert tak segan melakukan ini juga. “Anne. tapi Moody Spurgen bersikeras tak melakukannya. saking besarnya kehebohannya. bersama dengan teman-teman yang kebingungan yaitu Jane. kau lulus. saat dia melihat Diana berlarilari menerobos pepohonan fir. Langit timur di atas pepohonan fir berwarna agak pink karena pantulan dari langit barat. Lynde mau tahu apa lagi yang bisa kauharapkan dengan Pengawas pendidikan Tory sebagai ketua urusan. dan Anne sedang membayangkan dalam lamunannya kalau warnanya tampak seperti itu. dan menaiki lereng. dan Matthew. Yang. Dia tak mampu bergerak selangkahpun. Di akhir masa dua minggu itu Anne suka “menghantui” kantor pos juga. aku bangga sekali!” 214 . “aku hanya akan menunggu sampai seseorang datang dengan tiba-tiba dan memberitahuku apa aku lulus atau tidak. dan Josie. Anne sedang duduk di jendelanya yang terbuka. Nyonya. “lulus YANG PERTAMA SEKALI—kau berdua dengan Gilbert—kalian seri—tapi namamu yang pertama. sungguh akan jadi hadiah manis untuk semua usaha keras dan kesabarannya mengutak-atik rumus-rumus matematika dan konjugasi yang tanpa fantasi. karena dia minum dalam keindahan petang musim panas. “Aku belum punya keberanian pergi ke sana dan melihat pengumuman dengan tenang. mulai berpikir serius apa ia tak lebih baik memilih Grit pada pemilihan yang akan datang. dengan perasaan yang jauh lebih buruk dari pada yang telah dialami selama minggu Penerimaan. Ruby. untuk melupakan kesengsaraan ujian dan kesusahan dunia. yang tahu saat itu juga apa isi koran itu. jadi dia bisa melihat mata coklat Matthew yang baik bersinar bangga karena prestasinya. ketakacuhan dan langkah lunglai Anne ketika dia pulang dari kantor pos setiap sore.” katanya pada Anne. Tapi dia sungguh bersemangat berharap bahwa setidaknya dia akan ada di antara sepuluh besar.berharap bahkan dalam mimpi yang paling gila.” jeritnya. harum-mewangi dengan desiran angin beraroma bunga dari kebun di bawah serta bunyi desis dan gemerisik dari gerakan pepohonan poplar. Anne meloncat berdiri. Hasratnya hilang dan minatnya terhadap kegiatan di Avonlea sudah mengendur. membuka harian Charlottetown dengan tangan gemetar dan kedinginan. Daftar kelulusan sudah keluar! Kepalanya pusing dan hatinya berdebar-debar sampai membuatnya sakit. dengan koran yang berkibar-kibar di tangannya. Oh.” Ketika tiga minggu telah berlalu tanpa ada daftar kelulusan yang terbit Anne mulai merasa bahwa dia benar-benar tak mampu menanggung ketegangan itu lebih lama lagi.

Aku tak pernah memimpikan hal ini—ya. aku selalu mengatakannya. benar-benar kehabisan napas dan tak mampu bicara lagi. ‘Bagaimana kalau aku yang jadi juara pertama?’ dengan gemetar.” ujar Matthew. “Aku tahu kau bisa mengalahkan mereka semua dengan mudah. cukup pulih untuk duduk tegak dan bicara. Kemudian dia cepat-cepat mengambil koran itu. Anne.” Diana terengah-engah. bagaimana rasa senangnya melihat namamu di nomor pertama daftar kelulusan seperti itu? Kalau itu aku. meskipun dia bersyarat dalam pelajaran sejarah.” “Well. kau tahu. “Ayah membawa pulang koran dari Bright River tak sampai sepuluh menit yang lalu—koran itu terbit pada kereta api sore. Ya. Nyonya. “Aku ingin mengatakan seratus hal. tapi kau setenang dan sedingin malam musim semi.” seru Anne. Moody Spurgeon dan semuanya. Aku permisi sebentar. dengan mata berbinar gembira. Josie berhasil dengan susah payah dengan kelebihan tiga angka. Kalian semua lulus. Aku harus segera lari keluar ke lapangan untuk memberitahu Matthew. karena rasanya sangat tak berguna dan terlalu angkuh untuk membayangkan aku mampu memimpin pulau. dan aku tak mampu mengungkapkannya dengan kata-kata.” “Dalam hatiku aku benar-benar terpesona. tapi kau akan lihat dia berlagak seolah dia yang memimpin. Tidakkah Miss Stacy akan gembira? Oh.Diana melemparkan koran itu ke meja dan dirinya sendiri ke tempat tidur Anne. karena Anne. Lalu kita akan pergi dan memberitahukan kabar gembira ini pada yang lain. Anne. Anne menyalakan lampu. kau tahu. aku yakin akan gila karena kesenangan.” sahut Anne. Begini saja aku sudah hampir gila. melainkan sangat berterima kasih. dan tak akan sampai di sini sampai besok melalui pos—dan saat kulihat daftar kelulusan itu aku benar-benar menyerbu seperti anak liar. terlalu berhati-hati menggunakan korek api dan menghabiskan lebih dari setengah lusin korek api sebelum tangannya yang gemetar mampu menyelesaikan tugas itu. memandangi daftar kelulusan dengan gembira. Jane dan Ruby berhasil dengan cukup baik— posisi mereka setengah lebih tinggi—begitu juga dengan Charlie. sudah nasib. hanya sekali! Aku membiarkan diriku berpikir SEKALI. Matthew. Diana. Lynde sedang bicara dengan Marilla di pagar. dan. semuanya. dia lulus—namanya di bagian paling atas dari dua ratus yang ada di list! Momen itu sangat berharga. “aku lulus dan aku juara pertama—atau salah satu juara pertama! Aku tak sombong.” Mereka pergi tergesa-gesa ke padang rumput di bawah gudang tempat Matthew sedang menggulung jerami. tak mengucapkan sepatah kata pun. pernah juga.” 215 . “Oh. “Kau melakukannya dengan sangat bagus.

Didalamnya ada rasa syukur untuk yang telah berlalu dan pengrapan takzim untuk masa depan. Loteng timur adalah tempat yang sangat berbeda dari malam empat tahun lalu itu. Kau adalah kebanggaan bagi teman-temanmu. suara dan gelak tawa dari jauh. 216 . sampai kamar itu menjadi hunian yang semanis dan secantik yang bisa diharapkan seorang gadis muda. Karpet beludu dengan mawar pink dan gorden sutra pink dalam khayalan Anne dulu tentu saja tak pernah terwujud. segembira dan seindah yang bisa diinginkan pada masa gadis. dan saat dia tidur di bantal putihnya. Anne. Perubahan telah muncul perlahan. saat Anne merasakan kepolosannya menembus sumsum jiwanya dengan hawa dinginnya yang tak ramah. kau telah berhasil dengan cukup baik.” Bab XXXIII – Konser Hotel Pakailah organdy putihmu. Anne.“Harus kuakui. dan aku tak bermaksud untuk mengatakannya di belakang. suasana penuh dengan bunyi-bunyian manis musim panas—kicauan burung-burung yang mengantuk. karena sebuah riasan penting sedang dalam proses.” ujar Marilla. kami semua bangga padamu. Dindingnya. yang telah mengakhiri malam penuh kegembiraan itu dengan pembicaraan serius dengan Nyonya.” Malam itu Anne. berusaha menyembunyikan rasa bangganya yang sangat akan Anne dari pandangan mencela Nyonya. berada di atas Hutan Angker. berlutut dengan manis di dekat jendela yang terbuka dalam kemilau indah sinar bulan dan menggumamkan sebuah doa terima kasih dan cita-cita dari hatinya yang benarbenar muncul dari hatinya. mimpinya seterang. Anne.” saran Diana dengan mantap. angin sepoi-sepoi yang ganjil. itulah. Bulan purnama besar. Marilla menyerah untuk membiarkan mereka. dan tak mungkin dia menyesalinya. Tapi di kamar Anne kerai telah ditutup dan lampu dinyalakan. dan gorden yang melembutkan jendela yang tinggi dan berkibar karena angin sepoi yang bertiup adalah dari kain tipis seni berwarna hijau-pucat. diluar benar-benar temaram— waktu senja hijau-kekuningan yang indah dengan langit biru-terang tanpa awan. Mereka sedang bersama di kamar loteng timur. yang perlahan mendalam dari kilaunya yang pucat menjadi perak mengkilap. Lynde. Allan di rumah pendeta. tapi impiannya mengikuti pertumbuhannya. dengan semua aksesorinya. Tapi orang baik itu berkata dengan sungguh-sungguh: “Aku benar-benar memperkirakan dia berhasil dengan baik. Lantainya ditutupi dengan tikar cantik.

Bertha Sampson dan Pearl Clay dari paduan suara Jemaat Gereja White Sands telah diminta untuk bernyanyi duet. Malam ini sepaku besar lili putih sedikit mengharumkan kamar seperti keharuman impian. sebuah meja rias dipercantik dengan kain kasa putih. berjumbai-jumbai dan melekat.” “Tapi itu jauh lebih cocok untukmu. itu adalah “suatu masa dalam kehidupannya.” dan dia merasakan getar kegembiraan yang menyenangkan karenanya. Milton Clark dari Newbridge akan menampilkan permainan biola solo. Anne sedang berpakaian untuk menghadiri sebuah konser di Hotel White Sands. Foto Miss Stacy menempati tempat kehormatan. Allan untuk Anne. serta Laura Spencer dari Spencervale dan Anne Shirley dari Avonlea akan membacakan cerita. tapi ada lemari buku bercat-putih terisi dengan buku-buku. Baju dari kain tipis itu kaku. Winnie Adella Blair dari Crmody akan menyanyikan balada Skotlandia. sebuah kursi goyang dari rotan yang dilengkapi dengan bantal.” 217 . Para tamu telah mempersiapkannya dengan bantuan rumah sakit Charlottetown. “Baju itu begitu lembut.” sahut Diana. Diperkirakan ada sekelompok pengunjung yang datang dari luar kota. dan Anne membuat sebuah titik yang menyentuh perasaan dengan bunga yang tetap segar pada tanda kurung di bawahnya. tapi dengan kertas bunga-apel yang cantik. meskipun ia lebih memilih mati daripada mengakuinya. Tapi organdy tampak seolah mempengaruhimu. sebuah cermin berbingkai-lapisan mengkilap yang menarik perhatian dengan lukisan Dewi Asmara pink yang montok dan anggur ungu di atas bagian atasnya yang melengkung. Matthew berada di puncak kegembiraan karena senang dan bangga akan kehormatan yang dianugrahkan pada Anne-nya dan Marilla tak jauh ketinggalan. “Menurutku ini tak sebagus bajuku dari kain tipis berbunga-biru—dan ini jelas tidak modern. dan setelah konser hidangan makan malam akan diberikan untuk orang-orang yang menampilkan pertunjukan. Anne dan Diana akan pergi dengan Jane Andrews dan abangnya Billy mengendarai kereta beroda empat mereka yang bertempat duduk-ganda. dan berkata bahwa menurutnya tak pantas bagi kebanyakan anak-anak muda untuk keluyuran ke hotel tanpa adanya orang yag bertanggung jawab pada mereka. dan telah mencari orang berbakat amatiran di daerah sekitar yang dapat ikut membantu. “Apa menurutmu organdy ini yang terbagus?” tanya Anne cemas.digantungi bukan dengan permadani hiasan dinding dari kain brokat emas dan perak. yang diperindah dengan beberapa gambar bagus yang diberikan Nyonya. dan membuatmu tampak terlalu berdandan. dan sebuah tempat tidur rendah berwarna putih. Di sana tak ada “perabotan mahoni”. Seperti yang pernah dikatakan oleh Anne suatu waktu. yang pernah menempel di kamar tamu. dan beberapa gadis serta anak laki-laki Avonlea lainnya juga akan pergi.

Seluruh usaha dikerahkannya untuk Anne. sembari tersenyum penuh sayang pada wajah cantik dan gembira yang begitu dekat dengannya itu.” ujar Diana. sekarang untuk sandalmu. Anne. Kurasa itu memang figurmu.” “Apa aku harus memakai manik-manik mutiaraku?” tanya Anne. sosok kurus dengan rambut yang lebih kelabu dibandingkan dahulu kala dan tak lebih sedikit pandang. Allan bilang kau nampak seperti Madonna saat kau membelah rambutmu begitu. seperti lekuk kecil dalam krim. dan aku menyimpannya untukmu. “Matthew membelikanku seuntai kalung dari kota minggu lalu. tapi begitu banyak impianku yang telah terwujud jadi aku tak boleh mengeluh. begitu Marilla muncul di pintu keluar masuk. “Kau menegakkan kepalamu dengan gaya sekali. “Ada sesuatu yang sangat bergaya pada dirimu. “Tarik jumbai-jumbai itu sedikit lagi—begini. “Lesung pipi yang bagus. Anne. Bukankah dia nampak cantik?” 218 . melainkan dengan wajah yang jauh lebih lembut. Hanya ada satu tangkai di semaksemakku. Aku sudah berhenti berharap untuk memiliki lesung pipi. dan akhirnya setuju dengan manik-manik itu. dan sarannya dalam hal seperti itu banyak dicari orang. biar kukencangkan selempangmu. tapi dia tak akan ikut ambil bagian dalam konser. dan aku tahu ia mau melihatku memakainya. dan Nyonya. Well. yang. Marilla. dia telah bersumpah. Lesung pipi-impianku tak kan pernah jadi nyata. Aku akan mengepang rambutmu jadi dua kepangan tebal. “Masuklah langsung dan lihatlah ahli deklamasi kita. Diana mulai punya reputasi untuk selera yang menarik perhatian dalam hal busana.” Diana meyakinkan. Aku akan melekatkan mawar rumah putih mungil ini tepat dibelakang telingamu. dengan kekaguman tanpa rasa iri. dan sekarang aku sadar memang begitu. dan mengikatkankannya di tengah dengan simpul putih besar—tidak. jangan keluarkan sehelai pun rambut keritingmu di dahi—bagian yang lembut saja.Anne mendesah dan menyerah. kurasa sebaiknya aku menerima nasibku untuk itu. Apa sekarang aku sudah siap?” “Sudah siap. sini.” Diana mengerutkan bibirnya.” ujar Anne. yang dikalungkan di leher putih-susu jenjang Anne. yang selalu dihalangi Anne. harus. jadi penampilannya tak terlalu penting.” “Tapi kau punya lesung pipi begitu. Aku selalu takut akan hal itu. Aku hanyalah kue bola. didandani disisir dan dipercantik sesuai dengan selera Queen. untuk kebanggaan Avonlea. Dia sendiri nampak sangat cantik pada malam istimewa ini dalam busana bermotif mawar-liar warna pink yang indah. Tak mungkin kau menata rambutmu jadi begitu serasi denganmu. memiringkan kepala hitamnya ke satu sisi dengan kritis.

Tapi sekarang ini tak ada gunanya bilang apa pun pada Matthew.” Diana memohon. “aku tak mau memikirkannya.” sahut Diana. dan tak akan ada embun. dengan “Selarik sinar bulan dari dahinya sampai ke mahkota” itu dan menyesal bahwa dia sendiri tak bisa pergi ke konser untuk mendengarkan gadisnya membacakan cerita.” “Aku senang jendelaku menghadap ke timur ke matahari terbit. Tapi kukira dia akan merusak baju itu karena melakukan perjalanan ke sana yang berdebu dan berembun. “Aku bertanya-tanya apa saat INI terlalu lembab untuk bajuku. dan aku sungguh ingin mengalami saat-saat menyenangkan malam ini. Aku suka cara menata rambutnya itu. Saat ketika ia akan mengikuti saranku. Aku sudah begitu sering membacakan cerita di muka umum dan sekarang aku tak kepikiran sama sekali. sembari menaikkan kerai jendela. dan itu nampak terlalu tipis untuk malam yang lembab ini. dan aku merasa seolah aku benar-benar membasuh jiwaku dalam pemandian dari sinar mentari di awal pagi itu.” ujar Anne cemas. Apa yang akan kau bacakan. Sinar itu baru setiap pagi. “Tidak sama sekali.” ujar Anne. Oh. Ceritanya sangat 219 . Hanya dengan membiarkan mereka bilang padanya suatu benda bagus dan modern. Aku tak tahu bagaimana jadinya aku tanpanya saat aku pergi ke kota bulan depan. aku sangat menyukai ruangan mungil ini. “Dia nampak rapi dan pantas.” “Jangan bicarakan tentang kepergianmu malam ini.” Kemudian Marilla berjalan turun dengan angkuh. Anne? Dan apa kau gugup?” “Tak sedikit pun. Ingat jaga rokmu jangan sampai menyentuh roda. tapi sekarang ia membeli sesuatu untuk Anne tanpa peduli sama sekali. Lihatlah sinar bulan itu. dan pakailah jaket hangatmu. sembari menyeberang ke Diana. Anne.Marilla mengeluarkan suara antara dengusan dan gerutuan. itu membuatku sangat sedih. Aku sudah memutuskan untuk menceritakan ‘The Maiden’s Vow (Sumpah Perawan)’. dan para pramuniaga di Carmody tahu mereka bisa menjual apa pun padanya dengan jalan menipu. Bagaimana pun juga organdy adalah bahan yang paling tak berguna di dunia. Diana. dan aku bilang begitu pada Matthew saat ia membelinya. “Senang sekali melihat pagi datang dari atas bebukitan tinggi itu dan bersinar melalui puncak pepohonan fir yang runcing itu. “Ini malam yang sempurna. lalu Matthew akan membayarnya. membayangkan dengan bangga betapa manisnya Anne.

salah seorang yang mengantarkan Anne ke ruang ganti untuk orang yang menampilkan pertunjukan yang telah dipenuhi para anggota Klub Simfoni Charlottetown. Billy tak banyak tertawa atau pun berceloteh.” Billy Andrews mendesak Anne untuk duduk di tempat duduk depan dengannya. Ketika mereka tiba di hotel lampu bersinar dari atas sampai bawah. Jalanan penuh dengan kereta kuda. yang. gendut dan pendiam dengan wajah bulat tanpa ekspresi. dan telah membayangkan dirinya memberitahu Matthew tentang itu semua di meja sarapan keesokan paginya. Dia pemuda dua puluhan yang besar. “Billy dan Jane sudah sampai—aku mendengar putaran rodanya. Itu malam untuk kegembiraan. takut dan udik. telah nampak begitu cantik dan manis. dimana sekarang dia menemukan dirinya. Apalah artinya manik-manik mutiaranya dibandingkan dengan berlian seorang lady besar dan cantik di dekatnya? Dan pasti terlihat betapa malang mawar putih kecilnya di samping semua mawar rumah-segar yang mereka pakai itu! Anne menyimpan topi dan jaketnya. Terkadang wanita gemuk itu berpaling 220 . yang nampaknya sedang mengalami saat-saat menyenangkan di belakang. yang diam-diam berharap mereka akan memintanya. di loteng timur. dan yang menyiksa hati tak punya kemampuan dalam percakapan. dan gelak tawa. dimana dia bisa tertawa dan berceloteh sesuka hati. Dia jauh lebih suka duduk di belakang dengan gadisgadis itu. sekarang nampak sederhana dan biasa saja—terlalu sederhana dan biasa saja. Anne. yang di antara mereka tiba-tiba Anne merasa malu.” “Apa yang akan kau ceritakan kalau mereka memintamu lagi?” “Mereka tak akan terpikir untuk memintaku lagi. dan menjauhkan diri dengan sedih ke pojok. Lampu-lampu listrik membuat matanya terpana. tapi aku lebih suka membuat orang menangis daripada tertawa. menurutnya. Mereka ditemui oleh para lady panitia konser. Dia berharap sedang duduk di antara penonton bersama Diana dan Jane. Tapi dia amat sangat mengagumi Anne. Ayo. Masih lebih buruk di atas platform gedung konser besar hotel itu. berkat bicara dengan gadis-gadis itu dari atas bahunya dan terkadang memberikan sesuap kesopanan untuk Billy—yang menyeringai dan ketawaketawa kecil dan tak pernah bisa memikirkan balasan apa pun sampai sudah terlalu terlambat—berusaha menikmati perjalanan dengan itu semua. gema dan gema-ulang di sepanjang jalan. semuanya menuju ke hotel. jadi dia naik dengan segan.menyedihkan. Dia berharap dirinya kembali berada di kamar putih di Green Gables. parfum dan dengungan membuatnya bingung. Laura Spencer akan menceritakan cerita komik.” olok Anne. Bajunya. perak terang. diantara semua baju sutra dan renda yang berkilau dan bergerisik di sekitarnya. dan congkak karena bangga akan harapan melakukan perjalanan ke White Sands dengan figur langsing dan tulus di sebelahnya. Dia terjepit di antara seorang wanita gemuk berbaju sutra pink dan seorang gadis bertampang-menghina dalam balutan baju berenda-putih.

dan pandangan mereka benar-benar melumpuhkan kekuatannya. Sial bagi Anne. tak sepatah kata pun mampu diucapkannya. Lututnya gemetar. Seseringseringnya dia membacakan cerita di depan umum. saling bergenggaman tangan karena ikut merasa gugup. rasa pusing menyerangnya. mereka menghalangi hiburan dari usahanya yang “udik”. begitu matanya yang membesar ketakutan memandang ke arah penonton. yang benar-benar peka sedang diperhatikan dengan cermat. dirasakannya. Pernahkah dia membayangkan mampu membacakan cerita? Oh. Semuanya begitu asing. akan jadi pengeritik kejam. pasti akan dirasakannya selamanya kalau dia berbuat begitu. Wajahnya sangat pucat sampai-sampai Diana dan Jane. yang dipenuhi dengan wajah teman-teman dan para tetangga yang simpatik dan bersahaja. Anne. dan bergerak maju ke depan dengan kepala pusing. seluruh atmosfer kekayaan dan terpelajar di sekitarnya. tapi ketika pembacaan cerita itu usai tiba-tiba dia menutup wajahnya dengan tangan. seperti si gadis berenda-putih. 221 . Anne adalah korban serangan demam panggung yang luar biasa.dengan tepat dan memandangi Anne melalui kaca matanya sampai Anne. begitu brilian. kalau saja dia kembali berada di Green Gables! Pada saat yang tak tepat ini namanya dipanggil. menurutnya. Ini sangat beda dengan bangku-bangku panjang sederhana di Debating Club. hatinya berdebar-debar. dengan permata di leher dan di rambutnya yang gelap. wajah-wajah kritis. merasa harus berteriak keras-keras. seorang ahli deklamasi profesional sedang menginap di hotel dan telah setuju untuk membacakan cerita. malu dan menderita. Dia tak kan mampu bangkit dan membacakan cerita setelah itu—tak kan pernah. Tapi tiba-tiba. Ia adalah seorang wanita bermatagelap yang luwes dan menggunakan gaun yang luar biasa indah dari bahan abuabu yang berkilauan seperti cahaya bulan yang ditenun. Ia punya suara yang bagus sekali dan mudah diubah-ubah dan kekuatan ekspresi yang mengagumkan. Mungkin. Dia merasa putus asa. Orangorang ini. Anne yakin dia akan membenci gadis berenda-putih itu sampai akhir hayatnya. tak bersemangat mengantisipasi “kegembiraan semacam itu” dari pertunjukan bakat setempat pada acara itu. tak pernah dia menghadapi penonton yang seperti ini sebelumnya. begitu mengagumkan—barisan para lady dalam gaun malam. di deretan penonton. dan momen berikutnya dia pasti sudah melarikan diri dari platform meskipun penghinaan yang. tak berdaya. dia melihat Gilbert Blythe jauh di bagian belakang ruangan. mendengarkan dengan mata berbinar gembira. Bagaimana pun juga Anne— yang tak menyadari keterkejutan kecil dan sedikit perasaan bersalah yang dialami si gadis berenda-putih. yang lupa pada dirinya sendiri dan kesulitankesulitannya untuk sementara. para penonton menjadi heboh saat penampilannya. dan tak kan mengerti pujian halus yang tersirat di dalamnya kalau pun dia menyadari—bangkit berdiri. dan gadis berenda-putih terus berbicara dengan suara yang dapat didengar dengan orang di sampingnya mengenai “bumpkin pedesaan” dan “wanita cantik dusun” di antara penonton.

tak kan pernah! Ketakutan dan kegugupannya lenyap. Dia TAK AKAN gagal di depan Gilbert Blythe—dia tak kan pernah dapat menertawakannya. “Aku menangis seperti bayi. mereka memintamu bercerita lagi—mereka melompat untuk memintamu kembali!” “Oh. sambil tertawa. Bahkan si gadis berenda-putih memberikannya pujian kecil yang tak bersemangat.” ujar Anne kebingungan. Tapi Anne tak melihat Josie. yang pergi diam-diam karena sangat takut mendapat undangan seperti itu. tak kan. dan 222 . dan semuanya sangat baik padanya. mata yang jernih. Ia bilang mereka akan memintaku bercerita lagi. dan wajahnya jelas penuh kemenangan dan penghinaan. Diana dan Jane juga diajak serta. “Tapi tetap saja—aku harus— atau Matthew akan kecewa. suaranya yang merdu dan jelas terdengar sampai ke sudut terjauh ruangan tanpa ada getaran atau pun jeda. wajah merona. Anne kembali dan menceritakan pilihan kecil lucu dan menarik perhatian yang semakin memikat penontonnya. saat semuanya telah usai.” ujarnya terengah-engah. mengatakan padanya bahwa dia punya suara yang mempesona dan “menafsirkan” pilihan ceritanya dengan indah. Evans datang dan ngobrol dengannya. Penguasaan-diri benar-benar membuatnya pulih. Sisa malam itu benar-benar merupakan kemenangan kecil baginya. Pada kenyataanya itu bukanlah senyuman yang seperti itu. gendut—yang merupakan istri seorang jutawan Amerika—memberinya perlindungan dan memperkenalkannya pada semua orang. mendapati tangannya dijabat dan digenggam dengan penuh semangat oleh wanita gendut berbaju sutra pink itu. Bagaimana pun juga. Josie Pye. aku benar-benar menangis. “Sayangku. Dia menarik napas panjang lalu mengangkat kepalanya dengan bangga. dan sebagai reaksi dari keadaan tak berdayanya yang mengerikan itu dia membacakan cerita seperti belum pernah melakukannya sebelumnya. dan tak akan peduli kalau pun dia melihatnya.” kata sang lady pink. Lihatlah. Mereka makan malam di ruangan makan besar yang dihias dengan indah.menganggukkan kepala dengan senyuman di wajahnya—senyuman yang dirasakan Anne adalah senyum kemenangan sekaligus penghinaan. duduk di sebelahnya. karena mereka datang bersama Anne. kau berhasil dengan baik sekali. Gilbert hanya tersenyum karena secara umum menghargai seluruh pertunjukan dan khususnya karena pengaruh dari tubuh putih Anne yang ramping dan wajah spiritualnya yang membelakangi background pohon palem. Ketika dia selesai terdengar ledakan tepuk tangan yang sebenarbenarnya. Saat konser telah usai. yang ditumpangi mobilnya. Dengan tersenyum. merona karena malu dan bahagia. lalu dia memulai ceritanya. Sang ahli deklamasi profesional Nyonya. Anne. sang lady pink. dengan tim. yang melangkah mundur ke tempat duduknya. aku tak bisa pergi. dia ada di dalam menunggu mereka.” “Mereka tak mengecewakan Matthew. keberanian dan kebulatan tekad menyetrumnya seperti getaran listrik. tapi Billy tak terlihat di manapun.

meskipun kupikir pada awalnya kau tak akan pernah memulai. dan aku hanya murid sekolah. Tapi apa maksud dari rambut Titian?” “Kurasa dengan ditafsirkan itu berarti merah biasa. Jane?—‘Siapa gadis di platform dengan rambut indah Titian itu? Dia punya wajah yang sebaiknya kulukis. “Setidaknya menurutku ini adalah sebuah pujian karena nadanya saat mengucapkannya. Tak mungkin itu lebih baik dari cara Nyonya. Bagaimana pun. bayangan dan impian akan benda tak terlihat. dengan rambut dan mata sehitam batu bara. Well. Anne. Oh.” Anne tertawa. makan es krim dan salad ayam setiap hari yang menyenangkan. karena ia seorang profesional. jangan katakan hal seperti itu. menyenangkan berada di luar lagi dalam kemurnian dan kesunyian malam! Betapa hebat. caramu bercerita benar-benar hebat.” “Oh.” sahut Anne meyakinkan. kami dengar dia bilang—ya kan. Aku sungguh puas kalau orang-orang cukup suka akan caraku bercerita. “Sebab. dan memandang ke langit cerah di seberang dahan-dahan besar pohon fir. lebih kurang. Tidakkah kalian suka untuk jadi kaya. dengan desir laut yang berbunyi di sela-sela itu dan tebing curam di seberang bagaikan raksasa kejam yang menjaga pantai yang mempesona. Evans. Josie Pye bilang ia seorang seniman ternama. “karena kedengarannya konyol. Kita tak bisa lagi menikmati keindahannya kalau 223 . Evans. “Berlian-berlian itu sungguh menyilaukan. dan bahwa sepupu ibunya di Boston menikah dengan seorang pria yang pernah ke sekolah bersamanya.” ujar Diana.’ Sekian. kita punya enam belas tahun untuk dibanggakan.ketiga gadis itu keluar dengan gembira dalam kilauan cahaya sinar bulan yang putih dan cerah. Anne. kan?” desah Anne. Ada seorang Amerika duduk di belakang Jane dan aku—pria yang nampak sungguh romantis. begitu mereka pergi. Anne bernapas dalam-dalam. kita bahagia sebagai ratu. kawan—semua perak. sebagiannya. Anne. Kupikir itu lebih bagus daripada cara bercerita Nyonya. “Tadi saat yang benar-benar menyenangkan.” “Aku punya sebuah pujian untukmu. kau tahu. kawan?” “Kita SUDAH kaya.” ujar Anne cepat. tidak. “Titian adalah seorang seniman yang sangat terkenal yang suka melukis wanita-wanita berambut-merah. dan kita semua punya imanjinasi. dengan sedikit keterampilan bercerita. tenang dan mengagumkan segala sesuatunya. Jane.” “APA kalian lihat berlian-berlian yang dipakai para lady itu?” desah Anne. Lihatlah laut itu. memakai permata dan baju berleher-rendah. “Aku sangat berharap aku adalah orang Amerika kaya dan bisa menghabiskan musim panas di sebuah hotel. Aku yakin itu akan jauh lebih menyenangkan daripada mengajar di sekolah.

aku tidak percaya kamu bergitu baik kepadaku—itu membuatku semakin hari semakin sulit untuk pergi.tapi aku pikir kamu barangkali perlu pakaian yang gaya jika kamu diajak ke jalan-jalan ke kota di sore hari. Aku meminta bantuan Nyonya allan untuk memilihkannya untuk kamu di kota minggu lalu. Kau TAHU kau tak akan rela. aku tak mau jadi siapa pun selain diriku sendiri. meskipun aku tak dihibur dengan berlian seumur hidupku. dengan kalung manik-manik mutiaraku. begitu gemuk dan pendek sampaisampai kau benar-benar tak berbentuk sama sekali? Atau bahkan Nyonya. begitu mereka menyebutnya. Jane Andrews!” “Aku TAK mengerti—sebenarnya.” 224 . Aku tidak mengira kamu memerlukannya.kita punya uang jutaan dolar dan beruntai-untai berlian. Apa kalian mau jadi gadis berenda-putih itu dan bertampang masam seumur hidupmu.” sahut Jane tak yakin. Aku tahu Matthew memberikannya untukku dengan kesungguhan cinta seperti juga permata Madame lady pink itu. Aku dengan Jane dan Ruby dan Josie memiliki ’pakaian sore’. " Anne. Evans.” BAB XXXIV-Anak Perempuan Dari Queen Tiga minggu berikutnya merupakan minggu-minggu yang sibuk di rumah atap hijau. dan banyak hal yang haarus dibicarakan dan diatur.” Anne membuat pernyataan. Perlengkapan anne banyak dan cantik-cantik. dan ada begitu banyak jahitan yang harus dikerjakan. karena matthew yang mengurusnya. Kalian tak akan mau menjadi salah seorang dari wanita-wanita itu meskipun kalian bisa. “Aku benar-benar puas menjadi Anne dari Green Gables. ke pesta atau ke acara-acara lain seperti itu. dan keserasian nya tidak untuk disaingi. dengan kesedihan. ini ada pakaian tipis untuk mu.kamu sudah punya banyak ikat pinggang. pandangan sedih itu di matanya? Sewaktu-waktu pasti ia merasa amat sangat tidak bahagia dengan tampang seperti itu. dan Marilla sama sekali tidak keberatan terhadap apapun yang matthew beli atau sarankan. menyenangkan sekali. dan emily gillis akan membantu kita. " Aduh. baik dan manis seperti yang terlihat. karena Anne sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke Queen.” kata anne.” “Well. “Kupikir berlian akan sangat menghibur seseorang. Marilla. ”terimakasih banyak . Terlebih lagi—suatu sore dia naik ke loteng timur dengan lengan yang penuh dengan kain hijau pucat yang indah. Emily punya selera yang bagus. seolah-olah kalian dilahirkan untuk menolak orang dengan hinaan? Atau lady pink itu.

dan mengingat pada seorang anak yang bersemangat. ”bisa ku simpulkan. dan aku merasa kesepian bila memikirkan hal itu. Dia pintar dan cantik.pakaian hijau itu dibuat dengan banyak kedutan dan jumbai-jumbai dan rendarenda seperti selera emily. “Baiklah sekarang. meraih wajah marilla dengan kedua tangannya. Ingatan itu membuat air mata marilla jatuh. dan mendekapnya ke dadanya dengan lembut. kesedihan terpancar dalam kedua mata sedihnya. Pada saat marilla memandang kewajah yang bergelora dan cerah serta gerakan yang lemah gemulai. Aku hanya tumbuh. yang merasa direndahkan karena menampakkan kelemahannya oleh karena puisi semacam itu. aku bukan menangis karena puisimu. Aku sedikitpun tidak berubah—tidak benar-benar. dan ingin untuk tidak pernah membiarkan anne pergi. dan sebelah tangannya meraih bahu matthew. dengan bangga. tapi sifat dan kebiasaannya adalah bukan seperti itu.”dia berkomat-kamit. meskipun dengan semua tingkah aneh mu. dan dia hanya mampu meletakkan lengannya merangkul erat gadisnya.”Tidak.”ucap marilla. Marilla seharusnya sudah mengutarakan persaannya lewat kata-kata seperti yang anne lakukan. AKU yang sesungguhnya—didalam sini—masih sama. " Marilla!" Anne duduk pada pangukuan marilla. ”aku hanya tidak tahan memikirkan kamu waktu kecil dulu. aku pikir dia bukannya manja. Matthew. Anne menggunakannya pada suatu sore untuk menghargai matthew dan marilla.Sekarang kamu sudah dewasa dan kamu akan pergi. Itu sudah merupakan 225 . bangkit dan keluar dari pintu. marilla.” Anne meletakkan pipi mudanya yang segar pada pipi marilla yang layu. yang merupakan lebih baik dari apapun. Aku tidak percaya ada hal seperti itu. Itu tidak akan berubah sedikitpun kemanapun aku pergi dan seberapa banyak pun lahiriah ku berubah. anne. ” sekarang. dalam hatiku aku selalu menjadi anne kecilmu.”Aku kira turut campur ku tidak pernah membahayakan sama sekali. yang matanya mulai berembun. puisi ku membuat kamu menangis.dan kamu terlihat begitu tinggi dan bergaya dan begitu—begitu—berbeda dengan semua pakaian itu— seakan-akan kamu sama sekali bukan berasal dari avonlea. dan melihat dengan sedih dan penuh kelembutan kedalam mata marilla. Dan aku ingin kamu tetap kecil. Dibawah bintang-bintang pada malam musim panas dia berjalan dengan gelisah melintasi kebun menuju gerbang dibawah pohon poplar. Dia merupakan berkah buat kami.”ucap anne dengan gembira membungkuk di kursi marilla dan mencium pipi wanita itu. dan penyayang juga. dan tidak pernah ada kekeliruan yang lebih beruntung daripada yang dibuat oleh Nyonya Spencer—Jika itu merupakan Keberuntungan. Aku menyebutnya sebagai suatu kemenangan mutlak. pikirannya melayang kembali ke suatu sore disaat anne tiba di rumah hijau. yang akan mencintai kamu dan matthew dan lebih menyayangi rumah hijau dan lebih baik setiap hari dalam kehidupannya. dan medeklamasikan ”janji seorang perawan’ untuk mereka di dapur. ketakutan dengan pakaian wincey yang coklatkekuningan. aneh.

itu perhitunganku. setelah perpisahan yang menyedihkan dengan diana dan perpisahan hampir-hampir tanpa air mata –paling tidak dari pihak marilla—dengan marilla. karena Tuhan mengetahui bahwa kami membutuhkannya. bertemu dengan semua murid baru. dia membenamkan wajahnya kedalam bantalnya." pikir nya. dan anne tahu sekali apa yang harus dilakukan jika tidak cukup kerjaan. Jane. pada saat marilla akan tidur. dan menangis dengan sedu sedan karena kerinduan terhadap anak gadisnya. lebih 226 . yang mengejutkan dirinya ketika dia sudah dapat tenang untuk memikirkan betapa sangat jahat nya mengambil seorang anak. Namun tidak dapat disangkal anne merasa gembira juga bahwa mereka sekelas. yang tidak satupun dia kenal. Dagunya ternyata bagus! Aku tidak pernah memperhatikannya sebelumnya. Anne dan pelajar-pelajar avonlea lainnya tiba di kota tepat padawaktunya dan bergegas menuju Academy. Anne sadar akan rasa terasing yang datang ketika dia menemukan dirinya berada dalam satu kelas yang terdiri dari lima puluh orang siswa lain.Josie. Aku semestinya membuat dirinya merubah pikirannya untuk memenangkan medali.kehendak tuhan. saling bergaul dan mengatur kelas. " Tanpa hal itu Aku tidak akan merasa nyaman.berambut. Hari pertama itu terlewatkan dengan perasaan cukup menggembirakan bercampur kebingungan. disana dia mengibur dirinya dengan lumayan baik. mengenal professor.mengambil kelas dua tahun. tapi itu juga berarti lebih banyak pekerjaan dan harus bekerja lebih keras. Begitu juga dengan gilbert Blythe.Charlie dan moody spurgeon. jika mereka berhasil. sementara marilla menyibukkan dirinya dengan perkerjaan-pekerjaan yang tidak perlu dan terus melakukan hal itu sepanjang hari dengan luka hati yang sangat pahit—sakit yang membakar dan mengganggu serta tidak dapat terbasuh oleh butir-butir air mata.Dia dan Matthew mengadakan perjalanan di suatu pagi bulan September yang cerah. Anne bermaksud mengambil kelas dua seperti yang disarankan oleh nona Stacy. yang tidak mau mempersulit diri mereka dengan cita-cita seperti itu. Itu berarti harus memperoleh izin kelulusan dari guru kelas pertama dalam satu tahun bukan dua tahun. dia benar-benar sadar dan sedih bahwa kamar loteng diujung aula sudah tidak dihuni oleh jiwa yang bersemangat dan tidak digerakkan lagi oleh hembusan nafas yang lembut.persaingan lama masih bisa dilanjutkan.dan mengetahui dirinya juga melakukan hal yang sama seperti dirinya sendiri. kecuali seorang anak laki-laki yang jangkung. karena itu dia nampak pesimis. Tapi ketika anne sudah pergi diana mengahpus air matanya dan bertamasya ke pantai pasir putih bersama-sama sepupu-sepupunya dari Carmody. tidak banyak membantunya. Namun malam itu. Ruby. aku kira aku tidak akan merasa seperti seekor kucing di dalam loteng yang asing pada saat aku mengenalkan diri.” Akhirnya hari dimana anne harus pergi ke kota pun tiba. " Gilbert terlihat sangat tekun. Aku sangat ingin Jane dan Ruby mengikuti kelas pertama juga.coklat diseberang kelas. saat ini juga.

dan lampu dari jendela diana memancar keluar melewati sela-sela pepohonan. tapi aku memiliki banyak rasa sayang nomor dua untuk dilimpahkan. dengan jaringan kabel-kabel telepon yang menutupi langit. Tentu saja aku berjanji pada diana tidak akan ada gadis dari Queen. derap langkah kaki orangorang asing. dan memang. dan bisa memanggil nama kecil mereka. Nona Josephine Barry akan sangat senang bila dia menumpang dirumahnya. Aku suka rupa anak itu dengan mata coklat dan ikat pinggang merah tua. 227 . kesepian sekali. Mejanya bagus.” Semua itu agaknya benar. Dia tahu bahwa dia akan menangis.ada satu lagi yang putih. jadi Nona Barry mencari rumah kos. cantik sedang memandang keluar jendela. Tidak pernah akan bisa menjadi kesayangan ku seperti dirinya. dari anak sungai dibawah lereng dan cabangcabang pohon cemara bergoyang-goyang dihembuskan oleh angin malam yang berhembus diantaranya. dan mungkin tidak ingin mengenal aku tepatnya. kerongkongannya tiba-tiba terasa tercekik karena dia ingat pada kamarnya yang putih di atap rumah hijau. dengan lapisan kertas yang membosankan dan dinding-dinding tanpa gambar. dan seolah-olah dia mengetahui satu atau dua hal mengenai mimpi.”jelas Nona Barry. Benar-benar suatu spekualasi yang menarik. tak peduli betapa pun aku menyukainya. terbukti seperti itu. dan dia sangat hati-hati mengambil penyewa. Anne tidak akan menjumpai orang yang tidak menyenangkan dibawah atap rumahnya. dan sinar bulan yang menyinari kebun buah-buahan. dan lingkungan yang tenang. " Nyonya yang menjaga rumah itu berasal dari keluarga baik-baik. Dia memiliki rambut yang indah. Aku penasaran gadis yang mana disni yang akan menjadi teman-temanku. Tapi saat ini aku tidak mengenal mereka dan mereka tidak mengenal aku. Aku ingin mengenal mereka berdua— mengenal mereka dengan baik—cukup akrab untuk bisa berjalan dengan tanganku merangkul pinggang mereka. aduh. pohon-pohon pae yang a akan tumbuh di kebun. ”Suaminya merupakan pegawai di pemerintahan inggris.!” Anne merasa lebih sunyi lagi ketika dia menemukan dirinya sendirian di aula kamar tidurnya pada senja malam itu. Disini semua itu tidak ada.dan rumahnya dekat dengan academy. dan beribu cahaya lampu yang menyinari wajah-wajah orang asing. dan berjuang melawannya. kemudian meyakinkan marilla dan matthew bahwa tempat itu sangat baik untuk anne. Tetapi Beechwood sangat jauh dari Akademi itulah mengapa hal itu tidak mungkin dilakukan. Dia tidak kos seperti anak perempuan lainnya yang semuanya memiliki saudara di kota yang berbelas kasihan kepada mereka. dengan tempat tidur kecil yang berangka besi serta lemari buku yang kosong. diamana dia merasa senang akan ketenangan dari banyaknya tumbuhan-tumbuhan hijau diluar.dulu. langit luas yang dipenuhi oleh binta-bintang. Memandang kesekeliling kamar kecilnya dengan muram dan sedih. anne tahu bahwa diluar jendelanya hanya ada jalan besar. Dia terlihat bersemangat dan sepertinya menyenangkan. dan hal itu tidak membantu anne melawan kerinduan pertama yang dirasakan sangat menyiksa dirinya pada kampung halamannya.

Ah. Kumisnya akan membuat hati kamu kerwollowps. dengan rasa belas kasihan yang menjengkelkan. dan tidak ada seorangpun yang tahu banyak mengenai masalalu mu sebelumnya. Dan dia dibagian olah raga. Karena Josie tidak ”bebicara” kepada Jane maka dia harus terdiam dan terhitung tidak berbahaya. Dia menyewa ditempat yang sama dengan aku.itu seharusnya tidak terjadi. Tapi tidak ada hal lucu kecuali hal-hal yang berhubungan dengan avonlea. Kota begitu menyenangkan daripada poky avonlea tua itu. matthew hampir sampai dirumah sekarang—dan marilla sedang menunggu di pintu gerbang. Professor Bahasa Prancis kami benar-benar seperti bebek. tidak ada gunanya menghitung mereka! Karena sekarang mereka sudah banjir. Kamu sedang menangis. Jika tidak aku sudah pergi ke taman untuk mendengar pertunjukan band dengan frank stockley. Aku tidak bisa menghibur diri—aku tidak INGIN menghibur diri— Lebih baik menderita!” tidak diragukan lagi. betapapun. bahwa Banjir air mata akan datang. dan menyediakan jalan setapak untuk matthew—enam—tujuh— delapan---oh. anne. Karena senangnya melihat sebuah wajah yang dikenalinya anne lupa bahwa antara dia dan josie tidak pernah ada banyak cinta. Aku heran bagaimana aku bisa tahan berada disana begitu lama. tapi rasanya seperti seratus tahun lamanya. Dia melihat kamu dikelas hari ini. Asal merupakan bagian dari kehidupan avonlea bahkan seorang Pye pun disambut dengan gembira. aku mengira mungkin marilla membekali kamu kue. Aku menikmati waktu yang indah di academy hari ini.”kata josie. ”Aku kira kamu sedang rindu kampung halaman—beberapa orang memiliki pengendalian diri yang sangat sedikit dalam hal itu. Oh. Kamu seharusnya tidak perlu menangis. Aku tidak punya keinginnan untuk mengalami homesick. " Aku sangat senang kamu datang. kesunyian dan air mata tidak lebih memuaskan dibandingkan bersahabat dengan Josie pye ketika kemudian jane dan ruby muncul. dan sekarang kamu kelihatan merah semuanya. Apakah kamu punya seseuatu yang dapat dimakan anne? Aku kelaparan." aku tidak akan menangis---ini bodoh—dan lemah—ini air mata ketiga yang terpercik melalui hidungku. 228 . jika saja Josie Pye tidak muncul pada saat itu. Dan itu hanya akan membuat suasana menjadi tambah buruk—empat—lima—aku akan pulang kerumah jumat depan. dan bertanya padaku siapa gadis yang berkepala merah itu. bisa ku bilang begitu. karena hidung dan matamu menjadi merah. Aku bilang kamu yatim piatu yang diadopsi oleh pasangan curthbert. kata anne dengan tulus. masing-masing dengan satu inchi pita berwana ungu campur merah muda—pertanda Queen—yang tertancap gagah di jas mereka.” Anne merasa ragu. Itulah mengapa aku kemari. Dan banyak lagi yang keluar! Aku harus berpikir mengenai hal-hal yang lucu untuk menghentikan mereka.

pada akhir tahun." desah jane. Hal itu akan diumumkan di academy besok. Sebelum Josie mengatakan padanya berita itu puncak cita-cita anne tadinya adalah memperoleh izin provinsi dari guru. Karena Beasiswa Avery dalam bahasa inggris. Itu akan memulihkan diriku." baiklah. dan anne merasa bahwa kakinya kini adalah orang pribumi. Anne. pada akhir tahun pelajar yang lulus dengan dinilai bahasa inggris yang terbaik dan literatur bahasa inggris akan memenangkan beasiswa—dua ratus lima puluh dollar per tahun selama empat tahun di institute Redmond. kamu tahu. indah sekali rasanya memiliki cita-cita dan ambisi. Ada banyak perdebantan apakah hanya akan dibagikan kepada penduduk queen. ”Tidak kah matthew akan merasa bangga jika aku memperoleh gelar Sarjana Seni (Bachelor of Art)? Oh. itu mengingatkan aku. Frank stockley yang memberitahuku—pamannya merupakan anggota dewan gubernur.Aku 229 . dan mengenakan baju wisuda dan berada dipanggung. Aku tidak keberatan menjadi angsa jika ada orang lain yang menjadi angsa juga. ingin tahu jika anne bermaksud untuk meraih medali emas. sesuai dengan bidang pelajaran mereka.” ujarnya. benarkan? terimakasih.?? Seorang pengusaha dari New Brunswick yang kaya raya sudah meninggal dunia dan meninggalkan sebagian dari keayaannya untuk memberikan sejumlah besar bantuan beasiswa untuk dibagikan kepada bermacam-macam sekolah tinggi dan akademi di Profinsi maritim. aku pikir aku sejak pagi ini aku akan tinggal berbulanbulan disini. tapi perihal itu pun akhirnya diputuskan bahwa. Ini benar-benar cita rasa dari avonlea. dan horizon ambisinya berpindah menjadi luas seolah-olah oleh kekuatan magis. ”Oh. aku tahu hari ini. mengambil kursus seni di perguruan tinggi Redmond.” Beasiswa Avery! Anne merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Wajah anne bersemu merah dan mengakui bahwa dia memang sedang memikirkan hal itu.Jika kamu mau melanjutkan menangis. dan mungkin meraih medali! Tapi sekarang sejenak anne membayangkan dirinya memenangkan beasiswa avery. sebelum gema dari suara josie membuyarkan lamunannya. Kue??kamu akan memberikan potongan yang paling kecil untuk ku. menurutku aku melihat bekas airmata .kelas pertama. Tapi aku sama sekali tidak bisa belajar malam ini. memperhatikan kelender Queen yang berada di atas meja.! ”Aku akan memenangkan beasiswa itu jika aku bekerja keras. karena aku sedang asyik menangis sebelum akhirnya rubby datang.”pelajar-pelajar queen akan memperbutkan satu beasiswa avery sesudah ini nanti. Tidak mengherankan bila malam itu anne tidur dengan pipi yang geli. Aku harus mengerjakan tuga rumah ”virgil”—professor tua yang mengerikan itu memberikan kita tugas dua puluh baris untuk dikerjakan besok. Kata josie.” Ruby.

Dia memiliki mata biru cerah yang besar. Selama musim liburan belum berakhir pelajar-pelajar avonlea pergi ke cabang baru Carmody di jalan kereta api setiap malam jumat.”Bisik Jane kepada anne. Gilbert memiliki ambisi.dia memakai rok selama orang tuanya mengijinkannya dan dia menggulung rambutnya hingga kelihatan pendek di kota. akan sangat menyenangkan memiliki teman berolok-olok dan teman berbincang seperti gilbert dan bertukar pikiran mengenai buku-buku dan perlajaran-pelajaran serta cita-cita. meupakan jam-jam terbaik dan terindah dari seluruh minggu. dan ruby Gillis sepertinya bukan orang yang cocok untuk membahas masalah seperti itu.Dan seperti nya tidak pernah ada habisnnya—itulah hal terbaiknya. kulit yang indah dan bentuk tubuh yang indah. Anne berpikir hari jumat sore itu menyenangkan untuk dihabiskan diatas bukit yang berudara segar keemasan. sangat terbantu dengan kunjungan akhir pekannya ke kampung halaman. Seperti anak laki-laki lain pada saat dia berpikir mengenai mereka. tapi dia tidak akan mengatakan hal itu demi beasiswa avery. tapi dia tidak sepenuhnya sadar bahwa persahabatan dengan anak lelaki juga mungkin meupakan hal yang baik untuk dilakukan untuk melengkapi pershabatan seseorang dan melengkapi sudut pandangan yang lebih luas mengenai penilaian dan perbandingan. Gilbert Blythe hampir selalu berjalan bersama dengan Rubby Gillis serta membawakan tasnya. tapi dia tidak mampu juga untuk tidak berpikir. Diana dan beberapa anak muda avonlea yang lain pada umumnya berkumpul untuk menemui mereka dan setelah itu mereka semua berjalan berkeliling avonlea dalam pesta gembira.senang karena aku memiliki banyak cita-cita dan keinginan. mungkin sebatas teman belaka. Hanya segera setelah kamu mencapai satu ambisi kamu masih akan melihat satu lagi yang berkilauan diatas sana. Dengan lampu-lampu dari rumah-rumah di avonlea berkelipan dibawahnya.” BAB XXXV. dia tahu itu. Anne pandai membina persahabatan. Rubby merupakan seorang gadis yang sangat menawan. dia punya banyak teman perempuan. Anne juga berpikir demikian. sekarang berpikir bahwa dirinya sudah cukup dewasa.Musim dingin di Queen Kerinduan anne akan kampung halaman sudah menghilang. Tidak ada sentimen bodoh yang muncul pada gambaran anne mengenai Gilbert. Jika dia dan gilbert berteman dia tidak akan peduli seberapa banyak teman lain yang dimiliki oleh gilbert dan juga dengan siapa dia berjalan. meskipun dia harus menurunkannya ketika pulang kampung. Anne belum dapat meletakkan perasaannya pada hal itu sehingga membuat suatu definisi yang jelas. Itu membuat hidup jadi menarik. ” Tapi pikir dia bukan jenis perempuan yang disukai oleh Gilbert. serta menikmati hal –hal yang menyenangkan dengan bebas. melewati ladang yang indah dan melalui pakis yang 230 . Dia hanya berpikir bahwa jika gilbert dan dirinya berjalan pulang bersama dengan kereta api.

pada kelas tahun kedua stella Maynard memenangkan telapak tangan terindah. tapi dia tidak se ganteng Gilbert dan dia sungguh tidak dapat memutuskan yang mana yang paling disukainya. pelajar yang ambisi seperti dirinya. Kenyataan ini merupakan hal yang lumrah. Rubby gillis mendapat predikat gadis tercantik tahun ini di academy. Anne bekerja keras dan tekun. Gilbert merupakan seorang teman muda yang panadi. meskipun hal itu tidak banyak yang mengetahui dikelas.bertumbuhan disepanjang jalan setapak. menemukan gadis putih yang terlihat alim yang diercoki oleh kenakalan serta olok-olok dan keisengan. Ethel marr nobatkan oleh seluruh juri penilai sebagai seorang yang memiliki mode rambut.” Priscilla Grant. sementara itu mata hitam bersemangat milik stella terlihat sayu/muram oleh khayalan dan mimpi-mimpi. seperti pelangi di udara sama seperti mata anne. Anne Shirley. Frank Stockley memiliki banyak aksi dan pesona. Pada saat ini semua pelajar-pelajar Queen cenderung berada di barisannya masing-masing dan beragam kelas telah menetapkan tempat berteduh masingmasing yang berbeda dan mulai bekerja. dan jane andrew—Jane yang sederhana. bijaksana.pakaian yang paling bergaya. dan “gadis impian.! Di academy anne secara berangsur-angsur mendapatkan lingkaran kecil temantemannya disekitar nya. pemenang beasiswa Avery masih diragukan. Persaingan nya dengan gilbert sama ketatnya seperti waktu masih di sekolah avonlea dulu. dengan sedikit sokongan kritis dari anne shirley. Stella Maynard. Dan sudah akui bahwa calon penerima medali secara praktis telah disempitkan menjadi tiga orang---Gilbert Blythe. Bahkan Josie Pye mencapai keunggulan tertentu sebagai Gadis Berlidah paling tajam yang ada di Queen. bersungguh-sungguh —memenagkan penghargaan pengetahuan rumah tangga. imajinatif. dia segera menjadi teman karib. Dengan gadis “mawar-merah”. berasal dari desa dengan dahi yang maju dan Jas tambalan. dengan pemikirannya sendiri mengenai peristiwa-peristiwa dan bertekat untuk meraih yang terbaik di dalam hidup dengan memberikan yang terbaik pada hidup. lambat. 231 . dan Lewis Wilson. satu orang dari enam orang yang dijagokan berkemungkinan menjadi pemenangnya. Jadi mungkin saja wajar dinyatakan bahwa murid-murid lama nona stacy memainkan peran mereka sendiri di gelanggang academi. mereka mungkin sudah berbincang mengenai banyak hal menarik dan menggembirakan mengenai dunia baru yang luas di sekitar mereka dan meletakkan harapan-harapan dan cita-cita mereka padanya. Medali perunggu untuk matematika diduga akan dimenangkan olah seorang anak laki-laki gemuk. lucu.Setelah liburan natal pelajar avonlea berhenti pulang kampung setiap jumat dan belajar keras. Ruby gillis mengatakan pada jane andrew bahwa dia tidak mengerti sedikitpun apa yang gilberth bylthe katakan: dia berbicara sama seperti anne shirley pada saat dia setuju dengan suatu hal dan rubby pikir tidak menyenangkan sama sekali untuk terlalu peduli pada buku-buku dan hal-hal seperti itu pada saat kamu tidak harus melakukannya. tapi bagaimanapun juga kegetiran itu sudah mulai terasa.

hal baru itu selalu lebih bagus dari hal sebelumnya. Aku tidak tahu bahwa dia sama menghiburnya seperti dia masih kanak-kanak dahulu. Anne meghabiskan waktu luangnya di beechwood dan biasanya di memanfaatkan hari minggunya dengan makan malam disana dan pergi ke gereja dengan nona barry yang Belakangan . " Anne-Girl bertambah baik setiap saat. memiliki waktu untuk bagi dirinya untuk meremehkan ujian itu. yang singgah. dan ”kabut hijau” berada di pepohonan dan lembah-lembah. tapi mata hitamnya tidak suram namun setidaknya tenaga lidahnya semakin mereda. ” Jane dan rubby serta josie. telah bertambah tua. kadang aku merasa seolah-olah ujian itu adalah segalanya. dengan ujianujian yang minggu depan yang sudah terbayang. tapi ketika aku melihat pada tunas besar yang sedang berkembang dengan susah payah pada pohon itu serta udara biru yang berkabut si ujung jalan. Anne memiliki banyak perbedaan seperti pelangi dan setiap hal. Tapi di kota charlotte hal yang mengganggu pikiran dan dibicarakan oleh pelajarpelajar hanyalah mengenai Ujian-ujian. hampir sebelum semua orang menyadarinya musim semi telah datang. Itu lebih bernilai untuk dimenangkan.ucap anne. Kemudian.”kenapa. tapi lebih karena kesadaran akan kebanggaan atas kemenangan dari lawanlawan laki-laki yang bernilai. Semua itu tidak masalah bagi anne. Itu menyelamatkan aku dari banyak masalah pada diriku dengan mencintai mereka.musim gugur yang lalu terlihat sangat panjang—sepanjang musim digin ini banyak kelas dan pelajaran. ”aku lelah dengan gadisgadis lain—ada seperti kesamaan yang abadi dan menggusarkan pada mereka. Selain belajar siswa-siswa mendapatkan kesempatan untuk bersenang-senang. seperti pengakuannya. Kawan-kawan. ujian-ujian itu terlihat tidaklah begitu penting. Bagi mereka ujian-ujian yang akan datang merupakan hal yang sangat-sangat penting—jauh lebih penting dibanding tunas buah chest atau hari perpeloncoan.anne sudah tidak ingin lagi menang dengan alasan untuk mengalahkan gilbert. Dan disinilah kita sekarang. ”rasanya tidak mungkin bahwa satu semester hampir usai”. tapi ketika semua masa depanmu 232 . tidak menanggapi hal itu. dan dia membuat aku jatuh cinta padanya dan aku suka pada orang yang telah membuat aku mencintai mereka. yang yakin setidaknya lulus. di Avonlea mayflower sedang mengintip sebelum merekah merah muda pada tanah yang gundul diamana rangkaian bunga-salju melekat. ” ucapnya. yang terus menerus menjadi kesayangan dari wanita tua yang kritis itu. Tapi dia tidak pernah bicara kasar pada anne. tapi dia tidak memikirkan bahwa hidup menjadi tidak sangat membantu seandainya dia tidak menang.

dengan sikunya menyandar pada ambang jendela.” ”_Aku_ tidak peduli. Akan mengerikan jika aku gagal memperoleh sertifikat setelah melewati musim dingin di Queens dan menghabiskan banyak uang.”tawa anne. Tapi anne. Khawatir terkadang sedikit membantu mu—itu akan terlihat seolah-olah kamu sedang melakukan suatu hal pada saat kamu sedang khawatir. jangan bicarakan mengenai ujian!lihatlah pada lengkungan dari hijau pudar diatas langit rumah-rumah itu dan bayangkan dirimu sendiri seperti apa itu terlihat bila melewati hutan-hutan –pohon beerch yang lembayung di avonlea. Frank stockley bilang bahwa profesor Tremaine mengatakan bahwa Gilbert blythe dipastikan memperoleh medali itu dan Emily Clay sepertinya yang akan memenangkan beasiswa Avery itu. keluh jane. Josie”. Aku sudah melakukan usaha terbaik ku dan sekarang aku memahami apa yang dimaksud dengan ”kesenangan dari perdebatan” Disamping usaha dan kemenangan.” ”itu akan membuat aku sangat kecewa besok.tergantung pada ujian-ujian itu---seperti yang dipikir oleh gadis-gadis itu—kamu tidak dapat mengabaikan mereka dengan berfilsafat.”tidak ada gunanya mengatakan jangan khawatir. Jane dan josie keduanya menjawab dengan segera dan pembicaraan berubah arah menjadi menganai mode. 233 . ” " jane.”tapi sekarang aku jujur merasakan bahwa selama aku tahu bahwa bunga violet akan mekar dan membuat lembah di bawah rumah atap hijau menjadi ungu dan pakis-pakis kecil menyembulkan kepala mereka di jalan setapak LOVER. dan matanya terisi oleh pandangan-pandangan. tidak akan memberikan banyak perbedaan apakah aku akan meraih avery ataupun tidak. apa yang akan kamu kenakan untuk pada hari pertama ujian? Tanya Rubby praktis. Ayahku mampu mengirim aku kesini. ada hal terbaik yaitu usaha dan kegagalan.Aku AKAN khawatir. Semua mimpi-mimpi itu adalah miliknya dengan kemungkinan-kemungkinan tersembunyi pada tahun-tahun mendatang. Anne.—setiap tahun setangkai mawar akan sampai janjinya untuk ditenun menjadi chaplet abadi.”jika aku tidak lewat tahun ini aku akan kembali lagi tahun depan. pipi lembutnya bertumpu pada kedua tangannya. Kawan-kawan. " Beart badanku telah turun sebanyak tujuh pond dalam dua minggu terakhir ”. ” ucap josie Pye. menembus keluar menyeberangi atap kota dan menuju kepuncak menara kubah agung dari langit matahari terbenam dan merajut mimpi-mimpinya akan kemungkinan masa depan dengan benangbenang emas dari optimisme masa muda.

Dan meskipun ambisi sangat bernilai untuk dimiliki. Anne pucat dan diam. Kamu harus membaca pengumuman-pengumuman itu dan kemudian memberitahu pada ku. Dan aku mohon dengan sangat kepadamu atas nama/demi persahabatan lama kita untuk melakukannya secepat mungkin. Melewati waktu 10 menit itu sebanrnya tidak terasa. mereka mendapati aula dipenuhi oleh anak laki-laki yang mengangkat Gilbert Blythe diatas bahu mereka dan meneriakkan pada puncak dari suara mereka : Hore Blythe. Tentu saja kamu akan memenangkan salah satu penghargaan itu. Anne dan jane berjalan menyusuri jalan bersama. mereka tidak dimenangkan dengan mudah(mereka tidak diraih dengan mudah). semua orang mengatakan bahwa Emily clay yang akan memenangkan itu. Pertimbangan/selanjutnya/ yang lebih lanjut tidak mengganggu jane sama sekali. Aku tidak memiliki keberanian jiwa. waktu menjadi suatu hal yang paling penting di dunia ini. Hanya saja bagi dirinya. ujian telah berakhir (selesai) dan dia yakin bahwa paling tidak dia berhasil melewati ujian. pada saat itu terjadi. kegelisahan dan kesempitan hati. ucap jane. jane. Jane berjanji dengan sungguh-sungguh. Karena kita membayar sebuah harga untuk setiap hal yang kita dapatkan di dunia ini. Dia tidak punya ambisi yang membumbung tinggi dan sebagai konsekuensi (akibatnya) dia tidak dihinggapi penyakit kegelisahan/tidak tenang sesudahnya.kalau tidak siapa yagn tidak bisa memahami betapa/bagaimanakah fakultas/staf pengajar bisa begitu tidak adil seperti terhadap medali itu kalau tidak. Pada saat mereka memasuki tangga Queen. Jane tersenyum dan bahagia. pemenang Medali 234 . Dan apapun yang kamu lakukan JANGAN berbelasungkawa/menyatakan simpati dengan ku.Bab XXXVI Keagungan dan Mimpi Pada suatu pagi ketika semua hasil ujian di pasang pada papan bulletin di Queens. Aku akan tetap berada diruang ganti baju anak perempuan. Aku tidak berharap avery. tanpa mencoba untuk berhenti dengan lemah lembut. Dan aku tidak akan berdesakan di papan bulletin itu dan melihatnya sebelum semua orang selesai. Dalam waktu 10 menit lagi dia akan mengetahui siapa yang akan memenangkan medali dan siapa yang memenangkan avery. ucap anne. Jika aku gagal katakan langung. Berjanjilah padaku akan hal ini. tidak ada gunanya janji seperti itu. Jane. tapi. Tapi membutuhkan kerja keras dan pengorbanan dirisendiri.

Berbicara untuk pertama kalinya sejak dia memasuki aula. Tidak kah kamu bangga dengan gadis. kelompok ucapan selamat datang menyerbu. bukankah itu bagus?? Dan kemudian anak-anak perempuan mengelilingi mereka dan anne menjadi pusat kegembiraan. marilla? Bisik Mathew. dia mencoba untuk berbisik kepada Jane : Aduh. Memperhitungkan bahwa kita senang telah membesarkan dia. Acara dilaksanakan di Aula pertemuan besar di Akademi.Untuk sejenak anne merasa perutnya mual tiba-tiba akibat kekalahan dan kekecewaan. Mathew akan menyesal —dia sangat yakin bahwa anne akan menang. dengan kedua pipi yang agak kemerah-merahan dan kedua mata yang penuh dengan sinar gemintang. Mathew dan Marilla ada disana. Upacara pemberian Ijazah merupakan peristiwa penting berikutnya. Ini bukan pertama kalinya aku bahagia/senang. lagu-lagu dinyanyikan. Jadi dia gagal dan Gilber menang! Baiklah. Tapi kemudian Seseorang berteriak : Mari bersorak-sorak dengan semangat untuk Nona Shirley. Jane megap-megap. pemenang Avery! Wah anne. kemudian segera mereka melarikan diri menuju kamar ganti pakaian perempuan diantara sorak-sorai gemuruh. Ijazah penghargaan untuk pelajar. aku sangat bangga. Anne pulang ke rumah Avonlea dengan Mathew dan marilla sore itu. Pidato diberikan. Mathew dan marilla akan puas. Ulang marilla. condong kedepan dan menyodok/mencongkel punggung marilla dengan gagang payungnya. Mathew curthbert. yang membaca karangan terbaik dan ditunjuk dan dibisiki sebagai pemenang Avery. Bahunya di gebuk dan tangannya bergoncang dengan semangat. ketika anne menyelesaikan karangannya.Anne?Aku bangga. aku harus menulis berita/surat kerumah sekarang juga. hadiahhadiah dan medali-medali diberikan. Aduh anne. Dia ditolak dan ditarik dan dirangkul dan diantara itu semua. dia tidak pernah pulang sejak bulan april lalu dan dia merasa dia tidak dapat menuggu 235 . karangan dibacakan. kata nya. Nona Barry yang duduk di belakang mereka. Kamu sungguh senang menggoda orang. dengan mata dan telinga hanya untuk seorang pelajar diatas podium—seorang gadis janggkung dalam balutan pakaian hijau muda.

Dia harus. Stella Maynard merupakan seorang gadis yang paling mahal didunia kecuali satu orang dan orang itu adalah kamu. Diana. Oh Diana. Diana ada di Rumah hijau untuk mengunjunginya. Aku berharap dia akan memperoleh sekolah disini jika Miss Ames memutuskan untuk pergi/berhenti. Di dalam kamar putih nya sendiri. Tidakkah itu baik sekali untuk dipikirkan kami semua dapat melampaui bahkan moodi Spurgeon dan Josie Pye? Dewan SEkolah Newbridge sudah menawarkan Jane sekolah mereka. Diana. ucap Diana penuh celaan. dimana marilla telah mengumpulkan mawar-mawar yang sedang berbunga pada ambang jendela. bulan-bulan keemasan dari liburan. Sangat baik melihat pucuk cemara itu menantang langit merah muda—dan kebun buah putih dan salju queens yang tua. Aku pikir stella Maynard lebih baik dari aku.hingga besok. Aku mencintai kamu lebih dari siapapun—dan aku punya banyak hal untuk diceritakan padamu. Aku lelah. Tapi saat ini/sekarang aku merasa seolah-olah cukup menyenangkan duduk disini dan memperhatikan kamu. Aku akan pergi ke Remond September nanti. Bukankah nafas mint lezat ?dan mawar itu—kenapa. Gilbert bythe akan mengajar juga. aku mengira kau tidak akan sedang mengajar sekarang bahwa kamu telah memenangkan Avery? Tidak. semuanya merupakan sebuah nyanyian dan sebuah harapan dan doa semua menjadi satu. Dia berharap Gilbert akan pergi ke Redmond juga. setelah semuanya. Dia tidak mengatahui hal itu. kata dia. Kamu sudah melakukan pekerjaan dengan baik sekali anne. Aku bermaksud untuk menghabiskan waktu paling sedikit 2 jam besok berleha-leha (berbaring) di rumput kebun buah-buahan. dan tidak berpikir apa-apa. tidak kah itu kedengaran hebat??aku akan memiliki pesediaan nyanian ambisi yang baru sekali untuk diberikan pada waktu itu nanti setelah tiga bulan yang agung. Kata Diana. jadi ia bermaksud untuk mendapatkan penghasilannya sendiri. Anne tertawa dan menghujani Diana dengan bunga lili bulan juni yang layu dari buket miliknya. Ayah nya tidak sanggup membiayai kuliahnya tahun depan. aku pikir lelah karena rajin belajar dan lelah karena berambisi. Dan alangkah baiknya melihat kamu lagi. Josie Pye memberitahuku kamu melakukannya. Josie bilang kamu JATUH HATI pada nya. anne melihat kesekitar dan menarik napas panjang kebahagiaan. Apa yang akan anne lakukan tanpa persaingan yang 236 . Bunga appel merekah dan dunia tampak segar dan muda. Sungguh baik bisa kembali lagi. Anne merasakan sedikit perasaan ganjil dari kekagetan kecemasan dalam hatinya. Jane dan Ruby akan mengajar.

—Baiklah— baiklah. Bukan karena pekerjaan—hanya karena kepalaku. Sehingga aku berharap dia dapat beristirahat dan kembali segar. Aku tidak bisa membaca atau menjahit dengan nyaman sekarang. Kamu juga tidak terlihat sehat seperti yang biasa aku lihat. Mengambil Kelas puisi Pertama satu tahun dan memenangkan beasiswa Avery. Marilla tersenyum dengan mesra pada gadisnya. tapi dia akan jauh lebih baik untuk sementara waktu dan kita harus menggaji seorang lelaki yang baik. Ada ahli mata yang hebat/terkenal yang datang ke PULAU ini juni lalu dan doctor bilang aku harus menjumpainya. Anne mencondongkan badannya ke meja dan mengambil wajah marilla di tangannya. Nyonya. kamu kelihatan lelah. Aku tidak percaya akan kata itu.Lynde mengatakan sebelumnya kebanggaaan surut dan dia tidak percaya terhadap sekolah tinggi untuk wanita sama sekali.dalam musim semi ini sudah Beberapa kali dia mendapat serangan jantung yang sungguh berat dan dia tidak akan meluangkan waktu untuk dirinya sendiri sedikit saja. Harus kukatakan kamu sudah melakukan pekerjaan dengan sangat baik di Queens. Baiklah. Aku akan menggunakan satu hari libur ini untuk mengunjungi semua tempat-tempat keakungan lama dan memburu mimpimimpi lama ku. Anne ? 237 . tapi mereka tidak memberikan kebaikan untuk ku.jawab marilla dalam nada susah. apakah Mathew sehat ? Tidak. dan selanjutnya giliran kamu untuk bermalas-malasan saat/sedangkan aku mengerjakan pekerjaan. Aku benar-benar cemas tentang dia. Mungkin dia akan mau sekarang karena kamu ada dirumah. tentu saja dia kelihatan lebih gelap/abu-abu daripada satu tahun sebelumnya. berbicara mengenai Rachel mengingatkan aku—Apakah kamu sudah mendengar berita apapun mengenai Bank Abbey. aku sering sekali sakit kepala sekarang—selain mata aku. menjadi agak hambar tanpa teman bermusuhannya? Pagi berikutnya saat sarapan anne tiba-tiba menyadari/menemukan bahwa Mathew kelihatan tidak sehat. meskipun pada fakultas perguruan tinggi dengan murid pria dan wanita dan harapan gelar yang nyata. Dia bilang itu tidak cocok untuk mereka untuk lingkungan wanita yang sebenarnya/lingkungan sejati wanita. Aku kira aku harus. Aku takut kamu bekerja terlalu keras. sekarang karena aku ada dirumah.membangkitkan semangat mereka ?tidak akan berhasil. Kamu selalu membuatnya gembira. Kamu harus beristirahat. marilla. Marilla. Doctor spenser banyak cincong/membuat aku repot dengan kacamata. Anne. panggil anne dengan ragu-ragu ketika Mathew telah pergi keluar. akhir-akhir ini.

Dia menghampiri rumah pendeta dan mempunyai perbincangan dengan Nyonya. dia pergi ke gelembung Dryad dan hanyapohon belaka dan lembah bunga violet/lembayung. hanya saja aku sudah menjadi lebih tua sekarang. Russel mengatakan padanya kemaren bahwa bank itu bail-baik saja. Awalnya aku ingin Mathew meletakan uang itu di Bank Saving.Aku dengar bank itu agak goyah. Allan. Baiklah sekarang. Ucap Mathew menepuk tangan nya. tapi Mr. Tapi Mr. kata dia penuh omelan. aku sepertinya tidak bisa seperti itu. Kamu bekerja terlalu kerasa hari ini. Aku rasa dia mempunyai jumlah nominal yang besar selama bertahun-tahun. Kenapa kamu tidak mengambil hal yang lebih mudah? Baiklah sekarang. Ucap anne. menyesuaikan langkah per nya dengan langkah Mathew. melewati jalan/pedesaan penggemar untuk menggembalakan dari belakang. oke. Anne bersenang-senang hari itu dengan persahabtan dengan dunia luar. Oke. dan dia bilang dia akan mempertimbangkan hal itu. Dia tidak akan pernah melupakan hari itu. anne. kata Mathew. kenapa?? Itu apa yang dikatakan Rachel : dia mampir kesisni suatu hari pada minggu kemaren dan dia bilang banyak perbincangan mengenai itu. Semuanya kita tabung di bank itu—setiap sen. dan lupakanlah. Jika saja aku adalah anak laki-laki yang kamu kirim. aku selalu bekerja keras dan aku lebih suka jatuh dalam pakaian kuda. aku ingin Mathew untuk menarik uang kita segera. Mathew berjalan pelan-pelan dengan kepala tertunduk. anne. saat dia membuka pintu gerbang halaman agar kerbau-kerbau bisa lewat. ketika Rachel memberitahukan pada kami hal itu. kata anne dengan prihatin. Hanya mengingatkan kamu—lebih baik daripada selusin anak laki-laki. ponakannya sungguh kepala lembaga/institusi. Baiklah. Dan akhirnya di sore hari dia pergi dengan Mathew untuk melihat kerbaukerbau. aku menduga bukanlah anak 238 . Aku dapat menemukan hal itu dalam hatiku untuk hasrat yang kumiliki. Abbey tua adalah teman baik Ayah Mathew dan ia selalu menyimpan uang pada nya. Anne menghabiskan beberapa waktu berharganya di kebun buah. Mathew bilang setiap bank dibawah pimpinannya cukup bagus untuk setiap orang. jawab anne. Mathew merasa sangat cemas/khawatir. Hutan/kayu-kayu seluruhnya bercahaya terlewati oleh matahari terbenam dan semarak kehangatan dari air panas menurun melintasi lembahlembah bukit di bagian barat. hari itu sangat cerah dan bagus dan terang. dia benar-benar sudah tua. anne tinggi dan tegak. Aku akan bisa banyak membantu kamu sekarang dan meluangkan kamu dengan 100 cara. begitu bebas dari bayang-bayang dan begitu begitu banyak bunga. Mathew. Hanya untuk itu Baiklah sekarangm aku lebih memilih kamu daripada selusin anak laki-laki.

-. Aduh marilla. benarkan??itu bukan anak gadis— gadis ku yang aku bangga padanya. ada selembar kertas terlipat di tangannya.-. Mathew telah jatuh melewati ambang pintu. kodokkodok sedang menyanyi di rawa di lerang kebun buah. suci telah diletakkan diatasnya. Kata dia dengan sedih. Dia tersenyum senyum malu padanya ketika di memasuki ke perkarangan . bergerak terkejut memanggil dokter.laki-laki yang mendapatkan beasiswa avery. Dia memandang wajah cemas mereka dengan sedih dan airmata mengalir dari kedua matanya. panggil martin—cepat. tangannya penuh dengan bunga bakung putih. yagn baru saja sampai dirumah dari kantor pos.sudah lama sekali sebelum akhirnya anne bisa menyukai bau dari bunga bakung putih lagi. mengingat/berpikir tentang mas lalu/lampau dan menghayalkan/memimpikan masa depan/mendatang. lelaki pekerja. Nyonya. Anne selalu ingat akan perak. Bab XXXVII. Barry mereka berdua segera pergi kerumah marilla. Mereka berdua sangat terlambat.malaikat maut yang bernama Kematian Mathew—Mathew—ada apa ? Apa kamu sakit. datang juga. anne mesih memngingat kenangan itu pada saat dia memasuki kamarnya pada malam itu dan duduk agak lama pada jendela nya yang terbuka.dia melihat sewaktu Mathew berdiri di pintu keluar beranda. Martin. dan menempelkan telinganya diatas jantung nya. dan wajah Mathew terlihat ganjil dan abu-abu. Mereka mendapati Anne dan Marilla yang sedang kebingungan mencoba untuk memulihkan Mathew agar siuman kembali . pada saat dia pergi memanggil dokter dia melewati lereng Kebun buah-buahan disitu ada tuan dan Nyonya. memeriksa denyut nadinya. cepat! Dia di gudang. marilla terengah-engah. Dan kehidupan selanjutnya tidak akan pernah sama lagi ketika sentuhan dingin. Diluar salju Queen/Queen salju halimun/berkabut putih dalam sinar dengan berkabut putih dalam kilauan bulan/cahaya bulan. Lynde mendorong mereka kesamping dengan lembut. Dia pingsan. penuh ketenangan/kedamaian dan ketenangan yang semerbak dari malam itu. yang berada disana atas suruhan. Lynde. Anne datang ke ruangan.Nyonya. Anne. Mathew?? Ucapan marilla yang penuh dengan nada kegelisahan disetiap sentakan kata. 239 . Anne menjatuhkan bunga-bunganya dan berlari melintasi dapur menuju kearah matthew bersamaan dengan marilla. Itu merupakan malam terakhir sebelum penderitaan menghampiri hidupnya. sebelum mereka dapat menggapai dirinya. aku kira—kita tidak bisa melakukan apapun untuknya menolongnya.

lihat wajahnya. Ketika malam yang tenang datang perlahan diatas nok atap rumah hijau rumah tua itu hening dan tenang. dan setiap hari teman dan tetangga berbondong-bondong/memenuhi nok atap rumah hijau dan datang dan pergi atas suruhan orang yang mati dan yang masih hidup. Kesedihannya yang mendalam. pergi ke loteng timur rumah. iya. berkata dengan lemah lembut. kamu jangan berpikir—kamu tidak boleh berpikir Mathew—telah —anne tidak dapat mengatakan kata yang mengerikan itu. Aku tidak takut. cinta tanpa kata-kata. aku sungguh ingin kesunyian dan keheningan dan 240 . Rahasia keterkujutan/goncangan itu ditemukan berada pada kertas yang dipengang Mathew yang dibawa martin dari kantor pagi itu. Untuk pertama kalinya Mathew yang pendiam.Nyonya. Lynde. mungkin sekali disebabkan oleh kejutan yang tiba-tiba. Kertas Itu berisi tunggakan rekening dari bank Abbey. Itu merupakan hal terakhir yagn dapat dilakukan untuk nya. Aku kira kamu tidak akan salahpaham pada ku saat aku mengatakan bahwa aku ingin sendiri. Di kamar salon terbaring Mathew curthbert di dalam petimati. Anne melihat ke wajah temannya itu dengan bersungguhsungguh. dia berubah redup dan pucat pasi. aku takut seperti itu. Aku sudah sendiri satu menit sejak itu terjadi—dan aku ingin. Keagungan suci kematian telah datang padanya dan mengumpulkannya sebagai seseorang yang bermahkota. Maukah kamu tidur dengan ku malam ini ? Terimakasih Diana. pemalu menjadi pusat perhatian. Anne sayang. Pada saat dokter datang dia berkata bahwa kematian yang mendadak dan kemungkinan tanpa rasa sakit. Nak. Anne mengumpulkan/mengambil mereka dan memebrikannya pada dia. sedang bermimpi mimpi yang menyenangkan. Keluarga Barry dan Nyonya Lynde tinggal menemani mereka malam itu. dimana anne berdiri di jendelanya. Diana. rambut panjang abu-abunya menghiasi wajahnya yang tenang yang terdapat sedikit senyum ramah seolah-olah dia tertidur. mata tanpa air mata menyala di wajahnya yang putih. Pada saat kamu telah melihat sesering aku melihatnya maka kamu akan tahu apa artinya. Anne melihat ke wajah tenang/hening yang tidak terlihat ada tanda kehidupan yang agung. Berita menyebar cepat di Avonlea. Banyak bunga disekitar dia—bunga kuno yang indah— bunga-bunga modern yang ditanam oleh ibunya di kebun perkarangan pada hari-hari pengantinnya dan yang selalu dirahasiakan oleh matthew.

mencoba untuk menerimanya. Sudah-sudah—jangan menangis seperti itu. Mathew yang berjalan dengannya kemaren sore disaat matahari terbenam dan sekarang sedang terbaring di ruang suram yang dipenuhi kedamaian yang dahsyat. yang merupakan orang yang sangat dicintainya dan yang telah begitu baik padanya. Aku tidak membiarkan Diana tinggal. Aku tahu. Diana tidak begitu mengerti. Aduh Marilla. Kesedihan marilla sangat mendalam. Tinggallah disini untuk beberapa saat dan biarkan lenganmu merangkul ku—begitu. Itu—itu—tidak benar untuk menangis seperti itu. diana dapat memahami lebih baik daripada anne kesakitan/penderitaan yang mendalam tanpa butir air mata. Marilla mendengar nya dan menyelinap untuk menghiburnya. dan ingatan tentang hari-hari yang lalu datang menghampirinya seperti gelombang kesedihan. Gadisku—gadisku yang aku banggakan. Namun mulanya tidak ada air mata yang keluar. apa yang akan kita lakukan tanpa dirinya?? 241 . dan setengah yang lainnya kelihatan seakan-akan dia sudah meninggal sejak lama dan aku telah mengahadapi sakit yagn mengerikan ini sejak lama. tapi aku tidak tahan. meninggalkan anne sendirian untuk tetap berjaga-jaga atas dukacitanya yang pertama. memecahkan semua batasan kemampuannya untuk mengindari masalah dengan cara menyibukkan diri dengan pekerjaan dan kesibukan diri. Ia selalu baik. melihat bintang-bintang bertaburan diantara bukit-bukit—tidak ada air mata. Airmata tidak melukai seperti rasa sakit ini. Tangis anne. Aku tidak dapat menerimanya. Setengah nampak jelas bagiku bahwa Mathew tidak bisa mati. biarkan lah aku menangis. dalam bauran hari gembira sekaligus menyedihkan. Aduh. Kemudian airmata jatuh dan anne menangis bercucuran air mata. dia baik dan ramah dan manis—tapi ini bukan kesedihannya—dia diluar ini dan dia tidak bisa datang lebih dekat kedalam hatiku untuk menolongku. Ditengah malam dia terbangun. Itu nampak bagi anne hal yang buruk sekali bahwa dia tidak bisa menumpahkan/mengeluarkan air mata untuk Mathew. Anne berharap bahwa airmata akan muncul didalam kesunyian. Tapi dia pergi menjauh dengan baik hati. Dia bisa melihat wajah Mathew yang sedang tersenyum pada nya seperti dia tersenyum ketika mereka berpisah di gerbang sore lalu—dia bisa mendengar suara yang berkata. saying itu tidak akan bisa mengembalikan dirinya. ayah yang baik untuk ku—tapi Tuhan tahu yang terbaik. Ini penderitaan kita— kamu dan aku. hanya rasa sakit kelam yang mengerikan Kesengsaraan itu tetap ada hingga dia jatuh tertidur. dengan keheningan dan kegelapan disekitarnya. marilla. bahkan pada saat dia berlutut pada jendelanya di tengah kegelapan dan berdoa.

Tidak mudah bagi ku untuk mengungkapkan perasaan ku. Aduh. Aku tidak tahu apa yang akan lakukan jika kamu tidak ada disini---jika kamu tidak pernah datang kemari. Aku rasa kita semua mengalami hal yang sama. Itu nampaknya seperti ketidaksetiaan kepada Matthew. dunia bunga indah dari cinta dan persahabatan telah kehilangan satupun dari kekuatannya untuk menyenangkan khayalannya/kesenangannya dan menggetarkan jiwanya. 242 . pikiran sangat sedih bahwa itu bisa menjadi seperti itu---bahwa mereka dapat melanjutkan cara lama tanpa Mathew. anne. Allan. Dan tunas pucat merah muda merekah di kebun membrikan aliran kebahagiaan bagi dirinya ketika dia melihat mereka—kunjungan Diana menyenangkan dia dan bahwa kata-kata dan gaya sukaria Diana membuatnya tertawa dan tersenyum—yang pendek kata. Nyonya. hidupnya masih menghampiri dia dengan banyak suara yang berutbi-tubi (terus-menerus). entah bagaimana. Aku mencintai kamu seperti seolah olah kamu adalah darah dagingku sendiri dan kamu telah menjadi kebahgiaan dan kesenangan ku sejak kamu datang ke Rumah Hijau. Pada saat Mathew masih berada disini dia senang mendengar kamu tertawa dan dia senang mengetahui bahwa kamu menemukan kebahagiaan dari hal –hal yang menggembirakan disekitar mu. dan dia senang untuk mengetahui hal yang sama. tapi saat ini sepertinya jadi lebih mudah. menemukan kebahagiaan dari berbagai hal sekarang padahal dia telah meninggal. aku tahu telah keras dan kasar kepada mu mungkin—tapi kamu tidak boleh berpikir bahwa aku tidak mencintai kamu seperti Mathew mencintai kamu. Untuk semua itu. Bagaimanapun juga terlihat seakan-akan aku tidak perlu untuk tertawa. baru berduka cita. Tapi aku dapat memahami perasaan mu. katanya dengan prihatin pada Nyonya Allan suatu sore ketika mereka sedang bersama-sama di kebun rumah pendeta. Dia baru saja lewat sekarang. Anne. Anne. Aku pikir pada saat itu terjadi aku tidak pernah bisa tertawa lagi. Aku yakin kita seharusnya tidak menutup hati kita terhadap pengaruh penyembuhan yang ditawarkan lingkungan pada kita.Kita harus saling membantu/kita harus selalu bersama. ucap Nyonya allan lemah lembut. Aku ingin mengatakan padamu sekarang selagi aku masih bisa. Hari ini Diana mengatakan sesuatu yang lucu dan membuat aku tertawa.— setiap saat—namunpun begitu. meskipun dengan perasaan sakit karena kehilangan hal-hal yang akrab. Dia merasa seperti memalukan dan penyesalan yang mendalam saat dia menemukan bahwa matahari terbit dibalik pohon cemara. Dua hari setelah itu mereka membawa Matthew Cuthbert melawati ambang pintu rumahnya dan menjauh dari ladang yang di kelolanya dan kebun buah yang dicintainya dan pophon-pohon yang telah ditamannya. dunia dan kehidupan terlihat sangat indah dan menarik untuk ku semuanya. Dan kemudian Avonlea kembali tenang seperti biasanya dan bahkan pada rumah dinding hijau pekerjaan/urusan kembali masuk ke pekerjaan sehari-hari mereka yang lama dan pekerjaan dilakukan dan tugas-tugas diselesaikan dengan keteraturan seperti sebelumnya/biasanya. Aku sangat tindu padanya.

aku takut. Allan. Marilla soerang diri dan dia kesepian di senjakala.. seperti ucapan syukur dari udara. Mathew selalu paling menyukai mawar—mereka begitu kecil dan manis pada tangkainya yang berduri. Pintu dibelakang mereka terbuka. Marilla sedang duduk di depan pintu anak tangga dan anne duduk disampingnya. pada saat kamu pergi lagi ke sekolah. Aku harus pulang kerumah sekarang. ditahan oleh sebuah kulit kerang besar berwarna pink dengan bayang-bayang dari matahari terbenam di sebelah tenggara dalam lilitan-lilitan bagian dalam yang halus. Aku akan lebih berterimakasih jika lelaki itu memberikan aku semacam kacamata yang benar dengan mata aku. Aku merasa gembira karena aku bisa menanamnya diatas kuburannya —seolah-olah aku melakukan sesuatu yang mungkin bisa menyenangkan dia karena itu berada di dekatnya.Kita benci/marah/merasa tersinggung pada hal apapun yang menyenangkan kita ketika orang yang kita cintai sudah tidak lagi berada disini untuk membagi kesenangan dengan kita. 243 . Dia menyukai petunjuk kelezatan dari keharuman." " Dia akan terus kesepian. Aku berharap dia mempunyai mawar seperti itu di surga. Anne tidak menjawab. Aku pergi ke kuburan untuk menanam suatu rumpun mawar di kuburan Mathew sore ini. Diana akan singgah untuk menemaniku. diatas dia setiap saat dia bergerak. Anne mengumpulkan percikan madu pucat kuning menyusui dan meletakkannya di rambutnya. Mungkin arwah-arwah dari seluruh bunga mawar kecil putih yang sangat dicintainya pada musim-musim panas semuanya disana untuk menjumpainya. kamu mau kan ? Martin akan mengantar aku dan tidak ada setrikaan dan memasak yang harus dilakukan. ucap Nyonya. Ucap anne melamun. Aku membawa sejamban bunga mawar putih rumpun belanda yang ibunya bawa dari skotlandia dahulu kala. Doctor Spencer ada disini saat kamu pergi. aku mengira aku sebaiknya pergi dan selesai. dia mengucapkan selamat malam dan pergi pelan-pelan kembali ke nok atap rumah hijau. dan kita hampir merasa seolah-olah kita tidak setia kepada penderitaan kita ketika kita menemukan/mengetahui bahwa ketertarikan hidup kembali pada kita. Kamu tidak keberatan tinggal disini sendirian sementara aku pergi. Aku akan menyetrika dan memasak dengan lezat—kamu tidak perlu takut bahwa aku akan memberika kanji pada saputangan atau membumbui kue dengan obat gosok. kata dia spesialis itu akan ada di kota besok. kata marilla. Dan dia bersikeras bahwa aku harus masuk dan memeriksa mataku. " aku akan baik-baik saja.

Apakah Josie akan mengajar ? Tidak. dan dia bertanya padaku apakah orang-orang yang memiliki rambut merah terbiasa memiliki rambut seperti itu. ujar marilla menerawang. karena kemudian itu sungguh menjadi masalah. Alngkah –seorang teman yang enak dilihat dia. tapi aku harus mengatakan bahwa aku tidak tahu apakah adalah lebih banyak lagi daripada manfaat tumbuhan berduri (semacam widuri). Sembari menyentuh pita rambut yang berat pada rambut yang terluka di disekitar kepala indahnya. Anne memandang dengan minat cepat Aduh marilla—dan kemudian apa yang terjadi ??—kenapa kamu tidak— 244 . Gilbert Blythe akan pergi mengajar juga. aku hampir memutuskan untuk berhenti mencoba untuk menyukai Josi Pye.MARILLA tertawa. Josi Pye. Aku melihat dia di gereja minggu lalu dan dia keliatan begitu tinggi dan gagah Dia mirip sekali dengan ayahnya pada usia yang sama. Aku kira orang semacam itu sedikit tujuan berguna dimasyarakat. Kami dulunya adalah teman baik. Aku terbiasa berpikir bahwa kamu kerasukan/kemasukan setan. Begitu juga dengan Moody Spurgeon dan Charlie Sloane. Aku tidak akan pernah melupakannya. John Blythe merupakan anak laki-laki yang baik. Aku terkadang tertawa sedikit sekarang pada saat aku berpikir betapa cemasnya rambut aku pada ku—tapi aku tidak bisa tertawa banyak. dia dan aku. Alangkah seorang gadis perempuan yang membuat kekeliruan pada hal itu berhari-hari. Aku benar/sungguh-sungguh menderita karena rambut ku dan bintik-bintik diwajahku.Anne Kamu selalu terlibat dalam pertikaian. dan orang-orang cukup senang memberitahuku bahwa rambutku pirang sekarang—semua kecuali Pye.tapi josi Pye tidak akan bisa disukai. Dia bilang padaku kemaren bahwa menurutnya itu lebih merah dari sebelumnya. atau setidaknya pakaian hitam ku membuatnya kelihatan lebih merah.singkatnya. bukan?? Ya. Marilla. sunnguh. Aku sudah berusaha apa yang aku sebut usaha yang gagah berani untuk menyukai dia. ujar marilla tajam. jadi dia tidak tahan untuk bersikap tidak menyenangkan (untuk tidak marah-marah). Apakah kamu ingat waktu kamu mengeringkan rambut mu?? Ya. senyum anne. dia akan pulang ke Queens tahun depan. orangorang menyebutnya kekasihku. Jane dan Ruby akan mengajar dan mereka berdua mendapatkan sekolah—jane di NewBridge dan ruby disuatu tempat di sebelah barat. Bintik-bintik dipipi ku benar-benar sudah hilang.

Buta. dan jika aku tidak menangis. bayangkan! Anne diam Untuk beberapa saat. Anne. Ya aku bertemu dengan nya.Kami bertengkar. Sesuatu dalam sikap kesal/sedih nya membuat hati anne dingin/sedih. kelihatan baginya bahwa ia tidak mampu berkata-kata. BAB XXXVIII. dia kira/berpikir bahwa mata ku tidak akan tambah parah dan sakit kepalaku dapat disembuhkan. Sehingga kamu bisa memiliki sedikit percintaan dalam hidup kamu. Dia memeriksa mata ku. Dia tidak pernah kembali— Keturunan blithe sangat mandiri. Bukan karena itu. Sambil menerawang. yang sedang duduk di meja dengan kepala nya bersandar di tangan nya. dia bilang bahwa bila aku berhenti total dari membaca dan menjahit dan segala macam pekerjaan yang bisa menyebabkan ketegangan pada mata. “seharusnya aku letih tapi aku tidak memikirkannya. bukan?? Kamu tidak pernah dapat menilai orang dari luanya saja. marilla? Ya—tidak—aku tidak tahu. aku tidak akan memafkan dia pada saat dia minta maaf padaku. Tapi aku selalu merasa—agak menyesal. Dan aku melupakan diri aku sendiri. Apakah kamu bertemu dengan dokter mata?apa kata dia ? Tanya anne penasaran? . dan jika aku menggunakan kacamata yang telah diberikannya pada ku. ucap anne lembut. (gumam anne) Ya. Apakah kamu sangat letih. hanya sebentar—tapi aku kesal/merajuk dan marah dan ingin menghukum dia duluan/terdahulu. juga. Dia tidak pernah melihat Marilla duduk lemah tanpa daya seperti itu. Kamu tahu bahwa dia membrerikan harapan padamu. Jangan pikirkan hal itu. setelah lebih dulu berseru cemas dan kaget. Tapi kemudian dia berkata dengan berani/lantang. Setiap orang sudah melupakan mengenai aku dan john. Aku selalu berharap aku telah memaafkan dia pada saat aku punya kesempatan. Tapi semuanya kembali lagi ketika aku melihat Gilbert kemaren minggu. jika kamu berhati-hati kamu tidak akan kelihatan penglihatanmu sama 245 . Tapi jika tidak katanya aku pasti akan menjadi buta-samasekali dalam 6 bulan. jawab marilla lesu/letih. tapi dengan suara terjepit Marrila. kamu tidak akan berpikiran begitu kamu melihat aku.Persimpangan Jalan Marilla pergi ke kota besoknya dan kembali pada malam hari. Anne telah pergi ke lereng kebun buah-buahan dengan Diana dan kembali menemui marilla di dapur. Aku sungguh-sungguh. aku kira kamu mungkin bisa memanggil nya itu.

Aku pasrah. Aduh marilla kamu tidak sungguh-sungguh ingin menjual nok atap hijau kan ? Anne aku tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan.Sadler. Dia telah mengerti kewajibannya dengan nyali yang berani di wajahnya untuk menjadi seorang teman—karena kewajiban adalah pada saat kita menemukannya secara nyata. marilla ? Marila duduk di bawah jendela dan memandang anne . Aku tidak banyak berharap. Suatu siang beberapa hari kemudian marila masuk dengan pelan dari kebun depan dimana dia sedang berbicara dengan seorang tamu laki-laki yang anne kenali wajahnya sebagai SADLER dari Carmody. Dan jika kacamata dari nya bisa menyembuhkan sakit kepalamu itu akan menjadi hal yang luar biasa. Jangan katakan apapun mengenai hal ini kepada seorangpun untuk pesona/sihir. jika mata ku kuat/sehat aku akan tinggal disini dan mampu untuk menjaga dan mengurus 246 . Tidak ada gunanya untuk membicarakan hal itu. aku tidak sanggup/ tahan bila masyarakat/orang datang kemari untuk bertanya dan bersimpati serta membicarakan hal tersebut. ada butiran air dimatanya hal itu bertentangan dengan larangan ahli mata dan suaranya pecah karena dia berkata : Dia mendengar bahwa aku akan menjual nok-nok atap hijau dan dia ingin membelinya. Membeli! Membeli rumah atap hijau (green gable) ? anne ingin tahu apakah ia pendengarannya tidak keliru. Jika kamu mengambilkan secangkir the untuk ku aku akan sangat berterimakasih. Dan begitu juga dengan menangis. Setelah menyelesaikan makan siang nya anne membujuk marilla agar beristirahat ke tempat tidur. untuk apa aku hidup jika aku tidak dapat membaca atau menjahit/menyulam atau melakukan hal lainnya seperti itu ? aku mungkin menjadi buta total—atau mati. Kemudian anne sendiri pergi menuju ke loteng timur dan duduk di bawah jendela ditengah gelap sendirian dengan airmata dan beban dalam hatinya.sekali. Betapa hal-hal menyedihkan telah berubah semenjak semalam dia duduk disana setelah marilla pulang kerumah. Tapi sudahlah/sekian. Anne merasa seakan-akan ia telah hidup bertahun-tahun sejak kemudian. Tapi sebelum ia tidur ada sebuah senyuman dibibir nya dan damai dihatinya. Aku sudah memikirkannya/mempertimbangkannya semuanya masak-masak. Anne ingin tahu apa yang telah dia katakana hingga wajah marilla terlihat seperti itu. Kemudian dia telah penuh harapan dan kesenangan untuk mengahadapi masa depan yang menyenangkan dan menjanjikan. apapun. aku tidak dapat menahannya bila aku kesepian. Apa yang diinginkan Mr.

blair memberitahuku begitu kemaren malam di toko. marilla setelah apa yang engkau lakukan untuk ku. Setiap sen uang kita adalah untuk bank. Oh anne. Biarkan aku katakan rencana ku. Tapi aku tidak bisa. Aku bisa gila karena kesusahan dan kesendirian. Tapi aku kira kamu akan bisa mengurus/mengatur nya entah bagaimana. aku tidak akan mengambil beasiswa itu. Tapi hal-hal/semuanya/barang-barang hanya akan menjadi buruk/jelek dan lebih buruk setiap waktu. Aduh aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan hidup untuk melihat hari dimana aku telah/harus menjual rumahku. aku berharap aku tidak harus. Aku sangat bersyukur/berterimakasih bahwa beasiswa mu menyediakan tempat tinggal. Aku sudah melamar disekolah sini—tapi aku tidak mengira akan mendapatkan itu sepengetahuanku dewan pengawas telah menjanjikannya pada Gilbert Blythe. Aku minta maaf kamu tidak akan punya rumah untuk kamu kunjungi di hari liburmu. Aku tidak akan pergi ke REMOND Tidak pergi ke REDMOND! Marilla mengangkat wajah ratanya dari tangannya dan melihat pada anne. Tapi perihitunganku. itu akan cukup buat ku untuk tinggal. Dan bahkan di musim dingin aku bisa pulang kerumah setaip jumat. pada musim hangat paling kurang. apa maksud mu? Seperti yang aku katakan. Lynde menasehati ku untuk menjual perkebunan dan menyewa disuatu tempat--dugaan ku dengan dia.semua hal. aku akan berssama mu. Nyonya. Itu tidak menghabiskan banyak dana—kecil dan bangunan tua. Marilla terduduk dan menangis sejadi-jadinya Kamu tidak boleh menjual didinig rumah Hijau. dan bagimanapun juga aku tidak akan sanggup untuk melakukan semuanya. kamu seharusnya tidak berpikir bahwa aku dapat meninggalkanmu sendirian dalam kesusahan. Jadi kamu tidak akan bersusah-susah mengenai hal itu. Dan penglihatanku akan hilang---aku tahu itu akan… Kamu tidak akan tinggal disini sendirian marilla. hanya itu saja. Anne. aku telah berpikir dan berencana. Tuan barry ingin menyewa perkebunan untuk tahun depan. tapi aku mendapatkan sekolah carmody— Mr. Dan aku akan mengajar. Tapi kamu bisa melihat sendiri. aku memutuskan begitu pada malam setelah kamu pulang dari kota. dengan seorang laki-laki upah/pekerja. Tapi aku dapat menyewa rumah dan menyetir sendiri ke carmody dan kembali. Kenapa. Aku tidak bisa tinggal sendirian disini. hingga tidak ada seorang pun yang akan mau membelinya. Kata anne dengan tegas. Aduh marilla aku sudah 247 . Tentu saja itu tidak akan seindah atau senyaman bila aku berada di sekolah Avonlea. Kita akan menjaga seekor kuda untuk itu. dan ada beberapa surat hutang yang diberikan matthew sudah harus dibayar (sudah jatuh tempo). Aku akan kehilangan kedua penglihatanku sekaligus.

Aku piker aku dapat sepanjang nya karena banyak tonggak bersejarah (kejadian penting/batu peringatan).Aduh marilla jangan kamu berbelas kasihan padaku. Seperti yang pernah Nona lynde katakana kepadaku. Aku tidak suka di kasihani. Tidak ada seorangpun yang dapat mencintainya seperti yang aku dan kamu lakukan. Oh marilla aku punya selusin rencana. aku harus memberikan yang terbaik untuk hidup disini. Marilla mendengar seperti seorang perempuan dalam sebuah mimpi. Tapi kamu tidak dapat mencegah aku marilla. aku mengubah objek dari ambisi (cita-cita) aku. aku tahu.—jadi kita harus tetap mempertahankannya. aku bermaksud untuk belajar dirumah ini dan mengambil kursus kuliah sedikit dengan semuanya dengan diri aku sendiri. aku tidak akan pergi ke Redmond. TIKUNGAN ITU. 248 .s masa depan aku terlihat bidang out (membentang) sebelum aku seperti sebuah jalan lurus. Tapi aku tidak bisa membiarkan kamu mengorbankan dirimu sendiri seperti itu untuk ku. cahaya yang bermacam warna dan bayang-bayang —apakah pemandangan alam yagn baru/taman. Omong kosong. dan aku akan tetap tinggal disini dan mengajar. Selain itu. Jnagan kau merisaukan aku sedikitpun. aku tahu aku bisa sehat sungguhan jika kamu ada disini. kata marilla. Tekad ku sudah bulat (my mind is quite made up). Anne tertawa dengan gembira . Kamu tidak seharusnya bosan atau kesepian. Tawa anne. Oh Anne. tapi aku percaya bahwa itu adalah pekerjaan yang terbaik. aku ingin tahu/penasaran bagaimanakah jalan dibawah itu ---apakah ada cahaya kemuliaan hijau dan lembut. aku 16. 5 tahun. Itu buruk sekali. kamu dan aku. Sekarang ada sebuah persimpangan diatasnya.merencanakannya semua. aku sudah memikirkannya selama seminggu. Dan aku akan membaca untuk mud an menjaga kamu tetap gembira. Tidak ada pengorbanan. Aku akan menjadi seorang guru yang baik—dan aku akan menyelamatkan penglihatan kamu. Tapi cita-cita(ambisi) mu –dan— cita-cita aku masih sama seperti sebelumnya—hanya saja. memiliki pesona dan daya tariknya sendiri. Ketika aku meninggalkan Queen. Kita harus menjaga kekasih/barang yang paling berharga di tempatnya lamanya. aku senag hati membayangkan/memikirkan tinggal di nok atap hijau tersayang. dan aku yakin kehidupan akan mengembalikan/membrikan kembali yang terbaik untuk aku.--apakah keindahan yang baru —apakah berliku dan menanjak atau berbukit setelahnya. keras kepala dan nekat sebagai bagal. Tidak ada yang lebih buruk daripada mengorbankan nok atap hijau---tidak ada yang lebih menyakiti/melukai aku. Aku tidak tahu apa yang ada disekitar tikungan. Aku tidak merasa seakan-akan aku harus membiarkan kamu untuk melepaskan beasiswa itu. Dan kita akan benar-benar senang dan bahagia disini bersama. dan tidak perlu. marilla. marilla.

bebau debu musim panas. dan belajar tentang segala hal/sesuatu/semuanya yang akan aku pelajari di kuliah. Aku harap kamu menghargai itu.Kamu perempuan yang menyenangkan dan gila. Aku tidak percaya pada perempuan/gadis yang pergi kuliah dengan laki-laki dan menjejalkan kepala mereka penuh dengan bahasa latin dan romawi kuna dan semua hal omong kosong itu. Baiklah anne. Mereka senang duduk disana ketika senja menjelang dan ngegat-ngengat putih terbang disekitar kebun dan bau mint memenuhi udara berembun. Aku akan mengambil kursus kesenian aku disini di nok atap hijau. kata anne tertawa. Pada saat tersiar/tersebar ribut-ribut di avanloe bahwa anne Shirley telah memutuskan untuk tidak kuliah dan berniat tinggal dirumah dan mengajar ada pembicaraan yang hangat tentang itu. 249 . marilla. Nona Lynde mengangkat tangan nya kengerian. Aku akan membuat itu terserah pada pikiranmu anne. Jadi aku tidak akan mencoba. Lynde. nona lynde. dan 200 pound cukup baik untuk diangkat oleh 2 kaki berkeliling. Aku kira aku seharusnya tegas dan memaksa mu untuk pergi kuliah---tapi aku tahu aku tidak akan bisa. Tapi aku akan belajar Latin dan romawi yang sama. kelegaan. Nona Rachel menyimpan orang kuat diatas bangku batu dekat pintu. dengan sebuah napas panjang dari bergaul dengan/bercampur keletihan/kelelahan dan keringanan. Kamu telah mendapatkan pendidikan setinggi/sebanyak mungkin sekarang seperti seseorang wanita akan nyaman/senang dengannya. Dia mengatakan pada anne demikian dalam kata-kata yang menyetujuinya yagn membuat/menyebabkan airmata kebahagiaan pada mata gadis itu. ucap marilla. mereka berpikir anne bodoh. Merupakan sebuah karunia yang besar untuk tidak gemuk. Tidak begitu halnya dengan Nona allan . Anne kamu akan membunuh dirimu sendiri. Tidak ada seorangpung yang melakukan hal baik seperi Nyonya. dibelakang yang tumbuh sebaris tumbuhan hiasan yang tinggi merah jambu dan kuning. Dia datang/muncul di suatu sore dan mendapati anne dan Marilla sedang duduk di denpan pintu di dalam panas/hangat. Aku sungguh sengan mendengarnya. aku dengar kamu menghentikan maksudmu untuk ke kuliah/kampus. Bagi kebanyakan masyarakat yang tidak mengathui mengenai mata marilla. menyerah. aku sudah berada diatas kaki aku sepanjang hari. Aku menyatakan aku senag untuk duduk. Aku merasa seakan-akan kamu akan memberikan kehidupan yang baru untuk ku.

Seperti Istri Josiah allen berkata : aku seharusnya menjadi “mejum” tapi aku akan punya banyak waktu luang di soresore musim dingin. itulah Sungguh pengorbanan. aku seharusnya maju dengan pesat atas itu. dan aku harus mengatakan aku kira dia sungguh baik sejati dan bijaksana . dan hal baik dirinya. aku piker kamu akan mengajar disini di Avonlea. Aduh aku tidak akan melakukan sesuatu berlebihan. Karena dia akan membayar. Melonjak kaget dari kakinya. Aku kira aku tidak harus mengambil itu. josie yang terakhir dari mereka. Kenapa. dan menyarankan agar mereka menerima lamaran mu. tangis anne. Kamu akan segera sejalan. Maafkan aku ketika aku berlari dan melihat apa yang dia inginkan. dewan pengawas sudah memutuskan akan memberikan sekolah untuk kamu. Aku tidak tahu. Itulah Ada beberapa pyes atau yang lainnya pergi ke sekolah Avonlea selama 20 tahun terakhir. Berkahi hati ku. 250 . Jadi tidak akan memberikan kebaikan apapun untuk nya jika kamu menolak. tentu saja kamu akan mengambil sekolah itu. Dia bilang bahwa dia akan mengajar di pasir putih. Nona Lynde. dan semua orang tahu bahwa dia harus membiayai perjalanannya sendiri ke kampus.Tidak sedikitpun dari itu . aku kira mereka menjanjikan itu kepada Gilbert Blythe Ya mereka memberikannya kepada Gilbert . Aku mati tergelitik ketika Thomas datang keruma (pulang) dan memberitahuku. Sehingga dewan memutuskan untuk menerima kamu. sekarang tidak ada pyes yang akan pergi. desis anne Maksud ku.diri sendiri. kamu tahu—dan memberitahu mereka bahwa dia menarik kembali lamarannya.menyewa di white sand. Aku rasa misi hidup mereka adalah menjaga guru sekolah mengingat bahwa bumi bukan rumah mereka. Dia telah menandatangani surat/kontrak dengan dewan pengurus White sands. Tentu saja dia tahu betapa inginnya kamu tinggal bersama marilla. Aku rasa kamu tidak bisa mencegah dia sekarang. Aku akan mengajar di carmody kamu tahu. tawa anne Kamu tahu bahwa kami tetap menjaga tradisi kuno/lama. tapi segera setelah gilbert mendengar bahwa kamu telah melamar itu dia pergi menjumpai mereka— mereka mengadakan rapat perusahaan di sekolah semalam. apakah arti kedipan dan kelipan pada nok atap rumah Barry ? Diana memebri isyarat pada ku untuk pergi. dan aku tidak punya liburan untuk kerja khayalan. juga. aku kira aku seharusnya tidak membiarkan giblet melakukan pengorbannan semacam itu untuk—untuk aku.

Kecantikan itu semua membuat sensasi/getaran di hati dan jiwa anne. Melewati nyanyian laut. Marilla cuthbaert sudah menjadi jinak. menikmati kedamaian dan ketenangan dari tempat kecil itu. Dia mengangkat topinya dengan sopan. namun dia akan lewat diam-diam. Barat merupakan sebuah keagungan dari kelembutan campuran warna. berkabut dan merah lembayung. ucapnya.. dan aku senang hidup didalam mu. ( kesegaran angin berhembus melewati lapangan madu yang manis). Dengan keangkerannya. kamu sangat indah. dan kolam memantulkan mereka semua dalam bayang-bayang gambar fragmen yang lebih lembut. dengan pohon-pohonnya yang memiliki desis seperti udara dingin. Begitulah Sore berikutnya/sore esoknya Anne pergi ke perkuburan kecil di Avonlea untuk meletakkan bunga segar di atas kuburan matthew dan menyirami rumpun mawar skotlandia. Kamu sangat baik— dan aku ingin kamu tahu bahwa aku sangat menghargai itu.—“hantu dari tempat kuno/angker”. dengan pipi merah padam. Di separuh jalan menuruni bukit seorang anak laki-laki yang tinggi datang sambil bersiul digerbang sebelum prekarangan Blythe. Tetapi kesegaran/kegaringan tidak lagi menjadi sifat marilla yang istimewa. dan dia sangat berterimakasih atas terbukanya gerbang jiwanya untuk itu. dan rumput-rumputnya yang berbisik diantara kuburan. Lampu-lampu rumah bersinar disana . Ketika dia pada akhirnya meninggalkan tempat itu dan berjalan sepanjang bukit yang menurun menuju danau dengan air yang berkilau matahari sudah terbenam dan seluruh Avonlea sudah mulai bersiap-siap untuk bermimpi. Nona Lynde menjaga nya dengan sangat ramah/sabar. aku ingin mengucapkan terimakasih padamu karena mengundurkan diri dari sekolah demi aku.Anne berlari menuruni lereng semanggi seperti seorang rusa. Gilbert. Masih ada kelakuan anak-anak dari dirinya dalam beberapa hal (salah deh) Ada kelakuan yang lebih dewasa (perempuan dewasa) dalam dirinya yang lain. bisikan yang terus menerus. pidato yang ramah. Seperti yang nona lynde katakana pada Thomas kemaren malam. 251 . Dia tetap disana hingga menjelang malam/petang. jika anne tidak menghentikan dan menghadang tangan nya.sini diantara pohon-pohon di perkarangan rumah. Dunia tua ku yang terakung. yang mengembalikan kesegaran/kegaringan lamanya sebentar. Jawab marilla. bisiknya. dan siulnya berhenti dari bibirnya seketika dia melihat anne. Dia adalah gilbert. dan menghilang di bayang-banyang pohon cemara dari kayu angker/berhantu.

ucap marilla dengan senyum kering. Aku bertemu dengannya di bukit Barry. Siapa yang jalan bersamamu. Kamu sudah cukup merintangi takdir. marilla. anne?? Gilbert blithe. Namun jika jalan ternyata telah ditentukan bahwa jalan untuknya diperkecil maka dia tahu bahwa bunga-bunga kebahagiaan akan merekah disepanjang jalan itu. Apakah kami benar-benar berada disana selama satu setengah jam?? Sepertinya hanya beberapa menit saja. Marilla terlihat ingin tahu/heran pada anne ketika dia kemudian memasuki dapur. kata gilbert besorak gembira. Tapi kamu mengerti. meskipun aku tidak menyadarinya. dan tiupan mint menghampirinya. Alangkah angsa kecil yang keras kepala aku ini.Gilbert menyambut tawaran tangan anne dengan tak sabar. Kita dilahirkan untuk menjadi sahabat . jawab anne. Lama Anne duduk pada jendelanya malam itu ditemani dengan hati yang senang. Kebahagiaan dari kesungguhan kerja dan cita- 252 . Kamu akan tetap melanjutkan sekolah mu. angin mendengung dengan lembut di pohon-pohon cemara. kami sudah 5 tahun tidak saling berbicara/berbincang. anne. BIntang-bintang berkelip diatas pucuk pohon cemara di dalam lembah dan lampu milik Diana bersinar melewati lembah tua. Aku senang bisa memberikan sedikit jasa untuk mu. jengkel karena menyadari mukanya merah kemalumaluan. masa depan anne telah berakhir sejak malam dia duduk di situ setelah pulang kembali ke rumah dari Queen. Itu bukan kebaikan istimewa aku sama sekali anne. Kita akan menjadi teman baik. Tapi kami sudah memutuskan bahwa akan lebih bijaksana (pantas) menjadi sahabat dimasa mendatang. bukan?Begitu juga dengan aku. Aku sudah—aku seharusnya sudah memberikan pengakuan yang lengkap—meminta maaf sejak dahulu kala. Kami tidak pernah—kami pernah menjadi musuh. Aku tahu kita bisa menolong satu sama lain dalam banyak hal. Aku tidak menyangka kamu dan gilbert blithe merupakan teman yang baik bahwa kamu mau berdiri selama satu setengah jam di pintu gerbang sambil berbicara dengan dia. Ayo. Aku sudah memaafkan kamu pada hari kejadian itu. Apakah kita akan menjadi teman setelah ini?? Apakah kamu sungguh sudah memaafkan kesalahan ku yang telah lampau ? Anne tertawa dan tidak berhasil untuk menarik tangannya. aku akan berjalan pulang bersama mu.

Dunia akan baik-baik saja. Dan selalu ada persimpangan di jalan. Bisik Anne lembut. Edisi Anne dari Atap Rumah Hijau Oleh Lucy Maud Montgomery 253 . Tuhan ada di Surga Nya.cita agung dan persahabatan yang menyenangkan akan menjadi miliknya. Tidak ada apapun yang dapat merampas miliknya dari hak asasi nya berangan-angan atau mimpi-mimpi dari dunia idaman nya.

254 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful