P. 1
Trans Nov

Trans Nov

|Views: 57|Likes:
Published by Juwita Ita

More info:

Published by: Juwita Ita on Mar 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2011

pdf

text

original

Sections

  • Bab I – Terkejutnya Nyonya. Rachel Lynde
  • Bab II – Terkejutnya Matthew Cuthbert
  • BAB III – Terkejutnya Marilla Cuthbert
  • BAB IV – Pagi di Green Gables
  • Bab V – Cerita Anne
  • Bab VI – Marilla Membulatkan Tekad
  • Bab VII – Anne Mengatakan Doa-doanya
  • Bab VIII – Pendidikan untuk Anne Dimulai
  • Bab IX – Nyonya. Rachel Lynde memang Menakutkan
  • Bab X – Permintaan Maaf Anne
  • Bab XI – Kesan Anne akan Sekolah Minggu
  • Bab XII – Sumpah dan Janji yang Sungguh-sungguh
  • Bab XIV – Pengakuan Anne
  • Bab XV – Kegemparan tak Berarti di Sekolah
  • Bab XVI – Diana diundang untuk Minum Teh dengan Akibat Tragis
  • Bab XVII – Daya Tarik Baru dalam Hidup
  • Bab XIX – Konser, Malapetaka dan Pengakuan
  • Bab XX – Khayalan Bagus yang Salah
  • Bab XXI -Vanili Rasa Baru
  • BAB XXII- Anne Diundang Untuk Jamuan Teh
  • BAB XXIII-Anne Gagal dalam Perang Tanding
  • BAB XXIV - Nona Stacy Dan Para Murid nya Membuat Pertunjukan
  • BAB XXV- Mathew Bersikeras dengan Lengan Gelembung
  • Bab XXVII – Kesombongan dan Kekesalan Jiwa
  • Bab XXVIII – Perawan Bunga Lily yang Malang
  • Bab XXIX – Suatu Masa dalam Kehidupan Anne
  • Bab XXX – Disusunnya Kelas Queen
  • Bab XXXI – Tempat Anak Sungai dan Sungai Bertemu
  • Bab XXXII – Daftar Kelulusan Keluar
  • Bab XXXIII – Konser Hotel
  • BAB XXXIV-Anak Perempuan Dari Queen
  • BAB XXXV- Musim dingin di Queen
  • Bab XXXVI
  • Bab XXXVII- malaikat maut yang bernama Kematian
  • BAB XXXVIII- Persimpangan Jalan

Bab I – Terkejutnya Nyonya. Rachel Lynde Nyonya.

Rachel Lynde tinggal di jalan utama Avonlea yang menurun ke lembah kecil, ditinggali oleh wanita dan angota dewan serta dilewati oleh aliran sungai yang berasal dari hutan Cuthbert tua; ini dianggap suatu hal yang sukar dipahami, aliran yang langsung menuju jalannya terdahulu melalui hutan-hutan itu, dengan kolam dan jeram yang misterius; tetapi ketika mencapai Lembah Lynde aliran sungai itu menjadi tenang, arus kecil yang teratur, karena sebuah aliran bahkan tidak dapat melewati pintu Nyonya. Rachel Lynde tanpa sopan santun; mungkin Nyonya. Rachel sengaja duduk di dekat jendelanya, menatap tajam segala sesuatu yang lewat, dari aliran sungai sampai anak-anak, dan jika ia menangkap suatu hal yang aneh atau tidak seharusnya terjadi ia tidak akan bisa beristirahat sampai ia mengetahui alasan mengapa hal itu terjadi. Terdapat banyak sekali orang di Avonlea dan sekitarnya, yang biasa mencampuri urusan tetangganya dan mengabaikan urusannya sendiri; tapi Nyonya. Rachel Lynde adalah salah seorang yang dapat membedakan mana yang merupakan urusan pribadinya dan mana yang bukan. Ia adalah seorang ibu rumah tangga yang menarik; pekerjaannya selalu beres dan rapi; ia “mengadakan” Arisan Menjahit, membantu pengadaan sekolah-Minggu, dan merupakan salah satu andalan Himpunan Bantuan Gereja (Church Aid Society) dan Bantuan Misi Asing (Foreign Missions Auxiliary). Namun begitu Nyonya. Rachel masih memiliki waktu luang duduk berjam-jam di jendela dapurnya, merajut “lengkungan kapas” selimut tebal—ia telah merajut enambelas selimut, sebagai pembersih rumah di Avonlea terbiasa bercerita penuh kekaguman—dan tetap mengawasi jalan utama yang membelah cekungan dan bukit curam di seberang. Sejak Avonlea memiliki sebuah semenanjung segitiga kecil yang menganjur ke Jurang St. Lawrence dengan air di kedua sisinya, siapapun yang keluar darinya atau masuk ke dalamnya harus melalui bukit itu dan melayangkan pandangan ke sarung tangan besi yang tak terlihat kepunyaan Nyonya. Rachel yang dapat melihat segala hal. Ia duduk di sana di suatu sore awal Juni. Matahari tampak hangat dan terang di jendela; kebun buah di lereng bawah rumah tampak meriah dengan kumpulan bunga pink-putih, disertai dengungan sekelompok lebah. Thomas Lynde—pria kecil penyabar yang dipanggil “suami Rachel Lynde” oleh penduduk Avonlea— sedang menanam benih terbaru lobak cina di ladang bukit di seberang lumbung padi; dan Matthew Cuthbert seharusnya sudah menanam benih kepunyaannya di lapangan besar beralur merah di dekat Green Gables. Nyonya. Rachel tahu Matthew harus melakukannya karena malam kemarin di Carmody ia mendengarnya memberitahu Peter Morrison bahwa dia akan menanam benih lobak cina kepunyaannya esok sore. Tentu saja Peter yang menanyakannya, karena Matthew Cuthbert tidak pernah memberikan informasi tentang apapun secara sukarela selama hidupnya.

1

Tapi di sinilah Matthew Cuthbert, jam 3.30 di suatu sore yang sibuk, mengendarai dengan tenang menuruni lembah dan menaiki bukit; bahkan, ia memakai baju kantoran dan pakaian terbaiknya, ini percobaan kecilnya untuk keluar dari Avonlea; dan ia mempunyai kereta kuda berikut kuda betina berwarna coklat kemerahan, yang menunjukkan bahwa ia akan melakukan perjalanan jauh. Sekarang, kemana Matthew Cuthbert akan pergi dan mengapa ia melakukannya? Seperti pria lainnya di Avonlea, Nyonya. Rachel, yang dengan tangkas menggabungkan ini dan itu, mungkin telah menebak dengan cukup tepat jawaban dari kedua pertanyaan tersebut. Tetapi Matthew sangat jarang keluar rumah yang pastinya ada sesuatu yang mendesak dan tidak wajar yang dialaminya; ia adalah pria yang paling pemalu dan tidak suka pergi dengan orang yang tidak dikenal atau pergi ke suatu tempat dimana dia harus berbicara. Matthew, dengan berpakaian ala pegawai kantoran dan mengendarai kereta kuda, merupakan suatu hal yang jarang terjadi. Nyonya. Rachel, yang seperti sedang merenung, tidak habis pikir mengenai hal itu dan malah merusak kesenangannya di sore itu. “Aku akan pergi ke Green Gables setelah minum teh dan menanyakan Marilla kemana ia pergi dan mengapa,” wanita terhormat itu akhirnya memutuskan. “Biasanya ia tidak pernah ke kota pada saat seperti ini dan TIDAK PERNAH berkunjung; jika ia telah menghabiskan benih lobak cina ia tidak akan berpakaian bagus dan mengendarai kereta kuda lagi; ia mengendarai tidak terlalu cepat untuk menemui dokter. Namun pasti telah terjadi sesuatu sejak semalam sehingga ia menjadi seperti itu. Aku betul-betul bingung, itulah sebabnya, pikiran dan hatiku tidak akan tenang sebelum aku tahu apa yang menyebabkan Matthew Cuthbert hari ini keluar dari Avonlea.” Oleh karena itu setelah minum teh Nyonya. Rachel berangkat; ia tidak pergi jauh; rumah besar dengan kebun buah dimana Cuthbert tinggal hanya seperempat mil dari Lembah Lynde. Hanya saja, jalur memanjang membuatnya terasa lebih jauh. Ayah Matthew Cuthbert, mempunyai sifat pemalu dan pendiam sepertinya, telah menghubungi temannya sejauh yang ia mampu tanpa harus benar-benar kembali ke hutan ketika ia telah melihat pekarangan rumahnya. Green Gables dibangun di sisi terjauh dari tanahnya yang kosong dan sampai hari ini, hampir tidak terlihat dari sepanjang jalan utama dimana rumah-rumah Avonlea lainnya terletak. Nyonya. Rachel Lynde sama sekali tidak tinggal di tempat TINGGAL seperti itu. “Ini hanya masalah DAYA TAHAN , itu saja,” katanya seraya berjalan di sepanjang jalur berumput dibatasi bekas roda sepeda, dan dihiasi dengan tumpukan mawar liar. “Wajar saja bila Matthew dan Marilla agak sedikit kolot, sengaja bertempat tinggal jauh di sini. Pepohonan tidak akan banyak menghibur, walaupun mereka tahu banyak sekali pohon di sana. Aku lebih suka bertemu dengan manusia. Pastinya, mereka kelihatan cukup senang; tetapi, menurutku,

2

mereka pernah merasa senang. Seseorang bisa pernah merasakan apapun, bahkan digantung sekalipun, seperti kata orang Irlandia.” Akhirnya Nyonya. Rachel sampai di halaman belakang Green Gables. Halaman itu tampak sangat hijau dan terurus rapi, di satu sisi ditanami dengan pepohonan willow yang banyak dan di sisi lain dengan Lombardy yang rapi. Tak ada satu pun ranting atau batu yang berserakan, karena jika ada pasti Nyonya. Rachel telah melihatnya. Menurutnya pasti Marilla Cuthbert menyapu halaman itu sesering ia menyapu rumahnya. Seseorang yang telah sarapan di situ pasti tidak menumpahkan apa pun. Dengan tangkas Nyonya. Rachel mengetuk pintu dan masuk ke dalam ketika dipersilahkan. Dapur di Green Gables adalah ruangan yang menyenangkan-atau akan menyenangkan jika saja dapur itu tidak dibersihkan ala kadarnya sehingga tampak seperti ruangan yang tidak dipakai. Jendelanya menghadap ke arah timur dan barat; lewat yang barat, tampak halaman belakang, dengan sinar matahari Bulan Juni yang lembut; tetapi yang timur, dimana kamu bisa melihat sekilas pohon cherry putih yang sedang berbunga di kebun buah sebelah kiri dan membuatmu mengantuk, pohon yang agak sedikit masuk ke cekungan dekat anak sungai, menjadi hijau karena dibelit oleh tumbuhan merambat. Di sinilah Marilla Cuthbert duduk, ketika ia duduk, selalu agak sedikit terkena sinar matahari, yang menurutnya terlalu bersinar dan tidak bertanggung jawab, sesuatu untuk dunia agar benar-benar dinikmati; dan di sinilah ia duduk sekarang, merajut, dan meja di belakangnya di letakkan untuk makan malam. Nyonya. Rachel, sebelum ia menutup pintu, telah mencatat di luar kepala segala sesuatu yang ada di atas meja. Ada tiga piring di situ, jadi Marilla pasti berharap ada seseorang yang pulang bersama Matthew untuk minum teh; tetapi lauknya adalah lauk sehari-hari dan hanya ada kepiting dengan salad apel dan satu jenis kue, jadi teman yang diharapkan bukanlah teman khusus. Namun bagaimana dengan baju kantoran dan kuda berwarna merah kecoklatan kepunyaan Matthew? Nyonya. Rachel merasa sangat pusing dengan misteri yang tidak biasa ini mengenai kesunyian, Green Gables yang tidak misterius. “Selamat malam, Rachel,” sapa Marilla lincah. “Bukankah ini malam yang sangat menyenangkan?” Tidakkah kamu mau duduk? Bagaimana kabar temantemanmu?” Sesuatu yang karena kurangnya nama lain bisa disebut sebuah persahabatan yang terjalin dan selalu terjalin di antara Marilla Cuthbert dan Nyonya. Rachel, meskipun—atau mungkin karena—perbedaan mereka. Marilla adalah seorang wanita yang tinggi, kurus, dengan lekuk tubuh tanpa cela; nampak sedikit garis keperakan di rambut hitamnya dan selalu digulung ke belakang menjadi ikatan kecil yang kuat dengan dua jepit rambut. Ia tampak seperti seorang wanita yang kurang berpengalaman dan sedikit kaku, dan ia

3

memang seperti itu; tetapi ada sesuatu yang tidak diketahui tentang mulutnya, yang bila sedikit dipancing, maka akan keluar rasa humornya. “Kami semua baik-baik saja,” kata Nyonya. Rachel. “Aku bahkan mengkhawatirkan KAU, ketika aku melihat Matthew keluar hari ini. Aku pikir mungkin ia pergi ke dokter.” Bibir Marilla mengerucut tanda mengerti. Ia mengharapkan Nyonya. Rachel; ia tahu bahwa perginya Matthew yang tak dapat diprediksikan sangat mengundang keingintahuan tetangganya. “Oh, tidak, aku cukup sehat walaupun kemarin kepalaku sangat sakit,” katanya. “Matthew pergi ke Bright River. Kami mengadopsi seorang anak laki-laki dari panti asuhan di Nova Scotia dan dia akan datang dengan kereta api malam ini.” Jika Marilla mengatakan bahwa Matthew pergi ke Bright River untuk melihat kangguru dari Australia Nyonya. Rachel tidak akan lebih heran. Ia terdiam lima menit. Tak disangkanya Marilla melucu, tetapi Nyonya. Rachel hampir saja terpaksa menduga begitu. “Apakah kau serius, Marilla?” tanyanya ketika suaranya kembali. “Ya, tentu saja,” sahut Marilla, seakan-akan mengadopsi anak dari panti asuhan di Nova Scotia adalah bagian dari pekerjaan musim semi yang biasa dilakukan di ladang Avonlea yang diolah dengan baik daripada menjadi kebiasaan baru yang belum dikenal. Nyonya. Rachel merasa mendapatkan guncangan mental yang parah. Ia berpikir dengan tanda seru. Seorang anak laki-laki! Marilla dan Matthew Cuthbert di antara orang-orang yang mengadopsi seorang anak! Dari sebuah panti asuhan! Baiklah, pasti dunia sudah terbalik! Tak ada lagi hal yang bisa mengejutkannya setelah ini! Tak ada! “Apa yang membuatmu berpikir begitu?” cecarnya tak setuju. Ia melakukannya tanpa meminta saran, dan tak boleh ada keterpaksaan. “Well, kami telah memikirkan hal itu—bahkan selama musim dingin,” jawab Marilla. “Nyonya. Alexander Spencer telah berada di sini sehari sebelum Natal dan ia berkata akan mengadopsi seorang anak perempuan dari panti asuhan di Hopeton pada musim semi. Sepupunya tinggal di sana dan Nyonya. Spencer telah berkunjung ke sini dan tahu semuanya. Sehingga aku dan Matthew sudah mulai sering membicarakannya. Kami pikir kami akan mendapat seorang anak laki-laki. Matthew telah mempersiapkannya bertahun-tahun, kamu tahu—ia berusia 60 tahun—dan ia tidak seaktif sebelumnya. Keadaan hatinya sangat mempengaruhinya. Dan kamu tahu betapa ia sangat berputus asa dan membutuhkan bantuan. Tidak pernah ada seorang pun yang sebodoh itu, anak

4

Perancis yang sedang dalam masa pertumbuhan; dan begitu kamu telah mendapatkannya dan diajarkan sesuatu ia akan bekerja di pengalengan makanan atau State. Awalnya Matthew menyarankan untuk mengadopsi anak dari sebuah keluarga. Tapi aku menolaknya mentah-mentah. “Mungkin mereka benar—aku tidak katakan mereka salah--tetapi tidak ada jalan London Arab dalam kamusku,” kataku. “Paling tidak berikan yang baru dilahirkan padaku. Pasti akan ada resiko, siapapun yang akan kami adopsi. Tetapi aku rasa akan lebih mudah dan akan ada alarm hidup di malam hari jika kami bisa mendapatkan seorang bayi Kanada.” Sehingga pada akhirnya kami memutuskan untuk meminta Nyonya. Spencer mengajak kami ikut ketika ia akan menjemput anak perempuannya. Kami dengar minggu lalu ia telah pergi, jadi kami menitip pesan pada teman Tuan. Spencer di Carmody untuk membawakan seorang anak laki-laki yang pintar, berumur sekitar sepuluh atau sebelas tahun. Menurut kami itu adalah umur yang paling ideal—cukup dewasa untuk melakukan pekerjaan dan cukup muda untuk dilatih dengan keterampilan yang sesuai. Kami akan memberikan tempat tinggal dan pendidikan yang bagus untuknya. Hari ini kami mendapat telegram dari Nyonya. Alexander Spencer—pengantar surat membawanya dari stasiun—yang menyatakan bahwa mereka akan sampai dengan kereta api pukul lima-tigapuluh (5:30) malam ini. Jadi Matthew pergi ke Bright River untuk menemuinya. Nyonya. Spencer akan menurunkannya di sana. Tentu ia akan pergi ke stasiun White Sands sendirian.” Nyonya. Rachel bangga dengan dirinya sendiri yang selalu dapat mengungkapkan pendapatnya; ia akan menyatakannya sekarang, mencoba menyesuaikan tingkah lakunya dengan berita yang luar biasa ini. “Well, Marilla, aku hanya ingin bilang bahwa kau melakukan sesuatu yang sangat tolol—sesuatu yang sangat beresiko, itu saja. Kau tidak tahu apa yang kau coba dapatkan. Kau membawa seorang anak asing ke rumahmu tanpa tahu satu hal pun tentangnya, seperti apa wataknya maupun bagaimana orang tuanya ataupun cara berpakaiannya. Karena, baru seminggu yang lalu aku baca di koran bagaimana seorang pria dan istrinya di bagian barat sebuah Pulau mengadopsi seorang anak dari sebuah panti asuhan dan nak itu membakar rumah mereka pada malam hari—melakukannya DENGAN SENGAJA, Marilla— dan hampir membakar suami istri yang sedang tertidur itu. Dan ada kasus lain dimana seorang anak adopsi pernah mengisap telur—mereka tidak bisa melarangnya. Jika kau meminta nasihatku dalam masalah ini—yang tidak kau lakukan, Marilla—sungguh aku akan mengatakan jangan pernah berfikir untuk melakukannya, itu saja.” Usaha itu tampak tidak mempengaruhi Marilla sedikit pun. Ia tetap pada prinsipnya. “Aku tak menyangkal bahwa apa yang kau katakan ada benarnya, Rachel. Sebenarnya aku merasa ragu. Tetapi Matthew telah merencanakannya dengan matang. Itu yang aku lihat, jadi aku mengalah. Matthew sangat jarang

5

itu saja. tetapi bila ia pada saat itu melihat anak itu 6 . Rachel dengan nada yang menunjukkan kesangsiannya. “Aku tampak seakan-akan sedang bermimpi. dalam kasus itu yang melakukannya adalah anak perempuan. karena Matthew dan Marilla dibesarkan ketika sebuah rumah baru dibangun—jika mereka pernah MENJADI anak-anak. dari semuanya yang pernah atau akan terjadi!” seru Nyonya. Bagaimanapun tampaknya terlalu gegabah untuk berpikir tentang seorang anak di Green Gables. yang sulit dipercaya ketika seseorang melihat mereka. hampir segala hal yang dilakukan manusia di dunia ini memiliki resiko. jika ia pernah memiliki seorang kakek. belum pernah ada di sana.” “Well. Tetapi. “Well. aku merasa sedih tentang anak miskin itu dan ia tak bersalah. kuharap itu akan berhasil dengan baik. Tetapi aku kasihan padanya. paling tidak untuk mengurangi beban pikiran Marilla.” Nyonya.” kata Nyonya. Hal itu pasti tidak akan menjadi sensasi bagi siapa pun. jadi ketika ia melakukannya maka aku rasa aku yang harus mengalah.” sahut Marilla. Jadi ia pergi. Aku tidak akan pergi ke panti asuhan itu apa pun alasannya. Kami tidak mengambilnya dari Inggris atau State. Rachel memang suka membuat sensasi. IA tidak akan segan-segan mengadopsi seluruh anak panti asuhan jika ia memikirkan hal itu.merencanakan sesuatu. yang belakangan merasa sangsi dan takut dengan keputusannya karena pengaruh dari rasa pesimis Nyonya. Well. Aku heran mengapa Nyonya. kami tidak akan mengambil anak perempuan. Dan untuk masalah resiko. Orang yang bisa mempunyai anak kandung sendiri juga bisa beresiko—jika mereka tidak bisa memeliharanya dengan baik. dan kenyataannya Nyonya. Tetapi dalam perkiraannya paling tidak akan ada dua jam sebelum Matthew sampai. sehingga ia bisa pergi ke Jalan Robert Bell dan menyampaikan berita itu. “Well. seakan-akan memasukkan racun ke dalam minuman adalah suatu keterampilan yang hanya bisa dilakukan oleh anak perempuan dan tidak takut bila hal itu dilakukan oleh anak laki-laki. Hanya saja. Rachel. Alexander Spencer melakukannya. Rachel di semak-semak mawar liar adalah bukan karena hatinya tidak baik. “Aku tak pernah bermimpi akan mengasuh seorang anak perempuan. “Tapi jangan katakan aku tidak mengingatkanmu jika dia membakar Green Gables atau memasukkan strychnine ke dalam cairan—aku mendengar sebuah kasus di New Brunswick dimana seorang anak panti asuhan melakukannya dan seluruh keluarga meninggal dalam keadaan yang sangat mengerikan.” Jadi apa yng dikatakan oleh Nyonya. Rachel lebih suka untuk tetap di situ sampai Matthew pulang dengan anak yatim yang diambilnya. Selain itu Nova Scotia sangat dekat dengan pulau itu. yang sepertinya tidak meyakinkan ia pernah punya. Matthew dan Marilla tidak tahu apa-apa tentang anak-anak dan mereka mengharapkan anak itu bisa lebih dewasa dan kuat seperti kakeknya. Rachel tibatiba begitu ia keluar. Ia tidak akan berbeda jauh dengan kami.

Ketika ia sampai di Bright River sama sekali tak ada tanda-tanda adanya kereta api. jadi ia mengikatkan kudanya di halaman hotel kecil di Bright River dan pergi ke stasiun. kecuali pada saat ia bertemu beberapa wanita dan harus menganggukkan kepala pada mereka--karena di daerah Pangeran Edward kau diharuskan mengangguk ke semua orang yang kau temui di jalan. dan sekarang lagilagi hutan pohon balsamy dilintasinya atau sebuah lubang dimana terdapat buah-buah prem liar yang sudah agak matang. ia duduk dan menunggu dengan seluruh kekuatan dan kemampuannya. Rachel. dengan bentuk badan yang kaku dan rambut abu-abu panjang yang menyentuh bahu bungkuknya. Udara terasa begitu segar dengan aroma apel dari kebun buah dan padang rumput membentang ke kaki langit berkabut dan berwarna ungu. penampilannya pada saat ia berusia enam puluh tahun ini sangat mirip dengan pada saat ia berumur dua puluh tahun. sementara “Burung-burung tampak seperti sedang bernyanyi Suatu hari di musim panas sepanjang tahun. hanya saja bila rambutnya tidak abu-abu. dan jenggot coklat yang memenuhi dagunya yang telah ada sejak ia berumur dua puluh tahun. Platform stasiun yang panjang hampir saja ditinggalkannya. hampir tidak tahu bahwa itu ADALAH seorang anak perempuan. Sebenarnya. baik kau mengenalnya atau tidak. Ketika ia melihat anak perempuan itu ia hampir tidak bisa mengenali ketegaran dan pengharapan dari ekspresi dan kelakuannya. Itu jalan yang bagus. Anak itu duduk di sana menunggu sesuatu atau seseorang dan. Matthew. ia mengira ia terlalu cepat sampai.” Matthew menikmati caranya mengemudi. ia merasa tidak nyaman karena makhluk misterius itu sering menertawakannya diam-diam. berada di sepanjang jalan di antara tanah dan rumah-rumah pertanian yang rapi. satu-satunya makhluk hidup yang tampak di matanya adalah seorang anak perempuan yang sedang duduk di ujung platform. 7 . karena penampilannya tampak aneh. karena duduk dan menunggu adalah satu-satunya hal yang bisa dilakukannya.menunggu dengan sabar di Stasiun Bright River pasti ia akan lebih merasa kasihan. ia berjalan menyamping melalui anak itu secepat mungkin tanpa melihatnya. Bab II – Terkejutnya Matthew Cuthbert Matthew Cuthbert dan kuda coklatnya bergerak perlahan dalam perjalanan sejauh delapan mil ke Bright River. Mungkin ia benar. Matthew takut pada setiap wanita kecuali Marilla dan Nyonya.

sebaiknya anda bertanya pada anak itu. Kurasa.” Ia berjalan dengan gaya. yang tampak hijau pada cahaya tertentu dan abu-abu pada cahaya yang lain. “Tapi ada seorang penumpang yang diturunkan untuk anda—seorang anak perempuan kecil. Seharusnya ia sudah berada di sini. ‘Ada banyak kesempatan untuk berkhayal. itu sudah pasti. “Sepertinya ada kesalahan. Aku menyuruhnya masuk ke ruang tunggu wanita. “Kereta api jam lima-tiga puluh sudah masuk tadi dan sudah berangkat setengah jam yang lalu. 8 . tetapi pengamat awam akan melihat hal ini: Seorang anak berumur sekitar sebelas tahun. dan Matthew yang malang ditinggal untuk melakukan sesuatu yang baginya lebih sulit dari menghadapi singa di kandangnya—berjalan ke arah anak itu—seorang anak perempuan yatim—dan mempertanyakan mengapa ia bukan seorang anak laki-laki. berharap Marilla berada di situ untuk mengatasi keadaan itu.” kata Matthew putus asa. Ia duduk di luar sana di platform.” sahut Matthew langsung. Matthew tak lagi bersemangat ketika ia berbalik dan berjalan dengan terseret ke arahnya. Wajahnya kecil. Matthew tidak memandangnya dan tidak akan melihat seperti apa anak itu. putih dan kurus. Spencer keluar dari kereta api dengan anak itu dan menyuruhku menjaganya. dia sedang sakit. ada dua kepangan rambut yang sangat tebal. mulutnya besar begitu juga matanya. Ia memakai topi pelaut berwarna coklat yang sudah pudar dan di bawah topi.’ sambungnya. pakaian kusut berwarna kekuning-kuningan yang sangat jelek. berwarna hampir kemerahan. “Aku datang untuk menjemput seorang anak laki-laki.Matthew melihat bahwa petugas stasiun sedang bersiap-siap mengunci loket tiket karena akan pulang untuk makan malam. Itu yang aku tahu—dan tidak ada lagi anak panti asuhan yang bersembunyi di sini. Nyonya. juga banyak bintik. Mungkin tidak ada anak laki-laki seperti yang anda mau. merasa lapar.” kata petugas itu tak acuh. menjulur ke punggungnya.” Petugas itu bersiul. berpakaian sangat pendek. Anak itu telah melihat Matthew sejak ketika Matthew melewatinya dan sekarang ia sedang menatapnya. sangat ketat. Ia berkata bahwa anda dan saudari anda mengadopsinya dari sebuah panti asuhan dan anda akan menjemputnya segera.” jawab petugas itu cepat.” katanya. “Nyonya. Alexander Spencer membawanya dari Nova Scotia untukku. tetapi ia bersikeras untuk menunggu di luar.” “Aku tidak mengerti. dan bertanya padanya apakah kereta api pukul lima-tiga puluh akan segera tiba. “Aku yakin ia bisa menjelaskannya—dia bisa bicara. “Well.” “Aku tidak menunggu seorang anak perempuan.

Saya tidak akan merasa takut. pengamat luar biasa kami yang melihat dengan jelas telah menyimpulkan bahwa tidak ada jiwa biasa yang bisa menempati tubuh dari wanita kecil yang tersesat ini yang lucunya justru Matthew takuti.” anak itu menjawab dengan gembira. saya sangat senang anda datang. Ia tidak tega mengatakan pada anak dengan mata yang penuh semangat itu bahwa telah terjadi sebuah kesalahan. tampaknya akan 9 . “Benarkah anda Tuan. kemudian ia sudah memutuskan apa yang harus dilakukannya. walaupun akan menyenangkan tidur di pohon cherry liar. “Saya sangat senang bertemu anda. suara yang bagus. jadi semua pertanyaan dan penjelasan mungkin sebaiknya ditunda sampai ia kembali ke Green Gables dengan selamat. “Tas ini tidak berat. singkatnya. Saya membawa seluruh barang duniawi yang saya punya. mulutnya berbibir manis dan ekspresif. Awalnya saya takut anda tidak datang untuk menjemput saya dan membayangkan segala sesuatu yang mungkin menghalangi anda. merasa berat untuk memulai pembicaraan. Berikan tasmu. saya bisa membawanya. dengan tangannya yang coklat dan kurus ia memegang pegangan tas-karpet kuno yang lusuh. karena begitu anak itu menyimpulkan bahwa Matthew datang untuk menjemputnya maka dia segera berdiri. seorang pengamat luar biasa mungkin melihat bahwa dagunya sangat runcing. Matthew. Oh. tetapi tidak berat. ia akan membawanya pulang dan membiarkan Marilla yang akan melakukannya.Sejauh ini. Dan bila tas ini tidak dibawa dengan cara tertentu maka pegangannya akan terbuka—jadi sebaiknya saya yang membawanya karena saya tahu cara yang tepat untuk membawanya. Saya senang karena saya suka mengemudi. Spencer bilang sejauh delapan mil. “Ayo ikutlah. Ini benar-benar tas-karpet tua. Saya sudah memutuskan jika anda tidak datang menjemput saya malam ini maka saya akan pergi ke pohon cherry besar di tikungan itu. Kudanya ada di halaman. Bagaimanapun anak itu tidak mungkin ditinggalkan di Bright River. dan bukankah akan sangat menyenangkan tidur di sebatang pohon cherry liar yang semuanya seperti berwarna putih di bawah sinar bulan? Anda bisa membayangkan bila anda merenung di sebuah aula dari pualam kan? Dan saya sangat yakin anda akan datang menjemput saya keesokan paginya. dia ulurkan pada Matthew. pengamat biasa. apa pun kesalahan yang telah terjadi. “Maaf aku terlambat.” Matthew menggeggam tangan yang kecil dan kurus itu dengan canggung.” “Oh. Oh. dahinya lebar dan penuh. dan memanjatnya untuk kemudian tinggal disitu semalaman. mata besarnya penuh dengan semangat hidup dan kegembiraan. Bagaimanapun.” ia berkata malu-malu. jika anda tidak datang malam ini. Bukankah kita akan melakukan perjalanan jauh? Nyonya. Matthew Cuthbert dari Green Gables?” Dia bertanya dengan sangat jelas.

yang diculik dari orang tuanya saat dia kecil oleh seorang perawat kejam yang meninggal sebelum ia sempat mengakuinya. aku tidak tahu. anda tahu—orang-orang di panti asuhan—sama saja seperti dipanti asuhan lain. bagian jalan yang masuk ke dalam karena tanahnya agak lembek. selain karena kehabisan napas juga karena mereka telah sampai di kereta kuda. Kamu tahu. Tapi aku benar-benar berharap akan memiliki sebuah gaun putih suatu hari nanti. karena saya tidak punya waktu di siang hari. Anak itu tidak berbicara lagi sampai mereka meninggalkan desa dan menuruni bukit kecil yang curam. semuanya putih dan seperti renda?” tanyanya. Nyonya. Saya sangat suka membayangkan saya sangat manis dan gemuk berisi. Saya tinggal di situ hanya selama empat bulan.sangat menyenangkan tinggal dengan anda dan menjadi anak anda. tentu saja—seorang pengantin wanita berpakaian serba putih dengan kerudung seperti kabut yang indah. semua anak panti 10 . Saya rasa anda bukanlah seorang yatim yang pernah tinggal di panti asuhan. “Bukankah itu bagus? Apa yang anda pikirkan ketika melihat pohon yang menjulur ke jalan. Saya rasa itulah sebabnya mengapa saya kurus —SAYA sangat kurus. tetapi itu sudah cukup. “Mengapa. Aku rasa mungkin orang-orang yang berbakti kepada gereja tidak terlalu khusus. Tadi pagi ketika meninggalkan panti aku merasa sangat malu karena aku harus mengenakan baju lusuh tua yang mengerikan ini. Spencer bilang saya nakal karena mengatakan hal itu. Aku orang yang sangat rumahan jadi tidak akan ada yang mau menikahiku. Bahkan lebih buruk dari yang anda bayangkan. Aku sendiri belum berharap menjadi pengantin. Saya belum pernah menjadi anak siapapun—sebenarnya tidak juga. berada beberapa kaki di atas mereka. tapi aku bisa membayangkan seperti apa. Sangat mudah menjadi nakal tanpa mengakuinya kan? Mereka baik. Anak itu mengeluarkan tangannya dan mematahkan batang prem liar yang menggores bagian samping kereta kuda. kan? Tidak ada daging di tulang saya. seorang mempelai wanita. dengan lesung pipit di pipi. Dan seingatku aku belum pernah memiliki sebuah gaun bagus sepanjang hidupku—tetapi tentu saja lebih penting melihat ke depan bukan? Dan kemudian aku membayangkan sedang berpakaian yang indah. “Well.” sahut Matthew. tetapi saya tidak bermaksud begitu. yang pinggirannya ditumbuhi pohon cherry liar dan pohon birch kecil. Itulah yang akan sangat membahagiakanku di dunia. Aku menyukai baju bagus.” Kemudian teman si Matthew itu berhenti berbicara. Aku belum pernah melihatnya. Tetapi panti asuhan merupakan hal terburuk. Sangat menyenangkan untuk membayangkan hal-hal tentang mereka—membayangkan mungkin anak perempuan yang duduk di dekat anda adalah benar-benar anak perempuan dari bangsawan Inggris. jadi mungkin anda tidak mengerti seperti apa rasanya. Saya pernah terbangun di malam hari dan membayangkan hal-hal seperti itu.

Tetapi ia tidak pernah menduga akan terlibat dalam suasana seperti itu dengan seorang anak perempuan. dan sebuah jam tangan emas. serta sarung tangan dan sepatu boot anak-anak.harus mengenakannya.” Matthew. Apakah anda lebih suka bila aku tak berbicara? Jika menurut anda begitu maka aku akan berhenti. walaupun itu sulit. Aku juga merasa begitu. ya kan? Ketika kami naik kereta api aku merasa seakan semua orang melihat ke arahku dan mengasihaniku. karena harus mengawasiku agar tidak jatuh ke laut. Ia bilang tidak punya waktu untuk sakit. Aku sangat menyukainya. Bukankah sangat memuaskan bisa memikirkan semua hal yang bisa diketahui? Hal itu membuatku merasa senang bisa hidup—sungguh dunia yang menarik. Tetapi jika karena dengan begitu maka ia tidak mabuk laut. kan? Apakah tidak akan ada lagi ruang untuk berimajinasi? Tetapi apakah aku terlalu banyak bicara? Orang-orang selalu bilang aku begitu. Oh. dan sangat senang akan tinggal di sini. Aku tidak sakit selama di kapal. dan aku pernah berkhayal tinggal di sini. Seperti kebanyakan teman yang pendiam ia menyukai orang yang ‘cerewet’ ketika mereka mau bericara sendiri dan tidak mengharapkannya menimpali. Sangat menyenangkan bila impianmu menjadi kenyataan kan? Tetapi jalan-jalan merah itu sangat lucu. Beberapa orang mengatakan ia melakukannya karena kain itu tidak laku. “Well. Ia benci cara mereka berjalan pelan 11 . Aku sering mendengar bahwa Pulau Pangeran Edward adalah tempat terindah di dunia. Ia bilang tidak ada gerakanku yang perlu dikhawatirkan. Aku bisa BERHENTI bila aku mengusahakannya. Bagaimanapun kaum perempuan sudah cukup buruk. tapi aku lebih percaya itu karena kebaikannya. aku bertanya pada Nyonya. Ia bilang aku sudah menanyakannya berkali-kali. Dunia tidak akan berkurang daya tariknya bila kita mengetahui semua hal. Begitu juga dengan Nyonya. terkadang itu merupakan salah satu hal untuk mengetahui sesuatu. Ketika kami naik ke kereta api di Charlottetown dan jalan merah itu mulai berlalu dengan cepat. karena masih merasa terkejut. Spencer mengapa warnanya merah dan ia bilang ia tidak tahu dan sayangnya aku tidak boleh bertanya apa-apa lagi padanya. di sana ada lebih banyak pohon cherry yang sedang berbunga! Pulau ini adalah tempat yang paling indah. asyik dengan dirinya sendiri. bukankah aku sangat baik? Dan aku mau melihat semua hal yang bisa dilihat dari kapal. Spencer walaupun sebenarnya dia agak kurang sehat. Aku langsung merasa gembira dan menikmati perjalananku ke pulau dengan seluruh kemampuanku. aku tidak tahu. Tetapi aku tetap melanjutkan pekerjaanku dan berkhayal seolah aku mengenakan baju sutera biru muda yang paling indah—karena ketika anda SEDANG berkhayal mungkin anda juga berkhayal tentang sesuatu yang berguna—dan topi besar penuh bunga dan bulu yang menjuntai. tapi bagaimana kamu tahu banyak hal bila kamu tidak bertanya? Dan APA yang membuat jalan itu merah?” “Well. Seorang pedagang di Hopeton memberikan tiga ratus kain meteran lusuh untuk panti. tetapi seorang anak perempuan lebih parah.” sahut Matthew. tetapi aku tidak pernah menyangka bisa mewujudkannya. karena aku tidak tahu apakah akan ada kesempatan lain.

begitulah pohon yang ada di sana. dan walaupun ia merasa agak kesulitan karena kurang pintar untuk menyeimbangi kepribadian anak itu yang sangat lincah. Aku pernah berkata pada mereka. kau bisa tumbuh besar kan? Tetapi kau tak bisa tumbuh di tempatmu sekarang. Spencer bilang tempat anda bernama Green Gables. Aku sungguh tahu bagaimana perasaanmu. Tapi jika anda memiliki ide hebat maka anda harus menggunakan kata-kata hebat untuk mengungkapkannya. Aku selalu mengimpikan bisa tinggal di dekat aliran sungai. Spencer.” “Oh. menurut anda ini warna apa?” 12 .’ Aku menyesal meninggalkan mereka tadi pagi. dengan lirikan mata. Dan di panti sama sekali tidak ada pohon. ‘Oh. Tetapi perempuan cantik berbintik ini berbeda.” “Well. Nyonya. Mereka tampak seperti anak-anak panti itu sendiri. “Nyonya. Aku sudah diberitahu berkali-kali. Aku menjadi semakin senang. Anda juga pernah merasa sangat dekat dengan sesuatu seperti itu.” kata Matthew. seolah ia akan mengunyah mereka bila mereka berani berbicara. ada satu berada langsung di bawah rumah. Spencer bilang lidahku pasti tergantung di tengah. kan? Bukankan sangat menyenangkan kalau bisa menjadi nyata? Tetapi tadi aku hampir merasa benar-benar bahagia. kan? Apakah ada anak sungai di suatu tempat sekitar Green Gables? Aku lupa menanyakannya pada Nyonya. hanya ada beberapa tumbuhan yang sangat kecil di depan dengan benda-benda bercat di sekitarnya. Dan orang-orang menertawakanku karena aku mengucapkan kata-kata hebat. Rasanya lega dapat berbicara ketika seseorang mau dan tidak menganggap bahwa anak-anak hanya harus dilihat tapi tidak didengar. Saya tidak keberatan. ia rasa “seperti menyukai celotehannya. Aku sangat menyukai pepohonan. tampaknya masuk akal.” Jadi ia berkata malu-malu seperti biasa: “Oh. pohon kecil. Dan ia bilang tempat itu dikelilingi pohon. Aku menanyakan padanya semua hal tentang tempat itu. ya.” “Keren. Seperti itulah tipe gadis di Avonlea. Tetapi sebenarnya tidak—malah terikat kuat di sebuah ujung. kamu boleh bicara sebanyak yang kamu mau. aku sangat senang. Mimpi tidak selalu menjadi kenyataan.melewatinya dengan malu-malu. Aku tidak merasa benar-benar bahagia karena—well. ya kan? “Well. Aku pernah tidak tega melihat pepohonan itu. benda kecil yang MALANG! Jika kau berada di luar di sekitar kayu-kayu besar dengan pepohonan lain di dekatmu dan lumut serta Junebells tumbuh di akarmu dan anak sungai yang mengalir tak jauh serta burung-burung bernyanyi di dahanmu. Aku tahu kita dapat bergaul dengan baik. Meskipun aku tak menyangka bisa melakukannya.

Cuthbert!!!” 13 . Tidak ada orang berambut merah yang bisa bahagia. sering. Tuan. Nyonya. kan?” katanya.” “Aku juga. Aku tak pernah bisa memutuskan. Aku berkhayal memiliki corak kulit kemerahan yang bagus dan mata bercahaya yang indah.” Matthew mengaku jujur. Cuthbert! Oh.’ Tetapi setiap saat AKU SADAR rambutku hanya berwarna merah dan aku merasa kecewa.” sahut Matthew. Ia merasa seperti waktu ia kecil dulu ketika seorang anak laki-laki mengajaknya naik komidi putar pada waktu piknik. Bagaimanakah batu pualam dari lereng terjal? Aku tidak pernah tahu. Anak itu melepaskan kembali pegangan pada kepangannya dengan pandangan yang tampaknya merasa terhina dan menghela napas sedih. Spencer berkata—oh. Anda lebih suka menjadi seperti apa—secantik dewi atau sangat jenius atau sebaik malaikat?” “Well. sehitam sayap burung gagak. “Aku pernah. warnanya memang merah. Sudah pasti aku tak pernah bisa menjadi sebaik malaikat. Aku bisa membayangkannya. yang merasa agak pusing. “Warnanya merah. Aku pernah membaca novel tentang anak perempuan yang menderita seumur hidupnya tetapi bukan karena rambut yang berwarna merah. Pernahkah anda membayangkan bagaimana rasanya menjadi seseorang yang sangat cantik?” “Well. Tuan.Ia menggerakkan salah satu kepangan rambut panjang berminyak di atas bahunya di depan Matthew. Rambutnya benar-benar ikal emas seperti batu pualam dari lereng terjal. tetapi kali ini tak ada yang diragukannya. “Well. “Ya.” katanya pasrah. Tetapi aku TIDAK BISA membayangkan rambut merah itu. belum pernah. Aku mencoba membayangkan. aku rasa aku tidak mengetahuinya. “Sekarang anda tahu mengapa aku tidak benar-benar bahagia. Hal ini akan menjadi duka seumur hidupku. Cuthbert!! Oh. apapun itu pasti sesuatu yang menarik karena ia sangat cantik. aku—aku tak tahu pasti. Matthew tidak pernah menilai warna kunciran rambut seorang perempuan. tidak. Aku tidak terlalu keberatan dengan yang lainnya—bintik-bintik dan mata hijau serta tubuhku yang terlalu kurus. Tuan. Tetapi tidak akan terlalu berbeda karena sepertinya aku juga tidak akan menjadi seperti salah satu di antaranya. Apakah anda tahu?” “Well. ‘Sekarang rambutku berwarna hitam indah. Aku sudah berusaha semampuku.

Di atasnya terdapat sebuah kanopi panjang beraroma salju. Spencer. sebagai ganti karena sudah terlalu lama membisu dalam perjalanan dengan satu-satunya alasan. seenergik ketika ia bicara. merupakan jalan terbentang sejauh empat atau lima ratus meter. “Oh. “Tempat yang kita lalui tadi—tempat bercahaya putih itu—apa itu?” “Well.” “Bagus? Oh. begitulah masyarakat Newbridge menyebutnya. “Itu merupakan tempat yang bagus. diselingi dengan pepohonan apel dimana-mana. Dia bersandar di kereta kuda. ini nyata. Masih dengan wajah yang gembira ia memandangi sunset di barat dari kejauhan.” kata Matthew setelah merenung beberapa lama.Itu bukan perkataan Nyonya. Kata-kata itu tidak cukup. Tuan. Keindahannya membuat anak itu tak berkutik. BAGUS sepertinya bukan kata yang tepat untuk itu. Tidak juga indah. Cuthbert?” 14 . sebuah desa kecil yang hiruk pikuk dimana anjing menggonggongi mereka dan anak-anak kecil menirukan suara burung hantu serta wajah–wajah penuh ingin tahu yang mengintip dari jendela. Bahkan ketika mereka telah melewatinya dan menuruni lereng yang cukup jauh ke Newbridge ia tidak bergerak ataupun berbicara. “Avenue”. wajahnya mendongak terpesona dengan cahaya putih yang semarak di atas. pasti yang kau maksud Avenue. Di bawah dahan besar suasana berwarna ungu senja dan jauh di depan tampak terlukis langit dengan matahari terbenam yang bersinar seperti setangkai mawar indah di jendela di ujung jalur antara tempat duduk dalam gereja. Tuan. Hal itu sangat memuaskanku”—ia meletakkan sebelah tangan di dadanya—“Aku merasakan sakit yang aneh namun menyenangkan. tepatnya menakjubkan—menakjubkan. Ketika tiga mil lagi mereka lalui anak itu masih tidak berbicara. Cuthbert. Ia bisa tetap diam. Sampai di Newbridge. “Kamu pasti merasa sangat lelah dan lapar.” Anak itu tersadar dari lamunannya dan menghela napas panjang dan memandanginya dengan tatapan penuh impian dari jiwa yang mengagumi dari kejauhan. Pernahkah anda mengalaminya. menuju angkasa. “Tetapi kita tak akan lama lagi—hanya beberapa mil lagi. mereka melakukan perjalanan. Oh. juga bukan dari seorang anak yang jatuh dari kereta kuda atau Matthew melakukan sesuatu yang mengejutkan. Mereka baru saja melewati tikungan di jalan dan menyadari mereka berada di “Avenue”. dengan pandangan yang mengandung banyak impian megah melintasi background yang bercahaya itu.” sahutnya lirih. masih dalam diam. mendekap tangannya yang kurus.” Matthew akhirnya memberanikan diri mengatakannya. yang ditanam bertahun lalu oleh seorang petani tua yang aneh. Itu hal pertama yang pernah aku lihat yang tak terjangkau oleh daya khayalku.

tapi aku akan selalu menyebutnya the White Way of Delight. Jembatan merentang di tengahnya dan dari sana sampai ke ujung yang lebih rendah. walaupun belum begitu gelap. Apakah ada sesuatu yang pernah membuat anda bergetar?” 15 . suara koor kodok yang penuh duka namun terdengar indah. tampak hampir seperti sebuah sungai yang sangat panjang dan berliku. Dimana-mana buah plum liar muncul dari tepian seperti seorang anak perempuan berpakaian putih sedang berdiri berjinjit di bayangannya sendiri. Bagaimanapun aku pernah mengalaminya. Oh.“Well. “Oh. itu nama paling tepat untuknya. Anda tahu. Aku tahu karena getaran hatiku. Ya. Tetapi aku gembira karena akan pulang ke rumah. Ada seorang anak perempuan di panti bernama Hepzibah Jenkins. bukankah itu sangat bagus!” Mereka telah sampai di puncak bukit. seingatku aku tidak pernah punya rumah yang sebenarnya. Benarkah kita akan sampai ke rumah sebentar lagi? Aku gembira dan aku menyesal. airnya menjadi semarak dengan warna yang berubah-ubah —pembuatan bayangan yang paling spiritual dari bunga crocus dan mawar serta kehijauan surgawi. Di atas jembatan kolam mengalir ke belukar perbatasan dengan pohon fir dan maple dan membuat semuanya jernih oleh bayangannya yang bergerak-gerak. Di bawah terdapat kolam. Di sekitar kebun apel putih jauh di lereng tampak sebuah rumah kecil berwarna abu-abu dan. Dan seringnya sesuatu itu tak lebih menyenangkan. Orang lain boleh menyebut tempat itu Avenue. Nama itu tak punya arti. “Itu adalah kolam Barry. Bukankah itu nama khayalan yang bagus? Ketika aku tak menyukai nama suatu tempat atau orang aku selalu mengimajinasikan gantinya dan juga selalu memikirkannya. aku rasa belum pernah. Tetapi seharusnya mereka tidak menyebutnya Avenue. tetapi aku selalu membayangkannya sebagai Rosalia DeVere.” kata Matthew. Aku akan menyebutnya—sebentar—the Lake of Shining Waters. aku juga tidak menyukai namanya. di mana sebuah batu amber bercorak dengan pasir bukit yang melingkupinya dari gelapnya biru jurang di seberang. Dari rawa di ujung kolam terdengar jelas. Mungkin saja sesuatu yang lebih menyenangkan akan terjadi. tetapi anda tak pernah bisa memastikannya. Aku gembira karena perjalanan ini begitu menyenangkan dan aku selalu menyesal ketika sesuatu yang menyenangkan harus berakhir. Seharusnya mereka menyebutnya—sebentar—the White Way of Delight.” “Aku sering mengalaminya—kapan saja aku melihat sesuatu yang benar-benar indah. Ketika aku menemukan nama yang tepat maka itu akan membuat hatiku bergetar. Hal ini membuatku merasakan lagi rasa sakit yang menyenangkan hanya karena memikirkan bahwa aku akan pulang ke rumah yang benar-benar nyata. ada cahaya lampu dari salah satu jendelanya. dengan warna-warna lain yang sukar dimengerti karenanya namanya tak pernah diketahui.

Aku lebih suka Jane atau Mary atau nama yang lebih masuk akal seperti itu. “Nama yang benar-benar sungguh bagus!” “Well.” “Ia memiliki seorang anak perempuan berumur sekitar sebelas tahun. Orchard Slope nama tempat tinggalnya. Sekarang aku akan melihat ke belakang. “Well. Aku tak sanggup membayangkan bahwa mungkin ketika kita baru berada di tengahnya. aku tak tahu. Air itu tampak seolah sedang tersenyum padaku. Barry tinggal di sana di rumah itu. Jika bukan karena ada semak belukar lebat di belakangnya maka kamu bisa melihat Green Gables dari sini. Aku pikir itu tidak bisa benar-benar seperti getaran yang aku maksud. Apakah anda berpikir sebaliknya? Tampaknya tidak banyak hubungan antara kepompong dengan danau dengan air yang bercahaya.” “Oh!” serunya dengan napas tertahan. ya. seperti aku juga mengucapkannya pada orang-orang dan kurasa mereka menyukainya. Aku akan menutup mataku rapat-rapat. mereka akan merubuhkannya seperti pisau-yoker dan kemudian memangsa kita. menurutku. jadi ada sekitar hampir setengah mil lagi jauhnya.” “Apakah Tuan. Ada sesuatu yang mengerikan. Jadi aku menutup mataku. Barry memiliki anak perempuan kecil? Well. Pasti bunyinya akan sangat bergemuruh! Aku selalu menyukai bagian bergemuruh itu! Bukankah sangat bagus bisa menyukai banyak hal di dunia ini? Kita sudah sampai di ujung. Tetapi kita harus melintasi jembatan dan jalan. tidak terlalu kecil juga—kira-kira seusiaku. Namanya Diana. Aku benci corak mereka. kita sudah sampai di jembatan. kan? Tetapi mengapa orang-orang menyebutnya kolam Barry?” “Aku rasa karena Tuan. Lake of Shining Waters sayang. jika jembatan BENAR-BENAR rubuh aku ingin MELIHATnya rubuh.Matthew berpikir. Karena.” “Aku berharap ada juga seorang guru seperti itu ketika aku lahir. Aku selalu merasa takut ketika berjalan melintasi jembatan. Hatiku selalu seperti bergetar ketika melihat kepompong putih jelek yang ada di kebun timun.” Ketika mereka sudah semakin jauh melintasi bukit dan mendekati sudut Matthew berkata: 16 . Oh. Aku selalu mengucapkan selamat malam pada segala sesuatu yang aku sukai. “Oh. anda tahu. Tetapi ketika Diana lahir ada seorang guru asrama di sana kemudian memberinya nama dan mereka memanggilnya Diana. Selamat malam. Tetapi aku harus selalu membukanya lagi ketika aku merasa hampir dekat ke tengah.

Tetapi INI nyata dan kita hampir sampai ke rumah. Matahari sudah beberapa saat lalu terbenam. Mereka melintasi Lembah Lynde. Mata anak itu bergerak cepat. Dengan menghela napas kegirangan ia kembali terdiam. dari jalan tampak cahaya putih redup dengan pepohonan yang sedang berbunga dalam cahaya senja hutan sekitar. dimana suasana sudah sangat gelap. Akhirnya. jauh di belakang. jadi aku berhenti mencubit. Setiap saat aku merasakan perasaan ngeri yang memuakkan dan aku takut ini semua hanya mimpi. Itu Green Gables di sana—“ “Oh.” potongnya cepat. Di atasnya. Matthew jadi susah bergerak. Aku yakin bisa menebak dengan benar. Matthew menggegas tali kekang pada punggung kudanya dengan semangat. Anda tahu. Kemudian aku akan mecubit diriku sendiri untuk memastikan bahwa ini nyata—sampai tiba-tiba aku ingat jika ini memang hanya mimpi maka lebih baik aku terus bermimpi selama mungkin. “Well. Ia senang akan bertemu Marilla dan bukan ia yang akan bilang pada anak terlantar ini bahwa rumah yang ia rindukan sama sekali tidak akan menjadi miliknya. kau benar! Tapi aku rasa pasti Nyonya.” “Tidak. Oh. rasanya aku seperti sedang bermimpi. menangkap tangan Matthew yang setengah terangkat dan menutup matanya sendiri sehingga ia tak bisa melihat gerakan Matthew. “Itu dia. Yang ia ceritakan kebanyakan hanya tentang tempat-tempat lainnya tadi. di langit barat daya yang tak berawan. dia tidak melakukannya—sumpah. 17 . lenganku pasti sudah babak belur dari siku ke atas. menanjak dengan tanah dan rumah-rumah pertanian yang tersebar rapi. Spencer telah memberitahumu jadi kau bisa menebaknya. tapi tidak segelap itu sampai-sampai Nyonya. jangan katakan padaku. ya kan?” katanya. dan sayu dari satu tempat ke tempat yang lain. Di bawahnya terdapat lembah kecil dan di seberang ada lereng yang panjang. Aku sama sekali tak mengetahui tempat itu seperti apa. Mereka berada di puncak bukit. Di barat puncak menara gereja yang gelap muncul di antara langit yang berwarna kuning keemasan. bintang kristal putih bersinar seperti lampu petunjuk dan harapan. Tapi begitu aku melihatnya aku merasa itulah rumah. “Biar aku tebak. Rachel tidak bisa melihat mereka lewat jendela. karena hari ini aku mencubiti diriku sendiri berkali-kali. menunjuk.” Dia membuka matanya dan melihat di mana dia berada. mereka memperlambat laju kereta dan menepi ke sebelah kiri. tetapi pemandangan alamnya masih tampak jelas dalam cahaya senja yang lembut. penuh gairah. dan menaiki bukit dan melintasi jalan panjang Green Gables.“Sekarang kita sudah benar-benar hampir sampai ke rumah.

“Kita sudah mengatakan pada Nyonya. Mendadak ia tampak memahami seluruh makna dari pembicaraan itu.” “Well. Ia membawa ANAK ITU.” “Well. dengan rambut merah terkepang panjang dan mata penuh semangat dan bercahaya. Ia tidak mengkhawatirkan dirinya ataupun Marilla yang akan mendapatkan kesulitan karena masalah ini.” Ia mengangguk pada anak itu. begitu Matthew mengeluarkannya dari kereta. siapa itu?” tanyanya tiba-tiba. ia tidak melakukannya. Pekarangan rumah sudah sangat gelap begitu mereka kembali dan terdengar daun-daun pohon poplar berdesir halus. Setelah 18 . “Dengarlah pepohonan berbicara dalam tidurnya. tetapi yang dipikirkannya adalah kekecewaan anak itu. matanya mengembara dari satu sudut ke sudut yang lain. “Pasti indah sekali mimpinya!” Kemudian. Tetapi begitu matanya tertuju pada tubuh kecil asing berpakaian lusuh dan ketat. Selama pembicaraan anak itu tetap diam. “Tak ada anak laki-laki! Tapi SEHARUSNYA ada. “Di mana anak laki-laki itu?” “Tak ada anak laki-laki. “Yang ada hanya DIA. ini pasti bagian dari bisnis!” sergah Marilla lagi. Ia memikirkannya dengan pandangan sayu karena mendapat firasat tak enak bahwa ia akan membantu melenyapkan sesuatu—perasaan yang sama yang muncul ketika ia harus menyembelih seekor domba atau anak sapi atau makhluk kecil lainnya.” ia mengikuti Matthew masuk ke rumah itu. seluruh kegembiraan perlahan memudar dari wajahnya. tak peduli dari mana kesalahpahaman ini bermula. ia langsung terpaku takjub.” bisik anak itu.mengingat ia bahkan belum menanyakan namanya. Spencer untuk membawa seorang anak laki-laki. Dan aku harus membawanya pulang. Aku sudah menanyakannya pada petugas stasiun. Dia tidak mungkin aku tinggalkan di sana. BAB III – Terkejutnya Marilla Cuthbert Marilla segera datang ke depan begitu Matthew membuka pintu. “Matthew Cuthbert. dengan memegang erat-erat tas-karpet berisi “seluruh barang duniawinya.” Marilla bersikeras.” sahut Matthew lirih.Ketika mereka sampai di rumah Matthew menghindari pemberitahuan rahasia itu dengan kekuatan yang tidak dimengertinya.

“Well. “Kalian tidak menginginkanku!” tangisnya. menampakkan wajah bersimbah air mata dan bibir bergetar. Dan Anne bukan nama yang manis.” 19 . tapi aku suka dipanggil Cordelia. bila anda adalah anak yatim yang harus pergi ke suatu tempat yang anda pikir akan menjadi rumah anda dan ternyata mereka tak menginginkan anda karena anda bukan anak laki-laki. Itu nama yang sangat elegan. dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lengannya.meletakkan tas-karpet berharganya ia melompat selangkah ke depan dan mendekap tangannya. jangan menangis lagi. Oh. TENTU SAJA perlu!” Anak itu cepat mendongakkan wajahnya. Oh.” “Ya. “ANDA juga akan menangis.” “Aku tak mengerti apa maksudmu? Kalau Cordelia bukan namamu. “Well. Seharusnya aku sadar harapan itu terlalu indah untuk tetap ada. “tapi.namaku sebenarnya bukan itu. well. oh. Marilla dan Matthew saling memandang dengan tatapan menyalahkan. merentangkan lengannya di atasnya. wajah Marilla menjadi suram. ini hal paling TRAGIS yang pernah aku alami!” Sesuatu seperti senyum yang dipaksakan. Tak ada seorangpun yang menginginkanku. Duduk di kursi dekat meja. Kami tak akan menyuruhmu keluar malam ini.” jawab sang pemilik nama enggan. agak kaku karena lama tak digunakan. Tak akan terlalu bermasalah bagi kalian untuk memanggilku apa kan? Toh aku hanya akan tinggal di sini sebentar. jadi apa?” “Anne Shirley. Seharusnya aku sadar tak ada seorangpun yang benarbenar menginginkanku. apa yang harus kulakukan? Aku akan menangis!” Menangis adalah hal yang dilakukannya kemudian. tolong panggil aku Cordelia saja. Kau akan tinggal di sini sampai kami membereskan masalah ini. Siapa namamu?” Anak itu ragu sejenak. Akhirnya Marilla melangkah tertegun ke arahnya. “MEMANGGILmu Cordelia? Apakah itu memang namamu?” “Buk—bukan. “Kalian tak menginginkanku karena aku bukan anak laki-laki! Seharusnya aku sudah menduganya. ia mulai menangis tersedu-sedu. tak perlu menangis seperti itu. “Maukah kalian memanggilku Cordelia?” sahutnya semangat. Tak ada seorangpun yang tahu harus berkata atau berbuat apa.

dan A-n-n tampak mengerikan. Marilla.” tergesa Matthew menjawab. Anne dengan huruf E. Tapi Nyonya. Spencer berkata DENGAN JELAS bahwa kalian menginginkan seorang anak perempuan berusia sekitar sebelas tahun. Nama itu TAMPAK lebih manis. Oh.” Anne berusaha menjelaskan.” “Apakah Nyonya. ya. “Anne nama yang benar-benar sangat bagus dan berarti. jadi. Ketika aku kecil aku pernah berkhayal namaku adalah Geraldine. Tolong siapkan teh begitu aku kembali. “Dia—dia menghubungkannya dengan pembicaraan kami di perjalanan. tapi sekarang aku lebih suka Cordelia. Aku selalu membayangkan namaku adalah Cordelia—paling tidak. aku tidak malu.” “Bagus sekali. “aku hanya lebih suka nama Cordelia. bisakah kau beritahu kami mengapa kesalahpahaman ini bisa terjadi? Kami sudah mengabari Nyonya. “Ia membawa Lily Jones untuk dirinya sendiri.” “Apa maksudnya?”. ada banyak sekali anak laki-laki di sana. Ketika anda mendengar sebuah nama disebut bisakah anda melihatnya dalam pikiran anda. Jika aku sangat cantik dan berambut coklat-kacang maukah kalian mengasuhku?” 20 . Tapi jika kalian memanggilku Anne tolong panggil aku Anne dengan huruf E. Jika kalian mau memanggilku Anne dengan huruh E maka aku akan mencoba menerima untuk tak dipanggil Cordelia. Aku tak bisa tidur bermalam-malam saking gembiranya. “mengapa anda tak mengatakan padaku di stasiun bahwa kalian tak menginginkanku dan meninggalkanku di sana? Jika aku tak melihat the WhiteWay of Delight dan the Lake of Shining Waters pasti tak akan sesedih ini. beberapa tahun terakhir ini. Dan ibu asrama bilang mungkin aku mau. cecar Marilla. Kalian tak tahu betapa senangnya aku. seolah nama itu tercetak? Aku bisa.” “Memang apa bedanya?” tanya Marilla dengan senyuman kaku sembari mengambil ceret teh. Kamu seharusnya tak perlu merasa malu karenanya?” “Oh.” ia menambahkan dengan nada menyalahkan. Spencer untuk membawakan kami seorang anak laki-laki. beralih ke Matthew. Spencer membawa seseorang yang lain bersamamu?” sambung Marilla begitu Matthew keluar. Lily baru berumur lima tahun.“Tidak manis omong kosong!” sergah Marilla tak simpatik. menatap Matthew. “Oh. tapi A-n-n-e tampak sangat lebih terhormat. “Aku akan keluar untuk memasukkan kuda ke kandang. dia sangat cantik dan berambut coklat-kacang. Apakah tidak ada anak laki-laki di panti?” “Oh. TENTU saja berbeda.

tapi tetap saja aku tak sanggup mengunyahnya. Marilla menyalakan lilin dan menyuruh Anne mengikutinya. yang kemudian diikuti Anne tanpa gairah. Kemudian Matthew kembali dan mereka mulai makan malam. Ruangan itu sangat bersih. pernahkan MEMBAYANGKAN anda sedang benar-benar putus asa?” “Tidak. tapi aku selalu terbangun tepat ketika akan memakannya. “Aku tak bisa makan.” kata Matthew.” Perlahan Anne membuka topinya. Ia sama sekali tak membuat kemajuan. Ketika anda mencoba makan terasa seperti ada gumpalan di tenggorokan dan anda tak bisa menelan apa-apa. walaupun sofa itu rapi dan bersih. Anak perempuan tak akan berguna bagi kami. 21 . Tetapi. Sejak saat itu aku sering mengkhayalkan memiliki banyak karamel coklat. namun ruangan loteng kecil yang kemudian akan ditempatinya tampak lebih bersih. melihatnya seakan itu kesalahan serius.” sahut Marilla.“Tidak. Aku sungguh berharap anda tak tersinggung karena aku tak makan.” Marilla bingung kemana harus membawa Anne tidur. jadi pilihan terakhir hanya loteng di sebelah timur. putus asa.” tegur Marilla tajam. Tetapi Anne tak sanggup menelan makanannya. Itu perasaan yang sungguh tidak menyenangkan. Ia telah mempersiapkan sofa di ruangan dapur untuk anak laki-laki yang sangat diinginkan dan diharapkannya. Bisakah anda makan jika anda sedang benar-benar putus asa?” “Aku tak pernah merasa benar-benar mengatakannya. Semuanya sangat enak. Suatu kali aku pernah memiliki sebuah karamel coklat dan rasanya sangat enak. bahkan walaupun itu karamel coklat. jadi aku anda tak bisa “Anda tak pernah merasakannya? Well. Sia-sia ia mencoba menggigit roti bermentega dan mengunyah kepiting bersele apel yang diawetkan dengan kuah sebagai lauknya.” mencoba “Jadi aku rasa anda tidak mengerti bagaimana rasanya. Lepaskan topimu. yang belum bicara sejak ia kembali dari gudang. “Kau tak makan apa-apa. ia mengambil topi dan tas-karpetnya dari meja ruang depan sambil berlalu. aku tak pernah melakukannya. Aku sedang sangat putus asa.” “Aku rasa dia kelelahan. tetap saja tidak tepat dijadikan tempat tidur anak perempuan. Anne menghela napas. “Sebaiknya ajak dia tidur. Tapi ruangan kosong mustahil untuk anak terlantar yang tersesat seperti dia. Marilla. Aku akan meletakkannya dan tasmu di meja. Kami menginginkan anak laki-laki untuk membantu Matthew di ladang.

Lantainya juga kosong. mengambil lilin. Ibu asrama membuatkannya untukku. baju-baju sempit terlihat berhamburan di lantai dan keadaan di tempat tidur menjadi satu-satunya petunjuk yang membuatnya mengerti mengapa itu terjadi. sedikit canggung. dengan tirai tipis putih licin berumbai di atasnya. jadi segala sesuatunya selalu sempit—setidaknya di panti miskin seperti tempat kami.Marilla meletakkan lilin di atas meja berkaki dan bersegi tiga.” Ketika Marilla telah hilang di balik pintu Anne memandang sekeliling dengan murung. 22 . kecuali keset bulat di tengah-tengah yang tidak pernah Anne lihat sebelumnya.” “Well. Dengan hati-hati ia memunguti baju-baju Anne. ia rasa dinding-dinding itu pasti sedih karena kepolosan itu. itu merupakan suatu hiburan tersendiri. Tapi seseorang boleh bermimpi memakai baju indah. Di tengah-tengah antara meja dan tempat tidur terdapat jendela. Aku benci baju tidur sempit.” katanya. dengan tergesa dia melepaskan pakaiannya dan mengenakan baju tidur sempitnya kemudian melompat ke tempat tidur. menyembunyikan wajahnya ke bawah bantal dan menarik kain menutupi kepalanya. kemudian. tetapi mampu membuat tulang sumsum Anne menggigil gemetaran. Baju-baju itu sudah sangat sempit. Aku tak yakin kau bisa melakukannya sendiri. “Selamat malam. dengan empat tiang rendah berwarna gelap. Anne mengangguk. Di atasnya tergantung cermin kecil enam per delapan. “Ya. Ketika Marilla masuk untuk mematikan lilin. Di sudut lain terdapat meja segi tiga yang dipercantik dengan bantal beledu merah empuk dengan peniti yang cukup kuat untuk merapatkan bagian sarung bantal yang terbuka. tapi dengan sayang. meletakkannya dengan rapi di atas kursi kuning. Malah mungkin bisa menyebabkan kebakaran. kemudian merapikan seprai dan sarung bantal. dan berjalan ke tempat tidur. Di salah satu sudut terletak tempat tidur tinggi yang ketinggalan jaman. Beberapa saat lagi aku akan kembali untuk mematikan lilin. Keseluruhan ruangan terkesan sangat kaku dan angkuh yang tak bisa terungkap dengan katakata. Sembari menangis tersedu-sedu. Dinding bercat kapur putih terlihat sangat kosong dan polos tanpa hiasan. “Bagaimana bisa anda menyebutnya malam yang INDAH ketika anda tahu ini malam paling buruk yang pernah aku alami?” sahutnya menyalahkan. cepatlah bersalin dan pergilah tidur. Di panti barang yang dibagikan tak pernah cukup. dengan rumbai-rumbai di leher. “Kamu pasti punya baju tidur kan?” tanyanya. aku punya dua. Wajah putih Anne dan mata besarnya muncul dari balik seprai dan tampak terkejut dengan hal yang tiba-tiba tadi. dan di seberangnya ada wastafel untuk cuci muka.

” “Oh. dia benar-benar anak kecil yang manis.” “Aku harus berkata tidak. “Ini akibatnya kalau kita hanya mengiriminya surat dan tidak pergi sendiri. Apa bagusnya dia bagi kita?” “Mungkin kita yang baik bagi dia. Salah satu dari kita harus pergi dan menemui Nyonya.” “Well. aku rasa juga begitu. keadaannya sudah sangat kacau balau. “Aku rasa—kita hampir tak bisa diharapkan untuk mengasuhnya. tidak.” Matthew tergagap.” “Matthew Cuthbert.Kemudian ia menenggelamkan wajahnya lagi ke bawah bantal. “Well. Spencer besok.” sahut Matthew enggan. “Well. Teman Richard Spencer pasti telah memutarbalikkan isi pesan itu. jangan bilang bahwa menurutmu kita harus mengasuhnya!” Keheranan Marilla tak akan lebih parah jika Matthew menyatakan bahwa ia lebih setuju dengan pendapatnya sendiri. Anak itu harus dikembalikan ke panti asuhan. karena Marilla mengatakan padanya bahwa itu kebiasaan yang sangat buruk.” “Ya. 23 .” Matthew bersikeras. “Kau memang HARUS begitu! Tidakkah kau mengetahuinya?” “Well. itu sudah pasti.” Marilla berkata gusar. Aku yakin anak itu telah menyihirmu! Aku jelas-jelas bisa melihat bahwa kau mau mengasuhnya. Itu juga tak membantunya sama sekali. aku tak berpikir begitu—tak tepat begitu. Ia jarang merokok. dia anak kecil yang benar-benar manis. Marilla.” sahut Matthew tiba-tiba dan tak disangkasangka. Matthew sedang merokok—pertanda bahwa ia sedang bingung. menyadari bahwa seorang laki-laki pasti membutuhkan jalan keluar untuk pelampiasan emosi. Marilla berjalan perlahan ke dapur untuk mencuci piring setelah makan malam. Aku tak suka anak-anak yang terlalu banyak omong. Aku langsung bisa melihatnya. “Seharusnya kau mendengar apa yang dibicarakannya sejak dari stasiun. merasa tak enak terjebak dalam pembicaraan yang mengarah ke apa yang dimaksudkannya. dia bicara cukup lancar. “Matthew Cuthbert. tapi waktu-waktu dan musim tertentu menyebabkannya melakukannya dan Marilla pura-pura tak melihatnya. Sayang sekali harus mengirimnya pulang ketika dia sudah sangat siap untuk tinggal di sini.

Di kedua sisi rumah ada kebun buah yang besar. Dengan sekali lompatan dia sudah turun dari tempat tidur dan berpijak di lantai.Aku tak menginginkan anak yatim perempuan dan jika aku menginginkannya maka bukan yang seperti dia yang akan kupilih. dia harus langsung kita kirim pulang ke asalnya. itu kan hanya perkataanmu. tentu saja.” sahut Marilla singkat. Sebatang pohon cheery besar tumbuh di luar.” “Well. ada pohon cheery yang sedang berbunga diluar yang bisa dilihatnya dari jendela. “Dan aku tak akan mengasuhnya. Ada sesuatu tentang dia yang aku tak mengerti. setelah menyelesaikan mencusi piring juga pergi tidur. Sejenak dia tak bisa mengingat dimana dia berada. Dia mendorong kusen jendela—yang sudah mulai berdecit. di loteng timur.” “Aku bisa membayar seorang anak laki-laki Perancis untuk membantuku. BAB IV – Pagi di Green Gables Hari sudah terang ketika Anne terbangun dan duduk di atas tempat tidurnya. Dan Marilla.” “Aku tak membutuhkan teman. dan bunganya sangat lebat sampai-sampai daunnya hampir tidak kelihatan. dan matanya berbinar gembira. yang tampaknya memang seperti itu. sangat dekat hingga dahannya menyentuh rumah. bukankah ini sangat indah? Bukankah tempat ini sangat menyenangkan? Andaikan ia tak benar-benar akan tinggal di sini! Ia akan berkhayal tinggal di sini. dan melekat sangat erat sehingga tak memerlukan apapun untuk menahannya.” kata Matthew. Anne berlutut dan memandangi pagi Bulan Juni di luar. seorang anak yang kesepian. Ia leluasa membayangkannya di sini. “Aku akan tidur. Yang pertama terlintas adalah sensasi yang menyenangkan. “dan anak perempuan itu akan menjadi temanmu. kemudian ingatan yang sangat mengerikan. ya. Marilla. dengan muka masam. menatap bingung ke jendela melalui dimana limpahan cahaya matahari yang gembira terpancar dan yang diluarnya terdapat sesuatu berwarna putih lembut beriak jauh di langit biru. satu ditumbuhi 24 . sesuatu yang sangat indah. Ini di Green Gables dan mereka tak menginginkannya karena dia bukan anak laki-laki! Tapi sekarang sudah pagi dan. seakan sudah lama tak dibuka. Dan di lantai atas. Tidak. haus kasih sayang dan tak berteman menangis sendirian hingga tertidur.” sela Matthew sembari bangkit dan meletakkan pipa rokoknya. Oh.” Matthew pergi tidur.

“Sekarang saatnya kau berpakaian. kebun buah. melahap semuanya dengan rakus. “Itu pohon yang besar.pohon apel dan satunya lagi pohon cherry. sampai dia dikejutkan tangan yang menepuk bahunya. semak-semak yang luas terbuka tampak serasi dengan tumbuhan paku. Tidakkah anda merasa seolah anda benar-benar mencintai alam di pagi seperti ini? Dan aku bisa mendengar suara tawa aliran sungai dari atas sini. Dia berlutut di situ. kebun. dan ketidaktahuannya yang tak mengenakkan itu membuatnya berlaku tegas dan kasar walaupun ia tak bermaksud begitu. anak yang malang. Anne berdiri dan menarik napas panjang. ada laut biru yang berkilauan. Di ujung sebelah kiri terdapat gudang besar dan di seberangnya. ladang yang melandai. Bahkan di musim dingin aku bisa mendengarnya di bawah es. seluruh isi alam yang berharga ini. dia sudah melihat banyak sekali tempat yang tak indah. tentu saja pohon itu indah—ya. bukankah itu sangat indah?” katanya seraya melambaikan tangan penuh semangat ke pemandangan bagus di luar. Pernahkah anda menyadari betapa aliran sungai adalah sesuatu yang sangat menyenangkan? Mereka selalu tertawa. Seumur hidupnya. tak menyadari apapun kecuali keindahan di sekelilingnya. Di kebun bawah ada pohon dan bunga lilac ungu. dan kayu-kayuan lainnya. tapi buahnya tak pernah banyak—kecil-kecil dan berulat. “Oh. disitu terdapat pembatas dimana ujung loteng kelabu dari rumah kecil yang pernah dilihatnya dari seberang Lake of Shining Waters. dan harumnya yang wangi sampai ke jendela terbawa angin pagi. Kedatangan Marilla tak terdengar oleh si pemimpi kecil. tapi pemandangan ini seindah yang pernah diimpikannya. yang kumaksud bukan hanya pohon. Di seberangnya ada bukit. “dan bunganya sangat banyak. aliran sungai dan hutannya.” kata Marilla. Aku sangat senang ada aliran 25 . Mata indah Anne berlama-lama menikmati pemandangan itu. Di bawah kebun ada ladang hijau subur dengan pohon semanggi yang merunduk ke lembah dimana anak sungai mengalir dan pohon birch putih tumbuh.” “Oh. dan ada banyak dandelion di rumput-rumputnya. yang juga sedang berbunga. pohon itu SANGAT indah—dia berbunga seolah telah merencanakannya—tapi aku maksud semuanya. jauh di bawah dan semuanya berwarna hijau.” katanya kasar. lumut. Marilla benar-benar tak tahu bagaimana harus berbicara dengan pada anak itu. hijau dengan pepohonan spruce dan fir.

Pintar-pintarlah kamu.” Anne nyata-nyata menunjukkan bahwa ia pintar karena dalam waktu sepuluh menit ia sudah turun. Ini membuat Marilla semakin takut.” katanya begitu duduk di kursi yang disediakan Marilla untuknya. dan sadar sepenuh jiwa bahwa ia telah memenuhi semua persyaratan Marilla. Aku rasa aku punya banyak cara agar tak bersedih. Sangat bagus jika ketika mengalami kesedihan. dengan pakaian rapi. jadi di situ memang harus ada aliran sungai.--sehingga sarapan pagi ketika itu sangat sunyi. Kemudian Anne menjadi sangat-sangat linglung. Tapi aku senang hari ini tidak hujan karena akan lebih mudah untuk tetap gembira walaupun sedang bersedih di hari yang cerah. “Tak ada lagi suara lolongan dari hutan seperti semalam. Jika tak ada aliran sungai aku akan DIHANTUI perasaan tak nyaman. Bagaimanapun. Sangat menyenangkan ketika khayalan itu masih ada.” sela Marilla. muka bersih. Pagi seperti apapun menarik. Aku akan selalu suka mengingat bahwa di Green Gables ada aliran sungai walaupun aku tak akan pernah bisa melihatnya lagi. Tapi aku juga suka pagi di saat hujan.” “Sebaiknya kau berpakaian lalu turun dan tak masalah dengan khayalankhayalanmu. kamu mebayangkan dirimu berani mengatasinya sendiri.” potong Marilla begitu ia bisa menyela. Mungkin anda berpikir tak ada pengaruhnya bagiku ketika kalian takmau mengasuhku. dan leluasa sekali untuk mengkhayalkannya. Aku tak terlalu berputus asa lagi pagi ini. Cuci mukamu dan sisir rambutmu. ya kan? Anda tak tahu apa yang akan terjadi pada hari itu. Tapi hal terburuk dari mengkhayalkan sesuatu adalah tiba saat untuk menghentikannya dan itu sangat menyakitkan. Aku baru saja membayangkan memang aku yang benar-benar kalian inginkan dan aku akan tinggal di sini selama-lamanya.sungai dekat Green Gables. Aku tak pernah bisa putus asa di pagi hari. rambut tersisir dan dikepang. ia mempunyai firasat tak enak karena tubuh anak aneh ini mungkin berada di meja makan tapi jiwanya seperti berada jauh di negeri awan. “Sarapan pagi sudah tersedia. tapi sebenarnya tak menyenangkan ketika anda benarbenar merasakan kesedihan itu. “Kamu terlalu banyak omong untuk seorang anak perempuan. 26 . Biarkan jendela terbuka dan tarik kembali seprai menutupi kaki tempat tidur.--tapi ini wajar. Matthew juga diam. makan seperti robot. “Aku lapar sekali pagi ini. ia lupa merapikan seprei.” Karena itu Anne langsung diam dengan patuh dan dia tetap diam sampai-sampai membuat Marilla agak takut. Bukankah hal yang bagus sekali dengan adanya pagi? Tapi aku sangat sedih. dengan mata besarnya yang tetap melihat ke langit di luar jendela. seakan sesuatu berjalan tak wajar. tapi sebenarnya hal itu berpengaruh bagiku. Aku senang sekali mendapati pagi yang cerah. ada satu hal yang lupa dilakukannya. kan?” “Demi Tuhan berhentilah bicara.

Matthew pria yang paling menggelikan. Setelah selesai mencuci piring. wajahnya berseri. Ketika sarapan usai Anne tak meneruskan lagi lamunannya dan menawarkan diri untuk mencuci piring. Sayang sekali anda tak memiliki satu anak pun untuk kujaga. Begitu melihatnya. Ambil air panas.” “Aku rasa dia menyenangkan. “Ia juga sangat simpatik. Aku memiliki banyak pengalaman dalam melakukannya. begitu penilaian Marilla yang memperhatikannya mencuci. Cukup banyak yang harus kuselesaikan pagi ini karena nanti sore aku harus pergi ke White Sands dan menemui Nyonya.” Anne mencuci piring dengan cekatan. Di pintu dia berhenti seketika. “Lumayan bisa. “Apa kau bisa mencuci piring dengan benar?” tanya Marilla tak yakin. cahaya dan sinar yang barusan tampak menghilang seolah seseorang telah memadamkannya.” sela Anne. “Ya. dan pastikan kau mengeringkannya dengan benar. Siapa yang sudi menginginkan anak seperti itu tinggal di tempatnya? Namun Matthew masih ingin mengasuhnya. berkata padanya bahwa dia boleh berjalan-jalan di luar dan menyenangkan dirinya sendiri sampai makan malam tiba. bermaksud menghindar darinya. Begitulah Matthew—memiliki keinginan dan tetap mempertahankannya dengan tetap terus dalam kebisuan yang menakjubkan—tetap diam merupakan kegigihan yang sepuluh kali lebih keras dan berpengaruh ketimbang membicarakannya. Tapi bagaimanapun dia sudah melakukannya dan kasur sudah cukup rapi. kau boleh mencuci piring. lalu Marilla. karena dia tak pernah belajar seni merapikan seprei bulu. berbalik. 27 . Ia tak keberatan seberapa banyakpun aku bicara—tampaknya ia menyukainya. Tapi kemudian dia tak terlalu berhasil merapikan tempat tidur. kembali dan duduk di meja. Anne terbang ke pintu.” “Aku merasa seolah tak ingin menjaga anak-anak lagi setelah apa yang terjadi sekarang. naiklah dan rapikan tempat tidurmu. Walaupun begitu aku lebih mahir menjaga anak-anak.” “Kalian berdua aneh. dan ia akan memperjuangkannya. KAU sudah cukup menyusahkan. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan denganmu. aku langsung merasa ia seperti keluarga. Kau akan ikut denganku dan kami akan memutuskan akan melakukan apa terhadapmu. jika itu yang kau maksud dengan seperti keluarga.” sahut Marilla ketus.sedang menerbangkan khayalannya tinggi ke udara. Spnecer. matanya berbinar. sungguh tak disangka! Marilla merasa pagi ini Matthew masih sangat menginginkannya seperti kemarin malam.

Tak gunanya mencintai sesuatu jika kau akan dipisahkan dengannya. Aku memanggilnya Snow Queen karena pohon itu sangat putih.” gumam Marilla. turun ke ruang bawah tanah untuk mencari kentang. Tadi pagi aku memberikan nama untuk pohon cherry di luar jendela kamar tidurku. Aku sangat ingin pergi keluar—semuanya seakan sedang memanggilku. Ya. tolong ijinkan aku!” “Astaga. Anne. kami ingin seorang teman bermain’—tapi sebaiknya tak kulakukan. tapi seseorang bisa membayangkan kalau pohon itu sedang berbunga. ‘Anne. kan?” “Seumur hidupku aku tak pernah berkata atau pun mendengar hal seperti yang dia katakan. bunga. Aku berharap ia seperti laki-laki lain dan mau membicarakan 28 . Tapi mimpi singkat itu usai sudah. Aku sudah merasa penasaran apa yang nanti akan dikatakannya lagi. Tapi darimana selera menamai geranium?” “Oh. jadi aku tak akan semakin mempersulitnya. dengan nada tak rela melepaskan kegembiraan yang akan didapatnya. Dia sudah melakukannya pada Matthew. “Jika aku tak bisa tinggal di sini tak ada gunanya di Green Gables yang kucintai. Tentu saja. Dia juga pasti menjampijampiku. kan? Dan sangat sulit untuk tak menyukai sesuatu. Kupikir akan ada banyak hal yang bisa kucintai dan tak ada yang bisa menghalangiku. “Dia cukup menarik seperti yang dikatakan Matthew.” “Oh. aku tak peduli. kan? Karena itulah aku sangat gembira ketika kupikir aku akan tinggal di sini. Sekarang aku aku akan menerima nasibku. Anne. Bagaimana anda tahu tapi hanya memanggilnya dengan sebutan geranium dan bukan yang lain bisa melukai perasaannya? Anda tak akan suka tak punya nama kecuali disebut manita setiap saat. aku pasti tak tahan untuk tak menyukainya. Sekarang sudah cukup sulit. Pandangan Matthew padaku ketika ia keluar semalam lagi-lagi mengungkap atau mengisyaratkan semua yang dikatakannya. kebun buah dan aliran sungai di sana. kemarilah. bukan nama seperti itu yang kumaksud. pohon itu tak akan selalu berbunga. aku suka bunga bertangkai sekalipun hanya geranium. bolehkah aku yang memberikannya? Boleh aku memanggilnya—sebentar—Bonny boleh juga —bolehkah aku memanggilnya Bonny sementara aku di sini? Oh. Tolong beritahu aku apa nama jenis bunga geranium di ambang jendela?” “Itu geranium beraroma apel. Anne.” sahut Anne. Maksudku nama yang anda berikan sendiri. aku akan memanggilnya Bonny. jadi kurasa aku tak akan pergi ke luar karena takut tak bisa menerimanya lagi. Itu membuatnya tampak seperti orang. “Aku tak berani pergi keluar. Dan kalau aku ke luar sana lalu berkenalan dengan semua pohon.“Apa lagi masalahnya sekarang?” cecar Marilla. Tidakkah anda memberinya nama? Kalau tidak.

Bab V – Cerita Anne “Apakah anda tahu.segala sesuatu. dengan dagu ditopangkan di tangan dan mata memandangi langit. Oh. Matthew?” tanya Marilla. yang tak biasa mendapat perlakuan seperti itu. kelihatannya tak mengkhususkannya pada siapapun: “Little Jerry Buote dari Creek ada di sini tadi pagi. Spencer mungkin akan mengatur untuk langsung memulangkannya kembali ke Nova Scotia. Tapi apa yang bisa dilakukan menghadapi laki-laki yang hanya MEMANDANG?” Anne kembali melamun. itu ada bunga mawar liar yang baru mekar! Indah sekali kan? Tidakkah anda berpikir sangat menggembirakan menjadi 29 . dan aku berkata padanya mungkin akan mempekerjakannya musim panas ini. Aku hanya akan memikirkan perjalanan ini. Aku akan menyiapkan teh untukmu dan akan pulang pada waktunya untuk memerah sapi. Karena itu seseorang bisa menjawabnya atau membantahnya. Tentu saja. ketika Marilla kembali dari ruang bawah tanah. lihat. kamu harus membulatkan tekad dengan TEGUH. Matthew membukakan gerbang halaman untuk mereka dan begitu mereka melaluinya dengan pelan. Matthew mengikatkan kuda pada kereta lalu Marilla dan Anne berangkat. terpacu keras melangkah dengan kecepatan yang mengejutkan sepanjang jalan setapak.” kata Anne penuh rahasia. “Apa aku bisa gunakan kuda dan keretanya sore ini.” Marilla tak menjawabnya. “Aku sudah memutuskan untuk menikmati perjalanan ini. Aku tak akan memikirkan kepulanganku ke panti selama dalam perjalanan.” Mathhew masih berdiam diri dan Marilla merasa hanya membuang-buang kata dan nafas. Sudah jadi pengalamanku bahwa kamu hampir selalu bisa menikmati apapun kalau kamu membulatkan tekad kuat bahwa kamu bisa. memandangi mereka dengan sedih. Aku akan mengajak Anne dan Nyonya. Matthew mengangguk dan menatap Anne iba. Marilla menangkap pandangan itu dan berkata tegas: “Aku akan pergi ke White Sands dan membereskan masalah ini. Di sana Marilla meninggalkannya sampai makan malam sudah tersedia di meja. ia berkata. Marilla melihat ke belakang pada saat kereta terpelanting dan melihat Matthew yang menjengkelkan sedang bersandar di gerbang. tapi ia mencambuki kuda malang itu dengan cemeti berkali-kali dengan keras sampai kuda gemuk itu. Tak ada yang lebih menjengkelkan daripada seorang pria yang tidak menimpali pembicaraan—kalau tidak wanita yang seperti itu.

dan timbunan penuh dengan harapan-harapan terpendam adalah tentang seromantis hal yang bisa dibayangkan seseorang. “Jika anda membiarkanku bercerita tentang apa yang AKU KHAYALKAN tentang diriku anda akan berpikir kalau itu lebih sangat menarik. kemudian menjadi warna lain begitu ia tumbuh besar?” “Tidak. dan aku mengucapkannya untuk menghibur diri kapanpun aku merasakan kekecewaan. itu salah satu harapan yang sudah berlalu. “Mengapa. apa yang AKU TAHU tentang diriku bukanlah hal yang sangat penting untuk diceritakan. dan berhubung jelas-jelas kau cenderung banyak omong maka sebaiknya kau juga menceritakan padaku apa yang kau tahu tentang dirimu sendiri. tapi tak bisa memakainya. Kita akan melalui jalan pantai.” kata Anne semangat. “dan aku tak harus memikirkan bahwa itu mungkin juga masalahmu. secepat itu! Dan White Sands juga nama yang bagus. aku tak ingat pernah mengenalnya. Nama itu terdengar seperti musik. jika itu yang kau maksud dengan Lake of Shining Waters-mu. Aku gemar sekali halhal yang romantis. Berapa jauh perjalanan ke White Sands?” “Sekitar lima mil. Apakah anda mengenal ada orang yang berambut merah di masa kecilnya. “Well.” sahut Marilla kejam. karena kedengarannya sangat manis dan romantis. tapi aku tak terlalui menyukainya seperti menyukai Avonlea. Apakah hari ini kita akan menyeberangi The Lake of Shining Waters?” “Kita tak akan melintasi kolam Barry.” 30 . anda tahu. Dan bukankah pink warna yang paling mempesona di dunia? Aku menyukainya.’ Itu kalimat yang pernah aku baca dalam sebuah buku. bahkan tidak dalam khayalan.” Anne menghela napas.” “Aku tak melihat mana bagian diriku yang menyenangkan.sekuntum mawar? Bukankah akan menyenangkan kalau mawar bisa berbicara? Aku yakin mereka akan bercerita hal-hal yang menyenangkan pada kita.” kata Anne penuh khayal. “Apakah jalan itu seindah kedengarannya? Begitu anda berkata ‘jalan pantai’ aku melihatnya dalam gambar di pikiranku.” sahut Marilla. seakan aku adalah pahlawan wanita dalam sebuah buku.” “Oh. ya kan? Aku agak senang bisa punya satu. Avonlea adalah nama yang indah. Orang berambut merah tak bisa memakai warna pink.” “Jalan pantai kedengaran menyenangkan. ‘Hidupku seperti timbunan harapan-harapan terpendam.

Aku pikir di rumah itu pasti ada kamperfuli di jendela ruang tamunya. Nyonya. menerima kenyataan yang menjemukan dengan helaan napas kecil. tapi aku yakin itu hal yang berbeda. Thomas bilang aku bayi paling tak menarik yang pernah dilihatnya. aku akan sangat sedih jika aku pikir aku telah membuatnya kecewa— karena ia hidup tak lama lagi setelah itu. Aku sangat berharap ia bisa hidup lebih lama lagi agar aku bisa mengingat pernah memanggilnya ibu. merasa terpanggil untuk menanamkan nilai-nilai moral yang baik dan berguna. tubuhku kurus kering dan yang nampak hanya mata. tentu saja. meskipun begitu ibuku menganggap aku sangat cantik.”Aku pernah baca dalam satu buku bahwa mawar dengan nama lain akan sama harumnya. tapi aku sudah membayangkannya berkali-kali. begitulah. Bukankah akan sangat memalukan punya ayah bernama—well.” Anne tampak banyak pikiran. Apakah anda tahu bedanya 31 . Dimana kau dilahirkan dan berapa umurmu?” “Maret lalu aku berumur sebelas tahun. Nov Scotia. aku tak tahu.” kata Marilla. Thomas bilang ia akan mengasuhku. Akhirnya Nyonya. Itu membuatku menjadi yatim piatu dan sanak saudara pun tak ada lagi. pohon lilac di halaman depan dan bunga lily dari lembah begitu memasuki gerbang. Mulailah dari awal. katakanlah Jedediah?” “Aku rasa tak masalah siapa pun nama seseorang selama dia bersikap menjadi dirinya sendiri. Aku tak yakin sekuntum mawar AKAN sama indahnya bila dinamakan tumbuhan berduri ataupun kol kurang ajar.Seorang suami cukup punya tanggung jawab. Aku lahir di rumah itu. Nyonya. Ia meninggal karena demam ketika aku baru berumur tiga bulan. “Well. Aku rasa ayahku adalah pria yang baik sekalipun ia dipanggil Jedediah. ya kan? Dan ayah meninggal empat hari kemudian juga karena demam. ibuku juga guru di SMA. meskipun ia miskin dan bersuamikan pemabuk. jadi Nyonya. aku tak mau mendengarkan khayalanmu. Gorden yang tipis memungkin udara masuk ke rumah. Well. dan ia adalah guru di SMA Bolingbroke. Thomas bingung membawaku kemana. Bukankah Walter dan Bertha nama yang indah? Aku gembira sekali kedua orangtuaku memiliki nama yang bagus. Ya. Ayahku bernama Walter Shirley. Tetaplah pada kenyataan yang menjemukan. Kemudian mereka tinggal di sebuah rumah kuning yang sangat-sangat kecil di Bolingbroke. ya kan? Bagaimanapun aku gembira ia puas dengan adanya aku. Mestinya aku pikir seorang ibu bisa jadi seorang penilai yang lebih baik ketimbang seorang wanita miskin yang masuk ke semak belukar. Aku pikir sangat manis mengucapkan kata ‘ibu’.“Tidak. “Dan aku lahir di Bolingbroke. Ayah dan ibu dua-duanya berasal dari daerah yang sangat jauh dan sudah jadi rahasia umum mereka berdua tak memiliki seorang pun sanak saudara yang masih hidup.” kata Anne. tapi ketika ayah menikahinya ia berhenti mengajar. Ia membesarkanku dengan tangannya sendiri. Ibuku bernama Bertha Shirley. tapi aku tak pernah mempercayainya. bahkan tak ada seorangpun yang menginginkanku sejak saat itu. dan gorden tipis di semua jendela. Anda lihat. Aku tak pernah melihat rumah itu. Tampaknya ini sudah takdirku. Thomas bilang mereka dulunya adalah sepasang bayi yang sama miskinnya dengan tikus-tikus gereja.

Nyonya. ‘Edinburgh after Flodden’. Aku cukup bisa membaca dan aku tahu banyak penggalan puisi dari lubuk hati—‘The Battle of Hohenlinden’. Mereka yang di panti juga tak mau. Tempat itu sepi sekali. Aku bersekolah sebentar di tahun terakhir aku tinggal dengan Nyonya. dengan keringanan saat ini. Thomas pindah dari Bolingbroke ke Marysville. Thomas tewas terjatuh di bawah kereta api dan ibunya menawarkan untuk menjemput Nyonya. Aku harus pergi ke panti asuhan di Hopeton. kemudian Tuan. Hammond bekerja di sebuah kilang gergaji kecil di sana. dan aku tinggal bersama mereka sampai aku berumur delapan tahun. Thomas kehabisan akal. ia jadi bingung harus membawaku kemana. Spencer datang. Aku sudah sangat lelah menjaga mereka. Tuan.” “Anne menyudahinya dengan helaan napas. Kemudian Tuan. Ia melahirkan anak kembar tiga kali. tapi ia tak menginginkanku. “Aku tinggal di seberang sungai dengan Nyonya. Aku membantu menjagai anak-anak keluarga Thomas—ada empat orang yang lebih kecil dariku —dan bisa kupastikan sungguh sulit menjaga mereka. Tapi tentu saja aku bersekolah ketika di panti asuhan.dibesarkan dengan usaha sendiri membuat orang itu lebih baik dari yang lain? Karena setiap kali aku bandel Nyonya. Hammond meninggal dan Nyonya. Pada dasarnya aku menyukai bayi. Thomas. Tapi mereka harus mengambilku dan aku berada di sana selama empat bulan sampai Nyonya. lalu aku ikut ke seberang untuk tinggal dengannya di sebuah tanah kecil dekat tanggul-tanggul. Aku benar-benar memberitahu Nyonya. mereka bilang di sana sudah terlalu penuh. Aku yakin tak akan pernah membayangkan tinggal di sana dalam khayalanku. karena melihat aku dekat dengan anak-anak. karena tak ada seorang pun yang mau mengasuhku. Jelas dia tak suka membicarakan pengalamannya di lingkungan yang tak menginginkannya. Hammond memiliki delapan orang anak. jadi aku cuma bisa pergi waktu musim semi dan gugur. “Pernahkah kau bersekolah?” Marilla bertanya lebih lanjut. Kemudian Nyonya. “Tak lama. tapi tiga pasang anak kembar berurutan kurasa TERLALU BERLEBIHAN. “Tuan. Ketika aku pergi ke seberang kami jadi sangat jauh dari sekolah hingga aku tak sanggup berjalan ke sana pada musim dingin sedangkan pada musim panas sekolah libur. ‘Bingen of the Rhine’. Hammond dari seberang sungai datang dan berkata ia akan mengasuhku. Hammond menceraiberaikan keluarganya. Thomas dan anak-anak. dan Nyonya. Hammond selama dua tahun. Ia membagikan anak-anaknya pada kelurga besarnya dan pergi ke States. mengarahkan kuda ke jalanan pantai. kehilangan ‘Lady of the Lake’ dan kebanyakan ‘The Seasons’ karya James Thompson. Thomas akan bertanya bagaimana aku bisa menjadi anak nakal seperti itu padahal ia telah berusaha membesarkanku dengan usaha kerasnya—agak penuh celaan. Hammond begitu pasangan kembar terakhir lahir. Tidakkah 32 . Dan Nyonya.

Di sebelah kiri ada tebing curam berbatu-pasir merah tajam. Bagaimana jika ia. Anda lihat. tampak tak menarik lagi karena bertahun-tahun harus bertarung dengan angin teluk. miskin. Hammond—baik kepadamu?” tanya Marilla. sangat sulit memiliki seorang suami pemabuk. Dia seperti seorang lady.” “Apakah ibu-ibu itu—Nyonya. Thomas dan Nyonya. Betapa hidupnya sangat kekurangan cinta—kehidupan yang menjemukan. bangun dari kesunyian yang sangat-sangat lama. liar.anda menyukai puisi yang memberikan sensasi rasa kerutan ke atas dan ke bawah di punggung anda? Ada sepenggal di the Fifth Reader—‘The Downfall of Poland’—yang sangat menggetarkan jiwa. dan diabaikan. Aku menikmati setiap 33 . banyak yang harus mereka urus. di seberang tampak laut. sayapnya bercahaya seperti perak dalam sinar matahari.” Jalanan sepanjang pantai tampak “seperti hutan. “O-o-o-h. anda tak akan keberatan ketika pada kenyataannya mereka tak terlalu baik—setiap saat. “Oh. Tiba-tiba hatinya menjadi kasihan pada anak itu. kan?” kata Anne. ketika aku tinggal di Marysville. Sayang sekali dia harus dipulangkan kembali. Anda tahu. Di dasar tebing curam terdapat batu karang yang hancur karena ombak besar atau teluk kecil penuh pasir bertatahkan kerikil laksana permata dari lautan. Tak heran dia begitu senang akan mempunyai rumah yang nyata. memberi hati pada keinginan tak wajar Matthew dan membiarkannya tinggal? Matthew telah mempersiapkannya. Marilla. “Laut itu menakjubkan sekali. Mungkin saudara-saudaranya baik. “Dia terlalu banyak omong. dan anak itu tampak manis dan dapat diajari. “Pernah suatu kali.” Anne bimbang.” Di sebelah kanan.” Marilla tak bertanya lagi. melihati Anne dengan sudut matanya. Tuan. tumbuh dengan rapat. Wajah kecilnya yang sensitif tiba-tiba menjadi merah padam dan tampak malu. bukankah begitu? Tapi aku merasa yakin mereka bermaksud baik padaku. aku tak sampai di the Fifth Reader—aku hanya sampai di the Fourth—tapi anak perempuan dewasa pernah meminjamkannya untuk kubaca. semak-semak pohon fir. “tapi dia bisa dilatih untuk tak seperti itu. dan juga melahirkan bayi kembar tiga kali berturut-turut. Thomas menyewa sebuah kereta cepat dan mengajak kami semua menghabiskan hari di pantai yang jauhnya sepuluh mil. Ketika orang bermaksud baik pada anda. bercahaya dan biru. dan sunyi-senyap. mereka bermaksud begitu—aku tahu bermaksud sebaik mungkin. karena Marilla cukup cerdas menarik benang merah dari cerita Anne dengan kenyataan sebenarnya. Anne sendiri terdiam karena kegirangan berada di jalanan sepanjang pantai dan Marilla dalam lamunannya yang mendalam mengarahkan kuda dengan tak menentu. Tentu saja.” pikir Marilla. sangat dekat dengan jalur dimana kuda betina tak terlalu siaga dibandingkan kuda coklat yang mungkin bisa menguji nyali orang yang berada di belakangnya. Dan tak ada kata-kata kasar atau pun slang dalam pembicaraannya. di atasnya burung camar terbang tinggi.

Menurut mereka pantai ini lumayan bagus.” Bab VI – Marilla Membulatkan Tekad Bagaimanapun. “Aku tak mau ke sana. Aku selalu mengingatnya dalam mimpi indahku selama bertahun-tahun. dan ketika ia membuka pintu tampak keterkejutan dan penyambutan berbaur di wajahnya yang baik hati. dan aku ke sini untuk mengetahuinya. anda tak berkata demikian!” sahut Nyonya. kemudian saat malam kembali terbang ke sarangnya? Oh. aku bisa membayangkan aku yang melakukannya. Tuan. kenyataannya. Nyonya. Bukankah burung camar-burung camar itu mengagumkan? Maukah anda menjadi burung camar? Aku pikir aku mau—itu. Spencer susah.momen di hari itu. Ia tampak mulai cemas. Biasanya banyak orang Amerika yang menginap di sana pada musim panas. Bisa anda beritahu aku di depan itu bangunan besar apa?” “Itu Hotel White Sands.” “Marilla Cuthbert. “tapi aku janji pada Matthew akan cepat tiba di rumah. meskipun aku harus menjaga anak-anak setiap saat. Spencer tinggal di sebuah rumah besar berwarna kuning di Teluk White Sands. kalau aku tak bisa jadi anak manusia. terima kasih.” sahut Anne tanpa senyum. Bagaimanapun juga. “Menurutku sebaiknya kita tinggal sebentar untuk mengistirahatkan kuda. ada kesalahan yang mencurigakan di suatu tempat. pada waktunya. Kami telah mengabari. Robert mengabari melalui anaknya Nancy dan dia berkata anda 34 . “Bukankah sangat menyenangkan bangun pagi saat matahari terbit dan menukik terjun ke dalam air lalu kembali terbang keluar dari laut biru yang indah itu setiap hari. sayang.” kata Marilla. tapi aku sangat senang bertemu kamu.” serunya.” sahut Anne susah. “kamu orang terakhir yang kunanti hari ini. Spencer. tapi saatnya belum tiba. tampaknya itu akan menjadi akhir dari segalanya. Nyonya. “Sayang. Matthew dan aku. Kami meminta adik anda Robert untuk memberitahu anda kami menginginkan anak laki-laki berumur sepuluh atau sebelas tahun. “Mengapa. mereka telah sampai di sana. Kirke yang mengelolanya. Kamu akan mengikat kudamu di dalam? Dan apa kabarmu. Anne?” “Aku sebaik yang bisa terlihat. pada anda untuk membawakan seorang anak laki-laki untuk kami dari panti itu.” “Aku takut itu adalah kediaman Nyonya. Tapi laut ini lebih indah dibanding laut Marysville. Spencer.

” kata Nyonya.menginginkan seorang anak perempuan—bukan begitu Flora Jane?” tambahnya menegaskan pada anaknya yang baru keluar. Peter dikatakan demikian.” Marilla menyerah. Aku melakukan yang terbaik yang aku bisa dan aku pikir telah mengikuti instruksimu. “Dia memang berkata demikian. “Aku sangat menyesal. Aku sering memarahinya karena kelalaiannya. Spencer. Miss Cuthbert. anda tahu. ya kan?” “Aku rasa juga begitu. Tiba-tiba Marilla merasa berat melepas Anne. “Well. Anne akan menjadi sangat perempuan bagi anda.” Flora menguatkan dengan sungguh. dan ia bahkan tak merasa gembira. dan ia merasa sulit mendapatkan bantuan.” katanya.” lanjut Nyonya. Bisakah kita mengirim anak ini kembali ke panti? Aku rasa mereka akan mengambilnya kembali. “Sangat disayangkan. “Dan jika saja tak ada kedatangan Nyonya.” Nyonya. “Seorang pekerja dan pengemudi yang sangat mengerikan. nyaris menyebabkan kebuntuan karena kehilangan setiap partikel kehangatan yang pernah ada. kesalahan telah terjadi dan yang harus dilakukan adalah menyelesaikannya. dimana dingin yang mematikan menyerang mereka seolah udara tertahan sangat lama dalam kegelapan. “Ini sungguh merupakan 35 . Spencer. Ia hanya mengenal Nyonya. Nyonya. Sekarang ada kesempatan baik tak terduga baginya untuk lepas dari anak yatim tak diundang itu. Nyonya. juga keluarga yang tidak sopan. aku akan masuk dan kita akan membicarakan masalah ini di dalam. Nancy memang sangat tidak keruan. “Seharusnya kami sendiri yang pergi menemui anda dan tidak membiarkan pesan penting disampaikan dari mulut ke mulut seperti itu.” “Itu salah kami sendiri. da pembantu perempuan yang diberhentikan menceritakan hal-hal yang menakutkan tentang watak dan kekikirannya.” Marilla tak tampak seolah ia berpikir Tuhan berperan banyak dalam masalah ini. Peter Blewett sekilas sebagai seorang wanita berwajah seperti orang yang suka marah dan bertubuh kecil tanpa sedikitpun lemak di dagingnya. “tapi menurutku tidak harus memulangkannya kembali. Bagaimanapun juga. Peter Blewett ada di sini kemarin dan ia bilang betapa ia sangat mengharapkan aku bisa membawakannya seorang anak perempuan untuk membantunya. tergesa mengajak tamunya dari ruang depan ke ruang tamu. Miss Cuthber. Peter mempunyai sebuah keluarga besar. Peter di saat berkah ini!” seru Nyonya. dan anak-anak yang suka bertengkar. jelas itu bukan kesalahanku. Aku rasa ini sudah ditakdirkan. tapi anda lihat. Spencer yang tampak berpikir keras. Tapi ia pernah mendengar tentangnya.

Aku tak tahu tapi orang yang kurus adalah yag terbaik. Spencer kembali. setelah berhasil mengatasi kebuntuan. Miss Cuthbert. “Tampaknya telah terjadi kesalahan dengan anak ini. jika aku mengambilmu kamu harus jadi anak yang baik. Tapi kamu kurus. karena kita bisa langsung menyelesaikan masalah ini. Begitulah aku diberitahu. Selamat sore. Spencer mengibaskan tangannya. tak berani membuat syarat apa pun untuk pengejaannya. Anne duduk diam di sofa. “Aku menangkap bahwa Tuan. Flora Jane.” Nyonya. Miss Cuthbert. Blewett bagai seseorang yang terpesona. Ya.keberuntungan. kamu tahu—baik dan pintar juga penuh hormat. “Anne Shirley. Jadi jika anda masih berpikiran seperti kemarin. Blewett menyapukan pandangannya ke Anne dari kepala sampai kaki. kau duduk di sini di sofa dan jangan bergoyanggoyang. Well. Biar ku perkenalkan dua orang wanita pada anda. “dan aku sebelas tahun. maka hal itu akan terus membayanginya sampai hari kematiannya tiba. “Berapa umurmu dan siapa namamu?” tanyanya. Dia mulai takut tak dapat menahan airmatanya ketika Nyonya. mengalir dengan cepat dan bercahaya.” “Humph! Kamu tak nampak seolah ada banyak untukmu. Nyonya. Kami baru mengatakan betapa beruntungnya anda datang. jika ia menyangkal daya tarik dari wajah itu. bermatatajam ini? Ia merasa ada benjolan di tenggorokannya dan matanya terasa sangat pedih. Blewett. aku rasa aku juga akan mengambilnya dari anda.” anak yang mulai menciut nyalinya itu terbata menjawab. Anne.” Nyonya.” Marilla melihat Anne dan pandangannya melembut pada wajah pucatnya yang masih membisu penuh kesengsaraan—kesengsaraan seorang makhluk kecil tak berdaya yang menemukan dirinya sekali lagi terperangkap dari hal yang dia ingin lari dirinya. Miss Cuthbert. Blewett. dan tak ada kesalahan mengenai itu. berperasaan halus kepada wanita seperti itu! Tidak. Ijinkan aku permisi sebentar. Nyonya. dengan tangan tergenggam erat di pangkuan. Biarkan ku ambil topimu. benar-benar mampu menggoyahkan setiap kesulitan.” katanya. Aku lupa memberitahu Flora Jane untuk mengeluarkan roti kismis dari oven. fisik. Terlebih. Tapi tampaknya sebenarnya mereka menginginkan anak laki-laki. keluarlah dan panaskan ceret. Blewett. Nyonya. dan aku sudah sangat lelah mengurusinya. Dan Nyonya. mental atau pun spiritual. Ambillah kursi. Jika boleh aku akan membawanya pulang sekarang juga. Cuthbert mau mengadopsi seorang anak perempuan. ia tidak suka Nyonya. Aku mengharapkan kamu bisa mendapat penghasilan sendiri. Bayi itu sangat suka membantah. ia tak bisa mempertanggungjawabkannya! 36 . Marilla merasakan keyakinan yang tak menyenangkan bahwa. Blewett. memandang Nyonya. Untuk menyerahkan seorang anak yang sensitif. Apakah ia akan diberikan untuk diasuh oleh wanita berwajah-tegas. aku pikir dia akan jadi milik anda.

” Marilla berusaha menutupi senyumnya dengan menegur Anne karena bicara seperti itu. Spencer dan Nyonya. jika kau tak bisa membedakan mana kenyataan dan mana bukan. Aku pikir sebaiknya aku mengajaknya kembali pulang ke rumah dan membicarakannya dengan Matthew.Blewett tak ramah. Awalnya keputusasaan tampak memudar. 37 .” “Lebih baik aku kembali ke panti daripada harus tinggal bersamanya.” “Aku akan mencoba melakukan dan menjadi seperti apa pun yang anda inginkan. sinar fajar tampak merekah di wajah Anne. Jika kami tak melakukannya berarti dia akan tinggal bersama kami. Roman wajah anak itu benar-benar berubah. “Oh. sesaat kemudian. Jika kami sudah membulatkan tekad untuk tidak mengasuhnya.” sahut Anne. aku tidak tahu. Miss Cuthbert. Blewett?” “Aku rasa seharusnya memang begitu. Dia jelas lebih membutuhkanmu daripada aku. Hal itu belum diputuskan dan mungkin akhirnya kami menyimpulkan untuk membiarkan Nyonya. kemudian pelan tapi pasti sinar harapan mulai membayang. Bisakah begitu.” sahut Anne menggebu. Aku bisa bilang kenyataannya Matthew cenderung ingin mengasuhnya. dalam bisikan nyaris tanpa napas.” sahut Nyonya. kembali dengan tenang ke sofa nya. jika anda akan mengasuhku. dia muncul dan berlari melintasi ruangan ke arah Marilla. benarkah anda mengatakan mungkin akan mengizinkanku tinggal di Green Gables?” tanyanya. Blewett keluar mencari tahu resep terakhir yang akan dipinjam. Nyonya. Selama Marilla berbicara. “Kembalilah dan duduk tenang. sekarang matanya semakin dalam dan terang laksana bintang pagi.“Well. Anne.” katanya berat. Aku rasa seharusnya aku tak memutuskan sesuatu tanpa melibatkannya. kendalikan lidahmu dan bersikaplah sebagaimana seharusnya anak yang baik. “Anak kecil sepertimu seharusnya malu berbicara seperti itu tentang seorang wanita dan orang tak dikenal. kamu memang mendengarku mengatakannya dan hanya itu tak lebih. Aku hanya datang untuk mengetahui bagaimana kesalahan itu bisa terjadi.” sahut Marilla dengah marah. “Benarkah anda berkata begitu? Atau hanya dalam khayalanku anda berbicara seperti itu?” “Aku pikir sebaiknya kau mengendalikan khayalan-khayalanmu. ketika Nyonya. “Ya. “Aku tak mengatakan bahwa Matthew dan aku telah benar-benar memutuskan tak akan mengasuhnya. dan.” sahutnya perlahan. kami akan membawa atau mengirimnya untuk anda besok malam. Blewett membawamu. seakan bila berbicara dengan keras bisa menghancurkan kemungkinan yang sangat menyenangkan itu. “Ia benar-benar tampak seperti—seperti alat bor.

Jadi biarkan saja aku yang mengurusnya.” jawab Marilla tepat. “Aku tak akan memberikan anjing yang kusuka pada wanita Blewett itu. “Well sekarang. dan aku berani menjamin akan membuat kekacauan dala hal ini. Tampaknya hanya seperti sebuah tugas. aku rasa aku akan—atau harus begitu juga. Matthew bertemu mereka di jalan. Tapi aku melakukan yang terbaik. “Aku sendiri tak suka gayanya. sejauh yang aku amati. Dan ingat. Spencer. “Hanya bersikap baiklah padanya semampumu tanpa memanjakannya.” Wajah Matthew yang pemalu berseri senang. “Dia akan menjadi sangat 38 . dia boleh tinggal.” ungkapnya.” Marilla mendengus.” aku Marilla. dan berjalan ke toko susu dengan membawa ember. sampai mereka berdua berada di halaman di belakang gudang perahan susu sapi. Matthew. aku kira kau akan mengerti duduk persoalannya. kau tak boleh mencampuri metodeku. tapi aku rasa ia lebih tahu daripada seorang sarjana tua.” “Cukup.” Matthew berkata dengan semangat yang tak biasa. Tapi Marilla tak mengatakan apa pun. Kemudian ia menceritakan dengan singkat mengenai Anne dan hasil pembicaraan dengan Nyonya. Mungkin seorang pelayan tua tak tahu banyak bagaimana caranya membesarkan seorang anak. Aku punya pikiran ia bisa jadi teman yang bisa kau ajak lakukan apa pun jika saja kau bisa membuatnya mencintaimu. Matthew.” sahut Matthew menenangkan. Marilla. “tapi begitulah atau kita sendiri yang mengasuhnya. Aku telah memikirkan ide itu sampai aku mendapat kebaikan karena pernah memikirkannya.” “Akan lebih tepat jika kau katakan dia anak kecil yang berguna. Marilla. “tapi aku yang akan melatihnya bisa seperti itu.Ketika mereka tiba kembali di Green Gables malam itu. terserah kau saja. ketika sedang menyaring susu ke dalam tempat susu. “Aku tak akan memberitahunya malam ini bahwa dia boleh tinggal. pada Matthew. Dan sejak melihat kau tampak menginginkannya. “Dia anak kecil yang menarik. Matthew. yang berhubungan dengan masalah itu.” katanya. Ia telah menduga akan melihat perasaan lega tergambar di wajah Matthew ketika ia melihatnya paling tidak membawa Anne kembali pulang bersamanya. Dari kejauhan Marilla telah mengetahui Matthew sedang mencari-cari dan menerka apa alasan ia melakukannya. terutama anak perempuan. Aku belum pernah membesarkan seorang anak. untuk menunjukkan ketaksukaannya pada pendapat Matthew mengenai hal-hal ‘berbau’ keperempuanan. Ketika aku gagal maka ada cukup waktu untukmu ambil alih kendali. cukup.

kita telah memutuskan untuk mencobanya dan hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi kemudian. Marilla tampak sangat terkejut. tampaknya memang harus seperti itu. tak berbatas.” Bab VII – Anne Mengatakan Doa-doanya Ketika Marilla membawa Anne tidur malam itu ia berkata dengan tegas: “Sekarang. dan aku tak akan membolehkannya sama sekali. Marilla Cuthbert.” sahut Anne. Begitu kau membuka baju lalu lipatlah dengan rapi dan letakkan di atas kursi. kekuatan. suatu waktu. kebaikan. tapi tak semengejutkan ketika Matthew lah yang menjadi pangkal dari segalanya. kebijaksanaan. Mereka selalu membuat kami melakukannya di panti. “Malam ini aku akan melipatnya dengan bagus. kau sungguh terlibat dalamnya. apa maksudmu? Tak pernahkah kau diajarkan untuk berdoa? Tuhan selalu menginginkan anak-anak kecil mengucapkan doanya.” ungkap Anne. Anne.senang sampai-sampai tak bisa tidur sekejap pun. dan kebenaran. Tak tahukah kau siapa Tuhan. “Kenapa. Itu adalah kebiasaan yag sangat tidak rapi.” “Semalam pikiranku sangat tersiksa jadi aku sama sekali tak mempedulikan pakaian-pakaianku. aku bisa saja lupa. syukurlah! Kau bukan orang yang tak beragama. Sekarang berdoalah dan pergilah tidur. aku tahu semalam kau mencampakkan semua baju yang kau tanggalkan ke lantai.” Marilla menasehati. Marilla tampak sedikit lega. ia yang selalu tampak memiliki kekhawatiran yang mengerikan pada anak perempuananak perempuan kecil. Pernah kau membayangkan akan menjumpai hari saat kau mengadopsi seorang anak yatim perempuan? Ini cukup mengejutkan. aku bisa sangat tergesa tidur dengan baik dan tenang lalu membayangkan berbagai hal. Di mana kau mempelajarinya?” 39 . “Jadi kau memang mengetahui sesuatu. Meskipun begitu. keadilan. Bagaimanapun juga. abadi dan tak dapat diubah. dalam wujud Nya. Anne.” “Kau harus memiliki ingatan yang lebih baik jika tinggal di sini.” “Aku tak pernah berdoa apa pun. kesucian.’” Anne merespon dengan cepat dan fasih. “Oke. Aku sama sekali tak membutuhkan anak perempuan yang tidak rapi. Anne?” “’Tuhan adalah roh.

sekarang aku sudah mulai memikirkannya. Sekarang. ya kan?” “Kita tidak sedang membicarakan puisi. Aku rasa.” kata Marilla sedikit malu. Apa yang harus kuucapkan?” 40 . jika anda ingin aku melakukannya.’ Bukankah itu sangat agung? Seperti ada suaranya—sama seperti permainan sebuah organ besar. Aku lumayan menyukainya. Lalu aku akan sangat MENGHAYATI sebuah doa. Nyonya. Thomas bilang padaku bahwa Tuhan SENGAJA membuat rambutku merah. Terus terang tak ada waktu untuk dibuang. Aku yakin itu akan sangat menarik. abadi. dan sejak itu aku tak pernah mempedulikan NYA.” “Anda akan tahu bahwa lebih mudah menjadi buruk daripada baik jika anda memiliki rambut berwarna merah. tentu saja. Mareka menuruh kami mempelajari seluruh pendidikan agama. tapi kedengarannya memang seperti itu. “Orang yang tak berambut merah tak tahu apa masalahnya.” “Mengapa. Tidakkah kau tahu bahwa tak mengucapkan doa setiap malam merupakan suat hal yang sangat buruk? Aku takut kau adalah anak kecil yang sangat tidak baik. Anne berlutut di lutut Marilla dan menengadah dengan serius. Aku akan keluar sendirian ke sebuah lapangan yang sangat besar atau ke dalam. Orang yang harus menjaga anak kembar tak dapat diharapkan bisa berdoa. hutan. Well.” sahut Anne menyalahkan. ‘Tak berbatas. “Kau harus berdoa selama kau berada di rumahku. Setelah aku berada di tepat tidur aku akan membayangkan sebuah doa yang sangat indah untuk dipanjatkan selalu.“Oh. “Mengapa orang harus berlutut untuk berdoa?” Jika aku benar-benar mau berdoa aku akan memberitahu apa yang akan kulakukan. dan aku akan menengadah ke langit—tinggi—tinggi—tinggi—ke langit biru yang indah itu yang birunya tampak seakan tak berujung. “Aku akan melakukan apa pun untuk mematuhi anda. aku siap. anda tak bisa menyebutnya puisi. sejujurnya apakah anda pikir mereka bisa melakukannya?” Marilla memutuskan bahwa pelatihan keagamaan untuk Anne harus dimulai saat itu juga. Anne. di Sekolah-Minggu panti. Ada yang bagus dari beberapa kata. dalam. Tapi anda harus memberitahu apa yang harus kuucapkan kali ini.” Anne menyetujuinya dengan senang hati.” “Kau harus berlutut. Dan bagaimanapun juga pada malam hari aku selalu terlalu lelah hanya untuk mengucapkan doa. Anne—kita sedang membahas mengenai pengungkapan doa-doamu. dan tak dapat diubah.

menyembunyikan wajahnya dalam pangkuan Marilla. “Sekian. sudahkah aku melakukannya dengan benar?” dia bertanya dengan semangat. benar-benar tak cocok dengan anak perempuan cantik berbintik di wajah itu yang tak tahu dan tak peduli apa pun tentang cinta Tuhan. jadi aku rasa boleh saja memanjatkan doa pribadi. Begitu juga untuk hal yang kuinginkan. ‘Amin’ di bagian ‘dengan rasa hormat’. tapi hanya kebodohan spiritual dari seorang Anne yang mengajukan permohonan aneh ini. Apakah menurut anda akan ada bedanya?” 41 . Dan itulah anugerah yang bisa terpikir olehku tadi untuk kusyukuri. selera humor yang samar—yang merupakan nama lain dari rasa kecocokan dengan sesuatu. sembari mengangkat kepalanya sejenak. terima kasih untuk the White Way of Delight. “Seharusnya aku bisa membuatnya lebih muluk jika aku punya sedikit lebih banyak waktu lagi untuk memikirkannya. ada banyak sekali sehingga akan perlu banyak waktu untuk menyebutnya semua jadi aku hanya akan menyebutkan dua yang terpenting.” Marilla yang malang hanya tak sampai pingsan dengan mengingat bahwa itu bukanlah ketidaksopanan. Seharusnya aku mengucapkan. Anne. “Sekarang aku akan berbaring untuk mulai tidur.” katanya akhirnya. jadi aku memperbaikinya. “Tuhan Yang Maha Pengasih—begitulah pendeta mengucapkannya di gereja. Aku lupa.” “Well. sakral dengan jubahputih masa kanak-kanaknya di lutut ibu.Marilla merasa lebih malu lagi dari sebelumnya. Aku sungguh sangat berterima kasih untuk itu semua. the Lake of Shining Waters dan Bonny and the Snow Queen. ya kan?—begitulah pendeta melakukannya. “Tuhan Yang Maha Pengasih. dan itu tiba-tiba terjadi padanya ketika doa kecil sederhana itu. Ia mengangkat Anne ke atas tempat tidur. Tolong ijinkan aku tinggal di Green Gables. bersumpah dia harus diajarkan sebuah doa keesokan harinya.” Tapi dia punya—seperti yang sudah kuberitahukan. aku akan melakukan yang terbaik. “Kau sudah cukup dewasa untuk berdoa sendiri. lalu beranjak meninggalkan kamar dengan lampu menyala ketika Anne memanggilnya kembali. Anne Shirley. tapi aku rasa sebuah doa harus diakhiri dengan cara khusus. ya kan?” selanya. dan tolong ijinkan aku menjadi cantik ketika aku tumbuh dewasa. “Panjatkan saja pujian bagi Tuhan untuk anugerah yang diberikan untukmu dan minta padanya dengan rendah hati segala sesuatu yang kau inginkan. bangkit berdiri. Aku masih tetap. “Aku baru saja memikirkannya. sejak ia tak pernah membiarkannya diterjemahkan melalui perantara cinta manusia. “Dengan rasa hormat.” janji Anne. Ia berniat aakan mengajari Anne cara klasik yang kekanak-kanakan.

wajahnya merah dan matanya membesar sampai-sampai hampir semuanya hitam. Well. Perasaan itu sangat menyiksaku. meletakkan lilin di atas meja. tolonglah. Selama ini kehidupanku cukup mudah. well. Aku ramalkan akan banyak sekali pekerjaan yang harus kulakukan. kelemahannya yag paling fatal adalah kecenderungannya terbuai lamunan di tengah-tengah tugas yang sedang dikerjakannya dan melupakan seluruh tugasnya itu sampai ia tersadar dengan sgera dengan sebuah jeweran atau teguran. dia mendekap tangannya erat-erat dan berkata dengan nada memohon: “Oh.” sahut Marilla. itu yang akan kulakukan. Sepanjang sore ia menyibukkan anak itu dengan berbagai tugas dan terus mengawasinya selama dia mengerjakan seluruh tugas itu. “Tidurlah sekarang seperti seorang anak yang baik. maukah anda memberitahuku apakah anda akan mengirimku besok atau tidak? Aku telah berusaha untuk sabar sepanjang pagi tadi.” sahut Anne. Marilla tak memberitahu Anne bahwa dia akan tinggal di Green Gables sampai esok sore. tapi aku benar-benar merasa tak tahan lagi untuk tidak mengetahuinya. Selamat malam. kita tak mungkin hidup di dunia ini tanpa mendapat masalah. “Matthew. Dan dia akan mengikuti Sekolah-Minggu segera setelah aku bisa mendapatkan beberapa baju yang cocok untuknya. Marilla beranjak ke dapur. Pada siang harinya ia menyimpulkan bahwa Anne memang pintar dan penurut. mau bekerja dan cepat belajar.” “Malam ini aku bisa mengucapkan selamat malam dengan sepenuh jiwa. lalu membelalakkan mata pada Matthew.” 42 .“aku—aku rasa tak akan berbeda. Dia nyaris menjadi seorang yang benar-benar tanpa agama. Ketika Anne telah menyelesaikan tugasnya mencuci piring makan malam tibatiba dia menemui Marilla dengan ekspresi seseorang yang merasa sangat terpaksa mempelajari hal terburuk. Percayakah kau dia tak pernah berdoa seumur hidupnya sampai malam ini? Besok aku akan mengirimnya ke kepastoran dan meminjam seri the Peep of the Day.” Bab VIII – Pendidikan untuk Anne Dimulai Untuk alasan yang hanya diketahuinya sendiri. hanya masalah waktu seseorang mengadopsi anak itu dan mengajarinya sesuatu. Miss Cuthbert. tapi akhirnya waktuku telah tiba dan kukira aku hanya harus melakukan yang terbaik. sambil memeluk bantal-bantalnya. Tubuh kurusnya yang kecil gemetar dari kepala sampai kaki. Tolong beritahu aku.

panggil aku Marilla saja. Anne. Aku tak terbiasa dipanggil Miss Cuthbert dan itu akan membuatku gugup. “Aku tak tahu kenapa.” “Akan kedengaran sangat tak hormat dengan hanya menyebut Marilla.” sahut Marilla tegas.“Kau belum memanaskan kain pencuci piring dalam air panas yang bersih sebagaimana yang kusuruh.” “Aku akan senang memanggil anda Aunt Marilla. Kenapa. “Aku sama sekali tak pernah punya seorang bibi atau pun saudara—bahkan tidak juga seorang nenek.” “Aku harus memanggil anda apa?” tanya Anne.” putus Marilla. Aku senang dengan the White Way dan pohon cherry yang sedang berbunga— tapi ini! Oh. apa masalahnya?” “Aku menangis. karena Nyonya. Aku senang sesenang-senangnya. aku akan sangat berusaha melakukan yang terbaik. Thomas sering mengatakan aku sangat nakal. jika kau mencoba menjadi anak yang baik dan menunjukkan dirimu berterima kasih. Lalu dia kembali ke Marilla dan semakin memelaskan wajahnya. “Aku rasa aku juga akan memberitahumu. kau bisa tinggal di sini dan kami akan berusaha memperlakukanmu dengan benar. Beliau menyebut Miss Cuthbert—ketika beliau memikirkannya. “Haruskah aku selalu menyebut Miss Cuthbert? Bolehkah aku memanggil anda Aunt Marilla?” “Tidak. ini lebih dari sekedar senang. SENANG sama sekali bukan kata yang tepat. Aku takut kau terlalu mudah tertawa dan menangis.” sahut Anne mengiba. Itu akan membuatku merasa seolah aku benar-benar keluarga anda. Itu akan menjadi pekerjaan yang sulit. Bagaimanapun juga. Oh. Kau harus ke sekolah.” Anne pergi dan menyelesaikan pekerjaannya.” sahut Marilla bernada mencela. “Pergilah dan lakukan itu sebelum kau menanyakan hal yang lain lagi. tapi hanya dua minggu lagi sekolah akan libur dan tak ada gunanya kau mulai sebelum sekolah mulai lagi di Bulan September. “Aku rasa tak akan ada rasa tak hormat jika kau berusaha berbicara dengan peuh hormat. Ya. di Avonlea memanggilku Marilla kecuali pendeta. “Duduklah di kursi itu dan coba tenangkan dirimu. nak. Aku sangat gembira.” sahut Anne dengan nada bingung.” protes Anne. tak menemukan alasan lain untuk terus menunda penjelasannya. “Well. Aku berusaha menjadi sangat baik. kukira. tua dan muda. Matthew dan aku sudah memutuskan untuk mengasuhmu—itu. Tak bolehkah aku memanggil anda Aunt Marilla?” 43 . Setiap orang. Tapi bisakah anda memberitahuku kenapa aku menangis?” “Aku rasa itu karena kau terlalu senang dan bergairah.

Ia mendapati Anne diam tak bergerak di depan lukisan yang tergantung di dinding antara dua kedua jendela. aku bukan bibimu dan aku tak percaya bahwa dengan memanggil nama berarti bukan keluarga.“Tidak. Doa itu nyaris sepanjang doa pendeta dan sangat puitis. dia tak bisa kembali.” sahut Marilla pedas. 44 . Cahaya putih dan hijau yang tampak sekilas di antara pepohonan apel dan rimbunan tanaman anggur di luar menyilaukan tubuh kecil yang sedang asyik itu dengan cahaya setengah-tak wajar. Tak ada lagi doa seperti yang semalam kudengar. Dan aku takut tak akan bisa memikirkan doa sebagus itu lagi. Miss—Marilla.” “Tapi kita bisa membayangkan bahwa anda adalah bibiku. Dan itu yang mengingatkanku untuk tak melakukannya. Pergi saja dan lakukan seperti yang kuminta. apa pun yang dipikirkan kedua kali tak akan bisa sebagus yang pertama. Bagaimanapun.” “Aku tak bisa.” “Pasti aku sangat menyulitkan. Anda tak bisa benar-benar mengharapkan seseorang bisa berdoa dengan baik saat pertama ia mencobanya. Ketika aku menyuruhmu melakukan sesuatu aku mau kau menurutiku saat itu juga dan tidak diam tak bergerak lalu malah mendebatkannya.” kata Anne menyesal. “Ketika Tuhan menempatkan kita pada suatu keadaan tertentu Ia tak menginginkan kita untuk membayangkannya. “Tidak. ya kan? Aku memikirkan sebuah doa yang bagus setelah berada di tempat tidur. Pernahkah anda mengetahuinya?” “Sekarang ada hal yang harus kau ketahui. “Apakah anda tak pernah membayangkan suatu hal yang berbeda dari kenyataan sebenarnya?” tanya Anne dengan mata melotot. seperti yang kujanjikan. Anne—pastikan kakimu bersih dan jangan biarkan lalat masuk—dan tunjukkan padaku kartu bergambar yang di rak. betapa banyak yang anda lewatkan!” “Aku tak yakin dengan membayangkan hal-hal yang berbeda dari kenyataan sebenarnya. Tapi akankah anda mempercayainya? Aku tak bisa mengingat satu kata pun begitu terbangun tadi pagi. “Oh. “tapi.” Anne segera pergi ke ruang duduk melewati ruang depan. aku belum pernah melakukannya. Pergilah ke ruang kunjungan. dengan mata mengawang. Di situ terdapat doa-doa dan kau akan menghabiskan waktu senggangmu untuk mempelajarinya luar kepala. anda tahu.” sahut Marilla tegas. Anne. setelah menunggu sepuluh menit Marilla meletakkan rajutannya dan mengikuti Anne dengan ekspresi kejam.” “Oh!” Anne menghela napas panjang.

Dia tampak sedih dan kesepian.” Anne heran. seperti juga aku ketika menanyakan pada anda apakah aku boleh tinggal di sini. Dia takut Tuhan tak mengenalinya. Itu tidak sopan—sangat tidak sopan. aku rasa aku sudah sesopan mungkin. ketika aku menyuruhmu mencari sesuatu maka langsung bawa itu padaku. 45 . kan? Aku rasa dia tak punya ayah dan ibu kandung.” “Anne. jadi dia bergerak perlahan dengan malu-malu di luar kerumunan. seperti aku.” “Well. sungguh kegembiraan yang mendebarkan hati akan terjadi padanya! Tapi aku berharap seniman itu tak melukisNya dengan tampang yang menyedihkan. duduk di sudut dan pelajari doa itu luar kepala. apa yang sedang kau pikirkan?” cecar Marilla tajam. dan langsung mulai mempelajarinya dengan sungguh-sungguh selama beberapa waktu dalam diam.” Anne menyenderkan kartu itu pada kendi berisi bunga-bunga apel yang dibawanya untuk menghiasi meja makan—Marilla merasa agak bimbang dengan hiasan itu. “Christ Blessing Little Children(Tuhan Memberkati Anak-anak Kecil)”—dan aku baru saja membayangkan menjadi bagian dari anak-anak itu—bahwa aku adalah gadis kecil erbaju biru itu. Tapi dia juga mau diberkati. menyesal karena tak langsung memotong pembicaraan itu dari tadi.“Anne.” Kata Marilla. berdiri sendirian di sudut seakan ia bukanlah milik siapasiapa. “Kau tak boleh bicara begitu. tapi tak mengatakan apa-apa—menumpangkan dagunya di tangan. Aku yakin sangat mengerti bagaimana perasaannya. Tapi aku tak percaya Dia bisa tampak sangat sedih atau anak-anak akan merasa takut padaNya. Dan satu hal lagi. Sekarang. menunjuk ke lukisan—judul yang tampak terang. lalu Dia akan melihatnya dan meletakkan tanganNya di kepalanya dan oh. Aku sungguh tak bermaksud tidak sopan. jika anda memperhatikan. berharap tak ada seorang pun yang memperhatikan—kecuali Dia. Jantungnya pasti berdetak kencang dan tangannya menjadi dingin.” katanya. ya kan? Aku sudah berusaha membayangkannya—dia terus bergerak semakin ke pinggir dan semakin dekat sampai berada sangat dekat denganNya. Anne langsung tersadar. Ambil kartu itu dan langsung bawa ke dapur. Anne. bukannya malah mondar-mandir dan melamun di depan lukisan. Semua lukisanNya seperti itu. “Kenapa. “Itu. Ingat itu. Tapi mungkin Dia mengenalinya. aku rasa kau memang tak bermaksud begitu—tapi kedengarannya tak lazim membicarakan hal yang seperti itu.

mungkin ini juga bisa begitu. Nyonya. Aku tak merasa sungguh bisa mewujudkannya. Anne memiringkan vas bunga apel cukup dekat untuk menciumi lengkungan pink dengan lembut. “Marilla. Dia seorang gadis kecil yang manis. Mata dan rambutnya berwarna hitam dan pipinya kemerahan. tapi banyak impian terindahku yang menjadi nyata pada saat bersamaan. tapi aku sungguh tak sanggup jika sahabatku juga berambut merah.’ Seperti sebaris kalimat dalam musik. “apakah menurut anda aku bisa mendapatkan seorang teman karib di Avonlea?” “A—teman yang seperti apa?” “Seorang sahabat karib—seorang teman dekat. “Diana itu seperti apa? Rambutnya tidak merah. Oh.” “Well. Miss—Marilla. “Doa ini bagus.” 46 .“Aku suka yang ini. Ini bukan puisi.” “Diana adalah gadis kecil yang sangat manis. Tapi aku tak menyukainya. Rambutku sendiri berwarna merah sudah cukup buruk. yang lebih baik dari menjadi seorang yang cantik. pelajarilah dan diamlah. anda tahu—seseorang seperti keluarga yang aku bisa mempercayakan isi hatiku paling dalam padanya. Tadi dia sedang mengunjungi bibinya di Carmody. Ia tak akan membiarkan Diana bermain dengan anak yang tidak baik dan menyenangkan. tapi doa membuatku merasa seperti membaca puisi. Aku pernah mendengarnya—aku mendengar pengawas Sekolah-Minggu di panti mengucapkannya lebih dari sekali. ‘Tuhan kami yang bersemayam di arsy sucilah namaMu. Aku telah memimpikan dapat bertemu dengannya seumur hidupku. Dan dia baik dan pintar. Meskipun begitu.” Anne memandang Marilla melalui celah bunga apel. matanya berbinar penuh minat. aku harap tidak.” sahut Marilla singkat. kau sendiri harus berhati-hati dalam bersikap. dan mungkin dia bisa menjadi teman mainmu ketika dia pulang. Suaranya cempreng dan ia mengucapkan doa itu dengan penuh duka. Aku benar-benar yakin bahwa menurutnya berdoa adalah suatu tugas yang tidak menyenangkan. lalu belajar dengan rajin beberapa lama lagi. Barry seorang wanita yang sangat pemilih. aku sangat senang anda membuatku mempelajari ini. kan? Oh. Apakah menurut anda itu mungkin?” “Diana Barry tinggal di Orchard Slope dan dia sebaya denganmu.” katanya akhirnya.” tanyanya kemudian.

Marilla sangat mengutamakan moral mirip the Duchess in Wonderland, dan sangat percaya bahwa orang harus terpaku pada setiap pendapat tentang seorang anak yang sedang beranjak dewasa. Tapi Anne mengenyampingkan moral dan hanya melihat kemungkinan menyenangkan yang tampak. “Oh, aku sangat senang dia manis. Hampir menjadi cantik itu sendiri—dan itu tak mungkin bagiku—akan sangat bagus bisa memiliki seorang sahabat yang cantik. Ketika aku tinggal dengan Nyonya. Thomas ia memiliki sebuah lemari buku berpintu kaca di ruang duduknya. Tak ada satu buku pun di dalamnya; Nyonya. Thomas menyimpan porselin terbagus dan barang antiknya di situ—ketika ia punya barang antik untuk disimpan. Salah satu pintunya telah rusak. Suatu malam Tuan. Thomas memecahkannya karena agak mabuk. Tapi yang satunya lagi masih bagus dan pernah berpura-pura seolah bayanganku di situ adalah seorang gadis kecil lain yang tinggal di dalamnya. Aku menamakannya Katie Maurice, dan kami sangat dekat. Aku pernah berbicara lama dengannya, khususnya Hari Minggu, dan menceritakan semua hal padanya. Katie adalah hiburan dan kesenangan dalam hidupku. Kami berpura-pura seolah lemari buku itu terpesona dan bahwa hanya aku yang tahu apa sandi untuk membuka pintunya dan melangkah masuk ke dalam ruangan tempat Katie tinggal itu, bukan ke rak tempat porselin dan barang antik Nyonya. Thomas diletakkan. Lalu Katie akan menggandengku ke sebuah tempat yang indah, semua bunga-bunga dan matahari dan dongeng, dan kami akan tinggal berbahagia di sana selamalamanya. Ketika aku akan tinggal dengan Nyonya. Hammond, aku sangat sedih karena harus meninggalkan Katie Maurice. Dia juga sangat bersedih, aku tahu dia sedih, karena dia menangis ketika memberikan ciuman perpisahan padaku melalui pintu lemari buku. Tak ada lemari buku di rumah Nyonya. Hammond. Tapi di seberang sungai tak jauh dari rumah terdapat lembah kecil yang sangat panjang dan hijau, dan ada gema terindah di sana. Gema itu akan kembali memantulkan setiap kata yang anda ucapkan, bahkan jika anda tidak mengeraskan suara. Jadi aku membayangkan itu adalah seorang gadis kecil bernama Violetta dan kami adalah teman dekat dan aku menyukainya hampir sama seperti rasa sukaku pada Katie Maurice—tidak persis, tapi hampir, anda tahu. Malam sebelum aku pergi ke panti aku mengucapkan selamat tinggal pada Violetta, dan oh, ucapan selamat tinggalnya padaku terdengar sama sedihnya, nada yang sedih. Aku jadi sangat terpaut padanya sampai-sampai aku tak tega mengkhayalkan seorang sahabat di panti, meski di sana sangat leluasa untuk berkhayal.” “Aku pikir sama saja seperti tak ada,” sahut Marilla acuh tak acuh. “Aku tak setuju hal seperti itu terjadi. Kau tampak hampir mempercayai khayalanmu sendiri. Akan bagus jika kau memiliki seorang sahabat yang nyata agar kau tak lagi memendam omong kosong itu di pikiranmu. Tapi jangan biarkan Nyonya. Barry mendengarmu berbicara tentang Katie Maurice-Katie Maurice dan ViolettaVioletta mu atau ia akan menganggap kau berbohong.”

47

“Oh, aku tak akan membiarkannya. Aku tak bisa menceritakan tentang mereka pada sembarang orang—kenangan tentang mereka terlalu suci untuk itu. Tapi kupikir aku akan membiarkan anda mengetahui tentang mereka. Oh, lihatlah, ada seekor lebah besar baru terjatuh di bunga apel. Coba pikir betapa tempat tinggal yang indah—di sekuntum bunga apel! Berkhayal tidur di situ ketika angin menggoyangkannya. Kalau aku bukan seorang anak manusia kupikir aku akan suka menjadi seekor lebah dan tinggal di antara bunga-bunga.” “Kemarin kau ingin menjadi seekor camar laut,” Marilla mendengus. “Kupikir kau sangat plin-plan. Aku menyuruh mempelajari doa itu dan bukan bicara. Tapi tampaknya tak mungkin akan berhenti bicara jika ada yang akan mendengarkanmu. Jadi pergilah ke kamarmu dan pelajari doa itu.” “Oh, aku tahu sekarang hampir semuanya sudah kupelajari—semuanya kecuali hanya baris terakhir.” “Well, tak apa, lakukan seperti yang kuminta. Pergilah ke kamarmu dan selesaikan belajarmu dengan baik, lalu tetaplah di sana sampai ku panggil untuk membantuku menyiapkan teh.” “Bolehkah kuambil bunga apel untuk menemani?” Anne memohon. “Tidak; kau tak boleh membiarkan kamarmu berantakan dengan bunga-bunga. Seharusnya kau meninggalkannya di pohon tempatnya semula.” “Aku juga sempat berpikir seperti itu,” sahut Anne. “Aku agak merasa seharusnya tak boleh mempersingkat kehidupannya yag indah dengan memetiknya—aku tak akan mau dipetik jika aku adalah sekuntum bunga apel. Tapi godaan itu SANGAT MENARIK. Apa yang akan anda lakukan bila dihadapkan pada sebuah godaan yang sangat menarik?” “Anne, apakah kau dengar aku menyuruhmu pergi ke kamarmu?” Anne menghela napas, beranjak ke loteng timur, dan duduk di kursi dekat jendela. “Cukup—aku tahu doa ini. Aku mempelajari baris terakhir itu tadi ketika di tangga naik ke atas. Sekarang aku akan membayangkan berbagai hal untuk kamar ini jadi hal-hal itu akan terus terbayang. Lantainya ditutupi karpet beludru putih dengan mawar-mawar pink di atasnya dan di jendela terdapat gorden sutra berwarna pink. Dindingnya digantungi dengan permadani hiasan dinding dari kain brokat gold dan silver. Perabotannya dari mahoni. Aku belum pernah melihat mahoni, tapi kedengarannya SANGAT mewah. Sofa ini dipenuhi bantal sutra aneka warna, pink, biru, merah tua dan gold, lalu aku bersandar manis di atasnya. Aku bisa melihat bayanganku di cermin besar dan bagus yang

48

tergantung di dinding. Tubuhku tinggi dan agung seperti ratu, memakai gaun dengan renda-renda putih, dengan sebutir mutiara di dada dan beberapa di rambut. Rambutku segelap tengah malam dan kulitku seterang gading yang pucat. Namaku adalah Lady Cordelia Fitzgerald. Bukan, bukan itu—aku tak bisa membuat NYA tampak nyata.” Dia menari ke arah kaca-kecil dan menampakkan dirinya di kaca itu. Wajahnya yang berbintik dan berhidung mancung serta mata abu-abu yang serius menatapnya balik. “Kau hanyalah seorang Anne dari Green Gables,” katanya sungguh-sungguh, “dan aku melihatmu, seperti apa yang nampak sekarang, kapan pun aku coba membayangkan bahwa aku adalah Lady Cordelia. Tapi jutaan kali lebih menyenangkan menjadi Anne dari Green Gables daripada Anne dari tempat lain di manapun, ya kan?” Dia membungkuk, mencium bayangannya penuh kasih sayang, lalu beranjak ke jendela yang terbuka. “Snow Queen sayang, selamat sore. Selamat sore pepohonan birch yang di lembah. Selamat sore, rumah abu-abu tersayang di atas bukit. Aku bertanyatanya dalam hati akankah Diana menjadi sahabatku. Aku harap dia mau, dan aku akan sangat mencintainya. Tapi aku tak pernah boleh benar-benar melupakan Katie Maurice dan Violetta. Mereka pasti akan sangat terluka bila aku melakukannya dan aku tak suka melukai perasaan siapa pun, meski hanya seorang gadis kecil lemari buku atau pun gadis kecil gema. Aku pasti akan selalu berhati-hati mengingat mereka dan mengrimkan ciuman untuk mereka setiap hari.” Anne meniupkan beberapa ciuman udara dari ujung-ujung jarinya melewati bunga-bunga cherry lalu, dengan tangan menopang dagu, mulai terhanyut dalam lautan lamunan.

Bab IX – Nyonya. Rachel Lynde memang Menakutkan Anne telah berada selama dua minggu di Green Gables sebelum Nyonya. Lynde tiba untuk melakukan pemeriksaan terhadapnya. Nyonya. Rachel, sepantasnya tak disalahkan dalam hal ini. Serangan influenza yang parah dan tidak pada saatnya telah membuat wanita baik itu terkurung di rumahnya sejak saat kunjungan terakhirnya ke Green Gables. Nyonya. Rachel jarang sakit dan cukup membatasi diri terhadap orang sakit; tapi influenza, menurutnya, tidak seperti penyakit dunia lainnya dan hanya bisa diartikan sebagai sebuah kunjungan khusus dari Tuhan. Begitu dokter memperbolehkannya menginjakkan-kaki keluar

49

rumah ia bergegas pergi ke Green Gables, dengan rasa penasaran yang meledak-ledak ingin melihat anak asuh Matthew dan Marilla, karena cemas dengan berbagai macam cerita dan dugaan yang telah tersebar di Avonlea. Anne telah mempergunakan saat-saat paginya dengan baik selama dua minggu itu. Dia telah mengenal setiap pohon dan semak belukar di tempat itu. Dia telah mengetahui ada jalan terbuka di bawah kebun apel dan berlari menyusuri daerah tanah berhutan; dan dia telah menjelajahinya sampai ke ujung terjauh dengan segala tingkah aneh aliran sungai dan jembatan, pepohonan fir dan lengkungan cherry liar, sudut hutan yang dipenuhi pohon pakis, dan jalanan kecil bercabang yang ditumbuhi pepohonan gunung dan maple. Dia telah berteman dengan tumbuhan di lembah—bagian dalam yang menakjubkan itu, tumbuhan tertutup es yang jernih; lembah itu dihiasi batu pasir merah yang halus dan dikelilingi rimbunan paku air yang meneyerupai pohon palem; dan di seberangnya terdapat jembatan merentang di atas aliran sungai. Jembatan itu membuat kaki Anne menari di bukit berhutan di seberang, tempat waktu senja berlangsung lebih lama di bawah lebatnya pepohonan fir dan spruce; bunga yang tumbuh di sana hanyalah bunga “June Bells” lembut dalam jumlah besar, itu adalah bunga yang termalu dan termanis di daerah tanah berhutan, dan beberapa starflower pucat berantena, seperti jiwa musim semi tahun lalu. Samar-samar tampak sarang laba-laba seperti benang di antara pepohonan dan dahan besar serta jumbai-jumbai fir tampak seolah menyambut dengan ramah. Penjelajahan yang menggairahkan itu dilakukannya dalam waktu beberapa kali setengah jam ekstra ketika dia diijinkan untuk bermain, dan Anne menceritakan penemuan-penemuannya pada Matthew dan Marilla yang pura-pura tak mendengar. Matthew tak mengeluh, pastinya; ia mendengarkan semuanya tanpa kata dengan senyum kegembiraan menghiasi wajahnya; Marilla membiarkan saja “celotehan” itu sampai ia sendiri jadi sangat tertarik dengan cerita-cerita Anne, lalu ia segera membungkam Anne dengan perintah kasar untuk tutup mulut. Anne sedang berada di kebun buah ketika Nyonya. Rachel tiba, berkelana dengan pikirannya sendiri melewati rerumputan lebat yang bergoyang dan disiram cahaya senja yang kemerahan-merahan; sehingga wanita yang baik itu punya kesempatan bagus untuk menceritakan penyakitnya dengan legkap, menggambarkan setiap rasa sakit dan denyut nadi dengan sangat gembira sampai-sampai Marilla bahkan berpikir influenza yang dideritanya pasti memberi kepuasan tersendiri. Ketika sudah sangat kelelahan Nyonya. Rachel mengungkapkan tujuan utama kedatangannya. “Aku telah mendengar beberapa hal yang mengejutkan tentang kau dan Matthew.”

50

“Aku rasa kau tak lebih terkejut daripada diriku sendiri,” sahut Marilla. “Sekarang aku sedang mengatasi keterkejutanku.” “Sayang sekali sampai terjadi kesalahan dalam hal ini,” kata Nyonya. Rachel simpatik. “tak bisakah kau mengirimnya kembali pulang?” “Seharusnya bisa, tapi kami memutuskan tak melakukannya. Matthew menyukainya. Dan harus kukatakan aku sendiri menyukainya—meski kuakui dia memiliki beberapa kekurangan. Rumah ini sudah tampak berbeda. Dia benarbenar anak kecil yang periang.” Marilla berkata lebih dari yang direncanakan ketika ia mulai, karena ia melihat raut mencela di wajah Nyonya. Rachel. “Kau sudah menerima sebuah tanggung jawab besar,” wanita itu berkata dengn murung, “terutama karena kau belum pernah berpengalaman dengan anak-anak. Kurasa, kau tak tahu banyak tentangnya atau pun wataknya yang sebenarnya, dan tak tahu anak itu akan jadi seperti apa. Tapi aku bukannya mau mengecilkan hatimu, Marilla.” “Aku tak merasa berkecil hati,” Marilla menjawab acuh tak acuh. “Ketika aku sudah membulatkan tekad untuk melakukan sesuatu maka aku akan tetap memegangnya. Kurasa kau mau melihat Anne. Aku akan memanggilnya masuk.” Anne segera berlari masuk, wajahnya berseri gembira karena penjelajahan di kebuh buah; tapi, karena malu mendapati adanya orang asing yang tak disangkanya, dia berhenti dengan bingung di pintu masuk. Dia benar-benar tampak seperti anak kecil yang aneh dalam balutan pakaian kecil ketat lusuh yang dibawanya dari panti, dibawahnya kaki kurusnya tampak kaku. Bintik-bintik di wajahnya tampak semakin banyak dan kentara dibanding sebelumnya; angin telah mengacak rambutnya yang tak bertopi menjadi sangat awut-awutan, rambutnya tak pernah tampak semerah saat itu. “Well, mereka tak mengambilmu karena wajahmu, itu sudah jelas dan pasti,” Nyonya. Rachel Lynde berkomentar tegas. Nyonya. Rachel adalah salah seorang yang terkenal bangga untuk mengungkapkan pendapatnya tanpa takut atau pun segan. “Dia benar-benar kurus dan tidak cantik, Marilla. Kemarilah, nak, dan biarkan aku memandangmu. Marilla, pernah kah ada yang melihat bintikbintik speperti ini? Dan rambut semerah wortel! Kemarilah, nak.” Anne “pergi ke sana”, tapi tak seperti yang diduga Nyonya. Rachel. Dengan satu lompatan dia melintasi dapur lalu berdiri di depan Nyonya. Rachel, wajah memerah karena marah, bibirnya bergetar, dan seluruh tubuhnya gemetar dari kepala sampai kaki.

51

” dia berteriak dengan suara tercekik. “Beraninya anda mengatakan hal itu tentang aku?” dia mengulang dengan suara keras. menghembuskan napas dengan rasa marah yang sangat besar. berusaha dengan susah payah memulihkan kekuatannya untuk bicara. Marilla membuka mulutnya tak tahu permintaan maaf atau pembelaan apa yang akan disampaikannya. Rachel. Rachel dengan kesungguhan yang tak dapat diungkapkan. “Aku benci anda—aku benci anda—aku benci anda—“ sebuah hentakan yang lebih besar untuk menunjukkan kebenciannya. Anne. Apa yang dikatakan Anne membuatnya terkejut. 52 .” kata Nyonya. menghentakkan kakinya ke lantai. Bantingan pintu tadi menunjukkan bahwa pintu loteng timur telah ditutup dengan kekuatan yang sama besar. Anda telah menyakiti perasaanku bahkan lebih parah dari yang pernah dilakukan suami Nyonya. beranjak cepat ke pintu ruang depan. kau tak akan mengatakan kalau kau membenarkan tingkahnya seperti yang baru saja kita lihat. dan tak berperasaan!” “Anne!” Marilla berseru terkejut. tak akan pernah!” Hentakan! Hentakan! “Pernahkah ada yang menemui watak seperti ini!” seru Nyonya. “Well. tak sopan. Thomas yang pemabuk. “Bagaimana jika hal-hal itu dikatakan untuk anda? Bagaimana jika anda dikatakan gemuk dan kikuk yang bahkan belum pernah anda bayangkan sebelumnya? Aku tak peduli akan menyakiti perasaan anda dengan mengatakan hal ini! Aku memang berharap bisa melakukannya.“Aku benci anda. membantingnya sampai kaleng-kaleng di dinding serambi depan bergemerincing simpati.” kata Marilla. “Seharusnya kau tak mengejek tampangnya. lalu melarikan diri melalui ruang depan dan naik ke atas seperti angin puyuh. Rachel marah. “Anne pergilah ke kamarmu dan tetap di sana sampai aku datang. kan?” cecar Nyonya. aku tak iri pada tugasmu mengasuhNYA. yang tiba-tiba menangis tersedu.” “Marilla Cuthbert. dengan mata menyala. tangan terkepal. tak akan pernah. Tapi Anne tak gentar terus menghadapi Nyonya. Rachel menakutkan. Dan karenanya aku TAK AKAN PERNAH memaafkan anda. “Beraninya anda mengataiku kurus dan jelek? Beraninya anda mengatakan aku berambut merah dan wajahku berbintik? Anda wanita yang kasar. waspada. Marilla. Rachel.

di depan orang lain! Tiba-tiba Marilla menyadari suatu hal yang tak menyenangkan memberikan peringatan keras bahwa ia merasa kelemahan serius watak Anne lebih merupakan penghinaan dibanding kesedihan. Dia memang sangat nakal dan aku juga harus memberitahunya tentang itu. Rachel.” sahut Marilla pelan. jika aku harus diserang dan dicela seperti ini. Ia merasa sangat risau dengan kejadian yang baru terjadi. Ini benar-benar pengalaman baru bagiKU. untuk menyenangkan perasaan seorang anak yatim. Aku benar-benar menyesal kalau kau sampai membuatku marah. Sayang sekali Anne telah menunjukkan watak seperti itu di depan Nyonya. selamat malam. menangis tersedu. aku tahu setelah ini aku harus sangat berhati-hati mengatakan apa pun Marilla. Lalu bagaimana ia bisa menghukumnya? Saran yang bagus dengan menggunakan rotan—agar lebih efisien seperti pernyataan menjengkelkan dari seluruh anak kandung Nyonya. Kau akan mendapat masalah dengan anak itu.” Marilla tak tahan untuk tak mengatakan kalimat terakhir itu. Rachel. “Well. Rachel—tak membuat Marilla tertarik. Marilla. “Anne. Tapi kita harus memberinya keloggaran. sama sekali tak sadar dengan sepatu bootnya yang berlumpur di atas seprei. 53 .” Setelah Nyonya. “Aku tidak sedang membelanya. yang tak jelas asalnya. Di tangga ia merasa sulit mempertimbangkan apa yang harus dilakukannya. Oh. Kupikir pastilah ITU akan menjadi bahasa yang paling efektif untuk anak seperti dia. Tapi kau tak bisa mengharapkan kedatanganku lagi ke sini dalam waktu dekat. aku tak jengkel. Dan kau BERSIKAP terlalu keras padanya. Rachel berlalu pergi dengan cepat—jika seorang wanita gemuk yang selalu berjalan gontai BISA dikatakan pergi dengan cepat—lalu Marilla dengan wajah serius beranjak ke loteng timur. Kuharap kau akan sering datang mengunjungiku seperti biasa.“Tidak. Rachel berdiri dan tampak harga dirinya terluka. Kurasa wataknya sesuai dengan rambutnya. Tidak. tidak. Nyonya. meskipun aku telah membesarkan sepuluh anak dan dua telah meninggal—kau akan melakukan ‘pembicaraan’ yang kau sebut tadi dengan sedikit menggunakan rotan. Well. meski lagi-lagi ia sendiri terkejut karena melakukannya. Dia tak pernah diajarkan apa yang benar. Tapi kalau kau mengikuti saranku—yang kurasa tak akan kau ikuti.” panggilnya lembut. Marilla mendapati Anne menelungkup di tempat tidurnya. harus lebih diperhatikan dari apa pun juga. Ia tak yakin tega mencambuk seorang anak dengan rotan.-jangan khawatir. ia harus mendapatkan metode hukuman lain untuk menyadarkan Anne akan kekejaman hinaannya.

“Seharusnya kau bertingkah manis begini. “Malang sekali dia jadi anak kecil yang tidak cantik dan berkulit gelap. Ia adalah orang asing. “Anne. Sebuah kenangan lama tiba-tiba tampak di hadapan Marilla.” Anne menggeliat dari tempat tidur lalu duduk dengan canggung di kursi sebelahnya.” “Well. “Kau tak punya hak menyerangnya dengan kemarahan seperti yang kau lakukan padanya tadi. Aku mau kau bersikap baik pada Nyonya.” Setiap hari Marilla sedih karenanya sebelum kepedihan itu hilang dari ingatannya. Anne. Lynde akan punya sebuah cerita manis tentang kau untuk diceritakan dimana-mana—dan ia juga akan menceritakannya. Kurasa kau berpikir aku memiliki watak yang sangat buruk. Saat itu ia adalah seorang anak yang sangat kecil ketika ia mendengar salah seorang bibinya berkata pada yang lain. Ketika ia mengatakan hal itu sesuatu dalam tubuhku naik dan membuatku sesak. kuakui kau telah membuat suatu pertunjukan besar dengan kau sendiri sebagai pemainnya.Tak ada jawaban. “Aku tak bilang bahwa apa yang dikatakan Nyonya.” “Oh. wajahnya bengkak dan berbekas airmata. Anne.” “Coba bayangkan bagaimana rasanya jika seseorang mengatakan kau kurus dan jelek di depanmu. Mengerikan sekali kau sampai kehilangan kendali seperti itu.” ratap Anne. Aku tak megerti kenapa kau harus sampai hilang kendali hanya karena Nyonya. Lynde. Tapi itu tak berarti kau boleh bersikap seperti itu. karena kau telah membuatku malu. berusaha menghindar dan membangkang. tapi aku tak bisa menahannya.” Anne membela diri dengan suara sedih. Nyonya. Kau membuatku malu—benar-benar membuatku malu. Anne! Tidakkah kau merasa malu dengan dirimu sendiri?” “Ia tak punya hak menyebutku jelek dan berambut merah. AKU HARUS membalasnya.” akunya dengan nada melembut.” dengan suara lebih keras. matanya tetap menatapi lantai. “turun dari tempat tidur sekarang juga dan dengarkan apa yang harus kukatakan padamu. Lynde mengatakan kau berambut merah dan tidak cantik. tapi tentu saja berbeda mengatakannya sendiri dengan mendengar orang lain yang mengatakannya. oarang yang kebih 54 . “Rachel terlalu blak-blakan. Kau sendiri sudah cukup sering mengatakannya.” sahut Anne cepat. “Kau mungkin tahu sesuatu memang seperti itu tapi kau tak bisa berhenti berharap orang lain tak terlalu berpikir seperti itu. Anne. Lynde untukmu benar.

Marilla memberitahu Matthew keseluruhan cerita. Bagaimana aku bisa melakukannya? Aku TAK menyesal.” “Mungkin daya imajinasimu akan bekerja lebih baik lagi besok pagi. ya kan? Aku bahkan tak bisa MEMBAYANGKAN aku menyesal. 55 .” “Kami tak biasa mengurung orang di ruang bawah tanah yang lembab dan gelap. Ia marah pada diri sendiri seperti ia marah pada Anne. Marilla. “terutama karena ruangan seperti itu jarang ada di Avonlea. Tapi aku tak bisa minta maaf pada Nyonya. Tadi kau bersikap tak sopan. berusaha mempengaruhinya dengan respon yang tepat karena kelakuan buruk Anne. Lynde aku menyesal karena telah mengatakan hal itu untuknya.” tekad Anne tak mau tahu. Lynde. Rachel yang tercengang bibirnya bibirnya berkedut kesenangan dan ia merasakan keinginan tercela untuk tertawa. Lynde. ruang bawah tanah yang lembab yang dihuni oleh ular dan kodok. Kau bilang akan mencoba jadi anak yang sangat baik jika kami mengasuhmu di Green Gables. karena. Aku tak bisa bilang menyesal ketika aku tak menyesal.” sahut Marilla. kapan pun ia membayangkan roman muka Nyonya. dan juga tamuku—tiga hal itu sudah cukup jadi alasan untukmu menghormatinya. Itu merupakan kepuasan yang besar. pikirannya kusut dan jiwanya gundah. Kau bisa mengurungku dalam gelap. “karena aku tak bisa bilang pada Nyonya. tapi harus kukatakan kau sama sekali tak tampak mencobanya malam ini. Tapi kau wajib dan harus minta maaf pada Nyonya.” sahut Anne sedih.” sahut Marilla acuh tak acuh. tapi aku SENANG mengatakan itu untuknya. dan kau akan tetap berada di kamar ini sampai kau bisa memberitahuku kau akan melakukannya. Marilla turun ke dapur. tapi karena keesokan paginya Anne masih keras kepala ia harus menyiapkan penjelasan untuk ketidakhadiran Anne waktu sarapan pagi.tua. Bab X – Permintaan Maaf Anne Marilla tak berkata apa-apa pada Matthew tentang kejadian malam itu. “Kau bisa menghukumku dengan cara apa pun yang kau suka.” Dengan membiarkan kata Parthian itu mengganggu perasaan Anne yang sedang bergolak. Maaf aku membuatmu kesal. kasar dan”—Marilla telah memutuskan cara untuk memberi hukuman—“kau harus menemuinya dan katakan padanya kau sangat menyesali watakmu yang buruk lalu minta maaflah padanya. aku tak akan mengeluh. “Kau akan bisa menentukan sikap semalaman ini dan cobalah berpikir lebih jernih.” “Kalau begitu aku akan tetap di sini selamanya.” “Aku tak akan pernah bisa melakukannya. atau pun memberiku makan hanya dengan air dan roti. mulai bangkit untuk meninggalkan kamar.

aku heran denganmu. Dia tampak sangat kecil dan tak gembira. “bagaimana kau melakukannya. Lynde.“Baguslah kalau Nyonya. “Anne. yang telah dari tadi berada di gudang dan mengawasi.” Sarapan dan makan malam menjadi sangat sepi—karena Anne masih tetap keras kepala. 56 . Matthew kuatir melihat nampan terakhir yang dibawa turun. seolah takut ada yang mendengar. Apakah Anne sama sekali tak memakannya?” Ketika malam itu Marilla keluar membawa sapi dari padang rumput belakang. memandang sedih ke kebun di luar. Tapi ia tak pernah lagi naik ke ruangan atas di rumahnya sendiri sejak musim semi ketika ia membantu Marilla menempeli kamar tidur yang kosong. dan Matthew merasa terpukul.” jawab Matthew berusaha menghibur. Kupikir dia memang seharusnya sedikit diberi hukuman. dia suka sekali mencampuri urusan orang lain. Ia berjinjit sepanjang ruang depan dan berdiri beberapa saat di depan pintu loteng timur sebelum memberanikan diri untuk mengetuknya dengan jemarinya lalu membuka pintu untuk mengintip ke dalam. Anne sedang duduk di kursi kuning dekat jendela.” kata Matthew kuatir. “Matthew Cuthbert. dan aku sendiri yang akan membawanya ke atas. menyelinap masuk ke rumah seperti maling dan berjalan pelan-pelan ke atas. Kau tahu tingkah Anne sangat buruk. kan?” “Kapan kau pernah mendengar aku membuat orang kelaparan untuk membuatnya bersikap baik?” cecar Marilla marah. Tapi dia akan tetap berada di kamarnya sampai dia mau minta maaf pada Nyonya. Kau —kau akan memberinya sesuatu untuk dimakan. Matthew. “Dia akan mendapat sarapan seperti biasa. Marilla. dan kau masih membelanya! Kurasa kemudian kau akan bilang seharusnya dia tak dihukum sama sekali!” “Well—tidak—tidak juga. sekali-kali ia memberanikan diri masuk ke ruang tamu atau ruang kunjungan ketika pendeta datang untuk minum teh. Mengingat belum pernah ada seorang pun yang mengajarkannya untuk bersikap benar. Ia menutup pintu dengan pelan dan berjinjit menghampiri Anne. Seperti biasa Matthew bergerak antara dapur dan ruang tidurnya yang kecil dekat ruang depan. Anne?” Anne tersenyum lemah.” ia berbisik. dan itu empat tahun yang lalu. Tapi jangan terlalu keras padanya. Lynde mendapat makian. Matthew. Setiap selesai sarapan Marilla membawa nampan penuh berisi makanan ke loteng timur dan kemudian membawanya turun kembali dengan banyak sisa makanan. dan itu keputusan akhir.

“Cukup baik. Dia bisa berpikir aku mencampuri urusan orang lain dan aku sudah berjanji untuk tidak melakukannya. Tapi aku benarbenar tak berniat menemui Nyonya. “Aku akan memberitahu Marilla begitu ia masuk bahwa aku merasa menyesal.” “Bagus—bagus.” janji Anne sungguh-sungguh.” “Kurasa aku bisa melakukannya untuk mematuhimu. aku akan melakukan apa pun untukmu—jika kau benar-benar ingin aku melakukannya—“ “Well. Aku tahu begitu karena aku terbangun tiga kali dan selalu merasa sangat gusar.” sahut Anne pasrah.” “Kuda liar tak akan bisa mengorek rahasia dariku. tentu saja aku menginginkannya. Aku merasa sangat malu. tidakkah menurutmu sebaiknya kau melakukannya dan menyelesaikannya?” bisiknya. Tapi tetap. tak gentar menghadapi masa hukuman panjang seorang diri di depan mata.” sahut Anne penuh pertimbangan. Semalam aku tak menyesal sedikit pun. lakukanlah segera. dan itu membantuku menghabiskan waktu. Anne. karena Marilla wanita yang sangat tegas—sangat tegas.” “Baiklah. Tentu saja. Itu akan sangat memalukan. kau tahu. karena sekarang AKU memang menyesal.” sahut Matthew semangat. Lynde?” “Ya—minta maaf—benar sekali. Aku membayangkan banyak hal. Aku bertekad untuk lebih memilih tetap berada di kamar ini selamanya daripada melakukan hal itu. “Akan cukup tepat untuk berkata aku menyesal. Matthew ingat ia harus mengatakan apa yang ingindikatakanya tanpa membuang waktu.” “Apakah yang kau maksudkan adalah meminta maaf pada Nyonya. “Cepat atau lambat kau harus melakukannya. Lynde dan mengatakan padanya aku menyesal. Anne. Itulah yang coba kuutarakan. Namun begitu. Di bawah sangat sunyi tanpa kau. nanti aku juga akan terbiasa.” Anne tersenyum lagi. Tapi pagi ini aku sudak tak merasakannya lagi. Aku benarbenar marah. “Well. jangan sampai Marilla kembali sebelum waktunya. dan selesaikanlah masalah itu. “Anggap saja kau hanya sedang bicara seperti biasa. Anne. Tapi jangan beritahu Marilla aku membicarakan hal ini. dan masih merasa marah sepanjang malam. Aku tak marah lagi—dan hal itu juga menyebabkan semacam kehancuran. “Memangnya bagaimana bisa kuda liar mengorek rahasia dari orang?” 57 . agak sunyi-senyap. Pergilah dan berdamailah—itulah anak yang baik. Menurutku.

Rachel yang keheranan dan memegang tangannya dengan memohon. Aku bersikap buruk pada anda—dan aku telah membuat malu sahabat-sahabat tercinta. “Well?”. yang tadinya menegakkan kepada dan merasa menang. takut dengan keberhasilannya sendiri. “Aku akan membawamu menemuinya setelah memerah susu.Tapi Matthew telah pergi. Anne?” tanyanya pedas. Ia tergesa melarikan diri ke sudut terjauh di padang rumput kuda jangan sampai Marilla mencurigai tujuannya naik ke atas.” Karena itu. Ia baru berpikir di bawah kanopi akan melakukan apa pada Anne jika dia tak menyerah juga. begitu kembali ke rumah. Keriangan Anne terus berlangsung sampai mereka sudah sangat dekat dengan Nyonya. “Oh. Tapi Marilla tak dapat menghilangkan dugaan bahwa sesuatu pada caranya memberi hukuman berjalan tak sesuai. “Marilla” di pegangan pada sisi tangga. “Aku menyesal telah kehilangan kendali dan berkata kasar. Ini suatu kepuasan—atau seharusnya seperti itu. “Aku sedang membayangkan apa yang harus kukatakan pada Nyonya. tidak.” Kegaringan Marilla tak menunjukkan kelegaannya. Anda pasti bisa membayangkannya. yang sedang duduk merajut di dekat jendela dapurnya. Dia menengadahkan kepala sementara kakinya terus melangkah. Lynde. melangkah ke ruang depan. sahutnya. Lynde. Tampangnya tak selembut itu ketika menyatakan kesediaannya menemui Nyonya. Marilla melihat perubahan itu dengan pandangan mencela.” “Bagus sekali. melihat Marilla dan Anne berjalan menyusuri jalan. Lynde dan mengatakan itu padanya. Tapi di tengah perjalanan kemurungan Anne seolah terhapus oleh sihiran. yang telah mengijinkanku 58 . Kemurungan karena penyesalan kembali tampak di wajahnya. kini menjadi murung da sedih. setelah memerah susu. heran bercampur senang mendengar sebuah suara sedih memanggil. Lynde.” sahut Anne setengah melamun.” katanya dengan suara gemetar. Nyonya. Anne tak semestinya tampak begitu senang dan berseri-seri. Kemudian keriangan itu pun lenyap. dan aku mau menemui Nyonya. Lynde yang tersinggung. Marilla sendiri. matanya terpaku pada langit dengan matahari terbenam lalu suasana yang sedikit menggembirakan menghampirinya. Matthew dan Marilla. tidak bahkan jika aku menggunakan semua kamus. Sebelum sempat ada yang berbicara Anne tiba-tiba berlutut di depan Nyonya. “Apa yang sedang kau pikirkan. “Aku tak akan pernah bisa mengungkapkan seluruh kesedihanku. aku benar-benar sangat menyesal.

Aku anak yang nakal sekali dan tak tahu berterima kasih. tegakah anda melakukannya walaupun dia sudah berprilaku sangat buruk? Oh. dan tubuhku kurus. Tapi aku orang yang blak-blakan. maafkan aku.” katanya sepenuh hati. Akan lebih mudah menjadi anak baik jika rambutnya indah berwarna coklat kemerahan. setiap kata yang anda ucapkan benar adanya. “Tentu saja aku memaafkanmu. Jika anda menolak maka itu akan menjadi penderitaan seumur hidup bagi seorang anak yatim. tapi ketika dia tumbuh besar rambutnya menggelap menjadi coklat kemerahan. Lynde!” Anne menghela napas panjang begitu dia bangkit berdiri. Ia hanya merasa bahwa Anne telah sungguh-sungguh membuat pernyataan maaf dan seluruh kekesalan lenyap darinya.” Anne menangkupkan kedua tangannya dan membungkukkan kepalanya. Lynde. Nyonya. lalu menunggu keputusan Nyonya. Lynde. Oh. Oh. tak merasa terbebani dengan anggapan itu. Tak ada yang meragukan ketulusannya—itu terasa pada setiap nada suaranya. Apa yang aku katakan pada anda juga benar. Kurasa bagaimanapun aku sudah agak terlalu keras padamu. Tak bisa disangkal bahwa rambutmu sangat merah. Bagus Nyonya. Aku akan selalu menganggap anda seorang penolong. itu saja. Mana hukuman sehat yang Marilla banggakan itu? Anne telah mengubahnya jadi suatu bentuk kesenangan. bukankah bagitu? Dan sekarang bolehkah aku keluar ke kebun anda dan duduk di bangku di bawah pohon apel itu sementara anda berbincang dengan Marilla? Di luar sana sangat leluasa untuk berimajinasi. cukup. tak melihat ini. Sedikitpun aku tak akan terkejut jika rambutmu juga akan jadi seperti itu—tak sedikitpun. Lynde mengenali nada yang tak diragukan itu. sebenarnya—ketika dia kecil rambutnya semerah rambutmu. hati. “Kau telah memberiku sebuah harapan. Lynde. tolong. Nyonya. meskipun agak suka mencampuri urusan orang. “Cukup.nak. aku sanggup menanggung derita apa pun hanya dengan membayangkan bahwa rambutku akan coklat kemerahan begitu aku tumbuh dewasa.” 59 .bangunlah. Tolong katakan anda memaafkanku. Kau seharusnya tak perlu merasa tersinggung. Lynde. tapi seharusnya aku tak mengatakannya. Aku bertingkah buruk sekali sampai marah-marah karena anda memberitahu kenyataan sebenarnya.tinggal di Green Gables meski pun aku bukan anak laki-laki. Nyonya. tolonglah. tapi aku pernah mengenal seorang anak berambut merah—pergi ke sekolah bersamanya. Tapi pada awalnya mereka merasa risau karena Anne sebenarnya menikmati lembah hinaan itu—bersuka ria dalam penghinaannya yang tak tanggung-tanggung itu. dan aku pantas dihukum dan tidak dihormati selamanya. aku yakin anda tak akan tega melakukannya. Rambutku merah. wajahku jelek dan berbintik.” “Oh. Itu ADALAH kenyataan. Marilla dam Nyonya.

kan?” dia berkata dengan bangga begitu mereka menyusuri jalan. pergilah. kau tahu. “Aku tak akan cepat marah bila yang disinggung adalah hal lain. tapi bagaimana pun ada baiknya membawa dia melihat-lihat. Ambillah kursi ini. seperti terlalu semangat.” Begitu pintu ditutup sekeluarnya Anne Nyonya. itulah saranku. Secara keseluruhan. anak yang cepat marah. “Kupikir karena aku harus melakukannya maka aku juga harus melakukannya dengan sungguh-sungguh. Anne. Ia juga merasa tak tenang harus memarahi Anne untuk meminta maaf dengan sangat bagus. Jauhkan aku dari anak yang licik. dia memiliki cara yang aneh dalam mengekspresikan dirinya—agak terlalu—well. Marilla. “Dia benar-benar anak kecil yang aneh. Lynde dengan cekatan bangkit untuk menghidupkan lampu. Marilla merasa bersalah mendapati dirinya ingin tertawa mengingat hal itu. Marilla. Aku takut kau akan jadi anak kecil yang berlagak.“Ya. tapi. sepertinya aku menyukainya.” “Kau melakukannya sungguh-sungguh. semuanya berjalan cukup baik. tak akan pernah mungkin berprilaku licik atau pun dusta. Kemudian. Ya.” sahut Anne dengan helaan napas.” “Itu tak akan terlalu sulit jika orang-orang tak mengejek penampilanku. terbakar amarah lalu tenang kembali.” adalah komentar Marilla. dia jelas anak yang aneh. itu lebih mudah daripada yang ada padamu. kurasa dia cepat sekali marah. tapi aku SANGAT lelah diejek rambutku dan itu akan membuat darahku langsung mendidih. itu menggelikan! Ia harus berkompromi dengan suara hatinya dengan mengatakan: “Kuharap kau tak akan lagi membuat permintaan maaf seperti itu. nak. Apakah menurutmu rambutku benar-benar bisa berwarna coklat kemerahan ketika aku dewasa?” “Seharusnya kau tak perlu terlalu merisaukan penampilanmu. Kuharap sekarang kau akan mencoba mengontrol amarahmu.” Ketika Marilla pulang Anne keluar dari menikmati waktu senja di kebun buah dengan seikat narcissi putih di tangannya. Aku tak merasa terkejut kau dan Matthew menjaganya sebagaimana yang kulakukan—tidak juga menyesalinya. aku hanya menyimpannya untuk diduduki oleh anak laki yang diupahi itu. tentu saja boleh. tapi ada satu hal yang menghibur. “Aku minta maaf dengan cara lumayan bagus. tapi mungkin sekarang dia sudah dapat mengatasinya karena dia akan tinggal dengan orang-orang yang sopan. Mungkin dia sudah menjadi baik. Tentu saja.” 60 . Dan kau boleh memetik satu karangan bunga lili June putih di sudut itu jika kau mau. Anne.

Marilla. “Sangat menyenangkan pulang dan mengetahui itu memang rumah. Ketika aku sudah bosan dengan pepohonan aku akan membayangkan bergerak lembut ke bawah ke pakis-pakis itu—lalu aku akan terbang ke kebun Nyonya. Seorang gipsi kecil datang menghampiri mereka. Itu membuatku sangat sedih—aku merasakan hal yang sama ketika melihat benda-benda jelek. bukankah bunga ini sangat manis! Sangat menyenangkan Nyonya. “Jika kau jadi anak yang baik maka kau akan selalu bahagia.” sahut Anne merenung. Anne. dan aku benci melihat di kaca ada sesuatu yang tidak cantik.” Sahut Marilla. Ia cepatcepat memulihkan sensasi yang dirasakannya ke sikap tenang seperti biasa dengan berulang-ulang mengingatkan tentang moral. Seindah-indahnya rumah orang tapi rumah sendiri lebih nyaman. tolong berhentilah berbicara. “Oh. Lynde.” katanya.” Sesuatu yang hangat dan basah mengaliri hati Marilla karena tangan kecil kurus itu menyentuh tangannya—sebuah debaran keibuan yang dirindukannya. Sekarang aku tak marah lagi pada Nyonya.” Anne berkata ragu. “Aku telah menyukai Green Gables. Lynde dan menggoyangkan bunga-bunga—kemudian dengan sekali sambaran aku akan sampai di ladang pohon semanggi—lalu berakhir di Lake of Shining Waters dan meriakkannya sehingga tampak seperti 61 . Oh.” kutip Marilla. dengan bau harum pakis muda berembun.“Bagaimana aku bisa berlagak ketika aku tahu aku jelek?” Anne protes. dan aku tak pernah menyukai tempat lain sebelumnya. mungkin. aku sangat bahagia. Memaafkan dan dimaafkan memberimu perasaan yang menyenangkan dan nyaman. Tiba-tiba Anne mendekat ke Marilla dan menyelipkan tangannya ke telapak tangan keras wanita yang lebih dewasa itu. benar-benar lelah mencoba mengikuti pikiran Anne yang berbelit-belit. Anne tak berbicara lagi sampai mereka sudah berada di jalur sendiri.” “Kecantikan adalah kecantikan dalam perbuatan. “Aku suka benda-benda cantik. Dan kau tak akan kesulitan lagi untuk berdoa. “Hal itu pernah dikatakan padaku sebelumnya. Aku bisa berdoa sekarang dan tak lagi kesulitan untuk melakukannya. tapi aku menyangsikannya. Jauh di atas tampak bayangan sinar terang berpendar di antara pepohonan dari dapur di Green Gables. Lynde mau memberikannya untukku. Itu hal yang sangat tak biasa dan manis yang mengusiknya.” “Mengucapkan doa seseorang tak sama dengan berdoa. bintang mana yang akan kau pilih? Aku akan pilih bintang besar yang sangat terang dan bagus yang berada jauh di atas bukit gelap itu.” “Anne. ya kan? Bukankah bintang-bintang bersinar terang malam ini? Jika kau bisa tinggal di sebuah bintang. Aku merasa kasihan karena benda itu tak cantik. “Tapi aku akan membayangkan bahwa aku adalah angin yang bertiup ke puncak-puncak pohon. mencium bau narcissi-nya.

” kata Marilla. Bajuk katun tipis coklat dan yang bercorak biru akan kau pakai ke sekolah ketika kau mulai masuk sekolah. dengan lengan sesederhana bentuk pinggang dan rok dan seketat yang memungkinkan. dan dapat dipakai.” “Terima kasih kau mau melakukannya.gelombang yang berkilauan. bagaimana kau menyukainya?” tanya Marilla. satu lagi baju satin bergambar persegi hitam putih yang dipilihnya di tempat penjualan dengan harga diskon di musim dingin. leluasa sekali berimajinasi menjadi angin! Jadi sekarang aku tak akan bicara lagi. “Aku tak mau kau membayangkannya.” sahut Anne segan. aku sudah memberitahumu. mencermati tiga baju baru yang terbentang di kasur. dan semuanya dibuat serupa—rok-rok sederhana bercorak penuh sampai ke pinggang. Oh. Baju-baju itu bagus.” 62 . “Aku akan membayangkan aku menyukainya. “Cantik!” Marilla mendengus. tanpa ada bagian yang terlipat atau pun menjuntai. aku tak kau tak menyukai baju-baju itu! Apa masalahnya? Bukankah baju-baju itu rapi.” “Lalu kenapa kau tak menyukainya?” “Baju itu—baju itu tidak—cantik. Aku bukan orang yang suka memanjakan sifat sok berlagak. Semua ia sendiri yang memilihkan. Baju satin untuk ke gereja dan sekolah Minggu. pantas. Kupikir kau akan senang mendapat ganti yang jauh lebih bagus dari baju kusut dan kekecilan yang biasa kau pakai. bersih dan baru?” “Ya. tersinggung. dan itu semua yang akan kau dapat musim panas ini. dan terakhir baju bercorak kental bergambarkan motif biru jelek yang dibelinya minggu itu di toko di Carmody. Yang satu adalah baju dari kain katun tipis yang ingin dibeli Marilla musim panas lalu dari seorang penjual keliling karena baju itu tampak akan tahan lama. Anne sedang berdiri di ruang loteng. Marilla. “Oh. Anne. Bab XI – Kesan Anne akan Sekolah Minggu “Well. “Aku tak sibuk berpikir untuk medapatkan baju-baju cantik untukmu.” sahut Anne sungguh-sungguh. Kuharap kau menjaganya tetap rapi dan bersih dan jangan merusaknya.” Marilla benar-benar bernapas lega.

tapi aku tak berharap banyak karenanya. Lynde.” Anne mencoba berkeras dengan nada pilu.” Katanya. untungnya aku bisa membayangkan salah satunya berbahan kain tipis berwarna putih salju dengan rumbai berenda yang bagus dan lengan bergembung-tiga.” bisiknya putus asa. yang telah membiarkan dirinya berkhayal mempunyai topi dengan pita dan bunga-bunga. 63 . Anne mendekap tangannya dan memandangi baju-baju itu. “Aku berdoa mendapat satu baju seperti itu. ceper. Marilla. kau akan menggunakannya tanpa merasa berdebar gembira. gantunglah baju-baju itu dengan hati-hati di lemari bajumu. yang pantas. Aku tahu hanya harus sangat mengandalkan Marilla untuk mendapatkannya. pelaut baru. Kupikir bagaimana pun baju seperti itu tampak menggelikan.” “Well. aku MERASA senang. kesederhanaan yang amat sangat yang juga sangat mengecewakan Anne. Bawalah satu sen ini untuk dikumpulkan. “Aku sangat berharap ada satu baju berwarna putih dengan bagian lengan menggembung. Jangan menatapi orang dan jangan membuat masalah. Aku lebih suka baju sederhana. Aku tak punya materi untuk dihamburkan membeli baju berlengan gembung. Hatiku akan berdebar gembira.” Keesokan paginya sakit kepala menghalangi Marilla pergi ke sekolah Minggu dengan Anne. yang. Well. Lynde untuk menunjukkan bangku kita.” Anne memulai tanpa cela. Sekarang baju dengan bagian lengan menggembung sedang jadi tren. Lalu perhatikanlah ceramah dan mintalah Nyonya.” “Tapi aku lebih suka tampak menggelikan ketika semua orang juga memakainya dari pada menggunakan baju sederhana dan pantas sendirian. “Kau harus pergi dan temuilah Nyonya. “Aku percaya! Well.” protes Anne. “Ia akan memastikan kau masuk ke kelas yang benar.” kata Marilla. lalu menghilang ke bawah. lalu duduklah dan pelajari pelajaran sekolah Minggu. mengkilap. Topinya kecil. yang dirancang untuk menegaskan setiap lekuk bentuk tubuhnya yang kurus. hanya dengan memakai baju dengan bagian lengan yang menggembung. “Tapi aku akan lebih sangat senang jika—jika kau memperoleh salah satunya dengan bagian lengan yang menggembung. Kurasa Tuhan tak akan punya waktu untuk mengurusi baju seorang anak yatim kecil. ingatkanlah dirimu sendiri untuk bersikap sepantasnya. Sekarang. Aku berharap kau bisa menceritakan padaku bacaannya ketika kau pulang. berpakaian rapi dalam balutan satin hitam-putih. Aku mendapat majalah triwulan dari Tuan. walaupun pantas karena panjangnya dan tentu saja tidak kekecilan. Anne.“Oh. Bell untukmu dan besok kau akan pergi ke sekolah Minggu.

Caranya mengajar adalah dengan menanyakan pertanyaan dari majalah triwulan lalu menatap tajam dengan ujung mata ke anak tertentu yang dianggapnya harus menjawab pertanyaan itu. lalu dia melanjutkan perjalanan dengan riang gembira. bagaimana pun. memegangi kepalanya yang kemerahan dengan hiasan pink dan kuning dengan bangga. anak laki yang diupahi di Green Gables. Dia tak berpikir bahwa dia menyukai Miss Rogerson. jadi Marilla tak mengetahuinya sementara ini. Di serambi depan dia melihat kerumunan anak perempuan. Apa pun pendapat orang dengan hasilnya nanti yang pasti itu membuat Anne puas. menjawabnya dengan tepat.Akhirnya. Sekolah itu sangat mengerikan. tapi mungkin itu ditanyakan jika dia sangat mengerti pertanyaannya atau kalau tidak jawabannya. Anne merasa hidupnya benar-benar tak berharga tanpa baju berlengan menggembung. Hiasan di kepalanya telah lenyap. Jerry Buote. Ia sangat sering melihat ke arah Anne. 64 . dan dia merasa sangat malang. dan pink. Anne duduk di kursi goyang dengan helaan napas panjang. kemudian atau akhirnya ketika latihan pembuka usai dan Anne mendapati dirinya sendirian di kelas Nyonya. Anak-anak Avonlea telah mendengar cerita aneh tentang Anne. lalu semuanya memandang penuh rasa ingin tahu pada orang asing di tengah-tengah mereka. Tak ada seorang pun yang menyapanya dengan ramah. Miss Rogerson adalah wanita setengah baya yang mengajar di sekolah Minggu untuk kelas anak berumur dua puluh tahun. Mereka menatapinya dan saling berbisik di belakangnya. Lynde bilang dia memiliki watak yang sangat buruk. menciumi salah satu daun Bonny. bunga-bunga itu ada sebelum dia sampai di jalan utama. Tak berpatah semangat. Nyonya. “Aku tak menyukainya sedikit pun. Ketika dia sampai di rumah Nyonya. dan Anne. semuanya lebih kurang riang gembira dalam balutan pakaian putih. biru. setiap anak lain di kelasnya memiliki baju dengan lengan menggembung. apakah kau menyukai sekolah Minggu?” Marilla penasaran ketika Anne pulang. “Well. Lynde ternyata wanita itu telah pergi. Anne segera bebas menghiasi topinya dengan lingkaran padat bunga-bunga itu. di tengah jalan dia melihat tumpukan kuning keemasan bunga buttercup yang bergoyang ditiup angin dan mawar liar yang indah. dan melambaikan tangannya ke fuchsia yang sedang berbunga. Rogerson. Anne membuangnya di jalan.” “Anne Shirley!” tegur Marilla keras. bilang dia tak henti berbicara dengan dirinya sendiri atau dengan pepohonan dan bunga-bunga seperti orang gila. Anne melanjutkan perjalanan ke gereja sendirian. berterima kasih pada latihanlatihan yang diberikan Marilla. dengan hiasan kepalanya yang luar biasa.

Lalu aku menyelesaikan membacanya di gereja dan cerita itu bagus. itu seperti sebuah mimpi indah! Hatiku berdesir dan aku hanya bisa berkata. tidak. tapi aku tak mampu. Bell. Mereka semua menggunakan baju berlengan gembung.” “Kau seharusnya tak melakukan hal seperti itu. Marilla.” kata Marilla cemas. Seharusnya kau memperhatikan pelajaran di depan. lalu aku duduk di bangku sudut di dekat jendela sementara latihan pembuka sedang berlangsung.” jelasnya. tapi aku bisa menceritakan ‘The Dog at His Master’s Grave (Seekor Anjing di Kuburan Tuannya)’ jika ia suka.” “Seharusnya kau tak memikirkan lengan bajumu di sekolah Minggu. Ada sembilan anak perempuan lainnya di kelas itu. Aku bersikap baik. Aku coba membayangkan bajuku juga berlengan gembung. tapi aku tak suka melakukannya karena menurutku ia bukan orang yang memiliki perhatian yang sama. Aku pasti sudah akan sangat lelah sebelum ia menyelesaikannya jika aku tak langsung duduk di dekat jendela. Itu bukanlah penggalan puisi yang benar-benar relijius. Lalu semua anak yang lain menceritakan cerita berhikmah. “Ia bicara dengan Tuhan dan ia juga tampak tak terlalu menikmatinya. Aku sampai di Gereja.” “Oh. akhirnya Tuan. Kuharap kau sudah mengetahuinya. Well. Tapi di luar di Lake of Shining Waters semuanya tampak baik jadi aku hanya memandanginya dan membayangkan semua jenis benda yang bagus. masuk ke dalam.“Mereka mungkin kesepian ketika aku pergi. “Oh. Lynde sudah pergi. Kupikir ia lebih dulu menganggap Tuhan terlalu jauh. ‘Terima kasih untuk itu. Ada barisan panjang pepohonan birch putih di danau dan sinar matahari memberkas melaluinya. Kenapa aku bisa tak mampu? Itu semudah aku membayangkannya sendirian di loteng timur. dengan banyak sekali anak perempuan lainnya. “Dan sekarang tentang sekolah Minggu. Ada banyak hal yang ingin kutanyakan padanya. Bell mengucapkan doa yang sangat-sangat panjang. Khususnya ada dua baris yang membuat hatiku berdesir.” “Kuharap suaramu tak besar saat melakukannya. Kupikir tak adil ia mengajukan semua pertanyaan itu. Tuhan.” protes Anne. tapi puisi itu sangat sedih dan melankolis. Kukatakan aku tak tahu. tapi sangat sulit membayangkannya di sana di antara orang yang benar-benar memiliki baju itu.’ dua atau tiga kali. dan aku menjawab banyak pertanyaan. Tuan. ya. tapi aku pergi terus sendiri. Bell menyelesaikannya dan mereka menyuruhku masuk kelas dengan murid-murid Miss Rogerson. seperti yang anda minta. Miss Rogerson banyak sekali bertanya.” “Tapi ia tak bicara denganku. Nyonya. Seharusnya kau mendengarkan Tuan. Oh. Ia bertanya apakah aku mengetahui sebuah cerita. jauh ke dalam air. Itu ada di Royal Reader ketiga. Ia berkata tak usah dan menyuruhku mempelajari cerita ke sembilan belas untuk Mingu yang akan datang. masuk. hanya dengan berbisik. 65 .

” mulai Anne. Kau anak yang sangat menjengkelkan!” 66 . Aku hampir tak sanggup menunggu Minggu depan untuk membacakannya. Masalahnya adalah tampaknya ia tak punya cukup imanjinasi.’ Aku tak tahu apa arti ‘skuadron’ dan ‘Midian’. tak sepenuhnya. Nyonya. Hampir tampak baginya bahwa rahasia itu. Aku tak terlalu mendengarkannya. Kupikir ia tak menarik sedikit pun. tak peduli warnanya apa. terutama mengenai khotbah dari pendeta dan doa Tuan. aku tahu pink dan kuning tak pantas untukku. bab ketiga. Aku hanya membiarkan pikiranku mengembara dan aku memikirkan banyak hal mengejutkan. adalah sama seperti yang telah dirasakannya jauh di lubuk hati selama bertahuntahun. tapi kedengarannya SANGAT tragis. Aku duduk setenang mungkin dan bacaannya adalah Pembukaan Rahasia.” Marilla merasa tak berdaya karena semua ini harus di beri teguran keras. pemikiran kritis yang tiba-tiba nampak dan menyalahkan bentuk dan wujud pada orang dari secuil keterusterangan karena kemanusiaan yang terabaikan ini. Kurasa pendeta telah mencocokkannya dengan bacaan itu. Bell. Khotbahnya juga sangat lama. tapi ia terhalangi oleh kenyataan yang tak dapat disangkal bahwa beberapa hal yang Anne katakan. Lynde sudah terlalu jauh—untuk menunjukkan bangkumu padaku. Ia baru pulang dari rumah Nyonya. “Anne. “Pantas omong kosong! Ini masalah memakaikan bunga-bungaan di topimu.’Cepat seperti ketika skuadron yang dibantai itu tertimpa Kemalangan di Midian. Aku akan mempraktekkannya sepanjang minggu. ayat kedua dan ketiga. Rachel bilang hari Minggu yang lalu kau pergi ke gereja memakai topi yang menggelikan dengan bunga-bunga mawar dan buttercup. Bab XII – Sumpah dan Janji yang Sungguh-sungguh Tak sampai jum’at depan Marilla sudah mendengar cerita tentang topi berlingkarkan karangan bunga. yang ringkas. Apa yang membuatmu menggunakan bunga tanaman semak seperti itu? Kau pasti menjadi objek yang tampak cantik!” “Oh. Seusai sekolah Minggu aku meminta Miss Rogerson—karena Nyonya. itu menggelikan. Lynde dan memanggil Anne untuk menjelaskannya. Jika aku seorang pendeta aku akan pilih bacaan pendek. tapi tak pernah diungkapkannya. Itu bacaan yang sangat panjang.

“Aku tak mau mengirimmu kembali ke panti. Bagaimana jika dia tak menyukaiku! Itu akan menjadi kekecewaan paling tragis seumur hidupku. Tentu mereka akan berpikir aku tak punya pengertian yang lebih baik dari pada membiarkannya berpakaian seperti itu.” kata Anne.” protes Anne. Jangan pernah biarkan aku memergokimu melakukan kelakar seperti itu lagi. Itu akan sangat tidak menyenangkan. “Banyak anak-anak di luaran sana menyematkan bunga di bajunya. Mungkin lebih baik kau mengirimku kembali ke panti. Yang kuinginkan adalah kau harus bersikap seperti anak perempuan lainnya dan tak membuat dirimu jadi bahan tertawaan. Aku takut akan jadi percobaan yang buruk bagimu. kau lihat. “Oh. Ia bilang orang-orang membicarakannya sebagai sesuatu yang buruk. Marilla. Banyak anak memiliki bunga buatan di topinya. aku yakin. Ia tak cukup bisa mendekatimu untuk menyuruhmu melepaskannya sampai semuanya sudah terlambat. lap piring yang telah dikelimnya tanpa disadarinya jatuh ke lantai. dan jika kau mau kau boleh ikut denganku dan berkenalan dengan Diana. Tapi itu lebih baik dari pada menjadi percobaan bagimu. airmata masih membasahi pipinya. “Jangan menjawabku balik seperti itu. Jika ia telah mendengar mengenai luapan amarahmu pada Nyonya. aku sangat kurus seperti orang yang sakit paru-paru. Diana Barry pulang sore ini. aku takut—sekarang aku benar-benar merasa takut. Barry.” Anne bangkit berdiri. Lynde dan kau pergi ke gereja dengan bunga 67 .“Aku tak mengerti kenapa menggunakan bunga-bungaan di topi menjadi lebih menggelikan ketimbang di baju. Jika ia tak menyukaimu maka seberapa pun Diana menyukaimu maka itu tak akan berpengaruh. dengan tangan tergenggam. aku sangat menyesal. “Aku tak pernah menyangka kau akan keberatan. Anne. Jangan menangis lagi.” “Oh. matanya mulai berkaca-kaca. Nyonya. Dan aku sangat berharap kau tak akan berbicara sepanjang itu.” “Sekarang. kemungkinan besar aku akan menderita sakit paru-paru. memarahi dirinya sendiri karena telah membuat anak itu menangis. Rachel bilang ia pikir ia akan merosot jatuh ke lantai ketika ia masuk semuanya berpakaian seperti itu. Aku akan ke rumahnya untuk melihat apakah aku bisa meminjam pola rok dari Nyonya. Apa bedanya?” Marilla tak terpancing beralih dari hal konkrit yang aman ke abstrak yang meragukan. kupikir aku tak akan sanggup menanggungnya. Bunga-bunga mawar dan buttercup itu sangat manis dan cantik dan kupikir akan tampak indah di topiku. Kurasa Diana akan lumayan menyukaimu. Aku ada kabar untukmu. Kau sangat bodoh melakukan hal seperti itu.” sahut Marilla.” “Omong kosong. jangan gugup. Kedengaran sangat lucu untuk seorang anak perempuan. Ibunya lah yang seharusnya kau perhitungkan.

Nyonya. “Bagaimana kabarmu. Wajahnya pucat dan tegang.” 68 . ini Anne Shirley. Marilla?” sapanya hangat. Nyonya. yang. dan jangan tunjukkan kepandaianmu berbicara yang mengherankan. Lalu berbisik pada Marilla dengan bisikan yang dapat didengar. Dia anak yang sangat cantik. Dan kurasa.” sahut Anne susah.buttercup di sekeliling topimu aku tak tahu bagaimana pendapatnya tentangmu. Kau harus bersikap baik dan sopan. Dia selalu membaca dengan rajin. “Ini anak perempuanku Diana. Ia seorang wanita yang tinggi dengan mata dan rambut hitam. dengan mata dan rambut hitam seperti ibunya. hanya berjabat tangan dan berkata ramah: “Apa kabar?” “Aku sehat jasmani meskipun jiwaku sangat kusut.” sahut Marilla. Barry. “Tak ada yag mengherankan dalam kata-kata itu. Barry. yang tak mendengar atau tak mengerti. ini anak yang kau adopsi?” “Ya. Aku senang dia akan memiliki seorang teman main—mungkin itu akan membuatnya sering di luar rumah. semoga anak itu tidak benar-benar menggigil!” Anne MEMANG menggigil. Mereka melintasi Orchard Slope melalui jalan pintas menyeberangi jembatan dan mendaki bukit yang dipenuhi pepohonan fir. kan Marilla?” Diana sedang duduk di sofa. “Dieja dengan huruf E. dan pipi yang kemerahan. jika kau akan menemui seorang anak perempuan yang kau harapkan bisa menjadi sahabat karibmu dan ibunya mungkin tak menyukaimu. Barry menghampiri pintu dapur begitu mendengar ketokan Marilla. “Oh. ajaklah Anne berjalan-jalan ke kebun dan perlihatkan bungamu. terima kasih bu. Marilla.” Anne terengah-engah. “Diana. serta ekspresi senang yang diwariskan ayahnya.” kata Nyonya. merasa tak boleh ada kesaahpahaman pada poin penting itu. gemetar dan sangat senang. Demi Tuhan.” ia berkata sambil tergesa mengambil topinya. kau juga akan merasa sangat gembira. “Masuklah. membaca sebuah buku yang diletakkannya ketika orang yang memanggilnya masuk. Itu akan lebih baik dari pada kau terus memaksakan matamu membaca buku itu. karena ayahnya yang mempengaruhinya dan mendukungnya. dan mulut yang menggambarkan ketetapan hati. Ia dikenal sangat tegas dengan anaknya. Dia terlalu banyak membaca —“ ini dikatakannya pada Marilla begitu anak-anak itu keluar—“dan aku tak bisa melarangnya.

apakah menurutmu kau bisa sedikit menyukaiku—cukup untuk menjadi teman karibku?” Diana tertawa.” “Aku tak pernah mendengar kecuali yang satu itu. Di sana ada tumbuhan peony merah tua yang bagus sekali dan kemerah-merahan membuat hati kasihan. cahaya kilat merah tua yang menembakkan tombaknya yang menyala-nyala ke bungajebat putih yang berjejer rapi. “Oh bukan.” katanya agak mencela. banyak rumpun southernwood. rumput pita dan tumbuhan mint. “Oh. “Kenapa. bukan sumpah seperti itu yang kumaksud. Diana selalu tertawa sebelum bicara. biru dan putih serta bunga lilac yang bersepuh Bouncing Bets.Di kebun. Sisi jalan sebelah kanan dibatasi kulit kerang yang tersusun rapi. Tak ada anak lain yang tinggal cukup dekat untuk diajak bermain. Diana tampak terkejut. kebun di mana sinar matahari seolah tak mau pargi dan lebah-lebah berdengung. saling memandang dengan malu-malu melalui serumpun bunga lili harimau yang indah. 69 . putih. mendekap tangannya dan berbicara nyaris berbisik. “Oh. “Aku sangat gembira kau datang untuk tinggal di Green Gables. di bawahnya tumbuh bunga-bunga yang menyukai tempat teduh. sangat tak baik mengucapkan sumpah. memotongnya seperti pita merah basah dan di kebun antara bunga model lama yang tumbuh liar. Adam-and-Eve ungu. kurasa bisa. kombinasi warna pink. bergerisik. yang dipenuhi sinar matahari terbenam yang lembut yang memberkas di antara lebatnya pepohonan fir tua ke bagian barat. Kebun itu dikelilingi pepohonan willow tua yang besar dan pepohonan fir yang tinggi. Kau tahu. harum narcissi dan mawar Scotch yang manis dan berduri.” katanya terus terang. bertiup sepoi-sepoi. ada dua jenis sumpah. Diana.” sahut Diana tak yakin. bunga narsis. “Kenapa.” “Maukah kau bersumpah akan menjadi temanku selama-lamanya?” pinta Anne bersemangat. Akan sangat meyenangkan mempunyai seorang teman bermain. dan aku tak punya saudara perempuan yang sudah cukup besar. Kebun keluarga Barry adalah tempat yang penuh dengan bunga-bunga yang meneduhkan yang lebih akan membuat Anne merasa gembira daripada khawatir dengan nasibnya. berdiri Anne dan Diana. dan pepohonan semanggi putih dengan semprotan yang harum dan lembut.” kata Anne akhirnya. dan angin.

“Well. ya. Aku dengan sungguhsungguh bersumpah akan setia pada teman karibku. itu sama sekali tak buruk. Oh. Diana Barry. Aku berharap memiliki sesuatu untuk kuberikan padanya. Kapan-kapan kami akan ke pantai 70 . tapi dia jauh lebih gemuk.” “Well. merasa sangat bahagia dan tak sadar dengan ucapan Marilla yang menyindirnya. Diana akan mengajarkanku untuk menyanyikan sebuah lagu berjudul ‘Nelly in the Hazel Dell (Nelly di Lembah Hazel)’. merasa lega. Marilla. Bolehkah aku minta potongan porselin pecah yang ada di gudang penyimpanan kayu untukku? Hari ulang tahun Diana jatuh pada bulan Februari dan aku Maret. Katanya buku itu benar-benar bagus dan luar biasa menarik. “Oh. Itu hanya bermakna mengucap sumpah dan janji dengan sungguh-sungguh. saat ini aku adalah anak yang paling bahagia di Pulau Pangeran Edward. katanya dia lebih suka menjadi kurus karena akan jauh lebih menarik. Diana dan aku akan membuat tempat bermain di semak-semak pepohonan birch Tuan. Kujamin malam ini aku akan berdoa dengan keinginan baik yang benar.” Diana mengulangi “sumpah” itu dengan tertawa haluan dan buritan. “Bagaimana caranya?” “Kita harus menyatukan tangan—begini. Tapi aku yakin aku akan benar-benar menyukaimu.“Benar koq ada satu lagi. Wiliam Bell besok. Dia akan memberiku sebuah lukisan untuk diletakkan di kamarku. Kemudian dia berkata: “Kau anak yang aneh. Kedua anak itu berjalan bergandengan tangan. Anne. Tidakkah anda berpikir Diana memiliki penglihatan yang penuh perasaan? Aku berharap memiliki penglihatan yang penuh perasaan. “Oh. tapi aku khawatir dia mengatakannya hanya untuk menghiburku. Aku duluan yang akan mengucapkan sumpah. Dia akan menunjukkan padaku suatu tempat di belakang hutan dimana bunga lili tumbuh. “Ini harus dilakukan di atas air yang mengalir. Tidakkah kau berpikir itu suatu kebetulan yang aneh? Diana akan meminjamkan buku untuk kubaca. apakah menurutmu Diana adalah orang yang sehati denganmu?” tanya Marilla ketika mereka berjalan menyusuri kebun Green Gables. Aku sudah mendengar sebelumnya bahwa kau aneh. selama matahari dan bulan masih bersinar. dia bilang—seorang wanita cantik dalam balutan baju sutra berwarna biru pucat. Aku seinci lebih tinggi dari Diana. Sekarang kau yang mengucapkannya dan sebut namaku di dalamnya.” Anne menghela napas. Di sungai mereka berpisah dengan berbagai janji untuk melewatkan esok sore bersama. Kita bayangkan saja jalan ini adalah air yang mengalir.” Diana setuju. Seorang penjual mesin jahit memberikan gambar itu untuknya. aku tak keberatan melakukannya.” Ketika Marilla dan Anne pulang Diana ikut bersama mereka sampai ke jembatan kayu. lukisan itu sangat cantik.” sahut Anne dengan payah.

“Malam ini aku hanya akan makan satu.” “Well.” Cangkir kebahagiaan Anne telah penuh. Dan aku boleh memberikan setengahnya untuk Diana. Sekarang. dan Matthew membuatnya tumpah. Cukup.” kata Marilla ketika Anne sudah pergi ke kamarnya. aku tak akan melakukannya. Kupikir sangat menyenangkan memiliki sesuatu untuk kuberikan padanya. yang kuharapkan adalah kau tak akan membunuh Diana dengan omonganmu. dengan memandang sinis pada Marilla. Menurutku peri hutan adalah semacam peri yang udah dewasa.” “Aku akan mengatakannya untuk anak itu. Aku tak sanggup membayangkan rumah ini tanpa kehadirannya. “Kudengar kau bilang kau suka coklat manis. jangan melihat aku pernah-mengatakan-begitu padamu. tapi jangan mengulanginya lagi. cukup. Matthew Cuthbert. “Tapi ingat ini di semua rencanamu.” kata Marilla.” sahut Anne menggebu. Jangan menyakiti dirimu sendiri dengan memakan semuanya sekaligus sekarang. Anne. Kau akan punya tugas untuk dikerjakan dan kau harus melakukannya terlebih dahulu. lalu ia mengeluarkan sebuah bungkusan kecil dari sakunya dengan malu-malu dan memberikannya pada Anne. kan? Aku pernah membaca cerita mengenai sebuah taman yang disebut begitu. “Itu akan merusak gigi dan perutnya.” katanya. tidak.untuk mengumpulkan kerang. sungguh. Lebih baik dia membawakanmu permen. “Humph. Aku benar-benar ingin mengaku sepenuhnya bahwa aku gembira telah menyetujui untuk mengasuh anak itu dan aku telah mulai menyukainya. Itu sikap yang cukup buruk pada seorang wanita.” Bab XIII – Kegembiraan dalam Penantian 71 . Itu lebih menyehatkan. Ia baru saja tiba di rumah dari perjalanan ke toko di Carmody.” Marilla mendengus. karena Matthew sudah pergi dan mengambilkannya. aku sangat tidak suka anak yang pelit. Kau tak akan bermain setiap waktu tidak juga sering. tapi tak berarti pria bisa menahannya. “dia tidak pelit. Astaga. dan tampak seolah dia telah lama berada di sini. Kami sepakat menyebut taman di bawah dekat jembatan kayu dengan Dryad’s Bubble (Gelembung Peri Hutan). jangan sedih begitu.” “Oh. Marilla. jadi aku memberikannya untukmu. Nama itu sangat elegan. nak. kan? Setengahnya lagi akan terasa dua kali lebih manis bagiku jika aku memberikan beberapa untuknya. Aku senang. Matthew. baru tiga minggu sejak dia datang ke sini. Kau boleh memakannya.

Dan sekarang sudah jam tiga kurang seperempat. coba lihat sudah jam berapa sekarang. pipi agak bersemu pink. kau dengar aku!” Serentetan ketukan staccato di jendela barat membawa Anne terbang masuk dari halaman. Dan untuk masalah piknik.” Anne berkata terputus-putus. Marilla. Bolehkah aku pergi please?” “Karus belajar cara menahan kesenangan pada Idle-apa pun-yang-kau-sebut itu. Kau murid sekolahMinggu. aku bermaksud mematuhimu. Marilla. Dan Nyonya. aku belum pernah pergi piknik—aku telah memimpikannya. Aku ingin tahu kenapa kau tak mematuhiku. sembilan belas sampai lusinan. Tapi kau tak tahu betapa menariknya Idlewild. Aku tak bisa masak. tentu saja. seperti yang 72 . dengan mata berbinar. sebisa mungkin. Rachel Lynde akan membuat es krim—bayangkan Marilla—ES KRIM! Dan. semakin dia tampak senang. tepat di dekat the Lake of Shining Waters. masuk ke sini sekarang juga.” “Tapi—tapi. Anne Shirley. tapi aku tak pernah—“ “Ya.” seru Anne terengah-engah. “minggu depan akan ada piknik sekolah-Minggu—di lapangan Tuan. Dan kau juga tak perlu berhenti di tengah jalan untuk bercakap-cakap dengan pendengar yang simpatik. Superintendent Bell dan Nyonya. aku menyuruhmu masuk jam dua. Jam berapa aku menyuruhmu masuk?” “Jam dua—tapi soal piknik itu bagus kan. Marilla.“Sekarang saatnya Anne sedang mengerjakan jahitannya. Aku belum pernah melihat seorang pria yang tergila-gila seperti dia. melihat sekilas ke jam dinding lalu keluar di suatu sore Agustus yang cerah menguning dimana segalanya menjadi panas. Harmon Andrew. “Diana bilang setiap orang harus membawa sekeranjang makanan untuk bekal. dan tak mungkin aku akan melarangmu pergi sementara anak-anak lainnya pergi. Semakin banyak dan semakin aneh hal yang dikatakan Anne. rambutnya yang tak terkepang bergerak-gerak di belakangnya. Matthew adalah seorang pendengar yang simpatik. tentu kau boleh pergi. “Dia masih bermain dengan Diana lebih dari setengah jam dan aku membiarkannya. lalu sekarang dia masih berdiri di tumpukan kayu bakar di luar sana berbicara dengan Matthew. Anne. “Oh. bolehkah aku pergi ke acara itu?” “Anne.” “Kenapa. ketika dia benar-benar sadar seharusnya sedang melakukan tugasnya. oh. aku harus memberitahu Matthew tentang piknik itu. Marilla? Bolehkah aku pergi please? Oh. Dan tentu saja Matthew mendengarkannya seperti orang yang sangat bodoh. Ketika aku menyuruhmu masuk pada waktu tertentu berarti yang kumaksud adalah tepat jam sekian bukannya setengah jam kemudian. Kemudian.” kata Marilla.

Anda tahu bagian kecil daratan di seberang sungai yang mengalir di antara ladang kita dan ladang Tuan.” Dengan meneruskan “oh-oh” nya Anne menghambur ke Marilla dan menciumi pipinya yang pucat dengan gembira. Itu adalah kepunyaan Tuan. ciumanmu tak akan berpengaruh apa-apa. tapi tak ada kesempatan untuk berkhayal dengan mengerjakan kain perca. Hanya satu keliman kecil sesudah yang lain dan anda tak pernah tampak selesai mengerjakannya.” “Oh.” sahut Anne muram. Diana TERPESONA ketika 73 . Marilla.” “Well. Ketika memasak kau tak boleh kehilangan akal dan tidak berhenti di tengahtengah dan membiarkan pikiranmu mengembara dengan berbagai kreasi. aku sangat berhutang budi padamu. Marilla. Oh. Lagi-lagi sensasi dari kemanisan menakjubkan yang tiba-tiba itu membuat hatinya berdesir.kau tahu. cukup. Aku lebih dulu berharap waktu berjalan secepat menambal jahitan ketika aku bermain dengan Diana. dan tepat di sudutnya ada lingkaran kecil pepohonan birch putih—titik yang paling romantis. Anne. Marilla. kan? Kujamin aku akan sering memikirkannya. Diamdiam ia merasa sangat senang dengan sentuhan Anne yang berasal dari hati. kau tak perlu bersusah hati lagi. Tapi tentu saja aku lebih suka menjadi Anne dariGreen Gables yang menjahit kain perca dari pada Anne dari tempat lain yang tak melakukan apa pun kecuali bermain. kau Marilla baik tersayang. Itu adalah kali pertama seumur hidupnya bibir seorang anak menyentuh wajah Marilla dengan sukarela. Aku mau segera melihat kau mengerjakan dengan sungguh apa yang disuruh. Diana sangat sempurna dalam setiap hal lain. Seperti untuk memasak. Kami menyebutnya Idlewild. nama itu muncul seperti sebuah inspirasi.” “Aku TAK suka mengerjakan kain perca. William Bell. Tapi kau sangat bodoh. kami melewati waktu-waktu sedemikian elegan. tapi aku cukup mahir melakukannya. Kau sangat baik padaku. begitu aku mulai tertidur. Itu nama yang puitis. Oh. aku berencana memberikan pelajaran memasak dalam beberapa hari ini. Barry. yang mungkin menjadi alasan untuknya berkata kasar: “Cukup. “Kupikir beberapa jenis jahitan akan menyenangkan. Sekarang keluarkan kain perca mu dan selesaikan sebelum waktunya minum teh. Aku terus memikirkannya sejak Diana memberitahu itu padaku. tapi aku akan merasa sangat malu kalau harus pergi tanpa membawa bekal. dan—dan—aku tak keberatan pergi piknik tanpa baju berlengan gembung. Aku akan memasakkan bekal untukmu. sambil mencari keranjang jahitannya dan duduk di depan tumpukan kecil berlian merah dan putih dengan menghela napas. Aku harus melengkapi sebagian besar khayalan-khayalan itu. Kemudian. Aku telah menunggu untuk melihat apakah kau akan menjadi sedikit serius dan belajar untuk stabil sebelum aku mulai. Diana dan aku punya tempat bermain di sana. Aku tetap terbangun hampir semalaman sebelum aku menciptakannya.

aku hanya ingin tahu. jadi kami menyebutnya peri kaca. Ada satu potongan pecahan piring dengan semprotan tanaman menjalar berwarna merah dan kuning di atasnya yang sangat bagus.” kata Marilla. apa kau bisa tutup mulut untuk waktu yang sama. Pada hari Sabtu hujan turun dan dia mulai gelisah sendiri kalau-kalau hujan akan terus turun sampai bahkan lewat dari hari Rabu sehingga Marilla menyuruhnya menjahit kain perca tambahan untuk menstabilkan kegelisahannya. Tak akan berpengaruh jika aku pergi ke seratus acara piknik di tahuntahun setelahnya. memikirkan piknik. Di the Lake of Shining Waters akan ada perahu—dan es krim. Aku akan suka menjadi lemah. Oh. Tapi selama sisa minggu itu dia bicara tentang piknik. Aku cukup satu saja. dan memimpikan piknik.mendengarnya. Tidakkah menurutmu begitu? Setiap pagi aku melihat sikuku ketika bangun untuk melihat apakah ada lesung yang muncul. Ada lima orang yang mencintai pahlawan wanita itu. Tentu saja. Dia bisa melemah semudah apa saja. Matthew akan membuatkan sebuah meja untuk kami. Anda harus datang dan melihatnya. tapi kurasa es krim adalah salah satu hal di luar khayalan. seperti yang telah kuceritakan. Diana mendapatkannya di hutan di belakang kandang ayam mereka. Peri kaca itu seindah mimpi. Marilla—maukah? Kami memiliki batu-batu yang besar. Kurasa aku tak sanggup menanggung kekecewaan jika sesuatu terjadi dan menghalangiku pergi ke piknik itu. Marilla. kau bahkan sudah bicara tepat sepuluh menit. Diana mempunyai sebuah baju baru yang dibuat dengan lngan siku. Tapi sangat menyenangkan membayangkan periperi itu kehilangannya pada suatu malam ketika mereka sedang menghadiri pesta dansa. semua piring itu sudah pecah tapi membayangkannya masih utuh adalah hal paling mudah sedunia. Kami telah memperbaiki rumah bermain kami dengan elegan. Kurasa aku bisa menjalaninya. Aku tak pernah mencicipi es krim. Aku mendapat nama itu dari buku yang dipinjamkan Diana. dan papan dari pohon ke pohon untuk rak. kalau kau. Dia akan memakainya ke piknik. Oh. anda? Dia sangat cantik dan telah melalui penderitaan yang sangat hebat. Barry dengan Willowmere. tapi aku yakin itu akan menjadi penderitaan seumur hidup. Meskipun begitu aku yakin akan bisa lebih gemuk. untuk tempat duduk. semuanya tertutupi lumut. Diana mencoba menjelaskan seperti apa rasanya. Itu buku yang membuat hati berdesir. Marilla? Itu romantis sekali. 74 . aku sangat berharap Rabu depan semuanya akan baik-baik saja.” Anne berhenti bicara seperti yang diinginkan. itu tak akan dapat meghiburku karena telah melewati yang satu ini. Dan kami meletakkan semua piring di atasnya. Semuanya dipenuhi warna pelangi—hanya pelangi kecil yang belum tumbuh besar—dan ibunya Diana bilang itu adalah pecahan lampu hias yang pernah mereka punya. kami telah menamakan kolam bulat kecil di lapangan Tuan. Kami meletakkannya di serambi depan dan kami juga memiliki peri kaca. Tapi aku benar-benar sangat sehat hanya saja sangat kurus.” “Anne. “Sekarang.

Ia akan merasa sangat berdosa jika tak memakainya—sama seperti jika ia lupa membawa Injil atau kumpulan uang recehnya. Bolehkah aku memegang bros itu semenit saja. di atas baju satin coklatnya yang bagus. dengan helaan napas. Dulu sekali. Marilla. Marilla selalu memakai bros batu baiduri nya ke gereja. Anne. “Aku takut kau akan mengalami banyak kekecewaan dalam menjalani kehidupan. itu sangat bagus tapi bentuknya tak seperti yang kubayangkan.” “Kau terlalu banyak mempertimbangkan segala sesuatunya. Marilla tak banyak tahu tentang batu-batu berharga untuk menyadari seberapa bagusnya batu baiduri itu sebenarnya. Lynde bilang. tapi tak ada yang dapat mencegahmu dari memiliki kesenangan karena menantikannya. bahkan meski ia tak dapat melihatnya. sebelum aku pernah melihat berlian.Pada hari Minggu di perjalanan pulang dari gereja Anne mengatakan pada Marilla bahwa tubuhnya mulai sangat kedinginan karena kesenangan ketika pendeta mengumumkan piknik dari mimbar. “Kau mungkin tak mendapatkannya.” “Oh.’ Tapi menurutku lebih buruk tak mengharapkan apa-apa dari pada merasa kecewa. Marilla? Apakah menurutmu batu baiduri bisa jadi daya tarik violet yang bagus?” 75 . Kupikir berlian itu adalah batuan ungu yang berkilau redup. Bentuknya lonjong dan ketinggalan jaman. “Oh. Ketika suatu hari aku melihat berlian yang sebenarnya di cincin seorang wanita aku kecewa sampai-sampai aku menangis. Nyonya. Anne terpukau dengan kekaguman yang menyenangkan ketika pertama kalinya melihat bros itu. Tapi ketika pendeta mengatakan sesuatu di mimbar maka kau harus mempercayainya. Marilla. Marilla! Kupikir aku tak akan pernah percaya sampai piknik itu benar-benar terjadi. Aku tak mengerti bagaimana kau bisa memperhatikan khotbah dan doa sementara ada bros itu di bajumu. ‘Orangorang yang diberkahi adalah mereka yang tak mengharapkan apa pun karenanya mereka tak akan merasa kecewa. berisikan kepangan rambut ibunya. Menurutku batu baiduri sangat manis.” seru Anne. aku membaca tentangnya dan aku membayangkan seperti apa bentuknya. Aku takut itu hanya khayalanku saja. Tentu saja. tapi menurutnya bros itu sangat cantik dan ia selalu merasa senang menyadari ada cahaya berwarna violet di tenggorokannya. Seorang pamannya yang berlayar di laut memberikannya untuk ibunya yang kemudian mewariskannya untuk Marilla. Bros batu baiduri itu adalah harta Marilla yang paling berharga.” sahut Marilla.” Pada hari itu seperti biasa Marilla memakai bros batu baiduri nya ke gereja. “Seperti sebuah desiran yang naik turun di punggungku. menunggu sesuatu adalah setengah kesenangan darinya. itu bros yang sangat elegan. dikelilingi oleh bingkai dari batu baiduri yang sangat bagus.

Bab XIV – Pengakuan Anne PADA Senin malam sebelum piknik Marilla turun dari kamarnya dengan wajah kacau. “Anne,” katanya pada tubuh mungil itu, yang sedang mengupas kulit kacang di dekat meja bersih sambil bernyanyi, “Nelly of the Hazel Dell” dengan semangat dan ekspresi yang sesuai dengan yang diajarkan oleh Diana, “Apa kau melihat bros batu baiduri ku? Seingatku aku menusukkannya ke bantal peniti ketika aku pulang dari gereja kemarin malam, tapi aku tak menemukannya.” “Aku—aku melihatnya tadi sore ketika anda berada di Aid Society (Lembaga Bantuan),” sahut Anne, agak pelan. “Aku melewati pintu kamarmu ketika aku melihatnya di bantal itu, jadi aku masuk untuk melihatnya.” “Apa kau menyentuhnya?” tanya Marilla tegas. “Y-a-a,” aku Anne, “Aku mengambilnya dan menyematkannya di dadaku hanya untuk melihat bagaimana kelihatannya.” “Kau tak boleh melakukan hal seperti itu. Adalah kesalahan besar seorang anak kecil ikut campur. Kau tak seharusnya masuk ke kamarku dan kemudian menyentuh sebuah bros yang bukan milikmu. Di mana kau meletakkannya?” “Oh, aku meletakkanya di belakang di atas meja tulis. Aku mencobanya tak sampai semenit. Sungguh, aku tak berniat ikut campur, Marilla. Aku tak tahu kalau masuk ke kamarmu dan mencoba bros itu adalah suatu kesalahan; tapi sekarang aku tahu kalau itu salah dan aku tak akan melakukannya lagi. Ada satu hal baik pada diriku. Aku tak pernah melakukan kenakalan yang sama dua kali.” “Kau tak meletakkanya kembali,” sahut Marilla. “Bros itu tak ada di atas meja tulis. Kau membawanya ke luar atau ke mana, Anne.” “Aku benar-benar telah meletakkannya kembali,” sanggah Anne cepat—tidak sopan, menurut Marilla. “Aku hanya tak ingat apa aku menusukkannya ke bantal peniti atau meletakkannya di nampan porselin. Tapi aku sungguh yakin sudah meletakkannya kembali.” “Aku akan pergi lihat sekali lagi,” kata Marilla, memutuskan untuk bersikap adil. “Kalau kau memang telah meletakkannya kembali maka seharusnya bros itu masih ada di sana. Kalau tak ada, berarti kau tak meletakkannya kembali, selesai!”

76

Marilla pergi ke kamarnya dan mencari bros itu dengan teliti, tak hanya di atas meja tulis tapi di setiap tempat lain yang sekiranya mungkin bros itu ada di sana. Ia tak juga menemukannya dan kembali ke dapur. “Anne, bros itu hilang. Berdasarkan pengakuanmu kau adalah orang terakhir yang memegangnya. Sekarang, apa yang telah kau lakukan dengan bros itu? Katakan padaku yang sebenarnya sekarang juga. Apa kau membawanya keluar dan menghilangkannya?” “Tidak, aku tak melakukannya,” sahut Anne sungguh-sungguh, tepat bertemu tatapan marah Marilla. “Aku tak pernah membawa bros itu keluar dari kamarmu dan itu adalah yang sebenarnya, kalau memang karenanya aku harus di-blok— meskipun aku tak yakin apa itu blok. Lakukan saja, Marilla.” Pernyataan “lakukan saja” Anne hanya dimaksudkan untuk menegaskan pernyataannya, tapi Marilla menganggapnya itu sebagai pembangkangan. “Aku yakin kau berbohong padaku, Anne,” katanya pedas. “Aku tahu siapa kau. Karena itu sekarang, jangan katakan apa-apa lagi kalau kau belum siap menceritakan seluruh kejadian sebenarnya. Masuk ke kamarmu dan tetap di sana sampai kau siap untuk mengakuinya.” “Bolehkah aku bawa kacang-kacang ini?” tanya Anne lembut. “Tidak, aku akan menyelesaikan mengupas kulit-kulitnya sendiri. Lakukan saja seperti yang kuminta.” Ketika Anne sudah berlalu Marilla mengerjakan tugas-tugas malamnya dengan pikiran kacau. Ia mencemaskan brosnya yang berharga itu. Bagaimana kalau Anne memang telah menghilangkannya? Dan nakal sekali anak itu sampai menyangkal telah mengambilnya, ketika siapa pun tahu dia telah mengambilnya! Dengan wajah seperti tak berdosa pula! “Aku tak mengerti apa yang akan tak ku suka telah terjadi,” pikir Marilla, sementara ia menguliti kacang dengan gugup. “Tentu saja, kurasa dia tak berniat mencurinya atau apa. Dia hanya mengambilnya untuk bermain atau untuk membantunya berimajinasi. Dia pasti mengambilnya, itu jelas, karena tak ada orang lain di kamar itu sejak dia masuk, menurut ceritanya sendiri, sampai aku masuk malam ini. Dan bros itu sudah hilang, tak ada yang lebih pasti. Kurasa dia menghilangkannya dan tak berani mengakuinya karena takut dihukum. Sungguh suatu hal yang menyakitkan bila berpikir dia telah berbohong. Itu jauh lebih buruk dari pada ledakan kemarahannya. Mengasuh seorang anak yang tak bisa kau percaya di rumahmu adalah sebuah tanggung jawab yang berat. Kelicikan dan penuh kebohongan—itu yang telah ditampakkannya. Aku jauh lebih mengkhawatirkan hal itu dari pada bros. Jika saja dia mau menceritakan yang sebenarnya maka aku tak akan keberatan.”

77

Marilla melangkah ke kamarnya sebentar-sebentar semalaman itu dan mencari bros, tanpa menemukannya. Saat ia ke loteng timur pada waktu tidur juga tak menghasilkan apa-apa. Anne berkeras menyangkal bahwa dia tahu sesuatu tentang bros itu tapi Marilla semakin yakin dia menghilangkannya. Keesokan paginya ia menceritakan hal itu pada Matthew. Matthew merasa sangat bingung; ia tak bisa secepat itu kehilangan kepercayaan pada Anne tapi harus diakuinya bahwa situasi saat ini tak berpihak padanya. “Kau yakin bros itu tak jatuh di belakang meja tulis?” adalah satu-satunya saran yang dapat ia berikan. “Aku sudah memindahkan meja itu dan laci-lacinya sudah ku keluarkan lalu aku mencarinya di setiap sela dan celah” adalah jawaban pasti dari Marilla. “Bros itu hilang, anak itu yang telah mengambilnya dan dia tak mengakuinya. Itu kenyataan yang sungguh buruk, Matthew Cuthbert, dan bagaimana pun juga kita harus menghadapinya.” Well, sekarang apa yang kau akan kau lakukan?” tanya Matthew sedih, diamdiam ia merasa bersyukur bahwa Marilla lah dan bukan ia yang harus menghadapi situasi seperti ini. Saat ini ia merasa tak ingin ikut campur. “Dia akan tetap berada di kamarnya sampai dia mau mengakuinya,” kata Marilla kejam, mengingat cara ini berhasil pada kasus sebelumnya. “Lalu kita lihat. Mungkin kita dapat menemukan bros itu jika dia akan mengatakan di mana dia megambilnya; tapi bagaimanapun juga dia harus dihukum berat, Matthew.” “Well, kau memang harus menghukumnya,” sahut Matthew, sembari mengambil topinya. “Tak ada yang bisa kulakukan dalam hal ini, ingat. Kau sendiri yang sudah memperingatkanku.” Marilla merasa ditinggalkan oleh semua orang. Ia bahkan tak bisa pergi ke rumah Nyonya. Lynde untuk minta saran. Ia melangkah ke loteng timur dengan wajah serius dan meninggalkannya dengan wajah yang bahkan lebih serius. Anne dengan mantap menolak untuk mengaku. Dia berkeras dengan pernyataannya bahwa dia tak mengambil bros itu. Anak itu telah benar-benar menangis dan Marilla merasa pedih karena rasa kasihan yang ditekannya kuatkuat. Malam ini dia, seperti yang ditunjukkannya, “mengalahkan.” “Kau akan tetap di kamar ini sampai kau mengaku, Anne. Kau bisa membulatkan tekad untuk itu,” katanya tegas. “Tapi besok piknik, Marilla,” jerit Anne. Anda tak akan akan melarangku pergi, kan? Sorenya kau akan membiarkanku keluar kan? Kemudian aku akan tetap di

78

sini selama yang kau mau SETELAH ITU dengan gembira. Tapi AKU HARUS pergi piknik.” “Kau tak akan pergi ke piknik atau ke mana pun sampai kau mengakuinya, Anne.” “Oh, Marilla,” Anne berkata terengah. Tapi Marilla sudah keluar dan menutup pintu. Rabu pagi mulai terang cukup cerah seolah memang disengaja karena ada piknik pada hari itu. Burung-burung berkicau di sekitar Green Gables; bunga lili Madonna mengirimkan hembusan parfum melalui angin yang tak terlihat ke setiap pintu dan jendela, dan terus melintasi ruang depan lalu ke kamar seperti semangat dari doa. Pepohonan birch di lembah melambai gembira seolah sedang menunggu salam pagi Anne dari loteng timur seperti biasa. Tapi Anne ada di jendelanya. Ketika Marilla membawakan sarapan pagi untuknya ia mendapati anak itu sedang duduk sopan di tempat tidurnya, pucat dan tegas, dengan bibir terkatup rapat dan mata bersinar. “Marilla, aku siap mengaku.” “Ah!” Marilla meletakkan nampannya. Sekali lagi metodenya berhasil; tapi keberhasilannya terasa sangat pahit baginya. “Lalu biarkan aku mendengar apa yang harus kau katakan, Anne.” “Aku mengambil bros batu baiduri itu,” kata Anne, seolah sedang mengulang sebuah pelajaran yang dipelajarinya. “Aku mengambilnya seperti yang kau katakan. Aku tak berniat mengambilnya ketika aku masuk ke dalam Tapi bros itu kelihatan sangat cantik, Marilla, ketika aku menyematkannya di dadaku aku tak dapat menahan godaan. Aku membayangkan betapa akan sangat mendesirkan hati untuk membawanya ke Idlewild dan bermain aku sebagai Lady Cordelia Fitzgerald. Akan lebih mudah membayangkan aku sebagai Lady Cordelia jika aku memakai sebuah bros batu baiduri yang nyata. Diana dan aku membuat kalung dari roseberry tapi apa lah artinya roseberry dibandingkan batu baiduri? Jadi aku mengambil bros itu. Kupikir aku bisa meletakkannya kembali sebelum kau pulang. Aku berjalan berlama-lama untuk mengulur waktu. Ketika aku melintasi jembatan menyeberangi the Lake of Shining Waters aku melepaskan bros itu untuk melihatnya sekali lagi. Oh, dia bersinar terang dalam sinar matahari! Lalu, ketika aku bersandar di atas jembatan, bros itu tergelincir dari jariku—lalu—jatuh ke bawah—dalam—dalam, seluruh kilauan ungu, tenggelam selamanya di bawah the Lake of Shining Waters. Hanya itu lah yang dapat kuakui, Marilla.” Marilla merasakan kemarahan hebat melanda hatinya lagi. Anak ini telah mengambil dan menghilangkan bros batu baiduri nya yang berharga dan

79

sekarang duduk di sana dengan tenang menceritakan detilnya tampa sedikit pun penyesalan yang tampak. “Anne, ini sangat mengerikan,” katanya, berusaha berbicara dengan tenang. “Kau anak perempuan ternakal yang pernah kudengar.” “Ya, kurasa aku memang anak paling nakal,” sepakat Anne hening. “Dan aku tahu akan dihukum. Tugasmu menghukumku, Marilla. Maukah kau melakukannya sekarang juga karena aku ingin pergi piknik tanpa ada beban.” “Piknik, benar! Kau tak akan pergi piknik hari ini, Anne Shirley. Itu lah hukumanmu. Itu bahkan tak cukup berat untuk apa yang telah kau lakukan!” “Tak pergi ke piknik!” Anne melompat berdiri dan merenggut tangan Marilla. “Tapi kau TELAH BERJANJI aku boleh pergi! Oh, Marilla, aku harus pergi piknik. Itu sebabnya kenapa aku mengaku. Hukum aku dengan cara apa pun yang kau suka tapi jangan itu. Oh, Marilla, please, please, biarkan aku pergi ke piknik. Ingat tentang es krim! Karena kau tahu mungkin aku tak akan pernah lagi punya kesempatan mencicipi es krim.” Marilla melepaskan cegkeraman tangan Anne dengan dingin. “Kau tak perlu memohon, Anne. Kau tak akan pergi ke piknik dan itu keputusan akhir. Tidak, tak sepatah kata pun.” Anne sadar Marilla tak akan berubah pikiran. Dia menautkan tangannya, memekik tajam, lalu menghempaskan tubuhnya menelungkup di tempat tidur, menangis dan menggeliat karena merasa sangat kecewa dan putus asa. “Astaga!” Marilla tersengal, cepat-cepat keluar dari kamar. “Aku yakin anak ini gila. Tak ada anak berpikiran sehat yang bersikap seperi dia. Kalau pun tidak maka dia sama sekali buruk. Oh Tuhan, aku takut Rachel memang benar dari awal. Tapi aku sudah terlanjur dan tak akan melihat ke belakang.” Itu adalah pagi yang murung. Marilla bekerja dengan gusar lalu menggosok lantai serambi depan dan rak susu ketika ia tak tahu lagi harus mengerjakan apa. Padahal baik serambi depan mau pun rak itu tak perlu digosok—tapi Marilla melakukannya. Kemudian ia keluar dan menyapu halaman. Ketika makan malam telah siap ia menuju tangga dan memanggil Anne. Wajah dengan bekas airmata muncul, melihat dengan tragis dari atas pegangan tangga. “Turunlah untuk makan malam, Anne.” “Aku tak mau makan malam, Marilla,” sahut Anne, tersedu. “Aku tak bisa makan apa-apa. Hatiku sakit. Kuharap, hati nurani mu akan menyesal suatu hari nanti,

80

adalah seorang yang menyedihkan.” ulang Matthew lemah.” Jawab Marilla tepat. sedih melihat piringnya penuh dengan daging dan sayuran yang tidak romantis seolah dia. Apa maksud anak itu 81 . terutama daging rebus dan sayuran. mengenai sesuatu yang terjepit di syal—sesuatu yang gemerlap dan berkilau dalam cahaya violet. Marilla.” katanya hampa. Marilla. Tapi tolong jangan suruh aku makan apa pun.” akunya. seperti Anne. yang. Makan malam kali itu sangat murung. anak laki yang disewa. Dan kau juga tampak tak menyadarinya. kau membebaskannya setiap waktu untuk dirimu sendiri—aku bisa lihat itu. “apa artinya ini? Bros ku aman di sini dan sepertinya kupikir dia sudah jatuh ke dasar kolam Barry. Merasa jengkel. Marilla merenggutnya dengan tersengal. Dan dia tak tampak menyadari betapa nakalnya dia—itu yang paling kukhawatirkan. menempel di benang renda dekat jepitannya! “Oh Tuhan.karena menyakitinya. Ingatlah ketika saat itu tiba bahwa aku memaafkanmu. Ketika piring-piringnya sudah dicuci. Jika dia benar-benar merasa menyesal maka tak akan seburuk itu. sinar matahari. Ia masuk dan akan menambalnya. Begitu Marilla mengeluarkannya. aku heran denganmu.” “Well. dia anak kecil. tapi aku memaafkanmu. “Well. “tapi dia anak kecil yang—anak kecil yang menarik. berpikir makanan itu tak cocok untuk perasaan yang sedang gundah. “Karena itu harus ada kelonggaran. dan Marilla marah karena kesenangannya merupakan penghinaan pribadi. Kupikir aku sudah membebaskannya dengan terlalu mudah. dia sudah mendapatkannya sekarang. Daging rebus dan sayuran sangat tidak romantis ketika seseorang sedang menderita. Itu adalah bros batu baiduri. atau pun bercerita tentang itu. antara rasa keadilannya dan rasa simpatinya dengan Anne. Jawaban itu membuat Matthew terdiam meskipun itu tak meyakinkannya.” “Well. Satu-satunya yang bergembira dengan hal itu adalah Jerry Buote. Kau tahu dia tak pernah mendapat pendidikan. seharusnya dia tak mengambil bros itu. Marilla. Syal itu ada dalam sebuah kotak di tempat barang nya. Tidakkah kau berpikir tindakan itu agak kasar dengan tak mengijinkannya pergi piknik padahal dia telah begitu mempersiapkannya?” “Matthew Cuthbert. Marilla kembali ke dapur dan mencurahkan kesedihannya pada Matthew. berpendar melalui tanaman rambat yang tumbuh lebat di dekat jendela. bolunya telah siap dan ayam-ayamnya sudah diberi makan Marilla teringat koyakan kecil di syal renda hitam terbagusnya ketika ia melepaskannya pada Senin sore sekembalinya dari Ladies Aid (Bantuan Perempuan).

sekarang baru jam dua.mengatakan dia telah mengambilnya dan menghilangkannya? Aku yakin Green Gables terpesona. kau bilang akan terus mengurungku di sini sampai aku mengaku. Jadi jika kau mau memaafkanku. Tapi kau tetap tak mengijinkanku pergi ke piknik. Anne telah menjerit sendirian dan saat itu dia sedang duduk murung di dekat jendela. “jadi aku memutuskan untuk mengaku karena aku mau pergi ke piknik itu.” “Kenapa.” kata Marilla serius. Aku memikirkan sebuah pengakuan tadi malam sebelum tidur dan aku membuatnya semenarik mungkin.” “Oh. Meskipun Marilla sendiri ingin tertawa. “Oh. Well!” Marilla melangkah ke loteng timur. Mereka tak akan memulainya sebelum banyak yang berkumpul dan ada sekitar setengah jam lagi mereka baru akan minum teh.” Anne terbang seperti roket. “Anne. Tapi aku menyebabkanmu melakukannya. bukan hal yang benar kau mengakui sesuatu yang tidak kau lakukan—hal itu sangat salah. “Anne Shirley. Tentu saja. Anne. Ada banyak kue di rumah. Seharusnya aku tak menyangsikan ucapanmu ketika aku tak pernah tahu kau mengarag cerita. aku akan memaafkanmu dan kita akan mulai jujur lagi. Dan sekarang persiapkan dirimu untuk pergi piknik. “aku baru saja menemukan bros ku tersangkut di syal renda hitam ku.” sahut Anne lelah. Marilla. sisir rambut dan kenakan baju katun tipismu. jadi seluruh kesusahanku sia-sia. Marilla. Aku ingat sekarang ketika aku melepaskan syal ku pada Senin sore aku meletakkannya sebentar di atas meja tulis. Tapi hati nuraninya melarang. Aku akan menyiapkan bekal untukmu. bros di tangan. Aku mengulangnya bekrkali-kali jadi aku tak akan lupa. Sekaran aku ingin tahu apa maksud cerita tak berujung pangkal yang kau ceritakan tadi pagi. “Lima menit lalu aku merasa sangat malang sampai berharap aku tak pernah dilahirkan dan sekarang aku tak akan mau bertukar tempat dengan malaikat!” 82 . apa tak terlalu terlambat?” “Tidak. kau sungguh mengacaukan semuanya! Tapi aku salah—aku tahu itu sekarang. Kurasa bros itu tersangkut di syal. Dan aku akan panggilkan Jerry untuk memasangkan kuda pada kereta dan mengantarmu ke tempat piknik. Basuh wajahmu.” seru Anne. berjalan cepat ke wastafel.

dan anak yang makan tiga bolu raspberry sendirian atau bahkan 83 . Kami minum teh yang enak dan kemudian Nyonya.” putusnya terus terang. Dan Jane Andrews nyaris jatuh ke laut. “Aku akan mengaku bahwa aku telah membuat kesalahan. Mewah adalah kata baru yang kupelajari hari ini. Nyaris tenggelam merupakan pengalaman yang sangat romantis. tentu saja. Marilla. Aku berharap itu aku. ya kan?” “Jauh lebih bagus dari pada keluyuran di jalan. Harmon Andrews menjajarkan kami semua di the Lake of Shining Waters—enam orang sekaligus. Bukankah itu sangat mahal? Segala sesuatunya sangat indah. mengintip ke bekal makan malamnya dan menghitung dengan ingatannya jika ketiga bolu raspberry yang berwarna-warni dan lezat itu dibagi untuk sepuluh anak perempuan berapa gigitan masing-masing bisa dapat. sangat berdebu dan panas.” sahut Diana praktis. Dia mencondongkan badannya untuk memetik bunga lili air dan kalau Tuan. Andrews tak menangkapnya di ikat pinggangnya maka dalam waktu singkat dia akan jatuh dan mungkin tenggelam. Aku tak dapat mengatakan apa-apa untuk menggambarkan es krim itu. Aku mendengar Mary Alice Bell menggunakannya. Marilla. Anak itu sulit memahami beberapa perhatian. “Bukankah bagus hidup di hari seperti ini? Aku kasihan pada orang yang belum dilahirkan karena melewatkannya. Lalu kami makan es krim. tapi mereka tak akan pernah bisa merasakan hari ini. Dan satu hal yang pasti. dan aku bertanggung jawab untuk itu. Dan masih lebih menyenangkan memiliki kebiasaan yang bagus pergi ke sekolah. Aku harus tertawa bila mengingat ‘pengakuan’ Anne. “Oh.” Bab XV – Kegemparan tak Berarti di Sekolah “Sungguh hari yang menyenangkan!” kata Anne. Itu akan menjadi kisah yang mendebarkan hati untuk diceritakan. aku mengalami waktu yang sangat mewah.” Malam itu Marilla menceritakan keseluruhan cerita pada Matthew dari balik keranjang kaos kakinya. “tapi aku telah belajar satu hal. meskipun kurasa seharusnya aku tak boleh ketawa karena itu benar-benar bohong. Anak perempuan di sekolah Avonlea selalu mengumpulkan makan siang mereka. menarik napas panjang. Tapi aku yakin dia akan mau memperbaikinya. tak akan ada rumah yang membosankan bila ada dia. Mungkin mereka akan mengalami hari-hari baik. kujamin bahwa itu sangat indah. Tapi bagaimana pun itu tak seburuk yang lain.Malam itu Anne yang merasa sangat bahagia dan benar-benar kelelahan kembali ke Green Gables dalam keadaan senang yang tak mungkin digambarkan.

Jadi kami juga ingin punya. jauh memutar ke sebuah bukit langsung dari hutan Tuan. Di setiap sisinya ditumbuhi 84 . dan the Birch Path sangat romantis. Violet Vale. Berjalan di sekitar jalan utama sangat tidak romantis. Di seberang Willowmere ada Violet Vale—cekungan hijau kecil dalam bayangan hutan besar Tuan. Di sini Diana bertemu dengannya. “Bukan pecinta seperti itu yang benar-benar pernah melaluinya. Barry dan melewati Willowmere. berjalan menyusuri Lover’s Lane sejauh aliran sungai. berliku-liku.” Tempat itu memang indah. “pohon itu selalu bergemerisik dan berbisik padamu”—hingga mereka sampai ke jembatan yang kasar. Cara Anne dan Diana pergi ke sekolah adalah salah satu YANG bagus. Namun ketika bolu itu dibagi untuk sepuluh anak kau hanya cukup mendapat untuk menggiurkanmu. Marilla. “Tentu saja sekarang tak ada bunga violet di sana. Anne menamakannya Lover’s Lane sebelum sebulan dia tinggal di Green Gables. tak bisakah kau membayangkan melihatnya? Itu sangat membuatku tak bisa bernapas. Dan itu nama yang sangat bagus. Orang lain selai Anne juga berpikir serupa ketika mereka berjalan menyusurinya. Menyenangkan bisa pandai dalam suatu hal. Lalu mereka meninggalkan jalan itu dan berjalan melalui lapangan belakang Tuan. kau tahu. mulai berangkat sendirian di pagi hari. Siapa pun bisa memikirkan nama seperti itu. ya kan? Sangat romantis! Kita tak bisa membayangkan pecinta ke dalamnya. dan kedua anak kecil itu mendaki jalan itu di bawah pohon maple yang rindang—“maple adalah sejenis pohon yang ramah. Diana bilang dia tak pernah melihat kegembiraanku karena menemukan nama khayalan untuk tempat.membaginya hanya dengan satu orang kawan dekat akan selalamanya dijuluki “sangat kikir”. Oh. Tapi the Birch Path adalah salah satu tempat terindah di dunia. ya kan? Tapi Diana memberi nama the Birch Path. jika saja itu terjadi.” terangnya pada Marilla. Lover’s Lane terbuka di bawah kebun buah di Green Gables dan terbentang jauh ke dalam hutan sampai ke ujung ladang Cuthbert. Aku menamakannya Violet Vale. jadi kubiarkan dia melakukannya. Bell. “tapi Diana dan aku membaca buku yang sangat luar biasa bagus dan ada Lover’s Lane di dalamnya. Willowmere. “tapi Diana bilang ada jutaan bunga violet di sana pada musim semi. tempat cahaya terpancar kebawah melalui tabir kehijauan semulus berlian. Itu lah jalan yang dilalui ketika membawa sapi-sapi ke padang rumput di belakang dan mengangkut kayu di musim dingin.” Anne memberitahu Marilla. Aku suka jalan itu karena kau bisa bebas berpikir dengan suara keras di sana tanpa ada orang yang menyebutmu gila. tapi aku yakin bisa menemukan nama lain yang lebih puitis dari pada hanya the Birch Path. tapi pergi melewati Lover’s Lane. Anne berpikir perjalanannya ke dan dari sekolah dengan Diana tak akan berkembang meski dengan khayalan. Marilla.” kata Anne. Andrew.” Anne. Jalan itu agak sempit. Dia mau memberi nama.

Wajahnya sangat cantik dan rambutnya keriting berwarna coklat dan dia merapikannya dengan sangat elegan. dan tutupnya penuh diukir dengan inisial dan tulisan mesir kuno dari tiga generasi siswa sekolah. sangat jarang terjadi. seringnya—untuk menjelaskan pelajaran. Dia duduk di kursi panjang di belakang dan guru itu juga duduk di sana. “Aku tak terlalu memikirkan gurunya. Dan aku mau kau segera paham bahwa kau tak pulang ke rumah untuk bercerita tentang guru itu. Prissy sudah dewasa. di dalamnya dilengkapi dengan meja tulis besar model lama yang nyaman bisa dibuka dan ditutup.” 85 . Ia setiap saat memilin kumisnya dan memandang ke arah Prissy Andrews. Malam itu Anne pulang dengan semangat tinggi. dengan Anne dan Diana. Marilla melihat Anne mulai berangkat ke sekolah pada hari pertama di bulan September dengan diam-diam merasa sangat was-was. “Kau tak pergi ke seolah untuk mencela guru.” sahut Marilla pedas.” dia memberitahu. Sekolah Avonlea adalah sebuah gedung bercat putih. Tapi Ruby Gillis bilang dia melihat guru itu menulis sesuatu di batu tulis Prissy lalu ketika Prissy membacanya wajahnya bersemu semerah gula dan terkikik. di sana selalu terhirup udara beraroma rempah-rempah. Itu sesuatu yang tak tak akan kudukung. Di lembah jalan itu menuju ke jalan utama lalu tinggal mendaki bukit pohon spruce menuju ke sekolah. Tillie Boulter bilang guru itu SANGAT MENYUKAI nya. dan Ruby Gillis bilang dia yakin itu tak ada hubungannya dengan pelajaran. katanya. Kurasa ia bisa mengajarkan MU sesuatu. Kuharap kau anak yang baik. dengan musik dari kicauan burung yang memanggil dan tawa angin hutan yang terdengar sayup-sayup di pepohonan di atas. dan tugasmu adalah belajar. Bangunan sekolah itu dipindahkan ke belakang dari pinggir jalan dan dibelakangnya terdapat hutan fir yang agak gelap dan sungai tempat dimana anak-anak itu meletakkan semua botol susu mereka di pagi hari agar tetap dingin dan manis sampai waktu makan malam.pepohonan birch yang agak muda. batang tanaman putih dan dahan besar. Sementara itu kau bisa melihat seekor kelinci melompat melintasi jalan kalau kau diam—yang. jangan sampai aku mendengarmu bicara tentang gurumu seperti itu lagi.” “Anne Shirley. kau tahu. Anne anak yang aneh. Bagaimana dia bisa bergaul dengan baik dengan anak-anak lain? Dan bagaimana dia bisa mengendalikan diri untuk tutup mulut selama jam pelajaran berlangsung? Bagaimanapun segala sesuatunya berjalan lebih baik dari yang ditakuti Marilla. Dia berumur enam belas tahun dan dia sedang belajar untuk ujian masuk ke Queen’s Academy di Charlottetown tahun depan. pinggiran atapnya rendah dan jendelanya lebar. “Kupikir aku akan suka bersekolah di sini. tumbuhan paku dan starflower serta lili liar-dari-lembah juga rimbunan pigeonberry merah tua tumbuh lebat di sepanjangnya.

” sahut Diana.“Sebenarnya aku memang anak baik.” 86 . Mereka semua sudah sampai ke buku yang kelima sedangkan aku masih di buku yang keempat. Banyak anak-anak baik di sekolah dan kami bermain permainan yang sangat menggembirakan saat makan malam. “Bukankah itu nama yang tertulis di dinding serambi depan dengan Julia Bell dan sebuah tulisan ‘Pengumuman’ di atasnya?” “Ya.” sahut Marilla pendek. Aku MENGAGUMI Diana. “Kurasa Gilbert Blythe akan sekolah hari ini. tapi ia tak berniat mengatakan itu pada Anne. Dia SANGAT ganteng. itu pujian pertama yang pernah kuterima seumur hidupku dan kau tak bisa bayangkan betapa aneh rasanya. “Gilbert Blythe?” sahut Anne.” Nada bicara Diana menunjukkan bahwa dia lebih suka hidupnya tersiksa dari pada tidak. Marilla. pagi September yang segar dan kering. “Itu tak sesulit yang bisa kau bayangkan. Dia membuat hidup kami sangat tersiksa. Aku jauh tertinggal dibandingkan yang lain. Anne. Dan dia sangat mengusik anak perempuan. Aku merasakannya semacam sebuah aib. Tapi tentu saja yang paling kusukai adalah Diana dan akan selalu begitu. Jane Andrews bilang Minnie MacPherson bilang padanya dia dengar Prissy Andrews memberitahu Sara Gillis bahwa hidungku sangat bagus. Marilla. Marilla. Tempat duduk kami tepat di dekat jendela dan kami bisa melihat ke the Lake of Shining Waters di bawah. “Dia telah mengunjungi sepupunya di New Brunswick sepanjang musim panas dan dia pulang Sabtu malam. ia bisa lebih sopan pada orang asing. Tapi tak ada seorang pun di antara mereka yang memiliki imajinasi seperti aku dan aku tahu itu. Aku duduk dengan Diana. Dan Tillie Boulter membolehkanku memakai cincin manik-manik nya sepanjang sore. geografi. Dan sekarang. Aku merasa sangat terhina. Diam-diam ia berpikir hidung Anne bagus dan menarik. mengangkat kepalanya. Sangat menyenangkan memiliki banyak teman bermain. benarkah hidungku bagus? Aku tahu kau akan memberitahuku yang sebenarnya. Philip bilang ejaanku sangat memalukan dan ia mengangkat batu tulisku hingga setiap orang bisa melihatnya.” sahut Anne nyaman. Sudah tiga minggu berlalu dan sejauh ini semuanya berjalan lancar. Ruby Gillis memberiku sebuah apel dan Sophia Sloane meminjamkanku sebuah kartu berwarna pink yang indah bertuliskan ‘Bolehkah aku melihat rumahmu?’ di atasnya. “tapi aku yakin dia tak terlalu suka pada Julia Bell. Tuan. Hari ini kami belajar membaca. kupikir. Anne dan Diana bepergian dengan riang gembira ke the Birch Path. Bolehkah aku minta beberapa manik-manik mutiara dari bantal peniti lama di loteng untuk membuat cincin untukku? Dan oh. sejarah Kanada dan pendiktean.” kata Diana. semuanya diberi tanda. Aku akan mengembalikannya besok. Marilla. dua anak paling gembira di Avonlea.” “Hidungmu cukup bagus. Aku dengar dia bilang dia belajar tabel perkalian dengan bintikbintik di wajah Julia Bell.

Diana Barry.” “Tidak.” “Anak-anak Pye itu selalu berbuat curang. dari sisi kewanitaannya.” sahut Anne cepat. “dan bisa kuberitahu. Tapi kupikir tulisan perhatian di dinding tentang anak laki dan perempuan adalah hal paling tolol. yang matanya berwarna hitam dan berambut halus telah mematahkan hati anak-anak laki di sekolah karena namanya tertulis di dinding serambi depan dalam setengah lusin pengumuman. tentu saja. Aku tak bisa benar-benar bangga bisa tetap tenang di antara anak laki dan perempuan yang berumur hanya sekitar sembilan atau sepuluh tahun. aku tak tahan dengan anak laki bermata belo. Charlie Sloane SANGAT MENYUKAI mu. Itu lebih baik dari pada cantik. Tuan.” dia cepat-cepat menambahkan. Tapi agak memalukan mengetahui bahwa tindakan itu tak berbahaya. Dia bilang pada ibunya—IBU nya.“Oh. Tidak. Jika ada seseorang yang menuliskan namaku dengan namanya aku tak akan MENJELASKAN nya. “Wajah memang jadi tak halus karena aku banyak bintik. “Itu hanya lelucon. “bahwa ada orang yang berani melakukannya.’ Josie Pye adalah bintang kelas dan.” kata Diana. Dan aku benci Charlie Sloane. Dan kau jangan terlalu yakin namamu tak akan di tulis di situ. begitu mereka memanjati pagar di jalan utama.” sahut Diana marah. Empat tahun lalu ayahnya sakit dan harus pergi ke Alberta karena kesehatannya dan Gilbert ikut bersamanya. Philip tak melihatnya—ia sedang melihat ke Prissy Andrews—tapi aku melihatnya.” 87 . Dia tak mau namanya di tulis di dinding.” Anne memohon. Aku ingin lihat orang yang berani menuliskan namaku di dinding dengan nama seorang anak laki.” Anne menghela napas. Anne.” “Aku senang. Aku memandangnya dengan pandangan mencela dan membuatnya beku lalu wajahnya menjadi semerah gula dan akhirnya dia salah mengeja kata itu. jangan bicara tentang bintik-bintik padaku. Mereka di sana selama tiga tahun dan Gilbert hampir tak pergi ke sekolah mana pun sampai mereka kembali. Kau tak akan segampang itu untuk tetap tenang di kelas setelah ini. Tapi MEMANG menyenangkan untuk tetap tenang di kelas. “Aku lebih suka cantik dari pada pintar. itu tak lebih baik.” kata Diana.” sahut Anne. Dia baru di buku keempat meskipun sudah berumur hampir empat belas tahun. Pernahkah kau? Sekarang aku tak mau bicara dengannya. Kemarin aku bangun dengan mengeja ‘ebullition.” “Setelah ini Gilbert akan ada di kelasmu. kau ingat—bahwa kau anak perempuan terpandai di sekolah. dia mencontek ke bukunya. “Sebenarnya kemarin Gertie Pye pergi dan meletakkan botol susu miliknya di tempatku di sungai. dia pernah jadi juara di kelasnya. kau ingat. “Omong kosong.

karena pada saat itu Anne benar-benar tak sadar bukan hanya akan kehadiran Gilbert Blythe. yang duduk di depannya. menggambar di batu tulis.” Karena itu Anne melihatnya. menariknya agak jauh dan berbisik tajam: 88 . Tuan. “tapi kupikir dia sangat kurang ajar.Ketika Tuan. Diana berbisik pada Anne. tapi ketika keributan itu telah reda dia melihat ke arah Anne dan mengedipkan mata dengan cara yang sungguh sangat menggelikan hati hingga tak terkatakan. berbisik. Semua orang memandangnya dan Tuan. Sekarang ini Ruby Gillis akan membawa hitung-hitungannya ke guru. dia terjatuh ke belakang ke tempat duduknya dan menjerit kecil. “Gilbert Blythe itu duduk tepat di seberang jalur dari tempat dudukmu. mata yang nakal. dan menggerak-gerakkan jangkrik yang dipasangi tali. Lihatlah dia dan kita lihat apakah kau tak berpikir dia ganteng.” ungkap Anne pada Diana. Gilbert sampai di seberang jalur. yakin rambutnya tertarik dari akarnya. anak bernama Shirley yang berambut merah itu dengan dagu kecil yang lancip dan mata besar yang tak seperti mata anak perempuan lainnya di sekolah Avonlea. ke belakang tempat duduknya. Bukan kebiasaan bagus mengedipkan mata pada anak perempuan yang belum dikenal. Gilbert Blythe tak biasa bersusah payah menarik perhatian anak perempuan dan menemui kegagalan. Gilbert Blythe berusaha menarik perhatian Anne Shirley dan sama sekali gagal. “Menurutku Gilbert Blythe mu MEMANG ganteng. Dia anak laki yang tinggi. Dia punya kesempatan bagus untuk melakukannya. Anne. dengan rambut keriting berwarna coklat. Dia HARUS melihatnya. dan mulut yang membentuk senyuman menggoda. Dengan tangan menopang dagu dan mata terpaku pada birunya the Lake of the Shining Waters yang terlihat dari jendela sebelah barat. dia berada jauh di negeri impian yang indah tak mendengar dan melihat apa pun sibuk dengan khayalannya sendiri yang menakjubkan. Phillips kembali ke sudut untuk menjelaskan suatu soal dalam aljabar ke Prissy Andrews dan murid-murid lainnya melakukan berbagai hal lain yang mereka sukai seperti makan apel hijau. Gilbert telah dengan cepat melepaskan jepitan itu sehingga tak tertangkap mata lalu menekuni sejarah dengan wajah paling serius di dunia. naik turun di jalur antara tempat duduk.” Tapi tak sampai sore masalah benar-benar akan terjadi. Philip berada di bagian belakang kelas mendengarkan bahasa Latin Prissy Andrews. mengambil ujung kepangan rambut merah Anne. tapi akan seluruh murid di sekolah Avonlea itu sendiri. Philips memandang dengan sorotan marah karena Ruby mulai menangis. karena Gilbert Blythe yang dibicarakan sedang diam-diam asyik menjepit kepangan panjang berwarna kuning milik Ruby Gillis.

Phillips. Phillips mengambil sebatang kapur crayon dan menulis di papan tulis di atas kepala Anne. Anne tak menjawab. Dengan wajah tenang dia menurut. “Ini salah saya Tuan.” ia berkata dengan nada serius. Semua orang berseru “Oh” dalam kegembiraan yang sangat. berdiri di platform di depan papan tulis sepanjang sisa sore ini. bisa memahaminya. “Anne Shirley. Dia bangkit berdiri. Murid-murid di sekolah Avonlea selalu menikmati suatu adegan. “Anne Shirley memiliki watak yang sangat buruk. anak yang penuh kebencian!” seru Anne menggebu. Anne Shirley harus belajar mengendalikan amarahnya. mulai menangis. Tuan.“Wortel! Wortel!” Lalu Anne menatapnya dengan dendam! Dia lebih dari sekedar menatap. yang tak bisa membaca tulisan. Aku mengganggunya. Ini satu adegan spesial yang dapat dinikmati. apa maksudnya ini?” ucapnya marah. Phillips berjalan dengan angkuh di jalur antara tempat duduk dan meletakkan tangannya dengan berat di bahu Anne. “Kau jahat. “Saya menyesal melihat murid saya menunjukkan amarah seperti itu dan sifat ingin balas dendam. Perlu terlalu banyak darah dan daging untuk mengharapkannya memberitahu di depan seluruh murid sekolah bahwa dia dipanggil “wortel. yang cenderung histeris.” lalu membacanya keras-keras sampai bahkan murid dasar.” Tuan. 89 . seolah adanya kenyataan menjadi muridnya harus membasmi seluruh nafsu jahat dari hati karena perbuatan kecil yang nyaris menyebabkan kematia. Ruby Gillis. khayalannya yang cemerlang hancur berkeping tak terselamatkan. “Beraninya kau!” Lalu—thwack! Anne telah menjatuhkan batu tulisnya ke kepala Gilbert dan meretakkannya—batu tulis bukan kepala—itu jelas.” Anne akan jauh lebih suka cambukan sebagai hukuman karena jiwanya yang sensitif akan gemetar dengan pukulan cambuk. Diana terengah. Tuan.” Gilbertlah orang yang berani mengatakan itu. Dia melayangkan tatapan marah pada Gilbert dari mata yang kilatan amarahnya dengan cepat hilang berganti airmata amarah. Tommy Sloane membiarkan semua anggota kelompok jangkriknya melarikan diri darinya ketika dia melihat ke tablo dengan mulut terbuka. Phillips tak menggubris Gilbert. “Anne.

jangan marah lagi. Tapi ketika masalah mulai terjadi maka masalah sebelumnya akan terus berlanjut. setengah kagum.” “Berbeda sekali antara dipanggil burung gagak dengan dipanggil wortel. Sementara untuk Gilbert Blythe. Dengan mata penuh sesal dan pipi bersemu karena marah dengan cara yang sama dia menghadapi pandangan simpatik Diana.” Diana tak mengerti sedikit pun apa yang Anne maksud tapi dia memahaminya sebagai sesuatu yang sangat buruk.” katanya menenangkan. “Aku benar-benar minta maaf karena telah membuat lelucon dengan rambutmu. Kemarahan masih terlalu meluap-luap dalam hatinya untuk melakukan itu dan itu menghalanginya di tengah-tengah derita malunya. Phillips juga memanggil namaku tanpa huruf e. Dia menertawakan rambutku karena sangat hitam. “Gilbert Blythe telah menyakiti perasaanku DENGAN MENYEDIHKAN. “Aku tak akan pernah memaafkan Gilbert Blythe. Dia tak menangis atau pun gantung diri. Ketika mereka melihat Tuan. Dia TAK AKAN PERNAH sudi melihatnya lagi! Dia tak akan sudi bicara dengannya!! Ketika sekolah usai Anne berjalan dengan menegakkan kepalanya yang berambut merah. tanpa melihat atau pun tanda dia mendengarnya. Diana.” Mungkin saja hal itu bisa mereda tanpa lebih banyak kesedihan kalau saja tak terjadi hal lain. Murid-murid Avonlea sering menghabiskan waktu siang dengan mengambil getah di belukar pepohonan spruce kepunyaan Tuan.” sahut Anne berwibawa. Diana merasa DIA tak akan tahan dengan permohonan Gilbert. “Oh.” bisiknya menyesal.” Anne melewatinya dengan cepat dengan sikap menghina. Belenggu telah merasuki jiwaku.Anne berdiri di sana sepanjang sisa sore dengan cerita dongeng itu di atas kepalanya. dia mengisengi seluruh anak perempuan. Gilbert Blythe berusaha menahannya di pintu serambi depan. Bell dan melintasi padang rumputnya yang luas. tempat di mana guru tinggal. “Dan Tuan. Phillips 90 . Diana. Sekarang. “Kau tak harus keberatan Gilbert membuat lelucon dengan rambutmu. Anne. Anne?” komentar Diana begitu mereka menyusuri jalan setengah menyalahkan.” sahut Anne tegas. Dia memanggilku burung gagak berkali-kali. Dari sana mereka tetap bisa memperhatikan rumah Eben Wright. dia bahkan tak sudi melihatnya. dan aku juga tak pernah mendengarnya minta maaf sebelumnya untuk apa pun. teganya kau. “Jujur aku menyesal. anggukan kemarahan Charlie Sloane dan senyuman dengki Josie Pye. “Kenapa.

yang tak memetik getah sama sekali tapi malah berkelilingkeliling dengan gembira jauh di ujung belukar. bernyanyi lirih sendirian. setinggi pinggang di antara pepohonan pakis besar. Keesokan harinya Tuan. dan seperti biasa hal pertama yang menyadarkan mereka akan habisnya waktu adalah teriakan Jimmy Glover dari atas pohon spruce tua “Guru datang. Phillips yang singkat dalam menerapkan peraturannya telah habis. kehilangan napas dan terengah-engah. Bell seperti biasa. dan Anne. mereka memetik. Anne memandang ke guru itu seolah berubah menjadi batu. dengan serangkai bunga lili di rambutnya seolah dia adalah makhluk Tuhan yang liar di tempat teduh. berlengah-lengah dan mondar-mandir.” Tapi belukar pepohonan spruce sangat memikat dan biji karet yang menguning amat memperdaya.” sindirnya. ia mencari-cari sebab kesalahan dan ia menemukannya pada Anne. tapi harus melakukan sesuatu untuk menepati apa yang telah diucapkannya. 91 . yang harus berputar cepat turun dari pohon. berlari duluan dan berusaha sampai di gedung sekolah tepat waktu tanpa membuang waktu sedetikpun. yang telah jatuh terduduk di kursinya. berlari kemudian. bahwa dia berharap seluruh murid sudah berada di tempat duduknya masing-masing begitu ia kembali. Diana. paling akhir dari semuanya. yang berubah pucat karena kasihan. ia tak mau bersusah-payah memberi hukuman pada selusin murid. menarik rangkaian bunga itu dari rambut Anne dan memegang tangannya erat. Bagaimanapun. terengah-engah. Semua anak laki dan beberapa anak perempuan pergi ke belukar pepohonan spruce Tuan. Phillips menggunakan salah satu peraturan dadakannya dan mengumumkan sebelum pulang untuk makan malam. tapi jaraknya sekitar tiga kali lebih jauh dari jalan rumah Tuan. “Buang bunga itu dari rambutmu lalu duduk dengan Gilbert Blythe. Phillips sedang meletakkan topinya.muncul dari sana mereka berlari menuju gedung sekolah. “Anne Shirley. Semangat Tuan. benar-benar berniat berada di sana beberapa saat hanya untuk “memetik kunyahan. dia berlari dengan sangat curang dimana dia menyusul anak-anak laki di pintu dan mendahului mereka masuk ke kelas tepat ketika Tuan. Anne bisa berlari seperti seekor rusa.” Anak-anak perempuan yang memang berada di tanah. Wright dan mereka sangat tangkas untuk sampai di sana.” Anak-anak laki lain tertawa tergelak-gelak. dengan rangkaian lili yang terlupakan terselip miring di salah satu telinga dan membuatnya tampak sangat kusut dan tidak rapi. Siapa pun yag datang terlambat akan dihukum. Anak-anak laki. terlalu terlambat sekitar tiga menit. karena tampaknya kau lebih suka dengan rombongan anak-anak laki maka kami akan memperturutkan seleramu itu sore ini.

Cukup buruk dihukum sendirian di antara selusin anak lainnya yang memiliki kesalahan sama. Ruby Gillis. berbisik. yang meliriknya sekilas begitu Anne menenggelamkan wajahnya. ketika tak ada seorang pun yang melihat. Lalu Anne bangun. dengan sok mengeluarkan semua yang ada di dalamnya. Phillips memanggil keluar anak-anak kelas sejarah Anne seharusnya pergi. melangkah melintasi jalur antara tempat duduk. Gilbert mengambil permen kecil berbentuk hati berwarna pink dengan tulisan emas di atasnya. menjatuhkannya ke lantai. buku-buku dan catatan. Awalnya murid-murid lainnya saling memandang. dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lengannya di atas meja. pak. agama dan ilmu hitung. Phillips bertanya marah. lalu Tuan. masih terus menerus memikirkan sajak dan tak pernah melewatkannya. “Kamu manis. yang telah menulis beberapa syair “Untuk Priscilla” sebelum ia memanggil anak-anak itu. melumatkannya menjadi bubuk di bawah tumitnya. Ketika sekolah usai Anne berjalan ke mejanya. Ketika Tuan. duduk di sebelah Gilbert Blythe. Dia merasa meluap-luap dengan rasa malu.“Apa kau dengar apa yang kusuruh. 92 . mengambil permen hati pink itu dengan hati-hati di antara ujung jari-jari tangannya.” dan menyelipkannya ke tangan Anne. Phillips. pena dan tinta. amarah dan penghinaan. “Untuk apa kau membawa pulang itu semua.” “Kupastikan padamu aku serius”—masih dengan nada menyindir yang seluruh anak. tertawa terkikik dan menyikut. “Ya. lalu menumpuknya dengan rapi di atas batu tulisnya yang retak. tak menyukainya. ini akhir dari segalanya. Keadaan memburuk. Dia tak berani menanyakan itu sebelumnya.” Untuk beberapa saat Anne tampak seolah bermaksud akan membangkang. dan duduk kembali di bangkunya tanpa sudi melirik Gilbert. Tapi karena Anne tak pernah mengangkat kepalanya dan Gilbert mengerjakan bilangan pecahan seolah segenap jiwanya asyik dengan bilangan pecahan itu dan hanya itu. Suatu kali. tapi Anne tak bergerak. dan terutama Anne. dia bangkit dengan angkuh. segera begitu mereka berada di jalan. dengan bintik-bintik merah kecil yang mengerikan di wajahnya. mereka segera kembali ke tugasnya sendiri dan Anne pun terlupakan. Anne?” Tuan. Anne merasa tak sanggup menanggungnya dan tak berdaya.” sahut Anne pelan “tapi kurasa anda tak serius. bahkan lebih parah lagi disuruh duduk dengan anak laki.” Bagi Anne. Kemudian. berkata pada yang lain saat pulang dari sekolah bahwa dia “benar-benar tak pernah melihat hal seperti itu—wajahnya sangat putih. “Patuhi aku sekarang juga. Anne?” Diana ingin tahu. sadar tak ada bantuan yang bisa diharapkan. bahkan anak laki itu haruslah Gilbert Blythe yang telah sangat menghinanya dengan tidak adil sampai sama sekali tak tertahankan.

“Tidakkah kau mengerti.” kata Marilla. jadi tolong jangan minta aku melakukannya. tapi 93 . Diana.” Marilla sungguh melihat sesuatu seperti sifat keras kepala dan tak mau mundur pada wajah mungil Anne. Dia tak akan ke sekolah bertemu Tuan. Itu sangat luar biasa mengasyikkan. Kau sangat menyiksaku. Anne. “Ia harus membolehkan. “Aku TAK AKAN PERNAH ke sekolah bertemu orang itu lagi.” “Bayangkan saja semua kesenangan yang akan kau lewatkan. “Itu sama sekali bukan omong kosong.” “Oh.” sahut Anne.” Anne menggeleng pelan. tidak. “Kami akan membuat rumah baru paling indah di bawah dekat sungai. Tolong kembalilah.” sahut Anne sedih. “Aku tak akan kembali. Marilla? Aku sudah dihina.” “Oh. Marilla.” “Dihina omong kosog! Besok kau akan ke sekolah seperti biasa. Diana tersengal dan menatap Anne untuk melihat apakah dia serius. Dan kami akan belajar sebuah lagu baru—Jane Andrews sedang mempraktekkannya sekarang. Phillips akan menyuruhku duduk dengan Gertie Pye yang mengerikan itu—aku tahu ia akan melakukannya karena dia duduk sendiri. pandangan mencela. “Omong kosong. di bawah dekat sungai. memandang Marilla dengan serius. per bab. “Aku sungguh berpikir kau jahat. Tapi aku tak akan kembali ke sekolah. Aku akan belajar di rumah dan aku akan bersikap sebaik yang kubisa dan terus menutup mulutku sepanjang waktu kalau sama sekali memungkinkan. “Aku akan biarkan tubuhku hancur berkeping-keping kalau itu akan memberi kebaikan untukmu. Anne. dia akan mengatakannya pada Marilla setibanya di rumah. “Apakah Marilla akan membolehkanmu berada di rumah dan tak ke sekolah?” tanyanya. Tekadnya sudah bulat.“Aku tak akan kembali lagi ke sekolah.” “Aku akan lakukan hampir segalanya di dunia untukmu. Phillips lagi. Ia tahu akan kesulitan dalam mengatasinya. Anne. Anne!” Diana tampak seolah akan menangis. Tapi aku tak bisa melakukan ini. Dan kau tahu kau sangat suka membaca keras-keras. dan kami akan bermain bola minggu depan dan kau tak pernah bermain bola.” sahut Anne. Apa yang harus kulakukan? Tuan.” sahut Anne. kujamin.” Tak ada yang bisa mempengaruhi Anne sedikitpun.” kata Diana murung. dan Alice Andrews akan membawa buku Pansy baru minggu depan dan kami semua akan membacanya keras-keras.

Dia sedang terlalu gusar dan menurutku dia akan sangat keras kepala. “Tillie Boulter dalam perjalanan pulang dari sekolah dan dia menceritakannya padaku. Dan tentu saja ia sudah benar dengan menghukumnya kemarin karena sudah naik darah. Tuan.” sahutnya. Tentu saja. Phillips yang salah. “Ya.” katanya.” Marilla mendapati Nyonya. Sejak dia bersekolah aku sudah menduga akan ada masalah. Aku tak pernah melihat anak yang sangat gusar.” sahut Marilla keheranan. Phillips telah berbuat agak sewenang-wenang. dia juga akan mendengar cerita selengkapnya. Anak lain yang telat seharusnya juga dihukum seperti Anne.” pikirnya.” “Aku tak tahu apa yng harus kulakukan padanya. karena kau minta saranku. aku tak akan bicara tentang sekolah padanya lagi sampai dia sendiri yang mengungkitnya. Perasaannya sangat halus. “Kurasa kau tahu maksud kedatanganku. Itu tidak sopan. itu masalahnya. dia akan tenang kembali dalam seminggu atau beberapa hari dan cukup siap untuk mempertimbangan kembali kemauannya sendiri. Dan aku tak yakin dengan bentuk hukuman menyuruh anak perempuan duduk dengan anak laki. Tapi tentu saja akan tak akan mengatakan itu padanya. kau tahu. Aku tak pernah menyangka dia bisa bergaul sangat baik dengan mereka. Nyonya. Dia langsung berpihak pada Anne dan katanya seluruh murid melakukan hal yang sama. “Aku akan pergi menemui Rachel untuk mempertimbangkannya malam ini. itu tak akan kita katakan pada anak-anak. Dia telah menyekolahkan sepuluh orang anak dan dia seharusnya tahu sesuatu mengenai kejadian itu.” sahut Marilla. “Tak ada gunanya berdebat dengan Anne sekarang. Lynde ramah—Nyonya. Apa yang akan kau sarankan. “Kutebak. Sekarang.” “Lalu menurutmu aku lebih baik membiarkannya tinggal di rumah. Tapi hari ini berbeda. “Dia bilang tak mau kembali ke sekolah.” sahut Nyonya. Aku yakin Tuan. agak malu-malu. tentang pertengkaran Anne di sekolah. Marilla. itu yang akan kulakukan. Lynde sangat suka dimintai nasehat—“Pertama aku akan sedikit menghiburnya. ayang bisa kupahami dari ceritanya. Tillie Boulter benar-benar marah. sementara. kau tahu tingkah dan kemarahan seperti apa yang akan dilakukannya kemudian dan membuat masalah yang lebih parah dari 94 . Kutahu semuanya berjalan terlalu lancar sampai akhir. Rachel?” “Well. Yakinlah.kemudian dengan bijak ia memutuskan tak banyak bicara lagi. Aku hanya akan membicarakannya dengan Rachel. Lynde sedang merajut selimut tebal serajin dan segembira biasanya. Rachel mengangguk. Marilla. Anne tampak benar-benar populer di antara mereka. kalau kau memaksanya segera kembali bersekolah. Tepat. Bagaimanapun.

Tuan. “Aku sangat mencintai Diana. mendapati Anne sedang duduk di dekat jendela timur pada waktu senja. selama ITU berjalan. mengerjakan pekerjaannya. ia jatuh ke kursi terdekat dan meledaklah gelak tawanya yang terbahak-bahak dan tak biasanya hingga 95 . Rachel menggeleng-gelengkan kepalanya. Aku tak tahu akan menjadi seperti apa pendidikan di Island ini. Phillips sama sekali tak baik sebagai seorang guru. Menurutku. Sebanyak kebenciannya pada Gilbert. dan bermain dengan Diana di waktu senja musim gugur yang ungu dan dingin.sebelumnya. Pada suatu malam Marilla. dengan gaun yang indah juga. semakin sedikit bertengkar dengannya akan lebih baik. tapi dengan hati terluka yang tersembunyi oleh senyuman di wajahku. Tapi aku sangat tahu ketika kami dewasa Diana akan menikah. bagaimanapun. “Ini tentang Diana. karena ia memperbudak dua lainnya. ia mengabaikan pesta anak-anak dan menghabiskan seluruh waktunya mempersiapkan murid-murid yang sudah dewasa itu untuk ratu. Aku tak akan pernah bisa hidup tanpanya. Aku telah membayangkan semuanya—pernikahan itu dan semuanya—Diana memakai gaun seputih salju. sama kuatnya rasa suka dan tidak suka. dan bagian lengan yang gembung. tapi ketika dia bertemu Gilbert Blythe di jalan atau bertemu secara kebetulan di sekolah Minggu dia melewatinya dengan jijik hingga tak tersentuh sedikitpun oleh keinginan Gilbert yang sungguh-sungguh untuk berbaikan dengannya. Ia tak akan dikontrak lagi oleh sekolah itu kalau pamannya tak menjadi komisaris—KOMISARIS. Dia tidak akan terlalu banyak tinggal hanya karena tak pergi ke sekolah. itulah sebabnya. dengan kerudung. Dan oh.” Anne menangis tersedu. Perintahnya memalukan. tapi itu tak ada gunanya. Marilla. Dia belajar di rumah. itu intinya. menangis terisak. “Apa masalahnya sekarang. sebanyak keinginannya mengatakan bahwa kalau saja ia adalah ketua Sistem Pendidikan Provinsi maka segala sesuatunya akan jauh lebih teratur. dan aku pengiring pengantinnya. Marilla mengikuti saran Nyonya. pergi jauh dan meninggalkanku. Anne telah benar-benar membulatkan tekad untuk membenci Gilbert Blythe sampai akhir hayatnya. masuk dari kebun buah dengan sekeranjang apel. Anne?” tanyanya. Bahkan usaha Diana sebagai penengah tak membantu.” Nyonya. Marilla cepat-cepat berpaling untuk menyembunyikan wajahnya yang mulai bergerak-gerak. Lalu mengucapkan pada Diana selamat tinggal-al-al —“ Sekarang Anne telah benar-benar terpuruk dan menangis semakin getir. dan tampak secantik dan seagung ratu. apa yang harus kulakukan? Aku benci suaminya—aku amat sangat membencinya. Rachel dan tak menyinggung lagi masalah kembali ke sekolah pada Anne. dengan seluruh cinta pada hati kecilnya yang menggebu. dia sangat mencintai Diana.

Akan sangat tidak menyenangkan kalau kita melompat dari September ke November. Dan kau tahu seseorang bisa bermimpi jauh lebih indah dalam sebuah kamar dengan benda-benda bagus di dalamnya. Kau harus menyiapkan makan malam untuk Matthew dan Jerry.” kata Marilla begitu ia mampu bersuara. Aku akan menghadiri rapat The Aid Society sore ini. Ia tak pernah marah sedikitpun. jadi jagalah jangan sampai kau lupa membuat teh sampai kau duduk di meja seperti terakhir kali. “Kau membuat kamarmu sama sekali berantakan dengan terlalu banyak benda dari luar rumah. Marilla. Kamar tidur dibuat untuk kita tidur di dalamnya. dan juga untuk bermimpi. Ia 96 .Matthew.” serunya di suatu pagi Sabtu.” sahut Anne menyesal. Anne bersuka ria dengan warna-warni di sekelilingnya. cukup yakin. masuk dengan menari dan tangannya penuh dengan dahan pohon yang indah. sementara akibatnya lapangan terkena sinar matahari.” “Kamar yang morat-marit. “tapi itu sore ketika aku sedang memikirkan nama untuk Violet Vale dan itu membuatku tak memikirkan hal lain. Matthew sangat baik. “Oh. ya kan? Coba lihat cabang-cabang pohon maple ini. dan pepohonan cherry liar di sepanjang jalan indah menaungi dengan warnanya yang merah gelap dan hijau kemerahan. demi Tuhan lakukanlah yang lebih berguna. berhenti karena keheranan. yang jiwa seninya tak berkembang pesat. dan mungkin belum tiba di rumah sebelum gelap. yang sedang melintasi halaman di luar. Anne Shirley.” Bab XVI – Diana diundang untuk Minum Teh dengan Akibat Tragis Oktober adalah bulan yang indah di Green Gables. “Aku sangat senang bisa tinggal di tempat yang ada bulan oktober. ketika pepohonan birch di lembah menjadi keemasan seperti cahaya matahari.” sahut Marilla. Marilla.” “Kalau begitu ingat jangan sampai daun-daunnya rontok di tangga. Tidakkah cabang-cabang itu memberimu sensasi—beberap sensasi? Aku akan menghias kamarku dengannya. Aku akan menaruh dahan-dahan ini dalam kendi biru lama dan meletakkannya di atas mejaku.” “Aku buruk sekali sampai melupakannya. Anne. Aku akan berpikir kau berimajinasi. Kapan ia pernah mendengar Marilla tertawa seperti itu sebelumnya? “Well. Anne.” “Oh. “kalau kau harus gelisah tanpa alasan. pepohonan maple di belakang kebun buah berwarna merah tua indah.

Kemudian memaksanya mengambil sepotong kue lagi atau menawarkan sele padanya. sungguh tak boleh! Cangkir bermotif kuncup mawar! Well. Ini akan tampak sangat menyenangkan dan membanggakan. Aku lupa akhir ceritanya. kalau kau bangun dan makan di tengah malam. Kau akan menggunakan perangkat cangkir lama berwarna coklat. kau dan Diana boleh meminumnya kalau mau. Tapi di sana ada botol setengah penuh dengan minuman anggur manis raspberry sisa dari pertemuan gereja malam kemarin. jadi aku mengarangnya sendiri dan Matthew bilang ia tidak tahu dimana hubungannya.” “Aku benar-benar dapat membayangkan sedang duduk di kepala meja dan menuangkan teh.” Anne berlari ke lembah. kujamin Matthew akan telat saat minum teh karena ia akan mengangkut kentang ke kapal. Jangan takut aku akan lupa membuatkan teh ketika aku ada kawan. Itu dongeng yang sangat bagus. Tapi saat ini kau jangan sampai kehilangan akal.” “Oh. Bolehkah aku mengajaknya ke ruang yang kosong untuk meletakkan topinya ketika dia datang? Lalu duduk di ruang tamu?” “Tidak. “Lalu menanyakan apakah Diana mau gula! Aku tahu dia tak mau tapi tentu saja aku akan menanyakannnya seolah-olah aku tak tahu. Hasilnya baru saja Marilla berangkat ke Carmody. Oh. Bagaimanapun sudah waktunya itu digunakan—aku yakin itu akan mulai bekerja. mengundang Diana minm teh. Oh.” sahut Anne. hanya membayangkannya saja sudah membuatku merasakan sensasi yang indah. melewati Dryad’s Bubble dan mendaki jalan yang dipenuhi pohon spruce ke Orchard Slope. memejamkan matanya dengan estetis. Diana sampai. jadi ia tak merasa waktu lama sama sekali. Marilla. Kau boleh menggunakan ruang duduk untuk teman-temanmu. Dan kau boleh memotong beberapa kue rasa buah dan makan kue-kue kering dan buncis. dan kue kering untuk dimakan sambil minum anggur itu di waktu sore. Marilla. bolehkah aku menggunakan seperangkat cangkir bermotif kuncup bunga mawar?” “Tidak.” “Matthew akan berpikir itu tak jadi soal. Dan—aku tak yakin apakah aku melakukan hal yang benar—ini mungkin akan membuat pikiranmu lebih tak karuan dari sebelumnya—tapi kau boleh mengajak Diana ke sini dan melewati sore dengan juga minum teh di sini. “Benar-benar sangat indah! Akhirnya kau SUNGGUH bisa membayangkan semuanya atau kalau tidak kau tak akan pernah mengerti betapa aku sangat merindukan hal ini terjadi. Marilla.sendiri yang membuatkan teh dan berkata kami praktis boleh menunggu. Anggur itu ada di rak kedua di lemari ruang duduk. Tapi kau boleh buka wadah kuning kecil berisi sele cherry. lalu apa? Kau tahu aku tak pernah menggunakannya kecuali untuk pendeta atau anggota The Aid. Anne. Marilla!” Anne menggenggam tangannya. Dan aku menceritakan dongeng yang indah sambil menunggu. memakai pakaianNYA yang terbagus kedua dan tampak sangat tepat digunakan 97 .

ya kan?” sahut Diana. makan apel dan ngobrol sekuat yang mereka sanggup. Kekhidmatan yang tak biasa ini berlangsung sampai setelah Diana diajak ke loteng timur untuk menyimpan topinya lalu duduk di ruang duduk selama sepuluh menit. tapi sekarang dia mengetuk pintu depan dengan sopan. Dia harus duduk dengan Gertie Pye dan dia benci itu. yang telah menumpang di kereta Matthew sampai ke tempat Tuan. Harmon Andrews pagi itu. Cuthbert akan mengangkut kentang ke LILY SANDS sore ini. banyak sekali. “Ayo kita ke luar ke kebun dan memetik beberapa Red Sweeting. Hasil panen kentang kami sangat bagus tahun ini. Banyak yang ingin diceritakan oleh Diana pada Anne tentang apa yang terjadi di sekolah. Ia bilang kita boleh makan kue rasa buah dan sele cherry saat minum teh. sungguh. Marilla bilang kita boleh memetik semua yang tersisa di pohon. seolah dia tak melihat Nyonya. dengan dahan besarnya yang menjulur menyapu tanah penuh dengan buah.” sahut Anne lupa menjaga wibawanya dan melompat cepat. Kurasa Tuan. Nama minuman itu dimulai dengan huruf A dan R dan warnanya merah terang.” “Hasil panen kami lumayan bagus. terima kasih. Barry memetik apel pagi itu dalam keadaan sehat walafiat. yang memakai baju terbagusnya kedua. Diana. Apa kau sudah memetik banyak apel di kebunmu?” “Oh. Di lain waktu dia terbiasa berlari masuk ke dapur tanpa mengetuk pintu. kedua anak perempuan itu berjabat tangan dengan agak payah seolah mereka belum pernah bertemu sebelumnya. jadi aku tak akan memberitahumu apa yang ia bilang boleh kita minum. “Bagaimana kabar ibumu?” Anne bertanya sopan. Tapi bukan sikap yang baik memberitahu temanmu apa yang akan kau hidangkan. terima kasih. kau juga kan? Rasanya dua kali lebih enak daripada warna lain. Aku suka minuman berwarna merah terang. Kau harus menggosok kutil dengan batu kerikil itu lalu lemparlah dari atas bahu kirimu pada saat bulan muda dan semua kutil itu akan hilang. Sam Boulter telah “lancang” pada Tuan. dengan sama sopannya membuka pintu. “Dia sangat sehat. 98 . Marilla seorang wanita yang sangat murah hati.” Kebun buah itu. dengan kekuatan gaib batu kerikil yang diberikan oleh Mary Joe tua dari Creek untuknya. Ruby Gillis telah mengguna-guna semua kutilnya. bersiapsiap. Kuharap hasil panen ayahmu juga bagus. “Ya. Nama Charlie Sloan telah ditulis dengan nama Em White di dinding serambi depan dan Em White SANGAT MARAH karenanya. Lalu ketika Anne. duduk di pojok berumput dimana kebekuan telah menyerap kehijauan dan sinar matahari lembut musim gugur bersinar hangat. ternyata sangat menyenangkan sehingga kedua anak itu menghabiskan sebagian besar waktu sorenya di situ. Gertie mendecitkan pinsilnya setiap saat dan itu sangat membuat darahnya—Diana— membeku.menghadiri jamuan teh di luar.

Dia kembali mencari dan menemukannya di rak atas. dan Lizzie Wright tak bicara dengan Mamie Wilson karena kakak Mamie Wilson telah membuat hubungan kakak Lizzie Wright dengan kekasihnya putus. kemudian meneguknya dengan anggun.” “Kukira anggur raspberry Marilla mungkin memang akan jauh lebih enak daripada punya Nyonya. Minum saja sebanyak kau mau. Banyak sekali tanggung jawab di pikiran seseorang yang bertugas menjaga rumah. dan Gilbert Blythe— Tapi Anne tak mau mendengar tentang Gilbert Blythe. Aku akan keluar dan menyalakan api. Dia melompat dengan tergesa dan berkata mereka seharusnya masuk dan minum anggur manis raspberry. Lynde. Anne menaruhnya di talam dan menghidangkannya di meja dengan sebuah gelas minum. Dia mendapat bergelas-gelas penuh anggur raspbery dan rasanya benar-benar sangat lezat. “Ini anggur raspberry yang sangat enak. Sedikit sekali lingkup untuk berimajinasi dalam masak memasak. Anne melihat ke rak kedua di lemari ruangan itu tapi tak ada botol anggur raspberry di sana. Kau harus melakukan segala sesuatunya menurut aturan. Ia berusaha mengajarkanku cara memasak tapi kujamin. Anne.” Diana menuangkan sendiri minuman itu memenuhi gelasnya. Diana.” “Minuman terlezat yang pernah kuminum. dan semua orang sangat merindukan Anne dan berharap dia kembali ke sekolah. Phillips kalau berani memukul salah satu di antara anaknya lagi.” kata Diana. “Ini jauh lebih enak dari pada minuman dari Nyonya. Phillips mencambuknya.” katanya sopan.” katanya. Diana. dan. “Aku tak tahu kalau anggur raspberry rasanya sangat nikmat. dia sama sekali tak keberatan minum segelas penuh untuk ketiga kalinya.Phillips di kelas lalu Tuan. meskipun ia sangat menyombongkannya. “Marilla adalah koki terkenal. ya kan?” Ketika Anne kembali dari dapur Diana sedang meneguk anggur dari gelas yang terisi penuh untuk kedua kalinya. kemudian ayah Sam datang ke sekolah dan menantang Tuan. “Sekarang. Kurasa seolah aku tak mau apa pun lagi setelah makan semua apel itu. Terakhir kali aku 99 . silakan minum. Rasanya sedikitpun tak sama. “Aku tak yakin sanggup minum. Lynde. dan Matie Andrews punya sebuah kerudung baru berwarna merah dan alat penyeberang jalan warna biru dengan rumbai-rumbai di atasnya dan karenanya gayanya menjadi sangat memuakkan. memandang kagum warna merahnya yang terang.” “Aku sangat senang kau menyukainya.” sahut Anne tulus. itu pekerjaan yang berat. karena Anne mendesaknya.

itu merupakan peristiwa yang mengerikan. Aku lupa memberitahumu sebelumnya. Diana. jadi aku tak pernah ingat lagi tentang saus puding dan Marilla menyuruhku keluar untuk memetik apel. di sebelah tangan yang lain. Chester Ross. dan kau tak pernah. yang mana pun yang mereka mau. Diana. Diana. Semuanya berjalan baik sampai aku melihat Marilla datang membawa puding prem dengan sebelah tangan dan tempayan berisi saus puding yang TELAH DIHANGATKAN. Oh. Chester Ross menganggap aku seorang anak kecil yang seperti lady meskipun aku tidak cantik. Tepung sangat penting untuk kue. Tuan. Diana. Kau tahu mereka orang yang sangat bergaya. Aku bermaksud untuk menutupnya sebanyak mungkin. Aku berusaha sesopan dan seanggun mungkin. dan aku lupa sama sekali untuk menutup saus puding. Diana. kau tak boleh memakai saus puding itu. Ia seorang pengurus rumah 100 . itu cerita yang sangat menyedihkan. dan Nyonya. tapi aku berjalan ke sisi tempat tidurmu dengan berani dan merawatmu sampai sembuh. Nyonya. Marilla sangat marah dan aku tak heran lagi. Aku ingat semuanya dan aku langsung berdiri di tempatku dan menjerit ‘Marilla. Kami membuat puding prem untuk hidangan makan malam hari Selasa lalu tersisa setengah puding dan satu tempayan penuh saus. Minggu lalu ia merasa sangat malu karena saus puding. bayangkan kalau kau bisa ketakutanku yang amat sangat karena mendapati seekor tikus di dalam saus puding itu! Aku mengangkat tikus itu keluar dengan sendok dan melemparnya ke halaman dan kemudian mencuci sendok itu dengan tiga jenis air. Tapi aku lupa memasukkan tepung dan kuenya gagal total. Chester Ross dari Spencervale datang ke sini pagi itu. tapi ketika aku membawanya masuk aku membayangkan bahwa aku adalah seorang suster—tentu saja aku beragama Protestan tapi aku membayangkan aku adalah orang Katolik—menggunakan kerudung untuk menyembunyikan patah hati di pengasingan yang terpencil. Ada seekor tikus tenggelam di dalamnya. Marilla bilang itu cukup untuk sekali makan malam lagi dan menyuruhku menaruhnya di rak lemari serta menutupnya. Aku merupakan percobaan yang berat baginya. Aku sedang membayangkan cerita paling indah tentang kau dan aku. Aku teringat untuk menutup saus itu keesokan paginya dan berlari ke dapur. Ketika Marilla memanggilku masuk hidangan makan malam sudah tersaji dan semua orang sudah berada di meja makan. kemudian aku tertular cacar dan meninggal lalu dikuburkan di bawah pepohonan poplar di pemakaman itu dan kau menanam rumpun bunga mawar di makamku serta menyiraminya dengan airmatamu. terutama Nyonya.membuat kue aku lupa memasukkan tepung. Chester Ross hanya MENATAP ku dan kupikir aku akan merosot ke lantai karena malu. Kupikir kau menderita sakit cacar yang amat parah dan semua orang mengucilkanmu. Airmata terus mengalir di pipiku ketika aku mengaduk adonan kue. kau tahu. tak pernah melupakan sahabat masa mudamu yang mengorbankan dirinya untukmu. tapi ketika ia telah masuk aku membayangkan bahwa aku adalah peri es yang sedang berjalan melintasi hutan dan membuat pepohonan berubah menjadi merah dan kuning. aku tak akan bisa melupakan peristiwa mengerikan itu meskipun aku akan hidup sampai seratus tahun. Diana. Well. Marilla sedang keluar untuk memerah susu dan aku benar-benar berniat untuk bertanya padanya ketika ia masuk kalau aku akan memberikan saus itu untuk babi.’ Oh. karena aku mau Nyonya.

“Biarkan aku memberimu sepotong kue dan sedikit sele cherry.” sahutnya. Dimana kau merasa sakit?” “Aku harus pulang. Kenapa. Marilla memarahiku habis-habisan.tangga yang sempurna dan bayangkan apa pendapatnya tentang kami. Chester Ross pergi. “Bagaimanapun juga biarkan aku memberimu makan siang. “Aku tak pernah dengar ada teman yang pulang sebelum minum teh. agak serak.” sahut Diana. “Aku—aku sangat sakit.” ulang Diana. Sia-sia Anne memohon. tapi aku tak bisa makan sesuap pun. Tapi aku sungguh berharap kau mau tinggal sampai setelah minum teh. apa masalahnya?” Diana telah berdiri dengan goyah. dengan airmata kekecewaan di matanya. pasti tak terpikir olehmu harus pulang sebelum minum teh. Senin sore Marilla menyuruhnya pergi ke rumah Nyonya. Dimana kau merasa sakit?” “Aku sangat pusing. “Aku—aku—harus segera pulang. dia berjalan terhuyung. Lynde untuk suatu keperluan. Kemudian—wajah Marilla memerah laksana api tapi ia tak bicara sepatah kata pun. “Aku akan segera mengambilnya—aku akan pergi dan menghidangkan teh saat ini juga. Lalu dia menyusuri jalan kembali ke Green Gables. bodoh tapi bertekad. Rasanya seperti ada tumpukan batu bara panas di kepalaku. kau bisa mengandalkanku. Setelah Nyonya. dan hanya itu yang ingin dikatakannya.” sahut Diana. Diana. Berbaringlah sejenak di sofa dan kau akan membaik. Ia hanya membawa saus dan puding itu keluar dan membawa masuk sele strawberry. dimana dia menyimpan kembali sisa anggur raspberry dengan sedih ke dalam lemari dan menyiapkan teh untuk Matthew dan Jerry. meletakkan tangannya di kepalanya. mengambil topi Diana dan pergi dengannya sampai ke pagar halaman Barry. Aku tak akan pernah meninggalkanmu. Dan sungguh.” “Oh. Ia bahkan juga menawarkannya untuk padaku. Diana. kemudian dia duduk lagi. Keesokan harinya adalah hari Minggu dan meskipun hujan turun dengan derasnya mulai dari terbit fajar sampai senja Anne tak beranjak dari Green Gables. Dalam waktu yang sangat singkat Anne telah kembali pulang 101 . Anne.” katanya murung.” “Aku harus pulang.” jerit Anne kalut. “Oh. apa kau merasa mungkin kau benar-benar terkena cacar? Kalau iya aku akan pergi dan merawatmu.” Anne memohon. sama sekali tanpa semangat lagi.

Barry. Marilla. Barry tak waras? Apa yang kau hidangkan untuknya?” “Hanya anggur raspberry dan tak ada yang lain. Dan pada saat yang sama Marilla teringat bahwa ia meletakkan botol anggur raspberry di ruang penyimpanan anggur dan bukan di lemari seperti yang dikatakannya pada Anne. salah satunya Nyonya. melangkah ke lemari di ruang duduk. “Hari ini Nyonya.” Anne tersedu. Thomas! Tapi aku tak bermaksud membuatnya mabuk. Oh. Apa kau sendiri tak bisa membedakan rasanya?” 102 .” Anne duduk tegak. Di atas rak itu terdapat sebuah botol yang langsung diketahuinya berisi wine buatan sendiri saat ia merayakan tiga tahun berdirinya usaha pembuatan anggurnya itu di Avonlea.” Tak ada jawaban dari Anne yang mencoba menahan airmatanya dan sedu sedan yang semakin menjadi! “Anne Shirley. Lynde pergi menemui Nyonya. Marilla—bahkan meski mereka minum tiga gelas besar yang terisi penuh seperti yang dilakukan Diana. Lynde. “Katanya aku membuat Diana MABUK pada hari Sabtu dan membuatnya pulang dalam kondisi yang sangat memalukan.” “Mabuk omong kosong!” sahut Marilla. Dan ia bilang aku pasti anak yang sangat nakal dan bertingkah buruk dan ia tak akan pernah. terdengar sama—sama—seperti suami Nyonya. jelas-jelas tak menyetujuinya. Barry sedang dalam keadaan yang sangat kacau. “Anne apa kau atau Nyonya. kesedihan menyeruak.dengan airmata mengalir di pipinya.” dia meratap. Duduklah dengan tegak sekarang juga dan katakan padaku kenapa kau menangis.” Marilla terbelalak tak percaya. Kau malah memberi wine untuk Diana dan bukannya anggur manis raspberry. tak akan pernah mengijinkan Diana bermain denganku lagi. Anne?” Marila bertanya antara ragu dan risau. “Sekarang apa masalahnya. Barry dan Nyonya. kau benar-benar berkebawaan untuk terjerumus dalam kesulitankesulitan. meskipun orang-orang tertentu yang agak keras. “Aku tak menyangka anggur raspberry bisa membuat orang mabuk. Ia kembali ke dapur dengan botol anggur di tangannya. “Membuat Diana mabuk!” ulangnya begitu ia pulih dari rasa terkejutnya. Dia berlari ke dapur dan menghempaskan tubuhnya dengan wajah tertelungkup sedih di atas sofa. “Anne. Wajahnya berkerinyit karena jengkel pada diri sendiri. ketika aku bertanya padamu aku butuh jawabannya. Oh. “Aku sungguh berharap kau tak pergi dan bertingkah kasar lagi pada Nyonya. aku sangat tertegun karena sengsara.

Kau jauh lebih sopan daripada aku. Barry sangat marah. Barry akan mempertimbangkannya kembali ketika ia tahu bukan kau yang bersalah. jangan menangis. Kemarin kepalanya terasa sangat sakit seharian.” “Aku harus menangis. Sudah. Kurasa dia berpikir kau melakukannya untuk sebuah lelucon tolol atau sejenisnya.” Marilla telah berubah pikiran mengenai semuanya berjalan lancar ketika ia kembali dari Orchard Slope. aku akan menemuinya.” “Jangan bersikap tolol. “Aku berharap kau yang akan menemuinya. “Kupikir itu adalah anggur manis raspberry.” Anne menghela napas. Anne melihat kedatangannya dan berlari ke serambi depan untuk menemuinya. Sebaiknya kau pergi menemuinya malam ini dan beritahu dia kejadian sebenarnya. dari wajahmu aku tahu itu tak ada gunanya. Marilla. Well. “Nyonya. Semuanya akan berjalan lancar. Barry tak mau memaafkanku?” 103 . Mungkin ia akan lebih cepat mau mendengarkanmu ketimbang aku. “Oh.” katanya murung. “Jangan menangis lagi. menunjukkan bahwa mungkin itulah cara yang lebih bijak. Anne. Diana merasa sangat kesakitan dan harus pulang. Nyonya. Marilla.” kata Marilla. kejadian ini akan menjadi umpan manis untuk orang-orang yang tidak suka aku menjalankan usaha pembuatan wine. tiga gelas besar terisi penuh itu memang akan membuatnya sakit meskipun hanya anggur manis. Anne. meskipun aku tak membuatnya lagi selama tiga tahun terakhir sejak aku tahu pendeta tak menyetujuinya.” “Aku tak berani karena mengingat akan menemui ibu Diana yang terluka. Marilla. “Kenapa.” “Well. Nyonya. Marilla. nak.” sahut Anne. Bintang-bintang di orbitnya memusuhiku.” sahut Marilla singkat. Ibunya mencium bau napasnya dan tahu dia mabuk. Oh. sedikit pun aku tak menduga akan seperti ini saat pertama kali kami mengucapkan sumpah persahabatan.“Aku tak pernah mencicipinya. yaitu aku sengaja melakukannya. Aku bermaksud sangat—sangat—bermurah hati. Nyonya. sudah. Aku tak mengerti karena kau yang disalahkan meskipun aku menyesal kejadiannya seperti ini. “Hatiku sakit. Dia tertawa seperti orang tolol ketika ibunya bertanya ada apa lalu dia pergi tidur dan tidur selama berjam-jam.” “Menurutku sebaiknya dia menghukum Diana karena telah sangat rakus minum tiga gelas penuh. Ia hanya yakin satu hal. Aku hanya menyimpannya untuk obat. Lynde dia mabuk berat. Diana dan aku selamanya adalah teman. Barry bilang pada Nyonya.” sahut Anne.

Anne menggenggam tangannya. dan kemarahannya sangat dingin. Bagaimana aku bisa tega? Coba bayangkan kalau anda adalah seorang anak perempuan yatim piatu yang diadopsi oleh orang yang baik dan anda hanya punya satu teman dekat di seluruh dunia. dengan sangat tenang dan mantap berjalan seorang diri melalui deretan pohon semanggi di sekeliling jembatan kayu dan terus sampai ke rimbunan pohon spruce. “Oh. Nyonya. membuka pintu yang diketuk malu-malu. Ia curiga pada bualan Anne dan gerak tubuhnya yang dibuat-buat dan menganggap anak itu sedang mengolok-oloknya. Oh. Saat itu aku sangat yakin kalau itu adalah anggur raspberry. Kemudian Anne keluar tanpa penutup kepala dalam hawa dingin senja musim gu. aku memaparkan semua fakta itu dengan tenang yang merupakan tamparan tepat baginya. meninggalkan anak kecil yang sangat kebingungan itu di serambi depan. tolong jangan katakan bahwa anda tak akan mengijinkan Diana bermain denganku lagi. Barry bahkan membuatnya semakin jengkel. Barry. Aku mengatakan terus terang padanya bahwa anggur wine itu bukan untuk diminum tiga gelas penuh sekaligus dan kalau ada anak yang meminumnya seperti itu maka anak itu pasti sangat rakus. Nyonya. Barry. apakah anda akan sengaja membuatnya mabuk? Kupikir itu hanya anggur raspberry. diterangi sinar pucat bulan sabit di kaki langit hutan bagian selatan. dengan kejam dan dingin: 104 . Wajahnya mengeras. Menurut anda. Jadi ia berkata.“Nyonya. Lalu dia menyinggung tentang anggur wine buatanku dan seperti yang selalu kubilang ini pasti berpengaruh pada orang-orang itu. “Dari semua wanita cerewet yang pernah kutemui dia yang paling parah. Kalau anda melarangnya maka hidupku akan sangat menderita. tak berpengaruh pada Nyonya. pemurung yang selalu paling sulit untuk diatasi. Barry adalah seorang wanita yang teguh pendirian kalau sudah berprasangka dan tak menyukai seseorang. Nyonya. Lynde dalam sekejap. mendapati pemohon bermata penuh semangat dan berbibir pucat di ambang pintu.” Ucapan ini yang telah dapat melembutkan hati Nyonya. “Apa maumu?” sambutnya kaku. dalam keadaan sangat kacau.” Marilla melangkah cepat ke dapur. Barry memang tak memaafkanmu!” bentak Marilla. tapi dia tetap tak mempercayaiku. tolong maafkanlah aku. ia sangat yakin Anne telah membuat Diana mabuk karena kedengkian belaka. ??? dan ia sangat ingin menjaga anak perempuannya dari kontaminasi karena keakraban lebih lanjut dengan anak yang seperti itu. Dalam pertimbangannya. Aku tak bermaksud untuk—untuk— membuat Diana mabuk. Aku memberitahunya itu semua sebuah kesalahan dan bukan kau yang salah.

Bab XVII – Daya Tarik Baru dalam Hidup KEesokan sorenya Anne. Kemudia ia membungkuk dan mencium pipi yang bersemu di bantal itu. ia benar-benar tertawa puas atas penderitaan Anne. keheranan dan harapan berebutan tampak di matanya yang ekspresif. Tapi ketika ia masuk ke loteng timur sebelum tidur dan mendapati Anne menangis sendiri sampai tertidur. 105 . Barry dan ia memperlakukanku penuh hinaan. Dan sungguh.” Bibir Anne gemetar. “Bolehkah aku bertemu Diana sekali saja untuk mengucapkan salam perpisahan?” dia memohon. berusaha keras mengatasi keinginan tak pantas untuk tertawa terbahak-bahak yang dirisaukannya karena mulai menggelitikinya. aku TIDAK berpikir ia adalah wanita yang sopan. yang sedang menekuni jahitan kain percanya di jendela dapur. menyibak rambut dari wajahnya yang bersimbah airmata. suatu kelembutan yang tak biasa menjalari wajahnya. “Hilang sudah harapan terakhirku.“Kupikir kau bukan gadis kecil yang cocok sebagai teman Diana.” gumamnya.” sahut Nyonya. Marilla. aku tak yakin Tuhan Sendiri bisa berbuat banyak pada orang yang keras kepala seperti Nyonya. Sebaiknya kau pulang dan jaga tingkah lakumu. Tapi harapan memudar ketika dia melihat raut wajah Diana yang murung.” katanya pada Marilla. Barry.” damprat Marilla. “Diana sudah pergi ke Carmody dengan ayahnya. kebetulan saja Anne sepintas lalu melihat Diana di Dryad’s Bubble memberi isyarat misterius. ketika malam itu ia menceritakan cerita itu selengkapnya pada Matthew. kau tak boleh bicara seperti itu. Marilla. kemudian melangkah masuk dan menutup pintu. Barry. Dalam sekejap Anne telah keluar dari rumah dan berlari ke lembah. “Anak kecil yang malang.” “Anne. Tak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali berdoa dan aku tak terlalu berharap itu akan berguna karena. “Aku pergi sendiri menemui Nyonya. Anne yang kehilangan harapan kembali ke Green Gables.

ia bilang aku tak boleh bermain denganmu lagi. Ia bilang aku hanya punya waktu sepuluh menit dan ia menghitung waktuku.” tangis Anne.” Anne menarik napas panjang. Untungnya aku membawa gunting jahitan kain perca di saku celemekku. tentu saja aku mencintaimu.” sahut Diana tersedak. Oh. Anne. Diana. “Di tahun-tahun mendatang ingatan tentangmu akan bersinar laksana bintang dalam kehidupanku yang sepi.” “Sepuluh menit tidaklah sangat lama untuk mengucapkan salam perpisahan terakhir. Diana.” sahut Anne. “Oh. kau harus yakin itu.” sahut Anne. kupikir tak seorang pun akan mencintaiku.” sahut Anne dengan suara sedih. Diana menggeleng sedih. sahabat masa kecilmu.” “Oh. Seingatku belum pernah ada seorang pun yang mencintaiku. sembari menggenggam tangannya. “dan aku tak akan pernah punya teman karib lain—aku tak akan mau. dan oh. Diana. maukah engkau memberiku seikat rambutmu yang hitam pekat sebagai kenangan berharga selamanya dalam perpisahan ini?” “Apa kau punya sesuatu untuk memotongnya?” tanya Diana. Begitu lama aku merayunya untuk mengijinkanku mengucapkan selamat tinggal padamu. Aku menangis terus menerus dan aku katakan padanya itu bukan salahmu. Anne. tapi tak ada gunanya. dan berubah menjadi kepraktisan. tolong ucapkan sekali lagi.” “Aku mencintaimu dengan setia. maukah kau berjanji setia tak akan pernah melupakanku. Diana. Diana. seperti isi cerita terakhir yang kita baca bersama itu. ini menakjubkan! Ini sinar cahaya yang selamanya akan menerangi kegelapan karena harus berpisah dari dikau.“Ibumu belum luluh juga?” tanyanya terengah. Aku tak bisa mencintai orang lain seperti aku mencintaimu.” Diana menangis tersedu. Diana. sembari menyeka airmata yang mulai mengalir lagi karena tekanan suara Anne yang mengharukan. tak peduli seberapa pun lebih sayang teman lain membelai dikau?” “Sungguh aku mau. “apakah kau MENCINTAI ku?” “Kenapa. “Belum. “Ya. sungguh-sungguh mengulurkan tangannya.” “Dan aku akan selalu mencintai engkau. Kenapa. Oh. “dan aku akan selalu mencintaimu. Apa kau tak tahu itu?” “Bukan. “Kupikir tentu saja kau MENYUKAI ku tapi aku tak pernah berharap kau MENCINTAI ku. Dengan khidmat dia menggunting salah satu gulungan rambut 106 .

“Kukira. Diana dan aku mengalami perpisahan yang sangat mengharukan di taman. “Semuanya sudah berakhir.” “Kurasa tak banyak yang takut akan berduka karena kematianmu selama kau bisa bicara. Bibirnya membentuk garis kebulatan tekad. Jaga sikapmu dan lakukan saja apa yang disuruh oleh gurumu.” paparnya. melambaikan tangannya dengan sedih ke belakang kapan saja dia menoleh ke belakang. Dan kalau pun ada mereka tetap saja tak sama. sahabatku tercinta. Untuk selanjutnya kita harus berperan sebagai orang yang tak saling mengenal meskipun tinggal berdampingan.’ Diana memberiku seikat rambutnya dan aku akan menjahitnya di sebuah tas kecil dan mengalungkannya di leherku seumur hidupku. “Aku tak akan pernah punya teman lain. Senin berikutnya Anne memberi kejutan pada Marilla karena turun dari kamarnya dengan mengepit keranjang buku di lengan dan pinggulnya.” dia memberitahu Marilla. Mungkin ketika ia melihatku terbujur kaku dan mati di depannya Nyonya.” “Aku akan mencoba menjadi siswa teladan. Kemudian dia kembali ke rumah. “Aku akan kembali bersekolah. Barry akan menyesali apa yang telah dilakukannya dan mengijinkan Diana menghadiri upacara pemakamanku. karena sekarang aku tak punya Katie Maurice dan Violetta. Anne. Dia sangat membosankan dan lamban serta tak pernah tampak bersuka cita. “Hanya itu yang tersisa untukku. Selamat jalan kuucapkan padamu. tak akan banyak kegembiraan lagi di sekolah. anak kecil impian tak lebih memuaskan dari sahabat yang nyata. Tapi aku merasa sangat sedih bahwa mungkin itu 107 . ‘Engkau’ dan ‘dikau’ tampak jauh lebih romantis daripada ‘kau. sekarang temanku telah dipisahkan dariku dengan kejam. Aku menggunakan bahasa paling menyedihkan yang terpikir olehku dan berkata ‘engkau’ dan ‘dikau’. Tuan. menyembunyikan kesenangannya karena perkembangan yang menggembirakan ini. Phillips bilang Minnie Andrews adalah murid teladan dan tak ada percikan api imajinasi atau kehidupan dalam dirinya. Tapi hatiku akan selalu setia padamu. Bagaimana pun juga.” sahut Marilla tak simpatik.Diana. Aku benar-benar dalam keadaan yang lebih buruk dari sebelumnya.” Anne berdiri dan memandang Diana sampai tak kelihatan lagi. “Kalau kau kembali bersekolah kuharap kami tak akan mendengar lagi memecahkan batu tulis di atas kepala orang dan tingkah laku seperti itu. karena aku tak yakin akan panjang umur.” Anne mengiyakan dengan muram.” “Sebaiknya kau merenungkan pelajaranmu dan hitung-hitungan. tak sedikit pun terhibur karena adanya perpisahan yang romantis ini. Di sekolah aku bisa melihatnya dan merenungkan hari-hari yang telah berlalu. Tolong pastikan itu dikuburkan bersamaku.” sahut Marilla. Itu akan selamanya sakral dalam ingatanku.

Apel itu terletak tak tersentuh di atas mejanya sampai keesokan paginya. Pensil batu tulis Charlie Sloane. dihias indah dengan belang merah dan kertas kuning. ketika Timothy Andrews kecil. Pasti aku akan menangis sedih kalau melewatinya. Aku tak tahan harus melewati Birch Path sendirian. Bukan hanya anak-anak itu yang “menghargai” nya. Ruby Gillis menyelundupkan tiga buah prem biru untuknya selama pembacaan Perjanjian. Ketika Anne berjalan ke tempat duduknya setelah jam makan malam—Tuan. Anne menjatuhkan apel itu seolah-olah itu adalah batu bara merah-panas lalu dengan berlagak membersihkan tangannya dengan sapu tangan. berharga dua sen sedangkan pensil biasa hanya satu sen. Ella May MacPherson memberinya potongan bunga pansy kuning dari sampul katalog bunga—jenis hiasan meja yang sangat dihargai di sekolah Avonlea. Kehilangan imajinasinya terasa berat dalam permainan.” Anne mendesah terpesona di depan Marilla malam itu. yang diberikakan padanya setelah jam makan malam.” Di sekolah Anne disambut dengan tangan terbuka. 108 . Katie Boulter memberinya botol parfum untuk menyimpan air batu tulis. Phillips menyuruhnya duduk dengan siswa teladan Minnie Andrews—dia mendapati sebuah “apel starwberry” besar dan lezat di atas mejanya. suaranya dalam bernyanyi dan kemampuannya yang dramatis dalam membaca buku keras-keras saat jam makan malam. dan Julia Bell menyalin curahan hati berikut ini dengan hati-hati di atas sehelai kertas pink yang berlekuk di tepi: Ketika senja menurunkan layarnya Dan menjepitnya dengan bintang Ingatlah bahwa kau punya teman Meski pun ia jauh mengembara. Anne mengambilnya dan siap untuk menggigitnya ketika dia teringat bahwa satu-satunya tempat dimana apel strawberry tumbuh adalah di kebun buah Blythe tua di sisi lain dari the Lake of Shining Waters. mendapat sambutan yang lebih baik.akan mudah bagiku sekarang. Sophia Sloane menawarkan untuk mengajarinya pola baru renda rajutan yang sangat elegan. Aku akan menyusuri jalan. Phillips menahannya seusai sekolah untuk menuliskannya kembali. yang menyapu sekolah dan menyalakan api. mencaploknya sebagai salah satu keuntungan tambahan baginya. Tapi karena. sangat cocok untuk menghias celemek. Anne dengan senang menerimanya dengan sangat ramah dan memberi senyuman anggun sebagai balasan untuk orang yang memberinya hadiah sehingga pemuda yag terpikat itu langsung terbang ke langit ke tujuh saat itu juga karena sangat gembira dan akibatnya dia membuat kesalahan yang mengerikan dalam diktenya sehingga Tuan. “Ini sangat bagus untuk dinikmati.

Diana hanya tersenyum sekali padaku. Aku akan menyimpan hadiahmu yang indah selamanya. Ini bukan kesalahanku dan tolong jangan marah padaku. Kekasihmu sampai ajal memisahkan kita Anne atau Cordelia Shirley. sehingga ketiadaan penghargaan dan pengakuan yang dapat dilihatnya dari Diana Barry yang duduk dengan Gertie Pye melukai kemenangan kecil Anne. “Kurasa. Tolong maafkan kesalahan yang ada karena ejaanku belum bagus benar. P. ATAU C. Tapi tak ada tanda-tanda. Pembatas buku sedang sangat tren sekarang dan hanya tiga siswi di sekolah yang tahu cara membuatnya.S. meskipun sudah banyak berkembang. Ketika kau melihatnya ingatlah Sahabat sejatimu Diana Barry. Tapi keesokan paginya sebuah catatan dalam gulungan dan lipatan yang paling mengerikan sekaligus menakjubkan. Kekasihku Diana:-Tentu saja aku tak marah padamu karena kau harus mematuhi ibumu. Aku akan tidur dengan suratmu di bawah bantalku malam ini.Arak-arakan Caesar melucuti kegagalan Brutus Itu memang benar tapi putra terbaik Rome lebih dikenangnya. Aku sangat merindukanmu untuk menceritakan seluruh rahasiaku dan aku tak menyukai Gertie Pye sedikit pun.” keluhnya sedih pada Marilla malam itu. A. Anne sayang (seperti dulu) Ibu bilang aku tak boleh bermain atau pun berbicara denganmu meskipun di sekolah. Mungkin Anne mendapat sesuatu dari semangat “teladan” dalam diri Minnie Andrews. mencium pembatas bukunya. Anne membaca tulisan itu. dan segera mengirim balasan ke sisi samping lain sekolah. dan sebuah paket kecil diberikan untuk Anne. Jiwa kita bisa berhubungan erat. Minnie Andrews anak yang sangat manis—meskipun dia tak punya imajinasi— tapi setelah aku menjadi teman akrib Diana aku tak bisa jadi teman akribnya Minnie. setidaknya sejak saat itu dia 109 .S Marilla dengan pesimis menduga akan banyak masalah sejak Anne mulai ke sekolah lagi. karena aku masih sangat mencintaimu seperti sebelumnya. Aku membuatkan untukmu salah satu pembatas buku baru dari kertas tisu berwarna merah.

Marilla. Suatu pagi Gilbert telah mengerjakan semua tugas hitung-hitungannya dengan benar dan namanya ditulis di papan tulis sebagai suatu penghormatan. Phillips bilang aku orang bodoh paling parah yang pernah ditemuinya dalam pelajaran itu. Phillips.” erangnya. bertekad untuk tak dapat dikalahkan oleh Gilbert Blyhte dalam pelajaran apa pun. dengan lontaran kepangan rambut merah panjangnya. Sekarang Gilbert juara dalam pelajaran pengejaan. Akan jauh lebih menyenangkan baginya kalau Gilbert merasa sedih karena kekalahannya. Geometri. yang tentu saja memiliki kekerasan hati yang tak patut dipuji karena menyimpan dendam. Bulan kedua Anne mengalahkannya dengan selisih lima angka. Bulan pertama Gilbert lebih unggul tiga angka. Marilla. akan menjadi yang pertama. pagi berikutnya Anne. membuatnya terpesona. Tuan. dan ketersiksaan Anne tampak sejelas kepuasan pada diri Gilbert. Ini sangat memalukan. Mungkin Tuan. Kebencian dan cinta dalam dirinya sama besarnya. Bahasa Prancis dan Aljabar. Tapi kemenangannya ternoda oleh kenyataan bahwa Gilbert mengucapkan selamat padanya dengan sepenuh hati di depan seluruh siswa. Di akhir periode Anne dan Gilbert dinaikkan ke kelas lima dan dibolehkan untuk mulai mempelajari elemen “percabangan”—yaitu Bahasa Latin.berhubungan sangat baik dengan Tuan. Tapi sungguh. seseorang tak akan sedih terlalu lama di dunia yang menyenangkan ini. Dan Gil—maksudku beberapa murid lain sangat pandai di bidang itu. “Aku yakin tak akan pernah bisa memahaminya. Tapi aku tak keberatan dikalahkan oleh Diana. Anne menderita kekalahan dalam pelajaran geometri. semuanya tampak wajar dari pihak Gilbert. Dia tak akan merendahkan dirinya dengan mengakui bahwa dia berniat menyaingi Gilbert dalam tugas sekolah. karena itu akan mengakui keberadaan Gilbert yang dengan gigih diabaikan oleh Anne. Persaingan di antara mereka segera kelihatan. “Itu pelajaran yang benar-benar sangat mengerikan. tapi sangat dikhawatirkan dari pihak Anne tidak seperti itu. Sama sekali tak ada kesempatan untuk berimajinasi dalam mempelajarinya. sekarang Anne. Aku selalu merasa sangat sedih saat memikirkannya. Ketika ujian tulis di setiap akhir bulan diadakan terjadi ketegangan yang sangat mengerikan. Marilla. tapi persaingan telah dimulai dan reputasi berubah-ubah di antara mereka. Suatu hari yang sangat buruk mereka seri dan nama mereka dituliskan bersama-sama. Dia memfokuskan dirinya jiwa dan raga untuk belajar. tapi seorang murid yang tekadnya tak tergoyahkan seperti Anne hampir tidak lepas membuat kemajuan siapa pun guru yang membimbingnya. Phillips memang bukan guru yang sangat baik. Hal itu nyaris seburuk yang tampak. kan?” Bab XVIII – Anne untuk Penyelamatan 110 . Bahkan meskipun sekarang kami bertemu seperti orang asing aku masih mencintainya dengan cinta yang TAK TERPADAMKAN. Bahkan Diana lebih bisa daripada aku. setelah bergulat keras dengan pecahan desimal sepanjang malam.

Tapi itu berarti kemenangan bagi Gilbert Blythe keesokan harinya. Matthew terkantuk-kantuk karena PENGACARA PARA PETANI di sofa dan Anne di meja menekuni pelajarannya dengan tekad kuat. Anne meletakkakannya kembali di atas rak jam dan membayangkan buku itu tak ada di sana. Sepintas lalu mungkin keputusan dari Perdana Pendeta Kanada untuk memasukkan daerah Pangeran Edward dalam perjalanan politik tak tampak banyak berpengaruh pada keberuntungan Anne Shirley kecil di Green Gables.” sahut Matthew. walaupun berkali-kali memandang sedih ke rak jam. meninggalkan Anne dan Matthew untuk menjaga rumah sampai ia kembali keesokan harinya. Nyonya. dimana terletak buku baru yang dipinjamkan oleh Jane Andrews hari itu.” 111 . “Matthew. Matthew. Kebanyakan masyarakat Avonlea mendukung perdana pendeta.” Anne menghela napas. Saat itu Bulan Januari ketika perdana pendeta datang. sadar dari tidurnya dengan terkejut. Anne dan Matthew membuat dapur menjadi sangat menyenangkan bagi mereka. “karena dengan demikian kau bisa bersimpati padaku. “Aku berharap kau pernah mempelajarinya. Tapi hal itu sungguh berpengaruh. Oleh karena itu. Jane telah meyakinkannya bahwa buku itu memang diperlukan untuk membuat hati berdebar-debar. pernahkah kau mempelajari geometri saat kau sekolah?” “Well. Api besar menyala-nyala di kompor Waterloo model lama dan kristal es biru-putih bercahaya di kaca jendela. oleh karena itu pada malam diadakannya pertemuan itu hampir seluruh pria dan lumayan banyak wanita pergi ke kota yang jauhnya 30 mil. untuk menyapa pendukung setianya dan dan yang bukan pendukungnya berhubung dipilih untuk menghadiri pertemuan besar kelompok itu yang diadakan di Charlottetown. Rachel luar biasa bersenangsenang di pertemuan besar. Rachel Lynde adalah seorang politisi yang yang sangat bersemangat dan tak percaya pertemuan politis itu bisa berjalan tanpa kehadirannya. dan jarijari Anne menggelenyar menggapainya. tidak. sementara Marilla dan Nyonya. Marilla sendiri diam-diam tertarik pada politik. Rachel Lynde juga ikut pergi. Nyonya. Ini membuat seumur hidupku menjadi gelap. dengan cepat ia menerima ajakan itu. meskipun ia adalah oposisi dari pihak yang mengadakan pertemuan itu. Kau tak bisa sepantasnya bersimpati kalau kau tak pernah mempelajarinya. Jadi ia pergi ke kota dan mengajak serta suaminya—Thomas akan berguna untuk menjaga kuda—dan Marilla Cuthbert dengannya. dan ia berpikir mungkin ini satu-satunya kesempatan baginya untuk dapat melihat perdana pendeta yang nyata secara langsung. tak pernah. Aku sangat bodoh dalam geometri.SEMUA hal besar diselesaikan dengan hal-hal kecil. atau kira-kira begitulah tujuannya.

“Well, aku tak tahu,” sahut Matthew menenangkan. “Kurasa kau baik-baik saja dalam apa pun. Minggu lalu di toko Blair di Carmody Tuan. Phillips bilang padaku bahwa kau murid terpandai di sekolah dan telah membuat kemajuan pesat. ‘Kemajuan pesat’ adalah kata-katanya yang sebenarnya. Di sekolah mereka mempergunjingkan Teddy Phillips dan menurutnya ia bukanlah guru yang suka menonjolkan diri, tapi kurasa ia orang yang baik.” Matthew akan berpendapat siapa pun yang memuji Anne sebagai orang “yang baik.” “Aku yakin bisa lebih berhasil dalam geometri kalau saja ia tak mengubah hurufhurufnya,” keluh Anne. “Aku telah mempelajari semua rumusnya di luar kepala kemudian ia menggambarkannya di papan tulis dengan huruf-huruf yang berbeda dari apa yang ada di buku dan aku sungguh merasa bingung. Kupikir seorang guru tak seharusnya mengambil kesempatan jahat seperti itu, ya kan? Sekarang kami sedang mempelajari ilmu pertanian dan akhirnya kutemui apa yang membuat jalanan menjadi merah. Ini kesenangan yang hebat. Aku bertanya-tanya dalam hati bagaimana Marilla dan Nyonya. Lynde bersenangsenang. Nyonya. Lynde bilang Kanada tak lama lagi akan runtuh seperti di Ottawa dan itu adalah peringatan yang mengerikan bagi para pemilih. Katanya kalau wanita dibolehkan untuk memberikan suara maka kita akan segera melihat perubahan yang menggembirakan. Apa yang kau pilih, Matthew?” “Konservatif,” sahut Matthew cepat. Memilih Konservatif adalah bagian dari ajaran agama yang dianut Matthew. “Kalau begitu aku juga Konservatif,” sahut Anne bertekad. “Aku senang karena Gil—karena beberapa anak laki-laki di sekolah adalah orang-orang Grit. Kurasa Tuan. Phillips juga Grit karena ayah Prissy Andrews adalah salah seorang Grit, dan Ruby Gillis bilang bahwa ketika seorang pria sedang pacaran ia harus selalu sepaham dengan ibu pacarnya dalam hal agama dan dengan ayahnya dalam hal politik. Apakah itu benar, Matthew?” “Well, aku tak tahu,” sahut Matthew. “Apa kau pernah pacaran, Matthew?” “Well, tidak, aku tak tahu apa aku pernah pacaran,” sahut Matthew, yang benarbenar tak pernah berpikir tentang hal seperti itu seumur hidupnya. Anne membayangkan dengan menopang dagu di tangannya. “Apa menurutmu, pacaran itu pasti lumayan menyenangkan, Matthew? Ruby Gillis bilang ketika dia beranjak dewasa dia akan memiliki sangat banyak deretan kekasih dan membuat mereka semua tergila-gila padanya; tapi kupikir itu akan terlalu mengasyikkan. Aku lebih suka hanya punya satu kekasih yang berpikiran

112

sehat. Tapi Ruby Gillis tahu banyak tentang hal itu karena dia punya banyak kakak perempuan, dan Nyonya. Lynde bilang anak-anak perempuan dalam keluarga Gillis telah tumbuh seperti kue panas. Tuan. Phillips pergi menemui Prissy Andrews hampir setiap malam. Ia bilang itu dilakukannya untuk membantunya belajar tapi Miranda Sloane juga belajar untuk kepentingan Ratu, dan kupikir ia lebih membutuhkan bantuan daripada Prissy karena dia jauh lebih bodoh, tapi Tuan. Phillips sama sekali tak pernah datang menemuinya di waktu malam. Banyak sekali hal di dunia ini yang tak terlalu kupahami, Matthew.” “Well, aku tak tahu meskipun aku memahaminya semua sendiri,” aku Matthew. “Well, kurasa aku harus menyelesaikan pelajaranku. Aku tak akan mengijinkan diriku membuka buku baru yang dipinjamkan oleh Jane itu sampai aku selesai belajar. Tapi itu godaan yang sangat mengerikan, Matthew. Bahkan ketika aku membalikkan badanku aku bisa melihat buku itu di sana dengan jelas. Jane bilang dia sampai menangis hebat sendirian karena buku itu. Aku suka buku yang membuatku menangis. Tapi kupikir aku akan membawa buku itu ke ruang duduk dan menguncinya di lemari tertutup dan memberikan kuncinya padamu. Dan kau TAK boleh memberikannya padaku, Matthew, sampai aku selesai belajar, tidak bahkan meskipun aku memohon padamu dengan berlutut. Sangat baik bilang menahan godaan, tapi jauh lebih mudah menahannya jika kau tak punya kuncinya. Kalau begitu bolehkah aku turun ke ruang bawah tanah dan mengambil beberapa buah coklat, Matthew? Apa kau mau buah coklat?” “Well, aku tak tahu kecuali apa yang kuinginkan,” sahut Matthew, yang tak pernah makan buah coklat tapi tahu kelemahan Anne akan buah coklat. Begitu Anne muncul dengan riang dari ruang bawah tanah dengan piring penuh coklat terdengar suara langkah kaki cepat di atas papan untuk berjalan yang licin karena es di luar dan kemudian pintu dapur terhempas terbuka dan dengan tergesa Diana Barry, berwajah pucat dan kehabisan napas, dengan syal yang tampak terburu dililitkan menutupi sekeliling kepalanya. Anne dengan cepat melepaskan lilinnya dan piring karena terkejut, lalu piring, lilin, dan apel pecah bersamaan di bawah tangga ruang bawah tanah dan ditemukan di dasar telah melekat dalam bentuk minyak yang mencair, keesokan harinya, oleh Marilla, yang mengumpulkannya dan bersyukur rumahnya tak terbakar. “Ada masalah apa, Diana?” jerit Anne. “Apa ibumu akhirnya menaruh kasihan?” “Oh, Anne, cepatlah datang,” Diana memohon dengan gugup. “Minnie May sedang sakit parah—dia menderita batuk yang disertai sesak napas. Young Mary Joe bilang—dan ayah dan ibunya sedang ke kota dan tak ada seorang pun yang memanggil dokter. Minnie May sakit berat dan Young Mary Joe tak tahu harus berbuat apa—dan oh, Anne, aku takut sekali!”

113

Matthew, tanpa bicara, meraih topi dan mantel, berlalu melewati Diana dan berjalan di kegelapan halaman. “Ia pergi untuk memasangkan pakaian pada kuda untuk pergi ke Carmody memanggil dokter,” kata Anne, yang tergesa mengambil penutup kepala dan jaket. “Aku juga tahu itu seolah ia mengatakan demikian. Matthew dan aku sehati, aku bisa membaca pikirannya tanpa kata-kata sama sekali.” “Aku tak yakin ia akan menemukan dokter di Carmody,” Diana menangis tersedu. “Aku tahu Dr. Blair sudah pergi ke kota dan kurasa Dr. Spencer akan pergi juga. Young Mary Joe tak pernah melihat seorang pun yang menderita batuk disertai sesak napas dan Nyonya. Lynde sedang keluar. Oh, Anne!” “Jangan menangis. Di,” sahut Anne menghibur. “Aku tahu benar harus berbuat apa pada orang yang menderita batuk seperti itu. Kau lupa bahwa Nyonya. Hammond melahirkan bayi kembar tiga kali. Ketika kau menjaga tiga pasang bayi kembar, maka secara alamiah kau akan memiliki banyak pengalaman. Mereka semua menderita batuk asma secara teratur. Tunggu saja sampai aku mendapatkan botol ipepac—mungkin kau tak punya satu pun di rumahmu. Sekarang ayo.” Kedua anak perempuan itu mempercepat langkah ke luar bergandengan tangan dan berjalan tergesa melalui Lover’s Lane dan melintasi lapangan yang mengeras di seberangnya, karena salju terlalu dalam untuk melewati jalan pintas. Anne, meskipun merasakan kesedihan yang tulus untuk Minnie May, tidak sampai merasa akan pingsan karena keadaan yang seperti roman itu dan untuk kemanisan yang sekali lagi terbagi dengan orang yang sehati. Suasana malam jernih dan sangat dingin, seluruh bayangan kayu ebony dan lembah bersalju yang tampak keperakan; bintang besar bersinar di atas lapangan yang sunyi; dimana-mana pepohonan fir yang berdiri menjulang tampak gelap dengan salju menutupi dahan-dahannya dan angin berhembus disela-selanya. Anne berpikir pasti akan sangat menyenangkan menikmati semua misteri dan keindahan ini dengan teman karib yang sudah lama berpisah. Minnie May, berumur tiga tahun, sedang benar-benar sangat sakit. Dia berbaring di sofa dapur dalam keadaan terserang demam dan tak tenang, sementara suara napasnya yang sengau dapat terdengar di seluruh rumah. Young Mary Joe, seorang anak perempuan Prancis yang montok dan berwajah lebar dari sungai kecil, yang disuruh oleh Nyonya.Barry untuk tinggal dengan anak-anak selama ia tak di rumah, merasa tak berdaya dan bingung, sama sekali tak dapat berpikir harus melakukan apa, atau mengerjakannya kalau pun dia mampu memikirkannya. Anne mulai bekerja dengan keahlian dan kecepatan.

114

“Minnie May memang menderita batuk yang disertai asma; keadaannya cukup buruk, tapi aku pernah melihat yang lebih parah. Pertama kita harus punya banyak air panas. Kuberitahu, Diana, air yang ada di ceret tak lebih dari secangkir penuh! Sudah, aku sudah mengisinya penuh, dan, Mary Joe, kau bisa memasukkan beberapa kayu ke kompor. Aku tak mau melukai perasaanmu tapi kalau kau punya imajinasi kau pasti sudah memikirkan untuk melakukan itu sebelumnya. Sekarang, aku akan melepaskan pakaian Minnie May lalu membawanya ke tempat tidur, dan kau cobalah ambil baju dari kain planel yang lembut, Diana. Pertama sekali aku akan memberikannya satu dosis ipepac.” Minnie May tak mengambil ipepac itu dengan baik tapi tak ada gunanya Anne mengasuh tiga pasang anak kembar kalau tak dapat mengatasinya. Ipepac itu jatuh, tak hanya sekali, tapi berkali-berkali selama malam yang panjang dan menggelisahkan ketika kedua anak itu bekerja dengan sabar merawat Minnie May yang sakit, dan Young Mary Joe, benar-benar gelisah melakukan apa yang bisa dilakukannya, menjaga agar api terus menyala dan memanaskan air lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh rumah sakit untuk merawat bayi yang menderita batuk disertai asma. Saat itu jam tiga ketika Matthew datang dengan seorang dokter, karena ia harus berkeliling Spencervale untuk mendapatkan seorang dokter. Tapi kebutuhan mendesak akan pertolongan telah berlalu. Minnie May sudah jauh lebih baik dan sedang tertidur nyenyak. “Aku nyaris menyerah karena sangat putus asa,” jelas Anne. “Keadaannya semakin memburuk dan terus memburuk sampai dia tampak lebih sakit dari anak-anak kembar Nyonya. Hammond yang menderita sakit yang sama, bahkan pasangan kembar yang terakhir. Sebenarnya kupikir dia akan tercekik sampai mati. Aku memberinya setiap tetes ipepac di botol itu dan begitu dosis terakhir masuk ke mulutnya aku berkata pada diri sendiri—bukan pada Diana atau Young Mary Joe, karena aku tak mau membuat mereka lebih khawatir lagi dari sebelumnya, tapi aku harus mengatakannya pada diriku sendiri hanya untuk melegakan perasaanku—‘Ini harapan terakhir yang tak hilang-hilang dan aku takut, ini harapan yang sia-sia.’ Tapi dalam waktu sekitar tiga menit dia membatukkan lender kemudian keadaannya mulai membaik. Anda bisa bayangkan betapa leganya aku, dokter, karena aku tak bisa mengungkapnya dengan kata-kata. Anda tahu ada beberapa hal yang tak bisa diungkap dengan kata-kata.” “Ya, saya tahu,” dokter itu mengangguk. Ia memandang Anne seolah sedang memikirkan sesuatu tentangnya yang tak bisa diungkap dengan kata-kata. Bagaimanapun juga, kemudian, ia mengungkapkannya pada Tuan. dan Nyonya. Barry. “Anak kecil berambut merah yang diasuh di keluarga Cuthbert itu pandai sekali. Saya beritahu anda bahwa dia telah menyelamatkan nyawa bayi itu, karena saya

115

sampai di sana sudah terlalu terlambat. Nampaknya dia punya keahlian dan kesadaran yang menakjubkan untuk anak seumuran dia. Saya tak pernah melihat sesuatu seperti matanya ketika dia menjelaskan kejadian itu pada saya.” Anne pulang di pagi musim dingin yang menakjubkan, putih-tertutup embun, dengan mata yang berat karena kurang tidur, tapi tetap bicara tak henti pada Matthew saat mereka melintasi lapangan putih panjang dan berjalan di bawah tapak kaki peri yang gemerlapan di pohon maple Lover’s Lane. “Oh, Matthew, bukankah ini pagi yang menakjubkan? Dunia tampak seperti sesuatu yang dibayangkan Tuhan untuk kesenanganNya sendiri, ya kan? Pepohonan itu tampak seolah aku bisa meniupnya dengan sekali hembusan napas—pouf! Aku sangat senang tinggal di dunia yang ada embun yang membeku, kau juga kan? Dan bagaimana pun aku sangat senang Nyonya. Hammond punya tiga pasang anak kembar. Kalau ia tak punya maka aku tak tahu harus berbuat apa untuk Minnie May. Aku sangat menyesal pernah marah dengan Nyonya. Hammond karena punya anak-anak kembar. Tapi, oh, Matthew, aku ngantuk sekali. Aku tak bisa pergi sekolah. Aku hanya tahu aku tak sanggup menahan kantuk dan aku akan sangat bodoh. Tapi aku benci harus tinggal di rumah, karena Gil—beberapa murid lain akan menjadi juara kelas, dan sangat berat untuk bangkit lagi—walaupun tentu saja semakin berat maka akan semakin puas ketika kau bisa bangkit, ya kan?” “Well, kurasa kau akan mengaturnya dengan baik,” sahut Matthew, memandang wajah mungil Anne yang putih dan lingkaran hitam di bawah matanya. “Kau pergilah tidur segera dan tidurlah yang nyenyak. Aku akan mengerjakan semua pekerjaan berat.” Oleh karena itu Anne pergi tidur lalu tidur sangat lama dan nyenyak sampai dia terbangun di sore musim dingin yang putih dan kemerahan lalu dia turun dengan cepat ke dapur dimana Marilla, yang telah pulang ke rumah pada saat itu, sedang duduk merajut. “Oh, apa kau melihat Perdana pendeta nya?” seru Anne sekaligus. “Seperti apa beliau Marilla?” “Well, beliau tak pernah menjadi perdana pendeta karena tampangnya,” sahut Marilla. “Seperti hidung yang dipunyainya! Tapi beliau bisa berpidato. Aku bangga menjadi orang Konservatif. Rachel Lynde, tentu saja, adalah orang Liberal, tak ada gunanya bagi beliau. Makan malammu ada di oven, Anne, dan kau boleh mengambil sendiri sele prem biru di luar lemari. Kurasa kau lapar. Matthew telah menceritakan padaku kejadian semalam. Harus kuakui itu merupakan keberuntungan kau tahu apa yang harus dilakukan. Aku sendiri tak akan tahu harus berbuat apa, karena aku tak pernah melihat kasus batuk yang disertai asma. Karena itu sekarang, tak masalah bercakap-cakap sampai kau

116

Ia bilang kau telah menyelamatkan nyawa Minnie May. Anne Shirley. “Oh. “Kau lihat di depanmu orang yang sangat bahagia.” Anne pulang ke rumah dengan menari-nari di senja musim dingin yang ungu melintasi tempat-tempat bersalju. tapi kau akan tetap terus bicara. ya.selesai makan malam. demi Tuhan jangan terlalu bergembira. Marilla. tapi aku tak mau membangunkanmu. Katanya ia tahu kau tak bermaksud membuat Diana mabuk.” Marilla akan memberitahu sesuatu pada Anne. Dia pergi tanpa topi atau syal. dan ia berharap kau mau memaafkannya dan berteman baik lagi dengan Diana. Suara dentingan lonceng kereta luncur di antara bukit bersalju terdengar seperti lonceng peri di udara yang sangat dingin. bolehkah aku pergi sekarang—tanpa mencuci piringku? Aku akan mencucinya begitu aku kembali. Aku bisa lihat dari tampangmu bahwa kau sudah cukup kenyang dengan omongan. dan ia sangat menyesal karena telah bersikap seperti yang dilakukannya pada masalah anggur wine itu. Barry ada di sini tadi sore. “Anne Shirley—apa kau gila? Kembali sekarang juga dan pakailah sesuatu. Aku seperti memanggil angin. “Aku sungguh sangat bahagia—ya.” sahut Marilla memanjakan. Anne. wajahnya memancarkan kobaran semangatnya.” “Ya.” katanya. Hanya saat ini aku tak terlalu kecewa dengan rambutku yang merah. Melihatnya berlari cepat melintasi kebun buah sementara rambutnya melambai-lambai. Nyonya. Jauh di barat daya tampak sesuatu yang sangat bercahaya.meski pun rambutku merah. Ia mau menemuimu. pergilah. tapi aku tak bisa memaksa diriku melakukan sesuatu yang tak romantis seperti mencuci piring pada saat yang mendebarkan ini. tapi ia tak memberitahunya saat itu juga karena ia tahu jika ia melakukannya maka akibatnya kegembiraan Anne benar-benar akan buyar yang berdampak pada selera makannya atau suasana makan malam. Tak sampai Anne selesai menghabiskan secawan prem biru nya Marilla berkata: “Nyonya. tapi alunan musik itu tak seindah nyanyian di hati dan bibir Anne. bintang malam yang gemerlapan seperti mutiara di langit yang pucat keemasan dan warna merah yang sangat halus di atas menyinari tempat-tempat yang putih dan lembah sempit yang gelap yang ditumbuhi pohon spruce.” Peringatan itu tampak tak berguna. Sekarang. ekspresinya sangat gembira dan seperti melayang di udara sementara dia meloncat-loncat. Barry menciumku dan menangis lalu berkata ia menyesal sekali dan ia tak akan pernah mampu 117 . Marilla. Kalau kau suka kau bisa ke rumahnya malam ini karena Diana tak bisa keluar rumah berhubung semalam dia masuk angin. Sungguh suatu rahmat kalau dia tak mati karena masuk angin.

Sebelumnya tak pernah ada seorang pun yang menggunakan perangkat porselin terbaiknya karenaku. seekor kucing melintasi sebuah piring dan itu harus dibuang. Aku tahu dari pengalaman yang menyedihkan bagaimana hal itu bisa melukai perasaan seseorang. Aku merasa malu berat. Barry memintaku untuk berkunjung sesering yang aku bisa dan Diana berdiri di jendela dan memberikan ciuman jarak jauh padaku sepanjang jalan menuju Lover’s 118 . Barry.membalas jasaku. Diana memperlihatkan padaku rajutan sulaman mewah yang diajarkan oleh bibinya yang tinggal di Carmody. Marilla. Lalu Diana dan aku melewati sore yang indah. “Aku akan selalu berbicara dengan gadis-gadis kecil seolah mereka juga orang dewasa. Setelah minum teh Diana dan aku membuat gula-gula. “Well. Kami akan meminta Tuan. Diana membiarkanku yang mengaduknya sementara dia mengolesi piring dengan mentega lalu aku lupa dan gula-gula itu pun hangus. Kupastikan bahwa aku tak bermaksud membuat Diana mabuk dan untuk selanjutnya aku akan menutup masa lalu dengan jubah kelupaan. dan dua macam sele. kemudian ketika kami meletakkannya di platform agar dingin.” sahut Marilla. bagaimana pun juga.” “Aku tak tahu tentang itu. kenapa kau tak menawarkan biskuit pada Anne?’ Pasti sangat menyenangkan menjadi dewasa. Kami menikmati jamuan minum teh yang elegan. kue manis. Dan Nyonya. Marilla. Diana memberiku sebuah kartu yang bagus berhiaskan rangkaian mawar di atasnya dan syair puisi: “Jika kau mencintaiku seperti aku mencintaimu Tak ada yang dapat memisahkan kita kecuali kematian. Marilla. ‘aku tidak marah pada anda. dengan helaan napas pendek. Lalu ketika aku pulang Nyonya. Aku tak bisa memberitahumu betapa hatiku bergetar karenanya. Barry mengeluarkan perangkat porselin yang sangat bagus. ketika aku dewasa. Barry bertanya apakah aku mau teh dan berkata ‘Pa. Gula-gula itu tak terlalu enak. seolah aku benarbenar seorang tamu. Phillips untuk mengijinkan kami duduk bersama lagi di sekolah. tapi aku hanya berkata sesopan yang kumampu. dan aku tak akan pernah tertawa ketika mereka membual. donat. Tapi proses pembuatannya sangat menyenangkan.’ Bukankah itu cara bicara yang cukup berwibawa. Dan itu benar. dan kami mengikrarkan sumpah yang sungguh-sungguh tak akan menunjukkannya pada orang lain. ketika diperlakukan seolah kau sangat manis. Marilla. Marilla. Marilla?” Aku merasa sedang menimbun batu bara panas di kepala Nyonya. Lalu kami makan bolu buah.kurasa karena baik Diana mau pun aku tidak pernah membuatnya sebelumnya. Tak ada seorang pun di Avonlea yang mengetahuinya selain kami.” Anne berkata dengan tekad kuat. Barry. Nyonya. dan Gertie Pye bisa duduk dengan Minnie Andrews. Nyonya.

Dan itu sangat menarik. karena ada hal penting yang ingin kusampaikan. “Aku tak mengerti untuk apa kau pergi kesana kemari tak tentu arah setelah gelap. Dua kilatan cahaya berarti.” “Bagaimana kau tahu?” “Karena tadi dia memberi isyarat padaku dari jendelanya. Marilla. tapi kau harus kembali ke sini hanya dalam waktu sepuluh menit. bahwa aku merasa akan senang berdoa malam ini dan aku akan memikirkan doa terbaru yang khusus untuk merayakan peristiwa ini. 119 .’ Diana baru saja mengisyaratkan lima kilatan cahaya.” “Well. Itu ideku. “Kau dan Diana pulang dari sekolah bersama-sama dan kemudian berdiri di sana dalam salju selama setengah jam lebih. Marilla. berlari terengah-engah turun dari loteng timur di suatu malam di Bulan February.” Bab XIX – Konser. Tapi setidaknya dia telah mempergunakannya dengan baik. Malapetaka dan Pengakuan “Marilla. lidahmu sangat senang berbicara.” Anne memohon. walaupun mungkin tak seorang pun akan tahu apa yang membuatnya berkorban dengan membatasi pembicaraan penting Diana dalam batas waktu sepuluh menit. Kujamin. ingat itu. Kami meletakkan lilin di ambang jendela lalu membuat kilatan cahaya dengan mengibas-ngibaskan kertas karton dan begitu seterusnya.” Anne mengingatnya dengan sungguh-sungguh dan telah kembali dalam waktu yang ditentukan itu. ‘Apa kau ada di sana?’ Tiga berarti ‘ya’ dan empat ‘tidak.” “Oh.” “Tapi dia mau menemuiku.” “Aku tahu pasti itu memang idemu.Lane.” sahut Marilla singkat.’ Lima berarti. Jadi kupikir kau tak sampai sakit berat bila tak menemuinya lagi. keletak-keletuk. ‘Datanglah ke sini sesegera mungkin. Kami sudah mengatur cara untuk memberi isyarat dengan lilin dan kertas karton. kami sangat berhati-hati. Banyaknya kilatan cahaya berarti suatu hal tertentu. dan aku benar-benar menderita ingin tahu apa itu.” sahut Marilla dengan menyindir. bolehkah aku pergi untuk menemui Diana sebentar saja?” tanya Anne. Marilla. “Kau boleh pergi.” sahut Marilla tegas. “Ada hal yang sangat penting yang akan disampaikannya padaku. kau tak perlu menderita lebih lama lagi. “Dan berikutnya kau akan membuat gorden terbakar dengan isyarat omong kosongmu.

’ Itu pelajaran moral yang cukup baik. Marilla?” “Kau dengar apa yang kubilang. Marilla? Oh. Sebaiknya kau berada di rumah di tempat tidurmu sendiri.” Anne memohon. beliau akan ikut serta. dan gadis kecil seharusnya sama sekali tak diijinkan untuk pergi ke tempat seperti itu. ya. bagaimana menurutmu? Kau tahu besok adalah hari ulang tahun Diana. aku merasa sangat bersemangat. hampir menangis. Dan oh. Matthew. Kau akan memberiku ijin kan. Sambutan itu kira-kira akan sama seperti khotbah. Marilla.” “Aku yakin Debating Club adalah acara yang paling sopan. Marilla. beliau akan memberikan sambutan.” “Ada satu hal lagi. “Aku tak bilang acara itu tak sopan.“Oh. dengan airmata mengalir di pipinya. “Diana ulang tahun hanya sehari dalam setahun.” Anne sedih. Tindakan besar untuk anakanak.” sahut Anne. Barry mengijinkan Diana pergi. itu intinya. pendeta akan ikut serta. Marilla. Dan sepupunya akan datang dari Newbridge dengan pengeretan besar untuk pergi ke konser Debating Club (Klub Debat) di gedung besok malam. semuanya omong kosong. Tapi kau tak boleh mulai keluyuran pergi ke konser dan berada di luar berjam-jam di malam hari.” “Tapi ini kesempatan yang sangat spesial. Prissy Andrews akan membaca ‘Curfew Must Not Ring Tonight (Jam Malam Tak Boleh Berlaku Malam ini). tak bolehkah aku pergi. dan jangan sampai aku mendengar sepatah kata pun lagi dari mulutmu.” “Suatu kehormatan kau bisa hidup tanpa itu. Marilla. sungguh. “Nyonya. aku yakin dengan mendengarnya akan membuatku mengerjakan banyak kebaikan. Anne. kan? Sekarang lepaskan sepatu bootmu dan pergilah tidur. Merupakan kejutan bagiku Nyonya. Bayangkan kehormatan Anne kecilmu dibolehkan tidur di kamar tamu. dan mengenai konser club itu. mengeluarkan usaha terakhir yang dipunyainya. Barry bilang pada Diana bahwa kami boleh tidur di tempat tidur kamar tamu. Dan mereka akan mengajak Diana dan aku ke konser itu—jika kau mengijinkanku pergi. telah naik ke atas dengan penuh kesedihan. Well. membuka matanya dan berkata dengan tegas: 120 .” “Kalau begitu kau bisa tenang. Marilla. karena kau tak akan pergi. yang kelihatannya tertidur nyenyak di sofa selama percakapan itu berlangsung.” Ketika Anne. Please. Ini bukan seolah ulang tahun adalah hal yang biasa. ibunya bilang dia boleh mengajakku pulang bersama dengannya dari sekolah dan tinggal semalaman dengannya. Sekarang sudah jam delapan lewat. Pergilah tidur. Dan kelompok paduan suara akan menyanyikan empat lagu sedih yang indah yang nyaris sebagus nyanyian pujian.

“Siapa yang mendidik anak itu. aku tak ikut campur. “Oh. Pemberian alasan memang bukanlah titik kekuatannya. Anne Shirley. aku tak menyangsikannya. ketika Anne sedang mencuci piring sarapan di dapur. Bukan ikut campur kalau kau mengeluarkan pendapatmu sendiri. kau membuat air yang berminyak menetes di lantai.” Untuk beberapa saat Marilla merasa tak perlu mengatakan apa pun. Matthew berhenti ketika hendak ke luar ke gudang dan berkata lagi pada Marilla: “Kupikir kau harus mengijinkan Anne pergi. Kalau kau menderita radang paru-paru karena tidur di tempat tidur asing atau keluar dari gedung yang panas itu di tengah malam. kalau hanya itu. Keesokan paginya. Aku lebih mengerti watak anak dan apa yang baik baginya daripada kau.” “Kurasa sekali sudah cukup untuk mengatakannya.” “Menurutku kau harus mengijinkan Anne pergi.” “Kau akan berpendapat aku harus mengijinkan Anne pergi ke bulan kalau dia mau begitu. kau. dia boleh pergi. Marilla menghembuskan napas ketakberdayaan dan memilih diam. dan membuat pikirannya dicekoki dengan omong kosong dan kegembiraan. lap piring yang menetes di tangan. karena tak ada hal lain yang bisa membuatmu senang. Matthew. Marilla. Kemudian ia menyerah karena tak dapat mengelak lagi dan berkata ketus: “Baiklah. “Aku mungkin akan mengijinkannya bermalam dengan Diana. Itu akan mengganggu ketenangannya selama seminggu. jangan salahkan aku.” Matthew mengakui. Dia akan pergi ke sana dan masuk angin seperti tak terjadi apa-apa.” “Well.” Marilla menjawab pedas.” ulang Matthew tegas. Marilla. Ini tindakan Matthew dan aku tak ikut campur. kupikir kau harus mengijinkan Anne pergi. Marilla.” Anne berlari keluar dari dapur. tapi berpegang teguh pada pendapatnya benar-benar merupakan titik kekuatannya. Marilla. Tapi aku tak menyetujui rencana ke konser itu.” 121 .“Well.” adalah jawaban ramah Marilla. “Kalau begitu jangan ikut campur. ucapkan kata-kata yang menyenangkan itu lagi. salahkan Matthew. kau atau aku?” “Well. Dan pendapatku adalah kau harus mengijinkan Anne pergi. Aku tak pernah melihat anak yang seceroboh ini. Matthew.” “Kalau begitu aku tak akan melakukannya.

Anak-anak muda di Avonlea telah berlatih selama bermnggu-minggu. karena mengingat konser dan tempat tidur kamar tamu. Benar. Anne tak sanggup menahan rasa sakit yang tiba-tiba ketika dia membandingkan tam nya yang hitam sederhana dan tak berbentuk. pipi berwarna merah dan mata memancarkan sinar kegembiraan. Mereka menghadiri “jamuan minum teh yang benar-benar elegan. memiliki beberapa hiburan gratis yang lebih ringan. yang ayahnya berpikiran sama dengan Marilla mengenai gadis kecil yang pergi ke luar untuk nonton konser di malam hari. Semua murid di sekolah yang berumur sembilan tahun ke atas berharap bisa pergi. Bagi Anne kegembiraan yang benar-benar nyata dimulai dengan pembubaran sekolah dan semakin bertambah setahap demi setahap sampai mencapai kegembiraan yang luar biasa di konser itu sendiri. The Debating Club Avonlea. sebagai sumbangan untuk pustaka. aku tahu akan percobaan yang berat bagimu. mantel buatan sendiri yang sudah kusam dengan topi bulu Diana yang 122 . berlengan ketat. walaupun mungkin aku melakukannya. kecuali Carrie Sloane. karcis masuk sepuluh sen. dan dipahami sangat menyenangkan.” Anne terlalu gembira untuk dapat membagi perhatiannya dengan adil pada pelajaran di sekolah. Aku tak pernah ke konser seumur hidup. Marilla. Carrie Sloane menangis di buku tata bahasanya sepanjang sore dan merasa hidup tak lagi berharga. Gilbert Blythe mengalahkannya dalam pelajaran pengejaan dan jauh melampuinya dalam ilmu hitung di luar kepala. dan semua murid sangat tertarik pada acara itu berhubung kakak-kakak dan abang-abangnya akan ambil bagian. Tapi bayangkan saja semua kesalahan yang tak kuperbuat. Dia dan Diana terus menerus membicarakannya sepanjang hari sampai dengan guru yang lebih tegas daripada Tuan. Anne merasa bahwa dia tak akan sanggup bila tak pergi ke konser itu. Marilla. Diana menata rambut depan Anne bergaya pompadour dan Anne mengikat simpul Diana dengan keterampilan khusus yang dimilikinya. Akhirnya mereka siap. Aku akan mengambil pasir dan menggosok nodanya sebelum ke sekolah. karena hari itu tak ada hal lain yang dibicarakan di sekolah. yang diadakan setiap dua minggu sepanjang musim dingin.” sahut Anne menyesal. dan ketika anak-anak perempuan lain membicarakannya di sekolah aku merasa sangat terkucil. dan mereka melakukan percobaan dengan setidaknya setengah lusin cara yang berbeda dalam menata rambut belakang mereka. Marilla.” kemudian mereka asyik berdandan di kamar kecil Diana di atas. tapi ini akan menjadi acara besar. Bagaimana pun juga.“Oh. Kau tak tahu betapa aku sangat merasakannya. Phillips pun terpaksa merasa malu yang tak terelakkan dengan membiarkan mereka membicarakan hal itu. tapi kau lihat Matthew tahu itu. rasa malu yang dialami Anne karena kekalahannya menjadi berkurang dari sebelumnya. Oh. hatiku sungguh telah siap untuk pergi ke konser itu. Matthew memahamiku. “Aku membuat banyak sekali kesalahan.

Disana tampak matahari terbenam yang sangat indah. Ketika Gilbert Blythe membacakan “Bingen on the Rhine (Pesta Minum-minum di Rhine)” Anne mengambil buku pustaka Rhoda Murray dan membacanya sampai Gilbert 123 . datang dari setiap penjuru arah. Dentingan lonceng pengeretan dan gelak tawa yang tak ramah. dan ketika Tuan. Phillips menyampaikan orasi Mark Anthony yang melangkahi mayat Caesar dengan nada suara yang paling membangkitkan semangat— sembari melihat ke arah Prissy Andrews di setiap akhir kalimat—Anne merasa bahwa dia bisa bangkit dan memberontak saat itu juga kalau saja seorang rakyat Roman yang memimpin. sembari meremas tangan Diana yang menggunakan sarung tangan di bawah jubah bulu. Kemudian sepupu Diana. “Warna kulitmu adalah yang terbagus. Anne bersuka ria dalam perjalanan ke gedung. di antara jerami dan jubah berbulu.” “Kau terlihat sangat manis. yang baru saja mendapat pujian dari salah seorang sepupunya. setiap sensasi getaran yang berturut-turut lebih menggetarkan hati dari yang sebelumnya. Ketika Prissy Andrews. lebih karena simpati dengannya daripada dengan hiburan di pemilihan yang sudah agak kuno bahkan di Avonlea. merasa bahwa dia harus menceritakannya.” panggil Anne. sebagaimana Anne telah meyakinkan Diana. dan. yang memakai baju sutra pink baru dengan seuntai mutiara di lehernya yang putih halus dan bunya anyelir sungguhan di rambutnya—desas-desus yang beredar mengatakan bahwa guru itu yang telah mengirimkannya semua ke kota untuknya—“menaiki tangga yang kotor. “bukankah ini semua seperti mimpi yang indah? Apakah aku benar-benar tampak sama seperti biasa? Aku merasa sangat berbeda karena kukira perbedaan itu pasti tampak di wajahku. bebukitan bersalju dan lautan biru yang dalam di Teluk St. sampai. ketika kelompok paduan suara menyanyikan “Far Above the Gentle Daisies (Jauh di atas Bunga-bunga Daisy yang Lembut)” Anne menatap ke langit-langit seolah itu adalah lukisan dinding dengan malaikat. yang tampak seperti kegembiraan para kurcaci hutan.” Anne gemetar karena simpati yang dalam. Lawrence yang tampak megah melingkar seperti mangkuk raksasa berisi mutiara dan batu safir yang dipenuhi dengan anggur dan api.keren dan jaket kecilnya yang bersih.” Acara malam itu adalah serangkaian “sensasi getaran hati” untuk setidaknya seorang pendengar dalam kerumunan penonton. mereka semua berdesak-desakan dalam pengeretan besar. menyusuri jalan yang sehalus satin dengan salju yang mengering segar di bawah tapak. gelap tanpa ada satu pun sinar lampu.” sahut Diana. Tapi seketika itu juga dia ingat bahwa dia punya daya imajinasi dan bisa menggunakannya. Murray bersaudara dari Newbridge. “Oh. ketika Sam Sloane terus menjelaskan dan menggambarkan “How Sockery Set a Hen (Bagaimana Sockery Menangkap Seekor Ayam Betina)” Anne tertawa sampai orang yang duduk di dekatnya pun ikut tertawa. Diana. Hanya satu acara yang tak membuatnya tertarik.

” kata Diana.” Usul itu membuat Diana tertarik. Mereka selalu mencari murid dewasa untuk membacakan sesuatu. dia menatap tepat padamu.selesai. 124 . Apa menurutmu suatu saat kita akan diminta untuk melakukannya. Apa kau sudah siap untuk tidur? Ayo kita balapan dan siapa yang akan sampai di tempat tidur lebih dulu. melalui pintu kamar tamu. Diana?” “Ya. Saat itu jam sebelas ketika mereka sampai di rumah. ruangan yang sempit dan panjang karena kamar tamu terbuka. tapi aku bahkan tak bisa mengijinkanmu membicarakan orang itu denganku. tapi dengan kesenangan manis yang semakin bertambah karena masih terus membicarakannya sampai tiba di rumah. Kedua anak kecil berpakaian putih itu berlari menyusuri ruangan yang panjang. bagaimana bisa kau pura-pura tak mendengarkannya? Ketika dia sampai di barisan. Anne. kekenyangan dengan pemborosan. “kau adalah teman baikku. “Kita buka pakaian di sini. “Di sini sangat enak dan hangat.” sahut Anne dengan wibawa. tentu saja. siapa itu—APA itu?” Anne berbisik. “SESEORANG DI SANA. bukan SAUDARA PEREMPUAN. lalu melompat ke atas tempat tidur pada saat yang sama. ada hembusan napas dan tangisan di sana—dan seseorang berkata dengan suara tertahan: “Tuhan Yang Pengasih!” Anne dan Diana tak pernah tahu bagaimana mereka turun dari tempat tidur itu dan keluar dari kamar. Gilbert Blythe sering melakukannya dan dia hanya dua tahun lebih tua daripada kita. Ruangan itu sangat hangat dan diterangi cahaya redup dari bara api di panggangan. Semuanya tampak tertidur dan rumah dalam keadaan gelap dan sunyi. Oh.” “Bukankah tadi saat yang sangat menyenangkan?” Anne menarik napas bersemangat. saat dia duduk kaku dan tak bergerak sementara Diana bertepuk tangan sampai tangannya pedih. “Oh. suatu hari nanti. Mereka hanya tahu bahwa setelah kegaduhan yang menggelisahkan itu mereka mendapati diri mereka sedang berjinjit gemetar ke atas. Anne dan Diana berjinjit menuju serambi depan. giginya bergemeletuk karena dingin dan takut. Kemudian—sesuatu—bergerak di bawah mereka. “Pasti akan puas berdiri dan membacakan sesuatu di sana. yuk.” “Diana.

“Itu Aunt Josephine. Lynde.” sahut Anne menyesal. “Apa malam kalian menyenangkan? Aku mencoba untuk tetap terbangun sampai kalian pulang. Ia sangat tua—tujuh puluh sekian— dan aku tak yakin ia PERNAH menjadi anak kecil. Well. Kami berharap bisa mengajaknya keluar untuk sebuah kunjungan. itu berakibat banyak kesulitan. Ia sangat formil dan sopan dan ia akan sangat marah karena hal ini. Lynde pedas.” “Itu bukan kesalahan Diana. tapi aku sangat lelah sampai ketiduran. “Nyonya. Well. “Aku sudah tahu itu adalah idemu. Diana. menghela napas sembara terbahak. Miss Barry tua sangat marah ketika ia bangun tadi pagi—dan kemarahan Josephine Barry bukanlah main-main. Kuharap kau tak mengganggu bibimu. dan aku tahu ia akan sangat marah. masalahnya. tapi dia dan Anne yang duduk berseberangan di meja saling melemparkan senyum sembunyi-sembunyi karena rasa bersalah yang sekaligus menjadi hiburan. Lynde untuk suatu keperluan Marilla. bagaimana pun caranya ia bisa ada di sana. “Jadi kau dan Diana nyaris membuat Miss Barry tua yang malang mati ketakutan semalam?” sahut Nyonya. Ia tak akan bicara dengan Diana sama sekali. tapi dengan kedipan mata. 125 . Miss Barry tua datang untuk tinggal selama sebulan. Barry ada di sini beberapa saat yang lalu dalam perjalannya ke Carmody. “Oh. Dia merasa sungguh khawatir akan hal itu. ketika dia pergi ke rumah Nyonya. Itu sangat menakutkan—benar-benar menakutkan—tapi apa kau pernah tahu sesuatu yang sangat lucu. Aku mengusulkan balapan untuk melihat siapa yang akan sampai di tempat tidur lebih dulu. aku yakin. Nyonya. Barry sampai penghujung sore. kita harus tidur dengan Minnie May—dan kau tak bisa bayangkan bagaimana dia menendang.” Diana tetap bungkam dengan hati-hati. tapi katanya ia tak mau tinggal lebih lama lagi dan akan kembali ke kota besok. karena aku mau memberitahumu bahwa Aunt Josephine telah tiba dan bagaimanapun kalian harus tidur di kamar atas. tapi tidak dalam waktu dekat. tadi itu Aunt Josephine.” sahut Diana. Barry tersenyum ramah pada kedua gadis kecil itu. Anne?” “Siapa Aunt Josephine mu?” “Ia bibi ayahku dan tinggal di Charlottetown. aku tahu itu.” Keesokan paginya Miss Josephine Barry tak muncul saat awal sarapan. “Itu salahku. Anne. Oh. Anne bergegas pulang setelah sarapan dan juga tetap dalam kebodohan yang membahagiakan karena kerusuhan itu yang nantinya berakhir dalam rumah tangga Nyonya.” “Sudah kutebak!” sahut Nyonya. dengan kegembiraan seorang penebak yang benar.

” jawab Diana.” keluh Anne sedih. Oh. Pepatah yang harus kau ikuti adalah ‘Lihat dulu sebelum melompat’—terutama ke tempat tidur kamar tamu. Kau tak pernah berhenti melamun—apa pun yang muncul di pikiranmu untuk dikatakan atau apakah kau mengatakan atau melakukannya tanpa sempat merenungkannya. Lynde dia mengambil jalan melintasi lapangan yang mengeras ke Orchard Slope. kau harus belajar untuk sedikit melamun. Dia merasa tak ada yang harus ditertawakan dalam keadaan seperti ini. Nyonya. tapi itu yang terbaik. Nyonya. Ketika dia meninggalkan rumah Nyonya. Tak pernahkah anda merasakannya sendiri.” Nyonya. Lynde?” Tidak. “Sesuatu bergerak cepat muncul di pikiranmu. Nyonya. Lynde tertawa setelah mengucapkan lelucon ringannya. Tentu saja. Barry tak mengatakan itu padaku.” “Aku sungguh anak yang tak beruntung. “Ya. sembari terkikik menahan tawa dengan pandangan khawatir lewat bahunya tertuju ke pintu ruang duduk yang tertutup. 126 . Ia telah berjanji akan membayarkan pelajaran musik triwulan untuk Diana. tapi Anne masih murung. itu karena kau terlalu tak pedulian dan seenaknya. Miss Barry tua orang yang kaya dan mereka akan menjaga hubungan baik dengannya. “Ia hampir mengamuk.” “Oh. Lynde?” “Masalahnya. Anne. dan anda harus mengatakannya. Apa anda tahu mengapa begitu. Tapi Ayah dan Ibu peduli. “Aunt Josephine mu sangat marah karena kejadian itu. betapa marahnya ia. kurasa tadi pagi mereka sangat sibuk karena masalah itu. Katanya aku gadis kecil dengan tingkah laku paling buruk yang pernah dilihatnya dan bahwa kedua orang tuaku harus merasa malu dengan cara mereka mendidikku. Nyonya. nak. Oh. Ia menggeleng bijak. tapi sekarang ia telah memutuskan tak akan melakukan apa pun sama sekali untuk gadis tomboy seperti itu. “Masalahnya.” “Kenapa kau tak memberitahu mereka kalau itu salahku?” cecar Anne. “Aku selalu membuat diriku sendiri mendapat masalah dan membuat teman baikku—orang yang akan kuberikan darah di hatiku untuknya—mendapat masalah juga. tapi masalahnya. aku cukup pintar menilai tabiat manusia. Diana menemuinya di pintu dapur. Keluarga Barry pasti merasa sedih. begitu mengasyikkan.” protes Anne. Lynde tak pernah merasakannya. Ia pasti sudah pergi hari ini kalau saja mereka tak menahannya.Minggu dan itu akan terjadi. yang baginya sangat serius. Ia bilang tak akan mau tinggal lagi dan aku yakin aku tak peduli. kan?” bisik Anne. Kalau anda berhenti memikirkannya anda akan merusak semuanya.

” Anne memohon.” “Well. Anne Shirley. sedang merajut di dekat perapian. Aku tak akan berani. Dan aku tak yakin akan ada gunanya untukmu. berharap dapat menemukan Diana. kurus. Diikuti kata “Masuk” yang jelas. aku sudah berlatih membuat pengakuan. ia ada di kamar. Aku yakin. menggenggam tangannya yang menjadi ciri khas gerak tubuhnya.“Kelihatannya aku akan melakukan hal yang seperti itu. Tapi aku harus melakukannya. jika anda sudi mendengarkan. Diana tak akan pernah punya pikiran untuk melakukan hal seperti itu. “dan aku datang untuk mengaku. Itu salahku dan aku harus mengakuinya. “Anne Shirley. dan bagaimana pun juga aku sama bersalahnya denganmu. aku harus tahu? Menurutku setidaknya Diana ambil bagian saat melompat itu.” “Well.” sahut tamu kecil itu gemetar. Diana. Miss Josephine Barry. Diana seorang gadis kecil yang sangat seperti lady.” “Oh. Diana terpana.” sahut Anne tegas. “Aku Anne dari Green Gables.” “Mengaku apa?” “Bahwa itu semua salahku saat melompat ke tempat tidur di atas anda semalam. dan kaku. berjalan tegap menuju pintu ruang duduk dan mengetuknya dengan lemah. “Lebih baik aku dihadapkan ke mulut meriam. tanpa basa-basi.” sahut Diana. “Siapa kau?” cecar Miss Josephine Barry. Aku yang mengusulkannya. Untungnya. aku akan masuk untuk memberitahunya sendiri. Tindak-tanduk seperti itu di keluarga yang terpandang!” 127 . he.” Dengan dorongan ini Anne menghadapi singa di kandangnya—itu ungkapan yang tepat. “Kau boleh masuk kalau kau mau. kegusarannya sungguh tak habis-habisnya dan matanya menggertak dari balik kacamatanya yang berbingkai keemasan. formil. kau tak akan pernah melakukannya! Kenapa—ia akan menelanmu hidup-hidup!” “Jangan menakutiku lagi daripada nanti aku takut. Ia berputar di kursinya. Miss Barry. kan?” sahut Diana dengan mencemooh. Jadi anda harus tahu betapa tak adil dengan menyalahkannya. “Aku bukan pengadu. lalu memperhatikan gadis kecil berwajah putih yang matanya dipenuhi paduan keberanian yang nekad dan rasa takut yang tersembunyi.

benar-benar bernapas lega. Gadis-gadis kecil tak pernah dimanjakan dengan kegembiraan seperti itu ketika aku muda. “Aku inginnya begitu. Aku sangat terbiasa dimarahi orang di awal hari-hariku sehingga aku jauh lebih sanggup menanggungnya daripada Diana. “Aku yakin pastilah itu sangat mengganggu. Miss Barry benar-benar tertawa—suara yang menyebabkan Diana. Tapi ia masih berkata dengan pedas: “Kupikir alasanmu bahwa kalian hanya bersenang-senang bukanlah pengecualian untuk kalian. Ia telah melakukan yang terbaik. Kurasa anda terbiasa tidur di kamar tamu. Hati Diana telah tercurah untuk pelajaran musiknya. “Aku berani katakan permintaanmu akan simpati seteguh permintaanku. yang menunggu dalam kegelisahan yang tak terungkapkan di dapur luar. coba bayangkan seandainya anda di posisi kami.” sahut Anne tegas.“ katanya. Kami merasa sangat ketakutan.” Saat ini banyak gertakan di mata wanita tua itu telah lenyap dan berganti dengan sinar perhatian karena senang. Kami tak tahu ada seseorang di atas tempat tidur itu dan anda nyaris mati ketakutan. sekarang karena kami telah minta maaf. marahlah padaku.” “Aku tak TAHU. Miss Marilla Cuthbert adalah wanita yang sangat baik yang telah mengambilku untuk dididik dengan benar. Kau tak tahu bagaimana rasanya terbangun dari tidur nyenyak. Semuanya tergantung pada cara kita memandangnya. ada pihak kami juga di sana. setelah perjalanan yang berat dan panjang. tapi itu adalah pekerjaan yang mengecilkan hati.” Anne bersikeras.” sahut Anne menggebu. Anda tak boleh menyalahkannya karena aku melompat ke tempat tidur. Tapi coba bayangkan akan seperti apa perasaan anda jika anda adalah seorang anak yatim piatu yang tak pernah mendapat kehormatan seperti itu. Duduklah di sini dan ceritakan padaku tentang dirimu. tolong maafkanlah Diana dan ijinkan dia belajar musik. “Kupikir anda harus memaafkan kami. “Aku takut khayalanku agak sedikit berkarat—sudah sangat lama aku tak menggunakannya. Tapi sebelum aku pergi aku sungguh berharap anda sudi bilang 128 . dan mungkin anda juga orang yang sehati walaupun anda tak terlalu tampak seperti itu.‘Tapi kami hanya bersenang-senang. oleh dua gadis kecil hebat yang melompat ke atasmu. karena anda tampak seperti seorang wanita yang menarik. Miss Barry. Lalu kami tak bisa tidur di kamar tamu setelah dijanjikan. Apa anda punya daya imajinasi. Miss Barry? Kalau anda punya. Tapi lalu. tapi aku bisa MEMBAYANGKAN. Dan bagaimana pun juga.” Sekarang seluruh gertakan telah lenyap.” “Aku sangat meyesal karena tak bisa. Miss Barry. dan aku paham sekali bagaimana rasanya mencurahkan hatimu untuk sesuatu dan tidak mendapatkannya. Kalau anda harus marah pada seseorang. Tapi sekarang saatnya aku pulang ke Miss Marilla Cuthbert.

” Satu-satunya komentar Marilla ketika ia mendengar cerita itu adalah.” Bab XX – Khayalan Bagus yang Salah Musim semi sekali lagi datang ke Green Gable—indah tak terduga. seperti yang terjadi pada Matthew. Ketika Miss Barry pergi ia berkata: “Ingatlah.” Ini untuk kepentingan Matthew. ketika kau pergi ke kota kau harus mengunjungiku dan aku akan menempatkanmu di tempat tidur kamar tidurku yang paling nyaman untuk tidur. tapi setelah beberapa saat kau akan melihatnya. dan semasa hidupku orang yang menyenangkan adalah kelangkaan. “Aku bilang juga begitu. dibelakang tempat Tuan Silas Sloane. “Dia membuatku terhibur. musim semi kanada yang malu-malu. tapi ia memang sehati denganku. segar. “Aku telah memutuskan untuk tinggal hanya untuk lebih mengenal gadis-Anne itu. Teman sehati tidaklah sejarang yang kubayangkan. melekat sepanjang april dan may dalam rangkaian harihari yang indah.” sahut Miss Barry. merah muda disertai bintangbintang putih yang indah dibawah daun-daun mereka yang coklat. dingin. Mereka telah menjadi sahabat akrab. Menyenangkan sekali mengetahui bahwa ada banyak teman sehati di dunia. karena Anne selalu menyenangkan hatinya.” Anne mengutarakannya pada Marilla. Jauh dari ketandusan.” “Bagaimana pun. “Kau pasti tak akan berpikir demikian saat melihatnya. Miss Barry telah menghabiskan masa tinggalnya selama sebulan di sana. Pohon maple di Jalan setapak Pecinta (Lover Lane) menguncup merah dan pakis kecil yang keriting mendesaki Dryads Bubble. Miss Barry adalah orang yang sehati denganku. Mayflowers bermekaran. Semua pelajar laki-laki dan perempuan mendapati satu sore keemasan yang menyelimuti 129 .padaku bahwa anda akan memaafkan Diana dan tinggal selama yang anda rencanakan di Avonlea. Kau tak akan langsung dapat mengetahuinya.” “Kupikir mungkin aku akan melakukannya kalau suatu waktu kau mau datang ke sini dan ngobrol denganku. kau gadis-Anne. Ia menjadi tamu yang lebih menyenangkan daripada bisanya. dengan matahari terbenam yang berwarna merah muda disertai dengan keajaiban dari kemekaran dan pertumbuhan. Malam itu Miss Barry memberi Diana sebuah gelang tangan perak dan memberitahu pada anggota keluarga yang lebih tua bahwa ia telah membongkar koper kecilnya.” katanya terus terang.

pulang ke rumah dengan bebas. marilla ?dan diana bilang jika mereka tidak pernah tahu seperti apa mayflower maka mereka tidak akan merindukan nya. ketika aku sudah melewati disini aku benar-benar tidak perduli apakah gil—apakah ada yang menghormati aku di kelas atau tidak. menggemakan senja dengan tangantangan dan keranjang-keranjang yang penuh dengan bunga rampasan. tanggapan marilla. Seakan-akan ada begitu banyak anne yang berbeda dalam diriku. Kami benar-benar membuat gempar. tapi tidak ada apapun yang lebih baik selain mayflower. Tapi ketika aku sampai disekolah semuanya menjadi berbeda dan aku menjadi sangat begitu peduli. tapi itu tidak akan menarik. diana mengatakan mungkin mereka mempunyai sesuatu yang lebih baik dari pada mayflower. sambil bernyanyi ”rumah ku di atas bukit” aduhai itu sangat menggetarkan. Kami makan siang di dalam sebuah lembah yang besar yang berlumut karena mata air tua— sebuah tempat yang romantis. Tapi kami melewati hari yang baik sekali hari ini. apakah ada.mereka. dengan rangkaian bunga berbentuk lingkaran dan buket kami. Anne berjalan melewati nya pada saat pergi kesekolah dengan kedua mata penuh pujian dan langkah takzim. perbuatan bodoh. Aku tidak dapat memberitahu kamu nama orang yang memberikan mayflower padaku karena aku telah berjanji untuk tidak pernah membiarkan nama itu keluar dari bibirku. tapi menurut ku itu adalah hal yang paling menyedihkan dari apapun. dia memberitahu diana. Terkadang aku berpikir mungkin itulah mengapa aku menjadi seorang pembuat masalah. Menurutku itu Tragis. Tidak menakjubkan . 130 . berdua-dua. Setelah mayflower menjadi ungu sertamerta lembah violet dibuat menjadi ungu oleh bunga-bunga itu. tahukah kamu apakah mayflower itu dalam pikiranku. kata anne. aku juga ditawarkan mayflower tapi aku menolaknya dengan cacian. Entah mengapa. tapi itu menunjukan bahwa ia memiliki khayalan. marilla? Aku berpikir mereka pasti roh dari bunga-bunga yang mati pada musim panas lalu dan ini adalah surga mereka. marilla. semua sanak saudara tuan silas sloan segera berhamburan keluar untuk melihat kami dan semua orang yang kami jumpai di jalan berhenti dan membelalak pada kami. Tidak ada seorangpun akan melakukan hal itu di sekolah. marilla. Aku sangat prihatin terhadap orang yang tinggal di tanah dimana tidak ada mayflower. Dia mendapatkan kata-kata itu dari buku. seakan-akan dia sedang menginjak tanah suci. Tantangan Itu sangat MODERN. Jika aku hanya satu anne itu akan menjadi jauh lebih nyaman. Charlie sloane menantang Arty Gillis untuk melompatinya. Kami merangkai mayflower menjadi lingkaran dan meletakkannya diatas topi kami dan pada saat waktu untuk pulang telah tiba kami berbaris dalam prosesi menuruni jalan. tidak tahu seperti apa mayflower dan tidak merindukan mereka. Tuan Philips memberikan semua mayflower yang didapatnya kepada prissy andrews dan aku mendengar dia mengatakan ”manis untuk yang manis. marilla. aku tahu. dan arty melakukannya karena ia tidak bisa ditantang.

ketika kamu menuntutku untuk bertanggung jawab pagi ini. Aku sangat menyesal. ketika kodok sedang menyanyi dengan fasihnya di dalam rawa tentang hulu Lake Of Shining Waters (Hulu danau dari Perairan berkilau). Tapi kelihatannya itu bukan kebiasaan mu. Aduh. tidur lalu terbangun. dan udara penuh dengan harum semanggi dan kayu balsam. Dan meskipun sakitnya telah hilang dia merasa lemah dan sangat lelah. Dia terserang sakit kepala sore itu. meskipun keseluruhan ruangan dirubah. dari semangat penghuninya telah terlihat walaupun dalam bentuk yang tidak berwujud dan ruangan polos telah dihiasi dengan kain permadani pelangi dan sinar rembulan. " Aku sungguh-sungguh ingin bisa menggantikan untuk menanggung sakit kepalamu marilla. tapi menjaga pikiranku pada hal-hal nyata. bantal keras tetap berpeniti." ucap anne dengan sangat menyesal. jadi dia melamun dengan mata tebuka lebar.Di suatu sore bulan juni. memperhatikan Queen yang bersalju lagi yang ditandai dengan tumpukan bunga nya. dan bahkan dari kendi biru yang retak yang dipenuhi oleh bunga-bunga aple yang diletakkan di atas meja. Anne sedang duduk di jendela Gable. Aku benar-benar mendapatkan jawabannya. walaupun Aku merasa SECARA naluri ada sesuatu yang hilang pada meja hidangan makan malam. kata marilla. Itu semua seakan adalah mimpi. Dinding-dinding dibiarkan tetap putih. ketika buah-buahan kembali berwarna pink merekah. Sakit kepala selalu membuat Marilla menjadi agak kasar. aku akan menahannya dengan penuh kegembiraan demi demi kamu. seperti yang terlihat. denyutan jiwa meliputinya. Dia menggantung celemek-celemek itu diatas kursi dan duduk dengan hembusan nafas pendek. Aku rasa kamu sudah melakukan bagian kamu dengan ikut bekerja dan membiarkan aku beristirahat. Tentu saja sebenarnya tidak perlu untuk mengkanji saputangan-saputantangan matthew. Aku tidak penah ingat mengenai pastel itu dari waktu aku meletakkan nya di dalam tungku hingga sampai sekarang. Dan penuh dengan buku-buku sekolah anak perempuan serta pakaian dan pita-pita. Aku 131 . Anne memandangnya dengan penuh simpati. tapi sudah terlalu gelap untuk melihat buku. Karena semua barang dihormati dan dianggap penting maka kamar gable tetap tidak mengalami perubahan. dan kursi-kursi tetap kaku dan piano menguning sama seperti dahulu. Dan kebanyakan orang ketika mereka meletakkan kue pastel didalam oven untuk menghangatkannya untuk makan malam maka mereka mengeluarkan kue itu dan memakannya ketika sudah hangat bukan malah meninggalkannya hingga hangus menjadi abu. Marilla datang dengan segera dan dengan beberapa celemek sekolah anne yang baru saja disetrika. Dia sedang mempelajari pelajaran sekolah nya. untuk tidak membayangkan apapun. Ruangan itu penuh dengan hal pentin. Kamu kelihatannya sudah cukup baik dan membuat kesalahan lebih sedikit dari biasanya.

kata marilla yang kadang-kadang heran bagiamana dia bisa hidup sebelum anne datang ke green gable. Aku ingin lebih baik hari ini karena hari ini adalah hari ulang tahun. Apakah kamu menyesal menjaga aku. Aku akan pergi pagi-pagi sekali besok. Aku tidak dapat melewati kayu berhantu. itu. Jika kamu sudah menyeleasaikan pelajaranpelajaranmu. Tentu saja. Aku akan bangun pada saat matahari terbit dan pergi ke sana. tapi setiap orang dapat mengurangi masalah-masalah berangsur-angsur. marilla. sembari mengambil topi nya dengan rasa malas. dan kemudian sebuah godaan yang sangat menarik datang pada ku untuk membayangkan bahwa aku adalah seorang putri yang memikat yang dikurung di sebuah menara yang sunyi dengan seorang ksatria tampan berkuda yang menyelamatkan ku diatas kuda hitam pekat. Sekarang apa lagi yang telah merasuki kepalamu anne shirley? Aku butuh pola itu untuk memotong celemek baru mu malam ini. benar-benar tidak ada penyesalan. Ini merupakan titik balik dalam hidupku. tangis anne dengan putus asa. anne. Marilla?" Tidak. itu terlalu gelap. Marilla. Aku tidak tau kalau aku mengkanji sapu tangan-saputangan itu." " Aduh. tidak. Dan akhirnya itu memberikan ide pada ku bahwa akan sangat baik memanggilnya pulau victoria karena kami menemukannya pada hari kelahiran Ratu (Queens). Kamu ingat apa yang terjadi pada hari ini tahun lalu. ucap anne dengan semangat. Pergi segera sekarang dan jadilah cerdas juga. Itu merupakan tempat yang paling menarik marrila. Kami berdua diana dan aku sangat setia. aku tidak bisa mengatakan menyesal. dan dewa pun mengetahui bahwa kamu sering pergi setelah cukup gelap. marilla ?? " Tidak .tentu saja itu kelihatan tidak penting buatmu. Disana ada 2 pohon Maple dan selokan mengalir tepat disekitar tempat itu. ini adalah hari dimana aku datang ke Green Gable. aku tidak berpikir ada yang istimewa. marilla. Kalau begitu Aku harus memutar jalan. tangis anne. aku sudah berada disini selama 1 tahun dan aku sangat bahagia. Aku tidak akan pernah melupakan nya. kata anne. aku ingin kamu pergi menjumpai nona barry untuk bertanya apakah dia akan meminjamkan aku pola celemek diana. aku telah membuat banyak masalah.sudah melakukan semuanya dengan baik sampai aku meletakkan pastel kedalam oven. Pergi memutar jalan dan menghabiskan waktu satu setengah jam! Aku akan menyusulmu !. Ituah mengapa aku melupakan pastel itu. Saat aku sedang menyetrika aku selalu mencoba untuk memikirkan sebuah nama untuk pulau baru yang aku dan diana temukan sebuah selokan sungai. ini masih senja. 132 . Aduh. Terlalu gelap? Kenapa. Tapi aku sangat menyesal mengenai pastel dan saputangan itu.

itulah waktu ketika hantu-hantu berjalan. jawab anne. Dia merangkak dibelakang kamu dan meletakkan jari-jarinya yang dingin diatas tangan kamu—begitu. kami telah membayangkan hal hal yang paling mengerikan. membuat aku ngeri memikirkannya. Tangis anne kuat. Dia orang yang sangat religius. aduh marilla. Omong kosong! Tidak ada hal seperti kayu berhantu dimanapun. Aduh marilla. Sebuah kayu berhantu sangat romantis marilla. Dan ada seorang laki-laki tanpa kepala berjalan naik dan turun di jalan kecil dan kerangka-kerangka menatap kamu diantara cabang-cabang pohon. Chalie sloane mengatakan bahwa neneknya melihat kakeknya yang sedang menyetir pulang membawa kerbau suatu hari setalah dia dikubur selama setahun. Kayu berhantu. tapi ada. kami memilih hutan kecil pohon cemara kerena disitu sangat suram. Tapi setelah gelap. Kami membuat ini untuk menyenangkan kami sendiri. Tidak ada hal seperti hantu anne. apakah kamu bermaksud untuk memberitahu padaku bahwa kamu percaya dengan semua omong kosong hebat dari khayalanmu sendiri ? Tidak sungguh-sungguh percaya." Marilla terbelalak. Anne shirley. diana dan aku hanya membayangkan bahwa kayu itu berhantu. marilla. Siapa yang menceritakan kamu hal seperti itu? Tidak ada siapapun. Dia muncul ketika ada kematian di dalam suatu keluarga.orang yang pernah melihat hantu. dan mereka orang-orang terhormat. bimbang anne. (tidak percaya PERSISNYA). apa kamu sudah gila? Dibawah kanopi ada kayu berhantu? Pohoh cemara di atas anak sungai. Ada seorang nyonya putih berjalan disepanjang anak sungai kira-kira pada waktu sekarang dimalam hari dan meremas-remas tangannya dan mengeluarkan ratapan tangisan. Aduh. aku yakin benda putih itu akan keluar dari belakang pohon dan menangkap aku. Kamu tahu nenek charli tidak akan menceritakan sebuah kisah untuk alasan apapun. Paling tidak aku tidak percaya hal itu di siang hari. aku tahu orang. " Apakah pernah ada seseorang yang mendengar hal itu ? seru marilla. Aduh marilla aku tidak akan pergi melewati kayu berhantu setelah gelap sekarang untuk alasan apapun. ucap anne dengan berbisik. dan ayah tuan thomas terpaksa pulang kerumah suatu malam kerena seekor biri-biri yang terbakar oleh api dengan kepalanya terpotong yang tergantung oleh suatu potongan kulit. Dia tau bahwa itu adalah roh saudaranya 133 . Dan hantu dari seorang anak kecil yang tebunuh sering mengunjungi sudut idlewild (daerah kosong). berbeda. Kami memulainya di bulan April. Semua tempat disekitar sini sangat begitu-begitu—BIASA. yang mendengarkan hiburan bodoh itu.

Anne mungkin saja membela diri dan menangis semaunya—dan dia melakukan itu." jawab Marilla tanpa perasaan. karena di benar-benar ngeri. Anne tidak pernah melupakan jalan itu. Kamu tahu bahwa aku selalu bersungguh-sunguh dengan apa yang aku katakan. Anne kembali melewati jalan itu dengan mata tertutup. Ketika dia sampai ke halaman Mr. Helaan Raungan panjang dari 2 dahan pohon besar yang saling bergesekan satu sama lain membuat butiran-butiran keringat bemunculan di dahi anne. Tapi marilla tak dapat dirubah. sebagai pelajaran dan peringatan untuk kamu. menyebarkan hawa dingin mereka ke sekelilingnya. Kamu akan pergi sekarang juga ke rumah Bari. Aku khawatir dengan imajinasi mu dan jika akibatnya seperti ini. Jadi kamu lihat itu benar-benar nyata. Imajinasinya terbang bersama dirinya dan dia membayangkan hutan kecil cemara setelah lewat senja membuat ia mati ketakutan. Bergegas pergi sekarang. Sambaran kelalawar dikegelapan malam yang melewatinya adalah seperti akup-akup dari mahluk-makhluk menakutkan. 134 . hingga akhirnya dia tersandung diatas jembatan dia menarik nafas gemetar mengharapkan pertolongan. " Aduh. Dan Rubby gillis mengatakan –Anne shirley. Aku akan mengobati kamu dari imajinasi tentang bayangan hantu. dengan kikuk di melewati jembatan hingga dia tersandung diatas jembatan suram yang sulit dan mengerikan. dia mati 2 tahun setelahnya. Akhirnya anne pergi. bagaimana mungkin kamu begitu kejam?" Anne menangis. Dengan pahit dia menyesali diri karena telah memberikan izin pada imaginasinya.william bell dia mengambil langkah seribu melewati halaman itu seolah-olah sedang dikejar oleh tentara benda putih. tangan tanpa daging bersiap menanangkap gadis kecil yang ketakutan yang telah menciptakan mereka. dan kamu akan melewati hutan kecil cemara itu. Diana sedang pergi sehingga dia tidak punya alasan untuk berlama-lama disitu. Sebuah carik putih kulit kayu dari sebatang pohon jatuh ke dasar lembah belukar membuat jantungnya tak bergerak. Perjalanan pulang yang menyeramkan harus dihadapinya. Marilla. Hantu-hantu dari khayalannya mengintai dari setiap bayang-bayang disekitarnya. Tapi dia tidak mati. Dia menyuruh hantu-hantu yang bersembunyi tersebut pergi dari bayangannya dan memerintahkan anne untuk melewati jalan lurus diatas jembatan dan masuk kedalam tempat pengasingan hantu perempuan yang meratap dan hantu tak berkepala. aku tidak pernah ingin mendengar kamu berbicara basa-basi seperti ini lagi. " Bagaimana jika benda putih menangkap aku dan membawa aku pergi ? " Aku akan mengambil resiko itu.dan itu merupakan peringatan bahwa dia akan mati dalam 9 hari. dan sampai di pintu dapur barry dengan sangat terengah-engah sehingga dia hampir tak dapat meminta pola celemek. Dan jangan pernah membiarkan aku mendengar sepatah katapun keluar dari kepala mu mengenai kayu berhantu lagi. aku tidak akan menyetujui tindakan seperti itu. sela marilla keras. ia lebih memilih resiko untuk menghancurkan otaknya diantara dahan besar daripada harus melihat benda putih.

dia yang paling buruk diantara kami semua dan dia harus meminjam saputangan dari abangnya---tentu saja anak laki-laki tidak menangis—karena dia tidak membawa miliknya—dia tidak mengharapkan itu terjadi . Dan dia juga meneteskan air mata. marilla. Kemudian semua gadis mulai menangis. Serta waktu-waktu diamana dia begitu mengerikan dan kasar. ulang anne.Bagus. jadi tidak ada yang menangkap kamu? Kata marilla dengan tidak bersimpati. tidak ada sesuatu pun di dalam dunia ini kecuali pertemuan dan perpisahan. Philip sehingga kamu butuh 2 saputangan untuk mengeringkan air matamu hanya karena dia akan pindah. philip memaksa ku duduk dengan gil. Tidak kah itu merupakan keberuntungan marilla.Philip.Philip bangkit untuk memberikan pidato perpisahan dia meledak dalam tangisan. bahwa aku membawa satu saputangan lebih ke sekolah hari ini ? aku punya firasat bahwa itu akan diperlukan. dan saat ketika dia mengatakan bahwa aku adalah anak dungu yang terburuk yang pernah dia lihat dalam geometri dan menertawakan ejaanku. satu demi satu. Phillips memberikan pidato perpisahan yang sangat bagus di awal acara. Aku mencoba untuk mengingat saat dimana mr. Aku tidak berpikir bahwa aku akan menangis karena aku sungguh cinta pada nya. Aku tidak menyangka bahwa kamu begitu cinta pada Mr. Tapi bagaimanapun juga aku tidak bisa. setelah ini aku akan mengisi imiginasi ku dengan tempat-tempat yang biasa saja. tapi segera setelah Mr. Rubbi gillis yang memulai nya. Sembari meletakkan batu tulis dan buku-bukunya diatas meja dapur di hari terakhir dibulan juni serta menyeka mata yang merah dengan saputangan yang sangat basah. Oh marilla. Itu sangat mengharukan. seperti yang nyonya lynde ucapkan. marilla. Aku dapat memberitahu mu aku ingin menjadi murid teladan seperti 135 . itu sudah merupakan kecenderungan hati. aduh aku merasa sangat menyesal dan penyesalan yang dalam setiap kali aku berbicara disekolah dan menggambar gambarnya diatas batu tulis serta membuat bahan lelucon mengenai dia dan prissy. Dan aku mulai menangis juga. ”waktu untuk berpisah telah tiba ”. Namun.---dengan seorang. Ruby gillis selalu menyatakan bahwa dia membenci Mr.philip pergi dan dia menyatakan dia tidak akan pernah menitikkan sebutir air matapun. Mr. Oh marilla. anak laki-laki: Dan waktu dia mengeja namaku tanpa E di papan tulis hitam. Jane andrew sudah berbicara selama satu bulan tentang bagaimana gembiranya dia nanti ketika mr. ujar anne dengan sedih. Aku mencoba untuk bertahan. Aku menangis sebab semua yang lainnya menangis. gemeretak anne. ucap marilla. Bab XXI -Vanili Rasa Baru Sayang disayangkan.

Aku sungguh merasa sedih. terkadang jangan pernah beharap dapat melihat barang itu lagi. aku menduga. marilla. kendati memiliki kekurangan sebagai seorang ahli pidato.ini. benarkan marilla? Mereka akan menyewa pada nyona lynde hingga rumah pendeta selesai Jika Marilla. Kata nyonya linde. Pebruari lalu dia meletakkan tanggung jawabnya dan berangkat ditengah-tengah penyesalan masyarakatnya yang kebanyakan telah mempunyai kasih sayang yang lahir dari pergaulan yang lama dengan pendeta lama mereka yang baik. ia sudah menjadi pastor di avonlea selama 18 tahun.itu. Cariie sloane terus berkata setiap beberapa menit : ” waktu untuk berpisah telah tiba” dan itu akan membuat kita bersedih lagi kapanpun saat kami sedang bergembira. Bisakah mereka marilla? dan disamping itu. untuk seorang pendeta memiliki istri yang menyenangkan dan anggun. di gerakkan oleh alasan mengatakan dengan terus terang bahwa dia telah mengembalikan selimut tidur yagn telah dipinjamnya musim dingin lalu. Kami berjumpa dengan pendeta yang baru dan istrinya yang tiba di stasion. Tuan Bentley tua. Jane Andrews mengatakan dia pikir lengan yang digembungkan terlalu duniawi untuk seorang istri pendeta. Banyak benda yang telah dipinjamkan nyonya lynde. si. karena aku sudah lama mengetahui mengenai lengan yang digembungkan. Bisakah aku marilla? Istri nya sangat cantik. Tapi tidak benar-benar menawan. tapi seseorang tidak terus merasakan kesedihan yang mendalam setelah 2 bulan liburan . Jadi seseorang harus memberikan kelonggaran padanya. Selain itu. Gadis-gadis menangis sepanjang jalan pulang dari sekolah. istri Pendeta di Newbrigde memberikan suatu contoh yang sangat jelek karena dia berpakaian sangat modern. pergi menjumpai nyonya lynde sore itu. Dia tidak pernah menyatakan kata hatinya. karena itu mungkin akan memberikan suatu contoh yang tidak baik. itu merupakan kelemahan memberikan sifat ramah tamah kepada kebanyakan orang avonlea. seorang pendeta yang sering ditemui anne tidak punya daya khayal. Seorang pendeta baru dan terlebih lagi seorang pendeta dengan seorang istri. tentu saja –tidak akan seperti itu. meskipun kenyataannya bahwa gosip secara teratur menghampirinya dan mengaikatkan dirinya dengan si. Karena perasaan ku sangat sedih mengenai kepergian mr. merupakan suatu objek kecurigaan yang wajar dalam sebuah perkampungan pedalaman dimana sensasi jarang sekali. atau hal lainnya pada setiap tahun persinggahan nya. dia hanya menjadi istri pendeta untuk beberapa waktu.minnie andrew. Malam itu datang kerumahnya seorang peminjam yang bertanggung jawab terhadap barang-barang itu. tapi aku tidak memberikan komentar pedas seperti itu marilla. Dia adalah duda ketika dia datang.philip aku tidak tertarik kepada pendeta baru itu. dan tetap menduda. Istri pendeta kita yang baru memakai kain satin biru dengan lengan baju yang digembungkan yang indah serta memakai sebuah topi yang dihiasi dengan bunga mawar. Sejak saat itu gereja Avonlea menikmati berbagai pengusiran keagamaan dalam mendengarkan banyak dan 136 .

Nonya lynde mengatakan dia memang tidak sempurna tapi dia mengatakan dia menduga kita tidak akan mengharapkan seorang pendeta yang sempurna untuk bayaran 750 dolar tiap tahun. lagipula seorang pendeta harus mempunyai harga diri. Tapi aku rasa kesalahan terburuknya adalah sama seperti tuan bentles—dia tidak punya daya khayal. Pendeta yang baru dan istrinya merupakan pasangan muda dengan wajah yang menyenangkan. mathew? Aku sangat senang karena kita menghubungi Mr. tapi kata nyonya linde dia tidak menikah. matthew? Aku kira tuan marshall jelas menarik. Lagi pula kata nona lynde ilmu agamanya tidak kelihatan.beragam calon dan ”cadangan” yang datang dari Minggu ke Minggu untuk mencoba berkotbah. Tapi seorang gadis berambut merah dan kecil yang duduk taat di sudut bangku gereja cuthbert tua juga mempunyai pendapat nya tentang mereka dan membahas hal yang sama secara sungguh-sungguh dengan Matthew. Avonlea membuka jantungnya kepada mereka sejak awal. mereka masih dalam masa bulan. Orang tua dan muda menyukai lelaki muda yang riang. karena nonya linde membuat penyelidikan khusus mengenai dia. Karena nyonya lynde menanyakan Mr. Dan tuan Terry punya terlalu banyak imaginasi.Allan secara menyeluruh mengenai semua inti doktrin. benarkan. Nyonya linde adalah seorang wanita yang sangat bijaksana. mathew. Marilla selalu menolak prinsip untuk mencela pendeta-pendeta dalam keadaan atau bentuk apapun. Dan Nyonya Lynde mengetahui masyarakat di daerah istrinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang terhormat dan wanita-wanita nya adalah pengurus rumah tangga yang baik. nonya linde mengatakan doktrin teruji dari sisi pria dan ibu rumah tangga yang baik dari sisi perempuan merupakan gabungan yang ideal untuk sebuah keluarga pendeta. dan katanya avonlea tidak akan pernah memiliki pendeta muda yang belum menikah. Mereka bertahan atau gugur berdasarkan penilaian ayah-ayah dan ibu-ibu di israel. tapi dia terlalu banyak memberikan cerita lucu dan membuat orang tertawa di dalam gereja. dia jadi kurang sopan. Karena dia mungkin akan mengawini kumpulan jemaah dan itu akan membuat masalah. bukankah begitu. kata nyonya lynde cara berpidato nya buruk sekali. dan penuh dengan gairah yang baik dan indah untuk pekerjaan seumur hidup yang merupakan pilihan mereka. dan lagipula ilmu agama nya telah teruji. jujur dengan cita-cita yang tinggi. allan. dia membiarkan imaginasinya hilang dari dirinya sama seperti yang apa yang aku lakukan dengan imaginasiku yang berkenaan dengan hutan berhantu. aku menyukainya karena khotbahnya menarik dan dia berdoa seolah-olah dia memang bersungguh-sungguh dan bukan hanya seolah-olah melakukannya karena dia telah terbiasa dengan itu. " Aku pikir tuan Smith tidak akan berhasil. merupakan kesimpulan akhir anne. Tuan gresham adalah seorang yang sangat baik dan lelaki yang sangat agamis. atau bahkan bertunangan. 137 .

Allan untuk minum teh kapan-kapan dalam waktu dekat. Aku berpikir itu bukan pertanyaan yang sangat pantas untuk ditanyakan karena tidak ada hubungannya dengan pelajaran—pelajaran itu mengenai daniel di sarang singa—tapi Nyonya. Allan. dan kamu tahu marilla. Nyonya. Tidak ada anak lain lagi yang bertanya kecuali rubby gillis. marilla. Aku tidak akan mau menjadi seseorang seperti Tuan Inspektur Bell. Aku ahli dalam menanyakan pertanyaan marilla. Allan bilang bahwa kita harus selalu mencoba untuk mempengaruhi orang lain agar berbuat baik. itu persis sama seperti yang selalu aku pikiran. Mr. " Mereka pasti sudah kemana-mana tapi belum disini. Aku selalu berpikir agama itu menyedihkan. dia menyatakannya pada suatu sore di hari minggu. seorang wanita lemah lembut yang dianggap sebagai nyonya rumah dari rumah pastoran.dan Nyonya.dan cemerlang. Jika aku punya mungkin aku bisa mempengaruhi orang-orang untuk berbuat baik. Dia telah menemukan saudara roh yang lain.allan memiliki senyum yang sangat menawan. Tapi aku dapat merasakan dia senang bahwa dia adalah seorang kristiani dan dia akan tetap menjadi kristiani bahkan meskipun dia bisa masuk surga tanpa itu. Bell seperti itu. Sekarang aku tidak sangat kurus seperti saat pertama kali aku datang kesini. Dia mengatakan kami boleh menanyakan pertanyaan apapun yang kami sukai. Dia mengajarkan kita dan dia seorang guru yang sangat baik. tapi aku masih belum mempunyai lesung pipit. dia memiliki lesung pipi yang INDAH SEKALI di kedua pipinya. Aku menduga nyonya allan terlalu tua untuk menari dan bernyanyi dan tentu saja itu tidak akan menaikkan derajatnya sebagai seorang istri pendeta. " Aku percaya pada mu. Dia berbicara sangat bagus mengenai segala hal . Nanti lah aku pikir dulu. Oh tentu saja dia baik. dan aku senang menjadi seorang kristiani jika aku bisa menjadi seseorang seperti dirinya. tapi dia tidak kelihatan nyaman dengan itu semua. Aku ingin seandainya aku punya lesung pipit di pipi ku. jawab marilla tajam. dan dia bertanya apakah akan ada tamasya sekolah—minggu pada musim panas ini. Ucap Marilla termenung. Aku tidak pernah tahu sebelumnya bahwa agama merupakan hal yang begitu menyenangkan seperti itu. tapi Nyonya allan tidak. Nyonya. Anne merasa tepat dan seluruh hatinya penuh dengan cinta pada Nyonya. komentar tegas marilla. " Aku pikir kita harus mengundang Mr.allan hanya tersenyum dan katanya dia pikir akan ada. Nakal sekali kamu mengatakan tentang Mr. Dan aku bertanya sangat banyak. Dia mengatakan dengan segera dia pikir tidak adil bagi seorang guru untuk menanyakan semua pertanyaan . Ujar anne setuju. Bell orang yang baik. Jika aku bisa menjadi baik aku dapat berdansa dan menyanyi sepanjang hari karena aku senang melakukannya. Rabu depan merupakan waktu yang baik untuk mengundang mereka. Nyonya Allan sungguh menyenangkan. Tapi jangan bilang 138 .

Senin dan Selasa persiapan besar terjadi di Rumah Hijau/Green Gable. kecuali kue ku yang harus kubuat pagi hari. yang merupakan seorang sahabat yang pintar menghibur. ketika mereka duduk diatas batu merah di dryad bubble dan membuat pelangi-pelangi di dalam air dengan dengan mencelupkan ranting kecil dari sejenis pohon cemara minyak balsem. Ini seperti tanggung jawab mengundang keluarga pendeta untuk minum teh. akan kah kamu mengizinkan aku untuk membuat kue untuk acara itu? Aku ingin sekali /memberikan sesuatu untuk Nonya Allan. dan marilla memutuskan untuk tidak dilakukan oleh pembantu/pengurus rumah tangga manapun di avonloe. dan istri pendeta yang baru itu akan membuatnya mati ketakutan. Tapi marilla. Kata Nyonya lynde pendeta-pendeta menderita gangguan pencernaan. aku dan marilla pasti sangat sibuk dua hari itu. untuk berjaga-jaga kalau pendeta punya ganguan pencernaan dan tidak bisa makanan baru. Semuanya sudah selesai diana. Aku akan merahasiakannya sampai mati. Kita akan menyediakan ayam dan lidah yang dibekukan. Aku jadi dingin pada saat aku memikirkan mengenai kue lapis ku. Aku yakin bahwa potongan kue buatan kamu yang pernah kita makan pada waktu makan siang di Idlewild 2 minggu lalu akan menjadi benar-benar bagus dan lezat sekali. tapi dia akan sulit untuk berkenalan dengan pendeta baru. Kami mempunyai 2 jenis selai.Bentley dan dia tidak keberatan. dan krem kocok dan pastel cherry. Kamu seharusnya melihat kamar penyimpanan barang kami. 139 . Aku meyakinkan kamu diana. merah dan kuning. alangkah pemandangan bagus untuk dilihat. Aduh diana. Bagaimana kalau hasilnya tidak baik! Aku semalam bermimpi dikejar-kejar oleh setan yang menakutkan dengan kue lapis besar sebagai kepalanya. Janji marilla. dan kamu tahu aku akan membuat kue yang enak kali ini." yakin diana. tapi aku kira Mr. Dan 3 jenis masakan.apapun pada mathew tentang ini. " kue nya akan bagus. dan kue buah plum kuning marilla yang terkenal diawetkan bahwa dia menjaganya terutama untuk pendeta-pendeta dan kue tumbuk dan kue lapis. Dan roti adonan baru dan roti adonan lama kedua-duanya disediakan. anne gila dengan kegembiraan dan kesenangan.Allan belum begitu lama menjadi pendeta hingga penyakit itu bisa memberikan pengaruh buruk padanya. Dia dulu sering menjamu teh untuk Mr. biskuit ragi yang akan marilla buat tepat sebelum waktu minum teh. tenanglah. Kamu boleh buat kue lapis. yakin anne. Mengundang Pendeta dan istrinya untuk minum teh merupakan peristiwa penting dan hebat. dan biskuit seperti yang tersebut tadi. Aku tidak pernah terlibat dalam hal seperti itu sebelumnya. Dia mengatakan semuanya pada diana pada senja selasa malam. Sebab kalau dia tahu mereka akan datang maka dia akan membuat alasan untuk pergi pada hari itu.

Ya. Kadang-kadang aku mencari jejak kakinya di dalam embun di pagi hari. Setelah selesai sarapan dia memulai untuk membuat kuenya. Dan Nyonya. Aduh diana. Aduh. 140 . aku menduga aku seharusnya hanya perlu mempercayai Tuhan dan berhati-hati menambahkan tepung. anne bangun saat matahari sudah terbit karena dia sangat bersemangat untuk tidur. dalam khayalannya. tapi menurut mu apakah adonan itu akan mengembang ? Hanya menduga mungkin raginya tidak bagus ? Aku menggunakan nya dengan loyang yang baru. Tapi sangat mudah untuk membayangkan bahwa memang ada. tapi kata dia kita tidak akan pernah meilhat hari dimana pemerintah Tory akan melakukannya. tapi kue mempunyai kebiasaan mengerikan untuk berubah menjadi buruk disaat kamu terutama sekali menginginkan mereka menjadi baik. Rabu pagi telah datang. Sebagai hasilnya diana telah berpantang diri dari sifat suka meniru larut dalam imaginasi yang terlalu jauh dan menganggap hal itu tidak bijaksana untuk memperkuat semangat keyakinan bahkan imaginasi mengenai peri hutan yang tidak berbahaya sekalipun. Aku yakin aku tidak melupakan apapun kali ini. anne bergejolak senang. sembari mengumpulkan ranting ranting pohon balsem yang terserak. Keluh anne. Lynde mengatakan pemerintah sebaiknya mengambil tindakan mengenai hal ini. bagaimana jika kue itu tidak kembang? Kita sudah punya banyak hidangan tanpa itu. anne melihat Nyonya. betapa pelangi yang indah. Dia terserang flu berat di kepalanya karena dia mencebur-ceburkan dirinya di dalam sumber mata air pada sore sebelumnya. Ibu diana sudah mengetahui mengenai hutan berhantu dan marah sekali mengenai itu. jangan menghentikan keyakinan mu pada peri hutan. aku melihat keluar jendela ku dan ingin tahu apakah perihutan benar-benar sedang duduk disini. marilla.Allan sedang memakan kue itu dan mungkin meminta tambahan potongan kue yang lain. dia mengoleskan kue itu dengan lapisan selai delima. Nyonya. setiap malam sebelum aku tidur. Apakah kamu kira peri hutan akan muncul setelah kita pergi dan mengambil selendang nya? Kamu tahu peri hutan itu tidak ada. cara marilla menjawab menandakan dia tidak bersemangat pada topik pembicaraan itu. menyisir ikatan rambutnya dengan melepasakannya didepan cermin. Baigamanapun juga. kata diana. Kata anne. Tapi tidak ada pneumonia yang dapat memadamkan ketertarikannya terhadap kegiatan memasak pagi itu. Marilla. Ketika pada akhirnya dia meutup pintu oven dia menarik napas panjang. dan keluar dari oven ringan dan lembut seperti busa keemasan. lihat diana. Lynde mengatakan kamu tidak pernah bisa yakin bisa mendapatkan ragi yang baik sekarang ini ketika segalanya begitu tercemar. Ternyata Kue nya mengembang.

menurut pendapatku yang terpenting adalah benda-benda yang dapat dimakan bukan dekorasi hiasan " Nyonya. Dia bilang ini merupakan pesta makan besar untuk mata sekaligus untuk langitlangit mulut. aku harus mencicipinya. namumpun demikian ia tetap menghabiskannya. Nyonya. Anne menyusun dekorasi dengan caranya sendiri dan hasilnya semestinya mengalahkan dekorasi Nyonya. Dan pendeta membayarnya dengan suatu pujian yang bagus sekali. Mawar dan Pakis yang berlimpah dan rasa artistic nya sendiri. anne membuat nya khusus untuk anda. endus marilla. Matthew ada di sana. sembari mengambil sendiri segitiga plum. kamu harus mengambil sepotong kue ini. yang tidak sepenuhnya bersalah. Allan. yang sudah bingung dengan banyaknya selingan makanan. 141 . Marilla. berkata dengan tersenyum : Oh. barangkali tidak perlu berharap dia akan. lakukan apa yang kamu suka. Ia merasa malu dan gugup marilla telah membuat dia kehilangan harapan. Ini hasil kerja anne. Barry membiarkan mejanya dihias.Allan. Barry. melihat kekecewaan pada wajah anne. tentu kan. Nyonya. Satu-satunya yang perlu diingat adalah bahwa kamu harus meninggalkan ruangan yang cukup untuk makanan dan peralatan makan. kata marilla. dibujuk untuk ikut pesta hanya dewa dan anne yang tahu bagaimana. tidak ada sebuah katapun yang dia katakan. Semua bersukaria seperti bel perkawinan hingga kue lapis anne disajikan. Tawa Nyonya. Nyonya. dengan agak cemberut dan anne merasa bahwa senyum kekaguman dari Nyonya Allan merupakan kebahagiaan yang terlalu besar di dunia ini. Tapi marilla.Kamu akan memakai perlengkapana-tea-set terbaik. dia tidak pernah berkata satu patah katapun pada Nyonya. dia menata meja teh itu menjadi cantik sehingga ketika pendeta dan istrinya duduk mereka serentak berseru atas kecantikannya. Baiklah. Dalam kasus seperti itu. kata marilla. yang memutuskan untuk tidak diungguli oleh Nyonya. seperti juga yang akan dilakukan oleh marilla dan pendeta.Allan.Allan memasukan sesuap miliknya dan ekspresi yang ganjil terlihat di wajahnya. tapi anne berhasil menguasainya hingga sekarang dia duduk di meja dengan memakai pakaian terbaiknya yaitu baju putih kemeja dan berbincang dengan pendeta dengan penuh perhatian. Anne berkata Bolehkah aku menata meja dengan pakis dan bunga mawar liar? Menurutku semua itu omong kosong. Marilla melihat ekspresi tersebut dan cepat-cepat mencicipi kue itu.Allan. ujar anne . menolak kue itu. Barry atau siapapun juga.

marilla. dan menciumnya. Peengharum kue apa yang kamu gunakan? Vanilla.Mr. Membuka tutupnya. itu pasti karena baking powder. Apa yang kamu masukkan dalam kue itu ? Tidak ada yang lain selain apa yang disebutkan dalam resep. Maafkan kami.Allan jangan mencoba memakannya. Aduh marilla. Anne. tanpa melihat. aku curiga dengan bak— " omong kosong dengan baking powder/ragi! Pergi dan bawakan padaku botol vanilla yang kamu gunakan. kamu memberikan pengharum rasa pada kue itu dengan OBAT GOSOK ANODYNE. Tak lama sebuah langkah ringan terdengar menaiki tangga dan seseorang memasuki kamar. Berita ini akan tersebar— setiap hal akan tersebar di avonlea. Aku 142 . wajahnya berubah menjadi merah karena malu setelah dia merasakan kue itu. Aduh marilla. tangis anne. Aku memecahkan botol obat gosok seminggu yang lalu dan menuangkan sisanya kedalam botol vanili tua yang kosong.Anne Shirley! Seru nya. cicipi sendiri. Marilla mengambilnya. Hanya vanili. Aku tidak bisa—aku flu atas aib ini anne wajar melarikan diri ke kamar loteng. aku akan malu selamanya. dia melemparkan dirinya keatas tempat tidur dan menangis seperti seorang yang berkeberatan untuk di hibur. Diana akan bertanya padaku bagaimana kue ku bisa mematikan dan aku harus menceritakan padanya kebenaran itu. Aku tidak akan pernah sanggup untuk tinggal di kota ini lagi. Aku kira aku ini salahku juga —aku seharusnya mengingatkan kamu—tapi sangat diherankan mengapa kamu tidak bisa menciumnya? Tangisan Anne pecah atas aib ganda ini. tangis anne dengan pandangan yang sangat sedih. Aduh Marilla. Anne berlari ke tempat penyimpanan dan kembali dengan membawa sebuah botol kecil yang terisi setengah dengan cairan coklat dan diberi label warna kuning. kata anne. anne. Vanili terbaik. Aduh apakah tidak enak? Enak! Sangat mengerikan.

mencerminkan bahwa Nyonya. sayang. Kenapa.akan selalu dicap sebagai gadis yang memberikan rasa obat gosok anodyne pada kue. tidak. Aku ingin melihat itu. Oh. dan ketika tamu-tamu sudah pulang anne menemukan dirinya menyenangi sore itu lebih dari yang dia duga sebelumnya. Tetapi obat gosok tidak beracun. Dan aku meyakinkan kamu bahwa aku menghargai kebaikan hatimu dan perhatian mu dan itu sudah membuat segala sesatunya telah berubah menjadi baik. hanya aku yang berbuat kesalahan seperti itu. Allan berdiri disamping tempat tidurnya. Padalah aku ingin sekali memberikan kue yang sangat enak untuk kamu. Marilla. kata anne dengan sedih. kamu tidak seharusnya menangis seperti ini. karena aku sangat tertarik dengan bunga-bunga. Gil. Miss curthbeth memberitahuku bahwa kau memiliki sebidang tanah kecil milikmu. tapi pergi turun kebawah bersamaku dan tunjukkan padaku kebun bunga. Aku akan mencuci nya pada saat pendeta dan isteri nya sudah pergi. itu semua hanya kesalahan lucu yang mungkin saja dilakukan oleh setiap orang. mengingat insiden yang sangat buruk itu. dia menemukan Nyonya. Sungguh-sungguh terganggu dengan wajah tragis anne. jika kamu mempunyai belas kasihan Kristiani tolong jangan beritahu aku bahwa aku harus turun dan mencuci Piring setelah ini. Barangkali dia akan berpikir bahwa Aku mencoba untuk meracuni nya. Akankah kamu memberitahu Nyonya. Allan benar-benar sudah ditakdiirkan tuhan sebagai roh satu keluarga. Allan lagi. tetapi aku tidak akan pernah bisa melihat wajah Nyonya. Meskipun demikian. memperhatikannya dengan mata ceria. bukankan menyenangkan untuk berpikir bahwa besok adalah suatu hari baru tanpa kesalahan lagi? 143 . Lynde bilang bahwa dia mengenal seorang anak perempuan yatim piatu yang mencoba untuk meracuni seorang dermawan. Nyonya. Dia tidak mengatakan apaun mengenai kue obat gosok. Aduh Marilla. Anne membolehkan dirinya sendiri untuk turun kebawah dan dihibur.anak laki-laki disekolah tidak akan pernah berhenti menertawakan hal itu.Allan sepererti itu marilla ? Anggap saja kamu sudah bangun dan memberitahukannya—yang diucapkan oleh suara gembira. Itu akan menjadi beracun bila ditelan—bukan di dalam kue. katanya. Anne bangun. Sekarang kamu tidak boleh menangis lagi. Nyonya Allan Ya aku tahu. Aduh gadis kecilku. dia mendesah panjang.

Lihatlah marilla.oleh Lucy Maud Montgomery BAB XXII. anne Ya. kata marilla. ketika Anne baru saja masuk dengan berlari lari dari kantor pos. matanya bersinar.Aku jamin kamu akan buat banyak kesalahan. itu merupakan pikiran yang menghibur. seperti bidadari angin yang melewati sinar matahari dan bayang-bayang malas di suatu sore bulan Agustus. Apakah kamu menemukan keluarga roh yang lain ?" Kegembiraan menyelubungi anne. coba terka ? Aku diundang untuk jamuan teh di rumah pendeta besok sore. Nak. Green Gables. " Bukan. seakan terpantul dari setiap benda. Oh. Baiklah. Memang Begitulah dia . bahkan tidak untuk Jerry Boute Anne dari Green Gable. Nyonya Allan menitipkan surat untukku di kantor pos. kata marilla Itu tidak cocok untuk dimakan manusia. aku anne dengan berduka. Marilla. tapi pernahkah kamu mengingatkan padaku sesuatu hal yang membesarkan hati ku. ”Nona Anne Shirley. menanggapi peristiwa hebat itu dengan sangat dingin. Mrs Allan memberitahuku bahwa dia berniat untuk mengundang semua anggota kelas sekolah-minggu untuk minum the secara bergilir. kemudian aku akan melewatinya. Dia datang dengan menari-nari . Belajarlah untuk menerima keadaan dengan tenang. Penuh semangat dan berapi-api selanjutnya mereda dan dingin. baiklah aku tahu itu. Membuat aku bergetar ! aku akan menyimpannya untuk selama-lamanya diantara harta benda ku yang paling berharga . Bagi Anne menerima sesuatu dengan tenang akan berarti mengubah sifat dasarnya. kata marilla. aku tidak pernah melihat kau bertindak tanpa kesalah. dan ketika aku mencapai akhirnya. kamu sebaiknya pergi dan berikan kue itu kepada babi-babi. tetapi aduhai. kesenangan dan kepedihan hidup yang datang padanya 144 .’ Ini merupakan kali pertama aku dipanggil ’Nona’ .Anne Diundang Untuk Jamuan Teh " dan sekarang mengapa mata mu seolah akan melompat keluar sekarang?" Tanya Marilla. marilla? Aku tidak pernah membuat kesalahan yang sama dua kali Aku tidak tahu apakah itu akan banyak untungnya ketika kamu selalu membuat kesalahan baru. Kamu tidak perlu demam hanya karena itu. tidakkah kamu mengerti marilla? Selalu ada batas terhadap kesalahankesalahan yang dapat dilakukan oleh seseorang.

Marilla. dia mengakuinya pada dirinya sendiri dengan sedih. ini merupakan suatu kesempatan khidmat juga .intensitasnya menjadi tiga kali lipat. Apakah termasuk tatakrama yang baik bila minta tolong terlalu banyak?? 145 . cerah dan semangat Anne membumbung sangat tinggi. Tapu aduh marilla. Marilla tidak banyak membuat kemajuan pada anne. Aku takut aku akan melakukan sesuatu yang bodoh atau lupa untuk melakukan sesuatu yang seharusnya aku lakukan. kedengarannya seperti derai tetesan air hujan. dan Aku tidak yakin bahwa aku mengetahui semua ketentuan-ketentuan tatacara. Kamu tidak tahu betapa baiknya perasaaan ku hari ini. gemerisik daun poplar di sekitar rumah menbuat anne cemas." dia berseru ketika dia mencuci piring sarapan. Tetapi semua hal-hal mempunyai akhir. Marilla merasakan hal itu dan sedikit terganggu dengan hal itu. mencintai keanehannya. Pagi itu. walaupun Aku telah belajar aturan yang diberikan oleh departemen tatacara yang digembar-gemborkan keluarga sejak aku datang kesini. Sedangkan Pemenuhan harapan-harapan indahnya menjadikan anne pusing tujuh keliling karena kegembiraan. sekarang kelihatan seperti suatu nubuatan angin topan dan bencana bagi seorang gadis kecil yang terutama sekali ingin hari yang cerah. tidak sesuai dengan ramalan mathew. Anne tidur malam itu dalam penderitaan tak bersuara sebab Mathew mengatakan bahwa angin berputar di timur laut dan dia takut besok akan hujan. Anne pikir bahwa pagi tidak pernah akan datang. nyaring lagi merdu. gemuruh yang jauh dari teluk.Aku merasa begitu cemas. bukankan akan bagus bila bertahan lama? Aku tahu aku bisa jadi anak teladan jika aku diundang untuk jamuan teh setiap hari. Bagaimana jika aku bertingkah laku tidak pantas? Kamu mengetahui aku tidak pernah menghadiri jamuan teh di pastoran sebelumnya. Marilla hampir saja putus asa dalam mendidik cara/kebiasaan anak terlantar dari dunia itu agar dapat menjadi gadis kecil teladan yang bertatakrama dan bertingkah laku sopan. Dan benar-benar. Tidak ada seorang pun yang marilla yakini benar-benar menyukai anne sebesar rasa sukanya. irama yang sering timbul. ia Menyadari bahwa untung dan malang akan sangat susah dikuasi oleh jiwa yang bersifat selalu menurutkan kata hati dan tidak sepenuhnya memahami bahwa daya tahan untuk menghadapi kesenangan mungkin lebih besar dari pada daya tahan untuk menghadapi kesulitan. ada sesuatu pada aku hari ini yang membuat aku mencintai semua orang yang aku lihat. Besarnya harapan indah serta rencana membuat anne merasakan penderitaan yang mendalam. yang dia dengarkan dengan senang pada waktu lain. " Aduh. Maka dari itu marilla bertugas untuk membuat anne menjadi lebih tenang dalam menghadapi kebahagiaan dan kesedihan yang merupakan hal yang mustahil dan asing bagi anne. bahkan malam-malam sebelum hari yang mana kamu diundang untuk minum teh di manse/rumah pastor.

" Aduh. Anne. dengan irama dalam pikirannya dan memberitahu marilla mengenai segalanya dengan gembira. Aku telah memperoleh waktu yang paling MEMPESoNA. kata Marilla. Tapi tidak kah kamu berpikir bahwa usaha yang terlalu keras seharusnya memperoleh suatu balasan? 146 . Aku merupakan salah satu dari yang kelompok yang tidak itu. dia terlihat seperti SERAPH. Anne segera menyadari hal ini. adalah kamu berpikir terlalu banyak mengenai diri kamu sendiri. aku kira. " Kamu betul. membalas dalam sekali dalam seumur hidupnya dengan sepotong nasihat yang ringkas." yang serius dia pulang kerumah diwaktu senjakala. Angin dingin berhembus menuruni ladang tanaman dari sekeliling bukit-bukit barat dan bersiul melalui pepohonan. Marilla. Hampir sama dengan ilmu geometri. Aku pikir aku ingin menjadi istri pendeta ketika aku dewasa nanti. kamu seharusnya berpikir juga tentang Nyonya." Masalah kamu. Nona Lynde mengatakan kalau aku penuh dengan dosa bawaan. Anne melihat mereka pada saat dia berbicara dan merasa kunang-kunang beserta bintang dan angin semuanya secara bersama-sama terjalin menjadi kesatuan yang memikat dan menciptakan keindahan yang tidak dapat diungkapkan. Satu bintang terang bergantung diatas kebun buah dan kunang-kunang sedang berputar-putar di atas jalan setapak Pecinta. Allan dan apa yang paling baik dan paling dapat dia setujui. marilla. Marilla. sedangkan yang lainnya tidak. Duduk diatas lemping batu pasir-merah di pintu dapur dengan kepala keritingnya yang lelah dalam genggaman pangkuan marialla. Allan menjumpaiku didepan pintu. di bawah langit musim semi yang agung dengan semarak awan yang berwarna merah dan jingga. Dia memakai pakaian yang sangat indah organdy merah muda pucat dengan selusin jumbai-jumbai dengan lengan baju siku. kamu tahu. Bagaimana pun kerasnya aku mencoba untuk menjadi baik aku tidak akan pernah berhasil menjadi seperti mereka yang memang memiliki sifat dasar baik. keluar masuk diantara pakis dan cabang-cabang pohon yang berdesir. Aku akan berusaha untuk tidak memikirkan diri ku sama sekali. Tapi tentu saja seseorang yang ingin menjadi istri pendeta haruslah orang yang sifat dasarnya baik dan aku tidak akan pernah menjadi seperti itu." Anne melewati kunjungan nya tanpa pelanggaran " tata krama. Aku merasa bahwa hidupku sangat bermakna dan aku seharusnya selalu merasakan seperti ini meskipun aku tidak akan pernah lagi di undang untuk jamuan teh di pastoran. Ketika aku sampai disana Nyonya. Sebagian orang memang memiliki sifat dasar yang baik. Seorang pendeta pasti tidak akan keberatan dengan rambut merahku karena dia tidak akan berpikir mengenai hal yang bersifat duniawi seperti itu.

Allan dan aku berbicara dari hati ke hati. Kami memperoleh teh yang enak. Setelah dia pergi Nyonya. marilla? Dewan pengurus sudah memperkejarkan seorang guru baru dan dia adalah seorang wanita. Lynde. Nama nya adalah Laurette Bradley. Pada jamuan teh di pastoran itu ada juga anak gadis kecil lain dari sekolah minggu Pantai pasir putih. maka kamu akan lupa. Lynde mereka tidak pernah mempunyai seorang guru wanita di Avonlea sebelumnya dan dia berpikir ini merupakan suatu pembaharuan yang berbahaya. Dan banyak orang pasir putih yang mereka undang untuk membacakan puisi. Kamu tidak tahu bagiamana itu menghiburku.Nyonya. dan dia adalah seorang gadis kecil yang baik. Lynde datang ke pastoran tepat sebelum aku pergi. Sementara ada yang lain seperti Nyonya. kamu harus berusaha keras untuk mencintainya. Tapi kamu harus terus mengingati diri kamu dengan hal itu setiap saat bila tidak." BAB XXIII-Anne Gagal dalam Perang Tanding 147 . Bukankan itu suatu nama yang romantis? Kata Nyonya. Setelah minum teh Nyonya. Kamu tidak bisa menduga bagaimana aku dibuat gemetar semata-mata oleh ide itu. Seperti halnya mathew maka Nyonya. Laureta mengatakan bahwa orang-orang amerika di hotel itu memngadakan konser setiap dua minggu untuk membantu rumah sakit charlottetown. Tapi bukan roh keluarga. Allan bermain dan bernyanyi dan dia mengajak Lauretta dan aku untuk menyanyi juga. Nyonya. Aku sangat merindukan dapat bernyanyi pada paduan suara di sekolah minggu. Aku menceritakan padanya semuanya—mengenai Nyonya. Aku sangat mencintai nya. Laureta harus pulang lebih awal sebab ada konser besar di hotel pantai pasir putih malam ini dan saudara perempuannya akan mendeklamasikan puisi pada konser itu. Seperti yang Diana lakukan. Thomas dan kembarannya dan katie Maurice dan Violetta yang datang ke green gable dan masalah ku dengan pelajaran geometry. Aku sangat tidak sabar untuk melihat nya. Marilla? Nyonya. Allan memberitahuku bahwa dia juga bodoh mengenai geometri.Allan bisa kamu cintai segera tanpa masalah apapun.tetapi aku takut itu merupakan suatu penghormatan yang tidak pernah dapat aku wujudkan. kamu tahu. tapi tetap baik. dan apa pendapat mu. Aku hanya menatap dia dengan persaan kagum. Kamu tahu kamu hendaknya mencintai mereka karena mereka mengetahui banyak hal serta karena mereka merupakan pekerja aktif di gereja. Allan adalah satu dari orang-orang yang memiliki sifat dasar baik. Dan percayakah kamu. Laureta mengatakan bahwa dia berharap suatu hari dirinya akan diundang. Tapi menurutku baik sekali mempunyai guru perempuan dan aku benar-benar tidak tahu bagaimana melewati 2 minggu sebelum sekolah dimulai lagi. Dan namanya adalah Nona Muriel Stacy. dan aku kira aku sudah bertindak sesuai dengan semua ketentuan-ketentuan tatakrama. Nyonya Allan bilang aku mempunyai suara yang bagus dan dia bilang aku harus bernyanyi dalam paduan suara di sekolah minggu setelah ini.

Rubby Gillis. pertama sekali Carrie Sloane menantang ruby gilis untuk memanjat hingga pada suatu ketinggoan tertentu pada pohon willow tua yang sangat besar yang terletak sebelum di pintu halaman depan. sampai hal itu menjadi kenyataan. seperti lupa memasukkan sari susu ke dalam ember babi tapi memasukkannya ke dalam keranjang bola rajutan di kamar penyimpanan barang. yang merupakan waktu yang baik baginya untuk memulai masalah baru. Hampir suatu bulan berlalu sejak peristiwa kue obat gosok. satu minggu setelah jamuan teh di pastoran . tapi menyerah di sudut ketiga dan harus mengakui bahwa dirinya kalah. dan semua hal-hal yang bodoh yang telah dilakukan di avonlea pada musim panas itu adalah karena pelaku-pelaku ”Berani” yang melakukannnya dan mereka sendiri mencatatnya. Diana Barry mengadakan pesta. Josie berjalan diatas pagar milik keluarga barry dengan 148 . tetapi segera menyebar kepada para anak perempuan." Anne meyakinkan Marilla. karena Carrie Sloane terus mengganggunya. Permainan itu mulai dimainkan oleh anak laki-laki. Sekarang. mereka akhirnya sedikit bosan dengan permainan mereka dan bersiap untuk bentuk permainan yang lebih nakal dan menimbulkan kekacauan. yang terkenal memiliki sifat yang kurang baik dalam beberapa hal. Tapi Josie Pye. " kecil Dan terpilih. Kemenangan Josie menjadi suatu yang sangat dibanggakan dan digembargemborkan. Sedikit kekeliruan. Anne Shirley menantang dirinya untuk berjalan diatas puncak pagar papan yang mengelilingi kebun hingga ke arah timur. dengan terlatih ia berjalan diatas pagar. melakukannya dengan gesit. Jane Andrew dengan gagah berani mencoba melakukannnya. ternyata dihadiahi bakat alami yang dibawa sejak lahir." Mereka bersenang-senang dan tidak ada kekacauan apapun yang terjadi hingga mereka selesai minum teh. Bentuk permainan itu adalah : “BERANI” BERANI merupakan hiburan yang terkenal diantara anak-anak kecil avonlea baru-baru itu. "hanya para anak perempuan di kelas kami. Saatnya Untuk “Berjalan” diatas papan pagar memerlukan suatu keahlian dan keseimbangan badan dan tumit sepatu bagi seseorang yang belum pernah mencoba hal itu. membersihkan tepian jembatan kayu sampai ke anak sungai sambil mengkhayal. sekalipun merasa takut setengah mati dengan ulat bulu hijau yang katanya mengerumuni pohon itu dan takut bila ibunya melihatnya bagaimana dia membuat pakaian barunya robek. Tidak masuk dalam perhitungan.Anne harus menunggu hingga lebih dari dua minggu. Selanjutnya Josie Pye menantang Jane Andrews untuk meloncat dengan kaki kirinya dan memutari kebun tanpa berhenti sama sekali ataupun meletakkan kaki kanannya diatas tanah.

sebagian yang lain diliputi kecemasan. Diana. tetapi jelas sekali hanya ada satu hal yang harus dilakukan. "kalau begitu aku tantang kamu untuk melakukannya. " Aku akan berjalan di tiang rabung itu. Toh KAMU tidak bisa." kata josie dengan penuh tantangan. Aku mengenal seorang anak perempuan di Marysville yang bisa berjalan di tiang rabong suatu atap. dengan gejolak kemenangan. sampai di atas tiang rabung. ”OH” sebagian gembira. selanjutnya dia merasa pusing dan tidak nyaman berada di ketinggian. ujar dia. Jika aku terbunuh kamu harus menjaga cincin mutiara ku. Jangan hiraukan josie pye. Kebanggaan enggan menyambut perbuatan berani nya. kemudian dia mulai berjalan." Anne pucat. dia menyeimbangkan dirinya agar bisa berdiri tegak pada pijakan nya. menuju tempat dimana ada tangga bersandar pada atap dapur itu. Itu tidak adil menantang seseorang untuk melakukan hal yang sangat berbahaya”. " Jangan lakukan itu. Josie turun dari tenggerannya. "Aku tantang kamu untuk memanjat dan berjalan di atas tiang rabung atap dapur Tuan Barry.” Anne memanjat tangga sambil menahan napas. "Tidak bisakah Aku?" Teriak anne cepat. Aku harus melakukan itu. Aku pikir bukan lah hal yang luar biasa berjalan diatas pagar papan yang kecil dan rendah. Aku tidak percaya. 149 . Semua anak-anak perempuan kelas lima berseru. atau mati saat mencobanya."Ucap anne dengan sungguh-sungguh. anne" pinta diana. Hampir semua anak –anak perempuan yang menghargai usaha itu adalah mereka yang memiliki masalah dengan berjalan diatas pagar. Harga diriku menjadi taruhan nya.ketenangan yang dibuat-buat untuk mengisyaratkan bahwa hal sepele seperti itu tidak cukup berharga untuk di jadikan “TANTANGAN”. Dia berjalan ke arah rumah. Anne mengibas-ngibaskan kepangan merahnya. ”kamu akan jatuh dan terbunuh. dengan melemparkan kerlingan meremehkan pada Anne. kata josie datar. aku tidak percaya ada orang yang bisa berjalan di tiang rabung. serta menyadari bahwa mengeluarkan banyak khayalan tidak bisa membantu kamu pada saat berjalan diatas tiang rabung.

sembari menghempaskan dirinya berlutut di samping temannya. akhirnya ia jatuh. tersandung. meluncur kebawah melewati atap yang terbakar matahari dan akhirnya jatuh terjerat di antara tumbuhan-tumbuhan merambat di bawahnya—semua itu terjadi sebelum kumpulan orang-orang di bawah mengeluarkan suatu pekikan menakutkan secara bersamaan.Meskipun demikian dia berhasil melakukan beberapa langkah sebelum bencana itu terjadi. pada saat Diana dan anak-anak perempuan yang lain berdesak-desakan dengan penuh kebingungan di sekitar rumah—kecuali Rubby Gillis. aku tidak terbunuh. Aku tidak bisa berjalan ke sana. Diana. Meskipun demikian. kendati tiada memiliki maksud. "aduh. tolong cari ayah mu dan minta ayah mu untuk membawa aku pulang kerumah. Anne. kehilangan keseimbangannya. "Aduh. berbicaralah meski hanya satu kata kepada aku dan katakan padaku jika kamu terbunuh. " Apa yang terjadi? Dimana yang sakit/terluka ? tuntun Nyonya Barry. Anne sayang. yang. diana mungkin sudah menjadi ahli waris dari manik-manik mutiara saat itu juga. ” 150 . dimana. tapi ia kembali merosot lagi dengan tangisan kesakitan. dan berjalan sempoyongan." jawab Anne dengan megap-megap. " Anne. Anne?" Belum sempat anne menjawab Nyonya. Diana. Selanjutnya dia berayun-ayun. Barry nampak pada adegan itu." " Di mana?" Carrie Sloane menangis. yang seolah-oleh terpaku di tanah serta merta menjadi histeris—mereka menemukan Anne terbaring lemah dan pucat diantara rongsokan dan potonganpotongan tumbuhan yang menjalar. apakah kamu terbunuh?" jerit Diana. Untungnya dia jatuh di sebelah lain. telah dianggap dan kemudian akan di cap sebagai seorang gadis dengan visi yang mengerikan yang menyebabkan kematian dini dan tragis bagi seorang Anne Shirley. " Pergelangan kakiku. disisi atap yang sudah di perperpanjang kebawah hingga mencapai serambi sehingga hampir menyentuh tanah sehingga jatuh dari tempat itu tidak akan mengakibatkan kerusakan yang parah/serius. Anne melihat pada pada kakinya dan mencoba untuk meraihnya. dan terutama untuk Josie Pye. tetapi aku pikir aku pingsan. Anne duduk dengan pusing dan menjawab sekenanya : " Tidak ." Untuk memberikan kelegaan kepada semua anak perempuan. Dan aku yakin sekarang aku tidak bisa meloncat terlalu jauh dengan satu kaki bahkan jane tidak bisa meloncat mengelilingi kebun. "Aduh. Jika Anne berguling dari sisi atap yang telah ia naiki tadi.

Marilla. “Bawa dia ke mari.”Ucap Marilla. sebuah suara penuh kesakitan dari tempat tidur menyambutnya " Tidak kah kamu sangat sedih melihat aku. dengan nyonya bari berada disampingnya beserta arak-arakan anak-anak perempuan yang mengekori nya. Sebaiknya kita melihat sisi yang lebih baik. Barry. mungkin aku sudah mematahkan leherku. segera mengutus dokter. "Jangan terlalu khawatir. Ampuni aku. Anne menjawab sendiri. Bila tidak. yang dengan tergesa-gesa dipanggil dari ladang panen. sambil mengangkat kepala nya. Aku sedang berjalan di atas tiang rabung lalu aku terjatuh. tajam dan berang dalam kelegaannya. Di lengan nya ia menggendong Anne. Tuan Barry. Marilla?" " Itu semua salah mu sendiri. tetapi bahwa dia sangat sayang pada Anne. Pada saat itu Marilla mempunyai firasat buruk. Malam itu. yang datang tepat pada waktunya.Marilla sedang berada di dalam kebun buah buahan sambil memetik sepanci penuh buah apel musim panas ketika dia melihat Tuan.!" Benar sekali. Untuk mengatasi kesakitan dari lukanya.” " Aku seharusnya telah menduga sebelumnya bahwa kamu akan pergi dan melakukan hal seperti ini ketika aku mengijinkan mu pergi ke pesta itu. ketika Marilla naik keatas loteng timur. Tapi sekarang dia tahu dan terburu-buru menuruni lereng dengan heboh karena baginya Anne sangat berharga lebih dari apapun diatas bumi ini. " Ucap Marilla. Barry berjalan melewati jembatan panjang dan mendaki lereng. dimana seorang anak perempuan pucat pasi terbaring lemah. dan baringkan dia di sofa. dia ingin dia telah mati pingsan. Dia telah mengakui bahwa dia menyukai anne—Tidak setuju menyebutnya Suka. yang kepalanya terkulai lemah pada bahunya. Mendadak tikaman ketakutan menyerbu seluruh hatinya dia menyadari betapa anne begitu berarti untuk dirinya. anak telah meninggal dan pingsan. Marilla. anne mempunyai satu keinginan lagi untuk di kabulkan. lebih pucat dan terguncang dibandingkan dengan marilla aslinya. " Tuan. masuk akal telah selama bertahun-tahun. yang gelagapan dalam gelap dan mulai menyalakan lampu. Untung saja hanya mata kaki ku yang keseleo. Matthew. Mata kaki anne remuk/patah. 151 . menemukan bahwa luka yang terjadi ternyata lebih serius daripada yang mereka kira. apa yang telah terjadi pada nya?" dia terengah-engah.

" Namun kamu mempunyai mental yang kuat.” ucar anne. “ " Bukankah baik karena aku memperoleh khayalan seperti itu?”Ucap anne. baik. tapi seperti yang kamu katakan. kata marilla. marilla. Sama sekali tidak menyenangkan jatuh pingsan. tak diragukan lagi. Karena itu sekarang. Dan aku pikir aku sudah mendapat hukuman yang sangat banyak sehingga kamu tidak perlu marah pada ku. Tapi apa yang akan kamu lakukan marilla. Anne mengeluh . Jika saja aku bisa menyalahkan seseorang itu akan membuat aku merasa jauh lebih baik.teman sekolahnya yang mampir menjenguknya dan membawakan bunga –bunga dan buku untuknya dan menceritakan semua kenakalan-kenakalan yang terjadi di dunia Avonlea. Aduh. Tapi aku akan mencoba untuk menanggung semuanya dengan berani jika saja kamu tidak marah padaku. Mustahil seperti itu !" Ucap Marilla. aku tidak marah. Marilla. " aku berharap hal itu bisa membantu aku melalui waktu-waktu yang berat ini dengan baik sekali. Dan selama tujuh minggu berikutnya merupakan hari-hari yang membosankan. Tapi dia tidaklah semata-mata bergantung pada hal itu.” " baik. Dan dokter sangat menyakiti aku pada saat dia memperbaiki mata kakiku. Dia tidak akan menjadi guru baru lagi pada saat aku sudah mampu kembali pergi ke sekolah. aku benar-benar ditimpa keamatian yang besar. Aku baru saja menyadari bahwa aku tidak bisa meremehkan/mengabaikan Josie Pye. Dan Gil. Sedangkan aku tidak. kira-kira. Dia Pye’s akan membanggakan dirinya dihadapan ku seumur hidupku.setiap orang akan mendahuliui aku di kelas. apa ya marilla?” Seringkali Anne memiliki alasan yang baik untuk membenarkan khayalannya. Apa yang akan dilakukan oleh orang yang tidak memiliki khayalan seperti itu bila tulang mereka patah. 152 ." Dan itulah mengapa kamu harus bersedih untuk ku. kamu akan menderita atas hal itu. Banyak sekali orang yang mengunjungi nya dan tidak ada satu haripun yang terlewatkan tanpa satu atau lebih teman. Aku tidak akan bisa berjalan-jalan selama enam atau tujuh minggu dan aku akan merindukan guru perempuan baru. Jika kamu telah berani berjalan diatas tiang atap rabung?” " Aku seharusnya sudah berada dalam kuburan dan membiarkan mereka ketakutan. “kamu anak yang makang. marilla. setelah semuanya. cobalah untuk makan malam. karena pikiran yang menyatakan bahwa semua ini merupakan kesalahan ku sendiri adalah sangat berat.

sama seperti saat ia ada di pemujaan minggu. aku melihatnya dengan kacamata dan janggut yang telah beruban. sangat mudah untuk membayangkan ibu alan saat ia masih kanakkanak. karena aku merasa dia menyesal karena menantang aku untuk berjalan diatas rabung atap. Dia bisa mengatasi nya jika dia mendapat sedikit masalah. " Sangat tidak menyenangkan berada di tempat tidur terus menerus. ibu alan sudah menjenguk aku sebanyak empat belas kali. Marilla ? pada saat istri seorang pendeta sangat sibuk dan memiliki banyak kegiatan! Dia menjadi orang yang sangat menghibur pada saat menjenguk kamu. lantaran hal itu. bahkan inspektur Bell juga datang untuk menjenguk saya. pada hari pertamanya ketika dia bisa berjalan tapi dengan terpincang-pincang di atas lantai. Sekarang. Jika aku tebunuh dia akan menanggung beban penyesalan yang besar selama hidupnya. Aku mengatakan padanya bagaimana sulitnya aku mencoba untuk membuat doa pribadi ku menjadi menarik Ia menceritakan pada ku saat pergelangan kakinya patah sewaktu dia masih kanak-kanak. pada saat dia menjenguk aku.hal menarik mengenai guru baru itu." Semua orang telah begitu baik dan ramah. Lynde selalu mengatakan padaku. Aku menerimanya se-sopan mungkin. Ketika aku mencoba membayangkan dirinya sebagai anak laki-laki. Bukankah itu suatu hal yang patut dibanggakan. dia tidak pernah mengatakan padamu bahwa itu merupakan salah mu sendiri dan dia berharap kamu menjadi anak yang perempuan yang lebih baik. tentu saja : tapi aku masih menyukai dia dan aku sangat menyesal karena aku pernah mengkritik caranya berdoa. Kamu bisa mengetahui berapa banyak teman yang kamu punya. Meski bukan satu keluarga roh.Tapi aku akan sangat gembira ketika aku sudah dapat pergi kesekolah lagi karena aku telah mendengar hal. 153 . hanya saja ia telah terbiasa mengatakan doa-doanya seakanakan dia tidak benar-benar bermaksud atas doa-doa itu. dan dia mengatakan padaku dengan cara yang membuat aku merasa bahwa dia berharap aku bisa menjadi anak perempuan yang lebih baik tapi dia sungguh tidak percaya bahwa aku akan menjadi anak perempuan yang lebih baik. Aku memberinya sebuah papan petunjuk. dan dia benar-benar seorang lelaki yang baik. hanya saja ia kecil. tapi ada sisi baiknya juga. Marilla. marilla. Dia mampir setiap hari untuk menghibur kesedirian ku. Semua anak-anak berpendapat bahwa guru itu sangat manis. Diana merupakan sahabat yang sangat setia. keluh anne dengan senang. Bahkan khayalanku memiliki batasan. Aneh sekali rasanya mengetahui bahwa inspektur Bell pernah menjadi seorang anak-anak. Aku percaya sekarang kalau dia sungguh-sungguh dalam berdoa. karena aku tidak bisa membayangkan HAL itu. Bahkan josie pye datang menjenguk aku. Mengapa. Nyonya.

Anne. Bau tajam mengilhami hati seorang gadis kecil untuk melakukan perjalanan. 154 ." said Marilla. dengan pagipagi yang sendu disaat lembah-lembah dipenuhi dengan kabut tipis seolah-olah roh musim gugur telah merasuki mereka sehingga matahari harus mengalirkanpermata-permata. anne”ujar Marilla. mutiara. dengan cepat dan sepenuh hati ingin pergi kesekolah. Josie Pye mengatakan dia membencinya tapi itu hanya karena josis memiliki sedikit khayalan. Dan pada jumat siang yang tidak ada hafalan nona stacy membawa mereka semua ke hutan untuk hari ’Alam’ dan mereka mempelajari mengenai bunga. tidak mirip seperti siput. untuk jumat depan. "and that is that your fall off the Barry roof hasn't injured your tongue at all. Dia berpakaian dengan indahnya. pakis dan burung-burung. Diana adan Rubby Gillis dan Jane Andrew sedang mempersiapkan sebuah dialog. Setiap hari jumat siang dia memberikan hafalan dan setiap orang harus mengatakan sepatah kata atau ikut ambil bagian dalam sebuah dialog. Hidup sangat menyenangkan. Dan merupakan hal yang sangat menggembirakan bisa kembali lagi pada bangku kecil coklat disamping Diana. Tapi saya pikir itu sangat bagus dan aku percaya bahwa nona stacy itu merupakan keluarga se-roh. Alangkah indahnya memikirkan hal itu." " Ada satu hal sederhana yang patut diperhatikan. "There's one thing plain to be seen. perak. yang berjudul ’Kunjungan Pagi’.Nona Stacy Dan Para Murid nya Membuat Pertunjukan Sudah bulan oktober lagi ketika anne telah siap untuk kembali ke sekolah— Oktober yang agun. dan gelmebung lengan bajunya lebih besar dari siapapun di Avonlea.Diana bilang dia memiliki rambut bergelombang yang sangat indah dan mata yang sangat mempesona.” dan itu adalah bahwa jatuhnya kamu dari atap milik keluarga barry tidak melukai lidah mu sama sekali. Anne menarik napas panjang kebahagiaan selagi dia meraut pensil nya dan kemudian mengatur kartu-kartu gambarnya di atas meja tulisnya. bunga mawar dan kabut-biru." BAB XXIV . semuanya tampak kemerahan dan keemasan. Embun yang begitu tebal menyelimuti sehingga bukit-bukit seolah memakai kain perak dan setumpukan daun-daun didalam cekungan lembah berdesir-desir karena dilewati oleh potongan kayu kecil. dengan ruby gillis yang mengangguk keseberanga gang dianatara bangku dan carrie Sloane melemparkan catatatan serta Julia Bell menemepelkan “kunyahan” permen karetnya kebelakang tempat duduk. Nonya Lynde mengatakan bahwa dia tidak pernah mendengar hal seperti itu pernah dilakukan dan itu semua terjadi karena guru perempuan tersebut. Dan setiap pagi dan sore anak-anak melakukan senam kebugaran tubuh.

Pada saat dia melafalkan namaku aku merasakan DENGAN SENDIRINYA bahwa dia melafalkannya dengan E. Ruby gillis mengatakan padaku pada saat kami berjalan pulang. Kami harus menulis karangan-karangan pada kunjungan lapangan siang kamu dan tulisan ku merupakan yang terbaik. " Kata Nyonya. bahwa cara aku mengatakan bait. Nona Stacy merupakan seorang wanita muda yang simpatik dengan hadiah kemenangan yang menggembirakan dan memperoleh kasih sayang dari muridmuridnya serta menggali hal-hal tebaik dari murid-muridnya baik secara mental maupun moral." ucap Anne dengan bersemedi. ’dia berkata. Aku melakukannya dengan sepenuh jiwaku.” kata marilla. Kami melakukan hafalan siang ini. marilla. Aku tahu aku tidak akan mampu membuat darah mu beku. Itu tidak akan menjadi sangat menyenangkan seperti seharusnya pada saat seluruh sekolah penuh sebelum kamu dihukum gantung dan mengucapkan kata-kata dengan terengah-engah.”Sekarang demi kekuasaan ayahku. “ Aku ingin tahu apa alasan Nona Stacy menyarankan hal itu.Dalam diri Guru yang baru dia menemukan teman yang sesungguhnya dan yang sangat menolong. di luar gudang. Dia merupakan wanita terhormat dan memiliki suara yang bagus.” " baiklah kalau begitu.’membuat darahnya beku. " Tentu saja aku akan melakukannya. " Aku mencintai Nona Stacy sepenuh hatiku. lapangan siang merupakan hal yang bagus.” anne menerangkan.”usul mathew. " itu untuk kunjungan lapangan siang kami. marilla.’selamat tinggal kekasihku. Anne berkembang seperti sebuah bunga dibawah pengaruh yang berfedah ini dan membawanya kerumah untuk membuat matthew dan Marilla yang kritis kagum dengan cerita-cerita bersemangatnya mengenai pekerjaan sekolah dan angan-angan.” " Tetapi kami menginginkan sebuah sarang burung gagak untuk pelajaran alam. Ratu Rakyat Scotlandia’. Aku berpikir seandainya saja kamu berada disana untuk mendengar puisi ku ’Mary. 155 . Lynde darahNya menjadi beku melihat anak laki-laki memanjat hingga kepuncak pohon besar pada bukit Bell untuk mengambil sarang burung gagak jumat lalu. Dan Nona Stacy menjelaskan segalanya dengan sangat indah. kamu mungkin perlu mendeklamasikannya pada ku suatu waktu. ” tapi aku tidak akan bisa melakukan itu dengan sangat baik. aku tahu.

kamu sebaiknya membiarkan gurumu yang mengatakan hal itu. juga. Murid-murid bersatu dan semuanya berseru senang terhadap rencana ini. Itu akan menjadi sangat romantis. tapi seseorang haruslah sangat baik untuk menjadi penginjil. Nona stacy menerangkannya dengan sangat jelas. " Tetapi BENAR itu yang dikatakannya. Bagaimana mungkin aku menyombongkan diri. untuk tujuan mulia membantu pembayaran gedung sekolah. aku tidak akan pernah menjadi ahli dalam bidang itu dan aku menyakinkan kamu bahwa itu merupakan pantulan dari rendah hati. Hal itu adalah bahwa pelajar-pelajar di Avonlea harus mengadakan sebuah pertunjukan dan melaksanakannya di Hall pada malam Natal. Bukankan sangat baik untuk menjadi luar biasa dan memiliki karangan mengenai kamu setelah kamu meninggal? Aduhai.” "Memajukan omongkosong!" ucap marilla. Tapi tetap saja. Marilla. Aku kira nanti setelah aku dewasa aku akan menjadi perawat yang terlatih dan menemani Palang merah menuju lapangan pertempuran sebagai pembawa pesan pengampunan. namun dia terhambat oleh ketidaksetujuan marilla. aku sangat senang menjadi luarbiasa. Dan dari semua pemain sandiwara yang terpilih tidak ada satupun yang begitu bersemangat seperti Anne Shirley. jika aku tidak pergi sebagai penginjil asing. yang melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan jiwa. Itu. dan itu akan menjadi sandungan. Dan sungguh aku tidak menyombongkan diri mengenai hal itu. persiapan untuk acara dimulai dengan segera. ”gerutu marilla. ”aku tidak setuju bila anak-anak membuat pertunjukan dan latihan perlombaan. tapi minggu depan kami harus menulis sebuah karangan mengenai beberapa orang yang luar biasa.” 156 . yang sejujurnya berpendapat itu semua adalah omong kosong. sementara aku adalah orang bodoh dalam pelajaran geometri? Meskipun aku benar-benar memuali untuk mendalaminya sedikit. Tapi aku senang menulis karangan. ”tu hanya akan mengisi kepalamu dengan omong kosong dan membuang-buang waktu yang seharusnya digunakan untuk pelajaran kalian. Kita juga harus berlatih kesopanan jasmani setiap hari. Kebanyakan nona stacy membiarkan kami untuk memilih pokok bahasan kami sendiri. Menurut Marilla itu semua hanyalah ketololan. Sangat sukar memilih diantara begitu banyak orang-orang luar biasa yang pernah hidup." Sombong bila kamu yang mengatakan seperti itu. Itu akan membuat mereka sombong dan lancang serta gemar keluyuran.. Mereka akan membuat kamu lemah gemulai dan memperhatikan mengenai pencernaan. juga. Tetapi semua hafalan jumat dan kunjungan lapangan siang serta peliukan budaya jasmani dibatasi sebelum sebuah project yang nona stacy kemukakan di bulan November.

Aku harus melakuan rintihan yang menghancurkan hati dalam salah satu pertunjukan nanti. Kami akan mengadakan 6 paduan suara dan Diana akan menyanyi secara solo(tunggal). semuanya mengenakan pakaian putih dengan rambut yang berjela-jela. Aku harus memiliki rangkaian bunga mawar putih pada rambutku dan rubby gillis akan meminjamkan aku sandalnya karena aku tidak punya sandal sendiri. dan aku harus membawakan 2 deklamasi puisi. Marilla. Jane Andrews diharapkan untuk menjadi ratu peri dan aku menjadi salah satu palayan kehormatannya. bisakah kamu??khusunya dengan sepatu tembaga? Kami akan menghias aula dengan tumbuhan merambat dan slogan-slogan pada pohon cemara dengan bunga mawar dari kertas tissue berwarna merah muda didalamnya. sembari emma white memainkan sebuah mars dengan piano. bukankah merupakan hal yang bagus jika kamu bisa menggabungkan patriotisme dan kesenangan. Josie Pye dongkol karena dia tidak mendapatkan peran dalam dialog yang diinginkannya. Anak laki-laki juga akan memiliki satu dialog. Aku menggigil bila aku berpikir mengenai hal itu. Dan kami semua akan berbaris berdua-dua setelah penonton duduk. Oh. Marilla.” " Curang! Dengan mengatakan ada sedikit sifat patriotisme di dalam pikiran kamu. Dan terakhir sekali kami akan menampilkan Tablo—’kesetiaan. Kamu tidak dapat membayangkan seorang peri memakai sepatu boot.” Tapi cobalah pikir manfaatnya. harapan dan kemurahan hati’. Jangan gusar jika kamu mendengar aku sedang merintih. Aku akan bermohon.”bela anne. Diana dan Rubby serta diriku harus akan berada dalam tablo itu. Marilla. tapi itu sensasi getaran yang menyenangkan. Tentu saja sudah pasti menyenangkan bisa membuat konser. Aku akan berlatih hafalan ku di loteng. Dan sungguh sukar untuk membuat suatu rintihan/erangan artistik yang bagus. yang kamu inginkan hanyalah waktu bersenag-senang. kamu tahu. aku tahu kamu tidak begitu antusias seperti aku. siapakah yang pernah mendengar ratu peri se-gemuk JOSIE? Ratu peri harus ramping/langsing. tapi aku tidak membiarkan diriku ambil pusing dengan apa yang dikatakan josie. marilla. Aku akan berada di dalam 2 dialog—‘Masyarakat yang tertindas fitnah’ dan ”ratu peri”. Itu sungguh menggelikan. Seorang peri harus mempunyai sandal. “ " Tapi baiklah. Josie bilang dia berpikir peri berambut merah sama menggelikannya dengan peri yang gemuk. dengan kedua tanganku mendekap—begitu—dan kedua mataku terangkat. Tapi tidakkah kamu berharap bahwa anne kecil mu ini akan membedakan dirinya sendiri dari yang lainnya?? 157 . Dia ingin menjadi RATU PERI. ”Sebuah bendera akan memperkuat semangat patriotisme.

aku berpendapat itu akan menjadi pertunjukan yang bagus. Mereka tidak melihat mathew. Lalu duduk di sudut kotak kayu untuk melepas sepatu boot beratnya. Tertawa-tawa dan bercakap-cakap dengan gembira.. " baiklah sekarang. Anne membalas senyumnya. rintihan dan tablo. ”memanjakan Anne”—yang merupakan ucapan marilla—sebanyak yang ia suka." Semua yang aku harapkan adalah agar kamu bertindak sebagaimana diri kamu sendiri. yang bersembunyi dengan malu dibelakang kotak kayu dengan satu 158 . di senja sore pada bulan desember yang kelabu dan dingin.Mathew Bersikeras dengan Lengan Gelembung Matthew segera akan melewati waktu sepeluh menit yang buruk. tak sadar bahwa anne dan rombongan teman-teman sekolahnya sedang mengadakan latihan ” RATU PERI” di ruang tamu. “ ucapnya. tersenyum pada wajah kecilnya yang riang dan penuh semangat. dia merasa bebas untuk.” Anne mendesah dan membawa dirinya kepelataran belakang. Itu semata-mata merupakan tugas marilla. Segera mereka datang dengan bergerombolan melewati aula dan keluar menuju dapur. Terkadang hal itu harus dikerjakan sekadarnya dengan hati-hati dalam dunia ”pendidikan”.. Dan aku berharap kamu akan memenuhi kewajiban kamu dengan baik. Dia masuk ke dapur. Karena dia tidak harus seperti itu.jika itu menjadi tugasnya dia akan sering merasa khawatir mengenai pertentangan antara kecenderungan hati dan mengatakan kewajiban. BAB XXV. dan sepertinya suatu keajaiban bagi lidahmu itu bahwa ia tidak pernah bersih setelah lelah berceloteh. Mereka berdua bersahabat erat dan matthew sering sekali berterimakasih berkali-kali pada perannya sebagai sahabat dan bahwa dia tidak bertanggung jawab untuk mendidik anne. Aku akan tulus gembira ketika semua hal-hal remeh yang membuat repot ini selesai dan kamu telah bisa duduk dengan tenang. Namunpun begitu hal itu bukanlah merupatkan suatu tindakan yang sangat buruk betapapun. Kamu bagus untuk hal yang sia-sia sekarang kepala kamu telah terisi penuh dengan berbagai macam dialog. dimana suatu bulan baru muda sedang besinar melewati dahan-dahan pohon poplar yang tak berdaun dari langit barat yang berwarna hijau apel. anne bertengger di atas suatu kayu dan menceritakan mengenai pertunjukan kepada mathew yang tentu saja setidaknya menjadi pendengar yang simpatik dan menghargai dalam hal ini. hanya sedikit ”penghargaan”. dan disana ada Mathew yang sedang membelah kayu.

dan lebih besar. bahkan seorang matthew yang pemalu. Dan apa yang membuat matthew cemas adalah perbedaan itu mengesankan padanya sebagai hal yang seharusnya tidak terjadi/ada. dan pernak-pernik yang lebih bagus dibanding dengan yang lainnya. Matthew merasa. lebih banyak pada kejijikan marilla. Marilla selalu membuatnya berpakaian sederhana. dia rasa. bergandengan tangan. kedua mata yang lebih berbinar. Setelah dua jam merokok dan berefleksi keras Matthew sampai pada suatu penyelesaian dari masalahnya. jalan setapak sukar yang dingin dan anne telah menenggelamkan dirinya dengan buku-bukunya. Jika Matthew mengenal bahwa hal seperti itu dikenal dalam dunia mode pakaian dia akan melakukan hal itu. Dia meminta bantuan pada rokok pipa nya agar sore itu membantu dirinya untuk mempelajari hal itu. pakaian-pakaian gelap. akan cukup yakin untuk mengendus dan berkomentar dengan penuh cemoohan bahwa satu-satunya perbedaan yang dia lihat antara anne dengan anak-anak perempuan lainnya adalah bahwa mereka kadang-kadang menjaga lidah mereka agar diam sementa anne tidak pernah melakukannya. tidak perhatian telah belajar untuk memperhatikan hal-hal ini. dan dia mengawasi mereka dengan malu-malu untuk selama sepuluh menit yang tersebut diatas selama mereka meletakkan topi dan jaket-jaket dan bebincang mengenai dialog dan pertunjukan itu. Anne mempunyai wajah yang lebih cerah. Namun dia cukup yakin bahwa lengan baju anne tidak sama seperti lengan baju yang dipakai oleh gadisgadis lainnya. Anne berdiri diantara mereka. 159 . Hal ini.—dan dia heran kenapa marilla selalu membuat gaunnya sederhana dan seadanya saja.sepatu boot di tangannya dan bootjack ditangan lainnya. Matthew tidak bisa menyampaikan hal itu pada Marilla. namun perbedaan yang mengganggu dirinya tidak mengandung kehormatan. Dia kembali mengingat sekelompok anak-anak gadis yang dia lihat mengelilingi anne sore itu—semuanya gembira dengan ikat pinggang merah dan biru dan merah muda dan putih. Anne tidaklah berpakaian seperti anak-anak perempuan yang lain! Semakin Matthew memikirkan perihal itu semakin yakin dia bahwa Anne itu tidak pernah berpakaian seperti gadis-gadis yang lain—tidak pernah sejak dia datang ke Rumah Berdinding Hijau. yang. tapi matthew tiba-tiba sadar bahwa ada sesuatu dari dirinya yang membuatnya berbeda dari teman-temannya. semuanya dibuat dengan pola yang sama persis dan tidak bervariasi. Lalu mengandung apa? Matthew masih dihantui oleh pertanyaan ini lama setelah para gadis-gadis itu pergi. Tidak akan banyak menolong. dengan mata berbinar dan bergelora seperti mereka.. sepanjang jalan.

meletakkan pipa rokoknya dan mulai tidur. 160 . Matthew. dengan tujuan untuk dapat melewati yang terburuk dan selesai dengan hal itu. Karena ia tahu bahwa keluarga curthbert selalu pergi ke toko milik William blair. yang merupakan keponakan dari istrinya dan sungguh anak perempuan yang bergaya. Natal hanya tinggal dua minggu lagi.. Marilla mengetahui yang terbaik dan Marilla yang membesarkannya. dimana Samuel atau anak laki-lakinya akan melayani dirinya. tapi dalam perihal yang seperti sekarang. juga telah memperkerjakan seorang pegawai perempuan juga. sedangkan marilla membuka semua pintu dan membiarkan udara masuk kerumah.Tentu saja. Segera pada sore berikutnya Matthew pergi sendirian ke carmody untuk membeli pakaian. Maka dari itu ia akan pergi ke toko milik Lawson. Dia berpakaian menor dan mengenakan beberapa gelang rantai yang gemerlapan dan berbunyi gemerincing setiap tangannya bergerak. Dia dapat berbicara dengan mereka ketika dia mengetahui persis apa yang dia inginkan dan bisa menunjuknya. Tapi sebenarnya pastilah tidak akan membahayakan membiarkan anak memiliki satu baju yang cantik—sesuatu yang seperti yang selalu dikenakan oleh Diana Barry Matthew memutuskan bahwa ia akan memberi anne satu . matthew merasa ia harus memastikan bahwa orang yang dibelakang counter haruslah seorang laki-laki. tidak ada siksaan berat dari beramah tamah. dan gelang-gelang itu benar-benar merusakkan akalnya. dalam rangka mengembangkan usahanya. mata coklat bulat yang besar. Ada beberapa hal yang dapat Matthew beli dan membuktikan diri sebagai penawar yang pandai sekali. Nah itu dia. dengan nafas pebuh kepuasan. Sebuah pakaian baru yang indah akan segera menjadi benda untuk hadiah. membutuhkan penjelasan dan konsultasi. hal itu lebih karena suara hati untuk mengikuti mereka sama seperti untuk menghadiri gereja Presbyterian dan memilih kaum konservatif. Itu semua adalah benar. dia merasa yakin. Matthe sangat bingung melihat perempuan itu disana. yang tentu saja tidak dapat ditolak sebagai tindakan yang tidak dibenarkan dalam mencampuri urusan orang lain. tinggi. Tapi putri William blair sering melayani pelanggan disana dan matthew merasa sangat takut dengan mereka. Astaga! Matthew tidak mengetahui bahwa Samuel. tapi ia tahu dia akan bergantung pada kemurahan hati si penjaga toko bila dia datang untuk membeli pakaian anak perempuan. alasan yang tidak dapat diduga harus dilayanani dengan cara demikian juga. dan dengan senyum yang lebar. Mungkin karena beberapa alasa bijaksana. Setelah banyak menimbang akhirnya Matthew memutuskan untuk pergi ke toko milik Samuel Lawson daripada ke toko milik William Blair.

" Apakah kamu punya satu—satu--satu--baiklah sekarang. Tuan Curthbert?”matthew mencoba mengumpulkan keberaniannya dan menjawab. " Kita hanya menjual orang-orangan sawah di musim semi. yang disangsikan Nona Harris dengan sabar. ”Selama perempuan itu tidak ada matthew mengumpulkan pikiran sehatnya untuk usaha yang lain.” Nona Harris telah mendengar bahwa matthew Cuthbert disebut sebagai orang aneh. katakan dimana penggaruk kebun?” Matthew gagap. Sesampainya di ambang pintu ia teringat bahwa dia belum membayar dan ia memutar balik. tentu-tentu saja—seperti yang anda katakana.” " Oh.” " warna putih Atau warna merah?”tanya nona harris dengan sabar.”matthew tergagap tidak senang. " Aku yakin kami masih punya satu atau dua lagi yang tersisa. ”well sekarang. Aku akan memeriksanya.”penggaruk kebun itu ada di lantai atas di ruangan peralatan penebangan kayu. merampas penggaruk dan menuju pintu. " well sekarang—jika tidak terlalu banyak masalah—aku juga butuh—itu—aku butuh -----gula. Nona Harris terlihat agak terkejut. ”jawab dia. mengetik mesin penghitung dengan kedua tangannya. mendengar seorang laki-laki mencari penggaruk kebun di pertengahan bulan desember. Sembari Nona haris sedang menghitung uang kembaliannya matthew mengerahkan kembali kekuatannya untuk sebuah usaha akhir yang nekat. aku juga butuh —aku juga mengambil—itu—itu—membeli beberapa-beberapa orang-orangan sawah . mungkin juga sangat terkejut. 161 . Pada saat nona harris kembali dengan membawa penggaruk dan menanyakan dengan gembira: ” apa ada butuh yang lain lagi malam ini. Tuan Curthbert?”tanya Nona Lucilla Harris. " Kita tidak punya persediaan saat ini. sekarang dia menyimpulkan bahwa tuan curthbert sangat gila." Apa yang bisa saya bantu sore ini. cepat dan menyenangkan. karena kamu menyarankannya.” terang dia dengan angkuh.

" Gula merah!" seru Marilla. tapi dia memberikan gula itu kepada marilla. dan perempuan baik itu dengan segera mengambil alih masalah yang mengusik laki-laki itu. dengan butirbutir peluh yang memenuhi dahinya. karena tidak ada perempuan lain lagi di avonlea yang berani matthew tanyai sarannya. Aku akan pergi ke Carmody besok dan aku akan memilihnya. sambil menunjuk yang membuat gelangnya bergoncang. Jerry sudah pergi dan aku sudah tidak membuat kue itu lama sekali. " MeMilih satu pakaian untuk kamu berikan pada anne? Tentu saja aku akan. Dia pergi menjumpai nyonya Lynde. tapi menurutnya dia pantas mendapatkannya karena dia sudah melakukan bid’ah perjalanan ke toko asing.”ucap matthew. Dan marilla bukanlah orangnya. ” ucap matthew. Aku percaya campuran warna coklat cocok buat anne.” " aku akan—aku akan membeli dua puluh pon. Hanya jenis itu yang kami punya. Sesudah mengemudi hingga separuh jalan menuju rumahnya Matthew akhirnya kembali menjadi dirinya sendiri. "Kenapa banyak sekali? Kamu tahu tidak pernah menggunakannya kecuali untuk membuat bubur pesanan orang atau kue buah coklat. Setelah sampai di rumah dia menyembunyikan penggaruk di gudang peralatan. 162 . aku akan memberikan penilaian ku kemudian. ” " Aku—Aku pikir itu mungkin berguna membebaskan dirinya. Itu tadi merupakan pengalaman yang sangat mengerikan. Apakah kamu punya sesuatu yang khusus dalam benak mu? Tidak ? well." Oh--Well sekarang--merah. suatu waktu. Dia ingat hanya Nyonya Lynde. Ini bukan gula yang bagus." ucap matthew dengan lemah " Ada satu tong disana.” ucap nona harris. Ketika akhirnya matthew berpikir mengenai masalah yang harus dia selesaikan dia memutuskan bahwa seorang wanita diperlukan untuk mengatasai situasi ini. Matthew merasa yakin bahwa dia akan menghalang-halangi proyek ini segera. dan juga—ini kasar dan gelap—William Blair tidak biasanya menjual gula seperti itu. dan William blair memiliki beberapa gloria baru yang benar-benar cantik.

Aku mengira dia mencoba untuk menanamkan semangat kerendahan hati dalam diri anne dengan mewarisi anne cara berpakaiannya. Meskipun demikian aku harus menutup mulutku. itulah mengapa.Barangkali kamu menginginkan aku mengepaskannya juga untuk anne. Aku akan membuat baju itu pas buat keponakanku. meskipun dia sangat tidak percaya dengan penjelasan diplomastis Nyonya Lynde yang mengatakan bahwa 163 . Nyonya Lynde berkata pada dirinya sendiri setelah matthew pergi: " akan benar-benar puas bila melihat anak miskin itu mengenakan sesuatu yang pantas untuk sekali waktu. sampai malam hari natal tiba.” ucap matthew. Tetapi darah daging tidak datang seperti aritmatika dan disitulah letak kesalahan marilla curthberth. tapi apakah itu ia tidak dapat menerkanya. Jika aku tidak meminta terlalu banyak aku—aku ingin lengan nya dibuat dengan cara yang baru. Kamu tidak perlu cemas mengenai itu lagi. aku seringkali mengatakan padanya selusin kali bahwa dia terlalu sederhana. Aku suka menjahit. Aku menurut saja. ketika nyonya Lynde membawa pakaian baru itu.” " baiklah Sekarang. karena aku bisa melihat marilla tidak ingin nasihat dan dia berpikir dia lebih banyak tahu bagaimana cara mengurus anak-anak dibanding aku karena dia perempuan tua. mengingat bahwa jika marilla yang melakukannya anne mungkin akan merekareka sebelum waktunya dan merusakkan kejutan itu? Baiklah. Cara marilla memakaikan baju nya sangat menggelikan. biar aku yang akan melakukannya. dan selebihnya akan berjalan dengan benar. tapi itu lebih seperti menanamkan kecemburuan dan ketidakpuasan.” ucap Nyonya. Tidak.” Marilla mengetahui bahwa selama dua minggu berikutnya ada sesuatu dalam benak matthew. Tetapi selalu ada jalan. Tetapi sepertinya mereka tidak pernah berpikir itu semua semudah dan sesederhana Tiga Peraturan---hanya tetapkan tiga syarat kamu yang mengikuti perkembangan jaman. karena dia dan anne bentuk badan mereka sama seperti dua kacang polong kembar. Masyarakat yang sudah membesarkan anak-anak mengetahui bahwa tidak ada metode yang kaku dan mutlak di dunia yang bisa sesuai untuk setiap anak. matthew.” dan –dan – aku tidak tahu---tapi aku ingin—aku pikir mereka membuat lengan yang berbeda saat ini daripada lengan yang biasa mereka buat. Namun berpikir bahwa matthew memperhatikan hal itu! Laki-laki itu terbangun setelah tertidur selama lebih dari enam puluh tahun.” " Gelembung? Tentu saja. Aku yakin anak itu pasti merasakan perbedaan antara bajubajunya dengan baju-baju anak-anak lain. Marilla menanggapi semuanya dengan sangat baik. itu bukan masalah besar. Jenny gillis. Lynde. Aku akan memperbaikinya hingga sesuai dengan mode terkini/terakhir.

Baiklah.dan ada bau segar diudara yang cerah. Kamu hanya akan membenarkan kesombongan anne. " Selamat Hari Natal. Aku sudah membuatkan untuknya tiga pasang yang bagus. aku nyatakan itu memang cukup. Well. Anne mengintip dari jendela loteng yang membeku dengan mata yang gembira. benarkan ?” katanya sedikit kaku tapi toleran. hangat. Gelembung-gelembung itu terus saja menjadi lebih besar dan lebih menggelikan. “ aku tahu ia akan melakukan suatu ketololan. Marilla! Selamat hari Natal. aku harap setidaknya dia akan merasa puas. " Jadi inilah sebabnya mengapa matthew terlihat sangat misterius dan tersenyum-senyum sendiri selama dua pekan. Ada natal jenis lain yang tidak terlihat sungguhan. adakah? Macam lain Natal tidak nampak riil. pohon birch dan pohon-pohon cherry liar membentuk garis mutiara. Pohon cemara di Hutan angker semuanya berselimut dan menakjubkan. dan sekarang dia sama sombongnya dengan seekor merak. meskipun dia tidak pernah berkata satu patahpun mengenai hal itu semenjak dulu. matthew.dia yang membuat baju itu karena matthew takut bahwa anne akan mengetahui kejutan itu bila marilla yang membuatnya. dimalam sebelumnya cukup banyak salju yang turun perlahan-lahan untuk merubah avonlea. tanah-tanah yang dibajak berundak-undak dengan dipenuhi salju. mengerjakan itu? 164 . Bahan yang ada di lengan-lengan itu saja cukup untuk membuat ikat pinggang. Anne berlari menuju lantai bawah sambil bernyanyi hingga suaranya menggema di seluruh rumah hijau. harus ku katakan bahwa aku pikir anne tidak perlu pakaian apapun lagi. dan kalaupun ada yang lain itu hanya pemborosan belaka. Tahun depan sesiapapun yang memakai mereka harus melewati pintu dengan cara menyamping. Matthew! Bukankah ini natal yang indah? Aku senang sekali hari ini serba putih. Itu merupakan bulan december yang paling lembut dan orang-orang sudah menanti-nanti natal hijau.” Pagi Natal membuat dunia menjadi indah dengan warna putih. dan dapat digunakan pada musim gugur ini. selama aku tahu dia ingin sekali memiliki lengan baju bodoh itu sejak lengan baju itu menjadi mode. mereka sekarang sama besarnya dengan balon.

aku lebih suka menyenangkan mataku pada pakaian itu. tapi karena matthew sudah memberikannya untuk kamu. dan diatasnya ada dua gelembung cantik yang dipisahkan oleh baris-baris pita sutra coklat yang berjejer. Sungguh telihat jelas sekali bahwa aku tidak akan pernah bisa menilainya jika mereka sudah tidak model lagi sebelum aku memakainya. Aku tidak akan pernah bisa merasa 165 . ini semua seakan-akan mimpi bagi ku. baiklah. Matthew!" Matthew dengan malu membuka pakaian dari kertas pembungkusnya. agar sesuai dengan warna pakaian kamu. Aku pikir kamu tidak perlu baju lagi. tapi meskipun demikian pandangan yang terlihat dari sudut matanya terlihat agak tertarik. " Sarapan terlihat sangat biasa pada saat yang sangat menggairahkan seperti itu. " mengapa—mengapa—anne. Ini ada pita rambut Nyonya Lynde dia meninggalkannya untuk kamu. Wow. Mereka tidaj hijau--. alangkah indahnya—gloria berwarna coklat lembut dengan permukaan sutera yang halus. Karena tiba-tiba Anne berlinangan air mata. dengan sedikit renda tipis di lehernya.Aku tidak suka natal hijau. ikat pinggan yang terjahit rapi dengan cara yang sangat modern. ”Matthew. " Itu adalah hadiah natal untuk kamu Anne. tidak kah kau menyukainya? Baiklah kalau begitu —baiklah . Apa yang membuat orang menyebutnya hijau? Kenapa —kenapa—matthew. Dan kedua lengannya sungguh anggun! Manset bersiku yang panjang. itu sempurna sekali. Aku sangat senang bahwa Lengan baju yang bergelembung masih menjadi mode. ujar Matthew dengan malu-malu. duduklah. jaga baik-baik pakaian itu. Wow. Lihatlah lengan-lengan itu! Aduh. rok dengan jumbai-jumbai. warnanya coklat.hanya tidak menyenangkan coklat pudar dan kelabu.”Harus aku katakan. anne. Anne mengambil pakaian itu dan melihatnya dengan terpana. “sela marilla. mari kita sarapan dulu.” " Aku tidak tahu bagaimana aku bisa sarapan. membentangkan pakaian itu dan memegangnya sembari melemparkan kerlingan mencela pada marilla.” "Baiklah. aku tidak pernah bisa berterimakasih kepada mu. Ayo kesini. ” ujar anne dengan terpesona. yang berpura-pura meremehkan dengan mengisi cangkir the. adakah itu untuk aku?? Aduh. Matthew!" Anne meletakkan pakaian itu diatas kursi dan mendekap kedua tangannya. " sangat suka! Aduh.

Diana! Dan aduh. ini terlalu banyak. dan buruk sekali bila mendengar seorang peri berjalan terseokseok. kamu mengerti.dan kemudian.cukup puas. Dan aku tidak pernah merasa nyaman lagi melewati hutan angker sekarang-sekarang ini. tapi barang itu datang sesudah hari gelap. Josie Pye akan senang. Aula harus dihiasi dan latihan ulangan terakhir pun dilaksanakan. aku akan berusaha lebih keras setelah ini. Tapi tekadang agak sulit untuk melakukan ketetapan hatimu bila godaan yang sangat menarik datang.” Anne membuka kotak itu dan mengintip kedalam nya. Pertama sebuah kartu dengan tulisan ”Untuk Anne-girl SELAMAT NATAL”." kata Anne . Apakah kamu pernah mendengar hal yang seperti itu?” Semua pelajar Avonlea sedang dihinggapi deman kegembiraan akan hari itu. sepasang sendal anak kecil yang cantik. semalam sehabis latihan Rob wright pulang kerumah dengan gertie pye. sosok gadis kecil yang gembira dalam balutan ulster merah tuanya. " Diana.dan aku selalu bertekad bahwa aku akan menjadi gadis teladan di masa mendatang. " Selamat Hari Natal. Aku bahkan tidak pernah bisa membayangkan yang lebih bagus dari pada itu. ” " Aku sebut itu mujur.”ucap diana dengan terengah-engah. Dan nyonya lynde juga sangat baik karena memberikan aku pita juga.benar sangat baik. melewati jembatan kayu putih di lembah. dengan lengan SEDEMIKIAN. Aku ingin membawa nya tadi malam. Aku punya sesuatu yang sangat bagus untuk ku tunjukkan padamu. Aku merasa bahwa aku harus menjadi anak perempuan yang benar. ini merupakan natal yang sangat hebat. Tante Josephine mengirimi kami satu kotak besar dengan banyak sekali isi di dalamnya—dan ini untuk kamu. Matthew memberikan padaku pakaian terindah. Tapi pada saat seperti ini aku minta maaf karena tidak menjadi gadis teladan. Kamu ingat.” Ucap diana. dan itu suatu berkah. Aku pasti sedang bermimpi. " Di sini—kotak ini. " Oh. Kamu tidak perlu meminjam sandal Rubby sekarang. kerena ukuran sendalnya 2 kali lebih besar untuk kamu. 166 . Anne berlari cepat-cepat menuruni lereng untuk menjumpainya. Tapi meski pun demikian tetap saja.” " Aku punya seseuatu yang lebih baik untuk kamu. ” Pada saat sarapan yang biasa itu telah selesai Diana muncul. dengan jari-jarinya dihiasi manik-manik dan gundukan sutra serta kait yang berkilauan.

tuan allan akan megirimkan uang itu ke rekening charlottetown. Bukankah ini suatu malam yang indah?”desah anne. semua pemain sandiwara melakukan tugasnya dengan sangat sempurna. " Aku melihat Nyonya. Rasanya senang sekali sudah menyentuh hati seseorang. Tapi kemudian aku mengingat lengan baju gelembung ku yang indah dan memberanikan diri. ketika acara telah selesai dan diana dan dirinya sedang bersama-sama berjalan pulang dibawah langit yang gelap dan dipenuhi bintang. Sloane tua sedang menyeka air matanya ketika aku duduk. dan suaraku nampaknya berasal dari tempat yang sangat jauh. Puisi yang sedih itu sungguh bagus. apakah kita akan benar-benar melihat nama –nama kita pada print itu? Solo kamu sangat menawan. " Oh.” aku terka kita sudah mengumpulkan sebanyak 10 dollar. anne. Aula kecil itu penuh sesak.” 167 . dan sejenak aku merasa aku yakin bahwa aku tidak mampu untuk memulainya sama sekali. " Segalanya berjalan dengan baik sekali. Diana. Diana aku tadi sangat gugup. ketiak Tuan allan memanggil namaku aku sunnguh tidak bisa mengatakan bagaimana aku bisa berdiri pada panggung. Diana. tentu saja. tidak berani menyangkal.’itu adalah teman karibku yang sangat dihormati. Aku merasa seolah-olah satu juta mata sedang memperhatikan aku dan menembus diriku. benar kan? Aduh." diana meyakinkan. Apakah aku merintih dengan baik? " " Ya. Kamu ingat. Puisi-puisi mu membuat hadirin gembira.diana.aku tahu bahwa aku harus berbuat sesuai dengan lengan baju itu. bila tidak aku tidak akan bisa melakukannya. tentu saja itu merupakan kesempatan yang sangat mengesankan.” " well. ucap diana praktis. meskipun cemburu.” Aku merasa lebih bangga daripada ketika kamu lakukan pada latihan ulangan.Pertunjukan jatuh pada malam hari dan dinyatakan sukses. Untungnya aku sering sekali berlatih puisi itu diatas loteng. Aku merasa seperti burung beo. Aku berkata pada diriku sendiri. Ambil bagian di dalam pertunjukan itu sangat romantis.” " Aduh. josie pye. Jadi aku memulainya. tapi anne menjadi bintang istimewa pada acara itu. ” " oh ya. rintihan kamu bagus.

dan itu membuat anne kelihatan sangat tinggi. ” well sekarang. Tapi belum ada yang perlu dikatakan setelah satu atau dua tahun kedepan. Aku sudah begitu mempertentangkan rencana pertunjukan ini.” " Masih banyak waktu untuk memikirkan hal itu. Yah. Benar disana. namun aku tidak akan mengatakannya padanya seperti itu. dan dia juga sangat baik . Kita harus mempertimbangkan apa yang bisa kita lakukan untuk nya dimasa mendatang.” " baiklah Sekarang. Malam itu Marilla dan matthew yang untuk pertama sekalinya selama dua puluh tahun pergi menghadiri pertunjukan. ”hal-hal sepert itu akan lebih baik untuk dipertimbangkan masak-masak. Meskipun malam ini menyadarkan aku bahwa dia sudah tumbuh menjadi remaja. Nyonya Lynde membuat pakaian itu sedikit lebih panjang. Tunggu sampai aku ceritakan padamu.memang. ucap marilla.” " baiklah Sekarang. Ketika kamu berlari dari podium setelah dialog peri salah satu mawar jatuh dari rambutmu. aku bangga dengan Anne malam ini. Aku melihat Gil memungutnya dan meletakkannya di katung dadanya. tapi setelah aku melihat aku tidak merasa ada hal yang membahayakan dalam kegiatan ini." Bukankah dialog anak laki-laki bagus?” ucap diana. Apa yang dilakukan oleh orang itu tidak berarti apa-apa untuk ku. Aku marilla. “ ucap anne dengan angkuh.” ucap matthew. Meskipun. duduk sebentar di tungku dapur setelah anne tidur. tapi tidak akan membahayakan untuk memikirkan kembali hal itu berulang-ulang. Bab XXVI – Dibentuknya Klub Cerita 168 .”ucap matthew. Aku sederhananya tidak pernah memboroskan pikiran ku padanya. sama sekali. Matthew. aku bangga padanya dan aku benar-benar mengatakan padanya seperti itu’sebelum dia naik ke lotang. ”dia anak yang cerdas. marilla. diana”. Dia cepat belajar dan menurutku hal terbaik yang bisa kita lakukan untuknya adalah menyekolahkannya ke Queen’s suatu musim. aku tebak Anne kita telah berhasil sebaik temantemannya. Anne aku berpikir cara kamu memperlakukan Gil sangat buruk. dia baru berusia tiga belas tahun bulan maret nanti. Kamu sangat romantis dan aku yakin kamu pastilah senang mengetahui hal itu.Gilberth Blythe bagus. Aku pikir kelak dia akan memerlukan sesuatu yang lebih dari pada hanya sekadar sekolah Avonlea.”Ucap matthew dengan bangga.

pada akhirnya. Pada hari ulang tahun Anne mereka berjalan dengan langkah ringan menyusurinya. Charlie Sloane berkelahi dengan Moody Spurgeon MacPherson. Pastinya. tak lagi duduk di meja yang sama. Tapi mungkin itu hanya karena aku kelelahan. Pasti akan sangat lebih baik menjadi bijaksana. bahwa hidup tak akan pernah persis sama seperti zaman kuno itu. yang bertengkar karena ingin lebih diutamakan di barisan tempat duduk. Bagi Anne khususnya segala sesuatu tampak sungguh sangat datar. tapi aku takut konser-konser akan mengganggu orang dalam kehidupannya sehari-hari. Kurasa karena itulah Marilla tak menyetujuinya. Keadaan seperti itu adalah suatu hal yang bagus—sangat menyenangkan mengenangnya kembali. tapi kau tak pernah tahu. dia tak yakin bisa. konser itu meninggalkan bekas. Itu adalah musim mendingan yang tak seperti biasanya. karena keluarga Bell telah menyatakan bahwa keluarga Sloane terlalu banyak ikut campur dalam acara itu. Lynde bilang tak ada bahayanya aku menjadi salah seorang di antara mereka. Baru saja aku merasa bahwa aku bisa saja tumbuh menjadi bijaksana. dengan tetap 169 . dengan salju yang sangat sedikit hingga Anne dan Diana dapat pergi ke sekolah hampir setiap hari melalui Birch Path. dan keluarga Sloane menjawab dengan pedas bahwa keluarga Bell tak becus mengerjakan hal kecil yang harus mereka kerjakan.Avonlea junior merasa tak betah lagi hidup berdiam dalam keadaan yang membosankan. Terakhir. dan Moody Spurgeon merasa “terpukul”. akibatnya kakak Moody Spurgeon. Aku benar-benar tak dapat tidur semalam untuk waktu yang sangat lama. sekolah Avonlea kembali ke kebiasaan lamanya dan mencurahkan perhatian pada minat-minat lamanya. “Aku benar-benar yakin. karena Moody Spurgeon mengatakan bahwa Anne Shirley bersikap angkuh pada bacaan ceritanya. Aku hanya berbaring dalam keadaan terbangun dan membayangkan konser itu berkali-kali. dan tak menguntungkan setelah dia menghirup segelas piala kegembiraan selama berminggu-minggu. lalu Bessie memberitahukannya pada Julia. Josie Pye dan Julia Bell tak “bicara” selama tiga bulan. Minggu-minggu musim dingin telah berlalu. Ruby Gillis dan Emma White. tapi tetap saja. Tak seorang pun dari keluarga Sloane punya hubungan dengan keluarga Bell. karena mereka sangat tidak romantis. Nyonya. aku tak yakin benar-benar mau menjadi orang yang bijaksana.” Bagaimana pun. karena Josie Pye bilang pada Bessie Wright bahwa tundukan kepala Julia Bell ketika berdiri untuk bercerita mengingatkannya pada ayam yang menyentakkan kepalanya. basi. Bisakah dia kembali ke kegembiraan dahulu yang menenangkan saat jauh-jauh hari sebelum konser itu? Pada awalnya.” katanya penuh kesedihan. Diana. Marilla adalah wanita yang sangat bijaksana. dan putuslah sebuah persahabatan selama tiga tahun yang memberikan harapan. “Mungkin setelah beberapa saat aku akan terbiasa dengannya. pekerjaan di kerajaan kecil Miss Stacy berjalan dengan lancar dan teratur. tak sudi “bicara” dengan Anne selama sisa musim dingin. dia bilang pada Diana. Dengan pengecualian akan perselisihan-perselisihan remeh ini. Ella May. seolah merujuk ke masa setidaknya lima puluh tahun ke belakang.

hari ini aku berumur tiga belas tahun. Ketika aku bangun tadi pagi segala sesuatu tampak berbeda bagiku. Nyonya. Allan juga berpikir demikian. “aku tak akan—tapi sudahlah! Aku tak akan mengatakan aku akan apa karena itu sangat tak mengenal belas kasihan.” sahut Anne mencemooh. Diana. jadi aku tak pernah membicarakannya sama sekali. Aku mencoba untuk sebisa mungkin menjadi seperti Nyonya. Allan bilang kita tak pernah boleh bicara seperti itu. “Alice Bell baru enam belas tahun dan dia yang mengatur rambutnya.” kata Anne penuh tekad. tapi kupikir itu menggelikan. Allan. Selain itu. “Coba bayangkan. Kau sudah berumur tiga belas tahun selama sebulan. Dalam dua tahun lagi aku akan benar-benar menjadi dewasa. Minggu sore yang lalu aku mengalami pembicaraan yang menarik dengan Nyonya. Kau mungkin sudah tahu itu. jadi kurasa itu bukanlah suatu hal yang baru bagimu seperti aku merasakannya. Ada beberapa hal yang cocok untuk dibahas pada hari-hari Minggu dan itu salah satunya. Itu membuat hidup tampak jauh lebih menarik. bahkan para pendeta juga manusia dan punya dosa yang menimpa sama seperti manusia lainnya. “Sebenarnya dia sangat senang ketika seseorang menuliskan namanya di sebuah pengumuman tapi dia berpura-pura sangat marah. “Ruby Gillis tak memikirkan apa pun selain pacar. Tapi aku kuatir itu cara bicara yang tak mengenal belas kasihan. Lynde bilang Tuan. Tuan. mungkin aku akan bisa mengatasinya dengan lebih baik. ya kan? Aku sangat tak bisa membicarakan Josie Pye tanpa menggunakan kata-kata pedas.” “Kalau hidungku seperti hidungnya Alice Bell yang bengkok.” “Ruby Gillis bilang dia bermaksud memiliki seorang pacar segera saat dia berumur lima belas. Allan tentang dosa yang menimpa.” “Empat tahun lagi kita akan bisa mengatur rambut kita. Nyonya. Diana.menjaga mata dan telinga dalam keadaan siap siaga di antara celotehan mereka. Meskipun begitu.” kata Diana. Dosa yang menimpaku adalah terlalu banyak berkhayal dan melupakan tugas-tugasku. Aku akan menunggu sampai aku tujuh belas tahun. tapi seringnya cara bicara seperti itu terjadi begitu saja sebelum kita sempat berpikir. Menyenangkan sekali membayangkan bahwa aku akan dapat membual karenanya tanpa ditertawakan.” dan itu membuat mereka jadi patuh. “Aku hampir tak menyadari bahwa aku sudah remaja. karena menurutku ia sempurna. Aku berusaha mati-matian untuk mengatasinya dan sekarang aku sungguh sudah berumur tiga belas tahun.” kata Anne dengan nada kagum.” sahut Diana. karena Miss Stacy bilang bahwa mereka harus segera menulis karangan untuk “A Winter’s Walk in Woods (Perjalanan Musim Dingin di Hutan). aku akan 170 . Allan menghormati tanah yang dipijak istrinya dan ia tak terlalu yakin dibenarkan bagi seorang pendeta menunjukkan kecintaannya yang sangat besar dengan cara yang manusiawi.

Kritik semacam itu yang aku suka. Itu sesuatu yang harus diingat untuk gubahan musik hutan kita. lihat. Kemudian Bertram De Vere datang ke desa asal mereka dan jatuh cinta pada si pirang Geraldine. itu semudah mengedipkan mata. “Itu mudah bagimu karena kau punya imajinasi. atau Dalam Kematian tak Terpisahkan). dengan rambut seperti emas yang digelung dan matanya ungu seperti beludru. “tapi apa yang akan kau lakukan kalau kau dilahirkan tanpa memilikinya? Kurasa kau sudah menyelesaikan semua karanganmu?” Anne mengangguk. Itulah salah satu keuntungan berumur tiga belas tahun. or In Death Not Divided (Saingan yang Iri. berambut coklat dengan hiasan kepala dan matanya bersinar redup. Itu cerita sedih. Oh.” Diana menjawab tepat.’ Aku membacakannya di depan Marilla dan ia bilang itu omong kosong. “Aku juga tak pernah lihat. Aku kuatir terlalu banyak memikirkan hidungku sejak aku mendengar pujian itu dulu.”sahut Anne. Ide dari Miss Stacy membuat kita mengarang cerita gila!” “Oh. Itu benarbenar kesenangan besar bagiku.” “Aku tak akan keberatan menuliskan karangan itu ketika saatnya tiba.” “Aku tak pernah melihat orang bermata ungu. Aku mau sesuatu yang di luar kelaziman. Judulnya ‘The Jealous Rival. Aku menangis seperti anak kecil ketika menuliskannya. yang mulai agak tertarik dengan nasib mereka. Dia menyelamatka nyawa Geraldine ketika kudanya 171 . Hutan-hutan itu sangat putih dan tenang. Aku sudah tahu apa itu dahi pualam. “Aku mengarangnya Senin malam yang lalu. berusaha keras berbudi luhur untuk tak tampak puas dengan diri sendiri tapi sayangnya gagal. Aku mengkhayalkannya.” “Well. Aku benar-benar berpikir hutan di musim dingin seindah di musim panas. dan manis. Kau jauh lebih banyak tahu daripada berbuat saat kau baru berumur dua belas.” Diana menghela napas. seolah mereka sedang tertidur dan bermimpi indah. Cordelia seorang gadis yang seperti raja.” kata Diana meragukan. Diana. Kemudian aku membacakannya di depan Matthew dan ia bilang itu bagus. “Aku bisa mengatur untuk mengarang tentang hutan. Geraldine adalah seorang gadis berambut pirang yang seperti ratu. “Mereka tumbuh cantik dan hidup berdampingan sampai mereka enam belas tahun. ada seekor kelinci. Itu cerita tentang dua gadis cantik bernama Cordelia Montmorency dan Geraldine Seymour yang tinggal di desa yang sama dan telah saling terikat satu sama lain. Geraldine juga punya dahi pualam. tapi yang akan kita serahkan hari Senin sangat buruk. apa yang terjadi dengan Cordelia dan Geraldine?” tanya Diana.membandingkannya dengan hidungku sendiri dan itu sia-sia.

Seluruh kasih sayangnya pada Geraldine berubah menjadi kebencian yang menyedihkan dan dia bersumpah bahwa Geraldine tak akan pernah bisa menikah dengan Bertram. bertunangan secepat itu. sembari berseru. walaupun Ruby Gillis bilang itu tak dilakukan lagi sekarang. Kupikir itu adalah balasan puitis atas kejahatannya. ‘Ya—tidak—aku tak tahu—biar kupikir dulu’—dan begitulah mereka. Tapi kemudian. Misalkan kau dan aku punya klub 172 . “Aku tak mengerti bagaimana kau bisa membuat hal gila yang menggetarkan hati. dia menjadi gila karena menyesal dan diungsikan ke tempat pengasingan orang gila. kau tahulah. karena. Suatu malam mereka berdiri di jembatan yang dibawahnya terdapat arus yang sangat deras dan Cordelia. Cordelia sendiri diam-diam mencintai Bertram dan ketika Geraldine bercerita padanya mengenai pertunangan itu. sayang. Diana. “Aku baru saja memikirkan sebuah rencana. Aku bertanya pada Ruby Gillis apa dia tahu bagaimana seorang pria melamar karena kupikir mungkin dia ahli dalam masalah itu. Kuberitahu padamu aku mengalami banyak kesulitan dengan kata-kata penerimaan itu. Geraldine ku yang tiada duanya. ‘Bagaimana menurutmu. ‘Ha. Jauh lebih romantis mengakhiri sebuah cerita dengan pemakaman daripada perkawinan. Aku merasa agak kesulitan mengkhayalkan lamarannya karena tak ada pengalaman yang bisa kujadikan pedoman. Aku menuliskannya kembali lima kali dan aku menganggapnya sebagai karya besarku. ha. terutama ketika dia melihat kalung dan cincin berlian. Geraldine menerimanya dengan kata-kata yang panjangnya satu halaman. dia benar-benar marah. menyangka hanya ada mereka di sana. Diana.’ Tapi Bertram melihat semuanya dan dia saat itu juga terjun menembus arus. Ruby bilang dia disembunyikan di ruangan dapur ketika Malcolm Andres melamar kakaknya Susan. kasar. ha. dan mereka berdua tenggelam. saling menggenggam tangan.” sahut Anne menghibur. ‘Aku akan menyelamatkan engkau. Bertram memberinya cincin berlian dan kalung batu ruby dan berkata padanya mereka akan pergi ke eropa dalam rangka perjalanan perkawinan.” “Imajinasimu bisa bagus kalau kau melatihnya. seluruh kereta kudanya hancur.melarikan diri sementara dia di dalam kereta kuda. Aku membuatnya sangat muluk-muluk dan puitis dan Bertram berlutut. Mengenai Cordelia.” “Betapa sungguh indah!” Diana yang termasuk ke sekolah kritik Matthew menghela napas. Anne. Aku berharap imajinasiku sebagus imajinasimu.’ Tapi sayang. mendorong Geraldine ke tepi dengan ejekan. dan dia pingsan di lengan Bertram lalu dia membawanya pulang ke rumah yang jaraknya tiga mil. kekasihku sayang. Mereka dimakamkan dalam satu kuburan dan pemakaman mereka adalah yang paling mengesankan. karena dia benar-benar sangat kaya. Tubuh mereka kemudian segera terdampar ke darat. jadi akhirnya aku membayangkannya sebagus yang kubisa. kalau kita kawin musim gugur ini?’ Dan kata Susan. mengingat dia punya banyak kakak yang sudah menikah. Tapi dia berpura-pura tetap menjadi teman Geraldine seperti dulu. dia lupa dia tak bisa berenang. Tapi menurutku itu bukan contoh lamaran yang sangat romantis. Katanya Malcolm berkata pada Susan bahwa ayahnya telah memberikannya ladang atas namanya sendiri dan kemudian berkata. kegelapan mulai membayangi jalan mereka.

“Setiap anak harus membacakan ceritanya keras-keras lalu kami membahasnya. “Kau akan memenuhi pikiranmu dengan omong kosong dan membuang waktu yang seharusnya kau gunakan untuk belajar. Cerita-cerita Jane benarbenar sangat masuk akal. Jane dan Ruby hampir selalu menangis ketika aku sampai pada bagian yang menyedihkan.” Ini mengenai bagaimana awal terbentuknya klub cerita. Aku cerita padanya tentang The Haunted Wood (Hutan yang Angker). Jadi kami menyalinkan empat 173 . Aku yakin itu akan bermanfaat. Masing-masing kami menulis menurut nom-de-plume. kau harus melatih imajinasimu. Membaca cerita cukup buruk tapi mengarangnya lebih buruk. Kemudian Diana memasukkan terlalu banyak pembunuh dalam ceritanya.” ejek Marilla. Secara umum aku selalu memberitahu mereka ide untuk menulis. dan mereka berdua setuju bahwa moralnya sangat bagus. Punyaku Rosamond Montmorency.cerita sendiri yang khas dan mengarang cerita untuk latihan. Semua orang yang baik diberi penghargaan dan orang yang jahat diberi hukuman yang setimpal. “Kegiatan itu benar-benar sangat menarik. Ruby Gillis agak sentimentil. Dia memasukkan terlalu banyak percintaan dalam ceritanya dan kau tahu terlalu banyak lebih buruk daripada terlalu sedikit. Marilla. Pada awalnya klub itu terbatas untuk Diana dan Anne. Hanya saja mereka tertawa tidak pada tempatnya. Jane tak pernah memasukkannya karena katanya itu membuatnya merasa sangat tolol ketika dia harus membacakannya keras-keras. Aku akan membantumu sampai kau bisa mengerjakannya sendiri.” cerita Anne pada Marilla. Semua anak cukup bagus mengerjakannya. Tuan. Anak laki-laki tak dibolehkan bergabung dalam klub itu— walaupun Ruby Gillis berpendapat bahwa penerimaan mereka akan membuat klub lebih mengasyikkan—dan setiap anggota harus menghasilkan satu buah cerita dalam seminggu. Aku lebih suka kalau orang menangis. “Aku yang mempertahankan hal itu. tapi itu tak sulit karena aku punya jutaan ide.” “Menurutku pekerjaan mengarang-cerita ini adalah hal paling tolol. Katanya dia sering tak tahu akan berbuat apa apa dengan orang-orang itu jadi dia mematikan mereka untuk membuang mereka dari cerita. Kau tahu. Moral adalah hal terbesar. Diana menuliskan surat untuk Aunt Josephine menceritakan tentang klub kami dan Aunt Josephine nya membalas bahwa kami harus mengirimkan beberapa dari cerita kami untuknya.” terang Anne. Kami akan menyimpannya semua dengan sakral dan membacakannya pada keturunan kami. tapi segera diperluas dengan memasukkan Jane Andrews dan Ruby Gillis dan satu atau dua murid lain yang merasa perlu melatih daya imajinasi mereka. tapi ia bilang kita telah menempuh jalan yang salah dalam berimajinasi dalam cerita itu.” “Tapi kami sangat berhati-hati memasukkan nilai moral ke dalam semua cerita itu. Allan. Aku membacakan salah satu ceritaku di depannya dan Nyonya. Allan juga bilang begitu. Miss Stacy juga bilang begitu. Hanya saja kita harus menempuh jalan yang benar.

menyadari bahwa musim dingin telah usai dan pergi dengan kegembiraan yang menggetarkan hati hingga musim semi tak pernah gagal menggetarkan hati yang paling tua dan paling sedih seperti juga ke yang paling muda dan paling gembira. Hal itu membuat kami bingung karena semuanya adalah cerita yang sangat menyedihkan dan hampir semua orangnya mati. Marilla.” sahut Anne serius. Apakah aku sangat jahat. Anne. dan pelupa sepertimu. Belajarlah untuk bekerja lebih dulu baru kemudian bicara. berjalan pulang di suatu malam yang larut di Bulan April dari rapat Aid. “Aku yakin Nyonya. Allan tak pernah jadi gadis kecil yang tolol. Itu menunjukkan klub kami berbuat kebajikan di dunia. aku tak akan merasa seperti itu. Lynde bilang ia selalu merasa terkejut ketika ia mendengar seseorang pernah nakal.” sahut Marilla. Marilla. “Ia sendiri bilang padaku begitu—bahwa. Allan bilang itu harus menjadi tujuan kami dalam hal apa pun. “adalah bahwa sekarang saatnya kau sudah selesai mencuci piring-piring itu. Tapi aku senang Miss Barry menyukainya. Nyonya. Apa menurutmu ada kemungkinan berhasil untuk itu. Nyonya. Aku merasa sangat bersemangat ketika mendengarnya. Mungkin ia membayangkan bahwa ia sedang berpikir tentang anggota-anggota Aid dan misi mereka serta karpet baru di ruang kebaktian. ia bilang ia sangat nakal ketika masih gadis dan selalu terlibat perkelahian. dan menurutku betapa suatu harapan bagi anak-anak laki sekarang yang melakukan kenakalan dan menyesalinya karena tahu bahwa mungkin mereka bisa tumbuh menjadi pendeta karenanya. merasa bersemangat ketika kudengar bahwa orang lain pernah jahat dan nakal? Nyonya. tapi 174 . Sekarang. tak peduli seberapa kecilnya mereka saat itu. Nyonya. Itulah apa yang kurasakan. Aku sungguh benar-benar mencoba menjadikannya sebagai tujuanku tapi aku sangat sering melupakannya ketika aku sedang bersenang-senang. Allan begitu aku dewasa.” “Yang kurasakan saat ini. Miss Josephine Barry membalas bahwa ia tak pernah membaca apa pun yang sangat menghibur seumur hidupnya.” “Tidak. Menurutku beliau benar-benar mulia dengan mengakuinya. Aku berharap bisa sedikit menjadi seperti Nyonya.dari cerita terbaik kami dan mengirimkannya. Kau telah menghabiskan setengah jam lebih lama daripada yang seharusnya karena celotehanmu.” Bab XXVII – Kesombongan dan Kekesalan Jiwa Marilla. Marilla?” “Tak seharusnya aku berkata ada banyak kemungkinan” adalah jawaban Marilla yang memberi harapan. tapi ia juga tak selalu baik seperti sekarang. Lynde bilang begitu. Lynde bilang suatu kali ia mendengar seorang pendeta mengaku bahwa ketika beliau kecil beliau mencuri tart strawberry dari dapur bibinya dan ia tak pernah punya hormat lagi pada beliau. Marilla tak biasa untuk menganalisa secara subyektif dengan pikiran dan perasaannya.

yang akan menemukan kesalahan pada Malaikat Jibril sendiri jika ia hidup di Avonlea. dengan kebangkitan di dunia dan getaran tersembunyi yang bergerak di bawah lempeng rumput. Aku tak peduli jika Nyonya. Mungkin dia memang cukup cerdas dan manis. ketika Marilla memasuki dapurnya dan mendapati api tak menyala.” tekadnya. dengan bayangan pohon fir yang menjulang tinggi sampai ke padang rumput di seberang anak sungai. berpikir bahwa pasti akan sangat puas mengetahui ia akan pulang dan mendapati api unggun yang menyala-nyala dan meja yang dipersiapkan dengan manis untuk jamuan minum teh. Allan membela Anne. memandang melalaui jejeran pepohonan dan sinar matahari yang memantul kembali dari jendelanya dalam beberapa koruskasi kecil yang semarak. Aku sangat senang ketika Nyonya. Tuhan tahu. dan aku tak bermaksud menyangkalnya. Kuakui. Tapi aku yang mendidiknya dan bukan Rachel Lynde.di balik bayang-bayang ini terdapat kesadaran yang harmoni dengan asap merah yang berubah menjadi kabut ungu pucat saat matahari sedang turun. dengan ketenangan pepohonan maple berpucuk merah tua di sekitar kolam hutan yang seperti cermin. tanpa tanda keberadaan Anne di mana pun. Dia begitu saja berhenti dengan tiba-tiba pada hal-hal semacam ini. Matthew telah masuk dan sedang menunggu minuman tehnya dengan sabar di sudut. Matanya memikirkan Green Gables dengan mesra. Anne tak berhak meninggalkan rumah seperti ini ketika aku menyuruhnya tinggal di rumah tadi sore dan menjaga segala sesuatu. Marilla. Anne telah melakukan banyak kesalahan. Tapi sudahlah! Di sinilah kukatakan hal yang membuatku sangat gusar dengan Nyonya. Musim semi menyebar ke tanah dan ketenangan Marilla. 175 . tapi pikirannya penuh dengan omong kosong dan tak pernah dapat ditebak apa yang akan dilakukannya. daripada kejadian yang tak banyak membesarkan hati pada malam-malam rapat Aid yang lama sebelum Anne datang ke Green Gables. dan tak pernah sekali pun berpikir tentang waktu atau tugas-tugasnya. Allan sungguh-sungguh berkata dia anak yang paling cerdas dan manis yang pernah dikenalnya. Lynde karena bicara di Aid hari ini. saat ia menyerut ranting-ranting kecil dengan sebuah pisau berukir dan dengan kekuatan yang lebih dari yang seharusnya diperlukan. langkah orang yang sudah berumur setengah baya lebih ringan dan cepat karena kegembiraannya yang mendalam. mengarang cerita atau mempraktekkan dialog atau kerjaankerjaan bodoh seperti itu. Ia sudah memberitahu Anne untuk berjaga-jaga dan telah menyediakan teh pada jam lima. Akibatnya.tapi sekarang ia harus buru-buru melepskan baju terbaiknya yang kedua dan menyiapkan sendiri sarapan sebelum kembalinya Matthew dari membajak. “Dia keluyuran dengan Diana. “Aku akan membereskan Miss Anne ketika dia pulang. karena jika ia tak melakukannya aku tahu aku pasti sudah mengatakan sesuatu yang terlalu menusuk Rachel di depan semua orang. Begitu dia meninggalkan satu tingkahnya maka dengan segera dia akan membuat tingkah yang lain. begitu ia melangkah menyusuri jalan yang lembab. ia merasa pantas kecewa dan jengkel. Namun demikian.

” “Apakah ada yang pernah mendengar yang semacam itu?” Marilla yang bingung ingin tahu. apa masalahnya?” 176 . Mungkin semuanya bisa dijelaskan—Anne pintar dalam memberi penjelasan. Matthew. menuju ke tempat tidur. Saat ini juga. “Mungkin kau terlalu terburu-buru menilainya. “Anne Shirley. Hal kecil macam itu sekarang tak lagi penting karena kurasa aku aku tak akan pernah pergi ke mana-mana lagi. “Tidak. “Kurasa dia akan sulit menjelaskanNYA untuk memuaskanku. Jangan bilang dia tak dapat dipercaya sampai kau yakin dia sudah tak mematuhimu. belajar dari pengalaman bahwa ia menyelesaikan pekerjaan apa pun yang ada lebih cepat jika tak tertunda oleh bagian yang terlalu cepat.” sahut Matthew.dengan semua kesalahannya. lapar. Karirku sudah tamat. Marilla dan mencuci dan menyimpan piring-piring dengan wajah cemberut. sabar dan bijaksana dan. karena membutuhkan lilin untuk menerangi jalannya turun ke ruang bawah tanah. ada masalah apa denganmu? Apa yang telah kau lakukan? Bangun sekarang juga dan ceritakan padaku. dengan wajah menelungkup ke bantal. Cukup sekarang. ia berpaling untuk melihat Anne sendiri berbaring di atas tempat tidur. Tentu saja aku tahu kau berada di pihaknya. berjalan tergesa di atas jembatan kayu atau di Lover’s Lane. Sembari menyalakannya. “Kalau begitu apa kau sakit?” tanya Marilla cemas. pergilah dan jangan melihat ke arahku. Marilla. yang. pergilah dan jangan melihat ke arahku. Marilla. Marilla. terengah-engah dan menyesal karena merasa telah melalaikan tugas. Anne?” “Tidak. Kemudian.” adalah jawaban tertahan. Please. dan masih tak ada tanda keberadaan Anne. sebelumnya aku tak pernah mendapatinya tak patuh atau tak dapat dipercaya dan aku benar-benar menyesal mendapatinya seperti itu sekarang. “Rahmat bagi kita.” kata Marilla yang terperanjat. ia naik ke atas ke loteng timur untuk mengambil yang ada di atas meja Anne. aku tak tahu. Aku sedang dalam keadaan putus asa dan aku tak peduli lagi siapa yang menjadi juara di kelas atau mengarang karangan terbagus atau bernyanyi di paduan suara sekolah-Minggu. terutama. Tapi aku yang mendidiknya. “kau sudah tidur. Tapi please.” “Well. kubilang. bukan kau.” jawab Marilla tepat. Anne yang gemetar ketakutan semakin masuk ke bawah bantal seolah benarbenar ingin menyembunyikan dirinya selamanya dari mata yang mematikan.” “Dia tak ada di sini saat aku menyuruhnya untuk tinggal.” Saat itu telah gelap ketika hidangan makan malam telah siap. yang menganggap lebih baik membiarkan Marilla mengungkapkan amarahnya tanpa diganggu.

“kalau aku memutuskan akan berguna untuk mewarnai rambutku.” ujar Marilla. dengan garis-garis merah asli di sana sini untuk semakin menampakkan efek menakutkan.” bisiknya. Aku sudah menduga suatu waktu akan ada sesuatu yang aneh.” protes Anne murung. Marilla. Karena itu. “Kalau pun aku jahat aku bermaksud jahat untuk suatu tujuan. 177 . “Ya. aku tahu itu agak jahat. Marilla. warnanya hijau. Marilla mengangkat lilinnya dan melihat rambut Anne dengan teliti. Kau tak sekalipun terlibat dalam perkelahian selama lebih dua bulan. Lalu. sekarang. kau tak tahu betapa sungguh buruknya aku. Selain itu. Marilla? Aku tahu seperti apa rasanya bila ucapanmu diragukan.” aku Anne. “Anne Shirley. Marilla. dan aku yakin sebentar lagi pasti akan terjadi. Rambut itu benar-benar dalam bentuk yang sangat aneh. Marilla.” “Tapi aku tak bermaksud memberinya warna hijau. “Turunlah ke dapur—di sini terlalu dingin—dan ceritakan padaku apa yang telah kau lakukan. Bagaimana aku bisa menyangsikan ucapannya.” “Aku tak tahu bagaimana kau terlibat dalam kesulitan ini. Dan Nyonya. Tapi sekarang aku tahu punya rambut hijau sepuluh kali lebih buruk.” “Well. apa yang telah kau lakukan pada rambutmu?” “Aku mewarnainya. Aku tak akan memberinya warna hijau.” sahut Marilla sinis. tapi aku bermaksud mengetahuinya. aku bermaksud tampil ekstra cantik dengan cara lain untuk mewujudkannya. “Kupikir tak ada yang bisa seburuk rambut berwarna merah. warnanya HIJAU!” “Sebutannya mungkin hijau. Oh. aneh.” “Mewarnainya! Mewarnai rambutmu! Anne Shirley. terurai lebat ke punggungnya.” rintih Anne. “Lihatlah rambutku. Tak pernah seumur hidupnya Marilla melihat sesuatu yang sangat fantastis seperti rambut Anne saat itu. yang pudar. Aku sudah memperhitungkan kerugiannya. setidaknya aku akan mewarnainya dengan warna yang pantas. apa kau tak tahu itu hal jahat untuk dikerjakan?” “Ya. “Tapi kupikir akan berguna menjadi agak jahat untuk menyingkirkan rambut merah.Anne telah merosot ke lantai dalam kepatuhan karena putus asa. kalau itu adalah satu warna duniawi—hijau kemerahan. apa yang telah kau lakukan dengan rambutmu? Ya ampun. Katanya warna rambutku akan berubah menjadi warna hitam yang indah—dia benar-benar meyakinkanku itu akan terjadi.

Aku mau membeli sesuatu darinya untuk membantunya melaksanakan tujuan yang sungguh berguna itu. Aku membeli pewarna darinya. kuharap kau menyesal untuk tujuan yang baik. dia bukan orang Italia—dia Yahudi Jerman. Dia punya satu kotak penuh dengan benda-benda yang sangat menarik dan dia bilang padaku dia bekerja keras memperoleh banyak uang untuk membawa istri dan anaknya pergi dari Jerman. ketika aku melihat warna yang mengerikan mengubah warna rambutku aku tahu.” “Oh. Anne mencuci rambutnya.” “Well. dia akan menjualnya 50 sen dan dia akan memberikannya. Tapi harganya sebotol 75 sen dan aku hanya punya 50 sen sisa dari uang ayamku. Kurasa hal pertama adalah mencuci rambutmu bersih-bersih dan kita lihat apa ada gunanya.” “Anne Shirley. Dia bicara tentang mereka dengan penuh perasaan hingga membuatku tersentuh. sudah seberapa sering aku bilang padamu jangan pernah membawa masuk seorang pun dari orang-orang Italia itu ke rumah! Aku sama sekali tak yakin untuk memberi mereka harapan untuk mampir. dan oh. dan melihat benda ini di anak tangga. Orang-orang telah cukup melupakan 178 . tapi sepanjang perbedaan yang tampak dia mungkin juga malah menggosok warna merah aslinya. Penjual itu bilang pewarna rambut itu dijamin dapat memberi warna hitam indah pada rambut dan tak akan luntur. Aku memakai semua isi botol. Sekarang aku punya bukti—rambut hijau cukup jadi bukti bagi siapa pun. Penjual itu pasti telah berkata benar ketika dia bilang pewarna itu tak akan luntur. Kupikir penjual itu sangat baik hati. Marilla. aku tak membiarkannya masuk ke dalam rumah.” sahut Marilla pedas. dan segera begitu dia pergi aku naik ke atas sini dan memakainya dengan sikat rambut lama seperti yang tertulis pada petunjuk. aku menyesal menjadi nakal. Tuhan tahu apa yang harus dilakukan.Allan bilang kita tak boleh mencurigai orang tak berkata yang sebenarnya pada kita kecuali kita punya bukti mereka memang berbohong. karena dia bilang bahwa. Oh. Jadi aku membeli pewarna itu.” Karena itu. menggosoknya dengan kuat dengan air dan sabun. “Aku tak akan pernah bisa hidup seperti ini.” “Siapa yang bilang? Siapa yang kau bicarakan?” “Penjaja keliling yang ada di sini tadi sore. Aku ingat apa yang kau bilang. Kemudian tibatiba aku melihat botol pewarna rambut itu. dan aku keluar. Dan sejak itu aku telah menyesal. Dalam sekejap aku melihat diriku sendiri dengan rambut hitam indah dan godaan itu tak tertahankan. bagaimana pun juga kebenarannya patut dicurigai dalam hal lain. Tapi saat itu aku tak punya bukti dan aku percaya setiap ucapannya SECARA MUTLAK. menutup pintu dengan hati-hati. untukku. Marilla. Anne. Lagipula. “dan matamu jadi terbuka kemana kesombongan membawamu. apa yang harus kulakukan?” tanya Anne berurai air mata.

Marilla telah menyelesaikan tugasnya dan dia merasa perlu untuk mengatapi rambutnya dengan sirap sedekat mungkin. tapi dia berjanji dengan sungguh-sungguh tak akan pernah cerita.” serunya menggebu. Marilla. Dan aku juga tak akan mencoba mengkhayalkannya. aku merasa hatiku hancur. meskipun warnanya merah.” Lalu Anne menangis. Ini kemalangan yang sungguh tidak romantis. Rambutmu harus dipangkas. tak ada cara lain. Aku akan menebus dosa karena jadi nakal seperti itu. dan aku yakin aku akan sangat tak keberatan kehilangan rambutku karena alasan mode. Ini tampak sungguh tragis. ketika dia naik ke lantai atas dan melihat di cermin. Lynde. aku TAK BISA menghadapi Josie Pye. dan selesaikanlah. Gadis-gadis di buku kehilangan rambut mereka karena demam atau menjualnya untuk memperoleh uang untuk perbuatan yang baik. juga. Kemudian tiba-tiba dia membetulkan cermin itu. Di akhir minggu Marilla berkata pasti: “Itu tak ada gunanya. Marilla.’ Itu sebuah puisi. Tapi mereka tak akan pernah melupakan ini. “Ya. “Aku tak akan. tapi itu benar. Oh. Oh.” Bibir Anne gemetar. tapi sekarang aku tahu aku memang berlagak. karena 179 . ‘betapa kusutnya jaringan yang kita tenun saat pertama kali kita mencoba untuk berbohong. aku akan. tak kan pernah melihat diriku lagi sampai rambutku tumbuh. Dan oh. dia tenang dalam keputusasaan. Orang luar yang tahu rahasia fatal itu hanya Diana sendiri. Josie Pye benar-benar akan tertawa! Marilla. Mereka akan berpikir aku tak pantas dihormati. Dengan desahan sedih dia pergi mengambil gunting. membuat Diana mabuk dan marahmarahan dengan Nyonya. Anne segera membalikkan cermin itu ke dinding. Selama waktu itu dia tak pergi kemana-mana dan mencuci rambutnya dengan shampo setiap hari.kesalahanku yang lain—kue obat gosok itu. Hasilnya tidaklah pantas. Tapi tak ada yang menyenangkan jika rambutmu terpaksa dipangkas karena kau telah memberinya warna yang mengerikan. tapi dia menyadari kenyataan pahit dari perkataan Marilla. Aku tak pernah menyangka aku berlagak dengan rambutku. Kau tak bisa keluar dengan rambut seperti itu. Anne. “Tolong pangkas rambutku sekaligus. Aku anak perempuan yang paling tidak bahagia di pulau Prince Edward. dan bisa dikatakan sekarang ini dia menepati janjinya. Aku akan memandang diriku setiap saat aku masuk ke kamarku dan melihat betapa jeleknya aku. jika itu tak akan mengganggu. Itu pewarna yang tak luntur yang tak ada obatnya.” Ketidakbahagiaan Anne berlangsung selama seminggu. ya kan? Aku akan menangis selama kau memangkasnya. tapi kemudian. untuk sedikit mungkin menguraikan masalah itu. dari semua hal.

ya kan? Aku bermaksud untuk mencurahkan tenagaku untuk menjadi baik setelah ini dan aku takkan mencoba lagi untuk jadi cantik. Dengan begitu akan menyenangkan. tadi sore sangat mengerikan. Marilla. Nyonya. dan tumbuh dewasa menjadi kebanggaan bagimu.” sahut Ruby Gillis. aku tak tahu aku keberatan—aku sudah sangat terbiasa dengannya. yang sedang berbaring di sofa karena salah satu sakit kepalanya. Anne. yang. Tentu saja lebih bagus menjadi baik. Mengenai celotehanmu. Berat sekali rasanya dikatakan tampak seperti orang-orangan sawah dan aku ingin mengatakan sesuatu untuk membalasnya. bahkan tidak juga Josie Pye. Kuharap selanjutnya akan terjadi sesuatu pada hidungku. Aku sungguh ingin menjadi baik. dengan gemetar. Marilla? Apa itu membuat kepalamu sakit?” “Kepalaku sudah lebih baik sekarang.” ujar Diana. sepertimu. “Aku tak berkata apa-apa ketika Josie mengatakan itu padaku. tapi terkadang sangat sulit mempercayai sesuatu bahkan ketika kau mengetahuinya. tak berhenti mengatakan pada Anne bahwa dia tampak seperti orang-orangan sawah. Aku harus pergi ke dokter karenanya. Tapi aku tak melakukannya.rambutku sangat panjang.” Rambut Anne yang terpangkas membuat sensasi di sekolah pada Senin berikutnya. Diana bilang ketika rambutku mulai tumbuh akan mengikatkan pita beludru hitam di kepalaku dengan simpul di salah satu sisinya. Kau akan merasa sangat berbudi luhur saat kau memaafkan orang. Walaupun. “Aku tak keberatan mengapung di bawah kalau ada dua atau tiga dari kita di darat sana dan kita bisa berjaga-jaga. Tapi apa aku terlalu banyak bicara. Aku akan menyebutnya jaringan rambut—kedengarannya sangat romantis.” curhat Anne malam itu pada Marilla. Aku tahu itu. Tapi untuk merebahkan diri 180 . tapi yang membuatnya lega tak seorang pun menebak penyebab sebenarnya. Bab XXVIII – Perawan Bunga Lily yang Malang TENTU saja kau harus jadi Elaine. Dia bilang menurutnya itu akan sangat pantas. dan keriting. Sakit-sakit di kepalaku ini semakin bertambah parah dan parah. Allan dan Miss Stacy. “Aku tak akan pernah punya keberanian untuk mengapung di bawah sana.” “Tidak juga aku. aku hanya melihatnya sekilas dengan pandangan menghina dan setelah itu aku memaafkannya.” Merupakan cara bicara Marilla yang suka didengarnya. bagaimana pun juga. “karena kupikir itu bagian dari hukumanku dan aku harus menanggungnya dengan sabar. lebat.

bukannya tak mencari kawan untuk melamun karenanya. terlalu tua untuk hiburan kekanakan semacam itu seperti rumah bermain. “Aku sendiri kadang-kadang berpikir begitu—tapi aku tak pernah berani bertanya pada seseorang karena takut dia akan bilang yang sebaliknya.” “Tentu saja itu akan romantis. di bawah Orchard Slope. Ruby harus jadi Elaine karena dia sangat cantik dan punya rambut indah panjang keemasan—Elaine punya ‘semua rambut indahnya yang terurai. bagaimana pun. karena. dimana sebuah tanjung kecil yang pinggirannya dilingkari dengan pepohonan birch yang menganjur dari tepi. gadis dewasa berumur tiga belas tahun.” “Oh. Aku akan muncul setiap menit atau begitulah untuk melihat aku ada dimana dan apa aku hanyut terlalu jauh. Bell telah dengan kejam menebang lingkaran kecil pepohonan di padang rumputnya di belakang pada musim semi. yang akan beranjak empat belas. itu akan merusak efeknya.” sahut Diana.” “Tapi akan sangat menggelikan bila Elaine nya berambut merah. orang yang berambut merah tak bisa jadi perawan bunga lily. Dan kau tahu. Anne dan Diana telah menghabiskan sebagian besar waktu bermain mereka musim panas itu di dan sekitar kolam. “dan rambutmu jauh lebih gelap daripada saat sebelum kau memotongnya. Ruby dan Jane menghabiskan sore pertengahan musim panas dengan Diana. Diana?” “Ya. yang mudah tersipu karena gembira. Anne. dan Anne datang untuk bermain bersama mereka. melihat kagum pada keriting pendek seperti sutra yang menumpuk di kepala Anne dan dihiasi dengan pita beludru hitam dan simpul yang sangat bergaya. tapi dia cepat terhibur. meskipun ujungnya adalah platform kecil dari kayu yang ditambah ke air untuk kemudahan para pelayan dan pemburu bebek. Aku benar-benar akan mati karena ketakutan. dan ada hiburan yang lebih menarik untuk didapatkan di kolam.dan berpura-pura mati—aku sungguh tak bisa.” Jane Andrews mengakui. “tapi aku tahu aku tak bisa tetap tenang.” kata Diana dengan sungguh-sungguh. Tuan. dan kupikir itu sangat cantik. Idlewild adalah sesuatu dari masa lalu. Apa menurutmu warnanya sekarang bisa jadi adalah coklat kemerahan. Nah. Namun demikian itu menggelikan. Menyenangkan memancing ikan tawar dari atas jembatan dan kedua gadis itu belajar 181 . “Aku tak takut untuk mengapung di bawah dan aku akan suka jadi Elaine. Anne telah duduk di antara tunggultunggul dan menangis.’ kau tahu. Mereka berdiri di tepi kolam. Dan Elaine adalah perawan bunga lily .” Anne bersedih. seperti dia dan Diana bilang.” “Wajahmu sungguh sama cantiknya dengan wajah Ruby. benarkah?” seru Anne.

Anne membentangnya di atas flat dan mereka merebahkan diri di dasarnya. kau seharusnya tak bicara tentang Nyonya.” bisik Ruby Gillis gugup. keterbatasannya membuat tak mungkin. dia merasa. Jane akan jadi Guinevere dan Diana harus jadi Lancelot. Selendang hitam ibumu itu akan jadi penutupnya. karena. kau urus ini. Guinevere dan King Arthur telah menjadi orang yang yang sangat nyata bagi mereka. walaupun dia akan senang memainkan peran terpenting. Kita harus menyelubungi tongkang seluruh panjangnya dengan samite paling hitam. Diana. kawan. Apa menurut kalian sungguh benar berakting seperti ini? Nyonya. Mereka telah sering turun ke bawah seperti ini dan tak ada yang bisa lebih menyenangkan untuk memainkan Elaine. tapi setidaknya perawan bunga lily. Kita tak bisa punya servitor bodoh tua karena tak ada ruangan untuk dua orang dalam flat ketika satu orang merebahkan diri. Mereka telah menganalisa. Tapi pertama kalian harus jadi saudara dan ayah. dan Anne diam-diam sangat menyesal dia tak dilahirkan di Camelot. tapi sehelai syal piano tua dari kain krep Jepang berwarna kuning adalah pengganti yang sangat bagus.” “Ruby. katanya.mengayuhkan diri mereka sendiri dalam dory kecil berdasar-rata yang Tuan. “Itu membuatku merasa ketakutan. dengan mata terpejam dan tangan terlipat di dada. menyerah dengan enggan. Barry rawat simpan untuk menembak bebek.” Jane cocok untuk kesempatan itu. jauh lebih romantis daripada saat sekarang. Kemudian setangkai lily putih juga tak dapat diperoleh. Lynde lahir. Tak ada kain keemasan untuk penutup. Masa-masa itu. Jane. “Itu merusak efeknya karena ini ratusan tahun sebelum Nyonya. tapi 182 . kau harus jadi King Arthur. “Oh.” ujar Anne pedas. Mereka telah mempelajari sajaksajak Tennyson di sekolah musim dingin sebelumnya. Anak-anak itu telah mengetahui bahwa kalau ban kempes didorong dari tempat mendarat maka ban itu akan berhanyut-hanyut dengan arus di bawah jembatan dan akhirnya kandas sendiri di tanjung lain yang lebih rendah di bawah yang menganjur di sebuah tikungan di kolam. melihat wajah putih mungil yang diam di bawah kedipan bayangan pepohonan birch. Rencana Anne disambut dengan antusias.” ujar Anne. Lancelot. namun jiwa seninya menuntut kecocokan untuk itu dan ini. “Well. Lynde bilang semua akting-drama adalah kejahatan yang buruk sekali. menguraikan kalimatnya dan membahasnya secara umum sampai merupakan suatu keajaiban adanya makna yang tertinggal di dalamnya bagi mereka. dia sungguh tampak benar-benar mati. aku akan jadi Elaine. Tolol bagi Elaine untuk bicara ketika dia mati. Lynde. Pengawas Pendidikan telah memasukkannya dalam mata pelajaran Bahasa Inggris untuk sekolah di Pulau Pangeran Edward. Mereka melakonkan Elaine adalah ide Anne. “Ruby.” Selendang hitam telah didapat.

Jane dan Ruby hanya menunggu cukup lama untuk melihtanya terjebak dalam arus dan menuju ke arah jembatan sebelum mengambil langkah seribu ke hutan. Kau tahu Elaine ‘berbaring seolah-olah dia tersenyum. Tapi doaku terjawab. menikmati keromantisan keadaannya itu sepenuhnya. Allan.” ujar Jane. Dengan begitu flat akan penuh dan tenggelam jauh sebelum sempat sampai ke tanjung yang lebih rendah. Sebentar-sebentar Anne harus berjuang untuk berdiri. kau bilang. demi Tuhan senyumlah sedikit.efek dari setangkai bunga iris biru tinggi yang diletakkan di salah satu tangan Anne yang terlipat adalah apa yang bisa diharapkan. Tiang pancang tajam di pendaratan itu telah menghancurkan kepingan pentungan yang terpaku di flat. menyeberangi jalan.” Jadi flat itu didorong. berpegangan erat pada tiang pancang tua yang licin tanpa bisa bergerak ke atas atau pun ke bawah. Dalam keadaan seperti itu kau tak akan terlalu berpikir untuk mengarang doa yang muluk-muluk. mereka akan dalam keadaan siap untuk menyambut perawan bunga lily. dalam prosesnya flat itu menggores dengan kasar tiang pancang yang tertanam. “Nah. tapi aku tak memejamkan untuk berdoa. dengan sangat sungguh-sungguh. Allan keesokan harinya. karena aku tahu satu-satunya cara Tuhan bisa menyelamatkanku adalah dengan membiarkan flat itu mengapung cukup dekat dengan salah satu tiang pancang jembatan untuk aku naiki. Aku benar-benar berkata. tapi tak perlu waktu lama untuk dia menyadari bahwa dia sedang dalam keadaan yang berbahaya. ‘Selamat jalan. tapi saat itu 183 . Guinevere dan King Arthur. Anne tak mengetahui ini. “Aku benar-benar sangat ketakutan. selamat jalan untuk selamanya. Dimana kayuh-kayuh itu? Tertinggal di pendaratan! Anne dengan terengah mengeluarkan jeritan kecil yang tak terdengar oleh siapa pun.’ da Ruby. tolong bawa flat ini mendekat ke tiang pancang dan aku akan melakukan yang selebihnya. Lancelot. “dan terasa seperti bertahun-tahun sembari flat itu terhanyut menuju ke jembatan dan air di dalamnya bertambah setiap saat. bibirnya pucat. ‘Tuhan tercinta. dia sudah siap. Allan. tapi dia tak kehilangan penguasaan diri.” katanya pada Nyonya. mengambil kain penutup keemasannya dan kain penutup peti mati dari samite paling hitam dan memandang dengan tatapan kosong ke celah besar di dasar tongkangnya dari mana air benar-benar mengalir. Selama beberapa menit Anne. Nyonya. Aku berdoa. Sekarang tolak flat itu.’ kalian berdua sebisa mungkin menyedihkan. Itu posisi yang sangat tidak romantis.’ berulang-ulang. karena flat itu terbentur tepat ke satu tiang pancang selama semenit dan aku berjuang mengatasi sandungan besar yang telah ditakdirkn Tuhan. sister yang manis. Diana. Nyonya. Diana. “Kita harus mencium keningnya yang tenang dan. yang hanyut dengan perlahan. Ada satu kesempatan—hanya satu. kau bilang.’ Itu lebih baik. Anne. Sesuatu yang terjadi kemudian sama sekali tidak romantis. Dan di sanalah aku. ‘Sister. dan menuju ke bawah ke tanjung yang lebih rendah dimana. Flat itu mulai bocor.

bergoyang-goyang lama. terlihat wajah putih mungil yang mencemooh melihat ke arahnya dengan mata abu-abu besar penuh ketakutan tapi juga penghinaan. Anne. sembari menjerit dengan suara sekeras-kerasnya. bayangan yang bergetar dan seperti berminyak. yang sangat membuatnya takjub. Ruby. 184 . Jane dan Diana. baru saja dia berpikir tak akan sanggup menanggung rasa sakit di lengan dan pinggangnya lebih lama lagi. setiap menit terasa sejam oleh perawan bunga lily yang malang. “Anne Shirley! Bagaimana kau bisa ada di situ?” dia berteriak. tapi sementara itu posisinya sudah sangat tak nyaman. yang berpegangan erat dengan pasrah pada tumpuannya yang berbahaya. Anne?” tanya Gilbert. Pertolongan akan segera datang. bosan dan gusar. Tak bisa berbuat apa-apa lagi. Imajinasinya mulai menunjukkan semua jenis kemungkinan yang sangat mengerikan padanya. saudara-saudara sekalian! Andaikan tak kan pernah ada yang datang! Andaikan dia menjadi sangat kelelahan dan kejang sampai-sampai tak sanggup bertahan lebih lama lagi! Anne melihat ke kedalaman hijau mengerikan di bawahnya. di buritan dengan tangan penuh dengan selendang yang meneteskan air dan kain krep yang basah. Kenapa tak ada seorang pun yang datang? Kemana anak-anak itu pergi? Andaikan mereka pingsan. menaikkan kayuhannya. beku ketakutan karena tragedi itu. dimana dia duduk. kemudian. tak pernah berhenti meskipun mereka telah menyeberangi jalan utama untuk melihat sekilas ke arah jembatan. berjuang masuk ke dalam dory. yang telah siap menanti flat itu di tanjung yang lebih rendah. berpegangan erat pada tangan Gilbert Blythe. melihatnya lenyap benar-benar di depan mata mereka dan tak ada kesangsian kecuali bahwa Anne ikut hilang bersamanya. seputih kertas. melihat mereka berlari dan mendengar jeritan mereka. mereka mulai berlari dalam keadaan kalut menerobos hutan. Benar-benar sangat sulit untuk berwibawa dalam keadaan seperti itu! “Apa yang telah terjadi. karena aku tahu mungkin aku harus bergantung pada pertolongan manusia untuk kembali ke tanah kering. Aku langsung mengucapkan doa penuh syukur dan kemudian aku memusatkan perhatian untuk berpegangan dengan erat. Kemudian. Menit-menit berlalu sudah.aku tak memikirkannya. Anne. Tanpa menunggu jawaban dia berusaha mendekat ke tiang pancang dan mengulurkan tangannya. Gilbert Blythe datang ke bawah jembatan dengan mendayung dory Harmon Andrews! Gilbert memandang sekilas ke atas dan.” Flat itu terhanyut ke bawah jembatan dan kemudian tenggelam dengan cepat di tengah-tengah sungai. Sejenak mereka terpaku berdiri. Kau tak terlalu berpikir tentang keromantisan ketika kau baru saja lepas dari ancaman terkubur dalam air.

Aku tak bermaksud untuk membuatmu marah dan maksudku itu hanya untuk luculucuan saja. “dan aku harus berhanyut-hanyut ke Camelot di dalam tongkang—maksudku flat. Anne lebih suka berpikir akan melegakan dengan duduk dan menangis sepuasnya. “Aku berhutang budi padamu. setengah menggebu dalam mata hazel Gilbert adalah sesuatu yang enak untuk dilihat. Gadis-gadis itu berlari mencari pertolongan. Tak bisakah kita jadi teman baik? Aku benar-benar menyesal telah membuat lelucon dengan rambutmu saat itu. itu sudah lama sekali. tampaknya tak sedikitpun hilang dan melunak oleh waktu.” katanya dengan angkuh begitu dia berbalik.” katanya dingin. Tapi Gilbert juga telah melompat dari perahu dan sekarang memegang lengan Anne untuk menahannya. Yuk kita berteman.” katanya tergesa. Jantungnya berdetak cepat. Anne Shirley. bahkan tanpa melihat pada penyelamatnya. dia telah sangat menghinanya. “lihatlah kemari. tapi tetap saja--! Pada keseluruhannya. Dan aku juga tak peduli!” Dia bergerak pergi dengan cepat dan sikap menantang. “Aku tak kan pernah lagi memintamu untuk berteman. yang bagi murid lain dan orang yang lebih dewasa mungkin sama menggelikannya dengan penyebabnya. karena reaksi dari ketakutannya dan harus terus menerus berpegangan erat membuatnya merasa begitu. Kejadian dua tahun lalu terbayang kembali sangat jelas dalam ingatannya seolah itu terjadi kemarin. Dia benci Gilbert Blythe! Dia tak akan pernah memaafkannya! “Tidak. Dia benar-benar sungguh kacau. dengan meremehkan bantuan. Kupikir rambutmu sekarang sudah sangat bagus—sungguh aku jujur. meloncat dengan cekatan ke darat. Tapi kegetiran dari penderitaan lamanya dengan cepat membuat ketetapan hatinya yang goyah menjadi kaku. “Aku tak kan pernah menjadi temanmu. Apakah kau akan cukup baik untuk mengantarkanku sampai ke pendaratan?” Gilbert dengan menurut mengantarkan ke pendaratan dan Anne. Gilbert memanggilnya “wortel” dan telah membuatnya malu di depan seluruh sekolah. agak aneh. Dia tetap menegakkan kepalanya. Dia baru saja merasakan sebuah kesadaran aneh muncul dalam seluruh harga dirinya yang tersakiti bahwa ekspresi setengah malu.” Anne menjelaskan dengan tak ramah. 185 .“Kami sedang bermain Elaine. Lagipula. Tentu saja. “Anne. Gilbert Blythe.” Anne ragu sejenak. dan Anne naik ke jalan kecil yang ditumbuhi tanaman pakis di bawah pepohonan maple. Dia hampir berharap telah menjawab Gilbert dengan cara yang berbeda. dan aku tak mau jadi temanmu!” “Baik!” Gilbert melompat ke dalam sampan kecilnya dengan rona kemarahan di pipinya. tapi dia sadar akan rasa penyesalan yang aneh. Kekesalannya. Flat itu mulai bocor dan aku keluar naik ke tiang pancang.

“lalu Gilbert Blythe datang dengan mengayuh dory Tuan. kawan. Jane Andrews. Anne—kami pikir—kau sudah—tenggelam—dan kami merasa seperti pembunuh—karena telah memaksa—kau jadi—Elaine. “Kurasa kemungkinanku untuk menjadi bijaksana sekarang lebih cerah dari sebelumnya. Tuan.” jawab Anne optimis. Di keluarga Barry dan Cuthbert terjadi kegemparan besar ketika peristiwa sore itu terungkap. dan ditinggalkan agar sedapat mungkin pulih dari kehisterisannya. Itu semua salahku. dan Nyonya. 186 . “Oh. sementara Jane dan Diana berlari menerobos Hutan Angker dan menyeberangi anak sungai menuju ke Green Gables. itu sangat romantis!” kata Jane. Di sini Ruby Gillis tak tahan untuk histeris. akhirnya bisa cukup bernapas setelah ucapannya. Diana. Andrews dan membawaku ke darat. Disana mereka juga tak mendapati siapa pun.” “Oh. Anne?” erang Marilla.” Diana terengah-engah. Marilla. yang memperturutkan kesunyian yang menyenangkan di loteng timur. “Dan aku kan pernah mau mendengar kata-kata ‘romantis’ lagi.” “Tentu saja aku tak kan bicara.” “Aku tak mengerti. Aku merasa yakin telah dilahirkan di bawah bintang sial. Kita telah hancur dan kehilangan flat ayahmu. Anne. kurasa aku akan sadar. “oh. dan aku punya firasat kita tak akan diijinkan berdayung di kolam lagi. dengan semangat lamanya yang kembali dalam sekejap. karena Marilla telah pergi ke Carmody dan Matthew sedang menyiapkan jerami di ladang belakang.Di tengah jalan dia bertemu dengan Jane dan Diana yang cepat-cepat kembali ke kolam dalam keadaan nyaris jauh dari hiruk-pikuk. Dan Ruby sedang histeris—oh. betapa tampannya dia! Oh.” Firasat Anne terbukti lebih dapat dipercaya daripada firasat yang mungkin suka dilakukan.” ujar Marilla. hampir memeluknya dan menangis karena lega dan gembira. “Oh. telah menenangkan saraf-sarafnya dan mengembalikannya ke kegembiraannya yang biasa.” jawab Anne cepat. “Tentu kau akan bicara dengannya setelah kejadian ini. Mereka tak menemukan seorangpun di Orchard Slope. Anne. Barry sedang pergi. “Apakah kau akan punya kesadaran. bagimana kau bisa selamat?” “Aku naik ke salah satu tiang pancang. ya. Anne. Aku benar-benar menyesal kalian sudah sangat ketakutan. Semua yang kulakukan membuatku atau kawan-kawan tercintaku mendapat masalah.” jelas Anne dengan lelahnya. Sebuah tangisan yang betul-betul.

Ketika dia sampai pada baris Para penombak yang keras kepala itu masih berhasil 187 . meletakkan sebelah tangan di bahu Anne ketika Marilla keluar. Kesalahan Hutan Angker menyembuhkanku dari membiarkan angan-anganku melantur. yang sedang duduk diam di pojok.” “Aku yakin aku sangat berharap. Sekarang aku tak pernah memikirkan rambut dan hidungku—setidaknya. Kesalahan kue obat gosok menyembuhkanku dari kecerobohan dalam memasak. Itu suatu malam di Bulan September dan semua celah dan tanah terbuka di hutan dipenuhi dengan cahaya merah delima matahari terbenam. Itu mungkin cukup mudah di Camelot yang bermenara ratusan tahun yang lalu. Disana-sini jalanan tersirami dengan cahaya itu. Sejak aku datang ke Green Gables aku telah membuat banyak kesalahan. “Jangan buang semua keromantisanmu.Marilla. Aku merasa benar-benar yakin kau akan segera melihat perbaikan besar dalam diriku dalam hal ini. Anne. tentu saja—simpanlah sedikit. “hari ini aku telah belajar sebuah pelajaran baru dan berharga. Dan kesalahan hari ini akan menyembuhkanku dari bersikap terlalu romantis. dan setiap kesalahan telah membantu menyembuhkanku dari beberapa kelemahan besar. Angin berhembus sekencang-kencangnya. Tapi Matthew.” jelas Anne. mengulang keras-keras pertentangan bagian syair dari MARMION—yang juga menjadi bagian dari pelajaran Bahasa Inggris mereka musim dingin sebelumnya dan yang Miss Stacy paksakan untuk mereka pelajari luar kepala—dan bersuka ria pada baris-barisnya yang padat dan ketidakserasian dalam perumpamaannya. Sapi-sapi itu berjalan menyusuri jalan dengan tenang. tapi untuk sebagian besar tempat sudah teduh di bawah pepohonan maple. dan Anne mengikuti mereka dengan melamun.“Well. sangat jarang.” ujar Marilla skeptis.” Bab XXIX – Suatu Masa dalam Kehidupan Anne Anne meggiring sapi-sapi itu pulang dari padang rumput belakang melewati jalan Lover’s Lane. Pewarnaan rambutku menyembuhkanku dari sifat suka berlagak. Aku sudah menyimpulkan tak ada gunanya mencoba untuk romantis di Avonlea. tapi sekarang keromantisan tidak dihargai. dan tempat di bawah pepohonan fir telah terisi dengan senja terang berwarna lembayung laksana wine yang halus. dan tak ada musik di dunia yang lebih indah daripada yang dibuat oleh angin pada pepohonan fir malam pada malam hari. Anne. simpanlah sedikit keromantisan itu. Masalah bros batu baiduri menyembuhkanku dari turut campur dengan sesuatu yang bukan milikku.” bisiknya malu-malu. “sedikit romatis adalah hal yang baik—tidak terlalu banyak.

Diana.” sahut Anne putus asa. merasa perlu bersandar di sebuah pohon maple untuk menopang. Anne.” “Ini malam yang sangat bagus. “tapi oh. dan menurutnya itu akan tampak jauh lebih mirip dengan upacara pemakaman. “kalau tidak itu adalah Moody Spurgeon MacPherson melihat kau pulang dari pertemuan doa semalam. dan Aunt Josephine mau kau dan aku pergi ke kota Hari Selasa depan dan berhenti dengannya untuk melihat Pameran. dia berhenti dalam kegembiraan untuk memejamkan matanya bahwa mungkin lebih baik dia mengkhayalkan dirinya salah seorang dari kumpulan yang heroik itu. mata hitamnya menari-nari karena suka cita. Diana? Itu membuatku sangat senang bisa hidup. “apa kau serius? Tapi aku takut Marilla tak kan mengijinkanku pergi. karena itu akan sangat menyenangkan. Tebak. aku punya kabar yang seperti itu. “Aku tak bisa mengira apa itu. Aku ingin pergi. Pacar Charlotte tak akan menyetujuinya.” ujar Diana. Allan mau kita yang menghiasi gereja.” “Ibu Jane akan mengijinkannya mengadakan pesta ulang tahunnya?” Diana menggelengkan kepalanya. Di waktu pagi aku selalu berpikir pagi hari adalah yang terbaik.” “Akhirnya Charlotte Gillis akan menikah di gereja dan Nyonya. “mungkin aku tak akan menyombongkan diri karenanya kalau pun dia melakukannya. Hari ini ibu menerima sepucuk surat dari Aunt Josephine. Kau boleh punya tiga tebakan. tetapi ketika malam tiba kupikir malam masih lebih indah.” bisik Anne. Diana. Ini terlalu hebat.Hutan mereka yang gelap dan tak dapat ditembus. tapi Marilla bilang sebaiknya aku tinggal di rumah mempelajari pelajaranku dan begitu juga dengan Jane. Itulah yang dikatakannya minggu lalu ketika Jane mengajakku pergi bersama mereka dengan kereta kuda bertempat duduk-ganda ke konser American di Hotel White Sands.” seru Diana marah. karena belum ada seorang pun yang menikah di gereja. Aku merasa sangat sedih sampai-sampai aku tak ingin berdoa ketika 188 . Ketika dia membukanya lagi terlihat Diana datang melalui pintu gerbang yang menuju ke lapangan keluarga Barry dan tampak sangat penting sampai-sampai Anne menebak dengan cepat ada kabar yang akan disampaikan.” jerit Anne. Anne. Tebak lagi. makhluk yang mengerikan! Sudah kuduga kau tak bisa menebaknya. “Bukan. Aku kecewa sekali. “Bukankah malam ini persis seperti mimpi berwarna ungu. Dia akan bilang bahwa dia tak bisa mendukung keluyuran. Nah!” “Oh. Tapi dia tak mau memperlihatkan rasa penasarannya yang menggebu-gebu. Ya kan?” “Kupikir tidak.

Barry harus mengijinkan anak-anak itu menginap pada Hari Selasa berikutnya. Apa menurutmu kita salah terlalu banyak memikirkan pakaian? Marilla bilang itu berdosa. “kita akan membujuk Ibu untuk memintanya pada Marilla. dan tahun ini mereka akan pergi lagi. itu lebih mudah bagiku. Mungkin dengan begitu dia akan mengijinkanmu pergi. Aku sangat senang. dan sangat serasi. Diana. dengan tali dan rumbai-rumbai merah. Jane dan Ruby sudah dua kali. Baju itu sangat cantik. Sekarang Marilla selalu membuat baju-bajuku dengan modis. Topi itu salah satu dari topi-topi beludru mungil berwarna biru yang menjadi kegemaran. karena langit sebelah timur di belakang pepohonan fir dari Hutan Angker semuanya seperti perak dan tak 189 .” sahut Diana. Lynde untuk membuatnya. Ketika aku melihatmu masuk ke gereja Hari Minggu lalu hatiku membengkak karena bangga memikirkan bahwa kau adalah teman yang paling kusayangi.” ujar Anne tegas. Setidaknya. maka harus berangkat pagi-pagi sekali. Pandangan sekilas dari jendelanya membuatnya yakin bahwa hari itu akan cerah. Jauh lebih mudah menjadi baik kalau pakaian-pakaianmu modis. Barry ingin pergi dan pulang pada hari yang sama. Aku belum pernah pergi ke sebuah Pameran. Tapi Matthew bilang aku harus punya sebuah jas baru. Tapi aku menyesal karenanya dan bangun di tengah malam dan berdoa. Menurut Marilla aku tak memerlukan jas baru.” “Aku tak akan berpikir tentang itu sama sekali sampai aku tahu apa aku boleh pergi atau tidak. itu akan lebih dari yang sanggup kutanggung. Topiku sangat cantik. Berhubung Charlottetown jauhnya sepanjang 30 mil dan Tuan.” “Kuberitahu. Matthew membelikannya untukku pada hari saat kami berada di Carmody. Diana—biru laut dan dibuat dengan sangat modis. “Kalau aku memikirkannya dan kemudian kecewa. Jas itu akan selesai Sabtu malam. jadi Marilla membeli sehelai kain tenunan dari sutra berwarna biru yang indah. dan itu dibuat oleh seorang penjahit sungguhan di Carmody.akan tidur. karena aku takut tak dibenarkan untuk membayangkan hal semacam itu. karena katanya dia tak bermaksud membuat Matthew pergi ke Nyonya. Kurasa itu tak banyak berbeda dengan orang yang pada dasarnya memang baik. dan sangat menjengkelkan mendengar anak-anak lain bicara tentang perjalanan mereka. dan aku mencoba tidak membayangkan diriku berjalan di jalur antara tempat duduk di gereja pada Hari Minggu dengan setelan baruku dan topi. dan kalau dia mengijinkan kita akan merasa sangat bahagia. kan?” Marilla setuju untuk mengijinkan Anne pergi ke kota. Tapi jika seandainya aku benar-benar pergi Aku akan sangat gembira jasku akan siap saat itu juga. dan sudah diatur bahwa Tuan. Tapi Anne menganggap itu semua kegembiraan. Anne. Topi barumu elegan. dan telah bangun sebelum matahari terbit pada pagi Selasa. Tapi itu topik yang sangat menarik. Katanya jas lamaku akan cocok sekali untuk musim dingin sekali lagi dan bahwa aku harus puas dengan memiliki satu baju baru. Tapi meskipun demikian bayangan itu masuk begitu saja ke dalam pikiranku.

” Itu merupakan rumah besar yang benar-benar tua dan bagus. Tapi aku berani bilang kau tahu itu tanpa harus diberitahu. “Aku tahu aku tak terlalu berbintik-bintik seperti dulu. lagi-lagi jalan itu menaiki bukit dari mana tampak sapuan jauh dari garis lengkung dataran tinggi atau langit biru-berkabut.” ujarnya. dipindahkan ke belakang dari jalan dalam pengasingan pepohonan elm yang hijau dan pepohonan beech yang bercabang. Terkadang jalan itu melalui hutan di mana pepohonan maple mulai menggantung panji-panji berwarna merah tua. kau lebih tinggi dariku. betapa sudah dewasanya kau! Kukatakan.” seperti yang kemudian Anne ceritakan pada Marilla. tapi aku sungguh tak berani berharap ada peningkatan lainnya. terkadang jalan itu memutar sepanjang pantai pelabuhan dan dilewati oleh sekelompok kecil gubuk untuk memancing yang berwarna kelabucuaca. dan aku tak tahu rumahnya sangat mewah. dan Anne berjalan cepat melintasi anak sungai dan menyusuri jalan melalui pepohonan fir menuju ke Orchard Slope. jadi aku harus banyak bersyukur karenanya. Setelah sarapan topi baru yang bergaya dan jaket dikenakan. Anne telah berpakaian saat Matthew menyalakan api dan telah menyiapkan sarapan ketika Marilla turun. Barry dan Diana sedang menunggunya. Sangat menyenangkan bicara terus menerus sepanjang jalanan yang lembab di awal pagi sinar matahari merah yang bergerak pelan melintasi ladang yang telah dipanen. Itu perjalanan yang panjang. “Ya ampun. Kedua gadis kecil desa itu agak malu dengan keindahan ruang tamu di mana Miss Barry meninggalkan mereka ketika dia akan memeriksa persiapan makan malam. Melalui celah pepohonan selarik cahaya bersinar di loteng barat di Orchard Slope. Miss Barry.berawan. “Bukankah ini persis seperti istana?” bisik Diana. sebuah tanda bahwa Diana juga sudah bangun.” Rumah Miss Barry dilengkapi dengan “keindahan yang hebat. Tuan. dan kabut asap-biru tipis bergulung melewati lembah-lembah dan hanyut dari bebukitan. kau gadis-Anne.” 190 . Saat itu hampir tengah hari ketika mereka tiba di kota dan mengetahui jalan ke “Beechwood. Dan kau juga tampak jauh lebih baik dari yang dulu. Miss Barry menemui mereka di pintu dengan mata hitam tajamnya yang bersinar-sinar. Aku sungguh berharap Julia Bell bisa melihat ini—dia sungguh angkuh dengan ruang tamu ibunya. tapi Anne dan Diana menikmati setiap menit darinya. terkadang jalan itu menyeberangi sungai di atas jembatan sampai membuat tubuh Anne ngeri karena takut setengah-gembira yang sudah tak asing lagi.” sahut Anne berseri-seri. Aku sangat senang menurutmu ada. “Jadi akhirnya kau datang untuk menemuiku. tapi di pihaknya sendiri merasa terlalu gembira untuk makan. nak. “Aku tak pernah masuk ke rumah Aunt Josephine sebelumnya. tapi kemana pun jalan itu pergi ada banyak daya tarik untuk dibahas. dan segera mereka sudah berada di jalan.” “Sebenarnya aku tak tahu. Udaranya segara dan kering.

Walaupun. berpikir itu tugasnya untuk melarang dengan memberikan contoh yang baik dengan tidak menghadiri. Diana bilang menurutnya menggelikan bagi seorang pengawas sekolah-Minggu menjadi juara untuk babi. bungabunga dan pekerjaan jahitan indah. ketika aku bisa senang untuk keberhasilan Josie? Tuan. kupikir. Harmon Andrews menjadi juara kedua untuk apel Gravenstein dan Tuan. Apa kau tahu? Katanya dia akan selalu memikirkan itu setelah ini ketika dia berdoa dengan sungguh-sungguh. Allan. “Pameran itu bagus sekali. Tapi ada banyak sekali orang di sana aku tak yakin akan ada yang memperhatikan ketidakhadiran Nyonya. “Aku tak pernah membayangkan sesuatu yang sangat menarik. Lynde tak mau pergi. Marilla. ya kan. Lynde menjadi juara pertama untuk mentega dan keju buatan sendiri.” cerita Anne pada Marilla kemudian. Dan aku senang sekali aku tak bertaruh. Diana. Josie Pye menjadi juara pertama dalam merajut renda. karena itu menunjukkan aku mengalami peningkatan. katanya pacuan kuda itu hal yang dibenci dan. Jadi Avonlea diwakili dengan cukup bagus. Aku benar-benar senang dia jadi juara. Ada banyak sekali benda di ruangan ini dan semuanya sangat bagus sampai-sampai tak ada kesempatan untuk berkhayal. dia adalah anggota jemaat gereja. Dan Miss Barry membawa kami ke tribune untuk melihat pacuan kuda. kan? Nyonya. “dan gorden sutra! Aku telah mengimpikan hal-hal seperti ini. Tapi apa kau tahu bagaimana pun aku tak yakin aku merasa nyaman dengan semua ini. Selalu salah melakukan sesuatu yang tak bisa kau ceritakan pada istri pendeta. Clara Louise MacPherson mendapat hadiah dalam melukis. dan aku merasa yakin tak ada guna menceritakan itu padanya.” desah Anne menikmati. Lynde. Bell juara pertama untuk babi. Aku tak yakin kuda itu yang akan menang. Ada ribuan orang di sana. Itu suatu hiburan ketika kau miskin—ada banyak sekali hal yang bisa kau khayalkan.” Persinggahan mereka di kota adalah sesuatu yang Anne dan Diana nantinantikan selama bertahun-tahun. Pada Hari Rabu Miss Barry membawa mereka ke daerah Pameran dan menahan mereka di sana seharian. karena aku ingin menceritakan semua hal pada Nyonya. karena kuda merah itu BENAR-BENAR menang. Kupikir aku paling suka kuda-kuda. aku tak harus sering pergi ke pacuan kuda. Dan aku senang bahwa aku merasa senang. karena pacuan kuda ITU sangat menarik. Dari awal hingga akhir persinggahan itu penuh dengan kegembiraan. Marilla. dan aku tak pernah tahu seberapa besar aku benarbenar menyukainya sampai aku melihat wajahnya yang akrab di antara orangorang asing itu.“Karpet beledu. Diana menjadi sangat heboh sampai-sampai dia mengajakku bertaruh sepuluh sen bahwa kuda merah yang akan menang. Sebagus kesadaran tambahan untuk menjadikan istri pendeta sebagai temanmu. Aku benar-benar tak tahu bagian yang mana yang paling menarik. dan Nyonya. Itu membuatku merasa sungguh amat tak penting. Lynde ada di sana hari itu. Nyonya. tapi aku menolak untuk bertaruh. 191 . tapi aku tak tahu kenapa.

dan kami melihat seorang pria menjual peruntungan. Marilla. Dan aku sampai pada kseimpulan. Itu sebuah kamar yang elegan. Bagi Anne malam itu merupakan impian kegembiraan yang megah. dan mengenakan satin putih dan berlian. sepertinya itu air mata kebahagiaan. aku sangat gembira bahkan sampai tak bisa bicara. tapi.dan aku akan kehilangan sepuluh sen. Aku melihat dengan hati-hati pada semua pria berkulit gelap yang kulihat setelah itu.” Hari Kamis gadis-gadis itu pergi ke taman. Itu merupakan kegiatan untuk merencanakan berbagai hal. Miss Barry menempatkan kami di kamar tamu. dan aku mulai menyadarinya. Aku sangat kelelahan sampai tak bisa tidur malamnya. Aku akan suka naik ke atas dalam balon. itu akan sangat menggetarkan hati. Jadi aku memikirkannya setelah berada di tempat tidur. Marilla. jadi mungkin kau tahu seperti apa rasanya. dan aku akan pergi menyeberangi perairan untuk bertempat tinggal. Sangat menyenangkan sekali-kali makan es krim di sebuah restoran keren pada jam sebelas malam. Aku hanya duduk membisu karena terpesona. Jadi kau lihat bahwa kebaikan itu adalah ganjarannya sendiri. Itu kedengaran sangat menjemukan. itu terlalu sulit untuk dilukiskan. Aku merasa seperti berlari ketika aku memandangi bintang-bintang. Oh. Marilla. Miss Barry memberi Diana dan aku masing-masing sepuluh sen untuk mengetahui peruntungan kami. Sesuatu yang sangat kau inginkan ketika kau kecil tampak tak separuh pun sangat menakjubkan ketika kau mendapatkannya. dan bagaimana pun juga kurasa saat ini masih terlalu dini untuk berhati-hati terhadapnya. Tapi ketika dia mulai bernyanyi aku tak pernah memikirkan hal lain. bahwa aku tidak dilahirkan untuk kehidupan kota dan bahwa aku senang karenanya. Diana bilang dia yakin dia dilahirkan untuk kehidupan kota. itu hari yang tak kan-pernah-terlupakan. Marilla. Air mata merebak di mataku. “Oh. oh. tapi sebagai kegiatan tetap aku lebih suka 192 . dan bilang pada Miss Barry aku tak tahu bagaimana akan kembali ke kehidupan biasa lagi. Kami melihat seorang pria naik ke atas dalam sebuah balon. Aku sangat menyesal ketika semuanya usai. sesuai janji. Madame Selitsky benar-benar sangat cantik. Itu hal terburuk karena tumbuh dewasa. aku tak bisa kuungkapkan padamu bagaimana rasanya. Es krim itu memang lezat. Marilla. dan pada malam harinya Miss Barry membawa mereka ke sebuah konser di Academy of Music (Musik Akademi). Miss Barry tanya apa pendapatku. dan sangat menyenangkan dan boros duduk di sana makan es krim pada jam sebelas malam. Ia bilang menurutnya kalau kami pergi ke restoran di seberang jalan dan makan es krim mungkin itu akan membantu. Marilla. tapi kubilang aku harus memikirkannya dengan sangat serius sebelum aku bisa mengatakan padanya apa sebenarnya yang kupikirkan. dimana seorang primadona yang terkenal akan bernyanyi. tapi yang membuatku terkejut itu memang benar membantu. tapi aku tak terlalu mempedulikan seorang pun di antara mereka. Oh. Peruntunganku adalah bahwa aku akan menikah dengan seorang pria berparas-gelap yang sangat kaya. tapi bagaimana pun juga tidur di kamar tamu tak seperti yang pernah kubayangkan. Kau membayarnya sepuluh sen lalu seekor burung kecil memilihkan peruntungan untukmu. Tapi kelihatannya tak kan pernah sulit lagi bagiku untuk menjadi baik.

Ia menghargai orang hanya karena mereka dapat membantu atau menghiburnya. Tapi Miss Barry senang. Barry tiba untuk menjemput gadis-gadis itu. yang dengan menurutkan kata hati merangkulkan tangannya ke leher wanita tua itu dan menciumi pipinya yang keriput. Marilla. dan Tuan. Miss Barry adalah seorang wanita tua yang agak egois. Tampaknya sangat kesepian. tapi semacam kepastian bahkan dalam tidurku bahwa bintang-bintang bersinar di luar dan bahwa angin bertiup di sela pepohonan fir melintasi anak sungai. “Dan kau. caranya memikat hati. dan ia berdiri di berandanya dan mengawasi kereta kuda itu sampai hilang dari pandangan. Kupikir aku tak menyukai itu. dan manisnya mata dan bibirnya. kuharap kalian telah bersenang-senang. Diana tak kan pernah berani melakukan hal seperti itu dan merasa agak terperanjat dengan kebebasan Anne. “Kupikir Marilla Cuthbert sangat tolol ketika kudengar dia mengadopsi seorang anak perempuan dari sebuah panti asuhan. Saat itu matahari telah terbenam ketika mereka melewati White Sands dan berubah menjadi jalanan pantai.” sahut Diana. ketika ia mengucapkan selamat tinggal. Di seberangnya. Anne telah menghiburnya. “Well. Aku bilang begitu pada Miss Barry saat sarapan keesokan paginya dan ia tertawa. Kalau aku punya seorang anak seperti Anne di rumah setiap saat aku akan jadi wanita yang lebih baik dan lebih bahagia. emosinya yang blak-blakan. Tapi Miss Barry merasa dirinya lebih sedikit memikirkan cara bicara Anne yang menarik perhatian daripada semangat tingginya yang segar. Miss Barry memang biasa tertawa pada apa pun yang kukatakan.” katanya pada diri sendiri.berada di loteng timur pada jam sebelas. “tapi bagaimana pun juga kurasa dia tak terlalu keliru. bebukitan Avonlea menjadi gelap 193 . Kemudian ia masuk kembali ke dalam rumah besarnya dengan mendesah. karena tak ada jiwajiwa muda yang bersemangat itu. karena ada kesadaran menggembirakan akan adanya rumah yang menanti di akhir perjalanan. tertidur nyenyak. kalau kenyataan harus diungkapkan.” Hari Jumat menyebabkan tibanya saat-pulang. gadis-Anne?” “Aku menikmati setiap menit dari saat-saat itu. bahkan ketika aku mengatakan sesuatu yang paling sungguh-sungguh.” sahut Anne. “Tentu kami telah bersenang-senang. karena aku tidak sedang mencoba untuk melucu. dan tak pernah terlalu peduli pada orang lain kecuali dirinya sendiri. lebih menyenangkan.” ujar Miss Barry.” Anne dan Diana merasa perjalanan pulang sama menyenangkannya dengan perjalanan pergi—sebenarnya. dan karenanya dia sangat disayangi oleh wanita tua itu. Tapi ia wanita yang paling ramah dan memperlakukan kami dengan meriah.

194 . “Kupikir kau akan lapar setelah perjalanan seperti itu dan butuh sesuatu yang benar-benar enak. mengirimkan kehangatan pijar merahnya ke luar memintasi dinginnya malam musim gugur.” ujar Anne. Matanya kelelahan. karena matanya sudah sangat sering kelelahan karena telah berumur. bahkan ke jam dinding. Di sini sangat sunyisenyap tanpamu. dan memberikan laporan lengkap dari kunjungannya pada mereka. aku senang kau telah kembali. Gelombang-gelombang pecah dengan gemerisik lembut di atas batu karang di bawahnya. Kuakui. Marilla.” dia mengakhiri dengan gembira. Anne berlari dengan riang gembira menaiki bukit dan masuk ke dapur. tapi menyenangkan bisa bergembira lalu pulang ke rumah. “Oh. “Aku mengalami waktu yang menyenangkan. Setiap teluk kecil di sepanjang jalan yang berliku merupakan keajaiban riak yang menari. dan oh.kontras dengan langit yang berwarna kuning-jingga. “Ya. “Jadi kau sudah kembali?” ujar Marilla. Bergegaslah dan bukalah mantelmu.” ujar Anne bersuka cita. ayam panggang! Kau tak bermaksud untuk bilang kau memasakkannya untukku!” “Ya.” Setelah makan malam Anne duduk di depan api di antara Matthew dan Marilla. Ketika dia menyeberangi jembatan kayu di atas anak sungai lampu dapur di Green Gables mengedip ramah padanya sebagai tanda selamat datang kembali. “aku bisa mencium segala sesuatu. dan melalui pintu yang terbuka memancar api di perapian. dan samar-samar ia berpikir bahwa ia harus berusaha mengganti kaca matanya saat berikutnya ia pergi ke kota. dan ketajaman bau laut sedang sangat segar dan kuat. di mana hidangan makan malam yang panas telah menunggu di meja. aku memang memasakkannya untukmu.” sahut Marilla. sangat menyenangkan bisa kembali. dan aku tak pernah menghabiskan empat hari yang lebih lama. “dan aku merasa bahwa itu melambangkan suatu masa dalam kehidupanku.” Bab XXX – Disusunnya Kelas Queen Marilla meletakkan rajutan di pangkuannya dan bersandar di kursinya. melipat rajutannya. Di belakangnya bulan mulai muncul dari laut yang membuat seluruh sinar menjelma menjadi cahayanya. Tapi yang terbaik dari itu semua adalah pulang ke rumah. lalu kita akan segera makan begitu Matthew masuk.

Sekarang sangat menyenangkan berada di hutan. karena waktu senja yang sempurna di Bulan November telah sampai di Green Gables. dengan senyuman di bibirnya yang terbuka. Terkadang dia berpikir dengan sedih bahwa Marilla sangat sulit untuk dapat disenangkan hatinya dan jelas-jelas kurang simpati dan pengertian.” ujar Marilla kasar. petualangan yang menakjubkan dan memikat terjadi padanya di negeri awan—petualangan yang selalu berakhir dengan jaya dan tak pernah melibatkan dirinya dalam masalah seperti dalam kehidupannya yang sebenarnya itu. Marilla menatapnya dengan kelembutan yang tak kan pernah sanggup menampakkan dirinya dalam cahaya yang lebih terang daripada campuran lembut dari kilauan api dan bayangan itu.Saat itu nyaris gelap. Pastinya Anne sendiri tak tahu betapa Marilla mencintainya. “Benarkah? Oh. aku sangat menyesal tak berada di rumah. Semua makhluk-makhluk hutan yang mungil—pepohonan paku.” Anne kembali dari dunianya yang lain dengan terkejut dan helaan napas panjang. dan satu-satunya cahaya di dapur datang dari kobaran api merah yang menari-nari di kompor. tapi bukunya telah jatuh ke lantai. dan mungkin dia melakukan semacam penebusan dosa yang tak disengaja untuk hal ini dengan menjadi lebih tegas dan lebih kritis daripada bila gadis itu kurang disayanginya. Sebenarnya. cintanya membuatnya takut menjadi terlalu memanjakan. “Anne. Kenapa kau tak memanggilku. Puri-puri yang gemerlapan di Spanyol memperoleh bentuknya sendiri karena kabut dan pelangi dalam khayalannya yang hidup. Tapi dia telah belajar untuk mencintai gadis ramping. Pelajaran dari sebuah cinta yang akan memperlihatkan dirinya dengan mudah dalam kata-kata yang diucapkan dan pandangan yang terbuka adalah satu hal yang tak pernah mampu dipelajari oleh Marilla. memandang ke dalam pijaran yang penuh kegirangan itu dimana sinar matahari dari seratus musim panas telah disaring dari kayu bakar pohon maple. Ia merasakan kegelisahan bahwa agak berdosa sangat membulatkan tekad terhadap seorang manusia seperti ia telah membulatkan tekadnya terhadap Anne. dedaunan satin dan crackerberry—telah kesemutan. persis seolah seseorang telah menyembunyikan mereka sampai musim semi di bawah selimut daun. mengingat apa yang telah diberikannya kepada Marilla. Kupikir itu adalah peri abu-abu dengan syal pelangi yang 195 . dan sekarang dia bermimpi. bermata abu-abu ini dengan kasih sayang benar-benar lebih dalam dan lebih kuat dari sifatnya yang sangat tidak suka menunjukkan perasaannya. Tapi dia selalu mengendalikan pikirannya dengan penuh celaan. Dia sedang membaca. Anne melekuk gaya-Turki di karpet perapian. Marilla? Diana dan aku hanya di sekitar Hutan Angker. “Miss Stacy ke sini tadi sore ketika kau berada di luar rumah dengan Diana.

Marilla. membentuk kebiasaan yang pantas dihormati. Dia membicarakanmu. Hampir berumur empat belas tahun merupakan hal yang serius. dengan begitu saat kami berumur dua puluh tahun sifat-sifat kami akan berkembang dengan sepantasnya. gagah. Diana dan aku membicarakan masalah itu sepanjang jalan pulang dari sekolah. Katanya kami tak boleh terlalu hati-hati apa kebiasaan yang telah kami bentuk dan cita-cita apa yang telah kami capai pada masa remaja kami. sekarang Diana dan aku banyak membicarakan tentang tema-tema yang serius. Miss Stacy membawa kami semua gadis-gadis yang sedang dalam masa remaja turun ke anak sungai Rabu yang lalu. Kami merasa sangat sungguh-sungguh. Tapi kenapa Miss Stacy ke sini tadi sore?” “Itu yang mau kukatakan padamu. dan baru saja sampai pada 196 . Aku tanya pada Ruby Gillis kenapa Myrtle dikutuk. tapi aku lupa. kalau saja kau memberiku kesempatan untuk menyela. Sungguh sangat mengerikan membayangkan berusia dua puluh tahun. tapi bukan untuk diseret ke dalam semua hal. Marilla. Dan ia bilang kalau pondasinya rapuh kami tak kan pernah bisa membangun apa pun yang benar-benar bermanfaat di atasnya. dan Ruby bilang dia tebak itu karena pemudanya tak setia kepadanya. Aku sedang membacanya pada jam makan malam. Tak masalah para pemuda itu di tempatnya. karena saat kami berusia dua puluh tahun sifat-sifat kami akan berkembang dan pondasi itu dipersiapkan untuk seluruh kehidupan kami di masa yang akan datang. Kami merasa jauh lebih dewasa dari sebelumnya sampai tak cocok membicarakan masalah-masalah yang kekanakan. Jane Andrews yang meminjamkannya padaku. karena menurutnya mungkin akan lebih mulia menikahi seorang pria jahat. Aku bermaksud untuk memberitahumu. Itu berefek sangat buruk pada imajinasi Diana. dan biadab lalu mengubahnya menjadi lebih baik. Diana tak kan bicara banyak tentang itu. aku tahu apa yang dikatakannya. Lynde bilang Myrtle Bell adalah makhluk terkutuk. Anne. Kau tahu. mempelajari semua yang kami mampu dan menjadi sebijaksana mungkin. jujur aku sungguh-sungguh. dan mengatakan itu pada kami.datang dengan berjinjit sepanjang malam terang bulan yang lalu dan melakukannya. Walaupun Diana belum benar-benar membulatkan tekadnya. Miss Stacy memergokiku sedang membaca Ben Hur di sekolah kemarin sore ketika seharusnya aku sedang belajar sejarah Kanada. Marilla. Diana tak pernah melupakan omelan ibunya padanya karena mengkhayalkan hantu di Hutan Angker. Kedengarannya sangat tua dan dewasa.” “Tentangku?” Anne tampak agak takut. Marilla. dan semakin dia dewasa maka semakin parah. Walaupun. Nyonya. Dan kami telah memutuskan akan mencoba untuk benar-benar sangat berhati-hati. ya kan? Diana dan aku sedang merencanakan dengan sungguhsungguh untuk saling berjanji bahwa kami tak kan pernah menikah melainkan jadi perawan tua yang manis dan hidup bersama selamanya. Kemudian wajahnya bersemu dan dia berteriak: “Oh. Itu membinasakannya. Ruby Gillis tak memikirkan apa pun kecuali para pemuda.

Jadi bagaimana pun kupikir ia sangat tak baik pergi ke sini bertemu denganmu untuk masalah itu.perlombaan kereta kuda perang ketika sekolah masuk. Pertama. tapi kemudian ia tak pernah berkata sepatah kata pun. Miss Stacy membawa Ben Hur. Ketika aku gadis aku tak diperbolehkan banyak melihat sebuah novel. dan aku membacanya hanya pada hari-hari kerja. Ia bilang aku sudah sangat bersalah dalam dua hal. Aku menangis sejadi-jadinya. dan kedua. Tapi Miss Stacy bilang ia tak kan mewajibkannya. Itu buku yang dipinjamkan oleh Ruby Gillis untukku. Allan berpendapat itu adalah buku yang tepat untuk dibaca seorang gadis berusia tiga belas tiga per empat tahun. tapi MENDERITA SEKALI mengembalikan buku itu tanpa mengetahui bagaimana 197 . Kau tahu. bagaimana bisa kau sebut Ben Hur sebuah novel sementara itu adalah sebuah buku yang benar-benar sangat religi?” sanggah Anne. terutama ketika kudengar Josie Pye terkikik-kikik.” “Miss Stacy tak pernah menyinggung hal seperti itu padaku. bahwa apa yang telah kulakukan adalah suatu kebohongan. dan minta Miss Stacy untuk memaafkanku dan aku tak kan pernah melakukan hal seperti itu lagi. Aku shock. Marilla. dan hanya rasa bersalahmu lah yang menjadi masalahmu. “Tentu saja buku itu agak terlalu mengasyikkan sebagai bacaan yang tepat untuk Hari Minggu. Aku sangat asyik dengan buku itu sampai aku tak pernah tahu Miss Stacy datang berjalan di jalur tempat duduk sampai tiba-tiba aku mendongak ke atas dan di sana Miss Stacy sedang menunduk menatapku. Aku benar-benar heboh ingin mengetahui bagaimana akhirnya—meskipun aku merasa yakin Ben Hur pasti menang. Kau tak berhak membawa buku cerita ke sekolah. aku sudah menghabiskan waktu yang seharusnya kugunakan untuk belajar. Marilla. dan ia telah memaafkanku tanpa syarat. tidak berfaedah. lalu aku berusaha melakukan penebusan dosa dengan tak terlalu melihat Ben Hur selama seminggu penuh. Suatu hari ia memergokiku sedang membaca sebuah buku berjudul. dan ia memintaku untuk tidak lagi membaca buku itu atau yang sejenisnya. dan. karena keadilannya akan tak puitis jika dia tak menang—jadi aku membentangkan sejarah itu dalam keadaan terbuka di atas penutup mejaku dan kemudian menyelipkan Ben Hur di antara meja dan lututku. Miss Stacy menyuruhku berjanji begitu. sementara selama ini aku bersuka ria dengan Ben Hur. Dan sekarang aku tak pernah membaca SATU buku PUN kalau tidak Miss Stacy atau Nyonya. Tapi Miss Stacy bilang itu buku yang tolol sekali. sangat seperti-penuh celaan. Ia menahanku pada waktu istirahat dan bicara denganku. buku itu sangat menarik dan menyeramkan. Bagaimana pun juga kau membaca terlalu banyak novel sekarang. Buku itu membuat darah di pembuluh darahku membeku. Marilla. Anne. Tak bisa kuungkapkan padamu betapa malunya aku. oh. aku benarbenar terlihat seolah sedang belajar sejarah Kanada. Aku tak keberatan berjanji untuk tak lagi membaca buku yang seperti itu.” “Oh. bahkan tidak untuk melihat bagaimana akhir dari perlombaan kereta kuda perang. The Lurid Mystery of the Haunted Hall (Misteri Menakutkan Sebuah Gedung Berhantu). Aku tak pernah sadar sampai saat itu. aku telah memperdayai guruku untuk mencoba terlihat sedang membaca sejarah ketika sebenarnya aku membaca buku cerita.

Anne? Apa kau mau ke kelas Queen dan dipandang sebagai seorang guru?” “Oh. Aku 198 . Marilla. tapi tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di dunia yang tak pasti ini. dan Prissy bukan orang bodoh dalam geometri. Marilla. Marilla!” Anne menegakkan lututnya dan menggenggam tangannya. Saat Matthew dan aku mengambilmu untuk dididik kami telah memutuskan untuk melakukan yang terbaik yang kami bisa untukmu dan memberimu pendidikan yang bagus. Aku akan suka menjadi seorang guru. dan meskipun aku bicara jauh terlalu banyak. Marilla. tentu saja. Tapi tidakkah itu akan sangat mahal? Tuan.” ujar Marilla. kau pasti akan mempercayainya. Anne. terima kasih. Pendapatmu sendiri bagaimana. Andrews bilang ia menghabiskan biaya sebesar 150 dolar untuk menyelesaikan Prissy. Tapi aku tak mengatakan apa pun tentang itu. “Telah jadi impian hidupku—itu. “Kulihat kau sama sekali tak mau mendengar apa yang telah dikatakan Miss Stacy. Dan aku akan belajar sekeras yang aku bisa dan melakukan yang paling terbaik untuk menjadi kebanggaanmu. Kau lebih tertarik pada suara dari lidahmu sendiri daripada yang lain.” “Oh. selama enam bulan terakhir.akhirnya. Jadi kau boleh bergabung dalam kelas Queen kalau kau mau. kurasa aku akan menyalakan lampu dan mulai bekerja. apa yang kau bisa lakukan ketika kau benar-benar ingin sekali menyenangkan seseorang yang tertentu. “Aku tak kan bicara lagi—tak sepatah pun.” “Well. Miss Stacy mau mengorganisir sebuah kelas di antara murid-muridnya yang seudah lebih maju yang bermaksud belajar untuk ujian masuk ke kelas Queen. dan memang sebaiknya itu dipersiapkan. Please beritahu aku.” “Oh. Aku tahu aku bicara terlalu banyak. Aku percaya pada gadis yang terbiasa mencari nafkahnya sendiri apakah sesungguhnya dia perlu melakukannya atau tidak. Kau akan selalu punya rumah di Green Gables selasa Matthew dan aku ada di sini. Ia berniat memberi mereka pelajaran tambahan selama satu jam sepulang sekolah. Dan ia datang untuk bertanya pada Matthew dan aku apa kami akan mengijinkanmu bergabung di dalamnya.” “Kurasa kau tak perlu mengkhawatirkan bagian dari masalah itu. Marilla.” “Well. tapi aku benar-benar sedang mencoba untuk mengatasinya. namun kalau saja kau tahu berapa banyak hal yang ingin kukatakan dan tidak. “Aku amat sangat berterima kasih padamu dan Matthew. sejak saat Ruby dan Jane mulai membicarakan belajar untuk Penerimaan.” jerit Anne menyesal. karena kurasa itu akan percuma sama sekali. Itu sangat menakjubkan. aku sungguh mau mendengarnya.” Anne melingkarkan tangannya di pinggang Marilla dan memandangi wajahnya dengan sungguh-sungguh. Tapi rasa sayangku pada Miss Stacy menahan ujian itu dan aku melakukannya.

Jane Andrews. tak kan 199 . Ruby Gillis.” ujarnya malam itu dengan penuh kesedihan. hal itu pasti akan memanjakan sifat berlagak. karena orang tuanya tak berniat mengirimnya ke kelas Queen. dan tak kan pernah. Anne Shirley. itu semua kenangan yang bisa menahannya tetap duduk dan tidak menuruti kata hati untuk berlari mengejar sahabat karibnya. Aku akan menyebutnya sebuah tujuan yang bermanfaat untuk keinginan menjadi seorang guru seperti Miss Stacy. Dan kupikir kelas Queen akan amat sangat menarik.” ujar Anne bahagia. Kau belum akan siap untuk mencoba Penerimaan selama satu setengah tahun. tapi tak disangsikan ia mengatakan sangat banyak hal yang benar sekali. Tak perlu terges-gesa. oh. Josie Pye.” “Sekarang aku akan lebih mencurahkan perhatian pada pendidikanku. Hanya saja ia bilang pertama kita harus meyakinkan bahwa itu adalah tujuan yang bermanfaat. Gilbert Blythe. Tapi baik untuk mulai pada waktunya dan mengerti dasar-dasar sepenuhnya. “Tapi.” Kelas Queen itu diorganisir pada waktu yang semestinya. dan dia cepatcepat menarik diri ke belakang halaman grammar Latinnya yang terangkat untuk menyembunyikan air mata di matana. Lynde bukanlah orang yang persis menyenangkan. dia dan Diana terpisah dalam apa pun. Miss Stacy bilang kau cerdas dan rajin. Ruby bilang dia hanya akan mengajar selama dua tahun setelah dia selesai. Itulah puncak cita-cita mereka. Diana Barry tidak. seperti yang dikatakan Tuan. Anne tak kan membiarkan Gilbert Blythe atau Josie Pye melihat air mata itu.” “Aku berani bilang kau akan maju dengan cukup baik. Marilla? Menurutku itu adalah profesi yang mulia sekali. seperti kata Nyonya. aku benar-benar merasa bahwa aku telah merasakan getitnya kematian. Jane dan Ruby baru akan belajar untuk jadi guru. Kau tak perlu repot membunuh dirimu dengan keterlaluan dengan buku-bukumu. tapi kupikir aku bisa bertahan dalam hal yang lain kalau aku bekerja keras. Sebuah gumpalan muncul di tenggorokannya. Allan dalam khotbahnya hari Minggu lalu. dan Moody Spurgeon MacPherson bergabung di dalamnya. “Kupikir betapa menyenangkan jadinya kalau saja Diana ikut belajar untuk Penerimaan juga. kau juga kan. sejak malam di saat Minnie May sakit batuk disertai asma. Jane bilang dia akan mengabdikan seluruh hidupnya untuk mengajar. Lynde. kata Miss Stacy. “karena aku punya satu tujuan dalam hidup. saat kulihat Diana keluar sendirian.memperingatkanmu untuk tak berharap banyak mengenai geometri. Tuan. Tak pernah. Pada malam ketika pertama kalinya kelas Queen tinggal di sekolah untuk pelajaran tambahan dan Anne melihat Diana keluar perlahan dengan yang lain. untuk berjalan pulang sendirian melewati Birch Path dan Violet Vale. Terkadang Nyonya. Marilla. Charlie Sloane. Kelihatannya ini benar-benar merupakan malapetaka bagi Anne. dan kemudian dia berniat untuk menikah.” Tak pernah-pernah Marilla bilang pada Anne persis seperti apa yang dikatakan oleh Miss Stacy tentangnya. Allan bilang setiap orang harus punya tujuan dalam hidup dan mengejarnya dengan sungguhsungguh. Tapi kita tak bisa membuat sesuatu sempurna di dunia yang tak sempurna ini.

seperti yang tampak. hati kecil yang feminin dia tahu bahwa dia sungguh peduli. membahas pelajaran dan rencana. Jauh di dalam hatinya yang keras. dan telinganya yang menonjol seperti kepakan. dia menyadari bahwa kekesalannya dulu pada 200 .” “Gilbert Blythe akan jadi apa?” tanya Marilla. melihat Anne sedang membuka Caesar-nya. Tapi Anne Shirley benar-benar dianggapnya tak ada. Kuharap ini bukan kenakalanku. karena kau digaji untuk mengajar. dan yang diam-diam membuatnya cemas. Lynde bilang ayahnya adalah orang tua yang benar-benar aneh. dan bahwa jika dia punya kesempatan saat di Lake of Shining Waters lagi dia akan menjawab dengan sangat berbeda. Lynde dia tak kan pernah sukses di bidang itu. dan berkata dengan marah jika kau minta bagian dari telur dan uang mentega. katanya tentu saja itu berbeda dengan anak yatim yang hidup dengan derma—MEREKA harus semangat. Tiba-tiba. Josie Pye bilang dia baru akan pergi ke perguruan tinggi bidang pendidikan. terkadang berjalan pulang dengan seseorang atau yang lain dari pertemuan doa atau Debating Klub. Sejak hari di dekat kolam saat dia menolak mendengarkan permohonan maafnya. Ada persaingan terang-terangan di antara Gilbert dan Anne sekarang. Dia anak laki-laki yang benar-benar tampak-lucu dengan wajah gemuk besar itu.pernah menikah. Lynde bilang dia tak bisa jadi sesuatu yang lain dengan nama seperti itu untuk perbuatan yang sesuai. Anggota lain di kelas diam-diam mengakui keunggulan mereka. tak menunjukkan pengakuan apa pun akan adanya Anne Shirley. Nyonya. dan tak pernah bermimpi untuk bersaing dengan mereka. dan hanya bangsat yang berhasil dalam politik sekarang ini. menyediakan untuk yang tersebut tadi persaingan yang telah ditetapkan. tapi seorang suami tak kan membayar apa pun untukmu. dan Anne tahu bahwa tak menyenangkan dianggap tak ada. saling bertukar buku dan puzzle dengan mereka. Sia-sia dia berkata pada dirinya sendiri dengan menegakkan kepala bahwa dia tak peduli. Dia adalah musuh yang berjasa untuk diri Anne yang seperti baja. Aku menduga Jane bicara berdasarkan pengalaman yang menyedihkan. Dia bicara dan bersenda gurau dengan gadis-gadis lain. dan mata birunya yang kecil. Gilbert.” sahut Anne dengan menghina. Tapi mungkin dia akan tampak lebih cerdik pandai ketika tumbuh dewasa. karena dia tak kan harus mendapat penghasilan sendiri. Moody Spurgeon akan menjadi seorang pendeta. dan lebih jahat daripada skimming kedua. karena Nyonya. Charlie Sloane bilang dia akan terjun ke politik dan menjadi anggota Parlemen. Marilla. tapi sungguh bayangan Moody Spurgeon menjadi seorang pendeta membuatku tertawa. tapi tak diragukan lagi bahwa Gilbert ditetapkan sebagai juara di kelas sebagaimana juga Anne. “Kebetulan saja aku tak tahu apa cita-citanya dalam hidup—kalau pun dia punya. karena keluarga Sloane semuanya adalah orang-orang yang jujur. tapi kata Nyonya. Sebelumnya persaingan itu lebih ke sebelah pihak.

” kata Miss Stacy pada mereka pada malam terakhir. dan kemudian. musim semi telah tiba lagi di Green Gables dan seluruh dunia berbunga sekali lagi. dengan tanpa belas kasihan. yang tertinggal di sekolah sementara yang lain berpencar ke jalanan hijau. Itu akan menjadi pertarungan sengit. akan curiga betapa menyesalnya dia dan betapa dia sangat berharap dia tak begitu sombong dan mengerikan! Dia memutuskan untuk “menyelubungi perasaannya dalam kelupaan yang paling dalam. Bahkan Anne dan Gilbert ketinggalan dan bertambah acuh tak acuh. Sebaliknya musim dingin berlalu dalam serentetan tugas yang menyenangkan dan belajar. tertarik. dan tak sepantasnya. jalan pintas hutan yang rindang dan jalanan kecil padang rumput.” “Apakah anda akan kembali tahun depan. Anne sadar bahwa dia telah memaafkan dan melupakan tanpa menyadarinya. Kemudian belajar menjadi agak sedikit menjemukan. lagu-lagu baru untuk dilatih untuk paduan suara sekolah-Minggu. kalian tahu—tahun terakhir sebelum Penerimaan. yang boleh jadi tidak begitu acuh-tak-acuh sama sekali seperti yang tampak. Tapi itu sudah terlambat. Allan. Miss Stacy?” tanya Josie Pye. 201 . terus menerus. riang gembira. dengan sangat sukses sampai Gilbert. bergairah. nyaris sebelum Anne menyadarinya. Bagi Anne hari-hari berlalu bagaikan manik-manik keemasan pada kalung tahun. Hari di dekat kolam itu telah menjadi saksi kedipan terakhirnya yang tak tetap. sore Sabtu yang menyenangkan di rumah pendeta dengan Nyonya.Gilbert telah lenyap—lenyap tepat saat dia sangat membutuhkan tenaga yang tak ada habisnya. tak bisa menghibur dirinya sendiri dengan keyakinan bahwa Anne merasakan cemoohannya yang dimaksudkan untuk balas dendam. buku yang menyenangkan untuk dibaca. Sia-sia dia mengingat kembali setiap kejadian dan emosi dari peristiwa yang patut menjadi kenang-kenangan itu dan mencoba untuk merasakan kemarahan dulu yang menyenangkan itu. “Tapi kalian telah belajar dengan baik tahun yang lalu ini. Satu-satunya hiburan jelek yang dirasakannya adalah bahwa Anne mengejek Charlie Sloane. Pengajar dan yang diajar sama saja gembira ketika masa belajar telah usai dan hari-hari liburan yang menyenangkan terbentang penuh harapan di depan mereka. kelas Queen. kekuatan dan cita-cita dalam persediaan yang memadai untuk membantu kalian di tahun berikutnya. “dan kalian berhak mendapatkan liburan yang menyenangkan. di sana ada pelajaran untuk dipelajari dan penghargaan untuk diraih. bahkan tidak juga Diana.” dan boleh dibilang sekarang ini dia telah melakukannya. Dan setidaknya tidak Gilbert atau pun yang lain. melihat keluar dari jendela dengan murung dan mengetahui bahwa kata kerja Bahasa Latin dan latihanlatihan Bahasa Prancis telah kehilangan semangat keras yang mereka miliki pada bulan-bulan musim dingin yang segar dan kering. Milikilah waktu terbaik yang kalian bisa di dunia luar-ruangan dan simpanlah kesehatan. Dia bahagia.

“Oh. Lynde bilang bahwa kalau tahun depan aku tetap bertambah tinggi seperti di tahun ini maka aku harus memakai rok yang lebih panjang.” kata pada Marilla. Sebelumnya Moody Spurgeon tak pernah terpengaruh oleh perasaannya. akan benar-benar mengerikan bila kau tak kembali. karena mungkin ini musim panas terakhir aku akan jadi seorang gadis kecil. Aku takut. Oh. Aku tak yakin bisa sampai hati melanjutkan pendidikanku sama sekali kalau guru lain yang datang ke sini. Terus terang. dan melempar kunci itu ke dalam kotak selimut. Dan Nyonya. Ruby Gillis akan segera mengadakan pesta ulang tahun dan bulan depan ada piknik sekolah-Minggu dan konser penginjil. “Aku sudah belajar sekeras mungkin sepanjang masa belajar dan sudah mempelajari geometri dengan rajin sampai aku tahu luar kepala setiap rumus dalam buku pertama. “Stacy sayang. kemudian itu tak kan cocok untuk mempercayai peri-peri. Marilla. Kelas Queen merasa tegang sekali menyimak jawaban darinya dengan menahan napas. “aku berencana untuk beralih ke sekolah lain. Aku hanya akan membiarkannya merajalela dalam batasan yang logis. aku sangat senang. “Ya. kurasa aku akan kembali.” ujar Anne. dengan mata berbinar.Josie Pye tak pernah keberatan untuk bertanya.” sahut Miss Stacy. dan selama seminggu wajahnya bersemu dengan tak enak setiap saat dia membayangkan hal itu. jadi aku akan mempercayai mereka dengan sepenuh hatiku musim panas ini. menguncinya. tak seorang pun dari mereka akan berani menanyakan itu pada Miss Stacy. dalam hal ini semua murid lain di kelas merasa berterima kasih padanya. karena suatu waktu ada rumor mengejutkan yang beredar bebas di sekolah bahwa Miss Stacy tak akan kembali tahun depan—bahwa ia telah ditawarkan sebuah jabatan di sekolah dasar daerahnya sendiri dan bermaksud untuk menerimanya. bahkan ketika huruf-huruf NYA diganti. Aku benar-benar jemu dengan semua hal yang masuk akal dan aku akan membiarkan imajinasiku merajalela selama musim panas. Dan saat aku memakai rok yang lebih panjang aku akan merasa bahwa aku harus berbuat sesusai dengan rok itu dan menjadi berwibawa sekali. Barry bilang bahwa suatu malam ia akan membawa Diana dan aku ke Hotel White 202 .” “Hore!” sahut Moody Spurgeon. “Aku bahkan tak akan melihat ke buku-buku pelajaranku saat liburan. Katanya aku benar-benar terus memanjang ke kaki dan mata. aku bertambah semakin tertarik dengan murid-muridku di sini sampai aku merasa tak dapat meninggalkan mereka.” Ketika Anne sampai di rumah malam itu dia mengatur semua buku pelajarannya dalam sebuah peti tua di loteng. tapi semuanya ingin. Tapi aku ingin melewati waktu yang benar-benar menyenangkan dan gembira musim panas ini. Kupikir kami akan mengalami liburan yang sangat meriah. tapi aku telah memutuskan untuk kembali ke Avonlea. kau tak perlu terkejut. Nyonya. Jadi aku akan tetap di sini dan membantu kalian.

Ketika Marilla tak hadir di pertemuan The Aid orang-orang tahu ada sesuatu yang tidak beres di Green Gables. kubilang. yang tak pernah bisa digerakkan hatinya untuk mengakui sepenuhnya bahwa mereka telah membuat kesalahan. tapi dia juga tak boleh melakukan pekerjaan yang sangat berat dan sebaiknya kau beritahu Matthew untuk tidak bernapas seperti untuk tidak bekerja. Marilla. dia sudah sehat lagi sekarang. ‘Catat kata-kataku.” “Tak pernah terpikir olehku dia akan berubah dengan sangat baik hari pertama aku di sini tiga tahun yang lalu itu. tapi dia telah mengatasinya dan sekarang aku tak akan takut mempercayainya dalam hal apa pun. syukur pada Tuhan. Rachel. “Tuhan. “Pasti dia merupakan bantuan besar bagimu.” ujar Nyonya. Oh.Sands dan makan malam di sana. Thomas. aku tak pernah seperti itu.” sahut Marilla. Aku pernah takut dia tak kan dapat mengatasi ketololannya. Lynde datang keesokan sorenya untuk mengetahui kenapa Marilla tak hadir di pertemuan The Aid pada Hari Kamis. mungkin sebaiknya aku.” aku Nyonya. Marilla Cuthbert akan hidup untuk menyesali langkah yang diambilnya. karena Matthew tak berusaha mencari kehebohan dengan cara apa pun dan tak pernah berusaha melakukannya.’ Tapi aku salah dan aku benar-benar senang karenanya. yang tak berniat sedikit pun untuk melakukan hal yang lain. Aku tak termasuk orang-orang yang seperti itu. Kemari dan bukalah mantelmu. 203 . ya. Jane Andrews berada di sana sekali musim panas yang lalu dan katanya itu merupakan pemandangan yang mempesona melihat lampu-lampu listrik. Rachel. “Kuakui Anne telah berubah menjadi seorang gadis yang benar-benar cerdas. tapi dia lebih sering sakit dari pada sebelumnya dan aku mencemaskannya. Itu cukup mudah. akankah aku lupa kemarahannya itu! Ketika aku pulang malam itu aku bilang pada Thomas. Rachel. mereka makan malam di sana pada malam hari. melihatmu begitu mendesak. Rachel dan Marilla duduk dengan nyaman di ruang tamu sementara Anne mengambilkan teh dan membuat biskuit panas yang cukup ringan dan putih untuk tahan menghadapi bahkan kritikan Nyonya.” jelas Marilla.” ujar Nyonya. Nyonya. Kau tahu. tinggal. Jane bilang itu adalah pandangan sekilasnya yang pertama dalam kehidupan golongan atas dan dia tak kan pernah melupakannya sampai hari kematiannya. Rachel. Tidak.” Nyonya.” “Memang. “Matthew mengalami rasa sakit pada jantungnya Hari Kamis. begitu Marilla menemaninya sampai ke ujung jalan saat matahari terbenam. “dan sekarang dia benar-benar stabil dan dapat diandalkan. Dokter bilang dia harus berhati-hati untuk menghindari kehebohan. Rachel. Kau akan tinggal sampai saatnya minum teh?” “Well. bunga-bunga dan semua tamu wanita dalam busana yang sangat cantik. “dan aku merasa tak ingin meninggalkannya.

Dryad’s Bubble. “Aku benar-benar merasa seperti belajar dengan kekuatan penuh.” ujarnya begitu dia membawa turun buku-bukunya dari loteng. dengan sebuah langkah yang akan bisa memuaskan dokter dari Spencervale dan hati yang penuh dengan cita-cita dan semangat sekali lagi. Isinya adalah: “Biarkan gadis berambut-merah mu itu tetap di ruangan terbuka sepanjang musim panas dan jangan biarkan dia membaca buku sampai dia mendapat loncatan yang lebih dalam tindakannya. karena seorang penyihir anak-anak yang tak diharapkan. dia membuat mereka tampak agak biasa dan berlebihan—sesuatu seperti mereka bunga lily June berwarna putih dia sebut bunga bakung berdampingan dengan peony merah dan besar. dan ketika Bulan September tiba matanya menjadi cemerlang dan siap siaga. “Oh. Tapi bagaimana pun juga—aku tak mengerti bagaimana tapi saat Anne bersamasama mereka. meskipun dia tak separuhnya cantik. aneh. itulah. aku senang melihat mukamu yang jujur sekali lagi—ya. tapi itu bukannya tak mengherankan. itulah dia. Ia membaca jaminan kematian Anne dengan melihat surat itu dan kalau surat itu tak dituruti dengan cermat. Willowmere dan Victoria Island.” Pesan ini membuat Marilla sangat takut. Benar-benar menakjubkan bagaimana dia berkembang lebih baik selama tiga tahun ini. geometri. Hasilnya. Tak ada yang membuatnya tak berarti dengan peraturan yang berhasil dengan anak-anak yang lain. dan mengirimkan sebuah pesan untuk Marilla Cuthbert melalui orang lain. Dia akan jadi seorang gadis yang benar-benar cantik. yang tak pernah ada di dunia ini. seperti Diana Barry dan Ruby Gillis. Marilla tak keberatan dengan tingkah Anne yang seperti gipsi. kecuali khususnya dalam penampilan. meskipun aku tak bisa bilang aku sangat suka pada gayaku sendiri yang pucat dan bermata-besar itu. berdayung. Aku suka lebih semangat dan berwarna. Dia dan Diana hampir tinggal di luar rumah. 204 . bersuka ria dengan semua kegembiraan yang ada di Lover’s Lane. kau pun. Dokter dari Spencervale yang datang pada malam Minnie May menderita batuk disertai asma bertemu dengan Anne di rumah seorang pasien pada suatu sore di awal liburan. Dia berjalan. memetik berry. Anne mengalami musim panas yang sangat menyenangkan dalam hidupnya selama adanya kebebasan dan kegembiraan.Aku sungguh telah salah menilai Anne.” Bab XXXI – Tempat Anak Sungai dan Sungai Bertemu Anne melewati musim panasnya yang “bagus” dan menikmatinya dengan sepenuh hati. memandanginya dengan tajam. dan berkhayal sepuas-puasnya. merubah bentuk mulutnya. Penampilan Ruby Gillis benar-benar mengesankan. menggelengkan kepalanya. kau teman lama yang baik.

Kalau aku seorang pria kupikir aku akan jadi pendeta. kalau dia tak tak melulu 205 . Allan atau Miss Stacy aku menginginkannya lebih dari sebelumnya dan aku ingin melakukan persis apa yang bisa membuat kalian senang dan apa yang akan kalian setujui. Tak ada seorang punya banyak kesempatan berbuat salah di Avonlea dengan adanya Rachel yang mengawasi mereka. ketika aku khusus memikirkan masalah tertentu. Tapi seringnya saat aku dengan Nyonya. apa kau melihatnya. Tapi aku tak melihat gunanya menemui kesulitan di tengah jalan. Itu telah membuatku sangat khawatir—pada sore Sabtu. Tidakkah Tuan. itulah. seperti katamu sendiri.” ujar Marilla acuh tak acuh. seperti kata Tuan. Lynde bisa berdoa benar-benar sebagus Pengawas Bell dan aku tak ragu ia juga bisa berkhotbah dengan sedikit latihan. Nah. karena Rachel sering sangat berpengaruh seperti itu atasku. Anne. “aku mau memberitahu sesuatu padamu dan bertanya apa pendapatmu. Allan selagi kita masih memilikinya. Aku yakin Nyonya. Allan Hari Minggu yang lalu. Allan memberikan khotbah yang luar biasa bagus? Nyonya. aku yakin ia mampu. Lynde aku merasa benar-benar sangat jahat dan seolah aku ingin pergi dan melakukan hal yang memang dikatakannya tak seharusnya kulakukan. Marilla? Aku menanyakan itu pada Nyonya. Lynde bilang setiap hari kemampuannya semakin meningkat dan hal pertama yang kami ketahui satu gereja kota akan langsung mempekerjakannya dan kemudian kita akan ditinggalkan dan harus mulai bekerja untuk melatih pengkhotbah yang belum berpengalaman. Aku merasakan godaan yang tak tertahankan untuk melakukannya. dan pasti menggetarkan hati saat memberikan khotbah yang bagus dan menggerakkan hati para pendengarmu. dan saat aku bersamamu atau Nyonya. Lynde lalu ia shock dan bilang itu akan jadi hal yang keji. Terkadang kupikir dia akan punya pengaruh lebih untuk kebajikan. Marilla? Kupikir lebih baik kita nikmati saja Tuan. Katanya mungkin di States ada pendeta perempuan dan ia yakin ada. Tapi aku tak mengerti kenapa. Kenapa wanita tak boleh jadi pendeta. Kemudian ia tertawa. dan sekarang aku gembira laksana pria kuat yang akan mengikuti perlombaan. menurutmu apa sebabnya aku merasa seperti itu? Apa menurutmu itu karena aku benar-benar buruk dan tak mungkin berubah?” Marilla tampak ragu sejenak. “Kalau kau memang seperti itu kurasa aku juga.” “Marilla.” ujar Anne dengan ledakan kepercayaan diri. Marilla. Aku sungguh ingin menjadi baik. tapi syukur pada Tuhan kita tak sampai pada tahap itu di Canada dan ia berharap kita tak pernah akan. kalau ilmu keagamaan mereka masuk akal.Aku mengalami musim panas yang benar-benar indah. Kupikir wanita bisa jadi pendeta yang bagus. Mereka bisa punya pengaruh untuk kebajikan. Ketika harus mempersiapkan pertemuan ramah tamah atau jamuan teh di gereja atau apa pun yang lain untuk mengumpulkan uang wanita harus mulai bekerja dan melakukan pekerjaan itu. “Ia banyak memberikan khotbah tak resmi sebagaimana adanya.” “Ya.

” aku Marilla. Aku tahu aku akan dapat belajar dengan lebih baik karena bajubajuku. Ada banyak hal yang harus dipikirkan dan diputuskan saat kau mulai tumbuh dewasa. Kau menjawab satu pertanyaan lalu muncul pertanyaan lain langsung setelahnya. karena di akhir tahun yang akan datang. Baju yang berwarna hijau-gelap sangat bagus dan kau sungguh baik hati dengan menambah lipatan pada baju itu. hingga hampir semua mengenyampingkan masalah-masalah moral dan ketuhanan. Nyonya. mengancam hal yang menentukan itu yang dikenal dengan “Penerimaan. Miss Stacy kembali ke sekolah Avonlea dan mendapati semua muridnya bergairah untuk berusaha sekali lagi. Terutama kelas Queen benar-benar bersiap sedia untuk kehebohan itu. Mereka timbul baru setiap saat—kau tahu. Ketika Anne mengalami mimpi buruk dia mendapati dirinya menatap dengan sedih pada daftar kelulusan ujian Penerimaan. Rachel adalah seorang wanita Kristen yang baik dan dia bermaksud baik. Musim panas ini aku sudah tumbuh dua inci. Tapi sudahlah.” “Aku sangat senang kau merasakan hal yang sama. persaingan kelas sama 206 . Aku merasa itu sebuah tanggung jawab besar karena aku hanya punya satu-satunya kesempatan. membahagiakan. Tak ada orang yang lebih baik di Avonlea dan dia tak pernah melalaikan bagian dari pekerjaanya. Jauh di dalam pikiranku aku akan merasa benar-benar nyaman mengenai lipatan itu.mengomeli orang untuk melakukan hal yang benar. Marilla. Tentu saja aku tahu itu tak benar-benar perlu. Seharusnya ada firman khusus yang melarang omelan.” “Perlu sesuatu untuk mendapatkan itu. hal-hal yang membingungkanmu. Matthew. Allan. Aku tak akan terlalu mengkhawatirkannya setelah ini. dan Miss Stacy aku harus berhasil tumbuh dewasa. Tapi aku berani katakan akan ada hal-hal lain yang membuatku cemas. Tumbuh dewasa merupakan hal yang serius. Itu membuatku selalu sibuk karena memikirkannya setiap saat dan memutuskan mana yang benar. Kalau aku tak bisa tumbuh dewasa dengan benar aku tak bisa kembali dan memulainya lagi. “Itu sangat membesarkan hati. Tugas sekolah sama menariknya. Andaikata mereka tak lulus! Pikiran itu pasti menghantui Anne melewati waktuwaktu bangunnya pada musim dingin itu. tapi lipatan sangat bergaya musim gugur ini dan Josie Pye punya lipatan pada semua bajunya.” ujar Anne dengan jelas. sampai dengan sore-sore Minggu. Tapi itu adalah musim dingin cepat-berlalu yang menyenangkan.” pada pikiran yang semuanya merasa hilanglah semangat mereka masuk ke dalam sepatu. ya kan. dimana nama Gilbert Blythe disanjung di tempat teratas dan di dalamnya namanya tak nampak sama sekali. dan aku yakin kalau tidak berhasil maka itu salah ku sendiri. aku seharusnya tak bicara seperti itu. Aku sangat senang kau membuat baju-baju baruku lebih panjang. ramai. telah membayangi dengan suram jalan kecil mereka. Marilla? Tapi ketika aku punya teman yang benar-benar baik sepertimu.

yang masuk dengan sebuah lentera. Dunia baru pemikiran.mengasyikkannya. Matthew.” terangnya. Marilla merasakan penyesalan aneh karena Anne bertambah tinggi. dan cita-cita. di tempatnya. tumbuh dengan sangat cepat sampai-sampai suatu hari Marilla terheran-heran.” “Dia akan bisa sering pulang. hampir tak percaya. mendapati gadis itu lebih tinggi daripada dirinya sendiri. di sana ada perjalanan dengan pengeretan dan senda gurau permainan skats yang berlimpah. Dan malam itu. saat Anne telah pergi ke pertemuan doa dengan Diana. Marilla mencintai gadis itu sebesar ia telah mencintai anak itu. di sana ada satu atau dua kelompok hampir di ambang kedewasaan. Selain daripada pendidikannya Anne berkembang secara sosial. yang memandang dengan agak ragu semua inovasi pada metode yang telah ditetapkan. perasaan. yang baginya Anne masih dan selalu jadi gadis kecil bersemangat yang telah dibawanya pulang dari Bright 207 . Debating Club berkembang dengan baik dan mengadakan beberapa konser. teliti. yang sadar akan ucapan dokter dari Spencervale. dengan dahi mencerminkan kebijaksanaan dan kepala kecil yang dengan bangga bersikap tenang. Ia memimpin murid-muridnya untuk berpikir. “Ya ampun. tapi ia sadar akan rasa kehilangan yang aneh dan menyedihkan. “Dia sudah jadi seorang gadis dewasa—dan mungkin dia akan pergi dari kita musim dingin yang akan datang. Anak yang ia belajar cintai bagaimana pun juga telah hilang dan yang ada seorang gadis tinggi lima belasan tahun bermataserius. “Bebukitan tampak melalui Pengunungan Alpen muncul. Sekali-sekalinya Anne tumbuh.” bukit dan Pegunungan Alpen demi Kebanyakan dari ini semua karena bimbingan Miss Stacy yang arif. seperti dahulu kala. memergokinya seperti itu dan menatapnya dengan ketakutan yang luar biasa sampai-sampai Marilla harus tertawa di sela tangisannya. Lynde dan para pengawas sekolah benar-benar shock. tak lagi memveto tamasya yang sekali-sekali. “Tadi aku sedang memikirkan Anne. Marilla duduk sendirian di waktu senja musim dingin dan memperturutkan hatinya dalam kelemahan sebuah tangisan.” hibur Matthew. meneliti. Anne. karena Marilla. kau sudah sangat besar!” ujarnya. dan berwawasan luas. bidang baru dan sangat menarik dari pengetahuan yang belum terselidiki tampak terbuka di depan mata Anne yang bergairah. menemukan diri mereka sendiri dan mendorong untuk menyimpang dari jalan lama yang banyak ditempuh sampai pada tingkat yang membuat Nyonya. Aku akan sangat merindukannya. Sebuah desahan mengikuti ucapan itu. saat mereka berdiri bersisian.

Awalnya itu sulit. tapi pastinya dia tak banyak bicara. sembari melekukkan dagunya penuh pikiran dengan jari telunjuknya. Aku tak suka gagasan-gagasan itu ditertawakan atau pun dikhawatirkan. “Lebih enak memikirkan gagasan cantik dan berharga lalu menyimpannya dalam hati seseorang. bertekad menikmati kemewahan dukacitanya yang tak terhibur. Nyaris disayangkan. Banyak sekali yang harus dipelajari. Marilla. tapi itu bukan jenis kesenangan yang kuharapkan. dan ia membahasnya dengan tajam dan menyuruh kami juga membahas punya kami. Marilla juga mengetahui dan mengomentarinya. Karena satu hal. Dalam beberapa hal menyenangkan menjadi hampir dewasa. Mungkin dia makin banyak berpikir dan berkhayal sebanyak sebelumnya. Aku telah terbiasa menggunakan sangat banyak kata-kata besar bagus yang terpikir olehku—dan aku memikirkan sangat banyak kata-kata besar. Anne. Tapi sekarang aku telah terbiasa dengan itu dan kulihat itu jauh lebih baik. Miss Stacy bilang kata-kata singkat lebih baik dan kuat. seperti barang berharga. pelarian dan misteri. tak juga menggunakan separuh banyak kata-kata bualan. Terkadang Miss Stacy menyuruh kami menulis sebuah cerita sebagai latihan dalam mengarang. Kami tak punya waktu untuk itu—dan bagaimana pun juga menurutku kami sudah jemu dengan itu. “Aku tak tahu—aku tak ingin bicara sebanyak itu.Tindakan bodoh mengarang tentang percintaan. dilakukan dan dipikirkan sampai-sampai tak ada waktu untuk membual. Aku tak pernah menyangka 208 . “Tapi sudahlah— pria tak bisa pahami situasi ini!” Ada perubahan lain dalam diri Anne yang tak kurang nyata daripada perubahan fisik.” “Apa yang terjadi dengan klub cerita kalian? Sudah lama aku tak mendengar kau membicarakannya. Dan bagaimana pun juga aku tak mau lagi membual.” desah Marilla murung. Ia menyuruh kami menulis semua essai kami sesederhana mungkin. “Pada saat itu jalan kereta api akan dibuat bercabang ke Carmody. tapi ia tak akan membiarkan kami menulis apa pun selain apa yang mungkin terjadi di Avonlea dalam kehidupan kami. dia jadi jauh lebih diam. dimana kuncup-kuncup merah besar berisi keluar tumbuh menjalar sebagai reaksi terhadap bujukan sinar matahari musim semi.River pada malam Bulan Juni itu empat tahun yang lalu. kan. begitu dia meletakkan bukunya dan termenung melihat keluar jendela. sesudah aku benar-benar cukup dewasa untuk mengatakannya kalau aku sungguh ingin mengatakannya.” sahutnya. pembunuhan.” “Klub cerita tak ada lagi. “Kau tak berceloteh separuh banyak dari yang biasanya. Lagipula. Apa yang telah terjadi padamu?” Anne tersipu dan tertawa sedikit.” “Itu tak sama halnya seperti ada dia di sini setiap saat.

“Oh. Anne merasa yakin bahwa dia tak akan pernah cukup pulih untuk menikmatinya. Bab XXXII – Daftar Kelulusan Keluar Dengan berakhirnya Bulan Juni tibalah masa belajar dan peraturan Miss Stacy yang sudah begitu dekat di sekolah Avonlea. Masing-masing kami punya penghalang.” Anne mendesah dan. Aku berharap itu semua sudah berakhir. aku tak yakin akan sampai hati untuk itu. tapi bisa jadi kami tak lulus karena itu semua. terutama kalau Gil—kalau yang lainnya lulus.” “Ah. Aku merasa sangat malu dan ingin menyerah sama sekali.karanganku punya banyak sekali kesalahan sampai aku sendiri yang mulai mencarinya. sembari mengalihkan pandangannya dari keterpesonaan akan dunia musim semi. “Aku tak tahu. “Apa menurutmu kau akan mampu untuk lulus?” Anne gemetar. menenggelamkan diri dalam bukunya dengan tabah. Miss Stacy akan mengadakan ujian untuk kami di Bulan Juni persis sesulit yang akan kami dapatkan pada Penerimaan dan menilai kami dengan sangat keras. Akan ada musim semi yang lain. hari yang mengisyaratkan dengan warna biru dan angin sepoi-sepoi. Tak ada yang membuatnya bingung. penghalang Ruby dan Charlie aljabar. Aku berharap punya saraf seperti Jane Andrews. Penghalangku tentu saja geometri. tapi kalau dia tak berhasil lulus Penerimaan. pergi ke sekolah tahun depan dan coba lagi. tumbuhan-tumbuhan hijau di kebun yang sedang bersemi. Terkadang aku bangun pada malam hari dan bertanya-tanya dalam hati apa yang akan kulakukan jika aku tak lulus. Moody Spurgeon bilang dia merasa yakin akan gagal dalam sejarah Inggris.” ujar Marilla tak ambil pusing. Dan aku menjadi sangat gugup dalam sebuah ujian sampai-sampai mungkin aku akan mengacaukannya.” “Kau hanya punya waktu dua bulan sebelum Penerimaan. penghalang Jane Bahasa Latin.” ujar Marilla. tapi Miss Stacy bilang aku bisa belajar untuk mengarang dengan bagus kalau saja aku melatih diriku menjadi pengeritik paling pedas bagi diri sendiri. dan penghalang Josie adalah ilmu hitung. Malam itu Anne dan Diana berjalan pulang dengan merasa sungguh sangat tenang. jadi kami akan punya suatu gambaran. Marilla. Jadi aku mencobanya. Tak lulus akan sangat memalukan. Terkadang kupikir aku akan baik-baik saja—dan kemudian aku jadi amat sangat takut. Kami sudah belajar susah payah dan Miss Stacy sudah melatih kami dengan cermat. Mata merah dan saputangan 209 . Hal itu menghantuiku.

tapi kuduga itu akan sulit untuk diikuti. Ini salah satu waktu AKU SADAR aku tak akan lulus. “Tak tampak kalau itu adalah akhir dari segalanya. Lynde. mungkin nasehat yang bagus. yang sia-sia mencari bagian kering di saputangannya. karena aku tak kan sanggup punya teman sebangku lain setelahmu. kau berakhir dengan baik pada ujian yang diberikan Miss Stacy. Miss Stacy telah menyuruh kami berjanji untuk tidak membuka buku sama sekali. kita telah mengalami waktu-waktu yang menggembirakan. maka gembiralah semampumu. Saat-saat itu semakin sering menggelisahkan. Tapi tetap saja aku berharap nomorku bukan tiga belas.” “Ah. ‘Kalau kau tak bisa gembira. tapi ujian-ujian itu tak membuatku gugup. ya kan. “Segera setelah aku menyimpan saputanganku aku melihatmu bersimbah airmata dan itu akan membuatku mulai menangis lagi. “Kau akan kembali lagi musim dingin yang akan datang.” sahut Anne. “Kalau kau mau berhenti menangis aku bisa. kalau aku beruntung. kan?” ujarnya dengan sedih.” “Itu sedikitpun tak akan sama. “Tidakkah kita akan mengalami saat yang benar-benar elegan? Tapi kurasa malam-malam kau akan harus belajar dengan tergesa. Saat aku memikirkan ujian yang sebenarnya tak bisa kau bayangkan bagaimana mengerikannya aku merasakan debaran jantungku. Prissy Andrews bilang padaku dia 210 . Diana menoleh ke belakang ke gedung sekolah dari kaki bukit pohon spruce lalu mendesah dalam.” “Ya. tapi kurasa aku telah meninggalkan sekolah lama tersayang selamanya—itulah. mungkin tidak juga kau atau Jane atau Ruby. Katanya itu hanya akan melelahkan dan membingungkan kami dan kami akan berjalan-jalan keluar dan tak memikirkan ujian sama sekali lalu tidur di awal waktu. “Seharusnya kau tak merasa separuh buruk dari yang kurasakan.lembab memberi kesaksian yang meyakinkan terhadap kenyataan bahwa katakata perpisahan Miss Stacy pastilah benar-benar menyentuh perasaan seperti juga kata-kata Tuan. menurutku.’ Bagaimana pun juga. aku berani katakan aku akan kembali tahun depan. Oh.” Dua airmata besar mengalir melalui hidung Diana.” “Tidak. Anne? Sangat mengerikan membayangkan itu akan berakhir. Phillips pada situasi yang sama tiga tahun yang lalu.” sahut Diana. Miss Stacy tak akan ada di sana. Seperti kata Nyonya. Aku harus duduk sendirian saja.” ujar Anne dengan memohon. Aku TAK percaya takhyul dan aku tahu itu tak bisa membuat perubahan. Dan kemudian nomorku adalah tiga belas dan Josie Pye bilang angka itu sangat sial. Itu nasehat yang bagus.” “Aku sungguh berharap masuk denganmu.

“Aku akan mendatangi kantor pos Hari Rabu. Jane dan aku duduk bersama dan Jane sangat tenang sampai-sampai aku iri padanya.berjaga separuh malam setiap malam pada minggu Penerimaannya dan belajar tergesa untuk jiwa tercinta. Orang pertama yang kami lihat adalah Moody Spurgeon yang sedang duduk di tangga dan komat-kamit sendirian. “Tadi pagi Miss Stacy menghampiriku dan kami pergi ke Akademi. Senin berikutnya Anne pergi ke kota dan pada Hari Rabu Diana mendatangi kantor pos. kan?” “Aku akan menulis surat pada Selasa malam dan memberitahumu bagaimana hari pertama berjalan.” “Kau akan menulis surat untukku surat selama kau berada di sana. dan mengambil suratnya.” janji Anne. Tak perlu tabel perkalian untuk Jane yang sehat. karena kalau dia berhenti sejenak dia akan ketakutan dan lupa akan semua yang diketahuinya. Tadi malam aku benar-benar sangat kesepian sendirian saja di kamarku dan sangat berharap banyak kau ada bersamaku. Josie bilang aku tampak seolah aku tak tidur sekejap pun dan dia tak yakin aku cukup kuat untuk bertahan mendengarkan pelajaran berat dan membosankan yang ajarkan oleh guru sekalipun aku benar-benar lulus. “Diana tersayang” [tulis Anne]. Ruby memintaku meraba tangannya dan tangan itu sedingin es. Aunt Josephine mu sangat baik mengajakku tinggal di Beechwood selama aku di kota. Kemudian 211 . bijaksana! Aku bertanya-tanya apa aku terlihat seperti yang kurasa dan apa mereka bisa mendengar jantungku berdebar keras dan jelas di seluruh ruangan. Bahkan masih ada waktu-waktu dan masa-masa saat aku tak merasa bahwa aku telah membuat kemajuan besar untuk belajar menyukai Josie Pye! “Ketika kami tiba di Akademi sudah ada nilai para siswa di sana dari seluruh pelosok pulau. tapi sama sulitnya menahan diri untuk tak membuka pelajaran sejarahku dengan yang pernah terjadi menahan diri untuk tak membaca cerita sebelum pelajaran dimulai.” janji Diana. Ruby. Jane bertanya padanya apa yang sedang dilakukannya dan dia bilang dia sedang mengulang tabel perkalian berkali-kali untuk menstabilkan saraf-sarafnya dan demi Tuhan untuk tak menyelanya. mengajak serta Jane. dan Josie. tapi tabel perkalian itu benar-benar menunjukkan kenyataan ini pada bagian yang tepat! “Ketika kami disuruh ke ruangan kami Miss Stacy harus meninggalkan kami. stabil. Aku tak bisa “belajar dengan tergesa” karena aku telah berjanji pada Miss Stacy untuk tak melakukannya. “Ini Selasa malam dan aku menulis ini di pustaka di Beechwood. seperti yang telah disepakati. dan aku telah memutuskan untuk berjaga SETIDAKNYA selama yang dilakukannya.

Tanganku bertambah dingin dan kepalaku hampir pusing begitu aku mengambilnya. Lynde.seorang pria masuk dan mulai membagikan lembaran ujian Bahasa Inggris. dia baru saja mengetahui sebuah kesalahan mengerikan yang dibuatnya dalam ujian Bahasa Inggris. Diana. Anne” Ujian geometri dan semua yang lainnya selesai pada waktunya dan Anne tiba di rumah pada Jumat malam. Tapi oh. dan bagaimana pun. Betapa kami sangat berharap kau ada bersama kami. Terkadang aku pernah berharap dilahirkan sebagai anak laki-laki. agak lelah tapi dengan suasana keberhasilan berhatihati padanya. “Pada tengah hari kami pulang untuk makan siang dan kemudian kembali lagi untuk ujian sejarah di sore hari. Benar-benar satu momen yang mengerikan—Diana. seperti yang akan dikatakan Nyonya. Katanya dia tahu telah gagal dalam ujian sejarah dan dia lahir menjadi kekecewaan bagi orang tuanya dan dia akan pulang dengan kereta api pagi. Sejarah adalah ujian yang cukup sukar dan aku benar-benar sangat bingung dengan tanggal-tanggalnya. “Oh. “Malam ini aku pergi ke sana untuk melihat gadis-gadis lain. kupikir aku telah mengerjakannya dengan cukup baik hari ini. Diana. Kupikir aku lebih suka matahari tak terbit kalau aku gagal! Salam sayang sahabatmu. Tetap saja. Aku menghiburnya dan membujuknya untuk tetap tinggal sampai akhir karena akan tak adil bagi Miss Stacy kalau dia pulang. Kalau kupikir tabel perkalian itu akan sedikit membantuku aku akan menghafalnya dari sekarang sampai besok pagi. akan lebih mudah menjadi seorang tukang kayu daripada pendeta. Di jalan aku bertemu Moody Spurgeon keluyuran dalam keadaan bingung. besok saatnya ujian geometri dan ketika aku memikirkannya hal itu benar-benar menguras tekadku untuk menahan diri dari membuka Euclid-ku. kalau saja ujian geometri telah usai! Tapi sudahlah. tapi ketika kulihat Moody Surgeon aku selalu senang aku adalah seorang anak perempuan dan bukan saudara perempuannya. Diana ada di Green Gables saat dia sampai dan mereka bertemu seolah mereka telah berpisah selama bertahun-tahun. matahari akan tetap terbit dan menentukan apakah aku akan gagal dalam geometri atau tidak. “Ruby sedang histeris saat aku tiba di asrama mereka. Itu benar tapi tak khusus menghibur. aku merasa persis seperti empat tahun yang lalu saat aku bertanya pada Marilla apa aku boleh tinggal di Green Gables—dan kemudian semuanya hilang dari pikiranku dan jantungku mulai berdetak lagi—aku lupa bilang bahwa jantungku telah berhenti sama sekali!—karena bagaimana pun aku tahu aku bisa melakukan sesuatu dengan kertas ujian ITU. 212 . Ketika dia sudah pulih kami pergi ke kota dan makan es krim.

“Kau kekasih lama. dalam semua hal kecuali geometri.” sela Anne.” “Bagaimana keadaan yang lain?” “Yang gadis-gadis bilang mereka tahu mereka tak lulus. dia bahkan tahu bahwa Jimmy Glover dan Ned Wright bertaruh untuk pertanyaan itu dan bahwa Josie Pye bilang tak diragukan lagi bahwa Gilbert lah yang akan jadi juara pertama. yang maksudnya—dan Diana tahu apa yang dimaksudkannya—keberhasilan itu tak akan lengkap dan getir kalau dia tak berakhir dengan mengungguli Gilbert Blythe. Josie bilang geometri sangat mudah bahkan seorang anak berumur sepuluh tahun bisa mengerjakannya! Moody Spurgeon masih berpikir dia ak lulus dalam ujian sejarah dan Charlie bilang dia gagal dalam ujian aljabar. dan dia merasa bahwa rasa malunya tak akan tertanggungkan kalau dia gagal. Matthew telah mengatakan padanya keyakinannya bahwa dia “akan menaklukkan seluruh pulau. Mereka telah sering kali saling bertemu dan berpapasan satu sama lain di jalan tanpa ada tanda-tanda mereka saling mengenal dan setiap saat Anne agak menegakkan kepalanya dan berharap dengan sedikit lebih sungguh-sungguh bahwa dia telah berteman dengan Gilbert saat Gilbert memintanya. Oh. Aku tak tahu apa aku lulus dalam ujian geometri atau tidak dan aku punya firasat yang mengerikan dan menyeramkan yang tak pernah kurasa sebelumnya. kupikir. kau akan lulus. Begitu juga dengan Gilbert. Tapi dia punya satu alasan lain yang lebih mulia untuk berharap bisa berhasil dengan baik. Rasanya seperti seabad sejak kau pergi ke kota dan oh. Anne rasa. Anne. jadi dia hanya bilang: “Oh.” “Aku lebih suka tak lulus sama sekali daripada tak berakhir cukup baik dalam daftar kelulusan. benar-benar sangat menyenangkan melihatmu kembali lagi. adalah sesuatu yang tolol untuk 213 . bagaimana keadaanmu?” “Cukup baik. Untuk pendapat yang terakhir ini Anne telah memaksakan setiap urat sarafnya selama ujian. Dia tahu semua murid junior di Avonlea ingin tahu siapa yang akan duluan unggul. tapi menuruku mereka mengerjakan ujian dengan cukup baik.” Yang. Tapi kami tak benar-benar tahu apa pun tentang itu dan tak akan sampai daftar kelulusan keluar. dan bersumpah dengan sedikit lebih bertekad untuk mengunggulinya di ujian. Daftar itu tak akan keluar selama dua minggu. Jangan kuatir. betapa menyenangkan bisa kembali! Green Gables adalah bagian yang tercinta dan terindah di dunia. Dia ingin bisa “lulus tinggi” demi Matthew dan Marilla—terutama Matthew. Bayangkan hidup selama dua minggu dalam ketegangan seperti itu! Aku berharap bisa tidur dan tak pernah bangun sampai ketegangan itu berakhir.” Diana tahu akan percuma menanyakan bagaimana keadaan Gilbert Blythe.

Terasa sejam baginya sebelum Diana tiba dan bergegas di sepanjang ruang tamu lalu mendadak masuk ke dalam kamar bahkan tanpa mengetuk pintu. dan Anne sedang membayangkan dalam lamunannya kalau warnanya tampak seperti itu. sungguh akan jadi hadiah manis untuk semua usaha keras dan kesabarannya mengutak-atik rumus-rumus matematika dan konjugasi yang tanpa fantasi. Anne sedang duduk di jendelanya yang terbuka. Lynde mau tahu apa lagi yang bisa kauharapkan dengan Pengawas pendidikan Tory sebagai ketua urusan.berharap bahkan dalam mimpi yang paling gila. untuk melupakan kesengsaraan ujian dan kesusahan dunia. Ruby. jadi dia bisa melihat mata coklat Matthew yang baik bersinar bangga karena prestasinya. dengan koran yang berkibar-kibar di tangannya.” Ketika tiga minggu telah berlalu tanpa ada daftar kelulusan yang terbit Anne mulai merasa bahwa dia benar-benar tak mampu menanggung ketegangan itu lebih lama lagi. melintasi jembatan kayu. yang tahu saat itu juga apa isi koran itu. harum-mewangi dengan desiran angin beraroma bunga dari kebun di bawah serta bunyi desis dan gemerisik dari gerakan pepohonan poplar. dan Matthew. ketakacuhan dan langkah lunglai Anne ketika dia pulang dari kantor pos setiap sore. Nyonya. Di akhir masa dua minggu itu Anne suka “menghantui” kantor pos juga.” jeritnya. yang melihat kepucatan. saat dia melihat Diana berlarilari menerobos pepohonan fir. Tapi suatu malam berita itu tiba. “Anne.” katanya pada Anne. dengan perasaan yang jauh lebih buruk dari pada yang telah dialami selama minggu Penerimaan. Daftar kelulusan sudah keluar! Kepalanya pusing dan hatinya berdebar-debar sampai membuatnya sakit. mulai berpikir serius apa ia tak lebih baik memilih Grit pada pemilihan yang akan datang. Dia tak mampu bergerak selangkahpun. “Aku belum punya keberanian pergi ke sana dan melihat pengumuman dengan tenang. saking besarnya kehebohannya. kau lulus. Hasratnya hilang dan minatnya terhadap kegiatan di Avonlea sudah mengendur. Anne meloncat berdiri. Tapi dia sungguh bersemangat berharap bahwa setidaknya dia akan ada di antara sepuluh besar. “aku hanya akan menunggu sampai seseorang datang dengan tiba-tiba dan memberitahuku apa aku lulus atau tidak. tapi Moody Spurgen bersikeras tak melakukannya. dia rasa. Langit timur di atas pepohonan fir berwarna agak pink karena pantulan dari langit barat. membuka harian Charlottetown dengan tangan gemetar dan kedinginan. Charlie dan Gilbert tak segan melakukan ini juga. aku bangga sekali!” 214 . bersama dengan teman-teman yang kebingungan yaitu Jane. Oh. Yang. karena dia minum dalam keindahan petang musim panas. dan menaiki lereng. “lulus YANG PERTAMA SEKALI—kau berdua dengan Gilbert—kalian seri—tapi namamu yang pertama. dan Josie.

bagaimana rasa senangnya melihat namamu di nomor pertama daftar kelulusan seperti itu? Kalau itu aku. “Ayah membawa pulang koran dari Bright River tak sampai sepuluh menit yang lalu—koran itu terbit pada kereta api sore. dan tak akan sampai di sini sampai besok melalui pos—dan saat kulihat daftar kelulusan itu aku benar-benar menyerbu seperti anak liar. Tidakkah Miss Stacy akan gembira? Oh. Kemudian dia cepat-cepat mengambil koran itu. karena rasanya sangat tak berguna dan terlalu angkuh untuk membayangkan aku mampu memimpin pulau. Aku tak pernah memimpikan hal ini—ya. benar-benar kehabisan napas dan tak mampu bicara lagi. sudah nasib. Lalu kita akan pergi dan memberitahukan kabar gembira ini pada yang lain. dan aku tak mampu mengungkapkannya dengan kata-kata. “Oh. terlalu berhati-hati menggunakan korek api dan menghabiskan lebih dari setengah lusin korek api sebelum tangannya yang gemetar mampu menyelesaikan tugas itu. Aku harus segera lari keluar ke lapangan untuk memberitahu Matthew. aku selalu mengatakannya. Begini saja aku sudah hampir gila. tapi kau setenang dan sedingin malam musim semi.” “Dalam hatiku aku benar-benar terpesona. semuanya.” Diana terengah-engah. Moody Spurgeon dan semuanya.” “Well. memandangi daftar kelulusan dengan gembira. aku yakin akan gila karena kesenangan. Josie berhasil dengan susah payah dengan kelebihan tiga angka. dia lulus—namanya di bagian paling atas dari dua ratus yang ada di list! Momen itu sangat berharga.” sahut Anne. tak mengucapkan sepatah kata pun.” ujar Matthew. tapi kau akan lihat dia berlagak seolah dia yang memimpin. melainkan sangat berterima kasih. Anne menyalakan lampu.Diana melemparkan koran itu ke meja dan dirinya sendiri ke tempat tidur Anne. “Aku ingin mengatakan seratus hal. cukup pulih untuk duduk tegak dan bicara. karena Anne. Diana.” 215 . pernah juga. Lynde sedang bicara dengan Marilla di pagar. Anne. “aku lulus dan aku juara pertama—atau salah satu juara pertama! Aku tak sombong. Jane dan Ruby berhasil dengan cukup baik— posisi mereka setengah lebih tinggi—begitu juga dengan Charlie. dengan mata berbinar gembira. hanya sekali! Aku membiarkan diriku berpikir SEKALI.” Mereka pergi tergesa-gesa ke padang rumput di bawah gudang tempat Matthew sedang menggulung jerami. kau tahu. Anne. Aku permisi sebentar.” seru Anne. “Kau melakukannya dengan sangat bagus. “Aku tahu kau bisa mengalahkan mereka semua dengan mudah. kau tahu. Ya. ‘Bagaimana kalau aku yang jadi juara pertama?’ dengan gemetar. Kalian semua lulus. Matthew. meskipun dia bersyarat dalam pelajaran sejarah. Nyonya. dan.

Loteng timur adalah tempat yang sangat berbeda dari malam empat tahun lalu itu. Anne.“Harus kuakui. kau telah berhasil dengan cukup baik. Anne.” ujar Marilla. Mereka sedang bersama di kamar loteng timur. berlutut dengan manis di dekat jendela yang terbuka dalam kemilau indah sinar bulan dan menggumamkan sebuah doa terima kasih dan cita-cita dari hatinya yang benarbenar muncul dari hatinya. Dindingnya. karena sebuah riasan penting sedang dalam proses. yang perlahan mendalam dari kilaunya yang pucat menjadi perak mengkilap.” Malam itu Anne. Tapi orang baik itu berkata dengan sungguh-sungguh: “Aku benar-benar memperkirakan dia berhasil dengan baik. itulah. kami semua bangga padamu. 216 . Tapi di kamar Anne kerai telah ditutup dan lampu dinyalakan. Lantainya ditutupi dengan tikar cantik. Bulan purnama besar.” saran Diana dengan mantap. sampai kamar itu menjadi hunian yang semanis dan secantik yang bisa diharapkan seorang gadis muda. Marilla menyerah untuk membiarkan mereka. berada di atas Hutan Angker. Didalamnya ada rasa syukur untuk yang telah berlalu dan pengrapan takzim untuk masa depan. Karpet beludu dengan mawar pink dan gorden sutra pink dalam khayalan Anne dulu tentu saja tak pernah terwujud. Allan di rumah pendeta. dan tak mungkin dia menyesalinya. angin sepoi-sepoi yang ganjil. Lynde. yang telah mengakhiri malam penuh kegembiraan itu dengan pembicaraan serius dengan Nyonya. dengan semua aksesorinya. berusaha menyembunyikan rasa bangganya yang sangat akan Anne dari pandangan mencela Nyonya. tapi impiannya mengikuti pertumbuhannya. suasana penuh dengan bunyi-bunyian manis musim panas—kicauan burung-burung yang mengantuk. diluar benar-benar temaram— waktu senja hijau-kekuningan yang indah dengan langit biru-terang tanpa awan.” Bab XXXIII – Konser Hotel Pakailah organdy putihmu. Anne. mimpinya seterang. dan saat dia tidur di bantal putihnya. suara dan gelak tawa dari jauh. dan gorden yang melembutkan jendela yang tinggi dan berkibar karena angin sepoi yang bertiup adalah dari kain tipis seni berwarna hijau-pucat. Kau adalah kebanggaan bagi teman-temanmu. segembira dan seindah yang bisa diinginkan pada masa gadis. saat Anne merasakan kepolosannya menembus sumsum jiwanya dengan hawa dinginnya yang tak ramah. dan aku tak bermaksud untuk mengatakannya di belakang. Perubahan telah muncul perlahan.

” “Tapi itu jauh lebih cocok untukmu. dan setelah konser hidangan makan malam akan diberikan untuk orang-orang yang menampilkan pertunjukan. “Baju itu begitu lembut. dan berkata bahwa menurutnya tak pantas bagi kebanyakan anak-anak muda untuk keluyuran ke hotel tanpa adanya orang yag bertanggung jawab pada mereka. dan membuatmu tampak terlalu berdandan. Para tamu telah mempersiapkannya dengan bantuan rumah sakit Charlottetown. sebuah cermin berbingkai-lapisan mengkilap yang menarik perhatian dengan lukisan Dewi Asmara pink yang montok dan anggur ungu di atas bagian atasnya yang melengkung. Seperti yang pernah dikatakan oleh Anne suatu waktu. itu adalah “suatu masa dalam kehidupannya. Di sana tak ada “perabotan mahoni”. Diperkirakan ada sekelompok pengunjung yang datang dari luar kota. berjumbai-jumbai dan melekat. yang diperindah dengan beberapa gambar bagus yang diberikan Nyonya. “Apa menurutmu organdy ini yang terbagus?” tanya Anne cemas. Bertha Sampson dan Pearl Clay dari paduan suara Jemaat Gereja White Sands telah diminta untuk bernyanyi duet. sebuah kursi goyang dari rotan yang dilengkapi dengan bantal.” sahut Diana. Foto Miss Stacy menempati tempat kehormatan. tapi dengan kertas bunga-apel yang cantik. Baju dari kain tipis itu kaku. yang pernah menempel di kamar tamu. meskipun ia lebih memilih mati daripada mengakuinya. Matthew berada di puncak kegembiraan karena senang dan bangga akan kehormatan yang dianugrahkan pada Anne-nya dan Marilla tak jauh ketinggalan. sebuah meja rias dipercantik dengan kain kasa putih.” 217 . Tapi organdy tampak seolah mempengaruhimu. dan beberapa gadis serta anak laki-laki Avonlea lainnya juga akan pergi. “Menurutku ini tak sebagus bajuku dari kain tipis berbunga-biru—dan ini jelas tidak modern. serta Laura Spencer dari Spencervale dan Anne Shirley dari Avonlea akan membacakan cerita. Winnie Adella Blair dari Crmody akan menyanyikan balada Skotlandia. Milton Clark dari Newbridge akan menampilkan permainan biola solo. dan telah mencari orang berbakat amatiran di daerah sekitar yang dapat ikut membantu.digantungi bukan dengan permadani hiasan dinding dari kain brokat emas dan perak. dan Anne membuat sebuah titik yang menyentuh perasaan dengan bunga yang tetap segar pada tanda kurung di bawahnya. dan sebuah tempat tidur rendah berwarna putih. Anne sedang berpakaian untuk menghadiri sebuah konser di Hotel White Sands. Malam ini sepaku besar lili putih sedikit mengharumkan kamar seperti keharuman impian.” dan dia merasakan getar kegembiraan yang menyenangkan karenanya. tapi ada lemari buku bercat-putih terisi dengan buku-buku. Anne dan Diana akan pergi dengan Jane Andrews dan abangnya Billy mengendarai kereta beroda empat mereka yang bertempat duduk-ganda. Allan untuk Anne.

harus. dan Nyonya. Apa sekarang aku sudah siap?” “Sudah siap. memiringkan kepala hitamnya ke satu sisi dengan kritis. Seluruh usaha dikerahkannya untuk Anne. jangan keluarkan sehelai pun rambut keritingmu di dahi—bagian yang lembut saja. Hanya ada satu tangkai di semaksemakku. dan mengikatkankannya di tengah dengan simpul putih besar—tidak. tapi begitu banyak impianku yang telah terwujud jadi aku tak boleh mengeluh. dan sekarang aku sadar memang begitu. dan sarannya dalam hal seperti itu banyak dicari orang. didandani disisir dan dipercantik sesuai dengan selera Queen. Aku sudah berhenti berharap untuk memiliki lesung pipi. sembari tersenyum penuh sayang pada wajah cantik dan gembira yang begitu dekat dengannya itu. sini. “Tarik jumbai-jumbai itu sedikit lagi—begini. dan akhirnya setuju dengan manik-manik itu. tapi dia tak akan ikut ambil bagian dalam konser. Well.Anne mendesah dan menyerah. melainkan dengan wajah yang jauh lebih lembut. Lesung pipi-impianku tak kan pernah jadi nyata. Dia sendiri nampak sangat cantik pada malam istimewa ini dalam busana bermotif mawar-liar warna pink yang indah. dan aku tahu ia mau melihatku memakainya.” Diana mengerutkan bibirnya. “Kau menegakkan kepalamu dengan gaya sekali. Aku akan mengepang rambutmu jadi dua kepangan tebal. Anne. dan aku menyimpannya untukmu.” ujar Anne. “Ada sesuatu yang sangat bergaya pada dirimu. “Lesung pipi yang bagus. “Masuklah langsung dan lihatlah ahli deklamasi kita. seperti lekuk kecil dalam krim. “Matthew membelikanku seuntai kalung dari kota minggu lalu. jadi penampilannya tak terlalu penting.” ujar Diana. sosok kurus dengan rambut yang lebih kelabu dibandingkan dahulu kala dan tak lebih sedikit pandang. Bukankah dia nampak cantik?” 218 . Aku selalu takut akan hal itu. Marilla. Aku akan melekatkan mawar rumah putih mungil ini tepat dibelakang telingamu. Diana mulai punya reputasi untuk selera yang menarik perhatian dalam hal busana. yang.” “Apa aku harus memakai manik-manik mutiaraku?” tanya Anne.” “Tapi kau punya lesung pipi begitu. Aku hanyalah kue bola.” Diana meyakinkan. kurasa sebaiknya aku menerima nasibku untuk itu. Kurasa itu memang figurmu. biar kukencangkan selempangmu. Tak mungkin kau menata rambutmu jadi begitu serasi denganmu. dia telah bersumpah. Allan bilang kau nampak seperti Madonna saat kau membelah rambutmu begitu. sekarang untuk sandalmu. begitu Marilla muncul di pintu keluar masuk. yang dikalungkan di leher putih-susu jenjang Anne. dengan kekaguman tanpa rasa iri. yang selalu dihalangi Anne. Anne. untuk kebanggaan Avonlea.

“aku tak mau memikirkannya. “Senang sekali melihat pagi datang dari atas bebukitan tinggi itu dan bersinar melalui puncak pepohonan fir yang runcing itu. dan aku bilang begitu pada Matthew saat ia membelinya. Tapi sekarang ini tak ada gunanya bilang apa pun pada Matthew. Apa yang akan kau bacakan.” sahut Diana. “Dia nampak rapi dan pantas. Aku sudah begitu sering membacakan cerita di muka umum dan sekarang aku tak kepikiran sama sekali. Lihatlah sinar bulan itu. Saat ketika ia akan mengikuti saranku. Ingat jaga rokmu jangan sampai menyentuh roda. Anne? Dan apa kau gugup?” “Tak sedikit pun. Anne.” Kemudian Marilla berjalan turun dengan angkuh.” ujar Anne cemas. dan tak akan ada embun. itu membuatku sangat sedih. dan aku sungguh ingin mengalami saat-saat menyenangkan malam ini.Marilla mengeluarkan suara antara dengusan dan gerutuan. Diana. Bagaimana pun juga organdy adalah bahan yang paling tak berguna di dunia. lalu Matthew akan membayarnya.” “Aku senang jendelaku menghadap ke timur ke matahari terbit. Hanya dengan membiarkan mereka bilang padanya suatu benda bagus dan modern. dan aku merasa seolah aku benar-benar membasuh jiwaku dalam pemandian dari sinar mentari di awal pagi itu. dan itu nampak terlalu tipis untuk malam yang lembab ini. aku sangat menyukai ruangan mungil ini. Tapi kukira dia akan merusak baju itu karena melakukan perjalanan ke sana yang berdebu dan berembun. Aku tak tahu bagaimana jadinya aku tanpanya saat aku pergi ke kota bulan depan. dan para pramuniaga di Carmody tahu mereka bisa menjual apa pun padanya dengan jalan menipu.” Diana memohon. Oh. “Aku bertanya-tanya apa saat INI terlalu lembab untuk bajuku. “Tidak sama sekali. Aku suka cara menata rambutnya itu. Sinar itu baru setiap pagi. dengan “Selarik sinar bulan dari dahinya sampai ke mahkota” itu dan menyesal bahwa dia sendiri tak bisa pergi ke konser untuk mendengarkan gadisnya membacakan cerita.” ujar Anne. sembari menaikkan kerai jendela. sembari menyeberang ke Diana.” “Jangan bicarakan tentang kepergianmu malam ini. membayangkan dengan bangga betapa manisnya Anne. tapi sekarang ia membeli sesuatu untuk Anne tanpa peduli sama sekali. Ceritanya sangat 219 . “Ini malam yang sempurna. Aku sudah memutuskan untuk menceritakan ‘The Maiden’s Vow (Sumpah Perawan)’. dan pakailah jaket hangatmu.

gema dan gema-ulang di sepanjang jalan. Dia berharap dirinya kembali berada di kamar putih di Green Gables. Tapi dia amat sangat mengagumi Anne.” olok Anne. Laura Spencer akan menceritakan cerita komik. yang diam-diam berharap mereka akan memintanya. menurutnya. berkat bicara dengan gadis-gadis itu dari atas bahunya dan terkadang memberikan sesuap kesopanan untuk Billy—yang menyeringai dan ketawaketawa kecil dan tak pernah bisa memikirkan balasan apa pun sampai sudah terlalu terlambat—berusaha menikmati perjalanan dengan itu semua. parfum dan dengungan membuatnya bingung. telah nampak begitu cantik dan manis. Itu malam untuk kegembiraan. dan telah membayangkan dirinya memberitahu Matthew tentang itu semua di meja sarapan keesokan paginya. gendut dan pendiam dengan wajah bulat tanpa ekspresi. tapi aku lebih suka membuat orang menangis daripada tertawa. Dia berharap sedang duduk di antara penonton bersama Diana dan Jane.” “Apa yang akan kau ceritakan kalau mereka memintamu lagi?” “Mereka tak akan terpikir untuk memintaku lagi. Bajunya. dimana sekarang dia menemukan dirinya.menyedihkan. perak terang. Dia jauh lebih suka duduk di belakang dengan gadisgadis itu. Ketika mereka tiba di hotel lampu bersinar dari atas sampai bawah. Billy tak banyak tertawa atau pun berceloteh. Dia terjepit di antara seorang wanita gemuk berbaju sutra pink dan seorang gadis bertampang-menghina dalam balutan baju berenda-putih. Apalah artinya manik-manik mutiaranya dibandingkan dengan berlian seorang lady besar dan cantik di dekatnya? Dan pasti terlihat betapa malang mawar putih kecilnya di samping semua mawar rumah-segar yang mereka pakai itu! Anne menyimpan topi dan jaketnya. Masih lebih buruk di atas platform gedung konser besar hotel itu. jadi dia naik dengan segan. sekarang nampak sederhana dan biasa saja—terlalu sederhana dan biasa saja. dan gelak tawa. Lampu-lampu listrik membuat matanya terpana. Mereka ditemui oleh para lady panitia konser. yang di antara mereka tiba-tiba Anne merasa malu. yang nampaknya sedang mengalami saat-saat menyenangkan di belakang. takut dan udik. Anne. Jalanan penuh dengan kereta kuda. yang. di loteng timur. dan congkak karena bangga akan harapan melakukan perjalanan ke White Sands dengan figur langsing dan tulus di sebelahnya. dimana dia bisa tertawa dan berceloteh sesuka hati. Terkadang wanita gemuk itu berpaling 220 . Ayo. dan menjauhkan diri dengan sedih ke pojok. “Billy dan Jane sudah sampai—aku mendengar putaran rodanya. dan yang menyiksa hati tak punya kemampuan dalam percakapan. semuanya menuju ke hotel. diantara semua baju sutra dan renda yang berkilau dan bergerisik di sekitarnya.” Billy Andrews mendesak Anne untuk duduk di tempat duduk depan dengannya. Dia pemuda dua puluhan yang besar. salah seorang yang mengantarkan Anne ke ruang ganti untuk orang yang menampilkan pertunjukan yang telah dipenuhi para anggota Klub Simfoni Charlottetown.

tapi ketika pembacaan cerita itu usai tiba-tiba dia menutup wajahnya dengan tangan. Wajahnya sangat pucat sampai-sampai Diana dan Jane. kalau saja dia kembali berada di Green Gables! Pada saat yang tak tepat ini namanya dipanggil. Anne. yang benar-benar peka sedang diperhatikan dengan cermat. Bagaimana pun juga Anne— yang tak menyadari keterkejutan kecil dan sedikit perasaan bersalah yang dialami si gadis berenda-putih. yang dipenuhi dengan wajah teman-teman dan para tetangga yang simpatik dan bersahaja. Semuanya begitu asing. tak berdaya. wajah-wajah kritis. tak pernah dia menghadapi penonton yang seperti ini sebelumnya. dan gadis berenda-putih terus berbicara dengan suara yang dapat didengar dengan orang di sampingnya mengenai “bumpkin pedesaan” dan “wanita cantik dusun” di antara penonton. para penonton menjadi heboh saat penampilannya. malu dan menderita. dengan permata di leher dan di rambutnya yang gelap. Seseringseringnya dia membacakan cerita di depan umum. pasti akan dirasakannya selamanya kalau dia berbuat begitu. di deretan penonton. tak bersemangat mengantisipasi “kegembiraan semacam itu” dari pertunjukan bakat setempat pada acara itu. Ia adalah seorang wanita bermatagelap yang luwes dan menggunakan gaun yang luar biasa indah dari bahan abuabu yang berkilauan seperti cahaya bulan yang ditenun. rasa pusing menyerangnya.dengan tepat dan memandangi Anne melalui kaca matanya sampai Anne. dan tak kan mengerti pujian halus yang tersirat di dalamnya kalau pun dia menyadari—bangkit berdiri. mereka menghalangi hiburan dari usahanya yang “udik”. begitu brilian. dia melihat Gilbert Blythe jauh di bagian belakang ruangan. yang lupa pada dirinya sendiri dan kesulitankesulitannya untuk sementara. merasa harus berteriak keras-keras. seperti si gadis berenda-putih. dirasakannya. dan bergerak maju ke depan dengan kepala pusing. Pernahkah dia membayangkan mampu membacakan cerita? Oh. Anne yakin dia akan membenci gadis berenda-putih itu sampai akhir hayatnya. Orangorang ini. dan momen berikutnya dia pasti sudah melarikan diri dari platform meskipun penghinaan yang. saling bergenggaman tangan karena ikut merasa gugup. seorang ahli deklamasi profesional sedang menginap di hotel dan telah setuju untuk membacakan cerita. Tapi tiba-tiba. Dia tak kan mampu bangkit dan membacakan cerita setelah itu—tak kan pernah. Anne adalah korban serangan demam panggung yang luar biasa. begitu matanya yang membesar ketakutan memandang ke arah penonton. Ia punya suara yang bagus sekali dan mudah diubah-ubah dan kekuatan ekspresi yang mengagumkan. tak sepatah kata pun mampu diucapkannya. 221 . Ini sangat beda dengan bangku-bangku panjang sederhana di Debating Club. seluruh atmosfer kekayaan dan terpelajar di sekitarnya. hatinya berdebar-debar. Lututnya gemetar. begitu mengagumkan—barisan para lady dalam gaun malam. Dia merasa putus asa. Sial bagi Anne. mendengarkan dengan mata berbinar gembira. menurutnya. Mungkin. dan pandangan mereka benar-benar melumpuhkan kekuatannya. akan jadi pengeritik kejam.

” ujar Anne kebingungan. Penguasaan-diri benar-benar membuatnya pulih. karena mereka datang bersama Anne. Sisa malam itu benar-benar merupakan kemenangan kecil baginya. saat semuanya telah usai. dia ada di dalam menunggu mereka. mereka memintamu bercerita lagi—mereka melompat untuk memintamu kembali!” “Oh. dan wajahnya jelas penuh kemenangan dan penghinaan. mata yang jernih. mengatakan padanya bahwa dia punya suara yang mempesona dan “menafsirkan” pilihan ceritanya dengan indah. merona karena malu dan bahagia. aku tak bisa pergi. dan sebagai reaksi dari keadaan tak berdayanya yang mengerikan itu dia membacakan cerita seperti belum pernah melakukannya sebelumnya. dan semuanya sangat baik padanya. Dengan tersenyum. suaranya yang merdu dan jelas terdengar sampai ke sudut terjauh ruangan tanpa ada getaran atau pun jeda. yang ditumpangi mobilnya. “Aku menangis seperti bayi. Evans datang dan ngobrol dengannya. dan 222 . Lihatlah. duduk di sebelahnya.” ujarnya terengah-engah. Josie Pye. Bagaimana pun juga. Dia TAK AKAN gagal di depan Gilbert Blythe—dia tak kan pernah dapat menertawakannya. wajah merona. kau berhasil dengan baik sekali. “Tapi tetap saja—aku harus— atau Matthew akan kecewa. Mereka makan malam di ruangan makan besar yang dihias dengan indah. tapi Billy tak terlihat di manapun. Gilbert hanya tersenyum karena secara umum menghargai seluruh pertunjukan dan khususnya karena pengaruh dari tubuh putih Anne yang ramping dan wajah spiritualnya yang membelakangi background pohon palem.” “Mereka tak mengecewakan Matthew. Ia bilang mereka akan memintaku bercerita lagi. Tapi Anne tak melihat Josie. “Sayangku. keberanian dan kebulatan tekad menyetrumnya seperti getaran listrik. Bahkan si gadis berenda-putih memberikannya pujian kecil yang tak bersemangat.menganggukkan kepala dengan senyuman di wajahnya—senyuman yang dirasakan Anne adalah senyum kemenangan sekaligus penghinaan. Saat konser telah usai. Dia menarik napas panjang lalu mengangkat kepalanya dengan bangga. dengan tim. tak kan. lalu dia memulai ceritanya. Ketika dia selesai terdengar ledakan tepuk tangan yang sebenarbenarnya. Sang ahli deklamasi profesional Nyonya. aku benar-benar menangis. yang pergi diam-diam karena sangat takut mendapat undangan seperti itu. tak kan pernah! Ketakutan dan kegugupannya lenyap. dan tak akan peduli kalau pun dia melihatnya. Anne kembali dan menceritakan pilihan kecil lucu dan menarik perhatian yang semakin memikat penontonnya. mendapati tangannya dijabat dan digenggam dengan penuh semangat oleh wanita gendut berbaju sutra pink itu.” kata sang lady pink. Diana dan Jane juga diajak serta. Pada kenyataanya itu bukanlah senyuman yang seperti itu. sambil tertawa. Anne. yang melangkah mundur ke tempat duduknya. gendut—yang merupakan istri seorang jutawan Amerika—memberinya perlindungan dan memperkenalkannya pada semua orang. sang lady pink.

Tak mungkin itu lebih baik dari cara Nyonya. dengan sedikit keterampilan bercerita.” sahut Anne meyakinkan. Kupikir itu lebih bagus daripada cara bercerita Nyonya. “Titian adalah seorang seniman yang sangat terkenal yang suka melukis wanita-wanita berambut-merah.” ujar Anne cepat. Kita tak bisa lagi menikmati keindahannya kalau 223 . Anne. Aku yakin itu akan jauh lebih menyenangkan daripada mengajar di sekolah. Anne. tidak. meskipun kupikir pada awalnya kau tak akan pernah memulai. Evans. makan es krim dan salad ayam setiap hari yang menyenangkan. bayangan dan impian akan benda tak terlihat. kita punya enam belas tahun untuk dibanggakan. “Sebab.” “Oh. “karena kedengarannya konyol. Josie Pye bilang ia seorang seniman ternama. dengan desir laut yang berbunyi di sela-sela itu dan tebing curam di seberang bagaikan raksasa kejam yang menjaga pantai yang mempesona.” ujar Diana. dan memandang ke langit cerah di seberang dahan-dahan besar pohon fir. “Berlian-berlian itu sungguh menyilaukan. kami dengar dia bilang—ya kan. memakai permata dan baju berleher-rendah.” “Aku punya sebuah pujian untukmu. dan bahwa sepupu ibunya di Boston menikah dengan seorang pria yang pernah ke sekolah bersamanya. menyenangkan berada di luar lagi dalam kemurnian dan kesunyian malam! Betapa hebat. jangan katakan hal seperti itu. “Tadi saat yang benar-benar menyenangkan. Tidakkah kalian suka untuk jadi kaya. Aku sungguh puas kalau orang-orang cukup suka akan caraku bercerita.ketiga gadis itu keluar dengan gembira dalam kilauan cahaya sinar bulan yang putih dan cerah.” Anne tertawa.” “APA kalian lihat berlian-berlian yang dipakai para lady itu?” desah Anne.’ Sekian. Jane?—‘Siapa gadis di platform dengan rambut indah Titian itu? Dia punya wajah yang sebaiknya kulukis. dengan rambut dan mata sehitam batu bara. Ada seorang Amerika duduk di belakang Jane dan aku—pria yang nampak sungguh romantis. “Aku sangat berharap aku adalah orang Amerika kaya dan bisa menghabiskan musim panas di sebuah hotel. kawan?” “Kita SUDAH kaya. kawan—semua perak. kan?” desah Anne. Lihatlah laut itu. Evans. begitu mereka pergi. Jane. kau tahu. dan aku hanya murid sekolah. kita bahagia sebagai ratu. “Setidaknya menurutku ini adalah sebuah pujian karena nadanya saat mengucapkannya. Anne. dan kita semua punya imanjinasi. tenang dan mengagumkan segala sesuatunya. Oh. Bagaimana pun. Well. Anne bernapas dalam-dalam. Tapi apa maksud dari rambut Titian?” “Kurasa dengan ditafsirkan itu berarti merah biasa. lebih kurang. caramu bercerita benar-benar hebat. sebagiannya. karena ia seorang profesional.

Terlebih lagi—suatu sore dia naik ke loteng timur dengan lengan yang penuh dengan kain hijau pucat yang indah.” sahut Jane tak yakin. Aku tidak mengira kamu memerlukannya. pandangan sedih itu di matanya? Sewaktu-waktu pasti ia merasa amat sangat tidak bahagia dengan tampang seperti itu. ”terimakasih banyak . " Anne. Emily punya selera yang bagus. karena Anne sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke Queen. aku tak mau jadi siapa pun selain diriku sendiri.kita punya uang jutaan dolar dan beruntai-untai berlian. dan banyak hal yang haarus dibicarakan dan diatur. ini ada pakaian tipis untuk mu. dengan kesedihan. Evans. “Kupikir berlian akan sangat menghibur seseorang. dan keserasian nya tidak untuk disaingi. baik dan manis seperti yang terlihat. begitu gemuk dan pendek sampaisampai kau benar-benar tak berbentuk sama sekali? Atau bahkan Nyonya. Aku meminta bantuan Nyonya allan untuk memilihkannya untuk kamu di kota minggu lalu. dan Marilla sama sekali tidak keberatan terhadap apapun yang matthew beli atau sarankan.tapi aku pikir kamu barangkali perlu pakaian yang gaya jika kamu diajak ke jalan-jalan ke kota di sore hari. Perlengkapan anne banyak dan cantik-cantik. menyenangkan sekali. meskipun aku tak dihibur dengan berlian seumur hidupku. Aku dengan Jane dan Ruby dan Josie memiliki ’pakaian sore’.” “Well. “Aku benar-benar puas menjadi Anne dari Green Gables. seolah-olah kalian dilahirkan untuk menolak orang dengan hinaan? Atau lady pink itu. Apa kalian mau jadi gadis berenda-putih itu dan bertampang masam seumur hidupmu. Kau TAHU kau tak akan rela. dan emily gillis akan membantu kita. dengan kalung manik-manik mutiaraku. ke pesta atau ke acara-acara lain seperti itu. karena matthew yang mengurusnya.” 224 . begitu mereka menyebutnya. aku tidak percaya kamu bergitu baik kepadaku—itu membuatku semakin hari semakin sulit untuk pergi.kamu sudah punya banyak ikat pinggang. Aku tahu Matthew memberikannya untukku dengan kesungguhan cinta seperti juga permata Madame lady pink itu. Marilla. " Aduh. Kalian tak akan mau menjadi salah seorang dari wanita-wanita itu meskipun kalian bisa. dan ada begitu banyak jahitan yang harus dikerjakan.” kata anne.” Anne membuat pernyataan.” BAB XXXIV-Anak Perempuan Dari Queen Tiga minggu berikutnya merupakan minggu-minggu yang sibuk di rumah atap hijau. Jane Andrews!” “Aku TAK mengerti—sebenarnya.

Pada saat marilla memandang kewajah yang bergelora dan cerah serta gerakan yang lemah gemulai.”ucap marilla. dan medeklamasikan ”janji seorang perawan’ untuk mereka di dapur. dan sebelah tangannya meraih bahu matthew.Sekarang kamu sudah dewasa dan kamu akan pergi. kesedihan terpancar dalam kedua mata sedihnya. Marilla seharusnya sudah mengutarakan persaannya lewat kata-kata seperti yang anne lakukan. ”bisa ku simpulkan. tapi sifat dan kebiasaannya adalah bukan seperti itu. dan melihat dengan sedih dan penuh kelembutan kedalam mata marilla. dengan bangga.”Tidak. yang akan mencintai kamu dan matthew dan lebih menyayangi rumah hijau dan lebih baik setiap hari dalam kehidupannya. ”aku hanya tidak tahan memikirkan kamu waktu kecil dulu. Itu tidak akan berubah sedikitpun kemanapun aku pergi dan seberapa banyak pun lahiriah ku berubah. Dia pintar dan cantik.dan kamu terlihat begitu tinggi dan bergaya dan begitu—begitu—berbeda dengan semua pakaian itu— seakan-akan kamu sama sekali bukan berasal dari avonlea. " Marilla!" Anne duduk pada pangukuan marilla. meskipun dengan semua tingkah aneh mu.dan mengingat pada seorang anak yang bersemangat. dan mendekapnya ke dadanya dengan lembut.” Anne meletakkan pipi mudanya yang segar pada pipi marilla yang layu.”dia berkomat-kamit. Aku menyebutnya sebagai suatu kemenangan mutlak. dan ingin untuk tidak pernah membiarkan anne pergi. aku pikir dia bukannya manja.”Aku kira turut campur ku tidak pernah membahayakan sama sekali. “Baiklah sekarang. AKU yang sesungguhnya—didalam sini—masih sama. bangkit dan keluar dari pintu. dan tidak pernah ada kekeliruan yang lebih beruntung daripada yang dibuat oleh Nyonya Spencer—Jika itu merupakan Keberuntungan.pakaian hijau itu dibuat dengan banyak kedutan dan jumbai-jumbai dan rendarenda seperti selera emily. dan dia hanya mampu meletakkan lengannya merangkul erat gadisnya. Anne menggunakannya pada suatu sore untuk menghargai matthew dan marilla. ” sekarang. ketakutan dengan pakaian wincey yang coklatkekuningan. Aku tidak percaya ada hal seperti itu. yang matanya mulai berembun. aneh. dan penyayang juga. Dia merupakan berkah buat kami. marilla. Dibawah bintang-bintang pada malam musim panas dia berjalan dengan gelisah melintasi kebun menuju gerbang dibawah pohon poplar. dalam hatiku aku selalu menjadi anne kecilmu. Aku hanya tumbuh.”ucap anne dengan gembira membungkuk di kursi marilla dan mencium pipi wanita itu. anne. Matthew. Dan aku ingin kamu tetap kecil. dan aku merasa kesepian bila memikirkan hal itu. yang merasa direndahkan karena menampakkan kelemahannya oleh karena puisi semacam itu. Ingatan itu membuat air mata marilla jatuh. meraih wajah marilla dengan kedua tangannya. puisi ku membuat kamu menangis. aku bukan menangis karena puisimu. pikirannya melayang kembali ke suatu sore disaat anne tiba di rumah hijau. Aku sedikitpun tidak berubah—tidak benar-benar. Itu sudah merupakan 225 . yang merupakan lebih baik dari apapun.

mengenal professor. Itu berarti harus memperoleh izin kelulusan dari guru kelas pertama dalam satu tahun bukan dua tahun. " Gilbert terlihat sangat tekun. Aku sangat ingin Jane dan Ruby mengikuti kelas pertama juga.kehendak tuhan.Josie. dan menangis dengan sedu sedan karena kerinduan terhadap anak gadisnya.persaingan lama masih bisa dilanjutkan.” Akhirnya hari dimana anne harus pergi ke kota pun tiba. Begitu juga dengan gilbert Blythe. Jane. itu perhitunganku. yang tidak satupun dia kenal. karena Tuhan mengetahui bahwa kami membutuhkannya. Namun tidak dapat disangkal anne merasa gembira juga bahwa mereka sekelas. Namun malam itu. disana dia mengibur dirinya dengan lumayan baik. Ruby. Hari pertama itu terlewatkan dengan perasaan cukup menggembirakan bercampur kebingungan.dan mengetahui dirinya juga melakukan hal yang sama seperti dirinya sendiri.coklat diseberang kelas. saling bergaul dan mengatur kelas. Dagunya ternyata bagus! Aku tidak pernah memperhatikannya sebelumnya. setelah perpisahan yang menyedihkan dengan diana dan perpisahan hampir-hampir tanpa air mata –paling tidak dari pihak marilla—dengan marilla. Tapi ketika anne sudah pergi diana mengahpus air matanya dan bertamasya ke pantai pasir putih bersama-sama sepupu-sepupunya dari Carmody. dan anne tahu sekali apa yang harus dilakukan jika tidak cukup kerjaan. Anne dan pelajar-pelajar avonlea lainnya tiba di kota tepat padawaktunya dan bergegas menuju Academy. saat ini juga. tapi itu juga berarti lebih banyak pekerjaan dan harus bekerja lebih keras. dia benar-benar sadar dan sedih bahwa kamar loteng diujung aula sudah tidak dihuni oleh jiwa yang bersemangat dan tidak digerakkan lagi oleh hembusan nafas yang lembut. karena itu dia nampak pesimis. tidak banyak membantunya.berambut. yang tidak mau mempersulit diri mereka dengan cita-cita seperti itu. yang mengejutkan dirinya ketika dia sudah dapat tenang untuk memikirkan betapa sangat jahat nya mengambil seorang anak. sementara marilla menyibukkan dirinya dengan perkerjaan-pekerjaan yang tidak perlu dan terus melakukan hal itu sepanjang hari dengan luka hati yang sangat pahit—sakit yang membakar dan mengganggu serta tidak dapat terbasuh oleh butir-butir air mata. dia membenamkan wajahnya kedalam bantalnya. bertemu dengan semua murid baru. Aku semestinya membuat dirinya merubah pikirannya untuk memenangkan medali. pada saat marilla akan tidur.Charlie dan moody spurgeon. lebih 226 . Anne bermaksud mengambil kelas dua seperti yang disarankan oleh nona Stacy. kecuali seorang anak laki-laki yang jangkung. jika mereka berhasil. Anne sadar akan rasa terasing yang datang ketika dia menemukan dirinya berada dalam satu kelas yang terdiri dari lima puluh orang siswa lain.mengambil kelas dua tahun. " Tanpa hal itu Aku tidak akan merasa nyaman. aku kira aku tidak akan merasa seperti seekor kucing di dalam loteng yang asing pada saat aku mengenalkan diri." pikir nya.Dia dan Matthew mengadakan perjalanan di suatu pagi bulan September yang cerah.

dan dia sangat hati-hati mengambil penyewa.” Semua itu agaknya benar.dan rumahnya dekat dengan academy. langit luas yang dipenuhi oleh binta-bintang. derap langkah kaki orangorang asing.”jelas Nona Barry. dengan lapisan kertas yang membosankan dan dinding-dinding tanpa gambar. Aku suka rupa anak itu dengan mata coklat dan ikat pinggang merah tua. dan mungkin tidak ingin mengenal aku tepatnya. Mejanya bagus. Aku penasaran gadis yang mana disni yang akan menjadi teman-temanku. kemudian meyakinkan marilla dan matthew bahwa tempat itu sangat baik untuk anne. dan lingkungan yang tenang. dan memang. cantik sedang memandang keluar jendela. dan hal itu tidak membantu anne melawan kerinduan pertama yang dirasakan sangat menyiksa dirinya pada kampung halamannya. Tidak pernah akan bisa menjadi kesayangan ku seperti dirinya. dari anak sungai dibawah lereng dan cabangcabang pohon cemara bergoyang-goyang dihembuskan oleh angin malam yang berhembus diantaranya. dan seolah-olah dia mengetahui satu atau dua hal mengenai mimpi. dengan jaringan kabel-kabel telepon yang menutupi langit. Benar-benar suatu spekualasi yang menarik. diamana dia merasa senang akan ketenangan dari banyaknya tumbuhan-tumbuhan hijau diluar. Tentu saja aku berjanji pada diana tidak akan ada gadis dari Queen. Nona Josephine Barry akan sangat senang bila dia menumpang dirumahnya. 227 . Anne tidak akan menjumpai orang yang tidak menyenangkan dibawah atap rumahnya. tapi aku memiliki banyak rasa sayang nomor dua untuk dilimpahkan. Disini semua itu tidak ada.ada satu lagi yang putih. " Nyonya yang menjaga rumah itu berasal dari keluarga baik-baik. Dia tahu bahwa dia akan menangis. anne tahu bahwa diluar jendelanya hanya ada jalan besar.dulu. terbukti seperti itu. kerongkongannya tiba-tiba terasa tercekik karena dia ingat pada kamarnya yang putih di atap rumah hijau. tak peduli betapa pun aku menyukainya. Tapi saat ini aku tidak mengenal mereka dan mereka tidak mengenal aku.!” Anne merasa lebih sunyi lagi ketika dia menemukan dirinya sendirian di aula kamar tidurnya pada senja malam itu. dan beribu cahaya lampu yang menyinari wajah-wajah orang asing. Aku ingin mengenal mereka berdua— mengenal mereka dengan baik—cukup akrab untuk bisa berjalan dengan tanganku merangkul pinggang mereka. pohon-pohon pae yang a akan tumbuh di kebun. aduh. Dia terlihat bersemangat dan sepertinya menyenangkan. dan lampu dari jendela diana memancar keluar melewati sela-sela pepohonan. Memandang kesekeliling kamar kecilnya dengan muram dan sedih. dan berjuang melawannya. dan bisa memanggil nama kecil mereka. Tetapi Beechwood sangat jauh dari Akademi itulah mengapa hal itu tidak mungkin dilakukan. Dia memiliki rambut yang indah. Dia tidak kos seperti anak perempuan lainnya yang semuanya memiliki saudara di kota yang berbelas kasihan kepada mereka. kesepian sekali. ”Suaminya merupakan pegawai di pemerintahan inggris. dan sinar bulan yang menyinari kebun buah-buahan. dengan tempat tidur kecil yang berangka besi serta lemari buku yang kosong. jadi Nona Barry mencari rumah kos.

aku mengira mungkin marilla membekali kamu kue.”kata josie. bahwa Banjir air mata akan datang. Asal merupakan bagian dari kehidupan avonlea bahkan seorang Pye pun disambut dengan gembira. dengan rasa belas kasihan yang menjengkelkan. Kumisnya akan membuat hati kamu kerwollowps. Dan banyak lagi yang keluar! Aku harus berpikir mengenai hal-hal yang lucu untuk menghentikan mereka. karena hidung dan matamu menjadi merah." aku tidak akan menangis---ini bodoh—dan lemah—ini air mata ketiga yang terpercik melalui hidungku. Kota begitu menyenangkan daripada poky avonlea tua itu. Karena Josie tidak ”bebicara” kepada Jane maka dia harus terdiam dan terhitung tidak berbahaya. Apakah kamu punya seseuatu yang dapat dimakan anne? Aku kelaparan. Aku tidak punya keinginnan untuk mengalami homesick. Aku tidak bisa menghibur diri—aku tidak INGIN menghibur diri— Lebih baik menderita!” tidak diragukan lagi. Jika tidak aku sudah pergi ke taman untuk mendengar pertunjukan band dengan frank stockley. Professor Bahasa Prancis kami benar-benar seperti bebek. Itulah mengapa aku kemari. tapi rasanya seperti seratus tahun lamanya. kata anne dengan tulus. Kamu seharusnya tidak perlu menangis. anne. betapapun. matthew hampir sampai dirumah sekarang—dan marilla sedang menunggu di pintu gerbang. bisa ku bilang begitu. Dia menyewa ditempat yang sama dengan aku. jika saja Josie Pye tidak muncul pada saat itu. dan menyediakan jalan setapak untuk matthew—enam—tujuh— delapan---oh. Dia melihat kamu dikelas hari ini. Aku menikmati waktu yang indah di academy hari ini. masing-masing dengan satu inchi pita berwana ungu campur merah muda—pertanda Queen—yang tertancap gagah di jas mereka. Karena senangnya melihat sebuah wajah yang dikenalinya anne lupa bahwa antara dia dan josie tidak pernah ada banyak cinta. dan sekarang kamu kelihatan merah semuanya. Tapi tidak ada hal lucu kecuali hal-hal yang berhubungan dengan avonlea. dan tidak ada seorangpun yang tahu banyak mengenai masalalu mu sebelumnya. Ah. Dan dia dibagian olah raga. Kamu sedang menangis. Dan itu hanya akan membuat suasana menjadi tambah buruk—empat—lima—aku akan pulang kerumah jumat depan.” Anne merasa ragu. dan bertanya padaku siapa gadis yang berkepala merah itu. 228 . kesunyian dan air mata tidak lebih memuaskan dibandingkan bersahabat dengan Josie pye ketika kemudian jane dan ruby muncul. tidak ada gunanya menghitung mereka! Karena sekarang mereka sudah banjir. ”Aku kira kamu sedang rindu kampung halaman—beberapa orang memiliki pengendalian diri yang sangat sedikit dalam hal itu. Aku heran bagaimana aku bisa tahan berada disana begitu lama. Oh. Aku bilang kamu yatim piatu yang diadopsi oleh pasangan curthbert.itu seharusnya tidak terjadi. " Aku sangat senang kamu datang.

dan anne merasa bahwa kakinya kini adalah orang pribumi. ”Oh. Wajah anne bersemu merah dan mengakui bahwa dia memang sedang memikirkan hal itu. aku pikir aku sejak pagi ini aku akan tinggal berbulanbulan disini.” Beasiswa Avery! Anne merasa jantungnya berdetak lebih cepat. karena aku sedang asyik menangis sebelum akhirnya rubby datang. pada akhir tahun.Jika kamu mau melanjutkan menangis. Anne." baiklah. benarkan? terimakasih. aku tahu hari ini. Tidak mengherankan bila malam itu anne tidur dengan pipi yang geli. dan mungkin meraih medali! Tapi sekarang sejenak anne membayangkan dirinya memenangkan beasiswa avery. ingin tahu jika anne bermaksud untuk meraih medali emas. Ini benar-benar cita rasa dari avonlea. kamu tahu. Tapi aku sama sekali tidak bisa belajar malam ini. mengambil kursus seni di perguruan tinggi Redmond.kelas pertama. Itu akan memulihkan diriku. Kue??kamu akan memberikan potongan yang paling kecil untuk ku. Sebelum Josie mengatakan padanya berita itu puncak cita-cita anne tadinya adalah memperoleh izin provinsi dari guru. itu mengingatkan aku. Hal itu akan diumumkan di academy besok. ”Tidak kah matthew akan merasa bangga jika aku memperoleh gelar Sarjana Seni (Bachelor of Art)? Oh.! ”Aku akan memenangkan beasiswa itu jika aku bekerja keras. tapi perihal itu pun akhirnya diputuskan bahwa. Ada banyak perdebantan apakah hanya akan dibagikan kepada penduduk queen.” Ruby.?? Seorang pengusaha dari New Brunswick yang kaya raya sudah meninggal dunia dan meninggalkan sebagian dari keayaannya untuk memberikan sejumlah besar bantuan beasiswa untuk dibagikan kepada bermacam-macam sekolah tinggi dan akademi di Profinsi maritim. Karena Beasiswa Avery dalam bahasa inggris. pada akhir tahun pelajar yang lulus dengan dinilai bahasa inggris yang terbaik dan literatur bahasa inggris akan memenangkan beasiswa—dua ratus lima puluh dollar per tahun selama empat tahun di institute Redmond. Aku harus mengerjakan tuga rumah ”virgil”—professor tua yang mengerikan itu memberikan kita tugas dua puluh baris untuk dikerjakan besok. sebelum gema dari suara josie membuyarkan lamunannya. dan mengenakan baju wisuda dan berada dipanggung. menurutku aku melihat bekas airmata . Kata josie.Aku 229 . memperhatikan kelender Queen yang berada di atas meja. Aku tidak keberatan menjadi angsa jika ada orang lain yang menjadi angsa juga.” ujarnya. Frank stockley yang memberitahuku—pamannya merupakan anggota dewan gubernur.”pelajar-pelajar queen akan memperbutkan satu beasiswa avery sesudah ini nanti." desah jane. dan horizon ambisinya berpindah menjadi luas seolah-olah oleh kekuatan magis. indah sekali rasanya memiliki cita-cita dan ambisi. sesuai dengan bidang pelajaran mereka.

Anne berpikir hari jumat sore itu menyenangkan untuk dihabiskan diatas bukit yang berudara segar keemasan. Dia hanya berpikir bahwa jika gilbert dan dirinya berjalan pulang bersama dengan kereta api. dan ruby Gillis sepertinya bukan orang yang cocok untuk membahas masalah seperti itu. meupakan jam-jam terbaik dan terindah dari seluruh minggu. Dengan lampu-lampu dari rumah-rumah di avonlea berkelipan dibawahnya. Itu membuat hidup jadi menarik. tapi dia tidak mampu juga untuk tidak berpikir.senang karena aku memiliki banyak cita-cita dan keinginan. dia tahu itu. tapi dia tidak akan mengatakan hal itu demi beasiswa avery. serta menikmati hal –hal yang menyenangkan dengan bebas.” BAB XXXV. Anne belum dapat meletakkan perasaannya pada hal itu sehingga membuat suatu definisi yang jelas. Gilbert Blythe hampir selalu berjalan bersama dengan Rubby Gillis serta membawakan tasnya. kulit yang indah dan bentuk tubuh yang indah. Jika dia dan gilbert berteman dia tidak akan peduli seberapa banyak teman lain yang dimiliki oleh gilbert dan juga dengan siapa dia berjalan. Anne juga berpikir demikian. sekarang berpikir bahwa dirinya sudah cukup dewasa. dia punya banyak teman perempuan. Seperti anak laki-laki lain pada saat dia berpikir mengenai mereka. ” Tapi pikir dia bukan jenis perempuan yang disukai oleh Gilbert. Anne pandai membina persahabatan. Selama musim liburan belum berakhir pelajar-pelajar avonlea pergi ke cabang baru Carmody di jalan kereta api setiap malam jumat. mungkin sebatas teman belaka.Musim dingin di Queen Kerinduan anne akan kampung halaman sudah menghilang. Tidak ada sentimen bodoh yang muncul pada gambaran anne mengenai Gilbert.dia memakai rok selama orang tuanya mengijinkannya dan dia menggulung rambutnya hingga kelihatan pendek di kota. meskipun dia harus menurunkannya ketika pulang kampung. Gilbert memiliki ambisi. Hanya segera setelah kamu mencapai satu ambisi kamu masih akan melihat satu lagi yang berkilauan diatas sana.”Bisik Jane kepada anne. Diana dan beberapa anak muda avonlea yang lain pada umumnya berkumpul untuk menemui mereka dan setelah itu mereka semua berjalan berkeliling avonlea dalam pesta gembira. tapi dia tidak sepenuhnya sadar bahwa persahabatan dengan anak lelaki juga mungkin meupakan hal yang baik untuk dilakukan untuk melengkapi pershabatan seseorang dan melengkapi sudut pandangan yang lebih luas mengenai penilaian dan perbandingan. Dia memiliki mata biru cerah yang besar. sangat terbantu dengan kunjungan akhir pekannya ke kampung halaman. melewati ladang yang indah dan melalui pakis yang 230 .Dan seperti nya tidak pernah ada habisnnya—itulah hal terbaiknya. Rubby merupakan seorang gadis yang sangat menawan. akan sangat menyenangkan memiliki teman berolok-olok dan teman berbincang seperti gilbert dan bertukar pikiran mengenai buku-buku dan perlajaran-pelajaran serta cita-cita.

Rubby gillis mendapat predikat gadis tercantik tahun ini di academy. Dengan gadis “mawar-merah”.” Priscilla Grant. Dan sudah akui bahwa calon penerima medali secara praktis telah disempitkan menjadi tiga orang---Gilbert Blythe.pakaian yang paling bergaya. pelajar yang ambisi seperti dirinya. pemenang beasiswa Avery masih diragukan. Frank Stockley memiliki banyak aksi dan pesona. Anne Shirley. Bahkan Josie Pye mencapai keunggulan tertentu sebagai Gadis Berlidah paling tajam yang ada di Queen. meskipun hal itu tidak banyak yang mengetahui dikelas. dengan pemikirannya sendiri mengenai peristiwa-peristiwa dan bertekat untuk meraih yang terbaik di dalam hidup dengan memberikan yang terbaik pada hidup. dan jane andrew—Jane yang sederhana. Kenyataan ini merupakan hal yang lumrah. Anne bekerja keras dan tekun. lambat. tapi dia tidak se ganteng Gilbert dan dia sungguh tidak dapat memutuskan yang mana yang paling disukainya. menemukan gadis putih yang terlihat alim yang diercoki oleh kenakalan serta olok-olok dan keisengan. mereka mungkin sudah berbincang mengenai banyak hal menarik dan menggembirakan mengenai dunia baru yang luas di sekitar mereka dan meletakkan harapan-harapan dan cita-cita mereka padanya. bijaksana. 231 . lucu.Setelah liburan natal pelajar avonlea berhenti pulang kampung setiap jumat dan belajar keras. berasal dari desa dengan dahi yang maju dan Jas tambalan. dengan sedikit sokongan kritis dari anne shirley. Stella Maynard. sementara itu mata hitam bersemangat milik stella terlihat sayu/muram oleh khayalan dan mimpi-mimpi. Persaingan nya dengan gilbert sama ketatnya seperti waktu masih di sekolah avonlea dulu. satu orang dari enam orang yang dijagokan berkemungkinan menjadi pemenangnya. Medali perunggu untuk matematika diduga akan dimenangkan olah seorang anak laki-laki gemuk.bertumbuhan disepanjang jalan setapak. bersungguh-sungguh —memenagkan penghargaan pengetahuan rumah tangga. pada kelas tahun kedua stella Maynard memenangkan telapak tangan terindah. tapi bagaimanapun juga kegetiran itu sudah mulai terasa. Ethel marr nobatkan oleh seluruh juri penilai sebagai seorang yang memiliki mode rambut. dan Lewis Wilson. Ruby gillis mengatakan pada jane andrew bahwa dia tidak mengerti sedikitpun apa yang gilberth bylthe katakan: dia berbicara sama seperti anne shirley pada saat dia setuju dengan suatu hal dan rubby pikir tidak menyenangkan sama sekali untuk terlalu peduli pada buku-buku dan hal-hal seperti itu pada saat kamu tidak harus melakukannya. seperti pelangi di udara sama seperti mata anne. Gilbert merupakan seorang teman muda yang panadi. Pada saat ini semua pelajar-pelajar Queen cenderung berada di barisannya masing-masing dan beragam kelas telah menetapkan tempat berteduh masingmasing yang berbeda dan mulai bekerja. dan “gadis impian.! Di academy anne secara berangsur-angsur mendapatkan lingkaran kecil temantemannya disekitar nya. Jadi mungkin saja wajar dinyatakan bahwa murid-murid lama nona stacy memainkan peran mereka sendiri di gelanggang academi. dia segera menjadi teman karib. imajinatif.

yang yakin setidaknya lulus. ”rasanya tidak mungkin bahwa satu semester hampir usai”. kadang aku merasa seolah-olah ujian itu adalah segalanya.”kenapa. Anne meghabiskan waktu luangnya di beechwood dan biasanya di memanfaatkan hari minggunya dengan makan malam disana dan pergi ke gereja dengan nona barry yang Belakangan . Selain belajar siswa-siswa mendapatkan kesempatan untuk bersenang-senang. tapi dia tidak memikirkan bahwa hidup menjadi tidak sangat membantu seandainya dia tidak menang. seperti pengakuannya. Anne memiliki banyak perbedaan seperti pelangi dan setiap hal. yang terus menerus menjadi kesayangan dari wanita tua yang kritis itu.musim gugur yang lalu terlihat sangat panjang—sepanjang musim digin ini banyak kelas dan pelajaran. Tapi di kota charlotte hal yang mengganggu pikiran dan dibicarakan oleh pelajarpelajar hanyalah mengenai Ujian-ujian. tapi ketika semua masa depanmu 232 . di Avonlea mayflower sedang mengintip sebelum merekah merah muda pada tanah yang gundul diamana rangkaian bunga-salju melekat. Tapi dia tidak pernah bicara kasar pada anne. dan dia membuat aku jatuh cinta padanya dan aku suka pada orang yang telah membuat aku mencintai mereka. hampir sebelum semua orang menyadarinya musim semi telah datang. tidak menanggapi hal itu. ujian-ujian itu terlihat tidaklah begitu penting. ”aku lelah dengan gadisgadis lain—ada seperti kesamaan yang abadi dan menggusarkan pada mereka. tapi mata hitamnya tidak suram namun setidaknya tenaga lidahnya semakin mereda. Kemudian.anne sudah tidak ingin lagi menang dengan alasan untuk mengalahkan gilbert. Bagi mereka ujian-ujian yang akan datang merupakan hal yang sangat-sangat penting—jauh lebih penting dibanding tunas buah chest atau hari perpeloncoan. Itu menyelamatkan aku dari banyak masalah pada diriku dengan mencintai mereka. dengan ujianujian yang minggu depan yang sudah terbayang. yang singgah.hal baru itu selalu lebih bagus dari hal sebelumnya.ucap anne. Kawan-kawan. telah bertambah tua. tapi lebih karena kesadaran akan kebanggaan atas kemenangan dari lawanlawan laki-laki yang bernilai. dan ”kabut hijau” berada di pepohonan dan lembah-lembah. ” Jane dan rubby serta josie. Dan disinilah kita sekarang. memiliki waktu untuk bagi dirinya untuk meremehkan ujian itu. ” ucapnya. Semua itu tidak masalah bagi anne. Itu lebih bernilai untuk dimenangkan. Aku tidak tahu bahwa dia sama menghiburnya seperti dia masih kanak-kanak dahulu. tapi ketika aku melihat pada tunas besar yang sedang berkembang dengan susah payah pada pohon itu serta udara biru yang berkabut si ujung jalan. " Anne-Girl bertambah baik setiap saat.

”jika aku tidak lewat tahun ini aku akan kembali lagi tahun depan. Semua mimpi-mimpi itu adalah miliknya dengan kemungkinan-kemungkinan tersembunyi pada tahun-tahun mendatang. Frank stockley bilang bahwa profesor Tremaine mengatakan bahwa Gilbert blythe dipastikan memperoleh medali itu dan Emily Clay sepertinya yang akan memenangkan beasiswa Avery itu. apa yang akan kamu kenakan untuk pada hari pertama ujian? Tanya Rubby praktis. Jane dan josie keduanya menjawab dengan segera dan pembicaraan berubah arah menjadi menganai mode. dengan sikunya menyandar pada ambang jendela.tergantung pada ujian-ujian itu---seperti yang dipikir oleh gadis-gadis itu—kamu tidak dapat mengabaikan mereka dengan berfilsafat. tidak akan memberikan banyak perbedaan apakah aku akan meraih avery ataupun tidak. Anne.” ”_Aku_ tidak peduli. Aku sudah melakukan usaha terbaik ku dan sekarang aku memahami apa yang dimaksud dengan ”kesenangan dari perdebatan” Disamping usaha dan kemenangan.”tapi sekarang aku jujur merasakan bahwa selama aku tahu bahwa bunga violet akan mekar dan membuat lembah di bawah rumah atap hijau menjadi ungu dan pakis-pakis kecil menyembulkan kepala mereka di jalan setapak LOVER.Aku AKAN khawatir. Akan mengerikan jika aku gagal memperoleh sertifikat setelah melewati musim dingin di Queens dan menghabiskan banyak uang. Khawatir terkadang sedikit membantu mu—itu akan terlihat seolah-olah kamu sedang melakukan suatu hal pada saat kamu sedang khawatir. Kawan-kawan. keluh jane. pipi lembutnya bertumpu pada kedua tangannya. ” ucap josie Pye. " Beart badanku telah turun sebanyak tujuh pond dalam dua minggu terakhir ”. Ayahku mampu mengirim aku kesini. Tapi anne. menembus keluar menyeberangi atap kota dan menuju kepuncak menara kubah agung dari langit matahari terbenam dan merajut mimpi-mimpinya akan kemungkinan masa depan dengan benangbenang emas dari optimisme masa muda. jangan bicarakan mengenai ujian!lihatlah pada lengkungan dari hijau pudar diatas langit rumah-rumah itu dan bayangkan dirimu sendiri seperti apa itu terlihat bila melewati hutan-hutan –pohon beerch yang lembayung di avonlea. 233 .—setiap tahun setangkai mawar akan sampai janjinya untuk ditenun menjadi chaplet abadi. ada hal terbaik yaitu usaha dan kegagalan. dan matanya terisi oleh pandangan-pandangan.”tawa anne. Josie”.”tidak ada gunanya mengatakan jangan khawatir. ” " jane.” ”itu akan membuat aku sangat kecewa besok.

tapi. Jane. Dan aku tidak akan berdesakan di papan bulletin itu dan melihatnya sebelum semua orang selesai. Kamu harus membaca pengumuman-pengumuman itu dan kemudian memberitahu pada ku. jane. mereka mendapati aula dipenuhi oleh anak laki-laki yang mengangkat Gilbert Blythe diatas bahu mereka dan meneriakkan pada puncak dari suara mereka : Hore Blythe. mereka tidak dimenangkan dengan mudah(mereka tidak diraih dengan mudah). pemenang Medali 234 . tidak ada gunanya janji seperti itu. Pada saat mereka memasuki tangga Queen. ucap anne. Melewati waktu 10 menit itu sebanrnya tidak terasa. Aku tidak berharap avery. Karena kita membayar sebuah harga untuk setiap hal yang kita dapatkan di dunia ini. ucap jane. Aku tidak memiliki keberanian jiwa. semua orang mengatakan bahwa Emily clay yang akan memenangkan itu. Anne dan jane berjalan menyusuri jalan bersama. Aku akan tetap berada diruang ganti baju anak perempuan. Pertimbangan/selanjutnya/ yang lebih lanjut tidak mengganggu jane sama sekali. pada saat itu terjadi. tanpa mencoba untuk berhenti dengan lemah lembut. Dia tidak punya ambisi yang membumbung tinggi dan sebagai konsekuensi (akibatnya) dia tidak dihinggapi penyakit kegelisahan/tidak tenang sesudahnya. Jane tersenyum dan bahagia. Dan apapun yang kamu lakukan JANGAN berbelasungkawa/menyatakan simpati dengan ku. Tapi membutuhkan kerja keras dan pengorbanan dirisendiri. Tentu saja kamu akan memenangkan salah satu penghargaan itu. Berjanjilah padaku akan hal ini. waktu menjadi suatu hal yang paling penting di dunia ini.Bab XXXVI Keagungan dan Mimpi Pada suatu pagi ketika semua hasil ujian di pasang pada papan bulletin di Queens. Hanya saja bagi dirinya. Anne pucat dan diam. Jane berjanji dengan sungguh-sungguh. Dan meskipun ambisi sangat bernilai untuk dimiliki.kalau tidak siapa yagn tidak bisa memahami betapa/bagaimanakah fakultas/staf pengajar bisa begitu tidak adil seperti terhadap medali itu kalau tidak. Jika aku gagal katakan langung. ujian telah berakhir (selesai) dan dia yakin bahwa paling tidak dia berhasil melewati ujian. Dan aku mohon dengan sangat kepadamu atas nama/demi persahabatan lama kita untuk melakukannya secepat mungkin. kegelisahan dan kesempitan hati. Dalam waktu 10 menit lagi dia akan mengetahui siapa yang akan memenangkan medali dan siapa yang memenangkan avery.

Mathew dan Marilla ada disana.Anne?Aku bangga. dia tidak pernah pulang sejak bulan april lalu dan dia merasa dia tidak dapat menuggu 235 . Tidak kah kamu bangga dengan gadis. Memperhitungkan bahwa kita senang telah membesarkan dia. kemudian segera mereka melarikan diri menuju kamar ganti pakaian perempuan diantara sorak-sorai gemuruh. Pidato diberikan. Tapi kemudian Seseorang berteriak : Mari bersorak-sorak dengan semangat untuk Nona Shirley. Nona Barry yang duduk di belakang mereka. dengan kedua pipi yang agak kemerah-merahan dan kedua mata yang penuh dengan sinar gemintang. Acara dilaksanakan di Aula pertemuan besar di Akademi. karangan dibacakan. Mathew dan marilla akan puas. dengan mata dan telinga hanya untuk seorang pelajar diatas podium—seorang gadis janggkung dalam balutan pakaian hijau muda. Dia ditolak dan ditarik dan dirangkul dan diantara itu semua. Mathew akan menyesal —dia sangat yakin bahwa anne akan menang. Ijazah penghargaan untuk pelajar. kata nya. Ini bukan pertama kalinya aku bahagia/senang. Ulang marilla. hadiahhadiah dan medali-medali diberikan. pemenang Avery! Wah anne. kelompok ucapan selamat datang menyerbu. bukankah itu bagus?? Dan kemudian anak-anak perempuan mengelilingi mereka dan anne menjadi pusat kegembiraan. condong kedepan dan menyodok/mencongkel punggung marilla dengan gagang payungnya. lagu-lagu dinyanyikan.Untuk sejenak anne merasa perutnya mual tiba-tiba akibat kekalahan dan kekecewaan. yang membaca karangan terbaik dan ditunjuk dan dibisiki sebagai pemenang Avery. Jane megap-megap. Mathew curthbert. Upacara pemberian Ijazah merupakan peristiwa penting berikutnya. aku harus menulis berita/surat kerumah sekarang juga. Aduh anne. Anne pulang ke rumah Avonlea dengan Mathew dan marilla sore itu. dia mencoba untuk berbisik kepada Jane : Aduh. Kamu sungguh senang menggoda orang. Bahunya di gebuk dan tangannya bergoncang dengan semangat. aku sangat bangga. Jadi dia gagal dan Gilber menang! Baiklah. marilla? Bisik Mathew. ketika anne menyelesaikan karangannya. Berbicara untuk pertama kalinya sejak dia memasuki aula.

Gilbert bythe akan mengajar juga. Dan alangkah baiknya melihat kamu lagi. tidak kah itu kedengaran hebat??aku akan memiliki pesediaan nyanian ambisi yang baru sekali untuk diberikan pada waktu itu nanti setelah tiga bulan yang agung. ucap Diana penuh celaan. Aku lelah. Anne tertawa dan menghujani Diana dengan bunga lili bulan juni yang layu dari buket miliknya. Apa yang akan anne lakukan tanpa persaingan yang 236 . Aku akan pergi ke Remond September nanti. Diana. bulan-bulan keemasan dari liburan. Dia harus. Josie Pye memberitahuku kamu melakukannya. Dia tidak mengatahui hal itu. aku mengira kau tidak akan sedang mengajar sekarang bahwa kamu telah memenangkan Avery? Tidak.hingga besok. dimana marilla telah mengumpulkan mawar-mawar yang sedang berbunga pada ambang jendela. Bukankah nafas mint lezat ?dan mawar itu—kenapa. Oh Diana. Di dalam kamar putih nya sendiri. Ayah nya tidak sanggup membiayai kuliahnya tahun depan. Aku pikir stella Maynard lebih baik dari aku. Diana. Jane dan Ruby akan mengajar. Kamu sudah melakukan pekerjaan dengan baik sekali anne. jadi ia bermaksud untuk mendapatkan penghasilannya sendiri. Bunga appel merekah dan dunia tampak segar dan muda. Diana ada di Rumah hijau untuk mengunjunginya. dan tidak berpikir apa-apa. anne melihat kesekitar dan menarik napas panjang kebahagiaan. Aku mencintai kamu lebih dari siapapun—dan aku punya banyak hal untuk diceritakan padamu. kata dia. Anne merasakan sedikit perasaan ganjil dari kekagetan kecemasan dalam hatinya. Aku berharap dia akan memperoleh sekolah disini jika Miss Ames memutuskan untuk pergi/berhenti. Aku bermaksud untuk menghabiskan waktu paling sedikit 2 jam besok berleha-leha (berbaring) di rumput kebun buah-buahan. Sungguh baik bisa kembali lagi. Stella Maynard merupakan seorang gadis yang paling mahal didunia kecuali satu orang dan orang itu adalah kamu. Tapi saat ini/sekarang aku merasa seolah-olah cukup menyenangkan duduk disini dan memperhatikan kamu. Kata Diana. setelah semuanya. Dia berharap Gilbert akan pergi ke Redmond juga. aku pikir lelah karena rajin belajar dan lelah karena berambisi. Josie bilang kamu JATUH HATI pada nya. Sangat baik melihat pucuk cemara itu menantang langit merah muda—dan kebun buah putih dan salju queens yang tua. semuanya merupakan sebuah nyanyian dan sebuah harapan dan doa semua menjadi satu. Tidakkah itu baik sekali untuk dipikirkan kami semua dapat melampaui bahkan moodi Spurgeon dan Josie Pye? Dewan SEkolah Newbridge sudah menawarkan Jane sekolah mereka.

Lynde mengatakan sebelumnya kebanggaaan surut dan dia tidak percaya terhadap sekolah tinggi untuk wanita sama sekali. sekarang karena aku ada dirumah. Sehingga aku berharap dia dapat beristirahat dan kembali segar. Anne. Dia bilang itu tidak cocok untuk mereka untuk lingkungan wanita yang sebenarnya/lingkungan sejati wanita.—Baiklah— baiklah. Anne ? 237 . meskipun pada fakultas perguruan tinggi dengan murid pria dan wanita dan harapan gelar yang nyata. Anne mencondongkan badannya ke meja dan mengambil wajah marilla di tangannya. tentu saja dia kelihatan lebih gelap/abu-abu daripada satu tahun sebelumnya. Marilla tersenyum dengan mesra pada gadisnya.dalam musim semi ini sudah Beberapa kali dia mendapat serangan jantung yang sungguh berat dan dia tidak akan meluangkan waktu untuk dirinya sendiri sedikit saja. Aku tidak bisa membaca atau menjahit dengan nyaman sekarang. panggil anne dengan ragu-ragu ketika Mathew telah pergi keluar. Aku benar-benar cemas tentang dia.membangkitkan semangat mereka ?tidak akan berhasil. kamu kelihatan lelah. Ada ahli mata yang hebat/terkenal yang datang ke PULAU ini juni lalu dan doctor bilang aku harus menjumpainya. Mengambil Kelas puisi Pertama satu tahun dan memenangkan beasiswa Avery. Aku takut kamu bekerja terlalu keras. tapi mereka tidak memberikan kebaikan untuk ku. Aku tidak percaya akan kata itu. Aku akan menggunakan satu hari libur ini untuk mengunjungi semua tempat-tempat keakungan lama dan memburu mimpimimpi lama ku. Mungkin dia akan mau sekarang karena kamu ada dirumah. Kamu harus beristirahat. Kamu juga tidak terlihat sehat seperti yang biasa aku lihat. tapi dia akan jauh lebih baik untuk sementara waktu dan kita harus menggaji seorang lelaki yang baik. dan selanjutnya giliran kamu untuk bermalas-malasan saat/sedangkan aku mengerjakan pekerjaan. Nyonya. berbicara mengenai Rachel mengingatkan aku—Apakah kamu sudah mendengar berita apapun mengenai Bank Abbey. Baiklah.jawab marilla dalam nada susah. Harus kukatakan kamu sudah melakukan pekerjaan dengan sangat baik di Queens. menjadi agak hambar tanpa teman bermusuhannya? Pagi berikutnya saat sarapan anne tiba-tiba menyadari/menemukan bahwa Mathew kelihatan tidak sehat. akhir-akhir ini. Bukan karena pekerjaan—hanya karena kepalaku. Kamu selalu membuatnya gembira. apakah Mathew sehat ? Tidak. Aku kira aku harus. Doctor spenser banyak cincong/membuat aku repot dengan kacamata. aku sering sekali sakit kepala sekarang—selain mata aku. Marilla. marilla.

Semuanya kita tabung di bank itu—setiap sen. Abbey tua adalah teman baik Ayah Mathew dan ia selalu menyimpan uang pada nya. Mathew berjalan pelan-pelan dengan kepala tertunduk. Mathew. dia pergi ke gelembung Dryad dan hanyapohon belaka dan lembah bunga violet/lembayung. dan lupakanlah. Kamu bekerja terlalu kerasa hari ini. aku selalu bekerja keras dan aku lebih suka jatuh dalam pakaian kuda. ponakannya sungguh kepala lembaga/institusi. Baiklah sekarang. aku sepertinya tidak bisa seperti itu. kata dia penuh omelan. Aku rasa dia mempunyai jumlah nominal yang besar selama bertahun-tahun. Aku dapat menemukan hal itu dalam hatiku untuk hasrat yang kumiliki. Baiklah. melewati jalan/pedesaan penggemar untuk menggembalakan dari belakang. oke. Jika saja aku adalah anak laki-laki yang kamu kirim. hari itu sangat cerah dan bagus dan terang. dia benar-benar sudah tua. saat dia membuka pintu gerbang halaman agar kerbau-kerbau bisa lewat. Dia tidak akan pernah melupakan hari itu. menyesuaikan langkah per nya dengan langkah Mathew. begitu bebas dari bayang-bayang dan begitu begitu banyak bunga. anne tinggi dan tegak. jawab anne. kenapa?? Itu apa yang dikatakan Rachel : dia mampir kesisni suatu hari pada minggu kemaren dan dia bilang banyak perbincangan mengenai itu. tapi Mr. Hanya untuk itu Baiklah sekarangm aku lebih memilih kamu daripada selusin anak laki-laki. Kenapa kamu tidak mengambil hal yang lebih mudah? Baiklah sekarang. Dia menghampiri rumah pendeta dan mempunyai perbincangan dengan Nyonya. hanya saja aku sudah menjadi lebih tua sekarang. Tapi Mr. Dan akhirnya di sore hari dia pergi dengan Mathew untuk melihat kerbaukerbau. Hutan/kayu-kayu seluruhnya bercahaya terlewati oleh matahari terbenam dan semarak kehangatan dari air panas menurun melintasi lembahlembah bukit di bagian barat. Mathew bilang setiap bank dibawah pimpinannya cukup bagus untuk setiap orang. Hanya mengingatkan kamu—lebih baik daripada selusin anak laki-laki. Allan. aku ingin Mathew untuk menarik uang kita segera. Ucap Mathew menepuk tangan nya. anne. Anne menghabiskan beberapa waktu berharganya di kebun buah. kata Mathew. aku menduga bukanlah anak 238 . Ucap anne. Russel mengatakan padanya kemaren bahwa bank itu bail-baik saja. ketika Rachel memberitahukan pada kami hal itu. Anne bersenang-senang hari itu dengan persahabtan dengan dunia luar. Oke. kata anne dengan prihatin. dan dia bilang dia akan mempertimbangkan hal itu.Aku dengar bank itu agak goyah. Aku akan bisa banyak membantu kamu sekarang dan meluangkan kamu dengan 100 cara. Mathew merasa sangat cemas/khawatir. Awalnya aku ingin Mathew meletakan uang itu di Bank Saving. anne.

Nyonya.dia melihat sewaktu Mathew berdiri di pintu keluar beranda. Mathew telah jatuh melewati ambang pintu. Dia tersenyum senyum malu padanya ketika di memasuki ke perkarangan . lelaki pekerja. pada saat dia pergi memanggil dokter dia melewati lereng Kebun buah-buahan disitu ada tuan dan Nyonya.malaikat maut yang bernama Kematian Mathew—Mathew—ada apa ? Apa kamu sakit. bergerak terkejut memanggil dokter. Kata dia dengan sedih. anne mesih memngingat kenangan itu pada saat dia memasuki kamarnya pada malam itu dan duduk agak lama pada jendela nya yang terbuka. suci telah diletakkan diatasnya. yagn baru saja sampai dirumah dari kantor pos. Diluar salju Queen/Queen salju halimun/berkabut putih dalam sinar dengan berkabut putih dalam kilauan bulan/cahaya bulan. Anne selalu ingat akan perak.-.-. Anne. Anne menjatuhkan bunga-bunganya dan berlari melintasi dapur menuju kearah matthew bersamaan dengan marilla. ada selembar kertas terlipat di tangannya. Mathew?? Ucapan marilla yang penuh dengan nada kegelisahan disetiap sentakan kata. dan menempelkan telinganya diatas jantung nya. benarkan??itu bukan anak gadis— gadis ku yang aku bangga padanya. Mereka berdua sangat terlambat. Dia pingsan. Dia memandang wajah cemas mereka dengan sedih dan airmata mengalir dari kedua matanya. panggil martin—cepat. Dan kehidupan selanjutnya tidak akan pernah sama lagi ketika sentuhan dingin. 239 . yang berada disana atas suruhan. aku kira—kita tidak bisa melakukan apapun untuknya menolongnya.laki-laki yang mendapatkan beasiswa avery. penuh ketenangan/kedamaian dan ketenangan yang semerbak dari malam itu. tangannya penuh dengan bunga bakung putih. Anne datang ke ruangan. kodokkodok sedang menyanyi di rawa di lerang kebun buah. cepat! Dia di gudang. Mereka mendapati Anne dan Marilla yang sedang kebingungan mencoba untuk memulihkan Mathew agar siuman kembali . dan wajah Mathew terlihat ganjil dan abu-abu. Lynde mendorong mereka kesamping dengan lembut. sebelum mereka dapat menggapai dirinya. Barry mereka berdua segera pergi kerumah marilla. mengingat/berpikir tentang mas lalu/lampau dan menghayalkan/memimpikan masa depan/mendatang. marilla terengah-engah. Lynde. Itu merupakan malam terakhir sebelum penderitaan menghampiri hidupnya.sudah lama sekali sebelum akhirnya anne bisa menyukai bau dari bunga bakung putih lagi. Aduh marilla. datang juga. Bab XXXVII. Martin. memeriksa denyut nadinya.Nyonya.

mata tanpa air mata menyala di wajahnya yang putih. Nak. rambut panjang abu-abunya menghiasi wajahnya yang tenang yang terdapat sedikit senyum ramah seolah-olah dia tertidur. Pada saat dokter datang dia berkata bahwa kematian yang mendadak dan kemungkinan tanpa rasa sakit. dimana anne berdiri di jendelanya. Diana. Aku sudah sendiri satu menit sejak itu terjadi—dan aku ingin. kamu jangan berpikir—kamu tidak boleh berpikir Mathew—telah —anne tidak dapat mengatakan kata yang mengerikan itu. Berita menyebar cepat di Avonlea. dia berubah redup dan pucat pasi. Ketika malam yang tenang datang perlahan diatas nok atap rumah hijau rumah tua itu hening dan tenang. iya. Kertas Itu berisi tunggakan rekening dari bank Abbey. Rahasia keterkujutan/goncangan itu ditemukan berada pada kertas yang dipengang Mathew yang dibawa martin dari kantor pagi itu. mungkin sekali disebabkan oleh kejutan yang tiba-tiba. Lynde. Anne melihat ke wajah tenang/hening yang tidak terlihat ada tanda kehidupan yang agung. lihat wajahnya. pergi ke loteng timur rumah. Anne sayang. aku takut seperti itu. Maukah kamu tidur dengan ku malam ini ? Terimakasih Diana.Nyonya. Untuk pertama kalinya Mathew yang pendiam. cinta tanpa kata-kata. Itu merupakan hal terakhir yagn dapat dilakukan untuk nya. Pada saat kamu telah melihat sesering aku melihatnya maka kamu akan tahu apa artinya. Aku kira kamu tidak akan salahpaham pada ku saat aku mengatakan bahwa aku ingin sendiri. pemalu menjadi pusat perhatian. sedang bermimpi mimpi yang menyenangkan. dan setiap hari teman dan tetangga berbondong-bondong/memenuhi nok atap rumah hijau dan datang dan pergi atas suruhan orang yang mati dan yang masih hidup. aku sungguh ingin kesunyian dan keheningan dan 240 . Keagungan suci kematian telah datang padanya dan mengumpulkannya sebagai seseorang yang bermahkota. Anne melihat ke wajah temannya itu dengan bersungguhsungguh. berkata dengan lemah lembut. Keluarga Barry dan Nyonya Lynde tinggal menemani mereka malam itu. Di kamar salon terbaring Mathew curthbert di dalam petimati. Aku tidak takut. Kesedihannya yang mendalam. Banyak bunga disekitar dia—bunga kuno yang indah— bunga-bunga modern yang ditanam oleh ibunya di kebun perkarangan pada hari-hari pengantinnya dan yang selalu dirahasiakan oleh matthew. Anne mengumpulkan/mengambil mereka dan memebrikannya pada dia.

yang merupakan orang yang sangat dicintainya dan yang telah begitu baik padanya. apa yang akan kita lakukan tanpa dirinya?? 241 . Ditengah malam dia terbangun. Marilla mendengar nya dan menyelinap untuk menghiburnya. Kesedihan marilla sangat mendalam.mencoba untuk menerimanya. Aku tidak dapat menerimanya. Itu nampak bagi anne hal yang buruk sekali bahwa dia tidak bisa menumpahkan/mengeluarkan air mata untuk Mathew. Anne berharap bahwa airmata akan muncul didalam kesunyian. dan ingatan tentang hari-hari yang lalu datang menghampirinya seperti gelombang kesedihan. Aduh. dan setengah yang lainnya kelihatan seakan-akan dia sudah meninggal sejak lama dan aku telah mengahadapi sakit yagn mengerikan ini sejak lama. Kemudian airmata jatuh dan anne menangis bercucuran air mata. Diana tidak begitu mengerti. ayah yang baik untuk ku—tapi Tuhan tahu yang terbaik. Airmata tidak melukai seperti rasa sakit ini. meninggalkan anne sendirian untuk tetap berjaga-jaga atas dukacitanya yang pertama. dengan keheningan dan kegelapan disekitarnya. diana dapat memahami lebih baik daripada anne kesakitan/penderitaan yang mendalam tanpa butir air mata. dia baik dan ramah dan manis—tapi ini bukan kesedihannya—dia diluar ini dan dia tidak bisa datang lebih dekat kedalam hatiku untuk menolongku. biarkan lah aku menangis. dalam bauran hari gembira sekaligus menyedihkan. Gadisku—gadisku yang aku banggakan. Tapi dia pergi menjauh dengan baik hati. Aku tahu. memecahkan semua batasan kemampuannya untuk mengindari masalah dengan cara menyibukkan diri dengan pekerjaan dan kesibukan diri. Tangis anne. Mathew yang berjalan dengannya kemaren sore disaat matahari terbenam dan sekarang sedang terbaring di ruang suram yang dipenuhi kedamaian yang dahsyat. Namun mulanya tidak ada air mata yang keluar. bahkan pada saat dia berlutut pada jendelanya di tengah kegelapan dan berdoa. tapi aku tidak tahan. Itu—itu—tidak benar untuk menangis seperti itu. saying itu tidak akan bisa mengembalikan dirinya. marilla. hanya rasa sakit kelam yang mengerikan Kesengsaraan itu tetap ada hingga dia jatuh tertidur. Aduh Marilla. Sudah-sudah—jangan menangis seperti itu. Tinggallah disini untuk beberapa saat dan biarkan lenganmu merangkul ku—begitu. Dia bisa melihat wajah Mathew yang sedang tersenyum pada nya seperti dia tersenyum ketika mereka berpisah di gerbang sore lalu—dia bisa mendengar suara yang berkata. melihat bintang-bintang bertaburan diantara bukit-bukit—tidak ada air mata. Setengah nampak jelas bagiku bahwa Mathew tidak bisa mati. Aku tidak membiarkan Diana tinggal. Ini penderitaan kita— kamu dan aku. Ia selalu baik.

Allan.Kita harus saling membantu/kita harus selalu bersama. Aku pikir pada saat itu terjadi aku tidak pernah bisa tertawa lagi. Aku tidak tahu apa yang akan lakukan jika kamu tidak ada disini---jika kamu tidak pernah datang kemari. dan dia senang untuk mengetahui hal yang sama. dunia bunga indah dari cinta dan persahabatan telah kehilangan satupun dari kekuatannya untuk menyenangkan khayalannya/kesenangannya dan menggetarkan jiwanya. Aku rasa kita semua mengalami hal yang sama. hidupnya masih menghampiri dia dengan banyak suara yang berutbi-tubi (terus-menerus). Aku ingin mengatakan padamu sekarang selagi aku masih bisa.— setiap saat—namunpun begitu. Aku mencintai kamu seperti seolah olah kamu adalah darah dagingku sendiri dan kamu telah menjadi kebahgiaan dan kesenangan ku sejak kamu datang ke Rumah Hijau. pikiran sangat sedih bahwa itu bisa menjadi seperti itu---bahwa mereka dapat melanjutkan cara lama tanpa Mathew. Itu nampaknya seperti ketidaksetiaan kepada Matthew. Dia merasa seperti memalukan dan penyesalan yang mendalam saat dia menemukan bahwa matahari terbit dibalik pohon cemara. meskipun dengan perasaan sakit karena kehilangan hal-hal yang akrab. dunia dan kehidupan terlihat sangat indah dan menarik untuk ku semuanya. Tidak mudah bagi ku untuk mengungkapkan perasaan ku. baru berduka cita. Bagaimanapun juga terlihat seakan-akan aku tidak perlu untuk tertawa. Pada saat Mathew masih berada disini dia senang mendengar kamu tertawa dan dia senang mengetahui bahwa kamu menemukan kebahagiaan dari hal –hal yang menggembirakan disekitar mu. Untuk semua itu. katanya dengan prihatin pada Nyonya Allan suatu sore ketika mereka sedang bersama-sama di kebun rumah pendeta. Aku sangat tindu padanya. Hari ini Diana mengatakan sesuatu yang lucu dan membuat aku tertawa. Anne. Tapi aku dapat memahami perasaan mu. Nyonya. entah bagaimana. Aduh. Aku yakin kita seharusnya tidak menutup hati kita terhadap pengaruh penyembuhan yang ditawarkan lingkungan pada kita. 242 . anne. Dan tunas pucat merah muda merekah di kebun membrikan aliran kebahagiaan bagi dirinya ketika dia melihat mereka—kunjungan Diana menyenangkan dia dan bahwa kata-kata dan gaya sukaria Diana membuatnya tertawa dan tersenyum—yang pendek kata. Dan kemudian Avonlea kembali tenang seperti biasanya dan bahkan pada rumah dinding hijau pekerjaan/urusan kembali masuk ke pekerjaan sehari-hari mereka yang lama dan pekerjaan dilakukan dan tugas-tugas diselesaikan dengan keteraturan seperti sebelumnya/biasanya. Dua hari setelah itu mereka membawa Matthew Cuthbert melawati ambang pintu rumahnya dan menjauh dari ladang yang di kelolanya dan kebun buah yang dicintainya dan pophon-pohon yang telah ditamannya. menemukan kebahagiaan dari berbagai hal sekarang padahal dia telah meninggal. tapi saat ini sepertinya jadi lebih mudah. aku tahu telah keras dan kasar kepada mu mungkin—tapi kamu tidak boleh berpikir bahwa aku tidak mencintai kamu seperti Mathew mencintai kamu. Anne. ucap Nyonya allan lemah lembut. Dia baru saja lewat sekarang.

aku takut. ucap Nyonya.Kita benci/marah/merasa tersinggung pada hal apapun yang menyenangkan kita ketika orang yang kita cintai sudah tidak lagi berada disini untuk membagi kesenangan dengan kita. Allan. Mathew selalu paling menyukai mawar—mereka begitu kecil dan manis pada tangkainya yang berduri. ditahan oleh sebuah kulit kerang besar berwarna pink dengan bayang-bayang dari matahari terbenam di sebelah tenggara dalam lilitan-lilitan bagian dalam yang halus. Aku harus pulang kerumah sekarang. Anne tidak menjawab. Marilla sedang duduk di depan pintu anak tangga dan anne duduk disampingnya.. Aku berharap dia mempunyai mawar seperti itu di surga. Ucap anne melamun. aku mengira aku sebaiknya pergi dan selesai. Doctor Spencer ada disini saat kamu pergi. Kamu tidak keberatan tinggal disini sendirian sementara aku pergi. " aku akan baik-baik saja. Mungkin arwah-arwah dari seluruh bunga mawar kecil putih yang sangat dicintainya pada musim-musim panas semuanya disana untuk menjumpainya. Aku pergi ke kuburan untuk menanam suatu rumpun mawar di kuburan Mathew sore ini. 243 . kata dia spesialis itu akan ada di kota besok." " Dia akan terus kesepian. Aku akan lebih berterimakasih jika lelaki itu memberikan aku semacam kacamata yang benar dengan mata aku. Diana akan singgah untuk menemaniku. Anne mengumpulkan percikan madu pucat kuning menyusui dan meletakkannya di rambutnya. dia mengucapkan selamat malam dan pergi pelan-pelan kembali ke nok atap rumah hijau. Pintu dibelakang mereka terbuka. kata marilla. seperti ucapan syukur dari udara. Aku akan menyetrika dan memasak dengan lezat—kamu tidak perlu takut bahwa aku akan memberika kanji pada saputangan atau membumbui kue dengan obat gosok. diatas dia setiap saat dia bergerak. Dan dia bersikeras bahwa aku harus masuk dan memeriksa mataku. Aku membawa sejamban bunga mawar putih rumpun belanda yang ibunya bawa dari skotlandia dahulu kala. Marilla soerang diri dan dia kesepian di senjakala. kamu mau kan ? Martin akan mengantar aku dan tidak ada setrikaan dan memasak yang harus dilakukan. pada saat kamu pergi lagi ke sekolah. Dia menyukai petunjuk kelezatan dari keharuman. dan kita hampir merasa seolah-olah kita tidak setia kepada penderitaan kita ketika kita menemukan/mengetahui bahwa ketertarikan hidup kembali pada kita. Aku merasa gembira karena aku bisa menanamnya diatas kuburannya —seolah-olah aku melakukan sesuatu yang mungkin bisa menyenangkan dia karena itu berada di dekatnya.

Aku terbiasa berpikir bahwa kamu kerasukan/kemasukan setan. Begitu juga dengan Moody Spurgeon dan Charlie Sloane. sunnguh. Gilbert Blythe akan pergi mengajar juga. Dia bilang padaku kemaren bahwa menurutnya itu lebih merah dari sebelumnya. John Blythe merupakan anak laki-laki yang baik. senyum anne. Marilla. Jane dan Ruby akan mengajar dan mereka berdua mendapatkan sekolah—jane di NewBridge dan ruby disuatu tempat di sebelah barat. Bintik-bintik dipipi ku benar-benar sudah hilang. Anne memandang dengan minat cepat Aduh marilla—dan kemudian apa yang terjadi ??—kenapa kamu tidak— 244 . Apakah Josie akan mengajar ? Tidak.Anne Kamu selalu terlibat dalam pertikaian. Aku terkadang tertawa sedikit sekarang pada saat aku berpikir betapa cemasnya rambut aku pada ku—tapi aku tidak bisa tertawa banyak. Alngkah –seorang teman yang enak dilihat dia. dan orang-orang cukup senang memberitahuku bahwa rambutku pirang sekarang—semua kecuali Pye. Kami dulunya adalah teman baik. Aku tidak akan pernah melupakannya. orangorang menyebutnya kekasihku. Aku kira orang semacam itu sedikit tujuan berguna dimasyarakat. Josi Pye. Alangkah seorang gadis perempuan yang membuat kekeliruan pada hal itu berhari-hari. dia akan pulang ke Queens tahun depan.singkatnya.MARILLA tertawa. Sembari menyentuh pita rambut yang berat pada rambut yang terluka di disekitar kepala indahnya. jadi dia tidak tahan untuk bersikap tidak menyenangkan (untuk tidak marah-marah). ujar marilla tajam. bukan?? Ya. aku hampir memutuskan untuk berhenti mencoba untuk menyukai Josi Pye. Aku benar/sungguh-sungguh menderita karena rambut ku dan bintik-bintik diwajahku. tapi aku harus mengatakan bahwa aku tidak tahu apakah adalah lebih banyak lagi daripada manfaat tumbuhan berduri (semacam widuri). ujar marilla menerawang. karena kemudian itu sungguh menjadi masalah. Aku sudah berusaha apa yang aku sebut usaha yang gagah berani untuk menyukai dia. dan dia bertanya padaku apakah orang-orang yang memiliki rambut merah terbiasa memiliki rambut seperti itu. atau setidaknya pakaian hitam ku membuatnya kelihatan lebih merah. Aku melihat dia di gereja minggu lalu dan dia keliatan begitu tinggi dan gagah Dia mirip sekali dengan ayahnya pada usia yang sama.tapi josi Pye tidak akan bisa disukai. dia dan aku. Apakah kamu ingat waktu kamu mengeringkan rambut mu?? Ya.

BAB XXXVIII. Tapi semuanya kembali lagi ketika aku melihat Gilbert kemaren minggu.Kami bertengkar. marilla? Ya—tidak—aku tidak tahu. Anne telah pergi ke lereng kebun buah-buahan dengan Diana dan kembali menemui marilla di dapur. Tapi kemudian dia berkata dengan berani/lantang. Sambil menerawang. kamu tidak akan berpikiran begitu kamu melihat aku. dia kira/berpikir bahwa mata ku tidak akan tambah parah dan sakit kepalaku dapat disembuhkan. yang sedang duduk di meja dengan kepala nya bersandar di tangan nya. Tapi aku selalu merasa—agak menyesal. dia bilang bahwa bila aku berhenti total dari membaca dan menjahit dan segala macam pekerjaan yang bisa menyebabkan ketegangan pada mata. Aku selalu berharap aku telah memaafkan dia pada saat aku punya kesempatan. Ya aku bertemu dengan nya. Tapi jika tidak katanya aku pasti akan menjadi buta-samasekali dalam 6 bulan. Jangan pikirkan hal itu. (gumam anne) Ya. hanya sebentar—tapi aku kesal/merajuk dan marah dan ingin menghukum dia duluan/terdahulu. bayangkan! Anne diam Untuk beberapa saat. Dia tidak pernah melihat Marilla duduk lemah tanpa daya seperti itu. Dan aku melupakan diri aku sendiri. ucap anne lembut. Dia tidak pernah kembali— Keturunan blithe sangat mandiri. Setiap orang sudah melupakan mengenai aku dan john. aku kira kamu mungkin bisa memanggil nya itu. tapi dengan suara terjepit Marrila. juga. Aku sungguh-sungguh.Persimpangan Jalan Marilla pergi ke kota besoknya dan kembali pada malam hari. dan jika aku menggunakan kacamata yang telah diberikannya pada ku. bukan?? Kamu tidak pernah dapat menilai orang dari luanya saja. Sesuatu dalam sikap kesal/sedih nya membuat hati anne dingin/sedih. dan jika aku tidak menangis. Apakah kamu bertemu dengan dokter mata?apa kata dia ? Tanya anne penasaran? . Apakah kamu sangat letih. Anne. aku tidak akan memafkan dia pada saat dia minta maaf padaku. Kamu tahu bahwa dia membrerikan harapan padamu. setelah lebih dulu berseru cemas dan kaget. Dia memeriksa mata ku. jawab marilla lesu/letih. jika kamu berhati-hati kamu tidak akan kelihatan penglihatanmu sama 245 . Sehingga kamu bisa memiliki sedikit percintaan dalam hidup kamu. kelihatan baginya bahwa ia tidak mampu berkata-kata. Bukan karena itu. Buta. “seharusnya aku letih tapi aku tidak memikirkannya.

Membeli! Membeli rumah atap hijau (green gable) ? anne ingin tahu apakah ia pendengarannya tidak keliru. Jika kamu mengambilkan secangkir the untuk ku aku akan sangat berterimakasih. Aduh marilla kamu tidak sungguh-sungguh ingin menjual nok atap hijau kan ? Anne aku tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan. Anne merasa seakan-akan ia telah hidup bertahun-tahun sejak kemudian. Kemudian dia telah penuh harapan dan kesenangan untuk mengahadapi masa depan yang menyenangkan dan menjanjikan. Betapa hal-hal menyedihkan telah berubah semenjak semalam dia duduk disana setelah marilla pulang kerumah. Tidak ada gunanya untuk membicarakan hal itu. apapun. Dan begitu juga dengan menangis. Kemudian anne sendiri pergi menuju ke loteng timur dan duduk di bawah jendela ditengah gelap sendirian dengan airmata dan beban dalam hatinya. Aku pasrah. marilla ? Marila duduk di bawah jendela dan memandang anne . Tapi sudahlah/sekian. Aku tidak banyak berharap. Suatu siang beberapa hari kemudian marila masuk dengan pelan dari kebun depan dimana dia sedang berbicara dengan seorang tamu laki-laki yang anne kenali wajahnya sebagai SADLER dari Carmody. Dan jika kacamata dari nya bisa menyembuhkan sakit kepalamu itu akan menjadi hal yang luar biasa.Sadler. untuk apa aku hidup jika aku tidak dapat membaca atau menjahit/menyulam atau melakukan hal lainnya seperti itu ? aku mungkin menjadi buta total—atau mati. Setelah menyelesaikan makan siang nya anne membujuk marilla agar beristirahat ke tempat tidur. ada butiran air dimatanya hal itu bertentangan dengan larangan ahli mata dan suaranya pecah karena dia berkata : Dia mendengar bahwa aku akan menjual nok-nok atap hijau dan dia ingin membelinya. aku tidak dapat menahannya bila aku kesepian.sekali. jika mata ku kuat/sehat aku akan tinggal disini dan mampu untuk menjaga dan mengurus 246 . Dia telah mengerti kewajibannya dengan nyali yang berani di wajahnya untuk menjadi seorang teman—karena kewajiban adalah pada saat kita menemukannya secara nyata. Jangan katakan apapun mengenai hal ini kepada seorangpun untuk pesona/sihir. Tapi sebelum ia tidur ada sebuah senyuman dibibir nya dan damai dihatinya. Apa yang diinginkan Mr. Aku sudah memikirkannya/mempertimbangkannya semuanya masak-masak. aku tidak sanggup/ tahan bila masyarakat/orang datang kemari untuk bertanya dan bersimpati serta membicarakan hal tersebut. Anne ingin tahu apa yang telah dia katakana hingga wajah marilla terlihat seperti itu.

Aduh aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan hidup untuk melihat hari dimana aku telah/harus menjual rumahku. tapi aku mendapatkan sekolah carmody— Mr. dan bagimanapun juga aku tidak akan sanggup untuk melakukan semuanya. pada musim hangat paling kurang. Tapi aku kira kamu akan bisa mengurus/mengatur nya entah bagaimana. Jadi kamu tidak akan bersusah-susah mengenai hal itu. marilla setelah apa yang engkau lakukan untuk ku. dengan seorang laki-laki upah/pekerja. Aku tidak bisa tinggal sendirian disini. Marilla terduduk dan menangis sejadi-jadinya Kamu tidak boleh menjual didinig rumah Hijau. Aku akan kehilangan kedua penglihatanku sekaligus. Aku bisa gila karena kesusahan dan kesendirian. Aku sudah melamar disekolah sini—tapi aku tidak mengira akan mendapatkan itu sepengetahuanku dewan pengawas telah menjanjikannya pada Gilbert Blythe. aku berharap aku tidak harus. Tentu saja itu tidak akan seindah atau senyaman bila aku berada di sekolah Avonlea. aku telah berpikir dan berencana. Biarkan aku katakan rencana ku. itu akan cukup buat ku untuk tinggal. Tapi perihitunganku. Kata anne dengan tegas. Tapi kamu bisa melihat sendiri. Dan penglihatanku akan hilang---aku tahu itu akan… Kamu tidak akan tinggal disini sendirian marilla. Itu tidak menghabiskan banyak dana—kecil dan bangunan tua. kamu seharusnya tidak berpikir bahwa aku dapat meninggalkanmu sendirian dalam kesusahan. Lynde menasehati ku untuk menjual perkebunan dan menyewa disuatu tempat--dugaan ku dengan dia. Dan bahkan di musim dingin aku bisa pulang kerumah setaip jumat. Dan aku akan mengajar. Tuan barry ingin menyewa perkebunan untuk tahun depan. dan ada beberapa surat hutang yang diberikan matthew sudah harus dibayar (sudah jatuh tempo). Aduh marilla aku sudah 247 . Tapi hal-hal/semuanya/barang-barang hanya akan menjadi buruk/jelek dan lebih buruk setiap waktu. Nyonya. Setiap sen uang kita adalah untuk bank. aku tidak akan mengambil beasiswa itu. Tapi aku tidak bisa. Oh anne. Aku sangat bersyukur/berterimakasih bahwa beasiswa mu menyediakan tempat tinggal. aku akan berssama mu. hingga tidak ada seorang pun yang akan mau membelinya. Kenapa. Aku minta maaf kamu tidak akan punya rumah untuk kamu kunjungi di hari liburmu.semua hal. Anne. Aku tidak akan pergi ke REMOND Tidak pergi ke REDMOND! Marilla mengangkat wajah ratanya dari tangannya dan melihat pada anne. aku memutuskan begitu pada malam setelah kamu pulang dari kota. Kita akan menjaga seekor kuda untuk itu.blair memberitahuku begitu kemaren malam di toko. Tapi aku dapat menyewa rumah dan menyetir sendiri ke carmody dan kembali. apa maksud mu? Seperti yang aku katakan. hanya itu saja.

Jnagan kau merisaukan aku sedikitpun. Itu buruk sekali. Oh marilla aku punya selusin rencana. Tidak ada yang lebih buruk daripada mengorbankan nok atap hijau---tidak ada yang lebih menyakiti/melukai aku. Marilla mendengar seperti seorang perempuan dalam sebuah mimpi. Tapi cita-cita(ambisi) mu –dan— cita-cita aku masih sama seperti sebelumnya—hanya saja. Kita harus menjaga kekasih/barang yang paling berharga di tempatnya lamanya. Tidak ada seorangpun yang dapat mencintainya seperti yang aku dan kamu lakukan. Aku piker aku dapat sepanjang nya karena banyak tonggak bersejarah (kejadian penting/batu peringatan). Tawa anne. kamu dan aku. Oh Anne. Dan aku akan membaca untuk mud an menjaga kamu tetap gembira.Aduh marilla jangan kamu berbelas kasihan padaku. Seperti yang pernah Nona lynde katakana kepadaku. Selain itu. kata marilla. dan tidak perlu. aku tahu aku bisa sehat sungguhan jika kamu ada disini. aku harus memberikan yang terbaik untuk hidup disini. Tapi aku tidak bisa membiarkan kamu mengorbankan dirimu sendiri seperti itu untuk ku. aku tidak akan pergi ke Redmond. Sekarang ada sebuah persimpangan diatasnya.s masa depan aku terlihat bidang out (membentang) sebelum aku seperti sebuah jalan lurus. aku bermaksud untuk belajar dirumah ini dan mengambil kursus kuliah sedikit dengan semuanya dengan diri aku sendiri. TIKUNGAN ITU. tapi aku percaya bahwa itu adalah pekerjaan yang terbaik. aku tahu. memiliki pesona dan daya tariknya sendiri. aku sudah memikirkannya selama seminggu. aku ingin tahu/penasaran bagaimanakah jalan dibawah itu ---apakah ada cahaya kemuliaan hijau dan lembut. aku 16. Aku tidak tahu apa yang ada disekitar tikungan. Tidak ada pengorbanan. Tekad ku sudah bulat (my mind is quite made up).merencanakannya semua.—jadi kita harus tetap mempertahankannya. Anne tertawa dengan gembira . 5 tahun. Omong kosong. Ketika aku meninggalkan Queen. Aku tidak merasa seakan-akan aku harus membiarkan kamu untuk melepaskan beasiswa itu. marilla. marilla. aku senag hati membayangkan/memikirkan tinggal di nok atap hijau tersayang. 248 . Dan kita akan benar-benar senang dan bahagia disini bersama. dan aku yakin kehidupan akan mengembalikan/membrikan kembali yang terbaik untuk aku. Kamu tidak seharusnya bosan atau kesepian. aku mengubah objek dari ambisi (cita-cita) aku. Aku akan menjadi seorang guru yang baik—dan aku akan menyelamatkan penglihatan kamu. Aku tidak suka di kasihani. keras kepala dan nekat sebagai bagal.--apakah keindahan yang baru —apakah berliku dan menanjak atau berbukit setelahnya. Tapi kamu tidak dapat mencegah aku marilla. dan aku akan tetap tinggal disini dan mengajar. cahaya yang bermacam warna dan bayang-bayang —apakah pemandangan alam yagn baru/taman.

Nona Lynde mengangkat tangan nya kengerian. Tapi aku akan belajar Latin dan romawi yang sama. Pada saat tersiar/tersebar ribut-ribut di avanloe bahwa anne Shirley telah memutuskan untuk tidak kuliah dan berniat tinggal dirumah dan mengajar ada pembicaraan yang hangat tentang itu. bebau debu musim panas. Aku akan membuat itu terserah pada pikiranmu anne. mereka berpikir anne bodoh. ucap marilla. kata anne tertawa. marilla. Aku akan mengambil kursus kesenian aku disini di nok atap hijau. Dia datang/muncul di suatu sore dan mendapati anne dan Marilla sedang duduk di denpan pintu di dalam panas/hangat. Aku tidak percaya pada perempuan/gadis yang pergi kuliah dengan laki-laki dan menjejalkan kepala mereka penuh dengan bahasa latin dan romawi kuna dan semua hal omong kosong itu. Aku sungguh sengan mendengarnya. Jadi aku tidak akan mencoba. Dia mengatakan pada anne demikian dalam kata-kata yang menyetujuinya yagn membuat/menyebabkan airmata kebahagiaan pada mata gadis itu. kelegaan. nona lynde. Aku kira aku seharusnya tegas dan memaksa mu untuk pergi kuliah---tapi aku tahu aku tidak akan bisa. Aku merasa seakan-akan kamu akan memberikan kehidupan yang baru untuk ku. dan 200 pound cukup baik untuk diangkat oleh 2 kaki berkeliling. Merupakan sebuah karunia yang besar untuk tidak gemuk. dibelakang yang tumbuh sebaris tumbuhan hiasan yang tinggi merah jambu dan kuning. Aku harap kamu menghargai itu. 249 . Bagi kebanyakan masyarakat yang tidak mengathui mengenai mata marilla. Nona Rachel menyimpan orang kuat diatas bangku batu dekat pintu. Lynde. Anne kamu akan membunuh dirimu sendiri. dan belajar tentang segala hal/sesuatu/semuanya yang akan aku pelajari di kuliah. Tidak begitu halnya dengan Nona allan . dengan sebuah napas panjang dari bergaul dengan/bercampur keletihan/kelelahan dan keringanan. aku sudah berada diatas kaki aku sepanjang hari. Aku menyatakan aku senag untuk duduk. menyerah. Baiklah anne. aku dengar kamu menghentikan maksudmu untuk ke kuliah/kampus. Mereka senang duduk disana ketika senja menjelang dan ngegat-ngengat putih terbang disekitar kebun dan bau mint memenuhi udara berembun. Tidak ada seorangpung yang melakukan hal baik seperi Nyonya. Kamu telah mendapatkan pendidikan setinggi/sebanyak mungkin sekarang seperti seseorang wanita akan nyaman/senang dengannya.Kamu perempuan yang menyenangkan dan gila.

Aku tidak tahu.diri sendiri. apakah arti kedipan dan kelipan pada nok atap rumah Barry ? Diana memebri isyarat pada ku untuk pergi. dewan pengawas sudah memutuskan akan memberikan sekolah untuk kamu. sekarang tidak ada pyes yang akan pergi. dan menyarankan agar mereka menerima lamaran mu. Tentu saja dia tahu betapa inginnya kamu tinggal bersama marilla. tawa anne Kamu tahu bahwa kami tetap menjaga tradisi kuno/lama. Aku rasa kamu tidak bisa mencegah dia sekarang. tangis anne. dan hal baik dirinya. Seperti Istri Josiah allen berkata : aku seharusnya menjadi “mejum” tapi aku akan punya banyak waktu luang di soresore musim dingin. Itulah Ada beberapa pyes atau yang lainnya pergi ke sekolah Avonlea selama 20 tahun terakhir. aku piker kamu akan mengajar disini di Avonlea. Dia bilang bahwa dia akan mengajar di pasir putih. tentu saja kamu akan mengambil sekolah itu. Aku rasa misi hidup mereka adalah menjaga guru sekolah mengingat bahwa bumi bukan rumah mereka. Melonjak kaget dari kakinya. Jadi tidak akan memberikan kebaikan apapun untuk nya jika kamu menolak. dan semua orang tahu bahwa dia harus membiayai perjalanannya sendiri ke kampus. josie yang terakhir dari mereka. Aku mati tergelitik ketika Thomas datang keruma (pulang) dan memberitahuku. Maafkan aku ketika aku berlari dan melihat apa yang dia inginkan.menyewa di white sand. Aku kira aku tidak harus mengambil itu.Tidak sedikitpun dari itu . Nona Lynde. Aku akan mengajar di carmody kamu tahu. Kamu akan segera sejalan. juga. desis anne Maksud ku. Berkahi hati ku. itulah Sungguh pengorbanan. tapi segera setelah gilbert mendengar bahwa kamu telah melamar itu dia pergi menjumpai mereka— mereka mengadakan rapat perusahaan di sekolah semalam. aku kira mereka menjanjikan itu kepada Gilbert Blythe Ya mereka memberikannya kepada Gilbert . aku kira aku seharusnya tidak membiarkan giblet melakukan pengorbannan semacam itu untuk—untuk aku. Sehingga dewan memutuskan untuk menerima kamu. dan aku harus mengatakan aku kira dia sungguh baik sejati dan bijaksana . Kenapa. Dia telah menandatangani surat/kontrak dengan dewan pengurus White sands. aku seharusnya maju dengan pesat atas itu. 250 . Karena dia akan membayar. Aduh aku tidak akan melakukan sesuatu berlebihan. dan aku tidak punya liburan untuk kerja khayalan. kamu tahu—dan memberitahu mereka bahwa dia menarik kembali lamarannya.

menikmati kedamaian dan ketenangan dari tempat kecil itu. Marilla cuthbaert sudah menjadi jinak. dan dia sangat berterimakasih atas terbukanya gerbang jiwanya untuk itu. pidato yang ramah. 251 . jika anne tidak menghentikan dan menghadang tangan nya. aku ingin mengucapkan terimakasih padamu karena mengundurkan diri dari sekolah demi aku. Gilbert. dan rumput-rumputnya yang berbisik diantara kuburan. bisiknya. Kamu sangat baik— dan aku ingin kamu tahu bahwa aku sangat menghargai itu. Dia mengangkat topinya dengan sopan. Dengan keangkerannya. dengan pohon-pohonnya yang memiliki desis seperti udara dingin. dan menghilang di bayang-banyang pohon cemara dari kayu angker/berhantu. yang mengembalikan kesegaran/kegaringan lamanya sebentar.. Begitulah Sore berikutnya/sore esoknya Anne pergi ke perkuburan kecil di Avonlea untuk meletakkan bunga segar di atas kuburan matthew dan menyirami rumpun mawar skotlandia. ( kesegaran angin berhembus melewati lapangan madu yang manis).sini diantara pohon-pohon di perkarangan rumah. dengan pipi merah padam. Seperti yang nona lynde katakana pada Thomas kemaren malam. Masih ada kelakuan anak-anak dari dirinya dalam beberapa hal (salah deh) Ada kelakuan yang lebih dewasa (perempuan dewasa) dalam dirinya yang lain. Dia tetap disana hingga menjelang malam/petang. dan kolam memantulkan mereka semua dalam bayang-bayang gambar fragmen yang lebih lembut. Kecantikan itu semua membuat sensasi/getaran di hati dan jiwa anne. Barat merupakan sebuah keagungan dari kelembutan campuran warna. Melewati nyanyian laut. Jawab marilla. ucapnya.—“hantu dari tempat kuno/angker”. dan aku senang hidup didalam mu. dan siulnya berhenti dari bibirnya seketika dia melihat anne. berkabut dan merah lembayung. Dia adalah gilbert.Anne berlari menuruni lereng semanggi seperti seorang rusa. Di separuh jalan menuruni bukit seorang anak laki-laki yang tinggi datang sambil bersiul digerbang sebelum prekarangan Blythe. kamu sangat indah. Ketika dia pada akhirnya meninggalkan tempat itu dan berjalan sepanjang bukit yang menurun menuju danau dengan air yang berkilau matahari sudah terbenam dan seluruh Avonlea sudah mulai bersiap-siap untuk bermimpi. bisikan yang terus menerus. Dunia tua ku yang terakung. namun dia akan lewat diam-diam. Tetapi kesegaran/kegaringan tidak lagi menjadi sifat marilla yang istimewa. Lampu-lampu rumah bersinar disana . Nona Lynde menjaga nya dengan sangat ramah/sabar.

bukan?Begitu juga dengan aku. Aku bertemu dengannya di bukit Barry. masa depan anne telah berakhir sejak malam dia duduk di situ setelah pulang kembali ke rumah dari Queen.Gilbert menyambut tawaran tangan anne dengan tak sabar. Apakah kita akan menjadi teman setelah ini?? Apakah kamu sungguh sudah memaafkan kesalahan ku yang telah lampau ? Anne tertawa dan tidak berhasil untuk menarik tangannya. Lama Anne duduk pada jendelanya malam itu ditemani dengan hati yang senang. ucap marilla dengan senyum kering. Aku sudah—aku seharusnya sudah memberikan pengakuan yang lengkap—meminta maaf sejak dahulu kala. kami sudah 5 tahun tidak saling berbicara/berbincang. anne?? Gilbert blithe. Kami tidak pernah—kami pernah menjadi musuh. Aku tidak menyangka kamu dan gilbert blithe merupakan teman yang baik bahwa kamu mau berdiri selama satu setengah jam di pintu gerbang sambil berbicara dengan dia. Namun jika jalan ternyata telah ditentukan bahwa jalan untuknya diperkecil maka dia tahu bahwa bunga-bunga kebahagiaan akan merekah disepanjang jalan itu. jengkel karena menyadari mukanya merah kemalumaluan. aku akan berjalan pulang bersama mu. kata gilbert besorak gembira. jawab anne. Aku tahu kita bisa menolong satu sama lain dalam banyak hal. Marilla terlihat ingin tahu/heran pada anne ketika dia kemudian memasuki dapur. angin mendengung dengan lembut di pohon-pohon cemara. Kamu akan tetap melanjutkan sekolah mu. Aku senang bisa memberikan sedikit jasa untuk mu. Kamu sudah cukup merintangi takdir. Siapa yang jalan bersamamu. Kita dilahirkan untuk menjadi sahabat . Kita akan menjadi teman baik. meskipun aku tidak menyadarinya. marilla. Apakah kami benar-benar berada disana selama satu setengah jam?? Sepertinya hanya beberapa menit saja. Kebahagiaan dari kesungguhan kerja dan cita- 252 . Alangkah angsa kecil yang keras kepala aku ini. anne. Aku sudah memaafkan kamu pada hari kejadian itu. BIntang-bintang berkelip diatas pucuk pohon cemara di dalam lembah dan lampu milik Diana bersinar melewati lembah tua. Itu bukan kebaikan istimewa aku sama sekali anne. Ayo. dan tiupan mint menghampirinya. Tapi kamu mengerti. Tapi kami sudah memutuskan bahwa akan lebih bijaksana (pantas) menjadi sahabat dimasa mendatang.

Edisi Anne dari Atap Rumah Hijau Oleh Lucy Maud Montgomery 253 . Dan selalu ada persimpangan di jalan. Tidak ada apapun yang dapat merampas miliknya dari hak asasi nya berangan-angan atau mimpi-mimpi dari dunia idaman nya. Bisik Anne lembut. Tuhan ada di Surga Nya.cita agung dan persahabatan yang menyenangkan akan menjadi miliknya. Dunia akan baik-baik saja.

254 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->