Bab I – Terkejutnya Nyonya. Rachel Lynde Nyonya.

Rachel Lynde tinggal di jalan utama Avonlea yang menurun ke lembah kecil, ditinggali oleh wanita dan angota dewan serta dilewati oleh aliran sungai yang berasal dari hutan Cuthbert tua; ini dianggap suatu hal yang sukar dipahami, aliran yang langsung menuju jalannya terdahulu melalui hutan-hutan itu, dengan kolam dan jeram yang misterius; tetapi ketika mencapai Lembah Lynde aliran sungai itu menjadi tenang, arus kecil yang teratur, karena sebuah aliran bahkan tidak dapat melewati pintu Nyonya. Rachel Lynde tanpa sopan santun; mungkin Nyonya. Rachel sengaja duduk di dekat jendelanya, menatap tajam segala sesuatu yang lewat, dari aliran sungai sampai anak-anak, dan jika ia menangkap suatu hal yang aneh atau tidak seharusnya terjadi ia tidak akan bisa beristirahat sampai ia mengetahui alasan mengapa hal itu terjadi. Terdapat banyak sekali orang di Avonlea dan sekitarnya, yang biasa mencampuri urusan tetangganya dan mengabaikan urusannya sendiri; tapi Nyonya. Rachel Lynde adalah salah seorang yang dapat membedakan mana yang merupakan urusan pribadinya dan mana yang bukan. Ia adalah seorang ibu rumah tangga yang menarik; pekerjaannya selalu beres dan rapi; ia “mengadakan” Arisan Menjahit, membantu pengadaan sekolah-Minggu, dan merupakan salah satu andalan Himpunan Bantuan Gereja (Church Aid Society) dan Bantuan Misi Asing (Foreign Missions Auxiliary). Namun begitu Nyonya. Rachel masih memiliki waktu luang duduk berjam-jam di jendela dapurnya, merajut “lengkungan kapas” selimut tebal—ia telah merajut enambelas selimut, sebagai pembersih rumah di Avonlea terbiasa bercerita penuh kekaguman—dan tetap mengawasi jalan utama yang membelah cekungan dan bukit curam di seberang. Sejak Avonlea memiliki sebuah semenanjung segitiga kecil yang menganjur ke Jurang St. Lawrence dengan air di kedua sisinya, siapapun yang keluar darinya atau masuk ke dalamnya harus melalui bukit itu dan melayangkan pandangan ke sarung tangan besi yang tak terlihat kepunyaan Nyonya. Rachel yang dapat melihat segala hal. Ia duduk di sana di suatu sore awal Juni. Matahari tampak hangat dan terang di jendela; kebun buah di lereng bawah rumah tampak meriah dengan kumpulan bunga pink-putih, disertai dengungan sekelompok lebah. Thomas Lynde—pria kecil penyabar yang dipanggil “suami Rachel Lynde” oleh penduduk Avonlea— sedang menanam benih terbaru lobak cina di ladang bukit di seberang lumbung padi; dan Matthew Cuthbert seharusnya sudah menanam benih kepunyaannya di lapangan besar beralur merah di dekat Green Gables. Nyonya. Rachel tahu Matthew harus melakukannya karena malam kemarin di Carmody ia mendengarnya memberitahu Peter Morrison bahwa dia akan menanam benih lobak cina kepunyaannya esok sore. Tentu saja Peter yang menanyakannya, karena Matthew Cuthbert tidak pernah memberikan informasi tentang apapun secara sukarela selama hidupnya.

1

Tapi di sinilah Matthew Cuthbert, jam 3.30 di suatu sore yang sibuk, mengendarai dengan tenang menuruni lembah dan menaiki bukit; bahkan, ia memakai baju kantoran dan pakaian terbaiknya, ini percobaan kecilnya untuk keluar dari Avonlea; dan ia mempunyai kereta kuda berikut kuda betina berwarna coklat kemerahan, yang menunjukkan bahwa ia akan melakukan perjalanan jauh. Sekarang, kemana Matthew Cuthbert akan pergi dan mengapa ia melakukannya? Seperti pria lainnya di Avonlea, Nyonya. Rachel, yang dengan tangkas menggabungkan ini dan itu, mungkin telah menebak dengan cukup tepat jawaban dari kedua pertanyaan tersebut. Tetapi Matthew sangat jarang keluar rumah yang pastinya ada sesuatu yang mendesak dan tidak wajar yang dialaminya; ia adalah pria yang paling pemalu dan tidak suka pergi dengan orang yang tidak dikenal atau pergi ke suatu tempat dimana dia harus berbicara. Matthew, dengan berpakaian ala pegawai kantoran dan mengendarai kereta kuda, merupakan suatu hal yang jarang terjadi. Nyonya. Rachel, yang seperti sedang merenung, tidak habis pikir mengenai hal itu dan malah merusak kesenangannya di sore itu. “Aku akan pergi ke Green Gables setelah minum teh dan menanyakan Marilla kemana ia pergi dan mengapa,” wanita terhormat itu akhirnya memutuskan. “Biasanya ia tidak pernah ke kota pada saat seperti ini dan TIDAK PERNAH berkunjung; jika ia telah menghabiskan benih lobak cina ia tidak akan berpakaian bagus dan mengendarai kereta kuda lagi; ia mengendarai tidak terlalu cepat untuk menemui dokter. Namun pasti telah terjadi sesuatu sejak semalam sehingga ia menjadi seperti itu. Aku betul-betul bingung, itulah sebabnya, pikiran dan hatiku tidak akan tenang sebelum aku tahu apa yang menyebabkan Matthew Cuthbert hari ini keluar dari Avonlea.” Oleh karena itu setelah minum teh Nyonya. Rachel berangkat; ia tidak pergi jauh; rumah besar dengan kebun buah dimana Cuthbert tinggal hanya seperempat mil dari Lembah Lynde. Hanya saja, jalur memanjang membuatnya terasa lebih jauh. Ayah Matthew Cuthbert, mempunyai sifat pemalu dan pendiam sepertinya, telah menghubungi temannya sejauh yang ia mampu tanpa harus benar-benar kembali ke hutan ketika ia telah melihat pekarangan rumahnya. Green Gables dibangun di sisi terjauh dari tanahnya yang kosong dan sampai hari ini, hampir tidak terlihat dari sepanjang jalan utama dimana rumah-rumah Avonlea lainnya terletak. Nyonya. Rachel Lynde sama sekali tidak tinggal di tempat TINGGAL seperti itu. “Ini hanya masalah DAYA TAHAN , itu saja,” katanya seraya berjalan di sepanjang jalur berumput dibatasi bekas roda sepeda, dan dihiasi dengan tumpukan mawar liar. “Wajar saja bila Matthew dan Marilla agak sedikit kolot, sengaja bertempat tinggal jauh di sini. Pepohonan tidak akan banyak menghibur, walaupun mereka tahu banyak sekali pohon di sana. Aku lebih suka bertemu dengan manusia. Pastinya, mereka kelihatan cukup senang; tetapi, menurutku,

2

mereka pernah merasa senang. Seseorang bisa pernah merasakan apapun, bahkan digantung sekalipun, seperti kata orang Irlandia.” Akhirnya Nyonya. Rachel sampai di halaman belakang Green Gables. Halaman itu tampak sangat hijau dan terurus rapi, di satu sisi ditanami dengan pepohonan willow yang banyak dan di sisi lain dengan Lombardy yang rapi. Tak ada satu pun ranting atau batu yang berserakan, karena jika ada pasti Nyonya. Rachel telah melihatnya. Menurutnya pasti Marilla Cuthbert menyapu halaman itu sesering ia menyapu rumahnya. Seseorang yang telah sarapan di situ pasti tidak menumpahkan apa pun. Dengan tangkas Nyonya. Rachel mengetuk pintu dan masuk ke dalam ketika dipersilahkan. Dapur di Green Gables adalah ruangan yang menyenangkan-atau akan menyenangkan jika saja dapur itu tidak dibersihkan ala kadarnya sehingga tampak seperti ruangan yang tidak dipakai. Jendelanya menghadap ke arah timur dan barat; lewat yang barat, tampak halaman belakang, dengan sinar matahari Bulan Juni yang lembut; tetapi yang timur, dimana kamu bisa melihat sekilas pohon cherry putih yang sedang berbunga di kebun buah sebelah kiri dan membuatmu mengantuk, pohon yang agak sedikit masuk ke cekungan dekat anak sungai, menjadi hijau karena dibelit oleh tumbuhan merambat. Di sinilah Marilla Cuthbert duduk, ketika ia duduk, selalu agak sedikit terkena sinar matahari, yang menurutnya terlalu bersinar dan tidak bertanggung jawab, sesuatu untuk dunia agar benar-benar dinikmati; dan di sinilah ia duduk sekarang, merajut, dan meja di belakangnya di letakkan untuk makan malam. Nyonya. Rachel, sebelum ia menutup pintu, telah mencatat di luar kepala segala sesuatu yang ada di atas meja. Ada tiga piring di situ, jadi Marilla pasti berharap ada seseorang yang pulang bersama Matthew untuk minum teh; tetapi lauknya adalah lauk sehari-hari dan hanya ada kepiting dengan salad apel dan satu jenis kue, jadi teman yang diharapkan bukanlah teman khusus. Namun bagaimana dengan baju kantoran dan kuda berwarna merah kecoklatan kepunyaan Matthew? Nyonya. Rachel merasa sangat pusing dengan misteri yang tidak biasa ini mengenai kesunyian, Green Gables yang tidak misterius. “Selamat malam, Rachel,” sapa Marilla lincah. “Bukankah ini malam yang sangat menyenangkan?” Tidakkah kamu mau duduk? Bagaimana kabar temantemanmu?” Sesuatu yang karena kurangnya nama lain bisa disebut sebuah persahabatan yang terjalin dan selalu terjalin di antara Marilla Cuthbert dan Nyonya. Rachel, meskipun—atau mungkin karena—perbedaan mereka. Marilla adalah seorang wanita yang tinggi, kurus, dengan lekuk tubuh tanpa cela; nampak sedikit garis keperakan di rambut hitamnya dan selalu digulung ke belakang menjadi ikatan kecil yang kuat dengan dua jepit rambut. Ia tampak seperti seorang wanita yang kurang berpengalaman dan sedikit kaku, dan ia

3

memang seperti itu; tetapi ada sesuatu yang tidak diketahui tentang mulutnya, yang bila sedikit dipancing, maka akan keluar rasa humornya. “Kami semua baik-baik saja,” kata Nyonya. Rachel. “Aku bahkan mengkhawatirkan KAU, ketika aku melihat Matthew keluar hari ini. Aku pikir mungkin ia pergi ke dokter.” Bibir Marilla mengerucut tanda mengerti. Ia mengharapkan Nyonya. Rachel; ia tahu bahwa perginya Matthew yang tak dapat diprediksikan sangat mengundang keingintahuan tetangganya. “Oh, tidak, aku cukup sehat walaupun kemarin kepalaku sangat sakit,” katanya. “Matthew pergi ke Bright River. Kami mengadopsi seorang anak laki-laki dari panti asuhan di Nova Scotia dan dia akan datang dengan kereta api malam ini.” Jika Marilla mengatakan bahwa Matthew pergi ke Bright River untuk melihat kangguru dari Australia Nyonya. Rachel tidak akan lebih heran. Ia terdiam lima menit. Tak disangkanya Marilla melucu, tetapi Nyonya. Rachel hampir saja terpaksa menduga begitu. “Apakah kau serius, Marilla?” tanyanya ketika suaranya kembali. “Ya, tentu saja,” sahut Marilla, seakan-akan mengadopsi anak dari panti asuhan di Nova Scotia adalah bagian dari pekerjaan musim semi yang biasa dilakukan di ladang Avonlea yang diolah dengan baik daripada menjadi kebiasaan baru yang belum dikenal. Nyonya. Rachel merasa mendapatkan guncangan mental yang parah. Ia berpikir dengan tanda seru. Seorang anak laki-laki! Marilla dan Matthew Cuthbert di antara orang-orang yang mengadopsi seorang anak! Dari sebuah panti asuhan! Baiklah, pasti dunia sudah terbalik! Tak ada lagi hal yang bisa mengejutkannya setelah ini! Tak ada! “Apa yang membuatmu berpikir begitu?” cecarnya tak setuju. Ia melakukannya tanpa meminta saran, dan tak boleh ada keterpaksaan. “Well, kami telah memikirkan hal itu—bahkan selama musim dingin,” jawab Marilla. “Nyonya. Alexander Spencer telah berada di sini sehari sebelum Natal dan ia berkata akan mengadopsi seorang anak perempuan dari panti asuhan di Hopeton pada musim semi. Sepupunya tinggal di sana dan Nyonya. Spencer telah berkunjung ke sini dan tahu semuanya. Sehingga aku dan Matthew sudah mulai sering membicarakannya. Kami pikir kami akan mendapat seorang anak laki-laki. Matthew telah mempersiapkannya bertahun-tahun, kamu tahu—ia berusia 60 tahun—dan ia tidak seaktif sebelumnya. Keadaan hatinya sangat mempengaruhinya. Dan kamu tahu betapa ia sangat berputus asa dan membutuhkan bantuan. Tidak pernah ada seorang pun yang sebodoh itu, anak

4

Perancis yang sedang dalam masa pertumbuhan; dan begitu kamu telah mendapatkannya dan diajarkan sesuatu ia akan bekerja di pengalengan makanan atau State. Awalnya Matthew menyarankan untuk mengadopsi anak dari sebuah keluarga. Tapi aku menolaknya mentah-mentah. “Mungkin mereka benar—aku tidak katakan mereka salah--tetapi tidak ada jalan London Arab dalam kamusku,” kataku. “Paling tidak berikan yang baru dilahirkan padaku. Pasti akan ada resiko, siapapun yang akan kami adopsi. Tetapi aku rasa akan lebih mudah dan akan ada alarm hidup di malam hari jika kami bisa mendapatkan seorang bayi Kanada.” Sehingga pada akhirnya kami memutuskan untuk meminta Nyonya. Spencer mengajak kami ikut ketika ia akan menjemput anak perempuannya. Kami dengar minggu lalu ia telah pergi, jadi kami menitip pesan pada teman Tuan. Spencer di Carmody untuk membawakan seorang anak laki-laki yang pintar, berumur sekitar sepuluh atau sebelas tahun. Menurut kami itu adalah umur yang paling ideal—cukup dewasa untuk melakukan pekerjaan dan cukup muda untuk dilatih dengan keterampilan yang sesuai. Kami akan memberikan tempat tinggal dan pendidikan yang bagus untuknya. Hari ini kami mendapat telegram dari Nyonya. Alexander Spencer—pengantar surat membawanya dari stasiun—yang menyatakan bahwa mereka akan sampai dengan kereta api pukul lima-tigapuluh (5:30) malam ini. Jadi Matthew pergi ke Bright River untuk menemuinya. Nyonya. Spencer akan menurunkannya di sana. Tentu ia akan pergi ke stasiun White Sands sendirian.” Nyonya. Rachel bangga dengan dirinya sendiri yang selalu dapat mengungkapkan pendapatnya; ia akan menyatakannya sekarang, mencoba menyesuaikan tingkah lakunya dengan berita yang luar biasa ini. “Well, Marilla, aku hanya ingin bilang bahwa kau melakukan sesuatu yang sangat tolol—sesuatu yang sangat beresiko, itu saja. Kau tidak tahu apa yang kau coba dapatkan. Kau membawa seorang anak asing ke rumahmu tanpa tahu satu hal pun tentangnya, seperti apa wataknya maupun bagaimana orang tuanya ataupun cara berpakaiannya. Karena, baru seminggu yang lalu aku baca di koran bagaimana seorang pria dan istrinya di bagian barat sebuah Pulau mengadopsi seorang anak dari sebuah panti asuhan dan nak itu membakar rumah mereka pada malam hari—melakukannya DENGAN SENGAJA, Marilla— dan hampir membakar suami istri yang sedang tertidur itu. Dan ada kasus lain dimana seorang anak adopsi pernah mengisap telur—mereka tidak bisa melarangnya. Jika kau meminta nasihatku dalam masalah ini—yang tidak kau lakukan, Marilla—sungguh aku akan mengatakan jangan pernah berfikir untuk melakukannya, itu saja.” Usaha itu tampak tidak mempengaruhi Marilla sedikit pun. Ia tetap pada prinsipnya. “Aku tak menyangkal bahwa apa yang kau katakan ada benarnya, Rachel. Sebenarnya aku merasa ragu. Tetapi Matthew telah merencanakannya dengan matang. Itu yang aku lihat, jadi aku mengalah. Matthew sangat jarang

5

“Aku tak pernah bermimpi akan mengasuh seorang anak perempuan. Tetapi dalam perkiraannya paling tidak akan ada dua jam sebelum Matthew sampai. Ia tidak akan berbeda jauh dengan kami. Kami tidak mengambilnya dari Inggris atau State. IA tidak akan segan-segan mengadopsi seluruh anak panti asuhan jika ia memikirkan hal itu. Matthew dan Marilla tidak tahu apa-apa tentang anak-anak dan mereka mengharapkan anak itu bisa lebih dewasa dan kuat seperti kakeknya. itu saja. Rachel lebih suka untuk tetap di situ sampai Matthew pulang dengan anak yatim yang diambilnya. dan kenyataannya Nyonya.” Nyonya. Hal itu pasti tidak akan menjadi sensasi bagi siapa pun. “Well. tetapi bila ia pada saat itu melihat anak itu 6 . seakan-akan memasukkan racun ke dalam minuman adalah suatu keterampilan yang hanya bisa dilakukan oleh anak perempuan dan tidak takut bila hal itu dilakukan oleh anak laki-laki. paling tidak untuk mengurangi beban pikiran Marilla. Selain itu Nova Scotia sangat dekat dengan pulau itu. Tetapi. karena Matthew dan Marilla dibesarkan ketika sebuah rumah baru dibangun—jika mereka pernah MENJADI anak-anak.” sahut Marilla. yang sulit dipercaya ketika seseorang melihat mereka. Well. dari semuanya yang pernah atau akan terjadi!” seru Nyonya. “Aku tampak seakan-akan sedang bermimpi. Dan untuk masalah resiko. kami tidak akan mengambil anak perempuan. Rachel. Rachel memang suka membuat sensasi. yang belakangan merasa sangsi dan takut dengan keputusannya karena pengaruh dari rasa pesimis Nyonya. Aku tidak akan pergi ke panti asuhan itu apa pun alasannya. Bagaimanapun tampaknya terlalu gegabah untuk berpikir tentang seorang anak di Green Gables. “Tapi jangan katakan aku tidak mengingatkanmu jika dia membakar Green Gables atau memasukkan strychnine ke dalam cairan—aku mendengar sebuah kasus di New Brunswick dimana seorang anak panti asuhan melakukannya dan seluruh keluarga meninggal dalam keadaan yang sangat mengerikan. Tetapi aku kasihan padanya. yang sepertinya tidak meyakinkan ia pernah punya. belum pernah ada di sana. jika ia pernah memiliki seorang kakek.merencanakan sesuatu. Jadi ia pergi. Rachel tibatiba begitu ia keluar. Alexander Spencer melakukannya. Rachel dengan nada yang menunjukkan kesangsiannya. Aku heran mengapa Nyonya.” “Well. aku merasa sedih tentang anak miskin itu dan ia tak bersalah. kuharap itu akan berhasil dengan baik. sehingga ia bisa pergi ke Jalan Robert Bell dan menyampaikan berita itu. dalam kasus itu yang melakukannya adalah anak perempuan. jadi ketika ia melakukannya maka aku rasa aku yang harus mengalah. Hanya saja.” Jadi apa yng dikatakan oleh Nyonya. Orang yang bisa mempunyai anak kandung sendiri juga bisa beresiko—jika mereka tidak bisa memeliharanya dengan baik.” kata Nyonya. hampir segala hal yang dilakukan manusia di dunia ini memiliki resiko. “Well. Rachel di semak-semak mawar liar adalah bukan karena hatinya tidak baik.

Bab II – Terkejutnya Matthew Cuthbert Matthew Cuthbert dan kuda coklatnya bergerak perlahan dalam perjalanan sejauh delapan mil ke Bright River. Matthew takut pada setiap wanita kecuali Marilla dan Nyonya. ia merasa tidak nyaman karena makhluk misterius itu sering menertawakannya diam-diam.” Matthew menikmati caranya mengemudi. Mungkin ia benar. Ketika ia melihat anak perempuan itu ia hampir tidak bisa mengenali ketegaran dan pengharapan dari ekspresi dan kelakuannya. Udara terasa begitu segar dengan aroma apel dari kebun buah dan padang rumput membentang ke kaki langit berkabut dan berwarna ungu. Sebenarnya. Matthew. dan sekarang lagilagi hutan pohon balsamy dilintasinya atau sebuah lubang dimana terdapat buah-buah prem liar yang sudah agak matang. berada di sepanjang jalan di antara tanah dan rumah-rumah pertanian yang rapi. karena penampilannya tampak aneh. penampilannya pada saat ia berusia enam puluh tahun ini sangat mirip dengan pada saat ia berumur dua puluh tahun. ia berjalan menyamping melalui anak itu secepat mungkin tanpa melihatnya. Ketika ia sampai di Bright River sama sekali tak ada tanda-tanda adanya kereta api. Anak itu duduk di sana menunggu sesuatu atau seseorang dan. Itu jalan yang bagus. satu-satunya makhluk hidup yang tampak di matanya adalah seorang anak perempuan yang sedang duduk di ujung platform.menunggu dengan sabar di Stasiun Bright River pasti ia akan lebih merasa kasihan. ia duduk dan menunggu dengan seluruh kekuatan dan kemampuannya. sementara “Burung-burung tampak seperti sedang bernyanyi Suatu hari di musim panas sepanjang tahun. hampir tidak tahu bahwa itu ADALAH seorang anak perempuan. karena duduk dan menunggu adalah satu-satunya hal yang bisa dilakukannya. dan jenggot coklat yang memenuhi dagunya yang telah ada sejak ia berumur dua puluh tahun. baik kau mengenalnya atau tidak. hanya saja bila rambutnya tidak abu-abu. kecuali pada saat ia bertemu beberapa wanita dan harus menganggukkan kepala pada mereka--karena di daerah Pangeran Edward kau diharuskan mengangguk ke semua orang yang kau temui di jalan. Platform stasiun yang panjang hampir saja ditinggalkannya. ia mengira ia terlalu cepat sampai. 7 . dengan bentuk badan yang kaku dan rambut abu-abu panjang yang menyentuh bahu bungkuknya. Rachel. jadi ia mengikatkan kudanya di halaman hotel kecil di Bright River dan pergi ke stasiun.

itu sudah pasti. “Tapi ada seorang penumpang yang diturunkan untuk anda—seorang anak perempuan kecil.” “Aku tidak mengerti. dan bertanya padanya apakah kereta api pukul lima-tiga puluh akan segera tiba. berpakaian sangat pendek. Ia duduk di luar sana di platform. Ia berkata bahwa anda dan saudari anda mengadopsinya dari sebuah panti asuhan dan anda akan menjemputnya segera. Mungkin tidak ada anak laki-laki seperti yang anda mau.” “Aku tidak menunggu seorang anak perempuan. putih dan kurus.’ sambungnya. “Well.” kata Matthew putus asa. Seharusnya ia sudah berada di sini. dia sedang sakit. Ia memakai topi pelaut berwarna coklat yang sudah pudar dan di bawah topi. dan Matthew yang malang ditinggal untuk melakukan sesuatu yang baginya lebih sulit dari menghadapi singa di kandangnya—berjalan ke arah anak itu—seorang anak perempuan yatim—dan mempertanyakan mengapa ia bukan seorang anak laki-laki. Alexander Spencer membawanya dari Nova Scotia untukku. “Sepertinya ada kesalahan. Matthew tak lagi bersemangat ketika ia berbalik dan berjalan dengan terseret ke arahnya. merasa lapar. ‘Ada banyak kesempatan untuk berkhayal. Matthew tidak memandangnya dan tidak akan melihat seperti apa anak itu. ada dua kepangan rambut yang sangat tebal. sangat ketat. “Kereta api jam lima-tiga puluh sudah masuk tadi dan sudah berangkat setengah jam yang lalu. tetapi ia bersikeras untuk menunggu di luar.” jawab petugas itu cepat. “Nyonya. mulutnya besar begitu juga matanya. berharap Marilla berada di situ untuk mengatasi keadaan itu. berwarna hampir kemerahan.” sahut Matthew langsung. Anak itu telah melihat Matthew sejak ketika Matthew melewatinya dan sekarang ia sedang menatapnya. Spencer keluar dari kereta api dengan anak itu dan menyuruhku menjaganya. tetapi pengamat awam akan melihat hal ini: Seorang anak berumur sekitar sebelas tahun. pakaian kusut berwarna kekuning-kuningan yang sangat jelek.” katanya.Matthew melihat bahwa petugas stasiun sedang bersiap-siap mengunci loket tiket karena akan pulang untuk makan malam. “Aku datang untuk menjemput seorang anak laki-laki. 8 .” kata petugas itu tak acuh. juga banyak bintik. Nyonya. Kurasa.” Ia berjalan dengan gaya. “Aku yakin ia bisa menjelaskannya—dia bisa bicara.” Petugas itu bersiul. Wajahnya kecil. yang tampak hijau pada cahaya tertentu dan abu-abu pada cahaya yang lain. sebaiknya anda bertanya pada anak itu. Aku menyuruhnya masuk ke ruang tunggu wanita. menjulur ke punggungnya. Itu yang aku tahu—dan tidak ada lagi anak panti asuhan yang bersembunyi di sini.

Ia tidak tega mengatakan pada anak dengan mata yang penuh semangat itu bahwa telah terjadi sebuah kesalahan. “Ayo ikutlah. Saya senang karena saya suka mengemudi. kemudian ia sudah memutuskan apa yang harus dilakukannya. Matthew. “Saya sangat senang bertemu anda. tetapi tidak berat. Awalnya saya takut anda tidak datang untuk menjemput saya dan membayangkan segala sesuatu yang mungkin menghalangi anda. jika anda tidak datang malam ini. Spencer bilang sejauh delapan mil. jadi semua pertanyaan dan penjelasan mungkin sebaiknya ditunda sampai ia kembali ke Green Gables dengan selamat. dengan tangannya yang coklat dan kurus ia memegang pegangan tas-karpet kuno yang lusuh. pengamat luar biasa kami yang melihat dengan jelas telah menyimpulkan bahwa tidak ada jiwa biasa yang bisa menempati tubuh dari wanita kecil yang tersesat ini yang lucunya justru Matthew takuti. mulutnya berbibir manis dan ekspresif. Bagaimanapun anak itu tidak mungkin ditinggalkan di Bright River. Oh. singkatnya. Bukankah kita akan melakukan perjalanan jauh? Nyonya. Matthew Cuthbert dari Green Gables?” Dia bertanya dengan sangat jelas. apa pun kesalahan yang telah terjadi. Saya sudah memutuskan jika anda tidak datang menjemput saya malam ini maka saya akan pergi ke pohon cherry besar di tikungan itu. dan bukankah akan sangat menyenangkan tidur di sebatang pohon cherry liar yang semuanya seperti berwarna putih di bawah sinar bulan? Anda bisa membayangkan bila anda merenung di sebuah aula dari pualam kan? Dan saya sangat yakin anda akan datang menjemput saya keesokan paginya. “Benarkah anda Tuan. pengamat biasa. Oh.” ia berkata malu-malu. Dan bila tas ini tidak dibawa dengan cara tertentu maka pegangannya akan terbuka—jadi sebaiknya saya yang membawanya karena saya tahu cara yang tepat untuk membawanya. Ini benar-benar tas-karpet tua. dia ulurkan pada Matthew. Saya tidak akan merasa takut. Kudanya ada di halaman.” “Oh. “Tas ini tidak berat. dahinya lebar dan penuh.” Matthew menggeggam tangan yang kecil dan kurus itu dengan canggung. dan memanjatnya untuk kemudian tinggal disitu semalaman. mata besarnya penuh dengan semangat hidup dan kegembiraan. tampaknya akan 9 . suara yang bagus.Sejauh ini. seorang pengamat luar biasa mungkin melihat bahwa dagunya sangat runcing. walaupun akan menyenangkan tidur di pohon cherry liar. saya sangat senang anda datang.” anak itu menjawab dengan gembira. saya bisa membawanya. Bagaimanapun. Berikan tasmu. merasa berat untuk memulai pembicaraan. karena begitu anak itu menyimpulkan bahwa Matthew datang untuk menjemputnya maka dia segera berdiri. Saya membawa seluruh barang duniawi yang saya punya. ia akan membawanya pulang dan membiarkan Marilla yang akan melakukannya. “Maaf aku terlambat.

Sangat menyenangkan untuk membayangkan hal-hal tentang mereka—membayangkan mungkin anak perempuan yang duduk di dekat anda adalah benar-benar anak perempuan dari bangsawan Inggris. Aku sendiri belum berharap menjadi pengantin. Sangat mudah menjadi nakal tanpa mengakuinya kan? Mereka baik. Tetapi panti asuhan merupakan hal terburuk. Itulah yang akan sangat membahagiakanku di dunia. Saya pernah terbangun di malam hari dan membayangkan hal-hal seperti itu. “Bukankah itu bagus? Apa yang anda pikirkan ketika melihat pohon yang menjulur ke jalan. dengan lesung pipit di pipi. Saya belum pernah menjadi anak siapapun—sebenarnya tidak juga. yang pinggirannya ditumbuhi pohon cherry liar dan pohon birch kecil. semua anak panti 10 . Aku rasa mungkin orang-orang yang berbakti kepada gereja tidak terlalu khusus. Saya rasa itulah sebabnya mengapa saya kurus —SAYA sangat kurus. Anak itu mengeluarkan tangannya dan mematahkan batang prem liar yang menggores bagian samping kereta kuda. tentu saja—seorang pengantin wanita berpakaian serba putih dengan kerudung seperti kabut yang indah. Dan seingatku aku belum pernah memiliki sebuah gaun bagus sepanjang hidupku—tetapi tentu saja lebih penting melihat ke depan bukan? Dan kemudian aku membayangkan sedang berpakaian yang indah. Aku orang yang sangat rumahan jadi tidak akan ada yang mau menikahiku. kan? Tidak ada daging di tulang saya. tetapi saya tidak bermaksud begitu. berada beberapa kaki di atas mereka. “Well.” Kemudian teman si Matthew itu berhenti berbicara. Saya sangat suka membayangkan saya sangat manis dan gemuk berisi. jadi mungkin anda tidak mengerti seperti apa rasanya. tetapi itu sudah cukup. “Mengapa. Saya rasa anda bukanlah seorang yatim yang pernah tinggal di panti asuhan. semuanya putih dan seperti renda?” tanyanya. Aku menyukai baju bagus.” sahut Matthew. Aku belum pernah melihatnya. Anak itu tidak berbicara lagi sampai mereka meninggalkan desa dan menuruni bukit kecil yang curam. bagian jalan yang masuk ke dalam karena tanahnya agak lembek. Kamu tahu. Nyonya. Spencer bilang saya nakal karena mengatakan hal itu. Tapi aku benar-benar berharap akan memiliki sebuah gaun putih suatu hari nanti. aku tidak tahu. seorang mempelai wanita. yang diculik dari orang tuanya saat dia kecil oleh seorang perawat kejam yang meninggal sebelum ia sempat mengakuinya. Bahkan lebih buruk dari yang anda bayangkan. karena saya tidak punya waktu di siang hari. selain karena kehabisan napas juga karena mereka telah sampai di kereta kuda. tapi aku bisa membayangkan seperti apa. Tadi pagi ketika meninggalkan panti aku merasa sangat malu karena aku harus mengenakan baju lusuh tua yang mengerikan ini.sangat menyenangkan tinggal dengan anda dan menjadi anak anda. anda tahu—orang-orang di panti asuhan—sama saja seperti dipanti asuhan lain. Saya tinggal di situ hanya selama empat bulan.

Ia bilang tidak punya waktu untuk sakit. tapi aku lebih percaya itu karena kebaikannya. Sangat menyenangkan bila impianmu menjadi kenyataan kan? Tetapi jalan-jalan merah itu sangat lucu. Seperti kebanyakan teman yang pendiam ia menyukai orang yang ‘cerewet’ ketika mereka mau bericara sendiri dan tidak mengharapkannya menimpali. karena harus mengawasiku agar tidak jatuh ke laut. aku bertanya pada Nyonya. Aku langsung merasa gembira dan menikmati perjalananku ke pulau dengan seluruh kemampuanku. tetapi aku tidak pernah menyangka bisa mewujudkannya. Bukankah sangat memuaskan bisa memikirkan semua hal yang bisa diketahui? Hal itu membuatku merasa senang bisa hidup—sungguh dunia yang menarik. Ia benci cara mereka berjalan pelan 11 .” sahut Matthew. ya kan? Ketika kami naik kereta api aku merasa seakan semua orang melihat ke arahku dan mengasihaniku. aku tidak tahu. dan sebuah jam tangan emas. Ia bilang tidak ada gerakanku yang perlu dikhawatirkan. bukankah aku sangat baik? Dan aku mau melihat semua hal yang bisa dilihat dari kapal. karena masih merasa terkejut. Seorang pedagang di Hopeton memberikan tiga ratus kain meteran lusuh untuk panti. serta sarung tangan dan sepatu boot anak-anak. Dunia tidak akan berkurang daya tariknya bila kita mengetahui semua hal. walaupun itu sulit. Ia bilang aku sudah menanyakannya berkali-kali. Ketika kami naik ke kereta api di Charlottetown dan jalan merah itu mulai berlalu dengan cepat. di sana ada lebih banyak pohon cherry yang sedang berbunga! Pulau ini adalah tempat yang paling indah. Bagaimanapun kaum perempuan sudah cukup buruk. Oh. Spencer mengapa warnanya merah dan ia bilang ia tidak tahu dan sayangnya aku tidak boleh bertanya apa-apa lagi padanya. “Well. asyik dengan dirinya sendiri. dan aku pernah berkhayal tinggal di sini.” Matthew. Spencer walaupun sebenarnya dia agak kurang sehat. tetapi seorang anak perempuan lebih parah. karena aku tidak tahu apakah akan ada kesempatan lain. Tetapi jika karena dengan begitu maka ia tidak mabuk laut. Begitu juga dengan Nyonya. kan? Apakah tidak akan ada lagi ruang untuk berimajinasi? Tetapi apakah aku terlalu banyak bicara? Orang-orang selalu bilang aku begitu. tapi bagaimana kamu tahu banyak hal bila kamu tidak bertanya? Dan APA yang membuat jalan itu merah?” “Well.harus mengenakannya. Aku juga merasa begitu. Aku bisa BERHENTI bila aku mengusahakannya. Aku sering mendengar bahwa Pulau Pangeran Edward adalah tempat terindah di dunia. Apakah anda lebih suka bila aku tak berbicara? Jika menurut anda begitu maka aku akan berhenti. Beberapa orang mengatakan ia melakukannya karena kain itu tidak laku. Tetapi aku tetap melanjutkan pekerjaanku dan berkhayal seolah aku mengenakan baju sutera biru muda yang paling indah—karena ketika anda SEDANG berkhayal mungkin anda juga berkhayal tentang sesuatu yang berguna—dan topi besar penuh bunga dan bulu yang menjuntai. Aku sangat menyukainya. terkadang itu merupakan salah satu hal untuk mengetahui sesuatu. dan sangat senang akan tinggal di sini. Aku tidak sakit selama di kapal. Tetapi ia tidak pernah menduga akan terlibat dalam suasana seperti itu dengan seorang anak perempuan.

” “Oh. Spencer bilang lidahku pasti tergantung di tengah. ia rasa “seperti menyukai celotehannya. Aku sudah diberitahu berkali-kali. Mereka tampak seperti anak-anak panti itu sendiri. Tetapi sebenarnya tidak—malah terikat kuat di sebuah ujung.” kata Matthew. begitulah pohon yang ada di sana. seolah ia akan mengunyah mereka bila mereka berani berbicara.melewatinya dengan malu-malu. aku sangat senang. Aku pernah berkata pada mereka. ya kan? “Well. dengan lirikan mata.’ Aku menyesal meninggalkan mereka tadi pagi. Seperti itulah tipe gadis di Avonlea. Saya tidak keberatan. dan walaupun ia merasa agak kesulitan karena kurang pintar untuk menyeimbangi kepribadian anak itu yang sangat lincah. Dan orang-orang menertawakanku karena aku mengucapkan kata-kata hebat. Meskipun aku tak menyangka bisa melakukannya. Mimpi tidak selalu menjadi kenyataan. Aku menjadi semakin senang. menurut anda ini warna apa?” 12 .” “Well. Rasanya lega dapat berbicara ketika seseorang mau dan tidak menganggap bahwa anak-anak hanya harus dilihat tapi tidak didengar. Dan di panti sama sekali tidak ada pohon.” Jadi ia berkata malu-malu seperti biasa: “Oh. ya. Aku sungguh tahu bagaimana perasaanmu. kan? Apakah ada anak sungai di suatu tempat sekitar Green Gables? Aku lupa menanyakannya pada Nyonya. Tapi jika anda memiliki ide hebat maka anda harus menggunakan kata-kata hebat untuk mengungkapkannya. Aku sangat menyukai pepohonan. kamu boleh bicara sebanyak yang kamu mau. Nyonya. Aku tahu kita dapat bergaul dengan baik. tampaknya masuk akal. benda kecil yang MALANG! Jika kau berada di luar di sekitar kayu-kayu besar dengan pepohonan lain di dekatmu dan lumut serta Junebells tumbuh di akarmu dan anak sungai yang mengalir tak jauh serta burung-burung bernyanyi di dahanmu. ‘Oh. Dan ia bilang tempat itu dikelilingi pohon. Spencer. Spencer bilang tempat anda bernama Green Gables. ada satu berada langsung di bawah rumah. Aku pernah tidak tega melihat pepohonan itu. Aku selalu mengimpikan bisa tinggal di dekat aliran sungai. “Nyonya. Anda juga pernah merasa sangat dekat dengan sesuatu seperti itu. kan? Bukankan sangat menyenangkan kalau bisa menjadi nyata? Tetapi tadi aku hampir merasa benar-benar bahagia.” “Keren. pohon kecil. Tetapi perempuan cantik berbintik ini berbeda. Aku tidak merasa benar-benar bahagia karena—well. Aku menanyakan padanya semua hal tentang tempat itu. kau bisa tumbuh besar kan? Tetapi kau tak bisa tumbuh di tempatmu sekarang. hanya ada beberapa tumbuhan yang sangat kecil di depan dengan benda-benda bercat di sekitarnya.

Cuthbert! Oh. Rambutnya benar-benar ikal emas seperti batu pualam dari lereng terjal. Aku tidak terlalu keberatan dengan yang lainnya—bintik-bintik dan mata hijau serta tubuhku yang terlalu kurus. “Well. Tetapi aku TIDAK BISA membayangkan rambut merah itu. Cuthbert!!!” 13 . Spencer berkata—oh. Cuthbert!! Oh. apapun itu pasti sesuatu yang menarik karena ia sangat cantik. Matthew tidak pernah menilai warna kunciran rambut seorang perempuan. “Warnanya merah. Apakah anda tahu?” “Well.” “Aku juga. aku rasa aku tidak mengetahuinya. Aku pernah membaca novel tentang anak perempuan yang menderita seumur hidupnya tetapi bukan karena rambut yang berwarna merah. Hal ini akan menjadi duka seumur hidupku. “Aku pernah. Aku bisa membayangkannya. “Ya. Tuan. ‘Sekarang rambutku berwarna hitam indah. Tuan. “Sekarang anda tahu mengapa aku tidak benar-benar bahagia. Anda lebih suka menjadi seperti apa—secantik dewi atau sangat jenius atau sebaik malaikat?” “Well. Bagaimanakah batu pualam dari lereng terjal? Aku tidak pernah tahu.’ Tetapi setiap saat AKU SADAR rambutku hanya berwarna merah dan aku merasa kecewa. yang merasa agak pusing. sering. Aku mencoba membayangkan. tidak. Tetapi tidak akan terlalu berbeda karena sepertinya aku juga tidak akan menjadi seperti salah satu di antaranya. Tuan.Ia menggerakkan salah satu kepangan rambut panjang berminyak di atas bahunya di depan Matthew. Aku sudah berusaha semampuku. belum pernah. Ia merasa seperti waktu ia kecil dulu ketika seorang anak laki-laki mengajaknya naik komidi putar pada waktu piknik. sehitam sayap burung gagak.” Matthew mengaku jujur. aku—aku tak tahu pasti. Nyonya. Pernahkah anda membayangkan bagaimana rasanya menjadi seseorang yang sangat cantik?” “Well. Sudah pasti aku tak pernah bisa menjadi sebaik malaikat. Aku berkhayal memiliki corak kulit kemerahan yang bagus dan mata bercahaya yang indah. tetapi kali ini tak ada yang diragukannya. kan?” katanya.” sahut Matthew. warnanya memang merah. Tidak ada orang berambut merah yang bisa bahagia.” katanya pasrah. Anak itu melepaskan kembali pegangan pada kepangannya dengan pandangan yang tampaknya merasa terhina dan menghela napas sedih. Aku tak pernah bisa memutuskan.

masih dalam diam. sebuah desa kecil yang hiruk pikuk dimana anjing menggonggongi mereka dan anak-anak kecil menirukan suara burung hantu serta wajah–wajah penuh ingin tahu yang mengintip dari jendela. Keindahannya membuat anak itu tak berkutik. Mereka baru saja melewati tikungan di jalan dan menyadari mereka berada di “Avenue”. Dia bersandar di kereta kuda. “Tempat yang kita lalui tadi—tempat bercahaya putih itu—apa itu?” “Well. “Tetapi kita tak akan lama lagi—hanya beberapa mil lagi. ini nyata. Ia bisa tetap diam. “Oh.” sahutnya lirih. BAGUS sepertinya bukan kata yang tepat untuk itu. Pernahkah anda mengalaminya. menuju angkasa. Di atasnya terdapat sebuah kanopi panjang beraroma salju. Hal itu sangat memuaskanku”—ia meletakkan sebelah tangan di dadanya—“Aku merasakan sakit yang aneh namun menyenangkan. Itu hal pertama yang pernah aku lihat yang tak terjangkau oleh daya khayalku. Oh. mendekap tangannya yang kurus. pasti yang kau maksud Avenue. Tuan. sebagai ganti karena sudah terlalu lama membisu dalam perjalanan dengan satu-satunya alasan. Di bawah dahan besar suasana berwarna ungu senja dan jauh di depan tampak terlukis langit dengan matahari terbenam yang bersinar seperti setangkai mawar indah di jendela di ujung jalur antara tempat duduk dalam gereja. Kata-kata itu tidak cukup. juga bukan dari seorang anak yang jatuh dari kereta kuda atau Matthew melakukan sesuatu yang mengejutkan. Spencer. Masih dengan wajah yang gembira ia memandangi sunset di barat dari kejauhan. tepatnya menakjubkan—menakjubkan. wajahnya mendongak terpesona dengan cahaya putih yang semarak di atas. “Kamu pasti merasa sangat lelah dan lapar. mereka melakukan perjalanan. seenergik ketika ia bicara. Ketika tiga mil lagi mereka lalui anak itu masih tidak berbicara. Tidak juga indah. merupakan jalan terbentang sejauh empat atau lima ratus meter. diselingi dengan pepohonan apel dimana-mana.Itu bukan perkataan Nyonya. Cuthbert. Tuan. “Itu merupakan tempat yang bagus. dengan pandangan yang mengandung banyak impian megah melintasi background yang bercahaya itu. yang ditanam bertahun lalu oleh seorang petani tua yang aneh. Cuthbert?” 14 . begitulah masyarakat Newbridge menyebutnya. Bahkan ketika mereka telah melewatinya dan menuruni lereng yang cukup jauh ke Newbridge ia tidak bergerak ataupun berbicara.” Anak itu tersadar dari lamunannya dan menghela napas panjang dan memandanginya dengan tatapan penuh impian dari jiwa yang mengagumi dari kejauhan. “Avenue”.” Matthew akhirnya memberanikan diri mengatakannya. Sampai di Newbridge.” kata Matthew setelah merenung beberapa lama.” “Bagus? Oh.

Benarkah kita akan sampai ke rumah sebentar lagi? Aku gembira dan aku menyesal. tetapi anda tak pernah bisa memastikannya. “Itu adalah kolam Barry. suara koor kodok yang penuh duka namun terdengar indah. Tetapi aku gembira karena akan pulang ke rumah. aku rasa belum pernah. Aku gembira karena perjalanan ini begitu menyenangkan dan aku selalu menyesal ketika sesuatu yang menyenangkan harus berakhir. itu nama paling tepat untuknya. Ada seorang anak perempuan di panti bernama Hepzibah Jenkins. Tetapi seharusnya mereka tidak menyebutnya Avenue. di mana sebuah batu amber bercorak dengan pasir bukit yang melingkupinya dari gelapnya biru jurang di seberang. Aku akan menyebutnya—sebentar—the Lake of Shining Waters. Dimana-mana buah plum liar muncul dari tepian seperti seorang anak perempuan berpakaian putih sedang berdiri berjinjit di bayangannya sendiri. walaupun belum begitu gelap. Di sekitar kebun apel putih jauh di lereng tampak sebuah rumah kecil berwarna abu-abu dan. bukankah itu sangat bagus!” Mereka telah sampai di puncak bukit. tampak hampir seperti sebuah sungai yang sangat panjang dan berliku. Dan seringnya sesuatu itu tak lebih menyenangkan. Ketika aku menemukan nama yang tepat maka itu akan membuat hatiku bergetar. Hal ini membuatku merasakan lagi rasa sakit yang menyenangkan hanya karena memikirkan bahwa aku akan pulang ke rumah yang benar-benar nyata. ada cahaya lampu dari salah satu jendelanya. “Oh. Anda tahu. Di atas jembatan kolam mengalir ke belukar perbatasan dengan pohon fir dan maple dan membuat semuanya jernih oleh bayangannya yang bergerak-gerak. Bagaimanapun aku pernah mengalaminya. Mungkin saja sesuatu yang lebih menyenangkan akan terjadi. airnya menjadi semarak dengan warna yang berubah-ubah —pembuatan bayangan yang paling spiritual dari bunga crocus dan mawar serta kehijauan surgawi. aku juga tidak menyukai namanya.“Well. Oh. Seharusnya mereka menyebutnya—sebentar—the White Way of Delight. tetapi aku selalu membayangkannya sebagai Rosalia DeVere. Nama itu tak punya arti. Dari rawa di ujung kolam terdengar jelas. seingatku aku tidak pernah punya rumah yang sebenarnya.” kata Matthew. dengan warna-warna lain yang sukar dimengerti karenanya namanya tak pernah diketahui. Bukankah itu nama khayalan yang bagus? Ketika aku tak menyukai nama suatu tempat atau orang aku selalu mengimajinasikan gantinya dan juga selalu memikirkannya. Di bawah terdapat kolam. Ya. Apakah ada sesuatu yang pernah membuat anda bergetar?” 15 .” “Aku sering mengalaminya—kapan saja aku melihat sesuatu yang benar-benar indah. Jembatan merentang di tengahnya dan dari sana sampai ke ujung yang lebih rendah. tapi aku akan selalu menyebutnya the White Way of Delight. Aku tahu karena getaran hatiku. Orang lain boleh menyebut tempat itu Avenue.

Pasti bunyinya akan sangat bergemuruh! Aku selalu menyukai bagian bergemuruh itu! Bukankah sangat bagus bisa menyukai banyak hal di dunia ini? Kita sudah sampai di ujung. Lake of Shining Waters sayang. “Oh. Aku lebih suka Jane atau Mary atau nama yang lebih masuk akal seperti itu. Tetapi kita harus melintasi jembatan dan jalan. Air itu tampak seolah sedang tersenyum padaku. anda tahu. “Nama yang benar-benar sungguh bagus!” “Well. Aku selalu mengucapkan selamat malam pada segala sesuatu yang aku sukai. Selamat malam. Sekarang aku akan melihat ke belakang.” Ketika mereka sudah semakin jauh melintasi bukit dan mendekati sudut Matthew berkata: 16 . ya. Aku tak sanggup membayangkan bahwa mungkin ketika kita baru berada di tengahnya.” “Aku berharap ada juga seorang guru seperti itu ketika aku lahir. Aku pikir itu tidak bisa benar-benar seperti getaran yang aku maksud. aku tak tahu. mereka akan merubuhkannya seperti pisau-yoker dan kemudian memangsa kita. kan? Tetapi mengapa orang-orang menyebutnya kolam Barry?” “Aku rasa karena Tuan. menurutku. Hatiku selalu seperti bergetar ketika melihat kepompong putih jelek yang ada di kebun timun. Jadi aku menutup mataku. jika jembatan BENAR-BENAR rubuh aku ingin MELIHATnya rubuh. kita sudah sampai di jembatan. Barry tinggal di sana di rumah itu.” “Ia memiliki seorang anak perempuan berumur sekitar sebelas tahun. Aku selalu merasa takut ketika berjalan melintasi jembatan. Tetapi ketika Diana lahir ada seorang guru asrama di sana kemudian memberinya nama dan mereka memanggilnya Diana. Tetapi aku harus selalu membukanya lagi ketika aku merasa hampir dekat ke tengah. tidak terlalu kecil juga—kira-kira seusiaku. Apakah anda berpikir sebaliknya? Tampaknya tidak banyak hubungan antara kepompong dengan danau dengan air yang bercahaya. Jika bukan karena ada semak belukar lebat di belakangnya maka kamu bisa melihat Green Gables dari sini.” “Apakah Tuan. jadi ada sekitar hampir setengah mil lagi jauhnya. Aku benci corak mereka. Aku akan menutup mataku rapat-rapat. Barry memiliki anak perempuan kecil? Well. Karena.” “Oh!” serunya dengan napas tertahan.Matthew berpikir. Namanya Diana. Orchard Slope nama tempat tinggalnya. Oh. “Well. seperti aku juga mengucapkannya pada orang-orang dan kurasa mereka menyukainya. Ada sesuatu yang mengerikan.

Ia senang akan bertemu Marilla dan bukan ia yang akan bilang pada anak terlantar ini bahwa rumah yang ia rindukan sama sekali tidak akan menjadi miliknya. dan menaiki bukit dan melintasi jalan panjang Green Gables. menunjuk. “Well. jadi aku berhenti mencubit. 17 . mereka memperlambat laju kereta dan menepi ke sebelah kiri.” Dia membuka matanya dan melihat di mana dia berada. jangan katakan padaku. Rachel tidak bisa melihat mereka lewat jendela. Mereka berada di puncak bukit. menanjak dengan tanah dan rumah-rumah pertanian yang tersebar rapi. “Itu dia. dan sayu dari satu tempat ke tempat yang lain. Matthew jadi susah bergerak. Aku sama sekali tak mengetahui tempat itu seperti apa. Spencer telah memberitahumu jadi kau bisa menebaknya. Yang ia ceritakan kebanyakan hanya tentang tempat-tempat lainnya tadi. Di atasnya. rasanya aku seperti sedang bermimpi. Oh.” “Tidak. “Biar aku tebak. Itu Green Gables di sana—“ “Oh. Dengan menghela napas kegirangan ia kembali terdiam. Mereka melintasi Lembah Lynde. Akhirnya. tetapi pemandangan alamnya masih tampak jelas dalam cahaya senja yang lembut. dimana suasana sudah sangat gelap. Mata anak itu bergerak cepat. Di barat puncak menara gereja yang gelap muncul di antara langit yang berwarna kuning keemasan. Aku yakin bisa menebak dengan benar. lenganku pasti sudah babak belur dari siku ke atas. tapi tidak segelap itu sampai-sampai Nyonya. Setiap saat aku merasakan perasaan ngeri yang memuakkan dan aku takut ini semua hanya mimpi. Tapi begitu aku melihatnya aku merasa itulah rumah. Matahari sudah beberapa saat lalu terbenam. dari jalan tampak cahaya putih redup dengan pepohonan yang sedang berbunga dalam cahaya senja hutan sekitar. karena hari ini aku mencubiti diriku sendiri berkali-kali.“Sekarang kita sudah benar-benar hampir sampai ke rumah. Kemudian aku akan mecubit diriku sendiri untuk memastikan bahwa ini nyata—sampai tiba-tiba aku ingat jika ini memang hanya mimpi maka lebih baik aku terus bermimpi selama mungkin. kau benar! Tapi aku rasa pasti Nyonya. di langit barat daya yang tak berawan. jauh di belakang. Tetapi INI nyata dan kita hampir sampai ke rumah. menangkap tangan Matthew yang setengah terangkat dan menutup matanya sendiri sehingga ia tak bisa melihat gerakan Matthew. dia tidak melakukannya—sumpah. penuh gairah. Di bawahnya terdapat lembah kecil dan di seberang ada lereng yang panjang. ya kan?” katanya. Anda tahu. Matthew menggegas tali kekang pada punggung kudanya dengan semangat.” potongnya cepat. bintang kristal putih bersinar seperti lampu petunjuk dan harapan.

” “Well. Dia tidak mungkin aku tinggalkan di sana. Aku sudah menanyakannya pada petugas stasiun. BAB III – Terkejutnya Marilla Cuthbert Marilla segera datang ke depan begitu Matthew membuka pintu. “Yang ada hanya DIA.” Ia mengangguk pada anak itu. ia tidak melakukannya. dengan rambut merah terkepang panjang dan mata penuh semangat dan bercahaya. Spencer untuk membawa seorang anak laki-laki. “Dengarlah pepohonan berbicara dalam tidurnya. Pekarangan rumah sudah sangat gelap begitu mereka kembali dan terdengar daun-daun pohon poplar berdesir halus.Ketika mereka sampai di rumah Matthew menghindari pemberitahuan rahasia itu dengan kekuatan yang tidak dimengertinya.” bisik anak itu.mengingat ia bahkan belum menanyakan namanya. siapa itu?” tanyanya tiba-tiba. ini pasti bagian dari bisnis!” sergah Marilla lagi. “Kita sudah mengatakan pada Nyonya.” ia mengikuti Matthew masuk ke rumah itu. seluruh kegembiraan perlahan memudar dari wajahnya. matanya mengembara dari satu sudut ke sudut yang lain. tak peduli dari mana kesalahpahaman ini bermula. Selama pembicaraan anak itu tetap diam. Tetapi begitu matanya tertuju pada tubuh kecil asing berpakaian lusuh dan ketat. dengan memegang erat-erat tas-karpet berisi “seluruh barang duniawinya. Dan aku harus membawanya pulang. “Pasti indah sekali mimpinya!” Kemudian.” “Well. Setelah 18 . Mendadak ia tampak memahami seluruh makna dari pembicaraan itu. tetapi yang dipikirkannya adalah kekecewaan anak itu. “Tak ada anak laki-laki! Tapi SEHARUSNYA ada. ia langsung terpaku takjub. begitu Matthew mengeluarkannya dari kereta. Ia tidak mengkhawatirkan dirinya ataupun Marilla yang akan mendapatkan kesulitan karena masalah ini. “Matthew Cuthbert.” Marilla bersikeras. “Di mana anak laki-laki itu?” “Tak ada anak laki-laki. Ia memikirkannya dengan pandangan sayu karena mendapat firasat tak enak bahwa ia akan membantu melenyapkan sesuatu—perasaan yang sama yang muncul ketika ia harus menyembelih seekor domba atau anak sapi atau makhluk kecil lainnya.” sahut Matthew lirih. Ia membawa ANAK ITU.

Kami tak akan menyuruhmu keluar malam ini. Oh. Dan Anne bukan nama yang manis. dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lengannya. bila anda adalah anak yatim yang harus pergi ke suatu tempat yang anda pikir akan menjadi rumah anda dan ternyata mereka tak menginginkan anda karena anda bukan anak laki-laki. Kau akan tinggal di sini sampai kami membereskan masalah ini. Itu nama yang sangat elegan. jangan menangis lagi. “Maukah kalian memanggilku Cordelia?” sahutnya semangat. ini hal paling TRAGIS yang pernah aku alami!” Sesuatu seperti senyum yang dipaksakan. apa yang harus kulakukan? Aku akan menangis!” Menangis adalah hal yang dilakukannya kemudian. menampakkan wajah bersimbah air mata dan bibir bergetar. Duduk di kursi dekat meja. Tak ada seorangpun yang tahu harus berkata atau berbuat apa. merentangkan lengannya di atasnya. ia mulai menangis tersedu-sedu. Akhirnya Marilla melangkah tertegun ke arahnya.” 19 . “Kalian tak menginginkanku karena aku bukan anak laki-laki! Seharusnya aku sudah menduganya.meletakkan tas-karpet berharganya ia melompat selangkah ke depan dan mendekap tangannya. Seharusnya aku sadar tak ada seorangpun yang benarbenar menginginkanku. well. Oh. oh. Tak akan terlalu bermasalah bagi kalian untuk memanggilku apa kan? Toh aku hanya akan tinggal di sini sebentar.namaku sebenarnya bukan itu. Siapa namamu?” Anak itu ragu sejenak. agak kaku karena lama tak digunakan. “Well.” “Ya. “Well. tapi aku suka dipanggil Cordelia. wajah Marilla menjadi suram. TENTU SAJA perlu!” Anak itu cepat mendongakkan wajahnya. “ANDA juga akan menangis. Seharusnya aku sadar harapan itu terlalu indah untuk tetap ada. jadi apa?” “Anne Shirley. “Kalian tidak menginginkanku!” tangisnya. tolong panggil aku Cordelia saja. tak perlu menangis seperti itu. Marilla dan Matthew saling memandang dengan tatapan menyalahkan. “MEMANGGILmu Cordelia? Apakah itu memang namamu?” “Buk—bukan.” jawab sang pemilik nama enggan. “tapi. Tak ada seorangpun yang menginginkanku.” “Aku tak mengerti apa maksudmu? Kalau Cordelia bukan namamu.

TENTU saja berbeda. jadi. “aku hanya lebih suka nama Cordelia. Apakah tidak ada anak laki-laki di panti?” “Oh. Tapi jika kalian memanggilku Anne tolong panggil aku Anne dengan huruf E. dia sangat cantik dan berambut coklat-kacang. Aku selalu membayangkan namaku adalah Cordelia—paling tidak. Spencer berkata DENGAN JELAS bahwa kalian menginginkan seorang anak perempuan berusia sekitar sebelas tahun. Tapi Nyonya. Spencer untuk membawakan kami seorang anak laki-laki.” “Bagus sekali. “Aku akan keluar untuk memasukkan kuda ke kandang. menatap Matthew. tapi sekarang aku lebih suka Cordelia. Spencer membawa seseorang yang lain bersamamu?” sambung Marilla begitu Matthew keluar.” “Apakah Nyonya. Anne dengan huruf E. “Dia—dia menghubungkannya dengan pembicaraan kami di perjalanan. “mengapa anda tak mengatakan padaku di stasiun bahwa kalian tak menginginkanku dan meninggalkanku di sana? Jika aku tak melihat the WhiteWay of Delight dan the Lake of Shining Waters pasti tak akan sesedih ini.“Tidak manis omong kosong!” sergah Marilla tak simpatik. bisakah kau beritahu kami mengapa kesalahpahaman ini bisa terjadi? Kami sudah mengabari Nyonya. dan A-n-n tampak mengerikan.” “Memang apa bedanya?” tanya Marilla dengan senyuman kaku sembari mengambil ceret teh. aku tidak malu. Lily baru berumur lima tahun. cecar Marilla.” Anne berusaha menjelaskan. Marilla. “Ia membawa Lily Jones untuk dirinya sendiri. Ketika anda mendengar sebuah nama disebut bisakah anda melihatnya dalam pikiran anda. Nama itu TAMPAK lebih manis. seolah nama itu tercetak? Aku bisa. beralih ke Matthew. Dan ibu asrama bilang mungkin aku mau. Kalian tak tahu betapa senangnya aku. Jika kalian mau memanggilku Anne dengan huruh E maka aku akan mencoba menerima untuk tak dipanggil Cordelia. Aku tak bisa tidur bermalam-malam saking gembiranya.” tergesa Matthew menjawab. ada banyak sekali anak laki-laki di sana.” ia menambahkan dengan nada menyalahkan. ya. beberapa tahun terakhir ini. “Anne nama yang benar-benar sangat bagus dan berarti.” “Apa maksudnya?”. Oh. “Oh. Tolong siapkan teh begitu aku kembali. Jika aku sangat cantik dan berambut coklat-kacang maukah kalian mengasuhku?” 20 . Ketika aku kecil aku pernah berkhayal namaku adalah Geraldine. tapi A-n-n-e tampak sangat lebih terhormat. Kamu seharusnya tak perlu merasa malu karenanya?” “Oh.

Lepaskan topimu. Aku sungguh berharap anda tak tersinggung karena aku tak makan. aku tak pernah melakukannya.” sahut Marilla. Anak perempuan tak akan berguna bagi kami. ia mengambil topi dan tas-karpetnya dari meja ruang depan sambil berlalu.” Perlahan Anne membuka topinya. Marilla menyalakan lilin dan menyuruh Anne mengikutinya. Aku sedang sangat putus asa. Kemudian Matthew kembali dan mereka mulai makan malam. Aku akan meletakkannya dan tasmu di meja. melihatnya seakan itu kesalahan serius. bahkan walaupun itu karamel coklat. Sia-sia ia mencoba menggigit roti bermentega dan mengunyah kepiting bersele apel yang diawetkan dengan kuah sebagai lauknya. jadi aku anda tak bisa “Anda tak pernah merasakannya? Well. Ketika anda mencoba makan terasa seperti ada gumpalan di tenggorokan dan anda tak bisa menelan apa-apa.” Marilla bingung kemana harus membawa Anne tidur. Semuanya sangat enak. pernahkan MEMBAYANGKAN anda sedang benar-benar putus asa?” “Tidak. Bisakah anda makan jika anda sedang benar-benar putus asa?” “Aku tak pernah merasa benar-benar mengatakannya. tapi aku selalu terbangun tepat ketika akan memakannya. 21 . Ruangan itu sangat bersih.” tegur Marilla tajam. Tetapi Anne tak sanggup menelan makanannya. yang kemudian diikuti Anne tanpa gairah. tetap saja tidak tepat dijadikan tempat tidur anak perempuan.” “Aku rasa dia kelelahan.” mencoba “Jadi aku rasa anda tidak mengerti bagaimana rasanya. “Aku tak bisa makan. namun ruangan loteng kecil yang kemudian akan ditempatinya tampak lebih bersih. Itu perasaan yang sungguh tidak menyenangkan. Ia sama sekali tak membuat kemajuan. walaupun sofa itu rapi dan bersih. Sejak saat itu aku sering mengkhayalkan memiliki banyak karamel coklat. yang belum bicara sejak ia kembali dari gudang. Anne menghela napas. Ia telah mempersiapkan sofa di ruangan dapur untuk anak laki-laki yang sangat diinginkan dan diharapkannya. “Sebaiknya ajak dia tidur.” kata Matthew. jadi pilihan terakhir hanya loteng di sebelah timur.“Tidak. Marilla. Tetapi. “Kau tak makan apa-apa. putus asa. Suatu kali aku pernah memiliki sebuah karamel coklat dan rasanya sangat enak. tapi tetap saja aku tak sanggup mengunyahnya. Tapi ruangan kosong mustahil untuk anak terlantar yang tersesat seperti dia. Kami menginginkan anak laki-laki untuk membantu Matthew di ladang.

Di tengah-tengah antara meja dan tempat tidur terdapat jendela. tetapi mampu membuat tulang sumsum Anne menggigil gemetaran. Dengan hati-hati ia memunguti baju-baju Anne. kemudian. dengan empat tiang rendah berwarna gelap. sedikit canggung. “Kamu pasti punya baju tidur kan?” tanyanya. Tapi seseorang boleh bermimpi memakai baju indah. Di salah satu sudut terletak tempat tidur tinggi yang ketinggalan jaman. cepatlah bersalin dan pergilah tidur. Sembari menangis tersedu-sedu. baju-baju sempit terlihat berhamburan di lantai dan keadaan di tempat tidur menjadi satu-satunya petunjuk yang membuatnya mengerti mengapa itu terjadi. tapi dengan sayang. Anne mengangguk. ia rasa dinding-dinding itu pasti sedih karena kepolosan itu. Aku tak yakin kau bisa melakukannya sendiri.” katanya. Wajah putih Anne dan mata besarnya muncul dari balik seprai dan tampak terkejut dengan hal yang tiba-tiba tadi. “Ya. dengan rumbai-rumbai di leher. kemudian merapikan seprai dan sarung bantal. Malah mungkin bisa menyebabkan kebakaran. Ketika Marilla masuk untuk mematikan lilin.Marilla meletakkan lilin di atas meja berkaki dan bersegi tiga. Keseluruhan ruangan terkesan sangat kaku dan angkuh yang tak bisa terungkap dengan katakata. dan berjalan ke tempat tidur. Di panti barang yang dibagikan tak pernah cukup. aku punya dua. mengambil lilin. Lantainya juga kosong. Di sudut lain terdapat meja segi tiga yang dipercantik dengan bantal beledu merah empuk dengan peniti yang cukup kuat untuk merapatkan bagian sarung bantal yang terbuka. Aku benci baju tidur sempit. meletakkannya dengan rapi di atas kursi kuning. Dinding bercat kapur putih terlihat sangat kosong dan polos tanpa hiasan. dengan tirai tipis putih licin berumbai di atasnya. kecuali keset bulat di tengah-tengah yang tidak pernah Anne lihat sebelumnya. dengan tergesa dia melepaskan pakaiannya dan mengenakan baju tidur sempitnya kemudian melompat ke tempat tidur.” “Well. Ibu asrama membuatkannya untukku. jadi segala sesuatunya selalu sempit—setidaknya di panti miskin seperti tempat kami. Beberapa saat lagi aku akan kembali untuk mematikan lilin. dan di seberangnya ada wastafel untuk cuci muka. “Selamat malam. menyembunyikan wajahnya ke bawah bantal dan menarik kain menutupi kepalanya. Di atasnya tergantung cermin kecil enam per delapan. itu merupakan suatu hiburan tersendiri. “Bagaimana bisa anda menyebutnya malam yang INDAH ketika anda tahu ini malam paling buruk yang pernah aku alami?” sahutnya menyalahkan.” Ketika Marilla telah hilang di balik pintu Anne memandang sekeliling dengan murung. Baju-baju itu sudah sangat sempit. 22 .

Spencer besok. aku rasa juga begitu. Aku yakin anak itu telah menyihirmu! Aku jelas-jelas bisa melihat bahwa kau mau mengasuhnya.” “Well. keadaannya sudah sangat kacau balau. tidak.” “Oh. dia bicara cukup lancar.” sahut Matthew tiba-tiba dan tak disangkasangka. dia benar-benar anak kecil yang manis.” “Matthew Cuthbert. “Seharusnya kau mendengar apa yang dibicarakannya sejak dari stasiun. “Well. Marilla. “Well. Aku tak suka anak-anak yang terlalu banyak omong.” Matthew tergagap. Salah satu dari kita harus pergi dan menemui Nyonya.” “Aku harus berkata tidak.” “Ya. Apa bagusnya dia bagi kita?” “Mungkin kita yang baik bagi dia. “Ini akibatnya kalau kita hanya mengiriminya surat dan tidak pergi sendiri. karena Marilla mengatakan padanya bahwa itu kebiasaan yang sangat buruk. tapi waktu-waktu dan musim tertentu menyebabkannya melakukannya dan Marilla pura-pura tak melihatnya. jangan bilang bahwa menurutmu kita harus mengasuhnya!” Keheranan Marilla tak akan lebih parah jika Matthew menyatakan bahwa ia lebih setuju dengan pendapatnya sendiri. dia anak kecil yang benar-benar manis. Matthew sedang merokok—pertanda bahwa ia sedang bingung. “Matthew Cuthbert.” Matthew bersikeras. Aku langsung bisa melihatnya. Anak itu harus dikembalikan ke panti asuhan. Sayang sekali harus mengirimnya pulang ketika dia sudah sangat siap untuk tinggal di sini. 23 . itu sudah pasti. “Aku rasa—kita hampir tak bisa diharapkan untuk mengasuhnya.Kemudian ia menenggelamkan wajahnya lagi ke bawah bantal. Marilla berjalan perlahan ke dapur untuk mencuci piring setelah makan malam. aku tak berpikir begitu—tak tepat begitu. Itu juga tak membantunya sama sekali. Ia jarang merokok. merasa tak enak terjebak dalam pembicaraan yang mengarah ke apa yang dimaksudkannya.” Marilla berkata gusar. Teman Richard Spencer pasti telah memutarbalikkan isi pesan itu. menyadari bahwa seorang laki-laki pasti membutuhkan jalan keluar untuk pelampiasan emosi. “Kau memang HARUS begitu! Tidakkah kau mengetahuinya?” “Well.” sahut Matthew enggan.

Dengan sekali lompatan dia sudah turun dari tempat tidur dan berpijak di lantai. bukankah ini sangat indah? Bukankah tempat ini sangat menyenangkan? Andaikan ia tak benar-benar akan tinggal di sini! Ia akan berkhayal tinggal di sini. BAB IV – Pagi di Green Gables Hari sudah terang ketika Anne terbangun dan duduk di atas tempat tidurnya. tentu saja. Dia mendorong kusen jendela—yang sudah mulai berdecit. Di kedua sisi rumah ada kebun buah yang besar. “dan anak perempuan itu akan menjadi temanmu. Dan Marilla. seakan sudah lama tak dibuka. Ia leluasa membayangkannya di sini. dengan muka masam. “Aku akan tidur. di loteng timur. kemudian ingatan yang sangat mengerikan. Tidak. Oh. dan bunganya sangat lebat sampai-sampai daunnya hampir tidak kelihatan. ada pohon cheery yang sedang berbunga diluar yang bisa dilihatnya dari jendela. ya. Sebatang pohon cheery besar tumbuh di luar.” Matthew pergi tidur. itu kan hanya perkataanmu. Ini di Green Gables dan mereka tak menginginkannya karena dia bukan anak laki-laki! Tapi sekarang sudah pagi dan. yang tampaknya memang seperti itu. Marilla. Sejenak dia tak bisa mengingat dimana dia berada. dan matanya berbinar gembira.” kata Matthew. sesuatu yang sangat indah. sangat dekat hingga dahannya menyentuh rumah. dia harus langsung kita kirim pulang ke asalnya.Aku tak menginginkan anak yatim perempuan dan jika aku menginginkannya maka bukan yang seperti dia yang akan kupilih. satu ditumbuhi 24 . Yang pertama terlintas adalah sensasi yang menyenangkan. haus kasih sayang dan tak berteman menangis sendirian hingga tertidur. “Dan aku tak akan mengasuhnya.” sela Matthew sembari bangkit dan meletakkan pipa rokoknya. Dan di lantai atas.” “Aku tak membutuhkan teman.” “Well.” “Aku bisa membayar seorang anak laki-laki Perancis untuk membantuku. menatap bingung ke jendela melalui dimana limpahan cahaya matahari yang gembira terpancar dan yang diluarnya terdapat sesuatu berwarna putih lembut beriak jauh di langit biru. setelah menyelesaikan mencusi piring juga pergi tidur. seorang anak yang kesepian.” sahut Marilla singkat. dan melekat sangat erat sehingga tak memerlukan apapun untuk menahannya. Anne berlutut dan memandangi pagi Bulan Juni di luar. Ada sesuatu tentang dia yang aku tak mengerti.

Aku sangat senang ada aliran 25 . aliran sungai dan hutannya. disitu terdapat pembatas dimana ujung loteng kelabu dari rumah kecil yang pernah dilihatnya dari seberang Lake of Shining Waters. bukankah itu sangat indah?” katanya seraya melambaikan tangan penuh semangat ke pemandangan bagus di luar. Seumur hidupnya. Tidakkah anda merasa seolah anda benar-benar mencintai alam di pagi seperti ini? Dan aku bisa mendengar suara tawa aliran sungai dari atas sini. Di kebun bawah ada pohon dan bunga lilac ungu. lumut.pohon apel dan satunya lagi pohon cherry. seluruh isi alam yang berharga ini. tak menyadari apapun kecuali keindahan di sekelilingnya. Anne berdiri dan menarik napas panjang. Dia berlutut di situ. “Oh. pohon itu SANGAT indah—dia berbunga seolah telah merencanakannya—tapi aku maksud semuanya. tapi buahnya tak pernah banyak—kecil-kecil dan berulat.” kata Marilla. Bahkan di musim dingin aku bisa mendengarnya di bawah es. “Itu pohon yang besar. dan kayu-kayuan lainnya. “Sekarang saatnya kau berpakaian. Di bawah kebun ada ladang hijau subur dengan pohon semanggi yang merunduk ke lembah dimana anak sungai mengalir dan pohon birch putih tumbuh. “dan bunganya sangat banyak. Di ujung sebelah kiri terdapat gudang besar dan di seberangnya. ada laut biru yang berkilauan. kebun buah. Marilla benar-benar tak tahu bagaimana harus berbicara dengan pada anak itu. dia sudah melihat banyak sekali tempat yang tak indah. jauh di bawah dan semuanya berwarna hijau. yang juga sedang berbunga. yang kumaksud bukan hanya pohon. dan ada banyak dandelion di rumput-rumputnya. Mata indah Anne berlama-lama menikmati pemandangan itu. dan ketidaktahuannya yang tak mengenakkan itu membuatnya berlaku tegas dan kasar walaupun ia tak bermaksud begitu. dan harumnya yang wangi sampai ke jendela terbawa angin pagi.” “Oh.” katanya kasar. tentu saja pohon itu indah—ya. Pernahkah anda menyadari betapa aliran sungai adalah sesuatu yang sangat menyenangkan? Mereka selalu tertawa. melahap semuanya dengan rakus. kebun. tapi pemandangan ini seindah yang pernah diimpikannya. hijau dengan pepohonan spruce dan fir. semak-semak yang luas terbuka tampak serasi dengan tumbuhan paku. Di seberangnya ada bukit. Kedatangan Marilla tak terdengar oleh si pemimpi kecil. ladang yang melandai. anak yang malang. sampai dia dikejutkan tangan yang menepuk bahunya.

Pagi seperti apapun menarik. Pintar-pintarlah kamu. Tapi hal terburuk dari mengkhayalkan sesuatu adalah tiba saat untuk menghentikannya dan itu sangat menyakitkan. Matthew juga diam.” katanya begitu duduk di kursi yang disediakan Marilla untuknya. dengan mata besarnya yang tetap melihat ke langit di luar jendela. Ini membuat Marilla semakin takut. Kemudian Anne menjadi sangat-sangat linglung.” “Sebaiknya kau berpakaian lalu turun dan tak masalah dengan khayalankhayalanmu. ia mempunyai firasat tak enak karena tubuh anak aneh ini mungkin berada di meja makan tapi jiwanya seperti berada jauh di negeri awan. jadi di situ memang harus ada aliran sungai. tapi sebenarnya hal itu berpengaruh bagiku. kan?” “Demi Tuhan berhentilah bicara. “Sarapan pagi sudah tersedia. ada satu hal yang lupa dilakukannya. dan leluasa sekali untuk mengkhayalkannya. Aku tak terlalu berputus asa lagi pagi ini. Biarkan jendela terbuka dan tarik kembali seprai menutupi kaki tempat tidur. dan sadar sepenuh jiwa bahwa ia telah memenuhi semua persyaratan Marilla. seakan sesuatu berjalan tak wajar. Bagaimanapun. Sangat bagus jika ketika mengalami kesedihan. “Tak ada lagi suara lolongan dari hutan seperti semalam.--tapi ini wajar. ya kan? Anda tak tahu apa yang akan terjadi pada hari itu. rambut tersisir dan dikepang.sungai dekat Green Gables. ia lupa merapikan seprei. Tapi aku senang hari ini tidak hujan karena akan lebih mudah untuk tetap gembira walaupun sedang bersedih di hari yang cerah. Cuci mukamu dan sisir rambutmu. Aku baru saja membayangkan memang aku yang benar-benar kalian inginkan dan aku akan tinggal di sini selama-lamanya. Jika tak ada aliran sungai aku akan DIHANTUI perasaan tak nyaman.” sela Marilla.” Anne nyata-nyata menunjukkan bahwa ia pintar karena dalam waktu sepuluh menit ia sudah turun. Aku senang sekali mendapati pagi yang cerah. kamu mebayangkan dirimu berani mengatasinya sendiri. Aku tak pernah bisa putus asa di pagi hari. “Aku lapar sekali pagi ini. tapi sebenarnya tak menyenangkan ketika anda benarbenar merasakan kesedihan itu. Tapi aku juga suka pagi di saat hujan. 26 . dengan pakaian rapi.” Karena itu Anne langsung diam dengan patuh dan dia tetap diam sampai-sampai membuat Marilla agak takut. Aku rasa aku punya banyak cara agar tak bersedih. “Kamu terlalu banyak omong untuk seorang anak perempuan. Sangat menyenangkan ketika khayalan itu masih ada. muka bersih. Bukankah hal yang bagus sekali dengan adanya pagi? Tapi aku sangat sedih. Mungkin anda berpikir tak ada pengaruhnya bagiku ketika kalian takmau mengasuhku. makan seperti robot. Aku akan selalu suka mengingat bahwa di Green Gables ada aliran sungai walaupun aku tak akan pernah bisa melihatnya lagi.--sehingga sarapan pagi ketika itu sangat sunyi.” potong Marilla begitu ia bisa menyela.

Sayang sekali anda tak memiliki satu anak pun untuk kujaga. karena dia tak pernah belajar seni merapikan seprei bulu.” Anne mencuci piring dengan cekatan. Tapi bagaimanapun dia sudah melakukannya dan kasur sudah cukup rapi. “Ia juga sangat simpatik. “Ya. dan ia akan memperjuangkannya. Siapa yang sudi menginginkan anak seperti itu tinggal di tempatnya? Namun Matthew masih ingin mengasuhnya.” sela Anne. KAU sudah cukup menyusahkan. Ambil air panas. Ketika sarapan usai Anne tak meneruskan lagi lamunannya dan menawarkan diri untuk mencuci piring. dan pastikan kau mengeringkannya dengan benar. Cukup banyak yang harus kuselesaikan pagi ini karena nanti sore aku harus pergi ke White Sands dan menemui Nyonya. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan denganmu.” “Aku merasa seolah tak ingin menjaga anak-anak lagi setelah apa yang terjadi sekarang. Tapi kemudian dia tak terlalu berhasil merapikan tempat tidur. begitu penilaian Marilla yang memperhatikannya mencuci. sungguh tak disangka! Marilla merasa pagi ini Matthew masih sangat menginginkannya seperti kemarin malam. berbalik.” sahut Marilla ketus. matanya berbinar. kau boleh mencuci piring. cahaya dan sinar yang barusan tampak menghilang seolah seseorang telah memadamkannya.sedang menerbangkan khayalannya tinggi ke udara. naiklah dan rapikan tempat tidurmu. Ia tak keberatan seberapa banyakpun aku bicara—tampaknya ia menyukainya. Spnecer. Begitulah Matthew—memiliki keinginan dan tetap mempertahankannya dengan tetap terus dalam kebisuan yang menakjubkan—tetap diam merupakan kegigihan yang sepuluh kali lebih keras dan berpengaruh ketimbang membicarakannya. jika itu yang kau maksud dengan seperti keluarga. 27 . kembali dan duduk di meja. Walaupun begitu aku lebih mahir menjaga anak-anak. “Lumayan bisa. bermaksud menghindar darinya. “Apa kau bisa mencuci piring dengan benar?” tanya Marilla tak yakin.” “Kalian berdua aneh. Setelah selesai mencuci piring. Begitu melihatnya. Kau akan ikut denganku dan kami akan memutuskan akan melakukan apa terhadapmu. Aku memiliki banyak pengalaman dalam melakukannya. berkata padanya bahwa dia boleh berjalan-jalan di luar dan menyenangkan dirinya sendiri sampai makan malam tiba. lalu Marilla.” “Aku rasa dia menyenangkan. Matthew pria yang paling menggelikan. Di pintu dia berhenti seketika. wajahnya berseri. aku langsung merasa ia seperti keluarga. Anne terbang ke pintu.

Anne. jadi kurasa aku tak akan pergi ke luar karena takut tak bisa menerimanya lagi. kan? Karena itulah aku sangat gembira ketika kupikir aku akan tinggal di sini. Sekarang aku aku akan menerima nasibku. aku akan memanggilnya Bonny. “Dia cukup menarik seperti yang dikatakan Matthew. dengan nada tak rela melepaskan kegembiraan yang akan didapatnya. Tidakkah anda memberinya nama? Kalau tidak.” gumam Marilla. Bagaimana anda tahu tapi hanya memanggilnya dengan sebutan geranium dan bukan yang lain bisa melukai perasaannya? Anda tak akan suka tak punya nama kecuali disebut manita setiap saat. Dia juga pasti menjampijampiku. Anne. jadi aku tak akan semakin mempersulitnya. aku tak peduli. Itu membuatnya tampak seperti orang. Aku sangat ingin pergi keluar—semuanya seakan sedang memanggilku. kan? Dan sangat sulit untuk tak menyukai sesuatu.“Apa lagi masalahnya sekarang?” cecar Marilla. tolong ijinkan aku!” “Astaga. “Jika aku tak bisa tinggal di sini tak ada gunanya di Green Gables yang kucintai.” “Oh.” sahut Anne. Tolong beritahu aku apa nama jenis bunga geranium di ambang jendela?” “Itu geranium beraroma apel. “Aku tak berani pergi keluar. Tadi pagi aku memberikan nama untuk pohon cherry di luar jendela kamar tidurku. aku pasti tak tahan untuk tak menyukainya. Kupikir akan ada banyak hal yang bisa kucintai dan tak ada yang bisa menghalangiku. Dan kalau aku ke luar sana lalu berkenalan dengan semua pohon. kan?” “Seumur hidupku aku tak pernah berkata atau pun mendengar hal seperti yang dia katakan. kemarilah. Maksudku nama yang anda berikan sendiri. Aku berharap ia seperti laki-laki lain dan mau membicarakan 28 . bukan nama seperti itu yang kumaksud. Aku sudah merasa penasaran apa yang nanti akan dikatakannya lagi. Pandangan Matthew padaku ketika ia keluar semalam lagi-lagi mengungkap atau mengisyaratkan semua yang dikatakannya. Tak gunanya mencintai sesuatu jika kau akan dipisahkan dengannya. pohon itu tak akan selalu berbunga. aku suka bunga bertangkai sekalipun hanya geranium. Aku memanggilnya Snow Queen karena pohon itu sangat putih. ‘Anne. bunga. turun ke ruang bawah tanah untuk mencari kentang. kami ingin seorang teman bermain’—tapi sebaiknya tak kulakukan. kebun buah dan aliran sungai di sana. Ya. bolehkah aku yang memberikannya? Boleh aku memanggilnya—sebentar—Bonny boleh juga —bolehkah aku memanggilnya Bonny sementara aku di sini? Oh. tapi seseorang bisa membayangkan kalau pohon itu sedang berbunga. Tapi mimpi singkat itu usai sudah. Sekarang sudah cukup sulit. Tapi darimana selera menamai geranium?” “Oh. Tentu saja. Anne. Dia sudah melakukannya pada Matthew.

terpacu keras melangkah dengan kecepatan yang mengejutkan sepanjang jalan setapak. Marilla melihat ke belakang pada saat kereta terpelanting dan melihat Matthew yang menjengkelkan sedang bersandar di gerbang. Matthew mengangguk dan menatap Anne iba.” Marilla tak menjawabnya. Di sana Marilla meninggalkannya sampai makan malam sudah tersedia di meja. Aku hanya akan memikirkan perjalanan ini.segala sesuatu. ketika Marilla kembali dari ruang bawah tanah. Spencer mungkin akan mengatur untuk langsung memulangkannya kembali ke Nova Scotia. kamu harus membulatkan tekad dengan TEGUH. itu ada bunga mawar liar yang baru mekar! Indah sekali kan? Tidakkah anda berpikir sangat menggembirakan menjadi 29 . lihat. Aku tak akan memikirkan kepulanganku ke panti selama dalam perjalanan. Aku akan menyiapkan teh untukmu dan akan pulang pada waktunya untuk memerah sapi. Bab V – Cerita Anne “Apakah anda tahu. Sudah jadi pengalamanku bahwa kamu hampir selalu bisa menikmati apapun kalau kamu membulatkan tekad kuat bahwa kamu bisa.” kata Anne penuh rahasia. tapi ia mencambuki kuda malang itu dengan cemeti berkali-kali dengan keras sampai kuda gemuk itu. “Apa aku bisa gunakan kuda dan keretanya sore ini. Tak ada yang lebih menjengkelkan daripada seorang pria yang tidak menimpali pembicaraan—kalau tidak wanita yang seperti itu. “Aku sudah memutuskan untuk menikmati perjalanan ini. Aku akan mengajak Anne dan Nyonya. yang tak biasa mendapat perlakuan seperti itu. kelihatannya tak mengkhususkannya pada siapapun: “Little Jerry Buote dari Creek ada di sini tadi pagi. dan aku berkata padanya mungkin akan mempekerjakannya musim panas ini.” Mathhew masih berdiam diri dan Marilla merasa hanya membuang-buang kata dan nafas. Matthew?” tanya Marilla. Marilla menangkap pandangan itu dan berkata tegas: “Aku akan pergi ke White Sands dan membereskan masalah ini. Tapi apa yang bisa dilakukan menghadapi laki-laki yang hanya MEMANDANG?” Anne kembali melamun. Tentu saja. memandangi mereka dengan sedih. dengan dagu ditopangkan di tangan dan mata memandangi langit. Matthew mengikatkan kuda pada kereta lalu Marilla dan Anne berangkat. ia berkata. Oh. Karena itu seseorang bisa menjawabnya atau membantahnya. Matthew membukakan gerbang halaman untuk mereka dan begitu mereka melaluinya dengan pelan.

dan berhubung jelas-jelas kau cenderung banyak omong maka sebaiknya kau juga menceritakan padaku apa yang kau tahu tentang dirimu sendiri. Nama itu terdengar seperti musik.” sahut Marilla. Dan bukankah pink warna yang paling mempesona di dunia? Aku menyukainya. seakan aku adalah pahlawan wanita dalam sebuah buku. ya kan? Aku agak senang bisa punya satu. Avonlea adalah nama yang indah. “Well.’ Itu kalimat yang pernah aku baca dalam sebuah buku.” “Jalan pantai kedengaran menyenangkan. aku tak ingat pernah mengenalnya. dan timbunan penuh dengan harapan-harapan terpendam adalah tentang seromantis hal yang bisa dibayangkan seseorang. itu salah satu harapan yang sudah berlalu.” “Oh. tapi tak bisa memakainya. Apakah anda mengenal ada orang yang berambut merah di masa kecilnya. “Mengapa. “Apakah jalan itu seindah kedengarannya? Begitu anda berkata ‘jalan pantai’ aku melihatnya dalam gambar di pikiranku. Aku gemar sekali halhal yang romantis.” Anne menghela napas.” “Aku tak melihat mana bagian diriku yang menyenangkan. Kita akan melalui jalan pantai. Orang berambut merah tak bisa memakai warna pink.” kata Anne semangat. Apakah hari ini kita akan menyeberangi The Lake of Shining Waters?” “Kita tak akan melintasi kolam Barry.” 30 .” kata Anne penuh khayal. secepat itu! Dan White Sands juga nama yang bagus. “Jika anda membiarkanku bercerita tentang apa yang AKU KHAYALKAN tentang diriku anda akan berpikir kalau itu lebih sangat menarik. kemudian menjadi warna lain begitu ia tumbuh besar?” “Tidak.” sahut Marilla kejam. tapi aku tak terlalui menyukainya seperti menyukai Avonlea. Berapa jauh perjalanan ke White Sands?” “Sekitar lima mil. anda tahu. jika itu yang kau maksud dengan Lake of Shining Waters-mu. apa yang AKU TAHU tentang diriku bukanlah hal yang sangat penting untuk diceritakan. bahkan tidak dalam khayalan. dan aku mengucapkannya untuk menghibur diri kapanpun aku merasakan kekecewaan. ‘Hidupku seperti timbunan harapan-harapan terpendam. “dan aku tak harus memikirkan bahwa itu mungkin juga masalahmu.sekuntum mawar? Bukankah akan menyenangkan kalau mawar bisa berbicara? Aku yakin mereka akan bercerita hal-hal yang menyenangkan pada kita. karena kedengarannya sangat manis dan romantis.

“Well. Kemudian mereka tinggal di sebuah rumah kuning yang sangat-sangat kecil di Bolingbroke. Nyonya. Tampaknya ini sudah takdirku. bahkan tak ada seorangpun yang menginginkanku sejak saat itu. Thomas bilang aku bayi paling tak menarik yang pernah dilihatnya. merasa terpanggil untuk menanamkan nilai-nilai moral yang baik dan berguna.” kata Marilla. ya kan? Bagaimanapun aku gembira ia puas dengan adanya aku. tentu saja. Well. Aku pikir sangat manis mengucapkan kata ‘ibu’. meskipun begitu ibuku menganggap aku sangat cantik. Apakah anda tahu bedanya 31 .“Tidak. begitulah. Aku lahir di rumah itu. Mulailah dari awal. Aku sangat berharap ia bisa hidup lebih lama lagi agar aku bisa mengingat pernah memanggilnya ibu. Tetaplah pada kenyataan yang menjemukan. tapi aku tak pernah mempercayainya. Ibuku bernama Bertha Shirley. Thomas bilang mereka dulunya adalah sepasang bayi yang sama miskinnya dengan tikus-tikus gereja. Thomas bilang ia akan mengasuhku. meskipun ia miskin dan bersuamikan pemabuk. Itu membuatku menjadi yatim piatu dan sanak saudara pun tak ada lagi. Aku tak pernah melihat rumah itu. aku tak mau mendengarkan khayalanmu. Aku pikir di rumah itu pasti ada kamperfuli di jendela ruang tamunya. Gorden yang tipis memungkin udara masuk ke rumah. menerima kenyataan yang menjemukan dengan helaan napas kecil. Ya. jadi Nyonya. aku tak tahu. Dimana kau dilahirkan dan berapa umurmu?” “Maret lalu aku berumur sebelas tahun. Ia membesarkanku dengan tangannya sendiri. tapi aku yakin itu hal yang berbeda.”Aku pernah baca dalam satu buku bahwa mawar dengan nama lain akan sama harumnya. tubuhku kurus kering dan yang nampak hanya mata.Seorang suami cukup punya tanggung jawab. Anda lihat. dan gorden tipis di semua jendela.” kata Anne. Bukankah akan sangat memalukan punya ayah bernama—well. Nyonya. Aku tak yakin sekuntum mawar AKAN sama indahnya bila dinamakan tumbuhan berduri ataupun kol kurang ajar. ya kan? Dan ayah meninggal empat hari kemudian juga karena demam. Ia meninggal karena demam ketika aku baru berumur tiga bulan. Akhirnya Nyonya. Ayah dan ibu dua-duanya berasal dari daerah yang sangat jauh dan sudah jadi rahasia umum mereka berdua tak memiliki seorang pun sanak saudara yang masih hidup. “Dan aku lahir di Bolingbroke. Nov Scotia. dan ia adalah guru di SMA Bolingbroke. Ayahku bernama Walter Shirley. Aku rasa ayahku adalah pria yang baik sekalipun ia dipanggil Jedediah. aku akan sangat sedih jika aku pikir aku telah membuatnya kecewa— karena ia hidup tak lama lagi setelah itu. Thomas bingung membawaku kemana. pohon lilac di halaman depan dan bunga lily dari lembah begitu memasuki gerbang. tapi aku sudah membayangkannya berkali-kali. ibuku juga guru di SMA. tapi ketika ayah menikahinya ia berhenti mengajar. Bukankah Walter dan Bertha nama yang indah? Aku gembira sekali kedua orangtuaku memiliki nama yang bagus.” Anne tampak banyak pikiran. Mestinya aku pikir seorang ibu bisa jadi seorang penilai yang lebih baik ketimbang seorang wanita miskin yang masuk ke semak belukar. katakanlah Jedediah?” “Aku rasa tak masalah siapa pun nama seseorang selama dia bersikap menjadi dirinya sendiri.

Thomas akan bertanya bagaimana aku bisa menjadi anak nakal seperti itu padahal ia telah berusaha membesarkanku dengan usaha kerasnya—agak penuh celaan. “Tak lama. Tapi mereka harus mengambilku dan aku berada di sana selama empat bulan sampai Nyonya. Hammond selama dua tahun. mengarahkan kuda ke jalanan pantai. Dan Nyonya. Nyonya. Aku bersekolah sebentar di tahun terakhir aku tinggal dengan Nyonya. Aku cukup bisa membaca dan aku tahu banyak penggalan puisi dari lubuk hati—‘The Battle of Hohenlinden’. Tidakkah 32 . karena tak ada seorang pun yang mau mengasuhku. ‘Edinburgh after Flodden’. Hammond bekerja di sebuah kilang gergaji kecil di sana. Aku harus pergi ke panti asuhan di Hopeton. Jelas dia tak suka membicarakan pengalamannya di lingkungan yang tak menginginkannya. Thomas. Aku membantu menjagai anak-anak keluarga Thomas—ada empat orang yang lebih kecil dariku —dan bisa kupastikan sungguh sulit menjaga mereka. mereka bilang di sana sudah terlalu penuh. kemudian Tuan. Ia membagikan anak-anaknya pada kelurga besarnya dan pergi ke States. Ia melahirkan anak kembar tiga kali. Hammond memiliki delapan orang anak. ia jadi bingung harus membawaku kemana. Hammond menceraiberaikan keluarganya. Hammond meninggal dan Nyonya. Ketika aku pergi ke seberang kami jadi sangat jauh dari sekolah hingga aku tak sanggup berjalan ke sana pada musim dingin sedangkan pada musim panas sekolah libur. Hammond begitu pasangan kembar terakhir lahir. Aku sudah sangat lelah menjaga mereka. dan aku tinggal bersama mereka sampai aku berumur delapan tahun. karena melihat aku dekat dengan anak-anak. Kemudian Tuan. Thomas dan anak-anak. Thomas kehabisan akal. Aku benar-benar memberitahu Nyonya. “Pernahkah kau bersekolah?” Marilla bertanya lebih lanjut. ‘Bingen of the Rhine’.” “Anne menyudahinya dengan helaan napas. lalu aku ikut ke seberang untuk tinggal dengannya di sebuah tanah kecil dekat tanggul-tanggul. Spencer datang. Tuan. Mereka yang di panti juga tak mau. jadi aku cuma bisa pergi waktu musim semi dan gugur. Hammond dari seberang sungai datang dan berkata ia akan mengasuhku. Tempat itu sepi sekali. Kemudian Nyonya. dengan keringanan saat ini. “Tuan. “Aku tinggal di seberang sungai dengan Nyonya. dan Nyonya. tapi tiga pasang anak kembar berurutan kurasa TERLALU BERLEBIHAN. Thomas pindah dari Bolingbroke ke Marysville.dibesarkan dengan usaha sendiri membuat orang itu lebih baik dari yang lain? Karena setiap kali aku bandel Nyonya. kehilangan ‘Lady of the Lake’ dan kebanyakan ‘The Seasons’ karya James Thompson. tapi ia tak menginginkanku. Aku yakin tak akan pernah membayangkan tinggal di sana dalam khayalanku. Pada dasarnya aku menyukai bayi. Thomas tewas terjatuh di bawah kereta api dan ibunya menawarkan untuk menjemput Nyonya. Tapi tentu saja aku bersekolah ketika di panti asuhan.

Tentu saja. bercahaya dan biru.” “Apakah ibu-ibu itu—Nyonya. karena Marilla cukup cerdas menarik benang merah dari cerita Anne dengan kenyataan sebenarnya. sayapnya bercahaya seperti perak dalam sinar matahari. Thomas menyewa sebuah kereta cepat dan mengajak kami semua menghabiskan hari di pantai yang jauhnya sepuluh mil. Tuan. Anda tahu. Di dasar tebing curam terdapat batu karang yang hancur karena ombak besar atau teluk kecil penuh pasir bertatahkan kerikil laksana permata dari lautan. bukankah begitu? Tapi aku merasa yakin mereka bermaksud baik padaku. Hammond—baik kepadamu?” tanya Marilla. Marilla. aku tak sampai di the Fifth Reader—aku hanya sampai di the Fourth—tapi anak perempuan dewasa pernah meminjamkannya untuk kubaca. sangat sulit memiliki seorang suami pemabuk. semak-semak pohon fir. dan juga melahirkan bayi kembar tiga kali berturut-turut.anda menyukai puisi yang memberikan sensasi rasa kerutan ke atas dan ke bawah di punggung anda? Ada sepenggal di the Fifth Reader—‘The Downfall of Poland’—yang sangat menggetarkan jiwa. Bagaimana jika ia. memberi hati pada keinginan tak wajar Matthew dan membiarkannya tinggal? Matthew telah mempersiapkannya. banyak yang harus mereka urus. Tak heran dia begitu senang akan mempunyai rumah yang nyata. Thomas dan Nyonya. “Laut itu menakjubkan sekali. melihati Anne dengan sudut matanya. Tiba-tiba hatinya menjadi kasihan pada anak itu. “O-o-o-h. Di sebelah kiri ada tebing curam berbatu-pasir merah tajam. tumbuh dengan rapat. Dia seperti seorang lady. Mungkin saudara-saudaranya baik. Aku menikmati setiap 33 . Betapa hidupnya sangat kekurangan cinta—kehidupan yang menjemukan. tampak tak menarik lagi karena bertahun-tahun harus bertarung dengan angin teluk.” pikir Marilla.” Jalanan sepanjang pantai tampak “seperti hutan. di atasnya burung camar terbang tinggi.” Marilla tak bertanya lagi. Ketika orang bermaksud baik pada anda. liar. bangun dari kesunyian yang sangat-sangat lama. Sayang sekali dia harus dipulangkan kembali. miskin. dan anak itu tampak manis dan dapat diajari. “tapi dia bisa dilatih untuk tak seperti itu. Wajah kecilnya yang sensitif tiba-tiba menjadi merah padam dan tampak malu. Dan tak ada kata-kata kasar atau pun slang dalam pembicaraannya. anda tak akan keberatan ketika pada kenyataannya mereka tak terlalu baik—setiap saat. “Dia terlalu banyak omong. di seberang tampak laut. dan sunyi-senyap. Anda lihat. “Pernah suatu kali.” Anne bimbang. ketika aku tinggal di Marysville. dan diabaikan. Anne sendiri terdiam karena kegirangan berada di jalanan sepanjang pantai dan Marilla dalam lamunannya yang mendalam mengarahkan kuda dengan tak menentu.” Di sebelah kanan. “Oh. sangat dekat dengan jalur dimana kuda betina tak terlalu siaga dibandingkan kuda coklat yang mungkin bisa menguji nyali orang yang berada di belakangnya. mereka bermaksud begitu—aku tahu bermaksud sebaik mungkin. kan?” kata Anne.

” sahut Anne tanpa senyum. kenyataannya. “Aku tak mau ke sana. Anne?” “Aku sebaik yang bisa terlihat.” serunya. Nyonya. Robert mengabari melalui anaknya Nancy dan dia berkata anda 34 . Bisa anda beritahu aku di depan itu bangunan besar apa?” “Itu Hotel White Sands.” kata Marilla. Spencer tinggal di sebuah rumah besar berwarna kuning di Teluk White Sands. Spencer. Kami meminta adik anda Robert untuk memberitahu anda kami menginginkan anak laki-laki berumur sepuluh atau sebelas tahun. ada kesalahan yang mencurigakan di suatu tempat. sayang. “Menurutku sebaiknya kita tinggal sebentar untuk mengistirahatkan kuda. pada waktunya. “Mengapa. kemudian saat malam kembali terbang ke sarangnya? Oh. “kamu orang terakhir yang kunanti hari ini. dan aku ke sini untuk mengetahuinya. “Bukankah sangat menyenangkan bangun pagi saat matahari terbit dan menukik terjun ke dalam air lalu kembali terbang keluar dari laut biru yang indah itu setiap hari.momen di hari itu. Matthew dan aku. dan ketika ia membuka pintu tampak keterkejutan dan penyambutan berbaur di wajahnya yang baik hati. terima kasih. Nyonya. tampaknya itu akan menjadi akhir dari segalanya. Biasanya banyak orang Amerika yang menginap di sana pada musim panas. meskipun aku harus menjaga anak-anak setiap saat.” “Marilla Cuthbert. aku bisa membayangkan aku yang melakukannya. Kirke yang mengelolanya.” Bab VI – Marilla Membulatkan Tekad Bagaimanapun. anda tak berkata demikian!” sahut Nyonya. tapi aku sangat senang bertemu kamu. Kami telah mengabari.” sahut Anne susah. Menurut mereka pantai ini lumayan bagus. Kamu akan mengikat kudamu di dalam? Dan apa kabarmu.” “Aku takut itu adalah kediaman Nyonya. “tapi aku janji pada Matthew akan cepat tiba di rumah. Bagaimanapun juga. kalau aku tak bisa jadi anak manusia. pada anda untuk membawakan seorang anak laki-laki untuk kami dari panti itu. Ia tampak mulai cemas. Aku selalu mengingatnya dalam mimpi indahku selama bertahun-tahun. “Sayang. Tapi laut ini lebih indah dibanding laut Marysville. Bukankah burung camar-burung camar itu mengagumkan? Maukah anda menjadi burung camar? Aku pikir aku mau—itu. Spencer susah. tapi saatnya belum tiba. Tuan. Spencer. mereka telah sampai di sana.

Miss Cuthber. Aku sering memarahinya karena kelalaiannya.” “Itu salah kami sendiri.” katanya. Tiba-tiba Marilla merasa berat melepas Anne. Aku melakukan yang terbaik yang aku bisa dan aku pikir telah mengikuti instruksimu. da pembantu perempuan yang diberhentikan menceritakan hal-hal yang menakutkan tentang watak dan kekikirannya. Ia hanya mengenal Nyonya. Aku rasa ini sudah ditakdirkan. Spencer. “Aku sangat menyesal. dimana dingin yang mematikan menyerang mereka seolah udara tertahan sangat lama dalam kegelapan. tergesa mengajak tamunya dari ruang depan ke ruang tamu.” Marilla menyerah. “Seorang pekerja dan pengemudi yang sangat mengerikan.” Flora menguatkan dengan sungguh. dan ia merasa sulit mendapatkan bantuan. Spencer.” kata Nyonya. Miss Cuthbert. “Seharusnya kami sendiri yang pergi menemui anda dan tidak membiarkan pesan penting disampaikan dari mulut ke mulut seperti itu. Spencer yang tampak berpikir keras. ya kan?” “Aku rasa juga begitu. Nyonya. “Sangat disayangkan.” Marilla tak tampak seolah ia berpikir Tuhan berperan banyak dalam masalah ini. aku akan masuk dan kita akan membicarakan masalah ini di dalam. Peter Blewett ada di sini kemarin dan ia bilang betapa ia sangat mengharapkan aku bisa membawakannya seorang anak perempuan untuk membantunya.menginginkan seorang anak perempuan—bukan begitu Flora Jane?” tambahnya menegaskan pada anaknya yang baru keluar. Peter Blewett sekilas sebagai seorang wanita berwajah seperti orang yang suka marah dan bertubuh kecil tanpa sedikitpun lemak di dagingnya. Peter dikatakan demikian. dan anak-anak yang suka bertengkar. dan ia bahkan tak merasa gembira. Nancy memang sangat tidak keruan. jelas itu bukan kesalahanku. nyaris menyebabkan kebuntuan karena kehilangan setiap partikel kehangatan yang pernah ada. “Ini sungguh merupakan 35 . “Dan jika saja tak ada kedatangan Nyonya. Tapi ia pernah mendengar tentangnya. anda tahu. Sekarang ada kesempatan baik tak terduga baginya untuk lepas dari anak yatim tak diundang itu. Peter mempunyai sebuah keluarga besar. Peter di saat berkah ini!” seru Nyonya. Bagaimanapun juga. kesalahan telah terjadi dan yang harus dilakukan adalah menyelesaikannya. Bisakah kita mengirim anak ini kembali ke panti? Aku rasa mereka akan mengambilnya kembali.” lanjut Nyonya. “Dia memang berkata demikian. “tapi menurutku tidak harus memulangkannya kembali. Anne akan menjadi sangat perempuan bagi anda. tapi anda lihat. Nyonya.” Nyonya. “Well. juga keluarga yang tidak sopan.

Aku mengharapkan kamu bisa mendapat penghasilan sendiri. Jadi jika anda masih berpikiran seperti kemarin. Miss Cuthbert. memandang Nyonya. Spencer kembali. Miss Cuthbert. Ambillah kursi. “Aku menangkap bahwa Tuan. Selamat sore. dengan tangan tergenggam erat di pangkuan. benar-benar mampu menggoyahkan setiap kesulitan. Kami baru mengatakan betapa beruntungnya anda datang. Miss Cuthbert. Tapi kamu kurus. Nyonya. mengalir dengan cepat dan bercahaya.” anak yang mulai menciut nyalinya itu terbata menjawab. maka hal itu akan terus membayanginya sampai hari kematiannya tiba. bermatatajam ini? Ia merasa ada benjolan di tenggorokannya dan matanya terasa sangat pedih. Blewett bagai seseorang yang terpesona. Begitulah aku diberitahu. kamu tahu—baik dan pintar juga penuh hormat. aku rasa aku juga akan mengambilnya dari anda. jika ia menyangkal daya tarik dari wajah itu. ia tidak suka Nyonya.” Marilla melihat Anne dan pandangannya melembut pada wajah pucatnya yang masih membisu penuh kesengsaraan—kesengsaraan seorang makhluk kecil tak berdaya yang menemukan dirinya sekali lagi terperangkap dari hal yang dia ingin lari dirinya. Jika boleh aku akan membawanya pulang sekarang juga. kau duduk di sini di sofa dan jangan bergoyanggoyang. “Tampaknya telah terjadi kesalahan dengan anak ini. Blewett. Anne duduk diam di sofa. Bayi itu sangat suka membantah. Untuk menyerahkan seorang anak yang sensitif. Well. Cuthbert mau mengadopsi seorang anak perempuan. aku pikir dia akan jadi milik anda. Marilla merasakan keyakinan yang tak menyenangkan bahwa. Spencer mengibaskan tangannya. Ijinkan aku permisi sebentar. ia tak bisa mempertanggungjawabkannya! 36 .keberuntungan. dan aku sudah sangat lelah mengurusinya. Biarkan ku ambil topimu. setelah berhasil mengatasi kebuntuan. Flora Jane. Dia mulai takut tak dapat menahan airmatanya ketika Nyonya. mental atau pun spiritual. Apakah ia akan diberikan untuk diasuh oleh wanita berwajah-tegas. Blewett. “Anne Shirley. Aku lupa memberitahu Flora Jane untuk mengeluarkan roti kismis dari oven. Tapi tampaknya sebenarnya mereka menginginkan anak laki-laki. Nyonya. Biar ku perkenalkan dua orang wanita pada anda. keluarlah dan panaskan ceret. Anne. Blewett. tak berani membuat syarat apa pun untuk pengejaannya. fisik. Terlebih. jika aku mengambilmu kamu harus jadi anak yang baik. dan tak ada kesalahan mengenai itu.” katanya. Aku tak tahu tapi orang yang kurus adalah yag terbaik. Nyonya. berperasaan halus kepada wanita seperti itu! Tidak. Blewett. Blewett menyapukan pandangannya ke Anne dari kepala sampai kaki.” “Humph! Kamu tak nampak seolah ada banyak untukmu. karena kita bisa langsung menyelesaikan masalah ini.” Nyonya. Dan Nyonya. Ya. “Berapa umurmu dan siapa namamu?” tanyanya.” Nyonya. “dan aku sebelas tahun.

“Benarkah anda berkata begitu? Atau hanya dalam khayalanku anda berbicara seperti itu?” “Aku pikir sebaiknya kau mengendalikan khayalan-khayalanmu. “Aku tak mengatakan bahwa Matthew dan aku telah benar-benar memutuskan tak akan mengasuhnya. jika anda akan mengasuhku. dalam bisikan nyaris tanpa napas. jika kau tak bisa membedakan mana kenyataan dan mana bukan. Aku bisa bilang kenyataannya Matthew cenderung ingin mengasuhnya. sinar fajar tampak merekah di wajah Anne.” sahut Marilla dengah marah.” Marilla berusaha menutupi senyumnya dengan menegur Anne karena bicara seperti itu. Blewett membawamu. seakan bila berbicara dengan keras bisa menghancurkan kemungkinan yang sangat menyenangkan itu. Spencer dan Nyonya. Blewett keluar mencari tahu resep terakhir yang akan dipinjam. Nyonya. Anne. Jika kami sudah membulatkan tekad untuk tidak mengasuhnya. 37 . “Anak kecil sepertimu seharusnya malu berbicara seperti itu tentang seorang wanita dan orang tak dikenal.” katanya berat. “Ya. Aku rasa seharusnya aku tak memutuskan sesuatu tanpa melibatkannya.“Well.” sahut Nyonya. Bisakah begitu. Blewett?” “Aku rasa seharusnya memang begitu. kembali dengan tenang ke sofa nya. “Oh. “Ia benar-benar tampak seperti—seperti alat bor. kamu memang mendengarku mengatakannya dan hanya itu tak lebih. kami akan membawa atau mengirimnya untuk anda besok malam. kemudian pelan tapi pasti sinar harapan mulai membayang. “Kembalilah dan duduk tenang. aku tidak tahu. Hal itu belum diputuskan dan mungkin akhirnya kami menyimpulkan untuk membiarkan Nyonya.” sahut Anne menggebu. Jika kami tak melakukannya berarti dia akan tinggal bersama kami. Roman wajah anak itu benar-benar berubah. kendalikan lidahmu dan bersikaplah sebagaimana seharusnya anak yang baik. sesaat kemudian. sekarang matanya semakin dalam dan terang laksana bintang pagi. Awalnya keputusasaan tampak memudar. Miss Cuthbert. dan. Aku pikir sebaiknya aku mengajaknya kembali pulang ke rumah dan membicarakannya dengan Matthew.” “Lebih baik aku kembali ke panti daripada harus tinggal bersamanya. Aku hanya datang untuk mengetahui bagaimana kesalahan itu bisa terjadi. ketika Nyonya. Dia jelas lebih membutuhkanmu daripada aku.” sahut Anne.” sahutnya perlahan. benarkah anda mengatakan mungkin akan mengizinkanku tinggal di Green Gables?” tanyanya.Blewett tak ramah. dia muncul dan berlari melintasi ruangan ke arah Marilla.” “Aku akan mencoba melakukan dan menjadi seperti apa pun yang anda inginkan. Selama Marilla berbicara.

“Aku tak akan memberitahunya malam ini bahwa dia boleh tinggal. sejauh yang aku amati. “Dia akan menjadi sangat 38 . cukup. Aku telah memikirkan ide itu sampai aku mendapat kebaikan karena pernah memikirkannya. tapi aku rasa ia lebih tahu daripada seorang sarjana tua. Dari kejauhan Marilla telah mengetahui Matthew sedang mencari-cari dan menerka apa alasan ia melakukannya. “Aku sendiri tak suka gayanya. kau tak boleh mencampuri metodeku. Tapi aku melakukan yang terbaik.” “Akan lebih tepat jika kau katakan dia anak kecil yang berguna. dia boleh tinggal.” ungkapnya. Ketika aku gagal maka ada cukup waktu untukmu ambil alih kendali.” Marilla mendengus. Matthew. Mungkin seorang pelayan tua tak tahu banyak bagaimana caranya membesarkan seorang anak. sampai mereka berdua berada di halaman di belakang gudang perahan susu sapi.” aku Marilla. dan aku berani menjamin akan membuat kekacauan dala hal ini. Kemudian ia menceritakan dengan singkat mengenai Anne dan hasil pembicaraan dengan Nyonya.Ketika mereka tiba kembali di Green Gables malam itu.” Matthew berkata dengan semangat yang tak biasa. ketika sedang menyaring susu ke dalam tempat susu. pada Matthew. Marilla.” sahut Matthew menenangkan. terutama anak perempuan. “tapi begitulah atau kita sendiri yang mengasuhnya. “Dia anak kecil yang menarik. aku kira kau akan mengerti duduk persoalannya. Jadi biarkan saja aku yang mengurusnya. yang berhubungan dengan masalah itu. Dan ingat. “tapi aku yang akan melatihnya bisa seperti itu.” “Cukup. Aku punya pikiran ia bisa jadi teman yang bisa kau ajak lakukan apa pun jika saja kau bisa membuatnya mencintaimu. Matthew bertemu mereka di jalan. “Aku tak akan memberikan anjing yang kusuka pada wanita Blewett itu. Ia telah menduga akan melihat perasaan lega tergambar di wajah Matthew ketika ia melihatnya paling tidak membawa Anne kembali pulang bersamanya.” jawab Marilla tepat.” katanya. Tampaknya hanya seperti sebuah tugas. Dan sejak melihat kau tampak menginginkannya. Matthew. aku rasa aku akan—atau harus begitu juga. Matthew.” Wajah Matthew yang pemalu berseri senang. untuk menunjukkan ketaksukaannya pada pendapat Matthew mengenai hal-hal ‘berbau’ keperempuanan. “Hanya bersikap baiklah padanya semampumu tanpa memanjakannya. Spencer. dan berjalan ke toko susu dengan membawa ember. Tapi Marilla tak mengatakan apa pun. “Well sekarang. Marilla. terserah kau saja. Aku belum pernah membesarkan seorang anak.

kau sungguh terlibat dalamnya. Di mana kau mempelajarinya?” 39 . “Jadi kau memang mengetahui sesuatu.” Marilla menasehati. dan kebenaran.” “Aku tak pernah berdoa apa pun.” ungkap Anne. dalam wujud Nya. abadi dan tak dapat diubah. “Kenapa. kesucian. aku tahu semalam kau mencampakkan semua baju yang kau tanggalkan ke lantai. aku bisa sangat tergesa tidur dengan baik dan tenang lalu membayangkan berbagai hal. syukurlah! Kau bukan orang yang tak beragama. Anne. Marilla tampak sedikit lega. Marilla Cuthbert. Meskipun begitu. aku bisa saja lupa. ia yang selalu tampak memiliki kekhawatiran yang mengerikan pada anak perempuananak perempuan kecil. apa maksudmu? Tak pernahkah kau diajarkan untuk berdoa? Tuhan selalu menginginkan anak-anak kecil mengucapkan doanya. Aku sama sekali tak membutuhkan anak perempuan yang tidak rapi.” “Kau harus memiliki ingatan yang lebih baik jika tinggal di sini. Marilla tampak sangat terkejut. Anne?” “’Tuhan adalah roh. dan aku tak akan membolehkannya sama sekali. Pernah kau membayangkan akan menjumpai hari saat kau mengadopsi seorang anak yatim perempuan? Ini cukup mengejutkan. Itu adalah kebiasaan yag sangat tidak rapi. Mereka selalu membuat kami melakukannya di panti. “Malam ini aku akan melipatnya dengan bagus. keadilan. kebijaksanaan.” “Semalam pikiranku sangat tersiksa jadi aku sama sekali tak mempedulikan pakaian-pakaianku. suatu waktu.” Bab VII – Anne Mengatakan Doa-doanya Ketika Marilla membawa Anne tidur malam itu ia berkata dengan tegas: “Sekarang. tak berbatas. Tak tahukah kau siapa Tuhan. “Oke. Sekarang berdoalah dan pergilah tidur. Begitu kau membuka baju lalu lipatlah dengan rapi dan letakkan di atas kursi. kita telah memutuskan untuk mencobanya dan hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi kemudian. Bagaimanapun juga.senang sampai-sampai tak bisa tidur sekejap pun. kekuatan. tapi tak semengejutkan ketika Matthew lah yang menjadi pangkal dari segalanya. Anne. kebaikan.’” Anne merespon dengan cepat dan fasih.” sahut Anne. tampaknya memang harus seperti itu.

“Oh. Nyonya. Aku lumayan menyukainya. Tidakkah kau tahu bahwa tak mengucapkan doa setiap malam merupakan suat hal yang sangat buruk? Aku takut kau adalah anak kecil yang sangat tidak baik. ya kan?” “Kita tidak sedang membicarakan puisi. aku siap.” “Kau harus berlutut. Lalu aku akan sangat MENGHAYATI sebuah doa.” Anne menyetujuinya dengan senang hati. di Sekolah-Minggu panti. Tapi anda harus memberitahu apa yang harus kuucapkan kali ini. Aku yakin itu akan sangat menarik. Aku rasa. anda tak bisa menyebutnya puisi. Ada yang bagus dari beberapa kata. tapi kedengarannya memang seperti itu. Terus terang tak ada waktu untuk dibuang. Mareka menuruh kami mempelajari seluruh pendidikan agama.” sahut Anne menyalahkan. Apa yang harus kuucapkan?” 40 . “Aku akan melakukan apa pun untuk mematuhi anda. tentu saja. Anne berlutut di lutut Marilla dan menengadah dengan serius. “Kau harus berdoa selama kau berada di rumahku.” kata Marilla sedikit malu.” “Mengapa. Anne. Orang yang harus menjaga anak kembar tak dapat diharapkan bisa berdoa. sejujurnya apakah anda pikir mereka bisa melakukannya?” Marilla memutuskan bahwa pelatihan keagamaan untuk Anne harus dimulai saat itu juga. dan sejak itu aku tak pernah mempedulikan NYA. “Mengapa orang harus berlutut untuk berdoa?” Jika aku benar-benar mau berdoa aku akan memberitahu apa yang akan kulakukan. sekarang aku sudah mulai memikirkannya.’ Bukankah itu sangat agung? Seperti ada suaranya—sama seperti permainan sebuah organ besar. dan aku akan menengadah ke langit—tinggi—tinggi—tinggi—ke langit biru yang indah itu yang birunya tampak seakan tak berujung. Setelah aku berada di tepat tidur aku akan membayangkan sebuah doa yang sangat indah untuk dipanjatkan selalu. abadi. ‘Tak berbatas.” “Anda akan tahu bahwa lebih mudah menjadi buruk daripada baik jika anda memiliki rambut berwarna merah. Well. Sekarang. “Orang yang tak berambut merah tak tahu apa masalahnya. dalam. jika anda ingin aku melakukannya. dan tak dapat diubah. Anne—kita sedang membahas mengenai pengungkapan doa-doamu. Thomas bilang padaku bahwa Tuhan SENGAJA membuat rambutku merah. Dan bagaimanapun juga pada malam hari aku selalu terlalu lelah hanya untuk mengucapkan doa. hutan. Aku akan keluar sendirian ke sebuah lapangan yang sangat besar atau ke dalam.

benar-benar tak cocok dengan anak perempuan cantik berbintik di wajah itu yang tak tahu dan tak peduli apa pun tentang cinta Tuhan. Anne. “Seharusnya aku bisa membuatnya lebih muluk jika aku punya sedikit lebih banyak waktu lagi untuk memikirkannya.” katanya akhirnya. jadi aku rasa boleh saja memanjatkan doa pribadi. the Lake of Shining Waters dan Bonny and the Snow Queen. Begitu juga untuk hal yang kuinginkan.Marilla merasa lebih malu lagi dari sebelumnya. “Tuhan Yang Maha Pengasih—begitulah pendeta mengucapkannya di gereja. Seharusnya aku mengucapkan. “Sekian. bangkit berdiri. sakral dengan jubahputih masa kanak-kanaknya di lutut ibu. “Kau sudah cukup dewasa untuk berdoa sendiri. selera humor yang samar—yang merupakan nama lain dari rasa kecocokan dengan sesuatu. Ia berniat aakan mengajari Anne cara klasik yang kekanak-kanakan. Dan itulah anugerah yang bisa terpikir olehku tadi untuk kusyukuri. Aku sungguh sangat berterima kasih untuk itu semua. dan tolong ijinkan aku menjadi cantik ketika aku tumbuh dewasa. Anne Shirley. Tolong ijinkan aku tinggal di Green Gables. Aku lupa. jadi aku memperbaikinya.” “Well. sembari mengangkat kepalanya sejenak.” janji Anne. sejak ia tak pernah membiarkannya diterjemahkan melalui perantara cinta manusia. Ia mengangkat Anne ke atas tempat tidur.” Tapi dia punya—seperti yang sudah kuberitahukan. menyembunyikan wajahnya dalam pangkuan Marilla. ya kan?” selanya. tapi hanya kebodohan spiritual dari seorang Anne yang mengajukan permohonan aneh ini. dan itu tiba-tiba terjadi padanya ketika doa kecil sederhana itu. “Panjatkan saja pujian bagi Tuhan untuk anugerah yang diberikan untukmu dan minta padanya dengan rendah hati segala sesuatu yang kau inginkan. ‘Amin’ di bagian ‘dengan rasa hormat’. bersumpah dia harus diajarkan sebuah doa keesokan harinya. “Sekarang aku akan berbaring untuk mulai tidur.” Marilla yang malang hanya tak sampai pingsan dengan mengingat bahwa itu bukanlah ketidaksopanan. “Aku baru saja memikirkannya. sudahkah aku melakukannya dengan benar?” dia bertanya dengan semangat. lalu beranjak meninggalkan kamar dengan lampu menyala ketika Anne memanggilnya kembali. tapi aku rasa sebuah doa harus diakhiri dengan cara khusus. aku akan melakukan yang terbaik. “Tuhan Yang Maha Pengasih. Apakah menurut anda akan ada bedanya?” 41 . “Dengan rasa hormat. ya kan?—begitulah pendeta melakukannya. Aku masih tetap. terima kasih untuk the White Way of Delight. ada banyak sekali sehingga akan perlu banyak waktu untuk menyebutnya semua jadi aku hanya akan menyebutkan dua yang terpenting.

Pada siang harinya ia menyimpulkan bahwa Anne memang pintar dan penurut. Selamat malam. meletakkan lilin di atas meja. well. maukah anda memberitahuku apakah anda akan mengirimku besok atau tidak? Aku telah berusaha untuk sabar sepanjang pagi tadi. Perasaan itu sangat menyiksaku. Miss Cuthbert.” Bab VIII – Pendidikan untuk Anne Dimulai Untuk alasan yang hanya diketahuinya sendiri.“aku—aku rasa tak akan berbeda. Marilla tak memberitahu Anne bahwa dia akan tinggal di Green Gables sampai esok sore. Sepanjang sore ia menyibukkan anak itu dengan berbagai tugas dan terus mengawasinya selama dia mengerjakan seluruh tugas itu. tolonglah. Tolong beritahu aku. Tubuh kurusnya yang kecil gemetar dari kepala sampai kaki. tapi aku benar-benar merasa tak tahan lagi untuk tidak mengetahuinya. wajahnya merah dan matanya membesar sampai-sampai hampir semuanya hitam.” 42 . “Matthew. tapi akhirnya waktuku telah tiba dan kukira aku hanya harus melakukan yang terbaik. Well. Ketika Anne telah menyelesaikan tugasnya mencuci piring makan malam tibatiba dia menemui Marilla dengan ekspresi seseorang yang merasa sangat terpaksa mempelajari hal terburuk. kita tak mungkin hidup di dunia ini tanpa mendapat masalah. “Tidurlah sekarang seperti seorang anak yang baik. Aku ramalkan akan banyak sekali pekerjaan yang harus kulakukan. Selama ini kehidupanku cukup mudah. hanya masalah waktu seseorang mengadopsi anak itu dan mengajarinya sesuatu. dia mendekap tangannya erat-erat dan berkata dengan nada memohon: “Oh. Marilla beranjak ke dapur. Percayakah kau dia tak pernah berdoa seumur hidupnya sampai malam ini? Besok aku akan mengirimnya ke kepastoran dan meminjam seri the Peep of the Day. itu yang akan kulakukan.” sahut Marilla. lalu membelalakkan mata pada Matthew.” “Malam ini aku bisa mengucapkan selamat malam dengan sepenuh jiwa. Dia nyaris menjadi seorang yang benar-benar tanpa agama. mau bekerja dan cepat belajar. kelemahannya yag paling fatal adalah kecenderungannya terbuai lamunan di tengah-tengah tugas yang sedang dikerjakannya dan melupakan seluruh tugasnya itu sampai ia tersadar dengan sgera dengan sebuah jeweran atau teguran. sambil memeluk bantal-bantalnya. Dan dia akan mengikuti Sekolah-Minggu segera setelah aku bisa mendapatkan beberapa baju yang cocok untuknya.” sahut Anne.

“Aku tak tahu kenapa. “Aku rasa aku juga akan memberitahumu. Aku sangat gembira. karena Nyonya. Aku senang sesenang-senangnya. tapi hanya dua minggu lagi sekolah akan libur dan tak ada gunanya kau mulai sebelum sekolah mulai lagi di Bulan September. “Haruskah aku selalu menyebut Miss Cuthbert? Bolehkah aku memanggil anda Aunt Marilla?” “Tidak. Thomas sering mengatakan aku sangat nakal. “Well.” “Aku akan senang memanggil anda Aunt Marilla.” sahut Anne mengiba. Ya. Anne. Tak bolehkah aku memanggil anda Aunt Marilla?” 43 . kau bisa tinggal di sini dan kami akan berusaha memperlakukanmu dengan benar. Aku berusaha menjadi sangat baik. Matthew dan aku sudah memutuskan untuk mengasuhmu—itu. Aku tak terbiasa dipanggil Miss Cuthbert dan itu akan membuatku gugup. Setiap orang. SENANG sama sekali bukan kata yang tepat. Bagaimanapun juga. Tapi bisakah anda memberitahuku kenapa aku menangis?” “Aku rasa itu karena kau terlalu senang dan bergairah.” putus Marilla. jika kau mencoba menjadi anak yang baik dan menunjukkan dirimu berterima kasih.” sahut Marilla bernada mencela.” protes Anne. “Aku rasa tak akan ada rasa tak hormat jika kau berusaha berbicara dengan peuh hormat.“Kau belum memanaskan kain pencuci piring dalam air panas yang bersih sebagaimana yang kusuruh. Lalu dia kembali ke Marilla dan semakin memelaskan wajahnya. “Aku sama sekali tak pernah punya seorang bibi atau pun saudara—bahkan tidak juga seorang nenek. Beliau menyebut Miss Cuthbert—ketika beliau memikirkannya. aku akan sangat berusaha melakukan yang terbaik. tak menemukan alasan lain untuk terus menunda penjelasannya. Kau harus ke sekolah. tua dan muda.” sahut Marilla tegas. Itu akan menjadi pekerjaan yang sulit. kukira. apa masalahnya?” “Aku menangis. “Pergilah dan lakukan itu sebelum kau menanyakan hal yang lain lagi.” sahut Anne dengan nada bingung. nak. “Duduklah di kursi itu dan coba tenangkan dirimu. Kenapa.” “Akan kedengaran sangat tak hormat dengan hanya menyebut Marilla. Aku senang dengan the White Way dan pohon cherry yang sedang berbunga— tapi ini! Oh. Aku takut kau terlalu mudah tertawa dan menangis. di Avonlea memanggilku Marilla kecuali pendeta. ini lebih dari sekedar senang. Itu akan membuatku merasa seolah aku benar-benar keluarga anda. panggil aku Marilla saja.” Anne pergi dan menyelesaikan pekerjaannya. Oh.” “Aku harus memanggil anda apa?” tanya Anne.

ya kan? Aku memikirkan sebuah doa yang bagus setelah berada di tempat tidur. Pergilah ke ruang kunjungan. aku belum pernah melakukannya.” “Aku tak bisa.” sahut Marilla pedas.” “Tapi kita bisa membayangkan bahwa anda adalah bibiku. Dan itu yang mengingatkanku untuk tak melakukannya. Anne. Ketika aku menyuruhmu melakukan sesuatu aku mau kau menurutiku saat itu juga dan tidak diam tak bergerak lalu malah mendebatkannya. Cahaya putih dan hijau yang tampak sekilas di antara pepohonan apel dan rimbunan tanaman anggur di luar menyilaukan tubuh kecil yang sedang asyik itu dengan cahaya setengah-tak wajar. anda tahu. Miss—Marilla. Bagaimanapun.” “Oh!” Anne menghela napas panjang. seperti yang kujanjikan. Pergi saja dan lakukan seperti yang kuminta. dengan mata mengawang.” kata Anne menyesal. Anda tak bisa benar-benar mengharapkan seseorang bisa berdoa dengan baik saat pertama ia mencobanya. Anne—pastikan kakimu bersih dan jangan biarkan lalat masuk—dan tunjukkan padaku kartu bergambar yang di rak. Ia mendapati Anne diam tak bergerak di depan lukisan yang tergantung di dinding antara dua kedua jendela. setelah menunggu sepuluh menit Marilla meletakkan rajutannya dan mengikuti Anne dengan ekspresi kejam. Tapi akankah anda mempercayainya? Aku tak bisa mengingat satu kata pun begitu terbangun tadi pagi. “Oh. aku bukan bibimu dan aku tak percaya bahwa dengan memanggil nama berarti bukan keluarga.“Tidak.” “Pasti aku sangat menyulitkan. Dan aku takut tak akan bisa memikirkan doa sebagus itu lagi. betapa banyak yang anda lewatkan!” “Aku tak yakin dengan membayangkan hal-hal yang berbeda dari kenyataan sebenarnya. Doa itu nyaris sepanjang doa pendeta dan sangat puitis. “Ketika Tuhan menempatkan kita pada suatu keadaan tertentu Ia tak menginginkan kita untuk membayangkannya. Pernahkah anda mengetahuinya?” “Sekarang ada hal yang harus kau ketahui. “Apakah anda tak pernah membayangkan suatu hal yang berbeda dari kenyataan sebenarnya?” tanya Anne dengan mata melotot.” Anne segera pergi ke ruang duduk melewati ruang depan. Tak ada lagi doa seperti yang semalam kudengar. “tapi. Di situ terdapat doa-doa dan kau akan menghabiskan waktu senggangmu untuk mempelajarinya luar kepala.” sahut Marilla tegas. dia tak bisa kembali. apa pun yang dipikirkan kedua kali tak akan bisa sebagus yang pertama. 44 . “Tidak.

kan? Aku rasa dia tak punya ayah dan ibu kandung. Anne. Ingat itu. sungguh kegembiraan yang mendebarkan hati akan terjadi padanya! Tapi aku berharap seniman itu tak melukisNya dengan tampang yang menyedihkan. Itu tidak sopan—sangat tidak sopan. “Itu. bukannya malah mondar-mandir dan melamun di depan lukisan. ya kan? Aku sudah berusaha membayangkannya—dia terus bergerak semakin ke pinggir dan semakin dekat sampai berada sangat dekat denganNya. berdiri sendirian di sudut seakan ia bukanlah milik siapasiapa. 45 . ketika aku menyuruhmu mencari sesuatu maka langsung bawa itu padaku.“Anne. “Kenapa. Aku sungguh tak bermaksud tidak sopan. Jantungnya pasti berdetak kencang dan tangannya menjadi dingin. Dia takut Tuhan tak mengenalinya. dan langsung mulai mempelajarinya dengan sungguh-sungguh selama beberapa waktu dalam diam. Semua lukisanNya seperti itu. Tapi mungkin Dia mengenalinya. duduk di sudut dan pelajari doa itu luar kepala. Dan satu hal lagi. aku rasa aku sudah sesopan mungkin. apa yang sedang kau pikirkan?” cecar Marilla tajam. berharap tak ada seorang pun yang memperhatikan—kecuali Dia. jadi dia bergerak perlahan dengan malu-malu di luar kerumunan. jika anda memperhatikan. “Kau tak boleh bicara begitu.” Kata Marilla.” “Well. Anne langsung tersadar. Ambil kartu itu dan langsung bawa ke dapur. Tapi aku tak percaya Dia bisa tampak sangat sedih atau anak-anak akan merasa takut padaNya. seperti aku. Aku yakin sangat mengerti bagaimana perasaannya.” “Anne.” Anne heran. tapi tak mengatakan apa-apa—menumpangkan dagunya di tangan. “Christ Blessing Little Children(Tuhan Memberkati Anak-anak Kecil)”—dan aku baru saja membayangkan menjadi bagian dari anak-anak itu—bahwa aku adalah gadis kecil erbaju biru itu.” katanya. seperti juga aku ketika menanyakan pada anda apakah aku boleh tinggal di sini. Tapi dia juga mau diberkati. aku rasa kau memang tak bermaksud begitu—tapi kedengarannya tak lazim membicarakan hal yang seperti itu. Dia tampak sedih dan kesepian. Sekarang. lalu Dia akan melihatnya dan meletakkan tanganNya di kepalanya dan oh.” Anne menyenderkan kartu itu pada kendi berisi bunga-bunga apel yang dibawanya untuk menghiasi meja makan—Marilla merasa agak bimbang dengan hiasan itu. menyesal karena tak langsung memotong pembicaraan itu dari tadi. menunjuk ke lukisan—judul yang tampak terang.

“Aku suka yang ini. aku harap tidak. Tapi aku tak menyukainya. ‘Tuhan kami yang bersemayam di arsy sucilah namaMu. tapi doa membuatku merasa seperti membaca puisi. Apakah menurut anda itu mungkin?” “Diana Barry tinggal di Orchard Slope dan dia sebaya denganmu. Tadi dia sedang mengunjungi bibinya di Carmody. Aku tak merasa sungguh bisa mewujudkannya.” katanya akhirnya. Aku telah memimpikan dapat bertemu dengannya seumur hidupku. Rambutku sendiri berwarna merah sudah cukup buruk. matanya berbinar penuh minat. Aku benar-benar yakin bahwa menurutnya berdoa adalah suatu tugas yang tidak menyenangkan. tapi aku sungguh tak sanggup jika sahabatku juga berambut merah. Dia seorang gadis kecil yang manis. kan? Oh.’ Seperti sebaris kalimat dalam musik. aku sangat senang anda membuatku mempelajari ini.” 46 . Miss—Marilla. dan mungkin dia bisa menjadi teman mainmu ketika dia pulang. Suaranya cempreng dan ia mengucapkan doa itu dengan penuh duka. Oh. “Doa ini bagus. kau sendiri harus berhati-hati dalam bersikap. lalu belajar dengan rajin beberapa lama lagi. Dan dia baik dan pintar. “apakah menurut anda aku bisa mendapatkan seorang teman karib di Avonlea?” “A—teman yang seperti apa?” “Seorang sahabat karib—seorang teman dekat. Ia tak akan membiarkan Diana bermain dengan anak yang tidak baik dan menyenangkan. yang lebih baik dari menjadi seorang yang cantik. Ini bukan puisi. Barry seorang wanita yang sangat pemilih. mungkin ini juga bisa begitu. Meskipun begitu.” sahut Marilla singkat. Aku pernah mendengarnya—aku mendengar pengawas Sekolah-Minggu di panti mengucapkannya lebih dari sekali. tapi banyak impian terindahku yang menjadi nyata pada saat bersamaan. Anne memiringkan vas bunga apel cukup dekat untuk menciumi lengkungan pink dengan lembut. anda tahu—seseorang seperti keluarga yang aku bisa mempercayakan isi hatiku paling dalam padanya. Nyonya. “Marilla. Mata dan rambutnya berwarna hitam dan pipinya kemerahan. “Diana itu seperti apa? Rambutnya tidak merah.” “Well.” tanyanya kemudian. pelajarilah dan diamlah.” “Diana adalah gadis kecil yang sangat manis.” Anne memandang Marilla melalui celah bunga apel.

Marilla sangat mengutamakan moral mirip the Duchess in Wonderland, dan sangat percaya bahwa orang harus terpaku pada setiap pendapat tentang seorang anak yang sedang beranjak dewasa. Tapi Anne mengenyampingkan moral dan hanya melihat kemungkinan menyenangkan yang tampak. “Oh, aku sangat senang dia manis. Hampir menjadi cantik itu sendiri—dan itu tak mungkin bagiku—akan sangat bagus bisa memiliki seorang sahabat yang cantik. Ketika aku tinggal dengan Nyonya. Thomas ia memiliki sebuah lemari buku berpintu kaca di ruang duduknya. Tak ada satu buku pun di dalamnya; Nyonya. Thomas menyimpan porselin terbagus dan barang antiknya di situ—ketika ia punya barang antik untuk disimpan. Salah satu pintunya telah rusak. Suatu malam Tuan. Thomas memecahkannya karena agak mabuk. Tapi yang satunya lagi masih bagus dan pernah berpura-pura seolah bayanganku di situ adalah seorang gadis kecil lain yang tinggal di dalamnya. Aku menamakannya Katie Maurice, dan kami sangat dekat. Aku pernah berbicara lama dengannya, khususnya Hari Minggu, dan menceritakan semua hal padanya. Katie adalah hiburan dan kesenangan dalam hidupku. Kami berpura-pura seolah lemari buku itu terpesona dan bahwa hanya aku yang tahu apa sandi untuk membuka pintunya dan melangkah masuk ke dalam ruangan tempat Katie tinggal itu, bukan ke rak tempat porselin dan barang antik Nyonya. Thomas diletakkan. Lalu Katie akan menggandengku ke sebuah tempat yang indah, semua bunga-bunga dan matahari dan dongeng, dan kami akan tinggal berbahagia di sana selamalamanya. Ketika aku akan tinggal dengan Nyonya. Hammond, aku sangat sedih karena harus meninggalkan Katie Maurice. Dia juga sangat bersedih, aku tahu dia sedih, karena dia menangis ketika memberikan ciuman perpisahan padaku melalui pintu lemari buku. Tak ada lemari buku di rumah Nyonya. Hammond. Tapi di seberang sungai tak jauh dari rumah terdapat lembah kecil yang sangat panjang dan hijau, dan ada gema terindah di sana. Gema itu akan kembali memantulkan setiap kata yang anda ucapkan, bahkan jika anda tidak mengeraskan suara. Jadi aku membayangkan itu adalah seorang gadis kecil bernama Violetta dan kami adalah teman dekat dan aku menyukainya hampir sama seperti rasa sukaku pada Katie Maurice—tidak persis, tapi hampir, anda tahu. Malam sebelum aku pergi ke panti aku mengucapkan selamat tinggal pada Violetta, dan oh, ucapan selamat tinggalnya padaku terdengar sama sedihnya, nada yang sedih. Aku jadi sangat terpaut padanya sampai-sampai aku tak tega mengkhayalkan seorang sahabat di panti, meski di sana sangat leluasa untuk berkhayal.” “Aku pikir sama saja seperti tak ada,” sahut Marilla acuh tak acuh. “Aku tak setuju hal seperti itu terjadi. Kau tampak hampir mempercayai khayalanmu sendiri. Akan bagus jika kau memiliki seorang sahabat yang nyata agar kau tak lagi memendam omong kosong itu di pikiranmu. Tapi jangan biarkan Nyonya. Barry mendengarmu berbicara tentang Katie Maurice-Katie Maurice dan ViolettaVioletta mu atau ia akan menganggap kau berbohong.”

47

“Oh, aku tak akan membiarkannya. Aku tak bisa menceritakan tentang mereka pada sembarang orang—kenangan tentang mereka terlalu suci untuk itu. Tapi kupikir aku akan membiarkan anda mengetahui tentang mereka. Oh, lihatlah, ada seekor lebah besar baru terjatuh di bunga apel. Coba pikir betapa tempat tinggal yang indah—di sekuntum bunga apel! Berkhayal tidur di situ ketika angin menggoyangkannya. Kalau aku bukan seorang anak manusia kupikir aku akan suka menjadi seekor lebah dan tinggal di antara bunga-bunga.” “Kemarin kau ingin menjadi seekor camar laut,” Marilla mendengus. “Kupikir kau sangat plin-plan. Aku menyuruh mempelajari doa itu dan bukan bicara. Tapi tampaknya tak mungkin akan berhenti bicara jika ada yang akan mendengarkanmu. Jadi pergilah ke kamarmu dan pelajari doa itu.” “Oh, aku tahu sekarang hampir semuanya sudah kupelajari—semuanya kecuali hanya baris terakhir.” “Well, tak apa, lakukan seperti yang kuminta. Pergilah ke kamarmu dan selesaikan belajarmu dengan baik, lalu tetaplah di sana sampai ku panggil untuk membantuku menyiapkan teh.” “Bolehkah kuambil bunga apel untuk menemani?” Anne memohon. “Tidak; kau tak boleh membiarkan kamarmu berantakan dengan bunga-bunga. Seharusnya kau meninggalkannya di pohon tempatnya semula.” “Aku juga sempat berpikir seperti itu,” sahut Anne. “Aku agak merasa seharusnya tak boleh mempersingkat kehidupannya yag indah dengan memetiknya—aku tak akan mau dipetik jika aku adalah sekuntum bunga apel. Tapi godaan itu SANGAT MENARIK. Apa yang akan anda lakukan bila dihadapkan pada sebuah godaan yang sangat menarik?” “Anne, apakah kau dengar aku menyuruhmu pergi ke kamarmu?” Anne menghela napas, beranjak ke loteng timur, dan duduk di kursi dekat jendela. “Cukup—aku tahu doa ini. Aku mempelajari baris terakhir itu tadi ketika di tangga naik ke atas. Sekarang aku akan membayangkan berbagai hal untuk kamar ini jadi hal-hal itu akan terus terbayang. Lantainya ditutupi karpet beludru putih dengan mawar-mawar pink di atasnya dan di jendela terdapat gorden sutra berwarna pink. Dindingnya digantungi dengan permadani hiasan dinding dari kain brokat gold dan silver. Perabotannya dari mahoni. Aku belum pernah melihat mahoni, tapi kedengarannya SANGAT mewah. Sofa ini dipenuhi bantal sutra aneka warna, pink, biru, merah tua dan gold, lalu aku bersandar manis di atasnya. Aku bisa melihat bayanganku di cermin besar dan bagus yang

48

tergantung di dinding. Tubuhku tinggi dan agung seperti ratu, memakai gaun dengan renda-renda putih, dengan sebutir mutiara di dada dan beberapa di rambut. Rambutku segelap tengah malam dan kulitku seterang gading yang pucat. Namaku adalah Lady Cordelia Fitzgerald. Bukan, bukan itu—aku tak bisa membuat NYA tampak nyata.” Dia menari ke arah kaca-kecil dan menampakkan dirinya di kaca itu. Wajahnya yang berbintik dan berhidung mancung serta mata abu-abu yang serius menatapnya balik. “Kau hanyalah seorang Anne dari Green Gables,” katanya sungguh-sungguh, “dan aku melihatmu, seperti apa yang nampak sekarang, kapan pun aku coba membayangkan bahwa aku adalah Lady Cordelia. Tapi jutaan kali lebih menyenangkan menjadi Anne dari Green Gables daripada Anne dari tempat lain di manapun, ya kan?” Dia membungkuk, mencium bayangannya penuh kasih sayang, lalu beranjak ke jendela yang terbuka. “Snow Queen sayang, selamat sore. Selamat sore pepohonan birch yang di lembah. Selamat sore, rumah abu-abu tersayang di atas bukit. Aku bertanyatanya dalam hati akankah Diana menjadi sahabatku. Aku harap dia mau, dan aku akan sangat mencintainya. Tapi aku tak pernah boleh benar-benar melupakan Katie Maurice dan Violetta. Mereka pasti akan sangat terluka bila aku melakukannya dan aku tak suka melukai perasaan siapa pun, meski hanya seorang gadis kecil lemari buku atau pun gadis kecil gema. Aku pasti akan selalu berhati-hati mengingat mereka dan mengrimkan ciuman untuk mereka setiap hari.” Anne meniupkan beberapa ciuman udara dari ujung-ujung jarinya melewati bunga-bunga cherry lalu, dengan tangan menopang dagu, mulai terhanyut dalam lautan lamunan.

Bab IX – Nyonya. Rachel Lynde memang Menakutkan Anne telah berada selama dua minggu di Green Gables sebelum Nyonya. Lynde tiba untuk melakukan pemeriksaan terhadapnya. Nyonya. Rachel, sepantasnya tak disalahkan dalam hal ini. Serangan influenza yang parah dan tidak pada saatnya telah membuat wanita baik itu terkurung di rumahnya sejak saat kunjungan terakhirnya ke Green Gables. Nyonya. Rachel jarang sakit dan cukup membatasi diri terhadap orang sakit; tapi influenza, menurutnya, tidak seperti penyakit dunia lainnya dan hanya bisa diartikan sebagai sebuah kunjungan khusus dari Tuhan. Begitu dokter memperbolehkannya menginjakkan-kaki keluar

49

rumah ia bergegas pergi ke Green Gables, dengan rasa penasaran yang meledak-ledak ingin melihat anak asuh Matthew dan Marilla, karena cemas dengan berbagai macam cerita dan dugaan yang telah tersebar di Avonlea. Anne telah mempergunakan saat-saat paginya dengan baik selama dua minggu itu. Dia telah mengenal setiap pohon dan semak belukar di tempat itu. Dia telah mengetahui ada jalan terbuka di bawah kebun apel dan berlari menyusuri daerah tanah berhutan; dan dia telah menjelajahinya sampai ke ujung terjauh dengan segala tingkah aneh aliran sungai dan jembatan, pepohonan fir dan lengkungan cherry liar, sudut hutan yang dipenuhi pohon pakis, dan jalanan kecil bercabang yang ditumbuhi pepohonan gunung dan maple. Dia telah berteman dengan tumbuhan di lembah—bagian dalam yang menakjubkan itu, tumbuhan tertutup es yang jernih; lembah itu dihiasi batu pasir merah yang halus dan dikelilingi rimbunan paku air yang meneyerupai pohon palem; dan di seberangnya terdapat jembatan merentang di atas aliran sungai. Jembatan itu membuat kaki Anne menari di bukit berhutan di seberang, tempat waktu senja berlangsung lebih lama di bawah lebatnya pepohonan fir dan spruce; bunga yang tumbuh di sana hanyalah bunga “June Bells” lembut dalam jumlah besar, itu adalah bunga yang termalu dan termanis di daerah tanah berhutan, dan beberapa starflower pucat berantena, seperti jiwa musim semi tahun lalu. Samar-samar tampak sarang laba-laba seperti benang di antara pepohonan dan dahan besar serta jumbai-jumbai fir tampak seolah menyambut dengan ramah. Penjelajahan yang menggairahkan itu dilakukannya dalam waktu beberapa kali setengah jam ekstra ketika dia diijinkan untuk bermain, dan Anne menceritakan penemuan-penemuannya pada Matthew dan Marilla yang pura-pura tak mendengar. Matthew tak mengeluh, pastinya; ia mendengarkan semuanya tanpa kata dengan senyum kegembiraan menghiasi wajahnya; Marilla membiarkan saja “celotehan” itu sampai ia sendiri jadi sangat tertarik dengan cerita-cerita Anne, lalu ia segera membungkam Anne dengan perintah kasar untuk tutup mulut. Anne sedang berada di kebun buah ketika Nyonya. Rachel tiba, berkelana dengan pikirannya sendiri melewati rerumputan lebat yang bergoyang dan disiram cahaya senja yang kemerahan-merahan; sehingga wanita yang baik itu punya kesempatan bagus untuk menceritakan penyakitnya dengan legkap, menggambarkan setiap rasa sakit dan denyut nadi dengan sangat gembira sampai-sampai Marilla bahkan berpikir influenza yang dideritanya pasti memberi kepuasan tersendiri. Ketika sudah sangat kelelahan Nyonya. Rachel mengungkapkan tujuan utama kedatangannya. “Aku telah mendengar beberapa hal yang mengejutkan tentang kau dan Matthew.”

50

“Aku rasa kau tak lebih terkejut daripada diriku sendiri,” sahut Marilla. “Sekarang aku sedang mengatasi keterkejutanku.” “Sayang sekali sampai terjadi kesalahan dalam hal ini,” kata Nyonya. Rachel simpatik. “tak bisakah kau mengirimnya kembali pulang?” “Seharusnya bisa, tapi kami memutuskan tak melakukannya. Matthew menyukainya. Dan harus kukatakan aku sendiri menyukainya—meski kuakui dia memiliki beberapa kekurangan. Rumah ini sudah tampak berbeda. Dia benarbenar anak kecil yang periang.” Marilla berkata lebih dari yang direncanakan ketika ia mulai, karena ia melihat raut mencela di wajah Nyonya. Rachel. “Kau sudah menerima sebuah tanggung jawab besar,” wanita itu berkata dengn murung, “terutama karena kau belum pernah berpengalaman dengan anak-anak. Kurasa, kau tak tahu banyak tentangnya atau pun wataknya yang sebenarnya, dan tak tahu anak itu akan jadi seperti apa. Tapi aku bukannya mau mengecilkan hatimu, Marilla.” “Aku tak merasa berkecil hati,” Marilla menjawab acuh tak acuh. “Ketika aku sudah membulatkan tekad untuk melakukan sesuatu maka aku akan tetap memegangnya. Kurasa kau mau melihat Anne. Aku akan memanggilnya masuk.” Anne segera berlari masuk, wajahnya berseri gembira karena penjelajahan di kebuh buah; tapi, karena malu mendapati adanya orang asing yang tak disangkanya, dia berhenti dengan bingung di pintu masuk. Dia benar-benar tampak seperti anak kecil yang aneh dalam balutan pakaian kecil ketat lusuh yang dibawanya dari panti, dibawahnya kaki kurusnya tampak kaku. Bintik-bintik di wajahnya tampak semakin banyak dan kentara dibanding sebelumnya; angin telah mengacak rambutnya yang tak bertopi menjadi sangat awut-awutan, rambutnya tak pernah tampak semerah saat itu. “Well, mereka tak mengambilmu karena wajahmu, itu sudah jelas dan pasti,” Nyonya. Rachel Lynde berkomentar tegas. Nyonya. Rachel adalah salah seorang yang terkenal bangga untuk mengungkapkan pendapatnya tanpa takut atau pun segan. “Dia benar-benar kurus dan tidak cantik, Marilla. Kemarilah, nak, dan biarkan aku memandangmu. Marilla, pernah kah ada yang melihat bintikbintik speperti ini? Dan rambut semerah wortel! Kemarilah, nak.” Anne “pergi ke sana”, tapi tak seperti yang diduga Nyonya. Rachel. Dengan satu lompatan dia melintasi dapur lalu berdiri di depan Nyonya. Rachel, wajah memerah karena marah, bibirnya bergetar, dan seluruh tubuhnya gemetar dari kepala sampai kaki.

51

Dan karenanya aku TAK AKAN PERNAH memaafkan anda. Tapi Anne tak gentar terus menghadapi Nyonya. “Beraninya anda mengatakan hal itu tentang aku?” dia mengulang dengan suara keras. tak akan pernah. kau tak akan mengatakan kalau kau membenarkan tingkahnya seperti yang baru saja kita lihat. “Bagaimana jika hal-hal itu dikatakan untuk anda? Bagaimana jika anda dikatakan gemuk dan kikuk yang bahkan belum pernah anda bayangkan sebelumnya? Aku tak peduli akan menyakiti perasaan anda dengan mengatakan hal ini! Aku memang berharap bisa melakukannya. aku tak iri pada tugasmu mengasuhNYA.” kata Marilla. 52 . menghentakkan kakinya ke lantai. dan tak berperasaan!” “Anne!” Marilla berseru terkejut. lalu melarikan diri melalui ruang depan dan naik ke atas seperti angin puyuh. menghembuskan napas dengan rasa marah yang sangat besar. Rachel marah. tak sopan. Marilla. “Well.” kata Nyonya. membantingnya sampai kaleng-kaleng di dinding serambi depan bergemerincing simpati. Apa yang dikatakan Anne membuatnya terkejut. Anda telah menyakiti perasaanku bahkan lebih parah dari yang pernah dilakukan suami Nyonya.” dia berteriak dengan suara tercekik. Rachel. “Aku benci anda—aku benci anda—aku benci anda—“ sebuah hentakan yang lebih besar untuk menunjukkan kebenciannya. Rachel dengan kesungguhan yang tak dapat diungkapkan. tangan terkepal. yang tiba-tiba menangis tersedu.“Aku benci anda.” “Marilla Cuthbert. beranjak cepat ke pintu ruang depan. Rachel menakutkan. Thomas yang pemabuk. “Seharusnya kau tak mengejek tampangnya. tak akan pernah!” Hentakan! Hentakan! “Pernahkah ada yang menemui watak seperti ini!” seru Nyonya. dengan mata menyala. Anne. “Beraninya anda mengataiku kurus dan jelek? Beraninya anda mengatakan aku berambut merah dan wajahku berbintik? Anda wanita yang kasar. Marilla membuka mulutnya tak tahu permintaan maaf atau pembelaan apa yang akan disampaikannya. Bantingan pintu tadi menunjukkan bahwa pintu loteng timur telah ditutup dengan kekuatan yang sama besar. kan?” cecar Nyonya. berusaha dengan susah payah memulihkan kekuatannya untuk bicara. waspada. Rachel. “Anne pergilah ke kamarmu dan tetap di sana sampai aku datang.

Kupikir pastilah ITU akan menjadi bahasa yang paling efektif untuk anak seperti dia. Oh. Well. Tapi kalau kau mengikuti saranku—yang kurasa tak akan kau ikuti. Lalu bagaimana ia bisa menghukumnya? Saran yang bagus dengan menggunakan rotan—agar lebih efisien seperti pernyataan menjengkelkan dari seluruh anak kandung Nyonya. “Aku tidak sedang membelanya. Rachel—tak membuat Marilla tertarik. di depan orang lain! Tiba-tiba Marilla menyadari suatu hal yang tak menyenangkan memberikan peringatan keras bahwa ia merasa kelemahan serius watak Anne lebih merupakan penghinaan dibanding kesedihan. Ia merasa sangat risau dengan kejadian yang baru terjadi. selamat malam. menangis tersedu. “Anne. Ia tak yakin tega mencambuk seorang anak dengan rotan. tidak. Aku benar-benar menyesal kalau kau sampai membuatku marah. Nyonya. Kuharap kau akan sering datang mengunjungiku seperti biasa. sama sekali tak sadar dengan sepatu bootnya yang berlumpur di atas seprei. Rachel. aku tahu setelah ini aku harus sangat berhati-hati mengatakan apa pun Marilla. Di tangga ia merasa sulit mempertimbangkan apa yang harus dilakukannya. Marilla. Rachel. ia harus mendapatkan metode hukuman lain untuk menyadarkan Anne akan kekejaman hinaannya. Kurasa wataknya sesuai dengan rambutnya. jika aku harus diserang dan dicela seperti ini. Dan kau BERSIKAP terlalu keras padanya. Rachel berlalu pergi dengan cepat—jika seorang wanita gemuk yang selalu berjalan gontai BISA dikatakan pergi dengan cepat—lalu Marilla dengan wajah serius beranjak ke loteng timur. Kau akan mendapat masalah dengan anak itu. Sayang sekali Anne telah menunjukkan watak seperti itu di depan Nyonya. meskipun aku telah membesarkan sepuluh anak dan dua telah meninggal—kau akan melakukan ‘pembicaraan’ yang kau sebut tadi dengan sedikit menggunakan rotan. Marilla mendapati Anne menelungkup di tempat tidurnya. Tapi kita harus memberinya keloggaran. Rachel berdiri dan tampak harga dirinya terluka. Dia memang sangat nakal dan aku juga harus memberitahunya tentang itu. Dia tak pernah diajarkan apa yang benar. yang tak jelas asalnya. Ini benar-benar pengalaman baru bagiKU. meski lagi-lagi ia sendiri terkejut karena melakukannya. 53 . Tidak. aku tak jengkel.” Setelah Nyonya. harus lebih diperhatikan dari apa pun juga.“Tidak. “Well. untuk menyenangkan perasaan seorang anak yatim. Tapi kau tak bisa mengharapkan kedatanganku lagi ke sini dalam waktu dekat.” sahut Marilla pelan.” Marilla tak tahan untuk tak mengatakan kalimat terakhir itu.-jangan khawatir.” panggilnya lembut.

Tak ada jawaban.” “Well. matanya tetap menatapi lantai. “Kau mungkin tahu sesuatu memang seperti itu tapi kau tak bisa berhenti berharap orang lain tak terlalu berpikir seperti itu. Ia adalah orang asing. Saat itu ia adalah seorang anak yang sangat kecil ketika ia mendengar salah seorang bibinya berkata pada yang lain. “Kau tak punya hak menyerangnya dengan kemarahan seperti yang kau lakukan padanya tadi. Sebuah kenangan lama tiba-tiba tampak di hadapan Marilla. Kau membuatku malu—benar-benar membuatku malu. Aku tak megerti kenapa kau harus sampai hilang kendali hanya karena Nyonya. “Aku tak bilang bahwa apa yang dikatakan Nyonya.” akunya dengan nada melembut. Lynde mengatakan kau berambut merah dan tidak cantik. berusaha menghindar dan membangkang.” Anne membela diri dengan suara sedih. wajahnya bengkak dan berbekas airmata. Aku mau kau bersikap baik pada Nyonya. kuakui kau telah membuat suatu pertunjukan besar dengan kau sendiri sebagai pemainnya. Tapi itu tak berarti kau boleh bersikap seperti itu. Lynde. Kau sendiri sudah cukup sering mengatakannya. “Rachel terlalu blak-blakan. Anne! Tidakkah kau merasa malu dengan dirimu sendiri?” “Ia tak punya hak menyebutku jelek dan berambut merah. tapi aku tak bisa menahannya. karena kau telah membuatku malu. oarang yang kebih 54 . tapi tentu saja berbeda mengatakannya sendiri dengan mendengar orang lain yang mengatakannya. Anne.” Anne menggeliat dari tempat tidur lalu duduk dengan canggung di kursi sebelahnya.” sahut Anne cepat.” dengan suara lebih keras. “Seharusnya kau bertingkah manis begini. Ketika ia mengatakan hal itu sesuatu dalam tubuhku naik dan membuatku sesak. Nyonya. “turun dari tempat tidur sekarang juga dan dengarkan apa yang harus kukatakan padamu. Anne. Anne.” “Oh.” “Coba bayangkan bagaimana rasanya jika seseorang mengatakan kau kurus dan jelek di depanmu. Lynde akan punya sebuah cerita manis tentang kau untuk diceritakan dimana-mana—dan ia juga akan menceritakannya. “Anne. Lynde untukmu benar.” ratap Anne. Kurasa kau berpikir aku memiliki watak yang sangat buruk. AKU HARUS membalasnya.” Setiap hari Marilla sedih karenanya sebelum kepedihan itu hilang dari ingatannya. “Malang sekali dia jadi anak kecil yang tidak cantik dan berkulit gelap. Mengerikan sekali kau sampai kehilangan kendali seperti itu.

Bagaimana aku bisa melakukannya? Aku TAK menyesal. Tapi kau wajib dan harus minta maaf pada Nyonya.” sahut Marilla. Marilla memberitahu Matthew keseluruhan cerita.” sahut Marilla acuh tak acuh. kasar dan”—Marilla telah memutuskan cara untuk memberi hukuman—“kau harus menemuinya dan katakan padanya kau sangat menyesali watakmu yang buruk lalu minta maaflah padanya. Aku tak bisa bilang menyesal ketika aku tak menyesal. kapan pun ia membayangkan roman muka Nyonya. tapi aku SENANG mengatakan itu untuknya. “Kau akan bisa menentukan sikap semalaman ini dan cobalah berpikir lebih jernih. Bab X – Permintaan Maaf Anne Marilla tak berkata apa-apa pada Matthew tentang kejadian malam itu. dan kau akan tetap berada di kamar ini sampai kau bisa memberitahuku kau akan melakukannya.” “Mungkin daya imajinasimu akan bekerja lebih baik lagi besok pagi. Rachel yang tercengang bibirnya bibirnya berkedut kesenangan dan ia merasakan keinginan tercela untuk tertawa. “karena aku tak bisa bilang pada Nyonya. Marilla. mulai bangkit untuk meninggalkan kamar. Lynde.” Dengan membiarkan kata Parthian itu mengganggu perasaan Anne yang sedang bergolak.” tekad Anne tak mau tahu. Maaf aku membuatmu kesal. Tadi kau bersikap tak sopan.” “Kalau begitu aku akan tetap di sini selamanya. dan juga tamuku—tiga hal itu sudah cukup jadi alasan untukmu menghormatinya. “terutama karena ruangan seperti itu jarang ada di Avonlea.” “Kami tak biasa mengurung orang di ruang bawah tanah yang lembab dan gelap. ruang bawah tanah yang lembab yang dihuni oleh ular dan kodok. Lynde aku menyesal karena telah mengatakan hal itu untuknya. berusaha mempengaruhinya dengan respon yang tepat karena kelakuan buruk Anne. Tapi aku tak bisa minta maaf pada Nyonya.” “Aku tak akan pernah bisa melakukannya. pikirannya kusut dan jiwanya gundah. atau pun memberiku makan hanya dengan air dan roti. Kau bisa mengurungku dalam gelap. Marilla turun ke dapur. aku tak akan mengeluh. ya kan? Aku bahkan tak bisa MEMBAYANGKAN aku menyesal. 55 . tapi harus kukatakan kau sama sekali tak tampak mencobanya malam ini. Ia marah pada diri sendiri seperti ia marah pada Anne. “Kau bisa menghukumku dengan cara apa pun yang kau suka. Kau bilang akan mencoba jadi anak yang sangat baik jika kami mengasuhmu di Green Gables. Itu merupakan kepuasan yang besar. karena.tua.” sahut Anne sedih. Lynde. tapi karena keesokan paginya Anne masih keras kepala ia harus menyiapkan penjelasan untuk ketidakhadiran Anne waktu sarapan pagi.

” jawab Matthew berusaha menghibur. Matthew. menyelinap masuk ke rumah seperti maling dan berjalan pelan-pelan ke atas. Kupikir dia memang seharusnya sedikit diberi hukuman.” Sarapan dan makan malam menjadi sangat sepi—karena Anne masih tetap keras kepala. “Dia akan mendapat sarapan seperti biasa. Dia tampak sangat kecil dan tak gembira. sekali-kali ia memberanikan diri masuk ke ruang tamu atau ruang kunjungan ketika pendeta datang untuk minum teh. Ia berjinjit sepanjang ruang depan dan berdiri beberapa saat di depan pintu loteng timur sebelum memberanikan diri untuk mengetuknya dengan jemarinya lalu membuka pintu untuk mengintip ke dalam. Mengingat belum pernah ada seorang pun yang mengajarkannya untuk bersikap benar. dan aku sendiri yang akan membawanya ke atas. aku heran denganmu. dan Matthew merasa terpukul. Kau tahu tingkah Anne sangat buruk. “Matthew Cuthbert. Marilla. Matthew kuatir melihat nampan terakhir yang dibawa turun. Kau —kau akan memberinya sesuatu untuk dimakan.” ia berbisik. Anne?” Anne tersenyum lemah. dan kau masih membelanya! Kurasa kemudian kau akan bilang seharusnya dia tak dihukum sama sekali!” “Well—tidak—tidak juga.” kata Matthew kuatir. Lynde. Apakah Anne sama sekali tak memakannya?” Ketika malam itu Marilla keluar membawa sapi dari padang rumput belakang. dan itu empat tahun yang lalu. dia suka sekali mencampuri urusan orang lain. Ia menutup pintu dengan pelan dan berjinjit menghampiri Anne. kan?” “Kapan kau pernah mendengar aku membuat orang kelaparan untuk membuatnya bersikap baik?” cecar Marilla marah. memandang sedih ke kebun di luar. yang telah dari tadi berada di gudang dan mengawasi. Setiap selesai sarapan Marilla membawa nampan penuh berisi makanan ke loteng timur dan kemudian membawanya turun kembali dengan banyak sisa makanan. “Anne. dan itu keputusan akhir. seolah takut ada yang mendengar. “bagaimana kau melakukannya. 56 . Matthew. Seperti biasa Matthew bergerak antara dapur dan ruang tidurnya yang kecil dekat ruang depan. Anne sedang duduk di kursi kuning dekat jendela. Tapi dia akan tetap berada di kamarnya sampai dia mau minta maaf pada Nyonya. Tapi ia tak pernah lagi naik ke ruangan atas di rumahnya sendiri sejak musim semi ketika ia membantu Marilla menempeli kamar tidur yang kosong. Tapi jangan terlalu keras padanya. Lynde mendapat makian.“Baguslah kalau Nyonya.

” sahut Matthew semangat. “Akan cukup tepat untuk berkata aku menyesal. karena sekarang AKU memang menyesal. Aku bertekad untuk lebih memilih tetap berada di kamar ini selamanya daripada melakukan hal itu. “Well. dan selesaikanlah masalah itu. “Aku akan memberitahu Marilla begitu ia masuk bahwa aku merasa menyesal. Anne.” “Baiklah.” “Kurasa aku bisa melakukannya untuk mematuhimu. lakukanlah segera. Dia bisa berpikir aku mencampuri urusan orang lain dan aku sudah berjanji untuk tidak melakukannya. Aku membayangkan banyak hal. Lynde?” “Ya—minta maaf—benar sekali. Tapi aku benarbenar tak berniat menemui Nyonya. kau tahu.” “Apakah yang kau maksudkan adalah meminta maaf pada Nyonya. Namun begitu. tidakkah menurutmu sebaiknya kau melakukannya dan menyelesaikannya?” bisiknya. dan masih merasa marah sepanjang malam. tentu saja aku menginginkannya. Pergilah dan berdamailah—itulah anak yang baik. dan itu membantuku menghabiskan waktu. Aku tahu begitu karena aku terbangun tiga kali dan selalu merasa sangat gusar. Di bawah sangat sunyi tanpa kau. nanti aku juga akan terbiasa. Tapi tetap. tak gentar menghadapi masa hukuman panjang seorang diri di depan mata. Anne. Lynde dan mengatakan padanya aku menyesal. agak sunyi-senyap. “Anggap saja kau hanya sedang bicara seperti biasa. Tapi pagi ini aku sudak tak merasakannya lagi.” “Bagus—bagus.” sahut Anne pasrah. Matthew ingat ia harus mengatakan apa yang ingindikatakanya tanpa membuang waktu. Semalam aku tak menyesal sedikit pun. Aku benarbenar marah. Aku tak marah lagi—dan hal itu juga menyebabkan semacam kehancuran.” Anne tersenyum lagi. “Memangnya bagaimana bisa kuda liar mengorek rahasia dari orang?” 57 .” sahut Anne penuh pertimbangan. aku akan melakukan apa pun untukmu—jika kau benar-benar ingin aku melakukannya—“ “Well. Tentu saja. Anne.“Cukup baik. jangan sampai Marilla kembali sebelum waktunya. Tapi jangan beritahu Marilla aku membicarakan hal ini.” “Kuda liar tak akan bisa mengorek rahasia dariku. Itulah yang coba kuutarakan. Aku merasa sangat malu. Menurutku. “Cepat atau lambat kau harus melakukannya. karena Marilla wanita yang sangat tegas—sangat tegas. Itu akan sangat memalukan.” janji Anne sungguh-sungguh.

tidak. Tapi di tengah perjalanan kemurungan Anne seolah terhapus oleh sihiran. “Aku menyesal telah kehilangan kendali dan berkata kasar.” “Bagus sekali. kini menjadi murung da sedih. Dia menengadahkan kepala sementara kakinya terus melangkah. Anne?” tanyanya pedas. “Aku akan membawamu menemuinya setelah memerah susu. Kemurungan karena penyesalan kembali tampak di wajahnya. Lynde dan mengatakan itu padanya. begitu kembali ke rumah. takut dengan keberhasilannya sendiri.Tapi Matthew telah pergi. “Aku sedang membayangkan apa yang harus kukatakan pada Nyonya. Lynde. Matthew dan Marilla. aku benar-benar sangat menyesal. Aku bersikap buruk pada anda—dan aku telah membuat malu sahabat-sahabat tercinta. Keriangan Anne terus berlangsung sampai mereka sudah sangat dekat dengan Nyonya. melangkah ke ruang depan. “Well?”. yang tadinya menegakkan kepada dan merasa menang. tidak bahkan jika aku menggunakan semua kamus.” Karena itu. Rachel yang keheranan dan memegang tangannya dengan memohon. “Apa yang sedang kau pikirkan. Ia tergesa melarikan diri ke sudut terjauh di padang rumput kuda jangan sampai Marilla mencurigai tujuannya naik ke atas. dan aku mau menemui Nyonya. heran bercampur senang mendengar sebuah suara sedih memanggil. setelah memerah susu. “Aku tak akan pernah bisa mengungkapkan seluruh kesedihanku. Kemudian keriangan itu pun lenyap.” sahut Anne setengah melamun. Marilla sendiri.” katanya dengan suara gemetar. Marilla melihat perubahan itu dengan pandangan mencela. “Oh. yang telah mengijinkanku 58 . Lynde yang tersinggung. matanya terpaku pada langit dengan matahari terbenam lalu suasana yang sedikit menggembirakan menghampirinya. Sebelum sempat ada yang berbicara Anne tiba-tiba berlutut di depan Nyonya. Ini suatu kepuasan—atau seharusnya seperti itu. Tampangnya tak selembut itu ketika menyatakan kesediaannya menemui Nyonya.” Kegaringan Marilla tak menunjukkan kelegaannya. Lynde. “Marilla” di pegangan pada sisi tangga. Ia baru berpikir di bawah kanopi akan melakukan apa pada Anne jika dia tak menyerah juga. Tapi Marilla tak dapat menghilangkan dugaan bahwa sesuatu pada caranya memberi hukuman berjalan tak sesuai. Lynde. sahutnya. melihat Marilla dan Anne berjalan menyusuri jalan. Anda pasti bisa membayangkannya. Anne tak semestinya tampak begitu senang dan berseri-seri. yang sedang duduk merajut di dekat jendela dapurnya. Nyonya.

Oh. Lynde.” katanya sepenuh hati. Nyonya. setiap kata yang anda ucapkan benar adanya. sebenarnya—ketika dia kecil rambutnya semerah rambutmu. Kurasa bagaimanapun aku sudah agak terlalu keras padamu. aku yakin anda tak akan tega melakukannya. Lynde mengenali nada yang tak diragukan itu. Jika anda menolak maka itu akan menjadi penderitaan seumur hidup bagi seorang anak yatim. Akan lebih mudah menjadi anak baik jika rambutnya indah berwarna coklat kemerahan. “Tentu saja aku memaafkanmu. maafkan aku. Tapi aku orang yang blak-blakan. Mana hukuman sehat yang Marilla banggakan itu? Anne telah mengubahnya jadi suatu bentuk kesenangan.” “Oh. Oh. Kau seharusnya tak perlu merasa tersinggung. tolonglah. tolong. Lynde. Aku akan selalu menganggap anda seorang penolong. Tapi pada awalnya mereka merasa risau karena Anne sebenarnya menikmati lembah hinaan itu—bersuka ria dalam penghinaannya yang tak tanggung-tanggung itu. Lynde!” Anne menghela napas panjang begitu dia bangkit berdiri. bukankah bagitu? Dan sekarang bolehkah aku keluar ke kebun anda dan duduk di bangku di bawah pohon apel itu sementara anda berbincang dengan Marilla? Di luar sana sangat leluasa untuk berimajinasi. Tak ada yang meragukan ketulusannya—itu terasa pada setiap nada suaranya. Aku anak yang nakal sekali dan tak tahu berterima kasih. cukup. Rambutku merah. Apa yang aku katakan pada anda juga benar. tapi ketika dia tumbuh besar rambutnya menggelap menjadi coklat kemerahan.tinggal di Green Gables meski pun aku bukan anak laki-laki. Bagus Nyonya. aku sanggup menanggung derita apa pun hanya dengan membayangkan bahwa rambutku akan coklat kemerahan begitu aku tumbuh dewasa. Lynde. lalu menunggu keputusan Nyonya. Nyonya. tak merasa terbebani dengan anggapan itu. Sedikitpun aku tak akan terkejut jika rambutmu juga akan jadi seperti itu—tak sedikitpun. Tak bisa disangkal bahwa rambutmu sangat merah.” Anne menangkupkan kedua tangannya dan membungkukkan kepalanya. Tolong katakan anda memaafkanku. tapi seharusnya aku tak mengatakannya. Ia hanya merasa bahwa Anne telah sungguh-sungguh membuat pernyataan maaf dan seluruh kekesalan lenyap darinya. Aku bertingkah buruk sekali sampai marah-marah karena anda memberitahu kenyataan sebenarnya. dan tubuhku kurus. hati. tapi aku pernah mengenal seorang anak berambut merah—pergi ke sekolah bersamanya. dan aku pantas dihukum dan tidak dihormati selamanya. Nyonya. Marilla dam Nyonya. meskipun agak suka mencampuri urusan orang.bangunlah. wajahku jelek dan berbintik. “Kau telah memberiku sebuah harapan. Itu ADALAH kenyataan. “Cukup.nak. itu saja.” 59 . Lynde. tegakah anda melakukannya walaupun dia sudah berprilaku sangat buruk? Oh. tak melihat ini.

sepertinya aku menyukainya. “Aku minta maaf dengan cara lumayan bagus. semuanya berjalan cukup baik. Marilla. pergilah. Jauhkan aku dari anak yang licik.” “Itu tak akan terlalu sulit jika orang-orang tak mengejek penampilanku. Ambillah kursi ini.“Ya. itu lebih mudah daripada yang ada padamu. tak akan pernah mungkin berprilaku licik atau pun dusta. itulah saranku. kau tahu. dia memiliki cara yang aneh dalam mengekspresikan dirinya—agak terlalu—well. tapi. seperti terlalu semangat. “Dia benar-benar anak kecil yang aneh. “Kupikir karena aku harus melakukannya maka aku juga harus melakukannya dengan sungguh-sungguh. Lynde dengan cekatan bangkit untuk menghidupkan lampu.kan?” dia berkata dengan bangga begitu mereka menyusuri jalan. aku hanya menyimpannya untuk diduduki oleh anak laki yang diupahi itu.” Ketika Marilla pulang Anne keluar dari menikmati waktu senja di kebun buah dengan seikat narcissi putih di tangannya. Ya. Apakah menurutmu rambutku benar-benar bisa berwarna coklat kemerahan ketika aku dewasa?” “Seharusnya kau tak perlu terlalu merisaukan penampilanmu.” sahut Anne dengan helaan napas. Anne.” “Kau melakukannya sungguh-sungguh. tapi bagaimana pun ada baiknya membawa dia melihat-lihat. kurasa dia cepat sekali marah. Marilla. dia jelas anak yang aneh. terbakar amarah lalu tenang kembali.” 60 . Marilla merasa bersalah mendapati dirinya ingin tertawa mengingat hal itu. Kuharap sekarang kau akan mencoba mengontrol amarahmu. tapi ada satu hal yang menghibur. Aku takut kau akan jadi anak kecil yang berlagak.” adalah komentar Marilla. Secara keseluruhan.” Begitu pintu ditutup sekeluarnya Anne Nyonya. Mungkin dia sudah menjadi baik. Dan kau boleh memetik satu karangan bunga lili June putih di sudut itu jika kau mau. Ia juga merasa tak tenang harus memarahi Anne untuk meminta maaf dengan sangat bagus. Kemudian. tapi mungkin sekarang dia sudah dapat mengatasinya karena dia akan tinggal dengan orang-orang yang sopan. anak yang cepat marah. tentu saja boleh. “Aku tak akan cepat marah bila yang disinggung adalah hal lain. Anne. tapi aku SANGAT lelah diejek rambutku dan itu akan membuat darahku langsung mendidih. Aku tak merasa terkejut kau dan Matthew menjaganya sebagaimana yang kulakukan—tidak juga menyesalinya. itu menggelikan! Ia harus berkompromi dengan suara hatinya dengan mengatakan: “Kuharap kau tak akan lagi membuat permintaan maaf seperti itu. Tentu saja. nak.

“Hal itu pernah dikatakan padaku sebelumnya. Itu hal yang sangat tak biasa dan manis yang mengusiknya. Tiba-tiba Anne mendekat ke Marilla dan menyelipkan tangannya ke telapak tangan keras wanita yang lebih dewasa itu. “Tapi aku akan membayangkan bahwa aku adalah angin yang bertiup ke puncak-puncak pohon. tapi aku menyangsikannya. Lynde dan menggoyangkan bunga-bunga—kemudian dengan sekali sambaran aku akan sampai di ladang pohon semanggi—lalu berakhir di Lake of Shining Waters dan meriakkannya sehingga tampak seperti 61 . Ia cepatcepat memulihkan sensasi yang dirasakannya ke sikap tenang seperti biasa dengan berulang-ulang mengingatkan tentang moral. Marilla. Itu membuatku sangat sedih—aku merasakan hal yang sama ketika melihat benda-benda jelek. Ketika aku sudah bosan dengan pepohonan aku akan membayangkan bergerak lembut ke bawah ke pakis-pakis itu—lalu aku akan terbang ke kebun Nyonya. tolong berhentilah berbicara. Oh. “Aku telah menyukai Green Gables. dengan bau harum pakis muda berembun. Seorang gipsi kecil datang menghampiri mereka. “Oh. “Jika kau jadi anak yang baik maka kau akan selalu bahagia. Seindah-indahnya rumah orang tapi rumah sendiri lebih nyaman. Lynde.” kutip Marilla.” “Anne. “Aku suka benda-benda cantik.“Bagaimana aku bisa berlagak ketika aku tahu aku jelek?” Anne protes. Aku bisa berdoa sekarang dan tak lagi kesulitan untuk melakukannya. ya kan? Bukankah bintang-bintang bersinar terang malam ini? Jika kau bisa tinggal di sebuah bintang. dan aku tak pernah menyukai tempat lain sebelumnya. Lynde mau memberikannya untukku.” Sesuatu yang hangat dan basah mengaliri hati Marilla karena tangan kecil kurus itu menyentuh tangannya—sebuah debaran keibuan yang dirindukannya. bukankah bunga ini sangat manis! Sangat menyenangkan Nyonya. Jauh di atas tampak bayangan sinar terang berpendar di antara pepohonan dari dapur di Green Gables. Memaafkan dan dimaafkan memberimu perasaan yang menyenangkan dan nyaman. dan aku benci melihat di kaca ada sesuatu yang tidak cantik. benar-benar lelah mencoba mengikuti pikiran Anne yang berbelit-belit.” katanya. Dan kau tak akan kesulitan lagi untuk berdoa. aku sangat bahagia. Aku merasa kasihan karena benda itu tak cantik.” sahut Anne merenung.” “Kecantikan adalah kecantikan dalam perbuatan. mencium bau narcissi-nya.” Anne berkata ragu.” “Mengucapkan doa seseorang tak sama dengan berdoa. bintang mana yang akan kau pilih? Aku akan pilih bintang besar yang sangat terang dan bagus yang berada jauh di atas bukit gelap itu. Anne tak berbicara lagi sampai mereka sudah berada di jalur sendiri. Sekarang aku tak marah lagi pada Nyonya.” Sahut Marilla. Anne. “Sangat menyenangkan pulang dan mengetahui itu memang rumah. mungkin.

dan itu semua yang akan kau dapat musim panas ini. Bajuk katun tipis coklat dan yang bercorak biru akan kau pakai ke sekolah ketika kau mulai masuk sekolah. Anne sedang berdiri di ruang loteng. bersih dan baru?” “Ya. pantas. dengan lengan sesederhana bentuk pinggang dan rok dan seketat yang memungkinkan. satu lagi baju satin bergambar persegi hitam putih yang dipilihnya di tempat penjualan dengan harga diskon di musim dingin. Aku bukan orang yang suka memanjakan sifat sok berlagak.” “Lalu kenapa kau tak menyukainya?” “Baju itu—baju itu tidak—cantik. Baju satin untuk ke gereja dan sekolah Minggu. “Aku akan membayangkan aku menyukainya. Bab XI – Kesan Anne akan Sekolah Minggu “Well. tersinggung. dan dapat dipakai. tanpa ada bagian yang terlipat atau pun menjuntai. Oh. Kupikir kau akan senang mendapat ganti yang jauh lebih bagus dari baju kusut dan kekecilan yang biasa kau pakai. bagaimana kau menyukainya?” tanya Marilla. “Aku tak sibuk berpikir untuk medapatkan baju-baju cantik untukmu.” sahut Anne segan.” 62 . dan semuanya dibuat serupa—rok-rok sederhana bercorak penuh sampai ke pinggang. Marilla. leluasa sekali berimajinasi menjadi angin! Jadi sekarang aku tak akan bicara lagi.” kata Marilla.” Marilla benar-benar bernapas lega. Semua ia sendiri yang memilihkan. aku sudah memberitahumu. “Cantik!” Marilla mendengus. aku tak kau tak menyukai baju-baju itu! Apa masalahnya? Bukankah baju-baju itu rapi. Anne. Yang satu adalah baju dari kain katun tipis yang ingin dibeli Marilla musim panas lalu dari seorang penjual keliling karena baju itu tampak akan tahan lama. “Aku tak mau kau membayangkannya. Kuharap kau menjaganya tetap rapi dan bersih dan jangan merusaknya.gelombang yang berkilauan. Baju-baju itu bagus. “Oh. dan terakhir baju bercorak kental bergambarkan motif biru jelek yang dibelinya minggu itu di toko di Carmody.” “Terima kasih kau mau melakukannya. mencermati tiga baju baru yang terbentang di kasur.” sahut Anne sungguh-sungguh.

Lalu perhatikanlah ceramah dan mintalah Nyonya. walaupun pantas karena panjangnya dan tentu saja tidak kekecilan. tapi aku tak berharap banyak karenanya. “Tapi aku akan lebih sangat senang jika—jika kau memperoleh salah satunya dengan bagian lengan yang menggembung. lalu menghilang ke bawah.” protes Anne.” “Well. Lynde. Lynde untuk menunjukkan bangku kita. Sekarang baju dengan bagian lengan menggembung sedang jadi tren. mengkilap. “Kau harus pergi dan temuilah Nyonya. “Aku percaya! Well. berpakaian rapi dalam balutan satin hitam-putih.” bisiknya putus asa. kau akan menggunakannya tanpa merasa berdebar gembira. Topinya kecil. “Ia akan memastikan kau masuk ke kelas yang benar. Anne mendekap tangannya dan memandangi baju-baju itu. Aku lebih suka baju sederhana. Jangan menatapi orang dan jangan membuat masalah. hanya dengan memakai baju dengan bagian lengan yang menggembung.” Anne mencoba berkeras dengan nada pilu. “Aku sangat berharap ada satu baju berwarna putih dengan bagian lengan menggembung. pelaut baru. lalu duduklah dan pelajari pelajaran sekolah Minggu. yang dirancang untuk menegaskan setiap lekuk bentuk tubuhnya yang kurus. aku MERASA senang. Bawalah satu sen ini untuk dikumpulkan.“Oh. Kupikir bagaimana pun baju seperti itu tampak menggelikan. gantunglah baju-baju itu dengan hati-hati di lemari bajumu. yang.” kata Marilla. Marilla.” Keesokan paginya sakit kepala menghalangi Marilla pergi ke sekolah Minggu dengan Anne. yang telah membiarkan dirinya berkhayal mempunyai topi dengan pita dan bunga-bunga. untungnya aku bisa membayangkan salah satunya berbahan kain tipis berwarna putih salju dengan rumbai berenda yang bagus dan lengan bergembung-tiga. Anne.” Katanya.” Anne memulai tanpa cela. “Aku berdoa mendapat satu baju seperti itu. yang pantas. Kurasa Tuhan tak akan punya waktu untuk mengurusi baju seorang anak yatim kecil. ceper. Aku berharap kau bisa menceritakan padaku bacaannya ketika kau pulang. Hatiku akan berdebar gembira. ingatkanlah dirimu sendiri untuk bersikap sepantasnya. Bell untukmu dan besok kau akan pergi ke sekolah Minggu. Aku tak punya materi untuk dihamburkan membeli baju berlengan gembung.” “Tapi aku lebih suka tampak menggelikan ketika semua orang juga memakainya dari pada menggunakan baju sederhana dan pantas sendirian. 63 . Well. Aku mendapat majalah triwulan dari Tuan. Aku tahu hanya harus sangat mengandalkan Marilla untuk mendapatkannya. Sekarang. kesederhanaan yang amat sangat yang juga sangat mengecewakan Anne.

Lynde ternyata wanita itu telah pergi. dan Anne. semuanya lebih kurang riang gembira dalam balutan pakaian putih. memegangi kepalanya yang kemerahan dengan hiasan pink dan kuning dengan bangga. lalu semuanya memandang penuh rasa ingin tahu pada orang asing di tengah-tengah mereka. bunga-bunga itu ada sebelum dia sampai di jalan utama. Anne merasa hidupnya benar-benar tak berharga tanpa baju berlengan menggembung. berterima kasih pada latihanlatihan yang diberikan Marilla. Jerry Buote. kemudian atau akhirnya ketika latihan pembuka usai dan Anne mendapati dirinya sendirian di kelas Nyonya. “Well. Ketika dia sampai di rumah Nyonya. biru. Anne membuangnya di jalan. anak laki yang diupahi di Green Gables. Miss Rogerson adalah wanita setengah baya yang mengajar di sekolah Minggu untuk kelas anak berumur dua puluh tahun. bilang dia tak henti berbicara dengan dirinya sendiri atau dengan pepohonan dan bunga-bunga seperti orang gila. 64 .Akhirnya. Nyonya. tapi mungkin itu ditanyakan jika dia sangat mengerti pertanyaannya atau kalau tidak jawabannya. Tak berpatah semangat. menjawabnya dengan tepat. Ia sangat sering melihat ke arah Anne. Dia tak berpikir bahwa dia menyukai Miss Rogerson. di tengah jalan dia melihat tumpukan kuning keemasan bunga buttercup yang bergoyang ditiup angin dan mawar liar yang indah. bagaimana pun. dan dia merasa sangat malang. Lynde bilang dia memiliki watak yang sangat buruk. dan melambaikan tangannya ke fuchsia yang sedang berbunga. “Aku tak menyukainya sedikit pun. lalu dia melanjutkan perjalanan dengan riang gembira. Anne duduk di kursi goyang dengan helaan napas panjang. Anne segera bebas menghiasi topinya dengan lingkaran padat bunga-bunga itu. menciumi salah satu daun Bonny. Anak-anak Avonlea telah mendengar cerita aneh tentang Anne. Caranya mengajar adalah dengan menanyakan pertanyaan dari majalah triwulan lalu menatap tajam dengan ujung mata ke anak tertentu yang dianggapnya harus menjawab pertanyaan itu. jadi Marilla tak mengetahuinya sementara ini. Tak ada seorang pun yang menyapanya dengan ramah. Di serambi depan dia melihat kerumunan anak perempuan. dan pink. Apa pun pendapat orang dengan hasilnya nanti yang pasti itu membuat Anne puas. apakah kau menyukai sekolah Minggu?” Marilla penasaran ketika Anne pulang. Anne melanjutkan perjalanan ke gereja sendirian. Sekolah itu sangat mengerikan. Rogerson. dengan hiasan kepalanya yang luar biasa. setiap anak lain di kelasnya memiliki baju dengan lengan menggembung. Mereka menatapinya dan saling berbisik di belakangnya.” “Anne Shirley!” tegur Marilla keras. Hiasan di kepalanya telah lenyap.

Ada sembilan anak perempuan lainnya di kelas itu. Seharusnya kau memperhatikan pelajaran di depan. akhirnya Tuan. Mereka semua menggunakan baju berlengan gembung. itu seperti sebuah mimpi indah! Hatiku berdesir dan aku hanya bisa berkata. Kupikir tak adil ia mengajukan semua pertanyaan itu. “Dan sekarang tentang sekolah Minggu. Itu bukanlah penggalan puisi yang benar-benar relijius. ya.” “Tapi ia tak bicara denganku.” “Kau seharusnya tak melakukan hal seperti itu. “Ia bicara dengan Tuhan dan ia juga tampak tak terlalu menikmatinya. Miss Rogerson banyak sekali bertanya. Ia bertanya apakah aku mengetahui sebuah cerita. tapi aku tak mampu. tapi aku tak suka melakukannya karena menurutku ia bukan orang yang memiliki perhatian yang sama. dan aku menjawab banyak pertanyaan. Lynde sudah pergi. tapi aku pergi terus sendiri. Bell mengucapkan doa yang sangat-sangat panjang. lalu aku duduk di bangku sudut di dekat jendela sementara latihan pembuka sedang berlangsung. Ada banyak hal yang ingin kutanyakan padanya. tapi puisi itu sangat sedih dan melankolis. Tuhan. Lalu aku menyelesaikan membacanya di gereja dan cerita itu bagus. Tuan. Bell. Lalu semua anak yang lain menceritakan cerita berhikmah. Khususnya ada dua baris yang membuat hatiku berdesir. Ada barisan panjang pepohonan birch putih di danau dan sinar matahari memberkas melaluinya. Bell menyelesaikannya dan mereka menyuruhku masuk kelas dengan murid-murid Miss Rogerson. tapi aku bisa menceritakan ‘The Dog at His Master’s Grave (Seekor Anjing di Kuburan Tuannya)’ jika ia suka. Marilla.” protes Anne. Aku sampai di Gereja. dengan banyak sekali anak perempuan lainnya. Ia berkata tak usah dan menyuruhku mempelajari cerita ke sembilan belas untuk Mingu yang akan datang. Kukatakan aku tak tahu. 65 .” “Kuharap suaramu tak besar saat melakukannya. Kupikir ia lebih dulu menganggap Tuhan terlalu jauh.” “Seharusnya kau tak memikirkan lengan bajumu di sekolah Minggu.“Mereka mungkin kesepian ketika aku pergi. “Oh. Aku pasti sudah akan sangat lelah sebelum ia menyelesaikannya jika aku tak langsung duduk di dekat jendela. Kuharap kau sudah mengetahuinya. jauh ke dalam air. Tapi di luar di Lake of Shining Waters semuanya tampak baik jadi aku hanya memandanginya dan membayangkan semua jenis benda yang bagus.’ dua atau tiga kali. Itu ada di Royal Reader ketiga. tapi sangat sulit membayangkannya di sana di antara orang yang benar-benar memiliki baju itu. Aku coba membayangkan bajuku juga berlengan gembung.” “Oh. Kenapa aku bisa tak mampu? Itu semudah aku membayangkannya sendirian di loteng timur.” jelasnya. hanya dengan berbisik. ‘Terima kasih untuk itu.” kata Marilla cemas. Seharusnya kau mendengarkan Tuan. Oh. Well. masuk. seperti yang anda minta. Nyonya. Aku bersikap baik. tidak. masuk ke dalam.

Apa yang membuatmu menggunakan bunga tanaman semak seperti itu? Kau pasti menjadi objek yang tampak cantik!” “Oh. Aku hanya membiarkan pikiranku mengembara dan aku memikirkan banyak hal mengejutkan. Masalahnya adalah tampaknya ia tak punya cukup imanjinasi. aku tahu pink dan kuning tak pantas untukku. bab ketiga. tapi tak pernah diungkapkannya. Ia baru pulang dari rumah Nyonya. Kupikir ia tak menarik sedikit pun. tak sepenuhnya. Bell. itu menggelikan. ayat kedua dan ketiga. Bab XII – Sumpah dan Janji yang Sungguh-sungguh Tak sampai jum’at depan Marilla sudah mendengar cerita tentang topi berlingkarkan karangan bunga. terutama mengenai khotbah dari pendeta dan doa Tuan. Kau anak yang sangat menjengkelkan!” 66 . Kurasa pendeta telah mencocokkannya dengan bacaan itu. adalah sama seperti yang telah dirasakannya jauh di lubuk hati selama bertahuntahun. pemikiran kritis yang tiba-tiba nampak dan menyalahkan bentuk dan wujud pada orang dari secuil keterusterangan karena kemanusiaan yang terabaikan ini. “Pantas omong kosong! Ini masalah memakaikan bunga-bungaan di topimu. Khotbahnya juga sangat lama.” Marilla merasa tak berdaya karena semua ini harus di beri teguran keras. Itu bacaan yang sangat panjang.’Cepat seperti ketika skuadron yang dibantai itu tertimpa Kemalangan di Midian. Aku akan mempraktekkannya sepanjang minggu. Rachel bilang hari Minggu yang lalu kau pergi ke gereja memakai topi yang menggelikan dengan bunga-bunga mawar dan buttercup.’ Aku tak tahu apa arti ‘skuadron’ dan ‘Midian’. Jika aku seorang pendeta aku akan pilih bacaan pendek. Aku duduk setenang mungkin dan bacaannya adalah Pembukaan Rahasia. tapi kedengarannya SANGAT tragis. Aku tak terlalu mendengarkannya. yang ringkas.” mulai Anne. Seusai sekolah Minggu aku meminta Miss Rogerson—karena Nyonya. Hampir tampak baginya bahwa rahasia itu. Aku hampir tak sanggup menunggu Minggu depan untuk membacakannya. tak peduli warnanya apa. tapi ia terhalangi oleh kenyataan yang tak dapat disangkal bahwa beberapa hal yang Anne katakan. “Anne. Lynde sudah terlalu jauh—untuk menunjukkan bangkumu padaku. Nyonya. Lynde dan memanggil Anne untuk menjelaskannya.

aku sangat menyesal. dengan tangan tergenggam. Jangan menangis lagi.“Aku tak mengerti kenapa menggunakan bunga-bungaan di topi menjadi lebih menggelikan ketimbang di baju. aku sangat kurus seperti orang yang sakit paru-paru. “Aku tak pernah menyangka kau akan keberatan. Itu akan sangat tidak menyenangkan. Kurasa Diana akan lumayan menyukaimu. Kau sangat bodoh melakukan hal seperti itu. lap piring yang telah dikelimnya tanpa disadarinya jatuh ke lantai. Jangan pernah biarkan aku memergokimu melakukan kelakar seperti itu lagi.” kata Anne. Nyonya. dan jika kau mau kau boleh ikut denganku dan berkenalan dengan Diana. jangan gugup. aku takut—sekarang aku benar-benar merasa takut. Aku akan ke rumahnya untuk melihat apakah aku bisa meminjam pola rok dari Nyonya. kupikir aku tak akan sanggup menanggungnya. Bunga-bunga mawar dan buttercup itu sangat manis dan cantik dan kupikir akan tampak indah di topiku. Ia tak cukup bisa mendekatimu untuk menyuruhmu melepaskannya sampai semuanya sudah terlambat.” “Oh.” protes Anne. “Oh. “Banyak anak-anak di luaran sana menyematkan bunga di bajunya. kemungkinan besar aku akan menderita sakit paru-paru. Yang kuinginkan adalah kau harus bersikap seperti anak perempuan lainnya dan tak membuat dirimu jadi bahan tertawaan. Ia bilang orang-orang membicarakannya sebagai sesuatu yang buruk. Lynde dan kau pergi ke gereja dengan bunga 67 . Diana Barry pulang sore ini. aku yakin. Jika ia tak menyukaimu maka seberapa pun Diana menyukaimu maka itu tak akan berpengaruh. Jika ia telah mendengar mengenai luapan amarahmu pada Nyonya. Banyak anak memiliki bunga buatan di topinya. Bagaimana jika dia tak menyukaiku! Itu akan menjadi kekecewaan paling tragis seumur hidupku. memarahi dirinya sendiri karena telah membuat anak itu menangis. kau lihat. Ibunya lah yang seharusnya kau perhitungkan. Rachel bilang ia pikir ia akan merosot jatuh ke lantai ketika ia masuk semuanya berpakaian seperti itu. Tapi itu lebih baik dari pada menjadi percobaan bagimu. airmata masih membasahi pipinya. Marilla. Barry.” Anne bangkit berdiri. Anne. “Jangan menjawabku balik seperti itu. Dan aku sangat berharap kau tak akan berbicara sepanjang itu. Mungkin lebih baik kau mengirimku kembali ke panti. Tentu mereka akan berpikir aku tak punya pengertian yang lebih baik dari pada membiarkannya berpakaian seperti itu. Kedengaran sangat lucu untuk seorang anak perempuan. Apa bedanya?” Marilla tak terpancing beralih dari hal konkrit yang aman ke abstrak yang meragukan.” “Omong kosong.” sahut Marilla. “Aku tak mau mengirimmu kembali ke panti. matanya mulai berkaca-kaca. Aku ada kabar untukmu. Aku takut akan jadi percobaan yang buruk bagimu.” “Sekarang.

” kata Nyonya. Itu akan lebih baik dari pada kau terus memaksakan matamu membaca buku itu. Dia selalu membaca dengan rajin. ajaklah Anne berjalan-jalan ke kebun dan perlihatkan bungamu. ini anak yang kau adopsi?” “Ya. “Oh. yang.” 68 . Marilla. kau juga akan merasa sangat gembira. “Diana. serta ekspresi senang yang diwariskan ayahnya. Dia anak yang sangat cantik. dan mulut yang menggambarkan ketetapan hati. Mereka melintasi Orchard Slope melalui jalan pintas menyeberangi jembatan dan mendaki bukit yang dipenuhi pepohonan fir. dengan mata dan rambut hitam seperti ibunya. karena ayahnya yang mempengaruhinya dan mendukungnya. Nyonya. dan jangan tunjukkan kepandaianmu berbicara yang mengherankan. Dan kurasa. “Tak ada yag mengherankan dalam kata-kata itu. membaca sebuah buku yang diletakkannya ketika orang yang memanggilnya masuk.” sahut Marilla. “Masuklah. ini Anne Shirley. yang tak mendengar atau tak mengerti. gemetar dan sangat senang. terima kasih bu. merasa tak boleh ada kesaahpahaman pada poin penting itu. dan pipi yang kemerahan. hanya berjabat tangan dan berkata ramah: “Apa kabar?” “Aku sehat jasmani meskipun jiwaku sangat kusut. “Bagaimana kabarmu. kan Marilla?” Diana sedang duduk di sofa. Dia terlalu banyak membaca —“ ini dikatakannya pada Marilla begitu anak-anak itu keluar—“dan aku tak bisa melarangnya. Barry.” ia berkata sambil tergesa mengambil topinya.” sahut Anne susah. Ia seorang wanita yang tinggi dengan mata dan rambut hitam. Demi Tuhan. Aku senang dia akan memiliki seorang teman main—mungkin itu akan membuatnya sering di luar rumah. Ia dikenal sangat tegas dengan anaknya. Nyonya. Marilla?” sapanya hangat. semoga anak itu tidak benar-benar menggigil!” Anne MEMANG menggigil.buttercup di sekeliling topimu aku tak tahu bagaimana pendapatnya tentangmu. Barry menghampiri pintu dapur begitu mendengar ketokan Marilla. jika kau akan menemui seorang anak perempuan yang kau harapkan bisa menjadi sahabat karibmu dan ibunya mungkin tak menyukaimu.” Anne terengah-engah. Wajahnya pucat dan tegang. Kau harus bersikap baik dan sopan. Barry. “Dieja dengan huruf E. Lalu berbisik pada Marilla dengan bisikan yang dapat didengar. “Ini anak perempuanku Diana.

kurasa bisa. kebun di mana sinar matahari seolah tak mau pargi dan lebah-lebah berdengung. bukan sumpah seperti itu yang kumaksud.” katanya terus terang. memotongnya seperti pita merah basah dan di kebun antara bunga model lama yang tumbuh liar. mendekap tangannya dan berbicara nyaris berbisik. “Oh bukan. putih.” sahut Diana tak yakin. dan angin. rumput pita dan tumbuhan mint.” kata Anne akhirnya. dan aku tak punya saudara perempuan yang sudah cukup besar. Kau tahu. Di sana ada tumbuhan peony merah tua yang bagus sekali dan kemerah-merahan membuat hati kasihan. dan pepohonan semanggi putih dengan semprotan yang harum dan lembut. Akan sangat meyenangkan mempunyai seorang teman bermain. 69 . kombinasi warna pink. harum narcissi dan mawar Scotch yang manis dan berduri. ada dua jenis sumpah. “Kenapa. bunga narsis.” katanya agak mencela. di bawahnya tumbuh bunga-bunga yang menyukai tempat teduh. Kebun keluarga Barry adalah tempat yang penuh dengan bunga-bunga yang meneduhkan yang lebih akan membuat Anne merasa gembira daripada khawatir dengan nasibnya. biru dan putih serta bunga lilac yang bersepuh Bouncing Bets. bergerisik.” “Maukah kau bersumpah akan menjadi temanku selama-lamanya?” pinta Anne bersemangat. cahaya kilat merah tua yang menembakkan tombaknya yang menyala-nyala ke bungajebat putih yang berjejer rapi. banyak rumpun southernwood. berdiri Anne dan Diana. “Kenapa. Sisi jalan sebelah kanan dibatasi kulit kerang yang tersusun rapi. apakah menurutmu kau bisa sedikit menyukaiku—cukup untuk menjadi teman karibku?” Diana tertawa. sangat tak baik mengucapkan sumpah. saling memandang dengan malu-malu melalui serumpun bunga lili harimau yang indah. Diana. “Aku sangat gembira kau datang untuk tinggal di Green Gables. Kebun itu dikelilingi pepohonan willow tua yang besar dan pepohonan fir yang tinggi. bertiup sepoi-sepoi. “Oh. Diana tampak terkejut. Diana selalu tertawa sebelum bicara.Di kebun. yang dipenuhi sinar matahari terbenam yang lembut yang memberkas di antara lebatnya pepohonan fir tua ke bagian barat.” “Aku tak pernah mendengar kecuali yang satu itu. “Oh. Adam-and-Eve ungu. Tak ada anak lain yang tinggal cukup dekat untuk diajak bermain.

Di sungai mereka berpisah dengan berbagai janji untuk melewatkan esok sore bersama.” Diana setuju. aku tak keberatan melakukannya. Itu hanya bermakna mengucap sumpah dan janji dengan sungguh-sungguh. Marilla. Aku seinci lebih tinggi dari Diana. Katanya buku itu benar-benar bagus dan luar biasa menarik. tapi aku khawatir dia mengatakannya hanya untuk menghiburku. Kedua anak itu berjalan bergandengan tangan. Bolehkah aku minta potongan porselin pecah yang ada di gudang penyimpanan kayu untukku? Hari ulang tahun Diana jatuh pada bulan Februari dan aku Maret. Anne. Seorang penjual mesin jahit memberikan gambar itu untuknya.” Diana mengulangi “sumpah” itu dengan tertawa haluan dan buritan. Wiliam Bell besok. “Oh.” sahut Anne dengan payah. katanya dia lebih suka menjadi kurus karena akan jauh lebih menarik. Tidakkah kau berpikir itu suatu kebetulan yang aneh? Diana akan meminjamkan buku untuk kubaca. tapi dia jauh lebih gemuk.” Anne menghela napas. selama matahari dan bulan masih bersinar.” Ketika Marilla dan Anne pulang Diana ikut bersama mereka sampai ke jembatan kayu. merasa sangat bahagia dan tak sadar dengan ucapan Marilla yang menyindirnya. dia bilang—seorang wanita cantik dalam balutan baju sutra berwarna biru pucat. ya. saat ini aku adalah anak yang paling bahagia di Pulau Pangeran Edward. Diana akan mengajarkanku untuk menyanyikan sebuah lagu berjudul ‘Nelly in the Hazel Dell (Nelly di Lembah Hazel)’. Kita bayangkan saja jalan ini adalah air yang mengalir.“Benar koq ada satu lagi. Tapi aku yakin aku akan benar-benar menyukaimu. Dia akan menunjukkan padaku suatu tempat di belakang hutan dimana bunga lili tumbuh. merasa lega. Aku duluan yang akan mengucapkan sumpah. lukisan itu sangat cantik. Aku sudah mendengar sebelumnya bahwa kau aneh. “Well. Tidakkah anda berpikir Diana memiliki penglihatan yang penuh perasaan? Aku berharap memiliki penglihatan yang penuh perasaan. “Ini harus dilakukan di atas air yang mengalir. Diana dan aku akan membuat tempat bermain di semak-semak pepohonan birch Tuan. Oh. Aku dengan sungguhsungguh bersumpah akan setia pada teman karibku. itu sama sekali tak buruk.” “Well. Kemudian dia berkata: “Kau anak yang aneh. Dia akan memberiku sebuah lukisan untuk diletakkan di kamarku. “Bagaimana caranya?” “Kita harus menyatukan tangan—begini. “Oh. Kujamin malam ini aku akan berdoa dengan keinginan baik yang benar. apakah menurutmu Diana adalah orang yang sehati denganmu?” tanya Marilla ketika mereka berjalan menyusuri kebun Green Gables. Aku berharap memiliki sesuatu untuk kuberikan padanya. Sekarang kau yang mengucapkannya dan sebut namaku di dalamnya. Kapan-kapan kami akan ke pantai 70 . Diana Barry.

Kami sepakat menyebut taman di bawah dekat jembatan kayu dengan Dryad’s Bubble (Gelembung Peri Hutan). aku tak akan melakukannya. Nama itu sangat elegan. Aku tak sanggup membayangkan rumah ini tanpa kehadirannya. lalu ia mengeluarkan sebuah bungkusan kecil dari sakunya dengan malu-malu dan memberikannya pada Anne. Jangan menyakiti dirimu sendiri dengan memakan semuanya sekaligus sekarang. kan? Aku pernah membaca cerita mengenai sebuah taman yang disebut begitu. dan Matthew membuatnya tumpah.” kata Marilla. Menurutku peri hutan adalah semacam peri yang udah dewasa. kan? Setengahnya lagi akan terasa dua kali lebih manis bagiku jika aku memberikan beberapa untuknya. Anne.” kata Marilla ketika Anne sudah pergi ke kamarnya. Astaga. cukup.” “Aku akan mengatakannya untuk anak itu. aku sangat tidak suka anak yang pelit. Kau boleh memakannya.” Bab XIII – Kegembiraan dalam Penantian 71 .” “Oh. nak. Sekarang. Kupikir sangat menyenangkan memiliki sesuatu untuk kuberikan padanya. jadi aku memberikannya untukmu. tapi tak berarti pria bisa menahannya. “Tapi ingat ini di semua rencanamu. karena Matthew sudah pergi dan mengambilkannya. “dia tidak pelit.untuk mengumpulkan kerang. Itu sikap yang cukup buruk pada seorang wanita.” Marilla mendengus. jangan melihat aku pernah-mengatakan-begitu padamu. Kau akan punya tugas untuk dikerjakan dan kau harus melakukannya terlebih dahulu.” Cangkir kebahagiaan Anne telah penuh. Itu lebih menyehatkan. jangan sedih begitu. Ia baru saja tiba di rumah dari perjalanan ke toko di Carmody. Lebih baik dia membawakanmu permen. Kau tak akan bermain setiap waktu tidak juga sering. Matthew Cuthbert.” katanya.” sahut Anne menggebu. “Humph. tidak. Aku benar-benar ingin mengaku sepenuhnya bahwa aku gembira telah menyetujui untuk mengasuh anak itu dan aku telah mulai menyukainya. tapi jangan mengulanginya lagi. dengan memandang sinis pada Marilla. “Itu akan merusak gigi dan perutnya. “Kudengar kau bilang kau suka coklat manis. Dan aku boleh memberikan setengahnya untuk Diana. Cukup. sungguh. yang kuharapkan adalah kau tak akan membunuh Diana dengan omonganmu. baru tiga minggu sejak dia datang ke sini. dan tampak seolah dia telah lama berada di sini. Marilla. “Malam ini aku hanya akan makan satu. Aku senang. Matthew.” “Well.

” “Kenapa. Dan sekarang sudah jam tiga kurang seperempat. seperti yang 72 . bolehkah aku pergi ke acara itu?” “Anne. melihat sekilas ke jam dinding lalu keluar di suatu sore Agustus yang cerah menguning dimana segalanya menjadi panas. dengan mata berbinar. Aku tak bisa masak. “Dia masih bermain dengan Diana lebih dari setengah jam dan aku membiarkannya. Anne. Superintendent Bell dan Nyonya. Marilla? Bolehkah aku pergi please? Oh. kau dengar aku!” Serentetan ketukan staccato di jendela barat membawa Anne terbang masuk dari halaman. Rachel Lynde akan membuat es krim—bayangkan Marilla—ES KRIM! Dan. “minggu depan akan ada piknik sekolah-Minggu—di lapangan Tuan. Marilla. lalu sekarang dia masih berdiri di tumpukan kayu bakar di luar sana berbicara dengan Matthew.” Anne berkata terputus-putus. Marilla. dan tak mungkin aku akan melarangmu pergi sementara anak-anak lainnya pergi. pipi agak bersemu pink.” seru Anne terengah-engah. Bolehkah aku pergi please?” “Karus belajar cara menahan kesenangan pada Idle-apa pun-yang-kau-sebut itu. oh. Kemudian. Dan untuk masalah piknik. coba lihat sudah jam berapa sekarang. aku bermaksud mematuhimu. Ketika aku menyuruhmu masuk pada waktu tertentu berarti yang kumaksud adalah tepat jam sekian bukannya setengah jam kemudian. Harmon Andrew. ketika dia benar-benar sadar seharusnya sedang melakukan tugasnya. Dan Nyonya. sembilan belas sampai lusinan. aku menyuruhmu masuk jam dua. tapi aku tak pernah—“ “Ya. masuk ke sini sekarang juga. Dan tentu saja Matthew mendengarkannya seperti orang yang sangat bodoh. aku belum pernah pergi piknik—aku telah memimpikannya. “Oh. Kau murid sekolahMinggu. Tapi kau tak tahu betapa menariknya Idlewild. Dan kau juga tak perlu berhenti di tengah jalan untuk bercakap-cakap dengan pendengar yang simpatik. aku harus memberitahu Matthew tentang piknik itu. “Diana bilang setiap orang harus membawa sekeranjang makanan untuk bekal. Jam berapa aku menyuruhmu masuk?” “Jam dua—tapi soal piknik itu bagus kan. tepat di dekat the Lake of Shining Waters. Aku belum pernah melihat seorang pria yang tergila-gila seperti dia. semakin dia tampak senang. rambutnya yang tak terkepang bergerak-gerak di belakangnya. tentu saja.“Sekarang saatnya Anne sedang mengerjakan jahitannya.” “Tapi—tapi.” kata Marilla. Anne Shirley. Marilla. Aku ingin tahu kenapa kau tak mematuhiku. tentu kau boleh pergi. Semakin banyak dan semakin aneh hal yang dikatakan Anne. Matthew adalah seorang pendengar yang simpatik. sebisa mungkin.

nama itu muncul seperti sebuah inspirasi. Diana TERPESONA ketika 73 .” “Well. Kami menyebutnya Idlewild. begitu aku mulai tertidur.” “Aku TAK suka mengerjakan kain perca. Oh. Aku harus melengkapi sebagian besar khayalan-khayalan itu. dan—dan—aku tak keberatan pergi piknik tanpa baju berlengan gembung. cukup. kan? Kujamin aku akan sering memikirkannya. Ketika memasak kau tak boleh kehilangan akal dan tidak berhenti di tengahtengah dan membiarkan pikiranmu mengembara dengan berbagai kreasi.” sahut Anne muram. Itu nama yang puitis. Kemudian. Tapi kau sangat bodoh.” “Oh. dan tepat di sudutnya ada lingkaran kecil pepohonan birch putih—titik yang paling romantis. Marilla. aku berencana memberikan pelajaran memasak dalam beberapa hari ini. Kau sangat baik padaku. Lagi-lagi sensasi dari kemanisan menakjubkan yang tiba-tiba itu membuat hatinya berdesir. sambil mencari keranjang jahitannya dan duduk di depan tumpukan kecil berlian merah dan putih dengan menghela napas.kau tahu. Anda tahu bagian kecil daratan di seberang sungai yang mengalir di antara ladang kita dan ladang Tuan. Aku lebih dulu berharap waktu berjalan secepat menambal jahitan ketika aku bermain dengan Diana. Aku mau segera melihat kau mengerjakan dengan sungguh apa yang disuruh. Aku telah menunggu untuk melihat apakah kau akan menjadi sedikit serius dan belajar untuk stabil sebelum aku mulai. William Bell. Anne. Diana dan aku punya tempat bermain di sana. Aku tetap terbangun hampir semalaman sebelum aku menciptakannya. Tapi tentu saja aku lebih suka menjadi Anne dariGreen Gables yang menjahit kain perca dari pada Anne dari tempat lain yang tak melakukan apa pun kecuali bermain. Diamdiam ia merasa sangat senang dengan sentuhan Anne yang berasal dari hati. tapi aku akan merasa sangat malu kalau harus pergi tanpa membawa bekal. kau tak perlu bersusah hati lagi. Sekarang keluarkan kain perca mu dan selesaikan sebelum waktunya minum teh. Diana sangat sempurna dalam setiap hal lain. aku sangat berhutang budi padamu. Aku akan memasakkan bekal untukmu. Aku terus memikirkannya sejak Diana memberitahu itu padaku. Marilla. kami melewati waktu-waktu sedemikian elegan. Barry. tapi tak ada kesempatan untuk berkhayal dengan mengerjakan kain perca. “Kupikir beberapa jenis jahitan akan menyenangkan. yang mungkin menjadi alasan untuknya berkata kasar: “Cukup. ciumanmu tak akan berpengaruh apa-apa. kau Marilla baik tersayang. Itu adalah kali pertama seumur hidupnya bibir seorang anak menyentuh wajah Marilla dengan sukarela. Itu adalah kepunyaan Tuan.” Dengan meneruskan “oh-oh” nya Anne menghambur ke Marilla dan menciumi pipinya yang pucat dengan gembira. Seperti untuk memasak. tapi aku cukup mahir melakukannya. Hanya satu keliman kecil sesudah yang lain dan anda tak pernah tampak selesai mengerjakannya. Oh. Marilla.

apa kau bisa tutup mulut untuk waktu yang sama. Kami telah memperbaiki rumah bermain kami dengan elegan. Oh. Dan kami meletakkan semua piring di atasnya. Diana mempunyai sebuah baju baru yang dibuat dengan lngan siku. Kami meletakkannya di serambi depan dan kami juga memiliki peri kaca. dan papan dari pohon ke pohon untuk rak. aku sangat berharap Rabu depan semuanya akan baik-baik saja. Barry dengan Willowmere. Tapi selama sisa minggu itu dia bicara tentang piknik. dan memimpikan piknik. Tapi sangat menyenangkan membayangkan periperi itu kehilangannya pada suatu malam ketika mereka sedang menghadiri pesta dansa. Diana mencoba menjelaskan seperti apa rasanya. Marilla.” Anne berhenti bicara seperti yang diinginkan. Tak akan berpengaruh jika aku pergi ke seratus acara piknik di tahuntahun setelahnya. Anda harus datang dan melihatnya. semua piring itu sudah pecah tapi membayangkannya masih utuh adalah hal paling mudah sedunia. memikirkan piknik. Aku mendapat nama itu dari buku yang dipinjamkan Diana. Kurasa aku bisa menjalaninya. kau bahkan sudah bicara tepat sepuluh menit. tapi aku yakin itu akan menjadi penderitaan seumur hidup. Marilla—maukah? Kami memiliki batu-batu yang besar. “Sekarang. Tapi aku benar-benar sangat sehat hanya saja sangat kurus. Meskipun begitu aku yakin akan bisa lebih gemuk. Semuanya dipenuhi warna pelangi—hanya pelangi kecil yang belum tumbuh besar—dan ibunya Diana bilang itu adalah pecahan lampu hias yang pernah mereka punya. Dia bisa melemah semudah apa saja. 74 . Matthew akan membuatkan sebuah meja untuk kami. jadi kami menyebutnya peri kaca. Aku cukup satu saja. tapi kurasa es krim adalah salah satu hal di luar khayalan. untuk tempat duduk. aku hanya ingin tahu. Peri kaca itu seindah mimpi. seperti yang telah kuceritakan. Tidakkah menurutmu begitu? Setiap pagi aku melihat sikuku ketika bangun untuk melihat apakah ada lesung yang muncul. itu tak akan dapat meghiburku karena telah melewati yang satu ini. Marilla? Itu romantis sekali. Kurasa aku tak sanggup menanggung kekecewaan jika sesuatu terjadi dan menghalangiku pergi ke piknik itu.” kata Marilla. semuanya tertutupi lumut. Dia akan memakainya ke piknik. Pada hari Sabtu hujan turun dan dia mulai gelisah sendiri kalau-kalau hujan akan terus turun sampai bahkan lewat dari hari Rabu sehingga Marilla menyuruhnya menjahit kain perca tambahan untuk menstabilkan kegelisahannya. Aku tak pernah mencicipi es krim.mendengarnya. kami telah menamakan kolam bulat kecil di lapangan Tuan. Itu buku yang membuat hati berdesir. Ada satu potongan pecahan piring dengan semprotan tanaman menjalar berwarna merah dan kuning di atasnya yang sangat bagus. Di the Lake of Shining Waters akan ada perahu—dan es krim. Tentu saja. Aku akan suka menjadi lemah. kalau kau.” “Anne. Oh. Ada lima orang yang mencintai pahlawan wanita itu. anda? Dia sangat cantik dan telah melalui penderitaan yang sangat hebat. Diana mendapatkannya di hutan di belakang kandang ayam mereka.

Menurutku batu baiduri sangat manis. Bros batu baiduri itu adalah harta Marilla yang paling berharga. Anne. Marilla. ‘Orangorang yang diberkahi adalah mereka yang tak mengharapkan apa pun karenanya mereka tak akan merasa kecewa. dikelilingi oleh bingkai dari batu baiduri yang sangat bagus. “Seperti sebuah desiran yang naik turun di punggungku. Marilla? Apakah menurutmu batu baiduri bisa jadi daya tarik violet yang bagus?” 75 .’ Tapi menurutku lebih buruk tak mengharapkan apa-apa dari pada merasa kecewa. menunggu sesuatu adalah setengah kesenangan darinya. Bolehkah aku memegang bros itu semenit saja. “Kau mungkin tak mendapatkannya. Marilla tak banyak tahu tentang batu-batu berharga untuk menyadari seberapa bagusnya batu baiduri itu sebenarnya.” sahut Marilla. di atas baju satin coklatnya yang bagus. Kupikir berlian itu adalah batuan ungu yang berkilau redup. itu bros yang sangat elegan. Tapi ketika pendeta mengatakan sesuatu di mimbar maka kau harus mempercayainya. Bentuknya lonjong dan ketinggalan jaman. Nyonya. “Aku takut kau akan mengalami banyak kekecewaan dalam menjalani kehidupan. Aku takut itu hanya khayalanku saja. Aku tak mengerti bagaimana kau bisa memperhatikan khotbah dan doa sementara ada bros itu di bajumu. Seorang pamannya yang berlayar di laut memberikannya untuk ibunya yang kemudian mewariskannya untuk Marilla. Tentu saja.” “Oh. Marilla selalu memakai bros batu baiduri nya ke gereja.Pada hari Minggu di perjalanan pulang dari gereja Anne mengatakan pada Marilla bahwa tubuhnya mulai sangat kedinginan karena kesenangan ketika pendeta mengumumkan piknik dari mimbar. tapi tak ada yang dapat mencegahmu dari memiliki kesenangan karena menantikannya. dengan helaan napas. berisikan kepangan rambut ibunya. Anne terpukau dengan kekaguman yang menyenangkan ketika pertama kalinya melihat bros itu. aku membaca tentangnya dan aku membayangkan seperti apa bentuknya.” Pada hari itu seperti biasa Marilla memakai bros batu baiduri nya ke gereja. “Oh. Ia akan merasa sangat berdosa jika tak memakainya—sama seperti jika ia lupa membawa Injil atau kumpulan uang recehnya. sebelum aku pernah melihat berlian. Marilla. itu sangat bagus tapi bentuknya tak seperti yang kubayangkan. Dulu sekali.” seru Anne. bahkan meski ia tak dapat melihatnya. tapi menurutnya bros itu sangat cantik dan ia selalu merasa senang menyadari ada cahaya berwarna violet di tenggorokannya. Lynde bilang.” “Kau terlalu banyak mempertimbangkan segala sesuatunya. Marilla! Kupikir aku tak akan pernah percaya sampai piknik itu benar-benar terjadi. Ketika suatu hari aku melihat berlian yang sebenarnya di cincin seorang wanita aku kecewa sampai-sampai aku menangis.

Bab XIV – Pengakuan Anne PADA Senin malam sebelum piknik Marilla turun dari kamarnya dengan wajah kacau. “Anne,” katanya pada tubuh mungil itu, yang sedang mengupas kulit kacang di dekat meja bersih sambil bernyanyi, “Nelly of the Hazel Dell” dengan semangat dan ekspresi yang sesuai dengan yang diajarkan oleh Diana, “Apa kau melihat bros batu baiduri ku? Seingatku aku menusukkannya ke bantal peniti ketika aku pulang dari gereja kemarin malam, tapi aku tak menemukannya.” “Aku—aku melihatnya tadi sore ketika anda berada di Aid Society (Lembaga Bantuan),” sahut Anne, agak pelan. “Aku melewati pintu kamarmu ketika aku melihatnya di bantal itu, jadi aku masuk untuk melihatnya.” “Apa kau menyentuhnya?” tanya Marilla tegas. “Y-a-a,” aku Anne, “Aku mengambilnya dan menyematkannya di dadaku hanya untuk melihat bagaimana kelihatannya.” “Kau tak boleh melakukan hal seperti itu. Adalah kesalahan besar seorang anak kecil ikut campur. Kau tak seharusnya masuk ke kamarku dan kemudian menyentuh sebuah bros yang bukan milikmu. Di mana kau meletakkannya?” “Oh, aku meletakkanya di belakang di atas meja tulis. Aku mencobanya tak sampai semenit. Sungguh, aku tak berniat ikut campur, Marilla. Aku tak tahu kalau masuk ke kamarmu dan mencoba bros itu adalah suatu kesalahan; tapi sekarang aku tahu kalau itu salah dan aku tak akan melakukannya lagi. Ada satu hal baik pada diriku. Aku tak pernah melakukan kenakalan yang sama dua kali.” “Kau tak meletakkanya kembali,” sahut Marilla. “Bros itu tak ada di atas meja tulis. Kau membawanya ke luar atau ke mana, Anne.” “Aku benar-benar telah meletakkannya kembali,” sanggah Anne cepat—tidak sopan, menurut Marilla. “Aku hanya tak ingat apa aku menusukkannya ke bantal peniti atau meletakkannya di nampan porselin. Tapi aku sungguh yakin sudah meletakkannya kembali.” “Aku akan pergi lihat sekali lagi,” kata Marilla, memutuskan untuk bersikap adil. “Kalau kau memang telah meletakkannya kembali maka seharusnya bros itu masih ada di sana. Kalau tak ada, berarti kau tak meletakkannya kembali, selesai!”

76

Marilla pergi ke kamarnya dan mencari bros itu dengan teliti, tak hanya di atas meja tulis tapi di setiap tempat lain yang sekiranya mungkin bros itu ada di sana. Ia tak juga menemukannya dan kembali ke dapur. “Anne, bros itu hilang. Berdasarkan pengakuanmu kau adalah orang terakhir yang memegangnya. Sekarang, apa yang telah kau lakukan dengan bros itu? Katakan padaku yang sebenarnya sekarang juga. Apa kau membawanya keluar dan menghilangkannya?” “Tidak, aku tak melakukannya,” sahut Anne sungguh-sungguh, tepat bertemu tatapan marah Marilla. “Aku tak pernah membawa bros itu keluar dari kamarmu dan itu adalah yang sebenarnya, kalau memang karenanya aku harus di-blok— meskipun aku tak yakin apa itu blok. Lakukan saja, Marilla.” Pernyataan “lakukan saja” Anne hanya dimaksudkan untuk menegaskan pernyataannya, tapi Marilla menganggapnya itu sebagai pembangkangan. “Aku yakin kau berbohong padaku, Anne,” katanya pedas. “Aku tahu siapa kau. Karena itu sekarang, jangan katakan apa-apa lagi kalau kau belum siap menceritakan seluruh kejadian sebenarnya. Masuk ke kamarmu dan tetap di sana sampai kau siap untuk mengakuinya.” “Bolehkah aku bawa kacang-kacang ini?” tanya Anne lembut. “Tidak, aku akan menyelesaikan mengupas kulit-kulitnya sendiri. Lakukan saja seperti yang kuminta.” Ketika Anne sudah berlalu Marilla mengerjakan tugas-tugas malamnya dengan pikiran kacau. Ia mencemaskan brosnya yang berharga itu. Bagaimana kalau Anne memang telah menghilangkannya? Dan nakal sekali anak itu sampai menyangkal telah mengambilnya, ketika siapa pun tahu dia telah mengambilnya! Dengan wajah seperti tak berdosa pula! “Aku tak mengerti apa yang akan tak ku suka telah terjadi,” pikir Marilla, sementara ia menguliti kacang dengan gugup. “Tentu saja, kurasa dia tak berniat mencurinya atau apa. Dia hanya mengambilnya untuk bermain atau untuk membantunya berimajinasi. Dia pasti mengambilnya, itu jelas, karena tak ada orang lain di kamar itu sejak dia masuk, menurut ceritanya sendiri, sampai aku masuk malam ini. Dan bros itu sudah hilang, tak ada yang lebih pasti. Kurasa dia menghilangkannya dan tak berani mengakuinya karena takut dihukum. Sungguh suatu hal yang menyakitkan bila berpikir dia telah berbohong. Itu jauh lebih buruk dari pada ledakan kemarahannya. Mengasuh seorang anak yang tak bisa kau percaya di rumahmu adalah sebuah tanggung jawab yang berat. Kelicikan dan penuh kebohongan—itu yang telah ditampakkannya. Aku jauh lebih mengkhawatirkan hal itu dari pada bros. Jika saja dia mau menceritakan yang sebenarnya maka aku tak akan keberatan.”

77

Marilla melangkah ke kamarnya sebentar-sebentar semalaman itu dan mencari bros, tanpa menemukannya. Saat ia ke loteng timur pada waktu tidur juga tak menghasilkan apa-apa. Anne berkeras menyangkal bahwa dia tahu sesuatu tentang bros itu tapi Marilla semakin yakin dia menghilangkannya. Keesokan paginya ia menceritakan hal itu pada Matthew. Matthew merasa sangat bingung; ia tak bisa secepat itu kehilangan kepercayaan pada Anne tapi harus diakuinya bahwa situasi saat ini tak berpihak padanya. “Kau yakin bros itu tak jatuh di belakang meja tulis?” adalah satu-satunya saran yang dapat ia berikan. “Aku sudah memindahkan meja itu dan laci-lacinya sudah ku keluarkan lalu aku mencarinya di setiap sela dan celah” adalah jawaban pasti dari Marilla. “Bros itu hilang, anak itu yang telah mengambilnya dan dia tak mengakuinya. Itu kenyataan yang sungguh buruk, Matthew Cuthbert, dan bagaimana pun juga kita harus menghadapinya.” Well, sekarang apa yang kau akan kau lakukan?” tanya Matthew sedih, diamdiam ia merasa bersyukur bahwa Marilla lah dan bukan ia yang harus menghadapi situasi seperti ini. Saat ini ia merasa tak ingin ikut campur. “Dia akan tetap berada di kamarnya sampai dia mau mengakuinya,” kata Marilla kejam, mengingat cara ini berhasil pada kasus sebelumnya. “Lalu kita lihat. Mungkin kita dapat menemukan bros itu jika dia akan mengatakan di mana dia megambilnya; tapi bagaimanapun juga dia harus dihukum berat, Matthew.” “Well, kau memang harus menghukumnya,” sahut Matthew, sembari mengambil topinya. “Tak ada yang bisa kulakukan dalam hal ini, ingat. Kau sendiri yang sudah memperingatkanku.” Marilla merasa ditinggalkan oleh semua orang. Ia bahkan tak bisa pergi ke rumah Nyonya. Lynde untuk minta saran. Ia melangkah ke loteng timur dengan wajah serius dan meninggalkannya dengan wajah yang bahkan lebih serius. Anne dengan mantap menolak untuk mengaku. Dia berkeras dengan pernyataannya bahwa dia tak mengambil bros itu. Anak itu telah benar-benar menangis dan Marilla merasa pedih karena rasa kasihan yang ditekannya kuatkuat. Malam ini dia, seperti yang ditunjukkannya, “mengalahkan.” “Kau akan tetap di kamar ini sampai kau mengaku, Anne. Kau bisa membulatkan tekad untuk itu,” katanya tegas. “Tapi besok piknik, Marilla,” jerit Anne. Anda tak akan akan melarangku pergi, kan? Sorenya kau akan membiarkanku keluar kan? Kemudian aku akan tetap di

78

sini selama yang kau mau SETELAH ITU dengan gembira. Tapi AKU HARUS pergi piknik.” “Kau tak akan pergi ke piknik atau ke mana pun sampai kau mengakuinya, Anne.” “Oh, Marilla,” Anne berkata terengah. Tapi Marilla sudah keluar dan menutup pintu. Rabu pagi mulai terang cukup cerah seolah memang disengaja karena ada piknik pada hari itu. Burung-burung berkicau di sekitar Green Gables; bunga lili Madonna mengirimkan hembusan parfum melalui angin yang tak terlihat ke setiap pintu dan jendela, dan terus melintasi ruang depan lalu ke kamar seperti semangat dari doa. Pepohonan birch di lembah melambai gembira seolah sedang menunggu salam pagi Anne dari loteng timur seperti biasa. Tapi Anne ada di jendelanya. Ketika Marilla membawakan sarapan pagi untuknya ia mendapati anak itu sedang duduk sopan di tempat tidurnya, pucat dan tegas, dengan bibir terkatup rapat dan mata bersinar. “Marilla, aku siap mengaku.” “Ah!” Marilla meletakkan nampannya. Sekali lagi metodenya berhasil; tapi keberhasilannya terasa sangat pahit baginya. “Lalu biarkan aku mendengar apa yang harus kau katakan, Anne.” “Aku mengambil bros batu baiduri itu,” kata Anne, seolah sedang mengulang sebuah pelajaran yang dipelajarinya. “Aku mengambilnya seperti yang kau katakan. Aku tak berniat mengambilnya ketika aku masuk ke dalam Tapi bros itu kelihatan sangat cantik, Marilla, ketika aku menyematkannya di dadaku aku tak dapat menahan godaan. Aku membayangkan betapa akan sangat mendesirkan hati untuk membawanya ke Idlewild dan bermain aku sebagai Lady Cordelia Fitzgerald. Akan lebih mudah membayangkan aku sebagai Lady Cordelia jika aku memakai sebuah bros batu baiduri yang nyata. Diana dan aku membuat kalung dari roseberry tapi apa lah artinya roseberry dibandingkan batu baiduri? Jadi aku mengambil bros itu. Kupikir aku bisa meletakkannya kembali sebelum kau pulang. Aku berjalan berlama-lama untuk mengulur waktu. Ketika aku melintasi jembatan menyeberangi the Lake of Shining Waters aku melepaskan bros itu untuk melihatnya sekali lagi. Oh, dia bersinar terang dalam sinar matahari! Lalu, ketika aku bersandar di atas jembatan, bros itu tergelincir dari jariku—lalu—jatuh ke bawah—dalam—dalam, seluruh kilauan ungu, tenggelam selamanya di bawah the Lake of Shining Waters. Hanya itu lah yang dapat kuakui, Marilla.” Marilla merasakan kemarahan hebat melanda hatinya lagi. Anak ini telah mengambil dan menghilangkan bros batu baiduri nya yang berharga dan

79

sekarang duduk di sana dengan tenang menceritakan detilnya tampa sedikit pun penyesalan yang tampak. “Anne, ini sangat mengerikan,” katanya, berusaha berbicara dengan tenang. “Kau anak perempuan ternakal yang pernah kudengar.” “Ya, kurasa aku memang anak paling nakal,” sepakat Anne hening. “Dan aku tahu akan dihukum. Tugasmu menghukumku, Marilla. Maukah kau melakukannya sekarang juga karena aku ingin pergi piknik tanpa ada beban.” “Piknik, benar! Kau tak akan pergi piknik hari ini, Anne Shirley. Itu lah hukumanmu. Itu bahkan tak cukup berat untuk apa yang telah kau lakukan!” “Tak pergi ke piknik!” Anne melompat berdiri dan merenggut tangan Marilla. “Tapi kau TELAH BERJANJI aku boleh pergi! Oh, Marilla, aku harus pergi piknik. Itu sebabnya kenapa aku mengaku. Hukum aku dengan cara apa pun yang kau suka tapi jangan itu. Oh, Marilla, please, please, biarkan aku pergi ke piknik. Ingat tentang es krim! Karena kau tahu mungkin aku tak akan pernah lagi punya kesempatan mencicipi es krim.” Marilla melepaskan cegkeraman tangan Anne dengan dingin. “Kau tak perlu memohon, Anne. Kau tak akan pergi ke piknik dan itu keputusan akhir. Tidak, tak sepatah kata pun.” Anne sadar Marilla tak akan berubah pikiran. Dia menautkan tangannya, memekik tajam, lalu menghempaskan tubuhnya menelungkup di tempat tidur, menangis dan menggeliat karena merasa sangat kecewa dan putus asa. “Astaga!” Marilla tersengal, cepat-cepat keluar dari kamar. “Aku yakin anak ini gila. Tak ada anak berpikiran sehat yang bersikap seperi dia. Kalau pun tidak maka dia sama sekali buruk. Oh Tuhan, aku takut Rachel memang benar dari awal. Tapi aku sudah terlanjur dan tak akan melihat ke belakang.” Itu adalah pagi yang murung. Marilla bekerja dengan gusar lalu menggosok lantai serambi depan dan rak susu ketika ia tak tahu lagi harus mengerjakan apa. Padahal baik serambi depan mau pun rak itu tak perlu digosok—tapi Marilla melakukannya. Kemudian ia keluar dan menyapu halaman. Ketika makan malam telah siap ia menuju tangga dan memanggil Anne. Wajah dengan bekas airmata muncul, melihat dengan tragis dari atas pegangan tangga. “Turunlah untuk makan malam, Anne.” “Aku tak mau makan malam, Marilla,” sahut Anne, tersedu. “Aku tak bisa makan apa-apa. Hatiku sakit. Kuharap, hati nurani mu akan menyesal suatu hari nanti,

80

” akunya. “Well. mengenai sesuatu yang terjepit di syal—sesuatu yang gemerlap dan berkilau dalam cahaya violet. Marilla. dia sudah mendapatkannya sekarang. Tapi tolong jangan suruh aku makan apa pun. sedih melihat piringnya penuh dengan daging dan sayuran yang tidak romantis seolah dia. Marilla.” ulang Matthew lemah. Daging rebus dan sayuran sangat tidak romantis ketika seseorang sedang menderita. kau membebaskannya setiap waktu untuk dirimu sendiri—aku bisa lihat itu. terutama daging rebus dan sayuran. Jika dia benar-benar merasa menyesal maka tak akan seburuk itu. berpendar melalui tanaman rambat yang tumbuh lebat di dekat jendela. Kau tahu dia tak pernah mendapat pendidikan. yang. Syal itu ada dalam sebuah kotak di tempat barang nya. Begitu Marilla mengeluarkannya.” katanya hampa. menempel di benang renda dekat jepitannya! “Oh Tuhan. tapi aku memaafkanmu. sinar matahari. seharusnya dia tak mengambil bros itu. dia anak kecil. Tidakkah kau berpikir tindakan itu agak kasar dengan tak mengijinkannya pergi piknik padahal dia telah begitu mempersiapkannya?” “Matthew Cuthbert. antara rasa keadilannya dan rasa simpatinya dengan Anne. Marilla. aku heran denganmu. Dan kau juga tampak tak menyadarinya. Satu-satunya yang bergembira dengan hal itu adalah Jerry Buote. berpikir makanan itu tak cocok untuk perasaan yang sedang gundah. Ingatlah ketika saat itu tiba bahwa aku memaafkanmu. Itu adalah bros batu baiduri. “tapi dia anak kecil yang—anak kecil yang menarik. Merasa jengkel.” “Well.” “Well. Kupikir aku sudah membebaskannya dengan terlalu mudah. anak laki yang disewa. Jawaban itu membuat Matthew terdiam meskipun itu tak meyakinkannya. Dan dia tak tampak menyadari betapa nakalnya dia—itu yang paling kukhawatirkan. Makan malam kali itu sangat murung. Ketika piring-piringnya sudah dicuci. Marilla kembali ke dapur dan mencurahkan kesedihannya pada Matthew. Apa maksud anak itu 81 . adalah seorang yang menyedihkan. atau pun bercerita tentang itu.” Jawab Marilla tepat. bolunya telah siap dan ayam-ayamnya sudah diberi makan Marilla teringat koyakan kecil di syal renda hitam terbagusnya ketika ia melepaskannya pada Senin sore sekembalinya dari Ladies Aid (Bantuan Perempuan). “apa artinya ini? Bros ku aman di sini dan sepertinya kupikir dia sudah jatuh ke dasar kolam Barry. dan Marilla marah karena kesenangannya merupakan penghinaan pribadi. “Karena itu harus ada kelonggaran. seperti Anne. Marilla merenggutnya dengan tersengal. Ia masuk dan akan menambalnya.karena menyakitinya.

Marilla. Tapi hati nuraninya melarang. Ada banyak kue di rumah.” “Kenapa. Meskipun Marilla sendiri ingin tertawa. apa tak terlalu terlambat?” “Tidak. Tentu saja. bros di tangan. Tapi aku menyebabkanmu melakukannya. “aku baru saja menemukan bros ku tersangkut di syal renda hitam ku. Jadi jika kau mau memaafkanku. Aku mengulangnya bekrkali-kali jadi aku tak akan lupa. Aku ingat sekarang ketika aku melepaskan syal ku pada Senin sore aku meletakkannya sebentar di atas meja tulis. “Oh.mengatakan dia telah mengambilnya dan menghilangkannya? Aku yakin Green Gables terpesona. Tapi kau tetap tak mengijinkanku pergi ke piknik. Marilla. Basuh wajahmu. kau bilang akan terus mengurungku di sini sampai aku mengaku. jadi seluruh kesusahanku sia-sia. “jadi aku memutuskan untuk mengaku karena aku mau pergi ke piknik itu. Dan aku akan panggilkan Jerry untuk memasangkan kuda pada kereta dan mengantarmu ke tempat piknik. aku akan memaafkanmu dan kita akan mulai jujur lagi. bukan hal yang benar kau mengakui sesuatu yang tidak kau lakukan—hal itu sangat salah. “Anne. Aku memikirkan sebuah pengakuan tadi malam sebelum tidur dan aku membuatnya semenarik mungkin. “Lima menit lalu aku merasa sangat malang sampai berharap aku tak pernah dilahirkan dan sekarang aku tak akan mau bertukar tempat dengan malaikat!” 82 . Kurasa bros itu tersangkut di syal. Mereka tak akan memulainya sebelum banyak yang berkumpul dan ada sekitar setengah jam lagi mereka baru akan minum teh. Dan sekarang persiapkan dirimu untuk pergi piknik. Seharusnya aku tak menyangsikan ucapanmu ketika aku tak pernah tahu kau mengarag cerita. Anne.” sahut Anne lelah.” seru Anne. Aku akan menyiapkan bekal untukmu. Well!” Marilla melangkah ke loteng timur. berjalan cepat ke wastafel. “Anne Shirley. Sekaran aku ingin tahu apa maksud cerita tak berujung pangkal yang kau ceritakan tadi pagi.” kata Marilla serius.” “Oh. kau sungguh mengacaukan semuanya! Tapi aku salah—aku tahu itu sekarang. sisir rambut dan kenakan baju katun tipismu. sekarang baru jam dua.” Anne terbang seperti roket. Anne telah menjerit sendirian dan saat itu dia sedang duduk murung di dekat jendela.

Nyaris tenggelam merupakan pengalaman yang sangat romantis. sangat berdebu dan panas. “tapi aku telah belajar satu hal. Mewah adalah kata baru yang kupelajari hari ini. Dan satu hal yang pasti.” Malam itu Marilla menceritakan keseluruhan cerita pada Matthew dari balik keranjang kaos kakinya. Mungkin mereka akan mengalami hari-hari baik.” sahut Diana praktis. Dia mencondongkan badannya untuk memetik bunga lili air dan kalau Tuan. Kami minum teh yang enak dan kemudian Nyonya. Tapi bagaimana pun itu tak seburuk yang lain. Bukankah itu sangat mahal? Segala sesuatunya sangat indah. Tapi aku yakin dia akan mau memperbaikinya. “Bukankah bagus hidup di hari seperti ini? Aku kasihan pada orang yang belum dilahirkan karena melewatkannya. kujamin bahwa itu sangat indah. Marilla. menarik napas panjang. Aku mendengar Mary Alice Bell menggunakannya. “Aku akan mengaku bahwa aku telah membuat kesalahan. Anak perempuan di sekolah Avonlea selalu mengumpulkan makan siang mereka. meskipun kurasa seharusnya aku tak boleh ketawa karena itu benar-benar bohong. Itu akan menjadi kisah yang mendebarkan hati untuk diceritakan.Malam itu Anne yang merasa sangat bahagia dan benar-benar kelelahan kembali ke Green Gables dalam keadaan senang yang tak mungkin digambarkan. Andrews tak menangkapnya di ikat pinggangnya maka dalam waktu singkat dia akan jatuh dan mungkin tenggelam. Lalu kami makan es krim. dan anak yang makan tiga bolu raspberry sendirian atau bahkan 83 . Dan masih lebih menyenangkan memiliki kebiasaan yang bagus pergi ke sekolah. tak akan ada rumah yang membosankan bila ada dia. Aku tak dapat mengatakan apa-apa untuk menggambarkan es krim itu. tapi mereka tak akan pernah bisa merasakan hari ini.” Bab XV – Kegemparan tak Berarti di Sekolah “Sungguh hari yang menyenangkan!” kata Anne. aku mengalami waktu yang sangat mewah. Anak itu sulit memahami beberapa perhatian. mengintip ke bekal makan malamnya dan menghitung dengan ingatannya jika ketiga bolu raspberry yang berwarna-warni dan lezat itu dibagi untuk sepuluh anak perempuan berapa gigitan masing-masing bisa dapat. dan aku bertanggung jawab untuk itu. ya kan?” “Jauh lebih bagus dari pada keluyuran di jalan. Harmon Andrews menjajarkan kami semua di the Lake of Shining Waters—enam orang sekaligus. Aku berharap itu aku. “Oh. Dan Jane Andrews nyaris jatuh ke laut. Marilla. tentu saja.” putusnya terus terang. Aku harus tertawa bila mengingat ‘pengakuan’ Anne.

tapi aku yakin bisa menemukan nama lain yang lebih puitis dari pada hanya the Birch Path. Oh. “Bukan pecinta seperti itu yang benar-benar pernah melaluinya. Anne berpikir perjalanannya ke dan dari sekolah dengan Diana tak akan berkembang meski dengan khayalan. Tapi the Birch Path adalah salah satu tempat terindah di dunia. Cara Anne dan Diana pergi ke sekolah adalah salah satu YANG bagus. Namun ketika bolu itu dibagi untuk sepuluh anak kau hanya cukup mendapat untuk menggiurkanmu. Bell. “tapi Diana dan aku membaca buku yang sangat luar biasa bagus dan ada Lover’s Lane di dalamnya. dan the Birch Path sangat romantis. jauh memutar ke sebuah bukit langsung dari hutan Tuan.” Anne memberitahu Marilla.” kata Anne. Di seberang Willowmere ada Violet Vale—cekungan hijau kecil dalam bayangan hutan besar Tuan. tak bisakah kau membayangkan melihatnya? Itu sangat membuatku tak bisa bernapas.” terangnya pada Marilla. Siapa pun bisa memikirkan nama seperti itu. jadi kubiarkan dia melakukannya. Violet Vale. Barry dan melewati Willowmere. dan kedua anak kecil itu mendaki jalan itu di bawah pohon maple yang rindang—“maple adalah sejenis pohon yang ramah. Lalu mereka meninggalkan jalan itu dan berjalan melalui lapangan belakang Tuan. Di sini Diana bertemu dengannya. Di setiap sisinya ditumbuhi 84 . mulai berangkat sendirian di pagi hari. Aku menamakannya Violet Vale.” Tempat itu memang indah. Lover’s Lane terbuka di bawah kebun buah di Green Gables dan terbentang jauh ke dalam hutan sampai ke ujung ladang Cuthbert. ya kan? Sangat romantis! Kita tak bisa membayangkan pecinta ke dalamnya. Andrew. Diana bilang dia tak pernah melihat kegembiraanku karena menemukan nama khayalan untuk tempat. tempat cahaya terpancar kebawah melalui tabir kehijauan semulus berlian.” Anne. Orang lain selai Anne juga berpikir serupa ketika mereka berjalan menyusurinya. Jalan itu agak sempit. berliku-liku. ya kan? Tapi Diana memberi nama the Birch Path. Jadi kami juga ingin punya. Itu lah jalan yang dilalui ketika membawa sapi-sapi ke padang rumput di belakang dan mengangkut kayu di musim dingin. Marilla. “pohon itu selalu bergemerisik dan berbisik padamu”—hingga mereka sampai ke jembatan yang kasar. Willowmere. Marilla. Dan itu nama yang sangat bagus. kau tahu. Dia mau memberi nama. berjalan menyusuri Lover’s Lane sejauh aliran sungai.membaginya hanya dengan satu orang kawan dekat akan selalamanya dijuluki “sangat kikir”. Berjalan di sekitar jalan utama sangat tidak romantis. “Tentu saja sekarang tak ada bunga violet di sana. Anne menamakannya Lover’s Lane sebelum sebulan dia tinggal di Green Gables. jika saja itu terjadi. Menyenangkan bisa pandai dalam suatu hal. tapi pergi melewati Lover’s Lane. Aku suka jalan itu karena kau bisa bebas berpikir dengan suara keras di sana tanpa ada orang yang menyebutmu gila. “tapi Diana bilang ada jutaan bunga violet di sana pada musim semi.

dengan Anne dan Diana. Bagaimana dia bisa bergaul dengan baik dengan anak-anak lain? Dan bagaimana dia bisa mengendalikan diri untuk tutup mulut selama jam pelajaran berlangsung? Bagaimanapun segala sesuatunya berjalan lebih baik dari yang ditakuti Marilla. dan tugasmu adalah belajar.” dia memberitahu. Ia setiap saat memilin kumisnya dan memandang ke arah Prissy Andrews. Marilla melihat Anne mulai berangkat ke sekolah pada hari pertama di bulan September dengan diam-diam merasa sangat was-was. dan tutupnya penuh diukir dengan inisial dan tulisan mesir kuno dari tiga generasi siswa sekolah. sangat jarang terjadi. tumbuhan paku dan starflower serta lili liar-dari-lembah juga rimbunan pigeonberry merah tua tumbuh lebat di sepanjangnya. Tillie Boulter bilang guru itu SANGAT MENYUKAI nya. Sementara itu kau bisa melihat seekor kelinci melompat melintasi jalan kalau kau diam—yang. Kurasa ia bisa mengajarkan MU sesuatu. Tapi Ruby Gillis bilang dia melihat guru itu menulis sesuatu di batu tulis Prissy lalu ketika Prissy membacanya wajahnya bersemu semerah gula dan terkikik. di dalamnya dilengkapi dengan meja tulis besar model lama yang nyaman bisa dibuka dan ditutup. dengan musik dari kicauan burung yang memanggil dan tawa angin hutan yang terdengar sayup-sayup di pepohonan di atas.” 85 .” sahut Marilla pedas. di sana selalu terhirup udara beraroma rempah-rempah. “Kupikir aku akan suka bersekolah di sini. Wajahnya sangat cantik dan rambutnya keriting berwarna coklat dan dia merapikannya dengan sangat elegan. Kuharap kau anak yang baik. pinggiran atapnya rendah dan jendelanya lebar. Dia duduk di kursi panjang di belakang dan guru itu juga duduk di sana. kau tahu. Anne anak yang aneh. Bangunan sekolah itu dipindahkan ke belakang dari pinggir jalan dan dibelakangnya terdapat hutan fir yang agak gelap dan sungai tempat dimana anak-anak itu meletakkan semua botol susu mereka di pagi hari agar tetap dingin dan manis sampai waktu makan malam. dan Ruby Gillis bilang dia yakin itu tak ada hubungannya dengan pelajaran. Prissy sudah dewasa. seringnya—untuk menjelaskan pelajaran. Sekolah Avonlea adalah sebuah gedung bercat putih. Dan aku mau kau segera paham bahwa kau tak pulang ke rumah untuk bercerita tentang guru itu.” “Anne Shirley. “Kau tak pergi ke seolah untuk mencela guru.pepohonan birch yang agak muda. Malam itu Anne pulang dengan semangat tinggi. Itu sesuatu yang tak tak akan kudukung. katanya. jangan sampai aku mendengarmu bicara tentang gurumu seperti itu lagi. batang tanaman putih dan dahan besar. Dia berumur enam belas tahun dan dia sedang belajar untuk ujian masuk ke Queen’s Academy di Charlottetown tahun depan. “Aku tak terlalu memikirkan gurunya. Di lembah jalan itu menuju ke jalan utama lalu tinggal mendaki bukit pohon spruce menuju ke sekolah.

“Kurasa Gilbert Blythe akan sekolah hari ini. Diam-diam ia berpikir hidung Anne bagus dan menarik. Dia membuat hidup kami sangat tersiksa. Hari ini kami belajar membaca. Aku MENGAGUMI Diana.” sahut Anne nyaman. Dan sekarang. Dan dia sangat mengusik anak perempuan. Mereka semua sudah sampai ke buku yang kelima sedangkan aku masih di buku yang keempat. Tapi tentu saja yang paling kusukai adalah Diana dan akan selalu begitu.“Sebenarnya aku memang anak baik. “Gilbert Blythe?” sahut Anne. “tapi aku yakin dia tak terlalu suka pada Julia Bell. Dia SANGAT ganteng. Aku merasakannya semacam sebuah aib. mengangkat kepalanya. dua anak paling gembira di Avonlea. kupikir. Ruby Gillis memberiku sebuah apel dan Sophia Sloane meminjamkanku sebuah kartu berwarna pink yang indah bertuliskan ‘Bolehkah aku melihat rumahmu?’ di atasnya. Tuan. Aku akan mengembalikannya besok.” “Hidungmu cukup bagus. Banyak anak-anak baik di sekolah dan kami bermain permainan yang sangat menggembirakan saat makan malam. “Bukankah itu nama yang tertulis di dinding serambi depan dengan Julia Bell dan sebuah tulisan ‘Pengumuman’ di atasnya?” “Ya. Dan Tillie Boulter membolehkanku memakai cincin manik-manik nya sepanjang sore.” Nada bicara Diana menunjukkan bahwa dia lebih suka hidupnya tersiksa dari pada tidak. “Itu tak sesulit yang bisa kau bayangkan. Tapi tak ada seorang pun di antara mereka yang memiliki imajinasi seperti aku dan aku tahu itu. Anne. Philip bilang ejaanku sangat memalukan dan ia mengangkat batu tulisku hingga setiap orang bisa melihatnya. itu pujian pertama yang pernah kuterima seumur hidupku dan kau tak bisa bayangkan betapa aneh rasanya. Aku jauh tertinggal dibandingkan yang lain. Aku dengar dia bilang dia belajar tabel perkalian dengan bintikbintik di wajah Julia Bell.” 86 .” kata Diana. geografi. tapi ia tak berniat mengatakan itu pada Anne. “Dia telah mengunjungi sepupunya di New Brunswick sepanjang musim panas dan dia pulang Sabtu malam. Sudah tiga minggu berlalu dan sejauh ini semuanya berjalan lancar.” sahut Diana. benarkah hidungku bagus? Aku tahu kau akan memberitahuku yang sebenarnya. Aku merasa sangat terhina.” sahut Marilla pendek. Marilla. Bolehkah aku minta beberapa manik-manik mutiara dari bantal peniti lama di loteng untuk membuat cincin untukku? Dan oh. Anne dan Diana bepergian dengan riang gembira ke the Birch Path. ia bisa lebih sopan pada orang asing. Jane Andrews bilang Minnie MacPherson bilang padanya dia dengar Prissy Andrews memberitahu Sara Gillis bahwa hidungku sangat bagus. semuanya diberi tanda. Marilla. Sangat menyenangkan memiliki banyak teman bermain. pagi September yang segar dan kering. Marilla. Marilla. sejarah Kanada dan pendiktean. Tempat duduk kami tepat di dekat jendela dan kami bisa melihat ke the Lake of Shining Waters di bawah. Aku duduk dengan Diana.

” sahut Anne cepat.“Oh. Tapi kupikir tulisan perhatian di dinding tentang anak laki dan perempuan adalah hal paling tolol. Dia baru di buku keempat meskipun sudah berumur hampir empat belas tahun. kau ingat—bahwa kau anak perempuan terpandai di sekolah.” Anne menghela napas. “Itu hanya lelucon. “bahwa ada orang yang berani melakukannya.” “Anak-anak Pye itu selalu berbuat curang. aku tak tahan dengan anak laki bermata belo.” Anne memohon. Philip tak melihatnya—ia sedang melihat ke Prissy Andrews—tapi aku melihatnya. “dan bisa kuberitahu. yang matanya berwarna hitam dan berambut halus telah mematahkan hati anak-anak laki di sekolah karena namanya tertulis di dinding serambi depan dalam setengah lusin pengumuman.” kata Diana. Mereka di sana selama tiga tahun dan Gilbert hampir tak pergi ke sekolah mana pun sampai mereka kembali. Tapi MEMANG menyenangkan untuk tetap tenang di kelas. Aku ingin lihat orang yang berani menuliskan namaku di dinding dengan nama seorang anak laki. “Wajah memang jadi tak halus karena aku banyak bintik. Aku tak bisa benar-benar bangga bisa tetap tenang di antara anak laki dan perempuan yang berumur hanya sekitar sembilan atau sepuluh tahun.’ Josie Pye adalah bintang kelas dan. “Omong kosong. Anne. Kemarin aku bangun dengan mengeja ‘ebullition. Dia tak mau namanya di tulis di dinding. Pernahkah kau? Sekarang aku tak mau bicara dengannya. Dia bilang pada ibunya—IBU nya. Diana Barry. Dan aku benci Charlie Sloane. Tuan. Itu lebih baik dari pada cantik. Aku memandangnya dengan pandangan mencela dan membuatnya beku lalu wajahnya menjadi semerah gula dan akhirnya dia salah mengeja kata itu. dia pernah jadi juara di kelasnya. Jika ada seseorang yang menuliskan namaku dengan namanya aku tak akan MENJELASKAN nya. itu tak lebih baik.” sahut Anne.” “Setelah ini Gilbert akan ada di kelasmu.” “Tidak.” “Aku senang. Charlie Sloane SANGAT MENYUKAI mu. Dan kau jangan terlalu yakin namamu tak akan di tulis di situ. begitu mereka memanjati pagar di jalan utama. kau ingat. Empat tahun lalu ayahnya sakit dan harus pergi ke Alberta karena kesehatannya dan Gilbert ikut bersamanya. “Sebenarnya kemarin Gertie Pye pergi dan meletakkan botol susu miliknya di tempatku di sungai.” sahut Diana marah. dari sisi kewanitaannya. Tidak. jangan bicara tentang bintik-bintik padaku.” dia cepat-cepat menambahkan. dia mencontek ke bukunya.” 87 .” kata Diana. “Aku lebih suka cantik dari pada pintar. tentu saja. Tapi agak memalukan mengetahui bahwa tindakan itu tak berbahaya. Kau tak akan segampang itu untuk tetap tenang di kelas setelah ini.

Dengan tangan menopang dagu dan mata terpaku pada birunya the Lake of the Shining Waters yang terlihat dari jendela sebelah barat.” Tapi tak sampai sore masalah benar-benar akan terjadi. menggambar di batu tulis. “Menurutku Gilbert Blythe mu MEMANG ganteng. “tapi kupikir dia sangat kurang ajar. dengan rambut keriting berwarna coklat. dia terjatuh ke belakang ke tempat duduknya dan menjerit kecil.” ungkap Anne pada Diana. Philip berada di bagian belakang kelas mendengarkan bahasa Latin Prissy Andrews. yang duduk di depannya. Semua orang memandangnya dan Tuan.Ketika Tuan. mengambil ujung kepangan rambut merah Anne. yakin rambutnya tertarik dari akarnya. Gilbert Blythe berusaha menarik perhatian Anne Shirley dan sama sekali gagal. karena Gilbert Blythe yang dibicarakan sedang diam-diam asyik menjepit kepangan panjang berwarna kuning milik Ruby Gillis. Bukan kebiasaan bagus mengedipkan mata pada anak perempuan yang belum dikenal.” Karena itu Anne melihatnya. karena pada saat itu Anne benar-benar tak sadar bukan hanya akan kehadiran Gilbert Blythe. Dia anak laki yang tinggi. ke belakang tempat duduknya. Anne. dia berada jauh di negeri impian yang indah tak mendengar dan melihat apa pun sibuk dengan khayalannya sendiri yang menakjubkan. menariknya agak jauh dan berbisik tajam: 88 . berbisik. Philips memandang dengan sorotan marah karena Ruby mulai menangis. tapi ketika keributan itu telah reda dia melihat ke arah Anne dan mengedipkan mata dengan cara yang sungguh sangat menggelikan hati hingga tak terkatakan. Gilbert sampai di seberang jalur. Dia HARUS melihatnya. Lihatlah dia dan kita lihat apakah kau tak berpikir dia ganteng. Dia punya kesempatan bagus untuk melakukannya. tapi akan seluruh murid di sekolah Avonlea itu sendiri. Sekarang ini Ruby Gillis akan membawa hitung-hitungannya ke guru. dan mulut yang membentuk senyuman menggoda. Diana berbisik pada Anne. anak bernama Shirley yang berambut merah itu dengan dagu kecil yang lancip dan mata besar yang tak seperti mata anak perempuan lainnya di sekolah Avonlea. Phillips kembali ke sudut untuk menjelaskan suatu soal dalam aljabar ke Prissy Andrews dan murid-murid lainnya melakukan berbagai hal lain yang mereka sukai seperti makan apel hijau. Gilbert Blythe tak biasa bersusah payah menarik perhatian anak perempuan dan menemui kegagalan. “Gilbert Blythe itu duduk tepat di seberang jalur dari tempat dudukmu. mata yang nakal. Tuan. naik turun di jalur antara tempat duduk. dan menggerak-gerakkan jangkrik yang dipasangi tali. Gilbert telah dengan cepat melepaskan jepitan itu sehingga tak tertangkap mata lalu menekuni sejarah dengan wajah paling serius di dunia.

“Saya menyesal melihat murid saya menunjukkan amarah seperti itu dan sifat ingin balas dendam. 89 . “Anne Shirley. “Anne. Tuan.” Gilbertlah orang yang berani mengatakan itu. “Anne Shirley memiliki watak yang sangat buruk. Dengan wajah tenang dia menurut. Phillips. Ini satu adegan spesial yang dapat dinikmati. Dia bangkit berdiri. Anne tak menjawab. Semua orang berseru “Oh” dalam kegembiraan yang sangat. “Ini salah saya Tuan. yang tak bisa membaca tulisan. apa maksudnya ini?” ucapnya marah. khayalannya yang cemerlang hancur berkeping tak terselamatkan. yang cenderung histeris.“Wortel! Wortel!” Lalu Anne menatapnya dengan dendam! Dia lebih dari sekedar menatap. mulai menangis. Phillips tak menggubris Gilbert. Ruby Gillis. seolah adanya kenyataan menjadi muridnya harus membasmi seluruh nafsu jahat dari hati karena perbuatan kecil yang nyaris menyebabkan kematia. Anne Shirley harus belajar mengendalikan amarahnya. “Beraninya kau!” Lalu—thwack! Anne telah menjatuhkan batu tulisnya ke kepala Gilbert dan meretakkannya—batu tulis bukan kepala—itu jelas. Tuan. Diana terengah. bisa memahaminya. Murid-murid di sekolah Avonlea selalu menikmati suatu adegan.” ia berkata dengan nada serius.” Anne akan jauh lebih suka cambukan sebagai hukuman karena jiwanya yang sensitif akan gemetar dengan pukulan cambuk.” Tuan. Perlu terlalu banyak darah dan daging untuk mengharapkannya memberitahu di depan seluruh murid sekolah bahwa dia dipanggil “wortel. Aku mengganggunya. Phillips mengambil sebatang kapur crayon dan menulis di papan tulis di atas kepala Anne. anak yang penuh kebencian!” seru Anne menggebu. Dia melayangkan tatapan marah pada Gilbert dari mata yang kilatan amarahnya dengan cepat hilang berganti airmata amarah. berdiri di platform di depan papan tulis sepanjang sisa sore ini.” lalu membacanya keras-keras sampai bahkan murid dasar. Tommy Sloane membiarkan semua anggota kelompok jangkriknya melarikan diri darinya ketika dia melihat ke tablo dengan mulut terbuka. Phillips berjalan dengan angkuh di jalur antara tempat duduk dan meletakkan tangannya dengan berat di bahu Anne. “Kau jahat.

Phillips juga memanggil namaku tanpa huruf e. Gilbert Blythe berusaha menahannya di pintu serambi depan.” Anne melewatinya dengan cepat dengan sikap menghina. Diana. “Aku benar-benar minta maaf karena telah membuat lelucon dengan rambutmu. jangan marah lagi. Dari sana mereka tetap bisa memperhatikan rumah Eben Wright.” katanya menenangkan. dia mengisengi seluruh anak perempuan.” sahut Anne tegas. “Jujur aku menyesal. “Oh. “Dan Tuan. Anne?” komentar Diana begitu mereka menyusuri jalan setengah menyalahkan. Belenggu telah merasuki jiwaku. Dia memanggilku burung gagak berkali-kali.” Diana tak mengerti sedikit pun apa yang Anne maksud tapi dia memahaminya sebagai sesuatu yang sangat buruk. “Aku tak akan pernah memaafkan Gilbert Blythe. Anne. dia bahkan tak sudi melihatnya. Ketika mereka melihat Tuan. Dia TAK AKAN PERNAH sudi melihatnya lagi! Dia tak akan sudi bicara dengannya!! Ketika sekolah usai Anne berjalan dengan menegakkan kepalanya yang berambut merah.” Mungkin saja hal itu bisa mereda tanpa lebih banyak kesedihan kalau saja tak terjadi hal lain.” “Berbeda sekali antara dipanggil burung gagak dengan dipanggil wortel. “Kau tak harus keberatan Gilbert membuat lelucon dengan rambutmu. setengah kagum. Diana.” bisiknya menyesal. Sementara untuk Gilbert Blythe. Phillips 90 . Bell dan melintasi padang rumputnya yang luas. teganya kau. Sekarang. Murid-murid Avonlea sering menghabiskan waktu siang dengan mengambil getah di belukar pepohonan spruce kepunyaan Tuan. Dia tak menangis atau pun gantung diri. tempat di mana guru tinggal. anggukan kemarahan Charlie Sloane dan senyuman dengki Josie Pye. Diana merasa DIA tak akan tahan dengan permohonan Gilbert.” sahut Anne berwibawa. “Kenapa. Kemarahan masih terlalu meluap-luap dalam hatinya untuk melakukan itu dan itu menghalanginya di tengah-tengah derita malunya. Dengan mata penuh sesal dan pipi bersemu karena marah dengan cara yang sama dia menghadapi pandangan simpatik Diana. Dia menertawakan rambutku karena sangat hitam. Tapi ketika masalah mulai terjadi maka masalah sebelumnya akan terus berlanjut. dan aku juga tak pernah mendengarnya minta maaf sebelumnya untuk apa pun. “Gilbert Blythe telah menyakiti perasaanku DENGAN MENYEDIHKAN.Anne berdiri di sana sepanjang sisa sore dengan cerita dongeng itu di atas kepalanya. tanpa melihat atau pun tanda dia mendengarnya.

Siapa pun yag datang terlambat akan dihukum. menarik rangkaian bunga itu dari rambut Anne dan memegang tangannya erat. bernyanyi lirih sendirian. ia tak mau bersusah-payah memberi hukuman pada selusin murid. “Anne Shirley.” sindirnya. mereka memetik. paling akhir dari semuanya. yang tak memetik getah sama sekali tapi malah berkelilingkeliling dengan gembira jauh di ujung belukar. terlalu terlambat sekitar tiga menit. “Buang bunga itu dari rambutmu lalu duduk dengan Gilbert Blythe.” Tapi belukar pepohonan spruce sangat memikat dan biji karet yang menguning amat memperdaya. Semua anak laki dan beberapa anak perempuan pergi ke belukar pepohonan spruce Tuan. Phillips menggunakan salah satu peraturan dadakannya dan mengumumkan sebelum pulang untuk makan malam. Diana. benar-benar berniat berada di sana beberapa saat hanya untuk “memetik kunyahan. dan Anne. karena tampaknya kau lebih suka dengan rombongan anak-anak laki maka kami akan memperturutkan seleramu itu sore ini. berlari duluan dan berusaha sampai di gedung sekolah tepat waktu tanpa membuang waktu sedetikpun. Anne bisa berlari seperti seekor rusa.” Anak-anak laki lain tertawa tergelak-gelak. yang berubah pucat karena kasihan. dia berlari dengan sangat curang dimana dia menyusul anak-anak laki di pintu dan mendahului mereka masuk ke kelas tepat ketika Tuan. ia mencari-cari sebab kesalahan dan ia menemukannya pada Anne. kehilangan napas dan terengah-engah. Anak-anak laki.muncul dari sana mereka berlari menuju gedung sekolah. tapi jaraknya sekitar tiga kali lebih jauh dari jalan rumah Tuan. dengan rangkaian lili yang terlupakan terselip miring di salah satu telinga dan membuatnya tampak sangat kusut dan tidak rapi. dengan serangkai bunga lili di rambutnya seolah dia adalah makhluk Tuhan yang liar di tempat teduh. dan seperti biasa hal pertama yang menyadarkan mereka akan habisnya waktu adalah teriakan Jimmy Glover dari atas pohon spruce tua “Guru datang. Semangat Tuan. terengah-engah. bahwa dia berharap seluruh murid sudah berada di tempat duduknya masing-masing begitu ia kembali. setinggi pinggang di antara pepohonan pakis besar. Phillips yang singkat dalam menerapkan peraturannya telah habis. Wright dan mereka sangat tangkas untuk sampai di sana. yang telah jatuh terduduk di kursinya. berlengah-lengah dan mondar-mandir. berlari kemudian. Bagaimanapun. Anne memandang ke guru itu seolah berubah menjadi batu. yang harus berputar cepat turun dari pohon. tapi harus melakukan sesuatu untuk menepati apa yang telah diucapkannya. 91 . Keesokan harinya Tuan. Phillips sedang meletakkan topinya.” Anak-anak perempuan yang memang berada di tanah. Bell seperti biasa.

” “Kupastikan padamu aku serius”—masih dengan nada menyindir yang seluruh anak. Anne?” Tuan. amarah dan penghinaan. berkata pada yang lain saat pulang dari sekolah bahwa dia “benar-benar tak pernah melihat hal seperti itu—wajahnya sangat putih. lalu menumpuknya dengan rapi di atas batu tulisnya yang retak. Ketika sekolah usai Anne berjalan ke mejanya. Awalnya murid-murid lainnya saling memandang. pak. mereka segera kembali ke tugasnya sendiri dan Anne pun terlupakan. dengan bintik-bintik merah kecil yang mengerikan di wajahnya. Phillips memanggil keluar anak-anak kelas sejarah Anne seharusnya pergi.” dan menyelipkannya ke tangan Anne. bahkan lebih parah lagi disuruh duduk dengan anak laki. “Ya.” Untuk beberapa saat Anne tampak seolah bermaksud akan membangkang. melangkah melintasi jalur antara tempat duduk. segera begitu mereka berada di jalan. agama dan ilmu hitung. pena dan tinta. sadar tak ada bantuan yang bisa diharapkan. Dia merasa meluap-luap dengan rasa malu. Gilbert mengambil permen kecil berbentuk hati berwarna pink dengan tulisan emas di atasnya. lalu Tuan. Tapi karena Anne tak pernah mengangkat kepalanya dan Gilbert mengerjakan bilangan pecahan seolah segenap jiwanya asyik dengan bilangan pecahan itu dan hanya itu. Lalu Anne bangun. yang telah menulis beberapa syair “Untuk Priscilla” sebelum ia memanggil anak-anak itu. dan terutama Anne.” sahut Anne pelan “tapi kurasa anda tak serius. mengambil permen hati pink itu dengan hati-hati di antara ujung jari-jari tangannya. melumatkannya menjadi bubuk di bawah tumitnya. yang meliriknya sekilas begitu Anne menenggelamkan wajahnya. berbisik.” Bagi Anne. Ruby Gillis. Phillips bertanya marah.“Apa kau dengar apa yang kusuruh. dia bangkit dengan angkuh. menjatuhkannya ke lantai. dengan sok mengeluarkan semua yang ada di dalamnya. “Kamu manis. Keadaan memburuk. Suatu kali. ini akhir dari segalanya. Anne merasa tak sanggup menanggungnya dan tak berdaya. tak menyukainya. Ketika Tuan. 92 . Kemudian. duduk di sebelah Gilbert Blythe. Dia tak berani menanyakan itu sebelumnya. buku-buku dan catatan. ketika tak ada seorang pun yang melihat. masih terus menerus memikirkan sajak dan tak pernah melewatkannya. dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lengannya di atas meja. Cukup buruk dihukum sendirian di antara selusin anak lainnya yang memiliki kesalahan sama. Phillips. “Patuhi aku sekarang juga. dan duduk kembali di bangkunya tanpa sudi melirik Gilbert. bahkan anak laki itu haruslah Gilbert Blythe yang telah sangat menghinanya dengan tidak adil sampai sama sekali tak tertahankan. Anne?” Diana ingin tahu. tertawa terkikik dan menyikut. tapi Anne tak bergerak. “Untuk apa kau membawa pulang itu semua.

” Marilla sungguh melihat sesuatu seperti sifat keras kepala dan tak mau mundur pada wajah mungil Anne. “Tidakkah kau mengerti. dan Alice Andrews akan membawa buku Pansy baru minggu depan dan kami semua akan membacanya keras-keras.” sahut Anne. Dia tak akan ke sekolah bertemu Tuan. kujamin. Itu sangat luar biasa mengasyikkan.” sahut Anne. tapi 93 . Anne. “Kami akan membuat rumah baru paling indah di bawah dekat sungai. “Ia harus membolehkan. dia akan mengatakannya pada Marilla setibanya di rumah. Tapi aku tak akan kembali ke sekolah. “Aku akan biarkan tubuhku hancur berkeping-keping kalau itu akan memberi kebaikan untukmu. “Apakah Marilla akan membolehkanmu berada di rumah dan tak ke sekolah?” tanyanya. “Aku sungguh berpikir kau jahat. Anne!” Diana tampak seolah akan menangis. Apa yang harus kulakukan? Tuan. di bawah dekat sungai.” Anne menggeleng pelan.” “Aku akan lakukan hampir segalanya di dunia untukmu. per bab. Tekadnya sudah bulat. Tolong kembalilah.” kata Marilla.” “Oh. Phillips lagi. tidak. Ia tahu akan kesulitan dalam mengatasinya. Tapi aku tak bisa melakukan ini. Dan kau tahu kau sangat suka membaca keras-keras. pandangan mencela. Dan kami akan belajar sebuah lagu baru—Jane Andrews sedang mempraktekkannya sekarang.” “Bayangkan saja semua kesenangan yang akan kau lewatkan. jadi tolong jangan minta aku melakukannya.“Aku tak akan kembali lagi ke sekolah. Diana. Anne. “Itu sama sekali bukan omong kosong. Marilla? Aku sudah dihina.” “Oh. “Omong kosong. dan kami akan bermain bola minggu depan dan kau tak pernah bermain bola. Marilla. memandang Marilla dengan serius.” “Dihina omong kosog! Besok kau akan ke sekolah seperti biasa. Anne. “Aku TAK AKAN PERNAH ke sekolah bertemu orang itu lagi.” sahut Anne. Aku akan belajar di rumah dan aku akan bersikap sebaik yang kubisa dan terus menutup mulutku sepanjang waktu kalau sama sekali memungkinkan. Kau sangat menyiksaku.” Tak ada yang bisa mempengaruhi Anne sedikitpun.” sahut Anne sedih. Diana tersengal dan menatap Anne untuk melihat apakah dia serius.” kata Diana murung. Phillips akan menyuruhku duduk dengan Gertie Pye yang mengerikan itu—aku tahu ia akan melakukannya karena dia duduk sendiri. “Aku tak akan kembali.

Tuan. Aku hanya akan membicarakannya dengan Rachel. Nyonya. Tapi tentu saja akan tak akan mengatakan itu padanya. aku tak akan bicara tentang sekolah padanya lagi sampai dia sendiri yang mengungkitnya. Tillie Boulter benar-benar marah. Tentu saja. Phillips yang salah. Sekarang. Marilla. “Tillie Boulter dalam perjalanan pulang dari sekolah dan dia menceritakannya padaku. “Aku akan pergi menemui Rachel untuk mempertimbangkannya malam ini. karena kau minta saranku. “Ya. Rachel?” “Well. Yakinlah. Aku tak pernah menyangka dia bisa bergaul sangat baik dengan mereka. Dia telah menyekolahkan sepuluh orang anak dan dia seharusnya tahu sesuatu mengenai kejadian itu. Lynde sangat suka dimintai nasehat—“Pertama aku akan sedikit menghiburnya. dia juga akan mendengar cerita selengkapnya. tentang pertengkaran Anne di sekolah.kemudian dengan bijak ia memutuskan tak banyak bicara lagi.” pikirnya.” “Aku tak tahu apa yng harus kulakukan padanya. dia akan tenang kembali dalam seminggu atau beberapa hari dan cukup siap untuk mempertimbangan kembali kemauannya sendiri. Rachel mengangguk. Aku tak pernah melihat anak yang sangat gusar. Tapi hari ini berbeda. “Tak ada gunanya berdebat dengan Anne sekarang. Dan aku tak yakin dengan bentuk hukuman menyuruh anak perempuan duduk dengan anak laki. Lynde ramah—Nyonya.” sahut Nyonya. Kutahu semuanya berjalan terlalu lancar sampai akhir. Tepat. itu yang akan kulakukan. Dia langsung berpihak pada Anne dan katanya seluruh murid melakukan hal yang sama. Itu tidak sopan. kau tahu. Dan tentu saja ia sudah benar dengan menghukumnya kemarin karena sudah naik darah. sementara.” sahut Marilla. “Kurasa kau tahu maksud kedatanganku. Bagaimanapun. Phillips telah berbuat agak sewenang-wenang. Lynde sedang merajut selimut tebal serajin dan segembira biasanya. Anak lain yang telat seharusnya juga dihukum seperti Anne.” Marilla mendapati Nyonya. itu masalahnya. Marilla. Anne tampak benar-benar populer di antara mereka.” katanya.” sahutnya. kau tahu tingkah dan kemarahan seperti apa yang akan dilakukannya kemudian dan membuat masalah yang lebih parah dari 94 . Apa yang akan kau sarankan. itu tak akan kita katakan pada anak-anak. ayang bisa kupahami dari ceritanya.” “Lalu menurutmu aku lebih baik membiarkannya tinggal di rumah. kalau kau memaksanya segera kembali bersekolah. “Kutebak.” sahut Marilla keheranan. “Dia bilang tak mau kembali ke sekolah. Sejak dia bersekolah aku sudah menduga akan ada masalah. Aku yakin Tuan. agak malu-malu. Dia sedang terlalu gusar dan menurutku dia akan sangat keras kepala. Perasaannya sangat halus.

Tapi aku sangat tahu ketika kami dewasa Diana akan menikah. Anne?” tanyanya. dan aku pengiring pengantinnya. dia sangat mencintai Diana. Marilla cepat-cepat berpaling untuk menyembunyikan wajahnya yang mulai bergerak-gerak. Marilla mengikuti saran Nyonya. tapi dengan hati terluka yang tersembunyi oleh senyuman di wajahku. Perintahnya memalukan. mengerjakan pekerjaannya. Anne telah benar-benar membulatkan tekad untuk membenci Gilbert Blythe sampai akhir hayatnya. “Aku sangat mencintai Diana. Rachel menggeleng-gelengkan kepalanya. tapi itu tak ada gunanya. “Ini tentang Diana. Dia tidak akan terlalu banyak tinggal hanya karena tak pergi ke sekolah. Lalu mengucapkan pada Diana selamat tinggal-al-al —“ Sekarang Anne telah benar-benar terpuruk dan menangis semakin getir. dan tampak secantik dan seagung ratu. Pada suatu malam Marilla. itu intinya. tapi ketika dia bertemu Gilbert Blythe di jalan atau bertemu secara kebetulan di sekolah Minggu dia melewatinya dengan jijik hingga tak tersentuh sedikitpun oleh keinginan Gilbert yang sungguh-sungguh untuk berbaikan dengannya. dengan gaun yang indah juga. ia jatuh ke kursi terdekat dan meledaklah gelak tawanya yang terbahak-bahak dan tak biasanya hingga 95 . bagaimanapun. Menurutku. Tuan. semakin sedikit bertengkar dengannya akan lebih baik. mendapati Anne sedang duduk di dekat jendela timur pada waktu senja. selama ITU berjalan. menangis terisak. karena ia memperbudak dua lainnya.” Nyonya. dan bermain dengan Diana di waktu senja musim gugur yang ungu dan dingin. sama kuatnya rasa suka dan tidak suka. Sebanyak kebenciannya pada Gilbert. dengan kerudung. Aku tak tahu akan menjadi seperti apa pendidikan di Island ini.” Anne menangis tersedu. dengan seluruh cinta pada hati kecilnya yang menggebu. Dia belajar di rumah. “Apa masalahnya sekarang. Rachel dan tak menyinggung lagi masalah kembali ke sekolah pada Anne. Aku telah membayangkan semuanya—pernikahan itu dan semuanya—Diana memakai gaun seputih salju. Bahkan usaha Diana sebagai penengah tak membantu. Aku tak akan pernah bisa hidup tanpanya. Phillips sama sekali tak baik sebagai seorang guru. Marilla. ia mengabaikan pesta anak-anak dan menghabiskan seluruh waktunya mempersiapkan murid-murid yang sudah dewasa itu untuk ratu. sebanyak keinginannya mengatakan bahwa kalau saja ia adalah ketua Sistem Pendidikan Provinsi maka segala sesuatunya akan jauh lebih teratur. masuk dari kebun buah dengan sekeranjang apel. apa yang harus kulakukan? Aku benci suaminya—aku amat sangat membencinya. Ia tak akan dikontrak lagi oleh sekolah itu kalau pamannya tak menjadi komisaris—KOMISARIS. pergi jauh dan meninggalkanku. dan bagian lengan yang gembung. itulah sebabnya. Dan oh.sebelumnya.

yang jiwa seninya tak berkembang pesat.” “Oh. Anne Shirley. ketika pepohonan birch di lembah menjadi keemasan seperti cahaya matahari. demi Tuhan lakukanlah yang lebih berguna. yang sedang melintasi halaman di luar. “Aku sangat senang bisa tinggal di tempat yang ada bulan oktober.” “Aku buruk sekali sampai melupakannya. “kalau kau harus gelisah tanpa alasan.” kata Marilla begitu ia mampu bersuara. masuk dengan menari dan tangannya penuh dengan dahan pohon yang indah. Ia tak pernah marah sedikitpun.” “Kamar yang morat-marit.” Bab XVI – Diana diundang untuk Minum Teh dengan Akibat Tragis Oktober adalah bulan yang indah di Green Gables. Kamar tidur dibuat untuk kita tidur di dalamnya. Kau harus menyiapkan makan malam untuk Matthew dan Jerry. Ia 96 . jadi jagalah jangan sampai kau lupa membuat teh sampai kau duduk di meja seperti terakhir kali. Akan sangat tidak menyenangkan kalau kita melompat dari September ke November. ya kan? Coba lihat cabang-cabang pohon maple ini. Marilla. “tapi itu sore ketika aku sedang memikirkan nama untuk Violet Vale dan itu membuatku tak memikirkan hal lain. pepohonan maple di belakang kebun buah berwarna merah tua indah.Matthew.” sahut Anne menyesal. Matthew sangat baik. Anne bersuka ria dengan warna-warni di sekelilingnya. dan pepohonan cherry liar di sepanjang jalan indah menaungi dengan warnanya yang merah gelap dan hijau kemerahan. “Kau membuat kamarmu sama sekali berantakan dengan terlalu banyak benda dari luar rumah.” “Kalau begitu ingat jangan sampai daun-daunnya rontok di tangga. Tidakkah cabang-cabang itu memberimu sensasi—beberap sensasi? Aku akan menghias kamarku dengannya. Anne. Dan kau tahu seseorang bisa bermimpi jauh lebih indah dalam sebuah kamar dengan benda-benda bagus di dalamnya. dan juga untuk bermimpi. Anne.” serunya di suatu pagi Sabtu. sementara akibatnya lapangan terkena sinar matahari. “Oh. cukup yakin. Marilla. Aku akan menghadiri rapat The Aid Society sore ini. berhenti karena keheranan. dan mungkin belum tiba di rumah sebelum gelap. Kapan ia pernah mendengar Marilla tertawa seperti itu sebelumnya? “Well. Aku akan berpikir kau berimajinasi. Aku akan menaruh dahan-dahan ini dalam kendi biru lama dan meletakkannya di atas mejaku.” sahut Marilla.

Dan—aku tak yakin apakah aku melakukan hal yang benar—ini mungkin akan membuat pikiranmu lebih tak karuan dari sebelumnya—tapi kau boleh mengajak Diana ke sini dan melewati sore dengan juga minum teh di sini. Hasilnya baru saja Marilla berangkat ke Carmody. lalu apa? Kau tahu aku tak pernah menggunakannya kecuali untuk pendeta atau anggota The Aid. mengundang Diana minm teh. Tapi saat ini kau jangan sampai kehilangan akal. kalau kau bangun dan makan di tengah malam. Marilla.sendiri yang membuatkan teh dan berkata kami praktis boleh menunggu. Marilla!” Anne menggenggam tangannya. Tapi di sana ada botol setengah penuh dengan minuman anggur manis raspberry sisa dari pertemuan gereja malam kemarin. Diana sampai. memejamkan matanya dengan estetis. Dan kau boleh memotong beberapa kue rasa buah dan makan kue-kue kering dan buncis. Marilla.” Anne berlari ke lembah. Tapi kau boleh buka wadah kuning kecil berisi sele cherry. Anne. memakai pakaianNYA yang terbagus kedua dan tampak sangat tepat digunakan 97 . Marilla. Kau akan menggunakan perangkat cangkir lama berwarna coklat. hanya membayangkannya saja sudah membuatku merasakan sensasi yang indah. Kau boleh menggunakan ruang duduk untuk teman-temanmu. bolehkah aku menggunakan seperangkat cangkir bermotif kuncup bunga mawar?” “Tidak.” “Oh. melewati Dryad’s Bubble dan mendaki jalan yang dipenuhi pohon spruce ke Orchard Slope. Bolehkah aku mengajaknya ke ruang yang kosong untuk meletakkan topinya ketika dia datang? Lalu duduk di ruang tamu?” “Tidak. kujamin Matthew akan telat saat minum teh karena ia akan mengangkut kentang ke kapal. Itu dongeng yang sangat bagus. Oh. Oh. jadi aku mengarangnya sendiri dan Matthew bilang ia tidak tahu dimana hubungannya. Aku lupa akhir ceritanya.” “Aku benar-benar dapat membayangkan sedang duduk di kepala meja dan menuangkan teh. sungguh tak boleh! Cangkir bermotif kuncup mawar! Well. Ini akan tampak sangat menyenangkan dan membanggakan. jadi ia tak merasa waktu lama sama sekali.” “Matthew akan berpikir itu tak jadi soal. dan kue kering untuk dimakan sambil minum anggur itu di waktu sore. Anggur itu ada di rak kedua di lemari ruang duduk. Bagaimanapun sudah waktunya itu digunakan—aku yakin itu akan mulai bekerja.” sahut Anne. Jangan takut aku akan lupa membuatkan teh ketika aku ada kawan. Dan aku menceritakan dongeng yang indah sambil menunggu. “Benar-benar sangat indah! Akhirnya kau SUNGGUH bisa membayangkan semuanya atau kalau tidak kau tak akan pernah mengerti betapa aku sangat merindukan hal ini terjadi. kau dan Diana boleh meminumnya kalau mau. Kemudian memaksanya mengambil sepotong kue lagi atau menawarkan sele padanya. “Lalu menanyakan apakah Diana mau gula! Aku tahu dia tak mau tapi tentu saja aku akan menanyakannnya seolah-olah aku tak tahu.

Diana. Harmon Andrews pagi itu. Nama minuman itu dimulai dengan huruf A dan R dan warnanya merah terang. Banyak yang ingin diceritakan oleh Diana pada Anne tentang apa yang terjadi di sekolah. dengan kekuatan gaib batu kerikil yang diberikan oleh Mary Joe tua dari Creek untuknya. Kuharap hasil panen ayahmu juga bagus. “Ayo kita ke luar ke kebun dan memetik beberapa Red Sweeting. dengan sama sopannya membuka pintu.menghadiri jamuan teh di luar. banyak sekali. ternyata sangat menyenangkan sehingga kedua anak itu menghabiskan sebagian besar waktu sorenya di situ. Aku suka minuman berwarna merah terang. Nama Charlie Sloan telah ditulis dengan nama Em White di dinding serambi depan dan Em White SANGAT MARAH karenanya. seolah dia tak melihat Nyonya. Ruby Gillis telah mengguna-guna semua kutilnya. terima kasih. Cuthbert akan mengangkut kentang ke LILY SANDS sore ini. ya kan?” sahut Diana. kedua anak perempuan itu berjabat tangan dengan agak payah seolah mereka belum pernah bertemu sebelumnya. sungguh. Kau harus menggosok kutil dengan batu kerikil itu lalu lemparlah dari atas bahu kirimu pada saat bulan muda dan semua kutil itu akan hilang. dengan dahan besarnya yang menjulur menyapu tanah penuh dengan buah.” “Hasil panen kami lumayan bagus. yang telah menumpang di kereta Matthew sampai ke tempat Tuan. terima kasih. yang memakai baju terbagusnya kedua. bersiapsiap. Kurasa Tuan. “Bagaimana kabar ibumu?” Anne bertanya sopan. Ia bilang kita boleh makan kue rasa buah dan sele cherry saat minum teh. Apa kau sudah memetik banyak apel di kebunmu?” “Oh. Kekhidmatan yang tak biasa ini berlangsung sampai setelah Diana diajak ke loteng timur untuk menyimpan topinya lalu duduk di ruang duduk selama sepuluh menit. Dia harus duduk dengan Gertie Pye dan dia benci itu. Marilla seorang wanita yang sangat murah hati. Hasil panen kentang kami sangat bagus tahun ini. Gertie mendecitkan pinsilnya setiap saat dan itu sangat membuat darahnya—Diana— membeku. 98 . Sam Boulter telah “lancang” pada Tuan.” sahut Anne lupa menjaga wibawanya dan melompat cepat.” Kebun buah itu. tapi sekarang dia mengetuk pintu depan dengan sopan. Lalu ketika Anne. duduk di pojok berumput dimana kebekuan telah menyerap kehijauan dan sinar matahari lembut musim gugur bersinar hangat. jadi aku tak akan memberitahumu apa yang ia bilang boleh kita minum. “Ya. “Dia sangat sehat. Tapi bukan sikap yang baik memberitahu temanmu apa yang akan kau hidangkan. Di lain waktu dia terbiasa berlari masuk ke dapur tanpa mengetuk pintu. makan apel dan ngobrol sekuat yang mereka sanggup. kau juga kan? Rasanya dua kali lebih enak daripada warna lain. Barry memetik apel pagi itu dalam keadaan sehat walafiat. Marilla bilang kita boleh memetik semua yang tersisa di pohon.

Anne. Dia mendapat bergelas-gelas penuh anggur raspbery dan rasanya benar-benar sangat lezat. ya kan?” Ketika Anne kembali dari dapur Diana sedang meneguk anggur dari gelas yang terisi penuh untuk kedua kalinya. “Aku tak tahu kalau anggur raspberry rasanya sangat nikmat.” katanya. “Sekarang. Kurasa seolah aku tak mau apa pun lagi setelah makan semua apel itu.” “Minuman terlezat yang pernah kuminum. silakan minum.” sahut Anne tulus. “Ini anggur raspberry yang sangat enak. Ia berusaha mengajarkanku cara memasak tapi kujamin. karena Anne mendesaknya.” katanya sopan. kemudian ayah Sam datang ke sekolah dan menantang Tuan. Diana. Kau harus melakukan segala sesuatunya menurut aturan. dan Gilbert Blythe— Tapi Anne tak mau mendengar tentang Gilbert Blythe. dan. Banyak sekali tanggung jawab di pikiran seseorang yang bertugas menjaga rumah. Diana. dia sama sekali tak keberatan minum segelas penuh untuk ketiga kalinya. Phillips mencambuknya. kemudian meneguknya dengan anggun. Terakhir kali aku 99 . Aku akan keluar dan menyalakan api. “Marilla adalah koki terkenal. dan Matie Andrews punya sebuah kerudung baru berwarna merah dan alat penyeberang jalan warna biru dengan rumbai-rumbai di atasnya dan karenanya gayanya menjadi sangat memuakkan. dan Lizzie Wright tak bicara dengan Mamie Wilson karena kakak Mamie Wilson telah membuat hubungan kakak Lizzie Wright dengan kekasihnya putus. itu pekerjaan yang berat. Anne menaruhnya di talam dan menghidangkannya di meja dengan sebuah gelas minum.Phillips di kelas lalu Tuan. Minum saja sebanyak kau mau.” “Kukira anggur raspberry Marilla mungkin memang akan jauh lebih enak daripada punya Nyonya.” “Aku sangat senang kau menyukainya. Dia melompat dengan tergesa dan berkata mereka seharusnya masuk dan minum anggur manis raspberry. “Ini jauh lebih enak dari pada minuman dari Nyonya. Rasanya sedikitpun tak sama.” kata Diana. dan semua orang sangat merindukan Anne dan berharap dia kembali ke sekolah. Dia kembali mencari dan menemukannya di rak atas. Lynde. Phillips kalau berani memukul salah satu di antara anaknya lagi. meskipun ia sangat menyombongkannya. Anne melihat ke rak kedua di lemari ruangan itu tapi tak ada botol anggur raspberry di sana. Lynde. “Aku tak yakin sanggup minum. memandang kagum warna merahnya yang terang. Sedikit sekali lingkup untuk berimajinasi dalam masak memasak.” Diana menuangkan sendiri minuman itu memenuhi gelasnya.

Chester Ross hanya MENATAP ku dan kupikir aku akan merosot ke lantai karena malu. itu merupakan peristiwa yang mengerikan. Marilla bilang itu cukup untuk sekali makan malam lagi dan menyuruhku menaruhnya di rak lemari serta menutupnya. Kau tahu mereka orang yang sangat bergaya. karena aku mau Nyonya. Ketika Marilla memanggilku masuk hidangan makan malam sudah tersaji dan semua orang sudah berada di meja makan. Kami membuat puding prem untuk hidangan makan malam hari Selasa lalu tersisa setengah puding dan satu tempayan penuh saus. Nyonya. kau tak boleh memakai saus puding itu. Aku merupakan percobaan yang berat baginya. yang mana pun yang mereka mau.’ Oh. Well. di sebelah tangan yang lain. bayangkan kalau kau bisa ketakutanku yang amat sangat karena mendapati seekor tikus di dalam saus puding itu! Aku mengangkat tikus itu keluar dengan sendok dan melemparnya ke halaman dan kemudian mencuci sendok itu dengan tiga jenis air. dan kau tak pernah. terutama Nyonya. Diana.membuat kue aku lupa memasukkan tepung. Diana. Aku bermaksud untuk menutupnya sebanyak mungkin. Tuan. dan aku lupa sama sekali untuk menutup saus puding. tak pernah melupakan sahabat masa mudamu yang mengorbankan dirinya untukmu. itu cerita yang sangat menyedihkan. Aku ingat semuanya dan aku langsung berdiri di tempatku dan menjerit ‘Marilla. Aku sedang membayangkan cerita paling indah tentang kau dan aku. aku tak akan bisa melupakan peristiwa mengerikan itu meskipun aku akan hidup sampai seratus tahun. Marilla sedang keluar untuk memerah susu dan aku benar-benar berniat untuk bertanya padanya ketika ia masuk kalau aku akan memberikan saus itu untuk babi. Oh. Marilla sangat marah dan aku tak heran lagi. Ada seekor tikus tenggelam di dalamnya. Chester Ross. tapi aku berjalan ke sisi tempat tidurmu dengan berani dan merawatmu sampai sembuh. Airmata terus mengalir di pipiku ketika aku mengaduk adonan kue. Aku lupa memberitahumu sebelumnya. kemudian aku tertular cacar dan meninggal lalu dikuburkan di bawah pepohonan poplar di pemakaman itu dan kau menanam rumpun bunga mawar di makamku serta menyiraminya dengan airmatamu. kau tahu. Diana. Ia seorang pengurus rumah 100 . Diana. Tepung sangat penting untuk kue. Minggu lalu ia merasa sangat malu karena saus puding. dan Nyonya. Diana. tapi ketika aku membawanya masuk aku membayangkan bahwa aku adalah seorang suster—tentu saja aku beragama Protestan tapi aku membayangkan aku adalah orang Katolik—menggunakan kerudung untuk menyembunyikan patah hati di pengasingan yang terpencil. Diana. Tapi aku lupa memasukkan tepung dan kuenya gagal total. jadi aku tak pernah ingat lagi tentang saus puding dan Marilla menyuruhku keluar untuk memetik apel. Chester Ross menganggap aku seorang anak kecil yang seperti lady meskipun aku tidak cantik. Aku berusaha sesopan dan seanggun mungkin. tapi ketika ia telah masuk aku membayangkan bahwa aku adalah peri es yang sedang berjalan melintasi hutan dan membuat pepohonan berubah menjadi merah dan kuning. Semuanya berjalan baik sampai aku melihat Marilla datang membawa puding prem dengan sebelah tangan dan tempayan berisi saus puding yang TELAH DIHANGATKAN. Chester Ross dari Spencervale datang ke sini pagi itu. Kupikir kau menderita sakit cacar yang amat parah dan semua orang mengucilkanmu. Aku teringat untuk menutup saus itu keesokan paginya dan berlari ke dapur.

“Bagaimanapun juga biarkan aku memberimu makan siang. kau bisa mengandalkanku. tapi aku tak bisa makan sesuap pun.” katanya murung. “Aku tak pernah dengar ada teman yang pulang sebelum minum teh.” jerit Anne kalut. Marilla memarahiku habis-habisan. Lynde untuk suatu keperluan. “Oh. Aku tak akan pernah meninggalkanmu.tangga yang sempurna dan bayangkan apa pendapatnya tentang kami. Diana.” “Aku harus pulang. dimana dia menyimpan kembali sisa anggur raspberry dengan sedih ke dalam lemari dan menyiapkan teh untuk Matthew dan Jerry. Dalam waktu yang sangat singkat Anne telah kembali pulang 101 . “Biarkan aku memberimu sepotong kue dan sedikit sele cherry. Dimana kau merasa sakit?” “Aku sangat pusing. Anne. sama sekali tanpa semangat lagi. agak serak. Kemudian—wajah Marilla memerah laksana api tapi ia tak bicara sepatah kata pun. “Aku akan segera mengambilnya—aku akan pergi dan menghidangkan teh saat ini juga. Rasanya seperti ada tumpukan batu bara panas di kepalaku. dengan airmata kekecewaan di matanya. dia berjalan terhuyung. pasti tak terpikir olehmu harus pulang sebelum minum teh. meletakkan tangannya di kepalanya. apa masalahnya?” Diana telah berdiri dengan goyah. bodoh tapi bertekad. kemudian dia duduk lagi. mengambil topi Diana dan pergi dengannya sampai ke pagar halaman Barry. Dimana kau merasa sakit?” “Aku harus pulang.” sahut Diana. Ia bahkan juga menawarkannya untuk padaku.” sahut Diana. Sia-sia Anne memohon. “Aku—aku sangat sakit. Lalu dia menyusuri jalan kembali ke Green Gables. Kenapa.” “Oh. Dan sungguh.” ulang Diana. Tapi aku sungguh berharap kau mau tinggal sampai setelah minum teh.” Anne memohon. dan hanya itu yang ingin dikatakannya. Senin sore Marilla menyuruhnya pergi ke rumah Nyonya. Chester Ross pergi. Berbaringlah sejenak di sofa dan kau akan membaik. “Aku—aku—harus segera pulang. Setelah Nyonya. Ia hanya membawa saus dan puding itu keluar dan membawa masuk sele strawberry. Diana. apa kau merasa mungkin kau benar-benar terkena cacar? Kalau iya aku akan pergi dan merawatmu. Keesokan harinya adalah hari Minggu dan meskipun hujan turun dengan derasnya mulai dari terbit fajar sampai senja Anne tak beranjak dari Green Gables.” sahutnya.

meskipun orang-orang tertentu yang agak keras. Duduklah dengan tegak sekarang juga dan katakan padaku kenapa kau menangis. Kau malah memberi wine untuk Diana dan bukannya anggur manis raspberry.” Anne duduk tegak. Apa kau sendiri tak bisa membedakan rasanya?” 102 . Ia kembali ke dapur dengan botol anggur di tangannya. Dan ia bilang aku pasti anak yang sangat nakal dan bertingkah buruk dan ia tak akan pernah. salah satunya Nyonya. Dia berlari ke dapur dan menghempaskan tubuhnya dengan wajah tertelungkup sedih di atas sofa. kau benar-benar berkebawaan untuk terjerumus dalam kesulitankesulitan. jelas-jelas tak menyetujuinya. terdengar sama—sama—seperti suami Nyonya. “Aku sungguh berharap kau tak pergi dan bertingkah kasar lagi pada Nyonya. aku sangat tertegun karena sengsara. ketika aku bertanya padamu aku butuh jawabannya. kesedihan menyeruak.” Anne tersedu. “Katanya aku membuat Diana MABUK pada hari Sabtu dan membuatnya pulang dalam kondisi yang sangat memalukan. Marilla. Barry sedang dalam keadaan yang sangat kacau. “Anne apa kau atau Nyonya.dengan airmata mengalir di pipinya. Oh.” Tak ada jawaban dari Anne yang mencoba menahan airmatanya dan sedu sedan yang semakin menjadi! “Anne Shirley. Lynde pergi menemui Nyonya. “Aku tak menyangka anggur raspberry bisa membuat orang mabuk. Barry dan Nyonya.” “Mabuk omong kosong!” sahut Marilla.” dia meratap. melangkah ke lemari di ruang duduk. Dan pada saat yang sama Marilla teringat bahwa ia meletakkan botol anggur raspberry di ruang penyimpanan anggur dan bukan di lemari seperti yang dikatakannya pada Anne. Lynde. Thomas! Tapi aku tak bermaksud membuatnya mabuk. Marilla—bahkan meski mereka minum tiga gelas besar yang terisi penuh seperti yang dilakukan Diana.” Marilla terbelalak tak percaya. Barry. Barry tak waras? Apa yang kau hidangkan untuknya?” “Hanya anggur raspberry dan tak ada yang lain. “Sekarang apa masalahnya. Di atas rak itu terdapat sebuah botol yang langsung diketahuinya berisi wine buatan sendiri saat ia merayakan tiga tahun berdirinya usaha pembuatan anggurnya itu di Avonlea. “Hari ini Nyonya. “Membuat Diana mabuk!” ulangnya begitu ia pulih dari rasa terkejutnya. Oh. Anne?” Marila bertanya antara ragu dan risau. Wajahnya berkerinyit karena jengkel pada diri sendiri. “Anne. tak akan pernah mengijinkan Diana bermain denganku lagi.

Aku bermaksud sangat—sangat—bermurah hati. Nyonya. Nyonya. Barry sangat marah. Dia tertawa seperti orang tolol ketika ibunya bertanya ada apa lalu dia pergi tidur dan tidur selama berjam-jam. sedikit pun aku tak menduga akan seperti ini saat pertama kali kami mengucapkan sumpah persahabatan. jangan menangis.” kata Marilla.” “Jangan bersikap tolol.“Aku tak pernah mencicipinya. Well. Diana dan aku selamanya adalah teman. Kurasa dia berpikir kau melakukannya untuk sebuah lelucon tolol atau sejenisnya.” katanya murung. Mungkin ia akan lebih cepat mau mendengarkanmu ketimbang aku. Marilla.” “Aku harus menangis.” sahut Anne. Ia hanya yakin satu hal. Sudah. Bintang-bintang di orbitnya memusuhiku. Nyonya.” sahut Anne. Diana merasa sangat kesakitan dan harus pulang. Barry akan mempertimbangkannya kembali ketika ia tahu bukan kau yang bersalah. Aku hanya menyimpannya untuk obat. Barry bilang pada Nyonya. Sebaiknya kau pergi menemuinya malam ini dan beritahu dia kejadian sebenarnya. Anne. aku akan menemuinya. Marilla. “Aku berharap kau yang akan menemuinya. dari wajahmu aku tahu itu tak ada gunanya. “Oh. yaitu aku sengaja melakukannya. “Kupikir itu adalah anggur manis raspberry. Barry tak mau memaafkanku?” 103 . “Kenapa. nak.” “Aku tak berani karena mengingat akan menemui ibu Diana yang terluka. “Hatiku sakit.” sahut Marilla singkat. tiga gelas besar terisi penuh itu memang akan membuatnya sakit meskipun hanya anggur manis. menunjukkan bahwa mungkin itulah cara yang lebih bijak.” “Menurutku sebaiknya dia menghukum Diana karena telah sangat rakus minum tiga gelas penuh. Anne.” Marilla telah berubah pikiran mengenai semuanya berjalan lancar ketika ia kembali dari Orchard Slope. Anne melihat kedatangannya dan berlari ke serambi depan untuk menemuinya. Oh. meskipun aku tak membuatnya lagi selama tiga tahun terakhir sejak aku tahu pendeta tak menyetujuinya. “Nyonya. Aku tak mengerti karena kau yang disalahkan meskipun aku menyesal kejadiannya seperti ini. Marilla.” Anne menghela napas. Kau jauh lebih sopan daripada aku. Kemarin kepalanya terasa sangat sakit seharian. kejadian ini akan menjadi umpan manis untuk orang-orang yang tidak suka aku menjalankan usaha pembuatan wine. Ibunya mencium bau napasnya dan tahu dia mabuk. Semuanya akan berjalan lancar.” “Well. Lynde dia mabuk berat. sudah. “Jangan menangis lagi. Marilla.

ia sangat yakin Anne telah membuat Diana mabuk karena kedengkian belaka. Barry. Nyonya. Dalam pertimbangannya. Jadi ia berkata. Aku memberitahunya itu semua sebuah kesalahan dan bukan kau yang salah. Barry adalah seorang wanita yang teguh pendirian kalau sudah berprasangka dan tak menyukai seseorang. membuka pintu yang diketuk malu-malu. Oh. dalam keadaan sangat kacau. Nyonya. “Oh. Ia curiga pada bualan Anne dan gerak tubuhnya yang dibuat-buat dan menganggap anak itu sedang mengolok-oloknya. tapi dia tetap tak mempercayaiku. apakah anda akan sengaja membuatnya mabuk? Kupikir itu hanya anggur raspberry. meninggalkan anak kecil yang sangat kebingungan itu di serambi depan. aku memaparkan semua fakta itu dengan tenang yang merupakan tamparan tepat baginya. Aku mengatakan terus terang padanya bahwa anggur wine itu bukan untuk diminum tiga gelas penuh sekaligus dan kalau ada anak yang meminumnya seperti itu maka anak itu pasti sangat rakus. mendapati pemohon bermata penuh semangat dan berbibir pucat di ambang pintu. Menurut anda. tak berpengaruh pada Nyonya. tolong jangan katakan bahwa anda tak akan mengijinkan Diana bermain denganku lagi. dan kemarahannya sangat dingin.“Nyonya. Barry.” Marilla melangkah cepat ke dapur. tolong maafkanlah aku. Aku tak bermaksud untuk—untuk— membuat Diana mabuk. diterangi sinar pucat bulan sabit di kaki langit hutan bagian selatan. Saat itu aku sangat yakin kalau itu adalah anggur raspberry. dengan sangat tenang dan mantap berjalan seorang diri melalui deretan pohon semanggi di sekeliling jembatan kayu dan terus sampai ke rimbunan pohon spruce. Lynde dalam sekejap. “Apa maumu?” sambutnya kaku. Nyonya. Bagaimana aku bisa tega? Coba bayangkan kalau anda adalah seorang anak perempuan yatim piatu yang diadopsi oleh orang yang baik dan anda hanya punya satu teman dekat di seluruh dunia. Barry memang tak memaafkanmu!” bentak Marilla. Anne menggenggam tangannya. “Dari semua wanita cerewet yang pernah kutemui dia yang paling parah. Wajahnya mengeras. Barry bahkan membuatnya semakin jengkel. ??? dan ia sangat ingin menjaga anak perempuannya dari kontaminasi karena keakraban lebih lanjut dengan anak yang seperti itu.” Ucapan ini yang telah dapat melembutkan hati Nyonya. Lalu dia menyinggung tentang anggur wine buatanku dan seperti yang selalu kubilang ini pasti berpengaruh pada orang-orang itu. dengan kejam dan dingin: 104 . Kemudian Anne keluar tanpa penutup kepala dalam hawa dingin senja musim gu. Kalau anda melarangnya maka hidupku akan sangat menderita. pemurung yang selalu paling sulit untuk diatasi.

ia benar-benar tertawa puas atas penderitaan Anne.” “Anne.” damprat Marilla. Marilla. kau tak boleh bicara seperti itu. menyibak rambut dari wajahnya yang bersimbah airmata. suatu kelembutan yang tak biasa menjalari wajahnya. Tak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali berdoa dan aku tak terlalu berharap itu akan berguna karena.” sahut Nyonya. kebetulan saja Anne sepintas lalu melihat Diana di Dryad’s Bubble memberi isyarat misterius. Barry dan ia memperlakukanku penuh hinaan. 105 . Barry. berusaha keras mengatasi keinginan tak pantas untuk tertawa terbahak-bahak yang dirisaukannya karena mulai menggelitikinya. aku tak yakin Tuhan Sendiri bisa berbuat banyak pada orang yang keras kepala seperti Nyonya. Marilla. ketika malam itu ia menceritakan cerita itu selengkapnya pada Matthew. “Aku pergi sendiri menemui Nyonya. Dalam sekejap Anne telah keluar dari rumah dan berlari ke lembah. “Hilang sudah harapan terakhirku. Tapi harapan memudar ketika dia melihat raut wajah Diana yang murung. “Bolehkah aku bertemu Diana sekali saja untuk mengucapkan salam perpisahan?” dia memohon. aku TIDAK berpikir ia adalah wanita yang sopan.” katanya pada Marilla.” Bibir Anne gemetar. Anne yang kehilangan harapan kembali ke Green Gables. Kemudia ia membungkuk dan mencium pipi yang bersemu di bantal itu.“Kupikir kau bukan gadis kecil yang cocok sebagai teman Diana. Tapi ketika ia masuk ke loteng timur sebelum tidur dan mendapati Anne menangis sendiri sampai tertidur. keheranan dan harapan berebutan tampak di matanya yang ekspresif. “Anak kecil yang malang. “Diana sudah pergi ke Carmody dengan ayahnya. kemudian melangkah masuk dan menutup pintu.” gumamnya. Dan sungguh. Bab XVII – Daya Tarik Baru dalam Hidup KEesokan sorenya Anne. yang sedang menekuni jahitan kain percanya di jendela dapur. Barry. Sebaiknya kau pulang dan jaga tingkah lakumu.

“Belum. Diana. “Oh. Diana. ia bilang aku tak boleh bermain denganmu lagi. sembari menggenggam tangannya. Aku tak bisa mencintai orang lain seperti aku mencintaimu.” Anne menarik napas panjang. “Di tahun-tahun mendatang ingatan tentangmu akan bersinar laksana bintang dalam kehidupanku yang sepi.” tangis Anne.” “Sepuluh menit tidaklah sangat lama untuk mengucapkan salam perpisahan terakhir.” sahut Anne. Seingatku belum pernah ada seorang pun yang mencintaiku.” “Oh. seperti isi cerita terakhir yang kita baca bersama itu. Diana. maukah engkau memberiku seikat rambutmu yang hitam pekat sebagai kenangan berharga selamanya dalam perpisahan ini?” “Apa kau punya sesuatu untuk memotongnya?” tanya Diana. “dan aku tak akan pernah punya teman karib lain—aku tak akan mau.” sahut Anne. sahabat masa kecilmu. Ia bilang aku hanya punya waktu sepuluh menit dan ia menghitung waktuku. ini menakjubkan! Ini sinar cahaya yang selamanya akan menerangi kegelapan karena harus berpisah dari dikau. “dan aku akan selalu mencintaimu. Anne. dan oh. Untungnya aku membawa gunting jahitan kain perca di saku celemekku. tapi tak ada gunanya. Diana. sungguh-sungguh mengulurkan tangannya. Anne.” “Dan aku akan selalu mencintai engkau. Aku menangis terus menerus dan aku katakan padanya itu bukan salahmu. Diana. kau harus yakin itu. Oh. tak peduli seberapa pun lebih sayang teman lain membelai dikau?” “Sungguh aku mau. “apakah kau MENCINTAI ku?” “Kenapa.“Ibumu belum luluh juga?” tanyanya terengah. Kenapa. sembari menyeka airmata yang mulai mengalir lagi karena tekanan suara Anne yang mengharukan. Diana menggeleng sedih. dan berubah menjadi kepraktisan. maukah kau berjanji setia tak akan pernah melupakanku. Begitu lama aku merayunya untuk mengijinkanku mengucapkan selamat tinggal padamu. Oh.” “Aku mencintaimu dengan setia.” sahut Anne dengan suara sedih.” sahut Diana tersedak. “Kupikir tentu saja kau MENYUKAI ku tapi aku tak pernah berharap kau MENCINTAI ku.” Diana menangis tersedu. Apa kau tak tahu itu?” “Bukan. kupikir tak seorang pun akan mencintaiku. Dengan khidmat dia menggunting salah satu gulungan rambut 106 . tolong ucapkan sekali lagi. “Ya. Diana. tentu saja aku mencintaimu.

‘Engkau’ dan ‘dikau’ tampak jauh lebih romantis daripada ‘kau.” “Kurasa tak banyak yang takut akan berduka karena kematianmu selama kau bisa bicara. “Aku akan kembali bersekolah.” “Sebaiknya kau merenungkan pelajaranmu dan hitung-hitungan. sekarang temanku telah dipisahkan dariku dengan kejam. Phillips bilang Minnie Andrews adalah murid teladan dan tak ada percikan api imajinasi atau kehidupan dalam dirinya.” dia memberitahu Marilla. Barry akan menyesali apa yang telah dilakukannya dan mengijinkan Diana menghadiri upacara pemakamanku. Bibirnya membentuk garis kebulatan tekad. Dia sangat membosankan dan lamban serta tak pernah tampak bersuka cita. Itu akan selamanya sakral dalam ingatanku. Bagaimana pun juga. Dan kalau pun ada mereka tetap saja tak sama. Tapi aku merasa sangat sedih bahwa mungkin itu 107 . tak akan banyak kegembiraan lagi di sekolah. Tuan. “Kukira. karena sekarang aku tak punya Katie Maurice dan Violetta. Diana dan aku mengalami perpisahan yang sangat mengharukan di taman.” Anne mengiyakan dengan muram. sahabatku tercinta. anak kecil impian tak lebih memuaskan dari sahabat yang nyata.Diana. Mungkin ketika ia melihatku terbujur kaku dan mati di depannya Nyonya. Aku menggunakan bahasa paling menyedihkan yang terpikir olehku dan berkata ‘engkau’ dan ‘dikau’. Jaga sikapmu dan lakukan saja apa yang disuruh oleh gurumu. Kemudian dia kembali ke rumah.” paparnya. “Hanya itu yang tersisa untukku. Anne. melambaikan tangannya dengan sedih ke belakang kapan saja dia menoleh ke belakang. Selamat jalan kuucapkan padamu. karena aku tak yakin akan panjang umur. Aku benar-benar dalam keadaan yang lebih buruk dari sebelumnya. Tapi hatiku akan selalu setia padamu. “Semuanya sudah berakhir. Senin berikutnya Anne memberi kejutan pada Marilla karena turun dari kamarnya dengan mengepit keranjang buku di lengan dan pinggulnya. Tolong pastikan itu dikuburkan bersamaku.” Anne berdiri dan memandang Diana sampai tak kelihatan lagi. Di sekolah aku bisa melihatnya dan merenungkan hari-hari yang telah berlalu.” sahut Marilla tak simpatik. “Aku tak akan pernah punya teman lain. tak sedikit pun terhibur karena adanya perpisahan yang romantis ini.’ Diana memberiku seikat rambutnya dan aku akan menjahitnya di sebuah tas kecil dan mengalungkannya di leherku seumur hidupku. Untuk selanjutnya kita harus berperan sebagai orang yang tak saling mengenal meskipun tinggal berdampingan. “Kalau kau kembali bersekolah kuharap kami tak akan mendengar lagi memecahkan batu tulis di atas kepala orang dan tingkah laku seperti itu.” sahut Marilla. menyembunyikan kesenangannya karena perkembangan yang menggembirakan ini.” “Aku akan mencoba menjadi siswa teladan.

dihias indah dengan belang merah dan kertas kuning. yang diberikakan padanya setelah jam makan malam. Ruby Gillis menyelundupkan tiga buah prem biru untuknya selama pembacaan Perjanjian.akan mudah bagiku sekarang. Kehilangan imajinasinya terasa berat dalam permainan. Ketika Anne berjalan ke tempat duduknya setelah jam makan malam—Tuan. Anne mengambilnya dan siap untuk menggigitnya ketika dia teringat bahwa satu-satunya tempat dimana apel strawberry tumbuh adalah di kebun buah Blythe tua di sisi lain dari the Lake of Shining Waters. mendapat sambutan yang lebih baik. suaranya dalam bernyanyi dan kemampuannya yang dramatis dalam membaca buku keras-keras saat jam makan malam. Phillips menyuruhnya duduk dengan siswa teladan Minnie Andrews—dia mendapati sebuah “apel starwberry” besar dan lezat di atas mejanya. berharga dua sen sedangkan pensil biasa hanya satu sen. Tapi karena. Phillips menahannya seusai sekolah untuk menuliskannya kembali. Ella May MacPherson memberinya potongan bunga pansy kuning dari sampul katalog bunga—jenis hiasan meja yang sangat dihargai di sekolah Avonlea. Pasti aku akan menangis sedih kalau melewatinya. Katie Boulter memberinya botol parfum untuk menyimpan air batu tulis. Anne dengan senang menerimanya dengan sangat ramah dan memberi senyuman anggun sebagai balasan untuk orang yang memberinya hadiah sehingga pemuda yag terpikat itu langsung terbang ke langit ke tujuh saat itu juga karena sangat gembira dan akibatnya dia membuat kesalahan yang mengerikan dalam diktenya sehingga Tuan. Aku tak tahan harus melewati Birch Path sendirian. “Ini sangat bagus untuk dinikmati. sangat cocok untuk menghias celemek. 108 .” Di sekolah Anne disambut dengan tangan terbuka. Aku akan menyusuri jalan. Pensil batu tulis Charlie Sloane. yang menyapu sekolah dan menyalakan api. Bukan hanya anak-anak itu yang “menghargai” nya. mencaploknya sebagai salah satu keuntungan tambahan baginya. Apel itu terletak tak tersentuh di atas mejanya sampai keesokan paginya.” Anne mendesah terpesona di depan Marilla malam itu. ketika Timothy Andrews kecil. Anne menjatuhkan apel itu seolah-olah itu adalah batu bara merah-panas lalu dengan berlagak membersihkan tangannya dengan sapu tangan. dan Julia Bell menyalin curahan hati berikut ini dengan hati-hati di atas sehelai kertas pink yang berlekuk di tepi: Ketika senja menurunkan layarnya Dan menjepitnya dengan bintang Ingatlah bahwa kau punya teman Meski pun ia jauh mengembara. Sophia Sloane menawarkan untuk mengajarinya pola baru renda rajutan yang sangat elegan.

Tapi keesokan paginya sebuah catatan dalam gulungan dan lipatan yang paling mengerikan sekaligus menakjubkan. Minnie Andrews anak yang sangat manis—meskipun dia tak punya imajinasi— tapi setelah aku menjadi teman akrib Diana aku tak bisa jadi teman akribnya Minnie. meskipun sudah banyak berkembang. Jiwa kita bisa berhubungan erat. sehingga ketiadaan penghargaan dan pengakuan yang dapat dilihatnya dari Diana Barry yang duduk dengan Gertie Pye melukai kemenangan kecil Anne. Tolong maafkan kesalahan yang ada karena ejaanku belum bagus benar. ATAU C. Aku akan tidur dengan suratmu di bawah bantalku malam ini. setidaknya sejak saat itu dia 109 . Anne membaca tulisan itu. Tapi tak ada tanda-tanda. P. dan sebuah paket kecil diberikan untuk Anne. “Kurasa. mencium pembatas bukunya. Pembatas buku sedang sangat tren sekarang dan hanya tiga siswi di sekolah yang tahu cara membuatnya.S. Diana hanya tersenyum sekali padaku. dan segera mengirim balasan ke sisi samping lain sekolah.Arak-arakan Caesar melucuti kegagalan Brutus Itu memang benar tapi putra terbaik Rome lebih dikenangnya. Kekasihmu sampai ajal memisahkan kita Anne atau Cordelia Shirley. Aku akan menyimpan hadiahmu yang indah selamanya. Kekasihku Diana:-Tentu saja aku tak marah padamu karena kau harus mematuhi ibumu. karena aku masih sangat mencintaimu seperti sebelumnya.S Marilla dengan pesimis menduga akan banyak masalah sejak Anne mulai ke sekolah lagi. Anne sayang (seperti dulu) Ibu bilang aku tak boleh bermain atau pun berbicara denganmu meskipun di sekolah. Aku membuatkan untukmu salah satu pembatas buku baru dari kertas tisu berwarna merah. A. Ini bukan kesalahanku dan tolong jangan marah padaku. Mungkin Anne mendapat sesuatu dari semangat “teladan” dalam diri Minnie Andrews. Aku sangat merindukanmu untuk menceritakan seluruh rahasiaku dan aku tak menyukai Gertie Pye sedikit pun. Ketika kau melihatnya ingatlah Sahabat sejatimu Diana Barry.” keluhnya sedih pada Marilla malam itu.

Sama sekali tak ada kesempatan untuk berimajinasi dalam mempelajarinya. Geometri. pagi berikutnya Anne. kan?” Bab XVIII – Anne untuk Penyelamatan 110 .berhubungan sangat baik dengan Tuan. tapi persaingan telah dimulai dan reputasi berubah-ubah di antara mereka. Sekarang Gilbert juara dalam pelajaran pengejaan. akan menjadi yang pertama. Dia tak akan merendahkan dirinya dengan mengakui bahwa dia berniat menyaingi Gilbert dalam tugas sekolah. Tapi kemenangannya ternoda oleh kenyataan bahwa Gilbert mengucapkan selamat padanya dengan sepenuh hati di depan seluruh siswa. Mungkin Tuan. dengan lontaran kepangan rambut merah panjangnya. Tapi aku tak keberatan dikalahkan oleh Diana. semuanya tampak wajar dari pihak Gilbert. Marilla. karena itu akan mengakui keberadaan Gilbert yang dengan gigih diabaikan oleh Anne. Dan Gil—maksudku beberapa murid lain sangat pandai di bidang itu. Phillips memang bukan guru yang sangat baik. Persaingan di antara mereka segera kelihatan. Phillips bilang aku orang bodoh paling parah yang pernah ditemuinya dalam pelajaran itu. sekarang Anne. Bahkan meskipun sekarang kami bertemu seperti orang asing aku masih mencintainya dengan cinta yang TAK TERPADAMKAN. membuatnya terpesona. Bahasa Prancis dan Aljabar. Di akhir periode Anne dan Gilbert dinaikkan ke kelas lima dan dibolehkan untuk mulai mempelajari elemen “percabangan”—yaitu Bahasa Latin. Tuan. Tapi sungguh. Bulan kedua Anne mengalahkannya dengan selisih lima angka. Kebencian dan cinta dalam dirinya sama besarnya. Anne menderita kekalahan dalam pelajaran geometri. Phillips. tapi sangat dikhawatirkan dari pihak Anne tidak seperti itu. dan ketersiksaan Anne tampak sejelas kepuasan pada diri Gilbert. Ketika ujian tulis di setiap akhir bulan diadakan terjadi ketegangan yang sangat mengerikan. yang tentu saja memiliki kekerasan hati yang tak patut dipuji karena menyimpan dendam.” erangnya. setelah bergulat keras dengan pecahan desimal sepanjang malam. Dia memfokuskan dirinya jiwa dan raga untuk belajar. bertekad untuk tak dapat dikalahkan oleh Gilbert Blyhte dalam pelajaran apa pun. Hal itu nyaris seburuk yang tampak. “Itu pelajaran yang benar-benar sangat mengerikan. seseorang tak akan sedih terlalu lama di dunia yang menyenangkan ini. Bulan pertama Gilbert lebih unggul tiga angka. “Aku yakin tak akan pernah bisa memahaminya. Ini sangat memalukan. Bahkan Diana lebih bisa daripada aku. Suatu hari yang sangat buruk mereka seri dan nama mereka dituliskan bersama-sama. Suatu pagi Gilbert telah mengerjakan semua tugas hitung-hitungannya dengan benar dan namanya ditulis di papan tulis sebagai suatu penghormatan. tapi seorang murid yang tekadnya tak tergoyahkan seperti Anne hampir tidak lepas membuat kemajuan siapa pun guru yang membimbingnya. Aku selalu merasa sangat sedih saat memikirkannya. Marilla. Akan jauh lebih menyenangkan baginya kalau Gilbert merasa sedih karena kekalahannya. Marilla.

Aku sangat bodoh dalam geometri. “karena dengan demikian kau bisa bersimpati padaku. “Matthew. Marilla sendiri diam-diam tertarik pada politik. sadar dari tidurnya dengan terkejut. dan ia berpikir mungkin ini satu-satunya kesempatan baginya untuk dapat melihat perdana pendeta yang nyata secara langsung. Nyonya. Sepintas lalu mungkin keputusan dari Perdana Pendeta Kanada untuk memasukkan daerah Pangeran Edward dalam perjalanan politik tak tampak banyak berpengaruh pada keberuntungan Anne Shirley kecil di Green Gables. Saat itu Bulan Januari ketika perdana pendeta datang. Ini membuat seumur hidupku menjadi gelap. dan jarijari Anne menggelenyar menggapainya. Nyonya. dengan cepat ia menerima ajakan itu. Kau tak bisa sepantasnya bersimpati kalau kau tak pernah mempelajarinya. Anne meletakkakannya kembali di atas rak jam dan membayangkan buku itu tak ada di sana. Rachel Lynde juga ikut pergi. walaupun berkali-kali memandang sedih ke rak jam. Kebanyakan masyarakat Avonlea mendukung perdana pendeta. Api besar menyala-nyala di kompor Waterloo model lama dan kristal es biru-putih bercahaya di kaca jendela. Rachel Lynde adalah seorang politisi yang yang sangat bersemangat dan tak percaya pertemuan politis itu bisa berjalan tanpa kehadirannya. oleh karena itu pada malam diadakannya pertemuan itu hampir seluruh pria dan lumayan banyak wanita pergi ke kota yang jauhnya 30 mil. Matthew. Jane telah meyakinkannya bahwa buku itu memang diperlukan untuk membuat hati berdebar-debar. pernahkah kau mempelajari geometri saat kau sekolah?” “Well. tidak. meskipun ia adalah oposisi dari pihak yang mengadakan pertemuan itu. Oleh karena itu. Tapi hal itu sungguh berpengaruh. sementara Marilla dan Nyonya. Jadi ia pergi ke kota dan mengajak serta suaminya—Thomas akan berguna untuk menjaga kuda—dan Marilla Cuthbert dengannya. “Aku berharap kau pernah mempelajarinya. Matthew terkantuk-kantuk karena PENGACARA PARA PETANI di sofa dan Anne di meja menekuni pelajarannya dengan tekad kuat. untuk menyapa pendukung setianya dan dan yang bukan pendukungnya berhubung dipilih untuk menghadiri pertemuan besar kelompok itu yang diadakan di Charlottetown. meninggalkan Anne dan Matthew untuk menjaga rumah sampai ia kembali keesokan harinya. tak pernah. Rachel luar biasa bersenangsenang di pertemuan besar.” sahut Matthew. atau kira-kira begitulah tujuannya. dimana terletak buku baru yang dipinjamkan oleh Jane Andrews hari itu.” Anne menghela napas. Tapi itu berarti kemenangan bagi Gilbert Blythe keesokan harinya. Anne dan Matthew membuat dapur menjadi sangat menyenangkan bagi mereka.SEMUA hal besar diselesaikan dengan hal-hal kecil.” 111 .

“Well, aku tak tahu,” sahut Matthew menenangkan. “Kurasa kau baik-baik saja dalam apa pun. Minggu lalu di toko Blair di Carmody Tuan. Phillips bilang padaku bahwa kau murid terpandai di sekolah dan telah membuat kemajuan pesat. ‘Kemajuan pesat’ adalah kata-katanya yang sebenarnya. Di sekolah mereka mempergunjingkan Teddy Phillips dan menurutnya ia bukanlah guru yang suka menonjolkan diri, tapi kurasa ia orang yang baik.” Matthew akan berpendapat siapa pun yang memuji Anne sebagai orang “yang baik.” “Aku yakin bisa lebih berhasil dalam geometri kalau saja ia tak mengubah hurufhurufnya,” keluh Anne. “Aku telah mempelajari semua rumusnya di luar kepala kemudian ia menggambarkannya di papan tulis dengan huruf-huruf yang berbeda dari apa yang ada di buku dan aku sungguh merasa bingung. Kupikir seorang guru tak seharusnya mengambil kesempatan jahat seperti itu, ya kan? Sekarang kami sedang mempelajari ilmu pertanian dan akhirnya kutemui apa yang membuat jalanan menjadi merah. Ini kesenangan yang hebat. Aku bertanya-tanya dalam hati bagaimana Marilla dan Nyonya. Lynde bersenangsenang. Nyonya. Lynde bilang Kanada tak lama lagi akan runtuh seperti di Ottawa dan itu adalah peringatan yang mengerikan bagi para pemilih. Katanya kalau wanita dibolehkan untuk memberikan suara maka kita akan segera melihat perubahan yang menggembirakan. Apa yang kau pilih, Matthew?” “Konservatif,” sahut Matthew cepat. Memilih Konservatif adalah bagian dari ajaran agama yang dianut Matthew. “Kalau begitu aku juga Konservatif,” sahut Anne bertekad. “Aku senang karena Gil—karena beberapa anak laki-laki di sekolah adalah orang-orang Grit. Kurasa Tuan. Phillips juga Grit karena ayah Prissy Andrews adalah salah seorang Grit, dan Ruby Gillis bilang bahwa ketika seorang pria sedang pacaran ia harus selalu sepaham dengan ibu pacarnya dalam hal agama dan dengan ayahnya dalam hal politik. Apakah itu benar, Matthew?” “Well, aku tak tahu,” sahut Matthew. “Apa kau pernah pacaran, Matthew?” “Well, tidak, aku tak tahu apa aku pernah pacaran,” sahut Matthew, yang benarbenar tak pernah berpikir tentang hal seperti itu seumur hidupnya. Anne membayangkan dengan menopang dagu di tangannya. “Apa menurutmu, pacaran itu pasti lumayan menyenangkan, Matthew? Ruby Gillis bilang ketika dia beranjak dewasa dia akan memiliki sangat banyak deretan kekasih dan membuat mereka semua tergila-gila padanya; tapi kupikir itu akan terlalu mengasyikkan. Aku lebih suka hanya punya satu kekasih yang berpikiran

112

sehat. Tapi Ruby Gillis tahu banyak tentang hal itu karena dia punya banyak kakak perempuan, dan Nyonya. Lynde bilang anak-anak perempuan dalam keluarga Gillis telah tumbuh seperti kue panas. Tuan. Phillips pergi menemui Prissy Andrews hampir setiap malam. Ia bilang itu dilakukannya untuk membantunya belajar tapi Miranda Sloane juga belajar untuk kepentingan Ratu, dan kupikir ia lebih membutuhkan bantuan daripada Prissy karena dia jauh lebih bodoh, tapi Tuan. Phillips sama sekali tak pernah datang menemuinya di waktu malam. Banyak sekali hal di dunia ini yang tak terlalu kupahami, Matthew.” “Well, aku tak tahu meskipun aku memahaminya semua sendiri,” aku Matthew. “Well, kurasa aku harus menyelesaikan pelajaranku. Aku tak akan mengijinkan diriku membuka buku baru yang dipinjamkan oleh Jane itu sampai aku selesai belajar. Tapi itu godaan yang sangat mengerikan, Matthew. Bahkan ketika aku membalikkan badanku aku bisa melihat buku itu di sana dengan jelas. Jane bilang dia sampai menangis hebat sendirian karena buku itu. Aku suka buku yang membuatku menangis. Tapi kupikir aku akan membawa buku itu ke ruang duduk dan menguncinya di lemari tertutup dan memberikan kuncinya padamu. Dan kau TAK boleh memberikannya padaku, Matthew, sampai aku selesai belajar, tidak bahkan meskipun aku memohon padamu dengan berlutut. Sangat baik bilang menahan godaan, tapi jauh lebih mudah menahannya jika kau tak punya kuncinya. Kalau begitu bolehkah aku turun ke ruang bawah tanah dan mengambil beberapa buah coklat, Matthew? Apa kau mau buah coklat?” “Well, aku tak tahu kecuali apa yang kuinginkan,” sahut Matthew, yang tak pernah makan buah coklat tapi tahu kelemahan Anne akan buah coklat. Begitu Anne muncul dengan riang dari ruang bawah tanah dengan piring penuh coklat terdengar suara langkah kaki cepat di atas papan untuk berjalan yang licin karena es di luar dan kemudian pintu dapur terhempas terbuka dan dengan tergesa Diana Barry, berwajah pucat dan kehabisan napas, dengan syal yang tampak terburu dililitkan menutupi sekeliling kepalanya. Anne dengan cepat melepaskan lilinnya dan piring karena terkejut, lalu piring, lilin, dan apel pecah bersamaan di bawah tangga ruang bawah tanah dan ditemukan di dasar telah melekat dalam bentuk minyak yang mencair, keesokan harinya, oleh Marilla, yang mengumpulkannya dan bersyukur rumahnya tak terbakar. “Ada masalah apa, Diana?” jerit Anne. “Apa ibumu akhirnya menaruh kasihan?” “Oh, Anne, cepatlah datang,” Diana memohon dengan gugup. “Minnie May sedang sakit parah—dia menderita batuk yang disertai sesak napas. Young Mary Joe bilang—dan ayah dan ibunya sedang ke kota dan tak ada seorang pun yang memanggil dokter. Minnie May sakit berat dan Young Mary Joe tak tahu harus berbuat apa—dan oh, Anne, aku takut sekali!”

113

Matthew, tanpa bicara, meraih topi dan mantel, berlalu melewati Diana dan berjalan di kegelapan halaman. “Ia pergi untuk memasangkan pakaian pada kuda untuk pergi ke Carmody memanggil dokter,” kata Anne, yang tergesa mengambil penutup kepala dan jaket. “Aku juga tahu itu seolah ia mengatakan demikian. Matthew dan aku sehati, aku bisa membaca pikirannya tanpa kata-kata sama sekali.” “Aku tak yakin ia akan menemukan dokter di Carmody,” Diana menangis tersedu. “Aku tahu Dr. Blair sudah pergi ke kota dan kurasa Dr. Spencer akan pergi juga. Young Mary Joe tak pernah melihat seorang pun yang menderita batuk disertai sesak napas dan Nyonya. Lynde sedang keluar. Oh, Anne!” “Jangan menangis. Di,” sahut Anne menghibur. “Aku tahu benar harus berbuat apa pada orang yang menderita batuk seperti itu. Kau lupa bahwa Nyonya. Hammond melahirkan bayi kembar tiga kali. Ketika kau menjaga tiga pasang bayi kembar, maka secara alamiah kau akan memiliki banyak pengalaman. Mereka semua menderita batuk asma secara teratur. Tunggu saja sampai aku mendapatkan botol ipepac—mungkin kau tak punya satu pun di rumahmu. Sekarang ayo.” Kedua anak perempuan itu mempercepat langkah ke luar bergandengan tangan dan berjalan tergesa melalui Lover’s Lane dan melintasi lapangan yang mengeras di seberangnya, karena salju terlalu dalam untuk melewati jalan pintas. Anne, meskipun merasakan kesedihan yang tulus untuk Minnie May, tidak sampai merasa akan pingsan karena keadaan yang seperti roman itu dan untuk kemanisan yang sekali lagi terbagi dengan orang yang sehati. Suasana malam jernih dan sangat dingin, seluruh bayangan kayu ebony dan lembah bersalju yang tampak keperakan; bintang besar bersinar di atas lapangan yang sunyi; dimana-mana pepohonan fir yang berdiri menjulang tampak gelap dengan salju menutupi dahan-dahannya dan angin berhembus disela-selanya. Anne berpikir pasti akan sangat menyenangkan menikmati semua misteri dan keindahan ini dengan teman karib yang sudah lama berpisah. Minnie May, berumur tiga tahun, sedang benar-benar sangat sakit. Dia berbaring di sofa dapur dalam keadaan terserang demam dan tak tenang, sementara suara napasnya yang sengau dapat terdengar di seluruh rumah. Young Mary Joe, seorang anak perempuan Prancis yang montok dan berwajah lebar dari sungai kecil, yang disuruh oleh Nyonya.Barry untuk tinggal dengan anak-anak selama ia tak di rumah, merasa tak berdaya dan bingung, sama sekali tak dapat berpikir harus melakukan apa, atau mengerjakannya kalau pun dia mampu memikirkannya. Anne mulai bekerja dengan keahlian dan kecepatan.

114

“Minnie May memang menderita batuk yang disertai asma; keadaannya cukup buruk, tapi aku pernah melihat yang lebih parah. Pertama kita harus punya banyak air panas. Kuberitahu, Diana, air yang ada di ceret tak lebih dari secangkir penuh! Sudah, aku sudah mengisinya penuh, dan, Mary Joe, kau bisa memasukkan beberapa kayu ke kompor. Aku tak mau melukai perasaanmu tapi kalau kau punya imajinasi kau pasti sudah memikirkan untuk melakukan itu sebelumnya. Sekarang, aku akan melepaskan pakaian Minnie May lalu membawanya ke tempat tidur, dan kau cobalah ambil baju dari kain planel yang lembut, Diana. Pertama sekali aku akan memberikannya satu dosis ipepac.” Minnie May tak mengambil ipepac itu dengan baik tapi tak ada gunanya Anne mengasuh tiga pasang anak kembar kalau tak dapat mengatasinya. Ipepac itu jatuh, tak hanya sekali, tapi berkali-berkali selama malam yang panjang dan menggelisahkan ketika kedua anak itu bekerja dengan sabar merawat Minnie May yang sakit, dan Young Mary Joe, benar-benar gelisah melakukan apa yang bisa dilakukannya, menjaga agar api terus menyala dan memanaskan air lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh rumah sakit untuk merawat bayi yang menderita batuk disertai asma. Saat itu jam tiga ketika Matthew datang dengan seorang dokter, karena ia harus berkeliling Spencervale untuk mendapatkan seorang dokter. Tapi kebutuhan mendesak akan pertolongan telah berlalu. Minnie May sudah jauh lebih baik dan sedang tertidur nyenyak. “Aku nyaris menyerah karena sangat putus asa,” jelas Anne. “Keadaannya semakin memburuk dan terus memburuk sampai dia tampak lebih sakit dari anak-anak kembar Nyonya. Hammond yang menderita sakit yang sama, bahkan pasangan kembar yang terakhir. Sebenarnya kupikir dia akan tercekik sampai mati. Aku memberinya setiap tetes ipepac di botol itu dan begitu dosis terakhir masuk ke mulutnya aku berkata pada diri sendiri—bukan pada Diana atau Young Mary Joe, karena aku tak mau membuat mereka lebih khawatir lagi dari sebelumnya, tapi aku harus mengatakannya pada diriku sendiri hanya untuk melegakan perasaanku—‘Ini harapan terakhir yang tak hilang-hilang dan aku takut, ini harapan yang sia-sia.’ Tapi dalam waktu sekitar tiga menit dia membatukkan lender kemudian keadaannya mulai membaik. Anda bisa bayangkan betapa leganya aku, dokter, karena aku tak bisa mengungkapnya dengan kata-kata. Anda tahu ada beberapa hal yang tak bisa diungkap dengan kata-kata.” “Ya, saya tahu,” dokter itu mengangguk. Ia memandang Anne seolah sedang memikirkan sesuatu tentangnya yang tak bisa diungkap dengan kata-kata. Bagaimanapun juga, kemudian, ia mengungkapkannya pada Tuan. dan Nyonya. Barry. “Anak kecil berambut merah yang diasuh di keluarga Cuthbert itu pandai sekali. Saya beritahu anda bahwa dia telah menyelamatkan nyawa bayi itu, karena saya

115

sampai di sana sudah terlalu terlambat. Nampaknya dia punya keahlian dan kesadaran yang menakjubkan untuk anak seumuran dia. Saya tak pernah melihat sesuatu seperti matanya ketika dia menjelaskan kejadian itu pada saya.” Anne pulang di pagi musim dingin yang menakjubkan, putih-tertutup embun, dengan mata yang berat karena kurang tidur, tapi tetap bicara tak henti pada Matthew saat mereka melintasi lapangan putih panjang dan berjalan di bawah tapak kaki peri yang gemerlapan di pohon maple Lover’s Lane. “Oh, Matthew, bukankah ini pagi yang menakjubkan? Dunia tampak seperti sesuatu yang dibayangkan Tuhan untuk kesenanganNya sendiri, ya kan? Pepohonan itu tampak seolah aku bisa meniupnya dengan sekali hembusan napas—pouf! Aku sangat senang tinggal di dunia yang ada embun yang membeku, kau juga kan? Dan bagaimana pun aku sangat senang Nyonya. Hammond punya tiga pasang anak kembar. Kalau ia tak punya maka aku tak tahu harus berbuat apa untuk Minnie May. Aku sangat menyesal pernah marah dengan Nyonya. Hammond karena punya anak-anak kembar. Tapi, oh, Matthew, aku ngantuk sekali. Aku tak bisa pergi sekolah. Aku hanya tahu aku tak sanggup menahan kantuk dan aku akan sangat bodoh. Tapi aku benci harus tinggal di rumah, karena Gil—beberapa murid lain akan menjadi juara kelas, dan sangat berat untuk bangkit lagi—walaupun tentu saja semakin berat maka akan semakin puas ketika kau bisa bangkit, ya kan?” “Well, kurasa kau akan mengaturnya dengan baik,” sahut Matthew, memandang wajah mungil Anne yang putih dan lingkaran hitam di bawah matanya. “Kau pergilah tidur segera dan tidurlah yang nyenyak. Aku akan mengerjakan semua pekerjaan berat.” Oleh karena itu Anne pergi tidur lalu tidur sangat lama dan nyenyak sampai dia terbangun di sore musim dingin yang putih dan kemerahan lalu dia turun dengan cepat ke dapur dimana Marilla, yang telah pulang ke rumah pada saat itu, sedang duduk merajut. “Oh, apa kau melihat Perdana pendeta nya?” seru Anne sekaligus. “Seperti apa beliau Marilla?” “Well, beliau tak pernah menjadi perdana pendeta karena tampangnya,” sahut Marilla. “Seperti hidung yang dipunyainya! Tapi beliau bisa berpidato. Aku bangga menjadi orang Konservatif. Rachel Lynde, tentu saja, adalah orang Liberal, tak ada gunanya bagi beliau. Makan malammu ada di oven, Anne, dan kau boleh mengambil sendiri sele prem biru di luar lemari. Kurasa kau lapar. Matthew telah menceritakan padaku kejadian semalam. Harus kuakui itu merupakan keberuntungan kau tahu apa yang harus dilakukan. Aku sendiri tak akan tahu harus berbuat apa, karena aku tak pernah melihat kasus batuk yang disertai asma. Karena itu sekarang, tak masalah bercakap-cakap sampai kau

116

Aku bisa lihat dari tampangmu bahwa kau sudah cukup kenyang dengan omongan. Kalau kau suka kau bisa ke rumahnya malam ini karena Diana tak bisa keluar rumah berhubung semalam dia masuk angin. Barry ada di sini tadi sore. dan ia sangat menyesal karena telah bersikap seperti yang dilakukannya pada masalah anggur wine itu.” “Ya.” Anne pulang ke rumah dengan menari-nari di senja musim dingin yang ungu melintasi tempat-tempat bersalju.selesai makan malam. Hanya saat ini aku tak terlalu kecewa dengan rambutku yang merah. demi Tuhan jangan terlalu bergembira. Barry menciumku dan menangis lalu berkata ia menyesal sekali dan ia tak akan pernah mampu 117 . Ia mau menemuimu. dan ia berharap kau mau memaafkannya dan berteman baik lagi dengan Diana. Sekarang. Suara dentingan lonceng kereta luncur di antara bukit bersalju terdengar seperti lonceng peri di udara yang sangat dingin. bolehkah aku pergi sekarang—tanpa mencuci piringku? Aku akan mencucinya begitu aku kembali. Marilla. “Oh. Jauh di barat daya tampak sesuatu yang sangat bercahaya. bintang malam yang gemerlapan seperti mutiara di langit yang pucat keemasan dan warna merah yang sangat halus di atas menyinari tempat-tempat yang putih dan lembah sempit yang gelap yang ditumbuhi pohon spruce. Anne Shirley. ya. tapi aku tak bisa memaksa diriku melakukan sesuatu yang tak romantis seperti mencuci piring pada saat yang mendebarkan ini. “Kau lihat di depanmu orang yang sangat bahagia. tapi alunan musik itu tak seindah nyanyian di hati dan bibir Anne.meski pun rambutku merah. tapi kau akan tetap terus bicara. wajahnya memancarkan kobaran semangatnya. pergilah. Ia bilang kau telah menyelamatkan nyawa Minnie May. Aku seperti memanggil angin. tapi ia tak memberitahunya saat itu juga karena ia tahu jika ia melakukannya maka akibatnya kegembiraan Anne benar-benar akan buyar yang berdampak pada selera makannya atau suasana makan malam. Sungguh suatu rahmat kalau dia tak mati karena masuk angin. Melihatnya berlari cepat melintasi kebun buah sementara rambutnya melambai-lambai. ekspresinya sangat gembira dan seperti melayang di udara sementara dia meloncat-loncat. Anne.” katanya.” Marilla akan memberitahu sesuatu pada Anne.” sahut Marilla memanjakan. Nyonya.” Peringatan itu tampak tak berguna. Marilla. tapi aku tak mau membangunkanmu. Dia pergi tanpa topi atau syal. “Aku sungguh sangat bahagia—ya. Tak sampai Anne selesai menghabiskan secawan prem biru nya Marilla berkata: “Nyonya. Katanya ia tahu kau tak bermaksud membuat Diana mabuk. “Anne Shirley—apa kau gila? Kembali sekarang juga dan pakailah sesuatu.

donat.” sahut Marilla. kue manis. Diana membiarkanku yang mengaduknya sementara dia mengolesi piring dengan mentega lalu aku lupa dan gula-gula itu pun hangus. Lalu ketika aku pulang Nyonya. Kupastikan bahwa aku tak bermaksud membuat Diana mabuk dan untuk selanjutnya aku akan menutup masa lalu dengan jubah kelupaan. Barry mengeluarkan perangkat porselin yang sangat bagus. Nyonya. tapi aku hanya berkata sesopan yang kumampu. Lalu Diana dan aku melewati sore yang indah. Kami akan meminta Tuan. Gula-gula itu tak terlalu enak. Nyonya. Diana memberiku sebuah kartu yang bagus berhiaskan rangkaian mawar di atasnya dan syair puisi: “Jika kau mencintaiku seperti aku mencintaimu Tak ada yang dapat memisahkan kita kecuali kematian. Barry. Diana memperlihatkan padaku rajutan sulaman mewah yang diajarkan oleh bibinya yang tinggal di Carmody. Phillips untuk mengijinkan kami duduk bersama lagi di sekolah. Barry bertanya apakah aku mau teh dan berkata ‘Pa. seekor kucing melintasi sebuah piring dan itu harus dibuang. Marilla. dan aku tak akan pernah tertawa ketika mereka membual.” “Aku tak tahu tentang itu. dan Gertie Pye bisa duduk dengan Minnie Andrews. Dan Nyonya.kurasa karena baik Diana mau pun aku tidak pernah membuatnya sebelumnya. dan dua macam sele. Marilla. Tapi proses pembuatannya sangat menyenangkan. bagaimana pun juga. ketika diperlakukan seolah kau sangat manis. Marilla. Setelah minum teh Diana dan aku membuat gula-gula. Marilla?” Aku merasa sedang menimbun batu bara panas di kepala Nyonya.membalas jasaku. Aku tak bisa memberitahumu betapa hatiku bergetar karenanya. Kami menikmati jamuan minum teh yang elegan. ‘aku tidak marah pada anda. “Aku akan selalu berbicara dengan gadis-gadis kecil seolah mereka juga orang dewasa. “Well. Tak ada seorang pun di Avonlea yang mengetahuinya selain kami. kenapa kau tak menawarkan biskuit pada Anne?’ Pasti sangat menyenangkan menjadi dewasa. Marilla. Barry memintaku untuk berkunjung sesering yang aku bisa dan Diana berdiri di jendela dan memberikan ciuman jarak jauh padaku sepanjang jalan menuju Lover’s 118 . Aku merasa malu berat. kemudian ketika kami meletakkannya di platform agar dingin. Lalu kami makan bolu buah. Aku tahu dari pengalaman yang menyedihkan bagaimana hal itu bisa melukai perasaan seseorang. dan kami mengikrarkan sumpah yang sungguh-sungguh tak akan menunjukkannya pada orang lain. ketika aku dewasa.’ Bukankah itu cara bicara yang cukup berwibawa.” Anne berkata dengan tekad kuat. Sebelumnya tak pernah ada seorang pun yang menggunakan perangkat porselin terbaiknya karenaku. seolah aku benarbenar seorang tamu. Barry. Marilla. Dan itu benar. dengan helaan napas pendek.

tapi kau harus kembali ke sini hanya dalam waktu sepuluh menit. Marilla. Tapi setidaknya dia telah mempergunakannya dengan baik. Kami sudah mengatur cara untuk memberi isyarat dengan lilin dan kertas karton. 119 . Banyaknya kilatan cahaya berarti suatu hal tertentu. ‘Datanglah ke sini sesegera mungkin.Lane.” “Aku tahu pasti itu memang idemu. Kami meletakkan lilin di ambang jendela lalu membuat kilatan cahaya dengan mengibas-ngibaskan kertas karton dan begitu seterusnya. Dan itu sangat menarik. karena ada hal penting yang ingin kusampaikan. Marilla. Jadi kupikir kau tak sampai sakit berat bila tak menemuinya lagi.” sahut Marilla dengan menyindir. Itu ideku.” “Oh. lidahmu sangat senang berbicara.” sahut Marilla singkat.” Bab XIX – Konser.’ Lima berarti. Malapetaka dan Pengakuan “Marilla. “Dan berikutnya kau akan membuat gorden terbakar dengan isyarat omong kosongmu. bolehkah aku pergi untuk menemui Diana sebentar saja?” tanya Anne.” Anne memohon. berlari terengah-engah turun dari loteng timur di suatu malam di Bulan February. “Kau dan Diana pulang dari sekolah bersama-sama dan kemudian berdiri di sana dalam salju selama setengah jam lebih. ‘Apa kau ada di sana?’ Tiga berarti ‘ya’ dan empat ‘tidak. kau tak perlu menderita lebih lama lagi. bahwa aku merasa akan senang berdoa malam ini dan aku akan memikirkan doa terbaru yang khusus untuk merayakan peristiwa ini. dan aku benar-benar menderita ingin tahu apa itu. “Aku tak mengerti untuk apa kau pergi kesana kemari tak tentu arah setelah gelap. “Kau boleh pergi.’ Diana baru saja mengisyaratkan lima kilatan cahaya. ingat itu. walaupun mungkin tak seorang pun akan tahu apa yang membuatnya berkorban dengan membatasi pembicaraan penting Diana dalam batas waktu sepuluh menit.” “Well. Marilla. Kujamin. kami sangat berhati-hati.” sahut Marilla tegas. keletak-keletuk. Dua kilatan cahaya berarti.” Anne mengingatnya dengan sungguh-sungguh dan telah kembali dalam waktu yang ditentukan itu. “Ada hal yang sangat penting yang akan disampaikannya padaku.” “Bagaimana kau tahu?” “Karena tadi dia memberi isyarat padaku dari jendelanya.” “Tapi dia mau menemuiku.

Dan sepupunya akan datang dari Newbridge dengan pengeretan besar untuk pergi ke konser Debating Club (Klub Debat) di gedung besok malam.” Anne memohon. Well. pendeta akan ikut serta. Marilla. karena kau tak akan pergi.’ Itu pelajaran moral yang cukup baik. Tindakan besar untuk anakanak. Prissy Andrews akan membaca ‘Curfew Must Not Ring Tonight (Jam Malam Tak Boleh Berlaku Malam ini). Merupakan kejutan bagiku Nyonya. yang kelihatannya tertidur nyenyak di sofa selama percakapan itu berlangsung. dan jangan sampai aku mendengar sepatah kata pun lagi dari mulutmu. bagaimana menurutmu? Kau tahu besok adalah hari ulang tahun Diana.” “Kalau begitu kau bisa tenang. sungguh. Dan mereka akan mengajak Diana dan aku ke konser itu—jika kau mengijinkanku pergi. itu intinya.” Anne sedih. tak bolehkah aku pergi.” “Ada satu hal lagi. dan gadis kecil seharusnya sama sekali tak diijinkan untuk pergi ke tempat seperti itu. Matthew. Tapi kau tak boleh mulai keluyuran pergi ke konser dan berada di luar berjam-jam di malam hari. Bayangkan kehormatan Anne kecilmu dibolehkan tidur di kamar tamu. Ini bukan seolah ulang tahun adalah hal yang biasa. Marilla.” “Aku yakin Debating Club adalah acara yang paling sopan.” Ketika Anne. aku yakin dengan mendengarnya akan membuatku mengerjakan banyak kebaikan. Anne. mengeluarkan usaha terakhir yang dipunyainya.” sahut Anne. beliau akan ikut serta. Kau akan memberiku ijin kan. Sebaiknya kau berada di rumah di tempat tidurmu sendiri. Pergilah tidur. Marilla?” “Kau dengar apa yang kubilang. “Diana ulang tahun hanya sehari dalam setahun. Please.” “Suatu kehormatan kau bisa hidup tanpa itu. Dan kelompok paduan suara akan menyanyikan empat lagu sedih yang indah yang nyaris sebagus nyanyian pujian. Barry mengijinkan Diana pergi. Barry bilang pada Diana bahwa kami boleh tidur di tempat tidur kamar tamu. Marilla? Oh. beliau akan memberikan sambutan. hampir menangis. telah naik ke atas dengan penuh kesedihan.“Oh. kan? Sekarang lepaskan sepatu bootmu dan pergilah tidur. ibunya bilang dia boleh mengajakku pulang bersama dengannya dari sekolah dan tinggal semalaman dengannya. Sekarang sudah jam delapan lewat. “Aku tak bilang acara itu tak sopan.” “Tapi ini kesempatan yang sangat spesial. Marilla. membuka matanya dan berkata dengan tegas: 120 . dengan airmata mengalir di pipinya. semuanya omong kosong. Marilla. Sambutan itu kira-kira akan sama seperti khotbah. aku merasa sangat bersemangat. ya. Dan oh. dan mengenai konser club itu. Marilla. “Nyonya.

” Anne berlari keluar dari dapur. dan membuat pikirannya dicekoki dengan omong kosong dan kegembiraan. “Kalau begitu jangan ikut campur. tapi berpegang teguh pada pendapatnya benar-benar merupakan titik kekuatannya. Dia akan pergi ke sana dan masuk angin seperti tak terjadi apa-apa. lap piring yang menetes di tangan. ketika Anne sedang mencuci piring sarapan di dapur. karena tak ada hal lain yang bisa membuatmu senang. aku tak ikut campur.” adalah jawaban ramah Marilla. Matthew.” “Well. dia boleh pergi. Kalau kau menderita radang paru-paru karena tidur di tempat tidur asing atau keluar dari gedung yang panas itu di tengah malam. Anne Shirley.” ulang Matthew tegas. Bukan ikut campur kalau kau mengeluarkan pendapatmu sendiri. Ini tindakan Matthew dan aku tak ikut campur. Marilla menghembuskan napas ketakberdayaan dan memilih diam. Pemberian alasan memang bukanlah titik kekuatannya.” Marilla menjawab pedas. Itu akan mengganggu ketenangannya selama seminggu. Tapi aku tak menyetujui rencana ke konser itu. Marilla. Matthew. “Aku mungkin akan mengijinkannya bermalam dengan Diana. Marilla. “Oh. Aku lebih mengerti watak anak dan apa yang baik baginya daripada kau. aku tak menyangsikannya. jangan salahkan aku. Marilla.” Matthew mengakui. Keesokan paginya. salahkan Matthew.” 121 . kau. Matthew berhenti ketika hendak ke luar ke gudang dan berkata lagi pada Marilla: “Kupikir kau harus mengijinkan Anne pergi. Kemudian ia menyerah karena tak dapat mengelak lagi dan berkata ketus: “Baiklah. kalau hanya itu. ucapkan kata-kata yang menyenangkan itu lagi.” Untuk beberapa saat Marilla merasa tak perlu mengatakan apa pun.” “Kalau begitu aku tak akan melakukannya. Marilla. kau membuat air yang berminyak menetes di lantai.” “Menurutku kau harus mengijinkan Anne pergi.” “Kau akan berpendapat aku harus mengijinkan Anne pergi ke bulan kalau dia mau begitu. kupikir kau harus mengijinkan Anne pergi.” “Kurasa sekali sudah cukup untuk mengatakannya. Aku tak pernah melihat anak yang seceroboh ini. kau atau aku?” “Well. Dan pendapatku adalah kau harus mengijinkan Anne pergi.“Well. “Siapa yang mendidik anak itu.

Oh.” kemudian mereka asyik berdandan di kamar kecil Diana di atas. Benar. Marilla. tapi ini akan menjadi acara besar. hatiku sungguh telah siap untuk pergi ke konser itu. Dia dan Diana terus menerus membicarakannya sepanjang hari sampai dengan guru yang lebih tegas daripada Tuan. Semua murid di sekolah yang berumur sembilan tahun ke atas berharap bisa pergi. dan dipahami sangat menyenangkan. kecuali Carrie Sloane. yang diadakan setiap dua minggu sepanjang musim dingin. dan mereka melakukan percobaan dengan setidaknya setengah lusin cara yang berbeda dalam menata rambut belakang mereka. “Aku membuat banyak sekali kesalahan. dan semua murid sangat tertarik pada acara itu berhubung kakak-kakak dan abang-abangnya akan ambil bagian. Carrie Sloane menangis di buku tata bahasanya sepanjang sore dan merasa hidup tak lagi berharga. walaupun mungkin aku melakukannya. Bagaimana pun juga.” Anne terlalu gembira untuk dapat membagi perhatiannya dengan adil pada pelajaran di sekolah. karena hari itu tak ada hal lain yang dibicarakan di sekolah. memiliki beberapa hiburan gratis yang lebih ringan. berlengan ketat. Phillips pun terpaksa merasa malu yang tak terelakkan dengan membiarkan mereka membicarakan hal itu. Tapi bayangkan saja semua kesalahan yang tak kuperbuat. Marilla. Anne merasa bahwa dia tak akan sanggup bila tak pergi ke konser itu. Akhirnya mereka siap. Matthew memahamiku. Mereka menghadiri “jamuan minum teh yang benar-benar elegan. mantel buatan sendiri yang sudah kusam dengan topi bulu Diana yang 122 . Anne tak sanggup menahan rasa sakit yang tiba-tiba ketika dia membandingkan tam nya yang hitam sederhana dan tak berbentuk. The Debating Club Avonlea. tapi kau lihat Matthew tahu itu. Anak-anak muda di Avonlea telah berlatih selama bermnggu-minggu. Kau tak tahu betapa aku sangat merasakannya. Gilbert Blythe mengalahkannya dalam pelajaran pengejaan dan jauh melampuinya dalam ilmu hitung di luar kepala. karena mengingat konser dan tempat tidur kamar tamu. pipi berwarna merah dan mata memancarkan sinar kegembiraan. Bagi Anne kegembiraan yang benar-benar nyata dimulai dengan pembubaran sekolah dan semakin bertambah setahap demi setahap sampai mencapai kegembiraan yang luar biasa di konser itu sendiri. rasa malu yang dialami Anne karena kekalahannya menjadi berkurang dari sebelumnya. Aku tak pernah ke konser seumur hidup. yang ayahnya berpikiran sama dengan Marilla mengenai gadis kecil yang pergi ke luar untuk nonton konser di malam hari. sebagai sumbangan untuk pustaka. aku tahu akan percobaan yang berat bagimu. Marilla. dan ketika anak-anak perempuan lain membicarakannya di sekolah aku merasa sangat terkucil.“Oh. Aku akan mengambil pasir dan menggosok nodanya sebelum ke sekolah. karcis masuk sepuluh sen.” sahut Anne menyesal. Diana menata rambut depan Anne bergaya pompadour dan Anne mengikat simpul Diana dengan keterampilan khusus yang dimilikinya.

” Anne gemetar karena simpati yang dalam. Tapi seketika itu juga dia ingat bahwa dia punya daya imajinasi dan bisa menggunakannya. Diana. sembari meremas tangan Diana yang menggunakan sarung tangan di bawah jubah bulu. ketika Sam Sloane terus menjelaskan dan menggambarkan “How Sockery Set a Hen (Bagaimana Sockery Menangkap Seekor Ayam Betina)” Anne tertawa sampai orang yang duduk di dekatnya pun ikut tertawa. lebih karena simpati dengannya daripada dengan hiburan di pemilihan yang sudah agak kuno bahkan di Avonlea.” panggil Anne. mereka semua berdesak-desakan dalam pengeretan besar. bebukitan bersalju dan lautan biru yang dalam di Teluk St. Kemudian sepupu Diana.” Acara malam itu adalah serangkaian “sensasi getaran hati” untuk setidaknya seorang pendengar dalam kerumunan penonton. Murray bersaudara dari Newbridge. Ketika Prissy Andrews. yang tampak seperti kegembiraan para kurcaci hutan. Hanya satu acara yang tak membuatnya tertarik. menyusuri jalan yang sehalus satin dengan salju yang mengering segar di bawah tapak. dan ketika Tuan. sampai. dan. Lawrence yang tampak megah melingkar seperti mangkuk raksasa berisi mutiara dan batu safir yang dipenuhi dengan anggur dan api. yang baru saja mendapat pujian dari salah seorang sepupunya. datang dari setiap penjuru arah. di antara jerami dan jubah berbulu. sebagaimana Anne telah meyakinkan Diana. gelap tanpa ada satu pun sinar lampu. Ketika Gilbert Blythe membacakan “Bingen on the Rhine (Pesta Minum-minum di Rhine)” Anne mengambil buku pustaka Rhoda Murray dan membacanya sampai Gilbert 123 .keren dan jaket kecilnya yang bersih. ketika kelompok paduan suara menyanyikan “Far Above the Gentle Daisies (Jauh di atas Bunga-bunga Daisy yang Lembut)” Anne menatap ke langit-langit seolah itu adalah lukisan dinding dengan malaikat.” sahut Diana. Anne bersuka ria dalam perjalanan ke gedung.” “Kau terlihat sangat manis. yang memakai baju sutra pink baru dengan seuntai mutiara di lehernya yang putih halus dan bunya anyelir sungguhan di rambutnya—desas-desus yang beredar mengatakan bahwa guru itu yang telah mengirimkannya semua ke kota untuknya—“menaiki tangga yang kotor. setiap sensasi getaran yang berturut-turut lebih menggetarkan hati dari yang sebelumnya. “Oh. Dentingan lonceng pengeretan dan gelak tawa yang tak ramah. “Warna kulitmu adalah yang terbagus. Phillips menyampaikan orasi Mark Anthony yang melangkahi mayat Caesar dengan nada suara yang paling membangkitkan semangat— sembari melihat ke arah Prissy Andrews di setiap akhir kalimat—Anne merasa bahwa dia bisa bangkit dan memberontak saat itu juga kalau saja seorang rakyat Roman yang memimpin. merasa bahwa dia harus menceritakannya. “bukankah ini semua seperti mimpi yang indah? Apakah aku benar-benar tampak sama seperti biasa? Aku merasa sangat berbeda karena kukira perbedaan itu pasti tampak di wajahku. Disana tampak matahari terbenam yang sangat indah.

” “Diana. Oh. suatu hari nanti. Kemudian—sesuatu—bergerak di bawah mereka. Kedua anak kecil berpakaian putih itu berlari menyusuri ruangan yang panjang. Diana?” “Ya. siapa itu—APA itu?” Anne berbisik. “Oh. giginya bergemeletuk karena dingin dan takut.” “Bukankah tadi saat yang sangat menyenangkan?” Anne menarik napas bersemangat. kekenyangan dengan pemborosan. “Di sini sangat enak dan hangat. dia menatap tepat padamu. lalu melompat ke atas tempat tidur pada saat yang sama. Saat itu jam sebelas ketika mereka sampai di rumah. “kau adalah teman baikku.” Usul itu membuat Diana tertarik. “Pasti akan puas berdiri dan membacakan sesuatu di sana. “SESEORANG DI SANA. ada hembusan napas dan tangisan di sana—dan seseorang berkata dengan suara tertahan: “Tuhan Yang Pengasih!” Anne dan Diana tak pernah tahu bagaimana mereka turun dari tempat tidur itu dan keluar dari kamar.” sahut Anne dengan wibawa. Mereka hanya tahu bahwa setelah kegaduhan yang menggelisahkan itu mereka mendapati diri mereka sedang berjinjit gemetar ke atas.selesai. melalui pintu kamar tamu. tentu saja. tapi aku bahkan tak bisa mengijinkanmu membicarakan orang itu denganku. Apa kau sudah siap untuk tidur? Ayo kita balapan dan siapa yang akan sampai di tempat tidur lebih dulu. saat dia duduk kaku dan tak bergerak sementara Diana bertepuk tangan sampai tangannya pedih. yuk. bukan SAUDARA PEREMPUAN. Anne dan Diana berjinjit menuju serambi depan. Anne. “Kita buka pakaian di sini. bagaimana bisa kau pura-pura tak mendengarkannya? Ketika dia sampai di barisan.” kata Diana. tapi dengan kesenangan manis yang semakin bertambah karena masih terus membicarakannya sampai tiba di rumah. Semuanya tampak tertidur dan rumah dalam keadaan gelap dan sunyi. Apa menurutmu suatu saat kita akan diminta untuk melakukannya. Gilbert Blythe sering melakukannya dan dia hanya dua tahun lebih tua daripada kita. ruangan yang sempit dan panjang karena kamar tamu terbuka. 124 . Ruangan itu sangat hangat dan diterangi cahaya redup dari bara api di panggangan. Mereka selalu mencari murid dewasa untuk membacakan sesuatu.

tadi itu Aunt Josephine.” Keesokan paginya Miss Josephine Barry tak muncul saat awal sarapan. Barry tersenyum ramah pada kedua gadis kecil itu.“Itu Aunt Josephine. Barry ada di sini beberapa saat yang lalu dalam perjalannya ke Carmody. tapi dia dan Anne yang duduk berseberangan di meja saling melemparkan senyum sembunyi-sembunyi karena rasa bersalah yang sekaligus menjadi hiburan. “Nyonya. dan aku tahu ia akan sangat marah. “Jadi kau dan Diana nyaris membuat Miss Barry tua yang malang mati ketakutan semalam?” sahut Nyonya. Ia sangat formil dan sopan dan ia akan sangat marah karena hal ini. Anne?” “Siapa Aunt Josephine mu?” “Ia bibi ayahku dan tinggal di Charlottetown. tapi tidak dalam waktu dekat. Barry sampai penghujung sore. menghela napas sembara terbahak. aku tahu itu. Lynde pedas. 125 .” “Sudah kutebak!” sahut Nyonya. Anne bergegas pulang setelah sarapan dan juga tetap dalam kebodohan yang membahagiakan karena kerusuhan itu yang nantinya berakhir dalam rumah tangga Nyonya. Dia merasa sungguh khawatir akan hal itu. Miss Barry tua sangat marah ketika ia bangun tadi pagi—dan kemarahan Josephine Barry bukanlah main-main. Diana.” “Itu bukan kesalahan Diana. kita harus tidur dengan Minnie May—dan kau tak bisa bayangkan bagaimana dia menendang. karena aku mau memberitahumu bahwa Aunt Josephine telah tiba dan bagaimanapun kalian harus tidur di kamar atas. “Oh. bagaimana pun caranya ia bisa ada di sana. “Itu salahku. Anne. Lynde. “Apa malam kalian menyenangkan? Aku mencoba untuk tetap terbangun sampai kalian pulang. tapi aku sangat lelah sampai ketiduran.” Diana tetap bungkam dengan hati-hati. Kami berharap bisa mengajaknya keluar untuk sebuah kunjungan. Kuharap kau tak mengganggu bibimu. Miss Barry tua datang untuk tinggal selama sebulan. Oh. ketika dia pergi ke rumah Nyonya. tapi katanya ia tak mau tinggal lebih lama lagi dan akan kembali ke kota besok. Itu sangat menakutkan—benar-benar menakutkan—tapi apa kau pernah tahu sesuatu yang sangat lucu. dengan kegembiraan seorang penebak yang benar. Well. aku yakin. Well. Ia tak akan bicara dengan Diana sama sekali.” sahut Diana. Nyonya. Ia sangat tua—tujuh puluh sekian— dan aku tak yakin ia PERNAH menjadi anak kecil.” sahut Anne menyesal. “Aku sudah tahu itu adalah idemu. Lynde untuk suatu keperluan Marilla. masalahnya. itu berakibat banyak kesulitan. tapi dengan kedipan mata. Aku mengusulkan balapan untuk melihat siapa yang akan sampai di tempat tidur lebih dulu.

” “Kenapa kau tak memberitahu mereka kalau itu salahku?” cecar Anne. tapi masalahnya. Lynde tak pernah merasakannya. Nyonya. Ia menggeleng bijak. “Aunt Josephine mu sangat marah karena kejadian itu. Ketika dia meninggalkan rumah Nyonya. “Masalahnya. dan anda harus mengatakannya. Katanya aku gadis kecil dengan tingkah laku paling buruk yang pernah dilihatnya dan bahwa kedua orang tuaku harus merasa malu dengan cara mereka mendidikku. “Ia hampir mengamuk. aku cukup pintar menilai tabiat manusia. Lynde dia mengambil jalan melintasi lapangan yang mengeras ke Orchard Slope. 126 .” keluh Anne sedih. itu karena kau terlalu tak pedulian dan seenaknya. Tentu saja. Nyonya. Miss Barry tua orang yang kaya dan mereka akan menjaga hubungan baik dengannya. Kau tak pernah berhenti melamun—apa pun yang muncul di pikiranmu untuk dikatakan atau apakah kau mengatakan atau melakukannya tanpa sempat merenungkannya. Ia pasti sudah pergi hari ini kalau saja mereka tak menahannya. Keluarga Barry pasti merasa sedih.” protes Anne. Dia merasa tak ada yang harus ditertawakan dalam keadaan seperti ini. tapi Anne masih murung.Minggu dan itu akan terjadi. Oh. tapi itu yang terbaik. Tapi Ayah dan Ibu peduli. sembari terkikik menahan tawa dengan pandangan khawatir lewat bahunya tertuju ke pintu ruang duduk yang tertutup. Tak pernahkah anda merasakannya sendiri. Pepatah yang harus kau ikuti adalah ‘Lihat dulu sebelum melompat’—terutama ke tempat tidur kamar tamu. kurasa tadi pagi mereka sangat sibuk karena masalah itu. kan?” bisik Anne. “Aku selalu membuat diriku sendiri mendapat masalah dan membuat teman baikku—orang yang akan kuberikan darah di hatiku untuknya—mendapat masalah juga. tapi sekarang ia telah memutuskan tak akan melakukan apa pun sama sekali untuk gadis tomboy seperti itu. Barry tak mengatakan itu padaku. Ia bilang tak akan mau tinggal lagi dan aku yakin aku tak peduli. Ia telah berjanji akan membayarkan pelajaran musik triwulan untuk Diana.” “Oh.” jawab Diana. Diana menemuinya di pintu dapur. betapa marahnya ia. Kalau anda berhenti memikirkannya anda akan merusak semuanya. “Sesuatu bergerak cepat muncul di pikiranmu. Lynde tertawa setelah mengucapkan lelucon ringannya. Oh. kau harus belajar untuk sedikit melamun. Anne. begitu mengasyikkan. Apa anda tahu mengapa begitu. yang baginya sangat serius. Nyonya. Lynde?” Tidak. Lynde?” “Masalahnya.” Nyonya. nak.” “Aku sungguh anak yang tak beruntung. “Ya. Nyonya.

“Kelihatannya aku akan melakukan hal yang seperti itu. lalu memperhatikan gadis kecil berwajah putih yang matanya dipenuhi paduan keberanian yang nekad dan rasa takut yang tersembunyi.” “Well. aku harus tahu? Menurutku setidaknya Diana ambil bagian saat melompat itu. aku sudah berlatih membuat pengakuan. “Kau boleh masuk kalau kau mau. kegusarannya sungguh tak habis-habisnya dan matanya menggertak dari balik kacamatanya yang berbingkai keemasan.” “Well. jika anda sudi mendengarkan. Diana seorang gadis kecil yang sangat seperti lady. Aku yang mengusulkannya.” sahut tamu kecil itu gemetar. berjalan tegap menuju pintu ruang duduk dan mengetuknya dengan lemah. “Lebih baik aku dihadapkan ke mulut meriam. “dan aku datang untuk mengaku. sedang merajut di dekat perapian. Jadi anda harus tahu betapa tak adil dengan menyalahkannya. Diana terpana. berharap dapat menemukan Diana. “Siapa kau?” cecar Miss Josephine Barry. Tindak-tanduk seperti itu di keluarga yang terpandang!” 127 . ia ada di kamar. Diana tak akan pernah punya pikiran untuk melakukan hal seperti itu. formil. Itu salahku dan aku harus mengakuinya. dan bagaimana pun juga aku sama bersalahnya denganmu. Aku yakin. Diana.” Anne memohon. Dan aku tak yakin akan ada gunanya untukmu. kan?” sahut Diana dengan mencemooh.” sahut Diana. he. Diikuti kata “Masuk” yang jelas.” “Oh.” Dengan dorongan ini Anne menghadapi singa di kandangnya—itu ungkapan yang tepat. “Anne Shirley. kurus. dan kaku. Miss Barry. Tapi aku harus melakukannya. Aku tak akan berani. tanpa basa-basi. kau tak akan pernah melakukannya! Kenapa—ia akan menelanmu hidup-hidup!” “Jangan menakutiku lagi daripada nanti aku takut. Miss Josephine Barry. “Aku Anne dari Green Gables. Ia berputar di kursinya.” sahut Anne tegas.” “Mengaku apa?” “Bahwa itu semua salahku saat melompat ke tempat tidur di atas anda semalam. “Aku bukan pengadu. Untungnya. menggenggam tangannya yang menjadi ciri khas gerak tubuhnya. aku akan masuk untuk memberitahunya sendiri. Anne Shirley.

“Aku yakin pastilah itu sangat mengganggu. setelah perjalanan yang berat dan panjang.“ katanya. ada pihak kami juga di sana. marahlah padaku. Aku sangat terbiasa dimarahi orang di awal hari-hariku sehingga aku jauh lebih sanggup menanggungnya daripada Diana. tapi aku bisa MEMBAYANGKAN.” Anne bersikeras.” sahut Anne menggebu. Kurasa anda terbiasa tidur di kamar tamu. Tapi sekarang saatnya aku pulang ke Miss Marilla Cuthbert. karena anda tampak seperti seorang wanita yang menarik. Kalau anda harus marah pada seseorang. Tapi ia masih berkata dengan pedas: “Kupikir alasanmu bahwa kalian hanya bersenang-senang bukanlah pengecualian untuk kalian. Hati Diana telah tercurah untuk pelajaran musiknya. Semuanya tergantung pada cara kita memandangnya. oleh dua gadis kecil hebat yang melompat ke atasmu. Kau tak tahu bagaimana rasanya terbangun dari tidur nyenyak. Miss Barry. Miss Barry. Kami merasa sangat ketakutan. “Aku takut khayalanku agak sedikit berkarat—sudah sangat lama aku tak menggunakannya. coba bayangkan seandainya anda di posisi kami. tapi itu adalah pekerjaan yang mengecilkan hati.‘Tapi kami hanya bersenang-senang.” “Aku sangat meyesal karena tak bisa.” “Aku tak TAHU. tolong maafkanlah Diana dan ijinkan dia belajar musik. Miss Barry? Kalau anda punya. “Aku inginnya begitu. Gadis-gadis kecil tak pernah dimanjakan dengan kegembiraan seperti itu ketika aku muda. Apa anda punya daya imajinasi.” sahut Anne tegas. dan mungkin anda juga orang yang sehati walaupun anda tak terlalu tampak seperti itu. Dan bagaimana pun juga. Tapi lalu.” Saat ini banyak gertakan di mata wanita tua itu telah lenyap dan berganti dengan sinar perhatian karena senang. Kami tak tahu ada seseorang di atas tempat tidur itu dan anda nyaris mati ketakutan. Lalu kami tak bisa tidur di kamar tamu setelah dijanjikan. Miss Barry benar-benar tertawa—suara yang menyebabkan Diana. “Aku berani katakan permintaanmu akan simpati seteguh permintaanku. yang menunggu dalam kegelisahan yang tak terungkapkan di dapur luar. Miss Marilla Cuthbert adalah wanita yang sangat baik yang telah mengambilku untuk dididik dengan benar.” Sekarang seluruh gertakan telah lenyap. Anda tak boleh menyalahkannya karena aku melompat ke tempat tidur. dan aku paham sekali bagaimana rasanya mencurahkan hatimu untuk sesuatu dan tidak mendapatkannya. sekarang karena kami telah minta maaf. “Kupikir anda harus memaafkan kami. Tapi coba bayangkan akan seperti apa perasaan anda jika anda adalah seorang anak yatim piatu yang tak pernah mendapat kehormatan seperti itu. Duduklah di sini dan ceritakan padaku tentang dirimu. benar-benar bernapas lega. Ia telah melakukan yang terbaik. Tapi sebelum aku pergi aku sungguh berharap anda sudi bilang 128 .

“Kau pasti tak akan berpikir demikian saat melihatnya. Jauh dari ketandusan. Teman sehati tidaklah sejarang yang kubayangkan. Mereka telah menjadi sahabat akrab. Menyenangkan sekali mengetahui bahwa ada banyak teman sehati di dunia. kau gadis-Anne. “Aku bilang juga begitu. merah muda disertai bintangbintang putih yang indah dibawah daun-daun mereka yang coklat.” Satu-satunya komentar Marilla ketika ia mendengar cerita itu adalah. segar. ketika kau pergi ke kota kau harus mengunjungiku dan aku akan menempatkanmu di tempat tidur kamar tidurku yang paling nyaman untuk tidur.” katanya terus terang. Mayflowers bermekaran. dingin. tapi ia memang sehati denganku. Kau tak akan langsung dapat mengetahuinya. musim semi kanada yang malu-malu. melekat sepanjang april dan may dalam rangkaian harihari yang indah.” Ini untuk kepentingan Matthew. “Dia membuatku terhibur. “Aku telah memutuskan untuk tinggal hanya untuk lebih mengenal gadis-Anne itu. dibelakang tempat Tuan Silas Sloane. Ia menjadi tamu yang lebih menyenangkan daripada bisanya. Semua pelajar laki-laki dan perempuan mendapati satu sore keemasan yang menyelimuti 129 . tapi setelah beberapa saat kau akan melihatnya. seperti yang terjadi pada Matthew. Pohon maple di Jalan setapak Pecinta (Lover Lane) menguncup merah dan pakis kecil yang keriting mendesaki Dryads Bubble. Miss Barry telah menghabiskan masa tinggalnya selama sebulan di sana.padaku bahwa anda akan memaafkan Diana dan tinggal selama yang anda rencanakan di Avonlea. Ketika Miss Barry pergi ia berkata: “Ingatlah. dan semasa hidupku orang yang menyenangkan adalah kelangkaan. Malam itu Miss Barry memberi Diana sebuah gelang tangan perak dan memberitahu pada anggota keluarga yang lebih tua bahwa ia telah membongkar koper kecilnya.” Anne mengutarakannya pada Marilla. karena Anne selalu menyenangkan hatinya. Miss Barry adalah orang yang sehati denganku.” “Bagaimana pun.” Bab XX – Khayalan Bagus yang Salah Musim semi sekali lagi datang ke Green Gable—indah tak terduga. dengan matahari terbenam yang berwarna merah muda disertai dengan keajaiban dari kemekaran dan pertumbuhan.” sahut Miss Barry.” “Kupikir mungkin aku akan melakukannya kalau suatu waktu kau mau datang ke sini dan ngobrol denganku.

tahukah kamu apakah mayflower itu dalam pikiranku. Kami benar-benar membuat gempar. Terkadang aku berpikir mungkin itulah mengapa aku menjadi seorang pembuat masalah. Charlie sloane menantang Arty Gillis untuk melompatinya.mereka. aku tahu. seakan-akan dia sedang menginjak tanah suci. Kami makan siang di dalam sebuah lembah yang besar yang berlumut karena mata air tua— sebuah tempat yang romantis. semua sanak saudara tuan silas sloan segera berhamburan keluar untuk melihat kami dan semua orang yang kami jumpai di jalan berhenti dan membelalak pada kami. Tidak ada seorangpun akan melakukan hal itu di sekolah. apakah ada. Entah mengapa. tanggapan marilla. diana mengatakan mungkin mereka mempunyai sesuatu yang lebih baik dari pada mayflower. kata anne. Anne berjalan melewati nya pada saat pergi kesekolah dengan kedua mata penuh pujian dan langkah takzim. Tapi kami melewati hari yang baik sekali hari ini. Aku sangat prihatin terhadap orang yang tinggal di tanah dimana tidak ada mayflower. Aku tidak dapat memberitahu kamu nama orang yang memberikan mayflower padaku karena aku telah berjanji untuk tidak pernah membiarkan nama itu keluar dari bibirku. perbuatan bodoh. sambil bernyanyi ”rumah ku di atas bukit” aduhai itu sangat menggetarkan. Setelah mayflower menjadi ungu sertamerta lembah violet dibuat menjadi ungu oleh bunga-bunga itu. Jika aku hanya satu anne itu akan menjadi jauh lebih nyaman. Menurutku itu Tragis. 130 . Tidak menakjubkan . Kami merangkai mayflower menjadi lingkaran dan meletakkannya diatas topi kami dan pada saat waktu untuk pulang telah tiba kami berbaris dalam prosesi menuruni jalan. aku juga ditawarkan mayflower tapi aku menolaknya dengan cacian. tapi tidak ada apapun yang lebih baik selain mayflower. tapi itu tidak akan menarik. ketika aku sudah melewati disini aku benar-benar tidak perduli apakah gil—apakah ada yang menghormati aku di kelas atau tidak. dia memberitahu diana. Tuan Philips memberikan semua mayflower yang didapatnya kepada prissy andrews dan aku mendengar dia mengatakan ”manis untuk yang manis. pulang ke rumah dengan bebas. berdua-dua. Tantangan Itu sangat MODERN. dengan rangkaian bunga berbentuk lingkaran dan buket kami. Tapi ketika aku sampai disekolah semuanya menjadi berbeda dan aku menjadi sangat begitu peduli. Seakan-akan ada begitu banyak anne yang berbeda dalam diriku. tapi menurut ku itu adalah hal yang paling menyedihkan dari apapun. marilla? Aku berpikir mereka pasti roh dari bunga-bunga yang mati pada musim panas lalu dan ini adalah surga mereka. marilla. marilla. Dia mendapatkan kata-kata itu dari buku. menggemakan senja dengan tangantangan dan keranjang-keranjang yang penuh dengan bunga rampasan. marilla. tapi itu menunjukan bahwa ia memiliki khayalan. dan arty melakukannya karena ia tidak bisa ditantang. marilla ?dan diana bilang jika mereka tidak pernah tahu seperti apa mayflower maka mereka tidak akan merindukan nya. tidak tahu seperti apa mayflower dan tidak merindukan mereka.

Tentu saja sebenarnya tidak perlu untuk mengkanji saputangan-saputantangan matthew. dari semangat penghuninya telah terlihat walaupun dalam bentuk yang tidak berwujud dan ruangan polos telah dihiasi dengan kain permadani pelangi dan sinar rembulan. Karena semua barang dihormati dan dianggap penting maka kamar gable tetap tidak mengalami perubahan. Tapi kelihatannya itu bukan kebiasaan mu. untuk tidak membayangkan apapun. Anne sedang duduk di jendela Gable. bantal keras tetap berpeniti. tapi menjaga pikiranku pada hal-hal nyata. dan kursi-kursi tetap kaku dan piano menguning sama seperti dahulu. Aku sangat menyesal. seperti yang terlihat. Dia terserang sakit kepala sore itu. kata marilla. Dan kebanyakan orang ketika mereka meletakkan kue pastel didalam oven untuk menghangatkannya untuk makan malam maka mereka mengeluarkan kue itu dan memakannya ketika sudah hangat bukan malah meninggalkannya hingga hangus menjadi abu. " Aku sungguh-sungguh ingin bisa menggantikan untuk menanggung sakit kepalamu marilla. Dia sedang mempelajari pelajaran sekolah nya. jadi dia melamun dengan mata tebuka lebar.Di suatu sore bulan juni. dan bahkan dari kendi biru yang retak yang dipenuhi oleh bunga-bunga aple yang diletakkan di atas meja. Aku 131 . Aku tidak penah ingat mengenai pastel itu dari waktu aku meletakkan nya di dalam tungku hingga sampai sekarang. dan udara penuh dengan harum semanggi dan kayu balsam. denyutan jiwa meliputinya. Dan penuh dengan buku-buku sekolah anak perempuan serta pakaian dan pita-pita. Sakit kepala selalu membuat Marilla menjadi agak kasar. Aduh. Itu semua seakan adalah mimpi. Kamu kelihatannya sudah cukup baik dan membuat kesalahan lebih sedikit dari biasanya. Anne memandangnya dengan penuh simpati. Aku benar-benar mendapatkan jawabannya. ketika kamu menuntutku untuk bertanggung jawab pagi ini. ketika kodok sedang menyanyi dengan fasihnya di dalam rawa tentang hulu Lake Of Shining Waters (Hulu danau dari Perairan berkilau). walaupun Aku merasa SECARA naluri ada sesuatu yang hilang pada meja hidangan makan malam. aku akan menahannya dengan penuh kegembiraan demi demi kamu. Dan meskipun sakitnya telah hilang dia merasa lemah dan sangat lelah. tapi sudah terlalu gelap untuk melihat buku. tidur lalu terbangun. memperhatikan Queen yang bersalju lagi yang ditandai dengan tumpukan bunga nya. Marilla datang dengan segera dan dengan beberapa celemek sekolah anne yang baru saja disetrika." ucap anne dengan sangat menyesal. Ruangan itu penuh dengan hal pentin. Dia menggantung celemek-celemek itu diatas kursi dan duduk dengan hembusan nafas pendek. Aku rasa kamu sudah melakukan bagian kamu dengan ikut bekerja dan membiarkan aku beristirahat. meskipun keseluruhan ruangan dirubah. Dinding-dinding dibiarkan tetap putih. ketika buah-buahan kembali berwarna pink merekah.

Kalau begitu Aku harus memutar jalan. Itu merupakan tempat yang paling menarik marrila.tentu saja itu kelihatan tidak penting buatmu. Aduh. Dan akhirnya itu memberikan ide pada ku bahwa akan sangat baik memanggilnya pulau victoria karena kami menemukannya pada hari kelahiran Ratu (Queens). dan dewa pun mengetahui bahwa kamu sering pergi setelah cukup gelap. Aku tidak tau kalau aku mengkanji sapu tangan-saputangan itu. Marilla. marilla ?? " Tidak . ucap anne dengan semangat. aku telah membuat banyak masalah. ini adalah hari dimana aku datang ke Green Gable. aku tidak bisa mengatakan menyesal. Aku akan bangun pada saat matahari terbit dan pergi ke sana. Aku tidak dapat melewati kayu berhantu. marilla. aku sudah berada disini selama 1 tahun dan aku sangat bahagia. aku tidak berpikir ada yang istimewa. Sekarang apa lagi yang telah merasuki kepalamu anne shirley? Aku butuh pola itu untuk memotong celemek baru mu malam ini. marilla." " Aduh. Marilla?" Tidak. Saat aku sedang menyetrika aku selalu mencoba untuk memikirkan sebuah nama untuk pulau baru yang aku dan diana temukan sebuah selokan sungai. Aku ingin lebih baik hari ini karena hari ini adalah hari ulang tahun. Aku tidak akan pernah melupakan nya. aku ingin kamu pergi menjumpai nona barry untuk bertanya apakah dia akan meminjamkan aku pola celemek diana. Aku akan pergi pagi-pagi sekali besok. Kamu ingat apa yang terjadi pada hari ini tahun lalu. tangis anne. Pergi memutar jalan dan menghabiskan waktu satu setengah jam! Aku akan menyusulmu !. Terlalu gelap? Kenapa. Apakah kamu menyesal menjaga aku. Pergi segera sekarang dan jadilah cerdas juga. Tapi aku sangat menyesal mengenai pastel dan saputangan itu. kata marilla yang kadang-kadang heran bagiamana dia bisa hidup sebelum anne datang ke green gable. itu terlalu gelap. tangis anne dengan putus asa. kata anne.sudah melakukan semuanya dengan baik sampai aku meletakkan pastel kedalam oven. Tentu saja. Disana ada 2 pohon Maple dan selokan mengalir tepat disekitar tempat itu. itu. Ini merupakan titik balik dalam hidupku. benar-benar tidak ada penyesalan. ini masih senja. tidak. tapi setiap orang dapat mengurangi masalah-masalah berangsur-angsur. Ituah mengapa aku melupakan pastel itu. Jika kamu sudah menyeleasaikan pelajaranpelajaranmu. anne. 132 . sembari mengambil topi nya dengan rasa malas. dan kemudian sebuah godaan yang sangat menarik datang pada ku untuk membayangkan bahwa aku adalah seorang putri yang memikat yang dikurung di sebuah menara yang sunyi dengan seorang ksatria tampan berkuda yang menyelamatkan ku diatas kuda hitam pekat. Kami berdua diana dan aku sangat setia.

apakah kamu bermaksud untuk memberitahu padaku bahwa kamu percaya dengan semua omong kosong hebat dari khayalanmu sendiri ? Tidak sungguh-sungguh percaya. Kami memulainya di bulan April. Aduh marilla. Tidak ada hal seperti hantu anne. dan mereka orang-orang terhormat. Tangis anne kuat. membuat aku ngeri memikirkannya. kami telah membayangkan hal hal yang paling mengerikan. aduh marilla. " Apakah pernah ada seseorang yang mendengar hal itu ? seru marilla. Kayu berhantu. Sebuah kayu berhantu sangat romantis marilla. Dan hantu dari seorang anak kecil yang tebunuh sering mengunjungi sudut idlewild (daerah kosong). Ada seorang nyonya putih berjalan disepanjang anak sungai kira-kira pada waktu sekarang dimalam hari dan meremas-remas tangannya dan mengeluarkan ratapan tangisan. Chalie sloane mengatakan bahwa neneknya melihat kakeknya yang sedang menyetir pulang membawa kerbau suatu hari setalah dia dikubur selama setahun. marilla. Aduh marilla aku tidak akan pergi melewati kayu berhantu setelah gelap sekarang untuk alasan apapun. Dia merangkak dibelakang kamu dan meletakkan jari-jarinya yang dingin diatas tangan kamu—begitu. Kamu tahu nenek charli tidak akan menceritakan sebuah kisah untuk alasan apapun. itulah waktu ketika hantu-hantu berjalan. Anne shirley. dan ayah tuan thomas terpaksa pulang kerumah suatu malam kerena seekor biri-biri yang terbakar oleh api dengan kepalanya terpotong yang tergantung oleh suatu potongan kulit. Tapi setelah gelap. aku yakin benda putih itu akan keluar dari belakang pohon dan menangkap aku. Dia tau bahwa itu adalah roh saudaranya 133 . Paling tidak aku tidak percaya hal itu di siang hari. Dia muncul ketika ada kematian di dalam suatu keluarga.orang yang pernah melihat hantu. Semua tempat disekitar sini sangat begitu-begitu—BIASA. Aduh. Dan ada seorang laki-laki tanpa kepala berjalan naik dan turun di jalan kecil dan kerangka-kerangka menatap kamu diantara cabang-cabang pohon. Dia orang yang sangat religius. (tidak percaya PERSISNYA). Kami membuat ini untuk menyenangkan kami sendiri. yang mendengarkan hiburan bodoh itu. jawab anne. tapi ada. diana dan aku hanya membayangkan bahwa kayu itu berhantu." Marilla terbelalak. ucap anne dengan berbisik. apa kamu sudah gila? Dibawah kanopi ada kayu berhantu? Pohoh cemara di atas anak sungai. berbeda. aku tahu orang. bimbang anne. kami memilih hutan kecil pohon cemara kerena disitu sangat suram. Siapa yang menceritakan kamu hal seperti itu? Tidak ada siapapun. Omong kosong! Tidak ada hal seperti kayu berhantu dimanapun.

Anne tidak pernah melupakan jalan itu. Aku khawatir dengan imajinasi mu dan jika akibatnya seperti ini. Dan Rubby gillis mengatakan –Anne shirley. ia lebih memilih resiko untuk menghancurkan otaknya diantara dahan besar daripada harus melihat benda putih. Dengan pahit dia menyesali diri karena telah memberikan izin pada imaginasinya. Imajinasinya terbang bersama dirinya dan dia membayangkan hutan kecil cemara setelah lewat senja membuat ia mati ketakutan. Sebuah carik putih kulit kayu dari sebatang pohon jatuh ke dasar lembah belukar membuat jantungnya tak bergerak. Hantu-hantu dari khayalannya mengintai dari setiap bayang-bayang disekitarnya. Dia menyuruh hantu-hantu yang bersembunyi tersebut pergi dari bayangannya dan memerintahkan anne untuk melewati jalan lurus diatas jembatan dan masuk kedalam tempat pengasingan hantu perempuan yang meratap dan hantu tak berkepala.william bell dia mengambil langkah seribu melewati halaman itu seolah-olah sedang dikejar oleh tentara benda putih. Anne mungkin saja membela diri dan menangis semaunya—dan dia melakukan itu. Ketika dia sampai ke halaman Mr. sela marilla keras. dan kamu akan melewati hutan kecil cemara itu. Aku akan mengobati kamu dari imajinasi tentang bayangan hantu. karena di benar-benar ngeri. 134 . Tapi marilla tak dapat dirubah. dan sampai di pintu dapur barry dengan sangat terengah-engah sehingga dia hampir tak dapat meminta pola celemek. Anne kembali melewati jalan itu dengan mata tertutup. Diana sedang pergi sehingga dia tidak punya alasan untuk berlama-lama disitu. menyebarkan hawa dingin mereka ke sekelilingnya. Helaan Raungan panjang dari 2 dahan pohon besar yang saling bergesekan satu sama lain membuat butiran-butiran keringat bemunculan di dahi anne. bagaimana mungkin kamu begitu kejam?" Anne menangis. " Bagaimana jika benda putih menangkap aku dan membawa aku pergi ? " Aku akan mengambil resiko itu.dan itu merupakan peringatan bahwa dia akan mati dalam 9 hari. dia mati 2 tahun setelahnya. Jadi kamu lihat itu benar-benar nyata." jawab Marilla tanpa perasaan. aku tidak akan menyetujui tindakan seperti itu. Marilla. Kamu akan pergi sekarang juga ke rumah Bari. Akhirnya anne pergi. aku tidak pernah ingin mendengar kamu berbicara basa-basi seperti ini lagi. Perjalanan pulang yang menyeramkan harus dihadapinya. sebagai pelajaran dan peringatan untuk kamu. Kamu tahu bahwa aku selalu bersungguh-sunguh dengan apa yang aku katakan. dengan kikuk di melewati jembatan hingga dia tersandung diatas jembatan suram yang sulit dan mengerikan. Dan jangan pernah membiarkan aku mendengar sepatah katapun keluar dari kepala mu mengenai kayu berhantu lagi. tangan tanpa daging bersiap menanangkap gadis kecil yang ketakutan yang telah menciptakan mereka. Tapi dia tidak mati. Bergegas pergi sekarang. Sambaran kelalawar dikegelapan malam yang melewatinya adalah seperti akup-akup dari mahluk-makhluk menakutkan. hingga akhirnya dia tersandung diatas jembatan dia menarik nafas gemetar mengharapkan pertolongan. " Aduh.

satu demi satu. marilla.Philip. Itu sangat mengharukan. gemeretak anne. ulang anne. Ruby gillis selalu menyatakan bahwa dia membenci Mr. Aku menangis sebab semua yang lainnya menangis. dan saat ketika dia mengatakan bahwa aku adalah anak dungu yang terburuk yang pernah dia lihat dalam geometri dan menertawakan ejaanku. Dan dia juga meneteskan air mata. Tidak kah itu merupakan keberuntungan marilla. Rubbi gillis yang memulai nya.Bagus. tapi segera setelah Mr. Kemudian semua gadis mulai menangis. dia yang paling buruk diantara kami semua dan dia harus meminjam saputangan dari abangnya---tentu saja anak laki-laki tidak menangis—karena dia tidak membawa miliknya—dia tidak mengharapkan itu terjadi . tidak ada sesuatu pun di dalam dunia ini kecuali pertemuan dan perpisahan. Serta waktu-waktu diamana dia begitu mengerikan dan kasar.Philip bangkit untuk memberikan pidato perpisahan dia meledak dalam tangisan. Oh marilla.---dengan seorang. Dan aku mulai menangis juga. jadi tidak ada yang menangkap kamu? Kata marilla dengan tidak bersimpati. Aku tidak berpikir bahwa aku akan menangis karena aku sungguh cinta pada nya. Aku mencoba untuk mengingat saat dimana mr. Oh marilla.philip pergi dan dia menyatakan dia tidak akan pernah menitikkan sebutir air matapun. philip memaksa ku duduk dengan gil. Sembari meletakkan batu tulis dan buku-bukunya diatas meja dapur di hari terakhir dibulan juni serta menyeka mata yang merah dengan saputangan yang sangat basah. Tapi bagaimanapun juga aku tidak bisa. Aku mencoba untuk bertahan. ”waktu untuk berpisah telah tiba ”. anak laki-laki: Dan waktu dia mengeja namaku tanpa E di papan tulis hitam. aduh aku merasa sangat menyesal dan penyesalan yang dalam setiap kali aku berbicara disekolah dan menggambar gambarnya diatas batu tulis serta membuat bahan lelucon mengenai dia dan prissy. Namun. seperti yang nyonya lynde ucapkan. ujar anne dengan sedih. Philip sehingga kamu butuh 2 saputangan untuk mengeringkan air matamu hanya karena dia akan pindah. ucap marilla. marilla. Mr. Aku dapat memberitahu mu aku ingin menjadi murid teladan seperti 135 . Aku tidak menyangka bahwa kamu begitu cinta pada Mr. setelah ini aku akan mengisi imiginasi ku dengan tempat-tempat yang biasa saja. itu sudah merupakan kecenderungan hati. Phillips memberikan pidato perpisahan yang sangat bagus di awal acara. Jane andrew sudah berbicara selama satu bulan tentang bagaimana gembiranya dia nanti ketika mr. bahwa aku membawa satu saputangan lebih ke sekolah hari ini ? aku punya firasat bahwa itu akan diperlukan. Bab XXI -Vanili Rasa Baru Sayang disayangkan.

istri Pendeta di Newbrigde memberikan suatu contoh yang sangat jelek karena dia berpakaian sangat modern. benarkan marilla? Mereka akan menyewa pada nyona lynde hingga rumah pendeta selesai Jika Marilla. marilla. pergi menjumpai nyonya lynde sore itu. untuk seorang pendeta memiliki istri yang menyenangkan dan anggun. Pebruari lalu dia meletakkan tanggung jawabnya dan berangkat ditengah-tengah penyesalan masyarakatnya yang kebanyakan telah mempunyai kasih sayang yang lahir dari pergaulan yang lama dengan pendeta lama mereka yang baik. Bisakah mereka marilla? dan disamping itu. Karena perasaan ku sangat sedih mengenai kepergian mr. Selain itu. Kami berjumpa dengan pendeta yang baru dan istrinya yang tiba di stasion. Jadi seseorang harus memberikan kelonggaran padanya.minnie andrew. terkadang jangan pernah beharap dapat melihat barang itu lagi. meskipun kenyataannya bahwa gosip secara teratur menghampirinya dan mengaikatkan dirinya dengan si. Seorang pendeta baru dan terlebih lagi seorang pendeta dengan seorang istri. tapi seseorang tidak terus merasakan kesedihan yang mendalam setelah 2 bulan liburan . Bisakah aku marilla? Istri nya sangat cantik. atau hal lainnya pada setiap tahun persinggahan nya. ia sudah menjadi pastor di avonlea selama 18 tahun. tentu saja –tidak akan seperti itu. Dia tidak pernah menyatakan kata hatinya. Sejak saat itu gereja Avonlea menikmati berbagai pengusiran keagamaan dalam mendengarkan banyak dan 136 . Tuan Bentley tua. seorang pendeta yang sering ditemui anne tidak punya daya khayal. Gadis-gadis menangis sepanjang jalan pulang dari sekolah. aku menduga. Malam itu datang kerumahnya seorang peminjam yang bertanggung jawab terhadap barang-barang itu. Kata nyonya linde. dan tetap menduda. di gerakkan oleh alasan mengatakan dengan terus terang bahwa dia telah mengembalikan selimut tidur yagn telah dipinjamnya musim dingin lalu. itu merupakan kelemahan memberikan sifat ramah tamah kepada kebanyakan orang avonlea.itu. Tapi tidak benar-benar menawan. si.ini. Jane Andrews mengatakan dia pikir lengan yang digembungkan terlalu duniawi untuk seorang istri pendeta. Dia adalah duda ketika dia datang. kendati memiliki kekurangan sebagai seorang ahli pidato. Banyak benda yang telah dipinjamkan nyonya lynde. Cariie sloane terus berkata setiap beberapa menit : ” waktu untuk berpisah telah tiba” dan itu akan membuat kita bersedih lagi kapanpun saat kami sedang bergembira.philip aku tidak tertarik kepada pendeta baru itu. karena itu mungkin akan memberikan suatu contoh yang tidak baik. merupakan suatu objek kecurigaan yang wajar dalam sebuah perkampungan pedalaman dimana sensasi jarang sekali. karena aku sudah lama mengetahui mengenai lengan yang digembungkan. dia hanya menjadi istri pendeta untuk beberapa waktu. Aku sungguh merasa sedih. tapi aku tidak memberikan komentar pedas seperti itu marilla. Istri pendeta kita yang baru memakai kain satin biru dengan lengan baju yang digembungkan yang indah serta memakai sebuah topi yang dihiasi dengan bunga mawar.

benarkan. kata nyonya lynde cara berpidato nya buruk sekali. Dan tuan Terry punya terlalu banyak imaginasi. mathew? Aku sangat senang karena kita menghubungi Mr. dia jadi kurang sopan. Orang tua dan muda menyukai lelaki muda yang riang. dan lagipula ilmu agama nya telah teruji. Avonlea membuka jantungnya kepada mereka sejak awal. Nonya lynde mengatakan dia memang tidak sempurna tapi dia mengatakan dia menduga kita tidak akan mengharapkan seorang pendeta yang sempurna untuk bayaran 750 dolar tiap tahun. Lagi pula kata nona lynde ilmu agamanya tidak kelihatan. tapi kata nyonya linde dia tidak menikah. " Aku pikir tuan Smith tidak akan berhasil. Tuan gresham adalah seorang yang sangat baik dan lelaki yang sangat agamis.beragam calon dan ”cadangan” yang datang dari Minggu ke Minggu untuk mencoba berkotbah. bukankah begitu. dan penuh dengan gairah yang baik dan indah untuk pekerjaan seumur hidup yang merupakan pilihan mereka. atau bahkan bertunangan. Karena dia mungkin akan mengawini kumpulan jemaah dan itu akan membuat masalah. Karena nyonya lynde menanyakan Mr. Pendeta yang baru dan istrinya merupakan pasangan muda dengan wajah yang menyenangkan. aku menyukainya karena khotbahnya menarik dan dia berdoa seolah-olah dia memang bersungguh-sungguh dan bukan hanya seolah-olah melakukannya karena dia telah terbiasa dengan itu. nonya linde mengatakan doktrin teruji dari sisi pria dan ibu rumah tangga yang baik dari sisi perempuan merupakan gabungan yang ideal untuk sebuah keluarga pendeta. tapi dia terlalu banyak memberikan cerita lucu dan membuat orang tertawa di dalam gereja. Dan Nyonya Lynde mengetahui masyarakat di daerah istrinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang terhormat dan wanita-wanita nya adalah pengurus rumah tangga yang baik. mereka masih dalam masa bulan. 137 . dan katanya avonlea tidak akan pernah memiliki pendeta muda yang belum menikah. matthew? Aku kira tuan marshall jelas menarik. Mereka bertahan atau gugur berdasarkan penilaian ayah-ayah dan ibu-ibu di israel. mathew. dia membiarkan imaginasinya hilang dari dirinya sama seperti yang apa yang aku lakukan dengan imaginasiku yang berkenaan dengan hutan berhantu. Tapi aku rasa kesalahan terburuknya adalah sama seperti tuan bentles—dia tidak punya daya khayal. Marilla selalu menolak prinsip untuk mencela pendeta-pendeta dalam keadaan atau bentuk apapun. jujur dengan cita-cita yang tinggi. merupakan kesimpulan akhir anne. karena nonya linde membuat penyelidikan khusus mengenai dia. allan. Nyonya linde adalah seorang wanita yang sangat bijaksana. Tapi seorang gadis berambut merah dan kecil yang duduk taat di sudut bangku gereja cuthbert tua juga mempunyai pendapat nya tentang mereka dan membahas hal yang sama secara sungguh-sungguh dengan Matthew. lagipula seorang pendeta harus mempunyai harga diri.Allan secara menyeluruh mengenai semua inti doktrin.

Nyonya Allan sungguh menyenangkan. Aku tidak pernah tahu sebelumnya bahwa agama merupakan hal yang begitu menyenangkan seperti itu. Aku tidak akan mau menjadi seseorang seperti Tuan Inspektur Bell. Sekarang aku tidak sangat kurus seperti saat pertama kali aku datang kesini. dan aku senang menjadi seorang kristiani jika aku bisa menjadi seseorang seperti dirinya. Dia berbicara sangat bagus mengenai segala hal .dan cemerlang. Mr. tapi Nyonya allan tidak. Anne merasa tepat dan seluruh hatinya penuh dengan cinta pada Nyonya. Ujar anne setuju. Jika aku punya mungkin aku bisa mempengaruhi orang-orang untuk berbuat baik. seorang wanita lemah lembut yang dianggap sebagai nyonya rumah dari rumah pastoran. Allan. Tidak ada anak lain lagi yang bertanya kecuali rubby gillis. Aku berpikir itu bukan pertanyaan yang sangat pantas untuk ditanyakan karena tidak ada hubungannya dengan pelajaran—pelajaran itu mengenai daniel di sarang singa—tapi Nyonya.dan Nyonya. Rabu depan merupakan waktu yang baik untuk mengundang mereka. dia menyatakannya pada suatu sore di hari minggu. Aku ingin seandainya aku punya lesung pipit di pipi ku. Bell orang yang baik.allan hanya tersenyum dan katanya dia pikir akan ada. Oh tentu saja dia baik. Aku selalu berpikir agama itu menyedihkan. Allan bilang bahwa kita harus selalu mencoba untuk mempengaruhi orang lain agar berbuat baik. Aku ahli dalam menanyakan pertanyaan marilla. dan kamu tahu marilla. Nyonya.allan memiliki senyum yang sangat menawan. dan dia bertanya apakah akan ada tamasya sekolah—minggu pada musim panas ini. dia memiliki lesung pipi yang INDAH SEKALI di kedua pipinya. Dia mengatakan kami boleh menanyakan pertanyaan apapun yang kami sukai. Aku menduga nyonya allan terlalu tua untuk menari dan bernyanyi dan tentu saja itu tidak akan menaikkan derajatnya sebagai seorang istri pendeta. Dia mengatakan dengan segera dia pikir tidak adil bagi seorang guru untuk menanyakan semua pertanyaan . " Mereka pasti sudah kemana-mana tapi belum disini. Nakal sekali kamu mengatakan tentang Mr. Dia telah menemukan saudara roh yang lain. jawab marilla tajam. Dia mengajarkan kita dan dia seorang guru yang sangat baik. Bell seperti itu. komentar tegas marilla. Nyonya. marilla. " Aku percaya pada mu. Jika aku bisa menjadi baik aku dapat berdansa dan menyanyi sepanjang hari karena aku senang melakukannya. Tapi jangan bilang 138 . Nanti lah aku pikir dulu. tapi aku masih belum mempunyai lesung pipit. Allan untuk minum teh kapan-kapan dalam waktu dekat. Tapi aku dapat merasakan dia senang bahwa dia adalah seorang kristiani dan dia akan tetap menjadi kristiani bahkan meskipun dia bisa masuk surga tanpa itu. Dan aku bertanya sangat banyak. itu persis sama seperti yang selalu aku pikiran. tapi dia tidak kelihatan nyaman dengan itu semua. Ucap Marilla termenung. " Aku pikir kita harus mengundang Mr.

biskuit ragi yang akan marilla buat tepat sebelum waktu minum teh. yakin anne. akan kah kamu mengizinkan aku untuk membuat kue untuk acara itu? Aku ingin sekali /memberikan sesuatu untuk Nonya Allan. Dan roti adonan baru dan roti adonan lama kedua-duanya disediakan. Dan 3 jenis masakan. Mengundang Pendeta dan istrinya untuk minum teh merupakan peristiwa penting dan hebat. alangkah pemandangan bagus untuk dilihat. Dia dulu sering menjamu teh untuk Mr. Aku akan merahasiakannya sampai mati.Allan belum begitu lama menjadi pendeta hingga penyakit itu bisa memberikan pengaruh buruk padanya. Aku jadi dingin pada saat aku memikirkan mengenai kue lapis ku. " kue nya akan bagus. Aku tidak pernah terlibat dalam hal seperti itu sebelumnya. merah dan kuning. dan kue buah plum kuning marilla yang terkenal diawetkan bahwa dia menjaganya terutama untuk pendeta-pendeta dan kue tumbuk dan kue lapis. Semuanya sudah selesai diana. aku dan marilla pasti sangat sibuk dua hari itu. anne gila dengan kegembiraan dan kesenangan. Senin dan Selasa persiapan besar terjadi di Rumah Hijau/Green Gable. Sebab kalau dia tahu mereka akan datang maka dia akan membuat alasan untuk pergi pada hari itu. Kita akan menyediakan ayam dan lidah yang dibekukan. Kamu seharusnya melihat kamar penyimpanan barang kami. yang merupakan seorang sahabat yang pintar menghibur. Aku meyakinkan kamu diana. Dia mengatakan semuanya pada diana pada senja selasa malam. Kamu boleh buat kue lapis. Ini seperti tanggung jawab mengundang keluarga pendeta untuk minum teh. dan biskuit seperti yang tersebut tadi. kecuali kue ku yang harus kubuat pagi hari.Bentley dan dia tidak keberatan. Janji marilla. Bagaimana kalau hasilnya tidak baik! Aku semalam bermimpi dikejar-kejar oleh setan yang menakutkan dengan kue lapis besar sebagai kepalanya. untuk berjaga-jaga kalau pendeta punya ganguan pencernaan dan tidak bisa makanan baru. 139 .apapun pada mathew tentang ini. dan kamu tahu aku akan membuat kue yang enak kali ini. Kata Nyonya lynde pendeta-pendeta menderita gangguan pencernaan. Tapi marilla. dan krem kocok dan pastel cherry. Aku yakin bahwa potongan kue buatan kamu yang pernah kita makan pada waktu makan siang di Idlewild 2 minggu lalu akan menjadi benar-benar bagus dan lezat sekali. dan istri pendeta yang baru itu akan membuatnya mati ketakutan. Kami mempunyai 2 jenis selai. ketika mereka duduk diatas batu merah di dryad bubble dan membuat pelangi-pelangi di dalam air dengan dengan mencelupkan ranting kecil dari sejenis pohon cemara minyak balsem." yakin diana. tapi aku kira Mr. Aduh diana. tapi dia akan sulit untuk berkenalan dengan pendeta baru. tenanglah. dan marilla memutuskan untuk tidak dilakukan oleh pembantu/pengurus rumah tangga manapun di avonloe.

Baigamanapun juga. sembari mengumpulkan ranting ranting pohon balsem yang terserak. Lynde mengatakan pemerintah sebaiknya mengambil tindakan mengenai hal ini. menyisir ikatan rambutnya dengan melepasakannya didepan cermin. Lynde mengatakan kamu tidak pernah bisa yakin bisa mendapatkan ragi yang baik sekarang ini ketika segalanya begitu tercemar. Ibu diana sudah mengetahui mengenai hutan berhantu dan marah sekali mengenai itu. aku melihat keluar jendela ku dan ingin tahu apakah perihutan benar-benar sedang duduk disini. tapi menurut mu apakah adonan itu akan mengembang ? Hanya menduga mungkin raginya tidak bagus ? Aku menggunakan nya dengan loyang yang baru. tapi kata dia kita tidak akan pernah meilhat hari dimana pemerintah Tory akan melakukannya. tapi kue mempunyai kebiasaan mengerikan untuk berubah menjadi buruk disaat kamu terutama sekali menginginkan mereka menjadi baik. Aku yakin aku tidak melupakan apapun kali ini. Nyonya. Sebagai hasilnya diana telah berpantang diri dari sifat suka meniru larut dalam imaginasi yang terlalu jauh dan menganggap hal itu tidak bijaksana untuk memperkuat semangat keyakinan bahkan imaginasi mengenai peri hutan yang tidak berbahaya sekalipun. setiap malam sebelum aku tidur. Dia terserang flu berat di kepalanya karena dia mencebur-ceburkan dirinya di dalam sumber mata air pada sore sebelumnya. Aduh diana.Allan sedang memakan kue itu dan mungkin meminta tambahan potongan kue yang lain. lihat diana. dan keluar dari oven ringan dan lembut seperti busa keemasan. jangan menghentikan keyakinan mu pada peri hutan. anne bergejolak senang. kata diana. Keluh anne. anne melihat Nyonya. Rabu pagi telah datang. dalam khayalannya. Ternyata Kue nya mengembang. aku menduga aku seharusnya hanya perlu mempercayai Tuhan dan berhati-hati menambahkan tepung. Marilla. Apakah kamu kira peri hutan akan muncul setelah kita pergi dan mengambil selendang nya? Kamu tahu peri hutan itu tidak ada. dia mengoleskan kue itu dengan lapisan selai delima. cara marilla menjawab menandakan dia tidak bersemangat pada topik pembicaraan itu. Kadang-kadang aku mencari jejak kakinya di dalam embun di pagi hari. Tapi tidak ada pneumonia yang dapat memadamkan ketertarikannya terhadap kegiatan memasak pagi itu. Setelah selesai sarapan dia memulai untuk membuat kuenya. Kata anne. 140 . Tapi sangat mudah untuk membayangkan bahwa memang ada. bagaimana jika kue itu tidak kembang? Kita sudah punya banyak hidangan tanpa itu. marilla. Dan Nyonya.Ya. Ketika pada akhirnya dia meutup pintu oven dia menarik napas panjang. betapa pelangi yang indah. anne bangun saat matahari sudah terbit karena dia sangat bersemangat untuk tidur. Aduh.

kata marilla.Allan. seperti juga yang akan dilakukan oleh marilla dan pendeta. sembari mengambil sendiri segitiga plum.Allan. anne membuat nya khusus untuk anda. Ia merasa malu dan gugup marilla telah membuat dia kehilangan harapan. tidak ada sebuah katapun yang dia katakan. yang sudah bingung dengan banyaknya selingan makanan. Nyonya. Barry atau siapapun juga. 141 . melihat kekecewaan pada wajah anne. Tawa Nyonya. Nyonya. barangkali tidak perlu berharap dia akan. Tapi marilla. Dia bilang ini merupakan pesta makan besar untuk mata sekaligus untuk langitlangit mulut.Allan memasukan sesuap miliknya dan ekspresi yang ganjil terlihat di wajahnya. Anne berkata Bolehkah aku menata meja dengan pakis dan bunga mawar liar? Menurutku semua itu omong kosong. ujar anne . menolak kue itu. Marilla melihat ekspresi tersebut dan cepat-cepat mencicipi kue itu. Dan pendeta membayarnya dengan suatu pujian yang bagus sekali. dibujuk untuk ikut pesta hanya dewa dan anne yang tahu bagaimana. Nyonya. tentu kan.Kamu akan memakai perlengkapana-tea-set terbaik. Baiklah. namumpun demikian ia tetap menghabiskannya. Marilla. dengan agak cemberut dan anne merasa bahwa senyum kekaguman dari Nyonya Allan merupakan kebahagiaan yang terlalu besar di dunia ini. berkata dengan tersenyum : Oh. Dalam kasus seperti itu. dia menata meja teh itu menjadi cantik sehingga ketika pendeta dan istrinya duduk mereka serentak berseru atas kecantikannya. kata marilla. yang memutuskan untuk tidak diungguli oleh Nyonya. tapi anne berhasil menguasainya hingga sekarang dia duduk di meja dengan memakai pakaian terbaiknya yaitu baju putih kemeja dan berbincang dengan pendeta dengan penuh perhatian. kamu harus mengambil sepotong kue ini. Anne menyusun dekorasi dengan caranya sendiri dan hasilnya semestinya mengalahkan dekorasi Nyonya.Allan. yang tidak sepenuhnya bersalah. endus marilla. Allan. Matthew ada di sana. Ini hasil kerja anne. dia tidak pernah berkata satu patah katapun pada Nyonya. Barry membiarkan mejanya dihias. aku harus mencicipinya. Satu-satunya yang perlu diingat adalah bahwa kamu harus meninggalkan ruangan yang cukup untuk makanan dan peralatan makan. lakukan apa yang kamu suka. Barry. Mawar dan Pakis yang berlimpah dan rasa artistic nya sendiri. menurut pendapatku yang terpenting adalah benda-benda yang dapat dimakan bukan dekorasi hiasan " Nyonya. Semua bersukaria seperti bel perkawinan hingga kue lapis anne disajikan.

Berita ini akan tersebar— setiap hal akan tersebar di avonlea. Aku 142 . aku curiga dengan bak— " omong kosong dengan baking powder/ragi! Pergi dan bawakan padaku botol vanilla yang kamu gunakan. marilla. Aku tidak akan pernah sanggup untuk tinggal di kota ini lagi. Vanili terbaik. Membuka tutupnya. Marilla mengambilnya. kata anne. Aduh Marilla. Aduh marilla. dan menciumnya. Aku tidak bisa—aku flu atas aib ini anne wajar melarikan diri ke kamar loteng. aku akan malu selamanya. Anne.Allan jangan mencoba memakannya. Maafkan kami. tangis anne. Peengharum kue apa yang kamu gunakan? Vanilla. Anne berlari ke tempat penyimpanan dan kembali dengan membawa sebuah botol kecil yang terisi setengah dengan cairan coklat dan diberi label warna kuning. Diana akan bertanya padaku bagaimana kue ku bisa mematikan dan aku harus menceritakan padanya kebenaran itu. dia melemparkan dirinya keatas tempat tidur dan menangis seperti seorang yang berkeberatan untuk di hibur. anne. Aku memecahkan botol obat gosok seminggu yang lalu dan menuangkan sisanya kedalam botol vanili tua yang kosong. Aku kira aku ini salahku juga —aku seharusnya mengingatkan kamu—tapi sangat diherankan mengapa kamu tidak bisa menciumnya? Tangisan Anne pecah atas aib ganda ini. tanpa melihat. Hanya vanili. tangis anne dengan pandangan yang sangat sedih. Aduh marilla. Apa yang kamu masukkan dalam kue itu ? Tidak ada yang lain selain apa yang disebutkan dalam resep.Mr. wajahnya berubah menjadi merah karena malu setelah dia merasakan kue itu. Aduh apakah tidak enak? Enak! Sangat mengerikan.Anne Shirley! Seru nya. cicipi sendiri. Tak lama sebuah langkah ringan terdengar menaiki tangga dan seseorang memasuki kamar. itu pasti karena baking powder. kamu memberikan pengharum rasa pada kue itu dengan OBAT GOSOK ANODYNE.

Barangkali dia akan berpikir bahwa Aku mencoba untuk meracuni nya. memperhatikannya dengan mata ceria. jika kamu mempunyai belas kasihan Kristiani tolong jangan beritahu aku bahwa aku harus turun dan mencuci Piring setelah ini. Dan aku meyakinkan kamu bahwa aku menghargai kebaikan hatimu dan perhatian mu dan itu sudah membuat segala sesatunya telah berubah menjadi baik. Nyonya Allan Ya aku tahu. dia menemukan Nyonya. Aku ingin melihat itu. Padalah aku ingin sekali memberikan kue yang sangat enak untuk kamu. Akankah kamu memberitahu Nyonya. Kenapa. Dia tidak mengatakan apaun mengenai kue obat gosok. Allan benar-benar sudah ditakdiirkan tuhan sebagai roh satu keluarga. kamu tidak seharusnya menangis seperti ini. dia mendesah panjang.anak laki-laki disekolah tidak akan pernah berhenti menertawakan hal itu. Tetapi obat gosok tidak beracun. Oh. dan ketika tamu-tamu sudah pulang anne menemukan dirinya menyenangi sore itu lebih dari yang dia duga sebelumnya. Allan berdiri disamping tempat tidurnya. Allan lagi.Allan sepererti itu marilla ? Anggap saja kamu sudah bangun dan memberitahukannya—yang diucapkan oleh suara gembira. Anne bangun. Sungguh-sungguh terganggu dengan wajah tragis anne. Aku akan mencuci nya pada saat pendeta dan isteri nya sudah pergi. Aduh gadis kecilku. Lynde bilang bahwa dia mengenal seorang anak perempuan yatim piatu yang mencoba untuk meracuni seorang dermawan.akan selalu dicap sebagai gadis yang memberikan rasa obat gosok anodyne pada kue. Sekarang kamu tidak boleh menangis lagi. karena aku sangat tertarik dengan bunga-bunga. itu semua hanya kesalahan lucu yang mungkin saja dilakukan oleh setiap orang. Nyonya. tidak. mencerminkan bahwa Nyonya. kata anne dengan sedih. Marilla. bukankan menyenangkan untuk berpikir bahwa besok adalah suatu hari baru tanpa kesalahan lagi? 143 . Itu akan menjadi beracun bila ditelan—bukan di dalam kue. tapi pergi turun kebawah bersamaku dan tunjukkan padaku kebun bunga. Gil. katanya. sayang. hanya aku yang berbuat kesalahan seperti itu. tetapi aku tidak akan pernah bisa melihat wajah Nyonya. Meskipun demikian. Anne membolehkan dirinya sendiri untuk turun kebawah dan dihibur. Aduh Marilla. mengingat insiden yang sangat buruk itu. Miss curthbeth memberitahuku bahwa kau memiliki sebidang tanah kecil milikmu.

matanya bersinar. seperti bidadari angin yang melewati sinar matahari dan bayang-bayang malas di suatu sore bulan Agustus. dan ketika aku mencapai akhirnya. kamu sebaiknya pergi dan berikan kue itu kepada babi-babi. Kamu tidak perlu demam hanya karena itu. ketika Anne baru saja masuk dengan berlari lari dari kantor pos. tapi pernahkah kamu mengingatkan padaku sesuatu hal yang membesarkan hati ku. itu merupakan pikiran yang menghibur. Oh. Nak.’ Ini merupakan kali pertama aku dipanggil ’Nona’ . aku tidak pernah melihat kau bertindak tanpa kesalah. Penuh semangat dan berapi-api selanjutnya mereda dan dingin. coba terka ? Aku diundang untuk jamuan teh di rumah pendeta besok sore. kemudian aku akan melewatinya. Membuat aku bergetar ! aku akan menyimpannya untuk selama-lamanya diantara harta benda ku yang paling berharga . seakan terpantul dari setiap benda. anne Ya. aku anne dengan berduka. tidakkah kamu mengerti marilla? Selalu ada batas terhadap kesalahankesalahan yang dapat dilakukan oleh seseorang.Aku jamin kamu akan buat banyak kesalahan. ”Nona Anne Shirley. Nyonya Allan menitipkan surat untukku di kantor pos. Marilla.Anne Diundang Untuk Jamuan Teh " dan sekarang mengapa mata mu seolah akan melompat keluar sekarang?" Tanya Marilla. kata marilla. Mrs Allan memberitahuku bahwa dia berniat untuk mengundang semua anggota kelas sekolah-minggu untuk minum the secara bergilir. Belajarlah untuk menerima keadaan dengan tenang. Lihatlah marilla. tetapi aduhai. Baiklah. menanggapi peristiwa hebat itu dengan sangat dingin. baiklah aku tahu itu. " Bukan. bahkan tidak untuk Jerry Boute Anne dari Green Gable. kata marilla Itu tidak cocok untuk dimakan manusia. Memang Begitulah dia . Green Gables. Apakah kamu menemukan keluarga roh yang lain ?" Kegembiraan menyelubungi anne. marilla? Aku tidak pernah membuat kesalahan yang sama dua kali Aku tidak tahu apakah itu akan banyak untungnya ketika kamu selalu membuat kesalahan baru.oleh Lucy Maud Montgomery BAB XXII. kesenangan dan kepedihan hidup yang datang padanya 144 . Bagi Anne menerima sesuatu dengan tenang akan berarti mengubah sifat dasarnya. kata marilla. Dia datang dengan menari-nari .

Tapu aduh marilla. gemuruh yang jauh dari teluk. Tetapi semua hal-hal mempunyai akhir. nyaring lagi merdu.intensitasnya menjadi tiga kali lipat. Dan benar-benar. Kamu tidak tahu betapa baiknya perasaaan ku hari ini. Besarnya harapan indah serta rencana membuat anne merasakan penderitaan yang mendalam. yang dia dengarkan dengan senang pada waktu lain. Marilla tidak banyak membuat kemajuan pada anne. dia mengakuinya pada dirinya sendiri dengan sedih. irama yang sering timbul. Sedangkan Pemenuhan harapan-harapan indahnya menjadikan anne pusing tujuh keliling karena kegembiraan. mencintai keanehannya. dan Aku tidak yakin bahwa aku mengetahui semua ketentuan-ketentuan tatacara. bukankan akan bagus bila bertahan lama? Aku tahu aku bisa jadi anak teladan jika aku diundang untuk jamuan teh setiap hari. Aku takut aku akan melakukan sesuatu yang bodoh atau lupa untuk melakukan sesuatu yang seharusnya aku lakukan. Marilla hampir saja putus asa dalam mendidik cara/kebiasaan anak terlantar dari dunia itu agar dapat menjadi gadis kecil teladan yang bertatakrama dan bertingkah laku sopan. Maka dari itu marilla bertugas untuk membuat anne menjadi lebih tenang dalam menghadapi kebahagiaan dan kesedihan yang merupakan hal yang mustahil dan asing bagi anne. Anne pikir bahwa pagi tidak pernah akan datang. cerah dan semangat Anne membumbung sangat tinggi. " Aduh.Aku merasa begitu cemas. Tidak ada seorang pun yang marilla yakini benar-benar menyukai anne sebesar rasa sukanya. Bagaimana jika aku bertingkah laku tidak pantas? Kamu mengetahui aku tidak pernah menghadiri jamuan teh di pastoran sebelumnya. Marilla. Apakah termasuk tatakrama yang baik bila minta tolong terlalu banyak?? 145 . Anne tidur malam itu dalam penderitaan tak bersuara sebab Mathew mengatakan bahwa angin berputar di timur laut dan dia takut besok akan hujan. ini merupakan suatu kesempatan khidmat juga . walaupun Aku telah belajar aturan yang diberikan oleh departemen tatacara yang digembar-gemborkan keluarga sejak aku datang kesini. ia Menyadari bahwa untung dan malang akan sangat susah dikuasi oleh jiwa yang bersifat selalu menurutkan kata hati dan tidak sepenuhnya memahami bahwa daya tahan untuk menghadapi kesenangan mungkin lebih besar dari pada daya tahan untuk menghadapi kesulitan. bahkan malam-malam sebelum hari yang mana kamu diundang untuk minum teh di manse/rumah pastor. gemerisik daun poplar di sekitar rumah menbuat anne cemas. Marilla merasakan hal itu dan sedikit terganggu dengan hal itu. ada sesuatu pada aku hari ini yang membuat aku mencintai semua orang yang aku lihat. sekarang kelihatan seperti suatu nubuatan angin topan dan bencana bagi seorang gadis kecil yang terutama sekali ingin hari yang cerah. tidak sesuai dengan ramalan mathew. Pagi itu. kedengarannya seperti derai tetesan air hujan." dia berseru ketika dia mencuci piring sarapan.

dengan irama dalam pikirannya dan memberitahu marilla mengenai segalanya dengan gembira. Ketika aku sampai disana Nyonya. Aku pikir aku ingin menjadi istri pendeta ketika aku dewasa nanti. keluar masuk diantara pakis dan cabang-cabang pohon yang berdesir. Allan menjumpaiku didepan pintu. Aku akan berusaha untuk tidak memikirkan diri ku sama sekali. Bagaimana pun kerasnya aku mencoba untuk menjadi baik aku tidak akan pernah berhasil menjadi seperti mereka yang memang memiliki sifat dasar baik. kamu tahu. membalas dalam sekali dalam seumur hidupnya dengan sepotong nasihat yang ringkas. Anne melihat mereka pada saat dia berbicara dan merasa kunang-kunang beserta bintang dan angin semuanya secara bersama-sama terjalin menjadi kesatuan yang memikat dan menciptakan keindahan yang tidak dapat diungkapkan. Anne segera menyadari hal ini. Hampir sama dengan ilmu geometri. Tapi tidak kah kamu berpikir bahwa usaha yang terlalu keras seharusnya memperoleh suatu balasan? 146 . Aku telah memperoleh waktu yang paling MEMPESoNA. Dia memakai pakaian yang sangat indah organdy merah muda pucat dengan selusin jumbai-jumbai dengan lengan baju siku. dia terlihat seperti SERAPH. kata Marilla. Sebagian orang memang memiliki sifat dasar yang baik. Marilla. Seorang pendeta pasti tidak akan keberatan dengan rambut merahku karena dia tidak akan berpikir mengenai hal yang bersifat duniawi seperti itu. " Aduh. Allan dan apa yang paling baik dan paling dapat dia setujui. Aku merasa bahwa hidupku sangat bermakna dan aku seharusnya selalu merasakan seperti ini meskipun aku tidak akan pernah lagi di undang untuk jamuan teh di pastoran. kamu seharusnya berpikir juga tentang Nyonya. aku kira." Anne melewati kunjungan nya tanpa pelanggaran " tata krama. di bawah langit musim semi yang agung dengan semarak awan yang berwarna merah dan jingga. Aku merupakan salah satu dari yang kelompok yang tidak itu. sedangkan yang lainnya tidak. Tapi tentu saja seseorang yang ingin menjadi istri pendeta haruslah orang yang sifat dasarnya baik dan aku tidak akan pernah menjadi seperti itu. Satu bintang terang bergantung diatas kebun buah dan kunang-kunang sedang berputar-putar di atas jalan setapak Pecinta. Marilla. marilla." yang serius dia pulang kerumah diwaktu senjakala. Angin dingin berhembus menuruni ladang tanaman dari sekeliling bukit-bukit barat dan bersiul melalui pepohonan. adalah kamu berpikir terlalu banyak mengenai diri kamu sendiri." Masalah kamu. Anne. " Kamu betul. Duduk diatas lemping batu pasir-merah di pintu dapur dengan kepala keritingnya yang lelah dalam genggaman pangkuan marialla. Nona Lynde mengatakan kalau aku penuh dengan dosa bawaan.

Kami memperoleh teh yang enak. Setelah minum teh Nyonya. tapi tetap baik. Lynde. Thomas dan kembarannya dan katie Maurice dan Violetta yang datang ke green gable dan masalah ku dengan pelajaran geometry. Aku menceritakan padanya semuanya—mengenai Nyonya. Kamu tidak bisa menduga bagaimana aku dibuat gemetar semata-mata oleh ide itu. Sementara ada yang lain seperti Nyonya. marilla? Dewan pengurus sudah memperkejarkan seorang guru baru dan dia adalah seorang wanita. Seperti halnya mathew maka Nyonya. Nyonya Allan bilang aku mempunyai suara yang bagus dan dia bilang aku harus bernyanyi dalam paduan suara di sekolah minggu setelah ini. Nyonya. dan apa pendapat mu. Nama nya adalah Laurette Bradley. Dan namanya adalah Nona Muriel Stacy. kamu harus berusaha keras untuk mencintainya. maka kamu akan lupa. Aku sangat tidak sabar untuk melihat nya. kamu tahu. Bukankan itu suatu nama yang romantis? Kata Nyonya.Allan bisa kamu cintai segera tanpa masalah apapun. dan dia adalah seorang gadis kecil yang baik. Kamu tidak tahu bagiamana itu menghiburku. Aku sangat mencintai nya.Nyonya.tetapi aku takut itu merupakan suatu penghormatan yang tidak pernah dapat aku wujudkan. Aku sangat merindukan dapat bernyanyi pada paduan suara di sekolah minggu. Seperti yang Diana lakukan. Dan banyak orang pasir putih yang mereka undang untuk membacakan puisi." BAB XXIII-Anne Gagal dalam Perang Tanding 147 . Laureta harus pulang lebih awal sebab ada konser besar di hotel pantai pasir putih malam ini dan saudara perempuannya akan mendeklamasikan puisi pada konser itu. Allan adalah satu dari orang-orang yang memiliki sifat dasar baik. Tapi bukan roh keluarga. Allan dan aku berbicara dari hati ke hati. Tapi menurutku baik sekali mempunyai guru perempuan dan aku benar-benar tidak tahu bagaimana melewati 2 minggu sebelum sekolah dimulai lagi. Lynde mereka tidak pernah mempunyai seorang guru wanita di Avonlea sebelumnya dan dia berpikir ini merupakan suatu pembaharuan yang berbahaya. Laureta mengatakan bahwa dia berharap suatu hari dirinya akan diundang. Pada jamuan teh di pastoran itu ada juga anak gadis kecil lain dari sekolah minggu Pantai pasir putih. Marilla? Nyonya. Laureta mengatakan bahwa orang-orang amerika di hotel itu memngadakan konser setiap dua minggu untuk membantu rumah sakit charlottetown. Kamu tahu kamu hendaknya mencintai mereka karena mereka mengetahui banyak hal serta karena mereka merupakan pekerja aktif di gereja. Setelah dia pergi Nyonya. Tapi kamu harus terus mengingati diri kamu dengan hal itu setiap saat bila tidak. Allan memberitahuku bahwa dia juga bodoh mengenai geometri. Lynde datang ke pastoran tepat sebelum aku pergi. Aku hanya menatap dia dengan persaan kagum. dan aku kira aku sudah bertindak sesuai dengan semua ketentuan-ketentuan tatakrama. Dan percayakah kamu. Allan bermain dan bernyanyi dan dia mengajak Lauretta dan aku untuk menyanyi juga.

tapi menyerah di sudut ketiga dan harus mengakui bahwa dirinya kalah. Jane Andrew dengan gagah berani mencoba melakukannnya. sampai hal itu menjadi kenyataan. Sedikit kekeliruan. dan semua hal-hal yang bodoh yang telah dilakukan di avonlea pada musim panas itu adalah karena pelaku-pelaku ”Berani” yang melakukannnya dan mereka sendiri mencatatnya. Anne Shirley menantang dirinya untuk berjalan diatas puncak pagar papan yang mengelilingi kebun hingga ke arah timur. Josie berjalan diatas pagar milik keluarga barry dengan 148 . Tidak masuk dalam perhitungan. Permainan itu mulai dimainkan oleh anak laki-laki. dengan terlatih ia berjalan diatas pagar. tetapi segera menyebar kepada para anak perempuan. Saatnya Untuk “Berjalan” diatas papan pagar memerlukan suatu keahlian dan keseimbangan badan dan tumit sepatu bagi seseorang yang belum pernah mencoba hal itu. Kemenangan Josie menjadi suatu yang sangat dibanggakan dan digembargemborkan. satu minggu setelah jamuan teh di pastoran . sekalipun merasa takut setengah mati dengan ulat bulu hijau yang katanya mengerumuni pohon itu dan takut bila ibunya melihatnya bagaimana dia membuat pakaian barunya robek. Bentuk permainan itu adalah : “BERANI” BERANI merupakan hiburan yang terkenal diantara anak-anak kecil avonlea baru-baru itu. Diana Barry mengadakan pesta. "hanya para anak perempuan di kelas kami.Anne harus menunggu hingga lebih dari dua minggu. Rubby Gillis. membersihkan tepian jembatan kayu sampai ke anak sungai sambil mengkhayal. seperti lupa memasukkan sari susu ke dalam ember babi tapi memasukkannya ke dalam keranjang bola rajutan di kamar penyimpanan barang. yang merupakan waktu yang baik baginya untuk memulai masalah baru. Selanjutnya Josie Pye menantang Jane Andrews untuk meloncat dengan kaki kirinya dan memutari kebun tanpa berhenti sama sekali ataupun meletakkan kaki kanannya diatas tanah. Sekarang. yang terkenal memiliki sifat yang kurang baik dalam beberapa hal. ternyata dihadiahi bakat alami yang dibawa sejak lahir. Hampir suatu bulan berlalu sejak peristiwa kue obat gosok. " kecil Dan terpilih." Anne meyakinkan Marilla. melakukannya dengan gesit. mereka akhirnya sedikit bosan dengan permainan mereka dan bersiap untuk bentuk permainan yang lebih nakal dan menimbulkan kekacauan. pertama sekali Carrie Sloane menantang ruby gilis untuk memanjat hingga pada suatu ketinggoan tertentu pada pohon willow tua yang sangat besar yang terletak sebelum di pintu halaman depan. Tapi Josie Pye." Mereka bersenang-senang dan tidak ada kekacauan apapun yang terjadi hingga mereka selesai minum teh. karena Carrie Sloane terus mengganggunya.

kata josie datar. Anne mengibas-ngibaskan kepangan merahnya. ujar dia." Anne pucat. dengan melemparkan kerlingan meremehkan pada Anne. 149 . anne" pinta diana. menuju tempat dimana ada tangga bersandar pada atap dapur itu. "Tidak bisakah Aku?" Teriak anne cepat. dia menyeimbangkan dirinya agar bisa berdiri tegak pada pijakan nya. Jangan hiraukan josie pye. sebagian yang lain diliputi kecemasan. " Jangan lakukan itu. selanjutnya dia merasa pusing dan tidak nyaman berada di ketinggian. dengan gejolak kemenangan. atau mati saat mencobanya. Toh KAMU tidak bisa. serta menyadari bahwa mengeluarkan banyak khayalan tidak bisa membantu kamu pada saat berjalan diatas tiang rabung. Harga diriku menjadi taruhan nya. tetapi jelas sekali hanya ada satu hal yang harus dilakukan. aku tidak percaya ada orang yang bisa berjalan di tiang rabung.” Anne memanjat tangga sambil menahan napas. "Aku tantang kamu untuk memanjat dan berjalan di atas tiang rabung atap dapur Tuan Barry. Aku tidak percaya. Aku harus melakukan itu. Hampir semua anak –anak perempuan yang menghargai usaha itu adalah mereka yang memiliki masalah dengan berjalan diatas pagar. Diana. ”OH” sebagian gembira."Ucap anne dengan sungguh-sungguh. Josie turun dari tenggerannya. " Aku akan berjalan di tiang rabung itu. Aku mengenal seorang anak perempuan di Marysville yang bisa berjalan di tiang rabong suatu atap. Dia berjalan ke arah rumah. ”kamu akan jatuh dan terbunuh." kata josie dengan penuh tantangan. Kebanggaan enggan menyambut perbuatan berani nya. Aku pikir bukan lah hal yang luar biasa berjalan diatas pagar papan yang kecil dan rendah. Semua anak-anak perempuan kelas lima berseru. Itu tidak adil menantang seseorang untuk melakukan hal yang sangat berbahaya”. sampai di atas tiang rabung. "kalau begitu aku tantang kamu untuk melakukannya. kemudian dia mulai berjalan.ketenangan yang dibuat-buat untuk mengisyaratkan bahwa hal sepele seperti itu tidak cukup berharga untuk di jadikan “TANTANGAN”. Jika aku terbunuh kamu harus menjaga cincin mutiara ku.

dimana. Jika Anne berguling dari sisi atap yang telah ia naiki tadi. Selanjutnya dia berayun-ayun. meluncur kebawah melewati atap yang terbakar matahari dan akhirnya jatuh terjerat di antara tumbuhan-tumbuhan merambat di bawahnya—semua itu terjadi sebelum kumpulan orang-orang di bawah mengeluarkan suatu pekikan menakutkan secara bersamaan. pada saat Diana dan anak-anak perempuan yang lain berdesak-desakan dengan penuh kebingungan di sekitar rumah—kecuali Rubby Gillis. apakah kamu terbunuh?" jerit Diana." " Di mana?" Carrie Sloane menangis. diana mungkin sudah menjadi ahli waris dari manik-manik mutiara saat itu juga. Aku tidak bisa berjalan ke sana. "Aduh. berbicaralah meski hanya satu kata kepada aku dan katakan padaku jika kamu terbunuh." Untuk memberikan kelegaan kepada semua anak perempuan. Anne?" Belum sempat anne menjawab Nyonya. dan terutama untuk Josie Pye. Anne melihat pada pada kakinya dan mencoba untuk meraihnya. telah dianggap dan kemudian akan di cap sebagai seorang gadis dengan visi yang mengerikan yang menyebabkan kematian dini dan tragis bagi seorang Anne Shirley. Meskipun demikian. Anne. akhirnya ia jatuh. Barry nampak pada adegan itu. aku tidak terbunuh. " Anne. disisi atap yang sudah di perperpanjang kebawah hingga mencapai serambi sehingga hampir menyentuh tanah sehingga jatuh dari tempat itu tidak akan mengakibatkan kerusakan yang parah/serius. sembari menghempaskan dirinya berlutut di samping temannya. yang. tapi ia kembali merosot lagi dengan tangisan kesakitan. dan berjalan sempoyongan. Diana. Untungnya dia jatuh di sebelah lain. " Pergelangan kakiku. yang seolah-oleh terpaku di tanah serta merta menjadi histeris—mereka menemukan Anne terbaring lemah dan pucat diantara rongsokan dan potonganpotongan tumbuhan yang menjalar. " Apa yang terjadi? Dimana yang sakit/terluka ? tuntun Nyonya Barry. Anne duduk dengan pusing dan menjawab sekenanya : " Tidak . "aduh. Dan aku yakin sekarang aku tidak bisa meloncat terlalu jauh dengan satu kaki bahkan jane tidak bisa meloncat mengelilingi kebun. tersandung.Meskipun demikian dia berhasil melakukan beberapa langkah sebelum bencana itu terjadi. "Aduh. Diana." jawab Anne dengan megap-megap. tolong cari ayah mu dan minta ayah mu untuk membawa aku pulang kerumah. tetapi aku pikir aku pingsan. kendati tiada memiliki maksud. ” 150 . Anne sayang. kehilangan keseimbangannya.

Sebaiknya kita melihat sisi yang lebih baik. Marilla. Untung saja hanya mata kaki ku yang keseleo. yang kepalanya terkulai lemah pada bahunya. yang gelagapan dalam gelap dan mulai menyalakan lampu. Barry berjalan melewati jembatan panjang dan mendaki lereng.Marilla sedang berada di dalam kebun buah buahan sambil memetik sepanci penuh buah apel musim panas ketika dia melihat Tuan. 151 . Mendadak tikaman ketakutan menyerbu seluruh hatinya dia menyadari betapa anne begitu berarti untuk dirinya.!" Benar sekali. "Jangan terlalu khawatir. dan baringkan dia di sofa. Malam itu. tajam dan berang dalam kelegaannya. Marilla. tetapi bahwa dia sangat sayang pada Anne. dimana seorang anak perempuan pucat pasi terbaring lemah. anak telah meninggal dan pingsan. Aku sedang berjalan di atas tiang rabung lalu aku terjatuh. Matthew. Tuan Barry. lebih pucat dan terguncang dibandingkan dengan marilla aslinya. Dia telah mengakui bahwa dia menyukai anne—Tidak setuju menyebutnya Suka. " Tuan. " Ucap Marilla. Mata kaki anne remuk/patah. Ampuni aku. Pada saat itu Marilla mempunyai firasat buruk. mungkin aku sudah mematahkan leherku. Marilla?" " Itu semua salah mu sendiri. menemukan bahwa luka yang terjadi ternyata lebih serius daripada yang mereka kira.”Ucap Marilla.” " Aku seharusnya telah menduga sebelumnya bahwa kamu akan pergi dan melakukan hal seperti ini ketika aku mengijinkan mu pergi ke pesta itu. apa yang telah terjadi pada nya?" dia terengah-engah. “Bawa dia ke mari. Tapi sekarang dia tahu dan terburu-buru menuruni lereng dengan heboh karena baginya Anne sangat berharga lebih dari apapun diatas bumi ini. sebuah suara penuh kesakitan dari tempat tidur menyambutnya " Tidak kah kamu sangat sedih melihat aku. anne mempunyai satu keinginan lagi untuk di kabulkan. masuk akal telah selama bertahun-tahun. Untuk mengatasi kesakitan dari lukanya. yang datang tepat pada waktunya. ketika Marilla naik keatas loteng timur. yang dengan tergesa-gesa dipanggil dari ladang panen. Di lengan nya ia menggendong Anne. Barry. sambil mengangkat kepala nya. dia ingin dia telah mati pingsan. Bila tidak. Anne menjawab sendiri. segera mengutus dokter. dengan nyonya bari berada disampingnya beserta arak-arakan anak-anak perempuan yang mengekori nya.

apa ya marilla?” Seringkali Anne memiliki alasan yang baik untuk membenarkan khayalannya. Banyak sekali orang yang mengunjungi nya dan tidak ada satu haripun yang terlewatkan tanpa satu atau lebih teman. Jika kamu telah berani berjalan diatas tiang atap rabung?” " Aku seharusnya sudah berada dalam kuburan dan membiarkan mereka ketakutan. Aku baru saja menyadari bahwa aku tidak bisa meremehkan/mengabaikan Josie Pye. aku benar-benar ditimpa keamatian yang besar. “ " Bukankah baik karena aku memperoleh khayalan seperti itu?”Ucap anne. Anne mengeluh . Apa yang akan dilakukan oleh orang yang tidak memiliki khayalan seperti itu bila tulang mereka patah. Aku tidak akan bisa berjalan-jalan selama enam atau tujuh minggu dan aku akan merindukan guru perempuan baru. marilla.” ucar anne. Tapi aku akan mencoba untuk menanggung semuanya dengan berani jika saja kamu tidak marah padaku. 152 . aku tidak marah. baik. Jika saja aku bisa menyalahkan seseorang itu akan membuat aku merasa jauh lebih baik. Dan dokter sangat menyakiti aku pada saat dia memperbaiki mata kakiku. Karena itu sekarang. tak diragukan lagi. Sama sekali tidak menyenangkan jatuh pingsan. Dia Pye’s akan membanggakan dirinya dihadapan ku seumur hidupku. kamu akan menderita atas hal itu. Dia tidak akan menjadi guru baru lagi pada saat aku sudah mampu kembali pergi ke sekolah. Marilla. Dan aku pikir aku sudah mendapat hukuman yang sangat banyak sehingga kamu tidak perlu marah pada ku. karena pikiran yang menyatakan bahwa semua ini merupakan kesalahan ku sendiri adalah sangat berat. kata marilla. tapi seperti yang kamu katakan. Dan Gil. kira-kira. Mustahil seperti itu !" Ucap Marilla." Dan itulah mengapa kamu harus bersedih untuk ku. setelah semuanya. " Namun kamu mempunyai mental yang kuat. Tapi dia tidaklah semata-mata bergantung pada hal itu. “kamu anak yang makang.setiap orang akan mendahuliui aku di kelas. marilla. cobalah untuk makan malam. Aduh. Sedangkan aku tidak. " aku berharap hal itu bisa membantu aku melalui waktu-waktu yang berat ini dengan baik sekali.teman sekolahnya yang mampir menjenguknya dan membawakan bunga –bunga dan buku untuknya dan menceritakan semua kenakalan-kenakalan yang terjadi di dunia Avonlea. Tapi apa yang akan kamu lakukan marilla. Dan selama tujuh minggu berikutnya merupakan hari-hari yang membosankan.” " baik.

tentu saja : tapi aku masih menyukai dia dan aku sangat menyesal karena aku pernah mengkritik caranya berdoa. Aku menerimanya se-sopan mungkin. pada saat dia menjenguk aku. Marilla ? pada saat istri seorang pendeta sangat sibuk dan memiliki banyak kegiatan! Dia menjadi orang yang sangat menghibur pada saat menjenguk kamu. dan dia mengatakan padaku dengan cara yang membuat aku merasa bahwa dia berharap aku bisa menjadi anak perempuan yang lebih baik tapi dia sungguh tidak percaya bahwa aku akan menjadi anak perempuan yang lebih baik. karena aku tidak bisa membayangkan HAL itu. hanya saja ia kecil. karena aku merasa dia menyesal karena menantang aku untuk berjalan diatas rabung atap. Aneh sekali rasanya mengetahui bahwa inspektur Bell pernah menjadi seorang anak-anak. Kamu bisa mengetahui berapa banyak teman yang kamu punya. Mengapa.hal menarik mengenai guru baru itu. Aku memberinya sebuah papan petunjuk. Bukankah itu suatu hal yang patut dibanggakan. dia tidak pernah mengatakan padamu bahwa itu merupakan salah mu sendiri dan dia berharap kamu menjadi anak yang perempuan yang lebih baik. keluh anne dengan senang. Dia mampir setiap hari untuk menghibur kesedirian ku. Aku percaya sekarang kalau dia sungguh-sungguh dalam berdoa. Diana merupakan sahabat yang sangat setia. bahkan inspektur Bell juga datang untuk menjenguk saya. Bahkan khayalanku memiliki batasan. marilla. Marilla. 153 . hanya saja ia telah terbiasa mengatakan doa-doanya seakanakan dia tidak benar-benar bermaksud atas doa-doa itu.Tapi aku akan sangat gembira ketika aku sudah dapat pergi kesekolah lagi karena aku telah mendengar hal. Nyonya. sama seperti saat ia ada di pemujaan minggu. aku melihatnya dengan kacamata dan janggut yang telah beruban. dan dia benar-benar seorang lelaki yang baik. Sekarang. Semua anak-anak berpendapat bahwa guru itu sangat manis. Meski bukan satu keluarga roh. lantaran hal itu. " Sangat tidak menyenangkan berada di tempat tidur terus menerus. tapi ada sisi baiknya juga. Ketika aku mencoba membayangkan dirinya sebagai anak laki-laki. Aku mengatakan padanya bagaimana sulitnya aku mencoba untuk membuat doa pribadi ku menjadi menarik Ia menceritakan pada ku saat pergelangan kakinya patah sewaktu dia masih kanak-kanak. pada hari pertamanya ketika dia bisa berjalan tapi dengan terpincang-pincang di atas lantai. Lynde selalu mengatakan padaku. Dia bisa mengatasi nya jika dia mendapat sedikit masalah. Bahkan josie pye datang menjenguk aku. sangat mudah untuk membayangkan ibu alan saat ia masih kanakkanak." Semua orang telah begitu baik dan ramah. Jika aku tebunuh dia akan menanggung beban penyesalan yang besar selama hidupnya. ibu alan sudah menjenguk aku sebanyak empat belas kali.

"and that is that your fall off the Barry roof hasn't injured your tongue at all. Dan setiap pagi dan sore anak-anak melakukan senam kebugaran tubuh. "There's one thing plain to be seen. yang berjudul ’Kunjungan Pagi’." said Marilla. dengan cepat dan sepenuh hati ingin pergi kesekolah." " Ada satu hal sederhana yang patut diperhatikan. Diana adan Rubby Gillis dan Jane Andrew sedang mempersiapkan sebuah dialog. bunga mawar dan kabut-biru. Nonya Lynde mengatakan bahwa dia tidak pernah mendengar hal seperti itu pernah dilakukan dan itu semua terjadi karena guru perempuan tersebut. Alangkah indahnya memikirkan hal itu. Dan merupakan hal yang sangat menggembirakan bisa kembali lagi pada bangku kecil coklat disamping Diana. Dan pada jumat siang yang tidak ada hafalan nona stacy membawa mereka semua ke hutan untuk hari ’Alam’ dan mereka mempelajari mengenai bunga. Bau tajam mengilhami hati seorang gadis kecil untuk melakukan perjalanan." BAB XXIV . dengan ruby gillis yang mengangguk keseberanga gang dianatara bangku dan carrie Sloane melemparkan catatatan serta Julia Bell menemepelkan “kunyahan” permen karetnya kebelakang tempat duduk. Hidup sangat menyenangkan.” dan itu adalah bahwa jatuhnya kamu dari atap milik keluarga barry tidak melukai lidah mu sama sekali. Tapi saya pikir itu sangat bagus dan aku percaya bahwa nona stacy itu merupakan keluarga se-roh. mutiara. semuanya tampak kemerahan dan keemasan. perak. 154 . Embun yang begitu tebal menyelimuti sehingga bukit-bukit seolah memakai kain perak dan setumpukan daun-daun didalam cekungan lembah berdesir-desir karena dilewati oleh potongan kayu kecil. Dia berpakaian dengan indahnya. Anne. dan gelmebung lengan bajunya lebih besar dari siapapun di Avonlea. anne”ujar Marilla. dengan pagipagi yang sendu disaat lembah-lembah dipenuhi dengan kabut tipis seolah-olah roh musim gugur telah merasuki mereka sehingga matahari harus mengalirkanpermata-permata. Josie Pye mengatakan dia membencinya tapi itu hanya karena josis memiliki sedikit khayalan. Setiap hari jumat siang dia memberikan hafalan dan setiap orang harus mengatakan sepatah kata atau ikut ambil bagian dalam sebuah dialog. untuk jumat depan. Anne menarik napas panjang kebahagiaan selagi dia meraut pensil nya dan kemudian mengatur kartu-kartu gambarnya di atas meja tulisnya.Nona Stacy Dan Para Murid nya Membuat Pertunjukan Sudah bulan oktober lagi ketika anne telah siap untuk kembali ke sekolah— Oktober yang agun. tidak mirip seperti siput. pakis dan burung-burung.Diana bilang dia memiliki rambut bergelombang yang sangat indah dan mata yang sangat mempesona.

Anne berkembang seperti sebuah bunga dibawah pengaruh yang berfedah ini dan membawanya kerumah untuk membuat matthew dan Marilla yang kritis kagum dengan cerita-cerita bersemangatnya mengenai pekerjaan sekolah dan angan-angan.” anne menerangkan.’selamat tinggal kekasihku. Kami harus menulis karangan-karangan pada kunjungan lapangan siang kamu dan tulisan ku merupakan yang terbaik. di luar gudang. Aku tahu aku tidak akan mampu membuat darah mu beku. " itu untuk kunjungan lapangan siang kami. " Kata Nyonya. ” tapi aku tidak akan bisa melakukan itu dengan sangat baik. “ Aku ingin tahu apa alasan Nona Stacy menyarankan hal itu. 155 . lapangan siang merupakan hal yang bagus.Dalam diri Guru yang baru dia menemukan teman yang sesungguhnya dan yang sangat menolong. " Aku mencintai Nona Stacy sepenuh hatiku. Dia merupakan wanita terhormat dan memiliki suara yang bagus. Itu tidak akan menjadi sangat menyenangkan seperti seharusnya pada saat seluruh sekolah penuh sebelum kamu dihukum gantung dan mengucapkan kata-kata dengan terengah-engah. ’dia berkata. kamu mungkin perlu mendeklamasikannya pada ku suatu waktu. " Tentu saja aku akan melakukannya. bahwa cara aku mengatakan bait. Ratu Rakyat Scotlandia’.” " baiklah kalau begitu. marilla. Aku melakukannya dengan sepenuh jiwaku. Aku berpikir seandainya saja kamu berada disana untuk mendengar puisi ku ’Mary.” kata marilla.’membuat darahnya beku. aku tahu. Pada saat dia melafalkan namaku aku merasakan DENGAN SENDIRINYA bahwa dia melafalkannya dengan E. Ruby gillis mengatakan padaku pada saat kami berjalan pulang.” " Tetapi kami menginginkan sebuah sarang burung gagak untuk pelajaran alam." ucap Anne dengan bersemedi.”usul mathew. Lynde darahNya menjadi beku melihat anak laki-laki memanjat hingga kepuncak pohon besar pada bukit Bell untuk mengambil sarang burung gagak jumat lalu. Kami melakukan hafalan siang ini. Nona Stacy merupakan seorang wanita muda yang simpatik dengan hadiah kemenangan yang menggembirakan dan memperoleh kasih sayang dari muridmuridnya serta menggali hal-hal tebaik dari murid-muridnya baik secara mental maupun moral. marilla. Dan Nona Stacy menjelaskan segalanya dengan sangat indah.”Sekarang demi kekuasaan ayahku.

tapi minggu depan kami harus menulis sebuah karangan mengenai beberapa orang yang luar biasa. Mereka akan membuat kamu lemah gemulai dan memperhatikan mengenai pencernaan. Hal itu adalah bahwa pelajar-pelajar di Avonlea harus mengadakan sebuah pertunjukan dan melaksanakannya di Hall pada malam Natal. Dan sungguh aku tidak menyombongkan diri mengenai hal itu. Menurut Marilla itu semua hanyalah ketololan. aku tidak akan pernah menjadi ahli dalam bidang itu dan aku menyakinkan kamu bahwa itu merupakan pantulan dari rendah hati. Itu.” 156 . untuk tujuan mulia membantu pembayaran gedung sekolah. juga. Tapi aku senang menulis karangan. tapi seseorang haruslah sangat baik untuk menjadi penginjil. yang sejujurnya berpendapat itu semua adalah omong kosong. dan itu akan menjadi sandungan." Sombong bila kamu yang mengatakan seperti itu. Itu akan menjadi sangat romantis. Tapi tetap saja. Kita juga harus berlatih kesopanan jasmani setiap hari. Bukankan sangat baik untuk menjadi luar biasa dan memiliki karangan mengenai kamu setelah kamu meninggal? Aduhai. Kebanyakan nona stacy membiarkan kami untuk memilih pokok bahasan kami sendiri. namun dia terhambat oleh ketidaksetujuan marilla. Bagaimana mungkin aku menyombongkan diri. juga. Aku kira nanti setelah aku dewasa aku akan menjadi perawat yang terlatih dan menemani Palang merah menuju lapangan pertempuran sebagai pembawa pesan pengampunan. Sangat sukar memilih diantara begitu banyak orang-orang luar biasa yang pernah hidup. sementara aku adalah orang bodoh dalam pelajaran geometri? Meskipun aku benar-benar memuali untuk mendalaminya sedikit. ”gerutu marilla. ”tu hanya akan mengisi kepalamu dengan omong kosong dan membuang-buang waktu yang seharusnya digunakan untuk pelajaran kalian. kamu sebaiknya membiarkan gurumu yang mengatakan hal itu.. Nona stacy menerangkannya dengan sangat jelas. Itu akan membuat mereka sombong dan lancang serta gemar keluyuran. Dan dari semua pemain sandiwara yang terpilih tidak ada satupun yang begitu bersemangat seperti Anne Shirley. " Tetapi BENAR itu yang dikatakannya. yang melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan jiwa. Tetapi semua hafalan jumat dan kunjungan lapangan siang serta peliukan budaya jasmani dibatasi sebelum sebuah project yang nona stacy kemukakan di bulan November. Marilla. ”aku tidak setuju bila anak-anak membuat pertunjukan dan latihan perlombaan. persiapan untuk acara dimulai dengan segera.” "Memajukan omongkosong!" ucap marilla. jika aku tidak pergi sebagai penginjil asing. Murid-murid bersatu dan semuanya berseru senang terhadap rencana ini. aku sangat senang menjadi luarbiasa.

Dan kami semua akan berbaris berdua-dua setelah penonton duduk. bisakah kamu??khusunya dengan sepatu tembaga? Kami akan menghias aula dengan tumbuhan merambat dan slogan-slogan pada pohon cemara dengan bunga mawar dari kertas tissue berwarna merah muda didalamnya. aku tahu kamu tidak begitu antusias seperti aku. Dan terakhir sekali kami akan menampilkan Tablo—’kesetiaan. Aku akan berlatih hafalan ku di loteng. sembari emma white memainkan sebuah mars dengan piano. dengan kedua tanganku mendekap—begitu—dan kedua mataku terangkat. Marilla. siapakah yang pernah mendengar ratu peri se-gemuk JOSIE? Ratu peri harus ramping/langsing. Josie Pye dongkol karena dia tidak mendapatkan peran dalam dialog yang diinginkannya. Anak laki-laki juga akan memiliki satu dialog. ”Sebuah bendera akan memperkuat semangat patriotisme. Aku menggigil bila aku berpikir mengenai hal itu. Aku harus melakuan rintihan yang menghancurkan hati dalam salah satu pertunjukan nanti. dan aku harus membawakan 2 deklamasi puisi. tapi aku tidak membiarkan diriku ambil pusing dengan apa yang dikatakan josie.” Tapi cobalah pikir manfaatnya. kamu tahu. marilla. Oh. Jane Andrews diharapkan untuk menjadi ratu peri dan aku menjadi salah satu palayan kehormatannya. Marilla. Josie bilang dia berpikir peri berambut merah sama menggelikannya dengan peri yang gemuk. “ " Tapi baiklah. tapi itu sensasi getaran yang menyenangkan.”bela anne. Seorang peri harus mempunyai sandal. Jangan gusar jika kamu mendengar aku sedang merintih. Kamu tidak dapat membayangkan seorang peri memakai sepatu boot. Diana dan Rubby serta diriku harus akan berada dalam tablo itu. yang kamu inginkan hanyalah waktu bersenag-senang. Tapi tidakkah kamu berharap bahwa anne kecil mu ini akan membedakan dirinya sendiri dari yang lainnya?? 157 . semuanya mengenakan pakaian putih dengan rambut yang berjela-jela. harapan dan kemurahan hati’. Dia ingin menjadi RATU PERI. Kami akan mengadakan 6 paduan suara dan Diana akan menyanyi secara solo(tunggal).” " Curang! Dengan mengatakan ada sedikit sifat patriotisme di dalam pikiran kamu. Aku akan bermohon. Dan sungguh sukar untuk membuat suatu rintihan/erangan artistik yang bagus. Tentu saja sudah pasti menyenangkan bisa membuat konser. Marilla. Aku harus memiliki rangkaian bunga mawar putih pada rambutku dan rubby gillis akan meminjamkan aku sandalnya karena aku tidak punya sandal sendiri. bukankah merupakan hal yang bagus jika kamu bisa menggabungkan patriotisme dan kesenangan. Aku akan berada di dalam 2 dialog—‘Masyarakat yang tertindas fitnah’ dan ”ratu peri”. Itu sungguh menggelikan.

" Semua yang aku harapkan adalah agar kamu bertindak sebagaimana diri kamu sendiri. Dia masuk ke dapur. " baiklah sekarang. BAB XXV. dimana suatu bulan baru muda sedang besinar melewati dahan-dahan pohon poplar yang tak berdaun dari langit barat yang berwarna hijau apel. Itu semata-mata merupakan tugas marilla. Aku akan tulus gembira ketika semua hal-hal remeh yang membuat repot ini selesai dan kamu telah bisa duduk dengan tenang. dan disana ada Mathew yang sedang membelah kayu. tersenyum pada wajah kecilnya yang riang dan penuh semangat. tak sadar bahwa anne dan rombongan teman-teman sekolahnya sedang mengadakan latihan ” RATU PERI” di ruang tamu.. Lalu duduk di sudut kotak kayu untuk melepas sepatu boot beratnya.Mathew Bersikeras dengan Lengan Gelembung Matthew segera akan melewati waktu sepeluh menit yang buruk. ”memanjakan Anne”—yang merupakan ucapan marilla—sebanyak yang ia suka. dia merasa bebas untuk. Kamu bagus untuk hal yang sia-sia sekarang kepala kamu telah terisi penuh dengan berbagai macam dialog. Tertawa-tawa dan bercakap-cakap dengan gembira. Terkadang hal itu harus dikerjakan sekadarnya dengan hati-hati dalam dunia ”pendidikan”. dan sepertinya suatu keajaiban bagi lidahmu itu bahwa ia tidak pernah bersih setelah lelah berceloteh. Mereka berdua bersahabat erat dan matthew sering sekali berterimakasih berkali-kali pada perannya sebagai sahabat dan bahwa dia tidak bertanggung jawab untuk mendidik anne. yang bersembunyi dengan malu dibelakang kotak kayu dengan satu 158 . Namunpun begitu hal itu bukanlah merupatkan suatu tindakan yang sangat buruk betapapun.” Anne mendesah dan membawa dirinya kepelataran belakang..jika itu menjadi tugasnya dia akan sering merasa khawatir mengenai pertentangan antara kecenderungan hati dan mengatakan kewajiban. “ ucapnya. Dan aku berharap kamu akan memenuhi kewajiban kamu dengan baik. Mereka tidak melihat mathew. Segera mereka datang dengan bergerombolan melewati aula dan keluar menuju dapur. Anne membalas senyumnya. di senja sore pada bulan desember yang kelabu dan dingin. aku berpendapat itu akan menjadi pertunjukan yang bagus. hanya sedikit ”penghargaan”. anne bertengger di atas suatu kayu dan menceritakan mengenai pertunjukan kepada mathew yang tentu saja setidaknya menjadi pendengar yang simpatik dan menghargai dalam hal ini. Karena dia tidak harus seperti itu. rintihan dan tablo.

bergandengan tangan. Matthew merasa. dengan mata berbinar dan bergelora seperti mereka. Matthew tidak bisa menyampaikan hal itu pada Marilla. Dia kembali mengingat sekelompok anak-anak gadis yang dia lihat mengelilingi anne sore itu—semuanya gembira dengan ikat pinggang merah dan biru dan merah muda dan putih. namun perbedaan yang mengganggu dirinya tidak mengandung kehormatan. Anne berdiri diantara mereka. kedua mata yang lebih berbinar. dan dia mengawasi mereka dengan malu-malu untuk selama sepuluh menit yang tersebut diatas selama mereka meletakkan topi dan jaket-jaket dan bebincang mengenai dialog dan pertunjukan itu. sepanjang jalan. Hal ini. Marilla selalu membuatnya berpakaian sederhana. dan lebih besar.sepatu boot di tangannya dan bootjack ditangan lainnya. akan cukup yakin untuk mengendus dan berkomentar dengan penuh cemoohan bahwa satu-satunya perbedaan yang dia lihat antara anne dengan anak-anak perempuan lainnya adalah bahwa mereka kadang-kadang menjaga lidah mereka agar diam sementa anne tidak pernah melakukannya. pakaian-pakaian gelap. Jika Matthew mengenal bahwa hal seperti itu dikenal dalam dunia mode pakaian dia akan melakukan hal itu.. Anne mempunyai wajah yang lebih cerah. Tidak akan banyak menolong. tidak perhatian telah belajar untuk memperhatikan hal-hal ini. yang. Dan apa yang membuat matthew cemas adalah perbedaan itu mengesankan padanya sebagai hal yang seharusnya tidak terjadi/ada. bahkan seorang matthew yang pemalu. Lalu mengandung apa? Matthew masih dihantui oleh pertanyaan ini lama setelah para gadis-gadis itu pergi. lebih banyak pada kejijikan marilla. jalan setapak sukar yang dingin dan anne telah menenggelamkan dirinya dengan buku-bukunya. Dia meminta bantuan pada rokok pipa nya agar sore itu membantu dirinya untuk mempelajari hal itu. Setelah dua jam merokok dan berefleksi keras Matthew sampai pada suatu penyelesaian dari masalahnya. semuanya dibuat dengan pola yang sama persis dan tidak bervariasi. Namun dia cukup yakin bahwa lengan baju anne tidak sama seperti lengan baju yang dipakai oleh gadisgadis lainnya. dan pernak-pernik yang lebih bagus dibanding dengan yang lainnya.—dan dia heran kenapa marilla selalu membuat gaunnya sederhana dan seadanya saja. dia rasa. tapi matthew tiba-tiba sadar bahwa ada sesuatu dari dirinya yang membuatnya berbeda dari teman-temannya. 159 . Anne tidaklah berpakaian seperti anak-anak perempuan yang lain! Semakin Matthew memikirkan perihal itu semakin yakin dia bahwa Anne itu tidak pernah berpakaian seperti gadis-gadis yang lain—tidak pernah sejak dia datang ke Rumah Berdinding Hijau.

dan gelang-gelang itu benar-benar merusakkan akalnya. hal itu lebih karena suara hati untuk mengikuti mereka sama seperti untuk menghadiri gereja Presbyterian dan memilih kaum konservatif.. Marilla mengetahui yang terbaik dan Marilla yang membesarkannya. Astaga! Matthew tidak mengetahui bahwa Samuel. tapi dalam perihal yang seperti sekarang. tapi ia tahu dia akan bergantung pada kemurahan hati si penjaga toko bila dia datang untuk membeli pakaian anak perempuan. Natal hanya tinggal dua minggu lagi. Karena ia tahu bahwa keluarga curthbert selalu pergi ke toko milik William blair. yang merupakan keponakan dari istrinya dan sungguh anak perempuan yang bergaya. matthew merasa ia harus memastikan bahwa orang yang dibelakang counter haruslah seorang laki-laki. dimana Samuel atau anak laki-lakinya akan melayani dirinya. Tapi sebenarnya pastilah tidak akan membahayakan membiarkan anak memiliki satu baju yang cantik—sesuatu yang seperti yang selalu dikenakan oleh Diana Barry Matthew memutuskan bahwa ia akan memberi anne satu . yang tentu saja tidak dapat ditolak sebagai tindakan yang tidak dibenarkan dalam mencampuri urusan orang lain.Tentu saja. tinggi. Tapi putri William blair sering melayani pelanggan disana dan matthew merasa sangat takut dengan mereka. Dia berpakaian menor dan mengenakan beberapa gelang rantai yang gemerlapan dan berbunyi gemerincing setiap tangannya bergerak. dalam rangka mengembangkan usahanya. 160 . dan dengan senyum yang lebar. alasan yang tidak dapat diduga harus dilayanani dengan cara demikian juga. membutuhkan penjelasan dan konsultasi. Ada beberapa hal yang dapat Matthew beli dan membuktikan diri sebagai penawar yang pandai sekali. mata coklat bulat yang besar. dengan tujuan untuk dapat melewati yang terburuk dan selesai dengan hal itu. Matthew. Maka dari itu ia akan pergi ke toko milik Lawson. Setelah banyak menimbang akhirnya Matthew memutuskan untuk pergi ke toko milik Samuel Lawson daripada ke toko milik William Blair. Segera pada sore berikutnya Matthew pergi sendirian ke carmody untuk membeli pakaian. Dia dapat berbicara dengan mereka ketika dia mengetahui persis apa yang dia inginkan dan bisa menunjuknya. Mungkin karena beberapa alasa bijaksana. Matthe sangat bingung melihat perempuan itu disana. sedangkan marilla membuka semua pintu dan membiarkan udara masuk kerumah. dengan nafas pebuh kepuasan. tidak ada siksaan berat dari beramah tamah. dia merasa yakin. Nah itu dia. juga telah memperkerjakan seorang pegawai perempuan juga. Itu semua adalah benar. Sebuah pakaian baru yang indah akan segera menjadi benda untuk hadiah. meletakkan pipa rokoknya dan mulai tidur.

Tuan Curthbert?”matthew mencoba mengumpulkan keberaniannya dan menjawab. sekarang dia menyimpulkan bahwa tuan curthbert sangat gila. " Kita hanya menjual orang-orangan sawah di musim semi. cepat dan menyenangkan. yang disangsikan Nona Harris dengan sabar.” Nona Harris telah mendengar bahwa matthew Cuthbert disebut sebagai orang aneh. Sembari Nona haris sedang menghitung uang kembaliannya matthew mengerahkan kembali kekuatannya untuk sebuah usaha akhir yang nekat. tentu-tentu saja—seperti yang anda katakana.” " Oh. ”well sekarang. merampas penggaruk dan menuju pintu. Aku akan memeriksanya. karena kamu menyarankannya. Tuan Curthbert?”tanya Nona Lucilla Harris. " Aku yakin kami masih punya satu atau dua lagi yang tersisa. ”Selama perempuan itu tidak ada matthew mengumpulkan pikiran sehatnya untuk usaha yang lain." Apa yang bisa saya bantu sore ini. Nona Harris terlihat agak terkejut. " Kita tidak punya persediaan saat ini. " Apakah kamu punya satu—satu--satu--baiklah sekarang. mendengar seorang laki-laki mencari penggaruk kebun di pertengahan bulan desember. aku juga butuh —aku juga mengambil—itu—itu—membeli beberapa-beberapa orang-orangan sawah . mungkin juga sangat terkejut.”penggaruk kebun itu ada di lantai atas di ruangan peralatan penebangan kayu. 161 . katakan dimana penggaruk kebun?” Matthew gagap. Pada saat nona harris kembali dengan membawa penggaruk dan menanyakan dengan gembira: ” apa ada butuh yang lain lagi malam ini. mengetik mesin penghitung dengan kedua tangannya.” " warna putih Atau warna merah?”tanya nona harris dengan sabar. Sesampainya di ambang pintu ia teringat bahwa dia belum membayar dan ia memutar balik. " well sekarang—jika tidak terlalu banyak masalah—aku juga butuh—itu—aku butuh -----gula.” terang dia dengan angkuh.”matthew tergagap tidak senang. ”jawab dia.

162 . suatu waktu.”ucap matthew. Dia pergi menjumpai nyonya Lynde. ” " Aku—Aku pikir itu mungkin berguna membebaskan dirinya. " Gula merah!" seru Marilla. Hanya jenis itu yang kami punya. Apakah kamu punya sesuatu yang khusus dalam benak mu? Tidak ? well. Ini bukan gula yang bagus.” ucap nona harris." ucap matthew dengan lemah " Ada satu tong disana. Dan marilla bukanlah orangnya. Itu tadi merupakan pengalaman yang sangat mengerikan. Dia ingat hanya Nyonya Lynde. dan perempuan baik itu dengan segera mengambil alih masalah yang mengusik laki-laki itu. Jerry sudah pergi dan aku sudah tidak membuat kue itu lama sekali. Aku percaya campuran warna coklat cocok buat anne. sambil menunjuk yang membuat gelangnya bergoncang. tapi dia memberikan gula itu kepada marilla. Setelah sampai di rumah dia menyembunyikan penggaruk di gudang peralatan.” " aku akan—aku akan membeli dua puluh pon. aku akan memberikan penilaian ku kemudian. dan William blair memiliki beberapa gloria baru yang benar-benar cantik." Oh--Well sekarang--merah. " MeMilih satu pakaian untuk kamu berikan pada anne? Tentu saja aku akan. "Kenapa banyak sekali? Kamu tahu tidak pernah menggunakannya kecuali untuk membuat bubur pesanan orang atau kue buah coklat. Matthew merasa yakin bahwa dia akan menghalang-halangi proyek ini segera. Aku akan pergi ke Carmody besok dan aku akan memilihnya. dan juga—ini kasar dan gelap—William Blair tidak biasanya menjual gula seperti itu. Ketika akhirnya matthew berpikir mengenai masalah yang harus dia selesaikan dia memutuskan bahwa seorang wanita diperlukan untuk mengatasai situasi ini. tapi menurutnya dia pantas mendapatkannya karena dia sudah melakukan bid’ah perjalanan ke toko asing. karena tidak ada perempuan lain lagi di avonlea yang berani matthew tanyai sarannya. dengan butirbutir peluh yang memenuhi dahinya. Sesudah mengemudi hingga separuh jalan menuju rumahnya Matthew akhirnya kembali menjadi dirinya sendiri. ” ucap matthew.

Aku yakin anak itu pasti merasakan perbedaan antara bajubajunya dengan baju-baju anak-anak lain. ketika nyonya Lynde membawa pakaian baru itu. Jika aku tidak meminta terlalu banyak aku—aku ingin lengan nya dibuat dengan cara yang baru. Aku akan membuat baju itu pas buat keponakanku. aku seringkali mengatakan padanya selusin kali bahwa dia terlalu sederhana. Tetapi darah daging tidak datang seperti aritmatika dan disitulah letak kesalahan marilla curthberth.” dan –dan – aku tidak tahu---tapi aku ingin—aku pikir mereka membuat lengan yang berbeda saat ini daripada lengan yang biasa mereka buat.” Marilla mengetahui bahwa selama dua minggu berikutnya ada sesuatu dalam benak matthew. Namun berpikir bahwa matthew memperhatikan hal itu! Laki-laki itu terbangun setelah tertidur selama lebih dari enam puluh tahun. matthew. mengingat bahwa jika marilla yang melakukannya anne mungkin akan merekareka sebelum waktunya dan merusakkan kejutan itu? Baiklah. Cara marilla memakaikan baju nya sangat menggelikan.” ucap matthew. Nyonya Lynde berkata pada dirinya sendiri setelah matthew pergi: " akan benar-benar puas bila melihat anak miskin itu mengenakan sesuatu yang pantas untuk sekali waktu. Jenny gillis. Marilla menanggapi semuanya dengan sangat baik. dan selebihnya akan berjalan dengan benar. itu bukan masalah besar. Meskipun demikian aku harus menutup mulutku.Barangkali kamu menginginkan aku mengepaskannya juga untuk anne. Aku suka menjahit. Tetapi selalu ada jalan. Aku akan memperbaikinya hingga sesuai dengan mode terkini/terakhir. Aku mengira dia mencoba untuk menanamkan semangat kerendahan hati dalam diri anne dengan mewarisi anne cara berpakaiannya. Tetapi sepertinya mereka tidak pernah berpikir itu semua semudah dan sesederhana Tiga Peraturan---hanya tetapkan tiga syarat kamu yang mengikuti perkembangan jaman. biar aku yang akan melakukannya. Tidak. Aku menurut saja. karena aku bisa melihat marilla tidak ingin nasihat dan dia berpikir dia lebih banyak tahu bagaimana cara mengurus anak-anak dibanding aku karena dia perempuan tua. tapi apakah itu ia tidak dapat menerkanya. sampai malam hari natal tiba.” " baiklah Sekarang. Masyarakat yang sudah membesarkan anak-anak mengetahui bahwa tidak ada metode yang kaku dan mutlak di dunia yang bisa sesuai untuk setiap anak.” ucap Nyonya. itulah mengapa. meskipun dia sangat tidak percaya dengan penjelasan diplomastis Nyonya Lynde yang mengatakan bahwa 163 .” " Gelembung? Tentu saja. Kamu tidak perlu cemas mengenai itu lagi. tapi itu lebih seperti menanamkan kecemburuan dan ketidakpuasan. karena dia dan anne bentuk badan mereka sama seperti dua kacang polong kembar. Lynde.

hangat. tanah-tanah yang dibajak berundak-undak dengan dipenuhi salju. “ aku tahu ia akan melakukan suatu ketololan. Aku sudah membuatkan untuknya tiga pasang yang bagus. aku harap setidaknya dia akan merasa puas. Anne berlari menuju lantai bawah sambil bernyanyi hingga suaranya menggema di seluruh rumah hijau. " Selamat Hari Natal. meskipun dia tidak pernah berkata satu patahpun mengenai hal itu semenjak dulu. harus ku katakan bahwa aku pikir anne tidak perlu pakaian apapun lagi. Tahun depan sesiapapun yang memakai mereka harus melewati pintu dengan cara menyamping. Anne mengintip dari jendela loteng yang membeku dengan mata yang gembira. " Jadi inilah sebabnya mengapa matthew terlihat sangat misterius dan tersenyum-senyum sendiri selama dua pekan. Gelembung-gelembung itu terus saja menjadi lebih besar dan lebih menggelikan. dan kalaupun ada yang lain itu hanya pemborosan belaka. dimalam sebelumnya cukup banyak salju yang turun perlahan-lahan untuk merubah avonlea. dan sekarang dia sama sombongnya dengan seekor merak. Itu merupakan bulan december yang paling lembut dan orang-orang sudah menanti-nanti natal hijau. mengerjakan itu? 164 . Bahan yang ada di lengan-lengan itu saja cukup untuk membuat ikat pinggang. mereka sekarang sama besarnya dengan balon.dia yang membuat baju itu karena matthew takut bahwa anne akan mengetahui kejutan itu bila marilla yang membuatnya. benarkan ?” katanya sedikit kaku tapi toleran. pohon birch dan pohon-pohon cherry liar membentuk garis mutiara. Well. Matthew! Bukankah ini natal yang indah? Aku senang sekali hari ini serba putih. adakah? Macam lain Natal tidak nampak riil. Marilla! Selamat hari Natal. aku nyatakan itu memang cukup. Ada natal jenis lain yang tidak terlihat sungguhan.” Pagi Natal membuat dunia menjadi indah dengan warna putih. Kamu hanya akan membenarkan kesombongan anne. Baiklah. selama aku tahu dia ingin sekali memiliki lengan baju bodoh itu sejak lengan baju itu menjadi mode. Pohon cemara di Hutan angker semuanya berselimut dan menakjubkan. dan dapat digunakan pada musim gugur ini. matthew.dan ada bau segar diudara yang cerah.

Anne mengambil pakaian itu dan melihatnya dengan terpana. tapi meskipun demikian pandangan yang terlihat dari sudut matanya terlihat agak tertarik. " sangat suka! Aduh. yang berpura-pura meremehkan dengan mengisi cangkir the. membentangkan pakaian itu dan memegangnya sembari melemparkan kerlingan mencela pada marilla. Matthew!" Anne meletakkan pakaian itu diatas kursi dan mendekap kedua tangannya.Aku tidak suka natal hijau. Apa yang membuat orang menyebutnya hijau? Kenapa —kenapa—matthew. Ini ada pita rambut Nyonya Lynde dia meninggalkannya untuk kamu. ” ujar anne dengan terpesona. " Sarapan terlihat sangat biasa pada saat yang sangat menggairahkan seperti itu. dengan sedikit renda tipis di lehernya. agar sesuai dengan warna pakaian kamu. Wow. alangkah indahnya—gloria berwarna coklat lembut dengan permukaan sutera yang halus. duduklah. Aku sangat senang bahwa Lengan baju yang bergelembung masih menjadi mode. jaga baik-baik pakaian itu. baiklah. Dan kedua lengannya sungguh anggun! Manset bersiku yang panjang. Lihatlah lengan-lengan itu! Aduh. Ayo kesini. Sungguh telihat jelas sekali bahwa aku tidak akan pernah bisa menilainya jika mereka sudah tidak model lagi sebelum aku memakainya. itu sempurna sekali.”Harus aku katakan. “sela marilla. ”Matthew. dan diatasnya ada dua gelembung cantik yang dipisahkan oleh baris-baris pita sutra coklat yang berjejer. Aku pikir kamu tidak perlu baju lagi. adakah itu untuk aku?? Aduh. mari kita sarapan dulu.” " Aku tidak tahu bagaimana aku bisa sarapan. Karena tiba-tiba Anne berlinangan air mata. Mereka tidaj hijau--. " Itu adalah hadiah natal untuk kamu Anne. ujar Matthew dengan malu-malu. Aku tidak akan pernah bisa merasa 165 . " mengapa—mengapa—anne. Matthew!" Matthew dengan malu membuka pakaian dari kertas pembungkusnya. warnanya coklat. aku tidak pernah bisa berterimakasih kepada mu. rok dengan jumbai-jumbai. ikat pinggan yang terjahit rapi dengan cara yang sangat modern. anne.hanya tidak menyenangkan coklat pudar dan kelabu. ini semua seakan-akan mimpi bagi ku. aku lebih suka menyenangkan mataku pada pakaian itu. Wow.” "Baiklah. tidak kah kau menyukainya? Baiklah kalau begitu —baiklah . tapi karena matthew sudah memberikannya untuk kamu.

Pertama sebuah kartu dengan tulisan ”Untuk Anne-girl SELAMAT NATAL”. Apakah kamu pernah mendengar hal yang seperti itu?” Semua pelajar Avonlea sedang dihinggapi deman kegembiraan akan hari itu. Matthew memberikan padaku pakaian terindah. sosok gadis kecil yang gembira dalam balutan ulster merah tuanya. Aku bahkan tidak pernah bisa membayangkan yang lebih bagus dari pada itu. Josie Pye akan senang. ” " Aku sebut itu mujur. Diana! Dan aduh.” Anne membuka kotak itu dan mengintip kedalam nya.dan kemudian. ” Pada saat sarapan yang biasa itu telah selesai Diana muncul. Tapi tekadang agak sulit untuk melakukan ketetapan hatimu bila godaan yang sangat menarik datang.benar sangat baik. Dan aku tidak pernah merasa nyaman lagi melewati hutan angker sekarang-sekarang ini. semalam sehabis latihan Rob wright pulang kerumah dengan gertie pye.”ucap diana dengan terengah-engah. kerena ukuran sendalnya 2 kali lebih besar untuk kamu. dan itu suatu berkah. Tante Josephine mengirimi kami satu kotak besar dengan banyak sekali isi di dalamnya—dan ini untuk kamu.dan aku selalu bertekad bahwa aku akan menjadi gadis teladan di masa mendatang. " Diana. aku akan berusaha lebih keras setelah ini. " Di sini—kotak ini.” Ucap diana. kamu mengerti. ini merupakan natal yang sangat hebat. Anne berlari cepat-cepat menuruni lereng untuk menjumpainya. dengan jari-jarinya dihiasi manik-manik dan gundukan sutra serta kait yang berkilauan. Aku pasti sedang bermimpi. Tapi pada saat seperti ini aku minta maaf karena tidak menjadi gadis teladan. ini terlalu banyak." kata Anne . sepasang sendal anak kecil yang cantik. " Selamat Hari Natal. " Oh. tapi barang itu datang sesudah hari gelap. dengan lengan SEDEMIKIAN. melewati jembatan kayu putih di lembah. Tapi meski pun demikian tetap saja. Aku merasa bahwa aku harus menjadi anak perempuan yang benar. Kamu ingat.cukup puas. Aku punya sesuatu yang sangat bagus untuk ku tunjukkan padamu. dan buruk sekali bila mendengar seorang peri berjalan terseokseok. Dan nyonya lynde juga sangat baik karena memberikan aku pita juga. Kamu tidak perlu meminjam sandal Rubby sekarang. Aula harus dihiasi dan latihan ulangan terakhir pun dilaksanakan.” " Aku punya seseuatu yang lebih baik untuk kamu. 166 . Aku ingin membawa nya tadi malam.

” 167 . Untungnya aku sering sekali berlatih puisi itu diatas loteng. Kamu ingat. tentu saja." diana meyakinkan. rintihan kamu bagus. Tapi kemudian aku mengingat lengan baju gelembung ku yang indah dan memberanikan diri. benar kan? Aduh. Diana aku tadi sangat gugup. ketika acara telah selesai dan diana dan dirinya sedang bersama-sama berjalan pulang dibawah langit yang gelap dan dipenuhi bintang. Bukankah ini suatu malam yang indah?”desah anne. josie pye. tuan allan akan megirimkan uang itu ke rekening charlottetown. " Aku melihat Nyonya. dan suaraku nampaknya berasal dari tempat yang sangat jauh. " Oh.” " Aduh. tentu saja itu merupakan kesempatan yang sangat mengesankan. Sloane tua sedang menyeka air matanya ketika aku duduk.’itu adalah teman karibku yang sangat dihormati. Aku merasa seolah-olah satu juta mata sedang memperhatikan aku dan menembus diriku. Apakah aku merintih dengan baik? " " Ya. " Segalanya berjalan dengan baik sekali. semua pemain sandiwara melakukan tugasnya dengan sangat sempurna.” " well. Diana. dan sejenak aku merasa aku yakin bahwa aku tidak mampu untuk memulainya sama sekali.aku tahu bahwa aku harus berbuat sesuai dengan lengan baju itu. ” " oh ya. Jadi aku memulainya.” Aku merasa lebih bangga daripada ketika kamu lakukan pada latihan ulangan. Aku berkata pada diriku sendiri. meskipun cemburu. tapi anne menjadi bintang istimewa pada acara itu. Ambil bagian di dalam pertunjukan itu sangat romantis. Rasanya senang sekali sudah menyentuh hati seseorang. Puisi yang sedih itu sungguh bagus. anne. Aula kecil itu penuh sesak. ucap diana praktis. ketiak Tuan allan memanggil namaku aku sunnguh tidak bisa mengatakan bagaimana aku bisa berdiri pada panggung. bila tidak aku tidak akan bisa melakukannya. Aku merasa seperti burung beo. tidak berani menyangkal. apakah kita akan benar-benar melihat nama –nama kita pada print itu? Solo kamu sangat menawan. Puisi-puisi mu membuat hadirin gembira.Pertunjukan jatuh pada malam hari dan dinyatakan sukses.” aku terka kita sudah mengumpulkan sebanyak 10 dollar. Diana.diana.

Matthew. tapi setelah aku melihat aku tidak merasa ada hal yang membahayakan dalam kegiatan ini. dan itu membuat anne kelihatan sangat tinggi. Aku sederhananya tidak pernah memboroskan pikiran ku padanya. Aku melihat Gil memungutnya dan meletakkannya di katung dadanya. marilla. Malam itu Marilla dan matthew yang untuk pertama sekalinya selama dua puluh tahun pergi menghadiri pertunjukan. namun aku tidak akan mengatakannya padanya seperti itu. Anne aku berpikir cara kamu memperlakukan Gil sangat buruk. Bab XXVI – Dibentuknya Klub Cerita 168 . diana”. aku tebak Anne kita telah berhasil sebaik temantemannya. ”dia anak yang cerdas. dan dia juga sangat baik .”ucap matthew. duduk sebentar di tungku dapur setelah anne tidur. Meskipun malam ini menyadarkan aku bahwa dia sudah tumbuh menjadi remaja. Aku marilla. sama sekali. Tunggu sampai aku ceritakan padamu. Apa yang dilakukan oleh orang itu tidak berarti apa-apa untuk ku.” " Masih banyak waktu untuk memikirkan hal itu. Kamu sangat romantis dan aku yakin kamu pastilah senang mengetahui hal itu." Bukankah dialog anak laki-laki bagus?” ucap diana.” ucap matthew. ”hal-hal sepert itu akan lebih baik untuk dipertimbangkan masak-masak. Ketika kamu berlari dari podium setelah dialog peri salah satu mawar jatuh dari rambutmu. aku bangga dengan Anne malam ini. Kita harus mempertimbangkan apa yang bisa kita lakukan untuk nya dimasa mendatang. “ ucap anne dengan angkuh. ucap marilla. ” well sekarang. Nyonya Lynde membuat pakaian itu sedikit lebih panjang. tapi tidak akan membahayakan untuk memikirkan kembali hal itu berulang-ulang.Gilberth Blythe bagus. Tapi belum ada yang perlu dikatakan setelah satu atau dua tahun kedepan. Benar disana. Yah. Meskipun. Aku sudah begitu mempertentangkan rencana pertunjukan ini.memang. dia baru berusia tiga belas tahun bulan maret nanti. Dia cepat belajar dan menurutku hal terbaik yang bisa kita lakukan untuknya adalah menyekolahkannya ke Queen’s suatu musim.” " baiklah Sekarang.”Ucap matthew dengan bangga. aku bangga padanya dan aku benar-benar mengatakan padanya seperti itu’sebelum dia naik ke lotang.” " baiklah Sekarang. Aku pikir kelak dia akan memerlukan sesuatu yang lebih dari pada hanya sekadar sekolah Avonlea.

tapi tetap saja. Lynde bilang tak ada bahayanya aku menjadi salah seorang di antara mereka.Avonlea junior merasa tak betah lagi hidup berdiam dalam keadaan yang membosankan. Ella May. sekolah Avonlea kembali ke kebiasaan lamanya dan mencurahkan perhatian pada minat-minat lamanya. dan keluarga Sloane menjawab dengan pedas bahwa keluarga Bell tak becus mengerjakan hal kecil yang harus mereka kerjakan. tak sudi “bicara” dengan Anne selama sisa musim dingin. “Mungkin setelah beberapa saat aku akan terbiasa dengannya. konser itu meninggalkan bekas. karena keluarga Bell telah menyatakan bahwa keluarga Sloane terlalu banyak ikut campur dalam acara itu. Charlie Sloane berkelahi dengan Moody Spurgeon MacPherson. Minggu-minggu musim dingin telah berlalu. dan putuslah sebuah persahabatan selama tiga tahun yang memberikan harapan. Baru saja aku merasa bahwa aku bisa saja tumbuh menjadi bijaksana. Pastinya. dia tak yakin bisa. seolah merujuk ke masa setidaknya lima puluh tahun ke belakang. pekerjaan di kerajaan kecil Miss Stacy berjalan dengan lancar dan teratur. dan tak menguntungkan setelah dia menghirup segelas piala kegembiraan selama berminggu-minggu. dengan salju yang sangat sedikit hingga Anne dan Diana dapat pergi ke sekolah hampir setiap hari melalui Birch Path.” katanya penuh kesedihan. Kurasa karena itulah Marilla tak menyetujuinya. Diana. akibatnya kakak Moody Spurgeon. Pasti akan sangat lebih baik menjadi bijaksana. dengan tetap 169 . bahwa hidup tak akan pernah persis sama seperti zaman kuno itu. Marilla adalah wanita yang sangat bijaksana. Terakhir. karena Moody Spurgeon mengatakan bahwa Anne Shirley bersikap angkuh pada bacaan ceritanya. aku tak yakin benar-benar mau menjadi orang yang bijaksana. tapi kau tak pernah tahu.” Bagaimana pun. Keadaan seperti itu adalah suatu hal yang bagus—sangat menyenangkan mengenangnya kembali. Tapi mungkin itu hanya karena aku kelelahan. Aku benar-benar tak dapat tidur semalam untuk waktu yang sangat lama. pada akhirnya. Itu adalah musim mendingan yang tak seperti biasanya. Bagi Anne khususnya segala sesuatu tampak sungguh sangat datar. Aku hanya berbaring dalam keadaan terbangun dan membayangkan konser itu berkali-kali. basi. lalu Bessie memberitahukannya pada Julia. Tak seorang pun dari keluarga Sloane punya hubungan dengan keluarga Bell. Josie Pye dan Julia Bell tak “bicara” selama tiga bulan. dan Moody Spurgeon merasa “terpukul”. dia bilang pada Diana. tak lagi duduk di meja yang sama. karena Josie Pye bilang pada Bessie Wright bahwa tundukan kepala Julia Bell ketika berdiri untuk bercerita mengingatkannya pada ayam yang menyentakkan kepalanya. karena mereka sangat tidak romantis. Ruby Gillis dan Emma White. tapi aku takut konser-konser akan mengganggu orang dalam kehidupannya sehari-hari. Pada hari ulang tahun Anne mereka berjalan dengan langkah ringan menyusurinya. Dengan pengecualian akan perselisihan-perselisihan remeh ini. “Aku benar-benar yakin. Bisakah dia kembali ke kegembiraan dahulu yang menenangkan saat jauh-jauh hari sebelum konser itu? Pada awalnya. Nyonya. yang bertengkar karena ingin lebih diutamakan di barisan tempat duduk.

Kau mungkin sudah tahu itu. karena menurutku ia sempurna. mungkin aku akan bisa mengatasinya dengan lebih baik. Ada beberapa hal yang cocok untuk dibahas pada hari-hari Minggu dan itu salah satunya. Meskipun begitu. “Coba bayangkan. ya kan? Aku sangat tak bisa membicarakan Josie Pye tanpa menggunakan kata-kata pedas. Nyonya. bahkan para pendeta juga manusia dan punya dosa yang menimpa sama seperti manusia lainnya. Allan.” sahut Anne mencemooh. Selain itu. Tuan. Lynde bilang Tuan. Dosa yang menimpaku adalah terlalu banyak berkhayal dan melupakan tugas-tugasku. Minggu sore yang lalu aku mengalami pembicaraan yang menarik dengan Nyonya.” “Empat tahun lagi kita akan bisa mengatur rambut kita. Kau sudah berumur tiga belas tahun selama sebulan. Allan tentang dosa yang menimpa. Diana.” kata Anne penuh tekad. tapi seringnya cara bicara seperti itu terjadi begitu saja sebelum kita sempat berpikir.” kata Diana. aku akan 170 .menjaga mata dan telinga dalam keadaan siap siaga di antara celotehan mereka.” dan itu membuat mereka jadi patuh. Diana. Dalam dua tahun lagi aku akan benar-benar menjadi dewasa. “Alice Bell baru enam belas tahun dan dia yang mengatur rambutnya. Aku akan menunggu sampai aku tujuh belas tahun.” kata Anne dengan nada kagum. jadi aku tak pernah membicarakannya sama sekali. Aku berusaha mati-matian untuk mengatasinya dan sekarang aku sungguh sudah berumur tiga belas tahun. Allan bilang kita tak pernah boleh bicara seperti itu. Nyonya. “Aku hampir tak menyadari bahwa aku sudah remaja. Tapi aku kuatir itu cara bicara yang tak mengenal belas kasihan. jadi kurasa itu bukanlah suatu hal yang baru bagimu seperti aku merasakannya. Aku mencoba untuk sebisa mungkin menjadi seperti Nyonya.” “Kalau hidungku seperti hidungnya Alice Bell yang bengkok. “Ruby Gillis tak memikirkan apa pun selain pacar. “aku tak akan—tapi sudahlah! Aku tak akan mengatakan aku akan apa karena itu sangat tak mengenal belas kasihan. Itu membuat hidup tampak jauh lebih menarik. karena Miss Stacy bilang bahwa mereka harus segera menulis karangan untuk “A Winter’s Walk in Woods (Perjalanan Musim Dingin di Hutan).” sahut Diana.” “Ruby Gillis bilang dia bermaksud memiliki seorang pacar segera saat dia berumur lima belas. Allan juga berpikir demikian. Menyenangkan sekali membayangkan bahwa aku akan dapat membual karenanya tanpa ditertawakan. hari ini aku berumur tiga belas tahun. tapi kupikir itu menggelikan. Ketika aku bangun tadi pagi segala sesuatu tampak berbeda bagiku. Allan menghormati tanah yang dipijak istrinya dan ia tak terlalu yakin dibenarkan bagi seorang pendeta menunjukkan kecintaannya yang sangat besar dengan cara yang manusiawi. “Sebenarnya dia sangat senang ketika seseorang menuliskan namanya di sebuah pengumuman tapi dia berpura-pura sangat marah.

seolah mereka sedang tertidur dan bermimpi indah.” “Aku tak pernah melihat orang bermata ungu. Judulnya ‘The Jealous Rival.” Diana menjawab tepat.” Diana menghela napas. Kemudian Bertram De Vere datang ke desa asal mereka dan jatuh cinta pada si pirang Geraldine. or In Death Not Divided (Saingan yang Iri. Itu cerita sedih. Itu sesuatu yang harus diingat untuk gubahan musik hutan kita. Geraldine juga punya dahi pualam.” “Aku tak akan keberatan menuliskan karangan itu ketika saatnya tiba.membandingkannya dengan hidungku sendiri dan itu sia-sia. Aku benar-benar berpikir hutan di musim dingin seindah di musim panas.” kata Diana meragukan. berusaha keras berbudi luhur untuk tak tampak puas dengan diri sendiri tapi sayangnya gagal. Kemudian aku membacakannya di depan Matthew dan ia bilang itu bagus. Aku mengkhayalkannya. Kritik semacam itu yang aku suka. itu semudah mengedipkan mata. “tapi apa yang akan kau lakukan kalau kau dilahirkan tanpa memilikinya? Kurasa kau sudah menyelesaikan semua karanganmu?” Anne mengangguk. “Aku mengarangnya Senin malam yang lalu. apa yang terjadi dengan Cordelia dan Geraldine?” tanya Diana.’ Aku membacakannya di depan Marilla dan ia bilang itu omong kosong. “Aku juga tak pernah lihat. Aku sudah tahu apa itu dahi pualam. Itu benarbenar kesenangan besar bagiku. Aku kuatir terlalu banyak memikirkan hidungku sejak aku mendengar pujian itu dulu. Diana. Kau jauh lebih banyak tahu daripada berbuat saat kau baru berumur dua belas. “Mereka tumbuh cantik dan hidup berdampingan sampai mereka enam belas tahun. yang mulai agak tertarik dengan nasib mereka. Cordelia seorang gadis yang seperti raja. Ide dari Miss Stacy membuat kita mengarang cerita gila!” “Oh. Aku mau sesuatu yang di luar kelaziman. Aku menangis seperti anak kecil ketika menuliskannya. Itulah salah satu keuntungan berumur tiga belas tahun. “Aku bisa mengatur untuk mengarang tentang hutan. Hutan-hutan itu sangat putih dan tenang. berambut coklat dengan hiasan kepala dan matanya bersinar redup. lihat. dan manis. Geraldine adalah seorang gadis berambut pirang yang seperti ratu. dengan rambut seperti emas yang digelung dan matanya ungu seperti beludru. Oh. Dia menyelamatka nyawa Geraldine ketika kudanya 171 . “Itu mudah bagimu karena kau punya imajinasi. ada seekor kelinci. tapi yang akan kita serahkan hari Senin sangat buruk.”sahut Anne. Itu cerita tentang dua gadis cantik bernama Cordelia Montmorency dan Geraldine Seymour yang tinggal di desa yang sama dan telah saling terikat satu sama lain. atau Dalam Kematian tak Terpisahkan).” “Well.

kalau kita kawin musim gugur ini?’ Dan kata Susan. Kuberitahu padamu aku mengalami banyak kesulitan dengan kata-kata penerimaan itu. Aku bertanya pada Ruby Gillis apa dia tahu bagaimana seorang pria melamar karena kupikir mungkin dia ahli dalam masalah itu. Mereka dimakamkan dalam satu kuburan dan pemakaman mereka adalah yang paling mengesankan. kegelapan mulai membayangi jalan mereka. Anne. “Aku baru saja memikirkan sebuah rencana. seluruh kereta kudanya hancur. ha. menyangka hanya ada mereka di sana. bertunangan secepat itu. sembari berseru. dia lupa dia tak bisa berenang. ‘Ha. Jauh lebih romantis mengakhiri sebuah cerita dengan pemakaman daripada perkawinan. Katanya Malcolm berkata pada Susan bahwa ayahnya telah memberikannya ladang atas namanya sendiri dan kemudian berkata. Geraldine menerimanya dengan kata-kata yang panjangnya satu halaman. Mengenai Cordelia.melarikan diri sementara dia di dalam kereta kuda. “Aku tak mengerti bagaimana kau bisa membuat hal gila yang menggetarkan hati.” “Imajinasimu bisa bagus kalau kau melatihnya. mendorong Geraldine ke tepi dengan ejekan. Aku menuliskannya kembali lima kali dan aku menganggapnya sebagai karya besarku. Aku merasa agak kesulitan mengkhayalkan lamarannya karena tak ada pengalaman yang bisa kujadikan pedoman. sayang. dan dia pingsan di lengan Bertram lalu dia membawanya pulang ke rumah yang jaraknya tiga mil. Seluruh kasih sayangnya pada Geraldine berubah menjadi kebencian yang menyedihkan dan dia bersumpah bahwa Geraldine tak akan pernah bisa menikah dengan Bertram. jadi akhirnya aku membayangkannya sebagus yang kubisa. dia menjadi gila karena menyesal dan diungsikan ke tempat pengasingan orang gila. karena. terutama ketika dia melihat kalung dan cincin berlian. kau tahulah. mengingat dia punya banyak kakak yang sudah menikah. Tapi kemudian. ‘Ya—tidak—aku tak tahu—biar kupikir dulu’—dan begitulah mereka. Bertram memberinya cincin berlian dan kalung batu ruby dan berkata padanya mereka akan pergi ke eropa dalam rangka perjalanan perkawinan.” “Betapa sungguh indah!” Diana yang termasuk ke sekolah kritik Matthew menghela napas. walaupun Ruby Gillis bilang itu tak dilakukan lagi sekarang. Misalkan kau dan aku punya klub 172 . saling menggenggam tangan. Tapi menurutku itu bukan contoh lamaran yang sangat romantis. Ruby bilang dia disembunyikan di ruangan dapur ketika Malcolm Andres melamar kakaknya Susan. Cordelia sendiri diam-diam mencintai Bertram dan ketika Geraldine bercerita padanya mengenai pertunangan itu. Kupikir itu adalah balasan puitis atas kejahatannya.’ Tapi sayang. Tapi dia berpura-pura tetap menjadi teman Geraldine seperti dulu. karena dia benar-benar sangat kaya. Aku berharap imajinasiku sebagus imajinasimu. Diana. Geraldine ku yang tiada duanya. Suatu malam mereka berdiri di jembatan yang dibawahnya terdapat arus yang sangat deras dan Cordelia. Aku membuatnya sangat muluk-muluk dan puitis dan Bertram berlutut. ‘Aku akan menyelamatkan engkau. Tubuh mereka kemudian segera terdampar ke darat. dia benar-benar marah. kekasihku sayang. dan mereka berdua tenggelam. kasar. Diana. ha. ‘Bagaimana menurutmu.” sahut Anne menghibur.’ Tapi Bertram melihat semuanya dan dia saat itu juga terjun menembus arus.

Aku lebih suka kalau orang menangis. Pada awalnya klub itu terbatas untuk Diana dan Anne.” “Tapi kami sangat berhati-hati memasukkan nilai moral ke dalam semua cerita itu. Punyaku Rosamond Montmorency.” cerita Anne pada Marilla. Semua orang yang baik diberi penghargaan dan orang yang jahat diberi hukuman yang setimpal. Cerita-cerita Jane benarbenar sangat masuk akal. “Aku yang mempertahankan hal itu. Aku yakin itu akan bermanfaat. Jane tak pernah memasukkannya karena katanya itu membuatnya merasa sangat tolol ketika dia harus membacakannya keras-keras. Hanya saja kita harus menempuh jalan yang benar. Tuan. Jane dan Ruby hampir selalu menangis ketika aku sampai pada bagian yang menyedihkan. dan mereka berdua setuju bahwa moralnya sangat bagus. Kemudian Diana memasukkan terlalu banyak pembunuh dalam ceritanya. “Setiap anak harus membacakan ceritanya keras-keras lalu kami membahasnya.” terang Anne. “Kegiatan itu benar-benar sangat menarik.” ejek Marilla. Dia memasukkan terlalu banyak percintaan dalam ceritanya dan kau tahu terlalu banyak lebih buruk daripada terlalu sedikit. Jadi kami menyalinkan empat 173 . Membaca cerita cukup buruk tapi mengarangnya lebih buruk. Ruby Gillis agak sentimentil. Aku cerita padanya tentang The Haunted Wood (Hutan yang Angker). Moral adalah hal terbesar. Marilla. Hanya saja mereka tertawa tidak pada tempatnya. Semua anak cukup bagus mengerjakannya. Aku membacakan salah satu ceritaku di depannya dan Nyonya. Allan. Miss Stacy juga bilang begitu. kau harus melatih imajinasimu. Secara umum aku selalu memberitahu mereka ide untuk menulis. Anak laki-laki tak dibolehkan bergabung dalam klub itu— walaupun Ruby Gillis berpendapat bahwa penerimaan mereka akan membuat klub lebih mengasyikkan—dan setiap anggota harus menghasilkan satu buah cerita dalam seminggu.cerita sendiri yang khas dan mengarang cerita untuk latihan. Masing-masing kami menulis menurut nom-de-plume. Katanya dia sering tak tahu akan berbuat apa apa dengan orang-orang itu jadi dia mematikan mereka untuk membuang mereka dari cerita. Kami akan menyimpannya semua dengan sakral dan membacakannya pada keturunan kami. “Kau akan memenuhi pikiranmu dengan omong kosong dan membuang waktu yang seharusnya kau gunakan untuk belajar.” Ini mengenai bagaimana awal terbentuknya klub cerita. Aku akan membantumu sampai kau bisa mengerjakannya sendiri. Kau tahu. Allan juga bilang begitu. tapi itu tak sulit karena aku punya jutaan ide.” “Menurutku pekerjaan mengarang-cerita ini adalah hal paling tolol. tapi segera diperluas dengan memasukkan Jane Andrews dan Ruby Gillis dan satu atau dua murid lain yang merasa perlu melatih daya imajinasi mereka. Diana menuliskan surat untuk Aunt Josephine menceritakan tentang klub kami dan Aunt Josephine nya membalas bahwa kami harus mengirimkan beberapa dari cerita kami untuknya. tapi ia bilang kita telah menempuh jalan yang salah dalam berimajinasi dalam cerita itu.

Mungkin ia membayangkan bahwa ia sedang berpikir tentang anggota-anggota Aid dan misi mereka serta karpet baru di ruang kebaktian. “Ia sendiri bilang padaku begitu—bahwa. “adalah bahwa sekarang saatnya kau sudah selesai mencuci piring-piring itu. dan menurutku betapa suatu harapan bagi anak-anak laki sekarang yang melakukan kenakalan dan menyesalinya karena tahu bahwa mungkin mereka bisa tumbuh menjadi pendeta karenanya. berjalan pulang di suatu malam yang larut di Bulan April dari rapat Aid.dari cerita terbaik kami dan mengirimkannya. Belajarlah untuk bekerja lebih dulu baru kemudian bicara. Sekarang. Lynde bilang suatu kali ia mendengar seorang pendeta mengaku bahwa ketika beliau kecil beliau mencuri tart strawberry dari dapur bibinya dan ia tak pernah punya hormat lagi pada beliau. Tapi aku senang Miss Barry menyukainya.” “Tidak. Allan begitu aku dewasa. Kau telah menghabiskan setengah jam lebih lama daripada yang seharusnya karena celotehanmu. Anne. Nyonya.” sahut Marilla. Marilla tak biasa untuk menganalisa secara subyektif dengan pikiran dan perasaannya. “Aku yakin Nyonya. Marilla. Apa menurutmu ada kemungkinan berhasil untuk itu. Nyonya. Lynde bilang begitu. Marilla. Itulah apa yang kurasakan. Nyonya.” sahut Anne serius. Aku merasa sangat bersemangat ketika mendengarnya. aku tak akan merasa seperti itu. Lynde bilang ia selalu merasa terkejut ketika ia mendengar seseorang pernah nakal. Allan bilang itu harus menjadi tujuan kami dalam hal apa pun. Hal itu membuat kami bingung karena semuanya adalah cerita yang sangat menyedihkan dan hampir semua orangnya mati. merasa bersemangat ketika kudengar bahwa orang lain pernah jahat dan nakal? Nyonya. dan pelupa sepertimu. tak peduli seberapa kecilnya mereka saat itu. Marilla?” “Tak seharusnya aku berkata ada banyak kemungkinan” adalah jawaban Marilla yang memberi harapan.” Bab XXVII – Kesombongan dan Kekesalan Jiwa Marilla. Aku berharap bisa sedikit menjadi seperti Nyonya. Apakah aku sangat jahat.” “Yang kurasakan saat ini. ia bilang ia sangat nakal ketika masih gadis dan selalu terlibat perkelahian. tapi ia juga tak selalu baik seperti sekarang. Aku sungguh benar-benar mencoba menjadikannya sebagai tujuanku tapi aku sangat sering melupakannya ketika aku sedang bersenang-senang. Itu menunjukkan klub kami berbuat kebajikan di dunia. menyadari bahwa musim dingin telah usai dan pergi dengan kegembiraan yang menggetarkan hati hingga musim semi tak pernah gagal menggetarkan hati yang paling tua dan paling sedih seperti juga ke yang paling muda dan paling gembira. tapi 174 . Allan tak pernah jadi gadis kecil yang tolol. Miss Josephine Barry membalas bahwa ia tak pernah membaca apa pun yang sangat menghibur seumur hidupnya. Menurutku beliau benar-benar mulia dengan mengakuinya.

Aku sangat senang ketika Nyonya. begitu ia melangkah menyusuri jalan yang lembab. dengan kebangkitan di dunia dan getaran tersembunyi yang bergerak di bawah lempeng rumput. Tapi sudahlah! Di sinilah kukatakan hal yang membuatku sangat gusar dengan Nyonya. memandang melalaui jejeran pepohonan dan sinar matahari yang memantul kembali dari jendelanya dalam beberapa koruskasi kecil yang semarak. Anne telah melakukan banyak kesalahan. dengan ketenangan pepohonan maple berpucuk merah tua di sekitar kolam hutan yang seperti cermin. ia merasa pantas kecewa dan jengkel.tapi sekarang ia harus buru-buru melepskan baju terbaiknya yang kedua dan menyiapkan sendiri sarapan sebelum kembalinya Matthew dari membajak. “Dia keluyuran dengan Diana. 175 . Allan membela Anne. Musim semi menyebar ke tanah dan ketenangan Marilla. daripada kejadian yang tak banyak membesarkan hati pada malam-malam rapat Aid yang lama sebelum Anne datang ke Green Gables. Namun demikian. Marilla. Ia sudah memberitahu Anne untuk berjaga-jaga dan telah menyediakan teh pada jam lima. berpikir bahwa pasti akan sangat puas mengetahui ia akan pulang dan mendapati api unggun yang menyala-nyala dan meja yang dipersiapkan dengan manis untuk jamuan minum teh.di balik bayang-bayang ini terdapat kesadaran yang harmoni dengan asap merah yang berubah menjadi kabut ungu pucat saat matahari sedang turun. Allan sungguh-sungguh berkata dia anak yang paling cerdas dan manis yang pernah dikenalnya. mengarang cerita atau mempraktekkan dialog atau kerjaankerjaan bodoh seperti itu. Dia begitu saja berhenti dengan tiba-tiba pada hal-hal semacam ini. Mungkin dia memang cukup cerdas dan manis. karena jika ia tak melakukannya aku tahu aku pasti sudah mengatakan sesuatu yang terlalu menusuk Rachel di depan semua orang. Matanya memikirkan Green Gables dengan mesra. Kuakui. tanpa tanda keberadaan Anne di mana pun. Aku tak peduli jika Nyonya. Matthew telah masuk dan sedang menunggu minuman tehnya dengan sabar di sudut. Akibatnya. Tuhan tahu. Lynde karena bicara di Aid hari ini. saat ia menyerut ranting-ranting kecil dengan sebuah pisau berukir dan dengan kekuatan yang lebih dari yang seharusnya diperlukan. Anne tak berhak meninggalkan rumah seperti ini ketika aku menyuruhnya tinggal di rumah tadi sore dan menjaga segala sesuatu. dan aku tak bermaksud menyangkalnya. dan tak pernah sekali pun berpikir tentang waktu atau tugas-tugasnya. Tapi aku yang mendidiknya dan bukan Rachel Lynde. Begitu dia meninggalkan satu tingkahnya maka dengan segera dia akan membuat tingkah yang lain. dengan bayangan pohon fir yang menjulang tinggi sampai ke padang rumput di seberang anak sungai. tapi pikirannya penuh dengan omong kosong dan tak pernah dapat ditebak apa yang akan dilakukannya.” tekadnya. ketika Marilla memasuki dapurnya dan mendapati api tak menyala. “Aku akan membereskan Miss Anne ketika dia pulang. langkah orang yang sudah berumur setengah baya lebih ringan dan cepat karena kegembiraannya yang mendalam. yang akan menemukan kesalahan pada Malaikat Jibril sendiri jika ia hidup di Avonlea.

“Rahmat bagi kita. ia berpaling untuk melihat Anne sendiri berbaring di atas tempat tidur. Marilla.” jawab Marilla tepat. Please. Sembari menyalakannya. Marilla. Anne yang gemetar ketakutan semakin masuk ke bawah bantal seolah benarbenar ingin menyembunyikan dirinya selamanya dari mata yang mematikan. Kemudian. “Kalau begitu apa kau sakit?” tanya Marilla cemas.” “Well. ada masalah apa denganmu? Apa yang telah kau lakukan? Bangun sekarang juga dan ceritakan padaku. aku tak tahu. “Mungkin kau terlalu terburu-buru menilainya.” “Apakah ada yang pernah mendengar yang semacam itu?” Marilla yang bingung ingin tahu. pergilah dan jangan melihat ke arahku. sebelumnya aku tak pernah mendapatinya tak patuh atau tak dapat dipercaya dan aku benar-benar menyesal mendapatinya seperti itu sekarang. pergilah dan jangan melihat ke arahku. dengan wajah menelungkup ke bantal. sabar dan bijaksana dan. terutama. “Tidak. lapar. yang.” sahut Matthew. menuju ke tempat tidur. Jangan bilang dia tak dapat dipercaya sampai kau yakin dia sudah tak mematuhimu.” “Dia tak ada di sini saat aku menyuruhnya untuk tinggal. Tentu saja aku tahu kau berada di pihaknya. karena membutuhkan lilin untuk menerangi jalannya turun ke ruang bawah tanah. “Kurasa dia akan sulit menjelaskanNYA untuk memuaskanku. Tapi please.” Saat itu telah gelap ketika hidangan makan malam telah siap. ia naik ke atas ke loteng timur untuk mengambil yang ada di atas meja Anne. dan masih tak ada tanda keberadaan Anne. Cukup sekarang. Marilla. Matthew. Aku sedang dalam keadaan putus asa dan aku tak peduli lagi siapa yang menjadi juara di kelas atau mengarang karangan terbagus atau bernyanyi di paduan suara sekolah-Minggu. apa masalahnya?” 176 . “kau sudah tidur.” kata Marilla yang terperanjat. kubilang.dengan semua kesalahannya. Anne?” “Tidak. berjalan tergesa di atas jembatan kayu atau di Lover’s Lane.” adalah jawaban tertahan. Karirku sudah tamat. Saat ini juga. Hal kecil macam itu sekarang tak lagi penting karena kurasa aku aku tak akan pernah pergi ke mana-mana lagi. belajar dari pengalaman bahwa ia menyelesaikan pekerjaan apa pun yang ada lebih cepat jika tak tertunda oleh bagian yang terlalu cepat. Tapi aku yang mendidiknya. “Anne Shirley. Marilla dan mencuci dan menyimpan piring-piring dengan wajah cemberut. yang menganggap lebih baik membiarkan Marilla mengungkapkan amarahnya tanpa diganggu. bukan kau. Mungkin semuanya bisa dijelaskan—Anne pintar dalam memberi penjelasan. terengah-engah dan menyesal karena merasa telah melalaikan tugas.

kau tak tahu betapa sungguh buruknya aku. “Anne Shirley. apa kau tak tahu itu hal jahat untuk dikerjakan?” “Ya. apa yang telah kau lakukan dengan rambutmu? Ya ampun.” aku Anne.” “Tapi aku tak bermaksud memberinya warna hijau.” ujar Marilla.” “Well. Katanya warna rambutku akan berubah menjadi warna hitam yang indah—dia benar-benar meyakinkanku itu akan terjadi.” bisiknya. Tapi sekarang aku tahu punya rambut hijau sepuluh kali lebih buruk. Bagaimana aku bisa menyangsikan ucapannya.” protes Anne murung. Marilla.” sahut Marilla sinis.” rintih Anne. terurai lebat ke punggungnya. 177 . Dan Nyonya. dengan garis-garis merah asli di sana sini untuk semakin menampakkan efek menakutkan. Marilla. “Turunlah ke dapur—di sini terlalu dingin—dan ceritakan padaku apa yang telah kau lakukan. aku bermaksud tampil ekstra cantik dengan cara lain untuk mewujudkannya. “Kalau pun aku jahat aku bermaksud jahat untuk suatu tujuan. Marilla? Aku tahu seperti apa rasanya bila ucapanmu diragukan. “Tapi kupikir akan berguna menjadi agak jahat untuk menyingkirkan rambut merah. Marilla. Aku sudah menduga suatu waktu akan ada sesuatu yang aneh. apa yang telah kau lakukan pada rambutmu?” “Aku mewarnainya.” “Aku tak tahu bagaimana kau terlibat dalam kesulitan ini. tapi aku bermaksud mengetahuinya. Aku sudah memperhitungkan kerugiannya. “kalau aku memutuskan akan berguna untuk mewarnai rambutku. warnanya HIJAU!” “Sebutannya mungkin hijau. Aku tak akan memberinya warna hijau. aku tahu itu agak jahat. Marilla. “Lihatlah rambutku. aneh. Karena itu. sekarang. Marilla mengangkat lilinnya dan melihat rambut Anne dengan teliti. “Ya.Anne telah merosot ke lantai dalam kepatuhan karena putus asa. dan aku yakin sebentar lagi pasti akan terjadi. Tak pernah seumur hidupnya Marilla melihat sesuatu yang sangat fantastis seperti rambut Anne saat itu. “Kupikir tak ada yang bisa seburuk rambut berwarna merah. Oh. setidaknya aku akan mewarnainya dengan warna yang pantas. Rambut itu benar-benar dalam bentuk yang sangat aneh. Lalu. warnanya hijau. Selain itu. kalau itu adalah satu warna duniawi—hijau kemerahan. Kau tak sekalipun terlibat dalam perkelahian selama lebih dua bulan. yang pudar.” “Mewarnainya! Mewarnai rambutmu! Anne Shirley.

bagaimana pun juga kebenarannya patut dicurigai dalam hal lain. dia akan menjualnya 50 sen dan dia akan memberikannya. Lagipula. aku tak membiarkannya masuk ke dalam rumah. Marilla. Aku membeli pewarna darinya. dia bukan orang Italia—dia Yahudi Jerman. Marilla. dan oh. Anne.” Karena itu. Kurasa hal pertama adalah mencuci rambutmu bersih-bersih dan kita lihat apa ada gunanya. sudah seberapa sering aku bilang padamu jangan pernah membawa masuk seorang pun dari orang-orang Italia itu ke rumah! Aku sama sekali tak yakin untuk memberi mereka harapan untuk mampir. “dan matamu jadi terbuka kemana kesombongan membawamu. ketika aku melihat warna yang mengerikan mengubah warna rambutku aku tahu. dan aku keluar.” “Oh. Aku ingat apa yang kau bilang. kuharap kau menyesal untuk tujuan yang baik. Dia bicara tentang mereka dengan penuh perasaan hingga membuatku tersentuh. untukku. Tapi harganya sebotol 75 sen dan aku hanya punya 50 sen sisa dari uang ayamku. tapi sepanjang perbedaan yang tampak dia mungkin juga malah menggosok warna merah aslinya. Orang-orang telah cukup melupakan 178 . aku menyesal menjadi nakal.” “Siapa yang bilang? Siapa yang kau bicarakan?” “Penjaja keliling yang ada di sini tadi sore. Kupikir penjual itu sangat baik hati. Tapi saat itu aku tak punya bukti dan aku percaya setiap ucapannya SECARA MUTLAK. apa yang harus kulakukan?” tanya Anne berurai air mata. Dalam sekejap aku melihat diriku sendiri dengan rambut hitam indah dan godaan itu tak tertahankan. Aku memakai semua isi botol. Penjual itu bilang pewarna rambut itu dijamin dapat memberi warna hitam indah pada rambut dan tak akan luntur. menggosoknya dengan kuat dengan air dan sabun. dan segera begitu dia pergi aku naik ke atas sini dan memakainya dengan sikat rambut lama seperti yang tertulis pada petunjuk. karena dia bilang bahwa.” “Anne Shirley. Anne mencuci rambutnya. Sekarang aku punya bukti—rambut hijau cukup jadi bukti bagi siapa pun. Dia punya satu kotak penuh dengan benda-benda yang sangat menarik dan dia bilang padaku dia bekerja keras memperoleh banyak uang untuk membawa istri dan anaknya pergi dari Jerman. Jadi aku membeli pewarna itu. “Aku tak akan pernah bisa hidup seperti ini. Penjual itu pasti telah berkata benar ketika dia bilang pewarna itu tak akan luntur. Kemudian tibatiba aku melihat botol pewarna rambut itu. Aku mau membeli sesuatu darinya untuk membantunya melaksanakan tujuan yang sungguh berguna itu. Oh. menutup pintu dengan hati-hati.” “Well.Allan bilang kita tak boleh mencurigai orang tak berkata yang sebenarnya pada kita kecuali kita punya bukti mereka memang berbohong. dan melihat benda ini di anak tangga.” sahut Marilla pedas. Tuhan tahu apa yang harus dilakukan. Dan sejak itu aku telah menyesal.

tapi dia menyadari kenyataan pahit dari perkataan Marilla. tak kan pernah melihat diriku lagi sampai rambutku tumbuh. ketika dia naik ke lantai atas dan melihat di cermin. ya kan? Aku akan menangis selama kau memangkasnya. Oh. Ini kemalangan yang sungguh tidak romantis.” Ketidakbahagiaan Anne berlangsung selama seminggu. Dan aku juga tak akan mencoba mengkhayalkannya. Hasilnya tidaklah pantas. Tapi tak ada yang menyenangkan jika rambutmu terpaksa dipangkas karena kau telah memberinya warna yang mengerikan. Anne segera membalikkan cermin itu ke dinding. Dan oh. Mereka akan berpikir aku tak pantas dihormati. Josie Pye benar-benar akan tertawa! Marilla. Aku anak perempuan yang paling tidak bahagia di pulau Prince Edward. aku TAK BISA menghadapi Josie Pye. jika itu tak akan mengganggu. dan selesaikanlah. Aku akan memandang diriku setiap saat aku masuk ke kamarku dan melihat betapa jeleknya aku. Marilla. tapi kemudian. untuk sedikit mungkin menguraikan masalah itu. Dengan desahan sedih dia pergi mengambil gunting. Marilla. Rambutmu harus dipangkas. meskipun warnanya merah. dari semua hal. Tapi mereka tak akan pernah melupakan ini. karena 179 . Aku tak pernah menyangka aku berlagak dengan rambutku. tapi sekarang aku tahu aku memang berlagak.’ Itu sebuah puisi. Anne.” serunya menggebu. Lynde. Marilla telah menyelesaikan tugasnya dan dia merasa perlu untuk mengatapi rambutnya dengan sirap sedekat mungkin. juga. Itu pewarna yang tak luntur yang tak ada obatnya. “Aku tak akan. “Ya.” Bibir Anne gemetar. tak ada cara lain. dia tenang dalam keputusasaan.kesalahanku yang lain—kue obat gosok itu. Selama waktu itu dia tak pergi kemana-mana dan mencuci rambutnya dengan shampo setiap hari. Di akhir minggu Marilla berkata pasti: “Itu tak ada gunanya. dan aku yakin aku akan sangat tak keberatan kehilangan rambutku karena alasan mode. Aku akan menebus dosa karena jadi nakal seperti itu. “Tolong pangkas rambutku sekaligus. aku merasa hatiku hancur. Gadis-gadis di buku kehilangan rambut mereka karena demam atau menjualnya untuk memperoleh uang untuk perbuatan yang baik. Kau tak bisa keluar dengan rambut seperti itu. membuat Diana mabuk dan marahmarahan dengan Nyonya. Orang luar yang tahu rahasia fatal itu hanya Diana sendiri. aku akan. Ini tampak sungguh tragis. tapi itu benar. Kemudian tiba-tiba dia membetulkan cermin itu. tapi dia berjanji dengan sungguh-sungguh tak akan pernah cerita. ‘betapa kusutnya jaringan yang kita tenun saat pertama kali kita mencoba untuk berbohong. dan bisa dikatakan sekarang ini dia menepati janjinya.” Lalu Anne menangis. Oh.

Kuharap selanjutnya akan terjadi sesuatu pada hidungku. dengan gemetar. ya kan? Aku bermaksud untuk mencurahkan tenagaku untuk menjadi baik setelah ini dan aku takkan mencoba lagi untuk jadi cantik. Anne. Aku harus pergi ke dokter karenanya. Nyonya.” “Tidak juga aku. Dia bilang menurutnya itu akan sangat pantas. Tapi untuk merebahkan diri 180 . Mengenai celotehanmu. Tentu saja lebih bagus menjadi baik. Diana bilang ketika rambutku mulai tumbuh akan mengikatkan pita beludru hitam di kepalaku dengan simpul di salah satu sisinya. bagaimana pun juga. sepertimu. tak berhenti mengatakan pada Anne bahwa dia tampak seperti orang-orangan sawah. aku hanya melihatnya sekilas dengan pandangan menghina dan setelah itu aku memaafkannya. Walaupun.” sahut Ruby Gillis.” curhat Anne malam itu pada Marilla. “Aku tak akan pernah punya keberanian untuk mengapung di bawah sana. yang. Marilla.” Merupakan cara bicara Marilla yang suka didengarnya.” Rambut Anne yang terpangkas membuat sensasi di sekolah pada Senin berikutnya. aku tak tahu aku keberatan—aku sudah sangat terbiasa dengannya. yang sedang berbaring di sofa karena salah satu sakit kepalanya. Aku tahu itu. “Aku tak berkata apa-apa ketika Josie mengatakan itu padaku. tapi yang membuatnya lega tak seorang pun menebak penyebab sebenarnya. “Aku tak keberatan mengapung di bawah kalau ada dua atau tiga dari kita di darat sana dan kita bisa berjaga-jaga. Tapi apa aku terlalu banyak bicara. Sakit-sakit di kepalaku ini semakin bertambah parah dan parah. Aku akan menyebutnya jaringan rambut—kedengarannya sangat romantis. tapi terkadang sangat sulit mempercayai sesuatu bahkan ketika kau mengetahuinya. Berat sekali rasanya dikatakan tampak seperti orang-orangan sawah dan aku ingin mengatakan sesuatu untuk membalasnya. Allan dan Miss Stacy. Kau akan merasa sangat berbudi luhur saat kau memaafkan orang. dan keriting. lebat.” ujar Diana. Bab XXVIII – Perawan Bunga Lily yang Malang TENTU saja kau harus jadi Elaine. “karena kupikir itu bagian dari hukumanku dan aku harus menanggungnya dengan sabar. Dengan begitu akan menyenangkan. Aku sungguh ingin menjadi baik. bahkan tidak juga Josie Pye. dan tumbuh dewasa menjadi kebanggaan bagimu. tadi sore sangat mengerikan. Marilla? Apa itu membuat kepalamu sakit?” “Kepalaku sudah lebih baik sekarang.rambutku sangat panjang. Tapi aku tak melakukannya.

Aku akan muncul setiap menit atau begitulah untuk melihat aku ada dimana dan apa aku hanyut terlalu jauh. Tuan.dan berpura-pura mati—aku sungguh tak bisa. “Aku tak takut untuk mengapung di bawah dan aku akan suka jadi Elaine. Nah. Dan Elaine adalah perawan bunga lily . dan Anne datang untuk bermain bersama mereka. melihat kagum pada keriting pendek seperti sutra yang menumpuk di kepala Anne dan dihiasi dengan pita beludru hitam dan simpul yang sangat bergaya.” kata Diana dengan sungguh-sungguh.” “Oh. Mereka berdiri di tepi kolam. dimana sebuah tanjung kecil yang pinggirannya dilingkari dengan pepohonan birch yang menganjur dari tepi. itu akan merusak efeknya. di bawah Orchard Slope. Diana?” “Ya. Apa menurutmu warnanya sekarang bisa jadi adalah coklat kemerahan. terlalu tua untuk hiburan kekanakan semacam itu seperti rumah bermain. gadis dewasa berumur tiga belas tahun.’ kau tahu. dan kupikir itu sangat cantik. meskipun ujungnya adalah platform kecil dari kayu yang ditambah ke air untuk kemudahan para pelayan dan pemburu bebek. Dan kau tahu.” sahut Diana. dan ada hiburan yang lebih menarik untuk didapatkan di kolam. Bell telah dengan kejam menebang lingkaran kecil pepohonan di padang rumputnya di belakang pada musim semi. orang yang berambut merah tak bisa jadi perawan bunga lily. bagaimana pun. tapi dia cepat terhibur. seperti dia dan Diana bilang. karena. bukannya tak mencari kawan untuk melamun karenanya. Menyenangkan memancing ikan tawar dari atas jembatan dan kedua gadis itu belajar 181 . yang akan beranjak empat belas.” “Wajahmu sungguh sama cantiknya dengan wajah Ruby. Idlewild adalah sesuatu dari masa lalu. Anne telah duduk di antara tunggultunggul dan menangis. “Aku sendiri kadang-kadang berpikir begitu—tapi aku tak pernah berani bertanya pada seseorang karena takut dia akan bilang yang sebaliknya. Namun demikian itu menggelikan.” Anne bersedih. “tapi aku tahu aku tak bisa tetap tenang. “dan rambutmu jauh lebih gelap daripada saat sebelum kau memotongnya. Aku benar-benar akan mati karena ketakutan.” Jane Andrews mengakui. Ruby dan Jane menghabiskan sore pertengahan musim panas dengan Diana. Ruby harus jadi Elaine karena dia sangat cantik dan punya rambut indah panjang keemasan—Elaine punya ‘semua rambut indahnya yang terurai.” “Tapi akan sangat menggelikan bila Elaine nya berambut merah. Anne dan Diana telah menghabiskan sebagian besar waktu bermain mereka musim panas itu di dan sekitar kolam. Anne. benarkah?” seru Anne.” “Tentu saja itu akan romantis. yang mudah tersipu karena gembira.

” ujar Anne. jauh lebih romantis daripada saat sekarang. kau urus ini. Guinevere dan King Arthur telah menjadi orang yang yang sangat nyata bagi mereka. Selendang hitam ibumu itu akan jadi penutupnya. katanya. melihat wajah putih mungil yang diam di bawah kedipan bayangan pepohonan birch. “Well. dengan mata terpejam dan tangan terlipat di dada. walaupun dia akan senang memainkan peran terpenting. menyerah dengan enggan.” ujar Anne pedas. tapi setidaknya perawan bunga lily. Tak ada kain keemasan untuk penutup. kau seharusnya tak bicara tentang Nyonya. Tolol bagi Elaine untuk bicara ketika dia mati. Pengawas Pendidikan telah memasukkannya dalam mata pelajaran Bahasa Inggris untuk sekolah di Pulau Pangeran Edward. Tapi pertama kalian harus jadi saudara dan ayah. keterbatasannya membuat tak mungkin. aku akan jadi Elaine. tapi sehelai syal piano tua dari kain krep Jepang berwarna kuning adalah pengganti yang sangat bagus. “Ruby. Lynde bilang semua akting-drama adalah kejahatan yang buruk sekali. Jane. Diana. kawan.” Jane cocok untuk kesempatan itu. kau harus jadi King Arthur. Mereka telah mempelajari sajaksajak Tennyson di sekolah musim dingin sebelumnya. menguraikan kalimatnya dan membahasnya secara umum sampai merupakan suatu keajaiban adanya makna yang tertinggal di dalamnya bagi mereka. Apa menurut kalian sungguh benar berakting seperti ini? Nyonya. Barry rawat simpan untuk menembak bebek. Anak-anak itu telah mengetahui bahwa kalau ban kempes didorong dari tempat mendarat maka ban itu akan berhanyut-hanyut dengan arus di bawah jembatan dan akhirnya kandas sendiri di tanjung lain yang lebih rendah di bawah yang menganjur di sebuah tikungan di kolam. Mereka telah sering turun ke bawah seperti ini dan tak ada yang bisa lebih menyenangkan untuk memainkan Elaine. Jane akan jadi Guinevere dan Diana harus jadi Lancelot. tapi 182 . dan Anne diam-diam sangat menyesal dia tak dilahirkan di Camelot. dia sungguh tampak benar-benar mati. Kita harus menyelubungi tongkang seluruh panjangnya dengan samite paling hitam. Lynde.mengayuhkan diri mereka sendiri dalam dory kecil berdasar-rata yang Tuan. Rencana Anne disambut dengan antusias. “Itu membuatku merasa ketakutan. Kemudian setangkai lily putih juga tak dapat diperoleh. Masa-masa itu. namun jiwa seninya menuntut kecocokan untuk itu dan ini. Kita tak bisa punya servitor bodoh tua karena tak ada ruangan untuk dua orang dalam flat ketika satu orang merebahkan diri. Lynde lahir.” Selendang hitam telah didapat. dia merasa. “Oh. “Itu merusak efeknya karena ini ratusan tahun sebelum Nyonya. Lancelot.” bisik Ruby Gillis gugup. Mereka melakonkan Elaine adalah ide Anne. Anne membentangnya di atas flat dan mereka merebahkan diri di dasarnya. karena.” “Ruby. Mereka telah menganalisa.

dia sudah siap. Itu posisi yang sangat tidak romantis. dan menuju ke bawah ke tanjung yang lebih rendah dimana. tapi aku tak memejamkan untuk berdoa. Allan. tapi saat itu 183 . mengambil kain penutup keemasannya dan kain penutup peti mati dari samite paling hitam dan memandang dengan tatapan kosong ke celah besar di dasar tongkangnya dari mana air benar-benar mengalir.” ujar Jane. “Kita harus mencium keningnya yang tenang dan. Dengan begitu flat akan penuh dan tenggelam jauh sebelum sempat sampai ke tanjung yang lebih rendah. Sekarang tolak flat itu. Sebentar-sebentar Anne harus berjuang untuk berdiri. Dalam keadaan seperti itu kau tak akan terlalu berpikir untuk mengarang doa yang muluk-muluk. Jane dan Ruby hanya menunggu cukup lama untuk melihtanya terjebak dalam arus dan menuju ke arah jembatan sebelum mengambil langkah seribu ke hutan. karena aku tahu satu-satunya cara Tuhan bisa menyelamatkanku adalah dengan membiarkan flat itu mengapung cukup dekat dengan salah satu tiang pancang jembatan untuk aku naiki. Aku benar-benar berkata. demi Tuhan senyumlah sedikit. karena flat itu terbentur tepat ke satu tiang pancang selama semenit dan aku berjuang mengatasi sandungan besar yang telah ditakdirkn Tuhan. menikmati keromantisan keadaannya itu sepenuhnya. Kau tahu Elaine ‘berbaring seolah-olah dia tersenyum. Anne tak mengetahui ini. kau bilang. tapi dia tak kehilangan penguasaan diri. Nyonya. Nyonya. Anne. Lancelot. berpegangan erat pada tiang pancang tua yang licin tanpa bisa bergerak ke atas atau pun ke bawah. Aku berdoa. tolong bawa flat ini mendekat ke tiang pancang dan aku akan melakukan yang selebihnya.efek dari setangkai bunga iris biru tinggi yang diletakkan di salah satu tangan Anne yang terlipat adalah apa yang bisa diharapkan.’ da Ruby. Diana.” Jadi flat itu didorong. Ada satu kesempatan—hanya satu. menyeberangi jalan. Tapi doaku terjawab. Guinevere dan King Arthur. sister yang manis. Allan. “Nah. Flat itu mulai bocor. “dan terasa seperti bertahun-tahun sembari flat itu terhanyut menuju ke jembatan dan air di dalamnya bertambah setiap saat. Diana. dengan sangat sungguh-sungguh.” katanya pada Nyonya. mereka akan dalam keadaan siap untuk menyambut perawan bunga lily.’ Itu lebih baik. ‘Selamat jalan. ‘Sister. tapi tak perlu waktu lama untuk dia menyadari bahwa dia sedang dalam keadaan yang berbahaya. Dan di sanalah aku. ‘Tuhan tercinta. bibirnya pucat. Dimana kayuh-kayuh itu? Tertinggal di pendaratan! Anne dengan terengah mengeluarkan jeritan kecil yang tak terdengar oleh siapa pun.’ berulang-ulang. kau bilang. Allan keesokan harinya. selamat jalan untuk selamanya.’ kalian berdua sebisa mungkin menyedihkan. yang hanyut dengan perlahan. Sesuatu yang terjadi kemudian sama sekali tidak romantis. Selama beberapa menit Anne. dalam prosesnya flat itu menggores dengan kasar tiang pancang yang tertanam. “Aku benar-benar sangat ketakutan. Tiang pancang tajam di pendaratan itu telah menghancurkan kepingan pentungan yang terpaku di flat.

karena aku tahu mungkin aku harus bergantung pada pertolongan manusia untuk kembali ke tanah kering. Kemudian. Kau tak terlalu berpikir tentang keromantisan ketika kau baru saja lepas dari ancaman terkubur dalam air. dimana dia duduk. “Anne Shirley! Bagaimana kau bisa ada di situ?” dia berteriak. Menit-menit berlalu sudah. yang berpegangan erat dengan pasrah pada tumpuannya yang berbahaya. setiap menit terasa sejam oleh perawan bunga lily yang malang. seputih kertas. kemudian. baru saja dia berpikir tak akan sanggup menanggung rasa sakit di lengan dan pinggangnya lebih lama lagi. yang sangat membuatnya takjub. Pertolongan akan segera datang. bayangan yang bergetar dan seperti berminyak. berpegangan erat pada tangan Gilbert Blythe. Gilbert Blythe datang ke bawah jembatan dengan mendayung dory Harmon Andrews! Gilbert memandang sekilas ke atas dan. 184 . Aku langsung mengucapkan doa penuh syukur dan kemudian aku memusatkan perhatian untuk berpegangan dengan erat. yang telah siap menanti flat itu di tanjung yang lebih rendah. Sejenak mereka terpaku berdiri.aku tak memikirkannya. Ruby. Anne?” tanya Gilbert.” Flat itu terhanyut ke bawah jembatan dan kemudian tenggelam dengan cepat di tengah-tengah sungai. mereka mulai berlari dalam keadaan kalut menerobos hutan. bosan dan gusar. tak pernah berhenti meskipun mereka telah menyeberangi jalan utama untuk melihat sekilas ke arah jembatan. saudara-saudara sekalian! Andaikan tak kan pernah ada yang datang! Andaikan dia menjadi sangat kelelahan dan kejang sampai-sampai tak sanggup bertahan lebih lama lagi! Anne melihat ke kedalaman hijau mengerikan di bawahnya. beku ketakutan karena tragedi itu. melihat mereka berlari dan mendengar jeritan mereka. Anne. bergoyang-goyang lama. terlihat wajah putih mungil yang mencemooh melihat ke arahnya dengan mata abu-abu besar penuh ketakutan tapi juga penghinaan. di buritan dengan tangan penuh dengan selendang yang meneteskan air dan kain krep yang basah. Tanpa menunggu jawaban dia berusaha mendekat ke tiang pancang dan mengulurkan tangannya. tapi sementara itu posisinya sudah sangat tak nyaman. Anne. berjuang masuk ke dalam dory. menaikkan kayuhannya. Tak bisa berbuat apa-apa lagi. sembari menjerit dengan suara sekeras-kerasnya. Kenapa tak ada seorang pun yang datang? Kemana anak-anak itu pergi? Andaikan mereka pingsan. Imajinasinya mulai menunjukkan semua jenis kemungkinan yang sangat mengerikan padanya. Jane dan Diana. melihatnya lenyap benar-benar di depan mata mereka dan tak ada kesangsian kecuali bahwa Anne ikut hilang bersamanya. Benar-benar sangat sulit untuk berwibawa dalam keadaan seperti itu! “Apa yang telah terjadi.

“Aku berhutang budi padamu. setengah menggebu dalam mata hazel Gilbert adalah sesuatu yang enak untuk dilihat. Flat itu mulai bocor dan aku keluar naik ke tiang pancang. Anne Shirley. “dan aku harus berhanyut-hanyut ke Camelot di dalam tongkang—maksudku flat. meloncat dengan cekatan ke darat.” katanya tergesa. Kupikir rambutmu sekarang sudah sangat bagus—sungguh aku jujur. Lagipula. dengan meremehkan bantuan. Dia hampir berharap telah menjawab Gilbert dengan cara yang berbeda. karena reaksi dari ketakutannya dan harus terus menerus berpegangan erat membuatnya merasa begitu. Anne lebih suka berpikir akan melegakan dengan duduk dan menangis sepuasnya. “Aku tak kan pernah lagi memintamu untuk berteman. Dia baru saja merasakan sebuah kesadaran aneh muncul dalam seluruh harga dirinya yang tersakiti bahwa ekspresi setengah malu. agak aneh. Dia benci Gilbert Blythe! Dia tak akan pernah memaafkannya! “Tidak. Gilbert Blythe. Dia tetap menegakkan kepalanya.” Anne menjelaskan dengan tak ramah. “Anne. Tapi kegetiran dari penderitaan lamanya dengan cepat membuat ketetapan hatinya yang goyah menjadi kaku. Dan aku juga tak peduli!” Dia bergerak pergi dengan cepat dan sikap menantang. itu sudah lama sekali. Tak bisakah kita jadi teman baik? Aku benar-benar menyesal telah membuat lelucon dengan rambutmu saat itu. dan aku tak mau jadi temanmu!” “Baik!” Gilbert melompat ke dalam sampan kecilnya dengan rona kemarahan di pipinya. tapi dia sadar akan rasa penyesalan yang aneh. tampaknya tak sedikitpun hilang dan melunak oleh waktu. bahkan tanpa melihat pada penyelamatnya. Dia benar-benar sungguh kacau. Kekesalannya.” katanya dingin. tapi tetap saja--! Pada keseluruhannya. “lihatlah kemari.” katanya dengan angkuh begitu dia berbalik. dia telah sangat menghinanya. Tentu saja.” Anne ragu sejenak. Apakah kau akan cukup baik untuk mengantarkanku sampai ke pendaratan?” Gilbert dengan menurut mengantarkan ke pendaratan dan Anne. 185 . “Aku tak kan pernah menjadi temanmu. Aku tak bermaksud untuk membuatmu marah dan maksudku itu hanya untuk luculucuan saja.“Kami sedang bermain Elaine. Kejadian dua tahun lalu terbayang kembali sangat jelas dalam ingatannya seolah itu terjadi kemarin. Gilbert memanggilnya “wortel” dan telah membuatnya malu di depan seluruh sekolah. Jantungnya berdetak cepat. Tapi Gilbert juga telah melompat dari perahu dan sekarang memegang lengan Anne untuk menahannya. yang bagi murid lain dan orang yang lebih dewasa mungkin sama menggelikannya dengan penyebabnya. dan Anne naik ke jalan kecil yang ditumbuhi tanaman pakis di bawah pepohonan maple. Yuk kita berteman. Gadis-gadis itu berlari mencari pertolongan.

“Oh. betapa tampannya dia! Oh. Di sini Ruby Gillis tak tahan untuk histeris. Jane Andrews.” jawab Anne cepat. itu sangat romantis!” kata Jane. Sebuah tangisan yang betul-betul. Tuan.” jelas Anne dengan lelahnya. Aku merasa yakin telah dilahirkan di bawah bintang sial. dengan semangat lamanya yang kembali dalam sekejap. “Tentu kau akan bicara dengannya setelah kejadian ini. dan aku punya firasat kita tak akan diijinkan berdayung di kolam lagi. Dan Ruby sedang histeris—oh.” Firasat Anne terbukti lebih dapat dipercaya daripada firasat yang mungkin suka dilakukan. Aku benar-benar menyesal kalian sudah sangat ketakutan. yang memperturutkan kesunyian yang menyenangkan di loteng timur.” “Aku tak mengerti. Anne. “Oh. ya.” “Oh. “Dan aku kan pernah mau mendengar kata-kata ‘romantis’ lagi. Itu semua salahku. “Kurasa kemungkinanku untuk menjadi bijaksana sekarang lebih cerah dari sebelumnya. Semua yang kulakukan membuatku atau kawan-kawan tercintaku mendapat masalah. “oh. dan Nyonya. Marilla. kawan. Anne—kami pikir—kau sudah—tenggelam—dan kami merasa seperti pembunuh—karena telah memaksa—kau jadi—Elaine. dan ditinggalkan agar sedapat mungkin pulih dari kehisterisannya. Barry sedang pergi. telah menenangkan saraf-sarafnya dan mengembalikannya ke kegembiraannya yang biasa. Mereka tak menemukan seorangpun di Orchard Slope. Disana mereka juga tak mendapati siapa pun. “Apakah kau akan punya kesadaran. Anne?” erang Marilla. karena Marilla telah pergi ke Carmody dan Matthew sedang menyiapkan jerami di ladang belakang. Kita telah hancur dan kehilangan flat ayahmu. bagimana kau bisa selamat?” “Aku naik ke salah satu tiang pancang. akhirnya bisa cukup bernapas setelah ucapannya. sementara Jane dan Diana berlari menerobos Hutan Angker dan menyeberangi anak sungai menuju ke Green Gables. “lalu Gilbert Blythe datang dengan mengayuh dory Tuan.Di tengah jalan dia bertemu dengan Jane dan Diana yang cepat-cepat kembali ke kolam dalam keadaan nyaris jauh dari hiruk-pikuk.” ujar Marilla.” “Tentu saja aku tak kan bicara. Anne.” jawab Anne optimis. Anne. Diana. kurasa aku akan sadar. 186 . Di keluarga Barry dan Cuthbert terjadi kegemparan besar ketika peristiwa sore itu terungkap. Andrews dan membawaku ke darat. hampir memeluknya dan menangis karena lega dan gembira.” Diana terengah-engah.

dan tak ada musik di dunia yang lebih indah daripada yang dibuat oleh angin pada pepohonan fir malam pada malam hari. mengulang keras-keras pertentangan bagian syair dari MARMION—yang juga menjadi bagian dari pelajaran Bahasa Inggris mereka musim dingin sebelumnya dan yang Miss Stacy paksakan untuk mereka pelajari luar kepala—dan bersuka ria pada baris-barisnya yang padat dan ketidakserasian dalam perumpamaannya. tapi sekarang keromantisan tidak dihargai.” “Aku yakin aku sangat berharap. yang sedang duduk diam di pojok. Sapi-sapi itu berjalan menyusuri jalan dengan tenang. simpanlah sedikit keromantisan itu. Itu suatu malam di Bulan September dan semua celah dan tanah terbuka di hutan dipenuhi dengan cahaya merah delima matahari terbenam. “Jangan buang semua keromantisanmu. Kesalahan Hutan Angker menyembuhkanku dari membiarkan angan-anganku melantur. sangat jarang. Ketika dia sampai pada baris Para penombak yang keras kepala itu masih berhasil 187 . Itu mungkin cukup mudah di Camelot yang bermenara ratusan tahun yang lalu. Dan kesalahan hari ini akan menyembuhkanku dari bersikap terlalu romantis. “sedikit romatis adalah hal yang baik—tidak terlalu banyak. tentu saja—simpanlah sedikit.“Well. Sejak aku datang ke Green Gables aku telah membuat banyak kesalahan. meletakkan sebelah tangan di bahu Anne ketika Marilla keluar. Anne.” bisiknya malu-malu. “hari ini aku telah belajar sebuah pelajaran baru dan berharga. Disana-sini jalanan tersirami dengan cahaya itu. tapi untuk sebagian besar tempat sudah teduh di bawah pepohonan maple. Anne.” ujar Marilla skeptis. Masalah bros batu baiduri menyembuhkanku dari turut campur dengan sesuatu yang bukan milikku. Aku sudah menyimpulkan tak ada gunanya mencoba untuk romantis di Avonlea. Kesalahan kue obat gosok menyembuhkanku dari kecerobohan dalam memasak. Pewarnaan rambutku menyembuhkanku dari sifat suka berlagak. Sekarang aku tak pernah memikirkan rambut dan hidungku—setidaknya. dan Anne mengikuti mereka dengan melamun.” Bab XXIX – Suatu Masa dalam Kehidupan Anne Anne meggiring sapi-sapi itu pulang dari padang rumput belakang melewati jalan Lover’s Lane.” jelas Anne. dan setiap kesalahan telah membantu menyembuhkanku dari beberapa kelemahan besar. dan tempat di bawah pepohonan fir telah terisi dengan senja terang berwarna lembayung laksana wine yang halus. Tapi Matthew. Aku merasa benar-benar yakin kau akan segera melihat perbaikan besar dalam diriku dalam hal ini. Angin berhembus sekencang-kencangnya.Marilla.

Tapi dia tak mau memperlihatkan rasa penasarannya yang menggebu-gebu. tapi Marilla bilang sebaiknya aku tinggal di rumah mempelajari pelajaranku dan begitu juga dengan Jane.” bisik Anne. Aku merasa sangat sedih sampai-sampai aku tak ingin berdoa ketika 188 . Ketika dia membukanya lagi terlihat Diana datang melalui pintu gerbang yang menuju ke lapangan keluarga Barry dan tampak sangat penting sampai-sampai Anne menebak dengan cepat ada kabar yang akan disampaikan. “apa kau serius? Tapi aku takut Marilla tak kan mengijinkanku pergi. Ini terlalu hebat. Diana. Hari ini ibu menerima sepucuk surat dari Aunt Josephine. karena itu akan sangat menyenangkan. merasa perlu bersandar di sebuah pohon maple untuk menopang. dan menurutnya itu akan tampak jauh lebih mirip dengan upacara pemakaman. dan Aunt Josephine mau kau dan aku pergi ke kota Hari Selasa depan dan berhenti dengannya untuk melihat Pameran. Aku kecewa sekali. makhluk yang mengerikan! Sudah kuduga kau tak bisa menebaknya. “Aku tak bisa mengira apa itu. Di waktu pagi aku selalu berpikir pagi hari adalah yang terbaik. Tebak lagi. Diana? Itu membuatku sangat senang bisa hidup. Anne. karena belum ada seorang pun yang menikah di gereja. “Bukan.” “Ibu Jane akan mengijinkannya mengadakan pesta ulang tahunnya?” Diana menggelengkan kepalanya. dia berhenti dalam kegembiraan untuk memejamkan matanya bahwa mungkin lebih baik dia mengkhayalkan dirinya salah seorang dari kumpulan yang heroik itu. Allan mau kita yang menghiasi gereja.” “Ini malam yang sangat bagus. aku punya kabar yang seperti itu. tetapi ketika malam tiba kupikir malam masih lebih indah.” sahut Anne putus asa. mata hitamnya menari-nari karena suka cita.” seru Diana marah. Nah!” “Oh. Kau boleh punya tiga tebakan. Dia akan bilang bahwa dia tak bisa mendukung keluyuran. Diana.” ujar Diana. Pacar Charlotte tak akan menyetujuinya.” “Akhirnya Charlotte Gillis akan menikah di gereja dan Nyonya.” jerit Anne. “tapi oh. Anne. “Bukankah malam ini persis seperti mimpi berwarna ungu. “kalau tidak itu adalah Moody Spurgeon MacPherson melihat kau pulang dari pertemuan doa semalam. Ya kan?” “Kupikir tidak. “mungkin aku tak akan menyombongkan diri karenanya kalau pun dia melakukannya. Aku ingin pergi.Hutan mereka yang gelap dan tak dapat ditembus. Itulah yang dikatakannya minggu lalu ketika Jane mengajakku pergi bersama mereka dengan kereta kuda bertempat duduk-ganda ke konser American di Hotel White Sands. Tebak.

” “Kuberitahu. dan kalau dia mengijinkan kita akan merasa sangat bahagia. dan itu dibuat oleh seorang penjahit sungguhan di Carmody. Baju itu sangat cantik.” ujar Anne tegas. dan tahun ini mereka akan pergi lagi. Menurut Marilla aku tak memerlukan jas baru. Matthew membelikannya untukku pada hari saat kami berada di Carmody. dan sudah diatur bahwa Tuan. Barry ingin pergi dan pulang pada hari yang sama. Berhubung Charlottetown jauhnya sepanjang 30 mil dan Tuan. karena katanya dia tak bermaksud membuat Matthew pergi ke Nyonya.akan tidur. Pandangan sekilas dari jendelanya membuatnya yakin bahwa hari itu akan cerah. jadi Marilla membeli sehelai kain tenunan dari sutra berwarna biru yang indah. dan sangat menjengkelkan mendengar anak-anak lain bicara tentang perjalanan mereka. Diana. karena aku takut tak dibenarkan untuk membayangkan hal semacam itu. kan?” Marilla setuju untuk mengijinkan Anne pergi ke kota. dan aku mencoba tidak membayangkan diriku berjalan di jalur antara tempat duduk di gereja pada Hari Minggu dengan setelan baruku dan topi. Tapi meskipun demikian bayangan itu masuk begitu saja ke dalam pikiranku. Apa menurutmu kita salah terlalu banyak memikirkan pakaian? Marilla bilang itu berdosa. Sekarang Marilla selalu membuat baju-bajuku dengan modis. karena langit sebelah timur di belakang pepohonan fir dari Hutan Angker semuanya seperti perak dan tak 189 . Lynde untuk membuatnya. dan telah bangun sebelum matahari terbit pada pagi Selasa. Anne. Setidaknya. Kurasa itu tak banyak berbeda dengan orang yang pada dasarnya memang baik. Ketika aku melihatmu masuk ke gereja Hari Minggu lalu hatiku membengkak karena bangga memikirkan bahwa kau adalah teman yang paling kusayangi. Topi itu salah satu dari topi-topi beludru mungil berwarna biru yang menjadi kegemaran. maka harus berangkat pagi-pagi sekali. Jane dan Ruby sudah dua kali. Katanya jas lamaku akan cocok sekali untuk musim dingin sekali lagi dan bahwa aku harus puas dengan memiliki satu baju baru. “Kalau aku memikirkannya dan kemudian kecewa. itu akan lebih dari yang sanggup kutanggung. Tapi aku menyesal karenanya dan bangun di tengah malam dan berdoa. Barry harus mengijinkan anak-anak itu menginap pada Hari Selasa berikutnya. dengan tali dan rumbai-rumbai merah. Aku sangat senang. Jauh lebih mudah menjadi baik kalau pakaian-pakaianmu modis.” sahut Diana. Tapi itu topik yang sangat menarik. itu lebih mudah bagiku. Tapi jika seandainya aku benar-benar pergi Aku akan sangat gembira jasku akan siap saat itu juga. Mungkin dengan begitu dia akan mengijinkanmu pergi. dan sangat serasi. Tapi Anne menganggap itu semua kegembiraan. Topi barumu elegan. Aku belum pernah pergi ke sebuah Pameran. Topiku sangat cantik. Tapi Matthew bilang aku harus punya sebuah jas baru.” “Aku tak akan berpikir tentang itu sama sekali sampai aku tahu apa aku boleh pergi atau tidak. Jas itu akan selesai Sabtu malam. Diana—biru laut dan dibuat dengan sangat modis. “kita akan membujuk Ibu untuk memintanya pada Marilla.

Miss Barry. Aku sungguh berharap Julia Bell bisa melihat ini—dia sungguh angkuh dengan ruang tamu ibunya.berawan. dan Anne berjalan cepat melintasi anak sungai dan menyusuri jalan melalui pepohonan fir menuju ke Orchard Slope. betapa sudah dewasanya kau! Kukatakan. “Bukankah ini persis seperti istana?” bisik Diana.” Itu merupakan rumah besar yang benar-benar tua dan bagus. Setelah sarapan topi baru yang bergaya dan jaket dikenakan. Anne telah berpakaian saat Matthew menyalakan api dan telah menyiapkan sarapan ketika Marilla turun. Terkadang jalan itu melalui hutan di mana pepohonan maple mulai menggantung panji-panji berwarna merah tua. tapi kemana pun jalan itu pergi ada banyak daya tarik untuk dibahas.” “Sebenarnya aku tak tahu. “Aku tak pernah masuk ke rumah Aunt Josephine sebelumnya. Miss Barry menemui mereka di pintu dengan mata hitam tajamnya yang bersinar-sinar. terkadang jalan itu menyeberangi sungai di atas jembatan sampai membuat tubuh Anne ngeri karena takut setengah-gembira yang sudah tak asing lagi.” Rumah Miss Barry dilengkapi dengan “keindahan yang hebat. Barry dan Diana sedang menunggunya.” sahut Anne berseri-seri. Udaranya segara dan kering. “Jadi akhirnya kau datang untuk menemuiku. kau lebih tinggi dariku. Tapi aku berani bilang kau tahu itu tanpa harus diberitahu. “Aku tahu aku tak terlalu berbintik-bintik seperti dulu. Saat itu hampir tengah hari ketika mereka tiba di kota dan mengetahui jalan ke “Beechwood.” 190 . dan aku tak tahu rumahnya sangat mewah. dan segera mereka sudah berada di jalan. dan kabut asap-biru tipis bergulung melewati lembah-lembah dan hanyut dari bebukitan. Aku sangat senang menurutmu ada. terkadang jalan itu memutar sepanjang pantai pelabuhan dan dilewati oleh sekelompok kecil gubuk untuk memancing yang berwarna kelabucuaca. jadi aku harus banyak bersyukur karenanya. Kedua gadis kecil desa itu agak malu dengan keindahan ruang tamu di mana Miss Barry meninggalkan mereka ketika dia akan memeriksa persiapan makan malam. tapi di pihaknya sendiri merasa terlalu gembira untuk makan. Dan kau juga tampak jauh lebih baik dari yang dulu. nak. lagi-lagi jalan itu menaiki bukit dari mana tampak sapuan jauh dari garis lengkung dataran tinggi atau langit biru-berkabut. Itu perjalanan yang panjang.” seperti yang kemudian Anne ceritakan pada Marilla.” ujarnya. “Ya ampun. kau gadis-Anne. dipindahkan ke belakang dari jalan dalam pengasingan pepohonan elm yang hijau dan pepohonan beech yang bercabang. Tuan. sebuah tanda bahwa Diana juga sudah bangun. tapi Anne dan Diana menikmati setiap menit darinya. tapi aku sungguh tak berani berharap ada peningkatan lainnya. Melalui celah pepohonan selarik cahaya bersinar di loteng barat di Orchard Slope. Sangat menyenangkan bicara terus menerus sepanjang jalanan yang lembab di awal pagi sinar matahari merah yang bergerak pelan melintasi ladang yang telah dipanen.

Dan aku senang bahwa aku merasa senang.” Persinggahan mereka di kota adalah sesuatu yang Anne dan Diana nantinantikan selama bertahun-tahun. dan aku merasa yakin tak ada guna menceritakan itu padanya. “dan gorden sutra! Aku telah mengimpikan hal-hal seperti ini.” cerita Anne pada Marilla kemudian. Lynde menjadi juara pertama untuk mentega dan keju buatan sendiri. Lynde ada di sana hari itu. Diana bilang menurutnya menggelikan bagi seorang pengawas sekolah-Minggu menjadi juara untuk babi. Ada banyak sekali benda di ruangan ini dan semuanya sangat bagus sampai-sampai tak ada kesempatan untuk berkhayal. Selalu salah melakukan sesuatu yang tak bisa kau ceritakan pada istri pendeta. Allan. Itu membuatku merasa sungguh amat tak penting. Dan aku senang sekali aku tak bertaruh. karena pacuan kuda ITU sangat menarik. Ada ribuan orang di sana. dan aku tak pernah tahu seberapa besar aku benarbenar menyukainya sampai aku melihat wajahnya yang akrab di antara orangorang asing itu. “Pameran itu bagus sekali. aku tak harus sering pergi ke pacuan kuda.“Karpet beledu. berpikir itu tugasnya untuk melarang dengan memberikan contoh yang baik dengan tidak menghadiri. Sebagus kesadaran tambahan untuk menjadikan istri pendeta sebagai temanmu. Lynde. Nyonya. Tapi ada banyak sekali orang di sana aku tak yakin akan ada yang memperhatikan ketidakhadiran Nyonya. kan? Nyonya. Marilla. tapi aku menolak untuk bertaruh. Aku benar-benar tak tahu bagian yang mana yang paling menarik. karena kuda merah itu BENAR-BENAR menang. tapi aku tak tahu kenapa. katanya pacuan kuda itu hal yang dibenci dan. karena aku ingin menceritakan semua hal pada Nyonya. dan Nyonya. Diana menjadi sangat heboh sampai-sampai dia mengajakku bertaruh sepuluh sen bahwa kuda merah yang akan menang. Josie Pye menjadi juara pertama dalam merajut renda. Clara Louise MacPherson mendapat hadiah dalam melukis. Marilla. Apa kau tahu? Katanya dia akan selalu memikirkan itu setelah ini ketika dia berdoa dengan sungguh-sungguh. Dari awal hingga akhir persinggahan itu penuh dengan kegembiraan. Harmon Andrews menjadi juara kedua untuk apel Gravenstein dan Tuan. 191 . Itu suatu hiburan ketika kau miskin—ada banyak sekali hal yang bisa kau khayalkan. dia adalah anggota jemaat gereja. Walaupun. Dan Miss Barry membawa kami ke tribune untuk melihat pacuan kuda. Aku tak yakin kuda itu yang akan menang. Kupikir aku paling suka kuda-kuda. ya kan. “Aku tak pernah membayangkan sesuatu yang sangat menarik. Bell juara pertama untuk babi.” desah Anne menikmati. Jadi Avonlea diwakili dengan cukup bagus. karena itu menunjukkan aku mengalami peningkatan. Lynde tak mau pergi. Tapi apa kau tahu bagaimana pun aku tak yakin aku merasa nyaman dengan semua ini. bungabunga dan pekerjaan jahitan indah. Diana. Pada Hari Rabu Miss Barry membawa mereka ke daerah Pameran dan menahan mereka di sana seharian. kupikir. ketika aku bisa senang untuk keberhasilan Josie? Tuan. Aku benar-benar senang dia jadi juara.

Sesuatu yang sangat kau inginkan ketika kau kecil tampak tak separuh pun sangat menakjubkan ketika kau mendapatkannya. Aku sangat menyesal ketika semuanya usai. tapi sebagai kegiatan tetap aku lebih suka 192 . tapi aku tak terlalu mempedulikan seorang pun di antara mereka. Itu sebuah kamar yang elegan. Kau membayarnya sepuluh sen lalu seekor burung kecil memilihkan peruntungan untukmu. Ia bilang menurutnya kalau kami pergi ke restoran di seberang jalan dan makan es krim mungkin itu akan membantu. Madame Selitsky benar-benar sangat cantik. dan aku mulai menyadarinya. Aku merasa seperti berlari ketika aku memandangi bintang-bintang. Air mata merebak di mataku. Kami melihat seorang pria naik ke atas dalam sebuah balon. Tapi ketika dia mulai bernyanyi aku tak pernah memikirkan hal lain. itu terlalu sulit untuk dilukiskan. Oh.dan aku akan kehilangan sepuluh sen. Marilla. dan mengenakan satin putih dan berlian. oh. tapi bagaimana pun juga tidur di kamar tamu tak seperti yang pernah kubayangkan. Miss Barry memberi Diana dan aku masing-masing sepuluh sen untuk mengetahui peruntungan kami. itu hari yang tak kan-pernah-terlupakan. Jadi kau lihat bahwa kebaikan itu adalah ganjarannya sendiri. dan sangat menyenangkan dan boros duduk di sana makan es krim pada jam sebelas malam. Bagi Anne malam itu merupakan impian kegembiraan yang megah. Itu kedengaran sangat menjemukan. Aku hanya duduk membisu karena terpesona. aku tak bisa kuungkapkan padamu bagaimana rasanya. tapi. Marilla. Miss Barry menempatkan kami di kamar tamu. Diana bilang dia yakin dia dilahirkan untuk kehidupan kota. Sangat menyenangkan sekali-kali makan es krim di sebuah restoran keren pada jam sebelas malam. Marilla. Itu merupakan kegiatan untuk merencanakan berbagai hal. Es krim itu memang lezat. Miss Barry tanya apa pendapatku. tapi yang membuatku terkejut itu memang benar membantu. dimana seorang primadona yang terkenal akan bernyanyi. dan pada malam harinya Miss Barry membawa mereka ke sebuah konser di Academy of Music (Musik Akademi). Oh. bahwa aku tidak dilahirkan untuk kehidupan kota dan bahwa aku senang karenanya. itu akan sangat menggetarkan hati. Marilla. tapi kubilang aku harus memikirkannya dengan sangat serius sebelum aku bisa mengatakan padanya apa sebenarnya yang kupikirkan. Aku melihat dengan hati-hati pada semua pria berkulit gelap yang kulihat setelah itu. Aku sangat kelelahan sampai tak bisa tidur malamnya. Aku akan suka naik ke atas dalam balon. Peruntunganku adalah bahwa aku akan menikah dengan seorang pria berparas-gelap yang sangat kaya.” Hari Kamis gadis-gadis itu pergi ke taman. Dan aku sampai pada kseimpulan. dan aku akan pergi menyeberangi perairan untuk bertempat tinggal. Marilla. sepertinya itu air mata kebahagiaan. Itu hal terburuk karena tumbuh dewasa. Tapi kelihatannya tak kan pernah sulit lagi bagiku untuk menjadi baik. dan kami melihat seorang pria menjual peruntungan. dan bilang pada Miss Barry aku tak tahu bagaimana akan kembali ke kehidupan biasa lagi. aku sangat gembira bahkan sampai tak bisa bicara. “Oh. Marilla. sesuai janji. jadi mungkin kau tahu seperti apa rasanya. dan bagaimana pun juga kurasa saat ini masih terlalu dini untuk berhati-hati terhadapnya. Jadi aku memikirkannya setelah berada di tempat tidur.

karena tak ada jiwajiwa muda yang bersemangat itu. Aku bilang begitu pada Miss Barry saat sarapan keesokan paginya dan ia tertawa. dan manisnya mata dan bibirnya.” ujar Miss Barry. Tapi ia wanita yang paling ramah dan memperlakukan kami dengan meriah. Tapi Miss Barry merasa dirinya lebih sedikit memikirkan cara bicara Anne yang menarik perhatian daripada semangat tingginya yang segar. Miss Barry memang biasa tertawa pada apa pun yang kukatakan. ketika ia mengucapkan selamat tinggal. “Kupikir Marilla Cuthbert sangat tolol ketika kudengar dia mengadopsi seorang anak perempuan dari sebuah panti asuhan. “Dan kau. Marilla. dan tak pernah terlalu peduli pada orang lain kecuali dirinya sendiri. bebukitan Avonlea menjadi gelap 193 . dan karenanya dia sangat disayangi oleh wanita tua itu. tertidur nyenyak.” Hari Jumat menyebabkan tibanya saat-pulang. karena aku tidak sedang mencoba untuk melucu. emosinya yang blak-blakan. Kemudian ia masuk kembali ke dalam rumah besarnya dengan mendesah. yang dengan menurutkan kata hati merangkulkan tangannya ke leher wanita tua itu dan menciumi pipinya yang keriput. tapi semacam kepastian bahkan dalam tidurku bahwa bintang-bintang bersinar di luar dan bahwa angin bertiup di sela pepohonan fir melintasi anak sungai.” sahut Anne. Kalau aku punya seorang anak seperti Anne di rumah setiap saat aku akan jadi wanita yang lebih baik dan lebih bahagia.berada di loteng timur pada jam sebelas. “tapi bagaimana pun juga kurasa dia tak terlalu keliru.” Anne dan Diana merasa perjalanan pulang sama menyenangkannya dengan perjalanan pergi—sebenarnya. “Well. “Tentu kami telah bersenang-senang. caranya memikat hati. bahkan ketika aku mengatakan sesuatu yang paling sungguh-sungguh. lebih menyenangkan. Di seberangnya. Barry tiba untuk menjemput gadis-gadis itu. kuharap kalian telah bersenang-senang.” sahut Diana. Anne telah menghiburnya. kalau kenyataan harus diungkapkan. dan ia berdiri di berandanya dan mengawasi kereta kuda itu sampai hilang dari pandangan. Miss Barry adalah seorang wanita tua yang agak egois. karena ada kesadaran menggembirakan akan adanya rumah yang menanti di akhir perjalanan. Kupikir aku tak menyukai itu. dan Tuan. gadis-Anne?” “Aku menikmati setiap menit dari saat-saat itu. Tapi Miss Barry senang. Diana tak kan pernah berani melakukan hal seperti itu dan merasa agak terperanjat dengan kebebasan Anne. Saat itu matahari telah terbenam ketika mereka melewati White Sands dan berubah menjadi jalanan pantai. Tampaknya sangat kesepian.” katanya pada diri sendiri. Ia menghargai orang hanya karena mereka dapat membantu atau menghiburnya.

Bergegaslah dan bukalah mantelmu.” Bab XXX – Disusunnya Kelas Queen Marilla meletakkan rajutan di pangkuannya dan bersandar di kursinya.” Setelah makan malam Anne duduk di depan api di antara Matthew dan Marilla.” sahut Marilla. Gelombang-gelombang pecah dengan gemerisik lembut di atas batu karang di bawahnya. mengirimkan kehangatan pijar merahnya ke luar memintasi dinginnya malam musim gugur. melipat rajutannya. aku senang kau telah kembali. 194 . ayam panggang! Kau tak bermaksud untuk bilang kau memasakkannya untukku!” “Ya. “aku bisa mencium segala sesuatu. dan melalui pintu yang terbuka memancar api di perapian. “Kupikir kau akan lapar setelah perjalanan seperti itu dan butuh sesuatu yang benar-benar enak. “Jadi kau sudah kembali?” ujar Marilla. Marilla. karena matanya sudah sangat sering kelelahan karena telah berumur. di mana hidangan makan malam yang panas telah menunggu di meja. Setiap teluk kecil di sepanjang jalan yang berliku merupakan keajaiban riak yang menari. “Oh. bahkan ke jam dinding. “Ya. “dan aku merasa bahwa itu melambangkan suatu masa dalam kehidupanku. dan memberikan laporan lengkap dari kunjungannya pada mereka. dan samar-samar ia berpikir bahwa ia harus berusaha mengganti kaca matanya saat berikutnya ia pergi ke kota.kontras dengan langit yang berwarna kuning-jingga. sangat menyenangkan bisa kembali. Kuakui. Di sini sangat sunyisenyap tanpamu.” ujar Anne bersuka cita. “Aku mengalami waktu yang menyenangkan. tapi menyenangkan bisa bergembira lalu pulang ke rumah.” ujar Anne. Tapi yang terbaik dari itu semua adalah pulang ke rumah. Ketika dia menyeberangi jembatan kayu di atas anak sungai lampu dapur di Green Gables mengedip ramah padanya sebagai tanda selamat datang kembali. Matanya kelelahan. Anne berlari dengan riang gembira menaiki bukit dan masuk ke dapur. dan aku tak pernah menghabiskan empat hari yang lebih lama. aku memang memasakkannya untukmu. Di belakangnya bulan mulai muncul dari laut yang membuat seluruh sinar menjelma menjadi cahayanya. lalu kita akan segera makan begitu Matthew masuk. dan oh. dan ketajaman bau laut sedang sangat segar dan kuat.” dia mengakhiri dengan gembira.

Semua makhluk-makhluk hutan yang mungil—pepohonan paku. dedaunan satin dan crackerberry—telah kesemutan. karena waktu senja yang sempurna di Bulan November telah sampai di Green Gables. Dia sedang membaca. memandang ke dalam pijaran yang penuh kegirangan itu dimana sinar matahari dari seratus musim panas telah disaring dari kayu bakar pohon maple. Puri-puri yang gemerlapan di Spanyol memperoleh bentuknya sendiri karena kabut dan pelangi dalam khayalannya yang hidup. dengan senyuman di bibirnya yang terbuka. Tapi dia selalu mengendalikan pikirannya dengan penuh celaan. “Benarkah? Oh. Anne melekuk gaya-Turki di karpet perapian. tapi bukunya telah jatuh ke lantai. dan mungkin dia melakukan semacam penebusan dosa yang tak disengaja untuk hal ini dengan menjadi lebih tegas dan lebih kritis daripada bila gadis itu kurang disayanginya. Sekarang sangat menyenangkan berada di hutan. Sebenarnya. Marilla menatapnya dengan kelembutan yang tak kan pernah sanggup menampakkan dirinya dalam cahaya yang lebih terang daripada campuran lembut dari kilauan api dan bayangan itu. bermata abu-abu ini dengan kasih sayang benar-benar lebih dalam dan lebih kuat dari sifatnya yang sangat tidak suka menunjukkan perasaannya. “Anne. dan satu-satunya cahaya di dapur datang dari kobaran api merah yang menari-nari di kompor. Ia merasakan kegelisahan bahwa agak berdosa sangat membulatkan tekad terhadap seorang manusia seperti ia telah membulatkan tekadnya terhadap Anne. Marilla? Diana dan aku hanya di sekitar Hutan Angker. “Miss Stacy ke sini tadi sore ketika kau berada di luar rumah dengan Diana. aku sangat menyesal tak berada di rumah. Tapi dia telah belajar untuk mencintai gadis ramping. mengingat apa yang telah diberikannya kepada Marilla. Pastinya Anne sendiri tak tahu betapa Marilla mencintainya. Terkadang dia berpikir dengan sedih bahwa Marilla sangat sulit untuk dapat disenangkan hatinya dan jelas-jelas kurang simpati dan pengertian. Kenapa kau tak memanggilku. Kupikir itu adalah peri abu-abu dengan syal pelangi yang 195 .” Anne kembali dari dunianya yang lain dengan terkejut dan helaan napas panjang. dan sekarang dia bermimpi.Saat itu nyaris gelap. Pelajaran dari sebuah cinta yang akan memperlihatkan dirinya dengan mudah dalam kata-kata yang diucapkan dan pandangan yang terbuka adalah satu hal yang tak pernah mampu dipelajari oleh Marilla. cintanya membuatnya takut menjadi terlalu memanjakan.” ujar Marilla kasar. petualangan yang menakjubkan dan memikat terjadi padanya di negeri awan—petualangan yang selalu berakhir dengan jaya dan tak pernah melibatkan dirinya dalam masalah seperti dalam kehidupannya yang sebenarnya itu. persis seolah seseorang telah menyembunyikan mereka sampai musim semi di bawah selimut daun.

Kedengarannya sangat tua dan dewasa. Tak masalah para pemuda itu di tempatnya. sekarang Diana dan aku banyak membicarakan tentang tema-tema yang serius. Kemudian wajahnya bersemu dan dia berteriak: “Oh. Aku bermaksud untuk memberitahumu. Diana tak pernah melupakan omelan ibunya padanya karena mengkhayalkan hantu di Hutan Angker. dengan begitu saat kami berumur dua puluh tahun sifat-sifat kami akan berkembang dengan sepantasnya. Marilla. Nyonya. karena menurutnya mungkin akan lebih mulia menikahi seorang pria jahat. karena saat kami berusia dua puluh tahun sifat-sifat kami akan berkembang dan pondasi itu dipersiapkan untuk seluruh kehidupan kami di masa yang akan datang. Walaupun Diana belum benar-benar membulatkan tekadnya. Miss Stacy memergokiku sedang membaca Ben Hur di sekolah kemarin sore ketika seharusnya aku sedang belajar sejarah Kanada. Kami merasa jauh lebih dewasa dari sebelumnya sampai tak cocok membicarakan masalah-masalah yang kekanakan. aku tahu apa yang dikatakannya. dan mengatakan itu pada kami. Sungguh sangat mengerikan membayangkan berusia dua puluh tahun. Marilla. gagah. Jane Andrews yang meminjamkannya padaku. Aku tanya pada Ruby Gillis kenapa Myrtle dikutuk. Diana dan aku membicarakan masalah itu sepanjang jalan pulang dari sekolah. Kami merasa sangat sungguh-sungguh. Lynde bilang Myrtle Bell adalah makhluk terkutuk. tapi aku lupa. Miss Stacy membawa kami semua gadis-gadis yang sedang dalam masa remaja turun ke anak sungai Rabu yang lalu. Dan ia bilang kalau pondasinya rapuh kami tak kan pernah bisa membangun apa pun yang benar-benar bermanfaat di atasnya. dan biadab lalu mengubahnya menjadi lebih baik. kalau saja kau memberiku kesempatan untuk menyela. Hampir berumur empat belas tahun merupakan hal yang serius. dan Ruby bilang dia tebak itu karena pemudanya tak setia kepadanya. Tapi kenapa Miss Stacy ke sini tadi sore?” “Itu yang mau kukatakan padamu. Ruby Gillis tak memikirkan apa pun kecuali para pemuda.” “Tentangku?” Anne tampak agak takut. Kau tahu. Walaupun. Aku sedang membacanya pada jam makan malam. Marilla. ya kan? Diana dan aku sedang merencanakan dengan sungguhsungguh untuk saling berjanji bahwa kami tak kan pernah menikah melainkan jadi perawan tua yang manis dan hidup bersama selamanya. Itu berefek sangat buruk pada imajinasi Diana. Dan kami telah memutuskan akan mencoba untuk benar-benar sangat berhati-hati. dan semakin dia dewasa maka semakin parah. jujur aku sungguh-sungguh. Itu membinasakannya. Marilla. tapi bukan untuk diseret ke dalam semua hal. Dia membicarakanmu. Anne. dan baru saja sampai pada 196 . Diana tak kan bicara banyak tentang itu.datang dengan berjinjit sepanjang malam terang bulan yang lalu dan melakukannya. Katanya kami tak boleh terlalu hati-hati apa kebiasaan yang telah kami bentuk dan cita-cita apa yang telah kami capai pada masa remaja kami. mempelajari semua yang kami mampu dan menjadi sebijaksana mungkin. membentuk kebiasaan yang pantas dihormati.

Aku shock. bahwa apa yang telah kulakukan adalah suatu kebohongan. bagaimana bisa kau sebut Ben Hur sebuah novel sementara itu adalah sebuah buku yang benar-benar sangat religi?” sanggah Anne. lalu aku berusaha melakukan penebusan dosa dengan tak terlalu melihat Ben Hur selama seminggu penuh. Kau tak berhak membawa buku cerita ke sekolah. Dan sekarang aku tak pernah membaca SATU buku PUN kalau tidak Miss Stacy atau Nyonya. Aku tak keberatan berjanji untuk tak lagi membaca buku yang seperti itu.” “Oh. Tapi Miss Stacy bilang ia tak kan mewajibkannya. terutama ketika kudengar Josie Pye terkikik-kikik. tapi kemudian ia tak pernah berkata sepatah kata pun. Anne. Ia bilang aku sudah sangat bersalah dalam dua hal. Aku sangat asyik dengan buku itu sampai aku tak pernah tahu Miss Stacy datang berjalan di jalur tempat duduk sampai tiba-tiba aku mendongak ke atas dan di sana Miss Stacy sedang menunduk menatapku. dan. Allan berpendapat itu adalah buku yang tepat untuk dibaca seorang gadis berusia tiga belas tiga per empat tahun. buku itu sangat menarik dan menyeramkan. Miss Stacy menyuruhku berjanji begitu. Kau tahu. Tapi Miss Stacy bilang itu buku yang tolol sekali. aku sudah menghabiskan waktu yang seharusnya kugunakan untuk belajar. tidak berfaedah. dan aku membacanya hanya pada hari-hari kerja. Pertama. Suatu hari ia memergokiku sedang membaca sebuah buku berjudul. karena keadilannya akan tak puitis jika dia tak menang—jadi aku membentangkan sejarah itu dalam keadaan terbuka di atas penutup mejaku dan kemudian menyelipkan Ben Hur di antara meja dan lututku. Marilla. bahkan tidak untuk melihat bagaimana akhir dari perlombaan kereta kuda perang. Buku itu membuat darah di pembuluh darahku membeku. sementara selama ini aku bersuka ria dengan Ben Hur. dan ia memintaku untuk tidak lagi membaca buku itu atau yang sejenisnya. “Tentu saja buku itu agak terlalu mengasyikkan sebagai bacaan yang tepat untuk Hari Minggu. Aku menangis sejadi-jadinya. The Lurid Mystery of the Haunted Hall (Misteri Menakutkan Sebuah Gedung Berhantu). Aku benar-benar heboh ingin mengetahui bagaimana akhirnya—meskipun aku merasa yakin Ben Hur pasti menang. Ia menahanku pada waktu istirahat dan bicara denganku. dan hanya rasa bersalahmu lah yang menjadi masalahmu. dan minta Miss Stacy untuk memaafkanku dan aku tak kan pernah melakukan hal seperti itu lagi. dan ia telah memaafkanku tanpa syarat.perlombaan kereta kuda perang ketika sekolah masuk. tapi MENDERITA SEKALI mengembalikan buku itu tanpa mengetahui bagaimana 197 . Marilla. aku benarbenar terlihat seolah sedang belajar sejarah Kanada. Itu buku yang dipinjamkan oleh Ruby Gillis untukku. sangat seperti-penuh celaan. Jadi bagaimana pun kupikir ia sangat tak baik pergi ke sini bertemu denganmu untuk masalah itu. oh. Ketika aku gadis aku tak diperbolehkan banyak melihat sebuah novel. Aku tak pernah sadar sampai saat itu. aku telah memperdayai guruku untuk mencoba terlihat sedang membaca sejarah ketika sebenarnya aku membaca buku cerita.” “Miss Stacy tak pernah menyinggung hal seperti itu padaku. Tak bisa kuungkapkan padamu betapa malunya aku. Marilla. dan kedua. Bagaimana pun juga kau membaca terlalu banyak novel sekarang. Miss Stacy membawa Ben Hur.

aku sungguh mau mendengarnya. terima kasih. Ia berniat memberi mereka pelajaran tambahan selama satu jam sepulang sekolah. tapi aku benar-benar sedang mencoba untuk mengatasinya. namun kalau saja kau tahu berapa banyak hal yang ingin kukatakan dan tidak. Marilla. “Kulihat kau sama sekali tak mau mendengar apa yang telah dikatakan Miss Stacy. apa yang kau bisa lakukan ketika kau benar-benar ingin sekali menyenangkan seseorang yang tertentu. Please beritahu aku.” “Oh. Anne.” “Well. tentu saja. dan memang sebaiknya itu dipersiapkan. Tapi tidakkah itu akan sangat mahal? Tuan.” ujar Marilla. Marilla. dan Prissy bukan orang bodoh dalam geometri. Jadi kau boleh bergabung dalam kelas Queen kalau kau mau.” “Well. “Aku amat sangat berterima kasih padamu dan Matthew. Anne? Apa kau mau ke kelas Queen dan dipandang sebagai seorang guru?” “Oh. Miss Stacy mau mengorganisir sebuah kelas di antara murid-muridnya yang seudah lebih maju yang bermaksud belajar untuk ujian masuk ke kelas Queen. Pendapatmu sendiri bagaimana. Dan aku akan belajar sekeras yang aku bisa dan melakukan yang paling terbaik untuk menjadi kebanggaanmu. kau pasti akan mempercayainya. Aku percaya pada gadis yang terbiasa mencari nafkahnya sendiri apakah sesungguhnya dia perlu melakukannya atau tidak. Kau lebih tertarik pada suara dari lidahmu sendiri daripada yang lain.akhirnya. kurasa aku akan menyalakan lampu dan mulai bekerja. Tapi aku tak mengatakan apa pun tentang itu. Andrews bilang ia menghabiskan biaya sebesar 150 dolar untuk menyelesaikan Prissy. Marilla!” Anne menegakkan lututnya dan menggenggam tangannya. Marilla. Aku tahu aku bicara terlalu banyak. Itu sangat menakjubkan. Saat Matthew dan aku mengambilmu untuk dididik kami telah memutuskan untuk melakukan yang terbaik yang kami bisa untukmu dan memberimu pendidikan yang bagus.” jerit Anne menyesal. Kau akan selalu punya rumah di Green Gables selasa Matthew dan aku ada di sini. Dan ia datang untuk bertanya pada Matthew dan aku apa kami akan mengijinkanmu bergabung di dalamnya. “Telah jadi impian hidupku—itu. “Aku tak kan bicara lagi—tak sepatah pun.” “Kurasa kau tak perlu mengkhawatirkan bagian dari masalah itu. Tapi rasa sayangku pada Miss Stacy menahan ujian itu dan aku melakukannya. Aku 198 .” Anne melingkarkan tangannya di pinggang Marilla dan memandangi wajahnya dengan sungguh-sungguh. tapi tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di dunia yang tak pasti ini. selama enam bulan terakhir. Marilla. dan meskipun aku bicara jauh terlalu banyak. sejak saat Ruby dan Jane mulai membicarakan belajar untuk Penerimaan.” “Oh. karena kurasa itu akan percuma sama sekali. Aku akan suka menjadi seorang guru.

Charlie Sloane. Marilla? Menurutku itu adalah profesi yang mulia sekali.” Tak pernah-pernah Marilla bilang pada Anne persis seperti apa yang dikatakan oleh Miss Stacy tentangnya.” ujarnya malam itu dengan penuh kesedihan. Diana Barry tidak. Ruby bilang dia hanya akan mengajar selama dua tahun setelah dia selesai. saat kulihat Diana keluar sendirian.” ujar Anne bahagia. Marilla. Itulah puncak cita-cita mereka. Tapi kita tak bisa membuat sesuatu sempurna di dunia yang tak sempurna ini. Tuan. Lynde bukanlah orang yang persis menyenangkan. dan dia cepatcepat menarik diri ke belakang halaman grammar Latinnya yang terangkat untuk menyembunyikan air mata di matana. Anne Shirley. oh. Jane dan Ruby baru akan belajar untuk jadi guru. Aku akan menyebutnya sebuah tujuan yang bermanfaat untuk keinginan menjadi seorang guru seperti Miss Stacy. Ruby Gillis. Tapi baik untuk mulai pada waktunya dan mengerti dasar-dasar sepenuhnya.” Kelas Queen itu diorganisir pada waktu yang semestinya. Lynde. kau juga kan. dia dan Diana terpisah dalam apa pun. Tak pernah. Dan kupikir kelas Queen akan amat sangat menarik. dan kemudian dia berniat untuk menikah. “Kupikir betapa menyenangkan jadinya kalau saja Diana ikut belajar untuk Penerimaan juga. Hanya saja ia bilang pertama kita harus meyakinkan bahwa itu adalah tujuan yang bermanfaat. seperti kata Nyonya. Jane Andrews. Anne tak kan membiarkan Gilbert Blythe atau Josie Pye melihat air mata itu. Kau belum akan siap untuk mencoba Penerimaan selama satu setengah tahun. Josie Pye. Terkadang Nyonya. tapi tak disangsikan ia mengatakan sangat banyak hal yang benar sekali. kata Miss Stacy. tak kan 199 .” “Aku berani bilang kau akan maju dengan cukup baik.” “Sekarang aku akan lebih mencurahkan perhatian pada pendidikanku. tapi kupikir aku bisa bertahan dalam hal yang lain kalau aku bekerja keras. untuk berjalan pulang sendirian melewati Birch Path dan Violet Vale. Kau tak perlu repot membunuh dirimu dengan keterlaluan dengan buku-bukumu. hal itu pasti akan memanjakan sifat berlagak. Sebuah gumpalan muncul di tenggorokannya. Allan dalam khotbahnya hari Minggu lalu. Jane bilang dia akan mengabdikan seluruh hidupnya untuk mengajar. sejak malam di saat Minnie May sakit batuk disertai asma. dan Moody Spurgeon MacPherson bergabung di dalamnya. Miss Stacy bilang kau cerdas dan rajin. “Tapi. Gilbert Blythe. aku benar-benar merasa bahwa aku telah merasakan getitnya kematian. karena orang tuanya tak berniat mengirimnya ke kelas Queen. Pada malam ketika pertama kalinya kelas Queen tinggal di sekolah untuk pelajaran tambahan dan Anne melihat Diana keluar perlahan dengan yang lain. seperti yang dikatakan Tuan.memperingatkanmu untuk tak berharap banyak mengenai geometri. Kelihatannya ini benar-benar merupakan malapetaka bagi Anne. “karena aku punya satu tujuan dalam hidup. dan tak kan pernah. Allan bilang setiap orang harus punya tujuan dalam hidup dan mengejarnya dengan sungguhsungguh. itu semua kenangan yang bisa menahannya tetap duduk dan tidak menuruti kata hati untuk berlari mengejar sahabat karibnya. Tak perlu terges-gesa.

Dia bicara dan bersenda gurau dengan gadis-gadis lain. dan mata birunya yang kecil. Ada persaingan terang-terangan di antara Gilbert dan Anne sekarang. Aku menduga Jane bicara berdasarkan pengalaman yang menyedihkan. Tapi mungkin dia akan tampak lebih cerdik pandai ketika tumbuh dewasa. saling bertukar buku dan puzzle dengan mereka. dan lebih jahat daripada skimming kedua. Tiba-tiba. Sejak hari di dekat kolam saat dia menolak mendengarkan permohonan maafnya. dan bahwa jika dia punya kesempatan saat di Lake of Shining Waters lagi dia akan menjawab dengan sangat berbeda. tapi seorang suami tak kan membayar apa pun untukmu. karena keluarga Sloane semuanya adalah orang-orang yang jujur.pernah menikah. dan hanya bangsat yang berhasil dalam politik sekarang ini. karena dia tak kan harus mendapat penghasilan sendiri. Gilbert. membahas pelajaran dan rencana. tapi sungguh bayangan Moody Spurgeon menjadi seorang pendeta membuatku tertawa. Josie Pye bilang dia baru akan pergi ke perguruan tinggi bidang pendidikan.” sahut Anne dengan menghina. dan telinganya yang menonjol seperti kepakan. dan berkata dengan marah jika kau minta bagian dari telur dan uang mentega. Jauh di dalam hatinya yang keras. tapi kata Nyonya. Anggota lain di kelas diam-diam mengakui keunggulan mereka. Sebelumnya persaingan itu lebih ke sebelah pihak. Lynde bilang ayahnya adalah orang tua yang benar-benar aneh. Moody Spurgeon akan menjadi seorang pendeta. menyediakan untuk yang tersebut tadi persaingan yang telah ditetapkan. melihat Anne sedang membuka Caesar-nya. Nyonya. seperti yang tampak. hati kecil yang feminin dia tahu bahwa dia sungguh peduli. Dia adalah musuh yang berjasa untuk diri Anne yang seperti baja. Marilla. dan Anne tahu bahwa tak menyenangkan dianggap tak ada. Charlie Sloane bilang dia akan terjun ke politik dan menjadi anggota Parlemen. Lynde bilang dia tak bisa jadi sesuatu yang lain dengan nama seperti itu untuk perbuatan yang sesuai. karena Nyonya. Dia anak laki-laki yang benar-benar tampak-lucu dengan wajah gemuk besar itu. karena kau digaji untuk mengajar. katanya tentu saja itu berbeda dengan anak yatim yang hidup dengan derma—MEREKA harus semangat.” “Gilbert Blythe akan jadi apa?” tanya Marilla. dia menyadari bahwa kekesalannya dulu pada 200 . Sia-sia dia berkata pada dirinya sendiri dengan menegakkan kepala bahwa dia tak peduli. Lynde dia tak kan pernah sukses di bidang itu. dan tak pernah bermimpi untuk bersaing dengan mereka. tapi tak diragukan lagi bahwa Gilbert ditetapkan sebagai juara di kelas sebagaimana juga Anne. Kuharap ini bukan kenakalanku. “Kebetulan saja aku tak tahu apa cita-citanya dalam hidup—kalau pun dia punya. Tapi Anne Shirley benar-benar dianggapnya tak ada. dan yang diam-diam membuatnya cemas. tak menunjukkan pengakuan apa pun akan adanya Anne Shirley. terkadang berjalan pulang dengan seseorang atau yang lain dari pertemuan doa atau Debating Klub.

Bahkan Anne dan Gilbert ketinggalan dan bertambah acuh tak acuh. nyaris sebelum Anne menyadarinya. “Tapi kalian telah belajar dengan baik tahun yang lalu ini. Sia-sia dia mengingat kembali setiap kejadian dan emosi dari peristiwa yang patut menjadi kenang-kenangan itu dan mencoba untuk merasakan kemarahan dulu yang menyenangkan itu. dan tak sepantasnya. Pengajar dan yang diajar sama saja gembira ketika masa belajar telah usai dan hari-hari liburan yang menyenangkan terbentang penuh harapan di depan mereka.Gilbert telah lenyap—lenyap tepat saat dia sangat membutuhkan tenaga yang tak ada habisnya. Tapi itu sudah terlambat. terus menerus. dengan sangat sukses sampai Gilbert. buku yang menyenangkan untuk dibaca. Itu akan menjadi pertarungan sengit. Sebaliknya musim dingin berlalu dalam serentetan tugas yang menyenangkan dan belajar. lagu-lagu baru untuk dilatih untuk paduan suara sekolah-Minggu. 201 .” “Apakah anda akan kembali tahun depan. Bagi Anne hari-hari berlalu bagaikan manik-manik keemasan pada kalung tahun. Kemudian belajar menjadi agak sedikit menjemukan. melihat keluar dari jendela dengan murung dan mengetahui bahwa kata kerja Bahasa Latin dan latihanlatihan Bahasa Prancis telah kehilangan semangat keras yang mereka miliki pada bulan-bulan musim dingin yang segar dan kering.” kata Miss Stacy pada mereka pada malam terakhir. di sana ada pelajaran untuk dipelajari dan penghargaan untuk diraih. Allan. yang tertinggal di sekolah sementara yang lain berpencar ke jalanan hijau. Dan setidaknya tidak Gilbert atau pun yang lain. Hari di dekat kolam itu telah menjadi saksi kedipan terakhirnya yang tak tetap. dengan tanpa belas kasihan. Anne sadar bahwa dia telah memaafkan dan melupakan tanpa menyadarinya. Milikilah waktu terbaik yang kalian bisa di dunia luar-ruangan dan simpanlah kesehatan. jalan pintas hutan yang rindang dan jalanan kecil padang rumput. kelas Queen. tertarik. dan kemudian. kalian tahu—tahun terakhir sebelum Penerimaan. Dia bahagia. “dan kalian berhak mendapatkan liburan yang menyenangkan. sore Sabtu yang menyenangkan di rumah pendeta dengan Nyonya. yang boleh jadi tidak begitu acuh-tak-acuh sama sekali seperti yang tampak. bahkan tidak juga Diana.” dan boleh dibilang sekarang ini dia telah melakukannya. tak bisa menghibur dirinya sendiri dengan keyakinan bahwa Anne merasakan cemoohannya yang dimaksudkan untuk balas dendam. musim semi telah tiba lagi di Green Gables dan seluruh dunia berbunga sekali lagi. akan curiga betapa menyesalnya dia dan betapa dia sangat berharap dia tak begitu sombong dan mengerikan! Dia memutuskan untuk “menyelubungi perasaannya dalam kelupaan yang paling dalam. kekuatan dan cita-cita dalam persediaan yang memadai untuk membantu kalian di tahun berikutnya. bergairah. Satu-satunya hiburan jelek yang dirasakannya adalah bahwa Anne mengejek Charlie Sloane. Miss Stacy?” tanya Josie Pye. riang gembira.

dengan mata berbinar. menguncinya. Katanya aku benar-benar terus memanjang ke kaki dan mata.” “Hore!” sahut Moody Spurgeon. kemudian itu tak kan cocok untuk mempercayai peri-peri. Kelas Queen merasa tegang sekali menyimak jawaban darinya dengan menahan napas. Barry bilang bahwa suatu malam ia akan membawa Diana dan aku ke Hotel White 202 . karena mungkin ini musim panas terakhir aku akan jadi seorang gadis kecil. bahkan ketika huruf-huruf NYA diganti. “Aku sudah belajar sekeras mungkin sepanjang masa belajar dan sudah mempelajari geometri dengan rajin sampai aku tahu luar kepala setiap rumus dalam buku pertama. “aku berencana untuk beralih ke sekolah lain.” sahut Miss Stacy. “Stacy sayang.” Ketika Anne sampai di rumah malam itu dia mengatur semua buku pelajarannya dalam sebuah peti tua di loteng. dan melempar kunci itu ke dalam kotak selimut. Aku benar-benar jemu dengan semua hal yang masuk akal dan aku akan membiarkan imajinasiku merajalela selama musim panas. kau tak perlu terkejut. jadi aku akan mempercayai mereka dengan sepenuh hatiku musim panas ini. kurasa aku akan kembali. tak seorang pun dari mereka akan berani menanyakan itu pada Miss Stacy. Tapi aku ingin melewati waktu yang benar-benar menyenangkan dan gembira musim panas ini. Terus terang. Aku tak yakin bisa sampai hati melanjutkan pendidikanku sama sekali kalau guru lain yang datang ke sini. Aku takut. Marilla. Dan saat aku memakai rok yang lebih panjang aku akan merasa bahwa aku harus berbuat sesusai dengan rok itu dan menjadi berwibawa sekali. tapi aku telah memutuskan untuk kembali ke Avonlea. Sebelumnya Moody Spurgeon tak pernah terpengaruh oleh perasaannya. aku sangat senang. “Aku bahkan tak akan melihat ke buku-buku pelajaranku saat liburan. karena suatu waktu ada rumor mengejutkan yang beredar bebas di sekolah bahwa Miss Stacy tak akan kembali tahun depan—bahwa ia telah ditawarkan sebuah jabatan di sekolah dasar daerahnya sendiri dan bermaksud untuk menerimanya. Dan Nyonya. Oh. aku bertambah semakin tertarik dengan murid-muridku di sini sampai aku merasa tak dapat meninggalkan mereka. Aku hanya akan membiarkannya merajalela dalam batasan yang logis.” kata pada Marilla. Kupikir kami akan mengalami liburan yang sangat meriah. Jadi aku akan tetap di sini dan membantu kalian. “Ya.” ujar Anne.Josie Pye tak pernah keberatan untuk bertanya. akan benar-benar mengerikan bila kau tak kembali. Lynde bilang bahwa kalau tahun depan aku tetap bertambah tinggi seperti di tahun ini maka aku harus memakai rok yang lebih panjang. “Oh. dan selama seminggu wajahnya bersemu dengan tak enak setiap saat dia membayangkan hal itu. Nyonya. tapi semuanya ingin. Ruby Gillis akan segera mengadakan pesta ulang tahun dan bulan depan ada piknik sekolah-Minggu dan konser penginjil. dalam hal ini semua murid lain di kelas merasa berterima kasih padanya.

Sands dan makan malam di sana. Dokter bilang dia harus berhati-hati untuk menghindari kehebohan. “Tuhan. Marilla. Marilla Cuthbert akan hidup untuk menyesali langkah yang diambilnya. Aku tak termasuk orang-orang yang seperti itu. Thomas. akankah aku lupa kemarahannya itu! Ketika aku pulang malam itu aku bilang pada Thomas. Itu cukup mudah. Rachel.” “Tak pernah terpikir olehku dia akan berubah dengan sangat baik hari pertama aku di sini tiga tahun yang lalu itu. “dan sekarang dia benar-benar stabil dan dapat diandalkan. tapi dia telah mengatasinya dan sekarang aku tak akan takut mempercayainya dalam hal apa pun. Jane bilang itu adalah pandangan sekilasnya yang pertama dalam kehidupan golongan atas dan dia tak kan pernah melupakannya sampai hari kematiannya. Rachel. kubilang. bunga-bunga dan semua tamu wanita dalam busana yang sangat cantik. Rachel. Jane Andrews berada di sana sekali musim panas yang lalu dan katanya itu merupakan pemandangan yang mempesona melihat lampu-lampu listrik. ‘Catat kata-kataku.” sahut Marilla. Kau tahu. Kau akan tinggal sampai saatnya minum teh?” “Well.” “Memang.” ujar Nyonya. “dan aku merasa tak ingin meninggalkannya. yang tak berniat sedikit pun untuk melakukan hal yang lain. “Pasti dia merupakan bantuan besar bagimu.” ujar Nyonya. Oh. “Kuakui Anne telah berubah menjadi seorang gadis yang benar-benar cerdas. Lynde datang keesokan sorenya untuk mengetahui kenapa Marilla tak hadir di pertemuan The Aid pada Hari Kamis. Tidak. Rachel. tapi dia juga tak boleh melakukan pekerjaan yang sangat berat dan sebaiknya kau beritahu Matthew untuk tidak bernapas seperti untuk tidak bekerja. Rachel dan Marilla duduk dengan nyaman di ruang tamu sementara Anne mengambilkan teh dan membuat biskuit panas yang cukup ringan dan putih untuk tahan menghadapi bahkan kritikan Nyonya. aku tak pernah seperti itu. syukur pada Tuhan. mungkin sebaiknya aku. Kemari dan bukalah mantelmu. yang tak pernah bisa digerakkan hatinya untuk mengakui sepenuhnya bahwa mereka telah membuat kesalahan. mereka makan malam di sana pada malam hari. melihatmu begitu mendesak. Nyonya. begitu Marilla menemaninya sampai ke ujung jalan saat matahari terbenam. karena Matthew tak berusaha mencari kehebohan dengan cara apa pun dan tak pernah berusaha melakukannya. Rachel.” jelas Marilla. ya.” aku Nyonya.’ Tapi aku salah dan aku benar-benar senang karenanya. Ketika Marilla tak hadir di pertemuan The Aid orang-orang tahu ada sesuatu yang tidak beres di Green Gables. dia sudah sehat lagi sekarang. tapi dia lebih sering sakit dari pada sebelumnya dan aku mencemaskannya. 203 .” Nyonya. Aku pernah takut dia tak kan dapat mengatasi ketololannya. tinggal. “Matthew mengalami rasa sakit pada jantungnya Hari Kamis.

Marilla tak keberatan dengan tingkah Anne yang seperti gipsi. Hasilnya. Dokter dari Spencervale yang datang pada malam Minnie May menderita batuk disertai asma bertemu dengan Anne di rumah seorang pasien pada suatu sore di awal liburan. menggelengkan kepalanya. dan berkhayal sepuas-puasnya. itulah dia. tapi itu bukannya tak mengherankan. “Oh. Tapi bagaimana pun juga—aku tak mengerti bagaimana tapi saat Anne bersamasama mereka. meskipun aku tak bisa bilang aku sangat suka pada gayaku sendiri yang pucat dan bermata-besar itu. aneh. bersuka ria dengan semua kegembiraan yang ada di Lover’s Lane.Aku sungguh telah salah menilai Anne. Penampilan Ruby Gillis benar-benar mengesankan. kau teman lama yang baik. Tak ada yang membuatnya tak berarti dengan peraturan yang berhasil dengan anak-anak yang lain. seperti Diana Barry dan Ruby Gillis.” Bab XXXI – Tempat Anak Sungai dan Sungai Bertemu Anne melewati musim panasnya yang “bagus” dan menikmatinya dengan sepenuh hati. geometri. Dia berjalan. itulah. Isinya adalah: “Biarkan gadis berambut-merah mu itu tetap di ruangan terbuka sepanjang musim panas dan jangan biarkan dia membaca buku sampai dia mendapat loncatan yang lebih dalam tindakannya. meskipun dia tak separuhnya cantik. karena seorang penyihir anak-anak yang tak diharapkan. yang tak pernah ada di dunia ini. Dia akan jadi seorang gadis yang benar-benar cantik. dengan sebuah langkah yang akan bisa memuaskan dokter dari Spencervale dan hati yang penuh dengan cita-cita dan semangat sekali lagi.” ujarnya begitu dia membawa turun buku-bukunya dari loteng.” Pesan ini membuat Marilla sangat takut. Aku suka lebih semangat dan berwarna. memetik berry. 204 . Dryad’s Bubble. dan mengirimkan sebuah pesan untuk Marilla Cuthbert melalui orang lain. dan ketika Bulan September tiba matanya menjadi cemerlang dan siap siaga. Benar-benar menakjubkan bagaimana dia berkembang lebih baik selama tiga tahun ini. kau pun. Anne mengalami musim panas yang sangat menyenangkan dalam hidupnya selama adanya kebebasan dan kegembiraan. merubah bentuk mulutnya. berdayung. aku senang melihat mukamu yang jujur sekali lagi—ya. Dia dan Diana hampir tinggal di luar rumah. Willowmere dan Victoria Island. dia membuat mereka tampak agak biasa dan berlebihan—sesuatu seperti mereka bunga lily June berwarna putih dia sebut bunga bakung berdampingan dengan peony merah dan besar. Ia membaca jaminan kematian Anne dengan melihat surat itu dan kalau surat itu tak dituruti dengan cermat. kecuali khususnya dalam penampilan. “Aku benar-benar merasa seperti belajar dengan kekuatan penuh. memandanginya dengan tajam.

seperti kata Tuan. dan sekarang aku gembira laksana pria kuat yang akan mengikuti perlombaan.” ujar Marilla acuh tak acuh. tapi syukur pada Tuhan kita tak sampai pada tahap itu di Canada dan ia berharap kita tak pernah akan. kalau dia tak tak melulu 205 . Itu telah membuatku sangat khawatir—pada sore Sabtu. Marilla? Aku menanyakan itu pada Nyonya. Marilla? Kupikir lebih baik kita nikmati saja Tuan. Tidakkah Tuan. Allan Hari Minggu yang lalu. Aku sungguh ingin menjadi baik. kalau ilmu keagamaan mereka masuk akal. ketika aku khusus memikirkan masalah tertentu. Allan atau Miss Stacy aku menginginkannya lebih dari sebelumnya dan aku ingin melakukan persis apa yang bisa membuat kalian senang dan apa yang akan kalian setujui. Allan selagi kita masih memilikinya. apa kau melihatnya. Nah. Katanya mungkin di States ada pendeta perempuan dan ia yakin ada. Kenapa wanita tak boleh jadi pendeta. itulah. karena Rachel sering sangat berpengaruh seperti itu atasku. Ketika harus mempersiapkan pertemuan ramah tamah atau jamuan teh di gereja atau apa pun yang lain untuk mengumpulkan uang wanita harus mulai bekerja dan melakukan pekerjaan itu.” ujar Anne dengan ledakan kepercayaan diri. Lynde aku merasa benar-benar sangat jahat dan seolah aku ingin pergi dan melakukan hal yang memang dikatakannya tak seharusnya kulakukan. “Kalau kau memang seperti itu kurasa aku juga. Lynde bilang setiap hari kemampuannya semakin meningkat dan hal pertama yang kami ketahui satu gereja kota akan langsung mempekerjakannya dan kemudian kita akan ditinggalkan dan harus mulai bekerja untuk melatih pengkhotbah yang belum berpengalaman. Lynde bisa berdoa benar-benar sebagus Pengawas Bell dan aku tak ragu ia juga bisa berkhotbah dengan sedikit latihan. Kupikir wanita bisa jadi pendeta yang bagus. Tapi seringnya saat aku dengan Nyonya. Aku merasakan godaan yang tak tertahankan untuk melakukannya. Tapi aku tak melihat gunanya menemui kesulitan di tengah jalan. Kemudian ia tertawa. menurutmu apa sebabnya aku merasa seperti itu? Apa menurutmu itu karena aku benar-benar buruk dan tak mungkin berubah?” Marilla tampak ragu sejenak. Tak ada seorang punya banyak kesempatan berbuat salah di Avonlea dengan adanya Rachel yang mengawasi mereka. Kalau aku seorang pria kupikir aku akan jadi pendeta. dan pasti menggetarkan hati saat memberikan khotbah yang bagus dan menggerakkan hati para pendengarmu. Mereka bisa punya pengaruh untuk kebajikan. seperti katamu sendiri. Marilla. Tapi aku tak mengerti kenapa.Aku mengalami musim panas yang benar-benar indah. dan saat aku bersamamu atau Nyonya. aku yakin ia mampu. Anne. Terkadang kupikir dia akan punya pengaruh lebih untuk kebajikan. Lynde lalu ia shock dan bilang itu akan jadi hal yang keji.” “Marilla. Aku yakin Nyonya. Allan memberikan khotbah yang luar biasa bagus? Nyonya. “Ia banyak memberikan khotbah tak resmi sebagaimana adanya.” “Ya. “aku mau memberitahu sesuatu padamu dan bertanya apa pendapatmu.

Rachel adalah seorang wanita Kristen yang baik dan dia bermaksud baik. karena di akhir tahun yang akan datang. Kalau aku tak bisa tumbuh dewasa dengan benar aku tak bisa kembali dan memulainya lagi. Aku tahu aku akan dapat belajar dengan lebih baik karena bajubajuku. Miss Stacy kembali ke sekolah Avonlea dan mendapati semua muridnya bergairah untuk berusaha sekali lagi. Andaikata mereka tak lulus! Pikiran itu pasti menghantui Anne melewati waktuwaktu bangunnya pada musim dingin itu. Musim panas ini aku sudah tumbuh dua inci. Tapi aku berani katakan akan ada hal-hal lain yang membuatku cemas. Tugas sekolah sama menariknya. Tapi sudahlah. mengancam hal yang menentukan itu yang dikenal dengan “Penerimaan. hingga hampir semua mengenyampingkan masalah-masalah moral dan ketuhanan. Matthew. telah membayangi dengan suram jalan kecil mereka. persaingan kelas sama 206 . Aku sangat senang kau membuat baju-baju baruku lebih panjang.” “Perlu sesuatu untuk mendapatkan itu. membahagiakan.” “Aku sangat senang kau merasakan hal yang sama. Seharusnya ada firman khusus yang melarang omelan. Nyonya. Baju yang berwarna hijau-gelap sangat bagus dan kau sungguh baik hati dengan menambah lipatan pada baju itu. dimana nama Gilbert Blythe disanjung di tempat teratas dan di dalamnya namanya tak nampak sama sekali. Ketika Anne mengalami mimpi buruk dia mendapati dirinya menatap dengan sedih pada daftar kelulusan ujian Penerimaan.” aku Marilla. Terutama kelas Queen benar-benar bersiap sedia untuk kehebohan itu. sampai dengan sore-sore Minggu. Tapi itu adalah musim dingin cepat-berlalu yang menyenangkan. Tumbuh dewasa merupakan hal yang serius. Tentu saja aku tahu itu tak benar-benar perlu. Marilla. Marilla? Tapi ketika aku punya teman yang benar-benar baik sepertimu. Aku merasa itu sebuah tanggung jawab besar karena aku hanya punya satu-satunya kesempatan. tapi lipatan sangat bergaya musim gugur ini dan Josie Pye punya lipatan pada semua bajunya.mengomeli orang untuk melakukan hal yang benar. Aku tak akan terlalu mengkhawatirkannya setelah ini.” ujar Anne dengan jelas. Mereka timbul baru setiap saat—kau tahu. Allan. ya kan. Kau menjawab satu pertanyaan lalu muncul pertanyaan lain langsung setelahnya. Itu membuatku selalu sibuk karena memikirkannya setiap saat dan memutuskan mana yang benar. “Itu sangat membesarkan hati. hal-hal yang membingungkanmu. ramai. Jauh di dalam pikiranku aku akan merasa benar-benar nyaman mengenai lipatan itu. Tak ada orang yang lebih baik di Avonlea dan dia tak pernah melalaikan bagian dari pekerjaanya. aku seharusnya tak bicara seperti itu. Ada banyak hal yang harus dipikirkan dan diputuskan saat kau mulai tumbuh dewasa. dan aku yakin kalau tidak berhasil maka itu salah ku sendiri. dan Miss Stacy aku harus berhasil tumbuh dewasa.” pada pikiran yang semuanya merasa hilanglah semangat mereka masuk ke dalam sepatu.

Dan malam itu. “Bebukitan tampak melalui Pengunungan Alpen muncul. Marilla merasakan penyesalan aneh karena Anne bertambah tinggi. Anne. tapi ia sadar akan rasa kehilangan yang aneh dan menyedihkan.” “Dia akan bisa sering pulang.” hibur Matthew. Debating Club berkembang dengan baik dan mengadakan beberapa konser.mengasyikkannya. saat Anne telah pergi ke pertemuan doa dengan Diana. kau sudah sangat besar!” ujarnya. tumbuh dengan sangat cepat sampai-sampai suatu hari Marilla terheran-heran. Anak yang ia belajar cintai bagaimana pun juga telah hilang dan yang ada seorang gadis tinggi lima belasan tahun bermataserius. yang baginya Anne masih dan selalu jadi gadis kecil bersemangat yang telah dibawanya pulang dari Bright 207 . dan berwawasan luas. di sana ada perjalanan dengan pengeretan dan senda gurau permainan skats yang berlimpah. karena Marilla. dan cita-cita. “Dia sudah jadi seorang gadis dewasa—dan mungkin dia akan pergi dari kita musim dingin yang akan datang. perasaan. yang memandang dengan agak ragu semua inovasi pada metode yang telah ditetapkan. di sana ada satu atau dua kelompok hampir di ambang kedewasaan. “Tadi aku sedang memikirkan Anne. saat mereka berdiri bersisian. Marilla mencintai gadis itu sebesar ia telah mencintai anak itu. Sekali-sekalinya Anne tumbuh. Matthew. “Ya ampun. hampir tak percaya. teliti. yang sadar akan ucapan dokter dari Spencervale. Aku akan sangat merindukannya. dengan dahi mencerminkan kebijaksanaan dan kepala kecil yang dengan bangga bersikap tenang. di tempatnya. Marilla duduk sendirian di waktu senja musim dingin dan memperturutkan hatinya dalam kelemahan sebuah tangisan. bidang baru dan sangat menarik dari pengetahuan yang belum terselidiki tampak terbuka di depan mata Anne yang bergairah. tak lagi memveto tamasya yang sekali-sekali. meneliti.” terangnya. yang masuk dengan sebuah lentera.” bukit dan Pegunungan Alpen demi Kebanyakan dari ini semua karena bimbingan Miss Stacy yang arif. Lynde dan para pengawas sekolah benar-benar shock. menemukan diri mereka sendiri dan mendorong untuk menyimpang dari jalan lama yang banyak ditempuh sampai pada tingkat yang membuat Nyonya. memergokinya seperti itu dan menatapnya dengan ketakutan yang luar biasa sampai-sampai Marilla harus tertawa di sela tangisannya. seperti dahulu kala. mendapati gadis itu lebih tinggi daripada dirinya sendiri. Dunia baru pemikiran. Sebuah desahan mengikuti ucapan itu. Ia memimpin murid-muridnya untuk berpikir. Selain daripada pendidikannya Anne berkembang secara sosial.

” “Itu tak sama halnya seperti ada dia di sini setiap saat. Marilla juga mengetahui dan mengomentarinya. sesudah aku benar-benar cukup dewasa untuk mengatakannya kalau aku sungguh ingin mengatakannya. Awalnya itu sulit.” desah Marilla murung. Lagipula. Banyak sekali yang harus dipelajari. tapi ia tak akan membiarkan kami menulis apa pun selain apa yang mungkin terjadi di Avonlea dalam kehidupan kami. “Tapi sudahlah— pria tak bisa pahami situasi ini!” Ada perubahan lain dalam diri Anne yang tak kurang nyata daripada perubahan fisik. seperti barang berharga.” “Klub cerita tak ada lagi.” “Apa yang terjadi dengan klub cerita kalian? Sudah lama aku tak mendengar kau membicarakannya. sembari melekukkan dagunya penuh pikiran dengan jari telunjuknya. Anne. Aku tak pernah menyangka 208 . pembunuhan.River pada malam Bulan Juni itu empat tahun yang lalu. Dan bagaimana pun juga aku tak mau lagi membual.Tindakan bodoh mengarang tentang percintaan. Apa yang telah terjadi padamu?” Anne tersipu dan tertawa sedikit. bertekad menikmati kemewahan dukacitanya yang tak terhibur. begitu dia meletakkan bukunya dan termenung melihat keluar jendela. Miss Stacy bilang kata-kata singkat lebih baik dan kuat. tapi pastinya dia tak banyak bicara. Terkadang Miss Stacy menyuruh kami menulis sebuah cerita sebagai latihan dalam mengarang. pelarian dan misteri. tapi itu bukan jenis kesenangan yang kuharapkan.” sahutnya. Nyaris disayangkan. Tapi sekarang aku telah terbiasa dengan itu dan kulihat itu jauh lebih baik. Dalam beberapa hal menyenangkan menjadi hampir dewasa. Karena satu hal. “Kau tak berceloteh separuh banyak dari yang biasanya. dilakukan dan dipikirkan sampai-sampai tak ada waktu untuk membual. kan. “Lebih enak memikirkan gagasan cantik dan berharga lalu menyimpannya dalam hati seseorang. dan ia membahasnya dengan tajam dan menyuruh kami juga membahas punya kami. “Pada saat itu jalan kereta api akan dibuat bercabang ke Carmody. Marilla. Aku telah terbiasa menggunakan sangat banyak kata-kata besar bagus yang terpikir olehku—dan aku memikirkan sangat banyak kata-kata besar. tak juga menggunakan separuh banyak kata-kata bualan. “Aku tak tahu—aku tak ingin bicara sebanyak itu. Aku tak suka gagasan-gagasan itu ditertawakan atau pun dikhawatirkan. Ia menyuruh kami menulis semua essai kami sesederhana mungkin. dimana kuncup-kuncup merah besar berisi keluar tumbuh menjalar sebagai reaksi terhadap bujukan sinar matahari musim semi. dia jadi jauh lebih diam. Mungkin dia makin banyak berpikir dan berkhayal sebanyak sebelumnya. Kami tak punya waktu untuk itu—dan bagaimana pun juga menurutku kami sudah jemu dengan itu.

Anne merasa yakin bahwa dia tak akan pernah cukup pulih untuk menikmatinya. “Apa menurutmu kau akan mampu untuk lulus?” Anne gemetar. Moody Spurgeon bilang dia merasa yakin akan gagal dalam sejarah Inggris. Masing-masing kami punya penghalang. Terkadang kupikir aku akan baik-baik saja—dan kemudian aku jadi amat sangat takut.” ujar Marilla tak ambil pusing. tumbuhan-tumbuhan hijau di kebun yang sedang bersemi. tapi Miss Stacy bilang aku bisa belajar untuk mengarang dengan bagus kalau saja aku melatih diriku menjadi pengeritik paling pedas bagi diri sendiri. Akan ada musim semi yang lain. aku tak yakin akan sampai hati untuk itu. Mata merah dan saputangan 209 . Aku merasa sangat malu dan ingin menyerah sama sekali. sembari mengalihkan pandangannya dari keterpesonaan akan dunia musim semi. “Oh.” “Kau hanya punya waktu dua bulan sebelum Penerimaan. tapi bisa jadi kami tak lulus karena itu semua. Bab XXXII – Daftar Kelulusan Keluar Dengan berakhirnya Bulan Juni tibalah masa belajar dan peraturan Miss Stacy yang sudah begitu dekat di sekolah Avonlea. Kami sudah belajar susah payah dan Miss Stacy sudah melatih kami dengan cermat.” ujar Marilla. tapi kalau dia tak berhasil lulus Penerimaan. Tak lulus akan sangat memalukan. Aku berharap itu semua sudah berakhir. Malam itu Anne dan Diana berjalan pulang dengan merasa sungguh sangat tenang. Aku berharap punya saraf seperti Jane Andrews. Tak ada yang membuatnya bingung. Terkadang aku bangun pada malam hari dan bertanya-tanya dalam hati apa yang akan kulakukan jika aku tak lulus. Jadi aku mencobanya. hari yang mengisyaratkan dengan warna biru dan angin sepoi-sepoi. penghalang Jane Bahasa Latin. jadi kami akan punya suatu gambaran. Hal itu menghantuiku. Penghalangku tentu saja geometri. Miss Stacy akan mengadakan ujian untuk kami di Bulan Juni persis sesulit yang akan kami dapatkan pada Penerimaan dan menilai kami dengan sangat keras.” Anne mendesah dan. “Aku tak tahu. terutama kalau Gil—kalau yang lainnya lulus. pergi ke sekolah tahun depan dan coba lagi. Marilla. dan penghalang Josie adalah ilmu hitung. menenggelamkan diri dalam bukunya dengan tabah. penghalang Ruby dan Charlie aljabar.” “Ah. Dan aku menjadi sangat gugup dalam sebuah ujian sampai-sampai mungkin aku akan mengacaukannya.karanganku punya banyak sekali kesalahan sampai aku sendiri yang mulai mencarinya.

Diana menoleh ke belakang ke gedung sekolah dari kaki bukit pohon spruce lalu mendesah dalam. Oh.” “Aku sungguh berharap masuk denganmu. Anne? Sangat mengerikan membayangkan itu akan berakhir. ‘Kalau kau tak bisa gembira. kau berakhir dengan baik pada ujian yang diberikan Miss Stacy. tapi ujian-ujian itu tak membuatku gugup.” sahut Anne. Tapi tetap saja aku berharap nomorku bukan tiga belas. “Seharusnya kau tak merasa separuh buruk dari yang kurasakan.’ Bagaimana pun juga. kita telah mengalami waktu-waktu yang menggembirakan. Aku TAK percaya takhyul dan aku tahu itu tak bisa membuat perubahan. Dan kemudian nomorku adalah tiga belas dan Josie Pye bilang angka itu sangat sial.” “Ya. tapi kuduga itu akan sulit untuk diikuti. “Kalau kau mau berhenti menangis aku bisa. maka gembiralah semampumu.” Dua airmata besar mengalir melalui hidung Diana. “Tidakkah kita akan mengalami saat yang benar-benar elegan? Tapi kurasa malam-malam kau akan harus belajar dengan tergesa.” “Ah. Itu nasehat yang bagus. Prissy Andrews bilang padaku dia 210 . Aku harus duduk sendirian saja. kan?” ujarnya dengan sedih.” ujar Anne dengan memohon. yang sia-sia mencari bagian kering di saputangannya. “Segera setelah aku menyimpan saputanganku aku melihatmu bersimbah airmata dan itu akan membuatku mulai menangis lagi. Saat aku memikirkan ujian yang sebenarnya tak bisa kau bayangkan bagaimana mengerikannya aku merasakan debaran jantungku. “Kau akan kembali lagi musim dingin yang akan datang. Lynde.” “Itu sedikitpun tak akan sama.lembab memberi kesaksian yang meyakinkan terhadap kenyataan bahwa katakata perpisahan Miss Stacy pastilah benar-benar menyentuh perasaan seperti juga kata-kata Tuan. Saat-saat itu semakin sering menggelisahkan. Ini salah satu waktu AKU SADAR aku tak akan lulus. ya kan. mungkin tidak juga kau atau Jane atau Ruby. Miss Stacy telah menyuruh kami berjanji untuk tidak membuka buku sama sekali. kalau aku beruntung. aku berani katakan aku akan kembali tahun depan. tapi kurasa aku telah meninggalkan sekolah lama tersayang selamanya—itulah. Seperti kata Nyonya. Miss Stacy tak akan ada di sana. mungkin nasehat yang bagus. “Tak tampak kalau itu adalah akhir dari segalanya.” “Tidak. menurutku. Phillips pada situasi yang sama tiga tahun yang lalu. karena aku tak kan sanggup punya teman sebangku lain setelahmu. Katanya itu hanya akan melelahkan dan membingungkan kami dan kami akan berjalan-jalan keluar dan tak memikirkan ujian sama sekali lalu tidur di awal waktu.” sahut Diana.

” “Kau akan menulis surat untukku surat selama kau berada di sana. Aku tak bisa “belajar dengan tergesa” karena aku telah berjanji pada Miss Stacy untuk tak melakukannya. “Tadi pagi Miss Stacy menghampiriku dan kami pergi ke Akademi. stabil. Ruby. dan Josie. mengajak serta Jane. seperti yang telah disepakati. dan aku telah memutuskan untuk berjaga SETIDAKNYA selama yang dilakukannya. bijaksana! Aku bertanya-tanya apa aku terlihat seperti yang kurasa dan apa mereka bisa mendengar jantungku berdebar keras dan jelas di seluruh ruangan. “Ini Selasa malam dan aku menulis ini di pustaka di Beechwood.” janji Anne. Tadi malam aku benar-benar sangat kesepian sendirian saja di kamarku dan sangat berharap banyak kau ada bersamaku. “Diana tersayang” [tulis Anne]. Senin berikutnya Anne pergi ke kota dan pada Hari Rabu Diana mendatangi kantor pos. tapi sama sulitnya menahan diri untuk tak membuka pelajaran sejarahku dengan yang pernah terjadi menahan diri untuk tak membaca cerita sebelum pelajaran dimulai. Tak perlu tabel perkalian untuk Jane yang sehat. Orang pertama yang kami lihat adalah Moody Spurgeon yang sedang duduk di tangga dan komat-kamit sendirian. Josie bilang aku tampak seolah aku tak tidur sekejap pun dan dia tak yakin aku cukup kuat untuk bertahan mendengarkan pelajaran berat dan membosankan yang ajarkan oleh guru sekalipun aku benar-benar lulus. Jane bertanya padanya apa yang sedang dilakukannya dan dia bilang dia sedang mengulang tabel perkalian berkali-kali untuk menstabilkan saraf-sarafnya dan demi Tuhan untuk tak menyelanya. Ruby memintaku meraba tangannya dan tangan itu sedingin es. tapi tabel perkalian itu benar-benar menunjukkan kenyataan ini pada bagian yang tepat! “Ketika kami disuruh ke ruangan kami Miss Stacy harus meninggalkan kami.berjaga separuh malam setiap malam pada minggu Penerimaannya dan belajar tergesa untuk jiwa tercinta. Bahkan masih ada waktu-waktu dan masa-masa saat aku tak merasa bahwa aku telah membuat kemajuan besar untuk belajar menyukai Josie Pye! “Ketika kami tiba di Akademi sudah ada nilai para siswa di sana dari seluruh pelosok pulau. Aunt Josephine mu sangat baik mengajakku tinggal di Beechwood selama aku di kota. kan?” “Aku akan menulis surat pada Selasa malam dan memberitahumu bagaimana hari pertama berjalan. Jane dan aku duduk bersama dan Jane sangat tenang sampai-sampai aku iri padanya. “Aku akan mendatangi kantor pos Hari Rabu. karena kalau dia berhenti sejenak dia akan ketakutan dan lupa akan semua yang diketahuinya. Kemudian 211 . dan mengambil suratnya.” janji Diana.

besok saatnya ujian geometri dan ketika aku memikirkannya hal itu benar-benar menguras tekadku untuk menahan diri dari membuka Euclid-ku. dia baru saja mengetahui sebuah kesalahan mengerikan yang dibuatnya dalam ujian Bahasa Inggris. seperti yang akan dikatakan Nyonya.seorang pria masuk dan mulai membagikan lembaran ujian Bahasa Inggris. Katanya dia tahu telah gagal dalam ujian sejarah dan dia lahir menjadi kekecewaan bagi orang tuanya dan dia akan pulang dengan kereta api pagi. “Pada tengah hari kami pulang untuk makan siang dan kemudian kembali lagi untuk ujian sejarah di sore hari. “Malam ini aku pergi ke sana untuk melihat gadis-gadis lain. matahari akan tetap terbit dan menentukan apakah aku akan gagal dalam geometri atau tidak. Kupikir aku lebih suka matahari tak terbit kalau aku gagal! Salam sayang sahabatmu. 212 . Lynde. Benar-benar satu momen yang mengerikan—Diana. akan lebih mudah menjadi seorang tukang kayu daripada pendeta. tapi ketika kulihat Moody Surgeon aku selalu senang aku adalah seorang anak perempuan dan bukan saudara perempuannya. kalau saja ujian geometri telah usai! Tapi sudahlah. Tapi oh. Kalau kupikir tabel perkalian itu akan sedikit membantuku aku akan menghafalnya dari sekarang sampai besok pagi. dan bagaimana pun. Ketika dia sudah pulih kami pergi ke kota dan makan es krim. Diana. Diana ada di Green Gables saat dia sampai dan mereka bertemu seolah mereka telah berpisah selama bertahun-tahun. “Ruby sedang histeris saat aku tiba di asrama mereka. “Oh. aku merasa persis seperti empat tahun yang lalu saat aku bertanya pada Marilla apa aku boleh tinggal di Green Gables—dan kemudian semuanya hilang dari pikiranku dan jantungku mulai berdetak lagi—aku lupa bilang bahwa jantungku telah berhenti sama sekali!—karena bagaimana pun aku tahu aku bisa melakukan sesuatu dengan kertas ujian ITU. Tetap saja. Betapa kami sangat berharap kau ada bersama kami. Anne” Ujian geometri dan semua yang lainnya selesai pada waktunya dan Anne tiba di rumah pada Jumat malam. Di jalan aku bertemu Moody Spurgeon keluyuran dalam keadaan bingung. Tanganku bertambah dingin dan kepalaku hampir pusing begitu aku mengambilnya. Aku menghiburnya dan membujuknya untuk tetap tinggal sampai akhir karena akan tak adil bagi Miss Stacy kalau dia pulang. Diana. Terkadang aku pernah berharap dilahirkan sebagai anak laki-laki. agak lelah tapi dengan suasana keberhasilan berhatihati padanya. Itu benar tapi tak khusus menghibur. kupikir aku telah mengerjakannya dengan cukup baik hari ini. Sejarah adalah ujian yang cukup sukar dan aku benar-benar sangat bingung dengan tanggal-tanggalnya.

Oh. Jangan kuatir. Josie bilang geometri sangat mudah bahkan seorang anak berumur sepuluh tahun bisa mengerjakannya! Moody Spurgeon masih berpikir dia ak lulus dalam ujian sejarah dan Charlie bilang dia gagal dalam ujian aljabar. Begitu juga dengan Gilbert.“Kau kekasih lama. benar-benar sangat menyenangkan melihatmu kembali lagi.” sela Anne. yang maksudnya—dan Diana tahu apa yang dimaksudkannya—keberhasilan itu tak akan lengkap dan getir kalau dia tak berakhir dengan mengungguli Gilbert Blythe. dalam semua hal kecuali geometri. Tapi dia punya satu alasan lain yang lebih mulia untuk berharap bisa berhasil dengan baik. jadi dia hanya bilang: “Oh.” “Bagaimana keadaan yang lain?” “Yang gadis-gadis bilang mereka tahu mereka tak lulus. dan dia merasa bahwa rasa malunya tak akan tertanggungkan kalau dia gagal. Untuk pendapat yang terakhir ini Anne telah memaksakan setiap urat sarafnya selama ujian. dia bahkan tahu bahwa Jimmy Glover dan Ned Wright bertaruh untuk pertanyaan itu dan bahwa Josie Pye bilang tak diragukan lagi bahwa Gilbert lah yang akan jadi juara pertama. Aku tak tahu apa aku lulus dalam ujian geometri atau tidak dan aku punya firasat yang mengerikan dan menyeramkan yang tak pernah kurasa sebelumnya. kupikir.” Yang. Dia tahu semua murid junior di Avonlea ingin tahu siapa yang akan duluan unggul. Dia ingin bisa “lulus tinggi” demi Matthew dan Marilla—terutama Matthew.” Diana tahu akan percuma menanyakan bagaimana keadaan Gilbert Blythe. Anne rasa. Matthew telah mengatakan padanya keyakinannya bahwa dia “akan menaklukkan seluruh pulau. Tapi kami tak benar-benar tahu apa pun tentang itu dan tak akan sampai daftar kelulusan keluar. kau akan lulus. Mereka telah sering kali saling bertemu dan berpapasan satu sama lain di jalan tanpa ada tanda-tanda mereka saling mengenal dan setiap saat Anne agak menegakkan kepalanya dan berharap dengan sedikit lebih sungguh-sungguh bahwa dia telah berteman dengan Gilbert saat Gilbert memintanya. tapi menuruku mereka mengerjakan ujian dengan cukup baik. Anne. adalah sesuatu yang tolol untuk 213 . betapa menyenangkan bisa kembali! Green Gables adalah bagian yang tercinta dan terindah di dunia.” “Aku lebih suka tak lulus sama sekali daripada tak berakhir cukup baik dalam daftar kelulusan. Daftar itu tak akan keluar selama dua minggu. dan bersumpah dengan sedikit lebih bertekad untuk mengunggulinya di ujian. Rasanya seperti seabad sejak kau pergi ke kota dan oh. bagaimana keadaanmu?” “Cukup baik. Bayangkan hidup selama dua minggu dalam ketegangan seperti itu! Aku berharap bisa tidur dan tak pernah bangun sampai ketegangan itu berakhir.

Daftar kelulusan sudah keluar! Kepalanya pusing dan hatinya berdebar-debar sampai membuatnya sakit. jadi dia bisa melihat mata coklat Matthew yang baik bersinar bangga karena prestasinya. Yang. saking besarnya kehebohannya.” katanya pada Anne. untuk melupakan kesengsaraan ujian dan kesusahan dunia. “Aku belum punya keberanian pergi ke sana dan melihat pengumuman dengan tenang. yang tahu saat itu juga apa isi koran itu. Langit timur di atas pepohonan fir berwarna agak pink karena pantulan dari langit barat.berharap bahkan dalam mimpi yang paling gila. Anne meloncat berdiri.” Ketika tiga minggu telah berlalu tanpa ada daftar kelulusan yang terbit Anne mulai merasa bahwa dia benar-benar tak mampu menanggung ketegangan itu lebih lama lagi. ketakacuhan dan langkah lunglai Anne ketika dia pulang dari kantor pos setiap sore.” jeritnya. dengan koran yang berkibar-kibar di tangannya. Tapi dia sungguh bersemangat berharap bahwa setidaknya dia akan ada di antara sepuluh besar. Ruby. Oh. Dia tak mampu bergerak selangkahpun. Hasratnya hilang dan minatnya terhadap kegiatan di Avonlea sudah mengendur. Charlie dan Gilbert tak segan melakukan ini juga. Anne sedang duduk di jendelanya yang terbuka. bersama dengan teman-teman yang kebingungan yaitu Jane. dengan perasaan yang jauh lebih buruk dari pada yang telah dialami selama minggu Penerimaan. harum-mewangi dengan desiran angin beraroma bunga dari kebun di bawah serta bunyi desis dan gemerisik dari gerakan pepohonan poplar. Di akhir masa dua minggu itu Anne suka “menghantui” kantor pos juga. Terasa sejam baginya sebelum Diana tiba dan bergegas di sepanjang ruang tamu lalu mendadak masuk ke dalam kamar bahkan tanpa mengetuk pintu. aku bangga sekali!” 214 . karena dia minum dalam keindahan petang musim panas. dan menaiki lereng. dia rasa. tapi Moody Spurgen bersikeras tak melakukannya. yang melihat kepucatan. “aku hanya akan menunggu sampai seseorang datang dengan tiba-tiba dan memberitahuku apa aku lulus atau tidak. “lulus YANG PERTAMA SEKALI—kau berdua dengan Gilbert—kalian seri—tapi namamu yang pertama. Tapi suatu malam berita itu tiba. dan Anne sedang membayangkan dalam lamunannya kalau warnanya tampak seperti itu. sungguh akan jadi hadiah manis untuk semua usaha keras dan kesabarannya mengutak-atik rumus-rumus matematika dan konjugasi yang tanpa fantasi. kau lulus. Lynde mau tahu apa lagi yang bisa kauharapkan dengan Pengawas pendidikan Tory sebagai ketua urusan. melintasi jembatan kayu. mulai berpikir serius apa ia tak lebih baik memilih Grit pada pemilihan yang akan datang. dan Josie. saat dia melihat Diana berlarilari menerobos pepohonan fir. “Anne. dan Matthew. membuka harian Charlottetown dengan tangan gemetar dan kedinginan. Nyonya.

tapi kau setenang dan sedingin malam musim semi. tak mengucapkan sepatah kata pun. Lynde sedang bicara dengan Marilla di pagar. Moody Spurgeon dan semuanya. Lalu kita akan pergi dan memberitahukan kabar gembira ini pada yang lain. Anne.” “Well. dan tak akan sampai di sini sampai besok melalui pos—dan saat kulihat daftar kelulusan itu aku benar-benar menyerbu seperti anak liar. cukup pulih untuk duduk tegak dan bicara. dan. pernah juga. ‘Bagaimana kalau aku yang jadi juara pertama?’ dengan gemetar. “Aku ingin mengatakan seratus hal. “Kau melakukannya dengan sangat bagus. dan aku tak mampu mengungkapkannya dengan kata-kata. Aku tak pernah memimpikan hal ini—ya. semuanya. karena rasanya sangat tak berguna dan terlalu angkuh untuk membayangkan aku mampu memimpin pulau. Kemudian dia cepat-cepat mengambil koran itu. melainkan sangat berterima kasih. Aku permisi sebentar. bagaimana rasa senangnya melihat namamu di nomor pertama daftar kelulusan seperti itu? Kalau itu aku. aku yakin akan gila karena kesenangan. “aku lulus dan aku juara pertama—atau salah satu juara pertama! Aku tak sombong. memandangi daftar kelulusan dengan gembira. tapi kau akan lihat dia berlagak seolah dia yang memimpin. “Ayah membawa pulang koran dari Bright River tak sampai sepuluh menit yang lalu—koran itu terbit pada kereta api sore. hanya sekali! Aku membiarkan diriku berpikir SEKALI. Josie berhasil dengan susah payah dengan kelebihan tiga angka. Aku harus segera lari keluar ke lapangan untuk memberitahu Matthew. kau tahu. aku selalu mengatakannya. Anne menyalakan lampu.” Diana terengah-engah. Matthew. sudah nasib.” 215 .” Mereka pergi tergesa-gesa ke padang rumput di bawah gudang tempat Matthew sedang menggulung jerami. Anne. Begini saja aku sudah hampir gila. terlalu berhati-hati menggunakan korek api dan menghabiskan lebih dari setengah lusin korek api sebelum tangannya yang gemetar mampu menyelesaikan tugas itu. karena Anne. benar-benar kehabisan napas dan tak mampu bicara lagi.” sahut Anne. “Aku tahu kau bisa mengalahkan mereka semua dengan mudah. Jane dan Ruby berhasil dengan cukup baik— posisi mereka setengah lebih tinggi—begitu juga dengan Charlie.Diana melemparkan koran itu ke meja dan dirinya sendiri ke tempat tidur Anne. dia lulus—namanya di bagian paling atas dari dua ratus yang ada di list! Momen itu sangat berharga. “Oh. Diana. kau tahu. Ya.” “Dalam hatiku aku benar-benar terpesona. meskipun dia bersyarat dalam pelajaran sejarah. Tidakkah Miss Stacy akan gembira? Oh. Nyonya.” seru Anne. dengan mata berbinar gembira.” ujar Matthew. Kalian semua lulus.

dan gorden yang melembutkan jendela yang tinggi dan berkibar karena angin sepoi yang bertiup adalah dari kain tipis seni berwarna hijau-pucat. dengan semua aksesorinya. Bulan purnama besar. saat Anne merasakan kepolosannya menembus sumsum jiwanya dengan hawa dinginnya yang tak ramah. berada di atas Hutan Angker. dan saat dia tidur di bantal putihnya.” Bab XXXIII – Konser Hotel Pakailah organdy putihmu. 216 . Allan di rumah pendeta. Anne. dan tak mungkin dia menyesalinya. Mereka sedang bersama di kamar loteng timur.” Malam itu Anne. Anne. segembira dan seindah yang bisa diinginkan pada masa gadis. Karpet beludu dengan mawar pink dan gorden sutra pink dalam khayalan Anne dulu tentu saja tak pernah terwujud. Dindingnya. Tapi orang baik itu berkata dengan sungguh-sungguh: “Aku benar-benar memperkirakan dia berhasil dengan baik. sampai kamar itu menjadi hunian yang semanis dan secantik yang bisa diharapkan seorang gadis muda. Loteng timur adalah tempat yang sangat berbeda dari malam empat tahun lalu itu. Anne. berlutut dengan manis di dekat jendela yang terbuka dalam kemilau indah sinar bulan dan menggumamkan sebuah doa terima kasih dan cita-cita dari hatinya yang benarbenar muncul dari hatinya. karena sebuah riasan penting sedang dalam proses. berusaha menyembunyikan rasa bangganya yang sangat akan Anne dari pandangan mencela Nyonya. yang telah mengakhiri malam penuh kegembiraan itu dengan pembicaraan serius dengan Nyonya. yang perlahan mendalam dari kilaunya yang pucat menjadi perak mengkilap. angin sepoi-sepoi yang ganjil. suasana penuh dengan bunyi-bunyian manis musim panas—kicauan burung-burung yang mengantuk.“Harus kuakui.” saran Diana dengan mantap. dan aku tak bermaksud untuk mengatakannya di belakang. mimpinya seterang. Didalamnya ada rasa syukur untuk yang telah berlalu dan pengrapan takzim untuk masa depan. kami semua bangga padamu.” ujar Marilla. Tapi di kamar Anne kerai telah ditutup dan lampu dinyalakan. Perubahan telah muncul perlahan. suara dan gelak tawa dari jauh. Marilla menyerah untuk membiarkan mereka. diluar benar-benar temaram— waktu senja hijau-kekuningan yang indah dengan langit biru-terang tanpa awan. tapi impiannya mengikuti pertumbuhannya. Kau adalah kebanggaan bagi teman-temanmu. Lantainya ditutupi dengan tikar cantik. Lynde. kau telah berhasil dengan cukup baik. itulah.

Matthew berada di puncak kegembiraan karena senang dan bangga akan kehormatan yang dianugrahkan pada Anne-nya dan Marilla tak jauh ketinggalan. dan Anne membuat sebuah titik yang menyentuh perasaan dengan bunga yang tetap segar pada tanda kurung di bawahnya. sebuah cermin berbingkai-lapisan mengkilap yang menarik perhatian dengan lukisan Dewi Asmara pink yang montok dan anggur ungu di atas bagian atasnya yang melengkung. berjumbai-jumbai dan melekat. dan telah mencari orang berbakat amatiran di daerah sekitar yang dapat ikut membantu. Anne dan Diana akan pergi dengan Jane Andrews dan abangnya Billy mengendarai kereta beroda empat mereka yang bertempat duduk-ganda. Seperti yang pernah dikatakan oleh Anne suatu waktu. dan membuatmu tampak terlalu berdandan. itu adalah “suatu masa dalam kehidupannya. Allan untuk Anne.” “Tapi itu jauh lebih cocok untukmu. dan berkata bahwa menurutnya tak pantas bagi kebanyakan anak-anak muda untuk keluyuran ke hotel tanpa adanya orang yag bertanggung jawab pada mereka. yang pernah menempel di kamar tamu. sebuah meja rias dipercantik dengan kain kasa putih.” sahut Diana. Milton Clark dari Newbridge akan menampilkan permainan biola solo. Foto Miss Stacy menempati tempat kehormatan. tapi ada lemari buku bercat-putih terisi dengan buku-buku. “Menurutku ini tak sebagus bajuku dari kain tipis berbunga-biru—dan ini jelas tidak modern. yang diperindah dengan beberapa gambar bagus yang diberikan Nyonya. “Baju itu begitu lembut.” 217 .” dan dia merasakan getar kegembiraan yang menyenangkan karenanya. dan beberapa gadis serta anak laki-laki Avonlea lainnya juga akan pergi. Tapi organdy tampak seolah mempengaruhimu. Winnie Adella Blair dari Crmody akan menyanyikan balada Skotlandia. dan setelah konser hidangan makan malam akan diberikan untuk orang-orang yang menampilkan pertunjukan. Anne sedang berpakaian untuk menghadiri sebuah konser di Hotel White Sands. Para tamu telah mempersiapkannya dengan bantuan rumah sakit Charlottetown. Diperkirakan ada sekelompok pengunjung yang datang dari luar kota. tapi dengan kertas bunga-apel yang cantik. dan sebuah tempat tidur rendah berwarna putih.digantungi bukan dengan permadani hiasan dinding dari kain brokat emas dan perak. Bertha Sampson dan Pearl Clay dari paduan suara Jemaat Gereja White Sands telah diminta untuk bernyanyi duet. meskipun ia lebih memilih mati daripada mengakuinya. “Apa menurutmu organdy ini yang terbagus?” tanya Anne cemas. Malam ini sepaku besar lili putih sedikit mengharumkan kamar seperti keharuman impian. sebuah kursi goyang dari rotan yang dilengkapi dengan bantal. Baju dari kain tipis itu kaku. serta Laura Spencer dari Spencervale dan Anne Shirley dari Avonlea akan membacakan cerita. Di sana tak ada “perabotan mahoni”.

” Diana meyakinkan. dan aku tahu ia mau melihatku memakainya. dan akhirnya setuju dengan manik-manik itu. yang selalu dihalangi Anne. “Ada sesuatu yang sangat bergaya pada dirimu. Aku akan mengepang rambutmu jadi dua kepangan tebal. Aku akan melekatkan mawar rumah putih mungil ini tepat dibelakang telingamu. biar kukencangkan selempangmu. “Matthew membelikanku seuntai kalung dari kota minggu lalu. “Kau menegakkan kepalamu dengan gaya sekali.” “Apa aku harus memakai manik-manik mutiaraku?” tanya Anne. didandani disisir dan dipercantik sesuai dengan selera Queen. Aku selalu takut akan hal itu. kurasa sebaiknya aku menerima nasibku untuk itu. dia telah bersumpah. yang dikalungkan di leher putih-susu jenjang Anne. dengan kekaguman tanpa rasa iri. seperti lekuk kecil dalam krim.” Diana mengerutkan bibirnya. Diana mulai punya reputasi untuk selera yang menarik perhatian dalam hal busana.Anne mendesah dan menyerah. Bukankah dia nampak cantik?” 218 . memiringkan kepala hitamnya ke satu sisi dengan kritis. untuk kebanggaan Avonlea. jangan keluarkan sehelai pun rambut keritingmu di dahi—bagian yang lembut saja. melainkan dengan wajah yang jauh lebih lembut. Anne. Marilla. “Masuklah langsung dan lihatlah ahli deklamasi kita. sosok kurus dengan rambut yang lebih kelabu dibandingkan dahulu kala dan tak lebih sedikit pandang.” “Tapi kau punya lesung pipi begitu. Hanya ada satu tangkai di semaksemakku. Aku sudah berhenti berharap untuk memiliki lesung pipi. tapi dia tak akan ikut ambil bagian dalam konser.” ujar Diana. Dia sendiri nampak sangat cantik pada malam istimewa ini dalam busana bermotif mawar-liar warna pink yang indah. Lesung pipi-impianku tak kan pernah jadi nyata. sekarang untuk sandalmu. begitu Marilla muncul di pintu keluar masuk. Aku hanyalah kue bola. Tak mungkin kau menata rambutmu jadi begitu serasi denganmu. “Lesung pipi yang bagus. tapi begitu banyak impianku yang telah terwujud jadi aku tak boleh mengeluh. sembari tersenyum penuh sayang pada wajah cantik dan gembira yang begitu dekat dengannya itu. sini. Kurasa itu memang figurmu. dan sarannya dalam hal seperti itu banyak dicari orang. dan Nyonya. Anne. yang. Apa sekarang aku sudah siap?” “Sudah siap. jadi penampilannya tak terlalu penting. “Tarik jumbai-jumbai itu sedikit lagi—begini. Well. dan aku menyimpannya untukmu. dan sekarang aku sadar memang begitu. Allan bilang kau nampak seperti Madonna saat kau membelah rambutmu begitu. harus. Seluruh usaha dikerahkannya untuk Anne.” ujar Anne. dan mengikatkankannya di tengah dengan simpul putih besar—tidak.

Aku sudah memutuskan untuk menceritakan ‘The Maiden’s Vow (Sumpah Perawan)’. “Ini malam yang sempurna. sembari menyeberang ke Diana. “Dia nampak rapi dan pantas.Marilla mengeluarkan suara antara dengusan dan gerutuan.” “Aku senang jendelaku menghadap ke timur ke matahari terbit. “aku tak mau memikirkannya. dan tak akan ada embun. Diana. Anne. dan itu nampak terlalu tipis untuk malam yang lembab ini. itu membuatku sangat sedih.” “Jangan bicarakan tentang kepergianmu malam ini. “Tidak sama sekali. Ingat jaga rokmu jangan sampai menyentuh roda. dan aku sungguh ingin mengalami saat-saat menyenangkan malam ini. dan aku bilang begitu pada Matthew saat ia membelinya. dan aku merasa seolah aku benar-benar membasuh jiwaku dalam pemandian dari sinar mentari di awal pagi itu. Sinar itu baru setiap pagi.” Diana memohon. dan para pramuniaga di Carmody tahu mereka bisa menjual apa pun padanya dengan jalan menipu.” sahut Diana. Bagaimana pun juga organdy adalah bahan yang paling tak berguna di dunia. sembari menaikkan kerai jendela. Aku tak tahu bagaimana jadinya aku tanpanya saat aku pergi ke kota bulan depan.” Kemudian Marilla berjalan turun dengan angkuh. Tapi sekarang ini tak ada gunanya bilang apa pun pada Matthew.” ujar Anne cemas. membayangkan dengan bangga betapa manisnya Anne. Ceritanya sangat 219 . tapi sekarang ia membeli sesuatu untuk Anne tanpa peduli sama sekali. “Aku bertanya-tanya apa saat INI terlalu lembab untuk bajuku. Saat ketika ia akan mengikuti saranku. Hanya dengan membiarkan mereka bilang padanya suatu benda bagus dan modern. dengan “Selarik sinar bulan dari dahinya sampai ke mahkota” itu dan menyesal bahwa dia sendiri tak bisa pergi ke konser untuk mendengarkan gadisnya membacakan cerita. Anne? Dan apa kau gugup?” “Tak sedikit pun. “Senang sekali melihat pagi datang dari atas bebukitan tinggi itu dan bersinar melalui puncak pepohonan fir yang runcing itu. Apa yang akan kau bacakan.” ujar Anne. Aku suka cara menata rambutnya itu. Lihatlah sinar bulan itu. Oh. lalu Matthew akan membayarnya. dan pakailah jaket hangatmu. aku sangat menyukai ruangan mungil ini. Aku sudah begitu sering membacakan cerita di muka umum dan sekarang aku tak kepikiran sama sekali. Tapi kukira dia akan merusak baju itu karena melakukan perjalanan ke sana yang berdebu dan berembun.

Dia berharap dirinya kembali berada di kamar putih di Green Gables. Apalah artinya manik-manik mutiaranya dibandingkan dengan berlian seorang lady besar dan cantik di dekatnya? Dan pasti terlihat betapa malang mawar putih kecilnya di samping semua mawar rumah-segar yang mereka pakai itu! Anne menyimpan topi dan jaketnya. Ayo. Dia jauh lebih suka duduk di belakang dengan gadisgadis itu. jadi dia naik dengan segan. semuanya menuju ke hotel. dan menjauhkan diri dengan sedih ke pojok. yang. “Billy dan Jane sudah sampai—aku mendengar putaran rodanya. yang diam-diam berharap mereka akan memintanya. telah nampak begitu cantik dan manis.” Billy Andrews mendesak Anne untuk duduk di tempat duduk depan dengannya. dimana sekarang dia menemukan dirinya. Dia berharap sedang duduk di antara penonton bersama Diana dan Jane. Ketika mereka tiba di hotel lampu bersinar dari atas sampai bawah. Mereka ditemui oleh para lady panitia konser. yang nampaknya sedang mengalami saat-saat menyenangkan di belakang. perak terang. berkat bicara dengan gadis-gadis itu dari atas bahunya dan terkadang memberikan sesuap kesopanan untuk Billy—yang menyeringai dan ketawaketawa kecil dan tak pernah bisa memikirkan balasan apa pun sampai sudah terlalu terlambat—berusaha menikmati perjalanan dengan itu semua. dimana dia bisa tertawa dan berceloteh sesuka hati. Dia terjepit di antara seorang wanita gemuk berbaju sutra pink dan seorang gadis bertampang-menghina dalam balutan baju berenda-putih. takut dan udik. sekarang nampak sederhana dan biasa saja—terlalu sederhana dan biasa saja. Itu malam untuk kegembiraan. salah seorang yang mengantarkan Anne ke ruang ganti untuk orang yang menampilkan pertunjukan yang telah dipenuhi para anggota Klub Simfoni Charlottetown. dan congkak karena bangga akan harapan melakukan perjalanan ke White Sands dengan figur langsing dan tulus di sebelahnya. menurutnya. dan yang menyiksa hati tak punya kemampuan dalam percakapan. gendut dan pendiam dengan wajah bulat tanpa ekspresi. Tapi dia amat sangat mengagumi Anne. Jalanan penuh dengan kereta kuda. Masih lebih buruk di atas platform gedung konser besar hotel itu. Lampu-lampu listrik membuat matanya terpana. gema dan gema-ulang di sepanjang jalan. Laura Spencer akan menceritakan cerita komik.menyedihkan. parfum dan dengungan membuatnya bingung. Billy tak banyak tertawa atau pun berceloteh. di loteng timur.” “Apa yang akan kau ceritakan kalau mereka memintamu lagi?” “Mereka tak akan terpikir untuk memintaku lagi. Dia pemuda dua puluhan yang besar.” olok Anne. dan telah membayangkan dirinya memberitahu Matthew tentang itu semua di meja sarapan keesokan paginya. Terkadang wanita gemuk itu berpaling 220 . yang di antara mereka tiba-tiba Anne merasa malu. Bajunya. dan gelak tawa. tapi aku lebih suka membuat orang menangis daripada tertawa. diantara semua baju sutra dan renda yang berkilau dan bergerisik di sekitarnya. Anne.

tapi ketika pembacaan cerita itu usai tiba-tiba dia menutup wajahnya dengan tangan. Semuanya begitu asing. kalau saja dia kembali berada di Green Gables! Pada saat yang tak tepat ini namanya dipanggil. menurutnya. seorang ahli deklamasi profesional sedang menginap di hotel dan telah setuju untuk membacakan cerita. Bagaimana pun juga Anne— yang tak menyadari keterkejutan kecil dan sedikit perasaan bersalah yang dialami si gadis berenda-putih. yang lupa pada dirinya sendiri dan kesulitankesulitannya untuk sementara. dengan permata di leher dan di rambutnya yang gelap. dan gadis berenda-putih terus berbicara dengan suara yang dapat didengar dengan orang di sampingnya mengenai “bumpkin pedesaan” dan “wanita cantik dusun” di antara penonton. dan tak kan mengerti pujian halus yang tersirat di dalamnya kalau pun dia menyadari—bangkit berdiri. wajah-wajah kritis. seperti si gadis berenda-putih.dengan tepat dan memandangi Anne melalui kaca matanya sampai Anne. di deretan penonton. Pernahkah dia membayangkan mampu membacakan cerita? Oh. begitu matanya yang membesar ketakutan memandang ke arah penonton. para penonton menjadi heboh saat penampilannya. dirasakannya. dan pandangan mereka benar-benar melumpuhkan kekuatannya. malu dan menderita. tak berdaya. yang dipenuhi dengan wajah teman-teman dan para tetangga yang simpatik dan bersahaja. 221 . mendengarkan dengan mata berbinar gembira. saling bergenggaman tangan karena ikut merasa gugup. Mungkin. dan bergerak maju ke depan dengan kepala pusing. begitu mengagumkan—barisan para lady dalam gaun malam. rasa pusing menyerangnya. tak bersemangat mengantisipasi “kegembiraan semacam itu” dari pertunjukan bakat setempat pada acara itu. pasti akan dirasakannya selamanya kalau dia berbuat begitu. mereka menghalangi hiburan dari usahanya yang “udik”. Anne adalah korban serangan demam panggung yang luar biasa. Dia tak kan mampu bangkit dan membacakan cerita setelah itu—tak kan pernah. Dia merasa putus asa. Seseringseringnya dia membacakan cerita di depan umum. Tapi tiba-tiba. Wajahnya sangat pucat sampai-sampai Diana dan Jane. akan jadi pengeritik kejam. tak sepatah kata pun mampu diucapkannya. merasa harus berteriak keras-keras. dia melihat Gilbert Blythe jauh di bagian belakang ruangan. begitu brilian. Lututnya gemetar. Anne. hatinya berdebar-debar. seluruh atmosfer kekayaan dan terpelajar di sekitarnya. Sial bagi Anne. Ia punya suara yang bagus sekali dan mudah diubah-ubah dan kekuatan ekspresi yang mengagumkan. Ia adalah seorang wanita bermatagelap yang luwes dan menggunakan gaun yang luar biasa indah dari bahan abuabu yang berkilauan seperti cahaya bulan yang ditenun. yang benar-benar peka sedang diperhatikan dengan cermat. tak pernah dia menghadapi penonton yang seperti ini sebelumnya. Ini sangat beda dengan bangku-bangku panjang sederhana di Debating Club. Anne yakin dia akan membenci gadis berenda-putih itu sampai akhir hayatnya. Orangorang ini. dan momen berikutnya dia pasti sudah melarikan diri dari platform meskipun penghinaan yang.

Ia bilang mereka akan memintaku bercerita lagi. suaranya yang merdu dan jelas terdengar sampai ke sudut terjauh ruangan tanpa ada getaran atau pun jeda. yang pergi diam-diam karena sangat takut mendapat undangan seperti itu.” ujarnya terengah-engah. Dia TAK AKAN gagal di depan Gilbert Blythe—dia tak kan pernah dapat menertawakannya. duduk di sebelahnya. “Aku menangis seperti bayi.” kata sang lady pink. kau berhasil dengan baik sekali. mereka memintamu bercerita lagi—mereka melompat untuk memintamu kembali!” “Oh. Anne kembali dan menceritakan pilihan kecil lucu dan menarik perhatian yang semakin memikat penontonnya.” “Mereka tak mengecewakan Matthew. karena mereka datang bersama Anne. mengatakan padanya bahwa dia punya suara yang mempesona dan “menafsirkan” pilihan ceritanya dengan indah. keberanian dan kebulatan tekad menyetrumnya seperti getaran listrik. mata yang jernih. aku benar-benar menangis.menganggukkan kepala dengan senyuman di wajahnya—senyuman yang dirasakan Anne adalah senyum kemenangan sekaligus penghinaan. dan 222 . “Tapi tetap saja—aku harus— atau Matthew akan kecewa. Josie Pye. Penguasaan-diri benar-benar membuatnya pulih. dia ada di dalam menunggu mereka. tapi Billy tak terlihat di manapun. Lihatlah. Ketika dia selesai terdengar ledakan tepuk tangan yang sebenarbenarnya. “Sayangku. Dia menarik napas panjang lalu mengangkat kepalanya dengan bangga. Dengan tersenyum. dan wajahnya jelas penuh kemenangan dan penghinaan. gendut—yang merupakan istri seorang jutawan Amerika—memberinya perlindungan dan memperkenalkannya pada semua orang. Sang ahli deklamasi profesional Nyonya. tak kan. yang melangkah mundur ke tempat duduknya. wajah merona. yang ditumpangi mobilnya. Sisa malam itu benar-benar merupakan kemenangan kecil baginya. sambil tertawa. lalu dia memulai ceritanya. Anne. dengan tim. Tapi Anne tak melihat Josie. Mereka makan malam di ruangan makan besar yang dihias dengan indah. Pada kenyataanya itu bukanlah senyuman yang seperti itu.” ujar Anne kebingungan. mendapati tangannya dijabat dan digenggam dengan penuh semangat oleh wanita gendut berbaju sutra pink itu. tak kan pernah! Ketakutan dan kegugupannya lenyap. sang lady pink. Evans datang dan ngobrol dengannya. aku tak bisa pergi. merona karena malu dan bahagia. Gilbert hanya tersenyum karena secara umum menghargai seluruh pertunjukan dan khususnya karena pengaruh dari tubuh putih Anne yang ramping dan wajah spiritualnya yang membelakangi background pohon palem. saat semuanya telah usai. Diana dan Jane juga diajak serta. Bahkan si gadis berenda-putih memberikannya pujian kecil yang tak bersemangat. dan tak akan peduli kalau pun dia melihatnya. dan sebagai reaksi dari keadaan tak berdayanya yang mengerikan itu dia membacakan cerita seperti belum pernah melakukannya sebelumnya. Bagaimana pun juga. Saat konser telah usai. dan semuanya sangat baik padanya.

Evans. tidak. “Titian adalah seorang seniman yang sangat terkenal yang suka melukis wanita-wanita berambut-merah. Anne. sebagiannya. “Sebab.” “Aku punya sebuah pujian untukmu.’ Sekian. Tapi apa maksud dari rambut Titian?” “Kurasa dengan ditafsirkan itu berarti merah biasa. dengan rambut dan mata sehitam batu bara. kawan—semua perak. Jane?—‘Siapa gadis di platform dengan rambut indah Titian itu? Dia punya wajah yang sebaiknya kulukis. Kupikir itu lebih bagus daripada cara bercerita Nyonya. dan bahwa sepupu ibunya di Boston menikah dengan seorang pria yang pernah ke sekolah bersamanya. kan?” desah Anne. bayangan dan impian akan benda tak terlihat. begitu mereka pergi. kita punya enam belas tahun untuk dibanggakan. “Berlian-berlian itu sungguh menyilaukan. Jane.” “Oh. Anne bernapas dalam-dalam. karena ia seorang profesional. Oh. Aku sungguh puas kalau orang-orang cukup suka akan caraku bercerita. Anne. Well. caramu bercerita benar-benar hebat. dengan sedikit keterampilan bercerita. Josie Pye bilang ia seorang seniman ternama. Bagaimana pun.” ujar Anne cepat. Kita tak bisa lagi menikmati keindahannya kalau 223 .” Anne tertawa.” ujar Diana. “Setidaknya menurutku ini adalah sebuah pujian karena nadanya saat mengucapkannya. Anne. kawan?” “Kita SUDAH kaya. meskipun kupikir pada awalnya kau tak akan pernah memulai.” “APA kalian lihat berlian-berlian yang dipakai para lady itu?” desah Anne.” sahut Anne meyakinkan. Tidakkah kalian suka untuk jadi kaya. kami dengar dia bilang—ya kan. makan es krim dan salad ayam setiap hari yang menyenangkan. tenang dan mengagumkan segala sesuatunya. menyenangkan berada di luar lagi dalam kemurnian dan kesunyian malam! Betapa hebat. memakai permata dan baju berleher-rendah. dan memandang ke langit cerah di seberang dahan-dahan besar pohon fir. dengan desir laut yang berbunyi di sela-sela itu dan tebing curam di seberang bagaikan raksasa kejam yang menjaga pantai yang mempesona. Tak mungkin itu lebih baik dari cara Nyonya. kita bahagia sebagai ratu. dan kita semua punya imanjinasi. Aku yakin itu akan jauh lebih menyenangkan daripada mengajar di sekolah. kau tahu. “Tadi saat yang benar-benar menyenangkan. “Aku sangat berharap aku adalah orang Amerika kaya dan bisa menghabiskan musim panas di sebuah hotel. Ada seorang Amerika duduk di belakang Jane dan aku—pria yang nampak sungguh romantis. lebih kurang. Lihatlah laut itu.ketiga gadis itu keluar dengan gembira dalam kilauan cahaya sinar bulan yang putih dan cerah. jangan katakan hal seperti itu. Evans. “karena kedengarannya konyol. dan aku hanya murid sekolah.

” Anne membuat pernyataan. Kau TAHU kau tak akan rela. ke pesta atau ke acara-acara lain seperti itu.” BAB XXXIV-Anak Perempuan Dari Queen Tiga minggu berikutnya merupakan minggu-minggu yang sibuk di rumah atap hijau. " Anne.” 224 . begitu gemuk dan pendek sampaisampai kau benar-benar tak berbentuk sama sekali? Atau bahkan Nyonya.” kata anne. ini ada pakaian tipis untuk mu. pandangan sedih itu di matanya? Sewaktu-waktu pasti ia merasa amat sangat tidak bahagia dengan tampang seperti itu. dan banyak hal yang haarus dibicarakan dan diatur.” “Well. " Aduh. Evans. meskipun aku tak dihibur dengan berlian seumur hidupku. “Kupikir berlian akan sangat menghibur seseorang. Aku meminta bantuan Nyonya allan untuk memilihkannya untuk kamu di kota minggu lalu. aku tak mau jadi siapa pun selain diriku sendiri. seolah-olah kalian dilahirkan untuk menolak orang dengan hinaan? Atau lady pink itu. Perlengkapan anne banyak dan cantik-cantik. menyenangkan sekali. dengan kesedihan. Aku tahu Matthew memberikannya untukku dengan kesungguhan cinta seperti juga permata Madame lady pink itu.tapi aku pikir kamu barangkali perlu pakaian yang gaya jika kamu diajak ke jalan-jalan ke kota di sore hari. Aku dengan Jane dan Ruby dan Josie memiliki ’pakaian sore’. Apa kalian mau jadi gadis berenda-putih itu dan bertampang masam seumur hidupmu.kita punya uang jutaan dolar dan beruntai-untai berlian.” sahut Jane tak yakin. Terlebih lagi—suatu sore dia naik ke loteng timur dengan lengan yang penuh dengan kain hijau pucat yang indah. Marilla. karena matthew yang mengurusnya.kamu sudah punya banyak ikat pinggang. Aku tidak mengira kamu memerlukannya. Kalian tak akan mau menjadi salah seorang dari wanita-wanita itu meskipun kalian bisa. dan Marilla sama sekali tidak keberatan terhadap apapun yang matthew beli atau sarankan. Emily punya selera yang bagus. dan emily gillis akan membantu kita. “Aku benar-benar puas menjadi Anne dari Green Gables. begitu mereka menyebutnya. dan keserasian nya tidak untuk disaingi. aku tidak percaya kamu bergitu baik kepadaku—itu membuatku semakin hari semakin sulit untuk pergi. dengan kalung manik-manik mutiaraku. ”terimakasih banyak . Jane Andrews!” “Aku TAK mengerti—sebenarnya. karena Anne sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke Queen. baik dan manis seperti yang terlihat. dan ada begitu banyak jahitan yang harus dikerjakan.

Itu tidak akan berubah sedikitpun kemanapun aku pergi dan seberapa banyak pun lahiriah ku berubah. dan medeklamasikan ”janji seorang perawan’ untuk mereka di dapur. Itu sudah merupakan 225 .”ucap anne dengan gembira membungkuk di kursi marilla dan mencium pipi wanita itu. bangkit dan keluar dari pintu. Aku tidak percaya ada hal seperti itu. dan aku merasa kesepian bila memikirkan hal itu. pikirannya melayang kembali ke suatu sore disaat anne tiba di rumah hijau. meraih wajah marilla dengan kedua tangannya. dan melihat dengan sedih dan penuh kelembutan kedalam mata marilla.”ucap marilla.dan kamu terlihat begitu tinggi dan bergaya dan begitu—begitu—berbeda dengan semua pakaian itu— seakan-akan kamu sama sekali bukan berasal dari avonlea. dengan bangga. Anne menggunakannya pada suatu sore untuk menghargai matthew dan marilla. aneh. tapi sifat dan kebiasaannya adalah bukan seperti itu. Aku menyebutnya sebagai suatu kemenangan mutlak. Ingatan itu membuat air mata marilla jatuh. Dibawah bintang-bintang pada malam musim panas dia berjalan dengan gelisah melintasi kebun menuju gerbang dibawah pohon poplar.Sekarang kamu sudah dewasa dan kamu akan pergi. Dan aku ingin kamu tetap kecil. dan mendekapnya ke dadanya dengan lembut.pakaian hijau itu dibuat dengan banyak kedutan dan jumbai-jumbai dan rendarenda seperti selera emily. yang matanya mulai berembun. “Baiklah sekarang. dalam hatiku aku selalu menjadi anne kecilmu. Aku hanya tumbuh. aku pikir dia bukannya manja. marilla.dan mengingat pada seorang anak yang bersemangat. AKU yang sesungguhnya—didalam sini—masih sama. " Marilla!" Anne duduk pada pangukuan marilla.”Aku kira turut campur ku tidak pernah membahayakan sama sekali. ” sekarang. Aku sedikitpun tidak berubah—tidak benar-benar.” Anne meletakkan pipi mudanya yang segar pada pipi marilla yang layu. anne. Pada saat marilla memandang kewajah yang bergelora dan cerah serta gerakan yang lemah gemulai. dan sebelah tangannya meraih bahu matthew. Matthew. puisi ku membuat kamu menangis. Dia merupakan berkah buat kami. ”bisa ku simpulkan. meskipun dengan semua tingkah aneh mu. yang merupakan lebih baik dari apapun. Marilla seharusnya sudah mengutarakan persaannya lewat kata-kata seperti yang anne lakukan. yang merasa direndahkan karena menampakkan kelemahannya oleh karena puisi semacam itu. dan ingin untuk tidak pernah membiarkan anne pergi. aku bukan menangis karena puisimu. dan tidak pernah ada kekeliruan yang lebih beruntung daripada yang dibuat oleh Nyonya Spencer—Jika itu merupakan Keberuntungan.”Tidak. kesedihan terpancar dalam kedua mata sedihnya. dan penyayang juga. Dia pintar dan cantik. dan dia hanya mampu meletakkan lengannya merangkul erat gadisnya. ”aku hanya tidak tahan memikirkan kamu waktu kecil dulu. ketakutan dengan pakaian wincey yang coklatkekuningan. yang akan mencintai kamu dan matthew dan lebih menyayangi rumah hijau dan lebih baik setiap hari dalam kehidupannya.”dia berkomat-kamit.

itu perhitunganku. Itu berarti harus memperoleh izin kelulusan dari guru kelas pertama dalam satu tahun bukan dua tahun. " Tanpa hal itu Aku tidak akan merasa nyaman. karena Tuhan mengetahui bahwa kami membutuhkannya. Anne sadar akan rasa terasing yang datang ketika dia menemukan dirinya berada dalam satu kelas yang terdiri dari lima puluh orang siswa lain. kecuali seorang anak laki-laki yang jangkung. Jane.mengambil kelas dua tahun. dan menangis dengan sedu sedan karena kerinduan terhadap anak gadisnya. mengenal professor. Dagunya ternyata bagus! Aku tidak pernah memperhatikannya sebelumnya. tidak banyak membantunya. " Gilbert terlihat sangat tekun.Dia dan Matthew mengadakan perjalanan di suatu pagi bulan September yang cerah. Anne bermaksud mengambil kelas dua seperti yang disarankan oleh nona Stacy. Hari pertama itu terlewatkan dengan perasaan cukup menggembirakan bercampur kebingungan. pada saat marilla akan tidur.coklat diseberang kelas. dia benar-benar sadar dan sedih bahwa kamar loteng diujung aula sudah tidak dihuni oleh jiwa yang bersemangat dan tidak digerakkan lagi oleh hembusan nafas yang lembut.dan mengetahui dirinya juga melakukan hal yang sama seperti dirinya sendiri. dia membenamkan wajahnya kedalam bantalnya. aku kira aku tidak akan merasa seperti seekor kucing di dalam loteng yang asing pada saat aku mengenalkan diri. bertemu dengan semua murid baru. Namun tidak dapat disangkal anne merasa gembira juga bahwa mereka sekelas. disana dia mengibur dirinya dengan lumayan baik. tapi itu juga berarti lebih banyak pekerjaan dan harus bekerja lebih keras.berambut. sementara marilla menyibukkan dirinya dengan perkerjaan-pekerjaan yang tidak perlu dan terus melakukan hal itu sepanjang hari dengan luka hati yang sangat pahit—sakit yang membakar dan mengganggu serta tidak dapat terbasuh oleh butir-butir air mata. Aku semestinya membuat dirinya merubah pikirannya untuk memenangkan medali. dan anne tahu sekali apa yang harus dilakukan jika tidak cukup kerjaan. saling bergaul dan mengatur kelas. Ruby. yang mengejutkan dirinya ketika dia sudah dapat tenang untuk memikirkan betapa sangat jahat nya mengambil seorang anak. Begitu juga dengan gilbert Blythe. yang tidak satupun dia kenal.Charlie dan moody spurgeon. saat ini juga.persaingan lama masih bisa dilanjutkan. yang tidak mau mempersulit diri mereka dengan cita-cita seperti itu.Josie.kehendak tuhan. Aku sangat ingin Jane dan Ruby mengikuti kelas pertama juga. Anne dan pelajar-pelajar avonlea lainnya tiba di kota tepat padawaktunya dan bergegas menuju Academy. Tapi ketika anne sudah pergi diana mengahpus air matanya dan bertamasya ke pantai pasir putih bersama-sama sepupu-sepupunya dari Carmody. jika mereka berhasil.” Akhirnya hari dimana anne harus pergi ke kota pun tiba. setelah perpisahan yang menyedihkan dengan diana dan perpisahan hampir-hampir tanpa air mata –paling tidak dari pihak marilla—dengan marilla. karena itu dia nampak pesimis. Namun malam itu. lebih 226 ." pikir nya.

Anne tidak akan menjumpai orang yang tidak menyenangkan dibawah atap rumahnya.!” Anne merasa lebih sunyi lagi ketika dia menemukan dirinya sendirian di aula kamar tidurnya pada senja malam itu. dan lingkungan yang tenang.”jelas Nona Barry. dengan tempat tidur kecil yang berangka besi serta lemari buku yang kosong. dari anak sungai dibawah lereng dan cabangcabang pohon cemara bergoyang-goyang dihembuskan oleh angin malam yang berhembus diantaranya. Aku suka rupa anak itu dengan mata coklat dan ikat pinggang merah tua. dan memang. Aku ingin mengenal mereka berdua— mengenal mereka dengan baik—cukup akrab untuk bisa berjalan dengan tanganku merangkul pinggang mereka. Tetapi Beechwood sangat jauh dari Akademi itulah mengapa hal itu tidak mungkin dilakukan. kemudian meyakinkan marilla dan matthew bahwa tempat itu sangat baik untuk anne. Aku penasaran gadis yang mana disni yang akan menjadi teman-temanku. Dia tahu bahwa dia akan menangis. tapi aku memiliki banyak rasa sayang nomor dua untuk dilimpahkan. kesepian sekali. dan dia sangat hati-hati mengambil penyewa. dan hal itu tidak membantu anne melawan kerinduan pertama yang dirasakan sangat menyiksa dirinya pada kampung halamannya. dan mungkin tidak ingin mengenal aku tepatnya. dengan jaringan kabel-kabel telepon yang menutupi langit. dan sinar bulan yang menyinari kebun buah-buahan. dan beribu cahaya lampu yang menyinari wajah-wajah orang asing.” Semua itu agaknya benar. Tapi saat ini aku tidak mengenal mereka dan mereka tidak mengenal aku. diamana dia merasa senang akan ketenangan dari banyaknya tumbuhan-tumbuhan hijau diluar. dan lampu dari jendela diana memancar keluar melewati sela-sela pepohonan.ada satu lagi yang putih. " Nyonya yang menjaga rumah itu berasal dari keluarga baik-baik.dan rumahnya dekat dengan academy. derap langkah kaki orangorang asing. dan seolah-olah dia mengetahui satu atau dua hal mengenai mimpi. 227 . Nona Josephine Barry akan sangat senang bila dia menumpang dirumahnya. Dia terlihat bersemangat dan sepertinya menyenangkan. tak peduli betapa pun aku menyukainya.dulu. Memandang kesekeliling kamar kecilnya dengan muram dan sedih. aduh. Disini semua itu tidak ada. Mejanya bagus. jadi Nona Barry mencari rumah kos. anne tahu bahwa diluar jendelanya hanya ada jalan besar. cantik sedang memandang keluar jendela. Tentu saja aku berjanji pada diana tidak akan ada gadis dari Queen. dan berjuang melawannya. Tidak pernah akan bisa menjadi kesayangan ku seperti dirinya. kerongkongannya tiba-tiba terasa tercekik karena dia ingat pada kamarnya yang putih di atap rumah hijau. ”Suaminya merupakan pegawai di pemerintahan inggris. dan bisa memanggil nama kecil mereka. dengan lapisan kertas yang membosankan dan dinding-dinding tanpa gambar. Dia memiliki rambut yang indah. terbukti seperti itu. Benar-benar suatu spekualasi yang menarik. Dia tidak kos seperti anak perempuan lainnya yang semuanya memiliki saudara di kota yang berbelas kasihan kepada mereka. pohon-pohon pae yang a akan tumbuh di kebun. langit luas yang dipenuhi oleh binta-bintang.

kata anne dengan tulus. Kamu seharusnya tidak perlu menangis. Karena senangnya melihat sebuah wajah yang dikenalinya anne lupa bahwa antara dia dan josie tidak pernah ada banyak cinta. aku mengira mungkin marilla membekali kamu kue.”kata josie. Ah. Kota begitu menyenangkan daripada poky avonlea tua itu. karena hidung dan matamu menjadi merah. dan sekarang kamu kelihatan merah semuanya. kesunyian dan air mata tidak lebih memuaskan dibandingkan bersahabat dengan Josie pye ketika kemudian jane dan ruby muncul. Dan banyak lagi yang keluar! Aku harus berpikir mengenai hal-hal yang lucu untuk menghentikan mereka. dan tidak ada seorangpun yang tahu banyak mengenai masalalu mu sebelumnya. Aku bilang kamu yatim piatu yang diadopsi oleh pasangan curthbert. Aku menikmati waktu yang indah di academy hari ini. jika saja Josie Pye tidak muncul pada saat itu. Aku tidak punya keinginnan untuk mengalami homesick. Itulah mengapa aku kemari. ”Aku kira kamu sedang rindu kampung halaman—beberapa orang memiliki pengendalian diri yang sangat sedikit dalam hal itu. Tapi tidak ada hal lucu kecuali hal-hal yang berhubungan dengan avonlea. Dan dia dibagian olah raga. Dia melihat kamu dikelas hari ini. Karena Josie tidak ”bebicara” kepada Jane maka dia harus terdiam dan terhitung tidak berbahaya. Jika tidak aku sudah pergi ke taman untuk mendengar pertunjukan band dengan frank stockley. Dia menyewa ditempat yang sama dengan aku. Kumisnya akan membuat hati kamu kerwollowps. Asal merupakan bagian dari kehidupan avonlea bahkan seorang Pye pun disambut dengan gembira. Dan itu hanya akan membuat suasana menjadi tambah buruk—empat—lima—aku akan pulang kerumah jumat depan. anne. betapapun. Oh.” Anne merasa ragu. dengan rasa belas kasihan yang menjengkelkan. 228 . bahwa Banjir air mata akan datang. Aku heran bagaimana aku bisa tahan berada disana begitu lama. Kamu sedang menangis." aku tidak akan menangis---ini bodoh—dan lemah—ini air mata ketiga yang terpercik melalui hidungku. dan bertanya padaku siapa gadis yang berkepala merah itu.itu seharusnya tidak terjadi. bisa ku bilang begitu. Professor Bahasa Prancis kami benar-benar seperti bebek. matthew hampir sampai dirumah sekarang—dan marilla sedang menunggu di pintu gerbang. Aku tidak bisa menghibur diri—aku tidak INGIN menghibur diri— Lebih baik menderita!” tidak diragukan lagi. tapi rasanya seperti seratus tahun lamanya. tidak ada gunanya menghitung mereka! Karena sekarang mereka sudah banjir. dan menyediakan jalan setapak untuk matthew—enam—tujuh— delapan---oh. Apakah kamu punya seseuatu yang dapat dimakan anne? Aku kelaparan. " Aku sangat senang kamu datang. masing-masing dengan satu inchi pita berwana ungu campur merah muda—pertanda Queen—yang tertancap gagah di jas mereka.

”pelajar-pelajar queen akan memperbutkan satu beasiswa avery sesudah ini nanti. Frank stockley yang memberitahuku—pamannya merupakan anggota dewan gubernur. Wajah anne bersemu merah dan mengakui bahwa dia memang sedang memikirkan hal itu. sebelum gema dari suara josie membuyarkan lamunannya. mengambil kursus seni di perguruan tinggi Redmond. pada akhir tahun pelajar yang lulus dengan dinilai bahasa inggris yang terbaik dan literatur bahasa inggris akan memenangkan beasiswa—dua ratus lima puluh dollar per tahun selama empat tahun di institute Redmond. Aku harus mengerjakan tuga rumah ”virgil”—professor tua yang mengerikan itu memberikan kita tugas dua puluh baris untuk dikerjakan besok. memperhatikan kelender Queen yang berada di atas meja. Kata josie. pada akhir tahun. Ini benar-benar cita rasa dari avonlea. ”Oh. itu mengingatkan aku.?? Seorang pengusaha dari New Brunswick yang kaya raya sudah meninggal dunia dan meninggalkan sebagian dari keayaannya untuk memberikan sejumlah besar bantuan beasiswa untuk dibagikan kepada bermacam-macam sekolah tinggi dan akademi di Profinsi maritim.” Ruby. karena aku sedang asyik menangis sebelum akhirnya rubby datang. Tapi aku sama sekali tidak bisa belajar malam ini.Aku 229 . Hal itu akan diumumkan di academy besok. dan anne merasa bahwa kakinya kini adalah orang pribumi. dan horizon ambisinya berpindah menjadi luas seolah-olah oleh kekuatan magis. benarkan? terimakasih. Ada banyak perdebantan apakah hanya akan dibagikan kepada penduduk queen. Itu akan memulihkan diriku. Sebelum Josie mengatakan padanya berita itu puncak cita-cita anne tadinya adalah memperoleh izin provinsi dari guru. Kue??kamu akan memberikan potongan yang paling kecil untuk ku. indah sekali rasanya memiliki cita-cita dan ambisi. aku tahu hari ini. ”Tidak kah matthew akan merasa bangga jika aku memperoleh gelar Sarjana Seni (Bachelor of Art)? Oh. Karena Beasiswa Avery dalam bahasa inggris. dan mungkin meraih medali! Tapi sekarang sejenak anne membayangkan dirinya memenangkan beasiswa avery.! ”Aku akan memenangkan beasiswa itu jika aku bekerja keras.Jika kamu mau melanjutkan menangis. aku pikir aku sejak pagi ini aku akan tinggal berbulanbulan disini." baiklah.” ujarnya. sesuai dengan bidang pelajaran mereka. kamu tahu.kelas pertama. ingin tahu jika anne bermaksud untuk meraih medali emas. Aku tidak keberatan menjadi angsa jika ada orang lain yang menjadi angsa juga." desah jane. dan mengenakan baju wisuda dan berada dipanggung. tapi perihal itu pun akhirnya diputuskan bahwa.” Beasiswa Avery! Anne merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Tidak mengherankan bila malam itu anne tidur dengan pipi yang geli. Anne. menurutku aku melihat bekas airmata .

dia punya banyak teman perempuan. Seperti anak laki-laki lain pada saat dia berpikir mengenai mereka. Diana dan beberapa anak muda avonlea yang lain pada umumnya berkumpul untuk menemui mereka dan setelah itu mereka semua berjalan berkeliling avonlea dalam pesta gembira. Gilbert memiliki ambisi. Dengan lampu-lampu dari rumah-rumah di avonlea berkelipan dibawahnya. sekarang berpikir bahwa dirinya sudah cukup dewasa.Musim dingin di Queen Kerinduan anne akan kampung halaman sudah menghilang. Rubby merupakan seorang gadis yang sangat menawan. Itu membuat hidup jadi menarik.senang karena aku memiliki banyak cita-cita dan keinginan. Anne juga berpikir demikian. kulit yang indah dan bentuk tubuh yang indah. akan sangat menyenangkan memiliki teman berolok-olok dan teman berbincang seperti gilbert dan bertukar pikiran mengenai buku-buku dan perlajaran-pelajaran serta cita-cita. dan ruby Gillis sepertinya bukan orang yang cocok untuk membahas masalah seperti itu. melewati ladang yang indah dan melalui pakis yang 230 . Jika dia dan gilbert berteman dia tidak akan peduli seberapa banyak teman lain yang dimiliki oleh gilbert dan juga dengan siapa dia berjalan. mungkin sebatas teman belaka. Dia memiliki mata biru cerah yang besar. meskipun dia harus menurunkannya ketika pulang kampung. Dia hanya berpikir bahwa jika gilbert dan dirinya berjalan pulang bersama dengan kereta api. dia tahu itu. Gilbert Blythe hampir selalu berjalan bersama dengan Rubby Gillis serta membawakan tasnya. sangat terbantu dengan kunjungan akhir pekannya ke kampung halaman. tapi dia tidak akan mengatakan hal itu demi beasiswa avery. ” Tapi pikir dia bukan jenis perempuan yang disukai oleh Gilbert. Anne berpikir hari jumat sore itu menyenangkan untuk dihabiskan diatas bukit yang berudara segar keemasan.Dan seperti nya tidak pernah ada habisnnya—itulah hal terbaiknya. Hanya segera setelah kamu mencapai satu ambisi kamu masih akan melihat satu lagi yang berkilauan diatas sana.dia memakai rok selama orang tuanya mengijinkannya dan dia menggulung rambutnya hingga kelihatan pendek di kota. tapi dia tidak sepenuhnya sadar bahwa persahabatan dengan anak lelaki juga mungkin meupakan hal yang baik untuk dilakukan untuk melengkapi pershabatan seseorang dan melengkapi sudut pandangan yang lebih luas mengenai penilaian dan perbandingan. Tidak ada sentimen bodoh yang muncul pada gambaran anne mengenai Gilbert. Anne belum dapat meletakkan perasaannya pada hal itu sehingga membuat suatu definisi yang jelas. serta menikmati hal –hal yang menyenangkan dengan bebas.” BAB XXXV. Selama musim liburan belum berakhir pelajar-pelajar avonlea pergi ke cabang baru Carmody di jalan kereta api setiap malam jumat. Anne pandai membina persahabatan. meupakan jam-jam terbaik dan terindah dari seluruh minggu.”Bisik Jane kepada anne. tapi dia tidak mampu juga untuk tidak berpikir.

bertumbuhan disepanjang jalan setapak. bijaksana.! Di academy anne secara berangsur-angsur mendapatkan lingkaran kecil temantemannya disekitar nya. dan Lewis Wilson. Anne bekerja keras dan tekun. 231 . Stella Maynard. imajinatif. pelajar yang ambisi seperti dirinya. pemenang beasiswa Avery masih diragukan. Rubby gillis mendapat predikat gadis tercantik tahun ini di academy. pada kelas tahun kedua stella Maynard memenangkan telapak tangan terindah. Jadi mungkin saja wajar dinyatakan bahwa murid-murid lama nona stacy memainkan peran mereka sendiri di gelanggang academi. berasal dari desa dengan dahi yang maju dan Jas tambalan. bersungguh-sungguh —memenagkan penghargaan pengetahuan rumah tangga.” Priscilla Grant. dengan pemikirannya sendiri mengenai peristiwa-peristiwa dan bertekat untuk meraih yang terbaik di dalam hidup dengan memberikan yang terbaik pada hidup.pakaian yang paling bergaya. Gilbert merupakan seorang teman muda yang panadi. seperti pelangi di udara sama seperti mata anne. meskipun hal itu tidak banyak yang mengetahui dikelas. dan jane andrew—Jane yang sederhana. Dengan gadis “mawar-merah”. lucu. Persaingan nya dengan gilbert sama ketatnya seperti waktu masih di sekolah avonlea dulu. dan “gadis impian. Bahkan Josie Pye mencapai keunggulan tertentu sebagai Gadis Berlidah paling tajam yang ada di Queen. dia segera menjadi teman karib. Frank Stockley memiliki banyak aksi dan pesona. Dan sudah akui bahwa calon penerima medali secara praktis telah disempitkan menjadi tiga orang---Gilbert Blythe. menemukan gadis putih yang terlihat alim yang diercoki oleh kenakalan serta olok-olok dan keisengan. tapi bagaimanapun juga kegetiran itu sudah mulai terasa. Anne Shirley. Medali perunggu untuk matematika diduga akan dimenangkan olah seorang anak laki-laki gemuk. Ruby gillis mengatakan pada jane andrew bahwa dia tidak mengerti sedikitpun apa yang gilberth bylthe katakan: dia berbicara sama seperti anne shirley pada saat dia setuju dengan suatu hal dan rubby pikir tidak menyenangkan sama sekali untuk terlalu peduli pada buku-buku dan hal-hal seperti itu pada saat kamu tidak harus melakukannya.Setelah liburan natal pelajar avonlea berhenti pulang kampung setiap jumat dan belajar keras. tapi dia tidak se ganteng Gilbert dan dia sungguh tidak dapat memutuskan yang mana yang paling disukainya. satu orang dari enam orang yang dijagokan berkemungkinan menjadi pemenangnya. dengan sedikit sokongan kritis dari anne shirley. mereka mungkin sudah berbincang mengenai banyak hal menarik dan menggembirakan mengenai dunia baru yang luas di sekitar mereka dan meletakkan harapan-harapan dan cita-cita mereka padanya. lambat. Ethel marr nobatkan oleh seluruh juri penilai sebagai seorang yang memiliki mode rambut. Kenyataan ini merupakan hal yang lumrah. Pada saat ini semua pelajar-pelajar Queen cenderung berada di barisannya masing-masing dan beragam kelas telah menetapkan tempat berteduh masingmasing yang berbeda dan mulai bekerja. sementara itu mata hitam bersemangat milik stella terlihat sayu/muram oleh khayalan dan mimpi-mimpi.

Anne meghabiskan waktu luangnya di beechwood dan biasanya di memanfaatkan hari minggunya dengan makan malam disana dan pergi ke gereja dengan nona barry yang Belakangan . yang singgah. ”aku lelah dengan gadisgadis lain—ada seperti kesamaan yang abadi dan menggusarkan pada mereka. Tapi dia tidak pernah bicara kasar pada anne. tapi lebih karena kesadaran akan kebanggaan atas kemenangan dari lawanlawan laki-laki yang bernilai. memiliki waktu untuk bagi dirinya untuk meremehkan ujian itu. ” Jane dan rubby serta josie. hampir sebelum semua orang menyadarinya musim semi telah datang. " Anne-Girl bertambah baik setiap saat. yang terus menerus menjadi kesayangan dari wanita tua yang kritis itu.ucap anne. ”rasanya tidak mungkin bahwa satu semester hampir usai”. Bagi mereka ujian-ujian yang akan datang merupakan hal yang sangat-sangat penting—jauh lebih penting dibanding tunas buah chest atau hari perpeloncoan. Anne memiliki banyak perbedaan seperti pelangi dan setiap hal. dan dia membuat aku jatuh cinta padanya dan aku suka pada orang yang telah membuat aku mencintai mereka.”kenapa. tapi ketika aku melihat pada tunas besar yang sedang berkembang dengan susah payah pada pohon itu serta udara biru yang berkabut si ujung jalan. Dan disinilah kita sekarang. telah bertambah tua. Aku tidak tahu bahwa dia sama menghiburnya seperti dia masih kanak-kanak dahulu.musim gugur yang lalu terlihat sangat panjang—sepanjang musim digin ini banyak kelas dan pelajaran. kadang aku merasa seolah-olah ujian itu adalah segalanya. Kemudian. Kawan-kawan. di Avonlea mayflower sedang mengintip sebelum merekah merah muda pada tanah yang gundul diamana rangkaian bunga-salju melekat. dengan ujianujian yang minggu depan yang sudah terbayang. ” ucapnya. tapi dia tidak memikirkan bahwa hidup menjadi tidak sangat membantu seandainya dia tidak menang. dan ”kabut hijau” berada di pepohonan dan lembah-lembah. yang yakin setidaknya lulus. Tapi di kota charlotte hal yang mengganggu pikiran dan dibicarakan oleh pelajarpelajar hanyalah mengenai Ujian-ujian. tapi ketika semua masa depanmu 232 . Semua itu tidak masalah bagi anne. seperti pengakuannya.hal baru itu selalu lebih bagus dari hal sebelumnya. tidak menanggapi hal itu. ujian-ujian itu terlihat tidaklah begitu penting. tapi mata hitamnya tidak suram namun setidaknya tenaga lidahnya semakin mereda. Selain belajar siswa-siswa mendapatkan kesempatan untuk bersenang-senang.anne sudah tidak ingin lagi menang dengan alasan untuk mengalahkan gilbert. Itu menyelamatkan aku dari banyak masalah pada diriku dengan mencintai mereka. Itu lebih bernilai untuk dimenangkan.

Tapi anne.—setiap tahun setangkai mawar akan sampai janjinya untuk ditenun menjadi chaplet abadi. pipi lembutnya bertumpu pada kedua tangannya. Semua mimpi-mimpi itu adalah miliknya dengan kemungkinan-kemungkinan tersembunyi pada tahun-tahun mendatang. " Beart badanku telah turun sebanyak tujuh pond dalam dua minggu terakhir ”. jangan bicarakan mengenai ujian!lihatlah pada lengkungan dari hijau pudar diatas langit rumah-rumah itu dan bayangkan dirimu sendiri seperti apa itu terlihat bila melewati hutan-hutan –pohon beerch yang lembayung di avonlea. Frank stockley bilang bahwa profesor Tremaine mengatakan bahwa Gilbert blythe dipastikan memperoleh medali itu dan Emily Clay sepertinya yang akan memenangkan beasiswa Avery itu. tidak akan memberikan banyak perbedaan apakah aku akan meraih avery ataupun tidak. ada hal terbaik yaitu usaha dan kegagalan. Josie”. ” " jane.”tapi sekarang aku jujur merasakan bahwa selama aku tahu bahwa bunga violet akan mekar dan membuat lembah di bawah rumah atap hijau menjadi ungu dan pakis-pakis kecil menyembulkan kepala mereka di jalan setapak LOVER. 233 .”jika aku tidak lewat tahun ini aku akan kembali lagi tahun depan.” ”_Aku_ tidak peduli. apa yang akan kamu kenakan untuk pada hari pertama ujian? Tanya Rubby praktis. Aku sudah melakukan usaha terbaik ku dan sekarang aku memahami apa yang dimaksud dengan ”kesenangan dari perdebatan” Disamping usaha dan kemenangan. ” ucap josie Pye. Anne.tergantung pada ujian-ujian itu---seperti yang dipikir oleh gadis-gadis itu—kamu tidak dapat mengabaikan mereka dengan berfilsafat. Jane dan josie keduanya menjawab dengan segera dan pembicaraan berubah arah menjadi menganai mode. keluh jane. Khawatir terkadang sedikit membantu mu—itu akan terlihat seolah-olah kamu sedang melakukan suatu hal pada saat kamu sedang khawatir. dengan sikunya menyandar pada ambang jendela. Ayahku mampu mengirim aku kesini. menembus keluar menyeberangi atap kota dan menuju kepuncak menara kubah agung dari langit matahari terbenam dan merajut mimpi-mimpinya akan kemungkinan masa depan dengan benangbenang emas dari optimisme masa muda.” ”itu akan membuat aku sangat kecewa besok.”tidak ada gunanya mengatakan jangan khawatir.”tawa anne. Kawan-kawan. Akan mengerikan jika aku gagal memperoleh sertifikat setelah melewati musim dingin di Queens dan menghabiskan banyak uang. dan matanya terisi oleh pandangan-pandangan.Aku AKAN khawatir.

Pada saat mereka memasuki tangga Queen. ujian telah berakhir (selesai) dan dia yakin bahwa paling tidak dia berhasil melewati ujian. Anne dan jane berjalan menyusuri jalan bersama. Jane. waktu menjadi suatu hal yang paling penting di dunia ini. kegelisahan dan kesempitan hati. Aku tidak berharap avery. Dan aku mohon dengan sangat kepadamu atas nama/demi persahabatan lama kita untuk melakukannya secepat mungkin. Jane berjanji dengan sungguh-sungguh. Aku akan tetap berada diruang ganti baju anak perempuan. Dan meskipun ambisi sangat bernilai untuk dimiliki. jane. mereka mendapati aula dipenuhi oleh anak laki-laki yang mengangkat Gilbert Blythe diatas bahu mereka dan meneriakkan pada puncak dari suara mereka : Hore Blythe. Karena kita membayar sebuah harga untuk setiap hal yang kita dapatkan di dunia ini. Tentu saja kamu akan memenangkan salah satu penghargaan itu. Pertimbangan/selanjutnya/ yang lebih lanjut tidak mengganggu jane sama sekali. tapi. pada saat itu terjadi. Jika aku gagal katakan langung.Bab XXXVI Keagungan dan Mimpi Pada suatu pagi ketika semua hasil ujian di pasang pada papan bulletin di Queens. mereka tidak dimenangkan dengan mudah(mereka tidak diraih dengan mudah). Dia tidak punya ambisi yang membumbung tinggi dan sebagai konsekuensi (akibatnya) dia tidak dihinggapi penyakit kegelisahan/tidak tenang sesudahnya. ucap anne. Dan apapun yang kamu lakukan JANGAN berbelasungkawa/menyatakan simpati dengan ku. Aku tidak memiliki keberanian jiwa. tidak ada gunanya janji seperti itu. Tapi membutuhkan kerja keras dan pengorbanan dirisendiri. Melewati waktu 10 menit itu sebanrnya tidak terasa. Kamu harus membaca pengumuman-pengumuman itu dan kemudian memberitahu pada ku.kalau tidak siapa yagn tidak bisa memahami betapa/bagaimanakah fakultas/staf pengajar bisa begitu tidak adil seperti terhadap medali itu kalau tidak. Berjanjilah padaku akan hal ini. Hanya saja bagi dirinya. Anne pucat dan diam. Dalam waktu 10 menit lagi dia akan mengetahui siapa yang akan memenangkan medali dan siapa yang memenangkan avery. semua orang mengatakan bahwa Emily clay yang akan memenangkan itu. Jane tersenyum dan bahagia. pemenang Medali 234 . tanpa mencoba untuk berhenti dengan lemah lembut. Dan aku tidak akan berdesakan di papan bulletin itu dan melihatnya sebelum semua orang selesai. ucap jane.

bukankah itu bagus?? Dan kemudian anak-anak perempuan mengelilingi mereka dan anne menjadi pusat kegembiraan. aku sangat bangga. Aduh anne. Mathew curthbert. Tapi kemudian Seseorang berteriak : Mari bersorak-sorak dengan semangat untuk Nona Shirley. dengan mata dan telinga hanya untuk seorang pelajar diatas podium—seorang gadis janggkung dalam balutan pakaian hijau muda. Kamu sungguh senang menggoda orang. Acara dilaksanakan di Aula pertemuan besar di Akademi. Ijazah penghargaan untuk pelajar. kemudian segera mereka melarikan diri menuju kamar ganti pakaian perempuan diantara sorak-sorai gemuruh. Upacara pemberian Ijazah merupakan peristiwa penting berikutnya. marilla? Bisik Mathew. lagu-lagu dinyanyikan. Berbicara untuk pertama kalinya sejak dia memasuki aula. Tidak kah kamu bangga dengan gadis. dengan kedua pipi yang agak kemerah-merahan dan kedua mata yang penuh dengan sinar gemintang. Ini bukan pertama kalinya aku bahagia/senang. yang membaca karangan terbaik dan ditunjuk dan dibisiki sebagai pemenang Avery. karangan dibacakan. hadiahhadiah dan medali-medali diberikan.Anne?Aku bangga. Nona Barry yang duduk di belakang mereka. kelompok ucapan selamat datang menyerbu. Bahunya di gebuk dan tangannya bergoncang dengan semangat. Memperhitungkan bahwa kita senang telah membesarkan dia. Ulang marilla. Mathew akan menyesal —dia sangat yakin bahwa anne akan menang. kata nya. Mathew dan marilla akan puas. condong kedepan dan menyodok/mencongkel punggung marilla dengan gagang payungnya. dia tidak pernah pulang sejak bulan april lalu dan dia merasa dia tidak dapat menuggu 235 . Pidato diberikan. pemenang Avery! Wah anne. Mathew dan Marilla ada disana. aku harus menulis berita/surat kerumah sekarang juga. Dia ditolak dan ditarik dan dirangkul dan diantara itu semua. Jane megap-megap. Anne pulang ke rumah Avonlea dengan Mathew dan marilla sore itu.Untuk sejenak anne merasa perutnya mual tiba-tiba akibat kekalahan dan kekecewaan. ketika anne menyelesaikan karangannya. dia mencoba untuk berbisik kepada Jane : Aduh. Jadi dia gagal dan Gilber menang! Baiklah.

Sangat baik melihat pucuk cemara itu menantang langit merah muda—dan kebun buah putih dan salju queens yang tua. setelah semuanya. kata dia. Dia tidak mengatahui hal itu. Dia harus. Diana ada di Rumah hijau untuk mengunjunginya. Tidakkah itu baik sekali untuk dipikirkan kami semua dapat melampaui bahkan moodi Spurgeon dan Josie Pye? Dewan SEkolah Newbridge sudah menawarkan Jane sekolah mereka. dimana marilla telah mengumpulkan mawar-mawar yang sedang berbunga pada ambang jendela. aku pikir lelah karena rajin belajar dan lelah karena berambisi. Kata Diana. Di dalam kamar putih nya sendiri. Aku bermaksud untuk menghabiskan waktu paling sedikit 2 jam besok berleha-leha (berbaring) di rumput kebun buah-buahan. Tapi saat ini/sekarang aku merasa seolah-olah cukup menyenangkan duduk disini dan memperhatikan kamu. Aku berharap dia akan memperoleh sekolah disini jika Miss Ames memutuskan untuk pergi/berhenti. tidak kah itu kedengaran hebat??aku akan memiliki pesediaan nyanian ambisi yang baru sekali untuk diberikan pada waktu itu nanti setelah tiga bulan yang agung. Josie Pye memberitahuku kamu melakukannya. Dia berharap Gilbert akan pergi ke Redmond juga. aku mengira kau tidak akan sedang mengajar sekarang bahwa kamu telah memenangkan Avery? Tidak. Dan alangkah baiknya melihat kamu lagi. Sungguh baik bisa kembali lagi. Aku lelah. Bukankah nafas mint lezat ?dan mawar itu—kenapa. Aku pikir stella Maynard lebih baik dari aku. Bunga appel merekah dan dunia tampak segar dan muda. Apa yang akan anne lakukan tanpa persaingan yang 236 . Aku akan pergi ke Remond September nanti. anne melihat kesekitar dan menarik napas panjang kebahagiaan. Stella Maynard merupakan seorang gadis yang paling mahal didunia kecuali satu orang dan orang itu adalah kamu. Gilbert bythe akan mengajar juga. Anne tertawa dan menghujani Diana dengan bunga lili bulan juni yang layu dari buket miliknya. Oh Diana. Anne merasakan sedikit perasaan ganjil dari kekagetan kecemasan dalam hatinya. ucap Diana penuh celaan. Aku mencintai kamu lebih dari siapapun—dan aku punya banyak hal untuk diceritakan padamu. Diana. dan tidak berpikir apa-apa. Josie bilang kamu JATUH HATI pada nya. Diana. Jane dan Ruby akan mengajar. bulan-bulan keemasan dari liburan. jadi ia bermaksud untuk mendapatkan penghasilannya sendiri. Kamu sudah melakukan pekerjaan dengan baik sekali anne. semuanya merupakan sebuah nyanyian dan sebuah harapan dan doa semua menjadi satu.hingga besok. Ayah nya tidak sanggup membiayai kuliahnya tahun depan.

Kamu juga tidak terlihat sehat seperti yang biasa aku lihat. tapi dia akan jauh lebih baik untuk sementara waktu dan kita harus menggaji seorang lelaki yang baik. sekarang karena aku ada dirumah. Sehingga aku berharap dia dapat beristirahat dan kembali segar. Dia bilang itu tidak cocok untuk mereka untuk lingkungan wanita yang sebenarnya/lingkungan sejati wanita. Anne mencondongkan badannya ke meja dan mengambil wajah marilla di tangannya. Kamu selalu membuatnya gembira.dalam musim semi ini sudah Beberapa kali dia mendapat serangan jantung yang sungguh berat dan dia tidak akan meluangkan waktu untuk dirinya sendiri sedikit saja. meskipun pada fakultas perguruan tinggi dengan murid pria dan wanita dan harapan gelar yang nyata. Mungkin dia akan mau sekarang karena kamu ada dirumah. Anne ? 237 .membangkitkan semangat mereka ?tidak akan berhasil. Doctor spenser banyak cincong/membuat aku repot dengan kacamata. menjadi agak hambar tanpa teman bermusuhannya? Pagi berikutnya saat sarapan anne tiba-tiba menyadari/menemukan bahwa Mathew kelihatan tidak sehat. Marilla. aku sering sekali sakit kepala sekarang—selain mata aku. Aku tidak bisa membaca atau menjahit dengan nyaman sekarang. Aku takut kamu bekerja terlalu keras. dan selanjutnya giliran kamu untuk bermalas-malasan saat/sedangkan aku mengerjakan pekerjaan. tapi mereka tidak memberikan kebaikan untuk ku. Nyonya. Kamu harus beristirahat. akhir-akhir ini. Aku benar-benar cemas tentang dia. tentu saja dia kelihatan lebih gelap/abu-abu daripada satu tahun sebelumnya. Aku kira aku harus. kamu kelihatan lelah. Bukan karena pekerjaan—hanya karena kepalaku. Baiklah. apakah Mathew sehat ? Tidak. Aku tidak percaya akan kata itu. panggil anne dengan ragu-ragu ketika Mathew telah pergi keluar.Lynde mengatakan sebelumnya kebanggaaan surut dan dia tidak percaya terhadap sekolah tinggi untuk wanita sama sekali. Aku akan menggunakan satu hari libur ini untuk mengunjungi semua tempat-tempat keakungan lama dan memburu mimpimimpi lama ku. Ada ahli mata yang hebat/terkenal yang datang ke PULAU ini juni lalu dan doctor bilang aku harus menjumpainya. Mengambil Kelas puisi Pertama satu tahun dan memenangkan beasiswa Avery.—Baiklah— baiklah. marilla. Harus kukatakan kamu sudah melakukan pekerjaan dengan sangat baik di Queens. Anne. berbicara mengenai Rachel mengingatkan aku—Apakah kamu sudah mendengar berita apapun mengenai Bank Abbey.jawab marilla dalam nada susah. Marilla tersenyum dengan mesra pada gadisnya.

Aku akan bisa banyak membantu kamu sekarang dan meluangkan kamu dengan 100 cara. anne. Dia menghampiri rumah pendeta dan mempunyai perbincangan dengan Nyonya. Kamu bekerja terlalu kerasa hari ini. melewati jalan/pedesaan penggemar untuk menggembalakan dari belakang. ponakannya sungguh kepala lembaga/institusi. aku ingin Mathew untuk menarik uang kita segera. Oke. Hutan/kayu-kayu seluruhnya bercahaya terlewati oleh matahari terbenam dan semarak kehangatan dari air panas menurun melintasi lembahlembah bukit di bagian barat. Russel mengatakan padanya kemaren bahwa bank itu bail-baik saja. Mathew bilang setiap bank dibawah pimpinannya cukup bagus untuk setiap orang. dan dia bilang dia akan mempertimbangkan hal itu. Ucap Mathew menepuk tangan nya. hari itu sangat cerah dan bagus dan terang. dan lupakanlah. kata anne dengan prihatin. Jika saja aku adalah anak laki-laki yang kamu kirim. Allan. hanya saja aku sudah menjadi lebih tua sekarang. Dan akhirnya di sore hari dia pergi dengan Mathew untuk melihat kerbaukerbau. Aku dapat menemukan hal itu dalam hatiku untuk hasrat yang kumiliki. Ucap anne. Mathew berjalan pelan-pelan dengan kepala tertunduk. Anne bersenang-senang hari itu dengan persahabtan dengan dunia luar. dia pergi ke gelembung Dryad dan hanyapohon belaka dan lembah bunga violet/lembayung. Kenapa kamu tidak mengambil hal yang lebih mudah? Baiklah sekarang. aku menduga bukanlah anak 238 . anne tinggi dan tegak. Baiklah. ketika Rachel memberitahukan pada kami hal itu. Awalnya aku ingin Mathew meletakan uang itu di Bank Saving. Semuanya kita tabung di bank itu—setiap sen. dia benar-benar sudah tua. Dia tidak akan pernah melupakan hari itu. Abbey tua adalah teman baik Ayah Mathew dan ia selalu menyimpan uang pada nya. Tapi Mr. kenapa?? Itu apa yang dikatakan Rachel : dia mampir kesisni suatu hari pada minggu kemaren dan dia bilang banyak perbincangan mengenai itu. oke. tapi Mr. jawab anne. Hanya untuk itu Baiklah sekarangm aku lebih memilih kamu daripada selusin anak laki-laki. Anne menghabiskan beberapa waktu berharganya di kebun buah. kata Mathew. Mathew. begitu bebas dari bayang-bayang dan begitu begitu banyak bunga. Aku rasa dia mempunyai jumlah nominal yang besar selama bertahun-tahun. saat dia membuka pintu gerbang halaman agar kerbau-kerbau bisa lewat. aku selalu bekerja keras dan aku lebih suka jatuh dalam pakaian kuda. Mathew merasa sangat cemas/khawatir. aku sepertinya tidak bisa seperti itu. Hanya mengingatkan kamu—lebih baik daripada selusin anak laki-laki.Aku dengar bank itu agak goyah. anne. menyesuaikan langkah per nya dengan langkah Mathew. kata dia penuh omelan. Baiklah sekarang.

Diluar salju Queen/Queen salju halimun/berkabut putih dalam sinar dengan berkabut putih dalam kilauan bulan/cahaya bulan. Mereka mendapati Anne dan Marilla yang sedang kebingungan mencoba untuk memulihkan Mathew agar siuman kembali . memeriksa denyut nadinya. panggil martin—cepat. kodokkodok sedang menyanyi di rawa di lerang kebun buah. Kata dia dengan sedih. Barry mereka berdua segera pergi kerumah marilla. benarkan??itu bukan anak gadis— gadis ku yang aku bangga padanya. aku kira—kita tidak bisa melakukan apapun untuknya menolongnya. Aduh marilla.malaikat maut yang bernama Kematian Mathew—Mathew—ada apa ? Apa kamu sakit. penuh ketenangan/kedamaian dan ketenangan yang semerbak dari malam itu. Lynde mendorong mereka kesamping dengan lembut. Itu merupakan malam terakhir sebelum penderitaan menghampiri hidupnya. Anne. yagn baru saja sampai dirumah dari kantor pos. Dan kehidupan selanjutnya tidak akan pernah sama lagi ketika sentuhan dingin. Anne selalu ingat akan perak. pada saat dia pergi memanggil dokter dia melewati lereng Kebun buah-buahan disitu ada tuan dan Nyonya. Dia memandang wajah cemas mereka dengan sedih dan airmata mengalir dari kedua matanya.sudah lama sekali sebelum akhirnya anne bisa menyukai bau dari bunga bakung putih lagi. Lynde. 239 . yang berada disana atas suruhan. anne mesih memngingat kenangan itu pada saat dia memasuki kamarnya pada malam itu dan duduk agak lama pada jendela nya yang terbuka.Nyonya. Dia pingsan. Bab XXXVII. datang juga. Martin. cepat! Dia di gudang.laki-laki yang mendapatkan beasiswa avery. Mereka berdua sangat terlambat. Nyonya. sebelum mereka dapat menggapai dirinya. lelaki pekerja.-. Mathew telah jatuh melewati ambang pintu. dan menempelkan telinganya diatas jantung nya. suci telah diletakkan diatasnya. bergerak terkejut memanggil dokter. ada selembar kertas terlipat di tangannya. tangannya penuh dengan bunga bakung putih. Anne datang ke ruangan. Anne menjatuhkan bunga-bunganya dan berlari melintasi dapur menuju kearah matthew bersamaan dengan marilla.-. marilla terengah-engah. Mathew?? Ucapan marilla yang penuh dengan nada kegelisahan disetiap sentakan kata.dia melihat sewaktu Mathew berdiri di pintu keluar beranda. dan wajah Mathew terlihat ganjil dan abu-abu. Dia tersenyum senyum malu padanya ketika di memasuki ke perkarangan . mengingat/berpikir tentang mas lalu/lampau dan menghayalkan/memimpikan masa depan/mendatang.

iya. Diana. Maukah kamu tidur dengan ku malam ini ? Terimakasih Diana. rambut panjang abu-abunya menghiasi wajahnya yang tenang yang terdapat sedikit senyum ramah seolah-olah dia tertidur. Keagungan suci kematian telah datang padanya dan mengumpulkannya sebagai seseorang yang bermahkota. Banyak bunga disekitar dia—bunga kuno yang indah— bunga-bunga modern yang ditanam oleh ibunya di kebun perkarangan pada hari-hari pengantinnya dan yang selalu dirahasiakan oleh matthew.Nyonya. dan setiap hari teman dan tetangga berbondong-bondong/memenuhi nok atap rumah hijau dan datang dan pergi atas suruhan orang yang mati dan yang masih hidup. Keluarga Barry dan Nyonya Lynde tinggal menemani mereka malam itu. Aku tidak takut. berkata dengan lemah lembut. Anne mengumpulkan/mengambil mereka dan memebrikannya pada dia. Ketika malam yang tenang datang perlahan diatas nok atap rumah hijau rumah tua itu hening dan tenang. Pada saat dokter datang dia berkata bahwa kematian yang mendadak dan kemungkinan tanpa rasa sakit. kamu jangan berpikir—kamu tidak boleh berpikir Mathew—telah —anne tidak dapat mengatakan kata yang mengerikan itu. Aku kira kamu tidak akan salahpaham pada ku saat aku mengatakan bahwa aku ingin sendiri. Untuk pertama kalinya Mathew yang pendiam. sedang bermimpi mimpi yang menyenangkan. Kesedihannya yang mendalam. Kertas Itu berisi tunggakan rekening dari bank Abbey. Pada saat kamu telah melihat sesering aku melihatnya maka kamu akan tahu apa artinya. Di kamar salon terbaring Mathew curthbert di dalam petimati. mata tanpa air mata menyala di wajahnya yang putih. Anne sayang. pergi ke loteng timur rumah. dia berubah redup dan pucat pasi. Nak. pemalu menjadi pusat perhatian. mungkin sekali disebabkan oleh kejutan yang tiba-tiba. Rahasia keterkujutan/goncangan itu ditemukan berada pada kertas yang dipengang Mathew yang dibawa martin dari kantor pagi itu. Anne melihat ke wajah temannya itu dengan bersungguhsungguh. Berita menyebar cepat di Avonlea. aku takut seperti itu. Lynde. Aku sudah sendiri satu menit sejak itu terjadi—dan aku ingin. dimana anne berdiri di jendelanya. Itu merupakan hal terakhir yagn dapat dilakukan untuk nya. lihat wajahnya. aku sungguh ingin kesunyian dan keheningan dan 240 . Anne melihat ke wajah tenang/hening yang tidak terlihat ada tanda kehidupan yang agung. cinta tanpa kata-kata.

dan setengah yang lainnya kelihatan seakan-akan dia sudah meninggal sejak lama dan aku telah mengahadapi sakit yagn mengerikan ini sejak lama. dalam bauran hari gembira sekaligus menyedihkan. dan ingatan tentang hari-hari yang lalu datang menghampirinya seperti gelombang kesedihan. biarkan lah aku menangis. bahkan pada saat dia berlutut pada jendelanya di tengah kegelapan dan berdoa. Tapi dia pergi menjauh dengan baik hati. Ia selalu baik. dia baik dan ramah dan manis—tapi ini bukan kesedihannya—dia diluar ini dan dia tidak bisa datang lebih dekat kedalam hatiku untuk menolongku. apa yang akan kita lakukan tanpa dirinya?? 241 . Marilla mendengar nya dan menyelinap untuk menghiburnya. Itu nampak bagi anne hal yang buruk sekali bahwa dia tidak bisa menumpahkan/mengeluarkan air mata untuk Mathew. Tangis anne. Setengah nampak jelas bagiku bahwa Mathew tidak bisa mati. Kemudian airmata jatuh dan anne menangis bercucuran air mata. Ditengah malam dia terbangun. Dia bisa melihat wajah Mathew yang sedang tersenyum pada nya seperti dia tersenyum ketika mereka berpisah di gerbang sore lalu—dia bisa mendengar suara yang berkata. Diana tidak begitu mengerti. dengan keheningan dan kegelapan disekitarnya. Namun mulanya tidak ada air mata yang keluar. melihat bintang-bintang bertaburan diantara bukit-bukit—tidak ada air mata. Sudah-sudah—jangan menangis seperti itu. Kesedihan marilla sangat mendalam. Aduh Marilla. Aku tidak dapat menerimanya. Tinggallah disini untuk beberapa saat dan biarkan lenganmu merangkul ku—begitu. hanya rasa sakit kelam yang mengerikan Kesengsaraan itu tetap ada hingga dia jatuh tertidur.mencoba untuk menerimanya. Airmata tidak melukai seperti rasa sakit ini. saying itu tidak akan bisa mengembalikan dirinya. Anne berharap bahwa airmata akan muncul didalam kesunyian. Aduh. memecahkan semua batasan kemampuannya untuk mengindari masalah dengan cara menyibukkan diri dengan pekerjaan dan kesibukan diri. Aku tahu. Mathew yang berjalan dengannya kemaren sore disaat matahari terbenam dan sekarang sedang terbaring di ruang suram yang dipenuhi kedamaian yang dahsyat. ayah yang baik untuk ku—tapi Tuhan tahu yang terbaik. diana dapat memahami lebih baik daripada anne kesakitan/penderitaan yang mendalam tanpa butir air mata. tapi aku tidak tahan. Aku tidak membiarkan Diana tinggal. Itu—itu—tidak benar untuk menangis seperti itu. meninggalkan anne sendirian untuk tetap berjaga-jaga atas dukacitanya yang pertama. yang merupakan orang yang sangat dicintainya dan yang telah begitu baik padanya. marilla. Ini penderitaan kita— kamu dan aku. Gadisku—gadisku yang aku banggakan.

tapi saat ini sepertinya jadi lebih mudah.— setiap saat—namunpun begitu. Allan. Anne. Dan tunas pucat merah muda merekah di kebun membrikan aliran kebahagiaan bagi dirinya ketika dia melihat mereka—kunjungan Diana menyenangkan dia dan bahwa kata-kata dan gaya sukaria Diana membuatnya tertawa dan tersenyum—yang pendek kata. Tapi aku dapat memahami perasaan mu. Aku mencintai kamu seperti seolah olah kamu adalah darah dagingku sendiri dan kamu telah menjadi kebahgiaan dan kesenangan ku sejak kamu datang ke Rumah Hijau. Nyonya. Anne. baru berduka cita. meskipun dengan perasaan sakit karena kehilangan hal-hal yang akrab. Hari ini Diana mengatakan sesuatu yang lucu dan membuat aku tertawa.Kita harus saling membantu/kita harus selalu bersama. entah bagaimana. Aku pikir pada saat itu terjadi aku tidak pernah bisa tertawa lagi. Aku tidak tahu apa yang akan lakukan jika kamu tidak ada disini---jika kamu tidak pernah datang kemari. Aku sangat tindu padanya. Dia merasa seperti memalukan dan penyesalan yang mendalam saat dia menemukan bahwa matahari terbit dibalik pohon cemara. Itu nampaknya seperti ketidaksetiaan kepada Matthew. ucap Nyonya allan lemah lembut. katanya dengan prihatin pada Nyonya Allan suatu sore ketika mereka sedang bersama-sama di kebun rumah pendeta. Aku yakin kita seharusnya tidak menutup hati kita terhadap pengaruh penyembuhan yang ditawarkan lingkungan pada kita. hidupnya masih menghampiri dia dengan banyak suara yang berutbi-tubi (terus-menerus). dunia bunga indah dari cinta dan persahabatan telah kehilangan satupun dari kekuatannya untuk menyenangkan khayalannya/kesenangannya dan menggetarkan jiwanya. menemukan kebahagiaan dari berbagai hal sekarang padahal dia telah meninggal. Dia baru saja lewat sekarang. Tidak mudah bagi ku untuk mengungkapkan perasaan ku. 242 . Pada saat Mathew masih berada disini dia senang mendengar kamu tertawa dan dia senang mengetahui bahwa kamu menemukan kebahagiaan dari hal –hal yang menggembirakan disekitar mu. dunia dan kehidupan terlihat sangat indah dan menarik untuk ku semuanya. dan dia senang untuk mengetahui hal yang sama. Untuk semua itu. anne. Dua hari setelah itu mereka membawa Matthew Cuthbert melawati ambang pintu rumahnya dan menjauh dari ladang yang di kelolanya dan kebun buah yang dicintainya dan pophon-pohon yang telah ditamannya. aku tahu telah keras dan kasar kepada mu mungkin—tapi kamu tidak boleh berpikir bahwa aku tidak mencintai kamu seperti Mathew mencintai kamu. pikiran sangat sedih bahwa itu bisa menjadi seperti itu---bahwa mereka dapat melanjutkan cara lama tanpa Mathew. Aduh. Aku rasa kita semua mengalami hal yang sama. Bagaimanapun juga terlihat seakan-akan aku tidak perlu untuk tertawa. Dan kemudian Avonlea kembali tenang seperti biasanya dan bahkan pada rumah dinding hijau pekerjaan/urusan kembali masuk ke pekerjaan sehari-hari mereka yang lama dan pekerjaan dilakukan dan tugas-tugas diselesaikan dengan keteraturan seperti sebelumnya/biasanya. Aku ingin mengatakan padamu sekarang selagi aku masih bisa.

Dia menyukai petunjuk kelezatan dari keharuman. kata marilla. Dan dia bersikeras bahwa aku harus masuk dan memeriksa mataku. Anne mengumpulkan percikan madu pucat kuning menyusui dan meletakkannya di rambutnya. Aku berharap dia mempunyai mawar seperti itu di surga.Kita benci/marah/merasa tersinggung pada hal apapun yang menyenangkan kita ketika orang yang kita cintai sudah tidak lagi berada disini untuk membagi kesenangan dengan kita. " aku akan baik-baik saja. Aku membawa sejamban bunga mawar putih rumpun belanda yang ibunya bawa dari skotlandia dahulu kala. aku mengira aku sebaiknya pergi dan selesai." " Dia akan terus kesepian. dan kita hampir merasa seolah-olah kita tidak setia kepada penderitaan kita ketika kita menemukan/mengetahui bahwa ketertarikan hidup kembali pada kita. Ucap anne melamun. Aku pergi ke kuburan untuk menanam suatu rumpun mawar di kuburan Mathew sore ini. Aku merasa gembira karena aku bisa menanamnya diatas kuburannya —seolah-olah aku melakukan sesuatu yang mungkin bisa menyenangkan dia karena itu berada di dekatnya. kamu mau kan ? Martin akan mengantar aku dan tidak ada setrikaan dan memasak yang harus dilakukan. diatas dia setiap saat dia bergerak. Anne tidak menjawab. Aku harus pulang kerumah sekarang. Doctor Spencer ada disini saat kamu pergi. pada saat kamu pergi lagi ke sekolah. 243 . Kamu tidak keberatan tinggal disini sendirian sementara aku pergi. dia mengucapkan selamat malam dan pergi pelan-pelan kembali ke nok atap rumah hijau. Mungkin arwah-arwah dari seluruh bunga mawar kecil putih yang sangat dicintainya pada musim-musim panas semuanya disana untuk menjumpainya. Allan. kata dia spesialis itu akan ada di kota besok. ucap Nyonya. Marilla sedang duduk di depan pintu anak tangga dan anne duduk disampingnya. Aku akan lebih berterimakasih jika lelaki itu memberikan aku semacam kacamata yang benar dengan mata aku. seperti ucapan syukur dari udara. aku takut. Aku akan menyetrika dan memasak dengan lezat—kamu tidak perlu takut bahwa aku akan memberika kanji pada saputangan atau membumbui kue dengan obat gosok. Marilla soerang diri dan dia kesepian di senjakala. ditahan oleh sebuah kulit kerang besar berwarna pink dengan bayang-bayang dari matahari terbenam di sebelah tenggara dalam lilitan-lilitan bagian dalam yang halus. Mathew selalu paling menyukai mawar—mereka begitu kecil dan manis pada tangkainya yang berduri. Pintu dibelakang mereka terbuka. Diana akan singgah untuk menemaniku..

ujar marilla menerawang. Apakah Josie akan mengajar ? Tidak. Jane dan Ruby akan mengajar dan mereka berdua mendapatkan sekolah—jane di NewBridge dan ruby disuatu tempat di sebelah barat. Alangkah seorang gadis perempuan yang membuat kekeliruan pada hal itu berhari-hari. Alngkah –seorang teman yang enak dilihat dia. jadi dia tidak tahan untuk bersikap tidak menyenangkan (untuk tidak marah-marah). Aku terbiasa berpikir bahwa kamu kerasukan/kemasukan setan. dan dia bertanya padaku apakah orang-orang yang memiliki rambut merah terbiasa memiliki rambut seperti itu. Apakah kamu ingat waktu kamu mengeringkan rambut mu?? Ya. Aku melihat dia di gereja minggu lalu dan dia keliatan begitu tinggi dan gagah Dia mirip sekali dengan ayahnya pada usia yang sama. karena kemudian itu sungguh menjadi masalah. aku hampir memutuskan untuk berhenti mencoba untuk menyukai Josi Pye. Aku kira orang semacam itu sedikit tujuan berguna dimasyarakat. Bintik-bintik dipipi ku benar-benar sudah hilang.Anne Kamu selalu terlibat dalam pertikaian. Josi Pye. Aku sudah berusaha apa yang aku sebut usaha yang gagah berani untuk menyukai dia. Marilla. senyum anne. ujar marilla tajam. Gilbert Blythe akan pergi mengajar juga. Anne memandang dengan minat cepat Aduh marilla—dan kemudian apa yang terjadi ??—kenapa kamu tidak— 244 . dan orang-orang cukup senang memberitahuku bahwa rambutku pirang sekarang—semua kecuali Pye. Begitu juga dengan Moody Spurgeon dan Charlie Sloane. Aku tidak akan pernah melupakannya. Aku terkadang tertawa sedikit sekarang pada saat aku berpikir betapa cemasnya rambut aku pada ku—tapi aku tidak bisa tertawa banyak. dia akan pulang ke Queens tahun depan. Sembari menyentuh pita rambut yang berat pada rambut yang terluka di disekitar kepala indahnya. sunnguh. orangorang menyebutnya kekasihku. dia dan aku. atau setidaknya pakaian hitam ku membuatnya kelihatan lebih merah.tapi josi Pye tidak akan bisa disukai. bukan?? Ya. tapi aku harus mengatakan bahwa aku tidak tahu apakah adalah lebih banyak lagi daripada manfaat tumbuhan berduri (semacam widuri). Aku benar/sungguh-sungguh menderita karena rambut ku dan bintik-bintik diwajahku.MARILLA tertawa. John Blythe merupakan anak laki-laki yang baik.singkatnya. Kami dulunya adalah teman baik. Dia bilang padaku kemaren bahwa menurutnya itu lebih merah dari sebelumnya.

Sehingga kamu bisa memiliki sedikit percintaan dalam hidup kamu. BAB XXXVIII. Buta. Tapi semuanya kembali lagi ketika aku melihat Gilbert kemaren minggu. Ya aku bertemu dengan nya. dia kira/berpikir bahwa mata ku tidak akan tambah parah dan sakit kepalaku dapat disembuhkan. tapi dengan suara terjepit Marrila.Kami bertengkar. dan jika aku tidak menangis. (gumam anne) Ya. bayangkan! Anne diam Untuk beberapa saat. jawab marilla lesu/letih. Tapi jika tidak katanya aku pasti akan menjadi buta-samasekali dalam 6 bulan. kelihatan baginya bahwa ia tidak mampu berkata-kata. Bukan karena itu. Tapi kemudian dia berkata dengan berani/lantang. Sesuatu dalam sikap kesal/sedih nya membuat hati anne dingin/sedih. yang sedang duduk di meja dengan kepala nya bersandar di tangan nya. Setiap orang sudah melupakan mengenai aku dan john. ucap anne lembut. Dia tidak pernah kembali— Keturunan blithe sangat mandiri. Dia tidak pernah melihat Marilla duduk lemah tanpa daya seperti itu. Dan aku melupakan diri aku sendiri. juga. jika kamu berhati-hati kamu tidak akan kelihatan penglihatanmu sama 245 . Aku sungguh-sungguh. Anne telah pergi ke lereng kebun buah-buahan dengan Diana dan kembali menemui marilla di dapur. aku tidak akan memafkan dia pada saat dia minta maaf padaku.Persimpangan Jalan Marilla pergi ke kota besoknya dan kembali pada malam hari. setelah lebih dulu berseru cemas dan kaget. Aku selalu berharap aku telah memaafkan dia pada saat aku punya kesempatan. Dia memeriksa mata ku. Apakah kamu sangat letih. dia bilang bahwa bila aku berhenti total dari membaca dan menjahit dan segala macam pekerjaan yang bisa menyebabkan ketegangan pada mata. Kamu tahu bahwa dia membrerikan harapan padamu. Anne. Sambil menerawang. kamu tidak akan berpikiran begitu kamu melihat aku. Apakah kamu bertemu dengan dokter mata?apa kata dia ? Tanya anne penasaran? . bukan?? Kamu tidak pernah dapat menilai orang dari luanya saja. Jangan pikirkan hal itu. hanya sebentar—tapi aku kesal/merajuk dan marah dan ingin menghukum dia duluan/terdahulu. “seharusnya aku letih tapi aku tidak memikirkannya. Tapi aku selalu merasa—agak menyesal. aku kira kamu mungkin bisa memanggil nya itu. marilla? Ya—tidak—aku tidak tahu. dan jika aku menggunakan kacamata yang telah diberikannya pada ku.

Aku pasrah. aku tidak dapat menahannya bila aku kesepian. Kemudian anne sendiri pergi menuju ke loteng timur dan duduk di bawah jendela ditengah gelap sendirian dengan airmata dan beban dalam hatinya. Setelah menyelesaikan makan siang nya anne membujuk marilla agar beristirahat ke tempat tidur. Aku sudah memikirkannya/mempertimbangkannya semuanya masak-masak. Kemudian dia telah penuh harapan dan kesenangan untuk mengahadapi masa depan yang menyenangkan dan menjanjikan. Anne ingin tahu apa yang telah dia katakana hingga wajah marilla terlihat seperti itu. Betapa hal-hal menyedihkan telah berubah semenjak semalam dia duduk disana setelah marilla pulang kerumah. Suatu siang beberapa hari kemudian marila masuk dengan pelan dari kebun depan dimana dia sedang berbicara dengan seorang tamu laki-laki yang anne kenali wajahnya sebagai SADLER dari Carmody. Apa yang diinginkan Mr. ada butiran air dimatanya hal itu bertentangan dengan larangan ahli mata dan suaranya pecah karena dia berkata : Dia mendengar bahwa aku akan menjual nok-nok atap hijau dan dia ingin membelinya. Membeli! Membeli rumah atap hijau (green gable) ? anne ingin tahu apakah ia pendengarannya tidak keliru. Dan begitu juga dengan menangis. Dia telah mengerti kewajibannya dengan nyali yang berani di wajahnya untuk menjadi seorang teman—karena kewajiban adalah pada saat kita menemukannya secara nyata. Jika kamu mengambilkan secangkir the untuk ku aku akan sangat berterimakasih. apapun. Jangan katakan apapun mengenai hal ini kepada seorangpun untuk pesona/sihir. marilla ? Marila duduk di bawah jendela dan memandang anne . Aku tidak banyak berharap.sekali. jika mata ku kuat/sehat aku akan tinggal disini dan mampu untuk menjaga dan mengurus 246 . Tidak ada gunanya untuk membicarakan hal itu. aku tidak sanggup/ tahan bila masyarakat/orang datang kemari untuk bertanya dan bersimpati serta membicarakan hal tersebut. Dan jika kacamata dari nya bisa menyembuhkan sakit kepalamu itu akan menjadi hal yang luar biasa. Aduh marilla kamu tidak sungguh-sungguh ingin menjual nok atap hijau kan ? Anne aku tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan. Tapi sebelum ia tidur ada sebuah senyuman dibibir nya dan damai dihatinya. untuk apa aku hidup jika aku tidak dapat membaca atau menjahit/menyulam atau melakukan hal lainnya seperti itu ? aku mungkin menjadi buta total—atau mati.Sadler. Tapi sudahlah/sekian. Anne merasa seakan-akan ia telah hidup bertahun-tahun sejak kemudian.

Marilla terduduk dan menangis sejadi-jadinya Kamu tidak boleh menjual didinig rumah Hijau. Tapi aku dapat menyewa rumah dan menyetir sendiri ke carmody dan kembali. Aduh marilla aku sudah 247 . Tuan barry ingin menyewa perkebunan untuk tahun depan. Aku akan kehilangan kedua penglihatanku sekaligus. Kita akan menjaga seekor kuda untuk itu. Itu tidak menghabiskan banyak dana—kecil dan bangunan tua. dan ada beberapa surat hutang yang diberikan matthew sudah harus dibayar (sudah jatuh tempo). marilla setelah apa yang engkau lakukan untuk ku. Aku sangat bersyukur/berterimakasih bahwa beasiswa mu menyediakan tempat tinggal. Dan penglihatanku akan hilang---aku tahu itu akan… Kamu tidak akan tinggal disini sendirian marilla. Tapi aku tidak bisa. Tapi perihitunganku. Aku tidak akan pergi ke REMOND Tidak pergi ke REDMOND! Marilla mengangkat wajah ratanya dari tangannya dan melihat pada anne. Jadi kamu tidak akan bersusah-susah mengenai hal itu. Tentu saja itu tidak akan seindah atau senyaman bila aku berada di sekolah Avonlea. Oh anne. kamu seharusnya tidak berpikir bahwa aku dapat meninggalkanmu sendirian dalam kesusahan. hingga tidak ada seorang pun yang akan mau membelinya. aku akan berssama mu. Nyonya. aku tidak akan mengambil beasiswa itu. pada musim hangat paling kurang. Aku minta maaf kamu tidak akan punya rumah untuk kamu kunjungi di hari liburmu. Lynde menasehati ku untuk menjual perkebunan dan menyewa disuatu tempat--dugaan ku dengan dia. Kenapa. apa maksud mu? Seperti yang aku katakan. Aku sudah melamar disekolah sini—tapi aku tidak mengira akan mendapatkan itu sepengetahuanku dewan pengawas telah menjanjikannya pada Gilbert Blythe. aku berharap aku tidak harus. hanya itu saja. Biarkan aku katakan rencana ku. Anne. Aku bisa gila karena kesusahan dan kesendirian. itu akan cukup buat ku untuk tinggal. aku telah berpikir dan berencana. Tapi kamu bisa melihat sendiri. dengan seorang laki-laki upah/pekerja. Aduh aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan hidup untuk melihat hari dimana aku telah/harus menjual rumahku. Kata anne dengan tegas. Tapi aku kira kamu akan bisa mengurus/mengatur nya entah bagaimana. Tapi hal-hal/semuanya/barang-barang hanya akan menjadi buruk/jelek dan lebih buruk setiap waktu. Dan bahkan di musim dingin aku bisa pulang kerumah setaip jumat. Aku tidak bisa tinggal sendirian disini.semua hal.blair memberitahuku begitu kemaren malam di toko. tapi aku mendapatkan sekolah carmody— Mr. Setiap sen uang kita adalah untuk bank. dan bagimanapun juga aku tidak akan sanggup untuk melakukan semuanya. aku memutuskan begitu pada malam setelah kamu pulang dari kota. Dan aku akan mengajar.

Tidak ada seorangpun yang dapat mencintainya seperti yang aku dan kamu lakukan.s masa depan aku terlihat bidang out (membentang) sebelum aku seperti sebuah jalan lurus. Kamu tidak seharusnya bosan atau kesepian. aku 16. tapi aku percaya bahwa itu adalah pekerjaan yang terbaik. Sekarang ada sebuah persimpangan diatasnya. Seperti yang pernah Nona lynde katakana kepadaku. aku bermaksud untuk belajar dirumah ini dan mengambil kursus kuliah sedikit dengan semuanya dengan diri aku sendiri. Itu buruk sekali. kamu dan aku. aku sudah memikirkannya selama seminggu. Omong kosong. Tawa anne. Ketika aku meninggalkan Queen. Dan aku akan membaca untuk mud an menjaga kamu tetap gembira. Tapi aku tidak bisa membiarkan kamu mengorbankan dirimu sendiri seperti itu untuk ku.--apakah keindahan yang baru —apakah berliku dan menanjak atau berbukit setelahnya. aku harus memberikan yang terbaik untuk hidup disini. Kita harus menjaga kekasih/barang yang paling berharga di tempatnya lamanya. Anne tertawa dengan gembira . dan aku akan tetap tinggal disini dan mengajar. Tapi kamu tidak dapat mencegah aku marilla. kata marilla. Marilla mendengar seperti seorang perempuan dalam sebuah mimpi.merencanakannya semua. Tapi cita-cita(ambisi) mu –dan— cita-cita aku masih sama seperti sebelumnya—hanya saja. Oh marilla aku punya selusin rencana.—jadi kita harus tetap mempertahankannya. Jnagan kau merisaukan aku sedikitpun. Aku akan menjadi seorang guru yang baik—dan aku akan menyelamatkan penglihatan kamu. Aku piker aku dapat sepanjang nya karena banyak tonggak bersejarah (kejadian penting/batu peringatan). TIKUNGAN ITU. Tidak ada yang lebih buruk daripada mengorbankan nok atap hijau---tidak ada yang lebih menyakiti/melukai aku.Aduh marilla jangan kamu berbelas kasihan padaku. 248 . aku ingin tahu/penasaran bagaimanakah jalan dibawah itu ---apakah ada cahaya kemuliaan hijau dan lembut. marilla. Aku tidak tahu apa yang ada disekitar tikungan. dan aku yakin kehidupan akan mengembalikan/membrikan kembali yang terbaik untuk aku. marilla. dan tidak perlu. Oh Anne. Aku tidak suka di kasihani. aku tidak akan pergi ke Redmond. Dan kita akan benar-benar senang dan bahagia disini bersama. Selain itu. memiliki pesona dan daya tariknya sendiri. aku senag hati membayangkan/memikirkan tinggal di nok atap hijau tersayang. cahaya yang bermacam warna dan bayang-bayang —apakah pemandangan alam yagn baru/taman. 5 tahun. aku tahu aku bisa sehat sungguhan jika kamu ada disini. keras kepala dan nekat sebagai bagal. Tekad ku sudah bulat (my mind is quite made up). aku mengubah objek dari ambisi (cita-cita) aku. Tidak ada pengorbanan. Aku tidak merasa seakan-akan aku harus membiarkan kamu untuk melepaskan beasiswa itu. aku tahu.

Aku tidak percaya pada perempuan/gadis yang pergi kuliah dengan laki-laki dan menjejalkan kepala mereka penuh dengan bahasa latin dan romawi kuna dan semua hal omong kosong itu. Aku sungguh sengan mendengarnya. Anne kamu akan membunuh dirimu sendiri. nona lynde. Kamu telah mendapatkan pendidikan setinggi/sebanyak mungkin sekarang seperti seseorang wanita akan nyaman/senang dengannya. Pada saat tersiar/tersebar ribut-ribut di avanloe bahwa anne Shirley telah memutuskan untuk tidak kuliah dan berniat tinggal dirumah dan mengajar ada pembicaraan yang hangat tentang itu. Aku akan mengambil kursus kesenian aku disini di nok atap hijau. dibelakang yang tumbuh sebaris tumbuhan hiasan yang tinggi merah jambu dan kuning. Aku harap kamu menghargai itu. Dia mengatakan pada anne demikian dalam kata-kata yang menyetujuinya yagn membuat/menyebabkan airmata kebahagiaan pada mata gadis itu. Tidak begitu halnya dengan Nona allan . dan belajar tentang segala hal/sesuatu/semuanya yang akan aku pelajari di kuliah. Aku merasa seakan-akan kamu akan memberikan kehidupan yang baru untuk ku. aku sudah berada diatas kaki aku sepanjang hari. ucap marilla. Aku menyatakan aku senag untuk duduk. Mereka senang duduk disana ketika senja menjelang dan ngegat-ngengat putih terbang disekitar kebun dan bau mint memenuhi udara berembun. dengan sebuah napas panjang dari bergaul dengan/bercampur keletihan/kelelahan dan keringanan. kata anne tertawa.Kamu perempuan yang menyenangkan dan gila. Tidak ada seorangpung yang melakukan hal baik seperi Nyonya. Nona Lynde mengangkat tangan nya kengerian. dan 200 pound cukup baik untuk diangkat oleh 2 kaki berkeliling. 249 . Bagi kebanyakan masyarakat yang tidak mengathui mengenai mata marilla. Baiklah anne. kelegaan. bebau debu musim panas. Tapi aku akan belajar Latin dan romawi yang sama. Merupakan sebuah karunia yang besar untuk tidak gemuk. Aku akan membuat itu terserah pada pikiranmu anne. aku dengar kamu menghentikan maksudmu untuk ke kuliah/kampus. Lynde. marilla. Dia datang/muncul di suatu sore dan mendapati anne dan Marilla sedang duduk di denpan pintu di dalam panas/hangat. menyerah. Nona Rachel menyimpan orang kuat diatas bangku batu dekat pintu. Jadi aku tidak akan mencoba. mereka berpikir anne bodoh. Aku kira aku seharusnya tegas dan memaksa mu untuk pergi kuliah---tapi aku tahu aku tidak akan bisa.

Aku rasa kamu tidak bisa mencegah dia sekarang. Karena dia akan membayar. Sehingga dewan memutuskan untuk menerima kamu. Maafkan aku ketika aku berlari dan melihat apa yang dia inginkan. Kamu akan segera sejalan. itulah Sungguh pengorbanan. Aku rasa misi hidup mereka adalah menjaga guru sekolah mengingat bahwa bumi bukan rumah mereka. kamu tahu—dan memberitahu mereka bahwa dia menarik kembali lamarannya. dan semua orang tahu bahwa dia harus membiayai perjalanannya sendiri ke kampus. tapi segera setelah gilbert mendengar bahwa kamu telah melamar itu dia pergi menjumpai mereka— mereka mengadakan rapat perusahaan di sekolah semalam. Tentu saja dia tahu betapa inginnya kamu tinggal bersama marilla. 250 . Aku tidak tahu. aku kira aku seharusnya tidak membiarkan giblet melakukan pengorbannan semacam itu untuk—untuk aku. tentu saja kamu akan mengambil sekolah itu.Tidak sedikitpun dari itu . Nona Lynde. dan menyarankan agar mereka menerima lamaran mu. Aku kira aku tidak harus mengambil itu. aku seharusnya maju dengan pesat atas itu. desis anne Maksud ku.menyewa di white sand. dan aku tidak punya liburan untuk kerja khayalan. Dia bilang bahwa dia akan mengajar di pasir putih. aku piker kamu akan mengajar disini di Avonlea. tangis anne. sekarang tidak ada pyes yang akan pergi. tawa anne Kamu tahu bahwa kami tetap menjaga tradisi kuno/lama. josie yang terakhir dari mereka. Jadi tidak akan memberikan kebaikan apapun untuk nya jika kamu menolak. Itulah Ada beberapa pyes atau yang lainnya pergi ke sekolah Avonlea selama 20 tahun terakhir. apakah arti kedipan dan kelipan pada nok atap rumah Barry ? Diana memebri isyarat pada ku untuk pergi. Aku mati tergelitik ketika Thomas datang keruma (pulang) dan memberitahuku. dan hal baik dirinya.diri sendiri. Aku akan mengajar di carmody kamu tahu. juga. dan aku harus mengatakan aku kira dia sungguh baik sejati dan bijaksana . Dia telah menandatangani surat/kontrak dengan dewan pengurus White sands. Seperti Istri Josiah allen berkata : aku seharusnya menjadi “mejum” tapi aku akan punya banyak waktu luang di soresore musim dingin. dewan pengawas sudah memutuskan akan memberikan sekolah untuk kamu. Melonjak kaget dari kakinya. Kenapa. Berkahi hati ku. aku kira mereka menjanjikan itu kepada Gilbert Blythe Ya mereka memberikannya kepada Gilbert . Aduh aku tidak akan melakukan sesuatu berlebihan.

kamu sangat indah.—“hantu dari tempat kuno/angker”. dan kolam memantulkan mereka semua dalam bayang-bayang gambar fragmen yang lebih lembut. menikmati kedamaian dan ketenangan dari tempat kecil itu. Tetapi kesegaran/kegaringan tidak lagi menjadi sifat marilla yang istimewa. Dia adalah gilbert. dan rumput-rumputnya yang berbisik diantara kuburan. ( kesegaran angin berhembus melewati lapangan madu yang manis).sini diantara pohon-pohon di perkarangan rumah. yang mengembalikan kesegaran/kegaringan lamanya sebentar. bisikan yang terus menerus. Begitulah Sore berikutnya/sore esoknya Anne pergi ke perkuburan kecil di Avonlea untuk meletakkan bunga segar di atas kuburan matthew dan menyirami rumpun mawar skotlandia. Di separuh jalan menuruni bukit seorang anak laki-laki yang tinggi datang sambil bersiul digerbang sebelum prekarangan Blythe. Dia tetap disana hingga menjelang malam/petang. Lampu-lampu rumah bersinar disana . dan aku senang hidup didalam mu. berkabut dan merah lembayung. dan menghilang di bayang-banyang pohon cemara dari kayu angker/berhantu. Gilbert. bisiknya. Kecantikan itu semua membuat sensasi/getaran di hati dan jiwa anne. dan dia sangat berterimakasih atas terbukanya gerbang jiwanya untuk itu. Barat merupakan sebuah keagungan dari kelembutan campuran warna. Ketika dia pada akhirnya meninggalkan tempat itu dan berjalan sepanjang bukit yang menurun menuju danau dengan air yang berkilau matahari sudah terbenam dan seluruh Avonlea sudah mulai bersiap-siap untuk bermimpi. pidato yang ramah.. Jawab marilla. 251 . Nona Lynde menjaga nya dengan sangat ramah/sabar. Kamu sangat baik— dan aku ingin kamu tahu bahwa aku sangat menghargai itu. Melewati nyanyian laut. Dengan keangkerannya. Dia mengangkat topinya dengan sopan. dengan pohon-pohonnya yang memiliki desis seperti udara dingin. jika anne tidak menghentikan dan menghadang tangan nya. Marilla cuthbaert sudah menjadi jinak. ucapnya.Anne berlari menuruni lereng semanggi seperti seorang rusa. namun dia akan lewat diam-diam. Dunia tua ku yang terakung. dengan pipi merah padam. Seperti yang nona lynde katakana pada Thomas kemaren malam. dan siulnya berhenti dari bibirnya seketika dia melihat anne. aku ingin mengucapkan terimakasih padamu karena mengundurkan diri dari sekolah demi aku. Masih ada kelakuan anak-anak dari dirinya dalam beberapa hal (salah deh) Ada kelakuan yang lebih dewasa (perempuan dewasa) dalam dirinya yang lain.

Apakah kita akan menjadi teman setelah ini?? Apakah kamu sungguh sudah memaafkan kesalahan ku yang telah lampau ? Anne tertawa dan tidak berhasil untuk menarik tangannya. Kebahagiaan dari kesungguhan kerja dan cita- 252 . Itu bukan kebaikan istimewa aku sama sekali anne. Kamu sudah cukup merintangi takdir. anne?? Gilbert blithe. Apakah kami benar-benar berada disana selama satu setengah jam?? Sepertinya hanya beberapa menit saja. Marilla terlihat ingin tahu/heran pada anne ketika dia kemudian memasuki dapur. Aku senang bisa memberikan sedikit jasa untuk mu. jawab anne. Aku sudah memaafkan kamu pada hari kejadian itu. kata gilbert besorak gembira. Namun jika jalan ternyata telah ditentukan bahwa jalan untuknya diperkecil maka dia tahu bahwa bunga-bunga kebahagiaan akan merekah disepanjang jalan itu. Lama Anne duduk pada jendelanya malam itu ditemani dengan hati yang senang. marilla. Siapa yang jalan bersamamu. Aku tahu kita bisa menolong satu sama lain dalam banyak hal. masa depan anne telah berakhir sejak malam dia duduk di situ setelah pulang kembali ke rumah dari Queen. anne. Aku bertemu dengannya di bukit Barry. Tapi kamu mengerti. jengkel karena menyadari mukanya merah kemalumaluan. kami sudah 5 tahun tidak saling berbicara/berbincang. ucap marilla dengan senyum kering. Kita akan menjadi teman baik. dan tiupan mint menghampirinya. BIntang-bintang berkelip diatas pucuk pohon cemara di dalam lembah dan lampu milik Diana bersinar melewati lembah tua. Ayo. Aku tidak menyangka kamu dan gilbert blithe merupakan teman yang baik bahwa kamu mau berdiri selama satu setengah jam di pintu gerbang sambil berbicara dengan dia. Kami tidak pernah—kami pernah menjadi musuh. Kita dilahirkan untuk menjadi sahabat . angin mendengung dengan lembut di pohon-pohon cemara. Kamu akan tetap melanjutkan sekolah mu. Aku sudah—aku seharusnya sudah memberikan pengakuan yang lengkap—meminta maaf sejak dahulu kala.Gilbert menyambut tawaran tangan anne dengan tak sabar. Alangkah angsa kecil yang keras kepala aku ini. Tapi kami sudah memutuskan bahwa akan lebih bijaksana (pantas) menjadi sahabat dimasa mendatang. bukan?Begitu juga dengan aku. aku akan berjalan pulang bersama mu. meskipun aku tidak menyadarinya.

Dunia akan baik-baik saja. Tidak ada apapun yang dapat merampas miliknya dari hak asasi nya berangan-angan atau mimpi-mimpi dari dunia idaman nya. Tuhan ada di Surga Nya.cita agung dan persahabatan yang menyenangkan akan menjadi miliknya. Edisi Anne dari Atap Rumah Hijau Oleh Lucy Maud Montgomery 253 . Dan selalu ada persimpangan di jalan. Bisik Anne lembut.

254 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful