Bab I – Terkejutnya Nyonya. Rachel Lynde Nyonya.

Rachel Lynde tinggal di jalan utama Avonlea yang menurun ke lembah kecil, ditinggali oleh wanita dan angota dewan serta dilewati oleh aliran sungai yang berasal dari hutan Cuthbert tua; ini dianggap suatu hal yang sukar dipahami, aliran yang langsung menuju jalannya terdahulu melalui hutan-hutan itu, dengan kolam dan jeram yang misterius; tetapi ketika mencapai Lembah Lynde aliran sungai itu menjadi tenang, arus kecil yang teratur, karena sebuah aliran bahkan tidak dapat melewati pintu Nyonya. Rachel Lynde tanpa sopan santun; mungkin Nyonya. Rachel sengaja duduk di dekat jendelanya, menatap tajam segala sesuatu yang lewat, dari aliran sungai sampai anak-anak, dan jika ia menangkap suatu hal yang aneh atau tidak seharusnya terjadi ia tidak akan bisa beristirahat sampai ia mengetahui alasan mengapa hal itu terjadi. Terdapat banyak sekali orang di Avonlea dan sekitarnya, yang biasa mencampuri urusan tetangganya dan mengabaikan urusannya sendiri; tapi Nyonya. Rachel Lynde adalah salah seorang yang dapat membedakan mana yang merupakan urusan pribadinya dan mana yang bukan. Ia adalah seorang ibu rumah tangga yang menarik; pekerjaannya selalu beres dan rapi; ia “mengadakan” Arisan Menjahit, membantu pengadaan sekolah-Minggu, dan merupakan salah satu andalan Himpunan Bantuan Gereja (Church Aid Society) dan Bantuan Misi Asing (Foreign Missions Auxiliary). Namun begitu Nyonya. Rachel masih memiliki waktu luang duduk berjam-jam di jendela dapurnya, merajut “lengkungan kapas” selimut tebal—ia telah merajut enambelas selimut, sebagai pembersih rumah di Avonlea terbiasa bercerita penuh kekaguman—dan tetap mengawasi jalan utama yang membelah cekungan dan bukit curam di seberang. Sejak Avonlea memiliki sebuah semenanjung segitiga kecil yang menganjur ke Jurang St. Lawrence dengan air di kedua sisinya, siapapun yang keluar darinya atau masuk ke dalamnya harus melalui bukit itu dan melayangkan pandangan ke sarung tangan besi yang tak terlihat kepunyaan Nyonya. Rachel yang dapat melihat segala hal. Ia duduk di sana di suatu sore awal Juni. Matahari tampak hangat dan terang di jendela; kebun buah di lereng bawah rumah tampak meriah dengan kumpulan bunga pink-putih, disertai dengungan sekelompok lebah. Thomas Lynde—pria kecil penyabar yang dipanggil “suami Rachel Lynde” oleh penduduk Avonlea— sedang menanam benih terbaru lobak cina di ladang bukit di seberang lumbung padi; dan Matthew Cuthbert seharusnya sudah menanam benih kepunyaannya di lapangan besar beralur merah di dekat Green Gables. Nyonya. Rachel tahu Matthew harus melakukannya karena malam kemarin di Carmody ia mendengarnya memberitahu Peter Morrison bahwa dia akan menanam benih lobak cina kepunyaannya esok sore. Tentu saja Peter yang menanyakannya, karena Matthew Cuthbert tidak pernah memberikan informasi tentang apapun secara sukarela selama hidupnya.

1

Tapi di sinilah Matthew Cuthbert, jam 3.30 di suatu sore yang sibuk, mengendarai dengan tenang menuruni lembah dan menaiki bukit; bahkan, ia memakai baju kantoran dan pakaian terbaiknya, ini percobaan kecilnya untuk keluar dari Avonlea; dan ia mempunyai kereta kuda berikut kuda betina berwarna coklat kemerahan, yang menunjukkan bahwa ia akan melakukan perjalanan jauh. Sekarang, kemana Matthew Cuthbert akan pergi dan mengapa ia melakukannya? Seperti pria lainnya di Avonlea, Nyonya. Rachel, yang dengan tangkas menggabungkan ini dan itu, mungkin telah menebak dengan cukup tepat jawaban dari kedua pertanyaan tersebut. Tetapi Matthew sangat jarang keluar rumah yang pastinya ada sesuatu yang mendesak dan tidak wajar yang dialaminya; ia adalah pria yang paling pemalu dan tidak suka pergi dengan orang yang tidak dikenal atau pergi ke suatu tempat dimana dia harus berbicara. Matthew, dengan berpakaian ala pegawai kantoran dan mengendarai kereta kuda, merupakan suatu hal yang jarang terjadi. Nyonya. Rachel, yang seperti sedang merenung, tidak habis pikir mengenai hal itu dan malah merusak kesenangannya di sore itu. “Aku akan pergi ke Green Gables setelah minum teh dan menanyakan Marilla kemana ia pergi dan mengapa,” wanita terhormat itu akhirnya memutuskan. “Biasanya ia tidak pernah ke kota pada saat seperti ini dan TIDAK PERNAH berkunjung; jika ia telah menghabiskan benih lobak cina ia tidak akan berpakaian bagus dan mengendarai kereta kuda lagi; ia mengendarai tidak terlalu cepat untuk menemui dokter. Namun pasti telah terjadi sesuatu sejak semalam sehingga ia menjadi seperti itu. Aku betul-betul bingung, itulah sebabnya, pikiran dan hatiku tidak akan tenang sebelum aku tahu apa yang menyebabkan Matthew Cuthbert hari ini keluar dari Avonlea.” Oleh karena itu setelah minum teh Nyonya. Rachel berangkat; ia tidak pergi jauh; rumah besar dengan kebun buah dimana Cuthbert tinggal hanya seperempat mil dari Lembah Lynde. Hanya saja, jalur memanjang membuatnya terasa lebih jauh. Ayah Matthew Cuthbert, mempunyai sifat pemalu dan pendiam sepertinya, telah menghubungi temannya sejauh yang ia mampu tanpa harus benar-benar kembali ke hutan ketika ia telah melihat pekarangan rumahnya. Green Gables dibangun di sisi terjauh dari tanahnya yang kosong dan sampai hari ini, hampir tidak terlihat dari sepanjang jalan utama dimana rumah-rumah Avonlea lainnya terletak. Nyonya. Rachel Lynde sama sekali tidak tinggal di tempat TINGGAL seperti itu. “Ini hanya masalah DAYA TAHAN , itu saja,” katanya seraya berjalan di sepanjang jalur berumput dibatasi bekas roda sepeda, dan dihiasi dengan tumpukan mawar liar. “Wajar saja bila Matthew dan Marilla agak sedikit kolot, sengaja bertempat tinggal jauh di sini. Pepohonan tidak akan banyak menghibur, walaupun mereka tahu banyak sekali pohon di sana. Aku lebih suka bertemu dengan manusia. Pastinya, mereka kelihatan cukup senang; tetapi, menurutku,

2

mereka pernah merasa senang. Seseorang bisa pernah merasakan apapun, bahkan digantung sekalipun, seperti kata orang Irlandia.” Akhirnya Nyonya. Rachel sampai di halaman belakang Green Gables. Halaman itu tampak sangat hijau dan terurus rapi, di satu sisi ditanami dengan pepohonan willow yang banyak dan di sisi lain dengan Lombardy yang rapi. Tak ada satu pun ranting atau batu yang berserakan, karena jika ada pasti Nyonya. Rachel telah melihatnya. Menurutnya pasti Marilla Cuthbert menyapu halaman itu sesering ia menyapu rumahnya. Seseorang yang telah sarapan di situ pasti tidak menumpahkan apa pun. Dengan tangkas Nyonya. Rachel mengetuk pintu dan masuk ke dalam ketika dipersilahkan. Dapur di Green Gables adalah ruangan yang menyenangkan-atau akan menyenangkan jika saja dapur itu tidak dibersihkan ala kadarnya sehingga tampak seperti ruangan yang tidak dipakai. Jendelanya menghadap ke arah timur dan barat; lewat yang barat, tampak halaman belakang, dengan sinar matahari Bulan Juni yang lembut; tetapi yang timur, dimana kamu bisa melihat sekilas pohon cherry putih yang sedang berbunga di kebun buah sebelah kiri dan membuatmu mengantuk, pohon yang agak sedikit masuk ke cekungan dekat anak sungai, menjadi hijau karena dibelit oleh tumbuhan merambat. Di sinilah Marilla Cuthbert duduk, ketika ia duduk, selalu agak sedikit terkena sinar matahari, yang menurutnya terlalu bersinar dan tidak bertanggung jawab, sesuatu untuk dunia agar benar-benar dinikmati; dan di sinilah ia duduk sekarang, merajut, dan meja di belakangnya di letakkan untuk makan malam. Nyonya. Rachel, sebelum ia menutup pintu, telah mencatat di luar kepala segala sesuatu yang ada di atas meja. Ada tiga piring di situ, jadi Marilla pasti berharap ada seseorang yang pulang bersama Matthew untuk minum teh; tetapi lauknya adalah lauk sehari-hari dan hanya ada kepiting dengan salad apel dan satu jenis kue, jadi teman yang diharapkan bukanlah teman khusus. Namun bagaimana dengan baju kantoran dan kuda berwarna merah kecoklatan kepunyaan Matthew? Nyonya. Rachel merasa sangat pusing dengan misteri yang tidak biasa ini mengenai kesunyian, Green Gables yang tidak misterius. “Selamat malam, Rachel,” sapa Marilla lincah. “Bukankah ini malam yang sangat menyenangkan?” Tidakkah kamu mau duduk? Bagaimana kabar temantemanmu?” Sesuatu yang karena kurangnya nama lain bisa disebut sebuah persahabatan yang terjalin dan selalu terjalin di antara Marilla Cuthbert dan Nyonya. Rachel, meskipun—atau mungkin karena—perbedaan mereka. Marilla adalah seorang wanita yang tinggi, kurus, dengan lekuk tubuh tanpa cela; nampak sedikit garis keperakan di rambut hitamnya dan selalu digulung ke belakang menjadi ikatan kecil yang kuat dengan dua jepit rambut. Ia tampak seperti seorang wanita yang kurang berpengalaman dan sedikit kaku, dan ia

3

memang seperti itu; tetapi ada sesuatu yang tidak diketahui tentang mulutnya, yang bila sedikit dipancing, maka akan keluar rasa humornya. “Kami semua baik-baik saja,” kata Nyonya. Rachel. “Aku bahkan mengkhawatirkan KAU, ketika aku melihat Matthew keluar hari ini. Aku pikir mungkin ia pergi ke dokter.” Bibir Marilla mengerucut tanda mengerti. Ia mengharapkan Nyonya. Rachel; ia tahu bahwa perginya Matthew yang tak dapat diprediksikan sangat mengundang keingintahuan tetangganya. “Oh, tidak, aku cukup sehat walaupun kemarin kepalaku sangat sakit,” katanya. “Matthew pergi ke Bright River. Kami mengadopsi seorang anak laki-laki dari panti asuhan di Nova Scotia dan dia akan datang dengan kereta api malam ini.” Jika Marilla mengatakan bahwa Matthew pergi ke Bright River untuk melihat kangguru dari Australia Nyonya. Rachel tidak akan lebih heran. Ia terdiam lima menit. Tak disangkanya Marilla melucu, tetapi Nyonya. Rachel hampir saja terpaksa menduga begitu. “Apakah kau serius, Marilla?” tanyanya ketika suaranya kembali. “Ya, tentu saja,” sahut Marilla, seakan-akan mengadopsi anak dari panti asuhan di Nova Scotia adalah bagian dari pekerjaan musim semi yang biasa dilakukan di ladang Avonlea yang diolah dengan baik daripada menjadi kebiasaan baru yang belum dikenal. Nyonya. Rachel merasa mendapatkan guncangan mental yang parah. Ia berpikir dengan tanda seru. Seorang anak laki-laki! Marilla dan Matthew Cuthbert di antara orang-orang yang mengadopsi seorang anak! Dari sebuah panti asuhan! Baiklah, pasti dunia sudah terbalik! Tak ada lagi hal yang bisa mengejutkannya setelah ini! Tak ada! “Apa yang membuatmu berpikir begitu?” cecarnya tak setuju. Ia melakukannya tanpa meminta saran, dan tak boleh ada keterpaksaan. “Well, kami telah memikirkan hal itu—bahkan selama musim dingin,” jawab Marilla. “Nyonya. Alexander Spencer telah berada di sini sehari sebelum Natal dan ia berkata akan mengadopsi seorang anak perempuan dari panti asuhan di Hopeton pada musim semi. Sepupunya tinggal di sana dan Nyonya. Spencer telah berkunjung ke sini dan tahu semuanya. Sehingga aku dan Matthew sudah mulai sering membicarakannya. Kami pikir kami akan mendapat seorang anak laki-laki. Matthew telah mempersiapkannya bertahun-tahun, kamu tahu—ia berusia 60 tahun—dan ia tidak seaktif sebelumnya. Keadaan hatinya sangat mempengaruhinya. Dan kamu tahu betapa ia sangat berputus asa dan membutuhkan bantuan. Tidak pernah ada seorang pun yang sebodoh itu, anak

4

Perancis yang sedang dalam masa pertumbuhan; dan begitu kamu telah mendapatkannya dan diajarkan sesuatu ia akan bekerja di pengalengan makanan atau State. Awalnya Matthew menyarankan untuk mengadopsi anak dari sebuah keluarga. Tapi aku menolaknya mentah-mentah. “Mungkin mereka benar—aku tidak katakan mereka salah--tetapi tidak ada jalan London Arab dalam kamusku,” kataku. “Paling tidak berikan yang baru dilahirkan padaku. Pasti akan ada resiko, siapapun yang akan kami adopsi. Tetapi aku rasa akan lebih mudah dan akan ada alarm hidup di malam hari jika kami bisa mendapatkan seorang bayi Kanada.” Sehingga pada akhirnya kami memutuskan untuk meminta Nyonya. Spencer mengajak kami ikut ketika ia akan menjemput anak perempuannya. Kami dengar minggu lalu ia telah pergi, jadi kami menitip pesan pada teman Tuan. Spencer di Carmody untuk membawakan seorang anak laki-laki yang pintar, berumur sekitar sepuluh atau sebelas tahun. Menurut kami itu adalah umur yang paling ideal—cukup dewasa untuk melakukan pekerjaan dan cukup muda untuk dilatih dengan keterampilan yang sesuai. Kami akan memberikan tempat tinggal dan pendidikan yang bagus untuknya. Hari ini kami mendapat telegram dari Nyonya. Alexander Spencer—pengantar surat membawanya dari stasiun—yang menyatakan bahwa mereka akan sampai dengan kereta api pukul lima-tigapuluh (5:30) malam ini. Jadi Matthew pergi ke Bright River untuk menemuinya. Nyonya. Spencer akan menurunkannya di sana. Tentu ia akan pergi ke stasiun White Sands sendirian.” Nyonya. Rachel bangga dengan dirinya sendiri yang selalu dapat mengungkapkan pendapatnya; ia akan menyatakannya sekarang, mencoba menyesuaikan tingkah lakunya dengan berita yang luar biasa ini. “Well, Marilla, aku hanya ingin bilang bahwa kau melakukan sesuatu yang sangat tolol—sesuatu yang sangat beresiko, itu saja. Kau tidak tahu apa yang kau coba dapatkan. Kau membawa seorang anak asing ke rumahmu tanpa tahu satu hal pun tentangnya, seperti apa wataknya maupun bagaimana orang tuanya ataupun cara berpakaiannya. Karena, baru seminggu yang lalu aku baca di koran bagaimana seorang pria dan istrinya di bagian barat sebuah Pulau mengadopsi seorang anak dari sebuah panti asuhan dan nak itu membakar rumah mereka pada malam hari—melakukannya DENGAN SENGAJA, Marilla— dan hampir membakar suami istri yang sedang tertidur itu. Dan ada kasus lain dimana seorang anak adopsi pernah mengisap telur—mereka tidak bisa melarangnya. Jika kau meminta nasihatku dalam masalah ini—yang tidak kau lakukan, Marilla—sungguh aku akan mengatakan jangan pernah berfikir untuk melakukannya, itu saja.” Usaha itu tampak tidak mempengaruhi Marilla sedikit pun. Ia tetap pada prinsipnya. “Aku tak menyangkal bahwa apa yang kau katakan ada benarnya, Rachel. Sebenarnya aku merasa ragu. Tetapi Matthew telah merencanakannya dengan matang. Itu yang aku lihat, jadi aku mengalah. Matthew sangat jarang

5

Alexander Spencer melakukannya. IA tidak akan segan-segan mengadopsi seluruh anak panti asuhan jika ia memikirkan hal itu. Rachel dengan nada yang menunjukkan kesangsiannya. “Aku tampak seakan-akan sedang bermimpi. belum pernah ada di sana. sehingga ia bisa pergi ke Jalan Robert Bell dan menyampaikan berita itu. Tetapi dalam perkiraannya paling tidak akan ada dua jam sebelum Matthew sampai. tetapi bila ia pada saat itu melihat anak itu 6 . itu saja. dari semuanya yang pernah atau akan terjadi!” seru Nyonya. Selain itu Nova Scotia sangat dekat dengan pulau itu. Orang yang bisa mempunyai anak kandung sendiri juga bisa beresiko—jika mereka tidak bisa memeliharanya dengan baik.merencanakan sesuatu. Kami tidak mengambilnya dari Inggris atau State. Hanya saja. Matthew dan Marilla tidak tahu apa-apa tentang anak-anak dan mereka mengharapkan anak itu bisa lebih dewasa dan kuat seperti kakeknya. kami tidak akan mengambil anak perempuan.” kata Nyonya. Hal itu pasti tidak akan menjadi sensasi bagi siapa pun. jika ia pernah memiliki seorang kakek. yang belakangan merasa sangsi dan takut dengan keputusannya karena pengaruh dari rasa pesimis Nyonya. karena Matthew dan Marilla dibesarkan ketika sebuah rumah baru dibangun—jika mereka pernah MENJADI anak-anak. Aku tidak akan pergi ke panti asuhan itu apa pun alasannya.” Nyonya. Rachel di semak-semak mawar liar adalah bukan karena hatinya tidak baik. Tetapi. aku merasa sedih tentang anak miskin itu dan ia tak bersalah. Rachel. “Aku tak pernah bermimpi akan mengasuh seorang anak perempuan. paling tidak untuk mengurangi beban pikiran Marilla. Rachel memang suka membuat sensasi. Tetapi aku kasihan padanya. yang sepertinya tidak meyakinkan ia pernah punya. seakan-akan memasukkan racun ke dalam minuman adalah suatu keterampilan yang hanya bisa dilakukan oleh anak perempuan dan tidak takut bila hal itu dilakukan oleh anak laki-laki. kuharap itu akan berhasil dengan baik. hampir segala hal yang dilakukan manusia di dunia ini memiliki resiko. “Tapi jangan katakan aku tidak mengingatkanmu jika dia membakar Green Gables atau memasukkan strychnine ke dalam cairan—aku mendengar sebuah kasus di New Brunswick dimana seorang anak panti asuhan melakukannya dan seluruh keluarga meninggal dalam keadaan yang sangat mengerikan. Jadi ia pergi. Rachel tibatiba begitu ia keluar. Rachel lebih suka untuk tetap di situ sampai Matthew pulang dengan anak yatim yang diambilnya. Ia tidak akan berbeda jauh dengan kami.” sahut Marilla. Bagaimanapun tampaknya terlalu gegabah untuk berpikir tentang seorang anak di Green Gables.” “Well. dalam kasus itu yang melakukannya adalah anak perempuan.” Jadi apa yng dikatakan oleh Nyonya. “Well. dan kenyataannya Nyonya. Aku heran mengapa Nyonya. Well. Dan untuk masalah resiko. yang sulit dipercaya ketika seseorang melihat mereka. jadi ketika ia melakukannya maka aku rasa aku yang harus mengalah. “Well.

Matthew takut pada setiap wanita kecuali Marilla dan Nyonya. ia duduk dan menunggu dengan seluruh kekuatan dan kemampuannya. 7 .” Matthew menikmati caranya mengemudi. Ketika ia sampai di Bright River sama sekali tak ada tanda-tanda adanya kereta api. Sebenarnya. dan jenggot coklat yang memenuhi dagunya yang telah ada sejak ia berumur dua puluh tahun. jadi ia mengikatkan kudanya di halaman hotel kecil di Bright River dan pergi ke stasiun. ia mengira ia terlalu cepat sampai. Ketika ia melihat anak perempuan itu ia hampir tidak bisa mengenali ketegaran dan pengharapan dari ekspresi dan kelakuannya. baik kau mengenalnya atau tidak. karena duduk dan menunggu adalah satu-satunya hal yang bisa dilakukannya. hampir tidak tahu bahwa itu ADALAH seorang anak perempuan. penampilannya pada saat ia berusia enam puluh tahun ini sangat mirip dengan pada saat ia berumur dua puluh tahun. Mungkin ia benar. satu-satunya makhluk hidup yang tampak di matanya adalah seorang anak perempuan yang sedang duduk di ujung platform. Anak itu duduk di sana menunggu sesuatu atau seseorang dan. Matthew. sementara “Burung-burung tampak seperti sedang bernyanyi Suatu hari di musim panas sepanjang tahun. Rachel. ia merasa tidak nyaman karena makhluk misterius itu sering menertawakannya diam-diam. ia berjalan menyamping melalui anak itu secepat mungkin tanpa melihatnya. Udara terasa begitu segar dengan aroma apel dari kebun buah dan padang rumput membentang ke kaki langit berkabut dan berwarna ungu.menunggu dengan sabar di Stasiun Bright River pasti ia akan lebih merasa kasihan. dan sekarang lagilagi hutan pohon balsamy dilintasinya atau sebuah lubang dimana terdapat buah-buah prem liar yang sudah agak matang. Platform stasiun yang panjang hampir saja ditinggalkannya. hanya saja bila rambutnya tidak abu-abu. dengan bentuk badan yang kaku dan rambut abu-abu panjang yang menyentuh bahu bungkuknya. Itu jalan yang bagus. berada di sepanjang jalan di antara tanah dan rumah-rumah pertanian yang rapi. karena penampilannya tampak aneh. Bab II – Terkejutnya Matthew Cuthbert Matthew Cuthbert dan kuda coklatnya bergerak perlahan dalam perjalanan sejauh delapan mil ke Bright River. kecuali pada saat ia bertemu beberapa wanita dan harus menganggukkan kepala pada mereka--karena di daerah Pangeran Edward kau diharuskan mengangguk ke semua orang yang kau temui di jalan.

Ia memakai topi pelaut berwarna coklat yang sudah pudar dan di bawah topi. “Sepertinya ada kesalahan.” kata Matthew putus asa. ‘Ada banyak kesempatan untuk berkhayal. dan Matthew yang malang ditinggal untuk melakukan sesuatu yang baginya lebih sulit dari menghadapi singa di kandangnya—berjalan ke arah anak itu—seorang anak perempuan yatim—dan mempertanyakan mengapa ia bukan seorang anak laki-laki. “Tapi ada seorang penumpang yang diturunkan untuk anda—seorang anak perempuan kecil. itu sudah pasti. Itu yang aku tahu—dan tidak ada lagi anak panti asuhan yang bersembunyi di sini. tetapi pengamat awam akan melihat hal ini: Seorang anak berumur sekitar sebelas tahun. Spencer keluar dari kereta api dengan anak itu dan menyuruhku menjaganya. Anak itu telah melihat Matthew sejak ketika Matthew melewatinya dan sekarang ia sedang menatapnya.” “Aku tidak mengerti. “Aku datang untuk menjemput seorang anak laki-laki. “Well. Wajahnya kecil.’ sambungnya. 8 . “Aku yakin ia bisa menjelaskannya—dia bisa bicara.” “Aku tidak menunggu seorang anak perempuan. Matthew tidak memandangnya dan tidak akan melihat seperti apa anak itu. sangat ketat. Aku menyuruhnya masuk ke ruang tunggu wanita. Ia berkata bahwa anda dan saudari anda mengadopsinya dari sebuah panti asuhan dan anda akan menjemputnya segera. sebaiknya anda bertanya pada anak itu. pakaian kusut berwarna kekuning-kuningan yang sangat jelek. berwarna hampir kemerahan. “Kereta api jam lima-tiga puluh sudah masuk tadi dan sudah berangkat setengah jam yang lalu.” Ia berjalan dengan gaya.” sahut Matthew langsung. dia sedang sakit. menjulur ke punggungnya. berpakaian sangat pendek. juga banyak bintik. Nyonya. Matthew tak lagi bersemangat ketika ia berbalik dan berjalan dengan terseret ke arahnya.Matthew melihat bahwa petugas stasiun sedang bersiap-siap mengunci loket tiket karena akan pulang untuk makan malam. berharap Marilla berada di situ untuk mengatasi keadaan itu.” katanya. putih dan kurus. merasa lapar. yang tampak hijau pada cahaya tertentu dan abu-abu pada cahaya yang lain. Ia duduk di luar sana di platform. Seharusnya ia sudah berada di sini. Mungkin tidak ada anak laki-laki seperti yang anda mau. tetapi ia bersikeras untuk menunggu di luar. Kurasa.” Petugas itu bersiul. Alexander Spencer membawanya dari Nova Scotia untukku. dan bertanya padanya apakah kereta api pukul lima-tiga puluh akan segera tiba. “Nyonya.” kata petugas itu tak acuh. mulutnya besar begitu juga matanya. ada dua kepangan rambut yang sangat tebal.” jawab petugas itu cepat.

jika anda tidak datang malam ini. karena begitu anak itu menyimpulkan bahwa Matthew datang untuk menjemputnya maka dia segera berdiri. “Tas ini tidak berat. Oh. “Benarkah anda Tuan. ia akan membawanya pulang dan membiarkan Marilla yang akan melakukannya. pengamat luar biasa kami yang melihat dengan jelas telah menyimpulkan bahwa tidak ada jiwa biasa yang bisa menempati tubuh dari wanita kecil yang tersesat ini yang lucunya justru Matthew takuti. jadi semua pertanyaan dan penjelasan mungkin sebaiknya ditunda sampai ia kembali ke Green Gables dengan selamat. apa pun kesalahan yang telah terjadi. kemudian ia sudah memutuskan apa yang harus dilakukannya.” Matthew menggeggam tangan yang kecil dan kurus itu dengan canggung.” anak itu menjawab dengan gembira. pengamat biasa. saya sangat senang anda datang. “Saya sangat senang bertemu anda. Saya membawa seluruh barang duniawi yang saya punya. Bukankah kita akan melakukan perjalanan jauh? Nyonya. dahinya lebar dan penuh. Awalnya saya takut anda tidak datang untuk menjemput saya dan membayangkan segala sesuatu yang mungkin menghalangi anda. “Ayo ikutlah. Bagaimanapun anak itu tidak mungkin ditinggalkan di Bright River.” ia berkata malu-malu. tetapi tidak berat.” “Oh. Bagaimanapun. saya bisa membawanya. suara yang bagus. Matthew.Sejauh ini. Saya tidak akan merasa takut. Spencer bilang sejauh delapan mil. Oh. singkatnya. dengan tangannya yang coklat dan kurus ia memegang pegangan tas-karpet kuno yang lusuh. dia ulurkan pada Matthew. Saya senang karena saya suka mengemudi. dan bukankah akan sangat menyenangkan tidur di sebatang pohon cherry liar yang semuanya seperti berwarna putih di bawah sinar bulan? Anda bisa membayangkan bila anda merenung di sebuah aula dari pualam kan? Dan saya sangat yakin anda akan datang menjemput saya keesokan paginya. Berikan tasmu. Ia tidak tega mengatakan pada anak dengan mata yang penuh semangat itu bahwa telah terjadi sebuah kesalahan. tampaknya akan 9 . “Maaf aku terlambat. Ini benar-benar tas-karpet tua. mulutnya berbibir manis dan ekspresif. Matthew Cuthbert dari Green Gables?” Dia bertanya dengan sangat jelas. dan memanjatnya untuk kemudian tinggal disitu semalaman. walaupun akan menyenangkan tidur di pohon cherry liar. Kudanya ada di halaman. Dan bila tas ini tidak dibawa dengan cara tertentu maka pegangannya akan terbuka—jadi sebaiknya saya yang membawanya karena saya tahu cara yang tepat untuk membawanya. Saya sudah memutuskan jika anda tidak datang menjemput saya malam ini maka saya akan pergi ke pohon cherry besar di tikungan itu. merasa berat untuk memulai pembicaraan. seorang pengamat luar biasa mungkin melihat bahwa dagunya sangat runcing. mata besarnya penuh dengan semangat hidup dan kegembiraan.

Nyonya. “Bukankah itu bagus? Apa yang anda pikirkan ketika melihat pohon yang menjulur ke jalan. Spencer bilang saya nakal karena mengatakan hal itu. Saya pernah terbangun di malam hari dan membayangkan hal-hal seperti itu. Saya belum pernah menjadi anak siapapun—sebenarnya tidak juga. Aku orang yang sangat rumahan jadi tidak akan ada yang mau menikahiku. Saya rasa itulah sebabnya mengapa saya kurus —SAYA sangat kurus. Aku belum pernah melihatnya. Saya tinggal di situ hanya selama empat bulan. semua anak panti 10 . yang pinggirannya ditumbuhi pohon cherry liar dan pohon birch kecil.sangat menyenangkan tinggal dengan anda dan menjadi anak anda. bagian jalan yang masuk ke dalam karena tanahnya agak lembek. Aku rasa mungkin orang-orang yang berbakti kepada gereja tidak terlalu khusus. Kamu tahu. Saya rasa anda bukanlah seorang yatim yang pernah tinggal di panti asuhan. tapi aku bisa membayangkan seperti apa. seorang mempelai wanita. Aku sendiri belum berharap menjadi pengantin. “Well. semuanya putih dan seperti renda?” tanyanya.” sahut Matthew. Itulah yang akan sangat membahagiakanku di dunia. yang diculik dari orang tuanya saat dia kecil oleh seorang perawat kejam yang meninggal sebelum ia sempat mengakuinya. tetapi saya tidak bermaksud begitu.” Kemudian teman si Matthew itu berhenti berbicara. kan? Tidak ada daging di tulang saya. anda tahu—orang-orang di panti asuhan—sama saja seperti dipanti asuhan lain. dengan lesung pipit di pipi. berada beberapa kaki di atas mereka. karena saya tidak punya waktu di siang hari. Sangat menyenangkan untuk membayangkan hal-hal tentang mereka—membayangkan mungkin anak perempuan yang duduk di dekat anda adalah benar-benar anak perempuan dari bangsawan Inggris. Aku menyukai baju bagus. Sangat mudah menjadi nakal tanpa mengakuinya kan? Mereka baik. “Mengapa. Tetapi panti asuhan merupakan hal terburuk. aku tidak tahu. Anak itu tidak berbicara lagi sampai mereka meninggalkan desa dan menuruni bukit kecil yang curam. Bahkan lebih buruk dari yang anda bayangkan. Tapi aku benar-benar berharap akan memiliki sebuah gaun putih suatu hari nanti. tetapi itu sudah cukup. tentu saja—seorang pengantin wanita berpakaian serba putih dengan kerudung seperti kabut yang indah. Saya sangat suka membayangkan saya sangat manis dan gemuk berisi. selain karena kehabisan napas juga karena mereka telah sampai di kereta kuda. Tadi pagi ketika meninggalkan panti aku merasa sangat malu karena aku harus mengenakan baju lusuh tua yang mengerikan ini. Anak itu mengeluarkan tangannya dan mematahkan batang prem liar yang menggores bagian samping kereta kuda. Dan seingatku aku belum pernah memiliki sebuah gaun bagus sepanjang hidupku—tetapi tentu saja lebih penting melihat ke depan bukan? Dan kemudian aku membayangkan sedang berpakaian yang indah. jadi mungkin anda tidak mengerti seperti apa rasanya.

Bukankah sangat memuaskan bisa memikirkan semua hal yang bisa diketahui? Hal itu membuatku merasa senang bisa hidup—sungguh dunia yang menarik. Ia bilang aku sudah menanyakannya berkali-kali. Begitu juga dengan Nyonya. Ia bilang tidak ada gerakanku yang perlu dikhawatirkan. Ketika kami naik ke kereta api di Charlottetown dan jalan merah itu mulai berlalu dengan cepat. Spencer walaupun sebenarnya dia agak kurang sehat.” Matthew. tapi bagaimana kamu tahu banyak hal bila kamu tidak bertanya? Dan APA yang membuat jalan itu merah?” “Well. Aku bisa BERHENTI bila aku mengusahakannya. kan? Apakah tidak akan ada lagi ruang untuk berimajinasi? Tetapi apakah aku terlalu banyak bicara? Orang-orang selalu bilang aku begitu. tetapi aku tidak pernah menyangka bisa mewujudkannya. Bagaimanapun kaum perempuan sudah cukup buruk. aku bertanya pada Nyonya. Aku tidak sakit selama di kapal. tapi aku lebih percaya itu karena kebaikannya. karena aku tidak tahu apakah akan ada kesempatan lain. Apakah anda lebih suka bila aku tak berbicara? Jika menurut anda begitu maka aku akan berhenti. Aku sangat menyukainya. “Well.” sahut Matthew. Aku juga merasa begitu. di sana ada lebih banyak pohon cherry yang sedang berbunga! Pulau ini adalah tempat yang paling indah. Seorang pedagang di Hopeton memberikan tiga ratus kain meteran lusuh untuk panti. Seperti kebanyakan teman yang pendiam ia menyukai orang yang ‘cerewet’ ketika mereka mau bericara sendiri dan tidak mengharapkannya menimpali. Ia bilang tidak punya waktu untuk sakit. Sangat menyenangkan bila impianmu menjadi kenyataan kan? Tetapi jalan-jalan merah itu sangat lucu. Aku langsung merasa gembira dan menikmati perjalananku ke pulau dengan seluruh kemampuanku. Tetapi ia tidak pernah menduga akan terlibat dalam suasana seperti itu dengan seorang anak perempuan. asyik dengan dirinya sendiri. aku tidak tahu. ya kan? Ketika kami naik kereta api aku merasa seakan semua orang melihat ke arahku dan mengasihaniku. serta sarung tangan dan sepatu boot anak-anak. terkadang itu merupakan salah satu hal untuk mengetahui sesuatu. karena masih merasa terkejut. Spencer mengapa warnanya merah dan ia bilang ia tidak tahu dan sayangnya aku tidak boleh bertanya apa-apa lagi padanya. Oh. Tetapi jika karena dengan begitu maka ia tidak mabuk laut. tetapi seorang anak perempuan lebih parah. bukankah aku sangat baik? Dan aku mau melihat semua hal yang bisa dilihat dari kapal. Beberapa orang mengatakan ia melakukannya karena kain itu tidak laku. dan aku pernah berkhayal tinggal di sini. Ia benci cara mereka berjalan pelan 11 . walaupun itu sulit. karena harus mengawasiku agar tidak jatuh ke laut. Tetapi aku tetap melanjutkan pekerjaanku dan berkhayal seolah aku mengenakan baju sutera biru muda yang paling indah—karena ketika anda SEDANG berkhayal mungkin anda juga berkhayal tentang sesuatu yang berguna—dan topi besar penuh bunga dan bulu yang menjuntai. dan sebuah jam tangan emas. dan sangat senang akan tinggal di sini.harus mengenakannya. Dunia tidak akan berkurang daya tariknya bila kita mengetahui semua hal. Aku sering mendengar bahwa Pulau Pangeran Edward adalah tempat terindah di dunia.

Mimpi tidak selalu menjadi kenyataan. Spencer bilang tempat anda bernama Green Gables. Seperti itulah tipe gadis di Avonlea. Tetapi perempuan cantik berbintik ini berbeda. ya kan? “Well. dan walaupun ia merasa agak kesulitan karena kurang pintar untuk menyeimbangi kepribadian anak itu yang sangat lincah. menurut anda ini warna apa?” 12 . Saya tidak keberatan. Aku pernah tidak tega melihat pepohonan itu. Dan ia bilang tempat itu dikelilingi pohon. pohon kecil. Anda juga pernah merasa sangat dekat dengan sesuatu seperti itu. Tapi jika anda memiliki ide hebat maka anda harus menggunakan kata-kata hebat untuk mengungkapkannya. Dan di panti sama sekali tidak ada pohon.” Jadi ia berkata malu-malu seperti biasa: “Oh. Spencer bilang lidahku pasti tergantung di tengah.” “Well.” “Keren. aku sangat senang. Aku selalu mengimpikan bisa tinggal di dekat aliran sungai. kau bisa tumbuh besar kan? Tetapi kau tak bisa tumbuh di tempatmu sekarang. Aku sungguh tahu bagaimana perasaanmu. Aku sudah diberitahu berkali-kali. ya. Aku menanyakan padanya semua hal tentang tempat itu. Aku tidak merasa benar-benar bahagia karena—well. begitulah pohon yang ada di sana. seolah ia akan mengunyah mereka bila mereka berani berbicara. Dan orang-orang menertawakanku karena aku mengucapkan kata-kata hebat. kamu boleh bicara sebanyak yang kamu mau. ia rasa “seperti menyukai celotehannya. Spencer. hanya ada beberapa tumbuhan yang sangat kecil di depan dengan benda-benda bercat di sekitarnya. kan? Apakah ada anak sungai di suatu tempat sekitar Green Gables? Aku lupa menanyakannya pada Nyonya.” “Oh. Aku pernah berkata pada mereka.” kata Matthew.’ Aku menyesal meninggalkan mereka tadi pagi. Nyonya. kan? Bukankan sangat menyenangkan kalau bisa menjadi nyata? Tetapi tadi aku hampir merasa benar-benar bahagia.melewatinya dengan malu-malu. dengan lirikan mata. Tetapi sebenarnya tidak—malah terikat kuat di sebuah ujung. Meskipun aku tak menyangka bisa melakukannya. tampaknya masuk akal. Aku tahu kita dapat bergaul dengan baik. benda kecil yang MALANG! Jika kau berada di luar di sekitar kayu-kayu besar dengan pepohonan lain di dekatmu dan lumut serta Junebells tumbuh di akarmu dan anak sungai yang mengalir tak jauh serta burung-burung bernyanyi di dahanmu. “Nyonya. Mereka tampak seperti anak-anak panti itu sendiri. Rasanya lega dapat berbicara ketika seseorang mau dan tidak menganggap bahwa anak-anak hanya harus dilihat tapi tidak didengar. ‘Oh. Aku sangat menyukai pepohonan. Aku menjadi semakin senang. ada satu berada langsung di bawah rumah.

Aku sudah berusaha semampuku.” katanya pasrah. Cuthbert! Oh. tetapi kali ini tak ada yang diragukannya. Apakah anda tahu?” “Well. yang merasa agak pusing. Cuthbert!!!” 13 . Anda lebih suka menjadi seperti apa—secantik dewi atau sangat jenius atau sebaik malaikat?” “Well. Aku bisa membayangkannya.” “Aku juga. tidak. ‘Sekarang rambutku berwarna hitam indah. “Warnanya merah. Aku tak pernah bisa memutuskan. Tidak ada orang berambut merah yang bisa bahagia. aku rasa aku tidak mengetahuinya. Tuan.Ia menggerakkan salah satu kepangan rambut panjang berminyak di atas bahunya di depan Matthew. sering. Cuthbert!! Oh. “Ya. Aku berkhayal memiliki corak kulit kemerahan yang bagus dan mata bercahaya yang indah. Aku mencoba membayangkan. Bagaimanakah batu pualam dari lereng terjal? Aku tidak pernah tahu. “Sekarang anda tahu mengapa aku tidak benar-benar bahagia.” sahut Matthew. Anak itu melepaskan kembali pegangan pada kepangannya dengan pandangan yang tampaknya merasa terhina dan menghela napas sedih. Tuan. Aku pernah membaca novel tentang anak perempuan yang menderita seumur hidupnya tetapi bukan karena rambut yang berwarna merah. belum pernah. “Aku pernah. Hal ini akan menjadi duka seumur hidupku. warnanya memang merah. Ia merasa seperti waktu ia kecil dulu ketika seorang anak laki-laki mengajaknya naik komidi putar pada waktu piknik. “Well. aku—aku tak tahu pasti. Sudah pasti aku tak pernah bisa menjadi sebaik malaikat. Tetapi aku TIDAK BISA membayangkan rambut merah itu.” Matthew mengaku jujur. sehitam sayap burung gagak. apapun itu pasti sesuatu yang menarik karena ia sangat cantik. Pernahkah anda membayangkan bagaimana rasanya menjadi seseorang yang sangat cantik?” “Well. Spencer berkata—oh. Nyonya. Matthew tidak pernah menilai warna kunciran rambut seorang perempuan. Tetapi tidak akan terlalu berbeda karena sepertinya aku juga tidak akan menjadi seperti salah satu di antaranya. kan?” katanya. Tuan. Rambutnya benar-benar ikal emas seperti batu pualam dari lereng terjal. Aku tidak terlalu keberatan dengan yang lainnya—bintik-bintik dan mata hijau serta tubuhku yang terlalu kurus.’ Tetapi setiap saat AKU SADAR rambutku hanya berwarna merah dan aku merasa kecewa.

pasti yang kau maksud Avenue. dengan pandangan yang mengandung banyak impian megah melintasi background yang bercahaya itu. Dia bersandar di kereta kuda. Masih dengan wajah yang gembira ia memandangi sunset di barat dari kejauhan. Oh. masih dalam diam. “Kamu pasti merasa sangat lelah dan lapar. Mereka baru saja melewati tikungan di jalan dan menyadari mereka berada di “Avenue”.” kata Matthew setelah merenung beberapa lama. Hal itu sangat memuaskanku”—ia meletakkan sebelah tangan di dadanya—“Aku merasakan sakit yang aneh namun menyenangkan. Pernahkah anda mengalaminya. mendekap tangannya yang kurus. begitulah masyarakat Newbridge menyebutnya. Di bawah dahan besar suasana berwarna ungu senja dan jauh di depan tampak terlukis langit dengan matahari terbenam yang bersinar seperti setangkai mawar indah di jendela di ujung jalur antara tempat duduk dalam gereja. Tuan. menuju angkasa.” Matthew akhirnya memberanikan diri mengatakannya. Tidak juga indah. “Oh. juga bukan dari seorang anak yang jatuh dari kereta kuda atau Matthew melakukan sesuatu yang mengejutkan. Kata-kata itu tidak cukup. Di atasnya terdapat sebuah kanopi panjang beraroma salju. Cuthbert?” 14 . Keindahannya membuat anak itu tak berkutik. diselingi dengan pepohonan apel dimana-mana. “Tempat yang kita lalui tadi—tempat bercahaya putih itu—apa itu?” “Well. Itu hal pertama yang pernah aku lihat yang tak terjangkau oleh daya khayalku. wajahnya mendongak terpesona dengan cahaya putih yang semarak di atas. Ia bisa tetap diam. tepatnya menakjubkan—menakjubkan. Sampai di Newbridge. Cuthbert. “Itu merupakan tempat yang bagus. merupakan jalan terbentang sejauh empat atau lima ratus meter. Tuan. “Avenue”. ini nyata.” sahutnya lirih. sebuah desa kecil yang hiruk pikuk dimana anjing menggonggongi mereka dan anak-anak kecil menirukan suara burung hantu serta wajah–wajah penuh ingin tahu yang mengintip dari jendela. Spencer. seenergik ketika ia bicara. “Tetapi kita tak akan lama lagi—hanya beberapa mil lagi.” Anak itu tersadar dari lamunannya dan menghela napas panjang dan memandanginya dengan tatapan penuh impian dari jiwa yang mengagumi dari kejauhan. BAGUS sepertinya bukan kata yang tepat untuk itu. yang ditanam bertahun lalu oleh seorang petani tua yang aneh. Bahkan ketika mereka telah melewatinya dan menuruni lereng yang cukup jauh ke Newbridge ia tidak bergerak ataupun berbicara.Itu bukan perkataan Nyonya.” “Bagus? Oh. sebagai ganti karena sudah terlalu lama membisu dalam perjalanan dengan satu-satunya alasan. Ketika tiga mil lagi mereka lalui anak itu masih tidak berbicara. mereka melakukan perjalanan.

Benarkah kita akan sampai ke rumah sebentar lagi? Aku gembira dan aku menyesal. Bukankah itu nama khayalan yang bagus? Ketika aku tak menyukai nama suatu tempat atau orang aku selalu mengimajinasikan gantinya dan juga selalu memikirkannya. Dimana-mana buah plum liar muncul dari tepian seperti seorang anak perempuan berpakaian putih sedang berdiri berjinjit di bayangannya sendiri. ada cahaya lampu dari salah satu jendelanya. Aku tahu karena getaran hatiku. Mungkin saja sesuatu yang lebih menyenangkan akan terjadi.” “Aku sering mengalaminya—kapan saja aku melihat sesuatu yang benar-benar indah. tetapi anda tak pernah bisa memastikannya.“Well. Di bawah terdapat kolam. Dan seringnya sesuatu itu tak lebih menyenangkan. Aku akan menyebutnya—sebentar—the Lake of Shining Waters. Ada seorang anak perempuan di panti bernama Hepzibah Jenkins. walaupun belum begitu gelap. Apakah ada sesuatu yang pernah membuat anda bergetar?” 15 . Di sekitar kebun apel putih jauh di lereng tampak sebuah rumah kecil berwarna abu-abu dan. Ketika aku menemukan nama yang tepat maka itu akan membuat hatiku bergetar. Ya. dengan warna-warna lain yang sukar dimengerti karenanya namanya tak pernah diketahui. seingatku aku tidak pernah punya rumah yang sebenarnya. Hal ini membuatku merasakan lagi rasa sakit yang menyenangkan hanya karena memikirkan bahwa aku akan pulang ke rumah yang benar-benar nyata. Aku gembira karena perjalanan ini begitu menyenangkan dan aku selalu menyesal ketika sesuatu yang menyenangkan harus berakhir. Dari rawa di ujung kolam terdengar jelas. Di atas jembatan kolam mengalir ke belukar perbatasan dengan pohon fir dan maple dan membuat semuanya jernih oleh bayangannya yang bergerak-gerak. tetapi aku selalu membayangkannya sebagai Rosalia DeVere. aku rasa belum pernah. tampak hampir seperti sebuah sungai yang sangat panjang dan berliku. Orang lain boleh menyebut tempat itu Avenue. aku juga tidak menyukai namanya. tapi aku akan selalu menyebutnya the White Way of Delight. di mana sebuah batu amber bercorak dengan pasir bukit yang melingkupinya dari gelapnya biru jurang di seberang. Seharusnya mereka menyebutnya—sebentar—the White Way of Delight. itu nama paling tepat untuknya. Anda tahu.” kata Matthew. Tetapi seharusnya mereka tidak menyebutnya Avenue. Jembatan merentang di tengahnya dan dari sana sampai ke ujung yang lebih rendah. suara koor kodok yang penuh duka namun terdengar indah. “Itu adalah kolam Barry. Oh. Bagaimanapun aku pernah mengalaminya. Tetapi aku gembira karena akan pulang ke rumah. Nama itu tak punya arti. bukankah itu sangat bagus!” Mereka telah sampai di puncak bukit. airnya menjadi semarak dengan warna yang berubah-ubah —pembuatan bayangan yang paling spiritual dari bunga crocus dan mawar serta kehijauan surgawi. “Oh.

Ada sesuatu yang mengerikan. “Oh. anda tahu. Barry memiliki anak perempuan kecil? Well. tidak terlalu kecil juga—kira-kira seusiaku. Aku pikir itu tidak bisa benar-benar seperti getaran yang aku maksud. Lake of Shining Waters sayang. Aku akan menutup mataku rapat-rapat. aku tak tahu. Oh.” Ketika mereka sudah semakin jauh melintasi bukit dan mendekati sudut Matthew berkata: 16 . Karena. menurutku.” “Aku berharap ada juga seorang guru seperti itu ketika aku lahir. Barry tinggal di sana di rumah itu. kan? Tetapi mengapa orang-orang menyebutnya kolam Barry?” “Aku rasa karena Tuan. Aku tak sanggup membayangkan bahwa mungkin ketika kita baru berada di tengahnya. Tetapi kita harus melintasi jembatan dan jalan. Namanya Diana. Jika bukan karena ada semak belukar lebat di belakangnya maka kamu bisa melihat Green Gables dari sini. Selamat malam. Apakah anda berpikir sebaliknya? Tampaknya tidak banyak hubungan antara kepompong dengan danau dengan air yang bercahaya. Hatiku selalu seperti bergetar ketika melihat kepompong putih jelek yang ada di kebun timun. “Nama yang benar-benar sungguh bagus!” “Well. Aku benci corak mereka. mereka akan merubuhkannya seperti pisau-yoker dan kemudian memangsa kita.” “Oh!” serunya dengan napas tertahan. Aku selalu merasa takut ketika berjalan melintasi jembatan. Tetapi ketika Diana lahir ada seorang guru asrama di sana kemudian memberinya nama dan mereka memanggilnya Diana. ya. jika jembatan BENAR-BENAR rubuh aku ingin MELIHATnya rubuh.Matthew berpikir. Aku selalu mengucapkan selamat malam pada segala sesuatu yang aku sukai. jadi ada sekitar hampir setengah mil lagi jauhnya. Sekarang aku akan melihat ke belakang. “Well. Pasti bunyinya akan sangat bergemuruh! Aku selalu menyukai bagian bergemuruh itu! Bukankah sangat bagus bisa menyukai banyak hal di dunia ini? Kita sudah sampai di ujung. Orchard Slope nama tempat tinggalnya. kita sudah sampai di jembatan.” “Apakah Tuan. Air itu tampak seolah sedang tersenyum padaku. Tetapi aku harus selalu membukanya lagi ketika aku merasa hampir dekat ke tengah.” “Ia memiliki seorang anak perempuan berumur sekitar sebelas tahun. Aku lebih suka Jane atau Mary atau nama yang lebih masuk akal seperti itu. seperti aku juga mengucapkannya pada orang-orang dan kurasa mereka menyukainya. Jadi aku menutup mataku.

menunjuk. kau benar! Tapi aku rasa pasti Nyonya. lenganku pasti sudah babak belur dari siku ke atas. Mereka melintasi Lembah Lynde. Oh. tetapi pemandangan alamnya masih tampak jelas dalam cahaya senja yang lembut. di langit barat daya yang tak berawan.“Sekarang kita sudah benar-benar hampir sampai ke rumah. penuh gairah. Kemudian aku akan mecubit diriku sendiri untuk memastikan bahwa ini nyata—sampai tiba-tiba aku ingat jika ini memang hanya mimpi maka lebih baik aku terus bermimpi selama mungkin. menanjak dengan tanah dan rumah-rumah pertanian yang tersebar rapi. jadi aku berhenti mencubit. bintang kristal putih bersinar seperti lampu petunjuk dan harapan. Aku sama sekali tak mengetahui tempat itu seperti apa. dimana suasana sudah sangat gelap. Itu Green Gables di sana—“ “Oh. Rachel tidak bisa melihat mereka lewat jendela. karena hari ini aku mencubiti diriku sendiri berkali-kali. Akhirnya. dan menaiki bukit dan melintasi jalan panjang Green Gables. dan sayu dari satu tempat ke tempat yang lain. Setiap saat aku merasakan perasaan ngeri yang memuakkan dan aku takut ini semua hanya mimpi. Ia senang akan bertemu Marilla dan bukan ia yang akan bilang pada anak terlantar ini bahwa rumah yang ia rindukan sama sekali tidak akan menjadi miliknya. Matahari sudah beberapa saat lalu terbenam.” Dia membuka matanya dan melihat di mana dia berada. Mereka berada di puncak bukit. Di atasnya. menangkap tangan Matthew yang setengah terangkat dan menutup matanya sendiri sehingga ia tak bisa melihat gerakan Matthew. tapi tidak segelap itu sampai-sampai Nyonya. Anda tahu. 17 . Matthew menggegas tali kekang pada punggung kudanya dengan semangat. jangan katakan padaku.” “Tidak. Dengan menghela napas kegirangan ia kembali terdiam. Tetapi INI nyata dan kita hampir sampai ke rumah. Di bawahnya terdapat lembah kecil dan di seberang ada lereng yang panjang. Spencer telah memberitahumu jadi kau bisa menebaknya.” potongnya cepat. Matthew jadi susah bergerak. ya kan?” katanya. Tapi begitu aku melihatnya aku merasa itulah rumah. dari jalan tampak cahaya putih redup dengan pepohonan yang sedang berbunga dalam cahaya senja hutan sekitar. Yang ia ceritakan kebanyakan hanya tentang tempat-tempat lainnya tadi. rasanya aku seperti sedang bermimpi. jauh di belakang. Di barat puncak menara gereja yang gelap muncul di antara langit yang berwarna kuning keemasan. “Biar aku tebak. mereka memperlambat laju kereta dan menepi ke sebelah kiri. dia tidak melakukannya—sumpah. Mata anak itu bergerak cepat. “Itu dia. “Well. Aku yakin bisa menebak dengan benar.

“Matthew Cuthbert. begitu Matthew mengeluarkannya dari kereta. Aku sudah menanyakannya pada petugas stasiun. Dan aku harus membawanya pulang. Dia tidak mungkin aku tinggalkan di sana.” Marilla bersikeras. siapa itu?” tanyanya tiba-tiba.” sahut Matthew lirih. tak peduli dari mana kesalahpahaman ini bermula.” “Well. “Pasti indah sekali mimpinya!” Kemudian. “Yang ada hanya DIA. seluruh kegembiraan perlahan memudar dari wajahnya. Tetapi begitu matanya tertuju pada tubuh kecil asing berpakaian lusuh dan ketat.” Ia mengangguk pada anak itu. matanya mengembara dari satu sudut ke sudut yang lain. “Dengarlah pepohonan berbicara dalam tidurnya. dengan rambut merah terkepang panjang dan mata penuh semangat dan bercahaya. “Kita sudah mengatakan pada Nyonya.mengingat ia bahkan belum menanyakan namanya. ia tidak melakukannya. Mendadak ia tampak memahami seluruh makna dari pembicaraan itu. Selama pembicaraan anak itu tetap diam.Ketika mereka sampai di rumah Matthew menghindari pemberitahuan rahasia itu dengan kekuatan yang tidak dimengertinya.” bisik anak itu.” ia mengikuti Matthew masuk ke rumah itu. Ia tidak mengkhawatirkan dirinya ataupun Marilla yang akan mendapatkan kesulitan karena masalah ini. Pekarangan rumah sudah sangat gelap begitu mereka kembali dan terdengar daun-daun pohon poplar berdesir halus. BAB III – Terkejutnya Marilla Cuthbert Marilla segera datang ke depan begitu Matthew membuka pintu. ini pasti bagian dari bisnis!” sergah Marilla lagi. “Di mana anak laki-laki itu?” “Tak ada anak laki-laki. tetapi yang dipikirkannya adalah kekecewaan anak itu. Ia membawa ANAK ITU. dengan memegang erat-erat tas-karpet berisi “seluruh barang duniawinya. ia langsung terpaku takjub. Setelah 18 .” “Well. “Tak ada anak laki-laki! Tapi SEHARUSNYA ada. Ia memikirkannya dengan pandangan sayu karena mendapat firasat tak enak bahwa ia akan membantu melenyapkan sesuatu—perasaan yang sama yang muncul ketika ia harus menyembelih seekor domba atau anak sapi atau makhluk kecil lainnya. Spencer untuk membawa seorang anak laki-laki.

ia mulai menangis tersedu-sedu. Siapa namamu?” Anak itu ragu sejenak. “tapi. merentangkan lengannya di atasnya. Marilla dan Matthew saling memandang dengan tatapan menyalahkan. Tak ada seorangpun yang tahu harus berkata atau berbuat apa. Kau akan tinggal di sini sampai kami membereskan masalah ini. “Well. Oh. Seharusnya aku sadar harapan itu terlalu indah untuk tetap ada. apa yang harus kulakukan? Aku akan menangis!” Menangis adalah hal yang dilakukannya kemudian. Dan Anne bukan nama yang manis.” jawab sang pemilik nama enggan. jangan menangis lagi. tapi aku suka dipanggil Cordelia.” “Aku tak mengerti apa maksudmu? Kalau Cordelia bukan namamu. menampakkan wajah bersimbah air mata dan bibir bergetar.” “Ya. “MEMANGGILmu Cordelia? Apakah itu memang namamu?” “Buk—bukan. Duduk di kursi dekat meja.” 19 . “Kalian tidak menginginkanku!” tangisnya. ini hal paling TRAGIS yang pernah aku alami!” Sesuatu seperti senyum yang dipaksakan. tolong panggil aku Cordelia saja. tak perlu menangis seperti itu. Oh. “Kalian tak menginginkanku karena aku bukan anak laki-laki! Seharusnya aku sudah menduganya. dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lengannya. “Well. Seharusnya aku sadar tak ada seorangpun yang benarbenar menginginkanku. “Maukah kalian memanggilku Cordelia?” sahutnya semangat. TENTU SAJA perlu!” Anak itu cepat mendongakkan wajahnya. bila anda adalah anak yatim yang harus pergi ke suatu tempat yang anda pikir akan menjadi rumah anda dan ternyata mereka tak menginginkan anda karena anda bukan anak laki-laki. well. agak kaku karena lama tak digunakan. Tak akan terlalu bermasalah bagi kalian untuk memanggilku apa kan? Toh aku hanya akan tinggal di sini sebentar.namaku sebenarnya bukan itu. oh. Akhirnya Marilla melangkah tertegun ke arahnya. Kami tak akan menyuruhmu keluar malam ini.meletakkan tas-karpet berharganya ia melompat selangkah ke depan dan mendekap tangannya. jadi apa?” “Anne Shirley. wajah Marilla menjadi suram. Itu nama yang sangat elegan. Tak ada seorangpun yang menginginkanku. “ANDA juga akan menangis.

Nama itu TAMPAK lebih manis. tapi sekarang aku lebih suka Cordelia. Tapi jika kalian memanggilku Anne tolong panggil aku Anne dengan huruf E. Tolong siapkan teh begitu aku kembali. Lily baru berumur lima tahun. TENTU saja berbeda. “Aku akan keluar untuk memasukkan kuda ke kandang.” “Apakah Nyonya. Ketika aku kecil aku pernah berkhayal namaku adalah Geraldine. “Anne nama yang benar-benar sangat bagus dan berarti. Anne dengan huruf E.” tergesa Matthew menjawab. bisakah kau beritahu kami mengapa kesalahpahaman ini bisa terjadi? Kami sudah mengabari Nyonya.” “Apa maksudnya?”. beberapa tahun terakhir ini. Oh. Spencer berkata DENGAN JELAS bahwa kalian menginginkan seorang anak perempuan berusia sekitar sebelas tahun. Spencer untuk membawakan kami seorang anak laki-laki.” Anne berusaha menjelaskan. Dan ibu asrama bilang mungkin aku mau. cecar Marilla.“Tidak manis omong kosong!” sergah Marilla tak simpatik. “mengapa anda tak mengatakan padaku di stasiun bahwa kalian tak menginginkanku dan meninggalkanku di sana? Jika aku tak melihat the WhiteWay of Delight dan the Lake of Shining Waters pasti tak akan sesedih ini. menatap Matthew. Jika kalian mau memanggilku Anne dengan huruh E maka aku akan mencoba menerima untuk tak dipanggil Cordelia. Tapi Nyonya. “Ia membawa Lily Jones untuk dirinya sendiri. Marilla. Ketika anda mendengar sebuah nama disebut bisakah anda melihatnya dalam pikiran anda. aku tidak malu. Jika aku sangat cantik dan berambut coklat-kacang maukah kalian mengasuhku?” 20 . “Oh. beralih ke Matthew. dia sangat cantik dan berambut coklat-kacang. “aku hanya lebih suka nama Cordelia. ada banyak sekali anak laki-laki di sana. dan A-n-n tampak mengerikan. jadi.” “Bagus sekali. ya. Spencer membawa seseorang yang lain bersamamu?” sambung Marilla begitu Matthew keluar. Kamu seharusnya tak perlu merasa malu karenanya?” “Oh. seolah nama itu tercetak? Aku bisa. tapi A-n-n-e tampak sangat lebih terhormat. Aku tak bisa tidur bermalam-malam saking gembiranya. Apakah tidak ada anak laki-laki di panti?” “Oh. Aku selalu membayangkan namaku adalah Cordelia—paling tidak. Kalian tak tahu betapa senangnya aku.” ia menambahkan dengan nada menyalahkan. “Dia—dia menghubungkannya dengan pembicaraan kami di perjalanan.” “Memang apa bedanya?” tanya Marilla dengan senyuman kaku sembari mengambil ceret teh.

Tapi ruangan kosong mustahil untuk anak terlantar yang tersesat seperti dia. tetap saja tidak tepat dijadikan tempat tidur anak perempuan. “Aku tak bisa makan. tapi aku selalu terbangun tepat ketika akan memakannya. Sia-sia ia mencoba menggigit roti bermentega dan mengunyah kepiting bersele apel yang diawetkan dengan kuah sebagai lauknya. putus asa. melihatnya seakan itu kesalahan serius. Aku sedang sangat putus asa. Marilla. Anak perempuan tak akan berguna bagi kami. Anne menghela napas. Marilla menyalakan lilin dan menyuruh Anne mengikutinya. ia mengambil topi dan tas-karpetnya dari meja ruang depan sambil berlalu.” kata Matthew. Itu perasaan yang sungguh tidak menyenangkan. Sejak saat itu aku sering mengkhayalkan memiliki banyak karamel coklat. Ruangan itu sangat bersih. “Kau tak makan apa-apa. Ia sama sekali tak membuat kemajuan. walaupun sofa itu rapi dan bersih. Semuanya sangat enak. namun ruangan loteng kecil yang kemudian akan ditempatinya tampak lebih bersih. Kami menginginkan anak laki-laki untuk membantu Matthew di ladang. Aku akan meletakkannya dan tasmu di meja. Ketika anda mencoba makan terasa seperti ada gumpalan di tenggorokan dan anda tak bisa menelan apa-apa. Kemudian Matthew kembali dan mereka mulai makan malam. 21 . aku tak pernah melakukannya. pernahkan MEMBAYANGKAN anda sedang benar-benar putus asa?” “Tidak.” Marilla bingung kemana harus membawa Anne tidur. jadi pilihan terakhir hanya loteng di sebelah timur. Tetapi Anne tak sanggup menelan makanannya. Lepaskan topimu. Tetapi.” mencoba “Jadi aku rasa anda tidak mengerti bagaimana rasanya. Bisakah anda makan jika anda sedang benar-benar putus asa?” “Aku tak pernah merasa benar-benar mengatakannya.“Tidak. bahkan walaupun itu karamel coklat. Aku sungguh berharap anda tak tersinggung karena aku tak makan.” tegur Marilla tajam.” sahut Marilla. tapi tetap saja aku tak sanggup mengunyahnya. Suatu kali aku pernah memiliki sebuah karamel coklat dan rasanya sangat enak. jadi aku anda tak bisa “Anda tak pernah merasakannya? Well.” “Aku rasa dia kelelahan.” Perlahan Anne membuka topinya. “Sebaiknya ajak dia tidur. yang belum bicara sejak ia kembali dari gudang. Ia telah mempersiapkan sofa di ruangan dapur untuk anak laki-laki yang sangat diinginkan dan diharapkannya. yang kemudian diikuti Anne tanpa gairah.

aku punya dua. menyembunyikan wajahnya ke bawah bantal dan menarik kain menutupi kepalanya. “Ya. Aku tak yakin kau bisa melakukannya sendiri. Malah mungkin bisa menyebabkan kebakaran. Keseluruhan ruangan terkesan sangat kaku dan angkuh yang tak bisa terungkap dengan katakata. Di tengah-tengah antara meja dan tempat tidur terdapat jendela. Beberapa saat lagi aku akan kembali untuk mematikan lilin. Di sudut lain terdapat meja segi tiga yang dipercantik dengan bantal beledu merah empuk dengan peniti yang cukup kuat untuk merapatkan bagian sarung bantal yang terbuka.” katanya. cepatlah bersalin dan pergilah tidur. kecuali keset bulat di tengah-tengah yang tidak pernah Anne lihat sebelumnya. Anne mengangguk. Di salah satu sudut terletak tempat tidur tinggi yang ketinggalan jaman. Ketika Marilla masuk untuk mematikan lilin. Lantainya juga kosong. sedikit canggung. kemudian merapikan seprai dan sarung bantal. Baju-baju itu sudah sangat sempit. ia rasa dinding-dinding itu pasti sedih karena kepolosan itu. Wajah putih Anne dan mata besarnya muncul dari balik seprai dan tampak terkejut dengan hal yang tiba-tiba tadi. Tapi seseorang boleh bermimpi memakai baju indah.” Ketika Marilla telah hilang di balik pintu Anne memandang sekeliling dengan murung. jadi segala sesuatunya selalu sempit—setidaknya di panti miskin seperti tempat kami. tetapi mampu membuat tulang sumsum Anne menggigil gemetaran. dengan empat tiang rendah berwarna gelap. Sembari menangis tersedu-sedu. “Selamat malam. 22 . mengambil lilin. meletakkannya dengan rapi di atas kursi kuning. itu merupakan suatu hiburan tersendiri. Aku benci baju tidur sempit. dan di seberangnya ada wastafel untuk cuci muka. kemudian. Ibu asrama membuatkannya untukku. baju-baju sempit terlihat berhamburan di lantai dan keadaan di tempat tidur menjadi satu-satunya petunjuk yang membuatnya mengerti mengapa itu terjadi. Dinding bercat kapur putih terlihat sangat kosong dan polos tanpa hiasan.Marilla meletakkan lilin di atas meja berkaki dan bersegi tiga. dengan rumbai-rumbai di leher. “Bagaimana bisa anda menyebutnya malam yang INDAH ketika anda tahu ini malam paling buruk yang pernah aku alami?” sahutnya menyalahkan. “Kamu pasti punya baju tidur kan?” tanyanya. Dengan hati-hati ia memunguti baju-baju Anne.” “Well. tapi dengan sayang. dengan tirai tipis putih licin berumbai di atasnya. dengan tergesa dia melepaskan pakaiannya dan mengenakan baju tidur sempitnya kemudian melompat ke tempat tidur. dan berjalan ke tempat tidur. Di panti barang yang dibagikan tak pernah cukup. Di atasnya tergantung cermin kecil enam per delapan.

“Aku rasa—kita hampir tak bisa diharapkan untuk mengasuhnya. dia bicara cukup lancar.Kemudian ia menenggelamkan wajahnya lagi ke bawah bantal. Marilla. Marilla berjalan perlahan ke dapur untuk mencuci piring setelah makan malam. Sayang sekali harus mengirimnya pulang ketika dia sudah sangat siap untuk tinggal di sini.” “Matthew Cuthbert. karena Marilla mengatakan padanya bahwa itu kebiasaan yang sangat buruk. Aku tak suka anak-anak yang terlalu banyak omong. aku tak berpikir begitu—tak tepat begitu. 23 . “Ini akibatnya kalau kita hanya mengiriminya surat dan tidak pergi sendiri. “Seharusnya kau mendengar apa yang dibicarakannya sejak dari stasiun. jangan bilang bahwa menurutmu kita harus mengasuhnya!” Keheranan Marilla tak akan lebih parah jika Matthew menyatakan bahwa ia lebih setuju dengan pendapatnya sendiri. aku rasa juga begitu.” Matthew bersikeras.” “Ya.” sahut Matthew enggan. keadaannya sudah sangat kacau balau. “Matthew Cuthbert. Salah satu dari kita harus pergi dan menemui Nyonya. Aku yakin anak itu telah menyihirmu! Aku jelas-jelas bisa melihat bahwa kau mau mengasuhnya.” “Aku harus berkata tidak. menyadari bahwa seorang laki-laki pasti membutuhkan jalan keluar untuk pelampiasan emosi. “Kau memang HARUS begitu! Tidakkah kau mengetahuinya?” “Well.” Marilla berkata gusar.” sahut Matthew tiba-tiba dan tak disangkasangka. Matthew sedang merokok—pertanda bahwa ia sedang bingung. tapi waktu-waktu dan musim tertentu menyebabkannya melakukannya dan Marilla pura-pura tak melihatnya.” Matthew tergagap. dia anak kecil yang benar-benar manis. dia benar-benar anak kecil yang manis. Anak itu harus dikembalikan ke panti asuhan.” “Oh. “Well. Itu juga tak membantunya sama sekali. Teman Richard Spencer pasti telah memutarbalikkan isi pesan itu.” “Well. “Well. tidak. Aku langsung bisa melihatnya. Spencer besok. Ia jarang merokok. itu sudah pasti. merasa tak enak terjebak dalam pembicaraan yang mengarah ke apa yang dimaksudkannya. Apa bagusnya dia bagi kita?” “Mungkin kita yang baik bagi dia.

itu kan hanya perkataanmu. yang tampaknya memang seperti itu. Dia mendorong kusen jendela—yang sudah mulai berdecit. “Aku akan tidur.” “Well. Dan di lantai atas. Anne berlutut dan memandangi pagi Bulan Juni di luar. Yang pertama terlintas adalah sensasi yang menyenangkan. Di kedua sisi rumah ada kebun buah yang besar. “dan anak perempuan itu akan menjadi temanmu. Tidak. seorang anak yang kesepian.” Matthew pergi tidur. di loteng timur. Ada sesuatu tentang dia yang aku tak mengerti. Ia leluasa membayangkannya di sini. seakan sudah lama tak dibuka. ya. Sebatang pohon cheery besar tumbuh di luar. Dan Marilla. bukankah ini sangat indah? Bukankah tempat ini sangat menyenangkan? Andaikan ia tak benar-benar akan tinggal di sini! Ia akan berkhayal tinggal di sini. kemudian ingatan yang sangat mengerikan. Ini di Green Gables dan mereka tak menginginkannya karena dia bukan anak laki-laki! Tapi sekarang sudah pagi dan. sesuatu yang sangat indah. BAB IV – Pagi di Green Gables Hari sudah terang ketika Anne terbangun dan duduk di atas tempat tidurnya. dia harus langsung kita kirim pulang ke asalnya. dan melekat sangat erat sehingga tak memerlukan apapun untuk menahannya.” “Aku tak membutuhkan teman. tentu saja. Dengan sekali lompatan dia sudah turun dari tempat tidur dan berpijak di lantai. Marilla. menatap bingung ke jendela melalui dimana limpahan cahaya matahari yang gembira terpancar dan yang diluarnya terdapat sesuatu berwarna putih lembut beriak jauh di langit biru.” kata Matthew.Aku tak menginginkan anak yatim perempuan dan jika aku menginginkannya maka bukan yang seperti dia yang akan kupilih. Sejenak dia tak bisa mengingat dimana dia berada. dengan muka masam. ada pohon cheery yang sedang berbunga diluar yang bisa dilihatnya dari jendela. dan bunganya sangat lebat sampai-sampai daunnya hampir tidak kelihatan. dan matanya berbinar gembira. haus kasih sayang dan tak berteman menangis sendirian hingga tertidur.” sela Matthew sembari bangkit dan meletakkan pipa rokoknya. sangat dekat hingga dahannya menyentuh rumah. Oh.” sahut Marilla singkat. satu ditumbuhi 24 . “Dan aku tak akan mengasuhnya. setelah menyelesaikan mencusi piring juga pergi tidur.” “Aku bisa membayar seorang anak laki-laki Perancis untuk membantuku.

Dia berlutut di situ. aliran sungai dan hutannya. bukankah itu sangat indah?” katanya seraya melambaikan tangan penuh semangat ke pemandangan bagus di luar. tapi buahnya tak pernah banyak—kecil-kecil dan berulat. “Itu pohon yang besar. Mata indah Anne berlama-lama menikmati pemandangan itu. lumut. “dan bunganya sangat banyak. seluruh isi alam yang berharga ini.pohon apel dan satunya lagi pohon cherry. Aku sangat senang ada aliran 25 . ada laut biru yang berkilauan. Kedatangan Marilla tak terdengar oleh si pemimpi kecil. tentu saja pohon itu indah—ya. yang juga sedang berbunga. semak-semak yang luas terbuka tampak serasi dengan tumbuhan paku. Di seberangnya ada bukit. tak menyadari apapun kecuali keindahan di sekelilingnya. anak yang malang.” katanya kasar. Anne berdiri dan menarik napas panjang. Di ujung sebelah kiri terdapat gudang besar dan di seberangnya. dan ada banyak dandelion di rumput-rumputnya. Tidakkah anda merasa seolah anda benar-benar mencintai alam di pagi seperti ini? Dan aku bisa mendengar suara tawa aliran sungai dari atas sini. kebun buah. dan harumnya yang wangi sampai ke jendela terbawa angin pagi. kebun. jauh di bawah dan semuanya berwarna hijau. Bahkan di musim dingin aku bisa mendengarnya di bawah es. Seumur hidupnya. Pernahkah anda menyadari betapa aliran sungai adalah sesuatu yang sangat menyenangkan? Mereka selalu tertawa. tapi pemandangan ini seindah yang pernah diimpikannya. hijau dengan pepohonan spruce dan fir. “Oh.” “Oh. ladang yang melandai. dan ketidaktahuannya yang tak mengenakkan itu membuatnya berlaku tegas dan kasar walaupun ia tak bermaksud begitu. Marilla benar-benar tak tahu bagaimana harus berbicara dengan pada anak itu. yang kumaksud bukan hanya pohon. melahap semuanya dengan rakus. dia sudah melihat banyak sekali tempat yang tak indah. “Sekarang saatnya kau berpakaian. Di bawah kebun ada ladang hijau subur dengan pohon semanggi yang merunduk ke lembah dimana anak sungai mengalir dan pohon birch putih tumbuh. pohon itu SANGAT indah—dia berbunga seolah telah merencanakannya—tapi aku maksud semuanya. sampai dia dikejutkan tangan yang menepuk bahunya. dan kayu-kayuan lainnya. disitu terdapat pembatas dimana ujung loteng kelabu dari rumah kecil yang pernah dilihatnya dari seberang Lake of Shining Waters.” kata Marilla. Di kebun bawah ada pohon dan bunga lilac ungu.

Ini membuat Marilla semakin takut. ia lupa merapikan seprei. Tapi aku juga suka pagi di saat hujan. “Aku lapar sekali pagi ini. “Tak ada lagi suara lolongan dari hutan seperti semalam. makan seperti robot. Aku tak pernah bisa putus asa di pagi hari. “Kamu terlalu banyak omong untuk seorang anak perempuan. Sangat bagus jika ketika mengalami kesedihan. Cuci mukamu dan sisir rambutmu. muka bersih.sungai dekat Green Gables. tapi sebenarnya tak menyenangkan ketika anda benarbenar merasakan kesedihan itu. jadi di situ memang harus ada aliran sungai. dengan pakaian rapi.--sehingga sarapan pagi ketika itu sangat sunyi. Pagi seperti apapun menarik.” Anne nyata-nyata menunjukkan bahwa ia pintar karena dalam waktu sepuluh menit ia sudah turun. ia mempunyai firasat tak enak karena tubuh anak aneh ini mungkin berada di meja makan tapi jiwanya seperti berada jauh di negeri awan. Bukankah hal yang bagus sekali dengan adanya pagi? Tapi aku sangat sedih. kamu mebayangkan dirimu berani mengatasinya sendiri. Aku rasa aku punya banyak cara agar tak bersedih. Tapi aku senang hari ini tidak hujan karena akan lebih mudah untuk tetap gembira walaupun sedang bersedih di hari yang cerah. Biarkan jendela terbuka dan tarik kembali seprai menutupi kaki tempat tidur. dengan mata besarnya yang tetap melihat ke langit di luar jendela. seakan sesuatu berjalan tak wajar. ada satu hal yang lupa dilakukannya.” potong Marilla begitu ia bisa menyela. Kemudian Anne menjadi sangat-sangat linglung. Bagaimanapun. Pintar-pintarlah kamu. Sangat menyenangkan ketika khayalan itu masih ada. Aku tak terlalu berputus asa lagi pagi ini. Mungkin anda berpikir tak ada pengaruhnya bagiku ketika kalian takmau mengasuhku. Aku baru saja membayangkan memang aku yang benar-benar kalian inginkan dan aku akan tinggal di sini selama-lamanya. dan leluasa sekali untuk mengkhayalkannya. dan sadar sepenuh jiwa bahwa ia telah memenuhi semua persyaratan Marilla. Matthew juga diam.” katanya begitu duduk di kursi yang disediakan Marilla untuknya. tapi sebenarnya hal itu berpengaruh bagiku. Aku senang sekali mendapati pagi yang cerah.” sela Marilla.” Karena itu Anne langsung diam dengan patuh dan dia tetap diam sampai-sampai membuat Marilla agak takut. Jika tak ada aliran sungai aku akan DIHANTUI perasaan tak nyaman.--tapi ini wajar. rambut tersisir dan dikepang. ya kan? Anda tak tahu apa yang akan terjadi pada hari itu. kan?” “Demi Tuhan berhentilah bicara.” “Sebaiknya kau berpakaian lalu turun dan tak masalah dengan khayalankhayalanmu. 26 . “Sarapan pagi sudah tersedia. Tapi hal terburuk dari mengkhayalkan sesuatu adalah tiba saat untuk menghentikannya dan itu sangat menyakitkan. Aku akan selalu suka mengingat bahwa di Green Gables ada aliran sungai walaupun aku tak akan pernah bisa melihatnya lagi.

sedang menerbangkan khayalannya tinggi ke udara.” sela Anne.” “Kalian berdua aneh. Siapa yang sudi menginginkan anak seperti itu tinggal di tempatnya? Namun Matthew masih ingin mengasuhnya. Ia tak keberatan seberapa banyakpun aku bicara—tampaknya ia menyukainya. jika itu yang kau maksud dengan seperti keluarga.” “Aku merasa seolah tak ingin menjaga anak-anak lagi setelah apa yang terjadi sekarang. “Ia juga sangat simpatik. berbalik. “Ya. Walaupun begitu aku lebih mahir menjaga anak-anak. Tapi kemudian dia tak terlalu berhasil merapikan tempat tidur. Ambil air panas. “Apa kau bisa mencuci piring dengan benar?” tanya Marilla tak yakin.” “Aku rasa dia menyenangkan. Anne terbang ke pintu. Setelah selesai mencuci piring. Kau akan ikut denganku dan kami akan memutuskan akan melakukan apa terhadapmu. berkata padanya bahwa dia boleh berjalan-jalan di luar dan menyenangkan dirinya sendiri sampai makan malam tiba. aku langsung merasa ia seperti keluarga. Matthew pria yang paling menggelikan. wajahnya berseri. dan ia akan memperjuangkannya. 27 . cahaya dan sinar yang barusan tampak menghilang seolah seseorang telah memadamkannya. Aku memiliki banyak pengalaman dalam melakukannya. kau boleh mencuci piring. kembali dan duduk di meja. naiklah dan rapikan tempat tidurmu. karena dia tak pernah belajar seni merapikan seprei bulu. Tapi bagaimanapun dia sudah melakukannya dan kasur sudah cukup rapi. KAU sudah cukup menyusahkan. dan pastikan kau mengeringkannya dengan benar. Begitu melihatnya.” sahut Marilla ketus. “Lumayan bisa. lalu Marilla. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan denganmu. Di pintu dia berhenti seketika. Begitulah Matthew—memiliki keinginan dan tetap mempertahankannya dengan tetap terus dalam kebisuan yang menakjubkan—tetap diam merupakan kegigihan yang sepuluh kali lebih keras dan berpengaruh ketimbang membicarakannya. matanya berbinar. Cukup banyak yang harus kuselesaikan pagi ini karena nanti sore aku harus pergi ke White Sands dan menemui Nyonya. begitu penilaian Marilla yang memperhatikannya mencuci. Spnecer. Ketika sarapan usai Anne tak meneruskan lagi lamunannya dan menawarkan diri untuk mencuci piring.” Anne mencuci piring dengan cekatan. Sayang sekali anda tak memiliki satu anak pun untuk kujaga. sungguh tak disangka! Marilla merasa pagi ini Matthew masih sangat menginginkannya seperti kemarin malam. bermaksud menghindar darinya.

aku akan memanggilnya Bonny. bukan nama seperti itu yang kumaksud. bunga. Maksudku nama yang anda berikan sendiri.“Apa lagi masalahnya sekarang?” cecar Marilla. Tapi darimana selera menamai geranium?” “Oh. aku pasti tak tahan untuk tak menyukainya. kan?” “Seumur hidupku aku tak pernah berkata atau pun mendengar hal seperti yang dia katakan. tapi seseorang bisa membayangkan kalau pohon itu sedang berbunga. pohon itu tak akan selalu berbunga. ‘Anne. aku tak peduli. Aku berharap ia seperti laki-laki lain dan mau membicarakan 28 . Ya. Dia sudah melakukannya pada Matthew. bolehkah aku yang memberikannya? Boleh aku memanggilnya—sebentar—Bonny boleh juga —bolehkah aku memanggilnya Bonny sementara aku di sini? Oh. tolong ijinkan aku!” “Astaga. Anne. jadi kurasa aku tak akan pergi ke luar karena takut tak bisa menerimanya lagi. Dia juga pasti menjampijampiku. jadi aku tak akan semakin mempersulitnya. kebun buah dan aliran sungai di sana. Tolong beritahu aku apa nama jenis bunga geranium di ambang jendela?” “Itu geranium beraroma apel. Sekarang aku aku akan menerima nasibku. Itu membuatnya tampak seperti orang. Pandangan Matthew padaku ketika ia keluar semalam lagi-lagi mengungkap atau mengisyaratkan semua yang dikatakannya. kami ingin seorang teman bermain’—tapi sebaiknya tak kulakukan. aku suka bunga bertangkai sekalipun hanya geranium. Tapi mimpi singkat itu usai sudah. Sekarang sudah cukup sulit. Anne.” gumam Marilla. Anne. “Aku tak berani pergi keluar. Aku sudah merasa penasaran apa yang nanti akan dikatakannya lagi. turun ke ruang bawah tanah untuk mencari kentang. Tidakkah anda memberinya nama? Kalau tidak. kemarilah. “Jika aku tak bisa tinggal di sini tak ada gunanya di Green Gables yang kucintai. Aku memanggilnya Snow Queen karena pohon itu sangat putih. Tak gunanya mencintai sesuatu jika kau akan dipisahkan dengannya.” “Oh. kan? Dan sangat sulit untuk tak menyukai sesuatu. Tentu saja. Aku sangat ingin pergi keluar—semuanya seakan sedang memanggilku. Bagaimana anda tahu tapi hanya memanggilnya dengan sebutan geranium dan bukan yang lain bisa melukai perasaannya? Anda tak akan suka tak punya nama kecuali disebut manita setiap saat. kan? Karena itulah aku sangat gembira ketika kupikir aku akan tinggal di sini. dengan nada tak rela melepaskan kegembiraan yang akan didapatnya. Tadi pagi aku memberikan nama untuk pohon cherry di luar jendela kamar tidurku. “Dia cukup menarik seperti yang dikatakan Matthew. Dan kalau aku ke luar sana lalu berkenalan dengan semua pohon.” sahut Anne. Kupikir akan ada banyak hal yang bisa kucintai dan tak ada yang bisa menghalangiku.

Matthew mengangguk dan menatap Anne iba. itu ada bunga mawar liar yang baru mekar! Indah sekali kan? Tidakkah anda berpikir sangat menggembirakan menjadi 29 .segala sesuatu. memandangi mereka dengan sedih. “Aku sudah memutuskan untuk menikmati perjalanan ini. lihat. Matthew?” tanya Marilla. yang tak biasa mendapat perlakuan seperti itu.” kata Anne penuh rahasia. Tentu saja. Aku akan mengajak Anne dan Nyonya. dengan dagu ditopangkan di tangan dan mata memandangi langit. Aku akan menyiapkan teh untukmu dan akan pulang pada waktunya untuk memerah sapi. ketika Marilla kembali dari ruang bawah tanah. “Apa aku bisa gunakan kuda dan keretanya sore ini. dan aku berkata padanya mungkin akan mempekerjakannya musim panas ini. Karena itu seseorang bisa menjawabnya atau membantahnya. kelihatannya tak mengkhususkannya pada siapapun: “Little Jerry Buote dari Creek ada di sini tadi pagi. terpacu keras melangkah dengan kecepatan yang mengejutkan sepanjang jalan setapak. Matthew mengikatkan kuda pada kereta lalu Marilla dan Anne berangkat. Bab V – Cerita Anne “Apakah anda tahu.” Marilla tak menjawabnya. Marilla melihat ke belakang pada saat kereta terpelanting dan melihat Matthew yang menjengkelkan sedang bersandar di gerbang. Marilla menangkap pandangan itu dan berkata tegas: “Aku akan pergi ke White Sands dan membereskan masalah ini. tapi ia mencambuki kuda malang itu dengan cemeti berkali-kali dengan keras sampai kuda gemuk itu. Oh. Di sana Marilla meninggalkannya sampai makan malam sudah tersedia di meja. Sudah jadi pengalamanku bahwa kamu hampir selalu bisa menikmati apapun kalau kamu membulatkan tekad kuat bahwa kamu bisa. Spencer mungkin akan mengatur untuk langsung memulangkannya kembali ke Nova Scotia.” Mathhew masih berdiam diri dan Marilla merasa hanya membuang-buang kata dan nafas. Tak ada yang lebih menjengkelkan daripada seorang pria yang tidak menimpali pembicaraan—kalau tidak wanita yang seperti itu. Aku hanya akan memikirkan perjalanan ini. Tapi apa yang bisa dilakukan menghadapi laki-laki yang hanya MEMANDANG?” Anne kembali melamun. Matthew membukakan gerbang halaman untuk mereka dan begitu mereka melaluinya dengan pelan. Aku tak akan memikirkan kepulanganku ke panti selama dalam perjalanan. ia berkata. kamu harus membulatkan tekad dengan TEGUH.

Nama itu terdengar seperti musik. aku tak ingat pernah mengenalnya.” kata Anne penuh khayal. karena kedengarannya sangat manis dan romantis. bahkan tidak dalam khayalan. “dan aku tak harus memikirkan bahwa itu mungkin juga masalahmu. Avonlea adalah nama yang indah.” sahut Marilla kejam. apa yang AKU TAHU tentang diriku bukanlah hal yang sangat penting untuk diceritakan.” kata Anne semangat. ya kan? Aku agak senang bisa punya satu. “Apakah jalan itu seindah kedengarannya? Begitu anda berkata ‘jalan pantai’ aku melihatnya dalam gambar di pikiranku. Apakah anda mengenal ada orang yang berambut merah di masa kecilnya. Apakah hari ini kita akan menyeberangi The Lake of Shining Waters?” “Kita tak akan melintasi kolam Barry.” 30 . itu salah satu harapan yang sudah berlalu.sekuntum mawar? Bukankah akan menyenangkan kalau mawar bisa berbicara? Aku yakin mereka akan bercerita hal-hal yang menyenangkan pada kita. “Mengapa. anda tahu.” sahut Marilla.” “Jalan pantai kedengaran menyenangkan. Berapa jauh perjalanan ke White Sands?” “Sekitar lima mil. “Jika anda membiarkanku bercerita tentang apa yang AKU KHAYALKAN tentang diriku anda akan berpikir kalau itu lebih sangat menarik. “Well. Orang berambut merah tak bisa memakai warna pink. tapi aku tak terlalui menyukainya seperti menyukai Avonlea. dan aku mengucapkannya untuk menghibur diri kapanpun aku merasakan kekecewaan. ‘Hidupku seperti timbunan harapan-harapan terpendam.’ Itu kalimat yang pernah aku baca dalam sebuah buku. secepat itu! Dan White Sands juga nama yang bagus. Aku gemar sekali halhal yang romantis. dan berhubung jelas-jelas kau cenderung banyak omong maka sebaiknya kau juga menceritakan padaku apa yang kau tahu tentang dirimu sendiri. tapi tak bisa memakainya. Dan bukankah pink warna yang paling mempesona di dunia? Aku menyukainya.” “Aku tak melihat mana bagian diriku yang menyenangkan. jika itu yang kau maksud dengan Lake of Shining Waters-mu. kemudian menjadi warna lain begitu ia tumbuh besar?” “Tidak.” Anne menghela napas. seakan aku adalah pahlawan wanita dalam sebuah buku. Kita akan melalui jalan pantai.” “Oh. dan timbunan penuh dengan harapan-harapan terpendam adalah tentang seromantis hal yang bisa dibayangkan seseorang.

Aku pikir di rumah itu pasti ada kamperfuli di jendela ruang tamunya. Ia meninggal karena demam ketika aku baru berumur tiga bulan. Mulailah dari awal. Nyonya. Aku lahir di rumah itu. Aku tak yakin sekuntum mawar AKAN sama indahnya bila dinamakan tumbuhan berduri ataupun kol kurang ajar. Kemudian mereka tinggal di sebuah rumah kuning yang sangat-sangat kecil di Bolingbroke. Akhirnya Nyonya. Bukankah akan sangat memalukan punya ayah bernama—well. meskipun begitu ibuku menganggap aku sangat cantik. Ayah dan ibu dua-duanya berasal dari daerah yang sangat jauh dan sudah jadi rahasia umum mereka berdua tak memiliki seorang pun sanak saudara yang masih hidup. aku akan sangat sedih jika aku pikir aku telah membuatnya kecewa— karena ia hidup tak lama lagi setelah itu. tentu saja. Well. aku tak mau mendengarkan khayalanmu. Bukankah Walter dan Bertha nama yang indah? Aku gembira sekali kedua orangtuaku memiliki nama yang bagus. tubuhku kurus kering dan yang nampak hanya mata.” kata Anne. Apakah anda tahu bedanya 31 . Ayahku bernama Walter Shirley. begitulah. Anda lihat. Ibuku bernama Bertha Shirley. jadi Nyonya. Aku pikir sangat manis mengucapkan kata ‘ibu’. “Well. aku tak tahu. Gorden yang tipis memungkin udara masuk ke rumah. bahkan tak ada seorangpun yang menginginkanku sejak saat itu. tapi aku yakin itu hal yang berbeda.Seorang suami cukup punya tanggung jawab. merasa terpanggil untuk menanamkan nilai-nilai moral yang baik dan berguna. Nyonya. menerima kenyataan yang menjemukan dengan helaan napas kecil. ibuku juga guru di SMA. Thomas bilang aku bayi paling tak menarik yang pernah dilihatnya. Thomas bilang ia akan mengasuhku.” kata Marilla. Mestinya aku pikir seorang ibu bisa jadi seorang penilai yang lebih baik ketimbang seorang wanita miskin yang masuk ke semak belukar. dan gorden tipis di semua jendela. Thomas bilang mereka dulunya adalah sepasang bayi yang sama miskinnya dengan tikus-tikus gereja. Dimana kau dilahirkan dan berapa umurmu?” “Maret lalu aku berumur sebelas tahun. Ia membesarkanku dengan tangannya sendiri. Aku tak pernah melihat rumah itu. Tetaplah pada kenyataan yang menjemukan. Ya.”Aku pernah baca dalam satu buku bahwa mawar dengan nama lain akan sama harumnya. “Dan aku lahir di Bolingbroke. pohon lilac di halaman depan dan bunga lily dari lembah begitu memasuki gerbang. tapi aku sudah membayangkannya berkali-kali. meskipun ia miskin dan bersuamikan pemabuk. Itu membuatku menjadi yatim piatu dan sanak saudara pun tak ada lagi. ya kan? Dan ayah meninggal empat hari kemudian juga karena demam.” Anne tampak banyak pikiran. tapi ketika ayah menikahinya ia berhenti mengajar. Tampaknya ini sudah takdirku. tapi aku tak pernah mempercayainya. ya kan? Bagaimanapun aku gembira ia puas dengan adanya aku. Nov Scotia.“Tidak. Aku sangat berharap ia bisa hidup lebih lama lagi agar aku bisa mengingat pernah memanggilnya ibu. katakanlah Jedediah?” “Aku rasa tak masalah siapa pun nama seseorang selama dia bersikap menjadi dirinya sendiri. dan ia adalah guru di SMA Bolingbroke. Aku rasa ayahku adalah pria yang baik sekalipun ia dipanggil Jedediah. Thomas bingung membawaku kemana.

Tuan. Aku yakin tak akan pernah membayangkan tinggal di sana dalam khayalanku. “Pernahkah kau bersekolah?” Marilla bertanya lebih lanjut. Nyonya. Hammond memiliki delapan orang anak. tapi tiga pasang anak kembar berurutan kurasa TERLALU BERLEBIHAN. Tapi mereka harus mengambilku dan aku berada di sana selama empat bulan sampai Nyonya. Hammond meninggal dan Nyonya. Thomas dan anak-anak. Pada dasarnya aku menyukai bayi. dengan keringanan saat ini.dibesarkan dengan usaha sendiri membuat orang itu lebih baik dari yang lain? Karena setiap kali aku bandel Nyonya. Jelas dia tak suka membicarakan pengalamannya di lingkungan yang tak menginginkannya. Thomas pindah dari Bolingbroke ke Marysville. Hammond dari seberang sungai datang dan berkata ia akan mengasuhku. Thomas. ia jadi bingung harus membawaku kemana. Ia membagikan anak-anaknya pada kelurga besarnya dan pergi ke States. Tapi tentu saja aku bersekolah ketika di panti asuhan. Hammond bekerja di sebuah kilang gergaji kecil di sana. kemudian Tuan. karena tak ada seorang pun yang mau mengasuhku. Ketika aku pergi ke seberang kami jadi sangat jauh dari sekolah hingga aku tak sanggup berjalan ke sana pada musim dingin sedangkan pada musim panas sekolah libur. Aku harus pergi ke panti asuhan di Hopeton. Kemudian Tuan. karena melihat aku dekat dengan anak-anak. dan Nyonya. Aku membantu menjagai anak-anak keluarga Thomas—ada empat orang yang lebih kecil dariku —dan bisa kupastikan sungguh sulit menjaga mereka. Thomas tewas terjatuh di bawah kereta api dan ibunya menawarkan untuk menjemput Nyonya. “Aku tinggal di seberang sungai dengan Nyonya. mengarahkan kuda ke jalanan pantai. mereka bilang di sana sudah terlalu penuh. lalu aku ikut ke seberang untuk tinggal dengannya di sebuah tanah kecil dekat tanggul-tanggul. tapi ia tak menginginkanku. Aku sudah sangat lelah menjaga mereka. “Tuan. Dan Nyonya. Mereka yang di panti juga tak mau. Kemudian Nyonya. Ia melahirkan anak kembar tiga kali. ‘Edinburgh after Flodden’. Aku bersekolah sebentar di tahun terakhir aku tinggal dengan Nyonya. Aku benar-benar memberitahu Nyonya. Spencer datang. dan aku tinggal bersama mereka sampai aku berumur delapan tahun. Hammond menceraiberaikan keluarganya. Aku cukup bisa membaca dan aku tahu banyak penggalan puisi dari lubuk hati—‘The Battle of Hohenlinden’. Thomas akan bertanya bagaimana aku bisa menjadi anak nakal seperti itu padahal ia telah berusaha membesarkanku dengan usaha kerasnya—agak penuh celaan. Tempat itu sepi sekali. ‘Bingen of the Rhine’. Hammond selama dua tahun. kehilangan ‘Lady of the Lake’ dan kebanyakan ‘The Seasons’ karya James Thompson. Thomas kehabisan akal. jadi aku cuma bisa pergi waktu musim semi dan gugur. “Tak lama.” “Anne menyudahinya dengan helaan napas. Tidakkah 32 . Hammond begitu pasangan kembar terakhir lahir.

“tapi dia bisa dilatih untuk tak seperti itu.” Jalanan sepanjang pantai tampak “seperti hutan. Mungkin saudara-saudaranya baik.anda menyukai puisi yang memberikan sensasi rasa kerutan ke atas dan ke bawah di punggung anda? Ada sepenggal di the Fifth Reader—‘The Downfall of Poland’—yang sangat menggetarkan jiwa. Thomas dan Nyonya. tampak tak menarik lagi karena bertahun-tahun harus bertarung dengan angin teluk. “Laut itu menakjubkan sekali. di seberang tampak laut. bangun dari kesunyian yang sangat-sangat lama. melihati Anne dengan sudut matanya. Di dasar tebing curam terdapat batu karang yang hancur karena ombak besar atau teluk kecil penuh pasir bertatahkan kerikil laksana permata dari lautan. “Dia terlalu banyak omong.” pikir Marilla. sangat dekat dengan jalur dimana kuda betina tak terlalu siaga dibandingkan kuda coklat yang mungkin bisa menguji nyali orang yang berada di belakangnya. “O-o-o-h. tumbuh dengan rapat. di atasnya burung camar terbang tinggi. semak-semak pohon fir. “Pernah suatu kali. Tiba-tiba hatinya menjadi kasihan pada anak itu. Sayang sekali dia harus dipulangkan kembali. Thomas menyewa sebuah kereta cepat dan mengajak kami semua menghabiskan hari di pantai yang jauhnya sepuluh mil.” Di sebelah kanan. miskin. memberi hati pada keinginan tak wajar Matthew dan membiarkannya tinggal? Matthew telah mempersiapkannya. Anda lihat. bukankah begitu? Tapi aku merasa yakin mereka bermaksud baik padaku. Bagaimana jika ia. Dan tak ada kata-kata kasar atau pun slang dalam pembicaraannya. sayapnya bercahaya seperti perak dalam sinar matahari. Tak heran dia begitu senang akan mempunyai rumah yang nyata. bercahaya dan biru.” “Apakah ibu-ibu itu—Nyonya. karena Marilla cukup cerdas menarik benang merah dari cerita Anne dengan kenyataan sebenarnya. Marilla. aku tak sampai di the Fifth Reader—aku hanya sampai di the Fourth—tapi anak perempuan dewasa pernah meminjamkannya untuk kubaca. mereka bermaksud begitu—aku tahu bermaksud sebaik mungkin. sangat sulit memiliki seorang suami pemabuk. dan juga melahirkan bayi kembar tiga kali berturut-turut. anda tak akan keberatan ketika pada kenyataannya mereka tak terlalu baik—setiap saat. ketika aku tinggal di Marysville. Dia seperti seorang lady. Ketika orang bermaksud baik pada anda. Tuan. Aku menikmati setiap 33 . dan diabaikan. Di sebelah kiri ada tebing curam berbatu-pasir merah tajam.” Marilla tak bertanya lagi. Tentu saja. Hammond—baik kepadamu?” tanya Marilla. dan sunyi-senyap. Anda tahu. banyak yang harus mereka urus. dan anak itu tampak manis dan dapat diajari. liar. Anne sendiri terdiam karena kegirangan berada di jalanan sepanjang pantai dan Marilla dalam lamunannya yang mendalam mengarahkan kuda dengan tak menentu. Wajah kecilnya yang sensitif tiba-tiba menjadi merah padam dan tampak malu.” Anne bimbang. kan?” kata Anne. “Oh. Betapa hidupnya sangat kekurangan cinta—kehidupan yang menjemukan.

Bukankah burung camar-burung camar itu mengagumkan? Maukah anda menjadi burung camar? Aku pikir aku mau—itu. Menurut mereka pantai ini lumayan bagus.” “Aku takut itu adalah kediaman Nyonya.” sahut Anne susah. Nyonya. mereka telah sampai di sana. tapi aku sangat senang bertemu kamu. Anne?” “Aku sebaik yang bisa terlihat. “Mengapa. Spencer susah. terima kasih. “Sayang. “tapi aku janji pada Matthew akan cepat tiba di rumah. Kirke yang mengelolanya. Robert mengabari melalui anaknya Nancy dan dia berkata anda 34 .” kata Marilla. pada waktunya. Spencer. Matthew dan aku.” “Marilla Cuthbert. pada anda untuk membawakan seorang anak laki-laki untuk kami dari panti itu.” sahut Anne tanpa senyum. Bagaimanapun juga. kenyataannya. Kami meminta adik anda Robert untuk memberitahu anda kami menginginkan anak laki-laki berumur sepuluh atau sebelas tahun. Spencer. sayang. anda tak berkata demikian!” sahut Nyonya. Kami telah mengabari. Biasanya banyak orang Amerika yang menginap di sana pada musim panas.momen di hari itu. “Menurutku sebaiknya kita tinggal sebentar untuk mengistirahatkan kuda. “Bukankah sangat menyenangkan bangun pagi saat matahari terbit dan menukik terjun ke dalam air lalu kembali terbang keluar dari laut biru yang indah itu setiap hari. “kamu orang terakhir yang kunanti hari ini. ada kesalahan yang mencurigakan di suatu tempat. Tapi laut ini lebih indah dibanding laut Marysville. Nyonya. Ia tampak mulai cemas. tampaknya itu akan menjadi akhir dari segalanya. Tuan.” serunya. meskipun aku harus menjaga anak-anak setiap saat. Bisa anda beritahu aku di depan itu bangunan besar apa?” “Itu Hotel White Sands. Kamu akan mengikat kudamu di dalam? Dan apa kabarmu.” Bab VI – Marilla Membulatkan Tekad Bagaimanapun. Aku selalu mengingatnya dalam mimpi indahku selama bertahun-tahun. dan aku ke sini untuk mengetahuinya. tapi saatnya belum tiba. dan ketika ia membuka pintu tampak keterkejutan dan penyambutan berbaur di wajahnya yang baik hati. aku bisa membayangkan aku yang melakukannya. “Aku tak mau ke sana. kemudian saat malam kembali terbang ke sarangnya? Oh. Spencer tinggal di sebuah rumah besar berwarna kuning di Teluk White Sands. kalau aku tak bisa jadi anak manusia.

nyaris menyebabkan kebuntuan karena kehilangan setiap partikel kehangatan yang pernah ada. Peter mempunyai sebuah keluarga besar. Peter di saat berkah ini!” seru Nyonya.” katanya. Aku melakukan yang terbaik yang aku bisa dan aku pikir telah mengikuti instruksimu. Spencer. Aku rasa ini sudah ditakdirkan. anda tahu.” lanjut Nyonya.” Flora menguatkan dengan sungguh. Miss Cuthbert. da pembantu perempuan yang diberhentikan menceritakan hal-hal yang menakutkan tentang watak dan kekikirannya. “Aku sangat menyesal. Peter Blewett ada di sini kemarin dan ia bilang betapa ia sangat mengharapkan aku bisa membawakannya seorang anak perempuan untuk membantunya. aku akan masuk dan kita akan membicarakan masalah ini di dalam. “Ini sungguh merupakan 35 . “Well. Spencer yang tampak berpikir keras. “Seharusnya kami sendiri yang pergi menemui anda dan tidak membiarkan pesan penting disampaikan dari mulut ke mulut seperti itu. Spencer. ya kan?” “Aku rasa juga begitu. Aku sering memarahinya karena kelalaiannya. Miss Cuthber. Peter dikatakan demikian. “tapi menurutku tidak harus memulangkannya kembali. “Dan jika saja tak ada kedatangan Nyonya. Nyonya. Bisakah kita mengirim anak ini kembali ke panti? Aku rasa mereka akan mengambilnya kembali. tapi anda lihat.” Marilla menyerah. Peter Blewett sekilas sebagai seorang wanita berwajah seperti orang yang suka marah dan bertubuh kecil tanpa sedikitpun lemak di dagingnya. kesalahan telah terjadi dan yang harus dilakukan adalah menyelesaikannya. dimana dingin yang mematikan menyerang mereka seolah udara tertahan sangat lama dalam kegelapan.menginginkan seorang anak perempuan—bukan begitu Flora Jane?” tambahnya menegaskan pada anaknya yang baru keluar.” kata Nyonya. dan ia merasa sulit mendapatkan bantuan. dan anak-anak yang suka bertengkar. juga keluarga yang tidak sopan. Ia hanya mengenal Nyonya.” Marilla tak tampak seolah ia berpikir Tuhan berperan banyak dalam masalah ini.” “Itu salah kami sendiri. dan ia bahkan tak merasa gembira. jelas itu bukan kesalahanku. Nyonya. Bagaimanapun juga. Anne akan menjadi sangat perempuan bagi anda. “Dia memang berkata demikian.” Nyonya. Sekarang ada kesempatan baik tak terduga baginya untuk lepas dari anak yatim tak diundang itu. “Seorang pekerja dan pengemudi yang sangat mengerikan. Tapi ia pernah mendengar tentangnya. Nancy memang sangat tidak keruan. Tiba-tiba Marilla merasa berat melepas Anne. “Sangat disayangkan. tergesa mengajak tamunya dari ruang depan ke ruang tamu.

Biarkan ku ambil topimu. “Tampaknya telah terjadi kesalahan dengan anak ini. Blewett. Miss Cuthbert. Terlebih. Selamat sore. bermatatajam ini? Ia merasa ada benjolan di tenggorokannya dan matanya terasa sangat pedih. Tapi tampaknya sebenarnya mereka menginginkan anak laki-laki.” “Humph! Kamu tak nampak seolah ada banyak untukmu. Blewett. aku rasa aku juga akan mengambilnya dari anda. Nyonya. ia tidak suka Nyonya. berperasaan halus kepada wanita seperti itu! Tidak. Aku mengharapkan kamu bisa mendapat penghasilan sendiri. Miss Cuthbert. Blewett menyapukan pandangannya ke Anne dari kepala sampai kaki. Jadi jika anda masih berpikiran seperti kemarin. Spencer mengibaskan tangannya. Spencer kembali. Anne.” Nyonya. Blewett bagai seseorang yang terpesona. dan aku sudah sangat lelah mengurusinya. Ya. mental atau pun spiritual. memandang Nyonya. Biar ku perkenalkan dua orang wanita pada anda. jika aku mengambilmu kamu harus jadi anak yang baik. Bayi itu sangat suka membantah. Aku tak tahu tapi orang yang kurus adalah yag terbaik. Anne duduk diam di sofa. dengan tangan tergenggam erat di pangkuan. kamu tahu—baik dan pintar juga penuh hormat. “Berapa umurmu dan siapa namamu?” tanyanya. mengalir dengan cepat dan bercahaya. Kami baru mengatakan betapa beruntungnya anda datang. ia tak bisa mempertanggungjawabkannya! 36 . Miss Cuthbert. maka hal itu akan terus membayanginya sampai hari kematiannya tiba. Marilla merasakan keyakinan yang tak menyenangkan bahwa. Begitulah aku diberitahu. setelah berhasil mengatasi kebuntuan. “Aku menangkap bahwa Tuan. benar-benar mampu menggoyahkan setiap kesulitan. Ambillah kursi. Blewett. Well. Nyonya.” Nyonya. Dia mulai takut tak dapat menahan airmatanya ketika Nyonya. Aku lupa memberitahu Flora Jane untuk mengeluarkan roti kismis dari oven. Apakah ia akan diberikan untuk diasuh oleh wanita berwajah-tegas. “dan aku sebelas tahun. fisik. Untuk menyerahkan seorang anak yang sensitif. “Anne Shirley. kau duduk di sini di sofa dan jangan bergoyanggoyang. Tapi kamu kurus. aku pikir dia akan jadi milik anda. Flora Jane. dan tak ada kesalahan mengenai itu. Jika boleh aku akan membawanya pulang sekarang juga. Blewett. Cuthbert mau mengadopsi seorang anak perempuan. Nyonya. Ijinkan aku permisi sebentar.keberuntungan. jika ia menyangkal daya tarik dari wajah itu.” anak yang mulai menciut nyalinya itu terbata menjawab. Dan Nyonya. keluarlah dan panaskan ceret. karena kita bisa langsung menyelesaikan masalah ini. tak berani membuat syarat apa pun untuk pengejaannya.” Marilla melihat Anne dan pandangannya melembut pada wajah pucatnya yang masih membisu penuh kesengsaraan—kesengsaraan seorang makhluk kecil tak berdaya yang menemukan dirinya sekali lagi terperangkap dari hal yang dia ingin lari dirinya.” katanya.

” sahut Nyonya. Bisakah begitu. seakan bila berbicara dengan keras bisa menghancurkan kemungkinan yang sangat menyenangkan itu. Aku pikir sebaiknya aku mengajaknya kembali pulang ke rumah dan membicarakannya dengan Matthew. “Ia benar-benar tampak seperti—seperti alat bor. “Kembalilah dan duduk tenang.” sahutnya perlahan. Roman wajah anak itu benar-benar berubah. 37 .” Marilla berusaha menutupi senyumnya dengan menegur Anne karena bicara seperti itu. dan.” sahut Anne. Blewett membawamu. sesaat kemudian.” sahut Anne menggebu. Spencer dan Nyonya. Dia jelas lebih membutuhkanmu daripada aku. Blewett keluar mencari tahu resep terakhir yang akan dipinjam. “Anak kecil sepertimu seharusnya malu berbicara seperti itu tentang seorang wanita dan orang tak dikenal. jika kau tak bisa membedakan mana kenyataan dan mana bukan. sinar fajar tampak merekah di wajah Anne. “Ya. “Oh. jika anda akan mengasuhku.” sahut Marilla dengah marah.” “Lebih baik aku kembali ke panti daripada harus tinggal bersamanya. Aku hanya datang untuk mengetahui bagaimana kesalahan itu bisa terjadi. benarkah anda mengatakan mungkin akan mengizinkanku tinggal di Green Gables?” tanyanya. “Aku tak mengatakan bahwa Matthew dan aku telah benar-benar memutuskan tak akan mengasuhnya. Awalnya keputusasaan tampak memudar.Blewett tak ramah. aku tidak tahu. kemudian pelan tapi pasti sinar harapan mulai membayang. Aku bisa bilang kenyataannya Matthew cenderung ingin mengasuhnya. dalam bisikan nyaris tanpa napas. Aku rasa seharusnya aku tak memutuskan sesuatu tanpa melibatkannya. Miss Cuthbert. “Benarkah anda berkata begitu? Atau hanya dalam khayalanku anda berbicara seperti itu?” “Aku pikir sebaiknya kau mengendalikan khayalan-khayalanmu. ketika Nyonya. Jika kami sudah membulatkan tekad untuk tidak mengasuhnya. kami akan membawa atau mengirimnya untuk anda besok malam. kembali dengan tenang ke sofa nya.” katanya berat. kendalikan lidahmu dan bersikaplah sebagaimana seharusnya anak yang baik. kamu memang mendengarku mengatakannya dan hanya itu tak lebih. Nyonya. dia muncul dan berlari melintasi ruangan ke arah Marilla. Anne. Hal itu belum diputuskan dan mungkin akhirnya kami menyimpulkan untuk membiarkan Nyonya.” “Aku akan mencoba melakukan dan menjadi seperti apa pun yang anda inginkan. Selama Marilla berbicara. Blewett?” “Aku rasa seharusnya memang begitu. sekarang matanya semakin dalam dan terang laksana bintang pagi. Jika kami tak melakukannya berarti dia akan tinggal bersama kami.“Well.

aku rasa aku akan—atau harus begitu juga. dan berjalan ke toko susu dengan membawa ember.” “Akan lebih tepat jika kau katakan dia anak kecil yang berguna. terutama anak perempuan. yang berhubungan dengan masalah itu. Ia telah menduga akan melihat perasaan lega tergambar di wajah Matthew ketika ia melihatnya paling tidak membawa Anne kembali pulang bersamanya. “Aku tak akan memberitahunya malam ini bahwa dia boleh tinggal. Matthew. tapi aku rasa ia lebih tahu daripada seorang sarjana tua. Marilla.” katanya. Mungkin seorang pelayan tua tak tahu banyak bagaimana caranya membesarkan seorang anak. Aku belum pernah membesarkan seorang anak. aku kira kau akan mengerti duduk persoalannya. “Dia akan menjadi sangat 38 . Matthew.” Matthew berkata dengan semangat yang tak biasa. ketika sedang menyaring susu ke dalam tempat susu. Tampaknya hanya seperti sebuah tugas.” ungkapnya. terserah kau saja. Kemudian ia menceritakan dengan singkat mengenai Anne dan hasil pembicaraan dengan Nyonya. Aku telah memikirkan ide itu sampai aku mendapat kebaikan karena pernah memikirkannya. pada Matthew. Spencer. cukup. sampai mereka berdua berada di halaman di belakang gudang perahan susu sapi. “tapi begitulah atau kita sendiri yang mengasuhnya. Matthew.” “Cukup. Tapi aku melakukan yang terbaik. kau tak boleh mencampuri metodeku. “Aku sendiri tak suka gayanya. “Aku tak akan memberikan anjing yang kusuka pada wanita Blewett itu. Matthew bertemu mereka di jalan. Dan ingat. Dan sejak melihat kau tampak menginginkannya. “Hanya bersikap baiklah padanya semampumu tanpa memanjakannya.” Marilla mendengus.” sahut Matthew menenangkan. “tapi aku yang akan melatihnya bisa seperti itu. untuk menunjukkan ketaksukaannya pada pendapat Matthew mengenai hal-hal ‘berbau’ keperempuanan. dia boleh tinggal. Aku punya pikiran ia bisa jadi teman yang bisa kau ajak lakukan apa pun jika saja kau bisa membuatnya mencintaimu. “Well sekarang.” aku Marilla. Dari kejauhan Marilla telah mengetahui Matthew sedang mencari-cari dan menerka apa alasan ia melakukannya. Marilla. Jadi biarkan saja aku yang mengurusnya. Ketika aku gagal maka ada cukup waktu untukmu ambil alih kendali. Tapi Marilla tak mengatakan apa pun.” Wajah Matthew yang pemalu berseri senang. sejauh yang aku amati. “Dia anak kecil yang menarik. dan aku berani menjamin akan membuat kekacauan dala hal ini.Ketika mereka tiba kembali di Green Gables malam itu.” jawab Marilla tepat.

Marilla tampak sangat terkejut. keadilan. dan aku tak akan membolehkannya sama sekali. kesucian.” “Semalam pikiranku sangat tersiksa jadi aku sama sekali tak mempedulikan pakaian-pakaianku. aku bisa sangat tergesa tidur dengan baik dan tenang lalu membayangkan berbagai hal. dan kebenaran.” Marilla menasehati. kau sungguh terlibat dalamnya. Di mana kau mempelajarinya?” 39 . “Oke.” “Aku tak pernah berdoa apa pun. kekuatan. Begitu kau membuka baju lalu lipatlah dengan rapi dan letakkan di atas kursi. tak berbatas. dalam wujud Nya. Aku sama sekali tak membutuhkan anak perempuan yang tidak rapi. Mereka selalu membuat kami melakukannya di panti. aku tahu semalam kau mencampakkan semua baju yang kau tanggalkan ke lantai. “Jadi kau memang mengetahui sesuatu. syukurlah! Kau bukan orang yang tak beragama. Meskipun begitu. Sekarang berdoalah dan pergilah tidur. suatu waktu. Tak tahukah kau siapa Tuhan. Anne?” “’Tuhan adalah roh. Marilla Cuthbert. aku bisa saja lupa. kita telah memutuskan untuk mencobanya dan hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi kemudian. abadi dan tak dapat diubah. Itu adalah kebiasaan yag sangat tidak rapi. Marilla tampak sedikit lega.” sahut Anne. “Kenapa. tapi tak semengejutkan ketika Matthew lah yang menjadi pangkal dari segalanya. Anne. tampaknya memang harus seperti itu. kebijaksanaan. Bagaimanapun juga.” Bab VII – Anne Mengatakan Doa-doanya Ketika Marilla membawa Anne tidur malam itu ia berkata dengan tegas: “Sekarang. Anne. ia yang selalu tampak memiliki kekhawatiran yang mengerikan pada anak perempuananak perempuan kecil. “Malam ini aku akan melipatnya dengan bagus. apa maksudmu? Tak pernahkah kau diajarkan untuk berdoa? Tuhan selalu menginginkan anak-anak kecil mengucapkan doanya.” ungkap Anne.’” Anne merespon dengan cepat dan fasih.senang sampai-sampai tak bisa tidur sekejap pun. Pernah kau membayangkan akan menjumpai hari saat kau mengadopsi seorang anak yatim perempuan? Ini cukup mengejutkan.” “Kau harus memiliki ingatan yang lebih baik jika tinggal di sini. kebaikan.

Nyonya. Terus terang tak ada waktu untuk dibuang.’ Bukankah itu sangat agung? Seperti ada suaranya—sama seperti permainan sebuah organ besar. Anne. Orang yang harus menjaga anak kembar tak dapat diharapkan bisa berdoa. Tidakkah kau tahu bahwa tak mengucapkan doa setiap malam merupakan suat hal yang sangat buruk? Aku takut kau adalah anak kecil yang sangat tidak baik. tapi kedengarannya memang seperti itu. abadi. Lalu aku akan sangat MENGHAYATI sebuah doa. tentu saja. aku siap. Setelah aku berada di tepat tidur aku akan membayangkan sebuah doa yang sangat indah untuk dipanjatkan selalu. hutan. sejujurnya apakah anda pikir mereka bisa melakukannya?” Marilla memutuskan bahwa pelatihan keagamaan untuk Anne harus dimulai saat itu juga. “Aku akan melakukan apa pun untuk mematuhi anda. dan aku akan menengadah ke langit—tinggi—tinggi—tinggi—ke langit biru yang indah itu yang birunya tampak seakan tak berujung. Thomas bilang padaku bahwa Tuhan SENGAJA membuat rambutku merah.” “Mengapa. di Sekolah-Minggu panti. Aku yakin itu akan sangat menarik. Apa yang harus kuucapkan?” 40 .” “Anda akan tahu bahwa lebih mudah menjadi buruk daripada baik jika anda memiliki rambut berwarna merah. dalam. sekarang aku sudah mulai memikirkannya.“Oh. Sekarang. Aku akan keluar sendirian ke sebuah lapangan yang sangat besar atau ke dalam. Aku rasa. dan sejak itu aku tak pernah mempedulikan NYA. Dan bagaimanapun juga pada malam hari aku selalu terlalu lelah hanya untuk mengucapkan doa.” Anne menyetujuinya dengan senang hati. Mareka menuruh kami mempelajari seluruh pendidikan agama. Anne—kita sedang membahas mengenai pengungkapan doa-doamu. ‘Tak berbatas. Ada yang bagus dari beberapa kata. anda tak bisa menyebutnya puisi. “Orang yang tak berambut merah tak tahu apa masalahnya. Anne berlutut di lutut Marilla dan menengadah dengan serius.” kata Marilla sedikit malu. ya kan?” “Kita tidak sedang membicarakan puisi.” sahut Anne menyalahkan. Tapi anda harus memberitahu apa yang harus kuucapkan kali ini. “Mengapa orang harus berlutut untuk berdoa?” Jika aku benar-benar mau berdoa aku akan memberitahu apa yang akan kulakukan. Aku lumayan menyukainya.” “Kau harus berlutut. jika anda ingin aku melakukannya. “Kau harus berdoa selama kau berada di rumahku. dan tak dapat diubah. Well.

lalu beranjak meninggalkan kamar dengan lampu menyala ketika Anne memanggilnya kembali. sembari mengangkat kepalanya sejenak. “Tuhan Yang Maha Pengasih. sakral dengan jubahputih masa kanak-kanaknya di lutut ibu. sejak ia tak pernah membiarkannya diterjemahkan melalui perantara cinta manusia. Anne. jadi aku rasa boleh saja memanjatkan doa pribadi. tapi aku rasa sebuah doa harus diakhiri dengan cara khusus. “Kau sudah cukup dewasa untuk berdoa sendiri.” Marilla yang malang hanya tak sampai pingsan dengan mengingat bahwa itu bukanlah ketidaksopanan. terima kasih untuk the White Way of Delight. Apakah menurut anda akan ada bedanya?” 41 .Marilla merasa lebih malu lagi dari sebelumnya. “Sekarang aku akan berbaring untuk mulai tidur. dan itu tiba-tiba terjadi padanya ketika doa kecil sederhana itu. “Dengan rasa hormat. Dan itulah anugerah yang bisa terpikir olehku tadi untuk kusyukuri. “Sekian. ya kan?” selanya. Aku masih tetap. “Seharusnya aku bisa membuatnya lebih muluk jika aku punya sedikit lebih banyak waktu lagi untuk memikirkannya. Ia berniat aakan mengajari Anne cara klasik yang kekanak-kanakan. Ia mengangkat Anne ke atas tempat tidur. ya kan?—begitulah pendeta melakukannya. bersumpah dia harus diajarkan sebuah doa keesokan harinya. “Aku baru saja memikirkannya. selera humor yang samar—yang merupakan nama lain dari rasa kecocokan dengan sesuatu. aku akan melakukan yang terbaik. dan tolong ijinkan aku menjadi cantik ketika aku tumbuh dewasa. “Panjatkan saja pujian bagi Tuhan untuk anugerah yang diberikan untukmu dan minta padanya dengan rendah hati segala sesuatu yang kau inginkan.” katanya akhirnya. bangkit berdiri. Aku sungguh sangat berterima kasih untuk itu semua. ‘Amin’ di bagian ‘dengan rasa hormat’. jadi aku memperbaikinya. Seharusnya aku mengucapkan.” janji Anne. ada banyak sekali sehingga akan perlu banyak waktu untuk menyebutnya semua jadi aku hanya akan menyebutkan dua yang terpenting. Anne Shirley. the Lake of Shining Waters dan Bonny and the Snow Queen. Tolong ijinkan aku tinggal di Green Gables.” Tapi dia punya—seperti yang sudah kuberitahukan. sudahkah aku melakukannya dengan benar?” dia bertanya dengan semangat. menyembunyikan wajahnya dalam pangkuan Marilla. Aku lupa. Begitu juga untuk hal yang kuinginkan. “Tuhan Yang Maha Pengasih—begitulah pendeta mengucapkannya di gereja. benar-benar tak cocok dengan anak perempuan cantik berbintik di wajah itu yang tak tahu dan tak peduli apa pun tentang cinta Tuhan. tapi hanya kebodohan spiritual dari seorang Anne yang mengajukan permohonan aneh ini.” “Well.

Tolong beritahu aku. maukah anda memberitahuku apakah anda akan mengirimku besok atau tidak? Aku telah berusaha untuk sabar sepanjang pagi tadi. Sepanjang sore ia menyibukkan anak itu dengan berbagai tugas dan terus mengawasinya selama dia mengerjakan seluruh tugas itu. dia mendekap tangannya erat-erat dan berkata dengan nada memohon: “Oh. itu yang akan kulakukan. tolonglah. Dan dia akan mengikuti Sekolah-Minggu segera setelah aku bisa mendapatkan beberapa baju yang cocok untuknya.” “Malam ini aku bisa mengucapkan selamat malam dengan sepenuh jiwa. “Tidurlah sekarang seperti seorang anak yang baik. Marilla tak memberitahu Anne bahwa dia akan tinggal di Green Gables sampai esok sore.“aku—aku rasa tak akan berbeda. “Matthew. Miss Cuthbert. Well. Selamat malam. Aku ramalkan akan banyak sekali pekerjaan yang harus kulakukan. wajahnya merah dan matanya membesar sampai-sampai hampir semuanya hitam. Pada siang harinya ia menyimpulkan bahwa Anne memang pintar dan penurut. mau bekerja dan cepat belajar.” Bab VIII – Pendidikan untuk Anne Dimulai Untuk alasan yang hanya diketahuinya sendiri.” sahut Anne. Percayakah kau dia tak pernah berdoa seumur hidupnya sampai malam ini? Besok aku akan mengirimnya ke kepastoran dan meminjam seri the Peep of the Day. meletakkan lilin di atas meja. sambil memeluk bantal-bantalnya. tapi akhirnya waktuku telah tiba dan kukira aku hanya harus melakukan yang terbaik. kita tak mungkin hidup di dunia ini tanpa mendapat masalah. Marilla beranjak ke dapur. lalu membelalakkan mata pada Matthew. Selama ini kehidupanku cukup mudah. tapi aku benar-benar merasa tak tahan lagi untuk tidak mengetahuinya. Tubuh kurusnya yang kecil gemetar dari kepala sampai kaki. Ketika Anne telah menyelesaikan tugasnya mencuci piring makan malam tibatiba dia menemui Marilla dengan ekspresi seseorang yang merasa sangat terpaksa mempelajari hal terburuk. Perasaan itu sangat menyiksaku.” sahut Marilla. hanya masalah waktu seseorang mengadopsi anak itu dan mengajarinya sesuatu. Dia nyaris menjadi seorang yang benar-benar tanpa agama. kelemahannya yag paling fatal adalah kecenderungannya terbuai lamunan di tengah-tengah tugas yang sedang dikerjakannya dan melupakan seluruh tugasnya itu sampai ia tersadar dengan sgera dengan sebuah jeweran atau teguran.” 42 . well.

karena Nyonya. Aku takut kau terlalu mudah tertawa dan menangis. Aku senang dengan the White Way dan pohon cherry yang sedang berbunga— tapi ini! Oh.” “Aku harus memanggil anda apa?” tanya Anne. “Pergilah dan lakukan itu sebelum kau menanyakan hal yang lain lagi. Itu akan menjadi pekerjaan yang sulit. tua dan muda. “Aku tak tahu kenapa. tapi hanya dua minggu lagi sekolah akan libur dan tak ada gunanya kau mulai sebelum sekolah mulai lagi di Bulan September. di Avonlea memanggilku Marilla kecuali pendeta. Beliau menyebut Miss Cuthbert—ketika beliau memikirkannya. Tak bolehkah aku memanggil anda Aunt Marilla?” 43 .” putus Marilla. Ya. ini lebih dari sekedar senang. aku akan sangat berusaha melakukan yang terbaik. “Haruskah aku selalu menyebut Miss Cuthbert? Bolehkah aku memanggil anda Aunt Marilla?” “Tidak.“Kau belum memanaskan kain pencuci piring dalam air panas yang bersih sebagaimana yang kusuruh. Kenapa.” “Aku akan senang memanggil anda Aunt Marilla. apa masalahnya?” “Aku menangis. Aku tak terbiasa dipanggil Miss Cuthbert dan itu akan membuatku gugup. tak menemukan alasan lain untuk terus menunda penjelasannya. Anne. Itu akan membuatku merasa seolah aku benar-benar keluarga anda. kukira. Aku sangat gembira.” sahut Anne dengan nada bingung. Aku senang sesenang-senangnya. Setiap orang. Kau harus ke sekolah.” Anne pergi dan menyelesaikan pekerjaannya. SENANG sama sekali bukan kata yang tepat. “Aku rasa aku juga akan memberitahumu. Thomas sering mengatakan aku sangat nakal. Bagaimanapun juga.” protes Anne.” sahut Marilla tegas.” “Akan kedengaran sangat tak hormat dengan hanya menyebut Marilla. “Aku sama sekali tak pernah punya seorang bibi atau pun saudara—bahkan tidak juga seorang nenek. Lalu dia kembali ke Marilla dan semakin memelaskan wajahnya. Tapi bisakah anda memberitahuku kenapa aku menangis?” “Aku rasa itu karena kau terlalu senang dan bergairah. panggil aku Marilla saja. nak. “Well. kau bisa tinggal di sini dan kami akan berusaha memperlakukanmu dengan benar. Oh. “Aku rasa tak akan ada rasa tak hormat jika kau berusaha berbicara dengan peuh hormat.” sahut Marilla bernada mencela. jika kau mencoba menjadi anak yang baik dan menunjukkan dirimu berterima kasih. “Duduklah di kursi itu dan coba tenangkan dirimu. Aku berusaha menjadi sangat baik.” sahut Anne mengiba. Matthew dan aku sudah memutuskan untuk mengasuhmu—itu.

“Tidak. “Apakah anda tak pernah membayangkan suatu hal yang berbeda dari kenyataan sebenarnya?” tanya Anne dengan mata melotot.” sahut Marilla tegas. apa pun yang dipikirkan kedua kali tak akan bisa sebagus yang pertama. Pergi saja dan lakukan seperti yang kuminta. Dan aku takut tak akan bisa memikirkan doa sebagus itu lagi.” kata Anne menyesal. dia tak bisa kembali. “Tidak. Anne. “tapi.” Anne segera pergi ke ruang duduk melewati ruang depan. Pernahkah anda mengetahuinya?” “Sekarang ada hal yang harus kau ketahui.” “Aku tak bisa. Pergilah ke ruang kunjungan.” “Tapi kita bisa membayangkan bahwa anda adalah bibiku. setelah menunggu sepuluh menit Marilla meletakkan rajutannya dan mengikuti Anne dengan ekspresi kejam. betapa banyak yang anda lewatkan!” “Aku tak yakin dengan membayangkan hal-hal yang berbeda dari kenyataan sebenarnya. Anne—pastikan kakimu bersih dan jangan biarkan lalat masuk—dan tunjukkan padaku kartu bergambar yang di rak. anda tahu. aku belum pernah melakukannya. ya kan? Aku memikirkan sebuah doa yang bagus setelah berada di tempat tidur.” “Oh!” Anne menghela napas panjang.” “Pasti aku sangat menyulitkan. Tak ada lagi doa seperti yang semalam kudengar. seperti yang kujanjikan. Dan itu yang mengingatkanku untuk tak melakukannya. Anda tak bisa benar-benar mengharapkan seseorang bisa berdoa dengan baik saat pertama ia mencobanya. “Ketika Tuhan menempatkan kita pada suatu keadaan tertentu Ia tak menginginkan kita untuk membayangkannya. Bagaimanapun. dengan mata mengawang. 44 . Di situ terdapat doa-doa dan kau akan menghabiskan waktu senggangmu untuk mempelajarinya luar kepala.” sahut Marilla pedas. aku bukan bibimu dan aku tak percaya bahwa dengan memanggil nama berarti bukan keluarga. Ia mendapati Anne diam tak bergerak di depan lukisan yang tergantung di dinding antara dua kedua jendela. Cahaya putih dan hijau yang tampak sekilas di antara pepohonan apel dan rimbunan tanaman anggur di luar menyilaukan tubuh kecil yang sedang asyik itu dengan cahaya setengah-tak wajar. Ketika aku menyuruhmu melakukan sesuatu aku mau kau menurutiku saat itu juga dan tidak diam tak bergerak lalu malah mendebatkannya. Doa itu nyaris sepanjang doa pendeta dan sangat puitis. Tapi akankah anda mempercayainya? Aku tak bisa mengingat satu kata pun begitu terbangun tadi pagi. “Oh. Miss—Marilla.

45 .“Anne. jadi dia bergerak perlahan dengan malu-malu di luar kerumunan.” katanya. Tapi mungkin Dia mengenalinya. “Itu.” Anne menyenderkan kartu itu pada kendi berisi bunga-bunga apel yang dibawanya untuk menghiasi meja makan—Marilla merasa agak bimbang dengan hiasan itu. Dia takut Tuhan tak mengenalinya. Ingat itu. Dan satu hal lagi. ketika aku menyuruhmu mencari sesuatu maka langsung bawa itu padaku. berharap tak ada seorang pun yang memperhatikan—kecuali Dia. “Kau tak boleh bicara begitu.” “Well. seperti juga aku ketika menanyakan pada anda apakah aku boleh tinggal di sini. Aku yakin sangat mengerti bagaimana perasaannya. berdiri sendirian di sudut seakan ia bukanlah milik siapasiapa. jika anda memperhatikan. Semua lukisanNya seperti itu. Anne langsung tersadar. menyesal karena tak langsung memotong pembicaraan itu dari tadi. bukannya malah mondar-mandir dan melamun di depan lukisan. duduk di sudut dan pelajari doa itu luar kepala. Aku sungguh tak bermaksud tidak sopan.” Anne heran. Anne. Sekarang. “Christ Blessing Little Children(Tuhan Memberkati Anak-anak Kecil)”—dan aku baru saja membayangkan menjadi bagian dari anak-anak itu—bahwa aku adalah gadis kecil erbaju biru itu. menunjuk ke lukisan—judul yang tampak terang. kan? Aku rasa dia tak punya ayah dan ibu kandung.” Kata Marilla. sungguh kegembiraan yang mendebarkan hati akan terjadi padanya! Tapi aku berharap seniman itu tak melukisNya dengan tampang yang menyedihkan. Itu tidak sopan—sangat tidak sopan. apa yang sedang kau pikirkan?” cecar Marilla tajam. seperti aku. aku rasa aku sudah sesopan mungkin. Dia tampak sedih dan kesepian. dan langsung mulai mempelajarinya dengan sungguh-sungguh selama beberapa waktu dalam diam. tapi tak mengatakan apa-apa—menumpangkan dagunya di tangan. Tapi dia juga mau diberkati. Ambil kartu itu dan langsung bawa ke dapur. ya kan? Aku sudah berusaha membayangkannya—dia terus bergerak semakin ke pinggir dan semakin dekat sampai berada sangat dekat denganNya.” “Anne. Tapi aku tak percaya Dia bisa tampak sangat sedih atau anak-anak akan merasa takut padaNya. lalu Dia akan melihatnya dan meletakkan tanganNya di kepalanya dan oh. “Kenapa. Jantungnya pasti berdetak kencang dan tangannya menjadi dingin. aku rasa kau memang tak bermaksud begitu—tapi kedengarannya tak lazim membicarakan hal yang seperti itu.

Aku tak merasa sungguh bisa mewujudkannya. tapi banyak impian terindahku yang menjadi nyata pada saat bersamaan. anda tahu—seseorang seperti keluarga yang aku bisa mempercayakan isi hatiku paling dalam padanya. matanya berbinar penuh minat.’ Seperti sebaris kalimat dalam musik. kau sendiri harus berhati-hati dalam bersikap. Aku benar-benar yakin bahwa menurutnya berdoa adalah suatu tugas yang tidak menyenangkan. “Diana itu seperti apa? Rambutnya tidak merah. Meskipun begitu.” “Diana adalah gadis kecil yang sangat manis. mungkin ini juga bisa begitu. Mata dan rambutnya berwarna hitam dan pipinya kemerahan. tapi doa membuatku merasa seperti membaca puisi.” tanyanya kemudian.” “Well.” katanya akhirnya. Nyonya.” Anne memandang Marilla melalui celah bunga apel. Anne memiringkan vas bunga apel cukup dekat untuk menciumi lengkungan pink dengan lembut. pelajarilah dan diamlah. “Marilla. Tapi aku tak menyukainya. yang lebih baik dari menjadi seorang yang cantik. “Doa ini bagus.“Aku suka yang ini. aku sangat senang anda membuatku mempelajari ini. Dia seorang gadis kecil yang manis. aku harap tidak. Aku telah memimpikan dapat bertemu dengannya seumur hidupku. lalu belajar dengan rajin beberapa lama lagi. Oh. Miss—Marilla. kan? Oh.” 46 . Ini bukan puisi. Tadi dia sedang mengunjungi bibinya di Carmody. Dan dia baik dan pintar. Suaranya cempreng dan ia mengucapkan doa itu dengan penuh duka. Rambutku sendiri berwarna merah sudah cukup buruk. Apakah menurut anda itu mungkin?” “Diana Barry tinggal di Orchard Slope dan dia sebaya denganmu. tapi aku sungguh tak sanggup jika sahabatku juga berambut merah. ‘Tuhan kami yang bersemayam di arsy sucilah namaMu.” sahut Marilla singkat. “apakah menurut anda aku bisa mendapatkan seorang teman karib di Avonlea?” “A—teman yang seperti apa?” “Seorang sahabat karib—seorang teman dekat. Barry seorang wanita yang sangat pemilih. dan mungkin dia bisa menjadi teman mainmu ketika dia pulang. Ia tak akan membiarkan Diana bermain dengan anak yang tidak baik dan menyenangkan. Aku pernah mendengarnya—aku mendengar pengawas Sekolah-Minggu di panti mengucapkannya lebih dari sekali.

Marilla sangat mengutamakan moral mirip the Duchess in Wonderland, dan sangat percaya bahwa orang harus terpaku pada setiap pendapat tentang seorang anak yang sedang beranjak dewasa. Tapi Anne mengenyampingkan moral dan hanya melihat kemungkinan menyenangkan yang tampak. “Oh, aku sangat senang dia manis. Hampir menjadi cantik itu sendiri—dan itu tak mungkin bagiku—akan sangat bagus bisa memiliki seorang sahabat yang cantik. Ketika aku tinggal dengan Nyonya. Thomas ia memiliki sebuah lemari buku berpintu kaca di ruang duduknya. Tak ada satu buku pun di dalamnya; Nyonya. Thomas menyimpan porselin terbagus dan barang antiknya di situ—ketika ia punya barang antik untuk disimpan. Salah satu pintunya telah rusak. Suatu malam Tuan. Thomas memecahkannya karena agak mabuk. Tapi yang satunya lagi masih bagus dan pernah berpura-pura seolah bayanganku di situ adalah seorang gadis kecil lain yang tinggal di dalamnya. Aku menamakannya Katie Maurice, dan kami sangat dekat. Aku pernah berbicara lama dengannya, khususnya Hari Minggu, dan menceritakan semua hal padanya. Katie adalah hiburan dan kesenangan dalam hidupku. Kami berpura-pura seolah lemari buku itu terpesona dan bahwa hanya aku yang tahu apa sandi untuk membuka pintunya dan melangkah masuk ke dalam ruangan tempat Katie tinggal itu, bukan ke rak tempat porselin dan barang antik Nyonya. Thomas diletakkan. Lalu Katie akan menggandengku ke sebuah tempat yang indah, semua bunga-bunga dan matahari dan dongeng, dan kami akan tinggal berbahagia di sana selamalamanya. Ketika aku akan tinggal dengan Nyonya. Hammond, aku sangat sedih karena harus meninggalkan Katie Maurice. Dia juga sangat bersedih, aku tahu dia sedih, karena dia menangis ketika memberikan ciuman perpisahan padaku melalui pintu lemari buku. Tak ada lemari buku di rumah Nyonya. Hammond. Tapi di seberang sungai tak jauh dari rumah terdapat lembah kecil yang sangat panjang dan hijau, dan ada gema terindah di sana. Gema itu akan kembali memantulkan setiap kata yang anda ucapkan, bahkan jika anda tidak mengeraskan suara. Jadi aku membayangkan itu adalah seorang gadis kecil bernama Violetta dan kami adalah teman dekat dan aku menyukainya hampir sama seperti rasa sukaku pada Katie Maurice—tidak persis, tapi hampir, anda tahu. Malam sebelum aku pergi ke panti aku mengucapkan selamat tinggal pada Violetta, dan oh, ucapan selamat tinggalnya padaku terdengar sama sedihnya, nada yang sedih. Aku jadi sangat terpaut padanya sampai-sampai aku tak tega mengkhayalkan seorang sahabat di panti, meski di sana sangat leluasa untuk berkhayal.” “Aku pikir sama saja seperti tak ada,” sahut Marilla acuh tak acuh. “Aku tak setuju hal seperti itu terjadi. Kau tampak hampir mempercayai khayalanmu sendiri. Akan bagus jika kau memiliki seorang sahabat yang nyata agar kau tak lagi memendam omong kosong itu di pikiranmu. Tapi jangan biarkan Nyonya. Barry mendengarmu berbicara tentang Katie Maurice-Katie Maurice dan ViolettaVioletta mu atau ia akan menganggap kau berbohong.”

47

“Oh, aku tak akan membiarkannya. Aku tak bisa menceritakan tentang mereka pada sembarang orang—kenangan tentang mereka terlalu suci untuk itu. Tapi kupikir aku akan membiarkan anda mengetahui tentang mereka. Oh, lihatlah, ada seekor lebah besar baru terjatuh di bunga apel. Coba pikir betapa tempat tinggal yang indah—di sekuntum bunga apel! Berkhayal tidur di situ ketika angin menggoyangkannya. Kalau aku bukan seorang anak manusia kupikir aku akan suka menjadi seekor lebah dan tinggal di antara bunga-bunga.” “Kemarin kau ingin menjadi seekor camar laut,” Marilla mendengus. “Kupikir kau sangat plin-plan. Aku menyuruh mempelajari doa itu dan bukan bicara. Tapi tampaknya tak mungkin akan berhenti bicara jika ada yang akan mendengarkanmu. Jadi pergilah ke kamarmu dan pelajari doa itu.” “Oh, aku tahu sekarang hampir semuanya sudah kupelajari—semuanya kecuali hanya baris terakhir.” “Well, tak apa, lakukan seperti yang kuminta. Pergilah ke kamarmu dan selesaikan belajarmu dengan baik, lalu tetaplah di sana sampai ku panggil untuk membantuku menyiapkan teh.” “Bolehkah kuambil bunga apel untuk menemani?” Anne memohon. “Tidak; kau tak boleh membiarkan kamarmu berantakan dengan bunga-bunga. Seharusnya kau meninggalkannya di pohon tempatnya semula.” “Aku juga sempat berpikir seperti itu,” sahut Anne. “Aku agak merasa seharusnya tak boleh mempersingkat kehidupannya yag indah dengan memetiknya—aku tak akan mau dipetik jika aku adalah sekuntum bunga apel. Tapi godaan itu SANGAT MENARIK. Apa yang akan anda lakukan bila dihadapkan pada sebuah godaan yang sangat menarik?” “Anne, apakah kau dengar aku menyuruhmu pergi ke kamarmu?” Anne menghela napas, beranjak ke loteng timur, dan duduk di kursi dekat jendela. “Cukup—aku tahu doa ini. Aku mempelajari baris terakhir itu tadi ketika di tangga naik ke atas. Sekarang aku akan membayangkan berbagai hal untuk kamar ini jadi hal-hal itu akan terus terbayang. Lantainya ditutupi karpet beludru putih dengan mawar-mawar pink di atasnya dan di jendela terdapat gorden sutra berwarna pink. Dindingnya digantungi dengan permadani hiasan dinding dari kain brokat gold dan silver. Perabotannya dari mahoni. Aku belum pernah melihat mahoni, tapi kedengarannya SANGAT mewah. Sofa ini dipenuhi bantal sutra aneka warna, pink, biru, merah tua dan gold, lalu aku bersandar manis di atasnya. Aku bisa melihat bayanganku di cermin besar dan bagus yang

48

tergantung di dinding. Tubuhku tinggi dan agung seperti ratu, memakai gaun dengan renda-renda putih, dengan sebutir mutiara di dada dan beberapa di rambut. Rambutku segelap tengah malam dan kulitku seterang gading yang pucat. Namaku adalah Lady Cordelia Fitzgerald. Bukan, bukan itu—aku tak bisa membuat NYA tampak nyata.” Dia menari ke arah kaca-kecil dan menampakkan dirinya di kaca itu. Wajahnya yang berbintik dan berhidung mancung serta mata abu-abu yang serius menatapnya balik. “Kau hanyalah seorang Anne dari Green Gables,” katanya sungguh-sungguh, “dan aku melihatmu, seperti apa yang nampak sekarang, kapan pun aku coba membayangkan bahwa aku adalah Lady Cordelia. Tapi jutaan kali lebih menyenangkan menjadi Anne dari Green Gables daripada Anne dari tempat lain di manapun, ya kan?” Dia membungkuk, mencium bayangannya penuh kasih sayang, lalu beranjak ke jendela yang terbuka. “Snow Queen sayang, selamat sore. Selamat sore pepohonan birch yang di lembah. Selamat sore, rumah abu-abu tersayang di atas bukit. Aku bertanyatanya dalam hati akankah Diana menjadi sahabatku. Aku harap dia mau, dan aku akan sangat mencintainya. Tapi aku tak pernah boleh benar-benar melupakan Katie Maurice dan Violetta. Mereka pasti akan sangat terluka bila aku melakukannya dan aku tak suka melukai perasaan siapa pun, meski hanya seorang gadis kecil lemari buku atau pun gadis kecil gema. Aku pasti akan selalu berhati-hati mengingat mereka dan mengrimkan ciuman untuk mereka setiap hari.” Anne meniupkan beberapa ciuman udara dari ujung-ujung jarinya melewati bunga-bunga cherry lalu, dengan tangan menopang dagu, mulai terhanyut dalam lautan lamunan.

Bab IX – Nyonya. Rachel Lynde memang Menakutkan Anne telah berada selama dua minggu di Green Gables sebelum Nyonya. Lynde tiba untuk melakukan pemeriksaan terhadapnya. Nyonya. Rachel, sepantasnya tak disalahkan dalam hal ini. Serangan influenza yang parah dan tidak pada saatnya telah membuat wanita baik itu terkurung di rumahnya sejak saat kunjungan terakhirnya ke Green Gables. Nyonya. Rachel jarang sakit dan cukup membatasi diri terhadap orang sakit; tapi influenza, menurutnya, tidak seperti penyakit dunia lainnya dan hanya bisa diartikan sebagai sebuah kunjungan khusus dari Tuhan. Begitu dokter memperbolehkannya menginjakkan-kaki keluar

49

rumah ia bergegas pergi ke Green Gables, dengan rasa penasaran yang meledak-ledak ingin melihat anak asuh Matthew dan Marilla, karena cemas dengan berbagai macam cerita dan dugaan yang telah tersebar di Avonlea. Anne telah mempergunakan saat-saat paginya dengan baik selama dua minggu itu. Dia telah mengenal setiap pohon dan semak belukar di tempat itu. Dia telah mengetahui ada jalan terbuka di bawah kebun apel dan berlari menyusuri daerah tanah berhutan; dan dia telah menjelajahinya sampai ke ujung terjauh dengan segala tingkah aneh aliran sungai dan jembatan, pepohonan fir dan lengkungan cherry liar, sudut hutan yang dipenuhi pohon pakis, dan jalanan kecil bercabang yang ditumbuhi pepohonan gunung dan maple. Dia telah berteman dengan tumbuhan di lembah—bagian dalam yang menakjubkan itu, tumbuhan tertutup es yang jernih; lembah itu dihiasi batu pasir merah yang halus dan dikelilingi rimbunan paku air yang meneyerupai pohon palem; dan di seberangnya terdapat jembatan merentang di atas aliran sungai. Jembatan itu membuat kaki Anne menari di bukit berhutan di seberang, tempat waktu senja berlangsung lebih lama di bawah lebatnya pepohonan fir dan spruce; bunga yang tumbuh di sana hanyalah bunga “June Bells” lembut dalam jumlah besar, itu adalah bunga yang termalu dan termanis di daerah tanah berhutan, dan beberapa starflower pucat berantena, seperti jiwa musim semi tahun lalu. Samar-samar tampak sarang laba-laba seperti benang di antara pepohonan dan dahan besar serta jumbai-jumbai fir tampak seolah menyambut dengan ramah. Penjelajahan yang menggairahkan itu dilakukannya dalam waktu beberapa kali setengah jam ekstra ketika dia diijinkan untuk bermain, dan Anne menceritakan penemuan-penemuannya pada Matthew dan Marilla yang pura-pura tak mendengar. Matthew tak mengeluh, pastinya; ia mendengarkan semuanya tanpa kata dengan senyum kegembiraan menghiasi wajahnya; Marilla membiarkan saja “celotehan” itu sampai ia sendiri jadi sangat tertarik dengan cerita-cerita Anne, lalu ia segera membungkam Anne dengan perintah kasar untuk tutup mulut. Anne sedang berada di kebun buah ketika Nyonya. Rachel tiba, berkelana dengan pikirannya sendiri melewati rerumputan lebat yang bergoyang dan disiram cahaya senja yang kemerahan-merahan; sehingga wanita yang baik itu punya kesempatan bagus untuk menceritakan penyakitnya dengan legkap, menggambarkan setiap rasa sakit dan denyut nadi dengan sangat gembira sampai-sampai Marilla bahkan berpikir influenza yang dideritanya pasti memberi kepuasan tersendiri. Ketika sudah sangat kelelahan Nyonya. Rachel mengungkapkan tujuan utama kedatangannya. “Aku telah mendengar beberapa hal yang mengejutkan tentang kau dan Matthew.”

50

“Aku rasa kau tak lebih terkejut daripada diriku sendiri,” sahut Marilla. “Sekarang aku sedang mengatasi keterkejutanku.” “Sayang sekali sampai terjadi kesalahan dalam hal ini,” kata Nyonya. Rachel simpatik. “tak bisakah kau mengirimnya kembali pulang?” “Seharusnya bisa, tapi kami memutuskan tak melakukannya. Matthew menyukainya. Dan harus kukatakan aku sendiri menyukainya—meski kuakui dia memiliki beberapa kekurangan. Rumah ini sudah tampak berbeda. Dia benarbenar anak kecil yang periang.” Marilla berkata lebih dari yang direncanakan ketika ia mulai, karena ia melihat raut mencela di wajah Nyonya. Rachel. “Kau sudah menerima sebuah tanggung jawab besar,” wanita itu berkata dengn murung, “terutama karena kau belum pernah berpengalaman dengan anak-anak. Kurasa, kau tak tahu banyak tentangnya atau pun wataknya yang sebenarnya, dan tak tahu anak itu akan jadi seperti apa. Tapi aku bukannya mau mengecilkan hatimu, Marilla.” “Aku tak merasa berkecil hati,” Marilla menjawab acuh tak acuh. “Ketika aku sudah membulatkan tekad untuk melakukan sesuatu maka aku akan tetap memegangnya. Kurasa kau mau melihat Anne. Aku akan memanggilnya masuk.” Anne segera berlari masuk, wajahnya berseri gembira karena penjelajahan di kebuh buah; tapi, karena malu mendapati adanya orang asing yang tak disangkanya, dia berhenti dengan bingung di pintu masuk. Dia benar-benar tampak seperti anak kecil yang aneh dalam balutan pakaian kecil ketat lusuh yang dibawanya dari panti, dibawahnya kaki kurusnya tampak kaku. Bintik-bintik di wajahnya tampak semakin banyak dan kentara dibanding sebelumnya; angin telah mengacak rambutnya yang tak bertopi menjadi sangat awut-awutan, rambutnya tak pernah tampak semerah saat itu. “Well, mereka tak mengambilmu karena wajahmu, itu sudah jelas dan pasti,” Nyonya. Rachel Lynde berkomentar tegas. Nyonya. Rachel adalah salah seorang yang terkenal bangga untuk mengungkapkan pendapatnya tanpa takut atau pun segan. “Dia benar-benar kurus dan tidak cantik, Marilla. Kemarilah, nak, dan biarkan aku memandangmu. Marilla, pernah kah ada yang melihat bintikbintik speperti ini? Dan rambut semerah wortel! Kemarilah, nak.” Anne “pergi ke sana”, tapi tak seperti yang diduga Nyonya. Rachel. Dengan satu lompatan dia melintasi dapur lalu berdiri di depan Nyonya. Rachel, wajah memerah karena marah, bibirnya bergetar, dan seluruh tubuhnya gemetar dari kepala sampai kaki.

51

“Aku benci anda. kau tak akan mengatakan kalau kau membenarkan tingkahnya seperti yang baru saja kita lihat. lalu melarikan diri melalui ruang depan dan naik ke atas seperti angin puyuh. Rachel. “Beraninya anda mengataiku kurus dan jelek? Beraninya anda mengatakan aku berambut merah dan wajahku berbintik? Anda wanita yang kasar. “Bagaimana jika hal-hal itu dikatakan untuk anda? Bagaimana jika anda dikatakan gemuk dan kikuk yang bahkan belum pernah anda bayangkan sebelumnya? Aku tak peduli akan menyakiti perasaan anda dengan mengatakan hal ini! Aku memang berharap bisa melakukannya. Marilla. menghentakkan kakinya ke lantai. Rachel dengan kesungguhan yang tak dapat diungkapkan. beranjak cepat ke pintu ruang depan. tak akan pernah!” Hentakan! Hentakan! “Pernahkah ada yang menemui watak seperti ini!” seru Nyonya. 52 . “Beraninya anda mengatakan hal itu tentang aku?” dia mengulang dengan suara keras. Thomas yang pemabuk. Anne. Dan karenanya aku TAK AKAN PERNAH memaafkan anda.” “Marilla Cuthbert. Apa yang dikatakan Anne membuatnya terkejut. membantingnya sampai kaleng-kaleng di dinding serambi depan bergemerincing simpati.” dia berteriak dengan suara tercekik. “Seharusnya kau tak mengejek tampangnya. kan?” cecar Nyonya. Rachel. Anda telah menyakiti perasaanku bahkan lebih parah dari yang pernah dilakukan suami Nyonya. Bantingan pintu tadi menunjukkan bahwa pintu loteng timur telah ditutup dengan kekuatan yang sama besar. aku tak iri pada tugasmu mengasuhNYA. Tapi Anne tak gentar terus menghadapi Nyonya.” kata Marilla. “Anne pergilah ke kamarmu dan tetap di sana sampai aku datang. Rachel marah. Rachel menakutkan. waspada. “Aku benci anda—aku benci anda—aku benci anda—“ sebuah hentakan yang lebih besar untuk menunjukkan kebenciannya. dengan mata menyala. yang tiba-tiba menangis tersedu. dan tak berperasaan!” “Anne!” Marilla berseru terkejut. tak sopan. “Well. menghembuskan napas dengan rasa marah yang sangat besar. berusaha dengan susah payah memulihkan kekuatannya untuk bicara.” kata Nyonya. Marilla membuka mulutnya tak tahu permintaan maaf atau pembelaan apa yang akan disampaikannya. tangan terkepal. tak akan pernah.

ia harus mendapatkan metode hukuman lain untuk menyadarkan Anne akan kekejaman hinaannya.” sahut Marilla pelan. aku tak jengkel. tidak. Kuharap kau akan sering datang mengunjungiku seperti biasa.” Marilla tak tahan untuk tak mengatakan kalimat terakhir itu.-jangan khawatir. Rachel. jika aku harus diserang dan dicela seperti ini. Kurasa wataknya sesuai dengan rambutnya. Dia tak pernah diajarkan apa yang benar. di depan orang lain! Tiba-tiba Marilla menyadari suatu hal yang tak menyenangkan memberikan peringatan keras bahwa ia merasa kelemahan serius watak Anne lebih merupakan penghinaan dibanding kesedihan. Rachel. Sayang sekali Anne telah menunjukkan watak seperti itu di depan Nyonya. Rachel—tak membuat Marilla tertarik. Lalu bagaimana ia bisa menghukumnya? Saran yang bagus dengan menggunakan rotan—agar lebih efisien seperti pernyataan menjengkelkan dari seluruh anak kandung Nyonya. Dia memang sangat nakal dan aku juga harus memberitahunya tentang itu. Tapi kalau kau mengikuti saranku—yang kurasa tak akan kau ikuti. “Well. Tapi kita harus memberinya keloggaran. aku tahu setelah ini aku harus sangat berhati-hati mengatakan apa pun Marilla. Nyonya. Well. sama sekali tak sadar dengan sepatu bootnya yang berlumpur di atas seprei.“Tidak. Ia tak yakin tega mencambuk seorang anak dengan rotan. Di tangga ia merasa sulit mempertimbangkan apa yang harus dilakukannya. Tapi kau tak bisa mengharapkan kedatanganku lagi ke sini dalam waktu dekat. Rachel berlalu pergi dengan cepat—jika seorang wanita gemuk yang selalu berjalan gontai BISA dikatakan pergi dengan cepat—lalu Marilla dengan wajah serius beranjak ke loteng timur. Kau akan mendapat masalah dengan anak itu. meski lagi-lagi ia sendiri terkejut karena melakukannya. Marilla mendapati Anne menelungkup di tempat tidurnya. Aku benar-benar menyesal kalau kau sampai membuatku marah. yang tak jelas asalnya. “Anne. meskipun aku telah membesarkan sepuluh anak dan dua telah meninggal—kau akan melakukan ‘pembicaraan’ yang kau sebut tadi dengan sedikit menggunakan rotan. Ini benar-benar pengalaman baru bagiKU.” Setelah Nyonya. Oh. untuk menyenangkan perasaan seorang anak yatim. Rachel berdiri dan tampak harga dirinya terluka.” panggilnya lembut. Ia merasa sangat risau dengan kejadian yang baru terjadi. Dan kau BERSIKAP terlalu keras padanya. harus lebih diperhatikan dari apa pun juga. 53 . Kupikir pastilah ITU akan menjadi bahasa yang paling efektif untuk anak seperti dia. selamat malam. menangis tersedu. Marilla. Tidak. “Aku tidak sedang membelanya.

kuakui kau telah membuat suatu pertunjukan besar dengan kau sendiri sebagai pemainnya. Ia adalah orang asing.” akunya dengan nada melembut. “Kau tak punya hak menyerangnya dengan kemarahan seperti yang kau lakukan padanya tadi.” Anne menggeliat dari tempat tidur lalu duduk dengan canggung di kursi sebelahnya.” dengan suara lebih keras. Saat itu ia adalah seorang anak yang sangat kecil ketika ia mendengar salah seorang bibinya berkata pada yang lain.Tak ada jawaban. Ketika ia mengatakan hal itu sesuatu dalam tubuhku naik dan membuatku sesak.” sahut Anne cepat. Lynde.” ratap Anne. “Aku tak bilang bahwa apa yang dikatakan Nyonya.” “Oh. Lynde akan punya sebuah cerita manis tentang kau untuk diceritakan dimana-mana—dan ia juga akan menceritakannya. “Seharusnya kau bertingkah manis begini. “Anne. Anne. Anne! Tidakkah kau merasa malu dengan dirimu sendiri?” “Ia tak punya hak menyebutku jelek dan berambut merah. matanya tetap menatapi lantai. tapi aku tak bisa menahannya. “Malang sekali dia jadi anak kecil yang tidak cantik dan berkulit gelap. Sebuah kenangan lama tiba-tiba tampak di hadapan Marilla.” “Coba bayangkan bagaimana rasanya jika seseorang mengatakan kau kurus dan jelek di depanmu. oarang yang kebih 54 . tapi tentu saja berbeda mengatakannya sendiri dengan mendengar orang lain yang mengatakannya. wajahnya bengkak dan berbekas airmata. Tapi itu tak berarti kau boleh bersikap seperti itu. Kau membuatku malu—benar-benar membuatku malu. Kau sendiri sudah cukup sering mengatakannya. Kurasa kau berpikir aku memiliki watak yang sangat buruk. berusaha menghindar dan membangkang. AKU HARUS membalasnya. Lynde untukmu benar. Lynde mengatakan kau berambut merah dan tidak cantik. “Kau mungkin tahu sesuatu memang seperti itu tapi kau tak bisa berhenti berharap orang lain tak terlalu berpikir seperti itu. Aku tak megerti kenapa kau harus sampai hilang kendali hanya karena Nyonya. Mengerikan sekali kau sampai kehilangan kendali seperti itu. “Rachel terlalu blak-blakan. karena kau telah membuatku malu. Anne. Nyonya. Aku mau kau bersikap baik pada Nyonya. “turun dari tempat tidur sekarang juga dan dengarkan apa yang harus kukatakan padamu. Anne.” Setiap hari Marilla sedih karenanya sebelum kepedihan itu hilang dari ingatannya.” Anne membela diri dengan suara sedih.” “Well.

” “Aku tak akan pernah bisa melakukannya. karena. 55 . Tapi kau wajib dan harus minta maaf pada Nyonya.” sahut Marilla. ya kan? Aku bahkan tak bisa MEMBAYANGKAN aku menyesal. Marilla turun ke dapur.” “Kami tak biasa mengurung orang di ruang bawah tanah yang lembab dan gelap. tapi karena keesokan paginya Anne masih keras kepala ia harus menyiapkan penjelasan untuk ketidakhadiran Anne waktu sarapan pagi. tapi aku SENANG mengatakan itu untuknya. Lynde. Lynde.” sahut Anne sedih. Aku tak bisa bilang menyesal ketika aku tak menyesal.” sahut Marilla acuh tak acuh. Lynde aku menyesal karena telah mengatakan hal itu untuknya. atau pun memberiku makan hanya dengan air dan roti. pikirannya kusut dan jiwanya gundah.” “Kalau begitu aku akan tetap di sini selamanya. Itu merupakan kepuasan yang besar. aku tak akan mengeluh. berusaha mempengaruhinya dengan respon yang tepat karena kelakuan buruk Anne. Bab X – Permintaan Maaf Anne Marilla tak berkata apa-apa pada Matthew tentang kejadian malam itu. kapan pun ia membayangkan roman muka Nyonya. ruang bawah tanah yang lembab yang dihuni oleh ular dan kodok. Maaf aku membuatmu kesal. dan juga tamuku—tiga hal itu sudah cukup jadi alasan untukmu menghormatinya. “Kau akan bisa menentukan sikap semalaman ini dan cobalah berpikir lebih jernih. Rachel yang tercengang bibirnya bibirnya berkedut kesenangan dan ia merasakan keinginan tercela untuk tertawa. “karena aku tak bisa bilang pada Nyonya. Tadi kau bersikap tak sopan. Bagaimana aku bisa melakukannya? Aku TAK menyesal. “terutama karena ruangan seperti itu jarang ada di Avonlea. Marilla. Marilla memberitahu Matthew keseluruhan cerita. Kau bilang akan mencoba jadi anak yang sangat baik jika kami mengasuhmu di Green Gables.” “Mungkin daya imajinasimu akan bekerja lebih baik lagi besok pagi.” Dengan membiarkan kata Parthian itu mengganggu perasaan Anne yang sedang bergolak. Tapi aku tak bisa minta maaf pada Nyonya. Ia marah pada diri sendiri seperti ia marah pada Anne. “Kau bisa menghukumku dengan cara apa pun yang kau suka. tapi harus kukatakan kau sama sekali tak tampak mencobanya malam ini.tua. kasar dan”—Marilla telah memutuskan cara untuk memberi hukuman—“kau harus menemuinya dan katakan padanya kau sangat menyesali watakmu yang buruk lalu minta maaflah padanya. dan kau akan tetap berada di kamar ini sampai kau bisa memberitahuku kau akan melakukannya. mulai bangkit untuk meninggalkan kamar.” tekad Anne tak mau tahu. Kau bisa mengurungku dalam gelap.

Tapi dia akan tetap berada di kamarnya sampai dia mau minta maaf pada Nyonya. Setiap selesai sarapan Marilla membawa nampan penuh berisi makanan ke loteng timur dan kemudian membawanya turun kembali dengan banyak sisa makanan. seolah takut ada yang mendengar. 56 . Tapi ia tak pernah lagi naik ke ruangan atas di rumahnya sendiri sejak musim semi ketika ia membantu Marilla menempeli kamar tidur yang kosong. Kupikir dia memang seharusnya sedikit diberi hukuman.“Baguslah kalau Nyonya. Anne sedang duduk di kursi kuning dekat jendela. Lynde mendapat makian. “Matthew Cuthbert. aku heran denganmu. Dia tampak sangat kecil dan tak gembira. dan itu keputusan akhir.” Sarapan dan makan malam menjadi sangat sepi—karena Anne masih tetap keras kepala. dan kau masih membelanya! Kurasa kemudian kau akan bilang seharusnya dia tak dihukum sama sekali!” “Well—tidak—tidak juga. dan aku sendiri yang akan membawanya ke atas. memandang sedih ke kebun di luar. Apakah Anne sama sekali tak memakannya?” Ketika malam itu Marilla keluar membawa sapi dari padang rumput belakang. yang telah dari tadi berada di gudang dan mengawasi. Matthew. dan itu empat tahun yang lalu. “Anne. sekali-kali ia memberanikan diri masuk ke ruang tamu atau ruang kunjungan ketika pendeta datang untuk minum teh. “Dia akan mendapat sarapan seperti biasa.” ia berbisik. Anne?” Anne tersenyum lemah. Seperti biasa Matthew bergerak antara dapur dan ruang tidurnya yang kecil dekat ruang depan. Ia berjinjit sepanjang ruang depan dan berdiri beberapa saat di depan pintu loteng timur sebelum memberanikan diri untuk mengetuknya dengan jemarinya lalu membuka pintu untuk mengintip ke dalam. dan Matthew merasa terpukul. Marilla. Kau —kau akan memberinya sesuatu untuk dimakan. Mengingat belum pernah ada seorang pun yang mengajarkannya untuk bersikap benar. Matthew kuatir melihat nampan terakhir yang dibawa turun. Tapi jangan terlalu keras padanya. menyelinap masuk ke rumah seperti maling dan berjalan pelan-pelan ke atas. kan?” “Kapan kau pernah mendengar aku membuat orang kelaparan untuk membuatnya bersikap baik?” cecar Marilla marah.” jawab Matthew berusaha menghibur. “bagaimana kau melakukannya. Kau tahu tingkah Anne sangat buruk. Matthew. dia suka sekali mencampuri urusan orang lain. Ia menutup pintu dengan pelan dan berjinjit menghampiri Anne.” kata Matthew kuatir. Lynde.

” “Apakah yang kau maksudkan adalah meminta maaf pada Nyonya. karena sekarang AKU memang menyesal. “Well. tak gentar menghadapi masa hukuman panjang seorang diri di depan mata. Lynde?” “Ya—minta maaf—benar sekali.” “Kurasa aku bisa melakukannya untuk mematuhimu.“Cukup baik. “Aku akan memberitahu Marilla begitu ia masuk bahwa aku merasa menyesal. Aku merasa sangat malu. tidakkah menurutmu sebaiknya kau melakukannya dan menyelesaikannya?” bisiknya. “Memangnya bagaimana bisa kuda liar mengorek rahasia dari orang?” 57 . Anne.” janji Anne sungguh-sungguh. Itulah yang coba kuutarakan. Lynde dan mengatakan padanya aku menyesal. tentu saja aku menginginkannya. agak sunyi-senyap. Di bawah sangat sunyi tanpa kau.” sahut Anne penuh pertimbangan. Aku benarbenar marah. kau tahu. “Anggap saja kau hanya sedang bicara seperti biasa. Aku bertekad untuk lebih memilih tetap berada di kamar ini selamanya daripada melakukan hal itu.” sahut Anne pasrah. Tapi jangan beritahu Marilla aku membicarakan hal ini. karena Marilla wanita yang sangat tegas—sangat tegas.” “Bagus—bagus. Itu akan sangat memalukan. Aku tahu begitu karena aku terbangun tiga kali dan selalu merasa sangat gusar. Anne. Tentu saja. Dia bisa berpikir aku mencampuri urusan orang lain dan aku sudah berjanji untuk tidak melakukannya. “Cepat atau lambat kau harus melakukannya. Matthew ingat ia harus mengatakan apa yang ingindikatakanya tanpa membuang waktu. aku akan melakukan apa pun untukmu—jika kau benar-benar ingin aku melakukannya—“ “Well.” “Baiklah. jangan sampai Marilla kembali sebelum waktunya.” “Kuda liar tak akan bisa mengorek rahasia dariku. dan masih merasa marah sepanjang malam. “Akan cukup tepat untuk berkata aku menyesal. Aku membayangkan banyak hal. nanti aku juga akan terbiasa. Namun begitu. Tapi aku benarbenar tak berniat menemui Nyonya. dan itu membantuku menghabiskan waktu. Aku tak marah lagi—dan hal itu juga menyebabkan semacam kehancuran. dan selesaikanlah masalah itu. Menurutku. Pergilah dan berdamailah—itulah anak yang baik. lakukanlah segera. Tapi tetap.” Anne tersenyum lagi. Anne. Semalam aku tak menyesal sedikit pun.” sahut Matthew semangat. Tapi pagi ini aku sudak tak merasakannya lagi.

tidak. “Aku menyesal telah kehilangan kendali dan berkata kasar. Ia baru berpikir di bawah kanopi akan melakukan apa pada Anne jika dia tak menyerah juga. setelah memerah susu. Anda pasti bisa membayangkannya. yang telah mengijinkanku 58 . Anne tak semestinya tampak begitu senang dan berseri-seri. Nyonya. Tapi di tengah perjalanan kemurungan Anne seolah terhapus oleh sihiran. Rachel yang keheranan dan memegang tangannya dengan memohon. Tampangnya tak selembut itu ketika menyatakan kesediaannya menemui Nyonya. Kemudian keriangan itu pun lenyap. “Apa yang sedang kau pikirkan. begitu kembali ke rumah.Tapi Matthew telah pergi. “Aku akan membawamu menemuinya setelah memerah susu. kini menjadi murung da sedih.” katanya dengan suara gemetar. “Aku tak akan pernah bisa mengungkapkan seluruh kesedihanku. yang sedang duduk merajut di dekat jendela dapurnya. “Well?”. “Marilla” di pegangan pada sisi tangga. “Aku sedang membayangkan apa yang harus kukatakan pada Nyonya. yang tadinya menegakkan kepada dan merasa menang. “Oh. Keriangan Anne terus berlangsung sampai mereka sudah sangat dekat dengan Nyonya. Lynde. dan aku mau menemui Nyonya. Marilla melihat perubahan itu dengan pandangan mencela. melangkah ke ruang depan. Lynde. Marilla sendiri. Matthew dan Marilla. tidak bahkan jika aku menggunakan semua kamus. aku benar-benar sangat menyesal.” sahut Anne setengah melamun. sahutnya. Tapi Marilla tak dapat menghilangkan dugaan bahwa sesuatu pada caranya memberi hukuman berjalan tak sesuai. Sebelum sempat ada yang berbicara Anne tiba-tiba berlutut di depan Nyonya. Lynde. Anne?” tanyanya pedas. Ia tergesa melarikan diri ke sudut terjauh di padang rumput kuda jangan sampai Marilla mencurigai tujuannya naik ke atas. melihat Marilla dan Anne berjalan menyusuri jalan. Dia menengadahkan kepala sementara kakinya terus melangkah.” Karena itu. Lynde dan mengatakan itu padanya. takut dengan keberhasilannya sendiri.” “Bagus sekali.” Kegaringan Marilla tak menunjukkan kelegaannya. Ini suatu kepuasan—atau seharusnya seperti itu. Kemurungan karena penyesalan kembali tampak di wajahnya. heran bercampur senang mendengar sebuah suara sedih memanggil. Aku bersikap buruk pada anda—dan aku telah membuat malu sahabat-sahabat tercinta. Lynde yang tersinggung. matanya terpaku pada langit dengan matahari terbenam lalu suasana yang sedikit menggembirakan menghampirinya.

wajahku jelek dan berbintik. Kau seharusnya tak perlu merasa tersinggung. tegakah anda melakukannya walaupun dia sudah berprilaku sangat buruk? Oh.nak.” Anne menangkupkan kedua tangannya dan membungkukkan kepalanya. “Kau telah memberiku sebuah harapan. sebenarnya—ketika dia kecil rambutnya semerah rambutmu. aku yakin anda tak akan tega melakukannya. cukup. aku sanggup menanggung derita apa pun hanya dengan membayangkan bahwa rambutku akan coklat kemerahan begitu aku tumbuh dewasa. Tapi aku orang yang blak-blakan. Akan lebih mudah menjadi anak baik jika rambutnya indah berwarna coklat kemerahan. Aku akan selalu menganggap anda seorang penolong.” “Oh.bangunlah. Aku bertingkah buruk sekali sampai marah-marah karena anda memberitahu kenyataan sebenarnya. setiap kata yang anda ucapkan benar adanya. Tapi pada awalnya mereka merasa risau karena Anne sebenarnya menikmati lembah hinaan itu—bersuka ria dalam penghinaannya yang tak tanggung-tanggung itu. Itu ADALAH kenyataan. Marilla dam Nyonya.tinggal di Green Gables meski pun aku bukan anak laki-laki. Aku anak yang nakal sekali dan tak tahu berterima kasih. Kurasa bagaimanapun aku sudah agak terlalu keras padamu. Lynde. Tak bisa disangkal bahwa rambutmu sangat merah. Rambutku merah. Tolong katakan anda memaafkanku. Oh. Bagus Nyonya.” katanya sepenuh hati. tolong. “Cukup. itu saja. bukankah bagitu? Dan sekarang bolehkah aku keluar ke kebun anda dan duduk di bangku di bawah pohon apel itu sementara anda berbincang dengan Marilla? Di luar sana sangat leluasa untuk berimajinasi. Lynde. dan aku pantas dihukum dan tidak dihormati selamanya. Oh. tapi ketika dia tumbuh besar rambutnya menggelap menjadi coklat kemerahan. tapi seharusnya aku tak mengatakannya. Nyonya. maafkan aku. lalu menunggu keputusan Nyonya. Nyonya. Apa yang aku katakan pada anda juga benar. Lynde!” Anne menghela napas panjang begitu dia bangkit berdiri. tolonglah. Mana hukuman sehat yang Marilla banggakan itu? Anne telah mengubahnya jadi suatu bentuk kesenangan. Nyonya. Sedikitpun aku tak akan terkejut jika rambutmu juga akan jadi seperti itu—tak sedikitpun. Lynde. “Tentu saja aku memaafkanmu. tak merasa terbebani dengan anggapan itu. dan tubuhku kurus. Jika anda menolak maka itu akan menjadi penderitaan seumur hidup bagi seorang anak yatim. Ia hanya merasa bahwa Anne telah sungguh-sungguh membuat pernyataan maaf dan seluruh kekesalan lenyap darinya.” 59 . tak melihat ini. Lynde mengenali nada yang tak diragukan itu. tapi aku pernah mengenal seorang anak berambut merah—pergi ke sekolah bersamanya. Tak ada yang meragukan ketulusannya—itu terasa pada setiap nada suaranya. meskipun agak suka mencampuri urusan orang. Lynde. hati.

kan?” dia berkata dengan bangga begitu mereka menyusuri jalan.” Begitu pintu ditutup sekeluarnya Anne Nyonya. Marilla merasa bersalah mendapati dirinya ingin tertawa mengingat hal itu. Apakah menurutmu rambutku benar-benar bisa berwarna coklat kemerahan ketika aku dewasa?” “Seharusnya kau tak perlu terlalu merisaukan penampilanmu. Ambillah kursi ini. sepertinya aku menyukainya. Aku tak merasa terkejut kau dan Matthew menjaganya sebagaimana yang kulakukan—tidak juga menyesalinya. Marilla. Lynde dengan cekatan bangkit untuk menghidupkan lampu. aku hanya menyimpannya untuk diduduki oleh anak laki yang diupahi itu. dia jelas anak yang aneh. “Aku tak akan cepat marah bila yang disinggung adalah hal lain. Secara keseluruhan. tapi bagaimana pun ada baiknya membawa dia melihat-lihat. kurasa dia cepat sekali marah.” 60 . dia memiliki cara yang aneh dalam mengekspresikan dirinya—agak terlalu—well. “Kupikir karena aku harus melakukannya maka aku juga harus melakukannya dengan sungguh-sungguh. Ya.” “Itu tak akan terlalu sulit jika orang-orang tak mengejek penampilanku. Ia juga merasa tak tenang harus memarahi Anne untuk meminta maaf dengan sangat bagus. Kemudian. anak yang cepat marah. tapi. Aku takut kau akan jadi anak kecil yang berlagak. Tentu saja. pergilah. “Dia benar-benar anak kecil yang aneh. Anne. Mungkin dia sudah menjadi baik. Anne. “Aku minta maaf dengan cara lumayan bagus.” adalah komentar Marilla. itulah saranku. itu lebih mudah daripada yang ada padamu.“Ya. Kuharap sekarang kau akan mencoba mengontrol amarahmu. itu menggelikan! Ia harus berkompromi dengan suara hatinya dengan mengatakan: “Kuharap kau tak akan lagi membuat permintaan maaf seperti itu. Dan kau boleh memetik satu karangan bunga lili June putih di sudut itu jika kau mau. Marilla. kau tahu. nak. seperti terlalu semangat. tapi ada satu hal yang menghibur. terbakar amarah lalu tenang kembali. tak akan pernah mungkin berprilaku licik atau pun dusta.” Ketika Marilla pulang Anne keluar dari menikmati waktu senja di kebun buah dengan seikat narcissi putih di tangannya. tentu saja boleh.” sahut Anne dengan helaan napas. Jauhkan aku dari anak yang licik. tapi aku SANGAT lelah diejek rambutku dan itu akan membuat darahku langsung mendidih. tapi mungkin sekarang dia sudah dapat mengatasinya karena dia akan tinggal dengan orang-orang yang sopan.” “Kau melakukannya sungguh-sungguh. semuanya berjalan cukup baik.

aku sangat bahagia. Lynde mau memberikannya untukku.” Anne berkata ragu. dengan bau harum pakis muda berembun. mungkin. Marilla. Itu membuatku sangat sedih—aku merasakan hal yang sama ketika melihat benda-benda jelek. Tiba-tiba Anne mendekat ke Marilla dan menyelipkan tangannya ke telapak tangan keras wanita yang lebih dewasa itu. “Aku suka benda-benda cantik. Oh. mencium bau narcissi-nya. ya kan? Bukankah bintang-bintang bersinar terang malam ini? Jika kau bisa tinggal di sebuah bintang. bintang mana yang akan kau pilih? Aku akan pilih bintang besar yang sangat terang dan bagus yang berada jauh di atas bukit gelap itu. Anne. Sekarang aku tak marah lagi pada Nyonya. Itu hal yang sangat tak biasa dan manis yang mengusiknya. Anne tak berbicara lagi sampai mereka sudah berada di jalur sendiri.” “Anne. “Jika kau jadi anak yang baik maka kau akan selalu bahagia. tolong berhentilah berbicara. Lynde dan menggoyangkan bunga-bunga—kemudian dengan sekali sambaran aku akan sampai di ladang pohon semanggi—lalu berakhir di Lake of Shining Waters dan meriakkannya sehingga tampak seperti 61 .” “Kecantikan adalah kecantikan dalam perbuatan. Jauh di atas tampak bayangan sinar terang berpendar di antara pepohonan dari dapur di Green Gables. dan aku benci melihat di kaca ada sesuatu yang tidak cantik. Lynde. “Oh. Dan kau tak akan kesulitan lagi untuk berdoa. “Sangat menyenangkan pulang dan mengetahui itu memang rumah.“Bagaimana aku bisa berlagak ketika aku tahu aku jelek?” Anne protes. Seindah-indahnya rumah orang tapi rumah sendiri lebih nyaman. tapi aku menyangsikannya. bukankah bunga ini sangat manis! Sangat menyenangkan Nyonya.” kutip Marilla. Ia cepatcepat memulihkan sensasi yang dirasakannya ke sikap tenang seperti biasa dengan berulang-ulang mengingatkan tentang moral. benar-benar lelah mencoba mengikuti pikiran Anne yang berbelit-belit. Aku merasa kasihan karena benda itu tak cantik. Ketika aku sudah bosan dengan pepohonan aku akan membayangkan bergerak lembut ke bawah ke pakis-pakis itu—lalu aku akan terbang ke kebun Nyonya.” katanya. dan aku tak pernah menyukai tempat lain sebelumnya. “Aku telah menyukai Green Gables. Memaafkan dan dimaafkan memberimu perasaan yang menyenangkan dan nyaman.” “Mengucapkan doa seseorang tak sama dengan berdoa.” Sesuatu yang hangat dan basah mengaliri hati Marilla karena tangan kecil kurus itu menyentuh tangannya—sebuah debaran keibuan yang dirindukannya. Seorang gipsi kecil datang menghampiri mereka.” sahut Anne merenung. “Hal itu pernah dikatakan padaku sebelumnya.” Sahut Marilla. Aku bisa berdoa sekarang dan tak lagi kesulitan untuk melakukannya. “Tapi aku akan membayangkan bahwa aku adalah angin yang bertiup ke puncak-puncak pohon.

Baju satin untuk ke gereja dan sekolah Minggu.” Marilla benar-benar bernapas lega. Kupikir kau akan senang mendapat ganti yang jauh lebih bagus dari baju kusut dan kekecilan yang biasa kau pakai.” sahut Anne sungguh-sungguh. dan itu semua yang akan kau dapat musim panas ini. dan dapat dipakai. “Aku akan membayangkan aku menyukainya. mencermati tiga baju baru yang terbentang di kasur. Baju-baju itu bagus. Bab XI – Kesan Anne akan Sekolah Minggu “Well. “Oh. bagaimana kau menyukainya?” tanya Marilla.” kata Marilla. Bajuk katun tipis coklat dan yang bercorak biru akan kau pakai ke sekolah ketika kau mulai masuk sekolah. leluasa sekali berimajinasi menjadi angin! Jadi sekarang aku tak akan bicara lagi. dan semuanya dibuat serupa—rok-rok sederhana bercorak penuh sampai ke pinggang.” 62 . pantas. “Cantik!” Marilla mendengus. aku sudah memberitahumu. satu lagi baju satin bergambar persegi hitam putih yang dipilihnya di tempat penjualan dengan harga diskon di musim dingin. “Aku tak mau kau membayangkannya.gelombang yang berkilauan. Marilla. Anne sedang berdiri di ruang loteng. Anne. dan terakhir baju bercorak kental bergambarkan motif biru jelek yang dibelinya minggu itu di toko di Carmody. Semua ia sendiri yang memilihkan.” “Terima kasih kau mau melakukannya. Kuharap kau menjaganya tetap rapi dan bersih dan jangan merusaknya. Oh. aku tak kau tak menyukai baju-baju itu! Apa masalahnya? Bukankah baju-baju itu rapi. Yang satu adalah baju dari kain katun tipis yang ingin dibeli Marilla musim panas lalu dari seorang penjual keliling karena baju itu tampak akan tahan lama. tanpa ada bagian yang terlipat atau pun menjuntai. bersih dan baru?” “Ya. “Aku tak sibuk berpikir untuk medapatkan baju-baju cantik untukmu. dengan lengan sesederhana bentuk pinggang dan rok dan seketat yang memungkinkan. tersinggung.” “Lalu kenapa kau tak menyukainya?” “Baju itu—baju itu tidak—cantik. Aku bukan orang yang suka memanjakan sifat sok berlagak.” sahut Anne segan.

Hatiku akan berdebar gembira. Sekarang baju dengan bagian lengan menggembung sedang jadi tren. berpakaian rapi dalam balutan satin hitam-putih. Kupikir bagaimana pun baju seperti itu tampak menggelikan. Lynde. “Tapi aku akan lebih sangat senang jika—jika kau memperoleh salah satunya dengan bagian lengan yang menggembung. ceper. Kurasa Tuhan tak akan punya waktu untuk mengurusi baju seorang anak yatim kecil. hanya dengan memakai baju dengan bagian lengan yang menggembung. Bawalah satu sen ini untuk dikumpulkan.“Oh. Bell untukmu dan besok kau akan pergi ke sekolah Minggu. Jangan menatapi orang dan jangan membuat masalah. kesederhanaan yang amat sangat yang juga sangat mengecewakan Anne. Aku berharap kau bisa menceritakan padaku bacaannya ketika kau pulang. Marilla.” Katanya.” “Well. gantunglah baju-baju itu dengan hati-hati di lemari bajumu. Aku tak punya materi untuk dihamburkan membeli baju berlengan gembung. “Aku sangat berharap ada satu baju berwarna putih dengan bagian lengan menggembung. ingatkanlah dirimu sendiri untuk bersikap sepantasnya. aku MERASA senang. yang dirancang untuk menegaskan setiap lekuk bentuk tubuhnya yang kurus.” “Tapi aku lebih suka tampak menggelikan ketika semua orang juga memakainya dari pada menggunakan baju sederhana dan pantas sendirian. walaupun pantas karena panjangnya dan tentu saja tidak kekecilan. “Aku percaya! Well. kau akan menggunakannya tanpa merasa berdebar gembira. yang telah membiarkan dirinya berkhayal mempunyai topi dengan pita dan bunga-bunga. yang. pelaut baru. lalu duduklah dan pelajari pelajaran sekolah Minggu. “Ia akan memastikan kau masuk ke kelas yang benar.” Keesokan paginya sakit kepala menghalangi Marilla pergi ke sekolah Minggu dengan Anne.” protes Anne.” Anne memulai tanpa cela. Anne mendekap tangannya dan memandangi baju-baju itu. lalu menghilang ke bawah. tapi aku tak berharap banyak karenanya. Lynde untuk menunjukkan bangku kita.” bisiknya putus asa. “Aku berdoa mendapat satu baju seperti itu. Lalu perhatikanlah ceramah dan mintalah Nyonya. mengkilap. Anne.” Anne mencoba berkeras dengan nada pilu. Well. “Kau harus pergi dan temuilah Nyonya. Aku lebih suka baju sederhana. Topinya kecil. Aku tahu hanya harus sangat mengandalkan Marilla untuk mendapatkannya. Aku mendapat majalah triwulan dari Tuan. 63 . yang pantas.” kata Marilla. untungnya aku bisa membayangkan salah satunya berbahan kain tipis berwarna putih salju dengan rumbai berenda yang bagus dan lengan bergembung-tiga. Sekarang.

dan pink. menjawabnya dengan tepat. Dia tak berpikir bahwa dia menyukai Miss Rogerson. Rogerson. Apa pun pendapat orang dengan hasilnya nanti yang pasti itu membuat Anne puas. lalu dia melanjutkan perjalanan dengan riang gembira. 64 . tapi mungkin itu ditanyakan jika dia sangat mengerti pertanyaannya atau kalau tidak jawabannya. “Well. memegangi kepalanya yang kemerahan dengan hiasan pink dan kuning dengan bangga. Tak ada seorang pun yang menyapanya dengan ramah. apakah kau menyukai sekolah Minggu?” Marilla penasaran ketika Anne pulang. menciumi salah satu daun Bonny. Anne segera bebas menghiasi topinya dengan lingkaran padat bunga-bunga itu. Lynde ternyata wanita itu telah pergi. Jerry Buote.” “Anne Shirley!” tegur Marilla keras. Anak-anak Avonlea telah mendengar cerita aneh tentang Anne. lalu semuanya memandang penuh rasa ingin tahu pada orang asing di tengah-tengah mereka. Ia sangat sering melihat ke arah Anne. dan dia merasa sangat malang. Miss Rogerson adalah wanita setengah baya yang mengajar di sekolah Minggu untuk kelas anak berumur dua puluh tahun. Mereka menatapinya dan saling berbisik di belakangnya. kemudian atau akhirnya ketika latihan pembuka usai dan Anne mendapati dirinya sendirian di kelas Nyonya. Di serambi depan dia melihat kerumunan anak perempuan. Caranya mengajar adalah dengan menanyakan pertanyaan dari majalah triwulan lalu menatap tajam dengan ujung mata ke anak tertentu yang dianggapnya harus menjawab pertanyaan itu. Tak berpatah semangat. bilang dia tak henti berbicara dengan dirinya sendiri atau dengan pepohonan dan bunga-bunga seperti orang gila. biru. Anne merasa hidupnya benar-benar tak berharga tanpa baju berlengan menggembung.Akhirnya. Anne duduk di kursi goyang dengan helaan napas panjang. Nyonya. jadi Marilla tak mengetahuinya sementara ini. Sekolah itu sangat mengerikan. Lynde bilang dia memiliki watak yang sangat buruk. “Aku tak menyukainya sedikit pun. dengan hiasan kepalanya yang luar biasa. berterima kasih pada latihanlatihan yang diberikan Marilla. Anne melanjutkan perjalanan ke gereja sendirian. Hiasan di kepalanya telah lenyap. bagaimana pun. Ketika dia sampai di rumah Nyonya. dan Anne. semuanya lebih kurang riang gembira dalam balutan pakaian putih. dan melambaikan tangannya ke fuchsia yang sedang berbunga. anak laki yang diupahi di Green Gables. di tengah jalan dia melihat tumpukan kuning keemasan bunga buttercup yang bergoyang ditiup angin dan mawar liar yang indah. setiap anak lain di kelasnya memiliki baju dengan lengan menggembung. Anne membuangnya di jalan. bunga-bunga itu ada sebelum dia sampai di jalan utama.

seperti yang anda minta. Kuharap kau sudah mengetahuinya. Ia bertanya apakah aku mengetahui sebuah cerita.” “Tapi ia tak bicara denganku. Kupikir ia lebih dulu menganggap Tuhan terlalu jauh. tapi aku tak suka melakukannya karena menurutku ia bukan orang yang memiliki perhatian yang sama. dengan banyak sekali anak perempuan lainnya.” “Oh. Oh. Tuhan.” jelasnya. 65 . masuk. Kukatakan aku tak tahu. Bell. Aku coba membayangkan bajuku juga berlengan gembung.” kata Marilla cemas. “Dan sekarang tentang sekolah Minggu. itu seperti sebuah mimpi indah! Hatiku berdesir dan aku hanya bisa berkata. Itu bukanlah penggalan puisi yang benar-benar relijius. ya. Marilla. jauh ke dalam air. tapi sangat sulit membayangkannya di sana di antara orang yang benar-benar memiliki baju itu. Mereka semua menggunakan baju berlengan gembung. Seharusnya kau mendengarkan Tuan. Bell mengucapkan doa yang sangat-sangat panjang. lalu aku duduk di bangku sudut di dekat jendela sementara latihan pembuka sedang berlangsung. Nyonya. Aku sampai di Gereja. Lalu semua anak yang lain menceritakan cerita berhikmah. Lynde sudah pergi. Tapi di luar di Lake of Shining Waters semuanya tampak baik jadi aku hanya memandanginya dan membayangkan semua jenis benda yang bagus. “Ia bicara dengan Tuhan dan ia juga tampak tak terlalu menikmatinya.” protes Anne. tapi puisi itu sangat sedih dan melankolis. Aku bersikap baik. tapi aku pergi terus sendiri. Aku pasti sudah akan sangat lelah sebelum ia menyelesaikannya jika aku tak langsung duduk di dekat jendela. Ia berkata tak usah dan menyuruhku mempelajari cerita ke sembilan belas untuk Mingu yang akan datang. Bell menyelesaikannya dan mereka menyuruhku masuk kelas dengan murid-murid Miss Rogerson. Kenapa aku bisa tak mampu? Itu semudah aku membayangkannya sendirian di loteng timur. Miss Rogerson banyak sekali bertanya. dan aku menjawab banyak pertanyaan. Ada banyak hal yang ingin kutanyakan padanya. Well.’ dua atau tiga kali. Ada sembilan anak perempuan lainnya di kelas itu. “Oh. tapi aku bisa menceritakan ‘The Dog at His Master’s Grave (Seekor Anjing di Kuburan Tuannya)’ jika ia suka. Itu ada di Royal Reader ketiga.” “Seharusnya kau tak memikirkan lengan bajumu di sekolah Minggu. Khususnya ada dua baris yang membuat hatiku berdesir. Seharusnya kau memperhatikan pelajaran di depan. masuk ke dalam. Tuan. ‘Terima kasih untuk itu. Ada barisan panjang pepohonan birch putih di danau dan sinar matahari memberkas melaluinya. hanya dengan berbisik. Kupikir tak adil ia mengajukan semua pertanyaan itu.” “Kuharap suaramu tak besar saat melakukannya.” “Kau seharusnya tak melakukan hal seperti itu.“Mereka mungkin kesepian ketika aku pergi. akhirnya Tuan. tapi aku tak mampu. Lalu aku menyelesaikan membacanya di gereja dan cerita itu bagus. tidak.

aku tahu pink dan kuning tak pantas untukku. Bab XII – Sumpah dan Janji yang Sungguh-sungguh Tak sampai jum’at depan Marilla sudah mendengar cerita tentang topi berlingkarkan karangan bunga. ayat kedua dan ketiga. “Pantas omong kosong! Ini masalah memakaikan bunga-bungaan di topimu.” mulai Anne. Khotbahnya juga sangat lama. tapi ia terhalangi oleh kenyataan yang tak dapat disangkal bahwa beberapa hal yang Anne katakan. Nyonya.’ Aku tak tahu apa arti ‘skuadron’ dan ‘Midian’. Itu bacaan yang sangat panjang. tak peduli warnanya apa. terutama mengenai khotbah dari pendeta dan doa Tuan. Aku duduk setenang mungkin dan bacaannya adalah Pembukaan Rahasia. Jika aku seorang pendeta aku akan pilih bacaan pendek. tapi tak pernah diungkapkannya. bab ketiga. itu menggelikan. Aku akan mempraktekkannya sepanjang minggu. tak sepenuhnya. Kurasa pendeta telah mencocokkannya dengan bacaan itu. Bell. Aku hampir tak sanggup menunggu Minggu depan untuk membacakannya. pemikiran kritis yang tiba-tiba nampak dan menyalahkan bentuk dan wujud pada orang dari secuil keterusterangan karena kemanusiaan yang terabaikan ini. Aku hanya membiarkan pikiranku mengembara dan aku memikirkan banyak hal mengejutkan. Kau anak yang sangat menjengkelkan!” 66 .’Cepat seperti ketika skuadron yang dibantai itu tertimpa Kemalangan di Midian. Lynde sudah terlalu jauh—untuk menunjukkan bangkumu padaku. Kupikir ia tak menarik sedikit pun.” Marilla merasa tak berdaya karena semua ini harus di beri teguran keras. “Anne. Aku tak terlalu mendengarkannya. Hampir tampak baginya bahwa rahasia itu. Seusai sekolah Minggu aku meminta Miss Rogerson—karena Nyonya. Masalahnya adalah tampaknya ia tak punya cukup imanjinasi. Ia baru pulang dari rumah Nyonya. yang ringkas. Lynde dan memanggil Anne untuk menjelaskannya. Rachel bilang hari Minggu yang lalu kau pergi ke gereja memakai topi yang menggelikan dengan bunga-bunga mawar dan buttercup. tapi kedengarannya SANGAT tragis. adalah sama seperti yang telah dirasakannya jauh di lubuk hati selama bertahuntahun. Apa yang membuatmu menggunakan bunga tanaman semak seperti itu? Kau pasti menjadi objek yang tampak cantik!” “Oh.

Jangan pernah biarkan aku memergokimu melakukan kelakar seperti itu lagi.” kata Anne. Itu akan sangat tidak menyenangkan. Mungkin lebih baik kau mengirimku kembali ke panti. “Jangan menjawabku balik seperti itu. aku sangat kurus seperti orang yang sakit paru-paru. Marilla. Ia tak cukup bisa mendekatimu untuk menyuruhmu melepaskannya sampai semuanya sudah terlambat. “Banyak anak-anak di luaran sana menyematkan bunga di bajunya.” Anne bangkit berdiri. memarahi dirinya sendiri karena telah membuat anak itu menangis. dengan tangan tergenggam. “Aku tak mau mengirimmu kembali ke panti. Jika ia tak menyukaimu maka seberapa pun Diana menyukaimu maka itu tak akan berpengaruh. Aku takut akan jadi percobaan yang buruk bagimu. “Aku tak pernah menyangka kau akan keberatan. Kau sangat bodoh melakukan hal seperti itu. Bunga-bunga mawar dan buttercup itu sangat manis dan cantik dan kupikir akan tampak indah di topiku. Anne. aku yakin. “Oh. Jangan menangis lagi. Kedengaran sangat lucu untuk seorang anak perempuan. Dan aku sangat berharap kau tak akan berbicara sepanjang itu. Jika ia telah mendengar mengenai luapan amarahmu pada Nyonya. kau lihat.” sahut Marilla. aku takut—sekarang aku benar-benar merasa takut. Aku akan ke rumahnya untuk melihat apakah aku bisa meminjam pola rok dari Nyonya. airmata masih membasahi pipinya. Lynde dan kau pergi ke gereja dengan bunga 67 . Bagaimana jika dia tak menyukaiku! Itu akan menjadi kekecewaan paling tragis seumur hidupku. kemungkinan besar aku akan menderita sakit paru-paru. jangan gugup. Diana Barry pulang sore ini. Nyonya. Banyak anak memiliki bunga buatan di topinya. Ia bilang orang-orang membicarakannya sebagai sesuatu yang buruk. matanya mulai berkaca-kaca. Tentu mereka akan berpikir aku tak punya pengertian yang lebih baik dari pada membiarkannya berpakaian seperti itu. Yang kuinginkan adalah kau harus bersikap seperti anak perempuan lainnya dan tak membuat dirimu jadi bahan tertawaan. Aku ada kabar untukmu.” “Omong kosong. Apa bedanya?” Marilla tak terpancing beralih dari hal konkrit yang aman ke abstrak yang meragukan.“Aku tak mengerti kenapa menggunakan bunga-bungaan di topi menjadi lebih menggelikan ketimbang di baju. Tapi itu lebih baik dari pada menjadi percobaan bagimu. Kurasa Diana akan lumayan menyukaimu. kupikir aku tak akan sanggup menanggungnya. Ibunya lah yang seharusnya kau perhitungkan. dan jika kau mau kau boleh ikut denganku dan berkenalan dengan Diana.” “Oh.” protes Anne.” “Sekarang. Barry. aku sangat menyesal. Rachel bilang ia pikir ia akan merosot jatuh ke lantai ketika ia masuk semuanya berpakaian seperti itu. lap piring yang telah dikelimnya tanpa disadarinya jatuh ke lantai.

ini Anne Shirley. “Dieja dengan huruf E. Nyonya. Itu akan lebih baik dari pada kau terus memaksakan matamu membaca buku itu. dan jangan tunjukkan kepandaianmu berbicara yang mengherankan. Lalu berbisik pada Marilla dengan bisikan yang dapat didengar. yang tak mendengar atau tak mengerti.” kata Nyonya. yang.” sahut Marilla. karena ayahnya yang mempengaruhinya dan mendukungnya. Demi Tuhan. ajaklah Anne berjalan-jalan ke kebun dan perlihatkan bungamu. “Ini anak perempuanku Diana. “Bagaimana kabarmu. Nyonya. Aku senang dia akan memiliki seorang teman main—mungkin itu akan membuatnya sering di luar rumah. Barry. membaca sebuah buku yang diletakkannya ketika orang yang memanggilnya masuk. “Diana. Mereka melintasi Orchard Slope melalui jalan pintas menyeberangi jembatan dan mendaki bukit yang dipenuhi pepohonan fir. Wajahnya pucat dan tegang.” ia berkata sambil tergesa mengambil topinya. Dia selalu membaca dengan rajin. gemetar dan sangat senang. terima kasih bu. hanya berjabat tangan dan berkata ramah: “Apa kabar?” “Aku sehat jasmani meskipun jiwaku sangat kusut. Marilla?” sapanya hangat.” 68 . Barry menghampiri pintu dapur begitu mendengar ketokan Marilla. “Oh. Ia dikenal sangat tegas dengan anaknya.” sahut Anne susah. merasa tak boleh ada kesaahpahaman pada poin penting itu. semoga anak itu tidak benar-benar menggigil!” Anne MEMANG menggigil. dan pipi yang kemerahan. Barry. “Masuklah. ini anak yang kau adopsi?” “Ya. Dia terlalu banyak membaca —“ ini dikatakannya pada Marilla begitu anak-anak itu keluar—“dan aku tak bisa melarangnya. jika kau akan menemui seorang anak perempuan yang kau harapkan bisa menjadi sahabat karibmu dan ibunya mungkin tak menyukaimu.buttercup di sekeliling topimu aku tak tahu bagaimana pendapatnya tentangmu. kan Marilla?” Diana sedang duduk di sofa. Dan kurasa. dan mulut yang menggambarkan ketetapan hati. Kau harus bersikap baik dan sopan. Marilla.” Anne terengah-engah. “Tak ada yag mengherankan dalam kata-kata itu. serta ekspresi senang yang diwariskan ayahnya. dengan mata dan rambut hitam seperti ibunya. kau juga akan merasa sangat gembira. Ia seorang wanita yang tinggi dengan mata dan rambut hitam. Dia anak yang sangat cantik.

“Oh. Akan sangat meyenangkan mempunyai seorang teman bermain. Diana selalu tertawa sebelum bicara. sangat tak baik mengucapkan sumpah. harum narcissi dan mawar Scotch yang manis dan berduri. “Kenapa. “Oh bukan. kombinasi warna pink. dan aku tak punya saudara perempuan yang sudah cukup besar. putih. banyak rumpun southernwood. memotongnya seperti pita merah basah dan di kebun antara bunga model lama yang tumbuh liar. Kebun itu dikelilingi pepohonan willow tua yang besar dan pepohonan fir yang tinggi. apakah menurutmu kau bisa sedikit menyukaiku—cukup untuk menjadi teman karibku?” Diana tertawa. cahaya kilat merah tua yang menembakkan tombaknya yang menyala-nyala ke bungajebat putih yang berjejer rapi.” “Aku tak pernah mendengar kecuali yang satu itu. mendekap tangannya dan berbicara nyaris berbisik. berdiri Anne dan Diana. Adam-and-Eve ungu.” kata Anne akhirnya. dan angin. ada dua jenis sumpah. Tak ada anak lain yang tinggal cukup dekat untuk diajak bermain. bukan sumpah seperti itu yang kumaksud. bunga narsis. “Kenapa. yang dipenuhi sinar matahari terbenam yang lembut yang memberkas di antara lebatnya pepohonan fir tua ke bagian barat. rumput pita dan tumbuhan mint. Diana tampak terkejut. 69 . Di sana ada tumbuhan peony merah tua yang bagus sekali dan kemerah-merahan membuat hati kasihan. “Oh. kurasa bisa.” katanya agak mencela. dan pepohonan semanggi putih dengan semprotan yang harum dan lembut.” katanya terus terang. Sisi jalan sebelah kanan dibatasi kulit kerang yang tersusun rapi.Di kebun. di bawahnya tumbuh bunga-bunga yang menyukai tempat teduh.” sahut Diana tak yakin. Kau tahu. saling memandang dengan malu-malu melalui serumpun bunga lili harimau yang indah. “Aku sangat gembira kau datang untuk tinggal di Green Gables. bergerisik.” “Maukah kau bersumpah akan menjadi temanku selama-lamanya?” pinta Anne bersemangat. bertiup sepoi-sepoi. Diana. kebun di mana sinar matahari seolah tak mau pargi dan lebah-lebah berdengung. Kebun keluarga Barry adalah tempat yang penuh dengan bunga-bunga yang meneduhkan yang lebih akan membuat Anne merasa gembira daripada khawatir dengan nasibnya. biru dan putih serta bunga lilac yang bersepuh Bouncing Bets.

Aku sudah mendengar sebelumnya bahwa kau aneh. merasa lega.” “Well.” Diana setuju. Itu hanya bermakna mengucap sumpah dan janji dengan sungguh-sungguh. “Oh.” Ketika Marilla dan Anne pulang Diana ikut bersama mereka sampai ke jembatan kayu.” Diana mengulangi “sumpah” itu dengan tertawa haluan dan buritan. selama matahari dan bulan masih bersinar. saat ini aku adalah anak yang paling bahagia di Pulau Pangeran Edward. Kapan-kapan kami akan ke pantai 70 . ya. Dia akan memberiku sebuah lukisan untuk diletakkan di kamarku. Aku duluan yang akan mengucapkan sumpah. Kita bayangkan saja jalan ini adalah air yang mengalir. Seorang penjual mesin jahit memberikan gambar itu untuknya.” sahut Anne dengan payah. merasa sangat bahagia dan tak sadar dengan ucapan Marilla yang menyindirnya.“Benar koq ada satu lagi. “Ini harus dilakukan di atas air yang mengalir. Dia akan menunjukkan padaku suatu tempat di belakang hutan dimana bunga lili tumbuh. Di sungai mereka berpisah dengan berbagai janji untuk melewatkan esok sore bersama. Sekarang kau yang mengucapkannya dan sebut namaku di dalamnya. Anne. Oh. “Bagaimana caranya?” “Kita harus menyatukan tangan—begini. Diana Barry. Kedua anak itu berjalan bergandengan tangan. itu sama sekali tak buruk. aku tak keberatan melakukannya. Bolehkah aku minta potongan porselin pecah yang ada di gudang penyimpanan kayu untukku? Hari ulang tahun Diana jatuh pada bulan Februari dan aku Maret. katanya dia lebih suka menjadi kurus karena akan jauh lebih menarik. lukisan itu sangat cantik. “Oh. Diana dan aku akan membuat tempat bermain di semak-semak pepohonan birch Tuan. Aku berharap memiliki sesuatu untuk kuberikan padanya. apakah menurutmu Diana adalah orang yang sehati denganmu?” tanya Marilla ketika mereka berjalan menyusuri kebun Green Gables. Wiliam Bell besok. Tidakkah kau berpikir itu suatu kebetulan yang aneh? Diana akan meminjamkan buku untuk kubaca.” Anne menghela napas. Tidakkah anda berpikir Diana memiliki penglihatan yang penuh perasaan? Aku berharap memiliki penglihatan yang penuh perasaan. Aku seinci lebih tinggi dari Diana. tapi dia jauh lebih gemuk. Aku dengan sungguhsungguh bersumpah akan setia pada teman karibku. tapi aku khawatir dia mengatakannya hanya untuk menghiburku. “Well. Tapi aku yakin aku akan benar-benar menyukaimu. dia bilang—seorang wanita cantik dalam balutan baju sutra berwarna biru pucat. Diana akan mengajarkanku untuk menyanyikan sebuah lagu berjudul ‘Nelly in the Hazel Dell (Nelly di Lembah Hazel)’. Kujamin malam ini aku akan berdoa dengan keinginan baik yang benar. Kemudian dia berkata: “Kau anak yang aneh. Katanya buku itu benar-benar bagus dan luar biasa menarik. Marilla.

” kata Marilla ketika Anne sudah pergi ke kamarnya. baru tiga minggu sejak dia datang ke sini. Cukup. kan? Setengahnya lagi akan terasa dua kali lebih manis bagiku jika aku memberikan beberapa untuknya. “Itu akan merusak gigi dan perutnya. Kau boleh memakannya. Aku benar-benar ingin mengaku sepenuhnya bahwa aku gembira telah menyetujui untuk mengasuh anak itu dan aku telah mulai menyukainya.” kata Marilla. Menurutku peri hutan adalah semacam peri yang udah dewasa. Kami sepakat menyebut taman di bawah dekat jembatan kayu dengan Dryad’s Bubble (Gelembung Peri Hutan). cukup.” “Well. Sekarang. “Kudengar kau bilang kau suka coklat manis. dan tampak seolah dia telah lama berada di sini. Aku tak sanggup membayangkan rumah ini tanpa kehadirannya.untuk mengumpulkan kerang. dan Matthew membuatnya tumpah. Itu sikap yang cukup buruk pada seorang wanita.” Marilla mendengus. Jangan menyakiti dirimu sendiri dengan memakan semuanya sekaligus sekarang. jangan sedih begitu.” katanya. jangan melihat aku pernah-mengatakan-begitu padamu.” sahut Anne menggebu. Ia baru saja tiba di rumah dari perjalanan ke toko di Carmody. “Malam ini aku hanya akan makan satu. Kau akan punya tugas untuk dikerjakan dan kau harus melakukannya terlebih dahulu. karena Matthew sudah pergi dan mengambilkannya. Matthew.” Bab XIII – Kegembiraan dalam Penantian 71 . Dan aku boleh memberikan setengahnya untuk Diana. Kupikir sangat menyenangkan memiliki sesuatu untuk kuberikan padanya.” Cangkir kebahagiaan Anne telah penuh. Matthew Cuthbert. Astaga. lalu ia mengeluarkan sebuah bungkusan kecil dari sakunya dengan malu-malu dan memberikannya pada Anne. Kau tak akan bermain setiap waktu tidak juga sering. “Humph. “dia tidak pelit. tapi tak berarti pria bisa menahannya. sungguh. jadi aku memberikannya untukmu.” “Oh.” “Aku akan mengatakannya untuk anak itu. yang kuharapkan adalah kau tak akan membunuh Diana dengan omonganmu. kan? Aku pernah membaca cerita mengenai sebuah taman yang disebut begitu. aku tak akan melakukannya. Anne. Lebih baik dia membawakanmu permen. Marilla. dengan memandang sinis pada Marilla. Aku senang. aku sangat tidak suka anak yang pelit. “Tapi ingat ini di semua rencanamu. nak. tidak. tapi jangan mengulanginya lagi. Itu lebih menyehatkan. Nama itu sangat elegan.

Kau murid sekolahMinggu. tentu kau boleh pergi. pipi agak bersemu pink. Aku belum pernah melihat seorang pria yang tergila-gila seperti dia. kau dengar aku!” Serentetan ketukan staccato di jendela barat membawa Anne terbang masuk dari halaman. Tapi kau tak tahu betapa menariknya Idlewild. Dan untuk masalah piknik. bolehkah aku pergi ke acara itu?” “Anne. “Dia masih bermain dengan Diana lebih dari setengah jam dan aku membiarkannya. Bolehkah aku pergi please?” “Karus belajar cara menahan kesenangan pada Idle-apa pun-yang-kau-sebut itu. aku harus memberitahu Matthew tentang piknik itu. Dan kau juga tak perlu berhenti di tengah jalan untuk bercakap-cakap dengan pendengar yang simpatik. Marilla? Bolehkah aku pergi please? Oh. Superintendent Bell dan Nyonya. aku menyuruhmu masuk jam dua. Anne. sembilan belas sampai lusinan.” kata Marilla. Harmon Andrew. semakin dia tampak senang. tapi aku tak pernah—“ “Ya. tentu saja. dan tak mungkin aku akan melarangmu pergi sementara anak-anak lainnya pergi. Aku tak bisa masak. sebisa mungkin. melihat sekilas ke jam dinding lalu keluar di suatu sore Agustus yang cerah menguning dimana segalanya menjadi panas. tepat di dekat the Lake of Shining Waters. rambutnya yang tak terkepang bergerak-gerak di belakangnya. “minggu depan akan ada piknik sekolah-Minggu—di lapangan Tuan. Marilla. Anne Shirley. “Diana bilang setiap orang harus membawa sekeranjang makanan untuk bekal. Dan Nyonya.” “Kenapa. Aku ingin tahu kenapa kau tak mematuhiku. aku bermaksud mematuhimu. coba lihat sudah jam berapa sekarang. Jam berapa aku menyuruhmu masuk?” “Jam dua—tapi soal piknik itu bagus kan. Marilla. “Oh. oh. Marilla.” “Tapi—tapi. ketika dia benar-benar sadar seharusnya sedang melakukan tugasnya. aku belum pernah pergi piknik—aku telah memimpikannya.” seru Anne terengah-engah. Matthew adalah seorang pendengar yang simpatik. masuk ke sini sekarang juga. Semakin banyak dan semakin aneh hal yang dikatakan Anne.” Anne berkata terputus-putus. lalu sekarang dia masih berdiri di tumpukan kayu bakar di luar sana berbicara dengan Matthew.“Sekarang saatnya Anne sedang mengerjakan jahitannya. Kemudian. Dan sekarang sudah jam tiga kurang seperempat. dengan mata berbinar. seperti yang 72 . Dan tentu saja Matthew mendengarkannya seperti orang yang sangat bodoh. Rachel Lynde akan membuat es krim—bayangkan Marilla—ES KRIM! Dan. Ketika aku menyuruhmu masuk pada waktu tertentu berarti yang kumaksud adalah tepat jam sekian bukannya setengah jam kemudian.

William Bell. Marilla. Aku akan memasakkan bekal untukmu. Itu adalah kepunyaan Tuan. yang mungkin menjadi alasan untuknya berkata kasar: “Cukup. Itu adalah kali pertama seumur hidupnya bibir seorang anak menyentuh wajah Marilla dengan sukarela. cukup. Diana dan aku punya tempat bermain di sana. kan? Kujamin aku akan sering memikirkannya.” “Oh. Lagi-lagi sensasi dari kemanisan menakjubkan yang tiba-tiba itu membuat hatinya berdesir. Tapi tentu saja aku lebih suka menjadi Anne dariGreen Gables yang menjahit kain perca dari pada Anne dari tempat lain yang tak melakukan apa pun kecuali bermain. aku berencana memberikan pelajaran memasak dalam beberapa hari ini. Kami menyebutnya Idlewild. sambil mencari keranjang jahitannya dan duduk di depan tumpukan kecil berlian merah dan putih dengan menghela napas. Hanya satu keliman kecil sesudah yang lain dan anda tak pernah tampak selesai mengerjakannya. Kemudian.” “Well. kau Marilla baik tersayang. Sekarang keluarkan kain perca mu dan selesaikan sebelum waktunya minum teh. “Kupikir beberapa jenis jahitan akan menyenangkan. Marilla. tapi aku akan merasa sangat malu kalau harus pergi tanpa membawa bekal. Aku lebih dulu berharap waktu berjalan secepat menambal jahitan ketika aku bermain dengan Diana. nama itu muncul seperti sebuah inspirasi.” “Aku TAK suka mengerjakan kain perca. dan tepat di sudutnya ada lingkaran kecil pepohonan birch putih—titik yang paling romantis. Barry. Diamdiam ia merasa sangat senang dengan sentuhan Anne yang berasal dari hati. tapi tak ada kesempatan untuk berkhayal dengan mengerjakan kain perca. aku sangat berhutang budi padamu.” sahut Anne muram.” Dengan meneruskan “oh-oh” nya Anne menghambur ke Marilla dan menciumi pipinya yang pucat dengan gembira. dan—dan—aku tak keberatan pergi piknik tanpa baju berlengan gembung. Diana sangat sempurna dalam setiap hal lain. Aku telah menunggu untuk melihat apakah kau akan menjadi sedikit serius dan belajar untuk stabil sebelum aku mulai. ciumanmu tak akan berpengaruh apa-apa. kami melewati waktu-waktu sedemikian elegan. Aku mau segera melihat kau mengerjakan dengan sungguh apa yang disuruh. Itu nama yang puitis. Aku tetap terbangun hampir semalaman sebelum aku menciptakannya. Anne. tapi aku cukup mahir melakukannya. Ketika memasak kau tak boleh kehilangan akal dan tidak berhenti di tengahtengah dan membiarkan pikiranmu mengembara dengan berbagai kreasi. Anda tahu bagian kecil daratan di seberang sungai yang mengalir di antara ladang kita dan ladang Tuan. Tapi kau sangat bodoh. kau tak perlu bersusah hati lagi. Oh. Aku harus melengkapi sebagian besar khayalan-khayalan itu. Marilla. Kau sangat baik padaku. Diana TERPESONA ketika 73 .kau tahu. Aku terus memikirkannya sejak Diana memberitahu itu padaku. Oh. Seperti untuk memasak. begitu aku mulai tertidur.

” “Anne. kami telah menamakan kolam bulat kecil di lapangan Tuan. Kami telah memperbaiki rumah bermain kami dengan elegan. Tapi aku benar-benar sangat sehat hanya saja sangat kurus. Tentu saja. Pada hari Sabtu hujan turun dan dia mulai gelisah sendiri kalau-kalau hujan akan terus turun sampai bahkan lewat dari hari Rabu sehingga Marilla menyuruhnya menjahit kain perca tambahan untuk menstabilkan kegelisahannya. 74 . Ada lima orang yang mencintai pahlawan wanita itu. kalau kau. dan papan dari pohon ke pohon untuk rak. seperti yang telah kuceritakan. Meskipun begitu aku yakin akan bisa lebih gemuk.mendengarnya. Dia bisa melemah semudah apa saja. aku hanya ingin tahu. Anda harus datang dan melihatnya. Oh. Aku tak pernah mencicipi es krim. Kurasa aku tak sanggup menanggung kekecewaan jika sesuatu terjadi dan menghalangiku pergi ke piknik itu. Peri kaca itu seindah mimpi. Kami meletakkannya di serambi depan dan kami juga memiliki peri kaca. Marilla—maukah? Kami memiliki batu-batu yang besar. jadi kami menyebutnya peri kaca. Ada satu potongan pecahan piring dengan semprotan tanaman menjalar berwarna merah dan kuning di atasnya yang sangat bagus. Kurasa aku bisa menjalaninya. Tapi selama sisa minggu itu dia bicara tentang piknik.” kata Marilla. Tidakkah menurutmu begitu? Setiap pagi aku melihat sikuku ketika bangun untuk melihat apakah ada lesung yang muncul. Marilla. Tapi sangat menyenangkan membayangkan periperi itu kehilangannya pada suatu malam ketika mereka sedang menghadiri pesta dansa. memikirkan piknik. Diana mendapatkannya di hutan di belakang kandang ayam mereka. tapi aku yakin itu akan menjadi penderitaan seumur hidup. apa kau bisa tutup mulut untuk waktu yang sama. semuanya tertutupi lumut. itu tak akan dapat meghiburku karena telah melewati yang satu ini. Aku cukup satu saja. untuk tempat duduk. Marilla? Itu romantis sekali. semua piring itu sudah pecah tapi membayangkannya masih utuh adalah hal paling mudah sedunia. anda? Dia sangat cantik dan telah melalui penderitaan yang sangat hebat. Barry dengan Willowmere. Tak akan berpengaruh jika aku pergi ke seratus acara piknik di tahuntahun setelahnya. Di the Lake of Shining Waters akan ada perahu—dan es krim. Aku akan suka menjadi lemah. Diana mencoba menjelaskan seperti apa rasanya. Dia akan memakainya ke piknik. Aku mendapat nama itu dari buku yang dipinjamkan Diana. Matthew akan membuatkan sebuah meja untuk kami. dan memimpikan piknik. aku sangat berharap Rabu depan semuanya akan baik-baik saja. Diana mempunyai sebuah baju baru yang dibuat dengan lngan siku. Oh. “Sekarang. Semuanya dipenuhi warna pelangi—hanya pelangi kecil yang belum tumbuh besar—dan ibunya Diana bilang itu adalah pecahan lampu hias yang pernah mereka punya. Dan kami meletakkan semua piring di atasnya.” Anne berhenti bicara seperti yang diinginkan. tapi kurasa es krim adalah salah satu hal di luar khayalan. Itu buku yang membuat hati berdesir. kau bahkan sudah bicara tepat sepuluh menit.

Marilla! Kupikir aku tak akan pernah percaya sampai piknik itu benar-benar terjadi. Anne terpukau dengan kekaguman yang menyenangkan ketika pertama kalinya melihat bros itu. Aku takut itu hanya khayalanku saja. sebelum aku pernah melihat berlian. “Oh. Seorang pamannya yang berlayar di laut memberikannya untuk ibunya yang kemudian mewariskannya untuk Marilla. Tapi ketika pendeta mengatakan sesuatu di mimbar maka kau harus mempercayainya. Tentu saja. “Seperti sebuah desiran yang naik turun di punggungku. Lynde bilang.’ Tapi menurutku lebih buruk tak mengharapkan apa-apa dari pada merasa kecewa. Bros batu baiduri itu adalah harta Marilla yang paling berharga. Menurutku batu baiduri sangat manis. aku membaca tentangnya dan aku membayangkan seperti apa bentuknya. dengan helaan napas. itu bros yang sangat elegan. berisikan kepangan rambut ibunya. itu sangat bagus tapi bentuknya tak seperti yang kubayangkan. Aku tak mengerti bagaimana kau bisa memperhatikan khotbah dan doa sementara ada bros itu di bajumu.” sahut Marilla. Bolehkah aku memegang bros itu semenit saja. Kupikir berlian itu adalah batuan ungu yang berkilau redup. menunggu sesuatu adalah setengah kesenangan darinya. Bentuknya lonjong dan ketinggalan jaman. Marilla. ‘Orangorang yang diberkahi adalah mereka yang tak mengharapkan apa pun karenanya mereka tak akan merasa kecewa. tapi tak ada yang dapat mencegahmu dari memiliki kesenangan karena menantikannya. tapi menurutnya bros itu sangat cantik dan ia selalu merasa senang menyadari ada cahaya berwarna violet di tenggorokannya. Marilla? Apakah menurutmu batu baiduri bisa jadi daya tarik violet yang bagus?” 75 .” “Kau terlalu banyak mempertimbangkan segala sesuatunya. Ketika suatu hari aku melihat berlian yang sebenarnya di cincin seorang wanita aku kecewa sampai-sampai aku menangis.” Pada hari itu seperti biasa Marilla memakai bros batu baiduri nya ke gereja. Marilla. Marilla tak banyak tahu tentang batu-batu berharga untuk menyadari seberapa bagusnya batu baiduri itu sebenarnya.” “Oh.Pada hari Minggu di perjalanan pulang dari gereja Anne mengatakan pada Marilla bahwa tubuhnya mulai sangat kedinginan karena kesenangan ketika pendeta mengumumkan piknik dari mimbar. dikelilingi oleh bingkai dari batu baiduri yang sangat bagus. Nyonya. “Kau mungkin tak mendapatkannya. Anne. Ia akan merasa sangat berdosa jika tak memakainya—sama seperti jika ia lupa membawa Injil atau kumpulan uang recehnya. Dulu sekali. bahkan meski ia tak dapat melihatnya. “Aku takut kau akan mengalami banyak kekecewaan dalam menjalani kehidupan.” seru Anne. di atas baju satin coklatnya yang bagus. Marilla selalu memakai bros batu baiduri nya ke gereja.

Bab XIV – Pengakuan Anne PADA Senin malam sebelum piknik Marilla turun dari kamarnya dengan wajah kacau. “Anne,” katanya pada tubuh mungil itu, yang sedang mengupas kulit kacang di dekat meja bersih sambil bernyanyi, “Nelly of the Hazel Dell” dengan semangat dan ekspresi yang sesuai dengan yang diajarkan oleh Diana, “Apa kau melihat bros batu baiduri ku? Seingatku aku menusukkannya ke bantal peniti ketika aku pulang dari gereja kemarin malam, tapi aku tak menemukannya.” “Aku—aku melihatnya tadi sore ketika anda berada di Aid Society (Lembaga Bantuan),” sahut Anne, agak pelan. “Aku melewati pintu kamarmu ketika aku melihatnya di bantal itu, jadi aku masuk untuk melihatnya.” “Apa kau menyentuhnya?” tanya Marilla tegas. “Y-a-a,” aku Anne, “Aku mengambilnya dan menyematkannya di dadaku hanya untuk melihat bagaimana kelihatannya.” “Kau tak boleh melakukan hal seperti itu. Adalah kesalahan besar seorang anak kecil ikut campur. Kau tak seharusnya masuk ke kamarku dan kemudian menyentuh sebuah bros yang bukan milikmu. Di mana kau meletakkannya?” “Oh, aku meletakkanya di belakang di atas meja tulis. Aku mencobanya tak sampai semenit. Sungguh, aku tak berniat ikut campur, Marilla. Aku tak tahu kalau masuk ke kamarmu dan mencoba bros itu adalah suatu kesalahan; tapi sekarang aku tahu kalau itu salah dan aku tak akan melakukannya lagi. Ada satu hal baik pada diriku. Aku tak pernah melakukan kenakalan yang sama dua kali.” “Kau tak meletakkanya kembali,” sahut Marilla. “Bros itu tak ada di atas meja tulis. Kau membawanya ke luar atau ke mana, Anne.” “Aku benar-benar telah meletakkannya kembali,” sanggah Anne cepat—tidak sopan, menurut Marilla. “Aku hanya tak ingat apa aku menusukkannya ke bantal peniti atau meletakkannya di nampan porselin. Tapi aku sungguh yakin sudah meletakkannya kembali.” “Aku akan pergi lihat sekali lagi,” kata Marilla, memutuskan untuk bersikap adil. “Kalau kau memang telah meletakkannya kembali maka seharusnya bros itu masih ada di sana. Kalau tak ada, berarti kau tak meletakkannya kembali, selesai!”

76

Marilla pergi ke kamarnya dan mencari bros itu dengan teliti, tak hanya di atas meja tulis tapi di setiap tempat lain yang sekiranya mungkin bros itu ada di sana. Ia tak juga menemukannya dan kembali ke dapur. “Anne, bros itu hilang. Berdasarkan pengakuanmu kau adalah orang terakhir yang memegangnya. Sekarang, apa yang telah kau lakukan dengan bros itu? Katakan padaku yang sebenarnya sekarang juga. Apa kau membawanya keluar dan menghilangkannya?” “Tidak, aku tak melakukannya,” sahut Anne sungguh-sungguh, tepat bertemu tatapan marah Marilla. “Aku tak pernah membawa bros itu keluar dari kamarmu dan itu adalah yang sebenarnya, kalau memang karenanya aku harus di-blok— meskipun aku tak yakin apa itu blok. Lakukan saja, Marilla.” Pernyataan “lakukan saja” Anne hanya dimaksudkan untuk menegaskan pernyataannya, tapi Marilla menganggapnya itu sebagai pembangkangan. “Aku yakin kau berbohong padaku, Anne,” katanya pedas. “Aku tahu siapa kau. Karena itu sekarang, jangan katakan apa-apa lagi kalau kau belum siap menceritakan seluruh kejadian sebenarnya. Masuk ke kamarmu dan tetap di sana sampai kau siap untuk mengakuinya.” “Bolehkah aku bawa kacang-kacang ini?” tanya Anne lembut. “Tidak, aku akan menyelesaikan mengupas kulit-kulitnya sendiri. Lakukan saja seperti yang kuminta.” Ketika Anne sudah berlalu Marilla mengerjakan tugas-tugas malamnya dengan pikiran kacau. Ia mencemaskan brosnya yang berharga itu. Bagaimana kalau Anne memang telah menghilangkannya? Dan nakal sekali anak itu sampai menyangkal telah mengambilnya, ketika siapa pun tahu dia telah mengambilnya! Dengan wajah seperti tak berdosa pula! “Aku tak mengerti apa yang akan tak ku suka telah terjadi,” pikir Marilla, sementara ia menguliti kacang dengan gugup. “Tentu saja, kurasa dia tak berniat mencurinya atau apa. Dia hanya mengambilnya untuk bermain atau untuk membantunya berimajinasi. Dia pasti mengambilnya, itu jelas, karena tak ada orang lain di kamar itu sejak dia masuk, menurut ceritanya sendiri, sampai aku masuk malam ini. Dan bros itu sudah hilang, tak ada yang lebih pasti. Kurasa dia menghilangkannya dan tak berani mengakuinya karena takut dihukum. Sungguh suatu hal yang menyakitkan bila berpikir dia telah berbohong. Itu jauh lebih buruk dari pada ledakan kemarahannya. Mengasuh seorang anak yang tak bisa kau percaya di rumahmu adalah sebuah tanggung jawab yang berat. Kelicikan dan penuh kebohongan—itu yang telah ditampakkannya. Aku jauh lebih mengkhawatirkan hal itu dari pada bros. Jika saja dia mau menceritakan yang sebenarnya maka aku tak akan keberatan.”

77

Marilla melangkah ke kamarnya sebentar-sebentar semalaman itu dan mencari bros, tanpa menemukannya. Saat ia ke loteng timur pada waktu tidur juga tak menghasilkan apa-apa. Anne berkeras menyangkal bahwa dia tahu sesuatu tentang bros itu tapi Marilla semakin yakin dia menghilangkannya. Keesokan paginya ia menceritakan hal itu pada Matthew. Matthew merasa sangat bingung; ia tak bisa secepat itu kehilangan kepercayaan pada Anne tapi harus diakuinya bahwa situasi saat ini tak berpihak padanya. “Kau yakin bros itu tak jatuh di belakang meja tulis?” adalah satu-satunya saran yang dapat ia berikan. “Aku sudah memindahkan meja itu dan laci-lacinya sudah ku keluarkan lalu aku mencarinya di setiap sela dan celah” adalah jawaban pasti dari Marilla. “Bros itu hilang, anak itu yang telah mengambilnya dan dia tak mengakuinya. Itu kenyataan yang sungguh buruk, Matthew Cuthbert, dan bagaimana pun juga kita harus menghadapinya.” Well, sekarang apa yang kau akan kau lakukan?” tanya Matthew sedih, diamdiam ia merasa bersyukur bahwa Marilla lah dan bukan ia yang harus menghadapi situasi seperti ini. Saat ini ia merasa tak ingin ikut campur. “Dia akan tetap berada di kamarnya sampai dia mau mengakuinya,” kata Marilla kejam, mengingat cara ini berhasil pada kasus sebelumnya. “Lalu kita lihat. Mungkin kita dapat menemukan bros itu jika dia akan mengatakan di mana dia megambilnya; tapi bagaimanapun juga dia harus dihukum berat, Matthew.” “Well, kau memang harus menghukumnya,” sahut Matthew, sembari mengambil topinya. “Tak ada yang bisa kulakukan dalam hal ini, ingat. Kau sendiri yang sudah memperingatkanku.” Marilla merasa ditinggalkan oleh semua orang. Ia bahkan tak bisa pergi ke rumah Nyonya. Lynde untuk minta saran. Ia melangkah ke loteng timur dengan wajah serius dan meninggalkannya dengan wajah yang bahkan lebih serius. Anne dengan mantap menolak untuk mengaku. Dia berkeras dengan pernyataannya bahwa dia tak mengambil bros itu. Anak itu telah benar-benar menangis dan Marilla merasa pedih karena rasa kasihan yang ditekannya kuatkuat. Malam ini dia, seperti yang ditunjukkannya, “mengalahkan.” “Kau akan tetap di kamar ini sampai kau mengaku, Anne. Kau bisa membulatkan tekad untuk itu,” katanya tegas. “Tapi besok piknik, Marilla,” jerit Anne. Anda tak akan akan melarangku pergi, kan? Sorenya kau akan membiarkanku keluar kan? Kemudian aku akan tetap di

78

sini selama yang kau mau SETELAH ITU dengan gembira. Tapi AKU HARUS pergi piknik.” “Kau tak akan pergi ke piknik atau ke mana pun sampai kau mengakuinya, Anne.” “Oh, Marilla,” Anne berkata terengah. Tapi Marilla sudah keluar dan menutup pintu. Rabu pagi mulai terang cukup cerah seolah memang disengaja karena ada piknik pada hari itu. Burung-burung berkicau di sekitar Green Gables; bunga lili Madonna mengirimkan hembusan parfum melalui angin yang tak terlihat ke setiap pintu dan jendela, dan terus melintasi ruang depan lalu ke kamar seperti semangat dari doa. Pepohonan birch di lembah melambai gembira seolah sedang menunggu salam pagi Anne dari loteng timur seperti biasa. Tapi Anne ada di jendelanya. Ketika Marilla membawakan sarapan pagi untuknya ia mendapati anak itu sedang duduk sopan di tempat tidurnya, pucat dan tegas, dengan bibir terkatup rapat dan mata bersinar. “Marilla, aku siap mengaku.” “Ah!” Marilla meletakkan nampannya. Sekali lagi metodenya berhasil; tapi keberhasilannya terasa sangat pahit baginya. “Lalu biarkan aku mendengar apa yang harus kau katakan, Anne.” “Aku mengambil bros batu baiduri itu,” kata Anne, seolah sedang mengulang sebuah pelajaran yang dipelajarinya. “Aku mengambilnya seperti yang kau katakan. Aku tak berniat mengambilnya ketika aku masuk ke dalam Tapi bros itu kelihatan sangat cantik, Marilla, ketika aku menyematkannya di dadaku aku tak dapat menahan godaan. Aku membayangkan betapa akan sangat mendesirkan hati untuk membawanya ke Idlewild dan bermain aku sebagai Lady Cordelia Fitzgerald. Akan lebih mudah membayangkan aku sebagai Lady Cordelia jika aku memakai sebuah bros batu baiduri yang nyata. Diana dan aku membuat kalung dari roseberry tapi apa lah artinya roseberry dibandingkan batu baiduri? Jadi aku mengambil bros itu. Kupikir aku bisa meletakkannya kembali sebelum kau pulang. Aku berjalan berlama-lama untuk mengulur waktu. Ketika aku melintasi jembatan menyeberangi the Lake of Shining Waters aku melepaskan bros itu untuk melihatnya sekali lagi. Oh, dia bersinar terang dalam sinar matahari! Lalu, ketika aku bersandar di atas jembatan, bros itu tergelincir dari jariku—lalu—jatuh ke bawah—dalam—dalam, seluruh kilauan ungu, tenggelam selamanya di bawah the Lake of Shining Waters. Hanya itu lah yang dapat kuakui, Marilla.” Marilla merasakan kemarahan hebat melanda hatinya lagi. Anak ini telah mengambil dan menghilangkan bros batu baiduri nya yang berharga dan

79

sekarang duduk di sana dengan tenang menceritakan detilnya tampa sedikit pun penyesalan yang tampak. “Anne, ini sangat mengerikan,” katanya, berusaha berbicara dengan tenang. “Kau anak perempuan ternakal yang pernah kudengar.” “Ya, kurasa aku memang anak paling nakal,” sepakat Anne hening. “Dan aku tahu akan dihukum. Tugasmu menghukumku, Marilla. Maukah kau melakukannya sekarang juga karena aku ingin pergi piknik tanpa ada beban.” “Piknik, benar! Kau tak akan pergi piknik hari ini, Anne Shirley. Itu lah hukumanmu. Itu bahkan tak cukup berat untuk apa yang telah kau lakukan!” “Tak pergi ke piknik!” Anne melompat berdiri dan merenggut tangan Marilla. “Tapi kau TELAH BERJANJI aku boleh pergi! Oh, Marilla, aku harus pergi piknik. Itu sebabnya kenapa aku mengaku. Hukum aku dengan cara apa pun yang kau suka tapi jangan itu. Oh, Marilla, please, please, biarkan aku pergi ke piknik. Ingat tentang es krim! Karena kau tahu mungkin aku tak akan pernah lagi punya kesempatan mencicipi es krim.” Marilla melepaskan cegkeraman tangan Anne dengan dingin. “Kau tak perlu memohon, Anne. Kau tak akan pergi ke piknik dan itu keputusan akhir. Tidak, tak sepatah kata pun.” Anne sadar Marilla tak akan berubah pikiran. Dia menautkan tangannya, memekik tajam, lalu menghempaskan tubuhnya menelungkup di tempat tidur, menangis dan menggeliat karena merasa sangat kecewa dan putus asa. “Astaga!” Marilla tersengal, cepat-cepat keluar dari kamar. “Aku yakin anak ini gila. Tak ada anak berpikiran sehat yang bersikap seperi dia. Kalau pun tidak maka dia sama sekali buruk. Oh Tuhan, aku takut Rachel memang benar dari awal. Tapi aku sudah terlanjur dan tak akan melihat ke belakang.” Itu adalah pagi yang murung. Marilla bekerja dengan gusar lalu menggosok lantai serambi depan dan rak susu ketika ia tak tahu lagi harus mengerjakan apa. Padahal baik serambi depan mau pun rak itu tak perlu digosok—tapi Marilla melakukannya. Kemudian ia keluar dan menyapu halaman. Ketika makan malam telah siap ia menuju tangga dan memanggil Anne. Wajah dengan bekas airmata muncul, melihat dengan tragis dari atas pegangan tangga. “Turunlah untuk makan malam, Anne.” “Aku tak mau makan malam, Marilla,” sahut Anne, tersedu. “Aku tak bisa makan apa-apa. Hatiku sakit. Kuharap, hati nurani mu akan menyesal suatu hari nanti,

80

” Jawab Marilla tepat. Tapi tolong jangan suruh aku makan apa pun. Merasa jengkel.karena menyakitinya. Ketika piring-piringnya sudah dicuci. berpikir makanan itu tak cocok untuk perasaan yang sedang gundah. Dan kau juga tampak tak menyadarinya. Marilla kembali ke dapur dan mencurahkan kesedihannya pada Matthew. “Well. Dan dia tak tampak menyadari betapa nakalnya dia—itu yang paling kukhawatirkan. aku heran denganmu. atau pun bercerita tentang itu. seperti Anne. seharusnya dia tak mengambil bros itu. adalah seorang yang menyedihkan. berpendar melalui tanaman rambat yang tumbuh lebat di dekat jendela. menempel di benang renda dekat jepitannya! “Oh Tuhan. Jawaban itu membuat Matthew terdiam meskipun itu tak meyakinkannya. kau membebaskannya setiap waktu untuk dirimu sendiri—aku bisa lihat itu. terutama daging rebus dan sayuran. Kupikir aku sudah membebaskannya dengan terlalu mudah. Marilla.” “Well. Ia masuk dan akan menambalnya. sedih melihat piringnya penuh dengan daging dan sayuran yang tidak romantis seolah dia. Syal itu ada dalam sebuah kotak di tempat barang nya. yang. dia sudah mendapatkannya sekarang. Jika dia benar-benar merasa menyesal maka tak akan seburuk itu. Tidakkah kau berpikir tindakan itu agak kasar dengan tak mengijinkannya pergi piknik padahal dia telah begitu mempersiapkannya?” “Matthew Cuthbert. Marilla. dan Marilla marah karena kesenangannya merupakan penghinaan pribadi.” akunya. Apa maksud anak itu 81 . sinar matahari. dia anak kecil. Daging rebus dan sayuran sangat tidak romantis ketika seseorang sedang menderita. Ingatlah ketika saat itu tiba bahwa aku memaafkanmu. “apa artinya ini? Bros ku aman di sini dan sepertinya kupikir dia sudah jatuh ke dasar kolam Barry. Makan malam kali itu sangat murung. bolunya telah siap dan ayam-ayamnya sudah diberi makan Marilla teringat koyakan kecil di syal renda hitam terbagusnya ketika ia melepaskannya pada Senin sore sekembalinya dari Ladies Aid (Bantuan Perempuan). anak laki yang disewa. Itu adalah bros batu baiduri. Marilla merenggutnya dengan tersengal.” “Well. Begitu Marilla mengeluarkannya. Satu-satunya yang bergembira dengan hal itu adalah Jerry Buote. “tapi dia anak kecil yang—anak kecil yang menarik. “Karena itu harus ada kelonggaran. Marilla.” katanya hampa. mengenai sesuatu yang terjepit di syal—sesuatu yang gemerlap dan berkilau dalam cahaya violet. Kau tahu dia tak pernah mendapat pendidikan. antara rasa keadilannya dan rasa simpatinya dengan Anne.” ulang Matthew lemah. tapi aku memaafkanmu.

Seharusnya aku tak menyangsikan ucapanmu ketika aku tak pernah tahu kau mengarag cerita. Well!” Marilla melangkah ke loteng timur. jadi seluruh kesusahanku sia-sia.” seru Anne. kau bilang akan terus mengurungku di sini sampai aku mengaku. Basuh wajahmu. berjalan cepat ke wastafel. aku akan memaafkanmu dan kita akan mulai jujur lagi. “Lima menit lalu aku merasa sangat malang sampai berharap aku tak pernah dilahirkan dan sekarang aku tak akan mau bertukar tempat dengan malaikat!” 82 . Aku ingat sekarang ketika aku melepaskan syal ku pada Senin sore aku meletakkannya sebentar di atas meja tulis. Dan sekarang persiapkan dirimu untuk pergi piknik. Tapi hati nuraninya melarang. “Oh.” kata Marilla serius. Aku mengulangnya bekrkali-kali jadi aku tak akan lupa. “aku baru saja menemukan bros ku tersangkut di syal renda hitam ku. Tentu saja. kau sungguh mengacaukan semuanya! Tapi aku salah—aku tahu itu sekarang. bros di tangan. apa tak terlalu terlambat?” “Tidak. Anne. Tapi kau tetap tak mengijinkanku pergi ke piknik. Anne telah menjerit sendirian dan saat itu dia sedang duduk murung di dekat jendela.” “Oh. Tapi aku menyebabkanmu melakukannya. “Anne. Dan aku akan panggilkan Jerry untuk memasangkan kuda pada kereta dan mengantarmu ke tempat piknik.mengatakan dia telah mengambilnya dan menghilangkannya? Aku yakin Green Gables terpesona. “jadi aku memutuskan untuk mengaku karena aku mau pergi ke piknik itu. sisir rambut dan kenakan baju katun tipismu. Kurasa bros itu tersangkut di syal.” sahut Anne lelah.” Anne terbang seperti roket. Mereka tak akan memulainya sebelum banyak yang berkumpul dan ada sekitar setengah jam lagi mereka baru akan minum teh. Aku akan menyiapkan bekal untukmu. Aku memikirkan sebuah pengakuan tadi malam sebelum tidur dan aku membuatnya semenarik mungkin. Marilla. “Anne Shirley. Ada banyak kue di rumah. Sekaran aku ingin tahu apa maksud cerita tak berujung pangkal yang kau ceritakan tadi pagi. Jadi jika kau mau memaafkanku.” “Kenapa. Meskipun Marilla sendiri ingin tertawa. bukan hal yang benar kau mengakui sesuatu yang tidak kau lakukan—hal itu sangat salah. Marilla. sekarang baru jam dua.

Lalu kami makan es krim. Tapi bagaimana pun itu tak seburuk yang lain. Dia mencondongkan badannya untuk memetik bunga lili air dan kalau Tuan.” Malam itu Marilla menceritakan keseluruhan cerita pada Matthew dari balik keranjang kaos kakinya. Aku tak dapat mengatakan apa-apa untuk menggambarkan es krim itu. Dan masih lebih menyenangkan memiliki kebiasaan yang bagus pergi ke sekolah. Tapi aku yakin dia akan mau memperbaikinya. dan aku bertanggung jawab untuk itu. kujamin bahwa itu sangat indah. Marilla. Nyaris tenggelam merupakan pengalaman yang sangat romantis. Aku berharap itu aku. Itu akan menjadi kisah yang mendebarkan hati untuk diceritakan. Kami minum teh yang enak dan kemudian Nyonya. “Oh.Malam itu Anne yang merasa sangat bahagia dan benar-benar kelelahan kembali ke Green Gables dalam keadaan senang yang tak mungkin digambarkan.” Bab XV – Kegemparan tak Berarti di Sekolah “Sungguh hari yang menyenangkan!” kata Anne. Bukankah itu sangat mahal? Segala sesuatunya sangat indah. Mewah adalah kata baru yang kupelajari hari ini. ya kan?” “Jauh lebih bagus dari pada keluyuran di jalan. tentu saja. aku mengalami waktu yang sangat mewah. mengintip ke bekal makan malamnya dan menghitung dengan ingatannya jika ketiga bolu raspberry yang berwarna-warni dan lezat itu dibagi untuk sepuluh anak perempuan berapa gigitan masing-masing bisa dapat. tapi mereka tak akan pernah bisa merasakan hari ini. Mungkin mereka akan mengalami hari-hari baik. Anak itu sulit memahami beberapa perhatian.” putusnya terus terang. Aku mendengar Mary Alice Bell menggunakannya. Dan Jane Andrews nyaris jatuh ke laut. “Aku akan mengaku bahwa aku telah membuat kesalahan. “tapi aku telah belajar satu hal. Dan satu hal yang pasti. dan anak yang makan tiga bolu raspberry sendirian atau bahkan 83 . Marilla. sangat berdebu dan panas. Andrews tak menangkapnya di ikat pinggangnya maka dalam waktu singkat dia akan jatuh dan mungkin tenggelam. Anak perempuan di sekolah Avonlea selalu mengumpulkan makan siang mereka. Aku harus tertawa bila mengingat ‘pengakuan’ Anne.” sahut Diana praktis. menarik napas panjang. tak akan ada rumah yang membosankan bila ada dia. Harmon Andrews menjajarkan kami semua di the Lake of Shining Waters—enam orang sekaligus. meskipun kurasa seharusnya aku tak boleh ketawa karena itu benar-benar bohong. “Bukankah bagus hidup di hari seperti ini? Aku kasihan pada orang yang belum dilahirkan karena melewatkannya.

Berjalan di sekitar jalan utama sangat tidak romantis. berjalan menyusuri Lover’s Lane sejauh aliran sungai.” Tempat itu memang indah. tempat cahaya terpancar kebawah melalui tabir kehijauan semulus berlian. Aku menamakannya Violet Vale. jadi kubiarkan dia melakukannya. Anne menamakannya Lover’s Lane sebelum sebulan dia tinggal di Green Gables. Di sini Diana bertemu dengannya. “pohon itu selalu bergemerisik dan berbisik padamu”—hingga mereka sampai ke jembatan yang kasar. Dan itu nama yang sangat bagus. ya kan? Sangat romantis! Kita tak bisa membayangkan pecinta ke dalamnya. Dia mau memberi nama. Barry dan melewati Willowmere. “tapi Diana dan aku membaca buku yang sangat luar biasa bagus dan ada Lover’s Lane di dalamnya. dan the Birch Path sangat romantis. dan kedua anak kecil itu mendaki jalan itu di bawah pohon maple yang rindang—“maple adalah sejenis pohon yang ramah. Marilla. Oh. Bell. “tapi Diana bilang ada jutaan bunga violet di sana pada musim semi. jika saja itu terjadi. berliku-liku. “Tentu saja sekarang tak ada bunga violet di sana. Lover’s Lane terbuka di bawah kebun buah di Green Gables dan terbentang jauh ke dalam hutan sampai ke ujung ladang Cuthbert. Jadi kami juga ingin punya. Anne berpikir perjalanannya ke dan dari sekolah dengan Diana tak akan berkembang meski dengan khayalan. Willowmere. “Bukan pecinta seperti itu yang benar-benar pernah melaluinya. jauh memutar ke sebuah bukit langsung dari hutan Tuan. Diana bilang dia tak pernah melihat kegembiraanku karena menemukan nama khayalan untuk tempat. Andrew. Menyenangkan bisa pandai dalam suatu hal. ya kan? Tapi Diana memberi nama the Birch Path.” terangnya pada Marilla. Itu lah jalan yang dilalui ketika membawa sapi-sapi ke padang rumput di belakang dan mengangkut kayu di musim dingin. Namun ketika bolu itu dibagi untuk sepuluh anak kau hanya cukup mendapat untuk menggiurkanmu.” kata Anne. Di seberang Willowmere ada Violet Vale—cekungan hijau kecil dalam bayangan hutan besar Tuan.” Anne. mulai berangkat sendirian di pagi hari. Aku suka jalan itu karena kau bisa bebas berpikir dengan suara keras di sana tanpa ada orang yang menyebutmu gila. Di setiap sisinya ditumbuhi 84 . tapi aku yakin bisa menemukan nama lain yang lebih puitis dari pada hanya the Birch Path. Violet Vale. Cara Anne dan Diana pergi ke sekolah adalah salah satu YANG bagus. tapi pergi melewati Lover’s Lane. Tapi the Birch Path adalah salah satu tempat terindah di dunia. Jalan itu agak sempit.” Anne memberitahu Marilla. Lalu mereka meninggalkan jalan itu dan berjalan melalui lapangan belakang Tuan. Orang lain selai Anne juga berpikir serupa ketika mereka berjalan menyusurinya.membaginya hanya dengan satu orang kawan dekat akan selalamanya dijuluki “sangat kikir”. Siapa pun bisa memikirkan nama seperti itu. Marilla. tak bisakah kau membayangkan melihatnya? Itu sangat membuatku tak bisa bernapas. kau tahu.

Di lembah jalan itu menuju ke jalan utama lalu tinggal mendaki bukit pohon spruce menuju ke sekolah. Tillie Boulter bilang guru itu SANGAT MENYUKAI nya. batang tanaman putih dan dahan besar. Ia setiap saat memilin kumisnya dan memandang ke arah Prissy Andrews. Bangunan sekolah itu dipindahkan ke belakang dari pinggir jalan dan dibelakangnya terdapat hutan fir yang agak gelap dan sungai tempat dimana anak-anak itu meletakkan semua botol susu mereka di pagi hari agar tetap dingin dan manis sampai waktu makan malam. Dia berumur enam belas tahun dan dia sedang belajar untuk ujian masuk ke Queen’s Academy di Charlottetown tahun depan. Kuharap kau anak yang baik. Anne anak yang aneh.” “Anne Shirley. “Kau tak pergi ke seolah untuk mencela guru. “Aku tak terlalu memikirkan gurunya. jangan sampai aku mendengarmu bicara tentang gurumu seperti itu lagi. dengan Anne dan Diana. dan tutupnya penuh diukir dengan inisial dan tulisan mesir kuno dari tiga generasi siswa sekolah. Kurasa ia bisa mengajarkan MU sesuatu. pinggiran atapnya rendah dan jendelanya lebar.” dia memberitahu. dengan musik dari kicauan burung yang memanggil dan tawa angin hutan yang terdengar sayup-sayup di pepohonan di atas. di dalamnya dilengkapi dengan meja tulis besar model lama yang nyaman bisa dibuka dan ditutup. Dan aku mau kau segera paham bahwa kau tak pulang ke rumah untuk bercerita tentang guru itu. tumbuhan paku dan starflower serta lili liar-dari-lembah juga rimbunan pigeonberry merah tua tumbuh lebat di sepanjangnya. katanya.” 85 . dan Ruby Gillis bilang dia yakin itu tak ada hubungannya dengan pelajaran. “Kupikir aku akan suka bersekolah di sini. Malam itu Anne pulang dengan semangat tinggi. Itu sesuatu yang tak tak akan kudukung. sangat jarang terjadi.” sahut Marilla pedas. Dia duduk di kursi panjang di belakang dan guru itu juga duduk di sana. Bagaimana dia bisa bergaul dengan baik dengan anak-anak lain? Dan bagaimana dia bisa mengendalikan diri untuk tutup mulut selama jam pelajaran berlangsung? Bagaimanapun segala sesuatunya berjalan lebih baik dari yang ditakuti Marilla.pepohonan birch yang agak muda. Wajahnya sangat cantik dan rambutnya keriting berwarna coklat dan dia merapikannya dengan sangat elegan. seringnya—untuk menjelaskan pelajaran. dan tugasmu adalah belajar. di sana selalu terhirup udara beraroma rempah-rempah. Marilla melihat Anne mulai berangkat ke sekolah pada hari pertama di bulan September dengan diam-diam merasa sangat was-was. kau tahu. Prissy sudah dewasa. Tapi Ruby Gillis bilang dia melihat guru itu menulis sesuatu di batu tulis Prissy lalu ketika Prissy membacanya wajahnya bersemu semerah gula dan terkikik. Sekolah Avonlea adalah sebuah gedung bercat putih. Sementara itu kau bisa melihat seekor kelinci melompat melintasi jalan kalau kau diam—yang.

benarkah hidungku bagus? Aku tahu kau akan memberitahuku yang sebenarnya.” kata Diana. Aku merasakannya semacam sebuah aib. Marilla. Marilla. itu pujian pertama yang pernah kuterima seumur hidupku dan kau tak bisa bayangkan betapa aneh rasanya. Philip bilang ejaanku sangat memalukan dan ia mengangkat batu tulisku hingga setiap orang bisa melihatnya. Tempat duduk kami tepat di dekat jendela dan kami bisa melihat ke the Lake of Shining Waters di bawah. Dan sekarang.” sahut Diana. “Kurasa Gilbert Blythe akan sekolah hari ini. Jane Andrews bilang Minnie MacPherson bilang padanya dia dengar Prissy Andrews memberitahu Sara Gillis bahwa hidungku sangat bagus.” sahut Marilla pendek. Ruby Gillis memberiku sebuah apel dan Sophia Sloane meminjamkanku sebuah kartu berwarna pink yang indah bertuliskan ‘Bolehkah aku melihat rumahmu?’ di atasnya.” “Hidungmu cukup bagus. Marilla. “Bukankah itu nama yang tertulis di dinding serambi depan dengan Julia Bell dan sebuah tulisan ‘Pengumuman’ di atasnya?” “Ya. Aku MENGAGUMI Diana. Anne.“Sebenarnya aku memang anak baik. Anne dan Diana bepergian dengan riang gembira ke the Birch Path. Sangat menyenangkan memiliki banyak teman bermain.” sahut Anne nyaman. Hari ini kami belajar membaca. kupikir. pagi September yang segar dan kering. Mereka semua sudah sampai ke buku yang kelima sedangkan aku masih di buku yang keempat. “Gilbert Blythe?” sahut Anne.” Nada bicara Diana menunjukkan bahwa dia lebih suka hidupnya tersiksa dari pada tidak.” 86 . Aku duduk dengan Diana. ia bisa lebih sopan pada orang asing. sejarah Kanada dan pendiktean. Tapi tentu saja yang paling kusukai adalah Diana dan akan selalu begitu. Dan Tillie Boulter membolehkanku memakai cincin manik-manik nya sepanjang sore. Aku merasa sangat terhina. Diam-diam ia berpikir hidung Anne bagus dan menarik. geografi. mengangkat kepalanya. Dan dia sangat mengusik anak perempuan. semuanya diberi tanda. Tuan. tapi ia tak berniat mengatakan itu pada Anne. “Itu tak sesulit yang bisa kau bayangkan. Aku dengar dia bilang dia belajar tabel perkalian dengan bintikbintik di wajah Julia Bell. Dia membuat hidup kami sangat tersiksa. Dia SANGAT ganteng. Tapi tak ada seorang pun di antara mereka yang memiliki imajinasi seperti aku dan aku tahu itu. Bolehkah aku minta beberapa manik-manik mutiara dari bantal peniti lama di loteng untuk membuat cincin untukku? Dan oh. Banyak anak-anak baik di sekolah dan kami bermain permainan yang sangat menggembirakan saat makan malam. Aku jauh tertinggal dibandingkan yang lain. Marilla. Sudah tiga minggu berlalu dan sejauh ini semuanya berjalan lancar. “tapi aku yakin dia tak terlalu suka pada Julia Bell. dua anak paling gembira di Avonlea. Aku akan mengembalikannya besok. “Dia telah mengunjungi sepupunya di New Brunswick sepanjang musim panas dan dia pulang Sabtu malam.

kau ingat—bahwa kau anak perempuan terpandai di sekolah. “Omong kosong.” sahut Anne cepat. “Aku lebih suka cantik dari pada pintar.” Anne menghela napas. aku tak tahan dengan anak laki bermata belo.” kata Diana.” “Setelah ini Gilbert akan ada di kelasmu.” kata Diana. begitu mereka memanjati pagar di jalan utama. jangan bicara tentang bintik-bintik padaku. Dia tak mau namanya di tulis di dinding. Tapi agak memalukan mengetahui bahwa tindakan itu tak berbahaya. Charlie Sloane SANGAT MENYUKAI mu. Dan kau jangan terlalu yakin namamu tak akan di tulis di situ.” Anne memohon. “dan bisa kuberitahu. Mereka di sana selama tiga tahun dan Gilbert hampir tak pergi ke sekolah mana pun sampai mereka kembali. Diana Barry. Anne. Tapi MEMANG menyenangkan untuk tetap tenang di kelas.” “Anak-anak Pye itu selalu berbuat curang. Tuan. Philip tak melihatnya—ia sedang melihat ke Prissy Andrews—tapi aku melihatnya. “Wajah memang jadi tak halus karena aku banyak bintik. “Itu hanya lelucon. dari sisi kewanitaannya. dia pernah jadi juara di kelasnya. Tapi kupikir tulisan perhatian di dinding tentang anak laki dan perempuan adalah hal paling tolol.” “Aku senang. tentu saja. Dia baru di buku keempat meskipun sudah berumur hampir empat belas tahun. Dan aku benci Charlie Sloane. “Sebenarnya kemarin Gertie Pye pergi dan meletakkan botol susu miliknya di tempatku di sungai. yang matanya berwarna hitam dan berambut halus telah mematahkan hati anak-anak laki di sekolah karena namanya tertulis di dinding serambi depan dalam setengah lusin pengumuman.” “Tidak. Empat tahun lalu ayahnya sakit dan harus pergi ke Alberta karena kesehatannya dan Gilbert ikut bersamanya. Aku ingin lihat orang yang berani menuliskan namaku di dinding dengan nama seorang anak laki. itu tak lebih baik. Itu lebih baik dari pada cantik. Dia bilang pada ibunya—IBU nya. “bahwa ada orang yang berani melakukannya. kau ingat. Kemarin aku bangun dengan mengeja ‘ebullition. dia mencontek ke bukunya.” 87 .” sahut Diana marah.“Oh.” sahut Anne.” dia cepat-cepat menambahkan. Jika ada seseorang yang menuliskan namaku dengan namanya aku tak akan MENJELASKAN nya. Pernahkah kau? Sekarang aku tak mau bicara dengannya. Kau tak akan segampang itu untuk tetap tenang di kelas setelah ini. Aku tak bisa benar-benar bangga bisa tetap tenang di antara anak laki dan perempuan yang berumur hanya sekitar sembilan atau sepuluh tahun. Tidak.’ Josie Pye adalah bintang kelas dan. Aku memandangnya dengan pandangan mencela dan membuatnya beku lalu wajahnya menjadi semerah gula dan akhirnya dia salah mengeja kata itu.

Semua orang memandangnya dan Tuan. dan mulut yang membentuk senyuman menggoda. mengambil ujung kepangan rambut merah Anne. dan menggerak-gerakkan jangkrik yang dipasangi tali. tapi ketika keributan itu telah reda dia melihat ke arah Anne dan mengedipkan mata dengan cara yang sungguh sangat menggelikan hati hingga tak terkatakan. yang duduk di depannya. Philip berada di bagian belakang kelas mendengarkan bahasa Latin Prissy Andrews.” Tapi tak sampai sore masalah benar-benar akan terjadi.” Karena itu Anne melihatnya. menariknya agak jauh dan berbisik tajam: 88 . dia terjatuh ke belakang ke tempat duduknya dan menjerit kecil. “Menurutku Gilbert Blythe mu MEMANG ganteng. Tuan.Ketika Tuan. menggambar di batu tulis. Lihatlah dia dan kita lihat apakah kau tak berpikir dia ganteng. Bukan kebiasaan bagus mengedipkan mata pada anak perempuan yang belum dikenal. dengan rambut keriting berwarna coklat. anak bernama Shirley yang berambut merah itu dengan dagu kecil yang lancip dan mata besar yang tak seperti mata anak perempuan lainnya di sekolah Avonlea. berbisik. Diana berbisik pada Anne. Anne. karena Gilbert Blythe yang dibicarakan sedang diam-diam asyik menjepit kepangan panjang berwarna kuning milik Ruby Gillis. “tapi kupikir dia sangat kurang ajar. “Gilbert Blythe itu duduk tepat di seberang jalur dari tempat dudukmu. Dia punya kesempatan bagus untuk melakukannya. Gilbert Blythe berusaha menarik perhatian Anne Shirley dan sama sekali gagal. Gilbert telah dengan cepat melepaskan jepitan itu sehingga tak tertangkap mata lalu menekuni sejarah dengan wajah paling serius di dunia. karena pada saat itu Anne benar-benar tak sadar bukan hanya akan kehadiran Gilbert Blythe. dia berada jauh di negeri impian yang indah tak mendengar dan melihat apa pun sibuk dengan khayalannya sendiri yang menakjubkan.” ungkap Anne pada Diana. Philips memandang dengan sorotan marah karena Ruby mulai menangis. Gilbert Blythe tak biasa bersusah payah menarik perhatian anak perempuan dan menemui kegagalan. Dia anak laki yang tinggi. Sekarang ini Ruby Gillis akan membawa hitung-hitungannya ke guru. Dia HARUS melihatnya. Dengan tangan menopang dagu dan mata terpaku pada birunya the Lake of the Shining Waters yang terlihat dari jendela sebelah barat. naik turun di jalur antara tempat duduk. ke belakang tempat duduknya. tapi akan seluruh murid di sekolah Avonlea itu sendiri. Gilbert sampai di seberang jalur. mata yang nakal. yakin rambutnya tertarik dari akarnya. Phillips kembali ke sudut untuk menjelaskan suatu soal dalam aljabar ke Prissy Andrews dan murid-murid lainnya melakukan berbagai hal lain yang mereka sukai seperti makan apel hijau.

anak yang penuh kebencian!” seru Anne menggebu. Diana terengah. berdiri di platform di depan papan tulis sepanjang sisa sore ini. Dengan wajah tenang dia menurut. Perlu terlalu banyak darah dan daging untuk mengharapkannya memberitahu di depan seluruh murid sekolah bahwa dia dipanggil “wortel. “Beraninya kau!” Lalu—thwack! Anne telah menjatuhkan batu tulisnya ke kepala Gilbert dan meretakkannya—batu tulis bukan kepala—itu jelas. Ini satu adegan spesial yang dapat dinikmati. bisa memahaminya. 89 . “Anne. “Saya menyesal melihat murid saya menunjukkan amarah seperti itu dan sifat ingin balas dendam. Aku mengganggunya. khayalannya yang cemerlang hancur berkeping tak terselamatkan. Semua orang berseru “Oh” dalam kegembiraan yang sangat. Phillips berjalan dengan angkuh di jalur antara tempat duduk dan meletakkan tangannya dengan berat di bahu Anne.” ia berkata dengan nada serius. Phillips. Phillips tak menggubris Gilbert. Dia melayangkan tatapan marah pada Gilbert dari mata yang kilatan amarahnya dengan cepat hilang berganti airmata amarah. Tuan. seolah adanya kenyataan menjadi muridnya harus membasmi seluruh nafsu jahat dari hati karena perbuatan kecil yang nyaris menyebabkan kematia.” Gilbertlah orang yang berani mengatakan itu. Ruby Gillis. mulai menangis. Tuan.” Anne akan jauh lebih suka cambukan sebagai hukuman karena jiwanya yang sensitif akan gemetar dengan pukulan cambuk. “Anne Shirley. Phillips mengambil sebatang kapur crayon dan menulis di papan tulis di atas kepala Anne. Tommy Sloane membiarkan semua anggota kelompok jangkriknya melarikan diri darinya ketika dia melihat ke tablo dengan mulut terbuka. Dia bangkit berdiri. “Kau jahat. Anne tak menjawab.” lalu membacanya keras-keras sampai bahkan murid dasar.” Tuan.“Wortel! Wortel!” Lalu Anne menatapnya dengan dendam! Dia lebih dari sekedar menatap. “Ini salah saya Tuan. Anne Shirley harus belajar mengendalikan amarahnya. yang cenderung histeris. yang tak bisa membaca tulisan. apa maksudnya ini?” ucapnya marah. Murid-murid di sekolah Avonlea selalu menikmati suatu adegan. “Anne Shirley memiliki watak yang sangat buruk.

Diana.” “Berbeda sekali antara dipanggil burung gagak dengan dipanggil wortel. jangan marah lagi. “Kau tak harus keberatan Gilbert membuat lelucon dengan rambutmu. Sekarang. Tapi ketika masalah mulai terjadi maka masalah sebelumnya akan terus berlanjut. dia mengisengi seluruh anak perempuan. Kemarahan masih terlalu meluap-luap dalam hatinya untuk melakukan itu dan itu menghalanginya di tengah-tengah derita malunya.” Mungkin saja hal itu bisa mereda tanpa lebih banyak kesedihan kalau saja tak terjadi hal lain. “Kenapa. tempat di mana guru tinggal. Murid-murid Avonlea sering menghabiskan waktu siang dengan mengambil getah di belukar pepohonan spruce kepunyaan Tuan. “Aku tak akan pernah memaafkan Gilbert Blythe.” sahut Anne berwibawa. dan aku juga tak pernah mendengarnya minta maaf sebelumnya untuk apa pun. Dia menertawakan rambutku karena sangat hitam. “Oh. “Dan Tuan. Sementara untuk Gilbert Blythe.” katanya menenangkan. Dia memanggilku burung gagak berkali-kali. Diana. “Aku benar-benar minta maaf karena telah membuat lelucon dengan rambutmu. Gilbert Blythe berusaha menahannya di pintu serambi depan. Diana merasa DIA tak akan tahan dengan permohonan Gilbert. dia bahkan tak sudi melihatnya.” sahut Anne tegas. Ketika mereka melihat Tuan.Anne berdiri di sana sepanjang sisa sore dengan cerita dongeng itu di atas kepalanya.” bisiknya menyesal. Dia tak menangis atau pun gantung diri. Dari sana mereka tetap bisa memperhatikan rumah Eben Wright. Dia TAK AKAN PERNAH sudi melihatnya lagi! Dia tak akan sudi bicara dengannya!! Ketika sekolah usai Anne berjalan dengan menegakkan kepalanya yang berambut merah. Phillips 90 . Bell dan melintasi padang rumputnya yang luas. Phillips juga memanggil namaku tanpa huruf e.” Diana tak mengerti sedikit pun apa yang Anne maksud tapi dia memahaminya sebagai sesuatu yang sangat buruk. Anne. Belenggu telah merasuki jiwaku. Dengan mata penuh sesal dan pipi bersemu karena marah dengan cara yang sama dia menghadapi pandangan simpatik Diana. anggukan kemarahan Charlie Sloane dan senyuman dengki Josie Pye. “Jujur aku menyesal. setengah kagum.” Anne melewatinya dengan cepat dengan sikap menghina. tanpa melihat atau pun tanda dia mendengarnya. teganya kau. “Gilbert Blythe telah menyakiti perasaanku DENGAN MENYEDIHKAN. Anne?” komentar Diana begitu mereka menyusuri jalan setengah menyalahkan.

91 . berlengah-lengah dan mondar-mandir. bahwa dia berharap seluruh murid sudah berada di tempat duduknya masing-masing begitu ia kembali. Siapa pun yag datang terlambat akan dihukum. berlari duluan dan berusaha sampai di gedung sekolah tepat waktu tanpa membuang waktu sedetikpun. dengan serangkai bunga lili di rambutnya seolah dia adalah makhluk Tuhan yang liar di tempat teduh. Anne bisa berlari seperti seekor rusa. terengah-engah. tapi harus melakukan sesuatu untuk menepati apa yang telah diucapkannya. tapi jaraknya sekitar tiga kali lebih jauh dari jalan rumah Tuan. setinggi pinggang di antara pepohonan pakis besar. karena tampaknya kau lebih suka dengan rombongan anak-anak laki maka kami akan memperturutkan seleramu itu sore ini. Diana. mereka memetik. yang tak memetik getah sama sekali tapi malah berkelilingkeliling dengan gembira jauh di ujung belukar. Bell seperti biasa. Bagaimanapun. Anne memandang ke guru itu seolah berubah menjadi batu. “Buang bunga itu dari rambutmu lalu duduk dengan Gilbert Blythe.” Tapi belukar pepohonan spruce sangat memikat dan biji karet yang menguning amat memperdaya. benar-benar berniat berada di sana beberapa saat hanya untuk “memetik kunyahan.muncul dari sana mereka berlari menuju gedung sekolah. dan Anne. bernyanyi lirih sendirian. Semua anak laki dan beberapa anak perempuan pergi ke belukar pepohonan spruce Tuan. yang harus berputar cepat turun dari pohon. yang berubah pucat karena kasihan. kehilangan napas dan terengah-engah. ia tak mau bersusah-payah memberi hukuman pada selusin murid.” Anak-anak perempuan yang memang berada di tanah. Keesokan harinya Tuan. Phillips yang singkat dalam menerapkan peraturannya telah habis. dengan rangkaian lili yang terlupakan terselip miring di salah satu telinga dan membuatnya tampak sangat kusut dan tidak rapi. yang telah jatuh terduduk di kursinya. Semangat Tuan. dan seperti biasa hal pertama yang menyadarkan mereka akan habisnya waktu adalah teriakan Jimmy Glover dari atas pohon spruce tua “Guru datang. terlalu terlambat sekitar tiga menit. ia mencari-cari sebab kesalahan dan ia menemukannya pada Anne. Phillips sedang meletakkan topinya. “Anne Shirley.” sindirnya. menarik rangkaian bunga itu dari rambut Anne dan memegang tangannya erat. dia berlari dengan sangat curang dimana dia menyusul anak-anak laki di pintu dan mendahului mereka masuk ke kelas tepat ketika Tuan. paling akhir dari semuanya.” Anak-anak laki lain tertawa tergelak-gelak. Phillips menggunakan salah satu peraturan dadakannya dan mengumumkan sebelum pulang untuk makan malam. Wright dan mereka sangat tangkas untuk sampai di sana. Anak-anak laki. berlari kemudian.

lalu menumpuknya dengan rapi di atas batu tulisnya yang retak. tertawa terkikik dan menyikut. mengambil permen hati pink itu dengan hati-hati di antara ujung jari-jari tangannya.” sahut Anne pelan “tapi kurasa anda tak serius. Anne merasa tak sanggup menanggungnya dan tak berdaya. Gilbert mengambil permen kecil berbentuk hati berwarna pink dengan tulisan emas di atasnya. tapi Anne tak bergerak. masih terus menerus memikirkan sajak dan tak pernah melewatkannya. dengan sok mengeluarkan semua yang ada di dalamnya. Suatu kali.” “Kupastikan padamu aku serius”—masih dengan nada menyindir yang seluruh anak. ketika tak ada seorang pun yang melihat. Awalnya murid-murid lainnya saling memandang. “Kamu manis. amarah dan penghinaan. Lalu Anne bangun. Kemudian. tak menyukainya. bahkan lebih parah lagi disuruh duduk dengan anak laki. berbisik. melumatkannya menjadi bubuk di bawah tumitnya. Dia merasa meluap-luap dengan rasa malu. “Patuhi aku sekarang juga. pak. Cukup buruk dihukum sendirian di antara selusin anak lainnya yang memiliki kesalahan sama. “Untuk apa kau membawa pulang itu semua. berkata pada yang lain saat pulang dari sekolah bahwa dia “benar-benar tak pernah melihat hal seperti itu—wajahnya sangat putih. bahkan anak laki itu haruslah Gilbert Blythe yang telah sangat menghinanya dengan tidak adil sampai sama sekali tak tertahankan. buku-buku dan catatan. Anne?” Diana ingin tahu. Phillips bertanya marah. Ketika sekolah usai Anne berjalan ke mejanya.” dan menyelipkannya ke tangan Anne. pena dan tinta. yang telah menulis beberapa syair “Untuk Priscilla” sebelum ia memanggil anak-anak itu. Anne?” Tuan. Tapi karena Anne tak pernah mengangkat kepalanya dan Gilbert mengerjakan bilangan pecahan seolah segenap jiwanya asyik dengan bilangan pecahan itu dan hanya itu. “Ya. segera begitu mereka berada di jalan. Ruby Gillis. dan duduk kembali di bangkunya tanpa sudi melirik Gilbert. dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lengannya di atas meja. menjatuhkannya ke lantai.” Bagi Anne.“Apa kau dengar apa yang kusuruh. Ketika Tuan. ini akhir dari segalanya. dan terutama Anne. lalu Tuan. duduk di sebelah Gilbert Blythe. mereka segera kembali ke tugasnya sendiri dan Anne pun terlupakan. Dia tak berani menanyakan itu sebelumnya. agama dan ilmu hitung. yang meliriknya sekilas begitu Anne menenggelamkan wajahnya.” Untuk beberapa saat Anne tampak seolah bermaksud akan membangkang. Keadaan memburuk. 92 . dengan bintik-bintik merah kecil yang mengerikan di wajahnya. melangkah melintasi jalur antara tempat duduk. Phillips. sadar tak ada bantuan yang bisa diharapkan. dia bangkit dengan angkuh. Phillips memanggil keluar anak-anak kelas sejarah Anne seharusnya pergi.

“Aku tak akan kembali lagi ke sekolah. Tapi aku tak akan kembali ke sekolah.” “Oh. “Tidakkah kau mengerti. Phillips akan menyuruhku duduk dengan Gertie Pye yang mengerikan itu—aku tahu ia akan melakukannya karena dia duduk sendiri. di bawah dekat sungai.” sahut Anne sedih. Anne. Kau sangat menyiksaku. per bab. “Ia harus membolehkan. Tapi aku tak bisa melakukan ini. “Kami akan membuat rumah baru paling indah di bawah dekat sungai.” Marilla sungguh melihat sesuatu seperti sifat keras kepala dan tak mau mundur pada wajah mungil Anne. Itu sangat luar biasa mengasyikkan.” “Aku akan lakukan hampir segalanya di dunia untukmu. dia akan mengatakannya pada Marilla setibanya di rumah.” kata Diana murung. Phillips lagi. Dan kami akan belajar sebuah lagu baru—Jane Andrews sedang mempraktekkannya sekarang. “Itu sama sekali bukan omong kosong.” Anne menggeleng pelan. Dia tak akan ke sekolah bertemu Tuan. “Aku akan biarkan tubuhku hancur berkeping-keping kalau itu akan memberi kebaikan untukmu. Aku akan belajar di rumah dan aku akan bersikap sebaik yang kubisa dan terus menutup mulutku sepanjang waktu kalau sama sekali memungkinkan. Anne!” Diana tampak seolah akan menangis.” “Dihina omong kosog! Besok kau akan ke sekolah seperti biasa. “Omong kosong. Anne. Marilla? Aku sudah dihina. dan Alice Andrews akan membawa buku Pansy baru minggu depan dan kami semua akan membacanya keras-keras. Tekadnya sudah bulat. tidak. “Aku sungguh berpikir kau jahat.” sahut Anne. pandangan mencela. “Aku tak akan kembali. kujamin. jadi tolong jangan minta aku melakukannya. Diana.” “Oh.” sahut Anne. Diana tersengal dan menatap Anne untuk melihat apakah dia serius. Marilla.” Tak ada yang bisa mempengaruhi Anne sedikitpun.” “Bayangkan saja semua kesenangan yang akan kau lewatkan. “Aku TAK AKAN PERNAH ke sekolah bertemu orang itu lagi. Dan kau tahu kau sangat suka membaca keras-keras. Anne.” sahut Anne. Apa yang harus kulakukan? Tuan. dan kami akan bermain bola minggu depan dan kau tak pernah bermain bola. tapi 93 . Tolong kembalilah. Ia tahu akan kesulitan dalam mengatasinya. memandang Marilla dengan serius.” kata Marilla. “Apakah Marilla akan membolehkanmu berada di rumah dan tak ke sekolah?” tanyanya.

Marilla. Dia sedang terlalu gusar dan menurutku dia akan sangat keras kepala. Sejak dia bersekolah aku sudah menduga akan ada masalah. Tuan. tentang pertengkaran Anne di sekolah. “Dia bilang tak mau kembali ke sekolah. Phillips yang salah.” “Aku tak tahu apa yng harus kulakukan padanya.” sahutnya. Bagaimanapun. Dia langsung berpihak pada Anne dan katanya seluruh murid melakukan hal yang sama. Tillie Boulter benar-benar marah. “Kutebak. kau tahu. itu tak akan kita katakan pada anak-anak. Dia telah menyekolahkan sepuluh orang anak dan dia seharusnya tahu sesuatu mengenai kejadian itu. Rachel mengangguk. itu masalahnya. agak malu-malu. dia akan tenang kembali dalam seminggu atau beberapa hari dan cukup siap untuk mempertimbangan kembali kemauannya sendiri.” pikirnya. Tentu saja. Dan tentu saja ia sudah benar dengan menghukumnya kemarin karena sudah naik darah. Nyonya. aku tak akan bicara tentang sekolah padanya lagi sampai dia sendiri yang mengungkitnya. Marilla. Rachel?” “Well. “Tak ada gunanya berdebat dengan Anne sekarang. Anak lain yang telat seharusnya juga dihukum seperti Anne.” sahut Marilla keheranan. Dan aku tak yakin dengan bentuk hukuman menyuruh anak perempuan duduk dengan anak laki. dia juga akan mendengar cerita selengkapnya. Sekarang. “Kurasa kau tahu maksud kedatanganku. sementara. Anne tampak benar-benar populer di antara mereka. “Ya. itu yang akan kulakukan. Lynde sedang merajut selimut tebal serajin dan segembira biasanya.” katanya. kalau kau memaksanya segera kembali bersekolah. Kutahu semuanya berjalan terlalu lancar sampai akhir. Tepat. Itu tidak sopan. Tapi hari ini berbeda. ayang bisa kupahami dari ceritanya.” sahut Marilla.” “Lalu menurutmu aku lebih baik membiarkannya tinggal di rumah. Aku tak pernah melihat anak yang sangat gusar.kemudian dengan bijak ia memutuskan tak banyak bicara lagi. Apa yang akan kau sarankan. Tapi tentu saja akan tak akan mengatakan itu padanya. “Aku akan pergi menemui Rachel untuk mempertimbangkannya malam ini. Aku tak pernah menyangka dia bisa bergaul sangat baik dengan mereka. Phillips telah berbuat agak sewenang-wenang. karena kau minta saranku.” sahut Nyonya. “Tillie Boulter dalam perjalanan pulang dari sekolah dan dia menceritakannya padaku. Perasaannya sangat halus. Yakinlah. Lynde sangat suka dimintai nasehat—“Pertama aku akan sedikit menghiburnya. kau tahu tingkah dan kemarahan seperti apa yang akan dilakukannya kemudian dan membuat masalah yang lebih parah dari 94 .” Marilla mendapati Nyonya. Aku hanya akan membicarakannya dengan Rachel. Lynde ramah—Nyonya. Aku yakin Tuan.

dan bermain dengan Diana di waktu senja musim gugur yang ungu dan dingin. dia sangat mencintai Diana. dengan kerudung. Marilla mengikuti saran Nyonya. Marilla. “Aku sangat mencintai Diana.sebelumnya. Rachel menggeleng-gelengkan kepalanya. dengan gaun yang indah juga. tapi itu tak ada gunanya. “Apa masalahnya sekarang. karena ia memperbudak dua lainnya. Tuan. Dan oh. Dia belajar di rumah. dan bagian lengan yang gembung. ia jatuh ke kursi terdekat dan meledaklah gelak tawanya yang terbahak-bahak dan tak biasanya hingga 95 . sama kuatnya rasa suka dan tidak suka. bagaimanapun. selama ITU berjalan. Pada suatu malam Marilla. Aku tak akan pernah bisa hidup tanpanya. dengan seluruh cinta pada hati kecilnya yang menggebu. Ia tak akan dikontrak lagi oleh sekolah itu kalau pamannya tak menjadi komisaris—KOMISARIS. Sebanyak kebenciannya pada Gilbert. dan tampak secantik dan seagung ratu. semakin sedikit bertengkar dengannya akan lebih baik. masuk dari kebun buah dengan sekeranjang apel. apa yang harus kulakukan? Aku benci suaminya—aku amat sangat membencinya. menangis terisak.” Nyonya. Tapi aku sangat tahu ketika kami dewasa Diana akan menikah. tapi ketika dia bertemu Gilbert Blythe di jalan atau bertemu secara kebetulan di sekolah Minggu dia melewatinya dengan jijik hingga tak tersentuh sedikitpun oleh keinginan Gilbert yang sungguh-sungguh untuk berbaikan dengannya. Menurutku. Marilla cepat-cepat berpaling untuk menyembunyikan wajahnya yang mulai bergerak-gerak. Rachel dan tak menyinggung lagi masalah kembali ke sekolah pada Anne. Dia tidak akan terlalu banyak tinggal hanya karena tak pergi ke sekolah. itulah sebabnya. itu intinya. “Ini tentang Diana. Anne telah benar-benar membulatkan tekad untuk membenci Gilbert Blythe sampai akhir hayatnya. Aku telah membayangkan semuanya—pernikahan itu dan semuanya—Diana memakai gaun seputih salju. dan aku pengiring pengantinnya. sebanyak keinginannya mengatakan bahwa kalau saja ia adalah ketua Sistem Pendidikan Provinsi maka segala sesuatunya akan jauh lebih teratur. tapi dengan hati terluka yang tersembunyi oleh senyuman di wajahku. Anne?” tanyanya. mendapati Anne sedang duduk di dekat jendela timur pada waktu senja. Lalu mengucapkan pada Diana selamat tinggal-al-al —“ Sekarang Anne telah benar-benar terpuruk dan menangis semakin getir. Aku tak tahu akan menjadi seperti apa pendidikan di Island ini.” Anne menangis tersedu. Phillips sama sekali tak baik sebagai seorang guru. Bahkan usaha Diana sebagai penengah tak membantu. pergi jauh dan meninggalkanku. Perintahnya memalukan. mengerjakan pekerjaannya. ia mengabaikan pesta anak-anak dan menghabiskan seluruh waktunya mempersiapkan murid-murid yang sudah dewasa itu untuk ratu.

“tapi itu sore ketika aku sedang memikirkan nama untuk Violet Vale dan itu membuatku tak memikirkan hal lain. yang jiwa seninya tak berkembang pesat. ya kan? Coba lihat cabang-cabang pohon maple ini. “Oh. “kalau kau harus gelisah tanpa alasan.” serunya di suatu pagi Sabtu.” sahut Anne menyesal. Ia 96 . Dan kau tahu seseorang bisa bermimpi jauh lebih indah dalam sebuah kamar dengan benda-benda bagus di dalamnya.” “Kamar yang morat-marit. Aku akan berpikir kau berimajinasi. berhenti karena keheranan. dan pepohonan cherry liar di sepanjang jalan indah menaungi dengan warnanya yang merah gelap dan hijau kemerahan. Marilla.” “Kalau begitu ingat jangan sampai daun-daunnya rontok di tangga. Aku akan menghadiri rapat The Aid Society sore ini. sementara akibatnya lapangan terkena sinar matahari. “Kau membuat kamarmu sama sekali berantakan dengan terlalu banyak benda dari luar rumah.” “Oh.” kata Marilla begitu ia mampu bersuara. dan juga untuk bermimpi. demi Tuhan lakukanlah yang lebih berguna. Anne bersuka ria dengan warna-warni di sekelilingnya. Kau harus menyiapkan makan malam untuk Matthew dan Jerry. cukup yakin. dan mungkin belum tiba di rumah sebelum gelap.Matthew. Kamar tidur dibuat untuk kita tidur di dalamnya. pepohonan maple di belakang kebun buah berwarna merah tua indah. Tidakkah cabang-cabang itu memberimu sensasi—beberap sensasi? Aku akan menghias kamarku dengannya. Matthew sangat baik. ketika pepohonan birch di lembah menjadi keemasan seperti cahaya matahari.” Bab XVI – Diana diundang untuk Minum Teh dengan Akibat Tragis Oktober adalah bulan yang indah di Green Gables. Anne.” “Aku buruk sekali sampai melupakannya. Aku akan menaruh dahan-dahan ini dalam kendi biru lama dan meletakkannya di atas mejaku. Kapan ia pernah mendengar Marilla tertawa seperti itu sebelumnya? “Well. yang sedang melintasi halaman di luar. Anne Shirley. masuk dengan menari dan tangannya penuh dengan dahan pohon yang indah. “Aku sangat senang bisa tinggal di tempat yang ada bulan oktober.” sahut Marilla. Anne. Ia tak pernah marah sedikitpun. jadi jagalah jangan sampai kau lupa membuat teh sampai kau duduk di meja seperti terakhir kali. Akan sangat tidak menyenangkan kalau kita melompat dari September ke November. Marilla.

dan kue kering untuk dimakan sambil minum anggur itu di waktu sore. Kemudian memaksanya mengambil sepotong kue lagi atau menawarkan sele padanya. Anne. Dan—aku tak yakin apakah aku melakukan hal yang benar—ini mungkin akan membuat pikiranmu lebih tak karuan dari sebelumnya—tapi kau boleh mengajak Diana ke sini dan melewati sore dengan juga minum teh di sini. Hasilnya baru saja Marilla berangkat ke Carmody. Kau boleh menggunakan ruang duduk untuk teman-temanmu. Ini akan tampak sangat menyenangkan dan membanggakan. Aku lupa akhir ceritanya. jadi aku mengarangnya sendiri dan Matthew bilang ia tidak tahu dimana hubungannya. kujamin Matthew akan telat saat minum teh karena ia akan mengangkut kentang ke kapal. melewati Dryad’s Bubble dan mendaki jalan yang dipenuhi pohon spruce ke Orchard Slope. Anggur itu ada di rak kedua di lemari ruang duduk. hanya membayangkannya saja sudah membuatku merasakan sensasi yang indah. Marilla. “Lalu menanyakan apakah Diana mau gula! Aku tahu dia tak mau tapi tentu saja aku akan menanyakannnya seolah-olah aku tak tahu.” “Aku benar-benar dapat membayangkan sedang duduk di kepala meja dan menuangkan teh. “Benar-benar sangat indah! Akhirnya kau SUNGGUH bisa membayangkan semuanya atau kalau tidak kau tak akan pernah mengerti betapa aku sangat merindukan hal ini terjadi. Diana sampai. mengundang Diana minm teh. jadi ia tak merasa waktu lama sama sekali. kau dan Diana boleh meminumnya kalau mau. Dan kau boleh memotong beberapa kue rasa buah dan makan kue-kue kering dan buncis. memakai pakaianNYA yang terbagus kedua dan tampak sangat tepat digunakan 97 . Marilla.” “Matthew akan berpikir itu tak jadi soal. Marilla. Marilla!” Anne menggenggam tangannya. kalau kau bangun dan makan di tengah malam. Bolehkah aku mengajaknya ke ruang yang kosong untuk meletakkan topinya ketika dia datang? Lalu duduk di ruang tamu?” “Tidak. Tapi saat ini kau jangan sampai kehilangan akal. Dan aku menceritakan dongeng yang indah sambil menunggu. Bagaimanapun sudah waktunya itu digunakan—aku yakin itu akan mulai bekerja. memejamkan matanya dengan estetis.” sahut Anne.” Anne berlari ke lembah. Jangan takut aku akan lupa membuatkan teh ketika aku ada kawan. Oh. Itu dongeng yang sangat bagus.sendiri yang membuatkan teh dan berkata kami praktis boleh menunggu. lalu apa? Kau tahu aku tak pernah menggunakannya kecuali untuk pendeta atau anggota The Aid. Tapi kau boleh buka wadah kuning kecil berisi sele cherry. sungguh tak boleh! Cangkir bermotif kuncup mawar! Well. Tapi di sana ada botol setengah penuh dengan minuman anggur manis raspberry sisa dari pertemuan gereja malam kemarin. Kau akan menggunakan perangkat cangkir lama berwarna coklat.” “Oh. bolehkah aku menggunakan seperangkat cangkir bermotif kuncup bunga mawar?” “Tidak. Oh.

dengan sama sopannya membuka pintu. Sam Boulter telah “lancang” pada Tuan. Harmon Andrews pagi itu. Dia harus duduk dengan Gertie Pye dan dia benci itu. 98 . “Bagaimana kabar ibumu?” Anne bertanya sopan. Lalu ketika Anne. terima kasih. makan apel dan ngobrol sekuat yang mereka sanggup. “Ayo kita ke luar ke kebun dan memetik beberapa Red Sweeting. yang memakai baju terbagusnya kedua. Kau harus menggosok kutil dengan batu kerikil itu lalu lemparlah dari atas bahu kirimu pada saat bulan muda dan semua kutil itu akan hilang. Barry memetik apel pagi itu dalam keadaan sehat walafiat. Aku suka minuman berwarna merah terang. Marilla bilang kita boleh memetik semua yang tersisa di pohon. Banyak yang ingin diceritakan oleh Diana pada Anne tentang apa yang terjadi di sekolah. Nama minuman itu dimulai dengan huruf A dan R dan warnanya merah terang. Kurasa Tuan. Ruby Gillis telah mengguna-guna semua kutilnya.menghadiri jamuan teh di luar. kedua anak perempuan itu berjabat tangan dengan agak payah seolah mereka belum pernah bertemu sebelumnya. Ia bilang kita boleh makan kue rasa buah dan sele cherry saat minum teh. seolah dia tak melihat Nyonya. Marilla seorang wanita yang sangat murah hati.” Kebun buah itu. jadi aku tak akan memberitahumu apa yang ia bilang boleh kita minum. Gertie mendecitkan pinsilnya setiap saat dan itu sangat membuat darahnya—Diana— membeku. banyak sekali. ternyata sangat menyenangkan sehingga kedua anak itu menghabiskan sebagian besar waktu sorenya di situ. “Ya. tapi sekarang dia mengetuk pintu depan dengan sopan. duduk di pojok berumput dimana kebekuan telah menyerap kehijauan dan sinar matahari lembut musim gugur bersinar hangat. yang telah menumpang di kereta Matthew sampai ke tempat Tuan. ya kan?” sahut Diana. bersiapsiap. kau juga kan? Rasanya dua kali lebih enak daripada warna lain. Kuharap hasil panen ayahmu juga bagus. Di lain waktu dia terbiasa berlari masuk ke dapur tanpa mengetuk pintu. Diana. Nama Charlie Sloan telah ditulis dengan nama Em White di dinding serambi depan dan Em White SANGAT MARAH karenanya. Apa kau sudah memetik banyak apel di kebunmu?” “Oh. “Dia sangat sehat. Cuthbert akan mengangkut kentang ke LILY SANDS sore ini.” “Hasil panen kami lumayan bagus. Kekhidmatan yang tak biasa ini berlangsung sampai setelah Diana diajak ke loteng timur untuk menyimpan topinya lalu duduk di ruang duduk selama sepuluh menit. terima kasih. dengan dahan besarnya yang menjulur menyapu tanah penuh dengan buah. Hasil panen kentang kami sangat bagus tahun ini. sungguh.” sahut Anne lupa menjaga wibawanya dan melompat cepat. dengan kekuatan gaib batu kerikil yang diberikan oleh Mary Joe tua dari Creek untuknya. Tapi bukan sikap yang baik memberitahu temanmu apa yang akan kau hidangkan.

Anne menaruhnya di talam dan menghidangkannya di meja dengan sebuah gelas minum. itu pekerjaan yang berat.” “Minuman terlezat yang pernah kuminum. ya kan?” Ketika Anne kembali dari dapur Diana sedang meneguk anggur dari gelas yang terisi penuh untuk kedua kalinya. karena Anne mendesaknya.” Diana menuangkan sendiri minuman itu memenuhi gelasnya. dan Lizzie Wright tak bicara dengan Mamie Wilson karena kakak Mamie Wilson telah membuat hubungan kakak Lizzie Wright dengan kekasihnya putus. Banyak sekali tanggung jawab di pikiran seseorang yang bertugas menjaga rumah. Diana. dan Matie Andrews punya sebuah kerudung baru berwarna merah dan alat penyeberang jalan warna biru dengan rumbai-rumbai di atasnya dan karenanya gayanya menjadi sangat memuakkan.” “Aku sangat senang kau menyukainya. Aku akan keluar dan menyalakan api. kemudian ayah Sam datang ke sekolah dan menantang Tuan. Lynde. Terakhir kali aku 99 . Phillips mencambuknya. Dia mendapat bergelas-gelas penuh anggur raspbery dan rasanya benar-benar sangat lezat. Anne. Minum saja sebanyak kau mau. Anne melihat ke rak kedua di lemari ruangan itu tapi tak ada botol anggur raspberry di sana.” “Kukira anggur raspberry Marilla mungkin memang akan jauh lebih enak daripada punya Nyonya.Phillips di kelas lalu Tuan. Dia melompat dengan tergesa dan berkata mereka seharusnya masuk dan minum anggur manis raspberry. “Ini jauh lebih enak dari pada minuman dari Nyonya. dan Gilbert Blythe— Tapi Anne tak mau mendengar tentang Gilbert Blythe. Dia kembali mencari dan menemukannya di rak atas.” katanya sopan. Sedikit sekali lingkup untuk berimajinasi dalam masak memasak. Diana. Kurasa seolah aku tak mau apa pun lagi setelah makan semua apel itu.” sahut Anne tulus. Phillips kalau berani memukul salah satu di antara anaknya lagi. “Ini anggur raspberry yang sangat enak. dia sama sekali tak keberatan minum segelas penuh untuk ketiga kalinya. dan. “Marilla adalah koki terkenal. “Sekarang. memandang kagum warna merahnya yang terang. silakan minum. meskipun ia sangat menyombongkannya. Ia berusaha mengajarkanku cara memasak tapi kujamin. dan semua orang sangat merindukan Anne dan berharap dia kembali ke sekolah. kemudian meneguknya dengan anggun. “Aku tak tahu kalau anggur raspberry rasanya sangat nikmat. Lynde.” kata Diana. Kau harus melakukan segala sesuatunya menurut aturan.” katanya. Rasanya sedikitpun tak sama. “Aku tak yakin sanggup minum.

terutama Nyonya. karena aku mau Nyonya. Marilla bilang itu cukup untuk sekali makan malam lagi dan menyuruhku menaruhnya di rak lemari serta menutupnya. Tuan. aku tak akan bisa melupakan peristiwa mengerikan itu meskipun aku akan hidup sampai seratus tahun. Aku ingat semuanya dan aku langsung berdiri di tempatku dan menjerit ‘Marilla. Ada seekor tikus tenggelam di dalamnya. itu merupakan peristiwa yang mengerikan. Aku lupa memberitahumu sebelumnya. kau tahu. Kupikir kau menderita sakit cacar yang amat parah dan semua orang mengucilkanmu. Marilla sangat marah dan aku tak heran lagi. Aku teringat untuk menutup saus itu keesokan paginya dan berlari ke dapur. tapi ketika aku membawanya masuk aku membayangkan bahwa aku adalah seorang suster—tentu saja aku beragama Protestan tapi aku membayangkan aku adalah orang Katolik—menggunakan kerudung untuk menyembunyikan patah hati di pengasingan yang terpencil. Chester Ross dari Spencervale datang ke sini pagi itu. Ketika Marilla memanggilku masuk hidangan makan malam sudah tersaji dan semua orang sudah berada di meja makan. Minggu lalu ia merasa sangat malu karena saus puding. Tepung sangat penting untuk kue. Chester Ross. kemudian aku tertular cacar dan meninggal lalu dikuburkan di bawah pepohonan poplar di pemakaman itu dan kau menanam rumpun bunga mawar di makamku serta menyiraminya dengan airmatamu. Airmata terus mengalir di pipiku ketika aku mengaduk adonan kue. dan aku lupa sama sekali untuk menutup saus puding.membuat kue aku lupa memasukkan tepung. kau tak boleh memakai saus puding itu.’ Oh. Nyonya. tapi ketika ia telah masuk aku membayangkan bahwa aku adalah peri es yang sedang berjalan melintasi hutan dan membuat pepohonan berubah menjadi merah dan kuning. Aku berusaha sesopan dan seanggun mungkin. Oh. Marilla sedang keluar untuk memerah susu dan aku benar-benar berniat untuk bertanya padanya ketika ia masuk kalau aku akan memberikan saus itu untuk babi. itu cerita yang sangat menyedihkan. Kami membuat puding prem untuk hidangan makan malam hari Selasa lalu tersisa setengah puding dan satu tempayan penuh saus. dan Nyonya. Aku bermaksud untuk menutupnya sebanyak mungkin. Diana. bayangkan kalau kau bisa ketakutanku yang amat sangat karena mendapati seekor tikus di dalam saus puding itu! Aku mengangkat tikus itu keluar dengan sendok dan melemparnya ke halaman dan kemudian mencuci sendok itu dengan tiga jenis air. Ia seorang pengurus rumah 100 . Semuanya berjalan baik sampai aku melihat Marilla datang membawa puding prem dengan sebelah tangan dan tempayan berisi saus puding yang TELAH DIHANGATKAN. Well. Diana. Chester Ross menganggap aku seorang anak kecil yang seperti lady meskipun aku tidak cantik. Diana. yang mana pun yang mereka mau. Diana. Aku merupakan percobaan yang berat baginya. tak pernah melupakan sahabat masa mudamu yang mengorbankan dirinya untukmu. Aku sedang membayangkan cerita paling indah tentang kau dan aku. jadi aku tak pernah ingat lagi tentang saus puding dan Marilla menyuruhku keluar untuk memetik apel. dan kau tak pernah. di sebelah tangan yang lain. tapi aku berjalan ke sisi tempat tidurmu dengan berani dan merawatmu sampai sembuh. Chester Ross hanya MENATAP ku dan kupikir aku akan merosot ke lantai karena malu. Diana. Kau tahu mereka orang yang sangat bergaya. Diana. Tapi aku lupa memasukkan tepung dan kuenya gagal total.

Ia bahkan juga menawarkannya untuk padaku. “Aku akan segera mengambilnya—aku akan pergi dan menghidangkan teh saat ini juga.” sahut Diana. dengan airmata kekecewaan di matanya. Setelah Nyonya. “Aku tak pernah dengar ada teman yang pulang sebelum minum teh. kau bisa mengandalkanku. Sia-sia Anne memohon. Lynde untuk suatu keperluan. Dalam waktu yang sangat singkat Anne telah kembali pulang 101 . Dimana kau merasa sakit?” “Aku harus pulang. Tapi aku sungguh berharap kau mau tinggal sampai setelah minum teh. meletakkan tangannya di kepalanya. Dimana kau merasa sakit?” “Aku sangat pusing. Ia hanya membawa saus dan puding itu keluar dan membawa masuk sele strawberry. Dan sungguh. agak serak. dan hanya itu yang ingin dikatakannya. Berbaringlah sejenak di sofa dan kau akan membaik. apa kau merasa mungkin kau benar-benar terkena cacar? Kalau iya aku akan pergi dan merawatmu.” Anne memohon. kemudian dia duduk lagi. Chester Ross pergi. “Bagaimanapun juga biarkan aku memberimu makan siang.” “Aku harus pulang. bodoh tapi bertekad. Lalu dia menyusuri jalan kembali ke Green Gables. mengambil topi Diana dan pergi dengannya sampai ke pagar halaman Barry. Keesokan harinya adalah hari Minggu dan meskipun hujan turun dengan derasnya mulai dari terbit fajar sampai senja Anne tak beranjak dari Green Gables. “Oh.” sahut Diana. Marilla memarahiku habis-habisan. tapi aku tak bisa makan sesuap pun.” jerit Anne kalut.” ulang Diana.” “Oh. Diana. Diana. Aku tak akan pernah meninggalkanmu. pasti tak terpikir olehmu harus pulang sebelum minum teh. apa masalahnya?” Diana telah berdiri dengan goyah.” katanya murung. dimana dia menyimpan kembali sisa anggur raspberry dengan sedih ke dalam lemari dan menyiapkan teh untuk Matthew dan Jerry. Kemudian—wajah Marilla memerah laksana api tapi ia tak bicara sepatah kata pun. Kenapa.tangga yang sempurna dan bayangkan apa pendapatnya tentang kami. “Aku—aku sangat sakit. “Biarkan aku memberimu sepotong kue dan sedikit sele cherry.” sahutnya. Anne. dia berjalan terhuyung. Senin sore Marilla menyuruhnya pergi ke rumah Nyonya. Rasanya seperti ada tumpukan batu bara panas di kepalaku. sama sekali tanpa semangat lagi. “Aku—aku—harus segera pulang.

Barry sedang dalam keadaan yang sangat kacau. jelas-jelas tak menyetujuinya. Duduklah dengan tegak sekarang juga dan katakan padaku kenapa kau menangis. “Sekarang apa masalahnya.dengan airmata mengalir di pipinya. “Membuat Diana mabuk!” ulangnya begitu ia pulih dari rasa terkejutnya. Oh. Dan ia bilang aku pasti anak yang sangat nakal dan bertingkah buruk dan ia tak akan pernah. “Hari ini Nyonya. kesedihan menyeruak. Lynde.” Tak ada jawaban dari Anne yang mencoba menahan airmatanya dan sedu sedan yang semakin menjadi! “Anne Shirley. Barry tak waras? Apa yang kau hidangkan untuknya?” “Hanya anggur raspberry dan tak ada yang lain. “Katanya aku membuat Diana MABUK pada hari Sabtu dan membuatnya pulang dalam kondisi yang sangat memalukan. Oh. aku sangat tertegun karena sengsara. Wajahnya berkerinyit karena jengkel pada diri sendiri. kau benar-benar berkebawaan untuk terjerumus dalam kesulitankesulitan. “Aku tak menyangka anggur raspberry bisa membuat orang mabuk. “Aku sungguh berharap kau tak pergi dan bertingkah kasar lagi pada Nyonya. tak akan pernah mengijinkan Diana bermain denganku lagi. Marilla—bahkan meski mereka minum tiga gelas besar yang terisi penuh seperti yang dilakukan Diana. Ia kembali ke dapur dengan botol anggur di tangannya. melangkah ke lemari di ruang duduk.” Anne duduk tegak. Thomas! Tapi aku tak bermaksud membuatnya mabuk.” “Mabuk omong kosong!” sahut Marilla. Apa kau sendiri tak bisa membedakan rasanya?” 102 . Dia berlari ke dapur dan menghempaskan tubuhnya dengan wajah tertelungkup sedih di atas sofa. Dan pada saat yang sama Marilla teringat bahwa ia meletakkan botol anggur raspberry di ruang penyimpanan anggur dan bukan di lemari seperti yang dikatakannya pada Anne. meskipun orang-orang tertentu yang agak keras. Kau malah memberi wine untuk Diana dan bukannya anggur manis raspberry. Barry. salah satunya Nyonya. Marilla.” dia meratap. Barry dan Nyonya. “Anne. Di atas rak itu terdapat sebuah botol yang langsung diketahuinya berisi wine buatan sendiri saat ia merayakan tiga tahun berdirinya usaha pembuatan anggurnya itu di Avonlea.” Marilla terbelalak tak percaya. “Anne apa kau atau Nyonya. ketika aku bertanya padamu aku butuh jawabannya. Anne?” Marila bertanya antara ragu dan risau. terdengar sama—sama—seperti suami Nyonya.” Anne tersedu. Lynde pergi menemui Nyonya.

Marilla. Dia tertawa seperti orang tolol ketika ibunya bertanya ada apa lalu dia pergi tidur dan tidur selama berjam-jam. Barry bilang pada Nyonya. sedikit pun aku tak menduga akan seperti ini saat pertama kali kami mengucapkan sumpah persahabatan. Nyonya.” sahut Anne. Lynde dia mabuk berat. dari wajahmu aku tahu itu tak ada gunanya. Oh.” katanya murung. Aku bermaksud sangat—sangat—bermurah hati. Diana merasa sangat kesakitan dan harus pulang. Kemarin kepalanya terasa sangat sakit seharian.” sahut Anne.“Aku tak pernah mencicipinya.” “Well.” Anne menghela napas. menunjukkan bahwa mungkin itulah cara yang lebih bijak. nak. Semuanya akan berjalan lancar. Sudah. “Oh. Barry sangat marah. Barry akan mempertimbangkannya kembali ketika ia tahu bukan kau yang bersalah. “Kenapa.” “Menurutku sebaiknya dia menghukum Diana karena telah sangat rakus minum tiga gelas penuh. Ibunya mencium bau napasnya dan tahu dia mabuk. meskipun aku tak membuatnya lagi selama tiga tahun terakhir sejak aku tahu pendeta tak menyetujuinya. Kau jauh lebih sopan daripada aku. kejadian ini akan menjadi umpan manis untuk orang-orang yang tidak suka aku menjalankan usaha pembuatan wine.” kata Marilla. Well. Nyonya. “Jangan menangis lagi. tiga gelas besar terisi penuh itu memang akan membuatnya sakit meskipun hanya anggur manis. Marilla. “Hatiku sakit. Marilla. Kurasa dia berpikir kau melakukannya untuk sebuah lelucon tolol atau sejenisnya.” Marilla telah berubah pikiran mengenai semuanya berjalan lancar ketika ia kembali dari Orchard Slope. Marilla.” “Jangan bersikap tolol. “Nyonya. aku akan menemuinya.” sahut Marilla singkat. Aku tak mengerti karena kau yang disalahkan meskipun aku menyesal kejadiannya seperti ini. jangan menangis.” “Aku harus menangis. Ia hanya yakin satu hal. Nyonya. Barry tak mau memaafkanku?” 103 . Anne. Mungkin ia akan lebih cepat mau mendengarkanmu ketimbang aku.” “Aku tak berani karena mengingat akan menemui ibu Diana yang terluka. “Kupikir itu adalah anggur manis raspberry. Aku hanya menyimpannya untuk obat. Anne melihat kedatangannya dan berlari ke serambi depan untuk menemuinya. “Aku berharap kau yang akan menemuinya. Anne. Bintang-bintang di orbitnya memusuhiku. Sebaiknya kau pergi menemuinya malam ini dan beritahu dia kejadian sebenarnya. sudah. yaitu aku sengaja melakukannya. Diana dan aku selamanya adalah teman.

aku memaparkan semua fakta itu dengan tenang yang merupakan tamparan tepat baginya. Barry. diterangi sinar pucat bulan sabit di kaki langit hutan bagian selatan.“Nyonya. meninggalkan anak kecil yang sangat kebingungan itu di serambi depan. tolong jangan katakan bahwa anda tak akan mengijinkan Diana bermain denganku lagi. Nyonya. Barry memang tak memaafkanmu!” bentak Marilla. Wajahnya mengeras. “Apa maumu?” sambutnya kaku. Bagaimana aku bisa tega? Coba bayangkan kalau anda adalah seorang anak perempuan yatim piatu yang diadopsi oleh orang yang baik dan anda hanya punya satu teman dekat di seluruh dunia. Aku mengatakan terus terang padanya bahwa anggur wine itu bukan untuk diminum tiga gelas penuh sekaligus dan kalau ada anak yang meminumnya seperti itu maka anak itu pasti sangat rakus. Barry bahkan membuatnya semakin jengkel. tak berpengaruh pada Nyonya. Barry adalah seorang wanita yang teguh pendirian kalau sudah berprasangka dan tak menyukai seseorang. Kemudian Anne keluar tanpa penutup kepala dalam hawa dingin senja musim gu. Menurut anda. tolong maafkanlah aku. Ia curiga pada bualan Anne dan gerak tubuhnya yang dibuat-buat dan menganggap anak itu sedang mengolok-oloknya. Jadi ia berkata. tapi dia tetap tak mempercayaiku. ia sangat yakin Anne telah membuat Diana mabuk karena kedengkian belaka. dengan kejam dan dingin: 104 . ??? dan ia sangat ingin menjaga anak perempuannya dari kontaminasi karena keakraban lebih lanjut dengan anak yang seperti itu. Kalau anda melarangnya maka hidupku akan sangat menderita. Oh. “Oh. Nyonya.” Ucapan ini yang telah dapat melembutkan hati Nyonya. membuka pintu yang diketuk malu-malu. pemurung yang selalu paling sulit untuk diatasi. Barry. Lynde dalam sekejap. Anne menggenggam tangannya. mendapati pemohon bermata penuh semangat dan berbibir pucat di ambang pintu. dan kemarahannya sangat dingin. Nyonya. dengan sangat tenang dan mantap berjalan seorang diri melalui deretan pohon semanggi di sekeliling jembatan kayu dan terus sampai ke rimbunan pohon spruce. Aku tak bermaksud untuk—untuk— membuat Diana mabuk. Dalam pertimbangannya.” Marilla melangkah cepat ke dapur. Saat itu aku sangat yakin kalau itu adalah anggur raspberry. Lalu dia menyinggung tentang anggur wine buatanku dan seperti yang selalu kubilang ini pasti berpengaruh pada orang-orang itu. apakah anda akan sengaja membuatnya mabuk? Kupikir itu hanya anggur raspberry. “Dari semua wanita cerewet yang pernah kutemui dia yang paling parah. dalam keadaan sangat kacau. Aku memberitahunya itu semua sebuah kesalahan dan bukan kau yang salah.

Barry dan ia memperlakukanku penuh hinaan.” damprat Marilla.” Bibir Anne gemetar. Anne yang kehilangan harapan kembali ke Green Gables. “Aku pergi sendiri menemui Nyonya. “Diana sudah pergi ke Carmody dengan ayahnya. Barry. “Anak kecil yang malang. suatu kelembutan yang tak biasa menjalari wajahnya. kebetulan saja Anne sepintas lalu melihat Diana di Dryad’s Bubble memberi isyarat misterius. kau tak boleh bicara seperti itu. aku tak yakin Tuhan Sendiri bisa berbuat banyak pada orang yang keras kepala seperti Nyonya.” “Anne.” katanya pada Marilla. menyibak rambut dari wajahnya yang bersimbah airmata. Dan sungguh. aku TIDAK berpikir ia adalah wanita yang sopan.” sahut Nyonya. Barry. berusaha keras mengatasi keinginan tak pantas untuk tertawa terbahak-bahak yang dirisaukannya karena mulai menggelitikinya. Sebaiknya kau pulang dan jaga tingkah lakumu. 105 . keheranan dan harapan berebutan tampak di matanya yang ekspresif. Marilla. Bab XVII – Daya Tarik Baru dalam Hidup KEesokan sorenya Anne. ia benar-benar tertawa puas atas penderitaan Anne. Dalam sekejap Anne telah keluar dari rumah dan berlari ke lembah. Tapi harapan memudar ketika dia melihat raut wajah Diana yang murung.” gumamnya.“Kupikir kau bukan gadis kecil yang cocok sebagai teman Diana. ketika malam itu ia menceritakan cerita itu selengkapnya pada Matthew. Tapi ketika ia masuk ke loteng timur sebelum tidur dan mendapati Anne menangis sendiri sampai tertidur. Kemudia ia membungkuk dan mencium pipi yang bersemu di bantal itu. Marilla. kemudian melangkah masuk dan menutup pintu. yang sedang menekuni jahitan kain percanya di jendela dapur. “Hilang sudah harapan terakhirku. “Bolehkah aku bertemu Diana sekali saja untuk mengucapkan salam perpisahan?” dia memohon. Tak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali berdoa dan aku tak terlalu berharap itu akan berguna karena.

” “Aku mencintaimu dengan setia. ia bilang aku tak boleh bermain denganmu lagi. Diana.“Ibumu belum luluh juga?” tanyanya terengah. Apa kau tak tahu itu?” “Bukan. tolong ucapkan sekali lagi.” Diana menangis tersedu. kau harus yakin itu. Aku menangis terus menerus dan aku katakan padanya itu bukan salahmu. dan oh. Anne.” sahut Anne. Diana menggeleng sedih. tentu saja aku mencintaimu.” “Oh. “dan aku tak akan pernah punya teman karib lain—aku tak akan mau. Kenapa.” “Sepuluh menit tidaklah sangat lama untuk mengucapkan salam perpisahan terakhir. ini menakjubkan! Ini sinar cahaya yang selamanya akan menerangi kegelapan karena harus berpisah dari dikau. “Oh. Begitu lama aku merayunya untuk mengijinkanku mengucapkan selamat tinggal padamu. sembari menyeka airmata yang mulai mengalir lagi karena tekanan suara Anne yang mengharukan.” “Dan aku akan selalu mencintai engkau. Diana. sembari menggenggam tangannya. tapi tak ada gunanya. Diana. sungguh-sungguh mengulurkan tangannya. seperti isi cerita terakhir yang kita baca bersama itu. maukah engkau memberiku seikat rambutmu yang hitam pekat sebagai kenangan berharga selamanya dalam perpisahan ini?” “Apa kau punya sesuatu untuk memotongnya?” tanya Diana. Diana. Oh. Ia bilang aku hanya punya waktu sepuluh menit dan ia menghitung waktuku. Dengan khidmat dia menggunting salah satu gulungan rambut 106 . sahabat masa kecilmu. Untungnya aku membawa gunting jahitan kain perca di saku celemekku. kupikir tak seorang pun akan mencintaiku. tak peduli seberapa pun lebih sayang teman lain membelai dikau?” “Sungguh aku mau. “Kupikir tentu saja kau MENYUKAI ku tapi aku tak pernah berharap kau MENCINTAI ku. Diana.” sahut Diana tersedak. Oh. Anne. “Di tahun-tahun mendatang ingatan tentangmu akan bersinar laksana bintang dalam kehidupanku yang sepi.” Anne menarik napas panjang.” sahut Anne dengan suara sedih. Seingatku belum pernah ada seorang pun yang mencintaiku. dan berubah menjadi kepraktisan. “Ya. maukah kau berjanji setia tak akan pernah melupakanku.” tangis Anne. Diana.” sahut Anne. “dan aku akan selalu mencintaimu. “Belum. Aku tak bisa mencintai orang lain seperti aku mencintaimu. “apakah kau MENCINTAI ku?” “Kenapa.

‘Engkau’ dan ‘dikau’ tampak jauh lebih romantis daripada ‘kau. Tuan. Tolong pastikan itu dikuburkan bersamaku.” paparnya. Phillips bilang Minnie Andrews adalah murid teladan dan tak ada percikan api imajinasi atau kehidupan dalam dirinya. Dan kalau pun ada mereka tetap saja tak sama. sahabatku tercinta. Barry akan menyesali apa yang telah dilakukannya dan mengijinkan Diana menghadiri upacara pemakamanku. melambaikan tangannya dengan sedih ke belakang kapan saja dia menoleh ke belakang. “Semuanya sudah berakhir.’ Diana memberiku seikat rambutnya dan aku akan menjahitnya di sebuah tas kecil dan mengalungkannya di leherku seumur hidupku. Dia sangat membosankan dan lamban serta tak pernah tampak bersuka cita. Untuk selanjutnya kita harus berperan sebagai orang yang tak saling mengenal meskipun tinggal berdampingan.” sahut Marilla. “Aku akan kembali bersekolah. Mungkin ketika ia melihatku terbujur kaku dan mati di depannya Nyonya.” “Sebaiknya kau merenungkan pelajaranmu dan hitung-hitungan. Di sekolah aku bisa melihatnya dan merenungkan hari-hari yang telah berlalu. “Hanya itu yang tersisa untukku.” Anne mengiyakan dengan muram. Selamat jalan kuucapkan padamu. Aku menggunakan bahasa paling menyedihkan yang terpikir olehku dan berkata ‘engkau’ dan ‘dikau’. tak sedikit pun terhibur karena adanya perpisahan yang romantis ini.” dia memberitahu Marilla. “Aku tak akan pernah punya teman lain. Kemudian dia kembali ke rumah. anak kecil impian tak lebih memuaskan dari sahabat yang nyata. Bibirnya membentuk garis kebulatan tekad.Diana. menyembunyikan kesenangannya karena perkembangan yang menggembirakan ini. “Kalau kau kembali bersekolah kuharap kami tak akan mendengar lagi memecahkan batu tulis di atas kepala orang dan tingkah laku seperti itu. “Kukira.” “Aku akan mencoba menjadi siswa teladan. tak akan banyak kegembiraan lagi di sekolah.” Anne berdiri dan memandang Diana sampai tak kelihatan lagi. Anne. karena aku tak yakin akan panjang umur.” sahut Marilla tak simpatik. karena sekarang aku tak punya Katie Maurice dan Violetta. Diana dan aku mengalami perpisahan yang sangat mengharukan di taman.” “Kurasa tak banyak yang takut akan berduka karena kematianmu selama kau bisa bicara. Tapi hatiku akan selalu setia padamu. Aku benar-benar dalam keadaan yang lebih buruk dari sebelumnya. Tapi aku merasa sangat sedih bahwa mungkin itu 107 . sekarang temanku telah dipisahkan dariku dengan kejam. Jaga sikapmu dan lakukan saja apa yang disuruh oleh gurumu. Itu akan selamanya sakral dalam ingatanku. Senin berikutnya Anne memberi kejutan pada Marilla karena turun dari kamarnya dengan mengepit keranjang buku di lengan dan pinggulnya. Bagaimana pun juga.

dan Julia Bell menyalin curahan hati berikut ini dengan hati-hati di atas sehelai kertas pink yang berlekuk di tepi: Ketika senja menurunkan layarnya Dan menjepitnya dengan bintang Ingatlah bahwa kau punya teman Meski pun ia jauh mengembara.” Di sekolah Anne disambut dengan tangan terbuka.” Anne mendesah terpesona di depan Marilla malam itu. 108 .akan mudah bagiku sekarang. Aku tak tahan harus melewati Birch Path sendirian. mencaploknya sebagai salah satu keuntungan tambahan baginya. berharga dua sen sedangkan pensil biasa hanya satu sen. Bukan hanya anak-anak itu yang “menghargai” nya. yang diberikakan padanya setelah jam makan malam. sangat cocok untuk menghias celemek. Phillips menyuruhnya duduk dengan siswa teladan Minnie Andrews—dia mendapati sebuah “apel starwberry” besar dan lezat di atas mejanya. yang menyapu sekolah dan menyalakan api. Anne mengambilnya dan siap untuk menggigitnya ketika dia teringat bahwa satu-satunya tempat dimana apel strawberry tumbuh adalah di kebun buah Blythe tua di sisi lain dari the Lake of Shining Waters. suaranya dalam bernyanyi dan kemampuannya yang dramatis dalam membaca buku keras-keras saat jam makan malam. Pensil batu tulis Charlie Sloane. Ella May MacPherson memberinya potongan bunga pansy kuning dari sampul katalog bunga—jenis hiasan meja yang sangat dihargai di sekolah Avonlea. Pasti aku akan menangis sedih kalau melewatinya. “Ini sangat bagus untuk dinikmati. Anne dengan senang menerimanya dengan sangat ramah dan memberi senyuman anggun sebagai balasan untuk orang yang memberinya hadiah sehingga pemuda yag terpikat itu langsung terbang ke langit ke tujuh saat itu juga karena sangat gembira dan akibatnya dia membuat kesalahan yang mengerikan dalam diktenya sehingga Tuan. Tapi karena. dihias indah dengan belang merah dan kertas kuning. Anne menjatuhkan apel itu seolah-olah itu adalah batu bara merah-panas lalu dengan berlagak membersihkan tangannya dengan sapu tangan. ketika Timothy Andrews kecil. Ruby Gillis menyelundupkan tiga buah prem biru untuknya selama pembacaan Perjanjian. Ketika Anne berjalan ke tempat duduknya setelah jam makan malam—Tuan. Apel itu terletak tak tersentuh di atas mejanya sampai keesokan paginya. Aku akan menyusuri jalan. Katie Boulter memberinya botol parfum untuk menyimpan air batu tulis. Sophia Sloane menawarkan untuk mengajarinya pola baru renda rajutan yang sangat elegan. Kehilangan imajinasinya terasa berat dalam permainan. mendapat sambutan yang lebih baik. Phillips menahannya seusai sekolah untuk menuliskannya kembali.

S. ATAU C. Minnie Andrews anak yang sangat manis—meskipun dia tak punya imajinasi— tapi setelah aku menjadi teman akrib Diana aku tak bisa jadi teman akribnya Minnie. Jiwa kita bisa berhubungan erat. setidaknya sejak saat itu dia 109 . Anne membaca tulisan itu.Arak-arakan Caesar melucuti kegagalan Brutus Itu memang benar tapi putra terbaik Rome lebih dikenangnya. “Kurasa. Aku akan tidur dengan suratmu di bawah bantalku malam ini. P. Tapi tak ada tanda-tanda. Aku sangat merindukanmu untuk menceritakan seluruh rahasiaku dan aku tak menyukai Gertie Pye sedikit pun. A.” keluhnya sedih pada Marilla malam itu. Aku membuatkan untukmu salah satu pembatas buku baru dari kertas tisu berwarna merah. karena aku masih sangat mencintaimu seperti sebelumnya. Pembatas buku sedang sangat tren sekarang dan hanya tiga siswi di sekolah yang tahu cara membuatnya. sehingga ketiadaan penghargaan dan pengakuan yang dapat dilihatnya dari Diana Barry yang duduk dengan Gertie Pye melukai kemenangan kecil Anne. Aku akan menyimpan hadiahmu yang indah selamanya. Ketika kau melihatnya ingatlah Sahabat sejatimu Diana Barry. dan segera mengirim balasan ke sisi samping lain sekolah. dan sebuah paket kecil diberikan untuk Anne. Tolong maafkan kesalahan yang ada karena ejaanku belum bagus benar. Ini bukan kesalahanku dan tolong jangan marah padaku. Tapi keesokan paginya sebuah catatan dalam gulungan dan lipatan yang paling mengerikan sekaligus menakjubkan. mencium pembatas bukunya. Diana hanya tersenyum sekali padaku. Kekasihmu sampai ajal memisahkan kita Anne atau Cordelia Shirley. meskipun sudah banyak berkembang.S Marilla dengan pesimis menduga akan banyak masalah sejak Anne mulai ke sekolah lagi. Anne sayang (seperti dulu) Ibu bilang aku tak boleh bermain atau pun berbicara denganmu meskipun di sekolah. Kekasihku Diana:-Tentu saja aku tak marah padamu karena kau harus mematuhi ibumu. Mungkin Anne mendapat sesuatu dari semangat “teladan” dalam diri Minnie Andrews.

Dia memfokuskan dirinya jiwa dan raga untuk belajar. dan ketersiksaan Anne tampak sejelas kepuasan pada diri Gilbert. Kebencian dan cinta dalam dirinya sama besarnya. Aku selalu merasa sangat sedih saat memikirkannya. “Aku yakin tak akan pernah bisa memahaminya. Phillips bilang aku orang bodoh paling parah yang pernah ditemuinya dalam pelajaran itu. Bahkan meskipun sekarang kami bertemu seperti orang asing aku masih mencintainya dengan cinta yang TAK TERPADAMKAN. Dan Gil—maksudku beberapa murid lain sangat pandai di bidang itu. Suatu hari yang sangat buruk mereka seri dan nama mereka dituliskan bersama-sama. Tuan. setelah bergulat keras dengan pecahan desimal sepanjang malam. Bulan pertama Gilbert lebih unggul tiga angka. tapi sangat dikhawatirkan dari pihak Anne tidak seperti itu. Dia tak akan merendahkan dirinya dengan mengakui bahwa dia berniat menyaingi Gilbert dalam tugas sekolah. tapi seorang murid yang tekadnya tak tergoyahkan seperti Anne hampir tidak lepas membuat kemajuan siapa pun guru yang membimbingnya. kan?” Bab XVIII – Anne untuk Penyelamatan 110 . Marilla. Ini sangat memalukan. Marilla. tapi persaingan telah dimulai dan reputasi berubah-ubah di antara mereka.berhubungan sangat baik dengan Tuan. Sekarang Gilbert juara dalam pelajaran pengejaan. Phillips. Tapi kemenangannya ternoda oleh kenyataan bahwa Gilbert mengucapkan selamat padanya dengan sepenuh hati di depan seluruh siswa. Mungkin Tuan. karena itu akan mengakui keberadaan Gilbert yang dengan gigih diabaikan oleh Anne. Suatu pagi Gilbert telah mengerjakan semua tugas hitung-hitungannya dengan benar dan namanya ditulis di papan tulis sebagai suatu penghormatan. Hal itu nyaris seburuk yang tampak. yang tentu saja memiliki kekerasan hati yang tak patut dipuji karena menyimpan dendam. akan menjadi yang pertama. Bahasa Prancis dan Aljabar. seseorang tak akan sedih terlalu lama di dunia yang menyenangkan ini. Sama sekali tak ada kesempatan untuk berimajinasi dalam mempelajarinya. pagi berikutnya Anne. Geometri. membuatnya terpesona. Di akhir periode Anne dan Gilbert dinaikkan ke kelas lima dan dibolehkan untuk mulai mempelajari elemen “percabangan”—yaitu Bahasa Latin. Akan jauh lebih menyenangkan baginya kalau Gilbert merasa sedih karena kekalahannya. bertekad untuk tak dapat dikalahkan oleh Gilbert Blyhte dalam pelajaran apa pun. semuanya tampak wajar dari pihak Gilbert. Marilla. “Itu pelajaran yang benar-benar sangat mengerikan. Bulan kedua Anne mengalahkannya dengan selisih lima angka. Tapi aku tak keberatan dikalahkan oleh Diana. Tapi sungguh. Anne menderita kekalahan dalam pelajaran geometri. dengan lontaran kepangan rambut merah panjangnya. Bahkan Diana lebih bisa daripada aku. Phillips memang bukan guru yang sangat baik.” erangnya. sekarang Anne. Persaingan di antara mereka segera kelihatan. Ketika ujian tulis di setiap akhir bulan diadakan terjadi ketegangan yang sangat mengerikan.

Tapi hal itu sungguh berpengaruh. dimana terletak buku baru yang dipinjamkan oleh Jane Andrews hari itu. Matthew. meninggalkan Anne dan Matthew untuk menjaga rumah sampai ia kembali keesokan harinya. sementara Marilla dan Nyonya. pernahkah kau mempelajari geometri saat kau sekolah?” “Well.” Anne menghela napas. Matthew terkantuk-kantuk karena PENGACARA PARA PETANI di sofa dan Anne di meja menekuni pelajarannya dengan tekad kuat. dengan cepat ia menerima ajakan itu. “Aku berharap kau pernah mempelajarinya. Ini membuat seumur hidupku menjadi gelap. Kau tak bisa sepantasnya bersimpati kalau kau tak pernah mempelajarinya. Jane telah meyakinkannya bahwa buku itu memang diperlukan untuk membuat hati berdebar-debar. dan ia berpikir mungkin ini satu-satunya kesempatan baginya untuk dapat melihat perdana pendeta yang nyata secara langsung. oleh karena itu pada malam diadakannya pertemuan itu hampir seluruh pria dan lumayan banyak wanita pergi ke kota yang jauhnya 30 mil. Aku sangat bodoh dalam geometri. Rachel Lynde adalah seorang politisi yang yang sangat bersemangat dan tak percaya pertemuan politis itu bisa berjalan tanpa kehadirannya. atau kira-kira begitulah tujuannya. tidak. Jadi ia pergi ke kota dan mengajak serta suaminya—Thomas akan berguna untuk menjaga kuda—dan Marilla Cuthbert dengannya. sadar dari tidurnya dengan terkejut. Saat itu Bulan Januari ketika perdana pendeta datang. untuk menyapa pendukung setianya dan dan yang bukan pendukungnya berhubung dipilih untuk menghadiri pertemuan besar kelompok itu yang diadakan di Charlottetown. Oleh karena itu. Tapi itu berarti kemenangan bagi Gilbert Blythe keesokan harinya. Kebanyakan masyarakat Avonlea mendukung perdana pendeta. Marilla sendiri diam-diam tertarik pada politik. “karena dengan demikian kau bisa bersimpati padaku.SEMUA hal besar diselesaikan dengan hal-hal kecil. Nyonya. tak pernah. Anne meletakkakannya kembali di atas rak jam dan membayangkan buku itu tak ada di sana. Api besar menyala-nyala di kompor Waterloo model lama dan kristal es biru-putih bercahaya di kaca jendela. dan jarijari Anne menggelenyar menggapainya. meskipun ia adalah oposisi dari pihak yang mengadakan pertemuan itu. Anne dan Matthew membuat dapur menjadi sangat menyenangkan bagi mereka. Rachel luar biasa bersenangsenang di pertemuan besar. Nyonya. Sepintas lalu mungkin keputusan dari Perdana Pendeta Kanada untuk memasukkan daerah Pangeran Edward dalam perjalanan politik tak tampak banyak berpengaruh pada keberuntungan Anne Shirley kecil di Green Gables.” sahut Matthew. Rachel Lynde juga ikut pergi.” 111 . “Matthew. walaupun berkali-kali memandang sedih ke rak jam.

“Well, aku tak tahu,” sahut Matthew menenangkan. “Kurasa kau baik-baik saja dalam apa pun. Minggu lalu di toko Blair di Carmody Tuan. Phillips bilang padaku bahwa kau murid terpandai di sekolah dan telah membuat kemajuan pesat. ‘Kemajuan pesat’ adalah kata-katanya yang sebenarnya. Di sekolah mereka mempergunjingkan Teddy Phillips dan menurutnya ia bukanlah guru yang suka menonjolkan diri, tapi kurasa ia orang yang baik.” Matthew akan berpendapat siapa pun yang memuji Anne sebagai orang “yang baik.” “Aku yakin bisa lebih berhasil dalam geometri kalau saja ia tak mengubah hurufhurufnya,” keluh Anne. “Aku telah mempelajari semua rumusnya di luar kepala kemudian ia menggambarkannya di papan tulis dengan huruf-huruf yang berbeda dari apa yang ada di buku dan aku sungguh merasa bingung. Kupikir seorang guru tak seharusnya mengambil kesempatan jahat seperti itu, ya kan? Sekarang kami sedang mempelajari ilmu pertanian dan akhirnya kutemui apa yang membuat jalanan menjadi merah. Ini kesenangan yang hebat. Aku bertanya-tanya dalam hati bagaimana Marilla dan Nyonya. Lynde bersenangsenang. Nyonya. Lynde bilang Kanada tak lama lagi akan runtuh seperti di Ottawa dan itu adalah peringatan yang mengerikan bagi para pemilih. Katanya kalau wanita dibolehkan untuk memberikan suara maka kita akan segera melihat perubahan yang menggembirakan. Apa yang kau pilih, Matthew?” “Konservatif,” sahut Matthew cepat. Memilih Konservatif adalah bagian dari ajaran agama yang dianut Matthew. “Kalau begitu aku juga Konservatif,” sahut Anne bertekad. “Aku senang karena Gil—karena beberapa anak laki-laki di sekolah adalah orang-orang Grit. Kurasa Tuan. Phillips juga Grit karena ayah Prissy Andrews adalah salah seorang Grit, dan Ruby Gillis bilang bahwa ketika seorang pria sedang pacaran ia harus selalu sepaham dengan ibu pacarnya dalam hal agama dan dengan ayahnya dalam hal politik. Apakah itu benar, Matthew?” “Well, aku tak tahu,” sahut Matthew. “Apa kau pernah pacaran, Matthew?” “Well, tidak, aku tak tahu apa aku pernah pacaran,” sahut Matthew, yang benarbenar tak pernah berpikir tentang hal seperti itu seumur hidupnya. Anne membayangkan dengan menopang dagu di tangannya. “Apa menurutmu, pacaran itu pasti lumayan menyenangkan, Matthew? Ruby Gillis bilang ketika dia beranjak dewasa dia akan memiliki sangat banyak deretan kekasih dan membuat mereka semua tergila-gila padanya; tapi kupikir itu akan terlalu mengasyikkan. Aku lebih suka hanya punya satu kekasih yang berpikiran

112

sehat. Tapi Ruby Gillis tahu banyak tentang hal itu karena dia punya banyak kakak perempuan, dan Nyonya. Lynde bilang anak-anak perempuan dalam keluarga Gillis telah tumbuh seperti kue panas. Tuan. Phillips pergi menemui Prissy Andrews hampir setiap malam. Ia bilang itu dilakukannya untuk membantunya belajar tapi Miranda Sloane juga belajar untuk kepentingan Ratu, dan kupikir ia lebih membutuhkan bantuan daripada Prissy karena dia jauh lebih bodoh, tapi Tuan. Phillips sama sekali tak pernah datang menemuinya di waktu malam. Banyak sekali hal di dunia ini yang tak terlalu kupahami, Matthew.” “Well, aku tak tahu meskipun aku memahaminya semua sendiri,” aku Matthew. “Well, kurasa aku harus menyelesaikan pelajaranku. Aku tak akan mengijinkan diriku membuka buku baru yang dipinjamkan oleh Jane itu sampai aku selesai belajar. Tapi itu godaan yang sangat mengerikan, Matthew. Bahkan ketika aku membalikkan badanku aku bisa melihat buku itu di sana dengan jelas. Jane bilang dia sampai menangis hebat sendirian karena buku itu. Aku suka buku yang membuatku menangis. Tapi kupikir aku akan membawa buku itu ke ruang duduk dan menguncinya di lemari tertutup dan memberikan kuncinya padamu. Dan kau TAK boleh memberikannya padaku, Matthew, sampai aku selesai belajar, tidak bahkan meskipun aku memohon padamu dengan berlutut. Sangat baik bilang menahan godaan, tapi jauh lebih mudah menahannya jika kau tak punya kuncinya. Kalau begitu bolehkah aku turun ke ruang bawah tanah dan mengambil beberapa buah coklat, Matthew? Apa kau mau buah coklat?” “Well, aku tak tahu kecuali apa yang kuinginkan,” sahut Matthew, yang tak pernah makan buah coklat tapi tahu kelemahan Anne akan buah coklat. Begitu Anne muncul dengan riang dari ruang bawah tanah dengan piring penuh coklat terdengar suara langkah kaki cepat di atas papan untuk berjalan yang licin karena es di luar dan kemudian pintu dapur terhempas terbuka dan dengan tergesa Diana Barry, berwajah pucat dan kehabisan napas, dengan syal yang tampak terburu dililitkan menutupi sekeliling kepalanya. Anne dengan cepat melepaskan lilinnya dan piring karena terkejut, lalu piring, lilin, dan apel pecah bersamaan di bawah tangga ruang bawah tanah dan ditemukan di dasar telah melekat dalam bentuk minyak yang mencair, keesokan harinya, oleh Marilla, yang mengumpulkannya dan bersyukur rumahnya tak terbakar. “Ada masalah apa, Diana?” jerit Anne. “Apa ibumu akhirnya menaruh kasihan?” “Oh, Anne, cepatlah datang,” Diana memohon dengan gugup. “Minnie May sedang sakit parah—dia menderita batuk yang disertai sesak napas. Young Mary Joe bilang—dan ayah dan ibunya sedang ke kota dan tak ada seorang pun yang memanggil dokter. Minnie May sakit berat dan Young Mary Joe tak tahu harus berbuat apa—dan oh, Anne, aku takut sekali!”

113

Matthew, tanpa bicara, meraih topi dan mantel, berlalu melewati Diana dan berjalan di kegelapan halaman. “Ia pergi untuk memasangkan pakaian pada kuda untuk pergi ke Carmody memanggil dokter,” kata Anne, yang tergesa mengambil penutup kepala dan jaket. “Aku juga tahu itu seolah ia mengatakan demikian. Matthew dan aku sehati, aku bisa membaca pikirannya tanpa kata-kata sama sekali.” “Aku tak yakin ia akan menemukan dokter di Carmody,” Diana menangis tersedu. “Aku tahu Dr. Blair sudah pergi ke kota dan kurasa Dr. Spencer akan pergi juga. Young Mary Joe tak pernah melihat seorang pun yang menderita batuk disertai sesak napas dan Nyonya. Lynde sedang keluar. Oh, Anne!” “Jangan menangis. Di,” sahut Anne menghibur. “Aku tahu benar harus berbuat apa pada orang yang menderita batuk seperti itu. Kau lupa bahwa Nyonya. Hammond melahirkan bayi kembar tiga kali. Ketika kau menjaga tiga pasang bayi kembar, maka secara alamiah kau akan memiliki banyak pengalaman. Mereka semua menderita batuk asma secara teratur. Tunggu saja sampai aku mendapatkan botol ipepac—mungkin kau tak punya satu pun di rumahmu. Sekarang ayo.” Kedua anak perempuan itu mempercepat langkah ke luar bergandengan tangan dan berjalan tergesa melalui Lover’s Lane dan melintasi lapangan yang mengeras di seberangnya, karena salju terlalu dalam untuk melewati jalan pintas. Anne, meskipun merasakan kesedihan yang tulus untuk Minnie May, tidak sampai merasa akan pingsan karena keadaan yang seperti roman itu dan untuk kemanisan yang sekali lagi terbagi dengan orang yang sehati. Suasana malam jernih dan sangat dingin, seluruh bayangan kayu ebony dan lembah bersalju yang tampak keperakan; bintang besar bersinar di atas lapangan yang sunyi; dimana-mana pepohonan fir yang berdiri menjulang tampak gelap dengan salju menutupi dahan-dahannya dan angin berhembus disela-selanya. Anne berpikir pasti akan sangat menyenangkan menikmati semua misteri dan keindahan ini dengan teman karib yang sudah lama berpisah. Minnie May, berumur tiga tahun, sedang benar-benar sangat sakit. Dia berbaring di sofa dapur dalam keadaan terserang demam dan tak tenang, sementara suara napasnya yang sengau dapat terdengar di seluruh rumah. Young Mary Joe, seorang anak perempuan Prancis yang montok dan berwajah lebar dari sungai kecil, yang disuruh oleh Nyonya.Barry untuk tinggal dengan anak-anak selama ia tak di rumah, merasa tak berdaya dan bingung, sama sekali tak dapat berpikir harus melakukan apa, atau mengerjakannya kalau pun dia mampu memikirkannya. Anne mulai bekerja dengan keahlian dan kecepatan.

114

“Minnie May memang menderita batuk yang disertai asma; keadaannya cukup buruk, tapi aku pernah melihat yang lebih parah. Pertama kita harus punya banyak air panas. Kuberitahu, Diana, air yang ada di ceret tak lebih dari secangkir penuh! Sudah, aku sudah mengisinya penuh, dan, Mary Joe, kau bisa memasukkan beberapa kayu ke kompor. Aku tak mau melukai perasaanmu tapi kalau kau punya imajinasi kau pasti sudah memikirkan untuk melakukan itu sebelumnya. Sekarang, aku akan melepaskan pakaian Minnie May lalu membawanya ke tempat tidur, dan kau cobalah ambil baju dari kain planel yang lembut, Diana. Pertama sekali aku akan memberikannya satu dosis ipepac.” Minnie May tak mengambil ipepac itu dengan baik tapi tak ada gunanya Anne mengasuh tiga pasang anak kembar kalau tak dapat mengatasinya. Ipepac itu jatuh, tak hanya sekali, tapi berkali-berkali selama malam yang panjang dan menggelisahkan ketika kedua anak itu bekerja dengan sabar merawat Minnie May yang sakit, dan Young Mary Joe, benar-benar gelisah melakukan apa yang bisa dilakukannya, menjaga agar api terus menyala dan memanaskan air lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh rumah sakit untuk merawat bayi yang menderita batuk disertai asma. Saat itu jam tiga ketika Matthew datang dengan seorang dokter, karena ia harus berkeliling Spencervale untuk mendapatkan seorang dokter. Tapi kebutuhan mendesak akan pertolongan telah berlalu. Minnie May sudah jauh lebih baik dan sedang tertidur nyenyak. “Aku nyaris menyerah karena sangat putus asa,” jelas Anne. “Keadaannya semakin memburuk dan terus memburuk sampai dia tampak lebih sakit dari anak-anak kembar Nyonya. Hammond yang menderita sakit yang sama, bahkan pasangan kembar yang terakhir. Sebenarnya kupikir dia akan tercekik sampai mati. Aku memberinya setiap tetes ipepac di botol itu dan begitu dosis terakhir masuk ke mulutnya aku berkata pada diri sendiri—bukan pada Diana atau Young Mary Joe, karena aku tak mau membuat mereka lebih khawatir lagi dari sebelumnya, tapi aku harus mengatakannya pada diriku sendiri hanya untuk melegakan perasaanku—‘Ini harapan terakhir yang tak hilang-hilang dan aku takut, ini harapan yang sia-sia.’ Tapi dalam waktu sekitar tiga menit dia membatukkan lender kemudian keadaannya mulai membaik. Anda bisa bayangkan betapa leganya aku, dokter, karena aku tak bisa mengungkapnya dengan kata-kata. Anda tahu ada beberapa hal yang tak bisa diungkap dengan kata-kata.” “Ya, saya tahu,” dokter itu mengangguk. Ia memandang Anne seolah sedang memikirkan sesuatu tentangnya yang tak bisa diungkap dengan kata-kata. Bagaimanapun juga, kemudian, ia mengungkapkannya pada Tuan. dan Nyonya. Barry. “Anak kecil berambut merah yang diasuh di keluarga Cuthbert itu pandai sekali. Saya beritahu anda bahwa dia telah menyelamatkan nyawa bayi itu, karena saya

115

sampai di sana sudah terlalu terlambat. Nampaknya dia punya keahlian dan kesadaran yang menakjubkan untuk anak seumuran dia. Saya tak pernah melihat sesuatu seperti matanya ketika dia menjelaskan kejadian itu pada saya.” Anne pulang di pagi musim dingin yang menakjubkan, putih-tertutup embun, dengan mata yang berat karena kurang tidur, tapi tetap bicara tak henti pada Matthew saat mereka melintasi lapangan putih panjang dan berjalan di bawah tapak kaki peri yang gemerlapan di pohon maple Lover’s Lane. “Oh, Matthew, bukankah ini pagi yang menakjubkan? Dunia tampak seperti sesuatu yang dibayangkan Tuhan untuk kesenanganNya sendiri, ya kan? Pepohonan itu tampak seolah aku bisa meniupnya dengan sekali hembusan napas—pouf! Aku sangat senang tinggal di dunia yang ada embun yang membeku, kau juga kan? Dan bagaimana pun aku sangat senang Nyonya. Hammond punya tiga pasang anak kembar. Kalau ia tak punya maka aku tak tahu harus berbuat apa untuk Minnie May. Aku sangat menyesal pernah marah dengan Nyonya. Hammond karena punya anak-anak kembar. Tapi, oh, Matthew, aku ngantuk sekali. Aku tak bisa pergi sekolah. Aku hanya tahu aku tak sanggup menahan kantuk dan aku akan sangat bodoh. Tapi aku benci harus tinggal di rumah, karena Gil—beberapa murid lain akan menjadi juara kelas, dan sangat berat untuk bangkit lagi—walaupun tentu saja semakin berat maka akan semakin puas ketika kau bisa bangkit, ya kan?” “Well, kurasa kau akan mengaturnya dengan baik,” sahut Matthew, memandang wajah mungil Anne yang putih dan lingkaran hitam di bawah matanya. “Kau pergilah tidur segera dan tidurlah yang nyenyak. Aku akan mengerjakan semua pekerjaan berat.” Oleh karena itu Anne pergi tidur lalu tidur sangat lama dan nyenyak sampai dia terbangun di sore musim dingin yang putih dan kemerahan lalu dia turun dengan cepat ke dapur dimana Marilla, yang telah pulang ke rumah pada saat itu, sedang duduk merajut. “Oh, apa kau melihat Perdana pendeta nya?” seru Anne sekaligus. “Seperti apa beliau Marilla?” “Well, beliau tak pernah menjadi perdana pendeta karena tampangnya,” sahut Marilla. “Seperti hidung yang dipunyainya! Tapi beliau bisa berpidato. Aku bangga menjadi orang Konservatif. Rachel Lynde, tentu saja, adalah orang Liberal, tak ada gunanya bagi beliau. Makan malammu ada di oven, Anne, dan kau boleh mengambil sendiri sele prem biru di luar lemari. Kurasa kau lapar. Matthew telah menceritakan padaku kejadian semalam. Harus kuakui itu merupakan keberuntungan kau tahu apa yang harus dilakukan. Aku sendiri tak akan tahu harus berbuat apa, karena aku tak pernah melihat kasus batuk yang disertai asma. Karena itu sekarang, tak masalah bercakap-cakap sampai kau

116

demi Tuhan jangan terlalu bergembira. ekspresinya sangat gembira dan seperti melayang di udara sementara dia meloncat-loncat. Tak sampai Anne selesai menghabiskan secawan prem biru nya Marilla berkata: “Nyonya. Ia bilang kau telah menyelamatkan nyawa Minnie May. Jauh di barat daya tampak sesuatu yang sangat bercahaya. Katanya ia tahu kau tak bermaksud membuat Diana mabuk. Aku bisa lihat dari tampangmu bahwa kau sudah cukup kenyang dengan omongan.” Anne pulang ke rumah dengan menari-nari di senja musim dingin yang ungu melintasi tempat-tempat bersalju. Ia mau menemuimu. “Anne Shirley—apa kau gila? Kembali sekarang juga dan pakailah sesuatu. Marilla.” “Ya. Sekarang. Kalau kau suka kau bisa ke rumahnya malam ini karena Diana tak bisa keluar rumah berhubung semalam dia masuk angin. tapi aku tak mau membangunkanmu. dan ia sangat menyesal karena telah bersikap seperti yang dilakukannya pada masalah anggur wine itu. Melihatnya berlari cepat melintasi kebun buah sementara rambutnya melambai-lambai. “Kau lihat di depanmu orang yang sangat bahagia. tapi alunan musik itu tak seindah nyanyian di hati dan bibir Anne. bolehkah aku pergi sekarang—tanpa mencuci piringku? Aku akan mencucinya begitu aku kembali.” Peringatan itu tampak tak berguna. tapi kau akan tetap terus bicara. “Aku sungguh sangat bahagia—ya. dan ia berharap kau mau memaafkannya dan berteman baik lagi dengan Diana. Anne Shirley.” sahut Marilla memanjakan. tapi aku tak bisa memaksa diriku melakukan sesuatu yang tak romantis seperti mencuci piring pada saat yang mendebarkan ini. bintang malam yang gemerlapan seperti mutiara di langit yang pucat keemasan dan warna merah yang sangat halus di atas menyinari tempat-tempat yang putih dan lembah sempit yang gelap yang ditumbuhi pohon spruce. wajahnya memancarkan kobaran semangatnya. Aku seperti memanggil angin. Marilla.meski pun rambutku merah. Barry menciumku dan menangis lalu berkata ia menyesal sekali dan ia tak akan pernah mampu 117 . Anne. Nyonya. Hanya saat ini aku tak terlalu kecewa dengan rambutku yang merah. Suara dentingan lonceng kereta luncur di antara bukit bersalju terdengar seperti lonceng peri di udara yang sangat dingin. Dia pergi tanpa topi atau syal. Barry ada di sini tadi sore. “Oh. tapi ia tak memberitahunya saat itu juga karena ia tahu jika ia melakukannya maka akibatnya kegembiraan Anne benar-benar akan buyar yang berdampak pada selera makannya atau suasana makan malam.selesai makan malam.” katanya. pergilah.” Marilla akan memberitahu sesuatu pada Anne. ya. Sungguh suatu rahmat kalau dia tak mati karena masuk angin.

Aku tak bisa memberitahumu betapa hatiku bergetar karenanya. Diana membiarkanku yang mengaduknya sementara dia mengolesi piring dengan mentega lalu aku lupa dan gula-gula itu pun hangus. Marilla. Diana memberiku sebuah kartu yang bagus berhiaskan rangkaian mawar di atasnya dan syair puisi: “Jika kau mencintaiku seperti aku mencintaimu Tak ada yang dapat memisahkan kita kecuali kematian. kemudian ketika kami meletakkannya di platform agar dingin. Lalu kami makan bolu buah. ‘aku tidak marah pada anda. Dan itu benar. Marilla. Kami akan meminta Tuan. dengan helaan napas pendek. Marilla. Barry. Marilla?” Aku merasa sedang menimbun batu bara panas di kepala Nyonya. Barry memintaku untuk berkunjung sesering yang aku bisa dan Diana berdiri di jendela dan memberikan ciuman jarak jauh padaku sepanjang jalan menuju Lover’s 118 . Phillips untuk mengijinkan kami duduk bersama lagi di sekolah. Nyonya. Aku merasa malu berat. dan Gertie Pye bisa duduk dengan Minnie Andrews. Marilla.” Anne berkata dengan tekad kuat. Lalu ketika aku pulang Nyonya. seolah aku benarbenar seorang tamu. Kami menikmati jamuan minum teh yang elegan. Setelah minum teh Diana dan aku membuat gula-gula.” “Aku tak tahu tentang itu. Kupastikan bahwa aku tak bermaksud membuat Diana mabuk dan untuk selanjutnya aku akan menutup masa lalu dengan jubah kelupaan. dan dua macam sele. Diana memperlihatkan padaku rajutan sulaman mewah yang diajarkan oleh bibinya yang tinggal di Carmody. Dan Nyonya. Barry mengeluarkan perangkat porselin yang sangat bagus. Tapi proses pembuatannya sangat menyenangkan. Marilla. ketika aku dewasa. seekor kucing melintasi sebuah piring dan itu harus dibuang. “Well. Sebelumnya tak pernah ada seorang pun yang menggunakan perangkat porselin terbaiknya karenaku. ketika diperlakukan seolah kau sangat manis. Barry bertanya apakah aku mau teh dan berkata ‘Pa. Lalu Diana dan aku melewati sore yang indah.’ Bukankah itu cara bicara yang cukup berwibawa. kenapa kau tak menawarkan biskuit pada Anne?’ Pasti sangat menyenangkan menjadi dewasa. tapi aku hanya berkata sesopan yang kumampu. “Aku akan selalu berbicara dengan gadis-gadis kecil seolah mereka juga orang dewasa. dan aku tak akan pernah tertawa ketika mereka membual.kurasa karena baik Diana mau pun aku tidak pernah membuatnya sebelumnya. Nyonya. Aku tahu dari pengalaman yang menyedihkan bagaimana hal itu bisa melukai perasaan seseorang. dan kami mengikrarkan sumpah yang sungguh-sungguh tak akan menunjukkannya pada orang lain. Tak ada seorang pun di Avonlea yang mengetahuinya selain kami. bagaimana pun juga.membalas jasaku. Barry.” sahut Marilla. Gula-gula itu tak terlalu enak. donat. kue manis.

” Anne mengingatnya dengan sungguh-sungguh dan telah kembali dalam waktu yang ditentukan itu. Dua kilatan cahaya berarti.” sahut Marilla tegas.” “Oh. tapi kau harus kembali ke sini hanya dalam waktu sepuluh menit.” sahut Marilla singkat. “Kau boleh pergi. walaupun mungkin tak seorang pun akan tahu apa yang membuatnya berkorban dengan membatasi pembicaraan penting Diana dalam batas waktu sepuluh menit. Dan itu sangat menarik. ‘Datanglah ke sini sesegera mungkin. kami sangat berhati-hati. Marilla. bolehkah aku pergi untuk menemui Diana sebentar saja?” tanya Anne. Kami sudah mengatur cara untuk memberi isyarat dengan lilin dan kertas karton. 119 .” “Well. karena ada hal penting yang ingin kusampaikan.” “Bagaimana kau tahu?” “Karena tadi dia memberi isyarat padaku dari jendelanya.’ Diana baru saja mengisyaratkan lima kilatan cahaya. Marilla.” sahut Marilla dengan menyindir.” Anne memohon. “Kau dan Diana pulang dari sekolah bersama-sama dan kemudian berdiri di sana dalam salju selama setengah jam lebih. dan aku benar-benar menderita ingin tahu apa itu. keletak-keletuk. Marilla. Kujamin.” Bab XIX – Konser. ingat itu. Jadi kupikir kau tak sampai sakit berat bila tak menemuinya lagi. lidahmu sangat senang berbicara. Itu ideku.” “Tapi dia mau menemuiku.’ Lima berarti. “Dan berikutnya kau akan membuat gorden terbakar dengan isyarat omong kosongmu.Lane. ‘Apa kau ada di sana?’ Tiga berarti ‘ya’ dan empat ‘tidak. Tapi setidaknya dia telah mempergunakannya dengan baik. kau tak perlu menderita lebih lama lagi. “Ada hal yang sangat penting yang akan disampaikannya padaku. “Aku tak mengerti untuk apa kau pergi kesana kemari tak tentu arah setelah gelap. Banyaknya kilatan cahaya berarti suatu hal tertentu. Kami meletakkan lilin di ambang jendela lalu membuat kilatan cahaya dengan mengibas-ngibaskan kertas karton dan begitu seterusnya.” “Aku tahu pasti itu memang idemu. bahwa aku merasa akan senang berdoa malam ini dan aku akan memikirkan doa terbaru yang khusus untuk merayakan peristiwa ini. berlari terengah-engah turun dari loteng timur di suatu malam di Bulan February. Malapetaka dan Pengakuan “Marilla.

kan? Sekarang lepaskan sepatu bootmu dan pergilah tidur. “Diana ulang tahun hanya sehari dalam setahun. Marilla. Bayangkan kehormatan Anne kecilmu dibolehkan tidur di kamar tamu. Please. mengeluarkan usaha terakhir yang dipunyainya. Dan kelompok paduan suara akan menyanyikan empat lagu sedih yang indah yang nyaris sebagus nyanyian pujian. itu intinya. Marilla. sungguh. Barry bilang pada Diana bahwa kami boleh tidur di tempat tidur kamar tamu.” Anne sedih. karena kau tak akan pergi. Dan mereka akan mengajak Diana dan aku ke konser itu—jika kau mengijinkanku pergi. Well. semuanya omong kosong. Tindakan besar untuk anakanak. dengan airmata mengalir di pipinya.” “Kalau begitu kau bisa tenang. Dan oh. Prissy Andrews akan membaca ‘Curfew Must Not Ring Tonight (Jam Malam Tak Boleh Berlaku Malam ini). pendeta akan ikut serta.” “Ada satu hal lagi.” “Tapi ini kesempatan yang sangat spesial. ya. Pergilah tidur. membuka matanya dan berkata dengan tegas: 120 .” Ketika Anne. Tapi kau tak boleh mulai keluyuran pergi ke konser dan berada di luar berjam-jam di malam hari. Dan sepupunya akan datang dari Newbridge dengan pengeretan besar untuk pergi ke konser Debating Club (Klub Debat) di gedung besok malam. dan jangan sampai aku mendengar sepatah kata pun lagi dari mulutmu. Sambutan itu kira-kira akan sama seperti khotbah. tak bolehkah aku pergi. telah naik ke atas dengan penuh kesedihan. yang kelihatannya tertidur nyenyak di sofa selama percakapan itu berlangsung. bagaimana menurutmu? Kau tahu besok adalah hari ulang tahun Diana. aku yakin dengan mendengarnya akan membuatku mengerjakan banyak kebaikan. dan gadis kecil seharusnya sama sekali tak diijinkan untuk pergi ke tempat seperti itu. “Nyonya. Marilla.” sahut Anne. “Aku tak bilang acara itu tak sopan. Kau akan memberiku ijin kan. Merupakan kejutan bagiku Nyonya. ibunya bilang dia boleh mengajakku pulang bersama dengannya dari sekolah dan tinggal semalaman dengannya.“Oh. Sekarang sudah jam delapan lewat. Marilla?” “Kau dengar apa yang kubilang. Ini bukan seolah ulang tahun adalah hal yang biasa. Marilla.” Anne memohon. Matthew. hampir menangis. Marilla? Oh. beliau akan ikut serta. Sebaiknya kau berada di rumah di tempat tidurmu sendiri. aku merasa sangat bersemangat. Marilla. Barry mengijinkan Diana pergi.” “Suatu kehormatan kau bisa hidup tanpa itu. beliau akan memberikan sambutan. Anne.” “Aku yakin Debating Club adalah acara yang paling sopan.’ Itu pelajaran moral yang cukup baik. dan mengenai konser club itu.

Marilla. Matthew.” “Kurasa sekali sudah cukup untuk mengatakannya. Bukan ikut campur kalau kau mengeluarkan pendapatmu sendiri.” Untuk beberapa saat Marilla merasa tak perlu mengatakan apa pun.” “Menurutku kau harus mengijinkan Anne pergi. kalau hanya itu. aku tak menyangsikannya.” 121 . Dia akan pergi ke sana dan masuk angin seperti tak terjadi apa-apa. Ini tindakan Matthew dan aku tak ikut campur. Keesokan paginya.” “Kau akan berpendapat aku harus mengijinkan Anne pergi ke bulan kalau dia mau begitu. “Oh. ketika Anne sedang mencuci piring sarapan di dapur. kau. jangan salahkan aku. “Siapa yang mendidik anak itu. lap piring yang menetes di tangan. Tapi aku tak menyetujui rencana ke konser itu. Marilla menghembuskan napas ketakberdayaan dan memilih diam. Dan pendapatku adalah kau harus mengijinkan Anne pergi. “Aku mungkin akan mengijinkannya bermalam dengan Diana.” Marilla menjawab pedas. salahkan Matthew. ucapkan kata-kata yang menyenangkan itu lagi. Itu akan mengganggu ketenangannya selama seminggu. dan membuat pikirannya dicekoki dengan omong kosong dan kegembiraan.” “Well. kau atau aku?” “Well. Pemberian alasan memang bukanlah titik kekuatannya. Matthew berhenti ketika hendak ke luar ke gudang dan berkata lagi pada Marilla: “Kupikir kau harus mengijinkan Anne pergi. kau membuat air yang berminyak menetes di lantai. “Kalau begitu jangan ikut campur. Marilla. Anne Shirley.” adalah jawaban ramah Marilla. Marilla. kupikir kau harus mengijinkan Anne pergi. Kemudian ia menyerah karena tak dapat mengelak lagi dan berkata ketus: “Baiklah. tapi berpegang teguh pada pendapatnya benar-benar merupakan titik kekuatannya. karena tak ada hal lain yang bisa membuatmu senang.” Matthew mengakui.“Well.” ulang Matthew tegas.” “Kalau begitu aku tak akan melakukannya. Matthew. aku tak ikut campur. Aku tak pernah melihat anak yang seceroboh ini. dia boleh pergi. Marilla. Kalau kau menderita radang paru-paru karena tidur di tempat tidur asing atau keluar dari gedung yang panas itu di tengah malam. Aku lebih mengerti watak anak dan apa yang baik baginya daripada kau.” Anne berlari keluar dari dapur.

karena hari itu tak ada hal lain yang dibicarakan di sekolah. Bagi Anne kegembiraan yang benar-benar nyata dimulai dengan pembubaran sekolah dan semakin bertambah setahap demi setahap sampai mencapai kegembiraan yang luar biasa di konser itu sendiri. “Aku membuat banyak sekali kesalahan. mantel buatan sendiri yang sudah kusam dengan topi bulu Diana yang 122 . Benar. kecuali Carrie Sloane. dan mereka melakukan percobaan dengan setidaknya setengah lusin cara yang berbeda dalam menata rambut belakang mereka. dan semua murid sangat tertarik pada acara itu berhubung kakak-kakak dan abang-abangnya akan ambil bagian. Akhirnya mereka siap. yang ayahnya berpikiran sama dengan Marilla mengenai gadis kecil yang pergi ke luar untuk nonton konser di malam hari.” Anne terlalu gembira untuk dapat membagi perhatiannya dengan adil pada pelajaran di sekolah. Semua murid di sekolah yang berumur sembilan tahun ke atas berharap bisa pergi. Anne merasa bahwa dia tak akan sanggup bila tak pergi ke konser itu. Gilbert Blythe mengalahkannya dalam pelajaran pengejaan dan jauh melampuinya dalam ilmu hitung di luar kepala. Aku tak pernah ke konser seumur hidup. dan dipahami sangat menyenangkan. tapi ini akan menjadi acara besar. The Debating Club Avonlea. karena mengingat konser dan tempat tidur kamar tamu.“Oh. Marilla. Mereka menghadiri “jamuan minum teh yang benar-benar elegan. tapi kau lihat Matthew tahu itu. hatiku sungguh telah siap untuk pergi ke konser itu. Anak-anak muda di Avonlea telah berlatih selama bermnggu-minggu. Diana menata rambut depan Anne bergaya pompadour dan Anne mengikat simpul Diana dengan keterampilan khusus yang dimilikinya. Marilla. yang diadakan setiap dua minggu sepanjang musim dingin. Marilla. karcis masuk sepuluh sen. walaupun mungkin aku melakukannya. Kau tak tahu betapa aku sangat merasakannya. berlengan ketat. Aku akan mengambil pasir dan menggosok nodanya sebelum ke sekolah.” kemudian mereka asyik berdandan di kamar kecil Diana di atas. aku tahu akan percobaan yang berat bagimu. pipi berwarna merah dan mata memancarkan sinar kegembiraan. Dia dan Diana terus menerus membicarakannya sepanjang hari sampai dengan guru yang lebih tegas daripada Tuan. Bagaimana pun juga. Tapi bayangkan saja semua kesalahan yang tak kuperbuat.” sahut Anne menyesal. dan ketika anak-anak perempuan lain membicarakannya di sekolah aku merasa sangat terkucil. Anne tak sanggup menahan rasa sakit yang tiba-tiba ketika dia membandingkan tam nya yang hitam sederhana dan tak berbentuk. Phillips pun terpaksa merasa malu yang tak terelakkan dengan membiarkan mereka membicarakan hal itu. Carrie Sloane menangis di buku tata bahasanya sepanjang sore dan merasa hidup tak lagi berharga. memiliki beberapa hiburan gratis yang lebih ringan. rasa malu yang dialami Anne karena kekalahannya menjadi berkurang dari sebelumnya. Oh. Matthew memahamiku. sebagai sumbangan untuk pustaka.

“Warna kulitmu adalah yang terbagus. Murray bersaudara dari Newbridge. bebukitan bersalju dan lautan biru yang dalam di Teluk St. mereka semua berdesak-desakan dalam pengeretan besar.” “Kau terlihat sangat manis. Hanya satu acara yang tak membuatnya tertarik. di antara jerami dan jubah berbulu. sampai. Diana. datang dari setiap penjuru arah. Kemudian sepupu Diana. dan. menyusuri jalan yang sehalus satin dengan salju yang mengering segar di bawah tapak. dan ketika Tuan.” Acara malam itu adalah serangkaian “sensasi getaran hati” untuk setidaknya seorang pendengar dalam kerumunan penonton. merasa bahwa dia harus menceritakannya. Dentingan lonceng pengeretan dan gelak tawa yang tak ramah. yang tampak seperti kegembiraan para kurcaci hutan. Lawrence yang tampak megah melingkar seperti mangkuk raksasa berisi mutiara dan batu safir yang dipenuhi dengan anggur dan api. Phillips menyampaikan orasi Mark Anthony yang melangkahi mayat Caesar dengan nada suara yang paling membangkitkan semangat— sembari melihat ke arah Prissy Andrews di setiap akhir kalimat—Anne merasa bahwa dia bisa bangkit dan memberontak saat itu juga kalau saja seorang rakyat Roman yang memimpin. Tapi seketika itu juga dia ingat bahwa dia punya daya imajinasi dan bisa menggunakannya.” sahut Diana.keren dan jaket kecilnya yang bersih.” panggil Anne. gelap tanpa ada satu pun sinar lampu.” Anne gemetar karena simpati yang dalam. ketika Sam Sloane terus menjelaskan dan menggambarkan “How Sockery Set a Hen (Bagaimana Sockery Menangkap Seekor Ayam Betina)” Anne tertawa sampai orang yang duduk di dekatnya pun ikut tertawa. setiap sensasi getaran yang berturut-turut lebih menggetarkan hati dari yang sebelumnya. Ketika Prissy Andrews. yang baru saja mendapat pujian dari salah seorang sepupunya. Disana tampak matahari terbenam yang sangat indah. Anne bersuka ria dalam perjalanan ke gedung. yang memakai baju sutra pink baru dengan seuntai mutiara di lehernya yang putih halus dan bunya anyelir sungguhan di rambutnya—desas-desus yang beredar mengatakan bahwa guru itu yang telah mengirimkannya semua ke kota untuknya—“menaiki tangga yang kotor. “Oh. Ketika Gilbert Blythe membacakan “Bingen on the Rhine (Pesta Minum-minum di Rhine)” Anne mengambil buku pustaka Rhoda Murray dan membacanya sampai Gilbert 123 . sembari meremas tangan Diana yang menggunakan sarung tangan di bawah jubah bulu. sebagaimana Anne telah meyakinkan Diana. lebih karena simpati dengannya daripada dengan hiburan di pemilihan yang sudah agak kuno bahkan di Avonlea. ketika kelompok paduan suara menyanyikan “Far Above the Gentle Daisies (Jauh di atas Bunga-bunga Daisy yang Lembut)” Anne menatap ke langit-langit seolah itu adalah lukisan dinding dengan malaikat. “bukankah ini semua seperti mimpi yang indah? Apakah aku benar-benar tampak sama seperti biasa? Aku merasa sangat berbeda karena kukira perbedaan itu pasti tampak di wajahku.

Kedua anak kecil berpakaian putih itu berlari menyusuri ruangan yang panjang. Anne dan Diana berjinjit menuju serambi depan. “SESEORANG DI SANA.” kata Diana. yuk. “Kita buka pakaian di sini. siapa itu—APA itu?” Anne berbisik. Semuanya tampak tertidur dan rumah dalam keadaan gelap dan sunyi. kekenyangan dengan pemborosan. bagaimana bisa kau pura-pura tak mendengarkannya? Ketika dia sampai di barisan. lalu melompat ke atas tempat tidur pada saat yang sama. Mereka hanya tahu bahwa setelah kegaduhan yang menggelisahkan itu mereka mendapati diri mereka sedang berjinjit gemetar ke atas. ada hembusan napas dan tangisan di sana—dan seseorang berkata dengan suara tertahan: “Tuhan Yang Pengasih!” Anne dan Diana tak pernah tahu bagaimana mereka turun dari tempat tidur itu dan keluar dari kamar. Ruangan itu sangat hangat dan diterangi cahaya redup dari bara api di panggangan. Apa menurutmu suatu saat kita akan diminta untuk melakukannya. suatu hari nanti. “Pasti akan puas berdiri dan membacakan sesuatu di sana. Mereka selalu mencari murid dewasa untuk membacakan sesuatu. melalui pintu kamar tamu. ruangan yang sempit dan panjang karena kamar tamu terbuka.” “Bukankah tadi saat yang sangat menyenangkan?” Anne menarik napas bersemangat. tapi aku bahkan tak bisa mengijinkanmu membicarakan orang itu denganku.” Usul itu membuat Diana tertarik. Diana?” “Ya. Anne. tapi dengan kesenangan manis yang semakin bertambah karena masih terus membicarakannya sampai tiba di rumah. “kau adalah teman baikku. “Oh. 124 . Kemudian—sesuatu—bergerak di bawah mereka. Oh. “Di sini sangat enak dan hangat.selesai. Apa kau sudah siap untuk tidur? Ayo kita balapan dan siapa yang akan sampai di tempat tidur lebih dulu. tentu saja. bukan SAUDARA PEREMPUAN. Saat itu jam sebelas ketika mereka sampai di rumah. saat dia duduk kaku dan tak bergerak sementara Diana bertepuk tangan sampai tangannya pedih.” sahut Anne dengan wibawa. giginya bergemeletuk karena dingin dan takut. Gilbert Blythe sering melakukannya dan dia hanya dua tahun lebih tua daripada kita. dia menatap tepat padamu.” “Diana.

” “Itu bukan kesalahan Diana. bagaimana pun caranya ia bisa ada di sana. aku tahu itu. Kuharap kau tak mengganggu bibimu. kita harus tidur dengan Minnie May—dan kau tak bisa bayangkan bagaimana dia menendang. Anne. Aku mengusulkan balapan untuk melihat siapa yang akan sampai di tempat tidur lebih dulu. “Nyonya. ketika dia pergi ke rumah Nyonya.” sahut Anne menyesal. Ia sangat tua—tujuh puluh sekian— dan aku tak yakin ia PERNAH menjadi anak kecil. Lynde. Kami berharap bisa mengajaknya keluar untuk sebuah kunjungan. tapi tidak dalam waktu dekat.” Diana tetap bungkam dengan hati-hati. 125 . Miss Barry tua datang untuk tinggal selama sebulan. “Jadi kau dan Diana nyaris membuat Miss Barry tua yang malang mati ketakutan semalam?” sahut Nyonya. Anne?” “Siapa Aunt Josephine mu?” “Ia bibi ayahku dan tinggal di Charlottetown. Ia tak akan bicara dengan Diana sama sekali. Lynde pedas. “Aku sudah tahu itu adalah idemu. tapi katanya ia tak mau tinggal lebih lama lagi dan akan kembali ke kota besok. “Apa malam kalian menyenangkan? Aku mencoba untuk tetap terbangun sampai kalian pulang. Oh. Well. “Itu salahku. Ia sangat formil dan sopan dan ia akan sangat marah karena hal ini. Anne bergegas pulang setelah sarapan dan juga tetap dalam kebodohan yang membahagiakan karena kerusuhan itu yang nantinya berakhir dalam rumah tangga Nyonya.” Keesokan paginya Miss Josephine Barry tak muncul saat awal sarapan. Well.“Itu Aunt Josephine. karena aku mau memberitahumu bahwa Aunt Josephine telah tiba dan bagaimanapun kalian harus tidur di kamar atas. Lynde untuk suatu keperluan Marilla. tapi dia dan Anne yang duduk berseberangan di meja saling melemparkan senyum sembunyi-sembunyi karena rasa bersalah yang sekaligus menjadi hiburan. Itu sangat menakutkan—benar-benar menakutkan—tapi apa kau pernah tahu sesuatu yang sangat lucu. Nyonya. itu berakibat banyak kesulitan. tadi itu Aunt Josephine. “Oh. Diana. aku yakin. Miss Barry tua sangat marah ketika ia bangun tadi pagi—dan kemarahan Josephine Barry bukanlah main-main.” “Sudah kutebak!” sahut Nyonya. masalahnya. tapi dengan kedipan mata. Barry ada di sini beberapa saat yang lalu dalam perjalannya ke Carmody. Dia merasa sungguh khawatir akan hal itu. dan aku tahu ia akan sangat marah. menghela napas sembara terbahak. Barry sampai penghujung sore.” sahut Diana. Barry tersenyum ramah pada kedua gadis kecil itu. tapi aku sangat lelah sampai ketiduran. dengan kegembiraan seorang penebak yang benar.

kan?” bisik Anne. nak. “Aku selalu membuat diriku sendiri mendapat masalah dan membuat teman baikku—orang yang akan kuberikan darah di hatiku untuknya—mendapat masalah juga. Kalau anda berhenti memikirkannya anda akan merusak semuanya. tapi Anne masih murung. “Ia hampir mengamuk. sembari terkikik menahan tawa dengan pandangan khawatir lewat bahunya tertuju ke pintu ruang duduk yang tertutup. Katanya aku gadis kecil dengan tingkah laku paling buruk yang pernah dilihatnya dan bahwa kedua orang tuaku harus merasa malu dengan cara mereka mendidikku. 126 .” “Aku sungguh anak yang tak beruntung. tapi itu yang terbaik. Tak pernahkah anda merasakannya sendiri.” Nyonya. begitu mengasyikkan. Ia pasti sudah pergi hari ini kalau saja mereka tak menahannya. Nyonya. kurasa tadi pagi mereka sangat sibuk karena masalah itu. Miss Barry tua orang yang kaya dan mereka akan menjaga hubungan baik dengannya. Ketika dia meninggalkan rumah Nyonya. tapi masalahnya. itu karena kau terlalu tak pedulian dan seenaknya. Oh. Anne.” “Kenapa kau tak memberitahu mereka kalau itu salahku?” cecar Anne. “Masalahnya. Barry tak mengatakan itu padaku. dan anda harus mengatakannya. Oh. Kau tak pernah berhenti melamun—apa pun yang muncul di pikiranmu untuk dikatakan atau apakah kau mengatakan atau melakukannya tanpa sempat merenungkannya. kau harus belajar untuk sedikit melamun. Lynde?” “Masalahnya.Minggu dan itu akan terjadi. tapi sekarang ia telah memutuskan tak akan melakukan apa pun sama sekali untuk gadis tomboy seperti itu. betapa marahnya ia. Ia bilang tak akan mau tinggal lagi dan aku yakin aku tak peduli. Nyonya.” “Oh.” keluh Anne sedih. Diana menemuinya di pintu dapur. Pepatah yang harus kau ikuti adalah ‘Lihat dulu sebelum melompat’—terutama ke tempat tidur kamar tamu. Nyonya.” protes Anne. aku cukup pintar menilai tabiat manusia. Keluarga Barry pasti merasa sedih. Lynde dia mengambil jalan melintasi lapangan yang mengeras ke Orchard Slope. “Aunt Josephine mu sangat marah karena kejadian itu. Lynde tak pernah merasakannya. Ia telah berjanji akan membayarkan pelajaran musik triwulan untuk Diana. yang baginya sangat serius.” jawab Diana. Lynde?” Tidak. Tapi Ayah dan Ibu peduli. “Ya. Dia merasa tak ada yang harus ditertawakan dalam keadaan seperti ini. Tentu saja. Nyonya. Apa anda tahu mengapa begitu. Ia menggeleng bijak. Lynde tertawa setelah mengucapkan lelucon ringannya. “Sesuatu bergerak cepat muncul di pikiranmu.

” Anne memohon. Aku tak akan berani. berharap dapat menemukan Diana.” sahut Diana. kau tak akan pernah melakukannya! Kenapa—ia akan menelanmu hidup-hidup!” “Jangan menakutiku lagi daripada nanti aku takut.” “Well. Itu salahku dan aku harus mengakuinya. Ia berputar di kursinya. Miss Barry. ia ada di kamar. Miss Josephine Barry. aku sudah berlatih membuat pengakuan. Tapi aku harus melakukannya. sedang merajut di dekat perapian. “Siapa kau?” cecar Miss Josephine Barry. Tindak-tanduk seperti itu di keluarga yang terpandang!” 127 . Diikuti kata “Masuk” yang jelas. Anne Shirley.” sahut Anne tegas. Diana. Jadi anda harus tahu betapa tak adil dengan menyalahkannya. “Kau boleh masuk kalau kau mau. aku harus tahu? Menurutku setidaknya Diana ambil bagian saat melompat itu.” “Mengaku apa?” “Bahwa itu semua salahku saat melompat ke tempat tidur di atas anda semalam.“Kelihatannya aku akan melakukan hal yang seperti itu. kegusarannya sungguh tak habis-habisnya dan matanya menggertak dari balik kacamatanya yang berbingkai keemasan. he. aku akan masuk untuk memberitahunya sendiri.” “Well. dan bagaimana pun juga aku sama bersalahnya denganmu.” Dengan dorongan ini Anne menghadapi singa di kandangnya—itu ungkapan yang tepat. lalu memperhatikan gadis kecil berwajah putih yang matanya dipenuhi paduan keberanian yang nekad dan rasa takut yang tersembunyi. berjalan tegap menuju pintu ruang duduk dan mengetuknya dengan lemah. “Lebih baik aku dihadapkan ke mulut meriam. jika anda sudi mendengarkan. Diana terpana. kan?” sahut Diana dengan mencemooh. Diana seorang gadis kecil yang sangat seperti lady.” sahut tamu kecil itu gemetar. Diana tak akan pernah punya pikiran untuk melakukan hal seperti itu. “Aku bukan pengadu. Dan aku tak yakin akan ada gunanya untukmu.” “Oh. formil. Aku yakin. dan kaku. Untungnya. “dan aku datang untuk mengaku. tanpa basa-basi. menggenggam tangannya yang menjadi ciri khas gerak tubuhnya. Aku yang mengusulkannya. “Anne Shirley. “Aku Anne dari Green Gables. kurus.

marahlah padaku. “Kupikir anda harus memaafkan kami.‘Tapi kami hanya bersenang-senang.” sahut Anne menggebu. Tapi lalu. Duduklah di sini dan ceritakan padaku tentang dirimu. oleh dua gadis kecil hebat yang melompat ke atasmu. tapi aku bisa MEMBAYANGKAN. Kalau anda harus marah pada seseorang.“ katanya.” “Aku tak TAHU. “Aku yakin pastilah itu sangat mengganggu.” “Aku sangat meyesal karena tak bisa. Tapi sebelum aku pergi aku sungguh berharap anda sudi bilang 128 . Kami merasa sangat ketakutan. coba bayangkan seandainya anda di posisi kami. benar-benar bernapas lega. ada pihak kami juga di sana. Aku sangat terbiasa dimarahi orang di awal hari-hariku sehingga aku jauh lebih sanggup menanggungnya daripada Diana. setelah perjalanan yang berat dan panjang. tapi itu adalah pekerjaan yang mengecilkan hati. Lalu kami tak bisa tidur di kamar tamu setelah dijanjikan.” Sekarang seluruh gertakan telah lenyap. Miss Barry. Tapi sekarang saatnya aku pulang ke Miss Marilla Cuthbert.” Saat ini banyak gertakan di mata wanita tua itu telah lenyap dan berganti dengan sinar perhatian karena senang. Kurasa anda terbiasa tidur di kamar tamu. Kau tak tahu bagaimana rasanya terbangun dari tidur nyenyak. yang menunggu dalam kegelisahan yang tak terungkapkan di dapur luar. Gadis-gadis kecil tak pernah dimanjakan dengan kegembiraan seperti itu ketika aku muda. Dan bagaimana pun juga. “Aku inginnya begitu. karena anda tampak seperti seorang wanita yang menarik. tolong maafkanlah Diana dan ijinkan dia belajar musik. sekarang karena kami telah minta maaf. Miss Barry? Kalau anda punya.” Anne bersikeras. Semuanya tergantung pada cara kita memandangnya. dan aku paham sekali bagaimana rasanya mencurahkan hatimu untuk sesuatu dan tidak mendapatkannya. Hati Diana telah tercurah untuk pelajaran musiknya. Miss Barry benar-benar tertawa—suara yang menyebabkan Diana. Miss Barry. Tapi coba bayangkan akan seperti apa perasaan anda jika anda adalah seorang anak yatim piatu yang tak pernah mendapat kehormatan seperti itu. Tapi ia masih berkata dengan pedas: “Kupikir alasanmu bahwa kalian hanya bersenang-senang bukanlah pengecualian untuk kalian. dan mungkin anda juga orang yang sehati walaupun anda tak terlalu tampak seperti itu. Kami tak tahu ada seseorang di atas tempat tidur itu dan anda nyaris mati ketakutan. Ia telah melakukan yang terbaik. Miss Marilla Cuthbert adalah wanita yang sangat baik yang telah mengambilku untuk dididik dengan benar. Apa anda punya daya imajinasi. “Aku berani katakan permintaanmu akan simpati seteguh permintaanku.” sahut Anne tegas. “Aku takut khayalanku agak sedikit berkarat—sudah sangat lama aku tak menggunakannya. Anda tak boleh menyalahkannya karena aku melompat ke tempat tidur.

tapi ia memang sehati denganku. dan semasa hidupku orang yang menyenangkan adalah kelangkaan. “Dia membuatku terhibur. dengan matahari terbenam yang berwarna merah muda disertai dengan keajaiban dari kemekaran dan pertumbuhan.” Satu-satunya komentar Marilla ketika ia mendengar cerita itu adalah. Ia menjadi tamu yang lebih menyenangkan daripada bisanya. Teman sehati tidaklah sejarang yang kubayangkan. musim semi kanada yang malu-malu. karena Anne selalu menyenangkan hatinya. “Kau pasti tak akan berpikir demikian saat melihatnya. Jauh dari ketandusan.” sahut Miss Barry. Miss Barry telah menghabiskan masa tinggalnya selama sebulan di sana. Kau tak akan langsung dapat mengetahuinya.” “Kupikir mungkin aku akan melakukannya kalau suatu waktu kau mau datang ke sini dan ngobrol denganku.” “Bagaimana pun. Mereka telah menjadi sahabat akrab. tapi setelah beberapa saat kau akan melihatnya.” Anne mengutarakannya pada Marilla.” katanya terus terang. dibelakang tempat Tuan Silas Sloane. Pohon maple di Jalan setapak Pecinta (Lover Lane) menguncup merah dan pakis kecil yang keriting mendesaki Dryads Bubble. dingin. Menyenangkan sekali mengetahui bahwa ada banyak teman sehati di dunia. Miss Barry adalah orang yang sehati denganku. Malam itu Miss Barry memberi Diana sebuah gelang tangan perak dan memberitahu pada anggota keluarga yang lebih tua bahwa ia telah membongkar koper kecilnya. ketika kau pergi ke kota kau harus mengunjungiku dan aku akan menempatkanmu di tempat tidur kamar tidurku yang paling nyaman untuk tidur. “Aku bilang juga begitu. segar.” Bab XX – Khayalan Bagus yang Salah Musim semi sekali lagi datang ke Green Gable—indah tak terduga. kau gadis-Anne. Semua pelajar laki-laki dan perempuan mendapati satu sore keemasan yang menyelimuti 129 . melekat sepanjang april dan may dalam rangkaian harihari yang indah. seperti yang terjadi pada Matthew. merah muda disertai bintangbintang putih yang indah dibawah daun-daun mereka yang coklat.” Ini untuk kepentingan Matthew. Ketika Miss Barry pergi ia berkata: “Ingatlah. “Aku telah memutuskan untuk tinggal hanya untuk lebih mengenal gadis-Anne itu. Mayflowers bermekaran.padaku bahwa anda akan memaafkan Diana dan tinggal selama yang anda rencanakan di Avonlea.

diana mengatakan mungkin mereka mempunyai sesuatu yang lebih baik dari pada mayflower. tapi itu tidak akan menarik. berdua-dua. Tuan Philips memberikan semua mayflower yang didapatnya kepada prissy andrews dan aku mendengar dia mengatakan ”manis untuk yang manis. tidak tahu seperti apa mayflower dan tidak merindukan mereka. tapi menurut ku itu adalah hal yang paling menyedihkan dari apapun. ketika aku sudah melewati disini aku benar-benar tidak perduli apakah gil—apakah ada yang menghormati aku di kelas atau tidak. aku tahu. dan arty melakukannya karena ia tidak bisa ditantang. Tapi kami melewati hari yang baik sekali hari ini. Terkadang aku berpikir mungkin itulah mengapa aku menjadi seorang pembuat masalah. seakan-akan dia sedang menginjak tanah suci. Tidak ada seorangpun akan melakukan hal itu di sekolah. aku juga ditawarkan mayflower tapi aku menolaknya dengan cacian. Charlie sloane menantang Arty Gillis untuk melompatinya. Anne berjalan melewati nya pada saat pergi kesekolah dengan kedua mata penuh pujian dan langkah takzim. Menurutku itu Tragis. marilla. marilla ?dan diana bilang jika mereka tidak pernah tahu seperti apa mayflower maka mereka tidak akan merindukan nya. Setelah mayflower menjadi ungu sertamerta lembah violet dibuat menjadi ungu oleh bunga-bunga itu. Jika aku hanya satu anne itu akan menjadi jauh lebih nyaman. dia memberitahu diana. sambil bernyanyi ”rumah ku di atas bukit” aduhai itu sangat menggetarkan. Kami makan siang di dalam sebuah lembah yang besar yang berlumut karena mata air tua— sebuah tempat yang romantis. kata anne. menggemakan senja dengan tangantangan dan keranjang-keranjang yang penuh dengan bunga rampasan. pulang ke rumah dengan bebas. tanggapan marilla. dengan rangkaian bunga berbentuk lingkaran dan buket kami. Aku tidak dapat memberitahu kamu nama orang yang memberikan mayflower padaku karena aku telah berjanji untuk tidak pernah membiarkan nama itu keluar dari bibirku. Entah mengapa.mereka. Tapi ketika aku sampai disekolah semuanya menjadi berbeda dan aku menjadi sangat begitu peduli. Kami merangkai mayflower menjadi lingkaran dan meletakkannya diatas topi kami dan pada saat waktu untuk pulang telah tiba kami berbaris dalam prosesi menuruni jalan. Tantangan Itu sangat MODERN. marilla. marilla. perbuatan bodoh. Tidak menakjubkan . Aku sangat prihatin terhadap orang yang tinggal di tanah dimana tidak ada mayflower. tapi itu menunjukan bahwa ia memiliki khayalan. Seakan-akan ada begitu banyak anne yang berbeda dalam diriku. tahukah kamu apakah mayflower itu dalam pikiranku. apakah ada. semua sanak saudara tuan silas sloan segera berhamburan keluar untuk melihat kami dan semua orang yang kami jumpai di jalan berhenti dan membelalak pada kami. 130 . tapi tidak ada apapun yang lebih baik selain mayflower. Dia mendapatkan kata-kata itu dari buku. marilla? Aku berpikir mereka pasti roh dari bunga-bunga yang mati pada musim panas lalu dan ini adalah surga mereka. Kami benar-benar membuat gempar.

Marilla datang dengan segera dan dengan beberapa celemek sekolah anne yang baru saja disetrika. tidur lalu terbangun. Ruangan itu penuh dengan hal pentin. Aku tidak penah ingat mengenai pastel itu dari waktu aku meletakkan nya di dalam tungku hingga sampai sekarang. Aku benar-benar mendapatkan jawabannya. ketika kodok sedang menyanyi dengan fasihnya di dalam rawa tentang hulu Lake Of Shining Waters (Hulu danau dari Perairan berkilau). Dan meskipun sakitnya telah hilang dia merasa lemah dan sangat lelah. Dia terserang sakit kepala sore itu. Aku sangat menyesal. Sakit kepala selalu membuat Marilla menjadi agak kasar. Karena semua barang dihormati dan dianggap penting maka kamar gable tetap tidak mengalami perubahan.Di suatu sore bulan juni. seperti yang terlihat. dan kursi-kursi tetap kaku dan piano menguning sama seperti dahulu. meskipun keseluruhan ruangan dirubah. jadi dia melamun dengan mata tebuka lebar. Dia menggantung celemek-celemek itu diatas kursi dan duduk dengan hembusan nafas pendek. tapi sudah terlalu gelap untuk melihat buku. memperhatikan Queen yang bersalju lagi yang ditandai dengan tumpukan bunga nya. Kamu kelihatannya sudah cukup baik dan membuat kesalahan lebih sedikit dari biasanya. aku akan menahannya dengan penuh kegembiraan demi demi kamu. Anne sedang duduk di jendela Gable. Tapi kelihatannya itu bukan kebiasaan mu. Aku 131 . Dinding-dinding dibiarkan tetap putih. walaupun Aku merasa SECARA naluri ada sesuatu yang hilang pada meja hidangan makan malam. untuk tidak membayangkan apapun. denyutan jiwa meliputinya. tapi menjaga pikiranku pada hal-hal nyata. " Aku sungguh-sungguh ingin bisa menggantikan untuk menanggung sakit kepalamu marilla. ketika buah-buahan kembali berwarna pink merekah. Dan penuh dengan buku-buku sekolah anak perempuan serta pakaian dan pita-pita. dan bahkan dari kendi biru yang retak yang dipenuhi oleh bunga-bunga aple yang diletakkan di atas meja. Tentu saja sebenarnya tidak perlu untuk mengkanji saputangan-saputantangan matthew. Dan kebanyakan orang ketika mereka meletakkan kue pastel didalam oven untuk menghangatkannya untuk makan malam maka mereka mengeluarkan kue itu dan memakannya ketika sudah hangat bukan malah meninggalkannya hingga hangus menjadi abu. bantal keras tetap berpeniti. ketika kamu menuntutku untuk bertanggung jawab pagi ini. dari semangat penghuninya telah terlihat walaupun dalam bentuk yang tidak berwujud dan ruangan polos telah dihiasi dengan kain permadani pelangi dan sinar rembulan. kata marilla. dan udara penuh dengan harum semanggi dan kayu balsam. Aduh. Anne memandangnya dengan penuh simpati. Itu semua seakan adalah mimpi." ucap anne dengan sangat menyesal. Aku rasa kamu sudah melakukan bagian kamu dengan ikut bekerja dan membiarkan aku beristirahat. Dia sedang mempelajari pelajaran sekolah nya.

Disana ada 2 pohon Maple dan selokan mengalir tepat disekitar tempat itu." " Aduh. tangis anne dengan putus asa. itu. Dan akhirnya itu memberikan ide pada ku bahwa akan sangat baik memanggilnya pulau victoria karena kami menemukannya pada hari kelahiran Ratu (Queens). Sekarang apa lagi yang telah merasuki kepalamu anne shirley? Aku butuh pola itu untuk memotong celemek baru mu malam ini. marilla. aku telah membuat banyak masalah. Kami berdua diana dan aku sangat setia. aku ingin kamu pergi menjumpai nona barry untuk bertanya apakah dia akan meminjamkan aku pola celemek diana. marilla ?? " Tidak . aku sudah berada disini selama 1 tahun dan aku sangat bahagia. itu terlalu gelap. kata marilla yang kadang-kadang heran bagiamana dia bisa hidup sebelum anne datang ke green gable. Saat aku sedang menyetrika aku selalu mencoba untuk memikirkan sebuah nama untuk pulau baru yang aku dan diana temukan sebuah selokan sungai. 132 . tangis anne. Pergi segera sekarang dan jadilah cerdas juga. Aduh. benar-benar tidak ada penyesalan. Ituah mengapa aku melupakan pastel itu. aku tidak bisa mengatakan menyesal. sembari mengambil topi nya dengan rasa malas. dan kemudian sebuah godaan yang sangat menarik datang pada ku untuk membayangkan bahwa aku adalah seorang putri yang memikat yang dikurung di sebuah menara yang sunyi dengan seorang ksatria tampan berkuda yang menyelamatkan ku diatas kuda hitam pekat.sudah melakukan semuanya dengan baik sampai aku meletakkan pastel kedalam oven. Aku tidak dapat melewati kayu berhantu. Aku akan bangun pada saat matahari terbit dan pergi ke sana. Marilla. Pergi memutar jalan dan menghabiskan waktu satu setengah jam! Aku akan menyusulmu !. ini adalah hari dimana aku datang ke Green Gable. aku tidak berpikir ada yang istimewa. Tentu saja. ucap anne dengan semangat. ini masih senja. Apakah kamu menyesal menjaga aku. Aku akan pergi pagi-pagi sekali besok. Jika kamu sudah menyeleasaikan pelajaranpelajaranmu. Marilla?" Tidak.tentu saja itu kelihatan tidak penting buatmu. Kalau begitu Aku harus memutar jalan. Ini merupakan titik balik dalam hidupku. anne. Aku tidak akan pernah melupakan nya. Terlalu gelap? Kenapa. marilla. tapi setiap orang dapat mengurangi masalah-masalah berangsur-angsur. Aku tidak tau kalau aku mengkanji sapu tangan-saputangan itu. dan dewa pun mengetahui bahwa kamu sering pergi setelah cukup gelap. kata anne. Aku ingin lebih baik hari ini karena hari ini adalah hari ulang tahun. tidak. Itu merupakan tempat yang paling menarik marrila. Tapi aku sangat menyesal mengenai pastel dan saputangan itu. Kamu ingat apa yang terjadi pada hari ini tahun lalu.

Anne shirley. marilla. Sebuah kayu berhantu sangat romantis marilla. Aduh. dan mereka orang-orang terhormat. dan ayah tuan thomas terpaksa pulang kerumah suatu malam kerena seekor biri-biri yang terbakar oleh api dengan kepalanya terpotong yang tergantung oleh suatu potongan kulit. Aduh marilla aku tidak akan pergi melewati kayu berhantu setelah gelap sekarang untuk alasan apapun. Tangis anne kuat. Aduh marilla. Kayu berhantu. jawab anne. aduh marilla. Kami memulainya di bulan April. Tidak ada hal seperti hantu anne. yang mendengarkan hiburan bodoh itu. aku yakin benda putih itu akan keluar dari belakang pohon dan menangkap aku. Dia merangkak dibelakang kamu dan meletakkan jari-jarinya yang dingin diatas tangan kamu—begitu. Kamu tahu nenek charli tidak akan menceritakan sebuah kisah untuk alasan apapun. membuat aku ngeri memikirkannya. Siapa yang menceritakan kamu hal seperti itu? Tidak ada siapapun. tapi ada.orang yang pernah melihat hantu. " Apakah pernah ada seseorang yang mendengar hal itu ? seru marilla. ucap anne dengan berbisik. bimbang anne. Paling tidak aku tidak percaya hal itu di siang hari. itulah waktu ketika hantu-hantu berjalan. Dan ada seorang laki-laki tanpa kepala berjalan naik dan turun di jalan kecil dan kerangka-kerangka menatap kamu diantara cabang-cabang pohon. kami memilih hutan kecil pohon cemara kerena disitu sangat suram. apakah kamu bermaksud untuk memberitahu padaku bahwa kamu percaya dengan semua omong kosong hebat dari khayalanmu sendiri ? Tidak sungguh-sungguh percaya. aku tahu orang. Semua tempat disekitar sini sangat begitu-begitu—BIASA. Tapi setelah gelap. Dia muncul ketika ada kematian di dalam suatu keluarga. Dia orang yang sangat religius. kami telah membayangkan hal hal yang paling mengerikan." Marilla terbelalak. apa kamu sudah gila? Dibawah kanopi ada kayu berhantu? Pohoh cemara di atas anak sungai. Dia tau bahwa itu adalah roh saudaranya 133 . Omong kosong! Tidak ada hal seperti kayu berhantu dimanapun. Dan hantu dari seorang anak kecil yang tebunuh sering mengunjungi sudut idlewild (daerah kosong). (tidak percaya PERSISNYA). berbeda. diana dan aku hanya membayangkan bahwa kayu itu berhantu. Kami membuat ini untuk menyenangkan kami sendiri. Chalie sloane mengatakan bahwa neneknya melihat kakeknya yang sedang menyetir pulang membawa kerbau suatu hari setalah dia dikubur selama setahun. Ada seorang nyonya putih berjalan disepanjang anak sungai kira-kira pada waktu sekarang dimalam hari dan meremas-remas tangannya dan mengeluarkan ratapan tangisan.

sela marilla keras. sebagai pelajaran dan peringatan untuk kamu.william bell dia mengambil langkah seribu melewati halaman itu seolah-olah sedang dikejar oleh tentara benda putih. Dan Rubby gillis mengatakan –Anne shirley. Helaan Raungan panjang dari 2 dahan pohon besar yang saling bergesekan satu sama lain membuat butiran-butiran keringat bemunculan di dahi anne. tangan tanpa daging bersiap menanangkap gadis kecil yang ketakutan yang telah menciptakan mereka. Jadi kamu lihat itu benar-benar nyata. Aku khawatir dengan imajinasi mu dan jika akibatnya seperti ini. dia mati 2 tahun setelahnya. Tapi marilla tak dapat dirubah. Aku akan mengobati kamu dari imajinasi tentang bayangan hantu. menyebarkan hawa dingin mereka ke sekelilingnya. Akhirnya anne pergi. Anne kembali melewati jalan itu dengan mata tertutup. Perjalanan pulang yang menyeramkan harus dihadapinya. Kamu akan pergi sekarang juga ke rumah Bari. Bergegas pergi sekarang. karena di benar-benar ngeri. Anne tidak pernah melupakan jalan itu. Dia menyuruh hantu-hantu yang bersembunyi tersebut pergi dari bayangannya dan memerintahkan anne untuk melewati jalan lurus diatas jembatan dan masuk kedalam tempat pengasingan hantu perempuan yang meratap dan hantu tak berkepala.dan itu merupakan peringatan bahwa dia akan mati dalam 9 hari. dengan kikuk di melewati jembatan hingga dia tersandung diatas jembatan suram yang sulit dan mengerikan. Imajinasinya terbang bersama dirinya dan dia membayangkan hutan kecil cemara setelah lewat senja membuat ia mati ketakutan." jawab Marilla tanpa perasaan. dan kamu akan melewati hutan kecil cemara itu. aku tidak pernah ingin mendengar kamu berbicara basa-basi seperti ini lagi. hingga akhirnya dia tersandung diatas jembatan dia menarik nafas gemetar mengharapkan pertolongan. Hantu-hantu dari khayalannya mengintai dari setiap bayang-bayang disekitarnya. " Aduh. bagaimana mungkin kamu begitu kejam?" Anne menangis. ia lebih memilih resiko untuk menghancurkan otaknya diantara dahan besar daripada harus melihat benda putih. Tapi dia tidak mati. Sambaran kelalawar dikegelapan malam yang melewatinya adalah seperti akup-akup dari mahluk-makhluk menakutkan. Sebuah carik putih kulit kayu dari sebatang pohon jatuh ke dasar lembah belukar membuat jantungnya tak bergerak. Dengan pahit dia menyesali diri karena telah memberikan izin pada imaginasinya. 134 . Marilla. " Bagaimana jika benda putih menangkap aku dan membawa aku pergi ? " Aku akan mengambil resiko itu. Anne mungkin saja membela diri dan menangis semaunya—dan dia melakukan itu. Diana sedang pergi sehingga dia tidak punya alasan untuk berlama-lama disitu. aku tidak akan menyetujui tindakan seperti itu. Kamu tahu bahwa aku selalu bersungguh-sunguh dengan apa yang aku katakan. Dan jangan pernah membiarkan aku mendengar sepatah katapun keluar dari kepala mu mengenai kayu berhantu lagi. dan sampai di pintu dapur barry dengan sangat terengah-engah sehingga dia hampir tak dapat meminta pola celemek. Ketika dia sampai ke halaman Mr.

marilla. Aku mencoba untuk mengingat saat dimana mr. satu demi satu. ucap marilla. Aku tidak berpikir bahwa aku akan menangis karena aku sungguh cinta pada nya. Oh marilla. Aku menangis sebab semua yang lainnya menangis. bahwa aku membawa satu saputangan lebih ke sekolah hari ini ? aku punya firasat bahwa itu akan diperlukan. dan saat ketika dia mengatakan bahwa aku adalah anak dungu yang terburuk yang pernah dia lihat dalam geometri dan menertawakan ejaanku. marilla. Ruby gillis selalu menyatakan bahwa dia membenci Mr.---dengan seorang. Namun. Dan dia juga meneteskan air mata. ujar anne dengan sedih. Phillips memberikan pidato perpisahan yang sangat bagus di awal acara. Dan aku mulai menangis juga. Rubbi gillis yang memulai nya. aduh aku merasa sangat menyesal dan penyesalan yang dalam setiap kali aku berbicara disekolah dan menggambar gambarnya diatas batu tulis serta membuat bahan lelucon mengenai dia dan prissy. Serta waktu-waktu diamana dia begitu mengerikan dan kasar. gemeretak anne. Aku tidak menyangka bahwa kamu begitu cinta pada Mr. setelah ini aku akan mengisi imiginasi ku dengan tempat-tempat yang biasa saja. ulang anne.Philip. Itu sangat mengharukan. Mr. Jane andrew sudah berbicara selama satu bulan tentang bagaimana gembiranya dia nanti ketika mr. ”waktu untuk berpisah telah tiba ”. Tapi bagaimanapun juga aku tidak bisa.Bagus. Bab XXI -Vanili Rasa Baru Sayang disayangkan. dia yang paling buruk diantara kami semua dan dia harus meminjam saputangan dari abangnya---tentu saja anak laki-laki tidak menangis—karena dia tidak membawa miliknya—dia tidak mengharapkan itu terjadi . tapi segera setelah Mr. Sembari meletakkan batu tulis dan buku-bukunya diatas meja dapur di hari terakhir dibulan juni serta menyeka mata yang merah dengan saputangan yang sangat basah. philip memaksa ku duduk dengan gil. itu sudah merupakan kecenderungan hati. Kemudian semua gadis mulai menangis.philip pergi dan dia menyatakan dia tidak akan pernah menitikkan sebutir air matapun. jadi tidak ada yang menangkap kamu? Kata marilla dengan tidak bersimpati. anak laki-laki: Dan waktu dia mengeja namaku tanpa E di papan tulis hitam. tidak ada sesuatu pun di dalam dunia ini kecuali pertemuan dan perpisahan. Aku mencoba untuk bertahan. Philip sehingga kamu butuh 2 saputangan untuk mengeringkan air matamu hanya karena dia akan pindah. Aku dapat memberitahu mu aku ingin menjadi murid teladan seperti 135 . seperti yang nyonya lynde ucapkan. Oh marilla.Philip bangkit untuk memberikan pidato perpisahan dia meledak dalam tangisan. Tidak kah itu merupakan keberuntungan marilla.

pergi menjumpai nyonya lynde sore itu. untuk seorang pendeta memiliki istri yang menyenangkan dan anggun. ia sudah menjadi pastor di avonlea selama 18 tahun. Jane Andrews mengatakan dia pikir lengan yang digembungkan terlalu duniawi untuk seorang istri pendeta. Istri pendeta kita yang baru memakai kain satin biru dengan lengan baju yang digembungkan yang indah serta memakai sebuah topi yang dihiasi dengan bunga mawar. Kami berjumpa dengan pendeta yang baru dan istrinya yang tiba di stasion. terkadang jangan pernah beharap dapat melihat barang itu lagi. tapi aku tidak memberikan komentar pedas seperti itu marilla. Tuan Bentley tua. Tapi tidak benar-benar menawan. Kata nyonya linde.minnie andrew. di gerakkan oleh alasan mengatakan dengan terus terang bahwa dia telah mengembalikan selimut tidur yagn telah dipinjamnya musim dingin lalu. itu merupakan kelemahan memberikan sifat ramah tamah kepada kebanyakan orang avonlea. merupakan suatu objek kecurigaan yang wajar dalam sebuah perkampungan pedalaman dimana sensasi jarang sekali.ini. kendati memiliki kekurangan sebagai seorang ahli pidato. karena aku sudah lama mengetahui mengenai lengan yang digembungkan. Jadi seseorang harus memberikan kelonggaran padanya.itu. Seorang pendeta baru dan terlebih lagi seorang pendeta dengan seorang istri. Karena perasaan ku sangat sedih mengenai kepergian mr. Gadis-gadis menangis sepanjang jalan pulang dari sekolah.philip aku tidak tertarik kepada pendeta baru itu. tapi seseorang tidak terus merasakan kesedihan yang mendalam setelah 2 bulan liburan . atau hal lainnya pada setiap tahun persinggahan nya. dan tetap menduda. Cariie sloane terus berkata setiap beberapa menit : ” waktu untuk berpisah telah tiba” dan itu akan membuat kita bersedih lagi kapanpun saat kami sedang bergembira. Bisakah aku marilla? Istri nya sangat cantik. karena itu mungkin akan memberikan suatu contoh yang tidak baik. seorang pendeta yang sering ditemui anne tidak punya daya khayal. Dia tidak pernah menyatakan kata hatinya. Sejak saat itu gereja Avonlea menikmati berbagai pengusiran keagamaan dalam mendengarkan banyak dan 136 . istri Pendeta di Newbrigde memberikan suatu contoh yang sangat jelek karena dia berpakaian sangat modern. si. Aku sungguh merasa sedih. dia hanya menjadi istri pendeta untuk beberapa waktu. Selain itu. Pebruari lalu dia meletakkan tanggung jawabnya dan berangkat ditengah-tengah penyesalan masyarakatnya yang kebanyakan telah mempunyai kasih sayang yang lahir dari pergaulan yang lama dengan pendeta lama mereka yang baik. marilla. tentu saja –tidak akan seperti itu. Dia adalah duda ketika dia datang. Bisakah mereka marilla? dan disamping itu. benarkan marilla? Mereka akan menyewa pada nyona lynde hingga rumah pendeta selesai Jika Marilla. Malam itu datang kerumahnya seorang peminjam yang bertanggung jawab terhadap barang-barang itu. meskipun kenyataannya bahwa gosip secara teratur menghampirinya dan mengaikatkan dirinya dengan si. Banyak benda yang telah dipinjamkan nyonya lynde. aku menduga.

Karena dia mungkin akan mengawini kumpulan jemaah dan itu akan membuat masalah. bukankah begitu. " Aku pikir tuan Smith tidak akan berhasil. mathew? Aku sangat senang karena kita menghubungi Mr. Tapi aku rasa kesalahan terburuknya adalah sama seperti tuan bentles—dia tidak punya daya khayal. allan. Pendeta yang baru dan istrinya merupakan pasangan muda dengan wajah yang menyenangkan. Mereka bertahan atau gugur berdasarkan penilaian ayah-ayah dan ibu-ibu di israel. lagipula seorang pendeta harus mempunyai harga diri. Dan tuan Terry punya terlalu banyak imaginasi. aku menyukainya karena khotbahnya menarik dan dia berdoa seolah-olah dia memang bersungguh-sungguh dan bukan hanya seolah-olah melakukannya karena dia telah terbiasa dengan itu. nonya linde mengatakan doktrin teruji dari sisi pria dan ibu rumah tangga yang baik dari sisi perempuan merupakan gabungan yang ideal untuk sebuah keluarga pendeta. Lagi pula kata nona lynde ilmu agamanya tidak kelihatan. Tuan gresham adalah seorang yang sangat baik dan lelaki yang sangat agamis. Dan Nyonya Lynde mengetahui masyarakat di daerah istrinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang terhormat dan wanita-wanita nya adalah pengurus rumah tangga yang baik.Allan secara menyeluruh mengenai semua inti doktrin. kata nyonya lynde cara berpidato nya buruk sekali. Avonlea membuka jantungnya kepada mereka sejak awal. mereka masih dalam masa bulan. 137 . mathew. Tapi seorang gadis berambut merah dan kecil yang duduk taat di sudut bangku gereja cuthbert tua juga mempunyai pendapat nya tentang mereka dan membahas hal yang sama secara sungguh-sungguh dengan Matthew. Orang tua dan muda menyukai lelaki muda yang riang. merupakan kesimpulan akhir anne. dan lagipula ilmu agama nya telah teruji. dia jadi kurang sopan. Karena nyonya lynde menanyakan Mr. dan katanya avonlea tidak akan pernah memiliki pendeta muda yang belum menikah. tapi kata nyonya linde dia tidak menikah. Nonya lynde mengatakan dia memang tidak sempurna tapi dia mengatakan dia menduga kita tidak akan mengharapkan seorang pendeta yang sempurna untuk bayaran 750 dolar tiap tahun. atau bahkan bertunangan. dia membiarkan imaginasinya hilang dari dirinya sama seperti yang apa yang aku lakukan dengan imaginasiku yang berkenaan dengan hutan berhantu. benarkan. jujur dengan cita-cita yang tinggi.beragam calon dan ”cadangan” yang datang dari Minggu ke Minggu untuk mencoba berkotbah. Nyonya linde adalah seorang wanita yang sangat bijaksana. tapi dia terlalu banyak memberikan cerita lucu dan membuat orang tertawa di dalam gereja. Marilla selalu menolak prinsip untuk mencela pendeta-pendeta dalam keadaan atau bentuk apapun. karena nonya linde membuat penyelidikan khusus mengenai dia. dan penuh dengan gairah yang baik dan indah untuk pekerjaan seumur hidup yang merupakan pilihan mereka. matthew? Aku kira tuan marshall jelas menarik.

dan dia bertanya apakah akan ada tamasya sekolah—minggu pada musim panas ini.dan Nyonya. tapi Nyonya allan tidak. Jika aku bisa menjadi baik aku dapat berdansa dan menyanyi sepanjang hari karena aku senang melakukannya. Allan untuk minum teh kapan-kapan dalam waktu dekat. Aku berpikir itu bukan pertanyaan yang sangat pantas untuk ditanyakan karena tidak ada hubungannya dengan pelajaran—pelajaran itu mengenai daniel di sarang singa—tapi Nyonya. Dan aku bertanya sangat banyak.allan hanya tersenyum dan katanya dia pikir akan ada. marilla. itu persis sama seperti yang selalu aku pikiran. Anne merasa tepat dan seluruh hatinya penuh dengan cinta pada Nyonya. Rabu depan merupakan waktu yang baik untuk mengundang mereka. Dia telah menemukan saudara roh yang lain. Bell seperti itu. Aku tidak akan mau menjadi seseorang seperti Tuan Inspektur Bell. Bell orang yang baik. Aku selalu berpikir agama itu menyedihkan. Allan. " Mereka pasti sudah kemana-mana tapi belum disini. Dia mengatakan kami boleh menanyakan pertanyaan apapun yang kami sukai. Dia berbicara sangat bagus mengenai segala hal . Aku ingin seandainya aku punya lesung pipit di pipi ku. Nyonya. Tapi jangan bilang 138 . Ujar anne setuju. " Aku pikir kita harus mengundang Mr. Nakal sekali kamu mengatakan tentang Mr. Jika aku punya mungkin aku bisa mempengaruhi orang-orang untuk berbuat baik. Tidak ada anak lain lagi yang bertanya kecuali rubby gillis. Oh tentu saja dia baik. Dia mengatakan dengan segera dia pikir tidak adil bagi seorang guru untuk menanyakan semua pertanyaan . Ucap Marilla termenung. Aku ahli dalam menanyakan pertanyaan marilla. Dia mengajarkan kita dan dia seorang guru yang sangat baik. dia menyatakannya pada suatu sore di hari minggu. dan kamu tahu marilla. tapi aku masih belum mempunyai lesung pipit. Nyonya Allan sungguh menyenangkan. jawab marilla tajam.allan memiliki senyum yang sangat menawan. Tapi aku dapat merasakan dia senang bahwa dia adalah seorang kristiani dan dia akan tetap menjadi kristiani bahkan meskipun dia bisa masuk surga tanpa itu. " Aku percaya pada mu.dan cemerlang. Aku menduga nyonya allan terlalu tua untuk menari dan bernyanyi dan tentu saja itu tidak akan menaikkan derajatnya sebagai seorang istri pendeta. Aku tidak pernah tahu sebelumnya bahwa agama merupakan hal yang begitu menyenangkan seperti itu. Mr. dan aku senang menjadi seorang kristiani jika aku bisa menjadi seseorang seperti dirinya. komentar tegas marilla. Allan bilang bahwa kita harus selalu mencoba untuk mempengaruhi orang lain agar berbuat baik. Sekarang aku tidak sangat kurus seperti saat pertama kali aku datang kesini. Nanti lah aku pikir dulu. seorang wanita lemah lembut yang dianggap sebagai nyonya rumah dari rumah pastoran. Nyonya. dia memiliki lesung pipi yang INDAH SEKALI di kedua pipinya. tapi dia tidak kelihatan nyaman dengan itu semua.

Dan roti adonan baru dan roti adonan lama kedua-duanya disediakan. Kamu boleh buat kue lapis. dan istri pendeta yang baru itu akan membuatnya mati ketakutan. Aku yakin bahwa potongan kue buatan kamu yang pernah kita makan pada waktu makan siang di Idlewild 2 minggu lalu akan menjadi benar-benar bagus dan lezat sekali. yakin anne.apapun pada mathew tentang ini. anne gila dengan kegembiraan dan kesenangan. Kami mempunyai 2 jenis selai. " kue nya akan bagus. Dia dulu sering menjamu teh untuk Mr. Kata Nyonya lynde pendeta-pendeta menderita gangguan pencernaan. Ini seperti tanggung jawab mengundang keluarga pendeta untuk minum teh. aku dan marilla pasti sangat sibuk dua hari itu. Kamu seharusnya melihat kamar penyimpanan barang kami. Aku akan merahasiakannya sampai mati. alangkah pemandangan bagus untuk dilihat. 139 . tenanglah. Aku jadi dingin pada saat aku memikirkan mengenai kue lapis ku. dan krem kocok dan pastel cherry. merah dan kuning. Sebab kalau dia tahu mereka akan datang maka dia akan membuat alasan untuk pergi pada hari itu. Bagaimana kalau hasilnya tidak baik! Aku semalam bermimpi dikejar-kejar oleh setan yang menakutkan dengan kue lapis besar sebagai kepalanya. Senin dan Selasa persiapan besar terjadi di Rumah Hijau/Green Gable. Aduh diana. untuk berjaga-jaga kalau pendeta punya ganguan pencernaan dan tidak bisa makanan baru.Allan belum begitu lama menjadi pendeta hingga penyakit itu bisa memberikan pengaruh buruk padanya. ketika mereka duduk diatas batu merah di dryad bubble dan membuat pelangi-pelangi di dalam air dengan dengan mencelupkan ranting kecil dari sejenis pohon cemara minyak balsem. Mengundang Pendeta dan istrinya untuk minum teh merupakan peristiwa penting dan hebat. Janji marilla. Aku meyakinkan kamu diana. akan kah kamu mengizinkan aku untuk membuat kue untuk acara itu? Aku ingin sekali /memberikan sesuatu untuk Nonya Allan. tapi aku kira Mr. dan marilla memutuskan untuk tidak dilakukan oleh pembantu/pengurus rumah tangga manapun di avonloe. tapi dia akan sulit untuk berkenalan dengan pendeta baru. yang merupakan seorang sahabat yang pintar menghibur. dan kamu tahu aku akan membuat kue yang enak kali ini. Semuanya sudah selesai diana. biskuit ragi yang akan marilla buat tepat sebelum waktu minum teh. dan biskuit seperti yang tersebut tadi. Aku tidak pernah terlibat dalam hal seperti itu sebelumnya." yakin diana. Kita akan menyediakan ayam dan lidah yang dibekukan. dan kue buah plum kuning marilla yang terkenal diawetkan bahwa dia menjaganya terutama untuk pendeta-pendeta dan kue tumbuk dan kue lapis.Bentley dan dia tidak keberatan. Tapi marilla. Dan 3 jenis masakan. Dia mengatakan semuanya pada diana pada senja selasa malam. kecuali kue ku yang harus kubuat pagi hari.

Kata anne. dalam khayalannya. Lynde mengatakan pemerintah sebaiknya mengambil tindakan mengenai hal ini. tapi kata dia kita tidak akan pernah meilhat hari dimana pemerintah Tory akan melakukannya. aku menduga aku seharusnya hanya perlu mempercayai Tuhan dan berhati-hati menambahkan tepung. betapa pelangi yang indah. aku melihat keluar jendela ku dan ingin tahu apakah perihutan benar-benar sedang duduk disini. Dia terserang flu berat di kepalanya karena dia mencebur-ceburkan dirinya di dalam sumber mata air pada sore sebelumnya. Baigamanapun juga. bagaimana jika kue itu tidak kembang? Kita sudah punya banyak hidangan tanpa itu. setiap malam sebelum aku tidur. anne bergejolak senang. lihat diana. marilla. Setelah selesai sarapan dia memulai untuk membuat kuenya. tapi menurut mu apakah adonan itu akan mengembang ? Hanya menduga mungkin raginya tidak bagus ? Aku menggunakan nya dengan loyang yang baru. Rabu pagi telah datang. sembari mengumpulkan ranting ranting pohon balsem yang terserak. Kadang-kadang aku mencari jejak kakinya di dalam embun di pagi hari. menyisir ikatan rambutnya dengan melepasakannya didepan cermin. kata diana. Ternyata Kue nya mengembang. Ketika pada akhirnya dia meutup pintu oven dia menarik napas panjang. Ibu diana sudah mengetahui mengenai hutan berhantu dan marah sekali mengenai itu. Keluh anne. Dan Nyonya. Lynde mengatakan kamu tidak pernah bisa yakin bisa mendapatkan ragi yang baik sekarang ini ketika segalanya begitu tercemar. jangan menghentikan keyakinan mu pada peri hutan. Marilla. Nyonya. Apakah kamu kira peri hutan akan muncul setelah kita pergi dan mengambil selendang nya? Kamu tahu peri hutan itu tidak ada. dia mengoleskan kue itu dengan lapisan selai delima. Aduh diana. cara marilla menjawab menandakan dia tidak bersemangat pada topik pembicaraan itu. 140 . Aku yakin aku tidak melupakan apapun kali ini.Ya. Tapi tidak ada pneumonia yang dapat memadamkan ketertarikannya terhadap kegiatan memasak pagi itu. Aduh. tapi kue mempunyai kebiasaan mengerikan untuk berubah menjadi buruk disaat kamu terutama sekali menginginkan mereka menjadi baik. anne bangun saat matahari sudah terbit karena dia sangat bersemangat untuk tidur. dan keluar dari oven ringan dan lembut seperti busa keemasan. anne melihat Nyonya. Sebagai hasilnya diana telah berpantang diri dari sifat suka meniru larut dalam imaginasi yang terlalu jauh dan menganggap hal itu tidak bijaksana untuk memperkuat semangat keyakinan bahkan imaginasi mengenai peri hutan yang tidak berbahaya sekalipun.Allan sedang memakan kue itu dan mungkin meminta tambahan potongan kue yang lain. Tapi sangat mudah untuk membayangkan bahwa memang ada.

kamu harus mengambil sepotong kue ini. Baiklah. lakukan apa yang kamu suka. Tawa Nyonya. seperti juga yang akan dilakukan oleh marilla dan pendeta. Dalam kasus seperti itu. Marilla. namumpun demikian ia tetap menghabiskannya. tentu kan. Anne menyusun dekorasi dengan caranya sendiri dan hasilnya semestinya mengalahkan dekorasi Nyonya. Dia bilang ini merupakan pesta makan besar untuk mata sekaligus untuk langitlangit mulut. dengan agak cemberut dan anne merasa bahwa senyum kekaguman dari Nyonya Allan merupakan kebahagiaan yang terlalu besar di dunia ini. endus marilla. barangkali tidak perlu berharap dia akan.Allan.Allan memasukan sesuap miliknya dan ekspresi yang ganjil terlihat di wajahnya. Nyonya. Marilla melihat ekspresi tersebut dan cepat-cepat mencicipi kue itu. kata marilla. dia menata meja teh itu menjadi cantik sehingga ketika pendeta dan istrinya duduk mereka serentak berseru atas kecantikannya. sembari mengambil sendiri segitiga plum. Ia merasa malu dan gugup marilla telah membuat dia kehilangan harapan. aku harus mencicipinya. kata marilla. 141 . Tapi marilla. Barry atau siapapun juga. Mawar dan Pakis yang berlimpah dan rasa artistic nya sendiri. Matthew ada di sana. Barry membiarkan mejanya dihias. menolak kue itu.Allan. tidak ada sebuah katapun yang dia katakan. melihat kekecewaan pada wajah anne.Allan. Nyonya. yang sudah bingung dengan banyaknya selingan makanan. dia tidak pernah berkata satu patah katapun pada Nyonya. berkata dengan tersenyum : Oh. Dan pendeta membayarnya dengan suatu pujian yang bagus sekali. Barry. Semua bersukaria seperti bel perkawinan hingga kue lapis anne disajikan. anne membuat nya khusus untuk anda. Nyonya.Kamu akan memakai perlengkapana-tea-set terbaik. dibujuk untuk ikut pesta hanya dewa dan anne yang tahu bagaimana. Ini hasil kerja anne. ujar anne . Allan. menurut pendapatku yang terpenting adalah benda-benda yang dapat dimakan bukan dekorasi hiasan " Nyonya. tapi anne berhasil menguasainya hingga sekarang dia duduk di meja dengan memakai pakaian terbaiknya yaitu baju putih kemeja dan berbincang dengan pendeta dengan penuh perhatian. yang tidak sepenuhnya bersalah. Anne berkata Bolehkah aku menata meja dengan pakis dan bunga mawar liar? Menurutku semua itu omong kosong. Satu-satunya yang perlu diingat adalah bahwa kamu harus meninggalkan ruangan yang cukup untuk makanan dan peralatan makan. yang memutuskan untuk tidak diungguli oleh Nyonya.

Aku tidak bisa—aku flu atas aib ini anne wajar melarikan diri ke kamar loteng. Tak lama sebuah langkah ringan terdengar menaiki tangga dan seseorang memasuki kamar. dan menciumnya. Aduh marilla. Marilla mengambilnya. Anne berlari ke tempat penyimpanan dan kembali dengan membawa sebuah botol kecil yang terisi setengah dengan cairan coklat dan diberi label warna kuning. Hanya vanili. Aduh marilla. kata anne. Maafkan kami. Aku 142 . Berita ini akan tersebar— setiap hal akan tersebar di avonlea. Aku tidak akan pernah sanggup untuk tinggal di kota ini lagi. aku akan malu selamanya. anne. Peengharum kue apa yang kamu gunakan? Vanilla. wajahnya berubah menjadi merah karena malu setelah dia merasakan kue itu. Aduh Marilla. kamu memberikan pengharum rasa pada kue itu dengan OBAT GOSOK ANODYNE. Membuka tutupnya.Mr. dia melemparkan dirinya keatas tempat tidur dan menangis seperti seorang yang berkeberatan untuk di hibur. aku curiga dengan bak— " omong kosong dengan baking powder/ragi! Pergi dan bawakan padaku botol vanilla yang kamu gunakan. Vanili terbaik. tangis anne dengan pandangan yang sangat sedih.Anne Shirley! Seru nya. Anne. Diana akan bertanya padaku bagaimana kue ku bisa mematikan dan aku harus menceritakan padanya kebenaran itu. tangis anne. tanpa melihat. Aku memecahkan botol obat gosok seminggu yang lalu dan menuangkan sisanya kedalam botol vanili tua yang kosong. itu pasti karena baking powder. Apa yang kamu masukkan dalam kue itu ? Tidak ada yang lain selain apa yang disebutkan dalam resep. cicipi sendiri.Allan jangan mencoba memakannya. marilla. Aku kira aku ini salahku juga —aku seharusnya mengingatkan kamu—tapi sangat diherankan mengapa kamu tidak bisa menciumnya? Tangisan Anne pecah atas aib ganda ini. Aduh apakah tidak enak? Enak! Sangat mengerikan.

dia mendesah panjang. Tetapi obat gosok tidak beracun. mencerminkan bahwa Nyonya. kata anne dengan sedih. katanya. mengingat insiden yang sangat buruk itu. Allan lagi. Allan berdiri disamping tempat tidurnya. Aku ingin melihat itu. Nyonya Allan Ya aku tahu. hanya aku yang berbuat kesalahan seperti itu. Akankah kamu memberitahu Nyonya. jika kamu mempunyai belas kasihan Kristiani tolong jangan beritahu aku bahwa aku harus turun dan mencuci Piring setelah ini. itu semua hanya kesalahan lucu yang mungkin saja dilakukan oleh setiap orang. Anne membolehkan dirinya sendiri untuk turun kebawah dan dihibur. Allan benar-benar sudah ditakdiirkan tuhan sebagai roh satu keluarga. dan ketika tamu-tamu sudah pulang anne menemukan dirinya menyenangi sore itu lebih dari yang dia duga sebelumnya. tetapi aku tidak akan pernah bisa melihat wajah Nyonya. Gil. Padalah aku ingin sekali memberikan kue yang sangat enak untuk kamu. Aku akan mencuci nya pada saat pendeta dan isteri nya sudah pergi. memperhatikannya dengan mata ceria. kamu tidak seharusnya menangis seperti ini. sayang. Marilla.Allan sepererti itu marilla ? Anggap saja kamu sudah bangun dan memberitahukannya—yang diucapkan oleh suara gembira. Oh. Barangkali dia akan berpikir bahwa Aku mencoba untuk meracuni nya. Anne bangun. Sungguh-sungguh terganggu dengan wajah tragis anne. tidak. Kenapa.anak laki-laki disekolah tidak akan pernah berhenti menertawakan hal itu. tapi pergi turun kebawah bersamaku dan tunjukkan padaku kebun bunga. Itu akan menjadi beracun bila ditelan—bukan di dalam kue. karena aku sangat tertarik dengan bunga-bunga. Aduh Marilla. Miss curthbeth memberitahuku bahwa kau memiliki sebidang tanah kecil milikmu.akan selalu dicap sebagai gadis yang memberikan rasa obat gosok anodyne pada kue. Dia tidak mengatakan apaun mengenai kue obat gosok. Nyonya. dia menemukan Nyonya. Lynde bilang bahwa dia mengenal seorang anak perempuan yatim piatu yang mencoba untuk meracuni seorang dermawan. Dan aku meyakinkan kamu bahwa aku menghargai kebaikan hatimu dan perhatian mu dan itu sudah membuat segala sesatunya telah berubah menjadi baik. bukankan menyenangkan untuk berpikir bahwa besok adalah suatu hari baru tanpa kesalahan lagi? 143 . Sekarang kamu tidak boleh menangis lagi. Aduh gadis kecilku. Meskipun demikian.

tapi pernahkah kamu mengingatkan padaku sesuatu hal yang membesarkan hati ku.oleh Lucy Maud Montgomery BAB XXII.’ Ini merupakan kali pertama aku dipanggil ’Nona’ . coba terka ? Aku diundang untuk jamuan teh di rumah pendeta besok sore. Memang Begitulah dia . Membuat aku bergetar ! aku akan menyimpannya untuk selama-lamanya diantara harta benda ku yang paling berharga . " Bukan. bahkan tidak untuk Jerry Boute Anne dari Green Gable. Bagi Anne menerima sesuatu dengan tenang akan berarti mengubah sifat dasarnya. anne Ya. Apakah kamu menemukan keluarga roh yang lain ?" Kegembiraan menyelubungi anne. kesenangan dan kepedihan hidup yang datang padanya 144 . aku anne dengan berduka. Baiklah. Penuh semangat dan berapi-api selanjutnya mereda dan dingin. itu merupakan pikiran yang menghibur.Aku jamin kamu akan buat banyak kesalahan. Mrs Allan memberitahuku bahwa dia berniat untuk mengundang semua anggota kelas sekolah-minggu untuk minum the secara bergilir. seakan terpantul dari setiap benda. Oh. Nak. menanggapi peristiwa hebat itu dengan sangat dingin. kemudian aku akan melewatinya. aku tidak pernah melihat kau bertindak tanpa kesalah. marilla? Aku tidak pernah membuat kesalahan yang sama dua kali Aku tidak tahu apakah itu akan banyak untungnya ketika kamu selalu membuat kesalahan baru. Lihatlah marilla. kata marilla.Anne Diundang Untuk Jamuan Teh " dan sekarang mengapa mata mu seolah akan melompat keluar sekarang?" Tanya Marilla. kata marilla. baiklah aku tahu itu. kata marilla Itu tidak cocok untuk dimakan manusia. Green Gables. dan ketika aku mencapai akhirnya. kamu sebaiknya pergi dan berikan kue itu kepada babi-babi. ”Nona Anne Shirley. ketika Anne baru saja masuk dengan berlari lari dari kantor pos. Marilla. matanya bersinar. Nyonya Allan menitipkan surat untukku di kantor pos. tetapi aduhai. tidakkah kamu mengerti marilla? Selalu ada batas terhadap kesalahankesalahan yang dapat dilakukan oleh seseorang. seperti bidadari angin yang melewati sinar matahari dan bayang-bayang malas di suatu sore bulan Agustus. Kamu tidak perlu demam hanya karena itu. Belajarlah untuk menerima keadaan dengan tenang. Dia datang dengan menari-nari .

nyaring lagi merdu. Tidak ada seorang pun yang marilla yakini benar-benar menyukai anne sebesar rasa sukanya. Anne pikir bahwa pagi tidak pernah akan datang.Aku merasa begitu cemas.intensitasnya menjadi tiga kali lipat. Marilla. Dan benar-benar. kedengarannya seperti derai tetesan air hujan. Maka dari itu marilla bertugas untuk membuat anne menjadi lebih tenang dalam menghadapi kebahagiaan dan kesedihan yang merupakan hal yang mustahil dan asing bagi anne." dia berseru ketika dia mencuci piring sarapan. yang dia dengarkan dengan senang pada waktu lain. ini merupakan suatu kesempatan khidmat juga . Anne tidur malam itu dalam penderitaan tak bersuara sebab Mathew mengatakan bahwa angin berputar di timur laut dan dia takut besok akan hujan. dan Aku tidak yakin bahwa aku mengetahui semua ketentuan-ketentuan tatacara. gemerisik daun poplar di sekitar rumah menbuat anne cemas. " Aduh. Kamu tidak tahu betapa baiknya perasaaan ku hari ini. gemuruh yang jauh dari teluk. Bagaimana jika aku bertingkah laku tidak pantas? Kamu mengetahui aku tidak pernah menghadiri jamuan teh di pastoran sebelumnya. mencintai keanehannya. walaupun Aku telah belajar aturan yang diberikan oleh departemen tatacara yang digembar-gemborkan keluarga sejak aku datang kesini. Tapu aduh marilla. Aku takut aku akan melakukan sesuatu yang bodoh atau lupa untuk melakukan sesuatu yang seharusnya aku lakukan. Tetapi semua hal-hal mempunyai akhir. dia mengakuinya pada dirinya sendiri dengan sedih. Marilla hampir saja putus asa dalam mendidik cara/kebiasaan anak terlantar dari dunia itu agar dapat menjadi gadis kecil teladan yang bertatakrama dan bertingkah laku sopan. Marilla merasakan hal itu dan sedikit terganggu dengan hal itu. ada sesuatu pada aku hari ini yang membuat aku mencintai semua orang yang aku lihat. bukankan akan bagus bila bertahan lama? Aku tahu aku bisa jadi anak teladan jika aku diundang untuk jamuan teh setiap hari. Besarnya harapan indah serta rencana membuat anne merasakan penderitaan yang mendalam. bahkan malam-malam sebelum hari yang mana kamu diundang untuk minum teh di manse/rumah pastor. sekarang kelihatan seperti suatu nubuatan angin topan dan bencana bagi seorang gadis kecil yang terutama sekali ingin hari yang cerah. tidak sesuai dengan ramalan mathew. irama yang sering timbul. Apakah termasuk tatakrama yang baik bila minta tolong terlalu banyak?? 145 . Sedangkan Pemenuhan harapan-harapan indahnya menjadikan anne pusing tujuh keliling karena kegembiraan. Marilla tidak banyak membuat kemajuan pada anne. Pagi itu. cerah dan semangat Anne membumbung sangat tinggi. ia Menyadari bahwa untung dan malang akan sangat susah dikuasi oleh jiwa yang bersifat selalu menurutkan kata hati dan tidak sepenuhnya memahami bahwa daya tahan untuk menghadapi kesenangan mungkin lebih besar dari pada daya tahan untuk menghadapi kesulitan.

kamu tahu. Anne melihat mereka pada saat dia berbicara dan merasa kunang-kunang beserta bintang dan angin semuanya secara bersama-sama terjalin menjadi kesatuan yang memikat dan menciptakan keindahan yang tidak dapat diungkapkan." yang serius dia pulang kerumah diwaktu senjakala. Duduk diatas lemping batu pasir-merah di pintu dapur dengan kepala keritingnya yang lelah dalam genggaman pangkuan marialla. Dia memakai pakaian yang sangat indah organdy merah muda pucat dengan selusin jumbai-jumbai dengan lengan baju siku. dia terlihat seperti SERAPH. Aku telah memperoleh waktu yang paling MEMPESoNA. Anne segera menyadari hal ini. kata Marilla. Aku merasa bahwa hidupku sangat bermakna dan aku seharusnya selalu merasakan seperti ini meskipun aku tidak akan pernah lagi di undang untuk jamuan teh di pastoran. Nona Lynde mengatakan kalau aku penuh dengan dosa bawaan. Bagaimana pun kerasnya aku mencoba untuk menjadi baik aku tidak akan pernah berhasil menjadi seperti mereka yang memang memiliki sifat dasar baik. membalas dalam sekali dalam seumur hidupnya dengan sepotong nasihat yang ringkas. sedangkan yang lainnya tidak. Satu bintang terang bergantung diatas kebun buah dan kunang-kunang sedang berputar-putar di atas jalan setapak Pecinta. Ketika aku sampai disana Nyonya. Marilla. adalah kamu berpikir terlalu banyak mengenai diri kamu sendiri. Aku merupakan salah satu dari yang kelompok yang tidak itu. Anne. keluar masuk diantara pakis dan cabang-cabang pohon yang berdesir. " Aduh. Seorang pendeta pasti tidak akan keberatan dengan rambut merahku karena dia tidak akan berpikir mengenai hal yang bersifat duniawi seperti itu. Tapi tidak kah kamu berpikir bahwa usaha yang terlalu keras seharusnya memperoleh suatu balasan? 146 . Marilla. dengan irama dalam pikirannya dan memberitahu marilla mengenai segalanya dengan gembira. marilla. Tapi tentu saja seseorang yang ingin menjadi istri pendeta haruslah orang yang sifat dasarnya baik dan aku tidak akan pernah menjadi seperti itu." Anne melewati kunjungan nya tanpa pelanggaran " tata krama. " Kamu betul. Aku akan berusaha untuk tidak memikirkan diri ku sama sekali. Hampir sama dengan ilmu geometri. aku kira. Sebagian orang memang memiliki sifat dasar yang baik. Aku pikir aku ingin menjadi istri pendeta ketika aku dewasa nanti. di bawah langit musim semi yang agung dengan semarak awan yang berwarna merah dan jingga." Masalah kamu. Angin dingin berhembus menuruni ladang tanaman dari sekeliling bukit-bukit barat dan bersiul melalui pepohonan. kamu seharusnya berpikir juga tentang Nyonya. Allan dan apa yang paling baik dan paling dapat dia setujui. Allan menjumpaiku didepan pintu.

Kamu tahu kamu hendaknya mencintai mereka karena mereka mengetahui banyak hal serta karena mereka merupakan pekerja aktif di gereja. Setelah dia pergi Nyonya. Thomas dan kembarannya dan katie Maurice dan Violetta yang datang ke green gable dan masalah ku dengan pelajaran geometry. kamu tahu. Allan bermain dan bernyanyi dan dia mengajak Lauretta dan aku untuk menyanyi juga. marilla? Dewan pengurus sudah memperkejarkan seorang guru baru dan dia adalah seorang wanita. Dan namanya adalah Nona Muriel Stacy. Dan percayakah kamu. Allan dan aku berbicara dari hati ke hati. Lynde datang ke pastoran tepat sebelum aku pergi. Aku sangat merindukan dapat bernyanyi pada paduan suara di sekolah minggu.Allan bisa kamu cintai segera tanpa masalah apapun. Dan banyak orang pasir putih yang mereka undang untuk membacakan puisi. Aku hanya menatap dia dengan persaan kagum. dan apa pendapat mu. Seperti halnya mathew maka Nyonya. Tapi bukan roh keluarga. Aku sangat tidak sabar untuk melihat nya. Nyonya Allan bilang aku mempunyai suara yang bagus dan dia bilang aku harus bernyanyi dalam paduan suara di sekolah minggu setelah ini. dan aku kira aku sudah bertindak sesuai dengan semua ketentuan-ketentuan tatakrama. Tapi menurutku baik sekali mempunyai guru perempuan dan aku benar-benar tidak tahu bagaimana melewati 2 minggu sebelum sekolah dimulai lagi. Marilla? Nyonya. Laureta harus pulang lebih awal sebab ada konser besar di hotel pantai pasir putih malam ini dan saudara perempuannya akan mendeklamasikan puisi pada konser itu. Seperti yang Diana lakukan. kamu harus berusaha keras untuk mencintainya. Pada jamuan teh di pastoran itu ada juga anak gadis kecil lain dari sekolah minggu Pantai pasir putih." BAB XXIII-Anne Gagal dalam Perang Tanding 147 . dan dia adalah seorang gadis kecil yang baik. Laureta mengatakan bahwa orang-orang amerika di hotel itu memngadakan konser setiap dua minggu untuk membantu rumah sakit charlottetown.tetapi aku takut itu merupakan suatu penghormatan yang tidak pernah dapat aku wujudkan. Allan adalah satu dari orang-orang yang memiliki sifat dasar baik. Lynde mereka tidak pernah mempunyai seorang guru wanita di Avonlea sebelumnya dan dia berpikir ini merupakan suatu pembaharuan yang berbahaya. Tapi kamu harus terus mengingati diri kamu dengan hal itu setiap saat bila tidak. tapi tetap baik. Aku sangat mencintai nya.Nyonya. Nama nya adalah Laurette Bradley. Lynde. Kamu tidak bisa menduga bagaimana aku dibuat gemetar semata-mata oleh ide itu. Laureta mengatakan bahwa dia berharap suatu hari dirinya akan diundang. Setelah minum teh Nyonya. Bukankan itu suatu nama yang romantis? Kata Nyonya. Kami memperoleh teh yang enak. Nyonya. maka kamu akan lupa. Kamu tidak tahu bagiamana itu menghiburku. Allan memberitahuku bahwa dia juga bodoh mengenai geometri. Sementara ada yang lain seperti Nyonya. Aku menceritakan padanya semuanya—mengenai Nyonya.

sampai hal itu menjadi kenyataan. Saatnya Untuk “Berjalan” diatas papan pagar memerlukan suatu keahlian dan keseimbangan badan dan tumit sepatu bagi seseorang yang belum pernah mencoba hal itu.Anne harus menunggu hingga lebih dari dua minggu." Anne meyakinkan Marilla. yang terkenal memiliki sifat yang kurang baik dalam beberapa hal. seperti lupa memasukkan sari susu ke dalam ember babi tapi memasukkannya ke dalam keranjang bola rajutan di kamar penyimpanan barang. Tidak masuk dalam perhitungan. Anne Shirley menantang dirinya untuk berjalan diatas puncak pagar papan yang mengelilingi kebun hingga ke arah timur. Rubby Gillis." Mereka bersenang-senang dan tidak ada kekacauan apapun yang terjadi hingga mereka selesai minum teh. "hanya para anak perempuan di kelas kami. Josie berjalan diatas pagar milik keluarga barry dengan 148 . mereka akhirnya sedikit bosan dengan permainan mereka dan bersiap untuk bentuk permainan yang lebih nakal dan menimbulkan kekacauan. dan semua hal-hal yang bodoh yang telah dilakukan di avonlea pada musim panas itu adalah karena pelaku-pelaku ”Berani” yang melakukannnya dan mereka sendiri mencatatnya. Hampir suatu bulan berlalu sejak peristiwa kue obat gosok. yang merupakan waktu yang baik baginya untuk memulai masalah baru. Sedikit kekeliruan. Tapi Josie Pye. satu minggu setelah jamuan teh di pastoran . tetapi segera menyebar kepada para anak perempuan. Sekarang. " kecil Dan terpilih. pertama sekali Carrie Sloane menantang ruby gilis untuk memanjat hingga pada suatu ketinggoan tertentu pada pohon willow tua yang sangat besar yang terletak sebelum di pintu halaman depan. karena Carrie Sloane terus mengganggunya. melakukannya dengan gesit. tapi menyerah di sudut ketiga dan harus mengakui bahwa dirinya kalah. Permainan itu mulai dimainkan oleh anak laki-laki. dengan terlatih ia berjalan diatas pagar. sekalipun merasa takut setengah mati dengan ulat bulu hijau yang katanya mengerumuni pohon itu dan takut bila ibunya melihatnya bagaimana dia membuat pakaian barunya robek. Jane Andrew dengan gagah berani mencoba melakukannnya. Kemenangan Josie menjadi suatu yang sangat dibanggakan dan digembargemborkan. Bentuk permainan itu adalah : “BERANI” BERANI merupakan hiburan yang terkenal diantara anak-anak kecil avonlea baru-baru itu. Selanjutnya Josie Pye menantang Jane Andrews untuk meloncat dengan kaki kirinya dan memutari kebun tanpa berhenti sama sekali ataupun meletakkan kaki kanannya diatas tanah. membersihkan tepian jembatan kayu sampai ke anak sungai sambil mengkhayal. ternyata dihadiahi bakat alami yang dibawa sejak lahir. Diana Barry mengadakan pesta.

menuju tempat dimana ada tangga bersandar pada atap dapur itu. dia menyeimbangkan dirinya agar bisa berdiri tegak pada pijakan nya. 149 . Diana. Anne mengibas-ngibaskan kepangan merahnya.” Anne memanjat tangga sambil menahan napas.ketenangan yang dibuat-buat untuk mengisyaratkan bahwa hal sepele seperti itu tidak cukup berharga untuk di jadikan “TANTANGAN”. selanjutnya dia merasa pusing dan tidak nyaman berada di ketinggian. ”OH” sebagian gembira. Itu tidak adil menantang seseorang untuk melakukan hal yang sangat berbahaya”. Aku pikir bukan lah hal yang luar biasa berjalan diatas pagar papan yang kecil dan rendah. "Aku tantang kamu untuk memanjat dan berjalan di atas tiang rabung atap dapur Tuan Barry." Anne pucat. atau mati saat mencobanya. tetapi jelas sekali hanya ada satu hal yang harus dilakukan. "Tidak bisakah Aku?" Teriak anne cepat." kata josie dengan penuh tantangan. sebagian yang lain diliputi kecemasan. dengan melemparkan kerlingan meremehkan pada Anne. ”kamu akan jatuh dan terbunuh. " Jangan lakukan itu. Dia berjalan ke arah rumah. Aku harus melakukan itu. Aku tidak percaya. kata josie datar. serta menyadari bahwa mengeluarkan banyak khayalan tidak bisa membantu kamu pada saat berjalan diatas tiang rabung. Toh KAMU tidak bisa. ujar dia. Jangan hiraukan josie pye. Aku mengenal seorang anak perempuan di Marysville yang bisa berjalan di tiang rabong suatu atap."Ucap anne dengan sungguh-sungguh. " Aku akan berjalan di tiang rabung itu. Hampir semua anak –anak perempuan yang menghargai usaha itu adalah mereka yang memiliki masalah dengan berjalan diatas pagar. sampai di atas tiang rabung. kemudian dia mulai berjalan. anne" pinta diana. Semua anak-anak perempuan kelas lima berseru. Harga diriku menjadi taruhan nya. Josie turun dari tenggerannya. dengan gejolak kemenangan. Kebanggaan enggan menyambut perbuatan berani nya. Jika aku terbunuh kamu harus menjaga cincin mutiara ku. aku tidak percaya ada orang yang bisa berjalan di tiang rabung. "kalau begitu aku tantang kamu untuk melakukannya.

Aku tidak bisa berjalan ke sana. yang. disisi atap yang sudah di perperpanjang kebawah hingga mencapai serambi sehingga hampir menyentuh tanah sehingga jatuh dari tempat itu tidak akan mengakibatkan kerusakan yang parah/serius. Anne melihat pada pada kakinya dan mencoba untuk meraihnya." jawab Anne dengan megap-megap.Meskipun demikian dia berhasil melakukan beberapa langkah sebelum bencana itu terjadi. Anne duduk dengan pusing dan menjawab sekenanya : " Tidak . " Pergelangan kakiku. meluncur kebawah melewati atap yang terbakar matahari dan akhirnya jatuh terjerat di antara tumbuhan-tumbuhan merambat di bawahnya—semua itu terjadi sebelum kumpulan orang-orang di bawah mengeluarkan suatu pekikan menakutkan secara bersamaan. Diana. Dan aku yakin sekarang aku tidak bisa meloncat terlalu jauh dengan satu kaki bahkan jane tidak bisa meloncat mengelilingi kebun. Anne sayang. tolong cari ayah mu dan minta ayah mu untuk membawa aku pulang kerumah. yang seolah-oleh terpaku di tanah serta merta menjadi histeris—mereka menemukan Anne terbaring lemah dan pucat diantara rongsokan dan potonganpotongan tumbuhan yang menjalar. dimana. akhirnya ia jatuh. sembari menghempaskan dirinya berlutut di samping temannya. Untungnya dia jatuh di sebelah lain. dan berjalan sempoyongan. Jika Anne berguling dari sisi atap yang telah ia naiki tadi. pada saat Diana dan anak-anak perempuan yang lain berdesak-desakan dengan penuh kebingungan di sekitar rumah—kecuali Rubby Gillis. "Aduh. " Anne. tersandung. berbicaralah meski hanya satu kata kepada aku dan katakan padaku jika kamu terbunuh. "Aduh. kehilangan keseimbangannya. Anne?" Belum sempat anne menjawab Nyonya. tetapi aku pikir aku pingsan. Selanjutnya dia berayun-ayun. kendati tiada memiliki maksud. dan terutama untuk Josie Pye. Barry nampak pada adegan itu. apakah kamu terbunuh?" jerit Diana. diana mungkin sudah menjadi ahli waris dari manik-manik mutiara saat itu juga. aku tidak terbunuh. " Apa yang terjadi? Dimana yang sakit/terluka ? tuntun Nyonya Barry. tapi ia kembali merosot lagi dengan tangisan kesakitan." " Di mana?" Carrie Sloane menangis. Diana. Meskipun demikian." Untuk memberikan kelegaan kepada semua anak perempuan. ” 150 . telah dianggap dan kemudian akan di cap sebagai seorang gadis dengan visi yang mengerikan yang menyebabkan kematian dini dan tragis bagi seorang Anne Shirley. "aduh. Anne.

dia ingin dia telah mati pingsan. Barry. lebih pucat dan terguncang dibandingkan dengan marilla aslinya. menemukan bahwa luka yang terjadi ternyata lebih serius daripada yang mereka kira.Marilla sedang berada di dalam kebun buah buahan sambil memetik sepanci penuh buah apel musim panas ketika dia melihat Tuan. yang kepalanya terkulai lemah pada bahunya. sambil mengangkat kepala nya. dimana seorang anak perempuan pucat pasi terbaring lemah. Bila tidak. Aku sedang berjalan di atas tiang rabung lalu aku terjatuh. " Ucap Marilla. Marilla. " Tuan. Anne menjawab sendiri.”Ucap Marilla. Ampuni aku. Marilla. Mendadak tikaman ketakutan menyerbu seluruh hatinya dia menyadari betapa anne begitu berarti untuk dirinya. anak telah meninggal dan pingsan. Matthew. 151 . Malam itu. anne mempunyai satu keinginan lagi untuk di kabulkan.!" Benar sekali. mungkin aku sudah mematahkan leherku. Di lengan nya ia menggendong Anne. Tapi sekarang dia tahu dan terburu-buru menuruni lereng dengan heboh karena baginya Anne sangat berharga lebih dari apapun diatas bumi ini. yang datang tepat pada waktunya. tajam dan berang dalam kelegaannya. "Jangan terlalu khawatir. Untuk mengatasi kesakitan dari lukanya. Barry berjalan melewati jembatan panjang dan mendaki lereng. ketika Marilla naik keatas loteng timur. yang dengan tergesa-gesa dipanggil dari ladang panen. Tuan Barry. Dia telah mengakui bahwa dia menyukai anne—Tidak setuju menyebutnya Suka. masuk akal telah selama bertahun-tahun. sebuah suara penuh kesakitan dari tempat tidur menyambutnya " Tidak kah kamu sangat sedih melihat aku. tetapi bahwa dia sangat sayang pada Anne. yang gelagapan dalam gelap dan mulai menyalakan lampu. apa yang telah terjadi pada nya?" dia terengah-engah.” " Aku seharusnya telah menduga sebelumnya bahwa kamu akan pergi dan melakukan hal seperti ini ketika aku mengijinkan mu pergi ke pesta itu. Marilla?" " Itu semua salah mu sendiri. “Bawa dia ke mari. Untung saja hanya mata kaki ku yang keseleo. Sebaiknya kita melihat sisi yang lebih baik. dengan nyonya bari berada disampingnya beserta arak-arakan anak-anak perempuan yang mengekori nya. Pada saat itu Marilla mempunyai firasat buruk. Mata kaki anne remuk/patah. segera mengutus dokter. dan baringkan dia di sofa.

Dia tidak akan menjadi guru baru lagi pada saat aku sudah mampu kembali pergi ke sekolah. Mustahil seperti itu !" Ucap Marilla. Aku tidak akan bisa berjalan-jalan selama enam atau tujuh minggu dan aku akan merindukan guru perempuan baru. “ " Bukankah baik karena aku memperoleh khayalan seperti itu?”Ucap anne. Karena itu sekarang. Tapi aku akan mencoba untuk menanggung semuanya dengan berani jika saja kamu tidak marah padaku. Tapi apa yang akan kamu lakukan marilla." Dan itulah mengapa kamu harus bersedih untuk ku. Anne mengeluh . karena pikiran yang menyatakan bahwa semua ini merupakan kesalahan ku sendiri adalah sangat berat. Jika saja aku bisa menyalahkan seseorang itu akan membuat aku merasa jauh lebih baik. Dan dokter sangat menyakiti aku pada saat dia memperbaiki mata kakiku. Jika kamu telah berani berjalan diatas tiang atap rabung?” " Aku seharusnya sudah berada dalam kuburan dan membiarkan mereka ketakutan. baik.setiap orang akan mendahuliui aku di kelas.teman sekolahnya yang mampir menjenguknya dan membawakan bunga –bunga dan buku untuknya dan menceritakan semua kenakalan-kenakalan yang terjadi di dunia Avonlea. Banyak sekali orang yang mengunjungi nya dan tidak ada satu haripun yang terlewatkan tanpa satu atau lebih teman. Tapi dia tidaklah semata-mata bergantung pada hal itu. Dan Gil. aku benar-benar ditimpa keamatian yang besar. cobalah untuk makan malam. “kamu anak yang makang. 152 . marilla. Aku baru saja menyadari bahwa aku tidak bisa meremehkan/mengabaikan Josie Pye. kata marilla. aku tidak marah. " aku berharap hal itu bisa membantu aku melalui waktu-waktu yang berat ini dengan baik sekali. Dia Pye’s akan membanggakan dirinya dihadapan ku seumur hidupku. Dan selama tujuh minggu berikutnya merupakan hari-hari yang membosankan. apa ya marilla?” Seringkali Anne memiliki alasan yang baik untuk membenarkan khayalannya. Apa yang akan dilakukan oleh orang yang tidak memiliki khayalan seperti itu bila tulang mereka patah. " Namun kamu mempunyai mental yang kuat. kamu akan menderita atas hal itu. Sama sekali tidak menyenangkan jatuh pingsan. tapi seperti yang kamu katakan. Aduh. Sedangkan aku tidak.” ucar anne.” " baik. kira-kira. Dan aku pikir aku sudah mendapat hukuman yang sangat banyak sehingga kamu tidak perlu marah pada ku. tak diragukan lagi. setelah semuanya. marilla. Marilla.

Ketika aku mencoba membayangkan dirinya sebagai anak laki-laki. Aku menerimanya se-sopan mungkin. Marilla ? pada saat istri seorang pendeta sangat sibuk dan memiliki banyak kegiatan! Dia menjadi orang yang sangat menghibur pada saat menjenguk kamu. Jika aku tebunuh dia akan menanggung beban penyesalan yang besar selama hidupnya. Dia bisa mengatasi nya jika dia mendapat sedikit masalah.hal menarik mengenai guru baru itu. Bahkan khayalanku memiliki batasan. lantaran hal itu. Aneh sekali rasanya mengetahui bahwa inspektur Bell pernah menjadi seorang anak-anak. " Sangat tidak menyenangkan berada di tempat tidur terus menerus. Sekarang. Nyonya. bahkan inspektur Bell juga datang untuk menjenguk saya. Diana merupakan sahabat yang sangat setia. hanya saja ia telah terbiasa mengatakan doa-doanya seakanakan dia tidak benar-benar bermaksud atas doa-doa itu. Meski bukan satu keluarga roh. Mengapa. Bukankah itu suatu hal yang patut dibanggakan. dia tidak pernah mengatakan padamu bahwa itu merupakan salah mu sendiri dan dia berharap kamu menjadi anak yang perempuan yang lebih baik. dan dia benar-benar seorang lelaki yang baik. Aku percaya sekarang kalau dia sungguh-sungguh dalam berdoa. Dia mampir setiap hari untuk menghibur kesedirian ku. Marilla. marilla. pada hari pertamanya ketika dia bisa berjalan tapi dengan terpincang-pincang di atas lantai. Aku mengatakan padanya bagaimana sulitnya aku mencoba untuk membuat doa pribadi ku menjadi menarik Ia menceritakan pada ku saat pergelangan kakinya patah sewaktu dia masih kanak-kanak. tentu saja : tapi aku masih menyukai dia dan aku sangat menyesal karena aku pernah mengkritik caranya berdoa. dan dia mengatakan padaku dengan cara yang membuat aku merasa bahwa dia berharap aku bisa menjadi anak perempuan yang lebih baik tapi dia sungguh tidak percaya bahwa aku akan menjadi anak perempuan yang lebih baik. Bahkan josie pye datang menjenguk aku. 153 . sangat mudah untuk membayangkan ibu alan saat ia masih kanakkanak. sama seperti saat ia ada di pemujaan minggu. pada saat dia menjenguk aku. aku melihatnya dengan kacamata dan janggut yang telah beruban. keluh anne dengan senang. karena aku tidak bisa membayangkan HAL itu." Semua orang telah begitu baik dan ramah. Lynde selalu mengatakan padaku. Kamu bisa mengetahui berapa banyak teman yang kamu punya.Tapi aku akan sangat gembira ketika aku sudah dapat pergi kesekolah lagi karena aku telah mendengar hal. karena aku merasa dia menyesal karena menantang aku untuk berjalan diatas rabung atap. Semua anak-anak berpendapat bahwa guru itu sangat manis. Aku memberinya sebuah papan petunjuk. ibu alan sudah menjenguk aku sebanyak empat belas kali. tapi ada sisi baiknya juga. hanya saja ia kecil.

" said Marilla. dengan cepat dan sepenuh hati ingin pergi kesekolah. dengan pagipagi yang sendu disaat lembah-lembah dipenuhi dengan kabut tipis seolah-olah roh musim gugur telah merasuki mereka sehingga matahari harus mengalirkanpermata-permata. Josie Pye mengatakan dia membencinya tapi itu hanya karena josis memiliki sedikit khayalan." BAB XXIV ." " Ada satu hal sederhana yang patut diperhatikan. dan gelmebung lengan bajunya lebih besar dari siapapun di Avonlea. mutiara. yang berjudul ’Kunjungan Pagi’. Bau tajam mengilhami hati seorang gadis kecil untuk melakukan perjalanan. Dan merupakan hal yang sangat menggembirakan bisa kembali lagi pada bangku kecil coklat disamping Diana. anne”ujar Marilla. "There's one thing plain to be seen. tidak mirip seperti siput. Hidup sangat menyenangkan. perak. Dan setiap pagi dan sore anak-anak melakukan senam kebugaran tubuh. Diana adan Rubby Gillis dan Jane Andrew sedang mempersiapkan sebuah dialog. Anne menarik napas panjang kebahagiaan selagi dia meraut pensil nya dan kemudian mengatur kartu-kartu gambarnya di atas meja tulisnya.” dan itu adalah bahwa jatuhnya kamu dari atap milik keluarga barry tidak melukai lidah mu sama sekali. 154 . Dia berpakaian dengan indahnya. Setiap hari jumat siang dia memberikan hafalan dan setiap orang harus mengatakan sepatah kata atau ikut ambil bagian dalam sebuah dialog. Tapi saya pikir itu sangat bagus dan aku percaya bahwa nona stacy itu merupakan keluarga se-roh. Alangkah indahnya memikirkan hal itu. Nonya Lynde mengatakan bahwa dia tidak pernah mendengar hal seperti itu pernah dilakukan dan itu semua terjadi karena guru perempuan tersebut. dengan ruby gillis yang mengangguk keseberanga gang dianatara bangku dan carrie Sloane melemparkan catatatan serta Julia Bell menemepelkan “kunyahan” permen karetnya kebelakang tempat duduk. Embun yang begitu tebal menyelimuti sehingga bukit-bukit seolah memakai kain perak dan setumpukan daun-daun didalam cekungan lembah berdesir-desir karena dilewati oleh potongan kayu kecil. untuk jumat depan. pakis dan burung-burung.Diana bilang dia memiliki rambut bergelombang yang sangat indah dan mata yang sangat mempesona. bunga mawar dan kabut-biru. semuanya tampak kemerahan dan keemasan. Dan pada jumat siang yang tidak ada hafalan nona stacy membawa mereka semua ke hutan untuk hari ’Alam’ dan mereka mempelajari mengenai bunga. "and that is that your fall off the Barry roof hasn't injured your tongue at all. Anne.Nona Stacy Dan Para Murid nya Membuat Pertunjukan Sudah bulan oktober lagi ketika anne telah siap untuk kembali ke sekolah— Oktober yang agun.

” " Tetapi kami menginginkan sebuah sarang burung gagak untuk pelajaran alam. Kami melakukan hafalan siang ini.”Sekarang demi kekuasaan ayahku. Pada saat dia melafalkan namaku aku merasakan DENGAN SENDIRINYA bahwa dia melafalkannya dengan E. Aku melakukannya dengan sepenuh jiwaku. marilla.” " baiklah kalau begitu. Nona Stacy merupakan seorang wanita muda yang simpatik dengan hadiah kemenangan yang menggembirakan dan memperoleh kasih sayang dari muridmuridnya serta menggali hal-hal tebaik dari murid-muridnya baik secara mental maupun moral.” anne menerangkan. " itu untuk kunjungan lapangan siang kami. bahwa cara aku mengatakan bait. “ Aku ingin tahu apa alasan Nona Stacy menyarankan hal itu. di luar gudang. 155 . " Aku mencintai Nona Stacy sepenuh hatiku. Itu tidak akan menjadi sangat menyenangkan seperti seharusnya pada saat seluruh sekolah penuh sebelum kamu dihukum gantung dan mengucapkan kata-kata dengan terengah-engah. Dia merupakan wanita terhormat dan memiliki suara yang bagus. " Tentu saja aku akan melakukannya. Kami harus menulis karangan-karangan pada kunjungan lapangan siang kamu dan tulisan ku merupakan yang terbaik.Dalam diri Guru yang baru dia menemukan teman yang sesungguhnya dan yang sangat menolong. ’dia berkata.” kata marilla. kamu mungkin perlu mendeklamasikannya pada ku suatu waktu. Aku tahu aku tidak akan mampu membuat darah mu beku. lapangan siang merupakan hal yang bagus. Aku berpikir seandainya saja kamu berada disana untuk mendengar puisi ku ’Mary. Ratu Rakyat Scotlandia’. aku tahu. ” tapi aku tidak akan bisa melakukan itu dengan sangat baik." ucap Anne dengan bersemedi.’membuat darahnya beku.’selamat tinggal kekasihku. marilla. Dan Nona Stacy menjelaskan segalanya dengan sangat indah.”usul mathew. Ruby gillis mengatakan padaku pada saat kami berjalan pulang. " Kata Nyonya. Lynde darahNya menjadi beku melihat anak laki-laki memanjat hingga kepuncak pohon besar pada bukit Bell untuk mengambil sarang burung gagak jumat lalu. Anne berkembang seperti sebuah bunga dibawah pengaruh yang berfedah ini dan membawanya kerumah untuk membuat matthew dan Marilla yang kritis kagum dengan cerita-cerita bersemangatnya mengenai pekerjaan sekolah dan angan-angan.

Itu akan menjadi sangat romantis. persiapan untuk acara dimulai dengan segera. Itu akan membuat mereka sombong dan lancang serta gemar keluyuran.. " Tetapi BENAR itu yang dikatakannya. Aku kira nanti setelah aku dewasa aku akan menjadi perawat yang terlatih dan menemani Palang merah menuju lapangan pertempuran sebagai pembawa pesan pengampunan. juga. aku sangat senang menjadi luarbiasa. Bukankan sangat baik untuk menjadi luar biasa dan memiliki karangan mengenai kamu setelah kamu meninggal? Aduhai. ”gerutu marilla. Tapi tetap saja. Itu. Sangat sukar memilih diantara begitu banyak orang-orang luar biasa yang pernah hidup. Tetapi semua hafalan jumat dan kunjungan lapangan siang serta peliukan budaya jasmani dibatasi sebelum sebuah project yang nona stacy kemukakan di bulan November. Kita juga harus berlatih kesopanan jasmani setiap hari. jika aku tidak pergi sebagai penginjil asing. Nona stacy menerangkannya dengan sangat jelas. ”aku tidak setuju bila anak-anak membuat pertunjukan dan latihan perlombaan. Tapi aku senang menulis karangan. yang melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan jiwa. Mereka akan membuat kamu lemah gemulai dan memperhatikan mengenai pencernaan. yang sejujurnya berpendapat itu semua adalah omong kosong. dan itu akan menjadi sandungan. Kebanyakan nona stacy membiarkan kami untuk memilih pokok bahasan kami sendiri. Murid-murid bersatu dan semuanya berseru senang terhadap rencana ini. sementara aku adalah orang bodoh dalam pelajaran geometri? Meskipun aku benar-benar memuali untuk mendalaminya sedikit. Dan sungguh aku tidak menyombongkan diri mengenai hal itu. Menurut Marilla itu semua hanyalah ketololan." Sombong bila kamu yang mengatakan seperti itu. Marilla. ”tu hanya akan mengisi kepalamu dengan omong kosong dan membuang-buang waktu yang seharusnya digunakan untuk pelajaran kalian. Hal itu adalah bahwa pelajar-pelajar di Avonlea harus mengadakan sebuah pertunjukan dan melaksanakannya di Hall pada malam Natal. kamu sebaiknya membiarkan gurumu yang mengatakan hal itu. namun dia terhambat oleh ketidaksetujuan marilla.” 156 . tapi seseorang haruslah sangat baik untuk menjadi penginjil. untuk tujuan mulia membantu pembayaran gedung sekolah. tapi minggu depan kami harus menulis sebuah karangan mengenai beberapa orang yang luar biasa.” "Memajukan omongkosong!" ucap marilla. juga. Bagaimana mungkin aku menyombongkan diri. aku tidak akan pernah menjadi ahli dalam bidang itu dan aku menyakinkan kamu bahwa itu merupakan pantulan dari rendah hati. Dan dari semua pemain sandiwara yang terpilih tidak ada satupun yang begitu bersemangat seperti Anne Shirley.

Dan kami semua akan berbaris berdua-dua setelah penonton duduk. kamu tahu. ”Sebuah bendera akan memperkuat semangat patriotisme. Oh. Marilla. Jane Andrews diharapkan untuk menjadi ratu peri dan aku menjadi salah satu palayan kehormatannya. Dan terakhir sekali kami akan menampilkan Tablo—’kesetiaan. semuanya mengenakan pakaian putih dengan rambut yang berjela-jela. Kamu tidak dapat membayangkan seorang peri memakai sepatu boot. Aku akan bermohon.”bela anne.” " Curang! Dengan mengatakan ada sedikit sifat patriotisme di dalam pikiran kamu.” Tapi cobalah pikir manfaatnya. yang kamu inginkan hanyalah waktu bersenag-senang. Seorang peri harus mempunyai sandal. Kami akan mengadakan 6 paduan suara dan Diana akan menyanyi secara solo(tunggal). dengan kedua tanganku mendekap—begitu—dan kedua mataku terangkat. Aku menggigil bila aku berpikir mengenai hal itu. Dia ingin menjadi RATU PERI. bukankah merupakan hal yang bagus jika kamu bisa menggabungkan patriotisme dan kesenangan. Jangan gusar jika kamu mendengar aku sedang merintih. tapi aku tidak membiarkan diriku ambil pusing dengan apa yang dikatakan josie. Aku akan berlatih hafalan ku di loteng. bisakah kamu??khusunya dengan sepatu tembaga? Kami akan menghias aula dengan tumbuhan merambat dan slogan-slogan pada pohon cemara dengan bunga mawar dari kertas tissue berwarna merah muda didalamnya. Aku harus melakuan rintihan yang menghancurkan hati dalam salah satu pertunjukan nanti. Anak laki-laki juga akan memiliki satu dialog. Tapi tidakkah kamu berharap bahwa anne kecil mu ini akan membedakan dirinya sendiri dari yang lainnya?? 157 . Dan sungguh sukar untuk membuat suatu rintihan/erangan artistik yang bagus. marilla. Itu sungguh menggelikan. Diana dan Rubby serta diriku harus akan berada dalam tablo itu. Aku akan berada di dalam 2 dialog—‘Masyarakat yang tertindas fitnah’ dan ”ratu peri”. Marilla. tapi itu sensasi getaran yang menyenangkan. Aku harus memiliki rangkaian bunga mawar putih pada rambutku dan rubby gillis akan meminjamkan aku sandalnya karena aku tidak punya sandal sendiri. “ " Tapi baiklah. siapakah yang pernah mendengar ratu peri se-gemuk JOSIE? Ratu peri harus ramping/langsing. Josie bilang dia berpikir peri berambut merah sama menggelikannya dengan peri yang gemuk. harapan dan kemurahan hati’. sembari emma white memainkan sebuah mars dengan piano. dan aku harus membawakan 2 deklamasi puisi. Josie Pye dongkol karena dia tidak mendapatkan peran dalam dialog yang diinginkannya. aku tahu kamu tidak begitu antusias seperti aku. Tentu saja sudah pasti menyenangkan bisa membuat konser. Marilla.

Mathew Bersikeras dengan Lengan Gelembung Matthew segera akan melewati waktu sepeluh menit yang buruk. anne bertengger di atas suatu kayu dan menceritakan mengenai pertunjukan kepada mathew yang tentu saja setidaknya menjadi pendengar yang simpatik dan menghargai dalam hal ini. yang bersembunyi dengan malu dibelakang kotak kayu dengan satu 158 .jika itu menjadi tugasnya dia akan sering merasa khawatir mengenai pertentangan antara kecenderungan hati dan mengatakan kewajiban. Itu semata-mata merupakan tugas marilla. " baiklah sekarang. “ ucapnya. Terkadang hal itu harus dikerjakan sekadarnya dengan hati-hati dalam dunia ”pendidikan”. Dia masuk ke dapur. Mereka berdua bersahabat erat dan matthew sering sekali berterimakasih berkali-kali pada perannya sebagai sahabat dan bahwa dia tidak bertanggung jawab untuk mendidik anne. Aku akan tulus gembira ketika semua hal-hal remeh yang membuat repot ini selesai dan kamu telah bisa duduk dengan tenang. tak sadar bahwa anne dan rombongan teman-teman sekolahnya sedang mengadakan latihan ” RATU PERI” di ruang tamu.. dia merasa bebas untuk. di senja sore pada bulan desember yang kelabu dan dingin. Tertawa-tawa dan bercakap-cakap dengan gembira. Kamu bagus untuk hal yang sia-sia sekarang kepala kamu telah terisi penuh dengan berbagai macam dialog. aku berpendapat itu akan menjadi pertunjukan yang bagus. Namunpun begitu hal itu bukanlah merupatkan suatu tindakan yang sangat buruk betapapun. dan sepertinya suatu keajaiban bagi lidahmu itu bahwa ia tidak pernah bersih setelah lelah berceloteh." Semua yang aku harapkan adalah agar kamu bertindak sebagaimana diri kamu sendiri. tersenyum pada wajah kecilnya yang riang dan penuh semangat. BAB XXV. Anne membalas senyumnya. dimana suatu bulan baru muda sedang besinar melewati dahan-dahan pohon poplar yang tak berdaun dari langit barat yang berwarna hijau apel. Dan aku berharap kamu akan memenuhi kewajiban kamu dengan baik. Karena dia tidak harus seperti itu. ”memanjakan Anne”—yang merupakan ucapan marilla—sebanyak yang ia suka. dan disana ada Mathew yang sedang membelah kayu.” Anne mendesah dan membawa dirinya kepelataran belakang. rintihan dan tablo. hanya sedikit ”penghargaan”.. Segera mereka datang dengan bergerombolan melewati aula dan keluar menuju dapur. Lalu duduk di sudut kotak kayu untuk melepas sepatu boot beratnya. Mereka tidak melihat mathew.

—dan dia heran kenapa marilla selalu membuat gaunnya sederhana dan seadanya saja. Tidak akan banyak menolong. bergandengan tangan. semuanya dibuat dengan pola yang sama persis dan tidak bervariasi. Lalu mengandung apa? Matthew masih dihantui oleh pertanyaan ini lama setelah para gadis-gadis itu pergi. Marilla selalu membuatnya berpakaian sederhana. kedua mata yang lebih berbinar. bahkan seorang matthew yang pemalu. Jika Matthew mengenal bahwa hal seperti itu dikenal dalam dunia mode pakaian dia akan melakukan hal itu. yang. namun perbedaan yang mengganggu dirinya tidak mengandung kehormatan. Anne mempunyai wajah yang lebih cerah. tidak perhatian telah belajar untuk memperhatikan hal-hal ini. Dia kembali mengingat sekelompok anak-anak gadis yang dia lihat mengelilingi anne sore itu—semuanya gembira dengan ikat pinggang merah dan biru dan merah muda dan putih. akan cukup yakin untuk mengendus dan berkomentar dengan penuh cemoohan bahwa satu-satunya perbedaan yang dia lihat antara anne dengan anak-anak perempuan lainnya adalah bahwa mereka kadang-kadang menjaga lidah mereka agar diam sementa anne tidak pernah melakukannya. sepanjang jalan. Dan apa yang membuat matthew cemas adalah perbedaan itu mengesankan padanya sebagai hal yang seharusnya tidak terjadi/ada.. Hal ini. Matthew tidak bisa menyampaikan hal itu pada Marilla.sepatu boot di tangannya dan bootjack ditangan lainnya. dengan mata berbinar dan bergelora seperti mereka. Namun dia cukup yakin bahwa lengan baju anne tidak sama seperti lengan baju yang dipakai oleh gadisgadis lainnya. dan dia mengawasi mereka dengan malu-malu untuk selama sepuluh menit yang tersebut diatas selama mereka meletakkan topi dan jaket-jaket dan bebincang mengenai dialog dan pertunjukan itu. tapi matthew tiba-tiba sadar bahwa ada sesuatu dari dirinya yang membuatnya berbeda dari teman-temannya. 159 . Anne berdiri diantara mereka. Anne tidaklah berpakaian seperti anak-anak perempuan yang lain! Semakin Matthew memikirkan perihal itu semakin yakin dia bahwa Anne itu tidak pernah berpakaian seperti gadis-gadis yang lain—tidak pernah sejak dia datang ke Rumah Berdinding Hijau. Matthew merasa. Dia meminta bantuan pada rokok pipa nya agar sore itu membantu dirinya untuk mempelajari hal itu. dan lebih besar. dia rasa. dan pernak-pernik yang lebih bagus dibanding dengan yang lainnya. lebih banyak pada kejijikan marilla. jalan setapak sukar yang dingin dan anne telah menenggelamkan dirinya dengan buku-bukunya. Setelah dua jam merokok dan berefleksi keras Matthew sampai pada suatu penyelesaian dari masalahnya. pakaian-pakaian gelap.

sedangkan marilla membuka semua pintu dan membiarkan udara masuk kerumah. 160 . juga telah memperkerjakan seorang pegawai perempuan juga.. dengan tujuan untuk dapat melewati yang terburuk dan selesai dengan hal itu. Dia dapat berbicara dengan mereka ketika dia mengetahui persis apa yang dia inginkan dan bisa menunjuknya. Marilla mengetahui yang terbaik dan Marilla yang membesarkannya. Tapi putri William blair sering melayani pelanggan disana dan matthew merasa sangat takut dengan mereka. tinggi. meletakkan pipa rokoknya dan mulai tidur. Itu semua adalah benar. dengan nafas pebuh kepuasan.Tentu saja. matthew merasa ia harus memastikan bahwa orang yang dibelakang counter haruslah seorang laki-laki. Setelah banyak menimbang akhirnya Matthew memutuskan untuk pergi ke toko milik Samuel Lawson daripada ke toko milik William Blair. Astaga! Matthew tidak mengetahui bahwa Samuel. dalam rangka mengembangkan usahanya. dia merasa yakin. Tapi sebenarnya pastilah tidak akan membahayakan membiarkan anak memiliki satu baju yang cantik—sesuatu yang seperti yang selalu dikenakan oleh Diana Barry Matthew memutuskan bahwa ia akan memberi anne satu . Maka dari itu ia akan pergi ke toko milik Lawson. dimana Samuel atau anak laki-lakinya akan melayani dirinya. mata coklat bulat yang besar. tapi dalam perihal yang seperti sekarang. Karena ia tahu bahwa keluarga curthbert selalu pergi ke toko milik William blair. Segera pada sore berikutnya Matthew pergi sendirian ke carmody untuk membeli pakaian. yang tentu saja tidak dapat ditolak sebagai tindakan yang tidak dibenarkan dalam mencampuri urusan orang lain. Matthe sangat bingung melihat perempuan itu disana. membutuhkan penjelasan dan konsultasi. alasan yang tidak dapat diduga harus dilayanani dengan cara demikian juga. Dia berpakaian menor dan mengenakan beberapa gelang rantai yang gemerlapan dan berbunyi gemerincing setiap tangannya bergerak. yang merupakan keponakan dari istrinya dan sungguh anak perempuan yang bergaya. Natal hanya tinggal dua minggu lagi. Mungkin karena beberapa alasa bijaksana. dan gelang-gelang itu benar-benar merusakkan akalnya. hal itu lebih karena suara hati untuk mengikuti mereka sama seperti untuk menghadiri gereja Presbyterian dan memilih kaum konservatif. Sebuah pakaian baru yang indah akan segera menjadi benda untuk hadiah. dan dengan senyum yang lebar. Matthew. Ada beberapa hal yang dapat Matthew beli dan membuktikan diri sebagai penawar yang pandai sekali. tapi ia tahu dia akan bergantung pada kemurahan hati si penjaga toko bila dia datang untuk membeli pakaian anak perempuan. Nah itu dia. tidak ada siksaan berat dari beramah tamah.

Tuan Curthbert?”tanya Nona Lucilla Harris. " Kita hanya menjual orang-orangan sawah di musim semi. " Kita tidak punya persediaan saat ini. mungkin juga sangat terkejut. 161 . Pada saat nona harris kembali dengan membawa penggaruk dan menanyakan dengan gembira: ” apa ada butuh yang lain lagi malam ini. Sembari Nona haris sedang menghitung uang kembaliannya matthew mengerahkan kembali kekuatannya untuk sebuah usaha akhir yang nekat.” terang dia dengan angkuh. karena kamu menyarankannya. " well sekarang—jika tidak terlalu banyak masalah—aku juga butuh—itu—aku butuh -----gula. mengetik mesin penghitung dengan kedua tangannya. aku juga butuh —aku juga mengambil—itu—itu—membeli beberapa-beberapa orang-orangan sawah .” Nona Harris telah mendengar bahwa matthew Cuthbert disebut sebagai orang aneh.”penggaruk kebun itu ada di lantai atas di ruangan peralatan penebangan kayu. Tuan Curthbert?”matthew mencoba mengumpulkan keberaniannya dan menjawab. mendengar seorang laki-laki mencari penggaruk kebun di pertengahan bulan desember. Nona Harris terlihat agak terkejut. " Apakah kamu punya satu—satu--satu--baiklah sekarang." Apa yang bisa saya bantu sore ini. katakan dimana penggaruk kebun?” Matthew gagap. ”jawab dia. Aku akan memeriksanya. ”Selama perempuan itu tidak ada matthew mengumpulkan pikiran sehatnya untuk usaha yang lain. " Aku yakin kami masih punya satu atau dua lagi yang tersisa. sekarang dia menyimpulkan bahwa tuan curthbert sangat gila. ”well sekarang. merampas penggaruk dan menuju pintu. tentu-tentu saja—seperti yang anda katakana.” " warna putih Atau warna merah?”tanya nona harris dengan sabar. yang disangsikan Nona Harris dengan sabar.”matthew tergagap tidak senang. Sesampainya di ambang pintu ia teringat bahwa dia belum membayar dan ia memutar balik. cepat dan menyenangkan.” " Oh.

dan juga—ini kasar dan gelap—William Blair tidak biasanya menjual gula seperti itu. Itu tadi merupakan pengalaman yang sangat mengerikan.” ucap nona harris. Hanya jenis itu yang kami punya.” " aku akan—aku akan membeli dua puluh pon. Jerry sudah pergi dan aku sudah tidak membuat kue itu lama sekali. dan William blair memiliki beberapa gloria baru yang benar-benar cantik.”ucap matthew. dan perempuan baik itu dengan segera mengambil alih masalah yang mengusik laki-laki itu. Dia pergi menjumpai nyonya Lynde. karena tidak ada perempuan lain lagi di avonlea yang berani matthew tanyai sarannya. Ini bukan gula yang bagus. suatu waktu. Dia ingat hanya Nyonya Lynde. Setelah sampai di rumah dia menyembunyikan penggaruk di gudang peralatan. " MeMilih satu pakaian untuk kamu berikan pada anne? Tentu saja aku akan. tapi dia memberikan gula itu kepada marilla. Ketika akhirnya matthew berpikir mengenai masalah yang harus dia selesaikan dia memutuskan bahwa seorang wanita diperlukan untuk mengatasai situasi ini. Aku percaya campuran warna coklat cocok buat anne. aku akan memberikan penilaian ku kemudian. sambil menunjuk yang membuat gelangnya bergoncang. Dan marilla bukanlah orangnya. ” ucap matthew." Oh--Well sekarang--merah. ” " Aku—Aku pikir itu mungkin berguna membebaskan dirinya. Matthew merasa yakin bahwa dia akan menghalang-halangi proyek ini segera. " Gula merah!" seru Marilla. Apakah kamu punya sesuatu yang khusus dalam benak mu? Tidak ? well." ucap matthew dengan lemah " Ada satu tong disana. dengan butirbutir peluh yang memenuhi dahinya. Sesudah mengemudi hingga separuh jalan menuju rumahnya Matthew akhirnya kembali menjadi dirinya sendiri. Aku akan pergi ke Carmody besok dan aku akan memilihnya. "Kenapa banyak sekali? Kamu tahu tidak pernah menggunakannya kecuali untuk membuat bubur pesanan orang atau kue buah coklat. 162 . tapi menurutnya dia pantas mendapatkannya karena dia sudah melakukan bid’ah perjalanan ke toko asing.

tapi itu lebih seperti menanamkan kecemburuan dan ketidakpuasan. Aku suka menjahit.Barangkali kamu menginginkan aku mengepaskannya juga untuk anne. aku seringkali mengatakan padanya selusin kali bahwa dia terlalu sederhana.” ucap matthew. dan selebihnya akan berjalan dengan benar. Aku akan membuat baju itu pas buat keponakanku.” " baiklah Sekarang. Lynde. Aku yakin anak itu pasti merasakan perbedaan antara bajubajunya dengan baju-baju anak-anak lain. Cara marilla memakaikan baju nya sangat menggelikan. Masyarakat yang sudah membesarkan anak-anak mengetahui bahwa tidak ada metode yang kaku dan mutlak di dunia yang bisa sesuai untuk setiap anak. Aku mengira dia mencoba untuk menanamkan semangat kerendahan hati dalam diri anne dengan mewarisi anne cara berpakaiannya. karena dia dan anne bentuk badan mereka sama seperti dua kacang polong kembar. Tetapi sepertinya mereka tidak pernah berpikir itu semua semudah dan sesederhana Tiga Peraturan---hanya tetapkan tiga syarat kamu yang mengikuti perkembangan jaman. biar aku yang akan melakukannya.” " Gelembung? Tentu saja. Jika aku tidak meminta terlalu banyak aku—aku ingin lengan nya dibuat dengan cara yang baru. tapi apakah itu ia tidak dapat menerkanya. karena aku bisa melihat marilla tidak ingin nasihat dan dia berpikir dia lebih banyak tahu bagaimana cara mengurus anak-anak dibanding aku karena dia perempuan tua. itulah mengapa. Tidak. Jenny gillis. Nyonya Lynde berkata pada dirinya sendiri setelah matthew pergi: " akan benar-benar puas bila melihat anak miskin itu mengenakan sesuatu yang pantas untuk sekali waktu. Namun berpikir bahwa matthew memperhatikan hal itu! Laki-laki itu terbangun setelah tertidur selama lebih dari enam puluh tahun. sampai malam hari natal tiba.” ucap Nyonya. mengingat bahwa jika marilla yang melakukannya anne mungkin akan merekareka sebelum waktunya dan merusakkan kejutan itu? Baiklah. Tetapi selalu ada jalan. Kamu tidak perlu cemas mengenai itu lagi. ketika nyonya Lynde membawa pakaian baru itu.” dan –dan – aku tidak tahu---tapi aku ingin—aku pikir mereka membuat lengan yang berbeda saat ini daripada lengan yang biasa mereka buat. itu bukan masalah besar. Aku akan memperbaikinya hingga sesuai dengan mode terkini/terakhir. Marilla menanggapi semuanya dengan sangat baik. meskipun dia sangat tidak percaya dengan penjelasan diplomastis Nyonya Lynde yang mengatakan bahwa 163 . Tetapi darah daging tidak datang seperti aritmatika dan disitulah letak kesalahan marilla curthberth. Meskipun demikian aku harus menutup mulutku.” Marilla mengetahui bahwa selama dua minggu berikutnya ada sesuatu dalam benak matthew. matthew. Aku menurut saja.

mereka sekarang sama besarnya dengan balon. pohon birch dan pohon-pohon cherry liar membentuk garis mutiara. aku harap setidaknya dia akan merasa puas.” Pagi Natal membuat dunia menjadi indah dengan warna putih. aku nyatakan itu memang cukup. dan sekarang dia sama sombongnya dengan seekor merak. Well. “ aku tahu ia akan melakukan suatu ketololan.dan ada bau segar diudara yang cerah. adakah? Macam lain Natal tidak nampak riil. hangat. Aku sudah membuatkan untuknya tiga pasang yang bagus. Anne mengintip dari jendela loteng yang membeku dengan mata yang gembira.dia yang membuat baju itu karena matthew takut bahwa anne akan mengetahui kejutan itu bila marilla yang membuatnya. dimalam sebelumnya cukup banyak salju yang turun perlahan-lahan untuk merubah avonlea. Kamu hanya akan membenarkan kesombongan anne. mengerjakan itu? 164 . benarkan ?” katanya sedikit kaku tapi toleran. Anne berlari menuju lantai bawah sambil bernyanyi hingga suaranya menggema di seluruh rumah hijau. Matthew! Bukankah ini natal yang indah? Aku senang sekali hari ini serba putih. Itu merupakan bulan december yang paling lembut dan orang-orang sudah menanti-nanti natal hijau. selama aku tahu dia ingin sekali memiliki lengan baju bodoh itu sejak lengan baju itu menjadi mode. Gelembung-gelembung itu terus saja menjadi lebih besar dan lebih menggelikan. Ada natal jenis lain yang tidak terlihat sungguhan. Marilla! Selamat hari Natal. meskipun dia tidak pernah berkata satu patahpun mengenai hal itu semenjak dulu. Baiklah. harus ku katakan bahwa aku pikir anne tidak perlu pakaian apapun lagi. " Selamat Hari Natal. Tahun depan sesiapapun yang memakai mereka harus melewati pintu dengan cara menyamping. matthew. " Jadi inilah sebabnya mengapa matthew terlihat sangat misterius dan tersenyum-senyum sendiri selama dua pekan. dan dapat digunakan pada musim gugur ini. Pohon cemara di Hutan angker semuanya berselimut dan menakjubkan. tanah-tanah yang dibajak berundak-undak dengan dipenuhi salju. Bahan yang ada di lengan-lengan itu saja cukup untuk membuat ikat pinggang. dan kalaupun ada yang lain itu hanya pemborosan belaka.

Apa yang membuat orang menyebutnya hijau? Kenapa —kenapa—matthew. Dan kedua lengannya sungguh anggun! Manset bersiku yang panjang. ini semua seakan-akan mimpi bagi ku. Aku pikir kamu tidak perlu baju lagi.” "Baiklah.”Harus aku katakan. Mereka tidaj hijau--. Sungguh telihat jelas sekali bahwa aku tidak akan pernah bisa menilainya jika mereka sudah tidak model lagi sebelum aku memakainya. membentangkan pakaian itu dan memegangnya sembari melemparkan kerlingan mencela pada marilla. tapi karena matthew sudah memberikannya untuk kamu. ikat pinggan yang terjahit rapi dengan cara yang sangat modern. Wow. itu sempurna sekali. Anne mengambil pakaian itu dan melihatnya dengan terpana. tapi meskipun demikian pandangan yang terlihat dari sudut matanya terlihat agak tertarik. Wow. aku lebih suka menyenangkan mataku pada pakaian itu. Lihatlah lengan-lengan itu! Aduh. alangkah indahnya—gloria berwarna coklat lembut dengan permukaan sutera yang halus. tidak kah kau menyukainya? Baiklah kalau begitu —baiklah .” " Aku tidak tahu bagaimana aku bisa sarapan. Ini ada pita rambut Nyonya Lynde dia meninggalkannya untuk kamu. ” ujar anne dengan terpesona. anne. Aku sangat senang bahwa Lengan baju yang bergelembung masih menjadi mode. Matthew!" Anne meletakkan pakaian itu diatas kursi dan mendekap kedua tangannya. " sangat suka! Aduh. “sela marilla. " Itu adalah hadiah natal untuk kamu Anne. agar sesuai dengan warna pakaian kamu. dan diatasnya ada dua gelembung cantik yang dipisahkan oleh baris-baris pita sutra coklat yang berjejer. adakah itu untuk aku?? Aduh. " mengapa—mengapa—anne. aku tidak pernah bisa berterimakasih kepada mu. dengan sedikit renda tipis di lehernya.Aku tidak suka natal hijau. duduklah. mari kita sarapan dulu. baiklah. Karena tiba-tiba Anne berlinangan air mata. Aku tidak akan pernah bisa merasa 165 . ”Matthew. warnanya coklat. Matthew!" Matthew dengan malu membuka pakaian dari kertas pembungkusnya. Ayo kesini. yang berpura-pura meremehkan dengan mengisi cangkir the. rok dengan jumbai-jumbai. jaga baik-baik pakaian itu.hanya tidak menyenangkan coklat pudar dan kelabu. " Sarapan terlihat sangat biasa pada saat yang sangat menggairahkan seperti itu. ujar Matthew dengan malu-malu.

" Diana. aku akan berusaha lebih keras setelah ini. Aku ingin membawa nya tadi malam. Tapi pada saat seperti ini aku minta maaf karena tidak menjadi gadis teladan.” " Aku punya seseuatu yang lebih baik untuk kamu. sosok gadis kecil yang gembira dalam balutan ulster merah tuanya. " Oh. Aula harus dihiasi dan latihan ulangan terakhir pun dilaksanakan. melewati jembatan kayu putih di lembah.benar sangat baik." kata Anne . Tante Josephine mengirimi kami satu kotak besar dengan banyak sekali isi di dalamnya—dan ini untuk kamu. Aku pasti sedang bermimpi. " Selamat Hari Natal. kerena ukuran sendalnya 2 kali lebih besar untuk kamu. dengan jari-jarinya dihiasi manik-manik dan gundukan sutra serta kait yang berkilauan. Aku punya sesuatu yang sangat bagus untuk ku tunjukkan padamu.dan kemudian. ini merupakan natal yang sangat hebat. Apakah kamu pernah mendengar hal yang seperti itu?” Semua pelajar Avonlea sedang dihinggapi deman kegembiraan akan hari itu. Josie Pye akan senang. 166 . dengan lengan SEDEMIKIAN. dan itu suatu berkah. Matthew memberikan padaku pakaian terindah. Kamu tidak perlu meminjam sandal Rubby sekarang.cukup puas. Tapi tekadang agak sulit untuk melakukan ketetapan hatimu bila godaan yang sangat menarik datang. Anne berlari cepat-cepat menuruni lereng untuk menjumpainya.” Ucap diana. Aku merasa bahwa aku harus menjadi anak perempuan yang benar. Dan nyonya lynde juga sangat baik karena memberikan aku pita juga. Aku bahkan tidak pernah bisa membayangkan yang lebih bagus dari pada itu.”ucap diana dengan terengah-engah.dan aku selalu bertekad bahwa aku akan menjadi gadis teladan di masa mendatang. Diana! Dan aduh. Tapi meski pun demikian tetap saja.” Anne membuka kotak itu dan mengintip kedalam nya. sepasang sendal anak kecil yang cantik. " Di sini—kotak ini. semalam sehabis latihan Rob wright pulang kerumah dengan gertie pye. Pertama sebuah kartu dengan tulisan ”Untuk Anne-girl SELAMAT NATAL”. ” Pada saat sarapan yang biasa itu telah selesai Diana muncul. ini terlalu banyak. kamu mengerti. Dan aku tidak pernah merasa nyaman lagi melewati hutan angker sekarang-sekarang ini. ” " Aku sebut itu mujur. Kamu ingat. dan buruk sekali bila mendengar seorang peri berjalan terseokseok. tapi barang itu datang sesudah hari gelap.

tentu saja. apakah kita akan benar-benar melihat nama –nama kita pada print itu? Solo kamu sangat menawan. Apakah aku merintih dengan baik? " " Ya.” Aku merasa lebih bangga daripada ketika kamu lakukan pada latihan ulangan. Untungnya aku sering sekali berlatih puisi itu diatas loteng. Aku merasa seperti burung beo. Jadi aku memulainya. Puisi yang sedih itu sungguh bagus. Tapi kemudian aku mengingat lengan baju gelembung ku yang indah dan memberanikan diri.” 167 . Diana aku tadi sangat gugup.” " Aduh. ketika acara telah selesai dan diana dan dirinya sedang bersama-sama berjalan pulang dibawah langit yang gelap dan dipenuhi bintang. bila tidak aku tidak akan bisa melakukannya. Puisi-puisi mu membuat hadirin gembira. Bukankah ini suatu malam yang indah?”desah anne. " Aku melihat Nyonya. Aula kecil itu penuh sesak. dan sejenak aku merasa aku yakin bahwa aku tidak mampu untuk memulainya sama sekali. tidak berani menyangkal. rintihan kamu bagus." diana meyakinkan. Aku merasa seolah-olah satu juta mata sedang memperhatikan aku dan menembus diriku. tuan allan akan megirimkan uang itu ke rekening charlottetown.” aku terka kita sudah mengumpulkan sebanyak 10 dollar. Sloane tua sedang menyeka air matanya ketika aku duduk. Rasanya senang sekali sudah menyentuh hati seseorang. ucap diana praktis.aku tahu bahwa aku harus berbuat sesuai dengan lengan baju itu. tentu saja itu merupakan kesempatan yang sangat mengesankan. semua pemain sandiwara melakukan tugasnya dengan sangat sempurna. Ambil bagian di dalam pertunjukan itu sangat romantis. meskipun cemburu.diana. anne.Pertunjukan jatuh pada malam hari dan dinyatakan sukses. dan suaraku nampaknya berasal dari tempat yang sangat jauh. " Oh. ” " oh ya. tapi anne menjadi bintang istimewa pada acara itu. " Segalanya berjalan dengan baik sekali. Diana. benar kan? Aduh.” " well. Diana. Aku berkata pada diriku sendiri.’itu adalah teman karibku yang sangat dihormati. josie pye. ketiak Tuan allan memanggil namaku aku sunnguh tidak bisa mengatakan bagaimana aku bisa berdiri pada panggung. Kamu ingat.

Kamu sangat romantis dan aku yakin kamu pastilah senang mengetahui hal itu. ucap marilla. Bab XXVI – Dibentuknya Klub Cerita 168 . Meskipun malam ini menyadarkan aku bahwa dia sudah tumbuh menjadi remaja. “ ucap anne dengan angkuh. Aku sederhananya tidak pernah memboroskan pikiran ku padanya. Aku melihat Gil memungutnya dan meletakkannya di katung dadanya. dia baru berusia tiga belas tahun bulan maret nanti. tapi setelah aku melihat aku tidak merasa ada hal yang membahayakan dalam kegiatan ini. Nyonya Lynde membuat pakaian itu sedikit lebih panjang.Gilberth Blythe bagus.”ucap matthew.”Ucap matthew dengan bangga.” ucap matthew. diana”.” " baiklah Sekarang. namun aku tidak akan mengatakannya padanya seperti itu. Anne aku berpikir cara kamu memperlakukan Gil sangat buruk. ” well sekarang. Aku marilla. Aku pikir kelak dia akan memerlukan sesuatu yang lebih dari pada hanya sekadar sekolah Avonlea. Kita harus mempertimbangkan apa yang bisa kita lakukan untuk nya dimasa mendatang. Ketika kamu berlari dari podium setelah dialog peri salah satu mawar jatuh dari rambutmu. Apa yang dilakukan oleh orang itu tidak berarti apa-apa untuk ku. Dia cepat belajar dan menurutku hal terbaik yang bisa kita lakukan untuknya adalah menyekolahkannya ke Queen’s suatu musim. aku bangga dengan Anne malam ini. sama sekali. duduk sebentar di tungku dapur setelah anne tidur.” " baiklah Sekarang.” " Masih banyak waktu untuk memikirkan hal itu. Benar disana. Malam itu Marilla dan matthew yang untuk pertama sekalinya selama dua puluh tahun pergi menghadiri pertunjukan. marilla. ”hal-hal sepert itu akan lebih baik untuk dipertimbangkan masak-masak. Aku sudah begitu mempertentangkan rencana pertunjukan ini. Meskipun." Bukankah dialog anak laki-laki bagus?” ucap diana.memang. Yah. dan dia juga sangat baik . aku tebak Anne kita telah berhasil sebaik temantemannya. aku bangga padanya dan aku benar-benar mengatakan padanya seperti itu’sebelum dia naik ke lotang. ”dia anak yang cerdas. tapi tidak akan membahayakan untuk memikirkan kembali hal itu berulang-ulang. dan itu membuat anne kelihatan sangat tinggi. Tunggu sampai aku ceritakan padamu. Matthew. Tapi belum ada yang perlu dikatakan setelah satu atau dua tahun kedepan.

Pada hari ulang tahun Anne mereka berjalan dengan langkah ringan menyusurinya. pekerjaan di kerajaan kecil Miss Stacy berjalan dengan lancar dan teratur. karena keluarga Bell telah menyatakan bahwa keluarga Sloane terlalu banyak ikut campur dalam acara itu. karena Moody Spurgeon mengatakan bahwa Anne Shirley bersikap angkuh pada bacaan ceritanya. Aku hanya berbaring dalam keadaan terbangun dan membayangkan konser itu berkali-kali. aku tak yakin benar-benar mau menjadi orang yang bijaksana. basi. dengan salju yang sangat sedikit hingga Anne dan Diana dapat pergi ke sekolah hampir setiap hari melalui Birch Path. Dengan pengecualian akan perselisihan-perselisihan remeh ini. dengan tetap 169 . Nyonya. Marilla adalah wanita yang sangat bijaksana. dan tak menguntungkan setelah dia menghirup segelas piala kegembiraan selama berminggu-minggu. Ella May. Bagi Anne khususnya segala sesuatu tampak sungguh sangat datar. “Aku benar-benar yakin. Ruby Gillis dan Emma White. dan Moody Spurgeon merasa “terpukul”. dia bilang pada Diana. Tapi mungkin itu hanya karena aku kelelahan. tak lagi duduk di meja yang sama. Tak seorang pun dari keluarga Sloane punya hubungan dengan keluarga Bell. karena mereka sangat tidak romantis.Avonlea junior merasa tak betah lagi hidup berdiam dalam keadaan yang membosankan. Pastinya. dia tak yakin bisa. Diana. tapi tetap saja. yang bertengkar karena ingin lebih diutamakan di barisan tempat duduk. pada akhirnya. akibatnya kakak Moody Spurgeon. Minggu-minggu musim dingin telah berlalu. Josie Pye dan Julia Bell tak “bicara” selama tiga bulan. dan keluarga Sloane menjawab dengan pedas bahwa keluarga Bell tak becus mengerjakan hal kecil yang harus mereka kerjakan. tapi kau tak pernah tahu. konser itu meninggalkan bekas. bahwa hidup tak akan pernah persis sama seperti zaman kuno itu.” Bagaimana pun. lalu Bessie memberitahukannya pada Julia. sekolah Avonlea kembali ke kebiasaan lamanya dan mencurahkan perhatian pada minat-minat lamanya.” katanya penuh kesedihan. Charlie Sloane berkelahi dengan Moody Spurgeon MacPherson. “Mungkin setelah beberapa saat aku akan terbiasa dengannya. Baru saja aku merasa bahwa aku bisa saja tumbuh menjadi bijaksana. Pasti akan sangat lebih baik menjadi bijaksana. Kurasa karena itulah Marilla tak menyetujuinya. Terakhir. karena Josie Pye bilang pada Bessie Wright bahwa tundukan kepala Julia Bell ketika berdiri untuk bercerita mengingatkannya pada ayam yang menyentakkan kepalanya. tapi aku takut konser-konser akan mengganggu orang dalam kehidupannya sehari-hari. seolah merujuk ke masa setidaknya lima puluh tahun ke belakang. Itu adalah musim mendingan yang tak seperti biasanya. dan putuslah sebuah persahabatan selama tiga tahun yang memberikan harapan. tak sudi “bicara” dengan Anne selama sisa musim dingin. Aku benar-benar tak dapat tidur semalam untuk waktu yang sangat lama. Lynde bilang tak ada bahayanya aku menjadi salah seorang di antara mereka. Bisakah dia kembali ke kegembiraan dahulu yang menenangkan saat jauh-jauh hari sebelum konser itu? Pada awalnya. Keadaan seperti itu adalah suatu hal yang bagus—sangat menyenangkan mengenangnya kembali.

“Ruby Gillis tak memikirkan apa pun selain pacar.” kata Diana. Aku berusaha mati-matian untuk mengatasinya dan sekarang aku sungguh sudah berumur tiga belas tahun. Diana. Aku akan menunggu sampai aku tujuh belas tahun. Allan.menjaga mata dan telinga dalam keadaan siap siaga di antara celotehan mereka. Allan menghormati tanah yang dipijak istrinya dan ia tak terlalu yakin dibenarkan bagi seorang pendeta menunjukkan kecintaannya yang sangat besar dengan cara yang manusiawi. karena Miss Stacy bilang bahwa mereka harus segera menulis karangan untuk “A Winter’s Walk in Woods (Perjalanan Musim Dingin di Hutan). Nyonya. Dalam dua tahun lagi aku akan benar-benar menjadi dewasa. “Coba bayangkan.” kata Anne dengan nada kagum. Menyenangkan sekali membayangkan bahwa aku akan dapat membual karenanya tanpa ditertawakan. Meskipun begitu. jadi kurasa itu bukanlah suatu hal yang baru bagimu seperti aku merasakannya.” sahut Diana. Tapi aku kuatir itu cara bicara yang tak mengenal belas kasihan. Kau mungkin sudah tahu itu. “Alice Bell baru enam belas tahun dan dia yang mengatur rambutnya.” dan itu membuat mereka jadi patuh. Selain itu.” “Kalau hidungku seperti hidungnya Alice Bell yang bengkok. “aku tak akan—tapi sudahlah! Aku tak akan mengatakan aku akan apa karena itu sangat tak mengenal belas kasihan. tapi seringnya cara bicara seperti itu terjadi begitu saja sebelum kita sempat berpikir. aku akan 170 .” “Ruby Gillis bilang dia bermaksud memiliki seorang pacar segera saat dia berumur lima belas. Allan tentang dosa yang menimpa.” sahut Anne mencemooh. hari ini aku berumur tiga belas tahun. Allan juga berpikir demikian. “Sebenarnya dia sangat senang ketika seseorang menuliskan namanya di sebuah pengumuman tapi dia berpura-pura sangat marah.” “Empat tahun lagi kita akan bisa mengatur rambut kita. mungkin aku akan bisa mengatasinya dengan lebih baik. Itu membuat hidup tampak jauh lebih menarik. ya kan? Aku sangat tak bisa membicarakan Josie Pye tanpa menggunakan kata-kata pedas. Kau sudah berumur tiga belas tahun selama sebulan. Diana. Allan bilang kita tak pernah boleh bicara seperti itu. bahkan para pendeta juga manusia dan punya dosa yang menimpa sama seperti manusia lainnya. Nyonya. Ada beberapa hal yang cocok untuk dibahas pada hari-hari Minggu dan itu salah satunya. Aku mencoba untuk sebisa mungkin menjadi seperti Nyonya. jadi aku tak pernah membicarakannya sama sekali. Minggu sore yang lalu aku mengalami pembicaraan yang menarik dengan Nyonya. Tuan.” kata Anne penuh tekad. karena menurutku ia sempurna. Lynde bilang Tuan. Dosa yang menimpaku adalah terlalu banyak berkhayal dan melupakan tugas-tugasku. tapi kupikir itu menggelikan. Ketika aku bangun tadi pagi segala sesuatu tampak berbeda bagiku. “Aku hampir tak menyadari bahwa aku sudah remaja.

Cordelia seorang gadis yang seperti raja. tapi yang akan kita serahkan hari Senin sangat buruk. atau Dalam Kematian tak Terpisahkan). Ide dari Miss Stacy membuat kita mengarang cerita gila!” “Oh. apa yang terjadi dengan Cordelia dan Geraldine?” tanya Diana. Kau jauh lebih banyak tahu daripada berbuat saat kau baru berumur dua belas. Oh. “Mereka tumbuh cantik dan hidup berdampingan sampai mereka enam belas tahun. Itu cerita sedih. “Aku mengarangnya Senin malam yang lalu. Geraldine adalah seorang gadis berambut pirang yang seperti ratu. Aku benar-benar berpikir hutan di musim dingin seindah di musim panas. “Aku bisa mengatur untuk mengarang tentang hutan. “tapi apa yang akan kau lakukan kalau kau dilahirkan tanpa memilikinya? Kurasa kau sudah menyelesaikan semua karanganmu?” Anne mengangguk. Aku sudah tahu apa itu dahi pualam.” Diana menjawab tepat. dengan rambut seperti emas yang digelung dan matanya ungu seperti beludru.” Diana menghela napas. Itu benarbenar kesenangan besar bagiku. Aku mengkhayalkannya. Geraldine juga punya dahi pualam. Judulnya ‘The Jealous Rival. Aku mau sesuatu yang di luar kelaziman.” kata Diana meragukan. Hutan-hutan itu sangat putih dan tenang. berusaha keras berbudi luhur untuk tak tampak puas dengan diri sendiri tapi sayangnya gagal. Kemudian Bertram De Vere datang ke desa asal mereka dan jatuh cinta pada si pirang Geraldine. yang mulai agak tertarik dengan nasib mereka. seolah mereka sedang tertidur dan bermimpi indah. itu semudah mengedipkan mata. Kritik semacam itu yang aku suka.membandingkannya dengan hidungku sendiri dan itu sia-sia. berambut coklat dengan hiasan kepala dan matanya bersinar redup. Aku kuatir terlalu banyak memikirkan hidungku sejak aku mendengar pujian itu dulu. Aku menangis seperti anak kecil ketika menuliskannya. “Itu mudah bagimu karena kau punya imajinasi.” “Aku tak akan keberatan menuliskan karangan itu ketika saatnya tiba. or In Death Not Divided (Saingan yang Iri. Diana. “Aku juga tak pernah lihat. Dia menyelamatka nyawa Geraldine ketika kudanya 171 . Kemudian aku membacakannya di depan Matthew dan ia bilang itu bagus.” “Aku tak pernah melihat orang bermata ungu. Itu cerita tentang dua gadis cantik bernama Cordelia Montmorency dan Geraldine Seymour yang tinggal di desa yang sama dan telah saling terikat satu sama lain. Itulah salah satu keuntungan berumur tiga belas tahun.’ Aku membacakannya di depan Marilla dan ia bilang itu omong kosong. ada seekor kelinci.” “Well. dan manis. lihat. Itu sesuatu yang harus diingat untuk gubahan musik hutan kita.”sahut Anne.

seluruh kereta kudanya hancur. Seluruh kasih sayangnya pada Geraldine berubah menjadi kebencian yang menyedihkan dan dia bersumpah bahwa Geraldine tak akan pernah bisa menikah dengan Bertram. Misalkan kau dan aku punya klub 172 .melarikan diri sementara dia di dalam kereta kuda.’ Tapi Bertram melihat semuanya dan dia saat itu juga terjun menembus arus. Geraldine ku yang tiada duanya. bertunangan secepat itu. ‘Aku akan menyelamatkan engkau. Aku menuliskannya kembali lima kali dan aku menganggapnya sebagai karya besarku. Ruby bilang dia disembunyikan di ruangan dapur ketika Malcolm Andres melamar kakaknya Susan. ‘Ha. “Aku baru saja memikirkan sebuah rencana. Anne. kekasihku sayang. mengingat dia punya banyak kakak yang sudah menikah. Katanya Malcolm berkata pada Susan bahwa ayahnya telah memberikannya ladang atas namanya sendiri dan kemudian berkata. ‘Ya—tidak—aku tak tahu—biar kupikir dulu’—dan begitulah mereka. Diana. sembari berseru. kegelapan mulai membayangi jalan mereka. terutama ketika dia melihat kalung dan cincin berlian. walaupun Ruby Gillis bilang itu tak dilakukan lagi sekarang. ‘Bagaimana menurutmu. karena. ha. karena dia benar-benar sangat kaya. menyangka hanya ada mereka di sana. “Aku tak mengerti bagaimana kau bisa membuat hal gila yang menggetarkan hati.” “Betapa sungguh indah!” Diana yang termasuk ke sekolah kritik Matthew menghela napas. Mereka dimakamkan dalam satu kuburan dan pemakaman mereka adalah yang paling mengesankan. Kupikir itu adalah balasan puitis atas kejahatannya. kau tahulah. Bertram memberinya cincin berlian dan kalung batu ruby dan berkata padanya mereka akan pergi ke eropa dalam rangka perjalanan perkawinan. mendorong Geraldine ke tepi dengan ejekan. saling menggenggam tangan. Diana. kalau kita kawin musim gugur ini?’ Dan kata Susan. jadi akhirnya aku membayangkannya sebagus yang kubisa. dia benar-benar marah. Tubuh mereka kemudian segera terdampar ke darat. ha. Kuberitahu padamu aku mengalami banyak kesulitan dengan kata-kata penerimaan itu. dia menjadi gila karena menyesal dan diungsikan ke tempat pengasingan orang gila. Tapi kemudian. Suatu malam mereka berdiri di jembatan yang dibawahnya terdapat arus yang sangat deras dan Cordelia. Tapi menurutku itu bukan contoh lamaran yang sangat romantis. Aku berharap imajinasiku sebagus imajinasimu.’ Tapi sayang. kasar. Tapi dia berpura-pura tetap menjadi teman Geraldine seperti dulu. Aku merasa agak kesulitan mengkhayalkan lamarannya karena tak ada pengalaman yang bisa kujadikan pedoman. dan mereka berdua tenggelam.” “Imajinasimu bisa bagus kalau kau melatihnya. Geraldine menerimanya dengan kata-kata yang panjangnya satu halaman. Cordelia sendiri diam-diam mencintai Bertram dan ketika Geraldine bercerita padanya mengenai pertunangan itu. Aku bertanya pada Ruby Gillis apa dia tahu bagaimana seorang pria melamar karena kupikir mungkin dia ahli dalam masalah itu. dan dia pingsan di lengan Bertram lalu dia membawanya pulang ke rumah yang jaraknya tiga mil. Aku membuatnya sangat muluk-muluk dan puitis dan Bertram berlutut. dia lupa dia tak bisa berenang.” sahut Anne menghibur. Mengenai Cordelia. sayang. Jauh lebih romantis mengakhiri sebuah cerita dengan pemakaman daripada perkawinan.

Katanya dia sering tak tahu akan berbuat apa apa dengan orang-orang itu jadi dia mematikan mereka untuk membuang mereka dari cerita. Jane tak pernah memasukkannya karena katanya itu membuatnya merasa sangat tolol ketika dia harus membacakannya keras-keras. Kemudian Diana memasukkan terlalu banyak pembunuh dalam ceritanya. Semua orang yang baik diberi penghargaan dan orang yang jahat diberi hukuman yang setimpal. Allan juga bilang begitu. “Kau akan memenuhi pikiranmu dengan omong kosong dan membuang waktu yang seharusnya kau gunakan untuk belajar. Diana menuliskan surat untuk Aunt Josephine menceritakan tentang klub kami dan Aunt Josephine nya membalas bahwa kami harus mengirimkan beberapa dari cerita kami untuknya. Moral adalah hal terbesar.” terang Anne. kau harus melatih imajinasimu. Membaca cerita cukup buruk tapi mengarangnya lebih buruk. Hanya saja mereka tertawa tidak pada tempatnya. Hanya saja kita harus menempuh jalan yang benar. Aku membacakan salah satu ceritaku di depannya dan Nyonya. Allan. Pada awalnya klub itu terbatas untuk Diana dan Anne. Anak laki-laki tak dibolehkan bergabung dalam klub itu— walaupun Ruby Gillis berpendapat bahwa penerimaan mereka akan membuat klub lebih mengasyikkan—dan setiap anggota harus menghasilkan satu buah cerita dalam seminggu. Dia memasukkan terlalu banyak percintaan dalam ceritanya dan kau tahu terlalu banyak lebih buruk daripada terlalu sedikit. tapi segera diperluas dengan memasukkan Jane Andrews dan Ruby Gillis dan satu atau dua murid lain yang merasa perlu melatih daya imajinasi mereka. Aku lebih suka kalau orang menangis. “Setiap anak harus membacakan ceritanya keras-keras lalu kami membahasnya. tapi itu tak sulit karena aku punya jutaan ide.” cerita Anne pada Marilla.cerita sendiri yang khas dan mengarang cerita untuk latihan. Cerita-cerita Jane benarbenar sangat masuk akal. Jane dan Ruby hampir selalu menangis ketika aku sampai pada bagian yang menyedihkan. “Aku yang mempertahankan hal itu. Aku yakin itu akan bermanfaat. tapi ia bilang kita telah menempuh jalan yang salah dalam berimajinasi dalam cerita itu. Semua anak cukup bagus mengerjakannya. “Kegiatan itu benar-benar sangat menarik. Aku cerita padanya tentang The Haunted Wood (Hutan yang Angker). Ruby Gillis agak sentimentil. dan mereka berdua setuju bahwa moralnya sangat bagus. Jadi kami menyalinkan empat 173 . Kau tahu.” ejek Marilla. Secara umum aku selalu memberitahu mereka ide untuk menulis. Masing-masing kami menulis menurut nom-de-plume. Kami akan menyimpannya semua dengan sakral dan membacakannya pada keturunan kami.” “Tapi kami sangat berhati-hati memasukkan nilai moral ke dalam semua cerita itu. Aku akan membantumu sampai kau bisa mengerjakannya sendiri. Tuan.” Ini mengenai bagaimana awal terbentuknya klub cerita. Punyaku Rosamond Montmorency. Marilla. Miss Stacy juga bilang begitu.” “Menurutku pekerjaan mengarang-cerita ini adalah hal paling tolol.

dan menurutku betapa suatu harapan bagi anak-anak laki sekarang yang melakukan kenakalan dan menyesalinya karena tahu bahwa mungkin mereka bisa tumbuh menjadi pendeta karenanya. Itu menunjukkan klub kami berbuat kebajikan di dunia. Aku merasa sangat bersemangat ketika mendengarnya.” Bab XXVII – Kesombongan dan Kekesalan Jiwa Marilla. Aku sungguh benar-benar mencoba menjadikannya sebagai tujuanku tapi aku sangat sering melupakannya ketika aku sedang bersenang-senang. Lynde bilang begitu. Marilla. Allan tak pernah jadi gadis kecil yang tolol. Marilla tak biasa untuk menganalisa secara subyektif dengan pikiran dan perasaannya. tapi ia juga tak selalu baik seperti sekarang. dan pelupa sepertimu. Itulah apa yang kurasakan. Miss Josephine Barry membalas bahwa ia tak pernah membaca apa pun yang sangat menghibur seumur hidupnya. Allan bilang itu harus menjadi tujuan kami dalam hal apa pun. Mungkin ia membayangkan bahwa ia sedang berpikir tentang anggota-anggota Aid dan misi mereka serta karpet baru di ruang kebaktian. menyadari bahwa musim dingin telah usai dan pergi dengan kegembiraan yang menggetarkan hati hingga musim semi tak pernah gagal menggetarkan hati yang paling tua dan paling sedih seperti juga ke yang paling muda dan paling gembira. Hal itu membuat kami bingung karena semuanya adalah cerita yang sangat menyedihkan dan hampir semua orangnya mati. Kau telah menghabiskan setengah jam lebih lama daripada yang seharusnya karena celotehanmu. Sekarang. Anne. “Ia sendiri bilang padaku begitu—bahwa. tapi 174 . ia bilang ia sangat nakal ketika masih gadis dan selalu terlibat perkelahian.” “Tidak.dari cerita terbaik kami dan mengirimkannya. Tapi aku senang Miss Barry menyukainya. Lynde bilang suatu kali ia mendengar seorang pendeta mengaku bahwa ketika beliau kecil beliau mencuri tart strawberry dari dapur bibinya dan ia tak pernah punya hormat lagi pada beliau. tak peduli seberapa kecilnya mereka saat itu. merasa bersemangat ketika kudengar bahwa orang lain pernah jahat dan nakal? Nyonya. berjalan pulang di suatu malam yang larut di Bulan April dari rapat Aid.” sahut Marilla. “Aku yakin Nyonya. Nyonya.” “Yang kurasakan saat ini. aku tak akan merasa seperti itu. Menurutku beliau benar-benar mulia dengan mengakuinya. Lynde bilang ia selalu merasa terkejut ketika ia mendengar seseorang pernah nakal. Nyonya. Aku berharap bisa sedikit menjadi seperti Nyonya. Apakah aku sangat jahat. Marilla?” “Tak seharusnya aku berkata ada banyak kemungkinan” adalah jawaban Marilla yang memberi harapan. Apa menurutmu ada kemungkinan berhasil untuk itu. Belajarlah untuk bekerja lebih dulu baru kemudian bicara.” sahut Anne serius. Marilla. Allan begitu aku dewasa. Nyonya. “adalah bahwa sekarang saatnya kau sudah selesai mencuci piring-piring itu.

tapi sekarang ia harus buru-buru melepskan baju terbaiknya yang kedua dan menyiapkan sendiri sarapan sebelum kembalinya Matthew dari membajak. begitu ia melangkah menyusuri jalan yang lembab. langkah orang yang sudah berumur setengah baya lebih ringan dan cepat karena kegembiraannya yang mendalam. daripada kejadian yang tak banyak membesarkan hati pada malam-malam rapat Aid yang lama sebelum Anne datang ke Green Gables. Kuakui.di balik bayang-bayang ini terdapat kesadaran yang harmoni dengan asap merah yang berubah menjadi kabut ungu pucat saat matahari sedang turun. “Dia keluyuran dengan Diana. Akibatnya. Dia begitu saja berhenti dengan tiba-tiba pada hal-hal semacam ini. dengan kebangkitan di dunia dan getaran tersembunyi yang bergerak di bawah lempeng rumput. karena jika ia tak melakukannya aku tahu aku pasti sudah mengatakan sesuatu yang terlalu menusuk Rachel di depan semua orang.” tekadnya. Matthew telah masuk dan sedang menunggu minuman tehnya dengan sabar di sudut. Musim semi menyebar ke tanah dan ketenangan Marilla. dan aku tak bermaksud menyangkalnya. memandang melalaui jejeran pepohonan dan sinar matahari yang memantul kembali dari jendelanya dalam beberapa koruskasi kecil yang semarak. Aku tak peduli jika Nyonya. 175 . Begitu dia meninggalkan satu tingkahnya maka dengan segera dia akan membuat tingkah yang lain. Mungkin dia memang cukup cerdas dan manis. Aku sangat senang ketika Nyonya. mengarang cerita atau mempraktekkan dialog atau kerjaankerjaan bodoh seperti itu. dengan bayangan pohon fir yang menjulang tinggi sampai ke padang rumput di seberang anak sungai. Tuhan tahu. ketika Marilla memasuki dapurnya dan mendapati api tak menyala. Anne tak berhak meninggalkan rumah seperti ini ketika aku menyuruhnya tinggal di rumah tadi sore dan menjaga segala sesuatu. Ia sudah memberitahu Anne untuk berjaga-jaga dan telah menyediakan teh pada jam lima. Matanya memikirkan Green Gables dengan mesra. Allan membela Anne. saat ia menyerut ranting-ranting kecil dengan sebuah pisau berukir dan dengan kekuatan yang lebih dari yang seharusnya diperlukan. dan tak pernah sekali pun berpikir tentang waktu atau tugas-tugasnya. yang akan menemukan kesalahan pada Malaikat Jibril sendiri jika ia hidup di Avonlea. Tapi sudahlah! Di sinilah kukatakan hal yang membuatku sangat gusar dengan Nyonya. tanpa tanda keberadaan Anne di mana pun. Anne telah melakukan banyak kesalahan. “Aku akan membereskan Miss Anne ketika dia pulang. tapi pikirannya penuh dengan omong kosong dan tak pernah dapat ditebak apa yang akan dilakukannya. Namun demikian. Tapi aku yang mendidiknya dan bukan Rachel Lynde. berpikir bahwa pasti akan sangat puas mengetahui ia akan pulang dan mendapati api unggun yang menyala-nyala dan meja yang dipersiapkan dengan manis untuk jamuan minum teh. Lynde karena bicara di Aid hari ini. dengan ketenangan pepohonan maple berpucuk merah tua di sekitar kolam hutan yang seperti cermin. ia merasa pantas kecewa dan jengkel. Marilla. Allan sungguh-sungguh berkata dia anak yang paling cerdas dan manis yang pernah dikenalnya.

Sembari menyalakannya. Marilla. Aku sedang dalam keadaan putus asa dan aku tak peduli lagi siapa yang menjadi juara di kelas atau mengarang karangan terbagus atau bernyanyi di paduan suara sekolah-Minggu. Mungkin semuanya bisa dijelaskan—Anne pintar dalam memberi penjelasan. “Kalau begitu apa kau sakit?” tanya Marilla cemas. karena membutuhkan lilin untuk menerangi jalannya turun ke ruang bawah tanah. Please. bukan kau. “Tidak. pergilah dan jangan melihat ke arahku. Hal kecil macam itu sekarang tak lagi penting karena kurasa aku aku tak akan pernah pergi ke mana-mana lagi. dan masih tak ada tanda keberadaan Anne.dengan semua kesalahannya. Tentu saja aku tahu kau berada di pihaknya. Karirku sudah tamat. belajar dari pengalaman bahwa ia menyelesaikan pekerjaan apa pun yang ada lebih cepat jika tak tertunda oleh bagian yang terlalu cepat.” “Apakah ada yang pernah mendengar yang semacam itu?” Marilla yang bingung ingin tahu. menuju ke tempat tidur. kubilang. ia berpaling untuk melihat Anne sendiri berbaring di atas tempat tidur. apa masalahnya?” 176 .” kata Marilla yang terperanjat. Marilla dan mencuci dan menyimpan piring-piring dengan wajah cemberut. lapar. sebelumnya aku tak pernah mendapatinya tak patuh atau tak dapat dipercaya dan aku benar-benar menyesal mendapatinya seperti itu sekarang.” adalah jawaban tertahan.” “Well. “Anne Shirley.” sahut Matthew. terengah-engah dan menyesal karena merasa telah melalaikan tugas. Marilla. “Rahmat bagi kita. “Kurasa dia akan sulit menjelaskanNYA untuk memuaskanku.” “Dia tak ada di sini saat aku menyuruhnya untuk tinggal. Anne?” “Tidak. dengan wajah menelungkup ke bantal. ia naik ke atas ke loteng timur untuk mengambil yang ada di atas meja Anne. Anne yang gemetar ketakutan semakin masuk ke bawah bantal seolah benarbenar ingin menyembunyikan dirinya selamanya dari mata yang mematikan.” jawab Marilla tepat. berjalan tergesa di atas jembatan kayu atau di Lover’s Lane. pergilah dan jangan melihat ke arahku. “kau sudah tidur. terutama. Tapi please. yang menganggap lebih baik membiarkan Marilla mengungkapkan amarahnya tanpa diganggu.” Saat itu telah gelap ketika hidangan makan malam telah siap. Kemudian. sabar dan bijaksana dan. Marilla. Tapi aku yang mendidiknya. aku tak tahu. “Mungkin kau terlalu terburu-buru menilainya. yang. Saat ini juga. Matthew. Jangan bilang dia tak dapat dipercaya sampai kau yakin dia sudah tak mematuhimu. ada masalah apa denganmu? Apa yang telah kau lakukan? Bangun sekarang juga dan ceritakan padaku. Cukup sekarang.

Tapi sekarang aku tahu punya rambut hijau sepuluh kali lebih buruk. “kalau aku memutuskan akan berguna untuk mewarnai rambutku. setidaknya aku akan mewarnainya dengan warna yang pantas.” aku Anne. Selain itu. “Ya. kau tak tahu betapa sungguh buruknya aku. Aku tak akan memberinya warna hijau. “Tapi kupikir akan berguna menjadi agak jahat untuk menyingkirkan rambut merah. Dan Nyonya. Oh. warnanya HIJAU!” “Sebutannya mungkin hijau.” “Aku tak tahu bagaimana kau terlibat dalam kesulitan ini. Marilla. “Kalau pun aku jahat aku bermaksud jahat untuk suatu tujuan. Katanya warna rambutku akan berubah menjadi warna hitam yang indah—dia benar-benar meyakinkanku itu akan terjadi.” “Tapi aku tak bermaksud memberinya warna hijau. dengan garis-garis merah asli di sana sini untuk semakin menampakkan efek menakutkan. “Lihatlah rambutku.” bisiknya. “Kupikir tak ada yang bisa seburuk rambut berwarna merah. aneh. “Anne Shirley.” protes Anne murung.” “Well. kalau itu adalah satu warna duniawi—hijau kemerahan. Rambut itu benar-benar dalam bentuk yang sangat aneh. terurai lebat ke punggungnya.” “Mewarnainya! Mewarnai rambutmu! Anne Shirley. apa yang telah kau lakukan dengan rambutmu? Ya ampun. Kau tak sekalipun terlibat dalam perkelahian selama lebih dua bulan. apa yang telah kau lakukan pada rambutmu?” “Aku mewarnainya.” rintih Anne. Marilla? Aku tahu seperti apa rasanya bila ucapanmu diragukan. Marilla mengangkat lilinnya dan melihat rambut Anne dengan teliti. Lalu.” sahut Marilla sinis. Bagaimana aku bisa menyangsikan ucapannya. aku bermaksud tampil ekstra cantik dengan cara lain untuk mewujudkannya. apa kau tak tahu itu hal jahat untuk dikerjakan?” “Ya. 177 . Marilla. yang pudar. Karena itu. Aku sudah memperhitungkan kerugiannya. Marilla. aku tahu itu agak jahat. Tak pernah seumur hidupnya Marilla melihat sesuatu yang sangat fantastis seperti rambut Anne saat itu. warnanya hijau.Anne telah merosot ke lantai dalam kepatuhan karena putus asa.” ujar Marilla. Marilla. sekarang. dan aku yakin sebentar lagi pasti akan terjadi. tapi aku bermaksud mengetahuinya. Aku sudah menduga suatu waktu akan ada sesuatu yang aneh. “Turunlah ke dapur—di sini terlalu dingin—dan ceritakan padaku apa yang telah kau lakukan.

Aku ingat apa yang kau bilang. Kupikir penjual itu sangat baik hati. Jadi aku membeli pewarna itu. Penjual itu bilang pewarna rambut itu dijamin dapat memberi warna hitam indah pada rambut dan tak akan luntur. untukku.Allan bilang kita tak boleh mencurigai orang tak berkata yang sebenarnya pada kita kecuali kita punya bukti mereka memang berbohong. Dia punya satu kotak penuh dengan benda-benda yang sangat menarik dan dia bilang padaku dia bekerja keras memperoleh banyak uang untuk membawa istri dan anaknya pergi dari Jerman. tapi sepanjang perbedaan yang tampak dia mungkin juga malah menggosok warna merah aslinya. Kurasa hal pertama adalah mencuci rambutmu bersih-bersih dan kita lihat apa ada gunanya. Kemudian tibatiba aku melihat botol pewarna rambut itu.” “Siapa yang bilang? Siapa yang kau bicarakan?” “Penjaja keliling yang ada di sini tadi sore. aku tak membiarkannya masuk ke dalam rumah.” “Oh. dia bukan orang Italia—dia Yahudi Jerman. karena dia bilang bahwa. Tapi harganya sebotol 75 sen dan aku hanya punya 50 sen sisa dari uang ayamku. Anne. bagaimana pun juga kebenarannya patut dicurigai dalam hal lain. Tuhan tahu apa yang harus dilakukan. Marilla. Aku mau membeli sesuatu darinya untuk membantunya melaksanakan tujuan yang sungguh berguna itu. Aku membeli pewarna darinya. menggosoknya dengan kuat dengan air dan sabun. dia akan menjualnya 50 sen dan dia akan memberikannya. Oh. dan segera begitu dia pergi aku naik ke atas sini dan memakainya dengan sikat rambut lama seperti yang tertulis pada petunjuk. Dan sejak itu aku telah menyesal. Penjual itu pasti telah berkata benar ketika dia bilang pewarna itu tak akan luntur. Sekarang aku punya bukti—rambut hijau cukup jadi bukti bagi siapa pun. “Aku tak akan pernah bisa hidup seperti ini.” “Well. apa yang harus kulakukan?” tanya Anne berurai air mata. Dalam sekejap aku melihat diriku sendiri dengan rambut hitam indah dan godaan itu tak tertahankan. Lagipula. dan aku keluar. sudah seberapa sering aku bilang padamu jangan pernah membawa masuk seorang pun dari orang-orang Italia itu ke rumah! Aku sama sekali tak yakin untuk memberi mereka harapan untuk mampir. Dia bicara tentang mereka dengan penuh perasaan hingga membuatku tersentuh. kuharap kau menyesal untuk tujuan yang baik. dan oh. Tapi saat itu aku tak punya bukti dan aku percaya setiap ucapannya SECARA MUTLAK. Orang-orang telah cukup melupakan 178 . Marilla. Aku memakai semua isi botol.” “Anne Shirley. Anne mencuci rambutnya. dan melihat benda ini di anak tangga.” Karena itu. menutup pintu dengan hati-hati.” sahut Marilla pedas. ketika aku melihat warna yang mengerikan mengubah warna rambutku aku tahu. “dan matamu jadi terbuka kemana kesombongan membawamu. aku menyesal menjadi nakal.

Aku akan menebus dosa karena jadi nakal seperti itu. Itu pewarna yang tak luntur yang tak ada obatnya. Ini kemalangan yang sungguh tidak romantis. dari semua hal. tapi itu benar. Dan aku juga tak akan mencoba mengkhayalkannya. Aku akan memandang diriku setiap saat aku masuk ke kamarku dan melihat betapa jeleknya aku. Marilla. Hasilnya tidaklah pantas. aku TAK BISA menghadapi Josie Pye. meskipun warnanya merah. Aku anak perempuan yang paling tidak bahagia di pulau Prince Edward. Tapi mereka tak akan pernah melupakan ini. ya kan? Aku akan menangis selama kau memangkasnya. membuat Diana mabuk dan marahmarahan dengan Nyonya. Anne. untuk sedikit mungkin menguraikan masalah itu.” Bibir Anne gemetar.” serunya menggebu. Oh. “Aku tak akan. ketika dia naik ke lantai atas dan melihat di cermin. Tapi tak ada yang menyenangkan jika rambutmu terpaksa dipangkas karena kau telah memberinya warna yang mengerikan. Oh. “Tolong pangkas rambutku sekaligus. Gadis-gadis di buku kehilangan rambut mereka karena demam atau menjualnya untuk memperoleh uang untuk perbuatan yang baik. juga. Mereka akan berpikir aku tak pantas dihormati. dan aku yakin aku akan sangat tak keberatan kehilangan rambutku karena alasan mode. tapi dia berjanji dengan sungguh-sungguh tak akan pernah cerita. Kemudian tiba-tiba dia membetulkan cermin itu. Di akhir minggu Marilla berkata pasti: “Itu tak ada gunanya. Rambutmu harus dipangkas. tapi kemudian. dan bisa dikatakan sekarang ini dia menepati janjinya. Orang luar yang tahu rahasia fatal itu hanya Diana sendiri. tak kan pernah melihat diriku lagi sampai rambutku tumbuh.kesalahanku yang lain—kue obat gosok itu. tak ada cara lain.” Lalu Anne menangis. tapi dia menyadari kenyataan pahit dari perkataan Marilla. aku merasa hatiku hancur.” Ketidakbahagiaan Anne berlangsung selama seminggu. jika itu tak akan mengganggu. Dan oh. tapi sekarang aku tahu aku memang berlagak. Aku tak pernah menyangka aku berlagak dengan rambutku. Marilla telah menyelesaikan tugasnya dan dia merasa perlu untuk mengatapi rambutnya dengan sirap sedekat mungkin. Lynde. Dengan desahan sedih dia pergi mengambil gunting. Anne segera membalikkan cermin itu ke dinding. Josie Pye benar-benar akan tertawa! Marilla.’ Itu sebuah puisi. aku akan. Ini tampak sungguh tragis. karena 179 . Selama waktu itu dia tak pergi kemana-mana dan mencuci rambutnya dengan shampo setiap hari. ‘betapa kusutnya jaringan yang kita tenun saat pertama kali kita mencoba untuk berbohong. dan selesaikanlah. “Ya. Marilla. Kau tak bisa keluar dengan rambut seperti itu. dia tenang dalam keputusasaan.

” curhat Anne malam itu pada Marilla. Tapi untuk merebahkan diri 180 .” sahut Ruby Gillis. Dia bilang menurutnya itu akan sangat pantas. bagaimana pun juga. dan keriting.” Merupakan cara bicara Marilla yang suka didengarnya. “Aku tak berkata apa-apa ketika Josie mengatakan itu padaku. yang. Marilla? Apa itu membuat kepalamu sakit?” “Kepalaku sudah lebih baik sekarang. Tentu saja lebih bagus menjadi baik. tak berhenti mengatakan pada Anne bahwa dia tampak seperti orang-orangan sawah.” Rambut Anne yang terpangkas membuat sensasi di sekolah pada Senin berikutnya. dengan gemetar. lebat. Kau akan merasa sangat berbudi luhur saat kau memaafkan orang. Nyonya. Tapi aku tak melakukannya.” “Tidak juga aku. sepertimu. Sakit-sakit di kepalaku ini semakin bertambah parah dan parah. aku hanya melihatnya sekilas dengan pandangan menghina dan setelah itu aku memaafkannya. aku tak tahu aku keberatan—aku sudah sangat terbiasa dengannya. “Aku tak akan pernah punya keberanian untuk mengapung di bawah sana.rambutku sangat panjang. Walaupun. Anne. “Aku tak keberatan mengapung di bawah kalau ada dua atau tiga dari kita di darat sana dan kita bisa berjaga-jaga. Kuharap selanjutnya akan terjadi sesuatu pada hidungku. tadi sore sangat mengerikan. Tapi apa aku terlalu banyak bicara. Marilla. tapi terkadang sangat sulit mempercayai sesuatu bahkan ketika kau mengetahuinya. Berat sekali rasanya dikatakan tampak seperti orang-orangan sawah dan aku ingin mengatakan sesuatu untuk membalasnya. Bab XXVIII – Perawan Bunga Lily yang Malang TENTU saja kau harus jadi Elaine. dan tumbuh dewasa menjadi kebanggaan bagimu. “karena kupikir itu bagian dari hukumanku dan aku harus menanggungnya dengan sabar. ya kan? Aku bermaksud untuk mencurahkan tenagaku untuk menjadi baik setelah ini dan aku takkan mencoba lagi untuk jadi cantik. Aku harus pergi ke dokter karenanya. Mengenai celotehanmu. Diana bilang ketika rambutku mulai tumbuh akan mengikatkan pita beludru hitam di kepalaku dengan simpul di salah satu sisinya. yang sedang berbaring di sofa karena salah satu sakit kepalanya. tapi yang membuatnya lega tak seorang pun menebak penyebab sebenarnya. bahkan tidak juga Josie Pye. Aku akan menyebutnya jaringan rambut—kedengarannya sangat romantis. Allan dan Miss Stacy. Aku tahu itu. Aku sungguh ingin menjadi baik. Dengan begitu akan menyenangkan.” ujar Diana.

seperti dia dan Diana bilang. “dan rambutmu jauh lebih gelap daripada saat sebelum kau memotongnya. bagaimana pun.” “Tentu saja itu akan romantis.” Jane Andrews mengakui. Dan kau tahu. terlalu tua untuk hiburan kekanakan semacam itu seperti rumah bermain. benarkah?” seru Anne. Anne dan Diana telah menghabiskan sebagian besar waktu bermain mereka musim panas itu di dan sekitar kolam. yang akan beranjak empat belas.dan berpura-pura mati—aku sungguh tak bisa. dan kupikir itu sangat cantik. tapi dia cepat terhibur. bukannya tak mencari kawan untuk melamun karenanya.” sahut Diana. Menyenangkan memancing ikan tawar dari atas jembatan dan kedua gadis itu belajar 181 . Mereka berdiri di tepi kolam. Aku benar-benar akan mati karena ketakutan. “Aku sendiri kadang-kadang berpikir begitu—tapi aku tak pernah berani bertanya pada seseorang karena takut dia akan bilang yang sebaliknya. “tapi aku tahu aku tak bisa tetap tenang. Ruby harus jadi Elaine karena dia sangat cantik dan punya rambut indah panjang keemasan—Elaine punya ‘semua rambut indahnya yang terurai. Dan Elaine adalah perawan bunga lily . Namun demikian itu menggelikan. Diana?” “Ya. meskipun ujungnya adalah platform kecil dari kayu yang ditambah ke air untuk kemudahan para pelayan dan pemburu bebek.” “Wajahmu sungguh sama cantiknya dengan wajah Ruby. Nah. dan ada hiburan yang lebih menarik untuk didapatkan di kolam. Apa menurutmu warnanya sekarang bisa jadi adalah coklat kemerahan. melihat kagum pada keriting pendek seperti sutra yang menumpuk di kepala Anne dan dihiasi dengan pita beludru hitam dan simpul yang sangat bergaya.’ kau tahu. Bell telah dengan kejam menebang lingkaran kecil pepohonan di padang rumputnya di belakang pada musim semi. Idlewild adalah sesuatu dari masa lalu. Anne. yang mudah tersipu karena gembira. Anne telah duduk di antara tunggultunggul dan menangis. Tuan.” kata Diana dengan sungguh-sungguh. orang yang berambut merah tak bisa jadi perawan bunga lily. dimana sebuah tanjung kecil yang pinggirannya dilingkari dengan pepohonan birch yang menganjur dari tepi.” “Oh. gadis dewasa berumur tiga belas tahun.” Anne bersedih.” “Tapi akan sangat menggelikan bila Elaine nya berambut merah. “Aku tak takut untuk mengapung di bawah dan aku akan suka jadi Elaine. dan Anne datang untuk bermain bersama mereka. Aku akan muncul setiap menit atau begitulah untuk melihat aku ada dimana dan apa aku hanyut terlalu jauh. di bawah Orchard Slope. Ruby dan Jane menghabiskan sore pertengahan musim panas dengan Diana. itu akan merusak efeknya. karena.

Mereka telah menganalisa. menguraikan kalimatnya dan membahasnya secara umum sampai merupakan suatu keajaiban adanya makna yang tertinggal di dalamnya bagi mereka. Jane akan jadi Guinevere dan Diana harus jadi Lancelot. menyerah dengan enggan. Lynde bilang semua akting-drama adalah kejahatan yang buruk sekali. dia merasa. Kita harus menyelubungi tongkang seluruh panjangnya dengan samite paling hitam. “Well. Selendang hitam ibumu itu akan jadi penutupnya. Tolol bagi Elaine untuk bicara ketika dia mati.” bisik Ruby Gillis gugup. kau urus ini. Rencana Anne disambut dengan antusias. Kita tak bisa punya servitor bodoh tua karena tak ada ruangan untuk dua orang dalam flat ketika satu orang merebahkan diri. dan Anne diam-diam sangat menyesal dia tak dilahirkan di Camelot.” Selendang hitam telah didapat.” ujar Anne. kau harus jadi King Arthur. dia sungguh tampak benar-benar mati. “Oh. “Itu merusak efeknya karena ini ratusan tahun sebelum Nyonya. walaupun dia akan senang memainkan peran terpenting.” ujar Anne pedas. tapi setidaknya perawan bunga lily. Lynde lahir. Tak ada kain keemasan untuk penutup. Barry rawat simpan untuk menembak bebek. aku akan jadi Elaine. Jane. Tapi pertama kalian harus jadi saudara dan ayah. kawan.” Jane cocok untuk kesempatan itu. “Itu membuatku merasa ketakutan. tapi 182 . “Ruby. Kemudian setangkai lily putih juga tak dapat diperoleh. Diana. karena. keterbatasannya membuat tak mungkin. Guinevere dan King Arthur telah menjadi orang yang yang sangat nyata bagi mereka. tapi sehelai syal piano tua dari kain krep Jepang berwarna kuning adalah pengganti yang sangat bagus. Pengawas Pendidikan telah memasukkannya dalam mata pelajaran Bahasa Inggris untuk sekolah di Pulau Pangeran Edward.” “Ruby. jauh lebih romantis daripada saat sekarang. Mereka melakonkan Elaine adalah ide Anne. Lynde. Masa-masa itu. Mereka telah sering turun ke bawah seperti ini dan tak ada yang bisa lebih menyenangkan untuk memainkan Elaine. melihat wajah putih mungil yang diam di bawah kedipan bayangan pepohonan birch. Apa menurut kalian sungguh benar berakting seperti ini? Nyonya. kau seharusnya tak bicara tentang Nyonya. Anak-anak itu telah mengetahui bahwa kalau ban kempes didorong dari tempat mendarat maka ban itu akan berhanyut-hanyut dengan arus di bawah jembatan dan akhirnya kandas sendiri di tanjung lain yang lebih rendah di bawah yang menganjur di sebuah tikungan di kolam. katanya.mengayuhkan diri mereka sendiri dalam dory kecil berdasar-rata yang Tuan. Anne membentangnya di atas flat dan mereka merebahkan diri di dasarnya. Lancelot. Mereka telah mempelajari sajaksajak Tennyson di sekolah musim dingin sebelumnya. dengan mata terpejam dan tangan terlipat di dada. namun jiwa seninya menuntut kecocokan untuk itu dan ini.

Allan keesokan harinya. mengambil kain penutup keemasannya dan kain penutup peti mati dari samite paling hitam dan memandang dengan tatapan kosong ke celah besar di dasar tongkangnya dari mana air benar-benar mengalir. Allan. Itu posisi yang sangat tidak romantis.efek dari setangkai bunga iris biru tinggi yang diletakkan di salah satu tangan Anne yang terlipat adalah apa yang bisa diharapkan. mereka akan dalam keadaan siap untuk menyambut perawan bunga lily. Diana.” ujar Jane. tolong bawa flat ini mendekat ke tiang pancang dan aku akan melakukan yang selebihnya. “Aku benar-benar sangat ketakutan. Lancelot. dan menuju ke bawah ke tanjung yang lebih rendah dimana. Sekarang tolak flat itu. menyeberangi jalan. ‘Sister. Selama beberapa menit Anne. Tiang pancang tajam di pendaratan itu telah menghancurkan kepingan pentungan yang terpaku di flat. kau bilang. Dalam keadaan seperti itu kau tak akan terlalu berpikir untuk mengarang doa yang muluk-muluk. “Kita harus mencium keningnya yang tenang dan. Aku benar-benar berkata. Diana. Anne. Anne tak mengetahui ini. “Nah. Nyonya. dengan sangat sungguh-sungguh. selamat jalan untuk selamanya. dia sudah siap. kau bilang. Aku berdoa. Sesuatu yang terjadi kemudian sama sekali tidak romantis. berpegangan erat pada tiang pancang tua yang licin tanpa bisa bergerak ke atas atau pun ke bawah. tapi dia tak kehilangan penguasaan diri. yang hanyut dengan perlahan. Jane dan Ruby hanya menunggu cukup lama untuk melihtanya terjebak dalam arus dan menuju ke arah jembatan sebelum mengambil langkah seribu ke hutan. ‘Tuhan tercinta. Tapi doaku terjawab. karena flat itu terbentur tepat ke satu tiang pancang selama semenit dan aku berjuang mengatasi sandungan besar yang telah ditakdirkn Tuhan.’ Itu lebih baik. tapi tak perlu waktu lama untuk dia menyadari bahwa dia sedang dalam keadaan yang berbahaya. tapi aku tak memejamkan untuk berdoa. Nyonya. ‘Selamat jalan. karena aku tahu satu-satunya cara Tuhan bisa menyelamatkanku adalah dengan membiarkan flat itu mengapung cukup dekat dengan salah satu tiang pancang jembatan untuk aku naiki.’ kalian berdua sebisa mungkin menyedihkan. Dan di sanalah aku. bibirnya pucat.” katanya pada Nyonya. Sebentar-sebentar Anne harus berjuang untuk berdiri. “dan terasa seperti bertahun-tahun sembari flat itu terhanyut menuju ke jembatan dan air di dalamnya bertambah setiap saat.’ berulang-ulang. tapi saat itu 183 . Guinevere dan King Arthur. Allan.’ da Ruby. Kau tahu Elaine ‘berbaring seolah-olah dia tersenyum. sister yang manis. Flat itu mulai bocor. Dengan begitu flat akan penuh dan tenggelam jauh sebelum sempat sampai ke tanjung yang lebih rendah. menikmati keromantisan keadaannya itu sepenuhnya. Ada satu kesempatan—hanya satu. demi Tuhan senyumlah sedikit. Dimana kayuh-kayuh itu? Tertinggal di pendaratan! Anne dengan terengah mengeluarkan jeritan kecil yang tak terdengar oleh siapa pun. dalam prosesnya flat itu menggores dengan kasar tiang pancang yang tertanam.” Jadi flat itu didorong.

tak pernah berhenti meskipun mereka telah menyeberangi jalan utama untuk melihat sekilas ke arah jembatan.aku tak memikirkannya. bayangan yang bergetar dan seperti berminyak. Tak bisa berbuat apa-apa lagi. di buritan dengan tangan penuh dengan selendang yang meneteskan air dan kain krep yang basah. baru saja dia berpikir tak akan sanggup menanggung rasa sakit di lengan dan pinggangnya lebih lama lagi. bosan dan gusar. Benar-benar sangat sulit untuk berwibawa dalam keadaan seperti itu! “Apa yang telah terjadi. Anne. yang sangat membuatnya takjub. Kemudian. Jane dan Diana. melihatnya lenyap benar-benar di depan mata mereka dan tak ada kesangsian kecuali bahwa Anne ikut hilang bersamanya. kemudian. melihat mereka berlari dan mendengar jeritan mereka. Anne. Ruby. yang berpegangan erat dengan pasrah pada tumpuannya yang berbahaya. bergoyang-goyang lama. Kau tak terlalu berpikir tentang keromantisan ketika kau baru saja lepas dari ancaman terkubur dalam air. Gilbert Blythe datang ke bawah jembatan dengan mendayung dory Harmon Andrews! Gilbert memandang sekilas ke atas dan. saudara-saudara sekalian! Andaikan tak kan pernah ada yang datang! Andaikan dia menjadi sangat kelelahan dan kejang sampai-sampai tak sanggup bertahan lebih lama lagi! Anne melihat ke kedalaman hijau mengerikan di bawahnya. Menit-menit berlalu sudah. Aku langsung mengucapkan doa penuh syukur dan kemudian aku memusatkan perhatian untuk berpegangan dengan erat. karena aku tahu mungkin aku harus bergantung pada pertolongan manusia untuk kembali ke tanah kering. berjuang masuk ke dalam dory. Sejenak mereka terpaku berdiri. mereka mulai berlari dalam keadaan kalut menerobos hutan. 184 . yang telah siap menanti flat itu di tanjung yang lebih rendah. Anne?” tanya Gilbert. setiap menit terasa sejam oleh perawan bunga lily yang malang. “Anne Shirley! Bagaimana kau bisa ada di situ?” dia berteriak. sembari menjerit dengan suara sekeras-kerasnya.” Flat itu terhanyut ke bawah jembatan dan kemudian tenggelam dengan cepat di tengah-tengah sungai. tapi sementara itu posisinya sudah sangat tak nyaman. berpegangan erat pada tangan Gilbert Blythe. beku ketakutan karena tragedi itu. seputih kertas. Pertolongan akan segera datang. Tanpa menunggu jawaban dia berusaha mendekat ke tiang pancang dan mengulurkan tangannya. menaikkan kayuhannya. Imajinasinya mulai menunjukkan semua jenis kemungkinan yang sangat mengerikan padanya. Kenapa tak ada seorang pun yang datang? Kemana anak-anak itu pergi? Andaikan mereka pingsan. terlihat wajah putih mungil yang mencemooh melihat ke arahnya dengan mata abu-abu besar penuh ketakutan tapi juga penghinaan. dimana dia duduk.

185 . dia telah sangat menghinanya.” katanya dingin. tapi dia sadar akan rasa penyesalan yang aneh. Dan aku juga tak peduli!” Dia bergerak pergi dengan cepat dan sikap menantang. meloncat dengan cekatan ke darat. Aku tak bermaksud untuk membuatmu marah dan maksudku itu hanya untuk luculucuan saja. Flat itu mulai bocor dan aku keluar naik ke tiang pancang. bahkan tanpa melihat pada penyelamatnya. Dia tetap menegakkan kepalanya. tampaknya tak sedikitpun hilang dan melunak oleh waktu. Kekesalannya. Dia baru saja merasakan sebuah kesadaran aneh muncul dalam seluruh harga dirinya yang tersakiti bahwa ekspresi setengah malu. Anne lebih suka berpikir akan melegakan dengan duduk dan menangis sepuasnya. Dia benar-benar sungguh kacau. Apakah kau akan cukup baik untuk mengantarkanku sampai ke pendaratan?” Gilbert dengan menurut mengantarkan ke pendaratan dan Anne.“Kami sedang bermain Elaine. Gadis-gadis itu berlari mencari pertolongan. tapi tetap saja--! Pada keseluruhannya. “lihatlah kemari. Gilbert memanggilnya “wortel” dan telah membuatnya malu di depan seluruh sekolah. Dia hampir berharap telah menjawab Gilbert dengan cara yang berbeda. Tapi kegetiran dari penderitaan lamanya dengan cepat membuat ketetapan hatinya yang goyah menjadi kaku.” katanya tergesa. Anne Shirley. dan aku tak mau jadi temanmu!” “Baik!” Gilbert melompat ke dalam sampan kecilnya dengan rona kemarahan di pipinya. Gilbert Blythe. setengah menggebu dalam mata hazel Gilbert adalah sesuatu yang enak untuk dilihat. Tentu saja. dan Anne naik ke jalan kecil yang ditumbuhi tanaman pakis di bawah pepohonan maple. “Aku berhutang budi padamu. Tak bisakah kita jadi teman baik? Aku benar-benar menyesal telah membuat lelucon dengan rambutmu saat itu. “dan aku harus berhanyut-hanyut ke Camelot di dalam tongkang—maksudku flat. yang bagi murid lain dan orang yang lebih dewasa mungkin sama menggelikannya dengan penyebabnya. Jantungnya berdetak cepat.” Anne ragu sejenak. “Aku tak kan pernah lagi memintamu untuk berteman. karena reaksi dari ketakutannya dan harus terus menerus berpegangan erat membuatnya merasa begitu. Kejadian dua tahun lalu terbayang kembali sangat jelas dalam ingatannya seolah itu terjadi kemarin. Kupikir rambutmu sekarang sudah sangat bagus—sungguh aku jujur. itu sudah lama sekali. Yuk kita berteman. dengan meremehkan bantuan. “Anne. Lagipula. “Aku tak kan pernah menjadi temanmu. Tapi Gilbert juga telah melompat dari perahu dan sekarang memegang lengan Anne untuk menahannya. agak aneh.” Anne menjelaskan dengan tak ramah.” katanya dengan angkuh begitu dia berbalik. Dia benci Gilbert Blythe! Dia tak akan pernah memaafkannya! “Tidak.

“Oh. hampir memeluknya dan menangis karena lega dan gembira. Marilla. Disana mereka juga tak mendapati siapa pun. Barry sedang pergi. itu sangat romantis!” kata Jane. Anne?” erang Marilla. Di sini Ruby Gillis tak tahan untuk histeris. telah menenangkan saraf-sarafnya dan mengembalikannya ke kegembiraannya yang biasa.” Firasat Anne terbukti lebih dapat dipercaya daripada firasat yang mungkin suka dilakukan.Di tengah jalan dia bertemu dengan Jane dan Diana yang cepat-cepat kembali ke kolam dalam keadaan nyaris jauh dari hiruk-pikuk. dengan semangat lamanya yang kembali dalam sekejap.” jawab Anne cepat. “Apakah kau akan punya kesadaran. kawan. “Oh. Sebuah tangisan yang betul-betul.” jelas Anne dengan lelahnya. Dan Ruby sedang histeris—oh. akhirnya bisa cukup bernapas setelah ucapannya. “lalu Gilbert Blythe datang dengan mengayuh dory Tuan. “Tentu kau akan bicara dengannya setelah kejadian ini. kurasa aku akan sadar. Kita telah hancur dan kehilangan flat ayahmu. Diana. bagimana kau bisa selamat?” “Aku naik ke salah satu tiang pancang. ya. 186 . Andrews dan membawaku ke darat. Anne—kami pikir—kau sudah—tenggelam—dan kami merasa seperti pembunuh—karena telah memaksa—kau jadi—Elaine.” “Tentu saja aku tak kan bicara. Di keluarga Barry dan Cuthbert terjadi kegemparan besar ketika peristiwa sore itu terungkap. Semua yang kulakukan membuatku atau kawan-kawan tercintaku mendapat masalah. Aku benar-benar menyesal kalian sudah sangat ketakutan. sementara Jane dan Diana berlari menerobos Hutan Angker dan menyeberangi anak sungai menuju ke Green Gables.” ujar Marilla. Anne. Aku merasa yakin telah dilahirkan di bawah bintang sial.” Diana terengah-engah. Mereka tak menemukan seorangpun di Orchard Slope. dan aku punya firasat kita tak akan diijinkan berdayung di kolam lagi. Jane Andrews.” jawab Anne optimis. betapa tampannya dia! Oh. Anne. dan ditinggalkan agar sedapat mungkin pulih dari kehisterisannya. “Dan aku kan pernah mau mendengar kata-kata ‘romantis’ lagi. Tuan. Anne. “Kurasa kemungkinanku untuk menjadi bijaksana sekarang lebih cerah dari sebelumnya.” “Oh. dan Nyonya. “oh. Itu semua salahku. karena Marilla telah pergi ke Carmody dan Matthew sedang menyiapkan jerami di ladang belakang. yang memperturutkan kesunyian yang menyenangkan di loteng timur.” “Aku tak mengerti.

tapi sekarang keromantisan tidak dihargai.” bisiknya malu-malu. mengulang keras-keras pertentangan bagian syair dari MARMION—yang juga menjadi bagian dari pelajaran Bahasa Inggris mereka musim dingin sebelumnya dan yang Miss Stacy paksakan untuk mereka pelajari luar kepala—dan bersuka ria pada baris-barisnya yang padat dan ketidakserasian dalam perumpamaannya. Aku merasa benar-benar yakin kau akan segera melihat perbaikan besar dalam diriku dalam hal ini. Kesalahan kue obat gosok menyembuhkanku dari kecerobohan dalam memasak. Anne. yang sedang duduk diam di pojok. Anne. dan setiap kesalahan telah membantu menyembuhkanku dari beberapa kelemahan besar. Pewarnaan rambutku menyembuhkanku dari sifat suka berlagak. Sejak aku datang ke Green Gables aku telah membuat banyak kesalahan. Dan kesalahan hari ini akan menyembuhkanku dari bersikap terlalu romantis. dan Anne mengikuti mereka dengan melamun. simpanlah sedikit keromantisan itu.” Bab XXIX – Suatu Masa dalam Kehidupan Anne Anne meggiring sapi-sapi itu pulang dari padang rumput belakang melewati jalan Lover’s Lane. Kesalahan Hutan Angker menyembuhkanku dari membiarkan angan-anganku melantur. sangat jarang. Angin berhembus sekencang-kencangnya. Disana-sini jalanan tersirami dengan cahaya itu. Sekarang aku tak pernah memikirkan rambut dan hidungku—setidaknya.“Well. “hari ini aku telah belajar sebuah pelajaran baru dan berharga.” “Aku yakin aku sangat berharap. Aku sudah menyimpulkan tak ada gunanya mencoba untuk romantis di Avonlea.” jelas Anne. dan tempat di bawah pepohonan fir telah terisi dengan senja terang berwarna lembayung laksana wine yang halus. meletakkan sebelah tangan di bahu Anne ketika Marilla keluar. Itu suatu malam di Bulan September dan semua celah dan tanah terbuka di hutan dipenuhi dengan cahaya merah delima matahari terbenam. tapi untuk sebagian besar tempat sudah teduh di bawah pepohonan maple. “Jangan buang semua keromantisanmu. Tapi Matthew. Itu mungkin cukup mudah di Camelot yang bermenara ratusan tahun yang lalu. “sedikit romatis adalah hal yang baik—tidak terlalu banyak. Sapi-sapi itu berjalan menyusuri jalan dengan tenang.Marilla.” ujar Marilla skeptis. tentu saja—simpanlah sedikit. Masalah bros batu baiduri menyembuhkanku dari turut campur dengan sesuatu yang bukan milikku. Ketika dia sampai pada baris Para penombak yang keras kepala itu masih berhasil 187 . dan tak ada musik di dunia yang lebih indah daripada yang dibuat oleh angin pada pepohonan fir malam pada malam hari.

Anne. Itulah yang dikatakannya minggu lalu ketika Jane mengajakku pergi bersama mereka dengan kereta kuda bertempat duduk-ganda ke konser American di Hotel White Sands. tapi Marilla bilang sebaiknya aku tinggal di rumah mempelajari pelajaranku dan begitu juga dengan Jane. Ketika dia membukanya lagi terlihat Diana datang melalui pintu gerbang yang menuju ke lapangan keluarga Barry dan tampak sangat penting sampai-sampai Anne menebak dengan cepat ada kabar yang akan disampaikan. “Bukan. dan menurutnya itu akan tampak jauh lebih mirip dengan upacara pemakaman. “mungkin aku tak akan menyombongkan diri karenanya kalau pun dia melakukannya. “tapi oh. Aku kecewa sekali. Anne. Ini terlalu hebat. Diana. Tebak.” ujar Diana. Pacar Charlotte tak akan menyetujuinya. tetapi ketika malam tiba kupikir malam masih lebih indah. Aku ingin pergi. “Aku tak bisa mengira apa itu. Kau boleh punya tiga tebakan. Diana.” seru Diana marah. Aku merasa sangat sedih sampai-sampai aku tak ingin berdoa ketika 188 . “kalau tidak itu adalah Moody Spurgeon MacPherson melihat kau pulang dari pertemuan doa semalam. makhluk yang mengerikan! Sudah kuduga kau tak bisa menebaknya. Nah!” “Oh. Di waktu pagi aku selalu berpikir pagi hari adalah yang terbaik. “Bukankah malam ini persis seperti mimpi berwarna ungu.” bisik Anne.” “Ibu Jane akan mengijinkannya mengadakan pesta ulang tahunnya?” Diana menggelengkan kepalanya.Hutan mereka yang gelap dan tak dapat ditembus. mata hitamnya menari-nari karena suka cita. Diana? Itu membuatku sangat senang bisa hidup. merasa perlu bersandar di sebuah pohon maple untuk menopang. Tebak lagi. Hari ini ibu menerima sepucuk surat dari Aunt Josephine. “apa kau serius? Tapi aku takut Marilla tak kan mengijinkanku pergi.” sahut Anne putus asa.” “Akhirnya Charlotte Gillis akan menikah di gereja dan Nyonya. Ya kan?” “Kupikir tidak. dan Aunt Josephine mau kau dan aku pergi ke kota Hari Selasa depan dan berhenti dengannya untuk melihat Pameran.” jerit Anne. aku punya kabar yang seperti itu.” “Ini malam yang sangat bagus. Allan mau kita yang menghiasi gereja. dia berhenti dalam kegembiraan untuk memejamkan matanya bahwa mungkin lebih baik dia mengkhayalkan dirinya salah seorang dari kumpulan yang heroik itu. Dia akan bilang bahwa dia tak bisa mendukung keluyuran. Tapi dia tak mau memperlihatkan rasa penasarannya yang menggebu-gebu. karena itu akan sangat menyenangkan. karena belum ada seorang pun yang menikah di gereja.

Tapi Anne menganggap itu semua kegembiraan. maka harus berangkat pagi-pagi sekali. kan?” Marilla setuju untuk mengijinkan Anne pergi ke kota.akan tidur. dan sangat menjengkelkan mendengar anak-anak lain bicara tentang perjalanan mereka.” “Aku tak akan berpikir tentang itu sama sekali sampai aku tahu apa aku boleh pergi atau tidak. dan aku mencoba tidak membayangkan diriku berjalan di jalur antara tempat duduk di gereja pada Hari Minggu dengan setelan baruku dan topi. Tapi meskipun demikian bayangan itu masuk begitu saja ke dalam pikiranku. dan tahun ini mereka akan pergi lagi. itu lebih mudah bagiku. Topi barumu elegan. dengan tali dan rumbai-rumbai merah. Diana. Kurasa itu tak banyak berbeda dengan orang yang pada dasarnya memang baik. karena katanya dia tak bermaksud membuat Matthew pergi ke Nyonya. Menurut Marilla aku tak memerlukan jas baru. “kita akan membujuk Ibu untuk memintanya pada Marilla. Barry ingin pergi dan pulang pada hari yang sama. dan sangat serasi.” “Kuberitahu. Aku sangat senang. Diana—biru laut dan dibuat dengan sangat modis. Jane dan Ruby sudah dua kali. Mungkin dengan begitu dia akan mengijinkanmu pergi. Berhubung Charlottetown jauhnya sepanjang 30 mil dan Tuan.” ujar Anne tegas. dan telah bangun sebelum matahari terbit pada pagi Selasa.” sahut Diana. Apa menurutmu kita salah terlalu banyak memikirkan pakaian? Marilla bilang itu berdosa. Jauh lebih mudah menjadi baik kalau pakaian-pakaianmu modis. dan kalau dia mengijinkan kita akan merasa sangat bahagia. Barry harus mengijinkan anak-anak itu menginap pada Hari Selasa berikutnya. Topi itu salah satu dari topi-topi beludru mungil berwarna biru yang menjadi kegemaran. dan itu dibuat oleh seorang penjahit sungguhan di Carmody. Aku belum pernah pergi ke sebuah Pameran. Baju itu sangat cantik. Sekarang Marilla selalu membuat baju-bajuku dengan modis. Lynde untuk membuatnya. Tapi Matthew bilang aku harus punya sebuah jas baru. Topiku sangat cantik. karena langit sebelah timur di belakang pepohonan fir dari Hutan Angker semuanya seperti perak dan tak 189 . dan sudah diatur bahwa Tuan. Matthew membelikannya untukku pada hari saat kami berada di Carmody. Tapi aku menyesal karenanya dan bangun di tengah malam dan berdoa. itu akan lebih dari yang sanggup kutanggung. Setidaknya. Pandangan sekilas dari jendelanya membuatnya yakin bahwa hari itu akan cerah. Anne. Jas itu akan selesai Sabtu malam. Ketika aku melihatmu masuk ke gereja Hari Minggu lalu hatiku membengkak karena bangga memikirkan bahwa kau adalah teman yang paling kusayangi. jadi Marilla membeli sehelai kain tenunan dari sutra berwarna biru yang indah. Katanya jas lamaku akan cocok sekali untuk musim dingin sekali lagi dan bahwa aku harus puas dengan memiliki satu baju baru. “Kalau aku memikirkannya dan kemudian kecewa. Tapi jika seandainya aku benar-benar pergi Aku akan sangat gembira jasku akan siap saat itu juga. Tapi itu topik yang sangat menarik. karena aku takut tak dibenarkan untuk membayangkan hal semacam itu.

tapi aku sungguh tak berani berharap ada peningkatan lainnya.” ujarnya. dan kabut asap-biru tipis bergulung melewati lembah-lembah dan hanyut dari bebukitan. “Aku tahu aku tak terlalu berbintik-bintik seperti dulu.” Rumah Miss Barry dilengkapi dengan “keindahan yang hebat. Aku sangat senang menurutmu ada. Melalui celah pepohonan selarik cahaya bersinar di loteng barat di Orchard Slope. dan Anne berjalan cepat melintasi anak sungai dan menyusuri jalan melalui pepohonan fir menuju ke Orchard Slope. Anne telah berpakaian saat Matthew menyalakan api dan telah menyiapkan sarapan ketika Marilla turun. Dan kau juga tampak jauh lebih baik dari yang dulu. Sangat menyenangkan bicara terus menerus sepanjang jalanan yang lembab di awal pagi sinar matahari merah yang bergerak pelan melintasi ladang yang telah dipanen. sebuah tanda bahwa Diana juga sudah bangun. kau lebih tinggi dariku. dan segera mereka sudah berada di jalan. Miss Barry. Tapi aku berani bilang kau tahu itu tanpa harus diberitahu. tapi kemana pun jalan itu pergi ada banyak daya tarik untuk dibahas. nak. tapi di pihaknya sendiri merasa terlalu gembira untuk makan. Saat itu hampir tengah hari ketika mereka tiba di kota dan mengetahui jalan ke “Beechwood. kau gadis-Anne. terkadang jalan itu memutar sepanjang pantai pelabuhan dan dilewati oleh sekelompok kecil gubuk untuk memancing yang berwarna kelabucuaca.” “Sebenarnya aku tak tahu. Terkadang jalan itu melalui hutan di mana pepohonan maple mulai menggantung panji-panji berwarna merah tua. Setelah sarapan topi baru yang bergaya dan jaket dikenakan. jadi aku harus banyak bersyukur karenanya. lagi-lagi jalan itu menaiki bukit dari mana tampak sapuan jauh dari garis lengkung dataran tinggi atau langit biru-berkabut.” seperti yang kemudian Anne ceritakan pada Marilla.berawan. “Aku tak pernah masuk ke rumah Aunt Josephine sebelumnya. “Ya ampun. Tuan. betapa sudah dewasanya kau! Kukatakan. terkadang jalan itu menyeberangi sungai di atas jembatan sampai membuat tubuh Anne ngeri karena takut setengah-gembira yang sudah tak asing lagi. tapi Anne dan Diana menikmati setiap menit darinya. Barry dan Diana sedang menunggunya.” sahut Anne berseri-seri. Aku sungguh berharap Julia Bell bisa melihat ini—dia sungguh angkuh dengan ruang tamu ibunya.” Itu merupakan rumah besar yang benar-benar tua dan bagus.” 190 . Udaranya segara dan kering. Kedua gadis kecil desa itu agak malu dengan keindahan ruang tamu di mana Miss Barry meninggalkan mereka ketika dia akan memeriksa persiapan makan malam. Miss Barry menemui mereka di pintu dengan mata hitam tajamnya yang bersinar-sinar. Itu perjalanan yang panjang. dan aku tak tahu rumahnya sangat mewah. “Jadi akhirnya kau datang untuk menemuiku. “Bukankah ini persis seperti istana?” bisik Diana. dipindahkan ke belakang dari jalan dalam pengasingan pepohonan elm yang hijau dan pepohonan beech yang bercabang.

Allan. Aku benar-benar tak tahu bagian yang mana yang paling menarik. Dan aku senang bahwa aku merasa senang. Tapi ada banyak sekali orang di sana aku tak yakin akan ada yang memperhatikan ketidakhadiran Nyonya. Harmon Andrews menjadi juara kedua untuk apel Gravenstein dan Tuan. “Aku tak pernah membayangkan sesuatu yang sangat menarik. Aku tak yakin kuda itu yang akan menang. Marilla. karena kuda merah itu BENAR-BENAR menang. karena pacuan kuda ITU sangat menarik. bungabunga dan pekerjaan jahitan indah. Apa kau tahu? Katanya dia akan selalu memikirkan itu setelah ini ketika dia berdoa dengan sungguh-sungguh. Itu suatu hiburan ketika kau miskin—ada banyak sekali hal yang bisa kau khayalkan. Itu membuatku merasa sungguh amat tak penting.” cerita Anne pada Marilla kemudian. Nyonya. Marilla. kan? Nyonya. “Pameran itu bagus sekali. dia adalah anggota jemaat gereja. Diana. Diana menjadi sangat heboh sampai-sampai dia mengajakku bertaruh sepuluh sen bahwa kuda merah yang akan menang. Aku benar-benar senang dia jadi juara. dan aku merasa yakin tak ada guna menceritakan itu padanya. Ada ribuan orang di sana. dan aku tak pernah tahu seberapa besar aku benarbenar menyukainya sampai aku melihat wajahnya yang akrab di antara orangorang asing itu. Dari awal hingga akhir persinggahan itu penuh dengan kegembiraan.” Persinggahan mereka di kota adalah sesuatu yang Anne dan Diana nantinantikan selama bertahun-tahun. Selalu salah melakukan sesuatu yang tak bisa kau ceritakan pada istri pendeta. berpikir itu tugasnya untuk melarang dengan memberikan contoh yang baik dengan tidak menghadiri. Pada Hari Rabu Miss Barry membawa mereka ke daerah Pameran dan menahan mereka di sana seharian. Diana bilang menurutnya menggelikan bagi seorang pengawas sekolah-Minggu menjadi juara untuk babi. Josie Pye menjadi juara pertama dalam merajut renda. 191 .” desah Anne menikmati. Lynde ada di sana hari itu. Lynde tak mau pergi. tapi aku menolak untuk bertaruh. kupikir. dan Nyonya. Kupikir aku paling suka kuda-kuda. katanya pacuan kuda itu hal yang dibenci dan. Sebagus kesadaran tambahan untuk menjadikan istri pendeta sebagai temanmu. Lynde menjadi juara pertama untuk mentega dan keju buatan sendiri. Ada banyak sekali benda di ruangan ini dan semuanya sangat bagus sampai-sampai tak ada kesempatan untuk berkhayal. tapi aku tak tahu kenapa. Walaupun. aku tak harus sering pergi ke pacuan kuda. “dan gorden sutra! Aku telah mengimpikan hal-hal seperti ini. Bell juara pertama untuk babi. Lynde. Dan aku senang sekali aku tak bertaruh. Clara Louise MacPherson mendapat hadiah dalam melukis. Tapi apa kau tahu bagaimana pun aku tak yakin aku merasa nyaman dengan semua ini. karena aku ingin menceritakan semua hal pada Nyonya. Jadi Avonlea diwakili dengan cukup bagus. ketika aku bisa senang untuk keberhasilan Josie? Tuan. ya kan. karena itu menunjukkan aku mengalami peningkatan. Dan Miss Barry membawa kami ke tribune untuk melihat pacuan kuda.“Karpet beledu.

Itu kedengaran sangat menjemukan. dan bilang pada Miss Barry aku tak tahu bagaimana akan kembali ke kehidupan biasa lagi. dan bagaimana pun juga kurasa saat ini masih terlalu dini untuk berhati-hati terhadapnya. Tapi kelihatannya tak kan pernah sulit lagi bagiku untuk menjadi baik. Tapi ketika dia mulai bernyanyi aku tak pernah memikirkan hal lain. Marilla. Diana bilang dia yakin dia dilahirkan untuk kehidupan kota. itu akan sangat menggetarkan hati. Aku sangat kelelahan sampai tak bisa tidur malamnya. tapi. Es krim itu memang lezat. Kau membayarnya sepuluh sen lalu seekor burung kecil memilihkan peruntungan untukmu. Aku merasa seperti berlari ketika aku memandangi bintang-bintang. Dan aku sampai pada kseimpulan. itu terlalu sulit untuk dilukiskan. dimana seorang primadona yang terkenal akan bernyanyi. tapi aku tak terlalu mempedulikan seorang pun di antara mereka. Madame Selitsky benar-benar sangat cantik.dan aku akan kehilangan sepuluh sen. jadi mungkin kau tahu seperti apa rasanya. dan kami melihat seorang pria menjual peruntungan. Miss Barry memberi Diana dan aku masing-masing sepuluh sen untuk mengetahui peruntungan kami. Aku akan suka naik ke atas dalam balon. sepertinya itu air mata kebahagiaan. tapi bagaimana pun juga tidur di kamar tamu tak seperti yang pernah kubayangkan. Sesuatu yang sangat kau inginkan ketika kau kecil tampak tak separuh pun sangat menakjubkan ketika kau mendapatkannya. Marilla. “Oh. Jadi kau lihat bahwa kebaikan itu adalah ganjarannya sendiri. Marilla. Kami melihat seorang pria naik ke atas dalam sebuah balon. Marilla. tapi kubilang aku harus memikirkannya dengan sangat serius sebelum aku bisa mengatakan padanya apa sebenarnya yang kupikirkan. Aku hanya duduk membisu karena terpesona. Jadi aku memikirkannya setelah berada di tempat tidur. Bagi Anne malam itu merupakan impian kegembiraan yang megah. bahwa aku tidak dilahirkan untuk kehidupan kota dan bahwa aku senang karenanya. dan pada malam harinya Miss Barry membawa mereka ke sebuah konser di Academy of Music (Musik Akademi). itu hari yang tak kan-pernah-terlupakan. Peruntunganku adalah bahwa aku akan menikah dengan seorang pria berparas-gelap yang sangat kaya. dan aku mulai menyadarinya. Itu sebuah kamar yang elegan. Itu hal terburuk karena tumbuh dewasa. Ia bilang menurutnya kalau kami pergi ke restoran di seberang jalan dan makan es krim mungkin itu akan membantu. Oh. Air mata merebak di mataku. sesuai janji. Marilla. Oh. Aku melihat dengan hati-hati pada semua pria berkulit gelap yang kulihat setelah itu. Sangat menyenangkan sekali-kali makan es krim di sebuah restoran keren pada jam sebelas malam. dan mengenakan satin putih dan berlian. Miss Barry menempatkan kami di kamar tamu. tapi sebagai kegiatan tetap aku lebih suka 192 . Miss Barry tanya apa pendapatku. dan sangat menyenangkan dan boros duduk di sana makan es krim pada jam sebelas malam. dan aku akan pergi menyeberangi perairan untuk bertempat tinggal. oh. aku sangat gembira bahkan sampai tak bisa bicara. Marilla. tapi yang membuatku terkejut itu memang benar membantu. Itu merupakan kegiatan untuk merencanakan berbagai hal. Aku sangat menyesal ketika semuanya usai. aku tak bisa kuungkapkan padamu bagaimana rasanya.” Hari Kamis gadis-gadis itu pergi ke taman.

karena aku tidak sedang mencoba untuk melucu. kuharap kalian telah bersenang-senang. Miss Barry adalah seorang wanita tua yang agak egois. Tapi Miss Barry senang. dan manisnya mata dan bibirnya. Anne telah menghiburnya. Marilla.” Hari Jumat menyebabkan tibanya saat-pulang. Kalau aku punya seorang anak seperti Anne di rumah setiap saat aku akan jadi wanita yang lebih baik dan lebih bahagia. Kupikir aku tak menyukai itu. Aku bilang begitu pada Miss Barry saat sarapan keesokan paginya dan ia tertawa. Tapi Miss Barry merasa dirinya lebih sedikit memikirkan cara bicara Anne yang menarik perhatian daripada semangat tingginya yang segar.” sahut Diana. “Dan kau. karena tak ada jiwajiwa muda yang bersemangat itu.” Anne dan Diana merasa perjalanan pulang sama menyenangkannya dengan perjalanan pergi—sebenarnya. caranya memikat hati. kalau kenyataan harus diungkapkan. Diana tak kan pernah berani melakukan hal seperti itu dan merasa agak terperanjat dengan kebebasan Anne. “Kupikir Marilla Cuthbert sangat tolol ketika kudengar dia mengadopsi seorang anak perempuan dari sebuah panti asuhan.berada di loteng timur pada jam sebelas. Miss Barry memang biasa tertawa pada apa pun yang kukatakan. bahkan ketika aku mengatakan sesuatu yang paling sungguh-sungguh. Saat itu matahari telah terbenam ketika mereka melewati White Sands dan berubah menjadi jalanan pantai.” ujar Miss Barry. Kemudian ia masuk kembali ke dalam rumah besarnya dengan mendesah. Barry tiba untuk menjemput gadis-gadis itu. yang dengan menurutkan kata hati merangkulkan tangannya ke leher wanita tua itu dan menciumi pipinya yang keriput.” katanya pada diri sendiri. Tapi ia wanita yang paling ramah dan memperlakukan kami dengan meriah. tertidur nyenyak. dan ia berdiri di berandanya dan mengawasi kereta kuda itu sampai hilang dari pandangan. “Tentu kami telah bersenang-senang. dan karenanya dia sangat disayangi oleh wanita tua itu. bebukitan Avonlea menjadi gelap 193 . karena ada kesadaran menggembirakan akan adanya rumah yang menanti di akhir perjalanan. Di seberangnya. gadis-Anne?” “Aku menikmati setiap menit dari saat-saat itu. Ia menghargai orang hanya karena mereka dapat membantu atau menghiburnya. Tampaknya sangat kesepian. tapi semacam kepastian bahkan dalam tidurku bahwa bintang-bintang bersinar di luar dan bahwa angin bertiup di sela pepohonan fir melintasi anak sungai. emosinya yang blak-blakan. dan Tuan. “tapi bagaimana pun juga kurasa dia tak terlalu keliru. “Well. lebih menyenangkan. dan tak pernah terlalu peduli pada orang lain kecuali dirinya sendiri.” sahut Anne. ketika ia mengucapkan selamat tinggal.

kontras dengan langit yang berwarna kuning-jingga. dan memberikan laporan lengkap dari kunjungannya pada mereka. “Jadi kau sudah kembali?” ujar Marilla. Marilla. Di sini sangat sunyisenyap tanpamu. lalu kita akan segera makan begitu Matthew masuk. mengirimkan kehangatan pijar merahnya ke luar memintasi dinginnya malam musim gugur. Kuakui. dan aku tak pernah menghabiskan empat hari yang lebih lama. Anne berlari dengan riang gembira menaiki bukit dan masuk ke dapur. dan melalui pintu yang terbuka memancar api di perapian. Bergegaslah dan bukalah mantelmu. karena matanya sudah sangat sering kelelahan karena telah berumur.” ujar Anne. 194 . aku senang kau telah kembali.” Bab XXX – Disusunnya Kelas Queen Marilla meletakkan rajutan di pangkuannya dan bersandar di kursinya.” ujar Anne bersuka cita. “Kupikir kau akan lapar setelah perjalanan seperti itu dan butuh sesuatu yang benar-benar enak. “dan aku merasa bahwa itu melambangkan suatu masa dalam kehidupanku. di mana hidangan makan malam yang panas telah menunggu di meja.” dia mengakhiri dengan gembira. aku memang memasakkannya untukmu. bahkan ke jam dinding. Gelombang-gelombang pecah dengan gemerisik lembut di atas batu karang di bawahnya.” sahut Marilla. Setiap teluk kecil di sepanjang jalan yang berliku merupakan keajaiban riak yang menari. dan samar-samar ia berpikir bahwa ia harus berusaha mengganti kaca matanya saat berikutnya ia pergi ke kota. sangat menyenangkan bisa kembali. dan ketajaman bau laut sedang sangat segar dan kuat. tapi menyenangkan bisa bergembira lalu pulang ke rumah. melipat rajutannya. “Aku mengalami waktu yang menyenangkan. Tapi yang terbaik dari itu semua adalah pulang ke rumah.” Setelah makan malam Anne duduk di depan api di antara Matthew dan Marilla. Di belakangnya bulan mulai muncul dari laut yang membuat seluruh sinar menjelma menjadi cahayanya. Ketika dia menyeberangi jembatan kayu di atas anak sungai lampu dapur di Green Gables mengedip ramah padanya sebagai tanda selamat datang kembali. “Oh. dan oh. ayam panggang! Kau tak bermaksud untuk bilang kau memasakkannya untukku!” “Ya. “aku bisa mencium segala sesuatu. Matanya kelelahan. “Ya.

“Anne. Kenapa kau tak memanggilku. Terkadang dia berpikir dengan sedih bahwa Marilla sangat sulit untuk dapat disenangkan hatinya dan jelas-jelas kurang simpati dan pengertian. Dia sedang membaca. tapi bukunya telah jatuh ke lantai. Marilla menatapnya dengan kelembutan yang tak kan pernah sanggup menampakkan dirinya dalam cahaya yang lebih terang daripada campuran lembut dari kilauan api dan bayangan itu. dan sekarang dia bermimpi. persis seolah seseorang telah menyembunyikan mereka sampai musim semi di bawah selimut daun. Tapi dia selalu mengendalikan pikirannya dengan penuh celaan. “Miss Stacy ke sini tadi sore ketika kau berada di luar rumah dengan Diana. cintanya membuatnya takut menjadi terlalu memanjakan. karena waktu senja yang sempurna di Bulan November telah sampai di Green Gables. Semua makhluk-makhluk hutan yang mungil—pepohonan paku. Pastinya Anne sendiri tak tahu betapa Marilla mencintainya. Ia merasakan kegelisahan bahwa agak berdosa sangat membulatkan tekad terhadap seorang manusia seperti ia telah membulatkan tekadnya terhadap Anne. memandang ke dalam pijaran yang penuh kegirangan itu dimana sinar matahari dari seratus musim panas telah disaring dari kayu bakar pohon maple. Anne melekuk gaya-Turki di karpet perapian. Sekarang sangat menyenangkan berada di hutan. Puri-puri yang gemerlapan di Spanyol memperoleh bentuknya sendiri karena kabut dan pelangi dalam khayalannya yang hidup. petualangan yang menakjubkan dan memikat terjadi padanya di negeri awan—petualangan yang selalu berakhir dengan jaya dan tak pernah melibatkan dirinya dalam masalah seperti dalam kehidupannya yang sebenarnya itu. Marilla? Diana dan aku hanya di sekitar Hutan Angker.Saat itu nyaris gelap. aku sangat menyesal tak berada di rumah.” Anne kembali dari dunianya yang lain dengan terkejut dan helaan napas panjang. Kupikir itu adalah peri abu-abu dengan syal pelangi yang 195 . Tapi dia telah belajar untuk mencintai gadis ramping. “Benarkah? Oh. Sebenarnya. dan satu-satunya cahaya di dapur datang dari kobaran api merah yang menari-nari di kompor. mengingat apa yang telah diberikannya kepada Marilla. dan mungkin dia melakukan semacam penebusan dosa yang tak disengaja untuk hal ini dengan menjadi lebih tegas dan lebih kritis daripada bila gadis itu kurang disayanginya. bermata abu-abu ini dengan kasih sayang benar-benar lebih dalam dan lebih kuat dari sifatnya yang sangat tidak suka menunjukkan perasaannya. Pelajaran dari sebuah cinta yang akan memperlihatkan dirinya dengan mudah dalam kata-kata yang diucapkan dan pandangan yang terbuka adalah satu hal yang tak pernah mampu dipelajari oleh Marilla. dedaunan satin dan crackerberry—telah kesemutan. dengan senyuman di bibirnya yang terbuka.” ujar Marilla kasar.

Sungguh sangat mengerikan membayangkan berusia dua puluh tahun. Marilla. Itu membinasakannya. Itu berefek sangat buruk pada imajinasi Diana. dan semakin dia dewasa maka semakin parah. Miss Stacy membawa kami semua gadis-gadis yang sedang dalam masa remaja turun ke anak sungai Rabu yang lalu. Walaupun Diana belum benar-benar membulatkan tekadnya. Walaupun. membentuk kebiasaan yang pantas dihormati. dan biadab lalu mengubahnya menjadi lebih baik.” “Tentangku?” Anne tampak agak takut. kalau saja kau memberiku kesempatan untuk menyela. aku tahu apa yang dikatakannya. Jane Andrews yang meminjamkannya padaku. tapi aku lupa. Marilla. karena menurutnya mungkin akan lebih mulia menikahi seorang pria jahat. Aku sedang membacanya pada jam makan malam. Kau tahu. Kami merasa sangat sungguh-sungguh. Diana tak kan bicara banyak tentang itu. Dan kami telah memutuskan akan mencoba untuk benar-benar sangat berhati-hati. Hampir berumur empat belas tahun merupakan hal yang serius. Katanya kami tak boleh terlalu hati-hati apa kebiasaan yang telah kami bentuk dan cita-cita apa yang telah kami capai pada masa remaja kami. dan mengatakan itu pada kami. ya kan? Diana dan aku sedang merencanakan dengan sungguhsungguh untuk saling berjanji bahwa kami tak kan pernah menikah melainkan jadi perawan tua yang manis dan hidup bersama selamanya. Diana dan aku membicarakan masalah itu sepanjang jalan pulang dari sekolah. Kami merasa jauh lebih dewasa dari sebelumnya sampai tak cocok membicarakan masalah-masalah yang kekanakan. Kemudian wajahnya bersemu dan dia berteriak: “Oh. dan Ruby bilang dia tebak itu karena pemudanya tak setia kepadanya. Dan ia bilang kalau pondasinya rapuh kami tak kan pernah bisa membangun apa pun yang benar-benar bermanfaat di atasnya. Tak masalah para pemuda itu di tempatnya. Anne. jujur aku sungguh-sungguh. dan baru saja sampai pada 196 . Kedengarannya sangat tua dan dewasa. sekarang Diana dan aku banyak membicarakan tentang tema-tema yang serius. Nyonya. Ruby Gillis tak memikirkan apa pun kecuali para pemuda. Tapi kenapa Miss Stacy ke sini tadi sore?” “Itu yang mau kukatakan padamu. gagah. mempelajari semua yang kami mampu dan menjadi sebijaksana mungkin. Miss Stacy memergokiku sedang membaca Ben Hur di sekolah kemarin sore ketika seharusnya aku sedang belajar sejarah Kanada. Dia membicarakanmu. Lynde bilang Myrtle Bell adalah makhluk terkutuk. Aku bermaksud untuk memberitahumu. Marilla. Marilla. Aku tanya pada Ruby Gillis kenapa Myrtle dikutuk. tapi bukan untuk diseret ke dalam semua hal. dengan begitu saat kami berumur dua puluh tahun sifat-sifat kami akan berkembang dengan sepantasnya. Diana tak pernah melupakan omelan ibunya padanya karena mengkhayalkan hantu di Hutan Angker.datang dengan berjinjit sepanjang malam terang bulan yang lalu dan melakukannya. karena saat kami berusia dua puluh tahun sifat-sifat kami akan berkembang dan pondasi itu dipersiapkan untuk seluruh kehidupan kami di masa yang akan datang.

dan minta Miss Stacy untuk memaafkanku dan aku tak kan pernah melakukan hal seperti itu lagi. aku benarbenar terlihat seolah sedang belajar sejarah Kanada. Aku tak keberatan berjanji untuk tak lagi membaca buku yang seperti itu. bahwa apa yang telah kulakukan adalah suatu kebohongan. tapi MENDERITA SEKALI mengembalikan buku itu tanpa mengetahui bagaimana 197 . Marilla. Tapi Miss Stacy bilang itu buku yang tolol sekali. aku telah memperdayai guruku untuk mencoba terlihat sedang membaca sejarah ketika sebenarnya aku membaca buku cerita. dan ia memintaku untuk tidak lagi membaca buku itu atau yang sejenisnya. Allan berpendapat itu adalah buku yang tepat untuk dibaca seorang gadis berusia tiga belas tiga per empat tahun. Aku sangat asyik dengan buku itu sampai aku tak pernah tahu Miss Stacy datang berjalan di jalur tempat duduk sampai tiba-tiba aku mendongak ke atas dan di sana Miss Stacy sedang menunduk menatapku. Aku shock. lalu aku berusaha melakukan penebusan dosa dengan tak terlalu melihat Ben Hur selama seminggu penuh. bahkan tidak untuk melihat bagaimana akhir dari perlombaan kereta kuda perang.” “Miss Stacy tak pernah menyinggung hal seperti itu padaku. Kau tahu. Itu buku yang dipinjamkan oleh Ruby Gillis untukku. Jadi bagaimana pun kupikir ia sangat tak baik pergi ke sini bertemu denganmu untuk masalah itu. Miss Stacy membawa Ben Hur. oh. Bagaimana pun juga kau membaca terlalu banyak novel sekarang. Ia bilang aku sudah sangat bersalah dalam dua hal. sangat seperti-penuh celaan. aku sudah menghabiskan waktu yang seharusnya kugunakan untuk belajar. tidak berfaedah. Anne. Suatu hari ia memergokiku sedang membaca sebuah buku berjudul. Tapi Miss Stacy bilang ia tak kan mewajibkannya. Miss Stacy menyuruhku berjanji begitu. sementara selama ini aku bersuka ria dengan Ben Hur. karena keadilannya akan tak puitis jika dia tak menang—jadi aku membentangkan sejarah itu dalam keadaan terbuka di atas penutup mejaku dan kemudian menyelipkan Ben Hur di antara meja dan lututku. Tak bisa kuungkapkan padamu betapa malunya aku. Kau tak berhak membawa buku cerita ke sekolah. “Tentu saja buku itu agak terlalu mengasyikkan sebagai bacaan yang tepat untuk Hari Minggu. Ketika aku gadis aku tak diperbolehkan banyak melihat sebuah novel. dan hanya rasa bersalahmu lah yang menjadi masalahmu.perlombaan kereta kuda perang ketika sekolah masuk. dan aku membacanya hanya pada hari-hari kerja. Ia menahanku pada waktu istirahat dan bicara denganku.” “Oh. bagaimana bisa kau sebut Ben Hur sebuah novel sementara itu adalah sebuah buku yang benar-benar sangat religi?” sanggah Anne. dan kedua. terutama ketika kudengar Josie Pye terkikik-kikik. The Lurid Mystery of the Haunted Hall (Misteri Menakutkan Sebuah Gedung Berhantu). Marilla. Buku itu membuat darah di pembuluh darahku membeku. tapi kemudian ia tak pernah berkata sepatah kata pun. Aku benar-benar heboh ingin mengetahui bagaimana akhirnya—meskipun aku merasa yakin Ben Hur pasti menang. Dan sekarang aku tak pernah membaca SATU buku PUN kalau tidak Miss Stacy atau Nyonya. Marilla. Aku tak pernah sadar sampai saat itu. dan. Aku menangis sejadi-jadinya. buku itu sangat menarik dan menyeramkan. dan ia telah memaafkanku tanpa syarat. Pertama.

Miss Stacy mau mengorganisir sebuah kelas di antara murid-muridnya yang seudah lebih maju yang bermaksud belajar untuk ujian masuk ke kelas Queen. selama enam bulan terakhir. sejak saat Ruby dan Jane mulai membicarakan belajar untuk Penerimaan. Anne. namun kalau saja kau tahu berapa banyak hal yang ingin kukatakan dan tidak. “Aku tak kan bicara lagi—tak sepatah pun. Kau lebih tertarik pada suara dari lidahmu sendiri daripada yang lain.” “Oh. Andrews bilang ia menghabiskan biaya sebesar 150 dolar untuk menyelesaikan Prissy. terima kasih.akhirnya.” Anne melingkarkan tangannya di pinggang Marilla dan memandangi wajahnya dengan sungguh-sungguh. Kau akan selalu punya rumah di Green Gables selasa Matthew dan aku ada di sini. “Kulihat kau sama sekali tak mau mendengar apa yang telah dikatakan Miss Stacy. Aku 198 . Saat Matthew dan aku mengambilmu untuk dididik kami telah memutuskan untuk melakukan yang terbaik yang kami bisa untukmu dan memberimu pendidikan yang bagus. Tapi rasa sayangku pada Miss Stacy menahan ujian itu dan aku melakukannya. Ia berniat memberi mereka pelajaran tambahan selama satu jam sepulang sekolah. karena kurasa itu akan percuma sama sekali. Marilla. Please beritahu aku. Marilla. tapi tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di dunia yang tak pasti ini.” “Kurasa kau tak perlu mengkhawatirkan bagian dari masalah itu. “Telah jadi impian hidupku—itu. apa yang kau bisa lakukan ketika kau benar-benar ingin sekali menyenangkan seseorang yang tertentu. Pendapatmu sendiri bagaimana. “Aku amat sangat berterima kasih padamu dan Matthew. Marilla. Anne? Apa kau mau ke kelas Queen dan dipandang sebagai seorang guru?” “Oh. Tapi aku tak mengatakan apa pun tentang itu. Aku akan suka menjadi seorang guru. tentu saja.” “Well. Dan aku akan belajar sekeras yang aku bisa dan melakukan yang paling terbaik untuk menjadi kebanggaanmu. dan memang sebaiknya itu dipersiapkan. Marilla!” Anne menegakkan lututnya dan menggenggam tangannya.” jerit Anne menyesal. aku sungguh mau mendengarnya.” ujar Marilla. tapi aku benar-benar sedang mencoba untuk mengatasinya. Tapi tidakkah itu akan sangat mahal? Tuan. Marilla.” “Oh. dan Prissy bukan orang bodoh dalam geometri.” “Well. kurasa aku akan menyalakan lampu dan mulai bekerja. Itu sangat menakjubkan. Aku percaya pada gadis yang terbiasa mencari nafkahnya sendiri apakah sesungguhnya dia perlu melakukannya atau tidak. Aku tahu aku bicara terlalu banyak. Jadi kau boleh bergabung dalam kelas Queen kalau kau mau. kau pasti akan mempercayainya. Dan ia datang untuk bertanya pada Matthew dan aku apa kami akan mengijinkanmu bergabung di dalamnya. dan meskipun aku bicara jauh terlalu banyak.

Kau belum akan siap untuk mencoba Penerimaan selama satu setengah tahun. dan dia cepatcepat menarik diri ke belakang halaman grammar Latinnya yang terangkat untuk menyembunyikan air mata di matana.” ujarnya malam itu dengan penuh kesedihan. seperti yang dikatakan Tuan.memperingatkanmu untuk tak berharap banyak mengenai geometri. Tapi kita tak bisa membuat sesuatu sempurna di dunia yang tak sempurna ini. Diana Barry tidak. tapi tak disangsikan ia mengatakan sangat banyak hal yang benar sekali. Terkadang Nyonya. oh. Ruby Gillis. Itulah puncak cita-cita mereka. tak kan 199 . Anne Shirley. kata Miss Stacy. Allan dalam khotbahnya hari Minggu lalu. Marilla. Ruby bilang dia hanya akan mengajar selama dua tahun setelah dia selesai. Kau tak perlu repot membunuh dirimu dengan keterlaluan dengan buku-bukumu. Charlie Sloane.” Tak pernah-pernah Marilla bilang pada Anne persis seperti apa yang dikatakan oleh Miss Stacy tentangnya. Anne tak kan membiarkan Gilbert Blythe atau Josie Pye melihat air mata itu. Jane dan Ruby baru akan belajar untuk jadi guru. kau juga kan. Gilbert Blythe. Miss Stacy bilang kau cerdas dan rajin. Aku akan menyebutnya sebuah tujuan yang bermanfaat untuk keinginan menjadi seorang guru seperti Miss Stacy. Lynde. “karena aku punya satu tujuan dalam hidup. Lynde bukanlah orang yang persis menyenangkan. Kelihatannya ini benar-benar merupakan malapetaka bagi Anne. dan tak kan pernah. Josie Pye. dan Moody Spurgeon MacPherson bergabung di dalamnya. saat kulihat Diana keluar sendirian. tapi kupikir aku bisa bertahan dalam hal yang lain kalau aku bekerja keras. Hanya saja ia bilang pertama kita harus meyakinkan bahwa itu adalah tujuan yang bermanfaat. Tuan. Jane bilang dia akan mengabdikan seluruh hidupnya untuk mengajar. “Tapi. dan kemudian dia berniat untuk menikah. Marilla? Menurutku itu adalah profesi yang mulia sekali. untuk berjalan pulang sendirian melewati Birch Path dan Violet Vale. Pada malam ketika pertama kalinya kelas Queen tinggal di sekolah untuk pelajaran tambahan dan Anne melihat Diana keluar perlahan dengan yang lain.” “Aku berani bilang kau akan maju dengan cukup baik. Dan kupikir kelas Queen akan amat sangat menarik. Tak pernah. karena orang tuanya tak berniat mengirimnya ke kelas Queen. Sebuah gumpalan muncul di tenggorokannya. Jane Andrews. hal itu pasti akan memanjakan sifat berlagak. Tak perlu terges-gesa.” ujar Anne bahagia. Allan bilang setiap orang harus punya tujuan dalam hidup dan mengejarnya dengan sungguhsungguh.” “Sekarang aku akan lebih mencurahkan perhatian pada pendidikanku. itu semua kenangan yang bisa menahannya tetap duduk dan tidak menuruti kata hati untuk berlari mengejar sahabat karibnya. “Kupikir betapa menyenangkan jadinya kalau saja Diana ikut belajar untuk Penerimaan juga. sejak malam di saat Minnie May sakit batuk disertai asma. aku benar-benar merasa bahwa aku telah merasakan getitnya kematian. dia dan Diana terpisah dalam apa pun.” Kelas Queen itu diorganisir pada waktu yang semestinya. seperti kata Nyonya. Tapi baik untuk mulai pada waktunya dan mengerti dasar-dasar sepenuhnya.

Dia bicara dan bersenda gurau dengan gadis-gadis lain. melihat Anne sedang membuka Caesar-nya. Sejak hari di dekat kolam saat dia menolak mendengarkan permohonan maafnya. Dia adalah musuh yang berjasa untuk diri Anne yang seperti baja. dan telinganya yang menonjol seperti kepakan. menyediakan untuk yang tersebut tadi persaingan yang telah ditetapkan. Aku menduga Jane bicara berdasarkan pengalaman yang menyedihkan. Jauh di dalam hatinya yang keras. katanya tentu saja itu berbeda dengan anak yatim yang hidup dengan derma—MEREKA harus semangat. Lynde dia tak kan pernah sukses di bidang itu. Gilbert. dan mata birunya yang kecil. dan bahwa jika dia punya kesempatan saat di Lake of Shining Waters lagi dia akan menjawab dengan sangat berbeda. dan yang diam-diam membuatnya cemas.” sahut Anne dengan menghina. Sia-sia dia berkata pada dirinya sendiri dengan menegakkan kepala bahwa dia tak peduli. seperti yang tampak.pernah menikah. Ada persaingan terang-terangan di antara Gilbert dan Anne sekarang. Nyonya. karena kau digaji untuk mengajar. tapi tak diragukan lagi bahwa Gilbert ditetapkan sebagai juara di kelas sebagaimana juga Anne. tapi sungguh bayangan Moody Spurgeon menjadi seorang pendeta membuatku tertawa. saling bertukar buku dan puzzle dengan mereka. dan Anne tahu bahwa tak menyenangkan dianggap tak ada. Kuharap ini bukan kenakalanku. Tapi Anne Shirley benar-benar dianggapnya tak ada. membahas pelajaran dan rencana. “Kebetulan saja aku tak tahu apa cita-citanya dalam hidup—kalau pun dia punya. Anggota lain di kelas diam-diam mengakui keunggulan mereka. Charlie Sloane bilang dia akan terjun ke politik dan menjadi anggota Parlemen. karena Nyonya. hati kecil yang feminin dia tahu bahwa dia sungguh peduli. Moody Spurgeon akan menjadi seorang pendeta. dan hanya bangsat yang berhasil dalam politik sekarang ini. tapi kata Nyonya. Dia anak laki-laki yang benar-benar tampak-lucu dengan wajah gemuk besar itu.” “Gilbert Blythe akan jadi apa?” tanya Marilla. Marilla. karena dia tak kan harus mendapat penghasilan sendiri. Josie Pye bilang dia baru akan pergi ke perguruan tinggi bidang pendidikan. tapi seorang suami tak kan membayar apa pun untukmu. Sebelumnya persaingan itu lebih ke sebelah pihak. dan lebih jahat daripada skimming kedua. dan berkata dengan marah jika kau minta bagian dari telur dan uang mentega. Lynde bilang dia tak bisa jadi sesuatu yang lain dengan nama seperti itu untuk perbuatan yang sesuai. tak menunjukkan pengakuan apa pun akan adanya Anne Shirley. karena keluarga Sloane semuanya adalah orang-orang yang jujur. Tapi mungkin dia akan tampak lebih cerdik pandai ketika tumbuh dewasa. dan tak pernah bermimpi untuk bersaing dengan mereka. Lynde bilang ayahnya adalah orang tua yang benar-benar aneh. dia menyadari bahwa kekesalannya dulu pada 200 . Tiba-tiba. terkadang berjalan pulang dengan seseorang atau yang lain dari pertemuan doa atau Debating Klub.

dengan sangat sukses sampai Gilbert. kalian tahu—tahun terakhir sebelum Penerimaan. terus menerus. Anne sadar bahwa dia telah memaafkan dan melupakan tanpa menyadarinya. melihat keluar dari jendela dengan murung dan mengetahui bahwa kata kerja Bahasa Latin dan latihanlatihan Bahasa Prancis telah kehilangan semangat keras yang mereka miliki pada bulan-bulan musim dingin yang segar dan kering. lagu-lagu baru untuk dilatih untuk paduan suara sekolah-Minggu. Kemudian belajar menjadi agak sedikit menjemukan. Satu-satunya hiburan jelek yang dirasakannya adalah bahwa Anne mengejek Charlie Sloane. dan tak sepantasnya. bahkan tidak juga Diana. jalan pintas hutan yang rindang dan jalanan kecil padang rumput.” kata Miss Stacy pada mereka pada malam terakhir. tertarik. nyaris sebelum Anne menyadarinya.” dan boleh dibilang sekarang ini dia telah melakukannya.Gilbert telah lenyap—lenyap tepat saat dia sangat membutuhkan tenaga yang tak ada habisnya. Sebaliknya musim dingin berlalu dalam serentetan tugas yang menyenangkan dan belajar. “dan kalian berhak mendapatkan liburan yang menyenangkan. “Tapi kalian telah belajar dengan baik tahun yang lalu ini. Bagi Anne hari-hari berlalu bagaikan manik-manik keemasan pada kalung tahun. Milikilah waktu terbaik yang kalian bisa di dunia luar-ruangan dan simpanlah kesehatan. di sana ada pelajaran untuk dipelajari dan penghargaan untuk diraih. Bahkan Anne dan Gilbert ketinggalan dan bertambah acuh tak acuh. kekuatan dan cita-cita dalam persediaan yang memadai untuk membantu kalian di tahun berikutnya. yang tertinggal di sekolah sementara yang lain berpencar ke jalanan hijau. yang boleh jadi tidak begitu acuh-tak-acuh sama sekali seperti yang tampak. Dia bahagia.” “Apakah anda akan kembali tahun depan. Miss Stacy?” tanya Josie Pye. tak bisa menghibur dirinya sendiri dengan keyakinan bahwa Anne merasakan cemoohannya yang dimaksudkan untuk balas dendam. Tapi itu sudah terlambat. dan kemudian. bergairah. Sia-sia dia mengingat kembali setiap kejadian dan emosi dari peristiwa yang patut menjadi kenang-kenangan itu dan mencoba untuk merasakan kemarahan dulu yang menyenangkan itu. Hari di dekat kolam itu telah menjadi saksi kedipan terakhirnya yang tak tetap. musim semi telah tiba lagi di Green Gables dan seluruh dunia berbunga sekali lagi. buku yang menyenangkan untuk dibaca. Allan. 201 . sore Sabtu yang menyenangkan di rumah pendeta dengan Nyonya. kelas Queen. akan curiga betapa menyesalnya dia dan betapa dia sangat berharap dia tak begitu sombong dan mengerikan! Dia memutuskan untuk “menyelubungi perasaannya dalam kelupaan yang paling dalam. Dan setidaknya tidak Gilbert atau pun yang lain. Pengajar dan yang diajar sama saja gembira ketika masa belajar telah usai dan hari-hari liburan yang menyenangkan terbentang penuh harapan di depan mereka. Itu akan menjadi pertarungan sengit. riang gembira. dengan tanpa belas kasihan.

Lynde bilang bahwa kalau tahun depan aku tetap bertambah tinggi seperti di tahun ini maka aku harus memakai rok yang lebih panjang.” sahut Miss Stacy. Aku hanya akan membiarkannya merajalela dalam batasan yang logis. Dan saat aku memakai rok yang lebih panjang aku akan merasa bahwa aku harus berbuat sesusai dengan rok itu dan menjadi berwibawa sekali. aku sangat senang. Dan Nyonya. dalam hal ini semua murid lain di kelas merasa berterima kasih padanya. akan benar-benar mengerikan bila kau tak kembali. Ruby Gillis akan segera mengadakan pesta ulang tahun dan bulan depan ada piknik sekolah-Minggu dan konser penginjil. Jadi aku akan tetap di sini dan membantu kalian. “Aku bahkan tak akan melihat ke buku-buku pelajaranku saat liburan. Nyonya. Tapi aku ingin melewati waktu yang benar-benar menyenangkan dan gembira musim panas ini. Aku tak yakin bisa sampai hati melanjutkan pendidikanku sama sekali kalau guru lain yang datang ke sini. “Ya. tapi semuanya ingin. dengan mata berbinar.” ujar Anne. Marilla. tak seorang pun dari mereka akan berani menanyakan itu pada Miss Stacy. Oh. Aku takut. bahkan ketika huruf-huruf NYA diganti. Katanya aku benar-benar terus memanjang ke kaki dan mata. Aku benar-benar jemu dengan semua hal yang masuk akal dan aku akan membiarkan imajinasiku merajalela selama musim panas. kemudian itu tak kan cocok untuk mempercayai peri-peri.” kata pada Marilla. Sebelumnya Moody Spurgeon tak pernah terpengaruh oleh perasaannya.Josie Pye tak pernah keberatan untuk bertanya. karena mungkin ini musim panas terakhir aku akan jadi seorang gadis kecil. dan selama seminggu wajahnya bersemu dengan tak enak setiap saat dia membayangkan hal itu. Terus terang. dan melempar kunci itu ke dalam kotak selimut. karena suatu waktu ada rumor mengejutkan yang beredar bebas di sekolah bahwa Miss Stacy tak akan kembali tahun depan—bahwa ia telah ditawarkan sebuah jabatan di sekolah dasar daerahnya sendiri dan bermaksud untuk menerimanya. aku bertambah semakin tertarik dengan murid-muridku di sini sampai aku merasa tak dapat meninggalkan mereka. “Stacy sayang. “Aku sudah belajar sekeras mungkin sepanjang masa belajar dan sudah mempelajari geometri dengan rajin sampai aku tahu luar kepala setiap rumus dalam buku pertama.” “Hore!” sahut Moody Spurgeon. Kelas Queen merasa tegang sekali menyimak jawaban darinya dengan menahan napas. kurasa aku akan kembali. jadi aku akan mempercayai mereka dengan sepenuh hatiku musim panas ini. kau tak perlu terkejut. Barry bilang bahwa suatu malam ia akan membawa Diana dan aku ke Hotel White 202 . Kupikir kami akan mengalami liburan yang sangat meriah. tapi aku telah memutuskan untuk kembali ke Avonlea. “aku berencana untuk beralih ke sekolah lain. “Oh.” Ketika Anne sampai di rumah malam itu dia mengatur semua buku pelajarannya dalam sebuah peti tua di loteng. menguncinya.

’ Tapi aku salah dan aku benar-benar senang karenanya. “Pasti dia merupakan bantuan besar bagimu. Aku pernah takut dia tak kan dapat mengatasi ketololannya. Tidak. Oh. tapi dia juga tak boleh melakukan pekerjaan yang sangat berat dan sebaiknya kau beritahu Matthew untuk tidak bernapas seperti untuk tidak bekerja. Thomas. aku tak pernah seperti itu. tapi dia lebih sering sakit dari pada sebelumnya dan aku mencemaskannya. Marilla Cuthbert akan hidup untuk menyesali langkah yang diambilnya. yang tak berniat sedikit pun untuk melakukan hal yang lain. Marilla. Kemari dan bukalah mantelmu. begitu Marilla menemaninya sampai ke ujung jalan saat matahari terbenam. melihatmu begitu mendesak. Ketika Marilla tak hadir di pertemuan The Aid orang-orang tahu ada sesuatu yang tidak beres di Green Gables. Itu cukup mudah. “Matthew mengalami rasa sakit pada jantungnya Hari Kamis. mereka makan malam di sana pada malam hari. Nyonya. karena Matthew tak berusaha mencari kehebohan dengan cara apa pun dan tak pernah berusaha melakukannya. ‘Catat kata-kataku. ya. Jane Andrews berada di sana sekali musim panas yang lalu dan katanya itu merupakan pemandangan yang mempesona melihat lampu-lampu listrik.” ujar Nyonya. tapi dia telah mengatasinya dan sekarang aku tak akan takut mempercayainya dalam hal apa pun.” jelas Marilla. dia sudah sehat lagi sekarang.Sands dan makan malam di sana. Aku tak termasuk orang-orang yang seperti itu. syukur pada Tuhan. yang tak pernah bisa digerakkan hatinya untuk mengakui sepenuhnya bahwa mereka telah membuat kesalahan. Rachel. 203 .” Nyonya.” aku Nyonya. “Tuhan. Rachel. Kau tahu. bunga-bunga dan semua tamu wanita dalam busana yang sangat cantik. “dan sekarang dia benar-benar stabil dan dapat diandalkan. Jane bilang itu adalah pandangan sekilasnya yang pertama dalam kehidupan golongan atas dan dia tak kan pernah melupakannya sampai hari kematiannya. Lynde datang keesokan sorenya untuk mengetahui kenapa Marilla tak hadir di pertemuan The Aid pada Hari Kamis.” “Memang. Rachel. akankah aku lupa kemarahannya itu! Ketika aku pulang malam itu aku bilang pada Thomas. kubilang. “Kuakui Anne telah berubah menjadi seorang gadis yang benar-benar cerdas. tinggal. Kau akan tinggal sampai saatnya minum teh?” “Well. “dan aku merasa tak ingin meninggalkannya.” sahut Marilla. Dokter bilang dia harus berhati-hati untuk menghindari kehebohan. Rachel dan Marilla duduk dengan nyaman di ruang tamu sementara Anne mengambilkan teh dan membuat biskuit panas yang cukup ringan dan putih untuk tahan menghadapi bahkan kritikan Nyonya.” ujar Nyonya. Rachel. Rachel. mungkin sebaiknya aku.” “Tak pernah terpikir olehku dia akan berubah dengan sangat baik hari pertama aku di sini tiga tahun yang lalu itu.

Anne mengalami musim panas yang sangat menyenangkan dalam hidupnya selama adanya kebebasan dan kegembiraan. merubah bentuk mulutnya. kau pun. Hasilnya. meskipun aku tak bisa bilang aku sangat suka pada gayaku sendiri yang pucat dan bermata-besar itu. Willowmere dan Victoria Island. memetik berry. 204 . Penampilan Ruby Gillis benar-benar mengesankan. Dia dan Diana hampir tinggal di luar rumah. dengan sebuah langkah yang akan bisa memuaskan dokter dari Spencervale dan hati yang penuh dengan cita-cita dan semangat sekali lagi. Dryad’s Bubble. kau teman lama yang baik. yang tak pernah ada di dunia ini. Dokter dari Spencervale yang datang pada malam Minnie May menderita batuk disertai asma bertemu dengan Anne di rumah seorang pasien pada suatu sore di awal liburan. kecuali khususnya dalam penampilan. itulah. menggelengkan kepalanya.” Pesan ini membuat Marilla sangat takut. aku senang melihat mukamu yang jujur sekali lagi—ya. Benar-benar menakjubkan bagaimana dia berkembang lebih baik selama tiga tahun ini. Tak ada yang membuatnya tak berarti dengan peraturan yang berhasil dengan anak-anak yang lain. karena seorang penyihir anak-anak yang tak diharapkan. “Oh. meskipun dia tak separuhnya cantik. Aku suka lebih semangat dan berwarna. aneh. memandanginya dengan tajam. dan berkhayal sepuas-puasnya. Isinya adalah: “Biarkan gadis berambut-merah mu itu tetap di ruangan terbuka sepanjang musim panas dan jangan biarkan dia membaca buku sampai dia mendapat loncatan yang lebih dalam tindakannya. bersuka ria dengan semua kegembiraan yang ada di Lover’s Lane. dia membuat mereka tampak agak biasa dan berlebihan—sesuatu seperti mereka bunga lily June berwarna putih dia sebut bunga bakung berdampingan dengan peony merah dan besar.” Bab XXXI – Tempat Anak Sungai dan Sungai Bertemu Anne melewati musim panasnya yang “bagus” dan menikmatinya dengan sepenuh hati.Aku sungguh telah salah menilai Anne. Marilla tak keberatan dengan tingkah Anne yang seperti gipsi. itulah dia. geometri. Ia membaca jaminan kematian Anne dengan melihat surat itu dan kalau surat itu tak dituruti dengan cermat. tapi itu bukannya tak mengherankan.” ujarnya begitu dia membawa turun buku-bukunya dari loteng. Dia berjalan. berdayung. Dia akan jadi seorang gadis yang benar-benar cantik. seperti Diana Barry dan Ruby Gillis. “Aku benar-benar merasa seperti belajar dengan kekuatan penuh. Tapi bagaimana pun juga—aku tak mengerti bagaimana tapi saat Anne bersamasama mereka. dan ketika Bulan September tiba matanya menjadi cemerlang dan siap siaga. dan mengirimkan sebuah pesan untuk Marilla Cuthbert melalui orang lain.

“aku mau memberitahu sesuatu padamu dan bertanya apa pendapatmu. Terkadang kupikir dia akan punya pengaruh lebih untuk kebajikan. Allan memberikan khotbah yang luar biasa bagus? Nyonya. seperti kata Tuan.Aku mengalami musim panas yang benar-benar indah. Tidakkah Tuan.” “Ya. Anne. Aku sungguh ingin menjadi baik. Marilla. Tapi seringnya saat aku dengan Nyonya. “Ia banyak memberikan khotbah tak resmi sebagaimana adanya. “Kalau kau memang seperti itu kurasa aku juga. aku yakin ia mampu. Lynde bisa berdoa benar-benar sebagus Pengawas Bell dan aku tak ragu ia juga bisa berkhotbah dengan sedikit latihan. Kenapa wanita tak boleh jadi pendeta. Marilla? Aku menanyakan itu pada Nyonya. apa kau melihatnya. Itu telah membuatku sangat khawatir—pada sore Sabtu. Kalau aku seorang pria kupikir aku akan jadi pendeta. Tapi aku tak mengerti kenapa.” “Marilla. seperti katamu sendiri. dan saat aku bersamamu atau Nyonya. dan pasti menggetarkan hati saat memberikan khotbah yang bagus dan menggerakkan hati para pendengarmu. ketika aku khusus memikirkan masalah tertentu. Tapi aku tak melihat gunanya menemui kesulitan di tengah jalan. kalau dia tak tak melulu 205 . karena Rachel sering sangat berpengaruh seperti itu atasku. tapi syukur pada Tuhan kita tak sampai pada tahap itu di Canada dan ia berharap kita tak pernah akan. Lynde aku merasa benar-benar sangat jahat dan seolah aku ingin pergi dan melakukan hal yang memang dikatakannya tak seharusnya kulakukan. Allan Hari Minggu yang lalu. Kupikir wanita bisa jadi pendeta yang bagus.” ujar Marilla acuh tak acuh. Aku yakin Nyonya. Allan atau Miss Stacy aku menginginkannya lebih dari sebelumnya dan aku ingin melakukan persis apa yang bisa membuat kalian senang dan apa yang akan kalian setujui. kalau ilmu keagamaan mereka masuk akal. Mereka bisa punya pengaruh untuk kebajikan. Kemudian ia tertawa. menurutmu apa sebabnya aku merasa seperti itu? Apa menurutmu itu karena aku benar-benar buruk dan tak mungkin berubah?” Marilla tampak ragu sejenak. Aku merasakan godaan yang tak tertahankan untuk melakukannya. Katanya mungkin di States ada pendeta perempuan dan ia yakin ada. Lynde bilang setiap hari kemampuannya semakin meningkat dan hal pertama yang kami ketahui satu gereja kota akan langsung mempekerjakannya dan kemudian kita akan ditinggalkan dan harus mulai bekerja untuk melatih pengkhotbah yang belum berpengalaman. Tak ada seorang punya banyak kesempatan berbuat salah di Avonlea dengan adanya Rachel yang mengawasi mereka. Marilla? Kupikir lebih baik kita nikmati saja Tuan. Nah. itulah. dan sekarang aku gembira laksana pria kuat yang akan mengikuti perlombaan.” ujar Anne dengan ledakan kepercayaan diri. Ketika harus mempersiapkan pertemuan ramah tamah atau jamuan teh di gereja atau apa pun yang lain untuk mengumpulkan uang wanita harus mulai bekerja dan melakukan pekerjaan itu. Lynde lalu ia shock dan bilang itu akan jadi hal yang keji. Allan selagi kita masih memilikinya.

Rachel adalah seorang wanita Kristen yang baik dan dia bermaksud baik. Tumbuh dewasa merupakan hal yang serius. Miss Stacy kembali ke sekolah Avonlea dan mendapati semua muridnya bergairah untuk berusaha sekali lagi. hal-hal yang membingungkanmu. Tentu saja aku tahu itu tak benar-benar perlu.” “Aku sangat senang kau merasakan hal yang sama. mengancam hal yang menentukan itu yang dikenal dengan “Penerimaan. Tak ada orang yang lebih baik di Avonlea dan dia tak pernah melalaikan bagian dari pekerjaanya. Matthew. Aku merasa itu sebuah tanggung jawab besar karena aku hanya punya satu-satunya kesempatan. Aku tahu aku akan dapat belajar dengan lebih baik karena bajubajuku. Tapi aku berani katakan akan ada hal-hal lain yang membuatku cemas. Terutama kelas Queen benar-benar bersiap sedia untuk kehebohan itu. Marilla? Tapi ketika aku punya teman yang benar-benar baik sepertimu. Allan. Aku tak akan terlalu mengkhawatirkannya setelah ini. Kau menjawab satu pertanyaan lalu muncul pertanyaan lain langsung setelahnya. Musim panas ini aku sudah tumbuh dua inci. Mereka timbul baru setiap saat—kau tahu. Ada banyak hal yang harus dipikirkan dan diputuskan saat kau mulai tumbuh dewasa. aku seharusnya tak bicara seperti itu.” pada pikiran yang semuanya merasa hilanglah semangat mereka masuk ke dalam sepatu. persaingan kelas sama 206 . dimana nama Gilbert Blythe disanjung di tempat teratas dan di dalamnya namanya tak nampak sama sekali. Tugas sekolah sama menariknya. membahagiakan. Jauh di dalam pikiranku aku akan merasa benar-benar nyaman mengenai lipatan itu. dan Miss Stacy aku harus berhasil tumbuh dewasa. Marilla. Nyonya. Itu membuatku selalu sibuk karena memikirkannya setiap saat dan memutuskan mana yang benar. Tapi itu adalah musim dingin cepat-berlalu yang menyenangkan.” ujar Anne dengan jelas. Ketika Anne mengalami mimpi buruk dia mendapati dirinya menatap dengan sedih pada daftar kelulusan ujian Penerimaan. telah membayangi dengan suram jalan kecil mereka. Baju yang berwarna hijau-gelap sangat bagus dan kau sungguh baik hati dengan menambah lipatan pada baju itu. Kalau aku tak bisa tumbuh dewasa dengan benar aku tak bisa kembali dan memulainya lagi. sampai dengan sore-sore Minggu. Aku sangat senang kau membuat baju-baju baruku lebih panjang. Tapi sudahlah. ramai.mengomeli orang untuk melakukan hal yang benar. Andaikata mereka tak lulus! Pikiran itu pasti menghantui Anne melewati waktuwaktu bangunnya pada musim dingin itu. hingga hampir semua mengenyampingkan masalah-masalah moral dan ketuhanan.” “Perlu sesuatu untuk mendapatkan itu. tapi lipatan sangat bergaya musim gugur ini dan Josie Pye punya lipatan pada semua bajunya.” aku Marilla. ya kan. dan aku yakin kalau tidak berhasil maka itu salah ku sendiri. karena di akhir tahun yang akan datang. Seharusnya ada firman khusus yang melarang omelan. “Itu sangat membesarkan hati.

tumbuh dengan sangat cepat sampai-sampai suatu hari Marilla terheran-heran.” “Dia akan bisa sering pulang. Ia memimpin murid-muridnya untuk berpikir. yang masuk dengan sebuah lentera. saat Anne telah pergi ke pertemuan doa dengan Diana. Dunia baru pemikiran. di tempatnya. Selain daripada pendidikannya Anne berkembang secara sosial. Marilla merasakan penyesalan aneh karena Anne bertambah tinggi.” terangnya. mendapati gadis itu lebih tinggi daripada dirinya sendiri. “Tadi aku sedang memikirkan Anne. “Ya ampun. yang sadar akan ucapan dokter dari Spencervale. Sekali-sekalinya Anne tumbuh. Debating Club berkembang dengan baik dan mengadakan beberapa konser. Marilla mencintai gadis itu sebesar ia telah mencintai anak itu. tak lagi memveto tamasya yang sekali-sekali. Lynde dan para pengawas sekolah benar-benar shock. “Bebukitan tampak melalui Pengunungan Alpen muncul.” bukit dan Pegunungan Alpen demi Kebanyakan dari ini semua karena bimbingan Miss Stacy yang arif. dan cita-cita. “Dia sudah jadi seorang gadis dewasa—dan mungkin dia akan pergi dari kita musim dingin yang akan datang. Marilla duduk sendirian di waktu senja musim dingin dan memperturutkan hatinya dalam kelemahan sebuah tangisan. di sana ada satu atau dua kelompok hampir di ambang kedewasaan. menemukan diri mereka sendiri dan mendorong untuk menyimpang dari jalan lama yang banyak ditempuh sampai pada tingkat yang membuat Nyonya. memergokinya seperti itu dan menatapnya dengan ketakutan yang luar biasa sampai-sampai Marilla harus tertawa di sela tangisannya. bidang baru dan sangat menarik dari pengetahuan yang belum terselidiki tampak terbuka di depan mata Anne yang bergairah. dengan dahi mencerminkan kebijaksanaan dan kepala kecil yang dengan bangga bersikap tenang. Anak yang ia belajar cintai bagaimana pun juga telah hilang dan yang ada seorang gadis tinggi lima belasan tahun bermataserius. Sebuah desahan mengikuti ucapan itu. teliti. meneliti.” hibur Matthew. Dan malam itu. perasaan. tapi ia sadar akan rasa kehilangan yang aneh dan menyedihkan. yang memandang dengan agak ragu semua inovasi pada metode yang telah ditetapkan. seperti dahulu kala. yang baginya Anne masih dan selalu jadi gadis kecil bersemangat yang telah dibawanya pulang dari Bright 207 . karena Marilla. di sana ada perjalanan dengan pengeretan dan senda gurau permainan skats yang berlimpah. Aku akan sangat merindukannya.mengasyikkannya. Matthew. hampir tak percaya. Anne. dan berwawasan luas. kau sudah sangat besar!” ujarnya. saat mereka berdiri bersisian.

” “Apa yang terjadi dengan klub cerita kalian? Sudah lama aku tak mendengar kau membicarakannya.” sahutnya. “Lebih enak memikirkan gagasan cantik dan berharga lalu menyimpannya dalam hati seseorang. “Pada saat itu jalan kereta api akan dibuat bercabang ke Carmody. seperti barang berharga. Aku telah terbiasa menggunakan sangat banyak kata-kata besar bagus yang terpikir olehku—dan aku memikirkan sangat banyak kata-kata besar. Miss Stacy bilang kata-kata singkat lebih baik dan kuat. begitu dia meletakkan bukunya dan termenung melihat keluar jendela.” “Itu tak sama halnya seperti ada dia di sini setiap saat.” “Klub cerita tak ada lagi.Tindakan bodoh mengarang tentang percintaan. tapi itu bukan jenis kesenangan yang kuharapkan. sesudah aku benar-benar cukup dewasa untuk mengatakannya kalau aku sungguh ingin mengatakannya. “Tapi sudahlah— pria tak bisa pahami situasi ini!” Ada perubahan lain dalam diri Anne yang tak kurang nyata daripada perubahan fisik. dia jadi jauh lebih diam. Marilla juga mengetahui dan mengomentarinya.River pada malam Bulan Juni itu empat tahun yang lalu. kan. Dalam beberapa hal menyenangkan menjadi hampir dewasa.” desah Marilla murung. tapi pastinya dia tak banyak bicara. pelarian dan misteri. Kami tak punya waktu untuk itu—dan bagaimana pun juga menurutku kami sudah jemu dengan itu. Dan bagaimana pun juga aku tak mau lagi membual. Aku tak suka gagasan-gagasan itu ditertawakan atau pun dikhawatirkan. Terkadang Miss Stacy menyuruh kami menulis sebuah cerita sebagai latihan dalam mengarang. Anne. Tapi sekarang aku telah terbiasa dengan itu dan kulihat itu jauh lebih baik. Marilla. Aku tak pernah menyangka 208 . Mungkin dia makin banyak berpikir dan berkhayal sebanyak sebelumnya. Karena satu hal. sembari melekukkan dagunya penuh pikiran dengan jari telunjuknya. Awalnya itu sulit. pembunuhan. dilakukan dan dipikirkan sampai-sampai tak ada waktu untuk membual. dan ia membahasnya dengan tajam dan menyuruh kami juga membahas punya kami. Apa yang telah terjadi padamu?” Anne tersipu dan tertawa sedikit. Ia menyuruh kami menulis semua essai kami sesederhana mungkin. bertekad menikmati kemewahan dukacitanya yang tak terhibur. “Kau tak berceloteh separuh banyak dari yang biasanya. tak juga menggunakan separuh banyak kata-kata bualan. Lagipula. Banyak sekali yang harus dipelajari. dimana kuncup-kuncup merah besar berisi keluar tumbuh menjalar sebagai reaksi terhadap bujukan sinar matahari musim semi. “Aku tak tahu—aku tak ingin bicara sebanyak itu. Nyaris disayangkan. tapi ia tak akan membiarkan kami menulis apa pun selain apa yang mungkin terjadi di Avonlea dalam kehidupan kami.

” ujar Marilla. Miss Stacy akan mengadakan ujian untuk kami di Bulan Juni persis sesulit yang akan kami dapatkan pada Penerimaan dan menilai kami dengan sangat keras. Akan ada musim semi yang lain. “Apa menurutmu kau akan mampu untuk lulus?” Anne gemetar. penghalang Ruby dan Charlie aljabar. Mata merah dan saputangan 209 . menenggelamkan diri dalam bukunya dengan tabah. Aku berharap itu semua sudah berakhir.karanganku punya banyak sekali kesalahan sampai aku sendiri yang mulai mencarinya. “Oh. Hal itu menghantuiku. Aku merasa sangat malu dan ingin menyerah sama sekali. dan penghalang Josie adalah ilmu hitung. Penghalangku tentu saja geometri. aku tak yakin akan sampai hati untuk itu. Bab XXXII – Daftar Kelulusan Keluar Dengan berakhirnya Bulan Juni tibalah masa belajar dan peraturan Miss Stacy yang sudah begitu dekat di sekolah Avonlea. “Aku tak tahu. sembari mengalihkan pandangannya dari keterpesonaan akan dunia musim semi. terutama kalau Gil—kalau yang lainnya lulus. Masing-masing kami punya penghalang. tumbuhan-tumbuhan hijau di kebun yang sedang bersemi. jadi kami akan punya suatu gambaran. Moody Spurgeon bilang dia merasa yakin akan gagal dalam sejarah Inggris. Aku berharap punya saraf seperti Jane Andrews. pergi ke sekolah tahun depan dan coba lagi. Tak ada yang membuatnya bingung. Terkadang aku bangun pada malam hari dan bertanya-tanya dalam hati apa yang akan kulakukan jika aku tak lulus. Kami sudah belajar susah payah dan Miss Stacy sudah melatih kami dengan cermat. tapi kalau dia tak berhasil lulus Penerimaan. hari yang mengisyaratkan dengan warna biru dan angin sepoi-sepoi. tapi bisa jadi kami tak lulus karena itu semua.” ujar Marilla tak ambil pusing.” “Kau hanya punya waktu dua bulan sebelum Penerimaan. tapi Miss Stacy bilang aku bisa belajar untuk mengarang dengan bagus kalau saja aku melatih diriku menjadi pengeritik paling pedas bagi diri sendiri. Dan aku menjadi sangat gugup dalam sebuah ujian sampai-sampai mungkin aku akan mengacaukannya. penghalang Jane Bahasa Latin. Malam itu Anne dan Diana berjalan pulang dengan merasa sungguh sangat tenang.” “Ah. Marilla. Anne merasa yakin bahwa dia tak akan pernah cukup pulih untuk menikmatinya. Jadi aku mencobanya. Tak lulus akan sangat memalukan.” Anne mendesah dan. Terkadang kupikir aku akan baik-baik saja—dan kemudian aku jadi amat sangat takut.

” sahut Anne. kan?” ujarnya dengan sedih.” “Itu sedikitpun tak akan sama.” “Ya. ‘Kalau kau tak bisa gembira. “Kau akan kembali lagi musim dingin yang akan datang.lembab memberi kesaksian yang meyakinkan terhadap kenyataan bahwa katakata perpisahan Miss Stacy pastilah benar-benar menyentuh perasaan seperti juga kata-kata Tuan. Anne? Sangat mengerikan membayangkan itu akan berakhir. Aku harus duduk sendirian saja.” “Ah. Lynde. Itu nasehat yang bagus. Seperti kata Nyonya.” “Tidak. Phillips pada situasi yang sama tiga tahun yang lalu. Miss Stacy tak akan ada di sana. mungkin nasehat yang bagus. ya kan. maka gembiralah semampumu.” Dua airmata besar mengalir melalui hidung Diana. Miss Stacy telah menyuruh kami berjanji untuk tidak membuka buku sama sekali. “Seharusnya kau tak merasa separuh buruk dari yang kurasakan. “Tidakkah kita akan mengalami saat yang benar-benar elegan? Tapi kurasa malam-malam kau akan harus belajar dengan tergesa. “Tak tampak kalau itu adalah akhir dari segalanya. Katanya itu hanya akan melelahkan dan membingungkan kami dan kami akan berjalan-jalan keluar dan tak memikirkan ujian sama sekali lalu tidur di awal waktu. Diana menoleh ke belakang ke gedung sekolah dari kaki bukit pohon spruce lalu mendesah dalam. kau berakhir dengan baik pada ujian yang diberikan Miss Stacy.’ Bagaimana pun juga.” sahut Diana. yang sia-sia mencari bagian kering di saputangannya. kalau aku beruntung. tapi kuduga itu akan sulit untuk diikuti.” ujar Anne dengan memohon. Ini salah satu waktu AKU SADAR aku tak akan lulus. mungkin tidak juga kau atau Jane atau Ruby. “Segera setelah aku menyimpan saputanganku aku melihatmu bersimbah airmata dan itu akan membuatku mulai menangis lagi. karena aku tak kan sanggup punya teman sebangku lain setelahmu. aku berani katakan aku akan kembali tahun depan. tapi kurasa aku telah meninggalkan sekolah lama tersayang selamanya—itulah. “Kalau kau mau berhenti menangis aku bisa. Saat-saat itu semakin sering menggelisahkan. tapi ujian-ujian itu tak membuatku gugup. kita telah mengalami waktu-waktu yang menggembirakan. Prissy Andrews bilang padaku dia 210 . menurutku. Aku TAK percaya takhyul dan aku tahu itu tak bisa membuat perubahan. Saat aku memikirkan ujian yang sebenarnya tak bisa kau bayangkan bagaimana mengerikannya aku merasakan debaran jantungku. Dan kemudian nomorku adalah tiga belas dan Josie Pye bilang angka itu sangat sial. Oh.” “Aku sungguh berharap masuk denganmu. Tapi tetap saja aku berharap nomorku bukan tiga belas.

“Tadi pagi Miss Stacy menghampiriku dan kami pergi ke Akademi. “Aku akan mendatangi kantor pos Hari Rabu. Ruby memintaku meraba tangannya dan tangan itu sedingin es. bijaksana! Aku bertanya-tanya apa aku terlihat seperti yang kurasa dan apa mereka bisa mendengar jantungku berdebar keras dan jelas di seluruh ruangan. “Ini Selasa malam dan aku menulis ini di pustaka di Beechwood. Josie bilang aku tampak seolah aku tak tidur sekejap pun dan dia tak yakin aku cukup kuat untuk bertahan mendengarkan pelajaran berat dan membosankan yang ajarkan oleh guru sekalipun aku benar-benar lulus. dan aku telah memutuskan untuk berjaga SETIDAKNYA selama yang dilakukannya. Bahkan masih ada waktu-waktu dan masa-masa saat aku tak merasa bahwa aku telah membuat kemajuan besar untuk belajar menyukai Josie Pye! “Ketika kami tiba di Akademi sudah ada nilai para siswa di sana dari seluruh pelosok pulau. kan?” “Aku akan menulis surat pada Selasa malam dan memberitahumu bagaimana hari pertama berjalan. Aku tak bisa “belajar dengan tergesa” karena aku telah berjanji pada Miss Stacy untuk tak melakukannya. tapi sama sulitnya menahan diri untuk tak membuka pelajaran sejarahku dengan yang pernah terjadi menahan diri untuk tak membaca cerita sebelum pelajaran dimulai.” janji Anne. Ruby. Jane bertanya padanya apa yang sedang dilakukannya dan dia bilang dia sedang mengulang tabel perkalian berkali-kali untuk menstabilkan saraf-sarafnya dan demi Tuhan untuk tak menyelanya. Jane dan aku duduk bersama dan Jane sangat tenang sampai-sampai aku iri padanya. stabil. dan mengambil suratnya. Tak perlu tabel perkalian untuk Jane yang sehat. seperti yang telah disepakati.berjaga separuh malam setiap malam pada minggu Penerimaannya dan belajar tergesa untuk jiwa tercinta. mengajak serta Jane. Kemudian 211 . dan Josie.” janji Diana. “Diana tersayang” [tulis Anne]. Aunt Josephine mu sangat baik mengajakku tinggal di Beechwood selama aku di kota. karena kalau dia berhenti sejenak dia akan ketakutan dan lupa akan semua yang diketahuinya. Tadi malam aku benar-benar sangat kesepian sendirian saja di kamarku dan sangat berharap banyak kau ada bersamaku.” “Kau akan menulis surat untukku surat selama kau berada di sana. Orang pertama yang kami lihat adalah Moody Spurgeon yang sedang duduk di tangga dan komat-kamit sendirian. Senin berikutnya Anne pergi ke kota dan pada Hari Rabu Diana mendatangi kantor pos. tapi tabel perkalian itu benar-benar menunjukkan kenyataan ini pada bagian yang tepat! “Ketika kami disuruh ke ruangan kami Miss Stacy harus meninggalkan kami.

Benar-benar satu momen yang mengerikan—Diana. “Oh. Kalau kupikir tabel perkalian itu akan sedikit membantuku aku akan menghafalnya dari sekarang sampai besok pagi. Katanya dia tahu telah gagal dalam ujian sejarah dan dia lahir menjadi kekecewaan bagi orang tuanya dan dia akan pulang dengan kereta api pagi. matahari akan tetap terbit dan menentukan apakah aku akan gagal dalam geometri atau tidak. Lynde. “Ruby sedang histeris saat aku tiba di asrama mereka. Tanganku bertambah dingin dan kepalaku hampir pusing begitu aku mengambilnya. Terkadang aku pernah berharap dilahirkan sebagai anak laki-laki. “Pada tengah hari kami pulang untuk makan siang dan kemudian kembali lagi untuk ujian sejarah di sore hari. besok saatnya ujian geometri dan ketika aku memikirkannya hal itu benar-benar menguras tekadku untuk menahan diri dari membuka Euclid-ku. Itu benar tapi tak khusus menghibur. kupikir aku telah mengerjakannya dengan cukup baik hari ini. Betapa kami sangat berharap kau ada bersama kami. Di jalan aku bertemu Moody Spurgeon keluyuran dalam keadaan bingung. dan bagaimana pun. tapi ketika kulihat Moody Surgeon aku selalu senang aku adalah seorang anak perempuan dan bukan saudara perempuannya. agak lelah tapi dengan suasana keberhasilan berhatihati padanya. Diana. Diana ada di Green Gables saat dia sampai dan mereka bertemu seolah mereka telah berpisah selama bertahun-tahun. seperti yang akan dikatakan Nyonya. Tapi oh. dia baru saja mengetahui sebuah kesalahan mengerikan yang dibuatnya dalam ujian Bahasa Inggris.seorang pria masuk dan mulai membagikan lembaran ujian Bahasa Inggris. Anne” Ujian geometri dan semua yang lainnya selesai pada waktunya dan Anne tiba di rumah pada Jumat malam. Diana. “Malam ini aku pergi ke sana untuk melihat gadis-gadis lain. 212 . Aku menghiburnya dan membujuknya untuk tetap tinggal sampai akhir karena akan tak adil bagi Miss Stacy kalau dia pulang. akan lebih mudah menjadi seorang tukang kayu daripada pendeta. kalau saja ujian geometri telah usai! Tapi sudahlah. Ketika dia sudah pulih kami pergi ke kota dan makan es krim. Tetap saja. Kupikir aku lebih suka matahari tak terbit kalau aku gagal! Salam sayang sahabatmu. aku merasa persis seperti empat tahun yang lalu saat aku bertanya pada Marilla apa aku boleh tinggal di Green Gables—dan kemudian semuanya hilang dari pikiranku dan jantungku mulai berdetak lagi—aku lupa bilang bahwa jantungku telah berhenti sama sekali!—karena bagaimana pun aku tahu aku bisa melakukan sesuatu dengan kertas ujian ITU. Sejarah adalah ujian yang cukup sukar dan aku benar-benar sangat bingung dengan tanggal-tanggalnya.

dalam semua hal kecuali geometri.” “Bagaimana keadaan yang lain?” “Yang gadis-gadis bilang mereka tahu mereka tak lulus. Aku tak tahu apa aku lulus dalam ujian geometri atau tidak dan aku punya firasat yang mengerikan dan menyeramkan yang tak pernah kurasa sebelumnya. Tapi kami tak benar-benar tahu apa pun tentang itu dan tak akan sampai daftar kelulusan keluar. Tapi dia punya satu alasan lain yang lebih mulia untuk berharap bisa berhasil dengan baik.” sela Anne. yang maksudnya—dan Diana tahu apa yang dimaksudkannya—keberhasilan itu tak akan lengkap dan getir kalau dia tak berakhir dengan mengungguli Gilbert Blythe. tapi menuruku mereka mengerjakan ujian dengan cukup baik. Anne rasa. Mereka telah sering kali saling bertemu dan berpapasan satu sama lain di jalan tanpa ada tanda-tanda mereka saling mengenal dan setiap saat Anne agak menegakkan kepalanya dan berharap dengan sedikit lebih sungguh-sungguh bahwa dia telah berteman dengan Gilbert saat Gilbert memintanya. Dia ingin bisa “lulus tinggi” demi Matthew dan Marilla—terutama Matthew.” “Aku lebih suka tak lulus sama sekali daripada tak berakhir cukup baik dalam daftar kelulusan. Anne. Rasanya seperti seabad sejak kau pergi ke kota dan oh. dan bersumpah dengan sedikit lebih bertekad untuk mengunggulinya di ujian. betapa menyenangkan bisa kembali! Green Gables adalah bagian yang tercinta dan terindah di dunia. kupikir.” Yang. dia bahkan tahu bahwa Jimmy Glover dan Ned Wright bertaruh untuk pertanyaan itu dan bahwa Josie Pye bilang tak diragukan lagi bahwa Gilbert lah yang akan jadi juara pertama. jadi dia hanya bilang: “Oh. adalah sesuatu yang tolol untuk 213 . Bayangkan hidup selama dua minggu dalam ketegangan seperti itu! Aku berharap bisa tidur dan tak pernah bangun sampai ketegangan itu berakhir. Daftar itu tak akan keluar selama dua minggu. Matthew telah mengatakan padanya keyakinannya bahwa dia “akan menaklukkan seluruh pulau. kau akan lulus. bagaimana keadaanmu?” “Cukup baik. Dia tahu semua murid junior di Avonlea ingin tahu siapa yang akan duluan unggul. Josie bilang geometri sangat mudah bahkan seorang anak berumur sepuluh tahun bisa mengerjakannya! Moody Spurgeon masih berpikir dia ak lulus dalam ujian sejarah dan Charlie bilang dia gagal dalam ujian aljabar.“Kau kekasih lama. dan dia merasa bahwa rasa malunya tak akan tertanggungkan kalau dia gagal. Oh.” Diana tahu akan percuma menanyakan bagaimana keadaan Gilbert Blythe. Untuk pendapat yang terakhir ini Anne telah memaksakan setiap urat sarafnya selama ujian. benar-benar sangat menyenangkan melihatmu kembali lagi. Begitu juga dengan Gilbert. Jangan kuatir.

untuk melupakan kesengsaraan ujian dan kesusahan dunia. Daftar kelulusan sudah keluar! Kepalanya pusing dan hatinya berdebar-debar sampai membuatnya sakit. dan Anne sedang membayangkan dalam lamunannya kalau warnanya tampak seperti itu. Langit timur di atas pepohonan fir berwarna agak pink karena pantulan dari langit barat. dia rasa. Tapi dia sungguh bersemangat berharap bahwa setidaknya dia akan ada di antara sepuluh besar. Tapi suatu malam berita itu tiba. dan Matthew. Oh. “Anne.” jeritnya. kau lulus. membuka harian Charlottetown dengan tangan gemetar dan kedinginan.berharap bahkan dalam mimpi yang paling gila. Ruby. Lynde mau tahu apa lagi yang bisa kauharapkan dengan Pengawas pendidikan Tory sebagai ketua urusan. karena dia minum dalam keindahan petang musim panas. Terasa sejam baginya sebelum Diana tiba dan bergegas di sepanjang ruang tamu lalu mendadak masuk ke dalam kamar bahkan tanpa mengetuk pintu. Anne meloncat berdiri. aku bangga sekali!” 214 . ketakacuhan dan langkah lunglai Anne ketika dia pulang dari kantor pos setiap sore. Yang. “Aku belum punya keberanian pergi ke sana dan melihat pengumuman dengan tenang. saking besarnya kehebohannya. dengan perasaan yang jauh lebih buruk dari pada yang telah dialami selama minggu Penerimaan. sungguh akan jadi hadiah manis untuk semua usaha keras dan kesabarannya mengutak-atik rumus-rumus matematika dan konjugasi yang tanpa fantasi. mulai berpikir serius apa ia tak lebih baik memilih Grit pada pemilihan yang akan datang. Hasratnya hilang dan minatnya terhadap kegiatan di Avonlea sudah mengendur. harum-mewangi dengan desiran angin beraroma bunga dari kebun di bawah serta bunyi desis dan gemerisik dari gerakan pepohonan poplar. dan menaiki lereng.” katanya pada Anne. Anne sedang duduk di jendelanya yang terbuka. yang melihat kepucatan. tapi Moody Spurgen bersikeras tak melakukannya. Charlie dan Gilbert tak segan melakukan ini juga. jadi dia bisa melihat mata coklat Matthew yang baik bersinar bangga karena prestasinya. Dia tak mampu bergerak selangkahpun. “aku hanya akan menunggu sampai seseorang datang dengan tiba-tiba dan memberitahuku apa aku lulus atau tidak. melintasi jembatan kayu.” Ketika tiga minggu telah berlalu tanpa ada daftar kelulusan yang terbit Anne mulai merasa bahwa dia benar-benar tak mampu menanggung ketegangan itu lebih lama lagi. yang tahu saat itu juga apa isi koran itu. Nyonya. dengan koran yang berkibar-kibar di tangannya. “lulus YANG PERTAMA SEKALI—kau berdua dengan Gilbert—kalian seri—tapi namamu yang pertama. Di akhir masa dua minggu itu Anne suka “menghantui” kantor pos juga. dan Josie. bersama dengan teman-teman yang kebingungan yaitu Jane. saat dia melihat Diana berlarilari menerobos pepohonan fir.

terlalu berhati-hati menggunakan korek api dan menghabiskan lebih dari setengah lusin korek api sebelum tangannya yang gemetar mampu menyelesaikan tugas itu. Kemudian dia cepat-cepat mengambil koran itu. kau tahu. bagaimana rasa senangnya melihat namamu di nomor pertama daftar kelulusan seperti itu? Kalau itu aku. Moody Spurgeon dan semuanya. karena rasanya sangat tak berguna dan terlalu angkuh untuk membayangkan aku mampu memimpin pulau.” Mereka pergi tergesa-gesa ke padang rumput di bawah gudang tempat Matthew sedang menggulung jerami.” Diana terengah-engah. memandangi daftar kelulusan dengan gembira. Josie berhasil dengan susah payah dengan kelebihan tiga angka. Nyonya. Anne. dengan mata berbinar gembira. tapi kau akan lihat dia berlagak seolah dia yang memimpin. sudah nasib. karena Anne. Kalian semua lulus. Anne menyalakan lampu. “Kau melakukannya dengan sangat bagus. pernah juga. dan tak akan sampai di sini sampai besok melalui pos—dan saat kulihat daftar kelulusan itu aku benar-benar menyerbu seperti anak liar. Lynde sedang bicara dengan Marilla di pagar. dan aku tak mampu mengungkapkannya dengan kata-kata. Aku harus segera lari keluar ke lapangan untuk memberitahu Matthew. aku yakin akan gila karena kesenangan. Matthew. Ya. hanya sekali! Aku membiarkan diriku berpikir SEKALI. semuanya. Tidakkah Miss Stacy akan gembira? Oh. tak mengucapkan sepatah kata pun. melainkan sangat berterima kasih. Lalu kita akan pergi dan memberitahukan kabar gembira ini pada yang lain.” seru Anne. Begini saja aku sudah hampir gila.” ujar Matthew. Anne. cukup pulih untuk duduk tegak dan bicara. ‘Bagaimana kalau aku yang jadi juara pertama?’ dengan gemetar. Jane dan Ruby berhasil dengan cukup baik— posisi mereka setengah lebih tinggi—begitu juga dengan Charlie. meskipun dia bersyarat dalam pelajaran sejarah. tapi kau setenang dan sedingin malam musim semi. dan. kau tahu.” “Well. “Ayah membawa pulang koran dari Bright River tak sampai sepuluh menit yang lalu—koran itu terbit pada kereta api sore. Aku permisi sebentar. Diana.” sahut Anne. “aku lulus dan aku juara pertama—atau salah satu juara pertama! Aku tak sombong. benar-benar kehabisan napas dan tak mampu bicara lagi. “Oh.” “Dalam hatiku aku benar-benar terpesona. “Aku ingin mengatakan seratus hal. “Aku tahu kau bisa mengalahkan mereka semua dengan mudah. Aku tak pernah memimpikan hal ini—ya. dia lulus—namanya di bagian paling atas dari dua ratus yang ada di list! Momen itu sangat berharga. aku selalu mengatakannya.Diana melemparkan koran itu ke meja dan dirinya sendiri ke tempat tidur Anne.” 215 .

berada di atas Hutan Angker.” saran Diana dengan mantap. dan saat dia tidur di bantal putihnya. Lantainya ditutupi dengan tikar cantik. dan tak mungkin dia menyesalinya. Bulan purnama besar. Marilla menyerah untuk membiarkan mereka. dengan semua aksesorinya. Allan di rumah pendeta.“Harus kuakui. Anne. yang perlahan mendalam dari kilaunya yang pucat menjadi perak mengkilap. Mereka sedang bersama di kamar loteng timur. Didalamnya ada rasa syukur untuk yang telah berlalu dan pengrapan takzim untuk masa depan. suasana penuh dengan bunyi-bunyian manis musim panas—kicauan burung-burung yang mengantuk. Perubahan telah muncul perlahan. dan aku tak bermaksud untuk mengatakannya di belakang. kau telah berhasil dengan cukup baik. segembira dan seindah yang bisa diinginkan pada masa gadis. Tapi orang baik itu berkata dengan sungguh-sungguh: “Aku benar-benar memperkirakan dia berhasil dengan baik. suara dan gelak tawa dari jauh. sampai kamar itu menjadi hunian yang semanis dan secantik yang bisa diharapkan seorang gadis muda.” Malam itu Anne. berusaha menyembunyikan rasa bangganya yang sangat akan Anne dari pandangan mencela Nyonya. saat Anne merasakan kepolosannya menembus sumsum jiwanya dengan hawa dinginnya yang tak ramah. dan gorden yang melembutkan jendela yang tinggi dan berkibar karena angin sepoi yang bertiup adalah dari kain tipis seni berwarna hijau-pucat. itulah. 216 . Dindingnya. mimpinya seterang. angin sepoi-sepoi yang ganjil. kami semua bangga padamu. tapi impiannya mengikuti pertumbuhannya. Lynde. Tapi di kamar Anne kerai telah ditutup dan lampu dinyalakan. Loteng timur adalah tempat yang sangat berbeda dari malam empat tahun lalu itu. Kau adalah kebanggaan bagi teman-temanmu. karena sebuah riasan penting sedang dalam proses. Anne. yang telah mengakhiri malam penuh kegembiraan itu dengan pembicaraan serius dengan Nyonya. berlutut dengan manis di dekat jendela yang terbuka dalam kemilau indah sinar bulan dan menggumamkan sebuah doa terima kasih dan cita-cita dari hatinya yang benarbenar muncul dari hatinya.” ujar Marilla.” Bab XXXIII – Konser Hotel Pakailah organdy putihmu. Karpet beludu dengan mawar pink dan gorden sutra pink dalam khayalan Anne dulu tentu saja tak pernah terwujud. diluar benar-benar temaram— waktu senja hijau-kekuningan yang indah dengan langit biru-terang tanpa awan. Anne.

meskipun ia lebih memilih mati daripada mengakuinya. Bertha Sampson dan Pearl Clay dari paduan suara Jemaat Gereja White Sands telah diminta untuk bernyanyi duet. Tapi organdy tampak seolah mempengaruhimu. Anne sedang berpakaian untuk menghadiri sebuah konser di Hotel White Sands. Anne dan Diana akan pergi dengan Jane Andrews dan abangnya Billy mengendarai kereta beroda empat mereka yang bertempat duduk-ganda. Foto Miss Stacy menempati tempat kehormatan. Matthew berada di puncak kegembiraan karena senang dan bangga akan kehormatan yang dianugrahkan pada Anne-nya dan Marilla tak jauh ketinggalan. dan berkata bahwa menurutnya tak pantas bagi kebanyakan anak-anak muda untuk keluyuran ke hotel tanpa adanya orang yag bertanggung jawab pada mereka. dan sebuah tempat tidur rendah berwarna putih. dan Anne membuat sebuah titik yang menyentuh perasaan dengan bunga yang tetap segar pada tanda kurung di bawahnya.” “Tapi itu jauh lebih cocok untukmu. Winnie Adella Blair dari Crmody akan menyanyikan balada Skotlandia. Allan untuk Anne. Di sana tak ada “perabotan mahoni”. Diperkirakan ada sekelompok pengunjung yang datang dari luar kota. “Apa menurutmu organdy ini yang terbagus?” tanya Anne cemas.” sahut Diana. serta Laura Spencer dari Spencervale dan Anne Shirley dari Avonlea akan membacakan cerita. sebuah meja rias dipercantik dengan kain kasa putih. “Menurutku ini tak sebagus bajuku dari kain tipis berbunga-biru—dan ini jelas tidak modern. Para tamu telah mempersiapkannya dengan bantuan rumah sakit Charlottetown. Milton Clark dari Newbridge akan menampilkan permainan biola solo. dan beberapa gadis serta anak laki-laki Avonlea lainnya juga akan pergi. dan membuatmu tampak terlalu berdandan. sebuah cermin berbingkai-lapisan mengkilap yang menarik perhatian dengan lukisan Dewi Asmara pink yang montok dan anggur ungu di atas bagian atasnya yang melengkung. yang diperindah dengan beberapa gambar bagus yang diberikan Nyonya. sebuah kursi goyang dari rotan yang dilengkapi dengan bantal. berjumbai-jumbai dan melekat. dan setelah konser hidangan makan malam akan diberikan untuk orang-orang yang menampilkan pertunjukan. Baju dari kain tipis itu kaku. dan telah mencari orang berbakat amatiran di daerah sekitar yang dapat ikut membantu. Seperti yang pernah dikatakan oleh Anne suatu waktu.” dan dia merasakan getar kegembiraan yang menyenangkan karenanya.” 217 . Malam ini sepaku besar lili putih sedikit mengharumkan kamar seperti keharuman impian. tapi dengan kertas bunga-apel yang cantik. tapi ada lemari buku bercat-putih terisi dengan buku-buku. yang pernah menempel di kamar tamu. “Baju itu begitu lembut. itu adalah “suatu masa dalam kehidupannya.digantungi bukan dengan permadani hiasan dinding dari kain brokat emas dan perak.

biar kukencangkan selempangmu. Kurasa itu memang figurmu. dan Nyonya. “Tarik jumbai-jumbai itu sedikit lagi—begini. Lesung pipi-impianku tak kan pernah jadi nyata. dan sarannya dalam hal seperti itu banyak dicari orang. dia telah bersumpah.” “Apa aku harus memakai manik-manik mutiaraku?” tanya Anne. “Masuklah langsung dan lihatlah ahli deklamasi kita.” Diana meyakinkan. dan aku tahu ia mau melihatku memakainya. sini. Aku akan mengepang rambutmu jadi dua kepangan tebal. Aku sudah berhenti berharap untuk memiliki lesung pipi. untuk kebanggaan Avonlea. Dia sendiri nampak sangat cantik pada malam istimewa ini dalam busana bermotif mawar-liar warna pink yang indah. tapi begitu banyak impianku yang telah terwujud jadi aku tak boleh mengeluh. yang selalu dihalangi Anne. sekarang untuk sandalmu. “Ada sesuatu yang sangat bergaya pada dirimu.” “Tapi kau punya lesung pipi begitu.” Diana mengerutkan bibirnya. “Lesung pipi yang bagus. melainkan dengan wajah yang jauh lebih lembut. dan sekarang aku sadar memang begitu. Tak mungkin kau menata rambutmu jadi begitu serasi denganmu. Aku akan melekatkan mawar rumah putih mungil ini tepat dibelakang telingamu. Apa sekarang aku sudah siap?” “Sudah siap. Anne. Aku selalu takut akan hal itu. Marilla. “Kau menegakkan kepalamu dengan gaya sekali.” ujar Anne. Allan bilang kau nampak seperti Madonna saat kau membelah rambutmu begitu. dan aku menyimpannya untukmu. Anne. kurasa sebaiknya aku menerima nasibku untuk itu.” ujar Diana. Aku hanyalah kue bola. begitu Marilla muncul di pintu keluar masuk. Well. dan akhirnya setuju dengan manik-manik itu. jangan keluarkan sehelai pun rambut keritingmu di dahi—bagian yang lembut saja. dan mengikatkankannya di tengah dengan simpul putih besar—tidak. yang dikalungkan di leher putih-susu jenjang Anne. “Matthew membelikanku seuntai kalung dari kota minggu lalu. Bukankah dia nampak cantik?” 218 . yang. didandani disisir dan dipercantik sesuai dengan selera Queen. dengan kekaguman tanpa rasa iri.Anne mendesah dan menyerah. harus. jadi penampilannya tak terlalu penting. sosok kurus dengan rambut yang lebih kelabu dibandingkan dahulu kala dan tak lebih sedikit pandang. Diana mulai punya reputasi untuk selera yang menarik perhatian dalam hal busana. memiringkan kepala hitamnya ke satu sisi dengan kritis. tapi dia tak akan ikut ambil bagian dalam konser. seperti lekuk kecil dalam krim. Seluruh usaha dikerahkannya untuk Anne. Hanya ada satu tangkai di semaksemakku. sembari tersenyum penuh sayang pada wajah cantik dan gembira yang begitu dekat dengannya itu.

itu membuatku sangat sedih.” Diana memohon.” ujar Anne cemas. “Aku bertanya-tanya apa saat INI terlalu lembab untuk bajuku. dan tak akan ada embun. Sinar itu baru setiap pagi.” ujar Anne. “Senang sekali melihat pagi datang dari atas bebukitan tinggi itu dan bersinar melalui puncak pepohonan fir yang runcing itu. “Ini malam yang sempurna. “Tidak sama sekali. Saat ketika ia akan mengikuti saranku. Apa yang akan kau bacakan. Oh.” “Jangan bicarakan tentang kepergianmu malam ini. Diana. Aku sudah memutuskan untuk menceritakan ‘The Maiden’s Vow (Sumpah Perawan)’. tapi sekarang ia membeli sesuatu untuk Anne tanpa peduli sama sekali. dan itu nampak terlalu tipis untuk malam yang lembab ini. Tapi sekarang ini tak ada gunanya bilang apa pun pada Matthew. sembari menaikkan kerai jendela. dan pakailah jaket hangatmu. lalu Matthew akan membayarnya. dan para pramuniaga di Carmody tahu mereka bisa menjual apa pun padanya dengan jalan menipu. Hanya dengan membiarkan mereka bilang padanya suatu benda bagus dan modern. dan aku sungguh ingin mengalami saat-saat menyenangkan malam ini. Aku tak tahu bagaimana jadinya aku tanpanya saat aku pergi ke kota bulan depan.” sahut Diana. Bagaimana pun juga organdy adalah bahan yang paling tak berguna di dunia. dengan “Selarik sinar bulan dari dahinya sampai ke mahkota” itu dan menyesal bahwa dia sendiri tak bisa pergi ke konser untuk mendengarkan gadisnya membacakan cerita. dan aku bilang begitu pada Matthew saat ia membelinya. “Dia nampak rapi dan pantas.” Kemudian Marilla berjalan turun dengan angkuh. aku sangat menyukai ruangan mungil ini. Anne? Dan apa kau gugup?” “Tak sedikit pun. Ceritanya sangat 219 . membayangkan dengan bangga betapa manisnya Anne. dan aku merasa seolah aku benar-benar membasuh jiwaku dalam pemandian dari sinar mentari di awal pagi itu.” “Aku senang jendelaku menghadap ke timur ke matahari terbit. Aku sudah begitu sering membacakan cerita di muka umum dan sekarang aku tak kepikiran sama sekali. Tapi kukira dia akan merusak baju itu karena melakukan perjalanan ke sana yang berdebu dan berembun. sembari menyeberang ke Diana. Aku suka cara menata rambutnya itu. Anne. Lihatlah sinar bulan itu. Ingat jaga rokmu jangan sampai menyentuh roda. “aku tak mau memikirkannya.Marilla mengeluarkan suara antara dengusan dan gerutuan.

gendut dan pendiam dengan wajah bulat tanpa ekspresi. Mereka ditemui oleh para lady panitia konser. yang di antara mereka tiba-tiba Anne merasa malu. tapi aku lebih suka membuat orang menangis daripada tertawa. Itu malam untuk kegembiraan. Dia berharap sedang duduk di antara penonton bersama Diana dan Jane. dan gelak tawa. “Billy dan Jane sudah sampai—aku mendengar putaran rodanya. Lampu-lampu listrik membuat matanya terpana. Masih lebih buruk di atas platform gedung konser besar hotel itu. Jalanan penuh dengan kereta kuda. Ketika mereka tiba di hotel lampu bersinar dari atas sampai bawah.” Billy Andrews mendesak Anne untuk duduk di tempat duduk depan dengannya. Tapi dia amat sangat mengagumi Anne. Dia terjepit di antara seorang wanita gemuk berbaju sutra pink dan seorang gadis bertampang-menghina dalam balutan baju berenda-putih. Terkadang wanita gemuk itu berpaling 220 . perak terang. gema dan gema-ulang di sepanjang jalan. menurutnya. di loteng timur. salah seorang yang mengantarkan Anne ke ruang ganti untuk orang yang menampilkan pertunjukan yang telah dipenuhi para anggota Klub Simfoni Charlottetown. dan telah membayangkan dirinya memberitahu Matthew tentang itu semua di meja sarapan keesokan paginya. diantara semua baju sutra dan renda yang berkilau dan bergerisik di sekitarnya. dimana sekarang dia menemukan dirinya. Bajunya. takut dan udik. yang diam-diam berharap mereka akan memintanya. Ayo. telah nampak begitu cantik dan manis.” olok Anne. Dia berharap dirinya kembali berada di kamar putih di Green Gables. Dia pemuda dua puluhan yang besar. Billy tak banyak tertawa atau pun berceloteh. dan congkak karena bangga akan harapan melakukan perjalanan ke White Sands dengan figur langsing dan tulus di sebelahnya. parfum dan dengungan membuatnya bingung. Dia jauh lebih suka duduk di belakang dengan gadisgadis itu. berkat bicara dengan gadis-gadis itu dari atas bahunya dan terkadang memberikan sesuap kesopanan untuk Billy—yang menyeringai dan ketawaketawa kecil dan tak pernah bisa memikirkan balasan apa pun sampai sudah terlalu terlambat—berusaha menikmati perjalanan dengan itu semua.” “Apa yang akan kau ceritakan kalau mereka memintamu lagi?” “Mereka tak akan terpikir untuk memintaku lagi. dan menjauhkan diri dengan sedih ke pojok. Anne. dan yang menyiksa hati tak punya kemampuan dalam percakapan. semuanya menuju ke hotel. Laura Spencer akan menceritakan cerita komik. yang.menyedihkan. Apalah artinya manik-manik mutiaranya dibandingkan dengan berlian seorang lady besar dan cantik di dekatnya? Dan pasti terlihat betapa malang mawar putih kecilnya di samping semua mawar rumah-segar yang mereka pakai itu! Anne menyimpan topi dan jaketnya. yang nampaknya sedang mengalami saat-saat menyenangkan di belakang. dimana dia bisa tertawa dan berceloteh sesuka hati. sekarang nampak sederhana dan biasa saja—terlalu sederhana dan biasa saja. jadi dia naik dengan segan.

Pernahkah dia membayangkan mampu membacakan cerita? Oh. Lututnya gemetar. tapi ketika pembacaan cerita itu usai tiba-tiba dia menutup wajahnya dengan tangan. menurutnya. Anne yakin dia akan membenci gadis berenda-putih itu sampai akhir hayatnya. Ia punya suara yang bagus sekali dan mudah diubah-ubah dan kekuatan ekspresi yang mengagumkan. seluruh atmosfer kekayaan dan terpelajar di sekitarnya. dan tak kan mengerti pujian halus yang tersirat di dalamnya kalau pun dia menyadari—bangkit berdiri. dan bergerak maju ke depan dengan kepala pusing. Tapi tiba-tiba. tak berdaya. dan pandangan mereka benar-benar melumpuhkan kekuatannya. rasa pusing menyerangnya. Sial bagi Anne. Semuanya begitu asing. Seseringseringnya dia membacakan cerita di depan umum. begitu matanya yang membesar ketakutan memandang ke arah penonton. pasti akan dirasakannya selamanya kalau dia berbuat begitu.dengan tepat dan memandangi Anne melalui kaca matanya sampai Anne. Mungkin. dengan permata di leher dan di rambutnya yang gelap. Dia tak kan mampu bangkit dan membacakan cerita setelah itu—tak kan pernah. seorang ahli deklamasi profesional sedang menginap di hotel dan telah setuju untuk membacakan cerita. mereka menghalangi hiburan dari usahanya yang “udik”. tak sepatah kata pun mampu diucapkannya. dia melihat Gilbert Blythe jauh di bagian belakang ruangan. para penonton menjadi heboh saat penampilannya. Anne. malu dan menderita. dan gadis berenda-putih terus berbicara dengan suara yang dapat didengar dengan orang di sampingnya mengenai “bumpkin pedesaan” dan “wanita cantik dusun” di antara penonton. mendengarkan dengan mata berbinar gembira. dirasakannya. begitu mengagumkan—barisan para lady dalam gaun malam. 221 . di deretan penonton. akan jadi pengeritik kejam. Ini sangat beda dengan bangku-bangku panjang sederhana di Debating Club. Orangorang ini. begitu brilian. merasa harus berteriak keras-keras. seperti si gadis berenda-putih. Anne adalah korban serangan demam panggung yang luar biasa. saling bergenggaman tangan karena ikut merasa gugup. tak bersemangat mengantisipasi “kegembiraan semacam itu” dari pertunjukan bakat setempat pada acara itu. Ia adalah seorang wanita bermatagelap yang luwes dan menggunakan gaun yang luar biasa indah dari bahan abuabu yang berkilauan seperti cahaya bulan yang ditenun. yang dipenuhi dengan wajah teman-teman dan para tetangga yang simpatik dan bersahaja. Bagaimana pun juga Anne— yang tak menyadari keterkejutan kecil dan sedikit perasaan bersalah yang dialami si gadis berenda-putih. yang benar-benar peka sedang diperhatikan dengan cermat. wajah-wajah kritis. dan momen berikutnya dia pasti sudah melarikan diri dari platform meskipun penghinaan yang. kalau saja dia kembali berada di Green Gables! Pada saat yang tak tepat ini namanya dipanggil. Dia merasa putus asa. tak pernah dia menghadapi penonton yang seperti ini sebelumnya. yang lupa pada dirinya sendiri dan kesulitankesulitannya untuk sementara. hatinya berdebar-debar. Wajahnya sangat pucat sampai-sampai Diana dan Jane.

Dengan tersenyum. “Sayangku. Diana dan Jane juga diajak serta. mata yang jernih. tak kan pernah! Ketakutan dan kegugupannya lenyap. yang melangkah mundur ke tempat duduknya. tak kan. sang lady pink. Dia menarik napas panjang lalu mengangkat kepalanya dengan bangga. Sang ahli deklamasi profesional Nyonya. keberanian dan kebulatan tekad menyetrumnya seperti getaran listrik. Bahkan si gadis berenda-putih memberikannya pujian kecil yang tak bersemangat. suaranya yang merdu dan jelas terdengar sampai ke sudut terjauh ruangan tanpa ada getaran atau pun jeda. tapi Billy tak terlihat di manapun. lalu dia memulai ceritanya. dengan tim. Ketika dia selesai terdengar ledakan tepuk tangan yang sebenarbenarnya. Anne. Josie Pye. Mereka makan malam di ruangan makan besar yang dihias dengan indah. gendut—yang merupakan istri seorang jutawan Amerika—memberinya perlindungan dan memperkenalkannya pada semua orang. dan semuanya sangat baik padanya. Pada kenyataanya itu bukanlah senyuman yang seperti itu. Evans datang dan ngobrol dengannya. Gilbert hanya tersenyum karena secara umum menghargai seluruh pertunjukan dan khususnya karena pengaruh dari tubuh putih Anne yang ramping dan wajah spiritualnya yang membelakangi background pohon palem.menganggukkan kepala dengan senyuman di wajahnya—senyuman yang dirasakan Anne adalah senyum kemenangan sekaligus penghinaan. yang ditumpangi mobilnya. aku benar-benar menangis.” ujar Anne kebingungan. Ia bilang mereka akan memintaku bercerita lagi. Bagaimana pun juga. saat semuanya telah usai. wajah merona.” ujarnya terengah-engah. Penguasaan-diri benar-benar membuatnya pulih. “Tapi tetap saja—aku harus— atau Matthew akan kecewa.” kata sang lady pink. dia ada di dalam menunggu mereka. “Aku menangis seperti bayi. dan 222 . karena mereka datang bersama Anne. dan wajahnya jelas penuh kemenangan dan penghinaan. Lihatlah. Anne kembali dan menceritakan pilihan kecil lucu dan menarik perhatian yang semakin memikat penontonnya. Sisa malam itu benar-benar merupakan kemenangan kecil baginya. yang pergi diam-diam karena sangat takut mendapat undangan seperti itu. mereka memintamu bercerita lagi—mereka melompat untuk memintamu kembali!” “Oh. kau berhasil dengan baik sekali. dan tak akan peduli kalau pun dia melihatnya. mendapati tangannya dijabat dan digenggam dengan penuh semangat oleh wanita gendut berbaju sutra pink itu. dan sebagai reaksi dari keadaan tak berdayanya yang mengerikan itu dia membacakan cerita seperti belum pernah melakukannya sebelumnya. duduk di sebelahnya. mengatakan padanya bahwa dia punya suara yang mempesona dan “menafsirkan” pilihan ceritanya dengan indah. Saat konser telah usai. aku tak bisa pergi. Dia TAK AKAN gagal di depan Gilbert Blythe—dia tak kan pernah dapat menertawakannya. sambil tertawa.” “Mereka tak mengecewakan Matthew. merona karena malu dan bahagia. Tapi Anne tak melihat Josie.

Lihatlah laut itu. kita bahagia sebagai ratu. Jane. “Berlian-berlian itu sungguh menyilaukan. Aku yakin itu akan jauh lebih menyenangkan daripada mengajar di sekolah. lebih kurang.” “Oh. Evans. makan es krim dan salad ayam setiap hari yang menyenangkan.” sahut Anne meyakinkan. kawan—semua perak. kan?” desah Anne. Tak mungkin itu lebih baik dari cara Nyonya. Bagaimana pun. tenang dan mengagumkan segala sesuatunya. Josie Pye bilang ia seorang seniman ternama. dengan desir laut yang berbunyi di sela-sela itu dan tebing curam di seberang bagaikan raksasa kejam yang menjaga pantai yang mempesona. Jane?—‘Siapa gadis di platform dengan rambut indah Titian itu? Dia punya wajah yang sebaiknya kulukis. karena ia seorang profesional. “Setidaknya menurutku ini adalah sebuah pujian karena nadanya saat mengucapkannya. Anne. sebagiannya. Ada seorang Amerika duduk di belakang Jane dan aku—pria yang nampak sungguh romantis. Aku sungguh puas kalau orang-orang cukup suka akan caraku bercerita. dan bahwa sepupu ibunya di Boston menikah dengan seorang pria yang pernah ke sekolah bersamanya. kami dengar dia bilang—ya kan. Well. Anne. memakai permata dan baju berleher-rendah. “Tadi saat yang benar-benar menyenangkan. “Aku sangat berharap aku adalah orang Amerika kaya dan bisa menghabiskan musim panas di sebuah hotel. tidak.’ Sekian. kau tahu. “Sebab. Tidakkah kalian suka untuk jadi kaya. begitu mereka pergi. “Titian adalah seorang seniman yang sangat terkenal yang suka melukis wanita-wanita berambut-merah.” Anne tertawa. kawan?” “Kita SUDAH kaya. kita punya enam belas tahun untuk dibanggakan.” “Aku punya sebuah pujian untukmu. Tapi apa maksud dari rambut Titian?” “Kurasa dengan ditafsirkan itu berarti merah biasa. caramu bercerita benar-benar hebat. Kupikir itu lebih bagus daripada cara bercerita Nyonya. Anne. Kita tak bisa lagi menikmati keindahannya kalau 223 . jangan katakan hal seperti itu. dan memandang ke langit cerah di seberang dahan-dahan besar pohon fir. bayangan dan impian akan benda tak terlihat. dan aku hanya murid sekolah.” “APA kalian lihat berlian-berlian yang dipakai para lady itu?” desah Anne. “karena kedengarannya konyol. dan kita semua punya imanjinasi. dengan rambut dan mata sehitam batu bara. dengan sedikit keterampilan bercerita.” ujar Diana.ketiga gadis itu keluar dengan gembira dalam kilauan cahaya sinar bulan yang putih dan cerah. menyenangkan berada di luar lagi dalam kemurnian dan kesunyian malam! Betapa hebat. meskipun kupikir pada awalnya kau tak akan pernah memulai. Oh.” ujar Anne cepat. Anne bernapas dalam-dalam. Evans.

tapi aku pikir kamu barangkali perlu pakaian yang gaya jika kamu diajak ke jalan-jalan ke kota di sore hari. Kau TAHU kau tak akan rela. “Kupikir berlian akan sangat menghibur seseorang. karena matthew yang mengurusnya. baik dan manis seperti yang terlihat. aku tak mau jadi siapa pun selain diriku sendiri.” 224 . dengan kalung manik-manik mutiaraku. " Aduh.kita punya uang jutaan dolar dan beruntai-untai berlian. dan keserasian nya tidak untuk disaingi. dan ada begitu banyak jahitan yang harus dikerjakan.” sahut Jane tak yakin. Aku dengan Jane dan Ruby dan Josie memiliki ’pakaian sore’. Jane Andrews!” “Aku TAK mengerti—sebenarnya. dan emily gillis akan membantu kita. Aku meminta bantuan Nyonya allan untuk memilihkannya untuk kamu di kota minggu lalu. aku tidak percaya kamu bergitu baik kepadaku—itu membuatku semakin hari semakin sulit untuk pergi. Emily punya selera yang bagus.kamu sudah punya banyak ikat pinggang. begitu gemuk dan pendek sampaisampai kau benar-benar tak berbentuk sama sekali? Atau bahkan Nyonya. karena Anne sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke Queen. Marilla.” kata anne.” Anne membuat pernyataan. pandangan sedih itu di matanya? Sewaktu-waktu pasti ia merasa amat sangat tidak bahagia dengan tampang seperti itu. ke pesta atau ke acara-acara lain seperti itu. " Anne. Aku tahu Matthew memberikannya untukku dengan kesungguhan cinta seperti juga permata Madame lady pink itu. seolah-olah kalian dilahirkan untuk menolak orang dengan hinaan? Atau lady pink itu. ”terimakasih banyak . meskipun aku tak dihibur dengan berlian seumur hidupku. Aku tidak mengira kamu memerlukannya. Terlebih lagi—suatu sore dia naik ke loteng timur dengan lengan yang penuh dengan kain hijau pucat yang indah. ini ada pakaian tipis untuk mu. Evans. Kalian tak akan mau menjadi salah seorang dari wanita-wanita itu meskipun kalian bisa. dan banyak hal yang haarus dibicarakan dan diatur. dengan kesedihan.” BAB XXXIV-Anak Perempuan Dari Queen Tiga minggu berikutnya merupakan minggu-minggu yang sibuk di rumah atap hijau. Perlengkapan anne banyak dan cantik-cantik. dan Marilla sama sekali tidak keberatan terhadap apapun yang matthew beli atau sarankan. begitu mereka menyebutnya. Apa kalian mau jadi gadis berenda-putih itu dan bertampang masam seumur hidupmu. menyenangkan sekali. “Aku benar-benar puas menjadi Anne dari Green Gables.” “Well.

Anne menggunakannya pada suatu sore untuk menghargai matthew dan marilla. aku pikir dia bukannya manja. puisi ku membuat kamu menangis. AKU yang sesungguhnya—didalam sini—masih sama. dalam hatiku aku selalu menjadi anne kecilmu. bangkit dan keluar dari pintu. dan tidak pernah ada kekeliruan yang lebih beruntung daripada yang dibuat oleh Nyonya Spencer—Jika itu merupakan Keberuntungan. yang matanya mulai berembun. yang akan mencintai kamu dan matthew dan lebih menyayangi rumah hijau dan lebih baik setiap hari dalam kehidupannya. Matthew. Aku tidak percaya ada hal seperti itu. Dan aku ingin kamu tetap kecil.” Anne meletakkan pipi mudanya yang segar pada pipi marilla yang layu. yang merasa direndahkan karena menampakkan kelemahannya oleh karena puisi semacam itu. aneh.”ucap anne dengan gembira membungkuk di kursi marilla dan mencium pipi wanita itu. ”aku hanya tidak tahan memikirkan kamu waktu kecil dulu.pakaian hijau itu dibuat dengan banyak kedutan dan jumbai-jumbai dan rendarenda seperti selera emily. Itu tidak akan berubah sedikitpun kemanapun aku pergi dan seberapa banyak pun lahiriah ku berubah. Aku hanya tumbuh. Pada saat marilla memandang kewajah yang bergelora dan cerah serta gerakan yang lemah gemulai. meskipun dengan semua tingkah aneh mu.Sekarang kamu sudah dewasa dan kamu akan pergi. kesedihan terpancar dalam kedua mata sedihnya. dan aku merasa kesepian bila memikirkan hal itu. " Marilla!" Anne duduk pada pangukuan marilla. dan ingin untuk tidak pernah membiarkan anne pergi. ketakutan dengan pakaian wincey yang coklatkekuningan. Aku sedikitpun tidak berubah—tidak benar-benar. anne. Ingatan itu membuat air mata marilla jatuh. dan medeklamasikan ”janji seorang perawan’ untuk mereka di dapur. dan dia hanya mampu meletakkan lengannya merangkul erat gadisnya.”ucap marilla. aku bukan menangis karena puisimu. “Baiklah sekarang. dan mendekapnya ke dadanya dengan lembut. Dibawah bintang-bintang pada malam musim panas dia berjalan dengan gelisah melintasi kebun menuju gerbang dibawah pohon poplar. pikirannya melayang kembali ke suatu sore disaat anne tiba di rumah hijau.dan mengingat pada seorang anak yang bersemangat. dan melihat dengan sedih dan penuh kelembutan kedalam mata marilla. Aku menyebutnya sebagai suatu kemenangan mutlak. ”bisa ku simpulkan. Marilla seharusnya sudah mengutarakan persaannya lewat kata-kata seperti yang anne lakukan. meraih wajah marilla dengan kedua tangannya. dan penyayang juga. tapi sifat dan kebiasaannya adalah bukan seperti itu. Itu sudah merupakan 225 .”Tidak. Dia merupakan berkah buat kami. dan sebelah tangannya meraih bahu matthew. yang merupakan lebih baik dari apapun. marilla. ” sekarang. Dia pintar dan cantik. dengan bangga.”dia berkomat-kamit.”Aku kira turut campur ku tidak pernah membahayakan sama sekali.dan kamu terlihat begitu tinggi dan bergaya dan begitu—begitu—berbeda dengan semua pakaian itu— seakan-akan kamu sama sekali bukan berasal dari avonlea.

aku kira aku tidak akan merasa seperti seekor kucing di dalam loteng yang asing pada saat aku mengenalkan diri. setelah perpisahan yang menyedihkan dengan diana dan perpisahan hampir-hampir tanpa air mata –paling tidak dari pihak marilla—dengan marilla. Begitu juga dengan gilbert Blythe. " Tanpa hal itu Aku tidak akan merasa nyaman." pikir nya. dan anne tahu sekali apa yang harus dilakukan jika tidak cukup kerjaan. yang tidak satupun dia kenal. sementara marilla menyibukkan dirinya dengan perkerjaan-pekerjaan yang tidak perlu dan terus melakukan hal itu sepanjang hari dengan luka hati yang sangat pahit—sakit yang membakar dan mengganggu serta tidak dapat terbasuh oleh butir-butir air mata. Anne bermaksud mengambil kelas dua seperti yang disarankan oleh nona Stacy.mengambil kelas dua tahun. karena itu dia nampak pesimis. Hari pertama itu terlewatkan dengan perasaan cukup menggembirakan bercampur kebingungan. disana dia mengibur dirinya dengan lumayan baik.Josie.kehendak tuhan. saling bergaul dan mengatur kelas.berambut. Dagunya ternyata bagus! Aku tidak pernah memperhatikannya sebelumnya.Charlie dan moody spurgeon.Dia dan Matthew mengadakan perjalanan di suatu pagi bulan September yang cerah. pada saat marilla akan tidur. bertemu dengan semua murid baru.dan mengetahui dirinya juga melakukan hal yang sama seperti dirinya sendiri. " Gilbert terlihat sangat tekun. Tapi ketika anne sudah pergi diana mengahpus air matanya dan bertamasya ke pantai pasir putih bersama-sama sepupu-sepupunya dari Carmody. Ruby. Jane. Aku semestinya membuat dirinya merubah pikirannya untuk memenangkan medali. jika mereka berhasil.” Akhirnya hari dimana anne harus pergi ke kota pun tiba. kecuali seorang anak laki-laki yang jangkung. mengenal professor. Itu berarti harus memperoleh izin kelulusan dari guru kelas pertama dalam satu tahun bukan dua tahun. karena Tuhan mengetahui bahwa kami membutuhkannya. Aku sangat ingin Jane dan Ruby mengikuti kelas pertama juga. tidak banyak membantunya. itu perhitunganku.persaingan lama masih bisa dilanjutkan.coklat diseberang kelas. yang tidak mau mempersulit diri mereka dengan cita-cita seperti itu. Namun tidak dapat disangkal anne merasa gembira juga bahwa mereka sekelas. dan menangis dengan sedu sedan karena kerinduan terhadap anak gadisnya. dia membenamkan wajahnya kedalam bantalnya. Namun malam itu. tapi itu juga berarti lebih banyak pekerjaan dan harus bekerja lebih keras. Anne sadar akan rasa terasing yang datang ketika dia menemukan dirinya berada dalam satu kelas yang terdiri dari lima puluh orang siswa lain. saat ini juga. yang mengejutkan dirinya ketika dia sudah dapat tenang untuk memikirkan betapa sangat jahat nya mengambil seorang anak. dia benar-benar sadar dan sedih bahwa kamar loteng diujung aula sudah tidak dihuni oleh jiwa yang bersemangat dan tidak digerakkan lagi oleh hembusan nafas yang lembut. lebih 226 . Anne dan pelajar-pelajar avonlea lainnya tiba di kota tepat padawaktunya dan bergegas menuju Academy.

anne tahu bahwa diluar jendelanya hanya ada jalan besar.ada satu lagi yang putih. dan memang. Benar-benar suatu spekualasi yang menarik. Aku penasaran gadis yang mana disni yang akan menjadi teman-temanku. dengan tempat tidur kecil yang berangka besi serta lemari buku yang kosong. diamana dia merasa senang akan ketenangan dari banyaknya tumbuhan-tumbuhan hijau diluar. dan sinar bulan yang menyinari kebun buah-buahan. Aku suka rupa anak itu dengan mata coklat dan ikat pinggang merah tua. cantik sedang memandang keluar jendela. pohon-pohon pae yang a akan tumbuh di kebun.dan rumahnya dekat dengan academy. terbukti seperti itu. Anne tidak akan menjumpai orang yang tidak menyenangkan dibawah atap rumahnya. ”Suaminya merupakan pegawai di pemerintahan inggris. Aku ingin mengenal mereka berdua— mengenal mereka dengan baik—cukup akrab untuk bisa berjalan dengan tanganku merangkul pinggang mereka. dan beribu cahaya lampu yang menyinari wajah-wajah orang asing. Nona Josephine Barry akan sangat senang bila dia menumpang dirumahnya. jadi Nona Barry mencari rumah kos. dan mungkin tidak ingin mengenal aku tepatnya. dan seolah-olah dia mengetahui satu atau dua hal mengenai mimpi. dan lampu dari jendela diana memancar keluar melewati sela-sela pepohonan. kerongkongannya tiba-tiba terasa tercekik karena dia ingat pada kamarnya yang putih di atap rumah hijau. dan hal itu tidak membantu anne melawan kerinduan pertama yang dirasakan sangat menyiksa dirinya pada kampung halamannya.dulu. " Nyonya yang menjaga rumah itu berasal dari keluarga baik-baik. kemudian meyakinkan marilla dan matthew bahwa tempat itu sangat baik untuk anne. derap langkah kaki orangorang asing. dengan jaringan kabel-kabel telepon yang menutupi langit. dan lingkungan yang tenang. dan dia sangat hati-hati mengambil penyewa. Memandang kesekeliling kamar kecilnya dengan muram dan sedih.!” Anne merasa lebih sunyi lagi ketika dia menemukan dirinya sendirian di aula kamar tidurnya pada senja malam itu. dan bisa memanggil nama kecil mereka. Dia tidak kos seperti anak perempuan lainnya yang semuanya memiliki saudara di kota yang berbelas kasihan kepada mereka. Dia tahu bahwa dia akan menangis.” Semua itu agaknya benar. tak peduli betapa pun aku menyukainya. Disini semua itu tidak ada. tapi aku memiliki banyak rasa sayang nomor dua untuk dilimpahkan. Mejanya bagus. aduh. dari anak sungai dibawah lereng dan cabangcabang pohon cemara bergoyang-goyang dihembuskan oleh angin malam yang berhembus diantaranya. langit luas yang dipenuhi oleh binta-bintang. 227 . Tapi saat ini aku tidak mengenal mereka dan mereka tidak mengenal aku. Dia memiliki rambut yang indah. dan berjuang melawannya. Dia terlihat bersemangat dan sepertinya menyenangkan. kesepian sekali. Tidak pernah akan bisa menjadi kesayangan ku seperti dirinya. Tentu saja aku berjanji pada diana tidak akan ada gadis dari Queen. dengan lapisan kertas yang membosankan dan dinding-dinding tanpa gambar. Tetapi Beechwood sangat jauh dari Akademi itulah mengapa hal itu tidak mungkin dilakukan.”jelas Nona Barry.

Kamu seharusnya tidak perlu menangis.itu seharusnya tidak terjadi. Jika tidak aku sudah pergi ke taman untuk mendengar pertunjukan band dengan frank stockley. Ah. Aku bilang kamu yatim piatu yang diadopsi oleh pasangan curthbert. Kota begitu menyenangkan daripada poky avonlea tua itu. karena hidung dan matamu menjadi merah. anne. ”Aku kira kamu sedang rindu kampung halaman—beberapa orang memiliki pengendalian diri yang sangat sedikit dalam hal itu. dan bertanya padaku siapa gadis yang berkepala merah itu. dan tidak ada seorangpun yang tahu banyak mengenai masalalu mu sebelumnya. Karena senangnya melihat sebuah wajah yang dikenalinya anne lupa bahwa antara dia dan josie tidak pernah ada banyak cinta. aku mengira mungkin marilla membekali kamu kue. dan menyediakan jalan setapak untuk matthew—enam—tujuh— delapan---oh. Aku menikmati waktu yang indah di academy hari ini. Kumisnya akan membuat hati kamu kerwollowps. Asal merupakan bagian dari kehidupan avonlea bahkan seorang Pye pun disambut dengan gembira. dengan rasa belas kasihan yang menjengkelkan. Aku tidak punya keinginnan untuk mengalami homesick. Dia melihat kamu dikelas hari ini. 228 . Aku tidak bisa menghibur diri—aku tidak INGIN menghibur diri— Lebih baik menderita!” tidak diragukan lagi. Aku heran bagaimana aku bisa tahan berada disana begitu lama. Oh.” Anne merasa ragu. jika saja Josie Pye tidak muncul pada saat itu. Kamu sedang menangis. kesunyian dan air mata tidak lebih memuaskan dibandingkan bersahabat dengan Josie pye ketika kemudian jane dan ruby muncul. bisa ku bilang begitu. Dan banyak lagi yang keluar! Aku harus berpikir mengenai hal-hal yang lucu untuk menghentikan mereka. Itulah mengapa aku kemari. Dia menyewa ditempat yang sama dengan aku." aku tidak akan menangis---ini bodoh—dan lemah—ini air mata ketiga yang terpercik melalui hidungku. Karena Josie tidak ”bebicara” kepada Jane maka dia harus terdiam dan terhitung tidak berbahaya. kata anne dengan tulus. tapi rasanya seperti seratus tahun lamanya. Dan dia dibagian olah raga.”kata josie. matthew hampir sampai dirumah sekarang—dan marilla sedang menunggu di pintu gerbang. betapapun. Dan itu hanya akan membuat suasana menjadi tambah buruk—empat—lima—aku akan pulang kerumah jumat depan. bahwa Banjir air mata akan datang. tidak ada gunanya menghitung mereka! Karena sekarang mereka sudah banjir. " Aku sangat senang kamu datang. Tapi tidak ada hal lucu kecuali hal-hal yang berhubungan dengan avonlea. masing-masing dengan satu inchi pita berwana ungu campur merah muda—pertanda Queen—yang tertancap gagah di jas mereka. Apakah kamu punya seseuatu yang dapat dimakan anne? Aku kelaparan. dan sekarang kamu kelihatan merah semuanya. Professor Bahasa Prancis kami benar-benar seperti bebek.

pada akhir tahun pelajar yang lulus dengan dinilai bahasa inggris yang terbaik dan literatur bahasa inggris akan memenangkan beasiswa—dua ratus lima puluh dollar per tahun selama empat tahun di institute Redmond.” Ruby. Wajah anne bersemu merah dan mengakui bahwa dia memang sedang memikirkan hal itu.”pelajar-pelajar queen akan memperbutkan satu beasiswa avery sesudah ini nanti. aku tahu hari ini.?? Seorang pengusaha dari New Brunswick yang kaya raya sudah meninggal dunia dan meninggalkan sebagian dari keayaannya untuk memberikan sejumlah besar bantuan beasiswa untuk dibagikan kepada bermacam-macam sekolah tinggi dan akademi di Profinsi maritim. Hal itu akan diumumkan di academy besok. sebelum gema dari suara josie membuyarkan lamunannya. ”Oh. tapi perihal itu pun akhirnya diputuskan bahwa. memperhatikan kelender Queen yang berada di atas meja. indah sekali rasanya memiliki cita-cita dan ambisi. Tidak mengherankan bila malam itu anne tidur dengan pipi yang geli. Anne. Sebelum Josie mengatakan padanya berita itu puncak cita-cita anne tadinya adalah memperoleh izin provinsi dari guru. Aku harus mengerjakan tuga rumah ”virgil”—professor tua yang mengerikan itu memberikan kita tugas dua puluh baris untuk dikerjakan besok. Frank stockley yang memberitahuku—pamannya merupakan anggota dewan gubernur. kamu tahu. Tapi aku sama sekali tidak bisa belajar malam ini. ingin tahu jika anne bermaksud untuk meraih medali emas.! ”Aku akan memenangkan beasiswa itu jika aku bekerja keras." baiklah. benarkan? terimakasih. pada akhir tahun.Jika kamu mau melanjutkan menangis. ”Tidak kah matthew akan merasa bangga jika aku memperoleh gelar Sarjana Seni (Bachelor of Art)? Oh. mengambil kursus seni di perguruan tinggi Redmond. Itu akan memulihkan diriku. itu mengingatkan aku. Karena Beasiswa Avery dalam bahasa inggris. Kue??kamu akan memberikan potongan yang paling kecil untuk ku. aku pikir aku sejak pagi ini aku akan tinggal berbulanbulan disini.” Beasiswa Avery! Anne merasa jantungnya berdetak lebih cepat. karena aku sedang asyik menangis sebelum akhirnya rubby datang. Kata josie. dan mungkin meraih medali! Tapi sekarang sejenak anne membayangkan dirinya memenangkan beasiswa avery. menurutku aku melihat bekas airmata . dan horizon ambisinya berpindah menjadi luas seolah-olah oleh kekuatan magis. dan mengenakan baju wisuda dan berada dipanggung.Aku 229 . dan anne merasa bahwa kakinya kini adalah orang pribumi. Ini benar-benar cita rasa dari avonlea. Aku tidak keberatan menjadi angsa jika ada orang lain yang menjadi angsa juga.” ujarnya. sesuai dengan bidang pelajaran mereka.kelas pertama." desah jane. Ada banyak perdebantan apakah hanya akan dibagikan kepada penduduk queen.

Anne juga berpikir demikian. tapi dia tidak sepenuhnya sadar bahwa persahabatan dengan anak lelaki juga mungkin meupakan hal yang baik untuk dilakukan untuk melengkapi pershabatan seseorang dan melengkapi sudut pandangan yang lebih luas mengenai penilaian dan perbandingan. Hanya segera setelah kamu mencapai satu ambisi kamu masih akan melihat satu lagi yang berkilauan diatas sana.Musim dingin di Queen Kerinduan anne akan kampung halaman sudah menghilang. Itu membuat hidup jadi menarik. kulit yang indah dan bentuk tubuh yang indah. dia tahu itu. mungkin sebatas teman belaka. Rubby merupakan seorang gadis yang sangat menawan. meupakan jam-jam terbaik dan terindah dari seluruh minggu.dia memakai rok selama orang tuanya mengijinkannya dan dia menggulung rambutnya hingga kelihatan pendek di kota. Tidak ada sentimen bodoh yang muncul pada gambaran anne mengenai Gilbert. Anne berpikir hari jumat sore itu menyenangkan untuk dihabiskan diatas bukit yang berudara segar keemasan. Jika dia dan gilbert berteman dia tidak akan peduli seberapa banyak teman lain yang dimiliki oleh gilbert dan juga dengan siapa dia berjalan. ” Tapi pikir dia bukan jenis perempuan yang disukai oleh Gilbert.Dan seperti nya tidak pernah ada habisnnya—itulah hal terbaiknya. dan ruby Gillis sepertinya bukan orang yang cocok untuk membahas masalah seperti itu.” BAB XXXV. tapi dia tidak akan mengatakan hal itu demi beasiswa avery. akan sangat menyenangkan memiliki teman berolok-olok dan teman berbincang seperti gilbert dan bertukar pikiran mengenai buku-buku dan perlajaran-pelajaran serta cita-cita. meskipun dia harus menurunkannya ketika pulang kampung. dia punya banyak teman perempuan. Anne pandai membina persahabatan.senang karena aku memiliki banyak cita-cita dan keinginan. sekarang berpikir bahwa dirinya sudah cukup dewasa. sangat terbantu dengan kunjungan akhir pekannya ke kampung halaman. melewati ladang yang indah dan melalui pakis yang 230 . Anne belum dapat meletakkan perasaannya pada hal itu sehingga membuat suatu definisi yang jelas. Dia hanya berpikir bahwa jika gilbert dan dirinya berjalan pulang bersama dengan kereta api. Gilbert Blythe hampir selalu berjalan bersama dengan Rubby Gillis serta membawakan tasnya. Gilbert memiliki ambisi. Seperti anak laki-laki lain pada saat dia berpikir mengenai mereka. serta menikmati hal –hal yang menyenangkan dengan bebas. Selama musim liburan belum berakhir pelajar-pelajar avonlea pergi ke cabang baru Carmody di jalan kereta api setiap malam jumat. Diana dan beberapa anak muda avonlea yang lain pada umumnya berkumpul untuk menemui mereka dan setelah itu mereka semua berjalan berkeliling avonlea dalam pesta gembira.”Bisik Jane kepada anne. tapi dia tidak mampu juga untuk tidak berpikir. Dia memiliki mata biru cerah yang besar. Dengan lampu-lampu dari rumah-rumah di avonlea berkelipan dibawahnya.

Kenyataan ini merupakan hal yang lumrah.Setelah liburan natal pelajar avonlea berhenti pulang kampung setiap jumat dan belajar keras. dan “gadis impian. imajinatif. bersungguh-sungguh —memenagkan penghargaan pengetahuan rumah tangga.pakaian yang paling bergaya. Anne Shirley.bertumbuhan disepanjang jalan setapak. Pada saat ini semua pelajar-pelajar Queen cenderung berada di barisannya masing-masing dan beragam kelas telah menetapkan tempat berteduh masingmasing yang berbeda dan mulai bekerja. dan Lewis Wilson. Rubby gillis mendapat predikat gadis tercantik tahun ini di academy. dengan pemikirannya sendiri mengenai peristiwa-peristiwa dan bertekat untuk meraih yang terbaik di dalam hidup dengan memberikan yang terbaik pada hidup. Bahkan Josie Pye mencapai keunggulan tertentu sebagai Gadis Berlidah paling tajam yang ada di Queen. Ethel marr nobatkan oleh seluruh juri penilai sebagai seorang yang memiliki mode rambut. bijaksana. menemukan gadis putih yang terlihat alim yang diercoki oleh kenakalan serta olok-olok dan keisengan. Dan sudah akui bahwa calon penerima medali secara praktis telah disempitkan menjadi tiga orang---Gilbert Blythe. Anne bekerja keras dan tekun. Stella Maynard. satu orang dari enam orang yang dijagokan berkemungkinan menjadi pemenangnya. tapi bagaimanapun juga kegetiran itu sudah mulai terasa. lucu. Jadi mungkin saja wajar dinyatakan bahwa murid-murid lama nona stacy memainkan peran mereka sendiri di gelanggang academi. pada kelas tahun kedua stella Maynard memenangkan telapak tangan terindah. seperti pelangi di udara sama seperti mata anne. meskipun hal itu tidak banyak yang mengetahui dikelas. pemenang beasiswa Avery masih diragukan. Frank Stockley memiliki banyak aksi dan pesona. Dengan gadis “mawar-merah”.” Priscilla Grant. dan jane andrew—Jane yang sederhana. dengan sedikit sokongan kritis dari anne shirley. 231 . Ruby gillis mengatakan pada jane andrew bahwa dia tidak mengerti sedikitpun apa yang gilberth bylthe katakan: dia berbicara sama seperti anne shirley pada saat dia setuju dengan suatu hal dan rubby pikir tidak menyenangkan sama sekali untuk terlalu peduli pada buku-buku dan hal-hal seperti itu pada saat kamu tidak harus melakukannya. mereka mungkin sudah berbincang mengenai banyak hal menarik dan menggembirakan mengenai dunia baru yang luas di sekitar mereka dan meletakkan harapan-harapan dan cita-cita mereka padanya. pelajar yang ambisi seperti dirinya. lambat. Gilbert merupakan seorang teman muda yang panadi.! Di academy anne secara berangsur-angsur mendapatkan lingkaran kecil temantemannya disekitar nya. Persaingan nya dengan gilbert sama ketatnya seperti waktu masih di sekolah avonlea dulu. Medali perunggu untuk matematika diduga akan dimenangkan olah seorang anak laki-laki gemuk. tapi dia tidak se ganteng Gilbert dan dia sungguh tidak dapat memutuskan yang mana yang paling disukainya. sementara itu mata hitam bersemangat milik stella terlihat sayu/muram oleh khayalan dan mimpi-mimpi. berasal dari desa dengan dahi yang maju dan Jas tambalan. dia segera menjadi teman karib.

Bagi mereka ujian-ujian yang akan datang merupakan hal yang sangat-sangat penting—jauh lebih penting dibanding tunas buah chest atau hari perpeloncoan. ” ucapnya. tapi ketika semua masa depanmu 232 . memiliki waktu untuk bagi dirinya untuk meremehkan ujian itu. ”aku lelah dengan gadisgadis lain—ada seperti kesamaan yang abadi dan menggusarkan pada mereka. Selain belajar siswa-siswa mendapatkan kesempatan untuk bersenang-senang. Kemudian. seperti pengakuannya. yang yakin setidaknya lulus. Tapi di kota charlotte hal yang mengganggu pikiran dan dibicarakan oleh pelajarpelajar hanyalah mengenai Ujian-ujian. kadang aku merasa seolah-olah ujian itu adalah segalanya.musim gugur yang lalu terlihat sangat panjang—sepanjang musim digin ini banyak kelas dan pelajaran. dan dia membuat aku jatuh cinta padanya dan aku suka pada orang yang telah membuat aku mencintai mereka. Tapi dia tidak pernah bicara kasar pada anne. tapi dia tidak memikirkan bahwa hidup menjadi tidak sangat membantu seandainya dia tidak menang.anne sudah tidak ingin lagi menang dengan alasan untuk mengalahkan gilbert. Dan disinilah kita sekarang.hal baru itu selalu lebih bagus dari hal sebelumnya. ” Jane dan rubby serta josie. ujian-ujian itu terlihat tidaklah begitu penting. tapi ketika aku melihat pada tunas besar yang sedang berkembang dengan susah payah pada pohon itu serta udara biru yang berkabut si ujung jalan.ucap anne. Semua itu tidak masalah bagi anne. dengan ujianujian yang minggu depan yang sudah terbayang. tidak menanggapi hal itu. Anne memiliki banyak perbedaan seperti pelangi dan setiap hal. hampir sebelum semua orang menyadarinya musim semi telah datang. yang singgah. yang terus menerus menjadi kesayangan dari wanita tua yang kritis itu. Kawan-kawan. dan ”kabut hijau” berada di pepohonan dan lembah-lembah. Itu menyelamatkan aku dari banyak masalah pada diriku dengan mencintai mereka. tapi lebih karena kesadaran akan kebanggaan atas kemenangan dari lawanlawan laki-laki yang bernilai. Itu lebih bernilai untuk dimenangkan. telah bertambah tua. di Avonlea mayflower sedang mengintip sebelum merekah merah muda pada tanah yang gundul diamana rangkaian bunga-salju melekat. tapi mata hitamnya tidak suram namun setidaknya tenaga lidahnya semakin mereda. " Anne-Girl bertambah baik setiap saat. Anne meghabiskan waktu luangnya di beechwood dan biasanya di memanfaatkan hari minggunya dengan makan malam disana dan pergi ke gereja dengan nona barry yang Belakangan .”kenapa. ”rasanya tidak mungkin bahwa satu semester hampir usai”. Aku tidak tahu bahwa dia sama menghiburnya seperti dia masih kanak-kanak dahulu.

Frank stockley bilang bahwa profesor Tremaine mengatakan bahwa Gilbert blythe dipastikan memperoleh medali itu dan Emily Clay sepertinya yang akan memenangkan beasiswa Avery itu. Semua mimpi-mimpi itu adalah miliknya dengan kemungkinan-kemungkinan tersembunyi pada tahun-tahun mendatang. dengan sikunya menyandar pada ambang jendela. Khawatir terkadang sedikit membantu mu—itu akan terlihat seolah-olah kamu sedang melakukan suatu hal pada saat kamu sedang khawatir.”tidak ada gunanya mengatakan jangan khawatir.”tapi sekarang aku jujur merasakan bahwa selama aku tahu bahwa bunga violet akan mekar dan membuat lembah di bawah rumah atap hijau menjadi ungu dan pakis-pakis kecil menyembulkan kepala mereka di jalan setapak LOVER. keluh jane.” ”itu akan membuat aku sangat kecewa besok. Jane dan josie keduanya menjawab dengan segera dan pembicaraan berubah arah menjadi menganai mode. ada hal terbaik yaitu usaha dan kegagalan.”jika aku tidak lewat tahun ini aku akan kembali lagi tahun depan.” ”_Aku_ tidak peduli.tergantung pada ujian-ujian itu---seperti yang dipikir oleh gadis-gadis itu—kamu tidak dapat mengabaikan mereka dengan berfilsafat. menembus keluar menyeberangi atap kota dan menuju kepuncak menara kubah agung dari langit matahari terbenam dan merajut mimpi-mimpinya akan kemungkinan masa depan dengan benangbenang emas dari optimisme masa muda. ” " jane. " Beart badanku telah turun sebanyak tujuh pond dalam dua minggu terakhir ”. Aku sudah melakukan usaha terbaik ku dan sekarang aku memahami apa yang dimaksud dengan ”kesenangan dari perdebatan” Disamping usaha dan kemenangan.Aku AKAN khawatir. 233 . ” ucap josie Pye. jangan bicarakan mengenai ujian!lihatlah pada lengkungan dari hijau pudar diatas langit rumah-rumah itu dan bayangkan dirimu sendiri seperti apa itu terlihat bila melewati hutan-hutan –pohon beerch yang lembayung di avonlea. apa yang akan kamu kenakan untuk pada hari pertama ujian? Tanya Rubby praktis.”tawa anne. Kawan-kawan. dan matanya terisi oleh pandangan-pandangan. Josie”. Ayahku mampu mengirim aku kesini. pipi lembutnya bertumpu pada kedua tangannya. tidak akan memberikan banyak perbedaan apakah aku akan meraih avery ataupun tidak. Akan mengerikan jika aku gagal memperoleh sertifikat setelah melewati musim dingin di Queens dan menghabiskan banyak uang. Tapi anne. Anne.—setiap tahun setangkai mawar akan sampai janjinya untuk ditenun menjadi chaplet abadi.

Anne pucat dan diam. Anne dan jane berjalan menyusuri jalan bersama. Tapi membutuhkan kerja keras dan pengorbanan dirisendiri. semua orang mengatakan bahwa Emily clay yang akan memenangkan itu. pada saat itu terjadi. tapi. ucap anne. Dan aku mohon dengan sangat kepadamu atas nama/demi persahabatan lama kita untuk melakukannya secepat mungkin. Dan meskipun ambisi sangat bernilai untuk dimiliki. Dia tidak punya ambisi yang membumbung tinggi dan sebagai konsekuensi (akibatnya) dia tidak dihinggapi penyakit kegelisahan/tidak tenang sesudahnya. Dan apapun yang kamu lakukan JANGAN berbelasungkawa/menyatakan simpati dengan ku. tanpa mencoba untuk berhenti dengan lemah lembut. Pada saat mereka memasuki tangga Queen. mereka mendapati aula dipenuhi oleh anak laki-laki yang mengangkat Gilbert Blythe diatas bahu mereka dan meneriakkan pada puncak dari suara mereka : Hore Blythe. Aku tidak memiliki keberanian jiwa. Dalam waktu 10 menit lagi dia akan mengetahui siapa yang akan memenangkan medali dan siapa yang memenangkan avery. Tentu saja kamu akan memenangkan salah satu penghargaan itu. Pertimbangan/selanjutnya/ yang lebih lanjut tidak mengganggu jane sama sekali. pemenang Medali 234 . waktu menjadi suatu hal yang paling penting di dunia ini. ucap jane. ujian telah berakhir (selesai) dan dia yakin bahwa paling tidak dia berhasil melewati ujian. Jane. Melewati waktu 10 menit itu sebanrnya tidak terasa. Aku tidak berharap avery. jane. Hanya saja bagi dirinya. Karena kita membayar sebuah harga untuk setiap hal yang kita dapatkan di dunia ini.kalau tidak siapa yagn tidak bisa memahami betapa/bagaimanakah fakultas/staf pengajar bisa begitu tidak adil seperti terhadap medali itu kalau tidak.Bab XXXVI Keagungan dan Mimpi Pada suatu pagi ketika semua hasil ujian di pasang pada papan bulletin di Queens. kegelisahan dan kesempitan hati. Berjanjilah padaku akan hal ini. Jika aku gagal katakan langung. mereka tidak dimenangkan dengan mudah(mereka tidak diraih dengan mudah). Kamu harus membaca pengumuman-pengumuman itu dan kemudian memberitahu pada ku. Dan aku tidak akan berdesakan di papan bulletin itu dan melihatnya sebelum semua orang selesai. Jane tersenyum dan bahagia. Aku akan tetap berada diruang ganti baju anak perempuan. tidak ada gunanya janji seperti itu. Jane berjanji dengan sungguh-sungguh.

hadiahhadiah dan medali-medali diberikan. ketika anne menyelesaikan karangannya. Memperhitungkan bahwa kita senang telah membesarkan dia. Jane megap-megap. Berbicara untuk pertama kalinya sejak dia memasuki aula. dia tidak pernah pulang sejak bulan april lalu dan dia merasa dia tidak dapat menuggu 235 . marilla? Bisik Mathew. kelompok ucapan selamat datang menyerbu. lagu-lagu dinyanyikan. karangan dibacakan. Mathew dan Marilla ada disana. yang membaca karangan terbaik dan ditunjuk dan dibisiki sebagai pemenang Avery. Tidak kah kamu bangga dengan gadis. Nona Barry yang duduk di belakang mereka. Dia ditolak dan ditarik dan dirangkul dan diantara itu semua. kata nya. Mathew akan menyesal —dia sangat yakin bahwa anne akan menang. bukankah itu bagus?? Dan kemudian anak-anak perempuan mengelilingi mereka dan anne menjadi pusat kegembiraan. Ijazah penghargaan untuk pelajar. Bahunya di gebuk dan tangannya bergoncang dengan semangat. Pidato diberikan. Acara dilaksanakan di Aula pertemuan besar di Akademi. Mathew dan marilla akan puas. pemenang Avery! Wah anne. Ulang marilla. kemudian segera mereka melarikan diri menuju kamar ganti pakaian perempuan diantara sorak-sorai gemuruh. Aduh anne.Anne?Aku bangga. aku harus menulis berita/surat kerumah sekarang juga. aku sangat bangga. Upacara pemberian Ijazah merupakan peristiwa penting berikutnya. Jadi dia gagal dan Gilber menang! Baiklah. dia mencoba untuk berbisik kepada Jane : Aduh.Untuk sejenak anne merasa perutnya mual tiba-tiba akibat kekalahan dan kekecewaan. Tapi kemudian Seseorang berteriak : Mari bersorak-sorak dengan semangat untuk Nona Shirley. condong kedepan dan menyodok/mencongkel punggung marilla dengan gagang payungnya. dengan mata dan telinga hanya untuk seorang pelajar diatas podium—seorang gadis janggkung dalam balutan pakaian hijau muda. Kamu sungguh senang menggoda orang. Mathew curthbert. dengan kedua pipi yang agak kemerah-merahan dan kedua mata yang penuh dengan sinar gemintang. Ini bukan pertama kalinya aku bahagia/senang. Anne pulang ke rumah Avonlea dengan Mathew dan marilla sore itu.

Jane dan Ruby akan mengajar. Dan alangkah baiknya melihat kamu lagi. Aku akan pergi ke Remond September nanti. dimana marilla telah mengumpulkan mawar-mawar yang sedang berbunga pada ambang jendela. Josie Pye memberitahuku kamu melakukannya. bulan-bulan keemasan dari liburan. Aku mencintai kamu lebih dari siapapun—dan aku punya banyak hal untuk diceritakan padamu. jadi ia bermaksud untuk mendapatkan penghasilannya sendiri. Aku lelah. Anne merasakan sedikit perasaan ganjil dari kekagetan kecemasan dalam hatinya. Gilbert bythe akan mengajar juga. aku mengira kau tidak akan sedang mengajar sekarang bahwa kamu telah memenangkan Avery? Tidak. ucap Diana penuh celaan. Diana. Bukankah nafas mint lezat ?dan mawar itu—kenapa. Tidakkah itu baik sekali untuk dipikirkan kami semua dapat melampaui bahkan moodi Spurgeon dan Josie Pye? Dewan SEkolah Newbridge sudah menawarkan Jane sekolah mereka. Dia harus. Sungguh baik bisa kembali lagi. Diana. Dia berharap Gilbert akan pergi ke Redmond juga. tidak kah itu kedengaran hebat??aku akan memiliki pesediaan nyanian ambisi yang baru sekali untuk diberikan pada waktu itu nanti setelah tiga bulan yang agung. Aku bermaksud untuk menghabiskan waktu paling sedikit 2 jam besok berleha-leha (berbaring) di rumput kebun buah-buahan. Apa yang akan anne lakukan tanpa persaingan yang 236 . Oh Diana. Bunga appel merekah dan dunia tampak segar dan muda. Tapi saat ini/sekarang aku merasa seolah-olah cukup menyenangkan duduk disini dan memperhatikan kamu. Stella Maynard merupakan seorang gadis yang paling mahal didunia kecuali satu orang dan orang itu adalah kamu. Anne tertawa dan menghujani Diana dengan bunga lili bulan juni yang layu dari buket miliknya. Sangat baik melihat pucuk cemara itu menantang langit merah muda—dan kebun buah putih dan salju queens yang tua. Kata Diana. setelah semuanya. aku pikir lelah karena rajin belajar dan lelah karena berambisi. Di dalam kamar putih nya sendiri.hingga besok. Aku pikir stella Maynard lebih baik dari aku. dan tidak berpikir apa-apa. Dia tidak mengatahui hal itu. Josie bilang kamu JATUH HATI pada nya. Diana ada di Rumah hijau untuk mengunjunginya. Kamu sudah melakukan pekerjaan dengan baik sekali anne. semuanya merupakan sebuah nyanyian dan sebuah harapan dan doa semua menjadi satu. anne melihat kesekitar dan menarik napas panjang kebahagiaan. Aku berharap dia akan memperoleh sekolah disini jika Miss Ames memutuskan untuk pergi/berhenti. Ayah nya tidak sanggup membiayai kuliahnya tahun depan. kata dia.

dalam musim semi ini sudah Beberapa kali dia mendapat serangan jantung yang sungguh berat dan dia tidak akan meluangkan waktu untuk dirinya sendiri sedikit saja. Aku tidak bisa membaca atau menjahit dengan nyaman sekarang. apakah Mathew sehat ? Tidak. tapi mereka tidak memberikan kebaikan untuk ku. Anne. Mengambil Kelas puisi Pertama satu tahun dan memenangkan beasiswa Avery. berbicara mengenai Rachel mengingatkan aku—Apakah kamu sudah mendengar berita apapun mengenai Bank Abbey. akhir-akhir ini. Baiklah. Aku akan menggunakan satu hari libur ini untuk mengunjungi semua tempat-tempat keakungan lama dan memburu mimpimimpi lama ku. aku sering sekali sakit kepala sekarang—selain mata aku. panggil anne dengan ragu-ragu ketika Mathew telah pergi keluar. Aku takut kamu bekerja terlalu keras. Aku kira aku harus. Kamu juga tidak terlihat sehat seperti yang biasa aku lihat. Anne mencondongkan badannya ke meja dan mengambil wajah marilla di tangannya. menjadi agak hambar tanpa teman bermusuhannya? Pagi berikutnya saat sarapan anne tiba-tiba menyadari/menemukan bahwa Mathew kelihatan tidak sehat. Doctor spenser banyak cincong/membuat aku repot dengan kacamata. Marilla tersenyum dengan mesra pada gadisnya. Aku tidak percaya akan kata itu. tentu saja dia kelihatan lebih gelap/abu-abu daripada satu tahun sebelumnya. Anne ? 237 .jawab marilla dalam nada susah. dan selanjutnya giliran kamu untuk bermalas-malasan saat/sedangkan aku mengerjakan pekerjaan. Dia bilang itu tidak cocok untuk mereka untuk lingkungan wanita yang sebenarnya/lingkungan sejati wanita. sekarang karena aku ada dirumah. tapi dia akan jauh lebih baik untuk sementara waktu dan kita harus menggaji seorang lelaki yang baik.—Baiklah— baiklah. Mungkin dia akan mau sekarang karena kamu ada dirumah. Nyonya. kamu kelihatan lelah.membangkitkan semangat mereka ?tidak akan berhasil. Sehingga aku berharap dia dapat beristirahat dan kembali segar. Aku benar-benar cemas tentang dia. Marilla. marilla. Harus kukatakan kamu sudah melakukan pekerjaan dengan sangat baik di Queens. meskipun pada fakultas perguruan tinggi dengan murid pria dan wanita dan harapan gelar yang nyata. Bukan karena pekerjaan—hanya karena kepalaku.Lynde mengatakan sebelumnya kebanggaaan surut dan dia tidak percaya terhadap sekolah tinggi untuk wanita sama sekali. Kamu selalu membuatnya gembira. Kamu harus beristirahat. Ada ahli mata yang hebat/terkenal yang datang ke PULAU ini juni lalu dan doctor bilang aku harus menjumpainya.

kata anne dengan prihatin. Aku rasa dia mempunyai jumlah nominal yang besar selama bertahun-tahun. menyesuaikan langkah per nya dengan langkah Mathew. Mathew berjalan pelan-pelan dengan kepala tertunduk. ketika Rachel memberitahukan pada kami hal itu. tapi Mr. Awalnya aku ingin Mathew meletakan uang itu di Bank Saving. oke. hanya saja aku sudah menjadi lebih tua sekarang. Hutan/kayu-kayu seluruhnya bercahaya terlewati oleh matahari terbenam dan semarak kehangatan dari air panas menurun melintasi lembahlembah bukit di bagian barat. Russel mengatakan padanya kemaren bahwa bank itu bail-baik saja. Jika saja aku adalah anak laki-laki yang kamu kirim. Kamu bekerja terlalu kerasa hari ini. Mathew merasa sangat cemas/khawatir. dan dia bilang dia akan mempertimbangkan hal itu. jawab anne. hari itu sangat cerah dan bagus dan terang. kenapa?? Itu apa yang dikatakan Rachel : dia mampir kesisni suatu hari pada minggu kemaren dan dia bilang banyak perbincangan mengenai itu. Mathew bilang setiap bank dibawah pimpinannya cukup bagus untuk setiap orang. anne tinggi dan tegak. anne. saat dia membuka pintu gerbang halaman agar kerbau-kerbau bisa lewat. Kenapa kamu tidak mengambil hal yang lebih mudah? Baiklah sekarang. Oke. aku menduga bukanlah anak 238 . Abbey tua adalah teman baik Ayah Mathew dan ia selalu menyimpan uang pada nya. Dia tidak akan pernah melupakan hari itu. anne. aku selalu bekerja keras dan aku lebih suka jatuh dalam pakaian kuda. kata Mathew. Semuanya kita tabung di bank itu—setiap sen. Mathew. Allan. Hanya mengingatkan kamu—lebih baik daripada selusin anak laki-laki. Anne bersenang-senang hari itu dengan persahabtan dengan dunia luar. Aku dapat menemukan hal itu dalam hatiku untuk hasrat yang kumiliki. begitu bebas dari bayang-bayang dan begitu begitu banyak bunga. dia pergi ke gelembung Dryad dan hanyapohon belaka dan lembah bunga violet/lembayung.Aku dengar bank itu agak goyah. Aku akan bisa banyak membantu kamu sekarang dan meluangkan kamu dengan 100 cara. kata dia penuh omelan. dia benar-benar sudah tua. ponakannya sungguh kepala lembaga/institusi. Ucap anne. aku sepertinya tidak bisa seperti itu. Tapi Mr. Anne menghabiskan beberapa waktu berharganya di kebun buah. Baiklah sekarang. Dia menghampiri rumah pendeta dan mempunyai perbincangan dengan Nyonya. Hanya untuk itu Baiklah sekarangm aku lebih memilih kamu daripada selusin anak laki-laki. Ucap Mathew menepuk tangan nya. melewati jalan/pedesaan penggemar untuk menggembalakan dari belakang. Baiklah. aku ingin Mathew untuk menarik uang kita segera. Dan akhirnya di sore hari dia pergi dengan Mathew untuk melihat kerbaukerbau. dan lupakanlah.

Nyonya. lelaki pekerja. memeriksa denyut nadinya. sebelum mereka dapat menggapai dirinya. tangannya penuh dengan bunga bakung putih. kodokkodok sedang menyanyi di rawa di lerang kebun buah.laki-laki yang mendapatkan beasiswa avery. Aduh marilla. suci telah diletakkan diatasnya. mengingat/berpikir tentang mas lalu/lampau dan menghayalkan/memimpikan masa depan/mendatang. Barry mereka berdua segera pergi kerumah marilla. benarkan??itu bukan anak gadis— gadis ku yang aku bangga padanya. Lynde mendorong mereka kesamping dengan lembut. aku kira—kita tidak bisa melakukan apapun untuknya menolongnya. Anne datang ke ruangan. penuh ketenangan/kedamaian dan ketenangan yang semerbak dari malam itu. datang juga. Anne menjatuhkan bunga-bunganya dan berlari melintasi dapur menuju kearah matthew bersamaan dengan marilla. Diluar salju Queen/Queen salju halimun/berkabut putih dalam sinar dengan berkabut putih dalam kilauan bulan/cahaya bulan. Mereka mendapati Anne dan Marilla yang sedang kebingungan mencoba untuk memulihkan Mathew agar siuman kembali . Mathew?? Ucapan marilla yang penuh dengan nada kegelisahan disetiap sentakan kata. Dia tersenyum senyum malu padanya ketika di memasuki ke perkarangan .-. Anne. cepat! Dia di gudang. Itu merupakan malam terakhir sebelum penderitaan menghampiri hidupnya.sudah lama sekali sebelum akhirnya anne bisa menyukai bau dari bunga bakung putih lagi.-. marilla terengah-engah. Dia pingsan. panggil martin—cepat. dan menempelkan telinganya diatas jantung nya. yang berada disana atas suruhan. pada saat dia pergi memanggil dokter dia melewati lereng Kebun buah-buahan disitu ada tuan dan Nyonya. bergerak terkejut memanggil dokter. Mereka berdua sangat terlambat. anne mesih memngingat kenangan itu pada saat dia memasuki kamarnya pada malam itu dan duduk agak lama pada jendela nya yang terbuka. yagn baru saja sampai dirumah dari kantor pos. Kata dia dengan sedih. Mathew telah jatuh melewati ambang pintu. 239 . Martin.Nyonya. Lynde. ada selembar kertas terlipat di tangannya.dia melihat sewaktu Mathew berdiri di pintu keluar beranda. Bab XXXVII. Dia memandang wajah cemas mereka dengan sedih dan airmata mengalir dari kedua matanya.malaikat maut yang bernama Kematian Mathew—Mathew—ada apa ? Apa kamu sakit. dan wajah Mathew terlihat ganjil dan abu-abu. Anne selalu ingat akan perak. Dan kehidupan selanjutnya tidak akan pernah sama lagi ketika sentuhan dingin.

mungkin sekali disebabkan oleh kejutan yang tiba-tiba. pemalu menjadi pusat perhatian. aku takut seperti itu. mata tanpa air mata menyala di wajahnya yang putih. pergi ke loteng timur rumah. Diana. rambut panjang abu-abunya menghiasi wajahnya yang tenang yang terdapat sedikit senyum ramah seolah-olah dia tertidur. Kertas Itu berisi tunggakan rekening dari bank Abbey. Untuk pertama kalinya Mathew yang pendiam. kamu jangan berpikir—kamu tidak boleh berpikir Mathew—telah —anne tidak dapat mengatakan kata yang mengerikan itu. dia berubah redup dan pucat pasi. Anne mengumpulkan/mengambil mereka dan memebrikannya pada dia. cinta tanpa kata-kata. Pada saat dokter datang dia berkata bahwa kematian yang mendadak dan kemungkinan tanpa rasa sakit. Keagungan suci kematian telah datang padanya dan mengumpulkannya sebagai seseorang yang bermahkota. Kesedihannya yang mendalam. Nak. Anne melihat ke wajah temannya itu dengan bersungguhsungguh. Anne melihat ke wajah tenang/hening yang tidak terlihat ada tanda kehidupan yang agung. Pada saat kamu telah melihat sesering aku melihatnya maka kamu akan tahu apa artinya. Aku kira kamu tidak akan salahpaham pada ku saat aku mengatakan bahwa aku ingin sendiri. Aku sudah sendiri satu menit sejak itu terjadi—dan aku ingin. Rahasia keterkujutan/goncangan itu ditemukan berada pada kertas yang dipengang Mathew yang dibawa martin dari kantor pagi itu. iya. Berita menyebar cepat di Avonlea. sedang bermimpi mimpi yang menyenangkan. Maukah kamu tidur dengan ku malam ini ? Terimakasih Diana. berkata dengan lemah lembut. Di kamar salon terbaring Mathew curthbert di dalam petimati. lihat wajahnya. aku sungguh ingin kesunyian dan keheningan dan 240 . Itu merupakan hal terakhir yagn dapat dilakukan untuk nya. Banyak bunga disekitar dia—bunga kuno yang indah— bunga-bunga modern yang ditanam oleh ibunya di kebun perkarangan pada hari-hari pengantinnya dan yang selalu dirahasiakan oleh matthew. Keluarga Barry dan Nyonya Lynde tinggal menemani mereka malam itu.Nyonya. dan setiap hari teman dan tetangga berbondong-bondong/memenuhi nok atap rumah hijau dan datang dan pergi atas suruhan orang yang mati dan yang masih hidup. Ketika malam yang tenang datang perlahan diatas nok atap rumah hijau rumah tua itu hening dan tenang. Anne sayang. Aku tidak takut. Lynde. dimana anne berdiri di jendelanya.

Ditengah malam dia terbangun. Itu—itu—tidak benar untuk menangis seperti itu. biarkan lah aku menangis. Aduh. diana dapat memahami lebih baik daripada anne kesakitan/penderitaan yang mendalam tanpa butir air mata. tapi aku tidak tahan. Gadisku—gadisku yang aku banggakan. Aduh Marilla.mencoba untuk menerimanya. meninggalkan anne sendirian untuk tetap berjaga-jaga atas dukacitanya yang pertama. Marilla mendengar nya dan menyelinap untuk menghiburnya. dan ingatan tentang hari-hari yang lalu datang menghampirinya seperti gelombang kesedihan. Itu nampak bagi anne hal yang buruk sekali bahwa dia tidak bisa menumpahkan/mengeluarkan air mata untuk Mathew. memecahkan semua batasan kemampuannya untuk mengindari masalah dengan cara menyibukkan diri dengan pekerjaan dan kesibukan diri. Kemudian airmata jatuh dan anne menangis bercucuran air mata. yang merupakan orang yang sangat dicintainya dan yang telah begitu baik padanya. dia baik dan ramah dan manis—tapi ini bukan kesedihannya—dia diluar ini dan dia tidak bisa datang lebih dekat kedalam hatiku untuk menolongku. marilla. Ini penderitaan kita— kamu dan aku. Setengah nampak jelas bagiku bahwa Mathew tidak bisa mati. Dia bisa melihat wajah Mathew yang sedang tersenyum pada nya seperti dia tersenyum ketika mereka berpisah di gerbang sore lalu—dia bisa mendengar suara yang berkata. apa yang akan kita lakukan tanpa dirinya?? 241 . hanya rasa sakit kelam yang mengerikan Kesengsaraan itu tetap ada hingga dia jatuh tertidur. Tangis anne. Mathew yang berjalan dengannya kemaren sore disaat matahari terbenam dan sekarang sedang terbaring di ruang suram yang dipenuhi kedamaian yang dahsyat. ayah yang baik untuk ku—tapi Tuhan tahu yang terbaik. Namun mulanya tidak ada air mata yang keluar. Aku tidak dapat menerimanya. dalam bauran hari gembira sekaligus menyedihkan. Tinggallah disini untuk beberapa saat dan biarkan lenganmu merangkul ku—begitu. Aku tahu. Anne berharap bahwa airmata akan muncul didalam kesunyian. saying itu tidak akan bisa mengembalikan dirinya. dengan keheningan dan kegelapan disekitarnya. Diana tidak begitu mengerti. melihat bintang-bintang bertaburan diantara bukit-bukit—tidak ada air mata. Sudah-sudah—jangan menangis seperti itu. Aku tidak membiarkan Diana tinggal. Ia selalu baik. Airmata tidak melukai seperti rasa sakit ini. Kesedihan marilla sangat mendalam. dan setengah yang lainnya kelihatan seakan-akan dia sudah meninggal sejak lama dan aku telah mengahadapi sakit yagn mengerikan ini sejak lama. Tapi dia pergi menjauh dengan baik hati. bahkan pada saat dia berlutut pada jendelanya di tengah kegelapan dan berdoa.

Aku ingin mengatakan padamu sekarang selagi aku masih bisa. Aku rasa kita semua mengalami hal yang sama. Pada saat Mathew masih berada disini dia senang mendengar kamu tertawa dan dia senang mengetahui bahwa kamu menemukan kebahagiaan dari hal –hal yang menggembirakan disekitar mu. menemukan kebahagiaan dari berbagai hal sekarang padahal dia telah meninggal. pikiran sangat sedih bahwa itu bisa menjadi seperti itu---bahwa mereka dapat melanjutkan cara lama tanpa Mathew. ucap Nyonya allan lemah lembut. dunia dan kehidupan terlihat sangat indah dan menarik untuk ku semuanya.Kita harus saling membantu/kita harus selalu bersama. Dua hari setelah itu mereka membawa Matthew Cuthbert melawati ambang pintu rumahnya dan menjauh dari ladang yang di kelolanya dan kebun buah yang dicintainya dan pophon-pohon yang telah ditamannya. Nyonya. Aduh. hidupnya masih menghampiri dia dengan banyak suara yang berutbi-tubi (terus-menerus). baru berduka cita. Anne. 242 . Dia merasa seperti memalukan dan penyesalan yang mendalam saat dia menemukan bahwa matahari terbit dibalik pohon cemara. Aku pikir pada saat itu terjadi aku tidak pernah bisa tertawa lagi. Aku tidak tahu apa yang akan lakukan jika kamu tidak ada disini---jika kamu tidak pernah datang kemari. anne. Bagaimanapun juga terlihat seakan-akan aku tidak perlu untuk tertawa. Dia baru saja lewat sekarang. entah bagaimana. Aku yakin kita seharusnya tidak menutup hati kita terhadap pengaruh penyembuhan yang ditawarkan lingkungan pada kita. tapi saat ini sepertinya jadi lebih mudah. dunia bunga indah dari cinta dan persahabatan telah kehilangan satupun dari kekuatannya untuk menyenangkan khayalannya/kesenangannya dan menggetarkan jiwanya. aku tahu telah keras dan kasar kepada mu mungkin—tapi kamu tidak boleh berpikir bahwa aku tidak mencintai kamu seperti Mathew mencintai kamu. Dan kemudian Avonlea kembali tenang seperti biasanya dan bahkan pada rumah dinding hijau pekerjaan/urusan kembali masuk ke pekerjaan sehari-hari mereka yang lama dan pekerjaan dilakukan dan tugas-tugas diselesaikan dengan keteraturan seperti sebelumnya/biasanya. Tapi aku dapat memahami perasaan mu. Allan. Itu nampaknya seperti ketidaksetiaan kepada Matthew. dan dia senang untuk mengetahui hal yang sama. Aku sangat tindu padanya. Hari ini Diana mengatakan sesuatu yang lucu dan membuat aku tertawa. Aku mencintai kamu seperti seolah olah kamu adalah darah dagingku sendiri dan kamu telah menjadi kebahgiaan dan kesenangan ku sejak kamu datang ke Rumah Hijau. meskipun dengan perasaan sakit karena kehilangan hal-hal yang akrab. Untuk semua itu.— setiap saat—namunpun begitu. Tidak mudah bagi ku untuk mengungkapkan perasaan ku. katanya dengan prihatin pada Nyonya Allan suatu sore ketika mereka sedang bersama-sama di kebun rumah pendeta. Anne. Dan tunas pucat merah muda merekah di kebun membrikan aliran kebahagiaan bagi dirinya ketika dia melihat mereka—kunjungan Diana menyenangkan dia dan bahwa kata-kata dan gaya sukaria Diana membuatnya tertawa dan tersenyum—yang pendek kata.

.Kita benci/marah/merasa tersinggung pada hal apapun yang menyenangkan kita ketika orang yang kita cintai sudah tidak lagi berada disini untuk membagi kesenangan dengan kita. Mungkin arwah-arwah dari seluruh bunga mawar kecil putih yang sangat dicintainya pada musim-musim panas semuanya disana untuk menjumpainya. " aku akan baik-baik saja. Aku akan lebih berterimakasih jika lelaki itu memberikan aku semacam kacamata yang benar dengan mata aku. Aku pergi ke kuburan untuk menanam suatu rumpun mawar di kuburan Mathew sore ini. Diana akan singgah untuk menemaniku." " Dia akan terus kesepian. Dan dia bersikeras bahwa aku harus masuk dan memeriksa mataku. kata marilla. Pintu dibelakang mereka terbuka. aku takut. 243 . ditahan oleh sebuah kulit kerang besar berwarna pink dengan bayang-bayang dari matahari terbenam di sebelah tenggara dalam lilitan-lilitan bagian dalam yang halus. Ucap anne melamun. aku mengira aku sebaiknya pergi dan selesai. Aku membawa sejamban bunga mawar putih rumpun belanda yang ibunya bawa dari skotlandia dahulu kala. pada saat kamu pergi lagi ke sekolah. Dia menyukai petunjuk kelezatan dari keharuman. Aku merasa gembira karena aku bisa menanamnya diatas kuburannya —seolah-olah aku melakukan sesuatu yang mungkin bisa menyenangkan dia karena itu berada di dekatnya. kata dia spesialis itu akan ada di kota besok. Marilla soerang diri dan dia kesepian di senjakala. dia mengucapkan selamat malam dan pergi pelan-pelan kembali ke nok atap rumah hijau. Mathew selalu paling menyukai mawar—mereka begitu kecil dan manis pada tangkainya yang berduri. Marilla sedang duduk di depan pintu anak tangga dan anne duduk disampingnya. Doctor Spencer ada disini saat kamu pergi. Aku berharap dia mempunyai mawar seperti itu di surga. kamu mau kan ? Martin akan mengantar aku dan tidak ada setrikaan dan memasak yang harus dilakukan. seperti ucapan syukur dari udara. Aku harus pulang kerumah sekarang. ucap Nyonya. Aku akan menyetrika dan memasak dengan lezat—kamu tidak perlu takut bahwa aku akan memberika kanji pada saputangan atau membumbui kue dengan obat gosok. diatas dia setiap saat dia bergerak. Kamu tidak keberatan tinggal disini sendirian sementara aku pergi. Anne tidak menjawab. dan kita hampir merasa seolah-olah kita tidak setia kepada penderitaan kita ketika kita menemukan/mengetahui bahwa ketertarikan hidup kembali pada kita. Allan. Anne mengumpulkan percikan madu pucat kuning menyusui dan meletakkannya di rambutnya.

MARILLA tertawa. Dia bilang padaku kemaren bahwa menurutnya itu lebih merah dari sebelumnya. orangorang menyebutnya kekasihku. Sembari menyentuh pita rambut yang berat pada rambut yang terluka di disekitar kepala indahnya. Alngkah –seorang teman yang enak dilihat dia. jadi dia tidak tahan untuk bersikap tidak menyenangkan (untuk tidak marah-marah). Aku benar/sungguh-sungguh menderita karena rambut ku dan bintik-bintik diwajahku. Aku tidak akan pernah melupakannya. karena kemudian itu sungguh menjadi masalah. atau setidaknya pakaian hitam ku membuatnya kelihatan lebih merah. dan orang-orang cukup senang memberitahuku bahwa rambutku pirang sekarang—semua kecuali Pye. Kami dulunya adalah teman baik.tapi josi Pye tidak akan bisa disukai.Anne Kamu selalu terlibat dalam pertikaian. Aku sudah berusaha apa yang aku sebut usaha yang gagah berani untuk menyukai dia. Begitu juga dengan Moody Spurgeon dan Charlie Sloane. Marilla. Bintik-bintik dipipi ku benar-benar sudah hilang. Josi Pye. Aku melihat dia di gereja minggu lalu dan dia keliatan begitu tinggi dan gagah Dia mirip sekali dengan ayahnya pada usia yang sama. Gilbert Blythe akan pergi mengajar juga. tapi aku harus mengatakan bahwa aku tidak tahu apakah adalah lebih banyak lagi daripada manfaat tumbuhan berduri (semacam widuri). Apakah Josie akan mengajar ? Tidak. dia dan aku. Aku kira orang semacam itu sedikit tujuan berguna dimasyarakat. John Blythe merupakan anak laki-laki yang baik. dan dia bertanya padaku apakah orang-orang yang memiliki rambut merah terbiasa memiliki rambut seperti itu. senyum anne. bukan?? Ya. Aku terkadang tertawa sedikit sekarang pada saat aku berpikir betapa cemasnya rambut aku pada ku—tapi aku tidak bisa tertawa banyak. Jane dan Ruby akan mengajar dan mereka berdua mendapatkan sekolah—jane di NewBridge dan ruby disuatu tempat di sebelah barat. Anne memandang dengan minat cepat Aduh marilla—dan kemudian apa yang terjadi ??—kenapa kamu tidak— 244 . ujar marilla menerawang. aku hampir memutuskan untuk berhenti mencoba untuk menyukai Josi Pye. Alangkah seorang gadis perempuan yang membuat kekeliruan pada hal itu berhari-hari. Apakah kamu ingat waktu kamu mengeringkan rambut mu?? Ya. ujar marilla tajam.singkatnya. sunnguh. Aku terbiasa berpikir bahwa kamu kerasukan/kemasukan setan. dia akan pulang ke Queens tahun depan.

Persimpangan Jalan Marilla pergi ke kota besoknya dan kembali pada malam hari. Apakah kamu sangat letih. aku kira kamu mungkin bisa memanggil nya itu. Anne. dan jika aku tidak menangis. Aku selalu berharap aku telah memaafkan dia pada saat aku punya kesempatan. Sambil menerawang. Jangan pikirkan hal itu. bayangkan! Anne diam Untuk beberapa saat. Dan aku melupakan diri aku sendiri. Buta. Aku sungguh-sungguh.Kami bertengkar. Anne telah pergi ke lereng kebun buah-buahan dengan Diana dan kembali menemui marilla di dapur. dia bilang bahwa bila aku berhenti total dari membaca dan menjahit dan segala macam pekerjaan yang bisa menyebabkan ketegangan pada mata. dia kira/berpikir bahwa mata ku tidak akan tambah parah dan sakit kepalaku dapat disembuhkan. Tapi aku selalu merasa—agak menyesal. BAB XXXVIII. Sesuatu dalam sikap kesal/sedih nya membuat hati anne dingin/sedih. Bukan karena itu. Kamu tahu bahwa dia membrerikan harapan padamu. bukan?? Kamu tidak pernah dapat menilai orang dari luanya saja. tapi dengan suara terjepit Marrila. Tapi jika tidak katanya aku pasti akan menjadi buta-samasekali dalam 6 bulan. kamu tidak akan berpikiran begitu kamu melihat aku. (gumam anne) Ya. dan jika aku menggunakan kacamata yang telah diberikannya pada ku. kelihatan baginya bahwa ia tidak mampu berkata-kata. juga. yang sedang duduk di meja dengan kepala nya bersandar di tangan nya. Dia tidak pernah kembali— Keturunan blithe sangat mandiri. Tapi kemudian dia berkata dengan berani/lantang. setelah lebih dulu berseru cemas dan kaget. Tapi semuanya kembali lagi ketika aku melihat Gilbert kemaren minggu. Dia tidak pernah melihat Marilla duduk lemah tanpa daya seperti itu. aku tidak akan memafkan dia pada saat dia minta maaf padaku. marilla? Ya—tidak—aku tidak tahu. Ya aku bertemu dengan nya. ucap anne lembut. jika kamu berhati-hati kamu tidak akan kelihatan penglihatanmu sama 245 . Dia memeriksa mata ku. jawab marilla lesu/letih. Apakah kamu bertemu dengan dokter mata?apa kata dia ? Tanya anne penasaran? . Setiap orang sudah melupakan mengenai aku dan john. “seharusnya aku letih tapi aku tidak memikirkannya. hanya sebentar—tapi aku kesal/merajuk dan marah dan ingin menghukum dia duluan/terdahulu. Sehingga kamu bisa memiliki sedikit percintaan dalam hidup kamu.

Kemudian dia telah penuh harapan dan kesenangan untuk mengahadapi masa depan yang menyenangkan dan menjanjikan. Tapi sebelum ia tidur ada sebuah senyuman dibibir nya dan damai dihatinya. Jangan katakan apapun mengenai hal ini kepada seorangpun untuk pesona/sihir. apapun. Membeli! Membeli rumah atap hijau (green gable) ? anne ingin tahu apakah ia pendengarannya tidak keliru. Anne ingin tahu apa yang telah dia katakana hingga wajah marilla terlihat seperti itu. marilla ? Marila duduk di bawah jendela dan memandang anne . aku tidak sanggup/ tahan bila masyarakat/orang datang kemari untuk bertanya dan bersimpati serta membicarakan hal tersebut. untuk apa aku hidup jika aku tidak dapat membaca atau menjahit/menyulam atau melakukan hal lainnya seperti itu ? aku mungkin menjadi buta total—atau mati. Aku tidak banyak berharap. Tapi sudahlah/sekian. Dia telah mengerti kewajibannya dengan nyali yang berani di wajahnya untuk menjadi seorang teman—karena kewajiban adalah pada saat kita menemukannya secara nyata. Aduh marilla kamu tidak sungguh-sungguh ingin menjual nok atap hijau kan ? Anne aku tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan. jika mata ku kuat/sehat aku akan tinggal disini dan mampu untuk menjaga dan mengurus 246 . Suatu siang beberapa hari kemudian marila masuk dengan pelan dari kebun depan dimana dia sedang berbicara dengan seorang tamu laki-laki yang anne kenali wajahnya sebagai SADLER dari Carmody.sekali. Setelah menyelesaikan makan siang nya anne membujuk marilla agar beristirahat ke tempat tidur. aku tidak dapat menahannya bila aku kesepian.Sadler. Dan begitu juga dengan menangis. Dan jika kacamata dari nya bisa menyembuhkan sakit kepalamu itu akan menjadi hal yang luar biasa. Jika kamu mengambilkan secangkir the untuk ku aku akan sangat berterimakasih. Aku sudah memikirkannya/mempertimbangkannya semuanya masak-masak. Anne merasa seakan-akan ia telah hidup bertahun-tahun sejak kemudian. Apa yang diinginkan Mr. Aku pasrah. ada butiran air dimatanya hal itu bertentangan dengan larangan ahli mata dan suaranya pecah karena dia berkata : Dia mendengar bahwa aku akan menjual nok-nok atap hijau dan dia ingin membelinya. Tidak ada gunanya untuk membicarakan hal itu. Kemudian anne sendiri pergi menuju ke loteng timur dan duduk di bawah jendela ditengah gelap sendirian dengan airmata dan beban dalam hatinya. Betapa hal-hal menyedihkan telah berubah semenjak semalam dia duduk disana setelah marilla pulang kerumah.

Tapi aku kira kamu akan bisa mengurus/mengatur nya entah bagaimana. Aku bisa gila karena kesusahan dan kesendirian. Tapi kamu bisa melihat sendiri. Tuan barry ingin menyewa perkebunan untuk tahun depan. aku telah berpikir dan berencana. Setiap sen uang kita adalah untuk bank. marilla setelah apa yang engkau lakukan untuk ku. Oh anne. Tapi aku dapat menyewa rumah dan menyetir sendiri ke carmody dan kembali. aku berharap aku tidak harus. Jadi kamu tidak akan bersusah-susah mengenai hal itu. Aku tidak bisa tinggal sendirian disini. Aku tidak akan pergi ke REMOND Tidak pergi ke REDMOND! Marilla mengangkat wajah ratanya dari tangannya dan melihat pada anne. Marilla terduduk dan menangis sejadi-jadinya Kamu tidak boleh menjual didinig rumah Hijau.blair memberitahuku begitu kemaren malam di toko. aku akan berssama mu. Aku sangat bersyukur/berterimakasih bahwa beasiswa mu menyediakan tempat tinggal. apa maksud mu? Seperti yang aku katakan. Aku minta maaf kamu tidak akan punya rumah untuk kamu kunjungi di hari liburmu. Tapi perihitunganku. dan bagimanapun juga aku tidak akan sanggup untuk melakukan semuanya. Dan aku akan mengajar. Nyonya. Aku akan kehilangan kedua penglihatanku sekaligus. Dan bahkan di musim dingin aku bisa pulang kerumah setaip jumat. dengan seorang laki-laki upah/pekerja. Aduh aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan hidup untuk melihat hari dimana aku telah/harus menjual rumahku. Dan penglihatanku akan hilang---aku tahu itu akan… Kamu tidak akan tinggal disini sendirian marilla. Aduh marilla aku sudah 247 .semua hal. Aku sudah melamar disekolah sini—tapi aku tidak mengira akan mendapatkan itu sepengetahuanku dewan pengawas telah menjanjikannya pada Gilbert Blythe. tapi aku mendapatkan sekolah carmody— Mr. kamu seharusnya tidak berpikir bahwa aku dapat meninggalkanmu sendirian dalam kesusahan. Kata anne dengan tegas. hingga tidak ada seorang pun yang akan mau membelinya. Anne. aku memutuskan begitu pada malam setelah kamu pulang dari kota. pada musim hangat paling kurang. Tapi hal-hal/semuanya/barang-barang hanya akan menjadi buruk/jelek dan lebih buruk setiap waktu. Tentu saja itu tidak akan seindah atau senyaman bila aku berada di sekolah Avonlea. Tapi aku tidak bisa. hanya itu saja. Kenapa. Lynde menasehati ku untuk menjual perkebunan dan menyewa disuatu tempat--dugaan ku dengan dia. itu akan cukup buat ku untuk tinggal. aku tidak akan mengambil beasiswa itu. Biarkan aku katakan rencana ku. Kita akan menjaga seekor kuda untuk itu. dan ada beberapa surat hutang yang diberikan matthew sudah harus dibayar (sudah jatuh tempo). Itu tidak menghabiskan banyak dana—kecil dan bangunan tua.

Aku tidak merasa seakan-akan aku harus membiarkan kamu untuk melepaskan beasiswa itu. Aku akan menjadi seorang guru yang baik—dan aku akan menyelamatkan penglihatan kamu. Oh Anne. kamu dan aku. aku bermaksud untuk belajar dirumah ini dan mengambil kursus kuliah sedikit dengan semuanya dengan diri aku sendiri. Marilla mendengar seperti seorang perempuan dalam sebuah mimpi. aku senag hati membayangkan/memikirkan tinggal di nok atap hijau tersayang.s masa depan aku terlihat bidang out (membentang) sebelum aku seperti sebuah jalan lurus. aku tahu. cahaya yang bermacam warna dan bayang-bayang —apakah pemandangan alam yagn baru/taman.Aduh marilla jangan kamu berbelas kasihan padaku. aku ingin tahu/penasaran bagaimanakah jalan dibawah itu ---apakah ada cahaya kemuliaan hijau dan lembut. Seperti yang pernah Nona lynde katakana kepadaku. Tapi aku tidak bisa membiarkan kamu mengorbankan dirimu sendiri seperti itu untuk ku.merencanakannya semua. Dan kita akan benar-benar senang dan bahagia disini bersama. Omong kosong. dan aku akan tetap tinggal disini dan mengajar. marilla. aku tahu aku bisa sehat sungguhan jika kamu ada disini. Anne tertawa dengan gembira . Tapi cita-cita(ambisi) mu –dan— cita-cita aku masih sama seperti sebelumnya—hanya saja. Tekad ku sudah bulat (my mind is quite made up). aku tidak akan pergi ke Redmond. Selain itu. keras kepala dan nekat sebagai bagal. Aku tidak suka di kasihani. kata marilla. memiliki pesona dan daya tariknya sendiri. Tawa anne. Kita harus menjaga kekasih/barang yang paling berharga di tempatnya lamanya. tapi aku percaya bahwa itu adalah pekerjaan yang terbaik. Dan aku akan membaca untuk mud an menjaga kamu tetap gembira. 248 . Tidak ada pengorbanan. Tapi kamu tidak dapat mencegah aku marilla. TIKUNGAN ITU. Jnagan kau merisaukan aku sedikitpun. 5 tahun. Itu buruk sekali. marilla. Kamu tidak seharusnya bosan atau kesepian. dan aku yakin kehidupan akan mengembalikan/membrikan kembali yang terbaik untuk aku. Aku tidak tahu apa yang ada disekitar tikungan. aku mengubah objek dari ambisi (cita-cita) aku. Aku piker aku dapat sepanjang nya karena banyak tonggak bersejarah (kejadian penting/batu peringatan). Sekarang ada sebuah persimpangan diatasnya. Tidak ada seorangpun yang dapat mencintainya seperti yang aku dan kamu lakukan. Oh marilla aku punya selusin rencana. aku harus memberikan yang terbaik untuk hidup disini. aku 16. Tidak ada yang lebih buruk daripada mengorbankan nok atap hijau---tidak ada yang lebih menyakiti/melukai aku.--apakah keindahan yang baru —apakah berliku dan menanjak atau berbukit setelahnya. aku sudah memikirkannya selama seminggu.—jadi kita harus tetap mempertahankannya. Ketika aku meninggalkan Queen. dan tidak perlu.

nona lynde. dan 200 pound cukup baik untuk diangkat oleh 2 kaki berkeliling. kelegaan. kata anne tertawa. Lynde. Aku tidak percaya pada perempuan/gadis yang pergi kuliah dengan laki-laki dan menjejalkan kepala mereka penuh dengan bahasa latin dan romawi kuna dan semua hal omong kosong itu. Aku merasa seakan-akan kamu akan memberikan kehidupan yang baru untuk ku. Nona Lynde mengangkat tangan nya kengerian. Pada saat tersiar/tersebar ribut-ribut di avanloe bahwa anne Shirley telah memutuskan untuk tidak kuliah dan berniat tinggal dirumah dan mengajar ada pembicaraan yang hangat tentang itu. Dia datang/muncul di suatu sore dan mendapati anne dan Marilla sedang duduk di denpan pintu di dalam panas/hangat. Aku sungguh sengan mendengarnya. Aku menyatakan aku senag untuk duduk. Aku harap kamu menghargai itu. Tidak ada seorangpung yang melakukan hal baik seperi Nyonya. Tidak begitu halnya dengan Nona allan . Baiklah anne. Jadi aku tidak akan mencoba. Nona Rachel menyimpan orang kuat diatas bangku batu dekat pintu. bebau debu musim panas. dengan sebuah napas panjang dari bergaul dengan/bercampur keletihan/kelelahan dan keringanan.Kamu perempuan yang menyenangkan dan gila. menyerah. Aku akan membuat itu terserah pada pikiranmu anne. ucap marilla. aku dengar kamu menghentikan maksudmu untuk ke kuliah/kampus. 249 . Aku kira aku seharusnya tegas dan memaksa mu untuk pergi kuliah---tapi aku tahu aku tidak akan bisa. Bagi kebanyakan masyarakat yang tidak mengathui mengenai mata marilla. Tapi aku akan belajar Latin dan romawi yang sama. Anne kamu akan membunuh dirimu sendiri. Mereka senang duduk disana ketika senja menjelang dan ngegat-ngengat putih terbang disekitar kebun dan bau mint memenuhi udara berembun. Merupakan sebuah karunia yang besar untuk tidak gemuk. Kamu telah mendapatkan pendidikan setinggi/sebanyak mungkin sekarang seperti seseorang wanita akan nyaman/senang dengannya. Aku akan mengambil kursus kesenian aku disini di nok atap hijau. Dia mengatakan pada anne demikian dalam kata-kata yang menyetujuinya yagn membuat/menyebabkan airmata kebahagiaan pada mata gadis itu. dibelakang yang tumbuh sebaris tumbuhan hiasan yang tinggi merah jambu dan kuning. mereka berpikir anne bodoh. dan belajar tentang segala hal/sesuatu/semuanya yang akan aku pelajari di kuliah. aku sudah berada diatas kaki aku sepanjang hari. marilla.

dan semua orang tahu bahwa dia harus membiayai perjalanannya sendiri ke kampus. Aku mati tergelitik ketika Thomas datang keruma (pulang) dan memberitahuku. Aku tidak tahu. dan aku tidak punya liburan untuk kerja khayalan. Itulah Ada beberapa pyes atau yang lainnya pergi ke sekolah Avonlea selama 20 tahun terakhir. aku piker kamu akan mengajar disini di Avonlea. Jadi tidak akan memberikan kebaikan apapun untuk nya jika kamu menolak. Karena dia akan membayar. desis anne Maksud ku. Maafkan aku ketika aku berlari dan melihat apa yang dia inginkan. Aku akan mengajar di carmody kamu tahu. tawa anne Kamu tahu bahwa kami tetap menjaga tradisi kuno/lama. aku seharusnya maju dengan pesat atas itu. aku kira mereka menjanjikan itu kepada Gilbert Blythe Ya mereka memberikannya kepada Gilbert . tentu saja kamu akan mengambil sekolah itu. Aduh aku tidak akan melakukan sesuatu berlebihan. kamu tahu—dan memberitahu mereka bahwa dia menarik kembali lamarannya. Tentu saja dia tahu betapa inginnya kamu tinggal bersama marilla. Nona Lynde. itulah Sungguh pengorbanan. Berkahi hati ku. 250 . Aku rasa misi hidup mereka adalah menjaga guru sekolah mengingat bahwa bumi bukan rumah mereka.Tidak sedikitpun dari itu . juga. apakah arti kedipan dan kelipan pada nok atap rumah Barry ? Diana memebri isyarat pada ku untuk pergi. Aku rasa kamu tidak bisa mencegah dia sekarang. dan aku harus mengatakan aku kira dia sungguh baik sejati dan bijaksana . tangis anne. aku kira aku seharusnya tidak membiarkan giblet melakukan pengorbannan semacam itu untuk—untuk aku. Dia bilang bahwa dia akan mengajar di pasir putih. Melonjak kaget dari kakinya. Sehingga dewan memutuskan untuk menerima kamu. sekarang tidak ada pyes yang akan pergi.menyewa di white sand.diri sendiri. Seperti Istri Josiah allen berkata : aku seharusnya menjadi “mejum” tapi aku akan punya banyak waktu luang di soresore musim dingin. Aku kira aku tidak harus mengambil itu. tapi segera setelah gilbert mendengar bahwa kamu telah melamar itu dia pergi menjumpai mereka— mereka mengadakan rapat perusahaan di sekolah semalam. Kamu akan segera sejalan. Kenapa. dan hal baik dirinya. dewan pengawas sudah memutuskan akan memberikan sekolah untuk kamu. Dia telah menandatangani surat/kontrak dengan dewan pengurus White sands. dan menyarankan agar mereka menerima lamaran mu. josie yang terakhir dari mereka.

yang mengembalikan kesegaran/kegaringan lamanya sebentar. menikmati kedamaian dan ketenangan dari tempat kecil itu. Barat merupakan sebuah keagungan dari kelembutan campuran warna. kamu sangat indah. Dunia tua ku yang terakung. Kamu sangat baik— dan aku ingin kamu tahu bahwa aku sangat menghargai itu. Di separuh jalan menuruni bukit seorang anak laki-laki yang tinggi datang sambil bersiul digerbang sebelum prekarangan Blythe. dan kolam memantulkan mereka semua dalam bayang-bayang gambar fragmen yang lebih lembut. dan aku senang hidup didalam mu. Jawab marilla. ( kesegaran angin berhembus melewati lapangan madu yang manis). Gilbert. ucapnya. bisikan yang terus menerus.—“hantu dari tempat kuno/angker”. Dia mengangkat topinya dengan sopan. Lampu-lampu rumah bersinar disana . pidato yang ramah. Melewati nyanyian laut. Dia tetap disana hingga menjelang malam/petang.sini diantara pohon-pohon di perkarangan rumah. Marilla cuthbaert sudah menjadi jinak. Tetapi kesegaran/kegaringan tidak lagi menjadi sifat marilla yang istimewa. namun dia akan lewat diam-diam. jika anne tidak menghentikan dan menghadang tangan nya. Begitulah Sore berikutnya/sore esoknya Anne pergi ke perkuburan kecil di Avonlea untuk meletakkan bunga segar di atas kuburan matthew dan menyirami rumpun mawar skotlandia. Nona Lynde menjaga nya dengan sangat ramah/sabar.Anne berlari menuruni lereng semanggi seperti seorang rusa. Kecantikan itu semua membuat sensasi/getaran di hati dan jiwa anne. dan dia sangat berterimakasih atas terbukanya gerbang jiwanya untuk itu. dan rumput-rumputnya yang berbisik diantara kuburan.. berkabut dan merah lembayung. Dia adalah gilbert. bisiknya. Seperti yang nona lynde katakana pada Thomas kemaren malam. Masih ada kelakuan anak-anak dari dirinya dalam beberapa hal (salah deh) Ada kelakuan yang lebih dewasa (perempuan dewasa) dalam dirinya yang lain. dan siulnya berhenti dari bibirnya seketika dia melihat anne. Dengan keangkerannya. aku ingin mengucapkan terimakasih padamu karena mengundurkan diri dari sekolah demi aku. dengan pohon-pohonnya yang memiliki desis seperti udara dingin. dengan pipi merah padam. dan menghilang di bayang-banyang pohon cemara dari kayu angker/berhantu. 251 . Ketika dia pada akhirnya meninggalkan tempat itu dan berjalan sepanjang bukit yang menurun menuju danau dengan air yang berkilau matahari sudah terbenam dan seluruh Avonlea sudah mulai bersiap-siap untuk bermimpi.

angin mendengung dengan lembut di pohon-pohon cemara. kami sudah 5 tahun tidak saling berbicara/berbincang. dan tiupan mint menghampirinya. Aku sudah—aku seharusnya sudah memberikan pengakuan yang lengkap—meminta maaf sejak dahulu kala. Tapi kamu mengerti. Marilla terlihat ingin tahu/heran pada anne ketika dia kemudian memasuki dapur. Aku senang bisa memberikan sedikit jasa untuk mu. jawab anne. meskipun aku tidak menyadarinya. Kita akan menjadi teman baik. Kamu akan tetap melanjutkan sekolah mu. kata gilbert besorak gembira. aku akan berjalan pulang bersama mu. Tapi kami sudah memutuskan bahwa akan lebih bijaksana (pantas) menjadi sahabat dimasa mendatang. BIntang-bintang berkelip diatas pucuk pohon cemara di dalam lembah dan lampu milik Diana bersinar melewati lembah tua. Aku sudah memaafkan kamu pada hari kejadian itu. anne?? Gilbert blithe. marilla. Alangkah angsa kecil yang keras kepala aku ini. Kebahagiaan dari kesungguhan kerja dan cita- 252 . Apakah kita akan menjadi teman setelah ini?? Apakah kamu sungguh sudah memaafkan kesalahan ku yang telah lampau ? Anne tertawa dan tidak berhasil untuk menarik tangannya. jengkel karena menyadari mukanya merah kemalumaluan. masa depan anne telah berakhir sejak malam dia duduk di situ setelah pulang kembali ke rumah dari Queen. Kamu sudah cukup merintangi takdir. Namun jika jalan ternyata telah ditentukan bahwa jalan untuknya diperkecil maka dia tahu bahwa bunga-bunga kebahagiaan akan merekah disepanjang jalan itu. Lama Anne duduk pada jendelanya malam itu ditemani dengan hati yang senang. Aku bertemu dengannya di bukit Barry. Aku tidak menyangka kamu dan gilbert blithe merupakan teman yang baik bahwa kamu mau berdiri selama satu setengah jam di pintu gerbang sambil berbicara dengan dia.Gilbert menyambut tawaran tangan anne dengan tak sabar. ucap marilla dengan senyum kering. bukan?Begitu juga dengan aku. Siapa yang jalan bersamamu. Aku tahu kita bisa menolong satu sama lain dalam banyak hal. Kami tidak pernah—kami pernah menjadi musuh. Itu bukan kebaikan istimewa aku sama sekali anne. Ayo. anne. Kita dilahirkan untuk menjadi sahabat . Apakah kami benar-benar berada disana selama satu setengah jam?? Sepertinya hanya beberapa menit saja.

Tuhan ada di Surga Nya. Edisi Anne dari Atap Rumah Hijau Oleh Lucy Maud Montgomery 253 . Tidak ada apapun yang dapat merampas miliknya dari hak asasi nya berangan-angan atau mimpi-mimpi dari dunia idaman nya.cita agung dan persahabatan yang menyenangkan akan menjadi miliknya. Dunia akan baik-baik saja. Bisik Anne lembut. Dan selalu ada persimpangan di jalan.

254 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful