P. 1
Referensi Bagi Hakim Peradilan Agama, Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Referensi Bagi Hakim Peradilan Agama, Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga

4.83

|Views: 6,871|Likes:
Published by Hukum, Inc.
Buku Referensi Bagi Hakim Peradilan Agama, Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga oleh Komnas Perempuan
Buku Referensi Bagi Hakim Peradilan Agama, Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga oleh Komnas Perempuan

More info:

Categories:Types, Research, Law
Published by: Hukum, Inc. on Aug 26, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial Share Alike

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2013

pdf

text

original

Referensi
Bagi Hakim Peradilan Agama

TENTANG KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

Referensi bagi Hakim Peradilan Agama
tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga

Diterbitkan oleh Komnas Perempuan

Tim Penulis :

Faqihuddin Abdul Kodir
Ummu Azizah Mukarnawati

Editor :

Ismail Hasani

Tim Diskusi :

Deliana Sayuti Ismudjoko
Ninik Rahayu
Husein Muhammad
Azriana
Husna Mulya
Herlyna Hutagalung
Tety Kuswandari

Disain dan Tata Letak :

Agus Wiyono

Diterbitkan atas dukungan dana dari
IALDF

ISBN 978-979-26-7531-3

Komnas Perempuan

Jl. Latuharhary 4B
Jakarta 10310
Telp.

: (62-21) 3903963

Fax

: (62-21) 3903922

Website

: www.komnasperempuan.or.id

Email

: mail@komnasperempuan.or.id

ii

REFERENSI BAGI HAKIM PERADILAN AGAMA
TENTANG KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

Sekapur Sirih

Dari tahun ke tahun, Komnas Perempuan mencatat bahwa jumlah kasus kekerasan dalam

rumah tangga (KDRT) yang ditangani melalui Pengadilan Agama adalah sangat signifikan.

Kompilasi data yang dilakukan Komnas Perempuan tentang penanganan kekerasan

terhadap perempuan pada tahun 2007, jumlah kasus yang ditangani oleh 43 Pengadilan Agama

mencapai 8.555 kasus. Ini merupakan 33,5% dari total kasus kekerasan terhadap perempuan

yang tercatat ditangani. Dengan kata lain dari 25.522 kasus dimana korban datang langsung

untuk mengurus sendiri penanganan kasusnya, hampir 60% melakukannya di Pengadilan Agama.

Artinya, perempuan korban KDRT senantiasa bertumpu pada Pengadilan Agama – dan para

hakimnya – untuk melepaskan diri dari jeratan kekerasan yang menimpanya.

Kebanyakan kasus-kasus KDRT yang ditangani oleh Pengadilan Agama ’tersembunyi’ dalam

perkara-perkara cerai gugat yang diajukan para isteri. Alasan isteri meminta cerai pada umumnya

adalah penelantaran ekonomi oleh sang suami – suatu tindakan yang menurut UU Penghapusan

KDRT merupakan salah satu bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Komnas Perempuan paham

bahwa meningkatnya perkara-perkata cerai gugat di Pengadilan Agama merupakan salah satu

gejala umum yang meningkat terus dari tahun ke tahun.

Komnas Perempuan menerbitkan Buku Referensi ini dengan maksud untuk membekali para

hakim di Pengadilan Agama dengan pengetahuan lengkap tentang KDRT, baik dari perspektif

Islam maupun hukum nasional. Kami berharap bahwa UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan

KDRT akan dapat menjadi salah satu rujukan kunci yang senantiasa dipakai oleh para hakim

dalam memutuskan perkara-perkara yang mengandung unsur KDRT. Pada akhirnya, semua ini

adalah untuk memberikan peluang bagi para korban KDRT untuk kehidupan yang lebih sejahtera

dan aman.

Komnas Perempuan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Penulis:

Faqihuddin Abdul Kodir dan Ummu Azizah Mukarnawati, juga terima kasih disampaikan kepada

Bapak Andi Syamsu Alam,Ketua Muda Urusan Lingkungan Peradilan Agama Mahkamah Agung

RI dan Bapak Wahyu Widiana,Dirjen Badilag pada MA RI yang telah memberikan kata pengantar

dalam buku ini serta para hakim Peradilan Agama dan Lies Marcoes yang terlibat dalam lokakarya

penyusunan materi Buku Referensi yang diadakan bulan November 2007. Terakhir, kami

mengucapkan terima kasih pada Derap Warapsari, LBH APIK Jakarta dan PKWJ UI yang senantiasa

menjadi mitra dalam program Penguatan Penegak Hukum serta IALDF yang mendukung

penerbitan buku ini.

Selamat berkarya !

Komnas Perempuan

Jakarta, 16 April 2008

iii

KETUA MUDA MAHKAMAH AGUNG RI URUSAN LINGKUNGAN
PERADILAN AGAMA

Alhamdulillah, Komnas Perempuan telah melakukan langkah-langkah positif dengan melibatkan

Hakim Peradilan Agama dalam suatu pelatihan untuk meningkatkan pemahaman tentang

kekerasan dan diskriminasi tarhadap perempuan.

Pihak Komnas Perempuan akan lebih meningkatkan kerja sama tersebut pada masa-masa yang

akan datang, bahkan sudah menerbitkan buku referensi untuk Hakim Peradilan Agama.

Kami memandang hal tersebut sebagai upaya yang sangat berarti dalam rangka mengoptimalkan

peran Hakim Peradilan Agama mengatasi soal kekerasan dan diskriminasi tersebut.

Seiring dengan upaya-upaya mengoptimalkan peran Hakim, telah diterbitkan pula berbagai

Surat Edaran Mahkamah Agung dan Peraturan Mahkamah Agung untuk memberi dukungan

termasuk Peraturan Mahkamah Agung tentang Mediasi.

Dari pelatihan dan buku referensi tersebut diharapkan para Hakim semakin paham tentang

keadilan gender.

Kepada seluruh jajaran Peradilan Agama, diharapkan untuk berpartisipasi sepenuhnya pada

pelatihan-pelatihan yang akan diselenggarakan oleh Komnas Perempuan.

Semoga Allah SWT menjadikan segalanya bermanfaat dan membawa keberkahan dalam usaha

mengatur bangsa ini lebih maju dan lebih modern, bebas dari segala kekerasan dan diskriminasi.

Jakarta, 23 April 2008

Tuada Uldilag

H. Andi Syamsu Alam

Sambutan

iv

REFERENSI BAGI HAKIM PERADILAN AGAMA
TENTANG KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA

Bismillahirrahmanirrahiim

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kewenangan peradilan agama dalam menyelesaikan perkara-perkara perceraian bagi warga

negara yang beragama Islam menjadi perhatian bagi pegiat perjuangan hak-hak perempuan di

tanah air. Kekerasan dalam rumah tangga baik yang bersifat fisik maupun psikis sering terungkap

bahkan menjadi alasan pengajuan gugat cerai di pengadilan agama. Itulah sebabnya, menurut

Komnas Perempuan, pengadilan agama merupakan pintu pertama terkuaknya berbagai

kekerasan dalam rumah tangga.

Setiap hakim pengadilan agama berkewajiban mendalami dan memahami berbagai peraturan

perundang-undangan yang terkait dengan kekerasan dalam rumah tangga, diskriminasi

terhadap perempuan, perlindungan anak, perdagangan orang dan peraturan perundang-

undangan lainnya. Penguasaan hakim pengadilan agama terhadap peraturan perundang-

undangan tersebut akan memperluas cakrawala berpikir dan akan dapat memperkaya

pertimbangan hukum dari putusan majelis hakim, khususnya dalam perkara-perkara perceraian.

Kami bergembira selama ini sejumlah pengadilan agama telah memberikan akses yang baik

kepada para petugas Komnas Perempuan untuk mendapatkan data yang diperlukan. Kami juga

menyambut baik penyusunan dan penerbitan naskah ini sebagai salah satu referensi bagi hakim-

hakim pengadilan agama dalam memahami salah satu isu yang sekarang sedang berkembang

di tanah air.

Demikianlah sekedar sambutan kami untuk menghantarkan kehadiran buku ini. Akhirnya atas

perhatian Komnas Perempuan dan jajaran hakim pengadilan agama kami mengucapkan terima

kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama

Drs. H. Wahyu Widiana, M.A.

Sambutan

v

Daftar Isi

vi

Sekapur Sirih dari Komnas Perempuan.................................................................................................................iii

Kata Pengantar dari Hakim Agung.........................................................................................................................iv

Kata Sambutan dari Badilag.......................................................................................................................................v

Daftar Isi...........................................................................................................................................................................vi

I.

Pendahuluan...........................................................................................................................................................1

II.Relasi yang Adil antara Laki-Laki dan Perempuan.................................................................................7

2.1Antara Kodrat dan Gender..................................................................................................................11

2.2Analisis Ketimpangan Relasi Gender...............................................................................................13

2.3Bentuk KetidakadilanGender..............................................................................................................16

a.Subordinasi.........................................................................................................................................16

b.Marjinalisasi.........................................................................................................................................18

c.Beban Ganda......................................................................................................................................19

d.Kekerasan............................................................................................................................................19

e.Stereotipe............................................................................................................................................22

2.4Perspektif Hukum yang Adil dan Gender......................................................................................25

III.Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam Perspektif Islam.................................................29

3.1Pengertian dan Bentuk Kekerasan dalam Rumah Tangga....................................................31

3.2Faktor Penyebab terjadinya KDRT....................................................................................................34

3.3Tauhid sebagai Basis Relasi yang Adil.............................................................................................38

3.4Ijtihad Fiqh Anti Kekerasan dalam Rumah Tangga....................................................................45

IV.Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam Perspektif Hukum Nasional........................57

4.1Ketidakadilan Gender dalam Hukum Nasional...........................................................................59

4.2UU PKDRT dan Redefinisi Konsep Rumah Tangga.....................................................................64

4.3KDRT dalam UU Perlindungan Anak................................................................................................68

4.4KDRT dalam UU Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam.....................................................70

4.5Aspek KDRT dalam UU PTPPO.............................................................................................................76

V.Penanganan KDRT dalam Peradilan Agama...........................................................................................79

5.1Peradilan Agama......................................................................................................................................80

5.2Kewenangan PA dalam Penyelesaian KDRT.................................................................................81

5.3Mencari Solusi melalui Peradilan Agama.......................................................................................84

5.4Keadilan Gender dalam Prosedur PA...............................................................................................90

5.5Peradilan yang Berpihak pada Korban KDRT...............................................................................92

Lampiran: Dokumentasi Proses Penyusunan Buku Referensi bagi Hakim Pengadilan Agama

tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga..............................................................................................97

REFERENSI BAGI HAKIM PERADILAN AGAMA
TENTANG KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->