P. 1
REFORMASI BIROKRASI

REFORMASI BIROKRASI

|Views: 443|Likes:
Published by Dony Dwijatmiko

More info:

Published by: Dony Dwijatmiko on Mar 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

REFORMASI BIROKRASI MENUJU PELAYANAN PRIMA

Oleh : Drs. Uba Subagia K, M.Si (Disampaikan pada Seminar Progam Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Cirebon Tanggal 3 Agustus 2010)

A. Latar Belakang Dalam rangka menyikapi agenda reformasi pemerintahan secara

menyeluruh, salah satu aspek penting yang perlu segera dilakukan penataan adalah Peningkatan dan Pembaharuan Sistem Pelayanan Umum (Public Service) baik ditingkat Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten / Kota di seluruh wilayah Tanah air. Untuk menunjang penataan kembali system pelayanan umum secara prima kepada masyarakat, maka perlu dilakukan Peningkatan kualitas dan Mentalitas Birokrasi Pemerintah di segala bidang yang berhubungan dengan Pelayanan Publik, termasuk peningkatan sarana dan prasarana serta perangkat Hardware dan Software pelayanan publik secara terarah, terpadu dan terkordinasi. Sejalan dengan pelaksanaan Otonomi Daerah sesuai UU no.34 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah dan UU no.33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang memberi kewenangan luas kepada Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota serta kewenangan terbatas kepada Pemerintah Provinsi, serta telah diberlakukannya UU no. 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik maka sudah seyogyanya Pemerintah mengambil langkah positif / perbaikan pelayanan umum kepada masyarakat melalui Reformasi Birokrasi dengan cara meningkatakan kualitas pelayanan serta memperbaiki mentalitas birokrasi Pemerintahan secara profesional, melakukan Deregulasi dan

misi dan standar pelayanan minimal (SPM) yang selanjutnya masyarakatlah yang akan menilai dalam prakteknya sehari-hari. B. industry. Pelayanan publik harus diselenggarakan oleh birokrasi yang netral. Dengan . income pemerintah akan meningkat . barang dan jasa. Disamping aspek tersebut diatas. Pelayanan publik identik dengan pendidikan manajemen modern. Kondisi demikian menuntut ditingkatkannya kualitas pelayanan publik oleh institusiinstistusi penyelenggara pelayanan publik. karena pelayanan publik perlu dikelola dengan baik. pelayanan publik masih rentan terhadap distorsi politik dan rawan KKN. Dengan meningkatnya kualitas pelayanan publik sesuai tuntutan reformasi. maka setiap institusi penyelenggara pelayanan publik harus dapat menetapkan visi. serta roda penyelenggaraan pemerintahaan berjalan lancar.kebijakan di bidang pelayanan masyarakat (Pelayanan Publik). Oleh karena itu. atau diperlukan penerapan manajemen pelayanan publik yang baik serta harus selalu mengutamakan ³kepedulian terhadap masyarakat yang dilayani¶¶.Debirokratisasi kebijakan. Walaupun usaha pemerintah ke arah itu telah banyak dilakukan seperti kebijakan. Di samping itu sudah saatnya pula menerapkan konsep dan strategi pelayanan publik yang berorientasi kepada kepuasan masyarakat. efisien sesuai harapan masyarakat. Identifikasi Permasalahan Secara faktual bahwa pelayanan publik di tanah air masih jauh dari harapan masyarakat dan tujuan reformasi.wibawa dan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi pemerintahan akan meningkat pula. regulasi serta penataan sistem. professional dan bermoral. Pelayanan publik yang prima perlu didukung oleh sistem politik yang responsif terhadap aspirasi dan kebutuhan nyata masyarakat. maka secara otomatis citra. namun tampaknya tidak mudah merubah kultur birokrasi dari ³DILAYANI´ menjadi ³MELAYANI´. dalam mengantisipasi pengaruh era globalisasi dewasa ini yang telah memacu tingkat persaingan antar Negara semakin tajam diberbagai sektor seperti sektor ekonomi.

bersikap netral dan professional. Birokrasi pemerintahan di segala lini masih rentan penyakit KKN. Birokrasi merupakan sistem penyelenggaran pemerintahan yang dijalankan aparatur pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Birokrasi memiliki peran yang penting dan strategis dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. pengayom dan pelindung publik ( Abdi Negara dan Abdi Masyarakat) C. maka diperlukan birokrasi yang ideal yang semata mata menjalankan tugas untuk kepentingan publik. tugas dan fungsi dengan baik. Visi dan misi reformasi birokrasi . Perberantasan korupsi harus terus diusahakan baik upaya penindakan (represif) maupun instrument handal untuk pencegahan (preventif). Reformasi Birokrasi membutuhkan political will pemerintah. ditandai dengan berbagai kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang masih terus bermunculan. Tata kelola pemerintahan yang baik adalah system yang memungkinkan terjadinya mekanisme penyelenggaraan pemerintahan Negara yang efektif dan efisien dengan tetap terjalin sinergitas yang konstruktif antara tiga domein yaitu pemerintah.mempertimbangkan kondisi faktual birokrasi dewasa ini. Reformasi Birokrasi Reformasi merupakan proses upaya sistematis. Political will pemerintah yang berkuasa dapat dijadikan tolok ukur untuk menilai tingkat keseriusan dalam menjalankan agenda reformasi birokrasi. Salah satunya dapat dilihat dari gerakan pemberantasan korupsi. Birokrasi pemerintahan memiliki peran sebagai fasilitator. terpadu dan komprehensif ditujukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance). Untuk dapat menjalankan peran. regulator dan pelayan publik. Apakah diperlukan reformasi birokrasi untuk mendudukkan posisinya sebagai pelayan. 1. sektor swasta dan masyarakat. sampailah pada pertanyaan.

digaji sesuai beban tugas. b.Visi reformasi: Terwujudnya pemerintahan yang amanah dan tata kelola pemerintahan yang baik. Birokrasi produktif. netral dan sejahtera. Terwujudnya ketatalaksanaan (pelayanan publik) yang lebih cepat. Terwujudnya kelembagaan pemerintahan yang profesional. Tujuan Reformasi Birokrasi : a.( proporsional ) . 2. Birokrasi bersih dan bebas KKN b. Srategi Reformasi Birokrasi a. mampu mengemban tanggung jawab dan mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan. Terwujudnya birokrasi profesional. 4. mampu menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat. Birokrasi sejahtera. tidak berbelit. Pembaharuan mind-set (pola pikir) dan culture-set (budaya kerja)  Peningkatan penghasilan dengan prinsip pekerjaan seimbang dengan imbalan. efektif dan efisien di lingkungan pemerintah pusat dan daerah c. Sasaran Reformasi Birokrasi a. fleksibel. hemat dalam pengunaan sumber daya c. e. d. mampu menempatkan diri sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat guna mewujudkan pelayanan masyarakat yang lebih baik. Birokrasi efektif. mudah dan sesuai kebutuhan masyarakat. 3. bobot dan tanggung jawab jabatan serta status social PNS dihargai masyarakat. Birokrasi efisien. Misi reformasi: Mengembalikan cita dan citra birokrasi pemerintahan sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat serta dapat menjadi suri tuladan dan panutan masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Sistem Manajemen Pemerintahan  Penciptaan pola dasar organisasi pemerintah (unit pelaksana pelayanan publik)  Perubahan dari manajemen ketatausahaan ke manajemen SDM aparatur  Simplikasi dan otomatisasi tatalaksana. reformasi birokrasi perlu menunjukkan cepatnya keberhasilan perbaikan sistem kerja yang berdampak pada efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya serta sistem kerja yang baku untuk mempermudah dan memperlancar pelayanan kepada masyarakat. Pengembangan budaya kerja (penerapan nilai budaya pada tiap unit pelaksana pelayanan publik). Dengan demikian reformasi birokrasi hendaknya dilakukan meliputi : 1.Misi dan Strategi Organisasi Struktur Organisasi yg efektif. efisien.  Internalisasi dan konkretisasi prinsip tata kepemerintahan yang baik. rasional dan proporsional Pembagian tugas proporsional Mengatur jabatan struktural dan fungsional . sistem prosedur dan mekanisme pelayanan publik   Perbaikan sistem pengelolaan asset dan barang Negara Pembaharuan sistem manajemen keuangan Unit Pelayanan Publik  Perbaikan sistem pengawasan dan akuntabilitas aparatur Selain dari pada itu. ( good governance ) b. Aspek Penataan Kelembagaan y y y y Visi.

monitoring. fungsi dan beban tugas proporsional. pengendalian y Pengelolaan sarana dan prasarana kerja.2. Standar dan peningkatan kinerja. Standar kompetensi jabatan. Akuntabilitas (Pertanggungjawaban) y y y y Perencanaan stratejik. Pelaporan kinerja. Penempatan pegawai sesuai keahlian. Remunerasi yang memadai. otomatisasi administrasi perkantoran serta penerapan teknologi informasi ( E-gov) y Pengelolaan arsip dan dokumen yang handal pelaksanaan. 4. Sistem diklat yang efektif. Pola karier jelas dan terencana. Pengukuran dan evaluasi kinerja. Aspek ketatalaksanaan/manajemen y y Mekanisme. Tugas. Perencanaan kinerja. Klasifikasi jabatan. prosedur dan hubungan kerja Perencanaan. sistem . Rekrutmen sesuai prosedur. .( sistem penggajian) Perbaikan sistem informasi manajemen kepegawaian. Penataan SDM Aparatur y y y y y y y y y y y Penerapan sistem merit dalam manajemen kepegawaian. evaluasi dan 3.

Korporasi. Kualitas pelayanan. dengan pemberian pelayanan (Public Service) yang baik dan memuaskan masyarakat maka pemerintah akan dapat mewujudkan tujuan Negara yaitu menciptakan kesejahteraan masyarakat karena pelayanan public terintegrasi ke dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Pasal 1 ayat (1) Undang Undang Nomor 25 Tahun 2009 ttg Pelayanan Publik. Pelayanan Umum ( Public Service ) y y y Pelayanan prima. Menurut Sespanas LAN 1998. Kepuasan pelanggan. D. Pelayanan Publik Berorientasi Kepuasan Pelanggan Pelayanan pemerintah kepada masyarakat merupakan tugas dan fungsi utama pemerintah. Sesuai tuntutan reformasi dan ekspektasi masyarakat bahwa pemerintah harus mampu memberikan pelayanan prima dan memuaskan. pelayanan prima adalah pelayanan pemerintah yang diberikan kepada masyarakat . disebutkan : ³Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai peraturan perundang undangan bagi setiap Warga Negara dan penduduk atas barang.5. dan lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang undang untuk kegiatan pelayanan publik dan badan hukum lain yang dibentuk semata mata untuk kegiatan pelayanan publik´ Dari ketentuan tersebut diatas jelaslah apa yang dimaksud dengan pelayanan publik serta siapa saja yang masuk kategori penyelenggara pelayanan publik. jasa dan pelayanan administrative yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik´ Sedangkan yang dimaksud dengan penyelenggara pelayanan public (ps 1 ayat 2 UU No 25 th 2009) adalah ³ Setiap institusi penyelenggara Negara.

. dan reliable sebagai unsur minimal yang harus ada untuk dasar pengukuran indeks kepuasan masyarakat(pelanggan). 10. bermutu dan murah). 4. Prinsip pelayanan prima dipertegas dalam SK MENPAN No. 2. akurat . valid. 7. 8. Prosedur pelayanan: kemudahan tahapan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dilihat dari sisi kesederhanaan alur pelayanan. Kesopanan dan keramahan petugas: sikap dan perilaku petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara sopan dan ramah serta saling menghargai dan menghormati. Kewajaran biaya pelayanan: keterjangkauan masyarakat terhadap besarnya biaya yang ditetapkan oleh unit pelayanan. Kedisiplinan petugas pelayanan: kesungguhan petugas dalam memberikan pelayanan terutama terhadap koinsisten waktu kerja sesuai ketentuan yang berlaku. Kejelasan petugas pelayanan: keberadaan dan kepastian petugas yang memberikan pelayanan (nama. Kemampuan petugas pelayanan: tingkat keahlian dan ketrampilan yang dimiliki petugas dalam memberikan/menyelesaikan pelayanan kepada masyarakat. tepat . Kecepatan pelayanan: target waktu pelayanan dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan oleh unit penyelenggaraan pelayanan. 5.(pelanggan) minimal sesuai dengan standar pelayanan ( cepat. Keadilan mendapat pelayanan: pelaksanaan pelayanan dengan tidak membedakan golongan/status masyarakat yang dilayani. 63 Th 2003 meliputi unsur unsur yang relevan. 9. 6. jabatan serta kewenangan dan tanggung jawabnya). 1. Prasyarat pelayanan: prasyarat teknis dan administratif yang diperlukan untuk mendapatkan pelayanan sesuai jenis pelayanan. 3. Tanggung jawab petugas pelayanan: kejelasan wewenang dan tanggung jawab petugas dalam penyelenggaraan dan penyelesaian pelayanan.

Dalam pelaksanaan pelayanan prima perlu dukungan sistem dan lingkungan yang dapat memotivasi aparatur pelayanan. itu artinya Negara/Pemerintah berkewajiban memenuhi kebutuhan setiap warga Negara melalui suatu system pemerintahan/ manajemen pemerintahan yang mendukung terwujudnya pelayanan publik yang prima dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar dan hak sipil setiap warga Negara atas barang publik.11. Kepastian biaya pelayanan: kesesuaian antara biaya yang dibayarkan dengan biaya yang telah ditetapkan. misi dan strategi pelayanan pada semua lini yang terkait dengan pelayanan publik. Kepastian jadwal pelayanan: pelaksanaan waktu pelayanan. Hal tersebut . hakekat pelayanan prima harus disepakati dan dilaksanakan semua aparatur pelayanan. jasa publik dan pelayanan administratif. Kenyamanan dan Keamanan lingkungan pelayanan: Kondisi sarana dan prasarana pelayanan yang nyaman serta terjaminnya keamanan terhadap resiko yang ditimbulkan dari pelayanan Strategi pelayanan prima yang mengacu kepada kepuasan masyarakat/ keinginan pelanggan dapat ditempuh melalui implementasi visi. serta dukungan sumber daya manusia yang handal. Secara faktual dewasa ini kondisi pelayanan publik belum bisa memenuhi harapan masyarakat serta belum sesuai dengan kebutuhan dan perubahan di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. 13. berbangsa dan bernegara. pembiayaan yang cukup dan E. penggunaan teknologi yang tepat guna. 12. sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Penutup Sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 45 bahwa tujuan didirikannya NKRI adalah memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

bisa disebabkan oleh ketidaksiapan merespon terjadinya transformasi nilai yang berdimensi luas serta kompleksitas masalah pembangunan bangsa. investasi dan perdagangan. Sementara itu gerakan reformasi membentuk tatanan baru masyarakat Indonesia dihadapkan pada harapan dan tantangan globalisasi serta pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan. sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat mewujudkan pelayanan prima. transfortasi. komunikasi. teknologi informasi. Sumberdaya manusia/aparatur penyelenggara pelayanan publik merupakan aspek penting yang menentukan terlaksana tidaknya pelayanan prima. . Kondisi demikian itu perlu segera disikapi dengan berbagai langkah kebijakan strategis diantaranya agenda reformasi birokrasi dan regulasi pelayanan publik melalui berlakunya payung hukum yaitu Undang Undang No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dengan harapan masyarakat memperoleh pelayanan sesuai tujuan nasional. oleh karenanya dengan reformasi birokrasi termasuk didalamnya perubahan kultur dan mentalitas birokrasi dibarengi dukungan system.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->