MAKALAH TAFSIR AYAT-AYAT TENTANG RISALAH Diajukan sebagai salah satu tugas Kelompok Mata Kuliah Tafsir

Dosen :
Drs.H.Ahmad Syamsir,M.Si

Disusun oleh :
Acep Bagja A.N.K Yuda Atma Nugraha

Jurusan : Manajemen Dakwah

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2010

Tafsir

KATA PENGANTAR

Segala keselamatan

puji

hanya

milik

Allh

SWT.

Kesejahteraan kepada

dan Nabi

semoga

senantiasa

dilimpahkan

Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan semua pengikutnya. Makalah ini penyusun buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah TAFSIR. Ucapan terima kasih kami, kepada dosendosen kami yang senantiasa memberikan semangat dan dorongan untuk berkarya selama penelusuran bahan-bahan di segala media, dalam pribahasa dikatakan bahwa”tak ada gading yang tak retak”dan “bukanlah gading bila tak retak”. Dalam penulisan makalah ini, penyusun perlu menyadari sepenuhnya sebagai insan yang dianugerahi kelebihan disamping keterbatasan diri. Oleh karena itu, makalah ini tidak akan selesai tanpa pengarahan dan bimbingan dari berbagai pihak. Tak lupa pula penyusun meminta saran dan kritiknya kepada pembaca makalah ini apabila dalam penyusunannya jauh dari kesempurnaan. Penyusun berharap mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penyusun dan umumnya bagi kita semua. Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun pribadi, umumnya bagi pembaca sekalian. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan demi peningkatan karya ini, semoga bermanfaat.

Bandung, 3 Maret 2010 Penyusun,

Tafsir

Tafsir

QS. Al-Maidah Ayat 48 G. J.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I : PENDAHULUAN BAB II : PEMBAHASAN TENTANG AYAT-AYAT RISALAH A. QS. Al-Baqarah Ayat 213 E. QS. Al-Baqarah Ayat 121 C. Al-Baqarah Ayat 214 F. Asy-Syu’ara Ayat 52 QS. Asy-Syu’ara Ayat 51 I. QS. QS. QS. QS. Al-Baqarah Ayat 136 D. QS. Yunus Ayat 47 BAB III : ANALISIS DAFTAR PUSTAKA Tafsir . QS. An-Nahl Ayat 36 B. Asy-Syaba’ Ayat 28 H.

Karena tafsir menurut terminologi yaitu Ilmu mengenai cara pengucapan hukum lafadz-lafadz dan AL-Quran serta petunjuk kandungan-kandungan didalamnya. makna-makna yang terkandung Adanya faktor-faktor yang mempengaruhi cara penafsiran.Dan membuat sendiri kaidah-kaidah penafsiran agar hasil penafsiran sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penafsirnya.BAB I PENDAHULUAN A. lainnya.peristiwa langit dan bumi dan ayat-ayat Tafsir . Adanya tafsir atau penjelasan kita bisa lebih jelas mengetahui ayat-ayat penciptaan. dengan adanya Ilmu tafsir kita bisa mengetahui lebih rinci tentang penafsiran AL-Quran.Latar Belakang Masalah Adanya Ilmu tafsir yaitu untuk penjelasan dan pemahaman.Dengan adanya penafsiran ayat-ayat AL-Quran atau kaidah-kaidah penafsiran ALQuran yaitu supaya jelas dan metodenya yaitu melepaskan kepentingankepentingan mazdhabnya dan menafsirkan AL-Quran sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh AL-Quran.

Tafsir .

dan washilah serat hal-hal lain yang mereka Tafsir . Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesuadahan orang-orang yang mendustakan. sa’ibah. dalih dan hujah mereka melalui takdir. Penafsiran ayat menurut Ibnu Katsir Allah ta’ala memberitahukan ketertipuan orang-orang yang musyrik. dan tidak pula kami mengharamkan sesuatu haramkan berdasarkan seleranya sendiri.” yaitu mengharamkan unta bahirah. “Sembahlah Allah dan jauhilah thagut itu. AnNahl:36) a.(QS.” Maka diantara umat itu ada orangorang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula diantaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Mereka berkata. An-Nahl Ayat 36                       “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat. “Jika Allah menghendaki niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apapun selain Dia baik kami maupun bapak-bapak kami. pun tanpa izin-Nya.BAB II PEMBAHASAN TENTANG AYAT-AYAT RISALAH A. QS.

Hal ini sejalan dengan pengetahuan Allah bahwa dia akan memiliki kekafiran. maka sembahlah Aku. Semua rasul itu mengajak untuk menyembah Allah Yang Esa. yang seruannya meliputi golongan jin dan manusia. Jika persoalannya demikian. Nuh merupakan rasul yang pertama kali diutus oleh Allah kepada penduduk bumi hingga Dia mengakhiri dengan Muhammad SAW. niscaya Dia akan mengingkarinya melalui siksa dan niscaya Allah Ta’ala tidak akan memberikan kemungkinan kepada kami untuk melakukan hal seperti itu. setelah pengutusan para rasul. Kemudian setelah Allah menciptakan si mukalaf itu dan dia telah mencapai usia taklif serta ditawarkan kepadanya kekafiran dan keimanan. “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus pada setiap umat seorang rosul.” Yakni. Maka Allah membantah kekeliruan mereka. dilarang dengan keras. Adapun menyangkut hal-hal yang nontaklifi. “Maka tidak ada kewajiban atas para rasul selain penyampai yang terang.’”Bagaimana mungkin seorang musyrik dapat mengatakan.” Kehendaknya yang bersifat hokum dinegasikan dari mereka. karena Dia telah melarang kaum musyrikin berbuat demikian melalui lisan para rosul.s. Yang sebenarnya ialah perbuatanmu itu benar-benar diingkari. “Sembahlah Allah dan jauhilah thagut itu. maka sesungguhnya dia akan memilih kekafiran.” Sedangkan didalam surat ini Allah nerfirman. sehingga tiada hujah bagi mereka dalam kehendak kauniyah itu. Adapun kehendak-Nya yang bersifat kauniyah. mulai dari bumi belahan timur hingga barat Sebagaimana firman Allah Ta’ala.Maksud ucapan mereka ialah apabila Allah ta’ala tidak menyukai perbuatan kami.. misalnya Allah menciptakannya berkulit hitam atau buta Tafsir . maka kehendak kauniyah ini bersifat memaksa si mukalaf. kehendak ini memungkinkan mereka melakukan hal itu sebagai takdir. pada celah manakah kehendak kauniyah inidapat dijadikan hujah oleh orang kafir?. bahwa. “Dan tidaklah Kami mengutus seorang rasul sebelum kamu melainkan Kami mewahyukan kepada-Nya bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Aku.” Seruan ini diberlakukan semenjak ada syirik ditengahtengah manusia yaitu pada kaum Nuh a. dan diutus pula rasul-rasul kepada setiap umat. “Jika Allah berkehendak niscaya kami tidak akan menyembah perkara selain Dia. ‘Hendaklah mereka menyembah Allah dan menjauhi thagut. tidaklah seperti yang kami duga.

Dan Dialah yang memberi taufik kepada kebenaran.” Kemudian Allah Ta’ala memberitahukan kepada Rasulullah SAW.” Barangsiapa telah disesatkan oleh Allah.atau sifat yang lainnya yang tidak dapat dimasuki unsur ikhtiar (pemilihan) dan tidak memberi celah untuk dipertanyakan dengan cara apa pun. mengapa “Allah menghancurkan mereka dan menghancurkan orang-orang kafir yang serupa denganny. bahwa ambisinya untuk menunjukan meraka tidaklah berguna bagi mereka jika Allah telah berkehendak untuk menyesatkan mereka. tanyakanlah persoalan orang yang menyalahi para rasul dan mendustakan kebenaran. jika Allah telah berkehendak untuk menyesatkan kamu. Kemudian Allah mengingkari bahwa Dia telah menyiksa mereka didunia setelah diperingatkan oleh para rasul.” b. kepunyaan Allahlah penciptaan dan segala urusan. tatkala aku bermaksud menasihatimu. Allah Ta’ala berfirman. “Dan tidaklah bermanfaat bagimu nasihatku. Wallahu a’lam. maka sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang disesatka-Nya. Kehendak kauniyah ini dapat dijadikan hujah oleh si mukalaf. ” Dalam surat ini berfirman. maka tidak adaseorang makhluk pun yang dapat menunjukannya selain Allah. “Dan sekali-kali mereka tidak mempunyai penolong” yang menyelamatkan mereka dari azab dan siksa-Nya. Hal ini seperti firman Allah Ta’ala yang memberitahukan Nuh tatkala dia berkata kepada kaumnya. Berdasarkan hal ini. Mahasuci Allah Tuhan semesta alam. “Jika kamu sangat menginginkan agar mereka mendapat petunjuk.” Yakni. “Maka diantara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula diantaranya orang-orang yang pasti kesesatan baginya. Penafsiran ayat menurut Al-Maraghi Tafsir . Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan. Oleh karena itu. maka setiap kehendak kauniyah itu berkaitan dengan kehendak syar’iyah. Maka pemilik kehendak syar’iyah sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menggunaka hujjah kauniyah. “Ketahuilah.

“Sembahlah Allah saja.” Senada dengan ayat ini ialah firman Allah:                “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu.43:45) Tafsir . Dan jagalah diri kalian dari disesatkan oleh setan dan dihalang-halangi dari jalan Allah sehingga kalian tersesat.” (Al-Anbiya’.21:25) Dan firman-Nya:              “Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu. maka sembahlah Aku oleh kalian. kemudian rasul itu berkata kepada mereka. sebagaimana Kami telah mengutus seorang rasul kepada kalian. bahwa tidak ada Tuhan melainkan Aku. adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Ynag Maha Pemurah?” (Az-Zukhruf. melainkan Kami wahyukan kepadanya. tidak ada sekutu bagi-Nya.Sungguh Kami telah mengutus seorang rasul kepada setiap umat sebelum kalian.

sehingga mereka beruntung. lalu kufur kepada Allah. ada orang yang diberi petunjuk oleh Allah. mengikuti perintah. kehendak syar’i untuk kufur itu tidak ada. Samud. yaitu menetapkan dan mentakdirkan hamba-hamba-Nya untuk kufur. Ada pula yang menyimpang dari jalan lurus. Dalam hal ini Dia mempunyai hujjah yang kuat dan hikmah yang sempurna. karena Allah Ta’ala telah menciptakan neraka dan menjadikan penghuninya dari setan-setan dan orang-orang kafir. dengan menurunkan siksaan kepada mereka di dunia. dan menurunkan azab-Nya yang sangat keras. bahwasannya Allah mengutus rasulrasulnya untuk menyeru hamba-hambanya kepada kebajikan. sehingga Allah membinasakan mereka dengan siksa-Nya. mendustakan para rasul-Nya dan mengikuti thagut. Sedang kehendak kauniyah. mereka tidak mempunyai hujjah. Inilah makna Hidayah dan makna Daialah yang dilaksanakan oleh rasul.Ringkasan. Dia tidak meridhai kekufuran bagi hamba-hamba-Nya. meninggalkan sembahan berhala. Berjalanlah dimuka bumi yang dihuni oleh kaum yang dzalim. dan diberkati untuk membenarkan mereka. menerima petunjuk. bahwa Dia mengingkari kekufuran hambahamba-Nya yang berdusta. dan mengerjakan apa yang mereka bawa. menjauhkan diri dari perbuatan haram. Kemudian setelah itu terserah Umat itu sendiri untuk menerima atau menolah seruan rasul. Dalam hal ini. Oleh karena itu Allah menyiksa orang –orang yang mengingkari laranganya dan memberi pahala terhadap orang yang mentaati-Nya. Maka diantara mereka yang beriman dan ada pula diantara mereka yang tetap dalam kekafiran. dan orang-orang yang mengkuti jejak mereka. setelah para rasul memberi peringatan kepada mereka. yang telah dipastikan kesesatannyam kemudian Tafsir . Kemudian Allah menjelaskan. sesuai dengan ikhtiar mereka sendiri dan karena mereka menunjukan keinginannya kepada pencapaian sebab-sebab kekufuran tersebut. seperti perkampungan Ad. Dari firman Allah ini kita mengetahui. yang tidak bisa ditolak dari kaum yang durhaka. karena Allah Ta’ala telah melarang hal itu melalui lisan para rasul-Nya. berbahagia dan selamat dari azab-Nya. dan dinegerinegeri yang mereka makmurkan. Diantara orang-orang yang Kami telah mengutus para rasul Kami kepada mereka.

sedang beliau sangat menginginkan agar mereka beriman. Selanjutnya Allah berbicara kepada rasul-Nya saw. Penafsiran Ayat Menurut Al-Misbah Selanjutnya ayat ini menghibur Nabi Muhammad saw. walau sedikit pun. Seakan-akan ayat ini menyatakan:Allah pun telah mengutusmu. sedang beliau tidak mempunyai urusan dalam hal itu. juga Tafsir . dan guna menjelaskan.dan jauhilah Thaghut yakni segala macam yang melampaui batas.perhatikanlah bekas-bekas kemurkaan Kami kepada mereka. berpaling.dan ada pula diantara mereka yang keras kepala. karena sesungguhnya kami telah mengutus rosul pada setiap umat sebelum kami mengutusmu. seperti pengingkaran. jangan menyembah selain-Nya. mudah-mudahan kalian dapat mengambil pelajaran dari apa yang telah menimpa mereka.dalam menghadapi para pembangkang dari kaum beliau.. seperti penyembahan berhala dan kepatuhan kepada Tirani Ajaklah para rosul itu telah diketahuioleh umat-umat masing-masing rosul maka di antara mereka yakni umat para rosul itu ada orang yang hatinya terbuka dan pikirannya jernih sehingga Allah menyambutnya dan dia diberi petunjuk oleh Allah. lagi bejat hatinya sehingga mereka menolak ajakan rosul mereka dan dengan demikian telah menjadi pasti atasnya sanksi kesesatan yang mereka pilih sendiri itu.apa dan siapapun. c. dan keadaan yang engkau alami itu sama dengan yang dialami oleh para Rosul sebelummu. dan penetapan kaumnya yang berlebihan.maka ada di antara umatmu yang menerima baik ajakanmu dan ada juga yang membangkang. guna menghibur beliau dari apa yang beliau lihat. bahwa seluruh persoalannya ada dalam kekuasaan Allah.lalu mereka menyampaikan kepada kaum mereka masing-masing bahwa:”sembahlah Allah yakni tunduk dan patuhlah dengan penuh pengagungan kepada tuhan Yang Maha Esa saja.

secara panjang lebar macam-macam Hidayah Allah telah menuliskan bahwa ketika mentafsirjan Q.termasuk kebinasaan para pembangkang maka berjalanlah kamu semua di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan para pendusta rosul-rosul.jika kamuragu menyangkut apa yang di sampaikan Rosul.hidayah. karena penyembahan berhala adalah sesuatu yang sangat buruk dan melampaui batas.yang mengandung kata makna ini misalnya      52.S AlFatihah. pelanggaran.Asy-Syura42:52) Tafsir .di sana antara lain penulis kemukakan bahwa dalam dalam bidang petunjuk keagamaan. Kata Thaghut di ambil dari kata Thagha yang pada kulanya berarti melampaui batas.(QS. dan Sesungguhnya kamu benar.benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.Wahai umat Muhammad. dan kesewenang-wenangan terhadap manusia.cukup hidayah banyak menuju ayat-ayat kebahaigian yan duniawi dan akar menggunakan .pertama ukhrawi. Ia bisa di pahami juga dalam arti berhala. seperti kekufuran kepada Tuhan.Allah menganugrahkan dua macam hidayah. Hidayah(petunjuk) yang di maksud ayat diatas adalah Hidayah khususdalam bidang agama yang di anugrahkan oleh Allah kepada mereka yang hatinya cenderung untuk beriman dan berupaya untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

       dan Adapun kaum Tsamud.Al-Fusilat 41:17) kedu Hidayah ini serta kemampuan melaksanakan isi hidayah itu sendiri ini tidak di lakukan kecuali :oleh Allah swt.Al-Qhasas 28:56 Allah menganugrahkan kedua hidayah ini kepada mereka yang benar-behar ingin memprolehnya dan melangkahkan kaki guna . berbeda ketika menguraikan tentang kesesatanhal ini menyatakan bahwa kesesatan tersebut pada dasarnya bukan bersumber pertama kali dari Allah tetapi dari mereka sendiri memeng ada ayat-ayat yang menyatakan bahwa ‘Allah menyesatkan siapa yang dia kehendaki’ tetapi kehendak-Nya itu terlaksana setelah yang bersangkutan sendiri sesat.17 petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk (QS.mendapatkannya Ketika berbicara tentang hidayah. Maka mereka telah Kami beri . Tafsir .karena itu ditegaskannya bahwa           orang yang kamu Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada “ kasihi. tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang (dikehendaki-Nya.(QS..secara tegas ayat diatas menyatakan bahwa allah telahmenganugrahkannya.

Dan barangsiapa yang kafir terhadapnya.                                Maka tatkala kepada kaum mereka berpaling fasik.As-shaf 61:5) Selain dalam surat An-Nahl tafsiran ayat tentang risalah dapat dijelaskan juga dalam surat Al-baqarah :Ayat 121 B. dan Allah tidak memberi petunjuk yang Maksudnya berpaling dari kebenaran. maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”(121 a. QS. Allah karena mereka memalingkan hati mereka[1473].[1473] (dari kebenaran). Maka Allah membiarkan mereka sesat dan bertambah jauh dari kebenaran(QS.Al-Baqarah Ayat 121                “Orang-orang yang telah Kami berikan kepadanya Al-Kitab dan mereka membacanya dengan benar adalah mereka yang beriman kepadanya. Penafsiran Ayat menurut Ibnu Katsir Tafsir .

mengimaninya dengan sungguh-sungguh. maka hal itu membimbingmu kepada kebenaran dan mengikutinya didunia dan akhirat. jika kamu menegakkannya dengan benar. kamu tidak memiliki pegangan apa pun sebelum kamu menegakkan Taurat dan Injil serta kitab yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. “Orang-orang yang telah Kami berikan kepadanya Al-Kitab dan mereka membacanya dengan benar serta mereka itu neriman kepadanya. menolong.. Hal ini sebagaimana firman Allah. dan membantunya.(114). dan membacanya sebagaimana ia diturunkan Allah. barangsiapa diantara Ahli Kitab yang menegakkan Kitab Allah yang diturunkan kepada para nabi terdahulu dengan sebenarbenarnya. sifat dan gambaranya. “Adalah mereka yang beriman kepadanya” merupakan khabar dari penggalan “Orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab dan mereka membacanya dengan benar. ‘Hai Muhammad. maka beliau memohon.” Said dan Qatadah berkata.” Firman Allah. yang artinya : “Sesungguhnya apabila beliau sedang membaca Al-Qur’an dan melewati ayat rahmat. serta perintah untuk mengikuti. membenarkan berita-berita yang terdapat didalamnya. ‘Hai Ahli Kitab. Maka carilah keridhaan Allah dimana kamu diutus dengan hak dalam keridhaan itu.’” Yakni. “Yang dimaksud oleh firman Allah ‘Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu sebelum kamu mengikuti agama mereka’ ialah. Dan apabila melewati ayat azab.Ibnu Jarir berkata. maka beliau berlindung (ta’awudz) Firaman Allah. “Katakanlah. sebagai utusan.” Ibnu Mas’ud berkata. tidak mengubah satu kalimat pun dari tempatnya.” Yakni. diantaranya tentang diutusnya Muhammad. mengharamkan apa yang diharamkannya. Tafsir . kaum Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu selamanya sebelum kamu mengikuti apa yang mereka sukai dan setujui. Muhammad. “Mereka adalah para sahabat Nabi saw. dan jangan menakwilkan sesuatu kepada maksud yang tidak seharusnya. “Demi Zat yang diriku ada dalam kekuasaan-Nya sesungguhnya yang dimaksud dengan membaca secara benar ialah menghalakan apa yang dihalalkannya. maka dia akan beriman kepada kitab yang dibawa olehmu.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “Yaitu orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang umum, yang mereka menjumpai namanya tertulis dalam kitab mereka, yaitu Taurat dan Injil.” Dan Allah Ta’ala berfirman, “Maka apabila mereka berserah diri, berarti mereka mendapat petunjuk. Dan apabila mereka berpaling, maka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan, dan Allah Maha Melihat terhadap hamba-hamba-Nya.” Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman, “Dan barangsiapa yang kafir terhadapnya, maka mereka itulah orang-orang yang merugi” sebagaimana Allah berfirman, “Barang siapa diantara golongan-golongan itu yang kafir terhadapnya, maka neraka merupakan tempatnya. “Dlama kitab sahih dikatakan (115), Demi Zat yang jiwaku ada dalam Kekuasaan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini, yahudi dan Nasrani yang mendengar tentang aku kemudian dia tidak beriman kepadaku melainkan ia akan masuk neraka.” b. Penafsiran menurut Al-Maraghi Diantara ahli kitab ada yang mempelajari Kitab Taurat dengan penuh pengertian, hingga mampu memahami secara detail. Mereka juga menjaga kefasihan kata-katanya dan memikirkan makna yang dikandung, disamping memahami hukum dan rahasia-rahasianya. Mereka adalah orang-orang yang mengetahui bahwa yang dibawa Muhammad adalah kebenaran. Karenanya, golongan ini msu berimsn kepada Rasulullah saw. dan memakai petunjuk yang lurus ini. Diantara mereka, Abdullah ibnu Salam dan kaum Yahudi lain yang mengikuti jejaknya.

        
Artinya, “siapa pun yang kufur kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad setelah masalah tersebut jelas sebagai kebenaran, mereka adalah para pemimpin yang keras kepala dan orang-orang bodoh terhadap perkataan orangorang kelompok pertama. Mereka adalah orang-orang yang rugi karena kehilangan

Tafsir

kebahagiaan di dunia, kemuliaan, kejayaan yang Allah anugerahkan kepada siapa saja yang membela agama-Nya. Sebagaimana Allah berfirman :

                                  

“. . . Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya . . .” (Al-Haj,22:40)

Mereka juga rugi diakhirat dan tidak menikmati surga,tapi mereka itu adalah berhak mendapat siksa yang Allah sediakan untuk mereka. Perbuatan yang menyebabkan mereka kufur, terkadang merubah isi kitab – yang membawa berita gembira kedatangan Nabi, sehingga kitab mereka tidak sesuai dengan kenyataan. Semua itu karena mereka hanya bermaksud memuaskan hawa nafsu belaka. Terkadang mereka mengesampingkan kitab yang mereka pegang. Mereka pun menganggap cukup berpegangan pada ulama’-ulama yang telah melakukan penambahan didalam kitab Taurat itu sendiri Prinsip yang mereka pegang telah dijual dengan harga murah untuk mengejar kenikmata dunia yang fana ini.

Tafsir

Berpaling Dari Al-Qur’an berarti Menghina Allah. Ayat diatas mengandung pula isyarat yang menunjukan bahwa orang yang membawa Al-Qur’an tanpa berpikir makna yang dikandung, sama dengan tidak beriman. Sebenarnya, meerka pun mengetahui bahwa didalam itu terkandung hidayah Allah. Dan sudah barang tentu pengertian tersebut tidak bisa meresap didalam hati tanpa merenungkan kandungan maknanya. Masalah ini merupakan pelajaran bagi kita, sebagaimana difirmankan Allah :

    

 

               

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orangorang yang mempunyai akal. . . . (Yusuf, 12 :111) Sepantasnya, hal tersebut menjadi pendorong bagi kita untuk lebih mendalami Al-Qur’an ketika kita membaca. Dengan demikian, bacaan itu tidak berhenti dari mulut,seperti perintah al-Qur’an

      
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an,ataukah ahti mereka “
(terkunci?”(Muhammad, 47:24

Dan Allah berfirman dalam ayat lainnya :

Tafsir

Ada sebuah hadits yang mengatakan : “Barang siapa yang membaca kemudian berpaling dari kandungan AlQur’an. memahami kemudian mengamalkan seluruh isinya. . berarti menghina Tuhan. Sehingga hujjah Al-Qur’an memukul sikap mereka.         “. b. mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya. Perumpamaanya sama dengan orang yang mengirim surat dengan kepada seorang teman untuk tujuan tertentu. hendaknya ia minta tolong kepada orang lain untuk membacanya dan memberi pengertian kepadanya tentang makna yang dikandung.38: 29) Tetapi sangat disanyangkan juga semua ayan dan pelajaran tentang masalah ini. Mereka adalah orang-orang yang telah kami berikan Al-Kitab yakni Taurat atau injil. Tafsir . Tetapi sedikit pun ia tidak memperhatikan isi surat yang dikirimkan itu. Kemudian.”(Shad. Mereka hanya taqlid kepada orang-orang yang dikecam Al-Qur’an. . sedikit pun tidak melekat didalam hati. dijelaskan disini kelompok yang wajar mendapat berita gembira. Jika ternyata ada seorang yang buta huruf. Kemudian surat tersebut dibaca oelh teman tersebut berkali-kali dan melagukan isinya yang ditulis dengan gaya bahasa indah dan merayu. supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. Penafsiran menurut al-Misbah Setelah mengancam siapa diantara ahli kitab yang wajar diperingati dan diancam karena mengubah kandungan Al-Kitab. apakah sipengrim tidak merasa dihina?” Karenanya. wajib bagi setiap Mu’min di setiap masa dan mana mereka berada hendaknya memperhatikan kandungan Al-Qur’an.

Betapapun bermacam-macam makna yang dapat dikandungannya yang pasti bahwa ayat ini ingin menjelaskan bahwa rejeki yang di raih seseorang adalah bersumber dari Allah dan bahwa rejeki itu tidak dapat dijadikan ukuran cinta dan kedudukan seseorang disisnya. Ada kelompok diantara Ahli kitab yang sikapnya tidak seperti yang digambarkan oelh ayat sebelum ini. Ini dipahami demikian karena kata kerja ( pada mulanya berarti mengikuti. mereka ada. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya yakni kepda kitab suci atau petunjuk Allah maka mereka itulah bukan selain mereka orang-orang yang benar-benar rugi. Kalimat ( ) mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya.Yakni mengikuti tuntunannya secara baik dan sempurna serta sesuai dengan apa yang diturunkan Allah atnpa melakukan atau mempercayai perubahan yang ada. misalnya ayat 100. taurat ataui ijnil redaksi yang mereka baca adalah redaksi asli kitab suci itu. al-Qur’an tidak menggenelarisir. Penafsiran penggabung kedua makna tersebut dan hal ini tidak bertentangan karena itu. lalu mengikuti bacaan itu dengan pengamalan yang benar. mereka itu yakni yang sungguh tinggi kedudukanya disisi Allah beriman kepadanya. Dan agar tidak menimbulkan kesalahan penilaian. Yang membaca mengikuti apa yang dibacanya huruf demi huruf dan membunyikan huruf-huruf itu dengan lidah atau hatinya. Dari sini ia bisa diartikan membaca. walau telah berulang kedurhakaan dan pelanggaran janji-janji oelh mereka. ) Tafsir . tetapi. Dalam pandangan ulama tidak salahnya menggabung sekian makna yang berbeda selama makna-makna itu tidak bertentangan. Akhirnya. celaka dan binasa. yakni membaca Al-Kitab. surah al-baqarah menggaris bawahi keberadaan mereka. Allah masih mengajak mereka pada akhir ayat dalam kelompok ini dengan ajakan yang dikemikan awal ayat kelompok ini. Mereka juga membaca dengan tekun sambil memepelajari ssungguh-sungguh dengan kandungannya. Dan bacaan diatas. yakni kepada kitab suci itu atau kepada petunjuk Allah yang sempurna itu. betapa pun kecilnya. Tetapi dia dapat juga mengikuti tuntunanya dengan pengamalan. Memang kelpmpok ini tidak terlalu banyak sebagaimana di isyaratkan pada yat-ayat yang lalu.

Kami tidak membeda-bedakan seorang rasul pun diantara mereka. dan mempercayai secara global apa yang diturunkan kepada para Nabi terdahulu. Al-Baqarah Ayat 136                               Katakanlah. kepada apa yang diturunkan kepada kami. kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim. “Kami beriman kepada Allah. dan kepada yang diberikan kepada para Nabi dari Tuhan mereka. dengan mengatakan. dan bermaksud memperbedakan antara Allah dan rasulrasul-Nya. kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa. Penafsiran menurut Ibnu Katsir Allah SWT membimbing hamba-hamba-Nya yang beriman supaya mempercayai secara rinci apa yang diturunkan kepada mereka melalui Rasulullah Muhammad SAW.C. Yakub dan anak cucunya. namun harus iman kepada seluruhnya dan tidak menjadi seperti orang yang diterangakan Allah dengan “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Ishak. QS. Ismail. Mereka diperintahkan supaya tidak membeda-bedakan seorang rasul pun diantara mereka.”(136) a. ‘Kami beriman kepada sebagian (dari rasul-rasul itu). dan kami hanya berserah diri kepadaNya. Tafsir . Allah mengeksplisitkan individu-individu rasul tertentu dan mengglobalkan cerita para nabi lainnya.

Rabi’. Merekalah orangorang yang kafir sebenar-benarnya.’ serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (lain) diantara yang demikian (iman atau kafir). sebagaimana Musa berkata kepda mereka. Zabur.”Abul Aliyah. Yang dimaksud asbath dalam ayat ini adalah Keturunan Bani Israel. Firman Allah “Kepada apa yang diturunkan.dan kami kafir terhadap sebagian yang lain. mereka disebut asbath. dan Qatadah mengatakan bahwa yang dimaksud al-asbath ialah anak Yakub yang berjumlah 12 orang anak laki-laki yang masing-masing melahirkan umat manusia.” Tafsir . Oleh karena itu.” Ibnu Abi hatim meriwayatkan dengan sanad yang sampai kepada Mu’qil bin Yasir.” (an-Nisa’: 150-151) . dan Injil serta Al-Qur’an akan meluaskanmu. dia berkata bahwa RAsulullah saw.”Ingatlah akan nikmat Allah yang diberikan kepadamu tatkala Dia menjadikan para nabi dari kalanganmu dan menjadikan sebagaimana penguasa. bersabda(136) “ Berimanlah kamu kepada Taurat.” maksudnya wahyu yang dturunkan kepada para nabi dari kalangan Bani Israel.

“Berimanlah kepada kitab Taurat dan injil. katakanlah oleh kalian bahwa kami beriman kepada semua Nabi dan Rasul.” Ibnu Abi Hatim meriwayatkan sebuah hadits dari Mi’qal. “Janganlah kalian memepercayai ahli kitab dan jangan mengingkari mereka. baik itu perubahan ataupun penyelewengan. Kami hanya beriman dan menyaksikan bahwa semuanya adalah Rasul Allah yang diutus membawa kebenaran dan hidayah. Kami pun taat dan tunduk kepada Tuhan semesta alam. Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurarah bahwa ahli kitab jika membaca kitab Taurat menggunakan bahasa Ibrani. Kan halnya iman secara terperinci hanya kepada apa yang diuturunkan kepada kami saja.c. Itu bukanlah urusan kami. Bahkan kami yakin secara ijmal. tetapi mengakui Nabi-nabi lainnya. kami bukanlah orang-orang yang beriman kepada sebagian Nabi. seperti yang dilakukan kaum Yahudi. kemudian menafsirkannya dengan bahasa Arab agar dapat didengar oleh umat islam. Penafiran menurut Al-Maraghi Artinya. Kemudian rasul bersabda kepada uamt Islam. Mereka menolak Nabi Isa dan Muhammad. serta kuasailah Al-Qur’an” Artinya. dan kami tidak menghiraukan apa yang terjadi pada ajaran-ajaran mereka. Tetapi katakanlah kami beriman kepada Allah. Kami sekali-kali tidak akan mengingkari salah satu diantara ajaran yang mereka anjurkan dimasanya. lalu mengingkari sebagian lainnya. Tafsir .

tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang Telah didatangkan kepada mereka kitab. Maka Allah mengutus para nabi. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran Tafsir . Al-Baqarah ayat 213:                                                  213. yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata. bahkan kalian adalah para pengabdi nafsu. dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar. Sedangkan kalian tidak. Karena dengki antara mereka sendiri.Artinya. (Setelah timbul perselisihan). QS. Manusia itu adalah umat yang satu. D. untuk memberi Keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. sebagai pemberi peringatan. kami tunduk kepada Allah dan menyembah-Nya yang demikian adalah iman secara benar.

dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. sementara mereka telah diberi kitab setelah mereka. Abdur Razak meriwayatkan dari Abu Hurairah. maka dia merupakan rasul pertama yang diutus Allah ke muka bumi. Yang mendorong mereka berselisih ialah kedengkian di antara mereka. namun yang sahih adalah pendapat Ibnu abbas karena pendapat itulah yang paling sahih sanad dan maknanya. Lalu Allah menunjukan kita dengan izin-Nya kepada kebenaran yang Tafsir . yaitu setelah dattang kepada mereka penjelasan-penjelasan karena kedengkian mereka diantara mereka. Maka Allah mengutus para nabi yang menyampaikan kabar gembira dan memberi peringatan. tidaklah menyalahi kitab itu melainkan orang-orang yang telah diberi kitab. Dan. “Lalu Allah menunjukan orang yang beriman kepada kebenaran yang mereka perselsihkan itu dengan izin-Nya”. dia berkata. “Lalu Allah menunjukan orang-orang yang beriman kepada kebenaran yang mereka perselisihan itu dengan kehendak-Nya dan Allah menunjukan orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. Allah Ta’ala berfirman” Dia menurun kan bersama mereka Al-Kitab denaga hak untuk memutuskan ihwal perkara yang mereka perselisihkan. a. dia berkata bahwa Nabisaw.” Berkaitan dengan firman Allah.. bersabda(295). Sesungguhnya mereka itu memeluk agama Adam sebelum mereka menyembah berhala. . yang artinya : “Kita adalah umat terakhir namun awal pada hari kiamat kita adalah manusia yang pertama-tama masuk surga. Kemudian. mereka berselisih. Ada pula sejumlah pendapat lain. Oaleh karena itu.” Maksudnya setelah ditegakan terhadap mereka hujjah-hujja. Allah mengutus kepada mereka Nuh as.tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Penafsiran Ayat menurut Ibnu Katsir Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas. Kemudian.”Manusia antara Adam hingga Nuh hidup selama sepuluh abad dan semuanya memegang syari’at Al-Haq.

mereka perselisihkan.. Demikian menurut pendapat Ibnu Jarir. Selanjutmya. Dan shahihain dikatakan dari Aisyah bahwa apabila Rasulullah saw. bersatu dan tidak bersengketa satu sama lainnya. Allah menuturkan bahwa orang yang mengingkari perkara yang hak. mendirikan shalat malam maka beliau bersabda(296). Tuhan pencipta langit dan bumi.. Manusia lain mengikuti kita.” Firman Allah. Engkaulah yang memutuskan diantara mereka tentang perkara yang mereka perselisihkan. yakni kepunyaan Allahlah hujah yang baik dan membungkam. Hari inilah yang dahulu mereka perselisihkan kemudian Alah menunjukan kita. Tuhan malaikat jibril. sungguh tidak pantas bagi orang yang telah didatangkan kepadanya hidayah dari Tuhannya. besok untuk orang-orang Yahudi.” (HR. melakukan tindakan yang bisa menimbulkan persengketaan dan perpecahan. Sesungguhnya Engkau menunjukan orang yangEngkau kehendaki kepada jalan yang lurus. Sebenarnya mereka meninggalkan perbuatan perbuatan yang dilarang oleh AlKitab setelah adanya penegasan dari hidayah Ilahiah.Bukhari dan Muslim) b. Barang sapa berprilaku seperti mereka. Tafsir . dan lusa untuk orang-orang Nasrani. Sebab. “dengan izin-Nya. agar memasuki agama Islam secara menyeluruh.” maksudnya berdasarkan pengetahuan-Nya tentang mereka dan berdasarkan apa yang telah Allah tunjukan kepada mereka. Penafsiran ayat menurut Al-Maraghi Allah telah memerintahkan orang-orang yang beriman melalui nabi-Nya. yang artinya : “Ya Allah. yang mengetahui perkara gaib dan tampa. Tunjukanlah aku kepada kebenaran yang diperselisihkan itu dengan izin-Mu. “dan Allah menunjukan orang yang dikehendaki-Nya” diantara makhluk-Nya “kepada jalan yang lurus”. maka ia akan selalu berada dalam perselisihan dan perpecahan dengan teman sendiri. slalu menitikberatkan tindakannya kepada hal-hal yang bisa memenuhi kesenangannya berupa kenikmatan duniawi yang pada hakikatnya hanyalah bersifat sementara dan sebentar. Mikail dan Israfi.

mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka Karena keimanannya[670]. c. akal mereka tidak mampu lagi memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dan kemaslahatan mereka serta menolak bahaya dari diri mereka masingmasing. di mana antara satu dengan yang lainnya saling berhubungan. Ia Maha Mengetahui apa yang ada dalam batin mereka. ada ulama yang mengaitkan penggalan ayat ini dengan ayat Al-Qur’an surat Yunus:[10].Dalam ayat ini.sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan. Tafsir . Allah menuturkan selanjutnya bahwa memakai petunjuk para nabi merupakan keharusan dan kebutuhan manusia. manusia sejak dahulu adalaha umat yang satu. sebab tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh. Allah mengutus para nabi sebagai pemberi peringatan dan pemberi kabar gembira kepada mereka disertai bukti-bukti kongkrit yang memperkuat kebenaran kenabian mereka. di bawah mereka mengalir sungai.Penafsiran ayat menurut Al-Misbah Mari kita kembali pada rujukan awal. Allah telah memastikan umat manusia bagaikan umat yang sati.9                9. Setelah itu. diatas ada kata. Dan apa yang mereka dapat dari kebenaran ini adalah datang dari sisi Alah Yang Maha Kuasa dan Yang Memberi pahala atau siksaan kepada mereka. Kemudian.

manusia hanyalah satu umat kemudian mereka berselisih. Mereka sejak dahulu hingga kini dapat hidup jika saling membantu sebagai satu umat.[670] Maksudnya: diberi petunjuk oleh Allah untuk mengerjakan amal-amal yang menyampaikan surga. malaikat. dan Allah menciptakan mereka sebagai makhluk sosial yang saling berkaitan dan saling membutuhkan. tentu saja mereka harus berbeda-bead dalam propesi dan kecenderungan yang ini dapat menyiapkan satu jenis kebutuhan yang lain pula untuk dirinya dan orang lain. sehingga ia seakan-akan hanya satu kitab. manusia hanyalah satu umat dalam kepercayaan tauhid. puasa. sehingga dipahami bahwa tadinya. serta yang tercantum dalam kitab-kitab yang diturunkan. semua nabi membawa ajaran tauhid. Dan yang menyatakan. zaikat. bagaimana cara memperoleh kemaslahatan mereka. tetapi setelah itu tidaklah demikian. kepercayaan akan adanaya hari kaimat. dan menganjurkan kebaikan serta mencegah kemungkaran. diutusnya para Rasul yang mengajarkan shalat. pada hakekatnya sama. Kitab tersebut diturunklan bersama mereka Allah Tafsir . tidak juga bagaimana mengatur hubungan antar mereka. Tetapi manusia tidak mengetahui sepanuhnya. haji. yakni dahulu. Karena itu maka Allah mengutus para Nabi untuk menjelaskan ketentuanketentuan Allah dan menyampaikan petunjuknya sambil menugaskan para nabi itu sebagai pemberi kabar gembira bagi yang mengikuti petunjuk itu dan pemberi peringatan bagi yang enggan mengikuti_Nya Allah menurunkan kepada mereka kitab yang benar. yaitu kelompok yang memiliki sebuah persamaan dan sebuah keterkaitan kodrat mereka demikian. disisi lain manusia memiliki sifat egoisme yang dapat muncul sewaktu-waktu sehingga dapat menimbulkan perselisihan.namun kaya kitab dikemukakan dalam bentuk tunggal bukan jamak Ini karena prinsip ajaran ilahi yang dibawa oleh nabi-nabi itu. atau bagaimana menyelesaikan perselisihan mereka. ayat yang diata dibahas ini kata mereka. Perhatikanlah redaksi ini walaupun penggalan ayat yang sebelumnya menunjuk di utusnya banyak nabi. perlu disisipi kata “mereka berselisih” dan yang ada pada surat Yunus itu. karena mereka adlah satu umat.

mereka tidak bingung. kitab tersebut setelah berada ditengah-tengah umat tidak mereka jadikan rujukan dalam menyelesaikan perselisihan. Mengenai penolakan dan perselisihan bukan karena kitab yang diturunkan tidak jelas. tanpa hambatan. jika itu terjadi pasti perselisihan muncul. Tetapi pada kenyataanya tidak demikian.kemudian para Nabi melalui kitab itu memberi keputusan diantara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. melebihi petunjuk yang sebelumnya telah dianugrahikan-Nya kepada orang-orang yang dia kehendaki menuju jalan yang lebar dan lurus. tidak juga terperdaya oleh gemerlap duniawi yang dinikmati oleh orang-orang kafir. Allah selalu memberi petunjuk. dan kedengkian lahir dari keinginan untuk mengambil sesuatu selain yang diambil. yang berselisih adalah mereka yang menerimanya. bahkan mereka berselisih dan sungguh aneh. Dengan demikian. “Allah memberi petunjuk orang-orang yang nberiman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendaknya”. maka tidak demikian keadaan mereka yang mengindahkan tuntunan kitabnya. Tafsir . tetapi mereka berselisih setelah dating kepada keterangan-keterangan yang nyata. persaingan tidak sehat pasti muncul pada gilirannya menghasilkan kedengkian antara mereka sendiri. Dan itulah yang dimaksud dengan tidak berselsih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkang kepada mereka kitab itu. Jika demikian keadaan mereka yang merendahkan orang-orang yang beriman serta mengejar gemerlap duniawi dengan melupakan tuntunan kitab suci. mengambila sesuatu yang tidak berhak dimiliki. Bila ini terjadi . E. seperti gemerlap dunia. Penolakan dan perselisihan itu disebabkan oleh dengki antara mereka sendii. apalagi jika yang diperebutkan itu sesuatu yang terbatas.

“Apakah kamu mengira kamu akan masuk surga?” sebelum kamu dicoba dan diuji sebagaimana yang telah diberikan kepada orang-orang sebelum kamu. digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orangorang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah. a. Tafsir . Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. Penafsiran ayat menurut Ibnu Katsir Allah Ta’ala berfirman. “padahal belum dengan kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sbelum kamu.Al-Baqarah ayat 214                               214. Allah berfirman. terdahulu dan sebelum kamu? serta mereka ditimpa oleh padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang malapetaka kesengsaraan. Oleh karena itu. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga.

Kondisi semacam ini jelas mengundang Tafsir . yang artinya : “Tuhanmu kagum atas keputusan hamba-hamba-Nya dan kecepatan datingnya peryolongan-Nya Allah melihat mereka yang berputus asa. mengapa engkau tidak berdoa untuk kami?” Beliau bersabda.Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan. Sebagaimana hal itu dekemukakan dalam hadits sahih dari Khabab bin al-Aruit. Allah menjelaskan bahwa mani\usia itu satu sama lainnya saling ada ketergantungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. dan serigala hanya mengkhawatirkan domba mangsanya. sesungguhnya Allah benar-benar akan menuntaskan perkara ini sehingga seorang senunggang yang berjalan dari Shan’a ke Hadramaut tidak merasa takut kecuali kepada Allah. Penafsiran menurut Al-Maraghi Pada ayat yang telah lalu. Allah memerintahkan mereka agar sepakat dan damai. tapi itu tidak memalingka dari agamanya. “sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan dan sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Ibnu Mas’ud. “Sesunggihnya orang-orang yang sebelum kamu ada yang digergaji dan terbelah kepalanya hingga diantara kedua kakinay.” yakni digentarkan oleh musuh-musuh dan diuji dengan ujian yang sangat berat. “Serta diguncangkan.” Beliau kemudian melanjutkan. Ada pula orang yang tubuhnya disisr besi hingga dagingnya terkelupas dari tulangnya. Mereka membutuhkan bantuan dan pertolongan sesamanya. dan sejumlah tabi’in mengatakan. “Yang dimaksud dengan al-ba’sa ialah kemiskinan. Firman ini seperti firman lainya. Namun kalian adalah yang grasa grusu.” demikian pula itu turun bersama pertolongan. namun hal itu tidak memalingkan dari agamanya. sedangkan adh-hdara’ artinya rasa sakit. “Wahai Rasulullah. Kemudian Dia tertawa karena Dia mengetahui bahwa hilangnya kesusahan mereka sudah dekat.”(Al-Hadits) d. “Demi Allah. oleh karena itu banyaknya kebutuhan dan beraneka ragamnya tuntunan hidup. mengapa engkau tidak memintakan tolong untuk kami. Ibnu Abbas.”berupa penyakit dan kematian. Kemudian. dia berkata(297). Dalam sebuah hadits dikatakan(298).

yaitu dengan mengutus para nabi untuk mereka yang dibekali dengan kitab dari sisi-Nya. tetapi bahkan menjadikannya sebagai alat perpecahan dan perselisihan. mengapa kau tidak memintakan tolong untuk kami. meskipun niat mereka baik. Kemudian.”berupa penyakit dan kematian. munculah kebutuhan akan undang-undang yang bersifat menyeluruh dan syari’at yang membatasi hak masing-masing. Ibnu ma’su. yaitu hukum yang datang dari Allah. sedangkan adh. dimana saat kaum muslimin mengalami kekalahan dari orang-orang kafir.”yakni digentarkan oleh musuh-musuh dan diuji dengan ujian yangsangat berat.” wahai rasulullah. sehimgga akhirnya mereka berhasil mendapatkan kemenangan dan tercapailah cita-cita mereka. akan menjadi sasaran lemparan orangorang yang sedang bersengeketa. Setelah menuturkan hal tersebut. sebagaimana para nabi dan pengikutnya pun sabar dan teguh dalam menghadapi semua rintangan dan kesusahan. mengapa engkau tidak Tafsir . agar dalam menyelesaikan semua perselisihan diantara mereka selalu kembali dan berpegangan kepada Kitabullah. bahwa ayat ini diturunkan ketika terjadi perang UHUD. Ditimpa malapetaka dan kesengsaraan. Ia menjelaskan pula bahwa orang-orang yang berupaya mencari jalan keluar dari kemelut perselisihan dan persengketaan ini.timbulnya persengketaan ataupun permusuhandiantara mereka. dia berkata.”yang dimaksud dengan al-ba’sa ialah kemiskinan. Pada ayat ini Allah berpesan kepada kaum mukminin agar mereka berlaku sabar dan teguh dalam menhadapi segala kesulitan yang menimpa mereka akibat ulah kaum kuffar. Diriwayatkan. kembali Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang benar-benar beriman. guna memutuskan hal-hal yang dipersengketakan oleh mereka. Sebagaimana hal itu dikemukaikan dalam hadist dari Khatab bi Al-Aruit. Akhirnya sampailah akal mereka pada suatu kesimpulan dalam upaya mereka mencariu hukum yang tidak dipersengketakan kebenarannya dan tidak mengundang perselisihan diantara mereka. dan sejumlah tabiin mengataka. Allah menuturkan kemurahan dan kebaikan-Nya terhadap hamba-hamba-Nya.hdara artinya rasa sakit. Disamping itu. Ibnu Abbas. “serta diguncangkan. Dengan demikian. dimana mereka telah menyalahgunakan isi kitabullah dengan tidak menjadikannya sebagai alat menuju kesatuan dan kesepakatan. Selanjutnya Allah menuturkan dalam Kitab-Nya perselisihan orang-orang yang telah diberikan Kitab.

Kemudian. Ada pula orang yang tumbuh disisr oleh besi sehinggga dagingnya terkelupas dari tulangnya. muncullah kebutuhan akan undang-undang yang bersifat menyeluruh dan syari'at yang membatasi hak masing-masing.”(Al. akhirnya sampailah akal mereka pada suatu kesimpulan dalam upaya mereka mencari hukum yang tidak di persengketakan kebenarannya dan tidak mengundang perselisihan diantara mereka.” Demi Allah. mereka membutuhkan bantuan dan pertolongan sesamanya. Firman ini seperti firman lainya. penafsiran menurut Al-Maraghi pada ayat yang telah lalau. Allah menuturkan kemurahan dan kebaikan-Nya terhadap hambahamba-Nya. Dengan demikian. Dalam sebuah hadist dikatakan: “Tuhanmu kagum atas keputusan hamba-hamba-Nya dan kecepatan datngnya pertolongan-Nya Allah melihat mereka yang berputus asa. Allah menjelaskan bahwa manusia itu satu sama lainnya saling ada ketergantungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. kondisi semacam ini jelas mengundang timbulnya persengketaan ataupun permusushan diantara mereka.’ Beliau kemudian melanjutkan. namun hal itu tidak memalingkan dari agamanya. Namun kalilan adalah yang grasa grusu. Allah memerintahkan mereka agar sepakat dan damai. Kemudian dia tertawa karena Dia mengetahui bahwa hiangnya kesusahan mereka sudah dekat. kemudian.hadist) e.” Sesungguhnya oaring-orang yang sebelum kamu ada yang di gergaji dan terbelah kepalanya hingga diantara kedua kakainya. yaitu hukum yang datang dari Allah. sesungguhnya Allah akan menuntaskan perkara ini sehingga seorang senunggang yang berjalan dari shan’a ke hadramaut tidak merasa takut kecuali kepada Allah. “ sesungguhnya bersama kesulitan iu ada kemudahan dan sesungguhnya bersama kemudahan itu ada kesulitan’.berdoa untuk kami?” Beliau besabda. Demikian turrun bersama pertolongan. yaitu dengan mengutus para Nabi untuk mereka yang di bekali dengan Tafsir . tapi itu tidak memalingkan dari agamanya. dan serigala mengkhawatirkan domba mangsanya. oleh kareana itu banyaknya kebutuhan dan beranekaragamnya tuntunana hidup.

ia menjelaskan pula bahwa orang-orang berupaya mancari jalan keluar dari kemelut perselisihan dan persengketaan ini. guna memutuskan hal-hal yang dipersengketakan oleh mereka.kitab dari sisi-Nya. diaman mereka telah menyalah gunakan isi kittabullah dengan tidak menjadikannya sebagai alat manuju kesatuan dan kesepakatan. tetapi bahkan menjadinya sebagai alata perpecahan dan perselisihan. F. agar dalam menyelesaikan semua perselisihan diantara mereka selalu kembali dan berpegangan kepada kitabullah diasamping itu. meskipun niat mereka baik. akan menjadi sasaran lemparan orang-orang yang sedang bersengketa. selanjutnya Allah menuturkann dalam kitab-Nya perselisihan orang-orang yang telah diberi kitab. Al-Maidah ayat 48                                              Tafsir . kembali Allah mamberi petunjuk kepada orang-orang yang benar benar beriman. setelah menuturkan hal tersebut.

memujinya dan menyuruh supaya mengikutinya menceritakan injil.      48. untuk tiap-tiap umat diantara kamu[422]. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[421] terhadap Kitab-Kitab yang lain itu. Penfsiran ayat menurut Ibnu Katsir Setelah Allah SWT menuturkan kitab taurat . [422] Maksudnya: umat Nabi Muhammad s. lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” [421] Maksudnya: Al Quran adalah ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam Kitab-Kitab sebelumnya.memujinya menyuruh pemeluknya supaya mengamalkan isinya Allah swt berfirman ‘Dan kami telah menurunkan kepadamu Al-Qur`an dengan membawa kebenaran yakni dengan membawa kebenaran tidak di ragukan lagi bahwa datangnya dari Allah swtyang membenarkan kitab-kitab sebelumnya. membenarkan apa yang sebelumnya.w. “dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran. tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. Sekiranya Allah menghendaki.maka turunya al-qur`an sebagai mana diinformasikan oleh kitab—kitab terdahulu merupakan perkara yang merupakan perkara yang menambah kebenaran para pembawanya yaitu kaum yang berpandangan mata dan hati yang menurut kepada Tafsir .a. a. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya. dan umat-umat yang sebelumnya. niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja). Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.

” b.mengikuti syariat –Nya membenarkan ucapan para rosul –Nya yang menjanjikan akan datangnya Muhammad saw secara pastidan dia benarbenar datang..perkara yang sesuai dengan Al-Qur`an maka ia merupakan kebenaran dan perkara yang tidak sesuai dengannya adalah batil dari Ibnu Abbas juga di riwayatkanbahwa muhaiminan berarti menghakimi kitab sebelumnya makna penafsiran ini saling mendekati. G. Muhammad saw. lalu Injil kepada Bani Israil. serta ancaman-Nya terhadap mereka berupa hukuman apabila tidak menggunakan kedua kitab tersebut dalam memutuskan perkara. QS. dan betapa besar dan tinggi kedudukan Kitab Al-Qur’an ini diantara kitab-kitab lain sebelumnya. dan Dia terangkan petunjuk maupun cahaya yang Dia pesankan dalam kedua kitab itu.berbagai perintah Allah swt. maka sesudah itu. Allah terngkan disini bahwa telah menurunkan Al-Qur’an atas Nabi-Nya yang terakhir. Penafsiran ayat menurut Al-Maraghi Setelah Allah menurunkan Taurat. serta Dia jelaskan pula kewajiban yang harus mereka tunaikan untuk menegakkan keduanya. Asy-Syaba’ 28 Tafsir . Allah swt menjadikan kitab yang mulia ini sebagai kitab yang terakhir di turunkan . oleh karena itu Allah swt menjadikan Al-Qur`an sebagai bukti pemelihara dan yang menghakimi seluruh kitab yang lain dan Allah Ta`ala sendiri yang akan menjaga keterpeliharaannya Dia berfirman “sesengguhnya yang menurunkan Ad-Dzikr dan sesungguhnya kamilah yang memeliharanya. Bahwa hikmahnya adalah memerlukan adanya berbagai macam syari’at dan jalan untuk petunjuk kepada umat manusia.penutup kitab lainnya Allah swt mengintegrasikan didalamnya kebaikan kitab terdahulu dan menambahkan dengan dengan aneka kesempurnaan yanhtidak di jumapi oleh kitab-kitab sebelumnya. Firman Allah SWT’dan memeliharanya ‘ibnu abbas berkata yakni menjaminnya”Ibnu Abbas juga menafsirkanya bahwa Al-Qur`anmenggunakan kitabkitabyang mendahuluinya .

Penafsiran ayat menuurut Ibnu Katsir Allah SWT berfirman keda hamba danrasul-Nya “dan kami tidak mengutus kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan “ yakni di utus kepada semua hamba yang mukallaf halini sebagaimana firman Allah swt ‘ katakana lah hei umat manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah swt bagi kamu semua (QS.AlA`rraf:158)yakni memberitakan surga bagi orang yang menaati Myadan memperingatkan neraka bagi yang melanggarnya “namun kebanyakan manusia tidak mengetahui penggalan ini seperti firman Allah swt “dan kebanyakan manusia tidak beriman walaupun kamu sangat menginginkanya kemudian Allah swt memberitahukan tentang hukum kafir yang mustahilkan ytentang kiamat “dan mereka berkata.jika kamu merupakan orangorang yang benar. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. dan Kami tidak mengutus kamu.kapankah janji ini . tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.kemudian Allah swt berfirman “katakana lah bagimu ada hari yang telah di janjikan yang tidak dapat kamu mamintadarinya barang sesaat pun kamu tidak bisa meminta untuk memelukannya “ yakni kamu memiliki hari yang di janjikan ditangguhkan lagidi tentukan waktunya .(QSAsyaba [34]:28) a.hari yang di janjikan itu Tafsir .            28.

Tafsir . dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman .walaupun kamu sangat menginginkannya-. maka tetap meneruskan penyesatan dan penyelewengan semakna dengan ayat di bawah ini :       103.(YYusuf :103) c.tidak dapat diakhirkan dan tidak dapat pula di pajukan”sesungguhnya apa bila ketetapan allah telah dating.maka tidak bisa di tangguhkan” b. Penafsiran ayat menurut Al-Misbah Ayat di atas guna membicarakan kenabian Nabi Muhammad dengan menyatakan bahwa Allah swt yang Maha Kuasa tlah mengutus Rasul-Nya.Al-A`raf:158) Akan tetapi kebanyakan manusia tidakmengetahui hal itu.sesungguhnya aku adalah utusan Alla kepada kamu semua(QS. Penafsiran Ayat Menurut Al-Maraghi Dalam kalimat “wama arsalnaka illa kaafhatal linnasi bashirau wanadiraa” Dan kami tidaklah mengutus kamu kepada kaummu saja.sebagai pembawa kabar gembira bagi orang-orang yang taat kepada-Ku dengan adanya pahala besar dan sebagai pemberi peringatan kepada orang-orang yang bermaksiat kepadaKudengan adanya adzab yang pedih. Penjelasan di atas semakna dengan kallamullah yang berbunyi “kul yaa ayyuhan naasu inni rasulullahi ilaikum jamiia`a” “yang bermakna katakanalah hei manusia.akan tetapikami mengutusmu kepadaseluruh makhluk bansa arab maupun bukan bangsa arab. sehingga karena kebodohan mereka.

ulam ini menulis risalah bahwa “risalah atau pengutusan para nabi merupakan salah satu keniscayaan keesaan Allah swt .imat selanjutnya yaitu bhashiran wa nadziran banyakl ulma yang memahami arti kafa daln arti semua dan ia pada ayat ini berfungsi menjelaskan keadaan manusia dengan demikian ayat ini menguraikan risalah Nabi Muhammad saw yang mencakup semua manusia .atas dasar itu mereka memahami penggalan ayat di atas din atas kami tidak mengutusmu kecuali sebagai penghalang yang sangat unggul terhadap manusia agar mereka tidakmelakukan kedurhakaan ini di kuatkan dengan kal. QS-Asyu`ara ayat 51                 Tafsir .Ayat di atas tidak lagi menggunakan untuk menyampaikan fungsi Nabi sebagai mana bentuk perintah ayat-ayat yang lain ini untuk mengingatkan Beliau betapa besar anugrah-Nya itu sekaligus mengingatkan seluruh manusia betapa tinggi kedudukan Rasul disisi Allah SWT Kata kaffah menurut Thabathaba`I dan beberapa ulama lain terambil dari kata kafa yang berarti menghalangi.yang di utus dengan membawa rahmat-Nya Ayat ini pun di fahami oleh Thabathaba`I sebagai argumentasi keesaan Allah swt.ayat ini menurut mereka berarti kami dak mengutusmu kecuali pengutusan buat umat manusia.pendapat ini sejalan dengan fungsi Nabi Muhammad saw.pastilah Rasul sekutunya “ selanjutnya Thabathaba`I memahami firman-Nya “ tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” dalam artikebanyakan manusia tidak mengetahui keterbatasan sumber pengutusan rasul-rasul hanya dari Allah swt yang Maha Esa merupakan bukkti keterbatasan ketuhanan hanya pada-Nya . karena Tuhan selalu memperhatikan dan mengurus hamba-hamba-Nya serta mengantar mereka menuju kebahaigiaan tetapiu tidak ada yang mengakui utusan tuhan “yang lain” idan koneksi ini Sayidina Ali ra berkata ‘seandainya tuhan memiliki sekutu. H.

mereka tidak peduli terhadap janji dan ancaman fira`aun yang mengatakan “apakah kalian beriman kepada musa sebelum aku memberi ijin kepadamu’yakni sepatutnya kamu meminta ijin kepadaku atas apa yang kamu lakukan itu?”sesungguhnya dia pemimpin yang mengajakan sihir kepadamu. [1347] Di belakang tabir artinya ialah seorang dapat mendengar kalam Ilahi akan tetapi Dia tidak dapat melihat-Nya seperti yang terjadi kepada Nabi Musa a.bagai mana pula Musa mengajari mereka sihir padahal dia belum pernah berkumpul dengan mereka Kemudian fira`un mengancam akan memotong tangan kaki mereka serta menyalibnya. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan Dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir[1347] atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki.maka fira`un membunuh mereka semuanya Tafsir . Penafsiran Ayat Menurut Ibnu Katsir Fir`aun mengancam dan mengintimidasi para tukang sihir namun hal itu semakin menambah keimanan dan kepasrahan mereka bagaimana tidak demikian padahal Allah swt menunjukan kebeharan kepada mereka apa yang dilihat oleh Nabi Musa itu hanya terjadi pada manusia yang di tolong oleh Allah swt.       51.s. karena itu mereka menyadari apa yang selam ini tidak mereka ketahui sehingga mermemsaplah keimanan mereka.mereka berkata” tidak ada kemadaratan (bagi kami) sesunguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami” sesungguhnya kami menginginkan Tuhan kami yang mengampuni kesalahan kami.inilah sebuah kesombongan dan kebohongan yang di ketahui oleh fira`un sendiri. a.lantaran kami adalah sihir yang kamu paksakan kepada kamu ‘karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman dari kalangan bangsa Qitbhi.

yang beriman lantaran tunduk kepada kebenaran dan berpaling dari kesenangan serta kemewahan dunia. yakni sebagai kekufuran. mereka tidak pernah bertemu dengan Musa sebelum hari itu. Tafsir . Karena kami berharap bahwa Tuhan akan mengampuni kami karena sihir yang kami lakukan. c. Sebab. lantas bagaimana mungkin dia akan menjadi pemimpin mereka yang mengajarkan perbuatan sihir kepada mereka. Kami yakin Dia akan menganpuni kami karena kami termasuk orang-orang pertama diantara golongan yang menyaksikan peristiwa itu.b. Jadi. kalian berbuat demikian itu atas dasar kesepakatan antara kalian tidak diragukan lagi. Penafsiran Ayat Menurut Al-Maraghi sesungguhnya. ini adalah penyesatan terhadap kaumnya dan kesombongan yang sangat nyata kebathilan nya. dia adalah pemimpin kalian yang telah mengajarkan sihir kepada kalian.

dipahaminya apa yang hendak disampaikan Allah oleh objek yang dipilihnya. Ayat-ayat kelompok ini kembali menguraikan tentang wahyu dari segi cara Allah menyampaikan kepada para nabi”dan tidak kemuingkinan terjadi kepada manusia bahwa ia di ajak berbicara oleh Allah yakni di beri impormasi oleh-Nya kecuali dengan wahyu yakni “pecampakan”informasi secara cepat kedalam Qalbunnya tanpa perantara siapapun atau di belakang tabir yakni dengan memperdengarkan suara tampa si pendengar dapat melihat pembicaranya atau dengan mengutus seorang utusan yakni malaikat yang dapat di lihat atau di rasakan kehadirannya serta di dengar suaranya lalu sang malaikat itu mewahyukan dari saat kesaat kepadanya yakni menyampaikan informasi Allah itu secara cepat penyampaian yang di lakukan dengan seizin-Nya tentang apa yang dia.kehendaki sesungguhnya Dia Maha Tnggi lagi Maha Bijaksana Kalimat “Yukalimahullah” di ajak berbicara oleh Allah tentu saja tidak boleh di fahami dalam arti percakapan seperti halnya makhluk banyak di uraikan ulama yang berbeda-beda tentang apa yang dimaksud dengan kallamullah yang pasti kalalmullah atau apa saja redaksi mengesankan adanya persamaan antara Allah dan manusia bahkan makhluk. [1347] Di belakang tabir artinya ialah seorang dapat mendengar kalam Ilahi akan tetapi Dia tidak dapat melihat-Nya seperti yang terjadi kepada Nabi Musa a. harus segara difahami bahwa hakikat keduanya tidaklah sama karena “Tidak ada yang serupa dengan-Nya”kita dapat menyimpulkan bahwa percakapan ini bermakna.s. dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan Dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir[1347] atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki.Penafsiran Ayat Menurut Al-Misbah 51.yakni Allah. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. Tafsir .

sehingga Dia memilih yang terbaik untuk diajak berbicara serta informasi dan tuntunan yang di sampaikan-Nya adalah yang sangat sesuai dengan kemaslahatan Pengutusan rasul ytang dimaksud dapat juga mencakup banyak rosul.12) menganugrahkan kepada hal-hal tersebut potensi yang dengan yang di proleh manfaat serupa dengan menganugrahkan kepada nmanusia potensi berbicara lalu kemampuan mengekspresikannya.Al-Qhasas[28]:7) atau kepada lebah (QS.ini serupa dengan kalimat “wallahi min waraihim muhit”yang secara harfiah bisa di terjemahkan allah di belakang mereka maha mengetahui.68) atau kepada langit (QS.demikian al-biqa`I yang kemudian mengutip pendapat sufi besar Syihabuddin as-suhrawardi yang menyatakan bahwa pengethuan yang bersifat ladun yang terdapat dalam qalbu orang-orang yang mengonsentrasikan dirinya kepada Allah adalah bagian dari mukalamah /pembicaraan itu Kata war`a bukan berarti di belakang yakni antonim depan tetapi dalam artu di luar sesuatu.yang pertama langsung.ini karena allah tidak membutuhkan tempat sehingga tiodak ada bagi-Nya dan bagi sifst-Nya ruang atas.ia dapat berbentuk juga ilham atau mimpi atau dengan cara yang lain baik allah menganugrahkan kepada yang menerima wahyu itu kemampuan mendengaran ini adalah peningkat-tertinggi-atau juga berbentuk ilham atau juga disertai dengan pandangan maupun tidak termasuk bagian ini “wahyu-Nya” kepada ibu nabi Musa as.tidak juga sama dengan percakapan seseorang dengan yang lain Dia juga Maha bijaksana.belakang depan Firman-Nya “innahu a`liyun hakim” seseungguh-Nya Dia Maha Tinggi lagii Maha Bijaksana.bawah.tanpa menyebut satu kondisi atau syarat sedang kedua disertai dengan satu kondisi ataau syarat yaitu “di belakang hijab” dan yang ketiga berupa kehadiran keutusan untuk menyampaikan wahyu itu. (QS.merupakan penjelasan kandungan tentang wahyu yang di utarakan ayat diatas karena Allah Maha tinggi maka percakapan-Nya tidak lah sama dengan percakaoan makhluk.Al-Fushilat[14]. Cara pertama dapat bermacam-macam menurut al-biqa`I kata wahyan disini mencakup pemberian informasi tanpa perantara dan dengan cara yang tersembunyi.Ayat di atas mengemukakan tiga cara.AnNahl[16].jika kita memehami kata rasul dalam arti malaikat maut dan lain-lain namun demikian yang Tafsir .

52 perintah kami. menggambarkan pengalaman beliau bahwa wahyu yamg disampaikan malaikat terkadang datang disertai dengan suara bagaikan suara lonceng. tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya. 194. QS. 193. ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.terkadang wahyu itu juga beliau terima dengan disertai suara lebah dan tidak jarang juga malaikat menampakan sebagai manusi baik dikenal ataupun tidak. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui Apakah Al kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui Apakah iman itu. dan ini adalah terberat. Cara yang ketiga adalah cara yang paling sering diterima oleh para Nabi Muhammad saw. I.(QS. Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril).Asyu`ara[42]:52 Tafsir . dan Sesungguhnya kamu benar.benar memberi petunjuk kepada jalan (yang lurus. dan Sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. Asy-Syu’ara Ayat 52                            dan Demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan . yang Kami tunjuki dengan Dia siapa yang Kami kehendaki di antara hambahamba kami.ditugaskan menyampaikan wahyu Al-Qur`an hanyalah malaikat jibriil berdasarkan firman-Nya: 192.

b. tetapi mereka akan tetap berada dibelakang kalian ketika kalian melewatinya.s pun mmembawa peti Nasbi Yusuf a. Penafsiran Ayat Menurut Ibnu Katsir Kemudian Allah memerintahkan Musa as untuk membawa bani Israel pada malam hari ke mesir serta membawa apa yang diperintahkan oleh Allah swt Musa a.s berdasarkan pesan yang diterima Nabi Musa a. sungai. Hingga jika bangsa Mesir Menyusul kalian pada waktu pagi. kebun-kebun. lau merka ditutup laut dan tenggelam.s dari Yusuf a. kerajaan.s kemudian nenek-nenek itu memberi tahunya dan Musa a. Kami wahyukan kepada Musa: Berjalanlah pada waktu malam bersama hamba-hamba-Ku. rezeki. Ketika itu. Tafsir . Penafsiran Ayat Menurut Al-Maraghi Allah memerintahkan kepada Musa dan Kaumnya untuk berhijrah dari Mesir.s menanyakan kuburan Yusuf a. harta kekayaan. mereka akan masuk lewat tempat masuk kalian. dan kemagahan duniawi yang meliputi ruh ‘demikianlah kami anugrahkan kepada Bani Israel “ hal ini sewbagai firman Allah swt dan kami waruskan kepada kaum yang telah di tindas itu negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya” dan kami hendak memberikan anugrah bagi orang-orang yang di tindas di bumi dan kami gendak menjadikan mereka pemimpin sertya menjadi pewaris.s yaitu Musa harus membawanya ketika hendak meninggalkan mesir.a. maka mereka tidak akan dapat menyusul kalian sebelum kalian sampai kelaut. Ketika tiba fira`un marah besar atas kepergian bani Israel kemudian mengumpulkan tentara dengan cepat dia berkata “sesungguhnya mereka golongan kecil Allah Ta`ala berfirman Kami keluarkan fira`un dari taman—taman dan dan mata air dan dari pembendaharaan serta kedudukan yang mulia”yakni mereka meninggalkan kenikmatan untuk neraka jahim mereka meninggalkan tempat tinggi yang menjulang.

s. Ini menjadi ketetaan abadi untuk memperingati keluaran dari Mesir sejak hari ke-14 bulan Abid hingga hari ke-21 bulan itu setiap tahun. Dan malam itu menjaid hari raya Paskah bagi mereka untuk selama-lamnya. Tafsir . Makan roti yang tidak beragi itu dilakukan selama tujuh hari.engkau tidak mengetahui apa lagi menjelaskan apakah al-kitab itu dan tidak pula engkau mengetahui secara rinci apa itu iman yakni aqidah dan islamiyah-wahyu sebelum itu engkau telah mengakui ke Esaan Allah dan menganut ajaran nabi Ibrahim a. memakanya lengkap dengan kepala. Kemudian hal itu menjadi tradisi yang abadi. menyuruh mereka memakanya dengan cepat.Diceritakan dalan Kitab keluaran dari Taurat. sehingga setiap anak sulung dari mereka terhindar dari kematian.Nabi Muhammad adalah seorang yang mengalami pewahyuan ayat tersebut ditegaskan Disini menyatakan-Nya bahwa.adalah seorang. Bani Israil menetap di Mesir selama 430 tahun. Darah ini menjadi tanda pada rumah-rumah Bani Isaril. betis dan isi perutnya. dan anak-anak mereka selamat. membubuhkan darahnya pada kedua tiang pintu dan ambang atas rumah dan memakan dagingnya yang telah dipanggang pada malam itu juga dengan roti yang tidak beragi. Penafsiran Ayat Menurut Al-Misbah Ayat yamg lalu menguraikan cara-cara Allah menyampaikan wahyu kepada manusia.yang telah mewahyukan kepadamu ruh yakni alqur`an.yang merupakan salah satu dari urusan dan wewenang khusus kami.sebelumnya yakni sebelum di wahyukan kepadamu dan sebelum engkau mencapai usia empat puluh tahun. Inilah Paskah bagi Tuhan. dan kematian itu hanya merenggut anak-anak sulung bangsa Mesir saja. b. Siapa yang mengindahkannya akan hidup ruhaninya dan memperoleh hidup yang abadi. Mereka mengerjakan semua itu. Tuhan akan mematikan setiap anak sulung manusia dan hewan di negeri Mesit. Demikian pula menyuruh kaumnya. Tuhan menyuruh setiap rumah tangga untuk menyembelih seekor anak domba pada kedua hari keempat belas dari bulan keluaran. dan setiap perempuan kepada tetangganya pula.dan demikianlah kami melalui malaikat jibril as. isahah ke 11 : Tuhan menyuruh setiap laki-laki untuk meminta barang-barang emas dan perek kepada tetangganya. Kemudian.

pertama tidak dapat di sangkal bahwa ayat di atas bermaksud menjelaskan bahwa apa yang ada pada Nsabi Muhammad saw menyangkut pengetahuan dan syariat yang beliau sampaikan kepada masyarakat dan mengajaknya untuk melakaksanakannya.dan ini menurut ulama tersebut yang merupakan bagian keduya-juga beliau memproleh wahyu tanpa perantara sebagaimana disebut oleh cara pertama.engkau wahai Nabi Muhammad adalah seoarang yang kami anugrahi taufik dan hidayah . Tetapi tulis Thabthaba`I ada dua catatan menyangkut pendapat ini.bukanlah termasuk hal-hal yang beliau dapatkan dengan upaya Tafsir .dan sesungguhnya engkau bener-benar nenberi petunjuk yakni mampu menjelaskan dengan sangat baik cara-cara menuju ke jalan yang lebar yang lurus. yang kami senantiasa menunjuki dengannya yakni kami anugartahi taufik sehingga dapat melaksanakan secara baik runtunanruntunan kami. wahyukan al-qur`an penganut pendapat ini menguatkannya dengan Firman-Nya “WALAKIN JA`ALNAHU NUURAN” sedangkan ditempat lain Allah menggambarkan al-qur`an sebagai cahaya. siapa yang kami diantara hamba-hamba kami untuk kami anugrahitaufik itu. maka yang disebut ruh adalah malaikat Jibril a.saat manusia seluruhnya dalam keadaan gelap gulita dan kami menjadikannya yakni al-qur`an itu cahaya benderang.s atau apa uang di istilahkandengan Artruh alamin. Banyak ulama yang berpendapat bahwa mewahyukan ruh adalah.ini menurut Thabathaba`i dikuatkan dengan riwayat-riwayat yang demikian bamyak yang menginformasikan bahwa Rasul SAW sebagai man memproleh wahyu dengan perantaraan malaikat jibril.ingatlah hanya hanya kepada Allah-tidak kepada selainya senantiasa kembali semua urusan atau akan kembali dengan amat jelas semua urusan di kemudian nanti Kata kadza lika oleh Thabathaba`I difahami sebagai menunjuk ketiga macam cara taklim /pembicaraan Allah yang disebut ayat yang lalu.yaitu jalan Allah yang lebar yang milik-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.demikianlah keadaanmu sebelum kami mewahyukan kepadamu.juga memproleh dalam keadaan tidur (mimpi.sedang kehendak kami itu berkaitan erat dengan kecendrungan hati hamba-hamba tersebut. hanya saja menurutnyajika difahami demikiam. Thabathaba`I juga menyebut pendapat yang menyatakan bahwa kata kadzalika menunjuk kepada wahyu-wahyu yang diterima oleh paraa nabi yang dulu. tetapi kami menyampaikan semua itu kepadamu dan memberimu hidayah melalui waahyu alqur`an .

lalu dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan ruh yang diwahyukan itu adalah al-qur`an maka semesatinya ayat di atas cukup menyebut dan tidak perlu menyebut wal iman dan tidak (pula) mengetehui apakah al iman.Al-Qadr[97]4) Dan Dia juga berfirman:              102. Kendati adanya catatan di atas namun Thabathaba`I berusaha menyelesaikan kemusyrikan itu dengan menyatakan bahwa.(QS. semua nitu adalah adalah wahyu yang disampaikan Allah jika demikian maksud ayat ini. dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".Al-An`amayat 122 tetapi yang dimaksud adalah al-qur`an tapi mengapa ada kalimat min amrina sedang yang terlintas dalam benak tentang firamnfirman Allah adalah bahwa ruh merupakan amrihi adalah makhluk dari alam tertinggi yang menyertai malaikat ketika mereka turun Allah berfirman :          " pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan". untuk meneguhkan (hati) orangorang yang telah beriman.penyebutan kata al-iman di samping al- Tafsir .beliau.Al – Anfal ayat 24 dan QS. Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar. yang kedua walaupun al-qur`an dinamai ruhdari sisi bahwa Dia menghidupkan jiwa manusia dengan petunjuk-petunjuknya sebagai mana dijelaskan dalam QS. lalu beliau sampaikan atas dasar pengetahuan yang beliau usahakan itu.

iniserupa dengan pencipta suatu alat.itu sebabnya ayat di atas tidak menyatakan sebelumnya engkau bukanlah seorang mukmin Penyebutan kalimat alladziahu ma fiissamaawaati wana filardi /yang milikNya segala apa yang aa dilangit dan di bumi setelah menyebut shirathaallah berfungsi sebagai bukti atas ketetapan dan kesesuaian jalan lebar itu dengan para mukallafin ini karena siapa yang menguasai segala sesuatu. J.tentulah dia mengetehui sifat dan ciri serta apa yang terbaik dan mengantar kepada kebahagiaan.sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah alkitab dan tidak juga merasakan dalam dirimudampaknya dengan demikian indah yakni keimananmu kepadanya ”Demikian antara lain Thabthaba`i Pernyataan bahwa nabi saw.sebelum ini tidak mengetatahui tentang al-iman bukan berarti Beliau tidak beriman klepada Allah tetapi yang dinafikan ayat di atas adalah tentang iman dan perinciannya. sehingga tidak terjangkau Hakikat-Nya.kitab di sebabkan karena keimanan Nabi sawengan perincian kandungan al-kitab baik pengetahuan maupun syari`atnya merupakan salah satu yang berkaitan eratdengan turunya kitabseakan-akan ayat di atas menyatakan “Dan demuikian lah kami wahyukan kepadamu satu kitab. Surah ini ditutup setelah menjelaskan tantang wahyu Allah kepada Nabi Muhammad saw dengan menegaskan bahwa segala persoalan terus menerus kembali dan akan kembali kepada Allah swt Dia adalah Pencipta Dia juga Pengatur dan Pengendali Dunia dan Akhirat dengan demikian Dialah pasti setidaknya Dia maha benar. Yunus ayat 47 Tafsir . QS. serta Maha Agung. Tinggi.

Maka apabila telah datang Rasul mereka.(QS. Maka apabila telah datang Rasul mereka.YUNNUS ayat 47             47. kemudian Dia menyempurnakan penciptaan-Nya sejalan dengan apa yang di jalankannya sesuai AlQuir`an yang di turunkan kepada Rasul-Nya yang mulia “hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu “yakni larangan perbuatan fasyiah Tafsir . Allah Ta`ala memberitahukan bahwa Dia merupakan pemilik langit dan bumi bahwa sesungguhnya janiji Allah swt itu benar bahwa Dia yang menghidupkan dan mematikan . Maha Mengetahui terhadap pemvarasian tubuh manusia dan pendistruibusian di berbagai wilayah. dan hanya kepada-Nyalah kamu di kembalikan. Penafsiran Ayat Menurut Ibnu Katsir QS. diberikanlah keputusan antara mereka[695] dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya. bahwa Dia Maha Kuasa.Yunnus. diberikanlah keputusan antara mereka[695] dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya.            47.47) a.Yunnus.(QS. baik di lautmaupun di darat.47) [695] Maksudnya: antara Rasul dan kaumnya yang mendustakannya. tiap-tiap umat mempunyai rasul. tiap-tiap umat mempunyai rasul. atas yang demikian itu.

untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu.sehingga terbitlah kemauan keras/tekad. “Fadlullah : bimbingann Allah kepada orang-orang mukmin agar mereka menyucikan diri dengan nasihat petunjuk. “Rahmatullah “:buah yang di hasilan daru bimbingan Allah tersebut.dan orang-orang yang dzalimtidak bertambah melainkan kerugian.dengan buah itu orang-orang mukmin mempunyai kelebiha atas orang lain. disampaikan dengan memberikan hujjah dan bukti-bukti.sedang dalam alamiyah dengan memberikan c.kebenaran dan menghindari kebatilan serta keburukan dengan cara memberikan pengembiraan atau pertakut yang dapat melunakan hati. Tafsir . “Ar-Rahmah :Berbuat baik.” Firman Allah Swt ‘katanlah dengan karunia Allah swy dan rahmat-Nya hendkalh mereka bergembira dengan yanbg demikian itu”karena Al-Qur`anlah yang pantas menjadi kegembiraan mereka ‘ia lebih baik dari pada apa yang kamu himpunkan”berupa serpihan-serpihan dunia yang fana dan cepat sirna. Penafsiran Ayat Menurut Al-Maraghi Penafsiran kata sulit “al-idzah”nasihat dengan kebaikan. ‘Asy-syifa`u”: Obat “Al-Huda : keterangan tentang kebenaran yang dapat menyelamatkan seseorang dari kesesatan dalam soal kepercayaan keterangan ini keterangan tentang maslahat dan hikmat.“penawar bagi apa yang terdapat dalam dada’seperti kesamaran dan keraguan yangAlQur`an yang menghilangkan najis syirik dan kotoran kekupuran dari qalbu” petujuk rahmat”yakni dengan al-qur`an akan diproleh hidayah dan rahmat dari Allah swt hal itu hanya berlaku untukl mukminin yang menyakini kandungan al-qur`an penggalan di atas seperti firman Allah swt ‘Dan kami menurunkan Al-Qur`an yang merupakan penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman . b.

yang mengeluhkan dadanya Rosul Tafsir .dengan demikian.hati yang mampu melahirkan ketenangan dan kegelisahan serta menampung sifat-sifat baik dan terpuji.penyebutan kata dada yang di artikan dengan hati. dan semacamnya. berkehendak dan menolak bahkan hati di nilai sebagai alat untuk mengetahui. memang dalam Al-Qur`an hati di tunjukan sebagai wadah yang menampung rasa cinta dan benci.mereka menuju kepada sekian riwayat yng di perselisihkan nilai dan maknanya. pastilah tuntunan-Nya sempurna.hai seluruh manusia.ibnu Mas`ud ra yang memberitakan bahwa ada seorang yang dating kepada Nabi Muhammad saw. kini-kepada semua manusia-ayat ini menyampaikan fungsi wahyu yang mereka ingkari dan lecehkan itu.yaitu keheranan mereka atas turunya wahyu kepada Nabi Muhammad saw terhadap mereka. setelah bukti AlQur`an di paparkan bahkan di tantangkan.Penafsiran Ayat Menurut Al-Misbah Kelompok ayat ini kembali kepada persoalan pertama yang di singgung oleh surah ini yang sekaligus menjadi faktor utamanya.menunjukan bahwa wahyu-wahyu ilahi berfungsi menyembuhkan penyakit-penyakit rohani seperti ragu. yang merupakan rabbikum yakni Tuhan pemelihara kamu. dimana dan kapan pun sepanjang masa. takkabur. antara lain yuang diriwayatkan oleh ibnu Mardawaih melalui sahabat nabi. dengki. Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur`an adalah obat bagi apa yang terdapat dalam dada. tidak mengandung kekeliruan lagi sesuai dengan sasaran yang dituju. sadarilah bahwa sesungguhnya telah datang kepada kamu semua pengajaran yang sangat agung dan nbermamfaat dari Tuhan pemelihara dan pembimbing kamu yaitu Al-Qur`an kayrim dan obat yang sangat ampuh bagi apa yakni penyakit-prnyakit kejiwaan yang terdapat dalam dada yakni hati manusia dan petunjuk yng sangat jelas menuju kebenaran dan kebajikan serta rahmat yang amat besar lagi melimpah bagi orang-orang mu`min Kata mauidzah terambil dari kata wa`zh yaiti “peringatan menyangkut kebaikan yang menggugah hati serta menimbulkan rasa takut” peringatan itu oleh ayat ini di tegaskan berdasarkan sumber dari Allah swt. Sementara para ulama memehami bahwa ayat-ayat Al-Qur1an juga dapat menyembuhkan penyakit-penyakit jasmani.

walau secercah dari rahmat akibat kehadiran al-qur`an prolehan yang sekedar beriman tampa pemmantapan jelas lebih sedikit dari prolehan orang mukmin dan perolehan orang kafir atas kehadiranya lebih sedikit lagi disbanding orang-orang yang sekedar beriman.maka maknanya adalah limpahan karunia kebajikan dan keberkatan yang di sediakan oleh Allah swt. Memang tidak jarang seseorang sesak nafas atau dada bagaikan tertekan karena adanya ketidak seimbangan rohani Supi besaar.amal-amal kebajikan.tetapi penyalit rohani yang di akibatkan oleh jiwa. rahnat-Nya adalah limpahan karunia-Nya terhadap wujud dan sarana kesinambungan wujud serta aneka nikmat orang mukmin dalam kebahaigiaan hidupdalam berbagai aspeknya. Ayat ini membatasi al-qur`an untuk orang-oyrang mukmin karena merekalah yang paling berhak menerimanya sekaligus paling banyak memprolehnya tetapi ini bukan berarti selain mereka tidak memperoleh.iia adalah Psikosomatif. seperti pengetahuan ketuhanan yang benar.bila benar adanya. dan tidak menjadikannya obat untuk penyakit jasmani” Rahmat adalah kepedihan di dalam hati karena melihat ketidak berdayaan pihak laion sehingga mendorong yang pedih hatinya itu untuk membantu menghilangkan atau mengurangi ketidak berdayaan tersebut.rahmat Allah yang di fahami dalam arti bantuan-Nya sehingga ketidak berdayaan itu tertanggulangi bahkan seperti tulis Thabathaba`I. termasuk prolehan surga dan ridha-Nyyam Karena itu.maka yang di maksud bukanlah penyakit jasmani. kehidupan yang berkualitas di dunia dan akhirat. debat.SAW kemudian bersabda “Hendaklah engkaumembaca Al-Qur`an”makna serupa di kemukakan oleh Al-Baihaqi melalui wailah bin Al-Asqo. petunjuk serta rahmat Thahir ibnu Ashur mengemukakan bahwa ayat ini memberi perumpamaan tentang jiwa maanusia dalam kaitannya dengan kehaadiran al-qur`an ulama itu memberi ilustrasi lebih kurang sebagai berikut seseorang yang sakit adalah Tafsir . Al-Hasan Al-Basri.ini adalah rahmat manusia. Ayat di atas menegaskan adanya empat fungsi al-qur`an pengajaran. Tampa mengurangi penghormatan terhadap Al-Qur`an dan hadits-hadits nabi saw adanya riwayat ini. ”Allah menjadikan al-qur`an obat terhadap penyakit-penyakit hati. ahlak yang luhur. sebagai mana di kutip oleh Muhammad syaid tantowi. jika al-qur`an di sifati sebagai rahmat untuk orang-orang mukmin.bagi mereka yang menghayati dan mengamalkan nilai-nilai yang di amanatkan oleh al-qur`an. dan berdasar riwayat Asy-syeh siyaikh-berkata.

dari sini. niscaya ia akan sehat sejahtera dan hidup bahagia serta terhindar dari segala penyaklit dan itulah rahmat yang sungguh besar. lalu memberinya obat guna kesembuhannya. Kalau kita menerapkan secara berurutan ke empat fungsi di atas.jiwa seseorang akan lebih siap meningkaat dan meraih petunjuk tentang pengetahuan yang benar dan marifat tentang tuhan.dengan sentuhan pengajaran itu.sehingga ayat-ayat al-qur`an menjadi obat bagi aneka penyakit-penyakit rohani.amal-amal kebajikan yang mengantar seseorang meraaih kedekatan kepada Allah swt. jika yanga bersangkutan memenuhi tuntunan sang dokter. Tafsir .mengundang aneka rahmat yang puncaknya adalah surga dan rahmat serta ridho Allah swt.yang tidak stabil kondisinya pimpang keadaanya lagi lemah tubuhnya ia menanti kedatangan dokter yang dapat memberinya obat guna kesembuhannya sang dokter tentu saja memberi peringatan kepada pasien ini menyangkut sebab-sebabnya penyakitnya dan dampak-dampak kelanjutan penyakit itu. kemudian memberinya petunjuk saran tentang cara hidup sehat agar kesehatannya dapat terpelihara sehingga penyakit yang dideritanya tidak kambuh lagi nah.maka dapat diokatakan pengajaran al-qur`ab pertama kali menyentuh hati yang masuh di selubungi oleh kabut keraguan kelemahan serta aneka sifat kekurangan.keraguan beranasur sirna dan berubah menjadi ke imanan kelengahan beralih sedit demi sedikit menjadi kewaspadaan.demikian dari ke saat.ini membawa kepada akhlak luhur.dan ini pada gilirannya nanti.

• QS Al-baqoroh ayat 121 Betapapun bermacam\-macam makna yang dapat dikandungnya yang pasti bahwa ayat ini ingin menjelaskan bahwa rejeki yang diraih seseorang adalah bersumber dari Allah. Dan Allah SWT telah memberi petunjuk kepada mereka yaitu dengan menurunkan rasul-rasul-Nya kepada setiap umat agar mereka beribadah dan menjauhi apa yang telah dilarang oleh Allah SWT. maka mereka adalah termasuk orang-orang yang rugi. karena ulah tingkah laku itu telah dilakukan oleh umat-umat sebelum mereka. Tafsir . Dan Allah menerangkan pula bahwa sikap dan prilaku mereka bukanlah suatu hal yang baru. Dan apabila orang-orang mendustakan rasul-rasul-Nya maka mereka berada didalam kesesatan yang nyata. Kitab yang telah di turunkan oleh Allah SWT. ini harus di baca sebagaimana mestinya karena jika mereka mengingkari. dan bahwa rejeki itu tidak dapat dijadikan ukuran cinta dan kedudukan seseorang disisinya. An-Nahl ayat 36 Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir itu tidak akan surut dari perbuatan batil mereka terkecuali apabila telah dating malaikat pencabut nyawa mereka atau datang kepada siksa yang memusnahkan.BAB III ANALISIS • QS.

untuk memberi keputusan diantara mereka yang berselisih. • QS. • QS. Al-Maidah Ayat ini menerangkan tentang Kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Bani Israil yaitu Taurat dan injil dan menerangkan petunjuk cahaya Tafsir . Dan mereka yang berselisih adalah orang-orang yang di beri (kitab) karena bukti nyata yang sampai kepada mereka. Dan karena hal itu Allah memberi peringatan kepada nabi Musa dan hambahamba-Ku untuk pergi.sebab merela akan dikejar (kaum Fir’aun). orang-orang harus beriman kepada Allah SWT. rasul-rasul. dan kedengkian diantara mereka sendiri. bahwa Allah tidak membeda-bedakan seseorang diantara mereka. Sehingga Allah memberikan petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. dan kitab-Nya.• QS.Al-baqaroh ayat 136 Dalam ayat ini Allah telah menerangkan kepada mereka bahwa. • QS.Asy-Syu’ara ayat 52 Ayat ini menerangkan tentang Nabi Musa dan seluruh Kaumnya di Perintahkan oleh Allah SWT untuk berhijrah dari Mesir. Allah juga menjelaskan dalam surat ini.Al-Baqoroh ayat 213 Dalam surat ini Allah menjelaskan bahwa kitab yang diturunkan oleh Allah mengandung kebenaran yang hakiki. • QS.Al-Baqaroh ayat 214 Ayat ini menjelaskan bahwa mereka termasuk orang-orang yang mengira bahwa mereka akan masuk surga Dan sekiranya mereka harus mendapatkan cobaan yang di berikan oleh AllahSWT.

• QS. dan Al-Qur’an merupakan Kitab yang paling di Agungkan oleh Umat Islam diantara kitab –kitab lain sebelumnya. yaitu penyembuh bagi penyakit yang bersarang kedalam dada manusia seperti penyakit syirik. yaitu petunjuk kepada jalan yang lurus Rahmah. kufur. • Syifa. bersatu dan tidak bersengketa satu sama lain dan mengharapkan iman kepada kitab-kitab-Nya.Saba’ Ayat 28 Allah memerintahkan orang-orang yang beriman melalui nabi Muhammad SAW. Yang Tafsir . As. yaitu karunia Allah yang diberikan kepada orangorang mukmin yang dapat mereka peti dari petunjuk yang terdapat dalam al-Qur’an. yaitu pelajaran dari Allah kepada seluruh manusi agar mereka terbimbing mencintai yang hak dan yang benar . Ayat ini menyimpulkan tujuan al-Qur’anul Karim dalam memperbaiki jiwa manusia pada 4 perkara: • . serta menjauhi yang bathil dan jahat. • QS. Yunus Ayat 57 Didalam Ayat ini disebutkan pedoman-pedoman hidup itu sebagai jawaban atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Allah dan ancaman-ancaman-Nya.. Karena itu Allah mengutus sekelompok Ahli Kitab yang bertugaskan menegakan kebenaran dan meberi kabar gembira kepada Umatnya. agar memasuki agama islam secara menyeluruh. Kemudian Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad saw.Mau’izah. dan munafik • • Hudan.dan pesan dalam kedua kitab itu serta menjelaskan kewajiban dan ancaman berupa hukuman-hukuman apabila tidak mengunakan kedua kitab tersebut dalam memutuskan perkara.

dan mereka senantiasa mengikuti tuntunan secara baik.mendapat kabar gembira adalah orang-orang yang telah kami berikan Al-kitab yakni Taurat. Tafsir . Dan juga sebagai umat Muhammad SAW senantiasa harus menjaga kitab Allah yaitu AlQur’an.

2002.Terjemah Tafsir Al-Maraghi.Semarang:PT.Ringkasan Ibnu Katsir II.1992.DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an dan terjamahnya Al-Maraghi.Ahmad Mustafa. Quraisy. Tafsir . Karya Toha Putra Tafsir Ibnu Katsir.Surabaya: CP. Muahammad Dahlan.Tah Putra Shiab.M.Tafsir Al-Misbah.1989.

Kitab yang telah di turunkan oleh Allah SWT. maka mereka adalah termasuk orang-orang yang rugi. Dan apabila orang-orang mendustakan rasul-rasul-Nya maka mereka berada didalam kesesatan yang nyata. An-Nahl ayat 36 Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir itu tidak akan surut dari perbuatan batil mereka terkecuali apabila telah dating malaikat pencabut nyawa mereka atau datang kepada siksa yang memusnahkan. ini harus di baca sebagaimana mestinya karena jika mereka mengingkari. Dan Allah SWT telah memberi petunjuk kepada mereka yaitu dengan menurunkan rasul-rasul-Nya kepada setiap umat agar mereka beribadah dan menjauhi apa yang telah dilarang oleh Allah SWT.55 BAB III ANALISIS y QS. y QS Al-baqoroh ayat 121 Betapapun bermacam\-macam makna yang dapat dikandungnya yang pasti bahwa ayat ini ingin menjelaskan bahwa rejeki yang diraih seseorang adalah bersumber dari Allah. dan bahwa rejeki itu tidak dapat dijadikan ukuran cinta dan kedudukan seseorang disisinya. Dan Allah menerangkan pula bahwa sikap dan prilaku mereka bukanlah suatu hal yang baru. y QS. karena ulah tingkah laku itu telah dilakukan oleh umat-umat sebelum mereka.Al-baqaroh ayat 136 Tafsir .

Sehingga Allah memberikan petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. y QS. dan kitab-Nya. y QS. rasul-rasul.56 Dalam ayat ini Allah telah menerangkan kepada mereka bahwa.Asy-Syu¶ara ayat 52 Ayat ini menerangkan tentang Nabi Musa dan seluruh Kaumnya di Perintahkan oleh Allah SWT untuk berhijrah dari Mesir. Al-Maidah Ayat ini menerangkan tentang Kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Bani Israil yaitu Taurat dan injil dan menerangkan petunjuk cahaya dan pesan dalam kedua kitab itu serta menjelaskan kewajiban dan ancaman Tafsir . Dan mereka yang berselisih adalah orang-orang yang di beri (kitab) karena bukti nyata yang sampai kepada mereka. Allah juga menjelaskan dalam surat ini. orang-orang harus beriman kepada Allah SWT. dan kedengkian diantara mereka sendiri. bahwa Allah tidak membeda-bedakan seseorang diantara mereka. y QS.Al-Baqaroh ayat 214 Ayat ini menjelaskan bahwa mereka termasuk orang-orang yang mengira bahwa mereka akan masuk surga Dan sekiranya mereka harus mendapatkan cobaan yang di berikan oleh AllahSWT. untuk memberi keputusan diantara mereka yang berselisih. y QS. Dan karena hal itu Allah memberi peringatan kepada nabi Musa dan hamba hamba-Ku untuk pergi.sebab merela akan dikejar (kaum Fir¶aun).Al-Baqoroh ayat 213 Dalam surat ini Allah menjelaskan bahwa kitab yang diturunkan oleh Allah mengandung kebenaran yang hakiki.

yaitu karunia Allah yang diberikan kepada orangorang mukmin yang dapat mereka peti dari petunjuk yang terdapat dalam al-Qur¶an. yaitu penyembuh bagi penyakit yang bersarang kedalam dada manusia seperti penyakit syirik. dan munafik ‡ ‡ Hudan. Ayat ini menyimpulkan tujuan al-Qur¶anul Karim dalam memperbaiki jiwa manusia pada 4 perkara: ‡ . ‡ Syifa. agar memasuki agama islam secara menyeluruh. bersatu dan tidak bersengketa satu sama lain dan mengharapkan iman kepada kitab-kitab-Nya. yaitu pelajaran dari Allah kepada seluruh manusi agar mereka terbimbing mencintai yang hak dan yang benar ..Mau¶izah. y QS. As.57 berupa hukuman-hukuman apabila tidak mengunakan kedua kitab tersebut dalam memutuskan perkara. dan Al-Qur¶an merupakan Kitab yang paling di Agungkan oleh Umat Islam diantara kitab ±kitab lain sebelumnya. Yunus Ayat 57 Didalam Ayat ini disebutkan pedoman-pedoman hidup itu sebagai jawaban atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Allah dan ancaman-ancaman-Nya. kufur. Karena itu Allah mengutus sekelompok Ahli Kitab yang bertugaskan menegakan kebenaran dan meberi kabar gembira kepada Umatnya. y QS.Saba¶ Ayat 28 Allah memerintahkan orang-orang yang beriman melalui nabi Muhammad SAW. serta menjauhi yang bathil dan jahat. yaitu petunjuk kepada jalan yang lurus Rahmah. Kemudian Allah menurunkan Al-Qur¶an kepada Nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad saw. Yang mendapat kabar gembira adalah orang-orang yang telah kami berikan Al-kitab Tafsir .

Tafsir . dan mereka senantiasa mengikuti tuntunan secara baik.58 yakni Taurat. Dan jug a sebagai umat Muhammad SAW senantiasa harus menjaga kitab Allah yaitu AlQur¶an.

Terjemah Tafsir Al-Maraghi.2002.Semarang:PT.1992. Muahammad Dahlan.59 DAFTAR PUSTAKA Al-Qur¶an dan terjamahnya Al-Maraghi.Tafsir Al-Misbah. Quraisy.Surabaya: CP.Ringkasan Ibnu Katsir II.M. Karya Toha Putra Tafsir Ibnu Katsir.Ahmad Mustafa. Tafsir .1989.Tah Putra Shiab.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful