Kofisien Korelasi Rank Spearman : rs

ZULFITRI, IR,MSi
Tujuan Instruksional khusus: Mahasiswa diharapkan dapat menggunakan korelasi rank spearman untuk statistika nonparametrik

Fungsi Dari semua statistik yang didasarkan atas ranking (jenjang), koefisien korelasi rank Spearman adalah yang paling awal dikembangkan dan mungkin yang paling dikenal dengan baik hingga kini. Statistik ini, kadang-kadang disebut rho, di sini ditulis dengan rs. Ini adalah ukuruan asosiasi yang menuntut kedua variable diukur sekurangkurangnya dalam skala ordinal sehingga obyek-obyek atau individu-individu yang dipelajari dapat di-ranking dalam dua rangkaian berurut. Dasar Pemikiran Misalkan N individu di-ranking menurut dua variabel. Misalnya : kita mungkin mengatur sekelompok siswa dalam urutan berdasarkan skor-skor mereka pada tes masuk perguruan tinggi, dan juga dalam urutan berdasarkan indeks prestasi mereka pada akhir tahun pertama. Jika ranking pada tes masuk itu dinyatakan sebagai X1,X2,X3, …,XN dan ranking indeks prestasi mereka diawali dengan Y1,Y2,Y3,…,YN, kita dapat menggunakan suatu ukuran korelasi dan rank untuk menetapkan hubungan antara X dan Y. Kita dapat melihat bahwa korelasi antara rank tes masuk Perguruan Tinggi dan indeks prestasi akan sempurna jika, dan hanya jika Xi = Yi untuk semua i. Oleh sebab itu masuk akal kiranya jika kita menggunakan selisih-selisih di = Xi – Yi sebagai petunjuk perbedaan antara kedua himpunan ranking itu. Misalkan Mary McCord mendapatkan skor puncak pada ujian masuk tapi menempati urutan kelima dalam indeks prestasi di kelasnya. Mary akan mempunyai d sebesar -4. Di pihak lain, John Stainslowski menduduki tempat kesepuluh ada ujian masuk tetapi menjadi juara kelas. John

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir.Zulfitri, MS Statistik Sosial

dan jika y = Y – Y. dan bukannya di. 2. Satu kesulitan adalah bahwa di negative akan menghapuskan di yang positif ketika kita berusaha menentukan jumlah perbedaannya. N2 dapat ditunjukkan sebagai Σ X2 = N (N + 1) (2N + 2) 6 Oleh sebab itu. makin besar pulalah harga Σdi2. 22. Satu di antara kemungkinan-kemungkinan bentuk yang lain itu akan dipergunakan nanti bila kita perlu melakukan koreksi koefisiennya karena adanya skor-skor beraneka-sama. maka rumus umum suatu koefisien korelasi adalah (Kendall. Jika hubungan antara kedua himpunan rank itu sempurna. Ukuran besar berbagai di ini membuat kita memperoleh gagasan mengenai seberapa erat hubungan antara kedua skor ujian masuk dengan indeks prestasi.1948a. Σx2 = Σ (X – X)2 = ΣX2 – (ΣX)2 N (9. MS Statistik Sosial .Zulfitri. Selanjutnya. Jelaslah bahwa makin besar harga-harga di. N adalah ΣX = N (N + 1) 2 dan jumlah kuadrat bilangan-bilangan itu 12.mempunyai d sebesai 9. Akan kita sajikan di sini. ….UMB Ir. Penjabaran rumus untuk menghitung rs cukup sederhana. kesulitan ini teratasi.2) Pusat Pengembangan Bahan Ajar . …. dan juga karena penjabaran tersebut akan mengungkapkan bentuk-bentuk lain yang dapat dipakai untuk menyatakan rumus itu. Setiap di akan sama dengan nol. di mana X mean skor pada variable X.. dalam menghitung suatu koefisien korelasi akan canggung jika kita menggunakan harga di secara langsung. Bab 2) r = Σxy____ √ Σx2Σy2 di mana jumlah-jumlah mencakup harga-harga N dalam sampelnya. sebab hal ini membantu menunjukkan sifat-hakikat koefisien itu. Sekarang bila X dan Y adalah harga-harga rangking r = rq dan jumlah N bilangan bulat 1. Tetapi jika yang kita gunakan adalah di2. Jika x = X – X.

Oleh sebab itu. dapat kita mensubsitusikan Σx2 = N3 – N = Σy2 12 (9.4).2) menyatakan bahwa : 4 (9.Zulfitri.2Σxy Tetapi rumus (9.UMB Ir. dan mendapatkan : Pusat Pengembangan Bahan Ajar .3) r = ___Σxy___ = rs √ Σx2Σy2 Jika observasi-observasi itu di-ranking.dan Σx2 = N (N + 1) (2N + 1) – N(N + 1)2 6 = N2 – N 12 dan demikian pula Σy2 = N3 – N 12 Sekarang d =x–y d2 = (x – y)2 = x2 – 2xy + y2 Σd2 = Σx2 + Σy2 . MS Statistik Sosial . Σd2 = Σx2 + Σy2 – 2rs Σx2Σy2 dan dengan demikian rs = Σx2 + Σy2 – Σd2 2 Σx2Σy2 Dengan X dan Y dalam rank.4) Ke dalam rumus (9.

__Σd2___ N3 – N 6 (9. MS Statistik Sosial .__6Σd2__ N3 – N Karena d = d = x – y = (X – X) (Y – Y) = X – Y.6) = 1 .UMB Ir.N3 – N + N3 – N _ Σd 2 12 rs = 2 12 √ (N3 – N) (N3 – N) 12 12 2 (N3 – N) – Σd2 = 12 2 (N3 – N) 12 rs = 1 .7) ini adalah yang paling enak untuk menghitung rs Spearman.N Rumus (9.Zulfitri. karena X = Y dalam rank dapat kita tuliskan N 6 Σd i=1 2 i rs = 1- (9. Metode Pusat Pengembangan Bahan Ajar .7) N3 .

Lalu masukkan harga ini serta harga N (banyak subyek) ke dalam rumus (9. Tabel 9. adalah hal yang dikehendaki. suatu ukuran keotoriteran. Tabel 9. Perjuangan status sosial diindikasikan oleh persetujuan dengan pernyataan-pernyataan seperti “Orang jangan menikah dengan orang lain yang lebih rendah tingkat sosialnya”.UMB Ir. buatlah daftar N subyek. Informasi mengenai korelasi antara skor-skor keotoriteran dan skor-skor perjuangan status sosial. Di dekat catatan tiap subyek. nonton pertunjukan berkuda lebih baik daripada mengunjungi pertandingan baseball”. Contoh Sebagai bagian studi tentang akibat tekanan kelompok terhadap individu untuk melakukan penyesuaian diri dalam suatu situasi yang melibatkan risiko keuangan.3 Skor Otoritarianisme dan Pejuangan Demi Status Sosial Skor Mahasiswa A B C D E F G H I J K L Keotoritera n 82 98 87 40 116 113 111 83 85 126 106 117 Perjuangan Status Sosial 42 46 39 37 65 88 86 56 62 92 54 81 Pusat Pengembangan Bahan Ajar . MS Statistik Sosial .7).3 menyajikan masing-masing skor 12 mahasiswa itu pada kedua skala. cantumkanlah ranking-nya untuk variabel X dan ranking-nya untuk variabel Y. para peneliti mengadakan skala F yang termashur itu2. “Untuk pergi berpacaran.Untuk menghitung rs. dan “Melacak silsilah keluarga adalah sesuatu yang berguna”. Kuadratkanlah tiaptiap di dan kemudian jumlahkanlah semua harga di2 untuk mendapatkan NΣi=1 di2. Kemudian tentukan berbagai harga di = perbedaan antara kedua ranking itu.Zulfitri. dan suatu skala yang dibuat untuk mengukur perjuangan untuk status sosial3 terhadap 12 mahasiswa.

jadi di yang terbesar adalah 3.Untuk menghitung korelasi rank Spearman antara kedua himpunan skor itu.7): N 6 Σ di2 rs = 1 – __i = 1_ N3 – N = 1– ___6(52)___ (12)2 – 12 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .4 kita dapat menghitung harga rs dengan menerapkan rumus (9. perlu dilakukan ranking skor-skor itu dalam dua rangkaian.4 Ranking Keotoriteran dan Perjuangan Status Sosial Ranking Mahasiswa A B C D E F G H I J K L Keotoriteran 2 6 5 1 10 9 8 3 4 12 7 11 Perj.Zulfitri. Tabel 9. misalnya Tabel 9. Rangking-ranking skor yang disajikan dalam Tabel 9. MS Statistik Sosial .UMB Ir.4 menunjukkan bahwa mahasiswa J yang menunjukkan keotoriteran yang paling besar (pada skala F) juga menunjukkan perjuangan status sosial yang paling ekstrem. Dengan demikian. Dar data yang ditunjukkan dalam Tabel 9. Status Sosial 3 4 2 1 8 11 10 9 9 12 5 9 di -1 2 3 0 2 -2 -2 -3 -3 0 2 2 di 1 4 9 0 4 4 4 9 9 0 4 4 2 Σdi = 52 Akan pembaca amati bahwa tidak satu pun ranking mahasiswa pada satu variabel berbeda lebih dari tiga dengan ranking mahasiswa itu pada variabel yang lain.3 ditunjukkan dalam Tabel 9.4 yang juga memperlihatkan berbagai harga di dan di2. dan dengan demikian kita menerapkan ranking 12 pada kedua variabel itu.

UMB Ir. masing-masing mendapatkan rata-rata ranking yang sedianya akan diberikan andaikata angka sama tidak terjadi. maka harus dipergunakan suatu factor koreksi dalam perhitungan rs. Jika terjadi angka sama. yaitu 12 Σx2 < N3 – N 12 di mana terdapat ranking-ranking berangka sama dalam variabel X. Σx2. Kadang-kadang terjadi. MS Statistik Sosial .ΣT 12 di mana ΣT menunjukkan jumlah berbagai harga T untuk semua kelompok yang berlainlainan yang memiliki observasi berangka sama. Ini adalah prosedur yang biasa kita lakukan untuk memberikan ranking kepada observasi berangka-sama. Tetapi. dan rumus (9. Akibat ranking berangka sama dalam variabel X adalah mengurangi jumlah kuadrat. Kalau jumlah kuadrat dikoreksi sehubungan dengan angka sama.= 0. Obeservasi Berangka-sama. di bawah harga N3 – N . Apabila proporsi angka sama tidak benar. dengan mempertimbangkan angka sama. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . maka terjadilah : Σx2 = N3 – N . akibatnya terhadap rs dapat diabaikan.82 Kita amati bahwa untuk 12 mahasiswa itu korelasi antara keotoriteran dan perjuangan status sosial adalah rs = 0.7) masih tetap dapat dipakai untuk perhitungannya. Oleh sebab itu kita perlu mengoreksi jumlah kuadrat. Faktor koreksinya adalah T : T = t3 – t 12 Di mana t = banyak observasi yang berangka sama pada suatu ranking tertentu. dua subyekatau lebih mendapatkan skor sama pada variabel sama. jika proporsi angka sama itu besar.82.Zulfitri.

Sejauh yang diketahui oleh subyek yang “tak tahu menahu” itu.Zulfitri. kecuali seorang. dan pada percobaan-percobaan tertentu mereka bersatu memilih pasangan yang tidak benar.Kalau terdapat jumlah besar angka sama. Modifikasi yang dimasukkan Siegel dan Fagan ke dalam eksperimen ini ialah setuju untuk membayar tiap subyek dengan 50 sen untuk setiap penilaian yan benar. kita menggunakan rumus penghitungan rs : rs = Σx2 + Σy2 – Σd2 2 √Σx2Σy2 dalam di mana Σx2 = N3 – N .1 Dalam situasi ini.ΣTx 12 Σy2 = N3 – N . Subyek-subyek itu diberi 2 dolar pada awal eksperimen. persetujuan ini berlaku dan menjadi pusat perhatian semua anggota kelompok yang mengemukakan penilaian. yang dikembangkan oleh Asch. dan mendendanya 50 sen untuk setiap penilaian yang keliru.UMB Ir. yakni dalam 12 percobaan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . memilih untuk berdiri sendiri dalam memilih pasangan yang benar (yang akan dibuat tanpa keliru oleh orang yang berada dalam situasi di mana tidak ada desakan dari kelompok yang berlawanan) atau “menyerah” pada desakan-desakan kelompok ini dengan menyatakan bahwa garis yang keliru adalah pasangan garis standar. dan mereke mengetahui bahwa mereka boleh terus memiliki yang yang ada pada mereka di akhir persidangan ini.ΣTy 12 Contoh dengan Angka Sama Dalam studi yang dicuplik dalam contoh terdahulu. yang diberi tempat duduk sedemikian rupa sehingga dia adalah yang terakhir kali diminta unruk melaporkan penilaiannya. Semua subyek itu adalah sekutu si pembuat eksperimen. Tiap subyek “yang tak tahu menahu” berpartisipasi dalam 12 percobaan “sulit”. MS Statistik Sosial . setiap mahasiswa diobservasi secara individual dalam situasi tekanan kelompok yang terkenal. Subyek yang tak tahu menahu itu. sekelompok subyek diminta secara individual untuk menyatakan yang manakah di antara sekelompok garis alternative adalah sama panjang dengan garis standar.

Dengan demikian. sementara satu orang (mahasiswa L) menyerah pada setiap kali percobaan sulit. dua berangka sama pada 1. MS Statistik Sosial . sebagai yang terukur dengan skala yang dilukiskan terdahulu.6.5.5. Sebagai bagian studi.UMB Ir. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Hal ini ditetapkan dengan menghitung korelasi ranking Spearman antara skor-skor dari kedua belas subyek “tak tahu menahu” itu masing-masing pada skala perjuangan status sosial.Zulfitri. Dua subyek berangka sama padang angka 0.5 Tabel 9. dan dua orang berangka sama pada 8: keduanya diberi ranking 10. para pembuat eksperimen ingin mengetahui apakah menyerah dalam situasi ini berkorelasi dengan perjuangan status sosial.5 itu diranking dalam Tabel 9. keduanya diberi ranking 3. Amatilah bahwa dalam tabel itu terdapat 3 himpunan observasi berangka sama pada variabel X (jumlah menyerah). Skor Menyerah dan Skor Perjuangan Status Sosial Mahasiswa A B C D E F G H I J K L Jumlah Menyerah 0 0 1 1 3 4 5 6 7 8 8 12 Skor Perjuangan Status Sosial 42 46 39 37 65 88 86 56 62 92 54 81 Amatilah bahwa dua di antara subyek “yang tak tahu menahu” tidak pernah menyerah sama sekali (mereka adalah Mahasiswa A dan B). dengan berapa kalikah masingmasing subyek itu menyerah pada tekanan kelompok.di mana para subyek sekutu si pembuat eksperimen tanpa keberatan apa pun memilih garis yang keliru sebagai pasangan garis standar. keduanya diberi ranking 1.5. Data pada kedua variabel ini disajikan dalam Tabl 9. setiap subyek “yang tak tahu menahu” dapat “menyerah” hingga 12 kali. Skor-skor yang tersaji dalam Tabel 9.5 untuk tiap-tiap subyek.

Untuk mempergunakan rumus itu. dengan tiga himpunan observasi berangka sama pada variabel X.ΣTx 12 = (12)2 – 12 .25 2. kita harus pertama-tama menetapkan harga Σx2 dan Σy2. Tabel 9.6.00 4.4) harus dipergunakan dalam menghitung harga rs.Karena proporsi yang relatif besar dari observasi-observasi berangka sama dalam variabel X. MS Statistik Sosial .5 = 141.25 30.0 2.25 6.5 1.25 6.(23 – 3 + 23 – 2 + 23 – 3) 12 = 143 – 1.0 -15 -55 3.5 12 12 Pusat Pengembangan Bahan Ajar . di mana t = 2 untuk setiap himpunan kita lihat Σx2 = N3 – N .5 3.5 3.0 di2 2.5 10. mungkin dirasa bahwa rumus (9.25 9.25 9.UMB Ir. Ranking untuk Menyerah dan Perjuangan Status Sosial Rank Mahasiswa A B C D E F G H I J K L Menyerah 1.5 -30 -50 -30 2.00 25.5 5 6 7 8 9 10. Status Sosial 3 4 2 1 8 11 10 6 7 12 5 9 di -15 -25 1.5 12 Perj.00 di2 = 109.5 2.50 Sekarang.00 2.Zulfitri.00 9.00 4.

616.UMB Ir. maka rs yang kita temukan adalah 0.5. Seandainya kita menghitung menghitung rs dari rumus (9.4).5) (143) = 0.616 Dengan koreksi untuk angka sama.617.0 12 = 143 Dengan adanya koreksi untuk angka sama.Jadi. dengan koreksi untuk angka sama. Dari penjumlahan yang ditunjukkan dalam Tabel (9. Menguji Signifikansi rs Pusat Pengembangan Bahan Ajar . ΣTy = 0 dan dengan demikian Σy2 = (12)3 – 12 .5 2 (141.5 dan Σy2 = 143. kita dapatkan : rs = Σx2 + Σy2 – Σdi2 2 Σx2Σy2 = 141. Kita dapatkan Σy2 dengan metode yang serupa : Σy2 = N3 – N . Tetapi perhatikanlah bahwa akibat angka-sama itu adalah berkurangnya harga rs.7). Karena alasan ini. MS Statistik Sosial . Σx2 = 141. korelasi antara jumlah menyerah dan tingkat perjuangan status sosial adalah rs = 0. Substitusi harga ini ke dalam rumus (9. Σx2 = 141.4) kita mengetahui bahwa Σdi2 = 109.ΣTy 12 Tetapi karena tidak terdapat angka sama dalam skor-skor Y (skor untuk perjuangan status sosial). koreksi itu harus dipergunakan jika terdapat proporsi yang besar angka sama dalam satu atau kedua variabel X dan/atau Y.5.Zulfitri. yakni bila kita tidak mengadakan koreksi karena adanya angka sama.5 + 143 – 109. Ini menunjukkan akibat yang relatif tidak penting dari angka sama terhadap harga korelasi rank Spearman.

Dan untuk sembarang urutan tertentu dari skor X. kita ketahui bahwa untuk N = 2. di bawah H0. dan bahwa harga rs. semua kemungkinan urutan skor Y adalah sama mungkinnya terjadi. jika suatu sample yang merupakan skor-skor X dan Y secara random ditarik dari populasi itu. 1/3. yang kita observasi berbeda dari nol semata-mata secara kebetulan. di bawah Ho sebesar p = 0. terdapat N! kemungkinan ranking untuk skor-skor X. di bawah Ho. dan +1. semua akan terjadi dalam hubungannya dengan ranking tertentu skor-skor Y.Jika subyek-subyek yang skornya dipakai untuk menghitung rs ditarik dari suatu populasi secara random. Dengan memakai rumus (9. Karena semuanya sama mungkinnya. +1/2.7). untuk urutan ranking Y tertentu dari skor Y. dan 1/6. entah positif atau negative. kita dapat menggunakan skor-skor itu untuk menentukan apakah kedua variabel berasosiasi dalam populasi tersebut. di bawah Ho. Kita misalkan hipotesis-nol itu benar. Yaitu. -1/2. sembarang urutan ranking skor X adalah sama mungkinnya dengan sembarang urutan ranking lain dari skor-skor X itu.05 dan harga rs yang memiliki kemungkinan yang berkaitan. MS Statistik Sosial . harga-harga rs yang mungkin ialah -1. rumus perhitungan rs. Kemungkinan masing-masing. Artinya. Kalau suatu harga observasi rs sama dengan atau melampaui harga yang Pusat Pengembangan Bahan Ajar . hanya ada dua harga rs yang mungkin: +1 dan -1. akan terjadinya sembarang harga tertentu rs dengan demikian proporsional terhadap banyak permutasi yang menyebabkan terjadinya harga itu.01. Kemungkinan. Untuk N subyek. artinya kemungkinan-kemungkinan yang dinyatakan itu berlaku jika harg observasi rs ada dalam arah yang diramalkan.UMB Ir. Tabel ini adalah tabel satu-sisi. kita misalkan tidak ada hubungan dalam populasi. Untuk setiap kemungkinan ranking Y akan terdapat satu harga rs yang berkaitan dengannya. antara variabel X dan Y. Sekarang. Sampel Kecil. adalah berturut-turut 1/6. Masing-masing memiliki kemungkinan kemunculan di bawah Ho sebesar ½.Zulfitri. Untuk N dari 4 hingga 30. Tabel P dalam Lampirannya menyajikan harga-harga kritis rs yang telah didapatkan dengan metode yang serupa. sebesar p = 0. tabel itu menyajikan harga rs yang memiliki kemungkinan yang berkaitan. kemungkinan terjadinya sembarang ranking tertentu skor X dengan suatu ranking tertentu skor Y adalah 1/N!. kita mungkin ingin menguji hipotesis-nol bahwa kedua variabel yang kita pelajari tidak berasosiasi dalam populasinya. 1/3. Untuk N = 3.

dapat ditentukan bahwa rs sisi).1948a.01 dan menyimpulkan bahwa dalam populasi mahasiswa itu yang merupakn sumber sampelnya. signifikan suatu rs yang kita hasilkan di bawah hipotesis-nol dapat diuji dengan (Kendall.UMB Ir. antara p = 0. bahwa kedua variabel ini berasosiasi di dalam populasi yang merupakan asal-usul sampelnya.62 untuk N = 12. harga observasi itu signifikan (untuk tes satu sisi) pada tingkat yang ditunjukkan.01 (satu α = 0. pada tingkat ≥ 0. Dengan demikian. Tabel P menunjukkan bahwa suatu harga yang sebesar ini siginifikan pada tingkat p < 0. Dengan demikian.05.8) Yakni untuk N besar. menggunakan rumus (9. di bawah Ho. Oleh karena N ini lebih besar dari 10.Zulfitri. harga yang didefinisikan dengan rumus (9.8) berdistribusi student’s dengan db = N – 2. kemungkinan yang berkaitan.62 mempunyai kemungkinan kemunculan. dan perjuangan status sosial mempunyai hubungan (berasosiasi). Dengan memakai Tabel P selaku acuan kita. Apabila N adalah 10 atau lebih.62 dalam kelompok kita yang terdiri dari 12 subyek. kita dapat menolak Ho pada tingkat α = 0. Dengan demikian kita dapat menyimpulkan. kita Pusat Pengembangan Bahan Ajar .01 (tes satu sisi). Contoh Kita telah mengetahui bahwa untuk N = 12 korelasi antara keotoriteran dan perjuangan status sosial ialah rs = 0. Contoh Kita telah menentukan bahwa hubungan antara status sosial dan jumlah penyerahan ialah rs = 0.05 dan p = 0.ditabelkan. Sampel Besar.8). Sesudah itu kita tentukan siginifikan t itu dengan melihat Tabel 8 pada Lampiran. MS Statistik Sosial . keotoriteran.82. hal. Sudah pula kita lihat bahwa hubungan antara perjuangan status sosial dan jumlah penyerahan adalah rs = 0. 47-48) t = rs √ N – 2_ 1 – rs2 (9. di bawah Ho dengan sembarang harga yang seekstrem harga rs observasi dapat ditentukan dengan menghitung t yang berkaitan dengan harga itu.

Ikhtisar Prosedur Inilah langkah-langkah dalam penggunaan koefisien korelasi rank Spearman : 1. harga-harga kritis rs untuk tingkat signifikansi 0. Jika proporsi angka sama dalam observasi-observasi X atau Y besar. Metode untuk melakukan hal itu bergantung pada ukuran N : a.48 adalah signifikan pada tingkat 0. Berilah ranking observasi-observasi pada variabel X mulai 1 hingga N. Jumlahkan harga-harga di2 untuk ke N kasus guna mendapatkan Σ di2. Beri setiap subyek ranking pada variabel X dan ranking-nya pada variabel Y di sekolah nama subyek.7).4) untuk menghitung rs.05. Jika tidak. Untuk N ≥ 10. Untuk N dari 4 hingga 30. 3.62)2 = 2. 4. Pada hakikatnya ini adalah hasil yang sama juga dengan yang kita peroleh sebelumnya dengan memakai Tabel P. Kuadratkan harga itu untuk menentukan di2 masing-masing subyek. Daftarlah N subyek itu.01 (tes satu sisi) disajikan dalam Tabel P.UMB Ir.01 untuk tes satu-sisi. MS Statistik Sosial . siginifikansi suatu harga sebesar harga observasi rs dapat ditetapkan dengan menghitung t yang berkaitan dangen harga Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 2.49 Tabel B menunjukkan bahwa untuk db = N – 2 = 12 – 2 = 10. pakailah rumus (9. pakailah rumus (9.05 dan 0.t yang sebesar 2. Kalau subyek-subyek itu merupakan sample random dari populasi tertentu. menyimpulkan bahwa perjuangan status sosial dan jumlah penyerahan berasosiasi dalam populasi yang kedua belas mahasiswa itu merupakan sampel.dapat menggunakan metode sample besar dalam menguji rs ini untuk mengetahui signifikasinya: t = 0. Tentukan harga di untuk setiap subyek dengan mengurangkan ranking Y pada ranking X. b.025 tetapi tidak pada tingkat 0. Kita dapat menolak Ho pada tingkat α = 0. 5.62 √ 12 – 12_ 1 – (0. Juga observasi-observasi pada variabel Y mulai 1 hingga N. kita dapat menguji apakah harga observasi rs memberikan petunjuk adanya asosiasi antara variablel X dan variabel Y dalam populasinya.Zulfitri.

Masalah : Apakah ada hubungan antara Pelayanan Informasi Pajak dan Partisipasi publik dalam membayar PBB dengan rumus : ρ (rho) = 1 .d atau (X*-Y*) -2 0 4 1 -1 Ir. MS Statistik Sosial .3 Skor Pelayanan Informasi Pajak dan Partisipasi publik dalam membayar PBB No 1 2 3 4 5 X 41 47 43 28 38 Y 51 55 55 36 46 X* 5 8 7 2 4 Y* 7 8 3 1 5 . Artinya. r Pearson.Zulfitri.( 6 Σ d 2) n3–n Tabel 1.itu (menggunakan rumus 9.8) dan kemudian menentukan signifikansi harga itu dengan melihat Tabel B. Korelasi Rank Order oleh Charles Spearman Korelasi ini digunakan untuk mencari hubungan antara variabel dengan skala ordinal dengan ordinal.d2 4 0 16 1 1 Pusat Pengembangan Bahan Ajar . kira-kira 91% (Hotelling dan Pabst. Kekuatan-Efisiensi Efisiensi korelasi rank Spearman ini kalau dibandingkan dengan korelasi parametrik yang paling kuat. 1936).3. dengan 100 kasus rs akan menunjukkan korelasi itu pada tingkat signifikansi yang sama dengan yang dicapai r dengan 91 kasus. yakni mana kala populasi itu mempunyai suatu distribusi normal bivariate dan pengukuran setidak-tidaknya dalam pengertian skala interval.UMB . maka rs 91% seefisien r dalam menolak Ho. dan apabila anggapan-anggapan dan tuntutan-tuntutan yang mendasari penggunaan yang wajar dari r Pearson dipenuhi. jika rs dipakai dengan suatu sample untuk menguji dapat atau tidaknya asosiasi dalam populasinya. Kalau suatu korelasi antara X dan Y terdapat dalam populasi. 1.

ρ2 2.80 Uji Signifikansi Sampel kecil ( < 30 responden) dengan Rumus : Hasil ρ (rho) hitung = 0. 1. atau sebaliknya. Korelasi nol = tidak ada hubungan Dengan rumus : Pusat Pengembangan Bahan Ajar . ρ (rho) table = 0. beri skor 1.2. Gunakan uji signifikansi dengan tabel t. Korelasi Pearson “Product Moment” Korelasi ini digunakan untuk mencari hubungan antar variabel dengan skala interval (interval dengan interval). Catatan = 1. uji siginifikansi gunakan rumus t = ρ √n-2__ √1.Zulfitri. Untuk Responden lebih dari 30. 24 ) 93 – 9 = 0. MS Statistik Sosial .…dst. 3.80 dengan α = 10% dua sisi dan n = 9.3. Korelasi Negatif = korelasi yang mana apabila kenaikan variabel X diikuti penurunan variabel Y.5515 ρ (rho) hitung > ρ (rho) tabel. Ada beberapa hasil korelasi yaitu : 1. ρ (rho) = 1 – __(6 Σ d2)__ n3–n sehingga. sehingga H1 diterima. sehingga kesimpulan statistiknya H0 ditolak. Korelasi positif = korelasi searah atau kenaikan variabel X diikuti kenaikanunan variabel Y 2.4.UMB Ir. demikian juga Y*. ρ (rho) = 1 – ( 6. Kesimpulan Statistiknya yaitu : “Ada hubungan antara Pelayanan Informasi Pajak dan Partisipasi public dalam membayar PBB”.6 7 8 9 n=9 42 53 36 25 50 60 44 38 6 9 3 1 6 9 4 2 0 0 -1 -1 0 0 1 1 Σd2 = 24 X* urutkan nilai X dari yang terendah.

)2 ) ( N Σ Y2 – (Σ Y )2 ) N = jumlah responden. MS Statistik Sosial .Zulfitri. (cara menghitung seperti cara menghitung validitas).df = n – 2 Contoh : Masalah : Apakah ada hubungan antara Kemampuan Membaca dan Intensitas membaca Data dari Responden : Tabel 1.4 Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 N = 10 X 3 3 4 5 5 4 2 3 1 2 Σx = 32 Y 32 35 24 36 40 27 24 26 23 32 ΣY = 299 X2 9 9 16 25 25 16 4 9 1 4 Σx2 = 118 Y2 1024 1225 576 1296 1600 729 576 676 529 1024 ΣY2 = 9255 XY 96 105 96 180 200 108 48 78 23 64 ΣXY = 998 r = N ( Σ XY ) – ( Σ X Σ Y ) _____ √(NΣX 2 – (Σ X )2 ) ( N Σ Y2 – (Σ Y)2 ) Pusat Pengembangan Bahan Ajar . .r = 2 N (Σ xy) – (Σ X Σ Y)_______ √(N Σ X -( Σ X r = korelasi X = skor setiap item Y = Skor total item X.UMB Ir.

054 √ 1 – r2 √ 1 – (0. sehingga kesimpulan statistiknya H0 ditolak.588.809 T Hitung = 2.Zulfitri. sehingga H1 diterima.df = n -2 = 8.825 = 1.588.588)2 √ 0.054.√10 – 2 = 0. Kesimpulan statistiknya : “Ada hubungan antara Kemampuan Membaca dan Intensitas membaca Pusat Pengembangan Bahan Ajar .654 0.UMB Ir. α = 5 % t tabel = 1. MS Statistik Sosial .860.6611 = 2.2.r = 10 (998) – ( 32 x 299) _______ √ ((10 x (118) – (32x32)) Sehingga Korelasi ( r ) = 0.588 ((10 x 9255) – (299x299)) t = r√ n – 2 = 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful