http://cs0506.wordpress.

com/2010/11/28/prosedur-seleksi-rekruitment-dan-penempatan-kerjasupervisor-dan-manajer-produksi-di-perusahaan-kertas/ Tujuan utama dari proses rekruitment dan seleksi adalah untuk mendapatkan orang yang tepat bagi suatu jabatan tertentu, sehingga orang tersebut mampu bekerja secara optimal dan dapat bertahan di perusahaan untuk waktu yang lama. Meskipun tujuannya terdengar sangat sederhana, proses tersebut ternyata sangat kompleks, memakan waktu cukup lama dan biaya yang tidak sedikit dan sangat terbuka peluang untuk melakukan kesalahan dalam menentukan orang yang tepat. Kesalahan dalam memilih orang yang tepat sangat besar dampaknya bagi perusahaan atau organisasi. Hal tersebut bukan saja karen aproses rekruitmen dan seleksi itu sendiri telah menyita waktu, biaya dan tenaga, tapi juga karena menerima orang yang salah untuk suatu jabatan akan berdampak pada efisiensi, produktivitas, dan dapat merusak moral kerja pegawai yang bersangkutan dan orang-orang disekitarnya. Pada saat ini dimana persaingan untuk menapatkan pekerjaan semakin kuat, perusahaan sering kali mengalami keulitan dalam menentukan kandidat yang tepat mengingat bahwa ada banyak kandidat yang tersedia tetapi sangat sedikit yang memiliki kualifikasi yang memadai. Rendahnya moral kerja dan pengaruh budaya ³bapakisme´ yang telah berlangsung puluhan tahun semakin menyulitkan perusahaan dalam mendapatkan kandidat yang benar-benar cocok. Selain menuntut keahlian dan ketrampilan petugas rekruitmen perusahaan juga harus benar-benar mempersiapkan proses rekruitmen dan seleksi secara maksimal. Rekruitmen adalah prose mencari, menemukan, mengajak dan menetapkan sejumlah orang dari dalam maupun dari luar perusahaan sebagai calon tenaga kerja dengan karakteristik tertentu seperti yang telah ditentukan dalam perencanaan Sumber Daya Manusia. Hasil yang didapatkan dari proses rekruitmen adalah sejumlah tenaga kerja yang akan memasuki proses seleksi, yakni proses untuk menentukan kandidat yang mana yang paling layak untuk mengisi jabatan tertentu yang tersedia dalam perusahaan. Pelaksanaan rekruitmen dan seleksi merupakan tugas yang sangat penting, krusial dan membutuhkan tanggung jawab yang besar. Hal ini karena kualitas Sumber daya Manusia yang akan digunakan perusahaan sangat tergantung pada bagaimana prosedur rekruitmen dan seleksi dilaksanakan. Proses pelaksanaan rekruitmen dan seleksi biasanya terdiri dari beberapa langkah atau tahapan. Di bawah ini adalah langkah-langkah yang biasanya dilakaukan dalam pelaksanaan rekruitmen dan seleksi : 1. Mengidentifikasi jabatan yang lowong dan berapa jumlah tenaga yang diperlukan Proses rekruitmen dimulai saat adanya bidang pekerjaan baru di perusahaan, karyawan dipindahkan ataiu dipromosikan ke posisi lain, mengajukan permintaan pengunduran diri, adanya PHK, atau karena pensiun yang direncanakan. Dengan melihat dinamika dari beberapa hal tersebut dan mencocokkannya dengan perencanaan sumber daya manusia yang sudah tersusun

Depnakertrans. Menyaring/menyeleksi kandidat Prosedur seleksi perlu dilakukan jika : 1. maka langkah berikutnya adalah menentukan dimana kandidat yang tepat harus dicari. Memilih metode-metode rekruitmen yang paling tepat untuk jabatan Ada banyak metode rekruitmen yang dapat dipilih oleh perusahaan dalam melakukan rekruitmen. 4. sehingga akan memberi informasi yang berbeda-bea mengenai kandidat. 2. Jika persyaratan jabatan telah disusun. Mencari informasi jabatan melalui analisa jabatan Untuk memperoleh uraian jabatan (job description) dan spesifikasi jabatan (job spessification) sebagai landasan dalam membuat persyaratan jabatan. dan meminta mereka mengisi formulir lamaran pekerjaan yang telah disediakan untuk selanjutnya diproses dalam tahap seleksi. lembaga pendidikan.(jika ada) maka akan diketahui jabatan apa saja yang sedang lowong dan berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan tersebut. dan biaya penggunaan teknik tertentu. Jika kandidat harus dicari dari luar perusahaan maka perlu dipertimbangkan dengan cermat metode rekruitmen yang tepat untuk mendapatkan kandidat terebut. 6. persentase calon yang terseleksi. Perusahaan juga dapat memilih lebih dari satu metode. Hal terpenting untuk diperhatikan adalah bahwa masing-masing teknik seleksi mengukur karakteristik tertentu. Persyaratan jabatan harus dibuat secara hati-hati dan sejelas mungkin agar dalam penerapannya nanti tidak ditemui kekaburan-kekaburan yang mengganggu proses selanjutnya. Ada banyak teknik atau metode seleksi yang dapat digunakan oleh perusahaan. seperti : iklan. 5. Mengumpulkan berkas-berkas lamaran mereka. amployee refrrals. 3. 2. perusahaan pencari tenaga kerja. apabila kebutuhan staf untuk masa yang akan datang telah direncanakan. Dua alternatif untuk mencari kandidat yakni dari dalam perusahaan atau dari luar perusahaan. Pemilihan suatu teknik atau metode sebagai predictor dalam prosedur seleksi sangat tergantung pada : ciri-ciri pekerjaan. Memanggil kandidat-kandidat yang dianggap memenuhi persyaratan jabatan. Ada lebih banyak kandidat yang tersedia dibandingkan jumlah jabatan yang akan diisi. Jika diambil dari dalam. Beberapa teknik seleksi yang sering digunakan adalah formulir . dan lain sebagainya. validitas dan reliabilitas metode. organisasi buruh. maka perlu juga diketahui siapa kira-kira karyawan yang ada saat ini yang dapat dipindahkan atau dipromosikan. tergantung situasi damkondisi yang terjasi saat itu. Pelaksanaan tugas pada jabatan yang akan diisi memerlukan ciri-ciri fisik dan psikis tertentu yang tidak dimiliki oleh setiap orang. walk-ins dan write-ins.

test fisik/ fisiologis.lamaran. Termasuk disini adalah mempersiapkan perjanian kerja (KKB). Pada saat sudah menjadi pegawai maka yang bersangkutan masih perlu dibantu agar ia dapat bekerja secara optimal dan bertahan untuk waktu yang lama. referensi dan rekomendasi. dan memastikan kapan kandidat akan mulai bekerja. Pada akhirnya. rekruitmen dan seleksi yang efektif akan berpengaruh langsung pada produktivitas dan kinerja finansial perusahaan. hal ini sangat penting demi mencegah masalah-masalah yang mungkin timbul setelah pegawai diterima bekerja. Dengan demikian maka pengembangan dan perencanaan sistem rekruitmen dan seleksi merupakan hal penting untuk dilaksanakan setiap perusahaan supaya proses yang berlangsung cukup lama dan memakan biaya tersebut tidak sia-sia. Semakin efektif proses rekruitmen dan seleksi. 7. Mulai bekerja Proses rekruitmen tidak erhenti begitu saja setelah kandidat mnerima penawaran kerja. Hal terpenting dalam tahap ini adalah petugas rekruitmen harus mempersiapkan kandidat cadangan untuk berjaga-jaga kalau kandidat pertama menolak tawaran kerja atau terjadi hal-hal tak terduga. Pegawai yang bersangkutan harus dimonitor dan dinilai kinerjanya secara teratur. strategi rekruitmen dan seleksi yang baik akan memberikan hasil yang positif bagi perusahaan. Membuat penawaran kerja Setelah proses seleksi dianggap cukup dan petugas rekruitmen sudah dapat menentukan kandidat terbaik untuk jabatan tertentu. serta diberikan pelatihan dan pengembangan. data biografi. test kemampuan dan kepribadian. maka selanjutnya perlu dipersiapkan penawaran kerja. semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan pegawai yang tepat bagi perusahaan. Selain itu. 8. test simulasi pekerjaan dan assessment center. wawancara. Pada tahap ini petugas rekruitmen perlu menkaji ulang cara-cara yang dipakai dalam merekrut dan menyeleksi pegawai. . memperkenalkan secara lebih mendalam tentang peraturan dan kondisi kerja di perusahaan.