TUGAS MATA KULIAH EKONOMI SEKTOR PUBLIK

EKSTERNALITAS

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas terstruktur mata kuliah “Ekonomi Sektor Publik” oleh dosen pengampu Bpk Moh. Nuh

Oleh : Johanita Susanti (0710313012) Kelas B

maka keterkaitan antar berbagai aktivitas tersebut tidak menimbulkan masalah. Dalam literatur asing. baik dampak yang menguntungkan/ positif maupun yang merugikan/ negatif tanpa adanya kompensasi apapun terhadap efek tersebut sehingga timbul inefisiensi dalam alokasi faktor produksi. Apabila semua keterkaitan antara suatu kegiatan dengan kegiatan lainnya dilaksanakan melalui mekanisme pasar atau melalui suatu sistem. spillover effects (Mishan. Secara umum dapat dikatakan bahwa eksternalitas adalah suatu efek samping dari suatu tindakan pihak tertentu terhadap pihak lain. Efek samping inilah yang dikatakan sebagai eksternalitas.JURUSAN ILMU ADMINISTRASI PUBLIK FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2009 BAB I KONSEP EKSTERNALITAS Dalam suatu perekonomian modern. Efek samping dari suatu kegiatan atau transaksi ekonomi bisa positif . Begitu pula dengan setiap transaksi ekonomi yang terjadi. setiap aktivitas mempunyai keterkaitan dengan aktivitas lainnya. neighboorhood effects. 1990). side effects. merupakan kegiatan yang mempunyai efek samping. baik maupun buruk. externalities. Akan tetapi banyak pula keterkaitan antar kegiatan yang tidak melalui mekanisme pasar sehingga timbul berbagai macam masalah. efek samping mempunyai istilah seperti : external effects. Dan suatu kegiatan pasti mempunyai efek samping.

dimana kesejahteraan masyarakat berubah tetapi perubahan itu akan kembali ke keadaan keseimbangan karena setiap barang akan menyamakan rasio harga-harga barang dengan marginal rate of substitution (MRS). Sedangkan dampak negatif misalnya polusi udara. Dampak yang menguntungkan misalnya seseorang yang membangun suatu pemandangan yang indah dan bagus pada lokasi tertentu mempunyai dampak positif bagi orang sekitar yang melewati lokasi tersebut. external diseconomic). Dalam kenyataannya. selama pengaruh tersebut tercermin dalam harga-harga sehingga tidak terjadi ketidakefisienan dalam perekonomian. Meningkatnya harga tanah tersebut menimbulkan dampak external yang negatif terhadap konsumen lain yang ingin membeli tanah disekitar daerah tersebut. efek tersebut dalam perubahan harga tanah. . air dan suara. Jadi. maka harga tanah tersebut akan melonjak tinggi. Ada juga ekternalitas yang dikenal sebagai eksternalitas yang berkaitan dengan uang (pecuniary externalities) yang muncul ketika dampak eksternalitas itu disebabkan oleh meningkatnya harga. external economic) maupun negatif (negative external effects. baik dampak negatif maupun efek positif bisa terjadi secara bersamaan dan simultan.(positive external effects. Jadi. suatu perusahaan didirikan pada lokasi tertentu atau kompleks perumahan baru dibangun. yang dimaksud dengan eksternalitas hanyalah apabila tindakan seseorang mempunyai dampak terhadap orang lain atau segolongan orang lain tanpa adanya kompensasi apapun sehingga timbul inefisiensi dalam alokasi faktor produksi. Misalnya. suatu fakta bahwa tindakan seseorang dapat mempengaruhi orang lain tidaklah berarti adanya kegagalan pasar. Dalam contoh di atas.

Efek atau dampak samping kegiatan produsen terhadap konsumen (effects of producers on consumers) 3. Dampak atau efek yang termasuk dalam kategori ini meliputi biaya pemurnian atau pembersihan air yang dipakai (eater intake clen-up cost) oleh produsen hilir (downstream producers) yang menghadapi pencemaran air (water polution) yang diakibatkan oleh produsen hulu (upstream producers). Dampak Suatu Produsen Terhadap Produsen Lain Suatu kegiatan produksi dikatakan mempunyai dampak eksternal terhadap produsen lain jika kegiatannya itu mengakibatkan terjadinya perubahan atau penggeseran fungsi produksi dari produsen lain. Hal ini terjadi ketika produsen hilir membutuhkan air bersih untuk proses produksinya. Efek atau dampak dari suatu konsumen terhadap konsumen lain (effects of consumers on consumers) 4. 2. Efek atau dampak satu produsen terhadap produsen lain (effects of producers on other producers). Dampak kategori ini bisa . Eksternalitas itu dapat terjadi dari empat interaksi ekonomi berikut ini : 1. jika aktivitas dan tindakan invividu pelaku ekonomi baik produsen maupun konsumen mempunyai dampak (externality) baik terhadap mereka sendiri maupun terhadap pihak lain.BAB II JENIS DAN FAKTOR PENYEBAB EKSTERNALITAS JENIS-JENIS EKSTERNALITAS Efisiensi alokasi sumberdaya dan distribusi konsumsi dalam ekonomi pasar dengan kompetisi bebas dan sempurna bisa terganggu. Efek akan dampak dari suatu konsumen terhadap produsen (effects of consumers on producers) 1.

danau atau semacamnya. yang semuanya mempengaruhi kenyaman konsumen atau masyarakat luas. suatu agen ekonomi (perusahaan/ produsen) yang menghasilkan limbah (waste products) ke udara atau ke aliran sungai mempengaruhi pihak dan agen lain yang memanfaatkan sumber daya alam tersebut dalam berbagai bentuk. Sebagai contoh. kepuasan konsumen terhadap pemanfaatan daerahdaerah rekreasi akan berkurang dengan adanya polusi udara. Dalam hal ini. bahaya radiasi dari stasiun pembangkit (polusi udara) serta polusi air. Contoh lain misalnya peternakan sapi atau ayam yang berada di tengah permukiman. Kategori ini meliputi polusi suara (noise). sehingga produksi ikan terganggu dan akhirnya merugikan produsen lain yakni para penangkap ikan (nelayan).dipahami lebih jauh dengan contoh lain berikut ini. jika aktivitasnya mengubah atau menggeser fungsi utilitas rumah tangga (konsumen). Dalam hal ini. Contoh lain misalnya nelayan dengan kapal-kapal besar akan mampu menjaring ikan dengan jumlah yang sangat banyak. Dampak Produsen Terhadap Konsumen Suatu produsen dikatakan mempunyai eksternal efek terhadap konsumen. Dampak atau efek samping yang sangat populer dari kategori kedua yang populer adalah pencemaran atau polusi. dan inilah yang dimaksud dengan efek suatu kegiatan produksi terhadap produksi komoditi lain. 2. Dampak Konsumen Terhadap Konsumen Lain . berkurangnya fasilitas daya tarik alam (amenity) karena pertambangan. Suatu proses produksi (misalnya perusahaan pulp) menghasilkan limbah residu produk sisa yang beracun dan masuk ke aliran sungai. 3. Orangorang yang tinggal di sekitar permukiman mungkin akan merasa sangat terganggu dengan bau kotoran hewan-hewan ternak tersebut. kegiatan produksi pulp tersebut mempunyai dampak negatif terhadap produksi lain (ikan) atau nelayan. akan tetapi produsen yang lain (dalam hal ini nelayan-nelayan kecil) akan mengalami kesulitan mendapatkan ikan karena telah habis dijaring oleh nelayan besar.

Dampak jenis ini misalnya terjadi ketika limbah rumah tangga terbuang ke aliran sungai dan mencemarinya sehingga mengganggu perusahaan tertentu yang memanfaatkan air baik oleh ikan (nelayan) atau perusahaan yang memanfaatkan air bersih. Dampak Konsumen Terhadap Produsen Dampak konsumen terhadap produsen terjadi jika aktivitas konsumen mengganggu fungsi produksi suatu produsen atau kelompok produsen tertentu. eksternalitas jenis kedua merupakan masalah pelik/ rumit dalam ekonomi lingkungan. bisingnya suara alat pemotong rumput tetangga. Konsumen seorang individu bisa dipengaruhi tidak hanya oleh efek samping dari kegiatan produksi tetapi juga oleh konsumsi oleh individu yang lain. Eksternalitas yang bisa habis (a deplatable externality) yaitu suatu dampak eksternal yang mempunyai ciri barang individu (private good or bad) yang mana jika barang itu dikonsumsi oleh seseorang individu. yaitu penyerangan masyarakat terhadap mess PLTU Banten. Eksternalitas yang tidak habis (an undeplate externality) adalah suatu efek eksternal yang mempunyai ciri barang publik (public goods) yang mana barang tersebut bisa dikonsumsi oleh seseorang. asap rokok seseorang terhadap orang sekitarnya dan sebagainya. barang itu tidak bisa dikonsumsi oleh orang lain. Keberadaan eksternalitas yang . besarnya konsumsi seseorang akan barang tersebut tidak akan mengurangi konsumsi bagi yang lainnya. Misalnya. Dengan kata lain. dan juga bagi orang lain. 2. Lebih jauh Baumol dan Oates (1975) menjelaskan tentang konsep ekternalitas dalam dua pengertian yang berbeda : 1. Dan kasus yang terjadi akhir-akhir ini. 4. Dari dua konsep eketernalitas ini. kebisingan bunyi radio atau musik dari tetangga.Dampak konsumen terhadap konsumen yang lain terjadi jika aktivitas seseorang atau kelompok tertentu mempengaruhi atau mengganggu fungsi utilitas konsumen yang lain.

1. Karakteristik barang atau sumberdaya publik. Bagaimana mekanisme timbulnya eksternalitas dan ketidakefisienan dari alokasi sumber daya sebagai akibat dari adanya faktor di atas diuraikan satu persatu berikut ini. Kelompok tertentu ini memanfaatkan pemerintah untuk mencari keuntungan (rent seeking) melalui proses politik. Keberadaan Barang Publik Sumberdaya Daya Bersama Ketidaksempurnaan Pasar Kegagalan Pemerintah Sumber ketidakefisienan dan atau eksternalitas tidak saja diakibatkan oleh kegagalan pasar tetapi juga karena kegagalan pemerintah (government failure). 2. eksternalitas dan ketidakefisienan timbul karena salah satu atau lebih dari prinsip-prinsip alokasi sumber daya yang efisien tidak terpenuhi. Kalau ini dibiarkan. Kegagalan pemerintah banyak diakibatkan tarikan kepentingan tertentu (interest groups) yang tidak pemerintah sendiri atau kelompok mendorong efisiensi. maka eksternalitas dan ketidakefisienan ini tidak bisa dihindari. Dalam pandangan ekonomi. maka ini akan memberikan dampak yang tidak menguntungkan terhadap ekonomi terutama dalam jangka panjang. 4. dan suara merupakan contoh eksternalitas jenis yang tidak habis. Sejauh semua faktor ini tidak ditangani dengan baik.merupakan barang publik seperti polusi udara. 3. melalui kebijaksanaan . ketidaksempurnaan pasar. air. A. yang memerlukan instrumen ekonomi untuk menginternalisasikan dampak tersebut dalam aktivitas dan analisa ekonomi. kegagalan pemerintah merupakan keadaan-keadaan dimana unsur hak pemikiran atau pengusahaan sumber daya (property rights) tidak terpenuhi. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB EKSTERNALITAS Eksternalitas timbul pada dasarnya karena aktivitas manusia yang tidak mengikuti prinsip-prinsip ekonomi yang berwawasan lingkungan.

Praktek mencari keuntungan ini membuat alokasi sumber daya menjadi tidak efisien dan pelaksanaan aturan-aturan yang mendorong efisiensi tidak berjalan dengan semestinya. 3. Berdasarkan perhitungan atau estimasi perusahaan A harus mengeluarkan biaya (denda) yang besar (misalnya Rp. 1 milyar) untuk menanggulangi efek dari limbah yang dihasilkan itu. . perusahaan A yang mengeluarkan limbah yang merusak lingkungan. 2. Kelompok yang punya kepentingan tertentu (interest groups) melakukan loby dan usaha-usaha lain yang memungkinkan diberlakukannya aturan yang melindungi serta menguntungkan mereka. dan denda informasi ini belum tentu menjadi reveneu pemerintah. Praktek mencari keuntungan ini bisa juga dilakukan oleh aparat atau oknum tertentu yang mempunyai otoritas tertentu. Sebagai contoh. Praktek mencari keuntungan bisa juga berasal dari pemerintah sendiri secara sah misalnya memberlakukan proteksi berlebihan untuk barang-barang tertentu seperti mengenakan pajak impor yang tinggi dengan alasan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam negeri. sehingga pihak-pihak yang berkepentingan bisa memberikan uang jasa atau uang pelicin untuk keperluan tertentu. untuk menghindari resiko yang lebih besar kalau ketentuan atau aturan diberlakukan dengan sebenarnya. Pencari keuntungan (rent seeker) bisa dari perusahaan itu sendiri atau dari pemerintah atau oknum memungkinkan membayar kurang dari 1 milyar agar peraturan sesungguhnya tidak diberlakukan. Aksi pencarian keuntungan (rent seeking) bisa dalam berbagai bentuk : 1. Praktek jenis ini bisa mendorong terjadinya eksternalitas. Sehingga akhirnya dampak lingkungan yang seharusnya diselidiki dan ditangani tidak dilaksanakan dengan semestinya sehingga masalahnya menjadi bertambah serius dari waktu ke waktu.dan sebagainya.

bukan hanya pemerintah saja yang perlu dan dapat mengatasi eksternalitas itu. Solusi-solusi atau upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan pribadi atau swasta (private solution) dalam mengatasi persoalan eksternalitas adalah sebagai berikut. yang biaya sosialnya jauh lebih besar dari pada keuntungan pihak-pihak yang melakukannya. Namun kasus-kasus polusi umumnya tidak sesederhanana itu. sesungguhnya tidak mungkin terpenuhi. Sebagai contoh. A. berkenaan dengan penanggulangan eksternalitas itu sama saja. tujuan yang hendak dicapai oleh pemerintah maupun pihak swasta (perorangan dan kelompok). Tuntutan para pecinta lingkungan untuk menghapuskan segala bentuk polusi. baik itu pribadi/kelompok maupun perusahaan/organisasi kemasyarakatan. Dalam kasus ini pemerintah menggunakan regulasi atau pendekatan komando dan kontrol untuk melenyapkan eksternalitas tadi. Untuk mudahnya. pihak-pihak non pemerintah tersebut disebut sebagai pihak “pribadi” atau “swasta”. Contoh yang .BAB III SOLUSI PEMERINTAH DAN SWASTA TERHADAP EKSTERNALITAS Kita telah menyimak mengapa keberadaan eksternalitas itu dapat mengakibatkan alokasi sumber daya yang dilakukan oleh pasar menjadi tidak efisien. Dalam prakteknya. yakni untuk mendorong alokasi sumber daya agar mendekati kondisi yang optimum secara sosial. REGULASI Pemerintah dapat mengatasi suatu eksternalitas dengan melarang atau mewajibkan perilaku tertentu dari pihak-pihak tertentu. karena polusi merupakan efek sampingan tak terelakkan dari kegiatan produksi industri. Pada dasarnya. melainkan juga pihak-pihak non pemerintah. untuk mengatasi kebiasaan membuang limbah beracun ke sungai. pemerintah dapat menyatakannya sebagai tindakan kriminal dan akan mengadili serta menghukum pelakunya.

dan berbagai alternatif teknologi yang dapat diterapkan oleh industri yang bersangkutan.sederhana. yang dapat memadukan insentif pribadi/swasta dengan efisiensi sosial. dan mengawasi berbagai regulasi yang dimaksudkan untuk melindungi lingkungan hidup. para pejabat pemerintah harus mengetahui spesifikasi dari setiap jenis/sektor industri. B. pemerintah juga dapat menerapkan kebijakan-kebijakan yang didasarkan pada pendekatan pasar. Sebagai contoh. maka segala bentuk kendaraan bermotor harus dilarang oleh pemerintah. Terkadang EPA mewajibkan pemakaian teknologi atau peralalatan tertentu untuk mengurangi polusi di pabrik-pabrik. dan hal ini tidak mungkin dilakukan. Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (EPA/Environmental Protection Agency) adalah lembaga yang diserahi wewenang dan tugas untuk merumuskan. Jika polusi ini hendak dihapus sepenuhnya. Untuk menentukan ambang aman tersebut. Di Amerika Serikat. melaksanakan. untuk mengatasi eksternalitas. Bentuk regulasi dibidang lingkungan hidup itu sendiri bisa bermacammacam. sehingga tidak terlalu merusak lingkungan namun tidak juga menghalangi kegiatan produksi. seperti telah disinggung di atas pemerintah dapat menginternalisasikan eksternalitas dengan menggunakan pajak terhadap kegiatan-kegiatan yang menimbulkan eksternalitas negatif. semua kendaraan bemotor sesungguhnya mengeluarkan polusi. melainkan pembatasan polusi hingga ambang tertentu. kita harus menghitung segala untung ruginya secara cermat. Adakalanya EPA langsung menetapakan batasan polusi yang diperbolehkan untuk suatu perusahaan. dalam rangka mengurangi atau membatasi polusi. Jadi. Pajak yang khusus diterapkan untuk mengoreksi dampak dan suatu . dan sebaliknya memberi subsidi untuk kegiatan-kegiatan yang memunculkan eksternalitas positif. demi memperoleh suatu peraturan yang baik dan tepat guna. Di semua kasus. yang harus diupayakan bukan penghapusan polusi secara total. PAJAK PIGOVIAN DAN SUBSIDI Selain menerapkan regulasi.

Ini dikarenakan kapasitas dan keperluan setiap pabrik untuk berpolusi berbeda-beda. Namun EPA juga harus hati-hati. yang masing-masing membuang limbah sebanyak 500 ton per tahun ke sungai. Untuk mencapai ambang polusi tertentu. EPA menilai limbah itu terlalu banyak. karena pajaknya terlalu tinggi. dan beniat menguranginya. karena biaya penerapan pajak itu lebih murah bagi masyarakat secara keseluruhan. sedangkan pajak Pigovian memberikan insentif kepada para pemilik pabrik untuk sebanyak mungkin mengurangi polusinya. Semakin tinggi tingkat pajaknya. EPA tinggal menghitung tingkat pajak yang paling tepat untuk diterapkannya. b) Pajak Pigovian : EPA mengenakan pajak sebesar Rp. Regulasi mewajibkan semua pabrik mengurangi polusinya dalam jumlah yang sama.ekstemalitas negatif lazim disebut sebagai Pajak Pigovian (Pigovian tax). padahal penurunan sama rata. polusi akan hilang. yakni : a) Regulasi : EPA mewajibkan semua pabrik untuk mengurangi limbahnya hingga 300 ton per tahun. Para ekonom umumnya lebih menyukai pajak Pigovian dari pada regulasi sebagai cara untuk mengendalikan polusi. Para ekonom lebih meyukai penerapan pajak. Andaikan ada dua pabrik. mengambil nama ekonom pertama yang merumuskan dan menganjurkannya. Ada dua pilihan solusi baginya. Mereka yakin penerapan pajak itu sama sekali tidak kalah efektifnya dalam menurunkan polusi. Besar kemungkinan . akan semakin banyak penurunan polusi yang akan terjadi.5.000 untuk setiap ton limbah yang dibuang oleh setiap pabrik. pabrik baja dan pabrik kertas. yakni Arthur Pigov (1877-1959).000. adalah karena cara ini lebih efektif menurunkan polusi. bukan merupakan cara termurah menurunkan polusi. karena semua pabrik bangkrut atau memilih tidak beroperasi. Regulasi itu langsung membatasi ambang polusi. Alasan utama para ekonom itu memilih penerapan pajak.

Namun melalui penerapan pajak. akan memilih membayar pajak saja. maka pabrik kertas akan segera mengurangi polusinya. lebih mampu (biayanya lebih murah) untuk menurunkan polusi dibanding pabrik lain (pabrik baja). Para ekonom juga berkeyakinan bahwa penerapan pajak Pigovian. yang biaya penurunan polusinya lebih mahal. karena hal itu lebih murah dan lebih mudah dilakukan dari pada membayar pajak. Berapapun target penurunan polusi yang diinginkan EPA akan dapat mencapainya dengan biaya termurah melalui penerapan pajak ini. Pajak umumnya juga menimbulkan beban baku berupa penurunan kesejahteraan . sedangkan pabrik baja. Seandainya saja polusinya sudah berada dibawah ambang maksimal (misalkan 300 ton per tahun). karena semakin sedikit polusi yang mereka ciptakan. Sebaliknya. maka perusahaan itu tidak akan membuang biaya lebih banyak agar polusinya dapat ditekan lebih rendah lagi. Mereka akan terus terdorong menurunkan polusi. Pendekatan komando dan kontrol tidak akan memberikan alasan atau insentif bagi pabrik-pabrik pencipta polusi untuk berusaha mengatasi polusi semaksimal mungkin. pajak akan memberikan insentif kepada pabrik-pabrik itu untuk terus mengembangkan teknologi yang ramah terhadap lingkungan. Pada dasarnya. pajak Pigovian secara langsung menetapkan harga atas hak berpolusi. Jika keduanya dipaksa menurunkan polusi sama rata. yang paling sulit menurunkan polusinya atau yang dihadapkan pada biaya paling tinggi untuk menurunkan polusi (misalkan karena biaya alat penyaring polusinya sangat mahal). yang memberikan penilaian paling tinggi pajak Pigovian ini juga mengalokasikan hak berpolusi kepada perusahaan atau pabrik. dimana kita mengetahui bahwa pajak pada urnumnya akan mendistorsikan insentif dan mendorong alokasi sumber daya menjauhi titik optimum sosialnya. merupakan cara terbaik untuk menurunkan polusi. akan semakin sedikit pula pajak yang harus mereka bayar. maka operasi pabrik baja akan terganggu. Sama halnya dengan kerja pasar yang mengalokasikan berbagai barang ke pembeli. Pajak Pigovian tidaklah sama dengan pajak-pajak lain.salah satu pabrik (misalkan pabrik kertas).

Akibat adanya eksternalitas. Jadi. sehingga tidak seperti pajak-pajak lainnya. TEOREMA COASE Ada sebuah pemikiran yang disebut Teorema Coase (Coase therem). maka pihak swasta itu akan mampu mengatasi masalah eksternalitas dan meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya. yang nilainya lebih besar dari pada pendapatan yang diperoleh pemerintah dan pajak tersebut. masyarakat harus memperhitungkan kesejahteraan pihak lain. ataukah Jane yang harus dipaksa rela begadang sepanjang malam. Pajak Pigovian tidak seperti itu karena pajak ini memang khusus diterapkan untuk mengatasi masalah ekstemalitas. Haruskah Dick dipaksa mengirim anjing ke lokasi khusus penitipan hewan. hanya jika syarat itu terpenuhi. Spot ini terus-terusan menggonggong sehingga sangat mengganggu Jane. Contoh berikut ini untuk dapat lebih memahami makna teorema Coase. Syarat itu adalah pihak-pihak yang berkepentingan dapat melakukan negosiasi atau merundingkan langkah-langkah penanggulangan masalah ekternalitas yang ada diantara mereka. Di sebuah kota tinggal seseorang bernama Dick. mengambil nama perumusnya yakni ekonom Ronald Coase yang menyatakan bahwa solusi swasta bisa sangat efektif seandainya memenuhi satu syarat. Dick memetik manfaat dengan memelihara Spot. Menurut teorema Coase.ekonomis (turunnya surplus produsen dan surplus konsumen). Pajak Pigovian diterapkan untuk mengoreksi insentif ditengah adanya eksternalitas. tetangga Dick. pajak Pigovian itu justru mendorong alokasi sumber daya mendekati titik optimum sosial. ditemani anjingnya yang bernama Spot. berupa rasa aman dan nyaman. Namun pemeliharaannya atas Spot itu menimbulkan eksternalitas negatif terhadap Jane. selain memberi pendapatan tambahan pada pemerintah. C. pajak Pigovian ini juga meningkatkan efisiensi ekonomi. tanpa menimbulkan biaya khusus yang memberatkan alokasi sumber daya yang sudah ada. karena tidak bisa tidur akibat gonggongan Spot? .

.sedangkan kerugian Jane akibat gonggongan Spot hanya Rp. Sebaliknya..Jika ini kasusnya. Ditinjau dari perhitungan untung ruginya. 60. Jika keuntungannya melebihi kerugiannya maka pemecahan yang efisien secara sosial adalah Dick dibiarkan terus memelihara anjingnya. maka itu berarti mereka dapat menciptakan sendiri pemecahan atas masalah eksternalits yang mereka hadapi. maka Dick harus menyingkirkan anjingnya. nilai keuntungan Dick dari memelihara Spot ternyata Rp.padahal Jane tidak akan mau membayar lebih dari Rp. Namun ada pula kemungkinan Jane tidak membayar imbalan itu. maka tentu saja Dick akan menolak tawaran imbalan yang lebih kecil dari Rp. 80. sedangkan Jane harus rela tidur diiringi gonggongan anjing. Jane dapat menawarkan sejumlah uang kepada Dick agar menyingkirkan anjingnya. dan berapa kerugian yang harus ditanggung Jane. Misalkan saja. kondisi tersebut juga terhitung efisien. Umpamakan saja. 50.000. Semua uraian dalam contoh di atas.dan Dick dengan senang hati akan menyingkirkan anjingnya.000.. Jane dapat menawarkan imbalan sebanyak Rp.000.Dalam kasus ini. dan seandainya kesepakatan tersebut benar-benar dapat dicapai. jika uang yang ditawarkan melebihi nilai keuntungannya dalam memelihara Spot. pasar swasta dapat menciptakan sendiri pemecahan yang efisien.. Dick dan Jane akhirnya akan dapat menyepakati jumlah imbalan yang dapat diterima kedua belah pihak. dan untuk itu diperlukan perhitungan atas seberapa banyak nilai keuntungan bagi Dick dengan memelihara Spot. Bagaimana caranya? Sebagai satu contoh.-.000.000. Dick akan tetap memelihara Spot. nilai keuntungan bagi Dick dari memelihara Spot adalah Rp. Menurut teorema Coase. tentu saja bertumpu pada asumsi bahwa Dick secara hukum memang dibenarkan memelihara anjingnya yang .000. Melalui tawar menawar. 100.sedangkan kerugian Jane bernilai Rp.. 80. Akibatnya. yakni jika ternyata nilai keuntungan Dick lebih besar dari pada nilai kerugiannya.Seperti apa pemecahan yang dalam secara sosial (untuk semua pihak)? Ada dua alternatif yang perlu dipertimbangkan. Kedua belah pihak akan lebih sejahtera dibanding sebelumnya dan pemecahan efisien pun tercipta. 100. jika nilai kerugiannya melampaui nilai keuntungannya.000. Dick akan terima tawaran itu. 80.

dan Jane harus memberinya imbalan agar Dick menyingkirkan anjingnya itu secara sukarela. terlepas dari distribusi hak pada awalnya. atau jika Jane secara hukum berhak untuk menikmati ketenangan dan ketentraman di rumahnya sendiri. dapat mengatasi sendiri masalah eksternalitas yang muncul diantara mereka. maka keduanya akan dapat mencapai suatu kesepakatan yang memungkinkan Dick terus memelihara Spot. hukum berpihak pada Jane. Sebaliknya. Dalam kasus ini. . Meskipun demikian. Pada akhirnya. Andaikata nilai keuntungan Dick lebih besar daripada kerugian Jane. namun hasil akhirnya tidak akan berubah. karena distribusi awal itulah yang menentukan distribusi kesejahteraan ekonomi. dapat disimpulkan bahwa : Teorema Coase menyatakan bahwa pelaku-pelaku ekonomi pribadi/swasta. Dick dapat menawarkan sejumlah imbalan kepada Jane agar ia dapat terus memelihara anjingnya. Jane secara hukum dapat menggugat Dick agar menyingkirkan anjingnya. Dalam kasus ini. Dick hanya akan terus memelihara anjingnya jika nilai keuntungannya melebihi nilai kerugiannya. maka Dick yang harus memberi imbalan.berisik itu. Menurut teorema Coase. kita berasumsi bahwa Dick dapat memelihara Spot dengan bebas. Terlepas dari distribusi hak pada awalnya. Misalkan saja. Jika Dick yang memiliki hak awal untuk memelihara Spot. Jadi. jika Jane yang mempunyai hak awal untuk hidup tenang. Dick dan Jane tetap berpeluang mencapai kesepakatan. sehingga Jane tidak bisa mengganggu gugat. Jadi. Artinya. pihak-pihak yang berkepentingan selalu berpeluang mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. maka Jane lah yang harus memberi imbalan dalam kesepakatan yang mereka buat. Lantas bagaimana jika ternyata hukum berpihak pada Jane. kesepakatan tetap dapat dibuat dalam rangka mengatasi masalah eksternalitas. dan merupakan pemecahan yang efisien. karena tidak ada pengaruhnya terhadap kemampuan pasar dalam mencapai hasil yang efisien. Namun dalam kedua kasus ini. distribusi awal hak atau perlindungan hukum itu tidak menjadi persoalan. soal distribusi hak itu bukannya sama sekali tidak relevan.

yakni dengan secara langsung mewajibkan para pembuat keputusan (produsen atau konsumen) menanggung segenap biaya atau akibat yang ditimbulkan oleh prilaku atau tindakan mereka. Contohnya adalah penerapan pajak Pigovian terhadap polusi. maka pemerintah perlu turun tangan. Narnun dalam prakteknya. seandainya mereka dapat melakukan tawar menawar secara bebas (tanpa biaya). sehingga kini mereka menjadi kekuatan utama dalam melindungi kelestarian lingkungan hidup. Hanya perusahaan yang memiliki izin yang boleh menciptakan polusi. banyak kendala yang tidak memungkinkan berlangsungnya tawar menawar itu. Penanggulangan polusi juga dapat dilakukan melalui penerbitan izin polusi terbatas. para anggota masyarakat dapat mengatasi sendiri masalah eksternalitas. tanpa keterlibatan pemerintah. Kekuatan pasar jika dapat diarahkan secara tepat dapat menjadi resep yang paling mujarab untuk mengatasi kegagalan pasar. Kedua cara ini pada dasarnya merupakan upaya internalisasi ekstemalitas polusi.BAB IV KESIMPULAN Dalam beberapa kasus. Kalau orang-orang tidak adanya eksternalitas itu dapat menyelesaikan menjadi alasan sendiri masalah untuk sepenuhnya eksternalitas yang mereka hadapi. maka mereka akan dapat mencapai kesepakatan bersama. dan melaksanakannya bersama-sama pula sehingga tercapai suatu alokasi yang efisien. Namun tidaklah mencampakkan kekuatan pasar. . Dalam prakteknya peran kelompok-kelompok pecinta lingkungan terus meningkat. itupun dalam kadar yang terbatas. Salah satu diantaranya adalah terlalu banyak pihak yang berkepentingan. Menurut teorema Coase. Pemerintah dapat mengatasi persoalan eksternalitas itu tanpa meninggalkan pasar.