P. 1
Korelasi Antara Tingkat Kesegaran Jasmani (Physical Fitness) dan Kesehatan Mental (Mental Hygiene) Dengan Prestasi Belajar Pendidikan Jasmani (Penjas) Siswa Kelas V SDN 2 Pegulon Kendal Tahun Pelajaran 2004-2005

Korelasi Antara Tingkat Kesegaran Jasmani (Physical Fitness) dan Kesehatan Mental (Mental Hygiene) Dengan Prestasi Belajar Pendidikan Jasmani (Penjas) Siswa Kelas V SDN 2 Pegulon Kendal Tahun Pelajaran 2004-2005

|Views: 10,150|Likes:
Published by adee13
Korelasi Antara Tingkat Kesegaran Jasmani (Physical Fitness) dan Kesehatan Mental (Mental Hygiene) Dengan Prestasi Belajar Pendidikan Jasmani (Penjas) Siswa Kelas V SDN 2 Pegulon Kendal Tahun Pelajaran 2004/ 2005
Korelasi Antara Tingkat Kesegaran Jasmani (Physical Fitness) dan Kesehatan Mental (Mental Hygiene) Dengan Prestasi Belajar Pendidikan Jasmani (Penjas) Siswa Kelas V SDN 2 Pegulon Kendal Tahun Pelajaran 2004/ 2005

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: adee13 on Mar 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2013

Sebagai aktivitas yang komplek dan bertujuan, kegiatan belajar

memiliki sejumlah dasar yang harus dipatuhi agar kegiatan tersebut dapat

mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Dimyati dan Mudjiono (1994:

40-47), ada beberapa prinsip belajar yang harus diperhatikan, yaitu :

1. Perhatian dan motivasi, perhatian terhadap pelajaran bagi siswa akan

membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya, apabila perhatian alami tidak

muncul siswa perlu dibangkitkan perhatiannya.

2. Keaktifan, menurut teori kognitif belajar menunjukkan adanya jiwa yang

sangat aktif, jiwa mengolah informasi yang kita terima, tidak sekedar

menyimpannya saja tanpa mengadakan transpormasi.

3. Keterlibatan langsung / pengalaman, siswa dalam belajar jangan diartikan

keterlibatan fisik semata, namun lebih dari itu terutama adalah keterlibatan

mental emosional, kognitif dalam pencapaian dan perolehan pengetahuan.

8

4. Pengulangan, belajar merupakan pembentukan hubungan stimulus dan respon,

serta pengulangan terhadap pengalaman yang menimbulnya respon benar.

5. Tantangan, bahwa kebenaran siswa dalam situasi belajar berada dalam

layanan psikologis. Dalam arti situasi belajar siswa menghadapi tujuan yang

ingin dicapai, tetapi didalam hambatan mempelajari bahan dalam belajar,

maka timbulah motif untuk mengatasi hambatan tersebut dalam

mempelajarinya (Teori Medan “Field Theory” Kurt Lewin).

6. Balikan dan penguatan, siswa akan bersemangat dalam belajar apabila

mengetahui dan mendapatkan hasil yang baik.

7. Perbedaan individual, siswa merupakan individual yang unik artinya tidak ada

2 orang siswa yang sama persis, tiap siswa memiliki perbedaan satu dengan

yang lain yang berupa pada karakteristik psikis, kepribadian, dan sebagainya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->