METODE PERBAIKAN TANAH LUNAK

1. Ciri – ciri Tanah Lunak 1.1 Lanau (Silt)

Tanah lanau memiliki kekuatan geser undrained yang rendah yaitu sekitar 10 – 20 kPa untuk tanah lanau yang lunak dan 4 – 10 kPa untuk tanah lanau yang sangat lunak. Tingkat plastisitasnya rendah dan memiliki permeabilitas yang tinggi sehingga penurunan konsolidasi terjadi begitu cepat. 1.2 sekitra Lempung (Clay) , namun plastisitas tanah lempung tinggi.

Tanah lempung memiliki tegangan geser dan permeabilitas yang rendah Karena koefiesien permeabilitas tanah lempung yang rendah, penurunan konsolidasi tanah lempung terjadi sangat lama. 1.3 Tanah Organik (Tanah Gambut)

Tanah organik biasanya berbau tumbuhan atau kayu yang sudah membusuk. Tanah disebut tanah gambut bila tingkat organiknya mencapai lebih dari 75% dan memiliki kadar air alamiah yang sangat tinggi. Tanah gambut merupakan salah satu tanah yang sulit sekali untuk diperbaiki. 1.4 Tanah Berpasir

Pasir yang dalam keadaan lepas yang mempunya nilai N-SPT kurang dari 10. 2. Masalah Yang Timbul Pada Tanah Lunak Masalah yang sering kali timbul akibat tanah lunak adalah daya dukung yang rendah, penurunan yang tinggi dan liquifaksi. Liquifaksi terjadi pada pasir yang jenuh air dan lepas. Pasir ini bersifat seperti cairan dengan kuat gesernya nol sehingga daka dukung tanahnya hilang. Bila terjadi gempa, akan berbahaya bagi struktur diatasnya karena pasir tidak stabil dan bergerak kearah horisontal.

preloading atau vacuum. . 6. Keuntungan dari vertical drain dengan menggunakan bahan sintesis adalah: 1. Kualitas vertikal drain sintesis lebih seragam.1 Vertical Drain dan Preloading/Vacuum Metode vertical drain digunakan untuk mempercepat laju penurunan konsolidasi pada tanah lempung jenuh air dengan permeabilitas rendah dengan cara memperpendek lintasan pengaliran dalam lempung. air pori pada tanah lempung akan keluar melalui kolom-kolom pasir atau bahan sintensis yang digunakan. Lebih ekonomis. Dengan metode vertical drain. 9. 5.1. Fungsi dari preloading adalah untuk memberi beban tambahan kepada tanah dibawahnya agar proses pengeluaran air pori dari tanah dapat berlangsung lebih cepat. 7. 2. Metode Perbaikan Tanah Lunak 3. Lebih cepat pemasangannya. Vertical drain dapat menggunakan kolom-kolom pasir atau kerikil yang mempunyai permeabilitas tinggi atau dengan menggunakan bahan sintesis. Kontaminasi partikel halus jauh lebih kecil. 4.1 Tanah Berbutir Halus 3. 3. Menahan deformasi yang besar tanpa menghilangkan fungsinya. Meniadakan kontrol kualitas pasir dilapangan. Menjamin jalur drainase yang kontinyu. Sedangkan vacuum berfungsi untuk menyedot air pori dari tanah lempung jauh lebih cepat daripada preloading dan beban vacuum dapat mencapai 80 kPa atau setara dengan 4 – 5 m preloading.3. Gangguan tanah akibat pemasangan lebih kecil. Metode vertical drain tidak akan efektif tanpa adanya 8. Alat-alat pemasangan lebih ringan.

1. sehingga proses pencampuran dilakukan berlapis-lapis.1 .1 Vertical Drain dan Preloading Gambar 3. Kolom yang dihasilkan dari metode deep soil mixing mempunyai sifat permeabilitas rendah dan perbaikan pada daya dukung tanah atau kekuatan geser tanah.Gambar 3. 3.3 3.2 Deep Soil Mixing Metode deep soil mixing menggunakan batang mixer yang dibor kedalam tanah dan mengeluarkan cairan pengikat (slurry) dari lubang pada batang tersebut.2.1. Batang mixer akan berputar dan mencampurkan slurry dengan tanah pada saat batang diangkat.2 Injection Grouting Vibroflotation Tanah Berbutir Kasar 3.2 Vertical Drain dan Vacuum 3.

Langkah Metode Vibroflotation 3. tanah yang dibuat lubang akan dipadatkan.Metode vibroflotation merupakan metode perbaikan tanah yang digunakan untuk memperbaiki tanah lepas berbutir kasar. Jet yang terdapat di bawah vibroflot dinyalakan dan vibroflot mulai memasuki lapisan tanah permukaan. 3. Metode dynamic compaction dilakukan dengan menjatuhkan beban sebesar 15 – 40 ton dengan .2 Dynamic Compaction Dynamic compaction adalah metode yang digunakan untuk meningkatkan kepadatan tanah. Proses ini akan memadatkan tanah untuk mendapatkan berat jenis tanah yang diinginkan. Gambar 3. Pasir/kerikil kemudian dimasukan ke dalam lubang dan air yang keluar dari jet yang berada dibawah vibroflot ditransferkan ke jet yang berada diatas. Di atas dan di bawah alat vibroflot terdapat jet air yang digunakan ketika memasuki lapisan tanah yang akan dilubangi. Proses pemadatan ini di bagi menjadi 4 langkah: 1. 2. 4.2. Jet air mendorong tanah dan mempermudah vibroflot udah memasuki lapisan tanah dalam.3 m dan bergetar sekitar 30 detik/angkat. Dengan bantuan jet air tersebut. pasir/kerikil dialirkan ke bawah lubang. Metode ini menggunakan alat vibroflot (alat penggetar).. Dengan vibroflot. Dengan pelan – pelan vibroflot diangkat sekitar 0.

Dampak dari beban berat yang dijatuhkan diatas permukaan tanah membantu untuk memadatkan tanah. Gelombang gaya dari beban tersebut bisa menyampai kedalaman 10. tinggi jatuh hammer dan jarak antar titik jatuh hammer. gelombang gaya akan meningkatkan tekanan air pori yang kemudian disusul oleh pemadatan tanah. Pada tanah non-kohesif.jarak jatuh 10 – 40 m berulang kali diatas tanah dengan jarak interval antar titik jatuh yang sudah ditentukan. Untuk tanah lempung.. metode ini harus dilakukan bersama dengan metode vertical drain. Pada tanah kohesif.Dynamic Compaction untuk Tanah Berbutir Kasar . Jatuhan pertama dari beban tersebut mempunyai pengaruh yang sangat signifikan dan menembus sampai kedalaman tanah yang sangat dalam.6 m. Gambar 3. gelombang gaya menimbulkan likuifaksi yang kemudian disusul oleh pemadatan tanah. Metode dynamic compaction sangat efektif untuk tanah berbutir lepas yang mengalami liquifaksi. Tingkat kepadatan metode dynamic compaction dipengaruhi oleh berat hammer. Tekanan air pori adalah tekanan pada air yang diperangkap diantara partikel batu dan tanah.

Pada daerah yang luas. Setelah konstruksi stone column selesai dibuat. Ukuran batu – batuan yang dipakai sekitar 6 – 40 mm dengan diameter stone column sekitar 0. kedalaman efektif stone column adalah 6 – 10 m. Lubang diisikan batu – batuan yang dipadatkan seiring dengan keluarnya alat vibroflot dari dalam lubang. permukaan tanah harus diisi dengan bahan pengisi sebelum dipadatkan untuk pembangunan pondasi.5 m – 3 m.. namun konstruksi stone column pernah sampai pada kedalaman 31 m. 3.3 Kedua Jenis Tanah 3.75 m dan jarak antar lubang adalah 1.3.2 Jet Grouting . Metode stone column bekerja lebih efektif ketika digunakan untuk menstabilkan daerah luas yang lapisan tanah bawahnya memiliki kekuatan geser undrained sekitar 10 – 15 kN/m2 dibandingkan dengan memperbaiki daya dukung tanah pada struktur pondasi.1 Stone Column Metode stone column digunakan pada pondasi dangkal di tanah lempung untuk meningkatkan daya dukung tanah.5 m – 0.3. Metode ini menggunakan alat vibroflot untuk membuat lubang sampai pada lapisan tanah keras.Dynamic Compaction untuk Tanah Berbutir Halus (Vertical Drain) 3.Gambar 3.

terutama pada perawatan daya dukung tanah pada bangunan baru atau bangunan yang sudah ada. Hasil dari jet grouting tergantung pada perputaran alat bor. Cairan dengan tekanan yang sangat tinggi dikeluarkan dari 1 atau lebih lubang pada alat bor. distribusi butiran tanah dan konfigurasi jet (single. Metode ini sangat penting untuk stabilitas pondasi.Metode jet grouting dilakukan dengan memasukan cairan pengikat dengan tekanan yang sangat tinggi dengan kecepatan yang tinggi juga. Konfigurasi Single Jet Cairan pengikat(slurry) Double Jet Triple Jet Slurry + udara Slurry + udara + air . Lubang dengan diameter kecil (100 – 200 mm) dibor sampai kedalaman yang sudah ditentukan. 3. 2. Cairan pengikat tersebut akan merusak struktur tanah dan mencampurkan tanah tersebut dan membentuknya menjadi suatu massa homoginius yang akan berubah menjadi keras. tipe tanah. Alat bor diputar untuk membentuk kolom tanah-semen. Proses jet grouting dilakukan sebagai berikut: 1. Materimateri tanah yang berlebihan (tidak tercampur dengan cairan pengikat) harus dikeluarkan dari lubang. tekanan cairan jet. double atau triple).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful