P. 1
modul perkembangan Peserta didik (temperamen)

modul perkembangan Peserta didik (temperamen)

|Views: 4,697|Likes:
Published by Armin Badawi

More info:

Published by: Armin Badawi on Mar 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

MODUL 1

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK

Hakikat Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Sebagian perubahan-perubahan yang terjadi pada diri seseorang merupakan bagian dari pertumbuhan dan perkembangannya, sedangkan sebagian lagi dari perubahan-perubahan itu tidak ada kaitannya sama sekali. Seifert dan Haffnung membendakan tiga tipe (domain) perkembangan yaitu: Perkembangan fisik mencakup pertumbuhan biologis. Misalnya, pertumbuhan otak, otot, tulang serta penuaan dengan berkurangnya ketajaman pandangan mata dan berkurangnya kekuatan otototot. Perkembangan kognitif mencakup perubahan-perubahan dalam berpikir, kemampuan berbahasa yang terjadi melalui proses belajar. Perkembangan psikososial berkaitan dengan perubahan-perubahan emosi dan identitas pribadi individu, yaitu bagaimana seseorang berhubungan dengan keluarga, teman-teman dan gurugurunya. Ketiga domain tersebut pada kenyataannya saling berhubungan dan saling berpengaruh. Sejak tahun 1980-an semakin diakui pengaruh keturunan terhadap perbedaan individu. Menurut Santrok (1992) semua aspek dalam perkembangan dipengaruhi oleh faktor genetik. Aspek-aspek yang paling banyak diteliti sehubungan dengan pengaruh genetik ini ialah kecerdasan dan temperamen. Arthur Jensen (1969) melontarkan pendapatnya bahwa kecerdasan itu diwariskan, dengan pengaruh yang sangat minimal dari lingkungan dan budaya. Menurut Jensen pengaruh keturunan terhadap kecerdasan sebesar 80 persen, sedangkan menurut ahli lain sebesar 50 persen. Temperamen adalah gaya perilaku atau karakteristik dalam merespons lingkungan. Ada bayi yang sangat aktif dengan menggerak-gerakan tangan, kaki dan mulutnya dengan keras, ada pula yang lebih tentang. Ada bayi yang merespons orang lain dengan hangat, ada pula yang pasif dan acuh tidak acuh. Menurut Thomas & Chess (1991) ada tiga dasar temperamen yaitu yang mudah, yang sulit dan yang lambat untuk dibangkitkan. Beberapa ahli perkembangan berpendapat bahwa temperamen adalah karakteristik bayi yang baru lahir yang akan dibentuk dan dimodifikasi oleh pengalamanpengalaman masa kecil yang ditemui dalam lingkungannya. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa terdapat interaksi antara keturunan dan lingkungan dalam terjadinya perkembangan. Menurut Santrok dan Yussen (1992) perkembangan adalah pola gerakan atau perubahan yang dimulai sejak saat pembuahan dan berlangsung terus selama siklus kehidupan. Pola gerakan ini kompleks dan merupakan produk dari beberapa proses yaitu: biologis, kognitif dan sosial. Pembagian waktu dalam perkembangan disebut fase-fase perkembangan. Santrok dan Yussen membaginya atas lima fase yaitu: fase pranatal (saat dalam kandungan); fase bayi (sejak lahir sampai umur 18 atau 24 bulan), fase kanak-kanak awal sampai umur 5 - 6 tahun, kadang-kadang disebut fase pra sekolah; fase kanak-kanak tengah dan akhir, sampai umur 11 tahun, sama dengan usia sekolah dasar terakhir fase remaja yang merupakan transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa awal, antara umur 10/13 sampai 18/22 tahun. Erik H. Erikson yang melahirkan teori perkembangan afektif mengemukakan bahwa perkembangan manusia adalah sintesis dari tugas-tugas perkembangan dan tugas-tugas sosial. Perkembangan afektif menurut Erikon terdiri dari delapan fase: 1. 2. 3. 4. Trust vs, Mistrust/kepercayaan dasar (0;0 - 1;0) Autonomy vs. Shame and Doubt/otonomi (1;0 - 3;0) Initiative vs. Guilt/inisiatif (3;0 - 5;0) Industry vs. Inferiority/produktivitas (5;0 - 11;0)

5. 6. 7. 8.

Identity vs. Role Confusion/identitas(12;0 - 18;0) Intimacy vs. Isolation/keakraban (19;0 - 25;0) Generativiy vs. Self Absorption/generasi berikut (2;5 - 45;0) Integrity vs. Despair/integritas (45;0 ...)

Jean Piaget membagi perkembangan kognitif atas empat fase: 1. 2. 3. 4. Sensor motorik (0;0 - 2;0) Pra operasional (2;0 - 7;0) Operasional konkret (7;0 - 11;0) Operasional formal (11;0 - 15;0)

Robert J. Havighurst mengemukakan bahwa pada usia-usia tertentu seseorang harus mampu melakukan tugas-tugas perkembangan. Kemampuan merupakan keberhasilan yang memberikan kebahagiaan serta memberi jalan bagi tugas-tugas berikutnya, dan terdiri dari tugas perkembangan; 1. 2. 3. 4. 5. 6. Masa kanak-kanak (usia bayi dan usia TK) Masa anak (usia SD) Masa remaja Masa dewasa awal Masa setengah baya Masa tua

Menurut Havighurst setiap tahap perkembangan individu harus sejalan dengan perkembangan aspek-aspek lainnya, yaitu fisik, psikis, emosional, moral dan sosial.

Hukum-Hukum Perkembangan Dalam perkembangan manusia terdapat hukum-hukum yang diperoleh melalui penelitian, kajian teori dan praktek. Carol Gestwicki (1995) mengemukakan bahwa: 1. 2. 3. 4. Dalam perkembangan terdapat urutan yang dapat diramalkan. Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya. Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal. Perkembangan itu maju berkelanjutan dan semua aspek-aspeknya merupakan kesatuan yang saling mempengaruhi. 5. Perkembangan itu maju berkelanjutan dan semua aspek-aspeknya merupakan kesatuan yang saling mempengaruhi. 6. Setiap individu berkembang sesuai dengan waktunya masing-masing. 7. Perkembangan berlangsung dari yang sederhana kepada yang kompleks, dari yang umum kepada yang khusus. Menurut Sutterly Donnely (1973) terhadap 10 prinsip dasar pertumbuhan. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pertumbuhan adalah kompleks, semua aspek-aspeknya berhubungan sangat erat. Pertumbuhan mencakup hal-hal kuantitatif dan kualitatif. Pertumbuhan adalah proses yang berkesinambungan dan terjadi secara teratur. Pada pertumbuhan dan perkembangan terdapat keteraturan arah. Tempo pertumbuhan tiap anak tidak sama. Aspek-aspek berbeda dari pertumbuhan, berkembang pada waktu dan kecepatan berbeda. Kecepatan dan pola pertumbuhan dapat dimodifikasikan oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik. 8. Pada pertumbuhan dan perkembangan terdapat masa-masa krisis. 9. Pada suatu organisme akan kecenderungan untuk mencapai potensi perkembangan yang maksimum. 10. Setiap individu tumbuh dengan caranya sendiri yang unik. Belajar adalah perubahan perilaku sebagai fungsi pengalaman. Di dalamnya tercakup perubahanperubahan afektif, motorik dan kognitif yang tidak dihasilkan oleh sebab-sebab lain.

Albert Bandura (1969) menjelaskan sistem pengendalian perilaku Belajar adalah perubahan perilaku sebagai fungsi pengalaman. Didalamnya tercakup perubahan-perubahan afektif, motorik dan kognitif yang tidak dihasilkan oleh sebab-sebab lain. Albert Bandura (1969) menjelaskan sistem pengendalian perilaku. Stimulus control. Perilaku yang muncul di bawah pengendalian stimulus eksternal, seperti bersin, bernafas dan mengedipkan mata. Outcome control. Perilaku yang dilakukan untuk mencapai hasilnya, berorientasi pada hasil yang akan dicapai. Symbolic control. Perilaku yang diarahkan oleh katakata yang dirumuskan, atau diarahkan oleh antisipasi yang diimajinasikan dari hasil yang akan dicapai. Beberapa ide umum tentang pengalaman belajar: 1. Keterlibatan dalam pengalaman belajar mempunyai pengaruh penting terhadap pembelajaran. 2. Suasana yang bebas dan penuh kepercayaan akan menunjang kehendak peserta didik untuk mau melaksanakan tugas sekalipun mengandung risiko. 3. Strategi yang mendalam dapat dipergunakan namun pengaruh penting terhadap beberapa aspek, seperti; usia, kematangan, kepercayaan dan penghargaan terhadap orang lain. 4. Pada umumnya pembelajaran berpengaruh kepada hal-hal khusus seperti menghargai orang lain dan bersikap hati-hati kepada yang baru dikenal. 5. Terdapat banyak pengaruh yang dapat dipelajari melalui model (orang tua dan guru) sedang peserta didik berusaha menirunya. Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, di sekolah dalam situasi-situasi antara pribadi. Kepada guru diharapkan untuk menyadari bahwa setiap orang mempunyai cara yang tertentu untuk mempelajari informasi baru agar tercapai semaksimum mungkin. Pengalaman belajar seseorang sangat erat kaitannya dengan gaya belajar, cara belajarnya, yang dipengaruhi oleh berbagai variabel, yaitu faktor-faktor fisik, emosional, sosiologis dan lingkungan. Pada awal pengalaman belajar, langkah pertama yang perlu dilakukan ialah mengenali modalitas kita masing-masing yaitu bagaimana menyerap informasi dengan mudah. Apakah modalitas kita visual, yaitu belajar melalui apa yang dilihat, apakah auditorial yaitu belajar melalui apa yang didengar, apakah kinestetik, yaitu belajar melalui gerak dan sentuhan. Dalam mengajar, guru hendaknya mampu mengomunikasikan materi dan menyampaikan informasi dengan menggunakan berbagai metode mengajar agar setiap anak dapat menyerap dan memahaminya untuk kemudian digunakan pada saat diperlukan. Hal ini hanya dapat dicapai bila guru mengetahui karakteristik murid-muridnya yang visual, yang auditorial maupun yang kinestik. Konsepsi pengajaran tradisional yang mementingkan perkembangan intelektual kemudian berubah. Sekolah yang modern lebih memperhatikan seluruh pribadi anak itu, baik mengenai segi emosi, sosial, jasmani maupun segi intelektualnya. Sekolah berusaha dengan sengaja mengembangkan semua aspek pribadi anak dengan memberikan bahan pelajaran yang sesuai dan dengan cara penyampaian yang bervariasi. Sebenarnya pribadi anak itu tidak dapat dipecah-pecah beberapa bagian yang terpisah-pisah. Dalam segala tindakannya manusia itu bersikap sebagai suatu keseluruhan yang utuh.

MODUL 2
KARAKTERISTIK ANAK USIA SD

Pertumbuhan Fisik atau Jasmani 1. Perkembangan fisik atau jasmani anak sangat berbeda satu sama lain, sekalipun anakanak tersebut usianya relatif sama, bahkan dalam kondisi ekonomi yang relatif sama pula. Sedangkan pertumbuhan anak-anak berbeda ras juga menunjukkan perbedaan yang

terlalu banyak larangan karena terlalu mencintai anaknya. budaya. anak disuruh melakukan sesuatu di luar kesanggupannya menyesuaikan diri dengan lingkungan. 4. usia. orang lain yang sering kali bertemu dan bergaul juga memegang peranan penting pada perkembangan emosional anak. kebugaran jasmani. pergaulan dan pembinaan orang tua. antara lain kesehatan gizi. psikiatri. Nutrisi dan kesehatan amat mempengaruhi perkembangan fisik anak. Namun sering kali juga adanya tindakan orang tua yang sering kali tidak dapat mempengaruhi perkembangan emosional anak. sering kali mendapat marah bahkan sampai menderita siksaan jasmani. 2. suka menekan dan selalu menghukum anak sekalipun anak membuat kesalahan sepele juga dapat mempengaruhi keseimbangan emosional anak. Perkembangan emosional juga dapat dipengaruhi oleh adanya gangguan kecemasan. lingkungan. (c) sebagai alat untuk membina hubungan sosial. misalnya bertalian dengan kesehatan penglihatan (mata). biasanya orang tua berkonsultasi dengan para ahli. Fungsi dan tujuan berbicara antara lain: (a) sebagai pemuas kebutuhan. dan lain-lain. Misalnya sangat dimanjakan. Perkembangan emosional berbeda satu sama lain karena adanya perbedaan jenis kelamin. 3. Perkembangan Intelektual dan Emosional 1. Perkembangan intelektual anak sangat tergantung pada berbagai faktor utama. Sedangkan dari pihak orang tua yang menyebabkan stres pada anak biasanya kurang perhatian orang tua. Perbedaan perkembangan emosional tersebut juga dapat dilihat berdasarkan ras. Olahraga juga merupakan faktor penting pada pertumbuhan fisik anak. lingkungan yang menunjang. Stres juga dapat disebabkan oleh penyakit. panas. Oleh karena itu orang tua selalu memperhatikan kebutuhan utama anak. tidak memiliki kemampuan mental dan kurang aktif dalam pergaulan maupun dalam berkomunikasi dengan teman-temannya. (b) sebagai alat untuk menarik orang lain. Akan tetapi sikap orang tua yang sangat keras. 2.menyolok. Oleh karena itu bahasa berkembang setahap demi setahap sesuai dengan pertumbuhan organ pada anak dan kesediaan orang tua membimbing anaknya. penerimaan lingkungan serta berbagai pengalaman yang bersifat positif selama anak melakukan berbagai aktivitas dalam masyarakat. etnik dan bangsa. perlakuan orang tua terhadap anak.5 bulan. gigi. 3. kebiasaan hidup dan lain-lain. Anak yang kurang berolahraga atau tidak aktif sering kali menderita kegemukan atau kelebihan berat badan yang dapat mengganggu gerak dan kesehatan anak. Akibat terganggunya perkembangan intelektual tersebut anak kurang dapat berpikir operasional. kesehatan dan kebugaran jasmani yang dapat dilakukan setiap hari sekalipun sederhana. pergaulan dan pembinaan orang tua maupun guru di sekolah. misalnya dokter anak. Orang tua yang bijak selalu membimbing anaknya untuk belajar berbicara mulai dari yang sederhana sampai anak memiliki keterampilan berkomunikasi dengan mempergunakan bahasa. Sebaliknya anak yang memperoleh makanan yang bergizi. keadaan ekonomi orang tua. Dalam mengatasi berbagai masalah yang sering kali dihadapi oleh orang tua dan anak. keamanan dan kekacauan yang sering kali timbul. Orang tua harus selalu memperhatikan berbagai macam penyakit yang sering kali diderita anak. rasa takut dan faktor-faktor eksternal yang sering kali tidak dikenal sebelumnya oleh anak yang sedang tumbuh. lingkungan. Hal ini antara lain disebabkan perbedaan gizi. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan pertumbuhan anak menjadi lamban. 6. psikolog dan sebagainya. antara lain kebutuhan gizi. (d) sebagai alat untuk . Perkembangan Bahasa Bahasa telah berkembang sejak anak berusia 4 . Dengan berkonsultasi tersebut orang tua akan dapat melakukan pembinaan anak dengan sebaik mungkin dan dapat menghindarkan segala sesuatu yang dapat merugikan bahkan memperlambat perkembangan mental dan emosional anak. frustasi dan ketidakhadiran orang tua. Perlakuan saudara serumah (kakak-adik). 4. 5. kurang berdaya dan tidak aktif. perlakuan orang tua serta kebiasaan hidup yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.

2. (b) anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain. perbedaan fisik juga dapat diidentifikasi dari segi kesehatan anak. (b) konsisten. (f) sebagai alat kontrol diri. (b) memberikan motivasi kepada anak. 4. (c) sebagai penguat motivasi. (e) motivasi untuk belajar dan berlatih dan (f) bimbingan dari orang tua. Aspek perkembangan tersebut di antaranya adalah pada aspek perkembangan fisik.mengevaluasi diri sendiri. maupun aspek kemampuan. Faktor yang menonjol dalam membentuk kemampuan kognitif adalah faktor pembentukan lingkungan alamiah dan yang dibuat. (c) konstruktif. yaitu: (a) anak cengeng. si A pada usia 7 tahun sudah bisa membuat suatu karangan yang bersifat aplikasi dari suatu konsep. Perbedaan individual seorang anak akan terjadi pada setiap aspek perkembangan anak itu. 5. berat. (b) kesiapan mental. Misalnya. Di samping adanya berbagai dukungan tersebut juga terdapat gangguan perkembangan berbicara bagi anak. Namun demikian. (d) impresional artinya tidak ditujukan kepada pribadi anak melainkan kepada perbuatannya. karena pengaruh berbagai faktor. Potensi anak berbicara didukung oleh beberapa hal. Kepada orang tua sangat dianjurkan bahwa selain memberikan bimbingan juga harus mengajarkan bagaimana anak bergaul dalam masyarakat dengan tepat. Piaget dan Kohlberg masing-masing mempunyai pandangan tersendiri tentang perbedaan pada aspek perkembangan moral. bersosialisasi atau perbedaan kemampuan kognitif. Perbedaan pada aspek perkembangan fisik jelas terlihat dari perbedaan bentuk. moral. conventional morality dan post-conventional morality. antara lain: (a) memiliki nilai pendidikan. (c) memperkuat perilaku dan (d) memberikan dorongan agar anak berbuat lebih baik lagi. (f) untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Perbedaan kemampuan seorang anak bisa mencakup perbedaan dalam berkomunikasi. (e) harus disertai alasan. Yaitu: (a) kematangan alat berbicara. dan tinggi badan. intelektual. Sedangkan perbedaan pada aspek perkembangan intelektual dapat dilihat sejalan dengan tahapan usia. Terdapat bermacam hadiah yang sering kali diberikan kepada anak. Selain itu. tetapi si B pada usia yang sama belum bisa melakukan hal yang dilakukan A. dan Sikap 1. Sosial. kemampuan anak pun meningkat. (g) diberikan pada tempat dan waktu yang tepat. Fungsi hadiah bagi anak. Syarat pemberian hukuman adalah: (a) segera diberikan. kemampuan di antara anak-anak tersebut bisa berbeda. 4. dan dituntut menjadi teladan yang baik bagi anak. yaitu tahap hambatan moralitas dan moralitas kerja sama sedangkan Kohlberg melukiskan 3 tingkatan alasan moral. (d) kesempatan berlatih. 2. mengembangkan keterampilan anak dalam bergaul dan memberikan penguatan melalui pemberian hadiah kepada ajak apabila berbuat atau berperilaku yang positif. Perkembangan Moral. (b) fungsi pendidikan. 3. Hadiah tersebut diberikan dengan maksud agar pada kemudian hari anak berperilaku lebih positif dan dapat diterima dalam masyarakat luas. Jenis-Jenis Kebutuhan Anak Usia SD . Fungsi hukuman yang diberikan kepada anak adalah: (a) fungsi restruktif. (e) untuk dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan orang lain. (c) adanya model yang baik untuk dicontoh oleh anak. 3. yaitu pra-conventional morality. Piaget mempunyai pandangan bahwa moralitas berkembang pada 2 tahap utama. MODUL 3 PERBEDAAN INDIVIDUAL DAN JENIS KEBUTUHAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR Perbedaan Individual Anak Usia SD 1. yaitu yang berupa materiil dan non materiil.

Perkembangan fisik pada siswa usia sekolah menengah ditandai dengan adanya perubahan bentuk. Indikator perilaku intelegen menurut Witherington antara lain: a. Di antaranya adalah aliran nativisme. 2. Dalam pandangan yang lain. dan kasih sayang. digunakan penggolongan kebutuhan oleh Lindgren (1980) berupa 4 tingkatan kebutuhan yaitu kebutuhan jasmaniah. 2. perhatian. Kemampuan nyata dapat disebut sebagai prestasi belajar. kebutuhan untuk memiliki dan aktualisasi diri. Perkembangan pemikiran sosial dan moralitas nampak pada sikap berkurangnya egosentrisme. disiplin dapat digunakan. Siswa SLTP dan SMU juga telah mempunyai pemikiran politik dan keyakinan yang lebih rasional. . kepribadian. Efisiensi dalam berbahasa. dan tinggi badan. dan konvergensi. 5. 4. berat. Terdapat berbagai mazhab atau aliran dalam pendidikan yang membahas faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Perkembangan intelektual siswa SLTP ditandai dengan berkembangnya kemampuan berpikir formal operasional. Namun demikian. yaitu: 1. Cole dan Bruce (1959) membagi kebutuhan menjadi 2 golongan yaitu kebutuhan fisiologis dan psikologis. "dorongan". Selain hal itu. d. Urie Bronfenbrenner menyatakan ada 4 tingkatan pengaruh lingkungan seperti. atau "motif" pada kehidupan sehari-hari sering digunakan secara bergantian. Sedangkan dorongan atau motif merupakan kebutuhan tingkat tinggi yang bersifat psikologis. 4. Kebutuhan lebih mengacu pada keadaan di mana seseorang terdorong melakukan sesuatu karena adanya kekurangan pada jaringan-jaringan di dalam dirinya yang lebih bersifat fisiologis. Papalia dan Olds (1992:7-8) menyebutkan faktor internal dan eksternal yang telah memberi pengaruh besar terhadap perkembangan anak. perbedaan individual siswa sekolah menengah dibedakan berdasarkan perbedaan dalam kemampuan potensial dan kemampuan nyata. Kemudahan dalam mengingat. Hormon testoterone dan estrogen juga turut mempengaruhi perkembangan fisik. c. Sedangkan A. Maslow (1954) membagi kebutuhan menjadi 7 tingkatan atau jenjang dari yang mendasar hingga kebutuhan yang paling kompleks. Sedangkan pandangan konvensional menyatakan bahwa ada 3 faktor dominan yang mempengaruhi perkembangan siswa SLTP dan SMU. MODUL 4 PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH MENENGAH Karakteristik Perkembangan Anak Usia Sekolah Menengah Ada beberapa butir penting yang dipaparkan dari Kegiatan Belajar 1 ini. 3. Sedangkan DeCecco dan Grawford (1974) mengajukan 4 sikap guru dalam memberikan dan meningkatkan motivasi siswa. kemampuan mengingat dan memproses informasi cukup kuat berkembang pada usia ini 3. meso dan exo yang membentuk pribadi anak. Secara garis besar. perbedaan individu dikategorikan menjadi 2. Banyak ahli di bidangnya melakukan penggolongan terhadap aspek-aspek kebutuhan. Hurlock (1978) menyatakan bahwa dalam pemenuhan beberapa kebutuhan anak. Perbedaan Individu dan Kebutuhan Anak Usia Sekolah Menengah 1. Istilah "kebutuhan". 2. dan pada umumnya bisa dikatakan sama intinya. sikap dan kebiasaan belajar.1. yaitu perbedaan secara fisik. perkembangan fisik pada usia ini ditandai pula dengan munculnya ciri-ciri kelamin primer dan sekunder. Selain itu. yaitu pembawaan. Kecepatan dalam pengamatan. dan psikis. Perbedaan secara psikis meliputi perbedaan dalam tingkat intelektualitas. secara konsep ada perbedaan di antaranya. Dalam kaitannya dengan perbedaan individu pada anak usia SD. lingkungan dan waktu. empirisme. 3. Kemudahan dalam menggunakan bilangan. sistem mikro. b. minat.

kebiasaan makan. pendidikan dan latihan serta hobi-hobi aktivitas fisik. Need for dominance f. kemampuan mental. dan model peran. Autonomy needs d. motivasi untuk berkembang. 1. cognitive styles. Conteraction e. 6. Menurut Murray. berpendapat bahwa perkembangan orang dewasa semata-mata tergantung pada faktor lingkungan. dan informasi yang dimiliki. dan cekatan dengan tenaga yang cukup besar. opinios. Perkembangan fungsi aspek-aspek fisik orang dewasa terus berjalan sesuai dengan jenis pekerjaan. 2. Kualitas kemampuan berpikir kelompok dewasa muda terus berkembang lebih meluas atau komprehensif dan mendalam. Exhibition g. semakin tinggi kualitas kemampuan berpikir. Gage dan Berlinier (1984:165) mempunyai pandangan tentang kepribadian sebagai berikut. Kemudian kebutuhan psychogenic dibagi lagi menjadi 20 kebutuhan. MODUL 5 PERKEMBANGAN ORANG DEWASA Karakteristik Perkembangan Orang Dewasa Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda terhadap materi yang telah Anda pelajari. kemampuan motorik. Bekerja untuk pengembangan karier merupakan tuntutan dan karakteristik utama dari masa dewasa. characters and morals. 4. Menurut aliran nativisme. bacalah rangkuman berikut ini. Aliran empirisme. Imajinasi. adalah seperti ini: a. Perbedaan individual Orang Dewasa . 4. Semakin tinggi dan luas ilmu pengetahuan. Aliran konvergensi menyatakan bahwa perkembangan orang dewasa ditentukan oleh faktor pembawaan dan lingkungan. 1. emotional responses. attitudes.e. 3. 4. 5. Pada masa dewasa. f. motives as well as his or her temperament. perkembangan orang dewasa ditentukan oleh faktor yang dibawa sejak lahir (pembawaan/hereditas). Usia dewasa merupakan usia yang secara fisik sangat sehat. Need for aggression c. kebiasaan hidup. beliefs. orang dewasa mengubah pemikiran-pemikiran moral menjadi perbuatan moral. Kekuatan dan kesehatan ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi. dan pemeliharaan kesehatan. Sex. Kemudahan dalam memahami hubungan. 3. Perkembangan ini tergantung pada pengetahuan dan informasi yang dikuasai. kebutuhan individu dibagi menjadi 2 kelompok besar. Personality is the integration of all of persons traits abilities. Faktor-faktor yang mempermudah perkembangan orang dewasa adalah kekuatan fisik. 2. Kebutuhan yang cenderung dominan pada siswa sekolah menengah berdasarkan 20 kebutuhan menurut konsep Murray. Need for affiliation b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Orang Dewasa Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda terhadap materi yang dibahas kegiatan belajar ini. bacalah rangkuman berikut ini. Melalui pengalaman moral. yaitu viscerogenic dan psychogenic. kuat. berlangsung pengalaman moral.

Hubungan sosial di masa lalu (Rotter & Sullivan). 2. Kebutuhan afiliasi 10. Kebutuhan merendah 14. Kesadaran pribadi dalam mempertahankan dan mengembangkan dirinya (Stern). Kebutuhan intrasepsi 11. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan individual orang dewasa adalah faktor lingkungan. e. Kebutuhan heteroseksual 18. Pandangan subjektif terhadap partisipasinya dengan lingkungan (Rullo May). 4. Hubungan sosial di masa lalu (Rotter & Sullivan). 2. Cita-cita dan hasrat (Alfred Adler). Kemampuan membaca situasi atau kerangka berpikir (Lewin). 4. 2. Kebutuhan memberi bantuan 15. 1. Kebutuhan ketekunan 17. Kebutuhan memperlihatkan diri 8. Kebutuhan otonomi 9. 1. Kebutuhan berprestrasi 2. pembawaan dan pengalaman. MODUL 6 IMPLIKASI KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK TERHADAP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN . Kebutuhan Biologis Kebutuhan Rasa Aman Kebutuhan Sosial Kebutuhan akan Harga Diri Kebutuhan untuk Berbuat yang Terbaik. c. 3. Kebutuhan-kebutuhan Orang-Orang Dewasa Lima tingkatan kebutuhan menurut Maslow: 1. Kebutuhan berprestrasi 5. Kebutuhan agresi. 3. Kebutuhan untuk melakukan aktivitas Kebutuhan untuk menyenangkan orang lain Kebutuhan untuk mencapai hasil Kebutuhan untuk mengatasi kesulitan.Untuk meningkatkan pemahaman Anda terhadap materi yang disajikan dalam Kegiatan Belajar 3. f. kepribadian. Kebutuhan keteraturan 7. 3. Kebutuhan dominan 13. b. bacalah rangkuman berikut ini. Unsur-unsur perbedaan individu yang disebabkan oleh perbedaan lingkungan dan pembawaan adalah perbedaan dalam minat. Kebutuhan orang dewasa menurut Murray dan Edwards. Penerimaan orang dewasa terhadap pengaruh lingkungan (pengalaman) ditentukan oleh: a. 4. Kebutuhan rasa hormat 6. Kebutuhan orang dewasa menurut Morgan: 1. h. 5. serta g. Kadar rasa harga diri (Kunkel). Kebutuhan orang dewasa menurut Murray dan Edwards. Kebutuhan perubahan 16. Kebutuhan berlindung 12. dan kecakapan (kecerdasan). d. Kekuatan daya pendukung The IQ dan daya kendali dari super ego serta besarnya dorongan kompleks terdesak (Freud). Kebutuhan rasa hormat 3.

1. mengembangkan kegiatan pembelajaran yang memberikan pengalaman yang konkret atau langsung dalam membangun konsep. Mulai timbulnya ciri-ciri sekunder. atau norma dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan orang dewasa.15 tahun untuk memperoleh pendidikan serta untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia hingga mencapai minimal kelas 3 SLTP. bacalah rangkuman berikut! 1. Kecenderungan ambivalensi antara keinginan menyendiri dengan keinginan bergaul dengan orang banyak serta antara keinginan untuk bebas dari dominasi dengan kebutuhan bimbingan dan bantuan dari orang tua. mengembangkan kata hati. Tugas perkembangan tersebut menurut guru untuk: i. memungkinkan siswa berpindah atau bergerak dan bekerja atau belajar dalam kelompok. belajar menjalankan peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin e. SD Pamong. guru hendaknya mengembangkan pembelajaran yang mengandung unsur permainan. SD Luar Biasa baik negeri maupun swasta. SD Terpadu. 4. membina hidup sehat. c. Oleh karena itu. Mulai mempertanyakan secara skeptis mengenai eksistensi (keberadaan) dan sifat kemurahan dan keadilan Tuhan. melaksanakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bergaul dan bekerja dengan teman sebaya sehingga kepribadian sosialnya berkembang.Kegiatan Belajar 1 Pendidikan Bagi Anak Usia Sekolah Dasar Untuk memantapkan pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. g. f. 4. Reaksi dan ekspresi emosi masih labil. 6. belajar bergaul dan bekerja dalam kelompok. . Timbulnya keinginan untuk mempelajari dan menggunakan bahasa asing. Pendidikan di SD merupakan jenjang pendidikan yang mempunyai peranan sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu. Program wajib belajar ini bertujuan untuk meningkatkan pemerataan kesempatan bagi setiap anak yang berusia 7 . 7. pemerintah menetapkan pelaksanaan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. 2. k. belajar membaca. 3. 5. nilai-nilai etika. Pendidikan Bagi Anak Usia Sekolah Menengah Karakteristik yang menonjol pada anak usia sekolah menengah adalah sebagai berikut. d. senang bekerja dalam kelompok. j. 2. serta l. menguasai keterampilan fisik yang diperlukan dalam permainan dan aktivitas fisik. menciptkaan lingkungan teman sebaya yang mengajarkan keterampilan fisik. menulis. serta senang merasakan/ melakukan sesuatu secara langsung. mencapai kemandirian pribadi. Karakteristik anak usia SD adalah senang bermain. Adanya kekurangseimbangan proporsi tinggi dan berat badan. melaksanakan pembelajaran yang dapat mengembangkan nilai-nilai sehingga siswa mampu menentukan pilihan yang stabil dan menjadi pegangan bagi dirinya. 3. Jenis penyelenggaraan pendidikan pada jenjang sekolah dasar meliputi Sekolah Dasar (SD) baik negeri maupun swasta. moral. Senang membandingkan kaidah-kaidah. dan nilai-nilai h. SD Kecil. dan menghitung agar mampu berpartisipasi dalam masyarakat. Menurut Havighurst tugas perkembangan anak usia SD adalah sebagai berikut: a. b. memperoleh sejumlah konsep yang diperlukan untuk berpikir efektif. serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran. senang bergerak. dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) baik negeri maupun swasta..

9. Jelas faktor-faktor seperti orientasi tugas akan berdampak langsung pada kemampuan anak untuk memperoleh hasil dari pengalaman belajar. e. Satuan pendidikan pada tingkat SLTP meliputi rumpun SLTP (SLTP negeri dan swasta. dan SLTP Terbuka). 1984). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Seorang anak dengan rentang perhatian yang pendek dan yang sangat impulsif kemungkinan akan mengalami kesulitan dalam situasi belajar baik di rumah atau di kelompok pra-sekolah (Tizard dan Hughes. d. c. pengaruh temperamental lain akan memiliki efek yang lebih langsung pada pencapaian akademis. serta f. Madrasah Tsanawiyah (Mts) negeri dan swasta. SMP Kecil. Pada anak yang lebih tua Keogh (1982) telah mengidentifikasi model tiga faktor temperamen yang berhubungan dengan perilaku di sekolah dan yang memiliki implikasi untuk belajar. Other temperamental influences will have more indirect effects on academic attainment. Ujian Persamaan SLTP. Direct effect of temperament on development Langsung pengaruh temperamen terhadap perkembangan A child with a short attention span and who is very impulsive is likely to experience difficulties in learning situations either at home or at pre-school groups (Tizard and Hughes. In older children Keogh (1982) has identified a three factor model of temperament that is related to behaviour in school and which has implications for learning. Menerapkan pendekatan pembelajaran yang memperhatikan perbedaan individual atau kelompok kecil. serta Pondok Pesantren. Meningkatkan kerja sama dengan orang tua dan masyarakat untuk mengembangkan potensi siswa. Menerapkan model pembelajaran yang memisahkan siswa pria dan wanita ketika membahas topik-topik yang berkenaan dengan anatomi dan fisiologi. Contoh ini menunjukkan bahwa perbedaan temperamental mungkin memiliki dampak luas pada perkembangan kognitif anak-anak dan sosial melalui dampaknya terhadap kontrol perilaku dan responsivitas. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bertanggung jawab. The factors are Task Orientation. Diniyah Wustho.8. dan Madrasah Aliyah negeri dan swasta. SLTP Luar Biasa (Sekolah Luar Biasa dan SLTP Terpadu). For example. Satuan pendidikan pada tingkat SLTA meliputi Sekolah Menengah Umum (SMU). Personal-Sosial Fleksibilitas dan Reaktivitas. dan Pendidikan Luar Sekolah (Paket B. Personal-Social Flexibility and Reactivity. dan Pendidi Di sini kita akan mempertimbangkan apakah perbedaan temperamental terkait dengan aspek lain dari perkembangan anak-anak. Harus ditekankan bahwa temperamen berkaitan dengan perbedaan individu dan oleh karena itu berdampak pada pusat-pusat pengembangan hubungan antara temperamen dan variasi dalam pengembangan kognitif anak-anak dan sosial. Menyalurkan hobi dan minat siswa melalui kegiatan-kegiatan yang positif. Ada beberapa cara di mana ini bisa terjadi dan ini akan dipertimbangkan secara bergantian. Menjadi teladan atau contoh. 1984). reactivity is more likely to influence pupil±teacher and pupil±pupil interaction and thereby the social context within which learning takes place. dan SLTP Terbuka). Sebagai contoh. It must be emphasized that temperament is concerned with individual differences and therefore the impact on development centres on associations between temperament and variations in children's cognitive and social development. Faktorfaktor yang Tugas Orientasi. There are several ways in which this can occur and these will be considered in turn. Clearly factors such as task orientation will have a direct impact on the child's ability to gain from learning experiences. Kepribadiannya sudah menunjukkan pola tetapi belum terpadu. reaktivitas lebih mungkin untuk mempengaruhi murid-guru dan interaksi murid-murid dan dengan demikian konteks sosial di . SMP Kecil. Satuan pendidikan pada tingkat SLTP meliputi rumpun SLTP (SLTP negeri dan swasta. SLTP Luar Biasa (Sekolah Luar Biasa dan SLTP Terpadu). Kecenderungan minat dan pilihan karier sudah relatif lebih jelas. This example shows that temperamental differences may have a pervasive effect on children's cognitive and social development through their impact on behavioural control and responsivity. dan Pondok Pesantren). Madrasah Tsanawiyah (Mts) negeri dan swasta. b. Karakteristik tersebut menuntut guru untuk: a.

(Lerner. rekan-rekan atau guru). oleh pengaruh perilaku perusahaan telah pada pengasuh (Sameroff dan Fiese. A child who is very low on adaptability and very high on rhythmicity using will have a more aversive experience if cared for by parents who are very erratic in their pattern of child care. One of the most extensive research studies with this goodness of fit orientation is that of Lerner and colleagues: Salah satu studi penelitian yang paling luas dengan orientasi kebaikan fit adalah bahwa dari Lerner dan rekan: The 'goodness of fit' concept emphasizes the need to consider both the characteristics of individuality of the person and the demands of the social environment. 1990). Direct effect of child temperament on parents Langsung pengaruh temperamen anak pada orang tua One of the central concepts in current thinking about child development is that of the child influencing its own development. peers or teachers). yang lebih penting untuk anak muda. 510) (Lerner. There have been several temperament theorists who have taken this position. The same child will be well suited to parents who are more regular in their routines of eating and sleeping. sebagai diindeks misalnya dengan harapan atau sikap orang lain yang signifikan kunci dengan siapa orang berinteraksi (orang tua misalnya. hal 510..mana pembelajaran terjadi. as indexed for instance by expectations or attitudes of key significant others with whom the person interacts (eg parents. Seorang anak yang sangat rendah pada adaptasi dan sangat tinggi pada rhythmicity menggunakan akan memiliki pengalaman yang lebih tidak menyenangkan jika dirawat oleh orang tua yang sangat tidak menentu dalam pola pengasuhan anak mereka. termasuk orangtua. Ada seuntai pemikiran terkait dengan studi temperamen yang telah menekankan bahwa pentingnya perbedaan individu dalam temperamen harus dipertimbangkan dalam kaitannya dengan lingkungan tertentu. Dengan model ini anak memainkan peran penting dalam memproduksi pengalaman sendiri baik secara langsung melalui seleksi sendiri kegiatan tetapi. The 'baik kecocokan konsep menekankan kebutuhan untuk mempertimbangkan baik karakteristik individualitas orang tersebut dan tuntutan lingkungan sosial. 1990). If a person's characteristics of individuality match. Sebaliknya. (1989) . tuntutan konteks sosial tertentu maka interaksi positif dan penyesuaian yang diharapkan. Ada beberapa teori temperamen yang telah mengambil posisi ini. et al. by the influence its behaviour has upon caretakers (Sameroff and Fiese. This suggests that the impact of temperament on development has to be analysed as an interaction between the child's characteristics and features of the environment including parenting. Bell (1968) dan Sameroff dan Chandler (1975) secara luas diakui sebagai membawa model transaksional kedepan. (1989) discussed some of the evidence concerning temperament and maternal employment outside the home. Anak yang sama akan cocok untuk orang tua yang lebih teratur dalam rutinitas mereka makan dan tidur. Jika karakteristik seseorang pertandingan individualitas. In contrast. 1989. atau pas. 1989. p. Under this model the child plays a significant role in producing its own experiences both directly by its own selection of activities but. et al. the demands of a particular social context then positive interactions and adjustment are expected. ie not just being a passive receiver of externally determined experiences. or fit. negative adjustment is expected to occur when there is a poor fit between the demands of a particular social context and the person's characteristics of individuality. Sebagai ilustrasi dari pengertian tentang kebaikan kesesuaian antara temperamen anak dan perilaku orangtua et al Lerner. Salah satu konsep sentral dalam pemikiran terkini tentang perkembangan anak adalah bahwa anak yang mempengaruhi perkembangannya sendiri. yaitu tidak hanya menjadi penerima pasif dari pengalaman eksternal ditentukan. Hal ini menunjukkan bahwa dampak dari temperamen terhadap pembangunan harus dianalisis sebagai interaksi antara karakteristik anak dan fitur dari lingkungan. more importantly for the young child. Bell (1968) and Sameroff and Chandler (1975) are widely recognized as bringing this transactional model to the fore. selisih negatif diperkirakan akan terjadi ketika ada kecocokan miskin antara tuntutan konteks sosial tertentu dan karakteristik seseorang individualitas. Indirect effect via 'goodness of fit' Efek tidak langsung 'via' baik kecocokan There has been a strand of thinking linked with the study of temperament that has emphasized that the significance of individual differences in temperament has to be considered in relation to specific environments.) As an illustration of this notion of the goodness of fit between the child's temperament and parental behaviour Lerner et al.

The first could be that mothers find the problems of rearing the child with difficult temperament too aversive and therefore opt to go out to work to avoid the hassles of daily child care. Kebaikan menyarankan pendekatan fit yang beroperasi proses ini akan tergantung pada kesesuaian antara temperamen anak dan toleransi ibu. in addition they suggest that there could be two plausible routes whereby difficult temperament could influence mothers' decisions on whether to work outside the home. di samping mereka menyarankan bahwa mungkin ada dua rute yang masuk akal dimana temperamen sulit bisa mempengaruhi keputusan ibu apakah akan bekerja di luar rumah. Namun. The Lerner and Galambos (1985) study also found that it seemed to be harder for parents to make satisfactory day-care arrangements for difficult infants. such as depression. However. Hyde et al. This study also found evidence that a mediating factor between infant temperament and maternal work outcome is maternal mood: difficult infants are likely to make mothers more depressed and diminish their sense of competence. The goodness of fit approach suggests that which of these processes operates will depend on the fit between the child's temperament and the mother's tolerance. seperti masuk ke rumah sakit. Rute kedua bisa bahwa anak sulit sangat tidak terduga dalam Surat makan dan tidur kebiasaan dan protes intens ketika dibiarkan dengan orang asing bahwa ibu merasa dibatasi untuk tidak pergi keluar untuk bekerja karena anak tidak bisa cocok dengan kendala eksternal yang diperlukan dari ibu menghadiri tempat kerja pada waktu yang tetap untuk jangka waktu tetap. Hyde et al. (2004) examined this possibility in a study which found that the consensus infant temperament judgements of fathers and mothers were still a good predictor of mothers' work outcomes. seperti depresi. sehingga mempengaruhi kinerja mereka. It will not be possible to predict the consequences of difficult temperament on the mother's decision to return to work with knowledge of her attitudes towards child rearing and towards time keeping at work.membahas beberapa bukti tentang temperamen dan kerja ibu di luar rumah. thus affecting their work performance. Tidak akan mungkin untuk memprediksi konsekuensi dari temperamen sulit pada keputusan ibu untuk kembali bekerja dengan pengetahuan tentang sikap ke arah membesarkan anak dan menjaga terhadap waktu di tempat kerja. Pre-school children repeatedly hospitalized are at risk for later educational and . Tentu saja berbagai macam tekanan sosial dan ekonomi akan mempengaruhi keputusan untuk bekerja di luar rumah. Lerner dan Galambos (1985) menemukan bahwa ibu dari anak-anak dengan temperamen sulit cenderung memiliki sejarah bekerja lebih terbatas daripada anak-anak lainnya. Lerner and Galambos (1985) found that mothers of children with difficult temperament tended to have more restricted work histories than other children. (2004) meneliti kemungkinan ini dalam sebuah studi yang menemukan bahwa keputusan konsensus temperamen bayi dari ayah dan ibu masih merupakan prediksi yang baik dari hasil kerja ibu. Tidak semua anak-anak sangat dipengaruhi oleh pengalaman spesifik menekankan. such as admission to hospital. Temperamen juga mungkin berhubungan dengan perbedaan dalam kerentanan terhadap stres. Yang pertama bahwa ibu bisa menemukan masalah membesarkan anak dengan temperamen sulit juga permusuhan dan karenanya memilih untuk pergi keluar untuk bekerja untuk menghindari kerepotan pengasuhan anak sehari-hari. Not all children are adversely affected by the experience of specific stresses. Satu masalah dengan temuan ini adalah bahwa 'laporan pada bayi mereka' ibu 'kesulitan' mungkin bias oleh faktor-faktor yang juga mempengaruhi kinerja kerja. Indirect effect via susceptibility to psychosocial adversity Efek tidak langsung melalui kerentanan terhadap kesulitan psikososial Temperament may also be related to differences in vulnerability to stress. The second route could be that the difficult child is so unpredictable in its eating and sleeping habits and protests intensely when left with unfamiliar people that the mother feels constrained not to go out to work because the child cannot fit in with the externally required constraints of the mother attending the work place at fixed times for fixed periods. Of course a wide variety of social and economic pressures will be influencing the decision to work outside the home. Para Lerner dan Galambos (1985) studi juga menemukan bahwa tampaknya lebih sulit bagi orang tua untuk membuat perjanjian penitipan memuaskan untuk bayi sulit. One problem with this finding is that mothers' reports on their infants' 'difficulty' may be biased by factors that also affect work performance. Penelitian ini juga menemukan bukti bahwa faktor mediasi antara temperamen bayi dan hasil kerja ibu adalah suasana hati ibu: bayi sulit cenderung membuat ibu lebih tertekan dan mengurangi rasa kompetensi mereka.

Sebagai anak-anak menjadi lebih mobile dan lebih mandiri mereka dapat memilih untuk diri mereka sendiri antara pengalaman alternatif. As children become more mobile and more independent they are able to select for themselves between alternative experiences. 1976). seperti peningkatan permintaan untuk perhatian orang tua atau menangis. misalnya. tetapi hanya jika mereka datang dari latar belakang sosial yang kurang beruntung (Quinton dan Rutter. there were indications that increases in fears. Ini mungkin menonjolkan karakteristik temperamental: menghindari bertemu orang lain mencegah anak dari sosial menjadi terampil dan karena itu lebih enggan untuk terlibat dalam perilaku sosial di masa depan. Ini mungkin memiliki dampak yang lebih luas pada pembangunan mereka. aktif. for example. kekhawatiran dan dikaitkan dengan tingkat tinggi Intensitas temperamental dan Mood Negatif diukur sebelum kedatangan anak kedua. pemalu. for example. perilaku '-menghambat anak mungkin menghindari pertemuan sosial. Most children respond to this event with some upsurge of behavioural disturbance. mungkin sebagai akibat dari lingkungan memilih mereka lebih berisiko untuk bermain masuk These alternative mechanisms for the impact of temperament on the environments the child experiences can be classified into three types of gene-environment correlation. However. presumably as a result of their selecting more risky environments to play in. Kebanyakan anak merespons acara ini dengan beberapa munculnya gangguan perilaku. Scarr dan McCartney (1983) telah menyarankan bahwa anak-anak genetik . active. Sebuah aspek penting dari model transaksional pembangunan adalah bahwa sebagai anak-anak menjadi semakin tua mereka datang untuk mempengaruhi berbagai lingkungan yang mereka hadapi dan pengalaman ini menciptakan. This may accentuate temperamental characteristics: the avoidance of meeting other people prevents the child from becoming socially skilled and therefore more reluctant to engage in social behaviour in the future. active children are more likely to experience accidents. anak-anak yang aktif lebih mungkin mengalami kecelakaan. ada indikasi bahwa perilaku 'ritual' kenaikan ketakutan. children with different temperament styles evoke different responses from the people they encounter. smiling infants are more likely to be smiled at and played with than passive unresponsive infants. During infancy. 1976). a shy. misalnya. Unfortunately their data do not suggest any clear pattern of any one aspect of temperament being more significant than any other. Pra-sekolah anak-anak berulang kali dirawat beresiko untuk kesulitan kemudian pendidikan dan perilaku. Dunn dan Kendrick (1982) telah menunjukkan bahwa respon anak yang lebih tua untuk kedatangan saudara baru secara sistematis berkaitan dengan temperamen mereka sebagai diukur sementara ibu mereka sedang hamil. Selama masa kanak-kanak. Which behavioural response is shown is related to prior temperament. such as an increase in demands for parental attention or in crying. anak-anak dengan gaya temperamen yang berbeda menimbulkan tanggapan yang berbeda dari orang yang mereka temui. It has proved more difficult to establish whether temperament does influence susceptibility to adverse experiences. Sebagai contoh. behaviourally-inhibited child may avoid social encounters. Namun. Dunn and Kendrick (1982) have shown that an older child's response to the arrival of a new sibling is systematically related to their temperament as measured whilst their mother was pregnant. bayi tersenyum lebih cenderung tersenyum dan bermain dengan bayi tidak responsif daripada pasif. For example. Hal ini terbukti lebih sulit untuk menentukan apakah temperamen tidak kerentanan pengaruh terhadap pengalaman buruk. Respon perilaku yang ditampilkan berhubungan dengan temperamen sebelumnya. This may have a wider impact on their development. Rutter (1982) has demonstrated the way impulsive. Sayangnya data mereka tidak menyarankan ada pola yang jelas dari satu aspek dari temperamen yang lebih penting dari yang lain. Scarr and McCartney (1983) have suggested that children's genetic make-up comes to influence the environments they experience through three routes. Indirect effect on range of experiences Tidak langsung berpengaruh pada berbagai pengalaman An important aspect of the transactional model of development is that as children become older they increasingly come to influence the range of environments they encounter and the experiences these create.behavioural difficulties but only if they come from socially disadvantaged backgrounds (Quinton and Rutter. worries and 'ritual' behaviours were associated with a high degree of temperamental Intensity and Negative Mood measured before the arrival of the second child. Mekanisme alternatif ini dampak dari temperamen terhadap lingkungan pengalaman anak dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis korelasi gen-lingkungan. Rutter (1982) telah menunjukkan jalan impulsif.

Depending on how children behave during these episodes. These can be illustrated for temperament. Ainsworth et al. 1978.). klasifikasi tidak aman kemudian dibagi lagi menjadi kategori 'avoidant' atau 'ambivalen'. Jenis ketiga adalah aktif gen-lingkungan korelasi yang timbul dari anak aktif mencari lingkungan yang sesuai dengan kecenderungan perilaku tersebut. Salah satunya adalah pasif gen-lingkungan korelasi yang dihasilkan ketika anak sedang dirawat oleh orang tua yang berbagi temperamen mirip dengan anak. Anak-anak dengan ambang rendah tanggap cenderung mencari lingkungan yang lebih ekstrim dan lebih mudah diprediksi. 1978). Since the formation of attachment is bound up with how an infant behaves towards the caregiver during the first year of life it would seem likely that infant temperament is a significant element. One is passive gene-environment correlations which are produced when the child is being cared for by parents who share similar temperaments to the child. The third type is active gene-environment correlation which arises from the child actively seeking environments that suit its behavioural predispositions. . The evocative effects will remain fairly constant. It is surprising. Tergantung pada bagaimana anak-anak berperilaku selama episode. Such parent±child pairs are likely to be creating experiences for the child which will be eliciting much aversive stimulation for the child. Children with a low threshold of responsiveness are likely to seek less extreme and more predictable environments. Clearly active gene-environment effects are likely to become dominant as the child has greater and greater freedom to select its own activities. Signifikansi penurunan efek pasif pentingnya dengan anak bertemu dengan jangkauan yang lebih luas dari sekedar orang terutama orang tua. Jelas aktif gen-pengaruh lingkungan cenderung menjadi dominan sebagai anak memiliki kebebasan lebih besar dan lebih besar untuk memilih kegiatan sendiri. Sebuah aspek penting dari perkembangan awal anak-anak adalah kualitas keterikatan mereka terhadap pengasuh mereka. Sebuah fitur penting dari teori Scarr dan McCartney adalah bahwa mereka mengusulkan bahwa sebagai anak menjadi lebih tua campuran korelasi ini akan berubah. secara luas digunakan standar menilai ini adalah prosedur laboratorium yang disebut 'Aneh Situasi Test' (SST. An important feature of the Scarr and McCartney theory is that they propose that as the child becomes older the mix of these correlations will change. The significance of passive effects decline in importance as the child encounters a wider range of people than just primarily the parents. Yang terdiri dari serangkaian perpisahan dan reuni anak. A widely-used. Lampiran dan temperamen An important aspect of children's early development is the quality of their attachment to their caregiver. Awalnya korelasi pasif dan menggugah akan mendominasi. These different attachment styles are seen as important because they are associated with variations in children's subsequent development. standardised way of assessing this is a laboratory procedure called the 'Strange Situation Test' (SST. pengasuh dan orang asing. Seorang anak dengan intensitas tinggi reaksi lebih mungkin daripada anak-anak lain yang akan dirawat oleh orang tua yang memiliki intensitas yang sama tinggi reaksi. lampiran aman umumnya dikaitkan dengan hasil yang lebih positif. A child with a high intensity of reaction is more likely than other children to be cared for by a parent who has a similarly high intensity of reaction. consisting of a series of separations and reunions of child. Cara. secure attachment is generally associated with more positive outcomes.. korelasi gen menggugah lingkungan tercipta saat perilaku anak jenis tertentu membangkitkan tanggapan dari wali. Hal ini diilustrasikan dalam contoh sebelumnya anak-anak bergaul membangkitkan rangsangan sosial yang lebih dari penjaga. their attachment is classified as either 'secure' or 'insecure'. Evocative gene environment correlations are created when the child's behaviour evokes specific types of responses from carers. Karena pembentukan lampiran terikat dengan bagaimana bayi berperilaku terhadap pengasuh selama tahun pertama kehidupan tampaknya mungkin bahwa temperamen bayi adalah elemen yang signifikan. Seperti orang tua-anak pasangan mungkin akan menciptakan pengalaman untuk anak yang akan memunculkan rangsangan permusuhan banyak untuk anak. Efek menggugah akan tetap cukup konstan. Ini dapat digambarkan untuk temperamen. Gaya ini lampiran yang berbeda yang dianggap penting karena mereka berhubungan dengan variasi dalam perkembangan selanjutnya anak-anak. This was illustrated in the earlier example of sociable children evoking more social stimulation from carers.make-up datang untuk mempengaruhi lingkungan yang mereka alami melalui tiga rute. lampiran mereka digolongkan sebagai 'aman' atau 'tidak aman'. Initially the passive and evocative correlations will dominate. caregiver and a stranger. Insecure classifications are further subdivided into 'avoidant' or 'ambivalent' categories. Ainsworth et al.

temperamen mereka dinilai dalam satu set laboratorium berbasis tugas. One feature of caregiver behaviour during child's first year that has been widely found to influence attachment quality is 'sensitivity' (De Wolff and Van IJzendoorn. 1999) lending support to a transactional model of the process. but here again few direct effects have been found (Egeland and Farber. and responds appropriately. however. 1984). It might be expected that caregiver personality differences would thus be found to be associated with infant attachment security. yaitu. What has been found. Hal ini mengejutkan. each infant's attachment security was assessed with the SST. keamanan setiap lampiran bayi dinilai dengan SST ini. sekali lagi. and then completed a brief teaching task with their infants. tetapi efek langsung di sini lagi beberapa telah ditemukan (Egeland dan Farber. 1988. dan kemudian menyelesaikan tugas mengajar singkat dengan bayi mereka. (2000) studied 102 mother-infant dyads in Michigan. adalah prediktor baik klasifikasi lampiran bayi '. only if their mothers also rated high on Constraint (self-control. Baik ibu maupun bayi karakteristik. Amerika Serikat. the extent to which the caregiver is attentive to the infant's state. bagaimanapun. Apa yang telah ditemukan. to examine the contributions of maternal and infant characteristics to infant attachment. Notaro dan Volling. Ketika bayi 8 bulan. 1988. Pada usia dua belas bulan. At twelve months of age. numerous studies have found no evidence that infant temperamental differences are associated directly with secure versus insecure attachment classifications in typical development (Goldsmith and Alansky.then. 1984). is that the combination of child and caregiver individual characteristics does predict attachment security (Belsky and Isabella. 1997). Neither mothers' nor infants' characteristics. untuk menguji kontribusi karakteristik ibu dan bayi ke lampiran bayi. 1999) dukungan pinjaman kepada sebuah model transaksional proses. perilaku negara bayi dan komunikasi . These secure infants were also rated low in the IBQ on activity level and the amount of distress they showed to novelty but. tetapi hanya jika ibu mereka juga menunjukkan emosi yang lebih positif . were good predictors of infants' attachment classification. conventionality) in the MPQ. diambil sendiri. Research Summary Ringkasan Penelitian Mangelsdorf et al. ketika efek gabungan dari kedua faktor ibu dan bayi yang diperiksa. kemudian. but only if their mothers also showed more positive emotionality. banyak penelitian tidak menemukan bukti bahwa perbedaan temperamental bayi berhubungan langsung dengan mengelompokkan lampiran aman versus tidak aman dalam pembangunan khas (Goldsmith dan Alansky. The researchers comment on these findings that: Para peneliti mengomentari temuan ini bahwa: The results of this investigation suggest that any individual characteristic of either child or mother may be less important than the relationship context within which that characteristic occurs. ditemukan bahwa bayi yang diklasifikasikan sebagai terpasang jika mereka menunjukkan lebih emosi positif dan reaksi takut sedikit dalam penilaian temperamen. again. konvensionalitas) di MPQ. USA. Mungkin diharapkan bahwa pengasuh perbedaan kepribadian demikian akan ditemukan terkait dengan keamanan bayi lampiran. taken alone. 1997). Namun. hanya jika ibu mereka juga dinilai tinggi pada Kendala (pengendalian diri. sejauh mana pengasuh yang memperhatikan. Mangelsdorf et al. Notaro and Volling. ibu-ibu mereka menyelesaikan kuesioner kepribadian (MPQ) untuk diri mereka sendiri dan kuesioner IBQ pada bayi mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik individu baik anak atau ibu . behaviour and communication. namely. their temperaments were assessed in a laboratory-based set of tasks. Salah satu fitur perilaku pengasuh selama tahun pertama anak yang telah banyak ditemukan untuk mempengaruhi kualitas lampiran adalah 'kepekaan' (De Wolff dan Van IJzendoorn. When the infants were 8 months old. it was found that infants were classed as securely attached if they showed more positive emotions and fewer fearful reactions in the temperament assessments. bahwa meskipun beberapa penelitian telah menemukan bahwa bayi lekas marah dan emosi negatif yang terkait dengan jenis avoidant dari lampiran tidak aman. Bayi ini aman juga dinilai rendah dalam IBQ pada tingkat aktivitas dan jumlah kesusahan mereka menunjukkan untuk hal-hal baru tapi. 1987). dan merespon dengan tepat. However. that although some research has found that infant irritability and negative emotionality are linked with the avoidant type of insecure attachment. 1987). their mothers completed personality questionnaires (MPQ) for themselves and IBQ questionnaires on their infants. when the joint effects of both mother and infant factors were examined. adalah bahwa kombinasi dari karakteristik anak dan pengasuh individu tidak memprediksi keamanan lampiran (Belsky dan Isabella. (2000) mempelajari 102 diad ibu-bayi di Michigan.

ayah atau nenek dan kakek. Bermacam-macam sifat yang dimiliki manusia. dia mampu dan menonjol. dan sebagainya. Temperamental variation influences the parent's response to the child. kikir. Ornag . Ada pula sebagian orang memiliki bakat serba ada. Seseorang umumnya memiliki bakat tertentu yang terdiri dari satu atau lebih kemampuan khusus yang menonjol dari bidang lainnya. matematika. Temperamen langsung dapat mempengaruhi aspek lain dari pembangunan. Temperament can influence a child's vulnerability to the adverse effects of life events. Bakat Bakat adalah kemampuan khusus yang menonjol di antara berbagai jenis kemampuan yang dimiliki seseorang. (2000) p. variasi temperamental mempengaruhi respon orangtua untuk anak. 188. keguruan. hemat dan sebagainya. Mangelsdorf et al. bakat. agama. Tetapi ada juga yang tidak memiliki bakat sama sekali. Summary Ringkasan y y y y y Temperament can directly influence other aspects of development. sosial. akan mudah menjadi gemuk. b. olahraga. FAKTOR TURUNAN (WARISAN) Turunan memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. warna kulit. Sifat-Sifat Sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang adalah salah satu aspek yang diwarisi dari ibu. Bila anak yang berpembawaan gemuk seperti ini. Temperamen dapat memiliki efek yang ditandai pada jenis dan berbagai pengalaman yang anak terkena. Kebaikan kesesuaian antara temperamen anak dan gaya orangtua dapat memiliki dampak pada lampiran anak dan penyesuaian sosial jangka panjang. Kemampuan khusus itu biasanya berbentuk keterampilan atau suatu bidang ilmu. Sifat-sifat tersebut dibawa manusia sejak lahir. tetapi sebaliknya sedikit saja ia makan. wajah seperti ayahnya. for example. misalnya kemampuan khusus (bakat) dalam bidang seni musik. Temperamen dapat mempengaruhi kerentanan anak untuk dampak buruk dari peristiwa kehidupan.mungkin kurang penting daripada konteks hubungan di mana karakteristik yang terjadi. raut muka. Demikian juga dengan rambut keriting. yaitu sekitar 5 tahun. artinya hampir semua bidang ilmu dan keterampilan. Temperament can have a marked effect on the type and range of experiences to which the child is exposed. Warisan (turunan atau pembawaan) tersebut yang terpenting. dia sukar menjadi kurus. variasi attentional memiliki dampak pada perkembangan kognitif. 188. Warisan atau turunan yang dibawa anak sejak lahir dari kandungan sebagian besar berasal dari kedua orang tuanya dan selebihnya berasal dari nenek dan moyangnya dari kedua belah pihak (ibu dan ayahnya). Misalnya sifat keras (pelawan atau bandel) sudah dapat dilihat sewaktu masih berumur kurang dari satu tahun. misalnya: penyabar. Ada yang dapat dilihat atau diketahui selagi anak masih kecil dan ada pula yang diketahui sesudah ia besar. seni suara. pemarah. bahasa. sifat-sifat atau watak dan penyakit. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN 16:33 Mon 11 May 2009. bagaimanapun berusaha untuk meluruskannya akhirnya akan kembali menjadi keriting. 1. Mangelsdorf et al. sedangkan sifat pemawah baru dapat diketahui setelah anak lanar berbicara. ekonomi. pemboros. rambut keriting dan berwarna kulit putih seperti ibunya. bagaimanapun susah hidupnya nanti. (2000) p. Ia lahir ke dunia ini membawa berbagai ragam warisan yang berasal dari kedua Ibu-Bapak atau nenek dan kakek. c. Misalnya ada anak yang memiliki bentuk tubuh gemuk seperti ibunya. misalnya. teknik. a. attentional variation has an impact on cognitive development. inteligensi. Bentuk Tubuh dan Warna Kulit Salah satu warisan yang dibawa oleh anak sejak lahir adalah mengenai bentuk tubuh dan warna kulit. artinya dalam semua bidang ilmu dan keterampilan dia lemah. Hal ini sesuai dengan hukum Mendel yang dicetuskan Gregor Mendel (1857). antara lain bentuk tubuh. The goodness of fit between a child's temperament and parental style can have an impact on the child's attachment and long-term social adjustment.

itu berasal dari kata Yunani charassein. kakek dari pihak ibu dan bapak. seorang ahli ilmu jiwa pada zaman Yunani kuno.seperti itu tergolong istimewa dan sanggup hidup di mana saja. Misalnya sifat-sifat orang bertubuh langsing. 2. d. Bakat (kemampuan khusus) sebagaimana halnya dengan inteligensi merupakan warisan dari orang tua. Yang menurut temperamen. Yaitu pengertian tentang: 1. Seseorang yang memiliki bakat tertentu sejak kecilnya. Kemudian berarti stempel atau gambaran yang ditinggalkan oleh stempel itu. yang berarti watak dan logos. 2) Temperamen. atau gorasan. Konstitusi jasmani ini berpengaruh juga pada tingkah laku orang itu. berasal dari kata karakter. artinya campuran. Warisan dapat dipupuk dan dikembangkan dengan bermacam cara terutama dengan pelatihan dan didukung dana yang memadai. 400 tahun sebelum Masehi. ILMU WATAK (KARAKTEROLOGI) Karakterologi adalah istilah Belanda. a) Ilmu ini memang telah lama sekali dikenal oleh manusia. nenek. 3) Watak ialah pribadi jiwa yang menyatakan dirinya dalam segala tindakan dan pernyataan dalam hubungannya dengan: Bakat Pendidikan Pengalaman dan Alam sekitarnya Ada beberapa tokoh yang membagi manusia menurut konstitusi jasmani. Ia adalah seorang murid Socrates. Pada umumnya anak-anak mempunyai bakat dapat diketahui orang tuanya dengan memperhatikan tingkah laku dan kegiatan anaknya sejak dari kecil. temperamen dan watak yaitu: a. dapat kita sebut antara lain: 1. keadaan jasmani yang secara fisiologis merupakan sifat-sifat bawaan sejak lahir. Galenus . Jadi temperamen berarti sifat laku jiwa. b) Sebenarnya ada perbedaan-perbedaan prinsipil yang sering dikacaukan saja. 1) Konstitusi jasmani ialah. Watak Karenaitu. Jadi tipe-tipe manusia menurut konstitusi jasmaninya. yang berarti (mula-mula) coretan. AKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN 16:34 Mon 11 May 2009. ini dari kata temper. Biasanya anak yang memiliki bakat dalam suatu bidang dia akan gemar melakukan atau membicarakan bidang tersebut. maka bakatnya tidak dapat berkembang. Yang menurut konstitusi jasmani. syaraf dan luka yang sulit kering (darah terus keluar). dan merupakan sifat-sifat yang khas. 2. Temperamen adalah sifat-sifat seseorang yang disebabkan adanya campuran-campuran zat di dalam tubuhnya yang juga mempengaruhi tingkah laku orang itu. namun tidak memperoleh kesempatan untuk mengembangkannya sebab tidak memiliki dana untuk latihan. dapat kita sebut antara lain: 1. Johann Gasper Lavater. di dalam menggolong-golongkan (mentipe) nanti juga atas tiga golongan ini. Gall. Temperamen jiga merupakan sifat-sifat yang tetap tidak dapat dididik. Hal seperti ini dikatakan bakat terpendam. seorang ahli filsafat terbesar di zamannya. juga ornag Jerman b. dan menurut wataknya. Ini telah lama sekali dikenal oleh manusia. seperti penyakit kebutuhan. Penyakit atau Cacat Tubuh Beberapa penyakit atau cacat tubuh bisa berasal dari keturunan. seorang Jerman 2. Konstitusi jasmani. asli dan tidak dapat diubah. Kata Belanda karakter. Jadi di sini kita menganggap bahwa tingkah laku manusia adalah pencerminan dari seluruh pribadinya. dalam hubungannya dengan sifatsifat kejasmanian. Yaitu telah sejak Plato. Penyakit yang dibawa sejak lahir akan terus mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak. tentu berbeda dengan sifat-sifat orang bertubuh gemuk dan sebagainya. Temperamen. yang berarti ilmu. menurut temperamennya. dan 3. Jadi karkaterologi dapat kita terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi ilmu watak.

tajam atau tidakkah? Membicarakan tentang tajam atau tidaknya kemampuan berpikir tidak lain kita membicarakan inteligensi (kecerdasan). Sehubungan dengan ini perlu diketahui lebih dahulu apakah intelek dan apakah inteligensi itu. mutah. empedu hitam (melanchole). Mungkin ada berbagai-bagai tingkatan kecerdasan. sabar dan sebagainya. tetapi dalam uraian ini hanya akan diutarakan beberapa tingkat kecerdasan anak kecil yang belum dapat berbahasa dan tingkat kecerdasan manusia. Menurut Hypocrates di dalam tubuh manusia hanya terdapat zat cair tersebut. lekas marah. lendir bersifat dingin 3. Intelek : (pikiran) dengan intelek ornag dapat menimbang. empedu hitam bersifat basah. selalu khawatir dan sebagainya. Yaitu: takut-takut. Disebut penggolongan temperamen karena Galenus membagi atas dasar campuran dari zat-zat cair yang terdapat pada tubuh manusia. mudah tersenyum. Sifatnya disebut melancholis. Yang masing-masing punya sifat-sifat sendiri-sendiri yaitu: 1. disebut cholerisi. 2) Kecerdasan anak-anak Yang dimaksudkan anak-anak di sini adalah anak-anak kecil lebih kurang umur 1 tahun dan belum dapat . Tiap-tiap orang mempunyai cara-cara sendiri. bahwa kecerdasan beringkattingkat. empedu kuning bersifat kering. selalu riang. Yaitu: lincah. dengan inteligensi fungsi pikir dapat digunakan dengan cepat dan tepat untuk mengatasi suatu situasi/untuk memecahkan suatu masalah. b. Pengertian tentang inteligensi: Andaikata pikiran kita umpamakan sebagai senjata. Jadi perbuatan cerdas dicirikan dengan adanya kesanggupan bereaksi terhadap situasi dengan kelakuan baru yang sesuai dengan keadaan baru. 1) Kecerdasan binatang Pada mulanya banyak orang berkeberatan digunakan istilah inteligensi pada binatang. darah (sangai) 2. Dengan lain perkataan inteligensi adalah situasi kecerdasan berpikir. menghubung-hubungkan pengertian satu dengan yang lain dan menarik kesimpulan. 2) Orang yang terlalu banyak lendir di dalam tubuhnya disebut orang flegmentisi. menguraikan. karena mereka hanya mau menggunakan istilah itu pada manusia saja. empedu kuning (choleri). Sifat orang itu disebut sanguinis. dan 4. Maka dapat dikatakan. INTELIGENSI (KECERDASAN) a. Sifatnya disebut choleris yaitu garang. c. Menurut hasil penyelidikan para ahli.2. 3) Orang yang terlalu banyak empedu kuning di dalam tubuhnya. Yang menurut watak antara lain: Tipe manusia menurut Galenus: a. di dalam tubuh manusia terdapat: 1. bagaimanakah kualitas dari senjata itu. darah bersifat panas 2. optimis. Kretschmer c. disebut orang sanguinisi. ternyata bahwa kecerdasan itu bertingkat-tingkat. dengan keadaan di luar dirinya yang biasa maupun yang baru. sifat-sifat perbuatan cerdas (inteligen). Pada umumnya inteligen ini dapat dilihat dari kesanggupannya bersikap dan berbuat cepat dengan situasi yang sedang berubah. mudah tersinggung dna sebagainya 4) Ornag yang terlalu banyak empedu hitam di dalam tubuhnya disebut melancholerisi. bersikap dingin. lendir (flegma) 3. pesimis. Berdasarkan 4 macam zat cair itu Galenus menggolongkan manusia ini juga atas 4 tipe: 1) Orang yang selalu banyak darah di dalam tubuhnya. yang menyelidiki dan menyimpulkan adanya zat-zat cair di dalam tubuh manusia. Tingkat-tingkat Kecerdasan : Kemampuan menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru tidak sama untuk tiap-tiap makhluk. Sifatnya disebut fragmatis. dan 4. Dasar pembagian Galenus Dasar pembagiannya itu didapat dari Hypocrates. Yaitu tenang. Menurut Galenus. Inteligensi : (kecerdasan pikiran). b. seorang tabib pada zaman Yunani. dan sebagainya.

1. Kecerdasan anak-anak dipelajari terutama berdasarkan percobaan yang telah dipraktekkan dalam menyelidiki kecerdasan binatang. manusia dapat membangun kebudayaan.Dengan bahasa. Dan IQ mereka bisa dikatakan cukup bagus. dengan kata lain: perkataan. 4 orang diantaranya mempunyai wajah yang kurang normal seperti manusia biasanya. Objek Penelitian Nama : TUTI LESTARI Sekolah : MAN Kisaran Kelas : 2 SMA Umur : 17 tahun Anak dari : Danil Nainggolan FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN 16:37 KEPRIBADIAN DAN PERKEMBANGAN Mon 11 May 2009. ternyata banyak sekali perbedaan pendapat para ahli psikologi mengenai isi dan batas-batas atau definisi kepribadian. manusia dapat membeberkan segala sesuatu. kemudian ia sendiri membuat satu definisi sehingga . bagaimana membuat dan bagaimana mempergunakan perkakas. manusia dapat berhubungan dengan sesama. baik dan juga suka menolong. Kalau mengaji suaranya juga bagus dan mereka juga rajin menolong ibunya. baik yang lalu. Beberapa hal yang merupakan ciri kecerdasan manusia antara lain: a) Pengguna bahasa Kemampuan berbahasa mempunyai faedah yang besar terhadap perkembangan pribadi. Perkakas mempunyai fungsi yang sama. Dibandingkan yang berwajah normal sngat lain. Gordon W. pelawan dan juga malas. wataknya keras kepala. manusia dapat menyatakan isi jiwanya (fantasi. baik mengenai barang-barang yang konkret maupun hal-hal yang abstrak . pendapat.Dengan bahasa. Tingkat kecerdasan mausia (bukan anak-anak) tidak sama dengan jera dan anak-anak.berbahasa. tapi sang Ibu berwajah normal seperti biasanya. .Dengan bahasa. Yang berwajah kkurang normal sifatnya rendah diri. Allport menemukan 49 definisi kepribadian. tetapi mempunyai pengertian yang lebih luas. Perkakas adalah objek yang telah dibuat/dibulatkan dan diubah sedemikian rupa sehingga dengan mudah dan dengan cara yang tepat dapat dipakai untuk mengatasi kesulitan atau mencapai suatu maksud. perbuatan cerdas manusia dicirikan dengan bagaimana mendapatkan. Mereka mempunyai watak sikap yang sangat jauh berbeda apalagi dalam bidang IQ (kecerdasan). ada rasa malu. Usaha-usaha memperbandingkan perbuatan kera dengan anak-anak kecil membantu para ahli dalam mengadakan penyelidikan terhadap kecerdasan anak. Tapi 2 orang lagi berwajah normal selayaknya manusia biasa. HASIL PENELITIAN Ada beberapa anak yang bernama Tuti Lestari dan 5 orang lagi adiknya. Masyarakat sekitar juga kurang suka pada sifat dan tingkah laku mereka. perasaan dan sebagainya). 3) Kecerdasan manusia Sesudah anak dapat berbahasa tingkat kecerdasan anak lebih tinggi daripada kera. . Perkakas adalah sifat.Dengan bahasa. tetapi semua alat merupakan perkakas. iQnya juga rendah. Alat merupakan perantara antara makhluk yang berbuat atau objek yang diperbuat. tingkat hubungannya selalu maju dan masalahnya selalu meningkat . diosekolah mereka selalu mendapatkan juara kelas. perkakas adalah merupakan sifat terpenting daripada kecerdasan manusia. PERBEDAAN PENGERTIAN KEPRIBADIAN Kalau kita mempelajari pengertian kepribadian. dan yang belum terjadi. b) Penggunaan perkakas Kata Bergson. yang sedang dialami. Faktor tersebut terjadi karena adanya turunan dari gen sang ayah yang berwajah kera (monyet).

karakter. Artinya. jiwa atau hanya jasmani saja tetapi organisasi itu mencakup semua kegiatan badan dan mental yang menyatu kedalam kesatuan pribadi yang berbeda dalam individu. kepribadian Jawa. Hal ini tidak terlepas dari pandangan hidup yang terdapat di Asia. ciri. Pendapat tersebut hanya dapat dijelaskan sepenuhnya dengan menelaah terlebih dahulu filsafat antropologi yang mendasarinya. Organisasi itu menentukan penyesuaian dirinya. b. selalu mengalami perubahan dan perkembangan. juga dikenal dengan adanya kepribadian Minangkabau. masyarakat serta situasi dan kondisi lingkungan. Pandangan filsafat mengenai manusia akan mewarnai pendapat seseorang mengenai bagian yang dianggap hakiki dari kepribadian dan pada akhirnya menentukan pengertian tentang kepribadian. Klien atau orang berkonsultasi psikologi disuruh berbaring santai sambil menggunakan segala sesuatu yang terlintas dalam pikirannya. Allport (1937) memberikan definisi kepribadian sebagai berikut : Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system that determine his unique adjustment to his environment. Merupakan suatu organisasi dinamis.W. dan lain-lain. sebagian besar ahli psikologis justru berpendapat bahwa ketidakseragaman pengertian kepribadian merupakan dorongan kuat untuk mengadakan penyelidikan dan penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan mengenai psikologi kepribadian. Di pihak lain. ³Kepribadian ialah organisasi sistem jiwa raga yang dinamis dalam diri individu yang menentukan penyesuaian dirinya yang unik terhadap lingkungannya´. fitrah yang telah dikotori oleh lingkungan dapat menjadi suci kembali. 2. Gordon W. realisasi dan perkembangan fitrah itu diwarnai oleh pengaruh ornag tua. Para ahli psikologi kepribadian berbeda pendapat mengenai bagian mana dari kepribadian itu yang paling hakiki atau terpenting. Kepribadian adalah sesuatu yang berdiri sendiri. karena pengaruh Islam pada abad pertengahan cukup besar di kalangan intelektual Barat. pendidikan. jiwa. bahkan sebelum lahir untuk mendapatkan ciri kepribadiannya. ukuran satuan atau unitnya dalam pengertian sifat.W. maka kepribadian adalah: a. yang pada hakikatnya Tuhanlah yang akan menentukan sikap dan nasib manusia. DEFINISI KEPRIBADIAN Pada dasarnya istilah kepribadian digunakan untuk pengertian yang ditujukan pada individu atau perorangan. Ucapak klien dianalisis secara mendalam untuk memahami dinamika kepribadiannya. c. terkesan lebih mendekati pandangan G. Dengan kata lain menelaah jawaban atas pertanyaan: ³Apakah sesungguhnya manusia itu?´. Kalau perlu diberi rangsangan dengan kata-kata tertentu. Fitrah manusia selain berkembang dengan sendirinya juga dipengaruhi oleh nilai-nilai dri lingkungannya. Riwayat hidup seseorang dianalisis secara mendalam sejak lahir. Leibniz. kebiasaan. dan sebagainya. yakni suatu perasaan keharusan pada manusia untuk berlaku susila.Leibniz. rohani. Kepribadian . moral. bahwa manusia merupakan sebagian dari kosmos atau makhluk Tuhan. Kepribadian Indonesia disamakan pengertiannya dengan manusia Indonesia. Term ini menunjukkan bahwa kepribadian itu tidak hanya terdiri atas mental. watak. Agama Islam mengenal istilah fitrah sebagai potensi dasar kejiwaan manusia yang mempunyai arti hampir sama dengan konsep monade dari G. Tidak hanya keseragaman dalam definisi dan terminologi kepribadian menimbulkan kesangsian pada beberapa pihak mengenai kemungkinan adanya satu ilmu pengetahuan tentang psikologi kepribadian. Pandangan Asia ini lebih menekankan segi etika dan rohaniah. selain dikenal adanya kepribadian si Fulan. Organisasi itu terdiri atas sistem-sistem psychiphysical atau jiwa raga.lengkap menjadi 50 definisi. organisasi atau sistem yang mengikat dan mengaitkan berbagai macam aspek atau komponen kepribadian. yang mempunyai kepribadian adalah individu. kepribadian Indoneis. yaitu suatu kebulatan keutuhan. Pandangan filsafat Asia mengenai kepribadian. Aktualisasi. tetapi juga sesuatu yang terbuka terhadap dunia sekitarnya. Apakah Leibniz dipengaruhi oleh pandangan Islam? Mungkin saja. Dengan melaksanakan ajaran Islam. sedangkan segi fisik kurang mendapat perhatian. Kemudian istilah kepribadian digunakan pula untuk kelompok individu atau masyarakat. kepribadian pegawai negeri. Kalau definisi tersebut dianalisis. Kenyataan adanya keanekaragaman justru menunjukkan kekayaan jiwa manusia. Organisasi tersebut dalam keadaan berproses. tingkah laku. Hal ini menyebabkan pesatnya penilaian kepribadian melalui tes-tes proyeksi. Dalam kepribadian selalu termuat pula elemen etis dan moral. artinya menunjukkan bahwa kepribadian dibentuk oleh kecenderungan yang berperan secara aktif dalam menentukan tingkah laku individu yang berhubungan dengan dirinya sendiri dan lingkungan masyarakat. semangat. baik disuruh menggambar atau disuruh menafsirkan gambar-gambar maupun melalui ekspresi tulisna dan karangan. yaitu kenyataan atau ekspresi kepribadian seseorang dipancing melalui gambar-gambar. sehingga menjadi tidak bersih.

sikap.adalah sesuatu yang terletak di belakang perbuatan khas yang berbeda dalam individu. bentuk tubuh. dan sebagainya. introvern. pembersih. c. Dengan kata lain dapat dikatakan kepribadian yang mencakup semua aktualisasi dari (penampilan) yang selalu tampak pada diri seseorang. periang. TIPE-TIPE KEPRIBADIAN Berdasarkan persamaan aspek kepribadian pada sejumlah orang tertentu. ekstravert dan sebagainya. rajin. Dari definisi diatas diperoleh pengertian sebagai berikut: a. penjorok dan sebagainya Kepribadian adalah keseluruhan aspek yang terdapat di dalam diri seseorang. rajin bekerja. Misalnya ada orang yang memiliki sifat pemarah tetapi jujur. kebiasaan. Orang ini besar dan kuat tubuhnya. suka berpakaian yang sederhana dan sebagainya. baik sifat-sifat maupun kebiasaan. Menurut Heymans Heymans memperoleh 7 macam tipe manusia yaitu: 1) Gapasioneerden (orang hebat): orang yang aktif dan emosional serta fungsi sekundernya kuat. Beberapa macam pembagiannya ialah: a. Tiap penyesuaian kepribadian tidak ada dua yang sama dan karena itu berbeda dengan penyesuaian kepribadian yang lain. maka para ahli mengadakan pembagian/penggolongan kepribadian manusia bermacam-macam tipe. merupakan bagian yang khas atau ciri-ciri dari seseorang. tidak emosional. Di samping itu. tingkah laku. penarik darah. senang berolahraga. 4) Nerveuzen (orang penggugup): orang yang tidak aktif dan fungsi sekundernya lemah tetapi emosinya kuat. kebiasaan. sukar mengendalikan diri. dan wajahnya selalu pucat 4) Melancholicus: empedu hitam (melanchole) yang lebih berpengaruh. walaupun seandainya dua kepribadian anak kembar berasal dari satu telur. Pembagian tersebut adalah: 1) Cholericus : Empedu kuning (chole) yang paling berpengaruh. Tiap-tiap penyesuaian terarah pada diri sendiri. d. karena temperamen dan watak adalah sebagian dari kepribadian. termasuk di dalam temperamen dan watak. pemalas. sikap kecakapan. Menurut Galenus Galenus seorang dokter bangsa Romawi (129 ± 199 M) membagi temperamen manusia menjadi 4 tipe berdasarkan jenis cairan yang paling berpengaruh pada tubuh manusia. tingkah laku. tabiat) adalah sifat-sifat yang berhubungan dengan nilai-nilai. Penyesuaian diri dalam hubungan dengan lingkungan itu bersifat unik. serta semua hal yang selalu muncul dari seseorang. . khas. Sifat-sifat emosional adalah bawaan (warisan/turunan). lingkungan masyarakat. Ini mengandung arti bahwa setiap orang memiliki cara yang khas atau penampilan yang berbeda dalanm bertindak atau bereaksi terhadap lingkungannya. pemalas. b. warna kulit dan sebagainya. tekun bekerja. suka menolong. misalnya jujur. pesimis. ukuran. emosional dan fungsi sekundernya kuat. merupakan suatu sistem (totalitas) dalam menentukan cara yang khas dalam mengadakan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Orang ini wajahnya selalu berseri-seri. TEMPERAMEN. 2) Cholerici (orang garang): orang aktif dan emosional tetapi fungsi sekundernya lemah 3) Sentimentil (orang perayu): orang yang tidak aktif. Orang ini pembawaannya tenang. Dengan demikian kepribadian mengandung arti yang lebih luas dari temperamen dan watak. atau khusus. bentuk-bentuk tubuh. WATAK DAN KEPRIBADIAN Temperamen adalah sifat-sifat yang berhubungan dengan Emosi (perasaan). periang. Bahwa kepribadian adalah organisasi yang dinamis. dan berjiwa kekanak-kanakan 3) Flegmeticus: lendis (flegma) yang paling berpengaruh. Aspek-aspek tersebut adalah mengenai psiko-fisik (rohani dan jasmani) antara lain sifat-sifat. yakni mempunyai ciri-ciri tersendiri dan tidak ada yang menyamainya. pemurung. artinya suatu organisasi yang terdiri dari sejumlah aspek/unsur yang terus tumbuh dan berkembang sepanjang hidup manusia. Semuanya tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi yang dimiliki seseorang. sehingga bersifat permanen dan tipis kemungkinan untuk dapat berubah. Orang-orang dengan tipe ini selalu bersikap murung dan mudah menaruh syak (curiga). Semua Aspek kepribadian. ataupun kebudayaan. 6) Sanguinici (orang kekanak-kanakan): orang yang tidak aktif. Watak (karakter. penyabar. 5) Flegmaciti (orang tenang): orang yang tak aktif dan fungsi sekundernya kuat. termasuk juga ke dalam kepribadian semua pola tingkah laku. pembohong. 2) Sanguinicus: darah (sanguis) yang lebih besar pengaruhnya. tetapi fungsi sekundernya kuat. misalnya pemarah. sikap. b.

OBJEK PENELITIAN Saya mengetahui bahwa dilingkungan sekitar saya ada seorang anak yang prilakunya bandal jadi orang tuanya nggak perhatian sama dia karena sibuk kerja. c. 5) Biografi dan Autobiografi Riwayat hidup yang ditulis orang lain (biografi) dan ditulis sendiri (autobiografi) dapat juga digunakan untuk menilai kepribadian 6) Catatan Harian Catatan harian seseorang berisikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan sehari-hari. c) Aspek motorik yaitu berfungsi sebagai pelaksana tingkah laku manusia seperti perbuatan dan gerakan jasmaniah lainnya. pengamatan dan penginderaan. 3) Inventory Inventory adalah sejenis kuesiner (pertanyaan tertulis) yang harus dijawab oleh responden secara ringkas. ingatan hayalan. b) Aspek afektif yaitu bagian kejiwaan yang berhubungan dengan kehidupan alam perasaan atau emosi. Fungsi aspek kognitif adalah menunjukkan jalan. 3. kerja dan juga hasilnya. kreativitas. keinginan. berada di atas segala-galanya. dan elemen motivasi lainnya disebut aspek konatif atau psi-motorik (kecenderungan atau niat tidak) yang tidak dapat dipisahkan dengan aspek afektif. Si anak/orang yang dinilai akan memproyeksikan pribadinya melalui gambar atau hal-hal lain yang dilakukannya. biasanya mengisi kolom jawaban dengan tanda cek. tidak emosional dan fungsi sekundernya lemah.7) Amorfrn (orang tak berbentuk): orang-orang yang tidak aktif. dapat juga dianalisis dan dijadikan bahan penelitian kepribadian seseorang. kehendak. 4) Manusia politik Nilai yang terpenting bagi orang ini ialah politik 5) Manusia seni Jiwa orang ini selalu dipengaruhi oleh nilai-nilai kesenian 6) Manusia saleh Orang ini pecinta nilai-nilai agama MENGUKUR KEPRIBADIAN Cara mengukur. nilai-nilai sosial paling mempengaruhi jiwanya. inisiatif. mengarahkan dan mengendalikan tingkah laku. R. berarti mengadakan tatap muka dan berbicara dari hatihati dengan orang yang dinilai. 2) Wawancara (interview) Menilai kepribadian dengan wawancara. kemauan. Menurut Spranger Berdasarkan kuat lemahnya nilai-nilai dalam diri seseorang. 2) Manusia Ekonomi Nilai yang paling penting bagi orang ini ialah uang (ekonomi) 3) Manusia sosial Bagi orang ini. kebutuhan. bicara. caranya. daya bayang. sedangkan hasrat. ASPEK-ASPEK KEPRIBADIAN Tingkah laku manusia dianalisis ke dalam tiga spek atau fungsi yaitu: a) Aspek kognitif (pengenalan) yaitu pemikiran. 4) Teknik Proyektif Cara lain mengukur/menilai kepribadian dengan menggunakan teknik proyektif. yaitu: 1) Manusia teori Orang-orang ini berpendapat ilmu pengetahuan paling penting. dorongan. Spranger membagi watak/kepribadian manusia menjadi 6 tipe. Jadi dia terpengaruh oleh lingkungannya namanya : Adi dia mengikut tingkah laku temannya sehingga orang tuanyapun nggak peduli lagi sama dia berulang-ulang dinasehati dia nggak mau dengarin nasehat orang tuanya mungkin kepribadiannya belum menuju arah kebaikan .menyelidiki kepribadian ada bermacam-macam antara lain: 1) Observasi Menilai kepribadian dengan observasi yaitu dengan cara mengamati/memperhatikan langsung tingkah laku serta kegiatan yang dilakukan oleh yang bersangkutan terutama sikapnya.

menjelaskan bahwa konsep diri bukan hanya sekedar gambaran deskriptif. merasa ragu. dihayati. Jadi konsep diri merupakan persepsi seseorang terhadap dirinya secara menyeluruh. dan kemampuan melihat diri secara realistik. tidak menarik. Konsep diri penting dalam mengarahkan interaksi seseorang dengan lingkungannya mempengaruhi pembentukan konsep diri orang tersebut. Sedangkan gambaran psikis diri atau psikologis terdiri dari konsep individu tentang kemampuan dan ketidakmampuannya. pandangan atau penilaian seseorang terhadap dirinya. gagal. pemahaman atau gambaran seseorang mengenai dirinya dapat dilihat dari dua aspek. tidak kompeten. memberi arti dan penilaian serta membentuk abstraksi pada dirinya sendiri. arti penting tubuhnya dalam hubungan dengan perilakunya. hal ini menunjukan suatu kesadaran diri dan kemampuan untuk keluar dari dirinya untuk melihat dirinya sebaimana ia lakukan terhadap objek-objek lain. dalam Agustiani.Konsep Diri Ditulis oleh Rizki Mulya Rahman Rabu. dialami ini disebut sebagai konsep diri (Fitts. dan gengsi yang diberikan tubuhnya di mata orang lain. tidak disukai dan tidak memiliki daya tarik terhadap hidup. Jika manusia mempersepsikan dirinya. yaitu aspek fisik dan aspek psikologis. harga dirinya dan hubungannya dengan orang lain. Konsep diri manusia terbentuk melalui proses belajar sejak masa pertumbuhan seseorang dari kecil hingga dewasa. konsep diri yang positif akan berkembang jika seseorang mengembangkan sifat-sifat yang berkaitan dengan µgood self esteem¶. terjadi dari konsep yang dimiliki individu tentang penampilannya. tetapi merupakan suatu keadaan yang mempunyai proses pembentukan dan masih dapat berubah. bereaksi terhadap dirinya. 2006:139). penuh percaya diri dan selalu bersikap positip terhadap segala sesuatu. kurang pasti serta kurang percaya diri. Menurut Allport (dalam Skripsi Darmayekti. µgood self confidence¶. malang. Rahmat (2000: 100). Gambaran fisik diri menurut Hurlock. Adanya proses perkembangan konsep diri menunjukan bahwa konsep diri seseorang tidak langsung dan menetap. kesesuaian dengan seksnya. Diri yang dilihat. Pembentukan Konsep Diri Konsep diri tidak dibawa sejak lahir tetapi secara bertahap sedikit demi sedikit timbul sejalan dengan berkembangnya kemampuan persepsi individu. 17 Juni 2009 22:00 Pengertian Konsep Diri Konsep diri dapat didefinisikan secara umum sebagai keyakinan. Bayi yang baru lahir tidak memiliki konsep diri karena mereka tidak dapat membedakan antara dirinya dengan lingkungannya.201). Menurut Rogers konsep diri merupakan konseptual yang terorganisasi dan konsisten yang terdiri dari persepsi-persepsi tentang sifat-sifat dari ¶diri subjek¶ atau ¶diri objek¶ dan persepsi-persepsi tentang hubungan-hubungan antar ¶diri subjek¶ diri objek¶ dengan orang lain dan dengan berbagai aspek kehidupan beserta nilai-nilai yang melekat pada persepsi-perseepsi ini (Lindzey & Hall. Jadi konsep diri meliputi apa yang anda pikirkan dan apa yang anda rasakan tentang diri anda. 2006:21) bayi yang baru lahir tidak mengetahuui tentang dirinya. tidak dapat berbuat apa-apa. Seseorang dengan konsep diri yang positif akan terlihat optimis. Seseorang dikatakan mempunyai konsep diri negatif jika ia meyakini dan memandang bahwa dirinya lemah. Sebaliknya konsep diri yang negatif menurut Hurlock (1978:238) akan muncul jika seseorang mengembangkan perasaan rendah diri. tapi juga penilaian diri anda tentang diri anda. Menurut Hurlock (1978:237). Sifat-sifat ini memungkinkan seseorang untuk berhubungan dengan orang lain secara akurat dan mengarah pada penyesuaian diri yang baik. . tidak berdaya. 1993. Menurut Hurlock (1978:238).

b. Semakin tinggi taraf intreligensinya semakain baik penyesuaian dirinya dan lebih mampu bereaksi terhadap rangsangan lingkungan atau orang lain dengan cara yang dapat diterima. dihormati dan disenangi karena keadaan dirinya. Hal ini jelas akan meningkatkan konsep dirinya. Inteligensi Inteligensi mempengaruhi penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungannya. Pada masa remaja. Orang Lain Kita mengenal diri kita dengan mengenal orang lain terlebih dahulu. Bila tokoh ini sesama jenis. dimana perbedaan ini lebih banyak berhubungan dengan tugas-tugas perkembangan. d. perubahan mental maupun sosial (Syaiful. Hasilnya adalah 51 % anak dari ekonomi tinggi mempunyai konsep diri yang tinggi. bila orang lain selalu meremehkan dirinya. akan membentuk konsep diri saya. kepercayaan diri. Hal ini didukung oleh penelitian Rosenberg terhadap anak-anak dari ekonomi sosial tinggi menunjukkan bahwa mereka memiliki konsep diri yang tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang berasal dari status ekonomi rendah. harga diri sesuai dengan penilaian orang lain terhadap dirinya. Pendidikan Seseorang yang mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi akan meningkatkan prestisenya. menyalahkan dan menolaknya. 2005:105). dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep dirinya.Faktor-faktor Pembentukan Konsep Diri Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan dan perkembangan konsep diri. Hubungan Keluarga Seseorang yang mempunyai hubungan yang erat dengan seorang anggota keluarga akan mengidentifikasikan diri dengan orang lain dan ingin mengembangkan pola kepribadian yang sama. individu akan cenderung bersikap menghormati dan menerima dirinya. merasa tidak dipahami sehingga cenderung berperilaku kurang dapat menyesuaikan diri. orang-orang yang dinilai baik oleh orang lain. Pada masa kanak-kanak. g. Sullivan (dalam Rakhmat. 2006:21). cenderung memberikan skor yang tinggi juga dalam menilai dirinya. Penerimaan lingkungan dapat mempengaruhi konsep diri seseorang. 2008). konsep diri sangat dipengaruhi oleh teman sebaya dan orang yang dipujanya. yang diperlakukan seperti anak-anak. Yang dinilai adalah kecerdasan. Jika prestisenya meningkat maka konsep dirinya akan berubah (Syaiful. Artinya. Dengan skala yang sama mereka juga menilai orang lain. c. daya tarik fisik. ciri . Sebaliknya. konsep diri seseorang menyangkut hal-hal disekitar diri dan keluarganya. Status Sosial Ekonomi Status sosial seseorang mempengaruhi bagaimana penerimaan orang lain terhadap dirinya. Bagaimana anda mengenal diri saya. antara lain: a. 2008). 2008). ia akan cenderung tidak akan menyenangi dirinya. Dan hanya 38 % anak dari tingkat ekonomi rendah memiliki tingkat konsep diri yang tinggi (dalam Skripsi Darmayekti. 2005:101) mencoba mengkorelasikan penilaian orang lain terhadap dirinya sendiri dengan skala lima angka dari yang palin jelek sampai yang paling baik. 2005:101) menjelaskan bahwa individu diterima orang lain. Kelompok Rujukan (Reference Group) Yaitu kelompok yang secara emosional mengikat individu. Maka dapat dikatakan individu yang status sosialnya tinggi akan mempunyai konsep diri yang lebih positif dibandingkan individu yang status sosialnya rendah. dan kesukaan orang lain terhadap dirinya. Ternyata. Sedangkan remaja yang kematangannya terlambat. dan pada usia tua konsep dirinya lebih banyak dipengaruhi oleh keadaan fisik. f. e. Menurut Brooks dan Emmert (dalam Rakhmat. Sedangkan masa dewasa konsep dirinya sangat dipengaruhi oleh status sosial dan pekerjaan. orang lain dan dirinya sendiri. Usia Konsep diri terbentuk seiring dengan bertambahnya usia. Miyamoto dan Dornbusch (dalam Rakhmat. demikian pula sebaliknya (Syaiful. Penerimaan lingkungan terhadap seseorang cenderung didasarkan pada status sosial ekonominya. maka akan tergolong untuk mengembangkan konsep diri yang layak untuk jenis seksnya.

dan menerima penghargaan tanpa merasa bersalah. bahkan ketika ia menghadapi kagagalan atau kemunduran. 9.orang yang memiliki konsep diri negatif ialah peka terhadap kritik. Saat ini beliau menjabat sebagai Ketua Komisariat Fakultas Psikologi(Komfapsi) PMII Cabang Ciputat. paling tidak bagi orang-orang yang ia pilih sebagai sahabatnya. Peka pada kebutuhan orang lain. atau sekedar mengisi waktu. 5. Sebaliknya. latar belakang keluarga. 4) Menyadari bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan. 7. walaupun terdapat perbedaan dalam kemampuan tertentu. 11. 10. * Penulis adalah mahasiswa fakultas psikologi UIN Jakarta. mempunyai sikap hiperkritis. cenderung merasa tidak disenagi orang lain. Hamachek (dalam Rahmat. dan terutama sekali pada gagasan bahwa ia tidak bisa bersenang-senang dengan mengorbankan orang lain. persahabatan. atau sikap orang lain terhadapnya. apa yang telah terjadi waktu yang lalu. 3. 5) Mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya. keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui masyarakat. Sanggup menerima dirinya sebagai orang yang penting dan bernilai bagi orang lain. Sanggup mengaku kepada orang lain bahwa ia mampu merasakan berbagai dorongan dan keinginan. responsif sekali terhadap pujian. permainan. dari kekecewaan yang mendalam sampai kepuasan yang mendalam pula. Meyakini betul nilai-nilai dan prinsip-psinsip tertentu serta bersedia mempertahankannya. Tapi ia juga merasa dirinya cukup tangguh untuk mengubah prinsip-prinsip itu bila pengalaman dan bukti-bukti baru menunjukkan ia salah. Memahami Konsep Diri Beberapa Terminologi Penting tentang Konsep Diri . Tidak menghabiskan waktu yang tidak perlu untuk mencemaskan apa yang akan terjadi besok. 6. 2) Merasa setara dengan orang lain. Mampu bertindak berdasarkan penelitian yang baik tanpa merasa bersalah yang berlebihlebihan. pada kebiasaan sosial yang telah diterima. dan apa yang sedang terjadi waktu sekarang. 2000: 106) menyebutkan 11 karakteristik orang yang mempunyai konsep diri positif: 1. ungkapan diri yang kreatif. 8. 3) Menerima pujian tanpa rasa malu. merasa tidak diperhatikan. 4. Cenderung menolak usaha orang lain untuk mendominasinya. dari perasaan marah sampai cinta. atau menyesali tindakannya jika orang lain tidak menyetujui tindakannya. walaupun menghadapi pendapat kelompok yang kuat. Dapat menerima pujian tanpa berpura-pura rendah hati. Merasa sama dengan orang lain. sebagai manusia tidak tinggi atau rendah. orang yang memilikii konsep diri positif ditandai dengan lima hal: 1) Kemampuan mengatasi masalah. Memiliki keyakinan pada kemampuannya untuk mengatasi persoalan. Mampu menikmati dirinya secara utuh dalam berbagai kegiatan yang meliputi pekerjaan. 2. dan bersikap pesimis terhadap kompetisi. dari sedih sampai bahagia.

1998). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri Perkembangan Konsep diri bukan bawaan (hereditas) sejak lahir. Konsep diri merupakan suatu ukuran kualitas yang memungkinkan seseorang dianggap dan dikenali sebagai individu yang berbeda dengan individu lainnya. nama panggilan. Hal ini dipelajari melalui kontak dan pengalaman pribadi dengan orang lain. yaitu berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan orang lain. pikiran. dimana perilakunya akan banyak dibentuk dengan ukuran dan interpretasi dengan tindakan²perilaku orang tuanya. pengalaman atau pengenalan tubuh. nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek. kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain (Stuart dan Sudeen. bersifat pribadi.. fungsi . hubungan interpersonal. Dengan demikian persepsi merupakan pengetahuan yang dapat ditangkap oleh panca indera. Kesadaran terhadap diri pribadi merupakan suatu proses persepsi yang ditujukan pada dirinya sendiri. membanding. Gambaran diri (Body Image) Gambaran diri (body image) merupakan sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar dan tidak sadar. tujuan serta keinginannya. Menurut Fisher. Persepsi Terhadap Diri Pribadi (Self-Perception) Proses psikologis diasosiasikan dengan interpretasi dan pemberian makna terhadap orang atau objek tertentu yang dikenal dengan persepsi. tumbuh dan berkembang melalui interaksi sosial. persepsi didefenisikan sebagi interpretasi terhadap berbagai sensasi sebagai representasi dari objek eksternal. kemampuan dalam bidang terntentu yang dinilai oleh diri. Karenanya persepsi tidak lebih dari sekedar pengetahuan mengenai apa yang tampak sebagai realitas seseorang. pada saat remaja dipengaruhi oleh teman di lingkungan bermain. bentuk. interaksi sosia. Orang terpenting atau yang Terdekat (Significant Other) Pembentukan konsep diri terjadi melalui kedekatan dan hubungan personal dengan orang terdekat disekitarnya. pengaruh orang dekat atau orang penting sepanjang siklus hidup. pengaruh budaya dan sosialisasi akan membentuk konsep diri seseorang. Hal ini akan mempengaruhi kemampuan individu dalam membina hubungan dengan orang lain. Setiap orang akan mendasarkan. kepercayaan serta keyakinan yang diketahui dan dipahami oleh individu tentang dirinya. tetapi setiap orang juga harus menyadari apa yang sedang terjadi dan apa yang telah terjadi pada diri pribadinya.K onsep diri berkaitan erat dengan individu termasuk ide. Willian dan Rawlin (1986) menyatakan bahwa konsep diri merupakan cara individu memandang dirinya secara utuh. Ketika anak mulai tumbuh dewasa akan sangat dipengaruhi oleh orang tua (ayah dan ibunya). baik fisik. Sikap ini mencakup persepsi dan perasaan tentang ukuran. karenanya bisa jadi pengetahuan yang disimpulkan bukanlah suatu kenyataan yang sebenarnya. Kualitas yang membuat seseorang memiliki keunikan sendiri sebagai manusia. Berikut ini beberapa pengertian yang yang perlu dipahami berkaitan dengan konsep diri dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Hal ini temasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuan. Hal ini akan membentuk persepsi individu terhadap dirinya sendiri dan penilaian terhadap pengalaman akan situasi tertentu. pangalaman budaya. Individu tidak dilahirkan dengan membawa kepribadian tetapi dipengaruhi oleh lingkungan disekitarnya. Pembentukan konsep diri sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Pengalaman dalam kehidupan akan membentuk diri (kepribadian). tetapi berkembang melalui tahapan tertentu karena interaksi dengan lingkungan. emosional intelektual. Konsep diri juga akan dipelajari melalui kontak dan pengalaman dengan orang lain termasuk berbagai tekanan yang dialami individu. Demikian halnya. Belajar melalui cermin orang lain dengan cara pandangan diri merupakan interprestasi diri atas pandangan orang lain erhadap dirinya. dan (c) menyangkut sifat representatif dari penginderaan. sekolah. Sementara indera manusia mempunyai keterbatasan. (b) adanya informasi untuk diinterpretasikan. Konsep diri terbentuk melalui proses yang terjadi sejak lahir kemudian secara bertahap mengalami perubahan seiring dengan tingkat pertumbuhan dan perkembanga individu. Dalam melakukan kegiatannya seseorang memiliki batasan diri yang terpisah dari lingkungan dan berkembang melalui kegiatan eksplorasi lingkungan. penting. pikiran. Apa Konsep Diri itu? Konsep diri adalah semua ide. Sejak lahir seseorang mulai mengenal dan membedakan dirinya dengan orang lain. kelompok atau masyarakat serta aktualisasi diri dengan merealisasikan potensi yang dimilikinya. utama dan dapat dipercaya. Realitas yang dipersepsikan seringkali sesuatu yang jelas. . sosial dan spiritual. penggunaan bahasa. suara. Oleh karena itu. Beck. persepsi mensyaratkan: (a) adanya objek eksternal yang dapat ditangkap oleh indera. Dengan demikian pembentukan konsep diri melalui suatu proses belajar. merepon dan bentuk perlaku sesuai dengan konsep dirinya. interaksi dengan orang lain dan lingkungan. atau orang lain yang dekat dengan dirinya..

1992). yMerasakan dirinya berbeda dengan orang lain. aspirasi. pemimpin. dan keinginan pribadi yang dipengaruhi oleh lingkungan disekitarnya seperti. 3. Hal ini biasanya sangat kuat mempengaruhi kehidupan seseorang di masa depan. biasanya akan lebih percaya diri. . Identitas diri terus berkembang sejak masa kanak-kanak bersamaan dengan perkembangan konsep diri. Individu yang stabil. yMerasakan otonomi: menghargai diri. 2. enerimaan diri dan menjadi pemicu sukses dalam kehidupannya. di rumah ebagai ayah. dan multiple selves. kemudian mulai memanipulasi lingkungan dan mulai sadar dirinya terpisah dari lingkungan (Keliat. gemuk. militer. cantik. dan di kantor sebagai manajer.. periang atau pendiam. self-esteem. tampan. Self esteem. seperti fisik (lakilaki. Fisher menyebutkan ada beberapa elemen dari kesadaran diri. Ideal diri akan di bentuk melalui proses identifikasi pada oranglian seperti. Jika self-esteem tinggi. 1. harapan. Misalnya di kelas sebagai guru. nilai-nilai yang ingin di capai. dan sebagainya.penampilan dan potensi tubuh saat ini dan masa lalu yang secara berkesinambungan dimodifikasi dengan pengalaman baru setiap individu (Stuart and Sundeen..1992). polisi dan lain-lain. maka terlebih dahulu Anda harus mengetahui hal-hal yang mempengaruhi Konsep Diri. nilai-nilai yang ingin dicapai. Ideal diri sebagai cermin dari konsep diri mulai berkembang sejak masa kanak±kanak yang di pengaruh orang-orang terdekat²penting dalam hidupnya yang memberikan keuntungan dan harapan pada perkembangan berikutnya. cita-cita. dan (c) harga diri. contohnya ayah. Identitas diri adalah kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian yang merupakan sintesa dari semua aspek konsep diri sendiri sebagai satu kesatuan yang utuh (Stuart and Sudeen. Dengan demikian diri adalah suatu pengertian yang mengacu pada identitas spesifik dari individu. yaitu: (a) cita-cita diri. mampu diri. Ideal Diri Ideal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana dirinya harus berperilaku dan bertindak berdasarkan standar. teman. misalnya introvert atau ekstrovert. 1991). ramah atau ketus. Identitas jenis kelamin berkembang sejak lahir secara bertahap dimulai dengan konsep laki-laki dan wanita banyak dipengaruhi oleh pandangan dan perlakuan masyarakat terhadap masingmasing jenis kelamin tersebut. 1991). Seseorang yang mandiri dapat engatur dan menerima dirinya.1992). realistis dan onsisten terhadap gambaran dirinya akan memperlihatkan kemampuan yang mantap terhadap aktualisasi diri dalam rangka memperbaiki hubungan dengan orang lain. Umumnya orang menggolongkan diri sendiri dalam tiga kategori. guru. yKarakteristik atau sifat pribadi atau sifat yang dimiliki. Ideal diri akan mewujudkan harapan dan cita-cita pribadi berdasarkan norma sosial (keluarga budaya) serta kepada siapa ingin dilakukan. yaitu konsep diri. cara individu memandang dirinya memiliki dampak terhadap perkembangan psikologisnya. tetapi sudah . yMempunyai persepsi tentang gambaran diri. kemampuan dan penyesuaian diri. Hal yang penting dalam identitas adalah jenis kelamin (Keliat. percaya diri. Self-esteem berpengaruh pada perilaku komunikasi. Konsep diri merupakan cara pandang tentang diri sendiri. Multiselves mencakup pengertian bahwa setiap orang terkadang memiliki identitas yang berbeda dalam berbagai situasi atau kondisi. rendah. orang tua. Seseorang yang mempunyai perasaan identitas diri yang kuat akan memandang dirinya berbeda dengan orang lain. menerima diri dan mampu mengontrol diri. perempuan. dsb). Sejak lahir individu mengeksplorasi bagian tubuhnya. (b) citra diri. peran dan konsep diri. merupakan bagian yang inherent dari konsep diri. Cita-cita diri adalah keinginan untuk mencapai sesuatu tujuan. orang tua. Ideal diri akan mewujudkan citacita. Perasaan dan perilaku yang kuat akan identitas diri individu dapat ditandai dengan: yMemandang dirinya secara unik. Seringkali terjadi cita-cita diri bukanlah harapan pribadi. Gambaran diri berhubungan dengan kepribadian. Identitas dan Kesadaran Diri Identitas diri adalah cara-cara yang digunakan untuk membedakan individu satu dengan individu-individu lainnya. rajin. Pembentukan Konsep Diri Wuryanano (2007) menguraikan bagaimana membentuk konsep diri menjadi lebih baik. Pandangan yang realistis terhadap dirinya dengan menerima dan mengukur bagian tubuhnya akan terhindar dari rasa cemas anmeningkatkan harga diri (Keliat. Standar diri terkait dengan tipe orang yang akan diinginkan²patokan atau sejumlah aspirasi. tinggi. Self esteem kita adalah bagian dari interpretasi atau penyimpulan dari persepsi diri. guru. menerima stimulus dari orang lain. teman atau tetangga. ibu. yPeran sosial. mandiri dan merasa kompeten. Atau kemampuan tertentu (pandai. pendiam. 1991). tujuan atau penilaian personal tertentu (Stuart and Sundeen. cermat dsb) yKarakteristik atau sifat sosial. Kemandirian timbul dari perasaan berharga (aspek diri sendiri).

Frekuensi pencapaian tujuan akan menghasilkan harga diri yang rendah atau harga diri yang tinggi. Citra diri dibangun oleh sebuah gambaran tentang diri yang menurut keyakinan dianggap benar. memperbaiki dan meningkatkan citra diri harus menggunakan kekuatan pikiran super. mereka yang berhasil masuk dalam Phi Beta Kappa ternyata lebih cenderung berprestasi biasa-biasa saja²tidak istimewa. 1991). keterpurukan. biarpun dia sudah berusaha keras sekali agar berhasil. maka dirinya akan menemukan cara untuk mendekati kegagalan. Keberhasilan seseorang dalam memperbaiki atau membentuk kembali konsep diri yang benar sesuai keinginan. Aspek utama adalah di cintai dan menerima penghargaan dari orang lain (Keliat. Citra Diri merupakan suatu produk dari pengalaman masa lalu beserta sukses dan kegagalannya. lima belas tahun setelah mereka menyelesaikan studi. dan kesulitan. Jika individu sering gagal. dokter. Hal ini secara fisik sangat sulit untuk dirubah. Tetapi yang sering terjadi seseorang menganggap hal itu sesuatu yang sesungguhya. Misalnya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa tidak ada hubungan langsung antara keberhasilan akademik dan keberhasilan hidup atau kesuksesan. atau sebaliknya suatu kisah penuh kegagalan. Semuanya tergantung pada apa yang akan dilakukan terhadap citra dalam dirinya. Anda tidak bisa bertindak selain dari itu. Anda akan bertindak sesuai dengan diri yang menurut pikiran menunjukkan keberadaan dirinya. Seseorang memungkinkan untuk mengubah citra dirinya. Seringkali keyakinan tentang diri tidak tepat atau memang salah. Hal penting yang perlu ditekankan bahwa citra diri sebagai landasan sekaligus pilar yang menyangga seluruh kepribadian seseorang. Sikap yang sehat harus terus menerus dipupuk dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. mereka yang mendapatkan penghargaan atas prestasi akademiknya. maka cenderung harga diri rendah. Anda tidak bercita-cita untuk menjadi seorang guru. Orang yang berpikir dirinya "tidak beruntung" seperti itu akan mendapatkan bukti bahwa dia memang selalu ditimpa kemalangan dalam hidupnya. insinyur atau pengacara. Dengan demikian. Tetapi yang penting di pahami. sehingga menentukan tingkat harga diri yang diharapkan.terjadi dan dijalani saat ini. Biasanya harga diri sangat rentan terganggu pada saat remaja dan usia lanjut. Lalu faktor apa yang menjadi kunci keberhasilan atau kesuksesan seseorang. Hasil penelitian yang dilakukan di Amerika oleh Dr. Begitu banyak di antara kita yang kurang menghargai diri sendiri. Citra Diri sebenarnya muncul sebagai "Konsepsi diri mengenai seperti apakah diri Anda sebenarnya". Satu hal yang mendasar bahwa citra diri dapat diubah. Jika seseorang kerapkali tidak mampu menghargai diri sendiri. bekerja keras dengan sebuah wawasan²cara pandang dan berfikir baru. meskipun mungkin melatih seluruh daya kemampuannya. Semua tindakan dan emosi akan selalu konsisten dengan citra diri. maka akhirnya di dalam perjalanan pendidikan Anda sudah terarah untuk menjadi pendidik. Orang tidak pernah terlalu muda atau terlalu tua untuk bisa mengubah citra dirinya. Dr. menganggap remeh dirinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah kesehatan fisik mengakibatkan harga diri rendah. Seseorang bisa menjadikan pengalaman hidup dan aktualisasi dirinya sebagai sebuah kisah sukses. 1992). Sikap yang sehat secara pasti akan membimbing menuju kesuksesan. Dengan kata lain citra diri merupakan alat penting untuk mencapai kebaikan atau keburukan. Harga diri merupakan penilaian diri terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisis seberapa jauh perilaku memenuhi ideal diri (Stuart and Sundeen. maka orang lainpun dipastikan tidak akan menghargai dirinya sebagaimana mestinya. Individu memulai hidup baru secara lebih produktif. bahwa kehidupan pribadi sangat dipengaruhi oleh sesuatu yang lebih prinsip. kreatif. inovatif serta berani mengambil risiko. Kebanyakan orang kurang menyadari bahwa kesulitan terletak pada penilaian atas diri sendiri. Citra Diri juga sangat kuat pengaruhnya terhadap harga diri. Harga Diri merupakan ukuran seberapa besar seseorang bisa memberikan penghargaan terhadap diri sendiri akan menentukan seberapa tinggi harga dirinya. tidaklah mungkin mengubah secara fisik apa yang saat ini sudah terjadi. cum laude atau summa cum laude). sesuatu dari dalam diri yang diyakini. Hal ini menandakan bahwa citra diri dapat dirubah atau masih mungkin untuk diperbaiki sesuai kehendak dirinya. tetapi karena orang tua sangat menginginkan punya anak seorang guru. Ginzberg dan timnya meneliti seberapa sukses 342 mahasiswa itu dalam hidup mereka. meskipun dia selalu mencoba berusaha agar berhasil. Sikap tidak lebih dari kebiasaan berpikir dan kebiasaan yang dapat dibentuk dan dipelajari. Subyek penelitian ini mahasiswa yang berhasil mendapatkan beasiswa dari Colombia University. Oleh karena itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian yang lulus dengan mendapat penghargaan (predikat memuaskan. disimpulkan bahwa kunci keberhasilan hidup adalah konsep diri . Eli Ginzberg beserta timnya yang melibatkan 342 subyek penelitian yang merupakan lulusan dari berbagai disiplin ilmu. keburukan. sangat ditentukan oleh sikap pribadinya. yaitu citra diri. langkah awal yang harus diperhatikan bagaimana membentuk citra diri lebih baik. Hal ini sebenarnya tidak begitu berpengaruh pada kehidupan pribadi. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain. Upaya mengubah. Seseorang akan tetap menjadi seorang guru. Jika orang berpikir dengan keyakinan bahwa dirinya sebagai "tipe orang gagal".

realisasi dari tujuan tersebut masih jauh dari harapan. karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeda dari zaman-mu''. Pembelajaran Berbasis Pembentukan Konsep Diri Anna Mariana Guru TPA Al-Hanif Cihanjung. yang mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. kita kenal kalimat mutiara : ''Didiklah anak-anakmu. pendidikan menjadi kekuatan untuk mengubah ketidakberaturan ke arah keteraturan. sekolah sebagai salah satu persinggahan sekaligus 'kawah candra di muka' bagi anak. Menurut William Kitpatrick (1992). kreatif. terlebih saat ini virus-virus zaman semakin marak merongrong moralitas anak melalui berbagai media. . berilmu. Karenanya. dan aplikasi kebaikan (moral action). patut kita ambil hikmah untuk kemudian mencarikan solusinya. Konsep diri setelah terinstall akan masuk di pikiran bawah sadar dan mempunyai bobot pengaruh sebesar 88% terhadap tingkat kesadaran seseorang dalam suatu saat. sehat. Karenanya sekolah sebagai lembaga pendidikan kedua setelah di keluarga. Semakin baik konsep diri. Jabar Undang-Undang Sisdiknas tahun 2003 menyatakan. karena konsep diri dapat dianalogikan sebagai suatu ³operating system´ yang menjalankan suatu komputer. pendidikan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang maha Esa. Ikhtiar tersebut dapat dilakukan di antaranya melalui beberapa hal berikut ini. Dalam khazanah Islam. berakhlak mulia. kekeringan spiritualkearah power of spiritualism dan seterusnya. Padahal seharusnya. maka akan semakin mudah seseorang untuk berhasil . Betapa tidak. kebobrokan moral menuju makarimal akhlak. pendidikan seolah justru melahirkan permasalahan bukan memberikan solusi. Oleh karena itu. maka komputer tidak dapat bekerja dengan maksimal. Mata pelajaran agama pada khususnya dan umumnya pelajaran yang lain jangan sampai terjebak pada orientasi nilai-nilai angka semata tanpa diimbangi perubahan karakter pada diri siswa. Konsep diri memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang. baik yang datang melalui media ataupun pergaulan langsung dalam kehidupan sehari-hari. sederet tindakan 'amoral' hampir setiap hari kita dengar bahkan kita saksikan. salah satu hikmahnya adalah bagaimana kita mampu menanamkan konsep diri pada anak didik kita dalam rangka menghasilkan anak didik yang berkarakter (berakhlak) dan kelak mampu menjadi generasi yang mampu memimpin bangsa ini dengan peradaban yang tinggi dan dihiasi oleh kemuliaan akhlaknya (karakter yang luhur). cakap. Yaitu pengetahuan tentang kebaikan (moral knowing). Dalam diri anak harus tertanam konsep diri yang kuat. Terlepas sebaik apapun perangkat keras komputer dan program yang di-install. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. optimalisasi pembinaan semacam ini harus continue dan efektif. perasaan tentang moral atau kebaikan (moral feeling). Hal yang sama berlaku bagi manusia. anak didik kita hari ini adalah calon pemimpin yang akan datang. Kesannya. Cimahi. Namun jika kita melihat kenyataannya. apabila sistem operasinya tidak baik dan banyak kesalahan.positif. harus mampu membentengi diri anak dari berbagai ekses negatif lingkungan. mandiri. sebuah karakter akan tercipta dalam pribadi seseorang memerlukan tiga komponen (components of good character). itu semua terjadi dilakukan oleh orang-orang yang pernah atau sedang bergelut dengan bangku sekolah. harus mampu tampil menangkap fenomena dewasaini. Salah satu tawarannya adalah. Karena itu. Pembentukan karakter (character building) melalui penguatan konsep diri merupakan salah satu solusi yang efektif. dengan mengoptimalkan kegiatan pembelajaran yang mampu mendorong pada pembentukan karakter (character building) siswa. Oleh karena itu. Artinya. Ironisnya. Konsep diri merupakan sistem operasi yang menjalankan komputer mental.

para pendidik harus mampu menggiring siswa untuk mengidolakan sosok yang baik. Hal ini bertujuan untuk membangun semangat bersyukur. Ketiga. ataupun dzikir asmaul husna sebelum belajar. Guru adalah orang yang digugu dan ditiru. . Mustahil suatu karakter yang mulia akan terjadi dengan baik. pelaksanaan shalat sunah tahajud dan dhuha. Kelima. empati. pembinaan iman dan taqwa dalam bentuk pembiasaan shalat berjamaah. mengadakan kunjungan kepada orang yang keadaannya jauh di bawah ataupun yang lebih maju. Kedua. Rasulullah SAW adalah teladan utama. maka ada faktor yang tidak bisa ditinggalkan yakni keteladanan. Bila itu semua telah mampu ditanamkan. membangun semangat berlomba sehingga terbangun jiwa yang kompetitif dalam kehidupan. Keempat.Pertama. manakala keteladanan tidak tampak dalam diri kita sebagai guru. mempermudah pujian dan penghargaan yang proporsional sebagai upaya membangun afirmasi positif pada pikiran dan jiwa anak yang diharapkan dapat menghembuskan semangat yang positif. memfasilitasi akses dengan orang yang potensial menjadi idola. dan sebagai umat Islam. Artinya. pastikan diri kita menjadi tokoh panutan bagi siswa. simpati dan rangsangan positif. Oleh karenanya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->