IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN RECIPROCAL TEACHING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA DAN HASIL BELAJAR

MATEMATIKA UNTUK POKOK BAHASAN KESEBANGUNAN PADA SISWA KELAS IX-I SMP NEGERI 1 PACITAN SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Sains

Disusun Oleh : Indri Nur Hayati 04301244005

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2009

PERSETUJUAN Skripsi yang berjudul “IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN RECIPROCAL TEACHING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA UNTUK POKOK BAHASAN KESEBANGUNAN PADA SISWA KELAS IX-I SMP NEGERI I PACITAN” ini telah disetujui oleh pembimbing I dan pembimbing II dan siap untuk diujikan. disetujui tanggal 16 Maret 2009

Yoyogyakarta, 16 Maret 2009 Pembimbing I, Pembimbing II,

EDI PRAJITNO, M.Pd NIP. 130515010

MATHILDA SUSANTI, M.Si NIP. 131808672

PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini, Nama NIM Prodi Fakultas Judul Skripsi : Indri Nur Hayati : 04301244005 : Pendidikan Matematika : MIPA : IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN RECIPROCAL TEACHING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA UNTUK POKOK BAHASAN KESEBANGUNAN PADA SISWA KELAS IX-I SMP NEGERI I PACITAN Menyatakan bahwa, skripsi yang dibuat sejauh yang saya ketahui bukan merupakan tiruan atau duplikasi dari skripsi yang sudah dipublikasikan dan atau pernah dipakai untuk mendapatkan gelar kesarjanaan di lingkungan Universitas Negeri Yogyakarta maupun di Perguruan Tinggi atau Instansi manapun, kecuali bagian yang sumber informasinya dicantumkan sebagaimana mestinya.

Yogyakarta, Maret 2009 Yang menyatakan,

Indri Nur Hayati 04301244005

kerjakanlah dengan sungguhsungguh urusan yang lain dan hanya kepada Tuhanlah hendaknya kamu berharap (Qs. . Al Baqarah: 153) PERSEMBAHAN Alhamdulillahi rabbilalamin.” Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Tahu kapan harus diam dan kapan harus bicara adalah Berlian.MOTTO Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan maka apabila kamu selesai dari suatu urusan. sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (Qs. Al-Insyirah : 6-8) “Diam adalah Emas. segala puji syukur bagi Alloh SWT yang selalu memberikan karunia dan kebaikan sehingga skripsi ini selesai disusun. Berkata adalah Perak.

Terima kasih atas nasehat. semangat. • • Teman-teman seperjuangan di P. Bapak Wardono. terimakasih ya untuk do’a. • Anak-anak kos adelia timur. Siswa-siswi SMP N 1 Pacitan terimakasih terima kasih atas telah kerjasamanya. kebersamaan. dan motivasi yang selama ini kalian berikan. semangat. do’a. kebahagiaan. Semoga karya kecil ini akan menjadi salah satu wujud bakti Ananda untuk Bapak Ibu tersayang. dan motivasinya. membimbingku ketika saya melakukan penelitian. dan kekuatan sehingga penulis dapat melakukan penelitian dan menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul Implementasi Pembelajaran Dengan Pendekatan Reciprocal Teaching sebagai Upaya Meningkatkan Kemandirian Belajar dan Hasil Belajar Siswa Kelas IX SMP .Mat NR’04. KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat. • Adik-adikku tersayang Desi dan Cindy. Terima kasih atas untaian do’a yang tiada henti terucap dari bibir Bapak dan Ibu Untuk kebaikan Ananda. dan pengorbanan yang tiada henti untuk Ananda. kasih sayang. dan persahabatan kalian selama ini untukku.Karya ini kupersembahakn untuk • Bapak dan Ibu tersayang yang selalu menyayangiku. petunjuk. Terima kasih atas do’a. terima kasih atas kasih sayang. dukungan. memberiku semangat. mendukungku.

Ariswan. Ibu Kana Hidayati. 2.Si. dan staf prodi pendidikan matematika FMIPA UNY yang telah berlangsung. Bapak Tuharto M. Seiring dengan selesainya skripsi ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1.Pd selaku Kepala SMP Negeri 1 Pacitan yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian ini. M. M. dan memberikan arahan serta masukanmasukan yang sangat membangun sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan lancar. selaku Dekan FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta atas ijin yang diberikan untuk melakukan penelitian. M.Pd selaku guru matematika kelas IX I SMPN 1 Pacitan yang telah membantu dan bersedia bekerjasama dengan banyak membantu selama kuliah dan penelitian .Pd selaku dosen penasehat akademik.Si selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika yang telah memberikan ijin dalam penyusunan skripsi ini. 3. Hartono M. bimbingan. Bapak Wardono. S. Seluruh dosen.Negeri 1 Pacitan. M. 7. dan arahan dari berbagai pihak. 6. Bapak Dr. Bapak Edi Prajitno. selaku dosen pembimbing I dan dosen pembimbing II yang telah membimbing.Si selaku ketua Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY atas ijin yang diberikan untuk penyusunan skripsi ini. membantu. 5. 4. 8. Bapak Sutrisno.Pd dan Ibu Mathilda Susanti. Bapak Dr. Penyusunan skripsi ini tak lepas dari bantuan.

............................................. Seluruh siswa kelas IX I SMPN 1 Pacitan atas kerjasama yang diberikan selama penulis melakukan penelitian.ii Pernyataan............................. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan karya berikutnya... Semoga karya ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca pada umumnya................... 10.............................................................vi Kata Pengantar......................................iii Pengesahan ... Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tentu memiliki kekurangan...........peneliti dalam melaksanakan penelitian ini.....................................iv Motto v Persembahan..... Semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.................................................................................................................... Yogyakarta................................................................................................. Maret 2009 Penulis Indri Nur Hayati DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul.....................................................i Persetujuan.............................................................vii .................. 9.....

... Rancangan Penelitian.........................................................................................................................................15 5................................................................................................................. Instrumen Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data.................................................................21 E.............................................20 C. Manfaat Penelitian............................................. Subjek Penelitian........................... Pembelajaran Matematika. Tujuan Penelitian......Penelitian yang Relevan..........................................xiii Abstrak.................. Teknik Analisis Data................................. Analisis Situasi ...................ix Daftar Tabel .......................................20 B..................... Kemandirian Belajar..............................1 B.............. Rumusan Masalah................... Indikator Keberhasilan...... Hasil Belajar Matematika..................21 F.................................................. Setting Penelitian................................................................... Jenis Penelitian..................................................................20 D....7 2... Siklus I ............................................................ Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Kelas.....................................6 BAB II LANDASAN TEORI A................................................xv BAB I PENDAHULUAN A.....30 I..................................................................................................................xii Daftar Lampiran.............................5 C........................................................................ Tempat dan Waktu Penelitian........................................................................................................................................................24 G..........................................................................Daftar Isi..............................................xi Daftar Gambar ..........................29 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A................... Kajian Pustaka.........................................................................................................................7 1.........................................................................................................................................................31 ........................................6 D................. Perencanaan Tindakan.....26 H.....................................11 4..9 3........................................................ Pendekatan Reciprocal Teaching dalam Pembelajaran Matematika.................................18 BAB III METODE PENELITIAN A......31 a...........................................

.............................................. Hasil Observasi........................................72 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A........................................................ Pelaksanaan Tindakan.............................52 d..........................................................................................................................53 B..............................................57 3............ Jadwal Jam Pelajaran Matematika Kelas IX-I .... Refleksi ......................................................................................................... Hasil Penelitian............. Data Hasil Tes Belajar Matematika Siswa pada Akhir Siklus I......... Data Nilai Kuis pada Siklus I 40 Tabel 5............................................54 1................... Siklus II.................................................................43 II............................ Deskripsi Hasil Observasi..............Hasil Nilai Tes Siklus I dan Tes Siklus II........... Klasifikasi Persentase untuk Skor Hasil Angket........................................................ Refleksi ..................................................45 b.....................32 c.. Deskripsi Hasil Observasi....54 2.................................................................... Saran ..................66 D................................... Perencanaan Tindakan........78 LAMPIRAN DAFTAR TABEL Tabel Halaman Tabel 1..74 B...................... Jadwal Pelaksanaan Tindakan Tabel 4. Simpulan ..................25 Tabel 2........................................... Hasil Analisis Skala Kemandirian Belajar Siswa dengan Pendekatan Reciprocal Teaching........................76 DAFTAR PUSTAKA...............................................47 c......64 C.............................................30 Tabel 3.................................60 4................................................. Pembahasan..........b.................... Pelaksanaan Tindakan...... Hasil Wawancara................................. Keterbatasan Penelitian............................42 31 ...........................................................................42 d........................................................45 a.............................

Tabel 6................... Analisis Hasil Wawancara..............................................................................29 Gambar 2 Hasil Rangkuman Siswa...... Data Nilai Kuis pada Siklus II 51 Tabel 7.......................................... Frekuensi Siswa Berdasar Jenis Aktivitas................55 Tabel 9..................... Hasil Kuis dan Tes Akhir Siklus Siswa Kelas IX-I......... Peningkatan Persentase Skor Kemandirian Belajar Setiap Siswa 57 Tabel 11......................72 55 Tabel 10............. Hasil Tes Akhir Siklus I dan Tes Siklus II Siswa Kelas IX-I DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman Gambar 1 Tampilan Model Spiral Kemmis dan Taggart .....35 Gambar 3 Contoh Soal dan Penyelesaiannya..................................................................71 Tabel 13........ Data Hasil Tes Belajar Matematika Siswa pada Akhir Siklus II....52 Tabel 8...37 ..64 Tabel 12.......... Persentase Skor Kemandirian Belajar Siswa untuk Tiap Aspek yang Diamati serta Kualifikasi.................

......40 Gambar 6....38 Gambar 5 Siswa Sedang Mengerjakan Kuis Secara Individu..2 RPP Pertemuan Kedua Siklus I...............3 RPP Pertemuan Ketiga Siklus I..58 Gambar 7. Grafik Hasil Belajar Masing-Masing Siswa pada Siklus 1...................85 ...........81 1..........................................59 DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 1...................................................................1 RPP Pertemuan Pertama Siklus I.. Grafik Hasil Belajar Masing-Masing Siswa pada Siklus 2................................................83 1...............................................Gambar 4 Siswa Sedang Menjelaskan (Clarify) Hasil Diskusi Di Depan Kelas....

..........................10 Pedoman Penilaian Tes Siklus I..........1........4 Lembar Observasi Pelaksanaan Pembelajaran dengan Pendekatan Reciprocal Teaching..............................98 2.............106 2.......2 Lembar Obervasi Kemandirian Belajar Siswa.....................3 Pedoman Observasi Pelaksanaan Pembelajaran dengan Pendekatan Reciprocal Teaching...........................................................99 2..............................4 RPP Pertemuan Pertama Siklus II........113 3...........................................174 ....................................168 Lampiran 5 5............................................158 4..................................................108 2...........................................5 RPP Pertemuan Kedua Siklus II................3 Soal Kuis II...................2 Catatan Lapangan Pertemuan Kedua Siklus I.......................1 Catatan Lapangan Pertemuan Pertama Siklus I..................................................1 Kisi-Kisi Angket................................123 Lampiran 4 4.3 Catatan Lapangan Pertemuan Ketiga Siklus I....................2 Pedoman Penilaian Kuis I.....................9 Soal Tes Siklus I ...............................................................11 Soal Tes Siklus II ..121 3.............4 Pedoman Penilaian Kuis II..............................................4 Catatan Lapangan Pertemuan Pertama Siklus II.............111 Lampiran 3 3...100 2........................................................89 1.............160 4....1 Pedoman Observasi Kemandirian Belajar Siswa...............................5 Catatan Lapangan Pertemuan Kedua Siklus II.................................................................102 2..110 2...................105 2........................93 Lampiran 2 2......................................5 Soal Kuis III .................................97 2........1 Soal Kuis I...172 5.....7 Soal Kuis IV ...............6 Pedoman Penilaian Kuis III.12 Pedoman Penilaian Tes Siklus II....................................................................................................103 2...........101 2......................................................164 4......................................................154 4...........................115 3......................................................................................................................2 Skala Kemandirian Belajar Siswa.........................8 Pedoman Penilaian Kuis IV...................................

............................184 5.................2 Surat Keterangan Validasi Instrumen.....................3 Analisis Skala Kemandirian Belajar Siswa Siklus I.........8 Catatan Lapangan Hasil Wawancara dengan Guru ..............182 5.........................192 6....................1 Surat Keterangan Validasi Instrumen........190 6..........................................179 5..........191 6........180 5..............5 Analisis Skala Kemandirian Belajar Siswa Siklus II..............7 Pedoman Wawancara Guru.............................................................6 Hasil Analisis Skala Kemandirian Belajar Siswa Siklus II.177 5..................................9 Pedoman Wawancara Siswa....5..194 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN RECIPROCAL TEACHING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA UNTUK POKOK BAHASAN KESEBANGUNAN PADA SISWA KELAS IX-I SMP NEGERI 1 PACITAN Oleh Indri Nur Hayati 04301244005 .....................187 Lampiran 6 6..10 Catatan Lapangan Hasil Wawancara dengan Siswa..183 5....................4 Hasil Analisis Skala Kemandirian Belajar Siswa Siklus I..........................186 5...3 Surat Ijin Penelitian Dari Bapeda................4 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian........................

kuis dan tes. kemudian dilakukan triangulasi untuk keabsahan data. (6) setelah waktu untuk presentasi selesai. Analisis Situasi Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang banyak . Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif dan partisipatif dengan subjek penelitian siswa kelas IX-I SMP Negeri I Pacitan.2% dalam kategori cukup. angket.1 dan 7. (1) guru memodelkan pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching. (2) siswa merangkum materi yang ditugaskan oleh guru. Partisipan penelitian ini adalah siswa kelas IX-I SMP N I Pacitan yang berjumlah 40 siswa. metode dokumentasi. guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya dan menyampaikan kegiatan siswa pada pertemuan selanjutnya. Berdasarkan hasil angket kemandirian belajar siswa. rata-rata persentase skor angket pada siklus I adalah 59. (8) sebelum mengakhiri pembelajaran. (4) kelompok presentasi. rata-rata skor angket pada siklus II adalah 75. (7) siswa mengerjakan soal kuis secara mandiri untuk mengetahui kemampuan siswa setelah mempelajari materi. siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Proses pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching yang dapat meningkatkan kemandirian belajar dan hasil belajar siswa kelas IX-I SMP N I Pacitan dilakukan dengan.65% dalam kategori baik.5.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar matematika dan hasil belajar matematika untuk pokok bahasan kesebangunan pada siswa kelas IX-I SMP Negeri I Pacitan dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan reciprocal teaching. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi. (5) kelompok lain menanggapi. . Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. (3) siswa membuat soal yang berkaitan dengan materi yang ditugaskan guru dan penyelesaiannya. wawancara. Peningkatan hasil belajar siswa kelas IX-I SMP N I Pacitan dapat dilihat dari peningkatan rata-rata nilai pada tes siklus I dan tes siklus II berturut-turut 7. BAB I PENDAHULUAN A.

Hal tersebut menunjukkan kurangnya kemandirian belajar matematika siswa. Salah satu penyebabnya mungkin adalah sifat objek matematika yang abstrak. Banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar matematika. siswa terbiasa mengandalkan penjelasan dari guru. Mereka hanya mencatat apa yang telah dicatat guru di papan tulis. Jika ada pertanyaan mereka tidak mau menjawab dan cenderung menunggu jawaban dari guru kemudian mencatatnya. Mereka enggan mencoba dan lebih suka mengatakan tidak bisa sebelum mencoba mengerjakan soal yang diberikan guru sehingga cenderung pasif. Kemandirian belajar matematika siswa diawali dengan kesadaran adanya masalah. Kemandirian belajar matematika siswa yang kurang mungkin mempengaruhi mereka dalam memahami materi yang berkaitan dengan matematika.digunakan pada mata pelajaran lainnya. Mereka beranggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan memerlukan suatu pemikiran yang keras dan otak yang cerdas. biologi.ekonomi. Anggapan ini menyebabkan mereka patah semangat dalam belajar. dan ilmu pengetahuan lainnya. Dalam proses pembelajaran. Upaya meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa tidak mudah untuk dicapai secara maksimal. Sifat tersebut dapat menyebabkan matematika sulit dipahami. karena banyaknya faktor yang . misalnya fisika. kimia. disusul dengan timbulnya niat melakukan kegiatan belajar secara sengaja untuk menguasai suatu kompetensi yang diperlukan guna mengatasi masalah (Haris Mudjiman: 2007).

antara lain inisiatif. Pemilihan dan penggunaan metode pembelajaran merupakan hal penting dan berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran. dan evaluasi diri sendiri. bermain telepon genggam. guru hampir selalu menggunakan model pembelajaran klasikal dengan metode ceramah dan tanya jawab. Siswa cenderung tidak terampil untuk menemukan cara sendiri dalam memecahkan masalah dan interaksi siswa kurang optimal.berpengaruh terhadap kemauan siswa untuk belajar. kepercayaan diri. Hal ini disebabkan karena . Untuk itu. Penggunaan metode ceramah dan tanya jawab ini dapat menimbulkan permasalahan yakni siswa menjadi pasif karena selama pembelajaran siswa cenderung hanya mendengarkan dan mencatat. tanggungjawab. misalkan dalam menggunakan metode pembelajaran. Seringkali ditemui siswa yang mengobrol sendiri di dalam kelas. baik antar sesama siswa maupun antara siswa dengan guru. baik dengan sesama siswa maupun dengan guru. Namun hal ini sepertinya kurang diperhatikan oleh guru karena pada kenyataannya. atau menggambar ketika pembelajaran matematika berlangsung. perlu adanya perbaikan dan penyempurnaan ke arah sistem pendidikan ataupun dalam hal yang langsung berkaitan dengan praktek pembelajaran. khususnya pada pelajaran matematika. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat memungkinkan terjadinya kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun sendiri pengetahuannya serta kegiatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk bertanya dan berdiskusi yang berarti adanya interaksi timbal balik.

kemungkinan akan mempengaruhi kemandirian belajar matematika dan hasil belajar matematika siswa. Metode mengajar banyak sekali macamnya. peneliti melakukan pendekatan kepada guru matematika kelas IX-I dan sepakat untuk meningkatkan kemandirian belajar matematika matematika dan hasil belajar matematika matematika siswa. Hal tersebut menyebabkan hasil belajar matematika siswa tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh sekolah. sehingga dalam menggunakan metode mengajar tersebut harus memperhatikan tujuan yang akan dicapai. Oleh karena itu perlu memilih metode pembelajaran yang tepat dan dapat lebih mengaktifkan siswa.pdf bahwa strategi . menanggapi apa yang telah diberikan oleh guru. Sedangkan menurut Palincsar dan Brown (1984: 117- 175). Pendekatan reciprocal teaching merupakan strategi belajar melalui kegiatan mengajarkan teman. yang kurangnya motivasi. Hanya satu atau dua orang siswa yang berani bertanya kepada guru baik di dalam maupun di luar kelas. Berdasarkan wawancara dengan guru kelas IX-I SMP Negeri 1 Pacitan dan observasi yang dilakukan sebelum penelitian tindakan kelas.edu/~gwella/files/courses_folder/ED %20261%20paper/Palinscar%20Reciprocal20Teahing. Diusulkan menggunakan pendekatan reciprocal teaching.http://wwwpeopleucsc.metode mengajar yang monoton. Apabila seorang guru dalam memilih metode pembelajaran kurang tepat. Siswa maupun kurang pembelajaran matematika kurang menarik.

Reciprocal teaching merupakan strategi belajar melalui kegiatan mengajarkan teman. Melalui pembelajaran menggunakan reciprocal teaching. http://www.kpicenter. Belajar dengan menggunakan pendekatan reciprocal teaching juga dapat mendorong siswa kelas IX-I SMP N 1 Pacitan untuk membangun ketrampilan-ketrampilan itu sendiri dengan memberikan rangsangan. Pendekatan reciprocal teaching mengacu pada sekumpulan kondisi belajar di mana siswa melakukan sekumpulan kegiatan kognitif tertentu dan perlahanlahan baru melakukan kegiatan secara mandiri (Muslimin Ibrahim.org/index). dan pemodelan oleh guru untuk meningkatkan ketrampilan membaca pada siswa yang berkemampuan rendah. di mana siswa berperan sebagai “guru” menggantikan peran guru untuk mengajarkan teman-temannya. dukungan. dan sarana-sarana yang mendukung. .kpicenter. mengajarkan ketrampilan metakognitif melalui pengajaran.reciprocal teaching adalah pendekatan konstruktivis yang didasarkan pada prinsip-prinsip membuat pertanyaan. fasilitator yang memberi kemudahan. Kemandirian belajar matematika merupakan proses dimana individu berinisiatif belajar dengan atau tanpa bantuan orang lain. Sementara itu guru lebih berperan sebagai model yang menjadi contoh. siswa akan berlatih untuk belajar mandiri.org/index). pembimbing yang melakukan scaffolding (bimbingan yang diberikan oleh orang yang lebih tahu kepada orang yang kurang tahu) (Muslimin Ibrahim. http://www.

Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemandirian belajar matematika dan hasil belajar matematika siswa kelas IX-I SMP N 1 . merumuskan tujuan belajar sendiri. Nana Sudjana (2001:22) mendefinisikan hasil belajar matematika sebagai kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menemukan pengalaman belajar. B.mendiagnosa kebutuhan belajar sendiri. Rumusan Masalah Bagaimanakah pembelajaran matematika dengan pendekatan reciprocal teaching agar dapat meningkatkan kemandirian belajar matematika dan hasil belajar matematika siswa kelas IX-I SMP Negeri 1 Pacitan? C. Hasil belajar matematika dapat ditampilkan dari tingkah laku dengan memberikan gambaran yang lebih nyata yang bertujuan untuk mengukur kemampuan belajar siswa. Dengan menggunakan pendekatan reciprocal teaching dalam pembelajaran matematika diharapkan dapat meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa dan hasil belajar matematika siswa. mengidentifikasi sumber belajar yang dapat digunakannya. memilih dan menerapkan strategi belajarnya. dan mengevaluasi hasil belajar matematikanya (Sumarmo. 2004).

BAB II LANDASAN TEORI . D.Pacitan melalui pendekatan reciprocal teaching. 3) Memberikan sumbangan pemikiran dalam dunia pendidikan pada umumnya mengenai pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian tindakan kelas ini adalah : 1) Memberikan gambaran kepada guru mata pelajaran matematika kelas IX-I SMP N 1 Pacitan dalam menggunakan pendekatan reciprocal teaching. 2) Memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengatasi masalah dalam pembelajaran matematika.

Pembelajaran merupakan aktifitas untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan proses belajar siswa belangsung optimal di dalam lingkup sekolah. Pembelajaran Matematika Belajar merupakan suatu proses aktif dalam memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku (Nana Sudjana. pengertian lain belajar. Nasution (2005: 80) mendefinisikan pembelajaran sebagai . suatu kegiatan dan bukan hasil atau tujuan. yakni mengalami. learning is defined as the modification or strengthening of behavior through experiencing (belajar adalah modifikasi atau memperkuat tingkah laku melalui pengalaman).A. Belajar bukan hanya mengingat.(2003: 7) yaitu proses perubahan tingkah laku individu yang relatif tetap sebagai hasil dari pengalaman. Sudjana (2000: 80) menyatakan bahwa pembelajaran adalah setiap upaya yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidik yang dapat menyebabkan peserta didik melakukan kegiatan belajar. dkk (2001: 8) menyatakan bahwa pembelajaran adalah upaya penataan lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal. Dalam hal ini belajar merupakan proses. akan tetapi lebih luas dari itu . Kajian Pustaka 1.2000:5). Gulo (2004: 80) mendefinisikan pembelajaran sebagai usaha untuk menciptakan sistem lingkungan yang mengoptimalkan kegiatan belajar. Menurut William Burton dalam Oemar Hamalik (2005: 56). dkk. Erman Suherman. Hal tersebut sesuai dengan pengertian belajar menurut Fontana yang dikutip oleh Erman Suherman.

Menurut Moh. 2003: 16).suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak didik sehingga terjadi proses belajar. karena matematika sebagai aktivitas manusia kemudian pengalaman itu diproses dalam dunia rasio. matematika terbentuk sebagai hasil pemikiran manusia yang berhubungan dengan ide. Menurut Ruseffendi dalam Erman Suherman (2003: 148). dapat mengambil keputusan. proses dan penalaran. Agar konsep matematika yang terbentuk itu dapat dipahami orang lain dan dapat dengan mudah dimanipulasi secara tepat. dan sifat keaslian dalam perilaku. Pada tahap awal matematika terbentuk dari pengalaman manusia dalam dunianya secara empiris. bertindak bebas. diolah secara analisis dan sintesis dengan penalaran di dalam struktur kognitif. Seseorang dikatakan mandiri jika memiliki tanggung jawab yang tinggi. sehingga sampailah pada suatu kesimpulan konsepkonsep matematika. percaya diri. Hal tersebut . maka digunakan notasi dan istilah yang cermat yang disepakati bersama secara global (universal) yang dikenal dengan bahasa matematika (Erman Suherman. dapat mengarahkan perilaku sendiri. Bardasarkan pendapat tersebut kegiatan pembelajaran merupakan suatu proes timbal balik antara guru dan siswa pada situasi edukatif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Uzer Usman (2002: 4) pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif tertentu.

antara lain mengarahkan perilaku sendiri. Jerold E. bertindak bebas dan sifat keaslian dalam perilaku. 2. bertanggung jawab. Kemandirian Belajar Kemandirian merupakan salah satu unsur kepribadian penting. tidak saja secara ekonomi sosial. karena diperlukan manusia untuk menyesuaikan diri secara aktif dalam lingkungannya. Kemandirian belajar menurut Haris Mudjiman (2007) adalah kegiatan belajar aktif yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai suatu kompetensi guna mengatasi suatu masalah. mengambil keputusan. yaitu kemandirian memiliki beberapa aspek kemampuan. 1991:42). Kemandirian merupakan kesanggupan untuk berdiri sendiri.Kemp (1994:155) menyatakan bahwa siswa yang ikut dalam program belajar mandiri akan lebih rajin. kepercayaan pada diri sendiri.sesuai dengan pendapat Sumanto (2003:18). Corno dan Mandinach yang dikutip oleh Kerlin menyatakan kemandirian belajar sebagai suatu kemampuan untuk mengolah dan memanipulasi suatu pengetahuan dalam proses belajar dan untuk memonitor dalam rangka meningkatkan proses belajar. tetapi terutama secara moral dalam artian bertanggungjawab atas keputusan-keputusannya dalam perkara yang bersifat rasional maupun emosional (Cony Semiawan. dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang telah dimiliki. lebih banyak dan mampu lebih lama mengingat hal yang dipelajarinya dibandingkan dengan siswa yang mengikuti kelas .

konvensional. Schunk’s yang dikutip oleh Kerlin (1992) mendefinisikan kemandirian belajar sebagai suatu proses kognitif yang terdiri dari kemampuan . 2004 : 1). Utari Sumarmo (2004: 4) memberikan tiga karakteristik kemandirian belajar. Istilah kemandirian belajar berhubungan dengan beberapa istilah lain diantaranya self regulated learning. Pengertian kelima istilah terakhir di atas tidak tepat sama. sebagai pewujudan dari sikap kreatif. namun mereka memiliki beberapa kesamaan karakteristik (Utari Sumarmo. Memantau kemajuan belajarnya. bebas dari pengaruh berlebihan dari orang lain. self efficacy. Menurut Kartono (1999:14) pribadi yang mandiri berarti mampu memiliki pandangan yang jelas tanpa mengabaikan saran dan nasehat. dan self –esteem. self regulated thinking. c. self directed learning. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh rasa percaya diri dan keinginan untuk sesekali berjalan di luar garis. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Joan Freeman dan Utami Munandar (1996 :142) yang menjelaskan bahwa tipe anak yang mandiri. mengevaluasi hasilnya dan dibandingkan dengan standar tertentu. Merancang belajar sendiri sesuai dengan tujuannya. Memilih strategi kemudian melaksanakan rancangan belajarnya. mampu mengambil keputusan sendiri. mempunyai keberanian untuk bertindak berbeda dari teman-temannya. b. yaitu bahwa individu : a. mampu bertindak sesuai dengan nilai baik yang dihayati dalam lubuk hatinya dan bilamana perlu melawan arus.

Fase merancang belajar : menganalisis tugas belajar. 3. Fase mengevaluasi. menetapkan tujuan belajar. b. Schunk dan Zimmerman (Utari Sumarmo. Hasil Belajar Matematika Belajar menghasilkan suatu perubahan pada siswa. pemerolehan pengetahuan. namun refleksi berlangsung pada tiap fase selama siklus berjalan. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2002: 141) hasil belajar adalah perubahan yang terjadi sebagai akibat dari kegiatan belajar yang telah dilakukan oleh . ketrampilan. hasil belajar apa yang telah dicapai? (evaluasi produk). dapat mengungkapkan pengetahuan yang dimiliki dan mengolah pengetahuan itu menggunakan kemampuan yang dimiliki dengan penuh rasa tanggung jawab untuk belajar.penerimaan konsep. memuat kegiatan memeriksa bagaimana jalannya evaluasi strategi: apakah strategi telah berjalan dengan baik? ( evaluasi proses). dan sikap. Pada fase merefleksi: pada dasarnya fase ini tidak hanya berlangsung pada fase keempat dalam siklus self regulated learning. dan sesuaikah strategi dengan tugas belajar yang dihadapi. c. pemahaman. dan merancang strategi belajar. Perubahan itu dapat berupa pengetahuan. Nana Sudjana (2001: 22) mendefinisikan hasil belajar sebagai kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia memperoleh pengalaman belajar. 2004 :2) merinci kegiatan yang berlangsung pada tiap fase self regulated learning sebagai berikut : a.

Ketrampilan dan kebiasaan. pemahaman. Sedangkan Gagne yang dikutip oleh Nana Sudjana (2001:22) membagi lima kategori hasil belajar sebagai berikut : a. Sikap dan cita-cita. analisis. b. Ketrampilan intelektual. d. c. c. Ranah kognitif. e. Sikap.individu. yakni pengetahuan. Pengetahuan dan pengertian. Strategi kognitif. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. b. . aplikasi. Bloom mengklasifikasikan hasil belajar menjadi tiga ranah (Benyamin Bloom yang dikutip oleh Nana Sudjana. Informasi verbal. yaitu: a. Rini Susanti dalam Niken Wahyu Utami (2006) menyatakan bahwa hasil belajar adalah tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran sebagai akibat dari perubahan tingkah laku setelah mengikuti proses belajar mengajar berdasarkan tujuan pengajaran yang ingin dicapai. 2001: 22). Ketrampilan motoris. dan evaluasi. ingatan. Hordward Kingsley yang dikutip oleh Nana Sudjana (2001: 22) membagi tiga macam hasil belajar sebagai berikut : a. sintesis.

kemampuan personal. penilaian. Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku setelah memperoleh pengalaman sebagai akibat dari belajar. ketrampilan gerakan dasar. dan internalisasi. ketrampilan. Faktor yang terdapat dari individu yang sedang belajar dikelompokkan menjadi : 1) Faktor psikis. Hasil belajar dipengaruhi oleh faktor-faktor baik itu yang berasal dari individu maupun faktor yang berasal dari luar diri individu. organisasi. Ranah afektif. yaitu : a. Ranah psikomotoris. Ada enam aspek ranah psikomotoris. gerakan ketrampilan kompleks. Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek. Faktor yang berasal dari individu yang sedang belajar.b. antara lain kognitif. yakni penerimaan. c. keharmonisan atau ketepatan. jawaban. afektif. dan kemampuan bertindak. . Ranah psikmotoris berkenaan dengan hasil belajar. 2001:23). dkk (1993:60) yang menyebutkan hasil belajar dipengaruhi oleh dua faktor. psikomotor. ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru di sekolah karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam mengusai isi bahan pengajaran (Nana Sudjana. yakni gerakan refleks. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sri Rumini. dan gerakan ekspresif dan interpretatif. Di antara ketiga ranah itu.

anggota badan. 1996:120) adalah : a. b. kelenjar. supaya dapat menangani sesuai dengan kondisi peserta didiknya untuk menunjang keberhasilan belajar. keadaannya ada yang ditentukan oleh faktor keturunan. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran instruksional khusus (TIK) telah dicapai oleh siswa. baik secara individu maupun kelompok. Pendekatan Matematika Reciprocal Teaching dalam Pembelajaran . kepribadian. karena faktor-faktor yang mempengaruhi belajar peserta didik satu dengan lainnya sangat berbeda. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi. syaraf. Yang menjadi petunjuk bahwa suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil (Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2) Faktor fisik. Guru harus memperhatikan perbedaan individu dalam memberi pelajaran kepada mereka. Faktor psikis dan fisik ini. b. ada yang oleh faktor lingkungan.campuran. antara lain indera. baik secara individu maupun kelompok. dan organ-organ dalam tubuh. Faktor yang berasal dari luar diri individu. 4. tubuh. dan ada pula yang ditentukan oleh faktor keturunan maupun lingkungan.

org/index). Sementara itu guru lebih berperan sebagai model yang menjadi contoh. Pada strategi ini siswa berperan sebagai “guru” menggantikan peran guru untuk mengajarkan teman-temannya (Muslimin Ibrahim. misalnya guru kepada siswa atau siswa yang pandai dengan siswa lain yang kurang pandai. Palinscar dan Brown (1984:117-175) menyatakan bahwa guru mengajar ketrampilan- ketrampilan kognitif yang penting kepada siswa dengan cara menciptakan pengalaman-pengalaman belajar. Reciprocal teaching merupakan strategi belajar melalui kegiatan mengajarkan teman. Guru mencontohkan tingkah laku . fasilitator yang memberi kemudahan dan pembimbing yang melakukan scaffolding.kpicenter. Scaffolding adalah bimbingan yang diberikan oleh orang yang lebih tahu kepada orang yang kurang atau belum tahu. Menurut Arends (1997: 266) reciprocal teaching adalah suatu prosedur pengajaran atau pendekatan yang dirancang untuk mengajarkan kepada siswa tentang strategi-strategi kognitif serta untuk membantu siswa memahami isi bacaan atau materi pembelajaran dengan baik.Reciprocal teaching merupakan salah satu model pembelajaran yang memiliki manfaat agar tujuan pembelajaran tercapai melalui kegiatan belajar mandiri dan peserta didik mampu menjelaskan temuannya kepada pihak lain. http://www. 2008: 89) penelitian terhadap reciprocal teaching menunjukkan bagaimana strategi pembelajaran langsung dapat meningkatkan pengaruh dari sebuah teknik yang berhubungan dengan pembelajaran kooperatif. Menurut Palinscar dan Brown ( Slavin.

(4) latihan mempercepat waktu belajar. dan sarana-sarana yang mendukung. dalam hal ini yang . Hal tersebut sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Poerwadarminta (Syaiful Sagala. yaitu: “reciprocal teaching has features: instruction and practice of the four comprehension strategies—predicting. diajarkan beberapa strategi pemahaman mandiri yang spesifik. membuat pertanyaan (question generate). question generating. clarifying. Menjelaskan atau presentasi. dan (6) mengumpulkan istilah dan pengertian yang berkaitan dengan mata pelajaran yang dipelajari. and summarizing”. Merangkum yang dimaksud adalah aktivitas siswa dalam menemukan ide-ide pokok atau memahami suatu bacaan tertentu dalam buku paket. membaca yaitu : (1) membaca tujuan. (3) membaca dengan mata dan pikiran yang tenang.tertentu kemudian membantu siswa untuk membangun ketrampilanketrampilan itu sendiri dengan memberikan rangsangan. 2006 : 59). pada pendekatan reciprocal teaching. dan menjelaskan atau mempresentasikan (clarifying). dukungan. Membuat pertanyaan dalam hal ini yang dimaksud adalah aktivitas siswa dalam membuat pertanyaan atau memberikan contoh soal beserta penyelesaiannya. (2) menangkap gagasan isi bacaan. Pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching mengajarkan strategi pemahaman mandiri sebagaimana yang diungkapkan oleh Palinscar dan Brown (1984:117-175). Hal tersebut juga dikemukakan oleh Alverman dan Phelps (1998). seperti meringkas atau merangkum (summarizing). (5) membaca menurut urutan pikiran dalam pelajaran.

Hal tersebut sesuai dengan pendapat Paulina Panen (2001) yang menyatakan bahwa melalui pembelajaran reciprocal teaching ini. dan guru cukup berperan sebagai fasilitator. Adapaun kelebihan-kelebihan dari Pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching sebagai berikut : a. siswa memiliki kemampuan untuk mengembangkan pengetahuannya sendiri. siswa diberi tugas untuk mempelajari suatu topik atau konsep yang terdapat dalam buku paket. dan . menjelaskan contoh soal beserta penyelesaiannya atau mengkomunikasikan ide-ide mereka kepada siswa lain.dimaksud adalah aktivitas siswa dalam menjelaskan materi yang telah dipelajari. Melalui pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching. mediator. memberikan contoh soal dan penyelesaiannya. Termasuk dalam aktivitas ini adalah mendiskusikan atau mengungkapkan mengenai materi yang kurang jelas atau kurang dipahami yang terdapat pada topik yang telah ditugaskan. Dengan demikian. kemudian mempertanggungjawabkan tugas tersebut dengan mempresentasikan di kelas. Selanjutnya siswa dituntut untuk dapat memahami pokok atau inti pada topik tersebut. siswa telah dilatih untuk belajar mandiri dengan memanfaatkan buku paket atau sumbersumber lainnya yang telah tersedia. Melatih kemampuan siswa belajar mandiri. diharapkan siswa dapat mengembangkan kemampuan belajar mandiri. Setiap pendekatan pembelajaran memiliki kelebihan-kelebihan masing-masing.

sehingga dapat dikatakan bahwa reciprocal teaching dapat meningkatkan hasil belajar yang rendah. b. Reciprocal teaching juga melatih siswa untuk menjelaskan kembali kepada pihak lain. sehingga dikatakan bahwa reciprocal teaching dapat mempertinggi kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Jadi siswa terlatih untuk menemukan hal-hal penting dari apa yang siswa pelajari dan ini merupakan ketrampilan penting untuk belajar.manajer dari proses pembelajaran. B. Penelitian yang Relevan Elly Liswati telah melakukan penelitian tentang upaya meningkatkan hasil belajar matematika melalui model reciprocal teaching pada siswa kelas V SD Negeri 3 Gedong Kecamatan Patean. c. penerapan pembelajaran ini dapat dipakai untuk melatih siswa dalam meningkatkan kepercayaan diri mereka. Salah satu hasil penelitiannya adalah melalui metode pembelajaran reciprocal teaching ternyata dapat meningkatkan hasil belajar. Dengan demikian. Emi Pujiastuti (2000: 32) melakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran reciprocal teaching dalam melakukan perkuliahan di jurusan . Kabupaten Kendal tahun ajaran 2004/2005. Selama kegiatan pembelajaran. siswa membuat rangkuman. siswa membuat pertanyaan dan menyelesaikan pertanyaan tersebut. Selama kegiatan pembelajaran.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif dan .pendidikan matematika sebagai wahana untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam belajar mandiri. Salah satu hasil penelitiannya adalah pembelajaran reciprocal teaching mampu meningkatkan kinerja mahasiswa dalam belajar mandiri.

Kelas ini dipilih atas dasar kesepakatan peneliti dan guru bidang studi metematika di kelas IX I.partisipatif. C. Kolaboratif artinya peneliti berkolaborasi atau bekerja sama dengan guru kelas IX-I dan dua orang pengamat. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri I Pacitan yang beralamat di Jalan Jendral Ahmad Yani No 41 Pacitan. Sedangkan partisipatif artinya peneliti berpartisipasi dalam pembelajaran. Instrumen Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data . Setting Penelitian Penelitian ini menggunakan setting kelas. D. Penelitian dimulai pada awal semester 1 tahun ajaran 2007/2008. Kelas yang digunakan adalah kelas IX I SMP Negeri I Pacitan. E. B. Subjek Penelitian Subjek yang akan diteliti adalah siswa kelas IX I SMP Negeri 1 Pacitan Tahun ajaran 2007/2008. Tindakan yang direncanakan berupa implementasi pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching.

Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. Angket Angket digunakan untuk memperkuat data yang telah diperoleh berdasarkan lembar observasi dan hasil wawancara terutama mengenai kemandirian belajar siswa terhadap pembelajaran matematika dengan pendekatan reciprocal teaching. d. Lembar Observasi Lembar observasi digunakan sebagai pedoman untuk melakukan pengamatan guna memperoleh data mengenai peningkatan kemandirian belajar matematika dengan pendekatan reciprocal teaching siswa kelas IX I SMP N I Pacitan. penafsir data dan pada akhirnya menjadi pelapor hasil penelitian. c.1. Peneliti Peneliti merupakan instrumen utama sekaligus perencana. Pedoman Wawancara Pedoman wawancara disusun untuk menanyakan dan mengetahui hal-hal yang tidak dapat atau kurang jelas diamati saat observasi. penganalisis. pelaksana pengumpul data. Selain itu juga untuk mempermudah peneliti dalam melakukan tanya jawab tentang bagaimana tanggapan guru dan siswa terhadap pembelajaran yang dilaksanakan. b. .

Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : a. Observasi Observasi dilakukan oleh peneliti dengan cara melakukan pangamatan dan pencatatan mengenai pelaksanaan pembelajaran di kelas serta kemandirian belajar siswa pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. b. Tes hasil belajar Tes hasil belajar digunakan untuk mengukur kemajuan belajar siswa dan seberapa besar penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari. sedangkan tes II diberikan untuk mengetahui kemampuan siswa setelah mempelajari materi yang diberikan pada siklus II. Kuis dilaksanakan setiap akhir pertemuan untuk mengetahui kemampuan siswa setelah mempelajari materi. tes siklus I. Tes yang diberikan kepada siswa meliputi kuis. Wawancara Wawancara dilakukan terhadap guru dan siswa dengan cara bertanya secara langsung kepada guru dan siswa bagaimana pendapat mereka tentang penerapan model pembelajaran dengan pendekatan . Tes I diberikan untuk mengetahui kemampuan siswa setelah mempelajari materi yang diberikan pada siklus I.e. 2. dan tes siklus II. Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan serta berupa catatan lapangan.

catatan lapangan. Foto Foto berguna untuk melengkapi sumber data yang menghasilkan data dengan merekam kejadian penting di kelas atau menggambarkan suasana kelas ketika aktivitas belajar berlangsung. Angket Angket yang telah dipersiapkan dibagikan kepada semua siswa pada akhir siklus I dan siklus II. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data hasil observasi dalam proses pembelajaran. Angket berguna untuk memperoleh data tentang kemandirian belajar matematika siswa kelas IX-I SMP N I Pacitan. Kuis dan tes digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa kelas IX-I SMP N I Pacitan. hasil angket. Data tambahan sebagai bahan pertimbangan diperoleh dari wawancara dengan guru dan siswa yang dilakukan pada akhir kegiatan. nilai kuis dan tes. e. d.reciprocal teaching dalam pembelajaran matematika. c. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dngan cara sebagai berikut: . Wawancara dilakukan berdasarkan pedoman wawancara yang telah disusun. F. Kuis dan Tes Soal kuis dan tes yang telah dibuat dibagikan kepada siswa kemudian diselesaikan secara individu.

mengevaluasi belajar. Dihitung jumlah skor tiap-tiap butir pernyataan sesuai dengan aspekaspek yang diamati. yaitu merancang belajar. tanggung jawab. kemudian diklasifikasikan berdasarkan . 2. Dari hasil perhitungan di atas. Cara menghitung persentase angket sebagai berikut: PSA = X 100 % Keterangan: PSA S JS SM : Persentse Skor Hasil Angket : Skor Keseluruhan yang Diperoleh Siswa : Jumlah Siswa : Skor Maksimal. Analisis data angket Angket kemandirian belajar siswa diberikan pada siklus I dan siklus II. dan sifat keaslian.JSXSM S 1. percaya diri. inisiatif. Masing-masing butir pernyataan angket dikelompokkan sesuai dengan aspek-aspek yang diamati. Analisis data observasi Data hasil observasi dianalisis secara kualitatif dengan mendeskripsikan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Jumlah skor yang diperoleh pada setiap aspek selanjutnya dihitung persentasenya. b. Hasil angket kemandirian belajar siswa dianalisis melalui langkah-langkah: a.

kriteria dalam tabel 1. kurang baik. Selanjutnya dikelompokkan ke dalam kriteria yang telah ditentukan yaitu termasuk dalam kriteria tidak baik. Analisis hasil wawancara Hasil wawancara dengan guru dan siswa dianalisis secara kualitatif diskriptif untuk melengkapi dari hasil angket sehingga diperoleh data mengenai respon siswa terhadap pembelajaran secara lebih akurat. G. 4.99% Kurang dari 40% Baik Cukup Kurang baik Tidak baik Kriteria Dari hasil perhitungan persentase di atas. 3. ditentukan skor rata-rata dengan menjumlahkan semua skor siswa dan membaginya dengan banyaknya siswa yang mengikuti tes. Rancangan Penelitian Penelitian tindakan kelas menggunakan model spiral dari Kemmis dan .99% 40%-55.cukup. dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif dengan membandingkan hasil pada tiap akhir siklus. Klasifikasi Persentase untuk Skor Hasil Angket. atau tidak baik. Persentase 76%-100% 56%-75. Berdasarkan skor hasil kuis dan tes akhir siklus setiap siswa. Tabel 1. Analisis hasil tes belajar Data hasil kuis dan tes akhir siklus.

Siklus Pertama a. dan refleksi dalam suatu spiral yang terkait. yaitu perencanaan tindakan. observasi. 1. Lembar angket dan pedoman wawancara itu mempermudah peneliti untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran. 3) Menyusun pedoman wawancara dan lembar angket untuk siswa. Rencana Tindakan 1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang materi yang akan diajarkan sesuai dengan model pembelajaran reciprocal teaching yang digunakan. pelaksanaan tindakan. b.Taggart yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Robin MC Taggart yang dikutip oleh Sukardi (2004: 214) yang terdiri dari siklus-siklus dan masing-masing siklus menggunakan empat komponen tindakan. Pelaksanaan Tindakan Tindakan dilakukan dengan menggunakan panduan perencanaan yang telah dibuat dan dalam pelaksanaannya bersifat . 2) Menyusun dan mempersiapkan lembar observasi dengan bimbingan dosen. 4) Mempersiapkan soal kuis dan tes untuk siswa yang disusun oleh peneliti dengan bimbingan dosen dan pertimbangan guru yang bersangkutan. RPP berguna sebagai pedoman guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas.

Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana kemandirian belajar siswa dan respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan reciprocal teaching di kelas. dan segala hal yang berkaitan dengan tindakan yang dilakukan. Setelah itu memberikan angket kepada siswa. Siklus Kedua pendekatan reciprocal . c. Sedangkan peneliti akan dibantu oleh dua orang pengamat yang mengamati kemandirian belajar siswa dan mengamati respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan teaching di kelas. Pelaksanaan refleksi berupa diskusi antara peneliti dan guru matematika yang bersangkutan. 2. Observasi Observasi dilaksanakan selama proses pembelajaran di kelas berlangsung dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat.fleksibel dan terbuka terhadap perubahan-perubahan. Data yang diperoleh pada lembar observasi dianalisis. Diskusi tersebut bertujuan untuk mengevaluasi hasil tindakan yang telah dilakukan yaitu dengan cara melakukan penilaian terhadap proses yang terjadi. Kemudian dilakukan refleksi. Setelah itu mencari jalan keluar terhadap masalah-masalah yang mungkin timbul agar dapat dibuat rencana perbaikan pada siklus II. d. Refleksi. masalah yang muncul.

pelaksanaan tindakan. Penelitian tindakan kelas menurut Stephen Kemmis dan Robbin Mc Taggart yang dikutip oleh Rochiati Wiriaatmadja (2006:66) seperti pada gambar berikut : .Keterangan: Perencanaan I Tindakan I Observasi I Kegiatan yang Idilaksanakan pada siklus kedua dimaksudkan Refleksi Perencanaan 2 sebagai perbaikan dari siklus pertama. Jika belum terdapat peningkatan. maka siklus dapat diulang kembali. observasi sebagai Refleksi 2 perbaikan yang didasarkan pada hasil refleksi pada siklus pertama. Pada siklus kedua juga melalui Tindakan 2 Observasi 2 tahap perencanaan tindakan.

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.Gambar I.00 WIB. Model Spiral dari Kemmis dan Taggart H. Adapun jadwal jam pelajaran matematika pada kelas IX-I adalah . Indikator Keberhasilan Tingkat keberhasilan penelitian tindakan ini ditandai adanya peningkatan kemandirian belajar siswa dan perbaikan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran. Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Kelas Proses pembelajaran di SMP N 1 Pacitan dimulai pada pukul 07. Sebagai indikator keberhasilan yang dicapai siswa di dalam penelitian ini adalah meningkatnya kemandirian belajar siswa dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran matematika melalui pembelajaran reciprocal teaching.

15 11.15 10.20-10.sebagai berikut: Tabel 2. Adapun jadwal kegiatan pembelajaran siswa kelas IX-I adalah sebagai berikut . Mengidentifikasi sifat-sifat dua segitiga sebangun. Menghitung panjang sisi yang belum diketahui dari dua segitiga yang kongruen.40-11. Jadwal Jam Pelajaran Matematika Kelas IX-I Hari Selasa Rabu Kamis Jam 10. Penelitian ini direncanakan dalam dua siklus dengan perincian siklus I dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Sedangkan indikator yang diharapkan muncul dalam pembelajaran mengenai kesebangunan antara lain : 1.35-12. Menghitung panjang sisi yang belum diketahui dari dua segitiga yang sebangun dan penggunaannya dalam pemecahan masalah.00 Standar kompetensi yang dikembangkan dalam pembelajaran kesebangunan berdasarkan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) adalah memahami kesebangunan bangun datar dan penggunaannya dalam pemecahan masalah. Mengidentifikasi dua bangun datar kongruen dengan menyebutkan syarat-syaratnya.40 8.00-10. 4. 2. 3. sedangkan siklus II dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan.

Tanggal Rabu. Menyusun dan mempersiapkan lembar observasi dengan bimbingan dosen.0010. Perencanaan Tindakan Pada tahap perencanaan tindakan siklus I.15 11.15 10. 19 Agustus 2008 Rabu.00 Kekongruenan bangun datar 10.40 Kekongruenan segitiga 3 1. 2. 14 Agustus 2008 Selasa. 12 Agustus 2008 Jam Materi 10.4011.15 Menentukan panjang sisi yang belum diketahui dari du segitiga yang sebangun 4 1 2 Rabu.20-10.20-10. Siklus 1 Tes akhir siklus 2 a.40 8.3512. 6 Agustus 2008 Kamis. . 7 Agustus 2008 Selasa.4011. 20 Agustus 2008 10.3512. 13 Agustus 2008 Kamis. kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1.Tabel 3. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang materi yang akan diajarkan sesuai dengan model pembelajaran reciprocal teaching. RPP berguna sebagai pedoman guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Lembar observasi yaitu lembar observasi kemandirian belajar siswa dengan pembelajaran menggunakan pendekatan reciprocal teaching. Jadwal Pelaksanaan Tindakan.40 8. Siklus Pertemuan 1 2 3 Hari.00Syarat-syarat segitiga sebangun 10.00 Syarat-syarat segitiga sebangun 10.15 11.00Tes akhir siklus 10.

Dalam pelaksanaan tindakan. pengamat melakukan partisipatif dengan ikut serta mendampingi siswa dalam belajar kelompok.3. 4. Lembar angket dan pedoman wawancara itu mempermudah peneliti untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran. Selama kegiatan berlangsung. Menyusun pedoman wawancara dan lembar angket untuk siswa. membantu peneliti dalam membagikan soal kuis. dan memberikan . Menyiapkan kamera untuk mendokumentasikan kegiatankegiatan selama pembelajaran. Mempersiapkan soal kuis dan tes siswa yang disusun oleh peneliti dengan bimbingan dosen dan pertimbangan guru yang bersangkutan. peneliti dibantu oleh dua orang pengamat yang melakukan pengamatan selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Pada tahap ini peneliti sesuai dengan rencana pelaksanaan melaksanakan pembelajaran yang disusun oleh peneliti yang sebelumnya telah dikonsultasikan oleh guru pengampu mata pelajaran matematika di kelas IX-I. mencatat data-data atau temuan-temuan yang ada. mengamati aktivitas siswa tanpa mengganggu kegiatan siswa. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan dilaksanakan mulai tanggal 6 Agustus 2008 sampai tanggal tindakan 20 Agustus 2008. b. 5.

Guru memodelkan strategi reciprocal teaching. 3. Membuat pertanyaan dan jawaban dari pertanyaan tersebut. Presentasi. 2. 2. serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan tanggapannya. Merangkum secara berkelompok. Sebelum pelaksanaan penelitian. Tahapan-tahapan dari pelaksanaan pembelajaran menggunakan reciprocal teaching sebagai berikut: 1. 4. Guru menjelaskan mengenai kesebangunan segitiga. peneliti telah mengajukan rencana pelaksanaan pembelajaran serta prosedur pelaksanaan reciprocal teaching kepada guru pelaksana. kegiatan merangkum yang dilakukan adalah merangkum materi yang telah ditugaskan secara berkelompok yaitu pada pertemuan pertama siswa merangkum materi tentang syarat-syarat .catatan-catatan mengenai kegiatan pembelajaran. Adapun deskripsi dari pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan reciprocal teaching adalah sebagai berikut: 1. Guru juga memberikan contoh soal dan penyelesaiannya. Merangkum secara berkelompok. Hal ini dimaksudkan sebagai contoh atau model bagi siswa dalam mempresentasikan atau mengkomunikasikan ide dan menjelaskan konsep. Tanggapan kelompok lain.

Pada pertemuan pertama. Guru selalu berkeliling membantu siswa yang mengalami kesulitan.segitiga yang sebangun sedangkan pada pertemuan ketiga siswa merangkum materi tentang menentukan panjang sisi yang belum diketahui dari dua segitiga yang sebangun. Merangkum yang dimaksud adalah aktivitas siswa dalam menemukan ide-ide pokok atau memahami suatu bacaan tertentu dalam buku paket. membuat soal dan jawaban yang berbeda dengan apa yang telah dicontohkan oleh guru. guru menyuruh siswa merangkum. Berikut ini visual rangkuman siswa. . Terlihat beberapa kelompok tidak akrab dengan teman satu kelompoknya kemudian guru menegur agar mereka kompak dalam mengerjakan tugas. Pada pertemuan pertama siswa masih bingung bagaimana cara merangkum materi kesebangunan segitiga.

.Gambar 2 .Hasil Rangkuman Siswa.

Berikut visual contoh soal dan penyelesaiannya.Hasil Rangkuman Siswa (lanjutan). Membuat pertanyaan dan jawaban dari pertanyaan tersebut. . siswa dapat bertanggung jawab atas kebenaran soal dan jawabannya.Gambar 2 . Selesai merangkum. siswa membuat soal beserta penyelesaiannya. Membuat soal dan penyelesaiannya dimaksudkan untuk melatih siswa dapat mengevaluasi belajar sendiri. 3.

Dengan demikian penerapan pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Berikut visual siswa yang sedang presentasi di depan kelas. menjelaskan contoh soal beserta penyelesaiannya atau mengkomunikasikan idide mereka kepada siswa lain. Presentasi Yang dimaksud dengan presentasi adalah aktivitas siswa dalam menjelaskan materi yang telah dipelajari.Gambar 3. guru memberikan penekanan konsep yang dijelaskan. Contoh soal dan penyelesaiannya. 4. Setelah kelompok mempresentasikan tugasnya.atau membetulkan penjelasan siswa yang kurang tepat. .

dan mengevaluasi belajar yaitu menerima dan memikirkan pendapat yang berbeda dari kelompok lain. Kelompok yang sedang presentasi juga memiliki tanggung jawab untuk berusaha menjawab pertanyaan dari temannya dengan benar. Setelah presentasi selesai. Siswa mengerjakan soal kuis. Hal ini dimaksudkan untuk melatih percaya diri siswa dalam menyampaikan pendapat atau bertanya jika ada yang tidak paham dan meningkatkan inisiatif siswa. Pada siklus I tes yang diberikan kepada siswa meliputi kuis dan tes siklus I. Tes hasil belajar digunakan untuk mengukur kemampuan belajar siswa dan seberapa besar penguasaan siswa terhadap materi yang dipelajari. Tanggapan kelompok lain. Siswa Sedang Menjelaskan (Clarify) Hasil Diskusi di Depan Kelas. siswa lain menanggapi presentasi tersebut.Gambar 4. Kuis dilaksanakan setiap akhir pembelajaran untuk mengetahui kemampuan siswa setelah . 5. 6.

Pengerjaan kuis pada pertemuan kedua. sekarang silakan mulai mengerjakan.” Siswa mengerjakan soal kuis dengan sungguhsungguh.mempelajari materi setiap selesai pembelajaran. jadi kalian harus fokus ke pekerjaan masing-masing. Pelaksanaan kuis dimulai pada pertemuan kedua karena pada pertemuan pertama seluruh rangkaian pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching belum selesai. . Peneliti dibantu oleh pengamat membagikan soal kuis pada tiap siswa. Siswa mengerjakan soal kuis di tempat duduk masing-masing. sehingga terlihat siswa yang sungguh-sungguh memperhatikan dan siswa yang tidak memperhatikan ketika pembelajaran berlangsung. Beberapa siswa meminta kuis dilaksanakan besok saja karena mereka bisa belajar di rumah dulu. siswa terlihat tegang. Tes siklus I diberikan untuk mengetahui kemampuan siswa setelah mempelajari materi pada siklus I. Kuis dilaksanakan dalam waktu 15 menit dengan banyak soal 2 nomor. Kemudian guru menegur siswa tersebut. Guru berkata: “ soal kuis ini dikerjakan secara individu dan tidak ada yang boleh mencontek atau bekerjasama dengan teman sebangku atau teman dari bangku lainnya. Kemudian guru menjelaskan tujuan kuis ini adalah untuk mengetahui kemampuan siswa setelah pembelajaran diberikan. Waktu mengerjakan soal kuis hanya 15 menit. Tetapi ada beberapa siswa yang masih menoleh ke pekerjaan temannya.

Nilai terendah Besarnya nilai Kuis 1 Kuis 2 4 4 Frekuensi 3 2 Nilai tertinggi Besarnya nilai 8 9 Frekuensi 7 3 6. Maka hasilnya sebagai berikut: Tabel 4.6 7. Setelah seluruh rangkaian pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching selesai. Gambar 5. soal kuis dibagikan kepada siswa dan mereka segera mengerjakan. masih tidak jauh berbeda dengan pertemuan kedua. tetapi ada pula yang membantu teman sebangkunya.Pada pertemuan ketiga. Siswa sedang mengerjakan kuis secara individu Nilai kuis tersebut dijumlahkan kemudian dicari rataratanya.02 ratarata Berdasarkan data di atas diketahui bahwa pada kuis . Guru segera menegur ketika ada yang bekerjasama. Data Nilai Kuis Pada Siklus I. Terlihat ada siswa yang menutup pekerjaannya agar teman sebangkunya tidak mencontek.

Pada kuis kedua. dua siswa memperoleh nilai terendah yaitu 4 dan tiga siswa memperoleh nilai tertinggi yaitu 9. siswa mengerjakan tes yang mencakup kesebangunan segitiga dan menentukan panjang sisi yang belum diketahui dari dua segitiga yang sebangun. sedangkan tujuh siswa mendapakan nilai 8. maka guru membahas soal tersebut secara sekilas di papan tulis. Pada akhir siklus I yaitu pertemuan keempat. serta tidak boleh membuka buku. Guru berpesan kepada siswa agar mengerjakan soal-soal tes dengan serius dan tidak mencontek teman. beberapa siswa tampak kecewa karena merasa tidak dapat mengerjakannya dengan baik. .pertama tiga siswa memperoleh nilai terendah yaitu 4. Bel tanda pembelajaran matematika belum berbunyi. Berikut adalah data hasil tes belajar siswa pada akhir siklus 1. Siswa tampak siap mengikuti tes karena sudah diinformasikan pada pertemuan sebelumnya oleh guru. siswa agak gaduh dan masih bertanya kepada teman yang berada di dekatnya. Saat mengerjakan soal tes. Rata-rata keseluruhan nilai siswa di kelas meningkat. Kemudian guru menegur mereka. Saat diminta mengumpulkan hasil jawaban tes.

Nilai Frekuensiwa Nilai Frekuensi Rataterndah tertinggi siswa rata Tes siklus I 4.5 2 9. Deskripsi Hasil Observasi Pada saat pembelajaran berlangsung. Data Hasil Tes Belajar Matematika Siswa pada Akhir Siklus I.1 c. Kerjasama siswa dalam mengoreksi pekerjaan hasil jawaban mereka sudah berjalan dengan .5 2 7. peneliti. peneliti dibantu oleh dua orang pengamat yang selalu mengamati aktivitas siswa dan mencatatnya dalam lembar observasi kemandirian belajar siswa dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan reciprocal teaching. Siswa aktif mengungkapkan pendapat ketika berdiskusi walaupun terkadang masih ada siswa yang hanya diam saja melihat anggota kelompok lain berdiskusi dan juga siswa yang asyik mengobrol sendiri ketika berdiskusi.Tabel 5. Dari hasil observasi selama mengikuti pembelajaran matematika menggunakan pendekatan reciprocal teaching pada siklus I secara keseluruhan dikatakan bahwa siswa sering bertanya kepada guru. maupun pengamat tentang materi yang belum paham.

Guru dan peneliti mendiskusikan hasil pengamatan yang dilakukan dalam pelaksanaan tindakan. membuat pertanyaan (question). Siswa masih belum paham dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan reciprocal teaching. Refleksi Refleksi tindakan pada siklus I difokuskan pada masalah yang muncul pada pelaksanaan tindakan. melalui evaluasi dan interprestasi terhadap keberlangsungan tindakan. d.baik. hanya saja perlu adanya ketegasan guru dalam mengingatkan siswa yang kurang . dan menjelaskan kembali ke depan kelas (clarify). Hanya siswa tertentu saja yang berusaha menanggapi presentasi. Hal ini dikarenakan metode pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching ini merupakan metode pembelajaran baru bagi siswa. Siswa juga kurang aktif menanggapi presentasi dari kelompok lain. Kemandirian belajar pada siswa kurang begitu nampak karena mereka kurang percaya diri dalam bertanya atau mengungkapkan pendapat dan siswa kurang bertanggung jawab saat mengerjakan tugas. sehingga siswa mengalami kesulitan dalam meringkas (summarize). Guru sudah mampu berperan sebagai fasilitator dan membantu siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Akan tetapi untuk presentasi di depan kelas masih guru yang menunjuk. Siswa belum secara sukarela presentasi di depan kelas.

Hal ini dilakukan agar masing-masing siswa paham dan mempunyai perhatian yang lebih kepada kelompoknya masing-masing dan mau bekerja. sehingga kesempatan untuk bercanda lebih berkurang.5 dan nilai terendah 4. siswa membagi tugas kelompoknya. Pelaksanaan tes siklus I belum berjalan dengan baik. Diskusi kelompok belum berjalan dengan baik. Keterbatasan guru dalam memberikan pengawasan terhadap seluruh kelompok juga mempengaruhi siswa. . beberapa siswa ada yang bermain curang dalam mengerjakan. Terlihat beberapa siswa yang suka mengobrol dan bercanda. Untuk mengatasinya.serius dalam mengikuti pembelajaran. Berdasarkan hasil refleksi akan dilakukan perbaikan rencana tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II Rencana tindakan yang akan dilaksanakan tersebut antara lain : 1. Hal ini disebabkan ada kesempatan bercanda ketika temannya mengerjakan soal.5. dan pengamat. Nilai tertinggi dari nilai seluruh kelas adalah 9. pada pertemuan selanjutnya. Guru memberikan penjelasan kembali tentang metode pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching. karena dalam kelompok terdapat siswa yang diam dan tidak mau bekerja sehingga terlihat ada keributan kescil dalam kelompok. Hal ini disebabkan kurangnya kontrol dari pengawas yaitu peneliti.

Pada pelaksanaan kuis dan tes. Guru selalu mengingatkan agar siswa aktif dalam menanggapi presentasi kelompok lain. 2. 5. 4. guru selalu mengingatkan kembali bahwan kuis/tes dilaksanakan secara individu dan tidak bekerjasama dengan siswa lain. 3. Guru selalu mengingatkan kepada siswa agar lebih serius dalam belajar kelompok dan memaksimalkan waktu yang telah diberikan 6.2. Siklus II a. Guru memodelkan kembali bagaimana menjadi siswa – guru. Peencanaan Tindakan Dalam tahap perencanaan tindakan siklus II ini peneliti menyusun rancangan tindakan yang akan diberikan sebagai berikut: . Hal ini dilakukan agar siswa menjadi aktif dan memberi penegasan bahwa menjadi siswa-guru itu memberi penjelasan (clarify) sendiri dihadapan temanteman dan memberikan motivasi lebih kepada siswa untuk aktif. Berdialog dengan guru untuk mendapatkan solusi dalam menangani siswa yang kurang serius dalam mengikuti proses pembelajaran dan memohon kepada guru untuk lebih tegas bertindak pada siswa tersebut.

2. 2) Mempersiapkan lembar observasi dan lembar skala kemandirian belajar siswa menggunakan pendekatan reciprocal teaching. 5) Mempersiapkan pedoman wawancara untuk siswa di akhir siklus. Hal ini dilakukan agar masing-masing siswa paham dan mempunyai perhatian yang lebih kepada kelompoknya masing-masing dan mau bekerja. 4) Mempersiapkan kamera untuk mendokumentasikan kegiatan-kegiatan selama pembelajaran. 3.1) Mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran. Guru memberikan penjelasan kembali tentang pembelajaran menggunakan pendekatan reciprocal teaching. Berdialog dengan guru untuk mendapatkan solusi dalam menangani siswa yang kurang serius dalam mengikuti proses pembelajaran dan memohon kepada guru untuk lebih tegas bertindak pada siswa tersebut. Guru dan peneliti sepakat akan melakukan beberapa perubahan pada siklus II. 3) Mempersiapkan soal tes berupa kuis dan tes akhir siklus. Guru memodelkan kembali bagaimana menjadi siswa – . Perencanaan tindakan yang disusun pada siklus kedua ini mengacu pada perbaikan-perbaikan masalah yang terdapat pada refleksi siklus I. yaitu: 1.

Hal ini dilakukan agar siswa menjadi aktif dan memberi penegasan bahwa menjadi siswa-guru itu memberi penjelasan (clarify) sendiri dihadapan teman-teman dan memberikan motivasi lebih kepada siswa untuk aktif.guru. Pelaksanaan Tindakan Pada awal proses pembelajaran. 4. Guru selalu mengingatkan kepada siswa agar lebih serius dalam belajar kelompok dan memaksimalkan waktu yang telah diberikan 6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu siswa dapat mengidentifikasi dua bangun datar kongruen dan tidak kongruen dengan menyebut syaratnya dan siswa dapat menghitung panjang sisi yang belum diketahui dari dua bangun yang kongruen. Anggota kelompok sama seperti pada siklus pertama. Pada pelaksanaan kuis dan tes. yang membedakan adalah pada siklus kedua ini tidak ada pembagian kelompok kembali. guru menyampaikan kepada siswa bahwa pertemuan kali ini sudah memasuki siklus II. 5. b. Tahapan-tahapan pembelajaran pada siklus kedua hampir sama dengan tahapan pada siklus pertama. Guru selalu mengingatkan agar siswa aktif dalam menanggapi presentasi kelompok lain. . guru selalu mengingatkan kembali bahwan kuis/tes dilaksanakan secara individu dan tidak bekerjasama dengan siswa lain.

guru menjelaskan mengenai kekongruenan bangun datar. 3) Merangkum secara berkelompok. Pembelajaran menggunakan pendekatan reciprocal teaching adalah pembelajaran yang kegiatannya merangkum materi yang telah ditugaskan. setelah memperhatikan . Sama seperti pada siklus I. dan presentasi. membuat pertanyaan dan penyelesaiannya yang berkaitan denagn materi yang dirangkum. serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan tanggapannya. siswa kelompok lain menanggapi. 2) Guru memodelkan strategi reciprocal teaching. Guru juga memberikan contoh soal dan penyelesaiannya. Guru memberikan penjelasan kembali tentang metode pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching. Hal ini dimaksudkan sebagai contoh atau model bagi siswa dalam mempresentasikan atau mengkomunikasikan ide dan menjelaskan konsep. Setelah kelompok yang ditunjuk presentasi.Deskripsi dari pelaksanaan pembelajaran matematika menggunakan pendekatan reciprocal teaching sebagai berikut: 1) Guru menjelaskan kembali pembelajaran menggunakan pendekatan reciprocal teaching. Sebelum siswa mulai berdiskusi.

penjelasan dari guru, siswa diberi tugas untuk merangkum materi yang akan dipelajari. Materi yang akan dirangkum pada pertemuan pertama siklus II ini adalah tentang kekongruenan bangun datar dan menghitung panjang sisi yang belum diketahui dari dua bangun yang kongruen. Sedangkan pada pertemuan kedua siklus II materi yang akan dipelajari adalah tentang kekongruenan segitiga dan menghitung panjang sisi yang belum diketahui dari dua segitiga yang kongruen. Pada pertemuan ini, siswa terlihat kompak dalam berdiskusi. Tidak banyak siswa yang bertanya kepada guru, peneliti, dan pengamat. Siswa berusaha menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Masih ada siswa yang masih pinjam penggaris walaupun sudah sering diingatkan oleh guru untuk membawa penggaris sendiri. Kemandirian belajar siswa tampak meningkat. Hal ini terlihat sebelum pelajaran dimulai siswa sudah mempersiapkan buku matematika di atas meja, siswa terlihat serius ketika berdiskusi dengan kelompoknya, siswa berusaha merangkum dengan benar. Siswa menggunakan buku paket dan buku referensi lain sebagai acuan dalam menyelesaikan tugasnya. Siswa menegur jika ada temannya yang mengobrol sendiri atau hanya diam. Mereka membagi tugas kelompoknya supaya semua anggota kelompok bekerja. Siswa bertanya kepada guru, peneliti atau

pengamat jika mengalami kesulitan. 4) Membuat pertanyaan dan jawaban dari pertanyaan tersebut. Selesai merangkum, siswa membuat soal beserta

penyelesaiannya seperti pada siklus I. Siswa masih menggunakan buku referensi lain sebagai acuan membuat soal dan

penyelesaiannya. Siswa mengecek kembali soal dan jawaban yang mereka buat. Hal ini menunjukkan meningkatnya inisiatif dan evaluasi belajar siswa. 5) Presentasi Selesai merangkum, membuat soal dan penyelesaiannya, siswa mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas. Ketika presentasi di depan kelas, ada kelompok yang maju tanpa ditunjuk terlebih dahulu. Kemudian mereka menjelaskan hasil diskusi. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri siswa meningkat. Siswa juga berusaha menjawab pertanyaan temannya dengan benar dan mau memperbaiki pekerjaan mereka jika ada yang salah. 6) Tanggapan kelompok lain. Selesai presentasi, siswa lain menanggapi presentasi tersebut. Kemandirian belajar siswa meningkat yaitu siswa sudah berani bertanya jika ada yang belum dipahami dan siswa berani mengingatkan kelompok lain jika terjadi kesalahan sewaktu presentasi di depan kelas, siswa menerima dan memikirkan

pendapat yang berbeda dari kelompok lain. 7) Siswa mengerjakan soal kuis. Seperti pada sikus pertama, tindakan yang diberikan selanjutnya adalah pemberian kuis yang bertujuan untuk

mengetahui kemampuan siswa setelah menmpelajari materi setelah diberikan pembelajaran. Setelah guru membagikan soal kuis, siswa segera mengerjakannya. Para siswa nampak serius dan

berkonsentrasi untuk mengerjakan soal kuis. Ketika mereka sedang mengerjakan, guru berkeliling untuk memantau kegiatan siswa dan memastikan tidak ada siswa yang saling bekerjasama ketika mengerjakan. Guru selalu mengingatkan agar siswa-siswa tidak mencontek buku atau teman terdekatnya. Sebelum diminta untuk mengumpulkan, beberapa siswa yang telah selesai mengerjakan soal-soal kuis sudah ada yang mengumpulkan terlebih dahulu. Nilai-nilai kuis siswa tersebut dijumlahkan, kemudian dicari rata-ratanya maka hasil data nilai yang diperoleh siswa dalam mengerjakan soal kuis pada siklus II ini sebagai berikut : Tabel 6. Data Nilai Kuis pada Siklus II. Nilai terendah 4 4,5 Frekuensi siswa 2 3 Nilai tertinggi 9 10 Frekuensi siswa 4 2 Ratarata 7,1 7,6

Kuis 1 Kuis 2

Dilihat dari data di atas diketahui bahwa rata-rata nilai

Siswa mengerjakan tes siklus II dalam waktu 1x40 menit. Siswa terlihat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Deskripsi Hasil Observasi Sama seperti pada siklus I pengamatan pada penelitian ini dilakukan oleh peneliti dibantu oleh dua orang pengamat. Berikut adalah data hasil tes belajar siswa pada akhir siklus II. Peningkatan rata-rata nilai kuis ini merupakan keberhasilan hasil belajar siswa turut berperan sebagai pendukung indikator keberhasilan pada penelitian ini. siswa terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri. Berdasarkan pengamatan. Dari hasil observasi selama mengikuti pembelajaran dengan . Namun pada pertemuan terakhir peneliti hanya dibantu oleh satu orang pengamat yang selalu mengamati aktivitas siswa dan mencatatnya dalam lembar observasi. maka rata-rata nilai pada siklus II ini jauh lebih tinggi. Tabel 7 .5 Tes Siklus II c. tetapi masih ada siswa yang bertanya kepada temannya.siswa di kelas IX I pada siklus II ini meningkat. Data Hasil Tes Belajar matematika Siswa pada Akhir Siklus II Nilai terendah 5 Frekuensi siswa 10 Nilai tertinggi Frekuensi siswa Ratarata 7. siswa juga mengerjakan tes akhir siklus II. sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai siswa pada pengerjaan kuis cenderung meningkat. Selain mengerjakan kuis. Siswa mengerjakan dengan tenang dan sungguh-sungguh. Apabila dibandingkan dengan rata-rata nilai pada siklus I.

keterangan siswa. Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu. Siswa jarang bertanya ketika kelompok lain menjelaskan di depan kelas. d. hanya saja perlu adanya ketegasan guru dalam mengingatkan siswa yang kurang serius dalam mengikuti pembelajaran. Siswa semakin paham dengan pembelajaran yang digunakan. nilai tertinggi yang . Siswa-guru dalam menjelaskan dan menyampaikan hasil diskusinya sudah baik. maupun temannya dibandingkan pada siklus I. Siswa yang tadinya malu bertanya sudah berani menanyakan kesulitan kepada guru. Sebagian besar siswa sudah aktif dalam berdiskusi. Guru sudah mampu berperan sebagai fasilitator dan membantu siswa selama proses pembelajaran berlangsug. Refleksi Berdasarkan data yang diperoleh melalui pengamatan. peneliti. Pada saat ulangan harian siklus II. keterangan guru. hal ini karena mereka sudah paham. Aktivitas siswa dalam mengemukakan pendapat dan bekerjasama dalam kelompok juga semakin meningkat. Akan tetapi aktivitas siswa untuk presentasi hasil diskusi kelompoknya kurang meningkat. hasil kuis terlihat bahwa kemandirian siswa dalam pembelajaran sudah meningkat dibandingkan dengan siklus I.pendekatan reciprocal teaching pada siklus II secara keseluruhan dikatakan sering bertanya kepada guru atau peneliti tentang materi yang belum dipahami terutama ketika berdiskusi kelompok.

diperoleh siswa 10 dan nilai terendahnya 5. Skala kemandirian dengan pendekatan reciprocal teaching diberikan pada akhir siklus I dan akhir siklus II. nilai tes siklus II. B. Hasil Penelitian Hasil penelitian yang telah dilaksanakan berupa data hasil analisis skala kemandirian belajar siswa dengan pendekatan reciprocal teaching. Hambatan yang dialami siswa adalah kurangnya alokasi waktu untuk mengerjakan tugas. diperoleh data sebagai berikut: Tabel 8. nilai tes siklus I. Persentase Skor Kemandirian Belajar Siswa untuk Tiap Aspek yang Diamati serta Kualifikasi . Dari hasil angket yang dibagikan kepada seluruh siswa kelas IX I yang berjumlah 40 siswa. Pemberian skala kemandirian dengan pendekatan reciprocal teaching bertujuan untuk memperkuat data yang diperoleh berdasarkan lembar observasi dan hasil wawancara terutama mengenai kemandirian belajar siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan reciprocal teaching yang telah dilaksanakan. sehingga hasil yang didapat kurang memuaskan. 1. hasil wawancara dengan siswa dan guru. Beberapa kelompok belum bekerjasama secara maksimal dan terdapat beberapa siswa yang masih mengobrol sendiri. Hasil Analisis Skala Kemandirian Belajar Siswa dengan Pendekatan Reciprocal Teaching.

mengevaluasi belajar sebesar 15. Di bawah ini akan disajikan perbandingan hasil persentase masing-masing siswa yang disajikan dalam tabel berikut.91% (Kurang baik) 62. dan dalam sifat keaslian mengalami kenaikan persentase sebesar sebesar 16.09% (cukup) 59. Kenaikan rata-rata persentase sebelum dan sesudah tindakan sebesar 16.99% (cukup) 57.59%.41% (Kurang baik) 61. Tabel 9. Peningkatan Persentase Skor Kemandirian Belajar Setiap Siswa No Persentase pada siklus 1 (%) 58. dan merancang belajar mengalami kenaikan persentase sebesar 21.5% (baik) 76.87% (baik) 77.44% (cukup) 75.No 1 2 3 4 5 6 Aspek Percaya Diri Inisiatif Merancang Belajar Bertanggung Jawab Mengevaluasi Belajar Sifat Keaslian Rata-rata Hasil persentase siklus 1 55.35 %.75 Persentase pada siklus 2 (%) 67.5 Keterangan Naik .3%.04% (cukup) 55. Sedangkan dalam aspek bertanggung jawab kenaikan persentase yang terjadi sebesar 14.2% Hasil persentase siklus 2 72.66 % (cukup) 61.71% (cukup) 76.04% (baik) 77.34% (baik) 73.45 %. inisiatif sebesar 15 %.65% Dari aspek percaya diri kenaikan persentase yang terjadi sebesar 17.35%.21 %.

5 46.25 70 65 71.75 65 60 57.5 60 63.75 83.75 Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Tabel 9.75 76.5 80 68.25 57.25 72.75 77.75 75 75 72.25 61.5 58.25 76.5 67.5 60 52.25 76.25 83.25 71.5 73.75 67.5 65 67.5 65 63.5 63.75 60 62.25 62.25 75 70 76.25 50 56.5 71.75 76.5 57.5 52.25 71.75 61.10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 60 55 57.5 62. Peningkatan Persentase Skor Kemandirian Belajar Setiap Siswa (Lanjutan) .25 85 78.5 60 55 61.5 73.25 67.

Tabel 10. Dalam tabel di atas tampak bahwa persentase dari 40 siswa.5 Besarnya nilai Tes siklus I 4.No Persentase pada siklus Persentase pada Keterangan 1 siklus 2 (%) (%) 73. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan reciprocal teaching dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas IX I SMP N I Pacitan.25 Naik ket: persentase 3 siswa sebelum tindakan kosong dikarenakan sakit dan ijin. Hal ini disebabkan karena mereka masih kesulitan memahami materi yang ada di .5 sedangkan pada siklus II masih ada yang mendapatkan 5.75 52. Berikut hasil tes siklus I dan siklus II siswa.25 Naik 70 76.5 Tes siklus II 5 Frekuensi siswa 2 2 Tabel tersebut menunjukkan adanya kenaikan nilai rata-rata siswa dari siklus I dan siklus II.5 10 Freku ensi siswa 2 1 Ratarata 7. Hasil Nilai Tes Siklus I dan Tes Siklus II Hasil tes siklus I dan siklus II digunakan sebagai tolak ukur tingkat peningkatan hasil belajar siswa.5 Naik 68.75 Naik 52. 37 mengalami peningkatan. Pada siklus I masih ada siswa yang mendapatkan 4.5 73.25 Naik 50 78.1 7.5 76.75 Naik 70 72. Hasil Tes Siklus I dan Tes Siklus II Siswa Kelas IX I Nilai terendah Nilai tertinggi Besa rnya nilai 9.75 81. 2.

Berikut adalah grafik hasil belajar masing-masing siswa selama implementasi tindakan.5 dan pada siklus II nilai tertinggi adalah 10. (Grafik 6 dan 7 Pada Lembar Lainnya) Grafik di atas menunjukkan peningkatan akademik sebagian besar . Pada siklus I nilai tertinggi adalah 9.buku paket maupun pada referensi-referensi lainnya.

dan penyelesaiannya serta penyampaian materi tersebut di depan kelas. Hasil Observasi 1. serta dari kuis mengalami peningkatan. Hal ini berarti implementasi tindakan juga berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa meskipun antusias siswa masih sedang. Aspek merancang belajar Pada awal pembelajaran. Hasil belajar siswa ditinjau dari hasil tes akhir siklus I dan siklus II. siswa masih bingung dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. 3. hal ini dikarenakan siswa belum memahami pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Kemandirian Belajar Siswa pada Siklus I Hasil observasi kemandirian belajar siswa menunjukkan halhal sebagai berikut: a. b. Hal ini karena mereka belum pernah menerima pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching. Aspek inisiatif siswa selalu bertanya kepada guru atau peneliti ketika .siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. ketika merangkum mengenai Mereka masih kesulitan kesebangunan segitiga walaupun sebelumnya guru sudah mencontohkan bagaimana cara merangkum. membuat soal.

c. Aspek tanggung jawab Siswa yang paham atau yang telah menemukan penyelesaian suatu masalah membantu teman yang kesulitan saat belajar kelompok. Siswa tidak mempedulikan kebenaran tugas yang mereka kerjakan. siswa masih ragu menanggapi pendapat atau pertanyaan dari siswa lain. Tetapi ada siswa yang hanya bertanya kepada teman sekelompok atau teman dari kelompok lain. e. Jika ada teman yang ramai. Aspek percaya diri Siswa masih malu dan takut mempresentasikan hasil diskusi. Aspek mengevaluasi belajar Siswa cenderung serius dalam mengerjakan tugas diskusi. Ketika presentasi di depan kelas. Siswa belum kompak dalam menyelesaikan tugas dalam kelompok sehingga tugas diskusi tidak dapat selesai tepat .mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas diskusi. Siswa masih belum menggunakan buku referensi lain untuk menyelesaikannya. tetapi masih ada siswa yang mengobrol sendiria atau hanya diam. tidak peduli dia sudah mengerti atau belum. d. teman sekelompoknya menegur supaya tidak ramai lagi. Hanya beberapa siwa yang berani menanggapi presentasi dari kelompok lain.

pada waktunya. siswa telah mempersiapkan alat tulis dan buku yang diperlukan dalam pembelajaran . f. Aspek meranc ang belajar Sebelum pembelajaran dimulai. Siswa berusaha memperhatikan penjelasan dari kelompok lain yang sedang presentasi dengan baik sehingga sebagian siswa merasa paham dengan apa yang dijelaskan kelompok yang presentasi. Aspek sifat keaslian Siswa merasa senang dengan pembelajaran yang dilaksanakan karena siswa jenuh dengan pembelajaran yang monoton. Kemandirian Belajar Siswa pada Siklus II Hasil observasi kemandirian belajar siswa menunjukkan halhal sebagai berikut: a. 2. Tetapi beberapa siswa tidak paham dengan penjelasan dari kelompok yang sedang presentasi sehingga guru sering menjelaskan kembali supaya siswa mengerti.

mereka segera menegur teman sekelompoknya yang ramai atau tidak mau bekerja. i. siswa tidak malu dan ragu lagi mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas. Ketika presentasi. Sebelum presentasi. Aspek percaya diri Tidaklah mudah membangun kepercayaan diri dari siswa .matematika. semua anggota kelompok berusaha menyelesaikan masalah dengan kompak. h. siswa mengecek kembali hasil diskusi. g. Aspek inisiatif Siswa sudah jarang bertanya kepada guru atau peneliti dalam menyelessaikan tugas kelompok karena aktif berdiskusi dengan kelompok masing-masing serta menggunakan sumber buku lain sebagai referensi. Aspek mengevaluasi belajar Sewaktu diskusi. Anggota kelompok membagi tugas kelompoknya sehingga kesempatan untuk mengobrol sedikit. Siswa sudah peduli dengan tanggapan dari kelompok lain dan segera memperbaiki pekerjaan yang salah. membuat contoh soal dan penyelesaiannya. Siswa sudah terbiasa belajar menggunakan pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching sehingga siswa tidak merasa kesulitan lagi ketika merangkum materi yang diberikan oleh guru. Siswa sudah menggunakan referansi buku lain.

Wawancara dilakukan terhadap dua orang siswa secara acak dan dua orang siswa secara bersamaan. mereka segera bertanya. Hasil Wawancara Hasil wawancara dengan guru dan siswa dianalisis secara kualitatif deskriptif. siswa menjawab kalau mereka sudah paham. k. Aspek sifat keaslian Pada siklus kedua ini siswa mulai terbiasa memahami presentasi dari temannya. Pada siklus kedua ini tidak banyak siswa yang bingung dengan presentasi temannya karena ketika guru menanyakan apakah mereka sudah paham atau belum.akan tetapi pada siklus kedua ini kepercayaan diri siswa sudah mulai meningkat terbukti dari sikap siswa yang tidak malu dan takut lagi ketika presentasi di depan kelas. 4. Selain itu. Jika ada yang belum dimengerti. Aspek tanggung jawab Siswa saling menolong temannya dalam satu kelompok untuk bisa memahami pekerjaan mereka dan bersungguh-sungguh bekerjasama menyelesaikan tugas dalam kelompok sehingga tugas diskusi dapat dikumpulkan tepat pada waktunya. Adapun hasil wawancara dengan siswa sebagai berikut: . ada siswa yang memberikan tanggapan kepada kelompok yang presentasi ketika terjadi kesalahan. Keempat siswa merasa senang dengan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. j.

Siswa bersemangat dengan pendekatan dalam belajar karena reciprocal teaching menemukan hal yang menjadikan pembelajaran berbeda dari matematika lebih menarik pembelajaran biasanya.Pembelajaran matematika . Analisis Hasil Wawancara (Lanjutan) Deskripsi Kesimpulan teman dan bisa saling karena siswa dapat berdiskusi membantu jika ada teman yang dengan teman dalam mengalami kesulitan. merancang Siswa mengembangkan Siswa mengembangkan belajar pengetahuan mereka dengan rajin pengetahuan mereka dengan berlatih mengerjakan soal baik cara rajin membaca buku dan dari buku paket maupun referensi berlatih mengerjakan soal baik lain.Kuis yang dilaksanakan lebih giat belajar untuk tiap akhir pembelajaran.Dalam belajar kelompok pelajaran matematika yang dapat ditugaskan. bersemangat belajar. mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran matematika.Siswa berani bertanya Siswa tidak takut dan malu kepada guru atau peneliti untuk bertanya maupun jika mengalami kesulitan.Siswa menyampaikan mereka Kategori . memahami materi .Dengan adanya kuis. dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih giat lagi Disiplin Siswa menyelesaikan tugas yang Tugas dapat selesai tepat pada diberikan tepat pada waktunya. siswa termotivasi untuk . waktnya. Analisis Hasil Wawancara Kategori Senang Deskripsi Kesimpulan Siswa menyukai Siswa merasa senang dengan pembelajaran matematika pembelajaran yang yang dilaksanakan karena dilaksanakan bisa berdiskusi dengan Tabel 11. dari buku paket maupun referensi lain. Motivasi . mendapatkan nilai baik. Percaya diri . menyampaikan pendapat .Tabel 11. dan siswa lebih .

Siswa hanya diam dan mengobrol sendiri. siswa sulit selesai mengerjakan memahami materi yang telah tugas. Selama proses pembelajaran siswa dibagi menjadi 8 kelompok. Bimbingan dan perhatian guru dalam kelompok juga tidak kurang sehingga semua siswa bisa memahami materi dengan mudah. 1. pembelajaran antara lain siswa . ditugaskan. Pembagian kelompok secara acak. berdiskusi. saling . .Siswa banyak yang Hambatan dalam pelaksanaan mengobrol sendiri. artinya selama proses pmbelajaran berlangsung siswa berada dalam kelompok yang sama. siswa menunggu temannya hanya diam.Siswa mengalami menyatukan pendapat antara kesulitan ketika anggota kelompok. dan sulit . dan berargumentasi. memahami materi yang ditugaskan.Siswa sulit untuk menyatukan pikiran yang berbeda-beda. .Hambatan pendapat ketika teman sedang presentasi. Menurut siswa. Kelompok tersebut bersifat permanen. dengan belajar kelompok menggunakan pendekatan reciprocal teaching ini meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa karena siswa memiliki tanggung jawab besar dalam memahami materi matematika. Pembahasan Pelaksanaan penelitian dengan menggunsksn pendekatan reciprocal teaching dilaksanakan di kelas IX I SMP Negeri I Pacitan dengan banyak siswa 40 orang. Setiap kelompok beranggotakan lima orang siswa. Siswa diharapkan membantu antar anggota kelompoknya. Pengelompokkan seperti ini dapat memberikan kesempatan siswa untuk saling mengenal dan saling berdiskusi.

juga berperan dalam mengatur jalannya diskusi dalam belajar kelompok dan memberikan pengantar materi yang sedang dipelajari. Pada awal pelajaran. Dalam pembelajaran guru tetap mempunyai peran meskipun tidak dominan. Setelah guru memberikan penjelasan. membuat contoh soal dan penyelesaiannya terkait materi yang telah diberikan. Materi yang diberikan untuk setiap kelompok sama. membuat rangkuman. kemudian siswa diberi tugas untuk mempelajari materi yang berkaitan dengan kesebangunan segitiga. Setiap kelompok bertanggung jawab terhadap materi yang ditugaskan. Dalam upaya memahami materi yang telah ditugaskan. Siswa harus memiliki tanggung jawab terhadap siswa lain dan kelompok lainnya. mengenai materi yang Guru juga memberikan berkaitan dengan contoh soal dan penyelesaiannya. Dalam pembelajaran siswa diharapkan lebih aktif dan tidak banyak tergantung kepada guru. Hal ini sebagai contoh atau model bagi siswa dalam melaksanakan pembelajaran. di samping tanggung jawab terhadap diri mereka sendiri. Peran guru selain sebagai scaffolding. guru memberikan penjelasan kesebangunan segitiga.berbagi pengetahuan yang dimiliki serta saling mengisi kekurangan masingmasing anggota kelompok dalam memahami materi yang diberikan (Robert E S lavin. setiap kelompok disarankan untuk membaca buku acuan atau menanyakan kepada guru atau peneliti jika mengalami kesulitan sehingga kelompok akan lebih memiliki persiapan dalam mempresentasikannya. 1995: 2). .

Melalui pembelajaran dengan menggunakan pendekatan reciprocal teaching. observasi maupun wawancara: 1. inisiatif. 2004:33). Kemandirian belajar siswa terdiri dari enam aspek. Merancang belajar . Penelitian ini berakhir setelah pelaksanaan siklus II karena telah mencapai indikator yang telah ditetapkan. Selama diskusi. kemandirian siswa meningkat. mengevaluasi belajar. berikut penjelasan dari hasil yang telah diperoleh baik dari hasil angket. Setelah waktu untuk diskusi dirasa sudah cukup. guru menunjuk beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. tanggung jawab.Paul Suparno (2001: 63) bahwa usaha untuk menjelaskan sesuatu kepada rekannya justru akan membantunya dalam melihat sesuatu dengan lebih jelas. siswa harus berbagi tugas dan berbagi tanggung jawab yang sama besarnya di antara para anggota kelompok. Kemudian siswa lain menanggapi jika ada kesalahan atau hal-hal yang belum jelas tentang materi tersebut. Siswa memperoleh ketrampilan bekerjasama selama belajar dan siswa akan bertanggung jawab secara individual. yaitu merancang belajar. guru berkeliling kelas untuk memantau jalannya diskusi dan membantu kelompok yang mengalami kesulitan. percaya diri. dan sifat keaslian. Guru memberikan motivasi agar siswa aktif berdiskusi karena hasil pemikiran beberapa siswa akan lebih baik daripada hasil pemikiran satu siswa saja (Anita Lie. peserta didik harus berpandangan bahwa mereka mempunyai tujuan sama. Dalam mempelajari materi.

Sebelum presentasi.91% dengan kualifikasi kurang baik menjadi 77. Siswa tidak mengecek kembali tugas yang diberikan. Mengevaluasi belajar Mengevaluasi belajar siswa meningkat dari hasil angket pada siklus I diperoleh 61. siswa tidak memperbaiki pekerjaannya ketika terjadi kesalahan.34% dengan kualifikasi baik. teman sekelompoknya menegur supaya tidak ramai lagi. mereka segera menegur teman sekelompoknya yang ramai atau tidak mau bekerja. Ketika presentasi di depan kelas. Pada siklus II semua anggota kelompok berusaha menyelesaikan masalah dengan kompak. Siswa juga sudah peduli dengan tanggapan dari kelompok lain dan segera memperbaiki pekerjaan yang salah. mereka segera menegur teman sekelompoknya yang ramai atau tidak mau bekerja. Percaya diri Meningkatkan kepercayaan diri siswa memang sulit akan tetapi .5% dengan kualifikasi baik. 2. sewaktu diskusi.99% dengan kualifikasi cukup sedangkan pada siklus II diperoleh 77.Dari segi merancang belajar siswa meningkat dari hasil angket pada siklus I diperoleh persentase 55. 3. Anggota kelompok membagi tugas kelompoknya sehingga kesempatan untuk mengobrol sedikit. Jika ada teman yang ramai. Pada siklus I Siswa cenderung serius dalam mengerjakan tugas diskusi. semua anggota kelompok berusaha menyelesaikan masalah dengan kompak. siswa mengecek kembali hasil diskusi. Pada siklus II.

Inisiatif Insiatif siswa meningkat pada siklus kedua karena siswa sudah menggunakan referensi-referensi untuk menyelesaikan tugasnya.meningkatnya kepercayaan diri siswa pada siklus II merupakan hal yang membanggakan dan membahagiakan bagi guru aupun siswa. 5.66% dengan kualifikasi cukup menjadi 76.71& dengan kualifikasi baik. Sebagian siswa pun sudah berani member tanggapan atas hasil presentasi siswa meskipun guru belum member kesempatan untuk membri tanggapan. Pada siklus I siswa .87% pada siklus II dengan kualifikasi baik. Jik pada siklus I siwa masih terlihat ragu-ragu ketika presentasi di depan kelas karena takut salah. maka pada siklus II ini siswa sudah berani dalam presentasi bahkan terdapat beberapa siswa yang ingin presentasi meskipun tidak ditunjuk. Hal tersebut diperkuat dengan meningkatnya presentase percaya diri pada siklus II yaitu 55.04% dengan kualifikasi baik. Tanggung jawab Metode pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching merupakan car yng baik untukmenumbuhkan tanggung jawab siswa. Dari hasil angket terlihat adanya peningkatan dari siklus I persentasenya sebesar 62.41% dengan kualifikasi kurang baik menjadi 72. Siswa berusaha menyelesaikan tugas kelompok sebaik-baiknya dengan berdiskusi.04% dengan kualifikasi cukup dan 76. 4. Dari hasil angket diperoleh bahwa pada siklus I persentasenya sebesar 61.

09% dengan kualifikasi cukup sedangkan pada siklus II diperoleh 77. Siswa menjawab pertanyaan atas kemauan sendiri. maupun peneliti ketika mendapat kesulitan pada saat mengerjakan tugas yang diberikan. Banyak siswa Siklus I Siklus I Pt 1 Pt 2 Pt 3 Pt 1 Pt 2 30 33 19 3 3 26 . sehingga ketertarikan siswa dengan pembelajaran ini meningkat.44% dengan kualifikasi baik. Pada siklus II siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran yang dilaksanakan. Frekuensi Siswa Berdasar Jenis Aktivitas No Aktivitas siswa Siswa bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas Siswa berusaha menyelesaikan tugas dengan tuntas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan Siswa mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri Siswa tidak malu untuk bertanya maupun mengungkapkan pendapat mereka ketika kelompok lain menjelaskan di depan kelas. Pada siklus II siswa mulau kompak dan berusaha memahami materi yang ditugaskan secara individu. Siswa bertanya kepada guru. Siswa tidak malu dan takut untuk menjawab pertanyaan dari teman. 6. Sifat keaslian. Mereka merasa harus bias menguasai materi karena sewaktuwaktu mereka ditunjuk untuk menjelaskan di depan kelas. Berikut ini tabel analisis obervasi kemandirian belajar siswa. Sifat keaslian siswa meningkat dari hasil angket pada siklus I diperoleh 57. siswa lain. Tabel 12.terlihat belum kompak dalam diskusi kelompoknya.

5 10 Nilai tertinggi Besar Frekuensi nilai siswa 6.5 5 Peningkatan rata-rata nilai tes akhir siklus dijadikan sebagai peningkatan hasil belajar matematka siswa.5 4.5 17 3 15 33 Rata-rata 6. Dengan pemberian kuis dan tes akhir siklus diharapkan pada saat pembelajaran berlangsung siswa benar-benar berusaha memahami materi yang diberikan agar siswa dapat mengerjakan soal-soal kuis dan tes akhir siklus dengan baik.5 4 4 4 4.10 Siswa mencari sumber buku lain untuk menambah pengetahan saya.6 7.02 7. Rata-rata tes akhir siklus I adalah 7.6 7. siswa diberikan tes akhir siklus. 2.1 7. keterangan: pt=pertemuan.6 7.02 7. Di akhir pembelajaran. Keterbatasan Penelitian .1 sedangkan rata-rata nilai tes akhir siklus II adalah 7. Siswa yang bertugas menjelaskan di depan kelas. Siswa tidak peduli dengan panjelasan dari siswa lain.5. Siswa memperbaiki pekerjaannya jika ada yang salah.1 7. Berikut adalah hasil kuis dan tes akhir siklus siswa kelas IX I: Tabel 13.6 7. Sedangkan pada setiap akhir siklus. Soal kuis dan tes akhir siklus dikerjakan secara individu. mencatat pendapat berbeda dari kelompok lain. Hasil Kuis dan Tes Akhir Siklus Siswakelas IX-I Nilai terendah Besar nilai Frekuensi siswa 8 9 9 10 9. siswa diberikan kuis.1 7.1 7.

Penelitian tindakan kelas telah dilaksanakan di kelas IX I SMP Negeri I Pacitan dengan jumlah siswa 40. Penelitian ini memliki keterbatasanketerbatasan yaitu : 1. Proses pengamatan dalam pembelajaran yang hanya dilaksanakan oleh 3 pengamat dan pada saat pelaksanaan diskusi kelompok, setiap siswa atau kelompok siswa menuntut perhatian pada peneliti menjadikan pelaksanaan kegiatan pengamatan sedikit terganggu sehingga setiap kelompok tidak dapat diamati secara maksimal. 2. Waktu pembelajaran yang digunakan dalam penelitian terbatas.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika menggunakan pendekatan reciprocal teaching dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut: a. Guru Memodelkan Strategi Reciprocal Teaching Pada pertemuan pertama guru menjelaskan materi tentang kesebangunan segitiga, memberikan contoh soal dan

penyelesaiannya. Kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberi tanggapan. Hal ini dimaksudkan sebagai contoh atau model bagi siswa dalam menjelaskan konsep atau

mengkomunikasikan ide. Pada pertemuan selanjutnya guru tidak memodelkan strategi reciprocal teaching. Guru hanya bertindak sebagai fasilitator dan scaffolding.

b. Merangkum Setelah mendengarkan penjelasan dari guru tentang kesebangunan segitiga, siswa diminta membuat rangkuman materi tentang kesebangunan segitiga tersebut. Buku acuan yang digunakan adalah buku paket dan referensi-referensi lain berisi materi yang berkaitan dengan materi yang ditugaskan. Kegiatan merangkum dilakukan secara kelompok dimana setiap anggota kelompok beranggotakan lima siswa yang dipilih secara acak. c. Membuat Soal Beserta Penyelesaiannya Siswa membuat soal dan penyelesaiannya yang berkaitan dengan materi yang dirangkum. Membuat soal dan penyelesaiannya dimaksudkan untuk melatih siswa mengevaluasi belajar sendiri dan bertanggungjawab atas kebenaran soal dan jawaban soal yang mereka susun. d. Presentasi Siswa mempresentasikan tugas mereka di depan kelas. Hal ini akan melatih siswa lebih percaya diri, tanggung jawab, dan meningkatkan evaluasi belajar siswa. e. Tanggapan Kelompok Lain Pada tahapan ini kelompok lain menanggapi presentasi temannya, yaitu dengan bertanya jika ada yang belum jelas atau menyampakan pendapatnya. Dengan menanggapi kelompok yang sedang presentasi, siswa dilatih untuk lebih percaya diri,

sehingga siswa tidak malu dan takut lagi untuk bertanya .rata persentase skor pada siklus II adalah 75. Peningkatan kemandirian belajar siswa kelas IX-I SMP N I Pacitan dapat dilihat dari deskripsi hasil observasi dan terbukti bahwa pada siklus II telah mengalami peningkatan pada aspek-aspek kemandirian belajar matematika siswa kelas IX-I dibandingkan pada siklus I.65% dalam kategori baik. Sedangkan berdasar hasil analisis skala kemandirian belajar siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan pendekatan reciprocal teaching. dan menunjukkan sifat keaslian siswa. Bagi Pihak Guru a. rata-rata persentase skor pada siklus I adalah 59. Pelaksanaan pembelajaran matematika menggunakan pendekatan reciprocal teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX I SMP Negeri I Pacitan.5 sehingga meningkat. saran-saran yang dapat diberikan sebagai berikut: 1. Guru lebih komunikatif dengan siswa. Berdasarkan analisis hasil tes siklus I dan tes siklus II.meningkatkan inisiatif.1 sedangkan pada siklus II adalah 7. sedangkan rata. Rata-rata hasil tes siswa pada siklus I adalah 7.2 % dalam kategori cukup. B. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. ratarata hasil belajar siswa pada siklus II telah mengalami peningkatan dibandingkan rata-rata hasil belajar siswa pada tes siklus I.

.apabila mengalami kesulitan dan lebih berani menyampaikan pendapatnya. Penggunaan metode pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching sebagai alternatif dalam pembelajaran matematika sehingga proses pembelajaran tidak menjenuhkan. Bagi Pihak Calon Peneliti Pengelolaan waktu dalam reciprocal teaching harus diolah sebaik mungkin agar semua tahapan dalam pembelajaran tercapai sesuai skenario pembelajaran (RPP) yang telah dibuat dengan mendiskusikannya dengan guru agar tercapai hasil yang diinginkan. 2. b.

(1985).vic. Skripsi.DAFTAR PUSTAKA Alverman and Phelps. US/ christiana604. Jakarta:Grasindo.education.of education.(1997). Cony Semiawan. (2007). Pendekatan Ketrampilan Proses.html. Classroom Instruction and Management.au/studentlearning/teaching resources /english/ literacy/dept. S (2004). Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. More About Reciprocal Teaching. Anita Lie.file://localhost /Resource%20Centre% 20Reciprocal % 20Teaching %20[English%20Online]. (2004). Carolyn J Carter. Christiana Demaja W. Artikel. Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar. Ricard I. UNY. diakses tanggal 12 maret 2008. Dwi Harjanti Ikaningsih.gov. New York: MC Graw Hill. Jakarta: PT Gramedia. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Accelerated Instruction (TAI) di SMP Negeri 2 Mlati. (1998).htm. Why Reciprocal Teaching? Diakses Tanggal 12 Maret 2008 dari www. http//artikel II. Elly Liswati.(1997). Diakses tanggal 9 Maret 2008 dari www. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Berbalik (Reciprocal Teaching) pada Siswa Kelas V SD Negeri 3 Gedong Kecamatan Patean Kabupaten Kendal Tahun . Arends. (2007).

Rena B. Kerlin. Bandung: JICA. Pembelajaran Matematika Kontemporer. (1984). Moh. Pearson Education Inc. Diakses tanggal 28 Februari 2008 dari http://kerlins. (2006). Lewis. UNS Press. Bandung: CV Remaja Karya. Teaching Special Student In General Education Classrooms Sisth Edition.net/bobbi/research / myresearch/srl/html. Holstein Herman. Muslimin Ibrahim. Yogyakarta: Yayasan De Brito. Erman Suherman. (2000). Makalah Disajikan dalam Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan MIPA di Era Globalisasi.php ?option= comcontent &task= view&id=36&itemid=41. New Jersey. Solo. UMS. Reciprocal Teaching Sebagai Strategi. Donald H. (2001). (1994). Skripsi. Cerdas dan Cemerlang. (1999). Niken Wahyu Utami. & Doorlag. Self Regulated Learning And Cognitive Learning. Kartono. (2002).Pelajaran 2004/2005. Menjadi Guru Profesional. Bobbi A. (2003). Jerrold E. Bandung: Penerbit ITB. (1996). Situasi Belajar Mandiri. Kemp. Skripsi. Cognitive Engagement Style. Pengembangan Media Pembelajaran SMP “Menyelesaikan Operasi Bentuk Aljabar”yang Berbasis Edutainment.FMIPA UNY . Joan Freeman & Utami Munandar. Penerapan Pebelajaran Berbalik (Reciprocal Teaching) dalam Perkuliahan di Jurusan Pendidikan Matematika sebagai Wahana Untuk Meningkatkan Kemampuan Mahasiswa dalam Pembelajaran Mandiri. terjemahan Asril Marjohan. Pendidikan Bebas Menuju Pribadi Mandiri.UNY.org/index. Proses Perancangan Percobaan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Uzer Usman. Haris mudjiman. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Belajar Mandiri. (1992). Yogyakarta. Emi pujiastuti. (2007). Diakses tanggal 8 Februari 2008 dari http: //kpicenter .

Slavin Robert E.S dan Brown A.pdf.file://localhost /Literacy%20-%20 Reciprocal %20 Teaching. Proses Belajar Mengajar. Moc . Jakarta: Rineka Cipta.(2006). Bumi Aksara. Jakarta. (2006).Gomath. Bandung: Alfabeta. Silberman. Sugiono. Model Pembelajaran Berbalik (Reciprocal Teaching) Diakses tanggal 9 Maret 2008 dari www . 101 Strategies To Teach Any Subject. Pemanfaatan Website WWW. Metode Penelitian Pendidikan.(Reciprocal Teaching Of Comprehension Fostering And Comprehension Mentoring Activities). Rochiati Wiriaatmaja. UNY. Rosnida Nurhayati. Cooperative Learning. Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain. Bumi Aksara.1(2): 117-175. (2006). Kemandirian Belajar Matematika Siswa Kelas III Program Akselerasi SMA N 8 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2004/2005. Active Learning. Skripsi. Boston: Allyn&Bacon. Paulina Panen. UNY. Strategi Belajar Mengajar.(2002). Syaiful Bahri Djamarah.(2000). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Suharsimi Arikunto. Oemar Hamalik.(1984). (1995). Slameto. Jakarta. Mel. Psikologi Belajar. (2005). Sukardi. Bandung: Nusa Media.go. (2001). Cognition And Instruction. Evaluasi Pendidikan. (2007). (2008). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. . (2000). Bandung: PT Remaja Rosdakarya. skripsi. (1996). Jakarta:Rineka Cipta. Jakarta: PT Rineka Cipta. Palincsar A. (2005). Jakarta: Rineka Cipta. .Com Sebagai Media dalam Peningkatan Kemandirian Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA N 1 Sleman Tahun Pelajaran 2006/2007. (1995). Diakses tanggal 8 Maret 2008 dari www.jm/projects/newhorizons/pdf/specific%20reading-teaching%20strategies/reciprocal%20teahing.Nila Amalia. Jakarta: PT Rineka Cipta.htm. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya.

Syaiful Sagala. Reciprocal Teaching Procedure. Jakarta. Winkel W.S. (2004). Diakses tanggal 9 Maret 2008 dari www.(2005). Education Psychology Ninth Edition. (1996). Makalah Disampaikan pada Seminar Tanggal 8 Juli di Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY. Psikologi Pengajaran. PT Gramedia Widiasarana Indonesia. (2006). . (2004). “ Kemandirian Belajar : Apa.htm Utari Sumarmo. Mengapa. Thompson. USA: Pearson Education Inc.localhost/research-practice%20-%20winter% 20201995% 20%20 reciprocal %20teachig. Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar Mengajar. dan Bagaimana Dikembangkan Pada Peserta Didik”. Bandung: CV Alfabeta. Woolfolk Anita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful