P. 1
tajwid

tajwid

|Views: 19,614|Likes:
Published by narutotamiya

More info:

Published by: narutotamiya on Mar 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

Sections

  • sin
  • syin
  • shad
  • Huruf Bacaan
  • ha'
  • lam-alif
  • zha
  • 'ain
  • dal
  • Jahr, yaitu:
  • Hams, yaitu:
  • Isti'la', yaitu:
  • Istifal, yaitu:
  • Ithbaq, yaitu:
  • Infitah, yaitu:
  • Ishmat, yaitu:
  • Idzlaq, yaitu:
  • Syiddah, yaitu:
  • Rakhawah, yaitu:
  • Mutawassith (Pertengahan), yaitu:
  • Shafir, yaitu:
  • Layin, yaitu:
  • Inhiraf, yaitu:
  • Takrir, yaitu:
  • Tafasysyi, yaitu:
  • Istithalah, yaitu:
  • Khafa', yaitu:
  • Ghunnah, yaitu:
  • Wakaf:
  • Wakaf Lazim (harus), yaitu:
  • Wakaf Ja'iz (boleh), yaitu:
  • Wakaf Kafi (cukup), yaitu:
  • Wakaf Tasawi (sama), yaitu:
  • Wakaf Hasan (baik), yaitu:
  • Wakaf Muraqabah (terkontrol), yaitu:
  • Wakaf Mamnuu' (dilarang), yaitu:
  • Wakaf Saktah Lathifah (berhenti sejenak), yaitu:
  • Hamzah:
  • Hamzah Qath'i, yaitu:
  • Hamzah Washal, yaitu:
  • Hamzah Washal Dibaca Fathah, yaitu:
  • Hamzah Washal Dibaca Kasrah, yaitu:
  • Hamzah Washal Dibaca Dhammah, yaitu:
  • Hamzah Washal Tidak Dibaca, yaitu:
  • Qalqalah:
  • Qalqalah Tingkatan Rendah:
  • Qalqalah Tingkatan Sedang:
  • Qalqalah Tingkatan Keras:
  • Nun dan Tanwin
  • Iqlab, yaitu:
  • Idgham, yaitu:
  • Idgham Bighunnah, yaitu:
  • Idgham Bighunnah - Huruf Ya ()
  • Idgham Bighunnah - Huruf Nun ()
  • Idgham Bighunnah - Huruf Mim ()
  • Idgham Bighunnah - Huruf Wau ()
  • Idgham Bila Ghunnah, yaitu:
  • Idgham Bila Ghunnah - Huruf Lam ()
  • Idgham Bila Ghunnah - Huruf Ra ()
  • Izhar, yaitu:
  • Izhar Muthlaq, yaitu:
  • Izhar Halqi, yaitu:
  • Izhar Halqi - Huruf Hamzah ()
  • Izhar Halqi - Huruf Ha' ()
  • Izhar Halqi - Huruf 'Ain ()
  • Izhar Halqi - Huruf Ha ()
  • Izhar Halqi - Huruf Ghain ()
  • Izhar Halqi - Huruf Kha ()
  • Ikhfa, yaitu:
  • Nun dan Mim Tasydid, yaitu:
  • Mim Tasydid, yaitu:
  • Nun Tasydid, yaitu:
  • Mim Sukun, yaitu:
  • Izhar Syafawi, yaitu:
  • Ikhfa Syafawi, yaitu:
  • Idgham Mitslain Shaghir, yaitu:
  • Lam Sukun, yaitu:
  • Lam Ta'rif
  • Lam Qamariyah
  • Lam Syamsiyah
  • Lam Fi'il, adalah:
  • Lam Fi'il: Idgham
  • Lam Fi'il: Izhar
  • Lam Huruf
  • Lam Huruf: Idgham
  • Lam Huruf: Izhar
  • Mad
  • Mad Thabi'i atau Mad Asli, yaitu:
  • Mad Asli: Pada Wakaf dan Washal
  • Mad Asli: Pada Washal
  • Mad Asli: Pada Wakaf
  • Mad Far'i, adalah:
  • Mad Muttashil
  • Mad Munfashil (terpisah)
  • Mad 'Aridh
  • Mad Badal
  • Mad Lazim
  • Mad Lazim Mutsaqqal Harfi, adalah:
  • Mad Lazim Mukhaffaf Harfi, adalah:
  • Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi, adalah:
  • Mad Lazim Mukhaffaf Kalimi, adalah:
  • Pertemuan Dua Sukun
  • Pertemuan Dua Sukun: Membuang Yang Pertama
  • Pertemuan Dua Sukun: Mengharakati Yang Pertama
  • Mengharakati Yang Pertama: Kasrah
  • Mengharakati Yang Pertama: Fathah
  • Mengharakati Yang Pertama: Dhammah
  • Tafkhim & Tarqiq
  • Tafkhim
  • Tafkhim: Tingkatan Pertama
  • Tafkhim: Tingkatan Kedua
  • Tafkhim: Tingkatan Ketiga
  • Tafkhim: Tingkatan Keempat
  • Tafkhim: Tingkatan Kelima
  • Tafkhim atau Tarqiq: Lihat Konteksnya
  • Lihat Konteksnya: Tafkhim huruf alif-lam pada lafal Allah dan ra
  • Lihat Konteksnya: Tarqiq huruf alif-lam pada lafal Allah dan ra
  • Lihat Konteksnya: Tafkhim Lebih Baik
  • Lihat Konteksnya: Tarqiq Lebih Baik
  • Lihat Konteksnya: Imalah
  • Tarqiq
  • Pertemuan Dua Huruf
  • Pertemuan Dua Huruf: Mitslain, adalah:
  • Pertemuan Dua Huruf: Mitslain Shaghir
  • Pertemuan Dua Huruf: Mitslain Kabir
  • Pertemuan Dua Huruf: Mitslain Muthlaq
  • Pertemuan Dua Huruf: Mutaqaribain
  • Pertemuan Dua Huruf: Mutaqaribain Shaghir, adalah:
  • Pertemuan Dua Huruf: Mutaqaribain Kabir, adalah:
  • Pertemuan Dua Huruf: Mutaqaribain Muthlaq, adalah:
  • Pertemuan Dua Huruf: Mutajanisain
  • Pertemuan Dua Huruf: Mutajanisain Shaghir, adalah:
  • Pertemuan Dua Huruf: Mutajanisain Kabir, adalah:
  • Pertemuan Dua Huruf: Mutajanisain Muthlaq, adalah:

Pengertian & Hukum Ilmu Tajwid

Pengertian Tajwid menurut bahasa (ethimologi) adalah: memperindah sesuatu. Sedangkan menurut istilah, Ilmu Tajwid adalah pengetahuan tentang kaidah serta cara-cara membaca Al-Quran dengan sebaik-baiknya. Tujuan ilmu tajwid adalah memelihara bacaan Al-Quran dari kesalahan dan perubahan serta memelihara lisan (mulut) dari kesalahan membaca. Belajar ilmu tajwid itu hukumnya fardlu kifayah, sedang membaca Al-Quran dengan baik (sesuai dengan ilmu tajwid) itu hukumnya Fardlu µAin. Dalil Wajib Mempraktekkan Tajwid Dalam Setiap Pembacaan Al-Qur¶an:

1. Dalil dari Al-Qur¶an. Firman Allah s.w.t.:

Artinya: Dan bacalah Al-Qur¶an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid) [Q.S. Al-Muzzammil (73): 4]. Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Allah s.w.t. memerintahkan Nabi s.a.w. untuk membaca Al-Qur¶an yang diturunkan kepadanya dengan tartil, yaitu memperindah pengucapan setiap huruf-hurufnya (bertajwid). Firman Allah s.w.t. yang lain:

Artinya: Dan Kami (Allah) telah bacakan (Al-Qur¶an itu) kepada (Muhammad s.a.w.) secara tartil (bertajwid) [Q.S. Al-Furqaan (25): 32]. 2. Dalil dari As-Sunnah. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ummu Salamah r.a. (istri Nabi s.a.w.), ketika beliau ditanya tentang bagaiman bacaan dan sholat Rasulullah s.a.w., maka beliau menjawab:

Artinya: "Ketahuilah bahwa Baginda s.a.w. sholat kemudian tidur yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi, kemudian Baginda kembali sholat yang lamanya sama seperti ketika beliau tidur tadi, kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi hingga menjelang shubuh. Kemudian dia (Ummu Salamah) mencontohkan cara bacaan Rasulullah s.a.w. dengan menunjukkan (satu) bacaan yang menjelaskan (ucapan) huruf-hurufnya satu persatu." (Hadits 2847 Jamik At-Tirmizi) Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah Ibnu µAmr, Rasulullah s.a.w. bersabda:

Artinya: "Ambillah bacaan Al-Qur¶an dari empat orang, yaitu: Abdullah Ibnu Mas¶ud, Salim, Mu¶az bin Jabal dan Ubai bin Ka¶ad." (Hadits ke 4615 dari Sahih Al-Bukhari). 3. Dalil dari Ijma' Ulama. Telah sepakat para ulama sepanjang zaman sejak dari zaman Rasulullah s.a.w. sampai dengan sekarang dalam menyatakan bahwa membaca AlQur¶an secara bertajwid adalah suatu yang fardhu dan wajib. Pengarang kitab Nihayah menyatakan: "Sesungguhnya telah ijma¶ (sepakat) semua imam dari kalangan ulama yang dipercaya bahwa tajwid adalah suatu hal yang wajib sejak zaman Nabi s.a.w. sampai dengan sekarang dan tiada seorangpun yang mempertikaikan kewajiban ini."

Tingkatan Bacaan Al-Qur¶an Terdapat 4 tingkatan atau mertabat bacaan Al Quran yaitu bacaan dari segi cepat atau perlahan:

1. At-Tahqiq: Bacaannya seperti tartil cuma lebih lambat dan perlahan, seperti membetulkan bacaan huruf dari makhrajnya, menepatkan kadar bacaan mad dan dengung. Tingkatan bacaan tahqiq ini biasanya bagi mereka yang baru belajar membaca Al Quran supaya dapat melatih lidah menyebut huruf dan sifat huruf dengan tepat dan betul.

2. Al-Hadar: Bacaan yang cepat serta memelihara hukum-hukum bacaan tajwid. Tingkatan bacaan hadar ini biasanya bagi mereka yang telah menghafal Al Quran, supaya mereka dapat mengulang bacaannya dalam waktu yang singkat. 3. At-Tadwir: Bacaan yang pertengahan antara tingkatan bacaan tartil dan hadar, serta memelihara hukum-hukum tajwid. 4. At-Tartil Bacaannya perlahan-lahan, tenang dan melafazkan setiap huruf dari makhrajnya secara tepat serta menurut hukum-hukum bacaan tajwid dengan sempurna, merenungkan maknanya, hukum dan pengajaran dari ayat. Tingkatan bacaan tartil ini biasanya bagi mereka yang sudah mengenal makhraj-makhraj huruf, sifat-sifat huruf dan hukum-hukum tajwid. Tingkatan bacaan ini adalah lebih baik dan lebih diutamakan.

Huruf Hijaiyah Terdapat 28 huruf dasar (asas/asli) di dalam Al-Quran dan 2 huruf pengganti yang dikenal juga dengan nama huruf-huruf Hijaan atau Hijaiyah, yaitu: Huruf Bacaan qaf kaf lam mim nun wau Huruf Bacaan zay sin syin shad dhad tha Huruf Bacaan alif ba ta tsa jim ha

ha' lam-alif hamzah ya

zha 'ain ghain fa

kha dal dzal ra

Lam-Alif, Hamzah, Ta Marbuthah & Alif Maksurah
1. Lam-alif ( ). (lam) diikuti

Huruf merupakan kombinasi dari 2 huruf yaitu: huruf oleh huruf (alif). 2. Hamzah ( ). Huruf bisa ditulis secara: a. Berdiri sendiri: (hamzah) b. Di atas atau di bawah huruf (alif hamzah bawah) c. Di atas huruf d. Di atas huruf (alif):

(alif hamzah atas) atau (ya hamzah)

(ya) tanpa dua titik di bawahnya: (wau): (wau hamzah). (lam-alif):

e. Di atas atau di bawah huruf atas) atau

(lam-alif hamzah

(lam-alif hamzah bawah)

3. Ta marbuthah ( ). Huruf hanya muncul di akhir kata. Jika bacaan berhenti pada kata itu maka huruf tersebut dibaca seperti huruf (ha¶). Jika bacaan tidak berhenti pada kata itu maka huruf tersebut dibaca seperti huruf (ta).

Tanda mati (Sukun) Tanda sukun di atas sebuah huruf berarti huruf itu mati.Al-Israa¶ (17): 39 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! 4. Baris di bawah (Kasrah) Memberikan bunyi vocal 'i'. sebagaimana huruf (alif) juga bisa berfungsi seperti itu. contoh: 4. Baris di hadapan (Dhammah) Memberikan bunyi vokal 'u'. Huruf yaitu huruf (alif) yang ditulis seperti huruf (ya) namun tanpa dua titik di bawahnya. contoh: 3. Alif Maksurah ( ). Huruf hanya muncul di akhir kata dan berfungsi sebagai tanda baca panjang. Al-Israa¶ (17): 39 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Tanda-Tanda Baris 1. contoh: 2. contoh: (ab) (bu) (bi) (ba) . Baris di atas (Fathah) Memberikan bunyi vokal 'a'.

(ban). 11. Sabdu dua di atas (Syaddah Fathatain) Contoh: (abban). Baris dua di bawah (Kasratain) Memberikan bunyi 'in'. Fathah-alif Contoh: (abbun). Sabdu dua di hadapan (Syaddah Dhammatain) Contoh: 14. Sabdu di atas (Syaddah Fathah) Contoh: (abba). 10. 9. contoh: 8. 12. Sabdu dua di bawah (Syaddah Kasratain) Contoh: (abbin). Sabdu di hadapan (Syaddah Dhammah) Contoh: (abbu). 7. contoh: 6. Baris dua di atas (Fathatain) Memberikan bunyi 'an'. (bun). dibaca panjang 2 harakat (hitungan) (baa). 13. Sabdu di bawah (Syaddah Kasrah) Contoh: (abbi). . Baris dua di hadapan (Dhammatain) Memberikan bunyi 'un'.5. contoh: (bin).

Dhammah terbalik Contoh: 17. dibaca panjang 2 harakat (hitungan) 16.15. dibaca panjang antara 3 sampai dengan 4 harakat (baaa) . Kasrah-alif Contoh: dibaca panjang 2 harakat (hitungan) (bii). Maddah (hitungan) Contoh: (buu). Bentuk-Bentuk Huruf Belakang Tengah Depan Asas Belakang Tengah Depan Asas .

6. Tempat keluar huruf ini dinamakan Makhraj.Tempat Keluar Huruf (Makhraj) Tiap-tiap huruf hijaiyah mempunyai tempat keluarnya masing-masing dari bagian-bagian mulut tertentu. 4. 5. 3. 7. Kelompok huruf-huruf Halqiah (Tenggorokan) Kelompok huruf-huruf Lahawiyah (Tekak) Kelompok huruf-huruf Syajariah (Tengah Lidah) Kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah) Kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah) Kelompok huruf-huruf Nith'iyah (Langit-langit Mulut) Kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi) Kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir) . 2. Makhraj huruf ini dapat dikelompokkan atas: 1. 8.

'ain. sedikit di bawah makhraj qaf.Kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan) Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Huruf-hurufnya adalah: hamzah. ha'. Huruf µain dan ha makhrajnya di tenggorokan bagian tengah. Huruf kaf makhrajnya di pangkal lidah. sejajar dengan langit-langit lunak. Huruf hamzah dan ha¶ makhrajnya di tenggorokan bagian dalam. ha. Kelompok huruf-huruf Lahawiyah (Tekak) Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Huruf-hurufnya adalah: qaf dan kaf. ghain dan kha. sejajar dengan langitlangit lunak. . Huruf ghain dan kha makhrajnya di tenggorokan bagian luar. Huruf qaf makhrajnya di pangkal lidah dekat tenggorokan.

syin dan ya makhrajnya di lidah bagian tengah. Kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah) Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Huruf-hurufnya adalah: zay. Huruf zay.Kelompok huruf-huruf Syajariah (Tengah Lidah) Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Huruf-hurufnya adalah: jim. yaitu di atas gigi seri bawah dengan sedikit kelonggaran. Huruf dhad makhrajnya di sisi lidah. sejajar dengan langitlangit keras bagian atas. syin. . sin dan shad makhrajnya di ujung lidah lewat gigi seri atas. ya dan dhad. Huruf jim. sin dan shad. sejajar dengan geraham bagian atas.

Kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah) Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Huruf-hurufnya adalah: lam. Huruf tha. Huruf lam makhrajnya adalah di ujung lidah sejajar dengan gusi atas. Huruf ra makhrajnya adalah di ujung lidah. sedikit di bawah makhraj lam. . sedikit di bawah makhraj nun. Huruf nun makhrajnya adalah di ujung lidah. nun dan ra. dal dan ta. Kelompok huruf-huruf Nith'iyah (Langit-langit Mulut) Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Huruf-hurufnya adalah: tha. dal dan ta makhrajnya di ujung lidah lewat pangkal gigi seri atas.

Huruf ba. Kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir) Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Huruf-hurufnya adalah: ba. Sifat-Sifat Huruf: Jahr dan Hams Jahr. wau dan mim makhrajnya di antara dua bibir. wau. dal dan tsa keluar dengan menempelkan ujung lidah di ujung gigi seri atas. yaitu: Tertahannya nafas di tempat makhraj ketika melafalkan huruf karena . Huruf zha. dal dan tsa.Kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi) Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Huruf-hurufnya adalah: zha. Huruf fa makhrajnya di bagian dalam bibir bawah serta ujung gigi seri atas. mim dan fa.

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Hams. yaitu yang tergabung dalam kalimat: Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Sifat-Sifat Huruf: Isti'la' dan Istifal Isti'la'. Sifatnya kuat. Hurufnya ada 18. Sifatnya lemah. karena persentuhan antara dua organ penutur di tempat makhraj sangat lemah. yaitu yang tergabung dalam kalimat: . yaitu: Terangkatnya sebagian besar lidah ketika melafalkan huruf. lawannya Jahr. Hurufnya ada 10. yaitu: Meluncurnya nafas ketika melafalkan huruf tanpa ada hambatan. lawannya Istifal. yaitu selain hurufhuruf Hams.persentuhan/tempelan antara dua organ penutur sangat kuat di tempat makhraj tersebut. Sifatnya kuat. Hurufnya ada 7. lawannya Hams.

Sifatnya lemah. Sifatnya kuat. yaitu: Menuturkan huruf dengan menurunkan sebagian besar lidah ke dasar permukaan mulut. Hurufnya ada 4. Dhad.Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Istifal. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . yaitu selain huruf-huruf Isti'la'. Tha dan Zha. Hurufnya ada 21. lawannya Isti'la'. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Sifat-Sifat Huruf: Ithbaq dan Infitah Ithbaq. lawannya Infitah. yaitu: Shad. yaitu: Mengangkat lidah ke arah langit-langit lunak ketika melafalkan huruf.

semua huruf hijaiyah selain Shad. lawannya Ithbaq. Tha dan Zha.Infitah. yaitu selain huruf Idzlaq. Sifatnya kuat. Sifatnya lemah. Hurufnya ada 24. Dhad. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Sifat-Sifat Huruf: Ishmat dan Idzlaq Ishmat. lawannya Idzlaq. Hurufnya ada 22. yaitu: Huruf yang agak berat dan tidak dapat dilafalkan dengan cepat karena makhrajnya jauh dari ujung lidah. yaitu: Merenggangkan lidah dari langit-langit lunak ketika melafalkan huruf. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! .

Idzlaq. yaitu: Huruf yang dapat diucapkan dengan ringan dan cepat karena makhrajnya di ujung lidah. Hurufnya ada 6. yaitu: Menahan suara sejenak di tempat makhraj. lawannya Ishmat. Hurufnya ada 8. kemudian melepaskannya secara tiba-tiba bersama udara. Sifatnya kuat. yaitu yang tergabung dalam kalimat: Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . yaitu yang tergabung dalam kata: Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Sifat-Sifat Huruf: Syiddah dan Rakhawah Syiddah. lawannya Rakhawah. Sifatnya lemah.

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Sifat-Sifat Huruf: Mutawassith Mutawassith (Pertengahan). yaitu selain huruf Syiddah dan Mutawassith. Hurufnya ada 15. yaitu: Menyederhanakan suara ketika melafalkan huruf. Sifatnya lemah. yaitu: Meluncurnya suara ketika melafalkan huruf tanpa ada hambatan karena pertemuan dua organ penutur di tempat makhraj lemah. yaitu yang tergabung dalam kalimat: Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . Sifatnya antara Syiddah dan Rakhawah. lawannya Syiddah.Rakhawah. Hurufnya ada 5.

Sifat-Sifat Huruf: Shafir Shafir. Hurufnya ada 5. Hurufnya ada 3. sehingga terdengar semacam aspirasi suara yang kuat. Sin dan Shad Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Sifat-Sifat Huruf: Qalqalah alqalah. Sifatnya kuat. yaitu: Zay. yaitu: Suara tambahan yang mirip suara siulan. Sifatnya kuat. yaitu yang tergabung dalam kalimat: Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . yaitu: Terjadinya getaran sewaktu menuturkan huruf yang sukun.

Sifatnya lemah. yaitu: Keluarnya suara dengan mudah dan memanjang. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Sifat-Sifat Huruf: Inhiraf Inhiraf. Hurufnya ada 2. yaitu: Wau dan Ya. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! .Sifat-Sifat Huruf: Layin Layin. yaitu: Lam dan Ra. yaitu: Beralihnya suatu huruf setelah keluar dari makhrajnya kepada makhraj huruf lain. Sifatnya kuat. Hurufnya ada 2.

Sifat-Sifat Huruf: Takrir Takrir. Hurufnya ada 1. yaitu: Tersebarnya udara dalam mulut ketika melafalkan huruf. Hurufnya ada 1. Sifatnya kuat. yaitu: Bergetarnya ujung lidah ketika melafalkan huruf. Sifatnya kuat. yaitu: Ra. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Sifat-Sifat Huruf: Tafasysyi Tafasysyi. yaitu: Syin.

Wau dan Ya.Sifat-Sifat Huruf: Istithalah Istithalah. Hurufnya ada 1. yaitu: Ha. yaitu: Hilangnya sebagian suara huruf ketika melafalkannya. Sifatnya lemah. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . yaitu: Memanjangnya suara pada makhraj huruf. Sifatnya kuat. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Sifat-Sifat Huruf: Khafa' Khafa'. yaitu: Dhad. Hurufnya ada 3.

yaitu: Ha. Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Sifat Masing-Masing Huruf Pilih Huruf & Klik .Sifat-Sifat Huruf: Ghunnah Ghunnah. yaitu: Hilangnya sebagian suara huruf ketika melafalkannya. Wau dan Ya. Hurufnya ada 3. Sifatnya lemah.

Infitah .Istifal .Syiddah Ba Termasuk kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir) Sifat-sifatnta: Jahr .Istifal .Infitah .Syiddah .Qalqalah .Hamzah Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan) Sifat-sifatnta: Jahr .Idzlaq .Ishmat .

Infitah .Rakhawah .Istifal .Ishmat .Istifal .Syiddah Tsa Termasuk kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi) Sifat-sifatnta: Hams .Ishmat .Infitah .Ta Termasuk kelompok huruf-huruf Nith'iyah (Langit-Langit) Sifat-sifatnta: Hams .

Ishmat .Istifal .Ishmat .Isti'la' .Rakhawah .Istifal .Jim Termasuk kelompok huruf-huruf Syajariyah (Tengah Lidah) Sifat-sifatnta: Jahr .Infitah .Rakhawah Kha Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan) Sifat-sifatnta: Hams .Infitah .Ishmat .Infitah .Syiddah .Qalqalah Ha Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan) Sifat-sifatnta: Hams .

Ishmat .Dal Termasuk kelompok huruf-huruf Nith'iyah (Langit-Langit) Sifat-sifatnta: Jahr .Istifal .Rakhawah .Qalqalah Dzal Termasuk kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi) Sifat-sifatnta: Jahr .Infitah .Syiddah .Ishmat .Istifal .Infitah .

Istifal .Idzlaq .Ra Termasuk kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah) Sifat-sifatnta: Jahr .Shafir Sin Termasuk kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah) Sifat-sifatnta: Hams .Rakhawah .Istifal .Ishmat .Infitah .Infitah .Rakhawah .Ishmat .Shafir .Mutawassith .Infitah .Inhiraf Takrir Zay Termasuk kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah) Sifat-sifatnta: Jahr .Istifal .

Ishmat .Isti'la' .Ithbaq .Rakhawah .Ishmat .Shafir .Istifal .Infitah .Syin Termasuk kelompok huruf-huruf Syajariyah (Tengah Lidah) Sifat-sifatnta: Hams .Rakhawah .Tafasysyi Shad Termasuk kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah) Sifat-sifatnta: Hams .

Ishmat .Dhad Termasuk kelompok huruf-huruf Syajariyah (Tengah Lidah) Sifat-sifatnta: Jahr .Qalqalah Zha Termasuk kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi) Sifat-sifatnta: Jahr .Ithbaq .Ithbaq .Syiddah .Rakhawah .Ishmat .Isti'la' .Ithbaq .Ishmat .Istithalah Tha Termasuk kelompok huruf-huruf Nith'iyah (Langit-Langit) Sifat-sifatnta: Jahr = Isti'la' .Rakhawah .Isti'la' .

Infitah .Ishmat .Ishmat .Isti'la' .Infitah .Mutawassith Ghain Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan) Sifat-sifatnta: Jahr .Istifal .'Ain Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan) Sifat-sifatnta: Jahr .Rakhawah .

Ishmat .Infitah .Fa Termasuk kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir) Sifat-sifatnta: Hams .Idzlaq .Qalqalah Kaf Termasuk kelompok huruf-huruf Lahawiyah (Tekak) Sifat-sifatnta: Hams .Ishmat .Infitah .Istifal .Isti'la' .Istifal .Syiddah .Syiddah .Rakhawah Qaf Termasuk kelompok huruf-huruf Lahawiyah (Tekak) Sifat-sifatnta: Jahr .Infitah .

Istifal .Mutawassith .Lam Termasuk kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah) Sifat-sifatnta: Jahr .Infitah .Mutawassith .Idzlaq .Ghunnah .Inhiraf Mim Termasuk kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir) Sifat-sifatnta: Jahr .Infitah .Istifal .Idzlaq .

Layin .Khafa' Wau Termasuk kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir) Sifat-sifatnta: Jahr .Ishmat .Infitah .Nun Termasuk kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah) Sifat-sifatnta: Jahr .Rakhawah .Infitah .Idzlaq .Ishmat .Istifal .Ghunnah Ha' Termasuk kelompok huruf-huruf Halqiyah (Tenggorokan) Sifat-sifatnta: Hams .Rakhawah .Khafa' .Istifal .Istifal .Infitah .Mutawassith .

Ya Termasuk kelompok huruf-huruf Syajariyah (Tengah Lidah) Sifat-sifatnta: Jahr .Layin . memutuskan suara di akhir kata untuk bernafas sejenak dengan niat meneruskan kembali bacaan.Khafa' Hukum Bacaan: Wakaf Wakaf: Dari sudut bahasa berarti berhenti/menahan. Menurut istilah tajwid. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Wakaf Lazim (harus).Ishmat .Istifal .Infitah .Rakhawah . yaitu: Menghentikan bacaan pada rangkaian kata yang sempurna makna serta lafalnya (dari segi i'rab) dan maksudnya tidak tergantung dengan kata-kata berikutnya. Wakaf lazim disebut juga wakaf taam (sempurna) Wakaf Lazim ini bertanda: [ ] Al-Baqarah (2): 26 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! .

Wakaf Kafi ini bertanda: Al-Baqarah (2): 205 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Wakaf Tasawi (sama). Wakaf Tasawi ini bertanda: [ ] . kadangkala disambung lebih baik dari berhenti dan kadangkala berhenti lebih baik dari disambung (yaitu menghentikan bacaan pada rangkaian kata yang tidak merusakkan maknanya). Wakaf Kafi (cukup). akan tetapi wakaf lebih baik daripada washal. yaitu: Bacaan yang boleh diwashal (disambung) atau diwakaf (berhenti). Dinamakan kafi karena berhenti di tempat itu dianggap cukup (lafal sempurna) dan tidak tergantung kepada kalimat sesudahnya sebab secara lafal tidak ada kaitannya. yaitu: yang terkadang disambung lebih baik. yaitu: Tempat berhenti yang sama hukumnya antara wakaf dan washal. berhenti atau disambung sama baiknya dan yang terkadang berhenti lebih baik. Wakaf ja'iz ini terbagi tiga. yaitu: Bacaan yang boleh diwashal atau diwakaf.Wakaf Ja'iz (boleh). Kedudukan hukum wakaf ja'iz ini kadangkala sama (berhenti atau disambung).

akan tetapi hanya boleh berhenti pada salah satu tempat saja. dilarang berhenti di tempat seperti ini. akan tetapi washal lebih baik daripada wakaf. Oleh karena itu. Wakaf Mamnuu¶ ini bertanda: [ ] Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . Wakaf muraqabah disebut juga ta'anuqul-waqfi (2 wakaf bertemu) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Baqarah (2): 2 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Wakaf Mamnuu' (dilarang). yaitu: Bacaan yang boleh diwashal atau diwakaf. Wakaf Hasan ini bertanda: Al-Maa'idah (5): 8 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Wakaf Muraqabah (terkontrol). karena mempunyai kaitan yang sangat erat ±secara lafal dan makna. Dinamakan hasan karena berhenti di tempat itu lebih baik. yaitu: Terdapatnya 2 tempat wakaf di lokasi yang berdekatan. yaitu: Berhenti di tengah-tengah kalimat yang belum sempurna yang dapat mengakibatkan perubahan pengertian.dengan kalimat sesudahnya.An-Nisaa' (4): 12 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Wakaf Hasan (baik).

Al-Maa'idah (5): 53 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Wakaf Saktah Lathifah (berhenti sejenak), yaitu: Memutuskan suara (selama 2 harakat) di akhir kata, tanpa bernafas. Saktah Lathifah ini bertanda: [ ] Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Mutaffifiin (83): 14 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Hamzah: Dalam Al Qur¶an, hamzah terbagi dua macam, yaitu hamzah qath¶i (putus) dan hamzah washal (sambung) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Hamzah Qath'i, yaitu: Hamzah yang ada dalam lisan sewaktu membaca dan ada pula dalam tulisan.

Dinamakan hamzah qath'i karena pembaca memutuskan bacaan sebagian huruf tertentu dari huruf lain. Hamzah qath'i bisa terletak di awal, di pertengahan atau di akhir kalimat. Hamzah qath'i ini juga bisa terdapat pada kata benda (isim), kata kerja (fi'il) dan huruf (harf). Aturan bacaannya: Harus diucapkan dengan jelas (izhar). Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Fath (48): 1 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Hamzah Washal, yaitu: Hamzah yang diucapkan bila terdapat dipermulaan bacaan dan digugurkan ketika disambung dengan huruf sebelumnya. Dinamakan hamzah washal karena berfungsi sebagai penyambung dalam membaca huruf yang sukun di awal kalimat. Tandanya: huruf shad kecil di atas alif. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Hamzah Washal Dibaca Fathah, yaitu: Jika hamzah washal terdapat di awal kata benda (isim ma'rifat) yang ditandai dengan alif-lam di awal bacaan, maka hamzah tersebut dibaca fathah. Contoh:

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Fatihaah (1): 2 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Hamzah Washal Dibaca Kasrah, yaitu: Jika hamzah washal terdapat di awal kata kerja yang huruf keduanya berbaris fathah atau huruf ketiganya berbaris kasrah atau terletak pada bentuk mashdar dari fi'il madli (kata kerja bentuk lalu), maka hamzah tersebut dibaca kasrah. Contoh:

Catatan: Hamzah washal sama'i (tanpa kaidah) terdapat pula tujuh kata benda, yaitu:

Hamzah washal yang terdapat di awal kata pada awal bacaan, wajib dibaca kasrah. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

At-Taubah (9): 80 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Hamzah Washal Dibaca Dhammah, yaitu: Jika hamzah washal terdapat di awal kata kerja perintah (fi¶il amr) yang huruf ketiganya berbaris dhammah, maka hamzah tersebut dibaca dhammah. Contoh: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Al-Hijr (15): 46 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Hamzah Washal Tidak Dibaca, yaitu: Dalam keadaan disambung, hamzah washal tidak dibaca karena huruf sukun berikutnya berkaitan dengan huruf sebelumnya. Dengan demikian hamzah washal tidak lagi dibutuhkan, karena itu hamzah tersebut tidak dibaca pada saat disambung. Hamzah washal dibaca fathah, kasrah atau dhammah jika berada di permulaan bacaan. Jika hamzah washal berada di tengah-tengah kalimat seperti: Maka hamzah tersebut tidak dibaca sama sekali, karena penyebutannya ketika itu tidak ada kebutuhannya. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Syarat qalqalah: Hurufnya harus sukun.Al-Baqarah (2): 169 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Qalqalah: Qalqalah menurut bahasa. getaran suara terjadi ketika mengucapkan huruf yang sukun sehingga menimbulkan semacam aspirasi suara yang kuat. baik sukun asli atau yang terjadi karena berhenti pada huruf qalqalah. Huruf qalqalah ada 5. Seperti huruf qaf pada kalimat: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Yaasin (36): 54 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! . dan yaitu: huruf . Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Qalqalah Tingkatan Rendah: Tingkat qalqalah yang paling rendah terjadi apabila huruf qalqalah terletak di tengah-tengah kata. baik sukun asli ataupun tidak. . berarti getaran. yaitu yang tergabung dalam . Menurut istilah tajwid.

. sedang huruf tersebut bertasydid. Nun Tanwin (baris dua). Seperti huruf qaf pada kalimat: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Baqarah (2): 176 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Nun dan Tanwin.Qalqalah Tingkatan Sedang: Tingkat qalqalah yang sedang (pertengahan) terjadi apabila berhenti pada huruf qalqalah. sedang huruf tersebut tidak bertasydid. yaitu: Nun sukun tambahan yang terdapat di akhir kata jika kata tersebut dilafalkan atau disambung dan hilang jika kata tersebut ditulis atau dijadikan tempat berhenti. Nun Sukun. bacaannya tergantung dengan huruf yang datang berikutnya. Tandanya: dua dhammah atau dua fathah atau dua kasrah Nun sukun yang terjadi dari tanwin ini diperlakukan sama seperti nun sukun dalam cara membacanya. yaitu: Nun yang tidak berbaris. Seperti huruf tha pada kalimat: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Huud (11): 92 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Qalqalah Tingkatan Keras: Tingkat qalqalah yang paling keras terjadi apabila berhenti pada huruf qalqalah.

Huruf iqlab hanya 1.Catatan: Apabila ada nun sukun atau tanwin dan sesudahnya terdapat hamzah washal. idgham. bukan pada waktu wakaf (berhenti). berarti memasukkan sesuatu ke dalam sesuatu. yaitu: Menurut bahasa. maka kedua-duanya tidak boleh dibaca dengan izhar. maka huruf nun tersebut harus dibaca fathah untuk menghindari bertemunya dua huruf yang sukun. kecuali huruf nun pada ±anggota huruf jar (huruf bahasa Arab)-. memasukkan huruf yang sukun ke dalam huruf yang berharakat. sehingga menjadi satu huruf yang bertasydid. Idgham terbagi 2. Catatan lain: Ketentuan-ketentuan yang terdapat pada nun sukun atau tanwin hanya terjadi pada waktu washal (bersambung) saja. yaitu: Idgham Bighunnah (disertai dengung) dan Idgham Bila . yaitu: Menurut bahasa. karena beratnya pindah dari baris kasrah ke baris fathah. meletakkan huruf tertentu pada posisi huruf lain dengan memperhatikan ghunnah dan penuturan huruf yang disembunyikan (huruf mim). yaitu huruf ba. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Iqlab. Dinamakan iqlab karena terjadinya perubahan pengucapan nun sukun atau tanwin menjadi mim yang tersembunyi dengan disertai dengung. Menurut istilah tajwid. berarti merubah sesuatu dari bentuknya. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Hadiid (57): 6 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Idgham. Menurut istilah tajwid. akan tetapi harus dibaca kasrah untuk menghindari bertemunya dua huruf yang sukun. iqlab atau ikhfa.

Huruf idgham ada 6. yaitu yang tergabung dalam kalimat: yaitu: .Ghunnah (tanpa dengung). Catatan: Idgham tidak terjadi kecuali dari 2 kata. yaitu: dan yang harus dibaca Izhar Muthlaq. Hal ini sesuai dengan bacaan yang diriwayatkan oleh Imam Hafsh. . maka harus dibaca idgham bighunnah. kecuali pada 2 tempat. dan Apabila salah satu hurufnya bertemu dengan nun sukun atau tanwin (dengan syarat di dalam 2 kata). berbeda dengan kaidah aslinya. yaitu yang tergabung dalam kalimat: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Idgham Bighunnah.Huruf Ya ( Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . yaitu: Idgham bighunnah mempunyai 4 huruf. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! ) Idgham Bighunnah .

Huruf Mim ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! .Huruf Nun ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Insaan (76): 2 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Idgham Bighunnah .An-Nisaa¶ (4): 13 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Idgham Bighunnah .

Huruf Wau ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Ar-Ra¶d (13): 34 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Idgham Bila Ghunnah. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! .Ar-Rahmaan (55): 15 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Idgham Bighunnah . maka bacaannya harus idgham bila ghunah kecuali nun yang terdapat dalam ayat . karena disini harus di baca saktah (diam sebentar tanpa bernafas) yang menghalangi adanya bacaan idgham. yaitu: dan Apabila salah satu hurufnya bertemu dengan nun sukun atau tanwin (dengan syarat di dalam 2 kata). yaitu: Idgham bila ghunnah mempunyai 2 huruf.

Idgham Bila Ghunnah .Huruf Lam ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Muhammad (47): 8 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Idgham Bila Ghunnah .Huruf Ra ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! .

Hal ini sesuai dengan bacaan yang diriwayatkan oleh Iman Hafsh. Izhar semacam ini dalam Al-Quran hanya terdapat pada 4 tempat. Dinamakan muthlaq karena tidak ada kaitannya dengan kerongkongan atau bibir. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Izhar Muthlaq. yaitu: Menurut bahasa. Aturan bacaan kedua-duanya adalah izhar muthlaq. melafalkan huruf-huruf izhar dari makhrajnya tanpa disertai dengung. berarti memperjelas dan menerangkan. Izhar muthlaq terjadi apabila nun sukun bertemu dengan atau dalam satu kata. walaupun berada dalam 2 kata. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . Menurut istilah tajwid. berarti memperjelas dan menerangkan. melafalkan huruf-huruf izhar dari makhrajnya tanpa disertai dengung.An-Najm (53): 23 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Izhar. Menurut istilah tajwid. yaitu: dan . yaitu: Menurut bahasa.

Dinamakan halqi karena makhraj huruf-hurufnya dari halq (kerongkongan). Hurufnya ada 6. Menurut istilah tajwid.Al-An'aam (6): 99 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Izhar Halqi. yaitu: Menurut bahasa. yaitu: dan . Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Izhar Halqi . . berarti memperjelas dan menerangkan.Huruf Hamzah ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . melafalkan huruf-huruf izhar dari makhrajnya tanpa disertai dengung. . .

Huruf 'Ain ( Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Fatihaah (1): 7 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! .Huruf Ha' ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! At-Taubah (9): 109 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! ) Izhar Halqi .Al-A¶laa (87): 5 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Izhar Halqi .

Huruf Ghain ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Huud (11): 46 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Izhar Halqi .Huruf Ha ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Ali Imran (3): 20 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Izhar Halqi .Izhar Halqi .Huruf Kha ( ) Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! .

melafalkan huruf antara izhar dan idgham.Al-Maa¶idah (5): 3 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Ikhfa. tanpa tasydid dan disertai dengan dengung. yaitu: Setiap nun atau mim yang bertsydid. Huruf ikhfa ada 15. . Disebut juga ikhfa haqiqi (nyata) karena kenyataannya persentase nun sukun dan tanwin yang disembunyikan lebih banyak dari huruf lainnya. yang pertama sukun dan yang kedua berharakat. Menurut istilah tajwid. yaitu awal kata dari kalimat: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! An-Naml (27): 11 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Nun dan Mim Tasydid. Huruf yang bertasydid pada dasarnya berasal dari 2 huruf. yaitu: Menurut bahasa. berarti menyembunyikan.

Nun yang bertasydid disebut juga tasydidul ghunnah. Hukum mim tasydid: Harus dibaca ghunnah. Mim yang pertama dimasukkan / berpadu ke dalam mim yang kedua. yaitu: Nun Tasydid berasal dari 2 huruf nun. Mim yang bertasydid disebut juga tasydidul ghunnah. maka terjadilah satu huruf yang bertasydid. yang pertama sukun dan yang kedua berharakat. 2 harakat. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! At-Takaatsur (102): 6 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! . yaitu: Mim Tasydid berasal dari 2 huruf mim. 2 harakat. Nun yang pertama dimasukkan / berpadu ke dalam nun yang kedua. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Az-Zumar (39): 4 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Nun Tasydid. Hukum nun tasydid: Harus dibaca ghunnah.Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Mim Tasydid. maka terjadilah satu huruf yang bertasydid. yang pertama sukun dan yang kedua berharakat.

disertai dengan dengung.Mim Sukun. Izhar syafawi mempunyai 26 huruf. huruf mim wajib dibaca izhar syafawi sehingga terhindar dari keraguan membacanya dengan ikhfa. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Izhar Syafawi. Ikhfa syafawi hanya mempunyai 1 huruf. ] untuk menghindari bertemunya 2 huruf yang sukun. Dinamalan syafawi karena mim dan ba makhrajnya dari pertemuan dua bibir. Alasannya karena makhraj huruf mim dengan huruf wau adalah sama dan antara huruf mim dan fa sangat berdekatan. yaitu: Mim yang tidak berharakat. yaitu: Menurut bahasa. Menurut istilah tajwid. Dinamalan syafawi karena mim sukun makhrajnya dari pertemuan dua bibir. yaitu huruf ba. sedangkan penghubungannya kepada izhar karena ketetapan pengucapannya sama dengan pengucapan huruf izhar. berarti menyembunyikan. yaitu semua huruf hijaiyah selain huruf mim dan ba. Sebaliknya huruf mim wajib dibaca ikhfa ketika bertemu dengan huruf ba. berarti memperjelas dan menerangkan. Catatan: Jika terdapat huruf wau atau fa setelah mim sukun. Mim semacam ini bisa terdapat sebelum semua huruf hijaiyah kecuali 3 huruf mad [ . . yaitu: Menurut bahasa. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Fajr (89): 6 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Ikhfa Syafawi. . Menurut istilah tajwid. melafalkan huruf-huruf izhar dari makhrajnya tanpa disertai dengung.

yaitu: Menurut bahasa. Disebut mitslain karena berasal dari 2 huruf yang makhraj dan sifatnya identik. yaitu huruf mim. yaitu: Huruf Lam yang sukun dalam Al Qur¶an terbagi dalam 3 macam: Lam Ta'rif.Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Ath-Thuur (52): 20 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Idgham Mitslain Shaghir. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . berarti memasukkan sesuatu ke dalam sesuatu. Menurut istilah tajwid. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Waaqi'ah (56): 81 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Lam Sukun. memasukkan huruf yang sukun ke dalam huruf yang berharakat. Idgham Mitslain Shaghir mempunyai 1 huruf. sedangkan disebut shaghir adalah karena huruf yang pertama sukun dan huruf yang kedua berharakat. Lam Fi'il dan Lam Huruf. sehingga menjadi satu huruf yang bertasydid.

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! At-Takwir (81): 3 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! . yaitu yang tergabung dalam kalimat: . Yang dimaksudkan dengan Alif Lam Ta'rif adalah Alif Lam yang masuk pada kata benda. Lam Qamariyah mempunyai 14 huruf. sebab jarak antara makhrajnya dan makhraj huruf-huruf qamariyah tersebut. ataupun tidak Penambahan alif dan lam pada adalah wajib karena kedua huruf ini tidak bisa dipisahkan dari kata benda tersebut. berjauhan. merupakan tambahan dari bentuk dasarnya. atau hamzah seperti Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Lam Qamariyah. seperti . seperti dan wajib izhar jika terdapat setelahnya ya. baik baik kata benda tersebut berdiri sendiri tanpa alif dan lam. Hukum lam qamariyah adalah izhar. seperti kata bisa berdiri sendiri seperti kata [ ].Lam Ta'rif. Bentuk seperti ini hukum bacaannya wajib idgham. jika terdapat setelahnya lam.

berdekatan. Hukum lam Syamsiyah adalah idgham. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Lam Fi'il: Idgham. sebab makhraj kedua lam-nya sama. Lam Syamsiyah mempunyai 14 huruf. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! An-Naazi¶aat (79): 1 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Lam Fi'il. bentuk sekarang (mudlori') atau bentuk perintah (amar). Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . baik bentuk lampau (fi'il madli). maka harus dibaca idgham. baik di pertengahan atau di akhir kata. adalah: Lam sukun yang terdapat pada kata kerja (fi'il).Lam Syamsiyah. Jika setelah lam fi'il terdapat huruf ra atau lam. yaitu yang terdapat pada awal kata dari kalimat: . sedangkan jarak antara makhraj lam syamsiyah dengan makhraj huruf-huruf syamsiyah lainnya.

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Huud (11): 81 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Lam Huruf Yang dimaksud dengan Lam huruf adalah Lam sukun yang terdapat pada huruf. dan saja. jika setelah lam fi'il terdapat selain huruf ra atau lam. Sebaliknya. maka harus dibaca izhar.Thaahaa (20): 114 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Lam Fi'il: Izhar. Lam huruf ini hanya terdapat pada kata pada kata lain dalam Al Qur¶an. tidak terdapat .

maka harus dibaca idgham. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Ali Imran (3): 154 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Lam Huruf: Izhar Sebaliknya.Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Lam Huruf: Idgham Jika setelah lam huruf terdapat huruf ra atau lam. maka harus dibaca izhar. kecuali pada ayat yang harus dibaca izhar karena adanya saktah yang merupakan penghalang terjadinya perpaduan suara. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . jika setelah lam huruf terdapat selain huruf ra atau lam.

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Mad Asli: Pada Wakaf dan Washal Huruf mad tetap ada disaat washal atau wakaf.Al-Maa¶idah (5): 112 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Mad Mad. seperti pada kata atau di akhir. Syarat mad thabi¶i. yaitu: alif. yaitu: Bila huruf yang setelah mad bukan huruf hamzah atau sukun. sebelum ya berbaris kasrah dan sebelum alif berbaris fathah. baik huruf mad itu terletak di tengah. kadarnya tidak kurang dan tidak lebih. . berarti tambahan. Syarat mad: Huruf sebelum wau berbaris dhammah. tidak terdapat huruf hamzah atau sukun setelah huruf mad tersebut. Dinamakan thabi'i karena mad tersebut merupakan sesuatu yang thabi'i (alami). wau dan ya. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Mad Thabi'i atau Mad Asli. menurut bahasa. Menurut istilah tajwid. seperti pada kata . Huruf mad ada 3. memanjangkan suara sewaktu membaca huruf mad atau huruf layin jika bertemu dengan hamzah atau sukun. Jika huruf yang sebelum ya atau wau sukun itu berbaris fathah. akan tetapi disebut huruf layin. Aturan membacanya panjang 2 harakat. tidak disebut huruf mad.

jika berhenti pada huruf alif . Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! 'Abasa (80): 35 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Mad Asli: Pada Wakaf Mad asli atau thabi¶i bisa juga terjadi pada huruf mad yang ada ketika wakaf dan hilang ketika washal.Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Mutaffifiin (83): 26 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Mad Asli: Pada Washal Mad asli atau thabi'i bisa terjadi pada shilah shughra. Agar ha dhamir bisa disambung dengan wau atau ya. maka disyaratkan agar huruf itu harus terdapat di antara 2 huruf yang berharakat seperti . sedangkan ketika wakaf tidak dibaca panjang. Dalam hal ini wau dan ya dibaca panjang 2 harakat (dengan syarat tidak terdapat huruf hamzah pada kata lain) ketika washal. Hal ini terjadi pada huruf alif pengganti tanwin (fathatain) seperti . yaitu huruf wau kecil yang terdapat setelah ha dhamir yang berbaris dhammah dan ya kecil yang terdapat setelah ha dhamir yang berbaris kasrah. .

yaitu: hamzah atau sukun. 4 harakat atau 5 harakat atau 6 harakat ketika berhenti. adalah: Mad yang merupakan tambahan terhadap mad thabi¶i karena salah satu 2 sebab. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . Aturan bacaannya panjang. bila dalam satu kata bertemu mad thabi'i dengan huruf hamzah. Mad muttashil disebut juga mad wajib. Dinamakan muttashil karena mad thabi'i dengan huruf hamzah dalam satu kata. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! 'Abasa (80): 26 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Mad Far'i.Dalam hal ini mad akan hilang jika disambung dengan kata sesudahnya. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Mad Muttashil Disebut mad muttashil.

4 harakat atau 5 harakat menurut imam Hafsh.Ar-Ra'd (13): 21 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Mad Munfashil (terpisah) Disebut mad munfashil. Aturan membacanya sama dengan mad shilah di saat washal. bila mad thabi'i bertemu dengan huruf hamzah di kata berikutnya. panjang (6 harakat). bila huruf mad atau huruf layin bertemu dengan sukun yang terjadi karena wakaf. Dinamakan mad layin (lembut) karena pengucapannya lembut dan mudah. Contoh: . Dinamakan 'aridh karena mad asli yang terdapat di akhir ayat dibaca sukun karena wakaf. Contoh: . sedang (4 harakat). Hal yang sama juga diperlakukan pada mad layin ketika wakaf. Aturan membacanya. yaitu bila wau kecil yang terdapat setelah ha dhamir yang berbaris dhammah dan ya kecil yang terdapat setelah ha dhamir yang berbaris kasrah bertemu dengan hamzah di lain kata. Aturan membacanya boleh 3 macam: pendek (2 harakat). Termasuk mad munfashil. shilah kubra. Dinamakan munfashil karena huruf mad dengan huruf hamzah terdapat pada kata yang berbeda. sedangkan di saat wakaf tidak dibaca panjang. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-'Anfaal (8): 72 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Mad 'Aridh Disebut mad 'aridh. boleh 2 harakat. jika di washal dia tetap sebagai mad thabi'i. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! .

seperti: asalnya . Jika huruf yang pertama berbaris kasrah. panjang dua harakat seperti mad thabi'i. seperti: asalnya . dimana asal dari mad badal pada umumnya adalah karena bertemunya 2 hamzah dalam 1 kata. maka yang kedua diganti menjadi huruf ya. yang pertama berharakat dan yang kedua sukun. maka yang kedua diganti menjadi huruf alif. Dinamakan badal karena huruf mad merupakan pengganti dari huruf hamzah. seperti: asalnya . Jika huruf yang pertama berbaris dhammah. untuk meringankan bacaan. Jika huruf hamzah yang pertama berbaris fathah.atau sukun). maka yang kedua diganti menjadi huruf wau. seterusnya huruf hamzah yang kedua diganti menjadi huruf mad yang sesuai dengan jenis harakat huruf hamzah yang pertama.Al-Fajr (89): 6 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Mad Badal Disebut mad badal. bila huruf hamzah terdapat sebelum mad thabi'i di dalam 1 kata (setelah mad tidak ada lagi hamzah. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Ali Imran (3): 173 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! . Aturan membacanya.

karena mad tersebut harus dibaca 6 harakat dan keharusan adanya sukun. baik dalam 1 kata ataupun tidak. Hal ini terdapat pada huruf-huruf hijaiyah yang terletak di awal beberapa surat. huruf lam dalam: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . Dinamakan harfi karena sukun asli tersebut terdapat setelah huruf mad. baik ketika washal ataupun wakaf. Dinamakan mutsaqqal karena berat mengucapkannya akibat adanya tasydid pada sukun tersebut. bila mad thabi'i bertemu dengan sukun yang tetap ada baik dalam keadaan washal atau wakaf. Dinamakan lazim (harus). adalah: Mad thabi'i yang bertemu dengan sukun asli (bukan karena wakaf) pada salah satu huruf hijaiyah yang bertasydid. 6 harakat. Aturan membacanya wajib panjang. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Mad Lazim Mutsaqqal Harfi. Contoh.Mad Lazim Disebut mad lazim. Al-Baqarah (2): 1 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! .

Contoh. Keempat. tidak terdapat mad. huruf mim dalam: . Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Baqarah (2): 1 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi. 6 harakat. yaitu alif. adalah: Mad thabi'i yang bertemu dengan sukun asli pada salah satu huruf hijaiyah yang tidak bertasydid. yaitu yang tergabung dalam kalimat: kecuali huruf 'ain. Aturan membacanya adalah biasa. Aturan membacanya wajib panjang. Bagian kedua ini boleh dibaca panjang. dimana huruf mad terletak di tengah-tengah. huruf alif dalam: . Bagian pertama ini aturan membacanya panjang. adalah: Yang dimaksud dengan istilah ini adalah mad thabi'i yang bertemu dengan huruf yang bertasydid dalam 1 kata. Ketiga. dimana huruf layin terletak di tengah-tengah. dimana yang kedua adalah huruf mad. yaitu 2 harakat. jumlah hurufnya ada 3 dan tidak terdapat huruf mad di tengahtengahnya. Hurufnya ada 5. jumlah hurufnya ada 3.Mad Lazim Mukhaffaf Harfi. yaitu yang tergabung dalam kalimat: . 4 atau 6 harakat. Contoh. 6 harakat. Kedua. jumlah hurufnya ada 2. Ada 7 huruf yang termasuk dalam bagian ini. Hurufnya hanya 1. Bagian ketiga ini aturan membacanya sama dengan mad thabi'i. yaitu huruf 'ain. yang jumlah hurufnya ada 3. Catatan: huruf hijaiyah yang terdapat pada permulaan surat ada 14 huruf. Dinamakan mutsaqqal karena berat mengucapkannya sebagai akibat terdapatnya tasydid pada huruf yang sukun. Dinamakan mukhaffaf karena ringan mengucapkannya akibat tidak adanya tasydid dan ghunnah pada mad itu. yaitu yang tergabung dalam kalimat: . Ini terbagi ke dalam 4 bagian: Pertama.

Aturan membacanya wajib panjang. Contoh.. masing-masing Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Yunus (10): 51 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! . Ali Imran (3): 61 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Mad Lazim Mukhaffaf Kalimi. dari firman Allah Taala: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . adalah: Yang dimaksud dengan istilah ini adalah mad thabi'i yang bertemu dengan huruf yang sukun (tetapi tidak bertasydid) dalam satu kata. 6 harakat. kata: pada ayat 51 dan 91. Dinamakan kalimi (kata) karena sukun asli dan mad thabi'i itu terdapat dalam 1 kata. pada 2 tempat dalam surat Yunus. Dinamakan mukhaffaf karena mengucapkannya ringan dan mudah sebagai akibat tidak adanya tasydid dan ghunnah pada mad itu.

dengan catatan pemberian harakat tersebut hanya dapat dilakukan ketika washal saja. . jika 2 huruf yang sukun bertemu. baik waktu washal atau wakaf. adalah dengan memberi harakat: fathah. bila bertemu dengan hamzah washal di saat bacaan bersambung. Hal ini terjadi ketika huruf mad bertemu dengan hamzah washal. harus dilakukan salah satu dari 2 cara. walaupun dalam penulisannya tetap ada. Terkadang huruf tersebut dibuang dalam penyebutan dan penulisannya sekaligus. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! dalam ayat Ali Imran (3): 5 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Pertemuan Dua Sukun: Mengharakati Yang Pertama Alternatif yang kedua dalam menghindari bertemunya 2 huruf yang sukun. Contoh: . sesuai ketentuan yang berlaku. kasrah atau dhammah kepada huruf yang pertama.Pertemuan Dua Sukun Sesuai dengan aturan bahasa Arab. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Pertemuan Dua Sukun: Membuang Yang Pertama Huruf mad harus dibuang (tidak dilafalkan). yaitu: membuang huruf yang pertama atau memberinya harakat. Seperti ya yang dibuang pada kata .

. Oleh sebab itu huruf lam di atas harus diberi baris kasrah untuk menghindari bertemunya 2 sukun. karena huruf tersebut terletak di antara 2 hamzah washal. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! An-Nisaa¶ (4): 66 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Mengharakati Yang Pertama: Fathah Huruf sukun yang pertama diberi fathah. huruf yang pertama diberi kasrah dan hamzah washal tidak dilafalkan. Hal ini terjadi dalam 2 kasus. seperti tanwin yang terdapat pada kata dalam ayat . maka nun tanwin tersebut harus diberi baris kasrah. Contoh: . Catatan: Jika hamzah washal terdapat setelah tanwin (di saat bacaan bersambung). jika huruf tersebut berada di akhir kata pertama. Demikian juga dengan huruf lam yang terdapat pada kata yang terdapat dalam surat Al-Hujarat. Dalam keadaan seperti ini. semetara yang kedua berada di awal kata kedua.Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Mengharakati Yang Pertama: Kasrah Huruf sukun yang pertama diberi kasrah. masingmasing: Pertama: Nun pada huruf jar jika bertemu dengan hamzah washal. tidak bisa diberi fathah atau dhammah.

Contoh: . Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Mu¶min (40): 33 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Mengharakati Yang Pertama: Dhammah Huruf sukun yang pertama diberi dhammah. Contoh: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Baqarah (2): 94 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! . jika bertemu dengan hamzah washal. Kedua: Huruf mim yang menunjukkan bentuk jamak. Kedua: Ya mutakallim (kata ganti milik orang pertama). jika bertemu dengan hamzah washal. masing-masing: Pertama: Wau layin yang digunakan untuk bentuk jamak. Contoh: . Hal ini terjadi dalam 2 kasus.Contoh: . jika bertemu dengan hamzah washal.

Hurufnya ada 7. yaitu (alif-lam pada lafal Allah. yaitu huruf-huruf isti¶la (hurufhuruf yang terjadi dengan menaikkan sebagian besar lidah sewaktu menuturkannya). Tafkhim: Tingkatan Pertama Jika huruf tafkhim berbaris fathah bertemu dengan huruf alif. terkadang dibaca tipis. Menurut istilah tajwid. yaitu huruf-huruf istifal (huruf-huruf yang terjadi dengan menurunkan sebagian besar lidah sewaktu menuturkannya). Contoh: . Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . berarti menebalkan atau menggemukkan. gambaran tentang tebalnya bunyi huruf. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Tafkhim Menurut bahasa. ra). selain dari huruf lam dan ra. yaitu yang tergabung dalam kalimat: Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! .Tafkhim & Tarqiq Dilihat dari segi tafkhim (tebal) dan tarqiq (tipis)-nya huruf hijaiyah terbagi 3: Pertama: Huruf-huruf yang selalu dibaca tebal. seakan-akan bunyi tersebut bagaikan memenuhi semua rongga mulut. Kedua: Huruf yang terkadang dibaca tebal. sesuai posisi huruf dalam ayat. Ketiga: Huruf-huruf yang selalu dibaca tipis.

Contoh: .Al-Qiyaamah (75): 3 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Tafkhim: Tingkatan Kedua Jika huruf tafkhim berbaris fathah tidak bertemu dengan huruf alif. Contoh: . Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! At-Tahrim (66): 10 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Tafkhim: Tingkatan Ketiga Jika huruf tafkhim berbaris dhammah. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! .

Contoh: .Al-Hadiid (57): 20 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Tafkhim: Tingkatan Keempat Jika huruf tafkhim itu sukun. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Jaatsiyah (45): 22 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Tafkhim: Tingkatan Kelima Jika huruf tafkhim itu berbaris kasrah. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . Contoh: .

Kedua: lam pada lafal Allah. akan tetapi karena sebab lain. baik terletak di awal. Pertama: alif pada lafal Allah. Hurufnya ada 3. Contoh: . Contoh: . masing-masing: alif-lam pada lafal Allah dan ra. seperti: . y y Kedua: Jika ra itu berbaris dhammah.Adz-Dzaariyat (51): 6 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Tafkhim atau Tarqiq: Lihat Konteksnya Huruf-huruf yang terkadang dibaca tarqiq dan terkadang dibaca tafkhim. Pertama: Jika ra itu berbaris fathah. dibaca tafkhim pada 3 kasus. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Lihat Konteksnya: Tafkhim huruf alif-lam pada lafal Allah dan ra. . di tengah-tengah atau di akhir kata (dengan syarat dalam keadaan washal). atau huruf sebelumnya berbaris kasrah (bukan asli. melihat kondisi hurufnya. yaitu: y . dibaca tafkhim jika terdapat setelah huruf yang berbaris fathah dan dhammah atau terdapat di permulaan kata. dan Ketiga: ra. dibaca tafkhim jika terdapat setelah huruf tafkhim yang lain. Contoh: . yaitu pengecualian dari kelompok huruf istifal. Contoh: . dhammah atau kasrah (asli) dan sesudahnya terdapat huruf isti'la'. Ketiga: Jika ra itu sukun dan huruf yang sebelumnya berbaris fathah.

dibaca tarqiq jika terdapat setelah huruf tarqiq yang lain. . Ketiga: Jika ra itu sukun (karena wakaf) dan terdapat setelah huruf ya mad atau ya layin. Pertama: Jika ra itu berbaris itu berbaris kasrah. Kedua: lam pada lafal Allah. Pertama: alif pada lafal Allah. dibaca tarqiq pada 3 kasus.Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! At-Takaatsur (102): 2 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Lihat Konteksnya: Tarqiq huruf alif-lam pada lafal Allah dan ra. Contoh: . Contoh: dan y y Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . baik huruf tersebut bersambung dengan lam tersebut dalam satu kata atau pada kata yang lain. Contoh: . yaitu: y . dibaca tarqiq jika terdapat setelah huruf yang berbaris kasrah. Contoh: Ketiga: ra. Kedua: Jika ra itu sukun huruf sebelumnya berbaris kasrah (asli) dan tidak ada huruf isti¶la sesudahnya. seperti: .

Contoh: . huruf sebelumnya sukun juga dan didahului oleh huruf yang berbaris fathah atau dhammah (yang kalau di washal berbaris kasrah). kata: dalam firman Allah swt. akan tetapi tarqiq lebih baik jika terjadi pada 3 hal: Pertama: Jika ra itu sukun ketika wakaf dan sesudahnya terdapat huruf ya yang terpaksa dibuang untuk meringankan bacaan. tidak melihat kepada huruf isti'la' yang terdapat sesudahnya. . Kasus seperti ini di dalam Al- . Ra boleh dibaca tafkhim dan boleh tarqiq. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Fajr (89): 1 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Lihat Konteksnya: Tarqiq Lebih Baik.Al-Fiil (105): 3 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Lihat Konteksnya: Tafkhim Lebih Baik. Kedua: Jika ra itu sukun (ketika wakaf). Contoh. Kedua: Jika ra itu sukun. Ra boleh dibaca tafkhim dan boleh tarqiq. Catatan: Bagi yang membaca tarqiq dapat beralasan karena adanya kasrah yang terdapat sebelumnya. Dalam hal ini ya terpaksa dibuang untuk meringankan bacaan. terdapat sesudah huruf yang berbaris kasrah (ketika wakaf) dan di antara keduanya ada huruf isti'la'. akan tetapi tafkhim lebih baik jika terjadi pada 2 hal: Pertama: Jika ra itu sukun (ketika wakaf) dan huruf sebelumnya berbaris fathah atau dhammah. Sedangkan alasan orang yang membaca tafkhim adalah karena melihat kepada sukun yang terjadi karena sebab tertentu dan tidak melihat keadaannya ketika di washal. Contoh: . (asalnya: ).

Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Asy-Syu¶araa (26): 63 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Lihat Konteksnya: Imalah. karena baris fathah condong ke baris kasrah dan huruf alif condong ke huruf ya. Sedangkan bagi yang membaca tafkhim beralasan karena melihat kepada huruf isti'la' yang datang setelah huruf ra itu. yaitu kata: pada ayat: Bagi yang membaca tarqiq beralasan karena di washal. huruf sebelumnya berbaris kasrah dan sesudahnya terdapat huruf isti'la' yang berbaris kasrah.Qur¶an hanya terdapat pada satu tempat saja. yaitu kata: pada ayat: . Hukum imalah (condong) hanya khusus bagi huruf ra saja. sedangkan yang membaca tafkhim beralasan karena melihat pada sukun yang terjadi karena sebab tertentu (wakaf). dimana ra dibaca tarqiq. Bagi yang membaca tarqiq beralasan karena melihat kepada kasrah yang terdapat sebelumnya. tidak melihat kepada kasrah yang terdapat sebelumnya juga tidak melihat kepada huruf isti'la' yang berbaris kasrah. Ketiga: Jika ra itu sukun. karena berbaris kasrah. Kasus seperti ini di dalam Al-Qur'an hanya terdapat satu saja. yaitu kata: . tidak melihat kepada huruf isti'la' yang datang setelahnya. Kasus seperti ini di dalam Al-Qur¶an hanya ada satu saja.

gambaran dari perubahan yang terjadi pada bunyi huruf. Dalam konteks ini tidak dibahas hukum tmutaba¶idain. Mutaqaribain (mirip-berdekatan). yaitu: Mitslain (identik). Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Lahab (111): 1 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Pertemuan Dua Huruf Pertemuan 2 huruf. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . Hal ini tidak didapati dalam mutaba¶idain. Huruf tarqiq adalah semua huruf hijaiyah selain huruf tafkhim dan huruf-huruf yang dibaca tafkhim atau tarqiq sesuai kondisi (alif. Menurut istilah tajwid. Mutajanisain (sejenis) dan Mutaba¶idain (berbeda-berjauhan). berarti menipiskan. yang mengakibatkan bunyi tersebut tidak memenuhi mulut. Catatan: Hukum izhar dan idgham pada mitslain. bukan pada huruf yang kedua.Huud (11): 41 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Tarqiq Menurut bahasa. baik secara lafal ataupun tulisan dapat terbagi ke dalam 4 kasus. mutaqaribain dan mutajanisain hanya terjadi pada huruf pertama saja. karena target yang ingin dicapai disini adalah dapat mengetahui huruf-huruf yang wajib di-idgham-kan dan yang tidak. lam pada lafal Allah dan ra).

Aturan bacaannya: Wajib izhar. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Pertemuan Dua Huruf: Mitslain Shaghir. maka wajib dibaca izhar. maka wajib dibaca izhar.Pertemuan Dua Huruf: Mitslain. Disebut mitslain shaghir. adalah: Dua huruf yang sama makhraj dan sifatnya. sehingga mudah di-idgham-kan. Dinamakan shaghir (kecil) karena huruf yang pertama sukun dan yang kedua berharakat. seperti ayat: . Aturan bacaannya: Wajib idgham kecuali jika huruf yang pertama mad. karena adanya saktah tersebut menghalangi terjadinya perpaduan (idgham). Dinamakan kabir (besar). kecuali pada ayat: yang hukumnya . seperti 2 huruf ba atau 2 huruf ta. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Maa'idah (5): 61 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Pertemuan Dua Huruf: Mitslain Kabir. seperti: . bila huruf yang pertama sukun dan yang kedua berharakat. Disebut mitslain kabir. atau huruf pertama ha saktah. karena terdapat dalam Al-Qur¶an dalam jumlah besar dan karena harakat jumlahnya lebih banyak dari sukun. bila huruf pertama dan kedua berharakat.

yaitu memonyongkan dua bibir ke depan di waktu menyebut nun yang sukun pertama dan meng-idgham-kannya kepada sukun yang kedua.idgham disertai isymam. Disebut mitslain muthlaq. Aturan bacaannya: Wajib izhar menurut pendapat ahli-ahli qiraat. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Baqarah (2): 106 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! . idghamkan ke dalam nun kedua. asalnya dimana nun pertama di. maka jadilah Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Baqarah (2): 131 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Pertemuan Dua Huruf: Mitslain Muthlaq. bila huruf yang pertama berharakat dan huruf yang kedua sukun. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa baris asal dari nun itu adalah dhammah. Dinamakan muthlaq karena tidak terikat dengan ketentuan shaghir (kecil) dan kabir (besar).

Disebut mutaqaribain. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Pertemuan Dua Huruf: Mutaqaribain Shaghir. karena terdapat dalam Al-Qur'an dalam jumlah besar dan karena harakat jumlahnya lebih banyak dari sukun. atau salah satu dari makhraj dan sifatnya saja. Dinamakan shaghir (kecil) karena huruf yang pertama sukun dan yang kedua berharakat. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Asy-Syams (91): 11 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Pertemuan Dua Huruf: Mutaqaribain Kabir. adalah: Pertemuan 2 huruf. yang pertama sukun dan yang kedua berharakat. . Dinamakan kabir (besar). aturan bacaannya izhar karena adanya saktah (menurut Imam Hafsh) yang menghalangi terjadinya proses perpaduan/idgham. wajib dibaca idgham menurut kesepakatan ahli qiraat. adalah: Pertemuan 2 huruf.Pertemuan Dua Huruf: Mutaqaribain. Contoh: kecuali pada . Khusus mengenai lam dan ra bila bertemu. Aturan bacaannya: Izhar (menurut Imam Hafsh dan Imam qiraat lainnya). bila bertemu 2 huruf yang makhraj dan sifatnya mirip. yang pertama dan yang kedua berharakat.

sedangkan sifatnya berlainan. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Ahzab (33): 10 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Pertemuan Dua Huruf: Mutaqaribain Muthlaq. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Al-Qalam (68): 18 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Pertemuan Dua Huruf: Mutajanisain. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! . yang pertama berharakat dan yang kedua sukun. bila 2 huruf bertemu dimana makhrajnya sama. Disebut mutajanisain. adalah: Pertemuan 2 huruf. Dinamakan muthlaq karena tidak terikat dengan ketentuan shaghir (kecil) dan kabir (besar). Aturan bacaannya: Wajib izhar. seperti huruf dal dan ta.Aturan bacaannya: Wajib izhar.

Pertemuan Dua Huruf: Mutajanisain Shaghir. . Aturan bacaannya: Wajib izhar. seperti: Huruf dal dan sesudahnya huruf ta. Dinamakan shaghir (kecil) karena huruf yang pertama sukun dan yang kedua berharakat. . Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Yaasin (36): 56 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! . seperti: Huruf ta dan sesudahnya huruf tha. seperti: Huruf dzal dan sesudahnya huruf zha. y y y y y y Adapun huruf tha yang sesudahnya huruf ta. seperti aturan bacaannya adalah idgham naqish menurut kesepakatan ahli qiraat. yaitu: Huruf ba dan sesudahnya huruf mim pada ayat: Huruf ta dan sesudahnya huruf dal. kecuali pada 6 tempat yang harus dibaca idgham. adalah: Pertemuan 2 huruf. seperti: . seperti: Huruf tsa dan sesudahnya huruf dzal. . . . yang pertama sukun dan yang kedua berharakat.

yang pertama dan yang kedua berharakat. yang pertama berharakat dan yang kedua sukun.Pertemuan Dua Huruf: Mutajanisain Kabir. karena terdapat dalam Al-Qur'an dalam jumlah besar dan karena harakat jumlahnya lebih banyak dari sukun. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Huud (11): 114 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! Pertemuan Dua Huruf: Mutajanisain Muthlaq. Dinamakan kabir (besar). Aturan bacaannya: Wajib izhar. adalah: Pertemuan 2 huruf. Petunjuk: Pilih & Klik Diagram dengan Latar Belakang Warna Kuning ! Yunus (10): 106 Bunyi Surah: Klik Surah di Atas ! . adalah: Pertemuan 2 huruf. Dinamakan muthlaq karena tidak terikat dengan ketentuan shaghir (kecil) dan kabir (besar). Aturan bacaannya: Wajib izhar.

Drs. Sakhir Software. Pelajaran Tajwid: Qaidah Bagaimana Mestinya Membaca Al-Quran. Metode Cepat & Praktis Belajar Membaca Al-Qur'an (VCD). Sel. Ilmu Tajwid Menurut Riwayat Hafs 'An 'Asim Melalui Toriq AsySyatibiyyah.50 8. Zarkasyi. Program Al-Qur'an. Surur Shihabuddin Hassan An-Nadawi al-Hafiz.0 dengan Rasm Uthmani. Bouchum.al-islam. Pelajaran Muqaddam Al-Quran. Sudut Tajwid.geocities. 6. KH. Keluaran Kelima v6. Catatan Tajwid Sederhana nan Praktis. Trimurti Gontor Ponorogo. 5. 4. Cetakan ke-23. 7.com/huffazclub/ .com/ 3. Muqaddam v1. http://www. 2.Daftar Rujukan 1. Hukum Tajwid. Imam Fachruddin. Sulhan. http://quran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->