PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM ABSTRAK Setiap kegiatan praktikum merupakan kegiatan yang bersifat ilmiah, dengan mempunyai

suatu tujuan tertentu disamping untuk membantu berbagai macam konsep, pengertian dan kaidah serta teori yang didapat dari perkuliahan. Selain itu, praktikum ini juga bermaksud untuk mengembangkan keterampilan dalam menggunakan alat - alat serta dengan metode tertentu. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk memperkenalkan alat-alat laboratorium serta fungsinya dalam praktikum kimia dasar. Pertama praktikan dikenalkan dengan alat-alat yang ada di laboratorium yang dipakai untuk melakukan percobaan-percobaan. Kemudian praktikan diajarkan cara memakai alat-alat sesuai dengan fungsinya masingmasing. Hasil yang didapatkan adalah praktikan dapat mengenal dan mengetahui alat-alat laboratorium beserta fungsinya. Antara lain cara pembacaan miniskus pada alat gelas kaca, yaitu apabila larutan berwarna bening, maka miniskus yang dibaca adalah dasar miniskus, sedangkan bila larutan berwarna gelap, maka miniskus yang dibaca adalah posisi atas miniskus, atau untuk lebih memudahkan dapat menggunakan kertas gelap yang diletakkan di belakang gelas kaca. Selain itu praktikan dapat melakukan pengeringan suatu zat yang dihasilkan dari endapan dengan menggunakan oven. Kata kunci : Alat-alat laboratorium, miniskus, endapan. 1.1 Pendahuluan 1.1.1 Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk memperkenalkan pembakar gas dan alat gelas dan fungsinya dalam praktikum kimia. 1.1.2 Latar Belakang Dalam dunia kimia, pada dasarnya tidak akan terlepas dari hal-hal yang berkaitan dengan zat-zat yang ada di dalamnya, yaitu zat kimia, dimana zat kimia itu beracun atau tidak beracun, berguna atau tidak berguna. Dari kondisi seperti itu, maka perlulah adanya pembelajaran untuk mendapatkan pengetahuan dan kemampuan untuk itu. Dan untuk mendapatkan pengetahuan serta kemampuan tersebut perlu adanya kegiatan seperti praktikum untuk mengidentifikasi apakah zat itu beracun atau tidak, berguna atau tidak dan sebagainya. Seperti yang diketahui, sebuah praktikum itu tentunya harus menggunakan alat-alat laboratorium guna mendukung jalannya kegiatan praktikum tersebut. Dimana tentu saja praktikan tidak dapat secara langsung menggunakan alat-alat tersebut tanpa mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk itu. Sebab alat-alat tersebut memiliki prosedur-prosedur dalam penggunaannya. Maka dari itu, pengenalan alat-alat laboratorium oleh praktikan dirasa penting agar sebuah praktikum dapat berjalan sebagaimana mestinya. Namun tidak hanya dikenal

Permukaan yang tampaknya tak ada kotoran sering masih tercemari oleh lapisan tipis. ilmu kimia memberikan pengetahuan yang memungkinkan untuk perubahan bentuk minyak alami menjadi berbagai bahan bakar dan sejumlah besar plastik. Bahkan korosif yang tumpah harus segera dikeringkan dari peralatan. alat itu . Data hasil pengukuran harus menggunakan satuan dengan aturan-aturannya (Tim Dosen Teknik Kimia. 1999:1) Analisis tidak boleh dilakukan dengan alat kaca yang tidak bersih. Mahasiswa dengan meja praktikum yang tertib kecil kemungkinan mencampuradukkan sampel.2 Dasar Teori Definisi ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari bagaimana benda atau materi di alam raya dapat diubah dari bentuk yang ada dengan sifat-sifat tertentu menjadi bentuk-bentuk lain dengan sifat-sifat berbeda. dan kuantitas pengukuran yang menyangkut kecermatan dan ketelitian. Kerapian hendaknya mencakup juga pemeliharaan perabot laboratorium yang permanen seperti oven.begitu saja. tetapi menyisakan tetesan yang kecil. Alat kaca yang bisa dimasuki sikat seperti bekker dan erlenmeyer paling baik dibersihkan dengan sabun atau detergen sintetik. yang merepotkan atau kadang-kadang mustahil dipulihkan. lemari asam. Penting bahwa saluran pembuangan disterilkan dengan mengguyur asam dan basa dengan banyak air (Day and Underwood. Bila air dituangkan dari dalam suatu wadah yang tercemar. Kerapian dalam laboratorium tentu saja harus melebar mulai dari meja praktikumnya sendiri ke rak dimana tersedia bahan-bahan untuk seluruh kelas. praktikanpun seyogyanya mesti pula mengetahui fungsi dari masing-masing alat-alat tersebut. buret. Jika permukaan kaca itu masih membuang airnya secara seragam. Pengamatan dan percobaan menghasilkan data kualitatif yang didapat melalui pengukuran. bangku ataupun lantai. Sebagai contoh. bak meja. yang sifat oksidasi kuatnya dapat memastikan kebersihan permukaan kaca keseluruhan. air tidak terbuang secara seragam dari permukaan kaca. 2009:1). Dalam praktikum. Banyak waktu terbuang untuk mencari sebuah benda kecil dalam kumpulan alat kaca yang berantakan atau untuk mencuci suatu botol reagensia tertentu yang salah ditaruh pada rak samping. 1987: 1) Praktikum di laboratorium merupakan sarana yang efektif untuk melatih dan mengembangkan aspek kognitif dan psikomotorik praktikan serta jiwa kerjasama antar praktikan. atau labu volumetri mungkin memerlukan larutan detergen panas untuk bisa benar-benar bersih. menumpahkan larutan dan memecahkan alat kaca. Setelah dibersihkan. tak tampak yang berminyak. salah menambah reagensia. analisis yang baik biasanya cermat dalam hal kerapian. obat-obatan dan pestisida (Petrucci dkk. Pipet. 1. mungkin perlu digunakan larutan pembersih. Alat kaca yang tampaknya bersih belum tentu bersih dari sudut pandang seorang analisis. Dalam mengukur harus memerhatikan keabsahan yang menyangkut alat ukur.

6. 4. 12. kemudian dengan sedikit air suling. 1999: 581-586): 1. dan alat pemencetnya karet vulkanisir. Digunakan sebagai alat pada pemanas alat-alat gelas. Pembakar gas. Pembakar gas berfungsi pada pemanasan zat dengan menggunakan gas dan udara. 1999: 577-578). dan akhirnya mengering sendiri (Day and Underwood. Tabung reaksi Alat ini terbuat dari kaca. Segitiga porselin Alat ini dipergunakan untuk penopang wadah bahan-bahan seperti cawan porselin yang dipanaskan di atas kaki tiga. 10. Berbentuk lonjong dan dapat ditegakkan. dimana di atasnya terletak wadah bahan-bahan yang dipanaskan di antara ketiga kakinya. meliputi (Day and Underwood. digunakan untuk melakukan percobaan-percobaan reaksi kimia dalam bentuk larutan. Bagian-bagian dari pembakar gas meliputi: (i) Pipa pemasukan gas (ii) Lubang pemasukan udara (iii) Pipa pencampuran gas dan udara. Tidak boleh digunakan untuk mengukur larutan atau pelarut panas. Pipet tetes Alat ini mempunyai bentuk seperti pipa kaca. 5. Tetapi biasnya pipet ini tidak digunakan bila dituntut ketepatan yang tinggi . Gelas piala Gelas kimia ini terbuat dari bahan kaca dan digunakan sebagai tempat zat kimia cair yang digunakan untuk praktikum. Kasa asbes Alat ini terbuat dari bahan kasa abses. Dipakai untuk mengambil larutan dengan volume tertentu dengan tepat. Dipergunakan sebagai tungku. Kadangkadang juga dipakai untuk memanaskan larutan. 11. Alat-alat yang sering digunakan dalam praktikum kimia. 9. Batang pengaduk . Digunakan untuk memindahkan beberapa tetes zat cair. Pipet Mohr Alat ini mirip dengan buret dan digunakan untuk mengukur volume larutan dengan ketepatan di atas gelas ukur. 8. dibentuk bulat pada dasarnya terbuat dari kawat. berbentuk seperti kursi bulat tetapi hanya berkaki tiga.hendaknya dibilas beberapa kali dengan air kran. Kaki tiga Alat ini terbuat dari bahan besi. 7. 2. Gelas ukur (Labu ukur) Alat ini terbuat dari gelas dengan berbagai ukuran. Pipet gondok Alat ini terbuat dari gelas dengan bagian tengahnya membesar dan ujungnya meruncing. Digunakan untuk mengukur volume zat. 3. Selain itu juga dapat menguapkan pelarut untuk memekatkan. Erlenmeyer Alat ini dibuat dari kaca digunakan sebagai wadah zat yang akan dititrasi.

. Campuran digoyak melingkar (diolek) untuk melarutkan zat terlarut. 2. Media saringan sangat penting dalam penyaringan. biasanya dalam bekker. dan memindahkan padatan tersuspensi dari buangan pengolahan secara biologis atau buangan-buangan pengolahan secara koagulasi. Faktor yang mempengaruhi penyaringan adalah kekeruhan. Penyaringan merupakan salah satu prinsip unit operasi yang biasanya digunakan pada pengolahan air minum. Setelah ditambahkan air lagi. 2009). penyaring abes murni. Ditambahkan air suling. Tidak inert. Tetapi biasanya bahan kimia ini terlalu pekat untuk langsung digunakan. untuk menjamin tidak adanya tetesan larutan sampel yang hilang. 1994:87-88). banyak mol dalam larutan tetap. Zat terlarut ditimbang teliti ke dalam sebuah labu volumetri (labu ukur). Selama proses ini. Kertas saring mempunyai kelemahan sebagai berikut: 1. Botol semprot Botol cuci dengan kapasitas yang sesuai yang dapat mengalirkan air suling dari dalam ujung paruh yang disambung ke bagian utama botol ini.Digunakan untuk mengaduk larutan atau suspensi. Dalam percobaan sering dilakukan titrasi. dan karenanya harus diencerkan. namun kadang-kadang dari logam yang digunakan untuk menyetimbangkan objek dengan atmosfer terkontrol. biasanya terbuat dari kaca. Brady. Titrasi adalah pengukuran suatu larutan dari suatu reaktan yang dibuthkan untuk bereaksi sempurna dengan sejumlah reaktan tertentu lainnya. Digunakan untuk membilas dinding dalam bejana kaca.2008). Adapun alat yang digunakan di dalam penyaringan adalah kertas saring. Titrasi merupakan metode penambahan suatu larutan dari buret dalam larutan lain untuk menentukan banyaknya tiap-tiap larutan yang saling bereaksi satu sama lain (Anonim. 14. 3. 13. 5. Proses pengenceran melibatkan pencampuran suatu larutan pekat dengan pelarut tambahan untuk memberikan volume akhir yang lebih besar. 4. dan hanya volumenya yang bertambah. gunakan pinset tetes untuk menambahkan air dengan hati-hati sampai volume permukaan cairan tepat berimpit pada tanda lingkaran di leher labu. yaitu dapat rusak oleh basa dan asam pekat dan macam-macam oksidator yang dapat mengakibatkan bocor. Ada beberapa langkah dalam mempersiapkan satu larutan dengan molaritas tertentu: 1. Labu disumbat dan kemudian dikocok agar larutan seragam (James E. Disamping itu batang pengaduk digunakan dalam memindahkan larutan dari bejana yang satu ke bejana yang lain. tidaklah luar biasa untuk memiliki larutan encer atau mengurangi kepekatan mereka dengan menambahkan sejumlah pelarut. Desikator Desikator adalah alat yang berbentuk sebuah bejana. Banyak bahan kimia di laboratorium dibeli dalam bentuk larutan air yang pekat karena inilah cara pembelian yang paling ekonomis. Fakta ini membentuk dasar untuk mengerjakan soal yang membahas pengenceran. Dalam rangka melakukan kerja rutin di laboratorium. lempeng berpori dari kaca bertahan seperti pyrex (krus penyaring kasa masir) (Anonim.

Kasa Alat perata panas.3.2.2 Alat-Alat Gelas No. Kekuatan mekanisnya kurang. . Kaki tiga Sebagai tungku pemanas. dapat sobek atau ambrol sehingga bocor dan terbawa. 2. Untuk gravimetri perlu dibakar habis karena tidak dapat dikeringkan sampai mencapai berat tetap (W. Tabel 1. 3. 4. Gelas ukur Mengukur volume zat kimia dalam bentuk cair atau untuk mengukur larutan pelarut panas. Gelas piala/ gelas bekker Sebagai tempat larutan dan dipakai untuk memanaskan larutan kimia. Pemanas Memanaskan zat.1 Alat-Alat Pemanasan No. Nama Alat Fungsi 1. Hardjadi. 4. Tabung reaksi Mereaksi zat kimia dalam jumlah sedikit. 1990: 97). 2. 5. 1.3 Metodologi 1. 3. 5. Segitiga porselin Alat penopang wadah bahan-bahan seperti cawan porselin. mengabukan kertas saring. Labu ukur/ takar Membuat larutan standar atau larutan tertentu dengan volume setepat-tepatnya. 6. Cawan poselin Mereaksikan zat dalam suhu tinggi. Oven Memanaskan zat kimia pada suhu tertentu. terutama untuk penyaringan dengan vakum agak menyulitkan. Nama Alat Fungsi 1. Gegep / Penjepit Sebagai pembantu pada saat mengambil alat-alat yang tidak boleh diambil langsung dengan tangan. Erlenmeyer Sebagai tempat zat-zat yang dititrasi dan untuk memanaskan larutan. Gelas wadah Sebagai wadah pereaksi. 7. Dapat mengadsorpsi bahan-bahan dari larutan yang disaring. menguraikan endapan dalam gravimetri. 4. 6. 7 Pipet gondok Mengambil volume larutan dengan volume tertentu dengan tepat.1 Alat dan Deskripsi Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: Tabel 1. 3.

Mengambil 5 ml H2SO4 0. dan H2SO4 0. Memasang corong yang berkertas saring ke atas erlenmeyer. 11. Gelas arloji Menimbang zat berbentuk kristal. Mengambil 5 ml Pb Asetat 1 N dengan pipet gondok dan mencampurkannya dengan larutan H2SO4.3.3. 1.1 Penyaringan 1. Pb Asetat 0. CuSO4∙5H2O 0. Nama Alat Fungsi 1. Neraca analitik Menimbang zat-zat atau campuran. masingmasing dua kali. Desikator Menyimpan zat-zat supaya tetap kering atau untuk mengeringkan zat. 1. 4. Mengisi buret dengan larutan CuSO4∙5H2O. Tabel 1. Menimbang endapan yang terjadi.3. Menimbang gelas arloji dan kertas saring dengan neraca analitik.1 N. 9. 7. Mengeluarkan cairan dari buret ke gelas bekker dengan cepat dan lambat. dan lain-lain. 4. Mengeringkan kertas saring dan endapannya dengan desinkator.3 Prosedur Kerja 1. corong dan buret. 8. pipet. Botol semprot Membersihkan dinding-dinding bejana dan sisa-sisa endapan.1 Pengenalan Alat Gelas 1. 3. 9. Memasukkan kertas saring pada corong.3. Pengaduk gelas Mengaduk larutan zat-zat atau campuran ketik melakukan reaksi kimia. Mencuci tabung reaksi. erlenmeyer.8. 5.3 Alat-Alat Lainnya No. Melipat kertas saring ¼ lingkaran dan 2-3 lipatan hingga dapat menutupi permukaan corong. Memasukkan larutan ke erlenmeyer. 4. Mengisi buret dengan akuades pada sembarang angka. Buret Untuk melakukan titrasi. Corong Membantu ketika memasukkan cairan ke dalam suatu tempat yang sempit mulutnya seperti botol. labu takar. Menghitung volume rata-rata dari setiap pengeluaran cairan dan larutan. 10. 3. Mengeluarkan larutan dari buret ke gelas bekker dengan cepat dan lambat. 2. 6. 3.2 Bahan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah aquades. mengeluarkan air/ cairan dalam jumlah terbatas dan sebagai tempat penyimpanan air. masingmasing dua kali. . 3. 5. 7. 2.3. 2. labu ukur.1 N. 6.01 M. Mengoven kertas saring beserta endapannya dengan suhu 99°C dan selama ± 30 menit. Pipet Mohr Mengambil larutan dengan volume yang lebih tepat daripada gelas ukur. gelas piala.1 N dengan pipet gondok dan memasukkannya ke tabung reaksi. 10. Memipet 25 ml akuades ke dalam erlenmeyer 250 ml. buret.

100 ml. 20 ml. menguatkan pelarut untuk memekatkan.4 Pengenalan Alat Laboratorium No. Erlemeyer Untuk tempat zat – zat yang di titrasi dan untuk memanaskan larutan. . Nama dan Gambar Alat Keterangan 1. 15 ml. Terbuat dari gelas. dan 10 ml. Ukurannya 50 ml. dan 25 ml.1.4. 100 ml. Ukurannya 1 ml. 50 ml. Ukurannya 50 ml. Terbuat dari gelas dan karet diujungnya. Terbuat dari gelas. 10 ml. 2 ml. Terbuat dari kaca berukuran 50 ml. Buret Untuk melarutkan titrasi. 500 ml. Terbuat dari gelas. Terbuat dari gelas dan mempunyai ukuran 10 ml.1 Hasil Pengamatan Tabel 1. Tabung reaksi berukuran 10 ml. dan 50 ml. 500 ml – 5000 ml.4 Hasil dan Pembahasan 1. 3. Ukuran : 5 ml. Pipet tetes Untuk memindahkan beberapa tetes zat cair. 100 ml. 150 ml. 250 ml. Berkapasitas 100 ml. Gelas piala / Gelas bekker Sebagai tempat larutan dan dipakai untuk memanaskan larutan zat – zat kimia. Labu takar / ukur Untuk membuat larutan standar atau larutan tertentu dengan volume setepat – tepatnya dan untuk pengenceran sampai volume tertentu. terbuat dari gelas. Pipet gondok Untuk mengambil larutan dengan volume tertentu. 5. dan 250 ml. 6. 4. 2. Tabung reaksi Untuk mereaksikan zat kimia dalam jumlah kecil. 7.

Terbuat dari kawat besi. Botol semprot Sebagai tempat penyimpanan air suling yang digunakan untuk membilas peralatan gelas. Terbuat dari gelas. dan 1500 ml. 15. Corong Untuk membantu memasukkan cairan ke dalam suatu alat yang mulutnya sempit. Gegep penjepit Untuk membantu mengambil alat yang tidak boleh diambil secara langsung dengan tangan. Terbuat dari besi. . Cawan porselin Untuk mereaksikan zat dalam suhu yang tinggi. 10. Terbuat dari gelas. Pipet Mohr Untuk mengambil larutan dengan volume lebih tepat dari pada gelas ukur. Terbuat dari kaca dan gelas. 9.8. Gelas arloji Alat untuk menimbang zat berbentuk kristal. menyesuaikan endapan dalam gravimetri sehingga menjadi bentuk yang stabil. 17. mengabukan kertas saring. Kasa Sebagai alat perata panas sehingga panas menyeluruh. 100 ml. 12. 11. seperti erlemeyer. kayu dan aluminium. 14. Segitiga porselin Sebagai alat penopang wadah bahan – bahan yang akan dipanaskan. untuk menutup bejana lain pada saat pemanasan dan untuk menguapkan cairan. T erbuat dari gelas. 16. Terbuat dari besi. Ukuran : 15 ml. 13. Gelas ukur Dipergunakan untuk mengukur volume zat kimia dalam bentuk cair atau untuk mengukur larutan pelarut panas. Kaki tiga Sebagai tungku untuk pemanasan. berkaki tiga. dan terbuat dari besi. 250 ml. berbentuk lingkaran.

Desikator Untuk menyimpan zat – zat supaya tetap kering atau mengeringkan zat. Neraca analitik Untuk menimbang suatu zat. Sudip Sebagai sendok untuk mengambil zat padat atau kristal.065 – 800 gram. Suhu maksimum oven 200o 24. 22. Terbuat dari Asbeston Membran. Kertas saring Untuk menyaring zat – zat serta menahan. 21. Pinggan porselin Untuk menguapkan larutan. 23. . Oven Untuk memanaskan atau mensterilkan suatu zat atau alat. Propipet Alat yang dipasang pada pipet sehingga pipet dapat digunakan. sehingga lebih pekat atau menjadi kering dan mengkristalkan zat serta penyubliman. Ukuran standarnya yaitu 0. Neraca ini memiliki ketelitian yang lebih akurat. 20. 25. c. Terbuat dari kayu dan plastik. Terbuat dari bahan karet. 19. Berguna pada saat proses kromatografi.18. Rak tabung reaksi Digunakan untuk meletakkan tabung reaksi.

Kondensor Alat pendingin saat destilasi / alat untuk mengkondensikan uap menjadi air. Statif Digunakan sebagai penjepit buret dalam titrasi. Bahan bakar yang digunakan 28. Tabung sentrifuge Digunakan bersama – sama dengan alat sentrifuge untuk pembuatan senyawa organik dengan jumlah ukuran semimikro.5 Pembacaan Miniskus No Langkah Percobaan Hasil Pengamatan 1. 2. 3. Tabel 1.26. 29. Pembakar spiritu adalah spiritus. 27. . Pemanas Digunakan sebagai pemanas zat. 30. 4. Digunakan sebagai sumber panas.

Mencuci alat – alat dengan botol semprot yang berisi akuades Mengisi erlenmeyer dengan akuades sebanyak 50 ml Mengisi buret dengan akuades Melakukan titrasi dengan buret. Titrasi secara cepat (selama 1 menit) Titrasi secara lambat (selama 1 menit) Mengisi buret dengan larutan CuSO4 0.01 M Melakukan titrasi dengan buret Melakukan titrasi cepat (selama 1 menit) Titrasi secara lambat ( selama 1 menit ) .5. 6.

6 ml V2 = 46.35 ml .Larutan bening 1. Titrasi 2 V1 = 0.4 ml Titrasi rata – rata = = 44.5 ml 2.1 ml V2 = 47 ml Vol Titrasi rata – rata = = 41.1 ml 2. Titrasi 2 V1 = 1 ml V2 = 2 ml V Titrasi rata – rata = = 5.4 ml 2. Titrasi 1 V1 = 10. Titrasi 1 V1 = 0. Titrasi 1 V1 = 0 ml V2 = 46.4 ml Larutan berwarna biru 1.45 ml 1. Titrasi 2 V1 = 0 ml V2 = 42.3 ml V2 = 10.

Kemudian pipet dibiarkan mengalir ke dalam wadah yang disediakan. ada suatu alat gelas yang bernama gelas ukur.4. Selain gelas piala. Pipet sebagai alat pengambil larutan terbagi menjadi dua yaitu pipet gondok dan pipet Mohr. alat harus dalam keadaan bersih. bebas dari debu dan lemak. Tetes larutan yang masing menggantung pada ujung bawah pipet disingkirkan dengan menyentuhkan dinding ujung pipet dengan dinding dalam gelas piala.1. Selain itu ada pipet yang disebut pipet tetes. Titrasi 1 V1 = 0. Gelas tersebut berfungsi sebagai tempat larutan dan dipakai juga pada saat pemanasan larutan dan penguapan pelarut untuk memekatkan. erlenmeyer digoyang – goyangkan agar larutan tercampur sampai titik akhir tercapai. alat harus dicuci dan dikeringkan. Alat – alat gelas lain yang ada dilaboratorium adalah gelas piala atau yang sering disebut gelas bekker. Sebelum digunakan alat harus dalam keadaan steril dan setelah di gunakan.8 ml 2. Dinding luar batang pipet dilap dengan tisu untuk menyingkirkan tetesan larutan.5 ml V2 = 5. Larutan dibiarkan menetes keluar sampai dasar miniskus berimit dengan garis etsa. Gelas ini berskala dan bermacam ukuran. Kemudian dengan cepat telunjuk menggantikan selang. Jika dilakukan pemanasan. Jika tabung reaksi akan dikocok ke samping maka tabung tidak boleh diisi lebih dari setengahnya.2. harus dilakukan hati – hati dan harus dipegang miring. masukkan larutan ke dalam gelas piala.1 Pengenalan Alat – alat Gelas Pengenalan alat – alat laboratorium sangat penting dilakukan sebelum melakukan praktikum – praktikum selanjutnya yang tentu saja akan selalu menggunakan alat tersebut. Ujung bawah pipet harus tercelup cukup dalam ke dalam cairan selama proses pengisian. Sedangkan pipet Mohr adalah pipet yang dibubuhi skala mirip buret. Titrasi 2 V1 = 0 ml V2 = 5 ml Vol Titrasi rata – rata = = 5. Pipet gondok terbuat dari gelas dan bagian tengahnya membesar serta ujungnya meruncing. .2 Pembahasan 1. Sebelum dipakai. ditutupkan pada ujung atas pipet. Pipet gondok dapat mengambil larutan tertentu dengan volume yang tepat.4. dijaga benar – benar sehingga tidak ada yang muncrat.15 ml 1. Erlenmeyer adalah alat yang dipakai sebagai tempat zat – zat yang dititrasi dan dipakai juga untuk memanaskan larutan. Pipet ini digunakan dengan cara menyedot lembut kira – kira 2 cm diatas garis etsa dengan menggunakan bola hisap. Tabung gelas ini dapat dipanaskan. Pipet gondok mempunyai skala 25 ml dan batas tera. Setelah bersih. Gelas ukur digunakan untuk mengukur volume zat kimia dalam bentuk cair. Setelah cairan diisi ke erlenmeyer. Seperti tabung reaksi yang merupakan alat gelas yang digunakan pada sat pereaksian zat kimia.

1. Sehingga didapat volume rata – rata sebesar 44.35 ml. 1.Buret adalah alat yang digunakan pada saat proses titrasi. karena larutan tersebut berwarna terang maka miniskus yang baca adalah miniskus bagian bawahnya. Zat yang digunakan untuk menitrasi ditempatkan pada buret. pada titrasi pertama miniskus awalnya menunjukkan angka 0 ml dan miniskus akhirnya sebesar 4.5H2O.5H2O secara lambat didapat volume 0. pembacaan miniskus dilihat pada bagian atasnya. harus dilakukan dengan hati – hati.1 ml dan pada titrasi lambat kedua. . Sehingga didapat volume titrasi rata – rata secara cepat sebesar 41. Pada percobaan ini. karena larutan ini berwarna gelap.4. Setelah 30 menit.3 ml dan miniskus akhir 10.1 ml dan miniskus akhirnya adalah 47 ml.2.2 gram. Kemudian dikeluarkan sedikit demi sedikit melalui kran buret. zat yang dititrasi adalah larutan CuSO4. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Pb (CH3COO)2(aq) + H2SO4(aq) PbSO4(s) + 2CH3COOH Endapan yang terjadi disaring dan dioven. Sehingga di dapat volume titrasi rata – rata sebesar 5.45 ml. Pada percobaan ini. Titrasi ini dilakukan dengan dua macam caraa yaitu titrasi secara cepat dan lambat yang dilakukan masing – masing dua kali sehingga didapat volume rata – rata. Kemudian.2.8 ml untuk volume akhirnya.1 N yang menghasilkan endapan putih keruh H2SO4¬. Setelah ditimbang kembali didapat endapan dengan massa 0. Untuk titrasi CuSO4.3 Penyaringan Pada proses penyaringan. 5 ml Pb asetat 0. Pada titrasi aquades secara lambat yang pertama didapat miniskus awal sebesar 0.6 ml sedangkan titrasi keduanya mempunyai angka miniskus awal sebesar 0. endapan di kertas saring dikeringkan atau didinginkan dengan desinkator. miniskus awalnya adalah 1ml dan pada miniskus akhirnya adalah 2ml.4. lain halnya dengan titrasi secara cepat.5H2O secara cepat yang pertama miniskus awalnya menunjukan angka 10. pada titrasi lambat yang kedua. Untuk larutan CuSO4. Suatu cairan dalam buret akan menghasilkan cekungan yang disebut dengan miniskus.2 Pembacaan Miniskus Dalam pemacaan buret.4 ml.15 ml. Dari percobaan ini didapatkan bahwa titrasi secara cepat akan mendapatkan volume titrasi yang lebih besar dibandingkan titrasi secara lambat.5H2O dan larutan akuades.4 ml. miniskus yang tertera pada titrasi I CuSO4. miniskus awalnya menunjukan angka 0 ml dan miniskus akhir 5 ml.1 N direaksikan dengan 5 ml H2SO4 0. Sehingga untuk titrasi aquades secara lambat didapat volume rata – rata sebesar 5.5 ml untuk volume awalnya dan 5. Pada titrasi aquadest.

5. Dan sebaiknya praktikan menggunakan masker pada saat mereaksikan zat yang bersifat korosif.4 ml Volume titrasi rata – rata = = 44. meliputi : tabung reaksi. praktikan harus berhati – hati ketika menggunakan alat – alat gelas karena rentan sekali pecah. pipet Mohr dan buret.45 ml .5 ml Titrasi II : Miniskus awal = 0 ml Miniskus akhir = 42. miniskus yang dibaca adalah bagian atasnya. Selain itu. 3. untuk larutan berwarna terang maka yang dilihat adalah miniskus pada posisi dasarnya sedangkan larutan yang berwarna gelap. 5.1 Kesimpulan Kesimpulan dari percobaan ini adalah : 1. 2. Untuk hasil yang maksimal dalam mengeluarkan cairan dari buret.2 gram berwarna putih susu dengan persamaan reaksi : Pb (CH3COO)2(aq) + H2SO4(aq)  PbSO4(s) + 2CH3COOH 1. Alat – alat pereaksi. alat –alat gelas dklasifikasikan sebagai berikut : a. Perhitungan 1. labu takar. gelas reaksi dan tabung b. Miniskus terjadi karena adanya gaya kohesi dan adhesi di dalam larutan tersebut.5. Penutup 1.1. pipet gondok. Alat – alat gelas mempunyai fungsinya masing – masing dalam praktikum kimia sehingga berdasarkan fungsi.2 Saran Dalam praktikum hendaknya praktikan memperhatikan dengan seksama penjelasan yang diberikan. jangan terlalu cepat dan jangan terlalu lambat.5. Pada percobaan didapat endapan PbSO4 0. Dalam poembacaan miniskus. LAMPIRAN I. 4. Alat pengukur volume meliputi : gelas ukur. Praktikum sebaiknya bertanya apabila terdapat keraguan dalam melakukan percobaan sehingga terjadinya kesalahan dapat diminimalisasi. Percobaan Pengenalan Alat Gelas (Pembacaan miniskus) • Menitrasi aquades dengan cepat Titrasi I : Miniskus awal = 0 ml Miniskus akhir = 46. Penyaringan yang sederhana dapat dilakuakan dengan kertas saring dan corong.

• Menitrasi aquades secara lambat Titrasi I : Miniskus awal = 0.15 ml 2.4 gram Berat kertas saring = 0.1 ml Titrasi II : Miniskus awal = 1 ml Miniskus akhir = 2 ml Volume titrasi rata – rata = = 5. Penyaringan Diketahui : berat pinggan porselin = 27.35 ml • Menitrasi larutan CuSO4.5 ml Miniskus akhir = 5.5H2O secara lambat Titrasi I : Miniskus awal = 0.1 ml Miniskus akhir = 47 ml Volume titrasi rata – rata = = 41.3 = 0.3 ml Miniskus akhir = 10. Ditanya : berat endapan ? Jawab : berat endapan = 28.8 ml Titrasi II : Miniskus awal = 0 ml Miniskus akhir = ml Volume titrasi rata – rata = = 5.4 ml Titrasi II : Miniskus awal = 0.2 gram .5H2O secara cepat Titrasi I : Miniskus awal = 10.5 – 28.5 gram.4 ml • Menitrasi larutan CuSO4.9 gram Berat pinggan porselin + kertas saring + endapan = 28.6 ml Miniskus akhir = 46.

Penerbit Gramedia Indonesia. Sebutkan macam–macam alat-alat pengukur volume yang saudara ketahui. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Jakarta. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Bandung. Harjadi. Diakses tanggal 23 Oktober Anonim2. Endapan apa yang terbentuk antara Pb Asetat dan ? tuliskan reaksi! . L Underwood.upi. Sebutkan fungsi alat–alat di bawah ini : a. Jelaskan juga mana alat yang digunakan untuk mengukur secara teliti dan kasar ! 2. Bahan–bahan apa saja yang tidak boleh dipipet dengan mulut ? Jelaskan ! 4. http://menlh.id/apec_vc/en/bcal/water_23. Jakarta. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Lemari asam c. Analisa kimia kuantitatif.A. R. hlm 325 dan 331. Penerbit Erlangga. Binarupa Aksara. H. http://kimia.go. Jr dan A. Edisi Revisi. Jakarta.Soedoro dkk.1998.DAFTAR PUSTAKA Anonim1. TUGAS 1. E. Ralph. Terjemahan R. “Kimia Dasar” . 2009.edu/utama/belajar/kuliah_web/2008/2009SriRatisah05428/materi. Petrucci. jilid II. 1999. Eksikator b. 1999. James. S. Apakah perbedaan botol berwarna dan tidak berwarna dalam hal penggunaanya ? 5. Syukri. W. hlm 1-5 Erlangga. Day. Penerbit ITB. 1999. hlm 29 dan 337.html Diakses tanggal 23 Oktober Brady.2009. 1990. Jakarta.html. Oven ` 3.

c. di mana merkuri mengandung racun dan sangat berbahaya.Jawab : 1. . dll dapat menghasilkan uap yang beracun. 2. HCN. larutan ini sangat beracun dan korosif serta uapnya akan menyebabkan kematian. merupakan senyawa yang berbahaya karena dapat menyebabkan sesak nafas dan pembengkakan saluran pernapasan. Endapan yang terbentuk antara Pb Asetat dan adalah endapan yang berwarna putih. oksidasi atau lainnya. 3. pipet Mohr dan buret. pipet gondok. 5. . b. Eksikator adalah untuk menyimpan zat-zat agar tetap kering. tetapi HCN dan garamnya adalah zat yang sangat beracun. pipet Mohr dan buret. merupakan larutan yang mempunyai tingkat keasaman kuat. Lemari asam untuk menguapkan larutan yang mengandung asam dan berbahaya bagi pernafasan. HCl. juga sebagai tempat penyimpanan larutan asam pekat. e. d. b. tingkat keasamaan rendah. merupakan larutan yang mempunyai tingkat keasaman yang kuat dan sangat berbahaya sehingga kita dilarang untuk memipet larutan tersebut dengan mulut karena dapat merusak paru – paru. Perbedaan antara botol berwarna dan botol tidak berwarna  Botol berwarna gelap untuk menyimpan zat yang tidak tahan cahaya. Bahan – bahan yang tidak dapat dipipet dengan mulut antara lain : a. Macam – macam alat pengukur volume yang sudah saya ketahui antara lain gelas ukur. mengandung merkuri. Pelarut – pelarut seperti . g. c. f.  Botol yang tidak berwarna digunakan untuk menyimpan zat kimia biasa dan tahan cahaya. Fungsi dari : a. . . 4. labu ukur. larutan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan luka bakar dan uapnya dapat merusak paru – paru. tetapi eksikator tidak diisi dengan bahan pengering. Air raksa. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur secara teliti adalah pipet gondok. Oven untuk memanaskan dan mengeringkan bahan dan alat-alat laboratorium. sedangkan alat ukur yang digunakan untuk mengukur scara kasar adalah gelas ukur dan labu ukur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful