P. 1
makalah behaviorisme

makalah behaviorisme

|Views: 2,201|Likes:

More info:

Published by: Andri Mencari Inspirasi on Mar 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2013

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah maenganungrahkan karunianya dengan penuh kasih sayang kepada sengenap hambanya, sehingga dengan inayahnya kami bisa menyelesaikan Makalah yang berjudul “ BEHAVIORISME” Solawat dan salam semoga disampaikan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, yang tak kunjung padam bagi manusia dalam mengarungi lautan hidup di alam pana menuju alam baka. Makalah ini kami susun sebagai pemenuhan tugas yang di berikan pada mata kuliah “ Belajar dan Pembelajaran”. kami menyadari makalah ini belum sempurna sebagai mana yang diharapkan, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan keritiknya dari dosen pembimbing dan rekan-rekan. Selanjutnya kami haturkan kepada Ibu Nur Dewi Afifah. Selaku Dosen dalam mata kuliah “ Belajar dan Pembelajaran” juga kepada semua pihak yang membantu penyusunan makalah ini.

Pandeglang, 03 Oktober 2009

Penyusun

i

Di susun oleh: Eneng Liah khoiriyah Hudriati SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SYEKH MANSYUR ( STAISMAN ) PANDEGLANG-BANTEN2009-2010 .TEORI BELAJAR BEHAVIORISME Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Kelompok mata kuliah Belajar dan Pembelajaran Dosen : Nur Dewi afifah .

Meskipun pandangan Behaviorisme sekilas tampak radikal dan mengubah pemahaman tentang psikologi secara drastis. bersifat mekanistis. Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi. menekankan peranan lingkungan. Brennan (1991) memandang munculnya Behaviorisme lebih sebagai perubahan evolusioner daripada revolusioner.mementingkan mekanisme hasil belajar.BAB I PENGERTIAN BEHAVIORISME A. merupakan lanjutan dari fungsionalisme.mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah .Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. B. Behaviorisme muncul sebagai kritik lebih lanjut dari strukturalisme Wundt. dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata. mementingkan pembentukan reaksi atau respon. Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalism. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada proses-proses mental. Meskipun didasari pandangan dan studi ilmiah dari Rusia. menekankan pentingnya latihan. Kerangka Berfikir Teori Ciri dari teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil. Pengertian Teori Behaviorisme Adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Dengan demikian. Dasar-dasar pemikiran Behaviorisme sudah ditemui berabad-abad sebelumnya. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberirespon terhadap lingkungan. aliran ini berkembang di AS.

munculnya perilaku yang diinginkan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioural dengan stimulusnya. Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement dari lingkungan. . Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkahllaku adalah hasil belajar.

adal eliminasai terhadap berbagai respon yang salah. 3 Hukum akibat Hubungan stimulus dan respon cenderung diperkuat bila akibat menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibanya tidak memuaskan. ada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan kucing yang dimasukkan pada sangkar tertutup yang apabila pintunya dapat dibuka secara otomatis bila knop di dalam sangkar disentuh. Percobaan tersebut menghasilkan teori Trial dan Error. Thorndike menemukan hukum-hukum. Ivan Petrovich Pavlo (1849-1936) dan Watson Pavlo mengadakan percobaan laboratories terhadap anjing. 1 Hukum kesiapan (Law of Readiness) Jika suatu organisme didukung oleh kesiapan yang kuat untuk memperoleh stimulus maka pelaksanaan tingkah laku akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosaiasi cenderung diperkuat. ada berbagai respon terhadap berbagai situasi. Tokoh-tokoh Edward Lee Thorndike (1874-(((1874-1949) Menurut Thorndike belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi anatara peristiwa yang disebut stimulus dan respon. Contoh situasi percobaan tersebut pada manusia adalah bunyi bel di kelas untuk penanda .BAB II TOKOH-TOKOH BEHAVIORISME A. Dalam percobaan ini anjing di beri stimulus bersarat sehingga terjadi reaksi bersarat pada anjing. Teori belajar ini disebut teori “connectionism”. Ciriciri belajar dengan Trial dan Error Yaitu : adanya aktivitas. 2 Hukum latihan Semakin sering suatu tingkah laku dilatih atau digunakan maka asosiasi tersebut semakin kuat.

Skinner (1904-1990) Skinner menganggap reward dan rierforcement merupakan factor penting dalan belajar. Namun fungsi reinforcement bagi Hull lebih sebagai drive reduction daripada satisfied factor. Faktor O adalah kondisi internal dan sesuatu yang disimpulkan (inferred). Kelemahan teori ini adalah belajar hanyalah terjadi secara otomatis keaktifan dan penentuan pribadi dihiraukan. Skinner berpendapat bahwa tujuan psikologi adalah meramal mengontrol tingkah laku. Hull Reinforcement adalah faktor penting dalam belajar yang harus ada. Guru memiliki peran dalam mengontrol dan mengarahkan siswa dalam proses belajar sehingga tercapai tujuan yang diinginkan Skinner membagi menjadi 2 jenis respon. 2. Operans conditioning adalah suatu proses penguatan perilaku operans yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat diulang kembali atau menghilang sesuai keinginan.waktu tanpa disadari menyebabkan proses penandaan sesuatu terhadap bunyi-bunyian yang berbeda dari pedagang makan. 1.Yang terpenting dalam belajar menurut teori ini adalah adanya latihan dan pengulangan. dan antri di bank. Dalam mempelajari hubungan S-R yang diperlu dikaji adalah peranan dari intervening variable (atau yang juga dikenal sebagai unsur O (organisma). Pda teori ini guru memberi penghargaan hadiah atau nilai tinggi sehingga anak akan lebih rajin. . efeknya dapat dilihat pada faktor R yang berupa output. Operant conditing menjamin respon terhadap stimuli. Dari contoh tersebut diterapkan strategi Pavlo ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan.Bila tidak menunjukkan stimuli maka guru tidak dapat membimbing siswa untuk mengarahkan tingkah lakunya. Responden Respon yang terjadi karena stimulus khusus misalnya Pavlo. Carlk L. bel masuk. Operans Respon yang terjadi karena situasi random. Belajar menurut teori ini adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat yang menimbulkan reaksi. Sementara individu tidak sadar dikendalikan oleh stimulus dari luar. Teori ini juga disebut dengan operant conditioning.

3. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable ratio reinforcer. Gaining attention = mendapatkan perhatian 2. Untuk itu lingkungan perlu diubah untuk menghindari hukuman. Materi pelajaran digunakan sebagai sistem modul. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. 2. tidak digunakan hukuman. Hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa jika salah dibetulkan jika benar diberi penguat. Provide feedback about correctness = siap memberi umpan balik langsung terhadap hasil yang baik 8. 5. dalam pembelajaran digunakan shapping Robert Gagne (1916-2002) Teori gagne banyak dipakai untuk mendisain Software instructional (Program berupa Drill Tutorial).Prinsip belajar Skinners adalah : 1. Assess performance = Menilai hasil belajar yang ditunjukkan 9. Provide guidance = menyediakan pembimbingan 6. Enhance retention and recall = meningkatkan proses penyimpanan memori dan mengingat. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri. 4. Albert Bandura (1925-sekarang) Teori belajar Bandura adalah teori belajar social atau kognitif social serta efikasi diri . intorm learner of objectives = menginformasikan siswa mengenai tujuan yang akan dicapai 3. 4. Present new material = penyajian materi baru 5. Elicit performance = memunculkan tindakan 7. Gagne disebut sebagai modern noebehaviouristik mendorong guru untuk merencanakan pembelajaran agar suasana dan gaya belajar dapat dimodifikasi. Kontribusi terbesar dari teori instructional Gagne adalah 9 kondisi instructional: 1. stimulate recall of prerequisite learning = stimulasi kemampuan dasar siswa untuk persiapan belajar.

Guru tidak hanya memberi ceramah tetapi juga contoh-contoh. Dengan demikian. kesalahan dapat diperbaiki. Hasil yang diharapkan adalah terbentuknya suatu perilaku yang diinginkan Kekurangan dan kelebihan Metode ini sangat cocok untuk pemerolehan kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsure kecepatan spontanitas kelenturan daya tahan dsb. menghafal penjelasan guru sehingga guru sebagai sentral dan bersifat otoriter. dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata. motivasi. aliran ini berkembang di AS. Aplikasi teori behaviouristik terhadap pembelajaran siswa Guru yang menggunakan paradigma behaviourisme akan menyusun bahan pelajaran yang sudah siap sehingga tujuan npembelajaran yang dikuasai siswa disampaikan secara utuh oleh guru. murid hanya mendengarkan. sikap dan emosi orang lain. Teori Bandura menjelaskan perilaku manusia dalam konteks interaksi tingkah laku timbale balik yang berkesinambungan antara kognitine perilaku dan pengaruh lingkungan. mengingat. Bahan pelajaran disusun hierarki dari yang sederhana sampai yang kompleks. Meskipun didasari pandangan dan studi ilmiah dari Rusia. Hasil dari pembelajaran dapat diukur dan diamati. Teori ini juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan peran orang tua. Kekurangan metode ini adalah pembelajaran siswa yang berpusat pada guru bersifat mekanistis dan hanya berorientasi pada hasil. Murid dipandang pasif. Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalism. Factor-faktor yang berproses dalam observasi adalah perhatian. produksi motorik. merupakan lanjutan dari fungsionalisme. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan .yang menunjukkan pentingnya proses mengamati dan meniru perilaku. Behaviorisme muncul sebagai kritik lebih lanjut dari strukturalisme Wundt. Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi.

dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata. Dasar-dasar pemikiran Behaviorisme sudah ditemui berabad-abad sebelumnya. Behaviorisme muncul sebagai kritik lebih lanjut dari strukturalisme Wundt. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada proses-proses mental. merupakan lanjutan dari fungsionalisme. Meskipun didasari pandangan dan studi ilmiah dari Rusia. Dasardasar pemikiran Behaviorisme sudah ditemui berabad-abad sebelumnya. Brennan (1991) memandang munculnya Behaviorisme lebih sebagai perubahan evolusioner daripada revolusioner. Meskipun pandangan Behaviorisme sekilas tampak radikal dan mengubah pemahaman tentang psikologi secara drastis. . Dengan demikian. Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalism.masih memfokuskan diri pada proses-proses mental. Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi. aliran ini berkembang di AS. Brennan (1991) memandang munculnya Behaviorisme lebih sebagai perubahan evolusioner daripada revolusioner. Meskipun pandangan Behaviorisme sekilas tampak radikal dan mengubah pemahaman tentang psikologi secara drastis.

juga . Petersburg (lulus 1875). jiwa dianggap pasif. karena para ahli ini sebenarnya adalah ahli fisiologis.BAB III PEMIKIRAN PENDAHULU 1. Seorang yang berlatar pendidikan fisiologi hewan dari Universitas St. Mereka melakukan ini bukan dlm konteks pengembangan ilmu psikologi. Bidang reflexologi • Riset-riset di bidang reflexologi di Rusia. Para pemikir bidang filsafat Pemikiran para filsuf masa Yunani kuno kelompok orientasi biologis yang berusaha menjelaskan aktivitas manusia dalam bentuk reaksi mekanistis dari proses-proses biologis. adalah pengaruh yang relatif dekat pada behaviorisme dibanding pandangan-pandangan di atas. pandangan empirisme dan asosiasionisme sangat mewarnai behaviorisme. pandangan John Locke yang menekankan pada lingkungan sebagai penentu perilaku manusia. Tokoh penting reflexologi Rusia : Ivan Petrovich Pavlov. misalnya Hippocrates. 2. Reflexologi bertujuan menggali dasar fisiologis dari proses-proses behavioral. Jadi aspek psikologis sudah dengan sendirinya tercakup dalam riset fisiologis mereka. Adaptasi manusia terhadap lingkungan dilakukan melalui proses belajar yang berusaha dijelaskan secara empirik dan menggunakan proses asosiasi.

secara tidak direncanakan. Ia membaca buku James (Principles of Psychology) sebagai mahasiswa psikologi tahun pertama di Wesleylan University dan belajar pada James sendiri di Harvard dalam bidang animal learning. dan .D. Columbia University. Ia bahkan selalu merasa skeptik dgn psikologi Dalam bidang psikologi. Pernah menempuh pendidikan di Jerman dan memperoleh gelar profesor di bidang farmakologi dan fisiologis. ia tertarik di bidang sosial dan pendidikan. Risetrisetnya tentang proses fisiologis dalam sistem pencernaan mengantarkannya memperoleh Hadiah Nobel pada tahun 1904. Teori assosiasionisme modern Tokoh utama : Edward Lee Thorndike (1874-1949). Pavlov dikenal karena penemuannya dalam proses kondisioning. Thorndike mengembangkan teori asosiasionisme yang sangat sistematis. hingga masa pensiunnya di 1949. lalu mengajar di Teachers’ College. Penemuan ini diperoleh melalui riset dengan anjingnya. Pavlov sendiri selalu menolak disebut sbg. 3. Namun ia memtuskan utk meneruskannya karena karakteristik percobaan ini lebih bersifat fisiologis. Setelah meraih gelar Ph.memiliki latar belakang kedokteran. psikolog dan lebih suka dikenal sebagai seorang ahli fisiologis karena menurutnya bidang psikologi adalah bidang yang terlalu abstrak dan spekulatif dibandingkan dengan fisiologis yang lebih empirik. Keen Cattell dan melanjutkan eksperimennya. Kemudian ia datang ke Columbia atas undangan James Mc. Bahkan di awalnya Pavlov agak ragu untuk meneruskannya karena arahnya dianggap terlalu ‘psikologis’ dan berarti abstrak. Eksperimen-eksperimen Thorndike dengan binatang sangat didukung James selama ia di Harvard.

Pandangan Thorndike: Definisi Psikologi :…the study of stimulus-response connections or bonds… Thorndike sangat mementingkan connections. dan lain sebagainya. Connections dapat terbentuk secara sambung menyambung dalam urutan yang panjang. Thorndike juga mengakui pentingnya konsep reinforcement dan reward serta menuliskan teorinya tentang ini dalam ‘law of effect’ tahun 1898 (bandingkan dengan Pavlov yang baru menuliskan idenya tentang reinforcement pada 1902). Contoh : mengulang. Sebuah connections yang tadinya response bisa menjadi stimulus. Di sinilah tampak peran asosiasi yang membentuk connections. Fenomena belajar :   Trial and error learning Transfer of learning b. Ia membawa ide-ide asosiasi para filsuf ke dalam level yang empiris dengan melakukn eksperimen terhadap ide-ide filosofis tersebut. Isi teori ini sangat berorientasi pada fisiologis Law of Exercise : jumlah exercise (yang dapat berupa penggunaan atau praktek) dapat memperkuat ikatan S-R. Teori utama Thorndike : a. Belakangan teori ini dilengkapi dengan adanya unsur effect .salah satu teori belajar yang paling sistematis. Hukum-hukum belajar : Law of Readiness : adanya kematangan fisiologis untuk proses belajar tertentu. misalnya kesiapan belajar membaca. menghafal.

matematika. Watson adalah murid dari Angell dan menulis disertasinya di University of Chicago. Law of Effect : menguat atau melemahnya sebuah connection dapat dipengaruhi oleh konsekuensi dari connection tersebut. Minat awalnya adalah pada filsafat. John Watson (1878-1958) • Setelah memperoleh gelar master dalam bidang bahasa (Latin dan Yunani). ia menempuh pendidikan di University of Chicago. fokusnya perilaku nyata dan pengembangan bidang psikologi pada animal psychology dan child psychology adalah pengaruh dari fungsionalisme. Konsekuensi positif akan menguatkan connection. dan filsafat di tahun 1900. yaitu Watson. Skinner. Akhirnya ia memutuskan menulis disertasi dalam . Watson menunjukkan kritik tajam pada fungsionalisme. sementara konsekuensi negatif akan melemahkannya. Dasar pemikiran Watson yang memfokuskan diri lebih proses mental daripada elemen kesadaran. Belakangan teori ini disempurnakan dengan menambahkan bahwa konsekuensi negatif tidak selalu melemahkan connections.belajar sehingga hanya pengulangan semata tidak lagi berpengaruh. Pemikiran Thorndike tentang. 4. sebelum beralih ke psikologi karena pengaruh Angell. Fungsionalisme Menjadi dasar bagi behaviorisme melalui pengaruhnya pada tokoh utama behaviorisme. Konsekuensi ini menjadi sumbangan penting bagi aliran behaviorisme karena ia memperkenalkan konsep reinforcement. dan lain-lain. Kelak konsep ini menjadi dasar teori para tokoh behaviorisme seperti Watson. Meskipun demikian.

Pada tahun 1912 ia menulis karya utamanya yang dikenal sebagai ‘behaviorist’s manifesto’. Salah satu halangannya adalah keputusan untuk menjadikan bidang kesadaran sebagai obyek psikologi. Oleh karenanya kesadaran/mind harus dihapus dari ruang lingkup psi. Tahun 1903 ia menyelesaikan disertasinya. termasuk juga perubahan jaringan dalam tubuh. Respon adalah apapun yang dilakukan sebagai jawaban terhadap stimulus. mulai dari tingkat sederhana hingga tingkat tinggi. Respon ada yang overt dan covert. Tidak mempercayai unsur herediter (keturunan) sebagai penentu perilaku. Yang dimaksud dgn stimulus adalah semua obyek di lingkungan. Posisinya setara dengan ilmu kimia dan fisika sehingga introspeksi tidak punya tempat di dalamnya Sejauh ini psikologi gagal dalam usahanya membuktikan jati diri sebagai natural science. Perilaku manusia adalah hasil belajar sehingga unsur . juga termasuk pengeluaran kelenjar.bidang psikologi eksperimen dan melakukan studi-studi dengan tikus percobaan. Dalam karyanya ini Watson menetapkan dasar konsep utama dari aliran behaviorisme: Psikologi adalah cabang eksperimental dari natural science. learned dan unlearned 2. Pandangan utama Watson: 1. Obyek studi psikologi yang sebenarnya adalah perilaku nyata. Tahun 1908 ia pindah ke John Hopkins University dan menjadi direktur lab psi di sana. Psikologi mempelajari stimulus dan respons (S-R Psychology). yaitu “Psychology as the Behaviorists Views it”.

maka psikologi harus menggunakan metode empiris. pandangan Watson sederhana saja. konsep learning adalah sesuatu yang vital dalam pandangan Watson. testing. hanya milik anakanak yang tergantikan oleh habits. Tidak heran bila pandangan ini di awal mendapat banyak reaksi keras. tetapi bukan sesuatu yang dipelajari ataupun akan dijelaskan melalui pendekatan ilmiah. soul atau mind ini adalah ciri utama behaviorisme dan kelak dipegang kuat oleh para tokoh aliran ini. Dengan demikian pandangan Watson bersifat deterministik. mulai dari karakteristiknya sebagai refleks yang unlearned. Penolakan dari consciousness. Sejalan dengan fokusnya terhadap ilmu yang obyektif. dan verbal reports. [Pada titik ini sejarah psikologi mencatat pertama kalinya sejak jaman filsafat Yunani terjadi penolakan total terhadap konsep soul dan mind. 6. Jadi bukan berarti bahwa Watson menolak mind secara total. perilaku manusia ditentukan oleh faktor eksternal. Dalam hal ini metode psikologi adalah observation. merangkak. conditioning. 3. Dalam kerangka mind-body. 173). Secara bertahap Watson menolak konsep insting. Ia hanya mengakui body sebagai obyek studi ilmiah. Watson mendukung conditioning respon Pavlov dan menolak law of effect dari Thorndike. recency dan frequency. dan lain-lain. Maka habits adalah proses conditioning yang kompleks. namun dengan berjalannya waktu behaviorisme justru menjadi populer. meskipun dalam derajat yang berbeda-beda. Baginya. dan akhirnya ditolak sama sekali kecuali simple reflex seperti bersin.lingkungan sangat penting (lihat pandangannya yang sangat ekstrim menggambarkan hal ini pada Lundin. 1991 p. 5. bukan berdasarkan free will. mind mungkin saja ada. Ia . Habits yang merupakan dasar perilaku adalah hasil belajar yang ditentukan oleh dua hukum utama. juga bagi tokoh behaviorisme lainnya.] 4. Sebaliknya.

7. Artinya proses berpikir didasarkan pada keterampilan berbicara dan dapat disamakan dengan proses bicara yang ‘tidak terlihat’. 8. Dengan penolakannya pada mind dan kesadaran. Jadi psikologi adlaah ilmu yang bertujuan meramalkan perilaku. Sumbangan utama Watson adalah ketegasan pendapatnya bahwa perilaku dapat dikontrol dan ada hukum yang mengaturnya.menerapkannya pada percobaan phobia (subyek Albert). Proses thinking and speech terkait erat. masih dapat diidentifikasi melalui gerakan halus seperti gerak bibir atau gesture lainnya. Kelak terbukti bahwa teori belajar dari Watson punya banyak kekurangan dan pandangannya yang menolak Thorndike salah. sejauhmana sesuatu dijadikan habits. Faktor yang menentukan adalah kebutuhan. Thinking adalah subvocal talking. Pandangannya tentang memory membawanya pada pertentangan dengan William James. Watson juga membangkitkan kembali semangat obyektivitas dalam psikologi yang membuka jalan bagi riset-riset empiris pada eksperimen terkontrol. Pandangan ini dipegang terus oleh banyak ahli dan diterapkan pada situasi praktis. . 9. Dengan kata lain. Menurut Watson apa yang diingat dan dilupakan ditentukan oleh seringnya sesuatu digunakan/dilakukan.

html DR.blogspot.DAFTAR PUSTAKA http://apadefinisinya.com/2008/05/teori-behaviorisme. Hana Panggabean . phil.

BAB I PENGERTIAN BEHAVIORISME Pengertian Behaviorisme Kerangka Berfikir Teori BAB II TOKOH-TOKOH BEHAVIORISME BAB III PEMIKIRAN PENDAHULU DAFTAR PUSTAKA 1-2 2-3 4 5 6 i ii 1 .DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI A. B.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->