KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah maenganungrahkan karunianya dengan penuh kasih sayang kepada sengenap hambanya, sehingga dengan inayahnya kami bisa menyelesaikan Makalah yang berjudul “ BEHAVIORISME” Solawat dan salam semoga disampaikan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, yang tak kunjung padam bagi manusia dalam mengarungi lautan hidup di alam pana menuju alam baka. Makalah ini kami susun sebagai pemenuhan tugas yang di berikan pada mata kuliah “ Belajar dan Pembelajaran”. kami menyadari makalah ini belum sempurna sebagai mana yang diharapkan, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan keritiknya dari dosen pembimbing dan rekan-rekan. Selanjutnya kami haturkan kepada Ibu Nur Dewi Afifah. Selaku Dosen dalam mata kuliah “ Belajar dan Pembelajaran” juga kepada semua pihak yang membantu penyusunan makalah ini.

Pandeglang, 03 Oktober 2009

Penyusun

i

TEORI BELAJAR BEHAVIORISME Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Kelompok mata kuliah Belajar dan Pembelajaran Dosen : Nur Dewi afifah . Di susun oleh: Eneng Liah khoiriyah Hudriati SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SYEKH MANSYUR ( STAISMAN ) PANDEGLANG-BANTEN2009-2010 .

bersifat mekanistis. menekankan peranan lingkungan.mementingkan mekanisme hasil belajar. Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada proses-proses mental. aliran ini berkembang di AS. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberirespon terhadap lingkungan. Pengertian Teori Behaviorisme Adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Dengan demikian. Kerangka Berfikir Teori Ciri dari teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil. Dasar-dasar pemikiran Behaviorisme sudah ditemui berabad-abad sebelumnya.Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka.BAB I PENGERTIAN BEHAVIORISME A. Meskipun pandangan Behaviorisme sekilas tampak radikal dan mengubah pemahaman tentang psikologi secara drastis.mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah . Meskipun didasari pandangan dan studi ilmiah dari Rusia. B. Brennan (1991) memandang munculnya Behaviorisme lebih sebagai perubahan evolusioner daripada revolusioner. dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata. menekankan pentingnya latihan. merupakan lanjutan dari fungsionalisme. Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalism. mementingkan pembentukan reaksi atau respon. Behaviorisme muncul sebagai kritik lebih lanjut dari strukturalisme Wundt.

Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioural dengan stimulusnya. . Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement dari lingkungan.munculnya perilaku yang diinginkan. Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkahllaku adalah hasil belajar.

Dalam percobaan ini anjing di beri stimulus bersarat sehingga terjadi reaksi bersarat pada anjing. Percobaan tersebut menghasilkan teori Trial dan Error. Teori belajar ini disebut teori “connectionism”. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan kucing yang dimasukkan pada sangkar tertutup yang apabila pintunya dapat dibuka secara otomatis bila knop di dalam sangkar disentuh. Ciriciri belajar dengan Trial dan Error Yaitu : adanya aktivitas. 1 Hukum kesiapan (Law of Readiness) Jika suatu organisme didukung oleh kesiapan yang kuat untuk memperoleh stimulus maka pelaksanaan tingkah laku akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosaiasi cenderung diperkuat. Thorndike menemukan hukum-hukum. Contoh situasi percobaan tersebut pada manusia adalah bunyi bel di kelas untuk penanda . 2 Hukum latihan Semakin sering suatu tingkah laku dilatih atau digunakan maka asosiasi tersebut semakin kuat. Ivan Petrovich Pavlo (1849-1936) dan Watson Pavlo mengadakan percobaan laboratories terhadap anjing. ada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan. 3 Hukum akibat Hubungan stimulus dan respon cenderung diperkuat bila akibat menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibanya tidak memuaskan.BAB II TOKOH-TOKOH BEHAVIORISME A. adal eliminasai terhadap berbagai respon yang salah. ada berbagai respon terhadap berbagai situasi. Tokoh-tokoh Edward Lee Thorndike (1874-(((1874-1949) Menurut Thorndike belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi anatara peristiwa yang disebut stimulus dan respon.

waktu tanpa disadari menyebabkan proses penandaan sesuatu terhadap bunyi-bunyian yang berbeda dari pedagang makan. Operans conditioning adalah suatu proses penguatan perilaku operans yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat diulang kembali atau menghilang sesuai keinginan.Yang terpenting dalam belajar menurut teori ini adalah adanya latihan dan pengulangan. dan antri di bank. 2. Dari contoh tersebut diterapkan strategi Pavlo ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. Teori ini juga disebut dengan operant conditioning. Hull Reinforcement adalah faktor penting dalam belajar yang harus ada. Operans Respon yang terjadi karena situasi random. Carlk L. 1. Faktor O adalah kondisi internal dan sesuatu yang disimpulkan (inferred). Pda teori ini guru memberi penghargaan hadiah atau nilai tinggi sehingga anak akan lebih rajin. Guru memiliki peran dalam mengontrol dan mengarahkan siswa dalam proses belajar sehingga tercapai tujuan yang diinginkan Skinner membagi menjadi 2 jenis respon. Kelemahan teori ini adalah belajar hanyalah terjadi secara otomatis keaktifan dan penentuan pribadi dihiraukan. Sementara individu tidak sadar dikendalikan oleh stimulus dari luar. Operant conditing menjamin respon terhadap stimuli. Skinner berpendapat bahwa tujuan psikologi adalah meramal mengontrol tingkah laku. Dalam mempelajari hubungan S-R yang diperlu dikaji adalah peranan dari intervening variable (atau yang juga dikenal sebagai unsur O (organisma). Namun fungsi reinforcement bagi Hull lebih sebagai drive reduction daripada satisfied factor.Bila tidak menunjukkan stimuli maka guru tidak dapat membimbing siswa untuk mengarahkan tingkah lakunya. Belajar menurut teori ini adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat yang menimbulkan reaksi. . Skinner (1904-1990) Skinner menganggap reward dan rierforcement merupakan factor penting dalan belajar. efeknya dapat dilihat pada faktor R yang berupa output. Responden Respon yang terjadi karena stimulus khusus misalnya Pavlo. bel masuk.

Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri.Prinsip belajar Skinners adalah : 1. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable ratio reinforcer. Elicit performance = memunculkan tindakan 7. 5. Untuk itu lingkungan perlu diubah untuk menghindari hukuman. Gaining attention = mendapatkan perhatian 2. 4. Provide guidance = menyediakan pembimbingan 6. Hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa jika salah dibetulkan jika benar diberi penguat. Assess performance = Menilai hasil belajar yang ditunjukkan 9. Provide feedback about correctness = siap memberi umpan balik langsung terhadap hasil yang baik 8. Kontribusi terbesar dari teori instructional Gagne adalah 9 kondisi instructional: 1. Enhance retention and recall = meningkatkan proses penyimpanan memori dan mengingat. 2. stimulate recall of prerequisite learning = stimulasi kemampuan dasar siswa untuk persiapan belajar. Present new material = penyajian materi baru 5. 3. dalam pembelajaran digunakan shapping Robert Gagne (1916-2002) Teori gagne banyak dipakai untuk mendisain Software instructional (Program berupa Drill Tutorial). Gagne disebut sebagai modern noebehaviouristik mendorong guru untuk merencanakan pembelajaran agar suasana dan gaya belajar dapat dimodifikasi. Materi pelajaran digunakan sebagai sistem modul. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. intorm learner of objectives = menginformasikan siswa mengenai tujuan yang akan dicapai 3. Albert Bandura (1925-sekarang) Teori belajar Bandura adalah teori belajar social atau kognitif social serta efikasi diri . tidak digunakan hukuman. 4.

Bahan pelajaran disusun hierarki dari yang sederhana sampai yang kompleks. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan . Teori ini juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan peran orang tua. produksi motorik. murid hanya mendengarkan. merupakan lanjutan dari fungsionalisme. dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata. Kekurangan metode ini adalah pembelajaran siswa yang berpusat pada guru bersifat mekanistis dan hanya berorientasi pada hasil. Hasil yang diharapkan adalah terbentuknya suatu perilaku yang diinginkan Kekurangan dan kelebihan Metode ini sangat cocok untuk pemerolehan kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsure kecepatan spontanitas kelenturan daya tahan dsb. Meskipun didasari pandangan dan studi ilmiah dari Rusia. Dengan demikian. Teori Bandura menjelaskan perilaku manusia dalam konteks interaksi tingkah laku timbale balik yang berkesinambungan antara kognitine perilaku dan pengaruh lingkungan. Murid dipandang pasif. sikap dan emosi orang lain. menghafal penjelasan guru sehingga guru sebagai sentral dan bersifat otoriter. motivasi. Factor-faktor yang berproses dalam observasi adalah perhatian. mengingat. Aplikasi teori behaviouristik terhadap pembelajaran siswa Guru yang menggunakan paradigma behaviourisme akan menyusun bahan pelajaran yang sudah siap sehingga tujuan npembelajaran yang dikuasai siswa disampaikan secara utuh oleh guru. kesalahan dapat diperbaiki. Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi. Behaviorisme muncul sebagai kritik lebih lanjut dari strukturalisme Wundt. Guru tidak hanya memberi ceramah tetapi juga contoh-contoh. Hasil dari pembelajaran dapat diukur dan diamati.yang menunjukkan pentingnya proses mengamati dan meniru perilaku. Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalism. aliran ini berkembang di AS.

Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada proses-proses mental. Brennan (1991) memandang munculnya Behaviorisme lebih sebagai perubahan evolusioner daripada revolusioner. Meskipun didasari pandangan dan studi ilmiah dari Rusia. . Brennan (1991) memandang munculnya Behaviorisme lebih sebagai perubahan evolusioner daripada revolusioner. Behaviorisme muncul sebagai kritik lebih lanjut dari strukturalisme Wundt. Dengan demikian.masih memfokuskan diri pada proses-proses mental. Dasar-dasar pemikiran Behaviorisme sudah ditemui berabad-abad sebelumnya. Meskipun pandangan Behaviorisme sekilas tampak radikal dan mengubah pemahaman tentang psikologi secara drastis. aliran ini berkembang di AS. Dasardasar pemikiran Behaviorisme sudah ditemui berabad-abad sebelumnya. Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalism. Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi. Meskipun pandangan Behaviorisme sekilas tampak radikal dan mengubah pemahaman tentang psikologi secara drastis. merupakan lanjutan dari fungsionalisme. dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata.

BAB III PEMIKIRAN PENDAHULU 1. Mereka melakukan ini bukan dlm konteks pengembangan ilmu psikologi. juga . Tokoh penting reflexologi Rusia : Ivan Petrovich Pavlov. pandangan empirisme dan asosiasionisme sangat mewarnai behaviorisme. Adaptasi manusia terhadap lingkungan dilakukan melalui proses belajar yang berusaha dijelaskan secara empirik dan menggunakan proses asosiasi. karena para ahli ini sebenarnya adalah ahli fisiologis. Jadi aspek psikologis sudah dengan sendirinya tercakup dalam riset fisiologis mereka. Bidang reflexologi • Riset-riset di bidang reflexologi di Rusia. Petersburg (lulus 1875). 2. misalnya Hippocrates. pandangan John Locke yang menekankan pada lingkungan sebagai penentu perilaku manusia. Reflexologi bertujuan menggali dasar fisiologis dari proses-proses behavioral. adalah pengaruh yang relatif dekat pada behaviorisme dibanding pandangan-pandangan di atas. jiwa dianggap pasif. Para pemikir bidang filsafat Pemikiran para filsuf masa Yunani kuno kelompok orientasi biologis yang berusaha menjelaskan aktivitas manusia dalam bentuk reaksi mekanistis dari proses-proses biologis. Seorang yang berlatar pendidikan fisiologi hewan dari Universitas St.

ia tertarik di bidang sosial dan pendidikan. secara tidak direncanakan. dan . Kemudian ia datang ke Columbia atas undangan James Mc. Pavlov dikenal karena penemuannya dalam proses kondisioning. Thorndike mengembangkan teori asosiasionisme yang sangat sistematis. Keen Cattell dan melanjutkan eksperimennya. Bahkan di awalnya Pavlov agak ragu untuk meneruskannya karena arahnya dianggap terlalu ‘psikologis’ dan berarti abstrak. Pavlov sendiri selalu menolak disebut sbg. Teori assosiasionisme modern Tokoh utama : Edward Lee Thorndike (1874-1949). Penemuan ini diperoleh melalui riset dengan anjingnya.D. Ia bahkan selalu merasa skeptik dgn psikologi Dalam bidang psikologi. Eksperimen-eksperimen Thorndike dengan binatang sangat didukung James selama ia di Harvard. Risetrisetnya tentang proses fisiologis dalam sistem pencernaan mengantarkannya memperoleh Hadiah Nobel pada tahun 1904. Setelah meraih gelar Ph. psikolog dan lebih suka dikenal sebagai seorang ahli fisiologis karena menurutnya bidang psikologi adalah bidang yang terlalu abstrak dan spekulatif dibandingkan dengan fisiologis yang lebih empirik. 3. Pernah menempuh pendidikan di Jerman dan memperoleh gelar profesor di bidang farmakologi dan fisiologis. Namun ia memtuskan utk meneruskannya karena karakteristik percobaan ini lebih bersifat fisiologis. Ia membaca buku James (Principles of Psychology) sebagai mahasiswa psikologi tahun pertama di Wesleylan University dan belajar pada James sendiri di Harvard dalam bidang animal learning. hingga masa pensiunnya di 1949. lalu mengajar di Teachers’ College.memiliki latar belakang kedokteran. Columbia University.

Ia membawa ide-ide asosiasi para filsuf ke dalam level yang empiris dengan melakukn eksperimen terhadap ide-ide filosofis tersebut. misalnya kesiapan belajar membaca. Pandangan Thorndike: Definisi Psikologi :…the study of stimulus-response connections or bonds… Thorndike sangat mementingkan connections. Contoh : mengulang. Hukum-hukum belajar : Law of Readiness : adanya kematangan fisiologis untuk proses belajar tertentu. Di sinilah tampak peran asosiasi yang membentuk connections. dan lain sebagainya. Fenomena belajar :   Trial and error learning Transfer of learning b. Sebuah connections yang tadinya response bisa menjadi stimulus. Thorndike juga mengakui pentingnya konsep reinforcement dan reward serta menuliskan teorinya tentang ini dalam ‘law of effect’ tahun 1898 (bandingkan dengan Pavlov yang baru menuliskan idenya tentang reinforcement pada 1902). Isi teori ini sangat berorientasi pada fisiologis Law of Exercise : jumlah exercise (yang dapat berupa penggunaan atau praktek) dapat memperkuat ikatan S-R. Connections dapat terbentuk secara sambung menyambung dalam urutan yang panjang.salah satu teori belajar yang paling sistematis. menghafal. Teori utama Thorndike : a. Belakangan teori ini dilengkapi dengan adanya unsur effect .

Meskipun demikian. Belakangan teori ini disempurnakan dengan menambahkan bahwa konsekuensi negatif tidak selalu melemahkan connections. sebelum beralih ke psikologi karena pengaruh Angell. dan lain-lain. Pemikiran Thorndike tentang. John Watson (1878-1958) • Setelah memperoleh gelar master dalam bidang bahasa (Latin dan Yunani). Konsekuensi positif akan menguatkan connection. Skinner. Kelak konsep ini menjadi dasar teori para tokoh behaviorisme seperti Watson. Dasar pemikiran Watson yang memfokuskan diri lebih proses mental daripada elemen kesadaran. fokusnya perilaku nyata dan pengembangan bidang psikologi pada animal psychology dan child psychology adalah pengaruh dari fungsionalisme. Watson adalah murid dari Angell dan menulis disertasinya di University of Chicago. sementara konsekuensi negatif akan melemahkannya. Law of Effect : menguat atau melemahnya sebuah connection dapat dipengaruhi oleh konsekuensi dari connection tersebut. dan filsafat di tahun 1900. matematika. Akhirnya ia memutuskan menulis disertasi dalam . Minat awalnya adalah pada filsafat. yaitu Watson.belajar sehingga hanya pengulangan semata tidak lagi berpengaruh. 4. ia menempuh pendidikan di University of Chicago. Watson menunjukkan kritik tajam pada fungsionalisme. Fungsionalisme Menjadi dasar bagi behaviorisme melalui pengaruhnya pada tokoh utama behaviorisme. Konsekuensi ini menjadi sumbangan penting bagi aliran behaviorisme karena ia memperkenalkan konsep reinforcement.

Psikologi mempelajari stimulus dan respons (S-R Psychology). Respon ada yang overt dan covert. mulai dari tingkat sederhana hingga tingkat tinggi. juga termasuk pengeluaran kelenjar. Salah satu halangannya adalah keputusan untuk menjadikan bidang kesadaran sebagai obyek psikologi. Tahun 1908 ia pindah ke John Hopkins University dan menjadi direktur lab psi di sana. Pada tahun 1912 ia menulis karya utamanya yang dikenal sebagai ‘behaviorist’s manifesto’. Posisinya setara dengan ilmu kimia dan fisika sehingga introspeksi tidak punya tempat di dalamnya Sejauh ini psikologi gagal dalam usahanya membuktikan jati diri sebagai natural science. Tidak mempercayai unsur herediter (keturunan) sebagai penentu perilaku. Pandangan utama Watson: 1. termasuk juga perubahan jaringan dalam tubuh. Perilaku manusia adalah hasil belajar sehingga unsur . Obyek studi psikologi yang sebenarnya adalah perilaku nyata. Yang dimaksud dgn stimulus adalah semua obyek di lingkungan. learned dan unlearned 2. Dalam karyanya ini Watson menetapkan dasar konsep utama dari aliran behaviorisme: Psikologi adalah cabang eksperimental dari natural science. Respon adalah apapun yang dilakukan sebagai jawaban terhadap stimulus. Tahun 1903 ia menyelesaikan disertasinya.bidang psikologi eksperimen dan melakukan studi-studi dengan tikus percobaan. yaitu “Psychology as the Behaviorists Views it”. Oleh karenanya kesadaran/mind harus dihapus dari ruang lingkup psi.

Baginya. Watson mendukung conditioning respon Pavlov dan menolak law of effect dari Thorndike. mind mungkin saja ada. 173). soul atau mind ini adalah ciri utama behaviorisme dan kelak dipegang kuat oleh para tokoh aliran ini. recency dan frequency. testing. dan verbal reports. Dalam kerangka mind-body. hanya milik anakanak yang tergantikan oleh habits. pandangan Watson sederhana saja. dan akhirnya ditolak sama sekali kecuali simple reflex seperti bersin. Penolakan dari consciousness. 1991 p. Ia hanya mengakui body sebagai obyek studi ilmiah. juga bagi tokoh behaviorisme lainnya. Habits yang merupakan dasar perilaku adalah hasil belajar yang ditentukan oleh dua hukum utama. dan lain-lain. bukan berdasarkan free will. Ia . Maka habits adalah proses conditioning yang kompleks. meskipun dalam derajat yang berbeda-beda. Secara bertahap Watson menolak konsep insting. Dengan demikian pandangan Watson bersifat deterministik. 5. 6. maka psikologi harus menggunakan metode empiris. Tidak heran bila pandangan ini di awal mendapat banyak reaksi keras.] 4. perilaku manusia ditentukan oleh faktor eksternal. 3.lingkungan sangat penting (lihat pandangannya yang sangat ekstrim menggambarkan hal ini pada Lundin. tetapi bukan sesuatu yang dipelajari ataupun akan dijelaskan melalui pendekatan ilmiah. Dalam hal ini metode psikologi adalah observation. mulai dari karakteristiknya sebagai refleks yang unlearned. Sebaliknya. Sejalan dengan fokusnya terhadap ilmu yang obyektif. konsep learning adalah sesuatu yang vital dalam pandangan Watson. namun dengan berjalannya waktu behaviorisme justru menjadi populer. conditioning. Jadi bukan berarti bahwa Watson menolak mind secara total. merangkak. [Pada titik ini sejarah psikologi mencatat pertama kalinya sejak jaman filsafat Yunani terjadi penolakan total terhadap konsep soul dan mind.

Watson juga membangkitkan kembali semangat obyektivitas dalam psikologi yang membuka jalan bagi riset-riset empiris pada eksperimen terkontrol. Jadi psikologi adlaah ilmu yang bertujuan meramalkan perilaku. sejauhmana sesuatu dijadikan habits. Proses thinking and speech terkait erat. Sumbangan utama Watson adalah ketegasan pendapatnya bahwa perilaku dapat dikontrol dan ada hukum yang mengaturnya. Faktor yang menentukan adalah kebutuhan. masih dapat diidentifikasi melalui gerakan halus seperti gerak bibir atau gesture lainnya. Pandangannya tentang memory membawanya pada pertentangan dengan William James. . Thinking adalah subvocal talking.menerapkannya pada percobaan phobia (subyek Albert). Kelak terbukti bahwa teori belajar dari Watson punya banyak kekurangan dan pandangannya yang menolak Thorndike salah. Artinya proses berpikir didasarkan pada keterampilan berbicara dan dapat disamakan dengan proses bicara yang ‘tidak terlihat’. Pandangan ini dipegang terus oleh banyak ahli dan diterapkan pada situasi praktis. Dengan penolakannya pada mind dan kesadaran. Menurut Watson apa yang diingat dan dilupakan ditentukan oleh seringnya sesuatu digunakan/dilakukan. Dengan kata lain. 7. 9. 8.

DAFTAR PUSTAKA http://apadefinisinya.html DR. Hana Panggabean .blogspot. phil.com/2008/05/teori-behaviorisme.

B. BAB I PENGERTIAN BEHAVIORISME Pengertian Behaviorisme Kerangka Berfikir Teori BAB II TOKOH-TOKOH BEHAVIORISME BAB III PEMIKIRAN PENDAHULU DAFTAR PUSTAKA 1-2 2-3 4 5 6 i ii 1 .DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful