UJI KADAR PROTEIN TAPE SINGKONG (Manihot utilissima) DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS (Ananas comosus) SKRIPSI

Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Biologi

Oleh : FITRI WULANDARI A 420 020 062

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2008

PERSETUJUAN

UJI KADAR PROTEIN TAPE SINGKONG (Manihot utilissima) DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS (Ananas comosus)

Yang dipersiapkan dan disusun oleh :

FITRI WULANDARI A 420 020 062

Disetujui untuk dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Skripsi Sarjana S-1

Pembimbing I

Pembimbing II

Dra. Hj. Suparti, M.Si. Tanggal :

Triastuti Rahayu, S.Si., M.Si. Tanggal :

ii

PENGESAHAN

UJI KADAR PROTEIN TAPE SINGKONG (Manihot utilissima) DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS (Ananas comosus)

Yang dipersiapkan dan disusun oleh: FITRI WULANDARI A 420 020 062

Telah dipertahankan di depan dewan penguji, Pada tanggal: 15 September 2008 Dan dinyatakan telah memenuhi syarat. Susunan Dewan Penguji: 1. Dra. Hj. Suparti, M.Si 2. Triastuti Rahayu, S.Si, M.Si 3. Dra. Hj. Aminah Asngad, M.Si _______________ _______________ _______________

Surakarta, September 2008 Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan,

Drs. H. Sofyan Anif, M. Si NIK. 547

iii

maka saya akan bertanggung jawab sepenuhnya. Apabila ternyata kelak dikemudian hari terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya di atas. September 2008 Fitri Wulandari A 420 020 062 iv . saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga terhadap karya atau pendapat yang pernah ditulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.PERNYATAAN Dengan ini. Surakarta.

(QS. agama. (QS. ucapan. (Muhammad Al-Ghazali) v . Ia mendapat pahala (dari kebijakan) yang diusahakan dan ia mendapatkan (siksa kejahatannya) yang dikerjakan. kecuali bagi orang-orang yang khusu’. keyakinan. Al Baqoroh: 45) * Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.MOTTO * Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Al Baqoroh: 286) * Mencari ilmu adalah titik awal dan segala upaya untuk mengetahui dan meraih kemaslahatan hidup manusia baik dalam perbuatan. dan adat istiadat. etika. Dan sesungguhnya orang yang demikian itu sungguh berat.

Ita) dan teman-teman seperjuangan Biologi ‘02 vi .PERSEMBAHAN Teriring dengan doa dan puji syukur. Keluargaku terutama kedua kakakku. karya sederhana ini saya persembahkan dengan tulus kepada : Bapak dan Ibuku yang telah memberi kasih sayang dan dorongan baik secara material maupun spiritual. Adik kecilku Dhe Chaca dan Dhe Lely. Rika. Retno. Susi. Teman-temanku yang setia dan menemaniku (I’in.

selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan ijin penelitian.Si. bantuan. Dengan memanjat puji syukur kehadirat Allah SWT. Wb. Suparti. selaku Dosen Pembimbing Utama yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing penulis dalam menyusun skripsi ini. H..Si.Si. Hj.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr.Si. 2. M. arahan serta petunjuk yang bermanfaat bagi penulis.Si. Untuk itu dalam kesempatan ini dengan segala kerendahan hati. selau Pembimbing Akademik yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan. kesulitan maupun hambatan tersebut dapat terlewatkan. arahan... Ibu Dra. Ibu Dra. 3. akhirnya penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “UJI KADAR PROTEIN PADA TAPE SINGKONG (Manihot utilissima) DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS (Ananas comosus). dan dorongan dari berbagai pihak. S. M. vii . 4. penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Ibu Triastuti Rahayu. selaku Dosen Pembimbing Pembantu yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing penulis dalam menyusun skripsi ini.. M. Hariyatmi. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bimbingan. Bapak Drs.. Sofyan Anif. M.

Wassalamu’alaikum wr. dorongan dan semua nasehatnya. Ibu Siti Mardiyah. mba’ Yani. 11. wb. 9. Teman-teman Susi. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan dalam penulisan ini. selaku Kepala Laboratorium Kimia FIK UMS yang telah meluangkan waktu dan tempatnya untuk melakukan pengujian kadar protein. Kedua adek kecilku Dhe Chaca dan Dhe Lely. Nunung. Bapak/Ibu Dosen yang telah memberikan bekal ilmu dan staff karyawan atas pelayanan yang baik di UMS. September 2008 Penulis viii . 10. Ita. Surakarta. Kedua kakakku Mbak Mulyani dan mas Aris. mba’ Retno. Oleh karena itu penulis dengan senang menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun dari para pembaca. penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini terdapat kekurangan-kekurangan. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat. I’in. mendoakan dan merestui setiap langkahku. Shiro. dan semua teman Biologi angkatan ’02. Roqib. 8. mba’ Dora. 7. Ayah dan Bunda tercinta yang memberikan kasih sayang. Tanpa bermaksud mengecilkan arti bantuan yang telah diterima.5. semangat. Tari. terima kasih untuk kasih sayang. terima kasih buat semuanya. Nanang. terima kasih untuk kebersamaannya. 6.

............................................................... HALAMAN PERNYATAAN ..... Pembatasan Masalah ...................................................................................... HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ DAFTAR TABEL ...................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .......... D.............................................................................................. Manfaat Penelitian .............................................................................................................................................................. Tape.......................................................... Tujuan Penelitian ...................... C............................................. Landasan Teori ................................................................... i ii iii iv v vi vii ix xi xii ABSTRAK ...................... xiii BAB I PENDAHULUAN A............................................................................................................................................ BAB II TINJAUAN PUSTAKA A...................... E.................................................. 2...... Fermentasi ......................................... HALAMAN PERSETUJUAN .................. B.................................................................................................................... PERSEMBAHAN ............................................................................... 5 5 6 1 3 3 3 3 ix .......................................................................... DAFTAR ISI ...................................... MOTTO ...... 1..... Rumusan Masalah ....................................................... KATA PENGANTAR ........................................................................................................................ DAFTAR LAMPIRAN ............................................ Latar Belakang ..........................................................................................

........ Protein ........................................ Uji organoleptik pada tape singkong .......................... Pembuatan sari buah nanas .... 1.......... Singkong ......................... Ragi .......................................... Hasil Penelitian dan Pembahasan ..................... 7.............................3....................................... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.... Pelaksanaan Penelitian .................................................................... BAB III METODE PENELITIAN A............................... Teknik Analis Data ................................ Saran ...... Enzim ......................................................... D.................................................................... Metode dan Teknik Pengumpulan Data ................ Pembuatan tape singkong ........................ 6............................................................................................................... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.... F................... B......... Alat dan Bahan ............. E............................................................. Kesimpulan ..... Tempat dan Waktu Penelitian .......................................... Rancangan Percobaan . 5........................................................... B..................................................................................................... 3........................................................................................ Nanas ........................... 4.. Menguji kadar protein ............................................... C..................................... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 10 12 16 19 23 25 25 26 26 27 28 28 28 29 32 37 37 x ............................. 4.......................... 2..........

........2... 5 12 13 18 18 22 29 31 4..........2........................... Kadar protein (%) pada tape singkong dengan penambahan sari buah nanas 32 4..............3.. 3...........4..................1... tape ketan putih dan tape ketan hitam Halaman (dalam 100 g bahan) .................................... 2...... Daftar susunan zat gizi dalam 100 gram singkong ....... 2.... Kandungan gizi nanas dalam100 gram BDD ........ 32 xi ........... 2.............. Hasil uji Anova satu arah .............................................5............................................ mutu nilai cerna dan kandungan protein senilai telur beragam ................ 2............. Komposisi gizi tape singkong..........DAFTAR TABEL Tabel 2........................................................................ Kadar HCN pada beberapa jenis varietas ubi kayu ............................................................. 3..................................................................................1.....2............ Hasil uji anova satu jalur pada kadar protein pada tape singkong dengan penambahan sari buah nanas .6.......................... Kandungan protein...................1.................. 2.... Hasil kadar protein yang terdapat pada tape singkong dengan alat spektrofotometer ............................ Peranan mikroba dalam ragi tape .

2.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Foto-foto Penelitian 3. Surat Keterangan xii . Uji Anava satu jalur pengaruh penambahan sari buah nanas terhadap tingkat kadar protein tape singkong.

fosfor. 2008.21%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh bahwa semakin tinggi volume sari buah nanas yang ditambahkan pada tape singkong. yaitu rasa tape manis asam. lemak.5 mL. Semua bahan pangan yang mengandung karbohidrat dapat diolah menjadi makanan khas yang disebut tape. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yaitu sari buah nanas dengan volume 0 mL. ABSTRAK Singkong merupakan bahan makanan yang mengandung karbohidrat.24%. tekstur lebih lunak. maka semakin tinggi pula kadar proteinnya.53%. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kadar protein dan kualitas organoleptik tape singkong dengan penambahan sari buah nanas. vitamin B1 dan air. Kata kunci: kadar protein. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta pada bulan Oktober 2007. protein. A 420 020 062. 25 mL. dan 50mL untuk setiap 0.5 mL adalah 0. karbohidrat. volume 37.83% dan volume 50 mL adalah 1. sari buah nanas. Hasil penelitian. Kualitas organoleptik tape singkong yang menggunakan sari buah nanas lebih lebih baik dibandingkan tape singkong tanpa sari buah nanas. 37. fermentasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. xiii . kualitas tape. singkong.5 kg singkong. bau tidak terlalu menyengat dan warna tape yang lebih kekuningan. kadar protein tape singkong pada penambahan sari buah nanas volume 0 mL adalah 0. 37 halaman. Jurusan Pendidikan Biologi. Tape merupakan salah satu jenis makanan hasil fermentasi yang mengandung cukup gizi diantaranya energi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. besi.UJI KADAR PROTEIN TAPE SINGKONG (Manihot utilissima) DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS (Ananas comosus) FITRI WULANDARI. volume 25 mL adalah 0. kalsium.

pati dan berbagai macam makanan lainnya (Soetanto. Protein diperlukan untuk 1 . Latar Belakang Umbi-umbian merupakan komoditas pertanian yang tersebar luas di Indonesia. dan tidak menyengat karena terlalu tinggi kadar alkoholnya (Tarigan. yaitu terjadinya perubahan bahan-bahan organik dari senyawa-senyawa komplek menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana dengan kerja enzim (Keenan. gatot. Tape yang baik dan bermutu apabila harum. 2001). 1986). roti. 1988). Umbi adalah akar tanaman yang telah termodifikasi menjadi organ penyimpan cadangan makanan. Singkong dapat disajikan sebagai makanan pokok pengganti nasi (Jawa=tiwul). Untuk itu perlu adanya pemanfaatan singkong agar menjadi makanan yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi. Singkong merupakan komoditas hasil pertanian yang banyak ditanam di Indonesia dan merupakan sumber karbohidrat yang penting setelah beras. Tape singkong memiliki kandungan protein 0.BAB I PENDAHULUAN A. Namun pada kenyataannya singkong kurang begitu dimanfaatkan.7%. 1988). Singkong dapat disajikan dalam bentuk tape melalui proses fermentasi. tape. biskuit.5 gram / 100 gram bahan. enak. Contoh umbi-umbian adalah ketela rambat. legit. Umbi-umbian merupakan salah satu sumber utama karbohidrat. singkong dan kentang (Desrosier. dengan kandungan karbohidrat adalah 34.

diantaranya dengan menambahkan sari buah nanas pada pembuatan tape. DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS (Ananas . Buah nanas mengandung enzim protease yang disebut bromelin. Enzim ini mempunyai arti penting seperti halnya enzim papain yang dihasilkan tanaman pepaya (Indrawati. Dari latar belakang di atas. Enzim bromelin merupakan suatu enzim protease yang mampu memecah protein. perbaikan dan pergantian sel-sel jaringan tubuh yang rusak. bahwa lama perendaman dan konsentrasi bromelin berpengaruh terhadap kadar protein dan organoleptik daging kambing. maka pada penelitian ini akan dilakukan penambahan sari buah nanas untuk meningkatkan kadar protein pada tape singkong dengan judul “UJI KADAR PROTEIN TAPE SINGKONG (Manihot utilissima) comosus)”. 1993). 1997). Nanas merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat pada hampir semua bagian untuk pangan. Kadar protein pada tape singkong dapat ditingkatkan. Buah nanas dapat dikonsumsi dalam keadaan segar atau disajikan dalam produk olahan. oleh karena itu dapat meningkatkan kadar protein. Berdasarkan penelitian Muhidin (1999). 1992). Sedangkan pada penelitian Dhian Ariyani (2004). pakan maupun bahan baku industri. dan produksi enzim pencernaan serta enzim metabolisme (Winarno. bahwa enzim bromelin pada buah nanas dapat digunakan pada proses pengolahan bungkil kacang-kacangan menjadi konsentrat protein nabati.2 pertumbuhan dan perkembangan tubuh. yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan di dalam industri pangan (Lisdiana dan Soemadi.

3. Memberikan pengetahuan pada masyarakat tentang kandungan atau kadar protein pada tape. Pembatasan Masalah Agar pokok masalah yang dibahas tidak terlalu luas dan untuk mempermudah memahami masalah maka permasalahan dibatasi sebagai berikut : 1. Nanas yang digunakan adalah nanas yang dijual di pasaran. Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan yang dirumuskan. D. Subyek penelitian adalah tape singkong dengan penambahan sari buah nanas. . C.3 B. 2. Parameter penelitian adalah pengukuran kadar protein tape singkong. Masyarakat mengetahui bahwa buah nanas mempunyai nilai daya guna yang tinggi. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas maka dapat dirumuskan suatu permasalahan yaitu berapakah kadar protein pada tape singkong dengan penambahan sari buah nanas. E. 3. Obyek penelitian adalah kadar protein tape singkong. Memberikan alternatif pada masyarakat untuk mengolah makanan pokok sebagai makanan tambahan. 2. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein tape singkong setelah diberi sari buah nanas.

4 4. Masyarakat mengetahui bahwa bromelin dari ekstrak nanas dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kadar protein pada tape. .

04 0.1. 2001).1 58. Berdasarkan bahan bakunya. tape sorgum.8 Lemak (g) 0.0 3. akan tetapi dewasa ini yang paling populer adalah tape singkong dan tape ketan (Astawan. tape beras. tape mengalami perubahanperubahan biokimia akibat aktivitas mikroorganisme. tape singkong.0 Besi (mg) 0 0. beras ketan putih maupun beras ketan hitam serta sorgum (Rukmana dan Yuniarsih.1 0. Depkes RI (1992) 5 . rasa yang asam manis dan sedikit mengandung alkohol.0 Karbohidrat (g) 42.02 Air (g) 56. 2004). Bahan pangan yang umumnya dibuat tape adalah ubi kayu (singkong).07 0.5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pada dasarnya semua bahan pangan yang kaya akan karbohidrat dapat diolah menjadi tape.9 50.5 3.5 34. Selama fermentasi. tape ketan putih dan tape ketan hitam (dalam 100 gram bahan). tape pisang. Komposisi gizi tape singkong.5 1.0 Fosfor (mg) 30 35 106. Landasan Teori 1. Tape mempunyai tekstur yang lunak. Zat gizi Tape singkong Tape ketan putih Tape ketan hitam Energi (k kal) 173 172 166 Protein (g) 0. dikenal berbagai jenis tape yaitu tape ketan. Tabel 2. tape ubi jalar dan tape sukun.5 1.6 Vitamin B1 (mg) 0.5 37.2 Sumber : Direktorat Gizi. Tape Aneka bahan pangan yang mengandung karbohidrat dapat diolah menjadi makanan khas yang disebut tape.4 Kalsium (mg) 30 6 8.

perkataan fermentasi sering disalin dengan perkataan peragian. alkohol. glikosida. Disimilasi berlangsung di dalam sel dan produk-produknya dikeluarkan ke media sekitarnya. macam mikroba. Mn. sejumlah garam Fe. pH. 1987). unsur karbon. Disimilasi yaitu proses pengubahan senyawa didalam sel seperti glikogen dan ATP menjadi senyawa yang tingkat energinya lebih rendah sedemikian rupa sehingga energi dibebaskan dalam proses ini. Hal ini sebenarnya tidak tepat. 2. Disimilasi terutama menghasilkan senyawa organik. misalnya penambahanpenambahan bahan tertentu untuk menggiatkan fermentasi. Fermentasi berarti disimilasi anaerobik senyawa-senyawa organik yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme atau ekstrak dari sel-sel tersebut. Perubahan kimia tadi tergantung pada macam bahan. tape merupakan salah satu jenis makanan dari hasil fermentasi bahan baku yang diberi ragi sebagai sumber mikrobanya. senyawa anorganik dan beberapa unsur. contohnya karbohidrat.6 Menurut Tarigan (1998). Kata-kata ragi . belerang dan lain-lain (Gumbiro. hidrokarbon. adanya aerasi atau usaha lain yang berbeda dengan faktor-faktor diatas. asam amino dan amina. Tape sebagai hasil fermentasi menghasilkan alkohol dan gula. dan As. Fermentasi Dalam arti umum menurut Tarigan (1988) fermentasi dapat didefinisikan sebagai proses metabolisme dimana akan terjadi perubahanperubahan kimia dalam suubstrat organik. suhu. Menurut Dwijoseputro (1990). kegiatan atau aktivitas mikroba yang membusukkan bahan-bahan yang difermentasi. asam keto.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses fermentasi.7 untuk tempe. ragi untuk tape. gliserol dan lain-lain (Volk dan Wheeler. Fermentasi adalah perombakan anaerob karbohidrat yang menghasilkan pembentukan produk fermentasi yang stabil. Khamir dapat hidup pada pH rendah yaitu antara 1-2. ragi-ragi tersebut mempunyai persamaan yaitu menghasilkan fermen atau enzim yang dapat mengubah substrat menjadi bahan lain dengan mendapatkan keuntungan berupa energi. Secara fisiologi. Contoh produk fermentasi oleh mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan meliputi barang-barang seperti etil alkohol. Suhu Suhu yang digunakan dalam fermentasi akan mempengaruhi mikroba yang berperan dalam proses fermentasi. ragi untuk oncom. fermentasi adalah suatu oksidasi karbohidrat anaerob dan aerob sebagian dan merupakan suatu kegiatan penguraian bahanbahan karbohidrat. Suhu optimal pada proses fermentasi yaitu 35° C dan 40° C. 1993). pH Mikroba tertentu dapat tumbuh pada kisaran pH yang sesuai untuk pertumbuhannya. . b. ragi untuk membuat minuman keras itu menurut sistematika di dalam dunia tumbuhtumbuhan banyaklah yang berbeda. ragi untuk roti. Orang membatasi pengertian fermentasi hanya pada alkoholisasi dan laktasi. antara lain adalah sebagai berikut : a. asam laktat. Menurut Desrosier (1988). Adapun substrat yang mereka ubah itu berbeda-beda.

d. Menurut Buckle (1988). Oksigen Derajat an aerobiosis adalah merupakan faktor utama dalam pengendalian fermentasi. maka diperlukan suatu penyediaan O2 yang sangat terbatas. fermentasi adalah aktivitas metabolisme mikroorganisme aerobik dan substrat organik . mudah dicerna dan bergizi (Robert dan Endel. Proses fermentasi tidak hanya menimbulkan efek pengawetan tetapi juga menyebabkan perubahan tekstur. Substrat Mikroba memerlukan substrat yang mengandung nutrisi sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhannya. fermentasi adalah perubahan kimia dalam bahan pangan yang disebabkan oleh enzim-enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme atau telah ada dalam bahan pangan itu sendiri. Bila tersedia O2 dalam jumlah besar. Menurut Anshori (1989). Dalam pengertian yang luas. Bila produksi alkohol yang dikehendaki.8 c. Produk akhir dari suatu fermentasi sebagian dapat dikendalikan dengan tegangan O2 substrat apabila faktor-faktor lainnya optimum. 1989). Perubahan yang terjadi sebagai hasil fermentasi mikroorganisme dan interaksi yang terjadi diantara produk dari kegiatan-kegiatan tersebut dan zat-zat yang merupakan pembentuk bahan pangan tersebut. cita rasa dan aroma bahan pangan yang membuat produk fermentasi lebih menarik. maka produksi sel-sel khamir dipacu. proses fermentasi alkohol hanya dapat terjadi apabila terdapat sel-sel khamir.

proses fermentasi gula oleh ragi misalnya Saccharomyces cerevisiae dapat menghasilkan etanol (etil alkohol) dan karbondioksida melalui reaksi sebagai berikut C6H12O6 Zimase ragi 2C2H5OH (Etanol) + 2 CO2 (Karbondioksida) (Glukosa) Menurut Timotius (1982). asam sitrat. Dengan arti yang luas maka fermentasi tidak hanya melingkup proses disimilasi alkohol. b. Menurut Astawan (2004). aseton. enzim pinisilin dan antibiotik lainnya. menyatakan bahwa fermentasi adalah disimilasi anaerobik senyawa-senyawa organik yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme. Menurut Winarno (1989). antara lain sebagai berikut : a. Molekul-molekul pati terpecah menjadi dekstrin dan gula-gula sederhana. Proses fermentasi biasanya berlangsung dengan fosforilasi tingkat substrat tanpa perantara atau peran sitokrom oleh jasad renik anaerob fakultatif atau aerobik mutlak. . asam laktat. Said (1987). proses ini disebut hidrolisis enzimatis. Fermentasi gula oleh ragi misalnya Saccharomyces cerevisiae dapat menghasilkan alkohol dan karbondioksida. Gula yang terbentuk akan diubah menjadi alkohol. tetapi juga industri cuka. butanol. proses fermentasi yang terjadi selama pembuatan tape pada dasarnya meliputi empat tahap penguraian. fermentasi adalah proses metabolisme atau katabolisme atau bioenergi yang menggunakan senyawa organik sebagai aseptor elektron akhir.9 yang cukup tinggi.

genus Candida. begitu kecilnya sehingga tidak terlihat oleh mata telanjang. tape. d. dimana produk utama dari metabolisme adalah etanol. mikroba mampu hidup pada hampir semua tempat dan keadaan serta mampu bertahan dalam berbagai keadaan dan lingkungan baik pada suhu. genus Hansenula. tingkat osmosis serta keadaan yang ekstrim. genus Saccharomyces. Sebagian asam organik akan bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang memberi cita rasa pada tape.10 c. brem dan lain-lain. sedangkan bakteri Acetobacter biasanya tidak ketinggalan. Ragi untuk tape merupakan populasi campuran genus dimana terdapat spesies-spesies genus Aspergillus. Aspergillus dapat menyederhanakan amilum. Candida dan Hansenula dapat menguraikan gula menjadi alkohol dan bermacam-macam zat organik lainnya (Dwijoseputro. 3. Khamir sejak dulu berperan dalam fermentasi yang bersifat alkohol. sedangkan Saccharomyces. Saccharomyces cerevisiae adalah jenis utama yang berperan . Oleh karena itu pengetahuan tentang mikroba sangat penting dikuasai oleh mereka yang bekerja atau sedang menuntut ilmu bidang pangan mikroba bersifat mikroskopis. Alkohol akan diubah menjadi asam-asam organik oleh bakteri Pediococcus dan Acetobacter melalui proses oksidasi alkohol. pH. Ragi Kata ”ragi” dipakai untuk menyebut adonan atau ramuan yang digunakan dalam pembuatan berbagai makanan dan minuman seperti tempe. Menurut Winarno (1994). tekanan. anggur. 1990). Mikroba terdiri dari beberapa jenis proses pengendalian mutu dan pemeriksaan makanan misalnya khamir. Genus tersebut hidup bersama secara sinergetik. roti.

yaitu kapang amilolitik. Dengan mengalirkan udara maka peragian dapat dihambat sempurna dan memasukkan banyak udara. diantara mikroorganisme etanol merupakan produk peragian gula yang paling tersebar luas. Produsen utama alkohol adalah ragi terutama dari strain Saccharomyces cerevisiae. Pada kondisi anaerob fermentasi oleh ragi aman intensif. ragi sendiri adalah organisme aerob. namun ragi sendiri hampir tidak tumbuh. Mikroba yang terdapat di dalam ragi tape dapat dibedakan menjadi lima kelompok. Bahkan pada tumbuh-tumbuhan dan banyak fungi pada kondisi anaerob terjadi penimbunan alkohol (etanol). khamir nonamilolitik. Ragi tape terbuat dari bahan dasar tepung beras yang dibentuk bulat pipih dengan diameter 2-3 cm. khamir amilolitik. organisme ini meragikan karbohidrat menjadi etanol dan karbondioksida. Peragian glukosa oleh ragi merupakan peristiwa anaerob. . bakteri asam laktat dan bakteri amilolitik. Menurut Schlegel dan Schmid (1994). Menurut Astawan (2004).11 dalam produksi minuman beralkohol seperti bir dan anggur dan juga digunakan untuk fermentasi adonan dalam perusahaan roti. ragi tape merupakan inokulum yang umum digunakan dalam pembuatan tape. Dalam lingkungan terisolasi dari udara. Ragi-ragi seperti juga kebanyakan fungi merupakan organisme yang bernafas secara aerob.

2. Pertumbuhan dan pengembangan tubuh.Pediococcus Bakteri Amilolitik . Perbaikan dan pergantian sel-sel jaringan tubuh yang rusak.Saccharomyces . 1993).Rhizopus . baik pada tanaman maupun hewan. Peranan Mikroba dalam ragi tape Jenis Mikroba Kapang Amilolitik . Sepertiga dari jumlah tersebut terdapat pada otot. b.Mucor . protein merupakan komponen yang terbesar dari tubuh manusia. seper sepuluh terdapat pada kulit dan sisanya terdapat pada organ lain serta cairan tubuh. c.Hansenula .Endomycopsis . .12 Tabel 2. Setelah air.Amilomycetes Khamir Amilolitik .Endomycopsis Khamir Nonamilolitik . Pada umumnya. Seperenam berat manusia terdiri atas protein. protein diperlukan tubuh untuk: a. seperlima bagian terdapat pada tulang dan tulang rawan.Bacillus Fungsi Penghasil sakarida dan cairan Penghasil sakarida dan cairan Penghasil sedikit sakarida dan cairan Penghasil sakarida dan bau yang lemah Penghasil alkohol Penghasil aroma yang menyegarkan Penghasil bau yang khas Penghasil bau yang khas Penghasil asam laktat Penghasil sakarida Sumber : Saono (1982) 4. Bagian yang terpenting dari hormon-hormon tertentu seperti tiroksin dan insulin (Winarno. Protein Protein terdapat di semua jaringan sel hidup.Candida Bakteri Asam laktat . Produksi enzim pencernaan dan enzim metabolisme. d.

ikan dan unggas. 2).8 22. sejajar dengan rantai utama.2 25.13 Tabel 2. Sumber protein dari makanan sehari-hari yang penting adalah kacangkacangan. Fungsi dari protein ini adalah membentuk struktur bahan dan jaringan.6 1.9 2.9-3.8 1.5 8.0 1. susu.0 8. Protein serabut Protein ini berbentuk serabut. banyak terdapat pada bahan hewani (susu.3 9. daging.6 4. Klasifikasi Protein Menurut Tranggono (1989).8 Sumber : Sagogyo.3 7. Protein globulin Protein ini berbentuk seperti bola. 1994 Menurut Winarno (1993). Molekulnya terdiri atas rantai molekul yang panjang.2 11.0 3.7 2.1 7.4 0. mutu nilai cerna dan kandungan protein senilai telur beragam Bahan Kedelai Tempe kedelai Tahu Kacang ijo Kacang tanah Kacang merah Beras Jagung Cantel Sorghum Tepung terigu Kentang Ubi jalar Ubi kayu Pisang Daun-daunan hijau Kandungan protein (%) 35.0 18. daging. klasifikasi protein adalah sebagai berikut : a.2 1. telur). tidak larut dalam pelarut encer.0 0.3 0.3 23. Berdasarkan bentuk molekulnya 1). yaitu kelompok protein hewani serta nabati.3 Kandungan protein.2 3.2 4-8 Mutu protein (%) 70 74 55 47 48 47 58 47 47 47 47 58 72 35 58 70 Nilai cerna (%) 82 90 82 80 80 80 90 82 88 57 86 76 76 76 88 67 Mutu cerna (%) 57 67 45 38 38 38 52 39 41 27 40 44 55 27 51 47 Kandungan PST (%) 20. pada umumnya sumber protein dapat dikelompokkan menjadi dua.76 8.0 10. Protein ini mudah larut dalam garam dan .7 4.6 9.1 12.9 1.6 2.

dalam telur ovoglobulin. terdapat dalam putih telur. Protamin Protamin ini bersifat alkalis dan tidak mengalami koagulasi pada pemanasan. d). Apabila ditambah asam mineral kuat akan menghasilkan garam yang stabil yang bersifat larut dalam air. asam. Prolanin Larut dalam etanol 50-90% dan tidak larut dalam air. darah dan sayur-sayuran. Protein ini banyak mengandung prolin dan asam glutamat serta banyak terdapat di dalam serealia. basa serta mudah mengalami denaturasi. Gutelin Larut dalam asam dan basa encer. Globulin Larut dalam larutan garam mineral. Pada susu terdapat dalam bentuk laktoglobulin. konsentrasi garam. 1). b). e). susu. dalam daging myosin dan actin. Albumin Protein ini larut dalam air dan garam encer. dalam kedelai disebut glisin. . b. tetapi tidak larut dalam air.14 asam encer dan mudah berubah karena pengaruh susu. Protein sederhana a). Berdasarkan komposisi zat penyusunnya. c). tetapi tidak larut dalam pelarut netral.

c). 2). h). triptophan. berfungsi sebagai struktur kerangka pelindung pada manusia dan hewan. Bersifat larut dalam air dan tergumpal oleh amonia. d).15 f). Lipoprotein Mengandung lipid asam lemak sehingga mempunyai kapasitas sebagai zat pengemulsi yang baik. terdapat pada telur. g). banyak terdapat pada susu dan kuning telur. histidin dan terdapat dalam darah (hemoglobin). banyak terdapat dalam intisel. karena banyak mengandung lisin dan organin. Nukleoprotein Kombinasi antara sesama nukleur dan protein. Histon Merupakan protein basa. Glikoprotein . Protein majemuk a). b). Skleroprotein Tidak larut dalam air dan solvent netral dan tahap terhadap hidrolisis enzimatis. susu dan darah. Posteprotein Mengandung gugus fosfat yang terikat pada gugus hidroksil dari serin dan threonin. Globulin Kaya akan argini.

f). berbuku-buku dan ketinggiannya mencapai 3m. Singkong (ubi kayu) Tanaman ubi kayu menurut Steenis (1998) merupakan tanaman yang memiliki klasifikasi sebagai berikut : Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Classis Ordo Familia Genus Species : Dicotyledoneae : Euphorbiales : Euphorbiaceae : Manihot : Manihot utilissima Ubi kayu merupakan batang berkayu yang tumbuh tegak. . Metaloprotein Merupakan komplek antara protein dan logam seperti kromoprotein. Kromoprotein Kombinasi antara protein dengan gugus berpigmen yang biasanya mengandung unsur logam. memanjang dengan kulit luar berwarna coklat suram (Van Steenis. Daunnya serupa tangan manusia dengan jari-jari (helaian daun terbelah dalam-dalam). Di dalam batangnya ada liang yang berisi semacam gabus yang berwarna putih. Umbi akar berukuran besar.16 Merupakan kombinasi antara karbohidrat dan protein. beruas-ruas. 5. e). 1998).

Manfaat singkong Singkong merupakan komoditas hasil pertanian. gula cair. Singkong mengandung glukosa yang jumlahnya bervariasi. industri tekstil dan sebagainya. Industri pengolahan tepung akan menghasilkan antara lain : tepung tapioka yang merupakan bahan baku pembuatan krupuk. a. patila dan berbagai macam makanan lainnya ( Soetanto. gatot. Cara memasak singkong antara lain direbus. singkong merupakan jenis ubi yang paling banyak dikonsumsi masyarakat. Glikosida ini menyebabkan rasa pahit dan bila dimakan didalam perut berubah menjadi asam hidrogen. 2001). Singkong dikupas. dikukus. Dalam istilah sehari-hari disebut keracunan. biskuit. tape.17 Menurut Tarwotjo (1998). singkong tidak hanya dimanfaatkan sebagai makanan saja tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri. Bila kadar glukosa lebih dari 100 mg/ 1kg singkong ini termasuk singkong manis. sumber karbohidrat yang penting setelah beras. . Untuk menanggulanginya dianjurkan memilih singkong jenis manis dan masih segar atau baru dicabut dari dalam tanah. digetuk dan lain-lain makanan kecil dari singkong. terutama industri pellet atau makanan ternak dan industri pengolahan tepung. singkong dijadikan sebagai bahan makanan pokok pengganti nasi (jawa : tiwul). Namun sesuai dengan perkembangan teknologi. Asam ini dapat mempengaruhi pernafasan sehingga organisme dapat mati karena kekurangan O2. digoreng. selanjutnya direndam di dalam air sampai betul-betul terendam dan sering diganti airnya. dipotong-potong lalu dicuci. Di samping itu di beberapa daerah. roti.

Pada beberapa jenis singkong terkandung HCN yang tinggi. Umumnya yang dikonsumsi adalah varietas manis. namun pada beberapa jenis singkong yang lain kandungan HCN relatif rendah atau bahkan tidak ada. Susunan gizi singkong Tabel 2. Jenis-jenis singkong Menurut Soetanto (2001). menyatakan bahwa berdasarkan sifatnya ubi kayu digolongkan dalam 2 golongan yaitu golongan pahit (kandungan HCN > 50 mg/kg bahan) dan golongan manis (kandungan HCN < 50 mg/kg bahan). yang dihitung dalam mg HCN/ Kg singkong basah kupas. No 1.7 gram 0 SI 0. Wargiono dan Barret (1989). 4. 7. jenis singkong dapat dibedakan berdasarkan kandungan racun asam biru (HCN)-nya.18 b.3 gram 34. Zat gizi Kalori Protein Lemak Karbohidrat Zat kapur ( Ca ) Phospor ( P ) Zat besi ( Fe ) Vitamin A Thiamin Vitamin B1 146 kalori 1. Jenis Valenca Mangi Ardira 2 Bogor SPP Muara Mentega Kadar HCN (mg/kg singkong basah kupas) < 50 < 50 50-100 > 100 >100 >100 < 50 Sumber : Departemen Kesehatan Direktorat Gizi 1979 dalam Soetanto (2001) c.7 gram 33 gram 33 gram 0. 5.02 SI 30 SI Kandungan Sumber : Daftar analisa bahan makan Departemen Kesehatan RI. 2.6 gram 0. sedangkan varietas pahit digunakan untuk tujuan industri. Tabel 2.5 Daftar susunan zat gizi dalam 100 gram singkong. 1964 dalam Djaeni (1993) . 6.4 Kadar HCN pada beberapa jenis varietas ubi kayu. 3.

mengurangi waktu dan memperbaiki pemanggangan roti. nanas merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat pada hampir semua bagian untuk pangan. yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan didalam industri pangan. Selain itu bromelin bermanfaat juga untuk memperbaiki produk daging kornet. Buah nanas mengandung enzim protase yang disebut bromelin. Buah nanas dapat dikonsumsi dalam keadaan segar atau dijadikan produk olahan. Buah nanas dapat diolah menjadi berbagai makanan yang lezat seperti buah kalengan. sari buah dan beberapa produk lain. Nanas Menurut Steenis (1998). manisan. Enzim ini dapat pula dimanfaatkan sebagai masker untuk merawat kecantikan dengan mencampurkan sari nanas. Bagian buah yang lain seperti hati.19 6. pembungkus sosis dan lain-lain. pakan maupun bahan baku industri. jelly. air dan madu. kulit dan tangkainya juga . klasifikasi nanas adalah sebagai berikut : Divisio : Spermatophyta Sub divisio : Angiospermae Classis Ordo Familia Genus Spesies : Monocotyledoneae : Bromeliales : Bromeliaceae : Ananas : Ananas comosus Menurut Lisdiana dan Soemadi (1997).

4%. sebaran daun seluas130150 cm. 20-25 cm.5% serta banyak mengandung vitamin A dan B1. bunga dan buah.1%. a. Kandungan enzim bromelin pada bagian-bagian buah nanas bervariasi. Daun Daun nanas berurat sejajar dari pangkal sampai ujung dan berserabut. Jumlah daun nanas banyak dan tumbuh menggerombol pada batang. Ada kalanya pada batang tumbuh pula tunas samping. 4-5 hari setelah panen sudah membusuk. diameter bagian bawah lebih kecil (2-3. Menurut Ashari (1995). Sebelum berbunga bahan makanan disimpan dalam batang ini yang kemudian diangkut ke buah. yang tumbuh pada batang (sucker) dan tunas yang tumbuh diatas buah atau mahkota dapat digunakan untuk bibit. Tanaman nanas terdiri dari batang.5-6. daun. panjangnya antara 38-80 cm dan pada pinggir daun tumbuh duri tajam kearah ujung daun. Batang Batang nanas pendek.5 cm). Tanaman nanas berupa herba tahunan.20 mengandung bromelin.5 cm) daripada diameter bagian atas (5. gula 14%. Dari daun tersebut dapat dibuat serat untuk bahan tekstil. serat 0. protein 0. dan tunas samping ini akan tumbuh menjadi cabang. b. Semua tunas yang tumbuh dari dalam tanah atau tunas anakan (ratone). . tebal. tingginya antara 90-100 cm. buah nanas yang telah matang tidak tahan lama. Bagian yang dapat dimakan buah nanas mengandung air sebanyak 85%. ruas batang pendek. lemak 0.

manit. jumlah bunga 100-200. Bunga mekar pada pagi hari. Tanaman nanas mempunyai tepung sari ataupun indung embrio fertile. nanas matang mempunyai aroma yang harum. mahkotanya 3. Tangkai buah pendek. Oleh karena itu. Nanas dapat dikonsumsi sebagai salad maupun juice. Buah Buah nanas bersifat partenokarpi. . Buah nanas mengandung zat desktrosa. pendek dan berdaging. Tangkai putik lebih panjang daripada tangkai sari. asam organik. Buah majemuk merupakan agregasi dari sebanyak 100-200 anak buah. berwarna kuning kehijauan dan keras. Proses yang terjadi yaitu hidrolisa protein. protein dan bromelin. Menurut Page (1993). laevulosa. Menurut Wirakusumah (1995). tumbuh dari titik tumbuh batang (pusat kanopi) tanaman. Bunganya bermaprodit. Bunga-bunga tersebut tumbuh spiral mengelilingi tangkai buah membentuk buah majemuk bersatu kokoh. sakharosa. Kandungan bromelin yang terdapat pada nanas merupakan enzim kompleks pemecah protein. Bunga Bunga nanas bersifat inflorescente. Kelopaknya 3. nanas dapat digunakan untuk memperlancar pencernaan protein. d. enzim Bromelin pada nanas sama halnya dengan enzim papain pada pepaya yaitu dapat digunakan untuk melunakkan daging dan dapat untuk meningkatkan kadar protein. namun inkompatibel sendiri dan kebanyakan kultivar adalah kompatibel silang dan menghasilkan biji bila disilangkan. Bunga tersebut muncul sekitar 450 hari sesudah tanam.21 c. 7-15 cm.

1995 Nanas merupakan buah yang paling tinggi kemampuannya untuk melarutkan lemak dalam saluran pencernaan sehingga keluar melalui feses. Penelitian yang telah dilakukan di Amerika membuktikan bahwa ekstrak nanas dapat menghambat pertumbuhan sel tumor dalam jaringan.6.04 mg 20. Zat yang terkandung pada nanas antara lain karbohidrat. asam organik. Enzim lain dalam nanas yang dikenal sebagai peroksidase mempunyai keunggulan sebagai antitumor. vitamin C.20 g Sumber : Wirakusumah. asam nikotin. lemak.00 kal 0.20 g 13. salah satu enzim yang penting adalah enzim bromelin yang merupakan suatu enzim protease yang mampu memecah protein (Muljohardjo. 1984).00 mg 0. fosfor. Dalam buah nanas terkandung enzim-enzim. kalium dan rendah kalori. besi. rasanya manis dan mengandung banyak jus (Dai-yin Fang dan Liu Cheng-jun.00 mg 0. Daging buah berwarna kuning pucat dengan bau yang harum. 2001). kandungan bromelin yang terdapat pada nanas . kalsium.00 g 19.00 mg 9. Sedangkan menurut Wirakusumah (1995). Hal ini disebabkan karena kandungan bromelinnya.40 g 0. Kandungan gizi nanas dalam 100 gram BDD (bagian yang dapat dimakan) Kandungan gizi Energi Protein Lemak Karbohidrat Kalsium Fosfor Serat Besi Vitamin A Vitamin B1 Vitamin B2 Vitamin C Niacin Jumlah 50. Nanas segar kaya akan enzim.08 mg 0.22 Tabel 2. protein. enzim nanas dan sebagainya.20 mg 20.00 RE 0.40 g 0. kanji.

maka enzim bromelin dalam buah tersebut semakin kurang keaktifannya. yaitu : a. 7. dalam hal ini . penguraian suatu senyawa atau substrat atau suatu enzim secara sederhana dapat dilukiskan sebagai berikut : Enzim (E) + Substrat (S) Komplek enzim substrat (ES) Enzim (E) dan Hasil reaksi (P) Menurut Muljohardjo (1984).23 merupakan enzim kompleks pemecah protein. Enzim bromelin dapat diekstraksi dari batang nanas yan disebut stem bromelin atau dapat pula diekstraksi dari buahnya yang disebut bromelin bras. Sedangkan menurut Poedjiadi (1994). Menurut Indrawati (1992). Enzim ini mempunyai anrti penting seperti halnya papain yang dihasilkan dari tanaman pepaya. oleh karena itu dapat meningkatkan kadar protein. Kematangan buah Semakin matang buah nanas. dalam buah nanas terkandung enzimenzim. Enzim Menurut Indrawati (1992). Hal ini disebabkan pada waktu pematangan buah terjadi pembentukan senyawa tertentu. Aktifitas enzim bromelin dipengaruhi oleh beberapa hal. enzim proteolitik dapat memecah molekulmolekul protein menjadi bentuk asam amino. Salah satu enzim yang penting ialah yang dikenal dengan bromelin yang merupakan suatu enzim protease yang mampu memecah protein.

karena konsentrasi substrat efektif untuk tiap molekul enzim.24 enzim mungkin ikut terpakai dalam senyawa tersebut sehingga sebagian struktur enzim akan rusak. c. menyebabkan daya kerja enzim untuk mengkatalis menjadi lebih lama yang tergantung pula dengan konsentrasi yang ada. akibatnya keaktifan berkurang. dimana enzim mempunyai aktifitas maksimal. Dengan bertambahnya molekul enzim maka konsentrasi substrat yang tertentu. suhu diatas dan dibawah 50°C mengakibatkan keaktifan enzim lebih rendah karena energi kinetik molekul substrat maupun enzim rendah sehingga kecepatan reaksi menjadi rendah.. Suhu Suhu yang paling baik adalah 50°C. d. Konsentrasi dan waktu Konsentrasi enzim yang lebih dan waktu yang lebih lama maka kecepatan katalis enzim menurun. pH Aktivitas optimal dari enzim ini adalah pada derajat keasaman (pH) sebesar 5-6. pH terlalu tinggi atau rendah akan mengakibatkan terjadinya beberapa perubahan yaitu denaturasi protein dengan kecepatan katalisa menurun. b. .

25 B.” . Kerangka Pemikiran Sari buah nanas mengandung Enzim protease (bromelin) Singkong Fermentasi Peningkatan kadar protein tape singkong C. Hipotesis “Ada pengaruh penambahan sari buah nanas terhadap kadar protein dan organoleptik tape singkong.

baki. singkong 2 kg. pipet volume. pisau. daun pisang secukupnya. gelas ukur. tabung reaksi. kain saring. Bahan yang digunakan untuk pembuatan tape antara lain : sari buah nanas. Alat dan Bahan 1. B. ragi tape cap NKL. Waktu Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2007. ekstrak tape singkong masing-masing 100 ml. Tempat dan Waktu Penelitian 1. b. sendok. Bahan a. timbangan analitik. 26 . kardus. Alat a. Alat yang digunakan untuk mengukur kadar protein antara lain : spektrofotometer. Alat yang digunakan untuk membuat tape antara lain : dandang. penyaring. kompor gas. 2. Bahan yang digunakan untuk uji kadar protein antara lain : air. daun pisang. 2. blender. gelas ukur. b.26 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat Pembuatan tape dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Pendidikan Biologi FKIP UMS dan di laboratorium D-III Akademi Gizi UMS. blender.

2. Mencuci singkong tersebut dengan air sampai bersih. Memilih singkong yang masih segar dan besar-besar. kemudian meniriskannya sampai dingin. f. g.5 Kg sebanyak empat kali perlakuan (jumlah total 2 Kg). e. Menambahkan sari buah nanas pada singkong masing-masing sebanyak 25 ml. Meremas-remas nanas yang telah dihaluskan sampai keluar air atau sari buah nanas tersebut. Mengukus kembali singkong. sedangkan satu perlakuan tidak ditambahkan sari buah nanas sebagai kontrol (Sunarmi. Mengupas kulit singkong dengan pisau sampai bersih. b. Memotong-motong semua singkong yang sudah dibersihkan e. Pembuatan sari buah nanas a. c. Mengangkat singkong yang setengah matang. h.5 ml dan 50 ml per 0. masing-masing perlakuan 0. Mengupas kulit nanas dengan pisau sampai bersih. d.5 kg singkong. . Menyiapkan buah nanas yang masih segar sebanyak 2 buah. 2004). c. Menghaluskan nanas dengan cara diparut. 37. Pelaksanaan Penelitian 1. Memasak singkong yang sudah dipotong ke dalam dandang hingga setengah matang. Pembuatan tape singkong a. Mencuci nanas dengan air sampai bersih.27 C. d. b.

02 ml protein sampel (ekstrak tape) ditambah dengan 1 ml reagen warna. 3. Menguji kadar protein a. Mengangkat singkong yang telah matang.5 kg bahan pada masing-masing perlakuan (Ari Maryani. Menyimpan atau memfermentasikan di tempat yang aman pada suhu kamar sampai memperoleh tape singkong yang lunak dan manis. Menyiapkan sampel (ekstrak tape) dan mencampurnya air dengan perbandingan 1 : 2. kemudiaan meniriskannya sampai dingin. pada permukaan singkong dengan dosis 3 gram/0. 2005). j. 2). . k. Menaburkan ragi tape yang telah dihancurkan. Mengambil 0. l. Menginkubasi campuran bahan tersebut selama 30 menit pada temperatur kamar (20-25°C) 3). b. Pengujian protein Uji kadar protein dengan menggunakan metode biuret (spektrofotometer) dengan langkah sebagai berikut : 1).28 i. Mengatur ekstinksi sampel dengan membaca pada fotometer dengan panjang gelombang 596 nm. Membungkus singkong dengan daun pisang dan menyimpannya dalam kardus.

5 ml. Metode dan Teknik Pengumpulan Data 1. Masing-masing perlakuan 3 x ulangan E.5 kg tanpa ditambah sari buah nanas. Hasil kadar protein yang terdapat pada tape singkong dengan alat spektrofotometer Ulangan Perlakuan Kadar Jumlah Rata-rata 1 2 3 P0 P1 Protein (%) P2 P3 . Alat yang digunakan untuk uji kadar protein adalah spektrofotometer. P 3 : Singkong 0.5 kg ditambah sari buah nanas 25 ml. yaitu volume sari buah nanas : P0 : Singkong 0. P 1 : Singkong 0. P 2 : Singkong 0. Data hasil perolehan seluruhnya kemudian disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut : Tabel 3.29 D. 2. Rancangan Percobaan Rancangan percobaan ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor.1.5 kg ditambah sari buah nanas 37.5 kg ditambah sari buah nanas 50 ml. Metode pengumpulan data Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan menguji (menganalisis) kadar protein pada tepe singkong.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : a. Menghitung jumlah kuadrat (JK) - ( total perlakuan) 2 YiJ 2 = FK (Faktor Korelasi) = Jumlah seluruh observasi r⋅t JK total = Σ Y² = FK JK perlakuan = Σ(Jumlah hasil perlakuan) 2 − FK r (ulangan) JK galat = JK total – JK perlakuan c. Menghitung kuadrat tengah (KT) KT perlakuan = JKP DBP - KT galat = JKG DBG d. Teknik Analisis Data Pada penelitian ini. analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan anova satu arah. Mencari Fhitung .30 F. Langkah-langkah uji Anova satu arah adalah sebagai berikut : 1. Analisis varians satu jalur. Menentukan Derajat Bebas (DB) DB total = jumlah seluruh observasi DB perlakuan = jumlah perlakuan -1 DB galat = DB total – DB perlakuan b.

maka dilanjutkan dengan uji nyata terkecil (BNT) taraf 5% dan 1%. Galat Jumlah DB JK KT F hitung F tabel 5% 2. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : a. Derajat Bebas Galat (DBG) 3). Membuat dapat sidiq ragam untuk rancanan acak lengkap Tabel 3.31 - F hitung = KTP KTG e. Melihat Ftabel untuk 5% f. Kuadrat Tengah Galat (KTG) 2). Menghitung Sd Sd = KTG r c. t : 5% dan t : 1% b. r : ulangan 4). Hasil uji Anova satu arah ”uji kadar protein dan organoleptik pada tape singkong dengan penambahan sari buah nanas” Sumber ragam 1. Menghitung BNT 5% dan 1% BNT 5% = t 5% x Sd BNT 1% = t 1% x Sd .2. Perlakukan 2. Dari hasil perhitungan anova satu jalur bila data menunjukkan signifikan. Menentukan : 1).

Membuat tabel BNT taraf 5% dan 1%.32 d. Membandingkan nilai rata-rata perlakuan dalam tabel dengan BNT taraf 5% dan 1%. e. Membuat keputusan uji BNT taraf 5% dan 1% . f.

32 > 2.1 Kadar protein (%) pada tape singkong dengan penambahan sari buah nanas.53 P2 0.21* P1 0. Keputusan uji analisis nyata pada taraf signifikan 5%.58 2.01 Keterangan * : Berbeda secara nyata pada taraf signifikan 5%. Fhitung > Ftabel (2.08 0.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang uji kadar protein dan kualitas pada tape singkong dengan penambahan sari buah nanas dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 4.24** Keterangan * : Kadar protein terendah ** : Kadar protein tertinggi Setelah data dianalisis dengan uji analisis varians (anova) satu jalur menunjukkan hasil sebagai berikut: Tabel 4.2 Hasil uji anova satu jalur pada kadar protein pada tape singkong dengan penambahan sari buah nanas.75 0. Ftabel 5% Sumber ragam DB JK KT Fhitung 1. Rata-rata Perlakuan Kadar Protein (%) P0 0.306) artinya signifikan yaitu terdapat perbedaan rata-rata jumlah kadar protein diantara keempat perlakuan dosis sari buah nanas yang diuji. Galat 8 0.32 2.306 2.83 P3 1. Perlakuan 4 1. 33 .

Reaksi enzim sebagai Katalisator diperkuat oleh Winarno (1985) bahwa enzim adalah suatu biokatalisator yang dihasilkan oleh jaringan dan bekerja mempercepat reaksi-reaksi yang berlangsung. Menurut Hawab (2004). bahwa reaksi pemecahan . Enzim ini mempunyai arti penting seperti halnya papain yang dihasilkan dari tanaman pepaya (Muljohardjo.34 Hasil uji anava diperoleh nilai Fhitung > Ftabel yaitu 2. Semakin tinggi volume sari buah nanas yang ditambahkan maka semakin tinggi pula konsentrasi enzim bromelin. yaitu penambahan sari buah nanas dapat meningkatkan kadar protein pada tape singkong. Menurut Hadiwiyoto (1993) kandungan enzim bromelin pada nanas dapat mengkatalis protein. misalnya pada nanas.32 > 2. Enzim merupakan senyawa protein yang disekresikan oleh semua sel hidup dan berfungsi sebagai senyawa biokatalisator. Enzim bromelin dapat ditemukan pada jaringan tanaman familia Bromeliaceae. artinya penambahan sari buah nanas sangat berpengaruh terhadap kadar protein pada tape singkong. Peningkatan kadar protein pada tape singkong yang ditambahkan sari buah nanas disebabkan oleh kandungan bromelin pada nanas. 1984). Enzim bromelin merupakan suatu enzim protease yang mampu memecah protein. Hal ini menyebabkan kadar protein tape singkong dengan penambahan sari buah nanas lebih tinggi daripada kadar protein pada tape singkong tanpa penambahan sari buah nanas. Sesuai dengan pendapat Chairunisa (1985) bahwa enzim protein merupakan enzim proteolitik yang dapat mengkatalis ikatan peptida dari suatu rantai polipeptida. karena bromelin berfungsi untuk mengkatalis protein dalam tape singkong. Enzim bromelin dapat menjadi biokatalisator yang mempercepat reaksi-reaksi kimia.306 pada taraf signifikan 5%. Proses kerja enzim bromelin adalah memecah protein menjadi asam amino.

8 0.21 0 25 37. Hal ini menunjukkan bahwa kadar protein menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat seiring dengan penambahan volume sari buah nanas.4 1. Hal ini disebabkan oleh semakin meningkatnya kandungan enzim bromelin dalam bahan yang berfungsi sebagai biokatalisator yang akan mempercepat reaksi pemecahan protein menjadi asam amino.35 protein menjadi asam amino dengan katalisator enzim protease adalah sebagai berikut : Enzim protease Protein Bromelin Asam amino (bebas) Hasil uji BNT menunjukkan bahwa P3 (perlakuan dengan penambahan sari buah nanas 50 mL) merupakan perlakuan yang memiliki kadar protein paling baik dari perlakuan lainnya.2 0 Kadar Protein (%) 1.24 0.53 0.83 0.83%. Sedangkan kadar protein terendah adalah pada kontrol (tanpa perlakuan) yaitu sebesar 0. pada penambahan sari buah nanas 25 mL (P1) sebesar 0.53%.5 mL (P2) sebesar 0. Kadar protein hasil fermentasi tape singkong yang ditambahkan sari buah nanas sebanyak 50 mL (P3) sebesar 1.24%. pada penambahan sari buah nanas 37.2 1 0. Kandungan protein pada tape singkong dengan penambahan sari buah nanas .4 0. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini : 1.5 50 Penambahan sari buah nanas (mL) Gambar 1.21%.6 0.

36 Gambar 1 menunjukkan adanya perbedaan kadar protein pada masing-masing perlakuan. . Semakin tinggi konsentrasi sari buah nanas maka semakin tinggi pula kadar proteinnya. tentang pengaruh lama perendaman dan konsentrasi bromelin pada sari buah nanas terhadap kadar protein dan organoleptik daging kambing. karena protein berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Hasil tersebut ternyata serupa dengan penelitian yang dilakukan oleh Dhian Aryani (2004). Semakin banyak sari buah nanas yang ditambahkan maka semakin tinggi pula kadar proteinnya. Semakin lama perendaman dan semakin tinggi konsentrasi sari buah nanas maka semakin tinggi pula kadar proteinnya. perbaikan dan pergantian sel-sel jaringan tubuh yang rusak. produk enzim pencernaan dan enzim metabolisme. 1993). Dengan meningkatnya kadar protein pada tape maka akan meningkatkan pula nilai gizi pada tape. tidak memiliki kandungan bromelin maka kandungan proteinnya pun juga lebih rendah diantara perlakuan lainnya. Tape yang tidak ditambahkan sari buah nanas. dan protein merupakan bagian yang terpenting pada hormon-hormon tertentu seperti tiroksin dan insulin (Winarno. Dari hasil penelitian yang diperoleh kadar protein pada tape singkong yang menggunakan sari buah nanas lebih tinggi dibandingkan tape singkong tanpa sari buah nanas.

83% dan pada volume 50 mL sebesar 1. Semakin tinggi volume sari buah nanas.53%. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. pada volume 37. misalnya dengan seluruh bagian dari buah nanas atau hanya ampasnya saja. Penambahan sari buah nanas dengan volume 25 mL. 2. Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai penambahan sari buah nanas dengan volume dan bahan yang berbeda. semakin tinggi pula kadar protein pada tape singkong yaitu pada volume 25 mL sebesar 0. dan 50 mL berpengaruh terhadap kadar protein pada tape singkong.5 mL. Saran 1. B.5 mL sebesar 0. 37 . 37. Perlu dikembangkan lebih lanjut mengenai penelitian selain sari buah nanas sebagai fermentasi tape. 2.24%.37 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.

1987. Jakarta : Mediyatama Sarana Perkasa Roberts. Bandung : ITB. Yogyakarta : UGM. Anshori. Hawab. Edward. Jakarta : UI Press. Tanti. Jakarta : Prestasi Swadaya. Rohman. Jakarta : Penebar Swadaya. Indrawati. Pengantar Teknologi Fermentasi. Depdikbud Dirjen Perguruan Tinggi PAU Pangan dan Gizi. Jakarta : Erlangga. Haris dan Endel. Fakultas Pasca Sarjana. Watton. Fessenden. Pembuatan Kecap Keong Sawah dengan Menggunakan Enzim Bromelin. Dwijoseputro. Pengaruh Lama Perendaman dan Konsentrasi Bromelin Terhadap Kadar Protein dan Organoleptik Daging Kambing. 2004. 1990. dan Fleed. Jun. 2001. 2002. Surakarta : Skripsi FKIP Biologi UMS. Budidaya Padi Secara Organik. Jakarta : Binarupa Aksara. 1985. Karmas. Bio Industri Penerapan Teknologi Fermentasi. PAU Pandan dan Gizi. 1993. Desrosier. 1997. Dai yin – Fang dan Liu Cheng. Ahmad. Pengantar Biokimia. dkk. 1992. Teknologi Pengawetan Pangan. Ariyani. Malang : Djambatan. N. Ilmu Gizi. Dasar-Dasar Mikrobiologi. 2004. 1991. Biokimia dan Nilai Gizi Bahan Makanan.W. S. Fessenden. Terapi Buah. Dhian. HM. Budidaya Tanaman Padi. 1988. Semarang : Balai Pustaka dan Media Wiyata. 1989. Yogyakarta : UGM.38 DAFTAR PUSTAKA Aak. Agus. Hadiwiyoto dan Sadewo. _________________________________. . Ralp. 1987. Alih Bahasa : Aloysius Hadiyana Pudjaatmaka. Dasar-Dasar Kimia Organik. Said. Evaluasi Gizi Pada Pengolahan Pangan. 1985. Terjemahan Aloysius Handiyana Pudjaatmaka. 1994. dan Joan. Bogor : IPB. Jakarta : Dian Rakyat. Andoko. Choirunnisa. Ilmu Pangan. Jakarta : UI Press. Buckle. Kasein dan Enzim Bromelin Kasar dari Bonggol Nanas. Yogyakarta : Kanisius. 1989. Jakarta : Bayu Media. Kimia Organik Jilid II. Gumbiro. Djaeni.

Nanas dan Teknologi Pengolahannya. Ilmu Kimia Universitas Edisi Keenam. 2001. Terjemahan Moesa Surjowinoto dkk. Slamet. 1986.39 Keenan. Hans dan Schmid. Budidaya Nanas. Terjemahan Aloysius Pudjaatmaka. Yogyakarta : Liberty. Suhardja. Pengolahan dan Pemasaran. Sajogyo. Ashari. Yogyakarta : UGM Press. Charles. van. 2004.com/. Soetanto. Nyomantri.Geogle. Gizi dan Pertanian. Steenis. 1994. Jakarta : Erlangga. Yayat dan Sudiarso. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Membuat Patilo dan Kerupuk Ketela. Yogyakarta : Kanisius. Manipulasi Genetik Dalam Saccharomyces cerevisiae Dalam Upaya Meningkatkan Produk Etanol. Yogyakarta : Kanisius. Made. dkk. Yogyakarta : Skripsi Fakultas Biologi UGM. 2001. Jakarta : UI Press. 2001. Sumeru. Tetap Sehat Dengan Produk Makanan Olahan. Aneka Olahan Ubi Kayu. Sulistyowati. Astawan. Mikrobiologi Umum. Hortikultura Aspek Budaya. . Rochaya. Rukmana dan Yuniarsih. Muchji. Dasar-dasar Biokimia. 2001. Anik. Flora. Yogyakarta : Liberty. Lisdiana dan Widyaningsih Soemadi. 1998. 1995. 1996. Schlegel. 1994. 1986. Karin. Khamir yang Berperan Dalam Fermentasi Alkohol Pada Substrat Molase. Jakarta : UI Press. Edi. 1984. http//www. Sudarmadji. Solo : CV Aneka. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah : Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Bagian Proyek Pengadaan Buku Pendidikan Menengah Kejuruan. Anna. Budidaya Tanaman Padi dan Palawija. 1987. Jakarta : UI Press. Yogyakarta : UGM Press. Muljohardjo. 1997. Menuju Gizi Baik yang Merata di Pedesaan dan di Kota. Pangan. Surakarta : Tiga Serangkai. Jakarta : Pradnya Paramita. Poedjiadi. 1994. W.

Pengantar Mikrobiologi. Muhammad. Widianarko. 1993. Teknologi. ___________. Timotius. 1993. www. Merr) Terhadap Kadar Alkohol Pada Tape Ketan Putih.lipi. Widiastuti. Winarno. Surakarta : Skripsi FKIP Jurusan Biologi UMS. 1989. Jakarta : Grasindo. 1988. Tranggono. Jakarta : Erlangga. 1995. 2005. dkk. Yogyakarta: UGM Press. Wirakusumah. F. Pangan: Gizi. Tarigan. Bio Kimia Pangan. Tarwotjo. Wirahadikusumah. Buah dan Sayur Untuk Terapi. 2002. J dan Barret Dianne. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus. 2002. Jakarta : PT Gramedia. Jakarta : Grasindo. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.40 Sunarmi. Jeneng. Jakarta : PT Penebar Swadaya. Mikrobiologi Dasar. Mikrobiologi Dasar Jasad V. Salatiga : Universitas Kristen Satya Wacana.G. Volk dan Wheeler. 1997. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. 1985. Teknologi dan Konsumen.id . Soejoeti. Bandung : ITB. Pengantar Teknologi Pangan. UMS. Dasar-dasar Gizi Kuliner.go. Wargiono. Budidaya Ubi Kayu. Bambang Setiaji. Kimia Pangan dan Gizi. Nutrisi. 1989. 1982. S. Pengaruh Ekstrak Daun Suji Terhadap Kadar Glukosa dan Alkohol Pada Tape Ketan Putih.kimianet. Tips Pangan. 1994. Eko. ___________. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Perguruan Tinggi. Budi. Emma. Biokimia Metabolisme Energi. Surakarta : Skripsi FKIP Jurusan Biologi. 1998. dan Keamanan Pangan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

41 .

63 1.21 0.49 3.Hipotesis H0 : µ1 = µ2 = µ3 = µ4 db K-1 N-K N-1 JK JKK JKG JKT KT KTK=JKK/(K-1) KTG=JKG/(N-K) Fhitung KTK/KTG Ftabel : derajat bebas : Jumlah kuadrat : Jumlah kuadrat kelompok : Jumlah kuadrat galat : Jumlah kuadrat total : Kuadrat tengah : Jumlah kelompok : Jumlah data .07 2 0.42 0.87 1. Uji Anava Satu Jalur terhadap kandungan protein tape singkong Tabel Kadar protein (%) pada tape singkong dengan penambahan sari buah nanas Perlakuan P0 P1 P2 P3 Kadar protein (%) 1 0.73 Rata-rata 0.55 0.21 0.Lampiran 1 Uji Anava Satu Jalur pengaruh penambahan sari buah nanas terhadap tingkat kadar protein tape singkong A.33 3 0.58 2.53 0.83 1.77 1.33 Jumlah 0.85 1.24 Tabel Analisis Ragam Sumber keragaman Antar kelompok Galat Total Keterangan : db JK JKK JKG JKT KT K N Pengujian hipotesis .29 0.13 0.61 0.

21²+0.07²+1.H1 : Terdapat perbedaan rata-rata jumlah kadar protein diantara keempat perlakuan dosis sari buah nanas yang diuji .3721+ 0.67 – 5.7689+1.49 + 3.75 3 = = JKT= Jumlah kuadrat total = (0.0063 –5.61²+0.33²) – FK = (0.87²+ 0.58 2 + 2.0441+0.83 JKG = Jumlah kuadrat galat = JKT – JKK = 1.83 – 1.0649 = = =5.58 + 2.2001 + 13.7689) –5.73 2 ) – FK 3 0.63 2 + 1.92 3 23.0841+0.7569+0.5929+0.49 2 + 3.05 .92 12 12 12 JKK=Jumlah kuadrat kelompok = (0.0169+0.Perhitungan : FK=Faktor koreksi = (0.85²+1.7225+1.1449+1.55²+0.4964 + 6.92 = 7.3025+0.92 = 1.42²+0.73) 2 8.Uji statistik F .29²+0.3969 + 2.75 = 0.1764+0.13²+0. V2) (V1 = db1 = (k–1) dan V2 = db2 = (N–K) .75 – 5.77²+0.43 2 71.Taraf nyata α = 0.33²+1.Wilayah kritik : F > F α (V1.63 + 1.9129 – 5.92 = 1.08 .92 = 7.

B.320** 3 P2 (37.188 Keterangan: * = signifikan pada α = 5% ** = signifikan pada α = 1% No Perlakuan Rerata Hasil 0.75 0.300** 4 P3 (50 mL) 0.08 1.306 Kesimpulan hasil uji anava: Karena Fhitung > Ftabel yaitu 2.710** 1.240 Jarak Nyata 3 4 0. maka H0 ditolak.05(8) 2.210 0.08165 3 = 2.58 0. Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 1.32 > 2.030** 3.620** 0. Perhitungan BNT Db galat = 8 r (ulangan) = 3 Menghitung standart deviasi (Sd) Sd = 2(KTgalat ) r (ulangan) 2(0.Tabel Analisis Ragam Sumber keragaman Antar kelompok Galat Total db 3 8 11 JK 1. Berarti terdapat perbedaan rata-rata jumlah kadar protein diantara keempat perlakuan dosis sari buah nanas yang diuji.5 mL) 0.32 Ftabel 2.410** Nilai ttabel 0.83 KT 0.530 0.01) = 0. Pengurutan data rerata 2 1 P0 (0 mL) 2 P1 (25 mL) 0.01 Fhitung 2.306 pada taraf signifikansi 1%.306 Nilai BNT 0.830 1.355 0.274 .

Nilai t (α=0,05 dan db=8) = 2,306, maka nilai BNT0,05 = 0,08165 x 2,306 = 0,188 Nilai t (α=0,01 dan db=8) = 3,355, maka nilai BNT0,1 = 0,08165 x 3,355 = 0,274 Hasil uji BNT menunjukkan bahwa: 1. P0 berbeda nyata dengan P1 (0,320 > 0,274) pada α = 5%. 2. P0 sangat berbeda nyata dengan P2 (0,620 > 0,274) pada α = 5%. 3. P0 sangat berbeda nyata dengan P3 (1,030 > 0,274) pada α = 5%. 4. P1 berbeda nyata dengan P2 (0,300 > 0,274) pada α = 5%. 5. P1 sangat berbeda nyata dengan P3 (0,710 > 0,274) pada α = 5%. 6. P2 sangat berbeda nyata dengan P3 (0,410 > 0,274) pada α = 5%. Jadi perlakuan yang paling baik adalah P3. Nilai BNT pada P3 berbeda sangat nyata dengan perlakuan lainnya dengan kadar protein mencapai 1,240%.

Lampiran 1 Uji Anava Satu Jalur pengaruh penambahan sari buah nanas terhadap tingkat kadar protein tape singkong A. Uji Anava Satu Jalur terhadap kandungan protein tape singkong Tabel Kadar protein (%) pada tape singkong dengan penambahan sari buah nanas Perlakuan P0 P1 P2 P3 Kadar protein (%) 1 0,21 0,55 0,87 1,07 2 0,13 0,42 0,77 1,33 3 0,29 0,61 0,85 1,33 Jumlah 0,63 1,58 2,49 3,73 Rata-rata 0,21 0,53 0,83 1,24

Tabel Analisis Ragam Sumber keragaman Antar kelompok Galat Total Keterangan : db JK JKK JKG JKT KT K N Pengujian hipotesis - Hipotesis H0 : µ1 = µ2 = µ3 = µ4 db K-1 N-K N-1 JK JKK JKG JKT KT KTK=JKK/(K-1) KTG=JKG/(N-K) Fhitung KTK/KTG Ftabel

: derajat bebas : Jumlah kuadrat : Jumlah kuadrat kelompok : Jumlah kuadrat galat : Jumlah kuadrat total : Kuadrat tengah : Jumlah kelompok : Jumlah data

H1 : Terdapat perbedaan rata-rata jumlah kadar protein diantara keempat perlakuan dosis sari buah nanas yang diuji - Uji statistik F - Taraf nyata α = 0,05 - Wilayah kritik : F > F α (V1; V2) (V1 = db1 = (k–1) dan V2 = db2 = (N–K) - Perhitungan : FK=Faktor koreksi =
(0,63 + 1,58 + 2,49 + 3,73) 2 8,43 2 71,0649 = = =5,92 12 12 12

JKK=Jumlah kuadrat kelompok =

(0,63 2 + 1,58 2 + 2,49 2 + 3,73 2 ) – FK 3
0,3969 + 2,4964 + 6,2001 + 13,9129 – 5,92 3 23,0063 –5,92 = 7,67 – 5,92 = 1,75 3

=

=

JKT= Jumlah kuadrat total = (0,21²+0,13²+0,29²+0,55²+0,42²+0,61²+0,87²+ 0,77²+0,85²+1,07²+1,33²+1,33²) – FK = (0,0441+0,0169+0,0841+0,3025+0,1764+0,3721+ 0,7569+0,5929+0,7225+1,1449+1,7689+1,7689) –5,92 = 7,75 – 5,92 = 1,83 JKG = Jumlah kuadrat galat = JKT – JKK = 1,83 – 1,75 = 0,08

530 0.830 1.210 0.08165 3 = 2.32 > 2.410** Nilai ttabel 0.306 Nilai BNT 0.320** 3 P2 (37.5 mL) 0.75 0. Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 1.240 Jarak Nyata 3 4 0.83 KT 0. Perhitungan BNT Db galat = 8 r (ulangan) = 3 Menghitung standart deviasi (Sd) Sd = 2(KTgalat ) r (ulangan) 2(0.620** 0.Tabel Analisis Ragam Sumber keragaman Antar kelompok Galat Total db 3 8 11 JK 1.01) = 0.08 1.05(8) 2.188 Keterangan: * = signifikan pada α = 5% ** = signifikan pada α = 1% No Perlakuan Rerata Hasil 0.355 0.300** 4 P3 (50 mL) 0. B.710** 1.58 0.030** 3. Pengurutan data rerata 2 1 P0 (0 mL) 2 P1 (25 mL) 0.01 Fhitung 2.306 pada taraf signifikansi 1%.306 Kesimpulan hasil uji anava: Karena Fhitung > Ftabel yaitu 2.274 . Berarti terdapat perbedaan rata-rata jumlah kadar protein diantara keempat perlakuan dosis sari buah nanas yang diuji.32 Ftabel 2. maka H0 ditolak.

620 > 0.306 = 0.05 dan db=8) = 2. maka nilai BNT0. P1 sangat berbeda nyata dengan P3 (0. 4.01 dan db=8) = 3. P0 berbeda nyata dengan P1 (0.274) pada α = 5%.320 > 0.05 = 0. Jadi perlakuan yang paling baik adalah P3.410 > 0. maka nilai BNT0.274) pada α = 5%.188 Nilai t (α=0. .Nilai t (α=0. P0 sangat berbeda nyata dengan P3 (1.1 = 0.274) pada α = 5%.240%. Nilai BNT pada P3 berbeda sangat nyata dengan perlakuan lainnya dengan kadar protein mencapai 1.710 > 0.08165 x 2.355 = 0.300 > 0. P1 berbeda nyata dengan P2 (0. P0 sangat berbeda nyata dengan P2 (0.355.08165 x 3. 6.306.274) pada α = 5%.274) pada α = 5%.030 > 0.274) pada α = 5%. 3. 5. 2. P2 sangat berbeda nyata dengan P3 (0.274 Hasil uji BNT menunjukkan bahwa: 1.

Lampiran 3 Gambar 1. Dandang dan Kompor Gambar 2. Blender .

Tape Singkong P2 dan P3 .Gambar 3. Tape Singkong P0 dan P1 Gambar 4.

Spektrofotometer . Ragi Tape Gambar 6.Gambar 5.

MA NIP.UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Sekretariat : Jl A. Kepala Laboratorium Kimia FIK UMS di Surakarta Assalamu’alaikum Wr. Atas kerjasama dan bantuannya diucapkan terima kasih. Wb. Pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Wb.n. Mohon bantuannya agar mahasiswa tersebut dapat diijinkan dalam pencarian data riset di wilayah/tempat Bapak/Ibu. Maryadi. Dekan Wakil Dekan I Drs. (0271) 717417-719483 Tromol Pos 1 Surakarta 57102 Nomor Lamp Hal : 40/FKIP/A6-100/I/2008 : : MOHON IJIN RISET 15 Januari 2008 Kepada : Yth. H. menyatakan bahwa mahasiswa : Nama Nim NIRM Jurusan Fakultas : : : : : FITRI WULANDARI A 420 020 062 Pendidikan Biologi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Akan mengadakan riset guna penyusunan skripsi dengan judul: UJI KADAR PROTEIN DAN KUALITAS TAPE SINGKONG (Manihot utilissima) DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS (Ananas comosus). Wassalamu’alaikum Wr. a. Yani Pabelan Kartasura Telp. 131 602 728 .

Maryadi. Wb. 131 602 728 . (0271) 717417-719483 Tromol Pos 1 Surakarta 57102 Nomor Lamp Hal : 40/FKIP/A6-100/I/2008 : 1 bendel Skripsi : Permohonan Menjadi Konsultan 16 Januari 2008 Kepada : Yth. Atas kesediaannya diucapkan terima kasih. Memandang perlu untuk menerima usul tersebut dengan maksud bahwa dalam rangka penyusunan. Dra. Dengan ini Pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Wb. Dekan Wakil Dekan I Drs.UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Sekretariat : Jl A. H. Dosen FKIP . MA NIP.UMS di tempat Assalamu’alaikum Wr. Wassalamu’alaikum Wr. M.Si. Yani Pabelan Kartasura Telp. kami mohon dengan hormat kesediaan Bapak/Ibu menjadi konsultan dengan catatan judul tersebut dapat direvisi.n. a. Hj. Suparti. setelah mempelajari usul permohonan JUDUL SKRIPSI yang telah diajukan oleh: Nama NIM NIRM Jurusan : : : : FITRI WULANDARI A 420 020 062 Pendidikan Biologi UJI KADAR PROTEIN DAN KUALITAS TAPE Judul Skripsi : SINGKONG (Manihot utilissima) DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS (Ananas comosus).

Si..UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Sekretariat : Jl A.n. Dosen FKIP . Wb. Dengan ini Pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. H. 131 602 728 . kami mohon dengan hormat kesediaan Bapak/Ibu menjadi konsultan dengan catatan judul tersebut dapat direvisi. Yani Pabelan Kartasura Telp. Triastuti Rahayu. (0271) 717417-719483 Tromol Pos 1 Surakarta 57102 Nomor Lamp Hal : 40/FKIP/A6-100/I/2008 : 1 bendel Skripsi : Permohonan Menjadi Konsultan 16 Januari 2008 Kepada : Yth. Wb.Si. M. Memandang perlu untuk menerima usul tersebut dengan maksud bahwa dalam rangka penyusunan. setelah mempelajari usul permohonan JUDUL SKRIPSI yang telah diajukan oleh: Nama NIM NIRM Jurusan : : : : FITRI WULANDARI A 420 020 062 Pendidikan Biologi UJI KADAR PROTEIN DAN KUALITAS TAPE Judul Skripsi : SINGKONG (Manihot utilissima) DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS (Ananas comosus). Wassalamu’alaikum Wr. Maryadi. Dekan Wakil Dekan I Drs.UMS di tempat Assalamu’alaikum Wr. S. MA NIP. a. Atas kesediaannya diucapkan terima kasih.

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA FAKULTAS ILMU KESEHATAN Sekretariat : Jl A.87 0. Yang bertanda tangan di bawah ini Bagian Laboratorium Fakultas Ilmu Kesehatan UMS menerangkan bahwa Mahasiswa di bawah ini Nama NIM : FITRI WULANDARI : A 420 020 062 Jurusan/Fak.5 ml : Tape singkong 0.07 1.24 Siti Mardiyah .42 0.63 1.55 0.21 0.5 kg ditambah sari buah nanas 50 ml Surakarta.5 kg ditambah sari buah nanas 25 ml : Tape singkong 0.13 0.5 kg tanpa ditambah sari buah nanas : Tape singkong 0. Pada tanggal 10 Oktober 2007.5 kg ditambah sari buah nanas 37.33 1. : Biologi/FKIP UMS Benar-benar telah melakukan pemerikaan “UJI KADAR PROTEIN DAN KUALITAS TAPE SINGKONG (Manihot utilissima) DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS (Ananas comosus)”.29 0.61 0. 17 Januari 2008 Pemeriksa Kadar Protein (%) 1 2 3 0.77 0.85 1. Yani Pabelan Kartasura Telp.83 1.53 0.58 2.33 Jumlah 0.73 Rata-rata 0.21 0.49 3. (0271) 717417-719483 Tromol Pos 1 Surakarta 57102 SURAT KETERANGAN NO. Adapun hasil pemeriksaan tersebut adalah sebagai berikut : Perlakuan P0 P1 P2 P3 Keterangan : P0 P1 P2 P3 : Tape singkong 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful