FORMALIN

Oleh : galih adityarana
Formaldehida adisi elektrofilik dan alkena. Karena keadaannya katalis basa, formaldehida bisa mengalami reaksi Cannizaro menghasilkan asam format dan metanol. Formaldehida bisa membentuk trimer siklik, 1,3,5-trioksan atau polimer linier polioksimetilen. Formasi zat ini menjadikan tingkah laku gas formaldehida berbeda dari hukum gas ideal, terutama dalam tekanan tinggi atau udara dingin. Formaldehida bisa dioksidasi oleh oksigen atmosfer menjadi asam format, karena itu larutan formaldehida harus ditutup serta diisolasi supaya tidak kemasukan udara. Produksi format yang sering ada dalam larutan formaldehida dalam kadar ppm. Di dalam skala yang lebih kecil, formalin bisa juga dihasilkan dari konversi etanol, yang secara komersial tidak menguntungkan. Kegunaan Formaldehida dapat digunakan untuk membasmi sebagian besar bakteri, sehingga sering digunakan sebagai disinfektan dan juga sebagai bahan pengawet. Sebagai disinfektan, Formalin dimanfaatkan untuk pembersih : lantai, kapal, gudang dan pakaian. Formaldehida juga dipakai sebagai pengawet dalam vaksinasi. Dalam bidang medis, larutan formaldehida dipakai untuk mengeringkan kulit, misalnya mengangkat kutil. Larutan dari formaldehida sering dipakai dalam membalsem untuk mematikan bakteri serta untuk sementara mengawetkan bangkai. Dalam industri, formaldehida kebanyakan dipakai dalam produksi polimer dan rupa-rupa bahan kimia. Kalau digabungkan dengan fenol, urea, atau melamin, formaldehida menghasilkan resin termoset yang keras. Resin ini dipakai untuk lem permanen, misalnya yang dipakai untuk kayulapis/tripleks atau karpet. Juga dalam bentuk busa-nya sebagai insulasi. Produksi resin formaldehida menghabiskan lebih dari setengahnya dari produksi formaldehida. Untuk mensintesa bahan-bahan kimia, formaldehida misalnya dipakai untuk produksi alkohol polifungsional seperti pentaeritritol, yang dipakai untuk membuat cat bahan peledak. Turunan formaldehida yang lain adalah metilen difenil diisosianat, komponen penting dalam cat dan busa poliuretan, serta heksametilen tetramina, yang dipakai dalam resin fenol-formaldehida untuk membuat RDX (bahan peledak). Sebagai formalin, larutan senyawa kimia ini sering digunakan sebagai insektisida, serta bahan baku pabrikpabrik resin plastik dan bahan peledak.

Senyawa kimia formaldehida (juga disebut metanal), merupakan aldehida, bentuknya gas, yang rumus kimianya H2CO. Formaldehida awalnya disintesa oleh kimiawan Rusia Aleksandr Butlerov tahun 1859, tapi diidentifikasi oleh Hoffman tahun 1867. Formaldehida bisa dihasilkan dari membakar bahan yang mengandung karbon. Dikandung dalam asap dari kebakaran hutan, knalpot mobil, dan asap tembakau. Dalam atmosfer bumi, formaldehida dihasilkan dari aksi cahaya matahari dan oksigen terhadap metana dan hidrokarbon lain yang ada di atmosfer. Formaldehida dalam kadar kecil sekali juga dihasilkan sebagai metabolit kebanyakan organisme, termasuk manusia. Sifat Meskipun dalam udara bebas formaldehida berada dalam wujud gas, tapi bisa larut dalam air (biasanya dijual dalam kadar larutan 37% menggunakan merk dagang formalin atau formol). Dalam air, formaldehida mengalami polimerisasi, sedikit sekali yang ada dalam bentuk monomer H 2CO. Umumnya, larutan ini mengandung beberapa persen metanol untuk membatasi polimerisasinya. Formalin adalah larutan formaldehida dalam air, dengan kadar antara 10%-40%. Meskipun formaldehida menampilkan sifat kimiawi seperti pada umumnya aldehida, senyawa ini lebih reaktif daripada aldehida lainnya. Formaldehida merupakan elektrofil, bisa dipakai dalam reaksi substitusi aromatik elektrofilik dan sanyawa aromatik serta bisa mengalami reaksi

Secara industri, formaldehida dibuat dari oksidasi katalitik metanol. Katalis yang paling sering dipakai adalah logam perak atau campuran oksida besi dan molibdenum serta vanadium. Dalam sistem oksida besi yang lebih sering dipakai (proses Formox), reaksi metanol dan oksigen terjadi pada 250 °C dan menghasilkan formaldehida, berdasarkan persamaan kimia 2 CH 3OH + O2 2 H2CO + 2 H 2O Katalis yang menggunakan perak biasanya dijalankan dalam hawa yang lebih panas, kira-kira 650 °C. dalam keadaan begini, akan ada dua reaksi kimia sekaligus yang menghasilkan formaldehida: satu seperti yang di atas, sedangkan satu lagi adalah reaksi dehidrogenasi CH3OH H2CO + H 2 Bila formaldehida ini dioksidasi kembali, akan menghasilkan asam

Dalam tubuh manusia. tidak menimbulkan pengaruh karsinogenik terhadap makhluk hidup yang terpapar zat tersebut. serta kegerahan. dan busa semprot dan isolasi. pusing. Formalin digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih barang rumah tangga. Bahan untuk pembuatan produk parfum. Penggunaan Formalin yang salah Karena resin formaldehida dipakai dalam bahan konstruksi seperti kayu lapis/tripleks. Tapi. Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea. Mie basah : Mie basah yang awet sampai beberapa hari dan tidak mudah basi dibandingkan dengan yang tidak mengandung formalin. shampoo mobil. ada studi yang menunjukkan apabila formaldehida dalam kadar yang lebih sedikit. Penggunaan Formalin yang salah adalah hal yang sangat disesalkan. Bahan pembuatan sutra sintetis. zat pewarna. Binatang percobaan yang menghisap formaldehida terus-terusan terserang kanker dalam hidung dan tenggorokannya. Tindakan ini diperlukan bila korban menunjukkan tanda-tanda asidosis metabolik berat. ditemukan sejumlah produk pangan yang menggunakan formalin sebagai pengawet. Endoskopi adalah tindakan untuk mendiagnosis terjadinya trauma esofagus dan saluran cerna. seperti yang digunakan dalam bangunan. Pertolongan pertama bila terjadi keracunan akut 2. awet dan tidak mudah busuk. cairan pencuci piring. sama juga dengan yang dialami oleh para pegawai pemotongan papan artikel. Jangan melakukan rangsangan agar korban muntah. 3. Kalau terpapar formaldehida dalam jumlah banyak. Beberapa contoh prduk yang sering diketahui mengandung formalin misalnya 1. lilin.1 mg/kg. Untuk meningkatkan eliminasi formalin dari tubuh dapat dilakukan hemodyalisis (cuci darah). teggorokan serasa terbakar. serta karena resin ini melepaskan formaldehida pelanpelan. Ayam potong : Ayam yang sudah dipotong berwarna putih bersih. bisa menyebabkan kematian. karena akan menimbulkan resiko trauma korosif pada saluran cerna atas. Melalui sejumlah survey dan pemeriksaan laboratorium. pelembut kulit. awet beberapa hari dan tidak mudah basi. cermin. insangnya berwarna merah tua . kenyal. dan pembersih karpet. Pencegah korosi untuk sumur minyak Dalam konsentrat yang sangat kecil (kurang dari 1%). misalnya terminum. Tahu : Tahu yang bentuknya sangat bagus. Apabila kadar di udara lebih dari 0. (bukan merah segar). yang menyebabkan keluar air mata. berikan arang aktif (norit) bila tersedia. Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku. awet sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk. formaldehida bisa menimbulkan terikatnya DNA oleh protein. sehingga mengganggu Pertolongan tergantung pada konsentrasi cairan dan gejala yang dialami korban. Sebelum ke rumah sakit. Praktek yang salah seperti ini dilakukan oleh produsen atau pengelola pangan yang tidak bertanggung jawab. Di rumah sakit biasanya tim medis akan melakukan bilas lambung (gastric lavage). memberikan arang aktif (walaupun pemberian arang aktif akan mengganggu penglihatan pada saat endoskopi).FORMALIN Oleh : galih adityarana Kegunaan lain : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Pengawet mayat Pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya. Ikan segar : Ikan basah yang warnanya putih bersih. atau sampai kepada kematiannya. juga koma. Pengaruh terhadap badan ekspresi genetik yang normal. formaldehida merupakan salah satu polutan dalam ruangan yang sering ditemukan. kenyal. 4. Di dalam tubuh. hipotermia. formaldehida yang terhisap bisa menyebabkan iritasi kepala dan membran mukosa. karpet. kaca Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam dunia Fotografi. tarikan nafas menjadi pendek dan sering. perawatan sepatu. tidak mudah hancur. formaldehida dikonversi jadi asam format yang meningkatkan keasaman darah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful