ANATOMI EKSTERNAL DAN INTERNAL IKAN NILA (Oreochromis niloticus ) Yuyun Ika C.

, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya. ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui, mempelajari, dan memahami bentuk, struktur, fungsi serta susunan alat tubuh pada pisces. Jenis ikan yang digunakan sebagai obyek pengamatan dalam praktikum ini adalah ikan nila (Oreochromis niloticus). Metode yang digunakan dalam praktikum ini yaitu metode inspectio yaitu metode untuk mempelajari anatomi dari ikan nila (Oreochromis niloticus) secara eksternal, yaitu antara lain bagian caput (kepala), truncus (badan) dan cauda (ekor). Pengamatan inspectio dilakukan dengan mata telanjang dan digambar pada lembar pengamatan. Metode yang kedua yaitu metode sectio atau pembedahan yaitu metode untuk mempelajari anatomi dari ikan secara internal, yaitu jantung, ginjal, hati, insang, ventrikulus, limpa, swim bladder, gonad dan intestinum. Kata kunci : anatomi, Oreochromis niloticus, inspectio, sectio

1. mempelajari. struktur dan fungsi berbagai sistem organ pada Cyprinus carpio? 1. Bagaimanakah anatomi dari ikan nila (Oreochromis niloticus) baik dilihat secara internal maupun secara eksternal? 2. dan memahami bentuk. Praktikum ini perlu dilakukan karena dapat memberikan pengetahuan tentang anatomi tubuh ikan nila (Oreochromis niloticus) sehingga praktikan dapat memahami berbagai sistem organ yang terdapat dalam tubuh ikan nila tersebut.4 Manfaat Manfaat dari praktikum ini adalah praktikan dapat memperoleh pengetahuan tentang struktur anatomi dari ikan nila (Oreochromis niloticus) baik secara eksternal maupun internal. .1 Latar Belakang Ikan adalah salah satu organisme vertebrata air yang telah memiliki tulang belakang dan habitatnya berada di air baik air tawar. fungsi serta susunan alat tubuh pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Filum ini dibagi atas kelas Osteichthyes dan Chondricthyes (Helfman.2 Permasalahan Berdasarkan latar belakang di atas dapat diambil permasalahan yaitu : 1.BAB I PENDAHULUAN 1.3 Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui. Bagaimana bentuk. 1. air payau maupun air laut dan secara keseluruhan dimasukkan ke dalam kelompok filum Chordata dan superkelas Pisces. struktur. 20). sehingga dapat diaplikasikan dalam proses budidaya ikan nila.

2008). ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan.000 di seluruh dunia. Biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27. Dalam perkembangannya para pakar perikanan menggolongkan ikan nila ke dalam jenis Sarotherodon niloticus atau kelompok ikan tilapia yang mengerami telur dan larvanya di dalam mulut induk jantan dan betinanya. 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag). 2003).1 Ikan ( Pisces ) Pisces atau ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Akhirnya diketahui bahwa yang mengerami telur dan larva di dalam mulut ikan nila hanya induk betinanya. dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes) (Mariyani. 2003): Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Sub Phylum : Vertebrata Superclass : Pisces Class : Osteichtyces Subclass : Acanthopterigii Ordo : Percomorphi Familiy : Cichlidae . 800 spesies termasuk hiu dan pari). Para pakar perikanan kemudian memutuskan nama ilmiah yang tepat untuk ikan nila adalah Orechromis niloticus atau Orechromis sp. Nama nilotica menunjukkan tempat ikan ini berasal. yaitu Sungai Nil di Benua Afrika (Amri dan Khairuman. 2.2 Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Awalnya ikan nila dimasukkan ke dalam jenis Tilapia nilotica atau ikan dari golongan tilapia yang tidak mengerami telur atau larva di dalam mulutnya. Secara taksonomi. Berikut ini adalah klasifikasi dari ikan nila (Oreochromis niloticus) (Amri dan Khairuman.

dan bagian tepinya berwarna putih. Sirip punggungnya memanjang. tetapi letaknya lebih ke bawah daripada letak garis yang memanjang di atas sirip dada. sirip perut dan sirip dubur mempunyai jari-jari lemah tetapi keras dan tajam seperti duri. Matanya besar. bentuk tubuh ikan nila panjang dan ramping. Jika diurut perut ikan nila jantan akan mengeluarkan cairan bening.3. Gurat sisi (linea lateralis) terputus di bagian tengah badan kemudian berlanjut. sirip perut (ventral fin). Jumlah sisik pada gurat sisi jumlahnya 34 buah. sirip ekornya berbentuk bulat dan hanya berjumlah satu buah (Amri dan Khairuman. dari bagian atas tutup insang hingga bagian atas sirip ekor. Sementara itu. Alat kelamin ikan nila jantan berupa tonjolan agak runcing yang berfungsi sebagai muara urin dan saluran sperma yang terletak di depan anus. 2 buah mata. menonjol. Sirip punggung. 2003). 2. mulut dan .3 Anatomi Tubuh Ikan 2.2 Morfologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Secara umum.Genus Spesies : Oreochromis : Oreochromis niloticus 2. Ikan nila memiliki 5 buah sirip. ikan nila betina mempunyai lubang genital terpisah dengan lubang saluran urin yang terletak di depan anus (Amri dan Khairuman. 2003). Sementara itu. 2003).Caput (kepala) Pada bagian caput (kepala) terdapat tulang operculum yang menutupi insang dan saluran besar. Ada sepasang sirip dada dan sirip perut yang berukuran kecil. Bagian sirip punggung berwarna abu-abu atau hitam (Amri dan Khairuman. dan sirip ekor(caudal fin). yakni sirip punggung (dorsal fin). Bagian kepala terdiri dari 2 lubang hidung. dengan sisik berukuran besar.1 Anatomi Eksternal Tubuh ikan dibagi atas tiga bagian yaitu: 1. sirip anus (anal fin). ikan nila jantan memiliki ukuran sisik yang lebih besar daripada ikan nila betina. Jika dibedakan berdasarkan jenis kelaminnya. sirip dada (pectoral fin). Sirip anus hanya satu buah dan berbentuk agak panjang. Sirip punggungnya berwarna hitam dan sirip dadanya juga tampak hitam.

Terdapat dua macam sisik teleost yang dikenali. Sedangkan sisik ctenoid dengan pinggiran yang keras sepanjang tepi posterior. yang tidak memiliki enamel. 2. 2002). dengan bagian dorsal yang panjang dan cuping ventral kecil. 2005). 3. Namun terbuka pada bagian belakang (bagian lebih ventral) (Lytle dan Meyer. sehingga ilmuwan dapat mengetahui umur ikan tersebut dari lingkaran atau cincin pada sisik (Lytle dan Meyer. namun pada jantan lubangnya terpisah antara lubang genital dengan lubang urinnya. operkulumnya timbul lateral line yang merupakan sistem organ sensori khusus yang dapat mendeteksi getaran dan arus dalam air yang terdapat disepanjang belakang mata sampai ekor. Tulang operculum menutupi insang pada setiap sisi kepala. Circuli yang baru. Tumbuhnya terusmenerus selama ikan tersebut masih hidup dan tidak mengalami regenerasi apabila mengalami kerusakan atau hilang. Sisik pada ikan ini termasuk tipe teleost. terletak dibawah. Siripnya mengkilap dan dilapisi membran yang licin. Kulit memproduksi sisik yang menutupi permukaan tubuhnya. yaitu cycloid dan ctenoid. Sirip berfungsi menjaga kestabilan ikan dan mengatur pergerakannya dalam air. 2005). Organ ini dapat membantu ikan dalam menghindari predator dan melewati rintangan dalam air (Lytle dan Meyer. memiliki rongga yang sama dan muncul secara simetris (Kardong. . Pada setiap ikan. Setiap operculum memiliki 4 insang. dentin dan lapisan pembuluh tulang. Caudal (ekor) Bagian ini merupakan perpanjangan dari anus ke bagian posterior. Cycloid tersusun dari cincin konsentris atau circuli. Waktu pertumbuhannya bergantung pada cadangan material baru disekitar pinggir atau tepi insang. Oreochromis niloticus betina memiliki satu lubang urogenital. 2005) Pada ikan nila terdapat sisik yang melingkupi tubuhnya.gigi. Setiap sisik dibentuk dalam kantung epidermis. Bentuk ekor tidak simetris. Operculum melekat di bagian dorsal kepala. Bentuk ekornya homocercal.Truncus (badan) Pada bagian ventral terdapat anus dan lubang urogenital. hanya memiliki berkas lamelarnya saja.

Sistem syaraf Sistem syaraf terdiri dari dua bagian. Antar myotome dorsal dan ventral dipisahkan oleh septum-septum transversum disebut otot epaksial dan segmen otot ventral ke septum transversum disebut otot hepaksial (Lytle dan Meyer. mesencephalon. hati dan organ pencernaan. yaitu sistem syaraf pusat (otak dan tulang belang) dan sistem syaraf tepi (syaraf yang menghubungkan otak dan tulang belakang dengan bagian lain dari tubuh). Sistem Sirkulasi Oreochromis niloticus memiliki dua ruang pada jantungnya. Rongga peukardial terletak pada anterior ruang peutorial. 2005). diencephalon. 3. metencephalon dan myelencephalon (Lytle dan Meyer.2 Anatomi Internal Sistem tubuh pada ikan adalah sebagai berikut yaitu : 1. 2005). 2005). 2005). yang tersusun dari dinding tipis pada atrium dan yang tebal pada vetrikel otot. 4. lambung. 2. Darah mengalir dari sinus venosum ke atrium dan dari atrium ke ventrikel otot. dapat dilihat hati bagian bawahnya terdapat esophagus.seperti lingkaran tahun pada pohon yang dapat dijadikan suatu bukti untuk melihat umur dari ikan yang akan diamati (Kardong. Otak pada Oreochromis niloticus dewasa terdiri dari lima bagian utama. usus halus di bagian anterior . Pada bagian peritorium yang dipotong. Sistem Otot Otot tubuh pada Oreochromis niloticus mengalami segmentasi (myotome).3. 2. yaitu telensephalon. Sistem Pencernaan Rongga peutorial terdiri dari lambung. Kontaksi ventrikel otot memaksa darah masuk ke dalam conus arteriosus yang kecil dan keluar melaui ventral aorta pendek dan menuju ke insang melalui empat pasang brachial arteries yang berbeda (Lytle dan Meyer. Kontraksi myotome dihasilkan akibat kelenturan bagian tubuh yang membantu berenang.

usus bawahnya terdapat usus besar dan bagian akhir terdapat anus (Lytle dan Meyer. sirip dan tulang dari tengkorak merupakan anggota dari dermal eksoskeleton. Viseral skeleton dibentuk dari tulang rawan / kartilago dan kemudian berubah menjadi tulang keras yang mendukung sirip (Lytle dan Meyer. 2005). Axial eksoskeleton terdiri dari tengkorak. tulang rusuk. Bagian caudal dari tulang belakang memiliki lengkung darah sentral yang dilewati arteri dan mensupport darah pada tulang punggung. pada bagian dorsal terdapat lengkung syaraf. 2005). namun struktur pendukung utama tubuh terdiri dari tulangtulang eksoskeleton. tulang belakang. Sistem Kerangka Bentuk tulang belakang pada Oreochromis niloticus adalah silinder. . dan sirip bagian tenga. Sisik. 5.

05 sampai 16. kantong empedu. Universitas Brawijaya. hepar. branchia (insang). 3. Yang diamati mulai dari pneumatocyst.4 Sectio Ikan dipegang pada bagian dorsum. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. pada pukul 12. dan cauda. Bagian dinding yang dibuka dipegang dengan pinset. Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Hewan. 3. jarum. kemudian diseksi dengan gunting arah longitudinal mulai dari anus sampai ventral aparatus opercularis. gonad (kelenjar kelamin). Metode ini dilakukan dengan cara mengamati anatomi eksternal ikan mas menggunakan mata telanjang dan kemudian digambar pada lembar pengamatan. ventriculus dan intestinum. lembar pengamatan. cor (jantung). maka akan diketahui anatomi eksternal dari ikan. tanggal 14 Maret 2011. gunting. alat tulis. glove dan pinset.BAB III METODE PRAKTIKUM 3. limpa. dan kemudian digambar organ-organ yang diamati serta di tentukan fungsinya masing-masing. . difiksasi dengan jarum masing-masing pada bagian dorsum. Ikan yang telah diseksi.05 WIB. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurusan Biologi.2 Alat dan Bahan Pada praktikum ini alat-alat yang digunakan antara lain papan bedah.1 Waktu dan Tempat Praktikum ”Anatomi Eksternal dan Internal Ikan Nila (Oreochromis niloticus)” dilaksanakan pada hari Senin. venter. Melalui perlakuan ini. dan ginjal.3 Inspectio Inspectio yaitu suatu perlakuan dimana praktikan dapat mengamati bagian eksternal dari ikan. 3. Selanjutnya seksi dilanjutkan ke arah dorsal mulai dari ujung pangkal pemotongan longitudinal. Malang.

pinset dan alat tulis lengkap. yaitu metode inspectio dan metode sectio. Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah ikan nila (Oreochromis niloticus).1 Analisis Prosedur Praktikum kali ini menggunakan dua metode pengamatan. jarum pentul. Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu papan bedah. 4. gunting bedah.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.2 Analisis Hasil .

.

.

B. McGraw-Hill Companies. 2003. Facey dan B. C.S. C. Animal Diversity. Vertebrates Comparative Anatomy.V. Companies. Massachusetts. G. Inc. 2009.. Piscwww.2002.Bowen. L.P. 2005. K dan Khairuman. Roberts dan A.B.net.W. 2003. second edition. Inc.. Fourteenth Edition. Blackwell Science.E. K. Diakses tanggal 19 Maret 20010 . Agromedia Pustaka. General Zoology.F. dan Meyer J. USA Hickman.R. Function. Fitri. Budidaya Ikan Nila secara Intensif.ensiklofauna. McGraw Hill. McGraw-Hill. 2008. New York Mariyani. Collete. North America Lytle. The Diversity of Fishes. North America Kardong. Evolution. D. S. Jakarta Helfman.DAFTAR PUSTAKA Amri. Larson.

.

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI HISTOLOGI HEWAN PISCES Oleh : Yuyun Ika Christina 105090100111015 LABORATORIUM FISIOLOGI HEWAN .

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful