P. 1
Kedudukan Pemerintah dalam Hukum

Kedudukan Pemerintah dalam Hukum

|Views: 1,404|Likes:
Published by jondrapianda

More info:

Published by: jondrapianda on Mar 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2012

pdf

text

original

Kedudukan Pemerintah dalam Hukum Publik Disebutkan lagi bahwa dalam perspektif hukum publik negara adalah organisasi

jabatan. Di antara jabatan-jabatan kenegaraan ini ada jabatan pemerintahan. Sebelum lebih jauh dibahas tentang jabatan pemerintahan, terlebih dahuiu perlu dikemukakan pendapat H.D van Wijk/Willem Konijnenbelt yang mengatakan bahwa; ³Di dalam hukum mengenai badan hukum kita mengenai perbedaan antara badan hukum dan organ-organnya. Badan hukum adalah pendukung hak-hak kcbendaan (harta kekayaan). Badan hukum melakukan perbuatan melalui organ-organnya, yang mewakilinya«. Perbedaan antara badan hukum dengan organ berjalan paralel dengan perbedaan antara badan umum (openbaar lichaam) dengan organ pemerin(ahan. Paralelitas perbedaan itu kurang lebih tampak ketika menyangkut hubungan hukum yang berkaitan dengan harta kekayaan dari badan umum (yang digunakan oleh organ pemerintahan).138 Indroharto menyebutkan bahwa lembaga-lembaga hukum publik itu memiliki kedudukan yang mandiri dalam statusnya sebagai badan hukum (perdata). Lembaga-lembaga hukum publik yang menjadi induk dari Badan atau Jabatan TUN ini yang besar-besar di antaranya adalah negara, lembaga-lembaga tertinggi dan tinggi negara, departemen, badan-badan nondepartemen, provinsi, kabupaten, kota madya, dan sebagainya. Lembaga-lembaga hukum publik tersebut merupakan badan hukum perdata dan melalui organ-organnya (Badan atau Jabatan TUN) menurut peraturan perundang-undangan yang bersangkutan dapat melakukan perbuatan/tindakan hukum perdata.139 Meskipun organ atau jabatan pemerintahan dapat melakukan perbuatan hukum perdata, mewakili badan hukum induknya, hal yang terpenting -dalam konteks hukum administrasi- adalah mengetahui organ atau jabatan pemerintahan dalam melakukan perbuatan hukum yang bersifat publik. Dalam hukum administrasi yang menempatkan organ atau jabatan pemerintahan sebagai salah objek kajian utama, mengenal karakteristik jabatan pemerintahan merupakan sesuatu yang tak terelakkan. P. Nicolai dan kawan-kawan menyebutkan beberapa ciri atau karakteristik yang terdapat pada jabatan atau organ pemerintahan yaitu sebagai berikut.140

a. Ha bestuursorgaan oefent de bevoegdheid uit op eigen naam en verantwoordelijkheid. Dat laatste betekent dat als politick of amhtelijk verantwoording moet warden afgelegd, of als het bestuur zich tegenover de rechter heeft te verantwoorden voor de wijze van uitoefoning van de bevoegdheid, het bestuursorgaan drager is van de verantwoordingsplicht. b. Wordt een bevoegdheidsuitoefening via een bestuursrechtelijke voorziening, dat wil zeggen in bezwaar of beroep, bestreden, dan treedt het bestuursorgaan als verwerende procespartij op. c. Bestuursorganen kunnen, zoals reeds aan de orde is gekomen, in een bestuursrechtelijke voorziening ook als klagende partij optreden. d. Bestuursorganen bezitten in het algemeen geen eigen vermoegen. Wei maken die organen dee! uit van een privaatrechtelijke rechtspersoon met vermoegen. Zo zijn de burgemeester, het college van B en W en de gemeenteraad organen van het openbare lichaam ³de gemeente´, een lichaam waaraan, zoals we gezien hebben, op grond van an. 2:1 BW privaatrechtelijke rechtspersoonlijkheid toekomt. Besluit de rechter om aan het bestuur een dveangsom op te leggen of om het bestuur tot vergoeding van schade te veroordelen, dan zal hij aan een privaatrechtelijke rechtspersoon (als drager van vermoegen) de vereiste verplichtingen moeten opleggen. Terjemahannya adalah sebagai berikut. a. Organ pemerintahan menjalankan wewenang atas nama dan tanggung jawab sendiri, yang dalam pengertian modern, diletakkan sebagai pertanggungjawaban politik dan kepegawaian atau tanggung jawab pemerintah sendiri di hadapan Hakim. Organ pemerintah adalah pemikul kewajiban tanggung jawab. b. Pelaksanaan wewenang dalam rangka menjaga dan mempertahankan norma hukum administrasi, organ pemerintahan dapat bertindak sebagai pihak tergugat dalam proses peradilan, yaitu dalam hal ada keberatan, banding, atau perlawanan. c. Di samping sebagai pihak tergugat, organ pemerintahan juga dapat tampil menjadi pihak yang tidak puas, artinya sebagai penggugat.

d. Pada prinsipnya organ pemerintahan tidak memiliki harta kekayaan sendiri. Organ pemerintahan merupakan bagian (alat) dari badan hukum menurut hukum privat dengan harta kekayaannya. Jabatan bupati atau wali kota adalah organ-organ dari badan umum ³kabupaten´. Berdasarkan aturan hukum, badan umum inilah yang dapat memiliki harta kekayaan, bukan organ pemerintahannya. Oleh karena itu, jika ada putusan hakim yang berupa denda atau uang paksa (dwangsom) yang dibebankan kepada organ pemerintah atau hukuman ganti kerugian dari kerusakan, kewajiban membayar dan ganti kerugian itu dibebankan kepada badan hukum (sebagai pemegang harta kekayaan). Pendapat yang disebutkan P. Nicolai, khususnya pada ciri yang keempat, dapat menimbulkan salah pengertian bagi sebagian orang, karena dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan para pejabat itu terlibat dan menggunakan harta kekayaan. Ada kesan kuat bahwa jabatan pemerintahan itu memiliki harta kekayaan dan digunakan untuk penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan. Jika berpegang pada teori tentang badan hukum, yang salah satu unsurnya memiliki harta kekayaan yang terpisah sebagaimana akan terlihat di bawah, maka apa yang dikemukakan oleh Nicolai tersebut sejalan dengan teori ilmu hukum. Dengan kata lain, jabatan tidak memiliki harta kekayaan, yang memiliki harta kekayaan adalah badan umum (openbaar lichaam) yang menjadi induk dari jabatan tersebut. Hal yang dikemukakan P. Nicolai sejalan dengan pendapat yang dikemukakan F.R. Bothlingk, yakni ³Dat een veroordeling tot schadevergoeding wordt uitgesproken niet tegen het orgaan doch tegen het betreffende openbaar lichaam, want slecht het openbaar lichaam kan betalen, is vermoegenssubject´141 (pembebanan untuk membayar ganti kerugian itu tidak diucapkan terhadap organ, tetapi kepada badan umum terkait karena hanya badan umum yang dapat membayar, [sebagai] subjek harta kekayaan). Meskipun jabatan pemerintahan ini dilekati dengan hak dan kewajiban atau diberi wewenang untuk melakukan tindakan hukum, jabatan tidak dapat bertindak sendiri. Jabatan hanyalah fiksi, yang perbuatan hukumnya dilakukan melalui perwakilan (vertegenwoordiging) yaitu pejabat (ambtsdrager}. Pejabat bertindak untuk dan atas nama jabatan. Menurut E.Utrecht, karena diwakili pejabat, jabatan itu berjalan. Pihak yang menjalankan hak dan kewajiban yang didukung oleh jabatan ialah pejabat. Jabatan bertindak dengan perantaraan pejabatnya. Jabatan wali kota berjalan (=menjadi konkret= menjadi bermanfaat bagi kota) karena diwakili oleh wali kota.142 P. Nicolai dan kawan-kawan menyebutkan bahwa; ³Een bevoegdheid die, aan een

bestuursorgaan is toe.gek.end, moet door mensen (reele personen) warden uitgeoefend. De handen en voeten van het bestuursorgaan zijn de handen en voeten van degene (n) die is/zijn aangewezen om de functie van orgaan uit te oefenen: de ambtsdrager (s),´143 (Kewenangan yang diberikan kepada organ pemerintahan harus dijalankan oleh manusia. Tenaga dan pikiran organ pemerintahan adalah tenaga dan pikiran mereka yang ditunjuk untuk menjalankan fungsi organ tersebut, yaitu para pejabat). Berdasarkan ketentuan hukum, pejabat hanya menjalankan tugas dan wewenang, karena pejabat tidak ³memiliki´ wewenang. Pihak yang memiliki dan dilekati wewenang adalah jabatan. Dalam kaitan ini, Logemann mengatakan, ³Het is dan door het ganse staatsrecht heen het ambt, waaraan plichten warden opgelegd, dat tot rechtshandelingen veordt bevoegd gemaakt. Plichten en rechten werken door, ongeacht de wisseling der ambtsdragers´ ,144 (Berdasarkan hukum tata negara, jabatanlah yang dibebani dengan kewajiban, yang berwenang untuk melakukan perbuatan hukum. Hak dan kewajiban berjalan terus, tidak perduli dengan pergantian pejabat). Di atas telah disebutkan bahwa jabatan adalah lingkungan pekerjaan tetap, sementara pejabat dapat berganti-ganti. Pergantian pejabat tidak memengaruhi kewenangan yang melekat pada jabatan. F.A.M. Stroink dan J.G. Steenbeek memberikan ilustrasi mengenai perbuatan hukum dari jabatan dan pejabat ini, ³De overheidsbevoegdheden (rechten en plichten) zijn verbonden aan het ambt. Indien bij voorbedd em burgemeester een bepaalde beschikking afgeeft, wordt rechtens die beschikking afgegeven door het ambt burgemeester, en niet door de naturlijke persoon die op dat moment dat ambt bekleedt, de ambtsdrager´145 (Kewenangan pemerintahan {hak-hak dan kewajiban-kewajiban} itu melekat pada jabatan. Jika-sebagai contoh-bupati/wali kota memberikan keputusan tertentu, maka berdasarkan hukum keputusan itu diberikan oleh jabatan bupati/wali kota, dan bukan oleh orang yang pada saat itu diberi jabatan, yakni bupati/wali kota). Antara jabatan dengan pejabat memiiiki hubungan yang erat, namun di antara keduanya sebenarnya memiiiki kedudukan hukum yang berbeda atau terpisah dan diatur dengan hukum yang berbeda. F.R. Bothlingk memberikan ilustrasi mengenai perbedaan kedudukan hukum ini sebagai berikut.

³Wanner de heer P minister is, dan maakt de hier besproken gangbare opvatting een scheiding tussen de. heer P in prive en de. heer P in kwaliteit. Deze laatste meneer noemt men ³orgaan´. Men kent dus aan ene metis P twee persoonlijkheden toe: enerzi/ds de personificatie van P in prive (de privepersoon), anderzijds de personificatie van P in kwaliteit (de minister), en ncemtdeze laatste personificatie orgaan´.146 (Bila tuan P seorang menteri, maka dalam hal ini dapat diterapkan pendapat yang membedakan antara tuan P selaku pribadi dan tuan P dalam kualitasnya {sebagai menteri. pen.}. Kedudukan tuan yang terakhir ini kita namakan ³organ´. Jadi kita mengenai seorang P dengan dua kepribadian, yaitu di satu sisi personifikasi P selaku pribadi {manusia pribadi}, dan di sisi lain personifikasi P dalam kualitasnya selaku {menteri}, dan kedudukan terakhir ini merupakan personifikasi organ) Berkenaan dengan pengaturan hukum yang berbeda, F.A.M. Stroink dan J.G. Steenbeek mengatakan sebagai berikut. ³Op beide is een veschillend rechtsregiem van toepassing. Hat ambt belastinginspecteur is bevoegd belastingbeschikkingen vas te stellen. Dat ambt handelt door zijn venegenwoordiger, de ambtsdrager. De venegenwoordiger, de nawurlijke persoon die belastinginspecteur is, is ambtenar, en in die kwaliteit onderworpen aan het rechtsregiem van de Ambtenarenwet. Die vertegenwoordiger is de enige die het ambt kan doen beslissen. Aanstelling als belastinginspecteur brengt dus mee de bevoegdheid am het ambt belastinginspectuer, te vertegenwoordigen´.147 (Pada keduanya {jabatan dan pejabat, pen.} diterapkan jenis hukum yang berbeda. Jabatan inspektur pajak berwenang mengeluarkan ketetapan pajak. Jabatan ini dijalankan oleh wakilnya, yaitu pejabat. Wakil ini adalah manusia yang bertindak sebagai inspektur pajak, yakni pegawai, dan dalam kualitasnya sebagai pegawai ia tunduk pada hukum kepegawaian. Wakil ini hanya sekadar menjalankan keputusan jabatan. Dengan demikian, pengangkatan sebagai inspektur pajak telah mengantarkan kewenangan untuk jabatan inspektur pajak, guna mewakilinya). Jabatan dan pejabat diatur dan tunduk pada hukum yang berbeda. Jabatan diatur oleh hukum tata negara dan hukum administrasi, sedangkan pejabat diatur dan tunduk pada hukum kepegawaian. Di samping itu, sesuai dengan ilustrasi yang diberikan Bothlingk tampak bahwa pejabat menampilkan dirinya dalam dua kepribadian, yaitu selaku pribadi dan selaku personifikasi dari

organ, yang berarti selain diatur dan tunduk pada hukum kepegawaian juga tunduk pada hukum keperdalaan, khusus dalam kapasitasnya selaku individu atau pribadi (privepersoon). Dalam hukum administrasi, tindakan hukum jabatan pemerintahan dijalankan oleh pejabat pemerintah. Dengan demikian, kedudukan hukum pemerintah berdasarkan hukum publik adalah sebagai wakil (vertegenwoordiger) dari jabatan pemerintahan. Sumber 138 H.D. van Wijk/Willem Konijnenbelt,op,cit.,hlm.97. 139 Disarikan dari Idroharto, Usaha Memahami Undang-undang tentan Peradilan Tata Usaha Negara, Buku 1 (Jakarta: Sinar Harapan,1993),hlm.65-66 140 Ciri-ciri organ pemerintah ini disarikan dari P. Nicolai, et. Al.,op.cit.hlm.24-26 141 Frederik Robert Bothlingk. Het Leerstuk der Vertegenwoordiging en Zijn Toepassing op Ambtsdragers in Nederland en in Indonesia, Juridische Boekhandel en Uitgeverij A. Jongbloed & Zoon ¶s-Gravenhage, 1954, him. 36. I42 E. Utrecht, loc. dt. him. 202. 143 P. Nicolai, et. al., op. at., him. 24-25. 144 Logemann, op. cit., him. 89. 145 F.A.M. Stroink dan J.C. Steenbeek, op. di., him. 36. 146 Frederik Robert Bothlingk, op. at., him. 35. 147 F.A.M. Stroink dan J.G. Steenbeek. op. cit., him. 36. Informasi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->