Eyangku, Eyangmu, Eyang Kita

Publikasi 04/03/2003 09:00 WIB eramuslim - Hujan rintik waktu itu. Saya bergegas menembus jalanan pagi yang padat dengan payung terkembang. Berpacu dengan pejalan kaki lainnya, juga mobil dan motor yang suka merebut kavling pejalan kaki di trotoar. Saya harus segera tiba di kantor. Tibatiba sesuatu menghentikan langkah kaki saya dan memaksa saya menoleh. Lagi, untuk yang kesekian kali. Seorang wanita berusia di akhir 60 tahunan, berkain, kebaya dan kerudung sampir, menyandang tas kantong, tertatih tanpa pelindung dari hujan. "Ibu hendak kemana?” sapa saya. Payung langsung saya condongkan ke arah beliau. Bersama kami melangkah satu-satu, menapaki jalan yang licin dan berlubang-lubang. "Mau naik angkot di depan situ, Neng. Ibu hendak ke Cibubur" MasyaAllah! Cibubur? Dari Salemba? Sendirian? Dalam hujan dan tanpa payung? "Ibu sendirian?" Saya masih bertanya, sekedar menepis kegalauan, meski saya tak butuh jawaban, apa yang saya saksikan toh sudah menjawab pertanyaan itu. "Allah yang mengantarkan Ibu, Neng!" jawabnya, sedikit melegakan saya. Dan akhirnya, ketika saya melepasnya naik Mikrolet 01A, saya tak lagi merasa terlalu bersalah. Allah yang akan mengantarnya sampai tujuan. Entah berapa kali saya menjumpai peristiwa serupa. Dan semuanya mendorong pada tumbuhnya satu rasa: Iba. Bagaimana tidak? Mereka melangkah satu-satu, jarak 500 meter ditempuh lebih dari setengah jam. Belum lagi trotoar yang miring atau berlobang, atau dihuni kendaraan parkir, sehingga kadang-kadang pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan yang penuh dengan kendaraan lalu lalang. Kadang saya terpikir: kemana anak-anak mereka? Kemana cucu-cucu mereka? Hingga membiarkan bapak/ibu atau eyangnya bepergian sendiri? Di Jakarta pula. Mungkin dunia memang sudah sedemikian tua, hingga penghuninya tak lagi memiliki cinta dan perhatian, bahkan kepada orang tua sendiri yang sudah mulai lemah. Barangkali dunia memang sudah sedemikian merana, hingga orang di jalanan tak lagi menganggap manula sebagai makhluk lemah yang, Tapi, sebentar! Apa hak saya ‘menuduh’ anak dan cucu yang mengabaikan orang tua/eyangnya di jalanan? Apa hak saya ‘menghakimi’ manusia dan dunia yang tak lagi mempedulikan para manula? Memangnya saya sudah berbuat baik kepada eyang dan orang tua saya dengan sempurna?

Dan, tiba-tiba saya teringat eyang kakung saya di kampung sana. Usia beliau sudah di atas 80 tahun, pendengaran sudah jauh berkurang, penglihatan sudah tidak awas lagi dan berjalan pun sudah harus ditopang tongkat. Sekalipun secara fisik –seingat saya- saya tak pernah mengabaikannya, harus saya akui, selama ini saya sulit untuk bisa akrab dengan beliau. Pertama, karena jarak yang memisahkan kami, sehingga sedikit kesempatan untuk bersama. Kedua, pendengaran dan penglihatan beliau yang kurang, membuat sulit untuk berkomunikasi. Saya harus agak berteriak supaya beliau mendengar apa yang saya katakan. Ketiga, saya kesulitan menemukan bahan pembicaraaan yang nyambung. Kondisi tersebut membuat saya jarang bercakap-cakap dengan Eyang, kecuali saat melayani makan, mandi dan semua keperluan sehari-hari lainnya. Jadi, apa bedanya saya dengan mereka yang menelantarkan orang tua dan eyangnya di jalanan? Meski tak tampak secara fisik, namun secara psikologis nyaris tak ada bedanya: saya telah mengabaikannya, betapapun alasan saya. Dan saya pun merasa perlu mengoreksi kembali penilaian saya kepada para anak dan cucu dari eyang-eyang di jalan raya itu. Mencoba menemukan alasan, mengapa mereka tak mengantarkan orang tua atau eyangnya yang bepergian. Barangkali saja keluarganya miskin, sehingga tak mampu mengantarkan dengan kendaraan memadai. Bisa saja anakanaknya sedang sibuk bekerja, demi memenuhi kebutuhan hidup yang kian melilit. Mungkin saja cucu-cucunya sedang bersekolah sampai sore dan masih ditambah dengan kesibukan membantu pekerjaan rumah tangga. Barangkali,… ada alasan entah apa lagi. Namun, semoga saja, meski anak dan cucunya tidak mengantarkan para eyang di jalanan itu, mereka tetap memberi perhatian dan berbuat baik kepada eyangnya dengan cara yang lain. Hingga Allah akan melindungi mereka, seperti kata Ibu tua tadi: "Allah yang akan mengantar saya, Neng!” Semoga demikian adanya, dan semoga yang demikian itu adalah melalui tangan kita. Ya, semoga Allah menolong para eyang itu dengan menggerakkan hati dan meringankan langkah kita untuk mengantar dan menemani para eyang di jalanan itu. Semoga kemudian Allah menolong dan menjaga eyang dan orang tua kandung kita, karena kita mengikhlaskan hati menolong para eyang di sekeliling kita. Karena mereka adalah eyangku, eyangmu, eyang kita semua. (Saat ini saya berharapharap cemas, jika saya membantu para eyang di jalanan dan di sekeliling saya, di jauh sana, Allah akan memberikan teman dan penjaga bagi eyang saya, meskipun itu seorang anak batita yang senang mengajaknya bermain, tanpa kata-kata verbal, namun penuh ketulusan cinta. Ya, Allah kabulkanlah harapan saya, dan titip salam rindu saya kepadanya). (azi_75@yahoo.com, saat saya mengingati eyang)

Mbok Narti
Publikasi 27/02/2003 09:45 WIB

eramuslim Mbok Narti Begitu kami sekeluarga memanggilnya. Usia-nya sudah 60 tahun namun kegagahan dan kegesitannya justru membuat sosoknya terlihat 10 tahun lebih muda. Mbok Narti baru bekerja beberapa minggu di tempat kami. Seorang tetangga membawanya ke rumah ibu ketika mengetahui bahwa kami membutuhkan asisten di rumah kami. Ayah yang sudah sakit dalam 8 bulan terakhir tentu menyita waktu ibu untuk mengurusnya. Alhasil pekerjaan rumah tangga sedikit 'keteteran' karena kami bekerja seharian di luar rumah. Alhamdulillah, kami dapat bernafas lega ketika mendapatkan bantuan mbok Narti ini. Setiap ba'da shubuh dia sudah rajin bekerja dari mencuci, memasak dan menyetrika. Mbok Narti tidak pernah mengijinkan ibu untuk membantunya, alih-alih mbok Narti menyarankan ibu untuk konsentrasi menyiapkan dan mengurus keperluan ayah yang sedang sakit. Mbok Narti hidup sebatang-kara di dunia ini, begitu informasi yang kami dapatkan lewat tentangga. Dia tidak pernah menceritakan asal-usul dirinya dengan jelas. Mbok Narti, sosok baru di rumah kami ini langsung menjadi idola. Senyumnya tidak pernah lepas dari bibirnya. Pekerjaan dia selesaikan dengan giat dan gesit. Setiap malamnya tidak pernah dilewatkan mbok Narti dengan bersimpuh di hadapan Sang Khaliq. Selalu khusyuk dalam sujud dan do'a-nya. Dan suatu hari, setelah hampir tiga minggu mbok Narti bekerja di rumah kami. Tiba-tiba kami kedatangan seorang tamu. Seorang dokter dari Jakarta. Awalnya kami agak terkejut dengan maksud dan tujuan dokter tersebut untuk menjemput mbok Narti. Astaghfirullah, kami sempat bersu'udzon tentang sesuatu hal yang buruk yang pernah terjadi kepada si mbok ketika bekerja di Jakarta dahulu. Namun, dokter yang ternyata bekas majikan si mbok tersebut justru memohon maaf kepada kami untuk menjemput mbok Narti karena si mbok dirindukan oleh anaknya. Rupanya putera si dokter meminta ayahnya untuk datang ke rumah kami menjemput mbok Narti. Ah, rupanya ada yang merindukan si mbok di sana. Si dokter itupun bercerita bahwa anak bungsu-nya tidak mau makan sejak mbok Narti pulang ke kampungnya. Persis seperti di sinetron-sinetron memang, namun itulah fakta yang terjadi. Entah apa yang membuat mbok Narti berhenti bekerja dari rumah si dokter tersebut sebelumnya. Namun dari kehidupan, tindak-tanduk mbok Narti yang baru beberapa minggu di rumah kami, mbok Narti adalah sosok yang sangat baik dan mendekati sempurna sebagai asisten keluarga kami. Akhirnya kami pun harus melepas mbok Narti dengan berat hati. Walau baru beberapa minggu bekerja di rumah kami, namun kesan yang ditinggalkan begitu mendalam. Terus terang, kami tidak pernah mendapatkan asisten rumah tangga seperti sosok mbok Narti ini. Satu minggu berlalu sejak kepergian mbok Narti dan tetanga kami yang pernah mengantarkan si mbok datang untuk mengambil uang gaji mbok Narti yang belum sempat

Sungguh teladanmu melorotkan tulang-tulang kesombongan kami. Ah.. mendapat jaminan tempat berteduh. lewat mbok Narti kami seakan di'sentil' Allah agar cepat-cepat membuka mata dan hati kami yang selama ini tertutup. Entah dimana Ibu si kucing. Astaghfirullaah.. dia berpesan agar gajinya dititipkan saja ke tetangga kami itu. Namun..Beberapa hari yang lalu. itu sudah lebih dari cukup buat dia.. membeli baju dan kosmetika. Suaranya ribut betul hingga mendorong kaki saya keluar untuk mencari posisi suara kucing tadi. Karena semalaman dia biarkan anak kucing tersebut mengeong tanpa mau mendekatinya walaupun sudah .kepada orang-orang yang tidak mampu. Awalnya saya khawatir kucing di rumah itu tidak mau menyusuinya. kebetulan ada dua ekor kucing di rumah yang juga sedang menyusui anaknya..co. Setiap saat kami hanya memikirkan makan apa besok. kami merindukanmu mbok. dengan bekerja di suatu tempat. rencana liburan dan hal lain yang tak bukan hanya untuk keperluan diri kami sendiri.. hidup ini justru menjadi lebih berarti ketika kita dapat membagi kebahagiaan kita kepada orang lain. Memang ketika mbok Narti dijemput dahulu. Rupanya selama ini dia menyerahkan seluruh penghasilannya sebagai asisten kepada si tetangga untuk diberikan kepada Yayasan tersebut setiap bulannya. Sedang penghasilannya (gajinya) dia anggap sebagai rejeki anak-anak yatim itu. Rosanti K Adnanyose@ratelindo. bahwa hidup ini bukan hanya untuk hari ini dan esok.. Bahwa hidup ini bukan hanya untuk sekedar mencari makan dan belanja pakaian.kami bayarkan. Mbok Narti. terdapat seekor bayi kucing yang saya perkirakan baru lahir beberapa hari yang lalu. dalam asma Allah dan hati yang bergetar penuh haru. Satu hal yang sangat mengejutkan kami adalah ketika si tetangga bercerita bahwa uang gajinya mbok Narti akan diberikan kepada Yayasan yatim piatu di kampung mbok Narti. Sungguh kerendah-hatianmu meruntuhkan keangkuhan kami. mendapat makan. saya menemukan seekor anak kucing di jalan. Akhirnya saya bawa ke rumah. Sungguh kedermawananmu membuat kami malu di hadapan Tuhan kami. justru dia sumbangkan semuanya -semuanya!. Subhanallaah. Setiap saat kami hanya memikirkan diri kami sendiri. Di sisi lain mbok Narti yang 'cuma' sebagai asisten rumah tangga yang mungkin gajinya tidak seberapa untuk ukuran orang yang mampu. menggetarkan sukma kami.id Kucing Publikasi 20/02/2003 08:52 WIB eramuslim . Sungguh kedalaman sujud-sujud malammu. Bagi si mbok. Ternyata di tepi jalan .. ternyata baru kami sadari bahwa kami ini bukan apa-apa dibandingkan dengan mbok Narti. Sungguh.

bahkan meraka lebih sesat lagi". Sampai sekarang si Putih masih menyusui si kucing kecil. Bisa dibilang itu kali pertama dia melahirkan anaknya. subhanallah si Putih (kucing lain yang juga menyusui anaknya) sudah menyusui kucing kecil tadi. jumlahnya mungkin lebih banyak dibandingkan muatan piring untuk dilingkari makan. ketika saya lihat ketubannya keluar. Persis sama. si Hitam turut membantu mengeluarkan anaknya.dipaksakan untuk menyusui bayi kecil kucing tadi. Namun yang menakjubkan. hanya satu yang berbeda kucing tadi tidak membuang anaknya tapi manusia yang membuang ke jalan. Paginya saya coba letakkan kucing kecil tadi bersama anak kucing yang lain. Sambil menjilati kucing kecil tadi. tetapi kucing jauh lebih memahami. Sebuah kejujuran yang mampu merobek-robek keangkuhan kemanusiaan manusia. Mereka itu sebagai binatang ternak. karena ada sesuatu yang unik di balik roman kucing ini. mereka mempunyai hati. orang tua kucing yang 'bunting' tadi (si Hitam) terus mengekori. Masih tentang kucing. menjilati dan membersihkan anak si Putih tadi. Jangan merasa aneh ketika saya saat ini bercerita tentang kucing. Subhanallah Ketika si Putih tadi mengalami proses kelahiran anaknya. Akhirnya kucing tersebut menemukan tempat yang cukup strategis untuk melahirkan anaknya. Namun beberapa jam kemudian saya dengar kucing kecil tadi sudah diam. "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. (QS. Beberapa jam sempat saya paksakan si Hitam untuk menyusuinya. ternyata. Apalagi kucing itu anak-anaknya sudah besar. Beberapa hari yang lalu saya juga pernah mendengar kasus seperti ini. Satu lagi tentang kucing. yang terjadi adalah si putih maju untuk lebih dahulu makan dan beberapa saat kemudian tanpa . dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. 7:179). Itu pepatah yang dibuat manusia. Apa yang anda bayangkan? Kucing-kucing itu akan berebut dan saling mendahului untuk secepatnya menghabiskan makanan? Kalau begitu anda salah. tapi ada tangan jahil manusia yang membuang. justru disuruh gugurkan karena malu ayahnya tidak jelas. Sementara kisah yang baru saya dengar ini si ibunya sendiri yang membuang anaknya di tempat sampah. Kasih sayang ibu sepanjang zaman. Akhirnya saya tinggalkan kucing tadi di luar bersama anak-anaknya. tapi bukan kucing. Saya yakin ibu si kucing tadi tidak pernah bermaksud mencampakkan anaknya. dimandingkan ibuibu yang lain yang ketika anaknya bunting. Suaranya ribut. si Hitam hanya menjilatinya. Ketika saya memberikan sepiring makanan kepada kucingkucing di rumah. tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah. Kisah manusia. Saya coba lihat. tapi tetap tidak mau. sementara si putih terkulai lemah. Seekor binatang yang mampu memberikan kasih sayang kemanusiaan disaat manusia meninggalkan sebuah nilai kemanusiaan menuju sifat kebinatangan seekor binatang yang tidak punya sedikitpun akal. Saya juga pernah menyaksikan kucing melahirkan.

Mengeluh. karena kucing saya tidak suka dipublikasikan. pantun itu terus terpatri di benak saya setiap menemui kegagalan dan jatuh dalam hidup. Berkali kita gagal. Bagi yang belum menunggu giliran dengan tenang. kita harus terus mencari akal-akal baru sehingga peluang untuk berhasil menjadi lebih besar. Mungkin bukan masalah antrinya tetapi konsep itsar (mendahulukan kepentingan saudara) jauh lebih mereka pahami dibandingkan sebahagian besar manusia saat ini. Tahukah anda saya sama sekali tidak pernah menulis di dinding tempat makan kucing itu “Antri dong” atau “Budayakan Antri” dan lain-lain. Namun. usaha tanpa berusaha memperbaiki cara fikir (akal) adalah sia-sia. Yanti. Demi kepentingan pribadi sebagian orang rela untuk menghancurkan saudaranya. Untuk itulah. Barangkali pekerjaan paling mudah di dunia ini adalah mencari kelemahan dari situasi yang dihadapi dan kemudian mengeluhkannya. Ada pertanyaan yang mengganjal di dalam fikiran saya. Berdiri jangan mengeluh. RMuthiah11@yahoo. Ulangi lagi dan cari akal" Baris baris pantun di atas saya pelajari belasan tahun lalu saat masih duduk di bangku SMP. tapi cukup disini saja. pantun ini ditulis oleh penyair Sumatera Barat. apakah hanya dengan berkeluh kesah masalah yang dihadapi akan hilang? Sepertinya tidak. bahkan di kamar mandi.interupsi mereka satu persatu bergantian menghabiskan makanan. Dan yang anehnya lagi kucing yang didahulukan makan pasti yang sedang menyusui anaknya. Tapi anehnya praktek teori antri tersebut tidak secanggih antrian kita kalau di tempat umum: di Bank. Lagian mereka juga tidak akan bisa membaca. namun jika tak salah. lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapt memahami atau mempunyai telinga yang yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta. tetapi yang buta adalah hati yang di dalam dada" (QS. pertanyaan saya terbalik. benarkah kucing tidak memiliki akal dan hati? Maaf. Intinya bagi saya adalah dalam hidup ini jangan pernah mengeluh dan teruslah berusaha. Saya lupa pengarangnya. Sampai saat ini. 22:46). Malah. Masih banyak lagi tentang kucing. di kasir. benarkah manusia memiliki akal dan hati? "Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi. Namun.com Jangan Pernah Mengeluh Publikasi 19/02/2003 09:32 WIB "Berkali kita jatuh. . masalah baru akan datang dalam bentuk hilangnya rasa percaya diri dan pesimis.

yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu [1586]. saya kembali menemukan puisi yang juga bernafaskan sama." (Swedish Proverb) Di timur dan di barat muka bumi ini. kehilangan uang. masalah tersebut seakan menjadi nihil begitu kita ingat bahwa ternyata semua itu 'bukan masalah'. Rugi sekali jika alih-alih menikmati hidup kita malah terkungkung oleh masalah. dengan berjalannya hidup. say more. masalah datang silih berganti. sampai masalah yang besar seperti ditinggal pergi orang yang dikasihi untuk selamanya atau dipecat dari pekerjaan. hope more. kenapa juga kita selalu mengeluh? Akhirnya. Hate less. "Fear less. DK (edi_hamdi@yahoo. Namun. Edi Hamdi Esbjerg. Jika demikian. ternyata semangat optimis selalu ditanamkan. love more.Hidup ini. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap" (Surah Alam Nasyrah) Kepada Allah-lah kita senantiasa berharap. Whine less. And all good things are yours. sebagai penutup. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan). selalu penuh masalah. Namun kali ini.Begitu besarnya pengaruh qolbu dalam menentukan karakter dari manusia yang memilikinya sehingga Rasulullah pernah mengatakan bahwa di dalam tubuh setiap . kita selalu menganggap bahwa masalah 'lama' adalah 'bukan masalah'. Begitu ada masalah 'baru'. file penting terhapus.dk) Qolbu Yang Kenal Dengan Allah Publikasi 17/02/2003 08:57 WIB eramuslim . Mulai dari masalah sepele seperti ketinggalan bis. selama kita masih bernafas. by nature. Begitulah. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. sang Pencipta yang tahu akan kelemahan makhluk ciptaanNya: "Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu. Belasan tahun kemudian. dan kadang berfikir kok bisabisanya kita pernah terkungkung oleh masalah 'lama' tersebut. Talk less. mari kita renungkan kalam Ilahi. ditulis di negeri Skandinavia. breathe more.

Abdullah bin Mubarak pergi mencari tukang sepatu yang disebutkan malaikat dalam mimpinya.manusia ada segumpal daging yang disebut dengan qolbu. Si tukang sepatu menceritakan bahwa semenjak tiga puluh tiga tahun lalu dia mempunyai keinginan untuk melaksanakan ibadah haji. Sering terjadi di tengah masyarakat perbuatan atau tindakan yang begitu kejam. Malaikat pertama mengatakan bahwa alangkah banyaknya orang yang menunaikan ibadah haji pada tahun itu. setiap hari dia menabung dan setelah dihitung maka dirasa cukup untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun itu. Bagaimana bisa demikian? Karena Allah adalah Zat Yang Maha Baik. tindakan dan ucapan yang baik pula. Abdullah bin Mubarak bertanya. Ada suatu kisah yang terjadi pada seorang ulama terkenal Abdullah bin Mubarak. Malaikat kedua menanggapi bahwa amat disayangkan semua amal yang dilakukan jemaah ini tidaklah sempurna sehingga tidak bernilai di hadapan Allah. Abdullah bin Mubarak tertidur. Hanya saja. Karena itu. Dalam tidurnya dia bermimpi mendengarkan pembicaraan dua malaikat. Beberapa hari . Setelah bertemu dengan tukang sepatu tersebut. Begitu selesai melakukan ibadah haji. Qolbu yang akan memicu dan memdorong pemiliknya untuk mempunyai akhlak yang baik. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara agar kita dapat memiliki qolbu yang baik atau bagaimana cara membuat qolbu menjadi lebih baik? Jawabannya adalah. Qolbu yang selalu bersinar penuh cahaya kebaikan. Beruntunglah manusia yang memiliki qolbu yang baik. bertindak dan berbicara yang baik. Setelah selesai melakukan tawaf. Sebaliknya. Hanya manusia dengan qolbu yang baik yang akan memiliki akhlak yang baik. sadis dan bahkan tidak dapat dipahami dengan akal sehat. apa amalan yang telah dilakukan yang membuat Allah begitu menyukai dan menghargai amalan tersebut sehingga dapat menyempurnakan amalan dari ribuan jemaah haji waktu itu. Orang-orang yang memiliki qolbu yang baik maka akan disayang tidak hanya oleh manusia dan makhluk lainnya tetapi juga oleh Allah. Qolbu yang senantiasa membisikkan kepada pemiliknya untuk selalu berpikir. Apabila qolbu itu baik maka baiklah manusia yang memilikinya dan begitu juga sebaliknya apabila qolbu itu jelek maka jelek pulalah manusia yang memilikinya. Allah begitu mencintai hamba-hamba-Nya yang senantiasa berusaha untuk berbuat baik. karena amal yang dilakukan oleh seorang tukang sepatu maka Allah berkenan menerima amal semua jemaah haji tahun itu. jadikanlah qolbu itu kenal dan semakin kenal dengan Allah. sudah dapat dipastikan bahwa tingkah laku yang jelek dan tidak terpuji hanya akan dilakukan oleh manusia-manusia yang memiliki qolbu yang jelek pula. Allah amat menyayangi hambahamba-Nya yang memiliki qolbu yang baik. qolbu yang kenal dengan Allah maka akan selalu tersinari dengan cahaya Illahi. Ucapanucapan yang tidak bermakna dan bahkan sering melukai hati dan perasaan orang lain hanya akan terucap dari mulut manusia-manusia dengan qolbu yang tidak baik. Semakin kenal dan akrab dengan Allah maka qolbu akan semakin baik. Untuk itu. Ini bisa terjadi karena para pelakunya memiliki qolbu yang kejam dan sadis pula. Karena dengan qolbu yang baik maka akan menghasilkan pemikiran.

Inilah suatu kesadaran yang muncul dari qolbu yang baik bahwa kenikmatan yang telah dititipkan Allah ini tentunya harus didistribusikan juga bagi hamba-hamba-Nya yang lain. Suatu amalan yang terjadi tanpa mengharapkan balasan apapun. Qolbu yang kenal dengan Allah. Dia begitu yakin bahwa Allah Maha Lembut. Alangkah indahnya amalan yang dilakukan oleh hamba-hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. Qolbu yang disukai oleh Allah. Dia tidak mengharapkan pujian dan penghargaan bahkan balasan pahala sekalipun. Enschede 14 Pebruari 2003) . Dia hanya berusaha mengoptimalkan dan menyempurnakan akan kebaikan yang diberikan sebagai sarana untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah. Bahkan suatu amalan yang dengannya membuat banyak amalan lainnya diterima. Sebagai rasa syukur karena kita relatif lebih mudah untuk mendapatkan nikmat tersebut dibandingkan dengan sebagian saudara kita yang lain. Karena istrinya begitu menginginkan dan karena sayangnya melihat istri yang lagi hamil maka Abdullah menemui tetangganya untuk meminta sedikit dari masakan yang wangi tersebut. Lalu dia bergegas pulang mengambil semua tabungannya dan menyerahkan kepada tetangganya. Semoga kita dikaruniai memiliki qolbu yang demikian oleh Allah.sebelum berangkat.org) (Diilhami oleh ceramah K. Susanto pada pengajian Qolbun Salim IMEA. Dia yakin bahwa Allah menyukai orang-orang yang bersyukur. Dengan lembut dia berkata. Suatu amalan yang sangat disukai oleh Allah. Maha Bijak. Maha Menatap dan Maha Mengetahui. Si tetangga mengatakan bahwa demi Allah makanan ini tidak halal bagi keluarga Abdulllah karena yang dimasak adalah sisa bangkai binatang yang didapatkan. Rasulullah pernah mengatakan bahwa dalam keadaan darurat maka bangkai binatang dihalalkan untuk dimakan. inilah hajiku. Si tetangga terpaksa memasak bangkai binatang ini karena sudah berapa hari dia dan anaknya tidak makan." Itulah suatu amalan yang lahir dari seorang hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. Ternyata wangi masakan tersebut berasal dari rumah tetangga. Demi menghentikan tangis anaknya dan demi mempertahankan hidup maka dia terpaksa memasak bangkai yang didapat tadi. (Salman. Jadi. Sebaliknya jika Allah tidak suka maka dia berusaha sekuat tenaga menghentikan atau menjauhi perbuatan itu. Seseorang yang beramal dengan keikhlasan yang tinggi maka dia tidak dipusingkan dengan balasan yang akan diterima. Suatu amalan yang muncul hanya sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah yang begitu banyak yang telah dilimpahkan Allah kepada kita. Mengapa begitu tingginya penghargaan yang diberikan oleh Allah? Karena inilah suatu amalan yang lahir dengan dilandasi oleh keihlasan yang tinggi. termasuk pahala sekali pun.H. Ini bisa muncul jika didorong oleh qolbu yang baik. Mendengar cerita dari tetangganya ini Abdullah berlinang air matanya dan memohon ampun kepada Allah karena dia telah lalai memberikan perhatian kepada tetangganya. presiden@imeanet. Jika Allah suka maka dia dengan senang melakukan. amin. "silahkan ambil uang tabungan ini. barometer dari perbuatannya adalah apakah Allah suka atau tidak. istrinya yang sedang hamil menciumi wangi masakan. Karena itu.

terbaik menurut siapa? Allah Swt menganugerahi setiap manusia sebuah bonus yang bernama 'akal'. tentu naluri kemanusiaan kita akan memilih yang terbaik (best of the best). Bukan suatu kebetulan jika saya mengetengahkan makna cinta ini kok sepertinya berhubungan dengan hari 'valentine' yang sebentar lagi tiba. (Faathir:39) .Ketika kita didudukan dalam situasi untuk memilih. "Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi". namun juga termaktub cinta kepada suatu barang. Bagi saya. Bahkan ada seseorang yang sangat mencintai idola-nya. cinta itu bersifat universal yang berhak dimiliki dan dinikmati oleh setiap makhluk hidup di bumi Allah ini tanpa batas waktu dan jarak.Ketika Cinta Harus Memilih Publikasi 13/02/2003 12:01 WIB eramuslim . Cinta bukan hanya cinta antara pasangan suami istri (pasutri). maaf. mengapa saya katakan 'bonus' karena selain manusia. Lalu. Selain itu. sebagai manusia kita pun dianugerahi 'titel' khalifah (di bumi) oleh Allah Swt. atau cinta antara anak dan orang tua. Jangan berpikiran sempit dulu tentang cinta itu sendiri. bagaimana jika kita dihadapkan kepada suatu keharusan untuk memilih satu dari dua pilihan yang ada? Sudahkah kita memaknai bahwa pilihan tersebut adalah yang terbaik menurut Allah Swt untuk kita. bukankah ketika kita memutuskan menikahi pasangan kita adalah suatu pilihan yang pasti terbaik dari segala pilihan yang ada? Tapi tunggu dulu. dan buntutnya tentu masalah cinta. haruskah kita tinggalkan dan mencari pilihan lain? Bagaimana jika seandainya pilihan tersebut mutlak yang terakhir? Dan bagaimana jika seandainya pilihan tersebut adalah suatu keputusan yang justru berimplikasi terhadap masa depan kita? Bagaimana seandainya jika justru pilihan tersebut adalah ujian dari Allah Swt sebagai wujud dari kasih sayang-Nya terhadap kita? Banyak cerita di sekeliling kita yang dapat dijadikan bahan renungan tentang makna pilihan. Jujur saja saya sudah tidak ambil pusing dengan perayaan tersebut semenjak saya tahu bahwa perayaan hari valentine itu sangat jauh dari nilai islami. makhluk lain (hewan dan tumbuhan) tidak dianugerahi hal yang sama. berselingkuh dengan orang lain. Saya pun kerap bertanya kepada diri saya sendiri. entah itu seorang artis atau aktor film. Namun sayangnya hal tersebut dijadikan alasan oleh sang teman untuk membalas-dendam dengan. Suatu kali pernah seorang teman bercerita tentang kehidupan rumah tangganya yang bermasalah. misalnya buku dan lainnya. bukan sebaliknya. Lalu bagaimana jika justru ketika pilihan tersebut tidak ada yang memenuhi kriteria kita.

Bukan hanya tidak akan memecahkan masalah.. badai rintangan apapun yang menghadang. sudahkah dia memutuskan memilihnya dengan atas nama Allah? Suami selalu mengingatkan saya untuk tidak terlalu mencintainya kalau bukan karena Allah Swt. karena ketika suatu saat Allah memanggil suami. karena kesemua cinta yang ada sudah dibawanya pergi. Sudahkah kita termasuk ke dalam orang-orang yang berakal? Sudah pantaskah kita menjadi khafilah di bumi Allah ini? Marilah kita bersegera sujud memohon ampun kehadirat-Nya atas segala keterlenaan kita dan atas keterbiusan kita akan gemerlap duniawi yang sebenarnya tiada kekal. Akal pun dikorbankan atas nama nafsu semata. Keputusan sang teman untuk berselingkuh. tidak ada lagi cinta dan tempat bernaung yang tersisa. sebagian kita mungkin sedang asyik menyimak berita demonstrasi di sebuah liputan berita nasional di televisi. Bangun di waktu subuh ketika adzan berkumandang adalah satu pilihan terberat bagi sebagian orang yang lemah iman.Kembali kepada cerita seorang teman di atas.. (Rosanti K Adnan/yose@ratelindo." (Al-Baqarah:269) Lalu. Mematikan televisi dan langsung berwudhu atau mentolerir diri kita dengan 'pembenaran'. Tidak hiraukan seruan dari surau. salahkah dia dengan pilihan hatinya? Salahkah dia ketika meresa kecewa karena pilihannya ternyata jauh dari apa yang dia impikan? Atau ketika dia diberikan pilihan.co. dan terus menonton. Dan pilihan kembali disorongkan kepada diri kita. Saya teringat ketika adzan maghrib berkumandang.. cinta kepada liputan berita daripada mendirikan sholat maghrib dan cinta kepada kehangatan selimut kita daripada bergegas ke surau adalah suatu pilihan yang diberikan Allah Swt bagi kaum yang berakal.id) Khutbah Idul Adha: Selamatkan Bangsa dan Negara dari Kehancuran Total . Kembali akal pun kita korbankan atas nama 'tinggal lima menit' ketika kita diberikan suatu pilihan di hadapan kita.. bahkan akan menambah masalah baru. kita masih dapat berlindung di bawah kasih sayang-Nya karena hanya Allah Swt yang mampu memberikan kesempurnaan perlindungan. ash shalatu khairun minan naum. **** Cinta kepada orang lain melebihi cinta kepada suami. tokh beritanya tinggal lima menit. ketika ketika kita mencintainya atas nama Allah. "Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).. Namun. jelas meletakkan nafsu di atas akal. cinta manakah yang akan Anda pilih? Wallaahu'alam bishshowab. Ketika orang lain sudah melangkah menuju surau/masjid di sisi lain kita mungkin masih enggan beranjak dari dalam selimut.

. maupun gelar dan status sosial. Kepemimpinan adalah suatu amanat yang sangat menentukan dalam kehidupan. Seorang pemimpin hendaknya lahir setelah melalui proses ujian dan seleksi tarbawi secara ketat. Ma'asyiral muslimin Rahimakumullah Apa yang dinyatakan oleh Rasulullah saw. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku jadikan kamu sebagai pemimpin. 1. negeri kita ini sudah tidak punya apa-apa. Peristiwa wujudnya sosok pemimpin dunia pertama yang patut menjadi teladan sepanjang masa.Publikasi 10/02/2003 10:34 WIB Allahu Akbar 3 x Allahu Akbar Wa Lillahilhamd. Rasulullah Saw. Hari ini ummat Islam berkumpul untuk memperingati peristiwa bersejarah. darah. Jangankan membayar pokoknya. siapapun dia kendatipun keturunan nabi Ibrahim sekalipun. Secara ekonomi. yang kemudian mencetaknya menjadi pribadi yang sangat kuat terutama dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Allah." (QS. maka setiap orang termasuk bayi yang lahir detik ini terbebani utang tidak kurang dari 10 juta Rupiah. sudah mencapai lebih dari Rp. yang disebut sebagai abul anbiya yang kisahnya banyak diabadikan dalam Al-Qur'an. "Bagaiamana menyia-nyiakan amanat itu?" Rasulullah bersabda: "Jika diberikan amanat itu kepada yang bukan ahlinya. bahwa pemimpin itu tidak sembarangan." (HR. berada di ambang kehancuran. tidak boleh kepemimpinan diberikan kepadanya. bersabda: "Jika amanat itu disia-siakan. maka tunggulah saatnya kehancuran. Seorang sahabat bertanya. untuk sekedar membayar bunga (riba)nya saja sudah tidak mampu. Kini pemerintah tidak mampu lagi membayarnya. itu benar-benar kini kita rasakan bersama. berfirman: "Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji oleh Tuhanya dan ia bisa menuanaikannya dengan sempurna. seperti sosok nabi Ibrahim. maka tunggulah saatnya kehancuran. Jika utang itu dibebankan kepada setiap jiwa dari penduduk Indonesia. dialah Nabi Ibrahim as. Bayangkan utang luar negeri kita. Ma'asyiral Muslimin jama'ah shalat iedul adlha rahimakumullah. dan bukan pula karena atas dasar keturunan. Akibatnya kini negeri kita benar-benar bangkrut. Maka kalau seorang itu dhalim. Semenjak merdeka tahun 1945 hingga hari ini kita telah salah dalam memberikan amanat kepemimpinan ini sehingga kita dipimpin oleh orang-orang dhalim yang jauh sekali dari sifat dan keteladanan yang diberikan oleh nabi Ibrahim." Ibrahim berkata: "Dan dari anak turunku (ya Allah)? Allah berfirman: "Janji-Ku (tentang kepemimpinan) tidak berlaku atas orang-orang yang dhalim. Pemimpin itu. Bukhari) Allahu Akbar 3x Walillahilhamd.500 trilyun. 2: 124) Ayat ini menunjukkan bagaimana proses lahirnya seorang pemimpin yang tepat. Allah Swt.

takut. Takut tak diberi utang. apalagi terhadap barangbarang industri. ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah. Maka lewat jalur ekonomi. gula. Takut tak diberi bantuan. Kenapa Indonesia -.. Takut. Takut investor asing akan lari. Barat selalu berusaha menjadikan negara-negara timur khususnya Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar agar sepenuhnya bergantung kepada Barat. betapa kemerosotan moral yang melanda bangsa ini sudah semakin parahnya. buah-buahan impor. dan takut. sedangkan untuk melindungi kedaulatan negara dari intervensi asing saja sudah sulit dilakukan. Jika itu yang terjadi sama saja kita bangsa Indonesia menjadi tamu bahkan pengemis di negaranya sendiri. Itulah kenyataan yang dihadapi. Tanpa utang luar negeri. omset Narkoba setiap harinya mencapai 2 milyar.. apa arti kemerdekaan itu? Inilah bila suatu negara itu diurus oleh penguasa-penguasa yang bodoh. sekali lagi dari utang. Industri-industri setrategis yang melayani hajat hidup orang banyak sekalipun terpaksa harus dijual dengan harga yang sangat rendah. Tak masuk akal. fasiq dan dholim. Mulai dari beras. Takut dikucilkan. justru omset Narkoba meningkat drastis. kita rakyat indonesia mau makan apa?! Allahu . 3x walillahilhamd. Dari mana sumbernya untuk membayar pegawai negeri? Dari mana sumbernya operasional departemen-departemen? Sebagian terbesar diambilkan dari utang. Terhadap bahanbahan pangan saja kita sudah tergantung dengan luar negeri. gula impor. Strategi ini nampaknya sudah berhasil dengan menjadikan Indonesiua misalnya sepenuhnya bergantung pada utang luar negeri. Bapak-bapak. Menurut catatan. sampai jarum jahit semua adalah impor. Beras harus impor.Pantas jika kemudian negara harus menjual aset-asetnya dengan harga yang amat murah. Padahal kita sudah merdeka 57 tahun. jangankan melakukan politik luar negeri yang bebas dan aktif. dalam situasi ekonomi seret sepert ini. daging impor. kedelai sampai buah-buahan didatangkan dari luar negeri. lalu negara-negara pengekspor beras menghentikan pasokannya. kedelai impor. Jika dihitung sebulan berarti 60 milyar. sungguh sangat meperihatinkan.. Jika dikalikan . Kebutuhan pokok rakyat saja mulai bergantung pada pasokan luar negeri. Dalam waktu yang tidak lama lagi mungkin semua perusahaan besar menjadi milik luar negeri. Mana produk dalam negeri kita saat ini? Mobil. Di sisi lain. Bayangkan. rupiah menjadi semakin tidak berharga dan barang-barang itu semakin melangit jauh di atas kepala. Kita bertanya-tanya. motor. Indonesia hari ini betul-betul sudah sangat bergantung kepada luar negeri.misalnhya-. mengutuk agresi AS ke Afganistan dan kini ke Irak bahkan ikut-ikutan dalam kampanye anti terorisme ala Amerika dan terbelenggu mengikuti apa saja kemauan AS dalam soal ini meskipun harus menggadaikan bangsa sendiri? Tak lain karena negara ini sudah tergadai..tidak bisa bersikap tegas. bila misalnya karena suatu hal. Indonesia tidak bisa membangun. yang tidak seharusnya suatu urusan diserahkan kepada mereka. tanpa utang luar negeri roda pemerintahan juga macet. Maka wajar bila. Dalam keadaan seperti ini. Mereka tidak tahu dan masa bodoh bahwa sebenarnya penjajah Barat tidak pernah rela negara-negara timur itu merdeka pasca era Imperiaslisme.

sebab dari pergaulan itulah bermula segala perilaku menyimpang. termasuk anak-anak di bawah umur. Belum lagi di tempat-tempat rental (penyewaan). Mereka lemah fisik. Siapapun boleh membeli atau menyewa. Allahu Akbar … 3x walillahilhamd. sibuk dengan pembagian rezeki. Sibuk dengan rebutan jabatan dan kursi. radio. Jika sudah sampai pada taraf ini. suatu angka yang fantastis. Apalagi jika diingat bahwa rehabilitasi terhadap pecandu narkotika sangat sulit dan jarang sekali yang bisa sampai tuntas. maka segala perilaku menyimpang. Pertanyaannya sekarang. Jika anak sudah mulai merokok.setahun berarti 720 milyar. Kebebasan berpendapat dan berekspresi tidak boleh sampai merusak moral dan akhlaq bangsa. tetapi mereka tidak berbuat apa-apa. Dengan sangat mudah dan murah VCD porno bisa didapat karena dijual bebas di emper-emper toko di pinggir jalan. Survei telah membuktikan bahwa merokok merupakan pintu pembuka pengguna narkoba. Selain narkoba. Mengkonsumsi Narkoba sama halnya dengan membangun lubang kematian diri sendiri. Norma kesopanan dan norma agama dilanggar begitu saja. Belum lagi media bacaan. membunuh masa depannya. dan seterusnya nyandu. generasi masa depan ini dirusak moralnya oleh produk-produk elektronik seperti TV. jangan sampai membiarkan anak-anaknya bebas memilih pergaulan. Tapi tak habis pikir. Bapak-bapak. Sungguh sangat mengerikan. Kapling otaknya hanya dipenuhi hasrat untuk memanfaatkan kedudukannya saat ini dan bagaimana mempertahankannya . Inilah yang kita sesalkan. Dengan uang sebanyak itu sudah banyak kiranya anak-anak putus sekolah yang dapat dibantu. ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah. yang kita pilih untuk membawa bangsa dan negara ini keluar dari krisis ternyata hanya sibuk mengurus dirinya sendiri. Membiarkan anak kecanduan narkoba sama halnya dengan membunuh anak kita sendiri. Adegan-adegan yang memancing nafsu birahi lolos begitu saja tanpa sensor. kita tidak rela. podan pornoaksi juga marak di mana-mana. kemudian minum. Keadaan gawat dan genting ini bukannya menyadarkan kita untuk bersikap prihatin. bagaimana uang sebesar itu digunakan untuk menggali kuburan sendiri. termasuk nyandu narkoba. Tak ada yang bisa diharapkan dari mereka. lemah pikiran dan lemah mental. apakah kita relakan anak-anak. Orang tua harus tahu dengan siapa anak-anaknya bergaul di luar rumah. segera ditegur dan dihentikan. TV dan radio. Bapak-bapak kita yang di atas. kemudian ganja. mereka menyiapkan CD porno secara terang-terangan. Dengan alasan apapun kita harus selamatkan bangsa dan negara ini dari degradasi moral. Pemerintah dan aparat keamanan bukannya tidak mengerti masalah ini. Menjadi orang tua sekarang harus waspada. Mulanya sekedar merokok. para pengungsi dan korban bencana dapat ditolong. Tayangan film dan iklan sekarang sudah banyak yang di luar adat ketimuran. VCD porno dan lain-lain? Tidak. termasuk seks bebas akan terjadi pada mereka.

Saat ini kita sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang memenuhi syarat. Kami takut akan azab-Mu kerena azab-Mu pasti menimpa kaum fasiq. dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan. ada yang buta hati. masih ada yang memenuhi kreteria tadi. semua mereka akan dipilih secara langsung. hanya kepada-Mu kami sholat dan sujud. maka kamu melupakannya. maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. Kita tetap optimis bahwa di antara ribuan pemimpin dan calon pemimpin. Kita harus mentas dari kerusakan moral. ada yang hanya mengeruk harta dan kekayaan. kemiskinan. yang memeras dan menindas rakyat. kemudian mengambil langkahlangkah strategis untuk berbenah diri. Kita harus keluar dari krisis. Dalam keadaan negara yang sudah berada di ujung tanduk ini. Kita bangun negeri ini bersama pemimpin yang adil. mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta. Mereka berfoya-foya tidak peduli dengan penderitaan rakyat. Oleh karena itu. jujur dan berakhlaqul karimah. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami. berpengetahuan. kedua orang tua dan saudara-saudara kami kaum muslimin semua. Ya Allah hanya kepada-Mu kami mengabdi. amanah. mungkin juga dipilih langsung. telah datang kepadamu ayat-ayat Kami. Berkatalah ia: "Ya Tuhanku. Ada pemimpin yang hidupnya diwarnai dengan syahwat dan birahi. Sudah terlalu lama bangsa ini dipimpin oleh para penguasa yang culas. Kita harus mempunyai visi yang sama dalam membangun negeri ini kembali. Jangan asal memilih orang. Hendaknya kita sadar bahwa sudah berulang kali kita salah pilih dan tertipu oleh pemimpin-pemimpin yang culas." Semoga kita tidak termasuk orang yang berpaling dari peringatan dan ajaran Allah Swt. kecuali satu dua orang diantara mereka berhati nurani. semestinya seluruh komponen bagsa sadar dan melakukan instropeksi. yang amanah. jujur dan berakhlaq. Kebangkrutan bangsa ini adalah akibat ulah mereka. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. . Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. apalagi dalam pemilu yang akan datang. dan keterbelakangan. kebodohan.pada pemilu 2004 nanti. sebagaimana yang tersebut dalam Surat Toha ayat 124-126: "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku. dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. hanya kepada-Mu kami menuju dan tunduk. nurani dan sebagainya. padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah. Dan akhirnya marilah kita renungkan firman Allah Swt. baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup. anggota DPR dan DPRD dipilih secara langsung. menyusul kemudian gubernur dan bupati. mulai saat ini kita harus cerdas dalam memilih pemimpin.

. Ya Allah jangan biarkan mereka (orang-orang kafir) berbuat semena-mena terhadap kami. . yang lebih takut dosa dari pada hilangnya pangkat atau harta. di Kosovo. keluarga kami. Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan duduk dan jagalah kami dengan Islam dalam keadaan tidur. di Ambon. Jangan jayakan orang-orang kafir atas kami. Ya Allah selamatkanlah kami. Allah tolonglah saudara-saudara kami yang sedang didholimi di negeri ini. tak henti menyebut kami dalam akhir hayatnya: ummati. dan cerai-beraikanlah barisan kaum kuffar. pertemukanlah pada jalan keta'atan kepada-Mu. pemimpin bagai para kholifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan. Ya Allah lepaskanlah dan jauhkanlah dari kami penguasa-penguasa yang dholim. di Palestina. di Irak dan di tempat-tempat lain dari bumi-Mu.. penindas dan fasiq. munafikin dan musyrikin. pasukan ahzab angkara murka… Ya Allah Yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya Ya. Ya Allah padukanlah jiwa-jiwa ini sebagai pasukan yang berjihad dan berjuang di jalan-Mu. fitnah dan dosa yang membinasakan. Yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari makar kafir Quraisy. munafik pengkhianat. di Chechnya.. yang menjadikan Kitab-Mu sebagai landasan kepemimpinannya. anak-anak kami. Yang menyelamatkan Isa dari salib kaum durjana. Ya Allah kumpulkanlah hati-hati kami di atas dasar kecintaan kepada-Mu. Anugerahkan kepada kami pemimpin yang beriman dan bertaqwa. Yang menyelamatkan Ibrahim dari kobaran api menyala. jalan yang Engkau ridhoi. negeri kami dan ummat kami dari badai krisis. Ya Allah hancurkan pasukan Amerika dan Israil yang telah berbuat angkara murka. makar dan kedholiman kaum kafir. di Afghanistan. yang membawa kami ke jalan yang benar. membunuhi hamba-hamba-Mu dan berbuat kerusakan di alam semesta. rumah-rumahMu dan anak keluarga kami. dan tetapkankan hati kami atas agama-Mu. ummatku. Ya Allah satukanlah barisan kaum muslimin. satukanlah di jalan dakwah-Mu dan ikatlah di atas janji setia demi membela syari'at-Mu. lilitan utang. ummatku. ummati. Maluku. Yahudi pendusta. Ya Allah berikan kepada kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malam-nya. Ya Allah janganlah Engkau goyangkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk.Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan berdiri. Ya Allah lindungilah kami dari tipu daya. yang mau menerapkan syariat-Mu. Ya Allah Yang menyelamatkan Nuh dari taufan badai dan banjir yang menenggelamkan dunia. Aceh. yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera. Yang menyelamatkan Yunus dari gelapnya perut ikan.

setiap manusia sebenarnya tak bisa membantah hal ini. pertama. kaitannya dengan kemutlakan kedua inilah sedianya setiap kita .Ya Allah anugerahkan kepada kami husnul khatimah Ya Allah limpahkanlah rahmat. ampunan dan hidayah-Mu kepada kami semuanya. Aamiin aamiin ra Rabbal ‘alamiin. keterlibatan maupun partisipasi manusia lain dalam setiap kesuksesan. Dan bisa jadi ada yang bertanya.Nicodemus (32) dan Abdul Rohim (23). Bukan hanya dalam hitungan jam yang tidak pernah lebih dari menjadi 25 jam perhari. jadikanlah amal terbaik kami sebagai pamungkasnya. Anda pasti tak mengenalnya. koq saya nggak pernah tahu”. Tidak ada satu makhluk pun yang akan hidup kekal.com Terima Kasih! Publikasi 06/02/2003 09:46 WIB eramuslim . Jatuh dari lantai 13 dan terhempas di lantai 5 bersama dengan benda seberat 2 ton di gedung tersebut. itu yang namanya Nico dan Rohim”. waktu yang dimiliki manusia itu terbatas. sebelum media-media massa hari ini memberitakan jatuhnya Gondola seberat 2 ton yang membawa dua lelaki naas itu saat sedang melakukan aktifitas rutinnya membersihkan kaca Gedung Bank Indonesia (BI). Mungkin diantara mereka ada yang berkata: “Ya Allah. manusia yang satu tidak akan pernah bisa hidup tanpa manusia yang lain.. meski dalam waktu sepekan bisa dipastikan sudah hilang oleh derasnya arus informasi di kota sebesar Jakarta ini. “Yang mana sih. dan jadikan usia terbaik kami sebagai akhir ajal kami. Muhammad Syamlan Sekum MUI Propinsi Bengkulu E-mail: syamlan2001@plasa.. Nah. jelas membuat keluarga Nicodemus dan Rohim menangis kehilangan orang yang dicintainya. Bahwa waktu yang kita miliki itu terbatas itu suatu kemutlakan yang tidak bisa dibantah. Dan kedua. Ada dua hal mutlak yang ada pada diri manusia. tetapi lebih jauh dari itu. keberhasilan dan kemenangan yang diraihnya. kasihan sekali” atau “oooh. bahkan bisa jadi sebagian besar pegawai BI pun tak pernah mengenalnya meski hampir setiap hari mereka hadir dan melakukan sesuatu untuk (gedung) mereka. Setelah kejadian naas tersebut. Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari suul khatimah…. Seperti saya. namun terkadang tidak sedikit yang menafikan keberadaan. Kemutlakan kedua. seolah dua nama tersebut dikenal orang. seperti juga Anda tak pernah mengenal dua lelaki itu. setiap manusia semestinya menyadari batas waktu yang diberikan oleh Allah. Saya. seperti halnya bumi tempat kita berpijak ini pun akan hancur pada masa akhir nanti.Ya Allah jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari pertemuankami dengan-Mu. prestasi.

para office boy. bisa juga sangat berarti –kalau kita mau merenungkannya. Bahkan ada yang cukup sarkas menganggap bahwa sudah nasib mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. pakaian yang bagus dan mobil mentereng. Nico dan Rohim. pembantu rumah tangga kita. Tapi sayang. apakah kita pernah menghargai kerja mereka? Bahkan sekedar mengucapkan terima kasih. Tak pernah terbersit dalam benak para pembantu kita akan menjadi majikan yang kerap dilayani. mereka mungkin tak pernah berharap tips. Ketinggian jabatan.telah teringankan sebagian besar beban hidup ini dengan adanya manusia yang lain. Mereka tak pernah iri dengan kenaikan gaji atau pangkat kita. tak pernah bermimpi suatu saat tak lagi menghidangkan teh atau kopi panas karena mereka sangat sadar betapa berbedanya mereka dengan kita. kita tak pernah menyapa mereka dengan kasih sayang. apa sih pekaranganku? ada apa di . My back yard– pekaranganku. sopir bus ataupun sopir pribadi. Bayangkan jika tidak ada orang seperti mereka yang mau menanggung resiko terjatuh dari lantai 13. cukup membuat mereka tersanjung dan merasa diri sebagai manusia yang utuh. Kedengarannya memang tidak terlalu berarti. Mungkin kita bisa berkilah. Not in My back yard – bukan di pekaranganku. selain juga mereka yang membutuhkan pekerjaan itu. Tapi. jangan kaget jika hanya karena ucapan ringan itu kualitas pelayanan dan pengabdian mereka kepada kita akan lebih meningkat. karena telah membayar keringat mereka.menyadari status manusia sebagai makhluk sosial yang –setidaknya. terbangun lebih awal dan tidur paling akhir. Bahkan sampai orang-orang ‘kecil’ yang telah banyak membantu kita itu telah menemui kemutlakan pertama. Seperti Nico dan Rohim yang setiap hari membantu orang lain menjadikan pemandangan keluar melalui jendela kantor Bank Indonesia tidak nampak kusam. Not in My Back Yard Kata-kata itu saya dapatkan saat saya mendengarkan salah satu talk show pagi hari. juga status sebagai majikan. tukang sampah yang mengangkut sampah dari rumah. Sungguh. Tapi. bukan alasan untuk tak sekedar mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa mereka. ucapan terima kasih yang tulus kita alamatkan kepada mereka atas setiap pelayanannya. dengan kata lain “menjaga pekaranganku”. Begitu juga dengan para office boy yang sudah menyiapkan teh atau kopi panas di meja kerja bahkan sebelum sempat kita duduk. Masih ingatkah kita terhadap pembantu rumah tangga yang pernah sekian tahun mengabdi? Dimana mereka sekarang? Masih hidupkah mereka? (Bayu Gautama) Not In My Back Yard Publikasi 05/02/2003 08:15 WIB eramuslim. Bagaimana dengan para pembantu rumah tangga yang setiap hari melayani kebutuhan Anda dan keluarga. Dan buat kita. imbalan atau bonus lain dari apa yang sudah menjadi hak mereka. sebagian kita memang egois dan tak tahu rasa bersyukur. sebagian dari kita ternyata sudah membuktikan.

jadi apapun bisa kita lakukan di situ. Allahu Rabbii. apakah juga mengganggu orang lain? Cepat-cepat saya pulang dan memeriksa selokan di depan rumah. “Sering kali aku berkata. Astaghfirullah. saya ingin sekali membersihkan selokan itu mengingat musim hujan segera datang. Tapi.pekaranganku? apa hak dan kewajibanku atas pekaranganku. tapi selokan itu bukan di lingkungan rumah saya. “Apa aku sudah melakukan itu yaa?” pikirku. That’s it. bahwa sesungguhnya ini hanya titipan. Terlihatlah oleh saya. sebidang tanah yang kita tinggali setiap hari. di lingkungan pekarangan saya. Kondisi selokan itu benar-benar sangat memprihatinkan. renungan saya terhenti. ternyata ‘tubuh dan jiwa kita’ bukan milik kita. beberapa inchi lagi airnya meluber ke jalan. bahwa hartaku hanya titipan Nya. Tiba-tiba brakk!! Saya menabrak kursi rusak yang dibuang di selokan. Pekarangan kita –agak luas lagi. Kehidupan keluarga kita berdenyut tiap hari di situ. untuk itu diwajibkan atas kita untuk melakukan dua fungsi utama. bagaimana aku memanfaatkanya? Mengapa sih harus dijaga? dan lain-lain. jangankan pekarangan dan rumah. untuk apa semua ini Kau titipkan pada kami. tetapi. Bisa-bisa malah menimbulkan salah persepsi bagi yang tinggal di sekelilingnya. Kedengarannya NIMBY memang sepertinya ‘egois’. sering kita merasa tak yakin. apakah kami mampu mengemban amanah ini? Astaghfirullah. sebagai ‘abdun’ (hamba Allah) dan Khalifah fil ardh (khalifah di bumi). padahal sekelilingnya penuh dengan rumah-rumah yang bagus. bahwa rumahku hanya titipan Nya. bahwa putraku hanya titipan Nya. pekarangan kita bukan milik kita. Tapi. Selintas saya merenungi “my back yard” sambil mengayun kaki menikmati pagi. namun milik Sang Pencipta. Dan kita telah berjanji bahwa sesungguhnya hidup dan mati ini untuk-Nya. ‘not in my back yard (NIMBY)’ – bukan di pekaranganku!! Tiba-tiba saja kata-kata itu lebih berarti. kita semestinya memperlakukan dan mempergunakan segala yang di’amanah’kan kepada kita berdasarkan tatanan dan aturan Allah. mengapa aku tak pernah bertanya. mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku? Dan kalau bukan milikku. Milik kita. dan kurang mampu memahami bahwa Allah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya dan well-equipped. tapi kembali kalau kita mau mengembangkan maknanya. selokan macet penuh air dan sampah. Ya Tuhan. apa iya ‘benar-benar’ milik kita? Lantas teringat saya baitbait puisi renungan dari Rendra. ketika orang memuji milikku. apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?” Ternyata. Astaghfirullah.tempat tinggal kita. Hal tersebut bisa menjadi langkah awal kita untuk . bahwa mobilku hanya titipan Nya. Spontan saya ingat selokan depan rumah saya.

privatisasi asset-asset negara. selama malaikat pesuruh Allah belum meniupkan sangkakala pertanda hari akhir.melakukan perubahan.com) Menjembatani Langit dan Bumi Publikasi 03/02/2003 08:54 WIB eramuslim . korupsi tak lagi trendy. bukankah masih ada harapan kesenyawaan itu tercipta ketika hati dan pikiran orang-orang yang dilangit menjemput yang di bumi? Jika terlalu berat bagi yang dibumi untuk menghusung hati ke atas. masyarakat kita. Semakin menegaskan jarak antara pemerintah dengan rakyat yang jelas-jelas menolak semua kebijakan tersebut. pemerintah mempunyai pola pikirnya sendiri. Insya Allah. setidaknya mau menjaga dirinya. atas kepentingan dan kemaslahatan orang banyak. . (Sitta Izza Rosdaniah/sitta@rocketmail. Ya Allah. Amien. kemiskinan bukan tak dapat teratasi. lingkungannya dari halhal yang merugikan dan hal yang terlarang. sudah pasti akan muncul berbagai praktek kekerasan yang timbul akibat tumbuhnya benih-benih perlawanan. Memaksakan pola pikir yang satu terhadap yang lain tentulah hanya akan melahirkan konflik. Yang pada kenyataannya. Namun jika secara fisik keduanya tidak bisa bertemu. Kebijakan pemerintah dan harapan rakyat ibarat langit dan bumi. menaikkan harga-harga BBM. keluarganya. keluarga kita. berilah kekuatan dan petunjuk pada kami untuk menjaga amanah-Mu dan mewujudkan Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghaffur. semua kebijakan pemerintah itu tak satupun yang didasari atas kepentingan jangka panjang. negara kita dapat terjaga dari sengsaranya musibah. banjir tak akan mengancam. diri kita. Bumi Allah akan terjaga. Itulah salah satu kunci keberhasilan suatu kepemimpinan yang paling mendasar. yang kemudian Insya Allah seluruh daerah di negara tercinta ini terjaga. melainkan kepentingan sesaat yang semakin memburukkan keadaan rakyat sudah terperosok selama sekian tahun sejak krisis ekonomi melanda negeri ini. Mulai dari hal-hal yang kecil-menjaga selokan agar bersih. melebar menjadi satu RT. Selanjutnya. bukankah lebih ringan bagi yang berada diatas untuk turun? Penguasa yang cerdas selalu peduli terhadap pola pikir rakyat yang diperintahnya. Jika setiap orang melakukan gerakan NIMBY. Rakyat berpikir. Telepon yang menyebabkan kenaikan di berbagai sektor lainnya. Saat ini. tidak akan pernah langit menyatu dengan bumi. membahana menjadi satu daerah. meluas menjadi satu kampung. ketidaksukaan dan perbedaan. tentunya ke arah yang lebih baik. Insya Allah. Tarif Dasar Listik (TDL).Kebijakan-kebijakan pemerintah yang melakukan divestasi Indosat. narkoba tak mampu menjamah.sampai hal-hal yang paling besar. Dari lingkungan yang kecil -keluarga. menjaga hati dan keimanan kita agar tetap bersih sehingga dapat menjaga ‘amanah’ Allah. sementara masyarakat juga memiliki pola pikirnya sendiri.

bahwa kejatuhan yang pernah dialami oleh hampir semua pemimpin adalah saat langkahnya tak lagi seiring dengan orang-orang yang dipimpinnya. menggandeng yang lemah dan bahkan mengutamakan kepentingan rakyat diatas semua kepentingan diri dan keluarganya. ada kesenjangan hubungan. Anak-anak dalam Kepompong Jalanan Publikasi 31/01/2003 08:55 WIB . Sekali lagi. Segala pikiran dan angan-angan kita dulu itu kita tujukan kepada kepentingan rakyat. mengangkat yang jatuh. Teori manapun yang pernah kita pelajari berkenaan dengan perubahan mengajarkan. perlu kesatuan yang utuh antara orang-orang berpendidikan. Jika pemimpin-pemimpin di negeri ini masih menjadikan Allah sebagai sesembahan mereka. masih percaya adanya malaikat-malaikat yang senantiasa hadir bersamanya. dalam satu tujuan selayaknya orang-orang terdahulu di negeri ini melakukannya saat merumuskan bentuk dan kelahiran bangsa. mendiang Presiden Pertama RI. Tujuan pergerakan kita dulu itu adalah satu masyarakat adil dan makmur bagi rakyat. Begitu juga dengan para malaikat (makhluk langit lainnya) yang penuh kearifan menghampiri anak-anak Adam dan melaporkan kepada Tuhan setiap aduan. dan menempatkan Rasul sebagai teladan hidup. ketika bahu membahu membidani perjuangan memerdekakan negeri bernama Indonesia ini. sesungguhnya merupakan potret awal keruntuhan. semestinya mereka mau turun ke bumi. awalnya hanya sekedar ‘pemaksaan’ pola pikir pemerintah yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyatnya.” Kalaulah Allah begitu teramat sering menjumpai hamba-hamba-Nya di bumi. Kalaulah para Nabi dan Rasul Allah memberikan teladan bagaimana menyentuh hati rakyat.Maraknya aksi-aksi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat akhir-akhir ini. Pemaksaan yang dilanjutkan dengan sikap tegas dan represif kekuatan kekuasaan terhadap siapapun yang tidak sejalan. Semestinya setiap penguasa belajar dari sejarah. Soekarno sangat menyadari artinya rakyat bagi sebuah bangsa. dengan anggota masyarakat dari bangsa itu sendiri (Ali Syari’ati). pemahaman yang teramat mendalam dari Soekarno itu tercermin dari pidatonya pada tahun 1957: “Dulu itu kita semua adalah ‘rakyati’. keluhan atau bahkan jeritan ketidakberdayaan manusia menjalani hidup. dulu itu kita semua adalah ‘volks’. untuk sementara langit memang takkan pernah menjumpai langit. tidak akan pernah suatu perubahan (progresif) tercipta tanpa adanya kesatuan antara orang-orang yang di depan dengan mereka yang memberikan kepercayaan penuh kepada yang di depan. Begitu juga dengan negeri ini. tapi sejauh apapun jarak itu bukankah tetap bisa tersatukan ketika hati dan pikiran keduanya duduk menyatu dalam satu kepentingan. melihat langsung dari dekat setiap bulir air mata ummat yang menetes di sepanjang malam. Masalahnya kemudian. Membangun sebuah peradaban baru. intelektual yang dipercaya sebagai pemimpin suatu bangsa. Api pergerakan kita dulu itu kita ambil dari dapur apinya rakyat. tidak adanya kontak dari hati ke hati antara langit dan bumi.

Bocah usia enam tahunan tersebut bermata bening. Di setiap halte dan beberapa emperan perkantoran. Tanpa payung. mengelap kaca mobil. Usai satu lagu. bermandikan hujan! Mereka adalah bocah-bocah yang baru berumur 10 tahun ke bawah. menjual Koran. Setiap saat anak-anak tersebut mengacungkan payung kepada mereka yang baru turun dari bus atau mobil. Nampaknya tidak banyak keping yang berhasil ia kumpulkan. ditemani makanan dan minuman hangat. lebih dari cukup untuk melindungi tubuhnya. dengan penampilan yang lusuh dan kotor. saya naik bus kota. Sebuah dunia orang dewasa yang terlalu cepat mereka masuki. Dengan krecekan dari tutup botol dan suara cadelnya yang cempreng.eramuslim . berdasi maupun blazer melintasi jalan dengan pemandangan khas. Mereka masih terlalu muda. Namun payung tersebut tidak terkembang. jalanan basah. tampak anak-anak yang mengemis. ketika siang di Jakarta bermandikan cahaya matahari yang bersinar terik. Dengan kaos oblong yang sudah tidak jelas warnanya.yang telah melesatkan anak panah tersebut? "Engkaulah busur dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur." kata . keramaian pasar tradisional melahirkan suara hiruk-pikuk yang khas. Kemudian dengan lincah tubuh mungil tersebut menerobos pintu dan meloncat dari bus yang masih berjalan pelan tertahan macet jalanan. tangan kurus tersebut mengulurkan bungkus plastik bekas permen yang kosong. siapa bocah malang tersebut? Di pagi hari di mana anak-anak lain berangkat sekolah menenteng tas dan bekal. Bukan lagi dunia anak-anak yang diwarnai gelak tawa dan bermain. menjual makanan. Di manakah ayah-bunda mereka berada? Beberapa hari lalu. lengket di tubuh karena air hujan. tubuh mereka menggigil kedinginan dengan perut yang keroncongan. ia menyanyi. Di manakah ayah-bunda mereka? Bagian lain Jakarta.Jakarta diguyur hujan. Di sela kesibukan berbelanja. tampak tubuh-tubuh kecil dengan baju yang basah kuyup. Satu demi satu lelaki maupun perempuan yang berjas. Melainkan sebuah aktivitas untuk mencari sesuap nasi. Mengharapkan kepingan logam dari penumpang yang entah mendengarkan atau tidak. Bus penuh sesak. Ketika sebagian yang lain tinggal di rumah bergelung selimut tebal. mereka hanya menenteng sebuah payung besar. Di mana busur -meminjam perumpamaan Khalil Gibran-. Suasana pagi kelam diwarnai macet jalanan oleh orang-orang yang berangkat kerja. anak-anak usia belasan tahun mengulurkan tangan menawarkan jasa membawa belanjaan! Masih di bagian lain Jakarta. Begitu mudah tertangkap mata pemandangan seperti itu di sebuah ibukota negeri bernama Jakarta. menyemir. sementara di sisinya atau di belakang si bocah mengikuti. Sebuah tanya terlintas. tapi kekerasan hidup telah menempa mereka menjadi pribadi yang lain. Mereka menapakkan kaki hati-hati seakan takut air yang kotor menodai pakaian mereka yang bersih dan licin di bawah payung lebar. Di antara deru bus dan himpitan penumpang tampak seorang bocah yang berusaha menyalip tubuh-tubuh besar di sekitarnya. Padahal di tangannya yang kurus terpegang sebuah payung besar.

melindungi anak-anak zaman. melindungi anak-anak kita. Semestinya ada tangan-tangan yang terulur untuk membantu mereka." demikian penggal puisi tentang anak yang ditulisnya. hanya kerasnya hidup orang dewasa yang akan mereka rasakan. Bila ternyata panah itu meleset dari sasaran. Semoga saya dan Anda tidak termasuk mereka yang dimaksudkan QS. Sebuah keluarga dengan ayah-bunda yang penuh kehangatan dan rezeki yang cukup. Dan tiada seorang pun dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. bahwa anaknya akan beroleh ilmu . Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal" (QS. tentu mereka merindukan busur yang mantap yang akan mengantar mereka pada sasaran yang tepat dalam ukuran kemanusiaan. (021) 6346954 Ibu Indonesia Publikasi 30/01/2003 09:11 WIB eramuslim . (Eva Deswenti dari Yayasan Martabat. adakah mereka berhak menyesali? Mengingkari :"…Dialah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di rahim. yayasanmartabat@yahoo. Si anak tertua yang cerdas dan masih duduk dibangku sekolah dasar.com) Yayasan Martabat Jl. Tetapi di zaman ini orang-orang dewasa terlalu sibuk dengan kepompongnya sendiri. Yayasan yang memberi santunan pendidikan bagi anak-anak dhuafa.Bukan sesuatu yang ringan ketika seorang ibu melepaskan anaknya menuntut ilmu sambil mondok di sebuah pesantren. Dan meyakinkan diri sekuat-kuatnya. Mereka yang terlahir dari rahim yang kurang beruntung adalah anak-anak masyarakat. karena kurang mantapnya busur inikah. Sebagai anak panah. Kali Anyar II RT 008/ RW 001 No. Mari ulurkan tangan buat mereka. "Sebagaimana Dia mengasihi anak panah yang melesat." Naudzubillahi min dzalik. ia berupaya meredam rintih sedih itu semua. 3 Kelurahan Kali Anyar. Lalu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Kecamatan Tambora Jakarta Barat Telp. Tidak pula sesuatu yang menentramkan hati bila seorang ibu tak bisa lagi memandangi wajah anaknya diwaktu malam. Dan anak-anak itupun diserahkan kepada jalanan sebagai kepompongnya. Luqman: 18 : "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. ketika tengah pulas tertidur.Gibran. Luqman : 34). Hanya demi kepentingan masa depan buah hatinya. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. yang telah mengantarkan anak-anak tersebut ke gerbang yang belum saatnya mereka masuki? Padahal begitu masuk. demikian pula Dia mengasihi busur nan mantap. semoga Allah melindungi kita.

Kini. Kenangan akan kefleksibelan hukum dan peraturan yang dibuat oleh ahli-ahli hukumnya. hanya kepada-Mu hamba titipkan nasib dan masa depan anak-anak hamba. lemari pakaian. Saya masih ingat beberapa kata dalam do'anya yang nyaris tak bersuara. Berjuta jumlahnya dan terserak dimana-mana. Cerita kejayaan pemimpin dengan kekuasaannya. Bagi mereka. Bagaimanapun ia tegar dihadapan anaknya. Sebuah negeri yang banyak meyimpan cerita kemewahan para pejabat dan pengusahanya. Tak ada gaji ataupun tunjangan untuk besok hari dan hari-hari berikutnya. Memperhatikan meja belajar. Namun seorang ibu tetap lah seorang wanita. Tentu akan banyak ibu-ibu pejuang seperti itu di tanah air kita. terangkanlah pikirannya. berbagai jenis persoalan hidup yang lebih berat sudah berderet antri di depan mata. Betapa ia kesulitan ketika membaca Al-Qur’an selepas maghrib seperti biasanya. Berpuluh tahun mereka melakoni episode kehidupan yang amat berat untuk sebagian orang. Menjadi bagian masyarakat yang tidak penting untuk dicatat dalam sejarah bangsa yang besar seperti Indonesia." Lalu ia menyebut nama suami dan anaknya satu persatu. tak kuasa ia menyembunyikan perasaan di depan Rabb-nya. kesusahan itu sudah tak dirasakan kesusahan lagi saking biasanya.dan pengajaran dari guru yang lebih baik. hambamu ini hanya lah seorang ibu yang biasa. beban kesulitan itu akan lebih menekan lagi. Wahai Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Payahnya mencari nafkah. serta tempat tidur susun. Yang ada hanyalah terus-menerus kerja lembur dan "mematikan" berbagai keinginan atau kesenangan memiliki barang. Ya Allah lindungilah mereka. nafasnya pendek-pendek. mungkin juga kita diantaranya. Isak tangis juga sering terdengar di keheningan malam dalam kepasrahan tahajjudnya. Di depan manusia mereka menjadi golongan kecil dan lemah saja. tempat anaknya akan tinggal bersama beberapa anak lainnya. Hingga seringkali ia bisa membaca ayat demi ayat dalam kitab suci itu hanya dalam hati saja. selamatkanlah mereka di dunia dan akhirat. . menggelar dagangannya seperti para pedagang lainnya. tak ada sesuatu yang istimewa kecuali amanah yang Engkau berikan. Harga-harga barang sudah merambah naik. tinggikanlah derajatnya. Dia malah tersenyum saja dan berkisah tentang hal-hal yang menggembirakan kepada anaknya sambil duduk beriringan disisi tempat tidur. sementara tak ada jaminan bahwa penghasilannya mereka juga akan bertambah. kemudian menunggu kendaraan umum yang akan mengantarnya kembali. karuniakanlah anak-anak hamba keberkahan. Tenggorokannya seakan-akan terasa sesak. Dan selepas shubuh berjalanlah ia ke pasar sebagaimana biasanya. jernihkanlah hatinya. Tapi yakinlah bahwa itu semua tak paralel dengan senyum dan kebahagiaan sebagian besar rakyatnya. "Ya Allah. Ilmu yang lebih dari yang dapat ia berikan selama sang anak masih bersamanya. Kepedihan dan keperihan menjadi sesuatu yang normal karena seringnya. Memang ia tak menunjukkan raut muka sedih ketika memandangi kamar baru anaknya yang sederhana. Memeluk dan meninggalkan buah hatinya di seberang pintu gerbang.

tak ada makian atau kata-kata kotor lainnya. bahkan oleh orang-orang yang diberi amanah untuk memimpin mereka.. Mungkin karena do'a dan air mata pengharapannya. Merasa sudah berbuat banyak dan mempunyai jasa yang tak terhingga. sepulang dari pasar yang jauh dari prasyarat kesehatan. Menatap seorang ibu pada suatu siang yang terik. Pulang dengan menangis yang tak keluar. Betapa bangsa kita amat berhutang pada ibu-ibu mulia itu. Betapa ibu-ibu kita begitu bersih hatinya. Banyak orang kadang merasa besar dan penting. Demikian jauh perbedaan kehidupan antara rakyat dan pejabat yang mengurusinya.de) Kurbankan "Ismail-Ismail" Kita Publikasi 28/01/2003 09:27 WIB eramuslim . Kekuasaan dan ketinggian jabatan yang dicapai sering menjadi bandrol harga penghargaan yang harus diberikan orang.Jum'at. Hidup sudah sedemikian melambung dan tak ingin kehilangan itu semua. kekurangan lantas menjadi pantangan dan harus dipenuhi dengan jalan apa saja. Kemiskinan jadi hal yang harus disembunyikan. Tentulah akan pucat wajah khalifah yang diridhai Allah ini. hadir pula orang yang diberikan amanah berupa tanggung jawab untuk memperjuangkan nasib ibu kita. Kalau saja pada saat itu Sayidina Umar bin Khaththab dihadirkan kembali. dan gemetar tubuhnya. Sungguh suatu situasi yang menggetarkan. lebih berpendidikan serta berwawasan luas. din-din (mukhyidin@yahoo. karena perih dan letih yang disimpan saja. Kesulitan yang seringkali diabaikan saja oleh golongan lainnya. menatap mata duka sang ibu mulia ini. istri kawan saya tak kuasa menahan tangisnya karena sedih meninggalkan . Allah masih bersabar terhadap kelakuan manusia lainnya di muka bumi ini. Tak ada dendam. Segemetar kala beliau mendapati diantara rakyatnya yang kelaparan di suatu malam.Tidak mesti senada dengan ibu-ibu pedagang kecil yang semenjak shubuh sudah tertatih menggendong barang dagangan. Hilang sudah getaran iba dan rasa sayang pada orang papa dan penuh kesusahan dalam hidupnya. Tak pernah berusaha menemani kesedihan "wong cilik" walau sebentar saja.. Ketika menutup pintu pagar dan naik ke taxi. Kalau saja pada momen menggetarkan tersebut. 1 Februari lalu. berjalan ibu kita ini kembali dengan dagangan yang hampir utuh. Dan lebih perih lagi ketika hari itu pula si sulung datang mengharap uang untuk membayar pondok dan sekolahnya. Allah Maha Tahu betapa mereka amat sulit hidupnya. Begitu lebar ketimpangan sosial orang kaya dengan rakyat biasa. saya mengantarkan kawan saya suami istri yang pergi ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji. Orang-orang yang semestinya membantu perbaikan nasib dan mensejahterakannya.

maka Allah berkehendak untuk menguji cinta Ibrahim pada-Nya. saya saja seperti mimpi menjalani ini semua. hingga saya dengar suaminya berkata. sungguh tak sanggup. dilihatnya Ismail sudah menjadi seorang anak yang gagah. disuruhnya Ibrahim menyembelih anak yang dicintainya itu. lahirlah Isma'il. Saya yang duduk di jok depan taxi hanya bisa ikut terenyuh mendengar isak tangisnya. dan lagi kita ini sungguh telah diberi kemudahan oleh Allah untuk mengunjungi Baitullah. "Sudahlah. .anaknya yang baru berusia 14 bulan di rumah yang hanya dijaga oleh pembantu. tanpa perbekalan apapun. Ketika saya mengantar anak teman saya untuk opname di rumah sakit beberapa hari yang lalu. bisakah anda membayangkan harus meninggalkan istri atau suami tersayang. subhanallah. Maka menyembelih anak yang dicintainya menjadi bagian dari kecintaannya pada Rabbnya. masih ada orang-orang yang menjaganya. juga anak anak yang anda impikan dan masih bayi itu berpisah dari anda? Saya yakin mungkin kita akan sedih atau menitikkan air mata membayangkan orang yang paling kita kasihi harus ditinggalkan sendirian. kamu jangan sedih. bayangkan. tatkala Ibrahim harus meninggalkan istri dan anak yang dicintainya itu di sebuah lembah yang jauh dan tandus. bisa dibayangkan bagaimana rasanya keluarga yang dibangun bertahun-tahun namun buah hati tak juga kunjung datang. betapa bahagianya ayah yang bertahun-tahun tak menjumpai anaknya dan ketika telah berjumpa anaknya telah besar dan gagah.. hingga kemudian ketika Allah berkehendak untuk memberikan keturunan. Tapi itulah Ibrahim kholilullah (kekasih Allah). coba anda bayangkan menyembelih orang yang paling anda cintai! Terus terang saya sendiri tak pernah sanggup membayangkannya. Menjelang 'Iedul Qurban besok. Namun kebahagiaan itu harus diuji lagi." Sepanjang perjalanan saya merenungi kata-kata kawan saya tersebut. sekali lagi Allah tak membiarkan kecintaan ayah pada anak itu berlebihan. satu hal lagi yang patut kita renungkan. apa yang telah dilakukan oleh Ibrahim dahulu. jauh sekali. tentu kita bisa membayangkan kebahagiaan Ibrahim saat itu. saya dan istri saya. Beberapa tahun kemudian. kita ini masih beruntung bisa meninggalkan anak kita dalam keadaan cukup. seringkali kita merasa begitu berat meninggalkan atau berpisah dengan orang orang yang kita cintai. saya sungguh tak tega melihatnya meronta-ronta menangis ketika akan diinfus tangannya. Lagi pula dirumah segala macam kebutuhan anak kita sudah tersedia. Apalagi membayangkan orang yang saya cintai disembelih. membandingkan diri kita dengan Ibrahim 'alaihissalaam rasanya memang belum ada apa-apanya. ibu. cintanya pada Ismail berdiri kokoh diatas landasan kecintaannya pada Rabbnya. ketika Ibrahim mendapat kesempatan untuk mengunjungi anak istrinya. semuanya dilancarkan.. Bandingkan dengan Ibrahim yang harus meninggalkan istri dan anaknya dilembah yang tandus. bertahun-tahun ia tidak memiliki keturunan. Namun.

apapun yang paling kita cintai sekarang ini adalah "Ismail-Ismail" kita. harta kekayaan yang kamu usahakan. Membalas perlakuan tak adil dan kezhaliman dari seseorang. Cobalah kalkulasi apa-apa yang menjadi kecintaan kita.. Dan itulah "Ismail-Ismail" kita." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. apa apa yang menjadi "Ismail-Ismail kita". sanggupkan kita mengorbankannya di jalan Allah? Istri. atau belum pernah memikirkannya. karena bukan saja anak yang kita cintai. sudahkah ianya kita infakkan dijalan Allah dan kita gunakan dengan baik? Mungkin kita sudah menyumbang barang seratus dua ratus perak. sudahkan kita sanggup untuk menyerahkannya pada hal-hal yang Allah inginkan? layaknya Ibrahim menyembelih Ismail karena perintah Allah? Jika kita belum siap. Namun tentu ada alasan yang sangat khusus mengapa Rasul menganjurkan ummatnya untuk memberikan maaf kepada orang zhalim. tidak dilarang. teladani dan renungkanlah dengan cara membayangkan apa yang terjadi pada Ibrahim adalah keluarga karib kerabat kita sendiri. suami. perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya.. dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai. sudahkan kita arahkan pada jalan Allah? Harta yang kita miliki. karena itu lebih mulia” Itulah salah satu pesan Rasulullah yang sangat terkenal. yang dengan rela atau terpaksa harus kita serahkan dan kita kembalikan pada Allah Subhaanahu wa ta'ala. sanggupkan kita mempersembahkan "Ismail-Ismail" kita di jalan Allah? Sanggupkah kita memberikan apa-apa yang paling kita cintai untuk berkhidmat di jalan Allah? Saya berikan tanda kutip pada "Ismail-Ismail" kita.id) Cinta Versus Nafsu Publikasi 27/01/2003 14:25 WIB eramuslim .Dan sekarang. saya hanya berpikir. anak. dan orang-orang yang . Perintah Allah berkenaan dengan “maaf” ini termaktub dalam Qur’an Surat Ali Imran ayat 134: “. saudara-saudara. tapi juga seberapa banyak yang kita tahan. Mari kita lihat ulang soal maaf memaafkan ini. anak-anak. cari kisah Ibrahim. Wallahu a'lam bisshawab "Katakanlah: "Jika Bapa-bapa." from the Desk of Hilal (hill@ratelindo.co. isteri-isteri kaum keluargamu. adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya. tapi berapa banyak yang kita tahan? berapa banyak yang digunakan hanya untuk hal-hal yang remeh temeh bahkan sia-sia? Saya pikir Allah tak hanya melihat seberapa banyak yang kita berikan. dan seberapa ikhlas kita berikan. atau seratus dua ratus ribu. untuk membuktikan cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya. inilah saatnya untuk membuka Al Qur'an.“Maafkanlah. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.

Begitu juga dengan Qarun dan sejumlah nama orang-orang yang rakus harta. Ada satu hadits yang termasuk dhaif. Padahal. betapa hawa nafsu sudah terlalu sering mengalahkan manusia. kenikmatan dunia yang telah memalingkannya dari Allah membuatnya cinta akan dirinya. Ali bin Abi Thalib yang urung menebas leher musuhnya setelah sang musuh meludahi wajahnya. Sejarah juga mencatat nama-nama lain dari zaman ke zaman. dan mengagungkan harga diri yang diukur dengan parameter kekuasaan. namun dalam hal ini bisa diambil hikmahnya. melebihkan hartanya dan memperbanyak wanitanya. Alasannya. Qabil tega membunuh saudara kandungnya sendiri Habil demi mendapatkan calon istri Habil yang lebih cantik. Kalaulah kita mau membuka catatan sejarah perjalanan hidup manusia. sungguh teramat berat untuk bisa melakukannya. “Kita baru saja melakukan peperangan terbesar” Kemudian Rasulullah berkata: “Tidak. ia tak ingin amarah dan nafsunya yang menjadi alasan utama saat ia menghujamkan pedangnya. Nampaknya seperti sesuatu hal yang sangat sepele. Seiring bergulirnya masa. merupakan dua dari ciri orang yang bertaqwa. Dan itu akan melambungkan dirinya kepada kesombongan. takkan pernah terhitung jumlah orang-orang yang pernah terjerumus dan akhirnya jatuh oleh karena memperturutkan nafsunya. perang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu”. ingin meningkatkan kekuasaannya. Orang tentu tak akan lupa dengan nama Yusuf alaihi salam yang menampik rayuan Zulaikha yang cantik jelita. Menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Sedikit punya kuasa. jika bukan karena seseorang itu telah memiliki kebersihan hati dan ketulusan cinta kepada Allah Swt. Cukupkah Adam? Ternyata tidak. Hingga saat ini. cinta akan dunianya. Tidak berhenti sampai disitu. kekayaan. Terus dan terus meningkat. jangan lupa bahwa sejarah pun mencatat dengan tinta emas orang-orang yang menang melawan hawa nafsunya. Siapa yang tak ingat betapa besar kecintaan Abu Bakar kepada Allah dan rasul-Nya sehingga menginfakkan semua harta miliknya hingga tak tersisa untuk perjuangan Islam. bahkan sejak manusia pertama diciptakan. Syetan menggelincirkan dua manusia itu hanya dengan rayuan buah keabadian yang dihembuskan syetan. Meski terbilang hadits dhaif. dan tak sedikit orang yang menganggap itu sebagai hal biasa yang teramat mudah. Masih ditambah nikmat itu dengan dihadirkannya Hawwa sebagai pelengkap hidup yang membawa kedamaian dan ketentraman. . kecantikan. Namun demikian. Berlanjut kepada keturunan Adam. ingin punya harta dan kemudian wanita. Fir’aun dan sederet nama haus kekuasaan di muka bumi ini akan selalu menjadi catatan hitam keserakahan manusia. ketampanan dan ukuran materi lainnya.menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang”. seorang sahabat mengatakan. tak ada salahnya jika kita sepintas “sepakat” bahwa mengendalikan hawa nafsu tidaklah ringan. Adam (juga Hawwa) tak mampu membendung nafsunya untuk tidak menyentuh buah “terlarang” tersebut. nafsu manusia pun terus berkembang dan semakin tak terkendalikan. Adam alaihi salam yang telah diberikan limpahan nikmat oleh Allah berupa kesenangan dan kebahagiaan hidup di surga yang tak berkekurangan. Usai perang Badr yang terkenal sebagai salah satu perang terbesar dalam sejarah Islam.

akan terlihat seperti orang bodoh. dua kelompok manusia saling baku hantam. bukankah jauh lebih mulia orang-orang yang tak serakah harta. tak mampu menahan amarah serta tak mau memaafkan kesalahan orang. sampai yang besar seperti rakus harta. bisa dipastikan adalah penyesalan. syetan akan tertawa melihat dua anak. mereka yang tak ambisi kekuasaan dan jabatan. Disinilah syetan berperan menciptakan ketidakadilan. Padahal. Ketika seseorang memperturutkan nafsunya dan tak mempu menahan amarahnya. Cinta yang tulus kepada Allah akan membuahkan cinta dan kasih sayang yang juga tulus dari Allah kepada hamba-Nya. orang baik dan mulia pun bisa tersungkur oleh sebab nafsu yang tak terkendali itu. Seperti halnya Rasulullah yang kerap memaafkan orang yang meludahinya setiap hari. kenapa hanya dengan memaafkan manusia menjadi lebih mulia? Jawabannya tentu sudah menjadi jelas sekarang. sumber utamanya adalah nafsu yang tak terkendali. manusia mulia pun akan teramat hina dan menjijikkan ketika sedetik saja tak kuasa mengendalikan nafsu. Dan dengan cinta dan kasih sayang yang Allah tanamkan itulah. Itu baru sekedar masalah maaf memaafkan.Manusia bisa menjadi sangat mulia karena menahan dan mengendalikan nafsunya. jangan pernah menyepelekan pentingnya menata hati. dari yang kecil seperti bangga diri. Oleh karenanya. pada saat lengah. juga pria-pria dan wanita yang tak memperturutkan syahwatnya pada jalan yang halal? Adakah yang lebih mulia dari orang-orang yang mampu menahan dan mengendalikan nafsunya karena takut kepada Allah? Hawa nafsu. manusia mencintai. kalau saja ia mau memaafkan kesalahan (atau kezhaliman) orang lain. sikap itu tentu tidak akan menjatuhkan derajatnya dimata orang yang menzhaliminya. Semuanya adalah karena kelengahan kita yang membiarkan pintupintu hati ini terbuka bagi masuknya syetan yang memang senantiasa menantinya celah kelengahan manusia. Karena bukan tak mungkin. perampokan. Hingga pada hitungan detik berikutnya. akan sangat berpotensi membuat seseorang menjadi sangat hina. pemerkosaan. Sebagai contoh. dan lebih menyakitkan. Dan ujungnya. Pembunuhan. Soal memaafkan misalnya. saat api amarah menyala. membersihkan jiwa dan mengendalikan diri. Pada akhirnya. bahkan gila. tak pelak lagi balasan terhadap perlakuan orang lain yang dilakukan biasanya jauh lebih besar. yang merupakan satu bagian kecil dari semua hawa nafsu yang ada pada diri manusia. Sebaliknya. mengasihi juga menyayangi sesama makhluk. dan sejumlah peristiwa lain yang terjadi di muka bumi ini. derajatnya tak pernah jatuh sekalipun ia justru menjadi orang yang pertama menjenguk ketika si peludah itu menderita sakit. kekuasaan dan juga nafsu syahwat. Jika yang . dan kemudia ia juga yang menghembuskan aroma ketidakadilan tersebut kepada lawannya untuk membalas kembali ketidakadilan itu dan seterusnya. Orang yang tak dapat mengendalikan amarahnya. saat itulah pintu terbuka bagi masuknya syetan ke dalam hati manusia untuk terus memanasi setiap relung di dalamnya. amarah.

bocah-bocah itu membawakan 3-4 lagu. apatah lagi untuk nafsunafsu besar lainnya. hingga ketika bait terakhir nyaris usai. siapapun yang mengenalnya akan tetap menjadikannya figur dan teladan yang pantas untuk diikuti jejaknya. amarah. Orang yang marah hanya karena kekhilafan manusiawi orang lain. Carol…. berarti ia hanya mencintai dirinya sendiri. Salah satu parameter orang yang mencintai dirinya sendiri adalah. Tanpa sadar menarik senyum dan hentakan kaki tiap penumpang KRL yang ada. terluka. tentunya dia akan menjadikan Rasulullah dan sederet nama-nama yang memenangkan hawa nafsunya sebagai refrens dalam bukunya yang amat terkenal. Sehingga meski tak sedikitpun terbetik niat mengukir nama dalam sejarah manusia yang memenangkan pertarungan melawan hawa nafsu. sekitar 14. agar tak terbuka celah masuknya syetan yang menggerogoti benteng-benteng ketegaran di dalamnya. Setelah itu. apalagi dendam.. Menentramkan hati dengan dzikir (mengingat Allah) sebagai bukti cinta seseorang terhadap Dzat yang dicintainya. serasa membawa nuansa angin segar pada siang yang cukup suntuk dan gerah. terhina.Di perut kereta rel listrik dalam perjalanan Depok-Jakarta. tak ada lagi yang menjadi kepuasan dari seorang hamba di dalam hidupnya ketika kelak mengakhiri hidup tetap dalam kemuliaan. muncul sekelompok pengamen cilik dengan segala atributnya. atau menaruh dendam terhadap orang yang menyakitinya. Sembari mengucap salam. Hamba yang dipenuhi hatinya dengan kasih tulus dari dan karena Allah. jika ingin mendapatkan kemuliaan dihadapan Allah. “Berpikir dan berjiwa besar”. Jika untuk hal kecil saja tak ada ruang. Selain terus menanamkan cinta tulus kepada Allah.. siang itu. sejatinya kita senantiasa menjaga agar hati ini terus terlindungi agar tak kotor.demikian yang dimiliki oleh manusia selaku hamba Allah. tidak akan pernah cinta berubah menjadi amarah. tidak akan ada ruang kosong dalam hatinya untuk rasa benci. 2 orang mahasiswa yang sejak awal begitu menikmati sajian mereka. (Bayu Gautama. Lalu mengalirlah lagu-lagu lawas bernada gembira. kecrekan dan lengkingan suara bocah 9 tahun-an itu terdengar begitu riang. gendang. “Oo. tak akan pernah kasih dan sayang tertandingi oleh ganasnya hawa nafsu. Selain dzikir. Gitar. Seolah tanpa lelah.30 wib. Seandainya David J Schwartz adalah seorang muslim. atau mengkhianatinya. thanks 4N) You Are What You Think You Are Publikasi 23/01/2003 07:52 WIB eramuslim . menzhaliminya. qona’ah dan ikhlas dalam menjalani hidup semestinya juga menjadi modal utama ditengah ganasnya terpaan nafsu yang terus dipanas-panasi oleh syetan. . dentam musik mereka membangunkan sebagian besar penumpang yang terserang kantuk. adalah terapi yang tak terbantahkan setiap orang yang mendambakan ketenangan hidup.

berteriak lantang. ladang pahala siap dialirkan. Padahal Kawan. kognitif yang tertekan oleh ujian-ujian. ada setumpuk amanah yang jika ditunaikan. “Materi segudang gimana mau siap ujian?”. “Murid sedikit dan jarang datang. Ada lembar-lembar rupiah yang tiap bulannya kita terima. terkadang hidup ini terasa begitu berat. “We want more! We want more!”. atau yang mungkin telah berpenghasilan tetap tiap bulannya. ada buah hati yang siap menghibur perasaan dengan kepolosannya yang menggemaskan. Tapi. segala sesuatunya itu dilakukan tanpa keluhan. kepenatan yang menumpuk. *** Kawan. “Dosen killer gimana mau nyaman belajar?”. tetap menghibur orang lain meski tak pernah tahu apakah sukacita dalam dirinya telah cukup melebur. Tapi yang ingin ditekankan disini bahwa imajinasi kita-lah penentu segala hal yang kita terima. akan memberatkan timbangan amal kebajikan. apalagi duka. Jam kerja yang padat. bukan kesyukuran yang ingin diangkat dalam tulisan ini. amanah yang tak habis-habis dan tak kunjung selesai. memasakkan makanan. “SDM sedikit. dan berjuta lagi kenikmatan yang mungkin justru seringkali kita anggap beban. mari kita tengok dan renungkan sejenak. terasa begitu membuat tertekan. ulah anak-anak yang banyak tingkah. berda’wah. mungkin untuk membayar biaya sekolah yang semakin tidak memanusiawikan rasa. “Lagi! Lagi!”. mungkin untuk makan. ada objek-objek da’wah yang dengan adanya mereka. Sekali lagi. atau apapunlah namanya. yang mungkin telah cukup santai belajar di perguruan tinggi atau sekolah yang kadang tidak pantas disebut layak sebagai tempat menimba ilmu. Lihatlah wajah-wajah bocah pengamen cilik tadi yang begitu riang gembira. berjibaku dengan berbagai amanah. dan segala problematika kehidupan lainnya. Mereka hanya bernyanyi. dan itu mereka lakukan dengan demi segenggam logam dan recehan. dan berjuta keluhan yang kita lontarkan setiap detiknya. dibandingkan bocah-bocah pengamen tadi. jadwal kuliah yang penuh. “Makanan itu-itu melulu. gimana da’wah mau berhasil?”…. ada istri yang siap menyambut dengan cinta dan senyuman. atau mungkin hanya untuk setoran kepada ‘atasan’. yang mungkin tengah sibuk berkutat dengan agenda-agenda ummat. . Kawan… Kita yang mungkin telah bekerja dengan sangat nyaman di ruangan ber-ac. Dan temannya menimpali. Tapi kita. membenahi rumah dan mencucikan pakaian. kita jauh lebih beruntung. Kawan. mengisi forum-forum kajian. “Gaji kecil apanya yang menyenangkan?”. mengajar. gimana mau sehat?”. ada materi-materi kuliah yang dosen kita ajarkan. gimana mau semangat?”. Dan mereka perbuat semua itu demi mempertahankan hidupnya. Terkadang masih juga mengeluh dan meratap.

Ketika ada dosen 'killer' mengajar. paradigma kita dalam mengolah kognisi dan rasa jiwa. Ketika pelayanan istri yang ‘begitu-begitu saja’. kita persepsikan sebagai akibat dari kekurangan kita dalam membawakan materi (pelajaran) misalnya. mungkin tak akan ada lagi berbagai keluhan. Ketika para murid yang jarang hadir. kita persepsikan sebagai pembelajaran dari Allah dan peluang ‘tuk meraih imbalan-Nya yang lebih besar. kita persepsikan sebagai kesempatan ‘tuk meraih pahala sebesar-besarnya. ada pepatah barat yang mengatakan. Semoga Dia berkenan memberi kita kesempatan untuk terus memperbaiki diri dalam menghadapi perjalanan yang sangat sebentar ini. maka insya Allah. senyuman. persepsi-persepsi kita. cara pandang kita. Nah Kawan. sehingga kita ‘kan terus bersyukur kepadaNya. sebab persepsi mereka membahasakannya sebagai suatu kepositifan.Ketika mungkin gaji kecil yang kita peroleh. kita persepsikan sebagai suatu rezeki dari Allah. psychofath@yahoo. Bagaimana? (indra fathiana. Kawan. Ternyata persepsi kita. Ketika hanya ada segelintir SDM di lingkungan kita untuk berda’wah. kita persepsikan sebagai ajang untuk melatih kesabaran. You Are What You Think You Are (Kita adalah apa yang kita pikirkan). dan kebahagiaan hakiki pun dapat terasakan oleh jiwa-jiwa yang ikhlas lagi lapang. kita persepsikan sebagai cambuk untuk giat belajar. Begitulah. bukan hal yang menyebalkan dan menambah beban. kita persepsikan sebagai latihan untuk qona’ah dengan apa yang ada. untuk menjadi lebih positif dan memandang segalanya sebagai hal yang bukan beban? Jika kita telah berpersepsi demikian. mungkin rumah tangga akan senantiasa terasa tenteram. dan rasa sukacita tanpa setitik pun duka. keceriaan.com) Masih Lebih Mudah Bagi Kita Publikasi 22/01/2003 07:49 WIB . Matahari belum terbit di sebelah barat dan belum tenggelam di sebelah timur bumi. mungkin tak ada lagi wajah-wajah tertekuk dan cemberut. Mereka mempersepsikan kerja keras menghibur orang sebagai suatu keriangan. mereka cukup dapat memenuhi tuntutan kehidupan yang bisa jadi jauh lebih berat dari kehidupan kita sekarang. Kawan. Padahal mereka tidak tahu apakah dengan berlaku seperti itu. mungkin kita akan menjadi orangtua yang begitu dicintai putra-putrinya. Seperti bocah-bocah pengamen tadi. Ya. maka mengapa kita tidak mencoba mengubah pola pikir kita. Ketika tingkah polah dan kenakalan para bocah yang mengesalkan. Ketika amanah yang bertumpuk dan datang bertubi. begitu menentukan sikap kita dalam menjalani kehidupan. kehidupan adalah kenikmatan yang harus kita syukuri setiap detiknya. mungkin kita akan senantiasa termotivasi untuk memperbaiki diri. salah satunya dengan mempersepsikan segala yang terjadi dalam sebuah kepositifan berfikir. mungkin kita akan selalu bersemangat. dalam keadaan apapun. tentu kita tak akan banyak mengeluh.

Sekeping gopekan keluar lagi dari jendela mobil. Si Bapak hampir selalu membeli barang dagangan setiap pedagang yang masuk ke ruangan kami. Dan saya pernah mengingatkan bapak ini tentang hal itu. Entah mereka sudah bebal atau kebal. Tapi apa alasannya? Sulit bagi saya untuk mengerti. Memberi uang sama artinya dengan memberikan persetujuan dan pembenaran. "Saya tak butuh koran itu. bahwa tak semua peminta sumbangan itu benar-benar peminta sumbangan untuk masjid. Ini bukan yang pertama kali. Banyak dari mereka yang menggunakan metode peminta sumbangan untuk menghidupi diri. mengamen. beliau hampir selalu memberikan koran harian pada saya. menawarkan dagangannya. sebagaimana alasannya di atas. Pernah suatu saat saya bertanya kenapa beliau suka membeli barang dari para pedagang yang ke kantor. Meskipun di pintu depan sudah tertulis besar-besar "PARA PEDAGANG DAN PEMINTA SUMBANGAN DILARANG MASUK". Dulu. Kalau membeli barang dagangan. Sebagian cuek. Sudah menjadi rahasia umum. tapi akhirnya tidak jadi membeli. Teramat sering malah. "Siapa lagi yang akan membeli kalau bukan kita? Sudah terlalu banyak yang berbelanja di mall. Sedangkan kita sudah selayaknya memberikan pelajaran. Hanya kurang berusaha saja. Ketika para pedagang itu sampai di meja si bapak. Tapi ia tak berkomentar. Beliau tahu saya suka membaca. saya juga tidak tahu. Itu jawabnya. Kenapa dia harus selalu memberi? Tanpa pernah memilih lagi. begitu jawab beliau. baik yang memang terang-terangan meminta-minta. Biarlah saya berbelanja pada mereka". polisi cepek maupun yang setengah memalak dengan 'berorasi'. Namun ternyata bukan hanya itu. ketika saya satu mobil dengan beliau karena ada tugas keluar kantor." kata beliau. Beberapa kali kejadian semacam berulang. . tanpa banyak kata. Ada pula yang menawar. Mereka bukan tak bisa. Beliau memberi uang kepada setiap peminta-minta di jalanan. Seorang penjual pengharum ruangan masuk ke kantor. Penjual pengharum itu berkeliling ke meja-meja pegawai. anak yatim piatu atau sejenisnya. Beberapa hari terakhir. Tetap saja tiada hari tanpa pedagang keliling dan peminta sumbangan di kantor ini. Penasaran saya makin betambah. sebagian lagi menolak dengan halus. Dan kini? Ini sudah kesekian kali.".Seperti yang sudah saya duga.eramuslim . si bapak mengambil beberapa buah barang dagangannya dan membayar tanpa menawar. Pertama kali saya menjadi anak buahnya. Tapi ternyata dia juga selalu memberi kepada para peminta sumbangan yang bergantian datang ke kantor kami. Peristiwa yang sama terjadi kembali. "Karena saya tahu tak banyak orang yang membeli koran dari tukang koran seperti dia. "Lantas mengapa membeli?" tanya saya. Sering. saya bisa menerima dan mengerti.

hmmm. kalau mau berinfak kenapa tidak melalui lembaga yang benar-benar dapat dipercaya akan menyampaikan amanah kepada yang benar-benar berhak? Saya memberondongnya dengan sebuah argumentasi panjang. masih lebih mudah bagi kita mendapat rezeki dibanding para tukang koran. azi_75@yahoo. Kalau tidak mendung. Cahaya itu menempuh jarak dalam satuan tahun cahaya (light year). ada yang terlihat berwarna biru. Masih lebih mudah bagi kita meminta bantuan teman. Cahaya itu sampai ke penglihatan kita setelah menempuh waktu yang amat sangat lama. Semestinya ada orangorang yang aware dengan program penyadaran itu.000 kilometer per detik. Ibaratkan .000 kilometer.Sesekali pandanglah langit di malam hari. Bintang-bintang itu sama seperti matahari kita. Setidaknya.460. Kalau biasanya kita menghitung jarak dengan meter. Jika karena tak ada yang mau memberi mereka kelaparan. Tahukah Anda bahwa sebetulnya cahaya bintang-bintang yang kita lihat saat ini bukan merupakan cahaya yang sebenarnya pada saat ini dipancarkan dari bintang-bintang itu.800. Masih lebih mudah bagi kita. bisa jadi mereka hanya malas. mereka tak akan melakukan itu semua. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam satu tahun.. hendaknya kita pilih-pilih. inci. membuat mereka makin malas. dibanding mereka. Kemana mereka mencari? Sedang kita? Kalaupun harta kita habis karena mereka. Atau. Tapi saya yakin. Semuanya membuat indah walaupun kita sedang di dalam suasana kegelapan malam. Sedikit angka-angka. mana yang tampak betul-betul membutuhkan. Sedang saya. hanya ini yang bisa saya lakukan. Sehingga dalam satu tahun cahaya berarti mempunyai jarak 9. Ada yang terlihat terang ada yang terlihat meredup. sungguh jarak yang luar biasa jauh. Mungkin mereka memang tak sungguhsunguh miskin.000. jika mereka bisa semudah kita mencari rizki. ada yang terlihat putih. tak mau bekerja keras dan mengharapkan uluran tangan seperti ini.com) Karena Bintang Pun Bercahaya Publikasi 20/01/2003 09:11 WIB eramuslim . lantas kepada siapa mereka meminta. juga memancarkan cahaya ke bumi. Ada yang terlihat berwarna jingga. astronom menggunakan satuan tahun cahaya untuk menghitung jarak yang sangat jauh. kita bisa melihat betapa indahnya kelap-kelip bintang menghiasi langit." Urain panjang lebarnya membuat saya tertegun. "Saya tak yakin dengan tidak memberi akan mendidik mereka. Ya. Masih lebih mudah bagi kita. Tugas merekalah yang menyadarkan. Menurut saya apa yang beliau lakukan tidak mendidik. (azimah rahayu. gelandangan tak berkawan. dan lainnya. Masih lebih mudah bagi kita mencari penghidupan dibanding para pedagang asongan.. kalau mau memberi. setidaknya masih lebih mudah bagi kita untuk mencari lagi dengan bekal kemampuan yang diberikan Allah pada kita. Masih lebih mudah bagi kita mencari makan dibanding para pengamen jalanan.Kali ini saya tak lagi bisa diam. kecepatan cahaya dalam ruang hampa adalah sekitar 300.

tentu akan memakan waktu yang sangat lama.. sehingga 'cahaya' dari diri kita ini dapat terus menerus menerangi kehidupan orang lain sampai saat ini. Melalui cahaya bintang itu. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Subhanallah. Berarti cahaya yang kita lihat dari bintang Alkaid sekarang merupakan pancaran cahaya dari 101 tahun yang lalu. dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Galileo dan tidak ketinggalan ilmuwan dan tokoh muslim seperti Imam Bukhari. Amalan yang baik dan digunakan terus menerus oleh umat akan selalu membuat diri kita yang sudah wafat tadi masih terus dikenang.. walaupun kita sudah wafat. kita diberi kemampuan untuk melihat masa lampau dari alam semesta ini. kita akan meredup dan tidak beraktivitas lagi. kita bisa mengukur seberapa jauh bumi kita ini dengan bintang lain. Waktu dimana kita bisa memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan umat dan mencari ridho Allah. Maka lihatlah berulang-ulang. 'cahaya' dari diri ini masih bisa terus hidup. Kita diberi Allah suatu keajaiban.seseorang yang menempuh perjalan sejauh itu. dan masih banyak lagi yang lain. seperti bintang di langit. kita diberi alam semesta yang amat sangat luas. Selain itu. Apa saja yang sudah kita lakukan? Cukupkah dalam umur begitu pendek. Einstein.. Melalui cahaya bintang itu. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan . kalau boleh diandaikan dengan bintang. kita mengisinya dengan amalan yang baik? Cukupkah amal yang kita kerjakan membuat 'cahaya' yang kita berikan bertahan? Tinggal bagaimana kita menggunakan waktu kita untuk berbuat baik. Lihatlah nama-nama Newton. Demikian pula dengan cahaya dari bintang yang jaraknya bisa sampai ratusan tahun cahaya. Al-Khawarizmi. tetapi saat ini kita masih bisa melihat pancaran cahayanya.. Mereka tetap dikenang. Beberapa bintang sebetulnya bintang itu sudah tidak ada. semua bintang mempunyai umur hidup yang menentukan pancaran cahaya yang diberikannya. Di satu sisi. kita bisa menggunakannya untuk menghitung berapa lama lagi matahari akan meredup dan menjadi mati. sudah mati. Jadi kita melihat cahaya dari masa lampau. melalui cahaya bintang tadi. Dalam kurun waktu itu. karena 'cahaya' dari mereka yaitu amal perbuatan mereka berguna bagi umat ini. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. sudah tidak beraktivitas lagi. Sama halnya dengan bintang. Yang menjadikan mati dan hidup. Di sisi lain. sehingga perlu memakan waktu yang sangat lama untuk mengeksplorasinya. merupakan waktu dimana kita memancarkan cahaya. Subhanallah. Misalnya bintang Alkaid mempunyai jarak sekitar 101 tahun cahaya dari bumi. Setelah kita wafat nanti. sebagaimana matahari yang suatu saat nanti tidak lagi beraktivitas. manusia pun diberi waktu hidup. supaya Dia menguji kamu. siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Ibnu Sina. Nabi Muhammad pernah berkata. "Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan. bahwa kita ini mempunyai umur sekitar 60-70 tahun. Cahaya dalam diri ini masih bisa hidup jika amalan yang kita kerjakan bermanfaat bagi umat. Seperti bintang.

Tersibak juga tirai kelam yang senantiasa menyeret langkahku menjauh dari-Mu. Namun Rabbi. Kau dekap aku dalam belaian tarbiyah yang telah banyak mengajarkan aku banyak hal. sungguh aku bersyukur atas semua ini. tidak semua hamba-Mu Kau perlakukan sama seperti aku. kulalui dengan tertatih-tatih. Menuju ke sana. Kembali ku ingat sebait doa yang pernah kurenda.sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. lagi-lagi Kau didik aku dalam kealpaan mimpi semuku.Ya Rabbul Izzati. Allah. bukan tak ingin aku istiqomah melewati hari-hari. gersang ragaku. untuk melanjutkan perjalanan yang panjang ini. Telah coba kuatasi sedapatnya panasnya hari-hari kulewati. apakah salah jika aku menyandarkan diri pada dinding lain dalam sebuah bangunan Islam-Mu? Angkuhkah aku yang lemah ini Rabb? Salahkah aku yang dhoif ini Rabb? Namun Rabb.id) Tuhan. Betapa semakin berat persangkaanku akan kesia-siaan amalanku. Terperosok aku dalam kubangan rindu bersulam palsu.or. Jika masih juga kunanti senyum lain selain senyum-Mu. Semuanya memang dikarenakan kelemahan hati ini yang masih saja berharap mencicipi kenikmatan duniawi. Juga masih kudambakan pujian selain dari pujian-Mu. apabila saat ini hatiku masih juga mengharapkan wajah lain selain wajah-Mu. Telah kucoba melepas segenap yang aku mampu untuk mengatasi beratnya medan yang menghalang. membawa tubuh ringkih ini melewati jalan yang Kau kehendaki. jika kuingat Engkau Maha Pencemburu!!! Rabbi. Bukan tak hendak aku sabar menanti janji-Mu. . sekian lama aku mengembara mencari cinta. Akankah Kau terima buah karya tangan lemah ini? Akankah Kau hargai. Rabbku. Kadang terpikir olehku untuk menuntaskan jalan itu agar aku segera sampai. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Kinipun hati yang peragu ini masih diguncang gundah. Betapa seringnya hamba tertegun ragu. Tak sanggup kubendung air mata keharuan atas semua belaian ini. Karena aku tahu. kuberharap pengembaraan cintaku membawaku pada sebuah taman." (Qur'an Al Mulk:1-4) Wallahu'alam bi shshawab Zulfikar S. di Dada-Mu Kutemukan Kedamaian Publikasi 17/01/2003 08:08 WIB eramuslim . Aku sadar tidak sama pejuang dengan perintang. Pedih jiwaku. Tapi yang kutemui hanyalah taman yang gersang dan tandus di bawah panasnya terik matahari yang menyiksa jiwaku. Namun ampuni aku ya Rabbi. karena ku tahu cinta sejatimu adalah musim semi dalam jiwaku. Tapi aku tak pernah berhenti memadu rindu. telah kupenuhi panggilan-Mu.

namun suaraku bersembunyi. semakin kuat dan kokoh kakiku melangkah. lenyap sifat jahiliyahku. dengan kekuatan itu tanganku memainkan melodi. kuucapkan terima kasih yang tak terhingga. jemariku kan terus kususun. untuk yang kesekian kalinya. Siapalah aku ini dibandingkan mereka yang senantiasa bersimbah peluh dan debu untuk membuktikan kecintaanya kepada-Mu? Betapa lancangnya aku mengukur diri dengan mereka yang menghabiskan malammalamnya dengan sujud tersungkur mengharapkan ampunan dan cinta-Mu. sirna kesombongnnku.. Allah. Namun aku tidak mau terjebak di dalamnya. Dalam pangkuan-Mu.tentang sebuah janji yang telah kupatri. serta dongeng yang tak memiliki cerita. tarbiyah telah merubah diriku. kesimpulan dari riak-riak hatiku ini. Izinkanlah ya Allah aku menjadi penyambung cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. sekuat tenaga kucoba berlari. Menuntun hamba-hamba-Mu yang mendambakan cinta sejati. yang bisa kudendangkan tatkala hatiku sunyi. aku ingin sampaikan terima kasihku kepada-Mu. mulutku menyanyi lagu syurgawi. seperti yang Engkau kehendaki . apakah ini jawaban setiap doa-doaku? Agar Engkau sertakan aku di dalam barisan para salafussholeh?. Walaupun syukur dan taubatku sering mungkir. mulutku berteriak. Aku bergumul seorang diri. tapi langkah kaki kecilku berpacu dengan nafsu yang menahan jiwaku. Dengan nafas itu aku berjalan di atas bumi. Ya Rabbana. Bergerak bagai awan putih merindukan terang. karena memang hanya dari-Mulah sumber kebahagiaan. bimbing aku melewati jalan orangorang bernyali singa. bibirku akan terus bergetar. betapa diri ini tak layak disejajarkan dengan mereka. Dalam dekapannya runtuh keangkuhanku. Walaupun aku tak layak mensejajarkan diri. Mengingatnya. melesat meninggalkan angan-angan hampa. Apakah ini jawaban setiap rintihanku. Kau adalah musim semi dalam relung jiwaku. sujudku tak akan pernah merenggang. di dada-Mu kupasrahkan kehidupan. Rabbi. Rabb. di sana kutemukan kedamaian yang abadi. Kadang kala kabut pekat yang kutemui. namun aku cukup arif menyadari Rabb.. Jauh melesat meninggalkan bayang-bayang. Rabbana. bayang-bayang semu. (Yesi Elsandra. Langkahkupun seolah terhenti. Ternyata tanggung jawab itu besar berada di pundakku. tapi aku ingin katakan. tentang azzam yang kutanam dan juga segala amanahku. agar Engkau jadikan setiap nikmat yang ada pada diriku sebagai mahar yang akan aku persembahkan pada-Mu? Oh Rabbi. yang mengantarkan kakiku ke dada pelangi. kekuatan apakah gerangan ini. inspirasi dari sebuah tulisan di majalah Ishlah) . siapalah aku ini. memohon agar senantiasa Kau beri aku kebahagiaan. Yang ada saat ini bagaimana membentuk diri. Beruntung aku masih punya nafas. terhimpun seluruh kekuatanku. namun lautan kasih sayang dan ampunan-Mu kuyakini tak pernah bertepi Ya Muhaimin. semakin deras air mata ku mengalir. ampuni atas segala kelemahan imanku. atas segala cinta dan pelabuhan rindunya.

agar makanan di tungku menjadi masak. aku harus melakukan pekerjaan itu tiap hari. Meskipun lengan sempat kram dan pegal selama beberapa hari. Kini. berbatas cakrawala langit yang biru dengan saputan awan putih di ketinggian. juga dari kotorannya. aku hanya perlu menimba saat listrik mati. Dulu. Mencari dan memberi makan ayam. derit roda katrolnya menimbulkan sensasi yang menggembirakan. bersaing dengan bis kota di atas sadel sepeda. lima tahun terakhir aku lebih banyak naik motor atau menggunakan kendaraan umum. menempuh jarak 5 sampai 10 kilometer. Indah karena sambil menggenjot pedal aku mengenang masa-masa sebelum lima tahun yang lalu. Tempelasan air yang menerpa teramat menyenangkan. Saat tiap hari aku menempuh puluhan kilometer di atas sepeda jengki atau sepeda mini. saat menjalani liburan. Beberapa jam berkutat dengan mereka memang melelahkan. Sebenarnya semua itu biasa saja. Kehijauan sawah sepanjang mata memandang. Bermandi peluh saat matahari siang bolong panas membakar. sekedar sarana untuk berolahraga dan berekreasi. Tapi sungguh. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. keindahan itu menjadi terasa lebih indah karena lima tahun terakhir aku nyaris tak lagi menyentuh sepeda onthel. Sedang kini. sedang aku mengerjakan semua itu hanya sekali dua. bebek dan kambing. Dan keasyikan itu berubah menjadi perasaan yang indah.Kawan. rasanya indah sekali. Dan kini. juga usaha batu bata ibu. cicit burung dan lenguhan kerbau mengiringi setiap putaran roda. lima tahun yang lalu. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. . Bagaimana tidak nikmat dan menyenangkan. Juga membersihkan kandang mereka dari rantingranting sisa makanan. aku naik sepeda hanya sebagai selingan. ingin kubagi padamu tentang asyiknya menimba air dari sumur dengan tali. serudukan kambing dan kotorannya terasa nyaman. Kuhembus bara-bara dengan sepenuh tenaga. Angin segar menerpa. karena aku anak desa. menyenangkan sekali memasak dengan kayu bakar. mengenang betapa beratnya pekerjaan itu dulu. Bahkan ke warung tetangga berjarak dua ratus meter pun selama ini aku tak mau lagi naik sepeda. Segar.Menikmati Hidup Publikasi 16/01/2003 08:27 WIB eramuslim . Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. lima tahun kemudian. Ya. atau bernafas embun saat kabut pagi masih melingkupi. ingin kuceritakan padamu nikmatnya mengurus ternak. Bau khas ayam. tapi sungguh terasa nikmat dan menyenangkan. aku ingin engkau tahu. ingin kuceritakan padamu indahnya menggenjot pedal sepeda membelah persawahan. mengenang lima tahun yang lalu aku harus bercapai-capai menimba berpuluh-puluh ember untuk seluruh kegiatan rumah tangga.

pir dan jeruk mandarin. pendidikan maupun aktifitas sosial. Dulu aku naik sepeda ontel. bahkan sudah menjadi sarapan sehari-hari. sedang jajan di sekolah pun hanya seminggu sekali. Tak ada uang untuk sekedar membeli sepotong. Ya. memasak dengan api tungku lebih enak. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Buah-buahan itu beberapa tahun terakhir rasanya tak terlalu istimewa bagiku. Lima tahun lalu. hari ini. kini aku bisa mandi sepuasnya tanpa usaha. Ya. Pertama karena aku tidak suka bersantaisantai. bahwa aku pun telah mendapat pencapaian besar. Dulu aku harus puas dengan ubi. Kata orang. Phrase ini terdengar teramat klise. kemudian bekerja di tempat swasta dengan gaji besar. Kerjanya santai. rasanya lain sekali. selama ini untuk memasak aku tinggal menyalakan kompor minyak atau kompor gas. karena peningkatan prestasi dan karir berjalan sangat lambat. aku menahan air liur untuk sekedar dapat mencicipi melon. keringat berleleran karena udara panas di sekitar tungku. mangga. nikmat sekali aku mengunyah potongan apel. semangka apatah lagi buah pir. Namun kini. apel merah dan anggur. Tapi hari ini aku tahu. Aku merasa kurang dibanding teman-teman yang sudah mencapai keberhasilan jauuh di atasku: dalam hal keluarga. menanak nasi dengan rice cooker. Ya. Dan kini. pisang dan pepaya dari kebun. aku menikmati memasak dengan kayu bakar seperti sedang berpiknik. Namun . aku merasa kurang beruntung dibanding teman-teman yang bisa sekolah lagi. Banyak orang mengatakan. dengan gelar akademis tinggi. Tapi selama ini aku merasa tidak nyaman. karir. Dulu aku harus berhemat air agar hemat tenaga untuk menimba. Saat mengulumnya ingatan tentang masa lima tahun yang lalu melintas-lintas. dan panci-panci menjadi menghitam serta butuh usaha ekstra untuk mencucinya. aku ingat sekali. kini dapat naik motor dan naik bus kemana-mana. ketika ada pelajaran olah raga. *** Kawan. hari ini di sini. Dulu aku harus mengurus ternak untuk biaya sekolah. tapi karena aku sudah lebih dari lima tahun tak melakukannya. Aku merasa kurang beruntung dibanding teman-teman yang sudah menjadi para profesional. gaji tetap. Karena ia adalah salah satu ajaran agama Islam dan agama lain yang hampir semua orang ernah mendengarnya.Meskipun itu berarti abu berhamburan mengotori baju. Maka nikmat Allah yang manakah yang (dapat) aku dustakan? Mensyukuri nikmat. lima tahun lalu. kini aku bisa sarapan tiap pagi dengan apel dan jeruk. sudah lebih dari lima tahun aku menjadi pegawai negeri. menjadi pegawai negeri itu enak. memasak air dengan ketel listrik. Tapi bukan itu yang paling nikmat dari memasak dengan tungku dan kayu bakar. tiap hari aku bergulat dengan kayu bakar. abu dan tungku. kini aku memelihara binatang untuk teman. Kedua.

Gambar dan suara di TV itu telah mengirimkan sinyal ke otak. aku yakin akan firman Allah bahwa kita tidak boleh berputus asa dalam mencapai rahmat Allah. aku saksikan di TV dengan dentuman jantung dan lelehan air mata. Semua itu. Kalau dihitung secara matematis. ongkos jalan dan fotocopy. Labbaikallahumma labbaik. Tampaknya itu saja kuncinya. setiap saat aku melihat gambar ka’bah dan mendengar talbiyah dikumandangkan. Dan semua itu dahulu biasa saja. Padahal ternyata. Oke saja bagiku berjalan kaki maupun ngontel berkilo-kilo. Acara TV itu selalu kutunggu setiap tahun. mereka bertawaf mengitari rumah-Mu Ya Tuhan. Aku terhanyut seakan jiwaku bersama mereka. dan melempar kerikil kecil yang bermakna besar. mereka duduk tafakur memanjatkan do’a di padang Arafah.kekliseannya tidak membuat kalimat tersebut gampang diaplikasikan. seraya tak henti mengucap Ya Allah … ridhailah hamba menyambut panggilan-Mu kelak untuk menjadi tamu-Mu. aku sanggup hidup dengan uang 3-5 ribu rupiah seminggu untuk makan. maka mengapakah sekarang aku lebih tak bahagia? Mengapa aku harus membandingan diri dengan orang lain dan selalu merasa kurang? Dulu aku sanggup menikmati apa yang ada. Tapi. Karena saat itu aku malah belum mengenal dunia. Mengenang kembali lima tahun yang lalu itu. Aku tak bosan-bosan berucap “Ya Allah .. Terlihat jelas dari layar gelas itu. gajiku sebagai seorang calon PNS tidak akan cukup untuk membiayai impianku– menjadi tamu Allah di Masjidil Haram dan berziarah ke makam Rasulullah di Madinah. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. ternyata semua biasa saja. beriring seluruh jama'ah haji menyambut penggilan Allah. hari-hari seputar lebaran) Saat Aku Melihatnya … Publikasi 14/01/2003 07:49 WIB eramuslim. sulit dimengerti dan berat dilaksanakan. Mie sebungkus untuk dua kali makan pun tak masalah. Ada saat-saat dimana kata-kata tersebut begitu abstrak. ridhailah hamba …”.untuk menghalau iblis jahannam. acara siaran langsung dari Mekkah. (Azi_75@yahoo. tapi perbuatan tak sesuai dengan yang dikatakan. Dulu aku sanggup hidup sedemikian. Dulu. Atau malahan mudah diucapkan. dengan status anak kos sejak kelas 1 SMA. aku berdiri di . apa yang diberikan Allah padaku. phrase itu ternyata bisa teramat sederhana. dan apa yang kuperoleh sudah terasa cukup. untuk melakukan haji dan umroh hanya untuk-Mu. Menikmati hidup. “Ya Allah…. mereka berlari-lari kecil dari Shofa dan Marwah. Di suatu malam yang sunyi dalam Ramadhan di bulan Maret 1997. ridhailah hamba…”.com. dan membuat hati berdebar serta menstimulasi butir-butir air mata yang membasahi pipiku..

Bergegas aku menukarkan rupiahku dengan US$ yang nilainya semakin naik sampai sekarang dan tidak pernah turun. Setiap aku melintas di depannya setiap hari. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. dari balik jendela Kopaja secara refleks aku bergumam “Ya Allah … ridhailah hamba …”. yang kedutaannya selalu aku lewati jika menuju ke kantor. Perjalanan umroh itu menjadi tambahan spirit dalam hidupku.. ibadah hamba. dua hari setelah Pak Ustadz menanyakan keputusanku. tanpa persiapan yang rumit namun dengan ridha Allah aku menikah dengan seorang muslim. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. menapak kakiku di Masjidil Aqsha. 11 Januari 2002. tapi Penciptaku yang mencukupi dan mendengar do’aku. Hamba akan sabar menanti panggilan-Mu Ya Tuhan. gumamku. bukan di tangan bosku. Subhanallaah. Dalam kesepian.. sampai aku hafal. Betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa KUA yang mencatat pernikahan kami adalah KUA yang tiap hari aku lewati. menambah keyakinan akan kasih dan sayang Allah pada hamba-Nya. tangisan hamba tak akan pernah sebanding dengan nikmat-Mu Ya Tuhan. dengan ridha Allah tersungkur aku bersujud di depan ka’bah. ridhailah hamba …”. Alhamdulillaah. Allahu Akbar . Setelah beberapa bulan aku bekerja tak kenal lelah baik di kantor di pagi hari dan mengajar di malam hari. di jalan menuju kos-kosan baru aku melihat papan penunjuk jalan itu. Setiap hari aku lewati. aku menangis menikmati suasana malam itu. Allahu Akbar. Ya . Ya Allah. Tahun 1998. Hampir saja aku tergelincir. ridhailah hamba untuk menikmati damainya Masjidil Haram Ya Tuhan”. setan mulai membisikbisik dengan segala rayuan dan tipu dayanya berusaha membelokkan niatku. Hal itu pula yang menguatkan semangatku untuk berusaha mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2. aku mendaftar untuk mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Inggris. aku tertegun melihat jumlah saldo tabunganku. Namun. hamba merindukan pendamping hidup”. di tahun 2000 dengan ridha Allah aku dapat meraih gelar master di Inggris.. “Ya Allah .pelataran masjid Istiqlal memandang ke langit yang jernih dan berhias bintang.. sujud hamba. bisik hati kecilku. tapi Allah menyelamatkan aku. terima kasih atas saat yang damai ini di rumah-Mu. bukan di tangan orang tuaku. Rizqi itu datang dari arah yang tak pernah aku sangka. Setiap hari … spontan aku berucap “Ya Allah. ada tanda panah dan tulisan Kantor Urusan Agama di sebelahnya. telah kaubawa hamba ke tempat yang Kau wajibkan hambaMu untuk mendatanginya. aku jalani kehidupan sendiri dengan usia yang semakin merambat. Kembali ke Indonesia.. Telah cukup bekalmu untuk menunaikan umroh. “Ya Allah. tersedu aku di masjid Nabawi mengingat Rasulullah.. Subhanallaah. “Ya Allah … tunjukilah hamba untuk mensyukuri nikmat-Mu . Namun rizqiku bukan di tangan Pemerintah.

namun tak menghiraukan tangisan memilukan anak-anak yatim di sebelah kamar mereka. Kepada Anda yang gemar menghambur-hamburkan harta disaat orang lain teramat sulit mendapatkan sesuap nasi. Kepada Anda yang tak lagi peduli berapa harta terkuras untuk kesenangan yang penuh kesia-siaan ketika tetangga-tetangganya masih terus menerus merogoh kantong yang jelas kosong melompong sambil bermimpi Tuhan menaruh sekeping logam penebus dahaga. Sekarang juga! Karena jika Anda tidak mendengar peringatan Allah. menyenangkan mereka dengan segudang mainan kesukaan. maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah). Selalu terucap setiap saat aku melihat keindahan dan kebesaran segala ciptaan-Mu Ya Tuhan . kedinginan dengan pakaian yang tak kenal baru dan bagus. Atau bahkan di depan mereka anak-anak jalanan dan pengemis mengais-ngais sisa-sisa makanan dari tempat sampah Anda. maka kami tidak akan pernah tahu kapan Allah akan membinasakan kami beserta hancurnya negeri ini. dan mereka yang terkapar tak berdaya bersaing dengan ganasnya kehidupan. samping kanan dan kiri mereka saat puluhan. hanya satu pinta kami. belakang. Kepada Anda yang masih senang hidup mewah..com) Satu Pinta Kepada Orang Yang Hidup Mewah Publikasi 13/01/2003 15:15 WIB eramuslim .. Kepada Anda yang tak pernah melirik sedikitpun ke arah depan. buka mata dan telinga lebar-lebar! Perhatikan dan dengarkan peringatan Allah. untuk bermimpi mempunyai mainan dan pakaian bagus pun tak berani. Kepada Anda yang membuang-buang makanan setelah membelinya dengan harga yang sangat mahal. Kepada Anda yang tak hentinya gemar memberikan tontonan parade kekayaan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa dengan kendaraan mentereng yang hilir-mudik melintasi mata kosong mereka. sementara di belakang mereka periuk-periuk kaleng berbunyi nyaring karena tak ada lagi yang terisi diatasnya. “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri.Allah … ridhailah hamba … untuk senantiasa berada dalam ajaran-Mu”…. Sitta Izza Rosdaniah (sitta@rocketmail. Kepada Anda yang terus bangga mempercantik dan memperbagus anak-anak mereka dengan segala model pakaian dan perhiasan. tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. ratusan bahkan jutaan manusia mengerang menahan lapar. di panti-panti asuhan yang bagi mereka. maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya . Kepada Anda yang tak lagi peduli apakah saudaranya bisa makan atau tidak hari ini sementara ia sibuk mengatur menu makan dan jadwal tempat yang mesti dikunjungi demi memuaskan selera gengsi.Kepada Anda yang masih senang menikmati hidup mewah ditengah-tengah keterpurukan yang terjadi di sekeliling manusia yang lain.

Manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna. dapat mengangkat beban yang beratnya jauh melebihi tangan bahkan tubuh kita sendiri. Setiap hari kita melakukan gerakan yang hampir tidak terhitung. Ya. ketika manusia berusaha pertama kali membuat tangan-tangan buatan. sampai-sampai tangan menjadi inspirasi dalam bidang rancang bangun. tangan yang sehari-hari kita gunakan. bagaimana ia akan menggunakan tongkatnya untuk mencari jalan? Dengan tangan kita pun dapat melakukan komunikasi. melakukan kegiatan menulis ini pun menggunakan tangan untuk mengetik pada keyboard. kita memberi pun dengan gerakan tangan.” (Al Israa:16) (Bayu Gautama) Tangan Publikasi 07/01/2003 07:16 WIB eramuslim . Tangan dapat kita putar sehingga bisa untuk membuka sesuatu. Kekuatan tangan kita gunakan untuk mengangkat beban. Gerakan tangan pun begitu fleksibel dengan berbagai persendian yang terdapat padanya. dan lain sebagainya. Kita dapat bergerak dengan leluasa. Bahkan kadang gerakan tangan merupakan bahasa yang universal. Tangan pun menjadi inspirasi dari beberapa alat bantu mekanika lain. Jika ia tidak mempunyai tangan. Apa yang terjadi jika seorang yang tidak mempunyai penglihatan tidak dapat meraba daerah sekitarnya.perkataan (ketentuan Kami). yang mana semua gerakan itu ada yang sifatnya refleks atau dalam hitungan detik dan ada yang memang kita inginkan untuk bergerak. seperti pintu. . Saat penulis. Bukan hanya itu saja! Allah juga memberi kita indera peraba yang paling peka pada kedua jari-jari atau ujung dari tangan kita. Kita menadahkan tangan merupakan tanda meminta. memutar. Didapat bahwa persendian tangan manusia mempunyai gerakan yang hampir tidak terhitung jumlahnya. Apa yang terjadi jika kita tidak bisa merasakan sesuatu. Apa yang terjadi jika suatu benda yang tajam tidak terasa tajam. Tangan yang begitu kecil dibandingkan dengan tubuh kita secara keseluruhan. Kita berjabat tangan merupakan tanda universal bahwa kita memberikan pesan perdamaian. tentu setiap hari badan kita akan terluka-luka. Salah satu kesempurnaan yang Allah berikan adalah pada tangan kita. Betapa murah hatinya Allah memberi kita berbagai kemudahan dalam melakukan gerakan-gerakan seperti mengangkat. mendorong. Begitu sempurnanya. kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancurhancurnya. menarik. Tangan mengandung unsur mekanika yang begitu sempurna. Seorang yang tuli pun dapat menggunakan gerakan tangan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Kita dapat leluasa menulis baik dengan pena maupun dengan keyboard. Begitu susah untuk mendesain suatu tangan. Koordinasi dari tangan dengan bagian lain dari tubuh kita gunakan untuk berbagai pekerjaan sehari-hari. Tangan menjadi inspirasi bagi persendian engsel dalam rancang bangun. dan lain-lain. jendela.

Jika tiba waktunya.. Lalu seperti apa yang terjadi sekarang. belum sepenuhnya. Kita masih melihat tangan yang digunakan untuk korupsi. mengucapkan syukur atas kehadiran pagi maupun kehadiran diri kita di pagi itu pun terkadang terlupakan.id) Hari Baru Publikasi 02/01/2003 11:26 WIB eramuslim . apakah kita sudah melakukan itu? Hmmm. Jangankan menikmati keindahan pagi. tapi tangan yang di atas sama sekali tidak memberi. Marilah kita bertobat. Hari dimana kita dapat beraktivitas sesuai dengan bidang pekerjaan kita masing-masing. Sang Pencipta. Wallahu'a'lam bishshawab Zulfikar S.Berbagai kegunaan dan kemudahan telah Allah berikan melalui tangan yang Ia ciptakan untuk kita. dan kita syukuri nikmat yang Allah telah berikan melalui kesempurnaan tangan ini untuk membantu sesama. Apa yang terjadi jika suatu karya seni tidak digunakan semestinya? Tentu sang pembuat akan merasa terhina dan merasa bahwa apa yang telah dibuatnya telah diselewengkan. Kita pun bangun. kita begitu terlena . Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangan untuk mencuri. Kita masih banyak melihat tangan yang menengadah di bawah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sering kali. Keadaan itu berangsur-angsur akan berubah. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Apalagi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Bisa kita lihat balasan orang yang tidak mensyukuri tangannya pada ayat berikut: "Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri. Di tengah kesibukan kita. terdengar suara kokok ayam. potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah.Hening dan gelapnya malam tidak bertahan selamanya. sinar matahari pagi akan mulai menyeruak dan memberi cahaya atas kegelapan yang malam bawa. Pagi hari. maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. yang telah menciptakan tangan dengan sempurna. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangannya untuk menyakiti orang lain.. Allah telah memberi kita hari baru. Sudah sepatutnyalah kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah. Bagaimana kita memanfaatkan maha karya Ilahi ini? Tentu dengan sebanyak mungkin menggunakan demi kemaslahatan kita bersama. Suatu hari dimana kita dapat mengerjakan apa yang ingin kita kerjakan." (Qur'an Al-Ma'idah:38-39) Allah tetap memberi kita wadah untuk memperbaiki diri. Kita masih lihat tangan-tangan berbuat jahil. sering kita lupa untuk menikmati keindahan pagi hari. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangan menindas orang yang lemah.or. Hari dimana harapan bisa tercapai dengan bekal ikhtiar yang sungguh-sungguh dan tawakkal kepada Allah.

mari kita lihat ke depan untuk menuju cita-cita yang selalu kita inginkan. . air mineral adalah Aqua.. McDonald. Bisa dibilang. Allah memberi kita suatu keajabaian kepada kita. sampai-sampai kita lupa untuk mengucap syukur bahwa Allah memberi kita kesempatan. yakni berupa image mendalam dan melekat di hati masyarakat. ketika disebut air mineral maka yang disebut pertama adalah Aqua. Pendapat ini tidaklah berlebihan karena memang upaya keras dari produsen air mineral kemasan ini patut diberi penghargaan demikian besar. yaitu ridha Allah. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. dan Aqua adalah air mineral. Publikasi 31/12/2002 13:34 WIB eramuslim . Itulah waktu yang harus kita gunakan sebaik-baiknya.. Semua harus dilakukan dari sekarang... Ucapan. Pertama adalah periode malam hari dan hari sebelumnya.. keuntungan (laba bersih) yang diperoleh perusahaan tersebut. karena yang berlalu akan berlalu.dengan kenikmatan tidur ataupun sibuk mempersiapkan pekerjaan yang akan kita lakukan di siang hari. Atau sebaliknya. Waktu dimana segala harapan dan impian masih luas terbentang di hadapan kita. Aqua. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. 'Alhamdulillah' sudah merupakan bentuk optimisme bahwa hari ini dengan izin-Nya akan kita lalui dengan baik. Itulah waktu dimana apa yang sudah kita lakukan tidak mungkin akan kembali lagi. . . pastilah orang segera mengkaitkannya dengan air mineral kemasan." (Al Qur'an Faathir:13) Wallahu'alam bi shshawab Zulfikar S. Karena sesungguhnya setiap hari Allah telah memberi harapan baru bagi kita untuk berusaha sebaik mungkin bagi kehidupan dunia maupun akhirat nanti.. Bersinarnya matahari pagi membatasi dua periode waktu yang berbeda. Yang lain adalah periode waktu yang akan kita lalui ke depan. Kejadian itu terjadi setiap hari di depan mata kita. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu. Tidak perlu menunggu hari-hari tertentu saja untuk menjadi baik. Coca Cola. Kita bisa melihat dan belajar dari apa yang sudah kita lalui. .id) Aqua.. Itulah waktu yang perlu kita persiapkan dengan baik. "Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan. Lupakan yang lampau. kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dengan 'Alhamdulillah' kita telah mensyukuri kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. tidak perlu menunggu setahun untuk berubah menjadi lebih baik.Sebut saja. masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. selain juga tentunya. yaitu kenikmatan untuk dizinkan hidup satu hari lagi.or. Waktu yang tidak perlu kita rindukan lagi kedatangannya. Akan tetapi tidak ada yang bisa memulai dari kemarin..

masalahnya adalah hanya sedikit orang yang mampu menangkap peluang-peluang dan kesempatan tersebut yang mungkin saja terus menerus berkelebatan di depan matanya. Sejatinya. Nah. lanjut Fox. Bagaimanapun. Jeans (celana yang digandrungi anakanak muda). bukan sekedar ‘air putih’ yang ditawarkan kepada masyarakat. secara gratis pula! Vini. Soal inovasi ini. Kodak (kamera). Aqua membuktikan hal tersebut. karena justru semakin membuat mereka kreatif. Kualitas Air minum (baik air minum dalam kemasan maupun air PAM). Martin Fox seorang environmental researcher and nutritionist penulis buku Healthy Water For A Longer Life. atau kesempatan. Belajar dari Aqua. dan masih banyak lagi. air tanpa mineral hampir sama saja dengan air lunak tanpa kalsium dan magnesium. Barangkali hal tersebut kadang menjadi sebuah garis yang terputus terhadap program menjaga kesehatan tubuh Anda. melainkan kesehatan yang diperoleh dari tubuh yang mengkonsumsi air bermineral. Aqua patut mendapatkan semua itu sebagai ‘balasan’ setimpal dari apa yang mereka terima di tahun-tahun awal perusahaan tersebut memulai usahanya. Vici. penting untuk kesehatan kita. ternyata mereka tidak berhentinya untuk belajar. memaparkan. tentu kita bisa menengok perusahaan-perusahaan besar lainnya yang lebih dulu berjaya. Vidi. Ya. semboyan kesuksesan Julius Caesar. Karena mereka yakin. adalah ketidakmampuannya memanfaatkan peluang tersebut sebaik mungkin. Banyak orang bilang. dan sangat rendah total kepadatan yang telah dipudarkan sehingga sebenarnya sudah tidak sehat lagi untuk diminum. Mungkin tidak banyak dipublikasikan. kreatif menelurkan inovasi baru merupakan syarat utama keberhasilan. yaitu ukuran dari kandungan mineral dalam air). Setidaknya. Kebanggaan yang sama. kesalahan kedua kebanyakan orang yang lain. juga McDonald makanan cepat saji yang juga dari negeri Paman Sam itu. Rinso (detergen). Banyak pesaing bukan berarti penjualan semakin terpuruk. . tapi sebagian orang tahu bahwa kehadiran air mineral dalam kemasan sempat mendapatkan cibiran karena menjual ‘air putih’ yang semua orang (kaya atau miskin) pasti mudah mendapatkannya. Anda pun bisa membayangkan betapa bangganya mereka ketika setiap penjual air kemasan di bus-bus atau kendaraan umum selalu berteriak’ Aqua’ meski yang diusung merk lain. Aqua menjadi contoh bahwa menjadi yang pertama melakukan satu hal yang belum pernah dilakukan kebanyakan orang merupakan satu hal besar yang pernah terjadi dalam perjalanan setiap orang. Supermi (mie instan).Ya. tapi sekarang. sekitar 300 mg/l) dan secara moderat berjumlah TDS tinggi (Total Disolved Solids/Total Pemisahan Kepadatan. tentu pernah dirasakan O’dol (perusahaan pasta gigi). kunci keberhasilan orang-orang yang sukses terletak pada kemampuannya melihat sekecil apapun peluang. seberapa tepat dia memanfaatkan setiap kesempatan yang ada tersebut. sebutlah Coca Cola minuman khas Amerika. penelitian terhadap penyakit jantung dan kanker menunjukkan bahwa air sehat adalah yang padat (yaitu yang mengandung kalsium dan magnesium tinggi. ternyata bisa juga berlaku dalam dunia bisnis. Kalaupun ada yang mampu menangkapnya. dan kedua. Orang boleh mencibir di tahun awal mereka menjual ‘air putih’ kemasan.

menangkap kesempatan dan memanfaatkannya dengan baik. mengingat orang makan pasti butuh minum. McWing. ada yang bercanda. kemasan botol plastik (dulu minuman ini hanya tersedia dengan botol beling). . pasar. Hanya kemudian mereka tak hentinya berinovasi (selain mengeluarkan produk Fanta dan Sprite) misalnya dengan Coca Cola kemasan kaleng. demi keberlangsungan usaha mereka. pabrik. kemasan satu liter (family). tidak ingin tertinggal oleh laju kehidupan yang semakin kencang. Mccrispy dan bahkan mereka berkolaborasi dengan Coca Cola. Sementara cuaca masih terasa dingin anak-anak sekolah sudah bertebaran di pinggir jalan menunggu kendaraan umum. dan besar! Jika mau belajar. kita mengenal paket hemat. Rumah-rumah. Publikasi 27/12/2002 09:05 WIB eramuslim . Satu persatu kendaraan mengangkut penumpangnya. McDonald. Capuccino. Hal sama juga dilakukan Aqua dan minuman lainnya. Namun sekarang. paket nasi. apalagi menganjurkan). ternyata semuanya masih eksis hingga sekarang. makanan cepat saji juga demikian. rasa dan aroma Coca Cola ya tetap sama. apa sih yang dijual Coca Cola. dan diprediksikan akan terus jaya sampai tahun 2000 (sekarang sudah tahun 2002). Sekedar membuktikan prediksi Naisbitt dan Patricia (keduanya merupakan futurolog) akan keberlangsungan perusahaan-perusahaan yang disebutnya dalam buku tersebut (disebutkan juga. dan sebagainya tampak seperti biasanya tidak ada yang berubah. mungkin hampir semua melakukan apa yang disebut Inovasi. mungkin tidak terlalu merugikan apabila sejenak kita coba alihkan perhatian pada lingkungan sekeliling. begitu pula para pegawai kantoran. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama. Misalkan. Inovasi! Tentu sebagai orang yang tidak ingin kalah dalam persaingan. atau hanya sekedar buruh di proyek-proyek pembangunan rumah. hanya sedikit saja mungkin. dan tak menghendaki ketertindasan oleh karena ketidaksiapan diri. Seperti Coca Cola. Yang dijual ya ayam dengan rasa yang tidak berubah sejak dulu sampai sekarang. semestinya dua hal yang pernah dilakukan orang-orang (perusahaan) sukses diatas juga berlaku pada diri kita..John Naisbitt dan Patricia Aburdence dalam bukunya yang terkenal. Honda. dengan berbagai ekspresi yang sering kita lihat. Megatrend 2000 menyebutkan Coca Cola sebagai salah satu perusahaan besar yang pertama kali menembus pasar Asia. Pada saat berkendara..Pagi merupakan awal dari kegiatan bagi sebagian besar makhlukNya untuk berikhtiar. Nugget. atau sekedar memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Pagi . melamun. pepohonan. dan lain-lain). kemudian tak henti melakukan inovasi. sejak pertama kali diproduksi hingga sekarang. gedung sekolah. botol plastik ukuran besar dan kecil dan masih banyak lagi. tidak mau terinjak oleh kaki-kaki yang terus melangkah cepat. tidak bermaksud mempromosikan semua merk yang disebut dalam tulisan diatas. IBM.

ulama. Udara adalah universal. Sehingga apabila kita anggap semua kendaraan itu angkot dengan kapasitas mesin 1000 cc maka dihasilkan gas polusi sebanyak 240 juta liter tiap jam! Sulit.0 liter (4000 cc) akan dihasilkan 4000 liter gas buang permenit! Menurut pengamatan Pusat Teknologi Prasarana Jalan. namun apabila menengok kembali pada telaah lebih jauh akan diperoleh kenyataan yang menakjubkan. sakit atau sehat. . Melihat kembali kecepatan kendaraan yang melaju sedang dengan kecepatan 40 km/jam dan putaran mesin 2000 putaran/menit. penjahat.sekolah itu catnya semakin pudar. Kendaraan melaju dengan berbagai kecepatan ada yang berjalan perlahan. Bandung pada tahun 2000 tercatat bahwa untuk jalan arteri perkotaan terdapat sekitar 2000 kendaraan perjam yang melewati sebuah ruas jalan. Secara umum dari data di atas dapat diambil penelusuran bahwa pada sekali proses pembakaran BBM atau satu putaran mesin dihasilkan 1 liter gas buang untuk kendaraan dengan kapasitas mesin 1000 cc atau 1 liter. seperti sebuah truk sedang dengan mesin 4000 cc atau truk besar dengan mesin 10 000 cc. Hal ini disebabkan udara sulit untuk dilokalisir. CC (centimeter cubic) dalam hal ini merupakan kapasitas ruang pembakaran mesin yang digunakan oleh angkot tersebut. Tahukah berapa kecepatan kendaraan yang dikendalikan bapak atau ibu sopir itu? Di kota-kota umumnya pada kecepatan sedang sekitar 40-60 km/jam. sangatlah sulit untuk mendaur ulang udara yang sudah tercemar. agama. Astaghfirulloh! Bandingkan pula dengan kendaraan truk sedang dengan kapasitas mesin 4. Pada kendaraan umum kecil yang biasa disebut angkot biasanya menggunakan mesin 1000 cc . bahkan si pelaku pencemaran sekalipun. ada yang membelok dan sebagainya. tidak membeda-bedakan warna kulit. berbeda dengan air. atau bahkan ada gedung baru yang dengan kokoh berdiri menjulang.3 liter). Kita bersama-sama menghirup udara yang sama. pada kecepatan itu mesinnya sendiri berputar pada kecepatan +/. Lebih jauh lagi.0 liter-1. sehingga semakin besar angkanya maka ruang bakarnya semakin besar dan tenaga mobil itu semakin besar dan biasanya ukurannya pun semakin besar. atau ada pohon kecil yang baru ditanam. maka dapat diperoleh gas buang kendaraan sebanyak 2000 putaran/menit dikali 1 liter gas buang/putaran mesin atau sebesar 2000 liter gas buang/menit! Padahal mungkin kita berkendara lebih dari 60 menit dalam satu hari atau menyumbang lebih dari 120 000 liter gas pencemar perhari kepada lingkungan kita.2000 rpm (putaran per menit). ada yang menyalip. dan sebagainya. yang umum bisa dipisahkan antara air kotor dan air bersih.1300 cc (1. betul-betul anugerah kebebasan. harta. Mungkin angka ini tidak terlalu berarti bagi kita.

Lebih dahsyat. Namun. Walaupun begitu besar produksi limbah terhadap udara kita tiap harinya. kesadaran itu sangatlah sulit untuk dikenali karena sifat manusia yang senantiasa khilaf sehingga memerlukan waktu yang tidak sedikit dan perlu kerjasama semua pihak untuk membinanya. Solusi... karena mungkin dalam beberapa generasi manusia berikutnya udara merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup mereka. atau buta. musibah yang terjadi baru-baru ini mungkin menjadi tidak berarti dibandingkan penghancuran bumi secara masal yang kita lakukan secara gotong royong tanpa disadari..Musibah. Seperti diungkapkan dalam renungan berikut ini. "bila melihat alam yang indah ini tiada terasa kebesaran Allah bila mendapat musibah lupa dirinya hamba nikmat yang datang tiada rasa dariNya patutlah malu kepadaNya karena anugerahNya kepada kita membuat dosa rasa kekesalannya buta hati lebih berbahaya buta mata tidak nampak dunia buta hati tidak nampak kebenaran buta hati ditipu nafsu dan syaitan bahkan dilupakan saja semua rasa bangga dengan dosa bila menyebut neraka tidak terasa akan derunya bila menyebut syurga tidak terasa akan nikmatnya jiwa itu telah mati. meningkatkan kesadaran akan kesehatan lingkungan merupakan solusi terbaik yang relevan pada saat ini.. kegiatan berkendara merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan." (izzatun nissa') .

000 ppm untuk HC. seperti di negeri awan. Termenung sejenak menatap ke luar jendela.400 ppm untuk HC. H2O. peri kecil). (Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah. Kendaraan bermotor selain sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4.id) Yang Berilmu Yang Terpilih Publikasi 26/12/2002 07:10 WIB . Ketebalan asap gas buang sebagaimana dimaksud di atas diukur pada kondisi percepatan bebas. seperti keputusan Menteri Lingkungan Hidup KEP-35/MENLH/10/1993 TENTANG AMBANG BATAS EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR "Kandungan CO (karbon monoksida) dan HC (hidro karbon) dan ketebalan asap pada pancaran gas buang: Sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4. Sepeda motor 4 (empat) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4. Kandungan CO dan HC sebagaimana dimaksud di atas diukur pada kondisi percepatan bebas (idling). dan unsur logam berat yang sekarang pemerintah berusaha menguranginya. Kota Jakarta terlihat indah dari sini. menerawang jauh ke depan gedung-gedung tinggi. Pada kota-kota besar seperti New York dengan tingkat polusi tinggi kehadiran gas pencemar ini sudah sangat kentara berupa kabut putih yang sering di sebut smog (smoke and fog) atau kabut asap.5% untuk CO dan 3. 23 Desember 2002 Riki Hendriana (Riki@excelcom." Sudahkah kendaraan Anda layak uji emisi ? Komposisi gas buang kendaraan sebenarnya lebih kompleks seperti senyawa nitrogen oksida(NOx). Jakarta. Merekalah orang-orang yang rugi. Ozon (O3). CO.5% untuk CO dan 1.200 ppm untuk HC. sesudah perjanjian itu teguh dan memutuskan apa yang oleh Allah disuruh menghubungkannya. dan hijau pepohonan di perumahan penduduknya diselimuti kabut putih yang samar.co. senyawa hidrokarbon (HC).Dan firman Allah Swt tentang orang-orang fasik (durhaka). CO2. Segera kubaca email satu per satu sambil berharap ada seorang teman yang mengingatkanku akan khilaf hari ini (Je toi aime aussi mon ami. senyawa belerang oksida(SOx). dan mengadakan kerusakan di bumi ini. di lantai delapan di hadapan meja resik tempat saya bekerja. ". masjid yang artistik.5% untuk CO dan 2." (Al Baqarah:27) Dan tidak ada salahnya untuk mengetahui beberapa peraturan pemerintah. Kendaraan bermotor selain sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar solar disel dengan bilangan setana ³ 45 ditentukan maksimum ekivalen 50% Bosch pada diameter 102 mm atau 25% opasiti untuk ketebalan asap.. ah ternyata hari masih pagi..

Al-Idrisi dipilih. ia menjadikan Sicillia sebagai pusat pertemuan antara ilmuwan muslim dengan ilmuwan Eropa yang sebetulnya saat itu masih terbelakang. Baru kemudian di sekitar awal abad ke 11. Bukan saatnya lagi bagi kita untuk mengeluh. Jarang sekali kita mendapat pengakuan sebagai yang paling terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Apa yang bisa kita ambil sebagai hikmah dari sejarah itu? Kita memang kalah dalam pertempuran. Beliau oleh Roger II diberi amanat untuk membuat peta atas wilayah kekuasaan Norman. tapi apakah itu adalah kekalahan bagi muslim? Walaupun secara militer. Kita tidak perlu memprotes kepada mereka. Akan tetapi secara intelektual. Di bidang lain pun demikian. Selama hampir 3 abad. Muslim menganggap ilmu pengetahuan adalah amanat dari Allah. secara ilmu pengetahuan muslim tetaplah insan-insan yang mempunyai kualitas yang tidak bisa ditandingi. ia mengambil ilmuwan muslim untuk membantu mengembangkan ilmu pengetahuan. bagaimana ia menghormati ilmuwan muslim dengan menjadikan muslim sebagai pemimpin armada maritim-nya. Islam berkembang dengan pesat di wilayah ini. kekuasaan sudah diambil alih oleh bangsa Norman. Salah satu ilmuwan yang terkenal adalah Al-Idrisi. tapi dikenal dengan 'emir'.Tercatat dalam sejarah bahwa. Sebagaimana kita lihat dari pengakuan Roger II terhadap Al-Idrisi.eramuslim . Kita tidak perlu melakukan itu untuk mendapat pengakuan dunia. Kita tidak perlu melakukan tindakan-tindakan yang justru akan mengindentikkan kita dengan kekerasan. Muslim sekarang lebih memilih untuk melakukan 'protes' dan mengeluh terhadap kedigdayaan negara-negara non Muslim. Ketika Roger II dari bangsa Norman menjadi penguasa di daerah Sicillia. . Pada era ini muncul beberapa ilmuwan muslim berasal dari daeah ini. Bahkan karena mengetahui betapa pesatnya ilmu pengetahuan para muslim. bahwa sebetulnya kita tidak perlu melakukan penyerangan balik. Muslim selalu dikaitkan dengan kekerasan. bangsa Norman berhasil mengambil alih kekuasaan di Sicillia. Berakhir pulalah kekuasaan Islam di daerah Mediterania. muslim tetap menjaga dominasi ilmu pengetahuannya bahkan bagi penakluknya sekalipun. Sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang semua itu berasal dari Allah. Yang perlu kita lakukan adalah dengan menjadi insan manusia yang benar-benar menguasai bidangnya. karena Roger II mengetahui bahwa secara ilmu pengetahuan muslim merupakan yang terdepan pada saat itu. daerah di sekitar kepulauan Mediterania tepatnya Sicillia merupakan daerah yang berkembang di bawah ajaran Islam. Namun apa yang kita lihat sekarang? Muslim diidentikan dengan terorisme. Al-Idrisi merupakan cartographer muslim yang pertama kali membuat atlas dunia terdiri atas tujuh puluh peta dan dilengkapi dengan data-data geografis yang akurat. Bukan waktunya lagi untuk terus menghujat negara-negara non Muslim. termasuk dalam hal ilmu pengetahuan. Sehingga pada zaman itu tidak dikenal istilah admiral bagi pemimpin armada laut.

karena Bapak yang cuma guru SD di kampung.Jika Anda seorang ekonom. Kenapa? Pasti. untuk lembaran Osis. Semua itu dilakukannya. bebek. Teman-teman berkomentar ”Cita-cita. Wallahu'alam bishshawab. Apapun bidang pekerjaan Anda. Dan kemudian. dan lain-lain”. yang menyediakan isian kolom citacita. Ketika SMP dan SMA dulu. dengan senang hati dan panjang lebar saya menerangkan apa maksud cita-cita Menjadi Ibu. maka jadilah ekonom yang handal dan berakhlak Islami. pengin jadi ibu rumah tangga?”. Jika Anda seorang engineer. Zulfikar S. mengurus warung kecil di rumah. Itulah maksudnya. mengurus ayam. kok menjadi Ibu. Ada juga yang bertanya ”Apa maksudnya cita-cita menjadi Ibu?”. utama sekali untuk membantu ekonomi keluarga. Ibu saya bukan wanita karier. bukan pula -apalagi.selebrities. angsa.id) Menjadi Ibu Publikasi 23/12/2002 12:41 WIB eramuslim . . Dimana saja."Menjadi Ibu". Rohis dan lain-lain. Dari pekerjaan rumah tangga (termasuk yang biasanya dikerjakan kaum laki-laki seperti membenahi genteng). tekunilah bidang itu sungguh-sungguh dan jadikanlah Islam dihormati kembali sebagai pembawa rahmat bagi semesta alam. Cita-cita tuh menjadi dokter. mengurus sawah. Untuk teman. dan kambing peliharaan kami. bahkan membuat batu-bata. maka jadilah engineer yang handal dan berakhlak Islami. bukan! Ibu saya bukan siapa-siapa. tanpa dicita-citakan. pertanyaan seperti itu pun kembali meruyak. Ada lagi yang menyindir ”Udah pengin kawin ya? Kok. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Bahkan ada yang meledek ”Cita-cita kok menjadi Ibu. Itulah cita-cita saya. Ibu saya bisa mengerjakan apa saja. Beliau memang tidak suka berdiam diri. Apa istimewanya Ibumu sehingga kau ingin menjadi sepertinya? Mengidolakannya di saat para remaja lainnya mengidolakan para selebritis dan sejenisnya? Apakah Ibumu seorang wanita karier yang sukses? Bukan.or. insinyur. Tentu saja banyak yang heran. Dulu Ibu saya juga sempat bekerja di konveksi dan mengambil jahitan. selalu itu yang saya tulis pada saat saya mengisi lembar biodata. untuk guru sekolah. Tapi kesibukannya melebihi wanita karier. Selain itu juga untuk membantu keluarga besar Ibu dan sebagai bentuk kemandirian ibu. suatu saat kamu akan menjadi seorang ibu!”. Kamu kan perempuan! Sudah pasti. Semuanya. Menjadi (seperti) Ibu (saya). guru.

Ya. Ibu saya tidak pandai memasak resep-resep umum apatah llagi resep modern. meski aktif di masyarakat. Namun kini. Dan buku pelajaran dan perlengkapan sekolah saya cukup lengkap. Ketika saya banyak memiliki waktu berinteraksi dengan ibu lagi. Bajunya pun tak pernah dari bahan sutera atau bordir.Ibu saya bukan aktivis. Tak ada kue. ibu memang kreatif. ibu saya tak pernah bergosip. Bukan. Ibu juga bukan wong agung keturunan ningrat. karena ibu bisa membuat makanan-makanan lezat. Tapi ibu menjawab tidak tahu. Tapi beliau selalu rapi dalam kesederhanaannya. makanan yang dibuat ibu sudah cukup bagi kami. Tapi di lain pihak. dan menjalani dunia kampus dengan berbagai aktivitas keislaman yang menyita seluruh kekaguman saya. yang kami miliki di dapur kami. Sering dulu saya bertanya nama masakan yang dibuat ibu. saya dan adik saya hanya mendapat baju-baju sederhana (namun tetap terawat rapi dengan seterika arang). karena memang tidak ada namanya. Ia rajin ‘rewang’ jika ada tetangga yang punya hajat. ibu saya juga memiliki banyak kekurangan. Tapi beliau cukup mengerti bagaimana bersikap sesuai situasi dan kondisi. Namun. bukan karena ibu tidak lagi seperti ibu yang dulu. saudara maupun tetangga. Ia juga rajin membantu jika ada tetangga yang meninggal. kami hanya mendapat 50 rupiah. Tapi semua yang dimasak ibu lezat. Make-upnya hanya bedak tipis dan lipstik murahan. cake dan makanan-makanan enak lainnya. Karenanya. saya tak pernah menunggak bayaran sekolah seperti teman-teman lainnya. Yang dibesarkan tanpa pendidikan etika dan unggah-ungguh jawa yang tinggi. yang tetangga sering mampir namun lebih banyak bergosipnya daripada berbelanja. Kondisi kami yang berkekurangan tak pernah membuat kami ingin masakan dan kue-kue modern. Tentu saja. Tapi ibu pintar dan dulu sering membantu saya belajar. Ketika anak-anak lain mendapat uang saku 100 rupiah sehari. Ibu rajin hadir ke pengajian Yasinan. Hingga kami tidak tumbuh menjadi anak yang suka jajan. Bahkan makin hebat. . Ketika orang tua-orang tua lain membelikan anak-anaknya baju yang bagus-bagus. ibu dicintai oleh semua orang. juga pengajian aisiyah yang diselenggarakan di tingkat kecamatan. melainkan hanya wanita desa yang sederhana. sakit. tapi rasanya kekurangan yang dimiliki ibu tak ada artinya dibanding segala ‘keluarbiasaannya’ di mata saya. Ibu juga bercita-cita tinggi untuk anakanaknya. Ibu bukan pula wanita berpendidikan tinggi. Tapi lebih karena saya kemudian hidup jauh dari ibu. ibu saya masih tetap sehebat yang dulu. tapi aktivitasnya juga luar biasa. Termasuk di warung sayur kecil kami. Masakan itu beliau buat dari bahan yang apa adanya. meskipun tanpa alat dan bahan memadai. Kekaguman-kekaguman saya terhadap ibu sempat hilang. Bahkan SD pun beliau tidak lulus. ketika saya kembali banyak berpaling kepada ibu. padahal di kampung kami gossip hampir merupakan 'keniscayaan’ seorang perempuan. Sekolah anak-anak adalah nomor satu baginya. maupun lahiran.

saya kembali mengisinya dengan mantap: Menjadi Ibu. kuncinya adalah rencana yang matang dan usaha yang maksimal untuk menjalankan semua yang telah terencana itu.” Nduk. yang penolong. ibu yang realistis dong. untuk meraih sukses. wanita karier yang kuat. tapi tak ringan mulut. Agar ibu cukup dibonceng bapak. meskipun seharusnya ia bersyukur. Saya kan sudah tujuh tahun tinggal di Jakarta. ketika dua anaknya sudah tak lagi membutuhkan biaya. Dan yang paling berkesan. Apapun.com) Lima Detik Pertama Penentu Sukses Publikasi 18/12/2002 09:45 WIB eramuslim . “Ah. Mungkin terlalu ekstrim jika yang diambil contoh adalah soal bunuh diri. Saat ini. semoga jodohmu orang dekat sini saja. agar kalau ibu pengin menengok kalian. ”Lho. namun keyakinannya kepada Allah sedemikian kuat. Duh.Beliau tetap pekerja keras. Rencanakan Apa Yang Hendak Dikerjakan. Gosip dan goncangan yang menerpa tak membuatnya berubah. Dalam prinsip manajemen. Kita hamba-Nya boleh minta apa saja. Darimana jalannya saya mendapat jodoh orang sini?” jawab saya.Sukses. Kalau Allah menghendaki. Betapa kesederhanaanmu ternyata menyimpan samudera makna kehidupan yang dalam. orang akan menanggung malu teramat besar jika upaya bunuh dirinya ternyata tidak berhasil. karena ibu pasti mabok kalau naik bis atau mobil”. karena bahkan seorang yang berencana bunuh diripun tak ingin mengalami kegagalan. Dan ibu juga minta. meskip pengetahuan agama Ibu minim. beliau tetap ke sawah. Ibu. kado hari Ibu untuk para wanita nan tegar penuh cinta) Azimah Rahayu (azi_75@yahoo. saat permasalahan itu merundung. dan membuat batu-bata serta memelihara banyak ternak. Bahkan. langkah ini biasa dikenal dengan. ibu tak harus jauh-jauh ke Jakarta. ibu selalu berdo’a dan meminta pada Allah tiap habis sholat. Ibu saya menjawab kalem. Maksudnya. namun hal itu sekedar ingin memberikan gambaran bahwa untuk hal paling hina pun orang berusaha maksimal untuk merealisasikannya. dan . jodoh itu khan urusan Allah. yang ringan tangan. Beliau tetap aktivis sosial yang baik. semoga kamu mendapat jodoh yang sholeh dan sepadan denganmu. jika saya mengisi lembar biodata lagi yang ada isian cita-cita. menjalankan warung. ora kurang jalaran (tidak kurang sebab)". Suatu hari. Ibu saya bahkan tetap tegar ketika beberapa waktu lalu badai menggoncang keluarga kami. (@az. mungkin tidak satupun manusia di dunia ini yang tak ingin meraihnya. beliau tak pernah menunjukkan kesedihan di hadapan kami anak-anaknya. ibu saya berkata. Kini.

Ya. karena Rasulullah pun memberikan nilai sedekah untuk setiap senyum yang kita berikan kepada saudara kita. itulah yang harus Anda ciptakan untuk bisa memulai segalanya lebih lancar sehingga kesuksesan seolah sudah digenggaman Anda. Berkenaan dengan kesan pertama ini. kesan pertama. Mengapa senyum? Jangan pernah pernah menganggap sepele tersenyum. jika keluar dari prinsip tersebut. kesan pertama kita terhadap seseorang sangat penting karena segala sesuatu yang kita lihat dan kita dengar selanjutnya disaring melalui pendapat kita yang pertama. taktik nomor satu untuk menciptakan kesan pertama yang luar biasa tetapi mudah dilakukan adalah: Tersenyum. Namun. David J Lieberman dalam sebuah buku laris yang berjudul. Jadi. yakni sebuah proses dimana kesan pertama kita terhadap orang lain menyebabkan kita menilai perilaku berikutnya atas dasar kesan pertama kita. Orang yang tersenyum dianggap sebagai orang yang penuh percaya diri karena ketika kita sedang grogi atau tidak yakin dengan diri kita atau sekitar kita. satu hal yang sangat mudah dan praktis untuk dilakukan: Tersenyum. bisa jadi satu keniscayaan bahwa kegagalan segera menghampiri Anda. tahukah Anda apa yang paling menentukan dari semua proses awal menuju kesuksesan ketika hendak memulai satu upaya merealisasikan semua rencana? Rahasia sukses seseorang dalam meraih semua impiannya. Anda menciptakan citra orang tersebut sebagaimana ketika mula-mula Anda bertemu dengannya dan Anda melihat perilakunya pada masa-masa selanjutnya melalui citra ini. Artinya. ada sesuatu yang disebut pengaruh pertama. Semangat sangat penting untuk menciptakan kesan yang baik karena semangat itu dapat menular kepada orang lain.Kerjakan Apa yang Sudah Direncanakan. Dengan tersenyum menunjukkan bahwa Anda menyenangi tempat dimana Anda berada dan senang bertemu dengan orang yang Anda temui sehingga pada gilirannya dia akan semakin tertarik untuk bertemu Anda. Pada akhirnya. jelas cara yang paling ampuh untuk menciptakan kesan pertama yang mengagumkan. Selain itu. Anda tentu masih ingat pesan sebuah iklan produk parfum pria yang pernah ditayangkan di TV yang berbunyi. Tentu saja tersenyum menimbulkan kebahagiaan sehingga akan mempertemukan kita kepada orang-orang yang bahagia karena kita melihat mereka dengan cara yang positif. hubungan interpersonal atau apapun yang menjadi obsesinya ternyata ada pada lima detik pertama setiap langkah awalnya. kebahagiaan. tersenyum menunjukkan penerimaan yang tulus dan menyebabkan orang lain tahu bahwa Anda mau menerima dia dengan tulus. selanjutnya terserah Anda …”. Ini artinya. apabila kesan pertama seseorang terhadap Anda baik. Dan tersenyum. Akibatnya. maka dia akan cenderung lebih baik dalam menilai anda pada masa-masa selanjutnya. dan semangat. Get Anyone To Do Anything menyebutkan. tersenyum menandakan penerimaan yang tulus. “Kesan pertama begitu menggoda. . senyum mampu menciptakan empat hal yang luar biasa: Menimbulkan rasa percaya diri. entah itu berkenaan dengan karir. Dan yang lebih penting. kita cenderung untuk tidak tersenyum. Lima detik begitu menentukan? Tepat! Karena yang harus Anda lakukan pada lima detik pertama itu adalah kunci sukses nomor satu yang tidak boleh dilewatkan.

Mereka memiliki mata. robot akan selalu mengikuti perintah yang membuatnya. Alhamdulillah. Kita bukan robot yang selalu menjalankan tugastugas yang rutin.Mungkin kita sering melihat film fiksi ilmiah dimana terdapat makhluk yang menyerupai manusia tapi bukan manusia. kapanpun. Dimana walupun secara fisik berbeda. Tidak seperti robot. Inilah yang disebut sebagai Artificial Intelligence (AI). pengetahuan robot itu bisa saja melebihi manusia yang membuatnya dan merespon berdasarkan emosi. sebagai respon atas suatu kejadian. Sebagai ingatan. kita bisa saja istirahat dari segala aktivitas kita. Tujuannya adalah bagaimana agar hidup ini dapat lebih dipermudah dengan mendelegasikan pekerjaan yang rutin maupun pekerjaan yang seharusnya tidak dikerjakan manusia. emosi yang ada pada diri kita juga merupakan emosi yang memang tidak bisa ditebak keadaannya. misalnya mengendalikan reaktor nuklir. Senyum bisa menjadi senjata yang paling ampuh dalam berbagai kondisi. Secara sepintas memang robot itu seperti manusia. Robot itu merupakan salah satu kreasi manusia. dimana robot akan mempunyai kemampuan untuk beremosi. sedang apapun ketika Anda tengah berinteraksi dengan orang lain. Sehingga pada suatu saat. Tidak seperti robot. kita adalah manusia. dengan demikian akan menciptakan kesan yang sangat baik. . Robot bisa diberdayagunakan di pabrik mobil untuk merakit komponen. sang Maha pencipta. Bahkan kini sudah ada emosi buatan disebut artificial emotion. jangan pernah sia-siakan momentum awal (detik-detik pertama) untuk tidak menjadikannya sebaik mungkin. saat interview. Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Jangan Jadi Robot! Publikasi 17/12/2002 08:45 WIB eramuslim . robot itu seakan-akan mempunyai kemampuan berpikir sendiri. Lakukanlah dengan segera dan senyum akan menjelaskan banyak hal tentang diri Anda: Semuanya Positif. Saat ini bahkan sudah dibuat robot yang mempunyai kemampuan untuk menambah pengetahuannya sendiri. jadikan senyum sebagai modal utama Anda. yang lebih dikenal dengan robot manusia. karena percakapan dan hubungan Anda selanjutnya akan disaring melalui momentum awal ini. Tidak seperti robot. mulut. Itulah sebabnya mengapa tersenyum itu sangat penting. dan berbagai indera lain sama halnya seperti manusia.Dimanapun. seperti hubungan interpersonal dan interelasi. Sampai pada tahap tertentu nantinya bisa saja robot akan mengatakan 'tidak' terhadap manusia pembuatnya. Sampai mungkin suatu saat kita bisa melihat robot bisa dijadikan sebagai angkatan bersenjata sebagaimana kita lihat di film-film fiksi ilmiah. bersama siapapun. alat indera itu secara fungsionalitas memiliki kesamaan dengan yang dimiliki manusia. kecerdasan yang ada pada diri kita bukanlah buatan tapi merupakan kecerdasan yang sebenar-benarnya. Robot itu juga bisa digunakan untuk mengoperasikan tugas-tugas tertentu yang beresiko tinggi. wawancara dan lain sebagainya. karena memang itulah sifat dari emosi. Dengan AI. Sebagai hasil kreasi manusia. Itu semua telah diberikan oleh Allah. telinga.

Beruntung bagi kita manusia yang diberikan sisi lain yang tidak mungkin ada pada robot. Sampai-sampai kita merasa orang yang paling pintar di dunia ini dan berlaku sombong. "Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun. sudah sebegitu kelunya lidah ini terpaksa menari mengikuti irama gendang kepalsuan yang tak hentinya bertabuh. Selain itu terkadang kecerdasan yang ada pada diri kita ini digunakan untuk berpikir dan menghimpun pengetahuan yang tidak membuat kita semakin mendekatkan diri kepada Allah. aku tak habis pikir. pencipta kita sendiri. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. berprasangka buruk dan menjelek-jelekkan saudaranya. Seandainya masih beredar orang-orang yang tak hentinya berlaku sombong. meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)" (Quran Surat Al-Kahfi:109). ingatlah selalu kepada Allah dengan dzikir dan bersyukur kepada-Nya agar kita bisa menjadi manusia yang sebenarnya. karena inilah yang membedakan kita dengan robot-robot. Sebagaimana firman Allah: "Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Allah. Sisi spiritual itulah yang memungkinkan kita untuk selalu mengingatNya. Bersyukurlah kita yang tetap menjaga sisi spiritual kita.id) Lelah … Publikasi 16/12/2002 07:33 WIB eramuslim . tetapi justru semakin menjauhkan kita dari Allah. sudah sedemikian lelahnya kita berpikir untuk mencari segudang alasan baru untuk dusta berikutnya. dan demi bukit Sinai." (Quran Surat At-Tin 1-4). Karenanya jika kita tidak ingin dikatakan sebagai robot. sama halnya seperti robot. menyembunyikan hakikat mengedepankan kepalsuan. Padahal sekali saja berdusta. Kita justru akan mengatakan 'tidak' kepada Allah. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbaiknya. menggunjing.or.Walaupun demikian. Padahal kecerdasan yang kita miliki hanyalah bagian kecil saja dari seluruh ilmu Allah. menghina. dan sekuat apa tubuhnya kelak menanggung akibat dari . sekuat apa penciuman dan mulutnya karena pada saat itu ia seperti tengaha memakan bangkai saudaranya sendiri. aku tidak mengerti. Dalam kehidupan sehari-hari kita terjebak dalam keadaan yang memaksa kita berperilaku seperti robot.Kalau ada orang-orang yang masih terus menerus berdusta. angkuh dan takabbur. sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Allah. Wallaahu'alam bishshawab Zulfikar S. sebesar apa dirinya sehingga sangat lancang menantang kebesaran Tuhannya. terbuat dari apakah lidah mereka sehingga teramat hebat merangkai kata-kata indah menutupi kebenaran. dan demi kota (Mekah) ini yang aman. aku tidak tahu. yaitu sisi spiritual. Jika masih ada sebagian orang yang saling mencaci.

kita tetap bersabar untuk menahan haus. karena akupun pernah mengalaminya. Dilanjutkan di siang hari. sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah. Aku sangat tahu betul. dengan sangat mudah pula Dia mengambil darinya? Mungkin saja masih ada segelintir makhluk Allah bernama manusia yang tak bosannya berzina. tidak terlalu sulit untuk dimengerti. bangga dengan dosadosanya. Demikian pula. maupun pengalaman mengesankan dalam menjalankan roda kehidupan di kala bulan Ramadhan. ini yang sangat mudah aku pahami. sudah pasti kilatan cambuk Allah di akhirat nanti bukan sekedar mematikan. Astaghfirullaah … (Bayu Gautama) 11 Bulan Pembuktian Paska Ramadhan Publikasi 11/12/2002 09:31 WIB eramuslim . Padahal seratus kali ayunan cambuk atau lemparan batu hingga mati bisa jadi satu-satunya alasan Allah untuk memberikan ampunan atas perbuatannya. Namun. kita memulai aktivitas Ramadhan dengan bersahur. suka-duka. ketika beban kerja begitu menekan. Sehingga amarah menjadi reda kembali. Padahal semestinya ia tahu. Dan lelah untuk terus memikirkan ancaman dan hukuman macam apa yang diberikan Allah kelak di hari pembalasan. itupun sudah cukup. kita lepas lapar . Dalam keadaan ingin marah. Dimulai dari dini hari. pada saat dimana pada umumnya manusia masih terlelap. tetapi menghancurkan tubuh kecil tak berarti ini. kesombongan adalah mutlak miliki Allah semata. lelah rasanya terus menerus berbuat dosa.kesombongannya. sungguh aku semakin bingung dibuatnya. sungguh aku tidak akan pernah memahami. Sahur kita lakukan untuk mempersiapkan diri sebelum berpuasa sepanjang hari nantinya. Lelah menahan hentakan demi hentakkan yang bergemuruh di dalam dada ini setiap kali aku melakukan perbuatan maksiat. Lalu kenapa masih ada yang berani meski sekedar mendekatinya? Umpamanya masih hidup orang-orang yang gemar berbuat maksiat. Walaupun hanya segelas air. setebal apa kulit mereka menahan api neraka Allah. sekuat tubuh orang-orang itu menerima adzab Allah yang tak pernah berhenti. Dan jika itu tidak dilakukannya. Tidak lupa kita senantiasa menjaga pandangan dari hal yang menjurus maksiat dan sia-sia.Apa yang bisa kita ambil dari ibadah selama bulan Ramadhan? Banyak likaliku. aku semakin heran. sementara bertebaran di seluruh penjuru bumi Allah ini anak-anak yatim piatu. kita langsung ingat bahwa kita sedang berpuasa. apakah ia selalu berpikir bahwa semua itu diperolehnya murni dari hasil jerih payahnya? Tak pernahkah ia tahu bahwa semua yang ada padanya itu adalah atas kehendak Allah Sang Pemberi Rizki? Yang seandainya Dia berkehendak. Di tengah terik panas matahari. jika saja ada sebagian kecil dari orang-orang diatas yang berhenti melakukan semua yang dilarang Rabb-nya. Begitu tiba saatnya berbuka. di kala kita sedang beraktivitas. fakir miskin dan orang-orang lemah. Sekiranya tetap hidup manusia-manusia yang enggan menyisihkan sebagian harta yang dimilikinya.

demikianlah adanya dimulai dengan berikhtiar semaksimal mungkin dan harus selalu dibarengi dengan tawakkal hanya kepada Allah. Kita pun dituntut untuk bekerja dengan efektif. kita tetap dianjurkan untuk memakan makanan yang sederhana terlebih dahulu. Karena sesungguhnya hal itu bisa kita lakukan tidak hanya di bulan Ramadhan. Dalam memulai beraktivitas kita dianjurkan untuk selalu mempersiapkan diri. Ibadah Ramadhan kita dikatakan berhasil. kita akan selalu mengendalikan diri. Bagaimana kita akan menjadi manusia yang sukses jika kita tidak mengawali dengan persiapan yang baik. Walaupun kita dapat mengumbar nafsu untuk menyantap hidangan semaunya. memberikan pelatihan kepada kita selama Ramadhan ini untuk bisa menjadi manusia yang dapat mengatur hidupnya menjadi lebih baik. Hal ini merupakan kontrol yang efektif bagi manusia. Bulan ini menjadi lebih baik dari yang kemarin. jika di sebelas bulan ke depan. berpuasa di siang hari.dan dahaga. insya Allah. Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan kemarin. yaitu menjauhi perbuatan sia-sia dan maksiat. Kalau kita mau memikirkan hikmah di balik aktivitas selama Ramadhan. kita diminta untuk mengembalikan semua itu kepada Allah saat melakukan shalat malam. Apakah berhasil pelatihan yang Allah berikan ini? Pelatihan di bulan Ramadhan akan berhasil jika kita bisa mengimplikasikannya dalam bulan-bulan selain Ramadhan.id) Wajah Kemusliman Kita Publikasi 10/12/2002 09:44 WIB . Wallahu'a'lam bishshawab (Zulfikar/zulfikar@ukhuwah. Akan sangat beruntunglah kita yang dapat tetap menjaga ibadah maupun ritme kehidupan seperti di kala Ramadhan dalam sebelas bulan mendatang sampai bertemu Ramadhan yang akan datang. Demikian seterusnya selama satu bulan penuh.or. Aktivitas kita diakhiri dengan melakukan ibadah shalat malam. Setelah melakukan semua rangkaian aktivitas itu. dan insya Allah bulan yang akan datang lebih baik dari bulan ini. sebagaimana tercermin dari sahur. kita dapat beraktivitas sebaik di bulan Ramadhan. Demikian pula di saat berbuka. Dengan demikian insya Allah kita akan menjadi manusia berhasil dunia dan akhirat. Betapa murahhatinya Allah. Justru cobaan akan terjadi di sebelas bulan mendatang. karena setiap hari lebih baik dari hari yang kemarin. dan demikian pula insya Allah Ramadhan yang akan datang kita persiapkan agar lebih baik dari Ramadhan kali ini. insya Allah banyak pelajaran yang bisa diambil. apakah Ramadhan kita berhasil atau tidak. kita dituntut untuk selalu mematuhi waktu itu. pelajaran yang bisa kita ambil adalah bahwa dalam hidup kita dituntut untuk senantiasa sederhana. Di dalam hidup ini. sampai berbuka. Karena tanpa perlu disuruh atasan. Betapa kita akan menjadi orang yang beruntung. Mulai dari sahur. sebagaimana kita lakukan di siang hari kala berpuasa. karena merasa ada yang mengawasi yaitu Allah. Rasulullah menganjurkan menyegerakan berbuka dan dengan makananmakanan yang ringan seperti korma. Satu hal lagi yang tidak kalah penting adalah manajemen waktu yang begitu terjaga di kala Ramadhan.

bahwasannya apapun saja yang dilakukan hanyalah berkat perkenan dan pertolongan dari Allah semata. Kehambaan sebagai mahluk diserukan dalam kumandang pentakbiran akan Kemahabesaran Allah. Jiwanya akan semakin lembut dan sensitif terhadap nilai-nilai ketauhidan yang berdimensi ridho Illahi. atau antar sesama karyawan itu sendiri. Tuhan seru sekalian alam yang terkumpul pada-Nya segala puji. Seluruh aktivitas kesehariannya sebagai seorang muslim tentu akan lebih bermakna baik dalam interaksi dengan keluarga maupun dengan lingkungan di sekitarnya. Salah dan khilaf memang hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Alangkah indah jika negeri kita bertabur barokah dari Ramadhan dan Idul Fitri seperti ini. Alangkah bijaksana jika seorang muslim bisa mengkaji diri dari pahitnya kesalahan. Tugas untuk menjadi rahmat bagi lingkungan dengan kebenaran dan keindahan nilai-nilai Islam. kebesaran Allah SWT jua yang diserukan. dengan tetap menjaga . Baik antara seorang pimpinan dengan seluruh bawahannya. Ia pantulkan kembali Kemahapengasihan Allah dalam sikap yang santun dan penyayang kepada mahluk Allah lainnya. Demikian halnya dengan hubungan sosial lainnya. Bagi seorang muslim.Siapa yang sanggup menahan rasa sedih yang mendalam ketika perlahanlahan senja terakhir Ramadhan berlalu dan terbenam. ataupun sesama rakyat semata-mata.eramuslim . Begitu usai ibadah Ramadhan. baik vertikal maupun horizontal. Dan akan semakin kokoh lah sosok muslim yang penyayang. Nuansa Idul Fitri seakan memagari kita untuk hidup dalam manisnya ukhuwah islamiyah yang hangat dan saling menyayangi. Dan pantulan dari peningkatan kualitas keimanan itu semestinya akan tercermin dari semakin indahnya ahlak dan perilaku selepas Ramadhan. Siapa pula yang sanggup menggambarkan perasaan damai dalam suasana gelombang takbir tak berkesudahan di malam menjelang fajar 1 Syawal. Termasuk juga kesanggupan untuk melakukan ibadah puasa. Dengan penuh kesadaran diri. Apalagi kalau sampai menyakiti dan merugikan banyak orang. Baik seorang pemimpin dengan rakyatnya. Pada saat-saat itu terlebur semua rasa benci. Bahagia karena akan bertemu dengan hari yang dijanjikan oleh Allah sebagai hari kemenangan dan kembali kepada kefitrian. Sedih karena berpisah dengan bulan mulia penuh berkah dan ampunan. Hatinya semakin sadar akan beratnya beban amanat yang dipanggul sebagai khalifah Allah di muka bumi. Ada getaran perasaan luar biasa yang tak terlukiskan di saat-saat itu. hubungan dengan Allah akan diperbaiki dan dijaga keeratannya selama sebulan penuh menunaikan ibadah puasa. dendam dan bibit-bibit permusuhan. Namun tak berarti itu dijadikan alasan atau suatu yang dimaklumkan untuk dilakukan berulangulang. penyantun dan anti membuat kerusakan dimanapun ia berada.

status sosial. Hidupnya tidak bergantung kepada sesuatu apa pun. uang. berbuat sesuatu tanpa pamrih. bekerja dan sebagainya masih menimbun rasa duka dan derita bagi orang lain. Kita masih lalai dengan amal-amal mulia yang sesungguhnya di bulan suci itu. . meniru akhlak Tuhan. deni mukhyidin mukhyidin@yahoo. Pada momen-momen seperti ini. berpakaian. lantas karena itu semua ia menangis begitu dijabat erat oleh para bawahan. Boleh jadi kegigihan baca Al-Qur’an kita pun berubah jadi kemalasan dengan berubahnya bulan! Sementara itu. Kita pun masih sibuk dengan urusan-urusan yang tak pernah menjanjikan apa pun di bulan Ramadhan. yang ada hanya pengharapan akan kebersihan batin dari dosadosa kemanusiaan dengan orang-orang yang dimintakan pemaafannya. pangkat.de Adakah Ramadhan Menyapa Kita Lagi Tahun Depan? Publikasi 04/12/2002 15:22 WIB eramuslim . Nihil sama sekali nilai Ramadlan kita kali ini jika cara berpikir. Dan tak lama lagi pula malam penuh kemuliaan dan keindahan bersama Tuhan. Laitul Qadar tak menyapa kita untuk bermunajat kepada Sang Pencipta siang dan malam. Karena setiap diri tentu tak ingin timbangan amal baiknya tereduksi dihari pembalasan nanti. bicara.Ramadhan tak lama lagi akan meninggalkan kita. Bukan suatu kecengengan kalau kemudian mata seorang suami berkaca-kaca dihadapan istrinya. kita yang ditinggalkan tak sadar bahwa sikap dan perilaku kita di bulan Ramadhan itu tak jauh beda dengan di bulan-bulan lainnya. harta dan semacamnya kecuali hanya kepada Allah Swt saja. Memang rugi dan sangat rugi bagi mereka yang berpuasa tapi tak merubah niat dan tata cara hidupnya untuk menuju keridhaan Tuhan. Keteladanan seorang pemimpin akan cemerlang ketika ia justru menghampiri rakyat dan memohon keikhlasan dari akibat kepemimpinannya. bergaul. Setiap jiwa yang berhati-hati tentu tidak pernah merasa aman sebelum dosa dan salahnya terampuni. tidur. dari mulai jabatan. Yakni. Adalah sebuah kebesaran pribadi ketika seorang pemimpin yang selalu teringat akan besarnya salah dan kekeliruan yang diperbuatnya. Kita harus berani meninggalkan cara dan gaya hidup setan itu agar kita betu-betul menjadi hamba yang pandai bersyukur. berpolitik. lantaran kesalahan yang belum termaafkan. makan. Kemuliaan orang alim dan ulama justru bersinar ketika ia dengan harap cemas memohon ketulusan maaf dari orang awam yang dibimbingnya.kedekatan dengan Allah SWT dan semangat perbaikan diri untuk berupaya sekuat mungkin tidak mengulanginya. Tidak pula suatu kemanjaan yang berlebihan kalau seorang anak terisak-isak dipelukan ibundanya. Tak terasa bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah itu berlalu.

yakni. Karena itu tak heran bila banyak dari mereka yang menyengajakan diri untuk mandi di siang hari atau tidur demi menjaga puasa mereka. bagi seorang Muslim. Jika kita gagal dalam hal itu semua berarti kita juga gagal dalam mengagungkan Allah Swt. Dan kegagalan kita memperoleh petunjuk adalah karena kegagalan kita dalam beramadlan. perasaan. berarti langkah kita di bulan-bulan selanjutnya pun akan mengalami kesulitan dan kemalasan untuk mengisi keindahan dan kemuliaan dalam kehidupan .Banyak orang susah payah berusaha menyelamatkan ibadah puasanya. Sedang bagi mereka yang beraktivitas tanpa banyak mengandalkan kekuatan fisik. (Udien Al-Farry) Berpuasa Dikala Berbuka Publikasi 04/12/2002 14:14 WIB eramuslim . supaya kalian menjadi orang yang pandai bersyukur. Karena. Al-Baqarah : 185). bermakrifatullah (mengenal Allah Swt) lalu ikhlas kepada-Nya. Marah dan dengki akan pula diredam dengan sepenuh kebijaksanaan. Bagi mereka yang sudah optimal dengan khusyu’ dan ikhlas mendayagunakan energi. QS.Sesungguhnya kegagalan kita menjadi orang yang pandai bersyukur adalah karena kegagalan kita menjadi orang yang memperoleh petunjuk-Nya. Jika kita gagal mengisi Ramadlan. Dan di bulan itu pula cara beriman kita yang seharusnya. . Puasa juga menjadi penge-rem yang canggih untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tercela. Dengan sepenuh kesadaran diri kita tentu berusaha menghindarinya. Menggunjing dan memperkatakan orang dengan serta merta akan ditinggalkan. hari yang terik dan panas menyengat tentu menjadi ujian tersendiri. Bagi mereka yang bekerja keras dengan mengandalkan kekuatan fisik. Apalagi hal-hal yang membatalkan puasa. bekerja dalam kantor atau ruangan yang sejuk. Sungguh momentum Ramadhan menjadi suatu dorongan luar biasa untuk beramal ibadah lebih dari hari-hari biasanya. mungkin punya kesempatan lebih banyak untuk membaca al-quran atau mengikuti pengajian. dan harta di bulan Ramadlan maka mereka juga harus meramadlankan hidupnya di bulan-bulan lain hingga kematian datang seperti datangnya Ramadlan. Boleh jadi pula Ramadhan di tahun depan terus terlewatkan begitu saja tanpa sebuah pemaknaan dan harapan. Amien. Bukankah semua ibadah dalam Islam untuk mengagungkan Rabb Pencipta Alam Semesta ini? “Wa litukabbiru Allah ‘ala maa hadaakum wa la’allakum tasykuruun” (Dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas pentujuk-Nya. Kita gembira saat Ramadlan datang dan kita juga gembira di saat ajal datang menjemput badan. Kita berharap kepada-Nya mudah-mudahan di tahun mendatang Ramadlan masih menyapa kita dengan keteduhan dan kedamaian. kehidupan di bulan Ramadlan itu cara hidup yang sesungguhnya.

Dengan lemah dan letih kita dididik untuk menyadari kelemahan diri. Allah menciptakan manusia dengan kemampuan biologis yang serupa. Keinginan akan makan, rasa lapar dan haus, sakit, derita atau bahagia, semua orang akan merasakan hal yang sama, tak terbatas oleh banyaknya kepemilikan harta ataupun perbedaan bangsa yang berlainan rupa. Kondisi demikian menjadikan kita di sepanjang siang bulan Ramadhan sebagai hamba yang lebih berbakti, lebih rajin dan lebih menghayati hakekat penciptaan diri sebagai mahluk. Begitu maghrib menjelang, tibalah saatnya waktu berbuka puasa. Kegiatan-kegiatan yang sepanjang siang tidak diperkenankan, kini diperbolehkan kembali. Pada saat-saat inilah justru kita sering berbuat diluar kontrol. Demi melihat deretan makanan yang lezat terhidang, demi melihat aneka minuman yang menggiurkan, tak terkendali lagi tangan dan mulut kita untuk menghabiskannya. Tak peduli akan isyarat perut akan kelebihan beban yang ditampungnya. Demikian pula kegiatan tak terpuji lainnya, menggunjing sembari makan, marah yang diumbar sembarangan, bahkan mengerjakan sesuatu yang diharamkan. Yang muncul dalam benak kita pertama kali adalah pemuasan akan keinginan yang sedari pagi tertahankan. Atau pula merasakan kelonggaran untuk kembali melakukan hal-hal yang santai dan sia-sia. Perjuangan kita sepanjang siang menjadi tak berbekas setelah maghrib tiba. Kita amat bersungguh-sungguh dikala pembatasan melingkupi seputar panca indera dan hati kita. Namun prestasi puasa kita merosot tajam disaat semuanya diperkenankan. Itulah pula mungkin gambaran realisasi puasa pada diri dan keseharian kita. Disaat kita dihimpit oleh berbagai aturan, kebijakan pimpinan, atau sempitnya ruang gerak yang diberikan, kita menjadi manusia yang bersungguh-sungguh. Berdaya upaya dengan sekuat tenaga, hati pun sedemikian bersih dan selalu bermunajat kepada Allah akan terkabulnya cita-cita. Diwaktu kita tertindas oleh kekuasaan orang lain yang memenjara ruang gerak dan peran sosial kemsyarakatan, kita sanggup menjadi pejuang kemerdekaan hati nurani dan demokrasi. Namun setelah kesempatan dianugerahkan, sesudah jalan dilapangkan, dikala kekuasaan tergenggam, kita malah menjadi pelopor pemborosan dan kemubaziran. Nafsu kita untuk berbuat apa saja menjadi sedemikian tak terkendali. Sampai pula pada hal-hal yang merendahkan nilai-nilai moral dan etika. Puasa kita hanyalah pelaksanaan ibadah semata di bulan Ramadhan. Tak berefek pada peningkatan kualitas iman dalam berbagai aktivitas keseharian kita. Jika kondisi ini menjadi hal yang biasa dan dilakukan tanpa rasa berdosa, maka bukan tak mungkin kalau kebangkrutan sudah menunggu kita di penghujungnya. Semoga Allah menganugerahkan ruh puasa dalam jiwa kita. Sehingga akan membekas dalam perjalanan hidup kita ke depan, di hari-hari setelah Ramadhan. Hari-hari dimana kita lebih banyak berbuka terhadap berbagai aktivitas selayaknya Ramadhan. Mudahmudahan hidup kita akan lebih bermakna dan berkualitas karenanya, didepan Tuhan dan dalam sejarah perjalanan kemanusiaan kita. Wallahu 'a'lam bishshowab (Deni mukhyidin/mukhyidin@yahoo.de)

Hidup Di Bawah Naungan Tauhid
Publikasi 04/12/2002 11:34 WIB eramuslim - Sering orang bertanya, “Apakah Allah itu ada?” ”Dimana Allah?” Keberadaan Allah hanya bisa kita akui bila kita memiliki landasan tauhid yang benar. Allah memang tidak menampakkan wujudnya, tapi Allah dengan segala sifatnya dapat kita rasakan keberadaan-Nya. Kejelasan tauhid akan tergambar dari kalimat syahadat yang kita ucapkan. Dari kalimat ini akan terjalin hubungan yang harmonis, penuh kecintaan kepada Allah. Kecintaan kepada Allah akan melahirkan pengorbanan kepadaNya untuk berjuang di jalan-Nya, melaksanakan segala perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya. Zat Allah lebih besar dari apa yang kita perkirakan. Manusia tidak akan sanggup memikirkan zat Allah. Allah berfirman, “katakanlah Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS.112:1-2) “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dia-lah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS.6:103) Tauhid yang murni hanya akan tercapai bila kita mengenal hakekat penciptaan kita, begitu juga dengan zat yang menciptakan kita. Betapa indah hidup di bawah naungan kasih sayang dan belain Allah. Namun banyak diantara kita sulit untuk memurnikan tauhidnya, karena selain tidak kenal dengan Allah, mereka masih menyekutukan Allah dengan tandingan-tandingan yang lain. Tak kenal maka tak sayang, begitu orang mengatakan. Tidak kita akan pernah tahu siapa Einstein jika kita belajar ilmu Fisika, kita tidak akan mengenal Jendral Sudirman jika kita tak belajar sejarah, kita juga tidak akan mungkin kenal Ronaldo kalau kita tidak mengenal sepak bola. Begitu juga dengan Allah. Bagaimana mungkin kita akan merasakan keindahan bertauhid kepadanya jika “kreasi” Allah tidak pernah kita baca dan pikirkan. Kita bisa lihat kreasi Allah denga kasat mata. Tidak perlu ke gunung, lembah atau pantai. Pandangi saja diri kita. Renungkan mata yang elok ini, subhanallah kenapa mata yang berdiameter kecil ini bisa mengantarkan kita melihat indahnya dunia, alangkah meruginya manusia jika mata ini buta. Hidung yang sempurna bertengger di wajah mampu menghirup udara segar, tanpa indra kecil itu tentulah kita tidak bisa bernafas. Subahanallah, mampukah kita membuat penggantinya, bila salah satu indera kita itu tidak berfungsi? Secara tekstual, kreasi Allah itu adalah Al-Quran. Ialah pedoman hidup yang banyak ditinggalkan kaum muslimin sekarang ini, akibatnya banyak kaum muslimn yang kehilangan arah. Padahal Sayyid Qurb dalam tafsir fi-zilalnya yang puitis dan romantis itu mengatakan, “Hidup di bawah naungan Al-Quran merupakan suatu kenikmatan.

Kenikmatan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah mereguknya. Kenikmatan yang mengangkat, memberkati dan mensucikan umur kehidupan…” Jadi, kembalilah kepada Al-Quran. Jadikan ia sebagai pegangan utama kita, bacaan pertama yang kita baca sebelum koran terhidang. Petunjuk hidup, jalan keselamatan. Lantunan ayat suci Al-quran saja telah membuat hati tentram, apa lagi hikmah yang terkandung di dalamnya. Wallahu 'a'lam bishshowaab (Yesi Elsandra, Untuk orangorang yang telah menunjukkan jalan terang)

Sekedar Contoh
Publikasi 29/11/2002 08:45 WIB eramuslim - Kalaulah kita mau belajar, manusia yang hidup pada zaman ini bisa mendapatkan berbagai contoh hidup manusia sebelumnya. Predikat dan profesi apapun yang tersematkan pada diri ini, tentu pernah terjadi pada masa sebelumnya. Bahkan tidak sedikit dari deretan nama-nama pelaku sejarah kehidupan manusia itu tercantum dalam kitab Allah, Al Qur’an. Tentu dengan maksud yang satu, hikmah bagi yang sekarang menjalani hidup agar tidak mengulangi kesalahan manusia-manusia terdahulu sesuai dengan salah satu fungsi Al Qur’an itu sendiri, yakni sebagai petunjuk (huda) bagi mereka yang hidup, karena sesudah mati nanti yang harus dilakukan manusia hanyalah mempertanggungjawabkan setiap inci perjalanan hidup yang pernah dilaluinya. Dari daftar nama pelaku sejarah pada masa lalu itu, kita bisa temukan dua tipe manusia, yang pertama adalah mereka yang ingkar kepada Allah dan sebagai akibatnya kecelakaan dan laknat Allah adalah balasan yang paling setimpal buat mereka. Sedangkan yang kedua, hamba-hamba Allah yang taat, beriman dan takut akan adzab Allah sehingga mereka tak henti-hentinya berupaya mendekatkan diri kepada Rabb-nya seraya berharap ridho dan cinta Allah yang menjadi tujuan hidupnya. Allah pernah menghidupkan Fir’aun, Raja Namruj, Raja Abraha, Raja Jalut yang bertindak diluar kapasitasnya sebagai makhluk ciptaan Allah. Sombong, zhalim, serta serakah adalah beberapa diantara karakter yang seharusnya tidak berlaku bagi manusia, karena itu sudah diluar kapasitas yang seharusnya dilakukan. Sesungguhnya, Allah telah memberikan batasan-batasan mana yang pantas, baik dan sepatutnya (boleh) dilakukan dan mana yang tidak. Sehingga ketika ada orang-orang yang melakukannya melebihi kapasitas yang diberikan, melanggar batas-batas yang sudah digariskan, maka Allah menghukumnya sebagaimana hukuman kepada orang-orang yang berlebih-lebihan. Karena itulah, Allah juga menghidupkan seorang manusia agung bernama Sulaiman, yang kekayaannya tak mampu lagi dihitung, kemasyhurannya yang tak tertandingi, namun tetap takut dan berharap perlindungan Tuhannya dari sikap sombong dan zhalim. Sikap rendah hati dan penyayang yang ditunjukannya, berbuah ketaatan dari semua bala tentara yang dimilikinya. Selain shalih dan taat kepada Tuhannya, Sulaiman juga terkenal dermawan, murah hati dan menghormati hak makhluk lain.

Hamman, seorang ilmuan dengan kemampuan teknologinya yang hebat. Namun ketinggian ilmunya itu tidak membuatnya sadar bahwa segala ilmu yang didapatnya adalah atas kehendak Sang Maha Pemberi Ilmu. Dan ia tetap ingkar kepada Allah. Namun Allah juga menghidupkan seorang Yusuf yang menjadikan ilmunya semata untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Begitu pula dengan Nuh dan Daud, hamba-hamba Allah yang meraih kemuliaan Allah karena ketaqwaan dan kelebihan ilmu yang dimilikinya. Kemudian ada Qarun, seorang kaya raya yang hidup pada zaman Fir’aun. Kunci-kunci gudang hartanya harus dibawa oleh unta-unta yang berbaris, sebagai kiasan betapa berlimpahnya harta kekayaan yang dimiliki Qarun. Namun ternyata, semua harta dunia itu semakin menjauhkan dirinya dari Yang Maha Kaya, Qarun pun ingkar dan Allah menenggelamkan manusia yang tak pernah bersyukur itu bersama dengan seluruh hartanya. Maka ada hamba-hamba Allah yang juga terkenal kaya raya, namun menjadikan kekayaannya untuk biaya dakwah dan perjuangan menegakkan agama Allah. Dialah Ustman bin Affan yang menginfakkan seribu unta miliknya yang sudah dipenuhi barang-barang dan perbekalan hidup pada saat Rasulullah mengalami masa paceklik penuh kesusahan. Selain Ustman, ada Abdurrahman bin Auf yang juga kaya raya. Seorang pengusaha yang sangat takut jika hartanya itu kelak akan memberatkan pertanggungjawabannya dihadapan Allah, takut jika harta kepunyaannya akan membutakan dan menjauhkannya dari Allah, sehingga tak pernah sedikitpun ia sungkan untuk bersedekah dan menyisihkan harta yang dimilikinya itu untuk membantu fakir miskin. Tentu masih banyak contoh-contoh baik dan buruk yang bisa kita hadirkan, untuk bisa dijadikan pelajaran dalam menjalani kehidupan ini. Adalah suatu kebodohan jika kita tak pernah belajar dari ketaqwaan dan keimanan, kegagalan dan keberhasilan, kecelakaan dan keberuntungan manusia terdahulu, karena sesungguhnya semua itu sudah terekam jelas pada ayat-ayat Allah. Sungguh, Kitab Al Qur’an yang mulia itu lembar-demi lembarnya, ayat demi ayatnya mengandung rekaman peristiwa sejarah perjalanan kehidupan manusia hingga pada akhir zaman ini. Kezhaliman dan kesewenang-wenangan Fir’aun, Namruj, Abraha dan Jalut, juga terjadi pada masa-masa sesudahnya, bahkan hingga kini. Kesombongan ilmuan seperti Hamman juga bisa ditemui pada perjalanan manusia-manusia sesudahnya. Begitu juga keserakahan dan ketamakkan macam Qarun juga dengan mudah hadir dan terpampang di depan mata. Kita ini, seperti halnya manusia-manusia terdahulu, hanyalah pelaku sejarah dalam lembaran-lembaran kehidupan manusia sepanjang hayat. Manusia yang hidup pada saat ini, menjadikan manusia-manusia sebelumnya sebagai pelajaran, kebaikan ataukah keburukan yang diambil. Begitu juga kita, tentu akan dijadikan contoh hidup bagi menusia-manusia setelah kita mati. Masalahnya adalah, apakah mereka menjadikan kita sebagai contoh baik atau buruk, mengambil pelajaran dari kegagalan atau kesuksesan, serta hikmah dari kecelakaan atau keberuntungan. Inilah yang seharusnya kita persiapkan dari sekarang, selama Allah masih memberikan kita kesempatan untuk mengukir prestasi, meningkatkan keimanan sehingga saat mati nanti orang mengenal kita sebagai pribadi yang patut diteladani, dan dibanggakan, setidaknya oleh anak cucu kita.

malam hari mereka menempati teras/emperan sebuah toko di jantung Cempaka Putih. Setiap hari menanti pekerjaan yang belum tentu datang. tidur. Cangkul dan peralatan kerja ditempatkan di salah satu sudut emperan.Sungguh. Memasuki Isya. Saat sholat. Subhanallah. Beratapkan langit Jakarta yang nyaris tanpa bintang. Beralaskan sajadah usang atau terpal usang di atas tanah. Tarawih ditegakkan dengan berjamaah. akankah kita tetap sholat tarawih di perantauan? Salah satu sudut Jakarta. Bagaimana tidak. menemui-Nya. tepatnya di bawah jalan tol daerah Cempaka Putih adalah rumah bagi para pekerja bangunan (kuli) lepas yang tak mampu untuk menyewa rumah/tempat kost. Karena pada saat mereka bersujud merendah. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Mengusung Ruh Dari Emperan Toko Cempaka Putih Publikasi 27/11/2002 07:44 WIB eramuslim . Jauh dari keluarga mereka di kampung halaman. (Dari Yayasan Martabat. Mereka ingin bersih menemui Khaliknya. mereka tidak jauh dari Allah SWT. mungkin tubuh mereka sangat penat setelah seharian bekerja keras menjadi kuli bangunan. Bersinarkan pendar lampu-lampu dari kaki lima di sekitar dan rembulan redup di atas sana. masih adakah sisa tenaga kita untuk tarawih di malam Ramadhan ini? Andai kita seorang musafir atau perantau yang jauh dari keluarga. Menaikkan ruh mereka menemui Yang Maha Tinggi. sujud merendah kepada Yang Maha Tinggi. Ali Imran: 190). Tapi setiap malam mereka menegakkan tarawih. dan tentu tidak akan pernah habis sebelum Allah menghentikan semua proses kehidupan makhluk di dunia. Setiap maghrib. Yayasan yang memberikan santunan kepada anak-anak yatim. yayasanmartabat@yahoo. Memasuki Ramadhan. mungkin mereka rindu pada kenyaman rumah mereka di kampung.Setelah melewati sebuah hari kerja yang sangat melelahkan. sesungguhnya ruh mereka naik ke langit. berbekalkan cangkul dan pakaian seadanya. Berganti dengan sarung bersih yang mereka bawa. Mereka tinggal di bawah jalan tol. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Hanya saja. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. sedikit manusia yang mau mengambil pelajaran dari ilmu-ilmu Allah yang berserakan itu. Allah memanggil mereka untuk tarawih. mereka berbuka dan sholat berjamaah di emperan toko. Ayat Allah yang tertulis dalam Kitab Al Qur’an memang masih bisa terhitung dalam bilangan. jauh dari keluarga tercinta. Sholat berjamaah mereka adalah sebuah pemandangan yang sangat menggetarkan hati.com) . sekitar 20 pekerja ‘pulang’ ke teras mereka. namun ayat-ayat Allah yang tidak tertulis. Setiap maghrib. Mereka bisa memilih untuk beristirahat. Mengumpulkan uang dengan bekerja menjadi kuli lepas. Mereka juga bisa memilih untuk bergerombol tak tentu tujuan. akan tetap berkembang seluas langit dan bumi. sepanjang sejarah keberadaan manusia di bumi. Mereka juga tampak sangat menjaga kebersihan. Mereka bersujud. Allah telah memberikan peringatan mengenai hal tersebut dengan sangat jelas dalam ayatnya. walaupun jauh dari kampung halaman. mereka melepaskan celana kerja mereka yang terkadang kotor berlumuran tanah.

apalagi bila saat itu tengah berada di tempat khalayak ramai. sedikit menunduk. Apapun alasannya. Tidak sedikit orang yang memerlukan waktu berjamjam untuk bercermin. Setiap berjalan melewati tempat parkir dimana mobil-mobil berjajar. Karena di halaman tamu. serta menambahkan apapun (juga) yang dapat memperindah. masih ada tambahan aksesoris dan wewangian yang dipakai untuk menambah kesempurnaan diri. malu dan sebagainya menjadi alasan untuk segera mencari tempat untuk memperbaiki penampilan.Kita tentu sering bercermin. (Jangan) Cermin Dibelah Publikasi 25/11/2002 07:25 WIB eramuslim . baik selain juga ada hasrat untuk dipandang baik. berjalan. kakak. masih muncul perasaan kurang percaya diri sehingga memaksanya untuk kembali lagi ke depan cermin. bersikap. karena setiap orang pada dasarnya selalu ingin tampil menarik. memutar tubuh. Tidak cukup bercermin di rumah. baik di bus maupun kendaraan pribadi kita senantiasa menyempatkan diri untuk bercermin. memperhatikan setiap inci dari wajah dan penampilan sebelum keluar rumah. adik. atau istri tentang penampilannya hari ini. Bahkan tidak jarang. hal yang sama kita lakukan. Karena jelas. Tidak cukup dengan itu. toh bisa saja pecahan kaca cukup untuk sekedar melihat bagaimana penampilan hari ini. Jatuh pasaran lah. mungkin tak ada orang yang tidak memiliki cermin. pasti Anda adalah satu dari orang yang tidak membuang kesempatan untuk sekedar menoleh melihat bayangan sendiri disitu. barulah ia melangkah keluar kamar. setiap orang butuh (merasa wajib) bercermin! . masih saja bertanya kepada ibu. menyingkirkan segala apapun yang sekiranya dapat mengurangi keindahan penampilan. Kalau memang sekiranya demikian. atau karena teramat sangat papanya bahkan sebuah cermin pun tak dapat dibelinya. (biasanya wanita) masih ada orang yang tak ketinggalan untuk membawa serta cermin kecil (menyatu dengan bedak) di dalam tas kerjanya. Di kendaraan. Siapa sih yang tidak pernah bercermin? Jika bukan karena tempat tinggalnya yang jauh sangat terpencil sehingga tidak ada penjual cermin yang datang ke tempat itu. ke kanan ke kiri.Buruk Muka. Intinya. Kondisi demikian sangat wajar. melenggak-lenggok bolak-balik di seputar cermin hingga semuanya terasa perfect. Atau juga ketika melewati etalaseatalase toko. Tidak jarang bahkan ada yang panik sedemikian rupa. pusat perhatian. termasuk karena memang ada orang-orang yang terbiasa tampil baik dan menarik. Rasa cemas biasanya langsung bereaksi ketika sekilas saja mendapatkan sesuatu yang tidak pas pada penampilan kita. jujur saja. atau sekedar kesenangan. membersihkan wajah. menjadikan diri ini berharga di mata orang lain itu sangat lah penting. performa seseorang juga bisa terlihat dari caranya berpakaian (termasuk keserasian paduan warna). itupun masih ditambah senyum-senyum sendiri ketika mendapatkan ‘OK’ di wajahnya. Untuk sebagian orang mungkin. membenahi dandanan. harga dirilah. berpenampilan cantik dan indah juga untuk menarik perhatian orang lain. suami. mempercantik diri. mengharap pujian. meski sudah berjam-jam berada di depan cermin. Sudah cukup? Belum.

Kalaupun ada yang sempat meliriknya. Jika setiap hari menyempatkan diri bercermin (juga membawa cermin) untuk memperbaiki penampilan luar. menjadikannya sebagai pribadi yang tidak berharga. Namun jika cermin hati ini sudah hitam pekat. bukan omong kosong. pada saat bercermin itu hanya kita yang tahu keburukan sendiri. sudah barang tentu semestinya jauh lebih diperhatikan. kita tentu bisa melihat setiap kesalahan dan kebaikan. Jika dibiarkan tak tertata. Dengan membaca. kata yang keluar bukan tanpa makna. agar cermin hati ini kerap bergetar ketika menyebutkan asma-Nya. seakan tak sanggup lagi menolak setiap perbuatan maksiat yang terus menerus kita tumpuk. Dua hal yang berada didalam diri ini yang jauh lebih berharga dimaksud adalah. Jadi. setiap saat. dibenahi dan diperindah. (Akal dan Hati) sudah terus terasah dan dibersihkan. Paduan dua cermin akal dan hati tentu melahirkan pribadi yang berwibawa. Karena jauh lebih berharga. Padahal. Maka sebelum semakin sulit dibersihkan. hati adalah cermin. Hati yang bersih senantiasa menolak setiap kebatilan. sadar kewajiban dan hak secara proporsional. mungkin bisa dihitung sesaat setelah obrolan pertama. kenapa juga tak membawa serta cermin akal dan hati. Agar juga cermin hati ini bisa berteriak lantang menentang setiap kekhilafan yang kita akan perbuat. bijaksana. melainkan kata-kata penuh isi yang . Ingat iklan layanan masyarakat “tulalit” tentang seruan membaca? Tentu saja. sebaiknya setiap titik debu yang menempel segera dibersihkan. tentu sangat naif jika kita hanya memperhatikan penampilan luarnya saja tanpa mempedulikan aspek dalam diri kita yang sesungguhnya jauh lebih berharga. tentulah tak ada yang bisa memberi tahu kita salah dan benar. Cermin akal adalah membaca. dan bertambah keimanan setiap mendengarkan ayat-ayat Allah. sebaik dan sesempurna apapun penampilan fisik jika tidak ditunjang akal pikiran yang cerdas dan sehat. maka cermin diri ini akan semakin sempurna menambah kesempurnaan penampilan luar yang juga setiap hari dibenahi. Untuk kemudian mengambil sikap. Dan jika kedua cermin itu. sadar dan taubat jika melakukan hal salah. dengan melihat hati. bisa dipastikan tidak berapa lama hal itu berlangsung. yakni Hati. selain juga pribadi shaleh yang menjadi penghias diri yang paling utama.Namun demikian. Hal kedua. niscaya cermin hati ini menjadi pekat oleh titik-titik debu yang pekat. akan tetapi jika ianya sudah sedemikian kotornya. Akal dan Hati. Membaca dalam arti luas. untuk kemudian senantiasa memperbaharui isinya dengan hal-hal kebaikan. tak diperhatikan dan apalagi tak sekalipun dibersihkan dari kotoran-kotoran yang kerap menyerang. Sikap terbaik adalah membasuh wajah agar nampak bersih berseri sehingga cermin yang tak jadi kita belah itu tetap bisa memberi tahu setiap keburukan yang ada. dan terus meningkatkan setiap amal kebaikan. elegant. kenapa harus membelah cermin itu? Toh. Andai suatu ketika bercermin mendapatkan wajah dan penampilan yang buruk. profesional. Semestinya menjadi kepentingan setiap individu juga untuk menata dan membersihkannya. jangan pernah biarkan cermin akal dan hati ini tak terurus. apalagi memecah cermin itu saat mendapati diri ini tak indah dalam bayangan cermin. setiap kebenaran dan kebatilan yang dilakukan.

Perut yang lapar. malah kita akan terlempar dari kasih-sayang Allah. jika kita tetap saja melakukan aktivitas itu. maka menjadikan hati ini peka terhadap apapun yang bathil. Justru Islam sangat mengkhawatirkan kemiskinan. Rasakan saja dalam puasa yang kita lakukan. kedudukan yang remeh dan kecil saja jika dibandingkan dengan tujuan penciptaan kita sebagai mahluk Allah. penurunan kinerja jasmani. Kita dilarang melakukannya? Padahal semua itu halal semata? Bahkan sebaliknya. akan senang atas segala kebenaran yang berlaku. Haramkah itu? Tidak. dari ketika subuh hingga maghrib kita tidak diperkenankan untuk melakukan sesuatu yang biasa kita lakukan. Tapi mengapa pada saat-saat itu dilarang? Jangankan melakukan semua itu. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama). bekerja keras ikut mengisi detik demi detik perjalanan sejarah kemanusiaan kita. adalah dzikir. Tapi dalam keadaan tertentu kita terkadang . Mempuasai Dunia Publikasi 21/11/2002 06:50 WIB eramuslim . menjadi mahluk yang dimuliakan dan diridhai-Nya. mulut yang terus melantunkan kalam Ilahi. salah dan tidak tepat. baik itu ramadhan maupun puasa sunnah lainnya. Mendudukannya pada tempat yang semestinya. mata yang tertahan. Selama Ramadhan kita dilatih untuk menikmati dunia batin dengan seluruh panca indera kita. Idealnya. dan sebaliknya. Walaupun kesemuanya itu adalah pekerjaan yang halal dan berpahala ketika dilakukan diluar hari puasa. berkeinginan untuk melakukannya pun akan merusak pelaksanaan ibadah puasa. Kita lakukan semuanya itu ditengah kegiatan keseharian yang terus berjalan. mempunyai harta yang banyak.berpengaruh. Hubungan badan antara suami dan istri pun halal pula di hari biasa.Berpuasa memang olah batin yang memerlukan tingkat ilmu dan pengendalian diri yang tinggi. yang dengan itu kemudian kesegaran akan terasa menjalar ke seluruh tubuh. Sedangkan cermin hati. Dengan puasa kita diajarkan untuk mensikapi dunia dengan sebenarnya. Kita dituntun untuk menemukan jalan yang sebenarnya dari pengaruh pahit-manisnya kehidupan. hati yang sibuk dan ramai dengan dzikir. dari pelatihan ibadah puasa kita dapat ilmu pengendalian diri. Dan manajemen pengendalian diri memang menjadi salah satu poin tertinggi dalam pelaksanaan ibadah puasa. Tengoklah makanan yang kita beli dari jerih payah kerja kita adalah halal tentu saja. kebodohan dan ketidakberdayaan ummatnya. Artinya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam batasan waktu tertentu. manusia semestinya mampu membebaskan diri dari ketergantungan terhadap dunia. Agama kita tak melarang ummatnya menjadi orang kaya. kedudukan dan jenjang karier yang tinggi. demikian juga minuman yang kita reguk. Dengan senantiasa mengingat Allah. Mengatur dengan bijaksana setiap keinginan yang muncul tak ada habisnya dalam diri manusia. Mengapa untuk sekian waktu kita harus menahannya.

Sesungguhnya Dia mencukupkan sebagian nikmat kepada sebagian hamba namun menahan nikmat yang lain pada sebagian hamba tersebut. ketenangan hidup. ketika ada yang naik jabatan dan kita ikut bersyukur atas keberhasilan saudara tersebut. maka pada saat itulah Allah menambahkan nikmat berupa hati yang bersih tanpa dikotori rasa iri dan dengki. Keadaan yang demikian sesungguhnya tidak bisa dipandang bahwa Allah tidak adil dalam memberikan rizki kepada hamba-hamba-Nya. ia bisa berupa harta yang dicukupkan oleh-Nya. setiap butir pasir yang tersusun di dalamnya akan menjadi beban yang dipikulkan pada hari pertanggungjawaban nanti.harus berpuasa terhadap itu semua. meski dalam bentuk yang lain. bahwa setiap kali Allah menambahkan nikmat kepada saudara kita. Rizki Allah yang bisa kita nikmati tentu beragam bentuknya. diberinya kita pasangan hidup yang menentramkan. juga menahan nikmat yang lain juga untuk sebagian manusia yang lain. Dan ketiga. Dikala kondisi itu justru menjauhkan kita dari kasih sayang Allah. kehadiran seorang anak. tentu Allah dengan Kemaha-Adilan-Nya juga menambahkan nikmat kepada kita. dengan apapun saja yang dia miliki? (Deni Mukhyidin/mukhyidin@yahoo. Allah sedang menguji manusia dengan kelebihan dan kekurangannya. . Misalnya soal harta. kenaikan pangkat dan promosi jabatan. Kalau punya rumah satu sudah cukup kenapa harus dua? Kalau rumah biasa sudah lah memadai kenapa harus membeli rumah mewah yang berharga milyaran dan berkamar belasan? Kalau kondisi seperti itu adanya.de) Agar Nikmat Allah Bertambah Publikasi 20/11/2002 10:16 WIB eramuslim . Allah jelas sangat ingin melihat seberapa bersyukurnya manusia akan apa yang dinikmatinya saat ini. Berpuasa dari tekanan keinginan-keinginan yang tak habis-habisnya. atau bahkan sekedar masih diberikan kesempatan bisa makan meski seadanya untuk satu hari ini. Misalnya. Lantaran setiap partikel semen. Rumah yang terbangun berhambur kemubaziran seperti itu sepatutnya dihindari.Ada sebagian manusia yang Allah cukupkan (bahkan lebih) nikmatnya pada satu sisi dimana orang-orang lain belum mendapatkannya. kedua. Tinggal bagaimana kita memandang semua itu sebagai nikmat yang mesti disyukuri sehingga bisa menyelamatkan kita dari kekafiran dan ancaman adzab Allah yang nyata. kita semestinya berpuasa untuk jadi orang kaya. Hingga pada akhirnya kita akan jadi manusia yang berhati-hati terhadap apa yang diperbuat dan dimiliki. Demikian pula Dia menahan nikmat untuk sebagian manusia. Hal ini perlu disadari oleh kita. Allah telah memberikan nikmat pada sebagian manusia di bumi dan memberikan nikmat dalam bentuk yang lain kepada sebagian lainnya. Setidaknya kita bisa menyebutkan tiga hikmah dari kebijakan Allah yang demikian. Pertama. Bukankah orang yang kaya dimata Allah adalah orang yang paling kaya amal baiknya. sementara nikmat yang lain itu diberikannya kepada sebagian hamba yang lain. terhindar dari marabahaya.

Maha benar Allah dengan segala ucapan dan ketentuan-Nya. mereka yang telah dipasang-pasangkan dan dihadirkan kasih sayang dan ketentraman dalam rumah tangganya. itu adalah sebuah nikmat yang juga perlu disyukuri. Maka jangan pernah ragu akan kasih sayang-Nya. Allah tak berikan rasa aman dan ketenangan dalam hidupnya. Bentuk syukur itupun bisa dengan berbagai cara. Allah Maha Tahu akan kebutuhan. atau bahkan menghentikan nikmat yang ada saat ini. padahal usianya sudah semakin beranjak. menghadirkan suasana bahagia di hati anak-anak yatim piatu dengan menyantuninya. Sekarang. Allah itu Maha Kaya.Masalahnya kemudian. jangan pernah berharap Allah menambahkan nikmat-Nya. Mungkin Allah belum melihat rasa syukur yang cukup atas nikmat yang telah kita terima saat ini. kebanyakan manusia sering terlupa untuk terlebih dulu mensyukuri nikmat yang sudah diterimanya sementara ia terus menerus meminta Allah agar menambah nikmat kepadanya. adzab yang paling nyata dan terasa diberikan Allah kepada hamba yang tak pandai bersyukur adalah dengan cara ia menahan bentuk nikmat yang lain. Seperti ditegaskan Allah. atau bermacam bentuk ungkapan kesyukuran lainnya. hitung-hitunglah seberapa besar rasa syukur kita terhadap segala nikmat yang telah diberika Allah kepada kita selama ini. jika Dia sudah melihat begitu bersyukurnya kita akan nikmat yang selama ini dirasakan. namun ia tak juga memiliki seseorang yang menjadi pendamping hidupnya. namun karena ia tak bersyukur atas nikmat itu. dan yang paling berkenan adalah semakin dekatnya kita kepada Allah melalui peningkatan kualitas ibadah. Sudah barang tentu. Tanpa memintapun. bisa jadi mereka belum benar-benar bersyukur atas karunia dan nikmat mendapatkan pasangan hidupnya. disamping itu Dia juga Maha Pemurah. Hidupnya senantiasa diliputi kekhawatiran dan kecemasan dalam menjaga hartanya. Sebaliknya. sehingga Dia menahan nikmat yang lain. sebelum lagi terus menerus meminta kepada Allah akan tambahan nikmat. Di dunia ini. Atau mereka yang mendapatkan kesempatan memiliki karir bagus dengan gaji yang memuaskan. Sesungguhnya. . bahkan justru memberikan adzab yang nyata terhadap mereka yang mengingkari. Sungguh. kebijakan Allah menahan nikmat lain merupakan ‘adzab’ karena kita belum benar-benar bersyukur atas nikmat sebelumnya. keinginan setiap hamba-Nya sehingga Dia mencukupi hal-hal yang belum dimiliki setiap hamba itu. Namun jika belum cukup terlihat rasa syukur itu. seandainya ia menginfakkan sebagian rizkinya itu. niscaya dia akan menambahkannya dengan nikmat-nikmat lain. Padahal. insya Allah ketenangan akan menyelimuti setiap langkahnya. Ibrahim:7). bahwa Dia (pasti) akan menambah nikmat kepada hamba yang pandai mensyukuri nikmat yang telah diberikanNya dan memberikan adzab (yang pedih) kepada mereka yang mengingkari (QS. Jika pasangan-pasangan itu belum dikaruniai anak atau belum mendapatkan kecukupan harta dan selalu kekurangan. jumlah nikmat yang takkan pernah bisa terhitung itu membuat kita lalai untuk mensyukurinya. dengan membagi sebagian rizki yang kita peroleh kepada fakir miskin. ada orang-orang yang diberikan kecukupan harta.

dan kesehatan badan sehingga baiklah urusan agama mereka. kita menyadari akan kasih sayang dan pemurahnya Allah. kamukah yang menghancurkan patung-patung sesembahan kami?”. Atau sebaliknya. Allah akan menambahkan dan mencukupi nikmat kepada kita. kelegaan. makar apapun yang dibuat manusia takkan pernah bisa mengalahkan makar Allah. Allah menegaskan dalam sebuah hadits qudsi. "Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekayaan. Dalam hal ini. dan kesehatan badan. Karena sesungguhnya. terasa menohok sisi kebodohan dirinya dan semua pengikutnya dengan menyembah sesuatu yang tak memiliki kuasa melakukan satu apapun. Daud yang memiliki kemampuan berperang yang hebat tak gentar menghadapi pertarungan “semut lawan gajah” melawan Raja Jalut yang terkenal bengis . Dia Maha Mengerti akan setiap keluhan yang tak terlontarkan dari hamba-hamba yang bersyukur. Lalu kami menguji mereka dengan kekayaan. dan penyakit sehingga baiklah urusan agama mereka. kelegaan. Namruj bertanya. selain karena Ibrahim adalah tersangka utama pelaku ‘teror’ terhadap tempat ibadah kaum yang dipimpin Raja Namruj itu. Namun kuasa Allah bermain. sesuai janji-Nya. tanpa harus kita memintanya. jawaban itu. tak sedikitpun kulitnya tersentuh oleh jilatan api. Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Akan Selau Ada Pahlawan Di Setiap Kezhaliman Publikasi 18/11/2002 10:30 WIB Ibrahim kecil gagah menantang Raja Namruj yang tengah geram. “Hai anak kecil. mungkin dia yang melakukannya karena kapak itu masih tergantung padanya. apakah ia tetap beriman atau ingkar. bagaimana dengan orang-orang yang terus menerus ditambah nikmatnya padahal tak sedetikpun ia pernah mengucapkan pujian kepada Allah. “Tanyakan saja pada patung yang lebih besar itu. Kisah lain. kemiskinan. Sekali lagi. Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada pula sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekurangan. mereka yang tak henti-hentinya mendekatkan diri kepada Allah namun tetap dalam hidup kekurangan. Tentu saja. keberangan yang bercampur perasaan terhina Raja Namruj membuat Ibrahim ‘dihadiahi’ hukum bakar. Alhasil. Allah tengah menguji mereka dengan keadaan yang sekarang. Bukan hanya karena merasa dipermainkan seorang anak kecil. Seganas dan semerah menyala api membakar tubuh Ibrahim kecil. yakni dengan cara mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikannya. Niscaya. Tentu saja Raja Namruj yang terkenal kejam itu semakin berang mendengar jawaban Ibrahim. lebih sayang dan lebih pemurah kepada hamba-hamba-Nya. melainkan juga. namun yang perlu diketahui adalah bagaimana membuat Allah menjadi lebih kasih. Aku mengetahui dengan apa hamba-Ku yang mukmin menjadi baik dalam urusan agamanya".Lalu. Dengan enteng Ibrahim berkata. dikelilingi sejumlah pasukan dan beberapa algojonya.” ledek Ibrahim sambil menunjuk patung yang besar yang sengaja tidak dihancurkannya.

dan kejam. Daud yang berasal dari kalangan bawah dengan berbekal sebilah pedang tanpa baju besi, akhirnya mampu mengalahkan Raja Jalut yang besar dengan segudang pengalaman bertarungnya. Dalam versi barat, kisah ini dikenal dengan “David Versus Goliath”. Sementara itu, seorang utusan Allah lainnya, Musa dengan ditemani saudaranya Harun, menentang kekejaman ‘ayah asuhnya’ sendiri, Raja Fir’aun yang zhalim dan diktator. Kekuasaanya yang begitu tinggi membuat Fir’aun teramat angkuh menobatkan diri sebagai Tuhan. Kesombongan yang didukung oleh seorang ilmuan hebat bernama Hamman dan seorang kaya bernama Qarun, jadilah ia semakin jumawa. Fir’aun yang terkenal kejam tidak ingin seseorang kelak menghancurkannya, maka kemudian atas perintahnya, semua bayi laki-laki yang lahir pada masa pemerintahannya pun dibunuhi. Sekali lagi, Kuasa Allah bermain, bahwa kemudian seorang pemuda Musa yang justru hidup di lingkungan istana Fir'aun oleh lembutnya kasih sayang Asiah, menenggelamkan Raja zhalim itu ke dasar lautan. Dalam khazanah barat, kita pun mengenal kisah yang hampir serupa, yakni kisah kepahlawanan yang berasal dari orang-orang kecil yang menentang kezhaliman penguasa. Cerita rakyat Robin Hood mungkin bisa menjadi contoh. Berjuang dari pedalaman hutan Sherwood, Robin bersama para pengikut setianya ‘merampok’ harta para bangsawan yang hendak menyerahkan upeti kepada King Richard The Lionheart. Otomatis, meski makin dicintai rakyat kecil, sepak terjang si pemanah ulung itu menempatkannya dalam daftar buronan nomor wahid di Inggris saat itu. Cerita yang hampir sama juga dilakukan legenda Meksiko, Zorro. Dibalik topeng yang menyembunyikan identitasnya, Zorro membantu orang-orang lemah untuk melawan dan bangkit dari ketertindasan. Mungkin dua cerita diatas hanyalah mitos atau sekedar cerita rekaan. Namun setidaknya memberikan satu hikmah, bahwa harus ada orang-orang pemberani untuk melawan kezhaliman. Nampaknya, soal keberadaan orang-orang besar yang berlaku zhalim di setiap negeri di setiap zaman sudah menjadi sunnatullah. Hal itu ditegaskan-Nya dalam Surat Al An’aam ayat 123: “Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. ...”. Kalau dulu ada Ibrahim yang menentang Namruj, Daud versus Jalut, Musa yang menenggelamkan Fir’aun serta masih banyak lagi tokoh kepahlawanan yang berani berdiri menantang segala bentuk kezhaliman di muka bumi dalam satu negeri, kini disaat negeri ini, agama ini tengah dihujani dengan cobaan bertubi-tubi, oleh kekuatan-kekuatan yang terus merongrong, menteror bahkan mencoba menjadikan agama ini hitam pekat oleh karena kejahilan orang-orang yang tak bertanggungjawab, adakah lagi pahlawanpahlawan yang menjadi tameng pembela seperti halnya Ibrahim, Daud dan Musa? Tentu saja ada. Karena gemuruh jihad tengah bergelora dalam dada-dada para pahlawan itu. Tinggal bagaimana diri ini menentukan sikap, memadamkan gemuruh itu dan membiarkan orang lain mengambil kesempatan menorehkan nama pada kemuliaan atau menjadikan gemuruh itu sebuah halilintar yang menggetarkan nyali musuh Allah. Wallaahu a’lam bishshowaab. (Bayu Gautama_

Ketika Tuhan Menyeka Air Mata Kita
Publikasi 15/11/2002 08:46 WIB eramuslim - Sahabat, Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan kepada kita berjumpa dengan Ramadhan, walaupun dalam suasana mencekam, duka yang mendalam, akibat begitu banyaknya bencana yang melanda negeri ini. Sahabat, Betapa bahagianya setelah sekian lama kita merindukan saat-saat seperti ini, Allah berkenan menyertakan kita dalam indahnya menahan lapar, gembiranya menunggu beduk, nikmatnya santap sahur, syahdunya Al-quran yang kita lantunkan, khusuknya ibadah malam, dan tunduknya hati beri’tikaf di rumah Allah, subhanallah mudahmudahan kita bukan termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan keindahan nikmat bulan yang penuh berkah dan maghfirah ini dengan kemaksiatan ... Sahabat, Ketika orang-orang tidak menyadari kekhilafannya, Allah menancapkan kesadaran dalam jiwa kita akan dosa-dosa yang selama ini telah berurat dan berakar dalam kulit dan tulang-tulang kita. Kita menyadari lisan-lisan yang selama ini sering berdusta, hati yang tidak mau tunduk, kotor dan penuh kedengkian, jiwa yang sombong, keingkaran yang amat sangat kepada Allah, kebencian kepada sesama saudara, durhaka pada orang tua, kelalaian tanggung jawab mendidik dan melayani anak, istri serta suami, ketidak sabaran menuggu datangnya seorang kekasih yang akan memantapkan langkah, kebahagiaan melihat orang lain menderita, iri, benci termasuk dendam kesumat. Kita menyadari itu semua sebagai akibat dari lemahnya iman yang tertanam, astaghfirullah al aziem, mohon ampun ya Allah ... Sahabat, Saat bulan yang penuh ampunanan ini datang menghampiri, Allah mengulurkan tanganya untuk kita sambut walaupun tangan kita tak kuasa digerakkan untuk merangkulnya. Walaupun tangan itu sering menepis tapi Allah tidak pernah berhenti mengulurkannya. Meskipun dosa-dosa kita seluas langit dan bumi, tapi ampunan Allah tidak pernah bertepi. Walaupun tobat kita sering mungkir, tapi Rahman dan Rahim Allah tidak pernah mangkir … Sahabat, Tidak ada yang lebih membahagiakan tatkala kita menyadari dosa-dosa yang pernah ada, kemudian kita berencana untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri. Tumpahkanlah air mata penyesalan itu. Biarkan dia membanjiri sepertiga malam yang hening, saat itu biarkanlah tangan Allah yang kuat dan lembut itu menyeka air mata penyesalan kita. Kemudian kitapun akan meresakan sebuh kekuatan ghaib akan tumbuh dan membawa kita ke dada pelangi, di sana hanya akan kita temukan keindahan warnawarni kehidupan yang menyejukkan, membahagiakan, yang akan membuat diri kita menjadi orang yang produktif, kreatif, inovatif dan prestatif. Sahabat, Tundukkanlah hati, rendahkanlah diri di hadapan-Nya. Jangan biarkan ramadhan yang romantis ini berlalu begitu saja. Tumpahkanalah sujud ke bumi di sepertiga malam terakhir, kuatkan azzam agar dapat bercengkrama dengan Allah di rumah-Nya pada sepuluh hari terakhir. Isilah pundi-pundi investasi abadi kita dengan

infak, zakat dan sedekah. Semailah benih-benih kebaikan, kelak kita akan menuainya dengan sebuah kenikmatan abadi di sebuah taman, yang di bawahnya mengalir sungaisungai … Sahabat, Selamat menjalankan ibadah ramadhan, mudah-mudahan segala kebaikan dan kindahannya bukan sekedar fatamorgana, tetapi sebuah energi yang membawa perubahan baru bagi diri dan jiwa kita, serta sebagai momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, karena perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu, tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah (Yesi Elsandra, for members of surau@yahoogroups. Special womens, bundo, ni yus, ni GM, ni ta, ni susi, ni rahima let’s try to do our best for minang future)

Dua Pilihan Yang Tidak Bisa Ditawar
Publikasi 14/11/2002 11:53 WIB eramuslim - Setelah “panggung sandiwara” ini usai, kita mendapati dua pilihan atas peran yang telah kita mainkan. Di atas panggung, kita bebas berimprovisasi, asalkan tetap berada dalam kerangka naskah yang telah di atur dan ditetapkan oleh Sang Sutradara. Penilaian hanya ada dua, baik dan buruk, jalan lurus atau jalan menyimpang. Maka tidaklah sama antara yang haq dan yang batil. Sangat jauh berbeda kehidupan surga dan neraka. Pilihan Pertama. Dalam Al-Quran Surat Qaaf ayat 30 dikatakan “Dan ingatlah akan hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahanam: “Apakah kamu sudah penuh? “Dan jahanam menjawab: “Masih adakah tambahan? Ini adalah dialog Allah yang Maha kuasa dengan neraka jahanam. Suasana manakah yang lebih mengerikan dari suasana di dalam neraka jahanam. Semua makhluk tidak akan sanggup dan bercita-cita ingin memasukinya, semua ingin selamat dari neraka. Tapi neraka senantiasa memangil-mangil bahkan bertanya "masih adakah lagi tambahan anggotaku?" Panggilan itu bertebaran di muka bumi berupa acara yang mengelar syahwat, walaupun untuk mengikutinya tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan. Panggilan neraka itu mengarah kepada mereka yang menurutkan hawa nafsu, wanita yang menggelar aurat dan harga dirinya dengan harga yang sangat murah. Panggilan neraka itu tertuju kepada mereka yang melupakan Tuhan yang telah menciptakan mereka. Mereka lebih sibuk dengan bisnis haram, hiburan memabukkan, mereka mempermainkan agama, mereka terus mendengar panggilan neraka, hingga maut menjemput baru tumbuh kesadaran, insyaf, namun sayang semuanya sudah terlambat, kematian sudah tidak dapat lagi ditunda. Maka pada hari perhitungan digiringlah pendengar seruan neraka tadi ke jahanam, mereka dilemparlah satu-persatu dengan kasarnya. Jumlah mereka semakin bertambah

Jika Rasul saja tidak luput dari kematian. kembalilah kepada Rabb yang telah menciptakan kita!!! Pilihan Kedua Pada hari Senin tangal 12 Rabi’ul Awal tahun 11 H. kematian menjemput Rasulullah. Ya Allah. yang sungai-sungainya mengalirkan susu. Kekasih Yang Maha Tinggi" Keindahan surga tidak akan terbayang di pelupuk mata. jangan hiraukan lagi panggilan dunia. Surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai tidak akan mungkin kita temui di dunia ini. Cukuplah sampai disini saja. yang buah-buahannya lebih lembut dari keju dan lebih manis dari madu. Ia hanyalah seorang manusia biasa. tempatnya masih cukup untuk memuat sebanyak apapun manusia. kemudian kita dihadapkan pada kedua pilihan itu. madu dan arak yang tidak memabukkan. tidak terpikirkan oleh akal. Bagaimana dengan kita. Kematian merupakan jembatan menuju jannah-Nya. Yang materi batu batanya dari emas dan perak. bagaimana bisa dibayangkan. rahmatilah aku. dan pertemukanlah aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi. tidak pernah terdengar oleh telinga. kematian tidak lupa menghampiri kekasih Allah itu. mana yang akan Anda pilih? Wallahu'a'lam bishshowab (Yesi Elsandra) Seperti Malaikat . manusia bebas memilih kedua pilihan itu. yang atapnya Arasy Ar-Rahman. Jika kita berharap akan mendapatkan jannah-Nya maka persiapkanlah bekal menuju ke arah sana. yang pepohonannya dari emas dan perak sebening kaca. rumah penghuni surga yang dibangun Allah dengan Tangan-Nya sendiri berbentuk istana. karena mereka memiliki seni tersendiri menghadapi kematiannya. "Masih adakah tambahan?" jawab neraka. yang istri mereka bidadari yang disucikan. Aisyah mendengar apa yang beliau katakan: "Ya Alah ampunilah aku. cantik jelita nan bermata jeli. mati syahid telah mengharumkan ruhnya.saja. Sehingga kematian menjadi suatu yang sangat kita nanti-nantikan. yang kebagusan wajah penghuninya seperti rembulan. neraka senantiasa memanggil-mangil manusia. Sedikitpun mereka tidak takut. apakah sudah siap jika detik ini juga kematian itu menghampiri. yang kendaraanya kuda dan unta bersayap. lalu apakah kita yang tidak ada jaminan untuk bisa masuk surga ini akan kekal hidup di dunia? Setiap jiwa memiliki seni tersendiri menyiapkan kematiannya. hentikan perbuatan dosa. Masya Allah. perjumpaan dengan Tuhan menjadi cita-cita mereka. Manusia sempurna yang telah dijanjikan Allah surga itu telah menemui Rabbnya dengan jiwa yang tenang. sebagimana pejuang Islam yang syahid di belahan bumi Islam sana. "Apakah kamu sudah penuh wahai neraka?" tanya Allah. Menurut Ibnu Qayyim. Disaat sakaratul maut itu. Kematian dapat menghantarkan manusia kepada perjumpaan dengan Kekasihnya. Hal ini di buktikan dalam diri manusia sempurna Rasulullah.

Sebuah buku kecil yang terbit sekitar akhir tahun 1980-an yang ditulis oleh Dr. Abdullah Azzam. tiga ratus pasukan mukminin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya sangat tidak sebanding. banyak mengisahkan pertolongan-pertolongan Allah dengan menurunkan malaikat-malaikat-Nya untuk membantu perjuangan mujahidin Afghan. Kini. Saat itu mereka tengah dalam perjalanan hijrah menuju Kota Madinah. Di Thaif. Dalam perang Badar. adalah mustahil kesederhanaan persenjataan dan keterbatasan amunisi yang dimiliki pejuang Afghan mengalahkan kehebatan senjata otomatis dan modern miliki pasukan Rusia. Allah segera menurunkan para malaikat untuk melindungi dan menyelamatkan mereka. malaikat-malaikat Allah itu hanya turun pada saat Rasulullah masih ada. di gua Tsur. sehingga mereka berpikir.. keberanian yang tak diragukan serta kehebatan berperang para pasukannya. Seperti yang dibuktikan para pejuang mujahidin Afghanistan saat berperang melawan pasukan Rusia.Publikasi 12/11/2002 08:08 WIB eramuslim . membela agama Allah. mustahil Rasulullah masuk ke dalam gua tanpa merusak sarang laba-laba. ‘Kemarahan’ malaikat pendamping setia Rasulullah itu ditunjukkan dengan tawarannya untuk membalikkan gunung-gunung di sekitar Thaif untuk membinasakan kaum yang menindas Rasul dan para sahabat itu. Rasulullah dan para sahabat yang bersyukur merayakan kemenangan itu merasa yakin. Rasulullah menenangkan sahabatnya. Masih banyak kisah-kisah yang bisa kita hadirkan untuk membuktikan betapa Allah sangat peduli dengan mengirimkan para malaikat untuk membantu kaum mukminin dalam segala hal. Jibril seolah ‘marah’ melihat kekasih Allah. Bahkan tidak sedikit yang berpikir. Ayaaturrohman fii Jihadil Afghan. sebagian orang memudar keyakinannya akan datangnya pertolongan Allah seperti yang pernah dialami kaum mukminin sebelumnya. disamping semangat tinggi.. Tindakan laba-laba itu tentulah dapat mengelabui orang-orang yang mengejar Rasulullah. Abu Bakar Shiddik yang ketakutan saat bersembunyi dari kejaran pasukan kafir yang hendak membunuh mereka. yakni tiga kali lebih banyak dari pasukan yang dipimpin Rasul. diludahi bahkan disakiti dengan lemparan batu saat menerangkan ajaran Islam kepada kaum di tempat itu. seperti dikisahkan bahwa ada seekor laba-laba yang membuat sarangnya menutupi mulut gua segera setelah kedua hamba Allah itu masuk gua. Allah dan para malaikat-Nya lah yang ‘turun tangan’ membantu mengalahkan musuh. dicaci. Muhammad Saw dihina. Padahal seharusnya kita meyakini bahwa Allah tetap menurunkan para malaikat-Nya guna membantu hamba-hamba-Nya yang beriman. para abdi Allah yang komitmen pada agamanya. Rasulullah yakin. diejek sebagai penipu. Belum lagi ditambah dengan kendaraan lapis baja serta serangan udara yang mematikan dari Rusia. Dan keyakinan itu terbukti. .Innallaaha ma ‘anaa . dan mereka yang tak selangkahpun mundur atau keluar dari jalan perjuangan menegakkan. Secara logika.

Allah telah membenci ummat-Nya karena tak lagi menolong . spesial 4-N. tentu mereka juga punya satu harapan.. atau siapapun yang kita sadari atau tidak telah banyak membantu. Allah masih berkenan menurunkan malaikat-malaikat-Nya yang menyertai saudara. atau orang-orang yang sekedar menyapa lembut menyentuh hati seseorang yang terluka. tanpa kita sadari. bencana alam. mengalami kenaikan 17% untuk mendonorkan darah mereka daripada yang tidak melihat foto tersebut. jadilah (seperti) malaikat bagi orang lain. Termasuk sahabat-sahabat yang menyentil kita dengan nasihatnya saat diri ini salah melangkah. juga bagian lain dari ibadah. yang melonjak gembira saat meraih prestasi setelah sebelumnya merasa putus asa. ada saudara lain memberikan jalan keluar sehingga kita tak gelap mata dan dengan mudah menyelesaikan setiap persoalan yang terasa begitu rumit untuk dipecahkan. datang seseorang saudara yang dengan caranya sendiri mencoba membuat kita tersenyum.Dalam banyak kesempatan. orang yang memberikan pertolongan saat terjadi musibah. dari penelitiannya tersebut terungkap bahwa para pelajar yang diperlihatkan slide yang berisi tiga puluh delapan foto tentang aksi donor darah.. sekaligus mengajarkan kita agar senantiasa kuat menerima segala bentuk cobaan. menunjukkan jalan keluar dari kesesatan. dari yang terpuruk sampai bangkit menatap masa depan yang cerah. sehingga tak ada lagi yang pernah berpikir. Bagi mereka. mengulurkan tangan kepada orang yang membutuhkan pertolongan menjadi kebahagiaan tersendiri. Seperti halnya Jibril dan ribuan malaikat yang pernah membantu Rasulullah dan kaum mukminin sebelumnya. yang tersenyum setelah kesedihan melanda. Meski para ‘malaikat’ itu tak pernah berharap balasan.000 pelajar SMU. tak meminta pujian dan penghargaan dari siapapun. Maka. Bersyukurlah. Thanks) Harapan Adalah Masa Depan Publikasi 11/11/2002 07:31 WIB .. mereka bukanlah malaikat. ‘malaikat-malaikat’ yang berada di sekeliling kita saat ini pun memberikan bantuannya tanpa berharap balasan. Mereka yang lebih kuat ketika mengangkat orang-orang yang lemah sehingga dapat ‘terbang’ bersama. Melihat orang lain “melakukan perbuatan yang benar dan baik” membangkitkan hasrat bawah sadar untuk meniru perbuatan tersebut. selain juga bentuk rasa syukur telah diberikan nikmat lebih oleh Allah. Dari yang terjatuh hingga mampu berdiri tegak. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama. Irwin Saranson dan koleganya (1991) melakukan penelitian terhadap 10. atau juga mereka yang ikhlas memaafkan kekeliruan orang yang berbuat salah. para dermawan yang menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim piatu. Saudarasaudaranya yang menghibur dikala sedih. Allah seperti menurunkan para malaikat-Nya saat itu. Tetapi apa yang dilakukannya seperti malaikat yang dihadirkan Allah bagi orang-orang yang memerlukannya. sahabat. Saat kesulitan datang. agar kita pun senantiasa menjadi malaikat bagi orang lain. dan dari yang terkulai lemah menjadi penuh semangat bergelora. saat kesedihan melanda.

Siapa yang tidak berharap mendapatkan pasangan serta keturunan yang baik. Itulah yang disebut oleh Imam Al-Ghazali sebagai karunia dan ketentuan Allah. dan ini yang menentukan. dan telah disiapkan semua sebab dan sarana yang masuk dalam kategori usaha seorang hamba. Sedangkan dalam perspektif Imam Al-Ghazali. Menurut kedua tokoh spiritual tersebut. maka tidak ada cara lain. . agar harapan sesuai dengan keinginan. Ketidaksesuain harapan dengan kenyataan yang inginkan. Keadaan ini membuktikan kepada kita bahwa ada kekuatan lain yang seharusnya kepada-Nya kita gantungkan harapan. harapan adalah keinginan terhadap sesautu yang dapat membuat kehidupan ini bahagia. sesuai dengan apa yang kita inginkan. semua pasti berharap mendapatkan kehidupan yang bahagia. Betapa meruginya manusia jika tidak memiliki harapan terhadap masa depannya. pelumas mencapai tujuan. manusia dihadapkan pada kenyataan-kenyataan hidup yang beragam. atau memiliki harapan tetapi tidak berusaha mewujudkannya. jika kita tidak bertawakal kepada Allah maka dapat membuat kita putus asa. adalah sesuatu yang tidak masuk dalam kategori usahanya. Atau bahkan harapan itu tidak direalisasikan sama-sekali. karena semua itu adalah salah satu sumber kebahagiaan. tapi jika kita berharap kepada Allah. agar harapan dapat memberikan kebahagiaan. serta bekerja keras untuk mewujudkannya. siapa pula yang tidak berharap dapat menjalankan hidup ini dengan tenang melalui ibadah. atau bahkan tidak memiliki harapan hidup sama sekali. atau sebaliknya. sebuah harapan tepat disebut harapan bila istilah itu digunakan untuk penantian sesuatu yang disenangi. siapa yang tidak berharap kesuksesan dalam bisnis. ada kalanya manusia mengabaikan harapannya itu karena ketidaktahuan bagaimana merealisasikannya. harapan merupakan pancaran suasana batin atau situasi kemanusiaan yang sedang menanti-nanti atau mengharapkan sesuatu yang disenanginya bakal menjadi kenyataan.eramuslim . Harapan merupakan pembangkit semangat. serta berguna. Dari sekian keberagaman pilihan itu. Agar kita tidak kehilangan harapan. yaitu karunia dan ketentuan Allah. bermakna. Setiap manusia dapat mewujudkan harapan-harapan tersebut jika memiliki semangat. Namun pada tahap realisasi. Berharap pada manusia dapat membuat kecewa. Abu Ridho dalam buku Recik-Recik Spritualitas Islam mengatakan. sering harapan tersebut tidak sesuai dengan keinginan manusia. usaha yang dilakukan secara maksimal dan habis-habisan sehingga yang tersisa. Allah pasti akan memenuhi harapan kita. studi dan masa depan. karier. yaitu mengantungkan harapan hanya kepada Allah. Memiliki harapan berarti kita memiliki keinginan terhadap sesuatu yang dapat memberikan kekuatan bagi kita untuk mewujudkan sebuah kebahagian hidup yang bermakna. dan yang ada justru angan-angan belaka.Dalam ritme kehidupan yang sangat majemuk ini. serta dekat dengan Tuhan? Siapapun pasti menginginkan itu semua. siapa yang tidak berharap memenuhi hidupnya dengan prestasi. optimisme nan pantang menyerah. Namun pada kenyataannya. keinginan manusia terkadang melebihi harapannya. siapa yang tidak berharap adanya kedamaian.

tanpa beban. Laki-laki muda dengan segudang prestasi di tingkat lokal maupun nasional itu ternyata hidup serba berkekurangan. Haru dan kagum atas ketegarannya. saat kuliah memilih puasa daud demi menghemat biaya makan namun tetap bisa makan teratur. Sewaktu SMU. Kecuali jika sakit dan cacatnya seputar mulut. Realisasikan semaksimal mungkin dengan kerja keras. kecuali niat dan ketulusan hati. jangan mengandalkan orang lain. eramuslim . ia dua tahun tidur di sekolah demi mengirit ongkos perjalanan.hingga hampir tak ada dari teman-temannya yang tahu akan kehidupan kesehariannya. kemudian tanamkan harapan agar Anda memiliki kehidupan yang baik di masa depan. namun memberikan kekuatan yang tak terkira. ketika tak sengaja saya berkesempatan beberapa jam bersamanya dalam sebuah acara. Riang. Bahkan sempat menggelandang bersama sang bapak ketika usianya masih sangat belia: 3 tahun. karena duit di kantong sudah sangat menipis. semangat pun terbangun. Hayo.Mulailah dari sekarang mencatat apa-apa yang Anda inginkan. Manusia pinter dan tidak pinter sama-sama bisa tersenyum karena untuk bisa tersenyum tak perlu sekolah. Terbiasa puasa senin kamis. karena senyum tak membutuhkan modal. Sejak kita lahir.Mengeja baris demi baris yang tertulis di rubrik muda Majalah Annida Akhir Oktober 2002 (Gatot Wahyudi: Pemenang I Remaja Berprestasi Annida 2002). Saat yang sama. Pernah 21 hari tak makan nasi. semua orang masih bisa tersenyum. untuk meneladaninya. Sakit atau sehat. setelah itu bertawakallah kepada Allah dan gantungkanlah semua harapan tersebut hanya kepadaNya. Terlahir dari keluarga sangat sederhana. Senyum ceria selalu menghiasi bibirnya -seperti yang tampak di semua photo yang menghiasi halaman itu. orang-orang di sekeliling kita telah menyambut kita dnegan senyum lebar. kelak apapun yang terjadi Anda tidak akan kecewa. "Senyum". karena ia tak membutuhkan usaha luar biasa. Namun dia menjalani semuanya dengan ringan. siapa sih orang hidup di dunia ini yang tak bisa tersenyum? Orang miskin maupun kaya pun bisa tersenyum. sekaligus mengajarkannya pada kita. malu karena sering merasa menjadi orang paling merana di dunia. . Satu kata ini sederhana dalam segala hal. Cukup menarik kedua ujung bibir ke atas sedikit. penuh canda. Senyum itu juga tetap merekah. airmata meleleh di pipi. senyum adalah aktifitas sederhana untuk dilakukan. Haru dan kagum padanya sekaligus juga malu pada diri sendiri. Dalam hal pelaksanaan. (Yesi Elsandra) Mengubah Dunia Dengan Senyuman Publikasi 08/11/2002 07:17 WIB Oleh: Azimah Rahayu. karena jarak rumah dan sekolah lebih dari 20 km sedang alat transportasi tiada. cacat ataupun normal.

Ayo kita coba. mengapa kita tidak tersenyum saja? Agar perjalanan lebih ringan. Betapa damainya. membentuk sebuah senyuman. kesedihan keluarga. 'sarkastis' dan lain-lain). Ah. karena aura tubuh mereka yang rileks tidak menyenangkan bagi jin. Kemudian cobalah sebaliknya. Karena kita bisa beramal dan bersedekah.Secara fisik. Dan tanpa kita sengaja. Kata Emha Ainun Najib dalam buku 'Mati Ketawa ala…" orang yang selalu riang dan suka tertawa sulit dimasukin jin dan setan. insya Allah segalanya akan ringan. Agar hidup lebih nyaman. Anda sedang berperasaan biasa saja atau bahkan tengah riang dan gembira. lingkungan dan komunitas. alangkah indahnya. setidaknya perasaan anda tidak seblue sebelumnya. Teruslah tersenyum. Senyum akan mencairkan kekakuan. tanpa harus memiliki sesuatu yang besar. dan cinta serta aura kedamaian tersebar dalam sebuah kelompok. "Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah". Nah. Senyum adalah bahasa dunia. Anda sedang sedih atau marah. Bahkan Rasulullah pernah bersabda. meski tak saling sapa. tersenyum dapat membuat kita selalu dalam kondisi riang. Lalu. kenapa kita tidak gunakan sikap tubuh untuk mempengaruhi kondisi mental dan jiwa kita? Menyikapi segala sesuatu dengan senyum. Makhluk ini lebih suka memasuki tubuh orang yang suka melamun. Hingga kemarahan pun padam. pasti yang terbayang pertama kali adalah wajah manis penuh keramahan dan cinta (Kecuali kalau dibelakang kata itu diberi embel-embel 'sinis'. penuh ketulusan. Agar persahabatan lebih menyenangkan. Dan tanyakan pada hati anda dengan jujur: Apakah anda masih tetap merasa sedih seperti semula?. Bobby De Porter dalam bukunya Quantum Learning mengatakan bahwa sikap tubuh seseorang dapat mempengaruhi perasaan atau mood seseorang sebagaimana perasaan juga mempengaruhi sikap tubuh seseorang. senyum juga bermakna sederhana. Agar dunia lebih damai. Senyum bisa menjadi pembuka komunikasi. kita telah berkontribusi terhadap perdamaian dunia. Senyum penuh cinta. Jika kita tak saling mengerti bahasa lawan bicara. Kemudian duduklah dengan bahu merunduk. agar dunia belajar darimu bahwa hidup ini indah dan ringan bila disikapi dengan senyum) Kepercayaan Publikasi 07/11/2002 08:01 WIB . senyum sudah cukup menjadi isyarat persahabatan. Saya percaya. berdiam diri dan menyendiri dan selalu bersedih hati. Maka tiba-tiba anda akan merasa sedih. Senyum adalah solusi sederhana. Cukup satu hal sederhana. Dalam hal makna. Hingga ketegangan di antara dua sahabat pun terlelehkan. Alangkah indahnya! (azi_75@yahoo. betapa menyenangkan. Pun senjata jika kita sedang grogi. Mendengar kata "senyum". Bungkam mulut anda dan kerucutkan. Kemudian usahakan menarik ujung kedua bibir anda keatas. Terhadap kepedihan pribadi. luka masyarakat dan juga nestapa dunia.com special 4 adikku Gatot: jazakallah telah memberi izin menulis tentangmu.

" Jika kita mempercayai diri kita. "Seseorang yang memiliki kepercayaan diri. The Magic of Thinking Big mengatakan. pikiran Anda akan bekerja bagi Anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin. sesuatu dapat dilakukan. juga akan mampu membuat perubahan di lingkungannya" Betapa besar produktifitas yang dapat dihasilkan dari kepercayaan kepada diri kita sendiri ini. David J. Kepercayaa merupakan sebuah energi besar dalam diri manusia. kemudian kesuksesan hanya tinggal mimpi. setiap perjuangan kelak pasti akan kita menangkan. yaitu kepercayaan kepada diri kita sendiri. keuntungan dan rahasia. bahaya dan segala rintangan. benar-benar percaya. . tenang. selanjutnya. Akibatnya kreatifitas kita akan mati. mengapa manusia mengabaikan potensi yang ada pada dirinya kemudian mengabaikan kepercayaan pada diri mereka sendiri yang sesungguhnya tidak kalah memiliki energi yang jauh lebih besar? Kepercayaan kepada diri sendiri merupakan kekuatan besar yang dapat mengantarkan kita pada berbagai tujuan yang mungkin sulit untuk kita realisasikan. Kemudian dengan kekuatan besar yaitu keyakinan kepada diri sendiri bahwa "saya mampu melakukan itu" maka kita akan keluar dari segala rintangan dan menemukan jalan keluar dari setiap kesulitan. cita-cita kandas ditengah jalan. tanpa was-was. Itu artinya kita telah mengabaikan kekuatan besar yang sesungguhnya dapat membawa kita melejit. Bahkan tidak jarang kepercayaan ini merupakan energi tersendiri bagi orang-orang hingga menjadikannya besar. pikiran Anda akan bekerja bagi Anda dan membantu Anda mencari jalan untuk melaksankannya. disamping mampu untuk mengendalikan dan menjaga keyakinan dirinya. Tidak sedikitpun ada keraguan membagi resiko. Kemudian kita akan gagal. Menurut John Fereira yang dikutip dalam buku Emotional Spiritual Quotient. Namun jika kita dipenuhi oleh ketidakpercayaan kepada diri sendiri.eramuslim . daya juang kita akan tumpul. yaitu kepercayaan kepada Zat yang menciptakan energi itu. Jika manusia memiliki kepercayaan yang begitu besar kepada orang lain untuk meraih tujuannya -padahal bisa saja suatu saat ia dapat berkhianat. cita-cita hanya sebatas lisan. maka pikiran kitapun bekerja untuk merealisasikan ketidak percayaan itu. Ia akan merasa aman. Kepercayaan yang diberikan kepada orang lain sering membantu banyak manusia mencapai tujuannya. perjuangan menjadi sesuatu yang menakutkan.mengapa manusia ragu untuk percaya kepada dirinya sendiri? Jika kepercayaan kepada orang lain dapat menbantu manusia mencapai cita-citanya. Sering pula beberapa keputusan penting turut dipengaruhi oleh orang-orang ini.Para pemimpin besar biasanya memiliki orang-orang kepercayaan. Akan tetapi jika Anda percaya. Pikiran kita akan membawa kita menyisir setiap kesulitan. hanbatan. "Jika Anda percaya sesuatu itu tidak mungkin. Schwartz dalam bukunya. Tapi ada energi yang jauh lebih besar dari itu. maka kita akan memiliki pikiran-pikiran kreatif untuk membuktikan bahwa sebenarnya kita bisa mencapai tujuan kita.

untuk rang awak dima se barado) Ramadhan nan Penuh Cinta Publikasi 06/11/2002 07:43 WIB eramuslim . Detik-detik menjelang satu ramadhan. semudah Tuhan menghidupkan dan mematikan kita. telepon. Juga yang biasanya tak sempat untuk sarapan bersama. SMS. Allah memfasilitasinya saat makan sahur. Cinta sosial. mereka yang terbiasa sibuk sedemikian rupa sedikit mempercepat aktifitasnya agar segera tiba di rumah untuk menikmati berbuka bersama keluarga. Hargailah diri kita. Adakah yang . Sinkronisasi kedua kepercayaan inilah sesungguhnya yang kelak membawa kita pada apa yang kita inginkan. Allah berikan juga kesempatan manusia untuk mengaplikasikannya saat-saat bersama melakukan shalat tarawih berjama’ah. begitu juga sebaliknya. maka kepercayaan itu hanya akan sia-sia. (Yesi Elsandra. saling mencintai dan berkasih sayanglah kepada sesama yang di bumi.Kepercayaan itu signifikan dengan iman seseorang. Cinta yang diberikan-Nya bukanlah sesuatu yang abstrak. Refleksi terhadap kepercayaan kepada Tuhan dirangkum dalam 6 rukun iman. email. ungkapan cinta bertaburan di seantero dunia menyambut hangat ramadhan ditandai dengan jalinan silaturahim melalui surat. adalah bukti cinta kita kepada Allah sekaligus menegaskan bahwa kita tak termasuk orang-orang yang cinta harta dunia dan sadar akan adanya sebagian hak orang lain dari apa-apa yang kita miliki. fakir miskin dan anak yatim-piatu. Karena mudah saja bagi Tuhan menjadikan sesuatu yang tiada menjadi ada. Infaq. dan zakat yang kita keluarkan. atau bahkan rangkaian acara-acara khusus menyambut tamu agung ini. juga tak lupa memberi sedekah dan hidangan berbuka kepada pengemis. jika tidak dilandasi dengan kepercayaan kepada sumber energi. maka seluruh yang di langit akan mencintai dan mengasihimu. Tinggal kita mau berjuang keras dan berusaha maksimal. mudah. sebagaimana Tuhan telah menghargai kita dengan melimpahkan segala Rahmat-Nya. setidaknya dengan ramadhan. hingga tak kuasa menahan setiap tetesan air kesyukuran yang memancarkan kebahagiaan tak terlukiskan saat ianya tiba malam tadi. Segala puji bagi Allah yang telah berkenan kembali mempertemukan kita dengan bulan bertabur cinta. kemudian dunia inipun akan ada dalam gengaman kita. sedekah. Betapapun besarnya kepercayaan kepada diri sendiri. saling menghantarkan makanan berbuka kepada tetangga.Merindu haru hati ini menanti saat kedatangannya. Bahkan menjelang hari akhir ramadhan. seraya berharap kelak kita menjadi bagian dari golongan yang mendapatkan cinta-Nya. wujud cinta juga terealisasi dengan mengeluarkan sebagian harta kita untuk zakat guna melengkapi proses pembersihan diri menuju kesucian. Cinta yang ditawarkan Allah kepada segenap makhluk di bulan Ramadhan selayaknya kita sambut dengan suka cita. Bukankah yang demikian dapat kembali menyuburkan cinta dan menghangatkan keharmonisan keluarga? Kata Rasul.

dan Fatimah saudara perempuan anak yatim tersebut seraya membahagiakannya saat hari bahagia. adalah saat terbaik kita bercengkerama dan bermesraan dengan Allah melalui tilawah dan tadarrus qur’an. cinta yang terkadang hanya terucap di lidah tanpa wujud yang nyata. Kisah teguran Allah kepada Rasulullah diatas merupakan asbaabunnuzul (sebab-sebab turunnya) surah ‘Abasa (bermuka masam) yang dapat menjadi pelajaran bagi sekalian manusia betapa Allah tidak senang dengan sikap demikian. dengan ibadah yang bernilai. karena Allah sangat tidak menyenangi perbuatan itu.Jangan bermuka masam. Namun tentu saja. Malam-malam ramadhan. Dia senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada hambahamba-Nya. Bahkan Rasulullah pun pernah ditegur-Nya karena bermuka masam dan memalingkan muka terhadap Abdullah bin Ummi Maktum. akan ada tangis jika kekasihnya pergi. selayaknya orang saling mencinta. hati pun berdo’a penuh harap. Inginnya menghabiskan malammalam ramadhan dengan tangis penyesalan atas khilaf dan dosa. seperti enggan menuju pembaringan. “Allah dan rasul-Nya. pantaslah ada keceriaan bagi mereka yang mendapatkan kemenangan melewati masa-masa ujian selama ramadhan. Sadar akan semua nikmat yang Allah berikan tanpa pernah alpa. hingga tangis ini akan semakin keras berteriak dalam hati. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Senyumlah … Publikasi 05/11/2002 12:16 WIB eramuslim . Pelajaran pertama yang bisa . Hati yang terpaut cinta. perlulah diri ini belajar dari Ibrahim alaihi salam dan keluarganya tentang hakikat dan bentuk cinta kepada Allah. seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah Saw membacakan kepadanya ayat-ayat Al Qur’an yang telah diturunkan Allah. Dan tentu saja. tanpa pernah pula khilaf.cintanya sebesar sahabat Abu Bakar Shiddik yang mengeluarkan seluruh hartanya di jalan Allah hingga Rasul-pun bertanya apa yang tersisa untuknya. Idul Fitri. Saat hari fitri tiba. tentulah. cukuplah bagiku” jawab Abu Bakar. dengan satu harap menjadikan taqwa sebagai hasil akhir ramadhan. Satu tanya bergelayut “Akankah kita kan sampai di ramadhan tahun depan?” Maka. atas segala alpa. tahajjud serta munajat kepada-Nya. Ia menjadikan dirinya ayah. Hal yang tidak kalah menakjubkan juga ditunjukkan Rasulullah kepada seorang anak yatim yang bersedih di hari raya. namun kita membayarnya dengan cinta yang semu. juga lalai. Astaghfirullaah … Jika hati ini sedemikian rindunya menanti kedatangan bulan penuh rahmat dan maghfirah ini. “berilah hamba kesempatan”. takkan terhitung betapa derasnya membayangkan kemungkinan bertemunya kembali kita dengan ramadhan nan penuh cinta ini. Pada saat itu Rasul tengah menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam. salah dan lalai. Tetesan air mata yang akan mengalir nanti. sambil menghitung-hitung betapa menyesalnya kita tak memanfaatkan ramadhan yang telah lalu dengan amal sebaikbaiknya.

seringkali kita hanya bersikap ramah kepada orangorang yang kita kenal dan baik hati.kita ambil. Subjektifitas itulah yang kemudian dengan bebasnya menentukan siapa yang pantas disikapi dengan baik siapa yang tidak. tidak semua orang memiliki tingkat pemahaman yang baik tentang ‘benar-salah’ menurut norma maupun nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. memenej dan mengolah ego-nya agar terkendali sehingga teraplikasi dengan baik. makanya menjadi kepentingan utama juga bagi setiap manusia untuk menjaga. atau mengukur prioritas pelayanan dari seberapa menguntungkannya orang tersebut buat kita. like or dislike. namun keberadaan ego sangatlah penting. Manusia memiliki ego pada dirinya masing-masing. Mendengar itu. Tapi kalau yang menjadi ukuran adalah soal. Soal pilah-pilih sahabat misalnya. Meski ada anasir lain yang membentuk watak dan karakter manusia. siapa yang didahulukan siapa yang harus ‘dicuekin’. kesesuaian norma dan nilai yang dipegang (dalam hal ini misalnya. tentu tidak bisa dibenarkan. terkait dengan sikap bermuka masam alias acuh terhadap orang lain (siapapun) yang tidak dibenarkan oleh Allah. Sebuah pelajaran lain bisa kita dapatkan dari cerita ketika para sahabat sedang berkumpul bersama Rasulullah. Padahal Islam tidak mengajarkan demikian. Sehingga yang terjadi adalah pembenaran atas kebenaran subjektifitas. Baik sih jika yang menjadi patokan adalah. Atau senyum. terhadap siapa saja yang kita jumpai. mau menang sendiri dan tidak toleran. Masalahnya kemudian. maka dihadapan mereka lewat seorang dengan pakaian compangcamping dan beberapa sahabat berujar dan menilai orang yang barusan tidak mendapatkan kemuliaan Allah. pantas tidak pantas. tidak bertentangan secara aqidah) atau standar akhlak dan kebiasaan. Bahkan ditegaskan Allah dengan kalimat “Sekalikali jangan (demikian)!” pada ayat ke sebelasnya. ataupun hal-hal subjektif lainnya. Rasulullah berkata: “Sesungguhnya Allah . bahwa Rasulullah pun manusia biasa yang masih mungkin melakukan kesalahan dan kedua. Sebelas ayat pertama surah ‘Abasa menjelaskan secara lengkap larangan bermuka masam atau sikap mengacuhkan orang lain. Sikap ramah misalnya. Tidak membeda-bedakan sikap berdasarkan kepentingan. dan dengan (pengaruh) ego-nya itulah setiap watak dan karakter manusia terbentuk. artinya apa yang menurutnya benar maka ia itulah yang dikerjakannya. dan hendaknya demikian juga bagi kita pengikutnya. lazim disebut sebagai orang yang egois. Mereka yang tidak mampu mengendalikan ego-nya. biasanya terkhususkan bagi siapa yang menurut kita pantas untuk disenyumi. selain pelajaran tentang teguran Allah terhadap Rasulullah diatas. meski hanya sekedar menebarkan senyum. Salah satu ciri khas dari orang egois adalah berbuat dengan sekehendaknya. atau bahkan siapa yang akan dijadikan sahabat dan siapa yang semestinya dimusuhi. dan inilah pangkal awal dari kesalahan orang bersikap dan bertindak. Peringatan itu tentu menjadi pelajaran yang berharga bagi baginda Rasul. Rasulullah pun mengajarkan tentang keutamaan sikap-sikap kebaikan terhadap sesama.

" Ada apa kiranya ya Aba Hurairah?" Abu Hurairah menjawab. karena Rahmat itu juga sesungguhnya ada pada yang tak memiliki harta karena Allah sayang padanya sehingga tak membebaninya dengan pertanggungjawaban harta yang bertumpuk. senyum dan ramah jugalah yang mampu meluluhkan amarah dan kebencian orang terhadap kita. "Apakah kalian tidak tahu kalau warisan Muhammad SAW tengah dibagi-bagikan sehingga kalian masih berdiri disini? Apakah kalian tidak ingin mengambil bagian kalian?" Dengan keinginan yang meluap mereka bertanya serius. kami melihat banyak orang tetapi bukan yang seperti yang kau maksud. sesungguhnya Ia Maha Adil atas Rahmaan dan Rahiim-Nya. para pedagang itu segera bergegas ke Masjid Rasulullah. sedangkan Abu Hurairah tetap tinggal disitu. mengapa kalian masih belum menutup dagangan kalian?" Mereka bertanya kebingungan. Setelah diberitahu demikian. kami melihat banyak orang sedang sholat. "Dimana ya Aba Hurairah?!" "Di Masjid Rasulullah.. Tetapi sesungguhnya Allah melihat hatihati kamu. tidak ikut pergi. Dengan senyum ramah itulah kita bisa berharap besar akan kebaikan orang lain. kami telah datang ke Masjid. tetapi setiba disana kami tidak melihat ada sesuatu yang dibagikan Rasulullah. Karena dengan itu modal utama penerimaan orang lain terhadap kita.Pada suatu hari Abu Hurairah radiallaahuanhu berdiri di pasar kota Madinah. Tak Berapa lama kemudian para pedagang itu kembali ke pasar. tidak hanya datang dari orang-orang dermawan yang kerap menyisihkan sebagian hartanya untuk diinfakkan. Rahmat Allah." Abu Hurairah bertanya lagi memancing. tidak hanya singgah kepada mereka yang diberi kesempatan untuk menikmati hidup berkecukupan di dunia ini. Dan karena dengan itu jugalah Allah menyapa hamba-hamba-Nya di surga kelak. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Warisan Paling Berharga Publikasi 31/10/2002 08:04 WIB eramuslim . "Apakah kalian tidak melihat seorangpun di Masjid?". sementara .” Keberkahan Allah. "Mengapa kalian kembali?" Mereka segera menjawab dengan nada kesal." jawab Abu Hurairah ra. hanya saja kita sering salah mengartikannya atau tidak mampu mencernanya. Kemudian dia berkata kepada para pedagang. melainkan juga dari tangan-tangan terbuka para pengemis yang setiap hari lalu lalang di depan kita. "Ya Aba Hurairah. senyuman dan sikap ramah menjadi keutamaan sikap terhadap siapapun..tidak melihat pada bentuk rupa dan jasad kamu. "Wahai para pedagang. Abu Hurairah bertanya kepda mereka. Maka semestinya. "Bukan demikian ya Aba Hurairah. Kasih sayang Allah tidak hanya tercurah kepada segelintir orang.

Karena dengan itu semua. menuliskan buku best seller. buktikanlah bahwa kita termasuk orang-orang yang mencintai Allah diatas segala kecintaan terhadap apapun. Anda jangan hanya punya satu solusi yang berati hanya punya satu pilihan. Wallaahu a'lam bishshowaab (Dwi Ryan/ ryan_088@yahoo. Ketahuilah bahwa tidak ada yang lebih berharga dari apapun yang kita miliki di dunia ini melainkan sesuatu hal yang senantiasa kita lakukan demi mengharap ridha Allah. bahkan plan C. kesuksesan Ethan Hawk mengemban misi yang dianggap tidak mungkin dicapai itu adalah karena . (Hadist Riwayat Tabrani) *** Saudaraku.sekelompok lainnya ada yang mengaji Al Qur'an dan ada pula yang sedang mempelajari soal-soal yang haram dan halal. You Can If You Think You Can (Anda bisa jika Anda berpikir bahwa Anda bisa). Satu hal yang tergambarkan dengan jelas dalam film tersebut (baik layar lebar maupun seri-nya) adalah kebiasaan para tokoh yang tergabung dalam tim pengemban ‘misi yang tidak mungkin’ alias ‘mustahil’ dicapai itu untuk senantiasa memiliki plan A. dimana tertulis “suka mencari jawaban kedua” sebagai kebiasaan pertama seorang yang kreatif. Dia akan membalasnya dengan sesuatu yang tak pernah terukur nilainya.". "Wahai para pedagang. Satu hal yang menarik dari film tersebut. Maka. bisa menjelaskan keterkaitan antara keduanya. ketahuilah... Norman Vincent Peal. Nah. yakni kecintaan-Nya akan orang-orang yang mencintai.. itulah warisan Muhammad SAW yang paling berharga untuk kalian semua. tentu ada kaitannya. lewat bukunya A Whack on Side of the Head.Pernah nonton film Mission Impossible? Film layar lebar yang dibintangi oleh Tom Cruise itu sebenarnya pernah menjadi film seri yang diputar setiap minggu di sebuah TV swasta di tahun 1990-an.. seimpossible apapun misi yang diemban oleh Ethan Hawk (diperankan oleh Tom) namun endingnya selalu saja mengisahkan keberhasilan. takkan pernah ternilai besarnya. tatkala datang seruan-Nya. Roger Von Oech. Menurut Oech.com) Menjadi Manusia Kreatif Publikasi 30/10/2002 11:15 WIB eramuslim . Kreativitas meminta Anda menemukan jawaban kedua yang mungkin lebih tepat. plan B. Antara Norman (dan bukunya) dengan film Mission Impossible memang tidak ada kaitannya. sebuah buku yang memberikan motivasi besar kepada para pembacanya untuk optimis meraih hal-hal yang sesungguhnya ‘bisa’ diraih. Abu Hurairah menjelaskan. sehingga hampir setiap film itu diakhiri dengan keberhasilan menjalankan misi. hanya saja jika kita mau melihat sisi pelajaran yang mau diambil. Von Oech mengetengahkan sepuluh kebiasaan manusia kreatif. Karena lewat buku tersebut. Mendengar uraian para pedagang tersebut." jawab para pedagang dengan agak sewot.

Kini ribuan pendaki sudah membuktikan bahwa puncak tertinggi itu bisa ditapaki. Gede Prama.kebiasaan timnya untuk menyiapkan lebih dari satu solusi. Sesungguhnya kesalahan justru menempatkan kita memperoleh hal yang tak didapat bila melakukan dengan benar. Mount Everest pada 1924. Melihat kesalahan sebagai peluang. Adalah jarang inovasi muncul dari pola pikir yang tunggal. jangan sekali pun pernah membuang ide sepintas yang kelihatan mustahil. pernah menyebut Dedi ‘Miing’ Gumelar sebagai satu dari sekian orang yang dijadikan sahabatnya. Oleh karena itu. Merenungkan lagi ide yang muncul dapat memicu berbagai kemungkinan baru. Alasannya. Nampaknya. Dan Norman menguatkannya dengan satu motivasi. “Kreativitas adalah pengembangan hasil otak kiri yang bersikap keras terhadap ide oleh otak kanan yang lunak yang mengabaikan batasan dan lunak terhadap berbagai ide. orang sudah menjajaki pariwisata luar angkasa meski harus merogoh kocek yang tak sedikit. tambah Oech. Ada orang yang suka mencari aman dan menghindari dari kemungkinan salah atau gagal.” kata Oech. sebuah tembok raksasa yang mustahil ditembus. Oech juga memaparkan tentang kebiasaan lainnya. Sejarah lain juga ditorehkan oleh George Leigh Mallory dan Andrew Irvine yang disebut-sebut sebagai orang pertama menapakkan kakinya di puncak tertinggi dunia. bahwa tidak satupun yang ada dihadapan manusia itu tidak bisa diraih. Orang dulu berpikir ruang angkasa adalah sesuatu yang invisible. sering ide kretif lahir dari situasi dilematis atau kepepet. Suka mencoba kemustahilan. Dan yang perlu diketahui. linier dan pasti. karena ia menempatkan Suka humor dan santai sebagai kebiasaan . tidak banyak orang yang bisa membuat orang lain tertawa. bahwa Dia tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Bahkan sekarang. Masalahnya adalah sifat manusia yang sering kali memperturutkan hawa nafsunya. Sehingga kemudian yang tampak didepannya adalah sebuah gunung batu menjulang tinggi yang tak mungkin dilewati. disebut sebagai kebiasaan kelima. namun para ahli Rusia membuktikan dengan mengirimkan Yuri Gagarin ke luar angkasa menggunakan Sputnik. Padahal sejarah pun mencatat. Mungkin alasan itu tidak relevan lagi. Mungkin sekarang ada pemecahannya yang lebih efektif. Kemudian yang keenam adalah. adalah yang selanjutnya. Jika aturan telah membatasi pilihan maka Anda harus mencari tahu mengapa suatu aturan dibuat. dan enggan berusaha keras. Rasulullah dengan 300 pasukan mukmin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya tiga kali lebih banyak dalam perang Badar. untuk yang satu ini. Oech juga sepakat. Allah dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat terakhir telah jauh terlebih dulu memberikan motivasi kepada setiap mukmin. tidak cukup hanya dengan memiliki satu kebiasaan diatas. Toleran terhadap hal dilematis. yang dalam hal ini salah satunya adalah sifat malas. yakni suka berpikir lunak. Dalam kenyataan. Menjadi manusia kreatif. meski tidak meninggalkan aspek kecerdasannya. Kebiasaan ketiga adalah Suka menggugat aturan.

Saat kita santai dan gembira pertahanan mental jadi longgar sehingga tidak pusing terhadap aturan. Baik dengan tambahan dari luar diri Anda atau tidak menekan ide yang telah dipunyai. Selain itu. . Kebaikan yang dilakukannya. ketidakadilan. Sudahkah menjadi orang kreatif? Mulailah hari ini juga! Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Mari Menebar Kasih Sayang Publikasi 24/10/2002 09:05 WIB eramuslim . hal mustahil maupun yang keliru. Dan yang terakhir disebutkan Oech. cinta dan pengabdiannya yang besar kepada ummatnya. Kebersihan hati Yusuf itulah yang akhirnya secara tidak langsung menghantarkannya kepada kejayaan diri. adalah senantiasa Terbuka terhadap gagasan baru. Seorang Sulaiman yang dengan segala kebesarannya. Jadi. cinta dan kasih sayang.orang kreatif pada urutan selanjutnya. karena disini akan lebih bernilai jika sikap satu ini untuk berbeda terhadap mayoritas ketidakbenaran. masih menghormati makhluk kecil. Orang yang sibuk melihat dunia dalamnya sendiri akan kehilangan banyak ide. tak sedikitpun ia marah. Rasulullah Muhammad saw tidak pernah sedikitpun mengajarkan kepada ummatnya untuk melakukan kejahatan. siapa yang berani membantah jika dikatakan bahwa Gandhi adalah manusia berhati mulia. Dalam hal ini. bahwa ide akan berkembang bila kita memberinya ruang. Meninjau dunia luar adalah wahana meraih ide baru untuk dunia dalam kita. tindak kesemena-menaan bahkan kezhaliman. namun kebaikan hatinya tak diragukan bahkan dirasakan juga oleh yang bukan ummat nasrani. tapi lebih banyak ide brilian dan segar lahir dari suasana santai dan gembira. dan memerintahkan derap dan langkah para pasukannya untuk tidak mengganggu atau bahkan menginjak sekelompok semut yang mereka lewati. Umumnya orang berusaha menyesuaikan dengan budaya organisasinya. Suka meninjau dunia luar sebaiknya menjadi satu kebiasaan tersendiri bagi orang-orang kreatif. semut. menjadikan Gandhi sebagai sosok yang boleh diteladani dalam hal berbuat baik terhadap sesama.Siapa yang tak mengakui kebaikan hati seorang Bunda Theresia? Meski ia tak pernah menganut ajaran Islam yang penuh kedamaian. Memang ide kreatif muncul ketika terdesak situasi. beranilah pro terhadap hal yang tidak disetujui mayoritas walau tidak harus terlalu terbuka. Padahal tekanan organisasi bisa memasung kretaivitas. Juga ketika seorang dipenjara yang melupakan kebaikan dirinya. Berani berpikir beda seolah menjadi ciri yang paling khas dari orang kreatif. Maka dari itu. Ingatlah. Kita pernah mempelajari bagaimana kebaikan hati Yusuf alaihi salam yang tidak menaruh dendam sedikitpun kepada saudara-saudaranya yang telah mencoba mencelakainya. Sama halnya dengan Mahatma Gandhi. bukan berarti mengesampingkan kebenaran. Orang yang mengaku bukan orang yang kreatif berarti telah memasung diri sendiri.

Muhammad dikenal sebagai orang yang berhati mulia. Alasannya. kedamaian. Bayangkan. Setelah menjadi Rasul Allah. justru mengutamakan perbuatan baik terhadap manusia itu sebagai perwujudan dari rahmantan lil ‘aalamiinnya ajaran yang disempurnakan Muhammad saw. mencontohkan bagaimana seharusnya kasih sayang dan cinta sesama saudara bagaikan mencintai diri sendiri. Rasulullah (Islam) memuliakannya. para pasukan terheran karena hanya tinggal tenda Sang Panglima yang masih utuh belum dikemas. sopan. mereka tak pernah membenci Muhammad karena perilakunya yang buruk. saat para sahabat mulai marah dan tidak mampu menahan diri untuk melakukan balasan terhadap intimidasi dan penganiayaan terhadap kaum muslimin. ketika ketidakadilan semakin mempertegas jarak dan perbedaan antara orang-orang kaya dengan fakir miskin. bersikap lembut dan menghargai sesama. Rupanya. juga menarik hati seorang saudagar kaya Khadijah binti Khuwailid yang kemudian menjadi istrinya. dari kejadian itu mereka tak menemukan anggapan itu. Rasulullah datang dengan mengajarkan zakat dan infaq shodaqoh. antara yang kuat dan yang lemah. Rasulullah tak pernah mengajarkannya. dan kemuliaan hati dari Islam yang langsung dicontohkan Muhammad-lah yang akan menggusur kekuasaan.Islam dengan segala ajaran kasih sayang dan kedamaiannya. mungkin bagi kita sangat sepele. kemuliaan hatinya tidak hanya diakui oleh kaum mukminin melainkan juga oleh kaum kafir Quraisy. Pikir mereka. agama kasih sayang. menyiksa dan menganiaya orang. Kecuali dalam kondisi yang memang mengharuskan setiap mukmin mempertahankan harga diri dan melakukan pembelaan. Saat fajar sebelum berangkat melakukan penyerbuan ke wilayah musuh yang menentang Islam. Abu Jahal. Padahal pendelegasian keduanya menyusup itu sebelumnya karena para pembesar dan masyarakatnya mendengar berita tentang kekejaman Panglima Amru bin Ash beserta pasukannya yang dikatakan gemar membunuh. hanya karena ia mendapati seekor burung yang bertengger di atas tendanya tengah mengerami telurnya dan terpaksa menunda keberangkatan pasukannya. Kejadian itu sungguh mengherankan dua orang penyusup dari pasukan musuh yang menyamar bergabung dalam pasukan Amru bin Ash. Muhammad justu mengangkat derajatnya. Justru yang mereka khawatirkan adalah ajaran kebaikan. bagaimana mungkin dikatakan kejam jika terhadap seekor burung pun sang Panglima sangat mengasihi. Rasulullah baru mengabulkannya setelah ada izin dari Allah yang membolehkan berperang. . Islam adalah agama kebaikan. Ketika para wanita dianggap masyarakat kelas sekian dan menjadi suatu kehinaan diri jika mempunyai keturunan seorang wanita. Setelah para Nabi Allah sebelumnya juga mengajarkan hakikat Islam. ketika orangorang memperjualbelikan budak dengan harga yang tidak manusiawi. Bagaimana tidak. jujur. kedudukan mereka. Sebelum menjadi Rasul. Maka tidak sewajarnya ketika mereka yang mengaku mukmin melakukan kejahatan dan tindak kezhaliman. Ada sebuah kisah seorang panglima perang besar kaum muslimin Amru bin Ash yang begitu mulia hatinya. Itulah kemudian ia mendapatkan gelar al amiin. Sebenci apapun para pembesar suku Quraisy seperti Abu Lahab. Tidak hanya itu.

dan sampaikanlah kami. sahabatnya. tentulah karena ia tidak sepenuhnya mengamalkan ajaran Rasulullah. Niscaya kita akan sangat bergembira jika saatnya tiba. Rasulullah sendiri. Saudaraku. sehingga teruntai sebuah do'a yang sangat indah: "Allahumma bariklana fii rajab wa bariklana fii sya'ban wa balighna fii ramadhan" Ya Allah. sangat mendambakan akan datangnya bulan Ramadhan ini. Saudaraku. Oleh karenanya. maka kita akan ketinggalan kereta pahala dengan hamba Allah lainnya. (Bayu Gautama) Karena Rasulullah pun Mendambakan Ramadhan Publikasi 23/10/2002 07:23 WIB eramuslim . Tapi apakah kita sudah bersiap-siap untuk menyambut bulan yang sangat dinantikan oleh ummat Islam sepanjang masa? Bulan yang sangat dinantikan oleh Rasulullah. karena Rasulullah pun menegaskan. Sebaliknya. jika kita berbuat baik dan penuh kasih sayang terhadap semua makhluk di bumi. Persiapan itu sendiri tidak dilakukan pada awal bulan Ramadhan. yang Insya Allah memperkenankan kita menjumpai bulan suci. mereka yang meski berbuat baik.Segala puji bagi Allah SWT. serta pengikutnya yang komitmen dengan risalahnya Dienul Islam hingga hari akhir nanti. dan aktivitas yang akan menunjang penampilan kita pada hari yang dinanti-nanti itu. Amiin Allaahumma Amiin. tabi'it tabi'in. cinta dan kasih sayang. bulan Ramadhan. Subhanallah. bulan mulia. kita dapat memanfaatkan waktu dengan optimal. Wallahu a’lam bishshowaab. berkahilah bulan Rajab ini. Sehingga pada bulan Ramadhan. hari ulang tahun kita. bersih-bersih. Bahkan jauh hari sebelumnya. . Yang telah mempersiapkan diri jauh sebelum datangnya bulan Ramadhan. Jika seorang muslim tak memiliki sifat diatas. maka yang ada di langit akan mengasihi dan menyayangi kita.Menjadi seorang muslim. hakikat bulan Ramadhan ini sesungguhnya pada sejauh mana kita telah melakukan persiapan untuk menyambutnya. jika kita menantikan suatu saat yang sangat berharga bagi diri kita. keluarganya. sama seperti bulan-bulan sebelumnya? Na'udzubillahi tsumma na'udzubillahi. katakanlah sebagai contoh. perbaikilah segala sifat yang tak mencerminkan kebaikan dan kasih sayang itu. dan berkahilah bulan Sya'ban ini. para tabi'in. kita sudah mempersiapkan dengan 'full action'. berarti didirinya tertanam sifat-sifat kebaikan. karena jika itu yang kita lakukan. dan penuh kasih seperti Bunda Theresia dan Mahatma Gandhi. manusia yang sangat mulia. potong rambut. Sudahkah kita meneladani beliau? Menantikan dengan penuh harap? atau kita hanya biasa-biasa saja menyambut kedatangannya. panjangkanlah umur kami hingga bulan Ramadhan. Sholawat dan Salam senantiasa terucap kepada Rasulullah Muhammad SAW. amalnya akan terputus dan tak diperhitungkan dihadapan Allah kelak karena mereka bukan muslim dan tak mengimani Allah.

Bahkan iklannya selalu muncul di televisi berbarengan dengan iklan rokok.Sangat sayang jika bulan Ramadhan yang hanya 29-30 hari itu. sebagaimana setengah hatinya . wirid ma'tsurat harian. Mengapa tidak menegur? Ingin si gadis menegur. Semua persiapan ini dilakukan agar kita bisa menjalani Ramadhan ini dengan ringan. sesungguhnya si perokok lah yang seharusnya lebih merasa sungkan dibanding orang yang menegur. entah karena sakit atau karena halangan lainnya. tilawah qur'an. Amiin Allaahumma Amiin. semoga Allah berkenan mempertemukan kita pada bulan Ramadhan esok. harus kita potong waktunya seminggu menjadi 22-23 hari hanya untuk persiapan yang seharusnya bisa kita lakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Pengkondisian ruhiyah juga sudah seyogyanya dilakukan sebelum bulan Ramadhan. penumpang lain dalam angkot itu menyalakan rokok kemudian menghisapnya dengan nikmat dan menghembuskan asap ke seantero ruangan. dengan bersemangat. sesekali terbatuk-batuk dan terusmenerus menatap lekat si perokok dengan mata berair. qiyamul layl. sementara si gadis makin kuat menutup hidungnya. Buku Fiqh Shiyam juga menjadi bacaan wajib. bahwa Rasulullah pada orang yang paling banyak dan menyempurnakan puasanya pada bulan Sya'ban. dan lainnya. shoum sunnah. agar kita mengetahui dalil dan fadhilah puasa yang akan kita lakukan. serta berharap kita semua dapat menjadi Alumni teladan bulan Ramadhan. barangkali karena merokok sudah merupakan budaya di Indonesia. Kampanye tentang bahaya dan dampak negatif rokok sudah terlalu sering diadakan. bahkan makin menikmati hisapan demi hisapan sementara si gadis terus memelototinya dengan hati yang makin jengkel. Pengkondisian fisik sudah dicontohkan oleh Rasul sebelum datangnya bulan Ramadhan. dan memperluas tsaqofah (wawasan) keilmuan kita. dengan jihad (bersungguh-sungguh). datangnya hanya sekali setahun. Dalam hadits juga diungkapkan.com) Kepada Anda Yang Bukan Perokok! Publikasi 22/10/2002 07:35 WIB eramuslim . yang dapat membekas pada 11 bulan berikutnya. agar sebelumnya mengqadha puasa-puasa wajib kita sebelumnya kita tinggalkan. Jadi sah-sah saja jika si perokok tidak peduli. (Bramsi Prenata/bramsi@cakraweb. tapi nyalinya tak cukup besar untuk melakukan itu. Beberapa penumpang lain bersikap biasa saja.Seorang gadis spontan menutup hidung dengan tissue ketika laki-laki di depannya. Juga yang harus kita ingat. Meskipun bisa dikatakan itu merupakan iklan setengah hati. Selamat berjuang saudaraku. Takut dibilang rese? Takut dibilang memberangus hak orang lain untuk merokok? Sungkan? Takut dimarahi? Kalau boleh saya bilang.

Serta merta saya menegur. dalam perjalanan kereta Solo-Jogya. namun tanpa sadar menjadi perokok pasif. Maka. Sesungguhnya yang paling memungkinkan itu adalah kita: Orang-orang yang bukan perokok dan sadar akan dampak negatif rokok. Mas! Bagaimana kalau merokoknya nanti saja saat sudah di luar kereta? Saya tidak tahan dengan asap rokok”. apakah anda rela menderita akibat yang bukan merupakan hasil perbuatan anda? Karena itu anda berhak sekali untuk melindungi diri anda dengan menolak menghisap asap rokok dari para perokok.makin meningkatnya intensitas merokok dan akibat-akibatnya? Mengharapkan para perokok sadar? Wah. yang rugi tubuh mereka sendiri.pemerintah menyikapi masalah rokok ini. Seperti tadi saya tengarai di atas. Teman saya akhirnya dirawat di rumah sakit karena sakit paru-paru gara-gara beberapa tahun bekerja diantara para perokok. Mungkin tidak semua kita tahu dan sadar bahwa menjadi perokok pasif (orang-orang yang secara tidak sengaja terhisap asapa rokok yang diproduksi oleh para perokok di sekelilingnya) itu relatif lebih berbahaya di banding perokok aktif. Kisah itu mengilhami saya untuk melakukan hal serupa meski dengan alasan berbeda. “Maaf. Bagaimanapun. kenapa ini tidak kita jadikan senjata untuk memperkecil ruang bagi para perokok? Bukankah dengan demikian selain kita mempertahankan hak kita untuk tidak menghisap asap rokok dan melindungi diri dari kemungkinan menderita penyakit yang disebabkan status perokok pasif. tapi mereka memang dengan sadar untuk terus merokok. kalau begitu siapa dong yang bisa mengatasi -setidaknya mencegah. ini sih bagai pungguk merindukan bulan. Jika anda wanita hamil. rokok merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang cukup besar. Hal ini karena dipastikan asap rokok bisa mengganggu pertumbuhan janin. Mereka tahu betul akan bahaya rokok. Karena tadi sudah ada yang saya tegur. sekalipun dia sendiri tidak pernah merokok. Saya selalu merasa terganggu jika ada orang yang merokok di sekitar saya. Pengaruh yang tidak kurang berbahaya juga dapat dialami oleh orang dewasa dan anak-anak yang bukan perokok. Beberapa saat kemudian seorang penumpang masuk dengan rokok menyala di sela jari-jarinya. seorang laki-laki hendak menyalakan rokok di dekat saya. . saya kembali beraksi. Dia mengangguk dan membatalkan rencananya untuk menyalakan rokok. Toh. manusia Indonesia memiliki rasa sungkan yang cukup tinggi jika mengganggu orang lain. Suatu hari. biasanya dokter akan menyarankan anda menjauhi rokok dan asapnya (bahkan suami pun diminta untuk menghentikan/mengurangi kegiatan merokok). Nah. Nah. kita juga secara tidak sengaja membantu si perokok mengurangi intensitas merokoknya? Cerita tentang gadis di paragraf pertama di atas adalah cerita tentang diri saya sendiri. Si Olin ini dengan berani menegur seorang penumpang di angkot yang merokok. Cuma waktu itu saya tidak berani menegur karena sungkan dan sebagainya itu tadi. Begitu mungkin argumentasi mereka. saya rasa tidak adil kalau yang ini tidak saya tegur juga. Kalaupun rugi. mereka tidak merugikan orang lain. Hingaga kemudian suatu hari saya membaca salah satu serial Olin karya Ali Muakhir.

yang menggambarkan sebuah kisah tentang keberhasilan dan kekuatan dari sikap memaafkan.com) Mulianya Memaafkan Publikasi 18/10/2002 08:58 WIB eramuslim . ruang pertemuan. Tapi kalau anda terlanjur membaca. Jika ada diantara anda yang membaca tulisan ini adalah seorang perokok. Dan saya terpikir. Sebuah kebesaran hati yang mengesankan dari Dave Pelzer bahwa kemudian ia tak sedikitpun menyalahkan sikap The Mother (ibunya) selama delapan tahun itu yang menyebabkan ia tak bisa lepas . Dua pengalama di atas memberi keberanian dan kepercayaan diri pada saya untuk menerapkan hal yang sama di tempat-tempat umum lain. menendang. A Child Called “It” dan The Lost Boy – begitu menyentuh hati siapapun yang membacanya. tetap cuek bebek dengan rokoknya meskipun sudah kita tegur? Gampang. tulisan ini bukan untuk anda. angkot. sebaiknya anda hatihati jika akan merokok di tempat umum. Dave Pelzer. anda tinggal memberinya masker plastik dan katakan. Maka rokok itu langsung ia injak. Masalahnya adalah.yang merupakan kesimpulan dari dua buku Pelzer sebelumnya yang menjadi best seller. kita punya kemampuan untuk merubah sedikit wajah dunia dengan menggunakan hak kita. kalau saja kita semua yang bukan perokok mau peduli akan hak kita untuk tidak menjadi perokok pasif dan menggunakannya. Di Bus. berjudul A Man Named Dave. Anda mau coba? Ayo.mengalami berbagai siksaan yang sangat brutal dari ibunya sendiri yang menganggap Pelzer hanya sebagai “It” yang bisa diperlakukan dengan seenaknya.”Mas. Bagaimana jika ada yang tebal muka. seberapa tinggi kesadaran anda untuk mempertahankan hak tidak menjadi perokok pasif? Seberapa besar pula nyali dan kepercayaan diri anda untuk menegur? Semuanya tergantung kepada anda. halte. melemparkan dari atas menggelundung ke dasar tangga. menginjak-injak bahkan mencekiknya sampai nyaris mati. “Anda berhak merokok di sini sebagaimana saya berhak untuk tidak menghisap sampah asap rokok anda. membalas kezaliman dengan sikap memaafkan. karena tidak seperti buku sebelumnya yang membuat dada berdegub. Mereka sebenarnya sungkan andai saja anda berani menegur. kantor dan lain-lain.Ada sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis terkenal. “Terima kasih”. meninju. maka ruang bagi para perokok akan makin sempit. (Azimah Rahayu/azi_75@yahoo. Buku tersebut . Jadi silakan anda gunakan plastik ini untuk menutup muka anda agar anda dapat menikmati sendiri asap rokok itu”. maaf. A Man Named Dave juga mengajak kita untuk meneguhkan hati. dari pada anda 'malu ati' karena ditegur orang nanti. selama tidak kurang dari delapan tahun –sejak usia 4 tahun hingga usia 12 tahun. Sebagaimana digambarkan Pelzer. boleh rokoknya dihabiskan di dekat pintu?” Rupanya dia malas kalau merokok harus menjauh dari teman-temannya. kata saya.

sangat wajar bilang seseorang harus marah. sikap dan tindak semena-mena. dan atau ketidakadilan itu memintanya atau tidak. selain juga kemarahan yang dilampiaskan masih wajar dan berada dibawah kesadaran yang tinggi. Sungguh membutuhkan kebesaran jiwa untuk bisa memaafkan kesalahan orang tanpa menunggu orang memintanya. Kedua. seperi ilalang yang cepat tersulut dan cepat pula reda. yang pertama. Jenis ini yang paling buruk. merasa benci kepadanya dan lari darinya. Hingga akhirnya Pelzer menemukan dirinya sendiri di dalam hati. Jenis ini yang paling terpuji. Jack Canfield. Memaafkan adalah sikap yang diberikan secara ikhlas terlepas orang yang melakukan kesalahan. cepat tersulut dan lambat redanya. ketiga. yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengukur kadar marah itu sesuai dengan tingkat kesalahan orang membuat kita marah. dan rasa sebagai orang menang. Dalam buku Mensucikan Jiwa. Karena jika kita tak mampu melakukannya. salah seorang penulis Chicken Soup for The Soul mengatakan bahwa Pelzer adalah bukti nyata yang menunjukkan bahwa kita masing-masing memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri. tak peduli pengalaman seburuk apapun yang menimpa diri kita. makna kedengkian ialah hati senantiasa merasa berat dalam menelan kemarahan. karena memaafkan bermakna lebih mulia ketimbang memberi maaf. Dan sikap memaafkan itu dikatakan Allah sebagai satu sikap orang-orang bertaqwa yang Allah sediakan bagi mereka syurga seluas langit dan bumi. Bahkan dalam catatan di belakang buku tersebut. Berkaitan dengan itu. karena pada saat itu kita telah membunuh kesombongan.dari bayang-bayang masa lalu. Memaafkan. sampai ia mampu membebaskan diri. Kata Said Hawwa. Sikap yang sebaiknya dilakukan seseorang adalah. Sedangkan yang keempat. jelas perintah dalam surat Ali Imran ayat 134. Bahwa kesabaran seseorang memang ada batasnya dan pada saatnya telah melampaui ambang batas itu. makanya Rasulullah pun pernah mengatakan bahwa memaafkan adalah sikap mulia dari seorang mukmin. Kedengkian adalah buah dari kemarahan. lambat tersulut dan cepat reda. Imam Ghazali pernah mengajarkan bagaimana seharusnya seorang mukmin melampiaskan kemarahan. selagi tidak mengakibatkan redanya ghirah dan semangat pembelaan kebenaran. Hanya saja. bukan memberi maaf. lambat tersulut dan lambat pula redanya. dan menelan kemarahan itu karena ketidakmampuan untuk melampiaskannya seketika maka ia akan kembali ke dalam bathin dan menyelinap ke dalamnya lalu menjadi kedengkian. Said Hawwa menerangkan tentang empat kategori manusia dalam hal kemarahan. seperti pohon bakau. Inilah yang sulit. Bayangkan betapa mulianya orang-orang yang mampu “memaafkan”. karena sikap memberi maaf setelah orang meminta maaf saja sudah sedemikian luhur. Bahwa juga sikap seseorang yang meminta dimaafkan setelah melakukan satu kesalahan pun sudah begitu bagusnya. selain memaafkan adalah meningkatkan kebaikan terhadapnya sebagai perlawanan terhadap hawa nafsu dan syetan .

maka hal itu merupakan maqam orang-orang yang tergolong shiddiqin. dan tenang dalam tekanan. Berkaitan dengan ini. Karena itulah hendaknya kita memperhatikan kecerdasan emosi selain kecerdasan otak. Kecerdasan intelektual memang bisa membantu orang meraih kesuksesan. menzhalimi Rasulullah dan para sahabat sampai Izrail pun tak kuasa ‘menahan amarah’ dan menawarkan membalikkan gunung untuk ditimpakan kepada kaum Thaif. Rasulullah juga menekankan pentingnya setiap mukmin untuk memiliki kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri. ketika orang cerdas jadi bodoh. Lebih umumnya. bukan pada rasio. namun kesuksesan seringkali ditentukan oleh kecerdasan emosional. Ia menemukan bahwa orang Amerika yang memiliki kecerdasan atau IQ diatas 125 umumnya bekerja pada orang yang memiliki kecerdasan rata-rata 100. Rasulullah mengajarkan (sekaligus mempraktekkan) keutamaan memberi maaf. tambah Golemen. Tidak ada sama sekali keputusan yang diambil manusia murni dari pemikiran rasionya karena seluruh keputusan manusia memiliki warna emosional. Daniel Goleman dalam bukunya yang menjadi best seller. Emotional Intellegence memaparkan tentang satu bagian penting dalam jiwa manusia yang bernama emosi yang dikatakannya justru sangat menentukan kebahagiaan dan penderitaan manusia. dan termasuk perbuatan orang-orang yang mencapai maqam Muqarrabin (orang-orang yang dekat dengan Allah). duka. Namun manusia agung itu lebih memilih memaafkan. Jika kita memperhatikan keputusan-keputusan dalam kehidupan manusia. bahwa yang menentukan sukses dalam kehidupan manusia bukanlah rasio tetapi emosi. .Meski setiap hari harus menerima ludahan dari seorang kafir quraisy. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Ketika Orang Cerdas Jadi Bodoh Publikasi 17/10/2002 08:51 WIB eramuslim . Disebutkannya. bergantung suka. dari hasil penelitiannya ditemukan satu situasi yang disebut dengan When smart is dumb. Dan kecerdasan emosional diukur dari kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri. dan bahagianya manusia. itulah yang disebut sabar. Begitu juga dengan peristiwa Thaif. orang yang cerdas umumnya menjadi pegawai dari orang yang lebih bodoh dari dia. Menurut Goleman. sengsara. yang kemudian kita lebih mengenalnya dengan istilah sabar. Artinya. Orang yang paling sabar adalah orang yang paling tinggi dalam kecerdasan emosionalnya. Bahkan ia membalasnya dengan menjadi orang yang pertama kali menjenguk ketika si peludah itu sakit. namun Rasulullah Muhammad Saw tidak pernah menaruh dendam ataupun kebencian. Ia biasanya tabah dalam menghadapi kesulitan. Pada emosi. emosi sangat mempengaruhi kehidupan manusia ketika mengambil keputusan karena tidak jarang suatu keputusan diambil melalui emosinya. ikhlas menghadapi berbagai cobaan. sedemikian kejamnya masyarakat wilayah itu melempari batu. ternyata lebih banyak ditentukan oleh emosi daripada akal sehat.

”Iya. Padahal perintah-Nya adalah memaafkan. sehingga ia tak melakukan kebodohan dari ketergesa-gesaan atau amarahnya yang biasanya berujung pada penyesalan. Rasulullah yang kita kenal tak memiliki kemampuan membaca dan menulis ternyata memiliki kecerdasan emosional yang luar biasa tinggi. “Ada apa?” tanya saya. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Etika Meminjam.Seringkali kita menjumpai orang yang bersikap bodoh hanya karena tidak mampu mengendalikan emosinya.” Nisa menjelaskan. kenapa kok bukunya baru dikembalikan?’ tanya saya. buku itu sudah tiga hari di tangan Niki. Jangan Kalah Sama Anak-Anak! Publikasi 15/10/2002 07:14 WIB eramuslim . begitu. “Ika sedih dan takut dimarahin karena bukunya hilang. Tiba-tiba suara tangis pecah meningkahi keramaian. Beberapa saat kemudian. Saya buru-buru menghentikan aktifitas mencatat buku yang akan di pinjam dan turun ke halaman. Mulialah mereka yang melakukan itu. Bayangkan betapa luhurnya orang yang memberi maaf kepada mereka yang melakukan kesalahan. Terima kasih Niki sudah berusaha membenahi bukunya. bukunya bukan hilang tapi dikembalikan. Ika. anak-anak sedang ramai di Taman Bacaan saya. Kemarin dia takut mengembalikan buku. terlepas orang yang melakukan kesalahan itu memintanya atau tidak. “Ika pikir buku yang dipinjamnya hilang. gadis 5 tahun itu tengah duduk di bangku sambil tersedu-sedu menutup muka dalam rangkulan kakaknya Nisa. Kak.” Dan Ika pun berhenti menangis. tangan ini refleks memukul kepala. Di daftar pinjaman. Dan tidak jarang pada saat itu. Kak!” jawab gadis kelas dua SD itu takut-takut. Demikian juga dengan kesadaran dan ketenangan yang tinggi dalam menghadapi berbagai kesulitan. Saya tersenyum dan memeluk Ika. Besok lagi hatihati. ”Oh. Niki. ya?” . Sampulnya lecek bekas basah dan diselotip asal-asalan. Ia takut-takut mengembalikan buku yang sudah berubah muka. pengunjung taman bacaan yang lain datang. Nangisnya udah yaa. “Bukunya jatuh ke got. Kak! Padahal sudah saya kembalikan bareng punya saya. “bodohnya aku”. ya? Nah. meski sesekali sedu sedannya masih terdengar.Sore itu.” sahut Oki saudara kembar Niki. “Niki. Kunci suksesnya adalah mengendalikan emosi dan menahan diri (sabar). Ika anak baik.

Namun sedihnya. Tapi itu dulu sekali. kegiatan saya menjalankan rumah bacaan di tempat saya tinggal bukan tanpa hambatan. Sungguh saya terharu dengan usaha anak-anak itu menjaga amanah.Suatu hari yang lain. Padahal pula selama ini mereka dicap ‘kurang baik’ oleh beberapa orang dewasa yang saya kenal di lingkungan kami. Saya tak ingin membahas yang besar-besar. Setiap kali meminjamkan buku. dengan harapan mereka akan membalas kepercayaan saya (tentu saja di sisi lain. saya juga punya koleksi cukup banyak buku untuk orang dewasa. buku-buku referensi keagamaan. buku-buku self help dan How to’s dan lain dan lain. novel Islami dan novel umum. Bahkan di kalangan para aktifis yang sudah mengerti Islam. saya lebih berhati-hati menyimpan barang berharga). bukunya robek. Lain kali hatihati ya?” jawab saya. Dari berbagai majalah. Pernah memang. Ada yang merasa sudah mengembalikan tapi nyatanya buku itu tak pernah sampai ke tangan saya. Saya menganggap mereka orang dewasa yang sanggup menjaga amanah. Buku-buku itu juga saya pinjamkan secara terbuka kepada teman-teman saya atau temannya teman saya. kita selotip bareng-bareng. kejadian di atas juga mengingatkan saya atas fenomena (kalaulah bisa disebut fenomena) kurang dipenuhinya adab pinjam meminjam di kalangan dewasa. Uang maupun barang. . Ihsan mendekati saya takut-takut sambil bertanya. Dan saya pikir justru karena itulah saya ingin dan tertantang untuk mengubahnya. Setiap kita pasti pernah meminjam buku atau meminjamkan buku. karena beliau lebih paham tentang lingkungan tinggalnya. Namun di sisi lain. Ada juga buku yang sejak dipinjam tak pernah kembali. Tapi berapa kali kita mengembalikan buku yang kita pinjam kembali dalam kondisi sperti awal dipinjamkan? Dan berapa pula yang tak kembali? Atau. saya selalu berpesan agar buku dijaga dan dikembalikan segera jika sudah selesai. Karena suatu hal besar itu dimulai dari hal kecil. Sini. adakah buku teman yang belum kita kembalikan? Selain taman bacaan anak. selembar uang lima ribu rupiah di meja hilang saat saya tinggal ke dalam. beli buku ini dimana?”. Kejadian di atas adalah contohnya. ada saja buku yang kembali dalam kondisi kotor maupun bekas basah maupun halamannya bredel. Saya berusaha memberi kepercayaan kepada anak-anak itu. saya pikir usaha itu tidak sia-sia. Padahal mereka masih kecil. Ya. “Oh. tapi yang kecil saja yaitu buku. juga mereka punya kebiasaan mencuri. “Kenapa? Kamu ingin beli?” Dia membuka lembaran tengah yang robek dan menunjukkan ke saya dengan air muka penuh rasa bersalah. Dan rasanya. ”Kak. Barangkali beliau benar. Terutama pemilik rumah yang tidak setuju dan menganggap anak-anak itu hanya mengganggu.

Sudah tiba masanya.Ada lagi yang sudah ditelepon berkali-kali namun selalu saja ada alasannya untuk tidak mengembalikan buku. sebenarnya adalah suatu usaha untuk menjaga si peminjam dari perbuatan dzalim terhadap dirinya sendiri maupun Saudaranya. kalangan Muslim profesional mempunyai kemampuan untuk menjadi agen perubahan. mengingatkan atau bersikap tegas dalam hal ini. Menegur. Sebagai sebuah kekuatan ummah. “Aduh. ya? Saya lupa nih. Kalau anak-anak lupa mengembalikan atau tidak mengembalikan. mereka kelihatan cuek dan tak mau tahu siapa yang memegang buku pinjaman berantai itu. Sebagaimana hutang yang dapat menghambat seseorang masuk surga. Kalo di rumah saya ada berarti memang belum saya kembalikan. ntar deh ditanyain”. orang dewasa? Apalagi sudah belajar Islam? Semestinya kita lebih bisa memenuhi adab ini dan mengajarkan pada anak-anak. Ketika ditanya lagi. tolong mbak lihat di rumah dan saya lihat juga di rumah. kalangan Muslim profesional adalah sebuah kakuatan ummah.Tatkala negeri Islam dalam keadan terbelakang. meskipun sering ditanggapi tidak enak.com) Agenda Profesional Muslim di Era Cyber Publikasi 14/10/2002 07:51 WIB eramuslim . *** Buku memang hanya sebuah buku. Cukup sering saya mendapat jawaban dibawah saat saya menanyakan buku-buku yang mereka pinjam. saya yakin bukan karena mereka meremehkan atau bermaksud mengukuhi buku itu. “Oh belum saya kembalikan. tetapi lebih karena mereka belum paham makna ‘meminjam’ dan bagaimana adab terhadapnya.” Atau. berkembang dan tegaknya khairu ummah. Perkembangan era cyber bahkan menyediakan celah untuk meningkatkan kemampuan ini. penuh konflik dan mengalami ketergantungan terhadap Barat. Betapapun statusnya tetap barang pinjaman. Sedang kita. hal-hal seperti ini mendapat perhatian lebih dari kita semua. Ya udah. mengarahkan dan mendayagunakannya untuk menggerakkan perubahan menuju cita-cita gerakan Islam yaitu tumbuh. Pinjam meminjam buku juga sudah biasa. . waktu itu dibaca sama si anu. maka saya khawatir demikian juga halnya dengan barang pinjaman. Tapi apakah karena sudah biasa dan ‘hanya sebuah buku’ lantas membuat statusnya sebagai barang pinjaman yang mesti dipenuhi adabnya batal? Saya kira tidak. Azimah Rahayu (azi_75@yahoo.

perusahaan. Emosi sebagai Muslim yang perlu disuburkan adalah cinta kepada Allah.Kekuatan utama dari kalangan Muslim profesional yang dapat didayagunakan adalah penguasaannya atas bidang-bidang keahlian. dan kelelahan dalam kehidupan yang tidak mempunyai tujuan bagi pengembangan ummah. dari teknologi informasi hingga teknologi permesinan. emosi dan pemikiran bagi berinteraksi dan berkolaborasi dalam aktivitas tarbiyah. Dengan emosi sebagai Muslim. dan layunya hubungan emosional dan intelektual antara ummah dan pemimpin dalam masyarakat Islam. organisasi maupun masyarakat. Tantangannya adalah kalangan Muslim profesional perlu mengembangkan agenda perubahan di dalam diri. berkembangnya pacaran dalam hubungan dengan lawan jenis. Kalangan Muslim profesional perlu berjuang untuk menyelamatkan diri dari bahaya eksploitasi sumber daya manusia. kejernihan dan ketenangan iman. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu membersihkan hati. . polusi budaya dan erosi ruhiyah. Untuk dapat menyelamatkan diri dari ancaman ini. Di antara indikator erosi ruhiyah adalah melemahnya emosi dan interaksi terhadap Al Qur'an. Adalah lumrah diantara kalangan Muslim profesional untuk mengalami kesulitan menyediakan waktu. Pertama. dan dari teknologi konstruksi hingga teknologi kimia. keluarga dan lingkungannya sebelum dapat berperan sebagai agen perubahan. keluarga dan dikembangkan untuk berpengaruh dalam lingkungan sosial. Bidang keahlian ini beraneka ragam dari teknologi antariksa hingga teknologi pertanian. terbangunnya sebuah peradaban cyber yang global. dakwah dan amal Islami pada umumnya. dan menyuburkan emosi sebagai Muslim. dan aspirasi sebagai Muslim. visi. Rasul dan jihad. Di antara indikator dari eksploitasi sumber daya manusia adalah kesibukan. menyeluruh dan berkelanjutan. Di antara indikator polusi budaya adalah penerimaan pemikiran dan budaya Barat dalam berbagai bidang kehidupan seperti ketidakpedulian terhadap bahaya riba dalam ekonomi dan bisnis. Dengan keahlian yang dimilikinya kalangan Muslim profesional dapat terlibat mencerdaskan ummah. kalangan profesional Muslim perlu mengembangkan suatu agenda. Penguatan ancaman ini merupakan dampak dari tertembusnya batas-batas geografi. interaksi dan kolaborasi lintas kepentingan. menyegarkannya dengan kesejukan. dan berkembangnya komunikasi. dan lintas budaya. tenaga. lintas masyarakat. Ancaman terhadap kalangan Muslim profesional di atas juga semakin menguat di era cyber. pribadi-pribadi Muslim mengembangkan visi kehidupan Islami dalam kehidupan pribadi. mengembangkan emosi. mengembangkan solusi tepat guna untuk ummah ataupun mendukung aksi pengembangan ummah yang dikembangkan LSM ataupun pemerintah. Agenda muslim profesional perlu mencakup suatu perubahan yang mendasar. Agenda ini perlu dimulai dari pribadi. sangat beratnya menegakkan Qiyamul Lail dan keringnya hati dalam empati terhadap permasalahan dunia Islam. keluarga.

keterlibatan dan aksi yang tepat. Dari pribadi Islamilah diharapkan mekarnya akhlaq Islami. memahami fikrah Islamiyah. mengumpulkan informasi intelijens sosial kemasyarakatan. misi dan nilai dari gerakan Islam dalam kehidupan tarbiyah. ialah kesabaran untuk terus terlibat. memahami visi. Ketiga. Kedua. dakwah dan jihad yang berkembang di negeri Islam. Ini adalah kekuatan inti dari kalangan Muslim profesional yang bisa disumbangkan untuk pengembangan ummah. pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih segar. berdiri. terlibat. Keempat. tentang Al Qur'an. tentang rukun iman dan rukun Islam. Dengan pemahaman ini. pribadi-pribadi Muslim profesional dituntut membangun endurance. bagi berkembangnya ummah maupun bagi tertegakknya Islam sebagai jalan hidup. Pribadi-pribadi Muslim dituntut mengumpulkan informasi intelijens untuk memahami dinamika perkembangan ummah. pribadi-pribadi Muslim bangun. dakwah dan jihad. membina keluarga yang sakinah. diterapkan dan ditegakkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbangun kepribadian Islami. Dengan pemahaman ini pribadi-pribadi Muslim profesional dapat bergerak dengan panduan nilai-nilai Islam di jalan Islam dan demi ridha Ilahi. menggunakan berbagai media pembelajaran yang tersedia. membangun competency. berkarya dan bekerjasama. Keenam. Selanjutnya. pengetahuan ini perlu dijalankan. maupun perubahan yang sedang berlangsung. pribadi-pribadi Muslim profesional perlu mengumpulkan informasi intelijens untuk mengetahui perkembangan tarbiyah. dan ummah. produk atapun layanan untuk memecahkan masalah ummah. Pribadi-pribadi Muslim profesional perlu membangun competency dalam bidang keahlian masing-masing. Berbekal informasi intelijens akan berbagai perkembangan dari ummah. membangun syakhsyiyah Islamiyah dan mengembangkan akhlaq Islamiyah. pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih terarah menuju terbangunnya khairu ummah. bersemangat. Dengan pemahaman ini. tegar. Keluarga mempunyai peran strategis.Dengan visi ini. hidup. Bagi pribadi-pribadi Muslim keluarga yang sakinah. creativity dan endurance. mencakup keadaan. dan yang sangat strategis. Informasi intelijens juga dibutuhkan untuk memantau perkembangan dunia baik perkembangan yang mendukung pengembangan ummah maupun yang mengancam keberlangsungan ummah. bergerak dan mendukung pengembangan ummah. mawadah wa rahmah dapat mengawalnya. baik yang baik maupun yang buruk. mawadah wa rahmah. berjuang. mendukungnya dan mendorongnya agar senantiasa menjadi pribadi Muslim yang . kalangan Muslim profesional bisa mengembangkan kapasitas. bergerak. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu mempunyai pemahaman yang mendalam tentang makna syahadatain. Lebih lanjut. berdiri dan bergerak dengan suatu aspirasi yaitu tercapainya keadaan yang lebih baik bagi dakwah. seperti bunga-bunga di taman yang menebarkan wangi. bagi pribadi-pribadi Muslim profesional sendiri. dunia maupun gerakan Islam ini. Dan untuk berjalannya proses perubahan yang berkelanjutan. Selanjutnya pribadi-pribadi Muslim profesional diharapkan mengembangkan creativity bagi pengembangan idea. Kelima.

kebijakan. atau tauladan bagaimana Islam ditegakkan dalam kehidupan. intelektual dan fisik yang tangguh untuk menjalani. keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah qudwah. Tidak seperti anak-anak lainnya yang mempunyai seorang pria dewasa yang membela mereka saat berseteru dengan teman mainnya. Demikianlah agenda yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim profesional untuk bisa terlibat dalam pengembangan ummah. membina lingkungan. Kerut-kerut diwajahnya menggambarkan . mendaki dan berliku. dua hari. aku merasa sangat senang dengan keberadaanya. aku menganggap pria ini tidak lebih dari sekedar pria tempat ibu meminta uang bulanan. ummah dapat berharap bahwa kalangan Muslim profesional akan membawa perubahan yang strategis bagi terbangunnya khairu ummah. aku hampir tak pernah mengenalnya. Dengan menjalani. langkahnya pun mulai goyah dan lambat. Rambutnya sudah memutih. agar sejalan dengan budaya Islam. Agenda profesional Muslim adalah panjang. Kecuali sesekali di hari minggu. Eko Budhi Suprasetiawan Muslim Information Technology Association (ekobs@developerforce. Sampai akhirnya. seminggu. ia seharian penuh berada di rumah dan mengajakku bermain. ia tak segagah dulu saat aku pertama mengenalnya. aku tidak. Bagi Islam sebagai jalan hidup. organisasi dan masyarakat. berdirinya tak lagi tegak. atau setidaknya merangkul menenangkan ketika kalah berkelahi. menyusuri dan menegakkannya dengan kesabaran.bergerak. keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah kelompok terdiri suami.net) Maafkan Aku. sebulan dan bahkan seterusnya berada di rumahku. Ayah Publikasi 11/10/2002 08:13 WIB eramuslim . Pribadi-pribadi Muslim diharapkan secara proaktif membina lingkungan sosial seperti persahabatan. Ketujuh. membutuhkan emosi. pria ini masih kuanggap orang asing meski sesekali ia mengajariku berbagai hal dan memberi nasihat. Ini dapat terus diperluas ke organisasi dimana pribadi-pribadi Muslim menjadi anggota untuk mengembangkan aturan. menyusuri dan menegakkannya. tapi lebih karena pria ini hampir tidak pernah kujumpai. kutemukan pria ini lagi sehari. Bukan karena usiaku yang belum bisa mengenal secara detail siapapun. Akhirnya masyarakat pada umumnya melalui media-media massa yang ada. Pria dewasa yang sering kujumpai di rumah itu sibuk dengan semua pekerjaannya. Namun meski sekali. Sejak aku mulai sekolah hingga masa remaja. juga untuk keperluan sekolahku dan adikadikku. istri dan anak-anak yang berkarya bersama dan sinergis untuk ummah. Hingga aku dewasa. aksi yang mendukung pengembangan ummah. Bagi ummah. mailing list dan juga lingkungan kerja.Sewaktu usiaku belum lima tahun.

Ia tak mengeluh harus bangun berkali-kali dimalam hari bergantian dengan ibu untuk sekedar menggantikan popok pipisku atau membuatkanku sebotol susu. Bahkan menurut ibu. Bahkan suaranya pun terdengar parau menyelingi sakit yang sering dideritanya. Ibu juga pernah bercerita. tak akan menghormatinya karena merasa asing dan tidak akan memprioritaskan perintahnya karena hampir tak pernah dekat. atau celananya yang beberapa kali ditambal.kerasnya perjuangan hidup yang telah dilaluinya. Dan itu berlangsung terus selama beberapa tahun. kutahu engkau juga tak kalah cintanya kepadaku dengan kecupan hangatmu saat hendak berangkat kerja dan juga sepulangnya ketika aku terlelap. bahwa ia rela kehilangan kesempatan untuk mencurahkan kasih sayang dan cintanya kepadaku demi bekerja seharian penuh sejak dinginnya shubuh masih menusuk kesunyian hari saat aku masih tertidur hingga malam yang larut ketika akupun sudah terlelap. tidak cengeng dan mandiri. Dari ibu juga aku mengetahui. Meski tak banyak waktu yang kau berikan untuk kita bersama. ia juga rela ketika harus terus menggunakan kemeja usangnya untuk bekerja. Kata ayah seperti diceritakan ibu. Ia tak pernah menghiraukan penat. Kerut diwajahmu. peluh dan lelahnya sepulang kerja demi membuat aku tetap senang. memberi aku contoh bagaimana menghadapi kenyataan hidup yang penuh tantangan. Meski kasih sayang yang kau berikan hanya berbuah penilaian salahku tentangmu. yang untuk semua itu ia ikhlas menggadaikan rasa kantuknya. pria ini selelah apapun ia tetap tersenyum dan tak pernah menolak saat aku mengajaknya bermain dan terus bermain. ia lakukan semua demi aku. sambil menyusuiku ia memperkenalkan pria ini setiap hari. susu dan makanan terbaik agar aku tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Maafkan aku Ayah. aku tak pernah membayangkan sedemikian besar cinta dan pengorbananmu kepadaku. Seperti halnya ibu. Untuk sebuah cinta yang tak pernah ia harapkan balasannya. pria ini justru yang pertama kali menyambutku ketika pertama kalinya aku melihat dunia. Kini pikiranku jauh melayang pada sayup-sayup suara ibu. namun sedetik keberadaanmu telah mengajarkan aku bagaimana menjadi anak yang tegar. Tapi kini kutahu. Kusadari kini. uangnya lebih baik untuk membelikan aku pakaian. tak akan lebih mencintainya seperti mereka mencintai ibu mereka. karena pria ini yang mengantar. bahwa anak-anaknya tak akan mengenalnya. Terima kasih Ayah. semua dilakukannya untukku. anaknya. “nak. Cerita ibu. Ia tahu resiko yang harus diterimanya kelak. Bahkan suaranyalah yang pertama kudengar dengan lembut menerobos kedua telingaku dengan lantunan adzan dan iqomat hingga aku tetap mengenali suara panggilan Allah itu hingga kini. ini ayah …” meski aku pun belum begitu mengerti saat itu. Ayah tak pernah mengeluh meski cinta dan pengorbanan itu sering terbalaskan dengan bantahan dan sikap kurang hormatku. . menemani ibu hingga saat persalinan.

Ia tersenyum melihatku. bahu dan punggungmu yang tak sekekar dulu lagi. Nampaknya. lebih kokoh dari gunung-gunung yang berdiri menjulang kepada seorang anak yatim piatu. menumbuhkan keyakinan didiri kami kalau Allah ingin lebih total mencurahkan cinta dan kasih sayangnya. Ingin aku bisikkan kepadamu. Hambali dan semua adiknya. Salma. 25 tahun. Pasalnya. ibunya telah terlebih dulu meninggalkan mereka saat melahirkan si kecil. Makanya. mereka tak bolah larut. Tetap tegak menatap hari esok. sambil berpikir bagaimana berjalan tanpa pegangan kokoh yang keduanya telah hilang sekarang. Sebelumnya ia tak pernah begitu. katanya.Jangan menangis Ayah. tinggal bagaimana kami tetap tawakal dan bersyukur atas segala kehendak-Nya. apalagi minta uang saku sekolah bagi adik-adiknya. kini ia harus melakukannya sendiri.Namanya Hambali. masih ada bapak yang menyayangi. tanpa ada lagi tempat mengadu. aku bertemu Hambali. tanpa bimbingan orangtua. Ia sudah kembali bekerja –menjadi pesuruh di sebuah lembaga tinggi negara-. Saya yakin selama ini Allah sudah menyayangi kami. yang penting ia dan adik-adiknya tak absen ke masjid untuk berjama’ah.00 ayahnya yang tukang angkut sampah di perumahan sekitar tempatku tinggal. Cara Dia mengambil bapak dari tengah-tengah kami. perjumpaan sesaat sebelum tidur semalam adalah terakhir kali mereka bercanda dengan ayah mereka. meninggal dunia. kakak dari enam adik itu sudah tiga hari ini selalu terlambat datang ke masjid untuk sholat shubuh berjama’ah. sebagai kakak tertua dari enam adiknya. Namun Hambali tetap tegar. Saat itu juga aku menengok ke dalam hati ini yang begitu kerdil. keyakinannya terbukti. dini hari sekitar pukul 03. bahkan nafasmu yang mulai tersengal. sering tidak kuat ketika menerima cobaan hidup. Tapi kini. Namun pagi itu Hambali memberi pelajaran terbaik buatku ketika ia mengatakan. cengeng. Subhanallaah … aku tak menyangka Allah berikan kekuatan hati melebihi ketegaran batu karang di lautan. wajar karena empat hari yang lalu. Hambali dan semua adiknya. Tak apalah. kalau dulu sewaktu ibu meninggal. kalau dulu ada yang membantunya membangunkan adik-adiknya untuk bersiap-siap shubuh di masjid. seraya bersegera membalas cinta-Nya”. memang bersedih ketika ayah mereka meninggalkan mereka saat tengah terlelap. meski kini kau nampak tua dan lelah. ia merasa harus menunjukkan bahwa bagaimanapun kesedihan melanda. namun meski terburuburu ia masih menyempatkan diri menjadi masbuk atau bahkan setelah jama’ah lainnya sudah mengucapkan salam. bahwa kasih sayang Allah tengah tercurah kepada mereka. “Aku mencintaimu …” Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Ada Yang Lebih Tegar Publikasi 10/10/2002 07:44 WIB eramuslim . Pagi ini di depan gang sambil menunggu kendaraan. Tak dinyana. “Allah menyayangi anak-anak yatim. padahal masih ada kegetiran didadaku merenungi nasib Hambali dan adikadiknya. dua belas tahun lalu. dan terkadang memaki-maki Allah menganggap Ia tak adil memberikan . keyakinan saya bertambah bahwa Allah semakin sayang kepada kami.

Salma dan seluruh anak-anak yatim di negeri ini di bulan ramadhan yang akan segera tiba ini. Al Maa’uun). mungkin mereka akan tertawa terbahak-bahak dan menganggap aku seorang yang tidak bakal mampu bersaing melawan kerasnya kehidupan. Lalu apa artinya sholatku selama ini jika keberadaanku tak berarti apapun bagi anak-anak yatim dan orang miskin di sekitarku. Padahal sesungguhnya saat itu juga. ujian hidup seberat apapun. tengoklah kesamping kanan dan kiri kita. Padahal Allah menempatkan urutan diatas sebelum memperbaiki sholat seorang mukmin adalah memperhatikan anak-anak yatim dan orang miskin (QS. Kita merasa puas dan senang jika bisa mengajak beberapa teman untuk makan bersama. aku tak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Hambali. Padahal. Nampaknya falsafah air semakin ditekan kebawah semakin besar dorongannya keatas. Lagi pula. agar senyum keceriaan menikmati hidup tak hanya milik orang-orang berpunya. Hambali. Padahal dengan semua kelebihan yang kumiliki.keputusan-Nya kepadaku. keadaan ekonomi keluargaku pun masih lebih baik dari Hambali. kenapa kita yang mengaku sebagai pengikutnya tidak meniru? Wallahu’a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) . aku disampingku masih ada dua orangtua yang sehat dan bugar. jauh lebih tegar menghadapi cobaan hidup. Toh aku masih punya tempat berpegang ketika merasa tak kuat. kita tengah mengesampingkan kunci surga yang tergeletak dihadapan kita. atau setidaknya kedua orangtuaku akan memapahku seraya membangunkanku ketika aku jatuh. Tak semestinya. Karena bukankah salah satu kebahagiaan ramadhan adalah sahur dan berbuka bersama dengan seluruh keluarga. Kalaulah si Anak Yatim Baginda Rasulullah begitu memuliakan anak-anak yatim. tapi tak pernah bergetar menyaksikan mulutmulut ternganga yang memperhatikan kita dibalik kaca restoran. masih banyak anak-anak yang tak dapat menikmati sarapan pagi. Tentu bukan hanya Hambali dan Salma anak yatim di negeri ini. hati mereka sekokoh gunung. Dengan kelebihan yang kupunya. menjadi pelajaran tersendiri buatku. saat tak ada lagi pakaian baru dan makanan enak di rumah mereka. justru karena setiap hari mereka ditempa cobaan yang tak henti-hentinya. Jawabnya ada pada diri kita. Tidak sedikit dari mereka yang tak memiliki pakaian layak. kita membiarkan kunci surga itu terbuang begitu saja atau diambil orang-orang selain kita yang memang berlomba mendapatkannya. seharusnya aku jauh lebih kuat dari mereka. sementara kita sibuk setiap hari membeli model terbaru untuk penampilan kita. sehingga mereka menjadi terbiasa menghadapi semua cobaan. yang Allah titipkan rezeki mereka pada sebagian dari harta yang kita miliki. ketika tak ada lagi tangantangan hangat yang harus mereka kecup di hari fitri itu. sementara kita santai menghabiskan uang untuk makan di tempat mahal. seharusnya juga aku bisa menjadi kaki-kaki kokoh yang membantu Hambali dan anak-anak yatim itu tegak berdiri. Jika anak-anak yatim itu melihat kecengenganku ketika tertimpa cobaan kecil saja misalnya. juga semua anak-anak yatim di negeri ini jauh lebih tegar. Mungkinkah masih ada keceriaan di hari raya nanti bagi mereka. Hmmm. seharusnya kuberikan sebagiannya kepada mereka.

Nabi Saw pun dengan tegas mengatakan. Runtuhnya negeri-negeri yang disebutkan di atas menjadi tanda bahwa budi pekertilah yang memegang peran dalam kehidupan bernegara. rusaklah negeri tersebut. Sabdanya itu dengan tegas menjelaskan maksud kedatangannya ke alam dunia ini. namun tidak bisa bertahan dan akhirnya runtuh.Pantun Melayu yang sudah berumur ratusan tahun lalu itu mengingatkan kita akan peran budi pekerti suatu bangsa. maka sangat indahlah bentukan-Nya". Negeri-negeri Islam pun pernah mengalamami kejayaan. yang berkumandang suaranya dibawah kolong langit ini. "Aku diutus tidak lain hanyalah untuk menyempurnakan budi pekerti". Demikian juga halnya dengan Rasul kita Muhammad SAW. eramuslim .Pelajaran Dari Negeri Yang Hilang Publikasi 08/10/2002 07:12 WIB Tegak rumah karena sendi. Sehingga Allah SWT berfirman: . Turki Utsmani telah berabad-abad memegang peradaban dunia. ke Timur. Untuk memperbaiki semua. Dalam Al Qur'an banyak dikisahkan bermacam bangsa yang pernah memegang peradaban dan mencapai puncak kejayaan. Runtuh budi runtuhlah bangsa. Sejarah telah mencatat bagaimana negeri-negeri Islam pada masa kekuasaan Bani Umayyah. Runtuh sendi rumah binasa. Tsamud. runtuh juga kejayaan bangsa-bangsa tersebut. Persia dan lain sebagainya. itulah sebab kenapa Allah SWT mengutus pada tiap-tiap masa seorang Nabi dan Rasul. Bila budi di negeri tersebut rusak. Budi Al Qur'an itulah yang telah menjadikan suatu ummat dan bangsa menjadi besar. "Akhlak Nabi SAW itu ialah Al-Qur'an". Lihatlah contoh bangsa A'ad. Bangkit dan runtuhnya suatu bangsa tercermin dari budi bangsa tersebut. Sendi bangsa ialah budi. Begitu juga di Nusantara ini dengan puluhan kerajaan Islam. "Tuhan sendiri yang membentuk diriku. yaitu membenarkan kandungan dan tujuan dari kitabkitab yang diturunkan kepada Rasul-Rasul sebelumnya. Sebelum Al Qur'an itu disampaikan kepada orang lain. Rasulullah sendirilah yang terlebih dahulu mengamalkannya. namun karena rusaknya moral individu dan bangsa. supaya manusia itu mencapai setinggi-tinggi budi dan setinggi-tinggi tujuan hidup. Bangsa-bangsa ini pernah berjaya. ke Utara dan ke Selatan. dan peradaban yang diakui sebagai rantai emas yang gilang gemilang dalam peradaban manusia. Namun semuanya itu berakhir. Kepadanya diturunkan Tuhan kitab Al Qur'an. Romawi. Bani Abbasyiah. menegakkan suatu negara. ke Barat. Dijelas dalam Al Qur'an bagaimana Tuhan memberikan tuntunan-Nya kepada manusia. Aisyah yang menyaksikan kehidupan Rasulullah SAW setiap harinya mengatakan. karena rusaknya moral (akhlak) pemimpin dan (juga) sebagian rakyatnya. Dan tujuan kitab itupun dijelaskan. yaitu ketaqwaan kepada Allah SWT.

mengakhiri hidup yang indah ini seringkali menjadi pilihan. Firman Allah SWT: "Ikutilah jalanKu. Bangunlah kaum muslim kembali.. Bangsa Indonesia khususnya dan kaum Muslimim umumnya yang saat ini sangat terpuruk dibawah cengkeraman bangsa barat harus bangkit kembali. Cobaan dan rintangan kita hadapi tiada henti. eramuslim . Nusrizar M. Diribut tunduklah padi. Karena harapan adalah sumber kekuatan. engkau akan terpecah belah kalau itu juga engkau turutkan".. Duduk tegak ke mari canggung.. jangan kamu ikuti jalan yang lain. Kita seperti manusia yang tidak ada gunanya lagi hidup di dunia. Itulah tujuan kemanusian yang paling tinggi. sejak bangsa Yunani dan Romawi kuno sampai kepada kaum Muslimin yang telah mencapai puncak kejayaan? Bagaimana mereka sampai mengalami keruntuhan dan kehancuran? Bukankah setelah budi (moral) mereka merosot jatuh? Inilah Hukum Allah. Publikasi 07/10/2002 08:10 WIB Seberat apapun beban hidup kita hari ini . Sekuat apapun godaan yang harus kita hadapi."Bahwasanya bumi ini akan Kami wariskan kepada hamba Kami yang sudi melakukan amal yang mulia". terlalu indah untuk kita buat sia-sia. Karena harapan adalah masa depan. Sebesar apapun kegagalan yang kita rasai. jenuh dan membosankan. Betapa indahnya hidup ini bila hari- . Jangan pernah berhenti berdoa kepada Rabbi. kembalilah kepada budi Al Qur'an.. tegaknya budi pekerti. Hidup berbudi itulah tujuan kita. Beban hidup tarasa berat menjerat. insaflah akan keruntuhan selama ini. (noes@indonesian-aerospace. baik di Barat atau di Timur. Sunnatullah yang tidak dapat diubah.Kita mungkin pernah merasakan betapa tidak berartinya hidup ini. karena memang Allah menciptakan makhluknya tidak untuk sia-sia. Betapa bahagianya hidup ini bila kita jalani dengan penuh semangat dan optimisme yang tinggi. Karena doa adalah senjata orang beriman. Hari-hari yang kita lalui hampa tiada arti... Sekokoh apapun cobaan yang harus kita jalani. Bagi mereka yang tidak punya iman. Karena doa adalah pintu kebaikan. Dan siapakan yang memungkiri sejarah bangsa-bangsa yang hilang. Hidup ini hanya sekali. Hidup kalau tidak berbudi. Dicupak Datuk Temenggung. Kegagalan kita temui disana-sini. Sejenuh apapun hari-hari kita lalui Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Ilahi .com) Karena Hidup Hanya Sekali .

Sungguh aneh rasanya jika ada orang yang enggan menerima nasihat. Masalah dan cobaan adalah bunga kehidupan orang-orang beriman. Fitrah dan kodratnya demikian. tidak tahu untuk apa kita di dunia. Tapi bila kita bisa menempatkannya di tempat yang tepat. selalu memandang negatif setiap peristiwa. bahkan mungkin suatu saat akan terkubur bersama karat yang menyelimutinya. kita hanyalah seonggok jasad hidup yang terlunta-lunta. kita tancapkan pada sebuah dinding. menutup telinga rapat-rapat sementara membuka mulut dengan lebar sambil mengeluarkan banyak kata. Kembalilah kepada Tuhan bila kita menghadapinya agar kita tenang. Betapa sejuknya bila kita sabar menghadapi setiap permasalahan. dan lebih aneh lagi jika ternyata ada orang yang gemar berkata-kata tanpa banyak menggunakan telinganya untuk mendengarkan orang lain. membiarkan diri berlumur dosa. . Walaupun kecil. suatu saat ia akan berkarat. bahkan tidak tahu dengan Sang Pencipta. kita adalah makhluk hidup yang tidak berguna. apakah kita sudah tepat menempatkan diri. Sebuah pakupun akan menghadapi masalah pada tubuhnya bila tidak tepat menempatkan diri. Sebagai penyangga. Bila kita tidak tepat menempatkan diri kita. tidak memiliki guna. “Saudaraku. Bila kita tidak memanfaatkan potensi yang ada. Bukan sebaliknya. aku tunggu senyummu lagi) Beri Aku Nasihat … Publikasi 03/10/2002 08:47 WIB eramuslim . paku itu berguna bagi manusia. tanpa paku itu sebuah bangunan besar tidak akan pernah berdiri. atau sebagai penyatu berbagai benda. sambil menghela nafas kata-kata itu seperti menembus relung terdalam bathinku yang sedang berteriak keras. saudaraku dimana saja. Jangan menjadi paku yang terletak di tanah basah. tempat gantungan. Allah ciptakan mulut dengan dua katup bibir yang bisa bergerak menutup dan membuka agar manusia bisa mengerti kapan waktunya diam dan kapan waktunya bicara. bahwa sejujurnya disaat ini akulah yang seharusnya lebih banyak mengirimkan pesan semacam itu kepada semua sahabat.Pagi ini aku menerima sebuah pesan dalam telepon genggamku dari seorang sahabat. Kemudian hidup ini pun terasa berat untuk kita lalui. Saudaraku. Lihat. Tapi jadilah paku yang dapat menyangga kehidupan manusia. (Yesi Elsandra. tidak sadar siapa diri kita.hari kita jalani dengan senyum kebahagiaan dan sikap positif memandang masa depan. terinjak. Dua bibir itu pula yang seharusnya mengontrol gerak lidah yang letaknya didalam rongga mulut. walaupun ia berkarat. seharusnya setiap manusia sadar bahwa keberadaan dua telinga yang ditempatkan Allah di kanan dan kiri manusia agar dapat menangkap setiap pesan dan masukan lebih banyak. beri nasihat untukku hari ini …” Aku sempat tertegun membacanya. kemudian kita berusaha memecahkannya dan mengambil ibroh dari setiap kejadiaan. Bila ia terletak di tanah basah. Begitu pula kehidupan manusia. Dilihat dari struktur indera yang kita miliki.

kemudian kita berniat . jika anda sudah sering mendapatkan nasihat dari saudara anda selama ini. Lagi pula biasanya lidah akan bekerja jika otak sudah menerima input dari indera yang lain. kita menyadari keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. bahwa orang beriman hendaknya saling menasihati. terus terang aku meminta.Ada masanya dalam hidup ini.Sudah jelas. Sekali lagi kita mendapatkan pelajaran. Di halaman lain buku tersebut. Tentu saja. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Biarkan Alam Mengajarkan Kita Publikasi 01/10/2002 07:07 WIB eramuslim . arah dan motivasi yang lebih segar. karena Allah menginginkan kita terus menerus memasang telinga ini untuk mendengar. Paul Madaule. Keburukan dan kesalahan yang bisa jadi disebabkan karena ketidaktahuan. Lalu kenapa tidak kita yang melakukan proses mendengar itu? Oleh karenanya. kita fahami bahwa apa yang keluar darinya tidak lebih dari sekedar bualan belaka. berlakulah adil kepada saudaramu ini. dimana otak menerima masukan lebih banyak dari mendengar dan melihat (dua telinga dan dua mata). Tentu saja. mata da indera lainnya atau tidak. bahwa jika mau disadari pada saat kita berbicara yang kita harapkan adalah orang lain memusatkan perhatiannya sehingga menemukan energi baru dari kata-kata yang kita keluarkan. bahwa kecil kemungkinan orang belajar dari kata-katanya sendiri. Sedangkan Dia ciptakan sepasang telinga dengan cuping yang lebar tanpa kemampuan bergerak menutup dan selamanya terbuka. Adalah sebuah prestasi besar dalam hidup ini bila kita menyadari keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. ini bukan sekedar latihan bahwa kelak di akhirat mulut ini akan terkunci. jika ada orang yang berbicara tanpa bekal masukan dari otak (sebelumnya dari telinga dan mata). jika bibir tidak terbuka maka lidah pun tidak akan bergerak sehingga tak ada kata-kata yang keluar. adillah kepadanya dengan memberikan nasihat kepadanya. filterisasinya hanya ada di otak manusia yang menyeleksi apakah setiap pesan yang masuk akan diteruskan ke hati. Tentu saja. seseorang bisa mendapatkan energi baru. ketidaksengajaan atau mungkin juga secara sadar kita lakukan itu dengan harapan timbul kesenangan walaupun orang lain menderita akibat keburukan kita itu. nyaris tanpa makna. Bahwa sebenarnya saat ini aku yang jauh lebih memerlukan masukan. kepada sahabat yang pagi ini mengirimkan SMS untuk meminta nasihat kepadaku. mengatakan bahwa otak bekerja lebih cepat daripada lidah. agar aku mendapatkan suntikan energi. Ini menyadarkan kita. arah dan fokus untuk membantunya menemukan motivasi kuat dalam langkah-langkah selanjutnya. Artinya. Direktur The Listening Centre di Toronto dalam bukunya Earobics. Paul malah menegaskan bahwa dengan mengefektifkan pendengaran. Bukankah demikian perintah yang berbunyi dalam Surah Al Ashr.

Melihat keadaan kupu-kupu yang kesusahan memisahkan diri dari kepompong menarik hati seseorang untuk membantu dengan memotong kepompong agar sang kupu-kupu dapat keluar dengan mudah. tapi carilah orang yang benar-benar ikhlas membantu kita menuju tangga-tangga kebaikan. Tetapi akibatnya bantuan itu justru mematikan sang kupukupu karena membuat otot-otot sayap kupu-kupu tidak kuat untuk menahan beban tubuhnya. maka akan semakin besar nilai yang akan kita raih. Kemudian orang tua dan lingkungannyalah yang memiliki otoritas memproses dia menjadi baik atau buruk. Untuk mejadi lebih baik diperlukan sebuah usaha dan kerja keras. kemudian ditunjang dengan proses yang baik. Sedangkan orang kecil tidak pernah memikirkan manfaat untuk orang lain bahkan dirinya sendiri. Jangan mengeluh bila kita terjatuh. kita memerlukan perubahan dalam hidup kita. Alam adalah guru yang paling jujur mengajarkan banyak hal kepada kita. Karena perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu. Bila ulat berhasil melalui proses itu dengan baik. Perjuangan melepaskan diri dari kepompong adalah proses yang sangat menyiksa bagi kupu-kupu. esok dan lusa tetap berada dalam sebuah proses perubahan menuju tangga-tangga kebaikan. untuk menjadi lebih baik. Daya tahan terhadap perubahan itu mempengaruhi tingkat keberhasilan kita. Apa makna yang bisa kita petik dari kisah alam itu? Untuk menjadi cantik dan indah. ia kehilangan resistensi. Untuk memperbaikinya tidak ada jalan lain kecuali kita berani melakukan suatu perubahan dengan tingkat resistensi tertentu yang kita miliki. Keinginan menjadi lebih baik. ketika kupu-kupu itu keluar. Jangan lihat ke belakang. Mereka yang memiliki visi yang jelas. karena masa lalu tidak menjanjikan perubahan. kokoh dengan iman adalah keinginan luhur dan murni yang dimiliki orang besar. Jangan merasa kita tidak mampu memperbaiki setiap keburukan dan kesalahan yang pernah kita lakukaan. . maka kita boleh berharap akan memperoleh output yang baik pula. dan cita-cita yang tinggilah yang akan memenangkan perubahan itu. kemudian diam dan akhirnya mati. Hadapilah tantangan itu dengan senyum dan keyakinan yang tinggi. Setiap manusia.memperbaikinya. menjadi orang yang bermanfaat. Semakin besar hambatan dan rintangan yang kita hadapi. tetapi masa depan menyediakan kita banyak pilihan keberhasilan. keinginan yang besar. tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah. berprestasi. kita pasti mamapu. Pada dasarnya input yang kita miliki baik. Jika input yang kita miliki bagus. Tidak sedikit rintangan yang akan kita temui. maka ia akan menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan indah. Seperti proses metamorfosis ulat menjadi seekor kupu-kupu. optimalkan kemampuan yang kita miliki untuk memenangkannya. hari ini. karena Allah mengatakan setiap manusia dilahirkan secara fitrah. menyenangkan. Perubahan itu menghadapkan kita pada suatu tantangan yang besar. jangan menjerit bila kita sakit. Akibatnya. semangat yang kuat. Jangan minta bantuan orang lain yang hanya akan memperparah keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan kita. tapi tataplah ke depan.

Maka oleh karena itu. namun akhirnya terpilih sebagai presiden Amerika Serikat di usia 52 tahun. “Jika Anda ingin sukses. gagal dalam upaya menjadi wakil presiden di usia 47 tahun. Baginya kegagalan berkompetisi dalam memperebutkan Perguruan Tinggi Negeri bukanlah akhir segala-galanya. tersimpan banyak kegagalan yang dilipat rapi dalam sebuah simpul pengalaman sejarah. karena sebagai manusia yang diselimuti kekurangan.Dibalik cerita kesuksesan orang-orang sukses. Allah jualah yang menentukan segala nasib kita. kemauan keras dan keyakinan kita pada Tuhan. bingkailah usaha kita dengan figura doa dan kepasrahan yang tinggi pada Allah. bukanlah orang-orang yang luar biasa. menderita gangguan syaraf di usia 27 tahun. perbanyaklah angka kegagalan Anda. Tom Watson mengatakan. turut dipengaruhi oleh sikap. Semakin banyak kegagalan yang kita hadapi. mudah-mudahan Allah merealisasikannya) Bubur Ayam Publikasi 25/09/2002 11:14 WIB eramuslim . Ketika ia menemukan kegagalan dalam hidupnya. keberhasilan kita melipat kegagalan dan menyimpannya sebagai guru dalam sejarah hidup kita. . Pria ini pernah mengalami kegagalan dalam bisnis dalam usia 21 tahun. Siapa tak kenal Abraham Lincoln. Lain lagi kisah seseorang yang sedang menuju tangga-tangga kesuksesannya. putus asa. gagal lagi dalam bisnis di usia 24 tahun. Tanpa subsidi kekuatan berupa sikap dan improvisasi berupa kemauan keras untuk berusaha dari Allah SWT. dia tidak mengeluh.Terakhir. Dengan bekal keyakinan dan dorongan yang kuat untuk mendapatkan apa yang menjadi cita-citanya. maka kita akan semakin dewasa menerima kesuksesan yang sesungguhnya. Gagal UMPTN tidak membuatnya kecewa. (Yesi Elsandra. gagal dalam pemilihan anggota kongres di usia 34 tahun. kalah dalam pemilihan anggota legislatif di usia 22 tahun. gagal dalam upaya pemilihan anggota senat di usia 49 tahun. “Kalau saya kuliah di PTN. Inilah bukti nyata lemahnya manusia. Disana ia giat belajar. menderita kesedihan akibat kematian kekasihnya di usia 26 tahun. sebagai buah jerih payah dan usaha yang kita lakukan. mungkin belum tentu begini ceritanya. dia masuki sebuah Perguruan Tinggi Swasta. apa lagi menyalahkan Tuhannya. gagal dalam pemilihan anggota senat di usia 45 tahun. tetapi mereka melakukan hal-hal kecil dengan cara luar biasa.” Begitu batinnya berbisik riang. kita hanya bisa berusaha. spesial untuk saudara yang berencana duet membuat buku. Kesuksesan dan kegagalan tidak dapat kita elakkan sebagai konsekwensi atas berbagai pilihan dan keputusan dalam memilih cara hidup. kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Orang sukses. dia terpilih sebagai mahasiswa teladan dan mendapatkan beasiswa. kita hanyalah pemain yang pasrah mementaskan peran kita. Masih dengan akal yang jernih dan semangat untuk hidup bahagia. sebagai Zat yang Maha berkehendak atas diri kita.” Karena memang. Simpul-simpul itulah yang justru mendorong lahirnya kesuksesan.

Jika terlanjur menjadi bubur. Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak. aku sering merasa malu berjalan bersamanya. atau terik. Terima kasih ibu.Bersikap positif memandang kegagalan sebagai awal kesuksesan adalah pelajaran yang paling berharga. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut. apalagi perhiasan. Sesekali kulihat dari jendela kelas. Ibaratnya seorang ibu yang gagal menanak nasi hingga menjadi bubur. Dengan sabar pula ia menunggu. karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi. bepergian. ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. beri daging. Bukankah tidak sedikit pula yang favorit terhadap bubur ayam? (Yesi Elsandra. ia masih duduk di seberang sana. dengan rasa kantuk yang menderanya. aku malah sering meninggalkannya. setelah aku besar. atau hujan. sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya. ia tak pernah membeli pakaian baru. ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Ia sisihkan semua . Di usiaku yang menanjak remaja. ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. ati ampela ayam. untuk saudara yang hilang. taburi bawang goreng dan kecap. Kini. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga. Sehabis makan. Tambahkan bumbunya. Bukanhkan ia tetap dapat kita makan. aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. jangan buang bubur itu. Ibu Publikasi 24/09/2002 08:19 WIB eramuslim . aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit. ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Bahkan sepulang sekolah. Kini. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku.Sewaktu masih kecil. Hidangkan dengan sedikit kerupuk. Saat aku menjadi orang dewasa. Setiap hari. Kenapa tidak kita jadikan saja bubur itu menjadi bubur ayam. Padahal menurut cerita orang. aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. masih ingat bubur ayam?) Izinkan Aku Menciummu. bermain bersama temanteman. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. bahkan memberikan variasi dalam menu kita hari itu.

jangankan untuk memanjakan diri. baru aku mengerti. yang terpikirkan olehku adalah bagaimana menjadikan hidup ini menyenangkan. Selepas SMA. ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini. jadilah hidup yang ingin aku jalani hanya berputar dari mencari uang dan menghabiskannya dengan memanjakan diri sendiri. ia menggandengku menuju pelaminan. Aku sangat ingin menjadi istri yang shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. Aku yang pintar. Usai wisuda sarjana. Meski Ibu bukan orang berpendidikan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan. aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang. Entahlah. Padahal juga aku tahu. sekedar untuk mencari sesuap nasipun terasa begitu berat. Alhasil. Namun demikian kondisi tersebut mampu merubah . Untuk Semua Ibu Di Seluruh Dunia) Bayaran Langsung Publikasi 23/09/2002 07:23 WIB eramuslim . tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. kini setelah aku mempunyai anak. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku. Usai akad nikah. ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya. cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh. pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih.untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik. (Bayu Gautama. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh. Maka. tapi do’a di setiap sujudnya. kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. ibu yang kuanggap bodoh. ia yang dengan penuh kesabaran. tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa.Beberapa tahun lalu. aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Sungguh. Aku akan datang dan menciummu Ibu. ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Tanpamu Ibu. ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Punya pekerjaan bagus. Saat itulah aku menyadari. meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku. Namun kenyataan yang aku dapatkan lain dari bayangan. jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. waktu itu tidak pernah ada dalam benakku untuk memikirkan kesulitan orang lain. Pada hari pernikahanku. posisi lumayan dengan penghasilan yang memuaskan. aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. membasuh luka di kaki dan mendekapku eraterat saat aku menangis. karena begitu sulitnya mencari pekerjaan.

Selain juga aku selalu beranggapan bahwa setiap amal dan sedekah merupakan bekal kita di akhirat nanti. Satu hari. aku sendiri sedang kesusahan”. nanti saja setelah gajian aku bayar. “Besok saya tebus mbok. Aku mencari cara dan alasan bagaimana caranya agar bisa berhutang dan besok-besok kalau sudah punya uang baru aku bayar. Segera aku turunkan kakiku yang naik bersilah di atas bangku warung dan menghampirinya. pikirku.” aku ngeloyor pergi setelah berpura-pura kehilangan dompet. tapi kupikir. hingga kami berdua seolah tengah berlomba makan. ibuku sakit dan harus segera dibawa ke dokter. “Sampean janjinya besok. Seperti halnya aku. terakhir aku mengajak seorang peminta-minta tua untuk makan bersamaku. ini sudah lebih dua minggu. hadapi dengan ikhlas dan sabar. Gajian masih enam belas hari lagi … ya sudahlah. “Kalau lagi ada yang ngasih. Kalau kesulitan melanda. Sebenarnya ia sudah lama sakit hanya saja selama ini dipaksakan untuk tidak memeriksakan ke dokter karena kami tak punya biaya. ia pun tak kalah gesitnya melahap makanan itu. sahabat lama yang entah sudah sekian tahun tak bertemu. kalau perlu berikut dendanya. . Pas hari gajian tiba. tapi. itu dosa masa lalu” pikirku. wong aku yang salah kok. dua hari. Aku ingin lari saja seperti dulu sewaktu masih di sekolah. bermobil pula. Jadinya arloji itu milik saya”. Toh. kalau lagi senang ya tersenyumlah sewajarnya. Beberapa saat kemudian aku baru sadar bahwa uangku tidak cukup untuk membayar dua piring nasi. Inginnya sih marah-marah. Sudah hebat dia. sampai satu minggu aku tak kembali ke warung itu. Allah mengirimkan seorang ‘malaikat’ ke rumah kami. Namun nampaknya mbok penjual warung sudah menangkap gelagat tidak baik yang akan aku lakukan sehingga akhirnya kutitipkan arloji kesayanganku.kepribadianku hingga menjadi orang yang sedikit peduli sesama orang lain. Bukan aku tak senang dengan do’anya. kalau nggak ada ya buat sendiri dulu”. tapi sudahlah. kenapa ia tidak mendo’akan dirinya saja agar bisa hidup lebih baik lagi tanpa harus menjadi peminta-minta. Kamil. Waktu itu aku di sebuah warung nasi. dompet saya hilang nih. Hidup terkadang harus dijalani apa adanya. kecewanya aku karena barang itu sudah dijual oleh simbok penjual nasi. Hingga suatu ketika aku mengalami kesulitan yang begitu memberatkan. “Ah tidaklah. “Orang lain nanti dululah. Kemudian kuperhatikan orangtua itu berdo’a yang isinya samar-samar kudengar agar aku diberikan rizki yang banyak atas kebaikanku padanya. Hanya saja. “Biar saya yang bayar pak” tak lupa kuselipkan uang seribu perak ke kantong bajunya. Disaat kebingungan itulah. tak sengaja mataku menangkap orangtua tersebut menelan ludah saat melihatku yang begitu bersemangat melahap santapan siangku. Namun. pemahamanku yang minim tentang agama tidak membuatku giat bersedekah. Yang masih kuingat. aku pikir masih banyak orang yang jauh lebih susahnya ketimbang aku. “ndak punya duit aja sok-sok-an mbayarin orang makan” kata-kata itu sempat tertangkap sesaat sebelum aku pergi meninggalkan malu di warung itu. segera aku ke warung hendak menebus arloji antik pemberian dari mendiang ayahku itu. Kuajak dia masuk dan memesankan sepiring nasi beserta lauk untuknya kepada penjual nasi.

seperti sepatu dan tas. tapi nanti disaat kita begitu membutuhkannya. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Ada Wicaksono.Sabtu pagi. Sejak orangtuaku bercerai dan aku memutuskan untuk ikut ibu setahun yang lalu. meski juga masih dalam kekurangan aku akan selalu menebar kebaikan kapanpun dan kepada siapapun. Kejadian yang baru saja kualami. ia kirimkan seorang penunjuk jalan. ibu selalu kehabisan uang untuk biaya sekolahku. juga adik-adikku. jelas tidak murah. terima kasih kepada semua yang telah memberikan kesempatan untukku berbuat kebaikan) Batu-Batu Pijakan Publikasi 20/09/2002 08:00 WIB eramuslim . Akibat kebutuhan yang mendesak itulah. Disaat orang lain kesulitan. Allah bayarkan juga kebaikan kita di dunia. “Amru … dipanggil kepala sekolah!” lagi-lagi namaku dipanggil. Ini seperti menebar benih yang hasilnya bisa langsung dipetik di kemudian hari.” (2:261) (Bayu Gautama. Bulan lalu bu Isti wali kelasku memanggil menyampaikan salam untuk orangtuaku untuk segera membayar biaya SPP-ku yang sudah nunggak hampir 6 bulan. Ibu yang hanya lulusan PGA (Pendidikan Guru Agama) menggunakan kemampuannya mengetuk satu persatu pintu orang-orang berada dan menawarkan jasanya untuk mengajar ngaji anak-anak mereka. Mungkin tidak sekarang. Terlebih sejak ayah menyetop kiriman uang yang seharusnya menjadi kewajibannya 6 bulan lalu. Hampir semua anak dikelas tak menyukainya. amal yang sekarang kita kerjakan tidak hanya menjadi bekal di akhirat. sering membuat onar dan tidak jarang berbuat usil terutama kepada perempuan. Malah bertambah dan terus bertambah ratusan kali lipat. Mungkin bukan untuk kita. Dia mengirimkannya kepadaku. kami memanggilnya Sony. bagus pula modelnya. Kini. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. kondisi ekonomi keluargaku memang semakin terdesak. Sebulan sebelumnya bahkan bagian Tata Usaha sudah berkali-kali memanggilku hingga semua teman-teman tahu setiap kali aku dipanggil pasti urusannya dengan soal bayaran sekolah. tapi bisa untuk orang yang kita cintai. di kelas ia selalu menjadi biang keributan. pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Dilihat dari merk-nya sih. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Aku sudah tahu apa yang akan disampaikan kepala sekolah. Ia sangat suka pamer jika mempunyai barang-barang bagus yang baru dibelikan orangtuanya. kembali memberikan satu hikmah kepadaku.Allah memang Maha Adil. tapi bayaran langsung dari-Nya itu bisa datang melalui tangan siapa saja yang tidak diduga kedatangannya. Karena kini aku yakini. seperti menabung yang isinya bisa kita dapatkan kapan saja. Dan mungkin tidak langsung dari orang yang pernah merasakan kebaikan kita. Dan kini disaat aku yang kebingungan. selain ia juga sombong. Aku tak pernah iri . namun tak mengurangi jumlahnya.

hanya saja yang membuat aku membencinya lebih karena ocehannya setiap petugas tata usaha memanggilku. Sore menjelang Ashar. teman-teman bilang ia telah berubah setelah mengikuti pesantren kilat selama liburan yang lalu. petugas TU yang biasanya tak pernah senyum kepadaku. namun keberadaannya mungkin telah menyelamatkan kita dari jurang kejatuhan yang melumpuhkan. Sejak dalam perjalanan pulang sudah kuputuskan untuk tidak menyampaikan surat panggilan kepala sekolah agar tidak menjadi beban pikiran ibu. Wallahu a’lam bishsowaab (Bayu Gautama. teruntuk orang-orang yang telah pernah menjadi batu pijakanku) Agar Dapat Melihat Surga Publikasi 18/09/2002 07:39 WIB eramuslim . Tak ada lagi kesombongan dan sifat usilnya. Meski cuma batu kecil. “Masih ingat Sony? Dia menjual tas dan sepatu barunya untuk melunasi tunggakan biaya sekolah kamu dulu” Subhanallaah … *** Sahabat sejati bukan memberi pada saat orang meminta. teman sekolahku dulu kini menjadi salah satu staf dalam perusahaan yang aku dipercaya menjadi General Managernya. tanpa menepuk dada. Fauzan membisikkan sesuatu yang membuatku menitikkan airmata. Cinta ada adalah kemurnian jiwa. saat aku masih duduk dibangku SMA kelas 2. Satu bulan lalu saat acara syukuran dikantor atas dipercayanya aku menjadi GM. Ia memberi tanpa kata-kata. Saudaraku. “Pinter-pinter nunggak …” atau sindiran lainnya. seorang temanku datang dan mengajakku ke sekolah. Kulihat ibu sedang menyapu lantai. apa itu cinta?”. “bu. Satu minggu sesudah jadwal masuk aku masih belum mau ke sekolah. *** Itu dua belas tahun yang lalu. dengan langkah gontai aku memasuki teras rumah. ia mempunyai mata pandang yang mampu menembus relung kebisuan sahabatnya. Aku ‘membohongi’ ibu dengan mengatakan bahwa libur sekolah diperpanjang. orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupku. Ada yang lain di sekolah. seringkali kita tak pernah menengok batu-batu pijakan itu dan melupakannya. Lagi pula mulai besok sampai minggu depan sekolah libur. Yang kutahu cuma satu. Sayangnya. kesejukan bathin dari kenikmatan memberi . mungkin sepanjang perjalanan hidup kita pernah ada orang-orang yang menjadikan dirinya batu pijakan sehingga kita bisa melangkah maju dan lebih jauh.Seorang anak dengan gayanya yang lugu bertanya kepada ibunya. tak ada yang berubah kecuali Sony. Kini aku tak pernah bertemu lagi dengan mereka. Alhamdulillaah. Hingga akhirnya Fauzan. hari ini begitu ramah. Di kelas.kepadanya. Fauzan.

artinya sesuatu hal yang tidak berkenan. “Bagaimana dengan tersenyum dan tertawa?” Senyum dan tawa adalah sebuah refleksi. kecewa. dengan sentuhan lembut ibunya ia memainkan nyanyian dawai-dawai indah yang bergelung-gelung dialam mimpinya. kesejukan bathin dari mencinta dan dicinta. bagaimana manusia mengkondisikan hatinya agar senantiasa condong kepada kebenaran. manusia bisa menangkap kesan yang lain. kesemena-menaan. jawab sang ibu. Dia ciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna sehingga dengan kesempurnaan yang dimilikinya itu. juga dosa yang dilakukannya. Mungkin karena usianya yang memang belum pantas merasakan kegetiran dan kepahitannya. juga hantaman kerikil di . biasanya senyum dan tawa adalah cermin dari keberhasilan. kezhaliman. sehingga benci. tak seindah mimpinya. keserakahan dan bahkan kesombongan diri. Dan adalah fitrah manusia juga untuk kecewa jika sesuatu tak seperti harapannya. bertengkar dan saling bermusuhan?” tanyanya lagi. Ada benci. keceriaan dunia. Itulah kehebatan Allah. “ini wajar nak. Untuk sementara ibunya membiarkan mimpi anaknya tak terusik oleh kepayahan mencari sesuap nasi yang dijalaninya. Tak perlu merasa bersalah hanya karena tersenyum dan tertawa. adalah sangat manusiawi jika dibenci. Karena itu. kemenangan dan prestasi seseorang akan sesuatu. “Karena itukah banyak orang mengagungkan cinta?” tanya sang anak lagi. apalagi dimata. tidak sesuai dengan hati nuraninya. senang. ia akan melihat siapapun dan apapun dengan cinta. marah dan sedih. mereka yang senantiasa mampu menggunakan mata bathinnya untuk melihat segala hal. Mungkin Allah menciptakan rasa itu untuk melatih manusia. semua itu salah satu anugerah dari-Nya yang patut kita syukuri. sama seperti benci. sebenarnya ia tidaklah tengah mengagungkan cinta melainkan perasaan dan nafsunya yang tengah bergumul sehingga meluap menjadi nafsu berbaju cinta. “Bukankah semua hamba-Nya yang sholeh kelak akan tersenyum di hadapan Allah yang menghadirkan keagungan wajah-Nya?” jelas sang Ibu sambil mengusap kening anaknya yang serap-serap mulai terbuai ke alam tidurnya. dan kebanyakan manusia memandang cinta hanya berhenti di mata kepala. marah. Cinta harus dilihat dengan mata bathin. tidak hanya cinta. bahwa keagungan cinta hanya berada pada cinta Sang Agung. Dan jika ada yang mengagungkan cinta diatas segalanya. Padahal jika mau membuka tabir sebenarnya. sedih dan masih banyak lagi. Masalahnya kemudian. “Karena Allah pun teramat cinta kepada yang mempersembahkan cinta kepada-Nya”. tertawa. marah dan kecewa serta sedihnya hanya kepada kebathilan. Sudah menjadi fitrah manusia tidak menyukai sesuatu yang tidak disenanginya. Si pencipta cinta itu sendiri.dan kerelaan berkorban. bukan di kepala. Hanya bedanya. tentu mereka akan sadar kalau tengah terombang-ambing oleh arah cinta yang salah. “Lalu kenapa ada orang yang saling membenci. Lama ia dibuai cinta sang Ibu. sehingga seringkali tidak mampu menangkap kemurnian jiwa. Ia merasakan kehangatan hidup. Dengan sabar dan penuh cinta ibunya menerangkan. Tak perlu takut. karena kebanyakan manusia hanya sebatas menggunakan mata kepala dan mengabaikan mata bathinnya. sehingga ia lupa bahwa cinta bersemayam dan bergetargetar dihati.

juga menghilangkan penyakitpenyakit lainnya yang kerap hinggap di kalbu. tak kan membiarkan dimasa depan anaknya mengeluarkan keringat dan darah seperti yang dialaminya kini. “Kenapa ibu menangis?” Menangis adalah satu anugerah Allah lainnya nak. yang tak diiringi penyesalan akan beban hidup yang saat ini diamanahkan kepadanya. seusai kesejukan membasuh seluruh tubuh untuk kemudian bersimpuh dihadapan-Nya. Menangis adalah wujud dari kelemahan manusia yang jelas-jelas kekuatannya sangat terbatas. karena dengan menangis kita tengah melunturkan kesombongan. demi satu cita. Itulah cara Allah membersihkan wajah manusia yang coreng-moreng oleh kekhilafannya. hingga tak sadar tangisannya itu menyentuh relung bathin anaknya sampai terbangun. Menangis tidak mesti dengan air mata. hati pun sejuk kembali dan kebeningan mata yang sudah terhapuskan pekatnya. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Pengabdian Sang Rumput Publikasi 17/09/2002 07:08 WIB eramuslim . untaian kata pinta yang tak pernah berhenti. memancar tiap hari. mempertebal kesabaran serta menanamkan keyakinan dihatinya. kering bahkan sekarat mendekati kematian. bergembira. Terus bermanfaat. Semua itu. Menjadi rantai pertama energi yang kemudian mengalir sampai puncak rantai makanan yaitu pada hewan-hewan predator. Terkadang ada tangis yang begitu keras sekeras benturan kehidupan yang menerpanya. wajah menjadi bersih. bahwa esok matahari masih akan terbit. Tak terasa air bening mengalir membasahi pipi. meski biasanya selalu dengan itu. Kemudian airnya turun menyejukkan wajah kita. irama kehidupan dimulai sampai semua kembali lagi menghampiri dalam sebuah ajal ketika tiba merenggut. Mungkin semua orangtua mempunyai mimpi yang sama. Hingga dengan demikian sang ibu semakin sadar bahwa hanya Tuhanlah yang selama ini menguatkan. yang tak pernah berhias putus asa. Terik dan hujan menjadi baluran tubuhnya sehari-hari. Dan menjelang fajar. Tak perlu malu untuk menangis. Air bening yang membasahi mata akan membasuh dosa yang berawal dari penglihatan manusia. tiap detik dan pada setiap hembusan nafas makhluk yang . Maka dengan menangis setiap hari. Dengan hijaunya dan tebaran hewan-hewan yang merumput untuk memenuhi hajat kehidupan. Dari rumput. Menangis adalah pembuktian akan adanya Yang Maha Kuat yang memiliki kehendak diatas segala mau dan keinginan manusia. Namun kebahagiaan apa yang paling berharga bagi rumput kalau bukan atas kemanfaatannya. mencari makan.Menjadi rumput di keluasan padang yang menghampar. Di atasmu mereka berbiak. kepekatan hati yang penuh noda hitam dari setiap detik hidup yang berlumur salah. menginjak-injak dan kemudian meninggalkanmu ketika kau tak lagi subur.sepanjang jalan yang disusurinya. juga mengotorimu. hanya agar manusia dapat melihat surga. memberikan keindahan tersendiri.

melata di muka bumi. Tidak ada kata terkira inilah pengabdian yang terindah dan teragung yang pernah kau berikan. tatkala bergulung-gulung mendung hitam membawa kabar baik untuk semua kehidupan di bumi. Sang rumput bangkit dengan tunastunas yang baru. seakan semua kenangan indah terhapus hangus dalam pori-pori tanah yang panas terpanggang api dan teriknya matahari. Sang rumput muda tumbuh dengan gemuk kehijauannya. Bersama tercurahnya hujan. Kemudian musim kering yang tandus menghantam. Karunia teragung yaitu kehidupan itu sendiri. Dengan keletihan dan tubuh kurus. bumi dibasahi dan dilunakkan air yang menggenangi danau-danau. Lalu jilatan api melumat tubuh-tubuh kurus keringmu. namun pengabdian dan doadoanya terus meluncur sepanjang waktu atas karunia yang dilimpahkan untuk dirinya. Kehidupan di padang telah pulih kembali. bukan pada dirimu. Bukan pada padangmu. Namun kau belum mati. Akhirnya hanya meninggalkan puing-puing jelaga yang hitam. memanasi api hingga dengan cepat membesar. Maka. untuk menyediakan semua kebutuhan gizi bagi sang rumput muda. kemudian akar semakin sibuk mengumpulkan zat-zat kehidupan yang telah diwariskan generasi sebelumnya. Dalam ketakzimannya rumput-rumput tentu tak berdosa. Demikian juga sang akar menyesap dengan gairah semangat kehidupan yang diwariskan pendahulunya. Suasana kesenduan tanpa kehidupan yang membalut luka terbakar. Sampai semua kehidupan ini secara berantai termakmurkan karena hijaunya tubuhku. Cukup kau tanggung sendiri. tekad sang rumput muda. Dengan hujan. "Aku akan lebih baik dari pendahuluku". kemudian menghanguskan seluruh tubuhmu. "Ya Rabb. Karena kau tak akan pernah ingin berbagi penderitaan dengan mereka. Namun akan senantiasa tumbuh dengan kehijauan lagi lezat di mulut makhluk yang memamahnya. sang akar rumput pun bercucuran dan berlinang air mata kesyukuran. hewan-hewan tersebut bersua kembali dengan telaga kehidupan padang rumput . kubangan-kubangan dan relung-relung hati yang sebelumnya kering dari tetesan air keindahan dan kasih sayang. Jadikanlah generasi penggantiku adalah generasi yang kau cintai dan hanya mencintaiMu. Karena sebuah kemuliaan yang tiada tara selain sebuah kecintaan pada-Mu dan kemanfaatan dari kami yang dapat dipetik dari makhluk-MU yang melata di muka bumi ini". Menyimpan gizi yang tinggi tiada tara bagi makhluk-makhluk pemamah biak. akan kuundang semua makhluk hidup dengan ranumnya tubuhku yang takkan habis dimakan. bersamaan dengan binatang-binatang yang dulu mengungsi saat kemarau dan kebakaran melanda. hidupkan generasi pengganti kami dari akar-akar hamba yang sengaja kau selamatkan di pori-pori bumi dari amukan api yang telah menjadikan tubuh-tubuh kami sebagai pupuk untuk generasi kami mendatang. Dengan halus kau usir hewan-hewan untuk meninggalkanmu agar mencari tempat yang lebih baik dan menjanjikan. Disertai hembusan angin sepoi yang bersorai.

Mata-mata berbinar penuh kesyukuran. "Huh." Seketika itu suaminya berkata. Rumput-rumput ranum hijau yang menyegarkan pandangan. "Kejar wanita itu dan minta maaf padanya. Dengan cucuran linang air mata sang rumput menuntaskan doanya. semuanya mempunyai keberakhiran. "Ya Tuhanku ijinkanlah hamba-Mu untuk memanjatkan doa. dan dengan keikhlasan dan keridhoaan dari Sang Rabb ajalnya dilabuhkan ke sisi keridhoaan-Nya." Setelah mereka bertemu dan istri itu minta maaf. demikian panas terik matahari meratapi kepergian sebuah pengabdian. Dan suami wanita itu adalah lelaki pendek yang sedang berjalan bersamanya. wanita itu sungguh sombong. sementara yang lakilaki berpostur pendek dan sederhana. namun karena Allah telah menghamparkan amanah baginya. Seakan mereka sudah kenyang walau hanya memandangnya saja.Dahulu kala diceritakan pernah ada seorang suami dan istri yang ketika sedang duduk di depan rumahnya. tubuh sang rumput mengering disapu oleh angin kemarau yang menyedot air dalam tubuh-tubuh renta yang berlumuran pengabdian yang tak akan ternilai oleh apapun.yang sungguh tak terkira sebelumnya. generasi pengganti kami yang lebih baik dari kami". semuanya mesti dipergantikan. melintas sepasang laki-laki dan wanita di depan mereka. Kemudian hewan-hewanpun berhijrah meninggalkan padang untuk bertahan ke tempat yang lebih baik. Angin berhembus kehilangan. Kehidupan di padang itu menjadi hidup dan lebih hidup lagi. Syahdan. mengabarkan bagi seluruh kehidupan untuk bergerak ataupun bertahan. Wallahu'alam bishshowab (Warsito Suwadi warsuwadi@yahoo. Cerita ini adalah salah satu dari sekian banyak peristiwa yang kita jalani yang menunjukkan betapa mudahnya kita menilai manusia dari apa yang tampak diluarnya. Namun semua mempunyai penuntas. dan air mata itu adalah kesyukuran atas amanah yang ditunaikannya.com) Apakah Kita Tak Pernah Sombong? Publikasi 16/09/2002 08:59 WIB eramuslim . wanita itu menjelaskan bahwa dia berdandan dengan indah untuk membahagiakan suaminya agar suaminya bisa 'bangga' dengan dirinya. Namun ada satu yang tak terlupa dari mulut sang rumput. . menguatkan dan menggemukkan. angin kemarau yang tandus dan kering menggulung. karena Allah telah menyediakan rizki yang tak terkira baginya. bukan karena kesedihan. Sang rumput berlinang air mata. jiwa itu akan berlabuh di keridhoan itu. Dengan keikhlasan dan keridhoan Rabbnya. Sang wanita tinggi ramping dan mengenakan baju indah. Ketika semua telah mengungsi maka berlahan-lahan. Tiba-tiba si istri yang melihat berkata. Jadikanlah generasi penggantiku adalah generasi yang mencintai dan Engkau cintai ya Rabb. Dia berdandan agar dirinya tampak lebih tanpa memperhatikan orang lain.

Serta maafkan dan doakan kami agar Allah mengampuni dosa-dosa kami yang memang suka mendewakan perasaan sendiri dan menilai segala sesuatu dari yang kasat mata ini. maka kita harus waspada bahwa jangan-jangan kita yang sesungguhnya sombong. Saudaraku. Takutlah kita jika buruk sangka itu kemudian kita sebar-sebarkan.utwente. sementara kawan yang kita sakiti menangis di tengah malam mengadukan kita kepada Allah. padahal bisa jadi dia begitu ingin hanya bergantung pada Allah dengan tidak merepotkan kita. Ingatkah kita bahwa hanya Allah yang bisa melihat apa yang tersembunyi di balik hati manusia? Kepada kawan itu pun kita juga berdosa karena telah berburuk sangka. Juga ketahuilah bahwa dengan mencapnya sombong kita sebenarnya telah menghina mereka yang justru bisa jadi sedang berusaha menjadi hamba Allah. Saudaraku. Apa yang kalian lakukan biarlah dinilai Allah.nl) Fujuurohaa Wataqwaaha . karena hanya Ia yang bisa memuliakan dan menghinakan kita. tidak usah kalian berkecil hati. padahal memang Allah yang menciptakan tubuhnya seperti itu." (HR Bukhari Muslim) atau bahkan dengan ayat Allah "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri" (Luqman:18) tanpa kita pernah tahu kenapa mereka bersikap seperti itu. Bagi saudara-saudaraku yang terzhalimi dengan diperlakukan sebagai orang sombong. Karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya perkataan. Jika seperti ini yang sudah kita kerjakan. Jangan-jangan kita pernah mengatakan teman kita sombong karena tidak mau menerima uluran tangan kita. Luruskanlah niat dan sempurnakan amal. Jangan-jangan kita pernah mengatakan orang lain sombong karena ia tidak pernah mau berkumpul dengan kita padahal ia ingin menjaga diri dari kesia-siaan waktu atau bahkan karena harus mengerjakan pekerjaan lain yang tidak bisa menunggu. Kita bisa jadi telah berdosa kepada Allah karena kita sesungguhnya telah mengambil alih kekuasaan-Nya dalam menilai hati manusia. Kita dengan mudah mengatakan arogan kepada mereka yang sikapnya menurut kita tidak menyenangkan. Jangan-jangan kita pernah mengatakan kawan kita sombong hanya karena ia tidak pernah mau menegur sapa kita terlebih dahulu padahal pada dasarnya ia memang pemalu.Kita begitu mudah menjatuhkan hukuman predikat sombong kepada orang yang tampak tidak simpatik bagi kita. Jangan-jangan kita pernah membenci orang karena penampilannya. Rasulullah Saw sendiri pernah berkata." (Muttafaqun 'alaih). Kemudian kita membenci mereka dengan berlindungkan hadist "Tidak akan masuk surga orang yang dalam lubuk hatinya terdapat perasaan sombong (arogan) walaupun cuma sebesar atom. Takutlah akan balasan perbuatan kita. Hadi Susanto (susanto@math. "Berhati-hatilah kalian dari prasangka-prasangka (yang buruk).

Dalam terminologi Islam ada yang disebut potensi fujuuroha wataqwaaha. demi membela harga diri atau minimal sebuah alasan umum. Itu artinya. Hipokrit yang berkepribadian ganda (split personality) yang digambarkan dalam awal-awal surat Al Baqarah dengan jumlah ayat yang lebih banyak ketimbang ayat tentang orang beriman dan kafir. khilaf. Entah anak istri lapar. tidak ada yang mau disebut penjahat. Sebenarnya film tersebut menggambarkan perubahan seorang pria bernama Dr. ada orang-orang yang senang berbuat jahat. setan dan hewan yang bersemayam di diri manusia dan hanya satu karakter positif. menyenangkan dan sangat bersahabat dengan semua orang setelah minum formula kimia tertentu sehingga menjadi orang lain dengan karakter yang berlawanan. dan kita mengenalnya sebagai orang munafik. orang munafik jauh lebih berbahaya ketimbang orang kafir. Jekyll yang baik hati. menyenangkan. . Kemudian ada orang yang memiliki sekaligus dua karakter baik dan jahat itu. Karena seringkali manusia tidak menyadari bahwa setan telah mempengaruhinya untuk berbuat suatu kejahatan. bathil karena karakter setan dan hewan menguasai jiwanya. Padahal hakikatnya. yang biasanya baru disadari sesaat setelah sebuah perbuatan jahat dilakukan. kecenderungan untuk berbuat fasik dan juga taqwa. Dalam diri menusia unsur baik dan jahat seringkali ‘berebut’ untuk tampil lebih dominan. Hyde yang membenci setiap orang yang dijumpainya. Profesi jahat apapun yang dilakoninya biasanya ada ‘alasan baik’ yang menjadi motivasinya. bergantian atau bahkan bisa muncul dalam waktu yang hampir bersamaan. bahwa ia merasa berdosa. tetapi sebaliknya. Ini tentu masih lebih baik karena ada manusia yang sudah sama sekali terkubur unsur baiknya sehingga tak bosannya berbuat maksiat dan dosa tanpa merasa bersalah. sombong (takabbur) dan rendah hati (tawadhu’) dan sebagainya. maka juga ada sabar dan emosi dalam diri manusia. sejahat-jahatnya manusia. ada cinta dan benci.Sebuah film lawas Amerika berjudul Jekyll and Hyde yang diambil dari novel karya Robert Louis Stevenson dengan judul yang sama yang diterbitkan pada April 1982. dan menggunting dalam lipatan. Bahkan Kahlil Gibran menyebutkan dua karakter negatif. harus diakui bahwa setiap kita memilikinya. Namun setidaknya itu menjadi bukti adanya potensi baik dan jahat itu. Jika lebih besar kecenderungan ketaqwaannya maka jadilah ia orang baik. jiwa manusia memiliki kecenderungan fasik dan taqwa. yakni Mr. Tinggal bagaimana seorang manusia mampu mengendalikan diri dan jiwanya sehingga karakter jahat (karena kita memberi celah kepada setan untuk masuk dan menguasai jiwa) tidak muncul dalam setiap gerak dan langkah kita. malaikat yang senantiasa tarik menarik untuk menguasai jiwa manusia. ada maaf dan dendam. menggambarkan tentang adanya unsur baik dan unsur jahat pada diri seorang manusia. karena ia bagaikan musuh dalam selimut. dan saat itulah potensi baik manusia muncul. ada pelit dan pemurah. Misalnya saja. pagar makan tanaman. Seperti halnya Allah menciptakan semuanya berpasangan. Kembali ke soal potensi baik dan jahat dalam diri manusia.Publikasi 13/09/2002 08:33 WIB eramuslim . sekali lagi. Ada penyesalan.

Semua itu berlaku secara alami. untuk bisa menjangkau hal-hal diluar. (bayu gautama) Jagalah Keseimbangan Publikasi 10/09/2002 11:37 WIB eramuslim . Jika kita mau mengambil pelajaran. tetapi melulu dan berkutat disitu. untuk dapat berbicara dengan baik kepada orang lain berarti juga sebelumnya kita lebih dulu mengerti apa yang sebenarnya hendak kita sampaikan. Kalimat itu juga bisa mengajarkan kepada kita bahwa sesuatu yang baik harus dimulai dari dalam baru kemudian keluar. Semuanya dikembalikan kepada kita. Atau seketika marah terhadap perlakuan orang yang mungkin tidak disengaja. seharusnya kita sudah menggenggam segalanya yang ada didiri ini. Wallahu a’lam bishshowaab. selanjutnya terserah. untuk melangkah ke depan. Anda bisa saja melompat namun mungkin kaki anda akan terkilir .Masalahnya kemudian. Misalnya saja. Termasuk memilih komunitas yang baik dan menghindari tempat dimana kejahatan bersemi. Maka jadilah apa yang dikerjakannya hanya sebatas menghabiskan waktu. Maka bukan tak mungkin kita mampu mengubur potensi jahat (setani dan hewani) dalam diri ini dan membiarkan karakter kebaikkan memenuhi setiap relung jiwa ini. Dengan mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Kuasa atas semua jiwa manusia. Tak sadar mungkin kita terlebih dulu menepuk dada seraya berujar. apa yang dikatakanya Rasulullah. dan mencontoh tauladan kita Nabi Muhammad Saw yang segala kebaikkannya membaikkan ummatnya. tidak jarang kita terjebak atau terdorong untuk memperturutkan kecenderungan jahat itu. “alhamdulillaah”.Orang-orang yang tinggi idealismenya tidak jarang hanya beraksi pada tataran wacana. ingin berperan menjadi orang baik atau orang jahat. terobosan besar itu. Hanya saja yang perlu diingat. Tetapi pada kenyataannya energinya seringkali habis hanya untuk menelorkan dan membahas wacana-wacana besar itu dan tidak sampai pada aktualisasi ide. mau berlari atau melakukan lompatan sejauh apapun. semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan jahat besar maupun kecil. dan jika ada yang mencoba melanggar aturan alami itu. ada kejahatan-kejahatan kecil yang kerap kita lakukan tanpa kita sadari dan bahkan kita menganggapnya bukan suatu kesalahan. mulailah dari diri sendiri sebenarnya tidak hanya bermakna keteladanan agar bisa dicontoh oleh orang lain. Untuk bisa menguasai (memimpin) orang lain. Di sisi seberangnya. setelah itu kemudian baru terucap. “siapa dulu … gue …”. sudah sepantasnya kita tak lagi bingung mengendalikan diri. Padahal sabar dan memberi maaf jauh lebih terhormat untuk kita lakukan. sebaiknya dipastikan kaki ini sudah mampu berdiri menapak dengan kuat. Na’udzubillah summa na’udzu billah. bahwa ia harus melakukan gebrakan besar ini. Kalimat “sabar kan ada batasnya” yang sering kita dengar seolah juga memberi bukti bahwa ada dorongan untuk memenuhi kecenderungan fujur kita. sehingga pada saat umurnya sudah menua barulah ia menyadari bahwa yang dilakukannya selama ini adalah hal kecil yang tidak membuatnya besar. seketika ada rasa sombong yang mencuat ketika meraih prestasi ditempat kita beraktifitas. Tidak ada hal-hal besar dan ideal yang menjadi tujuannya. sudah bisa dipastikan ketidakmaksimalannya. ada orang-orang yang justru aktif melakukan hal-hal kecil.

Dan melangkahlah keluar menembus cakrawala agar menghabiskan waktu hidupnya dari perkembangan ke perkembangan berikutnya. sebelum memaksakan sesuatu yang diluar cakrawala kita. Jangan hanya memiliki jam tangan karena kita akan terjebak pada rutinitas yang melelahkan tanpa tujuan (cita-cita) yang jelas namun waktu yang ada habis tanpa hasil yang signifikan. Bertambahlah pengetahuannya dari yang sudah ada sebelumnya. bahwa tidak ada manusia yang langsung terlahir besar. bekalilah diri ini dengan jam penunjuk waktu dan kompas sebagai penunjuk arah (tujuan). selain pengetahuan. Arti kata 'mulai' berarti melakukan sesuatu yang tidak berhenti disitu. Ia dimulai dari seorang bayi merah tanpa daya apapun. pesan mulailah dari diri sendiri bermakna bergerak. Tidak ada sesuatu yang baru. Menikmati pekerjaan rutin yang kecil dan cukup puas dengan hasil yang didapat ternyata juga terkadang membuat hati mendengki terhadap orang-orang yang berhasil karena hidup dinamis dan berani bergerak (maju). Ketika besar. Beberapa tahun kemudian. Jangan puas dengan pekerjaan yang ringan-ringan saja. Orang lain sudah sampai di tujuan kita masih tertinggal di landasan. itu suatu keniscayaan terhadap signifikansi hasil yang bakal diraih. tentu ibarat calo di terminal bis kota. bisa berupa angin kencang yang menghambat laju batu. Sehingga di medan lemparan berikutnya bukan tidak mungkin kita menemui hambatan yang berbeda. Anda bisa juga berbicara dengan bebasnya meski anda sendiri pun tidak jelas apakah memahaminya atau tidak. kemudian tumbuh sebagai anak lincah yang baru bisa berjalan satu-dua langkah. Padahal setelah melempar batu. Oleh karenanya. Sesuai dengan proses kejadian manusia. Demikian halnya dengan pekerjaan. Berada pada posisi aman dan tidak berani mencoba tantangan baru. . kerjakan dulu yang terjangkau tangan. semestinya kita berlari menuju dimana batu terjatuh dan kemudian melemparkannya kembali ke depan. Dan seterusnya seperti itu. cobalah sesuatu yang lebih besar. dan meminta temannya mengambilkannya. Jangan pula hanya melengkapi diri dengan kompas tanpa jam penunjuk waktu. Bahwa manusia harus menjaga keseimbangan dalam segala hal. Sebaiknya kita tidak seperti seorang anak kecil yang melempar batu jauh ke depan. ia mulai sekolah. Berpikir besar tentang semua idealisme tanpa memulainya dengan hal-hal yang kecil. sebelum mencicipi kenikmatan dari hasil kerja berat. Karena kita hanya akan sibuk menentukan tujuan tanpa melakukan apaapa karena kita tidak pernah tahu kapan harus memulai. kemampuan motoriknya juga lebih sempurna. atau pohon besar yang menghalangi. Jadi ketika sudah melakukan hal yang kecil. melakukan hal yang kecil terlebih dulu sebelum mencoba sesuatu yang besar. mengangkat yang ringan terlebih dulu sebelum yang berat. jelas membuat kita menjadi kerdil. dan jelas tidak berkembang.atau patah. Ini mengajarkan kita untuk senantiasa bergerak dan tidak puas berhenti disatu tempat mengulangi rutinitas yang sama. tapi jangan salahkan kalau orang lain hanya akan mengangguk didepan anda sebelum kemudian perlahan meninggalkan anda. Juga tidak mengalami tantangan baru. Namun yang perlu diingat.

Api yang kehilangan panasnya sehingga tak membakar tubuh Ibrahim kecil. Allah yang Maha Kuasa tempat manusia meminta pertolongan. mengajak orang-orang mencintai-Mu. tetapi juga tetap menjaga jarak untuk tidak merasa sejajar dengan Yang Maha Tinggi agar tidak menjadi takabur. dan seterusnya sampai permintaan yang sama dari orang ketiga hingga mereka akhirnya bisa keluar dari perangkap gua tersebut. tak ada lagi yang sanggup menolong mereka kecuali Allah semata. selain juga satu hikmah lain. atas izin Engkau. Dalam kondisi demikian. Wallahu a’lam bishshsowaab (Bayu Gautama) Etika Meminta Publikasi 06/09/2002 08:40 WIB eramuslim . Mereka pun sedih. Namun jika yang Engkau ridha terhadap amal kami yang masih sedikit itu Ya Allah. atau bahkan lama sekali kita tak mendengarnya. bahwa ada saat-saat Allah begitu cintanya kepada hamba-hamba yang mencintai-Nya sehingga keadaan sesulit apapun bisa menjadi mudah atas pertolongan Allah. seharusnya pula ada nilai lebih yang sebelumnya kita persembahkan kepada-Nya alias tidak meminta dengan tangan kosong. insya Allah berawal dari kesabarannya memilih penjara demi menghindari maksiat. Tidak jatuh terpuruk dan terus menerus berkubang dengan kesulitan. Maka tak ada jalan lain mereka pun berdo’a dan meminta kepada Allah agar diberikan kesempatan untuk bisa keluar dari dalam gua. semakin kehabisan akal bagaimana caranya keluar dari gua yang tertutup batu besar yang secara logika tak mungkin digeser meski dengan mengumpulkan seluruh kekuatan mereka bertiga. berakhir pulalah kesempatan untuk menambah amal shaleh di dunia.Tiga orang pemuda yang terperangkap dalam sebuah gua. bahwa untuk meminta sesuatu yang lebih dari Allah. termasuk ayahnya sendiri.Padahal jelas-jelas Allah memerintahkan kita untuk menjadi ummatan wasathan. Sementara bekal makanan pun sudah menipis. biarkanlah kami keluar dari gua ini …”. Satu persatu dari mereka berdo’a seraya ‘mempertaruhkan’ semua amal dakwah dan perjuangannya bagi agama Allah selama ini. beberapa celah batu itu bergeser. bila mereka harus mati terperangkap didalam gua tersebut maka berakhirlah langkah dakwah yang sudah sekian tahun dijalani. “Ya Allah. Lihatlah pelajaran bagaimana para nabi Allah yang sangat dekat pertolongan Allah karena amal sholeh mereka yang membuat Allah tersenyum. Wallahu’a’lam. Kemudian satu do’a terucap. Tapi kami merasa belum cukup sebagai bekal menghadap-Mu. insya Allah karena keberanian dari Ibrahim menentang praktek syirik kaumnya. agar diri ini senantiasa menyeimbangkan posisi dan keadaan. Dan masih banyak contoh lain yang membuktikan janji . Cerita yang sangat sederhana yang memberikan satu pelajaran bagi kita. Kisah diatas mungkin sudah sangat sering kita mendengarnya. Diangkatnya Yusuf sampai derajat yang mulia. sekian tahu sudah kami memperjuangkan agamaMu. tubuh semakin lemah.

berbakti kepada orangtua. Rasulullah menghadiahi sebuah do’a kepada Nusaibah binti Ka’ab al Maziniay dan keluarganya agar dijadikan orang-orang yang menemani beliau di surga. adakah sekian waktu. menjadi anak yang menyenangkan lagi dibanggakan. barangsiapa menolong agama Allah. Tapi jika lidah ini pelit mengeluarkan pujian. Nusaibah sendiri harus menderita dengan dua belas tusukan yang salah satunya mengenai lehernya. Pujilah Allah dengan sesering mungkin menyebut nama-Nya dan mengingati-Nya dalam keadaan apapun. mungkin kita perlu menengok ke dalam diri ini. Jika anak itu baik. Semakin dekat diri ini kepada-Nya semakin Ia melihat dan memperhatikan segala urusan kita. Padahal apa yang kita kerjakan belumlah maksimal. . Dan karena itulah segala kesulitan menjadi mudah. “Bekerjalah kamu. ketika do’a tak lagi terkabul. Mungkin kita terlalu lemah sehingga terlalu cepat mengeluh dan meminta. Sudah berapa banyak amal shaleh yang kita perbuat. tenaga. Banyak berdo’a (meminta) tanpa ada usaha yang sungguh-sungguh juga rasanya tidak lebih baik ketimbang mereka yang menyeimbangkan keduanya. Contoh paling sederhana adalah seorang anak kecil yang meminta uang jajan kepada orangtuanya. sudahkah nilai lebih tertoreh didiri ini sehingga Allah pun dengan bangga menjadikan kita bagian yang dikasihi-Nya. sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melihat kamu bekerja”. jangan pernah membayangkan Allah mendekat. bisa jadi ada yang perlu kita perbaiki dari sikap mental diri ini. karena dengan begitu Allah akan senang dicintai hamba-Nya. tidak banyak keringat yang mengucur. dan tatkala airmata tak juga membuat Allah tergerak untuk menghulurkan kasih-Nya. orang yang dipersiapkan membunuh Rasulullah dalam perang tersebut. hal berat terasa ringan dan segala harapan insya Allah terwujud. baru kemudian meminta bantuan Allah untuk menyempurnakan hasil yang sebenarnya dari usaha sendiri. harta dan kemampuan yang kita miliki ini bernilai dimata Allah karena atas dasar cinta kepadaNya kita penuh semangat menolong agama Allah. karena ia bersama Mush'ab bin Umair -yang kemudian menemui syahid setelah mendapatkan puluhan tusukan di tubuhnyamenghadang Qam'ah. Bagaimanapun Dia akan semakin cinta kepada siapa yang semakin mencintai-Nya. "Tidaklah aku menoleh ke kanan dan ke kiri pada peperangan Uhud melainkan aku melihat Nusaibah berperang membelaku. apalagi memperhatikan kita. Muhammad:7). Tentu karena Nusaibah bukan wanita sembarangan. Bahkan tidak meminta pun akan ditawarinya sesuatu yang lebih. maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya (QS. Menjelang perang Uhud dimulai. bersama suaminya Zaid bin Ashim dan dua anak lelakinya mereka bertempur habis-habisan bersama Rasulullah di medan perang Uhud. Hal lain yang perlu diperhatikan tak bukan adalah kedekatan diri ini kepada Sang Maha Pemberi.Allah. tunjukkan terlebih dulu kesungguhan berusaha. ketika permintaan-demi permintaan seperti tak didengar oleh Allah. Selain itu. Bahkan Nusaibah tak gentar meski suami dan dua anaknya sudah gugur di tengan pertempuran. mungkin hampir tidak ada alasan bagi orangtua untuk tidak memberinya. Sebaiknya." Kini kembali kepada diri kita.

kuat. Hanya dengan amalan terbaiklah kita akan bertemu dengan Allah Swt. bahwa orang-orang yang tidak sungguh-sungguh berusaha akan tertinggal dan tertindas. terlebih pertolongan-Nya. bagi kita yang hidup hari ini sangat bagus untuk mampu mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuat Rasullah Saw dan para sahabatnya. ia berkata. insya Allah kalimatullah akan tegak. Namun. Mereka sangat disegani lawan maupun kawan. Abu Darda ra. Sehingga setiap gerak langkah yang dilakukannya itu betul-betul diperuntukkan demi tegaknya kalimat Allah. Abu Daud. akan digunakan untuk meraih amalan terbaik sehingga sahamnya diakhirat menjadi besar. Penampilan manusia terbaik ini telah ditujukkan oleh para generasi awal sahabat (assabiqunal awwalun). Laa Ilaha Illallah. Ahmad. Bukhari. karena setiap orang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk menunjukkan akhlak mulianya. Sehingga terkenallah ia dengan julukan asshiddiq (benar). Ali bin Abi Thalib. Sehingga perjalanan dakwah Rasulullah Saw betul-betul ditopang oleh pondasi yang kokoh dari para sahabat. Di dalam sejarah tersebutlah nama-nama seperti: Abu Bakar Shiddiq. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak Publikasi 20/08/2002 09:31 WIB eramuslim . Abu Bakar adalah termasuk sahabat yang rela mengorbankan hartanya 100 persen untuk Islam. Sehingga kelak Dia dengan segala kekuasaannya akan menggantikan yang demikian itu dengan generasi baru yang mencintai Allah dan Allah pun mencintainya. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh para sahabat itu dapat muncul karena mereka mempunyai kekuatan aqidah yang kokoh.Hukum Allah selalu bermain.Manusia yang terbaik adalah manusia yang bernilai manfaat bagi manusia lainnya. Setiap detik waktunya tidak akan terbuang sia-sia. jernih dan baik terhadap syahadatain. Abu Bakar misalnya. tahan banting.” (HR. Kekuatan aqidah yang bersumber dari pemahaman yang jelas. Kenapa. Disamping itu. “Nabi Saw bersabda: “Carilah Aku (Allah) pada golongan orang-orang lemah karena sesungguhnya kamu diberi rizki dan pertolongan melalui golongan orang-orang lemah itu. . kata Abu Bakar. Oleh karenanya. dan masih banyak lagi. Umar bin Khattab. Mengenai hal ini. dipuji makhluk baik yang ada di langit (malaikat) maupun di muka bumi. “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya”. Usman bin Affan. Bilal bin Rabah. Problem kemiskinan yang terus mendera bangsa ini juga bakal bisa di atasi. adalah orang yang pertama mempercayai Rasulullah Saw melakukan perjalanan Isra’ dan mi’raj. mereka yang tidak mendekat kepada Allah akan semakin jauh terseret kepada kejahatan dunia yang itu jelas-jelas semakin menjauhkan dirinya dari perhatian Allah. Jika saja setiap umat Islam yang ada di bumi nusantara ini berakhlak seperti Rasulullah dan para sahabatnya.

bahwa semua yang telah dan akan terjadi itu sematamata kehendak Allah Swt. Usman bin Affan.com) Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak Publikasi 20/08/2002 09:31 WIB eramuslim . Bilal bin Rabah. bagi kita yang hidup hari ini sangat bagus untuk mampu mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuat Rasullah Saw dan para sahabatnya. Yang penting adalah bantuan itu diniatkan semata-mata karena Allah bukan karena ada faktor yang lain. Sehingga terkenallah ia dengan julukan asshiddiq (benar). Sehingga perjalanan dakwah Rasulullah Saw betul-betul ditopang oleh pondasi yang kokoh dari para sahabat. dipuji makhluk baik yang ada di langit (malaikat) maupun di muka bumi. Laa Ilaha Illallah. adalah orang yang pertama mempercayai Rasulullah Saw melakukan perjalanan Isra’ dan mi’raj. memberikan bantuan modal untuk usaha yang produktif.Ibnu Hibban. berusaha dan menegakkan kalimatullah. Abu Bakar adalah termasuk sahabat yang rela . Modal investasi berupa alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang usaha. Dalam konteks era sekarang ini. Melalui pelatihan diharapkan mereka menjadi paham dan mampu untuk bekerja secara mandiri. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat. banyak cara yang bisa diterapkan dalam membantu orang-orang lemah. Modal usaha dapat berupa modal investasi dan modal kerja. Jangan sampai ada udang dibalik batu. memberikan bekal keterampilan melalui training (pelatihan). dan hakim). Umar bin Khattab. yang tidak putus asa di dalam berjuang. Abu Bakar misalnya. Keempat. (Efri S Bahri/efrisb@yahoo. Dengan membantu orang-orang lemah sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya tentu nilai amalan akan meningkat. merekrut mereka menjadi tenaga kerja pada usaha yang sedang dijalankan sendiri. Disamping itu. memberikan beastudi (beasiswa) kepada salah satu anggota keluarganya (anak). Ali bin Abi Thalib.Manusia yang terbaik adalah manusia yang bernilai manfaat bagi manusia lainnya. Penampilan manusia terbaik ini telah ditujukkan oleh para generasi awal sahabat (assabiqunal awwalun). Pertama. Berikanlah bantuan kepada orang-orang lemah dengan semata-mata ikhlas karena-Nya. cara memberdayakan golongan lemah dapat ditempuh dengan berbagai macam jalan. dan masih banyak lagi. Sedangkan modal kerja adalah dana yang akan digunakan untuk keperluan rutin (operasional usaha). Mereka sangat disegani lawan maupun kawan. Tugas kita adalah berusaha semaksimal potensi yang telah diberikan-Nya. Dari sisi ekonomi. Kedua. Dengan harapan akan dapat berkarya produktif setelah pendidikannya selesai. Oleh karenanya. Ketiga. Kebangkitan dan kekuatan mereka akan berkelanjutan bila ditopang dan dilandasi oleh aqidah (keyakinan) yang kuat. Apalagi godaan jabatan di pentas politik yang selalu menggoda. Di dalam sejarah tersebutlah nama-nama seperti: Abu Bakar Shiddiq. Dengan keempat perbekalan di atas diharapkan golongan lemah menjadi bangkit dan kuat. antara lain.

kata Abu Bakar.mengorbankan hartanya 100 persen untuk Islam. insya Allah kalimatullah akan tegak. Tugas kita adalah berusaha semaksimal potensi yang telah diberikan-Nya. bahwa semua yang telah dan akan terjadi itu sematamata kehendak Allah Swt. Apalagi godaan jabatan di pentas politik yang selalu menggoda. akan digunakan untuk meraih amalan terbaik sehingga sahamnya diakhirat menjadi besar. antara lain. kuat. Melalui pelatihan diharapkan mereka menjadi paham dan mampu untuk bekerja secara mandiri. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat. Dengan keempat perbekalan di atas diharapkan golongan lemah menjadi bangkit dan kuat. Ahmad. memberikan bekal keterampilan melalui training (pelatihan). Kebangkitan dan kekuatan mereka akan berkelanjutan bila ditopang dan dilandasi oleh aqidah (keyakinan) yang kuat. “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya”. Ketiga. Jangan sampai ada udang dibalik batu. Yang penting adalah bantuan itu diniatkan semata-mata karena Allah bukan karena ada faktor yang lain. “Nabi Saw bersabda: “Carilah Aku (Allah) pada golongan orang-orang lemah karena sesungguhnya kamu diberi rizki dan pertolongan melalui golongan orang-orang lemah itu.” (HR. Bukhari. Setiap detik waktunya tidak akan terbuang sia-sia. Ibnu Hibban. merekrut mereka menjadi tenaga kerja pada usaha yang sedang dijalankan sendiri. tahan banting. Abu Darda ra. Mengenai hal ini. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh para sahabat itu dapat muncul karena mereka mempunyai kekuatan aqidah yang kokoh. Kedua. Kekuatan aqidah yang bersumber dari pemahaman yang jelas. jernih dan baik terhadap syahadatain. Namun. Berikanlah bantuan kepada orang-orang lemah dengan semata-mata ikhlas karena-Nya. Modal usaha dapat berupa modal investasi dan modal kerja. Dalam konteks era sekarang ini. ia berkata. memberikan bantuan modal untuk usaha yang produktif. Sehingga setiap gerak langkah yang dilakukannya itu betul-betul diperuntukkan demi tegaknya kalimat Allah. Modal investasi berupa alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang usaha. banyak cara yang bisa diterapkan dalam membantu orang-orang lemah. Dengan harapan akan dapat berkarya produktif setelah pendidikannya selesai. Sedangkan modal kerja adalah dana yang akan digunakan untuk keperluan rutin (operasional usaha). Hanya dengan amalan terbaiklah kita akan bertemu dengan Allah Swt. Kenapa. . cara memberdayakan golongan lemah dapat ditempuh dengan berbagai macam jalan. Problem kemiskinan yang terus mendera bangsa ini juga bakal bisa di atasi. dan hakim). Abu Daud. karena setiap orang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk menunjukkan akhlak mulianya. Jika saja setiap umat Islam yang ada di bumi nusantara ini berakhlak seperti Rasulullah dan para sahabatnya. memberikan beastudi (beasiswa) kepada salah satu anggota keluarganya (anak). Pertama. Dengan membantu orang-orang lemah sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya tentu nilai amalan akan meningkat. Laa Ilaha Illallah. Keempat. Dari sisi ekonomi.

lebih dari itu. anda juga akan temui himbauan dengan kelimat yang hampir serupa. dan si alim mempersilahkannya dengan beberapa syarat. orangpun seharusnya sadar bahwa tidak mungkin mengenakan pakaian yang tidak sopan (tidak menutup aurat) di lingkungan seperti pesantren atau masjid. Ini seperti diingatkan Allah dalam firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman. tentu karena masih ada orang-orang yang ‘tak tahu diri’ dan merasa innocent dengan penampilannya yang tidak sesuai pada tempatnya. Sebenarnya tanpa harus dibuat papan himbauan seperti itu. Ada yang pernah bertanya kepada seorang alim perihal diizinkannya ia berbuat dosa. dan perbuatannya tidak dilihat Allah. menjadi orang beriman dan bertaqwa saja tidaklah cukup. Kenapa begitu pentingnya Allah memperingatkan hamba-Nya untuk menciptakan lingkungan yang Islami? Tentu kita bisa mengambil pelajaran dari orang-orang shaleh terdahulu yang tetap istiqomah dalam keshalihannya karena mereka senantiasa bersama . sakit. orang beriman dan bertaqwa tetapi ketika berada di lingkungan yang rusak. Nampaknya himbauan semacam itu baik jika dipasang di lebih banyak tempat. Tapi kenapa ada peringatan itu. kalau bermaksiat jangan ambil nikmat dari Allah. atau wanitawanita yang berpakaian seminim-minimnya dengan menampilkan lekuk tubuhnya yang sejujurnya tidak sedikitpun mengundang simpati. Karena. berusaha dan menegakkan kalimatullah. At Taubah:119).com) Ciptakan Lingkungan Islami Publikasi 19/08/2002 08:31 WIB eramuslim .yang tidak putus asa di dalam berjuang. bukan tidak mungkin daya imun-nya habis dan lama-kelamaan tergerogoti hingga akhirnya ikut sakit. Jakarta. bertaqwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (QS. mengingat semua tempat dimanapun dimuka bumi ini sebenarnya sangatlah tidak layak untuk diwarnai dengan tampilan-tampilan yang tidak mengenal norma agama. (Efri S Bahri/efrisb@yahoo. satu peringatan untuk senantiasa berada pada lingkungan yang baik. Maka kemudian seharusnya ada gerakan untuk memasang peringatan-peringatan yang tidak sekedar urusan penyesuaian penampilan.Anda yang pernah mengunjungi beberapa pesantren di Indonesia. tidak bermaksiat dibumi Allah. Artinya. cucu dan seluruh generasi ke depan. menghormati hak orang lain disaat menjalankan haknya. dan masih banyak lagi. rusak. Lingkungan dimana orang-orang didalamnya mengkedepankan kewajiban. tentu sudah sangat hapal dengan kalimat “Sesuaikan pakaian anda dengan lingkungan pesantren” yang tertera di papan peringatan. Tidak seperti orang-orang di dalam kendaraan yang asyik merokok tanpa peduli kesehatan orang lain. Di beberapa masjid besar seperti di Al Azhar Kebayoran Baru. melainkan birahi. Kita tentu sangat merindukan satu lingkungan yang kondusif bagi perlindungan keshalehan dan menjaga pertumbuhan keshalihan anak-anak. Laa Ilaha Illallah.

peraturan dan persaingan di dalam kelas. dan menetap. “Allah bersama orang-orang yang sabar” Seharusnyalah kita mulai menciptakan lingkungan itu dari diri dan keluarga sendiri. godaan untuk melewati batas-betas kebenaran itu sangat banyak. Bahwa cobaan orangorang beriman itu ada dua hal. Mau tidak mau. misalnya). berbagai perasaan bergelut dibenak dan di setiap rongga dadanya. Seperti dingatkan Fathi Yakan. cobaan yang kerap bahkan senantiasa datang. Wallahu a’lam bishshowaab (Abinya Hufha) Jangan Takut Cobaan! Publikasi 15/08/2002 10:46 WIB eramuslim . Oleh karena itulah kemudian. Ada yang mengakhirinya secara alami ada juga . suka tidak suka setiap yang hidup pasti melewatinya. jabatan dan lainlain. Perasaan yang hampir sama meski tidak terlalu persis juga menggelayuti para pelajar dan mahasiswa yang tengah menghadapi ujian akhir guna membuktikan apakah mereka berhasil atau gagal setelah sekian tahun berkutat dengan buku. Dan tentunya. tidak sedikit pula Allah berikan pelajaran dari tergelincirnya orang-orang yang awalnya begitu shaleh karena terpisahnya mereka dari jama’ah. Inilah juga mungkin hikmah yang bisa kita petik dari ayat terakhir surat Al Ashr. eksekutif yang harus melewati ujian kenaikan jabatan atau para profesional yang mempersiapkan presentasi hasil karya mereka. tidak perlu lagi pesantren. dihari pertamanya. masjid-masjid memasang himbauan seperti diatas. harta. Allah mengingatkan kita untuk tetap bersabar dalam menetapi kebenaran itu. untuk menopang terwujudnya himbauan Allah agar keluarga kita terhindar dari api neraka. dari wanita (istri. Antara cita-cita yang menggebu dengan kecemasan seperti bertarung memposisikan diri untuk bersemayam mendominasi perasaannya. Hingga akhirnya bukan tidak mungkin suatu saat mimpi kita untuk mendapatkan masyarakat Islami menjadi satu kenyataan. Karena menjalani hidup itu juga berarti perjuangan melewati seluruh fasenya hingga sampai waktunya kita berhenti dan berakhir. konsistensi terhadap kebenaran dan kedua. dan masyarakat sekitar. agar nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran. Juga tidak berbeda yang dialami oleh para pelamar kerja yang menjalani test penerimaan calon pegawai. penuh dengan segala macam ujian. bahkan setiap saat. Karena disamping itu.saudaranya seiman. resistensi atau tetap bersabar dalam mentaati kebenaran itu. lingkungan tempat beraktifitas.Ibarat seorang anak yang baru pertama kali memasuki dunia sekolah. dalam pergaulan. setiap kesempatan selalu mengintai menunggu saat-saat lengah kita. Menjaga konsistensi itu bukan perkara mudah. insya Allah akan berbekas kepada tetangga. Itulah hidup. karena sudah pasti cobaan. antara semangat berprestasi dengan phobia ketidakmampuan mengikuti sistem. Oleh karena itulah anjuran untuk menjadikan kriteria shalihah sebagai kriteria utama dalam memilih pasangan begitu penting. Begitu juga antara imajinasi keceriaan dunia baru dan bayang-bayang orang-orang asing yang bakal mengelilinginya. Konsistensi dan kesabaran akan kebenaran yang tercipta dari dalam rumah kita. pertama. bahwa ujian itu bisa datang dari mana saja.

mereka yang pernah sukses atau karirnya menjulang. harakiri adalah jalan mulia bagi mereka ketimbang menanggung malu. Bukankah para Nabi Allah selalu mendapatkan cobaan yang teramat berat sehingga mereka menjadi manusia-manusia pilihan. mencaci Tuhan atas dalih ketidakadilan. atau merasa menjadi makhluk yang dihinakan Tuhan dengan penyakit itu. sehingga menjadikan negeri Sakura itu Macan Asia saat ini. atau Dia sedang menguji cinta dan kesabaran hamba-Nya dengan cobaan yang tiada henti. cemoohan dan hinaan yang diterima Nuh as atas keteguhannya. juga keikhlasan Ismail as atas perintah Allah kepada ayahnya. hancur .yang ‘mendahului’ waktu sebenarnya dengan mengakhiri hidup ditangan sendiri yang tak berdaya meregang keputusasaan. Lihatlah Adam as yang harus menerima hukuman Allah terlempar ke bumi atas kelalaiannya. negeri yang terkenal dengan semangat hidup pantang menyerah dari masyarakatnya. kekasih Allah Muhammad saw pun tak hentinya menerima cercaan. Bahkan sebagian mereka sangat tahu. menangis tak henti akibat penyakit yang tak membaik meski sudah habis semua harta. Tapi cobalah. datanglah ke rumah sakit. mungkin juga Allah menjanjikan kehidupan yang jauh lebih istimewa di kemudian hari. ada yang tetap tegar meski waktunya hidup di dunia sudah bisa diprediksikan. Jepang. Mereka berteriak. Di negara-negara Eropa yang menjadikan kesuksesan bisnis dan profesionalisme sebagai ukuran keberhasilan seseorang. ada juga yang terus tersenyum meski virus ganas kanker terus menggerogoti satu persatu anggota tubuhnya hingga tak bedanya ia dengan tengkorak hidup. mereka sabar. Kelengahan. intimidasi dan ancaman pembunuhan berkali-kali. hinaan. ikhlas menerima dan menjalani cobaan. Dunia dengan segala keindahannya juga menyimpan tidak sedikit lubang dan celah ujian dimana manusia akan melewatinya. meringis menahan perihnya luka. Jangan pernah menganggap kekayaan yang berlimpah yang dimiliki Sulaiman as bukan suatu ujian. harus mengakhiri hidup dengan terjun bebas dari lantai tertinggi apartemen atau gedung tempat mereka bekerja. Bagaimana pedihnya penderitaan Ayub as atas penyakit dan kemiskinan yang melandanya. ketidaksigapan serta keteledoran yang terkadang menjadi sifat dasar manusia sering kali menyebabkan mereka kalah. menanggung kekalahan hidup yang memalukan. anda akan menemui orang yang meraung-raung tak ingin segera mati. Anda tidak akan menganggap aneh ketika mendapati orang-orang berdasi. kesabaran Ibrahim as untuk menyembelih Ismail sebagai bukti cintanya kepada Allah setelah bertahun-tahun menunggu hadirnya sang buah hati. dan bisa jadi Sang Maha Adil itu ingin menjadikan mereka manusia-manusia pilihan sehingga (dengan derita itu) diakhir hayatnya tetap ingat dan dekat kepada Rabbnya. Mungkin ada yang mengira ini terlalu menyederhanakan definisi cobaan hidup. inilah cara Tuhan memperhatikan makhluk-Nya. Untuk mudah mengetahui berbagai tipikal orang menghadapi cobaan. Sehingga ketika wajah mereka harus tercoreng oleh satu kegagalan yang dianggap biasa di negara kita. atau menilai keelokan wajah Yusuf as sebagai kenikmatan yang tidak akan dimintai pertanggungjawabannya. hingga kini masih mencatatkan rekor terbesar bunuh diri dan sudah lazim diketahui bahwa sebagian besarnya adalah orang-orang muda yang penuh energik menjadikan prestasi dan kesuksesan diatas segalanya. Namun di ruang lain. Bahkan manusia agung.

agar dapat diambil hikmahnya oleh manusia. Tidak jarang ada manusia yang hari-harinya habis untuk mengeluh. ujian dan cobaan itu tetap menghadang. kita pasti sanggup melewatinya meski ia sering terlihat sekokoh batu karang dilautan. untuk menjadikan diri ini manusiamanusia pilihan. dewasa.dan tenggelam oleh kehidupan. Wallahu’alam bishshowaab (Abinya Hufha) Bersahabatlah Sampai ke Surga Publikasi 14/08/2002 09:11 WIB eramuslim . Lalu memasuki jenjang pernikahan. kebulatan tekad dan visi yang sama menjadikan perjalanan rumahtangga sebagai satu fase yang begitu indah. jangan gentar melawan cobaan. kita harus saling berpegangan . Tapaki perguliran pagi. maka seluas mata memandang betapa satu fase hidup bisa kita jalani dengan ceria dan semangat berprestasi. kalau sampai hari ini kita masih bisa menjalani hidup berarti kita telah mampu melewati semua fase sebelumnya yang entah disadari atau tidak penuh dengan cobaan. Mungkin inilah rahasia dari siklus hidup yang mesti dijalani yang telah diatur oleh Sang Khalik semenjak ia menjadikan alam dan seisinya. menyusuri jalan-jalan dunia yang penuh tipu daya. atau saat seorang wanita berpindah dari pelukan hangat ayah bunda kepada satu kerelaan berjalan mengiringi seorang pria pilihannya. kebanyakan manusia mungkin lupa (ini juga sifat dasar manusia) bahwa ketika terlahir kedunia tanpa sehelai pakaianpun. namun kebersamaan. tua dan mati. meski awalnya dihantui kecemasan. sepanas api membara dan sebesar gunung menjulang. terus menerus siklusnya tak berubah. dengan persahabatan dalam keimanan. Tangisan pertamanya didunia seolah memberitahu bahwa ia makhluk lemah. Bahwa ada yang terlahir. Lalu mengapa harus takut dengan cobaan. siang. Kepolosannya menandai keiklasan dan kesiapannya mengarungi riak gelombang dunia fana. Begitu juga saat pertama memasuki dunia sesungguhnya menjadi orang dewasa. bahkan berusaha menghindar dari ujian yang seharusnya mereka lalui. mencari nafkah. Jadi. tumbuh. Kedepan.Mari lewati lorong waktu. Coba ingat ketika pertama kali masuk sekolah. manusia datang dengan tubuh yang kecil memerah. Namun tak satupun bayi-bayi mungil itu merasa cemas dan menolak terlahir kedunia yang penuh dengan cobaan ini. saat seorang pria harus keluar dari ketiak orangtuanya dan berpisah untuk bersatu dengan pasangannya. sejak Dia menciptakan manusia pertama dan menghadirkannya ke dunia. dengan kebersamaan. bayang-bayang menjadi pecundang dan kalah bersaing seolah sirna bila profesionalisme dan modal kecerdasan di kedepankan. yangpenuh liku. waktunya tersita untuk meratapi betapa dirinya merasa menjadi orang yang paling menderita. menikah. tapi dengan segenap keyakinan yang teguh menempati seluruh sisi benak dan dada ini. Awalnya akan merasa canggung. Padahal tidak! Selain karena Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hamba-Nya. Di dunia ini. kekuatan dua jiwa yang bersatu. Lalu mengapa sekarang banyak manusia yang takut menghadapi cobaan. tanpa daya sehingga membutuhkan bantuan orang lain dalam menjalani hidupnya. petang dan malam. tapi selangkah kaki ini memasuki halaman sekolah.

Ya Allah jangan Engkau sesatkan dia sepeninggalku sampai Engkau perlihatkan padanya kenikmatan yang Engku berikan padaku dan sampai Engkau meridhainya sebagaimana Engkau ridha kepadaku. niscaya engkau akan banyak tertawa dan sedikit menangis. Dia yang mengajakku melakukan kebaikan dan mencegahku melakukan kemungkaran. “Ada dua orang mukmin yang bersahabat dan berteman akrab. dia yang menganjurkanku berlaku taat kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu.langkah hidup kita? Orang shalehkah dia? Mengajak pada kebaikan dan keridhaan Allah kah dia? Bayangkanlah persahabatan orang beriman di dunia yang kisahnya berlanjut hingga di akhirat. Dikatakan kepada mereka. Siapa orang yang kita cintai? Siapa orang-orang yang paling dekat dengan kita dalam menusuri hidup ini? Siapa orang yang paling menghiasi ingatan kita? Siapa yang menemani langkah.. sebaik-baik sahabat…” Duhai indahnya.tangan. Kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah lah yang akan mengantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Kita tak mungkin selamat mengarungi bahtera kehidupan yang sangat luas dengan ancaman badai fitnah ini. Merenungklah. sesungguhnya fulan adalah teman akrabku. “Dan diciptakan manusia itu dalam keadaan lemah.” (QS. Seandainya engkau tahu yang Aku berikan kepadanya. Mari kita mulai dari sekarang. sebagaimana digambarkan oleh Ali bin Abi Thalib RA. Salah seorang dari keduanya meninggal lebih dahulu dan ia mendapat berita gembira dari surga. Ibnu Kasir mengatakan. Saudaraku. sebaik-baik saudara. Az Zukhruf : 67).” Begitu juga pesan Rasul SAW dalam haditsnya .” Maka masing-masing mereka mengatakan. Persaudaraan.” (QS. An Nisa : 28) Saudaraku. Pertemuan yang sangat mengesankan dan penuh kegembiraan. Ketika itu ia mengingat teman akrabnya di kala di dunia lalu ia berdo’a : “Ya Allah. “Saling memujilah kalian kepada sahabat kalian. Harus. “dDia adalah sebaik-baik teman. “Pergilah. Kita tak dapat lolos dari ancaman fitnahnya dengan hanya mengandalkan kemampuan sendiri.” Sampai kemudian teman akrabnya itu meninggal dunia dan ruh mereka bertemu. Dia juga yang menyadarkanku akan pertemuan dengan-Mu. yang menyebutkan bahwa kita akan dibangkitkan di hari kiamat bersama orang yang kita cintai.” Maka Allah berkata padanya. Bersahabat dengan orang-orang yang mendekatkan kita pada ridhaNya… . “Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. kebersamaan dan persahabatan di jalan Allah lah yang juga akan mengiringi kita pada kebahagiaan akhirat Allah SWT memberitakan bahwa hanya pertemanan atas dasra iman dan takwalah yang abadi. seorang diri. kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh kelemahan dan mudah terpedaya. “Seluruh pertemanan dan persahabatan yang tidak dilandasi karena Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan. Karena.

Intanshurullaaha yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum. Abu Bakar menyerahkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan Islam. Dari kecintaan terhadap Sang Khalik itu berlanjut pada kecintaan yang begitu mendalam terhadap sosok manusia yang dimuliakan Allah. pemandangan seperti itu bukanlah hal mengagumkan yang dilakukan orang muda terhadap orang-orang yang lebih tua. saat menggantikan Rasul tidur di ranjangnya pada malam ketika Rasulullah ditemani Abu Bakar hendak melakukan hijrah. Kita tentu merindukan orang-orang yang memiliki jiwa dan semangat rela berkorban (asketis) seperti yang pernah diajarkan sekaligus dicontohkan Rasulullah. mahasiwa atau orang-orang yang sebenarnya masih sanggup untuk berdiri tetap tenang meski seorang jompo atau ibu hamil berdiri menahan beban tubuh disampingnya. . misalnya lagi. bisa karena hilangnya kepekaan sosial. wanita atau penyandang cacat. Pada saat itu. Kerelaan berkorban (asketisme) yang dilakukan oleh Ali bin Abi Thalib. tidak peduli sebelumnya ia pun harus berlari dan berdesakkan untuk mendapatkan tempat duduk tersebut. lihat saja bahwa ternyata masih banyak pelajar. Namun tentu bergesernya budaya dan nilai seperti itu jelas ada penyebabnya. Sikap-sikap serupa juga dicontohkan sahabat lainnya seperti Abu Bakar yang dengan lantang mengatakan. sehingga sikapsikap itu pun tercermin dalam diri sahabat-sahabat rasul. rasa kebersamaan. Atau keberanian Asma binti Abu bakar mengantar makanan untuk Rasulullah dan ayahandanya di tempat persembunyian di gua Tsur. budaya saling tolong atau bahkan memudarnya sifat-sifat humanis di kalangan masyarakat. misalnya.Dikutip dari rubrik Ruhaniyat Majalah Tarbawi Edisi 40/Th. yang karena itu mereka mau melakukan apapun untuk menolong agama Allah. Hilangnya semangat kerelaan berkorban misalnya. seseorang akan jauh lebih marah ketika ditegor orang lain yang merasa terganggu oleh asap rokoknya di dalam kendaraan umum. Maka tidaklah aneh. 4 Miliki Semangat Kerelaan Berkorban Publikasi 07/08/2002 11:47 WIB eramuslim . yakni kecintaan terhadap Rasulullah. Namun seiring pergeseran budaya dan perubahan tatanan nilai dalam masyarakat kita. seolah hal seperti itu saat ini menjadi barang langka yang jarang ditemui. cukuplah Allah dan Rasul-Nya untuk menjawab pertanyaan Rasulullah tentang apa yang ditinggalkan untuk keluarganya. Semangat kerelaan berkorban merupakan wujud dari kecintaan kepada Allah. Sepuluh tahun yang lalu. Bentuk kecintaaan inilah yang ditunjukkan oleh Ali bin Abi Thalib dan juga para sahabat lainnya. barang siapa menolong agama Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. terutama di perkotaan. Kejadian diatas hanyalah satu dari sekian banyak contoh pergeseran nilai yang semakin terasa nampak sebagai hal yang lumrah di masyarakat kita.Seorang pemuda serta merta berdiri dan mempersilahkan seorang ibu setengah baya untuk menempati tempat duduknya di sebuah bis kota.

Kesadaran kolektif yang dimiliki itu tentu menjadi contoh bahwa semangat kerelaan berkorban jika dilakukan secara kolektif akan memberikan hasil yang luar biasa bagi sebuah perubahan bahkan peradaban. adakah besarnya cinta yang bersemayam didalam diri ini masih lebih menguasai rasa akan pemenuhan kepentingan diri sendiri. Ruang publik kita masih cukup terbuka untuk melakukannya. Rasulullah mampu menurunkan perasaan cinta Allah dan Rasul-Nya itu menjadi sebuah cinta yang bertebaran menyentuh seluruh ummat.Dengan segenap cintanya. sesama mukmin bahkan menjadi rahmat seluruh alam. Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Jemaluddin Kassum . bahwa ada orang-orang lemah yang perlu huluran tangan. dan mulai dari sekarang! Satu wujud yang cukup membuat kita tersenyum misalnya. dan juga mereka yang sangat membutuhkan sekedar sandaran atau penyangga berdiri. para wakil rakyat pengemban amanah ummat selain prinsip-prinsip berkeadilan yang juga mesti dihasung. bukan sekedar kecerdasan intelektual tapi juga kecerdasan emosi berupa sikap kerelaan berkorban inilah yang jauh lebih dibutuhkan. bahwa masih banyak para fakir miskin yang memerlukan sisihan sebagian dari harta kita. sikap-sikap seperti itu akan lebih terasa jika menjadi sebuah kesadaran kolektif dalam menerapkannya. Tentu saja. bahwa kecintaan terhadap Allah. Bahkan pada November 2001. dimana kelebihan dari kekuatan yang kita miliki akan sangat berharga bagi mereka. saat ini kita tidak kehilangan momentum-momentum untuk kembali memiliki atau memperbaiki jiwa dan semangat asketis yang pernah dicontohkan oleh orang-orang mukmin terdahulu itu. Rasul-Nya. Karena bisa jadi kedepan. jauh lebih penting dimiliki oleh setiap calon pemimpin. menyisihkan waktu dan tenaga untuk kepentingan banyak orang sebagai wujud dari Islam rahmat bagi seluruh alam.Krisis ekonomi yang mendera negeri Zamrud khatulistiwa ini telah mewariskan penderitaan pada masyarakat. meski bukan menjadi alasan untuk tidak melakukannya mulai dari diri sendiri. Jika demikian. kerelaan berkorban itu tercermin dalam sikap-sikap saling bantu. Maka patutlah sesegera mungkin kita melongok kedalam diri ini. tak perlu menunggu waktu lama untuk memperbaiki sisi-sisi cinta itu dengan membetulkannya kearah yang pernah diajarkan Rasulullah. dan seluruh mukmin sebagai wujud persaudaraan diatas segala kecintaan dan kepentingan terhadap diri sendiri. serta tidak egois dan semena-mena menggunakan hak tanpa mempedulikan hak orang lainnya. Sesungguhnya. Wallahu a’lam bishshowaab (Abi Hufha) Tetaplah Berdaya Disaat Krisis Publikasi 02/08/2002 10:16 WIB eramuslim . Hal ini ditunjukkan dengan masih signifikannya jumlah penduduk yang miskin. Hanya saja. ketika sekelompok mahasiswa yang insya Allah terjaga kemurnian perjuangannya merasa terusik saat orangorang yang dipercaya rakyat untuk memimpin dan mengelola negeri ini justru mengkhianati rakyat.

kurang lebih tiga per lima (60 persen) penduduk Indonesia saat ini hidup di bawah garis kemiskinan. 14. Kendati kenyataannya ingkat kesadaran setiap insan juga terdapat perbedaan.9 persen (2005).1 persen (2002). setiap insan negeri ini mesti mendayagunakan seluruh potensi dirinya. Disamping itu.7 persen (tahun 2001). dan 49. “Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan beban yang tidak sanggup kamu memikulnya”.5 persen (2005). Allah SWT telah memberikan tuntutanan bagaimana cara menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan ini. Ketiga. (Lihat Kompas. 56.3 persen (2003). ada manusia yang sadar bahwa ia punya potensi. setiap lembaga baik yang berbasis bisnis maupun kemasyarakatan.7 persen (2001). Jika definisi garis kemiskinan yang dipakai adalah pendapatan 2 dollar per hari.2 persen (2000). Di dalam Al-Qur’an. 8 November 2001) Menghadapi problem kemiskinan tersebut.mengingatkan. niat juga akan melahirkan keyakinan bahwa apapun yang telah. Sedangkan secara institusional. Angka kemiskinan berdasarkan definisi yang dipakai pemerintah (Badan Pusat Statistik/BPS) sendiri lebih kecil. Oleh karenanya apabila kita ‘bedah’ terdapat empat tipologi manusia. Sehingga energi institutional dengan kelengkapan sumberdaya yang dimilikinya. diperlukan solusi yang efektif dan adaptif dengan kondisi masyarakat. harus diarahkan untuk mengeluarkan masyarakat dari jeratan kemiskinan. Dengan energi itulah akan lahir solusi-solusi kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan.5 persen (2004).9 persen (tahun 2000). dalam arti substansial antara lain. sedang dan akan terjadi adalah kehendak Allah semata. Sebagai bekal menghadapi tantangan dunia. Orang yang sungguh-sungguhlah yang akan mendapatkan nilai terbaik baik dihadapan manusia maupun dihadapan Allah SWT.5 persen tahun 2005 ini kira-kira sama dengan level sebelum krisis. Kedua. Pertama. sebaliknya ada manusia yang tidak sadar bahwa potensi yang . Potensi dan kekuatan itu akan muncul apabila setiap insan sadar akan eksistensi dirinya. 51. misi.1 persen tahun 1999 menjadi 57. Kempat. yakni tahun 1996 yang sebesar 50. 15. “Sesungguhnya apabila kamu sungguh-sungguh pasti akan berhasil”. ada manusia yang tidak sadar bahwa ia mempunyai potensi. percaya bahwa Allah memberikan potensi dan kekuatan kepada setiap insan. baik bersifat individual maupun institusional. yakni 27 persen tahun 1999. ada manusia yang sadar bahwa potensi yang dimilikinya terbatas.1 persen.4 persen (2003). Angka kemiskinan 49. Secara individu. 55. Niat yang dilandasi dengan keikhlasan akan meningkatkan energi dan motivasi diri untuk selalu berusaha.6 persen (2002). khususnya yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. 13. program dan kegiatan serta strategi pencapaiannya. 53. dan 10. mesti menggali dan merumuskan prinsip-prinsip institusi yang terdiri dari visi. Sungguh-sungguh.1 persen (2004). 15. Kedua. sementara 10-20 persen hidup dalam kemiskinan absolut (extreme poverty). 12. berniat bahwa bekerja (beraktivitas) semata-mata hanya bertujuan untuk mengabdi kepada Allah SWT. jumlah penduduk miskin diperkirakan turun dari 65. Pertama.

Oleh karenanya personal yang terlibat di dalam proses pengambilan kebijakan mestilah orang-orang yang bijak. tenaga fisik. maka tidak semua lapisan masyarakat dapat menjangkaunya. pemberian charity ini hanya bersifat jangka pendek. karena biaya pengadaan obat-obatan dan perawatan relatif mahal. Bahkan problem kemiskinan telah mendera sepanjang masa.dimilikinya terbatas. penyebab kemiskinan juga beragam. Padahal di dalam diri setiap insan terdapat potensi akal. Solusi Kemiskinan Kemiskinan bukan hanya terjadi sekarang. Kebutuhan hidup menyangkut kebutuhan darurat seperti makanan pokok. memberikan layanan kesehatan. mengembangkan potensi ekonomi. Bahkan orang yang sadar akan dirinya pula yang akan kenal dengan penciptaNya. Allah SWT telah menganugerahkan sumberdaya alam yang berlimpah. Dengan ketiga potensi tersebut setiap insan mestinya mampu ‘memeras akalnya’ serta mengolah apa yang ada di alam ini menjadi produk yang bermanfaat. Setiap manusia yang ingin tetap sehat membutuhkan layanan kesehatan. kebenaran dan kejujuran. Hanya saja. Pertama. berbagai upayapun ditempuh. insting dan lain-lain. Kedua. diperlukan strategi sebagai solusinya. adanya hegemoni penguasa. salah satunya melalui kebijakan. Penguasa negeri yang bijak tidak akan membuat kebijakan yang merugikan masyarakat. Pengolahan sumebrdaya alam yang tidak baik serta merusak . Namun. Ketiga. meningkatkan kualitas pendidikan. Keempat. Dengan demikian pekerjaan yang dilakukan betul-betul berdasarkan kapasitas dan kafaah keilmuan dan keterampilan yang jelas. Dengan pikiran jernih banyak hal yang bisa direncanakan. supaya tidak terjadi ketergantungan yang berkelanjutan. Sehingga mampu untuk berpikir jernih dan berkarya. Tujuan yang hendak dicapai adalah bagaimana supaya terjadi peningkatan keterampilan dan keilmuan. Sehingga keputusan yang diambil betul-betul berada pada koridor penegakan keadilan. Pertama. Dengan keterampilan perencaan menjadi rasional. kemiskinan karena tidak mampu mendayagunakan potensi diri dan alam yang ada. baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Namun akibat dominasi hawa nafsu dan keserakahan serta keinginan untuk meraup kekayaan. Dengan adanya dua penyebab terjadinya problem kemiskinan tersebut. Sejarah peradaban manusia juga menunjukkan bahwa hanya orangorang yang sadar akan dirinyalah yang mampu eksis menghadapi tantangan dinamika dunia ini. Disamping itu. Kedua. Bagi masyarakat yang tergolong fakir dan miskin diperlukan adanya bantuan layanan kesehatan sehingga mereka tetap tegar dan kuat untuk bekerja. Semua yang disediakan alam tersebut mestilah diolah sebaik-baiknya. memenuhi kebutuhan untuk bertahan hidup. Oleh karenanya kesadaran akan diri menjadi sangat penting guna mengembangkan diri. Pemberian bantuan hidup ini bisa bersifat charity (amal) dengan tujuan untuk memulihkan kondisi fisiknya. Beberapa strategi yang ditawarkan antara lain. Sehingga tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Allah SWT.

Contoh: peternakan. doa adalah senjata. Doa dan usaha adalah dua aktifitas yang tidak bisa dipisahkan. Dengan keempat layanan di atas akan menunjukkan keberhasilan apabila diikat dengan aqidah yang mantap. Nahkoda memberi peringatan tanda bahaya. kalau bukan kepada Allah SWT kita meminta? Dibalik kelebihan-kelebihan yang kita miliki. Seluruh hamba sangat bergantung kepada penciptanya. doa adalah obat. harta kekayaan yang melimpah.keseimbangan alam dan lingkungan tentu akan berakibat akan terganggunya ekosistem alam. jabatan. tulus. kedudukan. Oleh karenanya kehendak untuk mengolah sumberdaya alam mesti dilakukan uji kelayakan. Doa adalah permohonan. problem kemiskinan dapat ditasi dengan baik. Manusia memang ditakdirkan sebagai makhluk yang paling sempurna dengan segala kelebihan-kelebihannya. Karena hanya dengan kekuatan aqidahlah masyarakat akan terbebas dari kemiskinan yang membelitnya. pengharapan seorang hamba kepada Sang Khaliq. jangan sampai kemiskinan tersebut menyebabkan imat meninggalkan dienul Islam-nya. doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong. Tiba-tiba kapal yang kita tumpangi oleng ke kanan dan ke kiri karena badai yang tiba-tiba saja datang menghantam. kita menyimpan kelemahan-kelemahan yang tidak dapat kita tutupi. kamulah yang memerlukan Allah. serta kecantikan? Tentu tidak. efrisb@yahoo. Kita juga tidak bisa hanya berusaha saja." (QS Faathir: 15). seperti yang difirmankan Allah. bagi kita keselamatan menjadi puncak harapan. . Kita tidak bisa hanya berdoa saja tanpa melakukan usaha semaksimal mungkin untuk mengapai tujuan kita.com) Jangan Pernah Berhenti Berdoa Publikasi 30/07/2002 10:16 WIB eramuslim . (Efri S. Kita berharap dengan makin maraknya bermunculan institusi pemberdayaan masyarakat. Namun siapakah yang dapat memberikan keselamatan kala itu. pangkat. Apakah yang akan kita lakukan pada saat itu? Masih pentingkah gelar. "Hai manusia. Bayangkan jika kita sedang berada ditengah lautan. Sehingga potensi alam yang ada betul-betul dapat dikembangkan secara maksimal. Doa itu intinya adalah ibadah. tanpa berdoa dan mengabaikan Allah sebagai penentu berhasil atau tidaknya tujuan kita. Setiap hamba memang harus berdoa. pasrah dan ikhlas. Tidak ada tempat kita meminta bantuan karena seluruh alat komunikasi terputus. doa adalah pintu segala kebaikan. Bahri. sebab kita diciptakan dalam keadaan penuh dengan keterbatasanketerbatasan.Orang bijak mengatakan. namun dibalik kelebihan itu manusia juga memiliki segudang kelemahan. pertanian dan perikanan. Sehingga. dan Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) Yang Maha Terpuji. penuh harapan. untuk itu kita perlu meminta kepada Allah SWT. berdoa dengan penuh kekhusuan.

Setiap hari kalian membaca ta’awudz." Terakhir ia mengatakan. Kalian mengakui bahwa maut adalah keniscayaan. tetaplah berdoa kepada Allah. tetapi kalian tidak bisa mengambil pelajaran dari peristiwa itu. berlindung kepada Allah dari setan yang kalian sebut sebagai musuhmu. melainkan akan terus berlalu melalui salah satu fase berikutnya yakni saat harus mempertanggungjawabkan masa hidup mereka di dunia dan seterusnya. Kalian selalu mengaku cinta kepada rasul. tetapi kalian tidak mengamalkan isinya. tetapi kalian harus yakin akan dikabulkan. tetapi nyatanya kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. dan bersabarlah menunggu dikabulkan-Nya (elsandra/el-sandra@lycos. Setiap saat kalian menikmati karunia Allah. karena kematian itu sendiri bukan tujuan akhir sebenarnya dari setiap makhluk yang hidup." Apapun persoalan hidup kita.com) Menikmati Hidup Publikasi 29/07/2002 08:43 WIB eramuslim . tetapi kenapa doa kami tidak dikabulkan Allah?" Ibrahim bin Adham menjawab. karena hati kalian telah mati dalam sepuluh perkara. karena doa adalah masa depan kita. .Hidup bukan sekedar perjalanan menuju kematian. "Wahai Abu Ishak (panggilan Ibrahim bin Adham). "Berdoalah kepada Allah. tetapi setiap hari pula kalian memberi makan setan dan mengikuti langkahnya. Bagaimana mungkin doa kalian akan dikabulkan Allah! Kalian mengakui kekuasaan Allah. doa adalah senjata kita. tetapi kalian tidak memenuhi hak-hak-Nya. tetapi kalian lupa mensyukurinya. Perhatikan ada-adab berdoa. tetapi kalian justru mencampakkan dirimu sendiri kedalamnya.Ada sebuah kisah tentang masyarakat Basrah yang waktu itu sedang dilanda kemelut sosial. Hanya saja kalian harus tahu bahwa Allah tidak berkenan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main. Maka bukanlah kematian yang dinanti oleh yang hidup karena sejak dimulainya hembusan nafas pertama seseorang hingga detik inipun tengah berjalan sampai saatnya melewati satu fase yang bernama kematian itu. "Wahai penduduk Basrah. namun sesungguhnya tetap hidup sampai pada satu masa pengadilan Allah yang maha adil memutuskan ketentuannya. Kami warga Basrah sudah bertahun-tahun berdoa. Allah berfirman dalam Al-Quran agar kami berdoa. Doa adalah kekuatan kita. Kalian sering menguburkan jenazah saudaramu. Kebetulan mereka kedatangan ulama besar yang bernama Ibrahim bin Adham. Kalian selalu mengatakan ingin masuk syurga. Tidak berhenti hanya sampai disitu. Jangan pernah berhenti memanjatkan doa kepada Allah. "Wahai penduduk Basrah. Katanya kalian takut masuk neraka. tetapi kalian meninggaklan pola prilaku sunnah-sunnahnya. tetapi perbuatan kalian justru bertentangan dengan keinginan itu. ingatlah sabda nabi. Kalian sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. tetapi terhadap kesalahan sendiri kalian tidak mampu melihatnya. Masyarakat Basrah pun mengadukan nasibnya kepada Ibrahim bin Adham. Meski jasad telah mati. apakah kita sedang bahagia atau sedih. Setipa hari kalian membaca Al-Quran.

termasuk hidup itu sendiri. Sebagian kita berpikir memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah hidup di dunia ini untuk dinikmati sepuasnya. setiap detik waktu yang terpakai dan setiap tenaga yang terkuras semata untuk urusan pemenuhan kebutuhan akan kepuasan yang singkat sesaat. lembah yang harus ditelusuri. begitu singkat. Maka kemudian. Cobalah tengok tas bekal yang kita miliki sekarang. benar dan tepat. bukit. serta setinggi apa pegunungan. melainkan juga diambil maknanya sehingga menyadarkan diri ini untuk bersyukur. Hanya saja terkadang ketidakmampuan menangkap makna luas kenikmatan yang diberikan-Nya itulah yang membuat pandangan ini begitu sempit dengan menggambarkan nikmat itu sebatas rupa dan bentuk. Seperti pelajaran yang diberikan Allah kepada Sulaiman saat hendak memberi makan seluruh makhluk Allah dengan kekayaan yang dimilikinya. Disaat yang sama kita semakin lupa membebani punggung ini dengan bekal perjalanan panjang selanjutnya. Yusuf Nabi yang diberikan nikmat keelokan paras pun memberikan pelajaran bagaimana mensikapi hidup tidak berlebihan. Diwaktu yang sebentar itulah masih banyak kita yang salah dalam memanfaatkan hidup ini. Sekedar mengingatkan. waktunya hanya sesaat. sigap mengumpulkan bekal. belum tercapai titik klimaks kepuasan sampai kematian yang mengakhiri petualangan pencarian kepuasannya tersebut. Allah sertakan nikmat kesabaran dan cinta mendalam dari Rahmah istrinya. dan ketidakmengertian akan seberapa berat perjalanan berikutnya itu ternyata masih tak membuat kita bergegas berbenah. Rasulullah mengingatkan bahwa menjalani hidup di dunia ini layaknya seperti orang asing atau orang yang sedang menyeberangi suatu jalan. didaki. Allah pun tetap memberikan anugerah kenikmatan itu tanpa kecuali. masih ada keraguan kita . Dia berikan beragam kenikmatan untuk tidak sekedar dinikmati. Tak sedikit juga pengetahuan akan seberapa dalam dan luasnya lautan yang mesti diarungi.Hidup adalah satu fase dari sekian fase perjalanan yang dilewati manusia. Sesungguhnya bersamaan dengan turunnya anugerah tersebut. mungkin masih terlalu sedikit atau bahkan kosong sama sekali. Namun demikian tidak sedikit manusia yang tidak menyadari bagaimana memanfaatkan waktu yang sebentar itu guna mengumpulkan bekal sebanyak dan sebaik-baiknya untuk menempuh perjalanan fase-fase berikutnya yang tak diketahui seberapa panjang lintasan kan ditempuh lengkap dengan terjalnya kerikil dan batu sandungan yang kerap menghadang. Ketidaksadaran akan singkatnya waktu. Allah curahkan semua anugerah dan pemberiannya kepada segenap makhluk-Nya sebagai bentuk kasih sayang yang takkan pernah putus untuk dinikmati. Kepada Ayub. Kini giliran manusia-manusia dimana kita berada dimasanya. ketika cobaan penyakit berat menimpanya. setiap jengkal tanah yang terlewati. atau hikmah dari perintah disembelihnya Ismail oleh ayahanda Ibrahim yang teramat cintanya. ketika Allah menjanjikan surga dan ampunan serta terbebas dari azab-Nya sebagai imbalan dari jihad dengan harta dan jiwa ini. Padahal kita tak pernah tahu sampai sejauhmana perjalanan menuju akhirat itu. Dia sertakan juga pesan bagaimana memanfaatkannya dengan baik.

akan janji itu, meski kita tahu Dialah Yang Maha menepati janji. Saat Allah menawarkan nikmat tambahan untuk rasa syukur kita atas nikmat sebelumnya, ternyata sedikit sekali bibir ini berucap dan memuji-Nya. Juga pertolongan dan peneguhan kedudukan yang sudah pasti diberikan jika kita mau berkorban untuk agama-Nya, namun dimana kita saat Islam membutuhkan uluran tangan dan tetesan darah ini, sedang apa diri ini disaat ummat Islam di belahan bumi lain menjerit menggantang nyawa. Menggelengkan kepala adalah jawaban untuk pertanyaan Allah bahwa nikmat manakah yang kita dustakan, tetapi betapa lebih sering kita justru melupakannya. Padahal ada cara yang diajarkan Rasulullah bagaimana menikmati hidup ini tanpa harus tergelincir kepada nafsu pemuasan yang tak berkesudahan. Bayangkan cara beliau menikmati hidup dengan prinisp secukupnya soal pemenuhan kebutuhan, tidak berlebihan dan bersikap qona’ah. Rasa syukur yang kian hari kian meningkat seiring dengan tak hentinya segala nikmat yang diberikan Allah, pun terlihat dari tak berkurangnya ibadah. Kita masih bisa menambah kenikmatan hidup ini dengan melahap bacaan ayat-ayat Allah serta melafazkan nama-Nya untuk mendapatkan satu nikmat yang tak ternilai, ketenangan jiwa. Istri yang sholeh nan menyenangkan, anak-anak yang membanggakan semakin bertambah nikmat hidup ini jika kita bisa membimbingnya, agar kelak bisa menikmati kebersamaan itu dalam fase kehidupan berikutnya. Bahkan bukan tidak mungkin kesulitan pun menjadi bagian dari kenikmatan hidup ketika kita ridha dan memandang semua ujian adalah cara-Nya untuk berdekatan dengan orangorang shaleh. Sungguh nikmat yang berketerusan, terlebih jika diri ini senantiasa terjaga untuk tetap berada pada jalur kebenaran hingga detik saat Izrail mengetuk pintu, bukankah kita juga merindukan kematian yang dapat dinikmati? Wallahu’a’lam bishshowaab (Hufha)

Bunga-Bunga Kehidupan
Publikasi 25/07/2002 09:19 WIB eramuslim - Salah satu keindahan yang Allah ciptakan untuk dapat dinikmati manusia adalah bertebarannya bunga-bunga cantik nan menyejukkan dengan aroma dan warnawarni yang tak membosankan. Apabila musim semi tiba, perlahan kelopak-kelopak bunga merekah seraya menyemai kecerahan hari. Kuning yang menghangatkan, kesejukkan yang ditawarkan dari warna putih, merah yang menyala-nyala membangkitkan gairah hidup, semua warna, semua aromanya mewarnai hidup menambah semerbak alam tempat berpijak. Tidak hanya bunga-bunga yang demikian yang memang diperuntukkan untuk manusia (juga kumbang sang penikmat bunga tentunya), namun ada banyak bunga yang juga hadir menyemangati hidup, mengiringi langkah ini dan menjadikan hari-hari yang kita lewati begitu indah dan menyenangkan. Dari sekian melati yang bertebaran di bumi ini, ada satu yang terindah yang telah kita petik untuk ditanam di taman hati. Dipupuk dengan segenap cinta tanpa akhir, disirami oleh kasih sayang yang takkan habis dan dipelihara dengan segala bentuk pengorbanan yang tak kenal lelah, maka ia pun senantiasa menjadi bunga

yang menyenangkan hanya dengan memandangnya, membasuh peluh, menghapus lelah ketika disentuh dan menyegarkan seluruh rongga dada ketika mengecupnya sehingga tercipta kedamaian dan ketenangan. Ya, istri atau suami yang sekarang menjadi pasangan jiwa kita adalah bunga kehidupan. Dari melati yang telah dipetik itu, mungkin kan datang Lily, Tulips, Mawar atau bungabunga lain yang semakin meramaikan taman hati ini dengan aroma khas dan warna yang membuat hidup terasa lebih indah. Keceriaan yang dihadirkan anak-anak selaku bungabunga kecil mampu menghiasharumi hati. Mereka, bunga-bunga kecil yang dengan keindahannya membuat kita selalu tersenyum, menjadi pelepas dahaga kedamaian dan pengobat rindu akan kehangatan. Dengan curahan kasih sayang yang tiada henti, sentuhan pendidikan yang tidak memenjarakan kebebasan berpikir dan memasung kreativitasnya, semoga tetap menjadikan mereka bunga-bunga yang dapat dibanggakan, bukan malah menjadi bunga-bunga liar yang berserakan di trotoar dan pinggir jalan. Dengan menghiasi hati mereka akan keagungan nama penciptanya, dan kemuliaan nama Rasulnya, akan menjadikan mereka bunga-bunga yang tak pernah kusut, layu atau bahkan hancur oleh terjangan angin, panas, hujan ataupun buasnya unggas. Ketika beranjak keluar melewati pagar, kita akan menemukan bunga-bunga lain yang tak kalah indahnya, mereka tersenyum dan menyapa dengan hangatnya. Seperti kita yang juga menjadi bunga kehidupan bagi mereka, bunga-bunga diluar pagar itupun hadir memberikan makna kebersamaan dan saling mencintai, memberi juga mengasihi sebagai saudara karena Allah. Jagalah kedekatan, binalah kebersamaan dengan bunga-bunga itu, karena mereka jugalah yang mungkin akan membantu, menolong dan meringankan beban berat ataupun terpaan badai kehidupan. Sebanyak apapun bunga yang kita miliki, jangan juga melupakan bunga-bunga yang telah melahirkan dan membesarkan kita menjadi bunga saat ini. Mungkin bunga-bunga itu sudah mulai layu, atau tangkainya sudah terkulai lemah. Jangan biarkan mereka semakin layu, sirami dengan air cinta meski yang kita miliki tak sebanding dengan air cinta yang pernah mereka curahkan. Jadilah kaki penyangga tangkainya agar kita tetap bisa melihatnya berdiri, segar dan melangkah berdampingan hingga Sang pencipta segala bunga menentukan kehendaknya. Namun ada satu bunga, yang bersemayam paling dalam di lubuk hati ini, yang tak boleh kita biarkan tak tersirami oleh air yang tercipta dari rangkaian indah nama-nama Sang Pencipta segala bunga, dari berdiri, duduk dan sujud yang kita tegakkan, dari senandungsenandung yang menyuarakan ayat-ayat-Nya dan dari rasa berserahdiri akan segala kehendak dan ketentuan-Nya. Ialah bunga kehidupan utama yang tanpanya takkan berarti, takkan terasa indah, takkan menyejukkan aroma bunga lainnya, seindah dan seharum apapun bunga-bunga yang lain itu. Hingga jika bunga utama itu kuat, ia pun akan menguatkan diri ini sehingga teramat tegar menepis duri-duri kemaksiatan yang menyakitkan, atau unggas-unggas kejahatan agar menjauh dari taman hati ini. Dengan keindahan dan kedamaian yang kita tawarkan selaku bunga, kita dapat memperbanyak bunga-bunga baru untuk hadir dan bersama-sama saling menjadi bunga kehidupan di

taman hati masing-masing. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna, teruntuk bungabunga di taman hatiku)

Hidup Penuh Arti
Publikasi 24/07/2002 16:51 WIB eramuslim - Selasa (23/7) dini hari waktu setempat, sebuah serangan udara menghancurkan beberapa bangunan dan menewaskan 12 orang termasuk anak-anak dan wanita, serta melukai 150 orang lainnya. Diantara yang syahid ialah Shalah Syahada, Komandan Izzudin Al Qassam, salah satu tokoh pendiri Hamas. Pria berusia 50 tahun itu menjemput syahid bersama istri dan ketiga anaknya dalam insiden membabi buta militer Israel. Syahidnya tokoh besar Hamas tersebut menimbulkan kemarahan para pejuang Hamas tidak terkecuali anak-anak dan kaum wanita. Hari ini, prosesi pemakaman Shalah Syahada dan sebelas syuhada Palestina lainnya dipadati tidak kurang dari 300 ribu pendukung Palestina. Dilaporkan, puluhan ribu pejuang antri di depan rumah sakit dimana para pejuang yang syahid tersebut disemayamkan untuk ‘berebut’ menggotong jenazah sang syahid. 6 Februari 1993, hujan air mata mengguyur tanah Indonesia. Dalam usia 84 tahun, seorang tokoh besar ummat Islam menghembuskan nafas terakhirnya. Pak Natsir telah pergi, begitu bunyi headline beberapa harian besar di ibukota. Sebagian kita mungkin masih belum bisa melupakan betapa membludaknya iring-iringan massa yang menghantarkan jenazah Mohammad Natsir (Allahuyarham Pak Natsir) ke tempat peristirahatannya. Air mata ini pastilah kan mengalir tatkala mengingat kembali kisah detik-detik menjelang wafatnya Rasulullah Muhammad saw, manusia mulia nan agung yang dicintai segenap ummatnya. Betapa tidak, sampai detik terakhir hidupnya, ketika Izrail, Jibril dan seluruh malaikat berkumpul mengelilingi Rasulullah yang terkulai lemas di pembaringan, beliau masih khawatir akan keadaan ummatnya sepeninggalnya. Pancaran ketenangan pun menyemburat memancar dari wajahnya saat Jibril mengkhabarkan bahwa tidak ada ummat yang akan menginjakkan surga sebelum ummat Muhammad. Meski pada saat bersamaan derasnya sungai airmata mengalir membasahi pipi Fatimah Az Zahra. “Orang besar adalah mereka yang hidupnya untuk (kepentingan) orang banyak, dan ketika mati, ia akan senantiasa dikenang juga sebagai orang besar. Orang kerdil adalah yang hidupnya untuk dirinya sendiri, maka ketika mati ia pun tetap sebagai orang kerdil”. Nasihat yang begitu bermakna yang terlontar dari mulut seorang pejuang muslim pendiri Gerakan Ikhwanul Muslimin, Imam Hasan Al Banna. Setidaknya sang Imam pun membuktikan kata-katanya, puluhan tahun setelah kepergiannya pada tahun 1948 dalam usianya yang masih relatif muda, 42 tahun, oleh terjangan sebutir peluru, hingga kini ia masih tetap dikenang sebagai orang besar yang tidak bisa lepas dari wacana pergerakan dan perjuangan Islam di Mesir dan di seluruh penjuru dunia Islam.

Selamat Datang Pagi Publikasi 23/07/2002 09:01 WIB eramuslim .Masih banyak nama-nama besar yang terukir bersamaan dengan gejolak perjuangan ini.Entah sudah berapa ratus syair tergubah yang terinspirasi oleh indahnya pagi. ahli bom pejuang Mujahidin Afghanistan pada masa perang melawan Uni Soviet. sehingga kematianpun akan sangat berkesan bagi siapapun yang ditinggalkan. sebaiknya cukup dalam hati saja mengucapkannya. ayam-ayam jantan sudah menyambut awal kemenangannya dengan lantang di waktu fajar. pemimpin Revolusi Iran dan masih banyak nama-nama lainnya. termasuk bagi manusia yang bercita-cita meraih sukses dan kemenangan. dan juga sebagai inspirasi bagi deretan panjang calon-calon mujahid di seluruh pelosok bumi. Burung-burung hilir mudik terbang kesana kemari mengitari alam. Binatang-binatang melata ditanah pun menggeliat. Abdullah Azzam. Patutlah kita mensyukuri nikmat Allah yang satu ini. memberi isyarat kepada manusia untuk segera memulai hari yang teramat cerah. setelah sebelumnya unggas lainnya berlomba saling bersahut memecahkan keheningan fajar. untuk Islam dan untuk Allah. Titik-titik embun di dahan berjatuhan membasahi tanah seiring bergulirnya sang mentari menatap bumi. menjadi orang besar dan senantiasa dikenang sepanjang hayat manusia di bumi Islam karena mereka telah mendedikasikan seluruh hidup mereka untuk ummat. Maka. mungkin sudah jutaan kata terangkai menjadi puisi-puisi indah tentang pagi. Allah menjadikan mereka sebagai penyemangat perjuangan. Dengarlah kicau burung-burung bernyanyi. mereka teramat tahu . sementara sang betina dengan sabar menggiring anak-anak mereka mencari makan. Syamil Basayev sang tokoh pejuang Chechnya. Mereka. semuanya bermula di pagi hari. Meski tidak harus memanggul senjata. Insya Allah. dengan segala kekuatan dan izin Allah. pembangkit ghirah. Selamat Datang Pagi. dari Cat Stevens sampai si imut Tasya pun bersenandung pagi. kicaunya yang tak henti mengiringi kepakan sayap mereka mencari dahan-dahan tempat berpijak untuk kemudian terbang kembali ke sangkar mereka dengan setumpuk makanan di paruhnya untuk diberikan kepada anakanak mereka. Bahkan jika hamba-hamba itu bersyukur dan memuji. Jika saja. pastilah Dia akan menambahkan nikmat-nikmat itu. satu bentuk Kemahasempurnaan hasil kreasi Allah dari jumlah yang tak terhingga kemahasempurnaan lainnya yang semuanya diperuntukkan bagi hamba-Nya tanpa mengharap imbalan apapun. Juga. Ayatullah Khomeini. siapapun yang tetap terlena berselimut tebal. pembunuh demotivasi. namun mereka telah memberi makna bagaimana hidup penuh arti. DR. pastilah dia orang-orang yang merugi bahkan kesuksesan pun makin menjauh. Adakah diri ini dalam antrian panjang tersebut? Wallahu’alam bishshowaab (Abi Iqna). masih terdapat antrian panjang calon-calon pengukir sejarah perjuangan kaum muslim. Maha Suci Allah atas nikmat pagi dengan segala keajaibannya. karena pagi begitu memberikan harapan bagi segenap makhluk.

Raihlah prestasi sebaik-baiknya hari ini. masih adakah manusia yang tetap bermalas dengan badan lurus terlentang merapat di ranjang hangat? Tentu mereka orang-orang yang jauh dari rizki dan kesuksesan.bahwa tanpa geliat itu mereka takkan mendapatkan rizki untuk bisa bertahan hidup. tentu bukan menjadi alasan untuk menghabiskan hari dengan berpangku tangan tanpa berbuat satu apapun. mengadu dan memohon dikuatkan hati dalam menggapai segala harapan. Selain itu. Bekerjalah seolah akan hidup selamanya dan beribadahlah seakan esok ajal kan datang. dan sentuhan hangat mentari pagi ini juga yang terakhir bagi kita. bisa jadi ini adalah pagi terakhir yang dapat kita rasa. tak berlebihan bila seorang ulama Mesir yang telah syahid. Dan malam pun tiba menawarkan kesejukannya seiring terpejamnya mata. cinta dan keimanan adalah ibarat dua sisi mata uang. Cinta tidak dapat digambarkan tanpa iman. Bila mukmin yang satu sakit. Dan iman pun tidak dapat dibayangkan tanpa cinta. Jika memang ini pagi terakhir. Hingga senja pun hadir. Rasulullah pernah menegur salah seorang dari pengikutnya yang selalu berada di masjid sepanjang hari. bangkitlah segera dan mulailah hari ini dengan penuh semangat karena mungkin saja semangat kita tak berguna lagi di esok hari. baik prestasi dunia maupun prestasi sebagai bekal di akhirat. Mencari rizki maupun mencari ilmu terus menerus tanpa kenal patah semangat untuk memacu prestasi.Sesungguhnya dalam Islam. Bagaimana tidak. jikalau dengan iman dan cinta. karena boleh jadi kecemerlangan amal dan prestasi hari ini yang tercatat sebagai amal yang menyelematkan kita dari azab-Nya. merapatkan kening diatas bentangan sajadah. semburat cahaya kemerahan yang terlukis di langit menghantarkan kita merenda lelah. Oleh karena itu. Itu berarti. Dengan cinta dan keimanan inilah hati setiap mukmin yang satu dengan lainnya terikat kuat. dan pada saat-saat yang sudah ditentukan kita duduk bersimpuh. mengumpulkan tenaga untuk kembali menyambut pagi yang senantiasa menjanjikan harapan. Al Ustadz Imam Hasan Al-Banna mengatakan bahwa dengan dua sayap inilah Islam diterbangkan setinggi-tingginya ke langit kemuliaan. datangnya pagi hari ini juga wajib kita syukuri karena belum tentu esok kita kan menikmati keindahannya. persatuan ummat akan terbentuk dan permasalah pun akan terpecahkan. satu nasihat yang bagus untuk didengarkan. Kemudian bersegera kembali meneruskan pekerjaan sambil tak hentinya hati dan bibir ini menyebut nama Allah sebagai sumber kekuatan. dan menyuruhnya untuk keluar bekerja mencari nafkah. meski waktunya pun tinggal sehari. Antara yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Karenanya. atau bahkan mungkin esok mentari terbit dari arah yang berlawanan dari arah yang biasanya. Ada keseimbangan yang patut dipertahankan dalam hidup ini. . Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna) Indahnya Cinta karena Allah Publikasi 22/07/2002 10:47 WIB eramuslim . maka mukmin yang lain pun merasakan hal yang sama. Sungguh.

maka Rasulullah saw bersabda: "Tidak ada harta seorang pun yang memberikan manfaat kepadaku melebihi harta Abu bakar. merasakan demam." Sejarah Islam telah menggoreskan pena emasnya." Pagi-pagi sekali. Hal itu juga tidak lain karena orang mukmin itu laksana sebuah bangunan. "Harta apakah yang kamu tinggalkan untuk anak-anakmu?" Beliau menjawab. laki-laki dan perempuan. menunaikan zakat. matikan lampu. orang Anshor ini mengatakan kepada istrinya. dan selalu mengutamakan kepentingan saudara seimannya daripada kepentingannya sendiri (itsar). Ketika Rasulullah saw menanyakan pada beliau. dan mereka ta’at kepada Allah dan Rosul-Nya. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf. Sesungguhnya tanah ini adalah milik kalian". Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah." Dalam kisah lain juga disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw menawarkan kepada para sahabat. sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa suatu hari kaum Anshor datang menemui Rasulullah saw mengutarakan pendapatnya. Sebaliknya. "Jangan lakukan itu. tapi cukupilah kebutuhan mereka dan bagilah hasil panen kepada mereka. "Wahai Rosulullah bagilah menjadi dua tanah yang kami miliki untuk kami dan saudara kami muhajirin". hadits Rasulullah saw juga menegaskan: "Gambaran orang-orang beriman dalam hal saling mencintai. Rasulullah menjawab. tidurkanlah mereka. maka salah seorang dari kaum Anshor berdiri dan menyatakan kesediaannya. bila anak-anak hendak makan malam." (Qs. "Kalau begitu. Maka kaum Ansor berkata. jika bagian yang satu hancur. tidak apa-apa kita tidak makan pada malam ini. betapa para generasi pendahulu kita mempunyai kehidupan yang sangat mulia dan jarang kita temui dalam kehidupan kita saat ini. Abu Bakar as Shiddiq. mempunyai rasa empati yang tinggi. dan saling berempat di antara sesama mereka adalah laksana satu tubuh." Kaum Anshor pun tak kalah tingginya memiliki sifat itsar. mendirikan sholat. Maka. bersabdalah beliau. Padahal. At Taubah : 71). Bagian yang satu akan mengokohkan bagian yang lain. "kami ridho atas keputusan engkau wahai Rasulullah. sepenanggungan dalam suka dan duka. misalnya. "Allah kagum atas perbuatan si fulan dan fulanah. siapakah di antara mereka yang bersedia menjamu tamu Rasulullah saw. jika ada sebagian dari anggota tubuh yang sakit. maka seluruh anggota tubuh akan ikut merintih. "Saya tinggalkan Allah dan Rasul-Nya untuk mereka. Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Mereka selalu saling tolong menolong." Maka Alloh swt berfirman: . Dan kemarilah kamu." Karena kedermawanan dan keikhlasan Abu Bakar inilah. dan tak bisa tidur. Karena itu. ketika ia pergi enemui keluarganya."Dan orang-orang yang beriman. teryata istrinya mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai makanan. mencegah dari yang munkar. kecuali untuk anak-anaknya. beliau rela menginfaqkan seluruh hartanya demi kejayaan Islam. ketika orang Anshor ini datang kepada Rasululloh saw. maka yang lain pun akan merasakan kehancurannya. saling mengasihi.

. Ketika komandan pasukan musuh itu melihat perilaku pasukan muslim." (Qs. lalu bagaimana jika kalian membunuh salah seorang saja dari mereka? Pasukan. salah seorang di antara pasukan kaum muslimin ada yang berteriak. "Apa-apaan mereka itu?" Bawahannya menjawab. mereka itulah orang-orang yang beruntung. justru mukmin lain yang melihatnya lah yang mengaduh kesakitan dan merasakan perihnya ketajaman pedang menembus tubuhnya.. "Salah seorang dari mereka kehilangan Qab-nya. seakan-akan pukulan itu mengenai dirinya. ia berkata. seorang mukmin terkena pukulan pedang musuh di tengkuknya. Ia tidak berteriak atau mengaduh karena sakit. tapi murni dari hati yang salim (bersih). dan mereka pun sibuk mencarinya."Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin). Sifat itsar juga melahirkan refleks-refleks yang tidak dibuat-buat. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apaapa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin). atas diri mereka sendiri. "Kita seberangi saja sungai ini. sementara mereka bisa memperoleh perbekalan dan air tanpa harus susah payah? Bagaimana pendapat kalian?" Salah seorang dari mereka kemudian menjawab.. "Qab (Kantung air bejana yang terbuat dari kayu) – ku……… Qab-ku…jatuh ke air". Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya. Komandan pasukan muslim berkata. "Bagaimana pendapat kalian menghadapi musuhmusuh kalian.. Akhlaq mulia kaum Anshor dalam mengutamakan kepentingan kaum muhajirin tidak hanya sampai di situ. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Kedua pasukan tersebut saling berhadapan. lalu kita perangi mereka di tempat mereka berada." Komandan ini pun berkata." Mereka pun akhirnya menceburkan diri bersama kuda-kuda mereka melintasi sungai agar dapat bertempur dengan musuh. dalam satu peperangan dikisahkan.. Dan ucapan yang terlontar dari mulut mukmin yang mengaduh tersebut adalah. Dalam hadits disebutkan bahwa kaum Anshor berkata kepada kaum Muhajirin agar mereka memilih salah satu dari dua istrinya yang mereka senangi.. "Carilah dulu Qab milik saudara kalian yang hilang". Di depan mereka terlihat pasukan musuh sudah siap siaga untuk menghunuskan pedang mereka. "Jika karena masalah Qab saja mereka sudah seperti itu. engkau mendahuluiku menuju surga!" Ucapan itu merupakan refleksi kebahagiaan dari seorang mukmin melihat indahnya ‘masa depan’ yang akan dialami oleh mukmin lainnya. Posisi antara pasukan kaum muslimin dengan musuh terbatasi oleh sebuah sungai. "Saudaraku.Al Hasyr :9). Kisah lain yang tak kalah mengesankan indahnya ukhuwah adalah suatu ketika sepasukan dari kaum muslimin keluar untuk berperang. Sementara. mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin). pasukan musuh sedang menanti mereka dan kematian pun mengitari kepala mereka. Tetapi yang menakjubkan ketika mukmin itu terpukul pedang tersebut.! Berdamai sajalah dengan mareka sesuai dengan apa yang mereka inginkan!" . Kemudian kaum Anshor akan menceraikan istri tersebut lalu menikahkannya dengan istri yang telah diceraikannya itu. tapi ia langsung jatuh tersungkur dan pada akhirnya syahidnya menjemputkan . Tiba-tiba. Sang komandan pun berkata. Mereka pun sibuk mencarinya.

Setelah dua proses itu berjalan barulah terbentuk sikap takaful yang darinya lahir sifat itsar. Insya Allah. kadar keseriusan taqarruf (kedekatan) pada Allah. karakter. Dengan demikian. Tirmidzi). (Nurul Huriah Astuti. saling bersahabat karena Allah. ketika keterpautan hati telah terjalin maka timbul sikap saling toleransi. Ia akan panjang usia dan kekal hingga hari akhirat kelak. Karena. Ceramah-ceramah Hasan Al-Banna. Kemesraan ukhuwah tersebut mereka mulai melalui proses ta’aruf atau saling mengenal. Oleh karenanya. e-mail: nurulha@t-online. Rosulullah saw menjawab. maka akan tumbuh sifat tafahum (saling memahami). latar belakang keluarga. Wallahu’alam bishshowaab. Hadits Tsulatsa. Dan Betapa 'pancaran ukhuwah' saja telah mampu mengalahkan musuh dan memenangkan kaum mukminin. kemesraan 'pancaran ukhuwah' yang telah dicontohkan oleh generasi dahulu adalah ukhuwah Islamiyah yang tak lapuk oleh waktu dan musim. sekaligus menaklukkan kota itu. sikap takaful (saling membantu) yang mereka lakukan terbentuk karena ada proses lain yang sebelumnya mereka jalin.Subhanallah. Ta’aruf yang baik akan meminimalisir kekeringan dan keretakan hubungan sesama muslim. tidaklah sekedar menjadi kisah yang sering kita dengar dan kita baca. Mereka bukan para Nabi dan syuhada’. melakukan aktivitas yang satu. Puncak tafahum adalah ketika seorang mukmin dengan mukmin lainnya dapat berbicara dan berpikir dengan pola yang sama. tetapi juga menjadi bagian dari hidup kita. dan sebagainya. Ia juga dapat membuat hati menjadi lembut serta mampu melenyapkan bibit perpecahan. 'pancaran ukhuwah' yang demikian tingginya dimiliki oleh mereka. Intermedia. puncak amal ukhuwah Islamiyah. Dari mulai fisik. walau pun dalam kondisi yang teramat sulit. Jakarta 2000 . Kemesraan ukhuwah seperti itu tidaklah terbentuk begitu saja. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4. tetapi para Nabi dan Syuhada’ iri pada mereka. dan saling kompromi pada hal-hal yang mubah (boleh) sehingga akan membuat hubungan satu sama lain menjadi lebih harmonis. Muhammad Nasib Ar-Rifa’I. Di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah-wajah mereka bercahaya. Germany. Gema Insani. Bila wilayah ta’aruf telah terbentang. "Di sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya. (HR. Majalah Tarbawi. kesenangannya.de) Sumber : 1. Februari 2000 2. Edisi 2 Th I. serta merasakan perasaan yang sama. "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah. "Ketika ditanya oleh para sahabat. Sikap tafahum akan menjaga kesegaran dalam berukhuwah. dan saling kunjung karena Allah". demikianlah sejarah kaum salaf telah memperlihatkan kepada kita bahwa kumpulan manusia itu seluruhnya adalah laksana satu tubuh. Sungguh. 20 Juli 1999 M / 7 Robi’ul Akhir 1420 H 3. Schleidener Strasse 58 52076 Aachen. Itulah buah dari persaudaraan dan kesatuan yang diajarkan oleh Rasulullah saw. patutlah kita bercermin pada generasi awal Islam dan para salafussalih dalam berukhuwah.

tidaklah penting untuk diselidiki. yakni tentang Tsubasa si pemilik tendangan gledek yang bersama kawan-kawannya. Beberapa puluh tahun kemudian. ini berkisar tentang seorang anak di Amerika Serikat yang saat masih duduk di bangku sekolah dasar terpilih menjadi Golden Boy atau anak bangsa negeri Paman Sam itu. mimpinya terwujud dan dia menjadi presiden ke 42 negara adidaya tersebut setelah sebelumnya menjadi Walikota di negara bagian Arkansas. sang anak menjawab dengan enteng. Para guru kita itu tidak salah. kemudian beliau membuat garis persegi sehingga membingkai gambar tersebut. dan bukan pula yang tidak mungkin bahkan dengan mimpi sekalipun. Think Globally Act Locally. Rasulullah pernah mengingatkan para sahabat dengan menggambar seorang manusia ditanah. Dari gambar tersebut rasul menarik garis lurus keatas seraya menjelaskan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan garis keatas itu menunjukkan agar manusia tidak berpanjang angan . Kemudian yang terpenting adalah visi yang jelas terbentang kedepan yang tapaktapaknya bisa dilalui hingga mencapai apa yang kita cita-citakan. mereka tahu betul bahwa kita bisa mencitakan diri ini setinggi apapun kita mau. Bahkan jika tak berlebihan. "Gantungkan cita-citamu setinggi langit". Terlepas dari benar tidaknya cerita diatas.Ada satu cerita yang boleh diragukan kebenarannya. yang terjangkau untuk diraih. yang intinya bercerita tentang seorang jagoan kampung yang akhirnya masuk dalam jajaran Ksatria Utama sebuah kerajaan. Orang-orang besar yang kita kenal yang mungkin memulai segalanya dari sebuah mimpi (catatan: mimpi tidak selalu hadir dalam tidur) senantiasa memulai dengan menapaki satu persatu langkah didepan yang paling mudah dilakukan.Bergegaslah Bangun Dari Mimpi Publikasi 19/07/2002 09:07 WIB eramuslim . yang paling mungkin untuk dikerjakan. anda pasti masih ingat pesan klasik yang sering kita dengar keluar dari mulut guru-guru saat di Taman Kanak-Kanak atau sekolah Dasar. Bukan sesuatu yang jauh dari pandangan. Namun ada syaratnya. Justru ada satu cerita lagi yang patut disimak. Inamoto dan sederet anggota tim nasional Negeri Sakura dalam Putaran Final Piala Dunia 2002 yang baru saja berlalu. dialah William Jefferson Clinton atau yang biasa dikenal dengan Bill Clinton. Dua puluh tahun kemudian. masyarakat Jepang seperti mewujudkan mimpi mereka ketika Tsubasa dan kawan-kawannya menjelma menjadi Hidetoshi Nakata. Nabi Allah Yusuf alaihi salam pun memulai segalanya dari mimpi saat ia masih kecil maupun ketika menta’wilkan mimpi seseorang dipenjara. “Saya akan menjadi presiden AS kelak” saat dirinya ditanya sang Presiden tentang cita-cita yang ingin dicapainya. Saat upacara pemberian penghargaan oleh Presiden AS saat itu. kalimat lama yang mungkin tidak asing lagi ditelinga kita. Masih banyak cerita orang-orang besar lainnya baik itu kejadian nyata maupun hanya cerita-cerita dari film. Di awal tahun 1990-an pernah beredar satu film yang berjudul First Knight. Misaki dan Wakabayashi menjadi pemain profesional dalam film kartun buatan Jepang tahun 1982.

melewati keterbatasan yang dimilikinya. Jelas. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna) . atau engkau akan kehilangan keindahan yang tengah engkau genggam … (salah satu kalimat dari syair lagu Ebiet G Ade). bertekad untuk mewujudkan cita-cita (mimpi) dengan mengerahkan segenap kesungguhan dan melakukannya secara bertahap sangat berbeda dengan berangan-angan tanpa melakukan satu apapun. Bergegaslah bangun dari mimpi. karena itu berarti anda masih terus bermimpi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful