Eyangku, Eyangmu, Eyang Kita

Publikasi 04/03/2003 09:00 WIB eramuslim - Hujan rintik waktu itu. Saya bergegas menembus jalanan pagi yang padat dengan payung terkembang. Berpacu dengan pejalan kaki lainnya, juga mobil dan motor yang suka merebut kavling pejalan kaki di trotoar. Saya harus segera tiba di kantor. Tibatiba sesuatu menghentikan langkah kaki saya dan memaksa saya menoleh. Lagi, untuk yang kesekian kali. Seorang wanita berusia di akhir 60 tahunan, berkain, kebaya dan kerudung sampir, menyandang tas kantong, tertatih tanpa pelindung dari hujan. "Ibu hendak kemana?” sapa saya. Payung langsung saya condongkan ke arah beliau. Bersama kami melangkah satu-satu, menapaki jalan yang licin dan berlubang-lubang. "Mau naik angkot di depan situ, Neng. Ibu hendak ke Cibubur" MasyaAllah! Cibubur? Dari Salemba? Sendirian? Dalam hujan dan tanpa payung? "Ibu sendirian?" Saya masih bertanya, sekedar menepis kegalauan, meski saya tak butuh jawaban, apa yang saya saksikan toh sudah menjawab pertanyaan itu. "Allah yang mengantarkan Ibu, Neng!" jawabnya, sedikit melegakan saya. Dan akhirnya, ketika saya melepasnya naik Mikrolet 01A, saya tak lagi merasa terlalu bersalah. Allah yang akan mengantarnya sampai tujuan. Entah berapa kali saya menjumpai peristiwa serupa. Dan semuanya mendorong pada tumbuhnya satu rasa: Iba. Bagaimana tidak? Mereka melangkah satu-satu, jarak 500 meter ditempuh lebih dari setengah jam. Belum lagi trotoar yang miring atau berlobang, atau dihuni kendaraan parkir, sehingga kadang-kadang pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan yang penuh dengan kendaraan lalu lalang. Kadang saya terpikir: kemana anak-anak mereka? Kemana cucu-cucu mereka? Hingga membiarkan bapak/ibu atau eyangnya bepergian sendiri? Di Jakarta pula. Mungkin dunia memang sudah sedemikian tua, hingga penghuninya tak lagi memiliki cinta dan perhatian, bahkan kepada orang tua sendiri yang sudah mulai lemah. Barangkali dunia memang sudah sedemikian merana, hingga orang di jalanan tak lagi menganggap manula sebagai makhluk lemah yang, Tapi, sebentar! Apa hak saya ‘menuduh’ anak dan cucu yang mengabaikan orang tua/eyangnya di jalanan? Apa hak saya ‘menghakimi’ manusia dan dunia yang tak lagi mempedulikan para manula? Memangnya saya sudah berbuat baik kepada eyang dan orang tua saya dengan sempurna?

Dan, tiba-tiba saya teringat eyang kakung saya di kampung sana. Usia beliau sudah di atas 80 tahun, pendengaran sudah jauh berkurang, penglihatan sudah tidak awas lagi dan berjalan pun sudah harus ditopang tongkat. Sekalipun secara fisik –seingat saya- saya tak pernah mengabaikannya, harus saya akui, selama ini saya sulit untuk bisa akrab dengan beliau. Pertama, karena jarak yang memisahkan kami, sehingga sedikit kesempatan untuk bersama. Kedua, pendengaran dan penglihatan beliau yang kurang, membuat sulit untuk berkomunikasi. Saya harus agak berteriak supaya beliau mendengar apa yang saya katakan. Ketiga, saya kesulitan menemukan bahan pembicaraaan yang nyambung. Kondisi tersebut membuat saya jarang bercakap-cakap dengan Eyang, kecuali saat melayani makan, mandi dan semua keperluan sehari-hari lainnya. Jadi, apa bedanya saya dengan mereka yang menelantarkan orang tua dan eyangnya di jalanan? Meski tak tampak secara fisik, namun secara psikologis nyaris tak ada bedanya: saya telah mengabaikannya, betapapun alasan saya. Dan saya pun merasa perlu mengoreksi kembali penilaian saya kepada para anak dan cucu dari eyang-eyang di jalan raya itu. Mencoba menemukan alasan, mengapa mereka tak mengantarkan orang tua atau eyangnya yang bepergian. Barangkali saja keluarganya miskin, sehingga tak mampu mengantarkan dengan kendaraan memadai. Bisa saja anakanaknya sedang sibuk bekerja, demi memenuhi kebutuhan hidup yang kian melilit. Mungkin saja cucu-cucunya sedang bersekolah sampai sore dan masih ditambah dengan kesibukan membantu pekerjaan rumah tangga. Barangkali,… ada alasan entah apa lagi. Namun, semoga saja, meski anak dan cucunya tidak mengantarkan para eyang di jalanan itu, mereka tetap memberi perhatian dan berbuat baik kepada eyangnya dengan cara yang lain. Hingga Allah akan melindungi mereka, seperti kata Ibu tua tadi: "Allah yang akan mengantar saya, Neng!” Semoga demikian adanya, dan semoga yang demikian itu adalah melalui tangan kita. Ya, semoga Allah menolong para eyang itu dengan menggerakkan hati dan meringankan langkah kita untuk mengantar dan menemani para eyang di jalanan itu. Semoga kemudian Allah menolong dan menjaga eyang dan orang tua kandung kita, karena kita mengikhlaskan hati menolong para eyang di sekeliling kita. Karena mereka adalah eyangku, eyangmu, eyang kita semua. (Saat ini saya berharapharap cemas, jika saya membantu para eyang di jalanan dan di sekeliling saya, di jauh sana, Allah akan memberikan teman dan penjaga bagi eyang saya, meskipun itu seorang anak batita yang senang mengajaknya bermain, tanpa kata-kata verbal, namun penuh ketulusan cinta. Ya, Allah kabulkanlah harapan saya, dan titip salam rindu saya kepadanya). (azi_75@yahoo.com, saat saya mengingati eyang)

Mbok Narti
Publikasi 27/02/2003 09:45 WIB

eramuslim Mbok Narti Begitu kami sekeluarga memanggilnya. Usia-nya sudah 60 tahun namun kegagahan dan kegesitannya justru membuat sosoknya terlihat 10 tahun lebih muda. Mbok Narti baru bekerja beberapa minggu di tempat kami. Seorang tetangga membawanya ke rumah ibu ketika mengetahui bahwa kami membutuhkan asisten di rumah kami. Ayah yang sudah sakit dalam 8 bulan terakhir tentu menyita waktu ibu untuk mengurusnya. Alhasil pekerjaan rumah tangga sedikit 'keteteran' karena kami bekerja seharian di luar rumah. Alhamdulillah, kami dapat bernafas lega ketika mendapatkan bantuan mbok Narti ini. Setiap ba'da shubuh dia sudah rajin bekerja dari mencuci, memasak dan menyetrika. Mbok Narti tidak pernah mengijinkan ibu untuk membantunya, alih-alih mbok Narti menyarankan ibu untuk konsentrasi menyiapkan dan mengurus keperluan ayah yang sedang sakit. Mbok Narti hidup sebatang-kara di dunia ini, begitu informasi yang kami dapatkan lewat tentangga. Dia tidak pernah menceritakan asal-usul dirinya dengan jelas. Mbok Narti, sosok baru di rumah kami ini langsung menjadi idola. Senyumnya tidak pernah lepas dari bibirnya. Pekerjaan dia selesaikan dengan giat dan gesit. Setiap malamnya tidak pernah dilewatkan mbok Narti dengan bersimpuh di hadapan Sang Khaliq. Selalu khusyuk dalam sujud dan do'a-nya. Dan suatu hari, setelah hampir tiga minggu mbok Narti bekerja di rumah kami. Tiba-tiba kami kedatangan seorang tamu. Seorang dokter dari Jakarta. Awalnya kami agak terkejut dengan maksud dan tujuan dokter tersebut untuk menjemput mbok Narti. Astaghfirullah, kami sempat bersu'udzon tentang sesuatu hal yang buruk yang pernah terjadi kepada si mbok ketika bekerja di Jakarta dahulu. Namun, dokter yang ternyata bekas majikan si mbok tersebut justru memohon maaf kepada kami untuk menjemput mbok Narti karena si mbok dirindukan oleh anaknya. Rupanya putera si dokter meminta ayahnya untuk datang ke rumah kami menjemput mbok Narti. Ah, rupanya ada yang merindukan si mbok di sana. Si dokter itupun bercerita bahwa anak bungsu-nya tidak mau makan sejak mbok Narti pulang ke kampungnya. Persis seperti di sinetron-sinetron memang, namun itulah fakta yang terjadi. Entah apa yang membuat mbok Narti berhenti bekerja dari rumah si dokter tersebut sebelumnya. Namun dari kehidupan, tindak-tanduk mbok Narti yang baru beberapa minggu di rumah kami, mbok Narti adalah sosok yang sangat baik dan mendekati sempurna sebagai asisten keluarga kami. Akhirnya kami pun harus melepas mbok Narti dengan berat hati. Walau baru beberapa minggu bekerja di rumah kami, namun kesan yang ditinggalkan begitu mendalam. Terus terang, kami tidak pernah mendapatkan asisten rumah tangga seperti sosok mbok Narti ini. Satu minggu berlalu sejak kepergian mbok Narti dan tetanga kami yang pernah mengantarkan si mbok datang untuk mengambil uang gaji mbok Narti yang belum sempat

Sungguh teladanmu melorotkan tulang-tulang kesombongan kami. Sungguh kedermawananmu membuat kami malu di hadapan Tuhan kami. Mbok Narti. justru dia sumbangkan semuanya -semuanya!. Sungguh kerendah-hatianmu meruntuhkan keangkuhan kami. rencana liburan dan hal lain yang tak bukan hanya untuk keperluan diri kami sendiri.. Karena semalaman dia biarkan anak kucing tersebut mengeong tanpa mau mendekatinya walaupun sudah . Suaranya ribut betul hingga mendorong kaki saya keluar untuk mencari posisi suara kucing tadi. dalam asma Allah dan hati yang bergetar penuh haru. Rupanya selama ini dia menyerahkan seluruh penghasilannya sebagai asisten kepada si tetangga untuk diberikan kepada Yayasan tersebut setiap bulannya. Astaghfirullaah. mendapat jaminan tempat berteduh. terdapat seekor bayi kucing yang saya perkirakan baru lahir beberapa hari yang lalu. itu sudah lebih dari cukup buat dia.. menggetarkan sukma kami. membeli baju dan kosmetika.id Kucing Publikasi 20/02/2003 08:52 WIB eramuslim . saya menemukan seekor anak kucing di jalan. Sedang penghasilannya (gajinya) dia anggap sebagai rejeki anak-anak yatim itu. Satu hal yang sangat mengejutkan kami adalah ketika si tetangga bercerita bahwa uang gajinya mbok Narti akan diberikan kepada Yayasan yatim piatu di kampung mbok Narti. Ah. Setiap saat kami hanya memikirkan makan apa besok.. Ternyata di tepi jalan .kepada orang-orang yang tidak mampu. bahwa hidup ini bukan hanya untuk hari ini dan esok. Memang ketika mbok Narti dijemput dahulu. kebetulan ada dua ekor kucing di rumah yang juga sedang menyusui anaknya. Namun. Setiap saat kami hanya memikirkan diri kami sendiri.. Di sisi lain mbok Narti yang 'cuma' sebagai asisten rumah tangga yang mungkin gajinya tidak seberapa untuk ukuran orang yang mampu. Subhanallaah.. Bagi si mbok. Sungguh kedalaman sujud-sujud malammu. mendapat makan. Rosanti K Adnanyose@ratelindo.Beberapa hari yang lalu.kami bayarkan. Awalnya saya khawatir kucing di rumah itu tidak mau menyusuinya...co. dia berpesan agar gajinya dititipkan saja ke tetangga kami itu.. ternyata baru kami sadari bahwa kami ini bukan apa-apa dibandingkan dengan mbok Narti. hidup ini justru menjadi lebih berarti ketika kita dapat membagi kebahagiaan kita kepada orang lain. kami merindukanmu mbok. dengan bekerja di suatu tempat. Akhirnya saya bawa ke rumah. Sungguh. Bahwa hidup ini bukan hanya untuk sekedar mencari makan dan belanja pakaian. Entah dimana Ibu si kucing. lewat mbok Narti kami seakan di'sentil' Allah agar cepat-cepat membuka mata dan hati kami yang selama ini tertutup.

justru disuruh gugurkan karena malu ayahnya tidak jelas. ketika saya lihat ketubannya keluar. Subhanallah Ketika si Putih tadi mengalami proses kelahiran anaknya. Kisah manusia. dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Sampai sekarang si Putih masih menyusui si kucing kecil. Akhirnya saya tinggalkan kucing tadi di luar bersama anak-anaknya. Suaranya ribut. jumlahnya mungkin lebih banyak dibandingkan muatan piring untuk dilingkari makan. Saya juga pernah menyaksikan kucing melahirkan. Persis sama. Apalagi kucing itu anak-anaknya sudah besar. Satu lagi tentang kucing. tapi tetap tidak mau. Ketika saya memberikan sepiring makanan kepada kucingkucing di rumah. sementara si putih terkulai lemah. tapi bukan kucing. menjilati dan membersihkan anak si Putih tadi. "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. (QS. si Hitam hanya menjilatinya. Bisa dibilang itu kali pertama dia melahirkan anaknya. dimandingkan ibuibu yang lain yang ketika anaknya bunting. subhanallah si Putih (kucing lain yang juga menyusui anaknya) sudah menyusui kucing kecil tadi. Seekor binatang yang mampu memberikan kasih sayang kemanusiaan disaat manusia meninggalkan sebuah nilai kemanusiaan menuju sifat kebinatangan seekor binatang yang tidak punya sedikitpun akal. Saya coba lihat. tapi ada tangan jahil manusia yang membuang. hanya satu yang berbeda kucing tadi tidak membuang anaknya tapi manusia yang membuang ke jalan. bahkan meraka lebih sesat lagi". 7:179). Mereka itu sebagai binatang ternak. orang tua kucing yang 'bunting' tadi (si Hitam) terus mengekori. Masih tentang kucing. Kasih sayang ibu sepanjang zaman. Beberapa jam sempat saya paksakan si Hitam untuk menyusuinya. Namun yang menakjubkan. karena ada sesuatu yang unik di balik roman kucing ini. Akhirnya kucing tersebut menemukan tempat yang cukup strategis untuk melahirkan anaknya. Paginya saya coba letakkan kucing kecil tadi bersama anak kucing yang lain. tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah.dipaksakan untuk menyusui bayi kecil kucing tadi. Saya yakin ibu si kucing tadi tidak pernah bermaksud mencampakkan anaknya. Beberapa hari yang lalu saya juga pernah mendengar kasus seperti ini. Sambil menjilati kucing kecil tadi. mereka mempunyai hati. Namun beberapa jam kemudian saya dengar kucing kecil tadi sudah diam. yang terjadi adalah si putih maju untuk lebih dahulu makan dan beberapa saat kemudian tanpa . Sementara kisah yang baru saya dengar ini si ibunya sendiri yang membuang anaknya di tempat sampah. Itu pepatah yang dibuat manusia. Jangan merasa aneh ketika saya saat ini bercerita tentang kucing. Apa yang anda bayangkan? Kucing-kucing itu akan berebut dan saling mendahului untuk secepatnya menghabiskan makanan? Kalau begitu anda salah. ternyata. Sebuah kejujuran yang mampu merobek-robek keangkuhan kemanusiaan manusia. si Hitam turut membantu mengeluarkan anaknya. tetapi kucing jauh lebih memahami.

Namun. karena kucing saya tidak suka dipublikasikan. masalah baru akan datang dalam bentuk hilangnya rasa percaya diri dan pesimis. pantun itu terus terpatri di benak saya setiap menemui kegagalan dan jatuh dalam hidup. di kasir. namun jika tak salah. Berdiri jangan mengeluh. benarkah kucing tidak memiliki akal dan hati? Maaf. tapi cukup disini saja.com Jangan Pernah Mengeluh Publikasi 19/02/2003 09:32 WIB "Berkali kita jatuh. . Intinya bagi saya adalah dalam hidup ini jangan pernah mengeluh dan teruslah berusaha. Lagian mereka juga tidak akan bisa membaca. Tapi anehnya praktek teori antri tersebut tidak secanggih antrian kita kalau di tempat umum: di Bank. Bagi yang belum menunggu giliran dengan tenang. Namun. benarkah manusia memiliki akal dan hati? "Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi. Ulangi lagi dan cari akal" Baris baris pantun di atas saya pelajari belasan tahun lalu saat masih duduk di bangku SMP. Malah. tetapi yang buta adalah hati yang di dalam dada" (QS. bahkan di kamar mandi. Yanti. Sampai saat ini. pantun ini ditulis oleh penyair Sumatera Barat. Mungkin bukan masalah antrinya tetapi konsep itsar (mendahulukan kepentingan saudara) jauh lebih mereka pahami dibandingkan sebahagian besar manusia saat ini. Demi kepentingan pribadi sebagian orang rela untuk menghancurkan saudaranya. Masih banyak lagi tentang kucing. Berkali kita gagal. Tahukah anda saya sama sekali tidak pernah menulis di dinding tempat makan kucing itu “Antri dong” atau “Budayakan Antri” dan lain-lain. Mengeluh. Dan yang anehnya lagi kucing yang didahulukan makan pasti yang sedang menyusui anaknya. kita harus terus mencari akal-akal baru sehingga peluang untuk berhasil menjadi lebih besar.interupsi mereka satu persatu bergantian menghabiskan makanan. pertanyaan saya terbalik. RMuthiah11@yahoo. Untuk itulah. usaha tanpa berusaha memperbaiki cara fikir (akal) adalah sia-sia. Saya lupa pengarangnya. Ada pertanyaan yang mengganjal di dalam fikiran saya. apakah hanya dengan berkeluh kesah masalah yang dihadapi akan hilang? Sepertinya tidak. lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapt memahami atau mempunyai telinga yang yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta. 22:46). Barangkali pekerjaan paling mudah di dunia ini adalah mencari kelemahan dari situasi yang dihadapi dan kemudian mengeluhkannya.

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan). Talk less. Rugi sekali jika alih-alih menikmati hidup kita malah terkungkung oleh masalah. selalu penuh masalah. love more. saya kembali menemukan puisi yang juga bernafaskan sama. kita selalu menganggap bahwa masalah 'lama' adalah 'bukan masalah'. sampai masalah yang besar seperti ditinggal pergi orang yang dikasihi untuk selamanya atau dipecat dari pekerjaan. Belasan tahun kemudian. kehilangan uang. Begitulah. kenapa juga kita selalu mengeluh? Akhirnya. "Fear less. ditulis di negeri Skandinavia. Hate less. Namun. dengan berjalannya hidup. say more. kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap" (Surah Alam Nasyrah) Kepada Allah-lah kita senantiasa berharap. sebagai penutup. selama kita masih bernafas. yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu [1586]. masalah datang silih berganti. file penting terhapus." (Swedish Proverb) Di timur dan di barat muka bumi ini. dan kadang berfikir kok bisabisanya kita pernah terkungkung oleh masalah 'lama' tersebut. Namun kali ini. Whine less. hope more. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Edi Hamdi Esbjerg. Jika demikian. Begitu ada masalah 'baru'. sang Pencipta yang tahu akan kelemahan makhluk ciptaanNya: "Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu. Mulai dari masalah sepele seperti ketinggalan bis. mari kita renungkan kalam Ilahi.Begitu besarnya pengaruh qolbu dalam menentukan karakter dari manusia yang memilikinya sehingga Rasulullah pernah mengatakan bahwa di dalam tubuh setiap . DK (edi_hamdi@yahoo. And all good things are yours. by nature. breathe more. ternyata semangat optimis selalu ditanamkan. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.Hidup ini.dk) Qolbu Yang Kenal Dengan Allah Publikasi 17/02/2003 08:57 WIB eramuslim . masalah tersebut seakan menjadi nihil begitu kita ingat bahwa ternyata semua itu 'bukan masalah'.

Orang-orang yang memiliki qolbu yang baik maka akan disayang tidak hanya oleh manusia dan makhluk lainnya tetapi juga oleh Allah. Bagaimana bisa demikian? Karena Allah adalah Zat Yang Maha Baik. Allah begitu mencintai hamba-hamba-Nya yang senantiasa berusaha untuk berbuat baik. Begitu selesai melakukan ibadah haji. tindakan dan ucapan yang baik pula. Qolbu yang akan memicu dan memdorong pemiliknya untuk mempunyai akhlak yang baik. jadikanlah qolbu itu kenal dan semakin kenal dengan Allah. Setelah bertemu dengan tukang sepatu tersebut. sudah dapat dipastikan bahwa tingkah laku yang jelek dan tidak terpuji hanya akan dilakukan oleh manusia-manusia yang memiliki qolbu yang jelek pula. Abdullah bin Mubarak bertanya. qolbu yang kenal dengan Allah maka akan selalu tersinari dengan cahaya Illahi. Beberapa hari . Malaikat pertama mengatakan bahwa alangkah banyaknya orang yang menunaikan ibadah haji pada tahun itu. setiap hari dia menabung dan setelah dihitung maka dirasa cukup untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun itu. Allah amat menyayangi hambahamba-Nya yang memiliki qolbu yang baik. Ada suatu kisah yang terjadi pada seorang ulama terkenal Abdullah bin Mubarak. Sebaliknya. Dalam tidurnya dia bermimpi mendengarkan pembicaraan dua malaikat. sadis dan bahkan tidak dapat dipahami dengan akal sehat. Hanya saja. Hanya manusia dengan qolbu yang baik yang akan memiliki akhlak yang baik. Si tukang sepatu menceritakan bahwa semenjak tiga puluh tiga tahun lalu dia mempunyai keinginan untuk melaksanakan ibadah haji. Apabila qolbu itu baik maka baiklah manusia yang memilikinya dan begitu juga sebaliknya apabila qolbu itu jelek maka jelek pulalah manusia yang memilikinya. Qolbu yang senantiasa membisikkan kepada pemiliknya untuk selalu berpikir. Karena dengan qolbu yang baik maka akan menghasilkan pemikiran. Ucapanucapan yang tidak bermakna dan bahkan sering melukai hati dan perasaan orang lain hanya akan terucap dari mulut manusia-manusia dengan qolbu yang tidak baik. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara agar kita dapat memiliki qolbu yang baik atau bagaimana cara membuat qolbu menjadi lebih baik? Jawabannya adalah. apa amalan yang telah dilakukan yang membuat Allah begitu menyukai dan menghargai amalan tersebut sehingga dapat menyempurnakan amalan dari ribuan jemaah haji waktu itu. Abdullah bin Mubarak pergi mencari tukang sepatu yang disebutkan malaikat dalam mimpinya. Setelah selesai melakukan tawaf. Malaikat kedua menanggapi bahwa amat disayangkan semua amal yang dilakukan jemaah ini tidaklah sempurna sehingga tidak bernilai di hadapan Allah. karena amal yang dilakukan oleh seorang tukang sepatu maka Allah berkenan menerima amal semua jemaah haji tahun itu. Semakin kenal dan akrab dengan Allah maka qolbu akan semakin baik. Untuk itu. Karena itu. Beruntunglah manusia yang memiliki qolbu yang baik. Ini bisa terjadi karena para pelakunya memiliki qolbu yang kejam dan sadis pula.manusia ada segumpal daging yang disebut dengan qolbu. Sering terjadi di tengah masyarakat perbuatan atau tindakan yang begitu kejam. Qolbu yang selalu bersinar penuh cahaya kebaikan. Abdullah bin Mubarak tertidur. bertindak dan berbicara yang baik.

Dia begitu yakin bahwa Allah Maha Lembut. Qolbu yang disukai oleh Allah. Susanto pada pengajian Qolbun Salim IMEA.H. Semoga kita dikaruniai memiliki qolbu yang demikian oleh Allah. Inilah suatu kesadaran yang muncul dari qolbu yang baik bahwa kenikmatan yang telah dititipkan Allah ini tentunya harus didistribusikan juga bagi hamba-hamba-Nya yang lain. Maha Bijak. Demi menghentikan tangis anaknya dan demi mempertahankan hidup maka dia terpaksa memasak bangkai yang didapat tadi. Jika Allah suka maka dia dengan senang melakukan. Dia tidak mengharapkan pujian dan penghargaan bahkan balasan pahala sekalipun. Alangkah indahnya amalan yang dilakukan oleh hamba-hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. Qolbu yang kenal dengan Allah. Seseorang yang beramal dengan keikhlasan yang tinggi maka dia tidak dipusingkan dengan balasan yang akan diterima.sebelum berangkat. "silahkan ambil uang tabungan ini. Suatu amalan yang sangat disukai oleh Allah. istrinya yang sedang hamil menciumi wangi masakan. Jadi. Karena itu. barometer dari perbuatannya adalah apakah Allah suka atau tidak." Itulah suatu amalan yang lahir dari seorang hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. Sebagai rasa syukur karena kita relatif lebih mudah untuk mendapatkan nikmat tersebut dibandingkan dengan sebagian saudara kita yang lain. Si tetangga mengatakan bahwa demi Allah makanan ini tidak halal bagi keluarga Abdulllah karena yang dimasak adalah sisa bangkai binatang yang didapatkan. Ternyata wangi masakan tersebut berasal dari rumah tetangga. Ini bisa muncul jika didorong oleh qolbu yang baik. Mendengar cerita dari tetangganya ini Abdullah berlinang air matanya dan memohon ampun kepada Allah karena dia telah lalai memberikan perhatian kepada tetangganya. termasuk pahala sekali pun.org) (Diilhami oleh ceramah K. (Salman. Dengan lembut dia berkata. Enschede 14 Pebruari 2003) . Suatu amalan yang terjadi tanpa mengharapkan balasan apapun. Sebaliknya jika Allah tidak suka maka dia berusaha sekuat tenaga menghentikan atau menjauhi perbuatan itu. Mengapa begitu tingginya penghargaan yang diberikan oleh Allah? Karena inilah suatu amalan yang lahir dengan dilandasi oleh keihlasan yang tinggi. Rasulullah pernah mengatakan bahwa dalam keadaan darurat maka bangkai binatang dihalalkan untuk dimakan. inilah hajiku. Si tetangga terpaksa memasak bangkai binatang ini karena sudah berapa hari dia dan anaknya tidak makan. Lalu dia bergegas pulang mengambil semua tabungannya dan menyerahkan kepada tetangganya. presiden@imeanet. Bahkan suatu amalan yang dengannya membuat banyak amalan lainnya diterima. Karena istrinya begitu menginginkan dan karena sayangnya melihat istri yang lagi hamil maka Abdullah menemui tetangganya untuk meminta sedikit dari masakan yang wangi tersebut. Maha Menatap dan Maha Mengetahui. Dia yakin bahwa Allah menyukai orang-orang yang bersyukur. Dia hanya berusaha mengoptimalkan dan menyempurnakan akan kebaikan yang diberikan sebagai sarana untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah. amin. Suatu amalan yang muncul hanya sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah yang begitu banyak yang telah dilimpahkan Allah kepada kita.

Lalu bagaimana jika justru ketika pilihan tersebut tidak ada yang memenuhi kriteria kita. atau cinta antara anak dan orang tua. bagaimana jika kita dihadapkan kepada suatu keharusan untuk memilih satu dari dua pilihan yang ada? Sudahkah kita memaknai bahwa pilihan tersebut adalah yang terbaik menurut Allah Swt untuk kita.Ketika Cinta Harus Memilih Publikasi 13/02/2003 12:01 WIB eramuslim . cinta itu bersifat universal yang berhak dimiliki dan dinikmati oleh setiap makhluk hidup di bumi Allah ini tanpa batas waktu dan jarak. Lalu. misalnya buku dan lainnya. haruskah kita tinggalkan dan mencari pilihan lain? Bagaimana jika seandainya pilihan tersebut mutlak yang terakhir? Dan bagaimana jika seandainya pilihan tersebut adalah suatu keputusan yang justru berimplikasi terhadap masa depan kita? Bagaimana seandainya jika justru pilihan tersebut adalah ujian dari Allah Swt sebagai wujud dari kasih sayang-Nya terhadap kita? Banyak cerita di sekeliling kita yang dapat dijadikan bahan renungan tentang makna pilihan. sebagai manusia kita pun dianugerahi 'titel' khalifah (di bumi) oleh Allah Swt. dan buntutnya tentu masalah cinta. Bukan suatu kebetulan jika saya mengetengahkan makna cinta ini kok sepertinya berhubungan dengan hari 'valentine' yang sebentar lagi tiba. "Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi". maaf. terbaik menurut siapa? Allah Swt menganugerahi setiap manusia sebuah bonus yang bernama 'akal'. entah itu seorang artis atau aktor film. makhluk lain (hewan dan tumbuhan) tidak dianugerahi hal yang sama. Suatu kali pernah seorang teman bercerita tentang kehidupan rumah tangganya yang bermasalah. bukan sebaliknya. Bagi saya.Ketika kita didudukan dalam situasi untuk memilih. namun juga termaktub cinta kepada suatu barang. Namun sayangnya hal tersebut dijadikan alasan oleh sang teman untuk membalas-dendam dengan. (Faathir:39) . tentu naluri kemanusiaan kita akan memilih yang terbaik (best of the best). Bahkan ada seseorang yang sangat mencintai idola-nya. Cinta bukan hanya cinta antara pasangan suami istri (pasutri). Jujur saja saya sudah tidak ambil pusing dengan perayaan tersebut semenjak saya tahu bahwa perayaan hari valentine itu sangat jauh dari nilai islami. Selain itu. Jangan berpikiran sempit dulu tentang cinta itu sendiri. mengapa saya katakan 'bonus' karena selain manusia. bukankah ketika kita memutuskan menikahi pasangan kita adalah suatu pilihan yang pasti terbaik dari segala pilihan yang ada? Tapi tunggu dulu. berselingkuh dengan orang lain. Saya pun kerap bertanya kepada diri saya sendiri.

sudahkah dia memutuskan memilihnya dengan atas nama Allah? Suami selalu mengingatkan saya untuk tidak terlalu mencintainya kalau bukan karena Allah Swt. Kembali akal pun kita korbankan atas nama 'tinggal lima menit' ketika kita diberikan suatu pilihan di hadapan kita. kita masih dapat berlindung di bawah kasih sayang-Nya karena hanya Allah Swt yang mampu memberikan kesempurnaan perlindungan. Akal pun dikorbankan atas nama nafsu semata.. Saya teringat ketika adzan maghrib berkumandang. dan terus menonton. "Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).Kembali kepada cerita seorang teman di atas. badai rintangan apapun yang menghadang. (Rosanti K Adnan/yose@ratelindo. cinta manakah yang akan Anda pilih? Wallaahu'alam bishshowab... **** Cinta kepada orang lain melebihi cinta kepada suami.id) Khutbah Idul Adha: Selamatkan Bangsa dan Negara dari Kehancuran Total . salahkah dia dengan pilihan hatinya? Salahkah dia ketika meresa kecewa karena pilihannya ternyata jauh dari apa yang dia impikan? Atau ketika dia diberikan pilihan. tidak ada lagi cinta dan tempat bernaung yang tersisa. Keputusan sang teman untuk berselingkuh.co. jelas meletakkan nafsu di atas akal. sebagian kita mungkin sedang asyik menyimak berita demonstrasi di sebuah liputan berita nasional di televisi. Ketika orang lain sudah melangkah menuju surau/masjid di sisi lain kita mungkin masih enggan beranjak dari dalam selimut.. ash shalatu khairun minan naum. tokh beritanya tinggal lima menit. Sudahkah kita termasuk ke dalam orang-orang yang berakal? Sudah pantaskah kita menjadi khafilah di bumi Allah ini? Marilah kita bersegera sujud memohon ampun kehadirat-Nya atas segala keterlenaan kita dan atas keterbiusan kita akan gemerlap duniawi yang sebenarnya tiada kekal. Bangun di waktu subuh ketika adzan berkumandang adalah satu pilihan terberat bagi sebagian orang yang lemah iman.. Namun. ketika ketika kita mencintainya atas nama Allah. cinta kepada liputan berita daripada mendirikan sholat maghrib dan cinta kepada kehangatan selimut kita daripada bergegas ke surau adalah suatu pilihan yang diberikan Allah Swt bagi kaum yang berakal. Dan pilihan kembali disorongkan kepada diri kita. karena kesemua cinta yang ada sudah dibawanya pergi. Bukan hanya tidak akan memecahkan masalah. bahkan akan menambah masalah baru. Tidak hiraukan seruan dari surau." (Al-Baqarah:269) Lalu. karena ketika suatu saat Allah memanggil suami. Mematikan televisi dan langsung berwudhu atau mentolerir diri kita dengan 'pembenaran'.

Bukhari) Allahu Akbar 3x Walillahilhamd. bersabda: "Jika amanat itu disia-siakan. Akibatnya kini negeri kita benar-benar bangkrut. Jangankan membayar pokoknya. Pemimpin itu. berada di ambang kehancuran. Secara ekonomi. negeri kita ini sudah tidak punya apa-apa. Ma'asyiral Muslimin jama'ah shalat iedul adlha rahimakumullah.Publikasi 10/02/2003 10:34 WIB Allahu Akbar 3 x Allahu Akbar Wa Lillahilhamd.500 trilyun. . maka tunggulah saatnya kehancuran. yang disebut sebagai abul anbiya yang kisahnya banyak diabadikan dalam Al-Qur'an. siapapun dia kendatipun keturunan nabi Ibrahim sekalipun. "Bagaiamana menyia-nyiakan amanat itu?" Rasulullah bersabda: "Jika diberikan amanat itu kepada yang bukan ahlinya. yang kemudian mencetaknya menjadi pribadi yang sangat kuat terutama dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. berfirman: "Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji oleh Tuhanya dan ia bisa menuanaikannya dengan sempurna. Semenjak merdeka tahun 1945 hingga hari ini kita telah salah dalam memberikan amanat kepemimpinan ini sehingga kita dipimpin oleh orang-orang dhalim yang jauh sekali dari sifat dan keteladanan yang diberikan oleh nabi Ibrahim." (QS. tidak boleh kepemimpinan diberikan kepadanya. Kepemimpinan adalah suatu amanat yang sangat menentukan dalam kehidupan." Ibrahim berkata: "Dan dari anak turunku (ya Allah)? Allah berfirman: "Janji-Ku (tentang kepemimpinan) tidak berlaku atas orang-orang yang dhalim. untuk sekedar membayar bunga (riba)nya saja sudah tidak mampu. maupun gelar dan status sosial. Maka kalau seorang itu dhalim. seperti sosok nabi Ibrahim. Ma'asyiral muslimin Rahimakumullah Apa yang dinyatakan oleh Rasulullah saw. Jika utang itu dibebankan kepada setiap jiwa dari penduduk Indonesia. Allah Swt. Hari ini ummat Islam berkumpul untuk memperingati peristiwa bersejarah. darah. dialah Nabi Ibrahim as." (HR. Seorang pemimpin hendaknya lahir setelah melalui proses ujian dan seleksi tarbawi secara ketat. Kini pemerintah tidak mampu lagi membayarnya. Rasulullah Saw. Peristiwa wujudnya sosok pemimpin dunia pertama yang patut menjadi teladan sepanjang masa. Bayangkan utang luar negeri kita. maka setiap orang termasuk bayi yang lahir detik ini terbebani utang tidak kurang dari 10 juta Rupiah. 1. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku jadikan kamu sebagai pemimpin. dan bukan pula karena atas dasar keturunan. Seorang sahabat bertanya. bahwa pemimpin itu tidak sembarangan. sudah mencapai lebih dari Rp. maka tunggulah saatnya kehancuran. itu benar-benar kini kita rasakan bersama. 2: 124) Ayat ini menunjukkan bagaimana proses lahirnya seorang pemimpin yang tepat.

Takut investor asing akan lari. Tak masuk akal. 3x walillahilhamd. kedelai sampai buah-buahan didatangkan dari luar negeri. Takut tak diberi bantuan. sedangkan untuk melindungi kedaulatan negara dari intervensi asing saja sudah sulit dilakukan. buah-buahan impor. Menurut catatan. Beras harus impor. daging impor. dan takut. apalagi terhadap barangbarang industri. Indonesia tidak bisa membangun. Kita bertanya-tanya. Tanpa utang luar negeri. Maka wajar bila. sungguh sangat meperihatinkan. Jika itu yang terjadi sama saja kita bangsa Indonesia menjadi tamu bahkan pengemis di negaranya sendiri. sampai jarum jahit semua adalah impor. yang tidak seharusnya suatu urusan diserahkan kepada mereka. Mulai dari beras. dalam situasi ekonomi seret sepert ini. justru omset Narkoba meningkat drastis. Barat selalu berusaha menjadikan negara-negara timur khususnya Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar agar sepenuhnya bergantung kepada Barat. sekali lagi dari utang. Dari mana sumbernya untuk membayar pegawai negeri? Dari mana sumbernya operasional departemen-departemen? Sebagian terbesar diambilkan dari utang.misalnhya-. Mereka tidak tahu dan masa bodoh bahwa sebenarnya penjajah Barat tidak pernah rela negara-negara timur itu merdeka pasca era Imperiaslisme. Jika dikalikan . Indonesia hari ini betul-betul sudah sangat bergantung kepada luar negeri. kita rakyat indonesia mau makan apa?! Allahu . Kenapa Indonesia -. Maka lewat jalur ekonomi. Padahal kita sudah merdeka 57 tahun. tanpa utang luar negeri roda pemerintahan juga macet. motor. jangankan melakukan politik luar negeri yang bebas dan aktif. ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah. Di sisi lain. Industri-industri setrategis yang melayani hajat hidup orang banyak sekalipun terpaksa harus dijual dengan harga yang sangat rendah. Takut dikucilkan. omset Narkoba setiap harinya mencapai 2 milyar. Itulah kenyataan yang dihadapi. betapa kemerosotan moral yang melanda bangsa ini sudah semakin parahnya. Dalam waktu yang tidak lama lagi mungkin semua perusahaan besar menjadi milik luar negeri.takut. Strategi ini nampaknya sudah berhasil dengan menjadikan Indonesiua misalnya sepenuhnya bergantung pada utang luar negeri. rupiah menjadi semakin tidak berharga dan barang-barang itu semakin melangit jauh di atas kepala. lalu negara-negara pengekspor beras menghentikan pasokannya. gula. Takut tak diberi utang. Takut. Kebutuhan pokok rakyat saja mulai bergantung pada pasokan luar negeri. Bayangkan.. apa arti kemerdekaan itu? Inilah bila suatu negara itu diurus oleh penguasa-penguasa yang bodoh. bila misalnya karena suatu hal... fasiq dan dholim.tidak bisa bersikap tegas. mengutuk agresi AS ke Afganistan dan kini ke Irak bahkan ikut-ikutan dalam kampanye anti terorisme ala Amerika dan terbelenggu mengikuti apa saja kemauan AS dalam soal ini meskipun harus menggadaikan bangsa sendiri? Tak lain karena negara ini sudah tergadai.. gula impor.Pantas jika kemudian negara harus menjual aset-asetnya dengan harga yang amat murah. Bapak-bapak. Terhadap bahanbahan pangan saja kita sudah tergantung dengan luar negeri. kedelai impor. Jika dihitung sebulan berarti 60 milyar. Dalam keadaan seperti ini. Mana produk dalam negeri kita saat ini? Mobil.

Sibuk dengan rebutan jabatan dan kursi. Survei telah membuktikan bahwa merokok merupakan pintu pembuka pengguna narkoba. Dengan alasan apapun kita harus selamatkan bangsa dan negara ini dari degradasi moral. Dengan uang sebanyak itu sudah banyak kiranya anak-anak putus sekolah yang dapat dibantu. Inilah yang kita sesalkan. Mulanya sekedar merokok. Sungguh sangat mengerikan. apakah kita relakan anak-anak. membunuh masa depannya. sebab dari pergaulan itulah bermula segala perilaku menyimpang. kemudian minum. Selain narkoba. Jika sudah sampai pada taraf ini. VCD porno dan lain-lain? Tidak. mereka menyiapkan CD porno secara terang-terangan. Belum lagi di tempat-tempat rental (penyewaan). jangan sampai membiarkan anak-anaknya bebas memilih pergaulan. termasuk nyandu narkoba. Tapi tak habis pikir. Keadaan gawat dan genting ini bukannya menyadarkan kita untuk bersikap prihatin. Adegan-adegan yang memancing nafsu birahi lolos begitu saja tanpa sensor. Bapak-bapak kita yang di atas. Tayangan film dan iklan sekarang sudah banyak yang di luar adat ketimuran. tetapi mereka tidak berbuat apa-apa. Bapak-bapak. Jika anak sudah mulai merokok. maka segala perilaku menyimpang. kita tidak rela. Membiarkan anak kecanduan narkoba sama halnya dengan membunuh anak kita sendiri. Kebebasan berpendapat dan berekspresi tidak boleh sampai merusak moral dan akhlaq bangsa. kemudian ganja. Pemerintah dan aparat keamanan bukannya tidak mengerti masalah ini. sibuk dengan pembagian rezeki. Menjadi orang tua sekarang harus waspada.setahun berarti 720 milyar. TV dan radio. Kapling otaknya hanya dipenuhi hasrat untuk memanfaatkan kedudukannya saat ini dan bagaimana mempertahankannya . Norma kesopanan dan norma agama dilanggar begitu saja. Dengan sangat mudah dan murah VCD porno bisa didapat karena dijual bebas di emper-emper toko di pinggir jalan. termasuk seks bebas akan terjadi pada mereka. Mereka lemah fisik. lemah pikiran dan lemah mental. suatu angka yang fantastis. Apalagi jika diingat bahwa rehabilitasi terhadap pecandu narkotika sangat sulit dan jarang sekali yang bisa sampai tuntas. segera ditegur dan dihentikan. generasi masa depan ini dirusak moralnya oleh produk-produk elektronik seperti TV. Allahu Akbar … 3x walillahilhamd. Tak ada yang bisa diharapkan dari mereka. ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah. bagaimana uang sebesar itu digunakan untuk menggali kuburan sendiri. radio. termasuk anak-anak di bawah umur. dan seterusnya nyandu. para pengungsi dan korban bencana dapat ditolong. Pertanyaannya sekarang. podan pornoaksi juga marak di mana-mana. Orang tua harus tahu dengan siapa anak-anaknya bergaul di luar rumah. Siapapun boleh membeli atau menyewa. yang kita pilih untuk membawa bangsa dan negara ini keluar dari krisis ternyata hanya sibuk mengurus dirinya sendiri. Belum lagi media bacaan. Mengkonsumsi Narkoba sama halnya dengan membangun lubang kematian diri sendiri.

anggota DPR dan DPRD dipilih secara langsung. hanya kepada-Mu kami menuju dan tunduk. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. jujur dan berakhlaqul karimah. mulai saat ini kita harus cerdas dalam memilih pemimpin. kemudian mengambil langkahlangkah strategis untuk berbenah diri. Kebangkrutan bangsa ini adalah akibat ulah mereka. jujur dan berakhlaq. ada yang hanya mengeruk harta dan kekayaan. mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta. Mereka berfoya-foya tidak peduli dengan penderitaan rakyat." Semoga kita tidak termasuk orang yang berpaling dari peringatan dan ajaran Allah Swt. dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: "Ya Tuhanku. kebodohan. maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. nurani dan sebagainya. kecuali satu dua orang diantara mereka berhati nurani. Ya Allah hanya kepada-Mu kami mengabdi. Dan akhirnya marilah kita renungkan firman Allah Swt. yang memeras dan menindas rakyat. semestinya seluruh komponen bagsa sadar dan melakukan instropeksi. Dalam keadaan negara yang sudah berada di ujung tanduk ini. padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah. Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Jangan asal memilih orang. Kita harus keluar dari krisis. baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup. . kedua orang tua dan saudara-saudara kami kaum muslimin semua.pada pemilu 2004 nanti. menyusul kemudian gubernur dan bupati. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami. ada yang buta hati. Kita bangun negeri ini bersama pemimpin yang adil. Ada pemimpin yang hidupnya diwarnai dengan syahwat dan birahi. sebagaimana yang tersebut dalam Surat Toha ayat 124-126: "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku. Kita harus mentas dari kerusakan moral. mungkin juga dipilih langsung. Kami takut akan azab-Mu kerena azab-Mu pasti menimpa kaum fasiq. masih ada yang memenuhi kreteria tadi. Sudah terlalu lama bangsa ini dipimpin oleh para penguasa yang culas. yang amanah. Kita harus mempunyai visi yang sama dalam membangun negeri ini kembali. semua mereka akan dipilih secara langsung. amanah. dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan. dan keterbelakangan. hanya kepada-Mu kami sholat dan sujud. kemiskinan. Saat ini kita sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang memenuhi syarat. berpengetahuan. Oleh karena itu. apalagi dalam pemilu yang akan datang. Kita tetap optimis bahwa di antara ribuan pemimpin dan calon pemimpin. maka kamu melupakannya. telah datang kepadamu ayat-ayat Kami. Hendaknya kita sadar bahwa sudah berulang kali kita salah pilih dan tertipu oleh pemimpin-pemimpin yang culas.

Ya Allah jangan biarkan mereka (orang-orang kafir) berbuat semena-mena terhadap kami. pertemukanlah pada jalan keta'atan kepada-Mu. Ya Allah berikan kepada kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malam-nya. Jangan jayakan orang-orang kafir atas kami. munafikin dan musyrikin. . Ya Allah hancurkan pasukan Amerika dan Israil yang telah berbuat angkara murka. Ya Allah lepaskanlah dan jauhkanlah dari kami penguasa-penguasa yang dholim. tak henti menyebut kami dalam akhir hayatnya: ummati. Yahudi pendusta. yang membawa kami ke jalan yang benar. negeri kami dan ummat kami dari badai krisis. Ya Allah janganlah Engkau goyangkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk. Allah tolonglah saudara-saudara kami yang sedang didholimi di negeri ini. ummatku. munafik pengkhianat. di Palestina.Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan berdiri. rumah-rumahMu dan anak keluarga kami. makar dan kedholiman kaum kafir. Ya Allah satukanlah barisan kaum muslimin. yang mau menerapkan syariat-Mu. Ya Allah lindungilah kami dari tipu daya.. anak-anak kami. ummati. keluarga kami. Yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari makar kafir Quraisy. yang lebih takut dosa dari pada hilangnya pangkat atau harta. yang menjadikan Kitab-Mu sebagai landasan kepemimpinannya. dan tetapkankan hati kami atas agama-Mu. Ya Allah selamatkanlah kami. Ya Allah kumpulkanlah hati-hati kami di atas dasar kecintaan kepada-Mu. fitnah dan dosa yang membinasakan.. Maluku. ummatku. yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera. di Irak dan di tempat-tempat lain dari bumi-Mu. di Chechnya. membunuhi hamba-hamba-Mu dan berbuat kerusakan di alam semesta. Yang menyelamatkan Isa dari salib kaum durjana. Anugerahkan kepada kami pemimpin yang beriman dan bertaqwa. jalan yang Engkau ridhoi. di Afghanistan. Ya Allah Yang menyelamatkan Nuh dari taufan badai dan banjir yang menenggelamkan dunia. Ya Allah padukanlah jiwa-jiwa ini sebagai pasukan yang berjihad dan berjuang di jalan-Mu. di Kosovo.. Yang menyelamatkan Yunus dari gelapnya perut ikan. lilitan utang. dan cerai-beraikanlah barisan kaum kuffar. Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan duduk dan jagalah kami dengan Islam dalam keadaan tidur. di Ambon. Aceh. pasukan ahzab angkara murka… Ya Allah Yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya Ya. penindas dan fasiq. Yang menyelamatkan Ibrahim dari kobaran api menyala. satukanlah di jalan dakwah-Mu dan ikatlah di atas janji setia demi membela syari'at-Mu. pemimpin bagai para kholifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan.

sebelum media-media massa hari ini memberitakan jatuhnya Gondola seberat 2 ton yang membawa dua lelaki naas itu saat sedang melakukan aktifitas rutinnya membersihkan kaca Gedung Bank Indonesia (BI). seperti halnya bumi tempat kita berpijak ini pun akan hancur pada masa akhir nanti. keterlibatan maupun partisipasi manusia lain dalam setiap kesuksesan. jadikanlah amal terbaik kami sebagai pamungkasnya. dan jadikan usia terbaik kami sebagai akhir ajal kami. Kemutlakan kedua. meski dalam waktu sepekan bisa dipastikan sudah hilang oleh derasnya arus informasi di kota sebesar Jakarta ini. Nah. Bukan hanya dalam hitungan jam yang tidak pernah lebih dari menjadi 25 jam perhari.com Terima Kasih! Publikasi 06/02/2003 09:46 WIB eramuslim . Anda pasti tak mengenalnya. Setelah kejadian naas tersebut. pertama.Ya Allah jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari pertemuankami dengan-Mu. Saya. kasihan sekali” atau “oooh. seolah dua nama tersebut dikenal orang. Aamiin aamiin ra Rabbal ‘alamiin. Mungkin diantara mereka ada yang berkata: “Ya Allah. jelas membuat keluarga Nicodemus dan Rohim menangis kehilangan orang yang dicintainya. Muhammad Syamlan Sekum MUI Propinsi Bengkulu E-mail: syamlan2001@plasa. Jatuh dari lantai 13 dan terhempas di lantai 5 bersama dengan benda seberat 2 ton di gedung tersebut. koq saya nggak pernah tahu”. Ada dua hal mutlak yang ada pada diri manusia. itu yang namanya Nico dan Rohim”. tetapi lebih jauh dari itu. setiap manusia semestinya menyadari batas waktu yang diberikan oleh Allah. “Yang mana sih. prestasi.. Tidak ada satu makhluk pun yang akan hidup kekal. Dan bisa jadi ada yang bertanya.Ya Allah anugerahkan kepada kami husnul khatimah Ya Allah limpahkanlah rahmat. Dan kedua.. kaitannya dengan kemutlakan kedua inilah sedianya setiap kita . seperti juga Anda tak pernah mengenal dua lelaki itu. Seperti saya. setiap manusia sebenarnya tak bisa membantah hal ini. bahkan bisa jadi sebagian besar pegawai BI pun tak pernah mengenalnya meski hampir setiap hari mereka hadir dan melakukan sesuatu untuk (gedung) mereka. ampunan dan hidayah-Mu kepada kami semuanya.Nicodemus (32) dan Abdul Rohim (23). Bahwa waktu yang kita miliki itu terbatas itu suatu kemutlakan yang tidak bisa dibantah. keberhasilan dan kemenangan yang diraihnya. namun terkadang tidak sedikit yang menafikan keberadaan. manusia yang satu tidak akan pernah bisa hidup tanpa manusia yang lain. Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari suul khatimah…. waktu yang dimiliki manusia itu terbatas.

kita tak pernah menyapa mereka dengan kasih sayang. Bahkan ada yang cukup sarkas menganggap bahwa sudah nasib mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. Not in My Back Yard Kata-kata itu saya dapatkan saat saya mendengarkan salah satu talk show pagi hari. Kedengarannya memang tidak terlalu berarti. imbalan atau bonus lain dari apa yang sudah menjadi hak mereka. Tapi. Bayangkan jika tidak ada orang seperti mereka yang mau menanggung resiko terjatuh dari lantai 13. pakaian yang bagus dan mobil mentereng. apa sih pekaranganku? ada apa di . tukang sampah yang mengangkut sampah dari rumah. Dan buat kita. Tapi sayang. Tapi. pembantu rumah tangga kita. cukup membuat mereka tersanjung dan merasa diri sebagai manusia yang utuh. Bagaimana dengan para pembantu rumah tangga yang setiap hari melayani kebutuhan Anda dan keluarga. dengan kata lain “menjaga pekaranganku”. terbangun lebih awal dan tidur paling akhir. Mereka tak pernah iri dengan kenaikan gaji atau pangkat kita. Not in My back yard – bukan di pekaranganku. ucapan terima kasih yang tulus kita alamatkan kepada mereka atas setiap pelayanannya. bukan alasan untuk tak sekedar mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa mereka.menyadari status manusia sebagai makhluk sosial yang –setidaknya. jangan kaget jika hanya karena ucapan ringan itu kualitas pelayanan dan pengabdian mereka kepada kita akan lebih meningkat. Sungguh. mereka mungkin tak pernah berharap tips.telah teringankan sebagian besar beban hidup ini dengan adanya manusia yang lain. sebagian dari kita ternyata sudah membuktikan. My back yard– pekaranganku. Nico dan Rohim. bisa juga sangat berarti –kalau kita mau merenungkannya. sopir bus ataupun sopir pribadi. selain juga mereka yang membutuhkan pekerjaan itu. Seperti Nico dan Rohim yang setiap hari membantu orang lain menjadikan pemandangan keluar melalui jendela kantor Bank Indonesia tidak nampak kusam. para office boy. Ketinggian jabatan. Tak pernah terbersit dalam benak para pembantu kita akan menjadi majikan yang kerap dilayani. tak pernah bermimpi suatu saat tak lagi menghidangkan teh atau kopi panas karena mereka sangat sadar betapa berbedanya mereka dengan kita. Bahkan sampai orang-orang ‘kecil’ yang telah banyak membantu kita itu telah menemui kemutlakan pertama. juga status sebagai majikan. sebagian kita memang egois dan tak tahu rasa bersyukur. Mungkin kita bisa berkilah. apakah kita pernah menghargai kerja mereka? Bahkan sekedar mengucapkan terima kasih. karena telah membayar keringat mereka. Begitu juga dengan para office boy yang sudah menyiapkan teh atau kopi panas di meja kerja bahkan sebelum sempat kita duduk. Masih ingatkah kita terhadap pembantu rumah tangga yang pernah sekian tahun mengabdi? Dimana mereka sekarang? Masih hidupkah mereka? (Bayu Gautama) Not In My Back Yard Publikasi 05/02/2003 08:15 WIB eramuslim.

untuk itu diwajibkan atas kita untuk melakukan dua fungsi utama. tapi kembali kalau kita mau mengembangkan maknanya. pekarangan kita bukan milik kita. Kedengarannya NIMBY memang sepertinya ‘egois’. Kehidupan keluarga kita berdenyut tiap hari di situ. Tapi. selokan macet penuh air dan sampah. Spontan saya ingat selokan depan rumah saya. ternyata ‘tubuh dan jiwa kita’ bukan milik kita. renungan saya terhenti. mengapa aku tak pernah bertanya. tapi selokan itu bukan di lingkungan rumah saya. apa iya ‘benar-benar’ milik kita? Lantas teringat saya baitbait puisi renungan dari Rendra. Ya Tuhan. bahwa hartaku hanya titipan Nya. bahwa putraku hanya titipan Nya. padahal sekelilingnya penuh dengan rumah-rumah yang bagus. That’s it. jangankan pekarangan dan rumah. apakah kami mampu mengemban amanah ini? Astaghfirullah. bagaimana aku memanfaatkanya? Mengapa sih harus dijaga? dan lain-lain. Tapi. Bisa-bisa malah menimbulkan salah persepsi bagi yang tinggal di sekelilingnya. Selintas saya merenungi “my back yard” sambil mengayun kaki menikmati pagi. Milik kita. Terlihatlah oleh saya. sering kita merasa tak yakin. dan kurang mampu memahami bahwa Allah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya dan well-equipped. apakah juga mengganggu orang lain? Cepat-cepat saya pulang dan memeriksa selokan di depan rumah. Kondisi selokan itu benar-benar sangat memprihatinkan. bahwa mobilku hanya titipan Nya. “Sering kali aku berkata.pekaranganku? apa hak dan kewajibanku atas pekaranganku. bahwa sesungguhnya ini hanya titipan. mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku? Dan kalau bukan milikku. di lingkungan pekarangan saya. bahwa rumahku hanya titipan Nya. Astaghfirullah.tempat tinggal kita. apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?” Ternyata. sebidang tanah yang kita tinggali setiap hari. Dan kita telah berjanji bahwa sesungguhnya hidup dan mati ini untuk-Nya. untuk apa semua ini Kau titipkan pada kami. ketika orang memuji milikku. Allahu Rabbii. saya ingin sekali membersihkan selokan itu mengingat musim hujan segera datang. tetapi. jadi apapun bisa kita lakukan di situ. Hal tersebut bisa menjadi langkah awal kita untuk . Tiba-tiba brakk!! Saya menabrak kursi rusak yang dibuang di selokan. Astaghfirullah. sebagai ‘abdun’ (hamba Allah) dan Khalifah fil ardh (khalifah di bumi). namun milik Sang Pencipta. Pekarangan kita –agak luas lagi. kita semestinya memperlakukan dan mempergunakan segala yang di’amanah’kan kepada kita berdasarkan tatanan dan aturan Allah. beberapa inchi lagi airnya meluber ke jalan. ‘not in my back yard (NIMBY)’ – bukan di pekaranganku!! Tiba-tiba saja kata-kata itu lebih berarti. “Apa aku sudah melakukan itu yaa?” pikirku.

bukankah lebih ringan bagi yang berada diatas untuk turun? Penguasa yang cerdas selalu peduli terhadap pola pikir rakyat yang diperintahnya. yang kemudian Insya Allah seluruh daerah di negara tercinta ini terjaga. membahana menjadi satu daerah. Semakin menegaskan jarak antara pemerintah dengan rakyat yang jelas-jelas menolak semua kebijakan tersebut. semua kebijakan pemerintah itu tak satupun yang didasari atas kepentingan jangka panjang. Insya Allah. Dari lingkungan yang kecil -keluarga. Mulai dari hal-hal yang kecil-menjaga selokan agar bersih. menjaga hati dan keimanan kita agar tetap bersih sehingga dapat menjaga ‘amanah’ Allah. Itulah salah satu kunci keberhasilan suatu kepemimpinan yang paling mendasar. masyarakat kita. diri kita. meluas menjadi satu kampung. (Sitta Izza Rosdaniah/sitta@rocketmail. berilah kekuatan dan petunjuk pada kami untuk menjaga amanah-Mu dan mewujudkan Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghaffur. Bumi Allah akan terjaga. pemerintah mempunyai pola pikirnya sendiri. lingkungannya dari halhal yang merugikan dan hal yang terlarang. Kebijakan pemerintah dan harapan rakyat ibarat langit dan bumi. ketidaksukaan dan perbedaan. sudah pasti akan muncul berbagai praktek kekerasan yang timbul akibat tumbuhnya benih-benih perlawanan. bukankah masih ada harapan kesenyawaan itu tercipta ketika hati dan pikiran orang-orang yang dilangit menjemput yang di bumi? Jika terlalu berat bagi yang dibumi untuk menghusung hati ke atas. melainkan kepentingan sesaat yang semakin memburukkan keadaan rakyat sudah terperosok selama sekian tahun sejak krisis ekonomi melanda negeri ini. Rakyat berpikir. . keluarganya.melakukan perubahan. tentunya ke arah yang lebih baik. korupsi tak lagi trendy. negara kita dapat terjaga dari sengsaranya musibah. Jika setiap orang melakukan gerakan NIMBY. Tarif Dasar Listik (TDL). Selanjutnya. selama malaikat pesuruh Allah belum meniupkan sangkakala pertanda hari akhir. melebar menjadi satu RT. atas kepentingan dan kemaslahatan orang banyak. Ya Allah. keluarga kita. narkoba tak mampu menjamah. sementara masyarakat juga memiliki pola pikirnya sendiri. Telepon yang menyebabkan kenaikan di berbagai sektor lainnya. Insya Allah.sampai hal-hal yang paling besar. Memaksakan pola pikir yang satu terhadap yang lain tentulah hanya akan melahirkan konflik.com) Menjembatani Langit dan Bumi Publikasi 03/02/2003 08:54 WIB eramuslim . Namun jika secara fisik keduanya tidak bisa bertemu. tidak akan pernah langit menyatu dengan bumi. banjir tak akan mengancam. setidaknya mau menjaga dirinya.Kebijakan-kebijakan pemerintah yang melakukan divestasi Indosat. Yang pada kenyataannya. privatisasi asset-asset negara. menaikkan harga-harga BBM. Amien. Saat ini. kemiskinan bukan tak dapat teratasi.

Sekali lagi. intelektual yang dipercaya sebagai pemimpin suatu bangsa. keluhan atau bahkan jeritan ketidakberdayaan manusia menjalani hidup. ada kesenjangan hubungan. Semestinya setiap penguasa belajar dari sejarah. Soekarno sangat menyadari artinya rakyat bagi sebuah bangsa. melihat langsung dari dekat setiap bulir air mata ummat yang menetes di sepanjang malam. sesungguhnya merupakan potret awal keruntuhan. Masalahnya kemudian. dan menempatkan Rasul sebagai teladan hidup. dalam satu tujuan selayaknya orang-orang terdahulu di negeri ini melakukannya saat merumuskan bentuk dan kelahiran bangsa.” Kalaulah Allah begitu teramat sering menjumpai hamba-hamba-Nya di bumi. ketika bahu membahu membidani perjuangan memerdekakan negeri bernama Indonesia ini. Pemaksaan yang dilanjutkan dengan sikap tegas dan represif kekuatan kekuasaan terhadap siapapun yang tidak sejalan. dulu itu kita semua adalah ‘volks’. Begitu juga dengan para malaikat (makhluk langit lainnya) yang penuh kearifan menghampiri anak-anak Adam dan melaporkan kepada Tuhan setiap aduan. Tujuan pergerakan kita dulu itu adalah satu masyarakat adil dan makmur bagi rakyat. perlu kesatuan yang utuh antara orang-orang berpendidikan. tidak akan pernah suatu perubahan (progresif) tercipta tanpa adanya kesatuan antara orang-orang yang di depan dengan mereka yang memberikan kepercayaan penuh kepada yang di depan. untuk sementara langit memang takkan pernah menjumpai langit. awalnya hanya sekedar ‘pemaksaan’ pola pikir pemerintah yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyatnya. tidak adanya kontak dari hati ke hati antara langit dan bumi. Jika pemimpin-pemimpin di negeri ini masih menjadikan Allah sebagai sesembahan mereka. Segala pikiran dan angan-angan kita dulu itu kita tujukan kepada kepentingan rakyat. Membangun sebuah peradaban baru. pemahaman yang teramat mendalam dari Soekarno itu tercermin dari pidatonya pada tahun 1957: “Dulu itu kita semua adalah ‘rakyati’. Teori manapun yang pernah kita pelajari berkenaan dengan perubahan mengajarkan. semestinya mereka mau turun ke bumi. Kalaulah para Nabi dan Rasul Allah memberikan teladan bagaimana menyentuh hati rakyat. Api pergerakan kita dulu itu kita ambil dari dapur apinya rakyat. bahwa kejatuhan yang pernah dialami oleh hampir semua pemimpin adalah saat langkahnya tak lagi seiring dengan orang-orang yang dipimpinnya. tapi sejauh apapun jarak itu bukankah tetap bisa tersatukan ketika hati dan pikiran keduanya duduk menyatu dalam satu kepentingan. mengangkat yang jatuh.Maraknya aksi-aksi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat akhir-akhir ini. mendiang Presiden Pertama RI. dengan anggota masyarakat dari bangsa itu sendiri (Ali Syari’ati). menggandeng yang lemah dan bahkan mengutamakan kepentingan rakyat diatas semua kepentingan diri dan keluarganya. Begitu juga dengan negeri ini. Anak-anak dalam Kepompong Jalanan Publikasi 31/01/2003 08:55 WIB . masih percaya adanya malaikat-malaikat yang senantiasa hadir bersamanya.

mengelap kaca mobil. ditemani makanan dan minuman hangat. tampak anak-anak yang mengemis. sementara di sisinya atau di belakang si bocah mengikuti. lengket di tubuh karena air hujan. anak-anak usia belasan tahun mengulurkan tangan menawarkan jasa membawa belanjaan! Masih di bagian lain Jakarta. Bukan lagi dunia anak-anak yang diwarnai gelak tawa dan bermain. Nampaknya tidak banyak keping yang berhasil ia kumpulkan. Dengan kaos oblong yang sudah tidak jelas warnanya.yang telah melesatkan anak panah tersebut? "Engkaulah busur dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur. menyemir. Dengan krecekan dari tutup botol dan suara cadelnya yang cempreng. Namun payung tersebut tidak terkembang. keramaian pasar tradisional melahirkan suara hiruk-pikuk yang khas.Jakarta diguyur hujan. siapa bocah malang tersebut? Di pagi hari di mana anak-anak lain berangkat sekolah menenteng tas dan bekal. dengan penampilan yang lusuh dan kotor. bermandikan hujan! Mereka adalah bocah-bocah yang baru berumur 10 tahun ke bawah. Kemudian dengan lincah tubuh mungil tersebut menerobos pintu dan meloncat dari bus yang masih berjalan pelan tertahan macet jalanan. Di setiap halte dan beberapa emperan perkantoran. Setiap saat anak-anak tersebut mengacungkan payung kepada mereka yang baru turun dari bus atau mobil. Di manakah ayah-bunda mereka? Bagian lain Jakarta. Usai satu lagu. jalanan basah.eramuslim . tangan kurus tersebut mengulurkan bungkus plastik bekas permen yang kosong. saya naik bus kota. Padahal di tangannya yang kurus terpegang sebuah payung besar. Melainkan sebuah aktivitas untuk mencari sesuap nasi. Bocah usia enam tahunan tersebut bermata bening. menjual makanan. tampak tubuh-tubuh kecil dengan baju yang basah kuyup. Mereka menapakkan kaki hati-hati seakan takut air yang kotor menodai pakaian mereka yang bersih dan licin di bawah payung lebar. Suasana pagi kelam diwarnai macet jalanan oleh orang-orang yang berangkat kerja." kata . Mengharapkan kepingan logam dari penumpang yang entah mendengarkan atau tidak. lebih dari cukup untuk melindungi tubuhnya. Tanpa payung. tapi kekerasan hidup telah menempa mereka menjadi pribadi yang lain. Mereka masih terlalu muda. Begitu mudah tertangkap mata pemandangan seperti itu di sebuah ibukota negeri bernama Jakarta. mereka hanya menenteng sebuah payung besar. berdasi maupun blazer melintasi jalan dengan pemandangan khas. ketika siang di Jakarta bermandikan cahaya matahari yang bersinar terik. Ketika sebagian yang lain tinggal di rumah bergelung selimut tebal. Di manakah ayah-bunda mereka berada? Beberapa hari lalu. tubuh mereka menggigil kedinginan dengan perut yang keroncongan. menjual Koran. Sebuah dunia orang dewasa yang terlalu cepat mereka masuki. Satu demi satu lelaki maupun perempuan yang berjas. Bus penuh sesak. Sebuah tanya terlintas. Di antara deru bus dan himpitan penumpang tampak seorang bocah yang berusaha menyalip tubuh-tubuh besar di sekitarnya. ia menyanyi. Di mana busur -meminjam perumpamaan Khalil Gibran-. Di sela kesibukan berbelanja.

"Sebagaimana Dia mengasihi anak panah yang melesat. melindungi anak-anak kita. Luqman : 34). yayasanmartabat@yahoo. Semestinya ada tangan-tangan yang terulur untuk membantu mereka. Dan meyakinkan diri sekuat-kuatnya. Yayasan yang memberi santunan pendidikan bagi anak-anak dhuafa. Bila ternyata panah itu meleset dari sasaran. (021) 6346954 Ibu Indonesia Publikasi 30/01/2003 09:11 WIB eramuslim . Kali Anyar II RT 008/ RW 001 No. Tetapi di zaman ini orang-orang dewasa terlalu sibuk dengan kepompongnya sendiri. Si anak tertua yang cerdas dan masih duduk dibangku sekolah dasar. Mereka yang terlahir dari rahim yang kurang beruntung adalah anak-anak masyarakat. ia berupaya meredam rintih sedih itu semua. 3 Kelurahan Kali Anyar. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Kecamatan Tambora Jakarta Barat Telp." Naudzubillahi min dzalik." demikian penggal puisi tentang anak yang ditulisnya. Sebagai anak panah. bahwa anaknya akan beroleh ilmu . Mari ulurkan tangan buat mereka. hanya kerasnya hidup orang dewasa yang akan mereka rasakan. (Eva Deswenti dari Yayasan Martabat.Bukan sesuatu yang ringan ketika seorang ibu melepaskan anaknya menuntut ilmu sambil mondok di sebuah pesantren. Tidak pula sesuatu yang menentramkan hati bila seorang ibu tak bisa lagi memandangi wajah anaknya diwaktu malam. karena kurang mantapnya busur inikah. semoga Allah melindungi kita. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal" (QS. demikian pula Dia mengasihi busur nan mantap. Dan anak-anak itupun diserahkan kepada jalanan sebagai kepompongnya. Hanya demi kepentingan masa depan buah hatinya. ketika tengah pulas tertidur. yang telah mengantarkan anak-anak tersebut ke gerbang yang belum saatnya mereka masuki? Padahal begitu masuk. Semoga saya dan Anda tidak termasuk mereka yang dimaksudkan QS. melindungi anak-anak zaman. Dan tiada seorang pun dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok.Gibran. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sebuah keluarga dengan ayah-bunda yang penuh kehangatan dan rezeki yang cukup.com) Yayasan Martabat Jl. adakah mereka berhak menyesali? Mengingkari :"…Dialah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di rahim. Lalu. Luqman: 18 : "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. tentu mereka merindukan busur yang mantap yang akan mengantar mereka pada sasaran yang tepat dalam ukuran kemanusiaan.

Bagaimanapun ia tegar dihadapan anaknya. beban kesulitan itu akan lebih menekan lagi. Cerita kejayaan pemimpin dengan kekuasaannya. karuniakanlah anak-anak hamba keberkahan. tinggikanlah derajatnya.dan pengajaran dari guru yang lebih baik. berbagai jenis persoalan hidup yang lebih berat sudah berderet antri di depan mata. lemari pakaian. terangkanlah pikirannya. Yang ada hanyalah terus-menerus kerja lembur dan "mematikan" berbagai keinginan atau kesenangan memiliki barang. "Ya Allah. Memeluk dan meninggalkan buah hatinya di seberang pintu gerbang. Saya masih ingat beberapa kata dalam do'anya yang nyaris tak bersuara. sementara tak ada jaminan bahwa penghasilannya mereka juga akan bertambah. Tentu akan banyak ibu-ibu pejuang seperti itu di tanah air kita. nafasnya pendek-pendek. Ya Allah lindungilah mereka. Sebuah negeri yang banyak meyimpan cerita kemewahan para pejabat dan pengusahanya. Kini. Memperhatikan meja belajar. Payahnya mencari nafkah. Kepedihan dan keperihan menjadi sesuatu yang normal karena seringnya. Hingga seringkali ia bisa membaca ayat demi ayat dalam kitab suci itu hanya dalam hati saja. Kenangan akan kefleksibelan hukum dan peraturan yang dibuat oleh ahli-ahli hukumnya." Lalu ia menyebut nama suami dan anaknya satu persatu. Di depan manusia mereka menjadi golongan kecil dan lemah saja. Berjuta jumlahnya dan terserak dimana-mana. kemudian menunggu kendaraan umum yang akan mengantarnya kembali. Berpuluh tahun mereka melakoni episode kehidupan yang amat berat untuk sebagian orang. Tapi yakinlah bahwa itu semua tak paralel dengan senyum dan kebahagiaan sebagian besar rakyatnya. hambamu ini hanya lah seorang ibu yang biasa. Dan selepas shubuh berjalanlah ia ke pasar sebagaimana biasanya. menggelar dagangannya seperti para pedagang lainnya. jernihkanlah hatinya. Tenggorokannya seakan-akan terasa sesak. selamatkanlah mereka di dunia dan akhirat. mungkin juga kita diantaranya. Isak tangis juga sering terdengar di keheningan malam dalam kepasrahan tahajjudnya. serta tempat tidur susun. tempat anaknya akan tinggal bersama beberapa anak lainnya. Harga-harga barang sudah merambah naik. kesusahan itu sudah tak dirasakan kesusahan lagi saking biasanya. Betapa ia kesulitan ketika membaca Al-Qur’an selepas maghrib seperti biasanya. Ilmu yang lebih dari yang dapat ia berikan selama sang anak masih bersamanya. Namun seorang ibu tetap lah seorang wanita. . hanya kepada-Mu hamba titipkan nasib dan masa depan anak-anak hamba. Dia malah tersenyum saja dan berkisah tentang hal-hal yang menggembirakan kepada anaknya sambil duduk beriringan disisi tempat tidur. tak kuasa ia menyembunyikan perasaan di depan Rabb-nya. Bagi mereka. tak ada sesuatu yang istimewa kecuali amanah yang Engkau berikan. Wahai Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tak ada gaji ataupun tunjangan untuk besok hari dan hari-hari berikutnya. Menjadi bagian masyarakat yang tidak penting untuk dicatat dalam sejarah bangsa yang besar seperti Indonesia. Memang ia tak menunjukkan raut muka sedih ketika memandangi kamar baru anaknya yang sederhana.

Kesulitan yang seringkali diabaikan saja oleh golongan lainnya. karena perih dan letih yang disimpan saja. Menatap seorang ibu pada suatu siang yang terik. Betapa bangsa kita amat berhutang pada ibu-ibu mulia itu. Tak pernah berusaha menemani kesedihan "wong cilik" walau sebentar saja. Begitu lebar ketimpangan sosial orang kaya dengan rakyat biasa. Allah Maha Tahu betapa mereka amat sulit hidupnya. sepulang dari pasar yang jauh dari prasyarat kesehatan.. Hilang sudah getaran iba dan rasa sayang pada orang papa dan penuh kesusahan dalam hidupnya. Kemiskinan jadi hal yang harus disembunyikan. Tak ada dendam. Pulang dengan menangis yang tak keluar. berjalan ibu kita ini kembali dengan dagangan yang hampir utuh. dan gemetar tubuhnya. Mungkin karena do'a dan air mata pengharapannya. 1 Februari lalu. Dan lebih perih lagi ketika hari itu pula si sulung datang mengharap uang untuk membayar pondok dan sekolahnya. saya mengantarkan kawan saya suami istri yang pergi ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji. kekurangan lantas menjadi pantangan dan harus dipenuhi dengan jalan apa saja. Hidup sudah sedemikian melambung dan tak ingin kehilangan itu semua. bahkan oleh orang-orang yang diberi amanah untuk memimpin mereka. tak ada makian atau kata-kata kotor lainnya. din-din (mukhyidin@yahoo. Kalau saja pada saat itu Sayidina Umar bin Khaththab dihadirkan kembali. Allah masih bersabar terhadap kelakuan manusia lainnya di muka bumi ini. menatap mata duka sang ibu mulia ini. Sungguh suatu situasi yang menggetarkan. Banyak orang kadang merasa besar dan penting. Ketika menutup pintu pagar dan naik ke taxi. Kalau saja pada momen menggetarkan tersebut.de) Kurbankan "Ismail-Ismail" Kita Publikasi 28/01/2003 09:27 WIB eramuslim . Merasa sudah berbuat banyak dan mempunyai jasa yang tak terhingga. Tentulah akan pucat wajah khalifah yang diridhai Allah ini. lebih berpendidikan serta berwawasan luas. Kekuasaan dan ketinggian jabatan yang dicapai sering menjadi bandrol harga penghargaan yang harus diberikan orang.. hadir pula orang yang diberikan amanah berupa tanggung jawab untuk memperjuangkan nasib ibu kita.Tidak mesti senada dengan ibu-ibu pedagang kecil yang semenjak shubuh sudah tertatih menggendong barang dagangan. Demikian jauh perbedaan kehidupan antara rakyat dan pejabat yang mengurusinya. Orang-orang yang semestinya membantu perbaikan nasib dan mensejahterakannya. istri kawan saya tak kuasa menahan tangisnya karena sedih meninggalkan . Betapa ibu-ibu kita begitu bersih hatinya. Segemetar kala beliau mendapati diantara rakyatnya yang kelaparan di suatu malam.Jum'at.

bisa dibayangkan bagaimana rasanya keluarga yang dibangun bertahun-tahun namun buah hati tak juga kunjung datang. Namun kebahagiaan itu harus diuji lagi. bisakah anda membayangkan harus meninggalkan istri atau suami tersayang. tatkala Ibrahim harus meninggalkan istri dan anak yang dicintainya itu di sebuah lembah yang jauh dan tandus. juga anak anak yang anda impikan dan masih bayi itu berpisah dari anda? Saya yakin mungkin kita akan sedih atau menitikkan air mata membayangkan orang yang paling kita kasihi harus ditinggalkan sendirian. apa yang telah dilakukan oleh Ibrahim dahulu. saya saja seperti mimpi menjalani ini semua. Maka menyembelih anak yang dicintainya menjadi bagian dari kecintaannya pada Rabbnya. Lagi pula dirumah segala macam kebutuhan anak kita sudah tersedia.. Tapi itulah Ibrahim kholilullah (kekasih Allah). disuruhnya Ibrahim menyembelih anak yang dicintainya itu. betapa bahagianya ayah yang bertahun-tahun tak menjumpai anaknya dan ketika telah berjumpa anaknya telah besar dan gagah. bertahun-tahun ia tidak memiliki keturunan. Saya yang duduk di jok depan taxi hanya bisa ikut terenyuh mendengar isak tangisnya. kita ini masih beruntung bisa meninggalkan anak kita dalam keadaan cukup. kamu jangan sedih. ketika Ibrahim mendapat kesempatan untuk mengunjungi anak istrinya." Sepanjang perjalanan saya merenungi kata-kata kawan saya tersebut. saya sungguh tak tega melihatnya meronta-ronta menangis ketika akan diinfus tangannya. tanpa perbekalan apapun. subhanallah. dan lagi kita ini sungguh telah diberi kemudahan oleh Allah untuk mengunjungi Baitullah. Namun. masih ada orang-orang yang menjaganya. seringkali kita merasa begitu berat meninggalkan atau berpisah dengan orang orang yang kita cintai.anaknya yang baru berusia 14 bulan di rumah yang hanya dijaga oleh pembantu. "Sudahlah. . tentu kita bisa membayangkan kebahagiaan Ibrahim saat itu. cintanya pada Ismail berdiri kokoh diatas landasan kecintaannya pada Rabbnya. maka Allah berkehendak untuk menguji cinta Ibrahim pada-Nya. membandingkan diri kita dengan Ibrahim 'alaihissalaam rasanya memang belum ada apa-apanya. satu hal lagi yang patut kita renungkan. Beberapa tahun kemudian. sekali lagi Allah tak membiarkan kecintaan ayah pada anak itu berlebihan. dilihatnya Ismail sudah menjadi seorang anak yang gagah. Apalagi membayangkan orang yang saya cintai disembelih.. Ketika saya mengantar anak teman saya untuk opname di rumah sakit beberapa hari yang lalu. lahirlah Isma'il. saya dan istri saya. hingga kemudian ketika Allah berkehendak untuk memberikan keturunan. jauh sekali. bayangkan. Bandingkan dengan Ibrahim yang harus meninggalkan istri dan anaknya dilembah yang tandus. hingga saya dengar suaminya berkata. coba anda bayangkan menyembelih orang yang paling anda cintai! Terus terang saya sendiri tak pernah sanggup membayangkannya. Menjelang 'Iedul Qurban besok. ibu. sungguh tak sanggup. semuanya dilancarkan.

tapi juga seberapa banyak yang kita tahan. apa apa yang menjadi "Ismail-Ismail kita".id) Cinta Versus Nafsu Publikasi 27/01/2003 14:25 WIB eramuslim . perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya.Dan sekarang. harta kekayaan yang kamu usahakan. karena itu lebih mulia” Itulah salah satu pesan Rasulullah yang sangat terkenal. Wallahu a'lam bisshawab "Katakanlah: "Jika Bapa-bapa.co. sudahkah ianya kita infakkan dijalan Allah dan kita gunakan dengan baik? Mungkin kita sudah menyumbang barang seratus dua ratus perak.." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. anak. teladani dan renungkanlah dengan cara membayangkan apa yang terjadi pada Ibrahim adalah keluarga karib kerabat kita sendiri. sudahkan kita sanggup untuk menyerahkannya pada hal-hal yang Allah inginkan? layaknya Ibrahim menyembelih Ismail karena perintah Allah? Jika kita belum siap. Namun tentu ada alasan yang sangat khusus mengapa Rasul menganjurkan ummatnya untuk memberikan maaf kepada orang zhalim. anak-anak. dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai. Perintah Allah berkenaan dengan “maaf” ini termaktub dalam Qur’an Surat Ali Imran ayat 134: “. untuk membuktikan cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya. apapun yang paling kita cintai sekarang ini adalah "Ismail-Ismail" kita. saudara-saudara. adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya. atau seratus dua ratus ribu. isteri-isteri kaum keluargamu. sudahkan kita arahkan pada jalan Allah? Harta yang kita miliki. dan seberapa ikhlas kita berikan. yang dengan rela atau terpaksa harus kita serahkan dan kita kembalikan pada Allah Subhaanahu wa ta'ala.. Cobalah kalkulasi apa-apa yang menjadi kecintaan kita. karena bukan saja anak yang kita cintai. cari kisah Ibrahim. Dan itulah "Ismail-Ismail" kita. suami. dan orang-orang yang . Membalas perlakuan tak adil dan kezhaliman dari seseorang. tidak dilarang. sanggupkan kita mengorbankannya di jalan Allah? Istri." from the Desk of Hilal (hill@ratelindo. Mari kita lihat ulang soal maaf memaafkan ini. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.“Maafkanlah. inilah saatnya untuk membuka Al Qur'an. atau belum pernah memikirkannya. tapi berapa banyak yang kita tahan? berapa banyak yang digunakan hanya untuk hal-hal yang remeh temeh bahkan sia-sia? Saya pikir Allah tak hanya melihat seberapa banyak yang kita berikan. sanggupkan kita mempersembahkan "Ismail-Ismail" kita di jalan Allah? Sanggupkah kita memberikan apa-apa yang paling kita cintai untuk berkhidmat di jalan Allah? Saya berikan tanda kutip pada "Ismail-Ismail" kita. saya hanya berpikir.

jika bukan karena seseorang itu telah memiliki kebersihan hati dan ketulusan cinta kepada Allah Swt. Adam alaihi salam yang telah diberikan limpahan nikmat oleh Allah berupa kesenangan dan kebahagiaan hidup di surga yang tak berkekurangan. Hingga saat ini. Adam (juga Hawwa) tak mampu membendung nafsunya untuk tidak menyentuh buah “terlarang” tersebut. Meski terbilang hadits dhaif. Nampaknya seperti sesuatu hal yang sangat sepele. Syetan menggelincirkan dua manusia itu hanya dengan rayuan buah keabadian yang dihembuskan syetan. nafsu manusia pun terus berkembang dan semakin tak terkendalikan. Alasannya. takkan pernah terhitung jumlah orang-orang yang pernah terjerumus dan akhirnya jatuh oleh karena memperturutkan nafsunya. Dan itu akan melambungkan dirinya kepada kesombongan. Fir’aun dan sederet nama haus kekuasaan di muka bumi ini akan selalu menjadi catatan hitam keserakahan manusia. cinta akan dunianya. Kalaulah kita mau membuka catatan sejarah perjalanan hidup manusia. dan tak sedikit orang yang menganggap itu sebagai hal biasa yang teramat mudah. Sedikit punya kuasa. Masih ditambah nikmat itu dengan dihadirkannya Hawwa sebagai pelengkap hidup yang membawa kedamaian dan ketentraman. Qabil tega membunuh saudara kandungnya sendiri Habil demi mendapatkan calon istri Habil yang lebih cantik. Tidak berhenti sampai disitu. melebihkan hartanya dan memperbanyak wanitanya. Orang tentu tak akan lupa dengan nama Yusuf alaihi salam yang menampik rayuan Zulaikha yang cantik jelita. Terus dan terus meningkat. merupakan dua dari ciri orang yang bertaqwa. sungguh teramat berat untuk bisa melakukannya. dan mengagungkan harga diri yang diukur dengan parameter kekuasaan. Berlanjut kepada keturunan Adam. ia tak ingin amarah dan nafsunya yang menjadi alasan utama saat ia menghujamkan pedangnya. kecantikan. ingin punya harta dan kemudian wanita. kenikmatan dunia yang telah memalingkannya dari Allah membuatnya cinta akan dirinya. Ada satu hadits yang termasuk dhaif. namun dalam hal ini bisa diambil hikmahnya. seorang sahabat mengatakan. ingin meningkatkan kekuasaannya. Usai perang Badr yang terkenal sebagai salah satu perang terbesar dalam sejarah Islam. bahkan sejak manusia pertama diciptakan. Sejarah juga mencatat nama-nama lain dari zaman ke zaman. ketampanan dan ukuran materi lainnya. tak ada salahnya jika kita sepintas “sepakat” bahwa mengendalikan hawa nafsu tidaklah ringan. Padahal. kekayaan. “Kita baru saja melakukan peperangan terbesar” Kemudian Rasulullah berkata: “Tidak. jangan lupa bahwa sejarah pun mencatat dengan tinta emas orang-orang yang menang melawan hawa nafsunya. Menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. .menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang”. perang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu”. betapa hawa nafsu sudah terlalu sering mengalahkan manusia. Ali bin Abi Thalib yang urung menebas leher musuhnya setelah sang musuh meludahi wajahnya. Siapa yang tak ingat betapa besar kecintaan Abu Bakar kepada Allah dan rasul-Nya sehingga menginfakkan semua harta miliknya hingga tak tersisa untuk perjuangan Islam. Cukupkah Adam? Ternyata tidak. Namun demikian. Begitu juga dengan Qarun dan sejumlah nama orang-orang yang rakus harta. Seiring bergulirnya masa.

sumber utamanya adalah nafsu yang tak terkendali. yang merupakan satu bagian kecil dari semua hawa nafsu yang ada pada diri manusia. pemerkosaan. saat api amarah menyala. amarah. Ketika seseorang memperturutkan nafsunya dan tak mempu menahan amarahnya. Orang yang tak dapat mengendalikan amarahnya. Semuanya adalah karena kelengahan kita yang membiarkan pintupintu hati ini terbuka bagi masuknya syetan yang memang senantiasa menantinya celah kelengahan manusia. manusia mencintai. Oleh karenanya. juga pria-pria dan wanita yang tak memperturutkan syahwatnya pada jalan yang halal? Adakah yang lebih mulia dari orang-orang yang mampu menahan dan mengendalikan nafsunya karena takut kepada Allah? Hawa nafsu. Dan ujungnya. akan sangat berpotensi membuat seseorang menjadi sangat hina. dan kemudia ia juga yang menghembuskan aroma ketidakadilan tersebut kepada lawannya untuk membalas kembali ketidakadilan itu dan seterusnya.Manusia bisa menjadi sangat mulia karena menahan dan mengendalikan nafsunya. manusia mulia pun akan teramat hina dan menjijikkan ketika sedetik saja tak kuasa mengendalikan nafsu. Disinilah syetan berperan menciptakan ketidakadilan. Jika yang . orang baik dan mulia pun bisa tersungkur oleh sebab nafsu yang tak terkendali itu. bisa dipastikan adalah penyesalan. Hingga pada hitungan detik berikutnya. dua kelompok manusia saling baku hantam. bukankah jauh lebih mulia orang-orang yang tak serakah harta. membersihkan jiwa dan mengendalikan diri. dan sejumlah peristiwa lain yang terjadi di muka bumi ini. bahkan gila. tak mampu menahan amarah serta tak mau memaafkan kesalahan orang. Sebagai contoh. pada saat lengah. Sebaliknya. Dan dengan cinta dan kasih sayang yang Allah tanamkan itulah. kenapa hanya dengan memaafkan manusia menjadi lebih mulia? Jawabannya tentu sudah menjadi jelas sekarang. mengasihi juga menyayangi sesama makhluk. Pembunuhan. Cinta yang tulus kepada Allah akan membuahkan cinta dan kasih sayang yang juga tulus dari Allah kepada hamba-Nya. Pada akhirnya. syetan akan tertawa melihat dua anak. saat itulah pintu terbuka bagi masuknya syetan ke dalam hati manusia untuk terus memanasi setiap relung di dalamnya. jangan pernah menyepelekan pentingnya menata hati. akan terlihat seperti orang bodoh. sampai yang besar seperti rakus harta. perampokan. Seperti halnya Rasulullah yang kerap memaafkan orang yang meludahinya setiap hari. dan lebih menyakitkan. kalau saja ia mau memaafkan kesalahan (atau kezhaliman) orang lain. mereka yang tak ambisi kekuasaan dan jabatan. Soal memaafkan misalnya. derajatnya tak pernah jatuh sekalipun ia justru menjadi orang yang pertama menjenguk ketika si peludah itu menderita sakit. Itu baru sekedar masalah maaf memaafkan. tak pelak lagi balasan terhadap perlakuan orang lain yang dilakukan biasanya jauh lebih besar. Padahal. dari yang kecil seperti bangga diri. sikap itu tentu tidak akan menjatuhkan derajatnya dimata orang yang menzhaliminya. Karena bukan tak mungkin. kekuasaan dan juga nafsu syahwat.

tidak akan ada ruang kosong dalam hatinya untuk rasa benci. sekitar 14. terluka. atau mengkhianatinya. (Bayu Gautama. siang itu. sejatinya kita senantiasa menjaga agar hati ini terus terlindungi agar tak kotor. “Oo. muncul sekelompok pengamen cilik dengan segala atributnya. Menentramkan hati dengan dzikir (mengingat Allah) sebagai bukti cinta seseorang terhadap Dzat yang dicintainya..demikian yang dimiliki oleh manusia selaku hamba Allah. tak ada lagi yang menjadi kepuasan dari seorang hamba di dalam hidupnya ketika kelak mengakhiri hidup tetap dalam kemuliaan. thanks 4N) You Are What You Think You Are Publikasi 23/01/2003 07:52 WIB eramuslim . Sehingga meski tak sedikitpun terbetik niat mengukir nama dalam sejarah manusia yang memenangkan pertarungan melawan hawa nafsu. terhina. Salah satu parameter orang yang mencintai dirinya sendiri adalah. adalah terapi yang tak terbantahkan setiap orang yang mendambakan ketenangan hidup. apatah lagi untuk nafsunafsu besar lainnya. Seolah tanpa lelah. Carol…. “Berpikir dan berjiwa besar”. siapapun yang mengenalnya akan tetap menjadikannya figur dan teladan yang pantas untuk diikuti jejaknya. Orang yang marah hanya karena kekhilafan manusiawi orang lain. hingga ketika bait terakhir nyaris usai. apalagi dendam. tidak akan pernah cinta berubah menjadi amarah. Lalu mengalirlah lagu-lagu lawas bernada gembira. agar tak terbuka celah masuknya syetan yang menggerogoti benteng-benteng ketegaran di dalamnya. dentam musik mereka membangunkan sebagian besar penumpang yang terserang kantuk. bocah-bocah itu membawakan 3-4 lagu. serasa membawa nuansa angin segar pada siang yang cukup suntuk dan gerah. Hamba yang dipenuhi hatinya dengan kasih tulus dari dan karena Allah. Gitar. tentunya dia akan menjadikan Rasulullah dan sederet nama-nama yang memenangkan hawa nafsunya sebagai refrens dalam bukunya yang amat terkenal.Di perut kereta rel listrik dalam perjalanan Depok-Jakarta. kecrekan dan lengkingan suara bocah 9 tahun-an itu terdengar begitu riang.30 wib. gendang. Sembari mengucap salam. amarah.. . qona’ah dan ikhlas dalam menjalani hidup semestinya juga menjadi modal utama ditengah ganasnya terpaan nafsu yang terus dipanas-panasi oleh syetan. tak akan pernah kasih dan sayang tertandingi oleh ganasnya hawa nafsu. jika ingin mendapatkan kemuliaan dihadapan Allah. atau menaruh dendam terhadap orang yang menyakitinya. menzhaliminya. Tanpa sadar menarik senyum dan hentakan kaki tiap penumpang KRL yang ada. Setelah itu. Seandainya David J Schwartz adalah seorang muslim. berarti ia hanya mencintai dirinya sendiri. Selain dzikir. Selain terus menanamkan cinta tulus kepada Allah. Jika untuk hal kecil saja tak ada ruang. 2 orang mahasiswa yang sejak awal begitu menikmati sajian mereka.

“Makanan itu-itu melulu. mungkin untuk makan. Dan mereka perbuat semua itu demi mempertahankan hidupnya. ada materi-materi kuliah yang dosen kita ajarkan. mengisi forum-forum kajian. Lihatlah wajah-wajah bocah pengamen cilik tadi yang begitu riang gembira. Kawan… Kita yang mungkin telah bekerja dengan sangat nyaman di ruangan ber-ac. Padahal Kawan. Tapi kita. Mereka hanya bernyanyi. Tapi yang ingin ditekankan disini bahwa imajinasi kita-lah penentu segala hal yang kita terima. mari kita tengok dan renungkan sejenak. mengajar. amanah yang tak habis-habis dan tak kunjung selesai. Terkadang masih juga mengeluh dan meratap. Kawan. Tapi. ladang pahala siap dialirkan. gimana mau sehat?”. “SDM sedikit. “Materi segudang gimana mau siap ujian?”. akan memberatkan timbangan amal kebajikan. ada istri yang siap menyambut dengan cinta dan senyuman. terkadang hidup ini terasa begitu berat. apalagi duka. jadwal kuliah yang penuh. berjibaku dengan berbagai amanah. atau yang mungkin telah berpenghasilan tetap tiap bulannya. kita jauh lebih beruntung.berteriak lantang. kognitif yang tertekan oleh ujian-ujian. ada setumpuk amanah yang jika ditunaikan. dan segala problematika kehidupan lainnya. *** Kawan. “Murid sedikit dan jarang datang. berda’wah. Sekali lagi. dan berjuta keluhan yang kita lontarkan setiap detiknya. “Gaji kecil apanya yang menyenangkan?”. yang mungkin tengah sibuk berkutat dengan agenda-agenda ummat. gimana da’wah mau berhasil?”…. gimana mau semangat?”. Dan temannya menimpali. ada buah hati yang siap menghibur perasaan dengan kepolosannya yang menggemaskan. yang mungkin telah cukup santai belajar di perguruan tinggi atau sekolah yang kadang tidak pantas disebut layak sebagai tempat menimba ilmu. atau apapunlah namanya. dibandingkan bocah-bocah pengamen tadi. membenahi rumah dan mencucikan pakaian. ulah anak-anak yang banyak tingkah. Jam kerja yang padat. “We want more! We want more!”. memasakkan makanan. bukan kesyukuran yang ingin diangkat dalam tulisan ini. ada objek-objek da’wah yang dengan adanya mereka. dan berjuta lagi kenikmatan yang mungkin justru seringkali kita anggap beban. mungkin untuk membayar biaya sekolah yang semakin tidak memanusiawikan rasa. Ada lembar-lembar rupiah yang tiap bulannya kita terima. tetap menghibur orang lain meski tak pernah tahu apakah sukacita dalam dirinya telah cukup melebur. terasa begitu membuat tertekan. . atau mungkin hanya untuk setoran kepada ‘atasan’. dan itu mereka lakukan dengan demi segenggam logam dan recehan. “Dosen killer gimana mau nyaman belajar?”. “Lagi! Lagi!”. kepenatan yang menumpuk. segala sesuatunya itu dilakukan tanpa keluhan.

You Are What You Think You Are (Kita adalah apa yang kita pikirkan). Bagaimana? (indra fathiana. Ya. Nah Kawan. Ternyata persepsi kita. dan kebahagiaan hakiki pun dapat terasakan oleh jiwa-jiwa yang ikhlas lagi lapang. Ketika pelayanan istri yang ‘begitu-begitu saja’. mungkin tak akan ada lagi berbagai keluhan. mungkin tak ada lagi wajah-wajah tertekuk dan cemberut. begitu menentukan sikap kita dalam menjalani kehidupan. ada pepatah barat yang mengatakan. Matahari belum terbit di sebelah barat dan belum tenggelam di sebelah timur bumi. salah satunya dengan mempersepsikan segala yang terjadi dalam sebuah kepositifan berfikir. kita persepsikan sebagai pembelajaran dari Allah dan peluang ‘tuk meraih imbalan-Nya yang lebih besar. mereka cukup dapat memenuhi tuntutan kehidupan yang bisa jadi jauh lebih berat dari kehidupan kita sekarang.Ketika mungkin gaji kecil yang kita peroleh. mungkin kita akan menjadi orangtua yang begitu dicintai putra-putrinya. kita persepsikan sebagai latihan untuk qona’ah dengan apa yang ada. Ketika para murid yang jarang hadir. kita persepsikan sebagai ajang untuk melatih kesabaran. Mereka mempersepsikan kerja keras menghibur orang sebagai suatu keriangan. kita persepsikan sebagai cambuk untuk giat belajar. keceriaan. psychofath@yahoo. tentu kita tak akan banyak mengeluh. Ketika tingkah polah dan kenakalan para bocah yang mengesalkan. kita persepsikan sebagai kesempatan ‘tuk meraih pahala sebesar-besarnya. Seperti bocah-bocah pengamen tadi. persepsi-persepsi kita. cara pandang kita. mungkin kita akan selalu bersemangat. Ketika ada dosen 'killer' mengajar.com) Masih Lebih Mudah Bagi Kita Publikasi 22/01/2003 07:49 WIB . mungkin rumah tangga akan senantiasa terasa tenteram. kehidupan adalah kenikmatan yang harus kita syukuri setiap detiknya. sebab persepsi mereka membahasakannya sebagai suatu kepositifan. sehingga kita ‘kan terus bersyukur kepadaNya. Kawan. bukan hal yang menyebalkan dan menambah beban. Padahal mereka tidak tahu apakah dengan berlaku seperti itu. Kawan. kita persepsikan sebagai akibat dari kekurangan kita dalam membawakan materi (pelajaran) misalnya. dan rasa sukacita tanpa setitik pun duka. untuk menjadi lebih positif dan memandang segalanya sebagai hal yang bukan beban? Jika kita telah berpersepsi demikian. maka insya Allah. kita persepsikan sebagai suatu rezeki dari Allah. maka mengapa kita tidak mencoba mengubah pola pikir kita. Semoga Dia berkenan memberi kita kesempatan untuk terus memperbaiki diri dalam menghadapi perjalanan yang sangat sebentar ini. Ketika amanah yang bertumpuk dan datang bertubi. mungkin kita akan senantiasa termotivasi untuk memperbaiki diri. senyuman. Begitulah. dalam keadaan apapun. paradigma kita dalam mengolah kognisi dan rasa jiwa. Ketika hanya ada segelintir SDM di lingkungan kita untuk berda’wah.

Tapi apa alasannya? Sulit bagi saya untuk mengerti. Ada pula yang menawar. Tetap saja tiada hari tanpa pedagang keliling dan peminta sumbangan di kantor ini. Meskipun di pintu depan sudah tertulis besar-besar "PARA PEDAGANG DAN PEMINTA SUMBANGAN DILARANG MASUK". ketika saya satu mobil dengan beliau karena ada tugas keluar kantor. Peristiwa yang sama terjadi kembali. Tapi ternyata dia juga selalu memberi kepada para peminta sumbangan yang bergantian datang ke kantor kami. Hanya kurang berusaha saja. Dan kini? Ini sudah kesekian kali. si bapak mengambil beberapa buah barang dagangannya dan membayar tanpa menawar. begitu jawab beliau.Seperti yang sudah saya duga. Seorang penjual pengharum ruangan masuk ke kantor. Beberapa hari terakhir. sebagaimana alasannya di atas. saya juga tidak tahu. Sekeping gopekan keluar lagi dari jendela mobil. Itu jawabnya. tapi akhirnya tidak jadi membeli. Penasaran saya makin betambah. Dan saya pernah mengingatkan bapak ini tentang hal itu. Beliau tahu saya suka membaca. Beberapa kali kejadian semacam berulang. "Karena saya tahu tak banyak orang yang membeli koran dari tukang koran seperti dia. Banyak dari mereka yang menggunakan metode peminta sumbangan untuk menghidupi diri. polisi cepek maupun yang setengah memalak dengan 'berorasi'.eramuslim . "Lantas mengapa membeli?" tanya saya. mengamen. Beliau memberi uang kepada setiap peminta-minta di jalanan. Biarlah saya berbelanja pada mereka". tanpa banyak kata. Teramat sering malah. Dulu. Sebagian cuek.". bahwa tak semua peminta sumbangan itu benar-benar peminta sumbangan untuk masjid. anak yatim piatu atau sejenisnya. Mereka bukan tak bisa. Tapi ia tak berkomentar. menawarkan dagangannya. saya bisa menerima dan mengerti. Penjual pengharum itu berkeliling ke meja-meja pegawai. "Siapa lagi yang akan membeli kalau bukan kita? Sudah terlalu banyak yang berbelanja di mall. Ini bukan yang pertama kali. Ketika para pedagang itu sampai di meja si bapak. Pertama kali saya menjadi anak buahnya. Sering. "Saya tak butuh koran itu. Memberi uang sama artinya dengan memberikan persetujuan dan pembenaran. Entah mereka sudah bebal atau kebal. Kenapa dia harus selalu memberi? Tanpa pernah memilih lagi. sebagian lagi menolak dengan halus." kata beliau. Sedangkan kita sudah selayaknya memberikan pelajaran. Pernah suatu saat saya bertanya kenapa beliau suka membeli barang dari para pedagang yang ke kantor. beliau hampir selalu memberikan koran harian pada saya. Kalau membeli barang dagangan. Sudah menjadi rahasia umum. . Si Bapak hampir selalu membeli barang dagangan setiap pedagang yang masuk ke ruangan kami. Namun ternyata bukan hanya itu. baik yang memang terang-terangan meminta-minta.

com) Karena Bintang Pun Bercahaya Publikasi 20/01/2003 09:11 WIB eramuslim . Menurut saya apa yang beliau lakukan tidak mendidik.460. Masih lebih mudah bagi kita mencari makan dibanding para pengamen jalanan. Cahaya itu sampai ke penglihatan kita setelah menempuh waktu yang amat sangat lama. Kalau tidak mendung. jika mereka bisa semudah kita mencari rizki. inci. "Saya tak yakin dengan tidak memberi akan mendidik mereka. Mungkin mereka memang tak sungguhsunguh miskin. Tapi saya yakin. kita bisa melihat betapa indahnya kelap-kelip bintang menghiasi langit. kecepatan cahaya dalam ruang hampa adalah sekitar 300. setidaknya masih lebih mudah bagi kita untuk mencari lagi dengan bekal kemampuan yang diberikan Allah pada kita. Ada yang terlihat terang ada yang terlihat meredup. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam satu tahun. sungguh jarak yang luar biasa jauh. Masih lebih mudah bagi kita meminta bantuan teman. mereka tak akan melakukan itu semua. juga memancarkan cahaya ke bumi. lantas kepada siapa mereka meminta. Masih lebih mudah bagi kita mencari penghidupan dibanding para pedagang asongan. Semestinya ada orangorang yang aware dengan program penyadaran itu.000. (azimah rahayu.000 kilometer per detik. Kalau biasanya kita menghitung jarak dengan meter. dibanding mereka. Tugas merekalah yang menyadarkan. Atau. mana yang tampak betul-betul membutuhkan. Bintang-bintang itu sama seperti matahari kita. masih lebih mudah bagi kita mendapat rezeki dibanding para tukang koran. bisa jadi mereka hanya malas.Sesekali pandanglah langit di malam hari. Sedikit angka-angka. Cahaya itu menempuh jarak dalam satuan tahun cahaya (light year). hanya ini yang bisa saya lakukan. Semuanya membuat indah walaupun kita sedang di dalam suasana kegelapan malam. tak mau bekerja keras dan mengharapkan uluran tangan seperti ini. Setidaknya. Masih lebih mudah bagi kita. Ya. Sehingga dalam satu tahun cahaya berarti mempunyai jarak 9. ada yang terlihat berwarna biru.. gelandangan tak berkawan. membuat mereka makin malas. Ibaratkan .Kali ini saya tak lagi bisa diam. hmmm." Urain panjang lebarnya membuat saya tertegun. dan lainnya. Sedang saya. azi_75@yahoo. Masih lebih mudah bagi kita. Jika karena tak ada yang mau memberi mereka kelaparan. kalau mau berinfak kenapa tidak melalui lembaga yang benar-benar dapat dipercaya akan menyampaikan amanah kepada yang benar-benar berhak? Saya memberondongnya dengan sebuah argumentasi panjang.800. ada yang terlihat putih. Ada yang terlihat berwarna jingga. Tahukah Anda bahwa sebetulnya cahaya bintang-bintang yang kita lihat saat ini bukan merupakan cahaya yang sebenarnya pada saat ini dipancarkan dari bintang-bintang itu. kalau mau memberi. Kemana mereka mencari? Sedang kita? Kalaupun harta kita habis karena mereka. astronom menggunakan satuan tahun cahaya untuk menghitung jarak yang sangat jauh. hendaknya kita pilih-pilih..000 kilometer.

sebagaimana matahari yang suatu saat nanti tidak lagi beraktivitas. Di sisi lain. Nabi Muhammad pernah berkata. Seperti bintang. siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Kita diberi Allah suatu keajaiban. 'cahaya' dari diri ini masih bisa terus hidup. merupakan waktu dimana kita memancarkan cahaya. Yang menjadikan mati dan hidup. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Setelah kita wafat nanti. Selain itu. sehingga 'cahaya' dari diri kita ini dapat terus menerus menerangi kehidupan orang lain sampai saat ini. bahwa kita ini mempunyai umur sekitar 60-70 tahun. semua bintang mempunyai umur hidup yang menentukan pancaran cahaya yang diberikannya. Subhanallah.. Demikian pula dengan cahaya dari bintang yang jaraknya bisa sampai ratusan tahun cahaya. Misalnya bintang Alkaid mempunyai jarak sekitar 101 tahun cahaya dari bumi. manusia pun diberi waktu hidup. kita bisa menggunakannya untuk menghitung berapa lama lagi matahari akan meredup dan menjadi mati. Dalam kurun waktu itu. sehingga perlu memakan waktu yang sangat lama untuk mengeksplorasinya. adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan . Maka lihatlah berulang-ulang. Melalui cahaya bintang itu. Waktu dimana kita bisa memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan umat dan mencari ridho Allah.seseorang yang menempuh perjalan sejauh itu. kita bisa mengukur seberapa jauh bumi kita ini dengan bintang lain.. seperti bintang di langit. Ibnu Sina. Amalan yang baik dan digunakan terus menerus oleh umat akan selalu membuat diri kita yang sudah wafat tadi masih terus dikenang. kita akan meredup dan tidak beraktivitas lagi. Beberapa bintang sebetulnya bintang itu sudah tidak ada. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Lihatlah nama-nama Newton. Apa saja yang sudah kita lakukan? Cukupkah dalam umur begitu pendek. dan masih banyak lagi yang lain. Melalui cahaya bintang itu. Di satu sisi. walaupun kita sudah wafat. supaya Dia menguji kamu. kalau boleh diandaikan dengan bintang. "Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan. kita mengisinya dengan amalan yang baik? Cukupkah amal yang kita kerjakan membuat 'cahaya' yang kita berikan bertahan? Tinggal bagaimana kita menggunakan waktu kita untuk berbuat baik. sudah tidak beraktivitas lagi. Al-Khawarizmi. Einstein. Jadi kita melihat cahaya dari masa lampau. dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. kita diberi kemampuan untuk melihat masa lampau dari alam semesta ini. Cahaya dalam diri ini masih bisa hidup jika amalan yang kita kerjakan bermanfaat bagi umat. tentu akan memakan waktu yang sangat lama. Mereka tetap dikenang.. Galileo dan tidak ketinggalan ilmuwan dan tokoh muslim seperti Imam Bukhari. Subhanallah. Berarti cahaya yang kita lihat dari bintang Alkaid sekarang merupakan pancaran cahaya dari 101 tahun yang lalu. Sama halnya dengan bintang. tetapi saat ini kita masih bisa melihat pancaran cahayanya. sudah mati. kita diberi alam semesta yang amat sangat luas. melalui cahaya bintang tadi. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.. karena 'cahaya' dari mereka yaitu amal perbuatan mereka berguna bagi umat ini.

Telah kucoba melepas segenap yang aku mampu untuk mengatasi beratnya medan yang menghalang.or. Terperosok aku dalam kubangan rindu bersulam palsu. Jika masih juga kunanti senyum lain selain senyum-Mu.Ya Rabbul Izzati. Rabbku. untuk melanjutkan perjalanan yang panjang ini. Allah. di Dada-Mu Kutemukan Kedamaian Publikasi 17/01/2003 08:08 WIB eramuslim . Tapi yang kutemui hanyalah taman yang gersang dan tandus di bawah panasnya terik matahari yang menyiksa jiwaku. telah kupenuhi panggilan-Mu. Kau dekap aku dalam belaian tarbiyah yang telah banyak mengajarkan aku banyak hal. Pedih jiwaku. jika kuingat Engkau Maha Pencemburu!!! Rabbi. apakah salah jika aku menyandarkan diri pada dinding lain dalam sebuah bangunan Islam-Mu? Angkuhkah aku yang lemah ini Rabb? Salahkah aku yang dhoif ini Rabb? Namun Rabb. Tak sanggup kubendung air mata keharuan atas semua belaian ini. karena ku tahu cinta sejatimu adalah musim semi dalam jiwaku. bukan tak ingin aku istiqomah melewati hari-hari. Semuanya memang dikarenakan kelemahan hati ini yang masih saja berharap mencicipi kenikmatan duniawi. Menuju ke sana. Telah coba kuatasi sedapatnya panasnya hari-hari kulewati. Kembali ku ingat sebait doa yang pernah kurenda. kuberharap pengembaraan cintaku membawaku pada sebuah taman. tidak semua hamba-Mu Kau perlakukan sama seperti aku. Akankah Kau terima buah karya tangan lemah ini? Akankah Kau hargai. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Kinipun hati yang peragu ini masih diguncang gundah. Namun ampuni aku ya Rabbi. gersang ragaku. sekian lama aku mengembara mencari cinta.sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. Karena aku tahu. kulalui dengan tertatih-tatih.id) Tuhan. Bukan tak hendak aku sabar menanti janji-Mu. Tersibak juga tirai kelam yang senantiasa menyeret langkahku menjauh dari-Mu. Betapa seringnya hamba tertegun ragu. sungguh aku bersyukur atas semua ini. Kadang terpikir olehku untuk menuntaskan jalan itu agar aku segera sampai. Betapa semakin berat persangkaanku akan kesia-siaan amalanku." (Qur'an Al Mulk:1-4) Wallahu'alam bi shshawab Zulfikar S. Tapi aku tak pernah berhenti memadu rindu. Namun Rabbi. apabila saat ini hatiku masih juga mengharapkan wajah lain selain wajah-Mu. Juga masih kudambakan pujian selain dari pujian-Mu. Aku sadar tidak sama pejuang dengan perintang. membawa tubuh ringkih ini melewati jalan yang Kau kehendaki. . lagi-lagi Kau didik aku dalam kealpaan mimpi semuku.

seperti yang Engkau kehendaki . inspirasi dari sebuah tulisan di majalah Ishlah) . namun lautan kasih sayang dan ampunan-Mu kuyakini tak pernah bertepi Ya Muhaimin. Apakah ini jawaban setiap rintihanku. ampuni atas segala kelemahan imanku. Beruntung aku masih punya nafas. untuk yang kesekian kalinya. sirna kesombongnnku. Yang ada saat ini bagaimana membentuk diri. Allah. Izinkanlah ya Allah aku menjadi penyambung cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. Rabbi. namun aku cukup arif menyadari Rabb. di sana kutemukan kedamaian yang abadi. tapi langkah kaki kecilku berpacu dengan nafsu yang menahan jiwaku. namun suaraku bersembunyi. Kau adalah musim semi dalam relung jiwaku. Dalam dekapannya runtuh keangkuhanku. Rabb. agar Engkau jadikan setiap nikmat yang ada pada diriku sebagai mahar yang akan aku persembahkan pada-Mu? Oh Rabbi. Jauh melesat meninggalkan bayang-bayang. Dengan nafas itu aku berjalan di atas bumi. tentang azzam yang kutanam dan juga segala amanahku. Siapalah aku ini dibandingkan mereka yang senantiasa bersimbah peluh dan debu untuk membuktikan kecintaanya kepada-Mu? Betapa lancangnya aku mengukur diri dengan mereka yang menghabiskan malammalamnya dengan sujud tersungkur mengharapkan ampunan dan cinta-Mu. Langkahkupun seolah terhenti. kekuatan apakah gerangan ini. lenyap sifat jahiliyahku. Ya Rabbana. sujudku tak akan pernah merenggang. Bergerak bagai awan putih merindukan terang. semakin deras air mata ku mengalir.tentang sebuah janji yang telah kupatri. kuucapkan terima kasih yang tak terhingga. kesimpulan dari riak-riak hatiku ini. jemariku kan terus kususun. di dada-Mu kupasrahkan kehidupan. semakin kuat dan kokoh kakiku melangkah. apakah ini jawaban setiap doa-doaku? Agar Engkau sertakan aku di dalam barisan para salafussholeh?. aku ingin sampaikan terima kasihku kepada-Mu. yang mengantarkan kakiku ke dada pelangi. atas segala cinta dan pelabuhan rindunya. terhimpun seluruh kekuatanku. karena memang hanya dari-Mulah sumber kebahagiaan. melesat meninggalkan angan-angan hampa. Namun aku tidak mau terjebak di dalamnya. serta dongeng yang tak memiliki cerita. sekuat tenaga kucoba berlari. Kadang kala kabut pekat yang kutemui. Dalam pangkuan-Mu. Walaupun syukur dan taubatku sering mungkir. memohon agar senantiasa Kau beri aku kebahagiaan. dengan kekuatan itu tanganku memainkan melodi. betapa diri ini tak layak disejajarkan dengan mereka. mulutku menyanyi lagu syurgawi. (Yesi Elsandra. mulutku berteriak.. bayang-bayang semu. tapi aku ingin katakan. bibirku akan terus bergetar. Mengingatnya. siapalah aku ini. Ternyata tanggung jawab itu besar berada di pundakku. Rabbana. Walaupun aku tak layak mensejajarkan diri. Aku bergumul seorang diri. tarbiyah telah merubah diriku. Menuntun hamba-hamba-Mu yang mendambakan cinta sejati.. bimbing aku melewati jalan orangorang bernyali singa. yang bisa kudendangkan tatkala hatiku sunyi.

ingin kubagi padamu tentang asyiknya menimba air dari sumur dengan tali. Ya. aku ingin engkau tahu. Sedang kini. aku hanya perlu menimba saat listrik mati. rasanya indah sekali. . mengenang betapa beratnya pekerjaan itu dulu. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. atau bernafas embun saat kabut pagi masih melingkupi. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Segar. karena aku anak desa. Saat tiap hari aku menempuh puluhan kilometer di atas sepeda jengki atau sepeda mini. Bau khas ayam. tapi sungguh terasa nikmat dan menyenangkan. mengenang lima tahun yang lalu aku harus bercapai-capai menimba berpuluh-puluh ember untuk seluruh kegiatan rumah tangga. Bagaimana tidak nikmat dan menyenangkan. serudukan kambing dan kotorannya terasa nyaman. sekedar sarana untuk berolahraga dan berekreasi. agar makanan di tungku menjadi masak. sedang aku mengerjakan semua itu hanya sekali dua. ingin kuceritakan padamu indahnya menggenjot pedal sepeda membelah persawahan. menempuh jarak 5 sampai 10 kilometer. lima tahun yang lalu. Dan kini. Kehijauan sawah sepanjang mata memandang. Indah karena sambil menggenjot pedal aku mengenang masa-masa sebelum lima tahun yang lalu. Kuhembus bara-bara dengan sepenuh tenaga. menyenangkan sekali memasak dengan kayu bakar. berbatas cakrawala langit yang biru dengan saputan awan putih di ketinggian. Meskipun lengan sempat kram dan pegal selama beberapa hari.Menikmati Hidup Publikasi 16/01/2003 08:27 WIB eramuslim . saat menjalani liburan. Sebenarnya semua itu biasa saja. lima tahun kemudian. derit roda katrolnya menimbulkan sensasi yang menggembirakan. Dan keasyikan itu berubah menjadi perasaan yang indah. Juga membersihkan kandang mereka dari rantingranting sisa makanan. Beberapa jam berkutat dengan mereka memang melelahkan. keindahan itu menjadi terasa lebih indah karena lima tahun terakhir aku nyaris tak lagi menyentuh sepeda onthel. Tapi sungguh. Mencari dan memberi makan ayam. Tempelasan air yang menerpa teramat menyenangkan. ingin kuceritakan padamu nikmatnya mengurus ternak. aku naik sepeda hanya sebagai selingan.Kawan. bersaing dengan bis kota di atas sadel sepeda. Angin segar menerpa. juga dari kotorannya. juga usaha batu bata ibu. Bermandi peluh saat matahari siang bolong panas membakar. Kini. bebek dan kambing. aku harus melakukan pekerjaan itu tiap hari. cicit burung dan lenguhan kerbau mengiringi setiap putaran roda. lima tahun terakhir aku lebih banyak naik motor atau menggunakan kendaraan umum. Bahkan ke warung tetangga berjarak dua ratus meter pun selama ini aku tak mau lagi naik sepeda. Dulu.

memasak dengan api tungku lebih enak. semangka apatah lagi buah pir. dan panci-panci menjadi menghitam serta butuh usaha ekstra untuk mencucinya. menjadi pegawai negeri itu enak. kini aku bisa mandi sepuasnya tanpa usaha. hari ini di sini. abu dan tungku. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. dengan gelar akademis tinggi. karena peningkatan prestasi dan karir berjalan sangat lambat. Namun . Tapi bukan itu yang paling nikmat dari memasak dengan tungku dan kayu bakar. Kedua. Dulu aku harus berhemat air agar hemat tenaga untuk menimba. aku ingat sekali. tiap hari aku bergulat dengan kayu bakar. Tapi selama ini aku merasa tidak nyaman. mangga. *** Kawan. Aku merasa kurang beruntung dibanding teman-teman yang sudah menjadi para profesional. Ya. Ya. Phrase ini terdengar teramat klise. aku menahan air liur untuk sekedar dapat mencicipi melon. Dulu aku naik sepeda ontel. kini dapat naik motor dan naik bus kemana-mana. rasanya lain sekali. nikmat sekali aku mengunyah potongan apel. apel merah dan anggur. aku menikmati memasak dengan kayu bakar seperti sedang berpiknik. gaji tetap. sudah lebih dari lima tahun aku menjadi pegawai negeri.Meskipun itu berarti abu berhamburan mengotori baju. Banyak orang mengatakan. selama ini untuk memasak aku tinggal menyalakan kompor minyak atau kompor gas. Saat mengulumnya ingatan tentang masa lima tahun yang lalu melintas-lintas. hari ini. Lima tahun lalu. pisang dan pepaya dari kebun. kini aku bisa sarapan tiap pagi dengan apel dan jeruk. Pertama karena aku tidak suka bersantaisantai. Dulu aku harus mengurus ternak untuk biaya sekolah. Tak ada uang untuk sekedar membeli sepotong. Namun kini. menanak nasi dengan rice cooker. Maka nikmat Allah yang manakah yang (dapat) aku dustakan? Mensyukuri nikmat. pir dan jeruk mandarin. Karena ia adalah salah satu ajaran agama Islam dan agama lain yang hampir semua orang ernah mendengarnya. bahwa aku pun telah mendapat pencapaian besar. aku merasa kurang beruntung dibanding teman-teman yang bisa sekolah lagi. sedang jajan di sekolah pun hanya seminggu sekali. Dulu aku harus puas dengan ubi. Aku merasa kurang dibanding teman-teman yang sudah mencapai keberhasilan jauuh di atasku: dalam hal keluarga. memasak air dengan ketel listrik. Dan kini. lima tahun lalu. karir. Kata orang. pendidikan maupun aktifitas sosial. Kerjanya santai. tapi karena aku sudah lebih dari lima tahun tak melakukannya. bahkan sudah menjadi sarapan sehari-hari. Ya. Buah-buahan itu beberapa tahun terakhir rasanya tak terlalu istimewa bagiku. Tapi hari ini aku tahu. ketika ada pelajaran olah raga. keringat berleleran karena udara panas di sekitar tungku. kemudian bekerja di tempat swasta dengan gaji besar. kini aku memelihara binatang untuk teman.

aku saksikan di TV dengan dentuman jantung dan lelehan air mata. Oke saja bagiku berjalan kaki maupun ngontel berkilo-kilo. Tampaknya itu saja kuncinya. Mengenang kembali lima tahun yang lalu itu. Acara TV itu selalu kutunggu setiap tahun. ridhailah hamba …”. Padahal ternyata. mereka bertawaf mengitari rumah-Mu Ya Tuhan. dan membuat hati berdebar serta menstimulasi butir-butir air mata yang membasahi pipiku.kekliseannya tidak membuat kalimat tersebut gampang diaplikasikan. mereka berlari-lari kecil dari Shofa dan Marwah.com. ongkos jalan dan fotocopy. Tapi. Menikmati hidup. Aku terhanyut seakan jiwaku bersama mereka. mereka duduk tafakur memanjatkan do’a di padang Arafah.untuk menghalau iblis jahannam.. Atau malahan mudah diucapkan. Mie sebungkus untuk dua kali makan pun tak masalah. untuk melakukan haji dan umroh hanya untuk-Mu. Ada saat-saat dimana kata-kata tersebut begitu abstrak. Terlihat jelas dari layar gelas itu. dengan status anak kos sejak kelas 1 SMA. Kalau dihitung secara matematis. Karena saat itu aku malah belum mengenal dunia. gajiku sebagai seorang calon PNS tidak akan cukup untuk membiayai impianku– menjadi tamu Allah di Masjidil Haram dan berziarah ke makam Rasulullah di Madinah. dan apa yang kuperoleh sudah terasa cukup. setiap saat aku melihat gambar ka’bah dan mendengar talbiyah dikumandangkan. Dulu. sulit dimengerti dan berat dilaksanakan.. “Ya Allah…. Di suatu malam yang sunyi dalam Ramadhan di bulan Maret 1997. Semua itu. maka mengapakah sekarang aku lebih tak bahagia? Mengapa aku harus membandingan diri dengan orang lain dan selalu merasa kurang? Dulu aku sanggup menikmati apa yang ada. Gambar dan suara di TV itu telah mengirimkan sinyal ke otak. ternyata semua biasa saja. seraya tak henti mengucap Ya Allah … ridhailah hamba menyambut panggilan-Mu kelak untuk menjadi tamu-Mu. Labbaikallahumma labbaik. aku sanggup hidup dengan uang 3-5 ribu rupiah seminggu untuk makan. phrase itu ternyata bisa teramat sederhana. dan melempar kerikil kecil yang bermakna besar. tapi perbuatan tak sesuai dengan yang dikatakan. Dulu aku sanggup hidup sedemikian. acara siaran langsung dari Mekkah. (Azi_75@yahoo. Aku tak bosan-bosan berucap “Ya Allah . apa yang diberikan Allah padaku. aku yakin akan firman Allah bahwa kita tidak boleh berputus asa dalam mencapai rahmat Allah. aku berdiri di . beriring seluruh jama'ah haji menyambut penggilan Allah. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. ridhailah hamba…”. hari-hari seputar lebaran) Saat Aku Melihatnya … Publikasi 14/01/2003 07:49 WIB eramuslim. Dan semua itu dahulu biasa saja.

sampai aku hafal. Alhamdulillaah.. tersedu aku di masjid Nabawi mengingat Rasulullah... “Ya Allah . telah kaubawa hamba ke tempat yang Kau wajibkan hambaMu untuk mendatanginya. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. ridhailah hamba untuk menikmati damainya Masjidil Haram Ya Tuhan”. menambah keyakinan akan kasih dan sayang Allah pada hamba-Nya. “Ya Allah. ada tanda panah dan tulisan Kantor Urusan Agama di sebelahnya. aku menangis menikmati suasana malam itu. 11 Januari 2002. dari balik jendela Kopaja secara refleks aku bergumam “Ya Allah … ridhailah hamba …”. “Ya Allah … tunjukilah hamba untuk mensyukuri nikmat-Mu .. Allahu Akbar . bisik hati kecilku. setan mulai membisikbisik dengan segala rayuan dan tipu dayanya berusaha membelokkan niatku. Namun rizqiku bukan di tangan Pemerintah. Perjalanan umroh itu menjadi tambahan spirit dalam hidupku. aku tertegun melihat jumlah saldo tabunganku. bukan di tangan bosku. aku mendaftar untuk mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Inggris. Rizqi itu datang dari arah yang tak pernah aku sangka. Hamba akan sabar menanti panggilan-Mu Ya Tuhan. gumamku. sujud hamba. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. dua hari setelah Pak Ustadz menanyakan keputusanku. Kembali ke Indonesia. Setiap aku melintas di depannya setiap hari. Ya . Hampir saja aku tergelincir. di jalan menuju kos-kosan baru aku melihat papan penunjuk jalan itu. Telah cukup bekalmu untuk menunaikan umroh. ibadah hamba. Setiap hari aku lewati.. tapi Allah menyelamatkan aku. tapi Penciptaku yang mencukupi dan mendengar do’aku. aku jalani kehidupan sendiri dengan usia yang semakin merambat. Subhanallaah. Setelah beberapa bulan aku bekerja tak kenal lelah baik di kantor di pagi hari dan mengajar di malam hari. Ya Allah. Hal itu pula yang menguatkan semangatku untuk berusaha mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2. ridhailah hamba …”. menapak kakiku di Masjidil Aqsha. dengan ridha Allah tersungkur aku bersujud di depan ka’bah. terima kasih atas saat yang damai ini di rumah-Mu..pelataran masjid Istiqlal memandang ke langit yang jernih dan berhias bintang. Dalam kesepian. di tahun 2000 dengan ridha Allah aku dapat meraih gelar master di Inggris. hamba merindukan pendamping hidup”. Bergegas aku menukarkan rupiahku dengan US$ yang nilainya semakin naik sampai sekarang dan tidak pernah turun. Subhanallaah. tangisan hamba tak akan pernah sebanding dengan nikmat-Mu Ya Tuhan. Namun. Allahu Akbar. Setiap hari … spontan aku berucap “Ya Allah. bukan di tangan orang tuaku. tanpa persiapan yang rumit namun dengan ridha Allah aku menikah dengan seorang muslim. Tahun 1998. yang kedutaannya selalu aku lewati jika menuju ke kantor. Betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa KUA yang mencatat pernikahan kami adalah KUA yang tiap hari aku lewati.

Allah … ridhailah hamba … untuk senantiasa berada dalam ajaran-Mu”…. Sekarang juga! Karena jika Anda tidak mendengar peringatan Allah. Selalu terucap setiap saat aku melihat keindahan dan kebesaran segala ciptaan-Mu Ya Tuhan . samping kanan dan kiri mereka saat puluhan. menyenangkan mereka dengan segudang mainan kesukaan. ratusan bahkan jutaan manusia mengerang menahan lapar. Atau bahkan di depan mereka anak-anak jalanan dan pengemis mengais-ngais sisa-sisa makanan dari tempat sampah Anda. buka mata dan telinga lebar-lebar! Perhatikan dan dengarkan peringatan Allah.Kepada Anda yang masih senang menikmati hidup mewah ditengah-tengah keterpurukan yang terjadi di sekeliling manusia yang lain. untuk bermimpi mempunyai mainan dan pakaian bagus pun tak berani. Kepada Anda yang tak lagi peduli apakah saudaranya bisa makan atau tidak hari ini sementara ia sibuk mengatur menu makan dan jadwal tempat yang mesti dikunjungi demi memuaskan selera gengsi. Kepada Anda yang masih senang hidup mewah. Kepada Anda yang terus bangga mempercantik dan memperbagus anak-anak mereka dengan segala model pakaian dan perhiasan. tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. namun tak menghiraukan tangisan memilukan anak-anak yatim di sebelah kamar mereka. maka kami tidak akan pernah tahu kapan Allah akan membinasakan kami beserta hancurnya negeri ini. hanya satu pinta kami. maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya .. di panti-panti asuhan yang bagi mereka. Kepada Anda yang tak lagi peduli berapa harta terkuras untuk kesenangan yang penuh kesia-siaan ketika tetangga-tetangganya masih terus menerus merogoh kantong yang jelas kosong melompong sambil bermimpi Tuhan menaruh sekeping logam penebus dahaga. Sitta Izza Rosdaniah (sitta@rocketmail. Kepada Anda yang membuang-buang makanan setelah membelinya dengan harga yang sangat mahal.com) Satu Pinta Kepada Orang Yang Hidup Mewah Publikasi 13/01/2003 15:15 WIB eramuslim . Kepada Anda yang tak pernah melirik sedikitpun ke arah depan. “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri. sementara di belakang mereka periuk-periuk kaleng berbunyi nyaring karena tak ada lagi yang terisi diatasnya.. maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah). Kepada Anda yang gemar menghambur-hamburkan harta disaat orang lain teramat sulit mendapatkan sesuap nasi. dan mereka yang terkapar tak berdaya bersaing dengan ganasnya kehidupan. belakang. Kepada Anda yang tak hentinya gemar memberikan tontonan parade kekayaan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa dengan kendaraan mentereng yang hilir-mudik melintasi mata kosong mereka. kedinginan dengan pakaian yang tak kenal baru dan bagus.

sampai-sampai tangan menjadi inspirasi dalam bidang rancang bangun. Kita dapat bergerak dengan leluasa. kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancurhancurnya. jendela. Bahkan kadang gerakan tangan merupakan bahasa yang universal. tentu setiap hari badan kita akan terluka-luka.” (Al Israa:16) (Bayu Gautama) Tangan Publikasi 07/01/2003 07:16 WIB eramuslim . Tangan mengandung unsur mekanika yang begitu sempurna. Kekuatan tangan kita gunakan untuk mengangkat beban. Tangan menjadi inspirasi bagi persendian engsel dalam rancang bangun. memutar. Apa yang terjadi jika kita tidak bisa merasakan sesuatu. Tangan dapat kita putar sehingga bisa untuk membuka sesuatu. Begitu sempurnanya. Jika ia tidak mempunyai tangan. kita memberi pun dengan gerakan tangan. tangan yang sehari-hari kita gunakan.perkataan (ketentuan Kami). dan lain sebagainya. Setiap hari kita melakukan gerakan yang hampir tidak terhitung. Tangan yang begitu kecil dibandingkan dengan tubuh kita secara keseluruhan. seperti pintu. Kita menadahkan tangan merupakan tanda meminta. Ya. Tangan pun menjadi inspirasi dari beberapa alat bantu mekanika lain. . ketika manusia berusaha pertama kali membuat tangan-tangan buatan. yang mana semua gerakan itu ada yang sifatnya refleks atau dalam hitungan detik dan ada yang memang kita inginkan untuk bergerak. Betapa murah hatinya Allah memberi kita berbagai kemudahan dalam melakukan gerakan-gerakan seperti mengangkat. Apa yang terjadi jika suatu benda yang tajam tidak terasa tajam. dan lain-lain. mendorong. menarik. Seorang yang tuli pun dapat menggunakan gerakan tangan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Saat penulis. Salah satu kesempurnaan yang Allah berikan adalah pada tangan kita. Kita berjabat tangan merupakan tanda universal bahwa kita memberikan pesan perdamaian. Gerakan tangan pun begitu fleksibel dengan berbagai persendian yang terdapat padanya.Manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna. dapat mengangkat beban yang beratnya jauh melebihi tangan bahkan tubuh kita sendiri. Kita dapat leluasa menulis baik dengan pena maupun dengan keyboard. bagaimana ia akan menggunakan tongkatnya untuk mencari jalan? Dengan tangan kita pun dapat melakukan komunikasi. Begitu susah untuk mendesain suatu tangan. Koordinasi dari tangan dengan bagian lain dari tubuh kita gunakan untuk berbagai pekerjaan sehari-hari. Didapat bahwa persendian tangan manusia mempunyai gerakan yang hampir tidak terhitung jumlahnya. melakukan kegiatan menulis ini pun menggunakan tangan untuk mengetik pada keyboard. Apa yang terjadi jika seorang yang tidak mempunyai penglihatan tidak dapat meraba daerah sekitarnya. Bukan hanya itu saja! Allah juga memberi kita indera peraba yang paling peka pada kedua jari-jari atau ujung dari tangan kita.

Kita masih banyak melihat tangan yang menengadah di bawah. Jangankan menikmati keindahan pagi. Hari dimana kita dapat beraktivitas sesuai dengan bidang pekerjaan kita masing-masing. maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. sering kita lupa untuk menikmati keindahan pagi hari. Sudah sepatutnyalah kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah. yang telah menciptakan tangan dengan sempurna. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Bagaimana kita memanfaatkan maha karya Ilahi ini? Tentu dengan sebanyak mungkin menggunakan demi kemaslahatan kita bersama. belum sepenuhnya. Wallahu'a'lam bishshawab Zulfikar S.. Suatu hari dimana kita dapat mengerjakan apa yang ingin kita kerjakan.or. apakah kita sudah melakukan itu? Hmmm. Kita masih lihat tangan-tangan berbuat jahil. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. sinar matahari pagi akan mulai menyeruak dan memberi cahaya atas kegelapan yang malam bawa. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangan menindas orang yang lemah. Allah telah memberi kita hari baru. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangan untuk mencuri." (Qur'an Al-Ma'idah:38-39) Allah tetap memberi kita wadah untuk memperbaiki diri. Lalu seperti apa yang terjadi sekarang. Apalagi Allah. tapi tangan yang di atas sama sekali tidak memberi. potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Sering kali.Berbagai kegunaan dan kemudahan telah Allah berikan melalui tangan yang Ia ciptakan untuk kita. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangannya untuk menyakiti orang lain. Apa yang terjadi jika suatu karya seni tidak digunakan semestinya? Tentu sang pembuat akan merasa terhina dan merasa bahwa apa yang telah dibuatnya telah diselewengkan. Pagi hari. Hari dimana harapan bisa tercapai dengan bekal ikhtiar yang sungguh-sungguh dan tawakkal kepada Allah. Marilah kita bertobat. Bisa kita lihat balasan orang yang tidak mensyukuri tangannya pada ayat berikut: "Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri.Hening dan gelapnya malam tidak bertahan selamanya. mengucapkan syukur atas kehadiran pagi maupun kehadiran diri kita di pagi itu pun terkadang terlupakan. Sang Pencipta.. Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri. kita begitu terlena . Di tengah kesibukan kita. Kita pun bangun. Jika tiba waktunya.id) Hari Baru Publikasi 02/01/2003 11:26 WIB eramuslim . terdengar suara kokok ayam. Kita masih melihat tangan yang digunakan untuk korupsi. dan kita syukuri nikmat yang Allah telah berikan melalui kesempurnaan tangan ini untuk membantu sesama. Keadaan itu berangsur-angsur akan berubah.

. air mineral adalah Aqua. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Itulah waktu yang perlu kita persiapkan dengan baik. Akan tetapi tidak ada yang bisa memulai dari kemarin.. Karena sesungguhnya setiap hari Allah telah memberi harapan baru bagi kita untuk berusaha sebaik mungkin bagi kehidupan dunia maupun akhirat nanti. Itulah waktu dimana apa yang sudah kita lakukan tidak mungkin akan kembali lagi. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu. Yang lain adalah periode waktu yang akan kita lalui ke depan.or. Pendapat ini tidaklah berlebihan karena memang upaya keras dari produsen air mineral kemasan ini patut diberi penghargaan demikian besar..dengan kenikmatan tidur ataupun sibuk mempersiapkan pekerjaan yang akan kita lakukan di siang hari. selain juga tentunya. pastilah orang segera mengkaitkannya dengan air mineral kemasan..Sebut saja. . Kejadian itu terjadi setiap hari di depan mata kita. kepunyaan-Nyalah kerajaan. sampai-sampai kita lupa untuk mengucap syukur bahwa Allah memberi kita kesempatan.. dan Aqua adalah air mineral. . mari kita lihat ke depan untuk menuju cita-cita yang selalu kita inginkan. ketika disebut air mineral maka yang disebut pertama adalah Aqua. yakni berupa image mendalam dan melekat di hati masyarakat. tidak perlu menunggu setahun untuk berubah menjadi lebih baik. Dengan 'Alhamdulillah' kita telah mensyukuri kenikmatan yang Allah berikan kepada kita.. yaitu kenikmatan untuk dizinkan hidup satu hari lagi. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Publikasi 31/12/2002 13:34 WIB eramuslim . Tidak perlu menunggu hari-hari tertentu saja untuk menjadi baik. Atau sebaliknya. McDonald. "Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan.. keuntungan (laba bersih) yang diperoleh perusahaan tersebut. Pertama adalah periode malam hari dan hari sebelumnya. masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Waktu dimana segala harapan dan impian masih luas terbentang di hadapan kita. Coca Cola. . Bisa dibilang. Semua harus dilakukan dari sekarang. Ucapan. . Lupakan yang lampau.id) Aqua. Kita bisa melihat dan belajar dari apa yang sudah kita lalui. Allah memberi kita suatu keajabaian kepada kita. 'Alhamdulillah' sudah merupakan bentuk optimisme bahwa hari ini dengan izin-Nya akan kita lalui dengan baik." (Al Qur'an Faathir:13) Wallahu'alam bi shshawab Zulfikar S. yaitu ridha Allah. Itulah waktu yang harus kita gunakan sebaik-baiknya. Bersinarnya matahari pagi membatasi dua periode waktu yang berbeda.. karena yang berlalu akan berlalu. Waktu yang tidak perlu kita rindukan lagi kedatangannya. Aqua.

Orang boleh mencibir di tahun awal mereka menjual ‘air putih’ kemasan. Barangkali hal tersebut kadang menjadi sebuah garis yang terputus terhadap program menjaga kesehatan tubuh Anda. karena justru semakin membuat mereka kreatif. Banyak orang bilang. Kalaupun ada yang mampu menangkapnya. memaparkan. Kebanggaan yang sama. dan masih banyak lagi. Rinso (detergen). secara gratis pula! Vini. sekitar 300 mg/l) dan secara moderat berjumlah TDS tinggi (Total Disolved Solids/Total Pemisahan Kepadatan. Aqua menjadi contoh bahwa menjadi yang pertama melakukan satu hal yang belum pernah dilakukan kebanyakan orang merupakan satu hal besar yang pernah terjadi dalam perjalanan setiap orang. bukan sekedar ‘air putih’ yang ditawarkan kepada masyarakat. Sejatinya. air tanpa mineral hampir sama saja dengan air lunak tanpa kalsium dan magnesium. ternyata mereka tidak berhentinya untuk belajar. Banyak pesaing bukan berarti penjualan semakin terpuruk. tentu pernah dirasakan O’dol (perusahaan pasta gigi). penting untuk kesehatan kita. Supermi (mie instan). dan sangat rendah total kepadatan yang telah dipudarkan sehingga sebenarnya sudah tidak sehat lagi untuk diminum. Jeans (celana yang digandrungi anakanak muda). Ya. Aqua patut mendapatkan semua itu sebagai ‘balasan’ setimpal dari apa yang mereka terima di tahun-tahun awal perusahaan tersebut memulai usahanya. Martin Fox seorang environmental researcher and nutritionist penulis buku Healthy Water For A Longer Life. atau kesempatan. yaitu ukuran dari kandungan mineral dalam air). . tentu kita bisa menengok perusahaan-perusahaan besar lainnya yang lebih dulu berjaya. Kodak (kamera). juga McDonald makanan cepat saji yang juga dari negeri Paman Sam itu. ternyata bisa juga berlaku dalam dunia bisnis. Kualitas Air minum (baik air minum dalam kemasan maupun air PAM). Belajar dari Aqua. Karena mereka yakin. kreatif menelurkan inovasi baru merupakan syarat utama keberhasilan. Vici. seberapa tepat dia memanfaatkan setiap kesempatan yang ada tersebut. Mungkin tidak banyak dipublikasikan. tapi sekarang. dan kedua. Bagaimanapun. melainkan kesehatan yang diperoleh dari tubuh yang mengkonsumsi air bermineral. Anda pun bisa membayangkan betapa bangganya mereka ketika setiap penjual air kemasan di bus-bus atau kendaraan umum selalu berteriak’ Aqua’ meski yang diusung merk lain. Setidaknya. lanjut Fox. semboyan kesuksesan Julius Caesar. masalahnya adalah hanya sedikit orang yang mampu menangkap peluang-peluang dan kesempatan tersebut yang mungkin saja terus menerus berkelebatan di depan matanya. adalah ketidakmampuannya memanfaatkan peluang tersebut sebaik mungkin. kunci keberhasilan orang-orang yang sukses terletak pada kemampuannya melihat sekecil apapun peluang. Soal inovasi ini. Nah. tapi sebagian orang tahu bahwa kehadiran air mineral dalam kemasan sempat mendapatkan cibiran karena menjual ‘air putih’ yang semua orang (kaya atau miskin) pasti mudah mendapatkannya. Vidi. penelitian terhadap penyakit jantung dan kanker menunjukkan bahwa air sehat adalah yang padat (yaitu yang mengandung kalsium dan magnesium tinggi. kesalahan kedua kebanyakan orang yang lain. sebutlah Coca Cola minuman khas Amerika.Ya. Aqua membuktikan hal tersebut.

Hal sama juga dilakukan Aqua dan minuman lainnya.Pagi merupakan awal dari kegiatan bagi sebagian besar makhlukNya untuk berikhtiar. Nugget. tidak bermaksud mempromosikan semua merk yang disebut dalam tulisan diatas. pasar. demi keberlangsungan usaha mereka. pepohonan. Megatrend 2000 menyebutkan Coca Cola sebagai salah satu perusahaan besar yang pertama kali menembus pasar Asia. apalagi menganjurkan). Inovasi! Tentu sebagai orang yang tidak ingin kalah dalam persaingan. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama.. Publikasi 27/12/2002 09:05 WIB eramuslim . Mccrispy dan bahkan mereka berkolaborasi dengan Coca Cola. Satu persatu kendaraan mengangkut penumpangnya. kemasan botol plastik (dulu minuman ini hanya tersedia dengan botol beling). dan besar! Jika mau belajar. McDonald. McWing. Pada saat berkendara. Pagi . kemasan satu liter (family). dan sebagainya tampak seperti biasanya tidak ada yang berubah. . sejak pertama kali diproduksi hingga sekarang. atau hanya sekedar buruh di proyek-proyek pembangunan rumah. IBM. melamun. paket nasi. dengan berbagai ekspresi yang sering kita lihat. Rumah-rumah. tidak mau terinjak oleh kaki-kaki yang terus melangkah cepat. tidak ingin tertinggal oleh laju kehidupan yang semakin kencang. semestinya dua hal yang pernah dilakukan orang-orang (perusahaan) sukses diatas juga berlaku pada diri kita. Capuccino. mengingat orang makan pasti butuh minum. makanan cepat saji juga demikian. dan lain-lain).. dan tak menghendaki ketertindasan oleh karena ketidaksiapan diri. dan diprediksikan akan terus jaya sampai tahun 2000 (sekarang sudah tahun 2002). botol plastik ukuran besar dan kecil dan masih banyak lagi. ada yang bercanda. Sekedar membuktikan prediksi Naisbitt dan Patricia (keduanya merupakan futurolog) akan keberlangsungan perusahaan-perusahaan yang disebutnya dalam buku tersebut (disebutkan juga. mungkin tidak terlalu merugikan apabila sejenak kita coba alihkan perhatian pada lingkungan sekeliling. hanya sedikit saja mungkin. Namun sekarang. Seperti Coca Cola. Sementara cuaca masih terasa dingin anak-anak sekolah sudah bertebaran di pinggir jalan menunggu kendaraan umum. gedung sekolah. begitu pula para pegawai kantoran.John Naisbitt dan Patricia Aburdence dalam bukunya yang terkenal. rasa dan aroma Coca Cola ya tetap sama. menangkap kesempatan dan memanfaatkannya dengan baik. pabrik. kita mengenal paket hemat. mungkin hampir semua melakukan apa yang disebut Inovasi. atau sekedar memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Misalkan. kemudian tak henti melakukan inovasi. Honda. Hanya kemudian mereka tak hentinya berinovasi (selain mengeluarkan produk Fanta dan Sprite) misalnya dengan Coca Cola kemasan kaleng. ternyata semuanya masih eksis hingga sekarang. Yang dijual ya ayam dengan rasa yang tidak berubah sejak dulu sampai sekarang. apa sih yang dijual Coca Cola.

pada kecepatan itu mesinnya sendiri berputar pada kecepatan +/. Mungkin angka ini tidak terlalu berarti bagi kita. Pada kendaraan umum kecil yang biasa disebut angkot biasanya menggunakan mesin 1000 cc . Melihat kembali kecepatan kendaraan yang melaju sedang dengan kecepatan 40 km/jam dan putaran mesin 2000 putaran/menit. Tahukah berapa kecepatan kendaraan yang dikendalikan bapak atau ibu sopir itu? Di kota-kota umumnya pada kecepatan sedang sekitar 40-60 km/jam. harta. bahkan si pelaku pencemaran sekalipun.0 liter (4000 cc) akan dihasilkan 4000 liter gas buang permenit! Menurut pengamatan Pusat Teknologi Prasarana Jalan. maka dapat diperoleh gas buang kendaraan sebanyak 2000 putaran/menit dikali 1 liter gas buang/putaran mesin atau sebesar 2000 liter gas buang/menit! Padahal mungkin kita berkendara lebih dari 60 menit dalam satu hari atau menyumbang lebih dari 120 000 liter gas pencemar perhari kepada lingkungan kita. Sehingga apabila kita anggap semua kendaraan itu angkot dengan kapasitas mesin 1000 cc maka dihasilkan gas polusi sebanyak 240 juta liter tiap jam! Sulit.3 liter). penjahat.sekolah itu catnya semakin pudar. Astaghfirulloh! Bandingkan pula dengan kendaraan truk sedang dengan kapasitas mesin 4. sehingga semakin besar angkanya maka ruang bakarnya semakin besar dan tenaga mobil itu semakin besar dan biasanya ukurannya pun semakin besar. Lebih jauh lagi. yang umum bisa dipisahkan antara air kotor dan air bersih. CC (centimeter cubic) dalam hal ini merupakan kapasitas ruang pembakaran mesin yang digunakan oleh angkot tersebut. Kendaraan melaju dengan berbagai kecepatan ada yang berjalan perlahan.1300 cc (1. atau ada pohon kecil yang baru ditanam.2000 rpm (putaran per menit). seperti sebuah truk sedang dengan mesin 4000 cc atau truk besar dengan mesin 10 000 cc. atau bahkan ada gedung baru yang dengan kokoh berdiri menjulang. sakit atau sehat. Udara adalah universal. ada yang membelok dan sebagainya. Secara umum dari data di atas dapat diambil penelusuran bahwa pada sekali proses pembakaran BBM atau satu putaran mesin dihasilkan 1 liter gas buang untuk kendaraan dengan kapasitas mesin 1000 cc atau 1 liter. sangatlah sulit untuk mendaur ulang udara yang sudah tercemar. namun apabila menengok kembali pada telaah lebih jauh akan diperoleh kenyataan yang menakjubkan. ulama. ada yang menyalip.0 liter-1. . agama. tidak membeda-bedakan warna kulit. Kita bersama-sama menghirup udara yang sama. Bandung pada tahun 2000 tercatat bahwa untuk jalan arteri perkotaan terdapat sekitar 2000 kendaraan perjam yang melewati sebuah ruas jalan. berbeda dengan air. Hal ini disebabkan udara sulit untuk dilokalisir. dan sebagainya. betul-betul anugerah kebebasan.

kegiatan berkendara merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan.. Lebih dahsyat. musibah yang terjadi baru-baru ini mungkin menjadi tidak berarti dibandingkan penghancuran bumi secara masal yang kita lakukan secara gotong royong tanpa disadari. Solusi. "bila melihat alam yang indah ini tiada terasa kebesaran Allah bila mendapat musibah lupa dirinya hamba nikmat yang datang tiada rasa dariNya patutlah malu kepadaNya karena anugerahNya kepada kita membuat dosa rasa kekesalannya buta hati lebih berbahaya buta mata tidak nampak dunia buta hati tidak nampak kebenaran buta hati ditipu nafsu dan syaitan bahkan dilupakan saja semua rasa bangga dengan dosa bila menyebut neraka tidak terasa akan derunya bila menyebut syurga tidak terasa akan nikmatnya jiwa itu telah mati.Musibah." (izzatun nissa') . karena mungkin dalam beberapa generasi manusia berikutnya udara merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup mereka. Seperti diungkapkan dalam renungan berikut ini. Walaupun begitu besar produksi limbah terhadap udara kita tiap harinya. meningkatkan kesadaran akan kesehatan lingkungan merupakan solusi terbaik yang relevan pada saat ini. Namun.... kesadaran itu sangatlah sulit untuk dikenali karena sifat manusia yang senantiasa khilaf sehingga memerlukan waktu yang tidak sedikit dan perlu kerjasama semua pihak untuk membinanya. atau buta.

Merekalah orang-orang yang rugi. Jakarta. sesudah perjanjian itu teguh dan memutuskan apa yang oleh Allah disuruh menghubungkannya. Pada kota-kota besar seperti New York dengan tingkat polusi tinggi kehadiran gas pencemar ini sudah sangat kentara berupa kabut putih yang sering di sebut smog (smoke and fog) atau kabut asap. peri kecil). Ketebalan asap gas buang sebagaimana dimaksud di atas diukur pada kondisi percepatan bebas.400 ppm untuk HC.5% untuk CO dan 3. ".5% untuk CO dan 2. seperti di negeri awan." (Al Baqarah:27) Dan tidak ada salahnya untuk mengetahui beberapa peraturan pemerintah. dan unsur logam berat yang sekarang pemerintah berusaha menguranginya. masjid yang artistik.000 ppm untuk HC. Kandungan CO dan HC sebagaimana dimaksud di atas diukur pada kondisi percepatan bebas (idling). (Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah. CO. senyawa belerang oksida(SOx). senyawa hidrokarbon (HC). Kendaraan bermotor selain sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4. di lantai delapan di hadapan meja resik tempat saya bekerja. menerawang jauh ke depan gedung-gedung tinggi. Ozon (O3).5% untuk CO dan 1. 23 Desember 2002 Riki Hendriana (Riki@excelcom. Kendaraan bermotor selain sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar solar disel dengan bilangan setana ³ 45 ditentukan maksimum ekivalen 50% Bosch pada diameter 102 mm atau 25% opasiti untuk ketebalan asap. Sepeda motor 4 (empat) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4.id) Yang Berilmu Yang Terpilih Publikasi 26/12/2002 07:10 WIB .co. ah ternyata hari masih pagi. dan mengadakan kerusakan di bumi ini. seperti keputusan Menteri Lingkungan Hidup KEP-35/MENLH/10/1993 TENTANG AMBANG BATAS EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR "Kandungan CO (karbon monoksida) dan HC (hidro karbon) dan ketebalan asap pada pancaran gas buang: Sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4. Segera kubaca email satu per satu sambil berharap ada seorang teman yang mengingatkanku akan khilaf hari ini (Je toi aime aussi mon ami. Kota Jakarta terlihat indah dari sini. Termenung sejenak menatap ke luar jendela. H2O. dan hijau pepohonan di perumahan penduduknya diselimuti kabut putih yang samar. CO2..Dan firman Allah Swt tentang orang-orang fasik (durhaka)..200 ppm untuk HC." Sudahkah kendaraan Anda layak uji emisi ? Komposisi gas buang kendaraan sebenarnya lebih kompleks seperti senyawa nitrogen oksida(NOx).

Selama hampir 3 abad. Yang perlu kita lakukan adalah dengan menjadi insan manusia yang benar-benar menguasai bidangnya. Muslim sekarang lebih memilih untuk melakukan 'protes' dan mengeluh terhadap kedigdayaan negara-negara non Muslim. Muslim selalu dikaitkan dengan kekerasan. Beliau oleh Roger II diberi amanat untuk membuat peta atas wilayah kekuasaan Norman. termasuk dalam hal ilmu pengetahuan. Al-Idrisi merupakan cartographer muslim yang pertama kali membuat atlas dunia terdiri atas tujuh puluh peta dan dilengkapi dengan data-data geografis yang akurat. tapi apakah itu adalah kekalahan bagi muslim? Walaupun secara militer. tapi dikenal dengan 'emir'. muslim tetap menjaga dominasi ilmu pengetahuannya bahkan bagi penakluknya sekalipun. kekuasaan sudah diambil alih oleh bangsa Norman. Salah satu ilmuwan yang terkenal adalah Al-Idrisi. Kita tidak perlu memprotes kepada mereka. Kita tidak perlu melakukan tindakan-tindakan yang justru akan mengindentikkan kita dengan kekerasan. Sebagaimana kita lihat dari pengakuan Roger II terhadap Al-Idrisi. Akan tetapi secara intelektual. Islam berkembang dengan pesat di wilayah ini. Jarang sekali kita mendapat pengakuan sebagai yang paling terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Bukan saatnya lagi bagi kita untuk mengeluh. Apa yang bisa kita ambil sebagai hikmah dari sejarah itu? Kita memang kalah dalam pertempuran. Baru kemudian di sekitar awal abad ke 11. karena Roger II mengetahui bahwa secara ilmu pengetahuan muslim merupakan yang terdepan pada saat itu.Tercatat dalam sejarah bahwa. ia menjadikan Sicillia sebagai pusat pertemuan antara ilmuwan muslim dengan ilmuwan Eropa yang sebetulnya saat itu masih terbelakang. Sehingga pada zaman itu tidak dikenal istilah admiral bagi pemimpin armada laut. bangsa Norman berhasil mengambil alih kekuasaan di Sicillia. Kita tidak perlu melakukan itu untuk mendapat pengakuan dunia. Bukan waktunya lagi untuk terus menghujat negara-negara non Muslim. Bahkan karena mengetahui betapa pesatnya ilmu pengetahuan para muslim. Berakhir pulalah kekuasaan Islam di daerah Mediterania. ia mengambil ilmuwan muslim untuk membantu mengembangkan ilmu pengetahuan. daerah di sekitar kepulauan Mediterania tepatnya Sicillia merupakan daerah yang berkembang di bawah ajaran Islam.eramuslim . Sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang semua itu berasal dari Allah. Namun apa yang kita lihat sekarang? Muslim diidentikan dengan terorisme. . secara ilmu pengetahuan muslim tetaplah insan-insan yang mempunyai kualitas yang tidak bisa ditandingi. Ketika Roger II dari bangsa Norman menjadi penguasa di daerah Sicillia. Al-Idrisi dipilih. Di bidang lain pun demikian. bagaimana ia menghormati ilmuwan muslim dengan menjadikan muslim sebagai pemimpin armada maritim-nya. Muslim menganggap ilmu pengetahuan adalah amanat dari Allah. Pada era ini muncul beberapa ilmuwan muslim berasal dari daeah ini. bahwa sebetulnya kita tidak perlu melakukan penyerangan balik.

maka jadilah ekonom yang handal dan berakhlak Islami. Cita-cita tuh menjadi dokter. Tapi kesibukannya melebihi wanita karier. Tentu saja banyak yang heran. bukan pula -apalagi. karena Bapak yang cuma guru SD di kampung. Selain itu juga untuk membantu keluarga besar Ibu dan sebagai bentuk kemandirian ibu. Bahkan ada yang meledek ”Cita-cita kok menjadi Ibu.selebrities. Ketika SMP dan SMA dulu.or. dan lain-lain”. dan kambing peliharaan kami. Rohis dan lain-lain. yang menyediakan isian kolom citacita. pertanyaan seperti itu pun kembali meruyak. untuk lembaran Osis. Untuk teman. bebek. dengan senang hati dan panjang lebar saya menerangkan apa maksud cita-cita Menjadi Ibu. Ada juga yang bertanya ”Apa maksudnya cita-cita menjadi Ibu?”. Zulfikar S. bukan! Ibu saya bukan siapa-siapa. untuk guru sekolah.id) Menjadi Ibu Publikasi 23/12/2002 12:41 WIB eramuslim . Itulah maksudnya. Apapun bidang pekerjaan Anda. Menjadi (seperti) Ibu (saya). Dan kemudian. maka jadilah engineer yang handal dan berakhlak Islami. Jika Anda seorang engineer. Itulah cita-cita saya. selalu itu yang saya tulis pada saat saya mengisi lembar biodata. tanpa dicita-citakan. mengurus sawah. Dulu Ibu saya juga sempat bekerja di konveksi dan mengambil jahitan. Beliau memang tidak suka berdiam diri. Apa istimewanya Ibumu sehingga kau ingin menjadi sepertinya? Mengidolakannya di saat para remaja lainnya mengidolakan para selebritis dan sejenisnya? Apakah Ibumu seorang wanita karier yang sukses? Bukan. suatu saat kamu akan menjadi seorang ibu!”. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. kok menjadi Ibu. mengurus ayam. Teman-teman berkomentar ”Cita-cita.Jika Anda seorang ekonom. Semuanya. angsa. pengin jadi ibu rumah tangga?”. Ibu saya bukan wanita karier. Ibu saya bisa mengerjakan apa saja. utama sekali untuk membantu ekonomi keluarga. Dimana saja. Wallahu'alam bishshawab. Dari pekerjaan rumah tangga (termasuk yang biasanya dikerjakan kaum laki-laki seperti membenahi genteng)."Menjadi Ibu". guru. Ada lagi yang menyindir ”Udah pengin kawin ya? Kok. . insinyur. tekunilah bidang itu sungguh-sungguh dan jadikanlah Islam dihormati kembali sebagai pembawa rahmat bagi semesta alam. Semua itu dilakukannya. bahkan membuat batu-bata. mengurus warung kecil di rumah. Kenapa? Pasti. Kamu kan perempuan! Sudah pasti.

sakit. yang tetangga sering mampir namun lebih banyak bergosipnya daripada berbelanja. tapi rasanya kekurangan yang dimiliki ibu tak ada artinya dibanding segala ‘keluarbiasaannya’ di mata saya. Make-upnya hanya bedak tipis dan lipstik murahan. Tapi lebih karena saya kemudian hidup jauh dari ibu. Masakan itu beliau buat dari bahan yang apa adanya. padahal di kampung kami gossip hampir merupakan 'keniscayaan’ seorang perempuan. Namun kini. saya dan adik saya hanya mendapat baju-baju sederhana (namun tetap terawat rapi dengan seterika arang). Hingga kami tidak tumbuh menjadi anak yang suka jajan. Ketika orang tua-orang tua lain membelikan anak-anaknya baju yang bagus-bagus. maupun lahiran. Karenanya. juga pengajian aisiyah yang diselenggarakan di tingkat kecamatan. Termasuk di warung sayur kecil kami. bukan karena ibu tidak lagi seperti ibu yang dulu. ibu saya tak pernah bergosip. . ibu saya masih tetap sehebat yang dulu. Sekolah anak-anak adalah nomor satu baginya. Tak ada kue. tapi aktivitasnya juga luar biasa. karena memang tidak ada namanya. Tapi beliau cukup mengerti bagaimana bersikap sesuai situasi dan kondisi. Ia rajin ‘rewang’ jika ada tetangga yang punya hajat. Tapi ibu menjawab tidak tahu. Tentu saja. saya tak pernah menunggak bayaran sekolah seperti teman-teman lainnya. Ibu rajin hadir ke pengajian Yasinan. Tapi beliau selalu rapi dalam kesederhanaannya. Sering dulu saya bertanya nama masakan yang dibuat ibu. karena ibu bisa membuat makanan-makanan lezat. Bajunya pun tak pernah dari bahan sutera atau bordir. Ia juga rajin membantu jika ada tetangga yang meninggal. meskipun tanpa alat dan bahan memadai. Bahkan SD pun beliau tidak lulus. yang kami miliki di dapur kami. Tapi di lain pihak. ibu dicintai oleh semua orang. Ibu juga bercita-cita tinggi untuk anakanaknya. Kekaguman-kekaguman saya terhadap ibu sempat hilang. Ibu bukan pula wanita berpendidikan tinggi. dan menjalani dunia kampus dengan berbagai aktivitas keislaman yang menyita seluruh kekaguman saya. Kondisi kami yang berkekurangan tak pernah membuat kami ingin masakan dan kue-kue modern. kami hanya mendapat 50 rupiah. Tapi ibu pintar dan dulu sering membantu saya belajar. meski aktif di masyarakat. Namun. saudara maupun tetangga. Ketika anak-anak lain mendapat uang saku 100 rupiah sehari. melainkan hanya wanita desa yang sederhana. Ibu juga bukan wong agung keturunan ningrat. ketika saya kembali banyak berpaling kepada ibu. Bahkan makin hebat. Ibu saya tidak pandai memasak resep-resep umum apatah llagi resep modern. ibu saya juga memiliki banyak kekurangan. Ketika saya banyak memiliki waktu berinteraksi dengan ibu lagi. Ya. cake dan makanan-makanan enak lainnya. Tapi semua yang dimasak ibu lezat. Bukan. makanan yang dibuat ibu sudah cukup bagi kami. ibu memang kreatif. Yang dibesarkan tanpa pendidikan etika dan unggah-ungguh jawa yang tinggi.Ibu saya bukan aktivis. Dan buku pelajaran dan perlengkapan sekolah saya cukup lengkap.

saat permasalahan itu merundung. saya kembali mengisinya dengan mantap: Menjadi Ibu. yang penolong. Duh. (@az. kuncinya adalah rencana yang matang dan usaha yang maksimal untuk menjalankan semua yang telah terencana itu. meskip pengetahuan agama Ibu minim. jika saya mengisi lembar biodata lagi yang ada isian cita-cita. menjalankan warung. jodoh itu khan urusan Allah. ”Lho. wanita karier yang kuat. meskipun seharusnya ia bersyukur. ibu tak harus jauh-jauh ke Jakarta. Gosip dan goncangan yang menerpa tak membuatnya berubah. Maksudnya. Agar ibu cukup dibonceng bapak. beliau tak pernah menunjukkan kesedihan di hadapan kami anak-anaknya.Sukses. karena ibu pasti mabok kalau naik bis atau mobil”. langkah ini biasa dikenal dengan.” Nduk. Dan yang paling berkesan. Saya kan sudah tujuh tahun tinggal di Jakarta. untuk meraih sukses. namun keyakinannya kepada Allah sedemikian kuat.Beliau tetap pekerja keras. Darimana jalannya saya mendapat jodoh orang sini?” jawab saya. ora kurang jalaran (tidak kurang sebab)". Kini. Dan ibu juga minta. mungkin tidak satupun manusia di dunia ini yang tak ingin meraihnya. ibu selalu berdo’a dan meminta pada Allah tiap habis sholat. Kita hamba-Nya boleh minta apa saja. dan . Betapa kesederhanaanmu ternyata menyimpan samudera makna kehidupan yang dalam. Kalau Allah menghendaki. Beliau tetap aktivis sosial yang baik. Suatu hari. namun hal itu sekedar ingin memberikan gambaran bahwa untuk hal paling hina pun orang berusaha maksimal untuk merealisasikannya. semoga jodohmu orang dekat sini saja. kado hari Ibu untuk para wanita nan tegar penuh cinta) Azimah Rahayu (azi_75@yahoo. ketika dua anaknya sudah tak lagi membutuhkan biaya. Bahkan. agar kalau ibu pengin menengok kalian. Ibu. karena bahkan seorang yang berencana bunuh diripun tak ingin mengalami kegagalan. ibu saya berkata. Saat ini. Rencanakan Apa Yang Hendak Dikerjakan. Ibu saya bahkan tetap tegar ketika beberapa waktu lalu badai menggoncang keluarga kami. ibu yang realistis dong. Ibu saya menjawab kalem. Apapun. Mungkin terlalu ekstrim jika yang diambil contoh adalah soal bunuh diri. Dalam prinsip manajemen. orang akan menanggung malu teramat besar jika upaya bunuh dirinya ternyata tidak berhasil. dan membuat batu-bata serta memelihara banyak ternak.com) Lima Detik Pertama Penentu Sukses Publikasi 18/12/2002 09:45 WIB eramuslim . yang ringan tangan. tapi tak ringan mulut. “Ah. beliau tetap ke sawah. semoga kamu mendapat jodoh yang sholeh dan sepadan denganmu.

Artinya. bisa jadi satu keniscayaan bahwa kegagalan segera menghampiri Anda. Anda tentu masih ingat pesan sebuah iklan produk parfum pria yang pernah ditayangkan di TV yang berbunyi. Orang yang tersenyum dianggap sebagai orang yang penuh percaya diri karena ketika kita sedang grogi atau tidak yakin dengan diri kita atau sekitar kita. entah itu berkenaan dengan karir. kebahagiaan. itulah yang harus Anda ciptakan untuk bisa memulai segalanya lebih lancar sehingga kesuksesan seolah sudah digenggaman Anda. Ini artinya. satu hal yang sangat mudah dan praktis untuk dilakukan: Tersenyum. maka dia akan cenderung lebih baik dalam menilai anda pada masa-masa selanjutnya. yakni sebuah proses dimana kesan pertama kita terhadap orang lain menyebabkan kita menilai perilaku berikutnya atas dasar kesan pertama kita. jelas cara yang paling ampuh untuk menciptakan kesan pertama yang mengagumkan. Dan tersenyum. Selain itu. kesan pertama. selanjutnya terserah Anda …”. Pada akhirnya. karena Rasulullah pun memberikan nilai sedekah untuk setiap senyum yang kita berikan kepada saudara kita. ada sesuatu yang disebut pengaruh pertama. Berkenaan dengan kesan pertama ini. taktik nomor satu untuk menciptakan kesan pertama yang luar biasa tetapi mudah dilakukan adalah: Tersenyum. Namun. jika keluar dari prinsip tersebut. Dengan tersenyum menunjukkan bahwa Anda menyenangi tempat dimana Anda berada dan senang bertemu dengan orang yang Anda temui sehingga pada gilirannya dia akan semakin tertarik untuk bertemu Anda. Jadi. Get Anyone To Do Anything menyebutkan. kesan pertama kita terhadap seseorang sangat penting karena segala sesuatu yang kita lihat dan kita dengar selanjutnya disaring melalui pendapat kita yang pertama. Mengapa senyum? Jangan pernah pernah menganggap sepele tersenyum. “Kesan pertama begitu menggoda. tahukah Anda apa yang paling menentukan dari semua proses awal menuju kesuksesan ketika hendak memulai satu upaya merealisasikan semua rencana? Rahasia sukses seseorang dalam meraih semua impiannya. kita cenderung untuk tidak tersenyum. Lima detik begitu menentukan? Tepat! Karena yang harus Anda lakukan pada lima detik pertama itu adalah kunci sukses nomor satu yang tidak boleh dilewatkan. dan semangat. David J Lieberman dalam sebuah buku laris yang berjudul.Kerjakan Apa yang Sudah Direncanakan. Dan yang lebih penting. Anda menciptakan citra orang tersebut sebagaimana ketika mula-mula Anda bertemu dengannya dan Anda melihat perilakunya pada masa-masa selanjutnya melalui citra ini. tersenyum menunjukkan penerimaan yang tulus dan menyebabkan orang lain tahu bahwa Anda mau menerima dia dengan tulus. tersenyum menandakan penerimaan yang tulus. hubungan interpersonal atau apapun yang menjadi obsesinya ternyata ada pada lima detik pertama setiap langkah awalnya. apabila kesan pertama seseorang terhadap Anda baik. Ya. Akibatnya. senyum mampu menciptakan empat hal yang luar biasa: Menimbulkan rasa percaya diri. Tentu saja tersenyum menimbulkan kebahagiaan sehingga akan mempertemukan kita kepada orang-orang yang bahagia karena kita melihat mereka dengan cara yang positif. . Semangat sangat penting untuk menciptakan kesan yang baik karena semangat itu dapat menular kepada orang lain.

jangan pernah sia-siakan momentum awal (detik-detik pertama) untuk tidak menjadikannya sebaik mungkin. sang Maha pencipta. Tidak seperti robot. sedang apapun ketika Anda tengah berinteraksi dengan orang lain. robot akan selalu mengikuti perintah yang membuatnya. Tidak seperti robot. saat interview. telinga. Tujuannya adalah bagaimana agar hidup ini dapat lebih dipermudah dengan mendelegasikan pekerjaan yang rutin maupun pekerjaan yang seharusnya tidak dikerjakan manusia. karena memang itulah sifat dari emosi. robot itu seakan-akan mempunyai kemampuan berpikir sendiri. Dimana walupun secara fisik berbeda. Kita bukan robot yang selalu menjalankan tugastugas yang rutin. karena percakapan dan hubungan Anda selanjutnya akan disaring melalui momentum awal ini. dengan demikian akan menciptakan kesan yang sangat baik. seperti hubungan interpersonal dan interelasi. sebagai respon atas suatu kejadian.Dimanapun. Itulah sebabnya mengapa tersenyum itu sangat penting. Tidak seperti robot. Alhamdulillah. Saat ini bahkan sudah dibuat robot yang mempunyai kemampuan untuk menambah pengetahuannya sendiri. Inilah yang disebut sebagai Artificial Intelligence (AI). Sehingga pada suatu saat. Sampai pada tahap tertentu nantinya bisa saja robot akan mengatakan 'tidak' terhadap manusia pembuatnya. dimana robot akan mempunyai kemampuan untuk beremosi. Itu semua telah diberikan oleh Allah. Robot itu juga bisa digunakan untuk mengoperasikan tugas-tugas tertentu yang beresiko tinggi. wawancara dan lain sebagainya. bersama siapapun. . Sampai mungkin suatu saat kita bisa melihat robot bisa dijadikan sebagai angkatan bersenjata sebagaimana kita lihat di film-film fiksi ilmiah. kita adalah manusia. kecerdasan yang ada pada diri kita bukanlah buatan tapi merupakan kecerdasan yang sebenar-benarnya. Sebagai hasil kreasi manusia. Robot itu merupakan salah satu kreasi manusia. yang lebih dikenal dengan robot manusia. pengetahuan robot itu bisa saja melebihi manusia yang membuatnya dan merespon berdasarkan emosi. Robot bisa diberdayagunakan di pabrik mobil untuk merakit komponen. Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Jangan Jadi Robot! Publikasi 17/12/2002 08:45 WIB eramuslim . kita bisa saja istirahat dari segala aktivitas kita.Mungkin kita sering melihat film fiksi ilmiah dimana terdapat makhluk yang menyerupai manusia tapi bukan manusia. Sebagai ingatan. mulut. alat indera itu secara fungsionalitas memiliki kesamaan dengan yang dimiliki manusia. emosi yang ada pada diri kita juga merupakan emosi yang memang tidak bisa ditebak keadaannya. dan berbagai indera lain sama halnya seperti manusia. misalnya mengendalikan reaktor nuklir. jadikan senyum sebagai modal utama Anda. Dengan AI. Bahkan kini sudah ada emosi buatan disebut artificial emotion. Mereka memiliki mata. Secara sepintas memang robot itu seperti manusia. kapanpun. Senyum bisa menjadi senjata yang paling ampuh dalam berbagai kondisi. Lakukanlah dengan segera dan senyum akan menjelaskan banyak hal tentang diri Anda: Semuanya Positif.

aku tidak tahu. Sisi spiritual itulah yang memungkinkan kita untuk selalu mengingatNya. Padahal kecerdasan yang kita miliki hanyalah bagian kecil saja dari seluruh ilmu Allah. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. menggunjing. Jika masih ada sebagian orang yang saling mencaci. Seandainya masih beredar orang-orang yang tak hentinya berlaku sombong. yaitu sisi spiritual. Padahal sekali saja berdusta." (Quran Surat At-Tin 1-4). ingatlah selalu kepada Allah dengan dzikir dan bersyukur kepada-Nya agar kita bisa menjadi manusia yang sebenarnya. sudah sedemikian lelahnya kita berpikir untuk mencari segudang alasan baru untuk dusta berikutnya. Bersyukurlah kita yang tetap menjaga sisi spiritual kita.Kalau ada orang-orang yang masih terus menerus berdusta. pencipta kita sendiri. sama halnya seperti robot. menyembunyikan hakikat mengedepankan kepalsuan. Selain itu terkadang kecerdasan yang ada pada diri kita ini digunakan untuk berpikir dan menghimpun pengetahuan yang tidak membuat kita semakin mendekatkan diri kepada Allah. tetapi justru semakin menjauhkan kita dari Allah. Sebagaimana firman Allah: "Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Allah. Dalam kehidupan sehari-hari kita terjebak dalam keadaan yang memaksa kita berperilaku seperti robot. angkuh dan takabbur. meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)" (Quran Surat Al-Kahfi:109). sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Allah. sudah sebegitu kelunya lidah ini terpaksa menari mengikuti irama gendang kepalsuan yang tak hentinya bertabuh. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbaiknya.Walaupun demikian. dan demi kota (Mekah) ini yang aman. Kita justru akan mengatakan 'tidak' kepada Allah. karena inilah yang membedakan kita dengan robot-robot. Sampai-sampai kita merasa orang yang paling pintar di dunia ini dan berlaku sombong.or. Beruntung bagi kita manusia yang diberikan sisi lain yang tidak mungkin ada pada robot. berprasangka buruk dan menjelek-jelekkan saudaranya. menghina. Wallaahu'alam bishshawab Zulfikar S. aku tak habis pikir. dan sekuat apa tubuhnya kelak menanggung akibat dari . dan demi bukit Sinai. sekuat apa penciuman dan mulutnya karena pada saat itu ia seperti tengaha memakan bangkai saudaranya sendiri. "Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun. terbuat dari apakah lidah mereka sehingga teramat hebat merangkai kata-kata indah menutupi kebenaran.id) Lelah … Publikasi 16/12/2002 07:33 WIB eramuslim . sebesar apa dirinya sehingga sangat lancang menantang kebesaran Tuhannya. aku tidak mengerti. Karenanya jika kita tidak ingin dikatakan sebagai robot.

Begitu tiba saatnya berbuka. sekuat tubuh orang-orang itu menerima adzab Allah yang tak pernah berhenti. sementara bertebaran di seluruh penjuru bumi Allah ini anak-anak yatim piatu. kita langsung ingat bahwa kita sedang berpuasa. bangga dengan dosadosanya. dengan sangat mudah pula Dia mengambil darinya? Mungkin saja masih ada segelintir makhluk Allah bernama manusia yang tak bosannya berzina. Dalam keadaan ingin marah. sudah pasti kilatan cambuk Allah di akhirat nanti bukan sekedar mematikan. Sahur kita lakukan untuk mempersiapkan diri sebelum berpuasa sepanjang hari nantinya. fakir miskin dan orang-orang lemah. itupun sudah cukup. di kala kita sedang beraktivitas. sungguh aku semakin bingung dibuatnya. tidak terlalu sulit untuk dimengerti. kita tetap bersabar untuk menahan haus. Dan lelah untuk terus memikirkan ancaman dan hukuman macam apa yang diberikan Allah kelak di hari pembalasan. ketika beban kerja begitu menekan. tetapi menghancurkan tubuh kecil tak berarti ini. Dan jika itu tidak dilakukannya. sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah. Astaghfirullaah … (Bayu Gautama) 11 Bulan Pembuktian Paska Ramadhan Publikasi 11/12/2002 09:31 WIB eramuslim . lelah rasanya terus menerus berbuat dosa. Di tengah terik panas matahari. suka-duka. Sehingga amarah menjadi reda kembali. ini yang sangat mudah aku pahami. aku semakin heran. kita lepas lapar . karena akupun pernah mengalaminya. Tidak lupa kita senantiasa menjaga pandangan dari hal yang menjurus maksiat dan sia-sia. Namun. kita memulai aktivitas Ramadhan dengan bersahur.kesombongannya. Padahal seratus kali ayunan cambuk atau lemparan batu hingga mati bisa jadi satu-satunya alasan Allah untuk memberikan ampunan atas perbuatannya. Aku sangat tahu betul. Demikian pula. kesombongan adalah mutlak miliki Allah semata. pada saat dimana pada umumnya manusia masih terlelap. Sekiranya tetap hidup manusia-manusia yang enggan menyisihkan sebagian harta yang dimilikinya. sungguh aku tidak akan pernah memahami. Dilanjutkan di siang hari. Lelah menahan hentakan demi hentakkan yang bergemuruh di dalam dada ini setiap kali aku melakukan perbuatan maksiat. setebal apa kulit mereka menahan api neraka Allah. apakah ia selalu berpikir bahwa semua itu diperolehnya murni dari hasil jerih payahnya? Tak pernahkah ia tahu bahwa semua yang ada padanya itu adalah atas kehendak Allah Sang Pemberi Rizki? Yang seandainya Dia berkehendak. jika saja ada sebagian kecil dari orang-orang diatas yang berhenti melakukan semua yang dilarang Rabb-nya. Dimulai dari dini hari.Apa yang bisa kita ambil dari ibadah selama bulan Ramadhan? Banyak likaliku. Lalu kenapa masih ada yang berani meski sekedar mendekatinya? Umpamanya masih hidup orang-orang yang gemar berbuat maksiat. Walaupun hanya segelas air. maupun pengalaman mengesankan dalam menjalankan roda kehidupan di kala bulan Ramadhan. Padahal semestinya ia tahu.

kita akan selalu mengendalikan diri. insya Allah banyak pelajaran yang bisa diambil. Bulan ini menjadi lebih baik dari yang kemarin. Aktivitas kita diakhiri dengan melakukan ibadah shalat malam.dan dahaga. sebagaimana tercermin dari sahur. berpuasa di siang hari. Karena sesungguhnya hal itu bisa kita lakukan tidak hanya di bulan Ramadhan. Apakah berhasil pelatihan yang Allah berikan ini? Pelatihan di bulan Ramadhan akan berhasil jika kita bisa mengimplikasikannya dalam bulan-bulan selain Ramadhan. kita diminta untuk mengembalikan semua itu kepada Allah saat melakukan shalat malam. Rasulullah menganjurkan menyegerakan berbuka dan dengan makananmakanan yang ringan seperti korma. kita dapat beraktivitas sebaik di bulan Ramadhan. jika di sebelas bulan ke depan. Walaupun kita dapat mengumbar nafsu untuk menyantap hidangan semaunya. Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan kemarin. sebagaimana kita lakukan di siang hari kala berpuasa. Betapa kita akan menjadi orang yang beruntung. Ibadah Ramadhan kita dikatakan berhasil. Di dalam hidup ini. Betapa murahhatinya Allah. sampai berbuka. Kalau kita mau memikirkan hikmah di balik aktivitas selama Ramadhan. memberikan pelatihan kepada kita selama Ramadhan ini untuk bisa menjadi manusia yang dapat mengatur hidupnya menjadi lebih baik. karena merasa ada yang mengawasi yaitu Allah. karena setiap hari lebih baik dari hari yang kemarin. kita dituntut untuk selalu mematuhi waktu itu. Wallahu'a'lam bishshawab (Zulfikar/zulfikar@ukhuwah. Karena tanpa perlu disuruh atasan. yaitu menjauhi perbuatan sia-sia dan maksiat. Mulai dari sahur. dan insya Allah bulan yang akan datang lebih baik dari bulan ini. kita tetap dianjurkan untuk memakan makanan yang sederhana terlebih dahulu. pelajaran yang bisa kita ambil adalah bahwa dalam hidup kita dituntut untuk senantiasa sederhana.id) Wajah Kemusliman Kita Publikasi 10/12/2002 09:44 WIB . apakah Ramadhan kita berhasil atau tidak. Demikian seterusnya selama satu bulan penuh. Akan sangat beruntunglah kita yang dapat tetap menjaga ibadah maupun ritme kehidupan seperti di kala Ramadhan dalam sebelas bulan mendatang sampai bertemu Ramadhan yang akan datang. Demikian pula di saat berbuka.or. Setelah melakukan semua rangkaian aktivitas itu. Bagaimana kita akan menjadi manusia yang sukses jika kita tidak mengawali dengan persiapan yang baik. Dengan demikian insya Allah kita akan menjadi manusia berhasil dunia dan akhirat. dan demikian pula insya Allah Ramadhan yang akan datang kita persiapkan agar lebih baik dari Ramadhan kali ini. Justru cobaan akan terjadi di sebelas bulan mendatang. Kita pun dituntut untuk bekerja dengan efektif. insya Allah. Dalam memulai beraktivitas kita dianjurkan untuk selalu mempersiapkan diri. Satu hal lagi yang tidak kalah penting adalah manajemen waktu yang begitu terjaga di kala Ramadhan. demikianlah adanya dimulai dengan berikhtiar semaksimal mungkin dan harus selalu dibarengi dengan tawakkal hanya kepada Allah. Hal ini merupakan kontrol yang efektif bagi manusia.

Nuansa Idul Fitri seakan memagari kita untuk hidup dalam manisnya ukhuwah islamiyah yang hangat dan saling menyayangi. dendam dan bibit-bibit permusuhan. dengan tetap menjaga . Baik seorang pemimpin dengan rakyatnya. Sedih karena berpisah dengan bulan mulia penuh berkah dan ampunan. Bagi seorang muslim. Salah dan khilaf memang hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Demikian halnya dengan hubungan sosial lainnya. Tuhan seru sekalian alam yang terkumpul pada-Nya segala puji.Siapa yang sanggup menahan rasa sedih yang mendalam ketika perlahanlahan senja terakhir Ramadhan berlalu dan terbenam. Hatinya semakin sadar akan beratnya beban amanat yang dipanggul sebagai khalifah Allah di muka bumi. Dengan penuh kesadaran diri. Tugas untuk menjadi rahmat bagi lingkungan dengan kebenaran dan keindahan nilai-nilai Islam. Siapa pula yang sanggup menggambarkan perasaan damai dalam suasana gelombang takbir tak berkesudahan di malam menjelang fajar 1 Syawal. Pada saat-saat itu terlebur semua rasa benci. baik vertikal maupun horizontal. atau antar sesama karyawan itu sendiri.eramuslim . penyantun dan anti membuat kerusakan dimanapun ia berada. Termasuk juga kesanggupan untuk melakukan ibadah puasa. Kehambaan sebagai mahluk diserukan dalam kumandang pentakbiran akan Kemahabesaran Allah. Seluruh aktivitas kesehariannya sebagai seorang muslim tentu akan lebih bermakna baik dalam interaksi dengan keluarga maupun dengan lingkungan di sekitarnya. Baik antara seorang pimpinan dengan seluruh bawahannya. kebesaran Allah SWT jua yang diserukan. Apalagi kalau sampai menyakiti dan merugikan banyak orang. hubungan dengan Allah akan diperbaiki dan dijaga keeratannya selama sebulan penuh menunaikan ibadah puasa. Ia pantulkan kembali Kemahapengasihan Allah dalam sikap yang santun dan penyayang kepada mahluk Allah lainnya. Begitu usai ibadah Ramadhan. Dan pantulan dari peningkatan kualitas keimanan itu semestinya akan tercermin dari semakin indahnya ahlak dan perilaku selepas Ramadhan. Namun tak berarti itu dijadikan alasan atau suatu yang dimaklumkan untuk dilakukan berulangulang. ataupun sesama rakyat semata-mata. Alangkah bijaksana jika seorang muslim bisa mengkaji diri dari pahitnya kesalahan. Bahagia karena akan bertemu dengan hari yang dijanjikan oleh Allah sebagai hari kemenangan dan kembali kepada kefitrian. Jiwanya akan semakin lembut dan sensitif terhadap nilai-nilai ketauhidan yang berdimensi ridho Illahi. Dan akan semakin kokoh lah sosok muslim yang penyayang. Ada getaran perasaan luar biasa yang tak terlukiskan di saat-saat itu. bahwasannya apapun saja yang dilakukan hanyalah berkat perkenan dan pertolongan dari Allah semata. Alangkah indah jika negeri kita bertabur barokah dari Ramadhan dan Idul Fitri seperti ini.

tidur. Pada momen-momen seperti ini. status sosial. makan. Setiap jiwa yang berhati-hati tentu tidak pernah merasa aman sebelum dosa dan salahnya terampuni. Dan tak lama lagi pula malam penuh kemuliaan dan keindahan bersama Tuhan. kita yang ditinggalkan tak sadar bahwa sikap dan perilaku kita di bulan Ramadhan itu tak jauh beda dengan di bulan-bulan lainnya. Hidupnya tidak bergantung kepada sesuatu apa pun. Kita masih lalai dengan amal-amal mulia yang sesungguhnya di bulan suci itu. Adalah sebuah kebesaran pribadi ketika seorang pemimpin yang selalu teringat akan besarnya salah dan kekeliruan yang diperbuatnya. Yakni. harta dan semacamnya kecuali hanya kepada Allah Swt saja. Karena setiap diri tentu tak ingin timbangan amal baiknya tereduksi dihari pembalasan nanti. dari mulai jabatan. pangkat. yang ada hanya pengharapan akan kebersihan batin dari dosadosa kemanusiaan dengan orang-orang yang dimintakan pemaafannya. . Tidak pula suatu kemanjaan yang berlebihan kalau seorang anak terisak-isak dipelukan ibundanya. berpolitik. bicara.Ramadhan tak lama lagi akan meninggalkan kita. Kita pun masih sibuk dengan urusan-urusan yang tak pernah menjanjikan apa pun di bulan Ramadhan. berbuat sesuatu tanpa pamrih. Laitul Qadar tak menyapa kita untuk bermunajat kepada Sang Pencipta siang dan malam. lantas karena itu semua ia menangis begitu dijabat erat oleh para bawahan. Kemuliaan orang alim dan ulama justru bersinar ketika ia dengan harap cemas memohon ketulusan maaf dari orang awam yang dibimbingnya. lantaran kesalahan yang belum termaafkan. Keteladanan seorang pemimpin akan cemerlang ketika ia justru menghampiri rakyat dan memohon keikhlasan dari akibat kepemimpinannya. Boleh jadi kegigihan baca Al-Qur’an kita pun berubah jadi kemalasan dengan berubahnya bulan! Sementara itu.kedekatan dengan Allah SWT dan semangat perbaikan diri untuk berupaya sekuat mungkin tidak mengulanginya. uang. bekerja dan sebagainya masih menimbun rasa duka dan derita bagi orang lain. Bukan suatu kecengengan kalau kemudian mata seorang suami berkaca-kaca dihadapan istrinya.de Adakah Ramadhan Menyapa Kita Lagi Tahun Depan? Publikasi 04/12/2002 15:22 WIB eramuslim . berpakaian. Kita harus berani meninggalkan cara dan gaya hidup setan itu agar kita betu-betul menjadi hamba yang pandai bersyukur. meniru akhlak Tuhan. Memang rugi dan sangat rugi bagi mereka yang berpuasa tapi tak merubah niat dan tata cara hidupnya untuk menuju keridhaan Tuhan. deni mukhyidin mukhyidin@yahoo. Tak terasa bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah itu berlalu. bergaul. Nihil sama sekali nilai Ramadlan kita kali ini jika cara berpikir.

Marah dan dengki akan pula diredam dengan sepenuh kebijaksanaan. yakni. bekerja dalam kantor atau ruangan yang sejuk. Dengan sepenuh kesadaran diri kita tentu berusaha menghindarinya. Al-Baqarah : 185). Bukankah semua ibadah dalam Islam untuk mengagungkan Rabb Pencipta Alam Semesta ini? “Wa litukabbiru Allah ‘ala maa hadaakum wa la’allakum tasykuruun” (Dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas pentujuk-Nya. Sungguh momentum Ramadhan menjadi suatu dorongan luar biasa untuk beramal ibadah lebih dari hari-hari biasanya. kehidupan di bulan Ramadlan itu cara hidup yang sesungguhnya. Bagi mereka yang sudah optimal dengan khusyu’ dan ikhlas mendayagunakan energi. berarti langkah kita di bulan-bulan selanjutnya pun akan mengalami kesulitan dan kemalasan untuk mengisi keindahan dan kemuliaan dalam kehidupan . Dan kegagalan kita memperoleh petunjuk adalah karena kegagalan kita dalam beramadlan. Karena. Boleh jadi pula Ramadhan di tahun depan terus terlewatkan begitu saja tanpa sebuah pemaknaan dan harapan. perasaan. Puasa juga menjadi penge-rem yang canggih untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tercela. . Dan di bulan itu pula cara beriman kita yang seharusnya. supaya kalian menjadi orang yang pandai bersyukur. bermakrifatullah (mengenal Allah Swt) lalu ikhlas kepada-Nya. mungkin punya kesempatan lebih banyak untuk membaca al-quran atau mengikuti pengajian. Jika kita gagal mengisi Ramadlan. Amien. dan harta di bulan Ramadlan maka mereka juga harus meramadlankan hidupnya di bulan-bulan lain hingga kematian datang seperti datangnya Ramadlan. Kita berharap kepada-Nya mudah-mudahan di tahun mendatang Ramadlan masih menyapa kita dengan keteduhan dan kedamaian. Menggunjing dan memperkatakan orang dengan serta merta akan ditinggalkan. QS. Sedang bagi mereka yang beraktivitas tanpa banyak mengandalkan kekuatan fisik. (Udien Al-Farry) Berpuasa Dikala Berbuka Publikasi 04/12/2002 14:14 WIB eramuslim . hari yang terik dan panas menyengat tentu menjadi ujian tersendiri. Karena itu tak heran bila banyak dari mereka yang menyengajakan diri untuk mandi di siang hari atau tidur demi menjaga puasa mereka.Banyak orang susah payah berusaha menyelamatkan ibadah puasanya. Bagi mereka yang bekerja keras dengan mengandalkan kekuatan fisik. Jika kita gagal dalam hal itu semua berarti kita juga gagal dalam mengagungkan Allah Swt. Kita gembira saat Ramadlan datang dan kita juga gembira di saat ajal datang menjemput badan.Sesungguhnya kegagalan kita menjadi orang yang pandai bersyukur adalah karena kegagalan kita menjadi orang yang memperoleh petunjuk-Nya. bagi seorang Muslim. Apalagi hal-hal yang membatalkan puasa.

Dengan lemah dan letih kita dididik untuk menyadari kelemahan diri. Allah menciptakan manusia dengan kemampuan biologis yang serupa. Keinginan akan makan, rasa lapar dan haus, sakit, derita atau bahagia, semua orang akan merasakan hal yang sama, tak terbatas oleh banyaknya kepemilikan harta ataupun perbedaan bangsa yang berlainan rupa. Kondisi demikian menjadikan kita di sepanjang siang bulan Ramadhan sebagai hamba yang lebih berbakti, lebih rajin dan lebih menghayati hakekat penciptaan diri sebagai mahluk. Begitu maghrib menjelang, tibalah saatnya waktu berbuka puasa. Kegiatan-kegiatan yang sepanjang siang tidak diperkenankan, kini diperbolehkan kembali. Pada saat-saat inilah justru kita sering berbuat diluar kontrol. Demi melihat deretan makanan yang lezat terhidang, demi melihat aneka minuman yang menggiurkan, tak terkendali lagi tangan dan mulut kita untuk menghabiskannya. Tak peduli akan isyarat perut akan kelebihan beban yang ditampungnya. Demikian pula kegiatan tak terpuji lainnya, menggunjing sembari makan, marah yang diumbar sembarangan, bahkan mengerjakan sesuatu yang diharamkan. Yang muncul dalam benak kita pertama kali adalah pemuasan akan keinginan yang sedari pagi tertahankan. Atau pula merasakan kelonggaran untuk kembali melakukan hal-hal yang santai dan sia-sia. Perjuangan kita sepanjang siang menjadi tak berbekas setelah maghrib tiba. Kita amat bersungguh-sungguh dikala pembatasan melingkupi seputar panca indera dan hati kita. Namun prestasi puasa kita merosot tajam disaat semuanya diperkenankan. Itulah pula mungkin gambaran realisasi puasa pada diri dan keseharian kita. Disaat kita dihimpit oleh berbagai aturan, kebijakan pimpinan, atau sempitnya ruang gerak yang diberikan, kita menjadi manusia yang bersungguh-sungguh. Berdaya upaya dengan sekuat tenaga, hati pun sedemikian bersih dan selalu bermunajat kepada Allah akan terkabulnya cita-cita. Diwaktu kita tertindas oleh kekuasaan orang lain yang memenjara ruang gerak dan peran sosial kemsyarakatan, kita sanggup menjadi pejuang kemerdekaan hati nurani dan demokrasi. Namun setelah kesempatan dianugerahkan, sesudah jalan dilapangkan, dikala kekuasaan tergenggam, kita malah menjadi pelopor pemborosan dan kemubaziran. Nafsu kita untuk berbuat apa saja menjadi sedemikian tak terkendali. Sampai pula pada hal-hal yang merendahkan nilai-nilai moral dan etika. Puasa kita hanyalah pelaksanaan ibadah semata di bulan Ramadhan. Tak berefek pada peningkatan kualitas iman dalam berbagai aktivitas keseharian kita. Jika kondisi ini menjadi hal yang biasa dan dilakukan tanpa rasa berdosa, maka bukan tak mungkin kalau kebangkrutan sudah menunggu kita di penghujungnya. Semoga Allah menganugerahkan ruh puasa dalam jiwa kita. Sehingga akan membekas dalam perjalanan hidup kita ke depan, di hari-hari setelah Ramadhan. Hari-hari dimana kita lebih banyak berbuka terhadap berbagai aktivitas selayaknya Ramadhan. Mudahmudahan hidup kita akan lebih bermakna dan berkualitas karenanya, didepan Tuhan dan dalam sejarah perjalanan kemanusiaan kita. Wallahu 'a'lam bishshowab (Deni mukhyidin/mukhyidin@yahoo.de)

Hidup Di Bawah Naungan Tauhid
Publikasi 04/12/2002 11:34 WIB eramuslim - Sering orang bertanya, “Apakah Allah itu ada?” ”Dimana Allah?” Keberadaan Allah hanya bisa kita akui bila kita memiliki landasan tauhid yang benar. Allah memang tidak menampakkan wujudnya, tapi Allah dengan segala sifatnya dapat kita rasakan keberadaan-Nya. Kejelasan tauhid akan tergambar dari kalimat syahadat yang kita ucapkan. Dari kalimat ini akan terjalin hubungan yang harmonis, penuh kecintaan kepada Allah. Kecintaan kepada Allah akan melahirkan pengorbanan kepadaNya untuk berjuang di jalan-Nya, melaksanakan segala perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya. Zat Allah lebih besar dari apa yang kita perkirakan. Manusia tidak akan sanggup memikirkan zat Allah. Allah berfirman, “katakanlah Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS.112:1-2) “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dia-lah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS.6:103) Tauhid yang murni hanya akan tercapai bila kita mengenal hakekat penciptaan kita, begitu juga dengan zat yang menciptakan kita. Betapa indah hidup di bawah naungan kasih sayang dan belain Allah. Namun banyak diantara kita sulit untuk memurnikan tauhidnya, karena selain tidak kenal dengan Allah, mereka masih menyekutukan Allah dengan tandingan-tandingan yang lain. Tak kenal maka tak sayang, begitu orang mengatakan. Tidak kita akan pernah tahu siapa Einstein jika kita belajar ilmu Fisika, kita tidak akan mengenal Jendral Sudirman jika kita tak belajar sejarah, kita juga tidak akan mungkin kenal Ronaldo kalau kita tidak mengenal sepak bola. Begitu juga dengan Allah. Bagaimana mungkin kita akan merasakan keindahan bertauhid kepadanya jika “kreasi” Allah tidak pernah kita baca dan pikirkan. Kita bisa lihat kreasi Allah denga kasat mata. Tidak perlu ke gunung, lembah atau pantai. Pandangi saja diri kita. Renungkan mata yang elok ini, subhanallah kenapa mata yang berdiameter kecil ini bisa mengantarkan kita melihat indahnya dunia, alangkah meruginya manusia jika mata ini buta. Hidung yang sempurna bertengger di wajah mampu menghirup udara segar, tanpa indra kecil itu tentulah kita tidak bisa bernafas. Subahanallah, mampukah kita membuat penggantinya, bila salah satu indera kita itu tidak berfungsi? Secara tekstual, kreasi Allah itu adalah Al-Quran. Ialah pedoman hidup yang banyak ditinggalkan kaum muslimin sekarang ini, akibatnya banyak kaum muslimn yang kehilangan arah. Padahal Sayyid Qurb dalam tafsir fi-zilalnya yang puitis dan romantis itu mengatakan, “Hidup di bawah naungan Al-Quran merupakan suatu kenikmatan.

Kenikmatan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah mereguknya. Kenikmatan yang mengangkat, memberkati dan mensucikan umur kehidupan…” Jadi, kembalilah kepada Al-Quran. Jadikan ia sebagai pegangan utama kita, bacaan pertama yang kita baca sebelum koran terhidang. Petunjuk hidup, jalan keselamatan. Lantunan ayat suci Al-quran saja telah membuat hati tentram, apa lagi hikmah yang terkandung di dalamnya. Wallahu 'a'lam bishshowaab (Yesi Elsandra, Untuk orangorang yang telah menunjukkan jalan terang)

Sekedar Contoh
Publikasi 29/11/2002 08:45 WIB eramuslim - Kalaulah kita mau belajar, manusia yang hidup pada zaman ini bisa mendapatkan berbagai contoh hidup manusia sebelumnya. Predikat dan profesi apapun yang tersematkan pada diri ini, tentu pernah terjadi pada masa sebelumnya. Bahkan tidak sedikit dari deretan nama-nama pelaku sejarah kehidupan manusia itu tercantum dalam kitab Allah, Al Qur’an. Tentu dengan maksud yang satu, hikmah bagi yang sekarang menjalani hidup agar tidak mengulangi kesalahan manusia-manusia terdahulu sesuai dengan salah satu fungsi Al Qur’an itu sendiri, yakni sebagai petunjuk (huda) bagi mereka yang hidup, karena sesudah mati nanti yang harus dilakukan manusia hanyalah mempertanggungjawabkan setiap inci perjalanan hidup yang pernah dilaluinya. Dari daftar nama pelaku sejarah pada masa lalu itu, kita bisa temukan dua tipe manusia, yang pertama adalah mereka yang ingkar kepada Allah dan sebagai akibatnya kecelakaan dan laknat Allah adalah balasan yang paling setimpal buat mereka. Sedangkan yang kedua, hamba-hamba Allah yang taat, beriman dan takut akan adzab Allah sehingga mereka tak henti-hentinya berupaya mendekatkan diri kepada Rabb-nya seraya berharap ridho dan cinta Allah yang menjadi tujuan hidupnya. Allah pernah menghidupkan Fir’aun, Raja Namruj, Raja Abraha, Raja Jalut yang bertindak diluar kapasitasnya sebagai makhluk ciptaan Allah. Sombong, zhalim, serta serakah adalah beberapa diantara karakter yang seharusnya tidak berlaku bagi manusia, karena itu sudah diluar kapasitas yang seharusnya dilakukan. Sesungguhnya, Allah telah memberikan batasan-batasan mana yang pantas, baik dan sepatutnya (boleh) dilakukan dan mana yang tidak. Sehingga ketika ada orang-orang yang melakukannya melebihi kapasitas yang diberikan, melanggar batas-batas yang sudah digariskan, maka Allah menghukumnya sebagaimana hukuman kepada orang-orang yang berlebih-lebihan. Karena itulah, Allah juga menghidupkan seorang manusia agung bernama Sulaiman, yang kekayaannya tak mampu lagi dihitung, kemasyhurannya yang tak tertandingi, namun tetap takut dan berharap perlindungan Tuhannya dari sikap sombong dan zhalim. Sikap rendah hati dan penyayang yang ditunjukannya, berbuah ketaatan dari semua bala tentara yang dimilikinya. Selain shalih dan taat kepada Tuhannya, Sulaiman juga terkenal dermawan, murah hati dan menghormati hak makhluk lain.

Hamman, seorang ilmuan dengan kemampuan teknologinya yang hebat. Namun ketinggian ilmunya itu tidak membuatnya sadar bahwa segala ilmu yang didapatnya adalah atas kehendak Sang Maha Pemberi Ilmu. Dan ia tetap ingkar kepada Allah. Namun Allah juga menghidupkan seorang Yusuf yang menjadikan ilmunya semata untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Begitu pula dengan Nuh dan Daud, hamba-hamba Allah yang meraih kemuliaan Allah karena ketaqwaan dan kelebihan ilmu yang dimilikinya. Kemudian ada Qarun, seorang kaya raya yang hidup pada zaman Fir’aun. Kunci-kunci gudang hartanya harus dibawa oleh unta-unta yang berbaris, sebagai kiasan betapa berlimpahnya harta kekayaan yang dimiliki Qarun. Namun ternyata, semua harta dunia itu semakin menjauhkan dirinya dari Yang Maha Kaya, Qarun pun ingkar dan Allah menenggelamkan manusia yang tak pernah bersyukur itu bersama dengan seluruh hartanya. Maka ada hamba-hamba Allah yang juga terkenal kaya raya, namun menjadikan kekayaannya untuk biaya dakwah dan perjuangan menegakkan agama Allah. Dialah Ustman bin Affan yang menginfakkan seribu unta miliknya yang sudah dipenuhi barang-barang dan perbekalan hidup pada saat Rasulullah mengalami masa paceklik penuh kesusahan. Selain Ustman, ada Abdurrahman bin Auf yang juga kaya raya. Seorang pengusaha yang sangat takut jika hartanya itu kelak akan memberatkan pertanggungjawabannya dihadapan Allah, takut jika harta kepunyaannya akan membutakan dan menjauhkannya dari Allah, sehingga tak pernah sedikitpun ia sungkan untuk bersedekah dan menyisihkan harta yang dimilikinya itu untuk membantu fakir miskin. Tentu masih banyak contoh-contoh baik dan buruk yang bisa kita hadirkan, untuk bisa dijadikan pelajaran dalam menjalani kehidupan ini. Adalah suatu kebodohan jika kita tak pernah belajar dari ketaqwaan dan keimanan, kegagalan dan keberhasilan, kecelakaan dan keberuntungan manusia terdahulu, karena sesungguhnya semua itu sudah terekam jelas pada ayat-ayat Allah. Sungguh, Kitab Al Qur’an yang mulia itu lembar-demi lembarnya, ayat demi ayatnya mengandung rekaman peristiwa sejarah perjalanan kehidupan manusia hingga pada akhir zaman ini. Kezhaliman dan kesewenang-wenangan Fir’aun, Namruj, Abraha dan Jalut, juga terjadi pada masa-masa sesudahnya, bahkan hingga kini. Kesombongan ilmuan seperti Hamman juga bisa ditemui pada perjalanan manusia-manusia sesudahnya. Begitu juga keserakahan dan ketamakkan macam Qarun juga dengan mudah hadir dan terpampang di depan mata. Kita ini, seperti halnya manusia-manusia terdahulu, hanyalah pelaku sejarah dalam lembaran-lembaran kehidupan manusia sepanjang hayat. Manusia yang hidup pada saat ini, menjadikan manusia-manusia sebelumnya sebagai pelajaran, kebaikan ataukah keburukan yang diambil. Begitu juga kita, tentu akan dijadikan contoh hidup bagi menusia-manusia setelah kita mati. Masalahnya adalah, apakah mereka menjadikan kita sebagai contoh baik atau buruk, mengambil pelajaran dari kegagalan atau kesuksesan, serta hikmah dari kecelakaan atau keberuntungan. Inilah yang seharusnya kita persiapkan dari sekarang, selama Allah masih memberikan kita kesempatan untuk mengukir prestasi, meningkatkan keimanan sehingga saat mati nanti orang mengenal kita sebagai pribadi yang patut diteladani, dan dibanggakan, setidaknya oleh anak cucu kita.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Memasuki Ramadhan. akankah kita tetap sholat tarawih di perantauan? Salah satu sudut Jakarta. Setiap hari menanti pekerjaan yang belum tentu datang. Allah telah memberikan peringatan mengenai hal tersebut dengan sangat jelas dalam ayatnya. Setiap maghrib. sekitar 20 pekerja ‘pulang’ ke teras mereka. sesungguhnya ruh mereka naik ke langit. Bagaimana tidak. sedikit manusia yang mau mengambil pelajaran dari ilmu-ilmu Allah yang berserakan itu. Beralaskan sajadah usang atau terpal usang di atas tanah. tepatnya di bawah jalan tol daerah Cempaka Putih adalah rumah bagi para pekerja bangunan (kuli) lepas yang tak mampu untuk menyewa rumah/tempat kost. masih adakah sisa tenaga kita untuk tarawih di malam Ramadhan ini? Andai kita seorang musafir atau perantau yang jauh dari keluarga. Memasuki Isya. Menaikkan ruh mereka menemui Yang Maha Tinggi.Setelah melewati sebuah hari kerja yang sangat melelahkan.com) . Setiap maghrib. namun ayat-ayat Allah yang tidak tertulis. mereka tidak jauh dari Allah SWT. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. Subhanallah. Tarawih ditegakkan dengan berjamaah. Bersinarkan pendar lampu-lampu dari kaki lima di sekitar dan rembulan redup di atas sana. menemui-Nya. malam hari mereka menempati teras/emperan sebuah toko di jantung Cempaka Putih. mungkin mereka rindu pada kenyaman rumah mereka di kampung. tidur. Berganti dengan sarung bersih yang mereka bawa. Hanya saja. Mereka juga tampak sangat menjaga kebersihan. Allah memanggil mereka untuk tarawih. Ali Imran: 190). Mereka bersujud. dan tentu tidak akan pernah habis sebelum Allah menghentikan semua proses kehidupan makhluk di dunia. yayasanmartabat@yahoo. mereka berbuka dan sholat berjamaah di emperan toko. Beratapkan langit Jakarta yang nyaris tanpa bintang. akan tetap berkembang seluas langit dan bumi. Jauh dari keluarga mereka di kampung halaman. Mereka tinggal di bawah jalan tol. Yayasan yang memberikan santunan kepada anak-anak yatim. Sholat berjamaah mereka adalah sebuah pemandangan yang sangat menggetarkan hati. jauh dari keluarga tercinta. Mengumpulkan uang dengan bekerja menjadi kuli lepas. mungkin tubuh mereka sangat penat setelah seharian bekerja keras menjadi kuli bangunan. Ayat Allah yang tertulis dalam Kitab Al Qur’an memang masih bisa terhitung dalam bilangan. (Dari Yayasan Martabat. Karena pada saat mereka bersujud merendah. walaupun jauh dari kampung halaman. sepanjang sejarah keberadaan manusia di bumi. Tapi setiap malam mereka menegakkan tarawih. Mereka bisa memilih untuk beristirahat. Mereka juga bisa memilih untuk bergerombol tak tentu tujuan. mereka melepaskan celana kerja mereka yang terkadang kotor berlumuran tanah.Sungguh. Saat sholat. Cangkul dan peralatan kerja ditempatkan di salah satu sudut emperan. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Mengusung Ruh Dari Emperan Toko Cempaka Putih Publikasi 27/11/2002 07:44 WIB eramuslim . berbekalkan cangkul dan pakaian seadanya. sujud merendah kepada Yang Maha Tinggi. Mereka ingin bersih menemui Khaliknya.

sedikit menunduk. baik selain juga ada hasrat untuk dipandang baik. mempercantik diri. hal yang sama kita lakukan. harga dirilah. membenahi dandanan. melenggak-lenggok bolak-balik di seputar cermin hingga semuanya terasa perfect. Jatuh pasaran lah. berjalan. Siapa sih yang tidak pernah bercermin? Jika bukan karena tempat tinggalnya yang jauh sangat terpencil sehingga tidak ada penjual cermin yang datang ke tempat itu. atau sekedar kesenangan. pasti Anda adalah satu dari orang yang tidak membuang kesempatan untuk sekedar menoleh melihat bayangan sendiri disitu. (Jangan) Cermin Dibelah Publikasi 25/11/2002 07:25 WIB eramuslim . bersikap. meski sudah berjam-jam berada di depan cermin. Kondisi demikian sangat wajar.Buruk Muka. menjadikan diri ini berharga di mata orang lain itu sangat lah penting. karena setiap orang pada dasarnya selalu ingin tampil menarik. atau istri tentang penampilannya hari ini. Setiap berjalan melewati tempat parkir dimana mobil-mobil berjajar. mengharap pujian. berpenampilan cantik dan indah juga untuk menarik perhatian orang lain. Karena di halaman tamu. mungkin tak ada orang yang tidak memiliki cermin. Tidak cukup bercermin di rumah. memutar tubuh. Tidak sedikit orang yang memerlukan waktu berjamjam untuk bercermin. (biasanya wanita) masih ada orang yang tak ketinggalan untuk membawa serta cermin kecil (menyatu dengan bedak) di dalam tas kerjanya. Apapun alasannya. memperhatikan setiap inci dari wajah dan penampilan sebelum keluar rumah. Sudah cukup? Belum. baik di bus maupun kendaraan pribadi kita senantiasa menyempatkan diri untuk bercermin. Tidak cukup dengan itu. Bahkan tidak jarang. Rasa cemas biasanya langsung bereaksi ketika sekilas saja mendapatkan sesuatu yang tidak pas pada penampilan kita. performa seseorang juga bisa terlihat dari caranya berpakaian (termasuk keserasian paduan warna). masih ada tambahan aksesoris dan wewangian yang dipakai untuk menambah kesempurnaan diri. termasuk karena memang ada orang-orang yang terbiasa tampil baik dan menarik. apalagi bila saat itu tengah berada di tempat khalayak ramai. ke kanan ke kiri. atau karena teramat sangat papanya bahkan sebuah cermin pun tak dapat dibelinya. barulah ia melangkah keluar kamar. malu dan sebagainya menjadi alasan untuk segera mencari tempat untuk memperbaiki penampilan. masih muncul perasaan kurang percaya diri sehingga memaksanya untuk kembali lagi ke depan cermin. Untuk sebagian orang mungkin. Di kendaraan. itupun masih ditambah senyum-senyum sendiri ketika mendapatkan ‘OK’ di wajahnya. jujur saja. Atau juga ketika melewati etalaseatalase toko.Kita tentu sering bercermin. pusat perhatian. adik. toh bisa saja pecahan kaca cukup untuk sekedar melihat bagaimana penampilan hari ini. menyingkirkan segala apapun yang sekiranya dapat mengurangi keindahan penampilan. membersihkan wajah. Tidak jarang bahkan ada yang panik sedemikian rupa. setiap orang butuh (merasa wajib) bercermin! . Kalau memang sekiranya demikian. masih saja bertanya kepada ibu. suami. Karena jelas. Intinya. kakak. serta menambahkan apapun (juga) yang dapat memperindah.

Akal dan Hati. mungkin bisa dihitung sesaat setelah obrolan pertama. setiap kebenaran dan kebatilan yang dilakukan. kenapa harus membelah cermin itu? Toh. akan tetapi jika ianya sudah sedemikian kotornya. profesional. dengan melihat hati. Dengan membaca. tak diperhatikan dan apalagi tak sekalipun dibersihkan dari kotoran-kotoran yang kerap menyerang. bijaksana. kita tentu bisa melihat setiap kesalahan dan kebaikan. yakni Hati. Padahal. hati adalah cermin. sudah barang tentu semestinya jauh lebih diperhatikan. Cermin akal adalah membaca. Agar juga cermin hati ini bisa berteriak lantang menentang setiap kekhilafan yang kita akan perbuat. Semestinya menjadi kepentingan setiap individu juga untuk menata dan membersihkannya. bukan omong kosong. Jadi. kenapa juga tak membawa serta cermin akal dan hati. melainkan kata-kata penuh isi yang . selain juga pribadi shaleh yang menjadi penghias diri yang paling utama. Hal kedua. Paduan dua cermin akal dan hati tentu melahirkan pribadi yang berwibawa. tentulah tak ada yang bisa memberi tahu kita salah dan benar. menjadikannya sebagai pribadi yang tidak berharga. kata yang keluar bukan tanpa makna. Ingat iklan layanan masyarakat “tulalit” tentang seruan membaca? Tentu saja. sebaik dan sesempurna apapun penampilan fisik jika tidak ditunjang akal pikiran yang cerdas dan sehat. Maka sebelum semakin sulit dibersihkan. setiap saat. Namun jika cermin hati ini sudah hitam pekat. Jika dibiarkan tak tertata. Hati yang bersih senantiasa menolak setiap kebatilan. (Akal dan Hati) sudah terus terasah dan dibersihkan. Dan jika kedua cermin itu. agar cermin hati ini kerap bergetar ketika menyebutkan asma-Nya. seakan tak sanggup lagi menolak setiap perbuatan maksiat yang terus menerus kita tumpuk. niscaya cermin hati ini menjadi pekat oleh titik-titik debu yang pekat. Andai suatu ketika bercermin mendapatkan wajah dan penampilan yang buruk. apalagi memecah cermin itu saat mendapati diri ini tak indah dalam bayangan cermin. bisa dipastikan tidak berapa lama hal itu berlangsung. Untuk kemudian mengambil sikap. jangan pernah biarkan cermin akal dan hati ini tak terurus. dan terus meningkatkan setiap amal kebaikan. tentu sangat naif jika kita hanya memperhatikan penampilan luarnya saja tanpa mempedulikan aspek dalam diri kita yang sesungguhnya jauh lebih berharga. untuk kemudian senantiasa memperbaharui isinya dengan hal-hal kebaikan. sadar kewajiban dan hak secara proporsional. sadar dan taubat jika melakukan hal salah. Sikap terbaik adalah membasuh wajah agar nampak bersih berseri sehingga cermin yang tak jadi kita belah itu tetap bisa memberi tahu setiap keburukan yang ada. Dua hal yang berada didalam diri ini yang jauh lebih berharga dimaksud adalah.Namun demikian. dan bertambah keimanan setiap mendengarkan ayat-ayat Allah. maka cermin diri ini akan semakin sempurna menambah kesempurnaan penampilan luar yang juga setiap hari dibenahi. Membaca dalam arti luas. Jika setiap hari menyempatkan diri bercermin (juga membawa cermin) untuk memperbaiki penampilan luar. sebaiknya setiap titik debu yang menempel segera dibersihkan. Karena jauh lebih berharga. dibenahi dan diperindah. Kalaupun ada yang sempat meliriknya. elegant. pada saat bercermin itu hanya kita yang tahu keburukan sendiri.

Tapi mengapa pada saat-saat itu dilarang? Jangankan melakukan semua itu. penurunan kinerja jasmani. kebodohan dan ketidakberdayaan ummatnya. Mengapa untuk sekian waktu kita harus menahannya. yang dengan itu kemudian kesegaran akan terasa menjalar ke seluruh tubuh. Dengan puasa kita diajarkan untuk mensikapi dunia dengan sebenarnya. akan senang atas segala kebenaran yang berlaku. Haramkah itu? Tidak. Idealnya. Hubungan badan antara suami dan istri pun halal pula di hari biasa. mulut yang terus melantunkan kalam Ilahi.Berpuasa memang olah batin yang memerlukan tingkat ilmu dan pengendalian diri yang tinggi. kedudukan dan jenjang karier yang tinggi. manusia semestinya mampu membebaskan diri dari ketergantungan terhadap dunia. Mengatur dengan bijaksana setiap keinginan yang muncul tak ada habisnya dalam diri manusia. maka menjadikan hati ini peka terhadap apapun yang bathil. menjadi mahluk yang dimuliakan dan diridhai-Nya.berpengaruh. Selama Ramadhan kita dilatih untuk menikmati dunia batin dengan seluruh panca indera kita. adalah dzikir. Artinya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tengoklah makanan yang kita beli dari jerih payah kerja kita adalah halal tentu saja. Rasakan saja dalam puasa yang kita lakukan. malah kita akan terlempar dari kasih-sayang Allah. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama). Agama kita tak melarang ummatnya menjadi orang kaya. Kita dituntun untuk menemukan jalan yang sebenarnya dari pengaruh pahit-manisnya kehidupan. Mempuasai Dunia Publikasi 21/11/2002 06:50 WIB eramuslim . Dengan senantiasa mengingat Allah. bekerja keras ikut mengisi detik demi detik perjalanan sejarah kemanusiaan kita. Justru Islam sangat mengkhawatirkan kemiskinan. Kita dilarang melakukannya? Padahal semua itu halal semata? Bahkan sebaliknya. hati yang sibuk dan ramai dengan dzikir. dari ketika subuh hingga maghrib kita tidak diperkenankan untuk melakukan sesuatu yang biasa kita lakukan. kedudukan yang remeh dan kecil saja jika dibandingkan dengan tujuan penciptaan kita sebagai mahluk Allah. Kita lakukan semuanya itu ditengah kegiatan keseharian yang terus berjalan. Sedangkan cermin hati. berkeinginan untuk melakukannya pun akan merusak pelaksanaan ibadah puasa. jika kita tetap saja melakukan aktivitas itu. Dalam batasan waktu tertentu. demikian juga minuman yang kita reguk. dan sebaliknya. salah dan tidak tepat. dari pelatihan ibadah puasa kita dapat ilmu pengendalian diri. baik itu ramadhan maupun puasa sunnah lainnya. Walaupun kesemuanya itu adalah pekerjaan yang halal dan berpahala ketika dilakukan diluar hari puasa. mempunyai harta yang banyak. Perut yang lapar. Mendudukannya pada tempat yang semestinya. Dan manajemen pengendalian diri memang menjadi salah satu poin tertinggi dalam pelaksanaan ibadah puasa. Tapi dalam keadaan tertentu kita terkadang . mata yang tertahan.

Dan ketiga. tentu Allah dengan Kemaha-Adilan-Nya juga menambahkan nikmat kepada kita. Misalnya soal harta. Hingga pada akhirnya kita akan jadi manusia yang berhati-hati terhadap apa yang diperbuat dan dimiliki. ketika ada yang naik jabatan dan kita ikut bersyukur atas keberhasilan saudara tersebut. Hal ini perlu disadari oleh kita. Kalau punya rumah satu sudah cukup kenapa harus dua? Kalau rumah biasa sudah lah memadai kenapa harus membeli rumah mewah yang berharga milyaran dan berkamar belasan? Kalau kondisi seperti itu adanya. sementara nikmat yang lain itu diberikannya kepada sebagian hamba yang lain. Demikian pula Dia menahan nikmat untuk sebagian manusia. diberinya kita pasangan hidup yang menentramkan. kehadiran seorang anak. Allah telah memberikan nikmat pada sebagian manusia di bumi dan memberikan nikmat dalam bentuk yang lain kepada sebagian lainnya. Berpuasa dari tekanan keinginan-keinginan yang tak habis-habisnya. dengan apapun saja yang dia miliki? (Deni Mukhyidin/mukhyidin@yahoo. Tinggal bagaimana kita memandang semua itu sebagai nikmat yang mesti disyukuri sehingga bisa menyelamatkan kita dari kekafiran dan ancaman adzab Allah yang nyata.harus berpuasa terhadap itu semua. Dikala kondisi itu justru menjauhkan kita dari kasih sayang Allah. Allah sedang menguji manusia dengan kelebihan dan kekurangannya. ketenangan hidup. Misalnya. Lantaran setiap partikel semen. . maka pada saat itulah Allah menambahkan nikmat berupa hati yang bersih tanpa dikotori rasa iri dan dengki.Ada sebagian manusia yang Allah cukupkan (bahkan lebih) nikmatnya pada satu sisi dimana orang-orang lain belum mendapatkannya. atau bahkan sekedar masih diberikan kesempatan bisa makan meski seadanya untuk satu hari ini. setiap butir pasir yang tersusun di dalamnya akan menjadi beban yang dipikulkan pada hari pertanggungjawaban nanti. Rizki Allah yang bisa kita nikmati tentu beragam bentuknya. bahwa setiap kali Allah menambahkan nikmat kepada saudara kita. meski dalam bentuk yang lain. Setidaknya kita bisa menyebutkan tiga hikmah dari kebijakan Allah yang demikian. Rumah yang terbangun berhambur kemubaziran seperti itu sepatutnya dihindari.de) Agar Nikmat Allah Bertambah Publikasi 20/11/2002 10:16 WIB eramuslim . Pertama. ia bisa berupa harta yang dicukupkan oleh-Nya. kita semestinya berpuasa untuk jadi orang kaya. terhindar dari marabahaya. kenaikan pangkat dan promosi jabatan. Allah jelas sangat ingin melihat seberapa bersyukurnya manusia akan apa yang dinikmatinya saat ini. Keadaan yang demikian sesungguhnya tidak bisa dipandang bahwa Allah tidak adil dalam memberikan rizki kepada hamba-hamba-Nya. juga menahan nikmat yang lain juga untuk sebagian manusia yang lain. Sesungguhnya Dia mencukupkan sebagian nikmat kepada sebagian hamba namun menahan nikmat yang lain pada sebagian hamba tersebut. kedua. Bukankah orang yang kaya dimata Allah adalah orang yang paling kaya amal baiknya.

Di dunia ini. atau bermacam bentuk ungkapan kesyukuran lainnya. Maha benar Allah dengan segala ucapan dan ketentuan-Nya. mereka yang telah dipasang-pasangkan dan dihadirkan kasih sayang dan ketentraman dalam rumah tangganya. kebijakan Allah menahan nikmat lain merupakan ‘adzab’ karena kita belum benar-benar bersyukur atas nikmat sebelumnya. Sudah barang tentu. niscaya dia akan menambahkannya dengan nikmat-nikmat lain. insya Allah ketenangan akan menyelimuti setiap langkahnya. dengan membagi sebagian rizki yang kita peroleh kepada fakir miskin. sehingga Dia menahan nikmat yang lain. dan yang paling berkenan adalah semakin dekatnya kita kepada Allah melalui peningkatan kualitas ibadah. Sekarang. Tanpa memintapun. Sungguh. Allah itu Maha Kaya. jumlah nikmat yang takkan pernah bisa terhitung itu membuat kita lalai untuk mensyukurinya. disamping itu Dia juga Maha Pemurah. bahkan justru memberikan adzab yang nyata terhadap mereka yang mengingkari. namun ia tak juga memiliki seseorang yang menjadi pendamping hidupnya. jangan pernah berharap Allah menambahkan nikmat-Nya. Namun jika belum cukup terlihat rasa syukur itu. adzab yang paling nyata dan terasa diberikan Allah kepada hamba yang tak pandai bersyukur adalah dengan cara ia menahan bentuk nikmat yang lain. Allah Maha Tahu akan kebutuhan. jika Dia sudah melihat begitu bersyukurnya kita akan nikmat yang selama ini dirasakan. Mungkin Allah belum melihat rasa syukur yang cukup atas nikmat yang telah kita terima saat ini. Sesungguhnya. Maka jangan pernah ragu akan kasih sayang-Nya. padahal usianya sudah semakin beranjak. Ibrahim:7). kebanyakan manusia sering terlupa untuk terlebih dulu mensyukuri nikmat yang sudah diterimanya sementara ia terus menerus meminta Allah agar menambah nikmat kepadanya. Hidupnya senantiasa diliputi kekhawatiran dan kecemasan dalam menjaga hartanya. Padahal. itu adalah sebuah nikmat yang juga perlu disyukuri. namun karena ia tak bersyukur atas nikmat itu. Sebaliknya. Seperti ditegaskan Allah. hitung-hitunglah seberapa besar rasa syukur kita terhadap segala nikmat yang telah diberika Allah kepada kita selama ini. bisa jadi mereka belum benar-benar bersyukur atas karunia dan nikmat mendapatkan pasangan hidupnya. Allah tak berikan rasa aman dan ketenangan dalam hidupnya. keinginan setiap hamba-Nya sehingga Dia mencukupi hal-hal yang belum dimiliki setiap hamba itu. Bentuk syukur itupun bisa dengan berbagai cara. . bahwa Dia (pasti) akan menambah nikmat kepada hamba yang pandai mensyukuri nikmat yang telah diberikanNya dan memberikan adzab (yang pedih) kepada mereka yang mengingkari (QS. atau bahkan menghentikan nikmat yang ada saat ini. Atau mereka yang mendapatkan kesempatan memiliki karir bagus dengan gaji yang memuaskan. sebelum lagi terus menerus meminta kepada Allah akan tambahan nikmat. seandainya ia menginfakkan sebagian rizkinya itu. ada orang-orang yang diberikan kecukupan harta.Masalahnya kemudian. menghadirkan suasana bahagia di hati anak-anak yatim piatu dengan menyantuninya. Jika pasangan-pasangan itu belum dikaruniai anak atau belum mendapatkan kecukupan harta dan selalu kekurangan.

Lalu. namun yang perlu diketahui adalah bagaimana membuat Allah menjadi lebih kasih. Tentu saja. tanpa harus kita memintanya. mereka yang tak henti-hentinya mendekatkan diri kepada Allah namun tetap dalam hidup kekurangan. “Tanyakan saja pada patung yang lebih besar itu. Allah menegaskan dalam sebuah hadits qudsi. Alhasil. melainkan juga. Atau sebaliknya. Allah akan menambahkan dan mencukupi nikmat kepada kita. kamukah yang menghancurkan patung-patung sesembahan kami?”. Kisah lain. jawaban itu. dikelilingi sejumlah pasukan dan beberapa algojonya. tak sedikitpun kulitnya tersentuh oleh jilatan api. Sekali lagi. Allah tengah menguji mereka dengan keadaan yang sekarang. kita menyadari akan kasih sayang dan pemurahnya Allah.” ledek Ibrahim sambil menunjuk patung yang besar yang sengaja tidak dihancurkannya. terasa menohok sisi kebodohan dirinya dan semua pengikutnya dengan menyembah sesuatu yang tak memiliki kuasa melakukan satu apapun. mungkin dia yang melakukannya karena kapak itu masih tergantung padanya. dan penyakit sehingga baiklah urusan agama mereka. Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada pula sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekurangan. bagaimana dengan orang-orang yang terus menerus ditambah nikmatnya padahal tak sedetikpun ia pernah mengucapkan pujian kepada Allah. keberangan yang bercampur perasaan terhina Raja Namruj membuat Ibrahim ‘dihadiahi’ hukum bakar. lebih sayang dan lebih pemurah kepada hamba-hamba-Nya. sesuai janji-Nya. yakni dengan cara mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikannya. “Hai anak kecil. Seganas dan semerah menyala api membakar tubuh Ibrahim kecil. Tentu saja Raja Namruj yang terkenal kejam itu semakin berang mendengar jawaban Ibrahim. Daud yang memiliki kemampuan berperang yang hebat tak gentar menghadapi pertarungan “semut lawan gajah” melawan Raja Jalut yang terkenal bengis . Dengan enteng Ibrahim berkata. Dalam hal ini. Bukan hanya karena merasa dipermainkan seorang anak kecil. kelegaan. Karena sesungguhnya. Aku mengetahui dengan apa hamba-Ku yang mukmin menjadi baik dalam urusan agamanya". makar apapun yang dibuat manusia takkan pernah bisa mengalahkan makar Allah. Lalu kami menguji mereka dengan kekayaan. apakah ia tetap beriman atau ingkar. Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Akan Selau Ada Pahlawan Di Setiap Kezhaliman Publikasi 18/11/2002 10:30 WIB Ibrahim kecil gagah menantang Raja Namruj yang tengah geram. kelegaan. dan kesehatan badan sehingga baiklah urusan agama mereka. Dia Maha Mengerti akan setiap keluhan yang tak terlontarkan dari hamba-hamba yang bersyukur. selain karena Ibrahim adalah tersangka utama pelaku ‘teror’ terhadap tempat ibadah kaum yang dipimpin Raja Namruj itu. Namruj bertanya. dan kesehatan badan. Namun kuasa Allah bermain. "Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekayaan. Niscaya. kemiskinan.

dan kejam. Daud yang berasal dari kalangan bawah dengan berbekal sebilah pedang tanpa baju besi, akhirnya mampu mengalahkan Raja Jalut yang besar dengan segudang pengalaman bertarungnya. Dalam versi barat, kisah ini dikenal dengan “David Versus Goliath”. Sementara itu, seorang utusan Allah lainnya, Musa dengan ditemani saudaranya Harun, menentang kekejaman ‘ayah asuhnya’ sendiri, Raja Fir’aun yang zhalim dan diktator. Kekuasaanya yang begitu tinggi membuat Fir’aun teramat angkuh menobatkan diri sebagai Tuhan. Kesombongan yang didukung oleh seorang ilmuan hebat bernama Hamman dan seorang kaya bernama Qarun, jadilah ia semakin jumawa. Fir’aun yang terkenal kejam tidak ingin seseorang kelak menghancurkannya, maka kemudian atas perintahnya, semua bayi laki-laki yang lahir pada masa pemerintahannya pun dibunuhi. Sekali lagi, Kuasa Allah bermain, bahwa kemudian seorang pemuda Musa yang justru hidup di lingkungan istana Fir'aun oleh lembutnya kasih sayang Asiah, menenggelamkan Raja zhalim itu ke dasar lautan. Dalam khazanah barat, kita pun mengenal kisah yang hampir serupa, yakni kisah kepahlawanan yang berasal dari orang-orang kecil yang menentang kezhaliman penguasa. Cerita rakyat Robin Hood mungkin bisa menjadi contoh. Berjuang dari pedalaman hutan Sherwood, Robin bersama para pengikut setianya ‘merampok’ harta para bangsawan yang hendak menyerahkan upeti kepada King Richard The Lionheart. Otomatis, meski makin dicintai rakyat kecil, sepak terjang si pemanah ulung itu menempatkannya dalam daftar buronan nomor wahid di Inggris saat itu. Cerita yang hampir sama juga dilakukan legenda Meksiko, Zorro. Dibalik topeng yang menyembunyikan identitasnya, Zorro membantu orang-orang lemah untuk melawan dan bangkit dari ketertindasan. Mungkin dua cerita diatas hanyalah mitos atau sekedar cerita rekaan. Namun setidaknya memberikan satu hikmah, bahwa harus ada orang-orang pemberani untuk melawan kezhaliman. Nampaknya, soal keberadaan orang-orang besar yang berlaku zhalim di setiap negeri di setiap zaman sudah menjadi sunnatullah. Hal itu ditegaskan-Nya dalam Surat Al An’aam ayat 123: “Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. ...”. Kalau dulu ada Ibrahim yang menentang Namruj, Daud versus Jalut, Musa yang menenggelamkan Fir’aun serta masih banyak lagi tokoh kepahlawanan yang berani berdiri menantang segala bentuk kezhaliman di muka bumi dalam satu negeri, kini disaat negeri ini, agama ini tengah dihujani dengan cobaan bertubi-tubi, oleh kekuatan-kekuatan yang terus merongrong, menteror bahkan mencoba menjadikan agama ini hitam pekat oleh karena kejahilan orang-orang yang tak bertanggungjawab, adakah lagi pahlawanpahlawan yang menjadi tameng pembela seperti halnya Ibrahim, Daud dan Musa? Tentu saja ada. Karena gemuruh jihad tengah bergelora dalam dada-dada para pahlawan itu. Tinggal bagaimana diri ini menentukan sikap, memadamkan gemuruh itu dan membiarkan orang lain mengambil kesempatan menorehkan nama pada kemuliaan atau menjadikan gemuruh itu sebuah halilintar yang menggetarkan nyali musuh Allah. Wallaahu a’lam bishshowaab. (Bayu Gautama_

Ketika Tuhan Menyeka Air Mata Kita
Publikasi 15/11/2002 08:46 WIB eramuslim - Sahabat, Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan kepada kita berjumpa dengan Ramadhan, walaupun dalam suasana mencekam, duka yang mendalam, akibat begitu banyaknya bencana yang melanda negeri ini. Sahabat, Betapa bahagianya setelah sekian lama kita merindukan saat-saat seperti ini, Allah berkenan menyertakan kita dalam indahnya menahan lapar, gembiranya menunggu beduk, nikmatnya santap sahur, syahdunya Al-quran yang kita lantunkan, khusuknya ibadah malam, dan tunduknya hati beri’tikaf di rumah Allah, subhanallah mudahmudahan kita bukan termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan keindahan nikmat bulan yang penuh berkah dan maghfirah ini dengan kemaksiatan ... Sahabat, Ketika orang-orang tidak menyadari kekhilafannya, Allah menancapkan kesadaran dalam jiwa kita akan dosa-dosa yang selama ini telah berurat dan berakar dalam kulit dan tulang-tulang kita. Kita menyadari lisan-lisan yang selama ini sering berdusta, hati yang tidak mau tunduk, kotor dan penuh kedengkian, jiwa yang sombong, keingkaran yang amat sangat kepada Allah, kebencian kepada sesama saudara, durhaka pada orang tua, kelalaian tanggung jawab mendidik dan melayani anak, istri serta suami, ketidak sabaran menuggu datangnya seorang kekasih yang akan memantapkan langkah, kebahagiaan melihat orang lain menderita, iri, benci termasuk dendam kesumat. Kita menyadari itu semua sebagai akibat dari lemahnya iman yang tertanam, astaghfirullah al aziem, mohon ampun ya Allah ... Sahabat, Saat bulan yang penuh ampunanan ini datang menghampiri, Allah mengulurkan tanganya untuk kita sambut walaupun tangan kita tak kuasa digerakkan untuk merangkulnya. Walaupun tangan itu sering menepis tapi Allah tidak pernah berhenti mengulurkannya. Meskipun dosa-dosa kita seluas langit dan bumi, tapi ampunan Allah tidak pernah bertepi. Walaupun tobat kita sering mungkir, tapi Rahman dan Rahim Allah tidak pernah mangkir … Sahabat, Tidak ada yang lebih membahagiakan tatkala kita menyadari dosa-dosa yang pernah ada, kemudian kita berencana untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri. Tumpahkanlah air mata penyesalan itu. Biarkan dia membanjiri sepertiga malam yang hening, saat itu biarkanlah tangan Allah yang kuat dan lembut itu menyeka air mata penyesalan kita. Kemudian kitapun akan meresakan sebuh kekuatan ghaib akan tumbuh dan membawa kita ke dada pelangi, di sana hanya akan kita temukan keindahan warnawarni kehidupan yang menyejukkan, membahagiakan, yang akan membuat diri kita menjadi orang yang produktif, kreatif, inovatif dan prestatif. Sahabat, Tundukkanlah hati, rendahkanlah diri di hadapan-Nya. Jangan biarkan ramadhan yang romantis ini berlalu begitu saja. Tumpahkanalah sujud ke bumi di sepertiga malam terakhir, kuatkan azzam agar dapat bercengkrama dengan Allah di rumah-Nya pada sepuluh hari terakhir. Isilah pundi-pundi investasi abadi kita dengan

infak, zakat dan sedekah. Semailah benih-benih kebaikan, kelak kita akan menuainya dengan sebuah kenikmatan abadi di sebuah taman, yang di bawahnya mengalir sungaisungai … Sahabat, Selamat menjalankan ibadah ramadhan, mudah-mudahan segala kebaikan dan kindahannya bukan sekedar fatamorgana, tetapi sebuah energi yang membawa perubahan baru bagi diri dan jiwa kita, serta sebagai momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, karena perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu, tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah (Yesi Elsandra, for members of surau@yahoogroups. Special womens, bundo, ni yus, ni GM, ni ta, ni susi, ni rahima let’s try to do our best for minang future)

Dua Pilihan Yang Tidak Bisa Ditawar
Publikasi 14/11/2002 11:53 WIB eramuslim - Setelah “panggung sandiwara” ini usai, kita mendapati dua pilihan atas peran yang telah kita mainkan. Di atas panggung, kita bebas berimprovisasi, asalkan tetap berada dalam kerangka naskah yang telah di atur dan ditetapkan oleh Sang Sutradara. Penilaian hanya ada dua, baik dan buruk, jalan lurus atau jalan menyimpang. Maka tidaklah sama antara yang haq dan yang batil. Sangat jauh berbeda kehidupan surga dan neraka. Pilihan Pertama. Dalam Al-Quran Surat Qaaf ayat 30 dikatakan “Dan ingatlah akan hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahanam: “Apakah kamu sudah penuh? “Dan jahanam menjawab: “Masih adakah tambahan? Ini adalah dialog Allah yang Maha kuasa dengan neraka jahanam. Suasana manakah yang lebih mengerikan dari suasana di dalam neraka jahanam. Semua makhluk tidak akan sanggup dan bercita-cita ingin memasukinya, semua ingin selamat dari neraka. Tapi neraka senantiasa memangil-mangil bahkan bertanya "masih adakah lagi tambahan anggotaku?" Panggilan itu bertebaran di muka bumi berupa acara yang mengelar syahwat, walaupun untuk mengikutinya tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan. Panggilan neraka itu mengarah kepada mereka yang menurutkan hawa nafsu, wanita yang menggelar aurat dan harga dirinya dengan harga yang sangat murah. Panggilan neraka itu tertuju kepada mereka yang melupakan Tuhan yang telah menciptakan mereka. Mereka lebih sibuk dengan bisnis haram, hiburan memabukkan, mereka mempermainkan agama, mereka terus mendengar panggilan neraka, hingga maut menjemput baru tumbuh kesadaran, insyaf, namun sayang semuanya sudah terlambat, kematian sudah tidak dapat lagi ditunda. Maka pada hari perhitungan digiringlah pendengar seruan neraka tadi ke jahanam, mereka dilemparlah satu-persatu dengan kasarnya. Jumlah mereka semakin bertambah

dan pertemukanlah aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi. yang kebagusan wajah penghuninya seperti rembulan. rumah penghuni surga yang dibangun Allah dengan Tangan-Nya sendiri berbentuk istana. rahmatilah aku. kematian menjemput Rasulullah. "Masih adakah tambahan?" jawab neraka. Disaat sakaratul maut itu. Kematian merupakan jembatan menuju jannah-Nya. Ia hanyalah seorang manusia biasa. Ya Allah. mati syahid telah mengharumkan ruhnya. cantik jelita nan bermata jeli. perjumpaan dengan Tuhan menjadi cita-cita mereka. kematian tidak lupa menghampiri kekasih Allah itu. neraka senantiasa memanggil-mangil manusia. Aisyah mendengar apa yang beliau katakan: "Ya Alah ampunilah aku. Kekasih Yang Maha Tinggi" Keindahan surga tidak akan terbayang di pelupuk mata.saja. apakah sudah siap jika detik ini juga kematian itu menghampiri. Manusia sempurna yang telah dijanjikan Allah surga itu telah menemui Rabbnya dengan jiwa yang tenang. yang kendaraanya kuda dan unta bersayap. kemudian kita dihadapkan pada kedua pilihan itu. yang istri mereka bidadari yang disucikan. jangan hiraukan lagi panggilan dunia. sebagimana pejuang Islam yang syahid di belahan bumi Islam sana. mana yang akan Anda pilih? Wallahu'a'lam bishshowab (Yesi Elsandra) Seperti Malaikat . Cukuplah sampai disini saja. tidak pernah terdengar oleh telinga. manusia bebas memilih kedua pilihan itu. karena mereka memiliki seni tersendiri menghadapi kematiannya. bagaimana bisa dibayangkan. yang pepohonannya dari emas dan perak sebening kaca. Jika kita berharap akan mendapatkan jannah-Nya maka persiapkanlah bekal menuju ke arah sana. kembalilah kepada Rabb yang telah menciptakan kita!!! Pilihan Kedua Pada hari Senin tangal 12 Rabi’ul Awal tahun 11 H. hentikan perbuatan dosa. Sehingga kematian menjadi suatu yang sangat kita nanti-nantikan. Yang materi batu batanya dari emas dan perak. Surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai tidak akan mungkin kita temui di dunia ini. tempatnya masih cukup untuk memuat sebanyak apapun manusia. Sedikitpun mereka tidak takut. Jika Rasul saja tidak luput dari kematian. Menurut Ibnu Qayyim. Hal ini di buktikan dalam diri manusia sempurna Rasulullah. "Apakah kamu sudah penuh wahai neraka?" tanya Allah. Masya Allah. Bagaimana dengan kita. lalu apakah kita yang tidak ada jaminan untuk bisa masuk surga ini akan kekal hidup di dunia? Setiap jiwa memiliki seni tersendiri menyiapkan kematiannya. madu dan arak yang tidak memabukkan. tidak terpikirkan oleh akal. yang buah-buahannya lebih lembut dari keju dan lebih manis dari madu. yang atapnya Arasy Ar-Rahman. Kematian dapat menghantarkan manusia kepada perjumpaan dengan Kekasihnya. yang sungai-sungainya mengalirkan susu.

Publikasi 12/11/2002 08:08 WIB eramuslim . Allah segera menurunkan para malaikat untuk melindungi dan menyelamatkan mereka. Dalam perang Badar. Dan keyakinan itu terbukti. Kini. diejek sebagai penipu. Seperti yang dibuktikan para pejuang mujahidin Afghanistan saat berperang melawan pasukan Rusia.. Muhammad Saw dihina. . Allah dan para malaikat-Nya lah yang ‘turun tangan’ membantu mengalahkan musuh. Padahal seharusnya kita meyakini bahwa Allah tetap menurunkan para malaikat-Nya guna membantu hamba-hamba-Nya yang beriman. dicaci. Sebuah buku kecil yang terbit sekitar akhir tahun 1980-an yang ditulis oleh Dr. disamping semangat tinggi. Jibril seolah ‘marah’ melihat kekasih Allah. Tindakan laba-laba itu tentulah dapat mengelabui orang-orang yang mengejar Rasulullah. Di Thaif. Abdullah Azzam. Rasulullah menenangkan sahabatnya. ‘Kemarahan’ malaikat pendamping setia Rasulullah itu ditunjukkan dengan tawarannya untuk membalikkan gunung-gunung di sekitar Thaif untuk membinasakan kaum yang menindas Rasul dan para sahabat itu. di gua Tsur. tiga ratus pasukan mukminin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya sangat tidak sebanding. dan mereka yang tak selangkahpun mundur atau keluar dari jalan perjuangan menegakkan. Bahkan tidak sedikit yang berpikir. mustahil Rasulullah masuk ke dalam gua tanpa merusak sarang laba-laba. banyak mengisahkan pertolongan-pertolongan Allah dengan menurunkan malaikat-malaikat-Nya untuk membantu perjuangan mujahidin Afghan.Innallaaha ma ‘anaa .. para abdi Allah yang komitmen pada agamanya. keberanian yang tak diragukan serta kehebatan berperang para pasukannya. Rasulullah dan para sahabat yang bersyukur merayakan kemenangan itu merasa yakin. Secara logika. Abu Bakar Shiddik yang ketakutan saat bersembunyi dari kejaran pasukan kafir yang hendak membunuh mereka. Rasulullah yakin. diludahi bahkan disakiti dengan lemparan batu saat menerangkan ajaran Islam kepada kaum di tempat itu. Saat itu mereka tengah dalam perjalanan hijrah menuju Kota Madinah. Ayaaturrohman fii Jihadil Afghan. malaikat-malaikat Allah itu hanya turun pada saat Rasulullah masih ada. seperti dikisahkan bahwa ada seekor laba-laba yang membuat sarangnya menutupi mulut gua segera setelah kedua hamba Allah itu masuk gua. Belum lagi ditambah dengan kendaraan lapis baja serta serangan udara yang mematikan dari Rusia. Masih banyak kisah-kisah yang bisa kita hadirkan untuk membuktikan betapa Allah sangat peduli dengan mengirimkan para malaikat untuk membantu kaum mukminin dalam segala hal. adalah mustahil kesederhanaan persenjataan dan keterbatasan amunisi yang dimiliki pejuang Afghan mengalahkan kehebatan senjata otomatis dan modern miliki pasukan Rusia. sehingga mereka berpikir. sebagian orang memudar keyakinannya akan datangnya pertolongan Allah seperti yang pernah dialami kaum mukminin sebelumnya. yakni tiga kali lebih banyak dari pasukan yang dipimpin Rasul. membela agama Allah.

mengalami kenaikan 17% untuk mendonorkan darah mereka daripada yang tidak melihat foto tersebut. sahabat. dari yang terpuruk sampai bangkit menatap masa depan yang cerah.. Thanks) Harapan Adalah Masa Depan Publikasi 11/11/2002 07:31 WIB . Seperti halnya Jibril dan ribuan malaikat yang pernah membantu Rasulullah dan kaum mukminin sebelumnya. ada saudara lain memberikan jalan keluar sehingga kita tak gelap mata dan dengan mudah menyelesaikan setiap persoalan yang terasa begitu rumit untuk dipecahkan. Tetapi apa yang dilakukannya seperti malaikat yang dihadirkan Allah bagi orang-orang yang memerlukannya. dari penelitiannya tersebut terungkap bahwa para pelajar yang diperlihatkan slide yang berisi tiga puluh delapan foto tentang aksi donor darah. Melihat orang lain “melakukan perbuatan yang benar dan baik” membangkitkan hasrat bawah sadar untuk meniru perbuatan tersebut. yang melonjak gembira saat meraih prestasi setelah sebelumnya merasa putus asa. tanpa kita sadari. atau orang-orang yang sekedar menyapa lembut menyentuh hati seseorang yang terluka. orang yang memberikan pertolongan saat terjadi musibah. mereka bukanlah malaikat. spesial 4-N. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama. selain juga bentuk rasa syukur telah diberikan nikmat lebih oleh Allah. bencana alam.. Allah masih berkenan menurunkan malaikat-malaikat-Nya yang menyertai saudara. Saat kesulitan datang. para dermawan yang menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim piatu. Allah seperti menurunkan para malaikat-Nya saat itu.Dalam banyak kesempatan. agar kita pun senantiasa menjadi malaikat bagi orang lain. Allah telah membenci ummat-Nya karena tak lagi menolong . Maka. ‘malaikat-malaikat’ yang berada di sekeliling kita saat ini pun memberikan bantuannya tanpa berharap balasan. Saudarasaudaranya yang menghibur dikala sedih. jadilah (seperti) malaikat bagi orang lain. Bersyukurlah.000 pelajar SMU. menunjukkan jalan keluar dari kesesatan. sekaligus mengajarkan kita agar senantiasa kuat menerima segala bentuk cobaan. Irwin Saranson dan koleganya (1991) melakukan penelitian terhadap 10. tentu mereka juga punya satu harapan. mengulurkan tangan kepada orang yang membutuhkan pertolongan menjadi kebahagiaan tersendiri. Mereka yang lebih kuat ketika mengangkat orang-orang yang lemah sehingga dapat ‘terbang’ bersama. Bagi mereka. Meski para ‘malaikat’ itu tak pernah berharap balasan. tak meminta pujian dan penghargaan dari siapapun. dan dari yang terkulai lemah menjadi penuh semangat bergelora. sehingga tak ada lagi yang pernah berpikir. Dari yang terjatuh hingga mampu berdiri tegak. datang seseorang saudara yang dengan caranya sendiri mencoba membuat kita tersenyum. juga bagian lain dari ibadah. yang tersenyum setelah kesedihan melanda.. atau siapapun yang kita sadari atau tidak telah banyak membantu. Termasuk sahabat-sahabat yang menyentil kita dengan nasihatnya saat diri ini salah melangkah. atau juga mereka yang ikhlas memaafkan kekeliruan orang yang berbuat salah. saat kesedihan melanda.

Harapan merupakan pembangkit semangat. Agar kita tidak kehilangan harapan. atau bahkan tidak memiliki harapan hidup sama sekali. studi dan masa depan. sesuai dengan apa yang kita inginkan. Abu Ridho dalam buku Recik-Recik Spritualitas Islam mengatakan. Allah pasti akan memenuhi harapan kita. agar harapan dapat memberikan kebahagiaan. agar harapan sesuai dengan keinginan. siapa yang tidak berharap memenuhi hidupnya dengan prestasi. semua pasti berharap mendapatkan kehidupan yang bahagia.eramuslim . Atau bahkan harapan itu tidak direalisasikan sama-sekali. sering harapan tersebut tidak sesuai dengan keinginan manusia. Betapa meruginya manusia jika tidak memiliki harapan terhadap masa depannya. siapa pula yang tidak berharap dapat menjalankan hidup ini dengan tenang melalui ibadah.Dalam ritme kehidupan yang sangat majemuk ini. bermakna. serta berguna. dan telah disiapkan semua sebab dan sarana yang masuk dalam kategori usaha seorang hamba. Berharap pada manusia dapat membuat kecewa. optimisme nan pantang menyerah. dan ini yang menentukan. serta bekerja keras untuk mewujudkannya. maka tidak ada cara lain. karier. serta dekat dengan Tuhan? Siapapun pasti menginginkan itu semua. manusia dihadapkan pada kenyataan-kenyataan hidup yang beragam. . siapa yang tidak berharap kesuksesan dalam bisnis. Setiap manusia dapat mewujudkan harapan-harapan tersebut jika memiliki semangat. Siapa yang tidak berharap mendapatkan pasangan serta keturunan yang baik. Memiliki harapan berarti kita memiliki keinginan terhadap sesuatu yang dapat memberikan kekuatan bagi kita untuk mewujudkan sebuah kebahagian hidup yang bermakna. Namun pada kenyataannya. Namun pada tahap realisasi. Dari sekian keberagaman pilihan itu. Menurut kedua tokoh spiritual tersebut. Ketidaksesuain harapan dengan kenyataan yang inginkan. keinginan manusia terkadang melebihi harapannya. yaitu karunia dan ketentuan Allah. jika kita tidak bertawakal kepada Allah maka dapat membuat kita putus asa. harapan adalah keinginan terhadap sesautu yang dapat membuat kehidupan ini bahagia. atau sebaliknya. yaitu mengantungkan harapan hanya kepada Allah. Itulah yang disebut oleh Imam Al-Ghazali sebagai karunia dan ketentuan Allah. ada kalanya manusia mengabaikan harapannya itu karena ketidaktahuan bagaimana merealisasikannya. adalah sesuatu yang tidak masuk dalam kategori usahanya. sebuah harapan tepat disebut harapan bila istilah itu digunakan untuk penantian sesuatu yang disenangi. harapan merupakan pancaran suasana batin atau situasi kemanusiaan yang sedang menanti-nanti atau mengharapkan sesuatu yang disenanginya bakal menjadi kenyataan. Sedangkan dalam perspektif Imam Al-Ghazali. siapa yang tidak berharap adanya kedamaian. usaha yang dilakukan secara maksimal dan habis-habisan sehingga yang tersisa. atau memiliki harapan tetapi tidak berusaha mewujudkannya. Keadaan ini membuktikan kepada kita bahwa ada kekuatan lain yang seharusnya kepada-Nya kita gantungkan harapan. pelumas mencapai tujuan. tapi jika kita berharap kepada Allah. karena semua itu adalah salah satu sumber kebahagiaan. dan yang ada justru angan-angan belaka.

Hayo. ia dua tahun tidur di sekolah demi mengirit ongkos perjalanan. Dalam hal pelaksanaan. Bahkan sempat menggelandang bersama sang bapak ketika usianya masih sangat belia: 3 tahun. ketika tak sengaja saya berkesempatan beberapa jam bersamanya dalam sebuah acara. Senyum itu juga tetap merekah. untuk meneladaninya. karena senyum tak membutuhkan modal. malu karena sering merasa menjadi orang paling merana di dunia. Manusia pinter dan tidak pinter sama-sama bisa tersenyum karena untuk bisa tersenyum tak perlu sekolah. Realisasikan semaksimal mungkin dengan kerja keras. senyum adalah aktifitas sederhana untuk dilakukan. Sejak kita lahir. eramuslim . semangat pun terbangun. Pernah 21 hari tak makan nasi. Satu kata ini sederhana dalam segala hal. Saat yang sama. kemudian tanamkan harapan agar Anda memiliki kehidupan yang baik di masa depan. Terbiasa puasa senin kamis. "Senyum". tanpa beban. namun memberikan kekuatan yang tak terkira.Mulailah dari sekarang mencatat apa-apa yang Anda inginkan. airmata meleleh di pipi. orang-orang di sekeliling kita telah menyambut kita dnegan senyum lebar. Laki-laki muda dengan segudang prestasi di tingkat lokal maupun nasional itu ternyata hidup serba berkekurangan.Mengeja baris demi baris yang tertulis di rubrik muda Majalah Annida Akhir Oktober 2002 (Gatot Wahyudi: Pemenang I Remaja Berprestasi Annida 2002). Namun dia menjalani semuanya dengan ringan. Riang.hingga hampir tak ada dari teman-temannya yang tahu akan kehidupan kesehariannya. Cukup menarik kedua ujung bibir ke atas sedikit. Terlahir dari keluarga sangat sederhana. saat kuliah memilih puasa daud demi menghemat biaya makan namun tetap bisa makan teratur. kelak apapun yang terjadi Anda tidak akan kecewa. karena duit di kantong sudah sangat menipis. setelah itu bertawakallah kepada Allah dan gantungkanlah semua harapan tersebut hanya kepadaNya. Kecuali jika sakit dan cacatnya seputar mulut. karena ia tak membutuhkan usaha luar biasa. Sewaktu SMU. sekaligus mengajarkannya pada kita. . Senyum ceria selalu menghiasi bibirnya -seperti yang tampak di semua photo yang menghiasi halaman itu. Sakit atau sehat. cacat ataupun normal. penuh canda. kecuali niat dan ketulusan hati. jangan mengandalkan orang lain. (Yesi Elsandra) Mengubah Dunia Dengan Senyuman Publikasi 08/11/2002 07:17 WIB Oleh: Azimah Rahayu. karena jarak rumah dan sekolah lebih dari 20 km sedang alat transportasi tiada. Haru dan kagum atas ketegarannya. semua orang masih bisa tersenyum. siapa sih orang hidup di dunia ini yang tak bisa tersenyum? Orang miskin maupun kaya pun bisa tersenyum. Haru dan kagum padanya sekaligus juga malu pada diri sendiri.

Nah. kita telah berkontribusi terhadap perdamaian dunia. Dan tanpa kita sengaja. 'sarkastis' dan lain-lain). mengapa kita tidak tersenyum saja? Agar perjalanan lebih ringan. Kemudian cobalah sebaliknya. berdiam diri dan menyendiri dan selalu bersedih hati. Terhadap kepedihan pribadi. Senyum adalah bahasa dunia. Anda sedang sedih atau marah. membentuk sebuah senyuman. alangkah indahnya. karena aura tubuh mereka yang rileks tidak menyenangkan bagi jin. Bahkan Rasulullah pernah bersabda. Jika kita tak saling mengerti bahasa lawan bicara. setidaknya perasaan anda tidak seblue sebelumnya. "Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah". luka masyarakat dan juga nestapa dunia. tersenyum dapat membuat kita selalu dalam kondisi riang. Makhluk ini lebih suka memasuki tubuh orang yang suka melamun. Mendengar kata "senyum". senyum juga bermakna sederhana. Kemudian duduklah dengan bahu merunduk. Maka tiba-tiba anda akan merasa sedih. tanpa harus memiliki sesuatu yang besar. Dan tanyakan pada hati anda dengan jujur: Apakah anda masih tetap merasa sedih seperti semula?. Anda sedang berperasaan biasa saja atau bahkan tengah riang dan gembira. kesedihan keluarga. Agar persahabatan lebih menyenangkan. Pun senjata jika kita sedang grogi. Bobby De Porter dalam bukunya Quantum Learning mengatakan bahwa sikap tubuh seseorang dapat mempengaruhi perasaan atau mood seseorang sebagaimana perasaan juga mempengaruhi sikap tubuh seseorang. agar dunia belajar darimu bahwa hidup ini indah dan ringan bila disikapi dengan senyum) Kepercayaan Publikasi 07/11/2002 08:01 WIB . lingkungan dan komunitas. Senyum adalah solusi sederhana. Dalam hal makna. pasti yang terbayang pertama kali adalah wajah manis penuh keramahan dan cinta (Kecuali kalau dibelakang kata itu diberi embel-embel 'sinis'. Teruslah tersenyum. Senyum akan mencairkan kekakuan. Hingga ketegangan di antara dua sahabat pun terlelehkan. Agar hidup lebih nyaman. insya Allah segalanya akan ringan. dan cinta serta aura kedamaian tersebar dalam sebuah kelompok. kenapa kita tidak gunakan sikap tubuh untuk mempengaruhi kondisi mental dan jiwa kita? Menyikapi segala sesuatu dengan senyum. Ah. Kata Emha Ainun Najib dalam buku 'Mati Ketawa ala…" orang yang selalu riang dan suka tertawa sulit dimasukin jin dan setan. Ayo kita coba. senyum sudah cukup menjadi isyarat persahabatan. Kemudian usahakan menarik ujung kedua bibir anda keatas. Cukup satu hal sederhana. Karena kita bisa beramal dan bersedekah.com special 4 adikku Gatot: jazakallah telah memberi izin menulis tentangmu. Senyum bisa menjadi pembuka komunikasi. Betapa damainya. Agar dunia lebih damai. meski tak saling sapa. Lalu. Bungkam mulut anda dan kerucutkan. Alangkah indahnya! (azi_75@yahoo. Hingga kemarahan pun padam. betapa menyenangkan.Secara fisik. penuh ketulusan. Saya percaya. Senyum penuh cinta.

Ia akan merasa aman. Itu artinya kita telah mengabaikan kekuatan besar yang sesungguhnya dapat membawa kita melejit. Kemudian kita akan gagal. selanjutnya." Jika kita mempercayai diri kita. Akibatnya kreatifitas kita akan mati. tanpa was-was. perjuangan menjadi sesuatu yang menakutkan. . maka kita akan memiliki pikiran-pikiran kreatif untuk membuktikan bahwa sebenarnya kita bisa mencapai tujuan kita. Jika manusia memiliki kepercayaan yang begitu besar kepada orang lain untuk meraih tujuannya -padahal bisa saja suatu saat ia dapat berkhianat. mengapa manusia mengabaikan potensi yang ada pada dirinya kemudian mengabaikan kepercayaan pada diri mereka sendiri yang sesungguhnya tidak kalah memiliki energi yang jauh lebih besar? Kepercayaan kepada diri sendiri merupakan kekuatan besar yang dapat mengantarkan kita pada berbagai tujuan yang mungkin sulit untuk kita realisasikan. "Jika Anda percaya sesuatu itu tidak mungkin. hanbatan. Kepercayaan yang diberikan kepada orang lain sering membantu banyak manusia mencapai tujuannya. Sering pula beberapa keputusan penting turut dipengaruhi oleh orang-orang ini. Kepercayaa merupakan sebuah energi besar dalam diri manusia. juga akan mampu membuat perubahan di lingkungannya" Betapa besar produktifitas yang dapat dihasilkan dari kepercayaan kepada diri kita sendiri ini. sesuatu dapat dilakukan. benar-benar percaya. maka pikiran kitapun bekerja untuk merealisasikan ketidak percayaan itu. tenang. disamping mampu untuk mengendalikan dan menjaga keyakinan dirinya. cita-cita hanya sebatas lisan.mengapa manusia ragu untuk percaya kepada dirinya sendiri? Jika kepercayaan kepada orang lain dapat menbantu manusia mencapai cita-citanya. Tidak sedikitpun ada keraguan membagi resiko. Tapi ada energi yang jauh lebih besar dari itu. yaitu kepercayaan kepada Zat yang menciptakan energi itu. daya juang kita akan tumpul. kemudian kesuksesan hanya tinggal mimpi.eramuslim . Kemudian dengan kekuatan besar yaitu keyakinan kepada diri sendiri bahwa "saya mampu melakukan itu" maka kita akan keluar dari segala rintangan dan menemukan jalan keluar dari setiap kesulitan. Pikiran kita akan membawa kita menyisir setiap kesulitan. Namun jika kita dipenuhi oleh ketidakpercayaan kepada diri sendiri. "Seseorang yang memiliki kepercayaan diri. Akan tetapi jika Anda percaya.Para pemimpin besar biasanya memiliki orang-orang kepercayaan. yaitu kepercayaan kepada diri kita sendiri. keuntungan dan rahasia. Schwartz dalam bukunya. Bahkan tidak jarang kepercayaan ini merupakan energi tersendiri bagi orang-orang hingga menjadikannya besar. pikiran Anda akan bekerja bagi Anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin. setiap perjuangan kelak pasti akan kita menangkan. cita-cita kandas ditengah jalan. Menurut John Fereira yang dikutip dalam buku Emotional Spiritual Quotient. David J. bahaya dan segala rintangan. The Magic of Thinking Big mengatakan. pikiran Anda akan bekerja bagi Anda dan membantu Anda mencari jalan untuk melaksankannya.

mereka yang terbiasa sibuk sedemikian rupa sedikit mempercepat aktifitasnya agar segera tiba di rumah untuk menikmati berbuka bersama keluarga.Kepercayaan itu signifikan dengan iman seseorang. Cinta yang diberikan-Nya bukanlah sesuatu yang abstrak. ungkapan cinta bertaburan di seantero dunia menyambut hangat ramadhan ditandai dengan jalinan silaturahim melalui surat. hingga tak kuasa menahan setiap tetesan air kesyukuran yang memancarkan kebahagiaan tak terlukiskan saat ianya tiba malam tadi. SMS. Sinkronisasi kedua kepercayaan inilah sesungguhnya yang kelak membawa kita pada apa yang kita inginkan. Segala puji bagi Allah yang telah berkenan kembali mempertemukan kita dengan bulan bertabur cinta. Bukankah yang demikian dapat kembali menyuburkan cinta dan menghangatkan keharmonisan keluarga? Kata Rasul. seraya berharap kelak kita menjadi bagian dari golongan yang mendapatkan cinta-Nya. dan zakat yang kita keluarkan. atau bahkan rangkaian acara-acara khusus menyambut tamu agung ini. semudah Tuhan menghidupkan dan mematikan kita. email. saling menghantarkan makanan berbuka kepada tetangga. fakir miskin dan anak yatim-piatu. adalah bukti cinta kita kepada Allah sekaligus menegaskan bahwa kita tak termasuk orang-orang yang cinta harta dunia dan sadar akan adanya sebagian hak orang lain dari apa-apa yang kita miliki. sedekah. juga tak lupa memberi sedekah dan hidangan berbuka kepada pengemis. Cinta sosial. Allah memfasilitasinya saat makan sahur. telepon. Detik-detik menjelang satu ramadhan. Adakah yang . maka kepercayaan itu hanya akan sia-sia. Betapapun besarnya kepercayaan kepada diri sendiri. begitu juga sebaliknya. kemudian dunia inipun akan ada dalam gengaman kita. Infaq. setidaknya dengan ramadhan. Refleksi terhadap kepercayaan kepada Tuhan dirangkum dalam 6 rukun iman. Bahkan menjelang hari akhir ramadhan. saling mencintai dan berkasih sayanglah kepada sesama yang di bumi. wujud cinta juga terealisasi dengan mengeluarkan sebagian harta kita untuk zakat guna melengkapi proses pembersihan diri menuju kesucian. Karena mudah saja bagi Tuhan menjadikan sesuatu yang tiada menjadi ada. Tinggal kita mau berjuang keras dan berusaha maksimal. untuk rang awak dima se barado) Ramadhan nan Penuh Cinta Publikasi 06/11/2002 07:43 WIB eramuslim . jika tidak dilandasi dengan kepercayaan kepada sumber energi. Cinta yang ditawarkan Allah kepada segenap makhluk di bulan Ramadhan selayaknya kita sambut dengan suka cita. sebagaimana Tuhan telah menghargai kita dengan melimpahkan segala Rahmat-Nya. maka seluruh yang di langit akan mencintai dan mengasihimu.Merindu haru hati ini menanti saat kedatangannya. Hargailah diri kita. (Yesi Elsandra. mudah. Allah berikan juga kesempatan manusia untuk mengaplikasikannya saat-saat bersama melakukan shalat tarawih berjama’ah. Juga yang biasanya tak sempat untuk sarapan bersama.

seperti enggan menuju pembaringan. sambil menghitung-hitung betapa menyesalnya kita tak memanfaatkan ramadhan yang telah lalu dengan amal sebaikbaiknya. tahajjud serta munajat kepada-Nya. karena Allah sangat tidak menyenangi perbuatan itu. Astaghfirullaah … Jika hati ini sedemikian rindunya menanti kedatangan bulan penuh rahmat dan maghfirah ini. “berilah hamba kesempatan”. akan ada tangis jika kekasihnya pergi. Sadar akan semua nikmat yang Allah berikan tanpa pernah alpa. Saat hari fitri tiba. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Senyumlah … Publikasi 05/11/2002 12:16 WIB eramuslim . Hati yang terpaut cinta.cintanya sebesar sahabat Abu Bakar Shiddik yang mengeluarkan seluruh hartanya di jalan Allah hingga Rasul-pun bertanya apa yang tersisa untuknya. pantaslah ada keceriaan bagi mereka yang mendapatkan kemenangan melewati masa-masa ujian selama ramadhan. Bahkan Rasulullah pun pernah ditegur-Nya karena bermuka masam dan memalingkan muka terhadap Abdullah bin Ummi Maktum.Jangan bermuka masam. selayaknya orang saling mencinta. adalah saat terbaik kita bercengkerama dan bermesraan dengan Allah melalui tilawah dan tadarrus qur’an. cukuplah bagiku” jawab Abu Bakar. Satu tanya bergelayut “Akankah kita kan sampai di ramadhan tahun depan?” Maka. Dia senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada hambahamba-Nya. Dan tentu saja. Pada saat itu Rasul tengah menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam. Malam-malam ramadhan. cinta yang terkadang hanya terucap di lidah tanpa wujud yang nyata. tanpa pernah pula khilaf. hati pun berdo’a penuh harap. Pelajaran pertama yang bisa . takkan terhitung betapa derasnya membayangkan kemungkinan bertemunya kembali kita dengan ramadhan nan penuh cinta ini. atas segala alpa. Hal yang tidak kalah menakjubkan juga ditunjukkan Rasulullah kepada seorang anak yatim yang bersedih di hari raya. tentulah. Ia menjadikan dirinya ayah. perlulah diri ini belajar dari Ibrahim alaihi salam dan keluarganya tentang hakikat dan bentuk cinta kepada Allah. Namun tentu saja. Idul Fitri. dengan ibadah yang bernilai. seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah Saw membacakan kepadanya ayat-ayat Al Qur’an yang telah diturunkan Allah. “Allah dan rasul-Nya. Inginnya menghabiskan malammalam ramadhan dengan tangis penyesalan atas khilaf dan dosa. hingga tangis ini akan semakin keras berteriak dalam hati. Tetesan air mata yang akan mengalir nanti. dan Fatimah saudara perempuan anak yatim tersebut seraya membahagiakannya saat hari bahagia. dengan satu harap menjadikan taqwa sebagai hasil akhir ramadhan. Kisah teguran Allah kepada Rasulullah diatas merupakan asbaabunnuzul (sebab-sebab turunnya) surah ‘Abasa (bermuka masam) yang dapat menjadi pelajaran bagi sekalian manusia betapa Allah tidak senang dengan sikap demikian. namun kita membayarnya dengan cinta yang semu. salah dan lalai. juga lalai.

seringkali kita hanya bersikap ramah kepada orangorang yang kita kenal dan baik hati. kesesuaian norma dan nilai yang dipegang (dalam hal ini misalnya. Meski ada anasir lain yang membentuk watak dan karakter manusia. Bahkan ditegaskan Allah dengan kalimat “Sekalikali jangan (demikian)!” pada ayat ke sebelasnya. maka dihadapan mereka lewat seorang dengan pakaian compangcamping dan beberapa sahabat berujar dan menilai orang yang barusan tidak mendapatkan kemuliaan Allah. makanya menjadi kepentingan utama juga bagi setiap manusia untuk menjaga. Rasulullah pun mengajarkan tentang keutamaan sikap-sikap kebaikan terhadap sesama. bahwa Rasulullah pun manusia biasa yang masih mungkin melakukan kesalahan dan kedua. tidak bertentangan secara aqidah) atau standar akhlak dan kebiasaan.kita ambil. selain pelajaran tentang teguran Allah terhadap Rasulullah diatas. Manusia memiliki ego pada dirinya masing-masing. Atau senyum. artinya apa yang menurutnya benar maka ia itulah yang dikerjakannya. Rasulullah berkata: “Sesungguhnya Allah . dan inilah pangkal awal dari kesalahan orang bersikap dan bertindak. Sebelas ayat pertama surah ‘Abasa menjelaskan secara lengkap larangan bermuka masam atau sikap mengacuhkan orang lain. Mendengar itu. dan hendaknya demikian juga bagi kita pengikutnya. Peringatan itu tentu menjadi pelajaran yang berharga bagi baginda Rasul. atau bahkan siapa yang akan dijadikan sahabat dan siapa yang semestinya dimusuhi. like or dislike. Salah satu ciri khas dari orang egois adalah berbuat dengan sekehendaknya. tidak semua orang memiliki tingkat pemahaman yang baik tentang ‘benar-salah’ menurut norma maupun nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. Baik sih jika yang menjadi patokan adalah. pantas tidak pantas. terhadap siapa saja yang kita jumpai. Masalahnya kemudian. meski hanya sekedar menebarkan senyum. Sebuah pelajaran lain bisa kita dapatkan dari cerita ketika para sahabat sedang berkumpul bersama Rasulullah. lazim disebut sebagai orang yang egois. memenej dan mengolah ego-nya agar terkendali sehingga teraplikasi dengan baik. Tidak membeda-bedakan sikap berdasarkan kepentingan. Padahal Islam tidak mengajarkan demikian. Tapi kalau yang menjadi ukuran adalah soal. biasanya terkhususkan bagi siapa yang menurut kita pantas untuk disenyumi. terkait dengan sikap bermuka masam alias acuh terhadap orang lain (siapapun) yang tidak dibenarkan oleh Allah. tentu tidak bisa dibenarkan. Subjektifitas itulah yang kemudian dengan bebasnya menentukan siapa yang pantas disikapi dengan baik siapa yang tidak. atau mengukur prioritas pelayanan dari seberapa menguntungkannya orang tersebut buat kita. namun keberadaan ego sangatlah penting. Sikap ramah misalnya. Soal pilah-pilih sahabat misalnya. ataupun hal-hal subjektif lainnya. siapa yang didahulukan siapa yang harus ‘dicuekin’. Mereka yang tidak mampu mengendalikan ego-nya. Sehingga yang terjadi adalah pembenaran atas kebenaran subjektifitas. dan dengan (pengaruh) ego-nya itulah setiap watak dan karakter manusia terbentuk. mau menang sendiri dan tidak toleran.

"Ya Aba Hurairah. Abu Hurairah bertanya kepda mereka.” Keberkahan Allah. karena Rahmat itu juga sesungguhnya ada pada yang tak memiliki harta karena Allah sayang padanya sehingga tak membebaninya dengan pertanggungjawaban harta yang bertumpuk." Abu Hurairah bertanya lagi memancing. tetapi setiba disana kami tidak melihat ada sesuatu yang dibagikan Rasulullah. para pedagang itu segera bergegas ke Masjid Rasulullah. tidak hanya singgah kepada mereka yang diberi kesempatan untuk menikmati hidup berkecukupan di dunia ini. sesungguhnya Ia Maha Adil atas Rahmaan dan Rahiim-Nya. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Warisan Paling Berharga Publikasi 31/10/2002 08:04 WIB eramuslim . Rahmat Allah. Kasih sayang Allah tidak hanya tercurah kepada segelintir orang. Tak Berapa lama kemudian para pedagang itu kembali ke pasar. Maka semestinya. kami telah datang ke Masjid. Dan karena dengan itu jugalah Allah menyapa hamba-hamba-Nya di surga kelak. kami melihat banyak orang sedang sholat. Setelah diberitahu demikian. melainkan juga dari tangan-tangan terbuka para pengemis yang setiap hari lalu lalang di depan kita. "Apakah kalian tidak tahu kalau warisan Muhammad SAW tengah dibagi-bagikan sehingga kalian masih berdiri disini? Apakah kalian tidak ingin mengambil bagian kalian?" Dengan keinginan yang meluap mereka bertanya serius. hanya saja kita sering salah mengartikannya atau tidak mampu mencernanya. "Dimana ya Aba Hurairah?!" "Di Masjid Rasulullah. "Wahai para pedagang. Karena dengan itu modal utama penerimaan orang lain terhadap kita.. sedangkan Abu Hurairah tetap tinggal disitu..tidak melihat pada bentuk rupa dan jasad kamu. tidak hanya datang dari orang-orang dermawan yang kerap menyisihkan sebagian hartanya untuk diinfakkan. "Apakah kalian tidak melihat seorangpun di Masjid?". Kemudian dia berkata kepada para pedagang. senyuman dan sikap ramah menjadi keutamaan sikap terhadap siapapun. Dengan senyum ramah itulah kita bisa berharap besar akan kebaikan orang lain. mengapa kalian masih belum menutup dagangan kalian?" Mereka bertanya kebingungan. "Mengapa kalian kembali?" Mereka segera menjawab dengan nada kesal. sementara . tidak ikut pergi. kami melihat banyak orang tetapi bukan yang seperti yang kau maksud.Pada suatu hari Abu Hurairah radiallaahuanhu berdiri di pasar kota Madinah. "Bukan demikian ya Aba Hurairah." jawab Abu Hurairah ra. " Ada apa kiranya ya Aba Hurairah?" Abu Hurairah menjawab. senyum dan ramah jugalah yang mampu meluluhkan amarah dan kebencian orang terhadap kita. Tetapi sesungguhnya Allah melihat hatihati kamu.

Karena dengan itu semua. kesuksesan Ethan Hawk mengemban misi yang dianggap tidak mungkin dicapai itu adalah karena . Wallaahu a'lam bishshowaab (Dwi Ryan/ ryan_088@yahoo. Norman Vincent Peal. takkan pernah ternilai besarnya. ketahuilah. Maka. You Can If You Think You Can (Anda bisa jika Anda berpikir bahwa Anda bisa). Menurut Oech. bisa menjelaskan keterkaitan antara keduanya. itulah warisan Muhammad SAW yang paling berharga untuk kalian semua. hanya saja jika kita mau melihat sisi pelajaran yang mau diambil.com) Menjadi Manusia Kreatif Publikasi 30/10/2002 11:15 WIB eramuslim .Pernah nonton film Mission Impossible? Film layar lebar yang dibintangi oleh Tom Cruise itu sebenarnya pernah menjadi film seri yang diputar setiap minggu di sebuah TV swasta di tahun 1990-an. tatkala datang seruan-Nya. yakni kecintaan-Nya akan orang-orang yang mencintai. Nah. sebuah buku yang memberikan motivasi besar kepada para pembacanya untuk optimis meraih hal-hal yang sesungguhnya ‘bisa’ diraih. buktikanlah bahwa kita termasuk orang-orang yang mencintai Allah diatas segala kecintaan terhadap apapun. Satu hal yang tergambarkan dengan jelas dalam film tersebut (baik layar lebar maupun seri-nya) adalah kebiasaan para tokoh yang tergabung dalam tim pengemban ‘misi yang tidak mungkin’ alias ‘mustahil’ dicapai itu untuk senantiasa memiliki plan A. Satu hal yang menarik dari film tersebut.. Roger Von Oech. Dia akan membalasnya dengan sesuatu yang tak pernah terukur nilainya. seimpossible apapun misi yang diemban oleh Ethan Hawk (diperankan oleh Tom) namun endingnya selalu saja mengisahkan keberhasilan. dimana tertulis “suka mencari jawaban kedua” sebagai kebiasaan pertama seorang yang kreatif.".sekelompok lainnya ada yang mengaji Al Qur'an dan ada pula yang sedang mempelajari soal-soal yang haram dan halal. (Hadist Riwayat Tabrani) *** Saudaraku.. "Wahai para pedagang. lewat bukunya A Whack on Side of the Head.. Antara Norman (dan bukunya) dengan film Mission Impossible memang tidak ada kaitannya. Karena lewat buku tersebut. Ketahuilah bahwa tidak ada yang lebih berharga dari apapun yang kita miliki di dunia ini melainkan sesuatu hal yang senantiasa kita lakukan demi mengharap ridha Allah. plan B.. Anda jangan hanya punya satu solusi yang berati hanya punya satu pilihan." jawab para pedagang dengan agak sewot. sehingga hampir setiap film itu diakhiri dengan keberhasilan menjalankan misi. Von Oech mengetengahkan sepuluh kebiasaan manusia kreatif. bahkan plan C. Kreativitas meminta Anda menemukan jawaban kedua yang mungkin lebih tepat. menuliskan buku best seller. Abu Hurairah menjelaskan. tentu ada kaitannya. Mendengar uraian para pedagang tersebut.

sering ide kretif lahir dari situasi dilematis atau kepepet. bahwa tidak satupun yang ada dihadapan manusia itu tidak bisa diraih. Dan Norman menguatkannya dengan satu motivasi. Melihat kesalahan sebagai peluang. Dan yang perlu diketahui. Adalah jarang inovasi muncul dari pola pikir yang tunggal. Allah dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat terakhir telah jauh terlebih dulu memberikan motivasi kepada setiap mukmin. Oech juga sepakat. Oech juga memaparkan tentang kebiasaan lainnya. Rasulullah dengan 300 pasukan mukmin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya tiga kali lebih banyak dalam perang Badar. Merenungkan lagi ide yang muncul dapat memicu berbagai kemungkinan baru. Alasannya.” kata Oech. Toleran terhadap hal dilematis. Sejarah lain juga ditorehkan oleh George Leigh Mallory dan Andrew Irvine yang disebut-sebut sebagai orang pertama menapakkan kakinya di puncak tertinggi dunia. Mount Everest pada 1924. linier dan pasti. disebut sebagai kebiasaan kelima. tidak cukup hanya dengan memiliki satu kebiasaan diatas. Kebiasaan ketiga adalah Suka menggugat aturan. Orang dulu berpikir ruang angkasa adalah sesuatu yang invisible. orang sudah menjajaki pariwisata luar angkasa meski harus merogoh kocek yang tak sedikit. Suka mencoba kemustahilan. Dalam kenyataan. Sesungguhnya kesalahan justru menempatkan kita memperoleh hal yang tak didapat bila melakukan dengan benar. jangan sekali pun pernah membuang ide sepintas yang kelihatan mustahil. Masalahnya adalah sifat manusia yang sering kali memperturutkan hawa nafsunya. sebuah tembok raksasa yang mustahil ditembus. Kemudian yang keenam adalah. adalah yang selanjutnya. yang dalam hal ini salah satunya adalah sifat malas. dan enggan berusaha keras. untuk yang satu ini. Menjadi manusia kreatif. Mungkin sekarang ada pemecahannya yang lebih efektif. yakni suka berpikir lunak. Ada orang yang suka mencari aman dan menghindari dari kemungkinan salah atau gagal. tidak banyak orang yang bisa membuat orang lain tertawa. bahwa Dia tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Nampaknya. meski tidak meninggalkan aspek kecerdasannya. pernah menyebut Dedi ‘Miing’ Gumelar sebagai satu dari sekian orang yang dijadikan sahabatnya. Gede Prama. “Kreativitas adalah pengembangan hasil otak kiri yang bersikap keras terhadap ide oleh otak kanan yang lunak yang mengabaikan batasan dan lunak terhadap berbagai ide. Jika aturan telah membatasi pilihan maka Anda harus mencari tahu mengapa suatu aturan dibuat. karena ia menempatkan Suka humor dan santai sebagai kebiasaan . Padahal sejarah pun mencatat. tambah Oech.kebiasaan timnya untuk menyiapkan lebih dari satu solusi. namun para ahli Rusia membuktikan dengan mengirimkan Yuri Gagarin ke luar angkasa menggunakan Sputnik. Oleh karena itu. Sehingga kemudian yang tampak didepannya adalah sebuah gunung batu menjulang tinggi yang tak mungkin dilewati. Bahkan sekarang. Mungkin alasan itu tidak relevan lagi. Kini ribuan pendaki sudah membuktikan bahwa puncak tertinggi itu bisa ditapaki.

dan memerintahkan derap dan langkah para pasukannya untuk tidak mengganggu atau bahkan menginjak sekelompok semut yang mereka lewati. namun kebaikan hatinya tak diragukan bahkan dirasakan juga oleh yang bukan ummat nasrani. karena disini akan lebih bernilai jika sikap satu ini untuk berbeda terhadap mayoritas ketidakbenaran. hal mustahil maupun yang keliru. Orang yang sibuk melihat dunia dalamnya sendiri akan kehilangan banyak ide. Berani berpikir beda seolah menjadi ciri yang paling khas dari orang kreatif. adalah senantiasa Terbuka terhadap gagasan baru. semut. Sudahkah menjadi orang kreatif? Mulailah hari ini juga! Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Mari Menebar Kasih Sayang Publikasi 24/10/2002 09:05 WIB eramuslim . Seorang Sulaiman yang dengan segala kebesarannya. Dalam hal ini.orang kreatif pada urutan selanjutnya. Orang yang mengaku bukan orang yang kreatif berarti telah memasung diri sendiri. Selain itu. Saat kita santai dan gembira pertahanan mental jadi longgar sehingga tidak pusing terhadap aturan. Jadi. Padahal tekanan organisasi bisa memasung kretaivitas. Kebersihan hati Yusuf itulah yang akhirnya secara tidak langsung menghantarkannya kepada kejayaan diri. masih menghormati makhluk kecil. cinta dan kasih sayang. siapa yang berani membantah jika dikatakan bahwa Gandhi adalah manusia berhati mulia. Dan yang terakhir disebutkan Oech. Sama halnya dengan Mahatma Gandhi. Rasulullah Muhammad saw tidak pernah sedikitpun mengajarkan kepada ummatnya untuk melakukan kejahatan. ketidakadilan. Meninjau dunia luar adalah wahana meraih ide baru untuk dunia dalam kita. Umumnya orang berusaha menyesuaikan dengan budaya organisasinya. . Juga ketika seorang dipenjara yang melupakan kebaikan dirinya. Maka dari itu. beranilah pro terhadap hal yang tidak disetujui mayoritas walau tidak harus terlalu terbuka. tindak kesemena-menaan bahkan kezhaliman. tapi lebih banyak ide brilian dan segar lahir dari suasana santai dan gembira. Memang ide kreatif muncul ketika terdesak situasi. Ingatlah. tak sedikitpun ia marah. cinta dan pengabdiannya yang besar kepada ummatnya. menjadikan Gandhi sebagai sosok yang boleh diteladani dalam hal berbuat baik terhadap sesama. Kebaikan yang dilakukannya. Kita pernah mempelajari bagaimana kebaikan hati Yusuf alaihi salam yang tidak menaruh dendam sedikitpun kepada saudara-saudaranya yang telah mencoba mencelakainya.Siapa yang tak mengakui kebaikan hati seorang Bunda Theresia? Meski ia tak pernah menganut ajaran Islam yang penuh kedamaian. Baik dengan tambahan dari luar diri Anda atau tidak menekan ide yang telah dipunyai. Suka meninjau dunia luar sebaiknya menjadi satu kebiasaan tersendiri bagi orang-orang kreatif. bukan berarti mengesampingkan kebenaran. bahwa ide akan berkembang bila kita memberinya ruang.

Setelah menjadi Rasul Allah.Islam dengan segala ajaran kasih sayang dan kedamaiannya. Abu Jahal. ketika orangorang memperjualbelikan budak dengan harga yang tidak manusiawi. menyiksa dan menganiaya orang. Rupanya. Pikir mereka. Justru yang mereka khawatirkan adalah ajaran kebaikan. Kejadian itu sungguh mengherankan dua orang penyusup dari pasukan musuh yang menyamar bergabung dalam pasukan Amru bin Ash. dan kemuliaan hati dari Islam yang langsung dicontohkan Muhammad-lah yang akan menggusur kekuasaan. Muhammad justu mengangkat derajatnya. Rasulullah baru mengabulkannya setelah ada izin dari Allah yang membolehkan berperang. Ada sebuah kisah seorang panglima perang besar kaum muslimin Amru bin Ash yang begitu mulia hatinya. justru mengutamakan perbuatan baik terhadap manusia itu sebagai perwujudan dari rahmantan lil ‘aalamiinnya ajaran yang disempurnakan Muhammad saw. juga menarik hati seorang saudagar kaya Khadijah binti Khuwailid yang kemudian menjadi istrinya. Itulah kemudian ia mendapatkan gelar al amiin. para pasukan terheran karena hanya tinggal tenda Sang Panglima yang masih utuh belum dikemas. Sebelum menjadi Rasul. Rasulullah datang dengan mengajarkan zakat dan infaq shodaqoh. mencontohkan bagaimana seharusnya kasih sayang dan cinta sesama saudara bagaikan mencintai diri sendiri. Bayangkan. Islam adalah agama kebaikan. kedamaian. Saat fajar sebelum berangkat melakukan penyerbuan ke wilayah musuh yang menentang Islam. antara yang kuat dan yang lemah. bagaimana mungkin dikatakan kejam jika terhadap seekor burung pun sang Panglima sangat mengasihi. Padahal pendelegasian keduanya menyusup itu sebelumnya karena para pembesar dan masyarakatnya mendengar berita tentang kekejaman Panglima Amru bin Ash beserta pasukannya yang dikatakan gemar membunuh. kemuliaan hatinya tidak hanya diakui oleh kaum mukminin melainkan juga oleh kaum kafir Quraisy. ketika ketidakadilan semakin mempertegas jarak dan perbedaan antara orang-orang kaya dengan fakir miskin. bersikap lembut dan menghargai sesama. Muhammad dikenal sebagai orang yang berhati mulia. hanya karena ia mendapati seekor burung yang bertengger di atas tendanya tengah mengerami telurnya dan terpaksa menunda keberangkatan pasukannya. saat para sahabat mulai marah dan tidak mampu menahan diri untuk melakukan balasan terhadap intimidasi dan penganiayaan terhadap kaum muslimin. Alasannya. . mungkin bagi kita sangat sepele. Ketika para wanita dianggap masyarakat kelas sekian dan menjadi suatu kehinaan diri jika mempunyai keturunan seorang wanita. dari kejadian itu mereka tak menemukan anggapan itu. Sebenci apapun para pembesar suku Quraisy seperti Abu Lahab. Maka tidak sewajarnya ketika mereka yang mengaku mukmin melakukan kejahatan dan tindak kezhaliman. agama kasih sayang. jujur. Kecuali dalam kondisi yang memang mengharuskan setiap mukmin mempertahankan harga diri dan melakukan pembelaan. Rasulullah (Islam) memuliakannya. Rasulullah tak pernah mengajarkannya. Setelah para Nabi Allah sebelumnya juga mengajarkan hakikat Islam. Bagaimana tidak. kedudukan mereka. mereka tak pernah membenci Muhammad karena perilakunya yang buruk. sopan. Tidak hanya itu.

perbaikilah segala sifat yang tak mencerminkan kebaikan dan kasih sayang itu. Tapi apakah kita sudah bersiap-siap untuk menyambut bulan yang sangat dinantikan oleh ummat Islam sepanjang masa? Bulan yang sangat dinantikan oleh Rasulullah. Niscaya kita akan sangat bergembira jika saatnya tiba. dan sampaikanlah kami. Amiin Allaahumma Amiin. Subhanallah. Sehingga pada bulan Ramadhan. Persiapan itu sendiri tidak dilakukan pada awal bulan Ramadhan. tentulah karena ia tidak sepenuhnya mengamalkan ajaran Rasulullah. Saudaraku. keluarganya. cinta dan kasih sayang. (Bayu Gautama) Karena Rasulullah pun Mendambakan Ramadhan Publikasi 23/10/2002 07:23 WIB eramuslim . katakanlah sebagai contoh. kita dapat memanfaatkan waktu dengan optimal. dan penuh kasih seperti Bunda Theresia dan Mahatma Gandhi. dan aktivitas yang akan menunjang penampilan kita pada hari yang dinanti-nanti itu. sama seperti bulan-bulan sebelumnya? Na'udzubillahi tsumma na'udzubillahi. bulan mulia. tabi'it tabi'in. hari ulang tahun kita. bulan Ramadhan. sangat mendambakan akan datangnya bulan Ramadhan ini. manusia yang sangat mulia. mereka yang meski berbuat baik. Sholawat dan Salam senantiasa terucap kepada Rasulullah Muhammad SAW. karena Rasulullah pun menegaskan.Segala puji bagi Allah SWT. yang Insya Allah memperkenankan kita menjumpai bulan suci. berkahilah bulan Rajab ini. jika kita berbuat baik dan penuh kasih sayang terhadap semua makhluk di bumi. . kita sudah mempersiapkan dengan 'full action'. Oleh karenanya. karena jika itu yang kita lakukan. para tabi'in. panjangkanlah umur kami hingga bulan Ramadhan. Jika seorang muslim tak memiliki sifat diatas. amalnya akan terputus dan tak diperhitungkan dihadapan Allah kelak karena mereka bukan muslim dan tak mengimani Allah. Sebaliknya. serta pengikutnya yang komitmen dengan risalahnya Dienul Islam hingga hari akhir nanti. jika kita menantikan suatu saat yang sangat berharga bagi diri kita. Saudaraku. hakikat bulan Ramadhan ini sesungguhnya pada sejauh mana kita telah melakukan persiapan untuk menyambutnya.Menjadi seorang muslim. dan berkahilah bulan Sya'ban ini. sahabatnya. sehingga teruntai sebuah do'a yang sangat indah: "Allahumma bariklana fii rajab wa bariklana fii sya'ban wa balighna fii ramadhan" Ya Allah. Yang telah mempersiapkan diri jauh sebelum datangnya bulan Ramadhan. berarti didirinya tertanam sifat-sifat kebaikan. Bahkan jauh hari sebelumnya. Sudahkah kita meneladani beliau? Menantikan dengan penuh harap? atau kita hanya biasa-biasa saja menyambut kedatangannya. maka yang ada di langit akan mengasihi dan menyayangi kita. maka kita akan ketinggalan kereta pahala dengan hamba Allah lainnya. bersih-bersih. Wallahu a’lam bishshowaab. Rasulullah sendiri. potong rambut.

bahwa Rasulullah pada orang yang paling banyak dan menyempurnakan puasanya pada bulan Sya'ban. qiyamul layl.Sangat sayang jika bulan Ramadhan yang hanya 29-30 hari itu. Mengapa tidak menegur? Ingin si gadis menegur. Semua persiapan ini dilakukan agar kita bisa menjalani Ramadhan ini dengan ringan. harus kita potong waktunya seminggu menjadi 22-23 hari hanya untuk persiapan yang seharusnya bisa kita lakukan jauh-jauh hari sebelumnya. agar kita mengetahui dalil dan fadhilah puasa yang akan kita lakukan. dengan jihad (bersungguh-sungguh).Seorang gadis spontan menutup hidung dengan tissue ketika laki-laki di depannya. serta berharap kita semua dapat menjadi Alumni teladan bulan Ramadhan. dan memperluas tsaqofah (wawasan) keilmuan kita. agar sebelumnya mengqadha puasa-puasa wajib kita sebelumnya kita tinggalkan. Meskipun bisa dikatakan itu merupakan iklan setengah hati. tilawah qur'an. Jadi sah-sah saja jika si perokok tidak peduli. Amiin Allaahumma Amiin. dan lainnya. semoga Allah berkenan mempertemukan kita pada bulan Ramadhan esok. yang dapat membekas pada 11 bulan berikutnya. penumpang lain dalam angkot itu menyalakan rokok kemudian menghisapnya dengan nikmat dan menghembuskan asap ke seantero ruangan. Beberapa penumpang lain bersikap biasa saja. sesungguhnya si perokok lah yang seharusnya lebih merasa sungkan dibanding orang yang menegur. datangnya hanya sekali setahun. tapi nyalinya tak cukup besar untuk melakukan itu. Pengkondisian ruhiyah juga sudah seyogyanya dilakukan sebelum bulan Ramadhan. Takut dibilang rese? Takut dibilang memberangus hak orang lain untuk merokok? Sungkan? Takut dimarahi? Kalau boleh saya bilang. wirid ma'tsurat harian. sebagaimana setengah hatinya . sementara si gadis makin kuat menutup hidungnya. bahkan makin menikmati hisapan demi hisapan sementara si gadis terus memelototinya dengan hati yang makin jengkel. Juga yang harus kita ingat. entah karena sakit atau karena halangan lainnya. Bahkan iklannya selalu muncul di televisi berbarengan dengan iklan rokok. Kampanye tentang bahaya dan dampak negatif rokok sudah terlalu sering diadakan. shoum sunnah. Selamat berjuang saudaraku. barangkali karena merokok sudah merupakan budaya di Indonesia. Buku Fiqh Shiyam juga menjadi bacaan wajib. Pengkondisian fisik sudah dicontohkan oleh Rasul sebelum datangnya bulan Ramadhan. Dalam hadits juga diungkapkan. sesekali terbatuk-batuk dan terusmenerus menatap lekat si perokok dengan mata berair. dengan bersemangat.com) Kepada Anda Yang Bukan Perokok! Publikasi 22/10/2002 07:35 WIB eramuslim . (Bramsi Prenata/bramsi@cakraweb.

pemerintah menyikapi masalah rokok ini. Teman saya akhirnya dirawat di rumah sakit karena sakit paru-paru gara-gara beberapa tahun bekerja diantara para perokok. Mungkin tidak semua kita tahu dan sadar bahwa menjadi perokok pasif (orang-orang yang secara tidak sengaja terhisap asapa rokok yang diproduksi oleh para perokok di sekelilingnya) itu relatif lebih berbahaya di banding perokok aktif. Maka. Bagaimanapun. biasanya dokter akan menyarankan anda menjauhi rokok dan asapnya (bahkan suami pun diminta untuk menghentikan/mengurangi kegiatan merokok). kenapa ini tidak kita jadikan senjata untuk memperkecil ruang bagi para perokok? Bukankah dengan demikian selain kita mempertahankan hak kita untuk tidak menghisap asap rokok dan melindungi diri dari kemungkinan menderita penyakit yang disebabkan status perokok pasif. Nah. dalam perjalanan kereta Solo-Jogya. Nah. Seperti tadi saya tengarai di atas. Kalaupun rugi. manusia Indonesia memiliki rasa sungkan yang cukup tinggi jika mengganggu orang lain. Saya selalu merasa terganggu jika ada orang yang merokok di sekitar saya. saya kembali beraksi. Serta merta saya menegur. Mas! Bagaimana kalau merokoknya nanti saja saat sudah di luar kereta? Saya tidak tahan dengan asap rokok”. Si Olin ini dengan berani menegur seorang penumpang di angkot yang merokok. Beberapa saat kemudian seorang penumpang masuk dengan rokok menyala di sela jari-jarinya. ini sih bagai pungguk merindukan bulan. Jika anda wanita hamil. Suatu hari. kalau begitu siapa dong yang bisa mengatasi -setidaknya mencegah. . Sesungguhnya yang paling memungkinkan itu adalah kita: Orang-orang yang bukan perokok dan sadar akan dampak negatif rokok. apakah anda rela menderita akibat yang bukan merupakan hasil perbuatan anda? Karena itu anda berhak sekali untuk melindungi diri anda dengan menolak menghisap asap rokok dari para perokok. Mereka tahu betul akan bahaya rokok. Hingaga kemudian suatu hari saya membaca salah satu serial Olin karya Ali Muakhir. Pengaruh yang tidak kurang berbahaya juga dapat dialami oleh orang dewasa dan anak-anak yang bukan perokok. namun tanpa sadar menjadi perokok pasif. rokok merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang cukup besar. Cuma waktu itu saya tidak berani menegur karena sungkan dan sebagainya itu tadi. Hal ini karena dipastikan asap rokok bisa mengganggu pertumbuhan janin. mereka tidak merugikan orang lain. kita juga secara tidak sengaja membantu si perokok mengurangi intensitas merokoknya? Cerita tentang gadis di paragraf pertama di atas adalah cerita tentang diri saya sendiri. saya rasa tidak adil kalau yang ini tidak saya tegur juga. seorang laki-laki hendak menyalakan rokok di dekat saya. Toh. tapi mereka memang dengan sadar untuk terus merokok.makin meningkatnya intensitas merokok dan akibat-akibatnya? Mengharapkan para perokok sadar? Wah. Dia mengangguk dan membatalkan rencananya untuk menyalakan rokok. sekalipun dia sendiri tidak pernah merokok. Kisah itu mengilhami saya untuk melakukan hal serupa meski dengan alasan berbeda. Begitu mungkin argumentasi mereka. “Maaf. Karena tadi sudah ada yang saya tegur. yang rugi tubuh mereka sendiri.

kantor dan lain-lain. Mereka sebenarnya sungkan andai saja anda berani menegur. menendang. boleh rokoknya dihabiskan di dekat pintu?” Rupanya dia malas kalau merokok harus menjauh dari teman-temannya. kata saya. meninju. melemparkan dari atas menggelundung ke dasar tangga. angkot. Masalahnya adalah. maka ruang bagi para perokok akan makin sempit. Sebuah kebesaran hati yang mengesankan dari Dave Pelzer bahwa kemudian ia tak sedikitpun menyalahkan sikap The Mother (ibunya) selama delapan tahun itu yang menyebabkan ia tak bisa lepas . “Anda berhak merokok di sini sebagaimana saya berhak untuk tidak menghisap sampah asap rokok anda. Dan saya terpikir. A Child Called “It” dan The Lost Boy – begitu menyentuh hati siapapun yang membacanya. selama tidak kurang dari delapan tahun –sejak usia 4 tahun hingga usia 12 tahun. berjudul A Man Named Dave.mengalami berbagai siksaan yang sangat brutal dari ibunya sendiri yang menganggap Pelzer hanya sebagai “It” yang bisa diperlakukan dengan seenaknya. membalas kezaliman dengan sikap memaafkan. Dua pengalama di atas memberi keberanian dan kepercayaan diri pada saya untuk menerapkan hal yang sama di tempat-tempat umum lain. karena tidak seperti buku sebelumnya yang membuat dada berdegub. menginjak-injak bahkan mencekiknya sampai nyaris mati. dari pada anda 'malu ati' karena ditegur orang nanti.”Mas. Anda mau coba? Ayo.yang merupakan kesimpulan dari dua buku Pelzer sebelumnya yang menjadi best seller. kita punya kemampuan untuk merubah sedikit wajah dunia dengan menggunakan hak kita. Buku tersebut .Ada sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis terkenal. Jika ada diantara anda yang membaca tulisan ini adalah seorang perokok. sebaiknya anda hatihati jika akan merokok di tempat umum. “Terima kasih”. Tapi kalau anda terlanjur membaca. Sebagaimana digambarkan Pelzer. Maka rokok itu langsung ia injak. Bagaimana jika ada yang tebal muka. maaf. halte. Dave Pelzer. Jadi silakan anda gunakan plastik ini untuk menutup muka anda agar anda dapat menikmati sendiri asap rokok itu”. tetap cuek bebek dengan rokoknya meskipun sudah kita tegur? Gampang. A Man Named Dave juga mengajak kita untuk meneguhkan hati.com) Mulianya Memaafkan Publikasi 18/10/2002 08:58 WIB eramuslim . (Azimah Rahayu/azi_75@yahoo. anda tinggal memberinya masker plastik dan katakan. ruang pertemuan. Di Bus. yang menggambarkan sebuah kisah tentang keberhasilan dan kekuatan dari sikap memaafkan. tulisan ini bukan untuk anda. kalau saja kita semua yang bukan perokok mau peduli akan hak kita untuk tidak menjadi perokok pasif dan menggunakannya. seberapa tinggi kesadaran anda untuk mempertahankan hak tidak menjadi perokok pasif? Seberapa besar pula nyali dan kepercayaan diri anda untuk menegur? Semuanya tergantung kepada anda.

Bahwa kesabaran seseorang memang ada batasnya dan pada saatnya telah melampaui ambang batas itu.dari bayang-bayang masa lalu. Jenis ini yang paling terpuji. Imam Ghazali pernah mengajarkan bagaimana seharusnya seorang mukmin melampiaskan kemarahan. salah seorang penulis Chicken Soup for The Soul mengatakan bahwa Pelzer adalah bukti nyata yang menunjukkan bahwa kita masing-masing memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri. lambat tersulut dan lambat pula redanya. Dan sikap memaafkan itu dikatakan Allah sebagai satu sikap orang-orang bertaqwa yang Allah sediakan bagi mereka syurga seluas langit dan bumi. sikap dan tindak semena-mena. karena memaafkan bermakna lebih mulia ketimbang memberi maaf. yang pertama. lambat tersulut dan cepat reda. makna kedengkian ialah hati senantiasa merasa berat dalam menelan kemarahan. Karena jika kita tak mampu melakukannya. Bahwa juga sikap seseorang yang meminta dimaafkan setelah melakukan satu kesalahan pun sudah begitu bagusnya. Sungguh membutuhkan kebesaran jiwa untuk bisa memaafkan kesalahan orang tanpa menunggu orang memintanya. Inilah yang sulit. selain juga kemarahan yang dilampiaskan masih wajar dan berada dibawah kesadaran yang tinggi. Jenis ini yang paling buruk. ketiga. karena pada saat itu kita telah membunuh kesombongan. makanya Rasulullah pun pernah mengatakan bahwa memaafkan adalah sikap mulia dari seorang mukmin. selagi tidak mengakibatkan redanya ghirah dan semangat pembelaan kebenaran. Jack Canfield. karena sikap memberi maaf setelah orang meminta maaf saja sudah sedemikian luhur. Said Hawwa menerangkan tentang empat kategori manusia dalam hal kemarahan. Kedua. Bahkan dalam catatan di belakang buku tersebut. seperti pohon bakau. sampai ia mampu membebaskan diri. dan menelan kemarahan itu karena ketidakmampuan untuk melampiaskannya seketika maka ia akan kembali ke dalam bathin dan menyelinap ke dalamnya lalu menjadi kedengkian. bukan memberi maaf. merasa benci kepadanya dan lari darinya. Memaafkan adalah sikap yang diberikan secara ikhlas terlepas orang yang melakukan kesalahan. sangat wajar bilang seseorang harus marah. seperi ilalang yang cepat tersulut dan cepat pula reda. Sikap yang sebaiknya dilakukan seseorang adalah. Hingga akhirnya Pelzer menemukan dirinya sendiri di dalam hati. yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengukur kadar marah itu sesuai dengan tingkat kesalahan orang membuat kita marah. Bayangkan betapa mulianya orang-orang yang mampu “memaafkan”. cepat tersulut dan lambat redanya. jelas perintah dalam surat Ali Imran ayat 134. Sedangkan yang keempat. Kata Said Hawwa. Berkaitan dengan itu. Kedengkian adalah buah dari kemarahan. dan rasa sebagai orang menang. Dalam buku Mensucikan Jiwa. dan atau ketidakadilan itu memintanya atau tidak. tak peduli pengalaman seburuk apapun yang menimpa diri kita. Hanya saja. selain memaafkan adalah meningkatkan kebaikan terhadapnya sebagai perlawanan terhadap hawa nafsu dan syetan . Memaafkan.

bergantung suka. ketika orang cerdas jadi bodoh. Berkaitan dengan ini. sedemikian kejamnya masyarakat wilayah itu melempari batu. Bahkan ia membalasnya dengan menjadi orang yang pertama kali menjenguk ketika si peludah itu sakit. namun kesuksesan seringkali ditentukan oleh kecerdasan emosional. dari hasil penelitiannya ditemukan satu situasi yang disebut dengan When smart is dumb. orang yang cerdas umumnya menjadi pegawai dari orang yang lebih bodoh dari dia. Namun manusia agung itu lebih memilih memaafkan. itulah yang disebut sabar. Dan kecerdasan emosional diukur dari kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri. duka. Rasulullah mengajarkan (sekaligus mempraktekkan) keutamaan memberi maaf. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Ketika Orang Cerdas Jadi Bodoh Publikasi 17/10/2002 08:51 WIB eramuslim . Menurut Goleman. Lebih umumnya. yang kemudian kita lebih mengenalnya dengan istilah sabar. . Kecerdasan intelektual memang bisa membantu orang meraih kesuksesan. emosi sangat mempengaruhi kehidupan manusia ketika mengambil keputusan karena tidak jarang suatu keputusan diambil melalui emosinya. Ia menemukan bahwa orang Amerika yang memiliki kecerdasan atau IQ diatas 125 umumnya bekerja pada orang yang memiliki kecerdasan rata-rata 100. ternyata lebih banyak ditentukan oleh emosi daripada akal sehat. Pada emosi. Karena itulah hendaknya kita memperhatikan kecerdasan emosi selain kecerdasan otak. Disebutkannya. ikhlas menghadapi berbagai cobaan. Daniel Goleman dalam bukunya yang menjadi best seller. Emotional Intellegence memaparkan tentang satu bagian penting dalam jiwa manusia yang bernama emosi yang dikatakannya justru sangat menentukan kebahagiaan dan penderitaan manusia. tambah Golemen. Tidak ada sama sekali keputusan yang diambil manusia murni dari pemikiran rasionya karena seluruh keputusan manusia memiliki warna emosional. Orang yang paling sabar adalah orang yang paling tinggi dalam kecerdasan emosionalnya.maka hal itu merupakan maqam orang-orang yang tergolong shiddiqin. dan tenang dalam tekanan. namun Rasulullah Muhammad Saw tidak pernah menaruh dendam ataupun kebencian. Rasulullah juga menekankan pentingnya setiap mukmin untuk memiliki kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri. Artinya. menzhalimi Rasulullah dan para sahabat sampai Izrail pun tak kuasa ‘menahan amarah’ dan menawarkan membalikkan gunung untuk ditimpakan kepada kaum Thaif. bahwa yang menentukan sukses dalam kehidupan manusia bukanlah rasio tetapi emosi. Jika kita memperhatikan keputusan-keputusan dalam kehidupan manusia. Begitu juga dengan peristiwa Thaif. bukan pada rasio. sengsara. dan termasuk perbuatan orang-orang yang mencapai maqam Muqarrabin (orang-orang yang dekat dengan Allah).Meski setiap hari harus menerima ludahan dari seorang kafir quraisy. dan bahagianya manusia. Ia biasanya tabah dalam menghadapi kesulitan.

Jangan Kalah Sama Anak-Anak! Publikasi 15/10/2002 07:14 WIB eramuslim .Seringkali kita menjumpai orang yang bersikap bodoh hanya karena tidak mampu mengendalikan emosinya. ya? Nah. Bayangkan betapa luhurnya orang yang memberi maaf kepada mereka yang melakukan kesalahan. Ika anak baik. begitu. Kak! Padahal sudah saya kembalikan bareng punya saya. Sampulnya lecek bekas basah dan diselotip asal-asalan. bukunya bukan hilang tapi dikembalikan. Kak. ”Iya. Beberapa saat kemudian.” Nisa menjelaskan. Di daftar pinjaman. Terima kasih Niki sudah berusaha membenahi bukunya. Niki. kenapa kok bukunya baru dikembalikan?’ tanya saya. buku itu sudah tiga hari di tangan Niki. Dan tidak jarang pada saat itu. gadis 5 tahun itu tengah duduk di bangku sambil tersedu-sedu menutup muka dalam rangkulan kakaknya Nisa. Tiba-tiba suara tangis pecah meningkahi keramaian. Kunci suksesnya adalah mengendalikan emosi dan menahan diri (sabar). Kak!” jawab gadis kelas dua SD itu takut-takut. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Etika Meminjam.” sahut Oki saudara kembar Niki. “Ika sedih dan takut dimarahin karena bukunya hilang. “bodohnya aku”. Mulialah mereka yang melakukan itu. anak-anak sedang ramai di Taman Bacaan saya. Rasulullah yang kita kenal tak memiliki kemampuan membaca dan menulis ternyata memiliki kecerdasan emosional yang luar biasa tinggi. Besok lagi hatihati. Demikian juga dengan kesadaran dan ketenangan yang tinggi dalam menghadapi berbagai kesulitan. “Bukunya jatuh ke got. ”Oh. meski sesekali sedu sedannya masih terdengar. “Ika pikir buku yang dipinjamnya hilang. terlepas orang yang melakukan kesalahan itu memintanya atau tidak. Ia takut-takut mengembalikan buku yang sudah berubah muka. “Niki. sehingga ia tak melakukan kebodohan dari ketergesa-gesaan atau amarahnya yang biasanya berujung pada penyesalan. Ika. Nangisnya udah yaa.Sore itu. Saya tersenyum dan memeluk Ika. Padahal perintah-Nya adalah memaafkan. Saya buru-buru menghentikan aktifitas mencatat buku yang akan di pinjam dan turun ke halaman. tangan ini refleks memukul kepala.” Dan Ika pun berhenti menangis. “Ada apa?” tanya saya. Kemarin dia takut mengembalikan buku. ya?” . pengunjung taman bacaan yang lain datang.

Bahkan di kalangan para aktifis yang sudah mengerti Islam. Sungguh saya terharu dengan usaha anak-anak itu menjaga amanah. ”Kak. . tapi yang kecil saja yaitu buku. novel Islami dan novel umum. Tapi berapa kali kita mengembalikan buku yang kita pinjam kembali dalam kondisi sperti awal dipinjamkan? Dan berapa pula yang tak kembali? Atau. beli buku ini dimana?”. Dari berbagai majalah. Buku-buku itu juga saya pinjamkan secara terbuka kepada teman-teman saya atau temannya teman saya. dengan harapan mereka akan membalas kepercayaan saya (tentu saja di sisi lain. Terutama pemilik rumah yang tidak setuju dan menganggap anak-anak itu hanya mengganggu. “Kenapa? Kamu ingin beli?” Dia membuka lembaran tengah yang robek dan menunjukkan ke saya dengan air muka penuh rasa bersalah. ada saja buku yang kembali dalam kondisi kotor maupun bekas basah maupun halamannya bredel. adakah buku teman yang belum kita kembalikan? Selain taman bacaan anak. buku-buku referensi keagamaan. saya juga punya koleksi cukup banyak buku untuk orang dewasa. Pernah memang. Sini. Setiap kali meminjamkan buku. Ada juga buku yang sejak dipinjam tak pernah kembali. juga mereka punya kebiasaan mencuri. Kejadian di atas adalah contohnya. saya lebih berhati-hati menyimpan barang berharga). Padahal mereka masih kecil. kejadian di atas juga mengingatkan saya atas fenomena (kalaulah bisa disebut fenomena) kurang dipenuhinya adab pinjam meminjam di kalangan dewasa. Uang maupun barang. kita selotip bareng-bareng. Padahal pula selama ini mereka dicap ‘kurang baik’ oleh beberapa orang dewasa yang saya kenal di lingkungan kami.Suatu hari yang lain. Saya tak ingin membahas yang besar-besar. “Oh. Tapi itu dulu sekali. Saya menganggap mereka orang dewasa yang sanggup menjaga amanah. Ihsan mendekati saya takut-takut sambil bertanya. Lain kali hatihati ya?” jawab saya. Barangkali beliau benar. Namun di sisi lain. kegiatan saya menjalankan rumah bacaan di tempat saya tinggal bukan tanpa hambatan. selembar uang lima ribu rupiah di meja hilang saat saya tinggal ke dalam. Ya. Dan rasanya. bukunya robek. Ada yang merasa sudah mengembalikan tapi nyatanya buku itu tak pernah sampai ke tangan saya. Saya berusaha memberi kepercayaan kepada anak-anak itu. saya selalu berpesan agar buku dijaga dan dikembalikan segera jika sudah selesai. Karena suatu hal besar itu dimulai dari hal kecil. Setiap kita pasti pernah meminjam buku atau meminjamkan buku. buku-buku self help dan How to’s dan lain dan lain. karena beliau lebih paham tentang lingkungan tinggalnya. Dan saya pikir justru karena itulah saya ingin dan tertantang untuk mengubahnya. saya pikir usaha itu tidak sia-sia. Namun sedihnya.

kalangan Muslim profesional mempunyai kemampuan untuk menjadi agen perubahan. Azimah Rahayu (azi_75@yahoo. Tapi apakah karena sudah biasa dan ‘hanya sebuah buku’ lantas membuat statusnya sebagai barang pinjaman yang mesti dipenuhi adabnya batal? Saya kira tidak.com) Agenda Profesional Muslim di Era Cyber Publikasi 14/10/2002 07:51 WIB eramuslim . “Oh belum saya kembalikan. Sebagai sebuah kekuatan ummah. Sebagaimana hutang yang dapat menghambat seseorang masuk surga. hal-hal seperti ini mendapat perhatian lebih dari kita semua. ya? Saya lupa nih. Ketika ditanya lagi. penuh konflik dan mengalami ketergantungan terhadap Barat. waktu itu dibaca sama si anu. Kalau anak-anak lupa mengembalikan atau tidak mengembalikan. . Ya udah. *** Buku memang hanya sebuah buku. berkembang dan tegaknya khairu ummah. Pinjam meminjam buku juga sudah biasa. meskipun sering ditanggapi tidak enak.” Atau.Tatkala negeri Islam dalam keadan terbelakang. Perkembangan era cyber bahkan menyediakan celah untuk meningkatkan kemampuan ini. mengingatkan atau bersikap tegas dalam hal ini. tolong mbak lihat di rumah dan saya lihat juga di rumah. mereka kelihatan cuek dan tak mau tahu siapa yang memegang buku pinjaman berantai itu. orang dewasa? Apalagi sudah belajar Islam? Semestinya kita lebih bisa memenuhi adab ini dan mengajarkan pada anak-anak. Sedang kita. “Aduh. ntar deh ditanyain”. Sudah tiba masanya.Ada lagi yang sudah ditelepon berkali-kali namun selalu saja ada alasannya untuk tidak mengembalikan buku. maka saya khawatir demikian juga halnya dengan barang pinjaman. kalangan Muslim profesional adalah sebuah kakuatan ummah. sebenarnya adalah suatu usaha untuk menjaga si peminjam dari perbuatan dzalim terhadap dirinya sendiri maupun Saudaranya. Cukup sering saya mendapat jawaban dibawah saat saya menanyakan buku-buku yang mereka pinjam. saya yakin bukan karena mereka meremehkan atau bermaksud mengukuhi buku itu. Kalo di rumah saya ada berarti memang belum saya kembalikan. tetapi lebih karena mereka belum paham makna ‘meminjam’ dan bagaimana adab terhadapnya. Menegur. mengarahkan dan mendayagunakannya untuk menggerakkan perubahan menuju cita-cita gerakan Islam yaitu tumbuh. Betapapun statusnya tetap barang pinjaman.

keluarga dan dikembangkan untuk berpengaruh dalam lingkungan sosial. dan berkembangnya komunikasi. kalangan profesional Muslim perlu mengembangkan suatu agenda. dan layunya hubungan emosional dan intelektual antara ummah dan pemimpin dalam masyarakat Islam. Di antara indikator dari eksploitasi sumber daya manusia adalah kesibukan. Bidang keahlian ini beraneka ragam dari teknologi antariksa hingga teknologi pertanian. Agenda muslim profesional perlu mencakup suatu perubahan yang mendasar. visi. interaksi dan kolaborasi lintas kepentingan. Penguatan ancaman ini merupakan dampak dari tertembusnya batas-batas geografi. lintas masyarakat. perusahaan. mengembangkan emosi. Pertama. Di antara indikator polusi budaya adalah penerimaan pemikiran dan budaya Barat dalam berbagai bidang kehidupan seperti ketidakpedulian terhadap bahaya riba dalam ekonomi dan bisnis. organisasi maupun masyarakat. kejernihan dan ketenangan iman.Kekuatan utama dari kalangan Muslim profesional yang dapat didayagunakan adalah penguasaannya atas bidang-bidang keahlian. sangat beratnya menegakkan Qiyamul Lail dan keringnya hati dalam empati terhadap permasalahan dunia Islam. Rasul dan jihad. terbangunnya sebuah peradaban cyber yang global. polusi budaya dan erosi ruhiyah. dakwah dan amal Islami pada umumnya. dan aspirasi sebagai Muslim. dan dari teknologi konstruksi hingga teknologi kimia. dan kelelahan dalam kehidupan yang tidak mempunyai tujuan bagi pengembangan ummah. menyeluruh dan berkelanjutan. Emosi sebagai Muslim yang perlu disuburkan adalah cinta kepada Allah. keluarga dan lingkungannya sebelum dapat berperan sebagai agen perubahan. Dengan emosi sebagai Muslim. pribadi-pribadi Muslim mengembangkan visi kehidupan Islami dalam kehidupan pribadi. tenaga. menyegarkannya dengan kesejukan. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu membersihkan hati. Tantangannya adalah kalangan Muslim profesional perlu mengembangkan agenda perubahan di dalam diri. dan menyuburkan emosi sebagai Muslim. . keluarga. Dengan keahlian yang dimilikinya kalangan Muslim profesional dapat terlibat mencerdaskan ummah. Untuk dapat menyelamatkan diri dari ancaman ini. berkembangnya pacaran dalam hubungan dengan lawan jenis. dari teknologi informasi hingga teknologi permesinan. Kalangan Muslim profesional perlu berjuang untuk menyelamatkan diri dari bahaya eksploitasi sumber daya manusia. mengembangkan solusi tepat guna untuk ummah ataupun mendukung aksi pengembangan ummah yang dikembangkan LSM ataupun pemerintah. Ancaman terhadap kalangan Muslim profesional di atas juga semakin menguat di era cyber. Agenda ini perlu dimulai dari pribadi. emosi dan pemikiran bagi berinteraksi dan berkolaborasi dalam aktivitas tarbiyah. Di antara indikator erosi ruhiyah adalah melemahnya emosi dan interaksi terhadap Al Qur'an. dan lintas budaya. Adalah lumrah diantara kalangan Muslim profesional untuk mengalami kesulitan menyediakan waktu.

Dengan visi ini. maupun perubahan yang sedang berlangsung. bergerak dan mendukung pengembangan ummah. dunia maupun gerakan Islam ini. misi dan nilai dari gerakan Islam dalam kehidupan tarbiyah. mencakup keadaan. bergerak. Keenam. berjuang. menggunakan berbagai media pembelajaran yang tersedia. pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih terarah menuju terbangunnya khairu ummah. memahami visi. Lebih lanjut. Bagi pribadi-pribadi Muslim keluarga yang sakinah. Kelima. Ini adalah kekuatan inti dari kalangan Muslim profesional yang bisa disumbangkan untuk pengembangan ummah. pribadi-pribadi Muslim profesional perlu mengumpulkan informasi intelijens untuk mengetahui perkembangan tarbiyah. terlibat. tentang Al Qur'an. mendukungnya dan mendorongnya agar senantiasa menjadi pribadi Muslim yang . pengetahuan ini perlu dijalankan. membangun syakhsyiyah Islamiyah dan mengembangkan akhlaq Islamiyah. mawadah wa rahmah. kalangan Muslim profesional bisa mengembangkan kapasitas. Dengan pemahaman ini. dakwah dan jihad. dan ummah. membina keluarga yang sakinah. bagi pribadi-pribadi Muslim profesional sendiri. berkarya dan bekerjasama. Dengan pemahaman ini pribadi-pribadi Muslim profesional dapat bergerak dengan panduan nilai-nilai Islam di jalan Islam dan demi ridha Ilahi. seperti bunga-bunga di taman yang menebarkan wangi. memahami fikrah Islamiyah. Selanjutnya pribadi-pribadi Muslim profesional diharapkan mengembangkan creativity bagi pengembangan idea. bersemangat. Dari pribadi Islamilah diharapkan mekarnya akhlaq Islami. hidup. produk atapun layanan untuk memecahkan masalah ummah. Dan untuk berjalannya proses perubahan yang berkelanjutan. pribadi-pribadi Muslim bangun. dan yang sangat strategis. diterapkan dan ditegakkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbangun kepribadian Islami. Kedua. Informasi intelijens juga dibutuhkan untuk memantau perkembangan dunia baik perkembangan yang mendukung pengembangan ummah maupun yang mengancam keberlangsungan ummah. dakwah dan jihad yang berkembang di negeri Islam. Selanjutnya. Dengan pemahaman ini. Ketiga. berdiri dan bergerak dengan suatu aspirasi yaitu tercapainya keadaan yang lebih baik bagi dakwah. Pribadi-pribadi Muslim profesional perlu membangun competency dalam bidang keahlian masing-masing. tegar. mawadah wa rahmah dapat mengawalnya. bagi berkembangnya ummah maupun bagi tertegakknya Islam sebagai jalan hidup. Pribadi-pribadi Muslim dituntut mengumpulkan informasi intelijens untuk memahami dinamika perkembangan ummah. pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih segar. Keluarga mempunyai peran strategis. Berbekal informasi intelijens akan berbagai perkembangan dari ummah. ialah kesabaran untuk terus terlibat. berdiri. creativity dan endurance. membangun competency. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu mempunyai pemahaman yang mendalam tentang makna syahadatain. baik yang baik maupun yang buruk. pribadi-pribadi Muslim profesional dituntut membangun endurance. keterlibatan dan aksi yang tepat. tentang rukun iman dan rukun Islam. mengumpulkan informasi intelijens sosial kemasyarakatan. Keempat.

intelektual dan fisik yang tangguh untuk menjalani. menyusuri dan menegakkannya dengan kesabaran. mendaki dan berliku. ia seharian penuh berada di rumah dan mengajakku bermain. Akhirnya masyarakat pada umumnya melalui media-media massa yang ada. Agenda profesional Muslim adalah panjang. berdirinya tak lagi tegak. Sejak aku mulai sekolah hingga masa remaja. langkahnya pun mulai goyah dan lambat. kutemukan pria ini lagi sehari. Demikianlah agenda yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim profesional untuk bisa terlibat dalam pengembangan ummah. aku hampir tak pernah mengenalnya. membutuhkan emosi. aku merasa sangat senang dengan keberadaanya. membina lingkungan. keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah kelompok terdiri suami. aksi yang mendukung pengembangan ummah. atau setidaknya merangkul menenangkan ketika kalah berkelahi. aku tidak. ummah dapat berharap bahwa kalangan Muslim profesional akan membawa perubahan yang strategis bagi terbangunnya khairu ummah. Pribadi-pribadi Muslim diharapkan secara proaktif membina lingkungan sosial seperti persahabatan. ia tak segagah dulu saat aku pertama mengenalnya. juga untuk keperluan sekolahku dan adikadikku. Kerut-kerut diwajahnya menggambarkan . Bagi Islam sebagai jalan hidup. Tidak seperti anak-anak lainnya yang mempunyai seorang pria dewasa yang membela mereka saat berseteru dengan teman mainnya. Dengan menjalani. kebijakan. aku menganggap pria ini tidak lebih dari sekedar pria tempat ibu meminta uang bulanan. Hingga aku dewasa. tapi lebih karena pria ini hampir tidak pernah kujumpai. organisasi dan masyarakat. Pria dewasa yang sering kujumpai di rumah itu sibuk dengan semua pekerjaannya. Ayah Publikasi 11/10/2002 08:13 WIB eramuslim . sebulan dan bahkan seterusnya berada di rumahku. Ketujuh. Bukan karena usiaku yang belum bisa mengenal secara detail siapapun. Namun meski sekali. keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah qudwah. mailing list dan juga lingkungan kerja. pria ini masih kuanggap orang asing meski sesekali ia mengajariku berbagai hal dan memberi nasihat. Eko Budhi Suprasetiawan Muslim Information Technology Association (ekobs@developerforce. seminggu. Bagi ummah. Sampai akhirnya. menyusuri dan menegakkannya. agar sejalan dengan budaya Islam.Sewaktu usiaku belum lima tahun. Ini dapat terus diperluas ke organisasi dimana pribadi-pribadi Muslim menjadi anggota untuk mengembangkan aturan. istri dan anak-anak yang berkarya bersama dan sinergis untuk ummah.net) Maafkan Aku. Kecuali sesekali di hari minggu.bergerak. atau tauladan bagaimana Islam ditegakkan dalam kehidupan. Rambutnya sudah memutih. dua hari.

Dari ibu juga aku mengetahui. semua dilakukannya untukku. Cerita ibu. pria ini justru yang pertama kali menyambutku ketika pertama kalinya aku melihat dunia. Tapi kini kutahu. susu dan makanan terbaik agar aku tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. pria ini selelah apapun ia tetap tersenyum dan tak pernah menolak saat aku mengajaknya bermain dan terus bermain. . Bahkan suaranyalah yang pertama kudengar dengan lembut menerobos kedua telingaku dengan lantunan adzan dan iqomat hingga aku tetap mengenali suara panggilan Allah itu hingga kini. Bahkan suaranya pun terdengar parau menyelingi sakit yang sering dideritanya. Kini pikiranku jauh melayang pada sayup-sayup suara ibu. Ia tak mengeluh harus bangun berkali-kali dimalam hari bergantian dengan ibu untuk sekedar menggantikan popok pipisku atau membuatkanku sebotol susu. atau celananya yang beberapa kali ditambal. namun sedetik keberadaanmu telah mengajarkan aku bagaimana menjadi anak yang tegar. karena pria ini yang mengantar. tak akan menghormatinya karena merasa asing dan tidak akan memprioritaskan perintahnya karena hampir tak pernah dekat. Untuk sebuah cinta yang tak pernah ia harapkan balasannya. Kata ayah seperti diceritakan ibu. Ia tahu resiko yang harus diterimanya kelak.kerasnya perjuangan hidup yang telah dilaluinya. Bahkan menurut ibu. Ibu juga pernah bercerita. Ayah tak pernah mengeluh meski cinta dan pengorbanan itu sering terbalaskan dengan bantahan dan sikap kurang hormatku. ia juga rela ketika harus terus menggunakan kemeja usangnya untuk bekerja. peluh dan lelahnya sepulang kerja demi membuat aku tetap senang. uangnya lebih baik untuk membelikan aku pakaian. Meski tak banyak waktu yang kau berikan untuk kita bersama. tak akan lebih mencintainya seperti mereka mencintai ibu mereka. “nak. anaknya. yang untuk semua itu ia ikhlas menggadaikan rasa kantuknya. memberi aku contoh bagaimana menghadapi kenyataan hidup yang penuh tantangan. aku tak pernah membayangkan sedemikian besar cinta dan pengorbananmu kepadaku. kutahu engkau juga tak kalah cintanya kepadaku dengan kecupan hangatmu saat hendak berangkat kerja dan juga sepulangnya ketika aku terlelap. sambil menyusuiku ia memperkenalkan pria ini setiap hari. Maafkan aku Ayah. tidak cengeng dan mandiri. Dan itu berlangsung terus selama beberapa tahun. Terima kasih Ayah. Seperti halnya ibu. bahwa anak-anaknya tak akan mengenalnya. menemani ibu hingga saat persalinan. Meski kasih sayang yang kau berikan hanya berbuah penilaian salahku tentangmu. ini ayah …” meski aku pun belum begitu mengerti saat itu. ia lakukan semua demi aku. bahwa ia rela kehilangan kesempatan untuk mencurahkan kasih sayang dan cintanya kepadaku demi bekerja seharian penuh sejak dinginnya shubuh masih menusuk kesunyian hari saat aku masih tertidur hingga malam yang larut ketika akupun sudah terlelap. Kusadari kini. Ia tak pernah menghiraukan penat. Kerut diwajahmu.

Saya yakin selama ini Allah sudah menyayangi kami. Tapi kini. Subhanallaah … aku tak menyangka Allah berikan kekuatan hati melebihi ketegaran batu karang di lautan. tanpa bimbingan orangtua. menumbuhkan keyakinan didiri kami kalau Allah ingin lebih total mencurahkan cinta dan kasih sayangnya. keyakinannya terbukti. Hambali dan semua adiknya. kalau dulu ada yang membantunya membangunkan adik-adiknya untuk bersiap-siap shubuh di masjid. sambil berpikir bagaimana berjalan tanpa pegangan kokoh yang keduanya telah hilang sekarang. aku bertemu Hambali. Pagi ini di depan gang sambil menunggu kendaraan. sering tidak kuat ketika menerima cobaan hidup. Pasalnya. ibunya telah terlebih dulu meninggalkan mereka saat melahirkan si kecil. ia merasa harus menunjukkan bahwa bagaimanapun kesedihan melanda. memang bersedih ketika ayah mereka meninggalkan mereka saat tengah terlelap. bahu dan punggungmu yang tak sekekar dulu lagi. Ia tersenyum melihatku. tanpa ada lagi tempat mengadu. Tak dinyana. “Allah menyayangi anak-anak yatim. Cara Dia mengambil bapak dari tengah-tengah kami. bahwa kasih sayang Allah tengah tercurah kepada mereka. namun meski terburuburu ia masih menyempatkan diri menjadi masbuk atau bahkan setelah jama’ah lainnya sudah mengucapkan salam. masih ada bapak yang menyayangi. Ia sudah kembali bekerja –menjadi pesuruh di sebuah lembaga tinggi negara-. bahkan nafasmu yang mulai tersengal. katanya. Makanya. keyakinan saya bertambah bahwa Allah semakin sayang kepada kami. “Aku mencintaimu …” Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Ada Yang Lebih Tegar Publikasi 10/10/2002 07:44 WIB eramuslim . Hambali dan semua adiknya. dua belas tahun lalu. dini hari sekitar pukul 03. kini ia harus melakukannya sendiri. 25 tahun. sebagai kakak tertua dari enam adiknya. Nampaknya. yang penting ia dan adik-adiknya tak absen ke masjid untuk berjama’ah. meninggal dunia. Tetap tegak menatap hari esok. lebih kokoh dari gunung-gunung yang berdiri menjulang kepada seorang anak yatim piatu. perjumpaan sesaat sebelum tidur semalam adalah terakhir kali mereka bercanda dengan ayah mereka. Namun Hambali tetap tegar. Namun pagi itu Hambali memberi pelajaran terbaik buatku ketika ia mengatakan. Saat itu juga aku menengok ke dalam hati ini yang begitu kerdil.Jangan menangis Ayah. wajar karena empat hari yang lalu. tinggal bagaimana kami tetap tawakal dan bersyukur atas segala kehendak-Nya. Tak apalah. Sebelumnya ia tak pernah begitu. Salma. meski kini kau nampak tua dan lelah. apalagi minta uang saku sekolah bagi adik-adiknya. seraya bersegera membalas cinta-Nya”. Ingin aku bisikkan kepadamu. padahal masih ada kegetiran didadaku merenungi nasib Hambali dan adikadiknya. mereka tak bolah larut. kakak dari enam adik itu sudah tiga hari ini selalu terlambat datang ke masjid untuk sholat shubuh berjama’ah. kalau dulu sewaktu ibu meninggal.Namanya Hambali. cengeng.00 ayahnya yang tukang angkut sampah di perumahan sekitar tempatku tinggal. dan terkadang memaki-maki Allah menganggap Ia tak adil memberikan .

ujian hidup seberat apapun. sehingga mereka menjadi terbiasa menghadapi semua cobaan. sementara kita sibuk setiap hari membeli model terbaru untuk penampilan kita. aku tak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Hambali. Lalu apa artinya sholatku selama ini jika keberadaanku tak berarti apapun bagi anak-anak yatim dan orang miskin di sekitarku. hati mereka sekokoh gunung. atau setidaknya kedua orangtuaku akan memapahku seraya membangunkanku ketika aku jatuh. Jika anak-anak yatim itu melihat kecengenganku ketika tertimpa cobaan kecil saja misalnya. Padahal sesungguhnya saat itu juga. tengoklah kesamping kanan dan kiri kita. jauh lebih tegar menghadapi cobaan hidup. Dengan kelebihan yang kupunya. seharusnya juga aku bisa menjadi kaki-kaki kokoh yang membantu Hambali dan anak-anak yatim itu tegak berdiri. sementara kita santai menghabiskan uang untuk makan di tempat mahal. Al Maa’uun). mungkin mereka akan tertawa terbahak-bahak dan menganggap aku seorang yang tidak bakal mampu bersaing melawan kerasnya kehidupan. keadaan ekonomi keluargaku pun masih lebih baik dari Hambali. kita tengah mengesampingkan kunci surga yang tergeletak dihadapan kita. Padahal dengan semua kelebihan yang kumiliki. menjadi pelajaran tersendiri buatku. Hambali. Lagi pula. Kita merasa puas dan senang jika bisa mengajak beberapa teman untuk makan bersama. kita membiarkan kunci surga itu terbuang begitu saja atau diambil orang-orang selain kita yang memang berlomba mendapatkannya. Tak semestinya. Tidak sedikit dari mereka yang tak memiliki pakaian layak. agar senyum keceriaan menikmati hidup tak hanya milik orang-orang berpunya. Padahal. kenapa kita yang mengaku sebagai pengikutnya tidak meniru? Wallahu’a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) . Kalaulah si Anak Yatim Baginda Rasulullah begitu memuliakan anak-anak yatim. saat tak ada lagi pakaian baru dan makanan enak di rumah mereka. aku disampingku masih ada dua orangtua yang sehat dan bugar. justru karena setiap hari mereka ditempa cobaan yang tak henti-hentinya. Toh aku masih punya tempat berpegang ketika merasa tak kuat. masih banyak anak-anak yang tak dapat menikmati sarapan pagi. yang Allah titipkan rezeki mereka pada sebagian dari harta yang kita miliki. seharusnya aku jauh lebih kuat dari mereka. juga semua anak-anak yatim di negeri ini jauh lebih tegar. Hmmm. Tentu bukan hanya Hambali dan Salma anak yatim di negeri ini. ketika tak ada lagi tangantangan hangat yang harus mereka kecup di hari fitri itu. Padahal Allah menempatkan urutan diatas sebelum memperbaiki sholat seorang mukmin adalah memperhatikan anak-anak yatim dan orang miskin (QS. seharusnya kuberikan sebagiannya kepada mereka. Jawabnya ada pada diri kita. Karena bukankah salah satu kebahagiaan ramadhan adalah sahur dan berbuka bersama dengan seluruh keluarga. Nampaknya falsafah air semakin ditekan kebawah semakin besar dorongannya keatas. Salma dan seluruh anak-anak yatim di negeri ini di bulan ramadhan yang akan segera tiba ini. tapi tak pernah bergetar menyaksikan mulutmulut ternganga yang memperhatikan kita dibalik kaca restoran. Mungkinkah masih ada keceriaan di hari raya nanti bagi mereka.keputusan-Nya kepadaku.

ke Utara dan ke Selatan. ke Timur. Dijelas dalam Al Qur'an bagaimana Tuhan memberikan tuntunan-Nya kepada manusia. rusaklah negeri tersebut. Sejarah telah mencatat bagaimana negeri-negeri Islam pada masa kekuasaan Bani Umayyah. Lihatlah contoh bangsa A'ad. Kepadanya diturunkan Tuhan kitab Al Qur'an. namun karena rusaknya moral individu dan bangsa. Sebelum Al Qur'an itu disampaikan kepada orang lain. Rasulullah sendirilah yang terlebih dahulu mengamalkannya. "Tuhan sendiri yang membentuk diriku. Runtuh sendi rumah binasa. Dalam Al Qur'an banyak dikisahkan bermacam bangsa yang pernah memegang peradaban dan mencapai puncak kejayaan. Untuk memperbaiki semua. Romawi. yang berkumandang suaranya dibawah kolong langit ini. Negeri-negeri Islam pun pernah mengalamami kejayaan. Budi Al Qur'an itulah yang telah menjadikan suatu ummat dan bangsa menjadi besar. ke Barat. Sabdanya itu dengan tegas menjelaskan maksud kedatangannya ke alam dunia ini. Tsamud. Runtuhnya negeri-negeri yang disebutkan di atas menjadi tanda bahwa budi pekertilah yang memegang peran dalam kehidupan bernegara. "Aku diutus tidak lain hanyalah untuk menyempurnakan budi pekerti". Bani Abbasyiah. maka sangat indahlah bentukan-Nya". Namun semuanya itu berakhir. namun tidak bisa bertahan dan akhirnya runtuh. Nabi Saw pun dengan tegas mengatakan. yaitu membenarkan kandungan dan tujuan dari kitabkitab yang diturunkan kepada Rasul-Rasul sebelumnya. Bila budi di negeri tersebut rusak. yaitu ketaqwaan kepada Allah SWT. Begitu juga di Nusantara ini dengan puluhan kerajaan Islam. Runtuh budi runtuhlah bangsa. Turki Utsmani telah berabad-abad memegang peradaban dunia. Dan tujuan kitab itupun dijelaskan. "Akhlak Nabi SAW itu ialah Al-Qur'an".Pantun Melayu yang sudah berumur ratusan tahun lalu itu mengingatkan kita akan peran budi pekerti suatu bangsa. Sehingga Allah SWT berfirman: . Bangkit dan runtuhnya suatu bangsa tercermin dari budi bangsa tersebut. Bangsa-bangsa ini pernah berjaya. dan peradaban yang diakui sebagai rantai emas yang gilang gemilang dalam peradaban manusia. supaya manusia itu mencapai setinggi-tinggi budi dan setinggi-tinggi tujuan hidup. eramuslim . Persia dan lain sebagainya. runtuh juga kejayaan bangsa-bangsa tersebut. itulah sebab kenapa Allah SWT mengutus pada tiap-tiap masa seorang Nabi dan Rasul. Demikian juga halnya dengan Rasul kita Muhammad SAW.Pelajaran Dari Negeri Yang Hilang Publikasi 08/10/2002 07:12 WIB Tegak rumah karena sendi. Sendi bangsa ialah budi. menegakkan suatu negara. Aisyah yang menyaksikan kehidupan Rasulullah SAW setiap harinya mengatakan. karena rusaknya moral (akhlak) pemimpin dan (juga) sebagian rakyatnya.

Karena harapan adalah sumber kekuatan.. tegaknya budi pekerti. Hidup ini hanya sekali. Dicupak Datuk Temenggung. Kegagalan kita temui disana-sini. Duduk tegak ke mari canggung. Jangan pernah berhenti berdoa kepada Rabbi. Hidup berbudi itulah tujuan kita.com) Karena Hidup Hanya Sekali . Diribut tunduklah padi. jenuh dan membosankan. Nusrizar M. Hidup kalau tidak berbudi.. Beban hidup tarasa berat menjerat. mengakhiri hidup yang indah ini seringkali menjadi pilihan. (noes@indonesian-aerospace. Sebesar apapun kegagalan yang kita rasai. Itulah tujuan kemanusian yang paling tinggi. Sekokoh apapun cobaan yang harus kita jalani. Sunnatullah yang tidak dapat diubah. karena memang Allah menciptakan makhluknya tidak untuk sia-sia."Bahwasanya bumi ini akan Kami wariskan kepada hamba Kami yang sudi melakukan amal yang mulia".. Sekuat apapun godaan yang harus kita hadapi. eramuslim .. engkau akan terpecah belah kalau itu juga engkau turutkan". Publikasi 07/10/2002 08:10 WIB Seberat apapun beban hidup kita hari ini . sejak bangsa Yunani dan Romawi kuno sampai kepada kaum Muslimin yang telah mencapai puncak kejayaan? Bagaimana mereka sampai mengalami keruntuhan dan kehancuran? Bukankah setelah budi (moral) mereka merosot jatuh? Inilah Hukum Allah. insaflah akan keruntuhan selama ini. terlalu indah untuk kita buat sia-sia. Cobaan dan rintangan kita hadapi tiada henti. kembalilah kepada budi Al Qur'an. Betapa indahnya hidup ini bila hari- . Karena harapan adalah masa depan. Betapa bahagianya hidup ini bila kita jalani dengan penuh semangat dan optimisme yang tinggi. Bagi mereka yang tidak punya iman. jangan kamu ikuti jalan yang lain. Kita seperti manusia yang tidak ada gunanya lagi hidup di dunia. Karena doa adalah pintu kebaikan. Hari-hari yang kita lalui hampa tiada arti. Bangsa Indonesia khususnya dan kaum Muslimim umumnya yang saat ini sangat terpuruk dibawah cengkeraman bangsa barat harus bangkit kembali.. Karena doa adalah senjata orang beriman.Kita mungkin pernah merasakan betapa tidak berartinya hidup ini. baik di Barat atau di Timur. Bangunlah kaum muslim kembali. Sejenuh apapun hari-hari kita lalui Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Ilahi .. Dan siapakan yang memungkiri sejarah bangsa-bangsa yang hilang. Firman Allah SWT: "Ikutilah jalanKu.

Masalah dan cobaan adalah bunga kehidupan orang-orang beriman. Saudaraku. terinjak. aku tunggu senyummu lagi) Beri Aku Nasihat … Publikasi 03/10/2002 08:47 WIB eramuslim . Kemudian hidup ini pun terasa berat untuk kita lalui. Tapi bila kita bisa menempatkannya di tempat yang tepat. apakah kita sudah tepat menempatkan diri. kita adalah makhluk hidup yang tidak berguna. dan lebih aneh lagi jika ternyata ada orang yang gemar berkata-kata tanpa banyak menggunakan telinganya untuk mendengarkan orang lain. Fitrah dan kodratnya demikian. bahkan tidak tahu dengan Sang Pencipta. Sebuah pakupun akan menghadapi masalah pada tubuhnya bila tidak tepat menempatkan diri. menutup telinga rapat-rapat sementara membuka mulut dengan lebar sambil mengeluarkan banyak kata. Bila ia terletak di tanah basah. tempat gantungan. Begitu pula kehidupan manusia. paku itu berguna bagi manusia. selalu memandang negatif setiap peristiwa.hari kita jalani dengan senyum kebahagiaan dan sikap positif memandang masa depan. Lihat. (Yesi Elsandra. Bila kita tidak memanfaatkan potensi yang ada. Sungguh aneh rasanya jika ada orang yang enggan menerima nasihat. bahwa sejujurnya disaat ini akulah yang seharusnya lebih banyak mengirimkan pesan semacam itu kepada semua sahabat. seharusnya setiap manusia sadar bahwa keberadaan dua telinga yang ditempatkan Allah di kanan dan kiri manusia agar dapat menangkap setiap pesan dan masukan lebih banyak. atau sebagai penyatu berbagai benda. tidak memiliki guna. tidak sadar siapa diri kita. saudaraku dimana saja. Tapi jadilah paku yang dapat menyangga kehidupan manusia. kita hanyalah seonggok jasad hidup yang terlunta-lunta. Jangan menjadi paku yang terletak di tanah basah. Dilihat dari struktur indera yang kita miliki. walaupun ia berkarat. Betapa sejuknya bila kita sabar menghadapi setiap permasalahan. Walaupun kecil. Dua bibir itu pula yang seharusnya mengontrol gerak lidah yang letaknya didalam rongga mulut. Allah ciptakan mulut dengan dua katup bibir yang bisa bergerak menutup dan membuka agar manusia bisa mengerti kapan waktunya diam dan kapan waktunya bicara. kemudian kita berusaha memecahkannya dan mengambil ibroh dari setiap kejadiaan. membiarkan diri berlumur dosa. Bukan sebaliknya. bahkan mungkin suatu saat akan terkubur bersama karat yang menyelimutinya. tidak tahu untuk apa kita di dunia. sambil menghela nafas kata-kata itu seperti menembus relung terdalam bathinku yang sedang berteriak keras. suatu saat ia akan berkarat.Pagi ini aku menerima sebuah pesan dalam telepon genggamku dari seorang sahabat. kita tancapkan pada sebuah dinding. “Saudaraku. tanpa paku itu sebuah bangunan besar tidak akan pernah berdiri. beri nasihat untukku hari ini …” Aku sempat tertegun membacanya. Kembalilah kepada Tuhan bila kita menghadapinya agar kita tenang. . Sebagai penyangga. Bila kita tidak tepat menempatkan diri kita.

Ini menyadarkan kita. ini bukan sekedar latihan bahwa kelak di akhirat mulut ini akan terkunci. bahwa jika mau disadari pada saat kita berbicara yang kita harapkan adalah orang lain memusatkan perhatiannya sehingga menemukan energi baru dari kata-kata yang kita keluarkan. Adalah sebuah prestasi besar dalam hidup ini bila kita menyadari keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. terus terang aku meminta. Tentu saja. bahwa kecil kemungkinan orang belajar dari kata-katanya sendiri. adillah kepadanya dengan memberikan nasihat kepadanya. Sedangkan Dia ciptakan sepasang telinga dengan cuping yang lebar tanpa kemampuan bergerak menutup dan selamanya terbuka. Tentu saja. Di halaman lain buku tersebut. kita menyadari keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Bahwa sebenarnya saat ini aku yang jauh lebih memerlukan masukan. Bukankah demikian perintah yang berbunyi dalam Surah Al Ashr. jika ada orang yang berbicara tanpa bekal masukan dari otak (sebelumnya dari telinga dan mata).Ada masanya dalam hidup ini. Tentu saja. karena Allah menginginkan kita terus menerus memasang telinga ini untuk mendengar. kita fahami bahwa apa yang keluar darinya tidak lebih dari sekedar bualan belaka.Sudah jelas. mengatakan bahwa otak bekerja lebih cepat daripada lidah. filterisasinya hanya ada di otak manusia yang menyeleksi apakah setiap pesan yang masuk akan diteruskan ke hati. arah dan motivasi yang lebih segar. agar aku mendapatkan suntikan energi. Paul Madaule. berlakulah adil kepada saudaramu ini. Artinya. Lagi pula biasanya lidah akan bekerja jika otak sudah menerima input dari indera yang lain. nyaris tanpa makna. dimana otak menerima masukan lebih banyak dari mendengar dan melihat (dua telinga dan dua mata). kemudian kita berniat . ketidaksengajaan atau mungkin juga secara sadar kita lakukan itu dengan harapan timbul kesenangan walaupun orang lain menderita akibat keburukan kita itu. Keburukan dan kesalahan yang bisa jadi disebabkan karena ketidaktahuan. jika bibir tidak terbuka maka lidah pun tidak akan bergerak sehingga tak ada kata-kata yang keluar. Lalu kenapa tidak kita yang melakukan proses mendengar itu? Oleh karenanya. bahwa orang beriman hendaknya saling menasihati. Paul malah menegaskan bahwa dengan mengefektifkan pendengaran. arah dan fokus untuk membantunya menemukan motivasi kuat dalam langkah-langkah selanjutnya. Direktur The Listening Centre di Toronto dalam bukunya Earobics. kepada sahabat yang pagi ini mengirimkan SMS untuk meminta nasihat kepadaku. seseorang bisa mendapatkan energi baru. mata da indera lainnya atau tidak. jika anda sudah sering mendapatkan nasihat dari saudara anda selama ini. Sekali lagi kita mendapatkan pelajaran. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Biarkan Alam Mengajarkan Kita Publikasi 01/10/2002 07:07 WIB eramuslim .

ketika kupu-kupu itu keluar. karena Allah mengatakan setiap manusia dilahirkan secara fitrah. karena masa lalu tidak menjanjikan perubahan. kemudian diam dan akhirnya mati. esok dan lusa tetap berada dalam sebuah proses perubahan menuju tangga-tangga kebaikan. optimalkan kemampuan yang kita miliki untuk memenangkannya. kokoh dengan iman adalah keinginan luhur dan murni yang dimiliki orang besar. Perubahan itu menghadapkan kita pada suatu tantangan yang besar. semangat yang kuat. . Jangan minta bantuan orang lain yang hanya akan memperparah keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan kita. tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah. Untuk mejadi lebih baik diperlukan sebuah usaha dan kerja keras. Jangan lihat ke belakang. Perjuangan melepaskan diri dari kepompong adalah proses yang sangat menyiksa bagi kupu-kupu. menyenangkan. ia kehilangan resistensi. Untuk memperbaikinya tidak ada jalan lain kecuali kita berani melakukan suatu perubahan dengan tingkat resistensi tertentu yang kita miliki. maka kita boleh berharap akan memperoleh output yang baik pula. keinginan yang besar. menjadi orang yang bermanfaat. Jangan mengeluh bila kita terjatuh. dan cita-cita yang tinggilah yang akan memenangkan perubahan itu. kita memerlukan perubahan dalam hidup kita. tapi tataplah ke depan. Semakin besar hambatan dan rintangan yang kita hadapi. hari ini. Jika input yang kita miliki bagus. kemudian ditunjang dengan proses yang baik. Setiap manusia. Karena perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu. Seperti proses metamorfosis ulat menjadi seekor kupu-kupu. maka akan semakin besar nilai yang akan kita raih. Daya tahan terhadap perubahan itu mempengaruhi tingkat keberhasilan kita. berprestasi. Keinginan menjadi lebih baik. Melihat keadaan kupu-kupu yang kesusahan memisahkan diri dari kepompong menarik hati seseorang untuk membantu dengan memotong kepompong agar sang kupu-kupu dapat keluar dengan mudah. jangan menjerit bila kita sakit. Apa makna yang bisa kita petik dari kisah alam itu? Untuk menjadi cantik dan indah. kita pasti mamapu. Pada dasarnya input yang kita miliki baik. Jangan merasa kita tidak mampu memperbaiki setiap keburukan dan kesalahan yang pernah kita lakukaan. tetapi masa depan menyediakan kita banyak pilihan keberhasilan. tapi carilah orang yang benar-benar ikhlas membantu kita menuju tangga-tangga kebaikan. Tetapi akibatnya bantuan itu justru mematikan sang kupukupu karena membuat otot-otot sayap kupu-kupu tidak kuat untuk menahan beban tubuhnya. Alam adalah guru yang paling jujur mengajarkan banyak hal kepada kita. Akibatnya. maka ia akan menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan indah. Kemudian orang tua dan lingkungannyalah yang memiliki otoritas memproses dia menjadi baik atau buruk. Tidak sedikit rintangan yang akan kita temui. Bila ulat berhasil melalui proses itu dengan baik. Mereka yang memiliki visi yang jelas. Sedangkan orang kecil tidak pernah memikirkan manfaat untuk orang lain bahkan dirinya sendiri. untuk menjadi lebih baik.memperbaikinya. Hadapilah tantangan itu dengan senyum dan keyakinan yang tinggi.

mudah-mudahan Allah merealisasikannya) Bubur Ayam Publikasi 25/09/2002 11:14 WIB eramuslim . karena sebagai manusia yang diselimuti kekurangan. sebagai Zat yang Maha berkehendak atas diri kita. namun akhirnya terpilih sebagai presiden Amerika Serikat di usia 52 tahun. kita hanya bisa berusaha. Allah jualah yang menentukan segala nasib kita. Semakin banyak kegagalan yang kita hadapi. kita hanyalah pemain yang pasrah mementaskan peran kita. dia masuki sebuah Perguruan Tinggi Swasta. bingkailah usaha kita dengan figura doa dan kepasrahan yang tinggi pada Allah. maka kita akan semakin dewasa menerima kesuksesan yang sesungguhnya. kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. dia tidak mengeluh. gagal dalam upaya menjadi wakil presiden di usia 47 tahun. “Kalau saya kuliah di PTN. gagal dalam upaya pemilihan anggota senat di usia 49 tahun. menderita gangguan syaraf di usia 27 tahun. (Yesi Elsandra.” Begitu batinnya berbisik riang.” Karena memang. kemauan keras dan keyakinan kita pada Tuhan.Terakhir. Ketika ia menemukan kegagalan dalam hidupnya. sebagai buah jerih payah dan usaha yang kita lakukan. Maka oleh karena itu. Simpul-simpul itulah yang justru mendorong lahirnya kesuksesan. Baginya kegagalan berkompetisi dalam memperebutkan Perguruan Tinggi Negeri bukanlah akhir segala-galanya. . Siapa tak kenal Abraham Lincoln. apa lagi menyalahkan Tuhannya. turut dipengaruhi oleh sikap. Disana ia giat belajar. keberhasilan kita melipat kegagalan dan menyimpannya sebagai guru dalam sejarah hidup kita. spesial untuk saudara yang berencana duet membuat buku. dia terpilih sebagai mahasiswa teladan dan mendapatkan beasiswa. gagal dalam pemilihan anggota senat di usia 45 tahun. gagal lagi dalam bisnis di usia 24 tahun. Inilah bukti nyata lemahnya manusia. Tom Watson mengatakan. perbanyaklah angka kegagalan Anda. Tanpa subsidi kekuatan berupa sikap dan improvisasi berupa kemauan keras untuk berusaha dari Allah SWT. putus asa. kalah dalam pemilihan anggota legislatif di usia 22 tahun. gagal dalam pemilihan anggota kongres di usia 34 tahun. bukanlah orang-orang yang luar biasa. Orang sukses. Kesuksesan dan kegagalan tidak dapat kita elakkan sebagai konsekwensi atas berbagai pilihan dan keputusan dalam memilih cara hidup. Dengan bekal keyakinan dan dorongan yang kuat untuk mendapatkan apa yang menjadi cita-citanya. Lain lagi kisah seseorang yang sedang menuju tangga-tangga kesuksesannya. tetapi mereka melakukan hal-hal kecil dengan cara luar biasa. mungkin belum tentu begini ceritanya. Pria ini pernah mengalami kegagalan dalam bisnis dalam usia 21 tahun. “Jika Anda ingin sukses. menderita kesedihan akibat kematian kekasihnya di usia 26 tahun. Masih dengan akal yang jernih dan semangat untuk hidup bahagia. tersimpan banyak kegagalan yang dilipat rapi dalam sebuah simpul pengalaman sejarah. Gagal UMPTN tidak membuatnya kecewa.Dibalik cerita kesuksesan orang-orang sukses.

aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Padahal menurut cerita orang. Dengan sabar pula ia menunggu. Terima kasih ibu. aku malah sering meninggalkannya. setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. apalagi perhiasan. Kini. Di usiaku yang menanjak remaja. beri daging. Ia sisihkan semua . Saat aku menjadi orang dewasa. aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya.Bersikap positif memandang kegagalan sebagai awal kesuksesan adalah pelajaran yang paling berharga. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya. ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Bukankah tidak sedikit pula yang favorit terhadap bubur ayam? (Yesi Elsandra. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku. Jika terlanjur menjadi bubur. Ibu Publikasi 24/09/2002 08:19 WIB eramuslim . Tambahkan bumbunya. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. ia tak pernah membeli pakaian baru. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah. dengan rasa kantuk yang menderanya.Sewaktu masih kecil. atau hujan. Bahkan sepulang sekolah. Ibaratnya seorang ibu yang gagal menanak nasi hingga menjadi bubur. Kenapa tidak kita jadikan saja bubur itu menjadi bubur ayam. ia masih duduk di seberang sana. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit. aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga. ati ampela ayam. bepergian. sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya. ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. aku sering merasa malu berjalan bersamanya. bermain bersama temanteman. jangan buang bubur itu. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut. ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. bahkan memberikan variasi dalam menu kita hari itu. masih ingat bubur ayam?) Izinkan Aku Menciummu. taburi bawang goreng dan kecap. Sesekali kulihat dari jendela kelas. atau terik. aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak. Bukanhkan ia tetap dapat kita makan. untuk saudara yang hilang. Hidangkan dengan sedikit kerupuk. Setiap hari. Sehabis makan. setelah aku besar. Kini.

ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Usai akad nikah. Pada hari pernikahanku. yang terpikirkan olehku adalah bagaimana menjadikan hidup ini menyenangkan. karena begitu sulitnya mencari pekerjaan. Punya pekerjaan bagus. aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Tanpamu Ibu. ia yang dengan penuh kesabaran. sekedar untuk mencari sesuap nasipun terasa begitu berat. aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan. jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. (Bayu Gautama. ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Selepas SMA. Untuk Semua Ibu Di Seluruh Dunia) Bayaran Langsung Publikasi 23/09/2002 07:23 WIB eramuslim . memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Saat itulah aku menyadari. Meski Ibu bukan orang berpendidikan. ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya. Alhasil.untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik. baru aku mengerti. tapi do’a di setiap sujudnya. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh. Namun demikian kondisi tersebut mampu merubah . membasuh luka di kaki dan mendekapku eraterat saat aku menangis.Beberapa tahun lalu. meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku. Aku akan datang dan menciummu Ibu. kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Padahal juga aku tahu. ia menggandengku menuju pelaminan. tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Maka. kini setelah aku mempunyai anak. Namun kenyataan yang aku dapatkan lain dari bayangan. Aku sangat ingin menjadi istri yang shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. Entahlah. jadilah hidup yang ingin aku jalani hanya berputar dari mencari uang dan menghabiskannya dengan memanjakan diri sendiri. posisi lumayan dengan penghasilan yang memuaskan. Usai wisuda sarjana. jangankan untuk memanjakan diri. ibu yang kuanggap bodoh. Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku. cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh. Sungguh. aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang. Aku yang pintar. waktu itu tidak pernah ada dalam benakku untuk memikirkan kesulitan orang lain.

“Besok saya tebus mbok. “Biar saya yang bayar pak” tak lupa kuselipkan uang seribu perak ke kantong bajunya. ibuku sakit dan harus segera dibawa ke dokter. Hidup terkadang harus dijalani apa adanya. hingga kami berdua seolah tengah berlomba makan. Seperti halnya aku. Jadinya arloji itu milik saya”. ia pun tak kalah gesitnya melahap makanan itu. Hanya saja. Gajian masih enam belas hari lagi … ya sudahlah. tak sengaja mataku menangkap orangtua tersebut menelan ludah saat melihatku yang begitu bersemangat melahap santapan siangku. Beberapa saat kemudian aku baru sadar bahwa uangku tidak cukup untuk membayar dua piring nasi. Namun. Kemudian kuperhatikan orangtua itu berdo’a yang isinya samar-samar kudengar agar aku diberikan rizki yang banyak atas kebaikanku padanya. tapi. kalau perlu berikut dendanya. Kuajak dia masuk dan memesankan sepiring nasi beserta lauk untuknya kepada penjual nasi. itu dosa masa lalu” pikirku. dua hari. Aku mencari cara dan alasan bagaimana caranya agar bisa berhutang dan besok-besok kalau sudah punya uang baru aku bayar. “Ah tidaklah. “ndak punya duit aja sok-sok-an mbayarin orang makan” kata-kata itu sempat tertangkap sesaat sebelum aku pergi meninggalkan malu di warung itu. Sudah hebat dia. tapi kupikir. Kalau kesulitan melanda. kecewanya aku karena barang itu sudah dijual oleh simbok penjual nasi. dompet saya hilang nih. pemahamanku yang minim tentang agama tidak membuatku giat bersedekah. Selain juga aku selalu beranggapan bahwa setiap amal dan sedekah merupakan bekal kita di akhirat nanti. kalau lagi senang ya tersenyumlah sewajarnya. . sampai satu minggu aku tak kembali ke warung itu. ini sudah lebih dua minggu. kenapa ia tidak mendo’akan dirinya saja agar bisa hidup lebih baik lagi tanpa harus menjadi peminta-minta. Segera aku turunkan kakiku yang naik bersilah di atas bangku warung dan menghampirinya. Bukan aku tak senang dengan do’anya. Aku ingin lari saja seperti dulu sewaktu masih di sekolah. aku pikir masih banyak orang yang jauh lebih susahnya ketimbang aku. Allah mengirimkan seorang ‘malaikat’ ke rumah kami. terakhir aku mengajak seorang peminta-minta tua untuk makan bersamaku. “Orang lain nanti dululah. Satu hari. segera aku ke warung hendak menebus arloji antik pemberian dari mendiang ayahku itu.” aku ngeloyor pergi setelah berpura-pura kehilangan dompet. wong aku yang salah kok. kalau nggak ada ya buat sendiri dulu”. bermobil pula. Waktu itu aku di sebuah warung nasi. nanti saja setelah gajian aku bayar. “Kalau lagi ada yang ngasih. Sebenarnya ia sudah lama sakit hanya saja selama ini dipaksakan untuk tidak memeriksakan ke dokter karena kami tak punya biaya. Hingga suatu ketika aku mengalami kesulitan yang begitu memberatkan. tapi sudahlah. Yang masih kuingat. “Sampean janjinya besok. Pas hari gajian tiba. sahabat lama yang entah sudah sekian tahun tak bertemu. hadapi dengan ikhlas dan sabar. pikirku. Toh. Namun nampaknya mbok penjual warung sudah menangkap gelagat tidak baik yang akan aku lakukan sehingga akhirnya kutitipkan arloji kesayanganku. aku sendiri sedang kesusahan”. Disaat kebingungan itulah. Inginnya sih marah-marah.kepribadianku hingga menjadi orang yang sedikit peduli sesama orang lain. Kamil.

Bulan lalu bu Isti wali kelasku memanggil menyampaikan salam untuk orangtuaku untuk segera membayar biaya SPP-ku yang sudah nunggak hampir 6 bulan. Aku sudah tahu apa yang akan disampaikan kepala sekolah. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Dia mengirimkannya kepadaku. Kejadian yang baru saja kualami. bagus pula modelnya. Karena kini aku yakini. seperti sepatu dan tas. namun tak mengurangi jumlahnya. tapi bisa untuk orang yang kita cintai. Ini seperti menebar benih yang hasilnya bisa langsung dipetik di kemudian hari. Malah bertambah dan terus bertambah ratusan kali lipat. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. kembali memberikan satu hikmah kepadaku. Kini. Aku tak pernah iri . Mungkin bukan untuk kita. amal yang sekarang kita kerjakan tidak hanya menjadi bekal di akhirat.Allah memang Maha Adil. kondisi ekonomi keluargaku memang semakin terdesak. Allah bayarkan juga kebaikan kita di dunia. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. ibu selalu kehabisan uang untuk biaya sekolahku. “Amru … dipanggil kepala sekolah!” lagi-lagi namaku dipanggil. Disaat orang lain kesulitan. Dan kini disaat aku yang kebingungan. ia kirimkan seorang penunjuk jalan. Dan mungkin tidak langsung dari orang yang pernah merasakan kebaikan kita. seperti menabung yang isinya bisa kita dapatkan kapan saja. Ibu yang hanya lulusan PGA (Pendidikan Guru Agama) menggunakan kemampuannya mengetuk satu persatu pintu orang-orang berada dan menawarkan jasanya untuk mengajar ngaji anak-anak mereka. di kelas ia selalu menjadi biang keributan. Mungkin tidak sekarang. Ia sangat suka pamer jika mempunyai barang-barang bagus yang baru dibelikan orangtuanya. Terlebih sejak ayah menyetop kiriman uang yang seharusnya menjadi kewajibannya 6 bulan lalu. terima kasih kepada semua yang telah memberikan kesempatan untukku berbuat kebaikan) Batu-Batu Pijakan Publikasi 20/09/2002 08:00 WIB eramuslim . tapi bayaran langsung dari-Nya itu bisa datang melalui tangan siapa saja yang tidak diduga kedatangannya.” (2:261) (Bayu Gautama. Sebulan sebelumnya bahkan bagian Tata Usaha sudah berkali-kali memanggilku hingga semua teman-teman tahu setiap kali aku dipanggil pasti urusannya dengan soal bayaran sekolah. Hampir semua anak dikelas tak menyukainya. Akibat kebutuhan yang mendesak itulah. jelas tidak murah. Dilihat dari merk-nya sih. tapi nanti disaat kita begitu membutuhkannya.Sabtu pagi. Ada Wicaksono. juga adik-adikku. meski juga masih dalam kekurangan aku akan selalu menebar kebaikan kapanpun dan kepada siapapun. Sejak orangtuaku bercerai dan aku memutuskan untuk ikut ibu setahun yang lalu. pada tiap-tiap bulir: seratus biji. sering membuat onar dan tidak jarang berbuat usil terutama kepada perempuan. selain ia juga sombong. kami memanggilnya Sony.

Kulihat ibu sedang menyapu lantai. Cinta ada adalah kemurnian jiwa. Satu bulan lalu saat acara syukuran dikantor atas dipercayanya aku menjadi GM. Wallahu a’lam bishsowaab (Bayu Gautama. Tak ada lagi kesombongan dan sifat usilnya.kepadanya. saat aku masih duduk dibangku SMA kelas 2. Ada yang lain di sekolah. mungkin sepanjang perjalanan hidup kita pernah ada orang-orang yang menjadikan dirinya batu pijakan sehingga kita bisa melangkah maju dan lebih jauh. teman-teman bilang ia telah berubah setelah mengikuti pesantren kilat selama liburan yang lalu. teruntuk orang-orang yang telah pernah menjadi batu pijakanku) Agar Dapat Melihat Surga Publikasi 18/09/2002 07:39 WIB eramuslim . Sayangnya. seringkali kita tak pernah menengok batu-batu pijakan itu dan melupakannya. “bu. Kini aku tak pernah bertemu lagi dengan mereka. tanpa menepuk dada. tak ada yang berubah kecuali Sony. Sore menjelang Ashar. Fauzan. Di kelas. Meski cuma batu kecil. *** Itu dua belas tahun yang lalu. hanya saja yang membuat aku membencinya lebih karena ocehannya setiap petugas tata usaha memanggilku. Saudaraku. Fauzan membisikkan sesuatu yang membuatku menitikkan airmata. Satu minggu sesudah jadwal masuk aku masih belum mau ke sekolah. Yang kutahu cuma satu. Sejak dalam perjalanan pulang sudah kuputuskan untuk tidak menyampaikan surat panggilan kepala sekolah agar tidak menjadi beban pikiran ibu. “Pinter-pinter nunggak …” atau sindiran lainnya. petugas TU yang biasanya tak pernah senyum kepadaku. Lagi pula mulai besok sampai minggu depan sekolah libur. kesejukan bathin dari kenikmatan memberi . teman sekolahku dulu kini menjadi salah satu staf dalam perusahaan yang aku dipercaya menjadi General Managernya. Ia memberi tanpa kata-kata. namun keberadaannya mungkin telah menyelamatkan kita dari jurang kejatuhan yang melumpuhkan. seorang temanku datang dan mengajakku ke sekolah. Hingga akhirnya Fauzan. Aku ‘membohongi’ ibu dengan mengatakan bahwa libur sekolah diperpanjang. “Masih ingat Sony? Dia menjual tas dan sepatu barunya untuk melunasi tunggakan biaya sekolah kamu dulu” Subhanallaah … *** Sahabat sejati bukan memberi pada saat orang meminta. Alhamdulillaah. ia mempunyai mata pandang yang mampu menembus relung kebisuan sahabatnya. dengan langkah gontai aku memasuki teras rumah. hari ini begitu ramah. orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupku.Seorang anak dengan gayanya yang lugu bertanya kepada ibunya. apa itu cinta?”.

bahwa keagungan cinta hanya berada pada cinta Sang Agung. adalah sangat manusiawi jika dibenci. “Lalu kenapa ada orang yang saling membenci. apalagi dimata. tertawa. bertengkar dan saling bermusuhan?” tanyanya lagi. manusia bisa menangkap kesan yang lain.dan kerelaan berkorban. Dan adalah fitrah manusia juga untuk kecewa jika sesuatu tak seperti harapannya. kemenangan dan prestasi seseorang akan sesuatu. Dengan sabar dan penuh cinta ibunya menerangkan. mereka yang senantiasa mampu menggunakan mata bathinnya untuk melihat segala hal. bagaimana manusia mengkondisikan hatinya agar senantiasa condong kepada kebenaran. Ada benci. artinya sesuatu hal yang tidak berkenan. Lama ia dibuai cinta sang Ibu. kesejukan bathin dari mencinta dan dicinta. marah dan sedih. kecewa. tentu mereka akan sadar kalau tengah terombang-ambing oleh arah cinta yang salah. Dia ciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna sehingga dengan kesempurnaan yang dimilikinya itu. “Karena itukah banyak orang mengagungkan cinta?” tanya sang anak lagi. Tak perlu merasa bersalah hanya karena tersenyum dan tertawa. Si pencipta cinta itu sendiri. Hanya bedanya. Untuk sementara ibunya membiarkan mimpi anaknya tak terusik oleh kepayahan mencari sesuap nasi yang dijalaninya. biasanya senyum dan tawa adalah cermin dari keberhasilan. kezhaliman. Mungkin karena usianya yang memang belum pantas merasakan kegetiran dan kepahitannya. sehingga benci. dan kebanyakan manusia memandang cinta hanya berhenti di mata kepala. sehingga ia lupa bahwa cinta bersemayam dan bergetargetar dihati. Itulah kehebatan Allah. ia akan melihat siapapun dan apapun dengan cinta. sama seperti benci. juga dosa yang dilakukannya. senang. “ini wajar nak. bukan di kepala. sedih dan masih banyak lagi. keceriaan dunia. dengan sentuhan lembut ibunya ia memainkan nyanyian dawai-dawai indah yang bergelung-gelung dialam mimpinya. karena kebanyakan manusia hanya sebatas menggunakan mata kepala dan mengabaikan mata bathinnya. tidak sesuai dengan hati nuraninya. semua itu salah satu anugerah dari-Nya yang patut kita syukuri. tidak hanya cinta. Karena itu. kesemena-menaan. tak seindah mimpinya. keserakahan dan bahkan kesombongan diri. “Bagaimana dengan tersenyum dan tertawa?” Senyum dan tawa adalah sebuah refleksi. sehingga seringkali tidak mampu menangkap kemurnian jiwa. Ia merasakan kehangatan hidup. sebenarnya ia tidaklah tengah mengagungkan cinta melainkan perasaan dan nafsunya yang tengah bergumul sehingga meluap menjadi nafsu berbaju cinta. Masalahnya kemudian. juga hantaman kerikil di . “Bukankah semua hamba-Nya yang sholeh kelak akan tersenyum di hadapan Allah yang menghadirkan keagungan wajah-Nya?” jelas sang Ibu sambil mengusap kening anaknya yang serap-serap mulai terbuai ke alam tidurnya. Dan jika ada yang mengagungkan cinta diatas segalanya. Tak perlu takut. “Karena Allah pun teramat cinta kepada yang mempersembahkan cinta kepada-Nya”. Mungkin Allah menciptakan rasa itu untuk melatih manusia. Cinta harus dilihat dengan mata bathin. marah dan kecewa serta sedihnya hanya kepada kebathilan. Sudah menjadi fitrah manusia tidak menyukai sesuatu yang tidak disenanginya. jawab sang ibu. marah. Padahal jika mau membuka tabir sebenarnya.

bergembira. untaian kata pinta yang tak pernah berhenti. kepekatan hati yang penuh noda hitam dari setiap detik hidup yang berlumur salah. tiap detik dan pada setiap hembusan nafas makhluk yang . Tak terasa air bening mengalir membasahi pipi. Itulah cara Allah membersihkan wajah manusia yang coreng-moreng oleh kekhilafannya. Namun kebahagiaan apa yang paling berharga bagi rumput kalau bukan atas kemanfaatannya.Menjadi rumput di keluasan padang yang menghampar. Semua itu. memancar tiap hari. Mungkin semua orangtua mempunyai mimpi yang sama. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Pengabdian Sang Rumput Publikasi 17/09/2002 07:08 WIB eramuslim . tak kan membiarkan dimasa depan anaknya mengeluarkan keringat dan darah seperti yang dialaminya kini. meski biasanya selalu dengan itu. mencari makan. yang tak pernah berhias putus asa. Dengan hijaunya dan tebaran hewan-hewan yang merumput untuk memenuhi hajat kehidupan. Maka dengan menangis setiap hari. Di atasmu mereka berbiak. Hingga dengan demikian sang ibu semakin sadar bahwa hanya Tuhanlah yang selama ini menguatkan. Tak perlu malu untuk menangis. memberikan keindahan tersendiri. “Kenapa ibu menangis?” Menangis adalah satu anugerah Allah lainnya nak. wajah menjadi bersih. hati pun sejuk kembali dan kebeningan mata yang sudah terhapuskan pekatnya. hingga tak sadar tangisannya itu menyentuh relung bathin anaknya sampai terbangun. bahwa esok matahari masih akan terbit. Air bening yang membasahi mata akan membasuh dosa yang berawal dari penglihatan manusia. juga menghilangkan penyakitpenyakit lainnya yang kerap hinggap di kalbu. irama kehidupan dimulai sampai semua kembali lagi menghampiri dalam sebuah ajal ketika tiba merenggut. mempertebal kesabaran serta menanamkan keyakinan dihatinya. Terik dan hujan menjadi baluran tubuhnya sehari-hari. seusai kesejukan membasuh seluruh tubuh untuk kemudian bersimpuh dihadapan-Nya. juga mengotorimu. Menangis adalah pembuktian akan adanya Yang Maha Kuat yang memiliki kehendak diatas segala mau dan keinginan manusia. Menjadi rantai pertama energi yang kemudian mengalir sampai puncak rantai makanan yaitu pada hewan-hewan predator. hanya agar manusia dapat melihat surga. Dan menjelang fajar. karena dengan menangis kita tengah melunturkan kesombongan. Terus bermanfaat. demi satu cita. kering bahkan sekarat mendekati kematian. yang tak diiringi penyesalan akan beban hidup yang saat ini diamanahkan kepadanya. Menangis tidak mesti dengan air mata. Terkadang ada tangis yang begitu keras sekeras benturan kehidupan yang menerpanya. menginjak-injak dan kemudian meninggalkanmu ketika kau tak lagi subur. Dari rumput.sepanjang jalan yang disusurinya. Menangis adalah wujud dari kelemahan manusia yang jelas-jelas kekuatannya sangat terbatas. Kemudian airnya turun menyejukkan wajah kita.

Sang rumput bangkit dengan tunastunas yang baru. Bukan pada padangmu. kemudian akar semakin sibuk mengumpulkan zat-zat kehidupan yang telah diwariskan generasi sebelumnya. Dengan keletihan dan tubuh kurus. Lalu jilatan api melumat tubuh-tubuh kurus keringmu. Tidak ada kata terkira inilah pengabdian yang terindah dan teragung yang pernah kau berikan. Disertai hembusan angin sepoi yang bersorai. Bersama tercurahnya hujan. Namun kau belum mati. Akhirnya hanya meninggalkan puing-puing jelaga yang hitam. Karunia teragung yaitu kehidupan itu sendiri. Kehidupan di padang telah pulih kembali. Demikian juga sang akar menyesap dengan gairah semangat kehidupan yang diwariskan pendahulunya. Karena sebuah kemuliaan yang tiada tara selain sebuah kecintaan pada-Mu dan kemanfaatan dari kami yang dapat dipetik dari makhluk-MU yang melata di muka bumi ini". bumi dibasahi dan dilunakkan air yang menggenangi danau-danau. memanasi api hingga dengan cepat membesar. bersamaan dengan binatang-binatang yang dulu mengungsi saat kemarau dan kebakaran melanda. kemudian menghanguskan seluruh tubuhmu. Maka. Kemudian musim kering yang tandus menghantam. Menyimpan gizi yang tinggi tiada tara bagi makhluk-makhluk pemamah biak. Dengan hujan. akan kuundang semua makhluk hidup dengan ranumnya tubuhku yang takkan habis dimakan. untuk menyediakan semua kebutuhan gizi bagi sang rumput muda. Suasana kesenduan tanpa kehidupan yang membalut luka terbakar. hidupkan generasi pengganti kami dari akar-akar hamba yang sengaja kau selamatkan di pori-pori bumi dari amukan api yang telah menjadikan tubuh-tubuh kami sebagai pupuk untuk generasi kami mendatang. tatkala bergulung-gulung mendung hitam membawa kabar baik untuk semua kehidupan di bumi. kubangan-kubangan dan relung-relung hati yang sebelumnya kering dari tetesan air keindahan dan kasih sayang. Sampai semua kehidupan ini secara berantai termakmurkan karena hijaunya tubuhku. Karena kau tak akan pernah ingin berbagi penderitaan dengan mereka. tekad sang rumput muda. hewan-hewan tersebut bersua kembali dengan telaga kehidupan padang rumput . bukan pada dirimu.melata di muka bumi. seakan semua kenangan indah terhapus hangus dalam pori-pori tanah yang panas terpanggang api dan teriknya matahari. Cukup kau tanggung sendiri. Jadikanlah generasi penggantiku adalah generasi yang kau cintai dan hanya mencintaiMu. namun pengabdian dan doadoanya terus meluncur sepanjang waktu atas karunia yang dilimpahkan untuk dirinya. Sang rumput muda tumbuh dengan gemuk kehijauannya. sang akar rumput pun bercucuran dan berlinang air mata kesyukuran. Dengan halus kau usir hewan-hewan untuk meninggalkanmu agar mencari tempat yang lebih baik dan menjanjikan. "Aku akan lebih baik dari pendahuluku". Dalam ketakzimannya rumput-rumput tentu tak berdosa. "Ya Rabb. Namun akan senantiasa tumbuh dengan kehijauan lagi lezat di mulut makhluk yang memamahnya.

dan dengan keikhlasan dan keridhoaan dari Sang Rabb ajalnya dilabuhkan ke sisi keridhoaan-Nya. mengabarkan bagi seluruh kehidupan untuk bergerak ataupun bertahan. melintas sepasang laki-laki dan wanita di depan mereka.yang sungguh tak terkira sebelumnya. Sang wanita tinggi ramping dan mengenakan baju indah. dan air mata itu adalah kesyukuran atas amanah yang ditunaikannya." Seketika itu suaminya berkata. wanita itu menjelaskan bahwa dia berdandan dengan indah untuk membahagiakan suaminya agar suaminya bisa 'bangga' dengan dirinya. sementara yang lakilaki berpostur pendek dan sederhana. semuanya mesti dipergantikan. Kehidupan di padang itu menjadi hidup dan lebih hidup lagi. Angin berhembus kehilangan. namun karena Allah telah menghamparkan amanah baginya. Dengan keikhlasan dan keridhoan Rabbnya. Tiba-tiba si istri yang melihat berkata. angin kemarau yang tandus dan kering menggulung. Rumput-rumput ranum hijau yang menyegarkan pandangan. "Ya Tuhanku ijinkanlah hamba-Mu untuk memanjatkan doa. Namun semua mempunyai penuntas. generasi pengganti kami yang lebih baik dari kami". "Huh. Kemudian hewan-hewanpun berhijrah meninggalkan padang untuk bertahan ke tempat yang lebih baik. karena Allah telah menyediakan rizki yang tak terkira baginya. Ketika semua telah mengungsi maka berlahan-lahan. bukan karena kesedihan. Cerita ini adalah salah satu dari sekian banyak peristiwa yang kita jalani yang menunjukkan betapa mudahnya kita menilai manusia dari apa yang tampak diluarnya.Dahulu kala diceritakan pernah ada seorang suami dan istri yang ketika sedang duduk di depan rumahnya. demikian panas terik matahari meratapi kepergian sebuah pengabdian. Dia berdandan agar dirinya tampak lebih tanpa memperhatikan orang lain. Dengan cucuran linang air mata sang rumput menuntaskan doanya. Namun ada satu yang tak terlupa dari mulut sang rumput. "Kejar wanita itu dan minta maaf padanya. menguatkan dan menggemukkan.com) Apakah Kita Tak Pernah Sombong? Publikasi 16/09/2002 08:59 WIB eramuslim . Sang rumput berlinang air mata. tubuh sang rumput mengering disapu oleh angin kemarau yang menyedot air dalam tubuh-tubuh renta yang berlumuran pengabdian yang tak akan ternilai oleh apapun. . Jadikanlah generasi penggantiku adalah generasi yang mencintai dan Engkau cintai ya Rabb. Wallahu'alam bishshowab (Warsito Suwadi warsuwadi@yahoo. semuanya mempunyai keberakhiran. Syahdan." Setelah mereka bertemu dan istri itu minta maaf. Dan suami wanita itu adalah lelaki pendek yang sedang berjalan bersamanya. Seakan mereka sudah kenyang walau hanya memandangnya saja. jiwa itu akan berlabuh di keridhoan itu. Mata-mata berbinar penuh kesyukuran. wanita itu sungguh sombong.

padahal bisa jadi dia begitu ingin hanya bergantung pada Allah dengan tidak merepotkan kita. Rasulullah Saw sendiri pernah berkata. karena hanya Ia yang bisa memuliakan dan menghinakan kita. Saudaraku. tidak usah kalian berkecil hati. maka kita harus waspada bahwa jangan-jangan kita yang sesungguhnya sombong.Kita begitu mudah menjatuhkan hukuman predikat sombong kepada orang yang tampak tidak simpatik bagi kita. Serta maafkan dan doakan kami agar Allah mengampuni dosa-dosa kami yang memang suka mendewakan perasaan sendiri dan menilai segala sesuatu dari yang kasat mata ini." (HR Bukhari Muslim) atau bahkan dengan ayat Allah "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri" (Luqman:18) tanpa kita pernah tahu kenapa mereka bersikap seperti itu. "Berhati-hatilah kalian dari prasangka-prasangka (yang buruk).utwente. Jangan-jangan kita pernah mengatakan kawan kita sombong hanya karena ia tidak pernah mau menegur sapa kita terlebih dahulu padahal pada dasarnya ia memang pemalu. Jika seperti ini yang sudah kita kerjakan. Hadi Susanto (susanto@math. sementara kawan yang kita sakiti menangis di tengah malam mengadukan kita kepada Allah. Ingatkah kita bahwa hanya Allah yang bisa melihat apa yang tersembunyi di balik hati manusia? Kepada kawan itu pun kita juga berdosa karena telah berburuk sangka. Kita dengan mudah mengatakan arogan kepada mereka yang sikapnya menurut kita tidak menyenangkan. Kita bisa jadi telah berdosa kepada Allah karena kita sesungguhnya telah mengambil alih kekuasaan-Nya dalam menilai hati manusia. Luruskanlah niat dan sempurnakan amal. Jangan-jangan kita pernah mengatakan orang lain sombong karena ia tidak pernah mau berkumpul dengan kita padahal ia ingin menjaga diri dari kesia-siaan waktu atau bahkan karena harus mengerjakan pekerjaan lain yang tidak bisa menunggu. Takutlah akan balasan perbuatan kita.nl) Fujuurohaa Wataqwaaha . padahal memang Allah yang menciptakan tubuhnya seperti itu. Kemudian kita membenci mereka dengan berlindungkan hadist "Tidak akan masuk surga orang yang dalam lubuk hatinya terdapat perasaan sombong (arogan) walaupun cuma sebesar atom." (Muttafaqun 'alaih). Saudaraku. Jangan-jangan kita pernah mengatakan teman kita sombong karena tidak mau menerima uluran tangan kita. Apa yang kalian lakukan biarlah dinilai Allah. Takutlah kita jika buruk sangka itu kemudian kita sebar-sebarkan. Juga ketahuilah bahwa dengan mencapnya sombong kita sebenarnya telah menghina mereka yang justru bisa jadi sedang berusaha menjadi hamba Allah. Karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya perkataan. Jangan-jangan kita pernah membenci orang karena penampilannya. Bagi saudara-saudaraku yang terzhalimi dengan diperlakukan sebagai orang sombong.

Jika lebih besar kecenderungan ketaqwaannya maka jadilah ia orang baik. khilaf. Dalam diri menusia unsur baik dan jahat seringkali ‘berebut’ untuk tampil lebih dominan. Entah anak istri lapar. demi membela harga diri atau minimal sebuah alasan umum. ada pelit dan pemurah. Profesi jahat apapun yang dilakoninya biasanya ada ‘alasan baik’ yang menjadi motivasinya. tetapi sebaliknya. bahwa ia merasa berdosa. Padahal hakikatnya. Hipokrit yang berkepribadian ganda (split personality) yang digambarkan dalam awal-awal surat Al Baqarah dengan jumlah ayat yang lebih banyak ketimbang ayat tentang orang beriman dan kafir.Sebuah film lawas Amerika berjudul Jekyll and Hyde yang diambil dari novel karya Robert Louis Stevenson dengan judul yang sama yang diterbitkan pada April 1982. sejahat-jahatnya manusia. menyenangkan. pagar makan tanaman. ada cinta dan benci. Hyde yang membenci setiap orang yang dijumpainya. . dan kita mengenalnya sebagai orang munafik. yang biasanya baru disadari sesaat setelah sebuah perbuatan jahat dilakukan. orang munafik jauh lebih berbahaya ketimbang orang kafir. bathil karena karakter setan dan hewan menguasai jiwanya. Tinggal bagaimana seorang manusia mampu mengendalikan diri dan jiwanya sehingga karakter jahat (karena kita memberi celah kepada setan untuk masuk dan menguasai jiwa) tidak muncul dalam setiap gerak dan langkah kita. jiwa manusia memiliki kecenderungan fasik dan taqwa. Seperti halnya Allah menciptakan semuanya berpasangan. maka juga ada sabar dan emosi dalam diri manusia. Karena seringkali manusia tidak menyadari bahwa setan telah mempengaruhinya untuk berbuat suatu kejahatan. Kemudian ada orang yang memiliki sekaligus dua karakter baik dan jahat itu. sombong (takabbur) dan rendah hati (tawadhu’) dan sebagainya. Ini tentu masih lebih baik karena ada manusia yang sudah sama sekali terkubur unsur baiknya sehingga tak bosannya berbuat maksiat dan dosa tanpa merasa bersalah. malaikat yang senantiasa tarik menarik untuk menguasai jiwa manusia. ada orang-orang yang senang berbuat jahat.Publikasi 13/09/2002 08:33 WIB eramuslim . Misalnya saja. setan dan hewan yang bersemayam di diri manusia dan hanya satu karakter positif. menyenangkan dan sangat bersahabat dengan semua orang setelah minum formula kimia tertentu sehingga menjadi orang lain dengan karakter yang berlawanan. ada maaf dan dendam. Namun setidaknya itu menjadi bukti adanya potensi baik dan jahat itu. yakni Mr. dan menggunting dalam lipatan. kecenderungan untuk berbuat fasik dan juga taqwa. Dalam terminologi Islam ada yang disebut potensi fujuuroha wataqwaaha. bergantian atau bahkan bisa muncul dalam waktu yang hampir bersamaan. tidak ada yang mau disebut penjahat. Bahkan Kahlil Gibran menyebutkan dua karakter negatif. karena ia bagaikan musuh dalam selimut. Ada penyesalan. Sebenarnya film tersebut menggambarkan perubahan seorang pria bernama Dr. dan saat itulah potensi baik manusia muncul. menggambarkan tentang adanya unsur baik dan unsur jahat pada diri seorang manusia. harus diakui bahwa setiap kita memilikinya. Jekyll yang baik hati. sekali lagi. Kembali ke soal potensi baik dan jahat dalam diri manusia. Itu artinya.

setelah itu kemudian baru terucap. ada orang-orang yang justru aktif melakukan hal-hal kecil. untuk bisa menjangkau hal-hal diluar. Semua itu berlaku secara alami. Termasuk memilih komunitas yang baik dan menghindari tempat dimana kejahatan bersemi. tetapi melulu dan berkutat disitu. Di sisi seberangnya. dan jika ada yang mencoba melanggar aturan alami itu. bahwa ia harus melakukan gebrakan besar ini. “alhamdulillaah”. Kalimat “sabar kan ada batasnya” yang sering kita dengar seolah juga memberi bukti bahwa ada dorongan untuk memenuhi kecenderungan fujur kita.Masalahnya kemudian. mau berlari atau melakukan lompatan sejauh apapun. ingin berperan menjadi orang baik atau orang jahat. Tak sadar mungkin kita terlebih dulu menepuk dada seraya berujar. dan mencontoh tauladan kita Nabi Muhammad Saw yang segala kebaikkannya membaikkan ummatnya. Maka jadilah apa yang dikerjakannya hanya sebatas menghabiskan waktu. semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan jahat besar maupun kecil. Wallahu a’lam bishshowaab. Kalimat itu juga bisa mengajarkan kepada kita bahwa sesuatu yang baik harus dimulai dari dalam baru kemudian keluar. Jika kita mau mengambil pelajaran. Tidak ada hal-hal besar dan ideal yang menjadi tujuannya. Atau seketika marah terhadap perlakuan orang yang mungkin tidak disengaja. Misalnya saja. Untuk bisa menguasai (memimpin) orang lain. Tetapi pada kenyataannya energinya seringkali habis hanya untuk menelorkan dan membahas wacana-wacana besar itu dan tidak sampai pada aktualisasi ide. seketika ada rasa sombong yang mencuat ketika meraih prestasi ditempat kita beraktifitas. untuk melangkah ke depan. sudah sepantasnya kita tak lagi bingung mengendalikan diri. apa yang dikatakanya Rasulullah. Na’udzubillah summa na’udzu billah. Dengan mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Kuasa atas semua jiwa manusia. Maka bukan tak mungkin kita mampu mengubur potensi jahat (setani dan hewani) dalam diri ini dan membiarkan karakter kebaikkan memenuhi setiap relung jiwa ini.Orang-orang yang tinggi idealismenya tidak jarang hanya beraksi pada tataran wacana. tidak jarang kita terjebak atau terdorong untuk memperturutkan kecenderungan jahat itu. mulailah dari diri sendiri sebenarnya tidak hanya bermakna keteladanan agar bisa dicontoh oleh orang lain. selanjutnya terserah. Hanya saja yang perlu diingat. “siapa dulu … gue …”. terobosan besar itu. Semuanya dikembalikan kepada kita. untuk dapat berbicara dengan baik kepada orang lain berarti juga sebelumnya kita lebih dulu mengerti apa yang sebenarnya hendak kita sampaikan. sudah bisa dipastikan ketidakmaksimalannya. ada kejahatan-kejahatan kecil yang kerap kita lakukan tanpa kita sadari dan bahkan kita menganggapnya bukan suatu kesalahan. Anda bisa saja melompat namun mungkin kaki anda akan terkilir . Padahal sabar dan memberi maaf jauh lebih terhormat untuk kita lakukan. seharusnya kita sudah menggenggam segalanya yang ada didiri ini. sebaiknya dipastikan kaki ini sudah mampu berdiri menapak dengan kuat. sehingga pada saat umurnya sudah menua barulah ia menyadari bahwa yang dilakukannya selama ini adalah hal kecil yang tidak membuatnya besar. (bayu gautama) Jagalah Keseimbangan Publikasi 10/09/2002 11:37 WIB eramuslim .

Jangan hanya memiliki jam tangan karena kita akan terjebak pada rutinitas yang melelahkan tanpa tujuan (cita-cita) yang jelas namun waktu yang ada habis tanpa hasil yang signifikan. sebelum mencicipi kenikmatan dari hasil kerja berat. kemudian tumbuh sebagai anak lincah yang baru bisa berjalan satu-dua langkah. selain pengetahuan. itu suatu keniscayaan terhadap signifikansi hasil yang bakal diraih. atau pohon besar yang menghalangi. kerjakan dulu yang terjangkau tangan. Sesuai dengan proses kejadian manusia. bekalilah diri ini dengan jam penunjuk waktu dan kompas sebagai penunjuk arah (tujuan). Bertambahlah pengetahuannya dari yang sudah ada sebelumnya. Jangan pula hanya melengkapi diri dengan kompas tanpa jam penunjuk waktu. pesan mulailah dari diri sendiri bermakna bergerak. bahwa tidak ada manusia yang langsung terlahir besar. jelas membuat kita menjadi kerdil. tapi jangan salahkan kalau orang lain hanya akan mengangguk didepan anda sebelum kemudian perlahan meninggalkan anda. kemampuan motoriknya juga lebih sempurna. Beberapa tahun kemudian. Sehingga di medan lemparan berikutnya bukan tidak mungkin kita menemui hambatan yang berbeda. dan meminta temannya mengambilkannya. Menikmati pekerjaan rutin yang kecil dan cukup puas dengan hasil yang didapat ternyata juga terkadang membuat hati mendengki terhadap orang-orang yang berhasil karena hidup dinamis dan berani bergerak (maju). Padahal setelah melempar batu. Oleh karenanya. Berpikir besar tentang semua idealisme tanpa memulainya dengan hal-hal yang kecil. Sebaiknya kita tidak seperti seorang anak kecil yang melempar batu jauh ke depan. semestinya kita berlari menuju dimana batu terjatuh dan kemudian melemparkannya kembali ke depan. Karena kita hanya akan sibuk menentukan tujuan tanpa melakukan apaapa karena kita tidak pernah tahu kapan harus memulai. Ini mengajarkan kita untuk senantiasa bergerak dan tidak puas berhenti disatu tempat mengulangi rutinitas yang sama. tentu ibarat calo di terminal bis kota. bisa berupa angin kencang yang menghambat laju batu. sebelum memaksakan sesuatu yang diluar cakrawala kita. Ia dimulai dari seorang bayi merah tanpa daya apapun. Orang lain sudah sampai di tujuan kita masih tertinggal di landasan. Juga tidak mengalami tantangan baru. Dan seterusnya seperti itu. dan jelas tidak berkembang. Bahwa manusia harus menjaga keseimbangan dalam segala hal. melakukan hal yang kecil terlebih dulu sebelum mencoba sesuatu yang besar. Jadi ketika sudah melakukan hal yang kecil. cobalah sesuatu yang lebih besar. Anda bisa juga berbicara dengan bebasnya meski anda sendiri pun tidak jelas apakah memahaminya atau tidak. Arti kata 'mulai' berarti melakukan sesuatu yang tidak berhenti disitu. Demikian halnya dengan pekerjaan. Berada pada posisi aman dan tidak berani mencoba tantangan baru. . mengangkat yang ringan terlebih dulu sebelum yang berat. Jangan puas dengan pekerjaan yang ringan-ringan saja. ia mulai sekolah. Ketika besar. Tidak ada sesuatu yang baru. Dan melangkahlah keluar menembus cakrawala agar menghabiskan waktu hidupnya dari perkembangan ke perkembangan berikutnya.atau patah. Namun yang perlu diingat.

atas izin Engkau. Maka tak ada jalan lain mereka pun berdo’a dan meminta kepada Allah agar diberikan kesempatan untuk bisa keluar dari dalam gua. Api yang kehilangan panasnya sehingga tak membakar tubuh Ibrahim kecil. termasuk ayahnya sendiri. Dan masih banyak contoh lain yang membuktikan janji . bahwa untuk meminta sesuatu yang lebih dari Allah.Tiga orang pemuda yang terperangkap dalam sebuah gua. atau bahkan lama sekali kita tak mendengarnya. Dalam kondisi demikian. bila mereka harus mati terperangkap didalam gua tersebut maka berakhirlah langkah dakwah yang sudah sekian tahun dijalani. “Ya Allah. Tidak jatuh terpuruk dan terus menerus berkubang dengan kesulitan. Wallahu a’lam bishshsowaab (Bayu Gautama) Etika Meminta Publikasi 06/09/2002 08:40 WIB eramuslim . Satu persatu dari mereka berdo’a seraya ‘mempertaruhkan’ semua amal dakwah dan perjuangannya bagi agama Allah selama ini.Padahal jelas-jelas Allah memerintahkan kita untuk menjadi ummatan wasathan. dan seterusnya sampai permintaan yang sama dari orang ketiga hingga mereka akhirnya bisa keluar dari perangkap gua tersebut. Wallahu’a’lam. mengajak orang-orang mencintai-Mu. insya Allah berawal dari kesabarannya memilih penjara demi menghindari maksiat. Diangkatnya Yusuf sampai derajat yang mulia. seharusnya pula ada nilai lebih yang sebelumnya kita persembahkan kepada-Nya alias tidak meminta dengan tangan kosong. tubuh semakin lemah. insya Allah karena keberanian dari Ibrahim menentang praktek syirik kaumnya. tetapi juga tetap menjaga jarak untuk tidak merasa sejajar dengan Yang Maha Tinggi agar tidak menjadi takabur. selain juga satu hikmah lain. berakhir pulalah kesempatan untuk menambah amal shaleh di dunia. semakin kehabisan akal bagaimana caranya keluar dari gua yang tertutup batu besar yang secara logika tak mungkin digeser meski dengan mengumpulkan seluruh kekuatan mereka bertiga. agar diri ini senantiasa menyeimbangkan posisi dan keadaan. Allah yang Maha Kuasa tempat manusia meminta pertolongan. Sementara bekal makanan pun sudah menipis. Mereka pun sedih. tak ada lagi yang sanggup menolong mereka kecuali Allah semata. Kemudian satu do’a terucap. Kisah diatas mungkin sudah sangat sering kita mendengarnya. biarkanlah kami keluar dari gua ini …”. beberapa celah batu itu bergeser. Cerita yang sangat sederhana yang memberikan satu pelajaran bagi kita. sekian tahu sudah kami memperjuangkan agamaMu. Tapi kami merasa belum cukup sebagai bekal menghadap-Mu. bahwa ada saat-saat Allah begitu cintanya kepada hamba-hamba yang mencintai-Nya sehingga keadaan sesulit apapun bisa menjadi mudah atas pertolongan Allah. Namun jika yang Engkau ridha terhadap amal kami yang masih sedikit itu Ya Allah. Lihatlah pelajaran bagaimana para nabi Allah yang sangat dekat pertolongan Allah karena amal sholeh mereka yang membuat Allah tersenyum.

Bahkan tidak meminta pun akan ditawarinya sesuatu yang lebih. Tentu karena Nusaibah bukan wanita sembarangan. ketika do’a tak lagi terkabul. bersama suaminya Zaid bin Ashim dan dua anak lelakinya mereka bertempur habis-habisan bersama Rasulullah di medan perang Uhud. Bagaimanapun Dia akan semakin cinta kepada siapa yang semakin mencintai-Nya. dan tatkala airmata tak juga membuat Allah tergerak untuk menghulurkan kasih-Nya. “Bekerjalah kamu. Contoh paling sederhana adalah seorang anak kecil yang meminta uang jajan kepada orangtuanya. hal berat terasa ringan dan segala harapan insya Allah terwujud. Nusaibah sendiri harus menderita dengan dua belas tusukan yang salah satunya mengenai lehernya. berbakti kepada orangtua. Rasulullah menghadiahi sebuah do’a kepada Nusaibah binti Ka’ab al Maziniay dan keluarganya agar dijadikan orang-orang yang menemani beliau di surga. sudahkah nilai lebih tertoreh didiri ini sehingga Allah pun dengan bangga menjadikan kita bagian yang dikasihi-Nya. orang yang dipersiapkan membunuh Rasulullah dalam perang tersebut. apalagi memperhatikan kita. Pujilah Allah dengan sesering mungkin menyebut nama-Nya dan mengingati-Nya dalam keadaan apapun. Padahal apa yang kita kerjakan belumlah maksimal. "Tidaklah aku menoleh ke kanan dan ke kiri pada peperangan Uhud melainkan aku melihat Nusaibah berperang membelaku. Mungkin kita terlalu lemah sehingga terlalu cepat mengeluh dan meminta. ketika permintaan-demi permintaan seperti tak didengar oleh Allah. Sudah berapa banyak amal shaleh yang kita perbuat. tunjukkan terlebih dulu kesungguhan berusaha. Bahkan Nusaibah tak gentar meski suami dan dua anaknya sudah gugur di tengan pertempuran. menjadi anak yang menyenangkan lagi dibanggakan. Sebaiknya.Allah. jangan pernah membayangkan Allah mendekat." Kini kembali kepada diri kita. Dan karena itulah segala kesulitan menjadi mudah. tenaga. barangsiapa menolong agama Allah. maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya (QS. mungkin kita perlu menengok ke dalam diri ini. . Semakin dekat diri ini kepada-Nya semakin Ia melihat dan memperhatikan segala urusan kita. Banyak berdo’a (meminta) tanpa ada usaha yang sungguh-sungguh juga rasanya tidak lebih baik ketimbang mereka yang menyeimbangkan keduanya. karena dengan begitu Allah akan senang dicintai hamba-Nya. baru kemudian meminta bantuan Allah untuk menyempurnakan hasil yang sebenarnya dari usaha sendiri. karena ia bersama Mush'ab bin Umair -yang kemudian menemui syahid setelah mendapatkan puluhan tusukan di tubuhnyamenghadang Qam'ah. adakah sekian waktu. Selain itu. Menjelang perang Uhud dimulai. bisa jadi ada yang perlu kita perbaiki dari sikap mental diri ini. tidak banyak keringat yang mengucur. Hal lain yang perlu diperhatikan tak bukan adalah kedekatan diri ini kepada Sang Maha Pemberi. Muhammad:7). Jika anak itu baik. sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melihat kamu bekerja”. harta dan kemampuan yang kita miliki ini bernilai dimata Allah karena atas dasar cinta kepadaNya kita penuh semangat menolong agama Allah. mungkin hampir tidak ada alasan bagi orangtua untuk tidak memberinya. Tapi jika lidah ini pelit mengeluarkan pujian.

terlebih pertolongan-Nya. akan digunakan untuk meraih amalan terbaik sehingga sahamnya diakhirat menjadi besar. Ali bin Abi Thalib. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh para sahabat itu dapat muncul karena mereka mempunyai kekuatan aqidah yang kokoh. tahan banting. Kekuatan aqidah yang bersumber dari pemahaman yang jelas. karena setiap orang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk menunjukkan akhlak mulianya. Bilal bin Rabah. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak Publikasi 20/08/2002 09:31 WIB eramuslim . Sehingga setiap gerak langkah yang dilakukannya itu betul-betul diperuntukkan demi tegaknya kalimat Allah. Abu Bakar misalnya. Mengenai hal ini. Umar bin Khattab. Hanya dengan amalan terbaiklah kita akan bertemu dengan Allah Swt. . Di dalam sejarah tersebutlah nama-nama seperti: Abu Bakar Shiddiq. Ahmad. mereka yang tidak mendekat kepada Allah akan semakin jauh terseret kepada kejahatan dunia yang itu jelas-jelas semakin menjauhkan dirinya dari perhatian Allah. ia berkata. dipuji makhluk baik yang ada di langit (malaikat) maupun di muka bumi. jernih dan baik terhadap syahadatain. Sehingga kelak Dia dengan segala kekuasaannya akan menggantikan yang demikian itu dengan generasi baru yang mencintai Allah dan Allah pun mencintainya. bagi kita yang hidup hari ini sangat bagus untuk mampu mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuat Rasullah Saw dan para sahabatnya. Oleh karenanya. bahwa orang-orang yang tidak sungguh-sungguh berusaha akan tertinggal dan tertindas. Mereka sangat disegani lawan maupun kawan. adalah orang yang pertama mempercayai Rasulullah Saw melakukan perjalanan Isra’ dan mi’raj. Bukhari. Setiap detik waktunya tidak akan terbuang sia-sia.” (HR. insya Allah kalimatullah akan tegak. “Nabi Saw bersabda: “Carilah Aku (Allah) pada golongan orang-orang lemah karena sesungguhnya kamu diberi rizki dan pertolongan melalui golongan orang-orang lemah itu. “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya”. Namun. Jika saja setiap umat Islam yang ada di bumi nusantara ini berakhlak seperti Rasulullah dan para sahabatnya. Usman bin Affan. Sehingga perjalanan dakwah Rasulullah Saw betul-betul ditopang oleh pondasi yang kokoh dari para sahabat. Disamping itu. kata Abu Bakar. kuat.Hukum Allah selalu bermain. Penampilan manusia terbaik ini telah ditujukkan oleh para generasi awal sahabat (assabiqunal awwalun).Manusia yang terbaik adalah manusia yang bernilai manfaat bagi manusia lainnya. Sehingga terkenallah ia dengan julukan asshiddiq (benar). Abu Darda ra. Kenapa. Abu Daud. Abu Bakar adalah termasuk sahabat yang rela mengorbankan hartanya 100 persen untuk Islam. Laa Ilaha Illallah. Problem kemiskinan yang terus mendera bangsa ini juga bakal bisa di atasi. dan masih banyak lagi.

Melalui pelatihan diharapkan mereka menjadi paham dan mampu untuk bekerja secara mandiri. memberikan bantuan modal untuk usaha yang produktif. Ali bin Abi Thalib. cara memberdayakan golongan lemah dapat ditempuh dengan berbagai macam jalan. yang tidak putus asa di dalam berjuang. Jangan sampai ada udang dibalik batu. Dengan membantu orang-orang lemah sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya tentu nilai amalan akan meningkat. bagi kita yang hidup hari ini sangat bagus untuk mampu mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuat Rasullah Saw dan para sahabatnya. Ketiga. berusaha dan menegakkan kalimatullah. Mereka sangat disegani lawan maupun kawan. Keempat. Tugas kita adalah berusaha semaksimal potensi yang telah diberikan-Nya.Ibnu Hibban. Sehingga perjalanan dakwah Rasulullah Saw betul-betul ditopang oleh pondasi yang kokoh dari para sahabat. Dari sisi ekonomi. dan masih banyak lagi. Di dalam sejarah tersebutlah nama-nama seperti: Abu Bakar Shiddiq. Usman bin Affan. Abu Bakar misalnya. Modal investasi berupa alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang usaha. Umar bin Khattab. adalah orang yang pertama mempercayai Rasulullah Saw melakukan perjalanan Isra’ dan mi’raj. Penampilan manusia terbaik ini telah ditujukkan oleh para generasi awal sahabat (assabiqunal awwalun). Sedangkan modal kerja adalah dana yang akan digunakan untuk keperluan rutin (operasional usaha). memberikan beastudi (beasiswa) kepada salah satu anggota keluarganya (anak). Dengan harapan akan dapat berkarya produktif setelah pendidikannya selesai. Dengan keempat perbekalan di atas diharapkan golongan lemah menjadi bangkit dan kuat.com) Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak Publikasi 20/08/2002 09:31 WIB eramuslim . merekrut mereka menjadi tenaga kerja pada usaha yang sedang dijalankan sendiri. Kebangkitan dan kekuatan mereka akan berkelanjutan bila ditopang dan dilandasi oleh aqidah (keyakinan) yang kuat. dan hakim). Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat. memberikan bekal keterampilan melalui training (pelatihan). Berikanlah bantuan kepada orang-orang lemah dengan semata-mata ikhlas karena-Nya. Yang penting adalah bantuan itu diniatkan semata-mata karena Allah bukan karena ada faktor yang lain. Laa Ilaha Illallah. Oleh karenanya. dipuji makhluk baik yang ada di langit (malaikat) maupun di muka bumi. banyak cara yang bisa diterapkan dalam membantu orang-orang lemah. Pertama. Kedua. Modal usaha dapat berupa modal investasi dan modal kerja. (Efri S Bahri/efrisb@yahoo. Apalagi godaan jabatan di pentas politik yang selalu menggoda. Dalam konteks era sekarang ini. Abu Bakar adalah termasuk sahabat yang rela . Disamping itu. bahwa semua yang telah dan akan terjadi itu sematamata kehendak Allah Swt.Manusia yang terbaik adalah manusia yang bernilai manfaat bagi manusia lainnya. Sehingga terkenallah ia dengan julukan asshiddiq (benar). Bilal bin Rabah. antara lain.

Namun. Ketiga. Dari sisi ekonomi. Berikanlah bantuan kepada orang-orang lemah dengan semata-mata ikhlas karena-Nya. dan hakim). Dengan harapan akan dapat berkarya produktif setelah pendidikannya selesai. Hanya dengan amalan terbaiklah kita akan bertemu dengan Allah Swt. jernih dan baik terhadap syahadatain. Jika saja setiap umat Islam yang ada di bumi nusantara ini berakhlak seperti Rasulullah dan para sahabatnya. memberikan bekal keterampilan melalui training (pelatihan). . Mengenai hal ini. Tugas kita adalah berusaha semaksimal potensi yang telah diberikan-Nya. Kekuatan aqidah yang bersumber dari pemahaman yang jelas. banyak cara yang bisa diterapkan dalam membantu orang-orang lemah. Yang penting adalah bantuan itu diniatkan semata-mata karena Allah bukan karena ada faktor yang lain. Laa Ilaha Illallah. kata Abu Bakar. Ibnu Hibban. Setiap detik waktunya tidak akan terbuang sia-sia. bahwa semua yang telah dan akan terjadi itu sematamata kehendak Allah Swt. Abu Daud. tahan banting. Keempat. merekrut mereka menjadi tenaga kerja pada usaha yang sedang dijalankan sendiri. Ahmad. Melalui pelatihan diharapkan mereka menjadi paham dan mampu untuk bekerja secara mandiri. “Nabi Saw bersabda: “Carilah Aku (Allah) pada golongan orang-orang lemah karena sesungguhnya kamu diberi rizki dan pertolongan melalui golongan orang-orang lemah itu. memberikan beastudi (beasiswa) kepada salah satu anggota keluarganya (anak). cara memberdayakan golongan lemah dapat ditempuh dengan berbagai macam jalan. Modal usaha dapat berupa modal investasi dan modal kerja. Sedangkan modal kerja adalah dana yang akan digunakan untuk keperluan rutin (operasional usaha). kuat. Bukhari. memberikan bantuan modal untuk usaha yang produktif. Kedua. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh para sahabat itu dapat muncul karena mereka mempunyai kekuatan aqidah yang kokoh. Dalam konteks era sekarang ini. “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya”. Dengan membantu orang-orang lemah sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya tentu nilai amalan akan meningkat. Abu Darda ra. ia berkata.mengorbankan hartanya 100 persen untuk Islam. Kenapa. Sehingga setiap gerak langkah yang dilakukannya itu betul-betul diperuntukkan demi tegaknya kalimat Allah. antara lain. akan digunakan untuk meraih amalan terbaik sehingga sahamnya diakhirat menjadi besar. Problem kemiskinan yang terus mendera bangsa ini juga bakal bisa di atasi. Modal investasi berupa alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang usaha. Pertama. Kebangkitan dan kekuatan mereka akan berkelanjutan bila ditopang dan dilandasi oleh aqidah (keyakinan) yang kuat. Jangan sampai ada udang dibalik batu. insya Allah kalimatullah akan tegak. Apalagi godaan jabatan di pentas politik yang selalu menggoda. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat.” (HR. karena setiap orang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk menunjukkan akhlak mulianya. Dengan keempat perbekalan di atas diharapkan golongan lemah menjadi bangkit dan kuat.

anda juga akan temui himbauan dengan kelimat yang hampir serupa. kalau bermaksiat jangan ambil nikmat dari Allah. Kita tentu sangat merindukan satu lingkungan yang kondusif bagi perlindungan keshalehan dan menjaga pertumbuhan keshalihan anak-anak. sakit. tentu sudah sangat hapal dengan kalimat “Sesuaikan pakaian anda dengan lingkungan pesantren” yang tertera di papan peringatan. Ini seperti diingatkan Allah dalam firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman. Karena. Artinya. berusaha dan menegakkan kalimatullah. mengingat semua tempat dimanapun dimuka bumi ini sebenarnya sangatlah tidak layak untuk diwarnai dengan tampilan-tampilan yang tidak mengenal norma agama. cucu dan seluruh generasi ke depan. dan masih banyak lagi. Maka kemudian seharusnya ada gerakan untuk memasang peringatan-peringatan yang tidak sekedar urusan penyesuaian penampilan. tidak bermaksiat dibumi Allah. At Taubah:119). dan si alim mempersilahkannya dengan beberapa syarat. (Efri S Bahri/efrisb@yahoo. Tidak seperti orang-orang di dalam kendaraan yang asyik merokok tanpa peduli kesehatan orang lain. Lingkungan dimana orang-orang didalamnya mengkedepankan kewajiban. Di beberapa masjid besar seperti di Al Azhar Kebayoran Baru. satu peringatan untuk senantiasa berada pada lingkungan yang baik.com) Ciptakan Lingkungan Islami Publikasi 19/08/2002 08:31 WIB eramuslim .yang tidak putus asa di dalam berjuang. rusak. melainkan birahi. bukan tidak mungkin daya imun-nya habis dan lama-kelamaan tergerogoti hingga akhirnya ikut sakit. menghormati hak orang lain disaat menjalankan haknya. bertaqwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (QS. Jakarta. dan perbuatannya tidak dilihat Allah. Ada yang pernah bertanya kepada seorang alim perihal diizinkannya ia berbuat dosa. Kenapa begitu pentingnya Allah memperingatkan hamba-Nya untuk menciptakan lingkungan yang Islami? Tentu kita bisa mengambil pelajaran dari orang-orang shaleh terdahulu yang tetap istiqomah dalam keshalihannya karena mereka senantiasa bersama . Nampaknya himbauan semacam itu baik jika dipasang di lebih banyak tempat. menjadi orang beriman dan bertaqwa saja tidaklah cukup. Tapi kenapa ada peringatan itu. lebih dari itu. Laa Ilaha Illallah. Sebenarnya tanpa harus dibuat papan himbauan seperti itu. atau wanitawanita yang berpakaian seminim-minimnya dengan menampilkan lekuk tubuhnya yang sejujurnya tidak sedikitpun mengundang simpati. orangpun seharusnya sadar bahwa tidak mungkin mengenakan pakaian yang tidak sopan (tidak menutup aurat) di lingkungan seperti pesantren atau masjid. tentu karena masih ada orang-orang yang ‘tak tahu diri’ dan merasa innocent dengan penampilannya yang tidak sesuai pada tempatnya. orang beriman dan bertaqwa tetapi ketika berada di lingkungan yang rusak.Anda yang pernah mengunjungi beberapa pesantren di Indonesia.

insya Allah akan berbekas kepada tetangga. resistensi atau tetap bersabar dalam mentaati kebenaran itu. dalam pergaulan. godaan untuk melewati batas-betas kebenaran itu sangat banyak.Ibarat seorang anak yang baru pertama kali memasuki dunia sekolah. misalnya). konsistensi terhadap kebenaran dan kedua. bahkan setiap saat. Bahwa cobaan orangorang beriman itu ada dua hal. Mau tidak mau. harta. untuk menopang terwujudnya himbauan Allah agar keluarga kita terhindar dari api neraka. tidak sedikit pula Allah berikan pelajaran dari tergelincirnya orang-orang yang awalnya begitu shaleh karena terpisahnya mereka dari jama’ah. Hingga akhirnya bukan tidak mungkin suatu saat mimpi kita untuk mendapatkan masyarakat Islami menjadi satu kenyataan. Oleh karena itulah anjuran untuk menjadikan kriteria shalihah sebagai kriteria utama dalam memilih pasangan begitu penting. cobaan yang kerap bahkan senantiasa datang. Juga tidak berbeda yang dialami oleh para pelamar kerja yang menjalani test penerimaan calon pegawai. Seperti dingatkan Fathi Yakan. tidak perlu lagi pesantren. Karena menjalani hidup itu juga berarti perjuangan melewati seluruh fasenya hingga sampai waktunya kita berhenti dan berakhir. Inilah juga mungkin hikmah yang bisa kita petik dari ayat terakhir surat Al Ashr. Wallahu a’lam bishshowaab (Abinya Hufha) Jangan Takut Cobaan! Publikasi 15/08/2002 10:46 WIB eramuslim . Konsistensi dan kesabaran akan kebenaran yang tercipta dari dalam rumah kita. dari wanita (istri. “Allah bersama orang-orang yang sabar” Seharusnyalah kita mulai menciptakan lingkungan itu dari diri dan keluarga sendiri. Itulah hidup. Ada yang mengakhirinya secara alami ada juga . pertama. bahwa ujian itu bisa datang dari mana saja. Begitu juga antara imajinasi keceriaan dunia baru dan bayang-bayang orang-orang asing yang bakal mengelilinginya. Karena disamping itu. Allah mengingatkan kita untuk tetap bersabar dalam menetapi kebenaran itu. Antara cita-cita yang menggebu dengan kecemasan seperti bertarung memposisikan diri untuk bersemayam mendominasi perasaannya. lingkungan tempat beraktifitas. masjid-masjid memasang himbauan seperti diatas.saudaranya seiman. antara semangat berprestasi dengan phobia ketidakmampuan mengikuti sistem. setiap kesempatan selalu mengintai menunggu saat-saat lengah kita. penuh dengan segala macam ujian. karena sudah pasti cobaan. Oleh karena itulah kemudian. peraturan dan persaingan di dalam kelas. dihari pertamanya. berbagai perasaan bergelut dibenak dan di setiap rongga dadanya. suka tidak suka setiap yang hidup pasti melewatinya. Menjaga konsistensi itu bukan perkara mudah. jabatan dan lainlain. eksekutif yang harus melewati ujian kenaikan jabatan atau para profesional yang mempersiapkan presentasi hasil karya mereka. dan masyarakat sekitar. dan menetap. Perasaan yang hampir sama meski tidak terlalu persis juga menggelayuti para pelajar dan mahasiswa yang tengah menghadapi ujian akhir guna membuktikan apakah mereka berhasil atau gagal setelah sekian tahun berkutat dengan buku. agar nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran. Dan tentunya.

mereka yang pernah sukses atau karirnya menjulang. ikhlas menerima dan menjalani cobaan. atau merasa menjadi makhluk yang dihinakan Tuhan dengan penyakit itu. Anda tidak akan menganggap aneh ketika mendapati orang-orang berdasi. intimidasi dan ancaman pembunuhan berkali-kali. ada juga yang terus tersenyum meski virus ganas kanker terus menggerogoti satu persatu anggota tubuhnya hingga tak bedanya ia dengan tengkorak hidup. cemoohan dan hinaan yang diterima Nuh as atas keteguhannya. sehingga menjadikan negeri Sakura itu Macan Asia saat ini. atau Dia sedang menguji cinta dan kesabaran hamba-Nya dengan cobaan yang tiada henti. kekasih Allah Muhammad saw pun tak hentinya menerima cercaan. meringis menahan perihnya luka. Namun di ruang lain. mungkin juga Allah menjanjikan kehidupan yang jauh lebih istimewa di kemudian hari. menanggung kekalahan hidup yang memalukan. harakiri adalah jalan mulia bagi mereka ketimbang menanggung malu. ketidaksigapan serta keteledoran yang terkadang menjadi sifat dasar manusia sering kali menyebabkan mereka kalah. Lihatlah Adam as yang harus menerima hukuman Allah terlempar ke bumi atas kelalaiannya.yang ‘mendahului’ waktu sebenarnya dengan mengakhiri hidup ditangan sendiri yang tak berdaya meregang keputusasaan. Mereka berteriak. dan bisa jadi Sang Maha Adil itu ingin menjadikan mereka manusia-manusia pilihan sehingga (dengan derita itu) diakhir hayatnya tetap ingat dan dekat kepada Rabbnya. hingga kini masih mencatatkan rekor terbesar bunuh diri dan sudah lazim diketahui bahwa sebagian besarnya adalah orang-orang muda yang penuh energik menjadikan prestasi dan kesuksesan diatas segalanya. negeri yang terkenal dengan semangat hidup pantang menyerah dari masyarakatnya. Di negara-negara Eropa yang menjadikan kesuksesan bisnis dan profesionalisme sebagai ukuran keberhasilan seseorang. Bahkan sebagian mereka sangat tahu. Bukankah para Nabi Allah selalu mendapatkan cobaan yang teramat berat sehingga mereka menjadi manusia-manusia pilihan. Bagaimana pedihnya penderitaan Ayub as atas penyakit dan kemiskinan yang melandanya. Untuk mudah mengetahui berbagai tipikal orang menghadapi cobaan. harus mengakhiri hidup dengan terjun bebas dari lantai tertinggi apartemen atau gedung tempat mereka bekerja. hancur . Sehingga ketika wajah mereka harus tercoreng oleh satu kegagalan yang dianggap biasa di negara kita. menangis tak henti akibat penyakit yang tak membaik meski sudah habis semua harta. kesabaran Ibrahim as untuk menyembelih Ismail sebagai bukti cintanya kepada Allah setelah bertahun-tahun menunggu hadirnya sang buah hati. Kelengahan. Bahkan manusia agung. Dunia dengan segala keindahannya juga menyimpan tidak sedikit lubang dan celah ujian dimana manusia akan melewatinya. ada yang tetap tegar meski waktunya hidup di dunia sudah bisa diprediksikan. Jangan pernah menganggap kekayaan yang berlimpah yang dimiliki Sulaiman as bukan suatu ujian. datanglah ke rumah sakit. hinaan. anda akan menemui orang yang meraung-raung tak ingin segera mati. Mungkin ada yang mengira ini terlalu menyederhanakan definisi cobaan hidup. inilah cara Tuhan memperhatikan makhluk-Nya. atau menilai keelokan wajah Yusuf as sebagai kenikmatan yang tidak akan dimintai pertanggungjawabannya. mereka sabar. juga keikhlasan Ismail as atas perintah Allah kepada ayahnya. Jepang. Tapi cobalah. mencaci Tuhan atas dalih ketidakadilan.

bayang-bayang menjadi pecundang dan kalah bersaing seolah sirna bila profesionalisme dan modal kecerdasan di kedepankan. bahkan berusaha menghindar dari ujian yang seharusnya mereka lalui. menikah. kalau sampai hari ini kita masih bisa menjalani hidup berarti kita telah mampu melewati semua fase sebelumnya yang entah disadari atau tidak penuh dengan cobaan. Bahwa ada yang terlahir. kebanyakan manusia mungkin lupa (ini juga sifat dasar manusia) bahwa ketika terlahir kedunia tanpa sehelai pakaianpun. tanpa daya sehingga membutuhkan bantuan orang lain dalam menjalani hidupnya. Tidak jarang ada manusia yang hari-harinya habis untuk mengeluh. dengan persahabatan dalam keimanan. dengan kebersamaan. untuk menjadikan diri ini manusiamanusia pilihan. yangpenuh liku. tapi selangkah kaki ini memasuki halaman sekolah. ujian dan cobaan itu tetap menghadang. Tapaki perguliran pagi. Jadi.dan tenggelam oleh kehidupan. kita harus saling berpegangan . meski awalnya dihantui kecemasan. siang. kebulatan tekad dan visi yang sama menjadikan perjalanan rumahtangga sebagai satu fase yang begitu indah. Mungkin inilah rahasia dari siklus hidup yang mesti dijalani yang telah diatur oleh Sang Khalik semenjak ia menjadikan alam dan seisinya. sejak Dia menciptakan manusia pertama dan menghadirkannya ke dunia. Padahal tidak! Selain karena Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hamba-Nya. Begitu juga saat pertama memasuki dunia sesungguhnya menjadi orang dewasa. tua dan mati. Lalu mengapa sekarang banyak manusia yang takut menghadapi cobaan. sepanas api membara dan sebesar gunung menjulang. Namun tak satupun bayi-bayi mungil itu merasa cemas dan menolak terlahir kedunia yang penuh dengan cobaan ini. waktunya tersita untuk meratapi betapa dirinya merasa menjadi orang yang paling menderita. Coba ingat ketika pertama kali masuk sekolah. petang dan malam. Kedepan. kita pasti sanggup melewatinya meski ia sering terlihat sekokoh batu karang dilautan.Mari lewati lorong waktu. tapi dengan segenap keyakinan yang teguh menempati seluruh sisi benak dan dada ini. Wallahu’alam bishshowaab (Abinya Hufha) Bersahabatlah Sampai ke Surga Publikasi 14/08/2002 09:11 WIB eramuslim . jangan gentar melawan cobaan. namun kebersamaan. Lalu memasuki jenjang pernikahan. menyusuri jalan-jalan dunia yang penuh tipu daya. Di dunia ini. tumbuh. mencari nafkah. manusia datang dengan tubuh yang kecil memerah. Kepolosannya menandai keiklasan dan kesiapannya mengarungi riak gelombang dunia fana. dewasa. saat seorang pria harus keluar dari ketiak orangtuanya dan berpisah untuk bersatu dengan pasangannya. Lalu mengapa harus takut dengan cobaan. kekuatan dua jiwa yang bersatu. Awalnya akan merasa canggung. terus menerus siklusnya tak berubah. agar dapat diambil hikmahnya oleh manusia. maka seluas mata memandang betapa satu fase hidup bisa kita jalani dengan ceria dan semangat berprestasi. atau saat seorang wanita berpindah dari pelukan hangat ayah bunda kepada satu kerelaan berjalan mengiringi seorang pria pilihannya. Tangisan pertamanya didunia seolah memberitahu bahwa ia makhluk lemah.

Kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah lah yang akan mengantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. yang menyebutkan bahwa kita akan dibangkitkan di hari kiamat bersama orang yang kita cintai. Kita tak dapat lolos dari ancaman fitnahnya dengan hanya mengandalkan kemampuan sendiri. “dDia adalah sebaik-baik teman. Dia juga yang menyadarkanku akan pertemuan dengan-Mu. “Saling memujilah kalian kepada sahabat kalian.. sebaik-baik sahabat…” Duhai indahnya.” (QS. Saudaraku. seorang diri.” Maka Allah berkata padanya. Pertemuan yang sangat mengesankan dan penuh kegembiraan. Siapa orang yang kita cintai? Siapa orang-orang yang paling dekat dengan kita dalam menusuri hidup ini? Siapa orang yang paling menghiasi ingatan kita? Siapa yang menemani langkah. Harus. “Ada dua orang mukmin yang bersahabat dan berteman akrab. Bersahabat dengan orang-orang yang mendekatkan kita pada ridhaNya… . Kita tak mungkin selamat mengarungi bahtera kehidupan yang sangat luas dengan ancaman badai fitnah ini. Persaudaraan. sebaik-baik saudara. Ketika itu ia mengingat teman akrabnya di kala di dunia lalu ia berdo’a : “Ya Allah. “Seluruh pertemanan dan persahabatan yang tidak dilandasi karena Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan.” (QS. Dikatakan kepada mereka.” Sampai kemudian teman akrabnya itu meninggal dunia dan ruh mereka bertemu. Karena. “Dan diciptakan manusia itu dalam keadaan lemah.” Begitu juga pesan Rasul SAW dalam haditsnya .” Maka masing-masing mereka mengatakan. Salah seorang dari keduanya meninggal lebih dahulu dan ia mendapat berita gembira dari surga. sebagaimana digambarkan oleh Ali bin Abi Thalib RA. sesungguhnya fulan adalah teman akrabku. Mari kita mulai dari sekarang. dia yang menganjurkanku berlaku taat kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu. An Nisa : 28) Saudaraku.langkah hidup kita? Orang shalehkah dia? Mengajak pada kebaikan dan keridhaan Allah kah dia? Bayangkanlah persahabatan orang beriman di dunia yang kisahnya berlanjut hingga di akhirat. Az Zukhruf : 67). “Pergilah.tangan. Dia yang mengajakku melakukan kebaikan dan mencegahku melakukan kemungkaran. Seandainya engkau tahu yang Aku berikan kepadanya. kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh kelemahan dan mudah terpedaya. niscaya engkau akan banyak tertawa dan sedikit menangis. Ya Allah jangan Engkau sesatkan dia sepeninggalku sampai Engkau perlihatkan padanya kenikmatan yang Engku berikan padaku dan sampai Engkau meridhainya sebagaimana Engkau ridha kepadaku. Ibnu Kasir mengatakan. Merenungklah. “Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. kebersamaan dan persahabatan di jalan Allah lah yang juga akan mengiringi kita pada kebahagiaan akhirat Allah SWT memberitakan bahwa hanya pertemanan atas dasra iman dan takwalah yang abadi.

lihat saja bahwa ternyata masih banyak pelajar. Kejadian diatas hanyalah satu dari sekian banyak contoh pergeseran nilai yang semakin terasa nampak sebagai hal yang lumrah di masyarakat kita. seseorang akan jauh lebih marah ketika ditegor orang lain yang merasa terganggu oleh asap rokoknya di dalam kendaraan umum. barang siapa menolong agama Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Namun seiring pergeseran budaya dan perubahan tatanan nilai dalam masyarakat kita. Abu Bakar menyerahkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan Islam. tidak peduli sebelumnya ia pun harus berlari dan berdesakkan untuk mendapatkan tempat duduk tersebut. wanita atau penyandang cacat. pemandangan seperti itu bukanlah hal mengagumkan yang dilakukan orang muda terhadap orang-orang yang lebih tua. rasa kebersamaan.Dikutip dari rubrik Ruhaniyat Majalah Tarbawi Edisi 40/Th. Sikap-sikap serupa juga dicontohkan sahabat lainnya seperti Abu Bakar yang dengan lantang mengatakan. misalnya lagi. Bentuk kecintaaan inilah yang ditunjukkan oleh Ali bin Abi Thalib dan juga para sahabat lainnya. yang karena itu mereka mau melakukan apapun untuk menolong agama Allah. Maka tidaklah aneh. Hilangnya semangat kerelaan berkorban misalnya. sehingga sikapsikap itu pun tercermin dalam diri sahabat-sahabat rasul. bisa karena hilangnya kepekaan sosial. Dari kecintaan terhadap Sang Khalik itu berlanjut pada kecintaan yang begitu mendalam terhadap sosok manusia yang dimuliakan Allah. . Kita tentu merindukan orang-orang yang memiliki jiwa dan semangat rela berkorban (asketis) seperti yang pernah diajarkan sekaligus dicontohkan Rasulullah.Seorang pemuda serta merta berdiri dan mempersilahkan seorang ibu setengah baya untuk menempati tempat duduknya di sebuah bis kota. Semangat kerelaan berkorban merupakan wujud dari kecintaan kepada Allah. mahasiwa atau orang-orang yang sebenarnya masih sanggup untuk berdiri tetap tenang meski seorang jompo atau ibu hamil berdiri menahan beban tubuh disampingnya. 4 Miliki Semangat Kerelaan Berkorban Publikasi 07/08/2002 11:47 WIB eramuslim . cukuplah Allah dan Rasul-Nya untuk menjawab pertanyaan Rasulullah tentang apa yang ditinggalkan untuk keluarganya. saat menggantikan Rasul tidur di ranjangnya pada malam ketika Rasulullah ditemani Abu Bakar hendak melakukan hijrah. budaya saling tolong atau bahkan memudarnya sifat-sifat humanis di kalangan masyarakat. Namun tentu bergesernya budaya dan nilai seperti itu jelas ada penyebabnya. terutama di perkotaan. yakni kecintaan terhadap Rasulullah. Pada saat itu. Kerelaan berkorban (asketisme) yang dilakukan oleh Ali bin Abi Thalib. Intanshurullaaha yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum. Sepuluh tahun yang lalu. Atau keberanian Asma binti Abu bakar mengantar makanan untuk Rasulullah dan ayahandanya di tempat persembunyian di gua Tsur. misalnya. seolah hal seperti itu saat ini menjadi barang langka yang jarang ditemui.

Maka patutlah sesegera mungkin kita melongok kedalam diri ini. bahwa kecintaan terhadap Allah. saat ini kita tidak kehilangan momentum-momentum untuk kembali memiliki atau memperbaiki jiwa dan semangat asketis yang pernah dicontohkan oleh orang-orang mukmin terdahulu itu. jauh lebih penting dimiliki oleh setiap calon pemimpin. bahwa ada orang-orang lemah yang perlu huluran tangan. tak perlu menunggu waktu lama untuk memperbaiki sisi-sisi cinta itu dengan membetulkannya kearah yang pernah diajarkan Rasulullah. bahwa masih banyak para fakir miskin yang memerlukan sisihan sebagian dari harta kita. para wakil rakyat pengemban amanah ummat selain prinsip-prinsip berkeadilan yang juga mesti dihasung. Hanya saja. Wallahu a’lam bishshowaab (Abi Hufha) Tetaplah Berdaya Disaat Krisis Publikasi 02/08/2002 10:16 WIB eramuslim . Karena bisa jadi kedepan. serta tidak egois dan semena-mena menggunakan hak tanpa mempedulikan hak orang lainnya. Kesadaran kolektif yang dimiliki itu tentu menjadi contoh bahwa semangat kerelaan berkorban jika dilakukan secara kolektif akan memberikan hasil yang luar biasa bagi sebuah perubahan bahkan peradaban. Ruang publik kita masih cukup terbuka untuk melakukannya. sesama mukmin bahkan menjadi rahmat seluruh alam. Rasulullah mampu menurunkan perasaan cinta Allah dan Rasul-Nya itu menjadi sebuah cinta yang bertebaran menyentuh seluruh ummat. bukan sekedar kecerdasan intelektual tapi juga kecerdasan emosi berupa sikap kerelaan berkorban inilah yang jauh lebih dibutuhkan. adakah besarnya cinta yang bersemayam didalam diri ini masih lebih menguasai rasa akan pemenuhan kepentingan diri sendiri. dan mulai dari sekarang! Satu wujud yang cukup membuat kita tersenyum misalnya.Krisis ekonomi yang mendera negeri Zamrud khatulistiwa ini telah mewariskan penderitaan pada masyarakat. ketika sekelompok mahasiswa yang insya Allah terjaga kemurnian perjuangannya merasa terusik saat orangorang yang dipercaya rakyat untuk memimpin dan mengelola negeri ini justru mengkhianati rakyat. dan juga mereka yang sangat membutuhkan sekedar sandaran atau penyangga berdiri. meski bukan menjadi alasan untuk tidak melakukannya mulai dari diri sendiri. dimana kelebihan dari kekuatan yang kita miliki akan sangat berharga bagi mereka. Bahkan pada November 2001. Sesungguhnya. Rasul-Nya. Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Jemaluddin Kassum . sikap-sikap seperti itu akan lebih terasa jika menjadi sebuah kesadaran kolektif dalam menerapkannya. Jika demikian. dan seluruh mukmin sebagai wujud persaudaraan diatas segala kecintaan dan kepentingan terhadap diri sendiri.Dengan segenap cintanya. Hal ini ditunjukkan dengan masih signifikannya jumlah penduduk yang miskin. Tentu saja. kerelaan berkorban itu tercermin dalam sikap-sikap saling bantu. menyisihkan waktu dan tenaga untuk kepentingan banyak orang sebagai wujud dari Islam rahmat bagi seluruh alam.

Disamping itu. Orang yang sungguh-sungguhlah yang akan mendapatkan nilai terbaik baik dihadapan manusia maupun dihadapan Allah SWT. sementara 10-20 persen hidup dalam kemiskinan absolut (extreme poverty). Oleh karenanya apabila kita ‘bedah’ terdapat empat tipologi manusia. “Sesungguhnya apabila kamu sungguh-sungguh pasti akan berhasil”.7 persen (tahun 2001). 14. diperlukan solusi yang efektif dan adaptif dengan kondisi masyarakat. 56. dalam arti substansial antara lain. yakni 27 persen tahun 1999. program dan kegiatan serta strategi pencapaiannya. Sehingga energi institutional dengan kelengkapan sumberdaya yang dimilikinya.2 persen (2000). Ketiga. setiap lembaga baik yang berbasis bisnis maupun kemasyarakatan. Niat yang dilandasi dengan keikhlasan akan meningkatkan energi dan motivasi diri untuk selalu berusaha.7 persen (2001).9 persen (2005). Di dalam Al-Qur’an. Kempat. 53. misi.5 persen (2005). 15. Sungguh-sungguh. 8 November 2001) Menghadapi problem kemiskinan tersebut. 51. percaya bahwa Allah memberikan potensi dan kekuatan kepada setiap insan. Dengan energi itulah akan lahir solusi-solusi kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan. Angka kemiskinan berdasarkan definisi yang dipakai pemerintah (Badan Pusat Statistik/BPS) sendiri lebih kecil. sedang dan akan terjadi adalah kehendak Allah semata. harus diarahkan untuk mengeluarkan masyarakat dari jeratan kemiskinan. Kedua. ada manusia yang tidak sadar bahwa ia mempunyai potensi. 12.4 persen (2003). Pertama. yakni tahun 1996 yang sebesar 50. Sebagai bekal menghadapi tantangan dunia.3 persen (2003).9 persen (tahun 2000). Angka kemiskinan 49.1 persen (2004). kurang lebih tiga per lima (60 persen) penduduk Indonesia saat ini hidup di bawah garis kemiskinan. berniat bahwa bekerja (beraktivitas) semata-mata hanya bertujuan untuk mengabdi kepada Allah SWT. “Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan beban yang tidak sanggup kamu memikulnya”. khususnya yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Jika definisi garis kemiskinan yang dipakai adalah pendapatan 2 dollar per hari. setiap insan negeri ini mesti mendayagunakan seluruh potensi dirinya. dan 10. mesti menggali dan merumuskan prinsip-prinsip institusi yang terdiri dari visi. 15. Sedangkan secara institusional. Allah SWT telah memberikan tuntutanan bagaimana cara menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan ini. Potensi dan kekuatan itu akan muncul apabila setiap insan sadar akan eksistensi dirinya. baik bersifat individual maupun institusional. Kedua. sebaliknya ada manusia yang tidak sadar bahwa potensi yang . Pertama.1 persen (2002).1 persen.1 persen tahun 1999 menjadi 57. Secara individu. ada manusia yang sadar bahwa ia punya potensi.mengingatkan. niat juga akan melahirkan keyakinan bahwa apapun yang telah.5 persen tahun 2005 ini kira-kira sama dengan level sebelum krisis. (Lihat Kompas. dan 49.5 persen (2004). ada manusia yang sadar bahwa potensi yang dimilikinya terbatas. 13. Kendati kenyataannya ingkat kesadaran setiap insan juga terdapat perbedaan.6 persen (2002). jumlah penduduk miskin diperkirakan turun dari 65. 55.

kemiskinan karena tidak mampu mendayagunakan potensi diri dan alam yang ada. adanya hegemoni penguasa. Sehingga keputusan yang diambil betul-betul berada pada koridor penegakan keadilan.dimilikinya terbatas. memberikan layanan kesehatan. Bahkan problem kemiskinan telah mendera sepanjang masa. kebenaran dan kejujuran. Pertama. penyebab kemiskinan juga beragam. Beberapa strategi yang ditawarkan antara lain. Ketiga. Namun akibat dominasi hawa nafsu dan keserakahan serta keinginan untuk meraup kekayaan. Allah SWT. Oleh karenanya personal yang terlibat di dalam proses pengambilan kebijakan mestilah orang-orang yang bijak. Namun. Dengan keterampilan perencaan menjadi rasional. Sejarah peradaban manusia juga menunjukkan bahwa hanya orangorang yang sadar akan dirinyalah yang mampu eksis menghadapi tantangan dinamika dunia ini. baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. tenaga fisik. supaya tidak terjadi ketergantungan yang berkelanjutan. Hanya saja. Kedua. insting dan lain-lain. Dengan demikian pekerjaan yang dilakukan betul-betul berdasarkan kapasitas dan kafaah keilmuan dan keterampilan yang jelas. Disamping itu. Dengan ketiga potensi tersebut setiap insan mestinya mampu ‘memeras akalnya’ serta mengolah apa yang ada di alam ini menjadi produk yang bermanfaat. Sehingga mampu untuk berpikir jernih dan berkarya. mengembangkan potensi ekonomi. Keempat. Bagi masyarakat yang tergolong fakir dan miskin diperlukan adanya bantuan layanan kesehatan sehingga mereka tetap tegar dan kuat untuk bekerja. Penguasa negeri yang bijak tidak akan membuat kebijakan yang merugikan masyarakat. Padahal di dalam diri setiap insan terdapat potensi akal. Setiap manusia yang ingin tetap sehat membutuhkan layanan kesehatan. meningkatkan kualitas pendidikan. Kebutuhan hidup menyangkut kebutuhan darurat seperti makanan pokok. berbagai upayapun ditempuh. Solusi Kemiskinan Kemiskinan bukan hanya terjadi sekarang. karena biaya pengadaan obat-obatan dan perawatan relatif mahal. salah satunya melalui kebijakan. diperlukan strategi sebagai solusinya. Bahkan orang yang sadar akan dirinya pula yang akan kenal dengan penciptaNya. pemberian charity ini hanya bersifat jangka pendek. Kedua. maka tidak semua lapisan masyarakat dapat menjangkaunya. Pemberian bantuan hidup ini bisa bersifat charity (amal) dengan tujuan untuk memulihkan kondisi fisiknya. Sehingga tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Tujuan yang hendak dicapai adalah bagaimana supaya terjadi peningkatan keterampilan dan keilmuan. Oleh karenanya kesadaran akan diri menjadi sangat penting guna mengembangkan diri. Allah SWT telah menganugerahkan sumberdaya alam yang berlimpah. Semua yang disediakan alam tersebut mestilah diolah sebaik-baiknya. Dengan adanya dua penyebab terjadinya problem kemiskinan tersebut. memenuhi kebutuhan untuk bertahan hidup. Pengolahan sumebrdaya alam yang tidak baik serta merusak . Pertama. Dengan pikiran jernih banyak hal yang bisa direncanakan.

Manusia memang ditakdirkan sebagai makhluk yang paling sempurna dengan segala kelebihan-kelebihannya. doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong. problem kemiskinan dapat ditasi dengan baik. harta kekayaan yang melimpah. kamulah yang memerlukan Allah. Kita berharap dengan makin maraknya bermunculan institusi pemberdayaan masyarakat. untuk itu kita perlu meminta kepada Allah SWT. pangkat. doa adalah obat.com) Jangan Pernah Berhenti Berdoa Publikasi 30/07/2002 10:16 WIB eramuslim . Kita juga tidak bisa hanya berusaha saja. "Hai manusia. Sehingga. Kita tidak bisa hanya berdoa saja tanpa melakukan usaha semaksimal mungkin untuk mengapai tujuan kita. Doa adalah permohonan. dan Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) Yang Maha Terpuji. Namun siapakah yang dapat memberikan keselamatan kala itu.keseimbangan alam dan lingkungan tentu akan berakibat akan terganggunya ekosistem alam. kedudukan. efrisb@yahoo. Contoh: peternakan. pasrah dan ikhlas. Doa dan usaha adalah dua aktifitas yang tidak bisa dipisahkan. pengharapan seorang hamba kepada Sang Khaliq. Karena hanya dengan kekuatan aqidahlah masyarakat akan terbebas dari kemiskinan yang membelitnya. namun dibalik kelebihan itu manusia juga memiliki segudang kelemahan. Dengan keempat layanan di atas akan menunjukkan keberhasilan apabila diikat dengan aqidah yang mantap. Apakah yang akan kita lakukan pada saat itu? Masih pentingkah gelar. kalau bukan kepada Allah SWT kita meminta? Dibalik kelebihan-kelebihan yang kita miliki. . Doa itu intinya adalah ibadah. doa adalah senjata. tanpa berdoa dan mengabaikan Allah sebagai penentu berhasil atau tidaknya tujuan kita. Seluruh hamba sangat bergantung kepada penciptanya. Tiba-tiba kapal yang kita tumpangi oleng ke kanan dan ke kiri karena badai yang tiba-tiba saja datang menghantam. Nahkoda memberi peringatan tanda bahaya. kita menyimpan kelemahan-kelemahan yang tidak dapat kita tutupi. pertanian dan perikanan. seperti yang difirmankan Allah. serta kecantikan? Tentu tidak. jabatan. penuh harapan. jangan sampai kemiskinan tersebut menyebabkan imat meninggalkan dienul Islam-nya. Sehingga potensi alam yang ada betul-betul dapat dikembangkan secara maksimal. bagi kita keselamatan menjadi puncak harapan. tulus. Tidak ada tempat kita meminta bantuan karena seluruh alat komunikasi terputus. Setiap hamba memang harus berdoa. Bayangkan jika kita sedang berada ditengah lautan.Orang bijak mengatakan. doa adalah pintu segala kebaikan. sebab kita diciptakan dalam keadaan penuh dengan keterbatasanketerbatasan. Oleh karenanya kehendak untuk mengolah sumberdaya alam mesti dilakukan uji kelayakan." (QS Faathir: 15). berdoa dengan penuh kekhusuan. Bahri. (Efri S.

Hidup bukan sekedar perjalanan menuju kematian. melainkan akan terus berlalu melalui salah satu fase berikutnya yakni saat harus mempertanggungjawabkan masa hidup mereka di dunia dan seterusnya. tetapi kalian justru mencampakkan dirimu sendiri kedalamnya. tetapi perbuatan kalian justru bertentangan dengan keinginan itu. "Wahai Abu Ishak (panggilan Ibrahim bin Adham). Maka bukanlah kematian yang dinanti oleh yang hidup karena sejak dimulainya hembusan nafas pertama seseorang hingga detik inipun tengah berjalan sampai saatnya melewati satu fase yang bernama kematian itu. tetapi kalian tidak memenuhi hak-hak-Nya. Allah berfirman dalam Al-Quran agar kami berdoa. Kalian sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. tetapi kenapa doa kami tidak dikabulkan Allah?" Ibrahim bin Adham menjawab. tetapi kalian tidak bisa mengambil pelajaran dari peristiwa itu. Kalian sering menguburkan jenazah saudaramu. "Wahai penduduk Basrah. apakah kita sedang bahagia atau sedih.com) Menikmati Hidup Publikasi 29/07/2002 08:43 WIB eramuslim . "Berdoalah kepada Allah. namun sesungguhnya tetap hidup sampai pada satu masa pengadilan Allah yang maha adil memutuskan ketentuannya.Ada sebuah kisah tentang masyarakat Basrah yang waktu itu sedang dilanda kemelut sosial. Kebetulan mereka kedatangan ulama besar yang bernama Ibrahim bin Adham. Setiap hari kalian membaca ta’awudz. Masyarakat Basrah pun mengadukan nasibnya kepada Ibrahim bin Adham. dan bersabarlah menunggu dikabulkan-Nya (elsandra/el-sandra@lycos. tetapi kalian tidak mengamalkan isinya. tetapi terhadap kesalahan sendiri kalian tidak mampu melihatnya. Hanya saja kalian harus tahu bahwa Allah tidak berkenan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main. Perhatikan ada-adab berdoa. tetapi nyatanya kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Setipa hari kalian membaca Al-Quran. Kami warga Basrah sudah bertahun-tahun berdoa. tetapi setiap hari pula kalian memberi makan setan dan mengikuti langkahnya." Terakhir ia mengatakan. berlindung kepada Allah dari setan yang kalian sebut sebagai musuhmu. karena hati kalian telah mati dalam sepuluh perkara. karena doa adalah masa depan kita. Kalian selalu mengatakan ingin masuk syurga. tetapi kalian meninggaklan pola prilaku sunnah-sunnahnya. doa adalah senjata kita. . tetaplah berdoa kepada Allah. Katanya kalian takut masuk neraka." Apapun persoalan hidup kita. tetapi kalian lupa mensyukurinya. Kalian mengakui bahwa maut adalah keniscayaan. tetapi kalian harus yakin akan dikabulkan. Tidak berhenti hanya sampai disitu. Bagaimana mungkin doa kalian akan dikabulkan Allah! Kalian mengakui kekuasaan Allah. Jangan pernah berhenti memanjatkan doa kepada Allah. "Wahai penduduk Basrah. Kalian selalu mengaku cinta kepada rasul. Meski jasad telah mati. ingatlah sabda nabi. Setiap saat kalian menikmati karunia Allah. Doa adalah kekuatan kita. karena kematian itu sendiri bukan tujuan akhir sebenarnya dari setiap makhluk yang hidup.

didaki. Tak sedikit juga pengetahuan akan seberapa dalam dan luasnya lautan yang mesti diarungi. Kepada Ayub. Sebagian kita berpikir memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah hidup di dunia ini untuk dinikmati sepuasnya. setiap jengkal tanah yang terlewati. Padahal kita tak pernah tahu sampai sejauhmana perjalanan menuju akhirat itu. Diwaktu yang sebentar itulah masih banyak kita yang salah dalam memanfaatkan hidup ini. belum tercapai titik klimaks kepuasan sampai kematian yang mengakhiri petualangan pencarian kepuasannya tersebut. Dia berikan beragam kenikmatan untuk tidak sekedar dinikmati. bukit. mungkin masih terlalu sedikit atau bahkan kosong sama sekali. masih ada keraguan kita . lembah yang harus ditelusuri. Cobalah tengok tas bekal yang kita miliki sekarang. Allah sertakan nikmat kesabaran dan cinta mendalam dari Rahmah istrinya. serta setinggi apa pegunungan. ketika cobaan penyakit berat menimpanya. Seperti pelajaran yang diberikan Allah kepada Sulaiman saat hendak memberi makan seluruh makhluk Allah dengan kekayaan yang dimilikinya.Hidup adalah satu fase dari sekian fase perjalanan yang dilewati manusia. Ketidaksadaran akan singkatnya waktu. Yusuf Nabi yang diberikan nikmat keelokan paras pun memberikan pelajaran bagaimana mensikapi hidup tidak berlebihan. Sekedar mengingatkan. dan ketidakmengertian akan seberapa berat perjalanan berikutnya itu ternyata masih tak membuat kita bergegas berbenah. ketika Allah menjanjikan surga dan ampunan serta terbebas dari azab-Nya sebagai imbalan dari jihad dengan harta dan jiwa ini. begitu singkat. Maka kemudian. Rasulullah mengingatkan bahwa menjalani hidup di dunia ini layaknya seperti orang asing atau orang yang sedang menyeberangi suatu jalan. Allah curahkan semua anugerah dan pemberiannya kepada segenap makhluk-Nya sebagai bentuk kasih sayang yang takkan pernah putus untuk dinikmati. waktunya hanya sesaat. Sesungguhnya bersamaan dengan turunnya anugerah tersebut. melainkan juga diambil maknanya sehingga menyadarkan diri ini untuk bersyukur. sigap mengumpulkan bekal. setiap detik waktu yang terpakai dan setiap tenaga yang terkuras semata untuk urusan pemenuhan kebutuhan akan kepuasan yang singkat sesaat. Disaat yang sama kita semakin lupa membebani punggung ini dengan bekal perjalanan panjang selanjutnya. Kini giliran manusia-manusia dimana kita berada dimasanya. Hanya saja terkadang ketidakmampuan menangkap makna luas kenikmatan yang diberikan-Nya itulah yang membuat pandangan ini begitu sempit dengan menggambarkan nikmat itu sebatas rupa dan bentuk. termasuk hidup itu sendiri. Allah pun tetap memberikan anugerah kenikmatan itu tanpa kecuali. atau hikmah dari perintah disembelihnya Ismail oleh ayahanda Ibrahim yang teramat cintanya. Namun demikian tidak sedikit manusia yang tidak menyadari bagaimana memanfaatkan waktu yang sebentar itu guna mengumpulkan bekal sebanyak dan sebaik-baiknya untuk menempuh perjalanan fase-fase berikutnya yang tak diketahui seberapa panjang lintasan kan ditempuh lengkap dengan terjalnya kerikil dan batu sandungan yang kerap menghadang. benar dan tepat. Dia sertakan juga pesan bagaimana memanfaatkannya dengan baik.

akan janji itu, meski kita tahu Dialah Yang Maha menepati janji. Saat Allah menawarkan nikmat tambahan untuk rasa syukur kita atas nikmat sebelumnya, ternyata sedikit sekali bibir ini berucap dan memuji-Nya. Juga pertolongan dan peneguhan kedudukan yang sudah pasti diberikan jika kita mau berkorban untuk agama-Nya, namun dimana kita saat Islam membutuhkan uluran tangan dan tetesan darah ini, sedang apa diri ini disaat ummat Islam di belahan bumi lain menjerit menggantang nyawa. Menggelengkan kepala adalah jawaban untuk pertanyaan Allah bahwa nikmat manakah yang kita dustakan, tetapi betapa lebih sering kita justru melupakannya. Padahal ada cara yang diajarkan Rasulullah bagaimana menikmati hidup ini tanpa harus tergelincir kepada nafsu pemuasan yang tak berkesudahan. Bayangkan cara beliau menikmati hidup dengan prinisp secukupnya soal pemenuhan kebutuhan, tidak berlebihan dan bersikap qona’ah. Rasa syukur yang kian hari kian meningkat seiring dengan tak hentinya segala nikmat yang diberikan Allah, pun terlihat dari tak berkurangnya ibadah. Kita masih bisa menambah kenikmatan hidup ini dengan melahap bacaan ayat-ayat Allah serta melafazkan nama-Nya untuk mendapatkan satu nikmat yang tak ternilai, ketenangan jiwa. Istri yang sholeh nan menyenangkan, anak-anak yang membanggakan semakin bertambah nikmat hidup ini jika kita bisa membimbingnya, agar kelak bisa menikmati kebersamaan itu dalam fase kehidupan berikutnya. Bahkan bukan tidak mungkin kesulitan pun menjadi bagian dari kenikmatan hidup ketika kita ridha dan memandang semua ujian adalah cara-Nya untuk berdekatan dengan orangorang shaleh. Sungguh nikmat yang berketerusan, terlebih jika diri ini senantiasa terjaga untuk tetap berada pada jalur kebenaran hingga detik saat Izrail mengetuk pintu, bukankah kita juga merindukan kematian yang dapat dinikmati? Wallahu’a’lam bishshowaab (Hufha)

Bunga-Bunga Kehidupan
Publikasi 25/07/2002 09:19 WIB eramuslim - Salah satu keindahan yang Allah ciptakan untuk dapat dinikmati manusia adalah bertebarannya bunga-bunga cantik nan menyejukkan dengan aroma dan warnawarni yang tak membosankan. Apabila musim semi tiba, perlahan kelopak-kelopak bunga merekah seraya menyemai kecerahan hari. Kuning yang menghangatkan, kesejukkan yang ditawarkan dari warna putih, merah yang menyala-nyala membangkitkan gairah hidup, semua warna, semua aromanya mewarnai hidup menambah semerbak alam tempat berpijak. Tidak hanya bunga-bunga yang demikian yang memang diperuntukkan untuk manusia (juga kumbang sang penikmat bunga tentunya), namun ada banyak bunga yang juga hadir menyemangati hidup, mengiringi langkah ini dan menjadikan hari-hari yang kita lewati begitu indah dan menyenangkan. Dari sekian melati yang bertebaran di bumi ini, ada satu yang terindah yang telah kita petik untuk ditanam di taman hati. Dipupuk dengan segenap cinta tanpa akhir, disirami oleh kasih sayang yang takkan habis dan dipelihara dengan segala bentuk pengorbanan yang tak kenal lelah, maka ia pun senantiasa menjadi bunga

yang menyenangkan hanya dengan memandangnya, membasuh peluh, menghapus lelah ketika disentuh dan menyegarkan seluruh rongga dada ketika mengecupnya sehingga tercipta kedamaian dan ketenangan. Ya, istri atau suami yang sekarang menjadi pasangan jiwa kita adalah bunga kehidupan. Dari melati yang telah dipetik itu, mungkin kan datang Lily, Tulips, Mawar atau bungabunga lain yang semakin meramaikan taman hati ini dengan aroma khas dan warna yang membuat hidup terasa lebih indah. Keceriaan yang dihadirkan anak-anak selaku bungabunga kecil mampu menghiasharumi hati. Mereka, bunga-bunga kecil yang dengan keindahannya membuat kita selalu tersenyum, menjadi pelepas dahaga kedamaian dan pengobat rindu akan kehangatan. Dengan curahan kasih sayang yang tiada henti, sentuhan pendidikan yang tidak memenjarakan kebebasan berpikir dan memasung kreativitasnya, semoga tetap menjadikan mereka bunga-bunga yang dapat dibanggakan, bukan malah menjadi bunga-bunga liar yang berserakan di trotoar dan pinggir jalan. Dengan menghiasi hati mereka akan keagungan nama penciptanya, dan kemuliaan nama Rasulnya, akan menjadikan mereka bunga-bunga yang tak pernah kusut, layu atau bahkan hancur oleh terjangan angin, panas, hujan ataupun buasnya unggas. Ketika beranjak keluar melewati pagar, kita akan menemukan bunga-bunga lain yang tak kalah indahnya, mereka tersenyum dan menyapa dengan hangatnya. Seperti kita yang juga menjadi bunga kehidupan bagi mereka, bunga-bunga diluar pagar itupun hadir memberikan makna kebersamaan dan saling mencintai, memberi juga mengasihi sebagai saudara karena Allah. Jagalah kedekatan, binalah kebersamaan dengan bunga-bunga itu, karena mereka jugalah yang mungkin akan membantu, menolong dan meringankan beban berat ataupun terpaan badai kehidupan. Sebanyak apapun bunga yang kita miliki, jangan juga melupakan bunga-bunga yang telah melahirkan dan membesarkan kita menjadi bunga saat ini. Mungkin bunga-bunga itu sudah mulai layu, atau tangkainya sudah terkulai lemah. Jangan biarkan mereka semakin layu, sirami dengan air cinta meski yang kita miliki tak sebanding dengan air cinta yang pernah mereka curahkan. Jadilah kaki penyangga tangkainya agar kita tetap bisa melihatnya berdiri, segar dan melangkah berdampingan hingga Sang pencipta segala bunga menentukan kehendaknya. Namun ada satu bunga, yang bersemayam paling dalam di lubuk hati ini, yang tak boleh kita biarkan tak tersirami oleh air yang tercipta dari rangkaian indah nama-nama Sang Pencipta segala bunga, dari berdiri, duduk dan sujud yang kita tegakkan, dari senandungsenandung yang menyuarakan ayat-ayat-Nya dan dari rasa berserahdiri akan segala kehendak dan ketentuan-Nya. Ialah bunga kehidupan utama yang tanpanya takkan berarti, takkan terasa indah, takkan menyejukkan aroma bunga lainnya, seindah dan seharum apapun bunga-bunga yang lain itu. Hingga jika bunga utama itu kuat, ia pun akan menguatkan diri ini sehingga teramat tegar menepis duri-duri kemaksiatan yang menyakitkan, atau unggas-unggas kejahatan agar menjauh dari taman hati ini. Dengan keindahan dan kedamaian yang kita tawarkan selaku bunga, kita dapat memperbanyak bunga-bunga baru untuk hadir dan bersama-sama saling menjadi bunga kehidupan di

taman hati masing-masing. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna, teruntuk bungabunga di taman hatiku)

Hidup Penuh Arti
Publikasi 24/07/2002 16:51 WIB eramuslim - Selasa (23/7) dini hari waktu setempat, sebuah serangan udara menghancurkan beberapa bangunan dan menewaskan 12 orang termasuk anak-anak dan wanita, serta melukai 150 orang lainnya. Diantara yang syahid ialah Shalah Syahada, Komandan Izzudin Al Qassam, salah satu tokoh pendiri Hamas. Pria berusia 50 tahun itu menjemput syahid bersama istri dan ketiga anaknya dalam insiden membabi buta militer Israel. Syahidnya tokoh besar Hamas tersebut menimbulkan kemarahan para pejuang Hamas tidak terkecuali anak-anak dan kaum wanita. Hari ini, prosesi pemakaman Shalah Syahada dan sebelas syuhada Palestina lainnya dipadati tidak kurang dari 300 ribu pendukung Palestina. Dilaporkan, puluhan ribu pejuang antri di depan rumah sakit dimana para pejuang yang syahid tersebut disemayamkan untuk ‘berebut’ menggotong jenazah sang syahid. 6 Februari 1993, hujan air mata mengguyur tanah Indonesia. Dalam usia 84 tahun, seorang tokoh besar ummat Islam menghembuskan nafas terakhirnya. Pak Natsir telah pergi, begitu bunyi headline beberapa harian besar di ibukota. Sebagian kita mungkin masih belum bisa melupakan betapa membludaknya iring-iringan massa yang menghantarkan jenazah Mohammad Natsir (Allahuyarham Pak Natsir) ke tempat peristirahatannya. Air mata ini pastilah kan mengalir tatkala mengingat kembali kisah detik-detik menjelang wafatnya Rasulullah Muhammad saw, manusia mulia nan agung yang dicintai segenap ummatnya. Betapa tidak, sampai detik terakhir hidupnya, ketika Izrail, Jibril dan seluruh malaikat berkumpul mengelilingi Rasulullah yang terkulai lemas di pembaringan, beliau masih khawatir akan keadaan ummatnya sepeninggalnya. Pancaran ketenangan pun menyemburat memancar dari wajahnya saat Jibril mengkhabarkan bahwa tidak ada ummat yang akan menginjakkan surga sebelum ummat Muhammad. Meski pada saat bersamaan derasnya sungai airmata mengalir membasahi pipi Fatimah Az Zahra. “Orang besar adalah mereka yang hidupnya untuk (kepentingan) orang banyak, dan ketika mati, ia akan senantiasa dikenang juga sebagai orang besar. Orang kerdil adalah yang hidupnya untuk dirinya sendiri, maka ketika mati ia pun tetap sebagai orang kerdil”. Nasihat yang begitu bermakna yang terlontar dari mulut seorang pejuang muslim pendiri Gerakan Ikhwanul Muslimin, Imam Hasan Al Banna. Setidaknya sang Imam pun membuktikan kata-katanya, puluhan tahun setelah kepergiannya pada tahun 1948 dalam usianya yang masih relatif muda, 42 tahun, oleh terjangan sebutir peluru, hingga kini ia masih tetap dikenang sebagai orang besar yang tidak bisa lepas dari wacana pergerakan dan perjuangan Islam di Mesir dan di seluruh penjuru dunia Islam.

DR. untuk Islam dan untuk Allah. Ayatullah Khomeini. pemimpin Revolusi Iran dan masih banyak nama-nama lainnya.Entah sudah berapa ratus syair tergubah yang terinspirasi oleh indahnya pagi. sementara sang betina dengan sabar menggiring anak-anak mereka mencari makan. Bahkan jika hamba-hamba itu bersyukur dan memuji. Selamat Datang Pagi Publikasi 23/07/2002 09:01 WIB eramuslim . mereka teramat tahu . memberi isyarat kepada manusia untuk segera memulai hari yang teramat cerah. Allah menjadikan mereka sebagai penyemangat perjuangan. kicaunya yang tak henti mengiringi kepakan sayap mereka mencari dahan-dahan tempat berpijak untuk kemudian terbang kembali ke sangkar mereka dengan setumpuk makanan di paruhnya untuk diberikan kepada anakanak mereka. namun mereka telah memberi makna bagaimana hidup penuh arti. menjadi orang besar dan senantiasa dikenang sepanjang hayat manusia di bumi Islam karena mereka telah mendedikasikan seluruh hidup mereka untuk ummat. sebaiknya cukup dalam hati saja mengucapkannya. dari Cat Stevens sampai si imut Tasya pun bersenandung pagi. ahli bom pejuang Mujahidin Afghanistan pada masa perang melawan Uni Soviet. pembunuh demotivasi. Adakah diri ini dalam antrian panjang tersebut? Wallahu’alam bishshowaab (Abi Iqna). Mereka. Binatang-binatang melata ditanah pun menggeliat. siapapun yang tetap terlena berselimut tebal. Dengarlah kicau burung-burung bernyanyi. Selamat Datang Pagi. Syamil Basayev sang tokoh pejuang Chechnya.Masih banyak nama-nama besar yang terukir bersamaan dengan gejolak perjuangan ini. semuanya bermula di pagi hari. Abdullah Azzam. pembangkit ghirah. setelah sebelumnya unggas lainnya berlomba saling bersahut memecahkan keheningan fajar. mungkin sudah jutaan kata terangkai menjadi puisi-puisi indah tentang pagi. Jika saja. dan juga sebagai inspirasi bagi deretan panjang calon-calon mujahid di seluruh pelosok bumi. karena pagi begitu memberikan harapan bagi segenap makhluk. pastilah dia orang-orang yang merugi bahkan kesuksesan pun makin menjauh. satu bentuk Kemahasempurnaan hasil kreasi Allah dari jumlah yang tak terhingga kemahasempurnaan lainnya yang semuanya diperuntukkan bagi hamba-Nya tanpa mengharap imbalan apapun. masih terdapat antrian panjang calon-calon pengukir sejarah perjuangan kaum muslim. sehingga kematianpun akan sangat berkesan bagi siapapun yang ditinggalkan. Titik-titik embun di dahan berjatuhan membasahi tanah seiring bergulirnya sang mentari menatap bumi. dengan segala kekuatan dan izin Allah. Maka. Burung-burung hilir mudik terbang kesana kemari mengitari alam. Juga. termasuk bagi manusia yang bercita-cita meraih sukses dan kemenangan. Insya Allah. pastilah Dia akan menambahkan nikmat-nikmat itu. Meski tidak harus memanggul senjata. ayam-ayam jantan sudah menyambut awal kemenangannya dengan lantang di waktu fajar. Patutlah kita mensyukuri nikmat Allah yang satu ini. Maha Suci Allah atas nikmat pagi dengan segala keajaibannya.

Hingga senja pun hadir. dan menyuruhnya untuk keluar bekerja mencari nafkah. Bagaimana tidak. mengumpulkan tenaga untuk kembali menyambut pagi yang senantiasa menjanjikan harapan. Itu berarti. Sungguh. Ada keseimbangan yang patut dipertahankan dalam hidup ini. dan pada saat-saat yang sudah ditentukan kita duduk bersimpuh. Karenanya. Antara yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.Sesungguhnya dalam Islam. bisa jadi ini adalah pagi terakhir yang dapat kita rasa. masih adakah manusia yang tetap bermalas dengan badan lurus terlentang merapat di ranjang hangat? Tentu mereka orang-orang yang jauh dari rizki dan kesuksesan. Dengan cinta dan keimanan inilah hati setiap mukmin yang satu dengan lainnya terikat kuat. tak berlebihan bila seorang ulama Mesir yang telah syahid. baik prestasi dunia maupun prestasi sebagai bekal di akhirat. mengadu dan memohon dikuatkan hati dalam menggapai segala harapan. Jika memang ini pagi terakhir. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna) Indahnya Cinta karena Allah Publikasi 22/07/2002 10:47 WIB eramuslim . Mencari rizki maupun mencari ilmu terus menerus tanpa kenal patah semangat untuk memacu prestasi. Cinta tidak dapat digambarkan tanpa iman. . maka mukmin yang lain pun merasakan hal yang sama.bahwa tanpa geliat itu mereka takkan mendapatkan rizki untuk bisa bertahan hidup. Bila mukmin yang satu sakit. merapatkan kening diatas bentangan sajadah. persatuan ummat akan terbentuk dan permasalah pun akan terpecahkan. Bekerjalah seolah akan hidup selamanya dan beribadahlah seakan esok ajal kan datang. cinta dan keimanan adalah ibarat dua sisi mata uang. Al Ustadz Imam Hasan Al-Banna mengatakan bahwa dengan dua sayap inilah Islam diterbangkan setinggi-tingginya ke langit kemuliaan. atau bahkan mungkin esok mentari terbit dari arah yang berlawanan dari arah yang biasanya. meski waktunya pun tinggal sehari. Rasulullah pernah menegur salah seorang dari pengikutnya yang selalu berada di masjid sepanjang hari. datangnya pagi hari ini juga wajib kita syukuri karena belum tentu esok kita kan menikmati keindahannya. satu nasihat yang bagus untuk didengarkan. Kemudian bersegera kembali meneruskan pekerjaan sambil tak hentinya hati dan bibir ini menyebut nama Allah sebagai sumber kekuatan. semburat cahaya kemerahan yang terlukis di langit menghantarkan kita merenda lelah. bangkitlah segera dan mulailah hari ini dengan penuh semangat karena mungkin saja semangat kita tak berguna lagi di esok hari. jikalau dengan iman dan cinta. Dan iman pun tidak dapat dibayangkan tanpa cinta. Selain itu. tentu bukan menjadi alasan untuk menghabiskan hari dengan berpangku tangan tanpa berbuat satu apapun. karena boleh jadi kecemerlangan amal dan prestasi hari ini yang tercatat sebagai amal yang menyelematkan kita dari azab-Nya. Oleh karena itu. Raihlah prestasi sebaik-baiknya hari ini. dan sentuhan hangat mentari pagi ini juga yang terakhir bagi kita. Dan malam pun tiba menawarkan kesejukannya seiring terpejamnya mata.

Hal itu juga tidak lain karena orang mukmin itu laksana sebuah bangunan. maka Rasulullah saw bersabda: "Tidak ada harta seorang pun yang memberikan manfaat kepadaku melebihi harta Abu bakar. Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa suatu hari kaum Anshor datang menemui Rasulullah saw mengutarakan pendapatnya. matikan lampu. "kami ridho atas keputusan engkau wahai Rasulullah. sepenanggungan dalam suka dan duka. "Saya tinggalkan Allah dan Rasul-Nya untuk mereka. "Kalau begitu. jika ada sebagian dari anggota tubuh yang sakit. teryata istrinya mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai makanan. saling mengasihi. dan tak bisa tidur." Karena kedermawanan dan keikhlasan Abu Bakar inilah. dan mereka ta’at kepada Allah dan Rosul-Nya. At Taubah : 71). Maka. siapakah di antara mereka yang bersedia menjamu tamu Rasulullah saw. mendirikan sholat. "Jangan lakukan itu. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. tapi cukupilah kebutuhan mereka dan bagilah hasil panen kepada mereka. misalnya. Dan kemarilah kamu." Maka Alloh swt berfirman: ." Sejarah Islam telah menggoreskan pena emasnya. dan saling berempat di antara sesama mereka adalah laksana satu tubuh. Karena itu. jika bagian yang satu hancur. merasakan demam. hadits Rasulullah saw juga menegaskan: "Gambaran orang-orang beriman dalam hal saling mencintai. Sesungguhnya tanah ini adalah milik kalian". "Wahai Rosulullah bagilah menjadi dua tanah yang kami miliki untuk kami dan saudara kami muhajirin". Maka kaum Ansor berkata. betapa para generasi pendahulu kita mempunyai kehidupan yang sangat mulia dan jarang kita temui dalam kehidupan kita saat ini. Rasulullah menjawab. "Harta apakah yang kamu tinggalkan untuk anak-anakmu?" Beliau menjawab. sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf. Sebaliknya. dan selalu mengutamakan kepentingan saudara seimannya daripada kepentingannya sendiri (itsar). tidurkanlah mereka. Padahal." (Qs. Abu Bakar as Shiddiq. Bagian yang satu akan mengokohkan bagian yang lain. bila anak-anak hendak makan malam. mempunyai rasa empati yang tinggi. menunaikan zakat. maka seluruh anggota tubuh akan ikut merintih. bersabdalah beliau. mencegah dari yang munkar. maka salah seorang dari kaum Anshor berdiri dan menyatakan kesediaannya."Dan orang-orang yang beriman. maka yang lain pun akan merasakan kehancurannya. orang Anshor ini mengatakan kepada istrinya. ketika ia pergi enemui keluarganya. Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." Kaum Anshor pun tak kalah tingginya memiliki sifat itsar. beliau rela menginfaqkan seluruh hartanya demi kejayaan Islam. ketika orang Anshor ini datang kepada Rasululloh saw." Dalam kisah lain juga disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw menawarkan kepada para sahabat. kecuali untuk anak-anaknya. "Allah kagum atas perbuatan si fulan dan fulanah. Mereka selalu saling tolong menolong. tidak apa-apa kita tidak makan pada malam ini." Pagi-pagi sekali. laki-laki dan perempuan. Ketika Rasulullah saw menanyakan pada beliau.

Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Tetapi yang menakjubkan ketika mukmin itu terpukul pedang tersebut. dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin).. Kedua pasukan tersebut saling berhadapan. "Jika karena masalah Qab saja mereka sudah seperti itu. Kisah lain yang tak kalah mengesankan indahnya ukhuwah adalah suatu ketika sepasukan dari kaum muslimin keluar untuk berperang. Dan ucapan yang terlontar dari mulut mukmin yang mengaduh tersebut adalah. Ketika komandan pasukan musuh itu melihat perilaku pasukan muslim. ia berkata. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya. "Apa-apaan mereka itu?" Bawahannya menjawab. lalu kita perangi mereka di tempat mereka berada. pasukan musuh sedang menanti mereka dan kematian pun mengitari kepala mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apaapa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin). Kemudian kaum Anshor akan menceraikan istri tersebut lalu menikahkannya dengan istri yang telah diceraikannya itu. seorang mukmin terkena pukulan pedang musuh di tengkuknya."Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin). "Bagaimana pendapat kalian menghadapi musuhmusuh kalian. engkau mendahuluiku menuju surga!" Ucapan itu merupakan refleksi kebahagiaan dari seorang mukmin melihat indahnya ‘masa depan’ yang akan dialami oleh mukmin lainnya. mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Akhlaq mulia kaum Anshor dalam mengutamakan kepentingan kaum muhajirin tidak hanya sampai di situ. Di depan mereka terlihat pasukan musuh sudah siap siaga untuk menghunuskan pedang mereka. Komandan pasukan muslim berkata. "Salah seorang dari mereka kehilangan Qab-nya. Dalam hadits disebutkan bahwa kaum Anshor berkata kepada kaum Muhajirin agar mereka memilih salah satu dari dua istrinya yang mereka senangi..Al Hasyr :9).. dalam satu peperangan dikisahkan.. Tiba-tiba. salah seorang di antara pasukan kaum muslimin ada yang berteriak. tapi ia langsung jatuh tersungkur dan pada akhirnya syahidnya menjemputkan . dan mereka pun sibuk mencarinya. atas diri mereka sendiri. mereka itulah orang-orang yang beruntung. Ia tidak berteriak atau mengaduh karena sakit." Mereka pun akhirnya menceburkan diri bersama kuda-kuda mereka melintasi sungai agar dapat bertempur dengan musuh. tapi murni dari hati yang salim (bersih). "Qab (Kantung air bejana yang terbuat dari kayu) – ku……… Qab-ku…jatuh ke air".. Mereka pun sibuk mencarinya. Sifat itsar juga melahirkan refleks-refleks yang tidak dibuat-buat. sementara mereka bisa memperoleh perbekalan dan air tanpa harus susah payah? Bagaimana pendapat kalian?" Salah seorang dari mereka kemudian menjawab." Komandan ini pun berkata. "Kita seberangi saja sungai ini. Posisi antara pasukan kaum muslimin dengan musuh terbatasi oleh sebuah sungai. lalu bagaimana jika kalian membunuh salah seorang saja dari mereka? Pasukan.. "Saudaraku. seakan-akan pukulan itu mengenai dirinya. Sang komandan pun berkata. justru mukmin lain yang melihatnya lah yang mengaduh kesakitan dan merasakan perihnya ketajaman pedang menembus tubuhnya." (Qs.! Berdamai sajalah dengan mareka sesuai dengan apa yang mereka inginkan!" . Sementara. "Carilah dulu Qab milik saudara kalian yang hilang".

Rosulullah saw menjawab. "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah. Schleidener Strasse 58 52076 Aachen. kesenangannya. "Di sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya. tetapi juga menjadi bagian dari hidup kita. (HR. melakukan aktivitas yang satu. ketika keterpautan hati telah terjalin maka timbul sikap saling toleransi. Muhammad Nasib Ar-Rifa’I. Sungguh. Dengan demikian. Hadits Tsulatsa. 'pancaran ukhuwah' yang demikian tingginya dimiliki oleh mereka. dan saling kompromi pada hal-hal yang mubah (boleh) sehingga akan membuat hubungan satu sama lain menjadi lebih harmonis. Dan Betapa 'pancaran ukhuwah' saja telah mampu mengalahkan musuh dan memenangkan kaum mukminin. latar belakang keluarga. tetapi para Nabi dan Syuhada’ iri pada mereka. Ia juga dapat membuat hati menjadi lembut serta mampu melenyapkan bibit perpecahan. "Ketika ditanya oleh para sahabat. Jakarta 2000 . walau pun dalam kondisi yang teramat sulit. Tirmidzi). Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4. Karena. Insya Allah. Oleh karenanya. Ceramah-ceramah Hasan Al-Banna. puncak amal ukhuwah Islamiyah. Intermedia. Edisi 2 Th I. Setelah dua proses itu berjalan barulah terbentuk sikap takaful yang darinya lahir sifat itsar. Gema Insani.de) Sumber : 1. dan sebagainya. kadar keseriusan taqarruf (kedekatan) pada Allah. e-mail: nurulha@t-online. Februari 2000 2. Itulah buah dari persaudaraan dan kesatuan yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Mereka bukan para Nabi dan syuhada’. Bila wilayah ta’aruf telah terbentang. Dari mulai fisik. dan saling kunjung karena Allah". maka akan tumbuh sifat tafahum (saling memahami). Kemesraan ukhuwah seperti itu tidaklah terbentuk begitu saja. Ia akan panjang usia dan kekal hingga hari akhirat kelak. patutlah kita bercermin pada generasi awal Islam dan para salafussalih dalam berukhuwah. Majalah Tarbawi. Kemesraan ukhuwah tersebut mereka mulai melalui proses ta’aruf atau saling mengenal. Germany. kemesraan 'pancaran ukhuwah' yang telah dicontohkan oleh generasi dahulu adalah ukhuwah Islamiyah yang tak lapuk oleh waktu dan musim. Sikap tafahum akan menjaga kesegaran dalam berukhuwah. Puncak tafahum adalah ketika seorang mukmin dengan mukmin lainnya dapat berbicara dan berpikir dengan pola yang sama. demikianlah sejarah kaum salaf telah memperlihatkan kepada kita bahwa kumpulan manusia itu seluruhnya adalah laksana satu tubuh. (Nurul Huriah Astuti. saling bersahabat karena Allah. Wallahu’alam bishshowaab. sikap takaful (saling membantu) yang mereka lakukan terbentuk karena ada proses lain yang sebelumnya mereka jalin. sekaligus menaklukkan kota itu. Ta’aruf yang baik akan meminimalisir kekeringan dan keretakan hubungan sesama muslim. tidaklah sekedar menjadi kisah yang sering kita dengar dan kita baca. 20 Juli 1999 M / 7 Robi’ul Akhir 1420 H 3. serta merasakan perasaan yang sama. karakter. Di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah-wajah mereka bercahaya.Subhanallah.

Dari gambar tersebut rasul menarik garis lurus keatas seraya menjelaskan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan garis keatas itu menunjukkan agar manusia tidak berpanjang angan . Justru ada satu cerita lagi yang patut disimak.Ada satu cerita yang boleh diragukan kebenarannya. Masih banyak cerita orang-orang besar lainnya baik itu kejadian nyata maupun hanya cerita-cerita dari film. Misaki dan Wakabayashi menjadi pemain profesional dalam film kartun buatan Jepang tahun 1982. Bukan sesuatu yang jauh dari pandangan. masyarakat Jepang seperti mewujudkan mimpi mereka ketika Tsubasa dan kawan-kawannya menjelma menjadi Hidetoshi Nakata. “Saya akan menjadi presiden AS kelak” saat dirinya ditanya sang Presiden tentang cita-cita yang ingin dicapainya. tidaklah penting untuk diselidiki. Bahkan jika tak berlebihan. kemudian beliau membuat garis persegi sehingga membingkai gambar tersebut. dan bukan pula yang tidak mungkin bahkan dengan mimpi sekalipun. sang anak menjawab dengan enteng. Nabi Allah Yusuf alaihi salam pun memulai segalanya dari mimpi saat ia masih kecil maupun ketika menta’wilkan mimpi seseorang dipenjara. Rasulullah pernah mengingatkan para sahabat dengan menggambar seorang manusia ditanah. dialah William Jefferson Clinton atau yang biasa dikenal dengan Bill Clinton. Beberapa puluh tahun kemudian. yang intinya bercerita tentang seorang jagoan kampung yang akhirnya masuk dalam jajaran Ksatria Utama sebuah kerajaan. mimpinya terwujud dan dia menjadi presiden ke 42 negara adidaya tersebut setelah sebelumnya menjadi Walikota di negara bagian Arkansas. Think Globally Act Locally.Bergegaslah Bangun Dari Mimpi Publikasi 19/07/2002 09:07 WIB eramuslim . Terlepas dari benar tidaknya cerita diatas. Di awal tahun 1990-an pernah beredar satu film yang berjudul First Knight. kalimat lama yang mungkin tidak asing lagi ditelinga kita. yang terjangkau untuk diraih. anda pasti masih ingat pesan klasik yang sering kita dengar keluar dari mulut guru-guru saat di Taman Kanak-Kanak atau sekolah Dasar. Namun ada syaratnya. "Gantungkan cita-citamu setinggi langit". Kemudian yang terpenting adalah visi yang jelas terbentang kedepan yang tapaktapaknya bisa dilalui hingga mencapai apa yang kita cita-citakan. ini berkisar tentang seorang anak di Amerika Serikat yang saat masih duduk di bangku sekolah dasar terpilih menjadi Golden Boy atau anak bangsa negeri Paman Sam itu. Para guru kita itu tidak salah. Saat upacara pemberian penghargaan oleh Presiden AS saat itu. Dua puluh tahun kemudian. mereka tahu betul bahwa kita bisa mencitakan diri ini setinggi apapun kita mau. Inamoto dan sederet anggota tim nasional Negeri Sakura dalam Putaran Final Piala Dunia 2002 yang baru saja berlalu. Orang-orang besar yang kita kenal yang mungkin memulai segalanya dari sebuah mimpi (catatan: mimpi tidak selalu hadir dalam tidur) senantiasa memulai dengan menapaki satu persatu langkah didepan yang paling mudah dilakukan. yakni tentang Tsubasa si pemilik tendangan gledek yang bersama kawan-kawannya. yang paling mungkin untuk dikerjakan.

Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna) . Jelas. atau engkau akan kehilangan keindahan yang tengah engkau genggam … (salah satu kalimat dari syair lagu Ebiet G Ade). bertekad untuk mewujudkan cita-cita (mimpi) dengan mengerahkan segenap kesungguhan dan melakukannya secara bertahap sangat berbeda dengan berangan-angan tanpa melakukan satu apapun. Bergegaslah bangun dari mimpi. karena itu berarti anda masih terus bermimpi.melewati keterbatasan yang dimilikinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful