Eyangku, Eyangmu, Eyang Kita

Publikasi 04/03/2003 09:00 WIB eramuslim - Hujan rintik waktu itu. Saya bergegas menembus jalanan pagi yang padat dengan payung terkembang. Berpacu dengan pejalan kaki lainnya, juga mobil dan motor yang suka merebut kavling pejalan kaki di trotoar. Saya harus segera tiba di kantor. Tibatiba sesuatu menghentikan langkah kaki saya dan memaksa saya menoleh. Lagi, untuk yang kesekian kali. Seorang wanita berusia di akhir 60 tahunan, berkain, kebaya dan kerudung sampir, menyandang tas kantong, tertatih tanpa pelindung dari hujan. "Ibu hendak kemana?” sapa saya. Payung langsung saya condongkan ke arah beliau. Bersama kami melangkah satu-satu, menapaki jalan yang licin dan berlubang-lubang. "Mau naik angkot di depan situ, Neng. Ibu hendak ke Cibubur" MasyaAllah! Cibubur? Dari Salemba? Sendirian? Dalam hujan dan tanpa payung? "Ibu sendirian?" Saya masih bertanya, sekedar menepis kegalauan, meski saya tak butuh jawaban, apa yang saya saksikan toh sudah menjawab pertanyaan itu. "Allah yang mengantarkan Ibu, Neng!" jawabnya, sedikit melegakan saya. Dan akhirnya, ketika saya melepasnya naik Mikrolet 01A, saya tak lagi merasa terlalu bersalah. Allah yang akan mengantarnya sampai tujuan. Entah berapa kali saya menjumpai peristiwa serupa. Dan semuanya mendorong pada tumbuhnya satu rasa: Iba. Bagaimana tidak? Mereka melangkah satu-satu, jarak 500 meter ditempuh lebih dari setengah jam. Belum lagi trotoar yang miring atau berlobang, atau dihuni kendaraan parkir, sehingga kadang-kadang pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan yang penuh dengan kendaraan lalu lalang. Kadang saya terpikir: kemana anak-anak mereka? Kemana cucu-cucu mereka? Hingga membiarkan bapak/ibu atau eyangnya bepergian sendiri? Di Jakarta pula. Mungkin dunia memang sudah sedemikian tua, hingga penghuninya tak lagi memiliki cinta dan perhatian, bahkan kepada orang tua sendiri yang sudah mulai lemah. Barangkali dunia memang sudah sedemikian merana, hingga orang di jalanan tak lagi menganggap manula sebagai makhluk lemah yang, Tapi, sebentar! Apa hak saya ‘menuduh’ anak dan cucu yang mengabaikan orang tua/eyangnya di jalanan? Apa hak saya ‘menghakimi’ manusia dan dunia yang tak lagi mempedulikan para manula? Memangnya saya sudah berbuat baik kepada eyang dan orang tua saya dengan sempurna?

Dan, tiba-tiba saya teringat eyang kakung saya di kampung sana. Usia beliau sudah di atas 80 tahun, pendengaran sudah jauh berkurang, penglihatan sudah tidak awas lagi dan berjalan pun sudah harus ditopang tongkat. Sekalipun secara fisik –seingat saya- saya tak pernah mengabaikannya, harus saya akui, selama ini saya sulit untuk bisa akrab dengan beliau. Pertama, karena jarak yang memisahkan kami, sehingga sedikit kesempatan untuk bersama. Kedua, pendengaran dan penglihatan beliau yang kurang, membuat sulit untuk berkomunikasi. Saya harus agak berteriak supaya beliau mendengar apa yang saya katakan. Ketiga, saya kesulitan menemukan bahan pembicaraaan yang nyambung. Kondisi tersebut membuat saya jarang bercakap-cakap dengan Eyang, kecuali saat melayani makan, mandi dan semua keperluan sehari-hari lainnya. Jadi, apa bedanya saya dengan mereka yang menelantarkan orang tua dan eyangnya di jalanan? Meski tak tampak secara fisik, namun secara psikologis nyaris tak ada bedanya: saya telah mengabaikannya, betapapun alasan saya. Dan saya pun merasa perlu mengoreksi kembali penilaian saya kepada para anak dan cucu dari eyang-eyang di jalan raya itu. Mencoba menemukan alasan, mengapa mereka tak mengantarkan orang tua atau eyangnya yang bepergian. Barangkali saja keluarganya miskin, sehingga tak mampu mengantarkan dengan kendaraan memadai. Bisa saja anakanaknya sedang sibuk bekerja, demi memenuhi kebutuhan hidup yang kian melilit. Mungkin saja cucu-cucunya sedang bersekolah sampai sore dan masih ditambah dengan kesibukan membantu pekerjaan rumah tangga. Barangkali,… ada alasan entah apa lagi. Namun, semoga saja, meski anak dan cucunya tidak mengantarkan para eyang di jalanan itu, mereka tetap memberi perhatian dan berbuat baik kepada eyangnya dengan cara yang lain. Hingga Allah akan melindungi mereka, seperti kata Ibu tua tadi: "Allah yang akan mengantar saya, Neng!” Semoga demikian adanya, dan semoga yang demikian itu adalah melalui tangan kita. Ya, semoga Allah menolong para eyang itu dengan menggerakkan hati dan meringankan langkah kita untuk mengantar dan menemani para eyang di jalanan itu. Semoga kemudian Allah menolong dan menjaga eyang dan orang tua kandung kita, karena kita mengikhlaskan hati menolong para eyang di sekeliling kita. Karena mereka adalah eyangku, eyangmu, eyang kita semua. (Saat ini saya berharapharap cemas, jika saya membantu para eyang di jalanan dan di sekeliling saya, di jauh sana, Allah akan memberikan teman dan penjaga bagi eyang saya, meskipun itu seorang anak batita yang senang mengajaknya bermain, tanpa kata-kata verbal, namun penuh ketulusan cinta. Ya, Allah kabulkanlah harapan saya, dan titip salam rindu saya kepadanya). (azi_75@yahoo.com, saat saya mengingati eyang)

Mbok Narti
Publikasi 27/02/2003 09:45 WIB

eramuslim Mbok Narti Begitu kami sekeluarga memanggilnya. Usia-nya sudah 60 tahun namun kegagahan dan kegesitannya justru membuat sosoknya terlihat 10 tahun lebih muda. Mbok Narti baru bekerja beberapa minggu di tempat kami. Seorang tetangga membawanya ke rumah ibu ketika mengetahui bahwa kami membutuhkan asisten di rumah kami. Ayah yang sudah sakit dalam 8 bulan terakhir tentu menyita waktu ibu untuk mengurusnya. Alhasil pekerjaan rumah tangga sedikit 'keteteran' karena kami bekerja seharian di luar rumah. Alhamdulillah, kami dapat bernafas lega ketika mendapatkan bantuan mbok Narti ini. Setiap ba'da shubuh dia sudah rajin bekerja dari mencuci, memasak dan menyetrika. Mbok Narti tidak pernah mengijinkan ibu untuk membantunya, alih-alih mbok Narti menyarankan ibu untuk konsentrasi menyiapkan dan mengurus keperluan ayah yang sedang sakit. Mbok Narti hidup sebatang-kara di dunia ini, begitu informasi yang kami dapatkan lewat tentangga. Dia tidak pernah menceritakan asal-usul dirinya dengan jelas. Mbok Narti, sosok baru di rumah kami ini langsung menjadi idola. Senyumnya tidak pernah lepas dari bibirnya. Pekerjaan dia selesaikan dengan giat dan gesit. Setiap malamnya tidak pernah dilewatkan mbok Narti dengan bersimpuh di hadapan Sang Khaliq. Selalu khusyuk dalam sujud dan do'a-nya. Dan suatu hari, setelah hampir tiga minggu mbok Narti bekerja di rumah kami. Tiba-tiba kami kedatangan seorang tamu. Seorang dokter dari Jakarta. Awalnya kami agak terkejut dengan maksud dan tujuan dokter tersebut untuk menjemput mbok Narti. Astaghfirullah, kami sempat bersu'udzon tentang sesuatu hal yang buruk yang pernah terjadi kepada si mbok ketika bekerja di Jakarta dahulu. Namun, dokter yang ternyata bekas majikan si mbok tersebut justru memohon maaf kepada kami untuk menjemput mbok Narti karena si mbok dirindukan oleh anaknya. Rupanya putera si dokter meminta ayahnya untuk datang ke rumah kami menjemput mbok Narti. Ah, rupanya ada yang merindukan si mbok di sana. Si dokter itupun bercerita bahwa anak bungsu-nya tidak mau makan sejak mbok Narti pulang ke kampungnya. Persis seperti di sinetron-sinetron memang, namun itulah fakta yang terjadi. Entah apa yang membuat mbok Narti berhenti bekerja dari rumah si dokter tersebut sebelumnya. Namun dari kehidupan, tindak-tanduk mbok Narti yang baru beberapa minggu di rumah kami, mbok Narti adalah sosok yang sangat baik dan mendekati sempurna sebagai asisten keluarga kami. Akhirnya kami pun harus melepas mbok Narti dengan berat hati. Walau baru beberapa minggu bekerja di rumah kami, namun kesan yang ditinggalkan begitu mendalam. Terus terang, kami tidak pernah mendapatkan asisten rumah tangga seperti sosok mbok Narti ini. Satu minggu berlalu sejak kepergian mbok Narti dan tetanga kami yang pernah mengantarkan si mbok datang untuk mengambil uang gaji mbok Narti yang belum sempat

Suaranya ribut betul hingga mendorong kaki saya keluar untuk mencari posisi suara kucing tadi.kepada orang-orang yang tidak mampu.. kami merindukanmu mbok. dia berpesan agar gajinya dititipkan saja ke tetangga kami itu. Memang ketika mbok Narti dijemput dahulu. Sungguh kerendah-hatianmu meruntuhkan keangkuhan kami. Mbok Narti. Awalnya saya khawatir kucing di rumah itu tidak mau menyusuinya. mendapat makan. ternyata baru kami sadari bahwa kami ini bukan apa-apa dibandingkan dengan mbok Narti. Sungguh teladanmu melorotkan tulang-tulang kesombongan kami. Sungguh kedermawananmu membuat kami malu di hadapan Tuhan kami.id Kucing Publikasi 20/02/2003 08:52 WIB eramuslim . Ternyata di tepi jalan . Setiap saat kami hanya memikirkan diri kami sendiri. hidup ini justru menjadi lebih berarti ketika kita dapat membagi kebahagiaan kita kepada orang lain.. dalam asma Allah dan hati yang bergetar penuh haru.. Namun. rencana liburan dan hal lain yang tak bukan hanya untuk keperluan diri kami sendiri. Bahwa hidup ini bukan hanya untuk sekedar mencari makan dan belanja pakaian. Setiap saat kami hanya memikirkan makan apa besok.Beberapa hari yang lalu. Sungguh. Subhanallaah.kami bayarkan. bahwa hidup ini bukan hanya untuk hari ini dan esok. Di sisi lain mbok Narti yang 'cuma' sebagai asisten rumah tangga yang mungkin gajinya tidak seberapa untuk ukuran orang yang mampu. Rosanti K Adnanyose@ratelindo. menggetarkan sukma kami. itu sudah lebih dari cukup buat dia. Rupanya selama ini dia menyerahkan seluruh penghasilannya sebagai asisten kepada si tetangga untuk diberikan kepada Yayasan tersebut setiap bulannya. Sedang penghasilannya (gajinya) dia anggap sebagai rejeki anak-anak yatim itu.. Ah. membeli baju dan kosmetika. dengan bekerja di suatu tempat. kebetulan ada dua ekor kucing di rumah yang juga sedang menyusui anaknya. Satu hal yang sangat mengejutkan kami adalah ketika si tetangga bercerita bahwa uang gajinya mbok Narti akan diberikan kepada Yayasan yatim piatu di kampung mbok Narti. terdapat seekor bayi kucing yang saya perkirakan baru lahir beberapa hari yang lalu.co. Sungguh kedalaman sujud-sujud malammu.. lewat mbok Narti kami seakan di'sentil' Allah agar cepat-cepat membuka mata dan hati kami yang selama ini tertutup. Astaghfirullaah.. justru dia sumbangkan semuanya -semuanya!. Akhirnya saya bawa ke rumah. Karena semalaman dia biarkan anak kucing tersebut mengeong tanpa mau mendekatinya walaupun sudah .. Entah dimana Ibu si kucing. Bagi si mbok.. mendapat jaminan tempat berteduh. saya menemukan seekor anak kucing di jalan.

Sebuah kejujuran yang mampu merobek-robek keangkuhan kemanusiaan manusia. Sementara kisah yang baru saya dengar ini si ibunya sendiri yang membuang anaknya di tempat sampah. Beberapa jam sempat saya paksakan si Hitam untuk menyusuinya. (QS. ketika saya lihat ketubannya keluar. Apa yang anda bayangkan? Kucing-kucing itu akan berebut dan saling mendahului untuk secepatnya menghabiskan makanan? Kalau begitu anda salah. tapi ada tangan jahil manusia yang membuang. Saya coba lihat. tapi tetap tidak mau. Namun beberapa jam kemudian saya dengar kucing kecil tadi sudah diam. Saya yakin ibu si kucing tadi tidak pernah bermaksud mencampakkan anaknya. Ketika saya memberikan sepiring makanan kepada kucingkucing di rumah.dipaksakan untuk menyusui bayi kecil kucing tadi. Jangan merasa aneh ketika saya saat ini bercerita tentang kucing. tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah. tapi bukan kucing. Akhirnya kucing tersebut menemukan tempat yang cukup strategis untuk melahirkan anaknya. ternyata. mereka mempunyai hati. bahkan meraka lebih sesat lagi". orang tua kucing yang 'bunting' tadi (si Hitam) terus mengekori. Subhanallah Ketika si Putih tadi mengalami proses kelahiran anaknya. dimandingkan ibuibu yang lain yang ketika anaknya bunting. si Hitam turut membantu mengeluarkan anaknya. Saya juga pernah menyaksikan kucing melahirkan. yang terjadi adalah si putih maju untuk lebih dahulu makan dan beberapa saat kemudian tanpa . Mereka itu sebagai binatang ternak. Sambil menjilati kucing kecil tadi. si Hitam hanya menjilatinya. Bisa dibilang itu kali pertama dia melahirkan anaknya. Seekor binatang yang mampu memberikan kasih sayang kemanusiaan disaat manusia meninggalkan sebuah nilai kemanusiaan menuju sifat kebinatangan seekor binatang yang tidak punya sedikitpun akal. Persis sama. subhanallah si Putih (kucing lain yang juga menyusui anaknya) sudah menyusui kucing kecil tadi. karena ada sesuatu yang unik di balik roman kucing ini. menjilati dan membersihkan anak si Putih tadi. "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. Kasih sayang ibu sepanjang zaman. Satu lagi tentang kucing. Suaranya ribut. sementara si putih terkulai lemah. dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Akhirnya saya tinggalkan kucing tadi di luar bersama anak-anaknya. hanya satu yang berbeda kucing tadi tidak membuang anaknya tapi manusia yang membuang ke jalan. Namun yang menakjubkan. justru disuruh gugurkan karena malu ayahnya tidak jelas. Sampai sekarang si Putih masih menyusui si kucing kecil. jumlahnya mungkin lebih banyak dibandingkan muatan piring untuk dilingkari makan. 7:179). Apalagi kucing itu anak-anaknya sudah besar. Beberapa hari yang lalu saya juga pernah mendengar kasus seperti ini. Itu pepatah yang dibuat manusia. Kisah manusia. Masih tentang kucing. Paginya saya coba letakkan kucing kecil tadi bersama anak kucing yang lain. tetapi kucing jauh lebih memahami.

RMuthiah11@yahoo. lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapt memahami atau mempunyai telinga yang yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta. Ulangi lagi dan cari akal" Baris baris pantun di atas saya pelajari belasan tahun lalu saat masih duduk di bangku SMP. Barangkali pekerjaan paling mudah di dunia ini adalah mencari kelemahan dari situasi yang dihadapi dan kemudian mengeluhkannya. Tahukah anda saya sama sekali tidak pernah menulis di dinding tempat makan kucing itu “Antri dong” atau “Budayakan Antri” dan lain-lain. Mengeluh. Berdiri jangan mengeluh. Namun. tapi cukup disini saja. karena kucing saya tidak suka dipublikasikan.com Jangan Pernah Mengeluh Publikasi 19/02/2003 09:32 WIB "Berkali kita jatuh. apakah hanya dengan berkeluh kesah masalah yang dihadapi akan hilang? Sepertinya tidak. usaha tanpa berusaha memperbaiki cara fikir (akal) adalah sia-sia. pantun ini ditulis oleh penyair Sumatera Barat. Ada pertanyaan yang mengganjal di dalam fikiran saya. namun jika tak salah.interupsi mereka satu persatu bergantian menghabiskan makanan. Lagian mereka juga tidak akan bisa membaca. benarkah manusia memiliki akal dan hati? "Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi. pertanyaan saya terbalik. pantun itu terus terpatri di benak saya setiap menemui kegagalan dan jatuh dalam hidup. Saya lupa pengarangnya. Dan yang anehnya lagi kucing yang didahulukan makan pasti yang sedang menyusui anaknya. Namun. di kasir. Untuk itulah. Intinya bagi saya adalah dalam hidup ini jangan pernah mengeluh dan teruslah berusaha. Yanti. Berkali kita gagal. Malah. 22:46). Masih banyak lagi tentang kucing. Demi kepentingan pribadi sebagian orang rela untuk menghancurkan saudaranya. bahkan di kamar mandi. Tapi anehnya praktek teori antri tersebut tidak secanggih antrian kita kalau di tempat umum: di Bank. kita harus terus mencari akal-akal baru sehingga peluang untuk berhasil menjadi lebih besar. Mungkin bukan masalah antrinya tetapi konsep itsar (mendahulukan kepentingan saudara) jauh lebih mereka pahami dibandingkan sebahagian besar manusia saat ini. . Bagi yang belum menunggu giliran dengan tenang. benarkah kucing tidak memiliki akal dan hati? Maaf. Sampai saat ini. tetapi yang buta adalah hati yang di dalam dada" (QS. masalah baru akan datang dalam bentuk hilangnya rasa percaya diri dan pesimis.

sebagai penutup. masalah tersebut seakan menjadi nihil begitu kita ingat bahwa ternyata semua itu 'bukan masalah'. And all good things are yours. mari kita renungkan kalam Ilahi.Begitu besarnya pengaruh qolbu dalam menentukan karakter dari manusia yang memilikinya sehingga Rasulullah pernah mengatakan bahwa di dalam tubuh setiap . "Fear less. love more.dk) Qolbu Yang Kenal Dengan Allah Publikasi 17/02/2003 08:57 WIB eramuslim . DK (edi_hamdi@yahoo. file penting terhapus. masalah datang silih berganti. sampai masalah yang besar seperti ditinggal pergi orang yang dikasihi untuk selamanya atau dipecat dari pekerjaan. kita selalu menganggap bahwa masalah 'lama' adalah 'bukan masalah'. hope more. Jika demikian. Namun kali ini. kehilangan uang. dengan berjalannya hidup. Mulai dari masalah sepele seperti ketinggalan bis. selalu penuh masalah. Edi Hamdi Esbjerg. saya kembali menemukan puisi yang juga bernafaskan sama. dan kadang berfikir kok bisabisanya kita pernah terkungkung oleh masalah 'lama' tersebut. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Rugi sekali jika alih-alih menikmati hidup kita malah terkungkung oleh masalah. Begitulah. say more. yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu [1586].Hidup ini. Hate less. sang Pencipta yang tahu akan kelemahan makhluk ciptaanNya: "Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu. Belasan tahun kemudian. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Talk less. kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap" (Surah Alam Nasyrah) Kepada Allah-lah kita senantiasa berharap. ditulis di negeri Skandinavia. Namun. breathe more. selama kita masih bernafas." (Swedish Proverb) Di timur dan di barat muka bumi ini. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan). Whine less. kenapa juga kita selalu mengeluh? Akhirnya. by nature. ternyata semangat optimis selalu ditanamkan. Begitu ada masalah 'baru'.

Ucapanucapan yang tidak bermakna dan bahkan sering melukai hati dan perasaan orang lain hanya akan terucap dari mulut manusia-manusia dengan qolbu yang tidak baik. karena amal yang dilakukan oleh seorang tukang sepatu maka Allah berkenan menerima amal semua jemaah haji tahun itu. Setelah bertemu dengan tukang sepatu tersebut. jadikanlah qolbu itu kenal dan semakin kenal dengan Allah. Allah begitu mencintai hamba-hamba-Nya yang senantiasa berusaha untuk berbuat baik. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara agar kita dapat memiliki qolbu yang baik atau bagaimana cara membuat qolbu menjadi lebih baik? Jawabannya adalah. Qolbu yang akan memicu dan memdorong pemiliknya untuk mempunyai akhlak yang baik. Sering terjadi di tengah masyarakat perbuatan atau tindakan yang begitu kejam. Semakin kenal dan akrab dengan Allah maka qolbu akan semakin baik. Beberapa hari . apa amalan yang telah dilakukan yang membuat Allah begitu menyukai dan menghargai amalan tersebut sehingga dapat menyempurnakan amalan dari ribuan jemaah haji waktu itu. Sebaliknya. Begitu selesai melakukan ibadah haji. Beruntunglah manusia yang memiliki qolbu yang baik. sadis dan bahkan tidak dapat dipahami dengan akal sehat. Bagaimana bisa demikian? Karena Allah adalah Zat Yang Maha Baik. sudah dapat dipastikan bahwa tingkah laku yang jelek dan tidak terpuji hanya akan dilakukan oleh manusia-manusia yang memiliki qolbu yang jelek pula. Allah amat menyayangi hambahamba-Nya yang memiliki qolbu yang baik. Qolbu yang senantiasa membisikkan kepada pemiliknya untuk selalu berpikir. Ini bisa terjadi karena para pelakunya memiliki qolbu yang kejam dan sadis pula. Orang-orang yang memiliki qolbu yang baik maka akan disayang tidak hanya oleh manusia dan makhluk lainnya tetapi juga oleh Allah. tindakan dan ucapan yang baik pula. setiap hari dia menabung dan setelah dihitung maka dirasa cukup untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun itu. Ada suatu kisah yang terjadi pada seorang ulama terkenal Abdullah bin Mubarak. Malaikat pertama mengatakan bahwa alangkah banyaknya orang yang menunaikan ibadah haji pada tahun itu. Qolbu yang selalu bersinar penuh cahaya kebaikan. Malaikat kedua menanggapi bahwa amat disayangkan semua amal yang dilakukan jemaah ini tidaklah sempurna sehingga tidak bernilai di hadapan Allah. Abdullah bin Mubarak bertanya. Hanya saja. Karena itu. Karena dengan qolbu yang baik maka akan menghasilkan pemikiran. Abdullah bin Mubarak tertidur. Setelah selesai melakukan tawaf. Dalam tidurnya dia bermimpi mendengarkan pembicaraan dua malaikat. Apabila qolbu itu baik maka baiklah manusia yang memilikinya dan begitu juga sebaliknya apabila qolbu itu jelek maka jelek pulalah manusia yang memilikinya. Untuk itu.manusia ada segumpal daging yang disebut dengan qolbu. Hanya manusia dengan qolbu yang baik yang akan memiliki akhlak yang baik. bertindak dan berbicara yang baik. Abdullah bin Mubarak pergi mencari tukang sepatu yang disebutkan malaikat dalam mimpinya. Si tukang sepatu menceritakan bahwa semenjak tiga puluh tiga tahun lalu dia mempunyai keinginan untuk melaksanakan ibadah haji. qolbu yang kenal dengan Allah maka akan selalu tersinari dengan cahaya Illahi.

Maha Menatap dan Maha Mengetahui. Jika Allah suka maka dia dengan senang melakukan. (Salman. Dengan lembut dia berkata. Karena itu. Si tetangga terpaksa memasak bangkai binatang ini karena sudah berapa hari dia dan anaknya tidak makan. Suatu amalan yang muncul hanya sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah yang begitu banyak yang telah dilimpahkan Allah kepada kita.sebelum berangkat. Dia begitu yakin bahwa Allah Maha Lembut. Inilah suatu kesadaran yang muncul dari qolbu yang baik bahwa kenikmatan yang telah dititipkan Allah ini tentunya harus didistribusikan juga bagi hamba-hamba-Nya yang lain. Ini bisa muncul jika didorong oleh qolbu yang baik. Sebaliknya jika Allah tidak suka maka dia berusaha sekuat tenaga menghentikan atau menjauhi perbuatan itu. istrinya yang sedang hamil menciumi wangi masakan. Qolbu yang disukai oleh Allah. Susanto pada pengajian Qolbun Salim IMEA. Sebagai rasa syukur karena kita relatif lebih mudah untuk mendapatkan nikmat tersebut dibandingkan dengan sebagian saudara kita yang lain. Maha Bijak. Semoga kita dikaruniai memiliki qolbu yang demikian oleh Allah. Karena istrinya begitu menginginkan dan karena sayangnya melihat istri yang lagi hamil maka Abdullah menemui tetangganya untuk meminta sedikit dari masakan yang wangi tersebut. Rasulullah pernah mengatakan bahwa dalam keadaan darurat maka bangkai binatang dihalalkan untuk dimakan. Bahkan suatu amalan yang dengannya membuat banyak amalan lainnya diterima. Mendengar cerita dari tetangganya ini Abdullah berlinang air matanya dan memohon ampun kepada Allah karena dia telah lalai memberikan perhatian kepada tetangganya. Si tetangga mengatakan bahwa demi Allah makanan ini tidak halal bagi keluarga Abdulllah karena yang dimasak adalah sisa bangkai binatang yang didapatkan.org) (Diilhami oleh ceramah K. termasuk pahala sekali pun. Seseorang yang beramal dengan keikhlasan yang tinggi maka dia tidak dipusingkan dengan balasan yang akan diterima. "silahkan ambil uang tabungan ini." Itulah suatu amalan yang lahir dari seorang hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. Suatu amalan yang terjadi tanpa mengharapkan balasan apapun. Lalu dia bergegas pulang mengambil semua tabungannya dan menyerahkan kepada tetangganya. Dia hanya berusaha mengoptimalkan dan menyempurnakan akan kebaikan yang diberikan sebagai sarana untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah. Enschede 14 Pebruari 2003) . inilah hajiku. Ternyata wangi masakan tersebut berasal dari rumah tetangga. Jadi. Dia yakin bahwa Allah menyukai orang-orang yang bersyukur. presiden@imeanet. Demi menghentikan tangis anaknya dan demi mempertahankan hidup maka dia terpaksa memasak bangkai yang didapat tadi. amin.H. Mengapa begitu tingginya penghargaan yang diberikan oleh Allah? Karena inilah suatu amalan yang lahir dengan dilandasi oleh keihlasan yang tinggi. Alangkah indahnya amalan yang dilakukan oleh hamba-hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. Suatu amalan yang sangat disukai oleh Allah. Dia tidak mengharapkan pujian dan penghargaan bahkan balasan pahala sekalipun. Qolbu yang kenal dengan Allah. barometer dari perbuatannya adalah apakah Allah suka atau tidak.

misalnya buku dan lainnya.Ketika kita didudukan dalam situasi untuk memilih. Bagi saya. Suatu kali pernah seorang teman bercerita tentang kehidupan rumah tangganya yang bermasalah. Lalu. Jujur saja saya sudah tidak ambil pusing dengan perayaan tersebut semenjak saya tahu bahwa perayaan hari valentine itu sangat jauh dari nilai islami. bukan sebaliknya. namun juga termaktub cinta kepada suatu barang. Bukan suatu kebetulan jika saya mengetengahkan makna cinta ini kok sepertinya berhubungan dengan hari 'valentine' yang sebentar lagi tiba. entah itu seorang artis atau aktor film. tentu naluri kemanusiaan kita akan memilih yang terbaik (best of the best). sebagai manusia kita pun dianugerahi 'titel' khalifah (di bumi) oleh Allah Swt. Selain itu. atau cinta antara anak dan orang tua. berselingkuh dengan orang lain. bukankah ketika kita memutuskan menikahi pasangan kita adalah suatu pilihan yang pasti terbaik dari segala pilihan yang ada? Tapi tunggu dulu. Namun sayangnya hal tersebut dijadikan alasan oleh sang teman untuk membalas-dendam dengan. cinta itu bersifat universal yang berhak dimiliki dan dinikmati oleh setiap makhluk hidup di bumi Allah ini tanpa batas waktu dan jarak. makhluk lain (hewan dan tumbuhan) tidak dianugerahi hal yang sama. Lalu bagaimana jika justru ketika pilihan tersebut tidak ada yang memenuhi kriteria kita. dan buntutnya tentu masalah cinta. haruskah kita tinggalkan dan mencari pilihan lain? Bagaimana jika seandainya pilihan tersebut mutlak yang terakhir? Dan bagaimana jika seandainya pilihan tersebut adalah suatu keputusan yang justru berimplikasi terhadap masa depan kita? Bagaimana seandainya jika justru pilihan tersebut adalah ujian dari Allah Swt sebagai wujud dari kasih sayang-Nya terhadap kita? Banyak cerita di sekeliling kita yang dapat dijadikan bahan renungan tentang makna pilihan. mengapa saya katakan 'bonus' karena selain manusia. bagaimana jika kita dihadapkan kepada suatu keharusan untuk memilih satu dari dua pilihan yang ada? Sudahkah kita memaknai bahwa pilihan tersebut adalah yang terbaik menurut Allah Swt untuk kita. Cinta bukan hanya cinta antara pasangan suami istri (pasutri). "Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi". (Faathir:39) . Jangan berpikiran sempit dulu tentang cinta itu sendiri. Saya pun kerap bertanya kepada diri saya sendiri. terbaik menurut siapa? Allah Swt menganugerahi setiap manusia sebuah bonus yang bernama 'akal'. maaf. Bahkan ada seseorang yang sangat mencintai idola-nya.Ketika Cinta Harus Memilih Publikasi 13/02/2003 12:01 WIB eramuslim .

tidak ada lagi cinta dan tempat bernaung yang tersisa. jelas meletakkan nafsu di atas akal. bahkan akan menambah masalah baru.. Ketika orang lain sudah melangkah menuju surau/masjid di sisi lain kita mungkin masih enggan beranjak dari dalam selimut. dan terus menonton. Keputusan sang teman untuk berselingkuh. Tidak hiraukan seruan dari surau. "Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). sebagian kita mungkin sedang asyik menyimak berita demonstrasi di sebuah liputan berita nasional di televisi. (Rosanti K Adnan/yose@ratelindo. badai rintangan apapun yang menghadang.. tokh beritanya tinggal lima menit. Bangun di waktu subuh ketika adzan berkumandang adalah satu pilihan terberat bagi sebagian orang yang lemah iman. Bukan hanya tidak akan memecahkan masalah. cinta manakah yang akan Anda pilih? Wallaahu'alam bishshowab. kita masih dapat berlindung di bawah kasih sayang-Nya karena hanya Allah Swt yang mampu memberikan kesempurnaan perlindungan. karena kesemua cinta yang ada sudah dibawanya pergi.id) Khutbah Idul Adha: Selamatkan Bangsa dan Negara dari Kehancuran Total . Sudahkah kita termasuk ke dalam orang-orang yang berakal? Sudah pantaskah kita menjadi khafilah di bumi Allah ini? Marilah kita bersegera sujud memohon ampun kehadirat-Nya atas segala keterlenaan kita dan atas keterbiusan kita akan gemerlap duniawi yang sebenarnya tiada kekal... sudahkah dia memutuskan memilihnya dengan atas nama Allah? Suami selalu mengingatkan saya untuk tidak terlalu mencintainya kalau bukan karena Allah Swt. cinta kepada liputan berita daripada mendirikan sholat maghrib dan cinta kepada kehangatan selimut kita daripada bergegas ke surau adalah suatu pilihan yang diberikan Allah Swt bagi kaum yang berakal. salahkah dia dengan pilihan hatinya? Salahkah dia ketika meresa kecewa karena pilihannya ternyata jauh dari apa yang dia impikan? Atau ketika dia diberikan pilihan. Namun. Akal pun dikorbankan atas nama nafsu semata. Mematikan televisi dan langsung berwudhu atau mentolerir diri kita dengan 'pembenaran'.Kembali kepada cerita seorang teman di atas." (Al-Baqarah:269) Lalu. ash shalatu khairun minan naum. ketika ketika kita mencintainya atas nama Allah..co. Kembali akal pun kita korbankan atas nama 'tinggal lima menit' ketika kita diberikan suatu pilihan di hadapan kita. **** Cinta kepada orang lain melebihi cinta kepada suami. Dan pilihan kembali disorongkan kepada diri kita. Saya teringat ketika adzan maghrib berkumandang. karena ketika suatu saat Allah memanggil suami.

seperti sosok nabi Ibrahim. Jika utang itu dibebankan kepada setiap jiwa dari penduduk Indonesia. Hari ini ummat Islam berkumpul untuk memperingati peristiwa bersejarah. Kepemimpinan adalah suatu amanat yang sangat menentukan dalam kehidupan. Seorang pemimpin hendaknya lahir setelah melalui proses ujian dan seleksi tarbawi secara ketat. 1. 2: 124) Ayat ini menunjukkan bagaimana proses lahirnya seorang pemimpin yang tepat. yang disebut sebagai abul anbiya yang kisahnya banyak diabadikan dalam Al-Qur'an. maka tunggulah saatnya kehancuran. siapapun dia kendatipun keturunan nabi Ibrahim sekalipun." Ibrahim berkata: "Dan dari anak turunku (ya Allah)? Allah berfirman: "Janji-Ku (tentang kepemimpinan) tidak berlaku atas orang-orang yang dhalim. Akibatnya kini negeri kita benar-benar bangkrut. sudah mencapai lebih dari Rp. yang kemudian mencetaknya menjadi pribadi yang sangat kuat terutama dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Ma'asyiral Muslimin jama'ah shalat iedul adlha rahimakumullah. negeri kita ini sudah tidak punya apa-apa.500 trilyun. untuk sekedar membayar bunga (riba)nya saja sudah tidak mampu. dialah Nabi Ibrahim as." (HR. Pemimpin itu. maka setiap orang termasuk bayi yang lahir detik ini terbebani utang tidak kurang dari 10 juta Rupiah. Kini pemerintah tidak mampu lagi membayarnya. Bayangkan utang luar negeri kita. bersabda: "Jika amanat itu disia-siakan. Rasulullah Saw. itu benar-benar kini kita rasakan bersama. Peristiwa wujudnya sosok pemimpin dunia pertama yang patut menjadi teladan sepanjang masa. Jangankan membayar pokoknya. "Bagaiamana menyia-nyiakan amanat itu?" Rasulullah bersabda: "Jika diberikan amanat itu kepada yang bukan ahlinya. bahwa pemimpin itu tidak sembarangan. Seorang sahabat bertanya. . maka tunggulah saatnya kehancuran. dan bukan pula karena atas dasar keturunan. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku jadikan kamu sebagai pemimpin. Ma'asyiral muslimin Rahimakumullah Apa yang dinyatakan oleh Rasulullah saw." (QS. Bukhari) Allahu Akbar 3x Walillahilhamd. darah. tidak boleh kepemimpinan diberikan kepadanya. Allah Swt.Publikasi 10/02/2003 10:34 WIB Allahu Akbar 3 x Allahu Akbar Wa Lillahilhamd. maupun gelar dan status sosial. Secara ekonomi. berfirman: "Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji oleh Tuhanya dan ia bisa menuanaikannya dengan sempurna. Semenjak merdeka tahun 1945 hingga hari ini kita telah salah dalam memberikan amanat kepemimpinan ini sehingga kita dipimpin oleh orang-orang dhalim yang jauh sekali dari sifat dan keteladanan yang diberikan oleh nabi Ibrahim. Maka kalau seorang itu dhalim. berada di ambang kehancuran.

rupiah menjadi semakin tidak berharga dan barang-barang itu semakin melangit jauh di atas kepala. sekali lagi dari utang.Pantas jika kemudian negara harus menjual aset-asetnya dengan harga yang amat murah.. kedelai impor. Menurut catatan. lalu negara-negara pengekspor beras menghentikan pasokannya. Bayangkan. Takut tak diberi utang. Industri-industri setrategis yang melayani hajat hidup orang banyak sekalipun terpaksa harus dijual dengan harga yang sangat rendah. apalagi terhadap barangbarang industri. bila misalnya karena suatu hal. Padahal kita sudah merdeka 57 tahun.. Barat selalu berusaha menjadikan negara-negara timur khususnya Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar agar sepenuhnya bergantung kepada Barat. Dalam waktu yang tidak lama lagi mungkin semua perusahaan besar menjadi milik luar negeri. kedelai sampai buah-buahan didatangkan dari luar negeri. Mulai dari beras. sampai jarum jahit semua adalah impor. Kita bertanya-tanya. betapa kemerosotan moral yang melanda bangsa ini sudah semakin parahnya. Strategi ini nampaknya sudah berhasil dengan menjadikan Indonesiua misalnya sepenuhnya bergantung pada utang luar negeri. motor.tidak bisa bersikap tegas. daging impor. Jika dikalikan . Dalam keadaan seperti ini. dalam situasi ekonomi seret sepert ini.. Kenapa Indonesia -. dan takut. tanpa utang luar negeri roda pemerintahan juga macet. Takut. Terhadap bahanbahan pangan saja kita sudah tergantung dengan luar negeri. jangankan melakukan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Takut dikucilkan. Bapak-bapak. justru omset Narkoba meningkat drastis. Mana produk dalam negeri kita saat ini? Mobil. Tanpa utang luar negeri. sedangkan untuk melindungi kedaulatan negara dari intervensi asing saja sudah sulit dilakukan. omset Narkoba setiap harinya mencapai 2 milyar. Mereka tidak tahu dan masa bodoh bahwa sebenarnya penjajah Barat tidak pernah rela negara-negara timur itu merdeka pasca era Imperiaslisme. Dari mana sumbernya untuk membayar pegawai negeri? Dari mana sumbernya operasional departemen-departemen? Sebagian terbesar diambilkan dari utang.takut. gula impor. Jika dihitung sebulan berarti 60 milyar.misalnhya-. Kebutuhan pokok rakyat saja mulai bergantung pada pasokan luar negeri. ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah. Di sisi lain. Indonesia hari ini betul-betul sudah sangat bergantung kepada luar negeri. gula. Beras harus impor. yang tidak seharusnya suatu urusan diserahkan kepada mereka. Maka wajar bila. Itulah kenyataan yang dihadapi.. Indonesia tidak bisa membangun. 3x walillahilhamd. Takut tak diberi bantuan. apa arti kemerdekaan itu? Inilah bila suatu negara itu diurus oleh penguasa-penguasa yang bodoh. Maka lewat jalur ekonomi. Jika itu yang terjadi sama saja kita bangsa Indonesia menjadi tamu bahkan pengemis di negaranya sendiri. Takut investor asing akan lari. fasiq dan dholim. mengutuk agresi AS ke Afganistan dan kini ke Irak bahkan ikut-ikutan dalam kampanye anti terorisme ala Amerika dan terbelenggu mengikuti apa saja kemauan AS dalam soal ini meskipun harus menggadaikan bangsa sendiri? Tak lain karena negara ini sudah tergadai. buah-buahan impor. Tak masuk akal. sungguh sangat meperihatinkan. kita rakyat indonesia mau makan apa?! Allahu .

Membiarkan anak kecanduan narkoba sama halnya dengan membunuh anak kita sendiri. termasuk nyandu narkoba. jangan sampai membiarkan anak-anaknya bebas memilih pergaulan. Jika anak sudah mulai merokok. segera ditegur dan dihentikan. kemudian minum. Inilah yang kita sesalkan. Orang tua harus tahu dengan siapa anak-anaknya bergaul di luar rumah. Siapapun boleh membeli atau menyewa. tetapi mereka tidak berbuat apa-apa. Mereka lemah fisik. VCD porno dan lain-lain? Tidak. Survei telah membuktikan bahwa merokok merupakan pintu pembuka pengguna narkoba. Tapi tak habis pikir. lemah pikiran dan lemah mental. radio. kita tidak rela. Tayangan film dan iklan sekarang sudah banyak yang di luar adat ketimuran. maka segala perilaku menyimpang. termasuk anak-anak di bawah umur. Mulanya sekedar merokok. Bapak-bapak kita yang di atas. Dengan alasan apapun kita harus selamatkan bangsa dan negara ini dari degradasi moral. bagaimana uang sebesar itu digunakan untuk menggali kuburan sendiri. mereka menyiapkan CD porno secara terang-terangan. dan seterusnya nyandu. Dengan uang sebanyak itu sudah banyak kiranya anak-anak putus sekolah yang dapat dibantu. Kebebasan berpendapat dan berekspresi tidak boleh sampai merusak moral dan akhlaq bangsa. Tak ada yang bisa diharapkan dari mereka. yang kita pilih untuk membawa bangsa dan negara ini keluar dari krisis ternyata hanya sibuk mengurus dirinya sendiri. Apalagi jika diingat bahwa rehabilitasi terhadap pecandu narkotika sangat sulit dan jarang sekali yang bisa sampai tuntas. Adegan-adegan yang memancing nafsu birahi lolos begitu saja tanpa sensor. podan pornoaksi juga marak di mana-mana. generasi masa depan ini dirusak moralnya oleh produk-produk elektronik seperti TV. termasuk seks bebas akan terjadi pada mereka. sibuk dengan pembagian rezeki. suatu angka yang fantastis. Dengan sangat mudah dan murah VCD porno bisa didapat karena dijual bebas di emper-emper toko di pinggir jalan. Keadaan gawat dan genting ini bukannya menyadarkan kita untuk bersikap prihatin. ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah. Mengkonsumsi Narkoba sama halnya dengan membangun lubang kematian diri sendiri. kemudian ganja. Sungguh sangat mengerikan. Allahu Akbar … 3x walillahilhamd. Pertanyaannya sekarang. Selain narkoba. Norma kesopanan dan norma agama dilanggar begitu saja. Menjadi orang tua sekarang harus waspada. apakah kita relakan anak-anak.setahun berarti 720 milyar. Jika sudah sampai pada taraf ini. para pengungsi dan korban bencana dapat ditolong. Sibuk dengan rebutan jabatan dan kursi. Belum lagi di tempat-tempat rental (penyewaan). Kapling otaknya hanya dipenuhi hasrat untuk memanfaatkan kedudukannya saat ini dan bagaimana mempertahankannya . Belum lagi media bacaan. sebab dari pergaulan itulah bermula segala perilaku menyimpang. membunuh masa depannya. Pemerintah dan aparat keamanan bukannya tidak mengerti masalah ini. TV dan radio. Bapak-bapak.

kemudian mengambil langkahlangkah strategis untuk berbenah diri. yang memeras dan menindas rakyat. hanya kepada-Mu kami menuju dan tunduk. sebagaimana yang tersebut dalam Surat Toha ayat 124-126: "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku. Dan akhirnya marilah kita renungkan firman Allah Swt. Kita tetap optimis bahwa di antara ribuan pemimpin dan calon pemimpin. baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup. hanya kepada-Mu kami sholat dan sujud.pada pemilu 2004 nanti. semua mereka akan dipilih secara langsung. jujur dan berakhlaqul karimah. Berkatalah ia: "Ya Tuhanku. Kita harus mentas dari kerusakan moral. masih ada yang memenuhi kreteria tadi. anggota DPR dan DPRD dipilih secara langsung. dan keterbelakangan. Mereka berfoya-foya tidak peduli dengan penderitaan rakyat. Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami. mulai saat ini kita harus cerdas dalam memilih pemimpin. . Hendaknya kita sadar bahwa sudah berulang kali kita salah pilih dan tertipu oleh pemimpin-pemimpin yang culas. Saat ini kita sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang memenuhi syarat. Ya Allah hanya kepada-Mu kami mengabdi. kedua orang tua dan saudara-saudara kami kaum muslimin semua. Ada pemimpin yang hidupnya diwarnai dengan syahwat dan birahi. kemiskinan. apalagi dalam pemilu yang akan datang. maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. semestinya seluruh komponen bagsa sadar dan melakukan instropeksi. menyusul kemudian gubernur dan bupati. Kita harus mempunyai visi yang sama dalam membangun negeri ini kembali. Kita bangun negeri ini bersama pemimpin yang adil. padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah. ada yang buta hati. maka kamu melupakannya." Semoga kita tidak termasuk orang yang berpaling dari peringatan dan ajaran Allah Swt. Kami takut akan azab-Mu kerena azab-Mu pasti menimpa kaum fasiq. Kita harus keluar dari krisis. dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan. berpengetahuan. Kebangkrutan bangsa ini adalah akibat ulah mereka. mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. ada yang hanya mengeruk harta dan kekayaan. jujur dan berakhlaq. kecuali satu dua orang diantara mereka berhati nurani. Dalam keadaan negara yang sudah berada di ujung tanduk ini. amanah. dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Jangan asal memilih orang. mungkin juga dipilih langsung. telah datang kepadamu ayat-ayat Kami. nurani dan sebagainya. Sudah terlalu lama bangsa ini dipimpin oleh para penguasa yang culas. yang amanah. kebodohan. Oleh karena itu.

keluarga kami. Ya Allah padukanlah jiwa-jiwa ini sebagai pasukan yang berjihad dan berjuang di jalan-Mu. munafik pengkhianat.Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan berdiri. di Chechnya. Ya Allah berikan kepada kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malam-nya.. jalan yang Engkau ridhoi. pertemukanlah pada jalan keta'atan kepada-Mu. Ya Allah selamatkanlah kami. di Palestina. yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera. makar dan kedholiman kaum kafir. Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan duduk dan jagalah kami dengan Islam dalam keadaan tidur. Yang menyelamatkan Ibrahim dari kobaran api menyala. pemimpin bagai para kholifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan. di Kosovo. tak henti menyebut kami dalam akhir hayatnya: ummati. Ya Allah janganlah Engkau goyangkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk.. satukanlah di jalan dakwah-Mu dan ikatlah di atas janji setia demi membela syari'at-Mu. Ya Allah satukanlah barisan kaum muslimin. pasukan ahzab angkara murka… Ya Allah Yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya Ya. di Ambon. Allah tolonglah saudara-saudara kami yang sedang didholimi di negeri ini. ummati. yang menjadikan Kitab-Mu sebagai landasan kepemimpinannya. Aceh. fitnah dan dosa yang membinasakan. Yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari makar kafir Quraisy. rumah-rumahMu dan anak keluarga kami. Ya Allah jangan biarkan mereka (orang-orang kafir) berbuat semena-mena terhadap kami. penindas dan fasiq. Ya Allah Yang menyelamatkan Nuh dari taufan badai dan banjir yang menenggelamkan dunia. negeri kami dan ummat kami dari badai krisis. Ya Allah hancurkan pasukan Amerika dan Israil yang telah berbuat angkara murka. yang membawa kami ke jalan yang benar. ummatku. dan cerai-beraikanlah barisan kaum kuffar. munafikin dan musyrikin. yang mau menerapkan syariat-Mu. . yang lebih takut dosa dari pada hilangnya pangkat atau harta. Yahudi pendusta.. di Irak dan di tempat-tempat lain dari bumi-Mu. Yang menyelamatkan Isa dari salib kaum durjana. Yang menyelamatkan Yunus dari gelapnya perut ikan. Anugerahkan kepada kami pemimpin yang beriman dan bertaqwa. anak-anak kami. di Afghanistan. Jangan jayakan orang-orang kafir atas kami. membunuhi hamba-hamba-Mu dan berbuat kerusakan di alam semesta. Ya Allah lepaskanlah dan jauhkanlah dari kami penguasa-penguasa yang dholim. Ya Allah kumpulkanlah hati-hati kami di atas dasar kecintaan kepada-Mu. lilitan utang. Maluku. dan tetapkankan hati kami atas agama-Mu. ummatku. Ya Allah lindungilah kami dari tipu daya.

com Terima Kasih! Publikasi 06/02/2003 09:46 WIB eramuslim . kasihan sekali” atau “oooh. keterlibatan maupun partisipasi manusia lain dalam setiap kesuksesan. prestasi. Jatuh dari lantai 13 dan terhempas di lantai 5 bersama dengan benda seberat 2 ton di gedung tersebut.Ya Allah anugerahkan kepada kami husnul khatimah Ya Allah limpahkanlah rahmat. meski dalam waktu sepekan bisa dipastikan sudah hilang oleh derasnya arus informasi di kota sebesar Jakarta ini. setiap manusia sebenarnya tak bisa membantah hal ini.. Ada dua hal mutlak yang ada pada diri manusia. ampunan dan hidayah-Mu kepada kami semuanya. Muhammad Syamlan Sekum MUI Propinsi Bengkulu E-mail: syamlan2001@plasa. Dan bisa jadi ada yang bertanya. pertama. seperti halnya bumi tempat kita berpijak ini pun akan hancur pada masa akhir nanti. Anda pasti tak mengenalnya. Setelah kejadian naas tersebut. bahkan bisa jadi sebagian besar pegawai BI pun tak pernah mengenalnya meski hampir setiap hari mereka hadir dan melakukan sesuatu untuk (gedung) mereka. namun terkadang tidak sedikit yang menafikan keberadaan. keberhasilan dan kemenangan yang diraihnya. setiap manusia semestinya menyadari batas waktu yang diberikan oleh Allah. Seperti saya. kaitannya dengan kemutlakan kedua inilah sedianya setiap kita . “Yang mana sih. Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari suul khatimah…. Aamiin aamiin ra Rabbal ‘alamiin.Nicodemus (32) dan Abdul Rohim (23). seperti juga Anda tak pernah mengenal dua lelaki itu.. waktu yang dimiliki manusia itu terbatas. manusia yang satu tidak akan pernah bisa hidup tanpa manusia yang lain. Kemutlakan kedua.Ya Allah jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari pertemuankami dengan-Mu. Nah. Saya. koq saya nggak pernah tahu”. Tidak ada satu makhluk pun yang akan hidup kekal. Bahwa waktu yang kita miliki itu terbatas itu suatu kemutlakan yang tidak bisa dibantah. tetapi lebih jauh dari itu. itu yang namanya Nico dan Rohim”. Dan kedua. dan jadikan usia terbaik kami sebagai akhir ajal kami. jelas membuat keluarga Nicodemus dan Rohim menangis kehilangan orang yang dicintainya. seolah dua nama tersebut dikenal orang. jadikanlah amal terbaik kami sebagai pamungkasnya. sebelum media-media massa hari ini memberitakan jatuhnya Gondola seberat 2 ton yang membawa dua lelaki naas itu saat sedang melakukan aktifitas rutinnya membersihkan kaca Gedung Bank Indonesia (BI). Bukan hanya dalam hitungan jam yang tidak pernah lebih dari menjadi 25 jam perhari. Mungkin diantara mereka ada yang berkata: “Ya Allah.

telah teringankan sebagian besar beban hidup ini dengan adanya manusia yang lain. imbalan atau bonus lain dari apa yang sudah menjadi hak mereka. sopir bus ataupun sopir pribadi. bisa juga sangat berarti –kalau kita mau merenungkannya.menyadari status manusia sebagai makhluk sosial yang –setidaknya. Tak pernah terbersit dalam benak para pembantu kita akan menjadi majikan yang kerap dilayani. selain juga mereka yang membutuhkan pekerjaan itu. juga status sebagai majikan. Mereka tak pernah iri dengan kenaikan gaji atau pangkat kita. para office boy. Seperti Nico dan Rohim yang setiap hari membantu orang lain menjadikan pemandangan keluar melalui jendela kantor Bank Indonesia tidak nampak kusam. dengan kata lain “menjaga pekaranganku”. Dan buat kita. Bahkan ada yang cukup sarkas menganggap bahwa sudah nasib mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. Tapi. Tapi. sebagian kita memang egois dan tak tahu rasa bersyukur. apa sih pekaranganku? ada apa di . apakah kita pernah menghargai kerja mereka? Bahkan sekedar mengucapkan terima kasih. jangan kaget jika hanya karena ucapan ringan itu kualitas pelayanan dan pengabdian mereka kepada kita akan lebih meningkat. pembantu rumah tangga kita. Not in My back yard – bukan di pekaranganku. pakaian yang bagus dan mobil mentereng. karena telah membayar keringat mereka. bukan alasan untuk tak sekedar mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa mereka. cukup membuat mereka tersanjung dan merasa diri sebagai manusia yang utuh. ucapan terima kasih yang tulus kita alamatkan kepada mereka atas setiap pelayanannya. Mungkin kita bisa berkilah. Not in My Back Yard Kata-kata itu saya dapatkan saat saya mendengarkan salah satu talk show pagi hari. Begitu juga dengan para office boy yang sudah menyiapkan teh atau kopi panas di meja kerja bahkan sebelum sempat kita duduk. Sungguh. tak pernah bermimpi suatu saat tak lagi menghidangkan teh atau kopi panas karena mereka sangat sadar betapa berbedanya mereka dengan kita. Bahkan sampai orang-orang ‘kecil’ yang telah banyak membantu kita itu telah menemui kemutlakan pertama. tukang sampah yang mengangkut sampah dari rumah. Ketinggian jabatan. Nico dan Rohim. Bagaimana dengan para pembantu rumah tangga yang setiap hari melayani kebutuhan Anda dan keluarga. Kedengarannya memang tidak terlalu berarti. sebagian dari kita ternyata sudah membuktikan. kita tak pernah menyapa mereka dengan kasih sayang. terbangun lebih awal dan tidur paling akhir. Masih ingatkah kita terhadap pembantu rumah tangga yang pernah sekian tahun mengabdi? Dimana mereka sekarang? Masih hidupkah mereka? (Bayu Gautama) Not In My Back Yard Publikasi 05/02/2003 08:15 WIB eramuslim. Tapi sayang. My back yard– pekaranganku. Bayangkan jika tidak ada orang seperti mereka yang mau menanggung resiko terjatuh dari lantai 13. mereka mungkin tak pernah berharap tips.

Tiba-tiba brakk!! Saya menabrak kursi rusak yang dibuang di selokan. sebagai ‘abdun’ (hamba Allah) dan Khalifah fil ardh (khalifah di bumi).pekaranganku? apa hak dan kewajibanku atas pekaranganku. bahwa sesungguhnya ini hanya titipan. untuk itu diwajibkan atas kita untuk melakukan dua fungsi utama. jadi apapun bisa kita lakukan di situ. apakah juga mengganggu orang lain? Cepat-cepat saya pulang dan memeriksa selokan di depan rumah. apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?” Ternyata. selokan macet penuh air dan sampah. Milik kita. Astaghfirullah. “Sering kali aku berkata. apakah kami mampu mengemban amanah ini? Astaghfirullah. Bisa-bisa malah menimbulkan salah persepsi bagi yang tinggal di sekelilingnya. mengapa aku tak pernah bertanya. sebidang tanah yang kita tinggali setiap hari. Selintas saya merenungi “my back yard” sambil mengayun kaki menikmati pagi. ternyata ‘tubuh dan jiwa kita’ bukan milik kita. Astaghfirullah. tapi kembali kalau kita mau mengembangkan maknanya.tempat tinggal kita. ‘not in my back yard (NIMBY)’ – bukan di pekaranganku!! Tiba-tiba saja kata-kata itu lebih berarti. Allahu Rabbii. bahwa hartaku hanya titipan Nya. Terlihatlah oleh saya. saya ingin sekali membersihkan selokan itu mengingat musim hujan segera datang. bahwa rumahku hanya titipan Nya. mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku? Dan kalau bukan milikku. renungan saya terhenti. kita semestinya memperlakukan dan mempergunakan segala yang di’amanah’kan kepada kita berdasarkan tatanan dan aturan Allah. untuk apa semua ini Kau titipkan pada kami. bahwa putraku hanya titipan Nya. di lingkungan pekarangan saya. Hal tersebut bisa menjadi langkah awal kita untuk . sering kita merasa tak yakin. tapi selokan itu bukan di lingkungan rumah saya. Kehidupan keluarga kita berdenyut tiap hari di situ. Tapi. jangankan pekarangan dan rumah. bagaimana aku memanfaatkanya? Mengapa sih harus dijaga? dan lain-lain. Ya Tuhan. pekarangan kita bukan milik kita. apa iya ‘benar-benar’ milik kita? Lantas teringat saya baitbait puisi renungan dari Rendra. Spontan saya ingat selokan depan rumah saya. That’s it. Dan kita telah berjanji bahwa sesungguhnya hidup dan mati ini untuk-Nya. Pekarangan kita –agak luas lagi. dan kurang mampu memahami bahwa Allah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya dan well-equipped. ketika orang memuji milikku. Kedengarannya NIMBY memang sepertinya ‘egois’. Kondisi selokan itu benar-benar sangat memprihatinkan. Tapi. namun milik Sang Pencipta. padahal sekelilingnya penuh dengan rumah-rumah yang bagus. beberapa inchi lagi airnya meluber ke jalan. bahwa mobilku hanya titipan Nya. tetapi. “Apa aku sudah melakukan itu yaa?” pikirku.

korupsi tak lagi trendy. negara kita dapat terjaga dari sengsaranya musibah. Bumi Allah akan terjaga.com) Menjembatani Langit dan Bumi Publikasi 03/02/2003 08:54 WIB eramuslim .melakukan perubahan. Jika setiap orang melakukan gerakan NIMBY. sudah pasti akan muncul berbagai praktek kekerasan yang timbul akibat tumbuhnya benih-benih perlawanan. membahana menjadi satu daerah. berilah kekuatan dan petunjuk pada kami untuk menjaga amanah-Mu dan mewujudkan Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghaffur. Insya Allah. Insya Allah. Rakyat berpikir. keluarga kita.sampai hal-hal yang paling besar. lingkungannya dari halhal yang merugikan dan hal yang terlarang. Selanjutnya. menaikkan harga-harga BBM. ketidaksukaan dan perbedaan. menjaga hati dan keimanan kita agar tetap bersih sehingga dapat menjaga ‘amanah’ Allah. . banjir tak akan mengancam. Semakin menegaskan jarak antara pemerintah dengan rakyat yang jelas-jelas menolak semua kebijakan tersebut. kemiskinan bukan tak dapat teratasi.Kebijakan-kebijakan pemerintah yang melakukan divestasi Indosat. bukankah lebih ringan bagi yang berada diatas untuk turun? Penguasa yang cerdas selalu peduli terhadap pola pikir rakyat yang diperintahnya. yang kemudian Insya Allah seluruh daerah di negara tercinta ini terjaga. Mulai dari hal-hal yang kecil-menjaga selokan agar bersih. Ya Allah. setidaknya mau menjaga dirinya. pemerintah mempunyai pola pikirnya sendiri. Dari lingkungan yang kecil -keluarga. melebar menjadi satu RT. Memaksakan pola pikir yang satu terhadap yang lain tentulah hanya akan melahirkan konflik. Itulah salah satu kunci keberhasilan suatu kepemimpinan yang paling mendasar. masyarakat kita. tidak akan pernah langit menyatu dengan bumi. Saat ini. Amien. semua kebijakan pemerintah itu tak satupun yang didasari atas kepentingan jangka panjang. selama malaikat pesuruh Allah belum meniupkan sangkakala pertanda hari akhir. Namun jika secara fisik keduanya tidak bisa bertemu. narkoba tak mampu menjamah. meluas menjadi satu kampung. Telepon yang menyebabkan kenaikan di berbagai sektor lainnya. Tarif Dasar Listik (TDL). diri kita. atas kepentingan dan kemaslahatan orang banyak. tentunya ke arah yang lebih baik. (Sitta Izza Rosdaniah/sitta@rocketmail. privatisasi asset-asset negara. melainkan kepentingan sesaat yang semakin memburukkan keadaan rakyat sudah terperosok selama sekian tahun sejak krisis ekonomi melanda negeri ini. Yang pada kenyataannya. keluarganya. sementara masyarakat juga memiliki pola pikirnya sendiri. bukankah masih ada harapan kesenyawaan itu tercipta ketika hati dan pikiran orang-orang yang dilangit menjemput yang di bumi? Jika terlalu berat bagi yang dibumi untuk menghusung hati ke atas. Kebijakan pemerintah dan harapan rakyat ibarat langit dan bumi.

untuk sementara langit memang takkan pernah menjumpai langit. Kalaulah para Nabi dan Rasul Allah memberikan teladan bagaimana menyentuh hati rakyat. semestinya mereka mau turun ke bumi. Semestinya setiap penguasa belajar dari sejarah. keluhan atau bahkan jeritan ketidakberdayaan manusia menjalani hidup. masih percaya adanya malaikat-malaikat yang senantiasa hadir bersamanya. Api pergerakan kita dulu itu kita ambil dari dapur apinya rakyat. ada kesenjangan hubungan. perlu kesatuan yang utuh antara orang-orang berpendidikan. Jika pemimpin-pemimpin di negeri ini masih menjadikan Allah sebagai sesembahan mereka. melihat langsung dari dekat setiap bulir air mata ummat yang menetes di sepanjang malam.Maraknya aksi-aksi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat akhir-akhir ini. Soekarno sangat menyadari artinya rakyat bagi sebuah bangsa. menggandeng yang lemah dan bahkan mengutamakan kepentingan rakyat diatas semua kepentingan diri dan keluarganya. dalam satu tujuan selayaknya orang-orang terdahulu di negeri ini melakukannya saat merumuskan bentuk dan kelahiran bangsa. Teori manapun yang pernah kita pelajari berkenaan dengan perubahan mengajarkan. bahwa kejatuhan yang pernah dialami oleh hampir semua pemimpin adalah saat langkahnya tak lagi seiring dengan orang-orang yang dipimpinnya. mendiang Presiden Pertama RI. dan menempatkan Rasul sebagai teladan hidup. Membangun sebuah peradaban baru. pemahaman yang teramat mendalam dari Soekarno itu tercermin dari pidatonya pada tahun 1957: “Dulu itu kita semua adalah ‘rakyati’. ketika bahu membahu membidani perjuangan memerdekakan negeri bernama Indonesia ini. dengan anggota masyarakat dari bangsa itu sendiri (Ali Syari’ati). Begitu juga dengan para malaikat (makhluk langit lainnya) yang penuh kearifan menghampiri anak-anak Adam dan melaporkan kepada Tuhan setiap aduan. Sekali lagi. dulu itu kita semua adalah ‘volks’. Segala pikiran dan angan-angan kita dulu itu kita tujukan kepada kepentingan rakyat. Tujuan pergerakan kita dulu itu adalah satu masyarakat adil dan makmur bagi rakyat. sesungguhnya merupakan potret awal keruntuhan. tapi sejauh apapun jarak itu bukankah tetap bisa tersatukan ketika hati dan pikiran keduanya duduk menyatu dalam satu kepentingan. tidak adanya kontak dari hati ke hati antara langit dan bumi. Masalahnya kemudian. Anak-anak dalam Kepompong Jalanan Publikasi 31/01/2003 08:55 WIB . mengangkat yang jatuh. tidak akan pernah suatu perubahan (progresif) tercipta tanpa adanya kesatuan antara orang-orang yang di depan dengan mereka yang memberikan kepercayaan penuh kepada yang di depan. Begitu juga dengan negeri ini. Pemaksaan yang dilanjutkan dengan sikap tegas dan represif kekuatan kekuasaan terhadap siapapun yang tidak sejalan. intelektual yang dipercaya sebagai pemimpin suatu bangsa. awalnya hanya sekedar ‘pemaksaan’ pola pikir pemerintah yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyatnya.” Kalaulah Allah begitu teramat sering menjumpai hamba-hamba-Nya di bumi.

lengket di tubuh karena air hujan. jalanan basah. Melainkan sebuah aktivitas untuk mencari sesuap nasi.yang telah melesatkan anak panah tersebut? "Engkaulah busur dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur. Sebuah dunia orang dewasa yang terlalu cepat mereka masuki. ditemani makanan dan minuman hangat. Mengharapkan kepingan logam dari penumpang yang entah mendengarkan atau tidak. Satu demi satu lelaki maupun perempuan yang berjas. Di mana busur -meminjam perumpamaan Khalil Gibran-. Tanpa payung. Dengan kaos oblong yang sudah tidak jelas warnanya. tapi kekerasan hidup telah menempa mereka menjadi pribadi yang lain. siapa bocah malang tersebut? Di pagi hari di mana anak-anak lain berangkat sekolah menenteng tas dan bekal. dengan penampilan yang lusuh dan kotor. Bukan lagi dunia anak-anak yang diwarnai gelak tawa dan bermain. Begitu mudah tertangkap mata pemandangan seperti itu di sebuah ibukota negeri bernama Jakarta. Setiap saat anak-anak tersebut mengacungkan payung kepada mereka yang baru turun dari bus atau mobil. bermandikan hujan! Mereka adalah bocah-bocah yang baru berumur 10 tahun ke bawah. Di setiap halte dan beberapa emperan perkantoran. ia menyanyi. Dengan krecekan dari tutup botol dan suara cadelnya yang cempreng. ketika siang di Jakarta bermandikan cahaya matahari yang bersinar terik. Ketika sebagian yang lain tinggal di rumah bergelung selimut tebal. tampak anak-anak yang mengemis. menjual Koran. mengelap kaca mobil. menyemir. Di antara deru bus dan himpitan penumpang tampak seorang bocah yang berusaha menyalip tubuh-tubuh besar di sekitarnya. Namun payung tersebut tidak terkembang. Mereka menapakkan kaki hati-hati seakan takut air yang kotor menodai pakaian mereka yang bersih dan licin di bawah payung lebar. Kemudian dengan lincah tubuh mungil tersebut menerobos pintu dan meloncat dari bus yang masih berjalan pelan tertahan macet jalanan. Sebuah tanya terlintas. keramaian pasar tradisional melahirkan suara hiruk-pikuk yang khas. Di manakah ayah-bunda mereka berada? Beberapa hari lalu. menjual makanan. mereka hanya menenteng sebuah payung besar. Bus penuh sesak." kata . lebih dari cukup untuk melindungi tubuhnya. saya naik bus kota.Jakarta diguyur hujan. Suasana pagi kelam diwarnai macet jalanan oleh orang-orang yang berangkat kerja. tampak tubuh-tubuh kecil dengan baju yang basah kuyup. berdasi maupun blazer melintasi jalan dengan pemandangan khas. tangan kurus tersebut mengulurkan bungkus plastik bekas permen yang kosong. sementara di sisinya atau di belakang si bocah mengikuti. Mereka masih terlalu muda. tubuh mereka menggigil kedinginan dengan perut yang keroncongan. Bocah usia enam tahunan tersebut bermata bening. Padahal di tangannya yang kurus terpegang sebuah payung besar. Di sela kesibukan berbelanja.eramuslim . Di manakah ayah-bunda mereka? Bagian lain Jakarta. anak-anak usia belasan tahun mengulurkan tangan menawarkan jasa membawa belanjaan! Masih di bagian lain Jakarta. Nampaknya tidak banyak keping yang berhasil ia kumpulkan. Usai satu lagu.

karena kurang mantapnya busur inikah.com) Yayasan Martabat Jl. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal" (QS. yang telah mengantarkan anak-anak tersebut ke gerbang yang belum saatnya mereka masuki? Padahal begitu masuk. Sebagai anak panah. Mereka yang terlahir dari rahim yang kurang beruntung adalah anak-anak masyarakat. melindungi anak-anak zaman. "Sebagaimana Dia mengasihi anak panah yang melesat. Sebuah keluarga dengan ayah-bunda yang penuh kehangatan dan rezeki yang cukup. adakah mereka berhak menyesali? Mengingkari :"…Dialah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di rahim. hanya kerasnya hidup orang dewasa yang akan mereka rasakan. Kali Anyar II RT 008/ RW 001 No. Si anak tertua yang cerdas dan masih duduk dibangku sekolah dasar. Lalu. (Eva Deswenti dari Yayasan Martabat. melindungi anak-anak kita. Tidak pula sesuatu yang menentramkan hati bila seorang ibu tak bisa lagi memandangi wajah anaknya diwaktu malam. Tetapi di zaman ini orang-orang dewasa terlalu sibuk dengan kepompongnya sendiri. demikian pula Dia mengasihi busur nan mantap. Hanya demi kepentingan masa depan buah hatinya. Semoga saya dan Anda tidak termasuk mereka yang dimaksudkan QS. (021) 6346954 Ibu Indonesia Publikasi 30/01/2003 09:11 WIB eramuslim ." Naudzubillahi min dzalik. Yayasan yang memberi santunan pendidikan bagi anak-anak dhuafa. Dan tiada seorang pun dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok.Bukan sesuatu yang ringan ketika seorang ibu melepaskan anaknya menuntut ilmu sambil mondok di sebuah pesantren." demikian penggal puisi tentang anak yang ditulisnya. Luqman: 18 : "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Luqman : 34). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. semoga Allah melindungi kita. 3 Kelurahan Kali Anyar. ia berupaya meredam rintih sedih itu semua. Dan meyakinkan diri sekuat-kuatnya. yayasanmartabat@yahoo. Semestinya ada tangan-tangan yang terulur untuk membantu mereka.Gibran. Dan anak-anak itupun diserahkan kepada jalanan sebagai kepompongnya. Kecamatan Tambora Jakarta Barat Telp. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. bahwa anaknya akan beroleh ilmu . Bila ternyata panah itu meleset dari sasaran. Mari ulurkan tangan buat mereka. ketika tengah pulas tertidur. tentu mereka merindukan busur yang mantap yang akan mengantar mereka pada sasaran yang tepat dalam ukuran kemanusiaan.

. terangkanlah pikirannya. Wahai Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Harga-harga barang sudah merambah naik. Yang ada hanyalah terus-menerus kerja lembur dan "mematikan" berbagai keinginan atau kesenangan memiliki barang. Memeluk dan meninggalkan buah hatinya di seberang pintu gerbang. Berpuluh tahun mereka melakoni episode kehidupan yang amat berat untuk sebagian orang. hambamu ini hanya lah seorang ibu yang biasa. berbagai jenis persoalan hidup yang lebih berat sudah berderet antri di depan mata. serta tempat tidur susun. "Ya Allah. tak kuasa ia menyembunyikan perasaan di depan Rabb-nya. menggelar dagangannya seperti para pedagang lainnya. Tak ada gaji ataupun tunjangan untuk besok hari dan hari-hari berikutnya. Namun seorang ibu tetap lah seorang wanita. Ya Allah lindungilah mereka. Saya masih ingat beberapa kata dalam do'anya yang nyaris tak bersuara. Tenggorokannya seakan-akan terasa sesak. beban kesulitan itu akan lebih menekan lagi. Memperhatikan meja belajar.dan pengajaran dari guru yang lebih baik. Ilmu yang lebih dari yang dapat ia berikan selama sang anak masih bersamanya. mungkin juga kita diantaranya. Sebuah negeri yang banyak meyimpan cerita kemewahan para pejabat dan pengusahanya. Bagaimanapun ia tegar dihadapan anaknya. selamatkanlah mereka di dunia dan akhirat. Dan selepas shubuh berjalanlah ia ke pasar sebagaimana biasanya. Payahnya mencari nafkah. Memang ia tak menunjukkan raut muka sedih ketika memandangi kamar baru anaknya yang sederhana. tak ada sesuatu yang istimewa kecuali amanah yang Engkau berikan. Tapi yakinlah bahwa itu semua tak paralel dengan senyum dan kebahagiaan sebagian besar rakyatnya. tempat anaknya akan tinggal bersama beberapa anak lainnya. Bagi mereka. Hingga seringkali ia bisa membaca ayat demi ayat dalam kitab suci itu hanya dalam hati saja. kesusahan itu sudah tak dirasakan kesusahan lagi saking biasanya. Berjuta jumlahnya dan terserak dimana-mana. Di depan manusia mereka menjadi golongan kecil dan lemah saja. nafasnya pendek-pendek. lemari pakaian. sementara tak ada jaminan bahwa penghasilannya mereka juga akan bertambah. Dia malah tersenyum saja dan berkisah tentang hal-hal yang menggembirakan kepada anaknya sambil duduk beriringan disisi tempat tidur. Betapa ia kesulitan ketika membaca Al-Qur’an selepas maghrib seperti biasanya. jernihkanlah hatinya. Cerita kejayaan pemimpin dengan kekuasaannya. hanya kepada-Mu hamba titipkan nasib dan masa depan anak-anak hamba. Isak tangis juga sering terdengar di keheningan malam dalam kepasrahan tahajjudnya. kemudian menunggu kendaraan umum yang akan mengantarnya kembali. Tentu akan banyak ibu-ibu pejuang seperti itu di tanah air kita." Lalu ia menyebut nama suami dan anaknya satu persatu. tinggikanlah derajatnya. Kenangan akan kefleksibelan hukum dan peraturan yang dibuat oleh ahli-ahli hukumnya. karuniakanlah anak-anak hamba keberkahan. Kini. Kepedihan dan keperihan menjadi sesuatu yang normal karena seringnya. Menjadi bagian masyarakat yang tidak penting untuk dicatat dalam sejarah bangsa yang besar seperti Indonesia.

karena perih dan letih yang disimpan saja. Kalau saja pada momen menggetarkan tersebut. Orang-orang yang semestinya membantu perbaikan nasib dan mensejahterakannya. Banyak orang kadang merasa besar dan penting. Tak pernah berusaha menemani kesedihan "wong cilik" walau sebentar saja. sepulang dari pasar yang jauh dari prasyarat kesehatan. Tentulah akan pucat wajah khalifah yang diridhai Allah ini. dan gemetar tubuhnya.. din-din (mukhyidin@yahoo.de) Kurbankan "Ismail-Ismail" Kita Publikasi 28/01/2003 09:27 WIB eramuslim . Kesulitan yang seringkali diabaikan saja oleh golongan lainnya.Tidak mesti senada dengan ibu-ibu pedagang kecil yang semenjak shubuh sudah tertatih menggendong barang dagangan. Tak ada dendam. 1 Februari lalu. Kalau saja pada saat itu Sayidina Umar bin Khaththab dihadirkan kembali. Allah masih bersabar terhadap kelakuan manusia lainnya di muka bumi ini.Jum'at. Menatap seorang ibu pada suatu siang yang terik. Allah Maha Tahu betapa mereka amat sulit hidupnya. Demikian jauh perbedaan kehidupan antara rakyat dan pejabat yang mengurusinya.. Hidup sudah sedemikian melambung dan tak ingin kehilangan itu semua. Begitu lebar ketimpangan sosial orang kaya dengan rakyat biasa. kekurangan lantas menjadi pantangan dan harus dipenuhi dengan jalan apa saja. menatap mata duka sang ibu mulia ini. Merasa sudah berbuat banyak dan mempunyai jasa yang tak terhingga. Sungguh suatu situasi yang menggetarkan. Ketika menutup pintu pagar dan naik ke taxi. Hilang sudah getaran iba dan rasa sayang pada orang papa dan penuh kesusahan dalam hidupnya. Betapa ibu-ibu kita begitu bersih hatinya. lebih berpendidikan serta berwawasan luas. Dan lebih perih lagi ketika hari itu pula si sulung datang mengharap uang untuk membayar pondok dan sekolahnya. hadir pula orang yang diberikan amanah berupa tanggung jawab untuk memperjuangkan nasib ibu kita. istri kawan saya tak kuasa menahan tangisnya karena sedih meninggalkan . Kemiskinan jadi hal yang harus disembunyikan. Pulang dengan menangis yang tak keluar. saya mengantarkan kawan saya suami istri yang pergi ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji. Mungkin karena do'a dan air mata pengharapannya. bahkan oleh orang-orang yang diberi amanah untuk memimpin mereka. tak ada makian atau kata-kata kotor lainnya. Kekuasaan dan ketinggian jabatan yang dicapai sering menjadi bandrol harga penghargaan yang harus diberikan orang. Segemetar kala beliau mendapati diantara rakyatnya yang kelaparan di suatu malam. berjalan ibu kita ini kembali dengan dagangan yang hampir utuh. Betapa bangsa kita amat berhutang pada ibu-ibu mulia itu.

Namun kebahagiaan itu harus diuji lagi. semuanya dilancarkan.. Ketika saya mengantar anak teman saya untuk opname di rumah sakit beberapa hari yang lalu. saya saja seperti mimpi menjalani ini semua. ketika Ibrahim mendapat kesempatan untuk mengunjungi anak istrinya. juga anak anak yang anda impikan dan masih bayi itu berpisah dari anda? Saya yakin mungkin kita akan sedih atau menitikkan air mata membayangkan orang yang paling kita kasihi harus ditinggalkan sendirian. maka Allah berkehendak untuk menguji cinta Ibrahim pada-Nya. kamu jangan sedih. "Sudahlah. betapa bahagianya ayah yang bertahun-tahun tak menjumpai anaknya dan ketika telah berjumpa anaknya telah besar dan gagah. Saya yang duduk di jok depan taxi hanya bisa ikut terenyuh mendengar isak tangisnya. Namun.. Bandingkan dengan Ibrahim yang harus meninggalkan istri dan anaknya dilembah yang tandus. hingga saya dengar suaminya berkata. saya dan istri saya. jauh sekali. coba anda bayangkan menyembelih orang yang paling anda cintai! Terus terang saya sendiri tak pernah sanggup membayangkannya. satu hal lagi yang patut kita renungkan. hingga kemudian ketika Allah berkehendak untuk memberikan keturunan. Maka menyembelih anak yang dicintainya menjadi bagian dari kecintaannya pada Rabbnya. Beberapa tahun kemudian. subhanallah. bisakah anda membayangkan harus meninggalkan istri atau suami tersayang. masih ada orang-orang yang menjaganya. tentu kita bisa membayangkan kebahagiaan Ibrahim saat itu. apa yang telah dilakukan oleh Ibrahim dahulu. lahirlah Isma'il. Lagi pula dirumah segala macam kebutuhan anak kita sudah tersedia. dilihatnya Ismail sudah menjadi seorang anak yang gagah. ibu. bisa dibayangkan bagaimana rasanya keluarga yang dibangun bertahun-tahun namun buah hati tak juga kunjung datang.anaknya yang baru berusia 14 bulan di rumah yang hanya dijaga oleh pembantu. sungguh tak sanggup. saya sungguh tak tega melihatnya meronta-ronta menangis ketika akan diinfus tangannya. seringkali kita merasa begitu berat meninggalkan atau berpisah dengan orang orang yang kita cintai. disuruhnya Ibrahim menyembelih anak yang dicintainya itu. tanpa perbekalan apapun. dan lagi kita ini sungguh telah diberi kemudahan oleh Allah untuk mengunjungi Baitullah. sekali lagi Allah tak membiarkan kecintaan ayah pada anak itu berlebihan. Menjelang 'Iedul Qurban besok. . bertahun-tahun ia tidak memiliki keturunan." Sepanjang perjalanan saya merenungi kata-kata kawan saya tersebut. bayangkan. tatkala Ibrahim harus meninggalkan istri dan anak yang dicintainya itu di sebuah lembah yang jauh dan tandus. membandingkan diri kita dengan Ibrahim 'alaihissalaam rasanya memang belum ada apa-apanya. kita ini masih beruntung bisa meninggalkan anak kita dalam keadaan cukup. Tapi itulah Ibrahim kholilullah (kekasih Allah). cintanya pada Ismail berdiri kokoh diatas landasan kecintaannya pada Rabbnya. Apalagi membayangkan orang yang saya cintai disembelih.

anak. sudahkah ianya kita infakkan dijalan Allah dan kita gunakan dengan baik? Mungkin kita sudah menyumbang barang seratus dua ratus perak.. anak-anak. sudahkan kita arahkan pada jalan Allah? Harta yang kita miliki. tapi juga seberapa banyak yang kita tahan. Perintah Allah berkenaan dengan “maaf” ini termaktub dalam Qur’an Surat Ali Imran ayat 134: “." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya. teladani dan renungkanlah dengan cara membayangkan apa yang terjadi pada Ibrahim adalah keluarga karib kerabat kita sendiri. harta kekayaan yang kamu usahakan. Membalas perlakuan tak adil dan kezhaliman dari seseorang. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.Dan sekarang. saudara-saudara. yang dengan rela atau terpaksa harus kita serahkan dan kita kembalikan pada Allah Subhaanahu wa ta'ala. isteri-isteri kaum keluargamu. Wallahu a'lam bisshawab "Katakanlah: "Jika Bapa-bapa. dan seberapa ikhlas kita berikan. karena bukan saja anak yang kita cintai.id) Cinta Versus Nafsu Publikasi 27/01/2003 14:25 WIB eramuslim ." from the Desk of Hilal (hill@ratelindo. inilah saatnya untuk membuka Al Qur'an. Cobalah kalkulasi apa-apa yang menjadi kecintaan kita.co. tapi berapa banyak yang kita tahan? berapa banyak yang digunakan hanya untuk hal-hal yang remeh temeh bahkan sia-sia? Saya pikir Allah tak hanya melihat seberapa banyak yang kita berikan. dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai. suami. apa apa yang menjadi "Ismail-Ismail kita". perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya.“Maafkanlah. dan orang-orang yang . Mari kita lihat ulang soal maaf memaafkan ini. saya hanya berpikir. sudahkan kita sanggup untuk menyerahkannya pada hal-hal yang Allah inginkan? layaknya Ibrahim menyembelih Ismail karena perintah Allah? Jika kita belum siap. atau seratus dua ratus ribu. cari kisah Ibrahim. apapun yang paling kita cintai sekarang ini adalah "Ismail-Ismail" kita.. atau belum pernah memikirkannya. Dan itulah "Ismail-Ismail" kita. sanggupkan kita mempersembahkan "Ismail-Ismail" kita di jalan Allah? Sanggupkah kita memberikan apa-apa yang paling kita cintai untuk berkhidmat di jalan Allah? Saya berikan tanda kutip pada "Ismail-Ismail" kita. sanggupkan kita mengorbankannya di jalan Allah? Istri. karena itu lebih mulia” Itulah salah satu pesan Rasulullah yang sangat terkenal. untuk membuktikan cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Namun tentu ada alasan yang sangat khusus mengapa Rasul menganjurkan ummatnya untuk memberikan maaf kepada orang zhalim. tidak dilarang.

ia tak ingin amarah dan nafsunya yang menjadi alasan utama saat ia menghujamkan pedangnya. Siapa yang tak ingat betapa besar kecintaan Abu Bakar kepada Allah dan rasul-Nya sehingga menginfakkan semua harta miliknya hingga tak tersisa untuk perjuangan Islam. Adam alaihi salam yang telah diberikan limpahan nikmat oleh Allah berupa kesenangan dan kebahagiaan hidup di surga yang tak berkekurangan. . ingin punya harta dan kemudian wanita. Fir’aun dan sederet nama haus kekuasaan di muka bumi ini akan selalu menjadi catatan hitam keserakahan manusia. Alasannya. Hingga saat ini. Adam (juga Hawwa) tak mampu membendung nafsunya untuk tidak menyentuh buah “terlarang” tersebut. betapa hawa nafsu sudah terlalu sering mengalahkan manusia. ketampanan dan ukuran materi lainnya. dan tak sedikit orang yang menganggap itu sebagai hal biasa yang teramat mudah. takkan pernah terhitung jumlah orang-orang yang pernah terjerumus dan akhirnya jatuh oleh karena memperturutkan nafsunya. Sedikit punya kuasa. kenikmatan dunia yang telah memalingkannya dari Allah membuatnya cinta akan dirinya. Masih ditambah nikmat itu dengan dihadirkannya Hawwa sebagai pelengkap hidup yang membawa kedamaian dan ketentraman. Tidak berhenti sampai disitu. perang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu”. Ada satu hadits yang termasuk dhaif. Dan itu akan melambungkan dirinya kepada kesombongan. Syetan menggelincirkan dua manusia itu hanya dengan rayuan buah keabadian yang dihembuskan syetan. dan mengagungkan harga diri yang diukur dengan parameter kekuasaan. bahkan sejak manusia pertama diciptakan. Begitu juga dengan Qarun dan sejumlah nama orang-orang yang rakus harta. seorang sahabat mengatakan.menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang”. sungguh teramat berat untuk bisa melakukannya. kecantikan. Kalaulah kita mau membuka catatan sejarah perjalanan hidup manusia. Usai perang Badr yang terkenal sebagai salah satu perang terbesar dalam sejarah Islam. Terus dan terus meningkat. jangan lupa bahwa sejarah pun mencatat dengan tinta emas orang-orang yang menang melawan hawa nafsunya. Orang tentu tak akan lupa dengan nama Yusuf alaihi salam yang menampik rayuan Zulaikha yang cantik jelita. tak ada salahnya jika kita sepintas “sepakat” bahwa mengendalikan hawa nafsu tidaklah ringan. merupakan dua dari ciri orang yang bertaqwa. Cukupkah Adam? Ternyata tidak. Sejarah juga mencatat nama-nama lain dari zaman ke zaman. “Kita baru saja melakukan peperangan terbesar” Kemudian Rasulullah berkata: “Tidak. ingin meningkatkan kekuasaannya. jika bukan karena seseorang itu telah memiliki kebersihan hati dan ketulusan cinta kepada Allah Swt. kekayaan. Meski terbilang hadits dhaif. Seiring bergulirnya masa. namun dalam hal ini bisa diambil hikmahnya. Berlanjut kepada keturunan Adam. Padahal. Qabil tega membunuh saudara kandungnya sendiri Habil demi mendapatkan calon istri Habil yang lebih cantik. nafsu manusia pun terus berkembang dan semakin tak terkendalikan. Ali bin Abi Thalib yang urung menebas leher musuhnya setelah sang musuh meludahi wajahnya. Menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Namun demikian. cinta akan dunianya. Nampaknya seperti sesuatu hal yang sangat sepele. melebihkan hartanya dan memperbanyak wanitanya.

Jika yang . saat itulah pintu terbuka bagi masuknya syetan ke dalam hati manusia untuk terus memanasi setiap relung di dalamnya. yang merupakan satu bagian kecil dari semua hawa nafsu yang ada pada diri manusia. manusia mencintai. membersihkan jiwa dan mengendalikan diri. dan lebih menyakitkan. Seperti halnya Rasulullah yang kerap memaafkan orang yang meludahinya setiap hari. Disinilah syetan berperan menciptakan ketidakadilan. Dan ujungnya. dan sejumlah peristiwa lain yang terjadi di muka bumi ini. jangan pernah menyepelekan pentingnya menata hati. pemerkosaan. Karena bukan tak mungkin. syetan akan tertawa melihat dua anak. manusia mulia pun akan teramat hina dan menjijikkan ketika sedetik saja tak kuasa mengendalikan nafsu. juga pria-pria dan wanita yang tak memperturutkan syahwatnya pada jalan yang halal? Adakah yang lebih mulia dari orang-orang yang mampu menahan dan mengendalikan nafsunya karena takut kepada Allah? Hawa nafsu. tak mampu menahan amarah serta tak mau memaafkan kesalahan orang. orang baik dan mulia pun bisa tersungkur oleh sebab nafsu yang tak terkendali itu. mengasihi juga menyayangi sesama makhluk. kenapa hanya dengan memaafkan manusia menjadi lebih mulia? Jawabannya tentu sudah menjadi jelas sekarang. pada saat lengah. sumber utamanya adalah nafsu yang tak terkendali. dari yang kecil seperti bangga diri. Sebaliknya. amarah. bahkan gila. saat api amarah menyala. derajatnya tak pernah jatuh sekalipun ia justru menjadi orang yang pertama menjenguk ketika si peludah itu menderita sakit. kalau saja ia mau memaafkan kesalahan (atau kezhaliman) orang lain. dua kelompok manusia saling baku hantam. Dan dengan cinta dan kasih sayang yang Allah tanamkan itulah. Sebagai contoh. mereka yang tak ambisi kekuasaan dan jabatan. Hingga pada hitungan detik berikutnya. Orang yang tak dapat mengendalikan amarahnya. Itu baru sekedar masalah maaf memaafkan. Semuanya adalah karena kelengahan kita yang membiarkan pintupintu hati ini terbuka bagi masuknya syetan yang memang senantiasa menantinya celah kelengahan manusia. bukankah jauh lebih mulia orang-orang yang tak serakah harta. perampokan. Padahal. sampai yang besar seperti rakus harta. Ketika seseorang memperturutkan nafsunya dan tak mempu menahan amarahnya. Cinta yang tulus kepada Allah akan membuahkan cinta dan kasih sayang yang juga tulus dari Allah kepada hamba-Nya. akan terlihat seperti orang bodoh. kekuasaan dan juga nafsu syahwat. sikap itu tentu tidak akan menjatuhkan derajatnya dimata orang yang menzhaliminya. Oleh karenanya. akan sangat berpotensi membuat seseorang menjadi sangat hina. bisa dipastikan adalah penyesalan.Manusia bisa menjadi sangat mulia karena menahan dan mengendalikan nafsunya. Soal memaafkan misalnya. dan kemudia ia juga yang menghembuskan aroma ketidakadilan tersebut kepada lawannya untuk membalas kembali ketidakadilan itu dan seterusnya. Pembunuhan. tak pelak lagi balasan terhadap perlakuan orang lain yang dilakukan biasanya jauh lebih besar. Pada akhirnya.

siang itu. bocah-bocah itu membawakan 3-4 lagu. Seolah tanpa lelah. amarah. Setelah itu. terluka. atau mengkhianatinya. Gitar. hingga ketika bait terakhir nyaris usai. Sehingga meski tak sedikitpun terbetik niat mengukir nama dalam sejarah manusia yang memenangkan pertarungan melawan hawa nafsu. tak ada lagi yang menjadi kepuasan dari seorang hamba di dalam hidupnya ketika kelak mengakhiri hidup tetap dalam kemuliaan. atau menaruh dendam terhadap orang yang menyakitinya. Lalu mengalirlah lagu-lagu lawas bernada gembira. Menentramkan hati dengan dzikir (mengingat Allah) sebagai bukti cinta seseorang terhadap Dzat yang dicintainya. agar tak terbuka celah masuknya syetan yang menggerogoti benteng-benteng ketegaran di dalamnya. tidak akan ada ruang kosong dalam hatinya untuk rasa benci. berarti ia hanya mencintai dirinya sendiri.Di perut kereta rel listrik dalam perjalanan Depok-Jakarta. gendang.. Orang yang marah hanya karena kekhilafan manusiawi orang lain. Jika untuk hal kecil saja tak ada ruang. muncul sekelompok pengamen cilik dengan segala atributnya. . kecrekan dan lengkingan suara bocah 9 tahun-an itu terdengar begitu riang. terhina. Selain dzikir. tentunya dia akan menjadikan Rasulullah dan sederet nama-nama yang memenangkan hawa nafsunya sebagai refrens dalam bukunya yang amat terkenal. Sembari mengucap salam. thanks 4N) You Are What You Think You Are Publikasi 23/01/2003 07:52 WIB eramuslim . Hamba yang dipenuhi hatinya dengan kasih tulus dari dan karena Allah. adalah terapi yang tak terbantahkan setiap orang yang mendambakan ketenangan hidup.demikian yang dimiliki oleh manusia selaku hamba Allah. 2 orang mahasiswa yang sejak awal begitu menikmati sajian mereka. qona’ah dan ikhlas dalam menjalani hidup semestinya juga menjadi modal utama ditengah ganasnya terpaan nafsu yang terus dipanas-panasi oleh syetan.. serasa membawa nuansa angin segar pada siang yang cukup suntuk dan gerah. Carol…. sekitar 14. apatah lagi untuk nafsunafsu besar lainnya. sejatinya kita senantiasa menjaga agar hati ini terus terlindungi agar tak kotor. jika ingin mendapatkan kemuliaan dihadapan Allah. siapapun yang mengenalnya akan tetap menjadikannya figur dan teladan yang pantas untuk diikuti jejaknya. “Oo. Salah satu parameter orang yang mencintai dirinya sendiri adalah. (Bayu Gautama. Tanpa sadar menarik senyum dan hentakan kaki tiap penumpang KRL yang ada. menzhaliminya. Seandainya David J Schwartz adalah seorang muslim.30 wib. apalagi dendam. tak akan pernah kasih dan sayang tertandingi oleh ganasnya hawa nafsu. “Berpikir dan berjiwa besar”. dentam musik mereka membangunkan sebagian besar penumpang yang terserang kantuk. Selain terus menanamkan cinta tulus kepada Allah. tidak akan pernah cinta berubah menjadi amarah.

gimana mau sehat?”. membenahi rumah dan mencucikan pakaian. apalagi duka. “Materi segudang gimana mau siap ujian?”.berteriak lantang. . Lihatlah wajah-wajah bocah pengamen cilik tadi yang begitu riang gembira. ada objek-objek da’wah yang dengan adanya mereka. Jam kerja yang padat. mungkin untuk makan. dan berjuta keluhan yang kita lontarkan setiap detiknya. Sekali lagi. gimana mau semangat?”. Padahal Kawan. Kawan… Kita yang mungkin telah bekerja dengan sangat nyaman di ruangan ber-ac. jadwal kuliah yang penuh. ada setumpuk amanah yang jika ditunaikan. Mereka hanya bernyanyi. kepenatan yang menumpuk. “We want more! We want more!”. mari kita tengok dan renungkan sejenak. “Gaji kecil apanya yang menyenangkan?”. “Makanan itu-itu melulu. atau yang mungkin telah berpenghasilan tetap tiap bulannya. mengajar. mungkin untuk membayar biaya sekolah yang semakin tidak memanusiawikan rasa. terkadang hidup ini terasa begitu berat. Terkadang masih juga mengeluh dan meratap. Dan mereka perbuat semua itu demi mempertahankan hidupnya. ulah anak-anak yang banyak tingkah. memasakkan makanan. atau mungkin hanya untuk setoran kepada ‘atasan’. dibandingkan bocah-bocah pengamen tadi. berda’wah. *** Kawan. yang mungkin tengah sibuk berkutat dengan agenda-agenda ummat. “Lagi! Lagi!”. Kawan. ada istri yang siap menyambut dengan cinta dan senyuman. bukan kesyukuran yang ingin diangkat dalam tulisan ini. kognitif yang tertekan oleh ujian-ujian. dan segala problematika kehidupan lainnya. mengisi forum-forum kajian. ada materi-materi kuliah yang dosen kita ajarkan. amanah yang tak habis-habis dan tak kunjung selesai. ladang pahala siap dialirkan. dan berjuta lagi kenikmatan yang mungkin justru seringkali kita anggap beban. dan itu mereka lakukan dengan demi segenggam logam dan recehan. tetap menghibur orang lain meski tak pernah tahu apakah sukacita dalam dirinya telah cukup melebur. Dan temannya menimpali. Ada lembar-lembar rupiah yang tiap bulannya kita terima. berjibaku dengan berbagai amanah. “Murid sedikit dan jarang datang. kita jauh lebih beruntung. yang mungkin telah cukup santai belajar di perguruan tinggi atau sekolah yang kadang tidak pantas disebut layak sebagai tempat menimba ilmu. Tapi. “SDM sedikit. Tapi yang ingin ditekankan disini bahwa imajinasi kita-lah penentu segala hal yang kita terima. gimana da’wah mau berhasil?”…. atau apapunlah namanya. akan memberatkan timbangan amal kebajikan. segala sesuatunya itu dilakukan tanpa keluhan. Tapi kita. “Dosen killer gimana mau nyaman belajar?”. terasa begitu membuat tertekan. ada buah hati yang siap menghibur perasaan dengan kepolosannya yang menggemaskan.

maka insya Allah. Matahari belum terbit di sebelah barat dan belum tenggelam di sebelah timur bumi. maka mengapa kita tidak mencoba mengubah pola pikir kita. mereka cukup dapat memenuhi tuntutan kehidupan yang bisa jadi jauh lebih berat dari kehidupan kita sekarang. kita persepsikan sebagai pembelajaran dari Allah dan peluang ‘tuk meraih imbalan-Nya yang lebih besar. Nah Kawan. mungkin kita akan selalu bersemangat. keceriaan. sebab persepsi mereka membahasakannya sebagai suatu kepositifan. mungkin tak akan ada lagi berbagai keluhan. persepsi-persepsi kita. Bagaimana? (indra fathiana. Ternyata persepsi kita. Mereka mempersepsikan kerja keras menghibur orang sebagai suatu keriangan. You Are What You Think You Are (Kita adalah apa yang kita pikirkan). Kawan. dan rasa sukacita tanpa setitik pun duka.Ketika mungkin gaji kecil yang kita peroleh. mungkin tak ada lagi wajah-wajah tertekuk dan cemberut. Kawan. Ketika para murid yang jarang hadir. mungkin rumah tangga akan senantiasa terasa tenteram. Ketika tingkah polah dan kenakalan para bocah yang mengesalkan. kita persepsikan sebagai latihan untuk qona’ah dengan apa yang ada. paradigma kita dalam mengolah kognisi dan rasa jiwa. salah satunya dengan mempersepsikan segala yang terjadi dalam sebuah kepositifan berfikir. sehingga kita ‘kan terus bersyukur kepadaNya. Seperti bocah-bocah pengamen tadi. cara pandang kita. ada pepatah barat yang mengatakan. bukan hal yang menyebalkan dan menambah beban. tentu kita tak akan banyak mengeluh. Semoga Dia berkenan memberi kita kesempatan untuk terus memperbaiki diri dalam menghadapi perjalanan yang sangat sebentar ini. dalam keadaan apapun. mungkin kita akan senantiasa termotivasi untuk memperbaiki diri. Ketika amanah yang bertumpuk dan datang bertubi. Padahal mereka tidak tahu apakah dengan berlaku seperti itu. Ketika pelayanan istri yang ‘begitu-begitu saja’. dan kebahagiaan hakiki pun dapat terasakan oleh jiwa-jiwa yang ikhlas lagi lapang. kita persepsikan sebagai suatu rezeki dari Allah. kita persepsikan sebagai kesempatan ‘tuk meraih pahala sebesar-besarnya. kita persepsikan sebagai ajang untuk melatih kesabaran. mungkin kita akan menjadi orangtua yang begitu dicintai putra-putrinya.com) Masih Lebih Mudah Bagi Kita Publikasi 22/01/2003 07:49 WIB . psychofath@yahoo. kita persepsikan sebagai akibat dari kekurangan kita dalam membawakan materi (pelajaran) misalnya. kita persepsikan sebagai cambuk untuk giat belajar. senyuman. Ya. kehidupan adalah kenikmatan yang harus kita syukuri setiap detiknya. Begitulah. Ketika hanya ada segelintir SDM di lingkungan kita untuk berda’wah. Ketika ada dosen 'killer' mengajar. untuk menjadi lebih positif dan memandang segalanya sebagai hal yang bukan beban? Jika kita telah berpersepsi demikian. begitu menentukan sikap kita dalam menjalani kehidupan.

Seorang penjual pengharum ruangan masuk ke kantor. Sebagian cuek. tanpa banyak kata. Teramat sering malah. Banyak dari mereka yang menggunakan metode peminta sumbangan untuk menghidupi diri. Si Bapak hampir selalu membeli barang dagangan setiap pedagang yang masuk ke ruangan kami. Kenapa dia harus selalu memberi? Tanpa pernah memilih lagi. sebagian lagi menolak dengan halus. Ketika para pedagang itu sampai di meja si bapak. . Tetap saja tiada hari tanpa pedagang keliling dan peminta sumbangan di kantor ini. Hanya kurang berusaha saja. anak yatim piatu atau sejenisnya.eramuslim . Ini bukan yang pertama kali. Beberapa hari terakhir. Beliau memberi uang kepada setiap peminta-minta di jalanan. Sering. Biarlah saya berbelanja pada mereka". Memberi uang sama artinya dengan memberikan persetujuan dan pembenaran. saya bisa menerima dan mengerti. Sudah menjadi rahasia umum. Ada pula yang menawar. Sekeping gopekan keluar lagi dari jendela mobil. Dulu. polisi cepek maupun yang setengah memalak dengan 'berorasi'. Penasaran saya makin betambah. begitu jawab beliau. Tapi ternyata dia juga selalu memberi kepada para peminta sumbangan yang bergantian datang ke kantor kami. menawarkan dagangannya. mengamen." kata beliau. baik yang memang terang-terangan meminta-minta. saya juga tidak tahu. Entah mereka sudah bebal atau kebal. Tapi apa alasannya? Sulit bagi saya untuk mengerti. "Karena saya tahu tak banyak orang yang membeli koran dari tukang koran seperti dia.". Dan kini? Ini sudah kesekian kali. si bapak mengambil beberapa buah barang dagangannya dan membayar tanpa menawar. Beberapa kali kejadian semacam berulang. Sedangkan kita sudah selayaknya memberikan pelajaran.Seperti yang sudah saya duga. Mereka bukan tak bisa. Itu jawabnya. Tapi ia tak berkomentar. ketika saya satu mobil dengan beliau karena ada tugas keluar kantor. bahwa tak semua peminta sumbangan itu benar-benar peminta sumbangan untuk masjid. Beliau tahu saya suka membaca. tapi akhirnya tidak jadi membeli. Dan saya pernah mengingatkan bapak ini tentang hal itu. Kalau membeli barang dagangan. beliau hampir selalu memberikan koran harian pada saya. "Lantas mengapa membeli?" tanya saya. Pertama kali saya menjadi anak buahnya. Peristiwa yang sama terjadi kembali. Penjual pengharum itu berkeliling ke meja-meja pegawai. Pernah suatu saat saya bertanya kenapa beliau suka membeli barang dari para pedagang yang ke kantor. sebagaimana alasannya di atas. Namun ternyata bukan hanya itu. Meskipun di pintu depan sudah tertulis besar-besar "PARA PEDAGANG DAN PEMINTA SUMBANGAN DILARANG MASUK". "Saya tak butuh koran itu. "Siapa lagi yang akan membeli kalau bukan kita? Sudah terlalu banyak yang berbelanja di mall.

com) Karena Bintang Pun Bercahaya Publikasi 20/01/2003 09:11 WIB eramuslim .. Kemana mereka mencari? Sedang kita? Kalaupun harta kita habis karena mereka. tak mau bekerja keras dan mengharapkan uluran tangan seperti ini. sungguh jarak yang luar biasa jauh. Masih lebih mudah bagi kita mencari makan dibanding para pengamen jalanan. Tahukah Anda bahwa sebetulnya cahaya bintang-bintang yang kita lihat saat ini bukan merupakan cahaya yang sebenarnya pada saat ini dipancarkan dari bintang-bintang itu. Jika karena tak ada yang mau memberi mereka kelaparan.800.000. azi_75@yahoo. bisa jadi mereka hanya malas.000 kilometer per detik. dan lainnya. Semuanya membuat indah walaupun kita sedang di dalam suasana kegelapan malam. "Saya tak yakin dengan tidak memberi akan mendidik mereka. hmmm. ada yang terlihat berwarna biru.Kali ini saya tak lagi bisa diam. juga memancarkan cahaya ke bumi. Tugas merekalah yang menyadarkan. Masih lebih mudah bagi kita mencari penghidupan dibanding para pedagang asongan. Ibaratkan ." Urain panjang lebarnya membuat saya tertegun. dibanding mereka..000 kilometer. membuat mereka makin malas. lantas kepada siapa mereka meminta. kalau mau berinfak kenapa tidak melalui lembaga yang benar-benar dapat dipercaya akan menyampaikan amanah kepada yang benar-benar berhak? Saya memberondongnya dengan sebuah argumentasi panjang. Mungkin mereka memang tak sungguhsunguh miskin. Masih lebih mudah bagi kita. hanya ini yang bisa saya lakukan. kecepatan cahaya dalam ruang hampa adalah sekitar 300. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam satu tahun. hendaknya kita pilih-pilih. mereka tak akan melakukan itu semua. masih lebih mudah bagi kita mendapat rezeki dibanding para tukang koran. Masih lebih mudah bagi kita. Kalau tidak mendung. ada yang terlihat putih. Atau. kalau mau memberi. Menurut saya apa yang beliau lakukan tidak mendidik. Kalau biasanya kita menghitung jarak dengan meter. gelandangan tak berkawan. Ada yang terlihat berwarna jingga. Bintang-bintang itu sama seperti matahari kita. kita bisa melihat betapa indahnya kelap-kelip bintang menghiasi langit. Sedikit angka-angka. setidaknya masih lebih mudah bagi kita untuk mencari lagi dengan bekal kemampuan yang diberikan Allah pada kita. Masih lebih mudah bagi kita meminta bantuan teman.460. Sedang saya. astronom menggunakan satuan tahun cahaya untuk menghitung jarak yang sangat jauh. Ya. Cahaya itu menempuh jarak dalam satuan tahun cahaya (light year). Setidaknya. Ada yang terlihat terang ada yang terlihat meredup. (azimah rahayu. inci.Sesekali pandanglah langit di malam hari. Semestinya ada orangorang yang aware dengan program penyadaran itu. Tapi saya yakin. Sehingga dalam satu tahun cahaya berarti mempunyai jarak 9. mana yang tampak betul-betul membutuhkan. Cahaya itu sampai ke penglihatan kita setelah menempuh waktu yang amat sangat lama. jika mereka bisa semudah kita mencari rizki.

Lihatlah nama-nama Newton. kita akan meredup dan tidak beraktivitas lagi. sudah tidak beraktivitas lagi. manusia pun diberi waktu hidup. Di satu sisi. Apa saja yang sudah kita lakukan? Cukupkah dalam umur begitu pendek. tetapi saat ini kita masih bisa melihat pancaran cahayanya. semua bintang mempunyai umur hidup yang menentukan pancaran cahaya yang diberikannya. Ibnu Sina. merupakan waktu dimana kita memancarkan cahaya. Nabi Muhammad pernah berkata. Setelah kita wafat nanti. Seperti bintang. Yang menjadikan mati dan hidup. "Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan. bahwa kita ini mempunyai umur sekitar 60-70 tahun. 'cahaya' dari diri ini masih bisa terus hidup. Mereka tetap dikenang. Maka lihatlah berulang-ulang. sudah mati. tentu akan memakan waktu yang sangat lama. melalui cahaya bintang tadi. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Cahaya dalam diri ini masih bisa hidup jika amalan yang kita kerjakan bermanfaat bagi umat. kita diberi kemampuan untuk melihat masa lampau dari alam semesta ini. adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan . Beberapa bintang sebetulnya bintang itu sudah tidak ada. sehingga perlu memakan waktu yang sangat lama untuk mengeksplorasinya. Demikian pula dengan cahaya dari bintang yang jaraknya bisa sampai ratusan tahun cahaya. dan masih banyak lagi yang lain.. Kita diberi Allah suatu keajaiban. Dalam kurun waktu itu. Melalui cahaya bintang itu. Al-Khawarizmi. kita diberi alam semesta yang amat sangat luas. kita bisa mengukur seberapa jauh bumi kita ini dengan bintang lain.seseorang yang menempuh perjalan sejauh itu. Jadi kita melihat cahaya dari masa lampau. siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. karena 'cahaya' dari mereka yaitu amal perbuatan mereka berguna bagi umat ini. kalau boleh diandaikan dengan bintang. Berarti cahaya yang kita lihat dari bintang Alkaid sekarang merupakan pancaran cahaya dari 101 tahun yang lalu. walaupun kita sudah wafat. Amalan yang baik dan digunakan terus menerus oleh umat akan selalu membuat diri kita yang sudah wafat tadi masih terus dikenang. sehingga 'cahaya' dari diri kita ini dapat terus menerus menerangi kehidupan orang lain sampai saat ini.. dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Waktu dimana kita bisa memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan umat dan mencari ridho Allah. Misalnya bintang Alkaid mempunyai jarak sekitar 101 tahun cahaya dari bumi. Di sisi lain. Galileo dan tidak ketinggalan ilmuwan dan tokoh muslim seperti Imam Bukhari. Subhanallah. sebagaimana matahari yang suatu saat nanti tidak lagi beraktivitas. Selain itu. kita bisa menggunakannya untuk menghitung berapa lama lagi matahari akan meredup dan menjadi mati.. Einstein. Sama halnya dengan bintang. supaya Dia menguji kamu. Subhanallah. Melalui cahaya bintang itu. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. seperti bintang di langit. kita mengisinya dengan amalan yang baik? Cukupkah amal yang kita kerjakan membuat 'cahaya' yang kita berikan bertahan? Tinggal bagaimana kita menggunakan waktu kita untuk berbuat baik..

apabila saat ini hatiku masih juga mengharapkan wajah lain selain wajah-Mu. Pedih jiwaku. Betapa semakin berat persangkaanku akan kesia-siaan amalanku. Betapa seringnya hamba tertegun ragu.id) Tuhan. Kau dekap aku dalam belaian tarbiyah yang telah banyak mengajarkan aku banyak hal. Allah. Jika masih juga kunanti senyum lain selain senyum-Mu. Aku sadar tidak sama pejuang dengan perintang. Namun Rabbi. telah kupenuhi panggilan-Mu." (Qur'an Al Mulk:1-4) Wallahu'alam bi shshawab Zulfikar S. Juga masih kudambakan pujian selain dari pujian-Mu. kulalui dengan tertatih-tatih. lagi-lagi Kau didik aku dalam kealpaan mimpi semuku. Kadang terpikir olehku untuk menuntaskan jalan itu agar aku segera sampai. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. apakah salah jika aku menyandarkan diri pada dinding lain dalam sebuah bangunan Islam-Mu? Angkuhkah aku yang lemah ini Rabb? Salahkah aku yang dhoif ini Rabb? Namun Rabb. Namun ampuni aku ya Rabbi. sungguh aku bersyukur atas semua ini. sekian lama aku mengembara mencari cinta. karena ku tahu cinta sejatimu adalah musim semi dalam jiwaku. Tapi yang kutemui hanyalah taman yang gersang dan tandus di bawah panasnya terik matahari yang menyiksa jiwaku. Terperosok aku dalam kubangan rindu bersulam palsu. Kinipun hati yang peragu ini masih diguncang gundah. untuk melanjutkan perjalanan yang panjang ini. Akankah Kau terima buah karya tangan lemah ini? Akankah Kau hargai. Tersibak juga tirai kelam yang senantiasa menyeret langkahku menjauh dari-Mu. Semuanya memang dikarenakan kelemahan hati ini yang masih saja berharap mencicipi kenikmatan duniawi. membawa tubuh ringkih ini melewati jalan yang Kau kehendaki. di Dada-Mu Kutemukan Kedamaian Publikasi 17/01/2003 08:08 WIB eramuslim . Telah coba kuatasi sedapatnya panasnya hari-hari kulewati. gersang ragaku. Telah kucoba melepas segenap yang aku mampu untuk mengatasi beratnya medan yang menghalang.sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. bukan tak ingin aku istiqomah melewati hari-hari. Tak sanggup kubendung air mata keharuan atas semua belaian ini. Tapi aku tak pernah berhenti memadu rindu. jika kuingat Engkau Maha Pencemburu!!! Rabbi.Ya Rabbul Izzati. kuberharap pengembaraan cintaku membawaku pada sebuah taman. Karena aku tahu. . Kembali ku ingat sebait doa yang pernah kurenda. Menuju ke sana.or. tidak semua hamba-Mu Kau perlakukan sama seperti aku. Bukan tak hendak aku sabar menanti janji-Mu. Rabbku.

bimbing aku melewati jalan orangorang bernyali singa. Kadang kala kabut pekat yang kutemui. sujudku tak akan pernah merenggang. mulutku berteriak. Namun aku tidak mau terjebak di dalamnya. Menuntun hamba-hamba-Mu yang mendambakan cinta sejati. betapa diri ini tak layak disejajarkan dengan mereka. Bergerak bagai awan putih merindukan terang. namun lautan kasih sayang dan ampunan-Mu kuyakini tak pernah bertepi Ya Muhaimin. karena memang hanya dari-Mulah sumber kebahagiaan. semakin deras air mata ku mengalir. Izinkanlah ya Allah aku menjadi penyambung cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. Dengan nafas itu aku berjalan di atas bumi. untuk yang kesekian kalinya. jemariku kan terus kususun. ampuni atas segala kelemahan imanku. Siapalah aku ini dibandingkan mereka yang senantiasa bersimbah peluh dan debu untuk membuktikan kecintaanya kepada-Mu? Betapa lancangnya aku mengukur diri dengan mereka yang menghabiskan malammalamnya dengan sujud tersungkur mengharapkan ampunan dan cinta-Mu.tentang sebuah janji yang telah kupatri. Dalam dekapannya runtuh keangkuhanku. agar Engkau jadikan setiap nikmat yang ada pada diriku sebagai mahar yang akan aku persembahkan pada-Mu? Oh Rabbi. kesimpulan dari riak-riak hatiku ini. Walaupun syukur dan taubatku sering mungkir. Langkahkupun seolah terhenti. Apakah ini jawaban setiap rintihanku. di sana kutemukan kedamaian yang abadi. serta dongeng yang tak memiliki cerita. terhimpun seluruh kekuatanku. tentang azzam yang kutanam dan juga segala amanahku. namun aku cukup arif menyadari Rabb. kuucapkan terima kasih yang tak terhingga. Rabb. yang mengantarkan kakiku ke dada pelangi. memohon agar senantiasa Kau beri aku kebahagiaan. Aku bergumul seorang diri. atas segala cinta dan pelabuhan rindunya. Ya Rabbana. (Yesi Elsandra. sirna kesombongnnku.. Dalam pangkuan-Mu. melesat meninggalkan angan-angan hampa. kekuatan apakah gerangan ini. Mengingatnya. mulutku menyanyi lagu syurgawi. Yang ada saat ini bagaimana membentuk diri. Rabbana. Walaupun aku tak layak mensejajarkan diri. siapalah aku ini. Ternyata tanggung jawab itu besar berada di pundakku. sekuat tenaga kucoba berlari. yang bisa kudendangkan tatkala hatiku sunyi. inspirasi dari sebuah tulisan di majalah Ishlah) . Kau adalah musim semi dalam relung jiwaku. bibirku akan terus bergetar. Jauh melesat meninggalkan bayang-bayang. semakin kuat dan kokoh kakiku melangkah. aku ingin sampaikan terima kasihku kepada-Mu. seperti yang Engkau kehendaki . di dada-Mu kupasrahkan kehidupan. tapi langkah kaki kecilku berpacu dengan nafsu yang menahan jiwaku. tarbiyah telah merubah diriku. tapi aku ingin katakan. bayang-bayang semu.. Allah. dengan kekuatan itu tanganku memainkan melodi. lenyap sifat jahiliyahku. namun suaraku bersembunyi. Beruntung aku masih punya nafas. apakah ini jawaban setiap doa-doaku? Agar Engkau sertakan aku di dalam barisan para salafussholeh?. Rabbi.

lima tahun yang lalu. Kini. atau bernafas embun saat kabut pagi masih melingkupi. sedang aku mengerjakan semua itu hanya sekali dua. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. saat menjalani liburan. aku hanya perlu menimba saat listrik mati. Meskipun lengan sempat kram dan pegal selama beberapa hari. Saat tiap hari aku menempuh puluhan kilometer di atas sepeda jengki atau sepeda mini. juga dari kotorannya.Kawan. Juga membersihkan kandang mereka dari rantingranting sisa makanan. Mencari dan memberi makan ayam. cicit burung dan lenguhan kerbau mengiringi setiap putaran roda. ingin kubagi padamu tentang asyiknya menimba air dari sumur dengan tali. Angin segar menerpa. Tempelasan air yang menerpa teramat menyenangkan. Bagaimana tidak nikmat dan menyenangkan. Beberapa jam berkutat dengan mereka memang melelahkan. Dulu. bebek dan kambing. Sebenarnya semua itu biasa saja. Sedang kini. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Bermandi peluh saat matahari siang bolong panas membakar. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Indah karena sambil menggenjot pedal aku mengenang masa-masa sebelum lima tahun yang lalu. aku harus melakukan pekerjaan itu tiap hari. Dan kini. aku ingin engkau tahu. Bahkan ke warung tetangga berjarak dua ratus meter pun selama ini aku tak mau lagi naik sepeda. menempuh jarak 5 sampai 10 kilometer. menyenangkan sekali memasak dengan kayu bakar. Ya. Bau khas ayam. bersaing dengan bis kota di atas sadel sepeda. juga usaha batu bata ibu. rasanya indah sekali. berbatas cakrawala langit yang biru dengan saputan awan putih di ketinggian. mengenang betapa beratnya pekerjaan itu dulu. sekedar sarana untuk berolahraga dan berekreasi. ingin kuceritakan padamu nikmatnya mengurus ternak. derit roda katrolnya menimbulkan sensasi yang menggembirakan. mengenang lima tahun yang lalu aku harus bercapai-capai menimba berpuluh-puluh ember untuk seluruh kegiatan rumah tangga. Segar. Dan keasyikan itu berubah menjadi perasaan yang indah. ingin kuceritakan padamu indahnya menggenjot pedal sepeda membelah persawahan. Tapi sungguh. karena aku anak desa. serudukan kambing dan kotorannya terasa nyaman. tapi sungguh terasa nikmat dan menyenangkan. agar makanan di tungku menjadi masak. lima tahun kemudian. lima tahun terakhir aku lebih banyak naik motor atau menggunakan kendaraan umum. aku naik sepeda hanya sebagai selingan. keindahan itu menjadi terasa lebih indah karena lima tahun terakhir aku nyaris tak lagi menyentuh sepeda onthel.Menikmati Hidup Publikasi 16/01/2003 08:27 WIB eramuslim . . Kuhembus bara-bara dengan sepenuh tenaga. Kehijauan sawah sepanjang mata memandang.

pir dan jeruk mandarin. Tapi selama ini aku merasa tidak nyaman. dan panci-panci menjadi menghitam serta butuh usaha ekstra untuk mencucinya. kini aku bisa sarapan tiap pagi dengan apel dan jeruk. ketika ada pelajaran olah raga. hari ini di sini. Saat mengulumnya ingatan tentang masa lima tahun yang lalu melintas-lintas. Dulu aku naik sepeda ontel. sedang jajan di sekolah pun hanya seminggu sekali. Dulu aku harus mengurus ternak untuk biaya sekolah. aku merasa kurang beruntung dibanding teman-teman yang bisa sekolah lagi. Ya. tapi karena aku sudah lebih dari lima tahun tak melakukannya. mangga. nikmat sekali aku mengunyah potongan apel. Tapi bukan itu yang paling nikmat dari memasak dengan tungku dan kayu bakar. Phrase ini terdengar teramat klise. aku menahan air liur untuk sekedar dapat mencicipi melon. Tak ada uang untuk sekedar membeli sepotong. keringat berleleran karena udara panas di sekitar tungku. Dulu aku harus puas dengan ubi. Karena ia adalah salah satu ajaran agama Islam dan agama lain yang hampir semua orang ernah mendengarnya. aku ingat sekali. Kata orang. Namun . dengan gelar akademis tinggi. kini dapat naik motor dan naik bus kemana-mana. bahwa aku pun telah mendapat pencapaian besar. semangka apatah lagi buah pir. karena peningkatan prestasi dan karir berjalan sangat lambat. pisang dan pepaya dari kebun. Kedua.Meskipun itu berarti abu berhamburan mengotori baju. abu dan tungku. Pertama karena aku tidak suka bersantaisantai. bahkan sudah menjadi sarapan sehari-hari. selama ini untuk memasak aku tinggal menyalakan kompor minyak atau kompor gas. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Aku merasa kurang dibanding teman-teman yang sudah mencapai keberhasilan jauuh di atasku: dalam hal keluarga. karir. kini aku memelihara binatang untuk teman. Buah-buahan itu beberapa tahun terakhir rasanya tak terlalu istimewa bagiku. menanak nasi dengan rice cooker. pendidikan maupun aktifitas sosial. menjadi pegawai negeri itu enak. hari ini. Maka nikmat Allah yang manakah yang (dapat) aku dustakan? Mensyukuri nikmat. gaji tetap. Namun kini. Banyak orang mengatakan. Tapi hari ini aku tahu. Dulu aku harus berhemat air agar hemat tenaga untuk menimba. Dan kini. lima tahun lalu. memasak dengan api tungku lebih enak. Ya. kemudian bekerja di tempat swasta dengan gaji besar. aku menikmati memasak dengan kayu bakar seperti sedang berpiknik. Ya. Aku merasa kurang beruntung dibanding teman-teman yang sudah menjadi para profesional. tiap hari aku bergulat dengan kayu bakar. apel merah dan anggur. Lima tahun lalu. Kerjanya santai. memasak air dengan ketel listrik. kini aku bisa mandi sepuasnya tanpa usaha. sudah lebih dari lima tahun aku menjadi pegawai negeri. *** Kawan. rasanya lain sekali.

Atau malahan mudah diucapkan. Semua itu. aku yakin akan firman Allah bahwa kita tidak boleh berputus asa dalam mencapai rahmat Allah. Gambar dan suara di TV itu telah mengirimkan sinyal ke otak. sulit dimengerti dan berat dilaksanakan. Mie sebungkus untuk dua kali makan pun tak masalah. ridhailah hamba …”. tapi perbuatan tak sesuai dengan yang dikatakan. Tapi. beriring seluruh jama'ah haji menyambut penggilan Allah. aku sanggup hidup dengan uang 3-5 ribu rupiah seminggu untuk makan. Menikmati hidup. seraya tak henti mengucap Ya Allah … ridhailah hamba menyambut panggilan-Mu kelak untuk menjadi tamu-Mu. ridhailah hamba…”. Terlihat jelas dari layar gelas itu. acara siaran langsung dari Mekkah. hari-hari seputar lebaran) Saat Aku Melihatnya … Publikasi 14/01/2003 07:49 WIB eramuslim. Dan semua itu dahulu biasa saja. Oke saja bagiku berjalan kaki maupun ngontel berkilo-kilo. Mengenang kembali lima tahun yang lalu itu. aku saksikan di TV dengan dentuman jantung dan lelehan air mata. untuk melakukan haji dan umroh hanya untuk-Mu. Padahal ternyata. Tampaknya itu saja kuncinya. dengan status anak kos sejak kelas 1 SMA. Aku tak bosan-bosan berucap “Ya Allah . Aku terhanyut seakan jiwaku bersama mereka. mereka berlari-lari kecil dari Shofa dan Marwah. apa yang diberikan Allah padaku. (Azi_75@yahoo. dan apa yang kuperoleh sudah terasa cukup.com. mereka duduk tafakur memanjatkan do’a di padang Arafah. Acara TV itu selalu kutunggu setiap tahun. ongkos jalan dan fotocopy. mereka bertawaf mengitari rumah-Mu Ya Tuhan. “Ya Allah…. maka mengapakah sekarang aku lebih tak bahagia? Mengapa aku harus membandingan diri dengan orang lain dan selalu merasa kurang? Dulu aku sanggup menikmati apa yang ada. ternyata semua biasa saja. aku berdiri di . dan melempar kerikil kecil yang bermakna besar. Labbaikallahumma labbaik. gajiku sebagai seorang calon PNS tidak akan cukup untuk membiayai impianku– menjadi tamu Allah di Masjidil Haram dan berziarah ke makam Rasulullah di Madinah. Karena saat itu aku malah belum mengenal dunia. Ada saat-saat dimana kata-kata tersebut begitu abstrak. Dulu. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. Di suatu malam yang sunyi dalam Ramadhan di bulan Maret 1997. Kalau dihitung secara matematis.untuk menghalau iblis jahannam.kekliseannya tidak membuat kalimat tersebut gampang diaplikasikan. phrase itu ternyata bisa teramat sederhana.. dan membuat hati berdebar serta menstimulasi butir-butir air mata yang membasahi pipiku. Dulu aku sanggup hidup sedemikian. setiap saat aku melihat gambar ka’bah dan mendengar talbiyah dikumandangkan..

yang kedutaannya selalu aku lewati jika menuju ke kantor. Ya Allah. hamba merindukan pendamping hidup”. aku jalani kehidupan sendiri dengan usia yang semakin merambat. “Ya Allah … tunjukilah hamba untuk mensyukuri nikmat-Mu . dua hari setelah Pak Ustadz menanyakan keputusanku. Setelah beberapa bulan aku bekerja tak kenal lelah baik di kantor di pagi hari dan mengajar di malam hari. terima kasih atas saat yang damai ini di rumah-Mu. Setiap hari aku lewati. sujud hamba. Setiap hari … spontan aku berucap “Ya Allah. “Ya Allah . tangisan hamba tak akan pernah sebanding dengan nikmat-Mu Ya Tuhan. Subhanallaah.. aku tertegun melihat jumlah saldo tabunganku. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. Allahu Akbar . Kembali ke Indonesia. tanpa persiapan yang rumit namun dengan ridha Allah aku menikah dengan seorang muslim. Setiap aku melintas di depannya setiap hari. bisik hati kecilku. Namun rizqiku bukan di tangan Pemerintah. Hamba akan sabar menanti panggilan-Mu Ya Tuhan. di jalan menuju kos-kosan baru aku melihat papan penunjuk jalan itu. sampai aku hafal. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. Allahu Akbar. 11 Januari 2002.. ibadah hamba. Hampir saja aku tergelincir. Rizqi itu datang dari arah yang tak pernah aku sangka. tapi Allah menyelamatkan aku. telah kaubawa hamba ke tempat yang Kau wajibkan hambaMu untuk mendatanginya. ridhailah hamba untuk menikmati damainya Masjidil Haram Ya Tuhan”. gumamku. “Ya Allah.. bukan di tangan bosku. Bergegas aku menukarkan rupiahku dengan US$ yang nilainya semakin naik sampai sekarang dan tidak pernah turun. bukan di tangan orang tuaku. aku menangis menikmati suasana malam itu. dengan ridha Allah tersungkur aku bersujud di depan ka’bah.. dari balik jendela Kopaja secara refleks aku bergumam “Ya Allah … ridhailah hamba …”. ada tanda panah dan tulisan Kantor Urusan Agama di sebelahnya.pelataran masjid Istiqlal memandang ke langit yang jernih dan berhias bintang. Dalam kesepian. tapi Penciptaku yang mencukupi dan mendengar do’aku. Subhanallaah. Telah cukup bekalmu untuk menunaikan umroh. Betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa KUA yang mencatat pernikahan kami adalah KUA yang tiap hari aku lewati. ridhailah hamba …”. di tahun 2000 dengan ridha Allah aku dapat meraih gelar master di Inggris. menapak kakiku di Masjidil Aqsha. Hal itu pula yang menguatkan semangatku untuk berusaha mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2.. Tahun 1998. aku mendaftar untuk mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Inggris. Perjalanan umroh itu menjadi tambahan spirit dalam hidupku.. tersedu aku di masjid Nabawi mengingat Rasulullah. Alhamdulillaah. setan mulai membisikbisik dengan segala rayuan dan tipu dayanya berusaha membelokkan niatku. menambah keyakinan akan kasih dan sayang Allah pada hamba-Nya. Namun. Ya .

Kepada Anda yang gemar menghambur-hamburkan harta disaat orang lain teramat sulit mendapatkan sesuap nasi. Kepada Anda yang masih senang hidup mewah. Kepada Anda yang tak pernah melirik sedikitpun ke arah depan. namun tak menghiraukan tangisan memilukan anak-anak yatim di sebelah kamar mereka. hanya satu pinta kami. Selalu terucap setiap saat aku melihat keindahan dan kebesaran segala ciptaan-Mu Ya Tuhan .com) Satu Pinta Kepada Orang Yang Hidup Mewah Publikasi 13/01/2003 15:15 WIB eramuslim . Kepada Anda yang membuang-buang makanan setelah membelinya dengan harga yang sangat mahal. Sekarang juga! Karena jika Anda tidak mendengar peringatan Allah. Atau bahkan di depan mereka anak-anak jalanan dan pengemis mengais-ngais sisa-sisa makanan dari tempat sampah Anda. Kepada Anda yang tak lagi peduli apakah saudaranya bisa makan atau tidak hari ini sementara ia sibuk mengatur menu makan dan jadwal tempat yang mesti dikunjungi demi memuaskan selera gengsi. “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri. menyenangkan mereka dengan segudang mainan kesukaan. belakang. Kepada Anda yang tak lagi peduli berapa harta terkuras untuk kesenangan yang penuh kesia-siaan ketika tetangga-tetangganya masih terus menerus merogoh kantong yang jelas kosong melompong sambil bermimpi Tuhan menaruh sekeping logam penebus dahaga. maka kami tidak akan pernah tahu kapan Allah akan membinasakan kami beserta hancurnya negeri ini. sementara di belakang mereka periuk-periuk kaleng berbunyi nyaring karena tak ada lagi yang terisi diatasnya. maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah). buka mata dan telinga lebar-lebar! Perhatikan dan dengarkan peringatan Allah. tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. di panti-panti asuhan yang bagi mereka. kedinginan dengan pakaian yang tak kenal baru dan bagus. Kepada Anda yang tak hentinya gemar memberikan tontonan parade kekayaan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa dengan kendaraan mentereng yang hilir-mudik melintasi mata kosong mereka. ratusan bahkan jutaan manusia mengerang menahan lapar. Sitta Izza Rosdaniah (sitta@rocketmail.Kepada Anda yang masih senang menikmati hidup mewah ditengah-tengah keterpurukan yang terjadi di sekeliling manusia yang lain. maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya . samping kanan dan kiri mereka saat puluhan. dan mereka yang terkapar tak berdaya bersaing dengan ganasnya kehidupan.Allah … ridhailah hamba … untuk senantiasa berada dalam ajaran-Mu”…. untuk bermimpi mempunyai mainan dan pakaian bagus pun tak berani... Kepada Anda yang terus bangga mempercantik dan memperbagus anak-anak mereka dengan segala model pakaian dan perhiasan.

kita memberi pun dengan gerakan tangan. Kita berjabat tangan merupakan tanda universal bahwa kita memberikan pesan perdamaian. Tangan dapat kita putar sehingga bisa untuk membuka sesuatu.Manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna. Tangan mengandung unsur mekanika yang begitu sempurna. Begitu sempurnanya. . dapat mengangkat beban yang beratnya jauh melebihi tangan bahkan tubuh kita sendiri. jendela. tangan yang sehari-hari kita gunakan. Tangan pun menjadi inspirasi dari beberapa alat bantu mekanika lain. Tangan yang begitu kecil dibandingkan dengan tubuh kita secara keseluruhan. Saat penulis. yang mana semua gerakan itu ada yang sifatnya refleks atau dalam hitungan detik dan ada yang memang kita inginkan untuk bergerak. ketika manusia berusaha pertama kali membuat tangan-tangan buatan. Begitu susah untuk mendesain suatu tangan. Koordinasi dari tangan dengan bagian lain dari tubuh kita gunakan untuk berbagai pekerjaan sehari-hari. Seorang yang tuli pun dapat menggunakan gerakan tangan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tangan menjadi inspirasi bagi persendian engsel dalam rancang bangun.perkataan (ketentuan Kami). Bukan hanya itu saja! Allah juga memberi kita indera peraba yang paling peka pada kedua jari-jari atau ujung dari tangan kita. seperti pintu. menarik. Bahkan kadang gerakan tangan merupakan bahasa yang universal. Kita dapat bergerak dengan leluasa. Setiap hari kita melakukan gerakan yang hampir tidak terhitung. Apa yang terjadi jika suatu benda yang tajam tidak terasa tajam. bagaimana ia akan menggunakan tongkatnya untuk mencari jalan? Dengan tangan kita pun dapat melakukan komunikasi. Salah satu kesempurnaan yang Allah berikan adalah pada tangan kita. Gerakan tangan pun begitu fleksibel dengan berbagai persendian yang terdapat padanya. dan lain-lain. Kekuatan tangan kita gunakan untuk mengangkat beban. sampai-sampai tangan menjadi inspirasi dalam bidang rancang bangun. Apa yang terjadi jika kita tidak bisa merasakan sesuatu. memutar. Jika ia tidak mempunyai tangan. melakukan kegiatan menulis ini pun menggunakan tangan untuk mengetik pada keyboard. Betapa murah hatinya Allah memberi kita berbagai kemudahan dalam melakukan gerakan-gerakan seperti mengangkat. dan lain sebagainya. tentu setiap hari badan kita akan terluka-luka. Kita dapat leluasa menulis baik dengan pena maupun dengan keyboard. Kita menadahkan tangan merupakan tanda meminta. mendorong. Apa yang terjadi jika seorang yang tidak mempunyai penglihatan tidak dapat meraba daerah sekitarnya. Didapat bahwa persendian tangan manusia mempunyai gerakan yang hampir tidak terhitung jumlahnya. kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancurhancurnya. Ya.” (Al Israa:16) (Bayu Gautama) Tangan Publikasi 07/01/2003 07:16 WIB eramuslim .

Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri. Kita pun bangun. apakah kita sudah melakukan itu? Hmmm. Hari dimana harapan bisa tercapai dengan bekal ikhtiar yang sungguh-sungguh dan tawakkal kepada Allah. Di tengah kesibukan kita. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Keadaan itu berangsur-angsur akan berubah. Sering kali. sering kita lupa untuk menikmati keindahan pagi hari. tapi tangan yang di atas sama sekali tidak memberi. kita begitu terlena . Marilah kita bertobat. Sudah sepatutnyalah kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah. Suatu hari dimana kita dapat mengerjakan apa yang ingin kita kerjakan... Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangan untuk mencuri. Wallahu'a'lam bishshawab Zulfikar S. Allah telah memberi kita hari baru.id) Hari Baru Publikasi 02/01/2003 11:26 WIB eramuslim . Kita masih banyak melihat tangan yang menengadah di bawah. sinar matahari pagi akan mulai menyeruak dan memberi cahaya atas kegelapan yang malam bawa. Kita masih lihat tangan-tangan berbuat jahil. terdengar suara kokok ayam. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangan menindas orang yang lemah. yang telah menciptakan tangan dengan sempurna. dan kita syukuri nikmat yang Allah telah berikan melalui kesempurnaan tangan ini untuk membantu sesama. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Jika tiba waktunya. Jangankan menikmati keindahan pagi. Hari dimana kita dapat beraktivitas sesuai dengan bidang pekerjaan kita masing-masing. maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Pagi hari. Bisa kita lihat balasan orang yang tidak mensyukuri tangannya pada ayat berikut: "Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri. belum sepenuhnya. Kita masih melihat tangan yang digunakan untuk korupsi. Lalu seperti apa yang terjadi sekarang.Hening dan gelapnya malam tidak bertahan selamanya.Berbagai kegunaan dan kemudahan telah Allah berikan melalui tangan yang Ia ciptakan untuk kita. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangannya untuk menyakiti orang lain. Bagaimana kita memanfaatkan maha karya Ilahi ini? Tentu dengan sebanyak mungkin menggunakan demi kemaslahatan kita bersama. potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Apa yang terjadi jika suatu karya seni tidak digunakan semestinya? Tentu sang pembuat akan merasa terhina dan merasa bahwa apa yang telah dibuatnya telah diselewengkan. Sang Pencipta. mengucapkan syukur atas kehadiran pagi maupun kehadiran diri kita di pagi itu pun terkadang terlupakan.or. Apalagi Allah." (Qur'an Al-Ma'idah:38-39) Allah tetap memberi kita wadah untuk memperbaiki diri.

yaitu ridha Allah. dan Aqua adalah air mineral. Publikasi 31/12/2002 13:34 WIB eramuslim .. Lupakan yang lampau. Kejadian itu terjadi setiap hari di depan mata kita. selain juga tentunya. . mari kita lihat ke depan untuk menuju cita-cita yang selalu kita inginkan." (Al Qur'an Faathir:13) Wallahu'alam bi shshawab Zulfikar S.. Pendapat ini tidaklah berlebihan karena memang upaya keras dari produsen air mineral kemasan ini patut diberi penghargaan demikian besar. keuntungan (laba bersih) yang diperoleh perusahaan tersebut. Ucapan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu. Waktu dimana segala harapan dan impian masih luas terbentang di hadapan kita. Coca Cola. air mineral adalah Aqua. McDonald. Kita bisa melihat dan belajar dari apa yang sudah kita lalui. Semua harus dilakukan dari sekarang.. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. . Itulah waktu dimana apa yang sudah kita lakukan tidak mungkin akan kembali lagi. Pertama adalah periode malam hari dan hari sebelumnya.. .dengan kenikmatan tidur ataupun sibuk mempersiapkan pekerjaan yang akan kita lakukan di siang hari. Waktu yang tidak perlu kita rindukan lagi kedatangannya. yaitu kenikmatan untuk dizinkan hidup satu hari lagi. Itulah waktu yang harus kita gunakan sebaik-baiknya. Aqua. kepunyaan-Nyalah kerajaan.. . tidak perlu menunggu setahun untuk berubah menjadi lebih baik. "Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan. Allah memberi kita suatu keajabaian kepada kita. Karena sesungguhnya setiap hari Allah telah memberi harapan baru bagi kita untuk berusaha sebaik mungkin bagi kehidupan dunia maupun akhirat nanti. 'Alhamdulillah' sudah merupakan bentuk optimisme bahwa hari ini dengan izin-Nya akan kita lalui dengan baik.. Dengan 'Alhamdulillah' kita telah mensyukuri kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.or.. Itulah waktu yang perlu kita persiapkan dengan baik. sampai-sampai kita lupa untuk mengucap syukur bahwa Allah memberi kita kesempatan.. yakni berupa image mendalam dan melekat di hati masyarakat. Atau sebaliknya. Yang lain adalah periode waktu yang akan kita lalui ke depan. Bersinarnya matahari pagi membatasi dua periode waktu yang berbeda. Akan tetapi tidak ada yang bisa memulai dari kemarin. Tidak perlu menunggu hari-hari tertentu saja untuk menjadi baik. pastilah orang segera mengkaitkannya dengan air mineral kemasan.Sebut saja. ketika disebut air mineral maka yang disebut pertama adalah Aqua.id) Aqua. Bisa dibilang. masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. karena yang berlalu akan berlalu.

tentu pernah dirasakan O’dol (perusahaan pasta gigi). Mungkin tidak banyak dipublikasikan. karena justru semakin membuat mereka kreatif. Kalaupun ada yang mampu menangkapnya. atau kesempatan. Soal inovasi ini. Anda pun bisa membayangkan betapa bangganya mereka ketika setiap penjual air kemasan di bus-bus atau kendaraan umum selalu berteriak’ Aqua’ meski yang diusung merk lain. ternyata mereka tidak berhentinya untuk belajar. masalahnya adalah hanya sedikit orang yang mampu menangkap peluang-peluang dan kesempatan tersebut yang mungkin saja terus menerus berkelebatan di depan matanya. Sejatinya. penting untuk kesehatan kita. tapi sebagian orang tahu bahwa kehadiran air mineral dalam kemasan sempat mendapatkan cibiran karena menjual ‘air putih’ yang semua orang (kaya atau miskin) pasti mudah mendapatkannya. secara gratis pula! Vini. Kodak (kamera). Supermi (mie instan). seberapa tepat dia memanfaatkan setiap kesempatan yang ada tersebut. Karena mereka yakin. kunci keberhasilan orang-orang yang sukses terletak pada kemampuannya melihat sekecil apapun peluang. Banyak pesaing bukan berarti penjualan semakin terpuruk. semboyan kesuksesan Julius Caesar. sebutlah Coca Cola minuman khas Amerika. Bagaimanapun. dan kedua. Rinso (detergen). memaparkan. ternyata bisa juga berlaku dalam dunia bisnis. yaitu ukuran dari kandungan mineral dalam air). bukan sekedar ‘air putih’ yang ditawarkan kepada masyarakat. . air tanpa mineral hampir sama saja dengan air lunak tanpa kalsium dan magnesium. tapi sekarang. Vici. dan masih banyak lagi. Jeans (celana yang digandrungi anakanak muda). juga McDonald makanan cepat saji yang juga dari negeri Paman Sam itu. Vidi. Orang boleh mencibir di tahun awal mereka menjual ‘air putih’ kemasan. Barangkali hal tersebut kadang menjadi sebuah garis yang terputus terhadap program menjaga kesehatan tubuh Anda. sekitar 300 mg/l) dan secara moderat berjumlah TDS tinggi (Total Disolved Solids/Total Pemisahan Kepadatan. Martin Fox seorang environmental researcher and nutritionist penulis buku Healthy Water For A Longer Life. Belajar dari Aqua. adalah ketidakmampuannya memanfaatkan peluang tersebut sebaik mungkin. dan sangat rendah total kepadatan yang telah dipudarkan sehingga sebenarnya sudah tidak sehat lagi untuk diminum. penelitian terhadap penyakit jantung dan kanker menunjukkan bahwa air sehat adalah yang padat (yaitu yang mengandung kalsium dan magnesium tinggi. Ya. lanjut Fox. tentu kita bisa menengok perusahaan-perusahaan besar lainnya yang lebih dulu berjaya. Nah. melainkan kesehatan yang diperoleh dari tubuh yang mengkonsumsi air bermineral. kesalahan kedua kebanyakan orang yang lain. Aqua patut mendapatkan semua itu sebagai ‘balasan’ setimpal dari apa yang mereka terima di tahun-tahun awal perusahaan tersebut memulai usahanya. Kualitas Air minum (baik air minum dalam kemasan maupun air PAM). Aqua membuktikan hal tersebut.Ya. Aqua menjadi contoh bahwa menjadi yang pertama melakukan satu hal yang belum pernah dilakukan kebanyakan orang merupakan satu hal besar yang pernah terjadi dalam perjalanan setiap orang. Banyak orang bilang. Kebanggaan yang sama. Setidaknya. kreatif menelurkan inovasi baru merupakan syarat utama keberhasilan.

. menangkap kesempatan dan memanfaatkannya dengan baik. dengan berbagai ekspresi yang sering kita lihat. McDonald. pasar.. McWing. demi keberlangsungan usaha mereka. Publikasi 27/12/2002 09:05 WIB eramuslim . sejak pertama kali diproduksi hingga sekarang. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama. Satu persatu kendaraan mengangkut penumpangnya. begitu pula para pegawai kantoran. apa sih yang dijual Coca Cola.. Honda. Sementara cuaca masih terasa dingin anak-anak sekolah sudah bertebaran di pinggir jalan menunggu kendaraan umum. Megatrend 2000 menyebutkan Coca Cola sebagai salah satu perusahaan besar yang pertama kali menembus pasar Asia. atau sekedar memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Hal sama juga dilakukan Aqua dan minuman lainnya. Mccrispy dan bahkan mereka berkolaborasi dengan Coca Cola. dan besar! Jika mau belajar. Seperti Coca Cola. semestinya dua hal yang pernah dilakukan orang-orang (perusahaan) sukses diatas juga berlaku pada diri kita. mungkin hampir semua melakukan apa yang disebut Inovasi. ada yang bercanda. Misalkan. Nugget. kemudian tak henti melakukan inovasi. kemasan satu liter (family). kita mengenal paket hemat.John Naisbitt dan Patricia Aburdence dalam bukunya yang terkenal. Rumah-rumah. gedung sekolah. dan diprediksikan akan terus jaya sampai tahun 2000 (sekarang sudah tahun 2002). Sekedar membuktikan prediksi Naisbitt dan Patricia (keduanya merupakan futurolog) akan keberlangsungan perusahaan-perusahaan yang disebutnya dalam buku tersebut (disebutkan juga.Pagi merupakan awal dari kegiatan bagi sebagian besar makhlukNya untuk berikhtiar. tidak mau terinjak oleh kaki-kaki yang terus melangkah cepat. dan tak menghendaki ketertindasan oleh karena ketidaksiapan diri. Yang dijual ya ayam dengan rasa yang tidak berubah sejak dulu sampai sekarang. IBM. botol plastik ukuran besar dan kecil dan masih banyak lagi. kemasan botol plastik (dulu minuman ini hanya tersedia dengan botol beling). hanya sedikit saja mungkin. Pagi . pepohonan. mengingat orang makan pasti butuh minum. Capuccino. Pada saat berkendara. tidak ingin tertinggal oleh laju kehidupan yang semakin kencang. Hanya kemudian mereka tak hentinya berinovasi (selain mengeluarkan produk Fanta dan Sprite) misalnya dengan Coca Cola kemasan kaleng. mungkin tidak terlalu merugikan apabila sejenak kita coba alihkan perhatian pada lingkungan sekeliling. apalagi menganjurkan). dan sebagainya tampak seperti biasanya tidak ada yang berubah. Namun sekarang. melamun. Inovasi! Tentu sebagai orang yang tidak ingin kalah dalam persaingan. tidak bermaksud mempromosikan semua merk yang disebut dalam tulisan diatas. dan lain-lain). ternyata semuanya masih eksis hingga sekarang. pabrik. rasa dan aroma Coca Cola ya tetap sama. atau hanya sekedar buruh di proyek-proyek pembangunan rumah. makanan cepat saji juga demikian. paket nasi.

maka dapat diperoleh gas buang kendaraan sebanyak 2000 putaran/menit dikali 1 liter gas buang/putaran mesin atau sebesar 2000 liter gas buang/menit! Padahal mungkin kita berkendara lebih dari 60 menit dalam satu hari atau menyumbang lebih dari 120 000 liter gas pencemar perhari kepada lingkungan kita. Melihat kembali kecepatan kendaraan yang melaju sedang dengan kecepatan 40 km/jam dan putaran mesin 2000 putaran/menit. dan sebagainya.3 liter). tidak membeda-bedakan warna kulit. Secara umum dari data di atas dapat diambil penelusuran bahwa pada sekali proses pembakaran BBM atau satu putaran mesin dihasilkan 1 liter gas buang untuk kendaraan dengan kapasitas mesin 1000 cc atau 1 liter. pada kecepatan itu mesinnya sendiri berputar pada kecepatan +/. Tahukah berapa kecepatan kendaraan yang dikendalikan bapak atau ibu sopir itu? Di kota-kota umumnya pada kecepatan sedang sekitar 40-60 km/jam. ada yang membelok dan sebagainya. Kendaraan melaju dengan berbagai kecepatan ada yang berjalan perlahan. Sehingga apabila kita anggap semua kendaraan itu angkot dengan kapasitas mesin 1000 cc maka dihasilkan gas polusi sebanyak 240 juta liter tiap jam! Sulit. Mungkin angka ini tidak terlalu berarti bagi kita. Astaghfirulloh! Bandingkan pula dengan kendaraan truk sedang dengan kapasitas mesin 4.2000 rpm (putaran per menit). sehingga semakin besar angkanya maka ruang bakarnya semakin besar dan tenaga mobil itu semakin besar dan biasanya ukurannya pun semakin besar. ulama. namun apabila menengok kembali pada telaah lebih jauh akan diperoleh kenyataan yang menakjubkan. seperti sebuah truk sedang dengan mesin 4000 cc atau truk besar dengan mesin 10 000 cc. yang umum bisa dipisahkan antara air kotor dan air bersih.0 liter-1. penjahat. betul-betul anugerah kebebasan. Kita bersama-sama menghirup udara yang sama. bahkan si pelaku pencemaran sekalipun. sakit atau sehat. atau ada pohon kecil yang baru ditanam. atau bahkan ada gedung baru yang dengan kokoh berdiri menjulang. . sangatlah sulit untuk mendaur ulang udara yang sudah tercemar.sekolah itu catnya semakin pudar. CC (centimeter cubic) dalam hal ini merupakan kapasitas ruang pembakaran mesin yang digunakan oleh angkot tersebut.0 liter (4000 cc) akan dihasilkan 4000 liter gas buang permenit! Menurut pengamatan Pusat Teknologi Prasarana Jalan. ada yang menyalip. harta. Pada kendaraan umum kecil yang biasa disebut angkot biasanya menggunakan mesin 1000 cc . Hal ini disebabkan udara sulit untuk dilokalisir. Bandung pada tahun 2000 tercatat bahwa untuk jalan arteri perkotaan terdapat sekitar 2000 kendaraan perjam yang melewati sebuah ruas jalan. agama.1300 cc (1. berbeda dengan air. Udara adalah universal. Lebih jauh lagi.

Solusi. karena mungkin dalam beberapa generasi manusia berikutnya udara merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup mereka. Seperti diungkapkan dalam renungan berikut ini.. atau buta. musibah yang terjadi baru-baru ini mungkin menjadi tidak berarti dibandingkan penghancuran bumi secara masal yang kita lakukan secara gotong royong tanpa disadari." (izzatun nissa') . Namun. meningkatkan kesadaran akan kesehatan lingkungan merupakan solusi terbaik yang relevan pada saat ini.Musibah. "bila melihat alam yang indah ini tiada terasa kebesaran Allah bila mendapat musibah lupa dirinya hamba nikmat yang datang tiada rasa dariNya patutlah malu kepadaNya karena anugerahNya kepada kita membuat dosa rasa kekesalannya buta hati lebih berbahaya buta mata tidak nampak dunia buta hati tidak nampak kebenaran buta hati ditipu nafsu dan syaitan bahkan dilupakan saja semua rasa bangga dengan dosa bila menyebut neraka tidak terasa akan derunya bila menyebut syurga tidak terasa akan nikmatnya jiwa itu telah mati... kesadaran itu sangatlah sulit untuk dikenali karena sifat manusia yang senantiasa khilaf sehingga memerlukan waktu yang tidak sedikit dan perlu kerjasama semua pihak untuk membinanya. Lebih dahsyat. kegiatan berkendara merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan. Walaupun begitu besar produksi limbah terhadap udara kita tiap harinya..

masjid yang artistik.. Kandungan CO dan HC sebagaimana dimaksud di atas diukur pada kondisi percepatan bebas (idling).5% untuk CO dan 3. Ketebalan asap gas buang sebagaimana dimaksud di atas diukur pada kondisi percepatan bebas. ". senyawa belerang oksida(SOx). peri kecil). Jakarta. 23 Desember 2002 Riki Hendriana (Riki@excelcom. Kendaraan bermotor selain sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar solar disel dengan bilangan setana ³ 45 ditentukan maksimum ekivalen 50% Bosch pada diameter 102 mm atau 25% opasiti untuk ketebalan asap. (Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah. seperti keputusan Menteri Lingkungan Hidup KEP-35/MENLH/10/1993 TENTANG AMBANG BATAS EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR "Kandungan CO (karbon monoksida) dan HC (hidro karbon) dan ketebalan asap pada pancaran gas buang: Sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4.200 ppm untuk HC." Sudahkah kendaraan Anda layak uji emisi ? Komposisi gas buang kendaraan sebenarnya lebih kompleks seperti senyawa nitrogen oksida(NOx). CO2. sesudah perjanjian itu teguh dan memutuskan apa yang oleh Allah disuruh menghubungkannya. menerawang jauh ke depan gedung-gedung tinggi. ah ternyata hari masih pagi. seperti di negeri awan.id) Yang Berilmu Yang Terpilih Publikasi 26/12/2002 07:10 WIB . dan unsur logam berat yang sekarang pemerintah berusaha menguranginya.co.Dan firman Allah Swt tentang orang-orang fasik (durhaka). senyawa hidrokarbon (HC). Segera kubaca email satu per satu sambil berharap ada seorang teman yang mengingatkanku akan khilaf hari ini (Je toi aime aussi mon ami.5% untuk CO dan 2. H2O. Merekalah orang-orang yang rugi..000 ppm untuk HC. Kendaraan bermotor selain sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4. Ozon (O3)." (Al Baqarah:27) Dan tidak ada salahnya untuk mengetahui beberapa peraturan pemerintah. dan hijau pepohonan di perumahan penduduknya diselimuti kabut putih yang samar. Sepeda motor 4 (empat) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4.400 ppm untuk HC. Pada kota-kota besar seperti New York dengan tingkat polusi tinggi kehadiran gas pencemar ini sudah sangat kentara berupa kabut putih yang sering di sebut smog (smoke and fog) atau kabut asap. di lantai delapan di hadapan meja resik tempat saya bekerja. dan mengadakan kerusakan di bumi ini.5% untuk CO dan 1. Termenung sejenak menatap ke luar jendela. Kota Jakarta terlihat indah dari sini. CO.

Akan tetapi secara intelektual. Beliau oleh Roger II diberi amanat untuk membuat peta atas wilayah kekuasaan Norman.eramuslim . Al-Idrisi merupakan cartographer muslim yang pertama kali membuat atlas dunia terdiri atas tujuh puluh peta dan dilengkapi dengan data-data geografis yang akurat. kekuasaan sudah diambil alih oleh bangsa Norman. . Islam berkembang dengan pesat di wilayah ini. Kita tidak perlu memprotes kepada mereka. daerah di sekitar kepulauan Mediterania tepatnya Sicillia merupakan daerah yang berkembang di bawah ajaran Islam. tapi dikenal dengan 'emir'. bangsa Norman berhasil mengambil alih kekuasaan di Sicillia. Kita tidak perlu melakukan itu untuk mendapat pengakuan dunia. ia mengambil ilmuwan muslim untuk membantu mengembangkan ilmu pengetahuan. bahwa sebetulnya kita tidak perlu melakukan penyerangan balik. Bukan waktunya lagi untuk terus menghujat negara-negara non Muslim. Sehingga pada zaman itu tidak dikenal istilah admiral bagi pemimpin armada laut. karena Roger II mengetahui bahwa secara ilmu pengetahuan muslim merupakan yang terdepan pada saat itu. termasuk dalam hal ilmu pengetahuan. secara ilmu pengetahuan muslim tetaplah insan-insan yang mempunyai kualitas yang tidak bisa ditandingi. Berakhir pulalah kekuasaan Islam di daerah Mediterania. Apa yang bisa kita ambil sebagai hikmah dari sejarah itu? Kita memang kalah dalam pertempuran. Kita tidak perlu melakukan tindakan-tindakan yang justru akan mengindentikkan kita dengan kekerasan. ia menjadikan Sicillia sebagai pusat pertemuan antara ilmuwan muslim dengan ilmuwan Eropa yang sebetulnya saat itu masih terbelakang. Sebagaimana kita lihat dari pengakuan Roger II terhadap Al-Idrisi. bagaimana ia menghormati ilmuwan muslim dengan menjadikan muslim sebagai pemimpin armada maritim-nya. Jarang sekali kita mendapat pengakuan sebagai yang paling terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Muslim sekarang lebih memilih untuk melakukan 'protes' dan mengeluh terhadap kedigdayaan negara-negara non Muslim.Tercatat dalam sejarah bahwa. Baru kemudian di sekitar awal abad ke 11. Muslim menganggap ilmu pengetahuan adalah amanat dari Allah. Selama hampir 3 abad. Muslim selalu dikaitkan dengan kekerasan. Di bidang lain pun demikian. Pada era ini muncul beberapa ilmuwan muslim berasal dari daeah ini. Yang perlu kita lakukan adalah dengan menjadi insan manusia yang benar-benar menguasai bidangnya. Bukan saatnya lagi bagi kita untuk mengeluh. Al-Idrisi dipilih. Namun apa yang kita lihat sekarang? Muslim diidentikan dengan terorisme. Salah satu ilmuwan yang terkenal adalah Al-Idrisi. Sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang semua itu berasal dari Allah. tapi apakah itu adalah kekalahan bagi muslim? Walaupun secara militer. muslim tetap menjaga dominasi ilmu pengetahuannya bahkan bagi penakluknya sekalipun. Ketika Roger II dari bangsa Norman menjadi penguasa di daerah Sicillia. Bahkan karena mengetahui betapa pesatnya ilmu pengetahuan para muslim.

Dimana saja. mengurus sawah. tanpa dicita-citakan. insinyur. guru. maka jadilah engineer yang handal dan berakhlak Islami. Rohis dan lain-lain. dengan senang hati dan panjang lebar saya menerangkan apa maksud cita-cita Menjadi Ibu. Dan kemudian. bahkan membuat batu-bata. pengin jadi ibu rumah tangga?”. mengurus warung kecil di rumah. Apa istimewanya Ibumu sehingga kau ingin menjadi sepertinya? Mengidolakannya di saat para remaja lainnya mengidolakan para selebritis dan sejenisnya? Apakah Ibumu seorang wanita karier yang sukses? Bukan. dan kambing peliharaan kami. Ada juga yang bertanya ”Apa maksudnya cita-cita menjadi Ibu?”. Ada lagi yang menyindir ”Udah pengin kawin ya? Kok. Teman-teman berkomentar ”Cita-cita. Ketika SMP dan SMA dulu. Bahkan ada yang meledek ”Cita-cita kok menjadi Ibu. selalu itu yang saya tulis pada saat saya mengisi lembar biodata. Ibu saya bisa mengerjakan apa saja. Apapun bidang pekerjaan Anda. bebek. Itulah cita-cita saya. Dulu Ibu saya juga sempat bekerja di konveksi dan mengambil jahitan.Jika Anda seorang ekonom. Cita-cita tuh menjadi dokter. angsa. Kenapa? Pasti. untuk lembaran Osis.selebrities. Ibu saya bukan wanita karier. Zulfikar S. Jika Anda seorang engineer. Selain itu juga untuk membantu keluarga besar Ibu dan sebagai bentuk kemandirian ibu. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Menjadi (seperti) Ibu (saya). Beliau memang tidak suka berdiam diri. karena Bapak yang cuma guru SD di kampung. Itulah maksudnya. untuk guru sekolah. Semua itu dilakukannya. . suatu saat kamu akan menjadi seorang ibu!”. kok menjadi Ibu. utama sekali untuk membantu ekonomi keluarga."Menjadi Ibu". Dari pekerjaan rumah tangga (termasuk yang biasanya dikerjakan kaum laki-laki seperti membenahi genteng). Tentu saja banyak yang heran. mengurus ayam.or. Tapi kesibukannya melebihi wanita karier. Kamu kan perempuan! Sudah pasti. pertanyaan seperti itu pun kembali meruyak. Untuk teman. tekunilah bidang itu sungguh-sungguh dan jadikanlah Islam dihormati kembali sebagai pembawa rahmat bagi semesta alam. bukan! Ibu saya bukan siapa-siapa. dan lain-lain”.id) Menjadi Ibu Publikasi 23/12/2002 12:41 WIB eramuslim . maka jadilah ekonom yang handal dan berakhlak Islami. Semuanya. bukan pula -apalagi. Wallahu'alam bishshawab. yang menyediakan isian kolom citacita.

Tak ada kue. yang kami miliki di dapur kami. bukan karena ibu tidak lagi seperti ibu yang dulu. maupun lahiran. Tapi semua yang dimasak ibu lezat. Tapi beliau selalu rapi dalam kesederhanaannya. saudara maupun tetangga. ibu dicintai oleh semua orang. dan menjalani dunia kampus dengan berbagai aktivitas keislaman yang menyita seluruh kekaguman saya. Namun. sakit. makanan yang dibuat ibu sudah cukup bagi kami. Tentu saja. Tapi beliau cukup mengerti bagaimana bersikap sesuai situasi dan kondisi. Ia juga rajin membantu jika ada tetangga yang meninggal. juga pengajian aisiyah yang diselenggarakan di tingkat kecamatan. Ketika orang tua-orang tua lain membelikan anak-anaknya baju yang bagus-bagus. Karenanya. Tapi lebih karena saya kemudian hidup jauh dari ibu. Namun kini. Ketika anak-anak lain mendapat uang saku 100 rupiah sehari. Yang dibesarkan tanpa pendidikan etika dan unggah-ungguh jawa yang tinggi. Bajunya pun tak pernah dari bahan sutera atau bordir.Ibu saya bukan aktivis. Dan buku pelajaran dan perlengkapan sekolah saya cukup lengkap. cake dan makanan-makanan enak lainnya. Sekolah anak-anak adalah nomor satu baginya. tapi aktivitasnya juga luar biasa. Ibu juga bercita-cita tinggi untuk anakanaknya. karena ibu bisa membuat makanan-makanan lezat. meskipun tanpa alat dan bahan memadai. Bahkan SD pun beliau tidak lulus. ibu memang kreatif. Ia rajin ‘rewang’ jika ada tetangga yang punya hajat. tapi rasanya kekurangan yang dimiliki ibu tak ada artinya dibanding segala ‘keluarbiasaannya’ di mata saya. . meski aktif di masyarakat. saya tak pernah menunggak bayaran sekolah seperti teman-teman lainnya. Ibu bukan pula wanita berpendidikan tinggi. Ya. Masakan itu beliau buat dari bahan yang apa adanya. yang tetangga sering mampir namun lebih banyak bergosipnya daripada berbelanja. Ketika saya banyak memiliki waktu berinteraksi dengan ibu lagi. ibu saya tak pernah bergosip. Bukan. Bahkan makin hebat. Tapi ibu menjawab tidak tahu. Tapi ibu pintar dan dulu sering membantu saya belajar. melainkan hanya wanita desa yang sederhana. ketika saya kembali banyak berpaling kepada ibu. Termasuk di warung sayur kecil kami. Kondisi kami yang berkekurangan tak pernah membuat kami ingin masakan dan kue-kue modern. kami hanya mendapat 50 rupiah. Tapi di lain pihak. saya dan adik saya hanya mendapat baju-baju sederhana (namun tetap terawat rapi dengan seterika arang). karena memang tidak ada namanya. Ibu juga bukan wong agung keturunan ningrat. Hingga kami tidak tumbuh menjadi anak yang suka jajan. padahal di kampung kami gossip hampir merupakan 'keniscayaan’ seorang perempuan. Make-upnya hanya bedak tipis dan lipstik murahan. Sering dulu saya bertanya nama masakan yang dibuat ibu. Ibu saya tidak pandai memasak resep-resep umum apatah llagi resep modern. ibu saya masih tetap sehebat yang dulu. Ibu rajin hadir ke pengajian Yasinan. Kekaguman-kekaguman saya terhadap ibu sempat hilang. ibu saya juga memiliki banyak kekurangan.

kuncinya adalah rencana yang matang dan usaha yang maksimal untuk menjalankan semua yang telah terencana itu. Ibu saya menjawab kalem. jodoh itu khan urusan Allah. Darimana jalannya saya mendapat jodoh orang sini?” jawab saya. jika saya mengisi lembar biodata lagi yang ada isian cita-cita. ibu selalu berdo’a dan meminta pada Allah tiap habis sholat. ketika dua anaknya sudah tak lagi membutuhkan biaya. (@az. karena ibu pasti mabok kalau naik bis atau mobil”. ibu tak harus jauh-jauh ke Jakarta. Maksudnya. beliau tetap ke sawah. untuk meraih sukses. orang akan menanggung malu teramat besar jika upaya bunuh dirinya ternyata tidak berhasil. Betapa kesederhanaanmu ternyata menyimpan samudera makna kehidupan yang dalam. tapi tak ringan mulut. agar kalau ibu pengin menengok kalian. meskip pengetahuan agama Ibu minim.Beliau tetap pekerja keras. saat permasalahan itu merundung. Apapun. Gosip dan goncangan yang menerpa tak membuatnya berubah. semoga kamu mendapat jodoh yang sholeh dan sepadan denganmu. Rencanakan Apa Yang Hendak Dikerjakan.” Nduk. dan membuat batu-bata serta memelihara banyak ternak. Bahkan. “Ah. langkah ini biasa dikenal dengan. Saat ini. namun keyakinannya kepada Allah sedemikian kuat. saya kembali mengisinya dengan mantap: Menjadi Ibu. Duh. kado hari Ibu untuk para wanita nan tegar penuh cinta) Azimah Rahayu (azi_75@yahoo. ibu saya berkata. Agar ibu cukup dibonceng bapak. ora kurang jalaran (tidak kurang sebab)". Dan yang paling berkesan. menjalankan warung. semoga jodohmu orang dekat sini saja. ibu yang realistis dong. Dalam prinsip manajemen. yang ringan tangan. namun hal itu sekedar ingin memberikan gambaran bahwa untuk hal paling hina pun orang berusaha maksimal untuk merealisasikannya. Beliau tetap aktivis sosial yang baik. Kita hamba-Nya boleh minta apa saja. Saya kan sudah tujuh tahun tinggal di Jakarta. Kalau Allah menghendaki. Suatu hari. meskipun seharusnya ia bersyukur. Mungkin terlalu ekstrim jika yang diambil contoh adalah soal bunuh diri. Ibu saya bahkan tetap tegar ketika beberapa waktu lalu badai menggoncang keluarga kami. dan . ”Lho. Ibu. karena bahkan seorang yang berencana bunuh diripun tak ingin mengalami kegagalan. Kini.com) Lima Detik Pertama Penentu Sukses Publikasi 18/12/2002 09:45 WIB eramuslim .Sukses. mungkin tidak satupun manusia di dunia ini yang tak ingin meraihnya. wanita karier yang kuat. beliau tak pernah menunjukkan kesedihan di hadapan kami anak-anaknya. Dan ibu juga minta. yang penolong.

Akibatnya. Namun. Anda tentu masih ingat pesan sebuah iklan produk parfum pria yang pernah ditayangkan di TV yang berbunyi. selanjutnya terserah Anda …”. kesan pertama kita terhadap seseorang sangat penting karena segala sesuatu yang kita lihat dan kita dengar selanjutnya disaring melalui pendapat kita yang pertama. dan semangat. kebahagiaan. Artinya. jika keluar dari prinsip tersebut. itulah yang harus Anda ciptakan untuk bisa memulai segalanya lebih lancar sehingga kesuksesan seolah sudah digenggaman Anda. Selain itu. Mengapa senyum? Jangan pernah pernah menganggap sepele tersenyum. apabila kesan pertama seseorang terhadap Anda baik. Berkenaan dengan kesan pertama ini. “Kesan pertama begitu menggoda. karena Rasulullah pun memberikan nilai sedekah untuk setiap senyum yang kita berikan kepada saudara kita. ada sesuatu yang disebut pengaruh pertama. Dan tersenyum. senyum mampu menciptakan empat hal yang luar biasa: Menimbulkan rasa percaya diri. Semangat sangat penting untuk menciptakan kesan yang baik karena semangat itu dapat menular kepada orang lain. kesan pertama. . entah itu berkenaan dengan karir. hubungan interpersonal atau apapun yang menjadi obsesinya ternyata ada pada lima detik pertama setiap langkah awalnya. jelas cara yang paling ampuh untuk menciptakan kesan pertama yang mengagumkan. kita cenderung untuk tidak tersenyum. Tentu saja tersenyum menimbulkan kebahagiaan sehingga akan mempertemukan kita kepada orang-orang yang bahagia karena kita melihat mereka dengan cara yang positif. Dan yang lebih penting. David J Lieberman dalam sebuah buku laris yang berjudul. yakni sebuah proses dimana kesan pertama kita terhadap orang lain menyebabkan kita menilai perilaku berikutnya atas dasar kesan pertama kita. Get Anyone To Do Anything menyebutkan. Dengan tersenyum menunjukkan bahwa Anda menyenangi tempat dimana Anda berada dan senang bertemu dengan orang yang Anda temui sehingga pada gilirannya dia akan semakin tertarik untuk bertemu Anda. taktik nomor satu untuk menciptakan kesan pertama yang luar biasa tetapi mudah dilakukan adalah: Tersenyum. Ini artinya. Lima detik begitu menentukan? Tepat! Karena yang harus Anda lakukan pada lima detik pertama itu adalah kunci sukses nomor satu yang tidak boleh dilewatkan. Anda menciptakan citra orang tersebut sebagaimana ketika mula-mula Anda bertemu dengannya dan Anda melihat perilakunya pada masa-masa selanjutnya melalui citra ini. satu hal yang sangat mudah dan praktis untuk dilakukan: Tersenyum. maka dia akan cenderung lebih baik dalam menilai anda pada masa-masa selanjutnya. Pada akhirnya. Ya. tersenyum menunjukkan penerimaan yang tulus dan menyebabkan orang lain tahu bahwa Anda mau menerima dia dengan tulus. Jadi. tahukah Anda apa yang paling menentukan dari semua proses awal menuju kesuksesan ketika hendak memulai satu upaya merealisasikan semua rencana? Rahasia sukses seseorang dalam meraih semua impiannya. Orang yang tersenyum dianggap sebagai orang yang penuh percaya diri karena ketika kita sedang grogi atau tidak yakin dengan diri kita atau sekitar kita. tersenyum menandakan penerimaan yang tulus.Kerjakan Apa yang Sudah Direncanakan. bisa jadi satu keniscayaan bahwa kegagalan segera menghampiri Anda.

kita adalah manusia. mulut. saat interview.Dimanapun. robot akan selalu mengikuti perintah yang membuatnya. misalnya mengendalikan reaktor nuklir. Sebagai hasil kreasi manusia. karena memang itulah sifat dari emosi. telinga. kecerdasan yang ada pada diri kita bukanlah buatan tapi merupakan kecerdasan yang sebenar-benarnya. jadikan senyum sebagai modal utama Anda. Inilah yang disebut sebagai Artificial Intelligence (AI). kita bisa saja istirahat dari segala aktivitas kita. Secara sepintas memang robot itu seperti manusia. Itulah sebabnya mengapa tersenyum itu sangat penting. Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Jangan Jadi Robot! Publikasi 17/12/2002 08:45 WIB eramuslim . dimana robot akan mempunyai kemampuan untuk beremosi. Alhamdulillah. sedang apapun ketika Anda tengah berinteraksi dengan orang lain. dan berbagai indera lain sama halnya seperti manusia. emosi yang ada pada diri kita juga merupakan emosi yang memang tidak bisa ditebak keadaannya. . Tidak seperti robot. Bahkan kini sudah ada emosi buatan disebut artificial emotion. sebagai respon atas suatu kejadian. Tidak seperti robot. Kita bukan robot yang selalu menjalankan tugastugas yang rutin. Sebagai ingatan. sang Maha pencipta. wawancara dan lain sebagainya. Robot itu juga bisa digunakan untuk mengoperasikan tugas-tugas tertentu yang beresiko tinggi. karena percakapan dan hubungan Anda selanjutnya akan disaring melalui momentum awal ini. alat indera itu secara fungsionalitas memiliki kesamaan dengan yang dimiliki manusia. kapanpun. Saat ini bahkan sudah dibuat robot yang mempunyai kemampuan untuk menambah pengetahuannya sendiri.Mungkin kita sering melihat film fiksi ilmiah dimana terdapat makhluk yang menyerupai manusia tapi bukan manusia. Senyum bisa menjadi senjata yang paling ampuh dalam berbagai kondisi. dengan demikian akan menciptakan kesan yang sangat baik. Mereka memiliki mata. bersama siapapun. pengetahuan robot itu bisa saja melebihi manusia yang membuatnya dan merespon berdasarkan emosi. Lakukanlah dengan segera dan senyum akan menjelaskan banyak hal tentang diri Anda: Semuanya Positif. Dengan AI. Dimana walupun secara fisik berbeda. Itu semua telah diberikan oleh Allah. Sampai pada tahap tertentu nantinya bisa saja robot akan mengatakan 'tidak' terhadap manusia pembuatnya. robot itu seakan-akan mempunyai kemampuan berpikir sendiri. Sampai mungkin suatu saat kita bisa melihat robot bisa dijadikan sebagai angkatan bersenjata sebagaimana kita lihat di film-film fiksi ilmiah. Tidak seperti robot. seperti hubungan interpersonal dan interelasi. Robot itu merupakan salah satu kreasi manusia. Tujuannya adalah bagaimana agar hidup ini dapat lebih dipermudah dengan mendelegasikan pekerjaan yang rutin maupun pekerjaan yang seharusnya tidak dikerjakan manusia. Sehingga pada suatu saat. yang lebih dikenal dengan robot manusia. jangan pernah sia-siakan momentum awal (detik-detik pertama) untuk tidak menjadikannya sebaik mungkin. Robot bisa diberdayagunakan di pabrik mobil untuk merakit komponen.

berprasangka buruk dan menjelek-jelekkan saudaranya. Bersyukurlah kita yang tetap menjaga sisi spiritual kita. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Kita justru akan mengatakan 'tidak' kepada Allah. karena inilah yang membedakan kita dengan robot-robot. Beruntung bagi kita manusia yang diberikan sisi lain yang tidak mungkin ada pada robot.or. sama halnya seperti robot.id) Lelah … Publikasi 16/12/2002 07:33 WIB eramuslim ." (Quran Surat At-Tin 1-4). Padahal sekali saja berdusta. pencipta kita sendiri. terbuat dari apakah lidah mereka sehingga teramat hebat merangkai kata-kata indah menutupi kebenaran. yaitu sisi spiritual. meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)" (Quran Surat Al-Kahfi:109). angkuh dan takabbur. Karenanya jika kita tidak ingin dikatakan sebagai robot. aku tidak mengerti. Sampai-sampai kita merasa orang yang paling pintar di dunia ini dan berlaku sombong. sudah sedemikian lelahnya kita berpikir untuk mencari segudang alasan baru untuk dusta berikutnya. dan demi bukit Sinai. Seandainya masih beredar orang-orang yang tak hentinya berlaku sombong. Selain itu terkadang kecerdasan yang ada pada diri kita ini digunakan untuk berpikir dan menghimpun pengetahuan yang tidak membuat kita semakin mendekatkan diri kepada Allah. Sisi spiritual itulah yang memungkinkan kita untuk selalu mengingatNya. aku tak habis pikir. sekuat apa penciuman dan mulutnya karena pada saat itu ia seperti tengaha memakan bangkai saudaranya sendiri. Jika masih ada sebagian orang yang saling mencaci. "Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun. Padahal kecerdasan yang kita miliki hanyalah bagian kecil saja dari seluruh ilmu Allah. aku tidak tahu. dan sekuat apa tubuhnya kelak menanggung akibat dari . Dalam kehidupan sehari-hari kita terjebak dalam keadaan yang memaksa kita berperilaku seperti robot. menghina. dan demi kota (Mekah) ini yang aman. sudah sebegitu kelunya lidah ini terpaksa menari mengikuti irama gendang kepalsuan yang tak hentinya bertabuh. Sebagaimana firman Allah: "Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Allah.Walaupun demikian. sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Allah. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbaiknya. Wallaahu'alam bishshawab Zulfikar S. sebesar apa dirinya sehingga sangat lancang menantang kebesaran Tuhannya. ingatlah selalu kepada Allah dengan dzikir dan bersyukur kepada-Nya agar kita bisa menjadi manusia yang sebenarnya.Kalau ada orang-orang yang masih terus menerus berdusta. tetapi justru semakin menjauhkan kita dari Allah. menggunjing. menyembunyikan hakikat mengedepankan kepalsuan.

kita tetap bersabar untuk menahan haus.kesombongannya. kita lepas lapar . maupun pengalaman mengesankan dalam menjalankan roda kehidupan di kala bulan Ramadhan. Padahal seratus kali ayunan cambuk atau lemparan batu hingga mati bisa jadi satu-satunya alasan Allah untuk memberikan ampunan atas perbuatannya. Lalu kenapa masih ada yang berani meski sekedar mendekatinya? Umpamanya masih hidup orang-orang yang gemar berbuat maksiat. jika saja ada sebagian kecil dari orang-orang diatas yang berhenti melakukan semua yang dilarang Rabb-nya.Apa yang bisa kita ambil dari ibadah selama bulan Ramadhan? Banyak likaliku. Sahur kita lakukan untuk mempersiapkan diri sebelum berpuasa sepanjang hari nantinya. karena akupun pernah mengalaminya. Dan jika itu tidak dilakukannya. pada saat dimana pada umumnya manusia masih terlelap. Dalam keadaan ingin marah. Sekiranya tetap hidup manusia-manusia yang enggan menyisihkan sebagian harta yang dimilikinya. itupun sudah cukup. Aku sangat tahu betul. Sehingga amarah menjadi reda kembali. Padahal semestinya ia tahu. fakir miskin dan orang-orang lemah. Walaupun hanya segelas air. lelah rasanya terus menerus berbuat dosa. sementara bertebaran di seluruh penjuru bumi Allah ini anak-anak yatim piatu. tidak terlalu sulit untuk dimengerti. kita memulai aktivitas Ramadhan dengan bersahur. sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah. Dilanjutkan di siang hari. Di tengah terik panas matahari. bangga dengan dosadosanya. Namun. setebal apa kulit mereka menahan api neraka Allah. apakah ia selalu berpikir bahwa semua itu diperolehnya murni dari hasil jerih payahnya? Tak pernahkah ia tahu bahwa semua yang ada padanya itu adalah atas kehendak Allah Sang Pemberi Rizki? Yang seandainya Dia berkehendak. suka-duka. sungguh aku semakin bingung dibuatnya. sungguh aku tidak akan pernah memahami. dengan sangat mudah pula Dia mengambil darinya? Mungkin saja masih ada segelintir makhluk Allah bernama manusia yang tak bosannya berzina. aku semakin heran. di kala kita sedang beraktivitas. kesombongan adalah mutlak miliki Allah semata. Dan lelah untuk terus memikirkan ancaman dan hukuman macam apa yang diberikan Allah kelak di hari pembalasan. Lelah menahan hentakan demi hentakkan yang bergemuruh di dalam dada ini setiap kali aku melakukan perbuatan maksiat. Astaghfirullaah … (Bayu Gautama) 11 Bulan Pembuktian Paska Ramadhan Publikasi 11/12/2002 09:31 WIB eramuslim . tetapi menghancurkan tubuh kecil tak berarti ini. Tidak lupa kita senantiasa menjaga pandangan dari hal yang menjurus maksiat dan sia-sia. Demikian pula. ketika beban kerja begitu menekan. Dimulai dari dini hari. Begitu tiba saatnya berbuka. kita langsung ingat bahwa kita sedang berpuasa. sekuat tubuh orang-orang itu menerima adzab Allah yang tak pernah berhenti. sudah pasti kilatan cambuk Allah di akhirat nanti bukan sekedar mematikan. ini yang sangat mudah aku pahami.

yaitu menjauhi perbuatan sia-sia dan maksiat. karena merasa ada yang mengawasi yaitu Allah. apakah Ramadhan kita berhasil atau tidak. Bagaimana kita akan menjadi manusia yang sukses jika kita tidak mengawali dengan persiapan yang baik. sampai berbuka. Aktivitas kita diakhiri dengan melakukan ibadah shalat malam. Satu hal lagi yang tidak kalah penting adalah manajemen waktu yang begitu terjaga di kala Ramadhan. Kalau kita mau memikirkan hikmah di balik aktivitas selama Ramadhan. Bulan ini menjadi lebih baik dari yang kemarin. Demikian seterusnya selama satu bulan penuh. karena setiap hari lebih baik dari hari yang kemarin. Setelah melakukan semua rangkaian aktivitas itu. kita dituntut untuk selalu mematuhi waktu itu. Betapa murahhatinya Allah. kita diminta untuk mengembalikan semua itu kepada Allah saat melakukan shalat malam. memberikan pelatihan kepada kita selama Ramadhan ini untuk bisa menjadi manusia yang dapat mengatur hidupnya menjadi lebih baik. kita tetap dianjurkan untuk memakan makanan yang sederhana terlebih dahulu. Demikian pula di saat berbuka. Akan sangat beruntunglah kita yang dapat tetap menjaga ibadah maupun ritme kehidupan seperti di kala Ramadhan dalam sebelas bulan mendatang sampai bertemu Ramadhan yang akan datang. Ibadah Ramadhan kita dikatakan berhasil. Justru cobaan akan terjadi di sebelas bulan mendatang. Wallahu'a'lam bishshawab (Zulfikar/zulfikar@ukhuwah. sebagaimana kita lakukan di siang hari kala berpuasa. insya Allah banyak pelajaran yang bisa diambil. Karena sesungguhnya hal itu bisa kita lakukan tidak hanya di bulan Ramadhan. Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan kemarin.id) Wajah Kemusliman Kita Publikasi 10/12/2002 09:44 WIB . demikianlah adanya dimulai dengan berikhtiar semaksimal mungkin dan harus selalu dibarengi dengan tawakkal hanya kepada Allah. insya Allah. Di dalam hidup ini. Apakah berhasil pelatihan yang Allah berikan ini? Pelatihan di bulan Ramadhan akan berhasil jika kita bisa mengimplikasikannya dalam bulan-bulan selain Ramadhan. dan demikian pula insya Allah Ramadhan yang akan datang kita persiapkan agar lebih baik dari Ramadhan kali ini. Rasulullah menganjurkan menyegerakan berbuka dan dengan makananmakanan yang ringan seperti korma. Dalam memulai beraktivitas kita dianjurkan untuk selalu mempersiapkan diri. jika di sebelas bulan ke depan. berpuasa di siang hari. Kita pun dituntut untuk bekerja dengan efektif. Karena tanpa perlu disuruh atasan. kita dapat beraktivitas sebaik di bulan Ramadhan. kita akan selalu mengendalikan diri.or. Hal ini merupakan kontrol yang efektif bagi manusia. dan insya Allah bulan yang akan datang lebih baik dari bulan ini. Betapa kita akan menjadi orang yang beruntung. Dengan demikian insya Allah kita akan menjadi manusia berhasil dunia dan akhirat. sebagaimana tercermin dari sahur. Mulai dari sahur. pelajaran yang bisa kita ambil adalah bahwa dalam hidup kita dituntut untuk senantiasa sederhana. Walaupun kita dapat mengumbar nafsu untuk menyantap hidangan semaunya.dan dahaga.

penyantun dan anti membuat kerusakan dimanapun ia berada. Salah dan khilaf memang hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Baik antara seorang pimpinan dengan seluruh bawahannya. Hatinya semakin sadar akan beratnya beban amanat yang dipanggul sebagai khalifah Allah di muka bumi.eramuslim . Termasuk juga kesanggupan untuk melakukan ibadah puasa. hubungan dengan Allah akan diperbaiki dan dijaga keeratannya selama sebulan penuh menunaikan ibadah puasa. dendam dan bibit-bibit permusuhan. Seluruh aktivitas kesehariannya sebagai seorang muslim tentu akan lebih bermakna baik dalam interaksi dengan keluarga maupun dengan lingkungan di sekitarnya. ataupun sesama rakyat semata-mata. Bahagia karena akan bertemu dengan hari yang dijanjikan oleh Allah sebagai hari kemenangan dan kembali kepada kefitrian. Dengan penuh kesadaran diri. Demikian halnya dengan hubungan sosial lainnya. Begitu usai ibadah Ramadhan. Dan pantulan dari peningkatan kualitas keimanan itu semestinya akan tercermin dari semakin indahnya ahlak dan perilaku selepas Ramadhan. atau antar sesama karyawan itu sendiri. Namun tak berarti itu dijadikan alasan atau suatu yang dimaklumkan untuk dilakukan berulangulang. kebesaran Allah SWT jua yang diserukan. Nuansa Idul Fitri seakan memagari kita untuk hidup dalam manisnya ukhuwah islamiyah yang hangat dan saling menyayangi. Pada saat-saat itu terlebur semua rasa benci. Jiwanya akan semakin lembut dan sensitif terhadap nilai-nilai ketauhidan yang berdimensi ridho Illahi. Ada getaran perasaan luar biasa yang tak terlukiskan di saat-saat itu. Ia pantulkan kembali Kemahapengasihan Allah dalam sikap yang santun dan penyayang kepada mahluk Allah lainnya. Sedih karena berpisah dengan bulan mulia penuh berkah dan ampunan. Tuhan seru sekalian alam yang terkumpul pada-Nya segala puji. Tugas untuk menjadi rahmat bagi lingkungan dengan kebenaran dan keindahan nilai-nilai Islam. Dan akan semakin kokoh lah sosok muslim yang penyayang. baik vertikal maupun horizontal. Baik seorang pemimpin dengan rakyatnya. Alangkah bijaksana jika seorang muslim bisa mengkaji diri dari pahitnya kesalahan. Apalagi kalau sampai menyakiti dan merugikan banyak orang. Alangkah indah jika negeri kita bertabur barokah dari Ramadhan dan Idul Fitri seperti ini. Kehambaan sebagai mahluk diserukan dalam kumandang pentakbiran akan Kemahabesaran Allah.Siapa yang sanggup menahan rasa sedih yang mendalam ketika perlahanlahan senja terakhir Ramadhan berlalu dan terbenam. Siapa pula yang sanggup menggambarkan perasaan damai dalam suasana gelombang takbir tak berkesudahan di malam menjelang fajar 1 Syawal. Bagi seorang muslim. bahwasannya apapun saja yang dilakukan hanyalah berkat perkenan dan pertolongan dari Allah semata. dengan tetap menjaga .

lantaran kesalahan yang belum termaafkan. status sosial. bekerja dan sebagainya masih menimbun rasa duka dan derita bagi orang lain. Setiap jiwa yang berhati-hati tentu tidak pernah merasa aman sebelum dosa dan salahnya terampuni. lantas karena itu semua ia menangis begitu dijabat erat oleh para bawahan. berbuat sesuatu tanpa pamrih. bicara. Kemuliaan orang alim dan ulama justru bersinar ketika ia dengan harap cemas memohon ketulusan maaf dari orang awam yang dibimbingnya.kedekatan dengan Allah SWT dan semangat perbaikan diri untuk berupaya sekuat mungkin tidak mengulanginya. pangkat. Kita harus berani meninggalkan cara dan gaya hidup setan itu agar kita betu-betul menjadi hamba yang pandai bersyukur.Ramadhan tak lama lagi akan meninggalkan kita. deni mukhyidin mukhyidin@yahoo. makan. bergaul. harta dan semacamnya kecuali hanya kepada Allah Swt saja. Dan tak lama lagi pula malam penuh kemuliaan dan keindahan bersama Tuhan. berpolitik. Tidak pula suatu kemanjaan yang berlebihan kalau seorang anak terisak-isak dipelukan ibundanya. Memang rugi dan sangat rugi bagi mereka yang berpuasa tapi tak merubah niat dan tata cara hidupnya untuk menuju keridhaan Tuhan. Tak terasa bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah itu berlalu. Yakni. berpakaian. dari mulai jabatan. Hidupnya tidak bergantung kepada sesuatu apa pun. tidur. meniru akhlak Tuhan.de Adakah Ramadhan Menyapa Kita Lagi Tahun Depan? Publikasi 04/12/2002 15:22 WIB eramuslim . Boleh jadi kegigihan baca Al-Qur’an kita pun berubah jadi kemalasan dengan berubahnya bulan! Sementara itu. Adalah sebuah kebesaran pribadi ketika seorang pemimpin yang selalu teringat akan besarnya salah dan kekeliruan yang diperbuatnya. Nihil sama sekali nilai Ramadlan kita kali ini jika cara berpikir. kita yang ditinggalkan tak sadar bahwa sikap dan perilaku kita di bulan Ramadhan itu tak jauh beda dengan di bulan-bulan lainnya. Kita masih lalai dengan amal-amal mulia yang sesungguhnya di bulan suci itu. Keteladanan seorang pemimpin akan cemerlang ketika ia justru menghampiri rakyat dan memohon keikhlasan dari akibat kepemimpinannya. Laitul Qadar tak menyapa kita untuk bermunajat kepada Sang Pencipta siang dan malam. Karena setiap diri tentu tak ingin timbangan amal baiknya tereduksi dihari pembalasan nanti. Kita pun masih sibuk dengan urusan-urusan yang tak pernah menjanjikan apa pun di bulan Ramadhan. . uang. Pada momen-momen seperti ini. Bukan suatu kecengengan kalau kemudian mata seorang suami berkaca-kaca dihadapan istrinya. yang ada hanya pengharapan akan kebersihan batin dari dosadosa kemanusiaan dengan orang-orang yang dimintakan pemaafannya.

Jika kita gagal mengisi Ramadlan. yakni. bekerja dalam kantor atau ruangan yang sejuk. Kita berharap kepada-Nya mudah-mudahan di tahun mendatang Ramadlan masih menyapa kita dengan keteduhan dan kedamaian. Karena. Dan kegagalan kita memperoleh petunjuk adalah karena kegagalan kita dalam beramadlan. bermakrifatullah (mengenal Allah Swt) lalu ikhlas kepada-Nya. Menggunjing dan memperkatakan orang dengan serta merta akan ditinggalkan. Apalagi hal-hal yang membatalkan puasa. Sedang bagi mereka yang beraktivitas tanpa banyak mengandalkan kekuatan fisik. QS. dan harta di bulan Ramadlan maka mereka juga harus meramadlankan hidupnya di bulan-bulan lain hingga kematian datang seperti datangnya Ramadlan. Sungguh momentum Ramadhan menjadi suatu dorongan luar biasa untuk beramal ibadah lebih dari hari-hari biasanya. berarti langkah kita di bulan-bulan selanjutnya pun akan mengalami kesulitan dan kemalasan untuk mengisi keindahan dan kemuliaan dalam kehidupan .Banyak orang susah payah berusaha menyelamatkan ibadah puasanya. (Udien Al-Farry) Berpuasa Dikala Berbuka Publikasi 04/12/2002 14:14 WIB eramuslim . Bukankah semua ibadah dalam Islam untuk mengagungkan Rabb Pencipta Alam Semesta ini? “Wa litukabbiru Allah ‘ala maa hadaakum wa la’allakum tasykuruun” (Dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas pentujuk-Nya. Puasa juga menjadi penge-rem yang canggih untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tercela. supaya kalian menjadi orang yang pandai bersyukur. Jika kita gagal dalam hal itu semua berarti kita juga gagal dalam mengagungkan Allah Swt. hari yang terik dan panas menyengat tentu menjadi ujian tersendiri. Kita gembira saat Ramadlan datang dan kita juga gembira di saat ajal datang menjemput badan. Dengan sepenuh kesadaran diri kita tentu berusaha menghindarinya. . mungkin punya kesempatan lebih banyak untuk membaca al-quran atau mengikuti pengajian. bagi seorang Muslim. perasaan. Boleh jadi pula Ramadhan di tahun depan terus terlewatkan begitu saja tanpa sebuah pemaknaan dan harapan. Bagi mereka yang bekerja keras dengan mengandalkan kekuatan fisik.Sesungguhnya kegagalan kita menjadi orang yang pandai bersyukur adalah karena kegagalan kita menjadi orang yang memperoleh petunjuk-Nya. Al-Baqarah : 185). Bagi mereka yang sudah optimal dengan khusyu’ dan ikhlas mendayagunakan energi. kehidupan di bulan Ramadlan itu cara hidup yang sesungguhnya. Amien. Dan di bulan itu pula cara beriman kita yang seharusnya. Karena itu tak heran bila banyak dari mereka yang menyengajakan diri untuk mandi di siang hari atau tidur demi menjaga puasa mereka. Marah dan dengki akan pula diredam dengan sepenuh kebijaksanaan.

Dengan lemah dan letih kita dididik untuk menyadari kelemahan diri. Allah menciptakan manusia dengan kemampuan biologis yang serupa. Keinginan akan makan, rasa lapar dan haus, sakit, derita atau bahagia, semua orang akan merasakan hal yang sama, tak terbatas oleh banyaknya kepemilikan harta ataupun perbedaan bangsa yang berlainan rupa. Kondisi demikian menjadikan kita di sepanjang siang bulan Ramadhan sebagai hamba yang lebih berbakti, lebih rajin dan lebih menghayati hakekat penciptaan diri sebagai mahluk. Begitu maghrib menjelang, tibalah saatnya waktu berbuka puasa. Kegiatan-kegiatan yang sepanjang siang tidak diperkenankan, kini diperbolehkan kembali. Pada saat-saat inilah justru kita sering berbuat diluar kontrol. Demi melihat deretan makanan yang lezat terhidang, demi melihat aneka minuman yang menggiurkan, tak terkendali lagi tangan dan mulut kita untuk menghabiskannya. Tak peduli akan isyarat perut akan kelebihan beban yang ditampungnya. Demikian pula kegiatan tak terpuji lainnya, menggunjing sembari makan, marah yang diumbar sembarangan, bahkan mengerjakan sesuatu yang diharamkan. Yang muncul dalam benak kita pertama kali adalah pemuasan akan keinginan yang sedari pagi tertahankan. Atau pula merasakan kelonggaran untuk kembali melakukan hal-hal yang santai dan sia-sia. Perjuangan kita sepanjang siang menjadi tak berbekas setelah maghrib tiba. Kita amat bersungguh-sungguh dikala pembatasan melingkupi seputar panca indera dan hati kita. Namun prestasi puasa kita merosot tajam disaat semuanya diperkenankan. Itulah pula mungkin gambaran realisasi puasa pada diri dan keseharian kita. Disaat kita dihimpit oleh berbagai aturan, kebijakan pimpinan, atau sempitnya ruang gerak yang diberikan, kita menjadi manusia yang bersungguh-sungguh. Berdaya upaya dengan sekuat tenaga, hati pun sedemikian bersih dan selalu bermunajat kepada Allah akan terkabulnya cita-cita. Diwaktu kita tertindas oleh kekuasaan orang lain yang memenjara ruang gerak dan peran sosial kemsyarakatan, kita sanggup menjadi pejuang kemerdekaan hati nurani dan demokrasi. Namun setelah kesempatan dianugerahkan, sesudah jalan dilapangkan, dikala kekuasaan tergenggam, kita malah menjadi pelopor pemborosan dan kemubaziran. Nafsu kita untuk berbuat apa saja menjadi sedemikian tak terkendali. Sampai pula pada hal-hal yang merendahkan nilai-nilai moral dan etika. Puasa kita hanyalah pelaksanaan ibadah semata di bulan Ramadhan. Tak berefek pada peningkatan kualitas iman dalam berbagai aktivitas keseharian kita. Jika kondisi ini menjadi hal yang biasa dan dilakukan tanpa rasa berdosa, maka bukan tak mungkin kalau kebangkrutan sudah menunggu kita di penghujungnya. Semoga Allah menganugerahkan ruh puasa dalam jiwa kita. Sehingga akan membekas dalam perjalanan hidup kita ke depan, di hari-hari setelah Ramadhan. Hari-hari dimana kita lebih banyak berbuka terhadap berbagai aktivitas selayaknya Ramadhan. Mudahmudahan hidup kita akan lebih bermakna dan berkualitas karenanya, didepan Tuhan dan dalam sejarah perjalanan kemanusiaan kita. Wallahu 'a'lam bishshowab (Deni mukhyidin/mukhyidin@yahoo.de)

Hidup Di Bawah Naungan Tauhid
Publikasi 04/12/2002 11:34 WIB eramuslim - Sering orang bertanya, “Apakah Allah itu ada?” ”Dimana Allah?” Keberadaan Allah hanya bisa kita akui bila kita memiliki landasan tauhid yang benar. Allah memang tidak menampakkan wujudnya, tapi Allah dengan segala sifatnya dapat kita rasakan keberadaan-Nya. Kejelasan tauhid akan tergambar dari kalimat syahadat yang kita ucapkan. Dari kalimat ini akan terjalin hubungan yang harmonis, penuh kecintaan kepada Allah. Kecintaan kepada Allah akan melahirkan pengorbanan kepadaNya untuk berjuang di jalan-Nya, melaksanakan segala perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya. Zat Allah lebih besar dari apa yang kita perkirakan. Manusia tidak akan sanggup memikirkan zat Allah. Allah berfirman, “katakanlah Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS.112:1-2) “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dia-lah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS.6:103) Tauhid yang murni hanya akan tercapai bila kita mengenal hakekat penciptaan kita, begitu juga dengan zat yang menciptakan kita. Betapa indah hidup di bawah naungan kasih sayang dan belain Allah. Namun banyak diantara kita sulit untuk memurnikan tauhidnya, karena selain tidak kenal dengan Allah, mereka masih menyekutukan Allah dengan tandingan-tandingan yang lain. Tak kenal maka tak sayang, begitu orang mengatakan. Tidak kita akan pernah tahu siapa Einstein jika kita belajar ilmu Fisika, kita tidak akan mengenal Jendral Sudirman jika kita tak belajar sejarah, kita juga tidak akan mungkin kenal Ronaldo kalau kita tidak mengenal sepak bola. Begitu juga dengan Allah. Bagaimana mungkin kita akan merasakan keindahan bertauhid kepadanya jika “kreasi” Allah tidak pernah kita baca dan pikirkan. Kita bisa lihat kreasi Allah denga kasat mata. Tidak perlu ke gunung, lembah atau pantai. Pandangi saja diri kita. Renungkan mata yang elok ini, subhanallah kenapa mata yang berdiameter kecil ini bisa mengantarkan kita melihat indahnya dunia, alangkah meruginya manusia jika mata ini buta. Hidung yang sempurna bertengger di wajah mampu menghirup udara segar, tanpa indra kecil itu tentulah kita tidak bisa bernafas. Subahanallah, mampukah kita membuat penggantinya, bila salah satu indera kita itu tidak berfungsi? Secara tekstual, kreasi Allah itu adalah Al-Quran. Ialah pedoman hidup yang banyak ditinggalkan kaum muslimin sekarang ini, akibatnya banyak kaum muslimn yang kehilangan arah. Padahal Sayyid Qurb dalam tafsir fi-zilalnya yang puitis dan romantis itu mengatakan, “Hidup di bawah naungan Al-Quran merupakan suatu kenikmatan.

Kenikmatan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah mereguknya. Kenikmatan yang mengangkat, memberkati dan mensucikan umur kehidupan…” Jadi, kembalilah kepada Al-Quran. Jadikan ia sebagai pegangan utama kita, bacaan pertama yang kita baca sebelum koran terhidang. Petunjuk hidup, jalan keselamatan. Lantunan ayat suci Al-quran saja telah membuat hati tentram, apa lagi hikmah yang terkandung di dalamnya. Wallahu 'a'lam bishshowaab (Yesi Elsandra, Untuk orangorang yang telah menunjukkan jalan terang)

Sekedar Contoh
Publikasi 29/11/2002 08:45 WIB eramuslim - Kalaulah kita mau belajar, manusia yang hidup pada zaman ini bisa mendapatkan berbagai contoh hidup manusia sebelumnya. Predikat dan profesi apapun yang tersematkan pada diri ini, tentu pernah terjadi pada masa sebelumnya. Bahkan tidak sedikit dari deretan nama-nama pelaku sejarah kehidupan manusia itu tercantum dalam kitab Allah, Al Qur’an. Tentu dengan maksud yang satu, hikmah bagi yang sekarang menjalani hidup agar tidak mengulangi kesalahan manusia-manusia terdahulu sesuai dengan salah satu fungsi Al Qur’an itu sendiri, yakni sebagai petunjuk (huda) bagi mereka yang hidup, karena sesudah mati nanti yang harus dilakukan manusia hanyalah mempertanggungjawabkan setiap inci perjalanan hidup yang pernah dilaluinya. Dari daftar nama pelaku sejarah pada masa lalu itu, kita bisa temukan dua tipe manusia, yang pertama adalah mereka yang ingkar kepada Allah dan sebagai akibatnya kecelakaan dan laknat Allah adalah balasan yang paling setimpal buat mereka. Sedangkan yang kedua, hamba-hamba Allah yang taat, beriman dan takut akan adzab Allah sehingga mereka tak henti-hentinya berupaya mendekatkan diri kepada Rabb-nya seraya berharap ridho dan cinta Allah yang menjadi tujuan hidupnya. Allah pernah menghidupkan Fir’aun, Raja Namruj, Raja Abraha, Raja Jalut yang bertindak diluar kapasitasnya sebagai makhluk ciptaan Allah. Sombong, zhalim, serta serakah adalah beberapa diantara karakter yang seharusnya tidak berlaku bagi manusia, karena itu sudah diluar kapasitas yang seharusnya dilakukan. Sesungguhnya, Allah telah memberikan batasan-batasan mana yang pantas, baik dan sepatutnya (boleh) dilakukan dan mana yang tidak. Sehingga ketika ada orang-orang yang melakukannya melebihi kapasitas yang diberikan, melanggar batas-batas yang sudah digariskan, maka Allah menghukumnya sebagaimana hukuman kepada orang-orang yang berlebih-lebihan. Karena itulah, Allah juga menghidupkan seorang manusia agung bernama Sulaiman, yang kekayaannya tak mampu lagi dihitung, kemasyhurannya yang tak tertandingi, namun tetap takut dan berharap perlindungan Tuhannya dari sikap sombong dan zhalim. Sikap rendah hati dan penyayang yang ditunjukannya, berbuah ketaatan dari semua bala tentara yang dimilikinya. Selain shalih dan taat kepada Tuhannya, Sulaiman juga terkenal dermawan, murah hati dan menghormati hak makhluk lain.

Hamman, seorang ilmuan dengan kemampuan teknologinya yang hebat. Namun ketinggian ilmunya itu tidak membuatnya sadar bahwa segala ilmu yang didapatnya adalah atas kehendak Sang Maha Pemberi Ilmu. Dan ia tetap ingkar kepada Allah. Namun Allah juga menghidupkan seorang Yusuf yang menjadikan ilmunya semata untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Begitu pula dengan Nuh dan Daud, hamba-hamba Allah yang meraih kemuliaan Allah karena ketaqwaan dan kelebihan ilmu yang dimilikinya. Kemudian ada Qarun, seorang kaya raya yang hidup pada zaman Fir’aun. Kunci-kunci gudang hartanya harus dibawa oleh unta-unta yang berbaris, sebagai kiasan betapa berlimpahnya harta kekayaan yang dimiliki Qarun. Namun ternyata, semua harta dunia itu semakin menjauhkan dirinya dari Yang Maha Kaya, Qarun pun ingkar dan Allah menenggelamkan manusia yang tak pernah bersyukur itu bersama dengan seluruh hartanya. Maka ada hamba-hamba Allah yang juga terkenal kaya raya, namun menjadikan kekayaannya untuk biaya dakwah dan perjuangan menegakkan agama Allah. Dialah Ustman bin Affan yang menginfakkan seribu unta miliknya yang sudah dipenuhi barang-barang dan perbekalan hidup pada saat Rasulullah mengalami masa paceklik penuh kesusahan. Selain Ustman, ada Abdurrahman bin Auf yang juga kaya raya. Seorang pengusaha yang sangat takut jika hartanya itu kelak akan memberatkan pertanggungjawabannya dihadapan Allah, takut jika harta kepunyaannya akan membutakan dan menjauhkannya dari Allah, sehingga tak pernah sedikitpun ia sungkan untuk bersedekah dan menyisihkan harta yang dimilikinya itu untuk membantu fakir miskin. Tentu masih banyak contoh-contoh baik dan buruk yang bisa kita hadirkan, untuk bisa dijadikan pelajaran dalam menjalani kehidupan ini. Adalah suatu kebodohan jika kita tak pernah belajar dari ketaqwaan dan keimanan, kegagalan dan keberhasilan, kecelakaan dan keberuntungan manusia terdahulu, karena sesungguhnya semua itu sudah terekam jelas pada ayat-ayat Allah. Sungguh, Kitab Al Qur’an yang mulia itu lembar-demi lembarnya, ayat demi ayatnya mengandung rekaman peristiwa sejarah perjalanan kehidupan manusia hingga pada akhir zaman ini. Kezhaliman dan kesewenang-wenangan Fir’aun, Namruj, Abraha dan Jalut, juga terjadi pada masa-masa sesudahnya, bahkan hingga kini. Kesombongan ilmuan seperti Hamman juga bisa ditemui pada perjalanan manusia-manusia sesudahnya. Begitu juga keserakahan dan ketamakkan macam Qarun juga dengan mudah hadir dan terpampang di depan mata. Kita ini, seperti halnya manusia-manusia terdahulu, hanyalah pelaku sejarah dalam lembaran-lembaran kehidupan manusia sepanjang hayat. Manusia yang hidup pada saat ini, menjadikan manusia-manusia sebelumnya sebagai pelajaran, kebaikan ataukah keburukan yang diambil. Begitu juga kita, tentu akan dijadikan contoh hidup bagi menusia-manusia setelah kita mati. Masalahnya adalah, apakah mereka menjadikan kita sebagai contoh baik atau buruk, mengambil pelajaran dari kegagalan atau kesuksesan, serta hikmah dari kecelakaan atau keberuntungan. Inilah yang seharusnya kita persiapkan dari sekarang, selama Allah masih memberikan kita kesempatan untuk mengukir prestasi, meningkatkan keimanan sehingga saat mati nanti orang mengenal kita sebagai pribadi yang patut diteladani, dan dibanggakan, setidaknya oleh anak cucu kita.

Setiap hari menanti pekerjaan yang belum tentu datang. walaupun jauh dari kampung halaman. (Dari Yayasan Martabat. sujud merendah kepada Yang Maha Tinggi. Beralaskan sajadah usang atau terpal usang di atas tanah. Allah telah memberikan peringatan mengenai hal tersebut dengan sangat jelas dalam ayatnya. berbekalkan cangkul dan pakaian seadanya. Mereka ingin bersih menemui Khaliknya. namun ayat-ayat Allah yang tidak tertulis. masih adakah sisa tenaga kita untuk tarawih di malam Ramadhan ini? Andai kita seorang musafir atau perantau yang jauh dari keluarga. Berganti dengan sarung bersih yang mereka bawa. Sholat berjamaah mereka adalah sebuah pemandangan yang sangat menggetarkan hati. malam hari mereka menempati teras/emperan sebuah toko di jantung Cempaka Putih. jauh dari keluarga tercinta. Mereka bisa memilih untuk beristirahat. Menaikkan ruh mereka menemui Yang Maha Tinggi. Memasuki Ramadhan. mereka melepaskan celana kerja mereka yang terkadang kotor berlumuran tanah. Ayat Allah yang tertulis dalam Kitab Al Qur’an memang masih bisa terhitung dalam bilangan. sepanjang sejarah keberadaan manusia di bumi. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. yayasanmartabat@yahoo. Tarawih ditegakkan dengan berjamaah. Tapi setiap malam mereka menegakkan tarawih. Mereka juga tampak sangat menjaga kebersihan. tidur. sedikit manusia yang mau mengambil pelajaran dari ilmu-ilmu Allah yang berserakan itu. Jauh dari keluarga mereka di kampung halaman. Yayasan yang memberikan santunan kepada anak-anak yatim. sekitar 20 pekerja ‘pulang’ ke teras mereka. Mereka tinggal di bawah jalan tol. Saat sholat. Setiap maghrib. sesungguhnya ruh mereka naik ke langit. Mereka juga bisa memilih untuk bergerombol tak tentu tujuan. menemui-Nya. Subhanallah. mungkin mereka rindu pada kenyaman rumah mereka di kampung. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. akankah kita tetap sholat tarawih di perantauan? Salah satu sudut Jakarta. Memasuki Isya.com) . Karena pada saat mereka bersujud merendah. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Mengusung Ruh Dari Emperan Toko Cempaka Putih Publikasi 27/11/2002 07:44 WIB eramuslim . Mengumpulkan uang dengan bekerja menjadi kuli lepas. Setiap maghrib. Mereka bersujud.Sungguh. Ali Imran: 190). Allah memanggil mereka untuk tarawih. akan tetap berkembang seluas langit dan bumi. Beratapkan langit Jakarta yang nyaris tanpa bintang. Bagaimana tidak. mungkin tubuh mereka sangat penat setelah seharian bekerja keras menjadi kuli bangunan. Hanya saja. Cangkul dan peralatan kerja ditempatkan di salah satu sudut emperan. mereka tidak jauh dari Allah SWT.Setelah melewati sebuah hari kerja yang sangat melelahkan. dan tentu tidak akan pernah habis sebelum Allah menghentikan semua proses kehidupan makhluk di dunia. mereka berbuka dan sholat berjamaah di emperan toko. Bersinarkan pendar lampu-lampu dari kaki lima di sekitar dan rembulan redup di atas sana. tepatnya di bawah jalan tol daerah Cempaka Putih adalah rumah bagi para pekerja bangunan (kuli) lepas yang tak mampu untuk menyewa rumah/tempat kost.

termasuk karena memang ada orang-orang yang terbiasa tampil baik dan menarik. mengharap pujian. serta menambahkan apapun (juga) yang dapat memperindah. Sudah cukup? Belum. Bahkan tidak jarang. membersihkan wajah. Atau juga ketika melewati etalaseatalase toko. baik di bus maupun kendaraan pribadi kita senantiasa menyempatkan diri untuk bercermin. menjadikan diri ini berharga di mata orang lain itu sangat lah penting. Kalau memang sekiranya demikian. Jatuh pasaran lah. Untuk sebagian orang mungkin. Tidak jarang bahkan ada yang panik sedemikian rupa. berjalan. adik.Kita tentu sering bercermin. Di kendaraan. atau sekedar kesenangan. harga dirilah. pusat perhatian. hal yang sama kita lakukan. menyingkirkan segala apapun yang sekiranya dapat mengurangi keindahan penampilan. barulah ia melangkah keluar kamar. memutar tubuh. mempercantik diri. Rasa cemas biasanya langsung bereaksi ketika sekilas saja mendapatkan sesuatu yang tidak pas pada penampilan kita. Tidak sedikit orang yang memerlukan waktu berjamjam untuk bercermin. itupun masih ditambah senyum-senyum sendiri ketika mendapatkan ‘OK’ di wajahnya. karena setiap orang pada dasarnya selalu ingin tampil menarik. berpenampilan cantik dan indah juga untuk menarik perhatian orang lain. Tidak cukup dengan itu. masih saja bertanya kepada ibu. masih ada tambahan aksesoris dan wewangian yang dipakai untuk menambah kesempurnaan diri. membenahi dandanan. bersikap. Tidak cukup bercermin di rumah.Buruk Muka. sedikit menunduk. ke kanan ke kiri. Siapa sih yang tidak pernah bercermin? Jika bukan karena tempat tinggalnya yang jauh sangat terpencil sehingga tidak ada penjual cermin yang datang ke tempat itu. toh bisa saja pecahan kaca cukup untuk sekedar melihat bagaimana penampilan hari ini. melenggak-lenggok bolak-balik di seputar cermin hingga semuanya terasa perfect. Intinya. Kondisi demikian sangat wajar. suami. Setiap berjalan melewati tempat parkir dimana mobil-mobil berjajar. baik selain juga ada hasrat untuk dipandang baik. apalagi bila saat itu tengah berada di tempat khalayak ramai. Karena di halaman tamu. setiap orang butuh (merasa wajib) bercermin! . (Jangan) Cermin Dibelah Publikasi 25/11/2002 07:25 WIB eramuslim . pasti Anda adalah satu dari orang yang tidak membuang kesempatan untuk sekedar menoleh melihat bayangan sendiri disitu. performa seseorang juga bisa terlihat dari caranya berpakaian (termasuk keserasian paduan warna). (biasanya wanita) masih ada orang yang tak ketinggalan untuk membawa serta cermin kecil (menyatu dengan bedak) di dalam tas kerjanya. atau istri tentang penampilannya hari ini. jujur saja. Apapun alasannya. kakak. mungkin tak ada orang yang tidak memiliki cermin. malu dan sebagainya menjadi alasan untuk segera mencari tempat untuk memperbaiki penampilan. memperhatikan setiap inci dari wajah dan penampilan sebelum keluar rumah. Karena jelas. meski sudah berjam-jam berada di depan cermin. masih muncul perasaan kurang percaya diri sehingga memaksanya untuk kembali lagi ke depan cermin. atau karena teramat sangat papanya bahkan sebuah cermin pun tak dapat dibelinya.

Jika setiap hari menyempatkan diri bercermin (juga membawa cermin) untuk memperbaiki penampilan luar. Sikap terbaik adalah membasuh wajah agar nampak bersih berseri sehingga cermin yang tak jadi kita belah itu tetap bisa memberi tahu setiap keburukan yang ada. kata yang keluar bukan tanpa makna. hati adalah cermin. dan bertambah keimanan setiap mendengarkan ayat-ayat Allah. tentulah tak ada yang bisa memberi tahu kita salah dan benar. kenapa juga tak membawa serta cermin akal dan hati. akan tetapi jika ianya sudah sedemikian kotornya. elegant. untuk kemudian senantiasa memperbaharui isinya dengan hal-hal kebaikan. jangan pernah biarkan cermin akal dan hati ini tak terurus. setiap kebenaran dan kebatilan yang dilakukan. sudah barang tentu semestinya jauh lebih diperhatikan. Andai suatu ketika bercermin mendapatkan wajah dan penampilan yang buruk. sebaik dan sesempurna apapun penampilan fisik jika tidak ditunjang akal pikiran yang cerdas dan sehat. dibenahi dan diperindah. Hal kedua. Dua hal yang berada didalam diri ini yang jauh lebih berharga dimaksud adalah. Jika dibiarkan tak tertata. Akal dan Hati. niscaya cermin hati ini menjadi pekat oleh titik-titik debu yang pekat. pada saat bercermin itu hanya kita yang tahu keburukan sendiri. Semestinya menjadi kepentingan setiap individu juga untuk menata dan membersihkannya. kenapa harus membelah cermin itu? Toh. yakni Hati. Untuk kemudian mengambil sikap. Ingat iklan layanan masyarakat “tulalit” tentang seruan membaca? Tentu saja. menjadikannya sebagai pribadi yang tidak berharga. Agar juga cermin hati ini bisa berteriak lantang menentang setiap kekhilafan yang kita akan perbuat. Membaca dalam arti luas. Jadi. agar cermin hati ini kerap bergetar ketika menyebutkan asma-Nya. Cermin akal adalah membaca. bisa dipastikan tidak berapa lama hal itu berlangsung. Namun jika cermin hati ini sudah hitam pekat. dan terus meningkatkan setiap amal kebaikan. bijaksana. Paduan dua cermin akal dan hati tentu melahirkan pribadi yang berwibawa. Maka sebelum semakin sulit dibersihkan. melainkan kata-kata penuh isi yang . dengan melihat hati. (Akal dan Hati) sudah terus terasah dan dibersihkan. bukan omong kosong. maka cermin diri ini akan semakin sempurna menambah kesempurnaan penampilan luar yang juga setiap hari dibenahi. Dengan membaca. profesional. selain juga pribadi shaleh yang menjadi penghias diri yang paling utama. seakan tak sanggup lagi menolak setiap perbuatan maksiat yang terus menerus kita tumpuk. apalagi memecah cermin itu saat mendapati diri ini tak indah dalam bayangan cermin. sebaiknya setiap titik debu yang menempel segera dibersihkan. tentu sangat naif jika kita hanya memperhatikan penampilan luarnya saja tanpa mempedulikan aspek dalam diri kita yang sesungguhnya jauh lebih berharga.Namun demikian. Hati yang bersih senantiasa menolak setiap kebatilan. setiap saat. mungkin bisa dihitung sesaat setelah obrolan pertama. Padahal. sadar kewajiban dan hak secara proporsional. sadar dan taubat jika melakukan hal salah. tak diperhatikan dan apalagi tak sekalipun dibersihkan dari kotoran-kotoran yang kerap menyerang. kita tentu bisa melihat setiap kesalahan dan kebaikan. Kalaupun ada yang sempat meliriknya. Karena jauh lebih berharga. Dan jika kedua cermin itu.

mulut yang terus melantunkan kalam Ilahi. kedudukan yang remeh dan kecil saja jika dibandingkan dengan tujuan penciptaan kita sebagai mahluk Allah. Hubungan badan antara suami dan istri pun halal pula di hari biasa. Tapi dalam keadaan tertentu kita terkadang . salah dan tidak tepat. dari pelatihan ibadah puasa kita dapat ilmu pengendalian diri. kedudukan dan jenjang karier yang tinggi. Agama kita tak melarang ummatnya menjadi orang kaya. bekerja keras ikut mengisi detik demi detik perjalanan sejarah kemanusiaan kita. manusia semestinya mampu membebaskan diri dari ketergantungan terhadap dunia. malah kita akan terlempar dari kasih-sayang Allah. Tengoklah makanan yang kita beli dari jerih payah kerja kita adalah halal tentu saja. maka menjadikan hati ini peka terhadap apapun yang bathil. Haramkah itu? Tidak. Tapi mengapa pada saat-saat itu dilarang? Jangankan melakukan semua itu. Kita lakukan semuanya itu ditengah kegiatan keseharian yang terus berjalan. yang dengan itu kemudian kesegaran akan terasa menjalar ke seluruh tubuh. mata yang tertahan. Mengapa untuk sekian waktu kita harus menahannya. kebodohan dan ketidakberdayaan ummatnya. jika kita tetap saja melakukan aktivitas itu. hati yang sibuk dan ramai dengan dzikir. adalah dzikir. Dan manajemen pengendalian diri memang menjadi salah satu poin tertinggi dalam pelaksanaan ibadah puasa. Mempuasai Dunia Publikasi 21/11/2002 06:50 WIB eramuslim . Dalam batasan waktu tertentu.Berpuasa memang olah batin yang memerlukan tingkat ilmu dan pengendalian diri yang tinggi. Dengan puasa kita diajarkan untuk mensikapi dunia dengan sebenarnya. akan senang atas segala kebenaran yang berlaku. Selama Ramadhan kita dilatih untuk menikmati dunia batin dengan seluruh panca indera kita. Dengan senantiasa mengingat Allah. menjadi mahluk yang dimuliakan dan diridhai-Nya.berpengaruh. Perut yang lapar. mempunyai harta yang banyak. dari ketika subuh hingga maghrib kita tidak diperkenankan untuk melakukan sesuatu yang biasa kita lakukan. Mengatur dengan bijaksana setiap keinginan yang muncul tak ada habisnya dalam diri manusia. Idealnya. Artinya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Rasakan saja dalam puasa yang kita lakukan. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama). penurunan kinerja jasmani. berkeinginan untuk melakukannya pun akan merusak pelaksanaan ibadah puasa. Justru Islam sangat mengkhawatirkan kemiskinan. Kita dilarang melakukannya? Padahal semua itu halal semata? Bahkan sebaliknya. Walaupun kesemuanya itu adalah pekerjaan yang halal dan berpahala ketika dilakukan diluar hari puasa. Sedangkan cermin hati. dan sebaliknya. Kita dituntun untuk menemukan jalan yang sebenarnya dari pengaruh pahit-manisnya kehidupan. baik itu ramadhan maupun puasa sunnah lainnya. Mendudukannya pada tempat yang semestinya. demikian juga minuman yang kita reguk.

Tinggal bagaimana kita memandang semua itu sebagai nikmat yang mesti disyukuri sehingga bisa menyelamatkan kita dari kekafiran dan ancaman adzab Allah yang nyata.Ada sebagian manusia yang Allah cukupkan (bahkan lebih) nikmatnya pada satu sisi dimana orang-orang lain belum mendapatkannya. dengan apapun saja yang dia miliki? (Deni Mukhyidin/mukhyidin@yahoo. Misalnya soal harta. atau bahkan sekedar masih diberikan kesempatan bisa makan meski seadanya untuk satu hari ini. Rumah yang terbangun berhambur kemubaziran seperti itu sepatutnya dihindari. maka pada saat itulah Allah menambahkan nikmat berupa hati yang bersih tanpa dikotori rasa iri dan dengki. ketenangan hidup. bahwa setiap kali Allah menambahkan nikmat kepada saudara kita. juga menahan nikmat yang lain juga untuk sebagian manusia yang lain. Allah jelas sangat ingin melihat seberapa bersyukurnya manusia akan apa yang dinikmatinya saat ini. kenaikan pangkat dan promosi jabatan. ketika ada yang naik jabatan dan kita ikut bersyukur atas keberhasilan saudara tersebut. terhindar dari marabahaya. Bukankah orang yang kaya dimata Allah adalah orang yang paling kaya amal baiknya. Dan ketiga. tentu Allah dengan Kemaha-Adilan-Nya juga menambahkan nikmat kepada kita. Setidaknya kita bisa menyebutkan tiga hikmah dari kebijakan Allah yang demikian. Hal ini perlu disadari oleh kita. Kalau punya rumah satu sudah cukup kenapa harus dua? Kalau rumah biasa sudah lah memadai kenapa harus membeli rumah mewah yang berharga milyaran dan berkamar belasan? Kalau kondisi seperti itu adanya. meski dalam bentuk yang lain. Berpuasa dari tekanan keinginan-keinginan yang tak habis-habisnya. Allah telah memberikan nikmat pada sebagian manusia di bumi dan memberikan nikmat dalam bentuk yang lain kepada sebagian lainnya. Sesungguhnya Dia mencukupkan sebagian nikmat kepada sebagian hamba namun menahan nikmat yang lain pada sebagian hamba tersebut. diberinya kita pasangan hidup yang menentramkan. kehadiran seorang anak. Dikala kondisi itu justru menjauhkan kita dari kasih sayang Allah.de) Agar Nikmat Allah Bertambah Publikasi 20/11/2002 10:16 WIB eramuslim . Keadaan yang demikian sesungguhnya tidak bisa dipandang bahwa Allah tidak adil dalam memberikan rizki kepada hamba-hamba-Nya. kedua. kita semestinya berpuasa untuk jadi orang kaya. sementara nikmat yang lain itu diberikannya kepada sebagian hamba yang lain.harus berpuasa terhadap itu semua. Demikian pula Dia menahan nikmat untuk sebagian manusia. Lantaran setiap partikel semen. . setiap butir pasir yang tersusun di dalamnya akan menjadi beban yang dipikulkan pada hari pertanggungjawaban nanti. Misalnya. ia bisa berupa harta yang dicukupkan oleh-Nya. Pertama. Rizki Allah yang bisa kita nikmati tentu beragam bentuknya. Allah sedang menguji manusia dengan kelebihan dan kekurangannya. Hingga pada akhirnya kita akan jadi manusia yang berhati-hati terhadap apa yang diperbuat dan dimiliki.

Atau mereka yang mendapatkan kesempatan memiliki karir bagus dengan gaji yang memuaskan. insya Allah ketenangan akan menyelimuti setiap langkahnya.Masalahnya kemudian. bahwa Dia (pasti) akan menambah nikmat kepada hamba yang pandai mensyukuri nikmat yang telah diberikanNya dan memberikan adzab (yang pedih) kepada mereka yang mengingkari (QS. ada orang-orang yang diberikan kecukupan harta. bahkan justru memberikan adzab yang nyata terhadap mereka yang mengingkari. jangan pernah berharap Allah menambahkan nikmat-Nya. menghadirkan suasana bahagia di hati anak-anak yatim piatu dengan menyantuninya. adzab yang paling nyata dan terasa diberikan Allah kepada hamba yang tak pandai bersyukur adalah dengan cara ia menahan bentuk nikmat yang lain. . mereka yang telah dipasang-pasangkan dan dihadirkan kasih sayang dan ketentraman dalam rumah tangganya. namun ia tak juga memiliki seseorang yang menjadi pendamping hidupnya. Hidupnya senantiasa diliputi kekhawatiran dan kecemasan dalam menjaga hartanya. Allah tak berikan rasa aman dan ketenangan dalam hidupnya. itu adalah sebuah nikmat yang juga perlu disyukuri. jika Dia sudah melihat begitu bersyukurnya kita akan nikmat yang selama ini dirasakan. Allah itu Maha Kaya. bisa jadi mereka belum benar-benar bersyukur atas karunia dan nikmat mendapatkan pasangan hidupnya. Namun jika belum cukup terlihat rasa syukur itu. jumlah nikmat yang takkan pernah bisa terhitung itu membuat kita lalai untuk mensyukurinya. Sebaliknya. sebelum lagi terus menerus meminta kepada Allah akan tambahan nikmat. Ibrahim:7). keinginan setiap hamba-Nya sehingga Dia mencukupi hal-hal yang belum dimiliki setiap hamba itu. niscaya dia akan menambahkannya dengan nikmat-nikmat lain. sehingga Dia menahan nikmat yang lain. Bentuk syukur itupun bisa dengan berbagai cara. Tanpa memintapun. Jika pasangan-pasangan itu belum dikaruniai anak atau belum mendapatkan kecukupan harta dan selalu kekurangan. Allah Maha Tahu akan kebutuhan. Maha benar Allah dengan segala ucapan dan ketentuan-Nya. Sungguh. namun karena ia tak bersyukur atas nikmat itu. Sesungguhnya. dan yang paling berkenan adalah semakin dekatnya kita kepada Allah melalui peningkatan kualitas ibadah. Padahal. kebanyakan manusia sering terlupa untuk terlebih dulu mensyukuri nikmat yang sudah diterimanya sementara ia terus menerus meminta Allah agar menambah nikmat kepadanya. disamping itu Dia juga Maha Pemurah. padahal usianya sudah semakin beranjak. dengan membagi sebagian rizki yang kita peroleh kepada fakir miskin. kebijakan Allah menahan nikmat lain merupakan ‘adzab’ karena kita belum benar-benar bersyukur atas nikmat sebelumnya. Sudah barang tentu. hitung-hitunglah seberapa besar rasa syukur kita terhadap segala nikmat yang telah diberika Allah kepada kita selama ini. Mungkin Allah belum melihat rasa syukur yang cukup atas nikmat yang telah kita terima saat ini. atau bermacam bentuk ungkapan kesyukuran lainnya. Sekarang. Di dunia ini. Seperti ditegaskan Allah. seandainya ia menginfakkan sebagian rizkinya itu. atau bahkan menghentikan nikmat yang ada saat ini. Maka jangan pernah ragu akan kasih sayang-Nya.

Allah tengah menguji mereka dengan keadaan yang sekarang. mungkin dia yang melakukannya karena kapak itu masih tergantung padanya. selain karena Ibrahim adalah tersangka utama pelaku ‘teror’ terhadap tempat ibadah kaum yang dipimpin Raja Namruj itu. kamukah yang menghancurkan patung-patung sesembahan kami?”. dikelilingi sejumlah pasukan dan beberapa algojonya. tak sedikitpun kulitnya tersentuh oleh jilatan api. Tentu saja. kelegaan. “Tanyakan saja pada patung yang lebih besar itu. bagaimana dengan orang-orang yang terus menerus ditambah nikmatnya padahal tak sedetikpun ia pernah mengucapkan pujian kepada Allah. "Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekayaan. Dalam hal ini. Allah akan menambahkan dan mencukupi nikmat kepada kita. Namruj bertanya. Niscaya. dan penyakit sehingga baiklah urusan agama mereka. Alhasil. Aku mengetahui dengan apa hamba-Ku yang mukmin menjadi baik dalam urusan agamanya". “Hai anak kecil. dan kesehatan badan. Allah menegaskan dalam sebuah hadits qudsi. kemiskinan. melainkan juga. Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada pula sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekurangan. kelegaan. Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Akan Selau Ada Pahlawan Di Setiap Kezhaliman Publikasi 18/11/2002 10:30 WIB Ibrahim kecil gagah menantang Raja Namruj yang tengah geram. Tentu saja Raja Namruj yang terkenal kejam itu semakin berang mendengar jawaban Ibrahim. Dia Maha Mengerti akan setiap keluhan yang tak terlontarkan dari hamba-hamba yang bersyukur. mereka yang tak henti-hentinya mendekatkan diri kepada Allah namun tetap dalam hidup kekurangan. Dengan enteng Ibrahim berkata. kita menyadari akan kasih sayang dan pemurahnya Allah. Lalu kami menguji mereka dengan kekayaan. Daud yang memiliki kemampuan berperang yang hebat tak gentar menghadapi pertarungan “semut lawan gajah” melawan Raja Jalut yang terkenal bengis . keberangan yang bercampur perasaan terhina Raja Namruj membuat Ibrahim ‘dihadiahi’ hukum bakar. apakah ia tetap beriman atau ingkar. Sekali lagi. terasa menohok sisi kebodohan dirinya dan semua pengikutnya dengan menyembah sesuatu yang tak memiliki kuasa melakukan satu apapun. Kisah lain. Atau sebaliknya. Seganas dan semerah menyala api membakar tubuh Ibrahim kecil. lebih sayang dan lebih pemurah kepada hamba-hamba-Nya. yakni dengan cara mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikannya. tanpa harus kita memintanya. makar apapun yang dibuat manusia takkan pernah bisa mengalahkan makar Allah. Bukan hanya karena merasa dipermainkan seorang anak kecil. Karena sesungguhnya. jawaban itu. Namun kuasa Allah bermain. namun yang perlu diketahui adalah bagaimana membuat Allah menjadi lebih kasih. dan kesehatan badan sehingga baiklah urusan agama mereka.” ledek Ibrahim sambil menunjuk patung yang besar yang sengaja tidak dihancurkannya. sesuai janji-Nya.Lalu.

dan kejam. Daud yang berasal dari kalangan bawah dengan berbekal sebilah pedang tanpa baju besi, akhirnya mampu mengalahkan Raja Jalut yang besar dengan segudang pengalaman bertarungnya. Dalam versi barat, kisah ini dikenal dengan “David Versus Goliath”. Sementara itu, seorang utusan Allah lainnya, Musa dengan ditemani saudaranya Harun, menentang kekejaman ‘ayah asuhnya’ sendiri, Raja Fir’aun yang zhalim dan diktator. Kekuasaanya yang begitu tinggi membuat Fir’aun teramat angkuh menobatkan diri sebagai Tuhan. Kesombongan yang didukung oleh seorang ilmuan hebat bernama Hamman dan seorang kaya bernama Qarun, jadilah ia semakin jumawa. Fir’aun yang terkenal kejam tidak ingin seseorang kelak menghancurkannya, maka kemudian atas perintahnya, semua bayi laki-laki yang lahir pada masa pemerintahannya pun dibunuhi. Sekali lagi, Kuasa Allah bermain, bahwa kemudian seorang pemuda Musa yang justru hidup di lingkungan istana Fir'aun oleh lembutnya kasih sayang Asiah, menenggelamkan Raja zhalim itu ke dasar lautan. Dalam khazanah barat, kita pun mengenal kisah yang hampir serupa, yakni kisah kepahlawanan yang berasal dari orang-orang kecil yang menentang kezhaliman penguasa. Cerita rakyat Robin Hood mungkin bisa menjadi contoh. Berjuang dari pedalaman hutan Sherwood, Robin bersama para pengikut setianya ‘merampok’ harta para bangsawan yang hendak menyerahkan upeti kepada King Richard The Lionheart. Otomatis, meski makin dicintai rakyat kecil, sepak terjang si pemanah ulung itu menempatkannya dalam daftar buronan nomor wahid di Inggris saat itu. Cerita yang hampir sama juga dilakukan legenda Meksiko, Zorro. Dibalik topeng yang menyembunyikan identitasnya, Zorro membantu orang-orang lemah untuk melawan dan bangkit dari ketertindasan. Mungkin dua cerita diatas hanyalah mitos atau sekedar cerita rekaan. Namun setidaknya memberikan satu hikmah, bahwa harus ada orang-orang pemberani untuk melawan kezhaliman. Nampaknya, soal keberadaan orang-orang besar yang berlaku zhalim di setiap negeri di setiap zaman sudah menjadi sunnatullah. Hal itu ditegaskan-Nya dalam Surat Al An’aam ayat 123: “Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. ...”. Kalau dulu ada Ibrahim yang menentang Namruj, Daud versus Jalut, Musa yang menenggelamkan Fir’aun serta masih banyak lagi tokoh kepahlawanan yang berani berdiri menantang segala bentuk kezhaliman di muka bumi dalam satu negeri, kini disaat negeri ini, agama ini tengah dihujani dengan cobaan bertubi-tubi, oleh kekuatan-kekuatan yang terus merongrong, menteror bahkan mencoba menjadikan agama ini hitam pekat oleh karena kejahilan orang-orang yang tak bertanggungjawab, adakah lagi pahlawanpahlawan yang menjadi tameng pembela seperti halnya Ibrahim, Daud dan Musa? Tentu saja ada. Karena gemuruh jihad tengah bergelora dalam dada-dada para pahlawan itu. Tinggal bagaimana diri ini menentukan sikap, memadamkan gemuruh itu dan membiarkan orang lain mengambil kesempatan menorehkan nama pada kemuliaan atau menjadikan gemuruh itu sebuah halilintar yang menggetarkan nyali musuh Allah. Wallaahu a’lam bishshowaab. (Bayu Gautama_

Ketika Tuhan Menyeka Air Mata Kita
Publikasi 15/11/2002 08:46 WIB eramuslim - Sahabat, Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan kepada kita berjumpa dengan Ramadhan, walaupun dalam suasana mencekam, duka yang mendalam, akibat begitu banyaknya bencana yang melanda negeri ini. Sahabat, Betapa bahagianya setelah sekian lama kita merindukan saat-saat seperti ini, Allah berkenan menyertakan kita dalam indahnya menahan lapar, gembiranya menunggu beduk, nikmatnya santap sahur, syahdunya Al-quran yang kita lantunkan, khusuknya ibadah malam, dan tunduknya hati beri’tikaf di rumah Allah, subhanallah mudahmudahan kita bukan termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan keindahan nikmat bulan yang penuh berkah dan maghfirah ini dengan kemaksiatan ... Sahabat, Ketika orang-orang tidak menyadari kekhilafannya, Allah menancapkan kesadaran dalam jiwa kita akan dosa-dosa yang selama ini telah berurat dan berakar dalam kulit dan tulang-tulang kita. Kita menyadari lisan-lisan yang selama ini sering berdusta, hati yang tidak mau tunduk, kotor dan penuh kedengkian, jiwa yang sombong, keingkaran yang amat sangat kepada Allah, kebencian kepada sesama saudara, durhaka pada orang tua, kelalaian tanggung jawab mendidik dan melayani anak, istri serta suami, ketidak sabaran menuggu datangnya seorang kekasih yang akan memantapkan langkah, kebahagiaan melihat orang lain menderita, iri, benci termasuk dendam kesumat. Kita menyadari itu semua sebagai akibat dari lemahnya iman yang tertanam, astaghfirullah al aziem, mohon ampun ya Allah ... Sahabat, Saat bulan yang penuh ampunanan ini datang menghampiri, Allah mengulurkan tanganya untuk kita sambut walaupun tangan kita tak kuasa digerakkan untuk merangkulnya. Walaupun tangan itu sering menepis tapi Allah tidak pernah berhenti mengulurkannya. Meskipun dosa-dosa kita seluas langit dan bumi, tapi ampunan Allah tidak pernah bertepi. Walaupun tobat kita sering mungkir, tapi Rahman dan Rahim Allah tidak pernah mangkir … Sahabat, Tidak ada yang lebih membahagiakan tatkala kita menyadari dosa-dosa yang pernah ada, kemudian kita berencana untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri. Tumpahkanlah air mata penyesalan itu. Biarkan dia membanjiri sepertiga malam yang hening, saat itu biarkanlah tangan Allah yang kuat dan lembut itu menyeka air mata penyesalan kita. Kemudian kitapun akan meresakan sebuh kekuatan ghaib akan tumbuh dan membawa kita ke dada pelangi, di sana hanya akan kita temukan keindahan warnawarni kehidupan yang menyejukkan, membahagiakan, yang akan membuat diri kita menjadi orang yang produktif, kreatif, inovatif dan prestatif. Sahabat, Tundukkanlah hati, rendahkanlah diri di hadapan-Nya. Jangan biarkan ramadhan yang romantis ini berlalu begitu saja. Tumpahkanalah sujud ke bumi di sepertiga malam terakhir, kuatkan azzam agar dapat bercengkrama dengan Allah di rumah-Nya pada sepuluh hari terakhir. Isilah pundi-pundi investasi abadi kita dengan

infak, zakat dan sedekah. Semailah benih-benih kebaikan, kelak kita akan menuainya dengan sebuah kenikmatan abadi di sebuah taman, yang di bawahnya mengalir sungaisungai … Sahabat, Selamat menjalankan ibadah ramadhan, mudah-mudahan segala kebaikan dan kindahannya bukan sekedar fatamorgana, tetapi sebuah energi yang membawa perubahan baru bagi diri dan jiwa kita, serta sebagai momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, karena perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu, tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah (Yesi Elsandra, for members of surau@yahoogroups. Special womens, bundo, ni yus, ni GM, ni ta, ni susi, ni rahima let’s try to do our best for minang future)

Dua Pilihan Yang Tidak Bisa Ditawar
Publikasi 14/11/2002 11:53 WIB eramuslim - Setelah “panggung sandiwara” ini usai, kita mendapati dua pilihan atas peran yang telah kita mainkan. Di atas panggung, kita bebas berimprovisasi, asalkan tetap berada dalam kerangka naskah yang telah di atur dan ditetapkan oleh Sang Sutradara. Penilaian hanya ada dua, baik dan buruk, jalan lurus atau jalan menyimpang. Maka tidaklah sama antara yang haq dan yang batil. Sangat jauh berbeda kehidupan surga dan neraka. Pilihan Pertama. Dalam Al-Quran Surat Qaaf ayat 30 dikatakan “Dan ingatlah akan hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahanam: “Apakah kamu sudah penuh? “Dan jahanam menjawab: “Masih adakah tambahan? Ini adalah dialog Allah yang Maha kuasa dengan neraka jahanam. Suasana manakah yang lebih mengerikan dari suasana di dalam neraka jahanam. Semua makhluk tidak akan sanggup dan bercita-cita ingin memasukinya, semua ingin selamat dari neraka. Tapi neraka senantiasa memangil-mangil bahkan bertanya "masih adakah lagi tambahan anggotaku?" Panggilan itu bertebaran di muka bumi berupa acara yang mengelar syahwat, walaupun untuk mengikutinya tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan. Panggilan neraka itu mengarah kepada mereka yang menurutkan hawa nafsu, wanita yang menggelar aurat dan harga dirinya dengan harga yang sangat murah. Panggilan neraka itu tertuju kepada mereka yang melupakan Tuhan yang telah menciptakan mereka. Mereka lebih sibuk dengan bisnis haram, hiburan memabukkan, mereka mempermainkan agama, mereka terus mendengar panggilan neraka, hingga maut menjemput baru tumbuh kesadaran, insyaf, namun sayang semuanya sudah terlambat, kematian sudah tidak dapat lagi ditunda. Maka pada hari perhitungan digiringlah pendengar seruan neraka tadi ke jahanam, mereka dilemparlah satu-persatu dengan kasarnya. Jumlah mereka semakin bertambah

Ia hanyalah seorang manusia biasa. yang atapnya Arasy Ar-Rahman. Cukuplah sampai disini saja. Jika Rasul saja tidak luput dari kematian. Surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai tidak akan mungkin kita temui di dunia ini. bagaimana bisa dibayangkan. mati syahid telah mengharumkan ruhnya. yang pepohonannya dari emas dan perak sebening kaca. yang buah-buahannya lebih lembut dari keju dan lebih manis dari madu. Bagaimana dengan kita. Sedikitpun mereka tidak takut. yang istri mereka bidadari yang disucikan. tempatnya masih cukup untuk memuat sebanyak apapun manusia. Hal ini di buktikan dalam diri manusia sempurna Rasulullah. perjumpaan dengan Tuhan menjadi cita-cita mereka. rumah penghuni surga yang dibangun Allah dengan Tangan-Nya sendiri berbentuk istana. cantik jelita nan bermata jeli. Sehingga kematian menjadi suatu yang sangat kita nanti-nantikan. tidak pernah terdengar oleh telinga. kematian menjemput Rasulullah. Disaat sakaratul maut itu. manusia bebas memilih kedua pilihan itu. Yang materi batu batanya dari emas dan perak. hentikan perbuatan dosa. kematian tidak lupa menghampiri kekasih Allah itu. Aisyah mendengar apa yang beliau katakan: "Ya Alah ampunilah aku. tidak terpikirkan oleh akal. Kematian merupakan jembatan menuju jannah-Nya. yang sungai-sungainya mengalirkan susu. Manusia sempurna yang telah dijanjikan Allah surga itu telah menemui Rabbnya dengan jiwa yang tenang. neraka senantiasa memanggil-mangil manusia. madu dan arak yang tidak memabukkan. sebagimana pejuang Islam yang syahid di belahan bumi Islam sana. Kematian dapat menghantarkan manusia kepada perjumpaan dengan Kekasihnya. kemudian kita dihadapkan pada kedua pilihan itu.saja. "Masih adakah tambahan?" jawab neraka. rahmatilah aku. dan pertemukanlah aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi. Jika kita berharap akan mendapatkan jannah-Nya maka persiapkanlah bekal menuju ke arah sana. Kekasih Yang Maha Tinggi" Keindahan surga tidak akan terbayang di pelupuk mata. yang kebagusan wajah penghuninya seperti rembulan. Ya Allah. lalu apakah kita yang tidak ada jaminan untuk bisa masuk surga ini akan kekal hidup di dunia? Setiap jiwa memiliki seni tersendiri menyiapkan kematiannya. apakah sudah siap jika detik ini juga kematian itu menghampiri. yang kendaraanya kuda dan unta bersayap. Menurut Ibnu Qayyim. Masya Allah. jangan hiraukan lagi panggilan dunia. kembalilah kepada Rabb yang telah menciptakan kita!!! Pilihan Kedua Pada hari Senin tangal 12 Rabi’ul Awal tahun 11 H. "Apakah kamu sudah penuh wahai neraka?" tanya Allah. karena mereka memiliki seni tersendiri menghadapi kematiannya. mana yang akan Anda pilih? Wallahu'a'lam bishshowab (Yesi Elsandra) Seperti Malaikat .

tiga ratus pasukan mukminin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya sangat tidak sebanding. Bahkan tidak sedikit yang berpikir. Abu Bakar Shiddik yang ketakutan saat bersembunyi dari kejaran pasukan kafir yang hendak membunuh mereka..Publikasi 12/11/2002 08:08 WIB eramuslim . diejek sebagai penipu. adalah mustahil kesederhanaan persenjataan dan keterbatasan amunisi yang dimiliki pejuang Afghan mengalahkan kehebatan senjata otomatis dan modern miliki pasukan Rusia. banyak mengisahkan pertolongan-pertolongan Allah dengan menurunkan malaikat-malaikat-Nya untuk membantu perjuangan mujahidin Afghan. Jibril seolah ‘marah’ melihat kekasih Allah. Kini. Saat itu mereka tengah dalam perjalanan hijrah menuju Kota Madinah. Rasulullah menenangkan sahabatnya. dan mereka yang tak selangkahpun mundur atau keluar dari jalan perjuangan menegakkan. disamping semangat tinggi. Di Thaif. ‘Kemarahan’ malaikat pendamping setia Rasulullah itu ditunjukkan dengan tawarannya untuk membalikkan gunung-gunung di sekitar Thaif untuk membinasakan kaum yang menindas Rasul dan para sahabat itu. Padahal seharusnya kita meyakini bahwa Allah tetap menurunkan para malaikat-Nya guna membantu hamba-hamba-Nya yang beriman. diludahi bahkan disakiti dengan lemparan batu saat menerangkan ajaran Islam kepada kaum di tempat itu. dicaci. Seperti yang dibuktikan para pejuang mujahidin Afghanistan saat berperang melawan pasukan Rusia. Abdullah Azzam. yakni tiga kali lebih banyak dari pasukan yang dipimpin Rasul. Allah dan para malaikat-Nya lah yang ‘turun tangan’ membantu mengalahkan musuh. Secara logika. Allah segera menurunkan para malaikat untuk melindungi dan menyelamatkan mereka. Dalam perang Badar. sehingga mereka berpikir. keberanian yang tak diragukan serta kehebatan berperang para pasukannya. Muhammad Saw dihina. Masih banyak kisah-kisah yang bisa kita hadirkan untuk membuktikan betapa Allah sangat peduli dengan mengirimkan para malaikat untuk membantu kaum mukminin dalam segala hal. Rasulullah yakin. para abdi Allah yang komitmen pada agamanya. di gua Tsur. Ayaaturrohman fii Jihadil Afghan. Rasulullah dan para sahabat yang bersyukur merayakan kemenangan itu merasa yakin. seperti dikisahkan bahwa ada seekor laba-laba yang membuat sarangnya menutupi mulut gua segera setelah kedua hamba Allah itu masuk gua. malaikat-malaikat Allah itu hanya turun pada saat Rasulullah masih ada.Innallaaha ma ‘anaa . Belum lagi ditambah dengan kendaraan lapis baja serta serangan udara yang mematikan dari Rusia. . membela agama Allah. Sebuah buku kecil yang terbit sekitar akhir tahun 1980-an yang ditulis oleh Dr.. mustahil Rasulullah masuk ke dalam gua tanpa merusak sarang laba-laba. Tindakan laba-laba itu tentulah dapat mengelabui orang-orang yang mengejar Rasulullah. sebagian orang memudar keyakinannya akan datangnya pertolongan Allah seperti yang pernah dialami kaum mukminin sebelumnya. Dan keyakinan itu terbukti.

Meski para ‘malaikat’ itu tak pernah berharap balasan. Maka. Bagi mereka. ada saudara lain memberikan jalan keluar sehingga kita tak gelap mata dan dengan mudah menyelesaikan setiap persoalan yang terasa begitu rumit untuk dipecahkan. Allah telah membenci ummat-Nya karena tak lagi menolong . agar kita pun senantiasa menjadi malaikat bagi orang lain. Allah seperti menurunkan para malaikat-Nya saat itu. Saat kesulitan datang.Dalam banyak kesempatan. jadilah (seperti) malaikat bagi orang lain. Mereka yang lebih kuat ketika mengangkat orang-orang yang lemah sehingga dapat ‘terbang’ bersama.. mengalami kenaikan 17% untuk mendonorkan darah mereka daripada yang tidak melihat foto tersebut. Tetapi apa yang dilakukannya seperti malaikat yang dihadirkan Allah bagi orang-orang yang memerlukannya. sehingga tak ada lagi yang pernah berpikir. yang melonjak gembira saat meraih prestasi setelah sebelumnya merasa putus asa. mengulurkan tangan kepada orang yang membutuhkan pertolongan menjadi kebahagiaan tersendiri.000 pelajar SMU. bencana alam. atau siapapun yang kita sadari atau tidak telah banyak membantu. dari yang terpuruk sampai bangkit menatap masa depan yang cerah. saat kesedihan melanda. Termasuk sahabat-sahabat yang menyentil kita dengan nasihatnya saat diri ini salah melangkah. selain juga bentuk rasa syukur telah diberikan nikmat lebih oleh Allah. menunjukkan jalan keluar dari kesesatan. tanpa kita sadari. atau juga mereka yang ikhlas memaafkan kekeliruan orang yang berbuat salah. Saudarasaudaranya yang menghibur dikala sedih. dan dari yang terkulai lemah menjadi penuh semangat bergelora. sahabat. para dermawan yang menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim piatu. Thanks) Harapan Adalah Masa Depan Publikasi 11/11/2002 07:31 WIB . ‘malaikat-malaikat’ yang berada di sekeliling kita saat ini pun memberikan bantuannya tanpa berharap balasan. Bersyukurlah. juga bagian lain dari ibadah. tak meminta pujian dan penghargaan dari siapapun. Allah masih berkenan menurunkan malaikat-malaikat-Nya yang menyertai saudara. tentu mereka juga punya satu harapan. sekaligus mengajarkan kita agar senantiasa kuat menerima segala bentuk cobaan. dari penelitiannya tersebut terungkap bahwa para pelajar yang diperlihatkan slide yang berisi tiga puluh delapan foto tentang aksi donor darah. atau orang-orang yang sekedar menyapa lembut menyentuh hati seseorang yang terluka. mereka bukanlah malaikat. datang seseorang saudara yang dengan caranya sendiri mencoba membuat kita tersenyum. Irwin Saranson dan koleganya (1991) melakukan penelitian terhadap 10. yang tersenyum setelah kesedihan melanda. spesial 4-N. Seperti halnya Jibril dan ribuan malaikat yang pernah membantu Rasulullah dan kaum mukminin sebelumnya. orang yang memberikan pertolongan saat terjadi musibah. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama. Melihat orang lain “melakukan perbuatan yang benar dan baik” membangkitkan hasrat bawah sadar untuk meniru perbuatan tersebut. Dari yang terjatuh hingga mampu berdiri tegak...

sebuah harapan tepat disebut harapan bila istilah itu digunakan untuk penantian sesuatu yang disenangi. sesuai dengan apa yang kita inginkan. Namun pada kenyataannya. serta bekerja keras untuk mewujudkannya. yaitu karunia dan ketentuan Allah. dan telah disiapkan semua sebab dan sarana yang masuk dalam kategori usaha seorang hamba. serta dekat dengan Tuhan? Siapapun pasti menginginkan itu semua. siapa yang tidak berharap kesuksesan dalam bisnis. . dan yang ada justru angan-angan belaka. usaha yang dilakukan secara maksimal dan habis-habisan sehingga yang tersisa. sering harapan tersebut tidak sesuai dengan keinginan manusia. Dari sekian keberagaman pilihan itu. ada kalanya manusia mengabaikan harapannya itu karena ketidaktahuan bagaimana merealisasikannya. siapa yang tidak berharap memenuhi hidupnya dengan prestasi. adalah sesuatu yang tidak masuk dalam kategori usahanya. Setiap manusia dapat mewujudkan harapan-harapan tersebut jika memiliki semangat. siapa yang tidak berharap adanya kedamaian. bermakna. Berharap pada manusia dapat membuat kecewa. agar harapan sesuai dengan keinginan. keinginan manusia terkadang melebihi harapannya. karena semua itu adalah salah satu sumber kebahagiaan. karier. Agar kita tidak kehilangan harapan. atau bahkan tidak memiliki harapan hidup sama sekali. siapa pula yang tidak berharap dapat menjalankan hidup ini dengan tenang melalui ibadah. Memiliki harapan berarti kita memiliki keinginan terhadap sesuatu yang dapat memberikan kekuatan bagi kita untuk mewujudkan sebuah kebahagian hidup yang bermakna. pelumas mencapai tujuan. manusia dihadapkan pada kenyataan-kenyataan hidup yang beragam. harapan adalah keinginan terhadap sesautu yang dapat membuat kehidupan ini bahagia. Keadaan ini membuktikan kepada kita bahwa ada kekuatan lain yang seharusnya kepada-Nya kita gantungkan harapan. atau memiliki harapan tetapi tidak berusaha mewujudkannya. Ketidaksesuain harapan dengan kenyataan yang inginkan.Dalam ritme kehidupan yang sangat majemuk ini. Itulah yang disebut oleh Imam Al-Ghazali sebagai karunia dan ketentuan Allah. Atau bahkan harapan itu tidak direalisasikan sama-sekali. optimisme nan pantang menyerah. jika kita tidak bertawakal kepada Allah maka dapat membuat kita putus asa. Sedangkan dalam perspektif Imam Al-Ghazali. Harapan merupakan pembangkit semangat. Namun pada tahap realisasi. maka tidak ada cara lain. semua pasti berharap mendapatkan kehidupan yang bahagia. Abu Ridho dalam buku Recik-Recik Spritualitas Islam mengatakan. harapan merupakan pancaran suasana batin atau situasi kemanusiaan yang sedang menanti-nanti atau mengharapkan sesuatu yang disenanginya bakal menjadi kenyataan. yaitu mengantungkan harapan hanya kepada Allah. dan ini yang menentukan.eramuslim . Allah pasti akan memenuhi harapan kita. Siapa yang tidak berharap mendapatkan pasangan serta keturunan yang baik. tapi jika kita berharap kepada Allah. atau sebaliknya. serta berguna. agar harapan dapat memberikan kebahagiaan. Betapa meruginya manusia jika tidak memiliki harapan terhadap masa depannya. Menurut kedua tokoh spiritual tersebut. studi dan masa depan.

senyum adalah aktifitas sederhana untuk dilakukan. karena senyum tak membutuhkan modal. Hayo. Realisasikan semaksimal mungkin dengan kerja keras. Senyum itu juga tetap merekah. karena ia tak membutuhkan usaha luar biasa. Sakit atau sehat. Terbiasa puasa senin kamis. Bahkan sempat menggelandang bersama sang bapak ketika usianya masih sangat belia: 3 tahun. sekaligus mengajarkannya pada kita. Pernah 21 hari tak makan nasi. ketika tak sengaja saya berkesempatan beberapa jam bersamanya dalam sebuah acara. Satu kata ini sederhana dalam segala hal.Mengeja baris demi baris yang tertulis di rubrik muda Majalah Annida Akhir Oktober 2002 (Gatot Wahyudi: Pemenang I Remaja Berprestasi Annida 2002). Manusia pinter dan tidak pinter sama-sama bisa tersenyum karena untuk bisa tersenyum tak perlu sekolah. karena jarak rumah dan sekolah lebih dari 20 km sedang alat transportasi tiada. Haru dan kagum padanya sekaligus juga malu pada diri sendiri. penuh canda. orang-orang di sekeliling kita telah menyambut kita dnegan senyum lebar. saat kuliah memilih puasa daud demi menghemat biaya makan namun tetap bisa makan teratur. Sewaktu SMU. Terlahir dari keluarga sangat sederhana. semua orang masih bisa tersenyum. setelah itu bertawakallah kepada Allah dan gantungkanlah semua harapan tersebut hanya kepadaNya. Kecuali jika sakit dan cacatnya seputar mulut.hingga hampir tak ada dari teman-temannya yang tahu akan kehidupan kesehariannya. Cukup menarik kedua ujung bibir ke atas sedikit. karena duit di kantong sudah sangat menipis. Dalam hal pelaksanaan. "Senyum". Sejak kita lahir. Senyum ceria selalu menghiasi bibirnya -seperti yang tampak di semua photo yang menghiasi halaman itu. malu karena sering merasa menjadi orang paling merana di dunia. airmata meleleh di pipi. jangan mengandalkan orang lain. Haru dan kagum atas ketegarannya. namun memberikan kekuatan yang tak terkira. kelak apapun yang terjadi Anda tidak akan kecewa. (Yesi Elsandra) Mengubah Dunia Dengan Senyuman Publikasi 08/11/2002 07:17 WIB Oleh: Azimah Rahayu. semangat pun terbangun. Riang. Saat yang sama. cacat ataupun normal. tanpa beban. ia dua tahun tidur di sekolah demi mengirit ongkos perjalanan. . Laki-laki muda dengan segudang prestasi di tingkat lokal maupun nasional itu ternyata hidup serba berkekurangan. eramuslim . untuk meneladaninya. kecuali niat dan ketulusan hati. Namun dia menjalani semuanya dengan ringan. kemudian tanamkan harapan agar Anda memiliki kehidupan yang baik di masa depan. siapa sih orang hidup di dunia ini yang tak bisa tersenyum? Orang miskin maupun kaya pun bisa tersenyum.Mulailah dari sekarang mencatat apa-apa yang Anda inginkan.

karena aura tubuh mereka yang rileks tidak menyenangkan bagi jin. Bobby De Porter dalam bukunya Quantum Learning mengatakan bahwa sikap tubuh seseorang dapat mempengaruhi perasaan atau mood seseorang sebagaimana perasaan juga mempengaruhi sikap tubuh seseorang. betapa menyenangkan. membentuk sebuah senyuman. Ah. Terhadap kepedihan pribadi. agar dunia belajar darimu bahwa hidup ini indah dan ringan bila disikapi dengan senyum) Kepercayaan Publikasi 07/11/2002 08:01 WIB . alangkah indahnya. Hingga ketegangan di antara dua sahabat pun terlelehkan. dan cinta serta aura kedamaian tersebar dalam sebuah kelompok. penuh ketulusan. Dan tanyakan pada hati anda dengan jujur: Apakah anda masih tetap merasa sedih seperti semula?. Agar dunia lebih damai. Alangkah indahnya! (azi_75@yahoo. Makhluk ini lebih suka memasuki tubuh orang yang suka melamun.com special 4 adikku Gatot: jazakallah telah memberi izin menulis tentangmu. Teruslah tersenyum. kenapa kita tidak gunakan sikap tubuh untuk mempengaruhi kondisi mental dan jiwa kita? Menyikapi segala sesuatu dengan senyum. Kemudian duduklah dengan bahu merunduk. Cukup satu hal sederhana. Maka tiba-tiba anda akan merasa sedih. Mendengar kata "senyum". Senyum akan mencairkan kekakuan. mengapa kita tidak tersenyum saja? Agar perjalanan lebih ringan. Kemudian usahakan menarik ujung kedua bibir anda keatas. senyum sudah cukup menjadi isyarat persahabatan. Lalu. Anda sedang berperasaan biasa saja atau bahkan tengah riang dan gembira. tersenyum dapat membuat kita selalu dalam kondisi riang. Betapa damainya. luka masyarakat dan juga nestapa dunia. tanpa harus memiliki sesuatu yang besar. senyum juga bermakna sederhana. Kata Emha Ainun Najib dalam buku 'Mati Ketawa ala…" orang yang selalu riang dan suka tertawa sulit dimasukin jin dan setan. kesedihan keluarga. Hingga kemarahan pun padam. lingkungan dan komunitas. Senyum penuh cinta. Ayo kita coba. Senyum adalah solusi sederhana. Senyum bisa menjadi pembuka komunikasi. "Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah". Jika kita tak saling mengerti bahasa lawan bicara. Pun senjata jika kita sedang grogi. meski tak saling sapa. 'sarkastis' dan lain-lain). berdiam diri dan menyendiri dan selalu bersedih hati. Dalam hal makna. setidaknya perasaan anda tidak seblue sebelumnya. Kemudian cobalah sebaliknya. pasti yang terbayang pertama kali adalah wajah manis penuh keramahan dan cinta (Kecuali kalau dibelakang kata itu diberi embel-embel 'sinis'. Bungkam mulut anda dan kerucutkan. Nah. insya Allah segalanya akan ringan. kita telah berkontribusi terhadap perdamaian dunia. Saya percaya.Secara fisik. Karena kita bisa beramal dan bersedekah. Bahkan Rasulullah pernah bersabda. Senyum adalah bahasa dunia. Dan tanpa kita sengaja. Anda sedang sedih atau marah. Agar persahabatan lebih menyenangkan. Agar hidup lebih nyaman.

keuntungan dan rahasia. Kepercayaa merupakan sebuah energi besar dalam diri manusia. yaitu kepercayaan kepada Zat yang menciptakan energi itu. The Magic of Thinking Big mengatakan.mengapa manusia ragu untuk percaya kepada dirinya sendiri? Jika kepercayaan kepada orang lain dapat menbantu manusia mencapai cita-citanya. Menurut John Fereira yang dikutip dalam buku Emotional Spiritual Quotient. benar-benar percaya. Tidak sedikitpun ada keraguan membagi resiko. Bahkan tidak jarang kepercayaan ini merupakan energi tersendiri bagi orang-orang hingga menjadikannya besar. disamping mampu untuk mengendalikan dan menjaga keyakinan dirinya. setiap perjuangan kelak pasti akan kita menangkan. . Schwartz dalam bukunya. selanjutnya. Sering pula beberapa keputusan penting turut dipengaruhi oleh orang-orang ini. pikiran Anda akan bekerja bagi Anda dan membantu Anda mencari jalan untuk melaksankannya. perjuangan menjadi sesuatu yang menakutkan. bahaya dan segala rintangan. Kemudian kita akan gagal.eramuslim . Akibatnya kreatifitas kita akan mati. maka pikiran kitapun bekerja untuk merealisasikan ketidak percayaan itu. cita-cita kandas ditengah jalan. sesuatu dapat dilakukan. Itu artinya kita telah mengabaikan kekuatan besar yang sesungguhnya dapat membawa kita melejit. "Seseorang yang memiliki kepercayaan diri. tenang. Pikiran kita akan membawa kita menyisir setiap kesulitan. maka kita akan memiliki pikiran-pikiran kreatif untuk membuktikan bahwa sebenarnya kita bisa mencapai tujuan kita. Kemudian dengan kekuatan besar yaitu keyakinan kepada diri sendiri bahwa "saya mampu melakukan itu" maka kita akan keluar dari segala rintangan dan menemukan jalan keluar dari setiap kesulitan. Akan tetapi jika Anda percaya. "Jika Anda percaya sesuatu itu tidak mungkin." Jika kita mempercayai diri kita. Jika manusia memiliki kepercayaan yang begitu besar kepada orang lain untuk meraih tujuannya -padahal bisa saja suatu saat ia dapat berkhianat. cita-cita hanya sebatas lisan. yaitu kepercayaan kepada diri kita sendiri.Para pemimpin besar biasanya memiliki orang-orang kepercayaan. hanbatan. Ia akan merasa aman. daya juang kita akan tumpul. juga akan mampu membuat perubahan di lingkungannya" Betapa besar produktifitas yang dapat dihasilkan dari kepercayaan kepada diri kita sendiri ini. tanpa was-was. Namun jika kita dipenuhi oleh ketidakpercayaan kepada diri sendiri. mengapa manusia mengabaikan potensi yang ada pada dirinya kemudian mengabaikan kepercayaan pada diri mereka sendiri yang sesungguhnya tidak kalah memiliki energi yang jauh lebih besar? Kepercayaan kepada diri sendiri merupakan kekuatan besar yang dapat mengantarkan kita pada berbagai tujuan yang mungkin sulit untuk kita realisasikan. David J. kemudian kesuksesan hanya tinggal mimpi. Kepercayaan yang diberikan kepada orang lain sering membantu banyak manusia mencapai tujuannya. Tapi ada energi yang jauh lebih besar dari itu. pikiran Anda akan bekerja bagi Anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin.

Bahkan menjelang hari akhir ramadhan. Cinta yang diberikan-Nya bukanlah sesuatu yang abstrak. jika tidak dilandasi dengan kepercayaan kepada sumber energi. Infaq. telepon. mereka yang terbiasa sibuk sedemikian rupa sedikit mempercepat aktifitasnya agar segera tiba di rumah untuk menikmati berbuka bersama keluarga. adalah bukti cinta kita kepada Allah sekaligus menegaskan bahwa kita tak termasuk orang-orang yang cinta harta dunia dan sadar akan adanya sebagian hak orang lain dari apa-apa yang kita miliki. dan zakat yang kita keluarkan. maka seluruh yang di langit akan mencintai dan mengasihimu. Tinggal kita mau berjuang keras dan berusaha maksimal. Hargailah diri kita. Cinta sosial.Merindu haru hati ini menanti saat kedatangannya. hingga tak kuasa menahan setiap tetesan air kesyukuran yang memancarkan kebahagiaan tak terlukiskan saat ianya tiba malam tadi. Juga yang biasanya tak sempat untuk sarapan bersama. Allah berikan juga kesempatan manusia untuk mengaplikasikannya saat-saat bersama melakukan shalat tarawih berjama’ah. Refleksi terhadap kepercayaan kepada Tuhan dirangkum dalam 6 rukun iman. Adakah yang . Segala puji bagi Allah yang telah berkenan kembali mempertemukan kita dengan bulan bertabur cinta. setidaknya dengan ramadhan. SMS. wujud cinta juga terealisasi dengan mengeluarkan sebagian harta kita untuk zakat guna melengkapi proses pembersihan diri menuju kesucian. Detik-detik menjelang satu ramadhan. fakir miskin dan anak yatim-piatu. sebagaimana Tuhan telah menghargai kita dengan melimpahkan segala Rahmat-Nya. mudah. saling mencintai dan berkasih sayanglah kepada sesama yang di bumi. juga tak lupa memberi sedekah dan hidangan berbuka kepada pengemis. sedekah. untuk rang awak dima se barado) Ramadhan nan Penuh Cinta Publikasi 06/11/2002 07:43 WIB eramuslim . kemudian dunia inipun akan ada dalam gengaman kita. seraya berharap kelak kita menjadi bagian dari golongan yang mendapatkan cinta-Nya. maka kepercayaan itu hanya akan sia-sia. Karena mudah saja bagi Tuhan menjadikan sesuatu yang tiada menjadi ada. semudah Tuhan menghidupkan dan mematikan kita. begitu juga sebaliknya. (Yesi Elsandra. ungkapan cinta bertaburan di seantero dunia menyambut hangat ramadhan ditandai dengan jalinan silaturahim melalui surat. saling menghantarkan makanan berbuka kepada tetangga. Sinkronisasi kedua kepercayaan inilah sesungguhnya yang kelak membawa kita pada apa yang kita inginkan. Cinta yang ditawarkan Allah kepada segenap makhluk di bulan Ramadhan selayaknya kita sambut dengan suka cita. Betapapun besarnya kepercayaan kepada diri sendiri. email. Bukankah yang demikian dapat kembali menyuburkan cinta dan menghangatkan keharmonisan keluarga? Kata Rasul. atau bahkan rangkaian acara-acara khusus menyambut tamu agung ini.Kepercayaan itu signifikan dengan iman seseorang. Allah memfasilitasinya saat makan sahur.

karena Allah sangat tidak menyenangi perbuatan itu. selayaknya orang saling mencinta. Dan tentu saja. hati pun berdo’a penuh harap. Satu tanya bergelayut “Akankah kita kan sampai di ramadhan tahun depan?” Maka. adalah saat terbaik kita bercengkerama dan bermesraan dengan Allah melalui tilawah dan tadarrus qur’an. seperti enggan menuju pembaringan. dengan ibadah yang bernilai. Pada saat itu Rasul tengah menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam. tanpa pernah pula khilaf. pantaslah ada keceriaan bagi mereka yang mendapatkan kemenangan melewati masa-masa ujian selama ramadhan. Inginnya menghabiskan malammalam ramadhan dengan tangis penyesalan atas khilaf dan dosa. atas segala alpa. Ia menjadikan dirinya ayah. Hati yang terpaut cinta. Malam-malam ramadhan. Hal yang tidak kalah menakjubkan juga ditunjukkan Rasulullah kepada seorang anak yatim yang bersedih di hari raya. takkan terhitung betapa derasnya membayangkan kemungkinan bertemunya kembali kita dengan ramadhan nan penuh cinta ini. Kisah teguran Allah kepada Rasulullah diatas merupakan asbaabunnuzul (sebab-sebab turunnya) surah ‘Abasa (bermuka masam) yang dapat menjadi pelajaran bagi sekalian manusia betapa Allah tidak senang dengan sikap demikian. Dia senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada hambahamba-Nya. perlulah diri ini belajar dari Ibrahim alaihi salam dan keluarganya tentang hakikat dan bentuk cinta kepada Allah. sambil menghitung-hitung betapa menyesalnya kita tak memanfaatkan ramadhan yang telah lalu dengan amal sebaikbaiknya. seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah Saw membacakan kepadanya ayat-ayat Al Qur’an yang telah diturunkan Allah. Pelajaran pertama yang bisa . salah dan lalai. “Allah dan rasul-Nya. dengan satu harap menjadikan taqwa sebagai hasil akhir ramadhan. tahajjud serta munajat kepada-Nya. Tetesan air mata yang akan mengalir nanti. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Senyumlah … Publikasi 05/11/2002 12:16 WIB eramuslim . juga lalai. akan ada tangis jika kekasihnya pergi. Namun tentu saja.Jangan bermuka masam. cinta yang terkadang hanya terucap di lidah tanpa wujud yang nyata. Saat hari fitri tiba. namun kita membayarnya dengan cinta yang semu. “berilah hamba kesempatan”. dan Fatimah saudara perempuan anak yatim tersebut seraya membahagiakannya saat hari bahagia. tentulah. cukuplah bagiku” jawab Abu Bakar. Idul Fitri. Sadar akan semua nikmat yang Allah berikan tanpa pernah alpa.cintanya sebesar sahabat Abu Bakar Shiddik yang mengeluarkan seluruh hartanya di jalan Allah hingga Rasul-pun bertanya apa yang tersisa untuknya. Bahkan Rasulullah pun pernah ditegur-Nya karena bermuka masam dan memalingkan muka terhadap Abdullah bin Ummi Maktum. Astaghfirullaah … Jika hati ini sedemikian rindunya menanti kedatangan bulan penuh rahmat dan maghfirah ini. hingga tangis ini akan semakin keras berteriak dalam hati.

atau mengukur prioritas pelayanan dari seberapa menguntungkannya orang tersebut buat kita. Sebelas ayat pertama surah ‘Abasa menjelaskan secara lengkap larangan bermuka masam atau sikap mengacuhkan orang lain. dan inilah pangkal awal dari kesalahan orang bersikap dan bertindak. ataupun hal-hal subjektif lainnya. Sebuah pelajaran lain bisa kita dapatkan dari cerita ketika para sahabat sedang berkumpul bersama Rasulullah. terhadap siapa saja yang kita jumpai. kesesuaian norma dan nilai yang dipegang (dalam hal ini misalnya. Masalahnya kemudian. Tapi kalau yang menjadi ukuran adalah soal. meski hanya sekedar menebarkan senyum. Padahal Islam tidak mengajarkan demikian. tidak semua orang memiliki tingkat pemahaman yang baik tentang ‘benar-salah’ menurut norma maupun nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. Atau senyum. selain pelajaran tentang teguran Allah terhadap Rasulullah diatas. seringkali kita hanya bersikap ramah kepada orangorang yang kita kenal dan baik hati. Manusia memiliki ego pada dirinya masing-masing. memenej dan mengolah ego-nya agar terkendali sehingga teraplikasi dengan baik. Soal pilah-pilih sahabat misalnya. maka dihadapan mereka lewat seorang dengan pakaian compangcamping dan beberapa sahabat berujar dan menilai orang yang barusan tidak mendapatkan kemuliaan Allah. Subjektifitas itulah yang kemudian dengan bebasnya menentukan siapa yang pantas disikapi dengan baik siapa yang tidak. artinya apa yang menurutnya benar maka ia itulah yang dikerjakannya. dan hendaknya demikian juga bagi kita pengikutnya. atau bahkan siapa yang akan dijadikan sahabat dan siapa yang semestinya dimusuhi. Rasulullah berkata: “Sesungguhnya Allah . Salah satu ciri khas dari orang egois adalah berbuat dengan sekehendaknya. siapa yang didahulukan siapa yang harus ‘dicuekin’. lazim disebut sebagai orang yang egois. mau menang sendiri dan tidak toleran. biasanya terkhususkan bagi siapa yang menurut kita pantas untuk disenyumi.kita ambil. Meski ada anasir lain yang membentuk watak dan karakter manusia. Tidak membeda-bedakan sikap berdasarkan kepentingan. bahwa Rasulullah pun manusia biasa yang masih mungkin melakukan kesalahan dan kedua. makanya menjadi kepentingan utama juga bagi setiap manusia untuk menjaga. Rasulullah pun mengajarkan tentang keutamaan sikap-sikap kebaikan terhadap sesama. Sehingga yang terjadi adalah pembenaran atas kebenaran subjektifitas. tentu tidak bisa dibenarkan. tidak bertentangan secara aqidah) atau standar akhlak dan kebiasaan. Sikap ramah misalnya. like or dislike. Peringatan itu tentu menjadi pelajaran yang berharga bagi baginda Rasul. Mereka yang tidak mampu mengendalikan ego-nya. Baik sih jika yang menjadi patokan adalah. Mendengar itu. pantas tidak pantas. terkait dengan sikap bermuka masam alias acuh terhadap orang lain (siapapun) yang tidak dibenarkan oleh Allah. dan dengan (pengaruh) ego-nya itulah setiap watak dan karakter manusia terbentuk. namun keberadaan ego sangatlah penting. Bahkan ditegaskan Allah dengan kalimat “Sekalikali jangan (demikian)!” pada ayat ke sebelasnya.

Rahmat Allah. Karena dengan itu modal utama penerimaan orang lain terhadap kita. tidak ikut pergi. "Dimana ya Aba Hurairah?!" "Di Masjid Rasulullah. karena Rahmat itu juga sesungguhnya ada pada yang tak memiliki harta karena Allah sayang padanya sehingga tak membebaninya dengan pertanggungjawaban harta yang bertumpuk.tidak melihat pada bentuk rupa dan jasad kamu. "Bukan demikian ya Aba Hurairah. "Apakah kalian tidak melihat seorangpun di Masjid?". tidak hanya datang dari orang-orang dermawan yang kerap menyisihkan sebagian hartanya untuk diinfakkan. hanya saja kita sering salah mengartikannya atau tidak mampu mencernanya. Dengan senyum ramah itulah kita bisa berharap besar akan kebaikan orang lain. mengapa kalian masih belum menutup dagangan kalian?" Mereka bertanya kebingungan. Kemudian dia berkata kepada para pedagang. Maka semestinya. kami melihat banyak orang sedang sholat.” Keberkahan Allah. Abu Hurairah bertanya kepda mereka. Dan karena dengan itu jugalah Allah menyapa hamba-hamba-Nya di surga kelak. "Ya Aba Hurairah." Abu Hurairah bertanya lagi memancing.. kami telah datang ke Masjid. Setelah diberitahu demikian. "Apakah kalian tidak tahu kalau warisan Muhammad SAW tengah dibagi-bagikan sehingga kalian masih berdiri disini? Apakah kalian tidak ingin mengambil bagian kalian?" Dengan keinginan yang meluap mereka bertanya serius. Kasih sayang Allah tidak hanya tercurah kepada segelintir orang. para pedagang itu segera bergegas ke Masjid Rasulullah.Pada suatu hari Abu Hurairah radiallaahuanhu berdiri di pasar kota Madinah. senyum dan ramah jugalah yang mampu meluluhkan amarah dan kebencian orang terhadap kita. tidak hanya singgah kepada mereka yang diberi kesempatan untuk menikmati hidup berkecukupan di dunia ini." jawab Abu Hurairah ra. tetapi setiba disana kami tidak melihat ada sesuatu yang dibagikan Rasulullah. sesungguhnya Ia Maha Adil atas Rahmaan dan Rahiim-Nya. melainkan juga dari tangan-tangan terbuka para pengemis yang setiap hari lalu lalang di depan kita. " Ada apa kiranya ya Aba Hurairah?" Abu Hurairah menjawab. "Wahai para pedagang. "Mengapa kalian kembali?" Mereka segera menjawab dengan nada kesal. kami melihat banyak orang tetapi bukan yang seperti yang kau maksud. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Warisan Paling Berharga Publikasi 31/10/2002 08:04 WIB eramuslim . senyuman dan sikap ramah menjadi keutamaan sikap terhadap siapapun. sedangkan Abu Hurairah tetap tinggal disitu. Tak Berapa lama kemudian para pedagang itu kembali ke pasar.. sementara . Tetapi sesungguhnya Allah melihat hatihati kamu.

itulah warisan Muhammad SAW yang paling berharga untuk kalian semua. Antara Norman (dan bukunya) dengan film Mission Impossible memang tidak ada kaitannya. (Hadist Riwayat Tabrani) *** Saudaraku. buktikanlah bahwa kita termasuk orang-orang yang mencintai Allah diatas segala kecintaan terhadap apapun. Mendengar uraian para pedagang tersebut. You Can If You Think You Can (Anda bisa jika Anda berpikir bahwa Anda bisa). lewat bukunya A Whack on Side of the Head. takkan pernah ternilai besarnya. Ketahuilah bahwa tidak ada yang lebih berharga dari apapun yang kita miliki di dunia ini melainkan sesuatu hal yang senantiasa kita lakukan demi mengharap ridha Allah. Dia akan membalasnya dengan sesuatu yang tak pernah terukur nilainya.". seimpossible apapun misi yang diemban oleh Ethan Hawk (diperankan oleh Tom) namun endingnya selalu saja mengisahkan keberhasilan. Karena dengan itu semua. "Wahai para pedagang. kesuksesan Ethan Hawk mengemban misi yang dianggap tidak mungkin dicapai itu adalah karena . Maka. Norman Vincent Peal. yakni kecintaan-Nya akan orang-orang yang mencintai. hanya saja jika kita mau melihat sisi pelajaran yang mau diambil. bahkan plan C. Roger Von Oech. Menurut Oech.sekelompok lainnya ada yang mengaji Al Qur'an dan ada pula yang sedang mempelajari soal-soal yang haram dan halal. Nah. Abu Hurairah menjelaskan. Kreativitas meminta Anda menemukan jawaban kedua yang mungkin lebih tepat." jawab para pedagang dengan agak sewot. dimana tertulis “suka mencari jawaban kedua” sebagai kebiasaan pertama seorang yang kreatif. sebuah buku yang memberikan motivasi besar kepada para pembacanya untuk optimis meraih hal-hal yang sesungguhnya ‘bisa’ diraih..com) Menjadi Manusia Kreatif Publikasi 30/10/2002 11:15 WIB eramuslim . tatkala datang seruan-Nya.. Satu hal yang menarik dari film tersebut. Wallaahu a'lam bishshowaab (Dwi Ryan/ ryan_088@yahoo. menuliskan buku best seller. plan B. sehingga hampir setiap film itu diakhiri dengan keberhasilan menjalankan misi. bisa menjelaskan keterkaitan antara keduanya. ketahuilah. Satu hal yang tergambarkan dengan jelas dalam film tersebut (baik layar lebar maupun seri-nya) adalah kebiasaan para tokoh yang tergabung dalam tim pengemban ‘misi yang tidak mungkin’ alias ‘mustahil’ dicapai itu untuk senantiasa memiliki plan A. tentu ada kaitannya.. Von Oech mengetengahkan sepuluh kebiasaan manusia kreatif.. Karena lewat buku tersebut. Anda jangan hanya punya satu solusi yang berati hanya punya satu pilihan.Pernah nonton film Mission Impossible? Film layar lebar yang dibintangi oleh Tom Cruise itu sebenarnya pernah menjadi film seri yang diputar setiap minggu di sebuah TV swasta di tahun 1990-an.

Mount Everest pada 1924. Sejarah lain juga ditorehkan oleh George Leigh Mallory dan Andrew Irvine yang disebut-sebut sebagai orang pertama menapakkan kakinya di puncak tertinggi dunia. Sehingga kemudian yang tampak didepannya adalah sebuah gunung batu menjulang tinggi yang tak mungkin dilewati. Toleran terhadap hal dilematis. Oech juga memaparkan tentang kebiasaan lainnya. karena ia menempatkan Suka humor dan santai sebagai kebiasaan . Alasannya. tidak cukup hanya dengan memiliki satu kebiasaan diatas. Kini ribuan pendaki sudah membuktikan bahwa puncak tertinggi itu bisa ditapaki. pernah menyebut Dedi ‘Miing’ Gumelar sebagai satu dari sekian orang yang dijadikan sahabatnya. Mungkin sekarang ada pemecahannya yang lebih efektif. Allah dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat terakhir telah jauh terlebih dulu memberikan motivasi kepada setiap mukmin. untuk yang satu ini. jangan sekali pun pernah membuang ide sepintas yang kelihatan mustahil. Dan Norman menguatkannya dengan satu motivasi. “Kreativitas adalah pengembangan hasil otak kiri yang bersikap keras terhadap ide oleh otak kanan yang lunak yang mengabaikan batasan dan lunak terhadap berbagai ide. Melihat kesalahan sebagai peluang. yang dalam hal ini salah satunya adalah sifat malas. Kemudian yang keenam adalah. Adalah jarang inovasi muncul dari pola pikir yang tunggal. Kebiasaan ketiga adalah Suka menggugat aturan. bahwa Dia tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. meski tidak meninggalkan aspek kecerdasannya. orang sudah menjajaki pariwisata luar angkasa meski harus merogoh kocek yang tak sedikit. Padahal sejarah pun mencatat. sering ide kretif lahir dari situasi dilematis atau kepepet. sebuah tembok raksasa yang mustahil ditembus. Oech juga sepakat. yakni suka berpikir lunak. Rasulullah dengan 300 pasukan mukmin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya tiga kali lebih banyak dalam perang Badar. Orang dulu berpikir ruang angkasa adalah sesuatu yang invisible. linier dan pasti. Bahkan sekarang.kebiasaan timnya untuk menyiapkan lebih dari satu solusi.” kata Oech. Dan yang perlu diketahui. Mungkin alasan itu tidak relevan lagi. namun para ahli Rusia membuktikan dengan mengirimkan Yuri Gagarin ke luar angkasa menggunakan Sputnik. Nampaknya. dan enggan berusaha keras. Sesungguhnya kesalahan justru menempatkan kita memperoleh hal yang tak didapat bila melakukan dengan benar. Merenungkan lagi ide yang muncul dapat memicu berbagai kemungkinan baru. tidak banyak orang yang bisa membuat orang lain tertawa. Ada orang yang suka mencari aman dan menghindari dari kemungkinan salah atau gagal. tambah Oech. adalah yang selanjutnya. Jika aturan telah membatasi pilihan maka Anda harus mencari tahu mengapa suatu aturan dibuat. Gede Prama. Menjadi manusia kreatif. Oleh karena itu. Suka mencoba kemustahilan. disebut sebagai kebiasaan kelima. Dalam kenyataan. Masalahnya adalah sifat manusia yang sering kali memperturutkan hawa nafsunya. bahwa tidak satupun yang ada dihadapan manusia itu tidak bisa diraih.

Orang yang mengaku bukan orang yang kreatif berarti telah memasung diri sendiri. Dan yang terakhir disebutkan Oech. Rasulullah Muhammad saw tidak pernah sedikitpun mengajarkan kepada ummatnya untuk melakukan kejahatan. Padahal tekanan organisasi bisa memasung kretaivitas. Umumnya orang berusaha menyesuaikan dengan budaya organisasinya. Sudahkah menjadi orang kreatif? Mulailah hari ini juga! Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Mari Menebar Kasih Sayang Publikasi 24/10/2002 09:05 WIB eramuslim . adalah senantiasa Terbuka terhadap gagasan baru. tak sedikitpun ia marah. bahwa ide akan berkembang bila kita memberinya ruang. Orang yang sibuk melihat dunia dalamnya sendiri akan kehilangan banyak ide. karena disini akan lebih bernilai jika sikap satu ini untuk berbeda terhadap mayoritas ketidakbenaran. tindak kesemena-menaan bahkan kezhaliman. namun kebaikan hatinya tak diragukan bahkan dirasakan juga oleh yang bukan ummat nasrani. Sama halnya dengan Mahatma Gandhi. cinta dan kasih sayang. Maka dari itu. tapi lebih banyak ide brilian dan segar lahir dari suasana santai dan gembira. Memang ide kreatif muncul ketika terdesak situasi. Jadi. Juga ketika seorang dipenjara yang melupakan kebaikan dirinya. cinta dan pengabdiannya yang besar kepada ummatnya.Siapa yang tak mengakui kebaikan hati seorang Bunda Theresia? Meski ia tak pernah menganut ajaran Islam yang penuh kedamaian. ketidakadilan. beranilah pro terhadap hal yang tidak disetujui mayoritas walau tidak harus terlalu terbuka. menjadikan Gandhi sebagai sosok yang boleh diteladani dalam hal berbuat baik terhadap sesama. siapa yang berani membantah jika dikatakan bahwa Gandhi adalah manusia berhati mulia. Dalam hal ini.orang kreatif pada urutan selanjutnya. Kebersihan hati Yusuf itulah yang akhirnya secara tidak langsung menghantarkannya kepada kejayaan diri. Ingatlah. bukan berarti mengesampingkan kebenaran. Saat kita santai dan gembira pertahanan mental jadi longgar sehingga tidak pusing terhadap aturan. Kita pernah mempelajari bagaimana kebaikan hati Yusuf alaihi salam yang tidak menaruh dendam sedikitpun kepada saudara-saudaranya yang telah mencoba mencelakainya. masih menghormati makhluk kecil. hal mustahil maupun yang keliru. dan memerintahkan derap dan langkah para pasukannya untuk tidak mengganggu atau bahkan menginjak sekelompok semut yang mereka lewati. Seorang Sulaiman yang dengan segala kebesarannya. Meninjau dunia luar adalah wahana meraih ide baru untuk dunia dalam kita. semut. Baik dengan tambahan dari luar diri Anda atau tidak menekan ide yang telah dipunyai. Selain itu. Berani berpikir beda seolah menjadi ciri yang paling khas dari orang kreatif. Suka meninjau dunia luar sebaiknya menjadi satu kebiasaan tersendiri bagi orang-orang kreatif. Kebaikan yang dilakukannya. .

Kejadian itu sungguh mengherankan dua orang penyusup dari pasukan musuh yang menyamar bergabung dalam pasukan Amru bin Ash. Muhammad dikenal sebagai orang yang berhati mulia. juga menarik hati seorang saudagar kaya Khadijah binti Khuwailid yang kemudian menjadi istrinya. Setelah para Nabi Allah sebelumnya juga mengajarkan hakikat Islam. Kecuali dalam kondisi yang memang mengharuskan setiap mukmin mempertahankan harga diri dan melakukan pembelaan. dan kemuliaan hati dari Islam yang langsung dicontohkan Muhammad-lah yang akan menggusur kekuasaan. justru mengutamakan perbuatan baik terhadap manusia itu sebagai perwujudan dari rahmantan lil ‘aalamiinnya ajaran yang disempurnakan Muhammad saw. Setelah menjadi Rasul Allah.Islam dengan segala ajaran kasih sayang dan kedamaiannya. Saat fajar sebelum berangkat melakukan penyerbuan ke wilayah musuh yang menentang Islam. . sopan. Rasulullah tak pernah mengajarkannya. Justru yang mereka khawatirkan adalah ajaran kebaikan. para pasukan terheran karena hanya tinggal tenda Sang Panglima yang masih utuh belum dikemas. bagaimana mungkin dikatakan kejam jika terhadap seekor burung pun sang Panglima sangat mengasihi. ketika ketidakadilan semakin mempertegas jarak dan perbedaan antara orang-orang kaya dengan fakir miskin. hanya karena ia mendapati seekor burung yang bertengger di atas tendanya tengah mengerami telurnya dan terpaksa menunda keberangkatan pasukannya. kemuliaan hatinya tidak hanya diakui oleh kaum mukminin melainkan juga oleh kaum kafir Quraisy. Rasulullah baru mengabulkannya setelah ada izin dari Allah yang membolehkan berperang. ketika orangorang memperjualbelikan budak dengan harga yang tidak manusiawi. Pikir mereka. mencontohkan bagaimana seharusnya kasih sayang dan cinta sesama saudara bagaikan mencintai diri sendiri. Rasulullah datang dengan mengajarkan zakat dan infaq shodaqoh. Rasulullah (Islam) memuliakannya. Padahal pendelegasian keduanya menyusup itu sebelumnya karena para pembesar dan masyarakatnya mendengar berita tentang kekejaman Panglima Amru bin Ash beserta pasukannya yang dikatakan gemar membunuh. Ada sebuah kisah seorang panglima perang besar kaum muslimin Amru bin Ash yang begitu mulia hatinya. mungkin bagi kita sangat sepele. Sebenci apapun para pembesar suku Quraisy seperti Abu Lahab. bersikap lembut dan menghargai sesama. dari kejadian itu mereka tak menemukan anggapan itu. Tidak hanya itu. Abu Jahal. jujur. antara yang kuat dan yang lemah. menyiksa dan menganiaya orang. Itulah kemudian ia mendapatkan gelar al amiin. Bagaimana tidak. Alasannya. Muhammad justu mengangkat derajatnya. Sebelum menjadi Rasul. Ketika para wanita dianggap masyarakat kelas sekian dan menjadi suatu kehinaan diri jika mempunyai keturunan seorang wanita. kedudukan mereka. Maka tidak sewajarnya ketika mereka yang mengaku mukmin melakukan kejahatan dan tindak kezhaliman. kedamaian. saat para sahabat mulai marah dan tidak mampu menahan diri untuk melakukan balasan terhadap intimidasi dan penganiayaan terhadap kaum muslimin. agama kasih sayang. Rupanya. Islam adalah agama kebaikan. Bayangkan. mereka tak pernah membenci Muhammad karena perilakunya yang buruk.

Sebaliknya. Tapi apakah kita sudah bersiap-siap untuk menyambut bulan yang sangat dinantikan oleh ummat Islam sepanjang masa? Bulan yang sangat dinantikan oleh Rasulullah. Yang telah mempersiapkan diri jauh sebelum datangnya bulan Ramadhan. bulan mulia. cinta dan kasih sayang. dan aktivitas yang akan menunjang penampilan kita pada hari yang dinanti-nanti itu.Menjadi seorang muslim. sangat mendambakan akan datangnya bulan Ramadhan ini. Saudaraku. Rasulullah sendiri. maka yang ada di langit akan mengasihi dan menyayangi kita. sama seperti bulan-bulan sebelumnya? Na'udzubillahi tsumma na'udzubillahi. potong rambut. berarti didirinya tertanam sifat-sifat kebaikan. hakikat bulan Ramadhan ini sesungguhnya pada sejauh mana kita telah melakukan persiapan untuk menyambutnya. tentulah karena ia tidak sepenuhnya mengamalkan ajaran Rasulullah. mereka yang meski berbuat baik. jika kita menantikan suatu saat yang sangat berharga bagi diri kita. keluarganya. perbaikilah segala sifat yang tak mencerminkan kebaikan dan kasih sayang itu. Amiin Allaahumma Amiin. sahabatnya. . Oleh karenanya. manusia yang sangat mulia. Sudahkah kita meneladani beliau? Menantikan dengan penuh harap? atau kita hanya biasa-biasa saja menyambut kedatangannya. para tabi'in. yang Insya Allah memperkenankan kita menjumpai bulan suci. dan berkahilah bulan Sya'ban ini. Sholawat dan Salam senantiasa terucap kepada Rasulullah Muhammad SAW. dan sampaikanlah kami.Segala puji bagi Allah SWT. Niscaya kita akan sangat bergembira jika saatnya tiba. Subhanallah. kita dapat memanfaatkan waktu dengan optimal. (Bayu Gautama) Karena Rasulullah pun Mendambakan Ramadhan Publikasi 23/10/2002 07:23 WIB eramuslim . berkahilah bulan Rajab ini. dan penuh kasih seperti Bunda Theresia dan Mahatma Gandhi. hari ulang tahun kita. karena jika itu yang kita lakukan. panjangkanlah umur kami hingga bulan Ramadhan. Persiapan itu sendiri tidak dilakukan pada awal bulan Ramadhan. karena Rasulullah pun menegaskan. Bahkan jauh hari sebelumnya. Wallahu a’lam bishshowaab. Saudaraku. Jika seorang muslim tak memiliki sifat diatas. amalnya akan terputus dan tak diperhitungkan dihadapan Allah kelak karena mereka bukan muslim dan tak mengimani Allah. serta pengikutnya yang komitmen dengan risalahnya Dienul Islam hingga hari akhir nanti. kita sudah mempersiapkan dengan 'full action'. katakanlah sebagai contoh. tabi'it tabi'in. bersih-bersih. Sehingga pada bulan Ramadhan. bulan Ramadhan. jika kita berbuat baik dan penuh kasih sayang terhadap semua makhluk di bumi. sehingga teruntai sebuah do'a yang sangat indah: "Allahumma bariklana fii rajab wa bariklana fii sya'ban wa balighna fii ramadhan" Ya Allah. maka kita akan ketinggalan kereta pahala dengan hamba Allah lainnya.

tapi nyalinya tak cukup besar untuk melakukan itu. Beberapa penumpang lain bersikap biasa saja. dan memperluas tsaqofah (wawasan) keilmuan kita. dan lainnya. agar kita mengetahui dalil dan fadhilah puasa yang akan kita lakukan. sebagaimana setengah hatinya . Bahkan iklannya selalu muncul di televisi berbarengan dengan iklan rokok. sementara si gadis makin kuat menutup hidungnya. Takut dibilang rese? Takut dibilang memberangus hak orang lain untuk merokok? Sungkan? Takut dimarahi? Kalau boleh saya bilang.Sangat sayang jika bulan Ramadhan yang hanya 29-30 hari itu. Kampanye tentang bahaya dan dampak negatif rokok sudah terlalu sering diadakan. Meskipun bisa dikatakan itu merupakan iklan setengah hati. datangnya hanya sekali setahun. Buku Fiqh Shiyam juga menjadi bacaan wajib. Pengkondisian ruhiyah juga sudah seyogyanya dilakukan sebelum bulan Ramadhan. Pengkondisian fisik sudah dicontohkan oleh Rasul sebelum datangnya bulan Ramadhan. Semua persiapan ini dilakukan agar kita bisa menjalani Ramadhan ini dengan ringan. bahwa Rasulullah pada orang yang paling banyak dan menyempurnakan puasanya pada bulan Sya'ban. shoum sunnah. Dalam hadits juga diungkapkan. sesekali terbatuk-batuk dan terusmenerus menatap lekat si perokok dengan mata berair. Amiin Allaahumma Amiin. barangkali karena merokok sudah merupakan budaya di Indonesia. Mengapa tidak menegur? Ingin si gadis menegur. qiyamul layl. harus kita potong waktunya seminggu menjadi 22-23 hari hanya untuk persiapan yang seharusnya bisa kita lakukan jauh-jauh hari sebelumnya. (Bramsi Prenata/bramsi@cakraweb. Selamat berjuang saudaraku. tilawah qur'an.Seorang gadis spontan menutup hidung dengan tissue ketika laki-laki di depannya. semoga Allah berkenan mempertemukan kita pada bulan Ramadhan esok. penumpang lain dalam angkot itu menyalakan rokok kemudian menghisapnya dengan nikmat dan menghembuskan asap ke seantero ruangan. Jadi sah-sah saja jika si perokok tidak peduli. serta berharap kita semua dapat menjadi Alumni teladan bulan Ramadhan. yang dapat membekas pada 11 bulan berikutnya. dengan jihad (bersungguh-sungguh). entah karena sakit atau karena halangan lainnya. wirid ma'tsurat harian. Juga yang harus kita ingat.com) Kepada Anda Yang Bukan Perokok! Publikasi 22/10/2002 07:35 WIB eramuslim . dengan bersemangat. bahkan makin menikmati hisapan demi hisapan sementara si gadis terus memelototinya dengan hati yang makin jengkel. agar sebelumnya mengqadha puasa-puasa wajib kita sebelumnya kita tinggalkan. sesungguhnya si perokok lah yang seharusnya lebih merasa sungkan dibanding orang yang menegur.

Suatu hari. Serta merta saya menegur. kalau begitu siapa dong yang bisa mengatasi -setidaknya mencegah. Cuma waktu itu saya tidak berani menegur karena sungkan dan sebagainya itu tadi. saya rasa tidak adil kalau yang ini tidak saya tegur juga. seorang laki-laki hendak menyalakan rokok di dekat saya. kita juga secara tidak sengaja membantu si perokok mengurangi intensitas merokoknya? Cerita tentang gadis di paragraf pertama di atas adalah cerita tentang diri saya sendiri. Nah. Pengaruh yang tidak kurang berbahaya juga dapat dialami oleh orang dewasa dan anak-anak yang bukan perokok. Maka. manusia Indonesia memiliki rasa sungkan yang cukup tinggi jika mengganggu orang lain. Hal ini karena dipastikan asap rokok bisa mengganggu pertumbuhan janin. ini sih bagai pungguk merindukan bulan. Nah. rokok merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang cukup besar. .makin meningkatnya intensitas merokok dan akibat-akibatnya? Mengharapkan para perokok sadar? Wah. Kisah itu mengilhami saya untuk melakukan hal serupa meski dengan alasan berbeda. Bagaimanapun. Jika anda wanita hamil. sekalipun dia sendiri tidak pernah merokok. biasanya dokter akan menyarankan anda menjauhi rokok dan asapnya (bahkan suami pun diminta untuk menghentikan/mengurangi kegiatan merokok). Toh. Teman saya akhirnya dirawat di rumah sakit karena sakit paru-paru gara-gara beberapa tahun bekerja diantara para perokok. tapi mereka memang dengan sadar untuk terus merokok. Si Olin ini dengan berani menegur seorang penumpang di angkot yang merokok. Mungkin tidak semua kita tahu dan sadar bahwa menjadi perokok pasif (orang-orang yang secara tidak sengaja terhisap asapa rokok yang diproduksi oleh para perokok di sekelilingnya) itu relatif lebih berbahaya di banding perokok aktif. Saya selalu merasa terganggu jika ada orang yang merokok di sekitar saya. dalam perjalanan kereta Solo-Jogya. Begitu mungkin argumentasi mereka. yang rugi tubuh mereka sendiri. “Maaf. Sesungguhnya yang paling memungkinkan itu adalah kita: Orang-orang yang bukan perokok dan sadar akan dampak negatif rokok. apakah anda rela menderita akibat yang bukan merupakan hasil perbuatan anda? Karena itu anda berhak sekali untuk melindungi diri anda dengan menolak menghisap asap rokok dari para perokok. Seperti tadi saya tengarai di atas. kenapa ini tidak kita jadikan senjata untuk memperkecil ruang bagi para perokok? Bukankah dengan demikian selain kita mempertahankan hak kita untuk tidak menghisap asap rokok dan melindungi diri dari kemungkinan menderita penyakit yang disebabkan status perokok pasif. Karena tadi sudah ada yang saya tegur. namun tanpa sadar menjadi perokok pasif. Kalaupun rugi. Beberapa saat kemudian seorang penumpang masuk dengan rokok menyala di sela jari-jarinya. saya kembali beraksi. mereka tidak merugikan orang lain. Mereka tahu betul akan bahaya rokok. Dia mengangguk dan membatalkan rencananya untuk menyalakan rokok. Hingaga kemudian suatu hari saya membaca salah satu serial Olin karya Ali Muakhir. Mas! Bagaimana kalau merokoknya nanti saja saat sudah di luar kereta? Saya tidak tahan dengan asap rokok”.pemerintah menyikapi masalah rokok ini.

Ada sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis terkenal. Buku tersebut . membalas kezaliman dengan sikap memaafkan. kalau saja kita semua yang bukan perokok mau peduli akan hak kita untuk tidak menjadi perokok pasif dan menggunakannya. maaf. A Man Named Dave juga mengajak kita untuk meneguhkan hati. “Terima kasih”. Jadi silakan anda gunakan plastik ini untuk menutup muka anda agar anda dapat menikmati sendiri asap rokok itu”. Dan saya terpikir. menendang. ruang pertemuan. Masalahnya adalah. tulisan ini bukan untuk anda. anda tinggal memberinya masker plastik dan katakan. tetap cuek bebek dengan rokoknya meskipun sudah kita tegur? Gampang. karena tidak seperti buku sebelumnya yang membuat dada berdegub. sebaiknya anda hatihati jika akan merokok di tempat umum. kita punya kemampuan untuk merubah sedikit wajah dunia dengan menggunakan hak kita. selama tidak kurang dari delapan tahun –sejak usia 4 tahun hingga usia 12 tahun.”Mas. (Azimah Rahayu/azi_75@yahoo.mengalami berbagai siksaan yang sangat brutal dari ibunya sendiri yang menganggap Pelzer hanya sebagai “It” yang bisa diperlakukan dengan seenaknya. melemparkan dari atas menggelundung ke dasar tangga. Di Bus. Jika ada diantara anda yang membaca tulisan ini adalah seorang perokok. Dave Pelzer. Sebuah kebesaran hati yang mengesankan dari Dave Pelzer bahwa kemudian ia tak sedikitpun menyalahkan sikap The Mother (ibunya) selama delapan tahun itu yang menyebabkan ia tak bisa lepas . “Anda berhak merokok di sini sebagaimana saya berhak untuk tidak menghisap sampah asap rokok anda. Anda mau coba? Ayo. angkot. dari pada anda 'malu ati' karena ditegur orang nanti. boleh rokoknya dihabiskan di dekat pintu?” Rupanya dia malas kalau merokok harus menjauh dari teman-temannya. kata saya. yang menggambarkan sebuah kisah tentang keberhasilan dan kekuatan dari sikap memaafkan. menginjak-injak bahkan mencekiknya sampai nyaris mati. meninju. kantor dan lain-lain. seberapa tinggi kesadaran anda untuk mempertahankan hak tidak menjadi perokok pasif? Seberapa besar pula nyali dan kepercayaan diri anda untuk menegur? Semuanya tergantung kepada anda.yang merupakan kesimpulan dari dua buku Pelzer sebelumnya yang menjadi best seller. halte. Dua pengalama di atas memberi keberanian dan kepercayaan diri pada saya untuk menerapkan hal yang sama di tempat-tempat umum lain. maka ruang bagi para perokok akan makin sempit. Sebagaimana digambarkan Pelzer. Bagaimana jika ada yang tebal muka. Tapi kalau anda terlanjur membaca. A Child Called “It” dan The Lost Boy – begitu menyentuh hati siapapun yang membacanya. Maka rokok itu langsung ia injak. Mereka sebenarnya sungkan andai saja anda berani menegur. berjudul A Man Named Dave.com) Mulianya Memaafkan Publikasi 18/10/2002 08:58 WIB eramuslim .

yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengukur kadar marah itu sesuai dengan tingkat kesalahan orang membuat kita marah. dan menelan kemarahan itu karena ketidakmampuan untuk melampiaskannya seketika maka ia akan kembali ke dalam bathin dan menyelinap ke dalamnya lalu menjadi kedengkian. Memaafkan adalah sikap yang diberikan secara ikhlas terlepas orang yang melakukan kesalahan. Said Hawwa menerangkan tentang empat kategori manusia dalam hal kemarahan. Dalam buku Mensucikan Jiwa. bukan memberi maaf. Bahwa kesabaran seseorang memang ada batasnya dan pada saatnya telah melampaui ambang batas itu. Hanya saja. Imam Ghazali pernah mengajarkan bagaimana seharusnya seorang mukmin melampiaskan kemarahan. sangat wajar bilang seseorang harus marah. karena memaafkan bermakna lebih mulia ketimbang memberi maaf. Sikap yang sebaiknya dilakukan seseorang adalah. lambat tersulut dan cepat reda. jelas perintah dalam surat Ali Imran ayat 134. dan atau ketidakadilan itu memintanya atau tidak. Memaafkan. ketiga. Berkaitan dengan itu. salah seorang penulis Chicken Soup for The Soul mengatakan bahwa Pelzer adalah bukti nyata yang menunjukkan bahwa kita masing-masing memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri. Kedua. selagi tidak mengakibatkan redanya ghirah dan semangat pembelaan kebenaran. makanya Rasulullah pun pernah mengatakan bahwa memaafkan adalah sikap mulia dari seorang mukmin. selain juga kemarahan yang dilampiaskan masih wajar dan berada dibawah kesadaran yang tinggi. yang pertama. Jenis ini yang paling buruk. cepat tersulut dan lambat redanya. Hingga akhirnya Pelzer menemukan dirinya sendiri di dalam hati. sikap dan tindak semena-mena. Bahkan dalam catatan di belakang buku tersebut. Karena jika kita tak mampu melakukannya. Sungguh membutuhkan kebesaran jiwa untuk bisa memaafkan kesalahan orang tanpa menunggu orang memintanya. merasa benci kepadanya dan lari darinya. Jenis ini yang paling terpuji.dari bayang-bayang masa lalu. Bahwa juga sikap seseorang yang meminta dimaafkan setelah melakukan satu kesalahan pun sudah begitu bagusnya. selain memaafkan adalah meningkatkan kebaikan terhadapnya sebagai perlawanan terhadap hawa nafsu dan syetan . Dan sikap memaafkan itu dikatakan Allah sebagai satu sikap orang-orang bertaqwa yang Allah sediakan bagi mereka syurga seluas langit dan bumi. dan rasa sebagai orang menang. karena sikap memberi maaf setelah orang meminta maaf saja sudah sedemikian luhur. makna kedengkian ialah hati senantiasa merasa berat dalam menelan kemarahan. Kata Said Hawwa. Inilah yang sulit. Sedangkan yang keempat. lambat tersulut dan lambat pula redanya. karena pada saat itu kita telah membunuh kesombongan. seperi ilalang yang cepat tersulut dan cepat pula reda. tak peduli pengalaman seburuk apapun yang menimpa diri kita. seperti pohon bakau. Jack Canfield. Bayangkan betapa mulianya orang-orang yang mampu “memaafkan”. Kedengkian adalah buah dari kemarahan. sampai ia mampu membebaskan diri.

Ia menemukan bahwa orang Amerika yang memiliki kecerdasan atau IQ diatas 125 umumnya bekerja pada orang yang memiliki kecerdasan rata-rata 100. ikhlas menghadapi berbagai cobaan. Artinya. menzhalimi Rasulullah dan para sahabat sampai Izrail pun tak kuasa ‘menahan amarah’ dan menawarkan membalikkan gunung untuk ditimpakan kepada kaum Thaif. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Ketika Orang Cerdas Jadi Bodoh Publikasi 17/10/2002 08:51 WIB eramuslim . Begitu juga dengan peristiwa Thaif. sedemikian kejamnya masyarakat wilayah itu melempari batu. emosi sangat mempengaruhi kehidupan manusia ketika mengambil keputusan karena tidak jarang suatu keputusan diambil melalui emosinya. Rasulullah juga menekankan pentingnya setiap mukmin untuk memiliki kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri.Meski setiap hari harus menerima ludahan dari seorang kafir quraisy. Tidak ada sama sekali keputusan yang diambil manusia murni dari pemikiran rasionya karena seluruh keputusan manusia memiliki warna emosional. Jika kita memperhatikan keputusan-keputusan dalam kehidupan manusia. bahwa yang menentukan sukses dalam kehidupan manusia bukanlah rasio tetapi emosi. Rasulullah mengajarkan (sekaligus mempraktekkan) keutamaan memberi maaf. Menurut Goleman. Emotional Intellegence memaparkan tentang satu bagian penting dalam jiwa manusia yang bernama emosi yang dikatakannya justru sangat menentukan kebahagiaan dan penderitaan manusia. dan termasuk perbuatan orang-orang yang mencapai maqam Muqarrabin (orang-orang yang dekat dengan Allah). ketika orang cerdas jadi bodoh. dari hasil penelitiannya ditemukan satu situasi yang disebut dengan When smart is dumb. Lebih umumnya. Namun manusia agung itu lebih memilih memaafkan. bukan pada rasio. orang yang cerdas umumnya menjadi pegawai dari orang yang lebih bodoh dari dia. dan tenang dalam tekanan. Karena itulah hendaknya kita memperhatikan kecerdasan emosi selain kecerdasan otak. Disebutkannya. yang kemudian kita lebih mengenalnya dengan istilah sabar. ternyata lebih banyak ditentukan oleh emosi daripada akal sehat. namun kesuksesan seringkali ditentukan oleh kecerdasan emosional. itulah yang disebut sabar. Ia biasanya tabah dalam menghadapi kesulitan. dan bahagianya manusia. sengsara. Bahkan ia membalasnya dengan menjadi orang yang pertama kali menjenguk ketika si peludah itu sakit. Kecerdasan intelektual memang bisa membantu orang meraih kesuksesan. Berkaitan dengan ini. tambah Golemen. Daniel Goleman dalam bukunya yang menjadi best seller. namun Rasulullah Muhammad Saw tidak pernah menaruh dendam ataupun kebencian. Orang yang paling sabar adalah orang yang paling tinggi dalam kecerdasan emosionalnya. . Pada emosi. bergantung suka. duka. Dan kecerdasan emosional diukur dari kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri.maka hal itu merupakan maqam orang-orang yang tergolong shiddiqin.

Kak! Padahal sudah saya kembalikan bareng punya saya. pengunjung taman bacaan yang lain datang. tangan ini refleks memukul kepala. terlepas orang yang melakukan kesalahan itu memintanya atau tidak.” sahut Oki saudara kembar Niki. Kak. Ia takut-takut mengembalikan buku yang sudah berubah muka. buku itu sudah tiga hari di tangan Niki. Dan tidak jarang pada saat itu. Rasulullah yang kita kenal tak memiliki kemampuan membaca dan menulis ternyata memiliki kecerdasan emosional yang luar biasa tinggi. Demikian juga dengan kesadaran dan ketenangan yang tinggi dalam menghadapi berbagai kesulitan.” Dan Ika pun berhenti menangis. Kunci suksesnya adalah mengendalikan emosi dan menahan diri (sabar). Saya tersenyum dan memeluk Ika.Seringkali kita menjumpai orang yang bersikap bodoh hanya karena tidak mampu mengendalikan emosinya. ya?” . “bodohnya aku”. “Ada apa?” tanya saya. sehingga ia tak melakukan kebodohan dari ketergesa-gesaan atau amarahnya yang biasanya berujung pada penyesalan. “Bukunya jatuh ke got. Beberapa saat kemudian.Sore itu. Sampulnya lecek bekas basah dan diselotip asal-asalan. Jangan Kalah Sama Anak-Anak! Publikasi 15/10/2002 07:14 WIB eramuslim . Ika. Kak!” jawab gadis kelas dua SD itu takut-takut. Mulialah mereka yang melakukan itu. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Etika Meminjam. “Ika sedih dan takut dimarahin karena bukunya hilang. anak-anak sedang ramai di Taman Bacaan saya. Ika anak baik. begitu. ”Oh. Niki.” Nisa menjelaskan. Kemarin dia takut mengembalikan buku. ya? Nah. bukunya bukan hilang tapi dikembalikan. Besok lagi hatihati. Di daftar pinjaman. Bayangkan betapa luhurnya orang yang memberi maaf kepada mereka yang melakukan kesalahan. Terima kasih Niki sudah berusaha membenahi bukunya. Tiba-tiba suara tangis pecah meningkahi keramaian. Padahal perintah-Nya adalah memaafkan. kenapa kok bukunya baru dikembalikan?’ tanya saya. Nangisnya udah yaa. “Niki. gadis 5 tahun itu tengah duduk di bangku sambil tersedu-sedu menutup muka dalam rangkulan kakaknya Nisa. “Ika pikir buku yang dipinjamnya hilang. Saya buru-buru menghentikan aktifitas mencatat buku yang akan di pinjam dan turun ke halaman. meski sesekali sedu sedannya masih terdengar. ”Iya.

buku-buku self help dan How to’s dan lain dan lain. adakah buku teman yang belum kita kembalikan? Selain taman bacaan anak. ”Kak. Tapi berapa kali kita mengembalikan buku yang kita pinjam kembali dalam kondisi sperti awal dipinjamkan? Dan berapa pula yang tak kembali? Atau. Bahkan di kalangan para aktifis yang sudah mengerti Islam. kejadian di atas juga mengingatkan saya atas fenomena (kalaulah bisa disebut fenomena) kurang dipenuhinya adab pinjam meminjam di kalangan dewasa. Padahal mereka masih kecil. Dan rasanya.Suatu hari yang lain. Dan saya pikir justru karena itulah saya ingin dan tertantang untuk mengubahnya. Terutama pemilik rumah yang tidak setuju dan menganggap anak-anak itu hanya mengganggu. Tapi itu dulu sekali. Padahal pula selama ini mereka dicap ‘kurang baik’ oleh beberapa orang dewasa yang saya kenal di lingkungan kami. Saya menganggap mereka orang dewasa yang sanggup menjaga amanah. saya selalu berpesan agar buku dijaga dan dikembalikan segera jika sudah selesai. tapi yang kecil saja yaitu buku. Sini. Setiap kali meminjamkan buku. Lain kali hatihati ya?” jawab saya. juga mereka punya kebiasaan mencuri. saya lebih berhati-hati menyimpan barang berharga). Ihsan mendekati saya takut-takut sambil bertanya. karena beliau lebih paham tentang lingkungan tinggalnya. Dari berbagai majalah. Pernah memang. ada saja buku yang kembali dalam kondisi kotor maupun bekas basah maupun halamannya bredel. kita selotip bareng-bareng. Namun sedihnya. Ada juga buku yang sejak dipinjam tak pernah kembali. Buku-buku itu juga saya pinjamkan secara terbuka kepada teman-teman saya atau temannya teman saya. Kejadian di atas adalah contohnya. “Kenapa? Kamu ingin beli?” Dia membuka lembaran tengah yang robek dan menunjukkan ke saya dengan air muka penuh rasa bersalah. Barangkali beliau benar. Setiap kita pasti pernah meminjam buku atau meminjamkan buku. dengan harapan mereka akan membalas kepercayaan saya (tentu saja di sisi lain. Saya tak ingin membahas yang besar-besar. selembar uang lima ribu rupiah di meja hilang saat saya tinggal ke dalam. Saya berusaha memberi kepercayaan kepada anak-anak itu. kegiatan saya menjalankan rumah bacaan di tempat saya tinggal bukan tanpa hambatan. beli buku ini dimana?”. Sungguh saya terharu dengan usaha anak-anak itu menjaga amanah. . Ada yang merasa sudah mengembalikan tapi nyatanya buku itu tak pernah sampai ke tangan saya. buku-buku referensi keagamaan. Ya. “Oh. Uang maupun barang. Namun di sisi lain. saya pikir usaha itu tidak sia-sia. novel Islami dan novel umum. saya juga punya koleksi cukup banyak buku untuk orang dewasa. Karena suatu hal besar itu dimulai dari hal kecil. bukunya robek.

saya yakin bukan karena mereka meremehkan atau bermaksud mengukuhi buku itu. Sedang kita. Kalau anak-anak lupa mengembalikan atau tidak mengembalikan. mereka kelihatan cuek dan tak mau tahu siapa yang memegang buku pinjaman berantai itu. orang dewasa? Apalagi sudah belajar Islam? Semestinya kita lebih bisa memenuhi adab ini dan mengajarkan pada anak-anak. Cukup sering saya mendapat jawaban dibawah saat saya menanyakan buku-buku yang mereka pinjam. “Aduh. meskipun sering ditanggapi tidak enak. Azimah Rahayu (azi_75@yahoo. Sebagaimana hutang yang dapat menghambat seseorang masuk surga. Betapapun statusnya tetap barang pinjaman.com) Agenda Profesional Muslim di Era Cyber Publikasi 14/10/2002 07:51 WIB eramuslim . penuh konflik dan mengalami ketergantungan terhadap Barat. kalangan Muslim profesional adalah sebuah kakuatan ummah. hal-hal seperti ini mendapat perhatian lebih dari kita semua. ntar deh ditanyain”. Pinjam meminjam buku juga sudah biasa. . tolong mbak lihat di rumah dan saya lihat juga di rumah. waktu itu dibaca sama si anu. “Oh belum saya kembalikan. sebenarnya adalah suatu usaha untuk menjaga si peminjam dari perbuatan dzalim terhadap dirinya sendiri maupun Saudaranya. Ya udah. mengingatkan atau bersikap tegas dalam hal ini. Perkembangan era cyber bahkan menyediakan celah untuk meningkatkan kemampuan ini.Ada lagi yang sudah ditelepon berkali-kali namun selalu saja ada alasannya untuk tidak mengembalikan buku. Sudah tiba masanya. Tapi apakah karena sudah biasa dan ‘hanya sebuah buku’ lantas membuat statusnya sebagai barang pinjaman yang mesti dipenuhi adabnya batal? Saya kira tidak.Tatkala negeri Islam dalam keadan terbelakang. *** Buku memang hanya sebuah buku.” Atau. tetapi lebih karena mereka belum paham makna ‘meminjam’ dan bagaimana adab terhadapnya. Kalo di rumah saya ada berarti memang belum saya kembalikan. kalangan Muslim profesional mempunyai kemampuan untuk menjadi agen perubahan. Menegur. berkembang dan tegaknya khairu ummah. Sebagai sebuah kekuatan ummah. maka saya khawatir demikian juga halnya dengan barang pinjaman. mengarahkan dan mendayagunakannya untuk menggerakkan perubahan menuju cita-cita gerakan Islam yaitu tumbuh. Ketika ditanya lagi. ya? Saya lupa nih.

Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu membersihkan hati. Pertama. keluarga dan lingkungannya sebelum dapat berperan sebagai agen perubahan. menyegarkannya dengan kesejukan. dan aspirasi sebagai Muslim. interaksi dan kolaborasi lintas kepentingan. mengembangkan emosi. pribadi-pribadi Muslim mengembangkan visi kehidupan Islami dalam kehidupan pribadi. dan dari teknologi konstruksi hingga teknologi kimia. lintas masyarakat. dakwah dan amal Islami pada umumnya. dan berkembangnya komunikasi. perusahaan. terbangunnya sebuah peradaban cyber yang global.Kekuatan utama dari kalangan Muslim profesional yang dapat didayagunakan adalah penguasaannya atas bidang-bidang keahlian. Emosi sebagai Muslim yang perlu disuburkan adalah cinta kepada Allah. Penguatan ancaman ini merupakan dampak dari tertembusnya batas-batas geografi. keluarga. Rasul dan jihad. Di antara indikator erosi ruhiyah adalah melemahnya emosi dan interaksi terhadap Al Qur'an. Dengan emosi sebagai Muslim. Agenda muslim profesional perlu mencakup suatu perubahan yang mendasar. Ancaman terhadap kalangan Muslim profesional di atas juga semakin menguat di era cyber. . organisasi maupun masyarakat. Untuk dapat menyelamatkan diri dari ancaman ini. kalangan profesional Muslim perlu mengembangkan suatu agenda. dan menyuburkan emosi sebagai Muslim. tenaga. dan layunya hubungan emosional dan intelektual antara ummah dan pemimpin dalam masyarakat Islam. emosi dan pemikiran bagi berinteraksi dan berkolaborasi dalam aktivitas tarbiyah. berkembangnya pacaran dalam hubungan dengan lawan jenis. Agenda ini perlu dimulai dari pribadi. Di antara indikator polusi budaya adalah penerimaan pemikiran dan budaya Barat dalam berbagai bidang kehidupan seperti ketidakpedulian terhadap bahaya riba dalam ekonomi dan bisnis. menyeluruh dan berkelanjutan. polusi budaya dan erosi ruhiyah. mengembangkan solusi tepat guna untuk ummah ataupun mendukung aksi pengembangan ummah yang dikembangkan LSM ataupun pemerintah. kejernihan dan ketenangan iman. dan kelelahan dalam kehidupan yang tidak mempunyai tujuan bagi pengembangan ummah. sangat beratnya menegakkan Qiyamul Lail dan keringnya hati dalam empati terhadap permasalahan dunia Islam. Tantangannya adalah kalangan Muslim profesional perlu mengembangkan agenda perubahan di dalam diri. keluarga dan dikembangkan untuk berpengaruh dalam lingkungan sosial. Bidang keahlian ini beraneka ragam dari teknologi antariksa hingga teknologi pertanian. Adalah lumrah diantara kalangan Muslim profesional untuk mengalami kesulitan menyediakan waktu. dan lintas budaya. Di antara indikator dari eksploitasi sumber daya manusia adalah kesibukan. dari teknologi informasi hingga teknologi permesinan. Dengan keahlian yang dimilikinya kalangan Muslim profesional dapat terlibat mencerdaskan ummah. visi. Kalangan Muslim profesional perlu berjuang untuk menyelamatkan diri dari bahaya eksploitasi sumber daya manusia.

mendukungnya dan mendorongnya agar senantiasa menjadi pribadi Muslim yang . misi dan nilai dari gerakan Islam dalam kehidupan tarbiyah. Keempat. mengumpulkan informasi intelijens sosial kemasyarakatan. memahami fikrah Islamiyah. membina keluarga yang sakinah. Dengan pemahaman ini pribadi-pribadi Muslim profesional dapat bergerak dengan panduan nilai-nilai Islam di jalan Islam dan demi ridha Ilahi. bergerak dan mendukung pengembangan ummah. Kedua. baik yang baik maupun yang buruk. tentang Al Qur'an. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu mempunyai pemahaman yang mendalam tentang makna syahadatain. berkarya dan bekerjasama. dan yang sangat strategis. Bagi pribadi-pribadi Muslim keluarga yang sakinah. pengetahuan ini perlu dijalankan. Selanjutnya pribadi-pribadi Muslim profesional diharapkan mengembangkan creativity bagi pengembangan idea. seperti bunga-bunga di taman yang menebarkan wangi. dunia maupun gerakan Islam ini. Keenam. dakwah dan jihad yang berkembang di negeri Islam. keterlibatan dan aksi yang tepat. pribadi-pribadi Muslim bangun. kalangan Muslim profesional bisa mengembangkan kapasitas. Dan untuk berjalannya proses perubahan yang berkelanjutan. bagi berkembangnya ummah maupun bagi tertegakknya Islam sebagai jalan hidup. hidup. berjuang. pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih segar. tentang rukun iman dan rukun Islam. Dengan pemahaman ini. Ketiga. dakwah dan jihad. Pribadi-pribadi Muslim dituntut mengumpulkan informasi intelijens untuk memahami dinamika perkembangan ummah. pribadi-pribadi Muslim profesional perlu mengumpulkan informasi intelijens untuk mengetahui perkembangan tarbiyah. dan ummah. Kelima. bergerak. Dari pribadi Islamilah diharapkan mekarnya akhlaq Islami. pribadi-pribadi Muslim profesional dituntut membangun endurance. Pribadi-pribadi Muslim profesional perlu membangun competency dalam bidang keahlian masing-masing. Dengan pemahaman ini. membangun syakhsyiyah Islamiyah dan mengembangkan akhlaq Islamiyah. Selanjutnya. Ini adalah kekuatan inti dari kalangan Muslim profesional yang bisa disumbangkan untuk pengembangan ummah. mencakup keadaan. berdiri. bagi pribadi-pribadi Muslim profesional sendiri. Lebih lanjut. memahami visi. terlibat. Berbekal informasi intelijens akan berbagai perkembangan dari ummah. creativity dan endurance. berdiri dan bergerak dengan suatu aspirasi yaitu tercapainya keadaan yang lebih baik bagi dakwah. menggunakan berbagai media pembelajaran yang tersedia. membangun competency. bersemangat. tegar.Dengan visi ini. mawadah wa rahmah dapat mengawalnya. pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih terarah menuju terbangunnya khairu ummah. maupun perubahan yang sedang berlangsung. mawadah wa rahmah. ialah kesabaran untuk terus terlibat. Keluarga mempunyai peran strategis. Informasi intelijens juga dibutuhkan untuk memantau perkembangan dunia baik perkembangan yang mendukung pengembangan ummah maupun yang mengancam keberlangsungan ummah. produk atapun layanan untuk memecahkan masalah ummah. diterapkan dan ditegakkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbangun kepribadian Islami.

Bukan karena usiaku yang belum bisa mengenal secara detail siapapun. Hingga aku dewasa. atau setidaknya merangkul menenangkan ketika kalah berkelahi. Kecuali sesekali di hari minggu. Sampai akhirnya. keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah kelompok terdiri suami. Kerut-kerut diwajahnya menggambarkan . juga untuk keperluan sekolahku dan adikadikku. Ini dapat terus diperluas ke organisasi dimana pribadi-pribadi Muslim menjadi anggota untuk mengembangkan aturan. aku hampir tak pernah mengenalnya.net) Maafkan Aku. istri dan anak-anak yang berkarya bersama dan sinergis untuk ummah.Sewaktu usiaku belum lima tahun. Pria dewasa yang sering kujumpai di rumah itu sibuk dengan semua pekerjaannya. membutuhkan emosi. Sejak aku mulai sekolah hingga masa remaja. Namun meski sekali. dua hari. aku tidak. kebijakan. keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah qudwah. Akhirnya masyarakat pada umumnya melalui media-media massa yang ada. Bagi ummah. pria ini masih kuanggap orang asing meski sesekali ia mengajariku berbagai hal dan memberi nasihat. membina lingkungan. aku merasa sangat senang dengan keberadaanya. ummah dapat berharap bahwa kalangan Muslim profesional akan membawa perubahan yang strategis bagi terbangunnya khairu ummah. seminggu. kutemukan pria ini lagi sehari. organisasi dan masyarakat. Dengan menjalani. agar sejalan dengan budaya Islam. intelektual dan fisik yang tangguh untuk menjalani. ia tak segagah dulu saat aku pertama mengenalnya. Ayah Publikasi 11/10/2002 08:13 WIB eramuslim . Ketujuh. aku menganggap pria ini tidak lebih dari sekedar pria tempat ibu meminta uang bulanan. Eko Budhi Suprasetiawan Muslim Information Technology Association (ekobs@developerforce. Rambutnya sudah memutih. berdirinya tak lagi tegak. atau tauladan bagaimana Islam ditegakkan dalam kehidupan. langkahnya pun mulai goyah dan lambat. tapi lebih karena pria ini hampir tidak pernah kujumpai. Demikianlah agenda yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim profesional untuk bisa terlibat dalam pengembangan ummah. Tidak seperti anak-anak lainnya yang mempunyai seorang pria dewasa yang membela mereka saat berseteru dengan teman mainnya. Bagi Islam sebagai jalan hidup.bergerak. Pribadi-pribadi Muslim diharapkan secara proaktif membina lingkungan sosial seperti persahabatan. mendaki dan berliku. menyusuri dan menegakkannya. ia seharian penuh berada di rumah dan mengajakku bermain. Agenda profesional Muslim adalah panjang. mailing list dan juga lingkungan kerja. aksi yang mendukung pengembangan ummah. menyusuri dan menegakkannya dengan kesabaran. sebulan dan bahkan seterusnya berada di rumahku.

anaknya. bahwa ia rela kehilangan kesempatan untuk mencurahkan kasih sayang dan cintanya kepadaku demi bekerja seharian penuh sejak dinginnya shubuh masih menusuk kesunyian hari saat aku masih tertidur hingga malam yang larut ketika akupun sudah terlelap. Kata ayah seperti diceritakan ibu. Dan itu berlangsung terus selama beberapa tahun. Kusadari kini. peluh dan lelahnya sepulang kerja demi membuat aku tetap senang. Bahkan suaranyalah yang pertama kudengar dengan lembut menerobos kedua telingaku dengan lantunan adzan dan iqomat hingga aku tetap mengenali suara panggilan Allah itu hingga kini. atau celananya yang beberapa kali ditambal. menemani ibu hingga saat persalinan. pria ini justru yang pertama kali menyambutku ketika pertama kalinya aku melihat dunia. Bahkan menurut ibu. semua dilakukannya untukku. Dari ibu juga aku mengetahui. susu dan makanan terbaik agar aku tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. pria ini selelah apapun ia tetap tersenyum dan tak pernah menolak saat aku mengajaknya bermain dan terus bermain. ia juga rela ketika harus terus menggunakan kemeja usangnya untuk bekerja. Ia tak pernah menghiraukan penat. Ia tak mengeluh harus bangun berkali-kali dimalam hari bergantian dengan ibu untuk sekedar menggantikan popok pipisku atau membuatkanku sebotol susu. Maafkan aku Ayah. Bahkan suaranya pun terdengar parau menyelingi sakit yang sering dideritanya. tak akan menghormatinya karena merasa asing dan tidak akan memprioritaskan perintahnya karena hampir tak pernah dekat. memberi aku contoh bagaimana menghadapi kenyataan hidup yang penuh tantangan. kutahu engkau juga tak kalah cintanya kepadaku dengan kecupan hangatmu saat hendak berangkat kerja dan juga sepulangnya ketika aku terlelap. bahwa anak-anaknya tak akan mengenalnya. Untuk sebuah cinta yang tak pernah ia harapkan balasannya. karena pria ini yang mengantar. Ia tahu resiko yang harus diterimanya kelak. Terima kasih Ayah.kerasnya perjuangan hidup yang telah dilaluinya. Meski tak banyak waktu yang kau berikan untuk kita bersama. Kini pikiranku jauh melayang pada sayup-sayup suara ibu. “nak. Seperti halnya ibu. Ayah tak pernah mengeluh meski cinta dan pengorbanan itu sering terbalaskan dengan bantahan dan sikap kurang hormatku. Kerut diwajahmu. Cerita ibu. aku tak pernah membayangkan sedemikian besar cinta dan pengorbananmu kepadaku. yang untuk semua itu ia ikhlas menggadaikan rasa kantuknya. tidak cengeng dan mandiri. . tak akan lebih mencintainya seperti mereka mencintai ibu mereka. sambil menyusuiku ia memperkenalkan pria ini setiap hari. ia lakukan semua demi aku. Ibu juga pernah bercerita. ini ayah …” meski aku pun belum begitu mengerti saat itu. Meski kasih sayang yang kau berikan hanya berbuah penilaian salahku tentangmu. namun sedetik keberadaanmu telah mengajarkan aku bagaimana menjadi anak yang tegar. uangnya lebih baik untuk membelikan aku pakaian. Tapi kini kutahu.

sebagai kakak tertua dari enam adiknya.Namanya Hambali. kini ia harus melakukannya sendiri. Nampaknya. Salma. bahwa kasih sayang Allah tengah tercurah kepada mereka. perjumpaan sesaat sebelum tidur semalam adalah terakhir kali mereka bercanda dengan ayah mereka. ia merasa harus menunjukkan bahwa bagaimanapun kesedihan melanda. ibunya telah terlebih dulu meninggalkan mereka saat melahirkan si kecil. Saya yakin selama ini Allah sudah menyayangi kami. Hambali dan semua adiknya. seraya bersegera membalas cinta-Nya”. meninggal dunia. menumbuhkan keyakinan didiri kami kalau Allah ingin lebih total mencurahkan cinta dan kasih sayangnya. Ia tersenyum melihatku. dini hari sekitar pukul 03. namun meski terburuburu ia masih menyempatkan diri menjadi masbuk atau bahkan setelah jama’ah lainnya sudah mengucapkan salam. tanpa ada lagi tempat mengadu. bahu dan punggungmu yang tak sekekar dulu lagi. apalagi minta uang saku sekolah bagi adik-adiknya. Pasalnya. aku bertemu Hambali. sambil berpikir bagaimana berjalan tanpa pegangan kokoh yang keduanya telah hilang sekarang. Subhanallaah … aku tak menyangka Allah berikan kekuatan hati melebihi ketegaran batu karang di lautan. memang bersedih ketika ayah mereka meninggalkan mereka saat tengah terlelap. kalau dulu sewaktu ibu meninggal.00 ayahnya yang tukang angkut sampah di perumahan sekitar tempatku tinggal. Tak apalah. masih ada bapak yang menyayangi. Tetap tegak menatap hari esok. Tapi kini. dan terkadang memaki-maki Allah menganggap Ia tak adil memberikan .Jangan menangis Ayah. Ingin aku bisikkan kepadamu. kalau dulu ada yang membantunya membangunkan adik-adiknya untuk bersiap-siap shubuh di masjid. Ia sudah kembali bekerja –menjadi pesuruh di sebuah lembaga tinggi negara-. dua belas tahun lalu. mereka tak bolah larut. Sebelumnya ia tak pernah begitu. Hambali dan semua adiknya. Pagi ini di depan gang sambil menunggu kendaraan. wajar karena empat hari yang lalu. Cara Dia mengambil bapak dari tengah-tengah kami. keyakinannya terbukti. lebih kokoh dari gunung-gunung yang berdiri menjulang kepada seorang anak yatim piatu. Tak dinyana. tanpa bimbingan orangtua. Namun pagi itu Hambali memberi pelajaran terbaik buatku ketika ia mengatakan. Saat itu juga aku menengok ke dalam hati ini yang begitu kerdil. katanya. tinggal bagaimana kami tetap tawakal dan bersyukur atas segala kehendak-Nya. padahal masih ada kegetiran didadaku merenungi nasib Hambali dan adikadiknya. sering tidak kuat ketika menerima cobaan hidup. “Aku mencintaimu …” Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Ada Yang Lebih Tegar Publikasi 10/10/2002 07:44 WIB eramuslim . yang penting ia dan adik-adiknya tak absen ke masjid untuk berjama’ah. cengeng. 25 tahun. “Allah menyayangi anak-anak yatim. Namun Hambali tetap tegar. bahkan nafasmu yang mulai tersengal. keyakinan saya bertambah bahwa Allah semakin sayang kepada kami. Makanya. meski kini kau nampak tua dan lelah. kakak dari enam adik itu sudah tiga hari ini selalu terlambat datang ke masjid untuk sholat shubuh berjama’ah.

Padahal. tengoklah kesamping kanan dan kiri kita. Hambali. keadaan ekonomi keluargaku pun masih lebih baik dari Hambali. atau setidaknya kedua orangtuaku akan memapahku seraya membangunkanku ketika aku jatuh.keputusan-Nya kepadaku. Padahal sesungguhnya saat itu juga. Lagi pula. Jika anak-anak yatim itu melihat kecengenganku ketika tertimpa cobaan kecil saja misalnya. sementara kita sibuk setiap hari membeli model terbaru untuk penampilan kita. Tentu bukan hanya Hambali dan Salma anak yatim di negeri ini. kita membiarkan kunci surga itu terbuang begitu saja atau diambil orang-orang selain kita yang memang berlomba mendapatkannya. Tak semestinya. aku disampingku masih ada dua orangtua yang sehat dan bugar. Lalu apa artinya sholatku selama ini jika keberadaanku tak berarti apapun bagi anak-anak yatim dan orang miskin di sekitarku. tapi tak pernah bergetar menyaksikan mulutmulut ternganga yang memperhatikan kita dibalik kaca restoran. Tidak sedikit dari mereka yang tak memiliki pakaian layak. Dengan kelebihan yang kupunya. justru karena setiap hari mereka ditempa cobaan yang tak henti-hentinya. seharusnya juga aku bisa menjadi kaki-kaki kokoh yang membantu Hambali dan anak-anak yatim itu tegak berdiri. Nampaknya falsafah air semakin ditekan kebawah semakin besar dorongannya keatas. Karena bukankah salah satu kebahagiaan ramadhan adalah sahur dan berbuka bersama dengan seluruh keluarga. juga semua anak-anak yatim di negeri ini jauh lebih tegar. Mungkinkah masih ada keceriaan di hari raya nanti bagi mereka. Padahal Allah menempatkan urutan diatas sebelum memperbaiki sholat seorang mukmin adalah memperhatikan anak-anak yatim dan orang miskin (QS. sehingga mereka menjadi terbiasa menghadapi semua cobaan. agar senyum keceriaan menikmati hidup tak hanya milik orang-orang berpunya. aku tak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Hambali. Hmmm. seharusnya kuberikan sebagiannya kepada mereka. sementara kita santai menghabiskan uang untuk makan di tempat mahal. hati mereka sekokoh gunung. yang Allah titipkan rezeki mereka pada sebagian dari harta yang kita miliki. jauh lebih tegar menghadapi cobaan hidup. Padahal dengan semua kelebihan yang kumiliki. menjadi pelajaran tersendiri buatku. kita tengah mengesampingkan kunci surga yang tergeletak dihadapan kita. mungkin mereka akan tertawa terbahak-bahak dan menganggap aku seorang yang tidak bakal mampu bersaing melawan kerasnya kehidupan. ketika tak ada lagi tangantangan hangat yang harus mereka kecup di hari fitri itu. Salma dan seluruh anak-anak yatim di negeri ini di bulan ramadhan yang akan segera tiba ini. Al Maa’uun). Kita merasa puas dan senang jika bisa mengajak beberapa teman untuk makan bersama. ujian hidup seberat apapun. saat tak ada lagi pakaian baru dan makanan enak di rumah mereka. seharusnya aku jauh lebih kuat dari mereka. Kalaulah si Anak Yatim Baginda Rasulullah begitu memuliakan anak-anak yatim. Jawabnya ada pada diri kita. kenapa kita yang mengaku sebagai pengikutnya tidak meniru? Wallahu’a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) . masih banyak anak-anak yang tak dapat menikmati sarapan pagi. Toh aku masih punya tempat berpegang ketika merasa tak kuat.

maka sangat indahlah bentukan-Nya". runtuh juga kejayaan bangsa-bangsa tersebut. Demikian juga halnya dengan Rasul kita Muhammad SAW. "Tuhan sendiri yang membentuk diriku. Bangsa-bangsa ini pernah berjaya. Kepadanya diturunkan Tuhan kitab Al Qur'an.Pantun Melayu yang sudah berumur ratusan tahun lalu itu mengingatkan kita akan peran budi pekerti suatu bangsa. Sebelum Al Qur'an itu disampaikan kepada orang lain. Dalam Al Qur'an banyak dikisahkan bermacam bangsa yang pernah memegang peradaban dan mencapai puncak kejayaan.Pelajaran Dari Negeri Yang Hilang Publikasi 08/10/2002 07:12 WIB Tegak rumah karena sendi. supaya manusia itu mencapai setinggi-tinggi budi dan setinggi-tinggi tujuan hidup. karena rusaknya moral (akhlak) pemimpin dan (juga) sebagian rakyatnya. "Aku diutus tidak lain hanyalah untuk menyempurnakan budi pekerti". Begitu juga di Nusantara ini dengan puluhan kerajaan Islam. ke Barat. itulah sebab kenapa Allah SWT mengutus pada tiap-tiap masa seorang Nabi dan Rasul. Romawi. Aisyah yang menyaksikan kehidupan Rasulullah SAW setiap harinya mengatakan. Budi Al Qur'an itulah yang telah menjadikan suatu ummat dan bangsa menjadi besar. namun tidak bisa bertahan dan akhirnya runtuh. "Akhlak Nabi SAW itu ialah Al-Qur'an". ke Utara dan ke Selatan. Sejarah telah mencatat bagaimana negeri-negeri Islam pada masa kekuasaan Bani Umayyah. Sehingga Allah SWT berfirman: . Dan tujuan kitab itupun dijelaskan. menegakkan suatu negara. dan peradaban yang diakui sebagai rantai emas yang gilang gemilang dalam peradaban manusia. yaitu ketaqwaan kepada Allah SWT. Namun semuanya itu berakhir. Lihatlah contoh bangsa A'ad. Tsamud. Sabdanya itu dengan tegas menjelaskan maksud kedatangannya ke alam dunia ini. Dijelas dalam Al Qur'an bagaimana Tuhan memberikan tuntunan-Nya kepada manusia. ke Timur. Untuk memperbaiki semua. yang berkumandang suaranya dibawah kolong langit ini. yaitu membenarkan kandungan dan tujuan dari kitabkitab yang diturunkan kepada Rasul-Rasul sebelumnya. Runtuh sendi rumah binasa. Bangkit dan runtuhnya suatu bangsa tercermin dari budi bangsa tersebut. Nabi Saw pun dengan tegas mengatakan. Runtuh budi runtuhlah bangsa. Sendi bangsa ialah budi. Turki Utsmani telah berabad-abad memegang peradaban dunia. Persia dan lain sebagainya. Runtuhnya negeri-negeri yang disebutkan di atas menjadi tanda bahwa budi pekertilah yang memegang peran dalam kehidupan bernegara. Negeri-negeri Islam pun pernah mengalamami kejayaan. rusaklah negeri tersebut. Bani Abbasyiah. Rasulullah sendirilah yang terlebih dahulu mengamalkannya. Bila budi di negeri tersebut rusak. namun karena rusaknya moral individu dan bangsa. eramuslim .

Diribut tunduklah padi. jangan kamu ikuti jalan yang lain. Kita seperti manusia yang tidak ada gunanya lagi hidup di dunia. engkau akan terpecah belah kalau itu juga engkau turutkan". Sekokoh apapun cobaan yang harus kita jalani. Sunnatullah yang tidak dapat diubah. Itulah tujuan kemanusian yang paling tinggi. Publikasi 07/10/2002 08:10 WIB Seberat apapun beban hidup kita hari ini . jenuh dan membosankan. Hidup kalau tidak berbudi. Cobaan dan rintangan kita hadapi tiada henti. Hari-hari yang kita lalui hampa tiada arti. insaflah akan keruntuhan selama ini.. Betapa bahagianya hidup ini bila kita jalani dengan penuh semangat dan optimisme yang tinggi... Bagi mereka yang tidak punya iman. kembalilah kepada budi Al Qur'an. Dan siapakan yang memungkiri sejarah bangsa-bangsa yang hilang. Sejenuh apapun hari-hari kita lalui Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Ilahi . Karena harapan adalah sumber kekuatan. Bangunlah kaum muslim kembali. Duduk tegak ke mari canggung. Jangan pernah berhenti berdoa kepada Rabbi. karena memang Allah menciptakan makhluknya tidak untuk sia-sia. baik di Barat atau di Timur.com) Karena Hidup Hanya Sekali . Hidup ini hanya sekali.. terlalu indah untuk kita buat sia-sia. Betapa indahnya hidup ini bila hari- . Firman Allah SWT: "Ikutilah jalanKu. (noes@indonesian-aerospace. Sebesar apapun kegagalan yang kita rasai.. Sekuat apapun godaan yang harus kita hadapi.. sejak bangsa Yunani dan Romawi kuno sampai kepada kaum Muslimin yang telah mencapai puncak kejayaan? Bagaimana mereka sampai mengalami keruntuhan dan kehancuran? Bukankah setelah budi (moral) mereka merosot jatuh? Inilah Hukum Allah. eramuslim . Kegagalan kita temui disana-sini. mengakhiri hidup yang indah ini seringkali menjadi pilihan.Kita mungkin pernah merasakan betapa tidak berartinya hidup ini."Bahwasanya bumi ini akan Kami wariskan kepada hamba Kami yang sudi melakukan amal yang mulia". Hidup berbudi itulah tujuan kita. Bangsa Indonesia khususnya dan kaum Muslimim umumnya yang saat ini sangat terpuruk dibawah cengkeraman bangsa barat harus bangkit kembali. Karena doa adalah pintu kebaikan. tegaknya budi pekerti. Dicupak Datuk Temenggung. Karena harapan adalah masa depan. Nusrizar M. Karena doa adalah senjata orang beriman. Beban hidup tarasa berat menjerat.

Sungguh aneh rasanya jika ada orang yang enggan menerima nasihat. kita adalah makhluk hidup yang tidak berguna. membiarkan diri berlumur dosa. Kemudian hidup ini pun terasa berat untuk kita lalui. Saudaraku. tidak sadar siapa diri kita. walaupun ia berkarat. . tidak tahu untuk apa kita di dunia. tanpa paku itu sebuah bangunan besar tidak akan pernah berdiri. Tapi bila kita bisa menempatkannya di tempat yang tepat. bahkan mungkin suatu saat akan terkubur bersama karat yang menyelimutinya. Masalah dan cobaan adalah bunga kehidupan orang-orang beriman. aku tunggu senyummu lagi) Beri Aku Nasihat … Publikasi 03/10/2002 08:47 WIB eramuslim . Bukan sebaliknya. menutup telinga rapat-rapat sementara membuka mulut dengan lebar sambil mengeluarkan banyak kata. “Saudaraku. kita hanyalah seonggok jasad hidup yang terlunta-lunta. Sebagai penyangga. apakah kita sudah tepat menempatkan diri. Tapi jadilah paku yang dapat menyangga kehidupan manusia. bahkan tidak tahu dengan Sang Pencipta. sambil menghela nafas kata-kata itu seperti menembus relung terdalam bathinku yang sedang berteriak keras. kita tancapkan pada sebuah dinding. tempat gantungan.Pagi ini aku menerima sebuah pesan dalam telepon genggamku dari seorang sahabat. kemudian kita berusaha memecahkannya dan mengambil ibroh dari setiap kejadiaan.hari kita jalani dengan senyum kebahagiaan dan sikap positif memandang masa depan. Betapa sejuknya bila kita sabar menghadapi setiap permasalahan. Sebuah pakupun akan menghadapi masalah pada tubuhnya bila tidak tepat menempatkan diri. Allah ciptakan mulut dengan dua katup bibir yang bisa bergerak menutup dan membuka agar manusia bisa mengerti kapan waktunya diam dan kapan waktunya bicara. bahwa sejujurnya disaat ini akulah yang seharusnya lebih banyak mengirimkan pesan semacam itu kepada semua sahabat. Walaupun kecil. Dua bibir itu pula yang seharusnya mengontrol gerak lidah yang letaknya didalam rongga mulut. terinjak. saudaraku dimana saja. atau sebagai penyatu berbagai benda. Bila ia terletak di tanah basah. Kembalilah kepada Tuhan bila kita menghadapinya agar kita tenang. Lihat. beri nasihat untukku hari ini …” Aku sempat tertegun membacanya. selalu memandang negatif setiap peristiwa. Bila kita tidak tepat menempatkan diri kita. seharusnya setiap manusia sadar bahwa keberadaan dua telinga yang ditempatkan Allah di kanan dan kiri manusia agar dapat menangkap setiap pesan dan masukan lebih banyak. Bila kita tidak memanfaatkan potensi yang ada. paku itu berguna bagi manusia. suatu saat ia akan berkarat. Jangan menjadi paku yang terletak di tanah basah. Begitu pula kehidupan manusia. Dilihat dari struktur indera yang kita miliki. dan lebih aneh lagi jika ternyata ada orang yang gemar berkata-kata tanpa banyak menggunakan telinganya untuk mendengarkan orang lain. tidak memiliki guna. (Yesi Elsandra. Fitrah dan kodratnya demikian.

jika anda sudah sering mendapatkan nasihat dari saudara anda selama ini. kita fahami bahwa apa yang keluar darinya tidak lebih dari sekedar bualan belaka. Lagi pula biasanya lidah akan bekerja jika otak sudah menerima input dari indera yang lain. filterisasinya hanya ada di otak manusia yang menyeleksi apakah setiap pesan yang masuk akan diteruskan ke hati. Sekali lagi kita mendapatkan pelajaran. kita menyadari keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. mata da indera lainnya atau tidak. kemudian kita berniat .Ada masanya dalam hidup ini. Tentu saja. Tentu saja.Sudah jelas. bahwa kecil kemungkinan orang belajar dari kata-katanya sendiri. adillah kepadanya dengan memberikan nasihat kepadanya. ini bukan sekedar latihan bahwa kelak di akhirat mulut ini akan terkunci. Paul malah menegaskan bahwa dengan mengefektifkan pendengaran. Artinya. agar aku mendapatkan suntikan energi. bahwa jika mau disadari pada saat kita berbicara yang kita harapkan adalah orang lain memusatkan perhatiannya sehingga menemukan energi baru dari kata-kata yang kita keluarkan. Keburukan dan kesalahan yang bisa jadi disebabkan karena ketidaktahuan. mengatakan bahwa otak bekerja lebih cepat daripada lidah. Lalu kenapa tidak kita yang melakukan proses mendengar itu? Oleh karenanya. Ini menyadarkan kita. arah dan motivasi yang lebih segar. arah dan fokus untuk membantunya menemukan motivasi kuat dalam langkah-langkah selanjutnya. Paul Madaule. Tentu saja. nyaris tanpa makna. Bukankah demikian perintah yang berbunyi dalam Surah Al Ashr. Di halaman lain buku tersebut. kepada sahabat yang pagi ini mengirimkan SMS untuk meminta nasihat kepadaku. Adalah sebuah prestasi besar dalam hidup ini bila kita menyadari keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. bahwa orang beriman hendaknya saling menasihati. ketidaksengajaan atau mungkin juga secara sadar kita lakukan itu dengan harapan timbul kesenangan walaupun orang lain menderita akibat keburukan kita itu. Bahwa sebenarnya saat ini aku yang jauh lebih memerlukan masukan. Direktur The Listening Centre di Toronto dalam bukunya Earobics. dimana otak menerima masukan lebih banyak dari mendengar dan melihat (dua telinga dan dua mata). karena Allah menginginkan kita terus menerus memasang telinga ini untuk mendengar. seseorang bisa mendapatkan energi baru. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Biarkan Alam Mengajarkan Kita Publikasi 01/10/2002 07:07 WIB eramuslim . terus terang aku meminta. jika bibir tidak terbuka maka lidah pun tidak akan bergerak sehingga tak ada kata-kata yang keluar. jika ada orang yang berbicara tanpa bekal masukan dari otak (sebelumnya dari telinga dan mata). Sedangkan Dia ciptakan sepasang telinga dengan cuping yang lebar tanpa kemampuan bergerak menutup dan selamanya terbuka. berlakulah adil kepada saudaramu ini.

menyenangkan. Keinginan menjadi lebih baik. ketika kupu-kupu itu keluar. Seperti proses metamorfosis ulat menjadi seekor kupu-kupu. Karena perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu. hari ini. Jangan merasa kita tidak mampu memperbaiki setiap keburukan dan kesalahan yang pernah kita lakukaan. maka ia akan menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan indah. maka kita boleh berharap akan memperoleh output yang baik pula. Jangan lihat ke belakang. tapi carilah orang yang benar-benar ikhlas membantu kita menuju tangga-tangga kebaikan. Untuk mejadi lebih baik diperlukan sebuah usaha dan kerja keras. berprestasi. semangat yang kuat. Tetapi akibatnya bantuan itu justru mematikan sang kupukupu karena membuat otot-otot sayap kupu-kupu tidak kuat untuk menahan beban tubuhnya. Alam adalah guru yang paling jujur mengajarkan banyak hal kepada kita. Untuk memperbaikinya tidak ada jalan lain kecuali kita berani melakukan suatu perubahan dengan tingkat resistensi tertentu yang kita miliki. Semakin besar hambatan dan rintangan yang kita hadapi. Jangan mengeluh bila kita terjatuh. kemudian ditunjang dengan proses yang baik.memperbaikinya. keinginan yang besar. Pada dasarnya input yang kita miliki baik. Daya tahan terhadap perubahan itu mempengaruhi tingkat keberhasilan kita. kita pasti mamapu. . Jangan minta bantuan orang lain yang hanya akan memperparah keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan kita. karena Allah mengatakan setiap manusia dilahirkan secara fitrah. dan cita-cita yang tinggilah yang akan memenangkan perubahan itu. Melihat keadaan kupu-kupu yang kesusahan memisahkan diri dari kepompong menarik hati seseorang untuk membantu dengan memotong kepompong agar sang kupu-kupu dapat keluar dengan mudah. Mereka yang memiliki visi yang jelas. kita memerlukan perubahan dalam hidup kita. karena masa lalu tidak menjanjikan perubahan. Perjuangan melepaskan diri dari kepompong adalah proses yang sangat menyiksa bagi kupu-kupu. jangan menjerit bila kita sakit. untuk menjadi lebih baik. Hadapilah tantangan itu dengan senyum dan keyakinan yang tinggi. Apa makna yang bisa kita petik dari kisah alam itu? Untuk menjadi cantik dan indah. Jika input yang kita miliki bagus. Perubahan itu menghadapkan kita pada suatu tantangan yang besar. menjadi orang yang bermanfaat. maka akan semakin besar nilai yang akan kita raih. ia kehilangan resistensi. Bila ulat berhasil melalui proses itu dengan baik. tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah. tetapi masa depan menyediakan kita banyak pilihan keberhasilan. kemudian diam dan akhirnya mati. Sedangkan orang kecil tidak pernah memikirkan manfaat untuk orang lain bahkan dirinya sendiri. Akibatnya. optimalkan kemampuan yang kita miliki untuk memenangkannya. esok dan lusa tetap berada dalam sebuah proses perubahan menuju tangga-tangga kebaikan. kokoh dengan iman adalah keinginan luhur dan murni yang dimiliki orang besar. Setiap manusia. tapi tataplah ke depan. Tidak sedikit rintangan yang akan kita temui. Kemudian orang tua dan lingkungannyalah yang memiliki otoritas memproses dia menjadi baik atau buruk.

kita hanya bisa berusaha. kalah dalam pemilihan anggota legislatif di usia 22 tahun. dia terpilih sebagai mahasiswa teladan dan mendapatkan beasiswa. Ketika ia menemukan kegagalan dalam hidupnya. Lain lagi kisah seseorang yang sedang menuju tangga-tangga kesuksesannya. Masih dengan akal yang jernih dan semangat untuk hidup bahagia. kita hanyalah pemain yang pasrah mementaskan peran kita. Tom Watson mengatakan. Orang sukses. bukanlah orang-orang yang luar biasa. turut dipengaruhi oleh sikap. . dia masuki sebuah Perguruan Tinggi Swasta. gagal dalam pemilihan anggota kongres di usia 34 tahun. Simpul-simpul itulah yang justru mendorong lahirnya kesuksesan. dia tidak mengeluh. sebagai Zat yang Maha berkehendak atas diri kita. sebagai buah jerih payah dan usaha yang kita lakukan. gagal dalam pemilihan anggota senat di usia 45 tahun. mudah-mudahan Allah merealisasikannya) Bubur Ayam Publikasi 25/09/2002 11:14 WIB eramuslim . Gagal UMPTN tidak membuatnya kecewa. Allah jualah yang menentukan segala nasib kita. gagal dalam upaya menjadi wakil presiden di usia 47 tahun. karena sebagai manusia yang diselimuti kekurangan. apa lagi menyalahkan Tuhannya.” Karena memang. Semakin banyak kegagalan yang kita hadapi. Pria ini pernah mengalami kegagalan dalam bisnis dalam usia 21 tahun. Inilah bukti nyata lemahnya manusia. Maka oleh karena itu. Tanpa subsidi kekuatan berupa sikap dan improvisasi berupa kemauan keras untuk berusaha dari Allah SWT. menderita gangguan syaraf di usia 27 tahun. Kesuksesan dan kegagalan tidak dapat kita elakkan sebagai konsekwensi atas berbagai pilihan dan keputusan dalam memilih cara hidup. bingkailah usaha kita dengan figura doa dan kepasrahan yang tinggi pada Allah. gagal lagi dalam bisnis di usia 24 tahun. Siapa tak kenal Abraham Lincoln. tersimpan banyak kegagalan yang dilipat rapi dalam sebuah simpul pengalaman sejarah. kemauan keras dan keyakinan kita pada Tuhan. “Kalau saya kuliah di PTN. perbanyaklah angka kegagalan Anda. namun akhirnya terpilih sebagai presiden Amerika Serikat di usia 52 tahun.Dibalik cerita kesuksesan orang-orang sukses. spesial untuk saudara yang berencana duet membuat buku. menderita kesedihan akibat kematian kekasihnya di usia 26 tahun. “Jika Anda ingin sukses. kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Dengan bekal keyakinan dan dorongan yang kuat untuk mendapatkan apa yang menjadi cita-citanya. gagal dalam upaya pemilihan anggota senat di usia 49 tahun. keberhasilan kita melipat kegagalan dan menyimpannya sebagai guru dalam sejarah hidup kita. maka kita akan semakin dewasa menerima kesuksesan yang sesungguhnya. mungkin belum tentu begini ceritanya. tetapi mereka melakukan hal-hal kecil dengan cara luar biasa.” Begitu batinnya berbisik riang. putus asa. (Yesi Elsandra.Terakhir. Baginya kegagalan berkompetisi dalam memperebutkan Perguruan Tinggi Negeri bukanlah akhir segala-galanya. Disana ia giat belajar.

Ia sisihkan semua . Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah.Bersikap positif memandang kegagalan sebagai awal kesuksesan adalah pelajaran yang paling berharga. Terima kasih ibu. masih ingat bubur ayam?) Izinkan Aku Menciummu. taburi bawang goreng dan kecap. Kini. ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Ibu Publikasi 24/09/2002 08:19 WIB eramuslim . ati ampela ayam. Kini. Dengan sabar pula ia menunggu. Di usiaku yang menanjak remaja. sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya. Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak. ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Bahkan sepulang sekolah. Jika terlanjur menjadi bubur. Saat aku menjadi orang dewasa. Padahal menurut cerita orang. aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Bukanhkan ia tetap dapat kita makan. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya. aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga. bahkan memberikan variasi dalam menu kita hari itu. aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. atau terik. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit. Bukankah tidak sedikit pula yang favorit terhadap bubur ayam? (Yesi Elsandra. Ibaratnya seorang ibu yang gagal menanak nasi hingga menjadi bubur. aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Setiap hari. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi. jangan buang bubur itu. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut. aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. apalagi perhiasan. Sehabis makan. bermain bersama temanteman. untuk saudara yang hilang. karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku. aku malah sering meninggalkannya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. ia tak pernah membeli pakaian baru. beri daging. Kenapa tidak kita jadikan saja bubur itu menjadi bubur ayam. setelah aku besar. Hidangkan dengan sedikit kerupuk. atau hujan. Sesekali kulihat dari jendela kelas. Tambahkan bumbunya. bepergian. setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. ia masih duduk di seberang sana. ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas.Sewaktu masih kecil. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. dengan rasa kantuk yang menderanya. ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu.

waktu itu tidak pernah ada dalam benakku untuk memikirkan kesulitan orang lain. Namun kenyataan yang aku dapatkan lain dari bayangan. ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Alhasil. Aku sangat ingin menjadi istri yang shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu.untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik. Selepas SMA. kini setelah aku mempunyai anak. ia menggandengku menuju pelaminan. posisi lumayan dengan penghasilan yang memuaskan. Pada hari pernikahanku. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya. ia yang dengan penuh kesabaran. ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini. karena begitu sulitnya mencari pekerjaan. tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. (Bayu Gautama. memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Meski Ibu bukan orang berpendidikan. kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan.Beberapa tahun lalu. Maka. ibu yang kuanggap bodoh. jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Entahlah. Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku. pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Usai akad nikah. yang terpikirkan olehku adalah bagaimana menjadikan hidup ini menyenangkan. meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku. Tanpamu Ibu. sekedar untuk mencari sesuap nasipun terasa begitu berat. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. membasuh luka di kaki dan mendekapku eraterat saat aku menangis. Namun demikian kondisi tersebut mampu merubah . tapi do’a di setiap sujudnya. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati. Saat itulah aku menyadari. baru aku mengerti. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh. Usai wisuda sarjana. Padahal juga aku tahu. aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang. Untuk Semua Ibu Di Seluruh Dunia) Bayaran Langsung Publikasi 23/09/2002 07:23 WIB eramuslim . Aku yang pintar. tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Aku akan datang dan menciummu Ibu. Sungguh. cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan. jangankan untuk memanjakan diri. ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Punya pekerjaan bagus. jadilah hidup yang ingin aku jalani hanya berputar dari mencari uang dan menghabiskannya dengan memanjakan diri sendiri.

kenapa ia tidak mendo’akan dirinya saja agar bisa hidup lebih baik lagi tanpa harus menjadi peminta-minta. dompet saya hilang nih. Beberapa saat kemudian aku baru sadar bahwa uangku tidak cukup untuk membayar dua piring nasi. hingga kami berdua seolah tengah berlomba makan. Segera aku turunkan kakiku yang naik bersilah di atas bangku warung dan menghampirinya. Selain juga aku selalu beranggapan bahwa setiap amal dan sedekah merupakan bekal kita di akhirat nanti. Kemudian kuperhatikan orangtua itu berdo’a yang isinya samar-samar kudengar agar aku diberikan rizki yang banyak atas kebaikanku padanya. pikirku. dua hari. Kuajak dia masuk dan memesankan sepiring nasi beserta lauk untuknya kepada penjual nasi. Satu hari. “Ah tidaklah. Hanya saja. tapi. Yang masih kuingat. kalau perlu berikut dendanya.kepribadianku hingga menjadi orang yang sedikit peduli sesama orang lain. Hingga suatu ketika aku mengalami kesulitan yang begitu memberatkan. Hidup terkadang harus dijalani apa adanya. kecewanya aku karena barang itu sudah dijual oleh simbok penjual nasi. “Biar saya yang bayar pak” tak lupa kuselipkan uang seribu perak ke kantong bajunya. Inginnya sih marah-marah. Jadinya arloji itu milik saya”. Bukan aku tak senang dengan do’anya. sampai satu minggu aku tak kembali ke warung itu. aku sendiri sedang kesusahan”. segera aku ke warung hendak menebus arloji antik pemberian dari mendiang ayahku itu. “Sampean janjinya besok. Kamil. ia pun tak kalah gesitnya melahap makanan itu. nanti saja setelah gajian aku bayar. Namun nampaknya mbok penjual warung sudah menangkap gelagat tidak baik yang akan aku lakukan sehingga akhirnya kutitipkan arloji kesayanganku. tak sengaja mataku menangkap orangtua tersebut menelan ludah saat melihatku yang begitu bersemangat melahap santapan siangku. Waktu itu aku di sebuah warung nasi. kalau lagi senang ya tersenyumlah sewajarnya. Allah mengirimkan seorang ‘malaikat’ ke rumah kami. . aku pikir masih banyak orang yang jauh lebih susahnya ketimbang aku. “Kalau lagi ada yang ngasih. Seperti halnya aku. tapi sudahlah. Toh. “ndak punya duit aja sok-sok-an mbayarin orang makan” kata-kata itu sempat tertangkap sesaat sebelum aku pergi meninggalkan malu di warung itu. tapi kupikir. wong aku yang salah kok. Sebenarnya ia sudah lama sakit hanya saja selama ini dipaksakan untuk tidak memeriksakan ke dokter karena kami tak punya biaya. Gajian masih enam belas hari lagi … ya sudahlah. hadapi dengan ikhlas dan sabar. Aku mencari cara dan alasan bagaimana caranya agar bisa berhutang dan besok-besok kalau sudah punya uang baru aku bayar. Pas hari gajian tiba. itu dosa masa lalu” pikirku. kalau nggak ada ya buat sendiri dulu”. bermobil pula. Disaat kebingungan itulah. Aku ingin lari saja seperti dulu sewaktu masih di sekolah. Sudah hebat dia. pemahamanku yang minim tentang agama tidak membuatku giat bersedekah. Namun.” aku ngeloyor pergi setelah berpura-pura kehilangan dompet. sahabat lama yang entah sudah sekian tahun tak bertemu. “Orang lain nanti dululah. Kalau kesulitan melanda. terakhir aku mengajak seorang peminta-minta tua untuk makan bersamaku. ini sudah lebih dua minggu. ibuku sakit dan harus segera dibawa ke dokter. “Besok saya tebus mbok.

tapi nanti disaat kita begitu membutuhkannya. selain ia juga sombong. “Amru … dipanggil kepala sekolah!” lagi-lagi namaku dipanggil. Aku sudah tahu apa yang akan disampaikan kepala sekolah. sering membuat onar dan tidak jarang berbuat usil terutama kepada perempuan. Dia mengirimkannya kepadaku. Ia sangat suka pamer jika mempunyai barang-barang bagus yang baru dibelikan orangtuanya. Bulan lalu bu Isti wali kelasku memanggil menyampaikan salam untuk orangtuaku untuk segera membayar biaya SPP-ku yang sudah nunggak hampir 6 bulan. Mungkin tidak sekarang. bagus pula modelnya. juga adik-adikku. pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. seperti menabung yang isinya bisa kita dapatkan kapan saja. Sebulan sebelumnya bahkan bagian Tata Usaha sudah berkali-kali memanggilku hingga semua teman-teman tahu setiap kali aku dipanggil pasti urusannya dengan soal bayaran sekolah. namun tak mengurangi jumlahnya. Dan mungkin tidak langsung dari orang yang pernah merasakan kebaikan kita.Sabtu pagi. Karena kini aku yakini. Kejadian yang baru saja kualami. Mungkin bukan untuk kita. kami memanggilnya Sony. Ibu yang hanya lulusan PGA (Pendidikan Guru Agama) menggunakan kemampuannya mengetuk satu persatu pintu orang-orang berada dan menawarkan jasanya untuk mengajar ngaji anak-anak mereka. jelas tidak murah. Disaat orang lain kesulitan.” (2:261) (Bayu Gautama. Sejak orangtuaku bercerai dan aku memutuskan untuk ikut ibu setahun yang lalu. Dilihat dari merk-nya sih. tapi bayaran langsung dari-Nya itu bisa datang melalui tangan siapa saja yang tidak diduga kedatangannya. Aku tak pernah iri . terima kasih kepada semua yang telah memberikan kesempatan untukku berbuat kebaikan) Batu-Batu Pijakan Publikasi 20/09/2002 08:00 WIB eramuslim .Allah memang Maha Adil. Akibat kebutuhan yang mendesak itulah. Hampir semua anak dikelas tak menyukainya. Ada Wicaksono. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. tapi bisa untuk orang yang kita cintai. Allah bayarkan juga kebaikan kita di dunia. kembali memberikan satu hikmah kepadaku. kondisi ekonomi keluargaku memang semakin terdesak. meski juga masih dalam kekurangan aku akan selalu menebar kebaikan kapanpun dan kepada siapapun. ia kirimkan seorang penunjuk jalan. Dan kini disaat aku yang kebingungan. Terlebih sejak ayah menyetop kiriman uang yang seharusnya menjadi kewajibannya 6 bulan lalu. di kelas ia selalu menjadi biang keributan. Kini. seperti sepatu dan tas. Ini seperti menebar benih yang hasilnya bisa langsung dipetik di kemudian hari. Malah bertambah dan terus bertambah ratusan kali lipat. amal yang sekarang kita kerjakan tidak hanya menjadi bekal di akhirat. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. ibu selalu kehabisan uang untuk biaya sekolahku.

seorang temanku datang dan mengajakku ke sekolah. Ada yang lain di sekolah. apa itu cinta?”. tak ada yang berubah kecuali Sony.kepadanya. ia mempunyai mata pandang yang mampu menembus relung kebisuan sahabatnya. Cinta ada adalah kemurnian jiwa. Wallahu a’lam bishsowaab (Bayu Gautama.Seorang anak dengan gayanya yang lugu bertanya kepada ibunya. saat aku masih duduk dibangku SMA kelas 2. Ia memberi tanpa kata-kata. Yang kutahu cuma satu. Fauzan. Satu minggu sesudah jadwal masuk aku masih belum mau ke sekolah. *** Itu dua belas tahun yang lalu. Meski cuma batu kecil. seringkali kita tak pernah menengok batu-batu pijakan itu dan melupakannya. “Pinter-pinter nunggak …” atau sindiran lainnya. Tak ada lagi kesombongan dan sifat usilnya. Lagi pula mulai besok sampai minggu depan sekolah libur. kesejukan bathin dari kenikmatan memberi . Sayangnya. Fauzan membisikkan sesuatu yang membuatku menitikkan airmata. Kini aku tak pernah bertemu lagi dengan mereka. Satu bulan lalu saat acara syukuran dikantor atas dipercayanya aku menjadi GM. Alhamdulillaah. Kulihat ibu sedang menyapu lantai. orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupku. “Masih ingat Sony? Dia menjual tas dan sepatu barunya untuk melunasi tunggakan biaya sekolah kamu dulu” Subhanallaah … *** Sahabat sejati bukan memberi pada saat orang meminta. Sore menjelang Ashar. dengan langkah gontai aku memasuki teras rumah. petugas TU yang biasanya tak pernah senyum kepadaku. teman-teman bilang ia telah berubah setelah mengikuti pesantren kilat selama liburan yang lalu. hanya saja yang membuat aku membencinya lebih karena ocehannya setiap petugas tata usaha memanggilku. teruntuk orang-orang yang telah pernah menjadi batu pijakanku) Agar Dapat Melihat Surga Publikasi 18/09/2002 07:39 WIB eramuslim . Sejak dalam perjalanan pulang sudah kuputuskan untuk tidak menyampaikan surat panggilan kepala sekolah agar tidak menjadi beban pikiran ibu. Aku ‘membohongi’ ibu dengan mengatakan bahwa libur sekolah diperpanjang. Hingga akhirnya Fauzan. “bu. tanpa menepuk dada. Saudaraku. hari ini begitu ramah. mungkin sepanjang perjalanan hidup kita pernah ada orang-orang yang menjadikan dirinya batu pijakan sehingga kita bisa melangkah maju dan lebih jauh. Di kelas. teman sekolahku dulu kini menjadi salah satu staf dalam perusahaan yang aku dipercaya menjadi General Managernya. namun keberadaannya mungkin telah menyelamatkan kita dari jurang kejatuhan yang melumpuhkan.

dan kebanyakan manusia memandang cinta hanya berhenti di mata kepala. ia akan melihat siapapun dan apapun dengan cinta. manusia bisa menangkap kesan yang lain. Tak perlu takut. adalah sangat manusiawi jika dibenci. tidak hanya cinta. “ini wajar nak. sebenarnya ia tidaklah tengah mengagungkan cinta melainkan perasaan dan nafsunya yang tengah bergumul sehingga meluap menjadi nafsu berbaju cinta. tidak sesuai dengan hati nuraninya. Tak perlu merasa bersalah hanya karena tersenyum dan tertawa. “Karena itukah banyak orang mengagungkan cinta?” tanya sang anak lagi. Ada benci. Dia ciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna sehingga dengan kesempurnaan yang dimilikinya itu. sama seperti benci. tertawa. “Bukankah semua hamba-Nya yang sholeh kelak akan tersenyum di hadapan Allah yang menghadirkan keagungan wajah-Nya?” jelas sang Ibu sambil mengusap kening anaknya yang serap-serap mulai terbuai ke alam tidurnya. Dan jika ada yang mengagungkan cinta diatas segalanya. marah dan sedih. Ia merasakan kehangatan hidup. kecewa. apalagi dimata. bertengkar dan saling bermusuhan?” tanyanya lagi. Cinta harus dilihat dengan mata bathin. bahwa keagungan cinta hanya berada pada cinta Sang Agung. mereka yang senantiasa mampu menggunakan mata bathinnya untuk melihat segala hal. Masalahnya kemudian. bagaimana manusia mengkondisikan hatinya agar senantiasa condong kepada kebenaran. Mungkin karena usianya yang memang belum pantas merasakan kegetiran dan kepahitannya. sedih dan masih banyak lagi. kesemena-menaan. karena kebanyakan manusia hanya sebatas menggunakan mata kepala dan mengabaikan mata bathinnya. “Lalu kenapa ada orang yang saling membenci. tentu mereka akan sadar kalau tengah terombang-ambing oleh arah cinta yang salah. Si pencipta cinta itu sendiri. Dengan sabar dan penuh cinta ibunya menerangkan. marah dan kecewa serta sedihnya hanya kepada kebathilan. kemenangan dan prestasi seseorang akan sesuatu. bukan di kepala. Padahal jika mau membuka tabir sebenarnya. sehingga ia lupa bahwa cinta bersemayam dan bergetargetar dihati. keceriaan dunia. tak seindah mimpinya. kesejukan bathin dari mencinta dan dicinta. sehingga benci. “Bagaimana dengan tersenyum dan tertawa?” Senyum dan tawa adalah sebuah refleksi. juga dosa yang dilakukannya. jawab sang ibu.dan kerelaan berkorban. Hanya bedanya. Karena itu. Sudah menjadi fitrah manusia tidak menyukai sesuatu yang tidak disenanginya. senang. keserakahan dan bahkan kesombongan diri. biasanya senyum dan tawa adalah cermin dari keberhasilan. semua itu salah satu anugerah dari-Nya yang patut kita syukuri. Mungkin Allah menciptakan rasa itu untuk melatih manusia. Lama ia dibuai cinta sang Ibu. kezhaliman. Dan adalah fitrah manusia juga untuk kecewa jika sesuatu tak seperti harapannya. artinya sesuatu hal yang tidak berkenan. dengan sentuhan lembut ibunya ia memainkan nyanyian dawai-dawai indah yang bergelung-gelung dialam mimpinya. marah. juga hantaman kerikil di . Itulah kehebatan Allah. sehingga seringkali tidak mampu menangkap kemurnian jiwa. Untuk sementara ibunya membiarkan mimpi anaknya tak terusik oleh kepayahan mencari sesuap nasi yang dijalaninya. “Karena Allah pun teramat cinta kepada yang mempersembahkan cinta kepada-Nya”.

meski biasanya selalu dengan itu. juga menghilangkan penyakitpenyakit lainnya yang kerap hinggap di kalbu. yang tak diiringi penyesalan akan beban hidup yang saat ini diamanahkan kepadanya. Menangis tidak mesti dengan air mata. memberikan keindahan tersendiri. Kemudian airnya turun menyejukkan wajah kita. menginjak-injak dan kemudian meninggalkanmu ketika kau tak lagi subur. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Pengabdian Sang Rumput Publikasi 17/09/2002 07:08 WIB eramuslim . mempertebal kesabaran serta menanamkan keyakinan dihatinya. Terkadang ada tangis yang begitu keras sekeras benturan kehidupan yang menerpanya. Tak terasa air bening mengalir membasahi pipi. tiap detik dan pada setiap hembusan nafas makhluk yang . Dan menjelang fajar. tak kan membiarkan dimasa depan anaknya mengeluarkan keringat dan darah seperti yang dialaminya kini. Dengan hijaunya dan tebaran hewan-hewan yang merumput untuk memenuhi hajat kehidupan. Hingga dengan demikian sang ibu semakin sadar bahwa hanya Tuhanlah yang selama ini menguatkan. Namun kebahagiaan apa yang paling berharga bagi rumput kalau bukan atas kemanfaatannya. hingga tak sadar tangisannya itu menyentuh relung bathin anaknya sampai terbangun. Itulah cara Allah membersihkan wajah manusia yang coreng-moreng oleh kekhilafannya. demi satu cita. Semua itu. hati pun sejuk kembali dan kebeningan mata yang sudah terhapuskan pekatnya. Tak perlu malu untuk menangis. irama kehidupan dimulai sampai semua kembali lagi menghampiri dalam sebuah ajal ketika tiba merenggut. Maka dengan menangis setiap hari. bergembira. karena dengan menangis kita tengah melunturkan kesombongan. hanya agar manusia dapat melihat surga. yang tak pernah berhias putus asa. seusai kesejukan membasuh seluruh tubuh untuk kemudian bersimpuh dihadapan-Nya. memancar tiap hari. Menjadi rantai pertama energi yang kemudian mengalir sampai puncak rantai makanan yaitu pada hewan-hewan predator. Mungkin semua orangtua mempunyai mimpi yang sama. juga mengotorimu. Air bening yang membasahi mata akan membasuh dosa yang berawal dari penglihatan manusia. “Kenapa ibu menangis?” Menangis adalah satu anugerah Allah lainnya nak. wajah menjadi bersih. Dari rumput. untaian kata pinta yang tak pernah berhenti. kering bahkan sekarat mendekati kematian. Di atasmu mereka berbiak. Menangis adalah pembuktian akan adanya Yang Maha Kuat yang memiliki kehendak diatas segala mau dan keinginan manusia. bahwa esok matahari masih akan terbit. kepekatan hati yang penuh noda hitam dari setiap detik hidup yang berlumur salah. mencari makan. Terus bermanfaat. Menangis adalah wujud dari kelemahan manusia yang jelas-jelas kekuatannya sangat terbatas.Menjadi rumput di keluasan padang yang menghampar.sepanjang jalan yang disusurinya. Terik dan hujan menjadi baluran tubuhnya sehari-hari.

bersamaan dengan binatang-binatang yang dulu mengungsi saat kemarau dan kebakaran melanda. Bukan pada padangmu. "Ya Rabb. kemudian menghanguskan seluruh tubuhmu. Dengan keletihan dan tubuh kurus.melata di muka bumi. Jadikanlah generasi penggantiku adalah generasi yang kau cintai dan hanya mencintaiMu. Menyimpan gizi yang tinggi tiada tara bagi makhluk-makhluk pemamah biak. Cukup kau tanggung sendiri. namun pengabdian dan doadoanya terus meluncur sepanjang waktu atas karunia yang dilimpahkan untuk dirinya. Sampai semua kehidupan ini secara berantai termakmurkan karena hijaunya tubuhku. sang akar rumput pun bercucuran dan berlinang air mata kesyukuran. Namun akan senantiasa tumbuh dengan kehijauan lagi lezat di mulut makhluk yang memamahnya. Maka. Kemudian musim kering yang tandus menghantam. Dalam ketakzimannya rumput-rumput tentu tak berdosa. Karena sebuah kemuliaan yang tiada tara selain sebuah kecintaan pada-Mu dan kemanfaatan dari kami yang dapat dipetik dari makhluk-MU yang melata di muka bumi ini". memanasi api hingga dengan cepat membesar. Dengan halus kau usir hewan-hewan untuk meninggalkanmu agar mencari tempat yang lebih baik dan menjanjikan. hidupkan generasi pengganti kami dari akar-akar hamba yang sengaja kau selamatkan di pori-pori bumi dari amukan api yang telah menjadikan tubuh-tubuh kami sebagai pupuk untuk generasi kami mendatang. kemudian akar semakin sibuk mengumpulkan zat-zat kehidupan yang telah diwariskan generasi sebelumnya. Demikian juga sang akar menyesap dengan gairah semangat kehidupan yang diwariskan pendahulunya. Kehidupan di padang telah pulih kembali. hewan-hewan tersebut bersua kembali dengan telaga kehidupan padang rumput . Tidak ada kata terkira inilah pengabdian yang terindah dan teragung yang pernah kau berikan. "Aku akan lebih baik dari pendahuluku". tatkala bergulung-gulung mendung hitam membawa kabar baik untuk semua kehidupan di bumi. Disertai hembusan angin sepoi yang bersorai. kubangan-kubangan dan relung-relung hati yang sebelumnya kering dari tetesan air keindahan dan kasih sayang. akan kuundang semua makhluk hidup dengan ranumnya tubuhku yang takkan habis dimakan. Suasana kesenduan tanpa kehidupan yang membalut luka terbakar. Namun kau belum mati. untuk menyediakan semua kebutuhan gizi bagi sang rumput muda. tekad sang rumput muda. Lalu jilatan api melumat tubuh-tubuh kurus keringmu. Akhirnya hanya meninggalkan puing-puing jelaga yang hitam. Dengan hujan. Sang rumput muda tumbuh dengan gemuk kehijauannya. Sang rumput bangkit dengan tunastunas yang baru. Karena kau tak akan pernah ingin berbagi penderitaan dengan mereka. bumi dibasahi dan dilunakkan air yang menggenangi danau-danau. bukan pada dirimu. Karunia teragung yaitu kehidupan itu sendiri. Bersama tercurahnya hujan. seakan semua kenangan indah terhapus hangus dalam pori-pori tanah yang panas terpanggang api dan teriknya matahari.

Sang wanita tinggi ramping dan mengenakan baju indah. . semuanya mempunyai keberakhiran." Setelah mereka bertemu dan istri itu minta maaf. angin kemarau yang tandus dan kering menggulung. Mata-mata berbinar penuh kesyukuran. dan air mata itu adalah kesyukuran atas amanah yang ditunaikannya. Ketika semua telah mengungsi maka berlahan-lahan. Rumput-rumput ranum hijau yang menyegarkan pandangan. Sang rumput berlinang air mata. tubuh sang rumput mengering disapu oleh angin kemarau yang menyedot air dalam tubuh-tubuh renta yang berlumuran pengabdian yang tak akan ternilai oleh apapun. wanita itu sungguh sombong. Dia berdandan agar dirinya tampak lebih tanpa memperhatikan orang lain. Seakan mereka sudah kenyang walau hanya memandangnya saja. dan dengan keikhlasan dan keridhoaan dari Sang Rabb ajalnya dilabuhkan ke sisi keridhoaan-Nya. Dan suami wanita itu adalah lelaki pendek yang sedang berjalan bersamanya. Syahdan. sementara yang lakilaki berpostur pendek dan sederhana. "Kejar wanita itu dan minta maaf padanya. Wallahu'alam bishshowab (Warsito Suwadi warsuwadi@yahoo. demikian panas terik matahari meratapi kepergian sebuah pengabdian.Dahulu kala diceritakan pernah ada seorang suami dan istri yang ketika sedang duduk di depan rumahnya. mengabarkan bagi seluruh kehidupan untuk bergerak ataupun bertahan." Seketika itu suaminya berkata. wanita itu menjelaskan bahwa dia berdandan dengan indah untuk membahagiakan suaminya agar suaminya bisa 'bangga' dengan dirinya. Kehidupan di padang itu menjadi hidup dan lebih hidup lagi. Dengan keikhlasan dan keridhoan Rabbnya. Kemudian hewan-hewanpun berhijrah meninggalkan padang untuk bertahan ke tempat yang lebih baik.yang sungguh tak terkira sebelumnya. Namun semua mempunyai penuntas. "Huh. Cerita ini adalah salah satu dari sekian banyak peristiwa yang kita jalani yang menunjukkan betapa mudahnya kita menilai manusia dari apa yang tampak diluarnya. melintas sepasang laki-laki dan wanita di depan mereka. Tiba-tiba si istri yang melihat berkata. bukan karena kesedihan. generasi pengganti kami yang lebih baik dari kami". Angin berhembus kehilangan. Dengan cucuran linang air mata sang rumput menuntaskan doanya. Namun ada satu yang tak terlupa dari mulut sang rumput. menguatkan dan menggemukkan. jiwa itu akan berlabuh di keridhoan itu. karena Allah telah menyediakan rizki yang tak terkira baginya. "Ya Tuhanku ijinkanlah hamba-Mu untuk memanjatkan doa. Jadikanlah generasi penggantiku adalah generasi yang mencintai dan Engkau cintai ya Rabb. namun karena Allah telah menghamparkan amanah baginya.com) Apakah Kita Tak Pernah Sombong? Publikasi 16/09/2002 08:59 WIB eramuslim . semuanya mesti dipergantikan.

Jangan-jangan kita pernah mengatakan teman kita sombong karena tidak mau menerima uluran tangan kita. Saudaraku. Kita bisa jadi telah berdosa kepada Allah karena kita sesungguhnya telah mengambil alih kekuasaan-Nya dalam menilai hati manusia. Serta maafkan dan doakan kami agar Allah mengampuni dosa-dosa kami yang memang suka mendewakan perasaan sendiri dan menilai segala sesuatu dari yang kasat mata ini. Jangan-jangan kita pernah membenci orang karena penampilannya. Kita dengan mudah mengatakan arogan kepada mereka yang sikapnya menurut kita tidak menyenangkan. tidak usah kalian berkecil hati. Jangan-jangan kita pernah mengatakan orang lain sombong karena ia tidak pernah mau berkumpul dengan kita padahal ia ingin menjaga diri dari kesia-siaan waktu atau bahkan karena harus mengerjakan pekerjaan lain yang tidak bisa menunggu. Juga ketahuilah bahwa dengan mencapnya sombong kita sebenarnya telah menghina mereka yang justru bisa jadi sedang berusaha menjadi hamba Allah. Kemudian kita membenci mereka dengan berlindungkan hadist "Tidak akan masuk surga orang yang dalam lubuk hatinya terdapat perasaan sombong (arogan) walaupun cuma sebesar atom.Kita begitu mudah menjatuhkan hukuman predikat sombong kepada orang yang tampak tidak simpatik bagi kita." (Muttafaqun 'alaih). Takutlah kita jika buruk sangka itu kemudian kita sebar-sebarkan. sementara kawan yang kita sakiti menangis di tengah malam mengadukan kita kepada Allah.nl) Fujuurohaa Wataqwaaha . Saudaraku. Hadi Susanto (susanto@math. Bagi saudara-saudaraku yang terzhalimi dengan diperlakukan sebagai orang sombong. Apa yang kalian lakukan biarlah dinilai Allah. Luruskanlah niat dan sempurnakan amal. Jangan-jangan kita pernah mengatakan kawan kita sombong hanya karena ia tidak pernah mau menegur sapa kita terlebih dahulu padahal pada dasarnya ia memang pemalu. padahal memang Allah yang menciptakan tubuhnya seperti itu. maka kita harus waspada bahwa jangan-jangan kita yang sesungguhnya sombong." (HR Bukhari Muslim) atau bahkan dengan ayat Allah "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri" (Luqman:18) tanpa kita pernah tahu kenapa mereka bersikap seperti itu. padahal bisa jadi dia begitu ingin hanya bergantung pada Allah dengan tidak merepotkan kita.utwente. "Berhati-hatilah kalian dari prasangka-prasangka (yang buruk). Takutlah akan balasan perbuatan kita. karena hanya Ia yang bisa memuliakan dan menghinakan kita. Ingatkah kita bahwa hanya Allah yang bisa melihat apa yang tersembunyi di balik hati manusia? Kepada kawan itu pun kita juga berdosa karena telah berburuk sangka. Jika seperti ini yang sudah kita kerjakan. Karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya perkataan. Rasulullah Saw sendiri pernah berkata.

Seperti halnya Allah menciptakan semuanya berpasangan. sekali lagi. bergantian atau bahkan bisa muncul dalam waktu yang hampir bersamaan. Namun setidaknya itu menjadi bukti adanya potensi baik dan jahat itu. Itu artinya. Profesi jahat apapun yang dilakoninya biasanya ada ‘alasan baik’ yang menjadi motivasinya. menyenangkan dan sangat bersahabat dengan semua orang setelah minum formula kimia tertentu sehingga menjadi orang lain dengan karakter yang berlawanan. Jika lebih besar kecenderungan ketaqwaannya maka jadilah ia orang baik. Dalam diri menusia unsur baik dan jahat seringkali ‘berebut’ untuk tampil lebih dominan. Kemudian ada orang yang memiliki sekaligus dua karakter baik dan jahat itu. tetapi sebaliknya. setan dan hewan yang bersemayam di diri manusia dan hanya satu karakter positif. pagar makan tanaman. demi membela harga diri atau minimal sebuah alasan umum. dan menggunting dalam lipatan. malaikat yang senantiasa tarik menarik untuk menguasai jiwa manusia. khilaf. Jekyll yang baik hati. orang munafik jauh lebih berbahaya ketimbang orang kafir. Padahal hakikatnya. . Tinggal bagaimana seorang manusia mampu mengendalikan diri dan jiwanya sehingga karakter jahat (karena kita memberi celah kepada setan untuk masuk dan menguasai jiwa) tidak muncul dalam setiap gerak dan langkah kita. Misalnya saja.Publikasi 13/09/2002 08:33 WIB eramuslim . menggambarkan tentang adanya unsur baik dan unsur jahat pada diri seorang manusia. Bahkan Kahlil Gibran menyebutkan dua karakter negatif. yang biasanya baru disadari sesaat setelah sebuah perbuatan jahat dilakukan. sejahat-jahatnya manusia. jiwa manusia memiliki kecenderungan fasik dan taqwa. Ini tentu masih lebih baik karena ada manusia yang sudah sama sekali terkubur unsur baiknya sehingga tak bosannya berbuat maksiat dan dosa tanpa merasa bersalah. yakni Mr. Ada penyesalan. tidak ada yang mau disebut penjahat. Sebenarnya film tersebut menggambarkan perubahan seorang pria bernama Dr. sombong (takabbur) dan rendah hati (tawadhu’) dan sebagainya. Karena seringkali manusia tidak menyadari bahwa setan telah mempengaruhinya untuk berbuat suatu kejahatan. Hipokrit yang berkepribadian ganda (split personality) yang digambarkan dalam awal-awal surat Al Baqarah dengan jumlah ayat yang lebih banyak ketimbang ayat tentang orang beriman dan kafir. bahwa ia merasa berdosa. karena ia bagaikan musuh dalam selimut. kecenderungan untuk berbuat fasik dan juga taqwa. bathil karena karakter setan dan hewan menguasai jiwanya.Sebuah film lawas Amerika berjudul Jekyll and Hyde yang diambil dari novel karya Robert Louis Stevenson dengan judul yang sama yang diterbitkan pada April 1982. ada cinta dan benci. ada maaf dan dendam. menyenangkan. dan kita mengenalnya sebagai orang munafik. harus diakui bahwa setiap kita memilikinya. ada orang-orang yang senang berbuat jahat. Dalam terminologi Islam ada yang disebut potensi fujuuroha wataqwaaha. Hyde yang membenci setiap orang yang dijumpainya. Entah anak istri lapar. dan saat itulah potensi baik manusia muncul. ada pelit dan pemurah. Kembali ke soal potensi baik dan jahat dalam diri manusia. maka juga ada sabar dan emosi dalam diri manusia.

sudah sepantasnya kita tak lagi bingung mengendalikan diri. ingin berperan menjadi orang baik atau orang jahat. untuk dapat berbicara dengan baik kepada orang lain berarti juga sebelumnya kita lebih dulu mengerti apa yang sebenarnya hendak kita sampaikan. Dengan mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Kuasa atas semua jiwa manusia. ada kejahatan-kejahatan kecil yang kerap kita lakukan tanpa kita sadari dan bahkan kita menganggapnya bukan suatu kesalahan. dan mencontoh tauladan kita Nabi Muhammad Saw yang segala kebaikkannya membaikkan ummatnya. dan jika ada yang mencoba melanggar aturan alami itu. tidak jarang kita terjebak atau terdorong untuk memperturutkan kecenderungan jahat itu. tetapi melulu dan berkutat disitu. Hanya saja yang perlu diingat. Tetapi pada kenyataannya energinya seringkali habis hanya untuk menelorkan dan membahas wacana-wacana besar itu dan tidak sampai pada aktualisasi ide. Padahal sabar dan memberi maaf jauh lebih terhormat untuk kita lakukan. mau berlari atau melakukan lompatan sejauh apapun. untuk bisa menjangkau hal-hal diluar. sehingga pada saat umurnya sudah menua barulah ia menyadari bahwa yang dilakukannya selama ini adalah hal kecil yang tidak membuatnya besar. Misalnya saja. Untuk bisa menguasai (memimpin) orang lain. Semua itu berlaku secara alami. ada orang-orang yang justru aktif melakukan hal-hal kecil. semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan jahat besar maupun kecil. Na’udzubillah summa na’udzu billah. mulailah dari diri sendiri sebenarnya tidak hanya bermakna keteladanan agar bisa dicontoh oleh orang lain.Orang-orang yang tinggi idealismenya tidak jarang hanya beraksi pada tataran wacana. “siapa dulu … gue …”. Kalimat “sabar kan ada batasnya” yang sering kita dengar seolah juga memberi bukti bahwa ada dorongan untuk memenuhi kecenderungan fujur kita. seketika ada rasa sombong yang mencuat ketika meraih prestasi ditempat kita beraktifitas. Kalimat itu juga bisa mengajarkan kepada kita bahwa sesuatu yang baik harus dimulai dari dalam baru kemudian keluar. Maka jadilah apa yang dikerjakannya hanya sebatas menghabiskan waktu. sebaiknya dipastikan kaki ini sudah mampu berdiri menapak dengan kuat. apa yang dikatakanya Rasulullah. sudah bisa dipastikan ketidakmaksimalannya. Termasuk memilih komunitas yang baik dan menghindari tempat dimana kejahatan bersemi. Jika kita mau mengambil pelajaran. Anda bisa saja melompat namun mungkin kaki anda akan terkilir . terobosan besar itu. setelah itu kemudian baru terucap. bahwa ia harus melakukan gebrakan besar ini. Di sisi seberangnya. Atau seketika marah terhadap perlakuan orang yang mungkin tidak disengaja. (bayu gautama) Jagalah Keseimbangan Publikasi 10/09/2002 11:37 WIB eramuslim . Semuanya dikembalikan kepada kita. Maka bukan tak mungkin kita mampu mengubur potensi jahat (setani dan hewani) dalam diri ini dan membiarkan karakter kebaikkan memenuhi setiap relung jiwa ini. untuk melangkah ke depan.Masalahnya kemudian. “alhamdulillaah”. seharusnya kita sudah menggenggam segalanya yang ada didiri ini. selanjutnya terserah. Wallahu a’lam bishshowaab. Tidak ada hal-hal besar dan ideal yang menjadi tujuannya. Tak sadar mungkin kita terlebih dulu menepuk dada seraya berujar.

dan meminta temannya mengambilkannya. Jangan hanya memiliki jam tangan karena kita akan terjebak pada rutinitas yang melelahkan tanpa tujuan (cita-cita) yang jelas namun waktu yang ada habis tanpa hasil yang signifikan. selain pengetahuan. dan jelas tidak berkembang. Ia dimulai dari seorang bayi merah tanpa daya apapun. Beberapa tahun kemudian. Oleh karenanya. kemampuan motoriknya juga lebih sempurna. Sebaiknya kita tidak seperti seorang anak kecil yang melempar batu jauh ke depan. Namun yang perlu diingat. Berpikir besar tentang semua idealisme tanpa memulainya dengan hal-hal yang kecil. jelas membuat kita menjadi kerdil. itu suatu keniscayaan terhadap signifikansi hasil yang bakal diraih. kemudian tumbuh sebagai anak lincah yang baru bisa berjalan satu-dua langkah. Tidak ada sesuatu yang baru. melakukan hal yang kecil terlebih dulu sebelum mencoba sesuatu yang besar. Ketika besar. Ini mengajarkan kita untuk senantiasa bergerak dan tidak puas berhenti disatu tempat mengulangi rutinitas yang sama. Jangan puas dengan pekerjaan yang ringan-ringan saja. Menikmati pekerjaan rutin yang kecil dan cukup puas dengan hasil yang didapat ternyata juga terkadang membuat hati mendengki terhadap orang-orang yang berhasil karena hidup dinamis dan berani bergerak (maju). Sesuai dengan proses kejadian manusia.atau patah. Dan seterusnya seperti itu. Padahal setelah melempar batu. Jangan pula hanya melengkapi diri dengan kompas tanpa jam penunjuk waktu. bisa berupa angin kencang yang menghambat laju batu. Demikian halnya dengan pekerjaan. tapi jangan salahkan kalau orang lain hanya akan mengangguk didepan anda sebelum kemudian perlahan meninggalkan anda. Bahwa manusia harus menjaga keseimbangan dalam segala hal. kerjakan dulu yang terjangkau tangan. Karena kita hanya akan sibuk menentukan tujuan tanpa melakukan apaapa karena kita tidak pernah tahu kapan harus memulai. mengangkat yang ringan terlebih dulu sebelum yang berat. sebelum mencicipi kenikmatan dari hasil kerja berat. bahwa tidak ada manusia yang langsung terlahir besar. ia mulai sekolah. atau pohon besar yang menghalangi. Arti kata 'mulai' berarti melakukan sesuatu yang tidak berhenti disitu. Berada pada posisi aman dan tidak berani mencoba tantangan baru. semestinya kita berlari menuju dimana batu terjatuh dan kemudian melemparkannya kembali ke depan. . bekalilah diri ini dengan jam penunjuk waktu dan kompas sebagai penunjuk arah (tujuan). pesan mulailah dari diri sendiri bermakna bergerak. Anda bisa juga berbicara dengan bebasnya meski anda sendiri pun tidak jelas apakah memahaminya atau tidak. Orang lain sudah sampai di tujuan kita masih tertinggal di landasan. tentu ibarat calo di terminal bis kota. Bertambahlah pengetahuannya dari yang sudah ada sebelumnya. Juga tidak mengalami tantangan baru. Sehingga di medan lemparan berikutnya bukan tidak mungkin kita menemui hambatan yang berbeda. sebelum memaksakan sesuatu yang diluar cakrawala kita. Dan melangkahlah keluar menembus cakrawala agar menghabiskan waktu hidupnya dari perkembangan ke perkembangan berikutnya. Jadi ketika sudah melakukan hal yang kecil. cobalah sesuatu yang lebih besar.

Namun jika yang Engkau ridha terhadap amal kami yang masih sedikit itu Ya Allah. “Ya Allah. Maka tak ada jalan lain mereka pun berdo’a dan meminta kepada Allah agar diberikan kesempatan untuk bisa keluar dari dalam gua. termasuk ayahnya sendiri.Tiga orang pemuda yang terperangkap dalam sebuah gua. Dalam kondisi demikian. Lihatlah pelajaran bagaimana para nabi Allah yang sangat dekat pertolongan Allah karena amal sholeh mereka yang membuat Allah tersenyum. bahwa ada saat-saat Allah begitu cintanya kepada hamba-hamba yang mencintai-Nya sehingga keadaan sesulit apapun bisa menjadi mudah atas pertolongan Allah. Diangkatnya Yusuf sampai derajat yang mulia. Dan masih banyak contoh lain yang membuktikan janji . Kisah diatas mungkin sudah sangat sering kita mendengarnya. agar diri ini senantiasa menyeimbangkan posisi dan keadaan. semakin kehabisan akal bagaimana caranya keluar dari gua yang tertutup batu besar yang secara logika tak mungkin digeser meski dengan mengumpulkan seluruh kekuatan mereka bertiga. bila mereka harus mati terperangkap didalam gua tersebut maka berakhirlah langkah dakwah yang sudah sekian tahun dijalani. tak ada lagi yang sanggup menolong mereka kecuali Allah semata. beberapa celah batu itu bergeser. insya Allah karena keberanian dari Ibrahim menentang praktek syirik kaumnya. Allah yang Maha Kuasa tempat manusia meminta pertolongan. sekian tahu sudah kami memperjuangkan agamaMu. insya Allah berawal dari kesabarannya memilih penjara demi menghindari maksiat. tetapi juga tetap menjaga jarak untuk tidak merasa sejajar dengan Yang Maha Tinggi agar tidak menjadi takabur. Kemudian satu do’a terucap. bahwa untuk meminta sesuatu yang lebih dari Allah. Tapi kami merasa belum cukup sebagai bekal menghadap-Mu. seharusnya pula ada nilai lebih yang sebelumnya kita persembahkan kepada-Nya alias tidak meminta dengan tangan kosong. Wallahu a’lam bishshsowaab (Bayu Gautama) Etika Meminta Publikasi 06/09/2002 08:40 WIB eramuslim . Sementara bekal makanan pun sudah menipis. berakhir pulalah kesempatan untuk menambah amal shaleh di dunia. Cerita yang sangat sederhana yang memberikan satu pelajaran bagi kita.Padahal jelas-jelas Allah memerintahkan kita untuk menjadi ummatan wasathan. tubuh semakin lemah. Wallahu’a’lam. Mereka pun sedih. Api yang kehilangan panasnya sehingga tak membakar tubuh Ibrahim kecil. biarkanlah kami keluar dari gua ini …”. mengajak orang-orang mencintai-Mu. selain juga satu hikmah lain. atau bahkan lama sekali kita tak mendengarnya. atas izin Engkau. Satu persatu dari mereka berdo’a seraya ‘mempertaruhkan’ semua amal dakwah dan perjuangannya bagi agama Allah selama ini. dan seterusnya sampai permintaan yang sama dari orang ketiga hingga mereka akhirnya bisa keluar dari perangkap gua tersebut. Tidak jatuh terpuruk dan terus menerus berkubang dengan kesulitan.

Bahkan tidak meminta pun akan ditawarinya sesuatu yang lebih. sudahkah nilai lebih tertoreh didiri ini sehingga Allah pun dengan bangga menjadikan kita bagian yang dikasihi-Nya. “Bekerjalah kamu. berbakti kepada orangtua. Banyak berdo’a (meminta) tanpa ada usaha yang sungguh-sungguh juga rasanya tidak lebih baik ketimbang mereka yang menyeimbangkan keduanya. Tapi jika lidah ini pelit mengeluarkan pujian. Menjelang perang Uhud dimulai. Muhammad:7). Pujilah Allah dengan sesering mungkin menyebut nama-Nya dan mengingati-Nya dalam keadaan apapun. Hal lain yang perlu diperhatikan tak bukan adalah kedekatan diri ini kepada Sang Maha Pemberi. ketika do’a tak lagi terkabul. harta dan kemampuan yang kita miliki ini bernilai dimata Allah karena atas dasar cinta kepadaNya kita penuh semangat menolong agama Allah. Bagaimanapun Dia akan semakin cinta kepada siapa yang semakin mencintai-Nya. Selain itu. Padahal apa yang kita kerjakan belumlah maksimal. menjadi anak yang menyenangkan lagi dibanggakan. "Tidaklah aku menoleh ke kanan dan ke kiri pada peperangan Uhud melainkan aku melihat Nusaibah berperang membelaku. Jika anak itu baik. Nusaibah sendiri harus menderita dengan dua belas tusukan yang salah satunya mengenai lehernya. Dan karena itulah segala kesulitan menjadi mudah. tidak banyak keringat yang mengucur. tunjukkan terlebih dulu kesungguhan berusaha. hal berat terasa ringan dan segala harapan insya Allah terwujud. maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya (QS. jangan pernah membayangkan Allah mendekat. Contoh paling sederhana adalah seorang anak kecil yang meminta uang jajan kepada orangtuanya.Allah. mungkin hampir tidak ada alasan bagi orangtua untuk tidak memberinya. dan tatkala airmata tak juga membuat Allah tergerak untuk menghulurkan kasih-Nya. orang yang dipersiapkan membunuh Rasulullah dalam perang tersebut. Rasulullah menghadiahi sebuah do’a kepada Nusaibah binti Ka’ab al Maziniay dan keluarganya agar dijadikan orang-orang yang menemani beliau di surga. Mungkin kita terlalu lemah sehingga terlalu cepat mengeluh dan meminta. sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melihat kamu bekerja”. apalagi memperhatikan kita. bersama suaminya Zaid bin Ashim dan dua anak lelakinya mereka bertempur habis-habisan bersama Rasulullah di medan perang Uhud. tenaga. Semakin dekat diri ini kepada-Nya semakin Ia melihat dan memperhatikan segala urusan kita. karena ia bersama Mush'ab bin Umair -yang kemudian menemui syahid setelah mendapatkan puluhan tusukan di tubuhnyamenghadang Qam'ah. barangsiapa menolong agama Allah. Bahkan Nusaibah tak gentar meski suami dan dua anaknya sudah gugur di tengan pertempuran." Kini kembali kepada diri kita. karena dengan begitu Allah akan senang dicintai hamba-Nya. ketika permintaan-demi permintaan seperti tak didengar oleh Allah. . adakah sekian waktu. mungkin kita perlu menengok ke dalam diri ini. Sudah berapa banyak amal shaleh yang kita perbuat. Tentu karena Nusaibah bukan wanita sembarangan. baru kemudian meminta bantuan Allah untuk menyempurnakan hasil yang sebenarnya dari usaha sendiri. bisa jadi ada yang perlu kita perbaiki dari sikap mental diri ini. Sebaiknya.

” (HR. Hanya dengan amalan terbaiklah kita akan bertemu dengan Allah Swt. jernih dan baik terhadap syahadatain. Kekuatan aqidah yang bersumber dari pemahaman yang jelas. Usman bin Affan. Abu Bakar adalah termasuk sahabat yang rela mengorbankan hartanya 100 persen untuk Islam. kata Abu Bakar. Bilal bin Rabah. Oleh karenanya. . “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya”. dan masih banyak lagi. dipuji makhluk baik yang ada di langit (malaikat) maupun di muka bumi. Ahmad. Penampilan manusia terbaik ini telah ditujukkan oleh para generasi awal sahabat (assabiqunal awwalun). insya Allah kalimatullah akan tegak. Problem kemiskinan yang terus mendera bangsa ini juga bakal bisa di atasi. Mereka sangat disegani lawan maupun kawan. Di dalam sejarah tersebutlah nama-nama seperti: Abu Bakar Shiddiq. Ali bin Abi Thalib. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak Publikasi 20/08/2002 09:31 WIB eramuslim . Jika saja setiap umat Islam yang ada di bumi nusantara ini berakhlak seperti Rasulullah dan para sahabatnya. “Nabi Saw bersabda: “Carilah Aku (Allah) pada golongan orang-orang lemah karena sesungguhnya kamu diberi rizki dan pertolongan melalui golongan orang-orang lemah itu. Setiap detik waktunya tidak akan terbuang sia-sia. adalah orang yang pertama mempercayai Rasulullah Saw melakukan perjalanan Isra’ dan mi’raj. Mengenai hal ini. terlebih pertolongan-Nya. Namun. tahan banting. Abu Darda ra. Sehingga perjalanan dakwah Rasulullah Saw betul-betul ditopang oleh pondasi yang kokoh dari para sahabat. Laa Ilaha Illallah. Kenapa. Abu Bakar misalnya. bahwa orang-orang yang tidak sungguh-sungguh berusaha akan tertinggal dan tertindas. Sehingga terkenallah ia dengan julukan asshiddiq (benar). karena setiap orang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk menunjukkan akhlak mulianya. Disamping itu. Sehingga kelak Dia dengan segala kekuasaannya akan menggantikan yang demikian itu dengan generasi baru yang mencintai Allah dan Allah pun mencintainya. Umar bin Khattab.Hukum Allah selalu bermain. kuat. mereka yang tidak mendekat kepada Allah akan semakin jauh terseret kepada kejahatan dunia yang itu jelas-jelas semakin menjauhkan dirinya dari perhatian Allah.Manusia yang terbaik adalah manusia yang bernilai manfaat bagi manusia lainnya. Bukhari. ia berkata. akan digunakan untuk meraih amalan terbaik sehingga sahamnya diakhirat menjadi besar. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh para sahabat itu dapat muncul karena mereka mempunyai kekuatan aqidah yang kokoh. bagi kita yang hidup hari ini sangat bagus untuk mampu mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuat Rasullah Saw dan para sahabatnya. Sehingga setiap gerak langkah yang dilakukannya itu betul-betul diperuntukkan demi tegaknya kalimat Allah. Abu Daud.

Bilal bin Rabah. Dengan keempat perbekalan di atas diharapkan golongan lemah menjadi bangkit dan kuat. berusaha dan menegakkan kalimatullah. Oleh karenanya. adalah orang yang pertama mempercayai Rasulullah Saw melakukan perjalanan Isra’ dan mi’raj. Sedangkan modal kerja adalah dana yang akan digunakan untuk keperluan rutin (operasional usaha). memberikan bantuan modal untuk usaha yang produktif. merekrut mereka menjadi tenaga kerja pada usaha yang sedang dijalankan sendiri. bagi kita yang hidup hari ini sangat bagus untuk mampu mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuat Rasullah Saw dan para sahabatnya. memberikan beastudi (beasiswa) kepada salah satu anggota keluarganya (anak). Di dalam sejarah tersebutlah nama-nama seperti: Abu Bakar Shiddiq. Ali bin Abi Thalib. Penampilan manusia terbaik ini telah ditujukkan oleh para generasi awal sahabat (assabiqunal awwalun). memberikan bekal keterampilan melalui training (pelatihan).Ibnu Hibban. Dalam konteks era sekarang ini. Kedua. cara memberdayakan golongan lemah dapat ditempuh dengan berbagai macam jalan. Berikanlah bantuan kepada orang-orang lemah dengan semata-mata ikhlas karena-Nya. dan hakim). Modal investasi berupa alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang usaha. (Efri S Bahri/efrisb@yahoo. Modal usaha dapat berupa modal investasi dan modal kerja. Dari sisi ekonomi. Mereka sangat disegani lawan maupun kawan. Jangan sampai ada udang dibalik batu. Dengan membantu orang-orang lemah sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya tentu nilai amalan akan meningkat.com) Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak Publikasi 20/08/2002 09:31 WIB eramuslim . Kebangkitan dan kekuatan mereka akan berkelanjutan bila ditopang dan dilandasi oleh aqidah (keyakinan) yang kuat. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat. banyak cara yang bisa diterapkan dalam membantu orang-orang lemah. antara lain. dipuji makhluk baik yang ada di langit (malaikat) maupun di muka bumi. Abu Bakar adalah termasuk sahabat yang rela . yang tidak putus asa di dalam berjuang. Yang penting adalah bantuan itu diniatkan semata-mata karena Allah bukan karena ada faktor yang lain. Tugas kita adalah berusaha semaksimal potensi yang telah diberikan-Nya. Usman bin Affan. Disamping itu.Manusia yang terbaik adalah manusia yang bernilai manfaat bagi manusia lainnya. Dengan harapan akan dapat berkarya produktif setelah pendidikannya selesai. Ketiga. Umar bin Khattab. Keempat. Sehingga perjalanan dakwah Rasulullah Saw betul-betul ditopang oleh pondasi yang kokoh dari para sahabat. bahwa semua yang telah dan akan terjadi itu sematamata kehendak Allah Swt. Apalagi godaan jabatan di pentas politik yang selalu menggoda. Melalui pelatihan diharapkan mereka menjadi paham dan mampu untuk bekerja secara mandiri. Laa Ilaha Illallah. Abu Bakar misalnya. dan masih banyak lagi. Sehingga terkenallah ia dengan julukan asshiddiq (benar). Pertama.

kata Abu Bakar. Jangan sampai ada udang dibalik batu. Namun. Problem kemiskinan yang terus mendera bangsa ini juga bakal bisa di atasi. Berikanlah bantuan kepada orang-orang lemah dengan semata-mata ikhlas karena-Nya. “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya”. “Nabi Saw bersabda: “Carilah Aku (Allah) pada golongan orang-orang lemah karena sesungguhnya kamu diberi rizki dan pertolongan melalui golongan orang-orang lemah itu. memberikan bantuan modal untuk usaha yang produktif. Dalam konteks era sekarang ini. Kebangkitan dan kekuatan mereka akan berkelanjutan bila ditopang dan dilandasi oleh aqidah (keyakinan) yang kuat. jernih dan baik terhadap syahadatain. Abu Darda ra. Ketiga. Sehingga setiap gerak langkah yang dilakukannya itu betul-betul diperuntukkan demi tegaknya kalimat Allah. karena setiap orang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk menunjukkan akhlak mulianya. Abu Daud. Ahmad. bahwa semua yang telah dan akan terjadi itu sematamata kehendak Allah Swt.” (HR. Pertama. Melalui pelatihan diharapkan mereka menjadi paham dan mampu untuk bekerja secara mandiri. insya Allah kalimatullah akan tegak. memberikan beastudi (beasiswa) kepada salah satu anggota keluarganya (anak). cara memberdayakan golongan lemah dapat ditempuh dengan berbagai macam jalan. Tugas kita adalah berusaha semaksimal potensi yang telah diberikan-Nya. Modal usaha dapat berupa modal investasi dan modal kerja. ia berkata.mengorbankan hartanya 100 persen untuk Islam. Apalagi godaan jabatan di pentas politik yang selalu menggoda. Dengan keempat perbekalan di atas diharapkan golongan lemah menjadi bangkit dan kuat. Setiap detik waktunya tidak akan terbuang sia-sia. Dari sisi ekonomi. tahan banting. Sedangkan modal kerja adalah dana yang akan digunakan untuk keperluan rutin (operasional usaha). . Bukhari. Modal investasi berupa alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang usaha. memberikan bekal keterampilan melalui training (pelatihan). dan hakim). Keempat. akan digunakan untuk meraih amalan terbaik sehingga sahamnya diakhirat menjadi besar. Ibnu Hibban. Kenapa. antara lain. merekrut mereka menjadi tenaga kerja pada usaha yang sedang dijalankan sendiri. Hanya dengan amalan terbaiklah kita akan bertemu dengan Allah Swt. Laa Ilaha Illallah. Mengenai hal ini. Jika saja setiap umat Islam yang ada di bumi nusantara ini berakhlak seperti Rasulullah dan para sahabatnya. Kedua. kuat. Yang penting adalah bantuan itu diniatkan semata-mata karena Allah bukan karena ada faktor yang lain. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh para sahabat itu dapat muncul karena mereka mempunyai kekuatan aqidah yang kokoh. Dengan membantu orang-orang lemah sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya tentu nilai amalan akan meningkat. Kekuatan aqidah yang bersumber dari pemahaman yang jelas. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat. Dengan harapan akan dapat berkarya produktif setelah pendidikannya selesai. banyak cara yang bisa diterapkan dalam membantu orang-orang lemah.

Kita tentu sangat merindukan satu lingkungan yang kondusif bagi perlindungan keshalehan dan menjaga pertumbuhan keshalihan anak-anak. lebih dari itu.yang tidak putus asa di dalam berjuang. orangpun seharusnya sadar bahwa tidak mungkin mengenakan pakaian yang tidak sopan (tidak menutup aurat) di lingkungan seperti pesantren atau masjid. berusaha dan menegakkan kalimatullah. Artinya. tidak bermaksiat dibumi Allah. dan masih banyak lagi. Tidak seperti orang-orang di dalam kendaraan yang asyik merokok tanpa peduli kesehatan orang lain. Tapi kenapa ada peringatan itu. atau wanitawanita yang berpakaian seminim-minimnya dengan menampilkan lekuk tubuhnya yang sejujurnya tidak sedikitpun mengundang simpati.com) Ciptakan Lingkungan Islami Publikasi 19/08/2002 08:31 WIB eramuslim . mengingat semua tempat dimanapun dimuka bumi ini sebenarnya sangatlah tidak layak untuk diwarnai dengan tampilan-tampilan yang tidak mengenal norma agama. Ini seperti diingatkan Allah dalam firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman. melainkan birahi. dan si alim mempersilahkannya dengan beberapa syarat. Di beberapa masjid besar seperti di Al Azhar Kebayoran Baru. cucu dan seluruh generasi ke depan. Laa Ilaha Illallah. rusak. orang beriman dan bertaqwa tetapi ketika berada di lingkungan yang rusak. Ada yang pernah bertanya kepada seorang alim perihal diizinkannya ia berbuat dosa.Anda yang pernah mengunjungi beberapa pesantren di Indonesia. tentu sudah sangat hapal dengan kalimat “Sesuaikan pakaian anda dengan lingkungan pesantren” yang tertera di papan peringatan. At Taubah:119). Kenapa begitu pentingnya Allah memperingatkan hamba-Nya untuk menciptakan lingkungan yang Islami? Tentu kita bisa mengambil pelajaran dari orang-orang shaleh terdahulu yang tetap istiqomah dalam keshalihannya karena mereka senantiasa bersama . dan perbuatannya tidak dilihat Allah. Karena. Jakarta. anda juga akan temui himbauan dengan kelimat yang hampir serupa. menjadi orang beriman dan bertaqwa saja tidaklah cukup. Maka kemudian seharusnya ada gerakan untuk memasang peringatan-peringatan yang tidak sekedar urusan penyesuaian penampilan. (Efri S Bahri/efrisb@yahoo. tentu karena masih ada orang-orang yang ‘tak tahu diri’ dan merasa innocent dengan penampilannya yang tidak sesuai pada tempatnya. satu peringatan untuk senantiasa berada pada lingkungan yang baik. Nampaknya himbauan semacam itu baik jika dipasang di lebih banyak tempat. menghormati hak orang lain disaat menjalankan haknya. sakit. Sebenarnya tanpa harus dibuat papan himbauan seperti itu. kalau bermaksiat jangan ambil nikmat dari Allah. Lingkungan dimana orang-orang didalamnya mengkedepankan kewajiban. bertaqwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (QS. bukan tidak mungkin daya imun-nya habis dan lama-kelamaan tergerogoti hingga akhirnya ikut sakit.

Mau tidak mau. Oleh karena itulah kemudian. dan masyarakat sekitar. Ada yang mengakhirinya secara alami ada juga . pertama. dihari pertamanya. setiap kesempatan selalu mengintai menunggu saat-saat lengah kita. jabatan dan lainlain. dan menetap. masjid-masjid memasang himbauan seperti diatas.Ibarat seorang anak yang baru pertama kali memasuki dunia sekolah. suka tidak suka setiap yang hidup pasti melewatinya. insya Allah akan berbekas kepada tetangga. agar nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran. harta. Karena disamping itu. peraturan dan persaingan di dalam kelas. “Allah bersama orang-orang yang sabar” Seharusnyalah kita mulai menciptakan lingkungan itu dari diri dan keluarga sendiri. bahwa ujian itu bisa datang dari mana saja. berbagai perasaan bergelut dibenak dan di setiap rongga dadanya. Antara cita-cita yang menggebu dengan kecemasan seperti bertarung memposisikan diri untuk bersemayam mendominasi perasaannya. Karena menjalani hidup itu juga berarti perjuangan melewati seluruh fasenya hingga sampai waktunya kita berhenti dan berakhir. tidak perlu lagi pesantren. cobaan yang kerap bahkan senantiasa datang. Menjaga konsistensi itu bukan perkara mudah. untuk menopang terwujudnya himbauan Allah agar keluarga kita terhindar dari api neraka. misalnya). bahkan setiap saat. konsistensi terhadap kebenaran dan kedua. Perasaan yang hampir sama meski tidak terlalu persis juga menggelayuti para pelajar dan mahasiswa yang tengah menghadapi ujian akhir guna membuktikan apakah mereka berhasil atau gagal setelah sekian tahun berkutat dengan buku. lingkungan tempat beraktifitas. godaan untuk melewati batas-betas kebenaran itu sangat banyak. Itulah hidup. Begitu juga antara imajinasi keceriaan dunia baru dan bayang-bayang orang-orang asing yang bakal mengelilinginya. Konsistensi dan kesabaran akan kebenaran yang tercipta dari dalam rumah kita. Wallahu a’lam bishshowaab (Abinya Hufha) Jangan Takut Cobaan! Publikasi 15/08/2002 10:46 WIB eramuslim . Allah mengingatkan kita untuk tetap bersabar dalam menetapi kebenaran itu. Oleh karena itulah anjuran untuk menjadikan kriteria shalihah sebagai kriteria utama dalam memilih pasangan begitu penting. penuh dengan segala macam ujian. tidak sedikit pula Allah berikan pelajaran dari tergelincirnya orang-orang yang awalnya begitu shaleh karena terpisahnya mereka dari jama’ah. resistensi atau tetap bersabar dalam mentaati kebenaran itu. dari wanita (istri. Seperti dingatkan Fathi Yakan.saudaranya seiman. Juga tidak berbeda yang dialami oleh para pelamar kerja yang menjalani test penerimaan calon pegawai. dalam pergaulan. karena sudah pasti cobaan. Bahwa cobaan orangorang beriman itu ada dua hal. eksekutif yang harus melewati ujian kenaikan jabatan atau para profesional yang mempersiapkan presentasi hasil karya mereka. Inilah juga mungkin hikmah yang bisa kita petik dari ayat terakhir surat Al Ashr. Hingga akhirnya bukan tidak mungkin suatu saat mimpi kita untuk mendapatkan masyarakat Islami menjadi satu kenyataan. Dan tentunya. antara semangat berprestasi dengan phobia ketidakmampuan mengikuti sistem.

anda akan menemui orang yang meraung-raung tak ingin segera mati. Jepang. ada yang tetap tegar meski waktunya hidup di dunia sudah bisa diprediksikan. kekasih Allah Muhammad saw pun tak hentinya menerima cercaan. harakiri adalah jalan mulia bagi mereka ketimbang menanggung malu. meringis menahan perihnya luka. ikhlas menerima dan menjalani cobaan. negeri yang terkenal dengan semangat hidup pantang menyerah dari masyarakatnya. Lihatlah Adam as yang harus menerima hukuman Allah terlempar ke bumi atas kelalaiannya. mungkin juga Allah menjanjikan kehidupan yang jauh lebih istimewa di kemudian hari. hancur .yang ‘mendahului’ waktu sebenarnya dengan mengakhiri hidup ditangan sendiri yang tak berdaya meregang keputusasaan. sehingga menjadikan negeri Sakura itu Macan Asia saat ini. Tapi cobalah. Anda tidak akan menganggap aneh ketika mendapati orang-orang berdasi. kesabaran Ibrahim as untuk menyembelih Ismail sebagai bukti cintanya kepada Allah setelah bertahun-tahun menunggu hadirnya sang buah hati. menangis tak henti akibat penyakit yang tak membaik meski sudah habis semua harta. mereka sabar. Bukankah para Nabi Allah selalu mendapatkan cobaan yang teramat berat sehingga mereka menjadi manusia-manusia pilihan. intimidasi dan ancaman pembunuhan berkali-kali. hinaan. atau menilai keelokan wajah Yusuf as sebagai kenikmatan yang tidak akan dimintai pertanggungjawabannya. Mereka berteriak. ketidaksigapan serta keteledoran yang terkadang menjadi sifat dasar manusia sering kali menyebabkan mereka kalah. Untuk mudah mengetahui berbagai tipikal orang menghadapi cobaan. Kelengahan. Dunia dengan segala keindahannya juga menyimpan tidak sedikit lubang dan celah ujian dimana manusia akan melewatinya. Namun di ruang lain. Bahkan sebagian mereka sangat tahu. hingga kini masih mencatatkan rekor terbesar bunuh diri dan sudah lazim diketahui bahwa sebagian besarnya adalah orang-orang muda yang penuh energik menjadikan prestasi dan kesuksesan diatas segalanya. Bagaimana pedihnya penderitaan Ayub as atas penyakit dan kemiskinan yang melandanya. harus mengakhiri hidup dengan terjun bebas dari lantai tertinggi apartemen atau gedung tempat mereka bekerja. atau Dia sedang menguji cinta dan kesabaran hamba-Nya dengan cobaan yang tiada henti. Di negara-negara Eropa yang menjadikan kesuksesan bisnis dan profesionalisme sebagai ukuran keberhasilan seseorang. juga keikhlasan Ismail as atas perintah Allah kepada ayahnya. dan bisa jadi Sang Maha Adil itu ingin menjadikan mereka manusia-manusia pilihan sehingga (dengan derita itu) diakhir hayatnya tetap ingat dan dekat kepada Rabbnya. datanglah ke rumah sakit. Jangan pernah menganggap kekayaan yang berlimpah yang dimiliki Sulaiman as bukan suatu ujian. Mungkin ada yang mengira ini terlalu menyederhanakan definisi cobaan hidup. ada juga yang terus tersenyum meski virus ganas kanker terus menggerogoti satu persatu anggota tubuhnya hingga tak bedanya ia dengan tengkorak hidup. menanggung kekalahan hidup yang memalukan. mencaci Tuhan atas dalih ketidakadilan. inilah cara Tuhan memperhatikan makhluk-Nya. atau merasa menjadi makhluk yang dihinakan Tuhan dengan penyakit itu. mereka yang pernah sukses atau karirnya menjulang. Sehingga ketika wajah mereka harus tercoreng oleh satu kegagalan yang dianggap biasa di negara kita. cemoohan dan hinaan yang diterima Nuh as atas keteguhannya. Bahkan manusia agung.

Coba ingat ketika pertama kali masuk sekolah. Mungkin inilah rahasia dari siklus hidup yang mesti dijalani yang telah diatur oleh Sang Khalik semenjak ia menjadikan alam dan seisinya. menyusuri jalan-jalan dunia yang penuh tipu daya. Namun tak satupun bayi-bayi mungil itu merasa cemas dan menolak terlahir kedunia yang penuh dengan cobaan ini. tumbuh. Kepolosannya menandai keiklasan dan kesiapannya mengarungi riak gelombang dunia fana. dengan kebersamaan. Wallahu’alam bishshowaab (Abinya Hufha) Bersahabatlah Sampai ke Surga Publikasi 14/08/2002 09:11 WIB eramuslim . Lalu memasuki jenjang pernikahan. bayang-bayang menjadi pecundang dan kalah bersaing seolah sirna bila profesionalisme dan modal kecerdasan di kedepankan. tapi selangkah kaki ini memasuki halaman sekolah. jangan gentar melawan cobaan. Lalu mengapa sekarang banyak manusia yang takut menghadapi cobaan. Tidak jarang ada manusia yang hari-harinya habis untuk mengeluh. kebanyakan manusia mungkin lupa (ini juga sifat dasar manusia) bahwa ketika terlahir kedunia tanpa sehelai pakaianpun. Awalnya akan merasa canggung. kalau sampai hari ini kita masih bisa menjalani hidup berarti kita telah mampu melewati semua fase sebelumnya yang entah disadari atau tidak penuh dengan cobaan. agar dapat diambil hikmahnya oleh manusia. Jadi. dewasa. maka seluas mata memandang betapa satu fase hidup bisa kita jalani dengan ceria dan semangat berprestasi. tanpa daya sehingga membutuhkan bantuan orang lain dalam menjalani hidupnya. untuk menjadikan diri ini manusiamanusia pilihan. siang. ujian dan cobaan itu tetap menghadang. sejak Dia menciptakan manusia pertama dan menghadirkannya ke dunia. petang dan malam. kebulatan tekad dan visi yang sama menjadikan perjalanan rumahtangga sebagai satu fase yang begitu indah. menikah. manusia datang dengan tubuh yang kecil memerah. Di dunia ini. bahkan berusaha menghindar dari ujian yang seharusnya mereka lalui. saat seorang pria harus keluar dari ketiak orangtuanya dan berpisah untuk bersatu dengan pasangannya. Padahal tidak! Selain karena Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hamba-Nya. Lalu mengapa harus takut dengan cobaan. Tapaki perguliran pagi. terus menerus siklusnya tak berubah. waktunya tersita untuk meratapi betapa dirinya merasa menjadi orang yang paling menderita. kekuatan dua jiwa yang bersatu. namun kebersamaan. kita pasti sanggup melewatinya meski ia sering terlihat sekokoh batu karang dilautan. sepanas api membara dan sebesar gunung menjulang. yangpenuh liku. tua dan mati. kita harus saling berpegangan . atau saat seorang wanita berpindah dari pelukan hangat ayah bunda kepada satu kerelaan berjalan mengiringi seorang pria pilihannya.Mari lewati lorong waktu. dengan persahabatan dalam keimanan. mencari nafkah. Begitu juga saat pertama memasuki dunia sesungguhnya menjadi orang dewasa. Tangisan pertamanya didunia seolah memberitahu bahwa ia makhluk lemah. Bahwa ada yang terlahir.dan tenggelam oleh kehidupan. meski awalnya dihantui kecemasan. Kedepan. tapi dengan segenap keyakinan yang teguh menempati seluruh sisi benak dan dada ini.

Saudaraku. seorang diri. “Dan diciptakan manusia itu dalam keadaan lemah. “Seluruh pertemanan dan persahabatan yang tidak dilandasi karena Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan. An Nisa : 28) Saudaraku. Ya Allah jangan Engkau sesatkan dia sepeninggalku sampai Engkau perlihatkan padanya kenikmatan yang Engku berikan padaku dan sampai Engkau meridhainya sebagaimana Engkau ridha kepadaku. “Pergilah. Karena. “dDia adalah sebaik-baik teman.” (QS. Az Zukhruf : 67). Ketika itu ia mengingat teman akrabnya di kala di dunia lalu ia berdo’a : “Ya Allah. kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh kelemahan dan mudah terpedaya. Bersahabat dengan orang-orang yang mendekatkan kita pada ridhaNya… . Seandainya engkau tahu yang Aku berikan kepadanya. Kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah lah yang akan mengantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan. Kita tak dapat lolos dari ancaman fitnahnya dengan hanya mengandalkan kemampuan sendiri. kebersamaan dan persahabatan di jalan Allah lah yang juga akan mengiringi kita pada kebahagiaan akhirat Allah SWT memberitakan bahwa hanya pertemanan atas dasra iman dan takwalah yang abadi..” Maka masing-masing mereka mengatakan. Mari kita mulai dari sekarang. Merenungklah. niscaya engkau akan banyak tertawa dan sedikit menangis. Siapa orang yang kita cintai? Siapa orang-orang yang paling dekat dengan kita dalam menusuri hidup ini? Siapa orang yang paling menghiasi ingatan kita? Siapa yang menemani langkah. “Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. Kita tak mungkin selamat mengarungi bahtera kehidupan yang sangat luas dengan ancaman badai fitnah ini. Pertemuan yang sangat mengesankan dan penuh kegembiraan. sebagaimana digambarkan oleh Ali bin Abi Thalib RA. “Ada dua orang mukmin yang bersahabat dan berteman akrab. “Saling memujilah kalian kepada sahabat kalian.langkah hidup kita? Orang shalehkah dia? Mengajak pada kebaikan dan keridhaan Allah kah dia? Bayangkanlah persahabatan orang beriman di dunia yang kisahnya berlanjut hingga di akhirat.tangan. sebaik-baik saudara. Harus.” Sampai kemudian teman akrabnya itu meninggal dunia dan ruh mereka bertemu. yang menyebutkan bahwa kita akan dibangkitkan di hari kiamat bersama orang yang kita cintai. Dia juga yang menyadarkanku akan pertemuan dengan-Mu. Dikatakan kepada mereka.” Begitu juga pesan Rasul SAW dalam haditsnya .” Maka Allah berkata padanya. dia yang menganjurkanku berlaku taat kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu. Salah seorang dari keduanya meninggal lebih dahulu dan ia mendapat berita gembira dari surga. Dia yang mengajakku melakukan kebaikan dan mencegahku melakukan kemungkaran. sesungguhnya fulan adalah teman akrabku. sebaik-baik sahabat…” Duhai indahnya.” (QS. Ibnu Kasir mengatakan.

budaya saling tolong atau bahkan memudarnya sifat-sifat humanis di kalangan masyarakat. rasa kebersamaan. Hilangnya semangat kerelaan berkorban misalnya. pemandangan seperti itu bukanlah hal mengagumkan yang dilakukan orang muda terhadap orang-orang yang lebih tua. Kerelaan berkorban (asketisme) yang dilakukan oleh Ali bin Abi Thalib. 4 Miliki Semangat Kerelaan Berkorban Publikasi 07/08/2002 11:47 WIB eramuslim . terutama di perkotaan. Sikap-sikap serupa juga dicontohkan sahabat lainnya seperti Abu Bakar yang dengan lantang mengatakan. Namun tentu bergesernya budaya dan nilai seperti itu jelas ada penyebabnya.Dikutip dari rubrik Ruhaniyat Majalah Tarbawi Edisi 40/Th. sehingga sikapsikap itu pun tercermin dalam diri sahabat-sahabat rasul. bisa karena hilangnya kepekaan sosial. wanita atau penyandang cacat. Semangat kerelaan berkorban merupakan wujud dari kecintaan kepada Allah. Abu Bakar menyerahkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan Islam. tidak peduli sebelumnya ia pun harus berlari dan berdesakkan untuk mendapatkan tempat duduk tersebut. Bentuk kecintaaan inilah yang ditunjukkan oleh Ali bin Abi Thalib dan juga para sahabat lainnya. yakni kecintaan terhadap Rasulullah. . saat menggantikan Rasul tidur di ranjangnya pada malam ketika Rasulullah ditemani Abu Bakar hendak melakukan hijrah. cukuplah Allah dan Rasul-Nya untuk menjawab pertanyaan Rasulullah tentang apa yang ditinggalkan untuk keluarganya. mahasiwa atau orang-orang yang sebenarnya masih sanggup untuk berdiri tetap tenang meski seorang jompo atau ibu hamil berdiri menahan beban tubuh disampingnya. Maka tidaklah aneh.Seorang pemuda serta merta berdiri dan mempersilahkan seorang ibu setengah baya untuk menempati tempat duduknya di sebuah bis kota. misalnya. lihat saja bahwa ternyata masih banyak pelajar. Sepuluh tahun yang lalu. Kita tentu merindukan orang-orang yang memiliki jiwa dan semangat rela berkorban (asketis) seperti yang pernah diajarkan sekaligus dicontohkan Rasulullah. Namun seiring pergeseran budaya dan perubahan tatanan nilai dalam masyarakat kita. misalnya lagi. Kejadian diatas hanyalah satu dari sekian banyak contoh pergeseran nilai yang semakin terasa nampak sebagai hal yang lumrah di masyarakat kita. Intanshurullaaha yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum. seseorang akan jauh lebih marah ketika ditegor orang lain yang merasa terganggu oleh asap rokoknya di dalam kendaraan umum. Atau keberanian Asma binti Abu bakar mengantar makanan untuk Rasulullah dan ayahandanya di tempat persembunyian di gua Tsur. seolah hal seperti itu saat ini menjadi barang langka yang jarang ditemui. barang siapa menolong agama Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Dari kecintaan terhadap Sang Khalik itu berlanjut pada kecintaan yang begitu mendalam terhadap sosok manusia yang dimuliakan Allah. Pada saat itu. yang karena itu mereka mau melakukan apapun untuk menolong agama Allah.

bukan sekedar kecerdasan intelektual tapi juga kecerdasan emosi berupa sikap kerelaan berkorban inilah yang jauh lebih dibutuhkan. Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Jemaluddin Kassum . Sesungguhnya. Rasul-Nya. Hanya saja.Krisis ekonomi yang mendera negeri Zamrud khatulistiwa ini telah mewariskan penderitaan pada masyarakat. dan juga mereka yang sangat membutuhkan sekedar sandaran atau penyangga berdiri. Kesadaran kolektif yang dimiliki itu tentu menjadi contoh bahwa semangat kerelaan berkorban jika dilakukan secara kolektif akan memberikan hasil yang luar biasa bagi sebuah perubahan bahkan peradaban. bahwa ada orang-orang lemah yang perlu huluran tangan. Bahkan pada November 2001. Tentu saja. dan seluruh mukmin sebagai wujud persaudaraan diatas segala kecintaan dan kepentingan terhadap diri sendiri.Dengan segenap cintanya. sikap-sikap seperti itu akan lebih terasa jika menjadi sebuah kesadaran kolektif dalam menerapkannya. Ruang publik kita masih cukup terbuka untuk melakukannya. serta tidak egois dan semena-mena menggunakan hak tanpa mempedulikan hak orang lainnya. Rasulullah mampu menurunkan perasaan cinta Allah dan Rasul-Nya itu menjadi sebuah cinta yang bertebaran menyentuh seluruh ummat. adakah besarnya cinta yang bersemayam didalam diri ini masih lebih menguasai rasa akan pemenuhan kepentingan diri sendiri. Karena bisa jadi kedepan. dan mulai dari sekarang! Satu wujud yang cukup membuat kita tersenyum misalnya. tak perlu menunggu waktu lama untuk memperbaiki sisi-sisi cinta itu dengan membetulkannya kearah yang pernah diajarkan Rasulullah. Maka patutlah sesegera mungkin kita melongok kedalam diri ini. dimana kelebihan dari kekuatan yang kita miliki akan sangat berharga bagi mereka. bahwa kecintaan terhadap Allah. Hal ini ditunjukkan dengan masih signifikannya jumlah penduduk yang miskin. ketika sekelompok mahasiswa yang insya Allah terjaga kemurnian perjuangannya merasa terusik saat orangorang yang dipercaya rakyat untuk memimpin dan mengelola negeri ini justru mengkhianati rakyat. jauh lebih penting dimiliki oleh setiap calon pemimpin. bahwa masih banyak para fakir miskin yang memerlukan sisihan sebagian dari harta kita. Wallahu a’lam bishshowaab (Abi Hufha) Tetaplah Berdaya Disaat Krisis Publikasi 02/08/2002 10:16 WIB eramuslim . kerelaan berkorban itu tercermin dalam sikap-sikap saling bantu. para wakil rakyat pengemban amanah ummat selain prinsip-prinsip berkeadilan yang juga mesti dihasung. meski bukan menjadi alasan untuk tidak melakukannya mulai dari diri sendiri. menyisihkan waktu dan tenaga untuk kepentingan banyak orang sebagai wujud dari Islam rahmat bagi seluruh alam. Jika demikian. sesama mukmin bahkan menjadi rahmat seluruh alam. saat ini kita tidak kehilangan momentum-momentum untuk kembali memiliki atau memperbaiki jiwa dan semangat asketis yang pernah dicontohkan oleh orang-orang mukmin terdahulu itu.

Kedua. “Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan beban yang tidak sanggup kamu memikulnya”.1 persen tahun 1999 menjadi 57. yakni 27 persen tahun 1999. Allah SWT telah memberikan tuntutanan bagaimana cara menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan ini.7 persen (tahun 2001).3 persen (2003). Sebagai bekal menghadapi tantangan dunia.5 persen (2004). Kendati kenyataannya ingkat kesadaran setiap insan juga terdapat perbedaan. 51. Di dalam Al-Qur’an. sementara 10-20 persen hidup dalam kemiskinan absolut (extreme poverty). 15. niat juga akan melahirkan keyakinan bahwa apapun yang telah.2 persen (2000).mengingatkan. yakni tahun 1996 yang sebesar 50.4 persen (2003). khususnya yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.1 persen (2004). setiap insan negeri ini mesti mendayagunakan seluruh potensi dirinya.5 persen (2005). Sehingga energi institutional dengan kelengkapan sumberdaya yang dimilikinya. setiap lembaga baik yang berbasis bisnis maupun kemasyarakatan. (Lihat Kompas. Jika definisi garis kemiskinan yang dipakai adalah pendapatan 2 dollar per hari. berniat bahwa bekerja (beraktivitas) semata-mata hanya bertujuan untuk mengabdi kepada Allah SWT. Oleh karenanya apabila kita ‘bedah’ terdapat empat tipologi manusia. “Sesungguhnya apabila kamu sungguh-sungguh pasti akan berhasil”. Niat yang dilandasi dengan keikhlasan akan meningkatkan energi dan motivasi diri untuk selalu berusaha. 56. Orang yang sungguh-sungguhlah yang akan mendapatkan nilai terbaik baik dihadapan manusia maupun dihadapan Allah SWT. misi. 55.1 persen.9 persen (tahun 2000). Angka kemiskinan 49. sedang dan akan terjadi adalah kehendak Allah semata. dan 10. Ketiga. program dan kegiatan serta strategi pencapaiannya. 14.7 persen (2001). baik bersifat individual maupun institusional. kurang lebih tiga per lima (60 persen) penduduk Indonesia saat ini hidup di bawah garis kemiskinan. harus diarahkan untuk mengeluarkan masyarakat dari jeratan kemiskinan. 13. ada manusia yang tidak sadar bahwa ia mempunyai potensi. Secara individu. dalam arti substansial antara lain. Sedangkan secara institusional. ada manusia yang sadar bahwa potensi yang dimilikinya terbatas. Kempat.6 persen (2002).5 persen tahun 2005 ini kira-kira sama dengan level sebelum krisis. jumlah penduduk miskin diperkirakan turun dari 65. 12. Disamping itu. Potensi dan kekuatan itu akan muncul apabila setiap insan sadar akan eksistensi dirinya. dan 49. 8 November 2001) Menghadapi problem kemiskinan tersebut. 53. Pertama. diperlukan solusi yang efektif dan adaptif dengan kondisi masyarakat. Kedua. percaya bahwa Allah memberikan potensi dan kekuatan kepada setiap insan. ada manusia yang sadar bahwa ia punya potensi. Angka kemiskinan berdasarkan definisi yang dipakai pemerintah (Badan Pusat Statistik/BPS) sendiri lebih kecil. sebaliknya ada manusia yang tidak sadar bahwa potensi yang . Sungguh-sungguh. Pertama.1 persen (2002). Dengan energi itulah akan lahir solusi-solusi kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan. mesti menggali dan merumuskan prinsip-prinsip institusi yang terdiri dari visi. 15.9 persen (2005).

Sejarah peradaban manusia juga menunjukkan bahwa hanya orangorang yang sadar akan dirinyalah yang mampu eksis menghadapi tantangan dinamika dunia ini. kemiskinan karena tidak mampu mendayagunakan potensi diri dan alam yang ada. insting dan lain-lain. Sehingga tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. berbagai upayapun ditempuh. Kebutuhan hidup menyangkut kebutuhan darurat seperti makanan pokok. Sehingga keputusan yang diambil betul-betul berada pada koridor penegakan keadilan. Bahkan problem kemiskinan telah mendera sepanjang masa. Sehingga mampu untuk berpikir jernih dan berkarya. Solusi Kemiskinan Kemiskinan bukan hanya terjadi sekarang. penyebab kemiskinan juga beragam. Pemberian bantuan hidup ini bisa bersifat charity (amal) dengan tujuan untuk memulihkan kondisi fisiknya. memberikan layanan kesehatan. Kedua. Keempat. Dengan pikiran jernih banyak hal yang bisa direncanakan. Bahkan orang yang sadar akan dirinya pula yang akan kenal dengan penciptaNya. Tujuan yang hendak dicapai adalah bagaimana supaya terjadi peningkatan keterampilan dan keilmuan. Dengan adanya dua penyebab terjadinya problem kemiskinan tersebut. Namun akibat dominasi hawa nafsu dan keserakahan serta keinginan untuk meraup kekayaan. Beberapa strategi yang ditawarkan antara lain. Kedua. supaya tidak terjadi ketergantungan yang berkelanjutan. Allah SWT. Oleh karenanya kesadaran akan diri menjadi sangat penting guna mengembangkan diri. tenaga fisik. Dengan demikian pekerjaan yang dilakukan betul-betul berdasarkan kapasitas dan kafaah keilmuan dan keterampilan yang jelas. Setiap manusia yang ingin tetap sehat membutuhkan layanan kesehatan. Oleh karenanya personal yang terlibat di dalam proses pengambilan kebijakan mestilah orang-orang yang bijak. Pertama. pemberian charity ini hanya bersifat jangka pendek. Pengolahan sumebrdaya alam yang tidak baik serta merusak . Namun. Dengan keterampilan perencaan menjadi rasional. mengembangkan potensi ekonomi. Allah SWT telah menganugerahkan sumberdaya alam yang berlimpah. adanya hegemoni penguasa.dimilikinya terbatas. baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Bagi masyarakat yang tergolong fakir dan miskin diperlukan adanya bantuan layanan kesehatan sehingga mereka tetap tegar dan kuat untuk bekerja. salah satunya melalui kebijakan. Disamping itu. Semua yang disediakan alam tersebut mestilah diolah sebaik-baiknya. meningkatkan kualitas pendidikan. Penguasa negeri yang bijak tidak akan membuat kebijakan yang merugikan masyarakat. Pertama. Ketiga. Dengan ketiga potensi tersebut setiap insan mestinya mampu ‘memeras akalnya’ serta mengolah apa yang ada di alam ini menjadi produk yang bermanfaat. kebenaran dan kejujuran. karena biaya pengadaan obat-obatan dan perawatan relatif mahal. maka tidak semua lapisan masyarakat dapat menjangkaunya. diperlukan strategi sebagai solusinya. Hanya saja. memenuhi kebutuhan untuk bertahan hidup. Padahal di dalam diri setiap insan terdapat potensi akal.

kita menyimpan kelemahan-kelemahan yang tidak dapat kita tutupi. untuk itu kita perlu meminta kepada Allah SWT. penuh harapan. . tanpa berdoa dan mengabaikan Allah sebagai penentu berhasil atau tidaknya tujuan kita. namun dibalik kelebihan itu manusia juga memiliki segudang kelemahan. Bayangkan jika kita sedang berada ditengah lautan. Namun siapakah yang dapat memberikan keselamatan kala itu. bagi kita keselamatan menjadi puncak harapan. Doa itu intinya adalah ibadah. doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong. Sehingga potensi alam yang ada betul-betul dapat dikembangkan secara maksimal. Manusia memang ditakdirkan sebagai makhluk yang paling sempurna dengan segala kelebihan-kelebihannya. Kita berharap dengan makin maraknya bermunculan institusi pemberdayaan masyarakat. sebab kita diciptakan dalam keadaan penuh dengan keterbatasanketerbatasan.keseimbangan alam dan lingkungan tentu akan berakibat akan terganggunya ekosistem alam. Bahri. Nahkoda memberi peringatan tanda bahaya. jangan sampai kemiskinan tersebut menyebabkan imat meninggalkan dienul Islam-nya. Kita juga tidak bisa hanya berusaha saja. Dengan keempat layanan di atas akan menunjukkan keberhasilan apabila diikat dengan aqidah yang mantap. pangkat. Contoh: peternakan. kamulah yang memerlukan Allah. Sehingga. doa adalah obat. kedudukan. Setiap hamba memang harus berdoa. serta kecantikan? Tentu tidak. doa adalah senjata. Tiba-tiba kapal yang kita tumpangi oleng ke kanan dan ke kiri karena badai yang tiba-tiba saja datang menghantam.com) Jangan Pernah Berhenti Berdoa Publikasi 30/07/2002 10:16 WIB eramuslim . pengharapan seorang hamba kepada Sang Khaliq. berdoa dengan penuh kekhusuan. pasrah dan ikhlas. Kita tidak bisa hanya berdoa saja tanpa melakukan usaha semaksimal mungkin untuk mengapai tujuan kita. Apakah yang akan kita lakukan pada saat itu? Masih pentingkah gelar. Karena hanya dengan kekuatan aqidahlah masyarakat akan terbebas dari kemiskinan yang membelitnya. doa adalah pintu segala kebaikan." (QS Faathir: 15). Doa adalah permohonan. problem kemiskinan dapat ditasi dengan baik. Oleh karenanya kehendak untuk mengolah sumberdaya alam mesti dilakukan uji kelayakan. Doa dan usaha adalah dua aktifitas yang tidak bisa dipisahkan. (Efri S. jabatan. pertanian dan perikanan. "Hai manusia. dan Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) Yang Maha Terpuji. efrisb@yahoo. tulus. harta kekayaan yang melimpah. Tidak ada tempat kita meminta bantuan karena seluruh alat komunikasi terputus. seperti yang difirmankan Allah. Seluruh hamba sangat bergantung kepada penciptanya. kalau bukan kepada Allah SWT kita meminta? Dibalik kelebihan-kelebihan yang kita miliki.Orang bijak mengatakan.

berlindung kepada Allah dari setan yang kalian sebut sebagai musuhmu. tetapi perbuatan kalian justru bertentangan dengan keinginan itu. tetapi kalian tidak bisa mengambil pelajaran dari peristiwa itu. tetapi kalian lupa mensyukurinya. Kami warga Basrah sudah bertahun-tahun berdoa. Perhatikan ada-adab berdoa. Jangan pernah berhenti memanjatkan doa kepada Allah. "Wahai Abu Ishak (panggilan Ibrahim bin Adham). Setiap saat kalian menikmati karunia Allah.Hidup bukan sekedar perjalanan menuju kematian. "Wahai penduduk Basrah. Kalian selalu mengaku cinta kepada rasul. namun sesungguhnya tetap hidup sampai pada satu masa pengadilan Allah yang maha adil memutuskan ketentuannya.com) Menikmati Hidup Publikasi 29/07/2002 08:43 WIB eramuslim . "Berdoalah kepada Allah. tetapi kalian tidak memenuhi hak-hak-Nya. karena kematian itu sendiri bukan tujuan akhir sebenarnya dari setiap makhluk yang hidup. tetapi kalian justru mencampakkan dirimu sendiri kedalamnya. tetapi kalian harus yakin akan dikabulkan. tetapi setiap hari pula kalian memberi makan setan dan mengikuti langkahnya." Terakhir ia mengatakan. tetapi kalian tidak mengamalkan isinya. melainkan akan terus berlalu melalui salah satu fase berikutnya yakni saat harus mempertanggungjawabkan masa hidup mereka di dunia dan seterusnya. Tidak berhenti hanya sampai disitu. Setiap hari kalian membaca ta’awudz. Setipa hari kalian membaca Al-Quran. Katanya kalian takut masuk neraka. ingatlah sabda nabi." Apapun persoalan hidup kita. Bagaimana mungkin doa kalian akan dikabulkan Allah! Kalian mengakui kekuasaan Allah. Meski jasad telah mati. tetaplah berdoa kepada Allah. karena hati kalian telah mati dalam sepuluh perkara. "Wahai penduduk Basrah. tetapi nyatanya kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Allah berfirman dalam Al-Quran agar kami berdoa. dan bersabarlah menunggu dikabulkan-Nya (elsandra/el-sandra@lycos. Hanya saja kalian harus tahu bahwa Allah tidak berkenan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main. tetapi kalian meninggaklan pola prilaku sunnah-sunnahnya. . Maka bukanlah kematian yang dinanti oleh yang hidup karena sejak dimulainya hembusan nafas pertama seseorang hingga detik inipun tengah berjalan sampai saatnya melewati satu fase yang bernama kematian itu. Kalian selalu mengatakan ingin masuk syurga. Kalian mengakui bahwa maut adalah keniscayaan. Kalian sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. tetapi kenapa doa kami tidak dikabulkan Allah?" Ibrahim bin Adham menjawab.Ada sebuah kisah tentang masyarakat Basrah yang waktu itu sedang dilanda kemelut sosial. apakah kita sedang bahagia atau sedih. Masyarakat Basrah pun mengadukan nasibnya kepada Ibrahim bin Adham. Kebetulan mereka kedatangan ulama besar yang bernama Ibrahim bin Adham. karena doa adalah masa depan kita. tetapi terhadap kesalahan sendiri kalian tidak mampu melihatnya. Doa adalah kekuatan kita. Kalian sering menguburkan jenazah saudaramu. doa adalah senjata kita.

Namun demikian tidak sedikit manusia yang tidak menyadari bagaimana memanfaatkan waktu yang sebentar itu guna mengumpulkan bekal sebanyak dan sebaik-baiknya untuk menempuh perjalanan fase-fase berikutnya yang tak diketahui seberapa panjang lintasan kan ditempuh lengkap dengan terjalnya kerikil dan batu sandungan yang kerap menghadang. Sebagian kita berpikir memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah hidup di dunia ini untuk dinikmati sepuasnya. serta setinggi apa pegunungan. Kini giliran manusia-manusia dimana kita berada dimasanya. Yusuf Nabi yang diberikan nikmat keelokan paras pun memberikan pelajaran bagaimana mensikapi hidup tidak berlebihan. Dia sertakan juga pesan bagaimana memanfaatkannya dengan baik. Cobalah tengok tas bekal yang kita miliki sekarang. setiap detik waktu yang terpakai dan setiap tenaga yang terkuras semata untuk urusan pemenuhan kebutuhan akan kepuasan yang singkat sesaat. mungkin masih terlalu sedikit atau bahkan kosong sama sekali. Allah sertakan nikmat kesabaran dan cinta mendalam dari Rahmah istrinya. Ketidaksadaran akan singkatnya waktu. Padahal kita tak pernah tahu sampai sejauhmana perjalanan menuju akhirat itu. Allah curahkan semua anugerah dan pemberiannya kepada segenap makhluk-Nya sebagai bentuk kasih sayang yang takkan pernah putus untuk dinikmati. waktunya hanya sesaat. belum tercapai titik klimaks kepuasan sampai kematian yang mengakhiri petualangan pencarian kepuasannya tersebut. bukit. Kepada Ayub. ketika Allah menjanjikan surga dan ampunan serta terbebas dari azab-Nya sebagai imbalan dari jihad dengan harta dan jiwa ini. didaki. Disaat yang sama kita semakin lupa membebani punggung ini dengan bekal perjalanan panjang selanjutnya. masih ada keraguan kita . Seperti pelajaran yang diberikan Allah kepada Sulaiman saat hendak memberi makan seluruh makhluk Allah dengan kekayaan yang dimilikinya. benar dan tepat. sigap mengumpulkan bekal. Maka kemudian. Dia berikan beragam kenikmatan untuk tidak sekedar dinikmati. melainkan juga diambil maknanya sehingga menyadarkan diri ini untuk bersyukur. Tak sedikit juga pengetahuan akan seberapa dalam dan luasnya lautan yang mesti diarungi. setiap jengkal tanah yang terlewati. atau hikmah dari perintah disembelihnya Ismail oleh ayahanda Ibrahim yang teramat cintanya. lembah yang harus ditelusuri. begitu singkat. Allah pun tetap memberikan anugerah kenikmatan itu tanpa kecuali. Diwaktu yang sebentar itulah masih banyak kita yang salah dalam memanfaatkan hidup ini. Sesungguhnya bersamaan dengan turunnya anugerah tersebut. dan ketidakmengertian akan seberapa berat perjalanan berikutnya itu ternyata masih tak membuat kita bergegas berbenah. ketika cobaan penyakit berat menimpanya. Rasulullah mengingatkan bahwa menjalani hidup di dunia ini layaknya seperti orang asing atau orang yang sedang menyeberangi suatu jalan. termasuk hidup itu sendiri. Sekedar mengingatkan. Hanya saja terkadang ketidakmampuan menangkap makna luas kenikmatan yang diberikan-Nya itulah yang membuat pandangan ini begitu sempit dengan menggambarkan nikmat itu sebatas rupa dan bentuk.Hidup adalah satu fase dari sekian fase perjalanan yang dilewati manusia.

akan janji itu, meski kita tahu Dialah Yang Maha menepati janji. Saat Allah menawarkan nikmat tambahan untuk rasa syukur kita atas nikmat sebelumnya, ternyata sedikit sekali bibir ini berucap dan memuji-Nya. Juga pertolongan dan peneguhan kedudukan yang sudah pasti diberikan jika kita mau berkorban untuk agama-Nya, namun dimana kita saat Islam membutuhkan uluran tangan dan tetesan darah ini, sedang apa diri ini disaat ummat Islam di belahan bumi lain menjerit menggantang nyawa. Menggelengkan kepala adalah jawaban untuk pertanyaan Allah bahwa nikmat manakah yang kita dustakan, tetapi betapa lebih sering kita justru melupakannya. Padahal ada cara yang diajarkan Rasulullah bagaimana menikmati hidup ini tanpa harus tergelincir kepada nafsu pemuasan yang tak berkesudahan. Bayangkan cara beliau menikmati hidup dengan prinisp secukupnya soal pemenuhan kebutuhan, tidak berlebihan dan bersikap qona’ah. Rasa syukur yang kian hari kian meningkat seiring dengan tak hentinya segala nikmat yang diberikan Allah, pun terlihat dari tak berkurangnya ibadah. Kita masih bisa menambah kenikmatan hidup ini dengan melahap bacaan ayat-ayat Allah serta melafazkan nama-Nya untuk mendapatkan satu nikmat yang tak ternilai, ketenangan jiwa. Istri yang sholeh nan menyenangkan, anak-anak yang membanggakan semakin bertambah nikmat hidup ini jika kita bisa membimbingnya, agar kelak bisa menikmati kebersamaan itu dalam fase kehidupan berikutnya. Bahkan bukan tidak mungkin kesulitan pun menjadi bagian dari kenikmatan hidup ketika kita ridha dan memandang semua ujian adalah cara-Nya untuk berdekatan dengan orangorang shaleh. Sungguh nikmat yang berketerusan, terlebih jika diri ini senantiasa terjaga untuk tetap berada pada jalur kebenaran hingga detik saat Izrail mengetuk pintu, bukankah kita juga merindukan kematian yang dapat dinikmati? Wallahu’a’lam bishshowaab (Hufha)

Bunga-Bunga Kehidupan
Publikasi 25/07/2002 09:19 WIB eramuslim - Salah satu keindahan yang Allah ciptakan untuk dapat dinikmati manusia adalah bertebarannya bunga-bunga cantik nan menyejukkan dengan aroma dan warnawarni yang tak membosankan. Apabila musim semi tiba, perlahan kelopak-kelopak bunga merekah seraya menyemai kecerahan hari. Kuning yang menghangatkan, kesejukkan yang ditawarkan dari warna putih, merah yang menyala-nyala membangkitkan gairah hidup, semua warna, semua aromanya mewarnai hidup menambah semerbak alam tempat berpijak. Tidak hanya bunga-bunga yang demikian yang memang diperuntukkan untuk manusia (juga kumbang sang penikmat bunga tentunya), namun ada banyak bunga yang juga hadir menyemangati hidup, mengiringi langkah ini dan menjadikan hari-hari yang kita lewati begitu indah dan menyenangkan. Dari sekian melati yang bertebaran di bumi ini, ada satu yang terindah yang telah kita petik untuk ditanam di taman hati. Dipupuk dengan segenap cinta tanpa akhir, disirami oleh kasih sayang yang takkan habis dan dipelihara dengan segala bentuk pengorbanan yang tak kenal lelah, maka ia pun senantiasa menjadi bunga

yang menyenangkan hanya dengan memandangnya, membasuh peluh, menghapus lelah ketika disentuh dan menyegarkan seluruh rongga dada ketika mengecupnya sehingga tercipta kedamaian dan ketenangan. Ya, istri atau suami yang sekarang menjadi pasangan jiwa kita adalah bunga kehidupan. Dari melati yang telah dipetik itu, mungkin kan datang Lily, Tulips, Mawar atau bungabunga lain yang semakin meramaikan taman hati ini dengan aroma khas dan warna yang membuat hidup terasa lebih indah. Keceriaan yang dihadirkan anak-anak selaku bungabunga kecil mampu menghiasharumi hati. Mereka, bunga-bunga kecil yang dengan keindahannya membuat kita selalu tersenyum, menjadi pelepas dahaga kedamaian dan pengobat rindu akan kehangatan. Dengan curahan kasih sayang yang tiada henti, sentuhan pendidikan yang tidak memenjarakan kebebasan berpikir dan memasung kreativitasnya, semoga tetap menjadikan mereka bunga-bunga yang dapat dibanggakan, bukan malah menjadi bunga-bunga liar yang berserakan di trotoar dan pinggir jalan. Dengan menghiasi hati mereka akan keagungan nama penciptanya, dan kemuliaan nama Rasulnya, akan menjadikan mereka bunga-bunga yang tak pernah kusut, layu atau bahkan hancur oleh terjangan angin, panas, hujan ataupun buasnya unggas. Ketika beranjak keluar melewati pagar, kita akan menemukan bunga-bunga lain yang tak kalah indahnya, mereka tersenyum dan menyapa dengan hangatnya. Seperti kita yang juga menjadi bunga kehidupan bagi mereka, bunga-bunga diluar pagar itupun hadir memberikan makna kebersamaan dan saling mencintai, memberi juga mengasihi sebagai saudara karena Allah. Jagalah kedekatan, binalah kebersamaan dengan bunga-bunga itu, karena mereka jugalah yang mungkin akan membantu, menolong dan meringankan beban berat ataupun terpaan badai kehidupan. Sebanyak apapun bunga yang kita miliki, jangan juga melupakan bunga-bunga yang telah melahirkan dan membesarkan kita menjadi bunga saat ini. Mungkin bunga-bunga itu sudah mulai layu, atau tangkainya sudah terkulai lemah. Jangan biarkan mereka semakin layu, sirami dengan air cinta meski yang kita miliki tak sebanding dengan air cinta yang pernah mereka curahkan. Jadilah kaki penyangga tangkainya agar kita tetap bisa melihatnya berdiri, segar dan melangkah berdampingan hingga Sang pencipta segala bunga menentukan kehendaknya. Namun ada satu bunga, yang bersemayam paling dalam di lubuk hati ini, yang tak boleh kita biarkan tak tersirami oleh air yang tercipta dari rangkaian indah nama-nama Sang Pencipta segala bunga, dari berdiri, duduk dan sujud yang kita tegakkan, dari senandungsenandung yang menyuarakan ayat-ayat-Nya dan dari rasa berserahdiri akan segala kehendak dan ketentuan-Nya. Ialah bunga kehidupan utama yang tanpanya takkan berarti, takkan terasa indah, takkan menyejukkan aroma bunga lainnya, seindah dan seharum apapun bunga-bunga yang lain itu. Hingga jika bunga utama itu kuat, ia pun akan menguatkan diri ini sehingga teramat tegar menepis duri-duri kemaksiatan yang menyakitkan, atau unggas-unggas kejahatan agar menjauh dari taman hati ini. Dengan keindahan dan kedamaian yang kita tawarkan selaku bunga, kita dapat memperbanyak bunga-bunga baru untuk hadir dan bersama-sama saling menjadi bunga kehidupan di

taman hati masing-masing. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna, teruntuk bungabunga di taman hatiku)

Hidup Penuh Arti
Publikasi 24/07/2002 16:51 WIB eramuslim - Selasa (23/7) dini hari waktu setempat, sebuah serangan udara menghancurkan beberapa bangunan dan menewaskan 12 orang termasuk anak-anak dan wanita, serta melukai 150 orang lainnya. Diantara yang syahid ialah Shalah Syahada, Komandan Izzudin Al Qassam, salah satu tokoh pendiri Hamas. Pria berusia 50 tahun itu menjemput syahid bersama istri dan ketiga anaknya dalam insiden membabi buta militer Israel. Syahidnya tokoh besar Hamas tersebut menimbulkan kemarahan para pejuang Hamas tidak terkecuali anak-anak dan kaum wanita. Hari ini, prosesi pemakaman Shalah Syahada dan sebelas syuhada Palestina lainnya dipadati tidak kurang dari 300 ribu pendukung Palestina. Dilaporkan, puluhan ribu pejuang antri di depan rumah sakit dimana para pejuang yang syahid tersebut disemayamkan untuk ‘berebut’ menggotong jenazah sang syahid. 6 Februari 1993, hujan air mata mengguyur tanah Indonesia. Dalam usia 84 tahun, seorang tokoh besar ummat Islam menghembuskan nafas terakhirnya. Pak Natsir telah pergi, begitu bunyi headline beberapa harian besar di ibukota. Sebagian kita mungkin masih belum bisa melupakan betapa membludaknya iring-iringan massa yang menghantarkan jenazah Mohammad Natsir (Allahuyarham Pak Natsir) ke tempat peristirahatannya. Air mata ini pastilah kan mengalir tatkala mengingat kembali kisah detik-detik menjelang wafatnya Rasulullah Muhammad saw, manusia mulia nan agung yang dicintai segenap ummatnya. Betapa tidak, sampai detik terakhir hidupnya, ketika Izrail, Jibril dan seluruh malaikat berkumpul mengelilingi Rasulullah yang terkulai lemas di pembaringan, beliau masih khawatir akan keadaan ummatnya sepeninggalnya. Pancaran ketenangan pun menyemburat memancar dari wajahnya saat Jibril mengkhabarkan bahwa tidak ada ummat yang akan menginjakkan surga sebelum ummat Muhammad. Meski pada saat bersamaan derasnya sungai airmata mengalir membasahi pipi Fatimah Az Zahra. “Orang besar adalah mereka yang hidupnya untuk (kepentingan) orang banyak, dan ketika mati, ia akan senantiasa dikenang juga sebagai orang besar. Orang kerdil adalah yang hidupnya untuk dirinya sendiri, maka ketika mati ia pun tetap sebagai orang kerdil”. Nasihat yang begitu bermakna yang terlontar dari mulut seorang pejuang muslim pendiri Gerakan Ikhwanul Muslimin, Imam Hasan Al Banna. Setidaknya sang Imam pun membuktikan kata-katanya, puluhan tahun setelah kepergiannya pada tahun 1948 dalam usianya yang masih relatif muda, 42 tahun, oleh terjangan sebutir peluru, hingga kini ia masih tetap dikenang sebagai orang besar yang tidak bisa lepas dari wacana pergerakan dan perjuangan Islam di Mesir dan di seluruh penjuru dunia Islam.

menjadi orang besar dan senantiasa dikenang sepanjang hayat manusia di bumi Islam karena mereka telah mendedikasikan seluruh hidup mereka untuk ummat. dari Cat Stevens sampai si imut Tasya pun bersenandung pagi. kicaunya yang tak henti mengiringi kepakan sayap mereka mencari dahan-dahan tempat berpijak untuk kemudian terbang kembali ke sangkar mereka dengan setumpuk makanan di paruhnya untuk diberikan kepada anakanak mereka. Titik-titik embun di dahan berjatuhan membasahi tanah seiring bergulirnya sang mentari menatap bumi. mereka teramat tahu . Abdullah Azzam. dan juga sebagai inspirasi bagi deretan panjang calon-calon mujahid di seluruh pelosok bumi. Meski tidak harus memanggul senjata. namun mereka telah memberi makna bagaimana hidup penuh arti. Allah menjadikan mereka sebagai penyemangat perjuangan. Maha Suci Allah atas nikmat pagi dengan segala keajaibannya. Bahkan jika hamba-hamba itu bersyukur dan memuji. memberi isyarat kepada manusia untuk segera memulai hari yang teramat cerah. Ayatullah Khomeini.Masih banyak nama-nama besar yang terukir bersamaan dengan gejolak perjuangan ini. pemimpin Revolusi Iran dan masih banyak nama-nama lainnya. Syamil Basayev sang tokoh pejuang Chechnya. untuk Islam dan untuk Allah. Burung-burung hilir mudik terbang kesana kemari mengitari alam. ahli bom pejuang Mujahidin Afghanistan pada masa perang melawan Uni Soviet. Maka.Entah sudah berapa ratus syair tergubah yang terinspirasi oleh indahnya pagi. dengan segala kekuatan dan izin Allah. pembangkit ghirah. setelah sebelumnya unggas lainnya berlomba saling bersahut memecahkan keheningan fajar. Mereka. Juga. masih terdapat antrian panjang calon-calon pengukir sejarah perjuangan kaum muslim. sehingga kematianpun akan sangat berkesan bagi siapapun yang ditinggalkan. pembunuh demotivasi. DR. Selamat Datang Pagi. Dengarlah kicau burung-burung bernyanyi. pastilah dia orang-orang yang merugi bahkan kesuksesan pun makin menjauh. siapapun yang tetap terlena berselimut tebal. semuanya bermula di pagi hari. Jika saja. Selamat Datang Pagi Publikasi 23/07/2002 09:01 WIB eramuslim . satu bentuk Kemahasempurnaan hasil kreasi Allah dari jumlah yang tak terhingga kemahasempurnaan lainnya yang semuanya diperuntukkan bagi hamba-Nya tanpa mengharap imbalan apapun. pastilah Dia akan menambahkan nikmat-nikmat itu. Adakah diri ini dalam antrian panjang tersebut? Wallahu’alam bishshowaab (Abi Iqna). Patutlah kita mensyukuri nikmat Allah yang satu ini. Insya Allah. Binatang-binatang melata ditanah pun menggeliat. karena pagi begitu memberikan harapan bagi segenap makhluk. mungkin sudah jutaan kata terangkai menjadi puisi-puisi indah tentang pagi. ayam-ayam jantan sudah menyambut awal kemenangannya dengan lantang di waktu fajar. termasuk bagi manusia yang bercita-cita meraih sukses dan kemenangan. sebaiknya cukup dalam hati saja mengucapkannya. sementara sang betina dengan sabar menggiring anak-anak mereka mencari makan.

tak berlebihan bila seorang ulama Mesir yang telah syahid. Raihlah prestasi sebaik-baiknya hari ini.Sesungguhnya dalam Islam. Mencari rizki maupun mencari ilmu terus menerus tanpa kenal patah semangat untuk memacu prestasi. Sungguh. masih adakah manusia yang tetap bermalas dengan badan lurus terlentang merapat di ranjang hangat? Tentu mereka orang-orang yang jauh dari rizki dan kesuksesan. cinta dan keimanan adalah ibarat dua sisi mata uang. Dan malam pun tiba menawarkan kesejukannya seiring terpejamnya mata. dan pada saat-saat yang sudah ditentukan kita duduk bersimpuh. karena boleh jadi kecemerlangan amal dan prestasi hari ini yang tercatat sebagai amal yang menyelematkan kita dari azab-Nya. semburat cahaya kemerahan yang terlukis di langit menghantarkan kita merenda lelah. Dengan cinta dan keimanan inilah hati setiap mukmin yang satu dengan lainnya terikat kuat. merapatkan kening diatas bentangan sajadah. Bekerjalah seolah akan hidup selamanya dan beribadahlah seakan esok ajal kan datang. maka mukmin yang lain pun merasakan hal yang sama. tentu bukan menjadi alasan untuk menghabiskan hari dengan berpangku tangan tanpa berbuat satu apapun. . Dan iman pun tidak dapat dibayangkan tanpa cinta. mengumpulkan tenaga untuk kembali menyambut pagi yang senantiasa menjanjikan harapan. baik prestasi dunia maupun prestasi sebagai bekal di akhirat. persatuan ummat akan terbentuk dan permasalah pun akan terpecahkan. atau bahkan mungkin esok mentari terbit dari arah yang berlawanan dari arah yang biasanya. Karenanya. Oleh karena itu. Ada keseimbangan yang patut dipertahankan dalam hidup ini. bisa jadi ini adalah pagi terakhir yang dapat kita rasa. Bagaimana tidak. Itu berarti. satu nasihat yang bagus untuk didengarkan. dan menyuruhnya untuk keluar bekerja mencari nafkah. datangnya pagi hari ini juga wajib kita syukuri karena belum tentu esok kita kan menikmati keindahannya. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna) Indahnya Cinta karena Allah Publikasi 22/07/2002 10:47 WIB eramuslim . Al Ustadz Imam Hasan Al-Banna mengatakan bahwa dengan dua sayap inilah Islam diterbangkan setinggi-tingginya ke langit kemuliaan. jikalau dengan iman dan cinta. Antara yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Rasulullah pernah menegur salah seorang dari pengikutnya yang selalu berada di masjid sepanjang hari.bahwa tanpa geliat itu mereka takkan mendapatkan rizki untuk bisa bertahan hidup. mengadu dan memohon dikuatkan hati dalam menggapai segala harapan. Jika memang ini pagi terakhir. dan sentuhan hangat mentari pagi ini juga yang terakhir bagi kita. Selain itu. Kemudian bersegera kembali meneruskan pekerjaan sambil tak hentinya hati dan bibir ini menyebut nama Allah sebagai sumber kekuatan. Bila mukmin yang satu sakit. meski waktunya pun tinggal sehari. bangkitlah segera dan mulailah hari ini dengan penuh semangat karena mungkin saja semangat kita tak berguna lagi di esok hari. Hingga senja pun hadir. Cinta tidak dapat digambarkan tanpa iman.

Padahal. misalnya. Maka. merasakan demam. Maka kaum Ansor berkata. Sesungguhnya tanah ini adalah milik kalian"." (Qs. menunaikan zakat. bersabdalah beliau. dan mereka ta’at kepada Allah dan Rosul-Nya. Hal itu juga tidak lain karena orang mukmin itu laksana sebuah bangunan. jika bagian yang satu hancur. "Jangan lakukan itu." Pagi-pagi sekali. Sebaliknya. sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. "Allah kagum atas perbuatan si fulan dan fulanah. Bagian yang satu akan mengokohkan bagian yang lain." Kaum Anshor pun tak kalah tingginya memiliki sifat itsar. orang Anshor ini mengatakan kepada istrinya. Dan kemarilah kamu." Dalam kisah lain juga disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw menawarkan kepada para sahabat. maka yang lain pun akan merasakan kehancurannya. kecuali untuk anak-anaknya. dan saling berempat di antara sesama mereka adalah laksana satu tubuh. tidurkanlah mereka. betapa para generasi pendahulu kita mempunyai kehidupan yang sangat mulia dan jarang kita temui dalam kehidupan kita saat ini. At Taubah : 71). dan tak bisa tidur." Maka Alloh swt berfirman: . maka Rasulullah saw bersabda: "Tidak ada harta seorang pun yang memberikan manfaat kepadaku melebihi harta Abu bakar. jika ada sebagian dari anggota tubuh yang sakit. Mereka selalu saling tolong menolong. "Harta apakah yang kamu tinggalkan untuk anak-anakmu?" Beliau menjawab. ketika orang Anshor ini datang kepada Rasululloh saw. "Wahai Rosulullah bagilah menjadi dua tanah yang kami miliki untuk kami dan saudara kami muhajirin". saling mengasihi. ketika ia pergi enemui keluarganya. "Kalau begitu. teryata istrinya mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai makanan. Ketika Rasulullah saw menanyakan pada beliau. Rasulullah menjawab. mendirikan sholat. tidak apa-apa kita tidak makan pada malam ini. mempunyai rasa empati yang tinggi. laki-laki dan perempuan. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf. matikan lampu. "Saya tinggalkan Allah dan Rasul-Nya untuk mereka. Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa suatu hari kaum Anshor datang menemui Rasulullah saw mengutarakan pendapatnya. tapi cukupilah kebutuhan mereka dan bagilah hasil panen kepada mereka." Karena kedermawanan dan keikhlasan Abu Bakar inilah. sepenanggungan dalam suka dan duka. bila anak-anak hendak makan malam. Karena itu. Abu Bakar as Shiddiq. maka seluruh anggota tubuh akan ikut merintih. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. maka salah seorang dari kaum Anshor berdiri dan menyatakan kesediaannya. siapakah di antara mereka yang bersedia menjamu tamu Rasulullah saw." Sejarah Islam telah menggoreskan pena emasnya."Dan orang-orang yang beriman. "kami ridho atas keputusan engkau wahai Rasulullah. Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. dan selalu mengutamakan kepentingan saudara seimannya daripada kepentingannya sendiri (itsar). mencegah dari yang munkar. hadits Rasulullah saw juga menegaskan: "Gambaran orang-orang beriman dalam hal saling mencintai. beliau rela menginfaqkan seluruh hartanya demi kejayaan Islam.

engkau mendahuluiku menuju surga!" Ucapan itu merupakan refleksi kebahagiaan dari seorang mukmin melihat indahnya ‘masa depan’ yang akan dialami oleh mukmin lainnya. salah seorang di antara pasukan kaum muslimin ada yang berteriak." (Qs. pasukan musuh sedang menanti mereka dan kematian pun mengitari kepala mereka.. Ketika komandan pasukan musuh itu melihat perilaku pasukan muslim. seorang mukmin terkena pukulan pedang musuh di tengkuknya." Komandan ini pun berkata.! Berdamai sajalah dengan mareka sesuai dengan apa yang mereka inginkan!" . Dan ucapan yang terlontar dari mulut mukmin yang mengaduh tersebut adalah. Sifat itsar juga melahirkan refleks-refleks yang tidak dibuat-buat. lalu kita perangi mereka di tempat mereka berada. lalu bagaimana jika kalian membunuh salah seorang saja dari mereka? Pasukan. Kisah lain yang tak kalah mengesankan indahnya ukhuwah adalah suatu ketika sepasukan dari kaum muslimin keluar untuk berperang. Ia tidak berteriak atau mengaduh karena sakit. "Jika karena masalah Qab saja mereka sudah seperti itu. "Apa-apaan mereka itu?" Bawahannya menjawab. Posisi antara pasukan kaum muslimin dengan musuh terbatasi oleh sebuah sungai. dalam satu peperangan dikisahkan. Komandan pasukan muslim berkata. seakan-akan pukulan itu mengenai dirinya." Mereka pun akhirnya menceburkan diri bersama kuda-kuda mereka melintasi sungai agar dapat bertempur dengan musuh.. Di depan mereka terlihat pasukan musuh sudah siap siaga untuk menghunuskan pedang mereka. sementara mereka bisa memperoleh perbekalan dan air tanpa harus susah payah? Bagaimana pendapat kalian?" Salah seorang dari mereka kemudian menjawab."Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin). Kedua pasukan tersebut saling berhadapan.. "Qab (Kantung air bejana yang terbuat dari kayu) – ku……… Qab-ku…jatuh ke air". Sementara. Dalam hadits disebutkan bahwa kaum Anshor berkata kepada kaum Muhajirin agar mereka memilih salah satu dari dua istrinya yang mereka senangi. Akhlaq mulia kaum Anshor dalam mengutamakan kepentingan kaum muhajirin tidak hanya sampai di situ.. "Bagaimana pendapat kalian menghadapi musuhmusuh kalian. tapi ia langsung jatuh tersungkur dan pada akhirnya syahidnya menjemputkan . Kemudian kaum Anshor akan menceraikan istri tersebut lalu menikahkannya dengan istri yang telah diceraikannya itu. "Saudaraku. mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Tetapi yang menakjubkan ketika mukmin itu terpukul pedang tersebut. dan mereka pun sibuk mencarinya. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya. atas diri mereka sendiri. dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin). Sang komandan pun berkata.. "Kita seberangi saja sungai ini. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apaapa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin). Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). mereka itulah orang-orang yang beruntung. "Carilah dulu Qab milik saudara kalian yang hilang". tapi murni dari hati yang salim (bersih). ia berkata. "Salah seorang dari mereka kehilangan Qab-nya.. Mereka pun sibuk mencarinya. Tiba-tiba. justru mukmin lain yang melihatnya lah yang mengaduh kesakitan dan merasakan perihnya ketajaman pedang menembus tubuhnya.Al Hasyr :9).

dan saling kompromi pada hal-hal yang mubah (boleh) sehingga akan membuat hubungan satu sama lain menjadi lebih harmonis. Itulah buah dari persaudaraan dan kesatuan yang diajarkan oleh Rasulullah saw. "Ketika ditanya oleh para sahabat. Schleidener Strasse 58 52076 Aachen. Karena. saling bersahabat karena Allah. Sungguh. melakukan aktivitas yang satu. Setelah dua proses itu berjalan barulah terbentuk sikap takaful yang darinya lahir sifat itsar. Ta’aruf yang baik akan meminimalisir kekeringan dan keretakan hubungan sesama muslim. (Nurul Huriah Astuti. kadar keseriusan taqarruf (kedekatan) pada Allah. Hadits Tsulatsa. maka akan tumbuh sifat tafahum (saling memahami). serta merasakan perasaan yang sama. Februari 2000 2. dan sebagainya. "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah. (HR. dan saling kunjung karena Allah".Subhanallah. e-mail: nurulha@t-online. demikianlah sejarah kaum salaf telah memperlihatkan kepada kita bahwa kumpulan manusia itu seluruhnya adalah laksana satu tubuh. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4. Bila wilayah ta’aruf telah terbentang. puncak amal ukhuwah Islamiyah. ketika keterpautan hati telah terjalin maka timbul sikap saling toleransi. tetapi para Nabi dan Syuhada’ iri pada mereka. Insya Allah. latar belakang keluarga. Muhammad Nasib Ar-Rifa’I. walau pun dalam kondisi yang teramat sulit. Rosulullah saw menjawab. karakter. Germany. Gema Insani. 'pancaran ukhuwah' yang demikian tingginya dimiliki oleh mereka. tidaklah sekedar menjadi kisah yang sering kita dengar dan kita baca. kesenangannya. Ceramah-ceramah Hasan Al-Banna. Kemesraan ukhuwah seperti itu tidaklah terbentuk begitu saja.de) Sumber : 1. tetapi juga menjadi bagian dari hidup kita. kemesraan 'pancaran ukhuwah' yang telah dicontohkan oleh generasi dahulu adalah ukhuwah Islamiyah yang tak lapuk oleh waktu dan musim. Intermedia. Dari mulai fisik. Dengan demikian. sikap takaful (saling membantu) yang mereka lakukan terbentuk karena ada proses lain yang sebelumnya mereka jalin. Edisi 2 Th I. Mereka bukan para Nabi dan syuhada’. Ia juga dapat membuat hati menjadi lembut serta mampu melenyapkan bibit perpecahan. Oleh karenanya. Kemesraan ukhuwah tersebut mereka mulai melalui proses ta’aruf atau saling mengenal. Tirmidzi). sekaligus menaklukkan kota itu. patutlah kita bercermin pada generasi awal Islam dan para salafussalih dalam berukhuwah. Jakarta 2000 . "Di sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya. 20 Juli 1999 M / 7 Robi’ul Akhir 1420 H 3. Majalah Tarbawi. Sikap tafahum akan menjaga kesegaran dalam berukhuwah. Puncak tafahum adalah ketika seorang mukmin dengan mukmin lainnya dapat berbicara dan berpikir dengan pola yang sama. Ia akan panjang usia dan kekal hingga hari akhirat kelak. Wallahu’alam bishshowaab. Di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah-wajah mereka bercahaya. Dan Betapa 'pancaran ukhuwah' saja telah mampu mengalahkan musuh dan memenangkan kaum mukminin.

yang terjangkau untuk diraih. yakni tentang Tsubasa si pemilik tendangan gledek yang bersama kawan-kawannya. “Saya akan menjadi presiden AS kelak” saat dirinya ditanya sang Presiden tentang cita-cita yang ingin dicapainya. dan bukan pula yang tidak mungkin bahkan dengan mimpi sekalipun. Terlepas dari benar tidaknya cerita diatas. kalimat lama yang mungkin tidak asing lagi ditelinga kita. yang intinya bercerita tentang seorang jagoan kampung yang akhirnya masuk dalam jajaran Ksatria Utama sebuah kerajaan. Bahkan jika tak berlebihan. Saat upacara pemberian penghargaan oleh Presiden AS saat itu. Nabi Allah Yusuf alaihi salam pun memulai segalanya dari mimpi saat ia masih kecil maupun ketika menta’wilkan mimpi seseorang dipenjara. yang paling mungkin untuk dikerjakan.Bergegaslah Bangun Dari Mimpi Publikasi 19/07/2002 09:07 WIB eramuslim . Para guru kita itu tidak salah.Ada satu cerita yang boleh diragukan kebenarannya. Inamoto dan sederet anggota tim nasional Negeri Sakura dalam Putaran Final Piala Dunia 2002 yang baru saja berlalu. Dua puluh tahun kemudian. Misaki dan Wakabayashi menjadi pemain profesional dalam film kartun buatan Jepang tahun 1982. Masih banyak cerita orang-orang besar lainnya baik itu kejadian nyata maupun hanya cerita-cerita dari film. sang anak menjawab dengan enteng. dialah William Jefferson Clinton atau yang biasa dikenal dengan Bill Clinton. anda pasti masih ingat pesan klasik yang sering kita dengar keluar dari mulut guru-guru saat di Taman Kanak-Kanak atau sekolah Dasar. tidaklah penting untuk diselidiki. Rasulullah pernah mengingatkan para sahabat dengan menggambar seorang manusia ditanah. "Gantungkan cita-citamu setinggi langit". mereka tahu betul bahwa kita bisa mencitakan diri ini setinggi apapun kita mau. kemudian beliau membuat garis persegi sehingga membingkai gambar tersebut. Justru ada satu cerita lagi yang patut disimak. Think Globally Act Locally. Kemudian yang terpenting adalah visi yang jelas terbentang kedepan yang tapaktapaknya bisa dilalui hingga mencapai apa yang kita cita-citakan. Bukan sesuatu yang jauh dari pandangan. Di awal tahun 1990-an pernah beredar satu film yang berjudul First Knight. Beberapa puluh tahun kemudian. mimpinya terwujud dan dia menjadi presiden ke 42 negara adidaya tersebut setelah sebelumnya menjadi Walikota di negara bagian Arkansas. masyarakat Jepang seperti mewujudkan mimpi mereka ketika Tsubasa dan kawan-kawannya menjelma menjadi Hidetoshi Nakata. Namun ada syaratnya. Dari gambar tersebut rasul menarik garis lurus keatas seraya menjelaskan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan garis keatas itu menunjukkan agar manusia tidak berpanjang angan . ini berkisar tentang seorang anak di Amerika Serikat yang saat masih duduk di bangku sekolah dasar terpilih menjadi Golden Boy atau anak bangsa negeri Paman Sam itu. Orang-orang besar yang kita kenal yang mungkin memulai segalanya dari sebuah mimpi (catatan: mimpi tidak selalu hadir dalam tidur) senantiasa memulai dengan menapaki satu persatu langkah didepan yang paling mudah dilakukan.

Bergegaslah bangun dari mimpi. bertekad untuk mewujudkan cita-cita (mimpi) dengan mengerahkan segenap kesungguhan dan melakukannya secara bertahap sangat berbeda dengan berangan-angan tanpa melakukan satu apapun. Jelas. atau engkau akan kehilangan keindahan yang tengah engkau genggam … (salah satu kalimat dari syair lagu Ebiet G Ade).melewati keterbatasan yang dimilikinya. karena itu berarti anda masih terus bermimpi. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful