P. 1
3024021-Oase-Iman

3024021-Oase-Iman

|Views: 599|Likes:
Published by اخوان بودى

More info:

Published by: اخوان بودى on Mar 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2011

pdf

text

original

Sections

  • Mbok Narti
  • Kucing
  • Jangan Pernah Mengeluh
  • Qolbu Yang Kenal Dengan Allah
  • Ketika Cinta Harus Memilih
  • Khutbah Idul Adha: Selamatkan Bangsa dan Negara dari Kehancuran Total
  • Terima Kasih!
  • Not In My Back Yard
  • Menjembatani Langit dan Bumi
  • Anak-anak dalam Kepompong Jalanan
  • Ibu Indonesia
  • Kurbankan "Ismail-Ismail" Kita
  • Cinta Versus Nafsu
  • You Are What You Think You Are
  • Masih Lebih Mudah Bagi Kita
  • Karena Bintang Pun Bercahaya
  • Tuhan, di Dada-Mu Kutemukan Kedamaian
  • Menikmati Hidup
  • Saat Aku Melihatnya …
  • Satu Pinta Kepada Orang Yang Hidup Mewah
  • Tangan
  • Hari Baru
  • Pagi
  • Yang Berilmu Yang Terpilih
  • Menjadi Ibu
  • Lima Detik Pertama Penentu Sukses
  • Jangan Jadi Robot!
  • Lelah …
  • 11 Bulan Pembuktian Paska Ramadhan
  • Wajah Kemusliman Kita
  • Adakah Ramadhan Menyapa Kita Lagi Tahun Depan?
  • Berpuasa Dikala Berbuka
  • Hidup Di Bawah Naungan Tauhid
  • Sekedar Contoh
  • Mengusung Ruh Dari Emperan Toko Cempaka Putih
  • Buruk Muka, (Jangan) Cermin Dibelah
  • Mempuasai Dunia
  • Agar Nikmat Allah Bertambah
  • Akan Selau Ada Pahlawan Di Setiap Kezhaliman
  • Ketika Tuhan Menyeka Air Mata Kita
  • Dua Pilihan Yang Tidak Bisa Ditawar
  • Seperti Malaikat
  • Harapan Adalah Masa Depan
  • Mengubah Dunia Dengan Senyuman
  • Kepercayaan
  • Ramadhan nan Penuh Cinta
  • Senyumlah …
  • Warisan Paling Berharga
  • Menjadi Manusia Kreatif
  • Mari Menebar Kasih Sayang
  • Karena Rasulullah pun Mendambakan Ramadhan
  • Kepada Anda Yang Bukan Perokok!
  • Mulianya Memaafkan
  • Ketika Orang Cerdas Jadi Bodoh
  • Etika Meminjam, Jangan Kalah Sama Anak-Anak!
  • Agenda Profesional Muslim di Era Cyber
  • Maafkan Aku, Ayah
  • Ada Yang Lebih Tegar
  • Pelajaran Dari Negeri Yang Hilang
  • Karena Hidup Hanya Sekali
  • Beri Aku Nasihat …
  • Biarkan Alam Mengajarkan Kita
  • Bubur Ayam
  • Izinkan Aku Menciummu, Ibu
  • Bayaran Langsung
  • Batu-Batu Pijakan
  • Agar Dapat Melihat Surga
  • Pengabdian Sang Rumput
  • Apakah Kita Tak Pernah Sombong?
  • Fujuurohaa Wataqwaaha
  • Jagalah Keseimbangan
  • Etika Meminta
  • Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak
  • Ciptakan Lingkungan Islami
  • Jangan Takut Cobaan!
  • Bersahabatlah Sampai ke Surga
  • Miliki Semangat Kerelaan Berkorban
  • Tetaplah Berdaya Disaat Krisis
  • Jangan Pernah Berhenti Berdoa
  • Bunga-Bunga Kehidupan
  • Hidup Penuh Arti
  • Selamat Datang Pagi
  • Indahnya Cinta karena Allah
  • Bergegaslah Bangun Dari Mimpi

Eyangku, Eyangmu, Eyang Kita

Publikasi 04/03/2003 09:00 WIB eramuslim - Hujan rintik waktu itu. Saya bergegas menembus jalanan pagi yang padat dengan payung terkembang. Berpacu dengan pejalan kaki lainnya, juga mobil dan motor yang suka merebut kavling pejalan kaki di trotoar. Saya harus segera tiba di kantor. Tibatiba sesuatu menghentikan langkah kaki saya dan memaksa saya menoleh. Lagi, untuk yang kesekian kali. Seorang wanita berusia di akhir 60 tahunan, berkain, kebaya dan kerudung sampir, menyandang tas kantong, tertatih tanpa pelindung dari hujan. "Ibu hendak kemana?” sapa saya. Payung langsung saya condongkan ke arah beliau. Bersama kami melangkah satu-satu, menapaki jalan yang licin dan berlubang-lubang. "Mau naik angkot di depan situ, Neng. Ibu hendak ke Cibubur" MasyaAllah! Cibubur? Dari Salemba? Sendirian? Dalam hujan dan tanpa payung? "Ibu sendirian?" Saya masih bertanya, sekedar menepis kegalauan, meski saya tak butuh jawaban, apa yang saya saksikan toh sudah menjawab pertanyaan itu. "Allah yang mengantarkan Ibu, Neng!" jawabnya, sedikit melegakan saya. Dan akhirnya, ketika saya melepasnya naik Mikrolet 01A, saya tak lagi merasa terlalu bersalah. Allah yang akan mengantarnya sampai tujuan. Entah berapa kali saya menjumpai peristiwa serupa. Dan semuanya mendorong pada tumbuhnya satu rasa: Iba. Bagaimana tidak? Mereka melangkah satu-satu, jarak 500 meter ditempuh lebih dari setengah jam. Belum lagi trotoar yang miring atau berlobang, atau dihuni kendaraan parkir, sehingga kadang-kadang pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan yang penuh dengan kendaraan lalu lalang. Kadang saya terpikir: kemana anak-anak mereka? Kemana cucu-cucu mereka? Hingga membiarkan bapak/ibu atau eyangnya bepergian sendiri? Di Jakarta pula. Mungkin dunia memang sudah sedemikian tua, hingga penghuninya tak lagi memiliki cinta dan perhatian, bahkan kepada orang tua sendiri yang sudah mulai lemah. Barangkali dunia memang sudah sedemikian merana, hingga orang di jalanan tak lagi menganggap manula sebagai makhluk lemah yang, Tapi, sebentar! Apa hak saya ‘menuduh’ anak dan cucu yang mengabaikan orang tua/eyangnya di jalanan? Apa hak saya ‘menghakimi’ manusia dan dunia yang tak lagi mempedulikan para manula? Memangnya saya sudah berbuat baik kepada eyang dan orang tua saya dengan sempurna?

Dan, tiba-tiba saya teringat eyang kakung saya di kampung sana. Usia beliau sudah di atas 80 tahun, pendengaran sudah jauh berkurang, penglihatan sudah tidak awas lagi dan berjalan pun sudah harus ditopang tongkat. Sekalipun secara fisik –seingat saya- saya tak pernah mengabaikannya, harus saya akui, selama ini saya sulit untuk bisa akrab dengan beliau. Pertama, karena jarak yang memisahkan kami, sehingga sedikit kesempatan untuk bersama. Kedua, pendengaran dan penglihatan beliau yang kurang, membuat sulit untuk berkomunikasi. Saya harus agak berteriak supaya beliau mendengar apa yang saya katakan. Ketiga, saya kesulitan menemukan bahan pembicaraaan yang nyambung. Kondisi tersebut membuat saya jarang bercakap-cakap dengan Eyang, kecuali saat melayani makan, mandi dan semua keperluan sehari-hari lainnya. Jadi, apa bedanya saya dengan mereka yang menelantarkan orang tua dan eyangnya di jalanan? Meski tak tampak secara fisik, namun secara psikologis nyaris tak ada bedanya: saya telah mengabaikannya, betapapun alasan saya. Dan saya pun merasa perlu mengoreksi kembali penilaian saya kepada para anak dan cucu dari eyang-eyang di jalan raya itu. Mencoba menemukan alasan, mengapa mereka tak mengantarkan orang tua atau eyangnya yang bepergian. Barangkali saja keluarganya miskin, sehingga tak mampu mengantarkan dengan kendaraan memadai. Bisa saja anakanaknya sedang sibuk bekerja, demi memenuhi kebutuhan hidup yang kian melilit. Mungkin saja cucu-cucunya sedang bersekolah sampai sore dan masih ditambah dengan kesibukan membantu pekerjaan rumah tangga. Barangkali,… ada alasan entah apa lagi. Namun, semoga saja, meski anak dan cucunya tidak mengantarkan para eyang di jalanan itu, mereka tetap memberi perhatian dan berbuat baik kepada eyangnya dengan cara yang lain. Hingga Allah akan melindungi mereka, seperti kata Ibu tua tadi: "Allah yang akan mengantar saya, Neng!” Semoga demikian adanya, dan semoga yang demikian itu adalah melalui tangan kita. Ya, semoga Allah menolong para eyang itu dengan menggerakkan hati dan meringankan langkah kita untuk mengantar dan menemani para eyang di jalanan itu. Semoga kemudian Allah menolong dan menjaga eyang dan orang tua kandung kita, karena kita mengikhlaskan hati menolong para eyang di sekeliling kita. Karena mereka adalah eyangku, eyangmu, eyang kita semua. (Saat ini saya berharapharap cemas, jika saya membantu para eyang di jalanan dan di sekeliling saya, di jauh sana, Allah akan memberikan teman dan penjaga bagi eyang saya, meskipun itu seorang anak batita yang senang mengajaknya bermain, tanpa kata-kata verbal, namun penuh ketulusan cinta. Ya, Allah kabulkanlah harapan saya, dan titip salam rindu saya kepadanya). (azi_75@yahoo.com, saat saya mengingati eyang)

Mbok Narti
Publikasi 27/02/2003 09:45 WIB

eramuslim Mbok Narti Begitu kami sekeluarga memanggilnya. Usia-nya sudah 60 tahun namun kegagahan dan kegesitannya justru membuat sosoknya terlihat 10 tahun lebih muda. Mbok Narti baru bekerja beberapa minggu di tempat kami. Seorang tetangga membawanya ke rumah ibu ketika mengetahui bahwa kami membutuhkan asisten di rumah kami. Ayah yang sudah sakit dalam 8 bulan terakhir tentu menyita waktu ibu untuk mengurusnya. Alhasil pekerjaan rumah tangga sedikit 'keteteran' karena kami bekerja seharian di luar rumah. Alhamdulillah, kami dapat bernafas lega ketika mendapatkan bantuan mbok Narti ini. Setiap ba'da shubuh dia sudah rajin bekerja dari mencuci, memasak dan menyetrika. Mbok Narti tidak pernah mengijinkan ibu untuk membantunya, alih-alih mbok Narti menyarankan ibu untuk konsentrasi menyiapkan dan mengurus keperluan ayah yang sedang sakit. Mbok Narti hidup sebatang-kara di dunia ini, begitu informasi yang kami dapatkan lewat tentangga. Dia tidak pernah menceritakan asal-usul dirinya dengan jelas. Mbok Narti, sosok baru di rumah kami ini langsung menjadi idola. Senyumnya tidak pernah lepas dari bibirnya. Pekerjaan dia selesaikan dengan giat dan gesit. Setiap malamnya tidak pernah dilewatkan mbok Narti dengan bersimpuh di hadapan Sang Khaliq. Selalu khusyuk dalam sujud dan do'a-nya. Dan suatu hari, setelah hampir tiga minggu mbok Narti bekerja di rumah kami. Tiba-tiba kami kedatangan seorang tamu. Seorang dokter dari Jakarta. Awalnya kami agak terkejut dengan maksud dan tujuan dokter tersebut untuk menjemput mbok Narti. Astaghfirullah, kami sempat bersu'udzon tentang sesuatu hal yang buruk yang pernah terjadi kepada si mbok ketika bekerja di Jakarta dahulu. Namun, dokter yang ternyata bekas majikan si mbok tersebut justru memohon maaf kepada kami untuk menjemput mbok Narti karena si mbok dirindukan oleh anaknya. Rupanya putera si dokter meminta ayahnya untuk datang ke rumah kami menjemput mbok Narti. Ah, rupanya ada yang merindukan si mbok di sana. Si dokter itupun bercerita bahwa anak bungsu-nya tidak mau makan sejak mbok Narti pulang ke kampungnya. Persis seperti di sinetron-sinetron memang, namun itulah fakta yang terjadi. Entah apa yang membuat mbok Narti berhenti bekerja dari rumah si dokter tersebut sebelumnya. Namun dari kehidupan, tindak-tanduk mbok Narti yang baru beberapa minggu di rumah kami, mbok Narti adalah sosok yang sangat baik dan mendekati sempurna sebagai asisten keluarga kami. Akhirnya kami pun harus melepas mbok Narti dengan berat hati. Walau baru beberapa minggu bekerja di rumah kami, namun kesan yang ditinggalkan begitu mendalam. Terus terang, kami tidak pernah mendapatkan asisten rumah tangga seperti sosok mbok Narti ini. Satu minggu berlalu sejak kepergian mbok Narti dan tetanga kami yang pernah mengantarkan si mbok datang untuk mengambil uang gaji mbok Narti yang belum sempat

mendapat jaminan tempat berteduh. Ternyata di tepi jalan . Satu hal yang sangat mengejutkan kami adalah ketika si tetangga bercerita bahwa uang gajinya mbok Narti akan diberikan kepada Yayasan yatim piatu di kampung mbok Narti. lewat mbok Narti kami seakan di'sentil' Allah agar cepat-cepat membuka mata dan hati kami yang selama ini tertutup. kami merindukanmu mbok. menggetarkan sukma kami. Sungguh teladanmu melorotkan tulang-tulang kesombongan kami. Rosanti K Adnanyose@ratelindo.. Namun. kebetulan ada dua ekor kucing di rumah yang juga sedang menyusui anaknya.co.. saya menemukan seekor anak kucing di jalan. Mbok Narti.. dalam asma Allah dan hati yang bergetar penuh haru. Rupanya selama ini dia menyerahkan seluruh penghasilannya sebagai asisten kepada si tetangga untuk diberikan kepada Yayasan tersebut setiap bulannya.. Akhirnya saya bawa ke rumah.Beberapa hari yang lalu. Awalnya saya khawatir kucing di rumah itu tidak mau menyusuinya. dengan bekerja di suatu tempat. Suaranya ribut betul hingga mendorong kaki saya keluar untuk mencari posisi suara kucing tadi. Bahwa hidup ini bukan hanya untuk sekedar mencari makan dan belanja pakaian.id Kucing Publikasi 20/02/2003 08:52 WIB eramuslim .. Karena semalaman dia biarkan anak kucing tersebut mengeong tanpa mau mendekatinya walaupun sudah .kepada orang-orang yang tidak mampu. Entah dimana Ibu si kucing. Ah. Sedang penghasilannya (gajinya) dia anggap sebagai rejeki anak-anak yatim itu.. Sungguh kerendah-hatianmu meruntuhkan keangkuhan kami. bahwa hidup ini bukan hanya untuk hari ini dan esok.kami bayarkan. terdapat seekor bayi kucing yang saya perkirakan baru lahir beberapa hari yang lalu. justru dia sumbangkan semuanya -semuanya!. Sungguh kedalaman sujud-sujud malammu. ternyata baru kami sadari bahwa kami ini bukan apa-apa dibandingkan dengan mbok Narti. Bagi si mbok... Sungguh. rencana liburan dan hal lain yang tak bukan hanya untuk keperluan diri kami sendiri. Memang ketika mbok Narti dijemput dahulu. Subhanallaah. membeli baju dan kosmetika. mendapat makan. Setiap saat kami hanya memikirkan makan apa besok. itu sudah lebih dari cukup buat dia. Sungguh kedermawananmu membuat kami malu di hadapan Tuhan kami. hidup ini justru menjadi lebih berarti ketika kita dapat membagi kebahagiaan kita kepada orang lain. dia berpesan agar gajinya dititipkan saja ke tetangga kami itu. Astaghfirullaah. Setiap saat kami hanya memikirkan diri kami sendiri. Di sisi lain mbok Narti yang 'cuma' sebagai asisten rumah tangga yang mungkin gajinya tidak seberapa untuk ukuran orang yang mampu.

menjilati dan membersihkan anak si Putih tadi. Subhanallah Ketika si Putih tadi mengalami proses kelahiran anaknya. Saya yakin ibu si kucing tadi tidak pernah bermaksud mencampakkan anaknya. justru disuruh gugurkan karena malu ayahnya tidak jelas. Masih tentang kucing. karena ada sesuatu yang unik di balik roman kucing ini. Namun beberapa jam kemudian saya dengar kucing kecil tadi sudah diam. dimandingkan ibuibu yang lain yang ketika anaknya bunting. "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. Kasih sayang ibu sepanjang zaman. si Hitam turut membantu mengeluarkan anaknya. orang tua kucing yang 'bunting' tadi (si Hitam) terus mengekori.dipaksakan untuk menyusui bayi kecil kucing tadi. Kisah manusia. Saya juga pernah menyaksikan kucing melahirkan. Jangan merasa aneh ketika saya saat ini bercerita tentang kucing. jumlahnya mungkin lebih banyak dibandingkan muatan piring untuk dilingkari makan. Seekor binatang yang mampu memberikan kasih sayang kemanusiaan disaat manusia meninggalkan sebuah nilai kemanusiaan menuju sifat kebinatangan seekor binatang yang tidak punya sedikitpun akal. Bisa dibilang itu kali pertama dia melahirkan anaknya. Saya coba lihat. Mereka itu sebagai binatang ternak. yang terjadi adalah si putih maju untuk lebih dahulu makan dan beberapa saat kemudian tanpa . Sementara kisah yang baru saya dengar ini si ibunya sendiri yang membuang anaknya di tempat sampah. ternyata. bahkan meraka lebih sesat lagi". tapi bukan kucing. Paginya saya coba letakkan kucing kecil tadi bersama anak kucing yang lain. Akhirnya kucing tersebut menemukan tempat yang cukup strategis untuk melahirkan anaknya. Persis sama. Sebuah kejujuran yang mampu merobek-robek keangkuhan kemanusiaan manusia. Itu pepatah yang dibuat manusia. Beberapa jam sempat saya paksakan si Hitam untuk menyusuinya. Sambil menjilati kucing kecil tadi. (QS. Satu lagi tentang kucing. sementara si putih terkulai lemah. tapi tetap tidak mau. Ketika saya memberikan sepiring makanan kepada kucingkucing di rumah. Apa yang anda bayangkan? Kucing-kucing itu akan berebut dan saling mendahului untuk secepatnya menghabiskan makanan? Kalau begitu anda salah. tapi ada tangan jahil manusia yang membuang. dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Suaranya ribut. mereka mempunyai hati. hanya satu yang berbeda kucing tadi tidak membuang anaknya tapi manusia yang membuang ke jalan. 7:179). si Hitam hanya menjilatinya. Namun yang menakjubkan. Akhirnya saya tinggalkan kucing tadi di luar bersama anak-anaknya. ketika saya lihat ketubannya keluar. tetapi kucing jauh lebih memahami. Sampai sekarang si Putih masih menyusui si kucing kecil. subhanallah si Putih (kucing lain yang juga menyusui anaknya) sudah menyusui kucing kecil tadi. Beberapa hari yang lalu saya juga pernah mendengar kasus seperti ini. tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah. Apalagi kucing itu anak-anaknya sudah besar.

benarkah manusia memiliki akal dan hati? "Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi. Tapi anehnya praktek teori antri tersebut tidak secanggih antrian kita kalau di tempat umum: di Bank. Masih banyak lagi tentang kucing. Saya lupa pengarangnya. Sampai saat ini. Demi kepentingan pribadi sebagian orang rela untuk menghancurkan saudaranya. Tahukah anda saya sama sekali tidak pernah menulis di dinding tempat makan kucing itu “Antri dong” atau “Budayakan Antri” dan lain-lain. 22:46). Namun. di kasir. apakah hanya dengan berkeluh kesah masalah yang dihadapi akan hilang? Sepertinya tidak. kita harus terus mencari akal-akal baru sehingga peluang untuk berhasil menjadi lebih besar. namun jika tak salah. . Intinya bagi saya adalah dalam hidup ini jangan pernah mengeluh dan teruslah berusaha. Berdiri jangan mengeluh. Berkali kita gagal. Barangkali pekerjaan paling mudah di dunia ini adalah mencari kelemahan dari situasi yang dihadapi dan kemudian mengeluhkannya. pertanyaan saya terbalik. Malah. RMuthiah11@yahoo. usaha tanpa berusaha memperbaiki cara fikir (akal) adalah sia-sia. Ada pertanyaan yang mengganjal di dalam fikiran saya. bahkan di kamar mandi. tetapi yang buta adalah hati yang di dalam dada" (QS. Namun. benarkah kucing tidak memiliki akal dan hati? Maaf. lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapt memahami atau mempunyai telinga yang yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta. Mungkin bukan masalah antrinya tetapi konsep itsar (mendahulukan kepentingan saudara) jauh lebih mereka pahami dibandingkan sebahagian besar manusia saat ini. Untuk itulah. Bagi yang belum menunggu giliran dengan tenang. Dan yang anehnya lagi kucing yang didahulukan makan pasti yang sedang menyusui anaknya. masalah baru akan datang dalam bentuk hilangnya rasa percaya diri dan pesimis. Lagian mereka juga tidak akan bisa membaca.interupsi mereka satu persatu bergantian menghabiskan makanan. tapi cukup disini saja. Yanti.com Jangan Pernah Mengeluh Publikasi 19/02/2003 09:32 WIB "Berkali kita jatuh. pantun ini ditulis oleh penyair Sumatera Barat. pantun itu terus terpatri di benak saya setiap menemui kegagalan dan jatuh dalam hidup. karena kucing saya tidak suka dipublikasikan. Mengeluh. Ulangi lagi dan cari akal" Baris baris pantun di atas saya pelajari belasan tahun lalu saat masih duduk di bangku SMP.

masalah tersebut seakan menjadi nihil begitu kita ingat bahwa ternyata semua itu 'bukan masalah'. Edi Hamdi Esbjerg. Namun. "Fear less. Belasan tahun kemudian. kehilangan uang. kita selalu menganggap bahwa masalah 'lama' adalah 'bukan masalah'. Talk less. say more. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. file penting terhapus. love more.dk) Qolbu Yang Kenal Dengan Allah Publikasi 17/02/2003 08:57 WIB eramuslim . masalah datang silih berganti. dengan berjalannya hidup. kenapa juga kita selalu mengeluh? Akhirnya. Whine less. Begitulah. DK (edi_hamdi@yahoo. Rugi sekali jika alih-alih menikmati hidup kita malah terkungkung oleh masalah. hope more. by nature. sebagai penutup. mari kita renungkan kalam Ilahi. ditulis di negeri Skandinavia. saya kembali menemukan puisi yang juga bernafaskan sama." (Swedish Proverb) Di timur dan di barat muka bumi ini. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.Begitu besarnya pengaruh qolbu dalam menentukan karakter dari manusia yang memilikinya sehingga Rasulullah pernah mengatakan bahwa di dalam tubuh setiap . Namun kali ini. Hate less. Jika demikian. dan kadang berfikir kok bisabisanya kita pernah terkungkung oleh masalah 'lama' tersebut. selalu penuh masalah. yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu [1586]. kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap" (Surah Alam Nasyrah) Kepada Allah-lah kita senantiasa berharap. breathe more. Begitu ada masalah 'baru'. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan). And all good things are yours. sampai masalah yang besar seperti ditinggal pergi orang yang dikasihi untuk selamanya atau dipecat dari pekerjaan. selama kita masih bernafas. sang Pencipta yang tahu akan kelemahan makhluk ciptaanNya: "Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu. ternyata semangat optimis selalu ditanamkan.Hidup ini. Mulai dari masalah sepele seperti ketinggalan bis.

Setelah selesai melakukan tawaf. Allah begitu mencintai hamba-hamba-Nya yang senantiasa berusaha untuk berbuat baik. Karena dengan qolbu yang baik maka akan menghasilkan pemikiran. Abdullah bin Mubarak tertidur. Qolbu yang akan memicu dan memdorong pemiliknya untuk mempunyai akhlak yang baik. Malaikat kedua menanggapi bahwa amat disayangkan semua amal yang dilakukan jemaah ini tidaklah sempurna sehingga tidak bernilai di hadapan Allah. setiap hari dia menabung dan setelah dihitung maka dirasa cukup untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun itu. Abdullah bin Mubarak bertanya. Sering terjadi di tengah masyarakat perbuatan atau tindakan yang begitu kejam. Semakin kenal dan akrab dengan Allah maka qolbu akan semakin baik. Abdullah bin Mubarak pergi mencari tukang sepatu yang disebutkan malaikat dalam mimpinya. sadis dan bahkan tidak dapat dipahami dengan akal sehat. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara agar kita dapat memiliki qolbu yang baik atau bagaimana cara membuat qolbu menjadi lebih baik? Jawabannya adalah. bertindak dan berbicara yang baik. Dalam tidurnya dia bermimpi mendengarkan pembicaraan dua malaikat. Ucapanucapan yang tidak bermakna dan bahkan sering melukai hati dan perasaan orang lain hanya akan terucap dari mulut manusia-manusia dengan qolbu yang tidak baik. Si tukang sepatu menceritakan bahwa semenjak tiga puluh tiga tahun lalu dia mempunyai keinginan untuk melaksanakan ibadah haji. apa amalan yang telah dilakukan yang membuat Allah begitu menyukai dan menghargai amalan tersebut sehingga dapat menyempurnakan amalan dari ribuan jemaah haji waktu itu. Bagaimana bisa demikian? Karena Allah adalah Zat Yang Maha Baik. karena amal yang dilakukan oleh seorang tukang sepatu maka Allah berkenan menerima amal semua jemaah haji tahun itu. Qolbu yang senantiasa membisikkan kepada pemiliknya untuk selalu berpikir. Beruntunglah manusia yang memiliki qolbu yang baik. Beberapa hari . qolbu yang kenal dengan Allah maka akan selalu tersinari dengan cahaya Illahi. jadikanlah qolbu itu kenal dan semakin kenal dengan Allah. Setelah bertemu dengan tukang sepatu tersebut. Ada suatu kisah yang terjadi pada seorang ulama terkenal Abdullah bin Mubarak. Sebaliknya. Orang-orang yang memiliki qolbu yang baik maka akan disayang tidak hanya oleh manusia dan makhluk lainnya tetapi juga oleh Allah. Hanya saja. Begitu selesai melakukan ibadah haji.manusia ada segumpal daging yang disebut dengan qolbu. Malaikat pertama mengatakan bahwa alangkah banyaknya orang yang menunaikan ibadah haji pada tahun itu. Apabila qolbu itu baik maka baiklah manusia yang memilikinya dan begitu juga sebaliknya apabila qolbu itu jelek maka jelek pulalah manusia yang memilikinya. tindakan dan ucapan yang baik pula. sudah dapat dipastikan bahwa tingkah laku yang jelek dan tidak terpuji hanya akan dilakukan oleh manusia-manusia yang memiliki qolbu yang jelek pula. Allah amat menyayangi hambahamba-Nya yang memiliki qolbu yang baik. Ini bisa terjadi karena para pelakunya memiliki qolbu yang kejam dan sadis pula. Untuk itu. Karena itu. Qolbu yang selalu bersinar penuh cahaya kebaikan. Hanya manusia dengan qolbu yang baik yang akan memiliki akhlak yang baik.

Dia begitu yakin bahwa Allah Maha Lembut. Sebagai rasa syukur karena kita relatif lebih mudah untuk mendapatkan nikmat tersebut dibandingkan dengan sebagian saudara kita yang lain. Maha Bijak. Semoga kita dikaruniai memiliki qolbu yang demikian oleh Allah.org) (Diilhami oleh ceramah K. termasuk pahala sekali pun. barometer dari perbuatannya adalah apakah Allah suka atau tidak. Bahkan suatu amalan yang dengannya membuat banyak amalan lainnya diterima. Susanto pada pengajian Qolbun Salim IMEA. Suatu amalan yang terjadi tanpa mengharapkan balasan apapun. Qolbu yang disukai oleh Allah. Mengapa begitu tingginya penghargaan yang diberikan oleh Allah? Karena inilah suatu amalan yang lahir dengan dilandasi oleh keihlasan yang tinggi. Dia yakin bahwa Allah menyukai orang-orang yang bersyukur. Suatu amalan yang muncul hanya sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah yang begitu banyak yang telah dilimpahkan Allah kepada kita. istrinya yang sedang hamil menciumi wangi masakan. Enschede 14 Pebruari 2003) . Dia tidak mengharapkan pujian dan penghargaan bahkan balasan pahala sekalipun. Ternyata wangi masakan tersebut berasal dari rumah tetangga. "silahkan ambil uang tabungan ini. Maha Menatap dan Maha Mengetahui. Alangkah indahnya amalan yang dilakukan oleh hamba-hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. inilah hajiku. presiden@imeanet. Sebaliknya jika Allah tidak suka maka dia berusaha sekuat tenaga menghentikan atau menjauhi perbuatan itu. Jadi. Inilah suatu kesadaran yang muncul dari qolbu yang baik bahwa kenikmatan yang telah dititipkan Allah ini tentunya harus didistribusikan juga bagi hamba-hamba-Nya yang lain. Demi menghentikan tangis anaknya dan demi mempertahankan hidup maka dia terpaksa memasak bangkai yang didapat tadi. Mendengar cerita dari tetangganya ini Abdullah berlinang air matanya dan memohon ampun kepada Allah karena dia telah lalai memberikan perhatian kepada tetangganya. amin. Lalu dia bergegas pulang mengambil semua tabungannya dan menyerahkan kepada tetangganya. Karena istrinya begitu menginginkan dan karena sayangnya melihat istri yang lagi hamil maka Abdullah menemui tetangganya untuk meminta sedikit dari masakan yang wangi tersebut. Rasulullah pernah mengatakan bahwa dalam keadaan darurat maka bangkai binatang dihalalkan untuk dimakan.H. Qolbu yang kenal dengan Allah. Karena itu. Jika Allah suka maka dia dengan senang melakukan.sebelum berangkat. Dengan lembut dia berkata. (Salman. Suatu amalan yang sangat disukai oleh Allah. Seseorang yang beramal dengan keikhlasan yang tinggi maka dia tidak dipusingkan dengan balasan yang akan diterima. Ini bisa muncul jika didorong oleh qolbu yang baik. Dia hanya berusaha mengoptimalkan dan menyempurnakan akan kebaikan yang diberikan sebagai sarana untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah. Si tetangga terpaksa memasak bangkai binatang ini karena sudah berapa hari dia dan anaknya tidak makan. Si tetangga mengatakan bahwa demi Allah makanan ini tidak halal bagi keluarga Abdulllah karena yang dimasak adalah sisa bangkai binatang yang didapatkan." Itulah suatu amalan yang lahir dari seorang hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik.

dan buntutnya tentu masalah cinta. entah itu seorang artis atau aktor film. makhluk lain (hewan dan tumbuhan) tidak dianugerahi hal yang sama. Bagi saya. Saya pun kerap bertanya kepada diri saya sendiri. Selain itu. Bukan suatu kebetulan jika saya mengetengahkan makna cinta ini kok sepertinya berhubungan dengan hari 'valentine' yang sebentar lagi tiba. Cinta bukan hanya cinta antara pasangan suami istri (pasutri). Bahkan ada seseorang yang sangat mencintai idola-nya. bukan sebaliknya. maaf. misalnya buku dan lainnya. terbaik menurut siapa? Allah Swt menganugerahi setiap manusia sebuah bonus yang bernama 'akal'. (Faathir:39) . Lalu. Jujur saja saya sudah tidak ambil pusing dengan perayaan tersebut semenjak saya tahu bahwa perayaan hari valentine itu sangat jauh dari nilai islami. mengapa saya katakan 'bonus' karena selain manusia. atau cinta antara anak dan orang tua. Namun sayangnya hal tersebut dijadikan alasan oleh sang teman untuk membalas-dendam dengan. berselingkuh dengan orang lain. cinta itu bersifat universal yang berhak dimiliki dan dinikmati oleh setiap makhluk hidup di bumi Allah ini tanpa batas waktu dan jarak. Lalu bagaimana jika justru ketika pilihan tersebut tidak ada yang memenuhi kriteria kita. tentu naluri kemanusiaan kita akan memilih yang terbaik (best of the best). "Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi". sebagai manusia kita pun dianugerahi 'titel' khalifah (di bumi) oleh Allah Swt.Ketika kita didudukan dalam situasi untuk memilih. Suatu kali pernah seorang teman bercerita tentang kehidupan rumah tangganya yang bermasalah. namun juga termaktub cinta kepada suatu barang. bagaimana jika kita dihadapkan kepada suatu keharusan untuk memilih satu dari dua pilihan yang ada? Sudahkah kita memaknai bahwa pilihan tersebut adalah yang terbaik menurut Allah Swt untuk kita.Ketika Cinta Harus Memilih Publikasi 13/02/2003 12:01 WIB eramuslim . Jangan berpikiran sempit dulu tentang cinta itu sendiri. bukankah ketika kita memutuskan menikahi pasangan kita adalah suatu pilihan yang pasti terbaik dari segala pilihan yang ada? Tapi tunggu dulu. haruskah kita tinggalkan dan mencari pilihan lain? Bagaimana jika seandainya pilihan tersebut mutlak yang terakhir? Dan bagaimana jika seandainya pilihan tersebut adalah suatu keputusan yang justru berimplikasi terhadap masa depan kita? Bagaimana seandainya jika justru pilihan tersebut adalah ujian dari Allah Swt sebagai wujud dari kasih sayang-Nya terhadap kita? Banyak cerita di sekeliling kita yang dapat dijadikan bahan renungan tentang makna pilihan.

sudahkah dia memutuskan memilihnya dengan atas nama Allah? Suami selalu mengingatkan saya untuk tidak terlalu mencintainya kalau bukan karena Allah Swt. Namun. ash shalatu khairun minan naum.. Sudahkah kita termasuk ke dalam orang-orang yang berakal? Sudah pantaskah kita menjadi khafilah di bumi Allah ini? Marilah kita bersegera sujud memohon ampun kehadirat-Nya atas segala keterlenaan kita dan atas keterbiusan kita akan gemerlap duniawi yang sebenarnya tiada kekal. Bangun di waktu subuh ketika adzan berkumandang adalah satu pilihan terberat bagi sebagian orang yang lemah iman. karena kesemua cinta yang ada sudah dibawanya pergi." (Al-Baqarah:269) Lalu.. tokh beritanya tinggal lima menit. **** Cinta kepada orang lain melebihi cinta kepada suami. cinta manakah yang akan Anda pilih? Wallaahu'alam bishshowab. (Rosanti K Adnan/yose@ratelindo. Kembali akal pun kita korbankan atas nama 'tinggal lima menit' ketika kita diberikan suatu pilihan di hadapan kita. bahkan akan menambah masalah baru.. Dan pilihan kembali disorongkan kepada diri kita. sebagian kita mungkin sedang asyik menyimak berita demonstrasi di sebuah liputan berita nasional di televisi. Ketika orang lain sudah melangkah menuju surau/masjid di sisi lain kita mungkin masih enggan beranjak dari dalam selimut.co. Tidak hiraukan seruan dari surau. ketika ketika kita mencintainya atas nama Allah. Saya teringat ketika adzan maghrib berkumandang. Bukan hanya tidak akan memecahkan masalah. cinta kepada liputan berita daripada mendirikan sholat maghrib dan cinta kepada kehangatan selimut kita daripada bergegas ke surau adalah suatu pilihan yang diberikan Allah Swt bagi kaum yang berakal.Kembali kepada cerita seorang teman di atas. karena ketika suatu saat Allah memanggil suami..id) Khutbah Idul Adha: Selamatkan Bangsa dan Negara dari Kehancuran Total . salahkah dia dengan pilihan hatinya? Salahkah dia ketika meresa kecewa karena pilihannya ternyata jauh dari apa yang dia impikan? Atau ketika dia diberikan pilihan. jelas meletakkan nafsu di atas akal. Keputusan sang teman untuk berselingkuh.. Mematikan televisi dan langsung berwudhu atau mentolerir diri kita dengan 'pembenaran'. badai rintangan apapun yang menghadang. dan terus menonton. "Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). Akal pun dikorbankan atas nama nafsu semata. kita masih dapat berlindung di bawah kasih sayang-Nya karena hanya Allah Swt yang mampu memberikan kesempurnaan perlindungan. tidak ada lagi cinta dan tempat bernaung yang tersisa.

Secara ekonomi. Jangankan membayar pokoknya. siapapun dia kendatipun keturunan nabi Ibrahim sekalipun." (QS. berada di ambang kehancuran. Allah Swt. Semenjak merdeka tahun 1945 hingga hari ini kita telah salah dalam memberikan amanat kepemimpinan ini sehingga kita dipimpin oleh orang-orang dhalim yang jauh sekali dari sifat dan keteladanan yang diberikan oleh nabi Ibrahim. bahwa pemimpin itu tidak sembarangan. 1. maupun gelar dan status sosial. seperti sosok nabi Ibrahim. "Bagaiamana menyia-nyiakan amanat itu?" Rasulullah bersabda: "Jika diberikan amanat itu kepada yang bukan ahlinya. Ma'asyiral Muslimin jama'ah shalat iedul adlha rahimakumullah. Seorang sahabat bertanya. Jika utang itu dibebankan kepada setiap jiwa dari penduduk Indonesia. Bayangkan utang luar negeri kita. . Peristiwa wujudnya sosok pemimpin dunia pertama yang patut menjadi teladan sepanjang masa. dan bukan pula karena atas dasar keturunan. maka tunggulah saatnya kehancuran. 2: 124) Ayat ini menunjukkan bagaimana proses lahirnya seorang pemimpin yang tepat.Publikasi 10/02/2003 10:34 WIB Allahu Akbar 3 x Allahu Akbar Wa Lillahilhamd." Ibrahim berkata: "Dan dari anak turunku (ya Allah)? Allah berfirman: "Janji-Ku (tentang kepemimpinan) tidak berlaku atas orang-orang yang dhalim. Rasulullah Saw. bersabda: "Jika amanat itu disia-siakan. negeri kita ini sudah tidak punya apa-apa. dialah Nabi Ibrahim as. Ma'asyiral muslimin Rahimakumullah Apa yang dinyatakan oleh Rasulullah saw. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku jadikan kamu sebagai pemimpin. darah.500 trilyun. Hari ini ummat Islam berkumpul untuk memperingati peristiwa bersejarah. itu benar-benar kini kita rasakan bersama. yang kemudian mencetaknya menjadi pribadi yang sangat kuat terutama dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Pemimpin itu. maka tunggulah saatnya kehancuran. Kini pemerintah tidak mampu lagi membayarnya." (HR. Maka kalau seorang itu dhalim. untuk sekedar membayar bunga (riba)nya saja sudah tidak mampu. Kepemimpinan adalah suatu amanat yang sangat menentukan dalam kehidupan. yang disebut sebagai abul anbiya yang kisahnya banyak diabadikan dalam Al-Qur'an. berfirman: "Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji oleh Tuhanya dan ia bisa menuanaikannya dengan sempurna. Bukhari) Allahu Akbar 3x Walillahilhamd. Akibatnya kini negeri kita benar-benar bangkrut. sudah mencapai lebih dari Rp. maka setiap orang termasuk bayi yang lahir detik ini terbebani utang tidak kurang dari 10 juta Rupiah. tidak boleh kepemimpinan diberikan kepadanya. Seorang pemimpin hendaknya lahir setelah melalui proses ujian dan seleksi tarbawi secara ketat.

fasiq dan dholim. buah-buahan impor. Maka lewat jalur ekonomi. Mana produk dalam negeri kita saat ini? Mobil. justru omset Narkoba meningkat drastis. Tak masuk akal. apalagi terhadap barangbarang industri. Indonesia hari ini betul-betul sudah sangat bergantung kepada luar negeri. lalu negara-negara pengekspor beras menghentikan pasokannya. Jika dihitung sebulan berarti 60 milyar. Takut tak diberi utang. Jika dikalikan . bila misalnya karena suatu hal. gula impor. kedelai sampai buah-buahan didatangkan dari luar negeri. Padahal kita sudah merdeka 57 tahun. Industri-industri setrategis yang melayani hajat hidup orang banyak sekalipun terpaksa harus dijual dengan harga yang sangat rendah. kedelai impor.Pantas jika kemudian negara harus menjual aset-asetnya dengan harga yang amat murah. Takut investor asing akan lari. Takut tak diberi bantuan. daging impor. sampai jarum jahit semua adalah impor. Takut dikucilkan. Maka wajar bila. betapa kemerosotan moral yang melanda bangsa ini sudah semakin parahnya. yang tidak seharusnya suatu urusan diserahkan kepada mereka. apa arti kemerdekaan itu? Inilah bila suatu negara itu diurus oleh penguasa-penguasa yang bodoh. Barat selalu berusaha menjadikan negara-negara timur khususnya Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar agar sepenuhnya bergantung kepada Barat. Itulah kenyataan yang dihadapi. Kebutuhan pokok rakyat saja mulai bergantung pada pasokan luar negeri. Terhadap bahanbahan pangan saja kita sudah tergantung dengan luar negeri. Dari mana sumbernya untuk membayar pegawai negeri? Dari mana sumbernya operasional departemen-departemen? Sebagian terbesar diambilkan dari utang. sedangkan untuk melindungi kedaulatan negara dari intervensi asing saja sudah sulit dilakukan. motor. Bayangkan. mengutuk agresi AS ke Afganistan dan kini ke Irak bahkan ikut-ikutan dalam kampanye anti terorisme ala Amerika dan terbelenggu mengikuti apa saja kemauan AS dalam soal ini meskipun harus menggadaikan bangsa sendiri? Tak lain karena negara ini sudah tergadai.tidak bisa bersikap tegas. Takut.. Dalam waktu yang tidak lama lagi mungkin semua perusahaan besar menjadi milik luar negeri. omset Narkoba setiap harinya mencapai 2 milyar. tanpa utang luar negeri roda pemerintahan juga macet.takut. Strategi ini nampaknya sudah berhasil dengan menjadikan Indonesiua misalnya sepenuhnya bergantung pada utang luar negeri. Beras harus impor. Jika itu yang terjadi sama saja kita bangsa Indonesia menjadi tamu bahkan pengemis di negaranya sendiri.misalnhya-.. Tanpa utang luar negeri. rupiah menjadi semakin tidak berharga dan barang-barang itu semakin melangit jauh di atas kepala. kita rakyat indonesia mau makan apa?! Allahu . Menurut catatan. Mereka tidak tahu dan masa bodoh bahwa sebenarnya penjajah Barat tidak pernah rela negara-negara timur itu merdeka pasca era Imperiaslisme. ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah. Di sisi lain.. Kita bertanya-tanya. Mulai dari beras. Kenapa Indonesia -.. Dalam keadaan seperti ini. jangankan melakukan politik luar negeri yang bebas dan aktif. dalam situasi ekonomi seret sepert ini. sekali lagi dari utang. sungguh sangat meperihatinkan. gula. Bapak-bapak. Indonesia tidak bisa membangun. dan takut. 3x walillahilhamd.

Bapak-bapak. ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah. membunuh masa depannya. Tayangan film dan iklan sekarang sudah banyak yang di luar adat ketimuran. termasuk seks bebas akan terjadi pada mereka. sibuk dengan pembagian rezeki. termasuk nyandu narkoba. jangan sampai membiarkan anak-anaknya bebas memilih pergaulan. Tak ada yang bisa diharapkan dari mereka. tetapi mereka tidak berbuat apa-apa. Mengkonsumsi Narkoba sama halnya dengan membangun lubang kematian diri sendiri. yang kita pilih untuk membawa bangsa dan negara ini keluar dari krisis ternyata hanya sibuk mengurus dirinya sendiri. VCD porno dan lain-lain? Tidak. Allahu Akbar … 3x walillahilhamd. suatu angka yang fantastis. Belum lagi di tempat-tempat rental (penyewaan). kemudian minum. Pemerintah dan aparat keamanan bukannya tidak mengerti masalah ini. Orang tua harus tahu dengan siapa anak-anaknya bergaul di luar rumah. Selain narkoba. Keadaan gawat dan genting ini bukannya menyadarkan kita untuk bersikap prihatin. dan seterusnya nyandu. para pengungsi dan korban bencana dapat ditolong. Pertanyaannya sekarang. Membiarkan anak kecanduan narkoba sama halnya dengan membunuh anak kita sendiri. Bapak-bapak kita yang di atas. podan pornoaksi juga marak di mana-mana. Kapling otaknya hanya dipenuhi hasrat untuk memanfaatkan kedudukannya saat ini dan bagaimana mempertahankannya . Adegan-adegan yang memancing nafsu birahi lolos begitu saja tanpa sensor. bagaimana uang sebesar itu digunakan untuk menggali kuburan sendiri. termasuk anak-anak di bawah umur. generasi masa depan ini dirusak moralnya oleh produk-produk elektronik seperti TV. Jika anak sudah mulai merokok. radio. Norma kesopanan dan norma agama dilanggar begitu saja. sebab dari pergaulan itulah bermula segala perilaku menyimpang.setahun berarti 720 milyar. maka segala perilaku menyimpang. Jika sudah sampai pada taraf ini. lemah pikiran dan lemah mental. Sungguh sangat mengerikan. Mereka lemah fisik. Belum lagi media bacaan. Dengan sangat mudah dan murah VCD porno bisa didapat karena dijual bebas di emper-emper toko di pinggir jalan. apakah kita relakan anak-anak. kita tidak rela. Dengan alasan apapun kita harus selamatkan bangsa dan negara ini dari degradasi moral. Apalagi jika diingat bahwa rehabilitasi terhadap pecandu narkotika sangat sulit dan jarang sekali yang bisa sampai tuntas. Survei telah membuktikan bahwa merokok merupakan pintu pembuka pengguna narkoba. Mulanya sekedar merokok. Dengan uang sebanyak itu sudah banyak kiranya anak-anak putus sekolah yang dapat dibantu. segera ditegur dan dihentikan. Sibuk dengan rebutan jabatan dan kursi. Menjadi orang tua sekarang harus waspada. Inilah yang kita sesalkan. TV dan radio. Kebebasan berpendapat dan berekspresi tidak boleh sampai merusak moral dan akhlaq bangsa. mereka menyiapkan CD porno secara terang-terangan. kemudian ganja. Tapi tak habis pikir. Siapapun boleh membeli atau menyewa.

hanya kepada-Mu kami sholat dan sujud. kemiskinan. Kita harus mentas dari kerusakan moral.pada pemilu 2004 nanti. Kita harus keluar dari krisis. . kebodohan. Hendaknya kita sadar bahwa sudah berulang kali kita salah pilih dan tertipu oleh pemimpin-pemimpin yang culas. Kami takut akan azab-Mu kerena azab-Mu pasti menimpa kaum fasiq. Ya Allah hanya kepada-Mu kami mengabdi. telah datang kepadamu ayat-ayat Kami. nurani dan sebagainya. dan keterbelakangan. dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. amanah. Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. hanya kepada-Mu kami menuju dan tunduk. maka kamu melupakannya. apalagi dalam pemilu yang akan datang. mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta. maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. Kita harus mempunyai visi yang sama dalam membangun negeri ini kembali. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. Kita bangun negeri ini bersama pemimpin yang adil. Oleh karena itu. menyusul kemudian gubernur dan bupati. masih ada yang memenuhi kreteria tadi. dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan. berpengetahuan. Dalam keadaan negara yang sudah berada di ujung tanduk ini. kemudian mengambil langkahlangkah strategis untuk berbenah diri. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami. mulai saat ini kita harus cerdas dalam memilih pemimpin. anggota DPR dan DPRD dipilih secara langsung. Berkatalah ia: "Ya Tuhanku. sebagaimana yang tersebut dalam Surat Toha ayat 124-126: "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku. padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah. jujur dan berakhlaq. kecuali satu dua orang diantara mereka berhati nurani. semestinya seluruh komponen bagsa sadar dan melakukan instropeksi. yang memeras dan menindas rakyat. ada yang buta hati. baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup. Saat ini kita sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang memenuhi syarat. Kita tetap optimis bahwa di antara ribuan pemimpin dan calon pemimpin. jujur dan berakhlaqul karimah." Semoga kita tidak termasuk orang yang berpaling dari peringatan dan ajaran Allah Swt. yang amanah. kedua orang tua dan saudara-saudara kami kaum muslimin semua. Jangan asal memilih orang. Dan akhirnya marilah kita renungkan firman Allah Swt. mungkin juga dipilih langsung. ada yang hanya mengeruk harta dan kekayaan. semua mereka akan dipilih secara langsung. Kebangkrutan bangsa ini adalah akibat ulah mereka. Mereka berfoya-foya tidak peduli dengan penderitaan rakyat. Sudah terlalu lama bangsa ini dipimpin oleh para penguasa yang culas. Ada pemimpin yang hidupnya diwarnai dengan syahwat dan birahi.

Ya Allah berikan kepada kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malam-nya. Jangan jayakan orang-orang kafir atas kami.Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan berdiri. Yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari makar kafir Quraisy. Aceh. di Ambon. pertemukanlah pada jalan keta'atan kepada-Mu.. jalan yang Engkau ridhoi. negeri kami dan ummat kami dari badai krisis.. membunuhi hamba-hamba-Mu dan berbuat kerusakan di alam semesta. di Chechnya. fitnah dan dosa yang membinasakan. tak henti menyebut kami dalam akhir hayatnya: ummati. di Kosovo. di Palestina. di Irak dan di tempat-tempat lain dari bumi-Mu. ummatku. Ya Allah lepaskanlah dan jauhkanlah dari kami penguasa-penguasa yang dholim. Ya Allah Yang menyelamatkan Nuh dari taufan badai dan banjir yang menenggelamkan dunia. yang membawa kami ke jalan yang benar. lilitan utang. Ya Allah jangan biarkan mereka (orang-orang kafir) berbuat semena-mena terhadap kami. Ya Allah janganlah Engkau goyangkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk. munafik pengkhianat. yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera. rumah-rumahMu dan anak keluarga kami. Yahudi pendusta. dan cerai-beraikanlah barisan kaum kuffar. Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan duduk dan jagalah kami dengan Islam dalam keadaan tidur. Ya Allah lindungilah kami dari tipu daya. satukanlah di jalan dakwah-Mu dan ikatlah di atas janji setia demi membela syari'at-Mu. yang lebih takut dosa dari pada hilangnya pangkat atau harta. Ya Allah padukanlah jiwa-jiwa ini sebagai pasukan yang berjihad dan berjuang di jalan-Mu. yang menjadikan Kitab-Mu sebagai landasan kepemimpinannya. Anugerahkan kepada kami pemimpin yang beriman dan bertaqwa. Ya Allah hancurkan pasukan Amerika dan Israil yang telah berbuat angkara murka. Ya Allah selamatkanlah kami. Ya Allah satukanlah barisan kaum muslimin. Yang menyelamatkan Ibrahim dari kobaran api menyala. dan tetapkankan hati kami atas agama-Mu. makar dan kedholiman kaum kafir. munafikin dan musyrikin. Ya Allah kumpulkanlah hati-hati kami di atas dasar kecintaan kepada-Mu. Yang menyelamatkan Isa dari salib kaum durjana. Maluku. ummatku. Yang menyelamatkan Yunus dari gelapnya perut ikan. pasukan ahzab angkara murka… Ya Allah Yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya Ya.. di Afghanistan. Allah tolonglah saudara-saudara kami yang sedang didholimi di negeri ini. keluarga kami. pemimpin bagai para kholifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan. ummati. anak-anak kami. . penindas dan fasiq. yang mau menerapkan syariat-Mu.

setiap manusia semestinya menyadari batas waktu yang diberikan oleh Allah. Dan kedua.. “Yang mana sih.. prestasi.com Terima Kasih! Publikasi 06/02/2003 09:46 WIB eramuslim . keterlibatan maupun partisipasi manusia lain dalam setiap kesuksesan. Anda pasti tak mengenalnya. namun terkadang tidak sedikit yang menafikan keberadaan. setiap manusia sebenarnya tak bisa membantah hal ini. manusia yang satu tidak akan pernah bisa hidup tanpa manusia yang lain.Nicodemus (32) dan Abdul Rohim (23).Ya Allah jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari pertemuankami dengan-Mu. seolah dua nama tersebut dikenal orang. bahkan bisa jadi sebagian besar pegawai BI pun tak pernah mengenalnya meski hampir setiap hari mereka hadir dan melakukan sesuatu untuk (gedung) mereka. jelas membuat keluarga Nicodemus dan Rohim menangis kehilangan orang yang dicintainya. waktu yang dimiliki manusia itu terbatas. Ada dua hal mutlak yang ada pada diri manusia. Nah. Setelah kejadian naas tersebut. Saya.Ya Allah anugerahkan kepada kami husnul khatimah Ya Allah limpahkanlah rahmat. Aamiin aamiin ra Rabbal ‘alamiin. seperti juga Anda tak pernah mengenal dua lelaki itu. jadikanlah amal terbaik kami sebagai pamungkasnya. dan jadikan usia terbaik kami sebagai akhir ajal kami. koq saya nggak pernah tahu”. Tidak ada satu makhluk pun yang akan hidup kekal. Bahwa waktu yang kita miliki itu terbatas itu suatu kemutlakan yang tidak bisa dibantah. keberhasilan dan kemenangan yang diraihnya. seperti halnya bumi tempat kita berpijak ini pun akan hancur pada masa akhir nanti. kaitannya dengan kemutlakan kedua inilah sedianya setiap kita . ampunan dan hidayah-Mu kepada kami semuanya. sebelum media-media massa hari ini memberitakan jatuhnya Gondola seberat 2 ton yang membawa dua lelaki naas itu saat sedang melakukan aktifitas rutinnya membersihkan kaca Gedung Bank Indonesia (BI). meski dalam waktu sepekan bisa dipastikan sudah hilang oleh derasnya arus informasi di kota sebesar Jakarta ini. kasihan sekali” atau “oooh. Dan bisa jadi ada yang bertanya. itu yang namanya Nico dan Rohim”. pertama. tetapi lebih jauh dari itu. Kemutlakan kedua. Mungkin diantara mereka ada yang berkata: “Ya Allah. Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari suul khatimah…. Bukan hanya dalam hitungan jam yang tidak pernah lebih dari menjadi 25 jam perhari. Muhammad Syamlan Sekum MUI Propinsi Bengkulu E-mail: syamlan2001@plasa. Seperti saya. Jatuh dari lantai 13 dan terhempas di lantai 5 bersama dengan benda seberat 2 ton di gedung tersebut.

sebagian dari kita ternyata sudah membuktikan. karena telah membayar keringat mereka. terbangun lebih awal dan tidur paling akhir. cukup membuat mereka tersanjung dan merasa diri sebagai manusia yang utuh. ucapan terima kasih yang tulus kita alamatkan kepada mereka atas setiap pelayanannya. dengan kata lain “menjaga pekaranganku”. Tapi sayang. pembantu rumah tangga kita. Mereka tak pernah iri dengan kenaikan gaji atau pangkat kita. Mungkin kita bisa berkilah.menyadari status manusia sebagai makhluk sosial yang –setidaknya. Begitu juga dengan para office boy yang sudah menyiapkan teh atau kopi panas di meja kerja bahkan sebelum sempat kita duduk. Dan buat kita.telah teringankan sebagian besar beban hidup ini dengan adanya manusia yang lain. kita tak pernah menyapa mereka dengan kasih sayang. apa sih pekaranganku? ada apa di . jangan kaget jika hanya karena ucapan ringan itu kualitas pelayanan dan pengabdian mereka kepada kita akan lebih meningkat. Not in My Back Yard Kata-kata itu saya dapatkan saat saya mendengarkan salah satu talk show pagi hari. tak pernah bermimpi suatu saat tak lagi menghidangkan teh atau kopi panas karena mereka sangat sadar betapa berbedanya mereka dengan kita. Bagaimana dengan para pembantu rumah tangga yang setiap hari melayani kebutuhan Anda dan keluarga. Bahkan ada yang cukup sarkas menganggap bahwa sudah nasib mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. Bahkan sampai orang-orang ‘kecil’ yang telah banyak membantu kita itu telah menemui kemutlakan pertama. Masih ingatkah kita terhadap pembantu rumah tangga yang pernah sekian tahun mengabdi? Dimana mereka sekarang? Masih hidupkah mereka? (Bayu Gautama) Not In My Back Yard Publikasi 05/02/2003 08:15 WIB eramuslim. bukan alasan untuk tak sekedar mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa mereka. Bayangkan jika tidak ada orang seperti mereka yang mau menanggung resiko terjatuh dari lantai 13. juga status sebagai majikan. Tapi. Tak pernah terbersit dalam benak para pembantu kita akan menjadi majikan yang kerap dilayani. pakaian yang bagus dan mobil mentereng. apakah kita pernah menghargai kerja mereka? Bahkan sekedar mengucapkan terima kasih. Nico dan Rohim. para office boy. My back yard– pekaranganku. selain juga mereka yang membutuhkan pekerjaan itu. bisa juga sangat berarti –kalau kita mau merenungkannya. tukang sampah yang mengangkut sampah dari rumah. mereka mungkin tak pernah berharap tips. Not in My back yard – bukan di pekaranganku. Sungguh. Seperti Nico dan Rohim yang setiap hari membantu orang lain menjadikan pemandangan keluar melalui jendela kantor Bank Indonesia tidak nampak kusam. Ketinggian jabatan. sebagian kita memang egois dan tak tahu rasa bersyukur. Tapi. imbalan atau bonus lain dari apa yang sudah menjadi hak mereka. Kedengarannya memang tidak terlalu berarti. sopir bus ataupun sopir pribadi.

tetapi. sering kita merasa tak yakin. sebidang tanah yang kita tinggali setiap hari.pekaranganku? apa hak dan kewajibanku atas pekaranganku. Dan kita telah berjanji bahwa sesungguhnya hidup dan mati ini untuk-Nya. Bisa-bisa malah menimbulkan salah persepsi bagi yang tinggal di sekelilingnya. sebagai ‘abdun’ (hamba Allah) dan Khalifah fil ardh (khalifah di bumi). padahal sekelilingnya penuh dengan rumah-rumah yang bagus. pekarangan kita bukan milik kita. beberapa inchi lagi airnya meluber ke jalan. di lingkungan pekarangan saya. jadi apapun bisa kita lakukan di situ. Milik kita. ‘not in my back yard (NIMBY)’ – bukan di pekaranganku!! Tiba-tiba saja kata-kata itu lebih berarti. Kehidupan keluarga kita berdenyut tiap hari di situ. bahwa rumahku hanya titipan Nya. Ya Tuhan. bagaimana aku memanfaatkanya? Mengapa sih harus dijaga? dan lain-lain. tapi selokan itu bukan di lingkungan rumah saya. kita semestinya memperlakukan dan mempergunakan segala yang di’amanah’kan kepada kita berdasarkan tatanan dan aturan Allah. “Apa aku sudah melakukan itu yaa?” pikirku. Hal tersebut bisa menjadi langkah awal kita untuk . Kondisi selokan itu benar-benar sangat memprihatinkan. ketika orang memuji milikku. Tiba-tiba brakk!! Saya menabrak kursi rusak yang dibuang di selokan. bahwa putraku hanya titipan Nya. apakah kami mampu mengemban amanah ini? Astaghfirullah. untuk itu diwajibkan atas kita untuk melakukan dua fungsi utama. That’s it. bahwa hartaku hanya titipan Nya. apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?” Ternyata. Selintas saya merenungi “my back yard” sambil mengayun kaki menikmati pagi. Kedengarannya NIMBY memang sepertinya ‘egois’. ternyata ‘tubuh dan jiwa kita’ bukan milik kita. selokan macet penuh air dan sampah. Spontan saya ingat selokan depan rumah saya. jangankan pekarangan dan rumah. Terlihatlah oleh saya. bahwa mobilku hanya titipan Nya. apakah juga mengganggu orang lain? Cepat-cepat saya pulang dan memeriksa selokan di depan rumah.tempat tinggal kita. Astaghfirullah. Tapi. bahwa sesungguhnya ini hanya titipan. tapi kembali kalau kita mau mengembangkan maknanya. saya ingin sekali membersihkan selokan itu mengingat musim hujan segera datang. Allahu Rabbii. dan kurang mampu memahami bahwa Allah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya dan well-equipped. untuk apa semua ini Kau titipkan pada kami. renungan saya terhenti. Pekarangan kita –agak luas lagi. apa iya ‘benar-benar’ milik kita? Lantas teringat saya baitbait puisi renungan dari Rendra. mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku? Dan kalau bukan milikku. mengapa aku tak pernah bertanya. namun milik Sang Pencipta. “Sering kali aku berkata. Tapi. Astaghfirullah.

masyarakat kita. Dari lingkungan yang kecil -keluarga. negara kita dapat terjaga dari sengsaranya musibah. tentunya ke arah yang lebih baik. Rakyat berpikir.Kebijakan-kebijakan pemerintah yang melakukan divestasi Indosat. Saat ini. membahana menjadi satu daerah. Namun jika secara fisik keduanya tidak bisa bertemu. kemiskinan bukan tak dapat teratasi. Selanjutnya. melebar menjadi satu RT. melainkan kepentingan sesaat yang semakin memburukkan keadaan rakyat sudah terperosok selama sekian tahun sejak krisis ekonomi melanda negeri ini. setidaknya mau menjaga dirinya. Tarif Dasar Listik (TDL). Kebijakan pemerintah dan harapan rakyat ibarat langit dan bumi. Memaksakan pola pikir yang satu terhadap yang lain tentulah hanya akan melahirkan konflik. semua kebijakan pemerintah itu tak satupun yang didasari atas kepentingan jangka panjang. Mulai dari hal-hal yang kecil-menjaga selokan agar bersih. ketidaksukaan dan perbedaan. korupsi tak lagi trendy. Jika setiap orang melakukan gerakan NIMBY. selama malaikat pesuruh Allah belum meniupkan sangkakala pertanda hari akhir. Amien.com) Menjembatani Langit dan Bumi Publikasi 03/02/2003 08:54 WIB eramuslim . (Sitta Izza Rosdaniah/sitta@rocketmail. atas kepentingan dan kemaslahatan orang banyak. keluarganya. Telepon yang menyebabkan kenaikan di berbagai sektor lainnya. narkoba tak mampu menjamah. Itulah salah satu kunci keberhasilan suatu kepemimpinan yang paling mendasar. Yang pada kenyataannya. sudah pasti akan muncul berbagai praktek kekerasan yang timbul akibat tumbuhnya benih-benih perlawanan. keluarga kita. yang kemudian Insya Allah seluruh daerah di negara tercinta ini terjaga. Insya Allah. berilah kekuatan dan petunjuk pada kami untuk menjaga amanah-Mu dan mewujudkan Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghaffur. sementara masyarakat juga memiliki pola pikirnya sendiri. banjir tak akan mengancam. diri kita. Semakin menegaskan jarak antara pemerintah dengan rakyat yang jelas-jelas menolak semua kebijakan tersebut. bukankah masih ada harapan kesenyawaan itu tercipta ketika hati dan pikiran orang-orang yang dilangit menjemput yang di bumi? Jika terlalu berat bagi yang dibumi untuk menghusung hati ke atas. Ya Allah. menaikkan harga-harga BBM. lingkungannya dari halhal yang merugikan dan hal yang terlarang. pemerintah mempunyai pola pikirnya sendiri. privatisasi asset-asset negara. bukankah lebih ringan bagi yang berada diatas untuk turun? Penguasa yang cerdas selalu peduli terhadap pola pikir rakyat yang diperintahnya. meluas menjadi satu kampung. Insya Allah. Bumi Allah akan terjaga. menjaga hati dan keimanan kita agar tetap bersih sehingga dapat menjaga ‘amanah’ Allah. tidak akan pernah langit menyatu dengan bumi.melakukan perubahan.sampai hal-hal yang paling besar. .

Jika pemimpin-pemimpin di negeri ini masih menjadikan Allah sebagai sesembahan mereka. ketika bahu membahu membidani perjuangan memerdekakan negeri bernama Indonesia ini. Tujuan pergerakan kita dulu itu adalah satu masyarakat adil dan makmur bagi rakyat. sesungguhnya merupakan potret awal keruntuhan. bahwa kejatuhan yang pernah dialami oleh hampir semua pemimpin adalah saat langkahnya tak lagi seiring dengan orang-orang yang dipimpinnya. Soekarno sangat menyadari artinya rakyat bagi sebuah bangsa. tidak akan pernah suatu perubahan (progresif) tercipta tanpa adanya kesatuan antara orang-orang yang di depan dengan mereka yang memberikan kepercayaan penuh kepada yang di depan. tidak adanya kontak dari hati ke hati antara langit dan bumi. Kalaulah para Nabi dan Rasul Allah memberikan teladan bagaimana menyentuh hati rakyat. Teori manapun yang pernah kita pelajari berkenaan dengan perubahan mengajarkan. pemahaman yang teramat mendalam dari Soekarno itu tercermin dari pidatonya pada tahun 1957: “Dulu itu kita semua adalah ‘rakyati’. Anak-anak dalam Kepompong Jalanan Publikasi 31/01/2003 08:55 WIB . Api pergerakan kita dulu itu kita ambil dari dapur apinya rakyat. semestinya mereka mau turun ke bumi.Maraknya aksi-aksi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat akhir-akhir ini. dan menempatkan Rasul sebagai teladan hidup. perlu kesatuan yang utuh antara orang-orang berpendidikan. keluhan atau bahkan jeritan ketidakberdayaan manusia menjalani hidup. Begitu juga dengan para malaikat (makhluk langit lainnya) yang penuh kearifan menghampiri anak-anak Adam dan melaporkan kepada Tuhan setiap aduan. dalam satu tujuan selayaknya orang-orang terdahulu di negeri ini melakukannya saat merumuskan bentuk dan kelahiran bangsa. dengan anggota masyarakat dari bangsa itu sendiri (Ali Syari’ati). tapi sejauh apapun jarak itu bukankah tetap bisa tersatukan ketika hati dan pikiran keduanya duduk menyatu dalam satu kepentingan. Segala pikiran dan angan-angan kita dulu itu kita tujukan kepada kepentingan rakyat.” Kalaulah Allah begitu teramat sering menjumpai hamba-hamba-Nya di bumi. Pemaksaan yang dilanjutkan dengan sikap tegas dan represif kekuatan kekuasaan terhadap siapapun yang tidak sejalan. awalnya hanya sekedar ‘pemaksaan’ pola pikir pemerintah yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyatnya. untuk sementara langit memang takkan pernah menjumpai langit. menggandeng yang lemah dan bahkan mengutamakan kepentingan rakyat diatas semua kepentingan diri dan keluarganya. Sekali lagi. melihat langsung dari dekat setiap bulir air mata ummat yang menetes di sepanjang malam. dulu itu kita semua adalah ‘volks’. Semestinya setiap penguasa belajar dari sejarah. mendiang Presiden Pertama RI. Membangun sebuah peradaban baru. Begitu juga dengan negeri ini. mengangkat yang jatuh. Masalahnya kemudian. intelektual yang dipercaya sebagai pemimpin suatu bangsa. ada kesenjangan hubungan. masih percaya adanya malaikat-malaikat yang senantiasa hadir bersamanya.

Bus penuh sesak." kata . Satu demi satu lelaki maupun perempuan yang berjas. tubuh mereka menggigil kedinginan dengan perut yang keroncongan. Mereka menapakkan kaki hati-hati seakan takut air yang kotor menodai pakaian mereka yang bersih dan licin di bawah payung lebar. tampak tubuh-tubuh kecil dengan baju yang basah kuyup. Dengan kaos oblong yang sudah tidak jelas warnanya. Ketika sebagian yang lain tinggal di rumah bergelung selimut tebal. Suasana pagi kelam diwarnai macet jalanan oleh orang-orang yang berangkat kerja.eramuslim . Di sela kesibukan berbelanja. Begitu mudah tertangkap mata pemandangan seperti itu di sebuah ibukota negeri bernama Jakarta.yang telah melesatkan anak panah tersebut? "Engkaulah busur dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur. Usai satu lagu. Mereka masih terlalu muda. mereka hanya menenteng sebuah payung besar. jalanan basah. Di antara deru bus dan himpitan penumpang tampak seorang bocah yang berusaha menyalip tubuh-tubuh besar di sekitarnya. menjual makanan. anak-anak usia belasan tahun mengulurkan tangan menawarkan jasa membawa belanjaan! Masih di bagian lain Jakarta. Padahal di tangannya yang kurus terpegang sebuah payung besar. ditemani makanan dan minuman hangat. Dengan krecekan dari tutup botol dan suara cadelnya yang cempreng.Jakarta diguyur hujan. Di manakah ayah-bunda mereka berada? Beberapa hari lalu. Bukan lagi dunia anak-anak yang diwarnai gelak tawa dan bermain. siapa bocah malang tersebut? Di pagi hari di mana anak-anak lain berangkat sekolah menenteng tas dan bekal. keramaian pasar tradisional melahirkan suara hiruk-pikuk yang khas. saya naik bus kota. Sebuah tanya terlintas. lengket di tubuh karena air hujan. lebih dari cukup untuk melindungi tubuhnya. bermandikan hujan! Mereka adalah bocah-bocah yang baru berumur 10 tahun ke bawah. mengelap kaca mobil. Tanpa payung. Namun payung tersebut tidak terkembang. menyemir. Di setiap halte dan beberapa emperan perkantoran. menjual Koran. Bocah usia enam tahunan tersebut bermata bening. Nampaknya tidak banyak keping yang berhasil ia kumpulkan. berdasi maupun blazer melintasi jalan dengan pemandangan khas. tapi kekerasan hidup telah menempa mereka menjadi pribadi yang lain. ia menyanyi. Mengharapkan kepingan logam dari penumpang yang entah mendengarkan atau tidak. Melainkan sebuah aktivitas untuk mencari sesuap nasi. ketika siang di Jakarta bermandikan cahaya matahari yang bersinar terik. Sebuah dunia orang dewasa yang terlalu cepat mereka masuki. dengan penampilan yang lusuh dan kotor. Setiap saat anak-anak tersebut mengacungkan payung kepada mereka yang baru turun dari bus atau mobil. sementara di sisinya atau di belakang si bocah mengikuti. Di manakah ayah-bunda mereka? Bagian lain Jakarta. Di mana busur -meminjam perumpamaan Khalil Gibran-. Kemudian dengan lincah tubuh mungil tersebut menerobos pintu dan meloncat dari bus yang masih berjalan pelan tertahan macet jalanan. tampak anak-anak yang mengemis. tangan kurus tersebut mengulurkan bungkus plastik bekas permen yang kosong.

com) Yayasan Martabat Jl.Gibran. 3 Kelurahan Kali Anyar. Mereka yang terlahir dari rahim yang kurang beruntung adalah anak-anak masyarakat. Luqman: 18 : "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. bahwa anaknya akan beroleh ilmu . melindungi anak-anak kita. Lalu. (021) 6346954 Ibu Indonesia Publikasi 30/01/2003 09:11 WIB eramuslim . Yayasan yang memberi santunan pendidikan bagi anak-anak dhuafa. yayasanmartabat@yahoo. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal" (QS. adakah mereka berhak menyesali? Mengingkari :"…Dialah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di rahim. Hanya demi kepentingan masa depan buah hatinya. Dan anak-anak itupun diserahkan kepada jalanan sebagai kepompongnya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Semoga saya dan Anda tidak termasuk mereka yang dimaksudkan QS. Dan tiada seorang pun dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Mari ulurkan tangan buat mereka. karena kurang mantapnya busur inikah. melindungi anak-anak zaman. hanya kerasnya hidup orang dewasa yang akan mereka rasakan. Tidak pula sesuatu yang menentramkan hati bila seorang ibu tak bisa lagi memandangi wajah anaknya diwaktu malam. yang telah mengantarkan anak-anak tersebut ke gerbang yang belum saatnya mereka masuki? Padahal begitu masuk." demikian penggal puisi tentang anak yang ditulisnya. Sebagai anak panah. Kali Anyar II RT 008/ RW 001 No. Sebuah keluarga dengan ayah-bunda yang penuh kehangatan dan rezeki yang cukup." Naudzubillahi min dzalik. tentu mereka merindukan busur yang mantap yang akan mengantar mereka pada sasaran yang tepat dalam ukuran kemanusiaan. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Bila ternyata panah itu meleset dari sasaran. Kecamatan Tambora Jakarta Barat Telp. demikian pula Dia mengasihi busur nan mantap. ia berupaya meredam rintih sedih itu semua. "Sebagaimana Dia mengasihi anak panah yang melesat.Bukan sesuatu yang ringan ketika seorang ibu melepaskan anaknya menuntut ilmu sambil mondok di sebuah pesantren. semoga Allah melindungi kita. Tetapi di zaman ini orang-orang dewasa terlalu sibuk dengan kepompongnya sendiri. Si anak tertua yang cerdas dan masih duduk dibangku sekolah dasar. Luqman : 34). Semestinya ada tangan-tangan yang terulur untuk membantu mereka. Dan meyakinkan diri sekuat-kuatnya. ketika tengah pulas tertidur. (Eva Deswenti dari Yayasan Martabat.

Tak ada gaji ataupun tunjangan untuk besok hari dan hari-hari berikutnya. Yang ada hanyalah terus-menerus kerja lembur dan "mematikan" berbagai keinginan atau kesenangan memiliki barang. Tentu akan banyak ibu-ibu pejuang seperti itu di tanah air kita. Tenggorokannya seakan-akan terasa sesak. selamatkanlah mereka di dunia dan akhirat. Memang ia tak menunjukkan raut muka sedih ketika memandangi kamar baru anaknya yang sederhana. Dan selepas shubuh berjalanlah ia ke pasar sebagaimana biasanya. beban kesulitan itu akan lebih menekan lagi. Menjadi bagian masyarakat yang tidak penting untuk dicatat dalam sejarah bangsa yang besar seperti Indonesia." Lalu ia menyebut nama suami dan anaknya satu persatu. tak ada sesuatu yang istimewa kecuali amanah yang Engkau berikan. Ilmu yang lebih dari yang dapat ia berikan selama sang anak masih bersamanya. lemari pakaian. sementara tak ada jaminan bahwa penghasilannya mereka juga akan bertambah. Bagaimanapun ia tegar dihadapan anaknya. Berjuta jumlahnya dan terserak dimana-mana. nafasnya pendek-pendek.dan pengajaran dari guru yang lebih baik. Kepedihan dan keperihan menjadi sesuatu yang normal karena seringnya. tinggikanlah derajatnya. Namun seorang ibu tetap lah seorang wanita. Hingga seringkali ia bisa membaca ayat demi ayat dalam kitab suci itu hanya dalam hati saja. Bagi mereka. karuniakanlah anak-anak hamba keberkahan. terangkanlah pikirannya. tempat anaknya akan tinggal bersama beberapa anak lainnya. hanya kepada-Mu hamba titipkan nasib dan masa depan anak-anak hamba. tak kuasa ia menyembunyikan perasaan di depan Rabb-nya. kemudian menunggu kendaraan umum yang akan mengantarnya kembali. serta tempat tidur susun. hambamu ini hanya lah seorang ibu yang biasa. Cerita kejayaan pemimpin dengan kekuasaannya. Tapi yakinlah bahwa itu semua tak paralel dengan senyum dan kebahagiaan sebagian besar rakyatnya. Kini. jernihkanlah hatinya. . Di depan manusia mereka menjadi golongan kecil dan lemah saja. Dia malah tersenyum saja dan berkisah tentang hal-hal yang menggembirakan kepada anaknya sambil duduk beriringan disisi tempat tidur. Betapa ia kesulitan ketika membaca Al-Qur’an selepas maghrib seperti biasanya. berbagai jenis persoalan hidup yang lebih berat sudah berderet antri di depan mata. Payahnya mencari nafkah. mungkin juga kita diantaranya. Berpuluh tahun mereka melakoni episode kehidupan yang amat berat untuk sebagian orang. Saya masih ingat beberapa kata dalam do'anya yang nyaris tak bersuara. Isak tangis juga sering terdengar di keheningan malam dalam kepasrahan tahajjudnya. Memperhatikan meja belajar. kesusahan itu sudah tak dirasakan kesusahan lagi saking biasanya. Memeluk dan meninggalkan buah hatinya di seberang pintu gerbang. Sebuah negeri yang banyak meyimpan cerita kemewahan para pejabat dan pengusahanya. Wahai Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah lindungilah mereka. Harga-harga barang sudah merambah naik. menggelar dagangannya seperti para pedagang lainnya. Kenangan akan kefleksibelan hukum dan peraturan yang dibuat oleh ahli-ahli hukumnya. "Ya Allah.

sepulang dari pasar yang jauh dari prasyarat kesehatan. menatap mata duka sang ibu mulia ini. Kesulitan yang seringkali diabaikan saja oleh golongan lainnya. bahkan oleh orang-orang yang diberi amanah untuk memimpin mereka. Kalau saja pada momen menggetarkan tersebut.Tidak mesti senada dengan ibu-ibu pedagang kecil yang semenjak shubuh sudah tertatih menggendong barang dagangan. Pulang dengan menangis yang tak keluar. Betapa ibu-ibu kita begitu bersih hatinya. din-din (mukhyidin@yahoo. berjalan ibu kita ini kembali dengan dagangan yang hampir utuh. Kemiskinan jadi hal yang harus disembunyikan.. Demikian jauh perbedaan kehidupan antara rakyat dan pejabat yang mengurusinya. Kekuasaan dan ketinggian jabatan yang dicapai sering menjadi bandrol harga penghargaan yang harus diberikan orang. Dan lebih perih lagi ketika hari itu pula si sulung datang mengharap uang untuk membayar pondok dan sekolahnya.Jum'at. saya mengantarkan kawan saya suami istri yang pergi ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji. Allah Maha Tahu betapa mereka amat sulit hidupnya. 1 Februari lalu. Hidup sudah sedemikian melambung dan tak ingin kehilangan itu semua. istri kawan saya tak kuasa menahan tangisnya karena sedih meninggalkan . karena perih dan letih yang disimpan saja. lebih berpendidikan serta berwawasan luas. Segemetar kala beliau mendapati diantara rakyatnya yang kelaparan di suatu malam. Hilang sudah getaran iba dan rasa sayang pada orang papa dan penuh kesusahan dalam hidupnya. Ketika menutup pintu pagar dan naik ke taxi. Betapa bangsa kita amat berhutang pada ibu-ibu mulia itu. kekurangan lantas menjadi pantangan dan harus dipenuhi dengan jalan apa saja. Merasa sudah berbuat banyak dan mempunyai jasa yang tak terhingga. Menatap seorang ibu pada suatu siang yang terik. Mungkin karena do'a dan air mata pengharapannya. hadir pula orang yang diberikan amanah berupa tanggung jawab untuk memperjuangkan nasib ibu kita. Begitu lebar ketimpangan sosial orang kaya dengan rakyat biasa. Banyak orang kadang merasa besar dan penting. Allah masih bersabar terhadap kelakuan manusia lainnya di muka bumi ini. Orang-orang yang semestinya membantu perbaikan nasib dan mensejahterakannya. tak ada makian atau kata-kata kotor lainnya.de) Kurbankan "Ismail-Ismail" Kita Publikasi 28/01/2003 09:27 WIB eramuslim . Sungguh suatu situasi yang menggetarkan. dan gemetar tubuhnya. Kalau saja pada saat itu Sayidina Umar bin Khaththab dihadirkan kembali. Tak pernah berusaha menemani kesedihan "wong cilik" walau sebentar saja. Tak ada dendam. Tentulah akan pucat wajah khalifah yang diridhai Allah ini..

tentu kita bisa membayangkan kebahagiaan Ibrahim saat itu. masih ada orang-orang yang menjaganya." Sepanjang perjalanan saya merenungi kata-kata kawan saya tersebut. Apalagi membayangkan orang yang saya cintai disembelih. Beberapa tahun kemudian. seringkali kita merasa begitu berat meninggalkan atau berpisah dengan orang orang yang kita cintai. dan lagi kita ini sungguh telah diberi kemudahan oleh Allah untuk mengunjungi Baitullah. maka Allah berkehendak untuk menguji cinta Ibrahim pada-Nya. cintanya pada Ismail berdiri kokoh diatas landasan kecintaannya pada Rabbnya.. hingga kemudian ketika Allah berkehendak untuk memberikan keturunan. Menjelang 'Iedul Qurban besok. disuruhnya Ibrahim menyembelih anak yang dicintainya itu. ibu. lahirlah Isma'il. bisakah anda membayangkan harus meninggalkan istri atau suami tersayang. Ketika saya mengantar anak teman saya untuk opname di rumah sakit beberapa hari yang lalu. juga anak anak yang anda impikan dan masih bayi itu berpisah dari anda? Saya yakin mungkin kita akan sedih atau menitikkan air mata membayangkan orang yang paling kita kasihi harus ditinggalkan sendirian. Lagi pula dirumah segala macam kebutuhan anak kita sudah tersedia.. saya saja seperti mimpi menjalani ini semua. Tapi itulah Ibrahim kholilullah (kekasih Allah). coba anda bayangkan menyembelih orang yang paling anda cintai! Terus terang saya sendiri tak pernah sanggup membayangkannya. tatkala Ibrahim harus meninggalkan istri dan anak yang dicintainya itu di sebuah lembah yang jauh dan tandus. apa yang telah dilakukan oleh Ibrahim dahulu. saya sungguh tak tega melihatnya meronta-ronta menangis ketika akan diinfus tangannya. Namun. jauh sekali. bertahun-tahun ia tidak memiliki keturunan. ketika Ibrahim mendapat kesempatan untuk mengunjungi anak istrinya. satu hal lagi yang patut kita renungkan.anaknya yang baru berusia 14 bulan di rumah yang hanya dijaga oleh pembantu. Saya yang duduk di jok depan taxi hanya bisa ikut terenyuh mendengar isak tangisnya. "Sudahlah. Maka menyembelih anak yang dicintainya menjadi bagian dari kecintaannya pada Rabbnya. hingga saya dengar suaminya berkata. bisa dibayangkan bagaimana rasanya keluarga yang dibangun bertahun-tahun namun buah hati tak juga kunjung datang. semuanya dilancarkan. . betapa bahagianya ayah yang bertahun-tahun tak menjumpai anaknya dan ketika telah berjumpa anaknya telah besar dan gagah. kita ini masih beruntung bisa meninggalkan anak kita dalam keadaan cukup. bayangkan. dilihatnya Ismail sudah menjadi seorang anak yang gagah. membandingkan diri kita dengan Ibrahim 'alaihissalaam rasanya memang belum ada apa-apanya. Namun kebahagiaan itu harus diuji lagi. Bandingkan dengan Ibrahim yang harus meninggalkan istri dan anaknya dilembah yang tandus. kamu jangan sedih. sekali lagi Allah tak membiarkan kecintaan ayah pada anak itu berlebihan. subhanallah. saya dan istri saya. sungguh tak sanggup. tanpa perbekalan apapun.

id) Cinta Versus Nafsu Publikasi 27/01/2003 14:25 WIB eramuslim . tapi juga seberapa banyak yang kita tahan. atau seratus dua ratus ribu. Wallahu a'lam bisshawab "Katakanlah: "Jika Bapa-bapa.. karena bukan saja anak yang kita cintai. adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya. karena itu lebih mulia” Itulah salah satu pesan Rasulullah yang sangat terkenal. Mari kita lihat ulang soal maaf memaafkan ini." from the Desk of Hilal (hill@ratelindo." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.Dan sekarang. Perintah Allah berkenaan dengan “maaf” ini termaktub dalam Qur’an Surat Ali Imran ayat 134: “. perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya. apapun yang paling kita cintai sekarang ini adalah "Ismail-Ismail" kita. anak. Cobalah kalkulasi apa-apa yang menjadi kecintaan kita. saya hanya berpikir. anak-anak. yang dengan rela atau terpaksa harus kita serahkan dan kita kembalikan pada Allah Subhaanahu wa ta'ala. sanggupkan kita mengorbankannya di jalan Allah? Istri. tapi berapa banyak yang kita tahan? berapa banyak yang digunakan hanya untuk hal-hal yang remeh temeh bahkan sia-sia? Saya pikir Allah tak hanya melihat seberapa banyak yang kita berikan.. inilah saatnya untuk membuka Al Qur'an. cari kisah Ibrahim. untuk membuktikan cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya. saudara-saudara. harta kekayaan yang kamu usahakan. sudahkan kita sanggup untuk menyerahkannya pada hal-hal yang Allah inginkan? layaknya Ibrahim menyembelih Ismail karena perintah Allah? Jika kita belum siap. dan orang-orang yang . Dan itulah "Ismail-Ismail" kita. sudahkan kita arahkan pada jalan Allah? Harta yang kita miliki. atau belum pernah memikirkannya. apa apa yang menjadi "Ismail-Ismail kita".“Maafkanlah. suami. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. sudahkah ianya kita infakkan dijalan Allah dan kita gunakan dengan baik? Mungkin kita sudah menyumbang barang seratus dua ratus perak. Namun tentu ada alasan yang sangat khusus mengapa Rasul menganjurkan ummatnya untuk memberikan maaf kepada orang zhalim. Membalas perlakuan tak adil dan kezhaliman dari seseorang. sanggupkan kita mempersembahkan "Ismail-Ismail" kita di jalan Allah? Sanggupkah kita memberikan apa-apa yang paling kita cintai untuk berkhidmat di jalan Allah? Saya berikan tanda kutip pada "Ismail-Ismail" kita. teladani dan renungkanlah dengan cara membayangkan apa yang terjadi pada Ibrahim adalah keluarga karib kerabat kita sendiri.co. tidak dilarang. dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai. isteri-isteri kaum keluargamu. dan seberapa ikhlas kita berikan.

Tidak berhenti sampai disitu. Kalaulah kita mau membuka catatan sejarah perjalanan hidup manusia. betapa hawa nafsu sudah terlalu sering mengalahkan manusia. Berlanjut kepada keturunan Adam. Nampaknya seperti sesuatu hal yang sangat sepele. dan mengagungkan harga diri yang diukur dengan parameter kekuasaan. Padahal. ketampanan dan ukuran materi lainnya. Cukupkah Adam? Ternyata tidak. jangan lupa bahwa sejarah pun mencatat dengan tinta emas orang-orang yang menang melawan hawa nafsunya. Seiring bergulirnya masa. kekayaan. . Usai perang Badr yang terkenal sebagai salah satu perang terbesar dalam sejarah Islam. kenikmatan dunia yang telah memalingkannya dari Allah membuatnya cinta akan dirinya. ingin punya harta dan kemudian wanita. ingin meningkatkan kekuasaannya. Dan itu akan melambungkan dirinya kepada kesombongan. Sedikit punya kuasa. Alasannya. merupakan dua dari ciri orang yang bertaqwa. Menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Fir’aun dan sederet nama haus kekuasaan di muka bumi ini akan selalu menjadi catatan hitam keserakahan manusia. Adam (juga Hawwa) tak mampu membendung nafsunya untuk tidak menyentuh buah “terlarang” tersebut. Hingga saat ini. takkan pernah terhitung jumlah orang-orang yang pernah terjerumus dan akhirnya jatuh oleh karena memperturutkan nafsunya. bahkan sejak manusia pertama diciptakan. Qabil tega membunuh saudara kandungnya sendiri Habil demi mendapatkan calon istri Habil yang lebih cantik. melebihkan hartanya dan memperbanyak wanitanya. Sejarah juga mencatat nama-nama lain dari zaman ke zaman. jika bukan karena seseorang itu telah memiliki kebersihan hati dan ketulusan cinta kepada Allah Swt. Syetan menggelincirkan dua manusia itu hanya dengan rayuan buah keabadian yang dihembuskan syetan. cinta akan dunianya.menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang”. seorang sahabat mengatakan. Namun demikian. kecantikan. Terus dan terus meningkat. nafsu manusia pun terus berkembang dan semakin tak terkendalikan. “Kita baru saja melakukan peperangan terbesar” Kemudian Rasulullah berkata: “Tidak. Adam alaihi salam yang telah diberikan limpahan nikmat oleh Allah berupa kesenangan dan kebahagiaan hidup di surga yang tak berkekurangan. Meski terbilang hadits dhaif. Ali bin Abi Thalib yang urung menebas leher musuhnya setelah sang musuh meludahi wajahnya. perang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu”. Siapa yang tak ingat betapa besar kecintaan Abu Bakar kepada Allah dan rasul-Nya sehingga menginfakkan semua harta miliknya hingga tak tersisa untuk perjuangan Islam. Begitu juga dengan Qarun dan sejumlah nama orang-orang yang rakus harta. Ada satu hadits yang termasuk dhaif. Orang tentu tak akan lupa dengan nama Yusuf alaihi salam yang menampik rayuan Zulaikha yang cantik jelita. namun dalam hal ini bisa diambil hikmahnya. tak ada salahnya jika kita sepintas “sepakat” bahwa mengendalikan hawa nafsu tidaklah ringan. sungguh teramat berat untuk bisa melakukannya. Masih ditambah nikmat itu dengan dihadirkannya Hawwa sebagai pelengkap hidup yang membawa kedamaian dan ketentraman. ia tak ingin amarah dan nafsunya yang menjadi alasan utama saat ia menghujamkan pedangnya. dan tak sedikit orang yang menganggap itu sebagai hal biasa yang teramat mudah.

Seperti halnya Rasulullah yang kerap memaafkan orang yang meludahinya setiap hari. Semuanya adalah karena kelengahan kita yang membiarkan pintupintu hati ini terbuka bagi masuknya syetan yang memang senantiasa menantinya celah kelengahan manusia. Sebagai contoh. saat itulah pintu terbuka bagi masuknya syetan ke dalam hati manusia untuk terus memanasi setiap relung di dalamnya. sikap itu tentu tidak akan menjatuhkan derajatnya dimata orang yang menzhaliminya. Disinilah syetan berperan menciptakan ketidakadilan. akan terlihat seperti orang bodoh. sumber utamanya adalah nafsu yang tak terkendali. sampai yang besar seperti rakus harta. Orang yang tak dapat mengendalikan amarahnya. dari yang kecil seperti bangga diri. amarah. derajatnya tak pernah jatuh sekalipun ia justru menjadi orang yang pertama menjenguk ketika si peludah itu menderita sakit. pemerkosaan. dan lebih menyakitkan. Karena bukan tak mungkin. Padahal. Cinta yang tulus kepada Allah akan membuahkan cinta dan kasih sayang yang juga tulus dari Allah kepada hamba-Nya. Pembunuhan. mengasihi juga menyayangi sesama makhluk. Sebaliknya. membersihkan jiwa dan mengendalikan diri. Itu baru sekedar masalah maaf memaafkan. kenapa hanya dengan memaafkan manusia menjadi lebih mulia? Jawabannya tentu sudah menjadi jelas sekarang. juga pria-pria dan wanita yang tak memperturutkan syahwatnya pada jalan yang halal? Adakah yang lebih mulia dari orang-orang yang mampu menahan dan mengendalikan nafsunya karena takut kepada Allah? Hawa nafsu. Hingga pada hitungan detik berikutnya. kalau saja ia mau memaafkan kesalahan (atau kezhaliman) orang lain. pada saat lengah. tak pelak lagi balasan terhadap perlakuan orang lain yang dilakukan biasanya jauh lebih besar. perampokan. Jika yang . Dan ujungnya. Oleh karenanya. Soal memaafkan misalnya. Pada akhirnya. jangan pernah menyepelekan pentingnya menata hati. manusia mencintai. Dan dengan cinta dan kasih sayang yang Allah tanamkan itulah. dua kelompok manusia saling baku hantam. bahkan gila. dan sejumlah peristiwa lain yang terjadi di muka bumi ini. bisa dipastikan adalah penyesalan. syetan akan tertawa melihat dua anak. tak mampu menahan amarah serta tak mau memaafkan kesalahan orang. bukankah jauh lebih mulia orang-orang yang tak serakah harta. dan kemudia ia juga yang menghembuskan aroma ketidakadilan tersebut kepada lawannya untuk membalas kembali ketidakadilan itu dan seterusnya.Manusia bisa menjadi sangat mulia karena menahan dan mengendalikan nafsunya. akan sangat berpotensi membuat seseorang menjadi sangat hina. kekuasaan dan juga nafsu syahwat. Ketika seseorang memperturutkan nafsunya dan tak mempu menahan amarahnya. saat api amarah menyala. mereka yang tak ambisi kekuasaan dan jabatan. manusia mulia pun akan teramat hina dan menjijikkan ketika sedetik saja tak kuasa mengendalikan nafsu. yang merupakan satu bagian kecil dari semua hawa nafsu yang ada pada diri manusia. orang baik dan mulia pun bisa tersungkur oleh sebab nafsu yang tak terkendali itu.

atau menaruh dendam terhadap orang yang menyakitinya. (Bayu Gautama. berarti ia hanya mencintai dirinya sendiri. terhina. atau mengkhianatinya. “Oo. tak ada lagi yang menjadi kepuasan dari seorang hamba di dalam hidupnya ketika kelak mengakhiri hidup tetap dalam kemuliaan. sekitar 14. siang itu. amarah. Hamba yang dipenuhi hatinya dengan kasih tulus dari dan karena Allah. muncul sekelompok pengamen cilik dengan segala atributnya. Seolah tanpa lelah. bocah-bocah itu membawakan 3-4 lagu. dentam musik mereka membangunkan sebagian besar penumpang yang terserang kantuk. Tanpa sadar menarik senyum dan hentakan kaki tiap penumpang KRL yang ada. tidak akan ada ruang kosong dalam hatinya untuk rasa benci.30 wib. Jika untuk hal kecil saja tak ada ruang. Carol….. Orang yang marah hanya karena kekhilafan manusiawi orang lain. Gitar. hingga ketika bait terakhir nyaris usai. siapapun yang mengenalnya akan tetap menjadikannya figur dan teladan yang pantas untuk diikuti jejaknya. Selain terus menanamkan cinta tulus kepada Allah. Lalu mengalirlah lagu-lagu lawas bernada gembira. Setelah itu. Selain dzikir. Sehingga meski tak sedikitpun terbetik niat mengukir nama dalam sejarah manusia yang memenangkan pertarungan melawan hawa nafsu.. gendang. . Sembari mengucap salam.demikian yang dimiliki oleh manusia selaku hamba Allah. Menentramkan hati dengan dzikir (mengingat Allah) sebagai bukti cinta seseorang terhadap Dzat yang dicintainya.Di perut kereta rel listrik dalam perjalanan Depok-Jakarta. Seandainya David J Schwartz adalah seorang muslim. tentunya dia akan menjadikan Rasulullah dan sederet nama-nama yang memenangkan hawa nafsunya sebagai refrens dalam bukunya yang amat terkenal. terluka. apalagi dendam. sejatinya kita senantiasa menjaga agar hati ini terus terlindungi agar tak kotor. menzhaliminya. 2 orang mahasiswa yang sejak awal begitu menikmati sajian mereka. jika ingin mendapatkan kemuliaan dihadapan Allah. tak akan pernah kasih dan sayang tertandingi oleh ganasnya hawa nafsu. thanks 4N) You Are What You Think You Are Publikasi 23/01/2003 07:52 WIB eramuslim . adalah terapi yang tak terbantahkan setiap orang yang mendambakan ketenangan hidup. apatah lagi untuk nafsunafsu besar lainnya. tidak akan pernah cinta berubah menjadi amarah. kecrekan dan lengkingan suara bocah 9 tahun-an itu terdengar begitu riang. qona’ah dan ikhlas dalam menjalani hidup semestinya juga menjadi modal utama ditengah ganasnya terpaan nafsu yang terus dipanas-panasi oleh syetan. “Berpikir dan berjiwa besar”. agar tak terbuka celah masuknya syetan yang menggerogoti benteng-benteng ketegaran di dalamnya. serasa membawa nuansa angin segar pada siang yang cukup suntuk dan gerah. Salah satu parameter orang yang mencintai dirinya sendiri adalah.

Padahal Kawan. memasakkan makanan. Tapi. ada materi-materi kuliah yang dosen kita ajarkan. berda’wah. Lihatlah wajah-wajah bocah pengamen cilik tadi yang begitu riang gembira. atau apapunlah namanya. mari kita tengok dan renungkan sejenak. gimana mau semangat?”. “Makanan itu-itu melulu. “We want more! We want more!”. kita jauh lebih beruntung. . kognitif yang tertekan oleh ujian-ujian. Mereka hanya bernyanyi. kepenatan yang menumpuk. “Lagi! Lagi!”. yang mungkin telah cukup santai belajar di perguruan tinggi atau sekolah yang kadang tidak pantas disebut layak sebagai tempat menimba ilmu. atau yang mungkin telah berpenghasilan tetap tiap bulannya.berteriak lantang. Dan temannya menimpali. Jam kerja yang padat. terkadang hidup ini terasa begitu berat. bukan kesyukuran yang ingin diangkat dalam tulisan ini. segala sesuatunya itu dilakukan tanpa keluhan. gimana mau sehat?”. *** Kawan. ada objek-objek da’wah yang dengan adanya mereka. Dan mereka perbuat semua itu demi mempertahankan hidupnya. berjibaku dengan berbagai amanah. Terkadang masih juga mengeluh dan meratap. Ada lembar-lembar rupiah yang tiap bulannya kita terima. yang mungkin tengah sibuk berkutat dengan agenda-agenda ummat. gimana da’wah mau berhasil?”…. mengajar. ulah anak-anak yang banyak tingkah. atau mungkin hanya untuk setoran kepada ‘atasan’. dan berjuta lagi kenikmatan yang mungkin justru seringkali kita anggap beban. dan segala problematika kehidupan lainnya. membenahi rumah dan mencucikan pakaian. amanah yang tak habis-habis dan tak kunjung selesai. “Murid sedikit dan jarang datang. “Materi segudang gimana mau siap ujian?”. dibandingkan bocah-bocah pengamen tadi. Kawan… Kita yang mungkin telah bekerja dengan sangat nyaman di ruangan ber-ac. Kawan. mengisi forum-forum kajian. ladang pahala siap dialirkan. akan memberatkan timbangan amal kebajikan. Sekali lagi. dan berjuta keluhan yang kita lontarkan setiap detiknya. dan itu mereka lakukan dengan demi segenggam logam dan recehan. terasa begitu membuat tertekan. “Gaji kecil apanya yang menyenangkan?”. “SDM sedikit. Tapi yang ingin ditekankan disini bahwa imajinasi kita-lah penentu segala hal yang kita terima. mungkin untuk membayar biaya sekolah yang semakin tidak memanusiawikan rasa. ada istri yang siap menyambut dengan cinta dan senyuman. apalagi duka. jadwal kuliah yang penuh. ada buah hati yang siap menghibur perasaan dengan kepolosannya yang menggemaskan. mungkin untuk makan. Tapi kita. ada setumpuk amanah yang jika ditunaikan. “Dosen killer gimana mau nyaman belajar?”. tetap menghibur orang lain meski tak pernah tahu apakah sukacita dalam dirinya telah cukup melebur.

mungkin kita akan senantiasa termotivasi untuk memperbaiki diri. Mereka mempersepsikan kerja keras menghibur orang sebagai suatu keriangan. Begitulah. Ya. kita persepsikan sebagai cambuk untuk giat belajar. paradigma kita dalam mengolah kognisi dan rasa jiwa. dalam keadaan apapun. Ketika hanya ada segelintir SDM di lingkungan kita untuk berda’wah. kehidupan adalah kenikmatan yang harus kita syukuri setiap detiknya. Kawan. Ketika pelayanan istri yang ‘begitu-begitu saja’. Ketika ada dosen 'killer' mengajar. ada pepatah barat yang mengatakan. bukan hal yang menyebalkan dan menambah beban. Semoga Dia berkenan memberi kita kesempatan untuk terus memperbaiki diri dalam menghadapi perjalanan yang sangat sebentar ini. Matahari belum terbit di sebelah barat dan belum tenggelam di sebelah timur bumi. psychofath@yahoo. salah satunya dengan mempersepsikan segala yang terjadi dalam sebuah kepositifan berfikir. mungkin rumah tangga akan senantiasa terasa tenteram. kita persepsikan sebagai pembelajaran dari Allah dan peluang ‘tuk meraih imbalan-Nya yang lebih besar.Ketika mungkin gaji kecil yang kita peroleh. Ketika para murid yang jarang hadir. sebab persepsi mereka membahasakannya sebagai suatu kepositifan. begitu menentukan sikap kita dalam menjalani kehidupan. kita persepsikan sebagai suatu rezeki dari Allah. dan rasa sukacita tanpa setitik pun duka. mungkin kita akan menjadi orangtua yang begitu dicintai putra-putrinya. sehingga kita ‘kan terus bersyukur kepadaNya. senyuman. keceriaan. kita persepsikan sebagai ajang untuk melatih kesabaran. mereka cukup dapat memenuhi tuntutan kehidupan yang bisa jadi jauh lebih berat dari kehidupan kita sekarang. cara pandang kita. Ketika tingkah polah dan kenakalan para bocah yang mengesalkan. maka mengapa kita tidak mencoba mengubah pola pikir kita. mungkin tak ada lagi wajah-wajah tertekuk dan cemberut. persepsi-persepsi kita. maka insya Allah. Kawan. mungkin kita akan selalu bersemangat. Padahal mereka tidak tahu apakah dengan berlaku seperti itu. kita persepsikan sebagai latihan untuk qona’ah dengan apa yang ada. You Are What You Think You Are (Kita adalah apa yang kita pikirkan).com) Masih Lebih Mudah Bagi Kita Publikasi 22/01/2003 07:49 WIB . Ketika amanah yang bertumpuk dan datang bertubi. kita persepsikan sebagai kesempatan ‘tuk meraih pahala sebesar-besarnya. Seperti bocah-bocah pengamen tadi. Bagaimana? (indra fathiana. mungkin tak akan ada lagi berbagai keluhan. Nah Kawan. dan kebahagiaan hakiki pun dapat terasakan oleh jiwa-jiwa yang ikhlas lagi lapang. tentu kita tak akan banyak mengeluh. kita persepsikan sebagai akibat dari kekurangan kita dalam membawakan materi (pelajaran) misalnya. untuk menjadi lebih positif dan memandang segalanya sebagai hal yang bukan beban? Jika kita telah berpersepsi demikian. Ternyata persepsi kita.

" kata beliau. "Karena saya tahu tak banyak orang yang membeli koran dari tukang koran seperti dia. Sekeping gopekan keluar lagi dari jendela mobil. Memberi uang sama artinya dengan memberikan persetujuan dan pembenaran. Teramat sering malah. Beliau memberi uang kepada setiap peminta-minta di jalanan. Banyak dari mereka yang menggunakan metode peminta sumbangan untuk menghidupi diri. Penasaran saya makin betambah. Beberapa hari terakhir. mengamen. begitu jawab beliau. Hanya kurang berusaha saja. Itu jawabnya. Ini bukan yang pertama kali. Biarlah saya berbelanja pada mereka". Mereka bukan tak bisa. Peristiwa yang sama terjadi kembali. Pertama kali saya menjadi anak buahnya. Namun ternyata bukan hanya itu. ketika saya satu mobil dengan beliau karena ada tugas keluar kantor.eramuslim . saya juga tidak tahu. "Lantas mengapa membeli?" tanya saya. "Siapa lagi yang akan membeli kalau bukan kita? Sudah terlalu banyak yang berbelanja di mall. Penjual pengharum itu berkeliling ke meja-meja pegawai. Kenapa dia harus selalu memberi? Tanpa pernah memilih lagi. Meskipun di pintu depan sudah tertulis besar-besar "PARA PEDAGANG DAN PEMINTA SUMBANGAN DILARANG MASUK". Beliau tahu saya suka membaca. saya bisa menerima dan mengerti. Sudah menjadi rahasia umum. Tapi apa alasannya? Sulit bagi saya untuk mengerti. Tapi ia tak berkomentar.". Tetap saja tiada hari tanpa pedagang keliling dan peminta sumbangan di kantor ini. bahwa tak semua peminta sumbangan itu benar-benar peminta sumbangan untuk masjid. Entah mereka sudah bebal atau kebal. sebagaimana alasannya di atas. beliau hampir selalu memberikan koran harian pada saya. tanpa banyak kata. Beberapa kali kejadian semacam berulang. polisi cepek maupun yang setengah memalak dengan 'berorasi'. menawarkan dagangannya. Dan kini? Ini sudah kesekian kali. Kalau membeli barang dagangan. tapi akhirnya tidak jadi membeli. Ketika para pedagang itu sampai di meja si bapak. Pernah suatu saat saya bertanya kenapa beliau suka membeli barang dari para pedagang yang ke kantor. anak yatim piatu atau sejenisnya. Sedangkan kita sudah selayaknya memberikan pelajaran. Ada pula yang menawar. Dan saya pernah mengingatkan bapak ini tentang hal itu. Sering. . "Saya tak butuh koran itu. sebagian lagi menolak dengan halus. Si Bapak hampir selalu membeli barang dagangan setiap pedagang yang masuk ke ruangan kami. baik yang memang terang-terangan meminta-minta. si bapak mengambil beberapa buah barang dagangannya dan membayar tanpa menawar. Dulu. Tapi ternyata dia juga selalu memberi kepada para peminta sumbangan yang bergantian datang ke kantor kami. Sebagian cuek. Seorang penjual pengharum ruangan masuk ke kantor.Seperti yang sudah saya duga.

kecepatan cahaya dalam ruang hampa adalah sekitar 300.460.Kali ini saya tak lagi bisa diam. Sedang saya. Ada yang terlihat terang ada yang terlihat meredup. kalau mau memberi. Atau. (azimah rahayu.000 kilometer per detik. Ada yang terlihat berwarna jingga. astronom menggunakan satuan tahun cahaya untuk menghitung jarak yang sangat jauh. sungguh jarak yang luar biasa jauh. Jika karena tak ada yang mau memberi mereka kelaparan. Setidaknya.. Sedikit angka-angka. setidaknya masih lebih mudah bagi kita untuk mencari lagi dengan bekal kemampuan yang diberikan Allah pada kita.000.800. Masih lebih mudah bagi kita. masih lebih mudah bagi kita mendapat rezeki dibanding para tukang koran.com) Karena Bintang Pun Bercahaya Publikasi 20/01/2003 09:11 WIB eramuslim . jika mereka bisa semudah kita mencari rizki. hmmm. Masih lebih mudah bagi kita mencari penghidupan dibanding para pedagang asongan." Urain panjang lebarnya membuat saya tertegun. mereka tak akan melakukan itu semua. Cahaya itu sampai ke penglihatan kita setelah menempuh waktu yang amat sangat lama. Ya. Tapi saya yakin.. Mungkin mereka memang tak sungguhsunguh miskin. Semuanya membuat indah walaupun kita sedang di dalam suasana kegelapan malam. Kemana mereka mencari? Sedang kita? Kalaupun harta kita habis karena mereka. Kalau biasanya kita menghitung jarak dengan meter. "Saya tak yakin dengan tidak memberi akan mendidik mereka.Sesekali pandanglah langit di malam hari. kita bisa melihat betapa indahnya kelap-kelip bintang menghiasi langit. ada yang terlihat berwarna biru. kalau mau berinfak kenapa tidak melalui lembaga yang benar-benar dapat dipercaya akan menyampaikan amanah kepada yang benar-benar berhak? Saya memberondongnya dengan sebuah argumentasi panjang. dibanding mereka. Cahaya itu menempuh jarak dalam satuan tahun cahaya (light year).000 kilometer. inci. juga memancarkan cahaya ke bumi. mana yang tampak betul-betul membutuhkan. Semestinya ada orangorang yang aware dengan program penyadaran itu. azi_75@yahoo. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam satu tahun. gelandangan tak berkawan. dan lainnya. Masih lebih mudah bagi kita mencari makan dibanding para pengamen jalanan. Menurut saya apa yang beliau lakukan tidak mendidik. Masih lebih mudah bagi kita meminta bantuan teman. hendaknya kita pilih-pilih. Tahukah Anda bahwa sebetulnya cahaya bintang-bintang yang kita lihat saat ini bukan merupakan cahaya yang sebenarnya pada saat ini dipancarkan dari bintang-bintang itu. Tugas merekalah yang menyadarkan. Sehingga dalam satu tahun cahaya berarti mempunyai jarak 9. Ibaratkan . Masih lebih mudah bagi kita. Bintang-bintang itu sama seperti matahari kita. bisa jadi mereka hanya malas. hanya ini yang bisa saya lakukan. tak mau bekerja keras dan mengharapkan uluran tangan seperti ini. Kalau tidak mendung. ada yang terlihat putih. lantas kepada siapa mereka meminta. membuat mereka makin malas.

Nabi Muhammad pernah berkata. kalau boleh diandaikan dengan bintang. dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. karena 'cahaya' dari mereka yaitu amal perbuatan mereka berguna bagi umat ini. Misalnya bintang Alkaid mempunyai jarak sekitar 101 tahun cahaya dari bumi. kita diberi kemampuan untuk melihat masa lampau dari alam semesta ini. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.. Yang menjadikan mati dan hidup. Ibnu Sina. seperti bintang di langit. semua bintang mempunyai umur hidup yang menentukan pancaran cahaya yang diberikannya. Selain itu. Waktu dimana kita bisa memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan umat dan mencari ridho Allah. sehingga perlu memakan waktu yang sangat lama untuk mengeksplorasinya. Jadi kita melihat cahaya dari masa lampau. Mereka tetap dikenang. adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan . Dalam kurun waktu itu. Amalan yang baik dan digunakan terus menerus oleh umat akan selalu membuat diri kita yang sudah wafat tadi masih terus dikenang. Melalui cahaya bintang itu. Demikian pula dengan cahaya dari bintang yang jaraknya bisa sampai ratusan tahun cahaya. kita bisa menggunakannya untuk menghitung berapa lama lagi matahari akan meredup dan menjadi mati. sebagaimana matahari yang suatu saat nanti tidak lagi beraktivitas. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Di sisi lain.. sudah tidak beraktivitas lagi. melalui cahaya bintang tadi. bahwa kita ini mempunyai umur sekitar 60-70 tahun. Subhanallah. Subhanallah. kita akan meredup dan tidak beraktivitas lagi. Setelah kita wafat nanti. kita bisa mengukur seberapa jauh bumi kita ini dengan bintang lain. Lihatlah nama-nama Newton. siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. tetapi saat ini kita masih bisa melihat pancaran cahayanya. Kita diberi Allah suatu keajaiban. Apa saja yang sudah kita lakukan? Cukupkah dalam umur begitu pendek. Al-Khawarizmi. Beberapa bintang sebetulnya bintang itu sudah tidak ada. supaya Dia menguji kamu. Cahaya dalam diri ini masih bisa hidup jika amalan yang kita kerjakan bermanfaat bagi umat. kita mengisinya dengan amalan yang baik? Cukupkah amal yang kita kerjakan membuat 'cahaya' yang kita berikan bertahan? Tinggal bagaimana kita menggunakan waktu kita untuk berbuat baik. 'cahaya' dari diri ini masih bisa terus hidup. walaupun kita sudah wafat. Einstein. sudah mati. manusia pun diberi waktu hidup. sehingga 'cahaya' dari diri kita ini dapat terus menerus menerangi kehidupan orang lain sampai saat ini. Sama halnya dengan bintang.seseorang yang menempuh perjalan sejauh itu. tentu akan memakan waktu yang sangat lama. merupakan waktu dimana kita memancarkan cahaya. "Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan.. kita diberi alam semesta yang amat sangat luas. dan masih banyak lagi yang lain. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Di satu sisi. Maka lihatlah berulang-ulang.. Berarti cahaya yang kita lihat dari bintang Alkaid sekarang merupakan pancaran cahaya dari 101 tahun yang lalu. Seperti bintang. Melalui cahaya bintang itu. Galileo dan tidak ketinggalan ilmuwan dan tokoh muslim seperti Imam Bukhari.

Menuju ke sana. Kadang terpikir olehku untuk menuntaskan jalan itu agar aku segera sampai. lagi-lagi Kau didik aku dalam kealpaan mimpi semuku. untuk melanjutkan perjalanan yang panjang ini.id) Tuhan. Tersibak juga tirai kelam yang senantiasa menyeret langkahku menjauh dari-Mu. karena ku tahu cinta sejatimu adalah musim semi dalam jiwaku. Tak sanggup kubendung air mata keharuan atas semua belaian ini. Kinipun hati yang peragu ini masih diguncang gundah." (Qur'an Al Mulk:1-4) Wallahu'alam bi shshawab Zulfikar S. Allah. Pedih jiwaku. Kau dekap aku dalam belaian tarbiyah yang telah banyak mengajarkan aku banyak hal. Telah kucoba melepas segenap yang aku mampu untuk mengatasi beratnya medan yang menghalang. tidak semua hamba-Mu Kau perlakukan sama seperti aku. Rabbku. Terperosok aku dalam kubangan rindu bersulam palsu. jika kuingat Engkau Maha Pencemburu!!! Rabbi. kulalui dengan tertatih-tatih. telah kupenuhi panggilan-Mu. Betapa semakin berat persangkaanku akan kesia-siaan amalanku. Bukan tak hendak aku sabar menanti janji-Mu. Telah coba kuatasi sedapatnya panasnya hari-hari kulewati. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. . Betapa seringnya hamba tertegun ragu. Kembali ku ingat sebait doa yang pernah kurenda. kuberharap pengembaraan cintaku membawaku pada sebuah taman. di Dada-Mu Kutemukan Kedamaian Publikasi 17/01/2003 08:08 WIB eramuslim . sungguh aku bersyukur atas semua ini.Ya Rabbul Izzati. apakah salah jika aku menyandarkan diri pada dinding lain dalam sebuah bangunan Islam-Mu? Angkuhkah aku yang lemah ini Rabb? Salahkah aku yang dhoif ini Rabb? Namun Rabb.or. Tapi aku tak pernah berhenti memadu rindu.sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. apabila saat ini hatiku masih juga mengharapkan wajah lain selain wajah-Mu. Juga masih kudambakan pujian selain dari pujian-Mu. Namun ampuni aku ya Rabbi. gersang ragaku. bukan tak ingin aku istiqomah melewati hari-hari. Namun Rabbi. Karena aku tahu. sekian lama aku mengembara mencari cinta. Tapi yang kutemui hanyalah taman yang gersang dan tandus di bawah panasnya terik matahari yang menyiksa jiwaku. Semuanya memang dikarenakan kelemahan hati ini yang masih saja berharap mencicipi kenikmatan duniawi. Akankah Kau terima buah karya tangan lemah ini? Akankah Kau hargai. Jika masih juga kunanti senyum lain selain senyum-Mu. Aku sadar tidak sama pejuang dengan perintang. membawa tubuh ringkih ini melewati jalan yang Kau kehendaki.

Beruntung aku masih punya nafas. inspirasi dari sebuah tulisan di majalah Ishlah) . namun suaraku bersembunyi. Mengingatnya. kuucapkan terima kasih yang tak terhingga.. namun lautan kasih sayang dan ampunan-Mu kuyakini tak pernah bertepi Ya Muhaimin. Izinkanlah ya Allah aku menjadi penyambung cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. Jauh melesat meninggalkan bayang-bayang. tapi aku ingin katakan. Rabb. bibirku akan terus bergetar. karena memang hanya dari-Mulah sumber kebahagiaan. Siapalah aku ini dibandingkan mereka yang senantiasa bersimbah peluh dan debu untuk membuktikan kecintaanya kepada-Mu? Betapa lancangnya aku mengukur diri dengan mereka yang menghabiskan malammalamnya dengan sujud tersungkur mengharapkan ampunan dan cinta-Mu. terhimpun seluruh kekuatanku. bayang-bayang semu. Dengan nafas itu aku berjalan di atas bumi. di sana kutemukan kedamaian yang abadi. Walaupun aku tak layak mensejajarkan diri. tentang azzam yang kutanam dan juga segala amanahku. sirna kesombongnnku. semakin kuat dan kokoh kakiku melangkah. (Yesi Elsandra. Aku bergumul seorang diri. dengan kekuatan itu tanganku memainkan melodi. tarbiyah telah merubah diriku. ampuni atas segala kelemahan imanku. serta dongeng yang tak memiliki cerita. kekuatan apakah gerangan ini. lenyap sifat jahiliyahku. semakin deras air mata ku mengalir. apakah ini jawaban setiap doa-doaku? Agar Engkau sertakan aku di dalam barisan para salafussholeh?. memohon agar senantiasa Kau beri aku kebahagiaan. Langkahkupun seolah terhenti. agar Engkau jadikan setiap nikmat yang ada pada diriku sebagai mahar yang akan aku persembahkan pada-Mu? Oh Rabbi. yang mengantarkan kakiku ke dada pelangi. Allah. mulutku menyanyi lagu syurgawi. atas segala cinta dan pelabuhan rindunya. Rabbana.. betapa diri ini tak layak disejajarkan dengan mereka.tentang sebuah janji yang telah kupatri. Apakah ini jawaban setiap rintihanku. Kau adalah musim semi dalam relung jiwaku. jemariku kan terus kususun. Bergerak bagai awan putih merindukan terang. Namun aku tidak mau terjebak di dalamnya. aku ingin sampaikan terima kasihku kepada-Mu. seperti yang Engkau kehendaki . siapalah aku ini. tapi langkah kaki kecilku berpacu dengan nafsu yang menahan jiwaku. Menuntun hamba-hamba-Mu yang mendambakan cinta sejati. Ya Rabbana. melesat meninggalkan angan-angan hampa. untuk yang kesekian kalinya. kesimpulan dari riak-riak hatiku ini. Dalam dekapannya runtuh keangkuhanku. sujudku tak akan pernah merenggang. di dada-Mu kupasrahkan kehidupan. sekuat tenaga kucoba berlari. namun aku cukup arif menyadari Rabb. Dalam pangkuan-Mu. Yang ada saat ini bagaimana membentuk diri. Kadang kala kabut pekat yang kutemui. bimbing aku melewati jalan orangorang bernyali singa. Ternyata tanggung jawab itu besar berada di pundakku. Rabbi. Walaupun syukur dan taubatku sering mungkir. mulutku berteriak. yang bisa kudendangkan tatkala hatiku sunyi.

ingin kuceritakan padamu nikmatnya mengurus ternak. serudukan kambing dan kotorannya terasa nyaman. Meskipun lengan sempat kram dan pegal selama beberapa hari. Bagaimana tidak nikmat dan menyenangkan. Beberapa jam berkutat dengan mereka memang melelahkan. Bermandi peluh saat matahari siang bolong panas membakar. aku harus melakukan pekerjaan itu tiap hari. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. aku ingin engkau tahu. Tempelasan air yang menerpa teramat menyenangkan. Kehijauan sawah sepanjang mata memandang. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. juga usaha batu bata ibu. sedang aku mengerjakan semua itu hanya sekali dua. Dan keasyikan itu berubah menjadi perasaan yang indah. Saat tiap hari aku menempuh puluhan kilometer di atas sepeda jengki atau sepeda mini. Sebenarnya semua itu biasa saja. rasanya indah sekali. aku naik sepeda hanya sebagai selingan. Segar. keindahan itu menjadi terasa lebih indah karena lima tahun terakhir aku nyaris tak lagi menyentuh sepeda onthel. ingin kubagi padamu tentang asyiknya menimba air dari sumur dengan tali.Menikmati Hidup Publikasi 16/01/2003 08:27 WIB eramuslim . bersaing dengan bis kota di atas sadel sepeda. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Bau khas ayam. agar makanan di tungku menjadi masak. Bahkan ke warung tetangga berjarak dua ratus meter pun selama ini aku tak mau lagi naik sepeda. mengenang lima tahun yang lalu aku harus bercapai-capai menimba berpuluh-puluh ember untuk seluruh kegiatan rumah tangga. berbatas cakrawala langit yang biru dengan saputan awan putih di ketinggian. cicit burung dan lenguhan kerbau mengiringi setiap putaran roda. . Mencari dan memberi makan ayam. lima tahun kemudian. Dan kini. derit roda katrolnya menimbulkan sensasi yang menggembirakan. ingin kuceritakan padamu indahnya menggenjot pedal sepeda membelah persawahan. Ya. Sedang kini. Tapi sungguh. menempuh jarak 5 sampai 10 kilometer. mengenang betapa beratnya pekerjaan itu dulu. juga dari kotorannya. lima tahun yang lalu.Kawan. sekedar sarana untuk berolahraga dan berekreasi. Dulu. tapi sungguh terasa nikmat dan menyenangkan. Kini. menyenangkan sekali memasak dengan kayu bakar. Kuhembus bara-bara dengan sepenuh tenaga. Angin segar menerpa. bebek dan kambing. Juga membersihkan kandang mereka dari rantingranting sisa makanan. saat menjalani liburan. karena aku anak desa. lima tahun terakhir aku lebih banyak naik motor atau menggunakan kendaraan umum. atau bernafas embun saat kabut pagi masih melingkupi. aku hanya perlu menimba saat listrik mati. Indah karena sambil menggenjot pedal aku mengenang masa-masa sebelum lima tahun yang lalu.

menjadi pegawai negeri itu enak. memasak dengan api tungku lebih enak. rasanya lain sekali. aku merasa kurang beruntung dibanding teman-teman yang bisa sekolah lagi. Kerjanya santai. dengan gelar akademis tinggi. Ya. pir dan jeruk mandarin. aku menahan air liur untuk sekedar dapat mencicipi melon. lima tahun lalu. Dulu aku harus berhemat air agar hemat tenaga untuk menimba. kemudian bekerja di tempat swasta dengan gaji besar. apel merah dan anggur. Phrase ini terdengar teramat klise. aku ingat sekali. dan panci-panci menjadi menghitam serta butuh usaha ekstra untuk mencucinya. karena peningkatan prestasi dan karir berjalan sangat lambat. Karena ia adalah salah satu ajaran agama Islam dan agama lain yang hampir semua orang ernah mendengarnya. pisang dan pepaya dari kebun.Meskipun itu berarti abu berhamburan mengotori baju. kini aku bisa sarapan tiap pagi dengan apel dan jeruk. ketika ada pelajaran olah raga. karir. keringat berleleran karena udara panas di sekitar tungku. Kedua. nikmat sekali aku mengunyah potongan apel. kini dapat naik motor dan naik bus kemana-mana. pendidikan maupun aktifitas sosial. kini aku bisa mandi sepuasnya tanpa usaha. Saat mengulumnya ingatan tentang masa lima tahun yang lalu melintas-lintas. mangga. semangka apatah lagi buah pir. bahkan sudah menjadi sarapan sehari-hari. Dulu aku naik sepeda ontel. sudah lebih dari lima tahun aku menjadi pegawai negeri. Dulu aku harus puas dengan ubi. bahwa aku pun telah mendapat pencapaian besar. Tapi hari ini aku tahu. Maka nikmat Allah yang manakah yang (dapat) aku dustakan? Mensyukuri nikmat. Aku merasa kurang dibanding teman-teman yang sudah mencapai keberhasilan jauuh di atasku: dalam hal keluarga. abu dan tungku. Kata orang. kini aku memelihara binatang untuk teman. selama ini untuk memasak aku tinggal menyalakan kompor minyak atau kompor gas. Ya. Banyak orang mengatakan. Pertama karena aku tidak suka bersantaisantai. Tak ada uang untuk sekedar membeli sepotong. hari ini. Namun kini. aku menikmati memasak dengan kayu bakar seperti sedang berpiknik. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. gaji tetap. *** Kawan. Ya. Namun . menanak nasi dengan rice cooker. tiap hari aku bergulat dengan kayu bakar. Dan kini. Aku merasa kurang beruntung dibanding teman-teman yang sudah menjadi para profesional. Buah-buahan itu beberapa tahun terakhir rasanya tak terlalu istimewa bagiku. Tapi selama ini aku merasa tidak nyaman. sedang jajan di sekolah pun hanya seminggu sekali. tapi karena aku sudah lebih dari lima tahun tak melakukannya. memasak air dengan ketel listrik. hari ini di sini. Lima tahun lalu. Dulu aku harus mengurus ternak untuk biaya sekolah. Tapi bukan itu yang paling nikmat dari memasak dengan tungku dan kayu bakar.

Padahal ternyata. acara siaran langsung dari Mekkah.com. Aku terhanyut seakan jiwaku bersama mereka. dengan status anak kos sejak kelas 1 SMA. Semua itu. hari-hari seputar lebaran) Saat Aku Melihatnya … Publikasi 14/01/2003 07:49 WIB eramuslim. Mengenang kembali lima tahun yang lalu itu. dan apa yang kuperoleh sudah terasa cukup. Menikmati hidup. seraya tak henti mengucap Ya Allah … ridhailah hamba menyambut panggilan-Mu kelak untuk menjadi tamu-Mu. Karena saat itu aku malah belum mengenal dunia. Ada saat-saat dimana kata-kata tersebut begitu abstrak. mereka bertawaf mengitari rumah-Mu Ya Tuhan. “Ya Allah…. Di suatu malam yang sunyi dalam Ramadhan di bulan Maret 1997. Atau malahan mudah diucapkan.. aku saksikan di TV dengan dentuman jantung dan lelehan air mata. Terlihat jelas dari layar gelas itu.. Labbaikallahumma labbaik. aku berdiri di . phrase itu ternyata bisa teramat sederhana. Aku tak bosan-bosan berucap “Ya Allah . Dulu aku sanggup hidup sedemikian. Oke saja bagiku berjalan kaki maupun ngontel berkilo-kilo.untuk menghalau iblis jahannam. ridhailah hamba …”. untuk melakukan haji dan umroh hanya untuk-Mu. ongkos jalan dan fotocopy. Gambar dan suara di TV itu telah mengirimkan sinyal ke otak. apa yang diberikan Allah padaku. aku yakin akan firman Allah bahwa kita tidak boleh berputus asa dalam mencapai rahmat Allah. Dulu.kekliseannya tidak membuat kalimat tersebut gampang diaplikasikan. beriring seluruh jama'ah haji menyambut penggilan Allah. ternyata semua biasa saja. Tapi. sulit dimengerti dan berat dilaksanakan. mereka berlari-lari kecil dari Shofa dan Marwah. dan membuat hati berdebar serta menstimulasi butir-butir air mata yang membasahi pipiku. mereka duduk tafakur memanjatkan do’a di padang Arafah. Tampaknya itu saja kuncinya. tapi perbuatan tak sesuai dengan yang dikatakan. setiap saat aku melihat gambar ka’bah dan mendengar talbiyah dikumandangkan. maka mengapakah sekarang aku lebih tak bahagia? Mengapa aku harus membandingan diri dengan orang lain dan selalu merasa kurang? Dulu aku sanggup menikmati apa yang ada. Dan semua itu dahulu biasa saja. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. gajiku sebagai seorang calon PNS tidak akan cukup untuk membiayai impianku– menjadi tamu Allah di Masjidil Haram dan berziarah ke makam Rasulullah di Madinah. aku sanggup hidup dengan uang 3-5 ribu rupiah seminggu untuk makan. Acara TV itu selalu kutunggu setiap tahun. (Azi_75@yahoo. Kalau dihitung secara matematis. Mie sebungkus untuk dua kali makan pun tak masalah. dan melempar kerikil kecil yang bermakna besar. ridhailah hamba…”.

Kembali ke Indonesia. Subhanallaah. hamba merindukan pendamping hidup”. Namun rizqiku bukan di tangan Pemerintah. yang kedutaannya selalu aku lewati jika menuju ke kantor. Ya Allah. tanpa persiapan yang rumit namun dengan ridha Allah aku menikah dengan seorang muslim. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. dengan ridha Allah tersungkur aku bersujud di depan ka’bah. tapi Penciptaku yang mencukupi dan mendengar do’aku. tersedu aku di masjid Nabawi mengingat Rasulullah. Dalam kesepian... sampai aku hafal. tangisan hamba tak akan pernah sebanding dengan nikmat-Mu Ya Tuhan. Allahu Akbar . dua hari setelah Pak Ustadz menanyakan keputusanku. menambah keyakinan akan kasih dan sayang Allah pada hamba-Nya. Subhanallaah. “Ya Allah … tunjukilah hamba untuk mensyukuri nikmat-Mu . bisik hati kecilku. gumamku. sujud hamba.pelataran masjid Istiqlal memandang ke langit yang jernih dan berhias bintang. Setiap aku melintas di depannya setiap hari. ibadah hamba. aku menangis menikmati suasana malam itu. Perjalanan umroh itu menjadi tambahan spirit dalam hidupku. Namun. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. Hamba akan sabar menanti panggilan-Mu Ya Tuhan. 11 Januari 2002. setan mulai membisikbisik dengan segala rayuan dan tipu dayanya berusaha membelokkan niatku. bukan di tangan bosku. terima kasih atas saat yang damai ini di rumah-Mu. Ya . Hal itu pula yang menguatkan semangatku untuk berusaha mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2. ada tanda panah dan tulisan Kantor Urusan Agama di sebelahnya. Setelah beberapa bulan aku bekerja tak kenal lelah baik di kantor di pagi hari dan mengajar di malam hari. ridhailah hamba …”. dari balik jendela Kopaja secara refleks aku bergumam “Ya Allah … ridhailah hamba …”. telah kaubawa hamba ke tempat yang Kau wajibkan hambaMu untuk mendatanginya. menapak kakiku di Masjidil Aqsha. Allahu Akbar. aku tertegun melihat jumlah saldo tabunganku. Telah cukup bekalmu untuk menunaikan umroh. aku mendaftar untuk mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Inggris. Alhamdulillaah.. aku jalani kehidupan sendiri dengan usia yang semakin merambat.. Bergegas aku menukarkan rupiahku dengan US$ yang nilainya semakin naik sampai sekarang dan tidak pernah turun. tapi Allah menyelamatkan aku. di tahun 2000 dengan ridha Allah aku dapat meraih gelar master di Inggris. Rizqi itu datang dari arah yang tak pernah aku sangka. Setiap hari aku lewati.. Hampir saja aku tergelincir. ridhailah hamba untuk menikmati damainya Masjidil Haram Ya Tuhan”. Betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa KUA yang mencatat pernikahan kami adalah KUA yang tiap hari aku lewati. Setiap hari … spontan aku berucap “Ya Allah. “Ya Allah. “Ya Allah . di jalan menuju kos-kosan baru aku melihat papan penunjuk jalan itu. bukan di tangan orang tuaku.. Tahun 1998.

Selalu terucap setiap saat aku melihat keindahan dan kebesaran segala ciptaan-Mu Ya Tuhan . maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah).. Kepada Anda yang tak lagi peduli berapa harta terkuras untuk kesenangan yang penuh kesia-siaan ketika tetangga-tetangganya masih terus menerus merogoh kantong yang jelas kosong melompong sambil bermimpi Tuhan menaruh sekeping logam penebus dahaga. ratusan bahkan jutaan manusia mengerang menahan lapar.Allah … ridhailah hamba … untuk senantiasa berada dalam ajaran-Mu”…. belakang. Sitta Izza Rosdaniah (sitta@rocketmail. Kepada Anda yang tak hentinya gemar memberikan tontonan parade kekayaan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa dengan kendaraan mentereng yang hilir-mudik melintasi mata kosong mereka. menyenangkan mereka dengan segudang mainan kesukaan. Sekarang juga! Karena jika Anda tidak mendengar peringatan Allah. Kepada Anda yang tak pernah melirik sedikitpun ke arah depan. namun tak menghiraukan tangisan memilukan anak-anak yatim di sebelah kamar mereka. untuk bermimpi mempunyai mainan dan pakaian bagus pun tak berani.. maka kami tidak akan pernah tahu kapan Allah akan membinasakan kami beserta hancurnya negeri ini. buka mata dan telinga lebar-lebar! Perhatikan dan dengarkan peringatan Allah. di panti-panti asuhan yang bagi mereka. Kepada Anda yang tak lagi peduli apakah saudaranya bisa makan atau tidak hari ini sementara ia sibuk mengatur menu makan dan jadwal tempat yang mesti dikunjungi demi memuaskan selera gengsi.com) Satu Pinta Kepada Orang Yang Hidup Mewah Publikasi 13/01/2003 15:15 WIB eramuslim . dan mereka yang terkapar tak berdaya bersaing dengan ganasnya kehidupan. Atau bahkan di depan mereka anak-anak jalanan dan pengemis mengais-ngais sisa-sisa makanan dari tempat sampah Anda. Kepada Anda yang gemar menghambur-hamburkan harta disaat orang lain teramat sulit mendapatkan sesuap nasi. Kepada Anda yang masih senang hidup mewah. hanya satu pinta kami. “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri. maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya . sementara di belakang mereka periuk-periuk kaleng berbunyi nyaring karena tak ada lagi yang terisi diatasnya. Kepada Anda yang terus bangga mempercantik dan memperbagus anak-anak mereka dengan segala model pakaian dan perhiasan.Kepada Anda yang masih senang menikmati hidup mewah ditengah-tengah keterpurukan yang terjadi di sekeliling manusia yang lain. Kepada Anda yang membuang-buang makanan setelah membelinya dengan harga yang sangat mahal. samping kanan dan kiri mereka saat puluhan. tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. kedinginan dengan pakaian yang tak kenal baru dan bagus.

. yang mana semua gerakan itu ada yang sifatnya refleks atau dalam hitungan detik dan ada yang memang kita inginkan untuk bergerak. Tangan dapat kita putar sehingga bisa untuk membuka sesuatu. Tangan mengandung unsur mekanika yang begitu sempurna. Begitu sempurnanya. Didapat bahwa persendian tangan manusia mempunyai gerakan yang hampir tidak terhitung jumlahnya. sampai-sampai tangan menjadi inspirasi dalam bidang rancang bangun. seperti pintu. melakukan kegiatan menulis ini pun menggunakan tangan untuk mengetik pada keyboard. bagaimana ia akan menggunakan tongkatnya untuk mencari jalan? Dengan tangan kita pun dapat melakukan komunikasi. Bahkan kadang gerakan tangan merupakan bahasa yang universal. Apa yang terjadi jika seorang yang tidak mempunyai penglihatan tidak dapat meraba daerah sekitarnya. Setiap hari kita melakukan gerakan yang hampir tidak terhitung. ketika manusia berusaha pertama kali membuat tangan-tangan buatan. Gerakan tangan pun begitu fleksibel dengan berbagai persendian yang terdapat padanya. Jika ia tidak mempunyai tangan. dapat mengangkat beban yang beratnya jauh melebihi tangan bahkan tubuh kita sendiri. Kita berjabat tangan merupakan tanda universal bahwa kita memberikan pesan perdamaian.Manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna. Kekuatan tangan kita gunakan untuk mengangkat beban. Saat penulis. Salah satu kesempurnaan yang Allah berikan adalah pada tangan kita. kita memberi pun dengan gerakan tangan. Kita dapat leluasa menulis baik dengan pena maupun dengan keyboard. tangan yang sehari-hari kita gunakan. Apa yang terjadi jika suatu benda yang tajam tidak terasa tajam. Ya. Koordinasi dari tangan dengan bagian lain dari tubuh kita gunakan untuk berbagai pekerjaan sehari-hari. tentu setiap hari badan kita akan terluka-luka. Tangan yang begitu kecil dibandingkan dengan tubuh kita secara keseluruhan. Kita dapat bergerak dengan leluasa. Kita menadahkan tangan merupakan tanda meminta. Bukan hanya itu saja! Allah juga memberi kita indera peraba yang paling peka pada kedua jari-jari atau ujung dari tangan kita. Tangan pun menjadi inspirasi dari beberapa alat bantu mekanika lain. mendorong. Begitu susah untuk mendesain suatu tangan. Apa yang terjadi jika kita tidak bisa merasakan sesuatu. memutar. dan lain sebagainya. kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancurhancurnya. dan lain-lain. jendela. Seorang yang tuli pun dapat menggunakan gerakan tangan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Betapa murah hatinya Allah memberi kita berbagai kemudahan dalam melakukan gerakan-gerakan seperti mengangkat. Tangan menjadi inspirasi bagi persendian engsel dalam rancang bangun.” (Al Israa:16) (Bayu Gautama) Tangan Publikasi 07/01/2003 07:16 WIB eramuslim . menarik.perkataan (ketentuan Kami).

Hari dimana kita dapat beraktivitas sesuai dengan bidang pekerjaan kita masing-masing. Hari dimana harapan bisa tercapai dengan bekal ikhtiar yang sungguh-sungguh dan tawakkal kepada Allah. potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Kita masih melihat tangan yang digunakan untuk korupsi.or. Jangankan menikmati keindahan pagi. tapi tangan yang di atas sama sekali tidak memberi. Apalagi Allah. Kita masih lihat tangan-tangan berbuat jahil. Bisa kita lihat balasan orang yang tidak mensyukuri tangannya pada ayat berikut: "Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri. apakah kita sudah melakukan itu? Hmmm. sinar matahari pagi akan mulai menyeruak dan memberi cahaya atas kegelapan yang malam bawa.Berbagai kegunaan dan kemudahan telah Allah berikan melalui tangan yang Ia ciptakan untuk kita. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Pagi hari. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.Hening dan gelapnya malam tidak bertahan selamanya. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangan untuk mencuri. Keadaan itu berangsur-angsur akan berubah. dan kita syukuri nikmat yang Allah telah berikan melalui kesempurnaan tangan ini untuk membantu sesama. mengucapkan syukur atas kehadiran pagi maupun kehadiran diri kita di pagi itu pun terkadang terlupakan. Marilah kita bertobat. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangan menindas orang yang lemah. belum sepenuhnya. Kita pun bangun. Wallahu'a'lam bishshawab Zulfikar S. kita begitu terlena . Jika tiba waktunya. sering kita lupa untuk menikmati keindahan pagi hari. maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Lalu seperti apa yang terjadi sekarang. Apa yang terjadi jika suatu karya seni tidak digunakan semestinya? Tentu sang pembuat akan merasa terhina dan merasa bahwa apa yang telah dibuatnya telah diselewengkan. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangannya untuk menyakiti orang lain. yang telah menciptakan tangan dengan sempurna. Sang Pencipta. Sudah sepatutnyalah kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah. Allah telah memberi kita hari baru. terdengar suara kokok ayam." (Qur'an Al-Ma'idah:38-39) Allah tetap memberi kita wadah untuk memperbaiki diri... Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri.id) Hari Baru Publikasi 02/01/2003 11:26 WIB eramuslim . Di tengah kesibukan kita. Bagaimana kita memanfaatkan maha karya Ilahi ini? Tentu dengan sebanyak mungkin menggunakan demi kemaslahatan kita bersama. Kita masih banyak melihat tangan yang menengadah di bawah. Sering kali. Suatu hari dimana kita dapat mengerjakan apa yang ingin kita kerjakan.

Semua harus dilakukan dari sekarang. yakni berupa image mendalam dan melekat di hati masyarakat.. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.dengan kenikmatan tidur ataupun sibuk mempersiapkan pekerjaan yang akan kita lakukan di siang hari. . Bersinarnya matahari pagi membatasi dua periode waktu yang berbeda.Sebut saja. Waktu dimana segala harapan dan impian masih luas terbentang di hadapan kita. Karena sesungguhnya setiap hari Allah telah memberi harapan baru bagi kita untuk berusaha sebaik mungkin bagi kehidupan dunia maupun akhirat nanti. tidak perlu menunggu setahun untuk berubah menjadi lebih baik. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. mari kita lihat ke depan untuk menuju cita-cita yang selalu kita inginkan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu. Yang lain adalah periode waktu yang akan kita lalui ke depan.. Publikasi 31/12/2002 13:34 WIB eramuslim . 'Alhamdulillah' sudah merupakan bentuk optimisme bahwa hari ini dengan izin-Nya akan kita lalui dengan baik. McDonald. Lupakan yang lampau. Tidak perlu menunggu hari-hari tertentu saja untuk menjadi baik. Aqua. Ucapan. Itulah waktu dimana apa yang sudah kita lakukan tidak mungkin akan kembali lagi. karena yang berlalu akan berlalu. Coca Cola. ketika disebut air mineral maka yang disebut pertama adalah Aqua. Kejadian itu terjadi setiap hari di depan mata kita. yaitu ridha Allah. Kita bisa melihat dan belajar dari apa yang sudah kita lalui.. keuntungan (laba bersih) yang diperoleh perusahaan tersebut. Allah memberi kita suatu keajabaian kepada kita.or. Bisa dibilang. Itulah waktu yang perlu kita persiapkan dengan baik. yaitu kenikmatan untuk dizinkan hidup satu hari lagi. Pendapat ini tidaklah berlebihan karena memang upaya keras dari produsen air mineral kemasan ini patut diberi penghargaan demikian besar. Pertama adalah periode malam hari dan hari sebelumnya. ." (Al Qur'an Faathir:13) Wallahu'alam bi shshawab Zulfikar S...id) Aqua. . Akan tetapi tidak ada yang bisa memulai dari kemarin. kepunyaan-Nyalah kerajaan.. sampai-sampai kita lupa untuk mengucap syukur bahwa Allah memberi kita kesempatan.. masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. selain juga tentunya. . "Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan. dan Aqua adalah air mineral. Dengan 'Alhamdulillah' kita telah mensyukuri kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. air mineral adalah Aqua. Itulah waktu yang harus kita gunakan sebaik-baiknya. pastilah orang segera mengkaitkannya dengan air mineral kemasan. Waktu yang tidak perlu kita rindukan lagi kedatangannya. Atau sebaliknya..

sekitar 300 mg/l) dan secara moderat berjumlah TDS tinggi (Total Disolved Solids/Total Pemisahan Kepadatan. memaparkan. dan kedua. Vici. secara gratis pula! Vini. Supermi (mie instan). Sejatinya. adalah ketidakmampuannya memanfaatkan peluang tersebut sebaik mungkin. Kebanggaan yang sama. Rinso (detergen). Aqua menjadi contoh bahwa menjadi yang pertama melakukan satu hal yang belum pernah dilakukan kebanyakan orang merupakan satu hal besar yang pernah terjadi dalam perjalanan setiap orang. Ya. Soal inovasi ini. Setidaknya. dan masih banyak lagi. sebutlah Coca Cola minuman khas Amerika. seberapa tepat dia memanfaatkan setiap kesempatan yang ada tersebut. Mungkin tidak banyak dipublikasikan. bukan sekedar ‘air putih’ yang ditawarkan kepada masyarakat. Kodak (kamera). Orang boleh mencibir di tahun awal mereka menjual ‘air putih’ kemasan. penelitian terhadap penyakit jantung dan kanker menunjukkan bahwa air sehat adalah yang padat (yaitu yang mengandung kalsium dan magnesium tinggi. karena justru semakin membuat mereka kreatif. Martin Fox seorang environmental researcher and nutritionist penulis buku Healthy Water For A Longer Life. juga McDonald makanan cepat saji yang juga dari negeri Paman Sam itu. Karena mereka yakin. Aqua patut mendapatkan semua itu sebagai ‘balasan’ setimpal dari apa yang mereka terima di tahun-tahun awal perusahaan tersebut memulai usahanya. Nah. kunci keberhasilan orang-orang yang sukses terletak pada kemampuannya melihat sekecil apapun peluang. tapi sebagian orang tahu bahwa kehadiran air mineral dalam kemasan sempat mendapatkan cibiran karena menjual ‘air putih’ yang semua orang (kaya atau miskin) pasti mudah mendapatkannya. . Banyak orang bilang. air tanpa mineral hampir sama saja dengan air lunak tanpa kalsium dan magnesium. Bagaimanapun. kreatif menelurkan inovasi baru merupakan syarat utama keberhasilan. melainkan kesehatan yang diperoleh dari tubuh yang mengkonsumsi air bermineral. Jeans (celana yang digandrungi anakanak muda). Anda pun bisa membayangkan betapa bangganya mereka ketika setiap penjual air kemasan di bus-bus atau kendaraan umum selalu berteriak’ Aqua’ meski yang diusung merk lain. semboyan kesuksesan Julius Caesar. Banyak pesaing bukan berarti penjualan semakin terpuruk. atau kesempatan. tentu pernah dirasakan O’dol (perusahaan pasta gigi). ternyata mereka tidak berhentinya untuk belajar. ternyata bisa juga berlaku dalam dunia bisnis.Ya. Barangkali hal tersebut kadang menjadi sebuah garis yang terputus terhadap program menjaga kesehatan tubuh Anda. Belajar dari Aqua. yaitu ukuran dari kandungan mineral dalam air). Kualitas Air minum (baik air minum dalam kemasan maupun air PAM). dan sangat rendah total kepadatan yang telah dipudarkan sehingga sebenarnya sudah tidak sehat lagi untuk diminum. tentu kita bisa menengok perusahaan-perusahaan besar lainnya yang lebih dulu berjaya. masalahnya adalah hanya sedikit orang yang mampu menangkap peluang-peluang dan kesempatan tersebut yang mungkin saja terus menerus berkelebatan di depan matanya. tapi sekarang. Kalaupun ada yang mampu menangkapnya. Aqua membuktikan hal tersebut. lanjut Fox. Vidi. penting untuk kesehatan kita. kesalahan kedua kebanyakan orang yang lain.

Namun sekarang. rasa dan aroma Coca Cola ya tetap sama. kemasan satu liter (family). begitu pula para pegawai kantoran. melamun. demi keberlangsungan usaha mereka. kita mengenal paket hemat. Nugget. tidak bermaksud mempromosikan semua merk yang disebut dalam tulisan diatas.. tidak mau terinjak oleh kaki-kaki yang terus melangkah cepat. Rumah-rumah. Satu persatu kendaraan mengangkut penumpangnya.Pagi merupakan awal dari kegiatan bagi sebagian besar makhlukNya untuk berikhtiar. hanya sedikit saja mungkin. IBM. dan sebagainya tampak seperti biasanya tidak ada yang berubah. botol plastik ukuran besar dan kecil dan masih banyak lagi. Publikasi 27/12/2002 09:05 WIB eramuslim . Mccrispy dan bahkan mereka berkolaborasi dengan Coca Cola. dengan berbagai ekspresi yang sering kita lihat. dan besar! Jika mau belajar. atau sekedar memperhatikan orang-orang di sekitarnya. ada yang bercanda. Capuccino. sejak pertama kali diproduksi hingga sekarang.John Naisbitt dan Patricia Aburdence dalam bukunya yang terkenal. Pagi . . Sementara cuaca masih terasa dingin anak-anak sekolah sudah bertebaran di pinggir jalan menunggu kendaraan umum. Seperti Coca Cola. mungkin tidak terlalu merugikan apabila sejenak kita coba alihkan perhatian pada lingkungan sekeliling. Sekedar membuktikan prediksi Naisbitt dan Patricia (keduanya merupakan futurolog) akan keberlangsungan perusahaan-perusahaan yang disebutnya dalam buku tersebut (disebutkan juga. Hanya kemudian mereka tak hentinya berinovasi (selain mengeluarkan produk Fanta dan Sprite) misalnya dengan Coca Cola kemasan kaleng. kemudian tak henti melakukan inovasi. Honda. gedung sekolah. McDonald. kemasan botol plastik (dulu minuman ini hanya tersedia dengan botol beling). pepohonan. apa sih yang dijual Coca Cola. dan diprediksikan akan terus jaya sampai tahun 2000 (sekarang sudah tahun 2002). mungkin hampir semua melakukan apa yang disebut Inovasi. semestinya dua hal yang pernah dilakukan orang-orang (perusahaan) sukses diatas juga berlaku pada diri kita. dan lain-lain). mengingat orang makan pasti butuh minum. Megatrend 2000 menyebutkan Coca Cola sebagai salah satu perusahaan besar yang pertama kali menembus pasar Asia. atau hanya sekedar buruh di proyek-proyek pembangunan rumah. Pada saat berkendara. tidak ingin tertinggal oleh laju kehidupan yang semakin kencang. apalagi menganjurkan).. paket nasi. Hal sama juga dilakukan Aqua dan minuman lainnya. dan tak menghendaki ketertindasan oleh karena ketidaksiapan diri. Misalkan. ternyata semuanya masih eksis hingga sekarang. Yang dijual ya ayam dengan rasa yang tidak berubah sejak dulu sampai sekarang. Inovasi! Tentu sebagai orang yang tidak ingin kalah dalam persaingan. McWing. pabrik. makanan cepat saji juga demikian. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama. pasar. menangkap kesempatan dan memanfaatkannya dengan baik.

ada yang membelok dan sebagainya. Mungkin angka ini tidak terlalu berarti bagi kita. namun apabila menengok kembali pada telaah lebih jauh akan diperoleh kenyataan yang menakjubkan. Kendaraan melaju dengan berbagai kecepatan ada yang berjalan perlahan.3 liter). . CC (centimeter cubic) dalam hal ini merupakan kapasitas ruang pembakaran mesin yang digunakan oleh angkot tersebut. Sehingga apabila kita anggap semua kendaraan itu angkot dengan kapasitas mesin 1000 cc maka dihasilkan gas polusi sebanyak 240 juta liter tiap jam! Sulit. sangatlah sulit untuk mendaur ulang udara yang sudah tercemar. sehingga semakin besar angkanya maka ruang bakarnya semakin besar dan tenaga mobil itu semakin besar dan biasanya ukurannya pun semakin besar.sekolah itu catnya semakin pudar. tidak membeda-bedakan warna kulit. ulama. penjahat. bahkan si pelaku pencemaran sekalipun. berbeda dengan air. Udara adalah universal. agama.2000 rpm (putaran per menit). harta. dan sebagainya.1300 cc (1. yang umum bisa dipisahkan antara air kotor dan air bersih. pada kecepatan itu mesinnya sendiri berputar pada kecepatan +/.0 liter-1. Astaghfirulloh! Bandingkan pula dengan kendaraan truk sedang dengan kapasitas mesin 4.0 liter (4000 cc) akan dihasilkan 4000 liter gas buang permenit! Menurut pengamatan Pusat Teknologi Prasarana Jalan. Melihat kembali kecepatan kendaraan yang melaju sedang dengan kecepatan 40 km/jam dan putaran mesin 2000 putaran/menit. seperti sebuah truk sedang dengan mesin 4000 cc atau truk besar dengan mesin 10 000 cc. Lebih jauh lagi. Kita bersama-sama menghirup udara yang sama. Hal ini disebabkan udara sulit untuk dilokalisir. sakit atau sehat. maka dapat diperoleh gas buang kendaraan sebanyak 2000 putaran/menit dikali 1 liter gas buang/putaran mesin atau sebesar 2000 liter gas buang/menit! Padahal mungkin kita berkendara lebih dari 60 menit dalam satu hari atau menyumbang lebih dari 120 000 liter gas pencemar perhari kepada lingkungan kita. Pada kendaraan umum kecil yang biasa disebut angkot biasanya menggunakan mesin 1000 cc . Bandung pada tahun 2000 tercatat bahwa untuk jalan arteri perkotaan terdapat sekitar 2000 kendaraan perjam yang melewati sebuah ruas jalan. betul-betul anugerah kebebasan. Secara umum dari data di atas dapat diambil penelusuran bahwa pada sekali proses pembakaran BBM atau satu putaran mesin dihasilkan 1 liter gas buang untuk kendaraan dengan kapasitas mesin 1000 cc atau 1 liter. atau bahkan ada gedung baru yang dengan kokoh berdiri menjulang. atau ada pohon kecil yang baru ditanam. ada yang menyalip. Tahukah berapa kecepatan kendaraan yang dikendalikan bapak atau ibu sopir itu? Di kota-kota umumnya pada kecepatan sedang sekitar 40-60 km/jam.

Musibah. Namun. karena mungkin dalam beberapa generasi manusia berikutnya udara merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup mereka. kesadaran itu sangatlah sulit untuk dikenali karena sifat manusia yang senantiasa khilaf sehingga memerlukan waktu yang tidak sedikit dan perlu kerjasama semua pihak untuk membinanya. kegiatan berkendara merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan. musibah yang terjadi baru-baru ini mungkin menjadi tidak berarti dibandingkan penghancuran bumi secara masal yang kita lakukan secara gotong royong tanpa disadari... "bila melihat alam yang indah ini tiada terasa kebesaran Allah bila mendapat musibah lupa dirinya hamba nikmat yang datang tiada rasa dariNya patutlah malu kepadaNya karena anugerahNya kepada kita membuat dosa rasa kekesalannya buta hati lebih berbahaya buta mata tidak nampak dunia buta hati tidak nampak kebenaran buta hati ditipu nafsu dan syaitan bahkan dilupakan saja semua rasa bangga dengan dosa bila menyebut neraka tidak terasa akan derunya bila menyebut syurga tidak terasa akan nikmatnya jiwa itu telah mati." (izzatun nissa') . Walaupun begitu besar produksi limbah terhadap udara kita tiap harinya... meningkatkan kesadaran akan kesehatan lingkungan merupakan solusi terbaik yang relevan pada saat ini. Seperti diungkapkan dalam renungan berikut ini. Solusi. atau buta. Lebih dahsyat.

Kendaraan bermotor selain sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4. Ketebalan asap gas buang sebagaimana dimaksud di atas diukur pada kondisi percepatan bebas." (Al Baqarah:27) Dan tidak ada salahnya untuk mengetahui beberapa peraturan pemerintah. peri kecil). menerawang jauh ke depan gedung-gedung tinggi. Kandungan CO dan HC sebagaimana dimaksud di atas diukur pada kondisi percepatan bebas (idling).id) Yang Berilmu Yang Terpilih Publikasi 26/12/2002 07:10 WIB . H2O. senyawa belerang oksida(SOx). senyawa hidrokarbon (HC). Kota Jakarta terlihat indah dari sini. ah ternyata hari masih pagi. seperti keputusan Menteri Lingkungan Hidup KEP-35/MENLH/10/1993 TENTANG AMBANG BATAS EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR "Kandungan CO (karbon monoksida) dan HC (hidro karbon) dan ketebalan asap pada pancaran gas buang: Sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4.000 ppm untuk HC. CO. dan unsur logam berat yang sekarang pemerintah berusaha menguranginya.Dan firman Allah Swt tentang orang-orang fasik (durhaka). dan hijau pepohonan di perumahan penduduknya diselimuti kabut putih yang samar. Sepeda motor 4 (empat) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4. Kendaraan bermotor selain sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar solar disel dengan bilangan setana ³ 45 ditentukan maksimum ekivalen 50% Bosch pada diameter 102 mm atau 25% opasiti untuk ketebalan asap.. ".200 ppm untuk HC. Merekalah orang-orang yang rugi. CO2.5% untuk CO dan 2. masjid yang artistik. Ozon (O3). di lantai delapan di hadapan meja resik tempat saya bekerja. dan mengadakan kerusakan di bumi ini." Sudahkah kendaraan Anda layak uji emisi ? Komposisi gas buang kendaraan sebenarnya lebih kompleks seperti senyawa nitrogen oksida(NOx). Segera kubaca email satu per satu sambil berharap ada seorang teman yang mengingatkanku akan khilaf hari ini (Je toi aime aussi mon ami.co. seperti di negeri awan. Jakarta. Termenung sejenak menatap ke luar jendela.5% untuk CO dan 3.5% untuk CO dan 1. 23 Desember 2002 Riki Hendriana (Riki@excelcom. (Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah.. Pada kota-kota besar seperti New York dengan tingkat polusi tinggi kehadiran gas pencemar ini sudah sangat kentara berupa kabut putih yang sering di sebut smog (smoke and fog) atau kabut asap. sesudah perjanjian itu teguh dan memutuskan apa yang oleh Allah disuruh menghubungkannya.400 ppm untuk HC.

Kita tidak perlu memprotes kepada mereka. Jarang sekali kita mendapat pengakuan sebagai yang paling terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Beliau oleh Roger II diberi amanat untuk membuat peta atas wilayah kekuasaan Norman. Kita tidak perlu melakukan tindakan-tindakan yang justru akan mengindentikkan kita dengan kekerasan. karena Roger II mengetahui bahwa secara ilmu pengetahuan muslim merupakan yang terdepan pada saat itu. Islam berkembang dengan pesat di wilayah ini. tapi dikenal dengan 'emir'. Apa yang bisa kita ambil sebagai hikmah dari sejarah itu? Kita memang kalah dalam pertempuran. Di bidang lain pun demikian. daerah di sekitar kepulauan Mediterania tepatnya Sicillia merupakan daerah yang berkembang di bawah ajaran Islam. Pada era ini muncul beberapa ilmuwan muslim berasal dari daeah ini. Salah satu ilmuwan yang terkenal adalah Al-Idrisi. Sehingga pada zaman itu tidak dikenal istilah admiral bagi pemimpin armada laut. Muslim menganggap ilmu pengetahuan adalah amanat dari Allah. muslim tetap menjaga dominasi ilmu pengetahuannya bahkan bagi penakluknya sekalipun. Sebagaimana kita lihat dari pengakuan Roger II terhadap Al-Idrisi. Akan tetapi secara intelektual. bahwa sebetulnya kita tidak perlu melakukan penyerangan balik. Sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang semua itu berasal dari Allah. Muslim selalu dikaitkan dengan kekerasan. Kita tidak perlu melakukan itu untuk mendapat pengakuan dunia. Bahkan karena mengetahui betapa pesatnya ilmu pengetahuan para muslim. Berakhir pulalah kekuasaan Islam di daerah Mediterania. Al-Idrisi dipilih. Selama hampir 3 abad. Baru kemudian di sekitar awal abad ke 11. bangsa Norman berhasil mengambil alih kekuasaan di Sicillia.Tercatat dalam sejarah bahwa. termasuk dalam hal ilmu pengetahuan. . secara ilmu pengetahuan muslim tetaplah insan-insan yang mempunyai kualitas yang tidak bisa ditandingi. ia mengambil ilmuwan muslim untuk membantu mengembangkan ilmu pengetahuan.eramuslim . Al-Idrisi merupakan cartographer muslim yang pertama kali membuat atlas dunia terdiri atas tujuh puluh peta dan dilengkapi dengan data-data geografis yang akurat. Namun apa yang kita lihat sekarang? Muslim diidentikan dengan terorisme. kekuasaan sudah diambil alih oleh bangsa Norman. Muslim sekarang lebih memilih untuk melakukan 'protes' dan mengeluh terhadap kedigdayaan negara-negara non Muslim. Yang perlu kita lakukan adalah dengan menjadi insan manusia yang benar-benar menguasai bidangnya. Ketika Roger II dari bangsa Norman menjadi penguasa di daerah Sicillia. tapi apakah itu adalah kekalahan bagi muslim? Walaupun secara militer. bagaimana ia menghormati ilmuwan muslim dengan menjadikan muslim sebagai pemimpin armada maritim-nya. Bukan waktunya lagi untuk terus menghujat negara-negara non Muslim. Bukan saatnya lagi bagi kita untuk mengeluh. ia menjadikan Sicillia sebagai pusat pertemuan antara ilmuwan muslim dengan ilmuwan Eropa yang sebetulnya saat itu masih terbelakang.

angsa. mengurus warung kecil di rumah. Rohis dan lain-lain. untuk guru sekolah. Selain itu juga untuk membantu keluarga besar Ibu dan sebagai bentuk kemandirian ibu. Semuanya.or. Menjadi (seperti) Ibu (saya). Dan kemudian. Wallahu'alam bishshawab. guru. Apa istimewanya Ibumu sehingga kau ingin menjadi sepertinya? Mengidolakannya di saat para remaja lainnya mengidolakan para selebritis dan sejenisnya? Apakah Ibumu seorang wanita karier yang sukses? Bukan. mengurus sawah. untuk lembaran Osis. kok menjadi Ibu. dan lain-lain”. Untuk teman. Dimana saja. suatu saat kamu akan menjadi seorang ibu!”.selebrities. dengan senang hati dan panjang lebar saya menerangkan apa maksud cita-cita Menjadi Ibu. utama sekali untuk membantu ekonomi keluarga. bebek. mengurus ayam. Dulu Ibu saya juga sempat bekerja di konveksi dan mengambil jahitan. Kamu kan perempuan! Sudah pasti. Itulah maksudnya. Ada juga yang bertanya ”Apa maksudnya cita-cita menjadi Ibu?”. maka jadilah engineer yang handal dan berakhlak Islami. Ada lagi yang menyindir ”Udah pengin kawin ya? Kok. Zulfikar S. bahkan membuat batu-bata. tekunilah bidang itu sungguh-sungguh dan jadikanlah Islam dihormati kembali sebagai pembawa rahmat bagi semesta alam.Jika Anda seorang ekonom. maka jadilah ekonom yang handal dan berakhlak Islami. Ibu saya bisa mengerjakan apa saja. Semua itu dilakukannya. Bahkan ada yang meledek ”Cita-cita kok menjadi Ibu. pengin jadi ibu rumah tangga?”. Tentu saja banyak yang heran."Menjadi Ibu". Teman-teman berkomentar ”Cita-cita. Apapun bidang pekerjaan Anda. Beliau memang tidak suka berdiam diri. dan kambing peliharaan kami. yang menyediakan isian kolom citacita. Kenapa? Pasti. Cita-cita tuh menjadi dokter. Ibu saya bukan wanita karier. tanpa dicita-citakan. . Tapi kesibukannya melebihi wanita karier. insinyur.id) Menjadi Ibu Publikasi 23/12/2002 12:41 WIB eramuslim . Itulah cita-cita saya. karena Bapak yang cuma guru SD di kampung. selalu itu yang saya tulis pada saat saya mengisi lembar biodata. Jika Anda seorang engineer. bukan! Ibu saya bukan siapa-siapa. Ketika SMP dan SMA dulu. Dari pekerjaan rumah tangga (termasuk yang biasanya dikerjakan kaum laki-laki seperti membenahi genteng). pertanyaan seperti itu pun kembali meruyak. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. bukan pula -apalagi.

Ibu saya bukan aktivis. Yang dibesarkan tanpa pendidikan etika dan unggah-ungguh jawa yang tinggi. ibu memang kreatif. Termasuk di warung sayur kecil kami. Kekaguman-kekaguman saya terhadap ibu sempat hilang. Sering dulu saya bertanya nama masakan yang dibuat ibu. saya tak pernah menunggak bayaran sekolah seperti teman-teman lainnya. meskipun tanpa alat dan bahan memadai. kami hanya mendapat 50 rupiah. meski aktif di masyarakat. Tapi ibu menjawab tidak tahu. Bahkan SD pun beliau tidak lulus. Dan buku pelajaran dan perlengkapan sekolah saya cukup lengkap. karena ibu bisa membuat makanan-makanan lezat. yang kami miliki di dapur kami. Ia rajin ‘rewang’ jika ada tetangga yang punya hajat. Ibu rajin hadir ke pengajian Yasinan. Ketika orang tua-orang tua lain membelikan anak-anaknya baju yang bagus-bagus. Bukan. Karenanya. Tapi di lain pihak. sakit. bukan karena ibu tidak lagi seperti ibu yang dulu. Ibu saya tidak pandai memasak resep-resep umum apatah llagi resep modern. Tapi ibu pintar dan dulu sering membantu saya belajar. yang tetangga sering mampir namun lebih banyak bergosipnya daripada berbelanja. Bahkan makin hebat. Ketika saya banyak memiliki waktu berinteraksi dengan ibu lagi. Tak ada kue. melainkan hanya wanita desa yang sederhana. Ibu juga bukan wong agung keturunan ningrat. ibu dicintai oleh semua orang. Namun. Ibu bukan pula wanita berpendidikan tinggi. karena memang tidak ada namanya. Kondisi kami yang berkekurangan tak pernah membuat kami ingin masakan dan kue-kue modern. cake dan makanan-makanan enak lainnya. Ketika anak-anak lain mendapat uang saku 100 rupiah sehari. Sekolah anak-anak adalah nomor satu baginya. maupun lahiran. Hingga kami tidak tumbuh menjadi anak yang suka jajan. Tentu saja. ibu saya juga memiliki banyak kekurangan. Ia juga rajin membantu jika ada tetangga yang meninggal. Ibu juga bercita-cita tinggi untuk anakanaknya. Masakan itu beliau buat dari bahan yang apa adanya. padahal di kampung kami gossip hampir merupakan 'keniscayaan’ seorang perempuan. ibu saya tak pernah bergosip. Namun kini. juga pengajian aisiyah yang diselenggarakan di tingkat kecamatan. makanan yang dibuat ibu sudah cukup bagi kami. tapi rasanya kekurangan yang dimiliki ibu tak ada artinya dibanding segala ‘keluarbiasaannya’ di mata saya. ibu saya masih tetap sehebat yang dulu. dan menjalani dunia kampus dengan berbagai aktivitas keislaman yang menyita seluruh kekaguman saya. . Tapi beliau selalu rapi dalam kesederhanaannya. ketika saya kembali banyak berpaling kepada ibu. saya dan adik saya hanya mendapat baju-baju sederhana (namun tetap terawat rapi dengan seterika arang). Tapi semua yang dimasak ibu lezat. Tapi lebih karena saya kemudian hidup jauh dari ibu. Ya. Tapi beliau cukup mengerti bagaimana bersikap sesuai situasi dan kondisi. Bajunya pun tak pernah dari bahan sutera atau bordir. Make-upnya hanya bedak tipis dan lipstik murahan. tapi aktivitasnya juga luar biasa. saudara maupun tetangga.

kuncinya adalah rencana yang matang dan usaha yang maksimal untuk menjalankan semua yang telah terencana itu. yang penolong. Kalau Allah menghendaki. dan membuat batu-bata serta memelihara banyak ternak.” Nduk. Mungkin terlalu ekstrim jika yang diambil contoh adalah soal bunuh diri. Betapa kesederhanaanmu ternyata menyimpan samudera makna kehidupan yang dalam. ”Lho. Darimana jalannya saya mendapat jodoh orang sini?” jawab saya. Beliau tetap aktivis sosial yang baik. Saya kan sudah tujuh tahun tinggal di Jakarta. Maksudnya. Duh. untuk meraih sukses. tapi tak ringan mulut. ibu selalu berdo’a dan meminta pada Allah tiap habis sholat. menjalankan warung. saya kembali mengisinya dengan mantap: Menjadi Ibu. ibu yang realistis dong. yang ringan tangan.Sukses. orang akan menanggung malu teramat besar jika upaya bunuh dirinya ternyata tidak berhasil. beliau tak pernah menunjukkan kesedihan di hadapan kami anak-anaknya. namun hal itu sekedar ingin memberikan gambaran bahwa untuk hal paling hina pun orang berusaha maksimal untuk merealisasikannya. semoga jodohmu orang dekat sini saja. jodoh itu khan urusan Allah. (@az. meskip pengetahuan agama Ibu minim. dan . karena bahkan seorang yang berencana bunuh diripun tak ingin mengalami kegagalan. agar kalau ibu pengin menengok kalian. langkah ini biasa dikenal dengan. Ibu. Dan ibu juga minta. Ibu saya bahkan tetap tegar ketika beberapa waktu lalu badai menggoncang keluarga kami. kado hari Ibu untuk para wanita nan tegar penuh cinta) Azimah Rahayu (azi_75@yahoo. semoga kamu mendapat jodoh yang sholeh dan sepadan denganmu. Ibu saya menjawab kalem.com) Lima Detik Pertama Penentu Sukses Publikasi 18/12/2002 09:45 WIB eramuslim . saat permasalahan itu merundung. namun keyakinannya kepada Allah sedemikian kuat. Apapun. Dalam prinsip manajemen. Kini. meskipun seharusnya ia bersyukur. beliau tetap ke sawah. mungkin tidak satupun manusia di dunia ini yang tak ingin meraihnya. Agar ibu cukup dibonceng bapak. Kita hamba-Nya boleh minta apa saja. Dan yang paling berkesan.Beliau tetap pekerja keras. karena ibu pasti mabok kalau naik bis atau mobil”. Rencanakan Apa Yang Hendak Dikerjakan. “Ah. Suatu hari. jika saya mengisi lembar biodata lagi yang ada isian cita-cita. ibu tak harus jauh-jauh ke Jakarta. ora kurang jalaran (tidak kurang sebab)". Bahkan. wanita karier yang kuat. Gosip dan goncangan yang menerpa tak membuatnya berubah. Saat ini. ibu saya berkata. ketika dua anaknya sudah tak lagi membutuhkan biaya.

tahukah Anda apa yang paling menentukan dari semua proses awal menuju kesuksesan ketika hendak memulai satu upaya merealisasikan semua rencana? Rahasia sukses seseorang dalam meraih semua impiannya. kita cenderung untuk tidak tersenyum. Artinya. Anda menciptakan citra orang tersebut sebagaimana ketika mula-mula Anda bertemu dengannya dan Anda melihat perilakunya pada masa-masa selanjutnya melalui citra ini. Dengan tersenyum menunjukkan bahwa Anda menyenangi tempat dimana Anda berada dan senang bertemu dengan orang yang Anda temui sehingga pada gilirannya dia akan semakin tertarik untuk bertemu Anda. “Kesan pertama begitu menggoda. Dan tersenyum.Kerjakan Apa yang Sudah Direncanakan. jika keluar dari prinsip tersebut. Pada akhirnya. Orang yang tersenyum dianggap sebagai orang yang penuh percaya diri karena ketika kita sedang grogi atau tidak yakin dengan diri kita atau sekitar kita. kesan pertama. Akibatnya. karena Rasulullah pun memberikan nilai sedekah untuk setiap senyum yang kita berikan kepada saudara kita. senyum mampu menciptakan empat hal yang luar biasa: Menimbulkan rasa percaya diri. yakni sebuah proses dimana kesan pertama kita terhadap orang lain menyebabkan kita menilai perilaku berikutnya atas dasar kesan pertama kita. Namun. Ini artinya. Berkenaan dengan kesan pertama ini. Dan yang lebih penting. maka dia akan cenderung lebih baik dalam menilai anda pada masa-masa selanjutnya. hubungan interpersonal atau apapun yang menjadi obsesinya ternyata ada pada lima detik pertama setiap langkah awalnya. jelas cara yang paling ampuh untuk menciptakan kesan pertama yang mengagumkan. kebahagiaan. entah itu berkenaan dengan karir. David J Lieberman dalam sebuah buku laris yang berjudul. Tentu saja tersenyum menimbulkan kebahagiaan sehingga akan mempertemukan kita kepada orang-orang yang bahagia karena kita melihat mereka dengan cara yang positif. tersenyum menunjukkan penerimaan yang tulus dan menyebabkan orang lain tahu bahwa Anda mau menerima dia dengan tulus. Ya. Lima detik begitu menentukan? Tepat! Karena yang harus Anda lakukan pada lima detik pertama itu adalah kunci sukses nomor satu yang tidak boleh dilewatkan. Selain itu. Jadi. Anda tentu masih ingat pesan sebuah iklan produk parfum pria yang pernah ditayangkan di TV yang berbunyi. taktik nomor satu untuk menciptakan kesan pertama yang luar biasa tetapi mudah dilakukan adalah: Tersenyum. selanjutnya terserah Anda …”. bisa jadi satu keniscayaan bahwa kegagalan segera menghampiri Anda. Semangat sangat penting untuk menciptakan kesan yang baik karena semangat itu dapat menular kepada orang lain. itulah yang harus Anda ciptakan untuk bisa memulai segalanya lebih lancar sehingga kesuksesan seolah sudah digenggaman Anda. Get Anyone To Do Anything menyebutkan. . kesan pertama kita terhadap seseorang sangat penting karena segala sesuatu yang kita lihat dan kita dengar selanjutnya disaring melalui pendapat kita yang pertama. dan semangat. satu hal yang sangat mudah dan praktis untuk dilakukan: Tersenyum. tersenyum menandakan penerimaan yang tulus. ada sesuatu yang disebut pengaruh pertama. apabila kesan pertama seseorang terhadap Anda baik. Mengapa senyum? Jangan pernah pernah menganggap sepele tersenyum.

seperti hubungan interpersonal dan interelasi. dimana robot akan mempunyai kemampuan untuk beremosi. Kita bukan robot yang selalu menjalankan tugastugas yang rutin. Sehingga pada suatu saat. robot akan selalu mengikuti perintah yang membuatnya. karena memang itulah sifat dari emosi. Mereka memiliki mata. jangan pernah sia-siakan momentum awal (detik-detik pertama) untuk tidak menjadikannya sebaik mungkin. Robot bisa diberdayagunakan di pabrik mobil untuk merakit komponen. Itulah sebabnya mengapa tersenyum itu sangat penting. Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Jangan Jadi Robot! Publikasi 17/12/2002 08:45 WIB eramuslim .Dimanapun. Tujuannya adalah bagaimana agar hidup ini dapat lebih dipermudah dengan mendelegasikan pekerjaan yang rutin maupun pekerjaan yang seharusnya tidak dikerjakan manusia. sang Maha pencipta. . Saat ini bahkan sudah dibuat robot yang mempunyai kemampuan untuk menambah pengetahuannya sendiri. pengetahuan robot itu bisa saja melebihi manusia yang membuatnya dan merespon berdasarkan emosi. Sampai mungkin suatu saat kita bisa melihat robot bisa dijadikan sebagai angkatan bersenjata sebagaimana kita lihat di film-film fiksi ilmiah. yang lebih dikenal dengan robot manusia. Dengan AI. alat indera itu secara fungsionalitas memiliki kesamaan dengan yang dimiliki manusia. dan berbagai indera lain sama halnya seperti manusia. robot itu seakan-akan mempunyai kemampuan berpikir sendiri. Tidak seperti robot. Dimana walupun secara fisik berbeda. wawancara dan lain sebagainya. mulut. kita bisa saja istirahat dari segala aktivitas kita. Sebagai hasil kreasi manusia. kita adalah manusia. telinga. karena percakapan dan hubungan Anda selanjutnya akan disaring melalui momentum awal ini. Tidak seperti robot. kapanpun. Robot itu merupakan salah satu kreasi manusia. jadikan senyum sebagai modal utama Anda. Sebagai ingatan. misalnya mengendalikan reaktor nuklir. Alhamdulillah. Tidak seperti robot. sedang apapun ketika Anda tengah berinteraksi dengan orang lain. Sampai pada tahap tertentu nantinya bisa saja robot akan mengatakan 'tidak' terhadap manusia pembuatnya. Senyum bisa menjadi senjata yang paling ampuh dalam berbagai kondisi. kecerdasan yang ada pada diri kita bukanlah buatan tapi merupakan kecerdasan yang sebenar-benarnya. bersama siapapun. saat interview. Itu semua telah diberikan oleh Allah. Inilah yang disebut sebagai Artificial Intelligence (AI). sebagai respon atas suatu kejadian. dengan demikian akan menciptakan kesan yang sangat baik.Mungkin kita sering melihat film fiksi ilmiah dimana terdapat makhluk yang menyerupai manusia tapi bukan manusia. Bahkan kini sudah ada emosi buatan disebut artificial emotion. Secara sepintas memang robot itu seperti manusia. Lakukanlah dengan segera dan senyum akan menjelaskan banyak hal tentang diri Anda: Semuanya Positif. emosi yang ada pada diri kita juga merupakan emosi yang memang tidak bisa ditebak keadaannya. Robot itu juga bisa digunakan untuk mengoperasikan tugas-tugas tertentu yang beresiko tinggi.

sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbaiknya. Sampai-sampai kita merasa orang yang paling pintar di dunia ini dan berlaku sombong. pencipta kita sendiri. ingatlah selalu kepada Allah dengan dzikir dan bersyukur kepada-Nya agar kita bisa menjadi manusia yang sebenarnya. Seandainya masih beredar orang-orang yang tak hentinya berlaku sombong. "Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun. sudah sedemikian lelahnya kita berpikir untuk mencari segudang alasan baru untuk dusta berikutnya. Karenanya jika kita tidak ingin dikatakan sebagai robot. yaitu sisi spiritual. Bersyukurlah kita yang tetap menjaga sisi spiritual kita. dan sekuat apa tubuhnya kelak menanggung akibat dari . sudah sebegitu kelunya lidah ini terpaksa menari mengikuti irama gendang kepalsuan yang tak hentinya bertabuh. sama halnya seperti robot. tetapi justru semakin menjauhkan kita dari Allah. meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)" (Quran Surat Al-Kahfi:109). menghina. Kita justru akan mengatakan 'tidak' kepada Allah." (Quran Surat At-Tin 1-4). aku tidak tahu.id) Lelah … Publikasi 16/12/2002 07:33 WIB eramuslim . angkuh dan takabbur. aku tak habis pikir. Selain itu terkadang kecerdasan yang ada pada diri kita ini digunakan untuk berpikir dan menghimpun pengetahuan yang tidak membuat kita semakin mendekatkan diri kepada Allah. Sisi spiritual itulah yang memungkinkan kita untuk selalu mengingatNya. sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Allah. aku tidak mengerti.or. dan demi kota (Mekah) ini yang aman. Padahal kecerdasan yang kita miliki hanyalah bagian kecil saja dari seluruh ilmu Allah. Wallaahu'alam bishshawab Zulfikar S.Walaupun demikian. Beruntung bagi kita manusia yang diberikan sisi lain yang tidak mungkin ada pada robot. sebesar apa dirinya sehingga sangat lancang menantang kebesaran Tuhannya. karena inilah yang membedakan kita dengan robot-robot. dan demi bukit Sinai. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah.Kalau ada orang-orang yang masih terus menerus berdusta. Dalam kehidupan sehari-hari kita terjebak dalam keadaan yang memaksa kita berperilaku seperti robot. Sebagaimana firman Allah: "Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Allah. Padahal sekali saja berdusta. menyembunyikan hakikat mengedepankan kepalsuan. menggunjing. Jika masih ada sebagian orang yang saling mencaci. sekuat apa penciuman dan mulutnya karena pada saat itu ia seperti tengaha memakan bangkai saudaranya sendiri. berprasangka buruk dan menjelek-jelekkan saudaranya. terbuat dari apakah lidah mereka sehingga teramat hebat merangkai kata-kata indah menutupi kebenaran.

Sahur kita lakukan untuk mempersiapkan diri sebelum berpuasa sepanjang hari nantinya. tetapi menghancurkan tubuh kecil tak berarti ini. Walaupun hanya segelas air. aku semakin heran. lelah rasanya terus menerus berbuat dosa. Padahal semestinya ia tahu. kita tetap bersabar untuk menahan haus. Namun. Padahal seratus kali ayunan cambuk atau lemparan batu hingga mati bisa jadi satu-satunya alasan Allah untuk memberikan ampunan atas perbuatannya. suka-duka. Di tengah terik panas matahari. Lelah menahan hentakan demi hentakkan yang bergemuruh di dalam dada ini setiap kali aku melakukan perbuatan maksiat. sementara bertebaran di seluruh penjuru bumi Allah ini anak-anak yatim piatu. Tidak lupa kita senantiasa menjaga pandangan dari hal yang menjurus maksiat dan sia-sia. kita langsung ingat bahwa kita sedang berpuasa. kita lepas lapar .Apa yang bisa kita ambil dari ibadah selama bulan Ramadhan? Banyak likaliku. sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah. Dimulai dari dini hari. di kala kita sedang beraktivitas. Dan jika itu tidak dilakukannya. ini yang sangat mudah aku pahami. Aku sangat tahu betul. itupun sudah cukup. setebal apa kulit mereka menahan api neraka Allah. apakah ia selalu berpikir bahwa semua itu diperolehnya murni dari hasil jerih payahnya? Tak pernahkah ia tahu bahwa semua yang ada padanya itu adalah atas kehendak Allah Sang Pemberi Rizki? Yang seandainya Dia berkehendak. kita memulai aktivitas Ramadhan dengan bersahur. ketika beban kerja begitu menekan. karena akupun pernah mengalaminya. fakir miskin dan orang-orang lemah. Lalu kenapa masih ada yang berani meski sekedar mendekatinya? Umpamanya masih hidup orang-orang yang gemar berbuat maksiat. Dalam keadaan ingin marah.kesombongannya. sungguh aku semakin bingung dibuatnya. sudah pasti kilatan cambuk Allah di akhirat nanti bukan sekedar mematikan. dengan sangat mudah pula Dia mengambil darinya? Mungkin saja masih ada segelintir makhluk Allah bernama manusia yang tak bosannya berzina. maupun pengalaman mengesankan dalam menjalankan roda kehidupan di kala bulan Ramadhan. Begitu tiba saatnya berbuka. Dilanjutkan di siang hari. Dan lelah untuk terus memikirkan ancaman dan hukuman macam apa yang diberikan Allah kelak di hari pembalasan. bangga dengan dosadosanya. Demikian pula. pada saat dimana pada umumnya manusia masih terlelap. sekuat tubuh orang-orang itu menerima adzab Allah yang tak pernah berhenti. sungguh aku tidak akan pernah memahami. Astaghfirullaah … (Bayu Gautama) 11 Bulan Pembuktian Paska Ramadhan Publikasi 11/12/2002 09:31 WIB eramuslim . Sekiranya tetap hidup manusia-manusia yang enggan menyisihkan sebagian harta yang dimilikinya. kesombongan adalah mutlak miliki Allah semata. jika saja ada sebagian kecil dari orang-orang diatas yang berhenti melakukan semua yang dilarang Rabb-nya. Sehingga amarah menjadi reda kembali. tidak terlalu sulit untuk dimengerti.

Dengan demikian insya Allah kita akan menjadi manusia berhasil dunia dan akhirat. Apakah berhasil pelatihan yang Allah berikan ini? Pelatihan di bulan Ramadhan akan berhasil jika kita bisa mengimplikasikannya dalam bulan-bulan selain Ramadhan. kita dituntut untuk selalu mematuhi waktu itu. Justru cobaan akan terjadi di sebelas bulan mendatang.or. Demikian pula di saat berbuka. sebagaimana tercermin dari sahur. sebagaimana kita lakukan di siang hari kala berpuasa. berpuasa di siang hari. jika di sebelas bulan ke depan. Bulan ini menjadi lebih baik dari yang kemarin.dan dahaga. Ibadah Ramadhan kita dikatakan berhasil. apakah Ramadhan kita berhasil atau tidak. Akan sangat beruntunglah kita yang dapat tetap menjaga ibadah maupun ritme kehidupan seperti di kala Ramadhan dalam sebelas bulan mendatang sampai bertemu Ramadhan yang akan datang. demikianlah adanya dimulai dengan berikhtiar semaksimal mungkin dan harus selalu dibarengi dengan tawakkal hanya kepada Allah. kita diminta untuk mengembalikan semua itu kepada Allah saat melakukan shalat malam. Bagaimana kita akan menjadi manusia yang sukses jika kita tidak mengawali dengan persiapan yang baik. Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan kemarin. karena setiap hari lebih baik dari hari yang kemarin. Demikian seterusnya selama satu bulan penuh. sampai berbuka. dan demikian pula insya Allah Ramadhan yang akan datang kita persiapkan agar lebih baik dari Ramadhan kali ini. Kita pun dituntut untuk bekerja dengan efektif. dan insya Allah bulan yang akan datang lebih baik dari bulan ini. Setelah melakukan semua rangkaian aktivitas itu. kita tetap dianjurkan untuk memakan makanan yang sederhana terlebih dahulu. Betapa murahhatinya Allah. Rasulullah menganjurkan menyegerakan berbuka dan dengan makananmakanan yang ringan seperti korma. Dalam memulai beraktivitas kita dianjurkan untuk selalu mempersiapkan diri. pelajaran yang bisa kita ambil adalah bahwa dalam hidup kita dituntut untuk senantiasa sederhana. Kalau kita mau memikirkan hikmah di balik aktivitas selama Ramadhan. Mulai dari sahur. memberikan pelatihan kepada kita selama Ramadhan ini untuk bisa menjadi manusia yang dapat mengatur hidupnya menjadi lebih baik. yaitu menjauhi perbuatan sia-sia dan maksiat. Wallahu'a'lam bishshawab (Zulfikar/zulfikar@ukhuwah. Karena tanpa perlu disuruh atasan. Satu hal lagi yang tidak kalah penting adalah manajemen waktu yang begitu terjaga di kala Ramadhan. kita dapat beraktivitas sebaik di bulan Ramadhan. kita akan selalu mengendalikan diri. insya Allah. Di dalam hidup ini. Walaupun kita dapat mengumbar nafsu untuk menyantap hidangan semaunya. Karena sesungguhnya hal itu bisa kita lakukan tidak hanya di bulan Ramadhan. Hal ini merupakan kontrol yang efektif bagi manusia. karena merasa ada yang mengawasi yaitu Allah.id) Wajah Kemusliman Kita Publikasi 10/12/2002 09:44 WIB . Aktivitas kita diakhiri dengan melakukan ibadah shalat malam. insya Allah banyak pelajaran yang bisa diambil. Betapa kita akan menjadi orang yang beruntung.

eramuslim . Apalagi kalau sampai menyakiti dan merugikan banyak orang. atau antar sesama karyawan itu sendiri. ataupun sesama rakyat semata-mata. Seluruh aktivitas kesehariannya sebagai seorang muslim tentu akan lebih bermakna baik dalam interaksi dengan keluarga maupun dengan lingkungan di sekitarnya. Pada saat-saat itu terlebur semua rasa benci. Dan pantulan dari peningkatan kualitas keimanan itu semestinya akan tercermin dari semakin indahnya ahlak dan perilaku selepas Ramadhan. dengan tetap menjaga . kebesaran Allah SWT jua yang diserukan. Demikian halnya dengan hubungan sosial lainnya. hubungan dengan Allah akan diperbaiki dan dijaga keeratannya selama sebulan penuh menunaikan ibadah puasa. Sedih karena berpisah dengan bulan mulia penuh berkah dan ampunan. Dan akan semakin kokoh lah sosok muslim yang penyayang. Dengan penuh kesadaran diri. Alangkah bijaksana jika seorang muslim bisa mengkaji diri dari pahitnya kesalahan. Tugas untuk menjadi rahmat bagi lingkungan dengan kebenaran dan keindahan nilai-nilai Islam. baik vertikal maupun horizontal. Ada getaran perasaan luar biasa yang tak terlukiskan di saat-saat itu. Baik antara seorang pimpinan dengan seluruh bawahannya. bahwasannya apapun saja yang dilakukan hanyalah berkat perkenan dan pertolongan dari Allah semata. Hatinya semakin sadar akan beratnya beban amanat yang dipanggul sebagai khalifah Allah di muka bumi. Baik seorang pemimpin dengan rakyatnya. Bagi seorang muslim.Siapa yang sanggup menahan rasa sedih yang mendalam ketika perlahanlahan senja terakhir Ramadhan berlalu dan terbenam. Begitu usai ibadah Ramadhan. Siapa pula yang sanggup menggambarkan perasaan damai dalam suasana gelombang takbir tak berkesudahan di malam menjelang fajar 1 Syawal. Termasuk juga kesanggupan untuk melakukan ibadah puasa. Bahagia karena akan bertemu dengan hari yang dijanjikan oleh Allah sebagai hari kemenangan dan kembali kepada kefitrian. Tuhan seru sekalian alam yang terkumpul pada-Nya segala puji. Salah dan khilaf memang hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Namun tak berarti itu dijadikan alasan atau suatu yang dimaklumkan untuk dilakukan berulangulang. Ia pantulkan kembali Kemahapengasihan Allah dalam sikap yang santun dan penyayang kepada mahluk Allah lainnya. Alangkah indah jika negeri kita bertabur barokah dari Ramadhan dan Idul Fitri seperti ini. Jiwanya akan semakin lembut dan sensitif terhadap nilai-nilai ketauhidan yang berdimensi ridho Illahi. Kehambaan sebagai mahluk diserukan dalam kumandang pentakbiran akan Kemahabesaran Allah. Nuansa Idul Fitri seakan memagari kita untuk hidup dalam manisnya ukhuwah islamiyah yang hangat dan saling menyayangi. dendam dan bibit-bibit permusuhan. penyantun dan anti membuat kerusakan dimanapun ia berada.

kita yang ditinggalkan tak sadar bahwa sikap dan perilaku kita di bulan Ramadhan itu tak jauh beda dengan di bulan-bulan lainnya. bicara. Pada momen-momen seperti ini. Kita pun masih sibuk dengan urusan-urusan yang tak pernah menjanjikan apa pun di bulan Ramadhan. . Tak terasa bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah itu berlalu. Boleh jadi kegigihan baca Al-Qur’an kita pun berubah jadi kemalasan dengan berubahnya bulan! Sementara itu. bergaul. status sosial. Karena setiap diri tentu tak ingin timbangan amal baiknya tereduksi dihari pembalasan nanti. Tidak pula suatu kemanjaan yang berlebihan kalau seorang anak terisak-isak dipelukan ibundanya. Hidupnya tidak bergantung kepada sesuatu apa pun. deni mukhyidin mukhyidin@yahoo. lantaran kesalahan yang belum termaafkan. dari mulai jabatan. Dan tak lama lagi pula malam penuh kemuliaan dan keindahan bersama Tuhan. makan. Keteladanan seorang pemimpin akan cemerlang ketika ia justru menghampiri rakyat dan memohon keikhlasan dari akibat kepemimpinannya. berpakaian. Kita harus berani meninggalkan cara dan gaya hidup setan itu agar kita betu-betul menjadi hamba yang pandai bersyukur. berpolitik. tidur. uang. Kita masih lalai dengan amal-amal mulia yang sesungguhnya di bulan suci itu. Nihil sama sekali nilai Ramadlan kita kali ini jika cara berpikir. Adalah sebuah kebesaran pribadi ketika seorang pemimpin yang selalu teringat akan besarnya salah dan kekeliruan yang diperbuatnya. berbuat sesuatu tanpa pamrih. yang ada hanya pengharapan akan kebersihan batin dari dosadosa kemanusiaan dengan orang-orang yang dimintakan pemaafannya. Kemuliaan orang alim dan ulama justru bersinar ketika ia dengan harap cemas memohon ketulusan maaf dari orang awam yang dibimbingnya.kedekatan dengan Allah SWT dan semangat perbaikan diri untuk berupaya sekuat mungkin tidak mengulanginya. Memang rugi dan sangat rugi bagi mereka yang berpuasa tapi tak merubah niat dan tata cara hidupnya untuk menuju keridhaan Tuhan. Setiap jiwa yang berhati-hati tentu tidak pernah merasa aman sebelum dosa dan salahnya terampuni.Ramadhan tak lama lagi akan meninggalkan kita. harta dan semacamnya kecuali hanya kepada Allah Swt saja. pangkat. lantas karena itu semua ia menangis begitu dijabat erat oleh para bawahan. Yakni. meniru akhlak Tuhan. bekerja dan sebagainya masih menimbun rasa duka dan derita bagi orang lain. Laitul Qadar tak menyapa kita untuk bermunajat kepada Sang Pencipta siang dan malam.de Adakah Ramadhan Menyapa Kita Lagi Tahun Depan? Publikasi 04/12/2002 15:22 WIB eramuslim . Bukan suatu kecengengan kalau kemudian mata seorang suami berkaca-kaca dihadapan istrinya.

Puasa juga menjadi penge-rem yang canggih untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tercela. QS. kehidupan di bulan Ramadlan itu cara hidup yang sesungguhnya. berarti langkah kita di bulan-bulan selanjutnya pun akan mengalami kesulitan dan kemalasan untuk mengisi keindahan dan kemuliaan dalam kehidupan . bekerja dalam kantor atau ruangan yang sejuk. yakni. Al-Baqarah : 185). Bagi mereka yang sudah optimal dengan khusyu’ dan ikhlas mendayagunakan energi. mungkin punya kesempatan lebih banyak untuk membaca al-quran atau mengikuti pengajian. Marah dan dengki akan pula diredam dengan sepenuh kebijaksanaan.Sesungguhnya kegagalan kita menjadi orang yang pandai bersyukur adalah karena kegagalan kita menjadi orang yang memperoleh petunjuk-Nya. Jika kita gagal mengisi Ramadlan. (Udien Al-Farry) Berpuasa Dikala Berbuka Publikasi 04/12/2002 14:14 WIB eramuslim . Karena. Jika kita gagal dalam hal itu semua berarti kita juga gagal dalam mengagungkan Allah Swt. Dan kegagalan kita memperoleh petunjuk adalah karena kegagalan kita dalam beramadlan. Amien. Karena itu tak heran bila banyak dari mereka yang menyengajakan diri untuk mandi di siang hari atau tidur demi menjaga puasa mereka. supaya kalian menjadi orang yang pandai bersyukur. Bagi mereka yang bekerja keras dengan mengandalkan kekuatan fisik.Banyak orang susah payah berusaha menyelamatkan ibadah puasanya. Dan di bulan itu pula cara beriman kita yang seharusnya. dan harta di bulan Ramadlan maka mereka juga harus meramadlankan hidupnya di bulan-bulan lain hingga kematian datang seperti datangnya Ramadlan. Kita gembira saat Ramadlan datang dan kita juga gembira di saat ajal datang menjemput badan. . perasaan. hari yang terik dan panas menyengat tentu menjadi ujian tersendiri. Sungguh momentum Ramadhan menjadi suatu dorongan luar biasa untuk beramal ibadah lebih dari hari-hari biasanya. Sedang bagi mereka yang beraktivitas tanpa banyak mengandalkan kekuatan fisik. bagi seorang Muslim. Menggunjing dan memperkatakan orang dengan serta merta akan ditinggalkan. Kita berharap kepada-Nya mudah-mudahan di tahun mendatang Ramadlan masih menyapa kita dengan keteduhan dan kedamaian. Apalagi hal-hal yang membatalkan puasa. bermakrifatullah (mengenal Allah Swt) lalu ikhlas kepada-Nya. Boleh jadi pula Ramadhan di tahun depan terus terlewatkan begitu saja tanpa sebuah pemaknaan dan harapan. Dengan sepenuh kesadaran diri kita tentu berusaha menghindarinya. Bukankah semua ibadah dalam Islam untuk mengagungkan Rabb Pencipta Alam Semesta ini? “Wa litukabbiru Allah ‘ala maa hadaakum wa la’allakum tasykuruun” (Dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas pentujuk-Nya.

Dengan lemah dan letih kita dididik untuk menyadari kelemahan diri. Allah menciptakan manusia dengan kemampuan biologis yang serupa. Keinginan akan makan, rasa lapar dan haus, sakit, derita atau bahagia, semua orang akan merasakan hal yang sama, tak terbatas oleh banyaknya kepemilikan harta ataupun perbedaan bangsa yang berlainan rupa. Kondisi demikian menjadikan kita di sepanjang siang bulan Ramadhan sebagai hamba yang lebih berbakti, lebih rajin dan lebih menghayati hakekat penciptaan diri sebagai mahluk. Begitu maghrib menjelang, tibalah saatnya waktu berbuka puasa. Kegiatan-kegiatan yang sepanjang siang tidak diperkenankan, kini diperbolehkan kembali. Pada saat-saat inilah justru kita sering berbuat diluar kontrol. Demi melihat deretan makanan yang lezat terhidang, demi melihat aneka minuman yang menggiurkan, tak terkendali lagi tangan dan mulut kita untuk menghabiskannya. Tak peduli akan isyarat perut akan kelebihan beban yang ditampungnya. Demikian pula kegiatan tak terpuji lainnya, menggunjing sembari makan, marah yang diumbar sembarangan, bahkan mengerjakan sesuatu yang diharamkan. Yang muncul dalam benak kita pertama kali adalah pemuasan akan keinginan yang sedari pagi tertahankan. Atau pula merasakan kelonggaran untuk kembali melakukan hal-hal yang santai dan sia-sia. Perjuangan kita sepanjang siang menjadi tak berbekas setelah maghrib tiba. Kita amat bersungguh-sungguh dikala pembatasan melingkupi seputar panca indera dan hati kita. Namun prestasi puasa kita merosot tajam disaat semuanya diperkenankan. Itulah pula mungkin gambaran realisasi puasa pada diri dan keseharian kita. Disaat kita dihimpit oleh berbagai aturan, kebijakan pimpinan, atau sempitnya ruang gerak yang diberikan, kita menjadi manusia yang bersungguh-sungguh. Berdaya upaya dengan sekuat tenaga, hati pun sedemikian bersih dan selalu bermunajat kepada Allah akan terkabulnya cita-cita. Diwaktu kita tertindas oleh kekuasaan orang lain yang memenjara ruang gerak dan peran sosial kemsyarakatan, kita sanggup menjadi pejuang kemerdekaan hati nurani dan demokrasi. Namun setelah kesempatan dianugerahkan, sesudah jalan dilapangkan, dikala kekuasaan tergenggam, kita malah menjadi pelopor pemborosan dan kemubaziran. Nafsu kita untuk berbuat apa saja menjadi sedemikian tak terkendali. Sampai pula pada hal-hal yang merendahkan nilai-nilai moral dan etika. Puasa kita hanyalah pelaksanaan ibadah semata di bulan Ramadhan. Tak berefek pada peningkatan kualitas iman dalam berbagai aktivitas keseharian kita. Jika kondisi ini menjadi hal yang biasa dan dilakukan tanpa rasa berdosa, maka bukan tak mungkin kalau kebangkrutan sudah menunggu kita di penghujungnya. Semoga Allah menganugerahkan ruh puasa dalam jiwa kita. Sehingga akan membekas dalam perjalanan hidup kita ke depan, di hari-hari setelah Ramadhan. Hari-hari dimana kita lebih banyak berbuka terhadap berbagai aktivitas selayaknya Ramadhan. Mudahmudahan hidup kita akan lebih bermakna dan berkualitas karenanya, didepan Tuhan dan dalam sejarah perjalanan kemanusiaan kita. Wallahu 'a'lam bishshowab (Deni mukhyidin/mukhyidin@yahoo.de)

Hidup Di Bawah Naungan Tauhid
Publikasi 04/12/2002 11:34 WIB eramuslim - Sering orang bertanya, “Apakah Allah itu ada?” ”Dimana Allah?” Keberadaan Allah hanya bisa kita akui bila kita memiliki landasan tauhid yang benar. Allah memang tidak menampakkan wujudnya, tapi Allah dengan segala sifatnya dapat kita rasakan keberadaan-Nya. Kejelasan tauhid akan tergambar dari kalimat syahadat yang kita ucapkan. Dari kalimat ini akan terjalin hubungan yang harmonis, penuh kecintaan kepada Allah. Kecintaan kepada Allah akan melahirkan pengorbanan kepadaNya untuk berjuang di jalan-Nya, melaksanakan segala perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya. Zat Allah lebih besar dari apa yang kita perkirakan. Manusia tidak akan sanggup memikirkan zat Allah. Allah berfirman, “katakanlah Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS.112:1-2) “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dia-lah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS.6:103) Tauhid yang murni hanya akan tercapai bila kita mengenal hakekat penciptaan kita, begitu juga dengan zat yang menciptakan kita. Betapa indah hidup di bawah naungan kasih sayang dan belain Allah. Namun banyak diantara kita sulit untuk memurnikan tauhidnya, karena selain tidak kenal dengan Allah, mereka masih menyekutukan Allah dengan tandingan-tandingan yang lain. Tak kenal maka tak sayang, begitu orang mengatakan. Tidak kita akan pernah tahu siapa Einstein jika kita belajar ilmu Fisika, kita tidak akan mengenal Jendral Sudirman jika kita tak belajar sejarah, kita juga tidak akan mungkin kenal Ronaldo kalau kita tidak mengenal sepak bola. Begitu juga dengan Allah. Bagaimana mungkin kita akan merasakan keindahan bertauhid kepadanya jika “kreasi” Allah tidak pernah kita baca dan pikirkan. Kita bisa lihat kreasi Allah denga kasat mata. Tidak perlu ke gunung, lembah atau pantai. Pandangi saja diri kita. Renungkan mata yang elok ini, subhanallah kenapa mata yang berdiameter kecil ini bisa mengantarkan kita melihat indahnya dunia, alangkah meruginya manusia jika mata ini buta. Hidung yang sempurna bertengger di wajah mampu menghirup udara segar, tanpa indra kecil itu tentulah kita tidak bisa bernafas. Subahanallah, mampukah kita membuat penggantinya, bila salah satu indera kita itu tidak berfungsi? Secara tekstual, kreasi Allah itu adalah Al-Quran. Ialah pedoman hidup yang banyak ditinggalkan kaum muslimin sekarang ini, akibatnya banyak kaum muslimn yang kehilangan arah. Padahal Sayyid Qurb dalam tafsir fi-zilalnya yang puitis dan romantis itu mengatakan, “Hidup di bawah naungan Al-Quran merupakan suatu kenikmatan.

Kenikmatan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah mereguknya. Kenikmatan yang mengangkat, memberkati dan mensucikan umur kehidupan…” Jadi, kembalilah kepada Al-Quran. Jadikan ia sebagai pegangan utama kita, bacaan pertama yang kita baca sebelum koran terhidang. Petunjuk hidup, jalan keselamatan. Lantunan ayat suci Al-quran saja telah membuat hati tentram, apa lagi hikmah yang terkandung di dalamnya. Wallahu 'a'lam bishshowaab (Yesi Elsandra, Untuk orangorang yang telah menunjukkan jalan terang)

Sekedar Contoh
Publikasi 29/11/2002 08:45 WIB eramuslim - Kalaulah kita mau belajar, manusia yang hidup pada zaman ini bisa mendapatkan berbagai contoh hidup manusia sebelumnya. Predikat dan profesi apapun yang tersematkan pada diri ini, tentu pernah terjadi pada masa sebelumnya. Bahkan tidak sedikit dari deretan nama-nama pelaku sejarah kehidupan manusia itu tercantum dalam kitab Allah, Al Qur’an. Tentu dengan maksud yang satu, hikmah bagi yang sekarang menjalani hidup agar tidak mengulangi kesalahan manusia-manusia terdahulu sesuai dengan salah satu fungsi Al Qur’an itu sendiri, yakni sebagai petunjuk (huda) bagi mereka yang hidup, karena sesudah mati nanti yang harus dilakukan manusia hanyalah mempertanggungjawabkan setiap inci perjalanan hidup yang pernah dilaluinya. Dari daftar nama pelaku sejarah pada masa lalu itu, kita bisa temukan dua tipe manusia, yang pertama adalah mereka yang ingkar kepada Allah dan sebagai akibatnya kecelakaan dan laknat Allah adalah balasan yang paling setimpal buat mereka. Sedangkan yang kedua, hamba-hamba Allah yang taat, beriman dan takut akan adzab Allah sehingga mereka tak henti-hentinya berupaya mendekatkan diri kepada Rabb-nya seraya berharap ridho dan cinta Allah yang menjadi tujuan hidupnya. Allah pernah menghidupkan Fir’aun, Raja Namruj, Raja Abraha, Raja Jalut yang bertindak diluar kapasitasnya sebagai makhluk ciptaan Allah. Sombong, zhalim, serta serakah adalah beberapa diantara karakter yang seharusnya tidak berlaku bagi manusia, karena itu sudah diluar kapasitas yang seharusnya dilakukan. Sesungguhnya, Allah telah memberikan batasan-batasan mana yang pantas, baik dan sepatutnya (boleh) dilakukan dan mana yang tidak. Sehingga ketika ada orang-orang yang melakukannya melebihi kapasitas yang diberikan, melanggar batas-batas yang sudah digariskan, maka Allah menghukumnya sebagaimana hukuman kepada orang-orang yang berlebih-lebihan. Karena itulah, Allah juga menghidupkan seorang manusia agung bernama Sulaiman, yang kekayaannya tak mampu lagi dihitung, kemasyhurannya yang tak tertandingi, namun tetap takut dan berharap perlindungan Tuhannya dari sikap sombong dan zhalim. Sikap rendah hati dan penyayang yang ditunjukannya, berbuah ketaatan dari semua bala tentara yang dimilikinya. Selain shalih dan taat kepada Tuhannya, Sulaiman juga terkenal dermawan, murah hati dan menghormati hak makhluk lain.

Hamman, seorang ilmuan dengan kemampuan teknologinya yang hebat. Namun ketinggian ilmunya itu tidak membuatnya sadar bahwa segala ilmu yang didapatnya adalah atas kehendak Sang Maha Pemberi Ilmu. Dan ia tetap ingkar kepada Allah. Namun Allah juga menghidupkan seorang Yusuf yang menjadikan ilmunya semata untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Begitu pula dengan Nuh dan Daud, hamba-hamba Allah yang meraih kemuliaan Allah karena ketaqwaan dan kelebihan ilmu yang dimilikinya. Kemudian ada Qarun, seorang kaya raya yang hidup pada zaman Fir’aun. Kunci-kunci gudang hartanya harus dibawa oleh unta-unta yang berbaris, sebagai kiasan betapa berlimpahnya harta kekayaan yang dimiliki Qarun. Namun ternyata, semua harta dunia itu semakin menjauhkan dirinya dari Yang Maha Kaya, Qarun pun ingkar dan Allah menenggelamkan manusia yang tak pernah bersyukur itu bersama dengan seluruh hartanya. Maka ada hamba-hamba Allah yang juga terkenal kaya raya, namun menjadikan kekayaannya untuk biaya dakwah dan perjuangan menegakkan agama Allah. Dialah Ustman bin Affan yang menginfakkan seribu unta miliknya yang sudah dipenuhi barang-barang dan perbekalan hidup pada saat Rasulullah mengalami masa paceklik penuh kesusahan. Selain Ustman, ada Abdurrahman bin Auf yang juga kaya raya. Seorang pengusaha yang sangat takut jika hartanya itu kelak akan memberatkan pertanggungjawabannya dihadapan Allah, takut jika harta kepunyaannya akan membutakan dan menjauhkannya dari Allah, sehingga tak pernah sedikitpun ia sungkan untuk bersedekah dan menyisihkan harta yang dimilikinya itu untuk membantu fakir miskin. Tentu masih banyak contoh-contoh baik dan buruk yang bisa kita hadirkan, untuk bisa dijadikan pelajaran dalam menjalani kehidupan ini. Adalah suatu kebodohan jika kita tak pernah belajar dari ketaqwaan dan keimanan, kegagalan dan keberhasilan, kecelakaan dan keberuntungan manusia terdahulu, karena sesungguhnya semua itu sudah terekam jelas pada ayat-ayat Allah. Sungguh, Kitab Al Qur’an yang mulia itu lembar-demi lembarnya, ayat demi ayatnya mengandung rekaman peristiwa sejarah perjalanan kehidupan manusia hingga pada akhir zaman ini. Kezhaliman dan kesewenang-wenangan Fir’aun, Namruj, Abraha dan Jalut, juga terjadi pada masa-masa sesudahnya, bahkan hingga kini. Kesombongan ilmuan seperti Hamman juga bisa ditemui pada perjalanan manusia-manusia sesudahnya. Begitu juga keserakahan dan ketamakkan macam Qarun juga dengan mudah hadir dan terpampang di depan mata. Kita ini, seperti halnya manusia-manusia terdahulu, hanyalah pelaku sejarah dalam lembaran-lembaran kehidupan manusia sepanjang hayat. Manusia yang hidup pada saat ini, menjadikan manusia-manusia sebelumnya sebagai pelajaran, kebaikan ataukah keburukan yang diambil. Begitu juga kita, tentu akan dijadikan contoh hidup bagi menusia-manusia setelah kita mati. Masalahnya adalah, apakah mereka menjadikan kita sebagai contoh baik atau buruk, mengambil pelajaran dari kegagalan atau kesuksesan, serta hikmah dari kecelakaan atau keberuntungan. Inilah yang seharusnya kita persiapkan dari sekarang, selama Allah masih memberikan kita kesempatan untuk mengukir prestasi, meningkatkan keimanan sehingga saat mati nanti orang mengenal kita sebagai pribadi yang patut diteladani, dan dibanggakan, setidaknya oleh anak cucu kita.

Beratapkan langit Jakarta yang nyaris tanpa bintang. Mereka ingin bersih menemui Khaliknya. Mereka bersujud. Memasuki Ramadhan. Menaikkan ruh mereka menemui Yang Maha Tinggi. berbekalkan cangkul dan pakaian seadanya.com) . Jauh dari keluarga mereka di kampung halaman. (Dari Yayasan Martabat. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Mengusung Ruh Dari Emperan Toko Cempaka Putih Publikasi 27/11/2002 07:44 WIB eramuslim . sesungguhnya ruh mereka naik ke langit. malam hari mereka menempati teras/emperan sebuah toko di jantung Cempaka Putih. dan tentu tidak akan pernah habis sebelum Allah menghentikan semua proses kehidupan makhluk di dunia.Sungguh. Sholat berjamaah mereka adalah sebuah pemandangan yang sangat menggetarkan hati.Setelah melewati sebuah hari kerja yang sangat melelahkan. Allah memanggil mereka untuk tarawih. namun ayat-ayat Allah yang tidak tertulis. Mengumpulkan uang dengan bekerja menjadi kuli lepas. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. sujud merendah kepada Yang Maha Tinggi. mungkin tubuh mereka sangat penat setelah seharian bekerja keras menjadi kuli bangunan. mungkin mereka rindu pada kenyaman rumah mereka di kampung. walaupun jauh dari kampung halaman. Bersinarkan pendar lampu-lampu dari kaki lima di sekitar dan rembulan redup di atas sana. mereka berbuka dan sholat berjamaah di emperan toko. Subhanallah. Setiap hari menanti pekerjaan yang belum tentu datang. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. tidur. sekitar 20 pekerja ‘pulang’ ke teras mereka. Karena pada saat mereka bersujud merendah. Berganti dengan sarung bersih yang mereka bawa. Mereka bisa memilih untuk beristirahat. yayasanmartabat@yahoo. Ayat Allah yang tertulis dalam Kitab Al Qur’an memang masih bisa terhitung dalam bilangan. Cangkul dan peralatan kerja ditempatkan di salah satu sudut emperan. akan tetap berkembang seluas langit dan bumi. Ali Imran: 190). Setiap maghrib. Yayasan yang memberikan santunan kepada anak-anak yatim. Mereka tinggal di bawah jalan tol. Mereka juga bisa memilih untuk bergerombol tak tentu tujuan. Setiap maghrib. tepatnya di bawah jalan tol daerah Cempaka Putih adalah rumah bagi para pekerja bangunan (kuli) lepas yang tak mampu untuk menyewa rumah/tempat kost. Bagaimana tidak. sedikit manusia yang mau mengambil pelajaran dari ilmu-ilmu Allah yang berserakan itu. Tarawih ditegakkan dengan berjamaah. Memasuki Isya. menemui-Nya. jauh dari keluarga tercinta. mereka melepaskan celana kerja mereka yang terkadang kotor berlumuran tanah. Saat sholat. masih adakah sisa tenaga kita untuk tarawih di malam Ramadhan ini? Andai kita seorang musafir atau perantau yang jauh dari keluarga. sepanjang sejarah keberadaan manusia di bumi. Allah telah memberikan peringatan mengenai hal tersebut dengan sangat jelas dalam ayatnya. Beralaskan sajadah usang atau terpal usang di atas tanah. Hanya saja. Mereka juga tampak sangat menjaga kebersihan. Tapi setiap malam mereka menegakkan tarawih. akankah kita tetap sholat tarawih di perantauan? Salah satu sudut Jakarta. mereka tidak jauh dari Allah SWT.

kakak. baik di bus maupun kendaraan pribadi kita senantiasa menyempatkan diri untuk bercermin. malu dan sebagainya menjadi alasan untuk segera mencari tempat untuk memperbaiki penampilan. mempercantik diri.Buruk Muka. ke kanan ke kiri. menyingkirkan segala apapun yang sekiranya dapat mengurangi keindahan penampilan. berjalan. masih saja bertanya kepada ibu. atau istri tentang penampilannya hari ini. mungkin tak ada orang yang tidak memiliki cermin. adik. Rasa cemas biasanya langsung bereaksi ketika sekilas saja mendapatkan sesuatu yang tidak pas pada penampilan kita. suami. atau sekedar kesenangan. membersihkan wajah. performa seseorang juga bisa terlihat dari caranya berpakaian (termasuk keserasian paduan warna). toh bisa saja pecahan kaca cukup untuk sekedar melihat bagaimana penampilan hari ini. bersikap. Untuk sebagian orang mungkin. Sudah cukup? Belum. pasti Anda adalah satu dari orang yang tidak membuang kesempatan untuk sekedar menoleh melihat bayangan sendiri disitu. (biasanya wanita) masih ada orang yang tak ketinggalan untuk membawa serta cermin kecil (menyatu dengan bedak) di dalam tas kerjanya. baik selain juga ada hasrat untuk dipandang baik. mengharap pujian. barulah ia melangkah keluar kamar. memperhatikan setiap inci dari wajah dan penampilan sebelum keluar rumah. meski sudah berjam-jam berada di depan cermin. Apapun alasannya. memutar tubuh. apalagi bila saat itu tengah berada di tempat khalayak ramai. melenggak-lenggok bolak-balik di seputar cermin hingga semuanya terasa perfect. Setiap berjalan melewati tempat parkir dimana mobil-mobil berjajar.Kita tentu sering bercermin. masih muncul perasaan kurang percaya diri sehingga memaksanya untuk kembali lagi ke depan cermin. karena setiap orang pada dasarnya selalu ingin tampil menarik. Karena di halaman tamu. jujur saja. Tidak jarang bahkan ada yang panik sedemikian rupa. Siapa sih yang tidak pernah bercermin? Jika bukan karena tempat tinggalnya yang jauh sangat terpencil sehingga tidak ada penjual cermin yang datang ke tempat itu. Di kendaraan. Kondisi demikian sangat wajar. itupun masih ditambah senyum-senyum sendiri ketika mendapatkan ‘OK’ di wajahnya. harga dirilah. Bahkan tidak jarang. Tidak sedikit orang yang memerlukan waktu berjamjam untuk bercermin. Karena jelas. Kalau memang sekiranya demikian. Intinya. termasuk karena memang ada orang-orang yang terbiasa tampil baik dan menarik. masih ada tambahan aksesoris dan wewangian yang dipakai untuk menambah kesempurnaan diri. pusat perhatian. Jatuh pasaran lah. setiap orang butuh (merasa wajib) bercermin! . Atau juga ketika melewati etalaseatalase toko. menjadikan diri ini berharga di mata orang lain itu sangat lah penting. membenahi dandanan. sedikit menunduk. Tidak cukup dengan itu. serta menambahkan apapun (juga) yang dapat memperindah. hal yang sama kita lakukan. atau karena teramat sangat papanya bahkan sebuah cermin pun tak dapat dibelinya. (Jangan) Cermin Dibelah Publikasi 25/11/2002 07:25 WIB eramuslim . berpenampilan cantik dan indah juga untuk menarik perhatian orang lain. Tidak cukup bercermin di rumah.

kita tentu bisa melihat setiap kesalahan dan kebaikan. agar cermin hati ini kerap bergetar ketika menyebutkan asma-Nya. sebaik dan sesempurna apapun penampilan fisik jika tidak ditunjang akal pikiran yang cerdas dan sehat. akan tetapi jika ianya sudah sedemikian kotornya. tak diperhatikan dan apalagi tak sekalipun dibersihkan dari kotoran-kotoran yang kerap menyerang. Kalaupun ada yang sempat meliriknya. sudah barang tentu semestinya jauh lebih diperhatikan. menjadikannya sebagai pribadi yang tidak berharga. Namun jika cermin hati ini sudah hitam pekat. Agar juga cermin hati ini bisa berteriak lantang menentang setiap kekhilafan yang kita akan perbuat. Maka sebelum semakin sulit dibersihkan. sebaiknya setiap titik debu yang menempel segera dibersihkan. Hati yang bersih senantiasa menolak setiap kebatilan. Karena jauh lebih berharga. Cermin akal adalah membaca. tentu sangat naif jika kita hanya memperhatikan penampilan luarnya saja tanpa mempedulikan aspek dalam diri kita yang sesungguhnya jauh lebih berharga. Hal kedua. kata yang keluar bukan tanpa makna. Dengan membaca. Andai suatu ketika bercermin mendapatkan wajah dan penampilan yang buruk. bisa dipastikan tidak berapa lama hal itu berlangsung. setiap kebenaran dan kebatilan yang dilakukan.Namun demikian. melainkan kata-kata penuh isi yang . bijaksana. Jika dibiarkan tak tertata. pada saat bercermin itu hanya kita yang tahu keburukan sendiri. seakan tak sanggup lagi menolak setiap perbuatan maksiat yang terus menerus kita tumpuk. kenapa juga tak membawa serta cermin akal dan hati. dan terus meningkatkan setiap amal kebaikan. Semestinya menjadi kepentingan setiap individu juga untuk menata dan membersihkannya. Akal dan Hati. Jadi. elegant. Sikap terbaik adalah membasuh wajah agar nampak bersih berseri sehingga cermin yang tak jadi kita belah itu tetap bisa memberi tahu setiap keburukan yang ada. bukan omong kosong. dibenahi dan diperindah. tentulah tak ada yang bisa memberi tahu kita salah dan benar. dan bertambah keimanan setiap mendengarkan ayat-ayat Allah. Jika setiap hari menyempatkan diri bercermin (juga membawa cermin) untuk memperbaiki penampilan luar. yakni Hati. kenapa harus membelah cermin itu? Toh. Untuk kemudian mengambil sikap. profesional. Dua hal yang berada didalam diri ini yang jauh lebih berharga dimaksud adalah. hati adalah cermin. niscaya cermin hati ini menjadi pekat oleh titik-titik debu yang pekat. (Akal dan Hati) sudah terus terasah dan dibersihkan. mungkin bisa dihitung sesaat setelah obrolan pertama. Membaca dalam arti luas. jangan pernah biarkan cermin akal dan hati ini tak terurus. untuk kemudian senantiasa memperbaharui isinya dengan hal-hal kebaikan. sadar kewajiban dan hak secara proporsional. Paduan dua cermin akal dan hati tentu melahirkan pribadi yang berwibawa. Padahal. apalagi memecah cermin itu saat mendapati diri ini tak indah dalam bayangan cermin. selain juga pribadi shaleh yang menjadi penghias diri yang paling utama. maka cermin diri ini akan semakin sempurna menambah kesempurnaan penampilan luar yang juga setiap hari dibenahi. setiap saat. Ingat iklan layanan masyarakat “tulalit” tentang seruan membaca? Tentu saja. Dan jika kedua cermin itu. dengan melihat hati. sadar dan taubat jika melakukan hal salah.

hati yang sibuk dan ramai dengan dzikir. bekerja keras ikut mengisi detik demi detik perjalanan sejarah kemanusiaan kita. demikian juga minuman yang kita reguk. dan sebaliknya. baik itu ramadhan maupun puasa sunnah lainnya. dari ketika subuh hingga maghrib kita tidak diperkenankan untuk melakukan sesuatu yang biasa kita lakukan. Mempuasai Dunia Publikasi 21/11/2002 06:50 WIB eramuslim . Dalam batasan waktu tertentu. Tapi dalam keadaan tertentu kita terkadang . Rasakan saja dalam puasa yang kita lakukan. Agama kita tak melarang ummatnya menjadi orang kaya. Kita dilarang melakukannya? Padahal semua itu halal semata? Bahkan sebaliknya. penurunan kinerja jasmani. mempunyai harta yang banyak. Mengapa untuk sekian waktu kita harus menahannya. jika kita tetap saja melakukan aktivitas itu. Dengan puasa kita diajarkan untuk mensikapi dunia dengan sebenarnya. Mengatur dengan bijaksana setiap keinginan yang muncul tak ada habisnya dalam diri manusia. Kita dituntun untuk menemukan jalan yang sebenarnya dari pengaruh pahit-manisnya kehidupan. Tapi mengapa pada saat-saat itu dilarang? Jangankan melakukan semua itu. kedudukan dan jenjang karier yang tinggi. salah dan tidak tepat. Dengan senantiasa mengingat Allah. Mendudukannya pada tempat yang semestinya. manusia semestinya mampu membebaskan diri dari ketergantungan terhadap dunia. dari pelatihan ibadah puasa kita dapat ilmu pengendalian diri. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama).berpengaruh.Berpuasa memang olah batin yang memerlukan tingkat ilmu dan pengendalian diri yang tinggi. Kita lakukan semuanya itu ditengah kegiatan keseharian yang terus berjalan. menjadi mahluk yang dimuliakan dan diridhai-Nya. adalah dzikir. Hubungan badan antara suami dan istri pun halal pula di hari biasa. berkeinginan untuk melakukannya pun akan merusak pelaksanaan ibadah puasa. Tengoklah makanan yang kita beli dari jerih payah kerja kita adalah halal tentu saja. Haramkah itu? Tidak. Perut yang lapar. mulut yang terus melantunkan kalam Ilahi. Artinya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Idealnya. Dan manajemen pengendalian diri memang menjadi salah satu poin tertinggi dalam pelaksanaan ibadah puasa. Justru Islam sangat mengkhawatirkan kemiskinan. yang dengan itu kemudian kesegaran akan terasa menjalar ke seluruh tubuh. kedudukan yang remeh dan kecil saja jika dibandingkan dengan tujuan penciptaan kita sebagai mahluk Allah. Sedangkan cermin hati. malah kita akan terlempar dari kasih-sayang Allah. Selama Ramadhan kita dilatih untuk menikmati dunia batin dengan seluruh panca indera kita. mata yang tertahan. maka menjadikan hati ini peka terhadap apapun yang bathil. kebodohan dan ketidakberdayaan ummatnya. Walaupun kesemuanya itu adalah pekerjaan yang halal dan berpahala ketika dilakukan diluar hari puasa. akan senang atas segala kebenaran yang berlaku.

Pertama. Misalnya. Allah telah memberikan nikmat pada sebagian manusia di bumi dan memberikan nikmat dalam bentuk yang lain kepada sebagian lainnya. Setidaknya kita bisa menyebutkan tiga hikmah dari kebijakan Allah yang demikian. Tinggal bagaimana kita memandang semua itu sebagai nikmat yang mesti disyukuri sehingga bisa menyelamatkan kita dari kekafiran dan ancaman adzab Allah yang nyata. Sesungguhnya Dia mencukupkan sebagian nikmat kepada sebagian hamba namun menahan nikmat yang lain pada sebagian hamba tersebut. tentu Allah dengan Kemaha-Adilan-Nya juga menambahkan nikmat kepada kita.de) Agar Nikmat Allah Bertambah Publikasi 20/11/2002 10:16 WIB eramuslim . maka pada saat itulah Allah menambahkan nikmat berupa hati yang bersih tanpa dikotori rasa iri dan dengki. Dan ketiga. Rizki Allah yang bisa kita nikmati tentu beragam bentuknya. Keadaan yang demikian sesungguhnya tidak bisa dipandang bahwa Allah tidak adil dalam memberikan rizki kepada hamba-hamba-Nya. Lantaran setiap partikel semen. bahwa setiap kali Allah menambahkan nikmat kepada saudara kita. ketenangan hidup. Allah sedang menguji manusia dengan kelebihan dan kekurangannya. Allah jelas sangat ingin melihat seberapa bersyukurnya manusia akan apa yang dinikmatinya saat ini. Dikala kondisi itu justru menjauhkan kita dari kasih sayang Allah. kita semestinya berpuasa untuk jadi orang kaya. ketika ada yang naik jabatan dan kita ikut bersyukur atas keberhasilan saudara tersebut. juga menahan nikmat yang lain juga untuk sebagian manusia yang lain. . Hingga pada akhirnya kita akan jadi manusia yang berhati-hati terhadap apa yang diperbuat dan dimiliki. kenaikan pangkat dan promosi jabatan. ia bisa berupa harta yang dicukupkan oleh-Nya. kehadiran seorang anak. Misalnya soal harta. dengan apapun saja yang dia miliki? (Deni Mukhyidin/mukhyidin@yahoo. Hal ini perlu disadari oleh kita. Rumah yang terbangun berhambur kemubaziran seperti itu sepatutnya dihindari. Kalau punya rumah satu sudah cukup kenapa harus dua? Kalau rumah biasa sudah lah memadai kenapa harus membeli rumah mewah yang berharga milyaran dan berkamar belasan? Kalau kondisi seperti itu adanya. kedua. Berpuasa dari tekanan keinginan-keinginan yang tak habis-habisnya. setiap butir pasir yang tersusun di dalamnya akan menjadi beban yang dipikulkan pada hari pertanggungjawaban nanti.harus berpuasa terhadap itu semua. terhindar dari marabahaya.Ada sebagian manusia yang Allah cukupkan (bahkan lebih) nikmatnya pada satu sisi dimana orang-orang lain belum mendapatkannya. Demikian pula Dia menahan nikmat untuk sebagian manusia. diberinya kita pasangan hidup yang menentramkan. meski dalam bentuk yang lain. sementara nikmat yang lain itu diberikannya kepada sebagian hamba yang lain. atau bahkan sekedar masih diberikan kesempatan bisa makan meski seadanya untuk satu hari ini. Bukankah orang yang kaya dimata Allah adalah orang yang paling kaya amal baiknya.

adzab yang paling nyata dan terasa diberikan Allah kepada hamba yang tak pandai bersyukur adalah dengan cara ia menahan bentuk nikmat yang lain. Jika pasangan-pasangan itu belum dikaruniai anak atau belum mendapatkan kecukupan harta dan selalu kekurangan. Maka jangan pernah ragu akan kasih sayang-Nya. Ibrahim:7). atau bahkan menghentikan nikmat yang ada saat ini. kebanyakan manusia sering terlupa untuk terlebih dulu mensyukuri nikmat yang sudah diterimanya sementara ia terus menerus meminta Allah agar menambah nikmat kepadanya. Di dunia ini. namun karena ia tak bersyukur atas nikmat itu. namun ia tak juga memiliki seseorang yang menjadi pendamping hidupnya. bisa jadi mereka belum benar-benar bersyukur atas karunia dan nikmat mendapatkan pasangan hidupnya. menghadirkan suasana bahagia di hati anak-anak yatim piatu dengan menyantuninya. Maha benar Allah dengan segala ucapan dan ketentuan-Nya. Allah Maha Tahu akan kebutuhan. Sudah barang tentu. jumlah nikmat yang takkan pernah bisa terhitung itu membuat kita lalai untuk mensyukurinya. Mungkin Allah belum melihat rasa syukur yang cukup atas nikmat yang telah kita terima saat ini. Hidupnya senantiasa diliputi kekhawatiran dan kecemasan dalam menjaga hartanya. Padahal. mereka yang telah dipasang-pasangkan dan dihadirkan kasih sayang dan ketentraman dalam rumah tangganya. jika Dia sudah melihat begitu bersyukurnya kita akan nikmat yang selama ini dirasakan. bahwa Dia (pasti) akan menambah nikmat kepada hamba yang pandai mensyukuri nikmat yang telah diberikanNya dan memberikan adzab (yang pedih) kepada mereka yang mengingkari (QS. atau bermacam bentuk ungkapan kesyukuran lainnya. Sungguh. dengan membagi sebagian rizki yang kita peroleh kepada fakir miskin. ada orang-orang yang diberikan kecukupan harta. niscaya dia akan menambahkannya dengan nikmat-nikmat lain. bahkan justru memberikan adzab yang nyata terhadap mereka yang mengingkari. Seperti ditegaskan Allah. Tanpa memintapun. . seandainya ia menginfakkan sebagian rizkinya itu. Sebaliknya. Sekarang. disamping itu Dia juga Maha Pemurah. insya Allah ketenangan akan menyelimuti setiap langkahnya. itu adalah sebuah nikmat yang juga perlu disyukuri. Bentuk syukur itupun bisa dengan berbagai cara. sehingga Dia menahan nikmat yang lain.Masalahnya kemudian. sebelum lagi terus menerus meminta kepada Allah akan tambahan nikmat. jangan pernah berharap Allah menambahkan nikmat-Nya. Sesungguhnya. Allah tak berikan rasa aman dan ketenangan dalam hidupnya. padahal usianya sudah semakin beranjak. hitung-hitunglah seberapa besar rasa syukur kita terhadap segala nikmat yang telah diberika Allah kepada kita selama ini. kebijakan Allah menahan nikmat lain merupakan ‘adzab’ karena kita belum benar-benar bersyukur atas nikmat sebelumnya. Namun jika belum cukup terlihat rasa syukur itu. Allah itu Maha Kaya. Atau mereka yang mendapatkan kesempatan memiliki karir bagus dengan gaji yang memuaskan. keinginan setiap hamba-Nya sehingga Dia mencukupi hal-hal yang belum dimiliki setiap hamba itu. dan yang paling berkenan adalah semakin dekatnya kita kepada Allah melalui peningkatan kualitas ibadah.

Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada pula sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekurangan. Alhasil. Dalam hal ini. kemiskinan. Tentu saja. Namun kuasa Allah bermain. Allah tengah menguji mereka dengan keadaan yang sekarang. kamukah yang menghancurkan patung-patung sesembahan kami?”. Lalu kami menguji mereka dengan kekayaan. makar apapun yang dibuat manusia takkan pernah bisa mengalahkan makar Allah. terasa menohok sisi kebodohan dirinya dan semua pengikutnya dengan menyembah sesuatu yang tak memiliki kuasa melakukan satu apapun. Allah akan menambahkan dan mencukupi nikmat kepada kita. Kisah lain. kelegaan. Bukan hanya karena merasa dipermainkan seorang anak kecil. Dengan enteng Ibrahim berkata. Sekali lagi. mungkin dia yang melakukannya karena kapak itu masih tergantung padanya. "Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekayaan. dikelilingi sejumlah pasukan dan beberapa algojonya. Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Akan Selau Ada Pahlawan Di Setiap Kezhaliman Publikasi 18/11/2002 10:30 WIB Ibrahim kecil gagah menantang Raja Namruj yang tengah geram. Karena sesungguhnya. mereka yang tak henti-hentinya mendekatkan diri kepada Allah namun tetap dalam hidup kekurangan. tak sedikitpun kulitnya tersentuh oleh jilatan api. keberangan yang bercampur perasaan terhina Raja Namruj membuat Ibrahim ‘dihadiahi’ hukum bakar. apakah ia tetap beriman atau ingkar. “Tanyakan saja pada patung yang lebih besar itu. tanpa harus kita memintanya. “Hai anak kecil. dan kesehatan badan sehingga baiklah urusan agama mereka. sesuai janji-Nya. melainkan juga. bagaimana dengan orang-orang yang terus menerus ditambah nikmatnya padahal tak sedetikpun ia pernah mengucapkan pujian kepada Allah. Allah menegaskan dalam sebuah hadits qudsi. Seganas dan semerah menyala api membakar tubuh Ibrahim kecil. Atau sebaliknya. Aku mengetahui dengan apa hamba-Ku yang mukmin menjadi baik dalam urusan agamanya". kelegaan. Daud yang memiliki kemampuan berperang yang hebat tak gentar menghadapi pertarungan “semut lawan gajah” melawan Raja Jalut yang terkenal bengis . namun yang perlu diketahui adalah bagaimana membuat Allah menjadi lebih kasih. dan kesehatan badan. lebih sayang dan lebih pemurah kepada hamba-hamba-Nya. jawaban itu. Tentu saja Raja Namruj yang terkenal kejam itu semakin berang mendengar jawaban Ibrahim. Dia Maha Mengerti akan setiap keluhan yang tak terlontarkan dari hamba-hamba yang bersyukur. yakni dengan cara mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikannya.” ledek Ibrahim sambil menunjuk patung yang besar yang sengaja tidak dihancurkannya. Niscaya.Lalu. Namruj bertanya. selain karena Ibrahim adalah tersangka utama pelaku ‘teror’ terhadap tempat ibadah kaum yang dipimpin Raja Namruj itu. dan penyakit sehingga baiklah urusan agama mereka. kita menyadari akan kasih sayang dan pemurahnya Allah.

dan kejam. Daud yang berasal dari kalangan bawah dengan berbekal sebilah pedang tanpa baju besi, akhirnya mampu mengalahkan Raja Jalut yang besar dengan segudang pengalaman bertarungnya. Dalam versi barat, kisah ini dikenal dengan “David Versus Goliath”. Sementara itu, seorang utusan Allah lainnya, Musa dengan ditemani saudaranya Harun, menentang kekejaman ‘ayah asuhnya’ sendiri, Raja Fir’aun yang zhalim dan diktator. Kekuasaanya yang begitu tinggi membuat Fir’aun teramat angkuh menobatkan diri sebagai Tuhan. Kesombongan yang didukung oleh seorang ilmuan hebat bernama Hamman dan seorang kaya bernama Qarun, jadilah ia semakin jumawa. Fir’aun yang terkenal kejam tidak ingin seseorang kelak menghancurkannya, maka kemudian atas perintahnya, semua bayi laki-laki yang lahir pada masa pemerintahannya pun dibunuhi. Sekali lagi, Kuasa Allah bermain, bahwa kemudian seorang pemuda Musa yang justru hidup di lingkungan istana Fir'aun oleh lembutnya kasih sayang Asiah, menenggelamkan Raja zhalim itu ke dasar lautan. Dalam khazanah barat, kita pun mengenal kisah yang hampir serupa, yakni kisah kepahlawanan yang berasal dari orang-orang kecil yang menentang kezhaliman penguasa. Cerita rakyat Robin Hood mungkin bisa menjadi contoh. Berjuang dari pedalaman hutan Sherwood, Robin bersama para pengikut setianya ‘merampok’ harta para bangsawan yang hendak menyerahkan upeti kepada King Richard The Lionheart. Otomatis, meski makin dicintai rakyat kecil, sepak terjang si pemanah ulung itu menempatkannya dalam daftar buronan nomor wahid di Inggris saat itu. Cerita yang hampir sama juga dilakukan legenda Meksiko, Zorro. Dibalik topeng yang menyembunyikan identitasnya, Zorro membantu orang-orang lemah untuk melawan dan bangkit dari ketertindasan. Mungkin dua cerita diatas hanyalah mitos atau sekedar cerita rekaan. Namun setidaknya memberikan satu hikmah, bahwa harus ada orang-orang pemberani untuk melawan kezhaliman. Nampaknya, soal keberadaan orang-orang besar yang berlaku zhalim di setiap negeri di setiap zaman sudah menjadi sunnatullah. Hal itu ditegaskan-Nya dalam Surat Al An’aam ayat 123: “Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. ...”. Kalau dulu ada Ibrahim yang menentang Namruj, Daud versus Jalut, Musa yang menenggelamkan Fir’aun serta masih banyak lagi tokoh kepahlawanan yang berani berdiri menantang segala bentuk kezhaliman di muka bumi dalam satu negeri, kini disaat negeri ini, agama ini tengah dihujani dengan cobaan bertubi-tubi, oleh kekuatan-kekuatan yang terus merongrong, menteror bahkan mencoba menjadikan agama ini hitam pekat oleh karena kejahilan orang-orang yang tak bertanggungjawab, adakah lagi pahlawanpahlawan yang menjadi tameng pembela seperti halnya Ibrahim, Daud dan Musa? Tentu saja ada. Karena gemuruh jihad tengah bergelora dalam dada-dada para pahlawan itu. Tinggal bagaimana diri ini menentukan sikap, memadamkan gemuruh itu dan membiarkan orang lain mengambil kesempatan menorehkan nama pada kemuliaan atau menjadikan gemuruh itu sebuah halilintar yang menggetarkan nyali musuh Allah. Wallaahu a’lam bishshowaab. (Bayu Gautama_

Ketika Tuhan Menyeka Air Mata Kita
Publikasi 15/11/2002 08:46 WIB eramuslim - Sahabat, Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan kepada kita berjumpa dengan Ramadhan, walaupun dalam suasana mencekam, duka yang mendalam, akibat begitu banyaknya bencana yang melanda negeri ini. Sahabat, Betapa bahagianya setelah sekian lama kita merindukan saat-saat seperti ini, Allah berkenan menyertakan kita dalam indahnya menahan lapar, gembiranya menunggu beduk, nikmatnya santap sahur, syahdunya Al-quran yang kita lantunkan, khusuknya ibadah malam, dan tunduknya hati beri’tikaf di rumah Allah, subhanallah mudahmudahan kita bukan termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan keindahan nikmat bulan yang penuh berkah dan maghfirah ini dengan kemaksiatan ... Sahabat, Ketika orang-orang tidak menyadari kekhilafannya, Allah menancapkan kesadaran dalam jiwa kita akan dosa-dosa yang selama ini telah berurat dan berakar dalam kulit dan tulang-tulang kita. Kita menyadari lisan-lisan yang selama ini sering berdusta, hati yang tidak mau tunduk, kotor dan penuh kedengkian, jiwa yang sombong, keingkaran yang amat sangat kepada Allah, kebencian kepada sesama saudara, durhaka pada orang tua, kelalaian tanggung jawab mendidik dan melayani anak, istri serta suami, ketidak sabaran menuggu datangnya seorang kekasih yang akan memantapkan langkah, kebahagiaan melihat orang lain menderita, iri, benci termasuk dendam kesumat. Kita menyadari itu semua sebagai akibat dari lemahnya iman yang tertanam, astaghfirullah al aziem, mohon ampun ya Allah ... Sahabat, Saat bulan yang penuh ampunanan ini datang menghampiri, Allah mengulurkan tanganya untuk kita sambut walaupun tangan kita tak kuasa digerakkan untuk merangkulnya. Walaupun tangan itu sering menepis tapi Allah tidak pernah berhenti mengulurkannya. Meskipun dosa-dosa kita seluas langit dan bumi, tapi ampunan Allah tidak pernah bertepi. Walaupun tobat kita sering mungkir, tapi Rahman dan Rahim Allah tidak pernah mangkir … Sahabat, Tidak ada yang lebih membahagiakan tatkala kita menyadari dosa-dosa yang pernah ada, kemudian kita berencana untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri. Tumpahkanlah air mata penyesalan itu. Biarkan dia membanjiri sepertiga malam yang hening, saat itu biarkanlah tangan Allah yang kuat dan lembut itu menyeka air mata penyesalan kita. Kemudian kitapun akan meresakan sebuh kekuatan ghaib akan tumbuh dan membawa kita ke dada pelangi, di sana hanya akan kita temukan keindahan warnawarni kehidupan yang menyejukkan, membahagiakan, yang akan membuat diri kita menjadi orang yang produktif, kreatif, inovatif dan prestatif. Sahabat, Tundukkanlah hati, rendahkanlah diri di hadapan-Nya. Jangan biarkan ramadhan yang romantis ini berlalu begitu saja. Tumpahkanalah sujud ke bumi di sepertiga malam terakhir, kuatkan azzam agar dapat bercengkrama dengan Allah di rumah-Nya pada sepuluh hari terakhir. Isilah pundi-pundi investasi abadi kita dengan

infak, zakat dan sedekah. Semailah benih-benih kebaikan, kelak kita akan menuainya dengan sebuah kenikmatan abadi di sebuah taman, yang di bawahnya mengalir sungaisungai … Sahabat, Selamat menjalankan ibadah ramadhan, mudah-mudahan segala kebaikan dan kindahannya bukan sekedar fatamorgana, tetapi sebuah energi yang membawa perubahan baru bagi diri dan jiwa kita, serta sebagai momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, karena perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu, tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah (Yesi Elsandra, for members of surau@yahoogroups. Special womens, bundo, ni yus, ni GM, ni ta, ni susi, ni rahima let’s try to do our best for minang future)

Dua Pilihan Yang Tidak Bisa Ditawar
Publikasi 14/11/2002 11:53 WIB eramuslim - Setelah “panggung sandiwara” ini usai, kita mendapati dua pilihan atas peran yang telah kita mainkan. Di atas panggung, kita bebas berimprovisasi, asalkan tetap berada dalam kerangka naskah yang telah di atur dan ditetapkan oleh Sang Sutradara. Penilaian hanya ada dua, baik dan buruk, jalan lurus atau jalan menyimpang. Maka tidaklah sama antara yang haq dan yang batil. Sangat jauh berbeda kehidupan surga dan neraka. Pilihan Pertama. Dalam Al-Quran Surat Qaaf ayat 30 dikatakan “Dan ingatlah akan hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahanam: “Apakah kamu sudah penuh? “Dan jahanam menjawab: “Masih adakah tambahan? Ini adalah dialog Allah yang Maha kuasa dengan neraka jahanam. Suasana manakah yang lebih mengerikan dari suasana di dalam neraka jahanam. Semua makhluk tidak akan sanggup dan bercita-cita ingin memasukinya, semua ingin selamat dari neraka. Tapi neraka senantiasa memangil-mangil bahkan bertanya "masih adakah lagi tambahan anggotaku?" Panggilan itu bertebaran di muka bumi berupa acara yang mengelar syahwat, walaupun untuk mengikutinya tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan. Panggilan neraka itu mengarah kepada mereka yang menurutkan hawa nafsu, wanita yang menggelar aurat dan harga dirinya dengan harga yang sangat murah. Panggilan neraka itu tertuju kepada mereka yang melupakan Tuhan yang telah menciptakan mereka. Mereka lebih sibuk dengan bisnis haram, hiburan memabukkan, mereka mempermainkan agama, mereka terus mendengar panggilan neraka, hingga maut menjemput baru tumbuh kesadaran, insyaf, namun sayang semuanya sudah terlambat, kematian sudah tidak dapat lagi ditunda. Maka pada hari perhitungan digiringlah pendengar seruan neraka tadi ke jahanam, mereka dilemparlah satu-persatu dengan kasarnya. Jumlah mereka semakin bertambah

kemudian kita dihadapkan pada kedua pilihan itu. Kekasih Yang Maha Tinggi" Keindahan surga tidak akan terbayang di pelupuk mata. kembalilah kepada Rabb yang telah menciptakan kita!!! Pilihan Kedua Pada hari Senin tangal 12 Rabi’ul Awal tahun 11 H. "Apakah kamu sudah penuh wahai neraka?" tanya Allah. dan pertemukanlah aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi. Cukuplah sampai disini saja. tidak terpikirkan oleh akal. neraka senantiasa memanggil-mangil manusia. yang istri mereka bidadari yang disucikan. manusia bebas memilih kedua pilihan itu. karena mereka memiliki seni tersendiri menghadapi kematiannya. sebagimana pejuang Islam yang syahid di belahan bumi Islam sana. tempatnya masih cukup untuk memuat sebanyak apapun manusia. mati syahid telah mengharumkan ruhnya. Jika kita berharap akan mendapatkan jannah-Nya maka persiapkanlah bekal menuju ke arah sana. Disaat sakaratul maut itu. madu dan arak yang tidak memabukkan. rahmatilah aku. Hal ini di buktikan dalam diri manusia sempurna Rasulullah.saja. cantik jelita nan bermata jeli. yang kebagusan wajah penghuninya seperti rembulan. apakah sudah siap jika detik ini juga kematian itu menghampiri. bagaimana bisa dibayangkan. yang buah-buahannya lebih lembut dari keju dan lebih manis dari madu. rumah penghuni surga yang dibangun Allah dengan Tangan-Nya sendiri berbentuk istana. yang pepohonannya dari emas dan perak sebening kaca. kematian tidak lupa menghampiri kekasih Allah itu. Aisyah mendengar apa yang beliau katakan: "Ya Alah ampunilah aku. Ia hanyalah seorang manusia biasa. Jika Rasul saja tidak luput dari kematian. Surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai tidak akan mungkin kita temui di dunia ini. Manusia sempurna yang telah dijanjikan Allah surga itu telah menemui Rabbnya dengan jiwa yang tenang. Menurut Ibnu Qayyim. "Masih adakah tambahan?" jawab neraka. Kematian dapat menghantarkan manusia kepada perjumpaan dengan Kekasihnya. tidak pernah terdengar oleh telinga. hentikan perbuatan dosa. Sedikitpun mereka tidak takut. Bagaimana dengan kita. yang kendaraanya kuda dan unta bersayap. Yang materi batu batanya dari emas dan perak. Sehingga kematian menjadi suatu yang sangat kita nanti-nantikan. yang sungai-sungainya mengalirkan susu. Kematian merupakan jembatan menuju jannah-Nya. lalu apakah kita yang tidak ada jaminan untuk bisa masuk surga ini akan kekal hidup di dunia? Setiap jiwa memiliki seni tersendiri menyiapkan kematiannya. Masya Allah. perjumpaan dengan Tuhan menjadi cita-cita mereka. yang atapnya Arasy Ar-Rahman. kematian menjemput Rasulullah. mana yang akan Anda pilih? Wallahu'a'lam bishshowab (Yesi Elsandra) Seperti Malaikat . Ya Allah. jangan hiraukan lagi panggilan dunia.

di gua Tsur.. Saat itu mereka tengah dalam perjalanan hijrah menuju Kota Madinah. Secara logika. disamping semangat tinggi. banyak mengisahkan pertolongan-pertolongan Allah dengan menurunkan malaikat-malaikat-Nya untuk membantu perjuangan mujahidin Afghan. Kini. dicaci. Rasulullah yakin. Rasulullah dan para sahabat yang bersyukur merayakan kemenangan itu merasa yakin. Dalam perang Badar. para abdi Allah yang komitmen pada agamanya.. Allah segera menurunkan para malaikat untuk melindungi dan menyelamatkan mereka. diludahi bahkan disakiti dengan lemparan batu saat menerangkan ajaran Islam kepada kaum di tempat itu. sehingga mereka berpikir. sebagian orang memudar keyakinannya akan datangnya pertolongan Allah seperti yang pernah dialami kaum mukminin sebelumnya. Jibril seolah ‘marah’ melihat kekasih Allah. ‘Kemarahan’ malaikat pendamping setia Rasulullah itu ditunjukkan dengan tawarannya untuk membalikkan gunung-gunung di sekitar Thaif untuk membinasakan kaum yang menindas Rasul dan para sahabat itu. Di Thaif.Publikasi 12/11/2002 08:08 WIB eramuslim . Bahkan tidak sedikit yang berpikir. . Dan keyakinan itu terbukti. yakni tiga kali lebih banyak dari pasukan yang dipimpin Rasul. seperti dikisahkan bahwa ada seekor laba-laba yang membuat sarangnya menutupi mulut gua segera setelah kedua hamba Allah itu masuk gua. Masih banyak kisah-kisah yang bisa kita hadirkan untuk membuktikan betapa Allah sangat peduli dengan mengirimkan para malaikat untuk membantu kaum mukminin dalam segala hal. Ayaaturrohman fii Jihadil Afghan. diejek sebagai penipu. malaikat-malaikat Allah itu hanya turun pada saat Rasulullah masih ada. Rasulullah menenangkan sahabatnya. Padahal seharusnya kita meyakini bahwa Allah tetap menurunkan para malaikat-Nya guna membantu hamba-hamba-Nya yang beriman. Tindakan laba-laba itu tentulah dapat mengelabui orang-orang yang mengejar Rasulullah. dan mereka yang tak selangkahpun mundur atau keluar dari jalan perjuangan menegakkan. Abdullah Azzam. tiga ratus pasukan mukminin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya sangat tidak sebanding. Muhammad Saw dihina. membela agama Allah. Sebuah buku kecil yang terbit sekitar akhir tahun 1980-an yang ditulis oleh Dr. Allah dan para malaikat-Nya lah yang ‘turun tangan’ membantu mengalahkan musuh. mustahil Rasulullah masuk ke dalam gua tanpa merusak sarang laba-laba. Abu Bakar Shiddik yang ketakutan saat bersembunyi dari kejaran pasukan kafir yang hendak membunuh mereka. adalah mustahil kesederhanaan persenjataan dan keterbatasan amunisi yang dimiliki pejuang Afghan mengalahkan kehebatan senjata otomatis dan modern miliki pasukan Rusia.Innallaaha ma ‘anaa . Seperti yang dibuktikan para pejuang mujahidin Afghanistan saat berperang melawan pasukan Rusia. keberanian yang tak diragukan serta kehebatan berperang para pasukannya. Belum lagi ditambah dengan kendaraan lapis baja serta serangan udara yang mematikan dari Rusia.

Saudarasaudaranya yang menghibur dikala sedih.. Maka. Allah telah membenci ummat-Nya karena tak lagi menolong . Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama. agar kita pun senantiasa menjadi malaikat bagi orang lain. Mereka yang lebih kuat ketika mengangkat orang-orang yang lemah sehingga dapat ‘terbang’ bersama.000 pelajar SMU. ‘malaikat-malaikat’ yang berada di sekeliling kita saat ini pun memberikan bantuannya tanpa berharap balasan. juga bagian lain dari ibadah. dari yang terpuruk sampai bangkit menatap masa depan yang cerah. Allah masih berkenan menurunkan malaikat-malaikat-Nya yang menyertai saudara. Irwin Saranson dan koleganya (1991) melakukan penelitian terhadap 10. saat kesedihan melanda. atau orang-orang yang sekedar menyapa lembut menyentuh hati seseorang yang terluka. sekaligus mengajarkan kita agar senantiasa kuat menerima segala bentuk cobaan. yang tersenyum setelah kesedihan melanda. Bagi mereka. tak meminta pujian dan penghargaan dari siapapun. Allah seperti menurunkan para malaikat-Nya saat itu. datang seseorang saudara yang dengan caranya sendiri mencoba membuat kita tersenyum. mengalami kenaikan 17% untuk mendonorkan darah mereka daripada yang tidak melihat foto tersebut. Meski para ‘malaikat’ itu tak pernah berharap balasan. para dermawan yang menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim piatu. bencana alam. Bersyukurlah. selain juga bentuk rasa syukur telah diberikan nikmat lebih oleh Allah. Thanks) Harapan Adalah Masa Depan Publikasi 11/11/2002 07:31 WIB . Tetapi apa yang dilakukannya seperti malaikat yang dihadirkan Allah bagi orang-orang yang memerlukannya. dari penelitiannya tersebut terungkap bahwa para pelajar yang diperlihatkan slide yang berisi tiga puluh delapan foto tentang aksi donor darah. menunjukkan jalan keluar dari kesesatan.. ada saudara lain memberikan jalan keluar sehingga kita tak gelap mata dan dengan mudah menyelesaikan setiap persoalan yang terasa begitu rumit untuk dipecahkan. Termasuk sahabat-sahabat yang menyentil kita dengan nasihatnya saat diri ini salah melangkah. tanpa kita sadari. mengulurkan tangan kepada orang yang membutuhkan pertolongan menjadi kebahagiaan tersendiri. jadilah (seperti) malaikat bagi orang lain. Saat kesulitan datang. spesial 4-N.Dalam banyak kesempatan. atau siapapun yang kita sadari atau tidak telah banyak membantu. Melihat orang lain “melakukan perbuatan yang benar dan baik” membangkitkan hasrat bawah sadar untuk meniru perbuatan tersebut. Seperti halnya Jibril dan ribuan malaikat yang pernah membantu Rasulullah dan kaum mukminin sebelumnya. mereka bukanlah malaikat. atau juga mereka yang ikhlas memaafkan kekeliruan orang yang berbuat salah. yang melonjak gembira saat meraih prestasi setelah sebelumnya merasa putus asa. orang yang memberikan pertolongan saat terjadi musibah. sehingga tak ada lagi yang pernah berpikir. Dari yang terjatuh hingga mampu berdiri tegak. sahabat. tentu mereka juga punya satu harapan. dan dari yang terkulai lemah menjadi penuh semangat bergelora..

serta bekerja keras untuk mewujudkannya. yaitu karunia dan ketentuan Allah. karier. dan telah disiapkan semua sebab dan sarana yang masuk dalam kategori usaha seorang hamba. ada kalanya manusia mengabaikan harapannya itu karena ketidaktahuan bagaimana merealisasikannya. Namun pada kenyataannya. serta dekat dengan Tuhan? Siapapun pasti menginginkan itu semua. tapi jika kita berharap kepada Allah. Allah pasti akan memenuhi harapan kita. agar harapan dapat memberikan kebahagiaan. sesuai dengan apa yang kita inginkan. usaha yang dilakukan secara maksimal dan habis-habisan sehingga yang tersisa. Abu Ridho dalam buku Recik-Recik Spritualitas Islam mengatakan. atau bahkan tidak memiliki harapan hidup sama sekali. sebuah harapan tepat disebut harapan bila istilah itu digunakan untuk penantian sesuatu yang disenangi. Sedangkan dalam perspektif Imam Al-Ghazali. Harapan merupakan pembangkit semangat. maka tidak ada cara lain. sering harapan tersebut tidak sesuai dengan keinginan manusia. pelumas mencapai tujuan. Berharap pada manusia dapat membuat kecewa. manusia dihadapkan pada kenyataan-kenyataan hidup yang beragam. dan yang ada justru angan-angan belaka. Setiap manusia dapat mewujudkan harapan-harapan tersebut jika memiliki semangat. jika kita tidak bertawakal kepada Allah maka dapat membuat kita putus asa. Menurut kedua tokoh spiritual tersebut. Betapa meruginya manusia jika tidak memiliki harapan terhadap masa depannya. harapan merupakan pancaran suasana batin atau situasi kemanusiaan yang sedang menanti-nanti atau mengharapkan sesuatu yang disenanginya bakal menjadi kenyataan. Siapa yang tidak berharap mendapatkan pasangan serta keturunan yang baik. Atau bahkan harapan itu tidak direalisasikan sama-sekali.eramuslim . Itulah yang disebut oleh Imam Al-Ghazali sebagai karunia dan ketentuan Allah. siapa yang tidak berharap adanya kedamaian. Keadaan ini membuktikan kepada kita bahwa ada kekuatan lain yang seharusnya kepada-Nya kita gantungkan harapan. Agar kita tidak kehilangan harapan. serta berguna. Ketidaksesuain harapan dengan kenyataan yang inginkan. siapa pula yang tidak berharap dapat menjalankan hidup ini dengan tenang melalui ibadah. Namun pada tahap realisasi. atau memiliki harapan tetapi tidak berusaha mewujudkannya. studi dan masa depan. keinginan manusia terkadang melebihi harapannya. semua pasti berharap mendapatkan kehidupan yang bahagia. harapan adalah keinginan terhadap sesautu yang dapat membuat kehidupan ini bahagia. yaitu mengantungkan harapan hanya kepada Allah. Dari sekian keberagaman pilihan itu.Dalam ritme kehidupan yang sangat majemuk ini. . agar harapan sesuai dengan keinginan. siapa yang tidak berharap memenuhi hidupnya dengan prestasi. karena semua itu adalah salah satu sumber kebahagiaan. siapa yang tidak berharap kesuksesan dalam bisnis. optimisme nan pantang menyerah. atau sebaliknya. adalah sesuatu yang tidak masuk dalam kategori usahanya. dan ini yang menentukan. bermakna. Memiliki harapan berarti kita memiliki keinginan terhadap sesuatu yang dapat memberikan kekuatan bagi kita untuk mewujudkan sebuah kebahagian hidup yang bermakna.

namun memberikan kekuatan yang tak terkira. Namun dia menjalani semuanya dengan ringan. ia dua tahun tidur di sekolah demi mengirit ongkos perjalanan. Haru dan kagum atas ketegarannya. Bahkan sempat menggelandang bersama sang bapak ketika usianya masih sangat belia: 3 tahun. saat kuliah memilih puasa daud demi menghemat biaya makan namun tetap bisa makan teratur. Haru dan kagum padanya sekaligus juga malu pada diri sendiri. Dalam hal pelaksanaan. ketika tak sengaja saya berkesempatan beberapa jam bersamanya dalam sebuah acara.Mulailah dari sekarang mencatat apa-apa yang Anda inginkan. Sewaktu SMU. (Yesi Elsandra) Mengubah Dunia Dengan Senyuman Publikasi 08/11/2002 07:17 WIB Oleh: Azimah Rahayu. kemudian tanamkan harapan agar Anda memiliki kehidupan yang baik di masa depan. Terbiasa puasa senin kamis. sekaligus mengajarkannya pada kita. kecuali niat dan ketulusan hati.Mengeja baris demi baris yang tertulis di rubrik muda Majalah Annida Akhir Oktober 2002 (Gatot Wahyudi: Pemenang I Remaja Berprestasi Annida 2002). tanpa beban. cacat ataupun normal. Laki-laki muda dengan segudang prestasi di tingkat lokal maupun nasional itu ternyata hidup serba berkekurangan. Riang. karena ia tak membutuhkan usaha luar biasa. Senyum itu juga tetap merekah. Realisasikan semaksimal mungkin dengan kerja keras. semangat pun terbangun. . jangan mengandalkan orang lain. Sakit atau sehat. Hayo. eramuslim . Kecuali jika sakit dan cacatnya seputar mulut. Manusia pinter dan tidak pinter sama-sama bisa tersenyum karena untuk bisa tersenyum tak perlu sekolah. Saat yang sama. untuk meneladaninya. senyum adalah aktifitas sederhana untuk dilakukan. Pernah 21 hari tak makan nasi. Terlahir dari keluarga sangat sederhana. karena senyum tak membutuhkan modal. siapa sih orang hidup di dunia ini yang tak bisa tersenyum? Orang miskin maupun kaya pun bisa tersenyum.hingga hampir tak ada dari teman-temannya yang tahu akan kehidupan kesehariannya. karena jarak rumah dan sekolah lebih dari 20 km sedang alat transportasi tiada. Cukup menarik kedua ujung bibir ke atas sedikit. "Senyum". Satu kata ini sederhana dalam segala hal. setelah itu bertawakallah kepada Allah dan gantungkanlah semua harapan tersebut hanya kepadaNya. airmata meleleh di pipi. karena duit di kantong sudah sangat menipis. penuh canda. orang-orang di sekeliling kita telah menyambut kita dnegan senyum lebar. Sejak kita lahir. malu karena sering merasa menjadi orang paling merana di dunia. kelak apapun yang terjadi Anda tidak akan kecewa. semua orang masih bisa tersenyum. Senyum ceria selalu menghiasi bibirnya -seperti yang tampak di semua photo yang menghiasi halaman itu.

senyum sudah cukup menjadi isyarat persahabatan. Mendengar kata "senyum". Ayo kita coba. Lalu. 'sarkastis' dan lain-lain). meski tak saling sapa. kesedihan keluarga. tersenyum dapat membuat kita selalu dalam kondisi riang. Terhadap kepedihan pribadi. Dan tanpa kita sengaja. luka masyarakat dan juga nestapa dunia. Kata Emha Ainun Najib dalam buku 'Mati Ketawa ala…" orang yang selalu riang dan suka tertawa sulit dimasukin jin dan setan. Kemudian duduklah dengan bahu merunduk. tanpa harus memiliki sesuatu yang besar. membentuk sebuah senyuman. berdiam diri dan menyendiri dan selalu bersedih hati. Dan tanyakan pada hati anda dengan jujur: Apakah anda masih tetap merasa sedih seperti semula?. dan cinta serta aura kedamaian tersebar dalam sebuah kelompok. agar dunia belajar darimu bahwa hidup ini indah dan ringan bila disikapi dengan senyum) Kepercayaan Publikasi 07/11/2002 08:01 WIB . Bungkam mulut anda dan kerucutkan. Saya percaya. Teruslah tersenyum. Hingga ketegangan di antara dua sahabat pun terlelehkan. Kemudian cobalah sebaliknya. Maka tiba-tiba anda akan merasa sedih. Bobby De Porter dalam bukunya Quantum Learning mengatakan bahwa sikap tubuh seseorang dapat mempengaruhi perasaan atau mood seseorang sebagaimana perasaan juga mempengaruhi sikap tubuh seseorang. kenapa kita tidak gunakan sikap tubuh untuk mempengaruhi kondisi mental dan jiwa kita? Menyikapi segala sesuatu dengan senyum. Agar dunia lebih damai.com special 4 adikku Gatot: jazakallah telah memberi izin menulis tentangmu. kita telah berkontribusi terhadap perdamaian dunia. alangkah indahnya. penuh ketulusan. setidaknya perasaan anda tidak seblue sebelumnya. Senyum adalah bahasa dunia.Secara fisik. Ah. "Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah". Karena kita bisa beramal dan bersedekah. Alangkah indahnya! (azi_75@yahoo. Senyum penuh cinta. Senyum bisa menjadi pembuka komunikasi. Agar hidup lebih nyaman. Nah. Makhluk ini lebih suka memasuki tubuh orang yang suka melamun. Anda sedang sedih atau marah. Bahkan Rasulullah pernah bersabda. mengapa kita tidak tersenyum saja? Agar perjalanan lebih ringan. insya Allah segalanya akan ringan. senyum juga bermakna sederhana. Jika kita tak saling mengerti bahasa lawan bicara. Agar persahabatan lebih menyenangkan. betapa menyenangkan. Pun senjata jika kita sedang grogi. Kemudian usahakan menarik ujung kedua bibir anda keatas. pasti yang terbayang pertama kali adalah wajah manis penuh keramahan dan cinta (Kecuali kalau dibelakang kata itu diberi embel-embel 'sinis'. Cukup satu hal sederhana. Senyum akan mencairkan kekakuan. Dalam hal makna. karena aura tubuh mereka yang rileks tidak menyenangkan bagi jin. Senyum adalah solusi sederhana. Betapa damainya. Anda sedang berperasaan biasa saja atau bahkan tengah riang dan gembira. Hingga kemarahan pun padam. lingkungan dan komunitas.

keuntungan dan rahasia. Ia akan merasa aman. cita-cita hanya sebatas lisan. Akan tetapi jika Anda percaya. benar-benar percaya. David J. tanpa was-was. juga akan mampu membuat perubahan di lingkungannya" Betapa besar produktifitas yang dapat dihasilkan dari kepercayaan kepada diri kita sendiri ini. "Jika Anda percaya sesuatu itu tidak mungkin. Kepercayaa merupakan sebuah energi besar dalam diri manusia." Jika kita mempercayai diri kita. kemudian kesuksesan hanya tinggal mimpi. Bahkan tidak jarang kepercayaan ini merupakan energi tersendiri bagi orang-orang hingga menjadikannya besar. Kepercayaan yang diberikan kepada orang lain sering membantu banyak manusia mencapai tujuannya.Para pemimpin besar biasanya memiliki orang-orang kepercayaan. Kemudian dengan kekuatan besar yaitu keyakinan kepada diri sendiri bahwa "saya mampu melakukan itu" maka kita akan keluar dari segala rintangan dan menemukan jalan keluar dari setiap kesulitan. bahaya dan segala rintangan. Itu artinya kita telah mengabaikan kekuatan besar yang sesungguhnya dapat membawa kita melejit. perjuangan menjadi sesuatu yang menakutkan. disamping mampu untuk mengendalikan dan menjaga keyakinan dirinya. Schwartz dalam bukunya. mengapa manusia mengabaikan potensi yang ada pada dirinya kemudian mengabaikan kepercayaan pada diri mereka sendiri yang sesungguhnya tidak kalah memiliki energi yang jauh lebih besar? Kepercayaan kepada diri sendiri merupakan kekuatan besar yang dapat mengantarkan kita pada berbagai tujuan yang mungkin sulit untuk kita realisasikan. Tapi ada energi yang jauh lebih besar dari itu.eramuslim . maka pikiran kitapun bekerja untuk merealisasikan ketidak percayaan itu. yaitu kepercayaan kepada diri kita sendiri. pikiran Anda akan bekerja bagi Anda dan membantu Anda mencari jalan untuk melaksankannya. Tidak sedikitpun ada keraguan membagi resiko. pikiran Anda akan bekerja bagi Anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin. Akibatnya kreatifitas kita akan mati. tenang. Jika manusia memiliki kepercayaan yang begitu besar kepada orang lain untuk meraih tujuannya -padahal bisa saja suatu saat ia dapat berkhianat. daya juang kita akan tumpul.mengapa manusia ragu untuk percaya kepada dirinya sendiri? Jika kepercayaan kepada orang lain dapat menbantu manusia mencapai cita-citanya. sesuatu dapat dilakukan. Pikiran kita akan membawa kita menyisir setiap kesulitan. maka kita akan memiliki pikiran-pikiran kreatif untuk membuktikan bahwa sebenarnya kita bisa mencapai tujuan kita. selanjutnya. hanbatan. cita-cita kandas ditengah jalan. The Magic of Thinking Big mengatakan. Namun jika kita dipenuhi oleh ketidakpercayaan kepada diri sendiri. Menurut John Fereira yang dikutip dalam buku Emotional Spiritual Quotient. "Seseorang yang memiliki kepercayaan diri. . Sering pula beberapa keputusan penting turut dipengaruhi oleh orang-orang ini. Kemudian kita akan gagal. yaitu kepercayaan kepada Zat yang menciptakan energi itu. setiap perjuangan kelak pasti akan kita menangkan.

seraya berharap kelak kita menjadi bagian dari golongan yang mendapatkan cinta-Nya. Karena mudah saja bagi Tuhan menjadikan sesuatu yang tiada menjadi ada. SMS. maka seluruh yang di langit akan mencintai dan mengasihimu. email. Cinta sosial. Hargailah diri kita. telepon. (Yesi Elsandra. sedekah. saling mencintai dan berkasih sayanglah kepada sesama yang di bumi. Infaq. Cinta yang ditawarkan Allah kepada segenap makhluk di bulan Ramadhan selayaknya kita sambut dengan suka cita. semudah Tuhan menghidupkan dan mematikan kita. dan zakat yang kita keluarkan. untuk rang awak dima se barado) Ramadhan nan Penuh Cinta Publikasi 06/11/2002 07:43 WIB eramuslim . saling menghantarkan makanan berbuka kepada tetangga.Kepercayaan itu signifikan dengan iman seseorang. Juga yang biasanya tak sempat untuk sarapan bersama. ungkapan cinta bertaburan di seantero dunia menyambut hangat ramadhan ditandai dengan jalinan silaturahim melalui surat. Sinkronisasi kedua kepercayaan inilah sesungguhnya yang kelak membawa kita pada apa yang kita inginkan. Allah berikan juga kesempatan manusia untuk mengaplikasikannya saat-saat bersama melakukan shalat tarawih berjama’ah. Detik-detik menjelang satu ramadhan.Merindu haru hati ini menanti saat kedatangannya. Cinta yang diberikan-Nya bukanlah sesuatu yang abstrak. Bukankah yang demikian dapat kembali menyuburkan cinta dan menghangatkan keharmonisan keluarga? Kata Rasul. wujud cinta juga terealisasi dengan mengeluarkan sebagian harta kita untuk zakat guna melengkapi proses pembersihan diri menuju kesucian. atau bahkan rangkaian acara-acara khusus menyambut tamu agung ini. Allah memfasilitasinya saat makan sahur. jika tidak dilandasi dengan kepercayaan kepada sumber energi. Bahkan menjelang hari akhir ramadhan. adalah bukti cinta kita kepada Allah sekaligus menegaskan bahwa kita tak termasuk orang-orang yang cinta harta dunia dan sadar akan adanya sebagian hak orang lain dari apa-apa yang kita miliki. kemudian dunia inipun akan ada dalam gengaman kita. mudah. setidaknya dengan ramadhan. Tinggal kita mau berjuang keras dan berusaha maksimal. maka kepercayaan itu hanya akan sia-sia. sebagaimana Tuhan telah menghargai kita dengan melimpahkan segala Rahmat-Nya. Adakah yang . Betapapun besarnya kepercayaan kepada diri sendiri. Refleksi terhadap kepercayaan kepada Tuhan dirangkum dalam 6 rukun iman. Segala puji bagi Allah yang telah berkenan kembali mempertemukan kita dengan bulan bertabur cinta. mereka yang terbiasa sibuk sedemikian rupa sedikit mempercepat aktifitasnya agar segera tiba di rumah untuk menikmati berbuka bersama keluarga. juga tak lupa memberi sedekah dan hidangan berbuka kepada pengemis. hingga tak kuasa menahan setiap tetesan air kesyukuran yang memancarkan kebahagiaan tak terlukiskan saat ianya tiba malam tadi. begitu juga sebaliknya. fakir miskin dan anak yatim-piatu.

juga lalai. tahajjud serta munajat kepada-Nya. Dia senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada hambahamba-Nya. Dan tentu saja. Pelajaran pertama yang bisa .cintanya sebesar sahabat Abu Bakar Shiddik yang mengeluarkan seluruh hartanya di jalan Allah hingga Rasul-pun bertanya apa yang tersisa untuknya. hingga tangis ini akan semakin keras berteriak dalam hati. sambil menghitung-hitung betapa menyesalnya kita tak memanfaatkan ramadhan yang telah lalu dengan amal sebaikbaiknya. tentulah. seperti enggan menuju pembaringan. karena Allah sangat tidak menyenangi perbuatan itu. atas segala alpa. perlulah diri ini belajar dari Ibrahim alaihi salam dan keluarganya tentang hakikat dan bentuk cinta kepada Allah. namun kita membayarnya dengan cinta yang semu. Namun tentu saja. Sadar akan semua nikmat yang Allah berikan tanpa pernah alpa. cukuplah bagiku” jawab Abu Bakar. Astaghfirullaah … Jika hati ini sedemikian rindunya menanti kedatangan bulan penuh rahmat dan maghfirah ini. Hal yang tidak kalah menakjubkan juga ditunjukkan Rasulullah kepada seorang anak yatim yang bersedih di hari raya. dengan satu harap menjadikan taqwa sebagai hasil akhir ramadhan. adalah saat terbaik kita bercengkerama dan bermesraan dengan Allah melalui tilawah dan tadarrus qur’an. Pada saat itu Rasul tengah menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam. cinta yang terkadang hanya terucap di lidah tanpa wujud yang nyata. salah dan lalai. Bahkan Rasulullah pun pernah ditegur-Nya karena bermuka masam dan memalingkan muka terhadap Abdullah bin Ummi Maktum. hati pun berdo’a penuh harap. tanpa pernah pula khilaf. Hati yang terpaut cinta. Idul Fitri. akan ada tangis jika kekasihnya pergi. Tetesan air mata yang akan mengalir nanti. Inginnya menghabiskan malammalam ramadhan dengan tangis penyesalan atas khilaf dan dosa. “Allah dan rasul-Nya. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Senyumlah … Publikasi 05/11/2002 12:16 WIB eramuslim . dan Fatimah saudara perempuan anak yatim tersebut seraya membahagiakannya saat hari bahagia. “berilah hamba kesempatan”.Jangan bermuka masam. Saat hari fitri tiba. takkan terhitung betapa derasnya membayangkan kemungkinan bertemunya kembali kita dengan ramadhan nan penuh cinta ini. seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah Saw membacakan kepadanya ayat-ayat Al Qur’an yang telah diturunkan Allah. Kisah teguran Allah kepada Rasulullah diatas merupakan asbaabunnuzul (sebab-sebab turunnya) surah ‘Abasa (bermuka masam) yang dapat menjadi pelajaran bagi sekalian manusia betapa Allah tidak senang dengan sikap demikian. Malam-malam ramadhan. dengan ibadah yang bernilai. Ia menjadikan dirinya ayah. Satu tanya bergelayut “Akankah kita kan sampai di ramadhan tahun depan?” Maka. pantaslah ada keceriaan bagi mereka yang mendapatkan kemenangan melewati masa-masa ujian selama ramadhan. selayaknya orang saling mencinta.

tidak bertentangan secara aqidah) atau standar akhlak dan kebiasaan. Baik sih jika yang menjadi patokan adalah. Mendengar itu. Sehingga yang terjadi adalah pembenaran atas kebenaran subjektifitas. biasanya terkhususkan bagi siapa yang menurut kita pantas untuk disenyumi. artinya apa yang menurutnya benar maka ia itulah yang dikerjakannya. lazim disebut sebagai orang yang egois. atau mengukur prioritas pelayanan dari seberapa menguntungkannya orang tersebut buat kita. bahwa Rasulullah pun manusia biasa yang masih mungkin melakukan kesalahan dan kedua. Mereka yang tidak mampu mengendalikan ego-nya. Bahkan ditegaskan Allah dengan kalimat “Sekalikali jangan (demikian)!” pada ayat ke sebelasnya. Manusia memiliki ego pada dirinya masing-masing. Peringatan itu tentu menjadi pelajaran yang berharga bagi baginda Rasul. like or dislike. Padahal Islam tidak mengajarkan demikian. pantas tidak pantas. Tidak membeda-bedakan sikap berdasarkan kepentingan. Salah satu ciri khas dari orang egois adalah berbuat dengan sekehendaknya. kesesuaian norma dan nilai yang dipegang (dalam hal ini misalnya. Subjektifitas itulah yang kemudian dengan bebasnya menentukan siapa yang pantas disikapi dengan baik siapa yang tidak. ataupun hal-hal subjektif lainnya. dan dengan (pengaruh) ego-nya itulah setiap watak dan karakter manusia terbentuk. mau menang sendiri dan tidak toleran. seringkali kita hanya bersikap ramah kepada orangorang yang kita kenal dan baik hati. tidak semua orang memiliki tingkat pemahaman yang baik tentang ‘benar-salah’ menurut norma maupun nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. maka dihadapan mereka lewat seorang dengan pakaian compangcamping dan beberapa sahabat berujar dan menilai orang yang barusan tidak mendapatkan kemuliaan Allah. siapa yang didahulukan siapa yang harus ‘dicuekin’. dan hendaknya demikian juga bagi kita pengikutnya. Sikap ramah misalnya. selain pelajaran tentang teguran Allah terhadap Rasulullah diatas. Masalahnya kemudian. Soal pilah-pilih sahabat misalnya. Rasulullah pun mengajarkan tentang keutamaan sikap-sikap kebaikan terhadap sesama. Sebelas ayat pertama surah ‘Abasa menjelaskan secara lengkap larangan bermuka masam atau sikap mengacuhkan orang lain. Atau senyum. meski hanya sekedar menebarkan senyum. Meski ada anasir lain yang membentuk watak dan karakter manusia.kita ambil. Sebuah pelajaran lain bisa kita dapatkan dari cerita ketika para sahabat sedang berkumpul bersama Rasulullah. atau bahkan siapa yang akan dijadikan sahabat dan siapa yang semestinya dimusuhi. namun keberadaan ego sangatlah penting. terhadap siapa saja yang kita jumpai. tentu tidak bisa dibenarkan. memenej dan mengolah ego-nya agar terkendali sehingga teraplikasi dengan baik. terkait dengan sikap bermuka masam alias acuh terhadap orang lain (siapapun) yang tidak dibenarkan oleh Allah. makanya menjadi kepentingan utama juga bagi setiap manusia untuk menjaga. Rasulullah berkata: “Sesungguhnya Allah . Tapi kalau yang menjadi ukuran adalah soal. dan inilah pangkal awal dari kesalahan orang bersikap dan bertindak.

" Ada apa kiranya ya Aba Hurairah?" Abu Hurairah menjawab." jawab Abu Hurairah ra. Maka semestinya. para pedagang itu segera bergegas ke Masjid Rasulullah. "Mengapa kalian kembali?" Mereka segera menjawab dengan nada kesal. karena Rahmat itu juga sesungguhnya ada pada yang tak memiliki harta karena Allah sayang padanya sehingga tak membebaninya dengan pertanggungjawaban harta yang bertumpuk. Rahmat Allah. Abu Hurairah bertanya kepda mereka. Setelah diberitahu demikian. melainkan juga dari tangan-tangan terbuka para pengemis yang setiap hari lalu lalang di depan kita.tidak melihat pada bentuk rupa dan jasad kamu. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Warisan Paling Berharga Publikasi 31/10/2002 08:04 WIB eramuslim . senyum dan ramah jugalah yang mampu meluluhkan amarah dan kebencian orang terhadap kita. Tetapi sesungguhnya Allah melihat hatihati kamu. sedangkan Abu Hurairah tetap tinggal disitu. sesungguhnya Ia Maha Adil atas Rahmaan dan Rahiim-Nya.. Kemudian dia berkata kepada para pedagang.Pada suatu hari Abu Hurairah radiallaahuanhu berdiri di pasar kota Madinah. sementara . tetapi setiba disana kami tidak melihat ada sesuatu yang dibagikan Rasulullah." Abu Hurairah bertanya lagi memancing. Dengan senyum ramah itulah kita bisa berharap besar akan kebaikan orang lain. "Dimana ya Aba Hurairah?!" "Di Masjid Rasulullah. hanya saja kita sering salah mengartikannya atau tidak mampu mencernanya. Tak Berapa lama kemudian para pedagang itu kembali ke pasar. tidak ikut pergi. Kasih sayang Allah tidak hanya tercurah kepada segelintir orang. senyuman dan sikap ramah menjadi keutamaan sikap terhadap siapapun. kami melihat banyak orang sedang sholat. "Apakah kalian tidak tahu kalau warisan Muhammad SAW tengah dibagi-bagikan sehingga kalian masih berdiri disini? Apakah kalian tidak ingin mengambil bagian kalian?" Dengan keinginan yang meluap mereka bertanya serius. "Wahai para pedagang. tidak hanya singgah kepada mereka yang diberi kesempatan untuk menikmati hidup berkecukupan di dunia ini. mengapa kalian masih belum menutup dagangan kalian?" Mereka bertanya kebingungan. "Bukan demikian ya Aba Hurairah.. kami telah datang ke Masjid.” Keberkahan Allah. tidak hanya datang dari orang-orang dermawan yang kerap menyisihkan sebagian hartanya untuk diinfakkan. kami melihat banyak orang tetapi bukan yang seperti yang kau maksud. "Apakah kalian tidak melihat seorangpun di Masjid?". Karena dengan itu modal utama penerimaan orang lain terhadap kita. Dan karena dengan itu jugalah Allah menyapa hamba-hamba-Nya di surga kelak. "Ya Aba Hurairah.

Karena dengan itu semua.". You Can If You Think You Can (Anda bisa jika Anda berpikir bahwa Anda bisa).sekelompok lainnya ada yang mengaji Al Qur'an dan ada pula yang sedang mempelajari soal-soal yang haram dan halal. ketahuilah. sebuah buku yang memberikan motivasi besar kepada para pembacanya untuk optimis meraih hal-hal yang sesungguhnya ‘bisa’ diraih. takkan pernah ternilai besarnya. bahkan plan C. Ketahuilah bahwa tidak ada yang lebih berharga dari apapun yang kita miliki di dunia ini melainkan sesuatu hal yang senantiasa kita lakukan demi mengharap ridha Allah. itulah warisan Muhammad SAW yang paling berharga untuk kalian semua. "Wahai para pedagang. kesuksesan Ethan Hawk mengemban misi yang dianggap tidak mungkin dicapai itu adalah karena . Kreativitas meminta Anda menemukan jawaban kedua yang mungkin lebih tepat. Von Oech mengetengahkan sepuluh kebiasaan manusia kreatif. yakni kecintaan-Nya akan orang-orang yang mencintai. Satu hal yang menarik dari film tersebut. Maka. seimpossible apapun misi yang diemban oleh Ethan Hawk (diperankan oleh Tom) namun endingnya selalu saja mengisahkan keberhasilan. menuliskan buku best seller. Norman Vincent Peal.Pernah nonton film Mission Impossible? Film layar lebar yang dibintangi oleh Tom Cruise itu sebenarnya pernah menjadi film seri yang diputar setiap minggu di sebuah TV swasta di tahun 1990-an. Dia akan membalasnya dengan sesuatu yang tak pernah terukur nilainya. Antara Norman (dan bukunya) dengan film Mission Impossible memang tidak ada kaitannya. plan B.com) Menjadi Manusia Kreatif Publikasi 30/10/2002 11:15 WIB eramuslim . Nah." jawab para pedagang dengan agak sewot. Abu Hurairah menjelaskan. Mendengar uraian para pedagang tersebut. Wallaahu a'lam bishshowaab (Dwi Ryan/ ryan_088@yahoo. Anda jangan hanya punya satu solusi yang berati hanya punya satu pilihan. bisa menjelaskan keterkaitan antara keduanya. Karena lewat buku tersebut. Menurut Oech. tentu ada kaitannya. lewat bukunya A Whack on Side of the Head. sehingga hampir setiap film itu diakhiri dengan keberhasilan menjalankan misi. (Hadist Riwayat Tabrani) *** Saudaraku.. tatkala datang seruan-Nya. hanya saja jika kita mau melihat sisi pelajaran yang mau diambil. Roger Von Oech.. buktikanlah bahwa kita termasuk orang-orang yang mencintai Allah diatas segala kecintaan terhadap apapun.. Satu hal yang tergambarkan dengan jelas dalam film tersebut (baik layar lebar maupun seri-nya) adalah kebiasaan para tokoh yang tergabung dalam tim pengemban ‘misi yang tidak mungkin’ alias ‘mustahil’ dicapai itu untuk senantiasa memiliki plan A.. dimana tertulis “suka mencari jawaban kedua” sebagai kebiasaan pertama seorang yang kreatif.

yang dalam hal ini salah satunya adalah sifat malas. sering ide kretif lahir dari situasi dilematis atau kepepet. Kebiasaan ketiga adalah Suka menggugat aturan.kebiasaan timnya untuk menyiapkan lebih dari satu solusi. Mungkin alasan itu tidak relevan lagi. tambah Oech. Rasulullah dengan 300 pasukan mukmin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya tiga kali lebih banyak dalam perang Badar. yakni suka berpikir lunak. jangan sekali pun pernah membuang ide sepintas yang kelihatan mustahil. Orang dulu berpikir ruang angkasa adalah sesuatu yang invisible. tidak banyak orang yang bisa membuat orang lain tertawa. Sehingga kemudian yang tampak didepannya adalah sebuah gunung batu menjulang tinggi yang tak mungkin dilewati. Gede Prama. Oech juga sepakat. Melihat kesalahan sebagai peluang. “Kreativitas adalah pengembangan hasil otak kiri yang bersikap keras terhadap ide oleh otak kanan yang lunak yang mengabaikan batasan dan lunak terhadap berbagai ide. bahwa Dia tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Bahkan sekarang. Padahal sejarah pun mencatat. Dan Norman menguatkannya dengan satu motivasi. disebut sebagai kebiasaan kelima. Menjadi manusia kreatif. Nampaknya. Alasannya. karena ia menempatkan Suka humor dan santai sebagai kebiasaan . Adalah jarang inovasi muncul dari pola pikir yang tunggal. Mount Everest pada 1924. Suka mencoba kemustahilan. Merenungkan lagi ide yang muncul dapat memicu berbagai kemungkinan baru. tidak cukup hanya dengan memiliki satu kebiasaan diatas. Ada orang yang suka mencari aman dan menghindari dari kemungkinan salah atau gagal. linier dan pasti.” kata Oech. Dalam kenyataan. Kemudian yang keenam adalah. Masalahnya adalah sifat manusia yang sering kali memperturutkan hawa nafsunya. Kini ribuan pendaki sudah membuktikan bahwa puncak tertinggi itu bisa ditapaki. adalah yang selanjutnya. dan enggan berusaha keras. Sejarah lain juga ditorehkan oleh George Leigh Mallory dan Andrew Irvine yang disebut-sebut sebagai orang pertama menapakkan kakinya di puncak tertinggi dunia. Oleh karena itu. meski tidak meninggalkan aspek kecerdasannya. sebuah tembok raksasa yang mustahil ditembus. pernah menyebut Dedi ‘Miing’ Gumelar sebagai satu dari sekian orang yang dijadikan sahabatnya. Mungkin sekarang ada pemecahannya yang lebih efektif. bahwa tidak satupun yang ada dihadapan manusia itu tidak bisa diraih. orang sudah menjajaki pariwisata luar angkasa meski harus merogoh kocek yang tak sedikit. Sesungguhnya kesalahan justru menempatkan kita memperoleh hal yang tak didapat bila melakukan dengan benar. Dan yang perlu diketahui. Allah dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat terakhir telah jauh terlebih dulu memberikan motivasi kepada setiap mukmin. Toleran terhadap hal dilematis. Oech juga memaparkan tentang kebiasaan lainnya. untuk yang satu ini. namun para ahli Rusia membuktikan dengan mengirimkan Yuri Gagarin ke luar angkasa menggunakan Sputnik. Jika aturan telah membatasi pilihan maka Anda harus mencari tahu mengapa suatu aturan dibuat.

Baik dengan tambahan dari luar diri Anda atau tidak menekan ide yang telah dipunyai. hal mustahil maupun yang keliru. Meninjau dunia luar adalah wahana meraih ide baru untuk dunia dalam kita. bukan berarti mengesampingkan kebenaran. Dan yang terakhir disebutkan Oech.Siapa yang tak mengakui kebaikan hati seorang Bunda Theresia? Meski ia tak pernah menganut ajaran Islam yang penuh kedamaian. Selain itu. Kita pernah mempelajari bagaimana kebaikan hati Yusuf alaihi salam yang tidak menaruh dendam sedikitpun kepada saudara-saudaranya yang telah mencoba mencelakainya. semut. tindak kesemena-menaan bahkan kezhaliman. Kebersihan hati Yusuf itulah yang akhirnya secara tidak langsung menghantarkannya kepada kejayaan diri. Kebaikan yang dilakukannya. Ingatlah. tak sedikitpun ia marah. Jadi. karena disini akan lebih bernilai jika sikap satu ini untuk berbeda terhadap mayoritas ketidakbenaran. siapa yang berani membantah jika dikatakan bahwa Gandhi adalah manusia berhati mulia. dan memerintahkan derap dan langkah para pasukannya untuk tidak mengganggu atau bahkan menginjak sekelompok semut yang mereka lewati. Sama halnya dengan Mahatma Gandhi. Seorang Sulaiman yang dengan segala kebesarannya. menjadikan Gandhi sebagai sosok yang boleh diteladani dalam hal berbuat baik terhadap sesama. Juga ketika seorang dipenjara yang melupakan kebaikan dirinya.orang kreatif pada urutan selanjutnya. adalah senantiasa Terbuka terhadap gagasan baru. Maka dari itu. cinta dan kasih sayang. Orang yang mengaku bukan orang yang kreatif berarti telah memasung diri sendiri. beranilah pro terhadap hal yang tidak disetujui mayoritas walau tidak harus terlalu terbuka. Berani berpikir beda seolah menjadi ciri yang paling khas dari orang kreatif. masih menghormati makhluk kecil. Padahal tekanan organisasi bisa memasung kretaivitas. . Orang yang sibuk melihat dunia dalamnya sendiri akan kehilangan banyak ide. Suka meninjau dunia luar sebaiknya menjadi satu kebiasaan tersendiri bagi orang-orang kreatif. Rasulullah Muhammad saw tidak pernah sedikitpun mengajarkan kepada ummatnya untuk melakukan kejahatan. bahwa ide akan berkembang bila kita memberinya ruang. ketidakadilan. Umumnya orang berusaha menyesuaikan dengan budaya organisasinya. Memang ide kreatif muncul ketika terdesak situasi. namun kebaikan hatinya tak diragukan bahkan dirasakan juga oleh yang bukan ummat nasrani. cinta dan pengabdiannya yang besar kepada ummatnya. Dalam hal ini. Sudahkah menjadi orang kreatif? Mulailah hari ini juga! Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Mari Menebar Kasih Sayang Publikasi 24/10/2002 09:05 WIB eramuslim . Saat kita santai dan gembira pertahanan mental jadi longgar sehingga tidak pusing terhadap aturan. tapi lebih banyak ide brilian dan segar lahir dari suasana santai dan gembira.

Rasulullah datang dengan mengajarkan zakat dan infaq shodaqoh. hanya karena ia mendapati seekor burung yang bertengger di atas tendanya tengah mengerami telurnya dan terpaksa menunda keberangkatan pasukannya. Justru yang mereka khawatirkan adalah ajaran kebaikan. Maka tidak sewajarnya ketika mereka yang mengaku mukmin melakukan kejahatan dan tindak kezhaliman. Kecuali dalam kondisi yang memang mengharuskan setiap mukmin mempertahankan harga diri dan melakukan pembelaan. dari kejadian itu mereka tak menemukan anggapan itu. para pasukan terheran karena hanya tinggal tenda Sang Panglima yang masih utuh belum dikemas. kedamaian. saat para sahabat mulai marah dan tidak mampu menahan diri untuk melakukan balasan terhadap intimidasi dan penganiayaan terhadap kaum muslimin. Ada sebuah kisah seorang panglima perang besar kaum muslimin Amru bin Ash yang begitu mulia hatinya. Pikir mereka. Sebenci apapun para pembesar suku Quraisy seperti Abu Lahab. ketika ketidakadilan semakin mempertegas jarak dan perbedaan antara orang-orang kaya dengan fakir miskin. mungkin bagi kita sangat sepele. Alasannya. menyiksa dan menganiaya orang. Setelah para Nabi Allah sebelumnya juga mengajarkan hakikat Islam. Padahal pendelegasian keduanya menyusup itu sebelumnya karena para pembesar dan masyarakatnya mendengar berita tentang kekejaman Panglima Amru bin Ash beserta pasukannya yang dikatakan gemar membunuh. . Sebelum menjadi Rasul. mencontohkan bagaimana seharusnya kasih sayang dan cinta sesama saudara bagaikan mencintai diri sendiri.Islam dengan segala ajaran kasih sayang dan kedamaiannya. agama kasih sayang. Rasulullah tak pernah mengajarkannya. Bayangkan. ketika orangorang memperjualbelikan budak dengan harga yang tidak manusiawi. Ketika para wanita dianggap masyarakat kelas sekian dan menjadi suatu kehinaan diri jika mempunyai keturunan seorang wanita. juga menarik hati seorang saudagar kaya Khadijah binti Khuwailid yang kemudian menjadi istrinya. Tidak hanya itu. bersikap lembut dan menghargai sesama. mereka tak pernah membenci Muhammad karena perilakunya yang buruk. Rasulullah baru mengabulkannya setelah ada izin dari Allah yang membolehkan berperang. Muhammad justu mengangkat derajatnya. Rupanya. bagaimana mungkin dikatakan kejam jika terhadap seekor burung pun sang Panglima sangat mengasihi. justru mengutamakan perbuatan baik terhadap manusia itu sebagai perwujudan dari rahmantan lil ‘aalamiinnya ajaran yang disempurnakan Muhammad saw. kedudukan mereka. Bagaimana tidak. Kejadian itu sungguh mengherankan dua orang penyusup dari pasukan musuh yang menyamar bergabung dalam pasukan Amru bin Ash. Saat fajar sebelum berangkat melakukan penyerbuan ke wilayah musuh yang menentang Islam. Setelah menjadi Rasul Allah. Itulah kemudian ia mendapatkan gelar al amiin. kemuliaan hatinya tidak hanya diakui oleh kaum mukminin melainkan juga oleh kaum kafir Quraisy. Rasulullah (Islam) memuliakannya. jujur. Abu Jahal. antara yang kuat dan yang lemah. Islam adalah agama kebaikan. Muhammad dikenal sebagai orang yang berhati mulia. dan kemuliaan hati dari Islam yang langsung dicontohkan Muhammad-lah yang akan menggusur kekuasaan. sopan.

dan berkahilah bulan Sya'ban ini. mereka yang meski berbuat baik. perbaikilah segala sifat yang tak mencerminkan kebaikan dan kasih sayang itu. yang Insya Allah memperkenankan kita menjumpai bulan suci. jika kita menantikan suatu saat yang sangat berharga bagi diri kita. tabi'it tabi'in. Niscaya kita akan sangat bergembira jika saatnya tiba. Persiapan itu sendiri tidak dilakukan pada awal bulan Ramadhan. berarti didirinya tertanam sifat-sifat kebaikan. Saudaraku. dan penuh kasih seperti Bunda Theresia dan Mahatma Gandhi.Menjadi seorang muslim. Sudahkah kita meneladani beliau? Menantikan dengan penuh harap? atau kita hanya biasa-biasa saja menyambut kedatangannya. Jika seorang muslim tak memiliki sifat diatas. karena jika itu yang kita lakukan. sama seperti bulan-bulan sebelumnya? Na'udzubillahi tsumma na'udzubillahi. Wallahu a’lam bishshowaab. bulan mulia. hari ulang tahun kita. Tapi apakah kita sudah bersiap-siap untuk menyambut bulan yang sangat dinantikan oleh ummat Islam sepanjang masa? Bulan yang sangat dinantikan oleh Rasulullah. Oleh karenanya. Yang telah mempersiapkan diri jauh sebelum datangnya bulan Ramadhan. . Amiin Allaahumma Amiin. potong rambut. cinta dan kasih sayang.Segala puji bagi Allah SWT. tentulah karena ia tidak sepenuhnya mengamalkan ajaran Rasulullah. bulan Ramadhan. dan sampaikanlah kami. (Bayu Gautama) Karena Rasulullah pun Mendambakan Ramadhan Publikasi 23/10/2002 07:23 WIB eramuslim . kita sudah mempersiapkan dengan 'full action'. Saudaraku. katakanlah sebagai contoh. sahabatnya. Rasulullah sendiri. Subhanallah. bersih-bersih. berkahilah bulan Rajab ini. hakikat bulan Ramadhan ini sesungguhnya pada sejauh mana kita telah melakukan persiapan untuk menyambutnya. amalnya akan terputus dan tak diperhitungkan dihadapan Allah kelak karena mereka bukan muslim dan tak mengimani Allah. Bahkan jauh hari sebelumnya. dan aktivitas yang akan menunjang penampilan kita pada hari yang dinanti-nanti itu. Sebaliknya. kita dapat memanfaatkan waktu dengan optimal. panjangkanlah umur kami hingga bulan Ramadhan. maka yang ada di langit akan mengasihi dan menyayangi kita. Sholawat dan Salam senantiasa terucap kepada Rasulullah Muhammad SAW. keluarganya. para tabi'in. sehingga teruntai sebuah do'a yang sangat indah: "Allahumma bariklana fii rajab wa bariklana fii sya'ban wa balighna fii ramadhan" Ya Allah. manusia yang sangat mulia. karena Rasulullah pun menegaskan. serta pengikutnya yang komitmen dengan risalahnya Dienul Islam hingga hari akhir nanti. jika kita berbuat baik dan penuh kasih sayang terhadap semua makhluk di bumi. Sehingga pada bulan Ramadhan. maka kita akan ketinggalan kereta pahala dengan hamba Allah lainnya. sangat mendambakan akan datangnya bulan Ramadhan ini.

entah karena sakit atau karena halangan lainnya. Dalam hadits juga diungkapkan. dengan bersemangat. Bahkan iklannya selalu muncul di televisi berbarengan dengan iklan rokok. Selamat berjuang saudaraku. Takut dibilang rese? Takut dibilang memberangus hak orang lain untuk merokok? Sungkan? Takut dimarahi? Kalau boleh saya bilang. yang dapat membekas pada 11 bulan berikutnya.Sangat sayang jika bulan Ramadhan yang hanya 29-30 hari itu. tapi nyalinya tak cukup besar untuk melakukan itu. wirid ma'tsurat harian. dan memperluas tsaqofah (wawasan) keilmuan kita. sementara si gadis makin kuat menutup hidungnya. Pengkondisian ruhiyah juga sudah seyogyanya dilakukan sebelum bulan Ramadhan.com) Kepada Anda Yang Bukan Perokok! Publikasi 22/10/2002 07:35 WIB eramuslim . Meskipun bisa dikatakan itu merupakan iklan setengah hati. sesungguhnya si perokok lah yang seharusnya lebih merasa sungkan dibanding orang yang menegur. sesekali terbatuk-batuk dan terusmenerus menatap lekat si perokok dengan mata berair. dan lainnya. bahkan makin menikmati hisapan demi hisapan sementara si gadis terus memelototinya dengan hati yang makin jengkel. Pengkondisian fisik sudah dicontohkan oleh Rasul sebelum datangnya bulan Ramadhan. semoga Allah berkenan mempertemukan kita pada bulan Ramadhan esok. Buku Fiqh Shiyam juga menjadi bacaan wajib. harus kita potong waktunya seminggu menjadi 22-23 hari hanya untuk persiapan yang seharusnya bisa kita lakukan jauh-jauh hari sebelumnya. penumpang lain dalam angkot itu menyalakan rokok kemudian menghisapnya dengan nikmat dan menghembuskan asap ke seantero ruangan.Seorang gadis spontan menutup hidung dengan tissue ketika laki-laki di depannya. agar sebelumnya mengqadha puasa-puasa wajib kita sebelumnya kita tinggalkan. datangnya hanya sekali setahun. qiyamul layl. Juga yang harus kita ingat. bahwa Rasulullah pada orang yang paling banyak dan menyempurnakan puasanya pada bulan Sya'ban. Kampanye tentang bahaya dan dampak negatif rokok sudah terlalu sering diadakan. tilawah qur'an. Jadi sah-sah saja jika si perokok tidak peduli. Beberapa penumpang lain bersikap biasa saja. Semua persiapan ini dilakukan agar kita bisa menjalani Ramadhan ini dengan ringan. Amiin Allaahumma Amiin. sebagaimana setengah hatinya . (Bramsi Prenata/bramsi@cakraweb. shoum sunnah. agar kita mengetahui dalil dan fadhilah puasa yang akan kita lakukan. Mengapa tidak menegur? Ingin si gadis menegur. barangkali karena merokok sudah merupakan budaya di Indonesia. dengan jihad (bersungguh-sungguh). serta berharap kita semua dapat menjadi Alumni teladan bulan Ramadhan.

Mas! Bagaimana kalau merokoknya nanti saja saat sudah di luar kereta? Saya tidak tahan dengan asap rokok”. saya kembali beraksi. kita juga secara tidak sengaja membantu si perokok mengurangi intensitas merokoknya? Cerita tentang gadis di paragraf pertama di atas adalah cerita tentang diri saya sendiri. Si Olin ini dengan berani menegur seorang penumpang di angkot yang merokok.makin meningkatnya intensitas merokok dan akibat-akibatnya? Mengharapkan para perokok sadar? Wah. apakah anda rela menderita akibat yang bukan merupakan hasil perbuatan anda? Karena itu anda berhak sekali untuk melindungi diri anda dengan menolak menghisap asap rokok dari para perokok. kenapa ini tidak kita jadikan senjata untuk memperkecil ruang bagi para perokok? Bukankah dengan demikian selain kita mempertahankan hak kita untuk tidak menghisap asap rokok dan melindungi diri dari kemungkinan menderita penyakit yang disebabkan status perokok pasif. seorang laki-laki hendak menyalakan rokok di dekat saya. saya rasa tidak adil kalau yang ini tidak saya tegur juga. Seperti tadi saya tengarai di atas.pemerintah menyikapi masalah rokok ini. Toh. Karena tadi sudah ada yang saya tegur. Bagaimanapun. manusia Indonesia memiliki rasa sungkan yang cukup tinggi jika mengganggu orang lain. ini sih bagai pungguk merindukan bulan. Suatu hari. rokok merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang cukup besar. Mungkin tidak semua kita tahu dan sadar bahwa menjadi perokok pasif (orang-orang yang secara tidak sengaja terhisap asapa rokok yang diproduksi oleh para perokok di sekelilingnya) itu relatif lebih berbahaya di banding perokok aktif. Nah. dalam perjalanan kereta Solo-Jogya. “Maaf. Kalaupun rugi. Begitu mungkin argumentasi mereka. Cuma waktu itu saya tidak berani menegur karena sungkan dan sebagainya itu tadi. biasanya dokter akan menyarankan anda menjauhi rokok dan asapnya (bahkan suami pun diminta untuk menghentikan/mengurangi kegiatan merokok). . Saya selalu merasa terganggu jika ada orang yang merokok di sekitar saya. Hingaga kemudian suatu hari saya membaca salah satu serial Olin karya Ali Muakhir. kalau begitu siapa dong yang bisa mengatasi -setidaknya mencegah. Beberapa saat kemudian seorang penumpang masuk dengan rokok menyala di sela jari-jarinya. Maka. namun tanpa sadar menjadi perokok pasif. Serta merta saya menegur. Jika anda wanita hamil. tapi mereka memang dengan sadar untuk terus merokok. Pengaruh yang tidak kurang berbahaya juga dapat dialami oleh orang dewasa dan anak-anak yang bukan perokok. yang rugi tubuh mereka sendiri. Dia mengangguk dan membatalkan rencananya untuk menyalakan rokok. Nah. Mereka tahu betul akan bahaya rokok. Hal ini karena dipastikan asap rokok bisa mengganggu pertumbuhan janin. sekalipun dia sendiri tidak pernah merokok. Sesungguhnya yang paling memungkinkan itu adalah kita: Orang-orang yang bukan perokok dan sadar akan dampak negatif rokok. mereka tidak merugikan orang lain. Kisah itu mengilhami saya untuk melakukan hal serupa meski dengan alasan berbeda. Teman saya akhirnya dirawat di rumah sakit karena sakit paru-paru gara-gara beberapa tahun bekerja diantara para perokok.

sebaiknya anda hatihati jika akan merokok di tempat umum. Maka rokok itu langsung ia injak. maaf. tulisan ini bukan untuk anda. berjudul A Man Named Dave. melemparkan dari atas menggelundung ke dasar tangga. kantor dan lain-lain. “Terima kasih”. kalau saja kita semua yang bukan perokok mau peduli akan hak kita untuk tidak menjadi perokok pasif dan menggunakannya. Sebuah kebesaran hati yang mengesankan dari Dave Pelzer bahwa kemudian ia tak sedikitpun menyalahkan sikap The Mother (ibunya) selama delapan tahun itu yang menyebabkan ia tak bisa lepas . Jika ada diantara anda yang membaca tulisan ini adalah seorang perokok. boleh rokoknya dihabiskan di dekat pintu?” Rupanya dia malas kalau merokok harus menjauh dari teman-temannya. yang menggambarkan sebuah kisah tentang keberhasilan dan kekuatan dari sikap memaafkan. seberapa tinggi kesadaran anda untuk mempertahankan hak tidak menjadi perokok pasif? Seberapa besar pula nyali dan kepercayaan diri anda untuk menegur? Semuanya tergantung kepada anda. A Child Called “It” dan The Lost Boy – begitu menyentuh hati siapapun yang membacanya.com) Mulianya Memaafkan Publikasi 18/10/2002 08:58 WIB eramuslim .mengalami berbagai siksaan yang sangat brutal dari ibunya sendiri yang menganggap Pelzer hanya sebagai “It” yang bisa diperlakukan dengan seenaknya. ruang pertemuan. Tapi kalau anda terlanjur membaca. kata saya. Anda mau coba? Ayo.Ada sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis terkenal. Bagaimana jika ada yang tebal muka. Jadi silakan anda gunakan plastik ini untuk menutup muka anda agar anda dapat menikmati sendiri asap rokok itu”. membalas kezaliman dengan sikap memaafkan. “Anda berhak merokok di sini sebagaimana saya berhak untuk tidak menghisap sampah asap rokok anda. Dave Pelzer.”Mas. A Man Named Dave juga mengajak kita untuk meneguhkan hati. Sebagaimana digambarkan Pelzer. karena tidak seperti buku sebelumnya yang membuat dada berdegub. anda tinggal memberinya masker plastik dan katakan. menginjak-injak bahkan mencekiknya sampai nyaris mati. Di Bus. Dua pengalama di atas memberi keberanian dan kepercayaan diri pada saya untuk menerapkan hal yang sama di tempat-tempat umum lain.yang merupakan kesimpulan dari dua buku Pelzer sebelumnya yang menjadi best seller. tetap cuek bebek dengan rokoknya meskipun sudah kita tegur? Gampang. Buku tersebut . kita punya kemampuan untuk merubah sedikit wajah dunia dengan menggunakan hak kita. Dan saya terpikir. selama tidak kurang dari delapan tahun –sejak usia 4 tahun hingga usia 12 tahun. Masalahnya adalah. halte. dari pada anda 'malu ati' karena ditegur orang nanti. meninju. (Azimah Rahayu/azi_75@yahoo. menendang. maka ruang bagi para perokok akan makin sempit. Mereka sebenarnya sungkan andai saja anda berani menegur. angkot.

Hingga akhirnya Pelzer menemukan dirinya sendiri di dalam hati. karena sikap memberi maaf setelah orang meminta maaf saja sudah sedemikian luhur. Kedua. Inilah yang sulit. Bayangkan betapa mulianya orang-orang yang mampu “memaafkan”. lambat tersulut dan lambat pula redanya. dan menelan kemarahan itu karena ketidakmampuan untuk melampiaskannya seketika maka ia akan kembali ke dalam bathin dan menyelinap ke dalamnya lalu menjadi kedengkian. bukan memberi maaf. selain juga kemarahan yang dilampiaskan masih wajar dan berada dibawah kesadaran yang tinggi. Said Hawwa menerangkan tentang empat kategori manusia dalam hal kemarahan. selain memaafkan adalah meningkatkan kebaikan terhadapnya sebagai perlawanan terhadap hawa nafsu dan syetan . Sedangkan yang keempat. salah seorang penulis Chicken Soup for The Soul mengatakan bahwa Pelzer adalah bukti nyata yang menunjukkan bahwa kita masing-masing memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri. sikap dan tindak semena-mena. Jenis ini yang paling buruk. Kata Said Hawwa. selagi tidak mengakibatkan redanya ghirah dan semangat pembelaan kebenaran. ketiga. Jenis ini yang paling terpuji. Kedengkian adalah buah dari kemarahan. makna kedengkian ialah hati senantiasa merasa berat dalam menelan kemarahan. Sungguh membutuhkan kebesaran jiwa untuk bisa memaafkan kesalahan orang tanpa menunggu orang memintanya. makanya Rasulullah pun pernah mengatakan bahwa memaafkan adalah sikap mulia dari seorang mukmin. Bahwa juga sikap seseorang yang meminta dimaafkan setelah melakukan satu kesalahan pun sudah begitu bagusnya. karena pada saat itu kita telah membunuh kesombongan. dan atau ketidakadilan itu memintanya atau tidak. Sikap yang sebaiknya dilakukan seseorang adalah. dan rasa sebagai orang menang. yang pertama. cepat tersulut dan lambat redanya. sampai ia mampu membebaskan diri. Hanya saja. Bahwa kesabaran seseorang memang ada batasnya dan pada saatnya telah melampaui ambang batas itu. seperti pohon bakau. karena memaafkan bermakna lebih mulia ketimbang memberi maaf. Memaafkan. lambat tersulut dan cepat reda. Jack Canfield. Bahkan dalam catatan di belakang buku tersebut. Karena jika kita tak mampu melakukannya. Imam Ghazali pernah mengajarkan bagaimana seharusnya seorang mukmin melampiaskan kemarahan. sangat wajar bilang seseorang harus marah. Memaafkan adalah sikap yang diberikan secara ikhlas terlepas orang yang melakukan kesalahan. Berkaitan dengan itu. jelas perintah dalam surat Ali Imran ayat 134. merasa benci kepadanya dan lari darinya. tak peduli pengalaman seburuk apapun yang menimpa diri kita.dari bayang-bayang masa lalu. seperi ilalang yang cepat tersulut dan cepat pula reda. Dalam buku Mensucikan Jiwa. yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengukur kadar marah itu sesuai dengan tingkat kesalahan orang membuat kita marah. Dan sikap memaafkan itu dikatakan Allah sebagai satu sikap orang-orang bertaqwa yang Allah sediakan bagi mereka syurga seluas langit dan bumi.

dan termasuk perbuatan orang-orang yang mencapai maqam Muqarrabin (orang-orang yang dekat dengan Allah). Kecerdasan intelektual memang bisa membantu orang meraih kesuksesan. orang yang cerdas umumnya menjadi pegawai dari orang yang lebih bodoh dari dia. namun Rasulullah Muhammad Saw tidak pernah menaruh dendam ataupun kebencian. bahwa yang menentukan sukses dalam kehidupan manusia bukanlah rasio tetapi emosi. Orang yang paling sabar adalah orang yang paling tinggi dalam kecerdasan emosionalnya. menzhalimi Rasulullah dan para sahabat sampai Izrail pun tak kuasa ‘menahan amarah’ dan menawarkan membalikkan gunung untuk ditimpakan kepada kaum Thaif. Ia menemukan bahwa orang Amerika yang memiliki kecerdasan atau IQ diatas 125 umumnya bekerja pada orang yang memiliki kecerdasan rata-rata 100. duka. Karena itulah hendaknya kita memperhatikan kecerdasan emosi selain kecerdasan otak. Artinya. Menurut Goleman. Jika kita memperhatikan keputusan-keputusan dalam kehidupan manusia. ternyata lebih banyak ditentukan oleh emosi daripada akal sehat. Daniel Goleman dalam bukunya yang menjadi best seller. Tidak ada sama sekali keputusan yang diambil manusia murni dari pemikiran rasionya karena seluruh keputusan manusia memiliki warna emosional. dari hasil penelitiannya ditemukan satu situasi yang disebut dengan When smart is dumb. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Ketika Orang Cerdas Jadi Bodoh Publikasi 17/10/2002 08:51 WIB eramuslim .Meski setiap hari harus menerima ludahan dari seorang kafir quraisy. Ia biasanya tabah dalam menghadapi kesulitan. sengsara. itulah yang disebut sabar. Begitu juga dengan peristiwa Thaif. ikhlas menghadapi berbagai cobaan. Dan kecerdasan emosional diukur dari kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri. Bahkan ia membalasnya dengan menjadi orang yang pertama kali menjenguk ketika si peludah itu sakit. Disebutkannya. namun kesuksesan seringkali ditentukan oleh kecerdasan emosional. dan tenang dalam tekanan. ketika orang cerdas jadi bodoh. dan bahagianya manusia. Namun manusia agung itu lebih memilih memaafkan. bukan pada rasio. Rasulullah mengajarkan (sekaligus mempraktekkan) keutamaan memberi maaf. bergantung suka. yang kemudian kita lebih mengenalnya dengan istilah sabar. . Lebih umumnya.maka hal itu merupakan maqam orang-orang yang tergolong shiddiqin. Pada emosi. emosi sangat mempengaruhi kehidupan manusia ketika mengambil keputusan karena tidak jarang suatu keputusan diambil melalui emosinya. tambah Golemen. Rasulullah juga menekankan pentingnya setiap mukmin untuk memiliki kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri. Berkaitan dengan ini. sedemikian kejamnya masyarakat wilayah itu melempari batu. Emotional Intellegence memaparkan tentang satu bagian penting dalam jiwa manusia yang bernama emosi yang dikatakannya justru sangat menentukan kebahagiaan dan penderitaan manusia.

ya? Nah. ”Iya. Kak. Nangisnya udah yaa. “Ika pikir buku yang dipinjamnya hilang. gadis 5 tahun itu tengah duduk di bangku sambil tersedu-sedu menutup muka dalam rangkulan kakaknya Nisa. pengunjung taman bacaan yang lain datang.Seringkali kita menjumpai orang yang bersikap bodoh hanya karena tidak mampu mengendalikan emosinya. Ika anak baik.” Nisa menjelaskan. Ika. Rasulullah yang kita kenal tak memiliki kemampuan membaca dan menulis ternyata memiliki kecerdasan emosional yang luar biasa tinggi. “bodohnya aku”. Mulialah mereka yang melakukan itu. begitu. Besok lagi hatihati. Beberapa saat kemudian. tangan ini refleks memukul kepala.” sahut Oki saudara kembar Niki. Ia takut-takut mengembalikan buku yang sudah berubah muka. Saya buru-buru menghentikan aktifitas mencatat buku yang akan di pinjam dan turun ke halaman. buku itu sudah tiga hari di tangan Niki. Bayangkan betapa luhurnya orang yang memberi maaf kepada mereka yang melakukan kesalahan. Dan tidak jarang pada saat itu. “Ada apa?” tanya saya. anak-anak sedang ramai di Taman Bacaan saya. terlepas orang yang melakukan kesalahan itu memintanya atau tidak. Niki. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Etika Meminjam.” Dan Ika pun berhenti menangis. Kemarin dia takut mengembalikan buku. Tiba-tiba suara tangis pecah meningkahi keramaian. “Bukunya jatuh ke got. Di daftar pinjaman. Padahal perintah-Nya adalah memaafkan. “Niki. Kunci suksesnya adalah mengendalikan emosi dan menahan diri (sabar).Sore itu. bukunya bukan hilang tapi dikembalikan. Terima kasih Niki sudah berusaha membenahi bukunya. Kak! Padahal sudah saya kembalikan bareng punya saya. “Ika sedih dan takut dimarahin karena bukunya hilang. kenapa kok bukunya baru dikembalikan?’ tanya saya. Jangan Kalah Sama Anak-Anak! Publikasi 15/10/2002 07:14 WIB eramuslim . Saya tersenyum dan memeluk Ika. Demikian juga dengan kesadaran dan ketenangan yang tinggi dalam menghadapi berbagai kesulitan. sehingga ia tak melakukan kebodohan dari ketergesa-gesaan atau amarahnya yang biasanya berujung pada penyesalan. ya?” . meski sesekali sedu sedannya masih terdengar. ”Oh. Kak!” jawab gadis kelas dua SD itu takut-takut. Sampulnya lecek bekas basah dan diselotip asal-asalan.

Sini. Lain kali hatihati ya?” jawab saya. kita selotip bareng-bareng. dengan harapan mereka akan membalas kepercayaan saya (tentu saja di sisi lain. juga mereka punya kebiasaan mencuri. buku-buku referensi keagamaan. Sungguh saya terharu dengan usaha anak-anak itu menjaga amanah. kejadian di atas juga mengingatkan saya atas fenomena (kalaulah bisa disebut fenomena) kurang dipenuhinya adab pinjam meminjam di kalangan dewasa. Karena suatu hal besar itu dimulai dari hal kecil. Setiap kita pasti pernah meminjam buku atau meminjamkan buku.Suatu hari yang lain. bukunya robek. ”Kak. Setiap kali meminjamkan buku. “Kenapa? Kamu ingin beli?” Dia membuka lembaran tengah yang robek dan menunjukkan ke saya dengan air muka penuh rasa bersalah. saya lebih berhati-hati menyimpan barang berharga). Pernah memang. Ada yang merasa sudah mengembalikan tapi nyatanya buku itu tak pernah sampai ke tangan saya. “Oh. saya juga punya koleksi cukup banyak buku untuk orang dewasa. Tapi berapa kali kita mengembalikan buku yang kita pinjam kembali dalam kondisi sperti awal dipinjamkan? Dan berapa pula yang tak kembali? Atau. adakah buku teman yang belum kita kembalikan? Selain taman bacaan anak. buku-buku self help dan How to’s dan lain dan lain. Saya menganggap mereka orang dewasa yang sanggup menjaga amanah. Saya berusaha memberi kepercayaan kepada anak-anak itu. beli buku ini dimana?”. saya pikir usaha itu tidak sia-sia. Dan rasanya. Ihsan mendekati saya takut-takut sambil bertanya. . Buku-buku itu juga saya pinjamkan secara terbuka kepada teman-teman saya atau temannya teman saya. Barangkali beliau benar. Kejadian di atas adalah contohnya. Padahal mereka masih kecil. ada saja buku yang kembali dalam kondisi kotor maupun bekas basah maupun halamannya bredel. Ya. tapi yang kecil saja yaitu buku. Saya tak ingin membahas yang besar-besar. kegiatan saya menjalankan rumah bacaan di tempat saya tinggal bukan tanpa hambatan. Namun sedihnya. selembar uang lima ribu rupiah di meja hilang saat saya tinggal ke dalam. Ada juga buku yang sejak dipinjam tak pernah kembali. Padahal pula selama ini mereka dicap ‘kurang baik’ oleh beberapa orang dewasa yang saya kenal di lingkungan kami. karena beliau lebih paham tentang lingkungan tinggalnya. novel Islami dan novel umum. Namun di sisi lain. Tapi itu dulu sekali. Uang maupun barang. Bahkan di kalangan para aktifis yang sudah mengerti Islam. saya selalu berpesan agar buku dijaga dan dikembalikan segera jika sudah selesai. Dan saya pikir justru karena itulah saya ingin dan tertantang untuk mengubahnya. Terutama pemilik rumah yang tidak setuju dan menganggap anak-anak itu hanya mengganggu. Dari berbagai majalah.

mereka kelihatan cuek dan tak mau tahu siapa yang memegang buku pinjaman berantai itu. saya yakin bukan karena mereka meremehkan atau bermaksud mengukuhi buku itu. Azimah Rahayu (azi_75@yahoo. Menegur. waktu itu dibaca sama si anu. Betapapun statusnya tetap barang pinjaman. Tapi apakah karena sudah biasa dan ‘hanya sebuah buku’ lantas membuat statusnya sebagai barang pinjaman yang mesti dipenuhi adabnya batal? Saya kira tidak. berkembang dan tegaknya khairu ummah. Kalo di rumah saya ada berarti memang belum saya kembalikan. Sebagai sebuah kekuatan ummah.Ada lagi yang sudah ditelepon berkali-kali namun selalu saja ada alasannya untuk tidak mengembalikan buku. orang dewasa? Apalagi sudah belajar Islam? Semestinya kita lebih bisa memenuhi adab ini dan mengajarkan pada anak-anak. ntar deh ditanyain”. tetapi lebih karena mereka belum paham makna ‘meminjam’ dan bagaimana adab terhadapnya.com) Agenda Profesional Muslim di Era Cyber Publikasi 14/10/2002 07:51 WIB eramuslim . Ketika ditanya lagi. Ya udah. Cukup sering saya mendapat jawaban dibawah saat saya menanyakan buku-buku yang mereka pinjam. penuh konflik dan mengalami ketergantungan terhadap Barat. tolong mbak lihat di rumah dan saya lihat juga di rumah. ya? Saya lupa nih. kalangan Muslim profesional mempunyai kemampuan untuk menjadi agen perubahan. sebenarnya adalah suatu usaha untuk menjaga si peminjam dari perbuatan dzalim terhadap dirinya sendiri maupun Saudaranya. “Aduh. meskipun sering ditanggapi tidak enak. mengingatkan atau bersikap tegas dalam hal ini. Sebagaimana hutang yang dapat menghambat seseorang masuk surga. .” Atau. hal-hal seperti ini mendapat perhatian lebih dari kita semua. *** Buku memang hanya sebuah buku. mengarahkan dan mendayagunakannya untuk menggerakkan perubahan menuju cita-cita gerakan Islam yaitu tumbuh. Pinjam meminjam buku juga sudah biasa. Sedang kita. maka saya khawatir demikian juga halnya dengan barang pinjaman. “Oh belum saya kembalikan. Perkembangan era cyber bahkan menyediakan celah untuk meningkatkan kemampuan ini. Kalau anak-anak lupa mengembalikan atau tidak mengembalikan. kalangan Muslim profesional adalah sebuah kakuatan ummah.Tatkala negeri Islam dalam keadan terbelakang. Sudah tiba masanya.

tenaga. perusahaan. Di antara indikator polusi budaya adalah penerimaan pemikiran dan budaya Barat dalam berbagai bidang kehidupan seperti ketidakpedulian terhadap bahaya riba dalam ekonomi dan bisnis. Penguatan ancaman ini merupakan dampak dari tertembusnya batas-batas geografi. Emosi sebagai Muslim yang perlu disuburkan adalah cinta kepada Allah. terbangunnya sebuah peradaban cyber yang global. Pertama. Dengan keahlian yang dimilikinya kalangan Muslim profesional dapat terlibat mencerdaskan ummah. menyegarkannya dengan kesejukan. organisasi maupun masyarakat. Dengan emosi sebagai Muslim. . keluarga dan lingkungannya sebelum dapat berperan sebagai agen perubahan. Rasul dan jihad. dan layunya hubungan emosional dan intelektual antara ummah dan pemimpin dalam masyarakat Islam. menyeluruh dan berkelanjutan. lintas masyarakat. dan menyuburkan emosi sebagai Muslim. dan dari teknologi konstruksi hingga teknologi kimia. mengembangkan emosi. Adalah lumrah diantara kalangan Muslim profesional untuk mengalami kesulitan menyediakan waktu. dan berkembangnya komunikasi. Agenda ini perlu dimulai dari pribadi. dan kelelahan dalam kehidupan yang tidak mempunyai tujuan bagi pengembangan ummah. Agenda muslim profesional perlu mencakup suatu perubahan yang mendasar. sangat beratnya menegakkan Qiyamul Lail dan keringnya hati dalam empati terhadap permasalahan dunia Islam. Untuk dapat menyelamatkan diri dari ancaman ini. Bidang keahlian ini beraneka ragam dari teknologi antariksa hingga teknologi pertanian. Ancaman terhadap kalangan Muslim profesional di atas juga semakin menguat di era cyber. mengembangkan solusi tepat guna untuk ummah ataupun mendukung aksi pengembangan ummah yang dikembangkan LSM ataupun pemerintah. kejernihan dan ketenangan iman. dan lintas budaya. visi. pribadi-pribadi Muslim mengembangkan visi kehidupan Islami dalam kehidupan pribadi. keluarga dan dikembangkan untuk berpengaruh dalam lingkungan sosial. Tantangannya adalah kalangan Muslim profesional perlu mengembangkan agenda perubahan di dalam diri. Di antara indikator dari eksploitasi sumber daya manusia adalah kesibukan. dakwah dan amal Islami pada umumnya. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu membersihkan hati. Di antara indikator erosi ruhiyah adalah melemahnya emosi dan interaksi terhadap Al Qur'an. emosi dan pemikiran bagi berinteraksi dan berkolaborasi dalam aktivitas tarbiyah. polusi budaya dan erosi ruhiyah. Kalangan Muslim profesional perlu berjuang untuk menyelamatkan diri dari bahaya eksploitasi sumber daya manusia.Kekuatan utama dari kalangan Muslim profesional yang dapat didayagunakan adalah penguasaannya atas bidang-bidang keahlian. berkembangnya pacaran dalam hubungan dengan lawan jenis. kalangan profesional Muslim perlu mengembangkan suatu agenda. interaksi dan kolaborasi lintas kepentingan. dan aspirasi sebagai Muslim. keluarga. dari teknologi informasi hingga teknologi permesinan.

Dengan pemahaman ini. Lebih lanjut. Berbekal informasi intelijens akan berbagai perkembangan dari ummah. Kelima. pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih terarah menuju terbangunnya khairu ummah. bergerak. seperti bunga-bunga di taman yang menebarkan wangi. produk atapun layanan untuk memecahkan masalah ummah. Bagi pribadi-pribadi Muslim keluarga yang sakinah. dakwah dan jihad yang berkembang di negeri Islam. Keempat. memahami visi. baik yang baik maupun yang buruk. Keenam. bergerak dan mendukung pengembangan ummah. membangun competency. misi dan nilai dari gerakan Islam dalam kehidupan tarbiyah. creativity dan endurance. mencakup keadaan. dan ummah. hidup. pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih segar. bagi pribadi-pribadi Muslim profesional sendiri. kalangan Muslim profesional bisa mengembangkan kapasitas. tentang Al Qur'an. Pribadi-pribadi Muslim dituntut mengumpulkan informasi intelijens untuk memahami dinamika perkembangan ummah. tegar. maupun perubahan yang sedang berlangsung. bagi berkembangnya ummah maupun bagi tertegakknya Islam sebagai jalan hidup. ialah kesabaran untuk terus terlibat.Dengan visi ini. Kedua. bersemangat. memahami fikrah Islamiyah. pengetahuan ini perlu dijalankan. Dengan pemahaman ini pribadi-pribadi Muslim profesional dapat bergerak dengan panduan nilai-nilai Islam di jalan Islam dan demi ridha Ilahi. dan yang sangat strategis. keterlibatan dan aksi yang tepat. pribadi-pribadi Muslim profesional perlu mengumpulkan informasi intelijens untuk mengetahui perkembangan tarbiyah. berdiri dan bergerak dengan suatu aspirasi yaitu tercapainya keadaan yang lebih baik bagi dakwah. menggunakan berbagai media pembelajaran yang tersedia. mawadah wa rahmah. diterapkan dan ditegakkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbangun kepribadian Islami. mengumpulkan informasi intelijens sosial kemasyarakatan. Dengan pemahaman ini. Informasi intelijens juga dibutuhkan untuk memantau perkembangan dunia baik perkembangan yang mendukung pengembangan ummah maupun yang mengancam keberlangsungan ummah. mawadah wa rahmah dapat mengawalnya. berdiri. mendukungnya dan mendorongnya agar senantiasa menjadi pribadi Muslim yang . dunia maupun gerakan Islam ini. membangun syakhsyiyah Islamiyah dan mengembangkan akhlaq Islamiyah. Selanjutnya pribadi-pribadi Muslim profesional diharapkan mengembangkan creativity bagi pengembangan idea. pribadi-pribadi Muslim profesional dituntut membangun endurance. tentang rukun iman dan rukun Islam. terlibat. Dari pribadi Islamilah diharapkan mekarnya akhlaq Islami. Ini adalah kekuatan inti dari kalangan Muslim profesional yang bisa disumbangkan untuk pengembangan ummah. Pribadi-pribadi Muslim profesional perlu membangun competency dalam bidang keahlian masing-masing. Selanjutnya. pribadi-pribadi Muslim bangun. berjuang. Ketiga. Dan untuk berjalannya proses perubahan yang berkelanjutan. membina keluarga yang sakinah. berkarya dan bekerjasama. Keluarga mempunyai peran strategis. dakwah dan jihad. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu mempunyai pemahaman yang mendalam tentang makna syahadatain.

kutemukan pria ini lagi sehari. organisasi dan masyarakat. mailing list dan juga lingkungan kerja. intelektual dan fisik yang tangguh untuk menjalani.net) Maafkan Aku. Sampai akhirnya. membina lingkungan. keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah qudwah. Kerut-kerut diwajahnya menggambarkan . Demikianlah agenda yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim profesional untuk bisa terlibat dalam pengembangan ummah. seminggu.Sewaktu usiaku belum lima tahun. Bagi ummah. Ketujuh. Tidak seperti anak-anak lainnya yang mempunyai seorang pria dewasa yang membela mereka saat berseteru dengan teman mainnya. pria ini masih kuanggap orang asing meski sesekali ia mengajariku berbagai hal dan memberi nasihat. Ayah Publikasi 11/10/2002 08:13 WIB eramuslim . juga untuk keperluan sekolahku dan adikadikku. Kecuali sesekali di hari minggu. dua hari. Pria dewasa yang sering kujumpai di rumah itu sibuk dengan semua pekerjaannya. aksi yang mendukung pengembangan ummah. Bukan karena usiaku yang belum bisa mengenal secara detail siapapun. Pribadi-pribadi Muslim diharapkan secara proaktif membina lingkungan sosial seperti persahabatan. ia seharian penuh berada di rumah dan mengajakku bermain. keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah kelompok terdiri suami. Dengan menjalani. aku menganggap pria ini tidak lebih dari sekedar pria tempat ibu meminta uang bulanan.bergerak. aku merasa sangat senang dengan keberadaanya. Rambutnya sudah memutih. Akhirnya masyarakat pada umumnya melalui media-media massa yang ada. aku hampir tak pernah mengenalnya. atau setidaknya merangkul menenangkan ketika kalah berkelahi. menyusuri dan menegakkannya. membutuhkan emosi. aku tidak. Bagi Islam sebagai jalan hidup. Agenda profesional Muslim adalah panjang. Ini dapat terus diperluas ke organisasi dimana pribadi-pribadi Muslim menjadi anggota untuk mengembangkan aturan. atau tauladan bagaimana Islam ditegakkan dalam kehidupan. sebulan dan bahkan seterusnya berada di rumahku. menyusuri dan menegakkannya dengan kesabaran. agar sejalan dengan budaya Islam. Hingga aku dewasa. ummah dapat berharap bahwa kalangan Muslim profesional akan membawa perubahan yang strategis bagi terbangunnya khairu ummah. mendaki dan berliku. kebijakan. ia tak segagah dulu saat aku pertama mengenalnya. tapi lebih karena pria ini hampir tidak pernah kujumpai. istri dan anak-anak yang berkarya bersama dan sinergis untuk ummah. berdirinya tak lagi tegak. Namun meski sekali. Sejak aku mulai sekolah hingga masa remaja. langkahnya pun mulai goyah dan lambat. Eko Budhi Suprasetiawan Muslim Information Technology Association (ekobs@developerforce.

atau celananya yang beberapa kali ditambal. menemani ibu hingga saat persalinan. uangnya lebih baik untuk membelikan aku pakaian. ini ayah …” meski aku pun belum begitu mengerti saat itu.kerasnya perjuangan hidup yang telah dilaluinya. Untuk sebuah cinta yang tak pernah ia harapkan balasannya. pria ini justru yang pertama kali menyambutku ketika pertama kalinya aku melihat dunia. Kini pikiranku jauh melayang pada sayup-sayup suara ibu. Ia tak mengeluh harus bangun berkali-kali dimalam hari bergantian dengan ibu untuk sekedar menggantikan popok pipisku atau membuatkanku sebotol susu. ia lakukan semua demi aku. Bahkan suaranyalah yang pertama kudengar dengan lembut menerobos kedua telingaku dengan lantunan adzan dan iqomat hingga aku tetap mengenali suara panggilan Allah itu hingga kini. Ia tak pernah menghiraukan penat. namun sedetik keberadaanmu telah mengajarkan aku bagaimana menjadi anak yang tegar. susu dan makanan terbaik agar aku tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. tak akan lebih mencintainya seperti mereka mencintai ibu mereka. tidak cengeng dan mandiri. Maafkan aku Ayah. Kata ayah seperti diceritakan ibu. bahwa ia rela kehilangan kesempatan untuk mencurahkan kasih sayang dan cintanya kepadaku demi bekerja seharian penuh sejak dinginnya shubuh masih menusuk kesunyian hari saat aku masih tertidur hingga malam yang larut ketika akupun sudah terlelap. . Ia tahu resiko yang harus diterimanya kelak. aku tak pernah membayangkan sedemikian besar cinta dan pengorbananmu kepadaku. Dan itu berlangsung terus selama beberapa tahun. yang untuk semua itu ia ikhlas menggadaikan rasa kantuknya. Meski kasih sayang yang kau berikan hanya berbuah penilaian salahku tentangmu. karena pria ini yang mengantar. ia juga rela ketika harus terus menggunakan kemeja usangnya untuk bekerja. sambil menyusuiku ia memperkenalkan pria ini setiap hari. Meski tak banyak waktu yang kau berikan untuk kita bersama. Kerut diwajahmu. Seperti halnya ibu. pria ini selelah apapun ia tetap tersenyum dan tak pernah menolak saat aku mengajaknya bermain dan terus bermain. Terima kasih Ayah. bahwa anak-anaknya tak akan mengenalnya. Dari ibu juga aku mengetahui. Ibu juga pernah bercerita. kutahu engkau juga tak kalah cintanya kepadaku dengan kecupan hangatmu saat hendak berangkat kerja dan juga sepulangnya ketika aku terlelap. anaknya. Tapi kini kutahu. Kusadari kini. “nak. memberi aku contoh bagaimana menghadapi kenyataan hidup yang penuh tantangan. peluh dan lelahnya sepulang kerja demi membuat aku tetap senang. Bahkan menurut ibu. Bahkan suaranya pun terdengar parau menyelingi sakit yang sering dideritanya. Cerita ibu. semua dilakukannya untukku. Ayah tak pernah mengeluh meski cinta dan pengorbanan itu sering terbalaskan dengan bantahan dan sikap kurang hormatku. tak akan menghormatinya karena merasa asing dan tidak akan memprioritaskan perintahnya karena hampir tak pernah dekat.

00 ayahnya yang tukang angkut sampah di perumahan sekitar tempatku tinggal. tanpa bimbingan orangtua. Nampaknya. apalagi minta uang saku sekolah bagi adik-adiknya. keyakinannya terbukti. Ingin aku bisikkan kepadamu. cengeng. sering tidak kuat ketika menerima cobaan hidup. perjumpaan sesaat sebelum tidur semalam adalah terakhir kali mereka bercanda dengan ayah mereka. Tak dinyana. dan terkadang memaki-maki Allah menganggap Ia tak adil memberikan . Ia sudah kembali bekerja –menjadi pesuruh di sebuah lembaga tinggi negara-. dua belas tahun lalu. ibunya telah terlebih dulu meninggalkan mereka saat melahirkan si kecil. “Aku mencintaimu …” Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Ada Yang Lebih Tegar Publikasi 10/10/2002 07:44 WIB eramuslim . Cara Dia mengambil bapak dari tengah-tengah kami.Namanya Hambali. Pasalnya. wajar karena empat hari yang lalu. Tapi kini. Salma. namun meski terburuburu ia masih menyempatkan diri menjadi masbuk atau bahkan setelah jama’ah lainnya sudah mengucapkan salam. masih ada bapak yang menyayangi. Namun Hambali tetap tegar. ia merasa harus menunjukkan bahwa bagaimanapun kesedihan melanda. yang penting ia dan adik-adiknya tak absen ke masjid untuk berjama’ah. Ia tersenyum melihatku. Namun pagi itu Hambali memberi pelajaran terbaik buatku ketika ia mengatakan. menumbuhkan keyakinan didiri kami kalau Allah ingin lebih total mencurahkan cinta dan kasih sayangnya. kalau dulu sewaktu ibu meninggal. bahu dan punggungmu yang tak sekekar dulu lagi. padahal masih ada kegetiran didadaku merenungi nasib Hambali dan adikadiknya. keyakinan saya bertambah bahwa Allah semakin sayang kepada kami. seraya bersegera membalas cinta-Nya”. bahwa kasih sayang Allah tengah tercurah kepada mereka. Saat itu juga aku menengok ke dalam hati ini yang begitu kerdil. Subhanallaah … aku tak menyangka Allah berikan kekuatan hati melebihi ketegaran batu karang di lautan. aku bertemu Hambali. katanya. sebagai kakak tertua dari enam adiknya. Hambali dan semua adiknya. 25 tahun. kakak dari enam adik itu sudah tiga hari ini selalu terlambat datang ke masjid untuk sholat shubuh berjama’ah. Makanya. kalau dulu ada yang membantunya membangunkan adik-adiknya untuk bersiap-siap shubuh di masjid. “Allah menyayangi anak-anak yatim. bahkan nafasmu yang mulai tersengal. Hambali dan semua adiknya. tanpa ada lagi tempat mengadu. lebih kokoh dari gunung-gunung yang berdiri menjulang kepada seorang anak yatim piatu. tinggal bagaimana kami tetap tawakal dan bersyukur atas segala kehendak-Nya. memang bersedih ketika ayah mereka meninggalkan mereka saat tengah terlelap. dini hari sekitar pukul 03. meninggal dunia.Jangan menangis Ayah. meski kini kau nampak tua dan lelah. Saya yakin selama ini Allah sudah menyayangi kami. Tak apalah. mereka tak bolah larut. Tetap tegak menatap hari esok. sambil berpikir bagaimana berjalan tanpa pegangan kokoh yang keduanya telah hilang sekarang. Pagi ini di depan gang sambil menunggu kendaraan. kini ia harus melakukannya sendiri. Sebelumnya ia tak pernah begitu.

yang Allah titipkan rezeki mereka pada sebagian dari harta yang kita miliki. atau setidaknya kedua orangtuaku akan memapahku seraya membangunkanku ketika aku jatuh. Lagi pula. Al Maa’uun). aku tak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Hambali. tengoklah kesamping kanan dan kiri kita. seharusnya kuberikan sebagiannya kepada mereka. Padahal dengan semua kelebihan yang kumiliki. Jika anak-anak yatim itu melihat kecengenganku ketika tertimpa cobaan kecil saja misalnya. kita tengah mengesampingkan kunci surga yang tergeletak dihadapan kita. Tentu bukan hanya Hambali dan Salma anak yatim di negeri ini. Nampaknya falsafah air semakin ditekan kebawah semakin besar dorongannya keatas. juga semua anak-anak yatim di negeri ini jauh lebih tegar. ujian hidup seberat apapun. Jawabnya ada pada diri kita. Kalaulah si Anak Yatim Baginda Rasulullah begitu memuliakan anak-anak yatim. menjadi pelajaran tersendiri buatku. aku disampingku masih ada dua orangtua yang sehat dan bugar. Kita merasa puas dan senang jika bisa mengajak beberapa teman untuk makan bersama. sementara kita santai menghabiskan uang untuk makan di tempat mahal. seharusnya aku jauh lebih kuat dari mereka. Mungkinkah masih ada keceriaan di hari raya nanti bagi mereka. Toh aku masih punya tempat berpegang ketika merasa tak kuat. Padahal sesungguhnya saat itu juga. Padahal Allah menempatkan urutan diatas sebelum memperbaiki sholat seorang mukmin adalah memperhatikan anak-anak yatim dan orang miskin (QS. sementara kita sibuk setiap hari membeli model terbaru untuk penampilan kita. mungkin mereka akan tertawa terbahak-bahak dan menganggap aku seorang yang tidak bakal mampu bersaing melawan kerasnya kehidupan. Hmmm. keadaan ekonomi keluargaku pun masih lebih baik dari Hambali. Dengan kelebihan yang kupunya.keputusan-Nya kepadaku. seharusnya juga aku bisa menjadi kaki-kaki kokoh yang membantu Hambali dan anak-anak yatim itu tegak berdiri. ketika tak ada lagi tangantangan hangat yang harus mereka kecup di hari fitri itu. Tak semestinya. saat tak ada lagi pakaian baru dan makanan enak di rumah mereka. Salma dan seluruh anak-anak yatim di negeri ini di bulan ramadhan yang akan segera tiba ini. kita membiarkan kunci surga itu terbuang begitu saja atau diambil orang-orang selain kita yang memang berlomba mendapatkannya. Tidak sedikit dari mereka yang tak memiliki pakaian layak. Lalu apa artinya sholatku selama ini jika keberadaanku tak berarti apapun bagi anak-anak yatim dan orang miskin di sekitarku. justru karena setiap hari mereka ditempa cobaan yang tak henti-hentinya. hati mereka sekokoh gunung. Hambali. Padahal. tapi tak pernah bergetar menyaksikan mulutmulut ternganga yang memperhatikan kita dibalik kaca restoran. kenapa kita yang mengaku sebagai pengikutnya tidak meniru? Wallahu’a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) . agar senyum keceriaan menikmati hidup tak hanya milik orang-orang berpunya. Karena bukankah salah satu kebahagiaan ramadhan adalah sahur dan berbuka bersama dengan seluruh keluarga. jauh lebih tegar menghadapi cobaan hidup. sehingga mereka menjadi terbiasa menghadapi semua cobaan. masih banyak anak-anak yang tak dapat menikmati sarapan pagi.

Bani Abbasyiah. Dalam Al Qur'an banyak dikisahkan bermacam bangsa yang pernah memegang peradaban dan mencapai puncak kejayaan. Dan tujuan kitab itupun dijelaskan. yaitu membenarkan kandungan dan tujuan dari kitabkitab yang diturunkan kepada Rasul-Rasul sebelumnya. Sebelum Al Qur'an itu disampaikan kepada orang lain. Lihatlah contoh bangsa A'ad. Bangsa-bangsa ini pernah berjaya. Nabi Saw pun dengan tegas mengatakan. karena rusaknya moral (akhlak) pemimpin dan (juga) sebagian rakyatnya.Pantun Melayu yang sudah berumur ratusan tahun lalu itu mengingatkan kita akan peran budi pekerti suatu bangsa. supaya manusia itu mencapai setinggi-tinggi budi dan setinggi-tinggi tujuan hidup. Kepadanya diturunkan Tuhan kitab Al Qur'an. Romawi. Aisyah yang menyaksikan kehidupan Rasulullah SAW setiap harinya mengatakan. yaitu ketaqwaan kepada Allah SWT. "Aku diutus tidak lain hanyalah untuk menyempurnakan budi pekerti". Tsamud. dan peradaban yang diakui sebagai rantai emas yang gilang gemilang dalam peradaban manusia. rusaklah negeri tersebut. Negeri-negeri Islam pun pernah mengalamami kejayaan. Turki Utsmani telah berabad-abad memegang peradaban dunia. Sehingga Allah SWT berfirman: . Untuk memperbaiki semua. menegakkan suatu negara. yang berkumandang suaranya dibawah kolong langit ini. Bangkit dan runtuhnya suatu bangsa tercermin dari budi bangsa tersebut. "Tuhan sendiri yang membentuk diriku. Sendi bangsa ialah budi. itulah sebab kenapa Allah SWT mengutus pada tiap-tiap masa seorang Nabi dan Rasul. Bila budi di negeri tersebut rusak. Runtuh budi runtuhlah bangsa. Sabdanya itu dengan tegas menjelaskan maksud kedatangannya ke alam dunia ini. Persia dan lain sebagainya. namun tidak bisa bertahan dan akhirnya runtuh. Sejarah telah mencatat bagaimana negeri-negeri Islam pada masa kekuasaan Bani Umayyah. eramuslim . Runtuh sendi rumah binasa. Rasulullah sendirilah yang terlebih dahulu mengamalkannya. Begitu juga di Nusantara ini dengan puluhan kerajaan Islam. ke Timur. Runtuhnya negeri-negeri yang disebutkan di atas menjadi tanda bahwa budi pekertilah yang memegang peran dalam kehidupan bernegara. runtuh juga kejayaan bangsa-bangsa tersebut. "Akhlak Nabi SAW itu ialah Al-Qur'an". Dijelas dalam Al Qur'an bagaimana Tuhan memberikan tuntunan-Nya kepada manusia. Budi Al Qur'an itulah yang telah menjadikan suatu ummat dan bangsa menjadi besar. ke Barat. ke Utara dan ke Selatan. Namun semuanya itu berakhir. maka sangat indahlah bentukan-Nya". namun karena rusaknya moral individu dan bangsa. Demikian juga halnya dengan Rasul kita Muhammad SAW.Pelajaran Dari Negeri Yang Hilang Publikasi 08/10/2002 07:12 WIB Tegak rumah karena sendi.

insaflah akan keruntuhan selama ini. Firman Allah SWT: "Ikutilah jalanKu. Sunnatullah yang tidak dapat diubah. baik di Barat atau di Timur. Hidup berbudi itulah tujuan kita. Dan siapakan yang memungkiri sejarah bangsa-bangsa yang hilang.. Karena doa adalah pintu kebaikan. Beban hidup tarasa berat menjerat.. kembalilah kepada budi Al Qur'an. mengakhiri hidup yang indah ini seringkali menjadi pilihan. Kita seperti manusia yang tidak ada gunanya lagi hidup di dunia. jenuh dan membosankan.. jangan kamu ikuti jalan yang lain. tegaknya budi pekerti. sejak bangsa Yunani dan Romawi kuno sampai kepada kaum Muslimin yang telah mencapai puncak kejayaan? Bagaimana mereka sampai mengalami keruntuhan dan kehancuran? Bukankah setelah budi (moral) mereka merosot jatuh? Inilah Hukum Allah. Dicupak Datuk Temenggung. terlalu indah untuk kita buat sia-sia. Sebesar apapun kegagalan yang kita rasai. Bangsa Indonesia khususnya dan kaum Muslimim umumnya yang saat ini sangat terpuruk dibawah cengkeraman bangsa barat harus bangkit kembali. Sekokoh apapun cobaan yang harus kita jalani."Bahwasanya bumi ini akan Kami wariskan kepada hamba Kami yang sudi melakukan amal yang mulia". Diribut tunduklah padi. Cobaan dan rintangan kita hadapi tiada henti. Duduk tegak ke mari canggung. Nusrizar M. Kegagalan kita temui disana-sini. Betapa bahagianya hidup ini bila kita jalani dengan penuh semangat dan optimisme yang tinggi. Betapa indahnya hidup ini bila hari- . Hari-hari yang kita lalui hampa tiada arti.com) Karena Hidup Hanya Sekali . Hidup ini hanya sekali. Publikasi 07/10/2002 08:10 WIB Seberat apapun beban hidup kita hari ini . Sejenuh apapun hari-hari kita lalui Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Ilahi . karena memang Allah menciptakan makhluknya tidak untuk sia-sia. Bagi mereka yang tidak punya iman.. engkau akan terpecah belah kalau itu juga engkau turutkan". eramuslim . (noes@indonesian-aerospace. Bangunlah kaum muslim kembali. Karena harapan adalah sumber kekuatan.. Sekuat apapun godaan yang harus kita hadapi.. Karena harapan adalah masa depan. Karena doa adalah senjata orang beriman. Jangan pernah berhenti berdoa kepada Rabbi. Itulah tujuan kemanusian yang paling tinggi.Kita mungkin pernah merasakan betapa tidak berartinya hidup ini. Hidup kalau tidak berbudi.

hari kita jalani dengan senyum kebahagiaan dan sikap positif memandang masa depan. Kemudian hidup ini pun terasa berat untuk kita lalui. tidak tahu untuk apa kita di dunia. Sungguh aneh rasanya jika ada orang yang enggan menerima nasihat. Bila ia terletak di tanah basah. bahwa sejujurnya disaat ini akulah yang seharusnya lebih banyak mengirimkan pesan semacam itu kepada semua sahabat. aku tunggu senyummu lagi) Beri Aku Nasihat … Publikasi 03/10/2002 08:47 WIB eramuslim . saudaraku dimana saja. (Yesi Elsandra. sambil menghela nafas kata-kata itu seperti menembus relung terdalam bathinku yang sedang berteriak keras. Lihat. tidak memiliki guna. Sebagai penyangga. Kembalilah kepada Tuhan bila kita menghadapinya agar kita tenang.Pagi ini aku menerima sebuah pesan dalam telepon genggamku dari seorang sahabat. apakah kita sudah tepat menempatkan diri. tempat gantungan. kita adalah makhluk hidup yang tidak berguna. terinjak. Saudaraku. tidak sadar siapa diri kita. kemudian kita berusaha memecahkannya dan mengambil ibroh dari setiap kejadiaan. tanpa paku itu sebuah bangunan besar tidak akan pernah berdiri. Walaupun kecil. Dua bibir itu pula yang seharusnya mengontrol gerak lidah yang letaknya didalam rongga mulut. Bukan sebaliknya. Tapi bila kita bisa menempatkannya di tempat yang tepat. bahkan mungkin suatu saat akan terkubur bersama karat yang menyelimutinya. kita hanyalah seonggok jasad hidup yang terlunta-lunta. Masalah dan cobaan adalah bunga kehidupan orang-orang beriman. membiarkan diri berlumur dosa. “Saudaraku. suatu saat ia akan berkarat. beri nasihat untukku hari ini …” Aku sempat tertegun membacanya. Jangan menjadi paku yang terletak di tanah basah. Dilihat dari struktur indera yang kita miliki. dan lebih aneh lagi jika ternyata ada orang yang gemar berkata-kata tanpa banyak menggunakan telinganya untuk mendengarkan orang lain. Begitu pula kehidupan manusia. selalu memandang negatif setiap peristiwa. Bila kita tidak memanfaatkan potensi yang ada. menutup telinga rapat-rapat sementara membuka mulut dengan lebar sambil mengeluarkan banyak kata. seharusnya setiap manusia sadar bahwa keberadaan dua telinga yang ditempatkan Allah di kanan dan kiri manusia agar dapat menangkap setiap pesan dan masukan lebih banyak. Bila kita tidak tepat menempatkan diri kita. Betapa sejuknya bila kita sabar menghadapi setiap permasalahan. Tapi jadilah paku yang dapat menyangga kehidupan manusia. kita tancapkan pada sebuah dinding. walaupun ia berkarat. atau sebagai penyatu berbagai benda. Fitrah dan kodratnya demikian. Sebuah pakupun akan menghadapi masalah pada tubuhnya bila tidak tepat menempatkan diri. bahkan tidak tahu dengan Sang Pencipta. Allah ciptakan mulut dengan dua katup bibir yang bisa bergerak menutup dan membuka agar manusia bisa mengerti kapan waktunya diam dan kapan waktunya bicara. paku itu berguna bagi manusia. .

mata da indera lainnya atau tidak.Sudah jelas. bahwa jika mau disadari pada saat kita berbicara yang kita harapkan adalah orang lain memusatkan perhatiannya sehingga menemukan energi baru dari kata-kata yang kita keluarkan. jika ada orang yang berbicara tanpa bekal masukan dari otak (sebelumnya dari telinga dan mata). Lalu kenapa tidak kita yang melakukan proses mendengar itu? Oleh karenanya. kita fahami bahwa apa yang keluar darinya tidak lebih dari sekedar bualan belaka. mengatakan bahwa otak bekerja lebih cepat daripada lidah. Adalah sebuah prestasi besar dalam hidup ini bila kita menyadari keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. filterisasinya hanya ada di otak manusia yang menyeleksi apakah setiap pesan yang masuk akan diteruskan ke hati. Sekali lagi kita mendapatkan pelajaran. Direktur The Listening Centre di Toronto dalam bukunya Earobics. kepada sahabat yang pagi ini mengirimkan SMS untuk meminta nasihat kepadaku. agar aku mendapatkan suntikan energi. ini bukan sekedar latihan bahwa kelak di akhirat mulut ini akan terkunci. jika anda sudah sering mendapatkan nasihat dari saudara anda selama ini. Sedangkan Dia ciptakan sepasang telinga dengan cuping yang lebar tanpa kemampuan bergerak menutup dan selamanya terbuka. nyaris tanpa makna. seseorang bisa mendapatkan energi baru. karena Allah menginginkan kita terus menerus memasang telinga ini untuk mendengar. Bukankah demikian perintah yang berbunyi dalam Surah Al Ashr. Tentu saja. Di halaman lain buku tersebut. adillah kepadanya dengan memberikan nasihat kepadanya. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Biarkan Alam Mengajarkan Kita Publikasi 01/10/2002 07:07 WIB eramuslim . bahwa orang beriman hendaknya saling menasihati. Tentu saja. bahwa kecil kemungkinan orang belajar dari kata-katanya sendiri. terus terang aku meminta. kita menyadari keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. dimana otak menerima masukan lebih banyak dari mendengar dan melihat (dua telinga dan dua mata). Keburukan dan kesalahan yang bisa jadi disebabkan karena ketidaktahuan. Paul malah menegaskan bahwa dengan mengefektifkan pendengaran. Ini menyadarkan kita. Bahwa sebenarnya saat ini aku yang jauh lebih memerlukan masukan. ketidaksengajaan atau mungkin juga secara sadar kita lakukan itu dengan harapan timbul kesenangan walaupun orang lain menderita akibat keburukan kita itu. arah dan motivasi yang lebih segar. Artinya. berlakulah adil kepada saudaramu ini. Paul Madaule.Ada masanya dalam hidup ini. Lagi pula biasanya lidah akan bekerja jika otak sudah menerima input dari indera yang lain. arah dan fokus untuk membantunya menemukan motivasi kuat dalam langkah-langkah selanjutnya. Tentu saja. kemudian kita berniat . jika bibir tidak terbuka maka lidah pun tidak akan bergerak sehingga tak ada kata-kata yang keluar.

berprestasi. Seperti proses metamorfosis ulat menjadi seekor kupu-kupu. optimalkan kemampuan yang kita miliki untuk memenangkannya. tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah. Jangan mengeluh bila kita terjatuh. Jangan lihat ke belakang. Hadapilah tantangan itu dengan senyum dan keyakinan yang tinggi. kita memerlukan perubahan dalam hidup kita. tapi tataplah ke depan. esok dan lusa tetap berada dalam sebuah proses perubahan menuju tangga-tangga kebaikan. dan cita-cita yang tinggilah yang akan memenangkan perubahan itu. Daya tahan terhadap perubahan itu mempengaruhi tingkat keberhasilan kita. maka ia akan menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan indah. Untuk memperbaikinya tidak ada jalan lain kecuali kita berani melakukan suatu perubahan dengan tingkat resistensi tertentu yang kita miliki. jangan menjerit bila kita sakit. menjadi orang yang bermanfaat. Jangan merasa kita tidak mampu memperbaiki setiap keburukan dan kesalahan yang pernah kita lakukaan. Jika input yang kita miliki bagus. . keinginan yang besar. semangat yang kuat. tapi carilah orang yang benar-benar ikhlas membantu kita menuju tangga-tangga kebaikan. Tetapi akibatnya bantuan itu justru mematikan sang kupukupu karena membuat otot-otot sayap kupu-kupu tidak kuat untuk menahan beban tubuhnya. kemudian diam dan akhirnya mati. Sedangkan orang kecil tidak pernah memikirkan manfaat untuk orang lain bahkan dirinya sendiri. maka akan semakin besar nilai yang akan kita raih. Bila ulat berhasil melalui proses itu dengan baik. Karena perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu. Apa makna yang bisa kita petik dari kisah alam itu? Untuk menjadi cantik dan indah. Untuk mejadi lebih baik diperlukan sebuah usaha dan kerja keras. Kemudian orang tua dan lingkungannyalah yang memiliki otoritas memproses dia menjadi baik atau buruk.memperbaikinya. Pada dasarnya input yang kita miliki baik. karena masa lalu tidak menjanjikan perubahan. tetapi masa depan menyediakan kita banyak pilihan keberhasilan. ketika kupu-kupu itu keluar. karena Allah mengatakan setiap manusia dilahirkan secara fitrah. Keinginan menjadi lebih baik. kita pasti mamapu. Akibatnya. kokoh dengan iman adalah keinginan luhur dan murni yang dimiliki orang besar. Perubahan itu menghadapkan kita pada suatu tantangan yang besar. Melihat keadaan kupu-kupu yang kesusahan memisahkan diri dari kepompong menarik hati seseorang untuk membantu dengan memotong kepompong agar sang kupu-kupu dapat keluar dengan mudah. Mereka yang memiliki visi yang jelas. ia kehilangan resistensi. hari ini. maka kita boleh berharap akan memperoleh output yang baik pula. untuk menjadi lebih baik. kemudian ditunjang dengan proses yang baik. menyenangkan. Tidak sedikit rintangan yang akan kita temui. Jangan minta bantuan orang lain yang hanya akan memperparah keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan kita. Perjuangan melepaskan diri dari kepompong adalah proses yang sangat menyiksa bagi kupu-kupu. Setiap manusia. Alam adalah guru yang paling jujur mengajarkan banyak hal kepada kita. Semakin besar hambatan dan rintangan yang kita hadapi.

. Lain lagi kisah seseorang yang sedang menuju tangga-tangga kesuksesannya. Masih dengan akal yang jernih dan semangat untuk hidup bahagia. gagal dalam upaya menjadi wakil presiden di usia 47 tahun. “Jika Anda ingin sukses. apa lagi menyalahkan Tuhannya. bingkailah usaha kita dengan figura doa dan kepasrahan yang tinggi pada Allah.” Karena memang. menderita kesedihan akibat kematian kekasihnya di usia 26 tahun. tetapi mereka melakukan hal-hal kecil dengan cara luar biasa. gagal lagi dalam bisnis di usia 24 tahun. dia terpilih sebagai mahasiswa teladan dan mendapatkan beasiswa. mudah-mudahan Allah merealisasikannya) Bubur Ayam Publikasi 25/09/2002 11:14 WIB eramuslim . (Yesi Elsandra. Allah jualah yang menentukan segala nasib kita. kita hanya bisa berusaha. Baginya kegagalan berkompetisi dalam memperebutkan Perguruan Tinggi Negeri bukanlah akhir segala-galanya. namun akhirnya terpilih sebagai presiden Amerika Serikat di usia 52 tahun. Tom Watson mengatakan. gagal dalam upaya pemilihan anggota senat di usia 49 tahun. Simpul-simpul itulah yang justru mendorong lahirnya kesuksesan. spesial untuk saudara yang berencana duet membuat buku. Pria ini pernah mengalami kegagalan dalam bisnis dalam usia 21 tahun. kita hanyalah pemain yang pasrah mementaskan peran kita. Disana ia giat belajar. gagal dalam pemilihan anggota senat di usia 45 tahun. “Kalau saya kuliah di PTN. mungkin belum tentu begini ceritanya. Semakin banyak kegagalan yang kita hadapi. Inilah bukti nyata lemahnya manusia. sebagai Zat yang Maha berkehendak atas diri kita. kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. perbanyaklah angka kegagalan Anda. dia masuki sebuah Perguruan Tinggi Swasta. kalah dalam pemilihan anggota legislatif di usia 22 tahun. sebagai buah jerih payah dan usaha yang kita lakukan. Kesuksesan dan kegagalan tidak dapat kita elakkan sebagai konsekwensi atas berbagai pilihan dan keputusan dalam memilih cara hidup.” Begitu batinnya berbisik riang. Gagal UMPTN tidak membuatnya kecewa. kemauan keras dan keyakinan kita pada Tuhan. tersimpan banyak kegagalan yang dilipat rapi dalam sebuah simpul pengalaman sejarah. putus asa. Dengan bekal keyakinan dan dorongan yang kuat untuk mendapatkan apa yang menjadi cita-citanya. menderita gangguan syaraf di usia 27 tahun. maka kita akan semakin dewasa menerima kesuksesan yang sesungguhnya.Dibalik cerita kesuksesan orang-orang sukses. dia tidak mengeluh. Maka oleh karena itu. bukanlah orang-orang yang luar biasa. turut dipengaruhi oleh sikap. Tanpa subsidi kekuatan berupa sikap dan improvisasi berupa kemauan keras untuk berusaha dari Allah SWT. Siapa tak kenal Abraham Lincoln. karena sebagai manusia yang diselimuti kekurangan. keberhasilan kita melipat kegagalan dan menyimpannya sebagai guru dalam sejarah hidup kita.Terakhir. gagal dalam pemilihan anggota kongres di usia 34 tahun. Orang sukses. Ketika ia menemukan kegagalan dalam hidupnya.

Sehabis makan. Hidangkan dengan sedikit kerupuk. Bukanhkan ia tetap dapat kita makan. dengan rasa kantuk yang menderanya. karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku. ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi. masih ingat bubur ayam?) Izinkan Aku Menciummu. bermain bersama temanteman. setelah aku besar. atau terik. ia masih duduk di seberang sana. untuk saudara yang hilang. Terima kasih ibu. aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga. bahkan memberikan variasi dalam menu kita hari itu. Tambahkan bumbunya. aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Ibu Publikasi 24/09/2002 08:19 WIB eramuslim . Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit. Bahkan sepulang sekolah. aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. aku malah sering meninggalkannya. Setiap hari. ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. apalagi perhiasan.Bersikap positif memandang kegagalan sebagai awal kesuksesan adalah pelajaran yang paling berharga. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. taburi bawang goreng dan kecap. beri daging. Kenapa tidak kita jadikan saja bubur itu menjadi bubur ayam. Padahal menurut cerita orang. ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Ia sisihkan semua . Sesekali kulihat dari jendela kelas. Ibaratnya seorang ibu yang gagal menanak nasi hingga menjadi bubur. sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya. jangan buang bubur itu. Saat aku menjadi orang dewasa. ati ampela ayam. Kini. setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut. Bukankah tidak sedikit pula yang favorit terhadap bubur ayam? (Yesi Elsandra. aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Dengan sabar pula ia menunggu. ia tak pernah membeli pakaian baru. atau hujan. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak. Kini. Di usiaku yang menanjak remaja. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah.Sewaktu masih kecil. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku. bepergian. Jika terlanjur menjadi bubur. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya.

Saat itulah aku menyadari. posisi lumayan dengan penghasilan yang memuaskan. baru aku mengerti. Aku yang pintar. Namun kenyataan yang aku dapatkan lain dari bayangan. ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. ibu yang kuanggap bodoh. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh. Untuk Semua Ibu Di Seluruh Dunia) Bayaran Langsung Publikasi 23/09/2002 07:23 WIB eramuslim . Selepas SMA. memantapkan langkah menuju dunia baru itu. cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh. aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang. (Bayu Gautama. sekedar untuk mencari sesuap nasipun terasa begitu berat. yang terpikirkan olehku adalah bagaimana menjadikan hidup ini menyenangkan. jadilah hidup yang ingin aku jalani hanya berputar dari mencari uang dan menghabiskannya dengan memanjakan diri sendiri. aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Entahlah.untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik. jangankan untuk memanjakan diri. aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. waktu itu tidak pernah ada dalam benakku untuk memikirkan kesulitan orang lain. Meski Ibu bukan orang berpendidikan. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan. Maka. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya. Alhasil. Usai akad nikah. tapi do’a di setiap sujudnya. pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini. tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Namun demikian kondisi tersebut mampu merubah . ia yang dengan penuh kesabaran. ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Punya pekerjaan bagus. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati. meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku. Sungguh. Padahal juga aku tahu. Pada hari pernikahanku. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. kini setelah aku mempunyai anak. Aku sangat ingin menjadi istri yang shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Usai wisuda sarjana. ia menggandengku menuju pelaminan. Aku akan datang dan menciummu Ibu. Tanpamu Ibu.Beberapa tahun lalu. membasuh luka di kaki dan mendekapku eraterat saat aku menangis. karena begitu sulitnya mencari pekerjaan. Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku. ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya.

” aku ngeloyor pergi setelah berpura-pura kehilangan dompet. segera aku ke warung hendak menebus arloji antik pemberian dari mendiang ayahku itu. Jadinya arloji itu milik saya”. hingga kami berdua seolah tengah berlomba makan. kalau nggak ada ya buat sendiri dulu”. aku pikir masih banyak orang yang jauh lebih susahnya ketimbang aku. Disaat kebingungan itulah. terakhir aku mengajak seorang peminta-minta tua untuk makan bersamaku. Bukan aku tak senang dengan do’anya. “Kalau lagi ada yang ngasih. Seperti halnya aku. Kuajak dia masuk dan memesankan sepiring nasi beserta lauk untuknya kepada penjual nasi. wong aku yang salah kok. Inginnya sih marah-marah. pikirku. “Sampean janjinya besok. dua hari. bermobil pula. Sebenarnya ia sudah lama sakit hanya saja selama ini dipaksakan untuk tidak memeriksakan ke dokter karena kami tak punya biaya. Aku mencari cara dan alasan bagaimana caranya agar bisa berhutang dan besok-besok kalau sudah punya uang baru aku bayar. Pas hari gajian tiba. itu dosa masa lalu” pikirku. Sudah hebat dia. sampai satu minggu aku tak kembali ke warung itu. Hidup terkadang harus dijalani apa adanya. kenapa ia tidak mendo’akan dirinya saja agar bisa hidup lebih baik lagi tanpa harus menjadi peminta-minta.kepribadianku hingga menjadi orang yang sedikit peduli sesama orang lain. ini sudah lebih dua minggu. Satu hari. ia pun tak kalah gesitnya melahap makanan itu. Aku ingin lari saja seperti dulu sewaktu masih di sekolah. pemahamanku yang minim tentang agama tidak membuatku giat bersedekah. Kemudian kuperhatikan orangtua itu berdo’a yang isinya samar-samar kudengar agar aku diberikan rizki yang banyak atas kebaikanku padanya. Waktu itu aku di sebuah warung nasi. aku sendiri sedang kesusahan”. “Besok saya tebus mbok. tapi sudahlah. Beberapa saat kemudian aku baru sadar bahwa uangku tidak cukup untuk membayar dua piring nasi. kalau lagi senang ya tersenyumlah sewajarnya. hadapi dengan ikhlas dan sabar. kalau perlu berikut dendanya. sahabat lama yang entah sudah sekian tahun tak bertemu. Hingga suatu ketika aku mengalami kesulitan yang begitu memberatkan. nanti saja setelah gajian aku bayar. Segera aku turunkan kakiku yang naik bersilah di atas bangku warung dan menghampirinya. “Ah tidaklah. ibuku sakit dan harus segera dibawa ke dokter. “Biar saya yang bayar pak” tak lupa kuselipkan uang seribu perak ke kantong bajunya. Gajian masih enam belas hari lagi … ya sudahlah. “Orang lain nanti dululah. Kalau kesulitan melanda. . Namun nampaknya mbok penjual warung sudah menangkap gelagat tidak baik yang akan aku lakukan sehingga akhirnya kutitipkan arloji kesayanganku. Kamil. tapi. Selain juga aku selalu beranggapan bahwa setiap amal dan sedekah merupakan bekal kita di akhirat nanti. “ndak punya duit aja sok-sok-an mbayarin orang makan” kata-kata itu sempat tertangkap sesaat sebelum aku pergi meninggalkan malu di warung itu. tapi kupikir. dompet saya hilang nih. Namun. Yang masih kuingat. Allah mengirimkan seorang ‘malaikat’ ke rumah kami. Hanya saja. tak sengaja mataku menangkap orangtua tersebut menelan ludah saat melihatku yang begitu bersemangat melahap santapan siangku. kecewanya aku karena barang itu sudah dijual oleh simbok penjual nasi. Toh.

“Amru … dipanggil kepala sekolah!” lagi-lagi namaku dipanggil. Karena kini aku yakini. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Aku sudah tahu apa yang akan disampaikan kepala sekolah. Ada Wicaksono. seperti sepatu dan tas. tapi bayaran langsung dari-Nya itu bisa datang melalui tangan siapa saja yang tidak diduga kedatangannya. selain ia juga sombong. Disaat orang lain kesulitan. terima kasih kepada semua yang telah memberikan kesempatan untukku berbuat kebaikan) Batu-Batu Pijakan Publikasi 20/09/2002 08:00 WIB eramuslim . di kelas ia selalu menjadi biang keributan. bagus pula modelnya. Ia sangat suka pamer jika mempunyai barang-barang bagus yang baru dibelikan orangtuanya. Sebulan sebelumnya bahkan bagian Tata Usaha sudah berkali-kali memanggilku hingga semua teman-teman tahu setiap kali aku dipanggil pasti urusannya dengan soal bayaran sekolah. kembali memberikan satu hikmah kepadaku.” (2:261) (Bayu Gautama. Allah bayarkan juga kebaikan kita di dunia. tapi bisa untuk orang yang kita cintai. sering membuat onar dan tidak jarang berbuat usil terutama kepada perempuan. amal yang sekarang kita kerjakan tidak hanya menjadi bekal di akhirat. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Mungkin bukan untuk kita. kami memanggilnya Sony. juga adik-adikku. Dan mungkin tidak langsung dari orang yang pernah merasakan kebaikan kita. ia kirimkan seorang penunjuk jalan. pada tiap-tiap bulir: seratus biji. namun tak mengurangi jumlahnya. Mungkin tidak sekarang. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir.Sabtu pagi. Bulan lalu bu Isti wali kelasku memanggil menyampaikan salam untuk orangtuaku untuk segera membayar biaya SPP-ku yang sudah nunggak hampir 6 bulan. seperti menabung yang isinya bisa kita dapatkan kapan saja. Dia mengirimkannya kepadaku. Ini seperti menebar benih yang hasilnya bisa langsung dipetik di kemudian hari. jelas tidak murah. meski juga masih dalam kekurangan aku akan selalu menebar kebaikan kapanpun dan kepada siapapun. Terlebih sejak ayah menyetop kiriman uang yang seharusnya menjadi kewajibannya 6 bulan lalu. ibu selalu kehabisan uang untuk biaya sekolahku. Ibu yang hanya lulusan PGA (Pendidikan Guru Agama) menggunakan kemampuannya mengetuk satu persatu pintu orang-orang berada dan menawarkan jasanya untuk mengajar ngaji anak-anak mereka. Malah bertambah dan terus bertambah ratusan kali lipat. Aku tak pernah iri .Allah memang Maha Adil. Hampir semua anak dikelas tak menyukainya. tapi nanti disaat kita begitu membutuhkannya. Sejak orangtuaku bercerai dan aku memutuskan untuk ikut ibu setahun yang lalu. Dilihat dari merk-nya sih. Kini. kondisi ekonomi keluargaku memang semakin terdesak. Dan kini disaat aku yang kebingungan. Kejadian yang baru saja kualami. Akibat kebutuhan yang mendesak itulah.

petugas TU yang biasanya tak pernah senyum kepadaku. Ia memberi tanpa kata-kata. Alhamdulillaah. seorang temanku datang dan mengajakku ke sekolah. teman-teman bilang ia telah berubah setelah mengikuti pesantren kilat selama liburan yang lalu. *** Itu dua belas tahun yang lalu. “Masih ingat Sony? Dia menjual tas dan sepatu barunya untuk melunasi tunggakan biaya sekolah kamu dulu” Subhanallaah … *** Sahabat sejati bukan memberi pada saat orang meminta. Kulihat ibu sedang menyapu lantai. Fauzan. Sejak dalam perjalanan pulang sudah kuputuskan untuk tidak menyampaikan surat panggilan kepala sekolah agar tidak menjadi beban pikiran ibu. teman sekolahku dulu kini menjadi salah satu staf dalam perusahaan yang aku dipercaya menjadi General Managernya. Di kelas. hanya saja yang membuat aku membencinya lebih karena ocehannya setiap petugas tata usaha memanggilku. ia mempunyai mata pandang yang mampu menembus relung kebisuan sahabatnya. Ada yang lain di sekolah.Seorang anak dengan gayanya yang lugu bertanya kepada ibunya. tak ada yang berubah kecuali Sony. Tak ada lagi kesombongan dan sifat usilnya. Hingga akhirnya Fauzan. Aku ‘membohongi’ ibu dengan mengatakan bahwa libur sekolah diperpanjang. Sayangnya. apa itu cinta?”. Saudaraku. Sore menjelang Ashar. seringkali kita tak pernah menengok batu-batu pijakan itu dan melupakannya. namun keberadaannya mungkin telah menyelamatkan kita dari jurang kejatuhan yang melumpuhkan. “bu. Satu bulan lalu saat acara syukuran dikantor atas dipercayanya aku menjadi GM. Cinta ada adalah kemurnian jiwa. Meski cuma batu kecil. Yang kutahu cuma satu. saat aku masih duduk dibangku SMA kelas 2. orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupku.kepadanya. tanpa menepuk dada. teruntuk orang-orang yang telah pernah menjadi batu pijakanku) Agar Dapat Melihat Surga Publikasi 18/09/2002 07:39 WIB eramuslim . mungkin sepanjang perjalanan hidup kita pernah ada orang-orang yang menjadikan dirinya batu pijakan sehingga kita bisa melangkah maju dan lebih jauh. “Pinter-pinter nunggak …” atau sindiran lainnya. Lagi pula mulai besok sampai minggu depan sekolah libur. Kini aku tak pernah bertemu lagi dengan mereka. Wallahu a’lam bishsowaab (Bayu Gautama. Satu minggu sesudah jadwal masuk aku masih belum mau ke sekolah. Fauzan membisikkan sesuatu yang membuatku menitikkan airmata. dengan langkah gontai aku memasuki teras rumah. kesejukan bathin dari kenikmatan memberi . hari ini begitu ramah.

Untuk sementara ibunya membiarkan mimpi anaknya tak terusik oleh kepayahan mencari sesuap nasi yang dijalaninya. dan kebanyakan manusia memandang cinta hanya berhenti di mata kepala. sebenarnya ia tidaklah tengah mengagungkan cinta melainkan perasaan dan nafsunya yang tengah bergumul sehingga meluap menjadi nafsu berbaju cinta. “Karena itukah banyak orang mengagungkan cinta?” tanya sang anak lagi. sehingga ia lupa bahwa cinta bersemayam dan bergetargetar dihati. tidak sesuai dengan hati nuraninya. Tak perlu merasa bersalah hanya karena tersenyum dan tertawa. “Karena Allah pun teramat cinta kepada yang mempersembahkan cinta kepada-Nya”. marah. Dia ciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna sehingga dengan kesempurnaan yang dimilikinya itu. Ada benci. Tak perlu takut. marah dan sedih. mereka yang senantiasa mampu menggunakan mata bathinnya untuk melihat segala hal. bukan di kepala. Lama ia dibuai cinta sang Ibu. “Bagaimana dengan tersenyum dan tertawa?” Senyum dan tawa adalah sebuah refleksi. Hanya bedanya. kesejukan bathin dari mencinta dan dicinta. Dan jika ada yang mengagungkan cinta diatas segalanya. Padahal jika mau membuka tabir sebenarnya. keceriaan dunia. sehingga seringkali tidak mampu menangkap kemurnian jiwa. manusia bisa menangkap kesan yang lain. “ini wajar nak. dengan sentuhan lembut ibunya ia memainkan nyanyian dawai-dawai indah yang bergelung-gelung dialam mimpinya. kecewa. bahwa keagungan cinta hanya berada pada cinta Sang Agung. Si pencipta cinta itu sendiri. tertawa. keserakahan dan bahkan kesombongan diri. Masalahnya kemudian. juga hantaman kerikil di .dan kerelaan berkorban. bertengkar dan saling bermusuhan?” tanyanya lagi. semua itu salah satu anugerah dari-Nya yang patut kita syukuri. karena kebanyakan manusia hanya sebatas menggunakan mata kepala dan mengabaikan mata bathinnya. Karena itu. jawab sang ibu. sehingga benci. ia akan melihat siapapun dan apapun dengan cinta. kezhaliman. “Bukankah semua hamba-Nya yang sholeh kelak akan tersenyum di hadapan Allah yang menghadirkan keagungan wajah-Nya?” jelas sang Ibu sambil mengusap kening anaknya yang serap-serap mulai terbuai ke alam tidurnya. Dengan sabar dan penuh cinta ibunya menerangkan. Ia merasakan kehangatan hidup. Cinta harus dilihat dengan mata bathin. biasanya senyum dan tawa adalah cermin dari keberhasilan. tak seindah mimpinya. senang. tidak hanya cinta. juga dosa yang dilakukannya. Sudah menjadi fitrah manusia tidak menyukai sesuatu yang tidak disenanginya. “Lalu kenapa ada orang yang saling membenci. kemenangan dan prestasi seseorang akan sesuatu. sama seperti benci. apalagi dimata. sedih dan masih banyak lagi. Mungkin Allah menciptakan rasa itu untuk melatih manusia. marah dan kecewa serta sedihnya hanya kepada kebathilan. bagaimana manusia mengkondisikan hatinya agar senantiasa condong kepada kebenaran. adalah sangat manusiawi jika dibenci. tentu mereka akan sadar kalau tengah terombang-ambing oleh arah cinta yang salah. Dan adalah fitrah manusia juga untuk kecewa jika sesuatu tak seperti harapannya. artinya sesuatu hal yang tidak berkenan. Itulah kehebatan Allah. Mungkin karena usianya yang memang belum pantas merasakan kegetiran dan kepahitannya. kesemena-menaan.

Dan menjelang fajar. Semua itu. “Kenapa ibu menangis?” Menangis adalah satu anugerah Allah lainnya nak. Dengan hijaunya dan tebaran hewan-hewan yang merumput untuk memenuhi hajat kehidupan. Menjadi rantai pertama energi yang kemudian mengalir sampai puncak rantai makanan yaitu pada hewan-hewan predator. hingga tak sadar tangisannya itu menyentuh relung bathin anaknya sampai terbangun. irama kehidupan dimulai sampai semua kembali lagi menghampiri dalam sebuah ajal ketika tiba merenggut. Mungkin semua orangtua mempunyai mimpi yang sama. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Pengabdian Sang Rumput Publikasi 17/09/2002 07:08 WIB eramuslim . Tak terasa air bening mengalir membasahi pipi. Menangis adalah pembuktian akan adanya Yang Maha Kuat yang memiliki kehendak diatas segala mau dan keinginan manusia. tak kan membiarkan dimasa depan anaknya mengeluarkan keringat dan darah seperti yang dialaminya kini. Di atasmu mereka berbiak. kering bahkan sekarat mendekati kematian. memberikan keindahan tersendiri. memancar tiap hari. Terus bermanfaat. hanya agar manusia dapat melihat surga. hati pun sejuk kembali dan kebeningan mata yang sudah terhapuskan pekatnya. yang tak pernah berhias putus asa. Terkadang ada tangis yang begitu keras sekeras benturan kehidupan yang menerpanya. tiap detik dan pada setiap hembusan nafas makhluk yang . demi satu cita. kepekatan hati yang penuh noda hitam dari setiap detik hidup yang berlumur salah. untaian kata pinta yang tak pernah berhenti. Namun kebahagiaan apa yang paling berharga bagi rumput kalau bukan atas kemanfaatannya. meski biasanya selalu dengan itu. Maka dengan menangis setiap hari. Hingga dengan demikian sang ibu semakin sadar bahwa hanya Tuhanlah yang selama ini menguatkan. menginjak-injak dan kemudian meninggalkanmu ketika kau tak lagi subur. juga menghilangkan penyakitpenyakit lainnya yang kerap hinggap di kalbu. karena dengan menangis kita tengah melunturkan kesombongan. bahwa esok matahari masih akan terbit. Tak perlu malu untuk menangis. juga mengotorimu. seusai kesejukan membasuh seluruh tubuh untuk kemudian bersimpuh dihadapan-Nya. mempertebal kesabaran serta menanamkan keyakinan dihatinya. mencari makan.Menjadi rumput di keluasan padang yang menghampar. bergembira. Kemudian airnya turun menyejukkan wajah kita. Terik dan hujan menjadi baluran tubuhnya sehari-hari. wajah menjadi bersih. yang tak diiringi penyesalan akan beban hidup yang saat ini diamanahkan kepadanya. Dari rumput. Air bening yang membasahi mata akan membasuh dosa yang berawal dari penglihatan manusia. Itulah cara Allah membersihkan wajah manusia yang coreng-moreng oleh kekhilafannya. Menangis adalah wujud dari kelemahan manusia yang jelas-jelas kekuatannya sangat terbatas.sepanjang jalan yang disusurinya. Menangis tidak mesti dengan air mata.

Bersama tercurahnya hujan. Dalam ketakzimannya rumput-rumput tentu tak berdosa. Menyimpan gizi yang tinggi tiada tara bagi makhluk-makhluk pemamah biak. namun pengabdian dan doadoanya terus meluncur sepanjang waktu atas karunia yang dilimpahkan untuk dirinya.melata di muka bumi. Lalu jilatan api melumat tubuh-tubuh kurus keringmu. Dengan hujan. Dengan halus kau usir hewan-hewan untuk meninggalkanmu agar mencari tempat yang lebih baik dan menjanjikan. Jadikanlah generasi penggantiku adalah generasi yang kau cintai dan hanya mencintaiMu. Sang rumput muda tumbuh dengan gemuk kehijauannya. kemudian menghanguskan seluruh tubuhmu. hidupkan generasi pengganti kami dari akar-akar hamba yang sengaja kau selamatkan di pori-pori bumi dari amukan api yang telah menjadikan tubuh-tubuh kami sebagai pupuk untuk generasi kami mendatang. Suasana kesenduan tanpa kehidupan yang membalut luka terbakar. memanasi api hingga dengan cepat membesar. Karunia teragung yaitu kehidupan itu sendiri. hewan-hewan tersebut bersua kembali dengan telaga kehidupan padang rumput . "Aku akan lebih baik dari pendahuluku". Akhirnya hanya meninggalkan puing-puing jelaga yang hitam. Namun kau belum mati. Disertai hembusan angin sepoi yang bersorai. Tidak ada kata terkira inilah pengabdian yang terindah dan teragung yang pernah kau berikan. untuk menyediakan semua kebutuhan gizi bagi sang rumput muda. Namun akan senantiasa tumbuh dengan kehijauan lagi lezat di mulut makhluk yang memamahnya. Sampai semua kehidupan ini secara berantai termakmurkan karena hijaunya tubuhku. Kemudian musim kering yang tandus menghantam. kubangan-kubangan dan relung-relung hati yang sebelumnya kering dari tetesan air keindahan dan kasih sayang. Dengan keletihan dan tubuh kurus. Kehidupan di padang telah pulih kembali. bumi dibasahi dan dilunakkan air yang menggenangi danau-danau. Karena kau tak akan pernah ingin berbagi penderitaan dengan mereka. akan kuundang semua makhluk hidup dengan ranumnya tubuhku yang takkan habis dimakan. bukan pada dirimu. tatkala bergulung-gulung mendung hitam membawa kabar baik untuk semua kehidupan di bumi. Cukup kau tanggung sendiri. kemudian akar semakin sibuk mengumpulkan zat-zat kehidupan yang telah diwariskan generasi sebelumnya. Sang rumput bangkit dengan tunastunas yang baru. bersamaan dengan binatang-binatang yang dulu mengungsi saat kemarau dan kebakaran melanda. Maka. tekad sang rumput muda. Bukan pada padangmu. Karena sebuah kemuliaan yang tiada tara selain sebuah kecintaan pada-Mu dan kemanfaatan dari kami yang dapat dipetik dari makhluk-MU yang melata di muka bumi ini". seakan semua kenangan indah terhapus hangus dalam pori-pori tanah yang panas terpanggang api dan teriknya matahari. sang akar rumput pun bercucuran dan berlinang air mata kesyukuran. Demikian juga sang akar menyesap dengan gairah semangat kehidupan yang diwariskan pendahulunya. "Ya Rabb.

jiwa itu akan berlabuh di keridhoan itu. Kemudian hewan-hewanpun berhijrah meninggalkan padang untuk bertahan ke tempat yang lebih baik. bukan karena kesedihan. angin kemarau yang tandus dan kering menggulung. "Ya Tuhanku ijinkanlah hamba-Mu untuk memanjatkan doa. Tiba-tiba si istri yang melihat berkata. mengabarkan bagi seluruh kehidupan untuk bergerak ataupun bertahan. Dan suami wanita itu adalah lelaki pendek yang sedang berjalan bersamanya. dan air mata itu adalah kesyukuran atas amanah yang ditunaikannya. "Kejar wanita itu dan minta maaf padanya.yang sungguh tak terkira sebelumnya. menguatkan dan menggemukkan. dan dengan keikhlasan dan keridhoaan dari Sang Rabb ajalnya dilabuhkan ke sisi keridhoaan-Nya. sementara yang lakilaki berpostur pendek dan sederhana." Seketika itu suaminya berkata. Mata-mata berbinar penuh kesyukuran. Dia berdandan agar dirinya tampak lebih tanpa memperhatikan orang lain. Sang wanita tinggi ramping dan mengenakan baju indah. Rumput-rumput ranum hijau yang menyegarkan pandangan. Namun ada satu yang tak terlupa dari mulut sang rumput. Dengan cucuran linang air mata sang rumput menuntaskan doanya. generasi pengganti kami yang lebih baik dari kami". karena Allah telah menyediakan rizki yang tak terkira baginya. Dengan keikhlasan dan keridhoan Rabbnya. semuanya mempunyai keberakhiran. wanita itu menjelaskan bahwa dia berdandan dengan indah untuk membahagiakan suaminya agar suaminya bisa 'bangga' dengan dirinya. Namun semua mempunyai penuntas. melintas sepasang laki-laki dan wanita di depan mereka. Sang rumput berlinang air mata. Seakan mereka sudah kenyang walau hanya memandangnya saja." Setelah mereka bertemu dan istri itu minta maaf. demikian panas terik matahari meratapi kepergian sebuah pengabdian. semuanya mesti dipergantikan. "Huh. Ketika semua telah mengungsi maka berlahan-lahan.Dahulu kala diceritakan pernah ada seorang suami dan istri yang ketika sedang duduk di depan rumahnya. namun karena Allah telah menghamparkan amanah baginya. Syahdan.com) Apakah Kita Tak Pernah Sombong? Publikasi 16/09/2002 08:59 WIB eramuslim . wanita itu sungguh sombong. Cerita ini adalah salah satu dari sekian banyak peristiwa yang kita jalani yang menunjukkan betapa mudahnya kita menilai manusia dari apa yang tampak diluarnya. Kehidupan di padang itu menjadi hidup dan lebih hidup lagi. tubuh sang rumput mengering disapu oleh angin kemarau yang menyedot air dalam tubuh-tubuh renta yang berlumuran pengabdian yang tak akan ternilai oleh apapun. . Angin berhembus kehilangan. Jadikanlah generasi penggantiku adalah generasi yang mencintai dan Engkau cintai ya Rabb. Wallahu'alam bishshowab (Warsito Suwadi warsuwadi@yahoo.

Jangan-jangan kita pernah membenci orang karena penampilannya. Apa yang kalian lakukan biarlah dinilai Allah. Juga ketahuilah bahwa dengan mencapnya sombong kita sebenarnya telah menghina mereka yang justru bisa jadi sedang berusaha menjadi hamba Allah.utwente. Jika seperti ini yang sudah kita kerjakan. Jangan-jangan kita pernah mengatakan teman kita sombong karena tidak mau menerima uluran tangan kita. Ingatkah kita bahwa hanya Allah yang bisa melihat apa yang tersembunyi di balik hati manusia? Kepada kawan itu pun kita juga berdosa karena telah berburuk sangka. Saudaraku. Takutlah kita jika buruk sangka itu kemudian kita sebar-sebarkan. Hadi Susanto (susanto@math. Luruskanlah niat dan sempurnakan amal. Karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya perkataan. Jangan-jangan kita pernah mengatakan orang lain sombong karena ia tidak pernah mau berkumpul dengan kita padahal ia ingin menjaga diri dari kesia-siaan waktu atau bahkan karena harus mengerjakan pekerjaan lain yang tidak bisa menunggu. Saudaraku. Kemudian kita membenci mereka dengan berlindungkan hadist "Tidak akan masuk surga orang yang dalam lubuk hatinya terdapat perasaan sombong (arogan) walaupun cuma sebesar atom. padahal memang Allah yang menciptakan tubuhnya seperti itu. Kita dengan mudah mengatakan arogan kepada mereka yang sikapnya menurut kita tidak menyenangkan. Serta maafkan dan doakan kami agar Allah mengampuni dosa-dosa kami yang memang suka mendewakan perasaan sendiri dan menilai segala sesuatu dari yang kasat mata ini. karena hanya Ia yang bisa memuliakan dan menghinakan kita. Takutlah akan balasan perbuatan kita. "Berhati-hatilah kalian dari prasangka-prasangka (yang buruk)." (HR Bukhari Muslim) atau bahkan dengan ayat Allah "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri" (Luqman:18) tanpa kita pernah tahu kenapa mereka bersikap seperti itu. sementara kawan yang kita sakiti menangis di tengah malam mengadukan kita kepada Allah. maka kita harus waspada bahwa jangan-jangan kita yang sesungguhnya sombong. tidak usah kalian berkecil hati.Kita begitu mudah menjatuhkan hukuman predikat sombong kepada orang yang tampak tidak simpatik bagi kita. padahal bisa jadi dia begitu ingin hanya bergantung pada Allah dengan tidak merepotkan kita. Bagi saudara-saudaraku yang terzhalimi dengan diperlakukan sebagai orang sombong." (Muttafaqun 'alaih). Jangan-jangan kita pernah mengatakan kawan kita sombong hanya karena ia tidak pernah mau menegur sapa kita terlebih dahulu padahal pada dasarnya ia memang pemalu. Rasulullah Saw sendiri pernah berkata. Kita bisa jadi telah berdosa kepada Allah karena kita sesungguhnya telah mengambil alih kekuasaan-Nya dalam menilai hati manusia.nl) Fujuurohaa Wataqwaaha .

sekali lagi. orang munafik jauh lebih berbahaya ketimbang orang kafir. ada cinta dan benci. Dalam diri menusia unsur baik dan jahat seringkali ‘berebut’ untuk tampil lebih dominan. Misalnya saja. dan kita mengenalnya sebagai orang munafik. ada orang-orang yang senang berbuat jahat. Seperti halnya Allah menciptakan semuanya berpasangan. Hyde yang membenci setiap orang yang dijumpainya. Padahal hakikatnya. Profesi jahat apapun yang dilakoninya biasanya ada ‘alasan baik’ yang menjadi motivasinya. Ini tentu masih lebih baik karena ada manusia yang sudah sama sekali terkubur unsur baiknya sehingga tak bosannya berbuat maksiat dan dosa tanpa merasa bersalah. setan dan hewan yang bersemayam di diri manusia dan hanya satu karakter positif. . malaikat yang senantiasa tarik menarik untuk menguasai jiwa manusia. pagar makan tanaman. bergantian atau bahkan bisa muncul dalam waktu yang hampir bersamaan. Ada penyesalan. kecenderungan untuk berbuat fasik dan juga taqwa. demi membela harga diri atau minimal sebuah alasan umum. yang biasanya baru disadari sesaat setelah sebuah perbuatan jahat dilakukan. tetapi sebaliknya. Dalam terminologi Islam ada yang disebut potensi fujuuroha wataqwaaha. harus diakui bahwa setiap kita memilikinya. ada maaf dan dendam. Sebenarnya film tersebut menggambarkan perubahan seorang pria bernama Dr. Hipokrit yang berkepribadian ganda (split personality) yang digambarkan dalam awal-awal surat Al Baqarah dengan jumlah ayat yang lebih banyak ketimbang ayat tentang orang beriman dan kafir. karena ia bagaikan musuh dalam selimut. maka juga ada sabar dan emosi dalam diri manusia. yakni Mr. Itu artinya.Sebuah film lawas Amerika berjudul Jekyll and Hyde yang diambil dari novel karya Robert Louis Stevenson dengan judul yang sama yang diterbitkan pada April 1982. sejahat-jahatnya manusia. Jekyll yang baik hati. Namun setidaknya itu menjadi bukti adanya potensi baik dan jahat itu. dan menggunting dalam lipatan. khilaf. Karena seringkali manusia tidak menyadari bahwa setan telah mempengaruhinya untuk berbuat suatu kejahatan. Jika lebih besar kecenderungan ketaqwaannya maka jadilah ia orang baik. menyenangkan. tidak ada yang mau disebut penjahat. jiwa manusia memiliki kecenderungan fasik dan taqwa. menyenangkan dan sangat bersahabat dengan semua orang setelah minum formula kimia tertentu sehingga menjadi orang lain dengan karakter yang berlawanan. Bahkan Kahlil Gibran menyebutkan dua karakter negatif. menggambarkan tentang adanya unsur baik dan unsur jahat pada diri seorang manusia. Tinggal bagaimana seorang manusia mampu mengendalikan diri dan jiwanya sehingga karakter jahat (karena kita memberi celah kepada setan untuk masuk dan menguasai jiwa) tidak muncul dalam setiap gerak dan langkah kita. Kembali ke soal potensi baik dan jahat dalam diri manusia. dan saat itulah potensi baik manusia muncul. bathil karena karakter setan dan hewan menguasai jiwanya. bahwa ia merasa berdosa. Entah anak istri lapar. sombong (takabbur) dan rendah hati (tawadhu’) dan sebagainya. ada pelit dan pemurah. Kemudian ada orang yang memiliki sekaligus dua karakter baik dan jahat itu.Publikasi 13/09/2002 08:33 WIB eramuslim .

sudah sepantasnya kita tak lagi bingung mengendalikan diri. Hanya saja yang perlu diingat. “siapa dulu … gue …”. untuk dapat berbicara dengan baik kepada orang lain berarti juga sebelumnya kita lebih dulu mengerti apa yang sebenarnya hendak kita sampaikan. Untuk bisa menguasai (memimpin) orang lain. Atau seketika marah terhadap perlakuan orang yang mungkin tidak disengaja. untuk melangkah ke depan. Maka jadilah apa yang dikerjakannya hanya sebatas menghabiskan waktu. tidak jarang kita terjebak atau terdorong untuk memperturutkan kecenderungan jahat itu. Jika kita mau mengambil pelajaran. dan jika ada yang mencoba melanggar aturan alami itu. Na’udzubillah summa na’udzu billah. sudah bisa dipastikan ketidakmaksimalannya. (bayu gautama) Jagalah Keseimbangan Publikasi 10/09/2002 11:37 WIB eramuslim . selanjutnya terserah.Orang-orang yang tinggi idealismenya tidak jarang hanya beraksi pada tataran wacana. ada orang-orang yang justru aktif melakukan hal-hal kecil. mau berlari atau melakukan lompatan sejauh apapun. Wallahu a’lam bishshowaab. Dengan mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Kuasa atas semua jiwa manusia.Masalahnya kemudian. tetapi melulu dan berkutat disitu. seketika ada rasa sombong yang mencuat ketika meraih prestasi ditempat kita beraktifitas. setelah itu kemudian baru terucap. Anda bisa saja melompat namun mungkin kaki anda akan terkilir . Misalnya saja. ada kejahatan-kejahatan kecil yang kerap kita lakukan tanpa kita sadari dan bahkan kita menganggapnya bukan suatu kesalahan. sehingga pada saat umurnya sudah menua barulah ia menyadari bahwa yang dilakukannya selama ini adalah hal kecil yang tidak membuatnya besar. terobosan besar itu. Di sisi seberangnya. Tak sadar mungkin kita terlebih dulu menepuk dada seraya berujar. Padahal sabar dan memberi maaf jauh lebih terhormat untuk kita lakukan. sebaiknya dipastikan kaki ini sudah mampu berdiri menapak dengan kuat. Semua itu berlaku secara alami. apa yang dikatakanya Rasulullah. “alhamdulillaah”. semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan jahat besar maupun kecil. seharusnya kita sudah menggenggam segalanya yang ada didiri ini. bahwa ia harus melakukan gebrakan besar ini. Tetapi pada kenyataannya energinya seringkali habis hanya untuk menelorkan dan membahas wacana-wacana besar itu dan tidak sampai pada aktualisasi ide. dan mencontoh tauladan kita Nabi Muhammad Saw yang segala kebaikkannya membaikkan ummatnya. Tidak ada hal-hal besar dan ideal yang menjadi tujuannya. Semuanya dikembalikan kepada kita. mulailah dari diri sendiri sebenarnya tidak hanya bermakna keteladanan agar bisa dicontoh oleh orang lain. ingin berperan menjadi orang baik atau orang jahat. Kalimat itu juga bisa mengajarkan kepada kita bahwa sesuatu yang baik harus dimulai dari dalam baru kemudian keluar. Termasuk memilih komunitas yang baik dan menghindari tempat dimana kejahatan bersemi. Maka bukan tak mungkin kita mampu mengubur potensi jahat (setani dan hewani) dalam diri ini dan membiarkan karakter kebaikkan memenuhi setiap relung jiwa ini. untuk bisa menjangkau hal-hal diluar. Kalimat “sabar kan ada batasnya” yang sering kita dengar seolah juga memberi bukti bahwa ada dorongan untuk memenuhi kecenderungan fujur kita.

atau pohon besar yang menghalangi. Dan seterusnya seperti itu. . Berada pada posisi aman dan tidak berani mencoba tantangan baru. Jangan hanya memiliki jam tangan karena kita akan terjebak pada rutinitas yang melelahkan tanpa tujuan (cita-cita) yang jelas namun waktu yang ada habis tanpa hasil yang signifikan. Orang lain sudah sampai di tujuan kita masih tertinggal di landasan. Beberapa tahun kemudian. Tidak ada sesuatu yang baru. Namun yang perlu diingat. Ini mengajarkan kita untuk senantiasa bergerak dan tidak puas berhenti disatu tempat mengulangi rutinitas yang sama. Arti kata 'mulai' berarti melakukan sesuatu yang tidak berhenti disitu. Ketika besar. Jadi ketika sudah melakukan hal yang kecil. Dan melangkahlah keluar menembus cakrawala agar menghabiskan waktu hidupnya dari perkembangan ke perkembangan berikutnya. Padahal setelah melempar batu. Berpikir besar tentang semua idealisme tanpa memulainya dengan hal-hal yang kecil. cobalah sesuatu yang lebih besar. Menikmati pekerjaan rutin yang kecil dan cukup puas dengan hasil yang didapat ternyata juga terkadang membuat hati mendengki terhadap orang-orang yang berhasil karena hidup dinamis dan berani bergerak (maju). Juga tidak mengalami tantangan baru. dan meminta temannya mengambilkannya. itu suatu keniscayaan terhadap signifikansi hasil yang bakal diraih. Karena kita hanya akan sibuk menentukan tujuan tanpa melakukan apaapa karena kita tidak pernah tahu kapan harus memulai. Sebaiknya kita tidak seperti seorang anak kecil yang melempar batu jauh ke depan. Jangan puas dengan pekerjaan yang ringan-ringan saja. ia mulai sekolah.atau patah. sebelum mencicipi kenikmatan dari hasil kerja berat. tentu ibarat calo di terminal bis kota. kemampuan motoriknya juga lebih sempurna. jelas membuat kita menjadi kerdil. bekalilah diri ini dengan jam penunjuk waktu dan kompas sebagai penunjuk arah (tujuan). kerjakan dulu yang terjangkau tangan. bahwa tidak ada manusia yang langsung terlahir besar. Sehingga di medan lemparan berikutnya bukan tidak mungkin kita menemui hambatan yang berbeda. Anda bisa juga berbicara dengan bebasnya meski anda sendiri pun tidak jelas apakah memahaminya atau tidak. sebelum memaksakan sesuatu yang diluar cakrawala kita. Bertambahlah pengetahuannya dari yang sudah ada sebelumnya. Oleh karenanya. semestinya kita berlari menuju dimana batu terjatuh dan kemudian melemparkannya kembali ke depan. Sesuai dengan proses kejadian manusia. Ia dimulai dari seorang bayi merah tanpa daya apapun. melakukan hal yang kecil terlebih dulu sebelum mencoba sesuatu yang besar. pesan mulailah dari diri sendiri bermakna bergerak. Demikian halnya dengan pekerjaan. kemudian tumbuh sebagai anak lincah yang baru bisa berjalan satu-dua langkah. selain pengetahuan. tapi jangan salahkan kalau orang lain hanya akan mengangguk didepan anda sebelum kemudian perlahan meninggalkan anda. Bahwa manusia harus menjaga keseimbangan dalam segala hal. dan jelas tidak berkembang. bisa berupa angin kencang yang menghambat laju batu. mengangkat yang ringan terlebih dulu sebelum yang berat. Jangan pula hanya melengkapi diri dengan kompas tanpa jam penunjuk waktu.

Allah yang Maha Kuasa tempat manusia meminta pertolongan. insya Allah karena keberanian dari Ibrahim menentang praktek syirik kaumnya. bila mereka harus mati terperangkap didalam gua tersebut maka berakhirlah langkah dakwah yang sudah sekian tahun dijalani. berakhir pulalah kesempatan untuk menambah amal shaleh di dunia. sekian tahu sudah kami memperjuangkan agamaMu. selain juga satu hikmah lain. biarkanlah kami keluar dari gua ini …”. semakin kehabisan akal bagaimana caranya keluar dari gua yang tertutup batu besar yang secara logika tak mungkin digeser meski dengan mengumpulkan seluruh kekuatan mereka bertiga. “Ya Allah. beberapa celah batu itu bergeser. Namun jika yang Engkau ridha terhadap amal kami yang masih sedikit itu Ya Allah. seharusnya pula ada nilai lebih yang sebelumnya kita persembahkan kepada-Nya alias tidak meminta dengan tangan kosong. Dalam kondisi demikian. Diangkatnya Yusuf sampai derajat yang mulia. Mereka pun sedih. atas izin Engkau. tubuh semakin lemah. tak ada lagi yang sanggup menolong mereka kecuali Allah semata. Kisah diatas mungkin sudah sangat sering kita mendengarnya. Maka tak ada jalan lain mereka pun berdo’a dan meminta kepada Allah agar diberikan kesempatan untuk bisa keluar dari dalam gua. Satu persatu dari mereka berdo’a seraya ‘mempertaruhkan’ semua amal dakwah dan perjuangannya bagi agama Allah selama ini. termasuk ayahnya sendiri. Dan masih banyak contoh lain yang membuktikan janji . bahwa ada saat-saat Allah begitu cintanya kepada hamba-hamba yang mencintai-Nya sehingga keadaan sesulit apapun bisa menjadi mudah atas pertolongan Allah. Wallahu’a’lam. Api yang kehilangan panasnya sehingga tak membakar tubuh Ibrahim kecil. insya Allah berawal dari kesabarannya memilih penjara demi menghindari maksiat. bahwa untuk meminta sesuatu yang lebih dari Allah. agar diri ini senantiasa menyeimbangkan posisi dan keadaan. Sementara bekal makanan pun sudah menipis. Tapi kami merasa belum cukup sebagai bekal menghadap-Mu. Cerita yang sangat sederhana yang memberikan satu pelajaran bagi kita.Tiga orang pemuda yang terperangkap dalam sebuah gua. Kemudian satu do’a terucap. mengajak orang-orang mencintai-Mu.Padahal jelas-jelas Allah memerintahkan kita untuk menjadi ummatan wasathan. Wallahu a’lam bishshsowaab (Bayu Gautama) Etika Meminta Publikasi 06/09/2002 08:40 WIB eramuslim . Tidak jatuh terpuruk dan terus menerus berkubang dengan kesulitan. atau bahkan lama sekali kita tak mendengarnya. dan seterusnya sampai permintaan yang sama dari orang ketiga hingga mereka akhirnya bisa keluar dari perangkap gua tersebut. tetapi juga tetap menjaga jarak untuk tidak merasa sejajar dengan Yang Maha Tinggi agar tidak menjadi takabur. Lihatlah pelajaran bagaimana para nabi Allah yang sangat dekat pertolongan Allah karena amal sholeh mereka yang membuat Allah tersenyum.

Jika anak itu baik. tidak banyak keringat yang mengucur. Pujilah Allah dengan sesering mungkin menyebut nama-Nya dan mengingati-Nya dalam keadaan apapun. Tapi jika lidah ini pelit mengeluarkan pujian. dan tatkala airmata tak juga membuat Allah tergerak untuk menghulurkan kasih-Nya. Sebaiknya. Tentu karena Nusaibah bukan wanita sembarangan. ketika permintaan-demi permintaan seperti tak didengar oleh Allah. Mungkin kita terlalu lemah sehingga terlalu cepat mengeluh dan meminta. harta dan kemampuan yang kita miliki ini bernilai dimata Allah karena atas dasar cinta kepadaNya kita penuh semangat menolong agama Allah. "Tidaklah aku menoleh ke kanan dan ke kiri pada peperangan Uhud melainkan aku melihat Nusaibah berperang membelaku. Padahal apa yang kita kerjakan belumlah maksimal. sudahkah nilai lebih tertoreh didiri ini sehingga Allah pun dengan bangga menjadikan kita bagian yang dikasihi-Nya. jangan pernah membayangkan Allah mendekat." Kini kembali kepada diri kita. Bahkan tidak meminta pun akan ditawarinya sesuatu yang lebih. Hal lain yang perlu diperhatikan tak bukan adalah kedekatan diri ini kepada Sang Maha Pemberi. orang yang dipersiapkan membunuh Rasulullah dalam perang tersebut. karena dengan begitu Allah akan senang dicintai hamba-Nya. Sudah berapa banyak amal shaleh yang kita perbuat. . adakah sekian waktu. Banyak berdo’a (meminta) tanpa ada usaha yang sungguh-sungguh juga rasanya tidak lebih baik ketimbang mereka yang menyeimbangkan keduanya. tenaga. mungkin kita perlu menengok ke dalam diri ini. menjadi anak yang menyenangkan lagi dibanggakan. barangsiapa menolong agama Allah. ketika do’a tak lagi terkabul. Nusaibah sendiri harus menderita dengan dua belas tusukan yang salah satunya mengenai lehernya. bisa jadi ada yang perlu kita perbaiki dari sikap mental diri ini. tunjukkan terlebih dulu kesungguhan berusaha. Menjelang perang Uhud dimulai. hal berat terasa ringan dan segala harapan insya Allah terwujud. “Bekerjalah kamu. apalagi memperhatikan kita. sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melihat kamu bekerja”.Allah. baru kemudian meminta bantuan Allah untuk menyempurnakan hasil yang sebenarnya dari usaha sendiri. Semakin dekat diri ini kepada-Nya semakin Ia melihat dan memperhatikan segala urusan kita. Bagaimanapun Dia akan semakin cinta kepada siapa yang semakin mencintai-Nya. Bahkan Nusaibah tak gentar meski suami dan dua anaknya sudah gugur di tengan pertempuran. Contoh paling sederhana adalah seorang anak kecil yang meminta uang jajan kepada orangtuanya. bersama suaminya Zaid bin Ashim dan dua anak lelakinya mereka bertempur habis-habisan bersama Rasulullah di medan perang Uhud. Rasulullah menghadiahi sebuah do’a kepada Nusaibah binti Ka’ab al Maziniay dan keluarganya agar dijadikan orang-orang yang menemani beliau di surga. Selain itu. Dan karena itulah segala kesulitan menjadi mudah. Muhammad:7). berbakti kepada orangtua. karena ia bersama Mush'ab bin Umair -yang kemudian menemui syahid setelah mendapatkan puluhan tusukan di tubuhnyamenghadang Qam'ah. maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya (QS. mungkin hampir tidak ada alasan bagi orangtua untuk tidak memberinya.

Bukhari. Sehingga setiap gerak langkah yang dilakukannya itu betul-betul diperuntukkan demi tegaknya kalimat Allah. Abu Bakar misalnya. Penampilan manusia terbaik ini telah ditujukkan oleh para generasi awal sahabat (assabiqunal awwalun). ia berkata. Ali bin Abi Thalib. bagi kita yang hidup hari ini sangat bagus untuk mampu mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuat Rasullah Saw dan para sahabatnya. Setiap detik waktunya tidak akan terbuang sia-sia. Mengenai hal ini. bahwa orang-orang yang tidak sungguh-sungguh berusaha akan tertinggal dan tertindas. “Nabi Saw bersabda: “Carilah Aku (Allah) pada golongan orang-orang lemah karena sesungguhnya kamu diberi rizki dan pertolongan melalui golongan orang-orang lemah itu. Ahmad. Sehingga kelak Dia dengan segala kekuasaannya akan menggantikan yang demikian itu dengan generasi baru yang mencintai Allah dan Allah pun mencintainya. Kenapa.Hukum Allah selalu bermain. terlebih pertolongan-Nya. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh para sahabat itu dapat muncul karena mereka mempunyai kekuatan aqidah yang kokoh. Kekuatan aqidah yang bersumber dari pemahaman yang jelas. . dipuji makhluk baik yang ada di langit (malaikat) maupun di muka bumi. tahan banting. Disamping itu. Di dalam sejarah tersebutlah nama-nama seperti: Abu Bakar Shiddiq. Sehingga terkenallah ia dengan julukan asshiddiq (benar). insya Allah kalimatullah akan tegak. Umar bin Khattab. kata Abu Bakar. Laa Ilaha Illallah. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak Publikasi 20/08/2002 09:31 WIB eramuslim . Abu Darda ra.” (HR. Sehingga perjalanan dakwah Rasulullah Saw betul-betul ditopang oleh pondasi yang kokoh dari para sahabat. Mereka sangat disegani lawan maupun kawan. Abu Bakar adalah termasuk sahabat yang rela mengorbankan hartanya 100 persen untuk Islam. dan masih banyak lagi. Jika saja setiap umat Islam yang ada di bumi nusantara ini berakhlak seperti Rasulullah dan para sahabatnya. akan digunakan untuk meraih amalan terbaik sehingga sahamnya diakhirat menjadi besar. Bilal bin Rabah. Namun.Manusia yang terbaik adalah manusia yang bernilai manfaat bagi manusia lainnya. “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya”. Usman bin Affan. karena setiap orang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk menunjukkan akhlak mulianya. Hanya dengan amalan terbaiklah kita akan bertemu dengan Allah Swt. Oleh karenanya. Problem kemiskinan yang terus mendera bangsa ini juga bakal bisa di atasi. mereka yang tidak mendekat kepada Allah akan semakin jauh terseret kepada kejahatan dunia yang itu jelas-jelas semakin menjauhkan dirinya dari perhatian Allah. jernih dan baik terhadap syahadatain. kuat. adalah orang yang pertama mempercayai Rasulullah Saw melakukan perjalanan Isra’ dan mi’raj. Abu Daud.

Dengan harapan akan dapat berkarya produktif setelah pendidikannya selesai. Penampilan manusia terbaik ini telah ditujukkan oleh para generasi awal sahabat (assabiqunal awwalun). dipuji makhluk baik yang ada di langit (malaikat) maupun di muka bumi. Ali bin Abi Thalib. Mereka sangat disegani lawan maupun kawan. bahwa semua yang telah dan akan terjadi itu sematamata kehendak Allah Swt. Umar bin Khattab. merekrut mereka menjadi tenaga kerja pada usaha yang sedang dijalankan sendiri. Apalagi godaan jabatan di pentas politik yang selalu menggoda. Laa Ilaha Illallah. Dengan membantu orang-orang lemah sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya tentu nilai amalan akan meningkat. memberikan bantuan modal untuk usaha yang produktif. banyak cara yang bisa diterapkan dalam membantu orang-orang lemah. Abu Bakar misalnya. Pertama.Manusia yang terbaik adalah manusia yang bernilai manfaat bagi manusia lainnya. Dengan keempat perbekalan di atas diharapkan golongan lemah menjadi bangkit dan kuat. Tugas kita adalah berusaha semaksimal potensi yang telah diberikan-Nya. Keempat. Di dalam sejarah tersebutlah nama-nama seperti: Abu Bakar Shiddiq. yang tidak putus asa di dalam berjuang. Sedangkan modal kerja adalah dana yang akan digunakan untuk keperluan rutin (operasional usaha). Sehingga perjalanan dakwah Rasulullah Saw betul-betul ditopang oleh pondasi yang kokoh dari para sahabat. Berikanlah bantuan kepada orang-orang lemah dengan semata-mata ikhlas karena-Nya. Dari sisi ekonomi. Yang penting adalah bantuan itu diniatkan semata-mata karena Allah bukan karena ada faktor yang lain. Modal investasi berupa alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang usaha. bagi kita yang hidup hari ini sangat bagus untuk mampu mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuat Rasullah Saw dan para sahabatnya. (Efri S Bahri/efrisb@yahoo. adalah orang yang pertama mempercayai Rasulullah Saw melakukan perjalanan Isra’ dan mi’raj. Kedua. Modal usaha dapat berupa modal investasi dan modal kerja. dan masih banyak lagi. Kebangkitan dan kekuatan mereka akan berkelanjutan bila ditopang dan dilandasi oleh aqidah (keyakinan) yang kuat. Abu Bakar adalah termasuk sahabat yang rela . Dalam konteks era sekarang ini. berusaha dan menegakkan kalimatullah. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat. antara lain. Oleh karenanya. Jangan sampai ada udang dibalik batu. Sehingga terkenallah ia dengan julukan asshiddiq (benar).Ibnu Hibban. memberikan beastudi (beasiswa) kepada salah satu anggota keluarganya (anak). dan hakim). Ketiga. memberikan bekal keterampilan melalui training (pelatihan). Disamping itu. cara memberdayakan golongan lemah dapat ditempuh dengan berbagai macam jalan.com) Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak Publikasi 20/08/2002 09:31 WIB eramuslim . Melalui pelatihan diharapkan mereka menjadi paham dan mampu untuk bekerja secara mandiri. Usman bin Affan. Bilal bin Rabah.

“Cukuplah Allah dan Rasul-Nya”. banyak cara yang bisa diterapkan dalam membantu orang-orang lemah. Yang penting adalah bantuan itu diniatkan semata-mata karena Allah bukan karena ada faktor yang lain. Keempat. Apalagi godaan jabatan di pentas politik yang selalu menggoda. karena setiap orang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk menunjukkan akhlak mulianya. Dari sisi ekonomi. Namun. memberikan beastudi (beasiswa) kepada salah satu anggota keluarganya (anak). Modal usaha dapat berupa modal investasi dan modal kerja. Ketiga. . Pertama. memberikan bantuan modal untuk usaha yang produktif. Dengan keempat perbekalan di atas diharapkan golongan lemah menjadi bangkit dan kuat. tahan banting. Dalam konteks era sekarang ini. Tugas kita adalah berusaha semaksimal potensi yang telah diberikan-Nya. cara memberdayakan golongan lemah dapat ditempuh dengan berbagai macam jalan.” (HR. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh para sahabat itu dapat muncul karena mereka mempunyai kekuatan aqidah yang kokoh. jernih dan baik terhadap syahadatain. Bukhari. Jangan sampai ada udang dibalik batu. kata Abu Bakar. Ibnu Hibban. Laa Ilaha Illallah. “Nabi Saw bersabda: “Carilah Aku (Allah) pada golongan orang-orang lemah karena sesungguhnya kamu diberi rizki dan pertolongan melalui golongan orang-orang lemah itu. Ahmad. kuat. memberikan bekal keterampilan melalui training (pelatihan). Sedangkan modal kerja adalah dana yang akan digunakan untuk keperluan rutin (operasional usaha). Hanya dengan amalan terbaiklah kita akan bertemu dengan Allah Swt. Melalui pelatihan diharapkan mereka menjadi paham dan mampu untuk bekerja secara mandiri.mengorbankan hartanya 100 persen untuk Islam. Setiap detik waktunya tidak akan terbuang sia-sia. Berikanlah bantuan kepada orang-orang lemah dengan semata-mata ikhlas karena-Nya. Dengan membantu orang-orang lemah sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya tentu nilai amalan akan meningkat. Abu Darda ra. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat. bahwa semua yang telah dan akan terjadi itu sematamata kehendak Allah Swt. Kebangkitan dan kekuatan mereka akan berkelanjutan bila ditopang dan dilandasi oleh aqidah (keyakinan) yang kuat. ia berkata. Mengenai hal ini. merekrut mereka menjadi tenaga kerja pada usaha yang sedang dijalankan sendiri. Problem kemiskinan yang terus mendera bangsa ini juga bakal bisa di atasi. Sehingga setiap gerak langkah yang dilakukannya itu betul-betul diperuntukkan demi tegaknya kalimat Allah. akan digunakan untuk meraih amalan terbaik sehingga sahamnya diakhirat menjadi besar. dan hakim). Jika saja setiap umat Islam yang ada di bumi nusantara ini berakhlak seperti Rasulullah dan para sahabatnya. insya Allah kalimatullah akan tegak. Dengan harapan akan dapat berkarya produktif setelah pendidikannya selesai. Abu Daud. Kedua. antara lain. Kekuatan aqidah yang bersumber dari pemahaman yang jelas. Modal investasi berupa alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang usaha. Kenapa.

Anda yang pernah mengunjungi beberapa pesantren di Indonesia. Karena. bertaqwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (QS. Kenapa begitu pentingnya Allah memperingatkan hamba-Nya untuk menciptakan lingkungan yang Islami? Tentu kita bisa mengambil pelajaran dari orang-orang shaleh terdahulu yang tetap istiqomah dalam keshalihannya karena mereka senantiasa bersama . kalau bermaksiat jangan ambil nikmat dari Allah. Artinya. Lingkungan dimana orang-orang didalamnya mengkedepankan kewajiban. Kita tentu sangat merindukan satu lingkungan yang kondusif bagi perlindungan keshalehan dan menjaga pertumbuhan keshalihan anak-anak. cucu dan seluruh generasi ke depan.yang tidak putus asa di dalam berjuang. orangpun seharusnya sadar bahwa tidak mungkin mengenakan pakaian yang tidak sopan (tidak menutup aurat) di lingkungan seperti pesantren atau masjid. Nampaknya himbauan semacam itu baik jika dipasang di lebih banyak tempat. mengingat semua tempat dimanapun dimuka bumi ini sebenarnya sangatlah tidak layak untuk diwarnai dengan tampilan-tampilan yang tidak mengenal norma agama. (Efri S Bahri/efrisb@yahoo. Tapi kenapa ada peringatan itu. tentu karena masih ada orang-orang yang ‘tak tahu diri’ dan merasa innocent dengan penampilannya yang tidak sesuai pada tempatnya. tidak bermaksiat dibumi Allah. sakit. satu peringatan untuk senantiasa berada pada lingkungan yang baik. Tidak seperti orang-orang di dalam kendaraan yang asyik merokok tanpa peduli kesehatan orang lain. dan masih banyak lagi. melainkan birahi. tentu sudah sangat hapal dengan kalimat “Sesuaikan pakaian anda dengan lingkungan pesantren” yang tertera di papan peringatan. menghormati hak orang lain disaat menjalankan haknya. rusak. atau wanitawanita yang berpakaian seminim-minimnya dengan menampilkan lekuk tubuhnya yang sejujurnya tidak sedikitpun mengundang simpati. Di beberapa masjid besar seperti di Al Azhar Kebayoran Baru. orang beriman dan bertaqwa tetapi ketika berada di lingkungan yang rusak. lebih dari itu. At Taubah:119).com) Ciptakan Lingkungan Islami Publikasi 19/08/2002 08:31 WIB eramuslim . Maka kemudian seharusnya ada gerakan untuk memasang peringatan-peringatan yang tidak sekedar urusan penyesuaian penampilan. Laa Ilaha Illallah. dan perbuatannya tidak dilihat Allah. Ini seperti diingatkan Allah dalam firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman. berusaha dan menegakkan kalimatullah. Sebenarnya tanpa harus dibuat papan himbauan seperti itu. bukan tidak mungkin daya imun-nya habis dan lama-kelamaan tergerogoti hingga akhirnya ikut sakit. dan si alim mempersilahkannya dengan beberapa syarat. menjadi orang beriman dan bertaqwa saja tidaklah cukup. Jakarta. Ada yang pernah bertanya kepada seorang alim perihal diizinkannya ia berbuat dosa. anda juga akan temui himbauan dengan kelimat yang hampir serupa.

dan menetap. insya Allah akan berbekas kepada tetangga. penuh dengan segala macam ujian. cobaan yang kerap bahkan senantiasa datang. Mau tidak mau. Begitu juga antara imajinasi keceriaan dunia baru dan bayang-bayang orang-orang asing yang bakal mengelilinginya. masjid-masjid memasang himbauan seperti diatas. bahwa ujian itu bisa datang dari mana saja. Perasaan yang hampir sama meski tidak terlalu persis juga menggelayuti para pelajar dan mahasiswa yang tengah menghadapi ujian akhir guna membuktikan apakah mereka berhasil atau gagal setelah sekian tahun berkutat dengan buku. peraturan dan persaingan di dalam kelas. Dan tentunya. agar nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran. Antara cita-cita yang menggebu dengan kecemasan seperti bertarung memposisikan diri untuk bersemayam mendominasi perasaannya. resistensi atau tetap bersabar dalam mentaati kebenaran itu. Karena menjalani hidup itu juga berarti perjuangan melewati seluruh fasenya hingga sampai waktunya kita berhenti dan berakhir. konsistensi terhadap kebenaran dan kedua. Ada yang mengakhirinya secara alami ada juga . suka tidak suka setiap yang hidup pasti melewatinya. setiap kesempatan selalu mengintai menunggu saat-saat lengah kita. untuk menopang terwujudnya himbauan Allah agar keluarga kita terhindar dari api neraka. Seperti dingatkan Fathi Yakan.Ibarat seorang anak yang baru pertama kali memasuki dunia sekolah. Konsistensi dan kesabaran akan kebenaran yang tercipta dari dalam rumah kita. Wallahu a’lam bishshowaab (Abinya Hufha) Jangan Takut Cobaan! Publikasi 15/08/2002 10:46 WIB eramuslim . Hingga akhirnya bukan tidak mungkin suatu saat mimpi kita untuk mendapatkan masyarakat Islami menjadi satu kenyataan. harta. antara semangat berprestasi dengan phobia ketidakmampuan mengikuti sistem. Itulah hidup. Juga tidak berbeda yang dialami oleh para pelamar kerja yang menjalani test penerimaan calon pegawai. dari wanita (istri. Menjaga konsistensi itu bukan perkara mudah. Inilah juga mungkin hikmah yang bisa kita petik dari ayat terakhir surat Al Ashr. dalam pergaulan. jabatan dan lainlain. misalnya). bahkan setiap saat. lingkungan tempat beraktifitas. dihari pertamanya. Oleh karena itulah anjuran untuk menjadikan kriteria shalihah sebagai kriteria utama dalam memilih pasangan begitu penting. Karena disamping itu. pertama. dan masyarakat sekitar. berbagai perasaan bergelut dibenak dan di setiap rongga dadanya. Allah mengingatkan kita untuk tetap bersabar dalam menetapi kebenaran itu. Oleh karena itulah kemudian. Bahwa cobaan orangorang beriman itu ada dua hal. “Allah bersama orang-orang yang sabar” Seharusnyalah kita mulai menciptakan lingkungan itu dari diri dan keluarga sendiri. tidak sedikit pula Allah berikan pelajaran dari tergelincirnya orang-orang yang awalnya begitu shaleh karena terpisahnya mereka dari jama’ah. tidak perlu lagi pesantren. godaan untuk melewati batas-betas kebenaran itu sangat banyak. eksekutif yang harus melewati ujian kenaikan jabatan atau para profesional yang mempersiapkan presentasi hasil karya mereka. karena sudah pasti cobaan.saudaranya seiman.

ada yang tetap tegar meski waktunya hidup di dunia sudah bisa diprediksikan. mungkin juga Allah menjanjikan kehidupan yang jauh lebih istimewa di kemudian hari. harakiri adalah jalan mulia bagi mereka ketimbang menanggung malu. negeri yang terkenal dengan semangat hidup pantang menyerah dari masyarakatnya. Kelengahan. hinaan. Bukankah para Nabi Allah selalu mendapatkan cobaan yang teramat berat sehingga mereka menjadi manusia-manusia pilihan. juga keikhlasan Ismail as atas perintah Allah kepada ayahnya. atau merasa menjadi makhluk yang dihinakan Tuhan dengan penyakit itu. Untuk mudah mengetahui berbagai tipikal orang menghadapi cobaan. Tapi cobalah. Sehingga ketika wajah mereka harus tercoreng oleh satu kegagalan yang dianggap biasa di negara kita. hancur . Mereka berteriak.yang ‘mendahului’ waktu sebenarnya dengan mengakhiri hidup ditangan sendiri yang tak berdaya meregang keputusasaan. dan bisa jadi Sang Maha Adil itu ingin menjadikan mereka manusia-manusia pilihan sehingga (dengan derita itu) diakhir hayatnya tetap ingat dan dekat kepada Rabbnya. kesabaran Ibrahim as untuk menyembelih Ismail sebagai bukti cintanya kepada Allah setelah bertahun-tahun menunggu hadirnya sang buah hati. mencaci Tuhan atas dalih ketidakadilan. atau menilai keelokan wajah Yusuf as sebagai kenikmatan yang tidak akan dimintai pertanggungjawabannya. sehingga menjadikan negeri Sakura itu Macan Asia saat ini. datanglah ke rumah sakit. inilah cara Tuhan memperhatikan makhluk-Nya. Jangan pernah menganggap kekayaan yang berlimpah yang dimiliki Sulaiman as bukan suatu ujian. kekasih Allah Muhammad saw pun tak hentinya menerima cercaan. atau Dia sedang menguji cinta dan kesabaran hamba-Nya dengan cobaan yang tiada henti. Jepang. meringis menahan perihnya luka. ikhlas menerima dan menjalani cobaan. mereka sabar. Lihatlah Adam as yang harus menerima hukuman Allah terlempar ke bumi atas kelalaiannya. ada juga yang terus tersenyum meski virus ganas kanker terus menggerogoti satu persatu anggota tubuhnya hingga tak bedanya ia dengan tengkorak hidup. cemoohan dan hinaan yang diterima Nuh as atas keteguhannya. Dunia dengan segala keindahannya juga menyimpan tidak sedikit lubang dan celah ujian dimana manusia akan melewatinya. hingga kini masih mencatatkan rekor terbesar bunuh diri dan sudah lazim diketahui bahwa sebagian besarnya adalah orang-orang muda yang penuh energik menjadikan prestasi dan kesuksesan diatas segalanya. Anda tidak akan menganggap aneh ketika mendapati orang-orang berdasi. Namun di ruang lain. Bahkan sebagian mereka sangat tahu. anda akan menemui orang yang meraung-raung tak ingin segera mati. Di negara-negara Eropa yang menjadikan kesuksesan bisnis dan profesionalisme sebagai ukuran keberhasilan seseorang. harus mengakhiri hidup dengan terjun bebas dari lantai tertinggi apartemen atau gedung tempat mereka bekerja. intimidasi dan ancaman pembunuhan berkali-kali. menanggung kekalahan hidup yang memalukan. Mungkin ada yang mengira ini terlalu menyederhanakan definisi cobaan hidup. Bahkan manusia agung. mereka yang pernah sukses atau karirnya menjulang. Bagaimana pedihnya penderitaan Ayub as atas penyakit dan kemiskinan yang melandanya. menangis tak henti akibat penyakit yang tak membaik meski sudah habis semua harta. ketidaksigapan serta keteledoran yang terkadang menjadi sifat dasar manusia sering kali menyebabkan mereka kalah.

kebanyakan manusia mungkin lupa (ini juga sifat dasar manusia) bahwa ketika terlahir kedunia tanpa sehelai pakaianpun. tapi selangkah kaki ini memasuki halaman sekolah. tua dan mati.Mari lewati lorong waktu. namun kebersamaan. Mungkin inilah rahasia dari siklus hidup yang mesti dijalani yang telah diatur oleh Sang Khalik semenjak ia menjadikan alam dan seisinya. kita harus saling berpegangan . tumbuh.dan tenggelam oleh kehidupan. Namun tak satupun bayi-bayi mungil itu merasa cemas dan menolak terlahir kedunia yang penuh dengan cobaan ini. ujian dan cobaan itu tetap menghadang. waktunya tersita untuk meratapi betapa dirinya merasa menjadi orang yang paling menderita. kita pasti sanggup melewatinya meski ia sering terlihat sekokoh batu karang dilautan. maka seluas mata memandang betapa satu fase hidup bisa kita jalani dengan ceria dan semangat berprestasi. Awalnya akan merasa canggung. dewasa. jangan gentar melawan cobaan. menyusuri jalan-jalan dunia yang penuh tipu daya. bahkan berusaha menghindar dari ujian yang seharusnya mereka lalui. Lalu mengapa harus takut dengan cobaan. kekuatan dua jiwa yang bersatu. terus menerus siklusnya tak berubah. Jadi. Coba ingat ketika pertama kali masuk sekolah. kalau sampai hari ini kita masih bisa menjalani hidup berarti kita telah mampu melewati semua fase sebelumnya yang entah disadari atau tidak penuh dengan cobaan. dengan persahabatan dalam keimanan. manusia datang dengan tubuh yang kecil memerah. saat seorang pria harus keluar dari ketiak orangtuanya dan berpisah untuk bersatu dengan pasangannya. tapi dengan segenap keyakinan yang teguh menempati seluruh sisi benak dan dada ini. Kedepan. atau saat seorang wanita berpindah dari pelukan hangat ayah bunda kepada satu kerelaan berjalan mengiringi seorang pria pilihannya. Lalu memasuki jenjang pernikahan. menikah. bayang-bayang menjadi pecundang dan kalah bersaing seolah sirna bila profesionalisme dan modal kecerdasan di kedepankan. mencari nafkah. Padahal tidak! Selain karena Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hamba-Nya. dengan kebersamaan. Tapaki perguliran pagi. Lalu mengapa sekarang banyak manusia yang takut menghadapi cobaan. Di dunia ini. tanpa daya sehingga membutuhkan bantuan orang lain dalam menjalani hidupnya. Tangisan pertamanya didunia seolah memberitahu bahwa ia makhluk lemah. kebulatan tekad dan visi yang sama menjadikan perjalanan rumahtangga sebagai satu fase yang begitu indah. Kepolosannya menandai keiklasan dan kesiapannya mengarungi riak gelombang dunia fana. Begitu juga saat pertama memasuki dunia sesungguhnya menjadi orang dewasa. untuk menjadikan diri ini manusiamanusia pilihan. yangpenuh liku. Wallahu’alam bishshowaab (Abinya Hufha) Bersahabatlah Sampai ke Surga Publikasi 14/08/2002 09:11 WIB eramuslim . Bahwa ada yang terlahir. petang dan malam. sejak Dia menciptakan manusia pertama dan menghadirkannya ke dunia. sepanas api membara dan sebesar gunung menjulang. siang. meski awalnya dihantui kecemasan. Tidak jarang ada manusia yang hari-harinya habis untuk mengeluh. agar dapat diambil hikmahnya oleh manusia.

Kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah lah yang akan mengantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan.. “Dan diciptakan manusia itu dalam keadaan lemah. “Saling memujilah kalian kepada sahabat kalian.tangan. Seandainya engkau tahu yang Aku berikan kepadanya. “Seluruh pertemanan dan persahabatan yang tidak dilandasi karena Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan. sesungguhnya fulan adalah teman akrabku. Dikatakan kepada mereka. sebaik-baik sahabat…” Duhai indahnya. Dia juga yang menyadarkanku akan pertemuan dengan-Mu. kebersamaan dan persahabatan di jalan Allah lah yang juga akan mengiringi kita pada kebahagiaan akhirat Allah SWT memberitakan bahwa hanya pertemanan atas dasra iman dan takwalah yang abadi. sebaik-baik saudara. kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh kelemahan dan mudah terpedaya. “Pergilah. Ibnu Kasir mengatakan. yang menyebutkan bahwa kita akan dibangkitkan di hari kiamat bersama orang yang kita cintai. Siapa orang yang kita cintai? Siapa orang-orang yang paling dekat dengan kita dalam menusuri hidup ini? Siapa orang yang paling menghiasi ingatan kita? Siapa yang menemani langkah. Ya Allah jangan Engkau sesatkan dia sepeninggalku sampai Engkau perlihatkan padanya kenikmatan yang Engku berikan padaku dan sampai Engkau meridhainya sebagaimana Engkau ridha kepadaku. Salah seorang dari keduanya meninggal lebih dahulu dan ia mendapat berita gembira dari surga. Kita tak mungkin selamat mengarungi bahtera kehidupan yang sangat luas dengan ancaman badai fitnah ini.” Begitu juga pesan Rasul SAW dalam haditsnya . “Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. Pertemuan yang sangat mengesankan dan penuh kegembiraan.” Sampai kemudian teman akrabnya itu meninggal dunia dan ruh mereka bertemu. sebagaimana digambarkan oleh Ali bin Abi Thalib RA. seorang diri. “dDia adalah sebaik-baik teman. An Nisa : 28) Saudaraku. Merenungklah.” Maka Allah berkata padanya. Persaudaraan. Harus.” (QS.langkah hidup kita? Orang shalehkah dia? Mengajak pada kebaikan dan keridhaan Allah kah dia? Bayangkanlah persahabatan orang beriman di dunia yang kisahnya berlanjut hingga di akhirat. Dia yang mengajakku melakukan kebaikan dan mencegahku melakukan kemungkaran. Kita tak dapat lolos dari ancaman fitnahnya dengan hanya mengandalkan kemampuan sendiri. Saudaraku. niscaya engkau akan banyak tertawa dan sedikit menangis. dia yang menganjurkanku berlaku taat kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu. “Ada dua orang mukmin yang bersahabat dan berteman akrab. Bersahabat dengan orang-orang yang mendekatkan kita pada ridhaNya… .” Maka masing-masing mereka mengatakan. Karena. Az Zukhruf : 67). Ketika itu ia mengingat teman akrabnya di kala di dunia lalu ia berdo’a : “Ya Allah.” (QS. Mari kita mulai dari sekarang.

bisa karena hilangnya kepekaan sosial. lihat saja bahwa ternyata masih banyak pelajar. seolah hal seperti itu saat ini menjadi barang langka yang jarang ditemui. mahasiwa atau orang-orang yang sebenarnya masih sanggup untuk berdiri tetap tenang meski seorang jompo atau ibu hamil berdiri menahan beban tubuh disampingnya. yakni kecintaan terhadap Rasulullah. Maka tidaklah aneh.Seorang pemuda serta merta berdiri dan mempersilahkan seorang ibu setengah baya untuk menempati tempat duduknya di sebuah bis kota. Atau keberanian Asma binti Abu bakar mengantar makanan untuk Rasulullah dan ayahandanya di tempat persembunyian di gua Tsur. cukuplah Allah dan Rasul-Nya untuk menjawab pertanyaan Rasulullah tentang apa yang ditinggalkan untuk keluarganya. Semangat kerelaan berkorban merupakan wujud dari kecintaan kepada Allah. . budaya saling tolong atau bahkan memudarnya sifat-sifat humanis di kalangan masyarakat. Kerelaan berkorban (asketisme) yang dilakukan oleh Ali bin Abi Thalib. Dari kecintaan terhadap Sang Khalik itu berlanjut pada kecintaan yang begitu mendalam terhadap sosok manusia yang dimuliakan Allah. pemandangan seperti itu bukanlah hal mengagumkan yang dilakukan orang muda terhadap orang-orang yang lebih tua. Sikap-sikap serupa juga dicontohkan sahabat lainnya seperti Abu Bakar yang dengan lantang mengatakan. Bentuk kecintaaan inilah yang ditunjukkan oleh Ali bin Abi Thalib dan juga para sahabat lainnya. rasa kebersamaan. saat menggantikan Rasul tidur di ranjangnya pada malam ketika Rasulullah ditemani Abu Bakar hendak melakukan hijrah. barang siapa menolong agama Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. tidak peduli sebelumnya ia pun harus berlari dan berdesakkan untuk mendapatkan tempat duduk tersebut. Abu Bakar menyerahkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan Islam. Hilangnya semangat kerelaan berkorban misalnya. Kita tentu merindukan orang-orang yang memiliki jiwa dan semangat rela berkorban (asketis) seperti yang pernah diajarkan sekaligus dicontohkan Rasulullah. Namun tentu bergesernya budaya dan nilai seperti itu jelas ada penyebabnya. 4 Miliki Semangat Kerelaan Berkorban Publikasi 07/08/2002 11:47 WIB eramuslim . terutama di perkotaan. seseorang akan jauh lebih marah ketika ditegor orang lain yang merasa terganggu oleh asap rokoknya di dalam kendaraan umum. misalnya lagi. Namun seiring pergeseran budaya dan perubahan tatanan nilai dalam masyarakat kita. Pada saat itu. misalnya.Dikutip dari rubrik Ruhaniyat Majalah Tarbawi Edisi 40/Th. Sepuluh tahun yang lalu. yang karena itu mereka mau melakukan apapun untuk menolong agama Allah. sehingga sikapsikap itu pun tercermin dalam diri sahabat-sahabat rasul. Intanshurullaaha yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum. wanita atau penyandang cacat. Kejadian diatas hanyalah satu dari sekian banyak contoh pergeseran nilai yang semakin terasa nampak sebagai hal yang lumrah di masyarakat kita.

sesama mukmin bahkan menjadi rahmat seluruh alam. Kesadaran kolektif yang dimiliki itu tentu menjadi contoh bahwa semangat kerelaan berkorban jika dilakukan secara kolektif akan memberikan hasil yang luar biasa bagi sebuah perubahan bahkan peradaban. bahwa kecintaan terhadap Allah. dimana kelebihan dari kekuatan yang kita miliki akan sangat berharga bagi mereka. ketika sekelompok mahasiswa yang insya Allah terjaga kemurnian perjuangannya merasa terusik saat orangorang yang dipercaya rakyat untuk memimpin dan mengelola negeri ini justru mengkhianati rakyat. adakah besarnya cinta yang bersemayam didalam diri ini masih lebih menguasai rasa akan pemenuhan kepentingan diri sendiri. bahwa masih banyak para fakir miskin yang memerlukan sisihan sebagian dari harta kita. saat ini kita tidak kehilangan momentum-momentum untuk kembali memiliki atau memperbaiki jiwa dan semangat asketis yang pernah dicontohkan oleh orang-orang mukmin terdahulu itu. meski bukan menjadi alasan untuk tidak melakukannya mulai dari diri sendiri.Krisis ekonomi yang mendera negeri Zamrud khatulistiwa ini telah mewariskan penderitaan pada masyarakat. menyisihkan waktu dan tenaga untuk kepentingan banyak orang sebagai wujud dari Islam rahmat bagi seluruh alam. Wallahu a’lam bishshowaab (Abi Hufha) Tetaplah Berdaya Disaat Krisis Publikasi 02/08/2002 10:16 WIB eramuslim . serta tidak egois dan semena-mena menggunakan hak tanpa mempedulikan hak orang lainnya. dan seluruh mukmin sebagai wujud persaudaraan diatas segala kecintaan dan kepentingan terhadap diri sendiri. kerelaan berkorban itu tercermin dalam sikap-sikap saling bantu. Sesungguhnya. Rasulullah mampu menurunkan perasaan cinta Allah dan Rasul-Nya itu menjadi sebuah cinta yang bertebaran menyentuh seluruh ummat. Rasul-Nya. Bahkan pada November 2001. dan juga mereka yang sangat membutuhkan sekedar sandaran atau penyangga berdiri. dan mulai dari sekarang! Satu wujud yang cukup membuat kita tersenyum misalnya. Tentu saja. tak perlu menunggu waktu lama untuk memperbaiki sisi-sisi cinta itu dengan membetulkannya kearah yang pernah diajarkan Rasulullah. Hal ini ditunjukkan dengan masih signifikannya jumlah penduduk yang miskin. sikap-sikap seperti itu akan lebih terasa jika menjadi sebuah kesadaran kolektif dalam menerapkannya. bukan sekedar kecerdasan intelektual tapi juga kecerdasan emosi berupa sikap kerelaan berkorban inilah yang jauh lebih dibutuhkan. Ruang publik kita masih cukup terbuka untuk melakukannya. para wakil rakyat pengemban amanah ummat selain prinsip-prinsip berkeadilan yang juga mesti dihasung. jauh lebih penting dimiliki oleh setiap calon pemimpin. Jika demikian.Dengan segenap cintanya. Maka patutlah sesegera mungkin kita melongok kedalam diri ini. Karena bisa jadi kedepan. bahwa ada orang-orang lemah yang perlu huluran tangan. Hanya saja. Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Jemaluddin Kassum .

56. Allah SWT telah memberikan tuntutanan bagaimana cara menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan ini. “Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan beban yang tidak sanggup kamu memikulnya”. 8 November 2001) Menghadapi problem kemiskinan tersebut. ada manusia yang sadar bahwa ia punya potensi.1 persen (2004). misi. Oleh karenanya apabila kita ‘bedah’ terdapat empat tipologi manusia. setiap lembaga baik yang berbasis bisnis maupun kemasyarakatan.2 persen (2000). Potensi dan kekuatan itu akan muncul apabila setiap insan sadar akan eksistensi dirinya. dan 10. Angka kemiskinan 49. Ketiga. 53.1 persen tahun 1999 menjadi 57. Jika definisi garis kemiskinan yang dipakai adalah pendapatan 2 dollar per hari. 13.9 persen (tahun 2000). 12. program dan kegiatan serta strategi pencapaiannya.1 persen (2002). setiap insan negeri ini mesti mendayagunakan seluruh potensi dirinya.7 persen (tahun 2001). percaya bahwa Allah memberikan potensi dan kekuatan kepada setiap insan.5 persen (2005). harus diarahkan untuk mengeluarkan masyarakat dari jeratan kemiskinan. niat juga akan melahirkan keyakinan bahwa apapun yang telah. jumlah penduduk miskin diperkirakan turun dari 65. Kedua. Sehingga energi institutional dengan kelengkapan sumberdaya yang dimilikinya. dan 49. Sebagai bekal menghadapi tantangan dunia. Niat yang dilandasi dengan keikhlasan akan meningkatkan energi dan motivasi diri untuk selalu berusaha. Orang yang sungguh-sungguhlah yang akan mendapatkan nilai terbaik baik dihadapan manusia maupun dihadapan Allah SWT. khususnya yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Kendati kenyataannya ingkat kesadaran setiap insan juga terdapat perbedaan. Sungguh-sungguh. sedang dan akan terjadi adalah kehendak Allah semata. Pertama.6 persen (2002). Di dalam Al-Qur’an. berniat bahwa bekerja (beraktivitas) semata-mata hanya bertujuan untuk mengabdi kepada Allah SWT.5 persen tahun 2005 ini kira-kira sama dengan level sebelum krisis. “Sesungguhnya apabila kamu sungguh-sungguh pasti akan berhasil”. baik bersifat individual maupun institusional. Disamping itu.4 persen (2003). ada manusia yang sadar bahwa potensi yang dimilikinya terbatas. Angka kemiskinan berdasarkan definisi yang dipakai pemerintah (Badan Pusat Statistik/BPS) sendiri lebih kecil.7 persen (2001).9 persen (2005). Dengan energi itulah akan lahir solusi-solusi kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan. Kempat.3 persen (2003). 15. 14. (Lihat Kompas. dalam arti substansial antara lain. 15. yakni tahun 1996 yang sebesar 50.5 persen (2004). mesti menggali dan merumuskan prinsip-prinsip institusi yang terdiri dari visi. sementara 10-20 persen hidup dalam kemiskinan absolut (extreme poverty). 55. diperlukan solusi yang efektif dan adaptif dengan kondisi masyarakat.mengingatkan. sebaliknya ada manusia yang tidak sadar bahwa potensi yang . Sedangkan secara institusional.1 persen. ada manusia yang tidak sadar bahwa ia mempunyai potensi. Secara individu. Pertama. Kedua. kurang lebih tiga per lima (60 persen) penduduk Indonesia saat ini hidup di bawah garis kemiskinan. yakni 27 persen tahun 1999. 51.

Ketiga. Dengan keterampilan perencaan menjadi rasional. salah satunya melalui kebijakan. kemiskinan karena tidak mampu mendayagunakan potensi diri dan alam yang ada.dimilikinya terbatas. Semua yang disediakan alam tersebut mestilah diolah sebaik-baiknya. Namun akibat dominasi hawa nafsu dan keserakahan serta keinginan untuk meraup kekayaan. pemberian charity ini hanya bersifat jangka pendek. mengembangkan potensi ekonomi. Bahkan problem kemiskinan telah mendera sepanjang masa. Sehingga keputusan yang diambil betul-betul berada pada koridor penegakan keadilan. Sehingga tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. tenaga fisik. Pertama. Allah SWT. Disamping itu. Setiap manusia yang ingin tetap sehat membutuhkan layanan kesehatan. Sehingga mampu untuk berpikir jernih dan berkarya. Dengan pikiran jernih banyak hal yang bisa direncanakan. adanya hegemoni penguasa. Bahkan orang yang sadar akan dirinya pula yang akan kenal dengan penciptaNya. Pemberian bantuan hidup ini bisa bersifat charity (amal) dengan tujuan untuk memulihkan kondisi fisiknya. Padahal di dalam diri setiap insan terdapat potensi akal. Solusi Kemiskinan Kemiskinan bukan hanya terjadi sekarang. supaya tidak terjadi ketergantungan yang berkelanjutan. Dengan adanya dua penyebab terjadinya problem kemiskinan tersebut. penyebab kemiskinan juga beragam. memenuhi kebutuhan untuk bertahan hidup. insting dan lain-lain. Dengan ketiga potensi tersebut setiap insan mestinya mampu ‘memeras akalnya’ serta mengolah apa yang ada di alam ini menjadi produk yang bermanfaat. Pertama. kebenaran dan kejujuran. Oleh karenanya personal yang terlibat di dalam proses pengambilan kebijakan mestilah orang-orang yang bijak. meningkatkan kualitas pendidikan. berbagai upayapun ditempuh. Kedua. Penguasa negeri yang bijak tidak akan membuat kebijakan yang merugikan masyarakat. Kebutuhan hidup menyangkut kebutuhan darurat seperti makanan pokok. memberikan layanan kesehatan. Dengan demikian pekerjaan yang dilakukan betul-betul berdasarkan kapasitas dan kafaah keilmuan dan keterampilan yang jelas. Sejarah peradaban manusia juga menunjukkan bahwa hanya orangorang yang sadar akan dirinyalah yang mampu eksis menghadapi tantangan dinamika dunia ini. Oleh karenanya kesadaran akan diri menjadi sangat penting guna mengembangkan diri. Bagi masyarakat yang tergolong fakir dan miskin diperlukan adanya bantuan layanan kesehatan sehingga mereka tetap tegar dan kuat untuk bekerja. baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. maka tidak semua lapisan masyarakat dapat menjangkaunya. Keempat. Allah SWT telah menganugerahkan sumberdaya alam yang berlimpah. Kedua. Hanya saja. Namun. karena biaya pengadaan obat-obatan dan perawatan relatif mahal. Beberapa strategi yang ditawarkan antara lain. Pengolahan sumebrdaya alam yang tidak baik serta merusak . Tujuan yang hendak dicapai adalah bagaimana supaya terjadi peningkatan keterampilan dan keilmuan. diperlukan strategi sebagai solusinya.

Seluruh hamba sangat bergantung kepada penciptanya. berdoa dengan penuh kekhusuan. sebab kita diciptakan dalam keadaan penuh dengan keterbatasanketerbatasan. . Sehingga potensi alam yang ada betul-betul dapat dikembangkan secara maksimal. Sehingga. Tidak ada tempat kita meminta bantuan karena seluruh alat komunikasi terputus. pasrah dan ikhlas. kamulah yang memerlukan Allah. seperti yang difirmankan Allah. "Hai manusia. tulus. Kita juga tidak bisa hanya berusaha saja." (QS Faathir: 15). pangkat.keseimbangan alam dan lingkungan tentu akan berakibat akan terganggunya ekosistem alam. Kita berharap dengan makin maraknya bermunculan institusi pemberdayaan masyarakat. Nahkoda memberi peringatan tanda bahaya. Doa itu intinya adalah ibadah. namun dibalik kelebihan itu manusia juga memiliki segudang kelemahan. Apakah yang akan kita lakukan pada saat itu? Masih pentingkah gelar. Dengan keempat layanan di atas akan menunjukkan keberhasilan apabila diikat dengan aqidah yang mantap. Oleh karenanya kehendak untuk mengolah sumberdaya alam mesti dilakukan uji kelayakan. doa adalah senjata. bagi kita keselamatan menjadi puncak harapan.com) Jangan Pernah Berhenti Berdoa Publikasi 30/07/2002 10:16 WIB eramuslim . kalau bukan kepada Allah SWT kita meminta? Dibalik kelebihan-kelebihan yang kita miliki. kedudukan. serta kecantikan? Tentu tidak. doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong. Contoh: peternakan. jabatan. Bahri. untuk itu kita perlu meminta kepada Allah SWT. tanpa berdoa dan mengabaikan Allah sebagai penentu berhasil atau tidaknya tujuan kita.Orang bijak mengatakan. jangan sampai kemiskinan tersebut menyebabkan imat meninggalkan dienul Islam-nya. Doa dan usaha adalah dua aktifitas yang tidak bisa dipisahkan. (Efri S. Karena hanya dengan kekuatan aqidahlah masyarakat akan terbebas dari kemiskinan yang membelitnya. Manusia memang ditakdirkan sebagai makhluk yang paling sempurna dengan segala kelebihan-kelebihannya. pertanian dan perikanan. Tiba-tiba kapal yang kita tumpangi oleng ke kanan dan ke kiri karena badai yang tiba-tiba saja datang menghantam. Setiap hamba memang harus berdoa. dan Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) Yang Maha Terpuji. Kita tidak bisa hanya berdoa saja tanpa melakukan usaha semaksimal mungkin untuk mengapai tujuan kita. harta kekayaan yang melimpah. problem kemiskinan dapat ditasi dengan baik. efrisb@yahoo. Bayangkan jika kita sedang berada ditengah lautan. penuh harapan. doa adalah obat. kita menyimpan kelemahan-kelemahan yang tidak dapat kita tutupi. doa adalah pintu segala kebaikan. Namun siapakah yang dapat memberikan keselamatan kala itu. Doa adalah permohonan. pengharapan seorang hamba kepada Sang Khaliq.

dan bersabarlah menunggu dikabulkan-Nya (elsandra/el-sandra@lycos. tetapi kenapa doa kami tidak dikabulkan Allah?" Ibrahim bin Adham menjawab. "Wahai Abu Ishak (panggilan Ibrahim bin Adham). Perhatikan ada-adab berdoa. Bagaimana mungkin doa kalian akan dikabulkan Allah! Kalian mengakui kekuasaan Allah. "Wahai penduduk Basrah. tetapi setiap hari pula kalian memberi makan setan dan mengikuti langkahnya. Setiap saat kalian menikmati karunia Allah. Katanya kalian takut masuk neraka. doa adalah senjata kita. karena doa adalah masa depan kita." Apapun persoalan hidup kita. tetapi kalian tidak memenuhi hak-hak-Nya. tetapi nyatanya kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Kami warga Basrah sudah bertahun-tahun berdoa. tetaplah berdoa kepada Allah. tetapi kalian lupa mensyukurinya.Ada sebuah kisah tentang masyarakat Basrah yang waktu itu sedang dilanda kemelut sosial. tetapi terhadap kesalahan sendiri kalian tidak mampu melihatnya. melainkan akan terus berlalu melalui salah satu fase berikutnya yakni saat harus mempertanggungjawabkan masa hidup mereka di dunia dan seterusnya. karena kematian itu sendiri bukan tujuan akhir sebenarnya dari setiap makhluk yang hidup. tetapi kalian justru mencampakkan dirimu sendiri kedalamnya.com) Menikmati Hidup Publikasi 29/07/2002 08:43 WIB eramuslim . Kalian selalu mengaku cinta kepada rasul. Masyarakat Basrah pun mengadukan nasibnya kepada Ibrahim bin Adham. . Hanya saja kalian harus tahu bahwa Allah tidak berkenan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main. berlindung kepada Allah dari setan yang kalian sebut sebagai musuhmu. Setiap hari kalian membaca ta’awudz. Allah berfirman dalam Al-Quran agar kami berdoa. ingatlah sabda nabi. tetapi kalian harus yakin akan dikabulkan. Doa adalah kekuatan kita. namun sesungguhnya tetap hidup sampai pada satu masa pengadilan Allah yang maha adil memutuskan ketentuannya.Hidup bukan sekedar perjalanan menuju kematian. Meski jasad telah mati. Kalian sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. karena hati kalian telah mati dalam sepuluh perkara. tetapi kalian meninggaklan pola prilaku sunnah-sunnahnya. tetapi perbuatan kalian justru bertentangan dengan keinginan itu. Maka bukanlah kematian yang dinanti oleh yang hidup karena sejak dimulainya hembusan nafas pertama seseorang hingga detik inipun tengah berjalan sampai saatnya melewati satu fase yang bernama kematian itu. Kalian selalu mengatakan ingin masuk syurga. Kalian sering menguburkan jenazah saudaramu. "Wahai penduduk Basrah. Setipa hari kalian membaca Al-Quran. apakah kita sedang bahagia atau sedih. tetapi kalian tidak bisa mengambil pelajaran dari peristiwa itu. Kebetulan mereka kedatangan ulama besar yang bernama Ibrahim bin Adham. Tidak berhenti hanya sampai disitu. Kalian mengakui bahwa maut adalah keniscayaan. Jangan pernah berhenti memanjatkan doa kepada Allah. "Berdoalah kepada Allah. tetapi kalian tidak mengamalkan isinya." Terakhir ia mengatakan.

Dia berikan beragam kenikmatan untuk tidak sekedar dinikmati. melainkan juga diambil maknanya sehingga menyadarkan diri ini untuk bersyukur. termasuk hidup itu sendiri. begitu singkat. lembah yang harus ditelusuri. Cobalah tengok tas bekal yang kita miliki sekarang. serta setinggi apa pegunungan. Rasulullah mengingatkan bahwa menjalani hidup di dunia ini layaknya seperti orang asing atau orang yang sedang menyeberangi suatu jalan. Disaat yang sama kita semakin lupa membebani punggung ini dengan bekal perjalanan panjang selanjutnya. ketika cobaan penyakit berat menimpanya. Diwaktu yang sebentar itulah masih banyak kita yang salah dalam memanfaatkan hidup ini. Allah pun tetap memberikan anugerah kenikmatan itu tanpa kecuali. Ketidaksadaran akan singkatnya waktu. Dia sertakan juga pesan bagaimana memanfaatkannya dengan baik. benar dan tepat. masih ada keraguan kita . mungkin masih terlalu sedikit atau bahkan kosong sama sekali. Kepada Ayub. atau hikmah dari perintah disembelihnya Ismail oleh ayahanda Ibrahim yang teramat cintanya. Padahal kita tak pernah tahu sampai sejauhmana perjalanan menuju akhirat itu. Yusuf Nabi yang diberikan nikmat keelokan paras pun memberikan pelajaran bagaimana mensikapi hidup tidak berlebihan. Sesungguhnya bersamaan dengan turunnya anugerah tersebut. setiap jengkal tanah yang terlewati. Namun demikian tidak sedikit manusia yang tidak menyadari bagaimana memanfaatkan waktu yang sebentar itu guna mengumpulkan bekal sebanyak dan sebaik-baiknya untuk menempuh perjalanan fase-fase berikutnya yang tak diketahui seberapa panjang lintasan kan ditempuh lengkap dengan terjalnya kerikil dan batu sandungan yang kerap menghadang. waktunya hanya sesaat. Maka kemudian. Tak sedikit juga pengetahuan akan seberapa dalam dan luasnya lautan yang mesti diarungi.Hidup adalah satu fase dari sekian fase perjalanan yang dilewati manusia. Hanya saja terkadang ketidakmampuan menangkap makna luas kenikmatan yang diberikan-Nya itulah yang membuat pandangan ini begitu sempit dengan menggambarkan nikmat itu sebatas rupa dan bentuk. Sebagian kita berpikir memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah hidup di dunia ini untuk dinikmati sepuasnya. Allah sertakan nikmat kesabaran dan cinta mendalam dari Rahmah istrinya. sigap mengumpulkan bekal. Seperti pelajaran yang diberikan Allah kepada Sulaiman saat hendak memberi makan seluruh makhluk Allah dengan kekayaan yang dimilikinya. Sekedar mengingatkan. didaki. ketika Allah menjanjikan surga dan ampunan serta terbebas dari azab-Nya sebagai imbalan dari jihad dengan harta dan jiwa ini. setiap detik waktu yang terpakai dan setiap tenaga yang terkuras semata untuk urusan pemenuhan kebutuhan akan kepuasan yang singkat sesaat. bukit. belum tercapai titik klimaks kepuasan sampai kematian yang mengakhiri petualangan pencarian kepuasannya tersebut. dan ketidakmengertian akan seberapa berat perjalanan berikutnya itu ternyata masih tak membuat kita bergegas berbenah. Allah curahkan semua anugerah dan pemberiannya kepada segenap makhluk-Nya sebagai bentuk kasih sayang yang takkan pernah putus untuk dinikmati. Kini giliran manusia-manusia dimana kita berada dimasanya.

akan janji itu, meski kita tahu Dialah Yang Maha menepati janji. Saat Allah menawarkan nikmat tambahan untuk rasa syukur kita atas nikmat sebelumnya, ternyata sedikit sekali bibir ini berucap dan memuji-Nya. Juga pertolongan dan peneguhan kedudukan yang sudah pasti diberikan jika kita mau berkorban untuk agama-Nya, namun dimana kita saat Islam membutuhkan uluran tangan dan tetesan darah ini, sedang apa diri ini disaat ummat Islam di belahan bumi lain menjerit menggantang nyawa. Menggelengkan kepala adalah jawaban untuk pertanyaan Allah bahwa nikmat manakah yang kita dustakan, tetapi betapa lebih sering kita justru melupakannya. Padahal ada cara yang diajarkan Rasulullah bagaimana menikmati hidup ini tanpa harus tergelincir kepada nafsu pemuasan yang tak berkesudahan. Bayangkan cara beliau menikmati hidup dengan prinisp secukupnya soal pemenuhan kebutuhan, tidak berlebihan dan bersikap qona’ah. Rasa syukur yang kian hari kian meningkat seiring dengan tak hentinya segala nikmat yang diberikan Allah, pun terlihat dari tak berkurangnya ibadah. Kita masih bisa menambah kenikmatan hidup ini dengan melahap bacaan ayat-ayat Allah serta melafazkan nama-Nya untuk mendapatkan satu nikmat yang tak ternilai, ketenangan jiwa. Istri yang sholeh nan menyenangkan, anak-anak yang membanggakan semakin bertambah nikmat hidup ini jika kita bisa membimbingnya, agar kelak bisa menikmati kebersamaan itu dalam fase kehidupan berikutnya. Bahkan bukan tidak mungkin kesulitan pun menjadi bagian dari kenikmatan hidup ketika kita ridha dan memandang semua ujian adalah cara-Nya untuk berdekatan dengan orangorang shaleh. Sungguh nikmat yang berketerusan, terlebih jika diri ini senantiasa terjaga untuk tetap berada pada jalur kebenaran hingga detik saat Izrail mengetuk pintu, bukankah kita juga merindukan kematian yang dapat dinikmati? Wallahu’a’lam bishshowaab (Hufha)

Bunga-Bunga Kehidupan
Publikasi 25/07/2002 09:19 WIB eramuslim - Salah satu keindahan yang Allah ciptakan untuk dapat dinikmati manusia adalah bertebarannya bunga-bunga cantik nan menyejukkan dengan aroma dan warnawarni yang tak membosankan. Apabila musim semi tiba, perlahan kelopak-kelopak bunga merekah seraya menyemai kecerahan hari. Kuning yang menghangatkan, kesejukkan yang ditawarkan dari warna putih, merah yang menyala-nyala membangkitkan gairah hidup, semua warna, semua aromanya mewarnai hidup menambah semerbak alam tempat berpijak. Tidak hanya bunga-bunga yang demikian yang memang diperuntukkan untuk manusia (juga kumbang sang penikmat bunga tentunya), namun ada banyak bunga yang juga hadir menyemangati hidup, mengiringi langkah ini dan menjadikan hari-hari yang kita lewati begitu indah dan menyenangkan. Dari sekian melati yang bertebaran di bumi ini, ada satu yang terindah yang telah kita petik untuk ditanam di taman hati. Dipupuk dengan segenap cinta tanpa akhir, disirami oleh kasih sayang yang takkan habis dan dipelihara dengan segala bentuk pengorbanan yang tak kenal lelah, maka ia pun senantiasa menjadi bunga

yang menyenangkan hanya dengan memandangnya, membasuh peluh, menghapus lelah ketika disentuh dan menyegarkan seluruh rongga dada ketika mengecupnya sehingga tercipta kedamaian dan ketenangan. Ya, istri atau suami yang sekarang menjadi pasangan jiwa kita adalah bunga kehidupan. Dari melati yang telah dipetik itu, mungkin kan datang Lily, Tulips, Mawar atau bungabunga lain yang semakin meramaikan taman hati ini dengan aroma khas dan warna yang membuat hidup terasa lebih indah. Keceriaan yang dihadirkan anak-anak selaku bungabunga kecil mampu menghiasharumi hati. Mereka, bunga-bunga kecil yang dengan keindahannya membuat kita selalu tersenyum, menjadi pelepas dahaga kedamaian dan pengobat rindu akan kehangatan. Dengan curahan kasih sayang yang tiada henti, sentuhan pendidikan yang tidak memenjarakan kebebasan berpikir dan memasung kreativitasnya, semoga tetap menjadikan mereka bunga-bunga yang dapat dibanggakan, bukan malah menjadi bunga-bunga liar yang berserakan di trotoar dan pinggir jalan. Dengan menghiasi hati mereka akan keagungan nama penciptanya, dan kemuliaan nama Rasulnya, akan menjadikan mereka bunga-bunga yang tak pernah kusut, layu atau bahkan hancur oleh terjangan angin, panas, hujan ataupun buasnya unggas. Ketika beranjak keluar melewati pagar, kita akan menemukan bunga-bunga lain yang tak kalah indahnya, mereka tersenyum dan menyapa dengan hangatnya. Seperti kita yang juga menjadi bunga kehidupan bagi mereka, bunga-bunga diluar pagar itupun hadir memberikan makna kebersamaan dan saling mencintai, memberi juga mengasihi sebagai saudara karena Allah. Jagalah kedekatan, binalah kebersamaan dengan bunga-bunga itu, karena mereka jugalah yang mungkin akan membantu, menolong dan meringankan beban berat ataupun terpaan badai kehidupan. Sebanyak apapun bunga yang kita miliki, jangan juga melupakan bunga-bunga yang telah melahirkan dan membesarkan kita menjadi bunga saat ini. Mungkin bunga-bunga itu sudah mulai layu, atau tangkainya sudah terkulai lemah. Jangan biarkan mereka semakin layu, sirami dengan air cinta meski yang kita miliki tak sebanding dengan air cinta yang pernah mereka curahkan. Jadilah kaki penyangga tangkainya agar kita tetap bisa melihatnya berdiri, segar dan melangkah berdampingan hingga Sang pencipta segala bunga menentukan kehendaknya. Namun ada satu bunga, yang bersemayam paling dalam di lubuk hati ini, yang tak boleh kita biarkan tak tersirami oleh air yang tercipta dari rangkaian indah nama-nama Sang Pencipta segala bunga, dari berdiri, duduk dan sujud yang kita tegakkan, dari senandungsenandung yang menyuarakan ayat-ayat-Nya dan dari rasa berserahdiri akan segala kehendak dan ketentuan-Nya. Ialah bunga kehidupan utama yang tanpanya takkan berarti, takkan terasa indah, takkan menyejukkan aroma bunga lainnya, seindah dan seharum apapun bunga-bunga yang lain itu. Hingga jika bunga utama itu kuat, ia pun akan menguatkan diri ini sehingga teramat tegar menepis duri-duri kemaksiatan yang menyakitkan, atau unggas-unggas kejahatan agar menjauh dari taman hati ini. Dengan keindahan dan kedamaian yang kita tawarkan selaku bunga, kita dapat memperbanyak bunga-bunga baru untuk hadir dan bersama-sama saling menjadi bunga kehidupan di

taman hati masing-masing. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna, teruntuk bungabunga di taman hatiku)

Hidup Penuh Arti
Publikasi 24/07/2002 16:51 WIB eramuslim - Selasa (23/7) dini hari waktu setempat, sebuah serangan udara menghancurkan beberapa bangunan dan menewaskan 12 orang termasuk anak-anak dan wanita, serta melukai 150 orang lainnya. Diantara yang syahid ialah Shalah Syahada, Komandan Izzudin Al Qassam, salah satu tokoh pendiri Hamas. Pria berusia 50 tahun itu menjemput syahid bersama istri dan ketiga anaknya dalam insiden membabi buta militer Israel. Syahidnya tokoh besar Hamas tersebut menimbulkan kemarahan para pejuang Hamas tidak terkecuali anak-anak dan kaum wanita. Hari ini, prosesi pemakaman Shalah Syahada dan sebelas syuhada Palestina lainnya dipadati tidak kurang dari 300 ribu pendukung Palestina. Dilaporkan, puluhan ribu pejuang antri di depan rumah sakit dimana para pejuang yang syahid tersebut disemayamkan untuk ‘berebut’ menggotong jenazah sang syahid. 6 Februari 1993, hujan air mata mengguyur tanah Indonesia. Dalam usia 84 tahun, seorang tokoh besar ummat Islam menghembuskan nafas terakhirnya. Pak Natsir telah pergi, begitu bunyi headline beberapa harian besar di ibukota. Sebagian kita mungkin masih belum bisa melupakan betapa membludaknya iring-iringan massa yang menghantarkan jenazah Mohammad Natsir (Allahuyarham Pak Natsir) ke tempat peristirahatannya. Air mata ini pastilah kan mengalir tatkala mengingat kembali kisah detik-detik menjelang wafatnya Rasulullah Muhammad saw, manusia mulia nan agung yang dicintai segenap ummatnya. Betapa tidak, sampai detik terakhir hidupnya, ketika Izrail, Jibril dan seluruh malaikat berkumpul mengelilingi Rasulullah yang terkulai lemas di pembaringan, beliau masih khawatir akan keadaan ummatnya sepeninggalnya. Pancaran ketenangan pun menyemburat memancar dari wajahnya saat Jibril mengkhabarkan bahwa tidak ada ummat yang akan menginjakkan surga sebelum ummat Muhammad. Meski pada saat bersamaan derasnya sungai airmata mengalir membasahi pipi Fatimah Az Zahra. “Orang besar adalah mereka yang hidupnya untuk (kepentingan) orang banyak, dan ketika mati, ia akan senantiasa dikenang juga sebagai orang besar. Orang kerdil adalah yang hidupnya untuk dirinya sendiri, maka ketika mati ia pun tetap sebagai orang kerdil”. Nasihat yang begitu bermakna yang terlontar dari mulut seorang pejuang muslim pendiri Gerakan Ikhwanul Muslimin, Imam Hasan Al Banna. Setidaknya sang Imam pun membuktikan kata-katanya, puluhan tahun setelah kepergiannya pada tahun 1948 dalam usianya yang masih relatif muda, 42 tahun, oleh terjangan sebutir peluru, hingga kini ia masih tetap dikenang sebagai orang besar yang tidak bisa lepas dari wacana pergerakan dan perjuangan Islam di Mesir dan di seluruh penjuru dunia Islam.

satu bentuk Kemahasempurnaan hasil kreasi Allah dari jumlah yang tak terhingga kemahasempurnaan lainnya yang semuanya diperuntukkan bagi hamba-Nya tanpa mengharap imbalan apapun. Selamat Datang Pagi. menjadi orang besar dan senantiasa dikenang sepanjang hayat manusia di bumi Islam karena mereka telah mendedikasikan seluruh hidup mereka untuk ummat. ayam-ayam jantan sudah menyambut awal kemenangannya dengan lantang di waktu fajar. Binatang-binatang melata ditanah pun menggeliat. Juga. Mereka. pembangkit ghirah. Burung-burung hilir mudik terbang kesana kemari mengitari alam. termasuk bagi manusia yang bercita-cita meraih sukses dan kemenangan. mungkin sudah jutaan kata terangkai menjadi puisi-puisi indah tentang pagi. sebaiknya cukup dalam hati saja mengucapkannya. semuanya bermula di pagi hari. dengan segala kekuatan dan izin Allah. Patutlah kita mensyukuri nikmat Allah yang satu ini. Jika saja. memberi isyarat kepada manusia untuk segera memulai hari yang teramat cerah. setelah sebelumnya unggas lainnya berlomba saling bersahut memecahkan keheningan fajar. Adakah diri ini dalam antrian panjang tersebut? Wallahu’alam bishshowaab (Abi Iqna). siapapun yang tetap terlena berselimut tebal. pastilah Dia akan menambahkan nikmat-nikmat itu. Ayatullah Khomeini.Masih banyak nama-nama besar yang terukir bersamaan dengan gejolak perjuangan ini. pemimpin Revolusi Iran dan masih banyak nama-nama lainnya. Bahkan jika hamba-hamba itu bersyukur dan memuji.Entah sudah berapa ratus syair tergubah yang terinspirasi oleh indahnya pagi. DR. Maka. kicaunya yang tak henti mengiringi kepakan sayap mereka mencari dahan-dahan tempat berpijak untuk kemudian terbang kembali ke sangkar mereka dengan setumpuk makanan di paruhnya untuk diberikan kepada anakanak mereka. Insya Allah. Dengarlah kicau burung-burung bernyanyi. Allah menjadikan mereka sebagai penyemangat perjuangan. Maha Suci Allah atas nikmat pagi dengan segala keajaibannya. pastilah dia orang-orang yang merugi bahkan kesuksesan pun makin menjauh. sehingga kematianpun akan sangat berkesan bagi siapapun yang ditinggalkan. dari Cat Stevens sampai si imut Tasya pun bersenandung pagi. mereka teramat tahu . Abdullah Azzam. namun mereka telah memberi makna bagaimana hidup penuh arti. Titik-titik embun di dahan berjatuhan membasahi tanah seiring bergulirnya sang mentari menatap bumi. sementara sang betina dengan sabar menggiring anak-anak mereka mencari makan. untuk Islam dan untuk Allah. Syamil Basayev sang tokoh pejuang Chechnya. Meski tidak harus memanggul senjata. ahli bom pejuang Mujahidin Afghanistan pada masa perang melawan Uni Soviet. dan juga sebagai inspirasi bagi deretan panjang calon-calon mujahid di seluruh pelosok bumi. Selamat Datang Pagi Publikasi 23/07/2002 09:01 WIB eramuslim . karena pagi begitu memberikan harapan bagi segenap makhluk. masih terdapat antrian panjang calon-calon pengukir sejarah perjuangan kaum muslim. pembunuh demotivasi.

Raihlah prestasi sebaik-baiknya hari ini. Jika memang ini pagi terakhir. Al Ustadz Imam Hasan Al-Banna mengatakan bahwa dengan dua sayap inilah Islam diterbangkan setinggi-tingginya ke langit kemuliaan. Bagaimana tidak. Dengan cinta dan keimanan inilah hati setiap mukmin yang satu dengan lainnya terikat kuat. Oleh karena itu. cinta dan keimanan adalah ibarat dua sisi mata uang. baik prestasi dunia maupun prestasi sebagai bekal di akhirat. Dan iman pun tidak dapat dibayangkan tanpa cinta. Cinta tidak dapat digambarkan tanpa iman. persatuan ummat akan terbentuk dan permasalah pun akan terpecahkan. Kemudian bersegera kembali meneruskan pekerjaan sambil tak hentinya hati dan bibir ini menyebut nama Allah sebagai sumber kekuatan. mengumpulkan tenaga untuk kembali menyambut pagi yang senantiasa menjanjikan harapan. Dan malam pun tiba menawarkan kesejukannya seiring terpejamnya mata. Hingga senja pun hadir. merapatkan kening diatas bentangan sajadah. bangkitlah segera dan mulailah hari ini dengan penuh semangat karena mungkin saja semangat kita tak berguna lagi di esok hari. dan sentuhan hangat mentari pagi ini juga yang terakhir bagi kita. tak berlebihan bila seorang ulama Mesir yang telah syahid. maka mukmin yang lain pun merasakan hal yang sama. Bila mukmin yang satu sakit. Mencari rizki maupun mencari ilmu terus menerus tanpa kenal patah semangat untuk memacu prestasi. mengadu dan memohon dikuatkan hati dalam menggapai segala harapan. semburat cahaya kemerahan yang terlukis di langit menghantarkan kita merenda lelah. Ada keseimbangan yang patut dipertahankan dalam hidup ini. bisa jadi ini adalah pagi terakhir yang dapat kita rasa. satu nasihat yang bagus untuk didengarkan. Sungguh. meski waktunya pun tinggal sehari. jikalau dengan iman dan cinta. Itu berarti.Sesungguhnya dalam Islam. Selain itu. Karenanya. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna) Indahnya Cinta karena Allah Publikasi 22/07/2002 10:47 WIB eramuslim . dan pada saat-saat yang sudah ditentukan kita duduk bersimpuh. karena boleh jadi kecemerlangan amal dan prestasi hari ini yang tercatat sebagai amal yang menyelematkan kita dari azab-Nya. Rasulullah pernah menegur salah seorang dari pengikutnya yang selalu berada di masjid sepanjang hari. datangnya pagi hari ini juga wajib kita syukuri karena belum tentu esok kita kan menikmati keindahannya. .bahwa tanpa geliat itu mereka takkan mendapatkan rizki untuk bisa bertahan hidup. tentu bukan menjadi alasan untuk menghabiskan hari dengan berpangku tangan tanpa berbuat satu apapun. masih adakah manusia yang tetap bermalas dengan badan lurus terlentang merapat di ranjang hangat? Tentu mereka orang-orang yang jauh dari rizki dan kesuksesan. dan menyuruhnya untuk keluar bekerja mencari nafkah. atau bahkan mungkin esok mentari terbit dari arah yang berlawanan dari arah yang biasanya. Antara yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Bekerjalah seolah akan hidup selamanya dan beribadahlah seakan esok ajal kan datang.

Sebaliknya. "Jangan lakukan itu. merasakan demam. dan tak bisa tidur. Rasulullah menjawab. maka salah seorang dari kaum Anshor berdiri dan menyatakan kesediaannya. dan selalu mengutamakan kepentingan saudara seimannya daripada kepentingannya sendiri (itsar)." Karena kedermawanan dan keikhlasan Abu Bakar inilah. beliau rela menginfaqkan seluruh hartanya demi kejayaan Islam. Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. laki-laki dan perempuan. tapi cukupilah kebutuhan mereka dan bagilah hasil panen kepada mereka. sepenanggungan dalam suka dan duka. Bagian yang satu akan mengokohkan bagian yang lain. hadits Rasulullah saw juga menegaskan: "Gambaran orang-orang beriman dalam hal saling mencintai. ketika ia pergi enemui keluarganya. Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa suatu hari kaum Anshor datang menemui Rasulullah saw mengutarakan pendapatnya. Karena itu. "Allah kagum atas perbuatan si fulan dan fulanah. "Kalau begitu. menunaikan zakat. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. "Saya tinggalkan Allah dan Rasul-Nya untuk mereka. bila anak-anak hendak makan malam. "Harta apakah yang kamu tinggalkan untuk anak-anakmu?" Beliau menjawab. siapakah di antara mereka yang bersedia menjamu tamu Rasulullah saw. mendirikan sholat." Kaum Anshor pun tak kalah tingginya memiliki sifat itsar. Hal itu juga tidak lain karena orang mukmin itu laksana sebuah bangunan. Maka kaum Ansor berkata. teryata istrinya mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai makanan. mencegah dari yang munkar. maka yang lain pun akan merasakan kehancurannya." (Qs. Abu Bakar as Shiddiq. dan saling berempat di antara sesama mereka adalah laksana satu tubuh. betapa para generasi pendahulu kita mempunyai kehidupan yang sangat mulia dan jarang kita temui dalam kehidupan kita saat ini." Sejarah Islam telah menggoreskan pena emasnya. Mereka selalu saling tolong menolong. At Taubah : 71). Maka." Dalam kisah lain juga disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw menawarkan kepada para sahabat. "kami ridho atas keputusan engkau wahai Rasulullah." Maka Alloh swt berfirman: . matikan lampu." Pagi-pagi sekali. "Wahai Rosulullah bagilah menjadi dua tanah yang kami miliki untuk kami dan saudara kami muhajirin". ketika orang Anshor ini datang kepada Rasululloh saw. maka Rasulullah saw bersabda: "Tidak ada harta seorang pun yang memberikan manfaat kepadaku melebihi harta Abu bakar. Sesungguhnya tanah ini adalah milik kalian". maka seluruh anggota tubuh akan ikut merintih. tidak apa-apa kita tidak makan pada malam ini. sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. saling mengasihi."Dan orang-orang yang beriman. jika ada sebagian dari anggota tubuh yang sakit. Padahal. Ketika Rasulullah saw menanyakan pada beliau. Dan kemarilah kamu. kecuali untuk anak-anaknya. tidurkanlah mereka. orang Anshor ini mengatakan kepada istrinya. bersabdalah beliau. dan mereka ta’at kepada Allah dan Rosul-Nya. misalnya. jika bagian yang satu hancur. mempunyai rasa empati yang tinggi.

engkau mendahuluiku menuju surga!" Ucapan itu merupakan refleksi kebahagiaan dari seorang mukmin melihat indahnya ‘masa depan’ yang akan dialami oleh mukmin lainnya. Sementara.. Mereka pun sibuk mencarinya. Ketika komandan pasukan musuh itu melihat perilaku pasukan muslim. Sang komandan pun berkata. Tiba-tiba. Komandan pasukan muslim berkata. dan mereka pun sibuk mencarinya."Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin). dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin).. Di depan mereka terlihat pasukan musuh sudah siap siaga untuk menghunuskan pedang mereka." (Qs. salah seorang di antara pasukan kaum muslimin ada yang berteriak.. Kedua pasukan tersebut saling berhadapan. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apaapa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin).. Posisi antara pasukan kaum muslimin dengan musuh terbatasi oleh sebuah sungai. "Apa-apaan mereka itu?" Bawahannya menjawab. mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Sifat itsar juga melahirkan refleks-refleks yang tidak dibuat-buat.. "Kita seberangi saja sungai ini. tapi murni dari hati yang salim (bersih). justru mukmin lain yang melihatnya lah yang mengaduh kesakitan dan merasakan perihnya ketajaman pedang menembus tubuhnya. pasukan musuh sedang menanti mereka dan kematian pun mengitari kepala mereka. "Carilah dulu Qab milik saudara kalian yang hilang". atas diri mereka sendiri. Tetapi yang menakjubkan ketika mukmin itu terpukul pedang tersebut. Kisah lain yang tak kalah mengesankan indahnya ukhuwah adalah suatu ketika sepasukan dari kaum muslimin keluar untuk berperang. Kemudian kaum Anshor akan menceraikan istri tersebut lalu menikahkannya dengan istri yang telah diceraikannya itu. seakan-akan pukulan itu mengenai dirinya. tapi ia langsung jatuh tersungkur dan pada akhirnya syahidnya menjemputkan . Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Ia tidak berteriak atau mengaduh karena sakit. Dalam hadits disebutkan bahwa kaum Anshor berkata kepada kaum Muhajirin agar mereka memilih salah satu dari dua istrinya yang mereka senangi. mereka itulah orang-orang yang beruntung. "Saudaraku. seorang mukmin terkena pukulan pedang musuh di tengkuknya. Akhlaq mulia kaum Anshor dalam mengutamakan kepentingan kaum muhajirin tidak hanya sampai di situ. Dan ucapan yang terlontar dari mulut mukmin yang mengaduh tersebut adalah. "Jika karena masalah Qab saja mereka sudah seperti itu. dalam satu peperangan dikisahkan. "Bagaimana pendapat kalian menghadapi musuhmusuh kalian.Al Hasyr :9). ia berkata." Mereka pun akhirnya menceburkan diri bersama kuda-kuda mereka melintasi sungai agar dapat bertempur dengan musuh. "Qab (Kantung air bejana yang terbuat dari kayu) – ku……… Qab-ku…jatuh ke air". "Salah seorang dari mereka kehilangan Qab-nya. lalu kita perangi mereka di tempat mereka berada. sementara mereka bisa memperoleh perbekalan dan air tanpa harus susah payah? Bagaimana pendapat kalian?" Salah seorang dari mereka kemudian menjawab.! Berdamai sajalah dengan mareka sesuai dengan apa yang mereka inginkan!" ." Komandan ini pun berkata. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya. lalu bagaimana jika kalian membunuh salah seorang saja dari mereka? Pasukan..

Subhanallah. serta merasakan perasaan yang sama. kesenangannya. patutlah kita bercermin pada generasi awal Islam dan para salafussalih dalam berukhuwah. Februari 2000 2. Edisi 2 Th I. 20 Juli 1999 M / 7 Robi’ul Akhir 1420 H 3. Dan Betapa 'pancaran ukhuwah' saja telah mampu mengalahkan musuh dan memenangkan kaum mukminin. (Nurul Huriah Astuti. kemesraan 'pancaran ukhuwah' yang telah dicontohkan oleh generasi dahulu adalah ukhuwah Islamiyah yang tak lapuk oleh waktu dan musim. Rosulullah saw menjawab. tidaklah sekedar menjadi kisah yang sering kita dengar dan kita baca.de) Sumber : 1. Jakarta 2000 . Ta’aruf yang baik akan meminimalisir kekeringan dan keretakan hubungan sesama muslim. Schleidener Strasse 58 52076 Aachen. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4. Wallahu’alam bishshowaab. Oleh karenanya. Hadits Tsulatsa. Tirmidzi). e-mail: nurulha@t-online. walau pun dalam kondisi yang teramat sulit. Kemesraan ukhuwah tersebut mereka mulai melalui proses ta’aruf atau saling mengenal. Puncak tafahum adalah ketika seorang mukmin dengan mukmin lainnya dapat berbicara dan berpikir dengan pola yang sama. Insya Allah. tetapi juga menjadi bagian dari hidup kita. tetapi para Nabi dan Syuhada’ iri pada mereka. Germany. sekaligus menaklukkan kota itu. Itulah buah dari persaudaraan dan kesatuan yang diajarkan oleh Rasulullah saw. maka akan tumbuh sifat tafahum (saling memahami). dan saling kompromi pada hal-hal yang mubah (boleh) sehingga akan membuat hubungan satu sama lain menjadi lebih harmonis. Ia juga dapat membuat hati menjadi lembut serta mampu melenyapkan bibit perpecahan. Gema Insani. Ia akan panjang usia dan kekal hingga hari akhirat kelak. Ceramah-ceramah Hasan Al-Banna. Kemesraan ukhuwah seperti itu tidaklah terbentuk begitu saja. saling bersahabat karena Allah. Dengan demikian. Majalah Tarbawi. Muhammad Nasib Ar-Rifa’I. Sungguh. puncak amal ukhuwah Islamiyah. latar belakang keluarga. Setelah dua proses itu berjalan barulah terbentuk sikap takaful yang darinya lahir sifat itsar. sikap takaful (saling membantu) yang mereka lakukan terbentuk karena ada proses lain yang sebelumnya mereka jalin. 'pancaran ukhuwah' yang demikian tingginya dimiliki oleh mereka. Intermedia. (HR. Di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah-wajah mereka bercahaya. "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah. dan saling kunjung karena Allah". demikianlah sejarah kaum salaf telah memperlihatkan kepada kita bahwa kumpulan manusia itu seluruhnya adalah laksana satu tubuh. karakter. Karena. dan sebagainya. "Ketika ditanya oleh para sahabat. Mereka bukan para Nabi dan syuhada’. kadar keseriusan taqarruf (kedekatan) pada Allah. Bila wilayah ta’aruf telah terbentang. Dari mulai fisik. "Di sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya. ketika keterpautan hati telah terjalin maka timbul sikap saling toleransi. melakukan aktivitas yang satu. Sikap tafahum akan menjaga kesegaran dalam berukhuwah.

kemudian beliau membuat garis persegi sehingga membingkai gambar tersebut. masyarakat Jepang seperti mewujudkan mimpi mereka ketika Tsubasa dan kawan-kawannya menjelma menjadi Hidetoshi Nakata. "Gantungkan cita-citamu setinggi langit". Masih banyak cerita orang-orang besar lainnya baik itu kejadian nyata maupun hanya cerita-cerita dari film. Dari gambar tersebut rasul menarik garis lurus keatas seraya menjelaskan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan garis keatas itu menunjukkan agar manusia tidak berpanjang angan .Bergegaslah Bangun Dari Mimpi Publikasi 19/07/2002 09:07 WIB eramuslim . Justru ada satu cerita lagi yang patut disimak. anda pasti masih ingat pesan klasik yang sering kita dengar keluar dari mulut guru-guru saat di Taman Kanak-Kanak atau sekolah Dasar. Nabi Allah Yusuf alaihi salam pun memulai segalanya dari mimpi saat ia masih kecil maupun ketika menta’wilkan mimpi seseorang dipenjara. sang anak menjawab dengan enteng. yang terjangkau untuk diraih. mimpinya terwujud dan dia menjadi presiden ke 42 negara adidaya tersebut setelah sebelumnya menjadi Walikota di negara bagian Arkansas. Inamoto dan sederet anggota tim nasional Negeri Sakura dalam Putaran Final Piala Dunia 2002 yang baru saja berlalu. dialah William Jefferson Clinton atau yang biasa dikenal dengan Bill Clinton. yang paling mungkin untuk dikerjakan. Di awal tahun 1990-an pernah beredar satu film yang berjudul First Knight. Kemudian yang terpenting adalah visi yang jelas terbentang kedepan yang tapaktapaknya bisa dilalui hingga mencapai apa yang kita cita-citakan. kalimat lama yang mungkin tidak asing lagi ditelinga kita. Saat upacara pemberian penghargaan oleh Presiden AS saat itu. Think Globally Act Locally. mereka tahu betul bahwa kita bisa mencitakan diri ini setinggi apapun kita mau. Para guru kita itu tidak salah. Bukan sesuatu yang jauh dari pandangan. Namun ada syaratnya. ini berkisar tentang seorang anak di Amerika Serikat yang saat masih duduk di bangku sekolah dasar terpilih menjadi Golden Boy atau anak bangsa negeri Paman Sam itu.Ada satu cerita yang boleh diragukan kebenarannya. Dua puluh tahun kemudian. dan bukan pula yang tidak mungkin bahkan dengan mimpi sekalipun. tidaklah penting untuk diselidiki. Rasulullah pernah mengingatkan para sahabat dengan menggambar seorang manusia ditanah. yakni tentang Tsubasa si pemilik tendangan gledek yang bersama kawan-kawannya. Bahkan jika tak berlebihan. Misaki dan Wakabayashi menjadi pemain profesional dalam film kartun buatan Jepang tahun 1982. yang intinya bercerita tentang seorang jagoan kampung yang akhirnya masuk dalam jajaran Ksatria Utama sebuah kerajaan. Beberapa puluh tahun kemudian. Orang-orang besar yang kita kenal yang mungkin memulai segalanya dari sebuah mimpi (catatan: mimpi tidak selalu hadir dalam tidur) senantiasa memulai dengan menapaki satu persatu langkah didepan yang paling mudah dilakukan. Terlepas dari benar tidaknya cerita diatas. “Saya akan menjadi presiden AS kelak” saat dirinya ditanya sang Presiden tentang cita-cita yang ingin dicapainya.

melewati keterbatasan yang dimilikinya. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna) . Bergegaslah bangun dari mimpi. Jelas. atau engkau akan kehilangan keindahan yang tengah engkau genggam … (salah satu kalimat dari syair lagu Ebiet G Ade). bertekad untuk mewujudkan cita-cita (mimpi) dengan mengerahkan segenap kesungguhan dan melakukannya secara bertahap sangat berbeda dengan berangan-angan tanpa melakukan satu apapun. karena itu berarti anda masih terus bermimpi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->