Eyangku, Eyangmu, Eyang Kita

Publikasi 04/03/2003 09:00 WIB eramuslim - Hujan rintik waktu itu. Saya bergegas menembus jalanan pagi yang padat dengan payung terkembang. Berpacu dengan pejalan kaki lainnya, juga mobil dan motor yang suka merebut kavling pejalan kaki di trotoar. Saya harus segera tiba di kantor. Tibatiba sesuatu menghentikan langkah kaki saya dan memaksa saya menoleh. Lagi, untuk yang kesekian kali. Seorang wanita berusia di akhir 60 tahunan, berkain, kebaya dan kerudung sampir, menyandang tas kantong, tertatih tanpa pelindung dari hujan. "Ibu hendak kemana?” sapa saya. Payung langsung saya condongkan ke arah beliau. Bersama kami melangkah satu-satu, menapaki jalan yang licin dan berlubang-lubang. "Mau naik angkot di depan situ, Neng. Ibu hendak ke Cibubur" MasyaAllah! Cibubur? Dari Salemba? Sendirian? Dalam hujan dan tanpa payung? "Ibu sendirian?" Saya masih bertanya, sekedar menepis kegalauan, meski saya tak butuh jawaban, apa yang saya saksikan toh sudah menjawab pertanyaan itu. "Allah yang mengantarkan Ibu, Neng!" jawabnya, sedikit melegakan saya. Dan akhirnya, ketika saya melepasnya naik Mikrolet 01A, saya tak lagi merasa terlalu bersalah. Allah yang akan mengantarnya sampai tujuan. Entah berapa kali saya menjumpai peristiwa serupa. Dan semuanya mendorong pada tumbuhnya satu rasa: Iba. Bagaimana tidak? Mereka melangkah satu-satu, jarak 500 meter ditempuh lebih dari setengah jam. Belum lagi trotoar yang miring atau berlobang, atau dihuni kendaraan parkir, sehingga kadang-kadang pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan yang penuh dengan kendaraan lalu lalang. Kadang saya terpikir: kemana anak-anak mereka? Kemana cucu-cucu mereka? Hingga membiarkan bapak/ibu atau eyangnya bepergian sendiri? Di Jakarta pula. Mungkin dunia memang sudah sedemikian tua, hingga penghuninya tak lagi memiliki cinta dan perhatian, bahkan kepada orang tua sendiri yang sudah mulai lemah. Barangkali dunia memang sudah sedemikian merana, hingga orang di jalanan tak lagi menganggap manula sebagai makhluk lemah yang, Tapi, sebentar! Apa hak saya ‘menuduh’ anak dan cucu yang mengabaikan orang tua/eyangnya di jalanan? Apa hak saya ‘menghakimi’ manusia dan dunia yang tak lagi mempedulikan para manula? Memangnya saya sudah berbuat baik kepada eyang dan orang tua saya dengan sempurna?

Dan, tiba-tiba saya teringat eyang kakung saya di kampung sana. Usia beliau sudah di atas 80 tahun, pendengaran sudah jauh berkurang, penglihatan sudah tidak awas lagi dan berjalan pun sudah harus ditopang tongkat. Sekalipun secara fisik –seingat saya- saya tak pernah mengabaikannya, harus saya akui, selama ini saya sulit untuk bisa akrab dengan beliau. Pertama, karena jarak yang memisahkan kami, sehingga sedikit kesempatan untuk bersama. Kedua, pendengaran dan penglihatan beliau yang kurang, membuat sulit untuk berkomunikasi. Saya harus agak berteriak supaya beliau mendengar apa yang saya katakan. Ketiga, saya kesulitan menemukan bahan pembicaraaan yang nyambung. Kondisi tersebut membuat saya jarang bercakap-cakap dengan Eyang, kecuali saat melayani makan, mandi dan semua keperluan sehari-hari lainnya. Jadi, apa bedanya saya dengan mereka yang menelantarkan orang tua dan eyangnya di jalanan? Meski tak tampak secara fisik, namun secara psikologis nyaris tak ada bedanya: saya telah mengabaikannya, betapapun alasan saya. Dan saya pun merasa perlu mengoreksi kembali penilaian saya kepada para anak dan cucu dari eyang-eyang di jalan raya itu. Mencoba menemukan alasan, mengapa mereka tak mengantarkan orang tua atau eyangnya yang bepergian. Barangkali saja keluarganya miskin, sehingga tak mampu mengantarkan dengan kendaraan memadai. Bisa saja anakanaknya sedang sibuk bekerja, demi memenuhi kebutuhan hidup yang kian melilit. Mungkin saja cucu-cucunya sedang bersekolah sampai sore dan masih ditambah dengan kesibukan membantu pekerjaan rumah tangga. Barangkali,… ada alasan entah apa lagi. Namun, semoga saja, meski anak dan cucunya tidak mengantarkan para eyang di jalanan itu, mereka tetap memberi perhatian dan berbuat baik kepada eyangnya dengan cara yang lain. Hingga Allah akan melindungi mereka, seperti kata Ibu tua tadi: "Allah yang akan mengantar saya, Neng!” Semoga demikian adanya, dan semoga yang demikian itu adalah melalui tangan kita. Ya, semoga Allah menolong para eyang itu dengan menggerakkan hati dan meringankan langkah kita untuk mengantar dan menemani para eyang di jalanan itu. Semoga kemudian Allah menolong dan menjaga eyang dan orang tua kandung kita, karena kita mengikhlaskan hati menolong para eyang di sekeliling kita. Karena mereka adalah eyangku, eyangmu, eyang kita semua. (Saat ini saya berharapharap cemas, jika saya membantu para eyang di jalanan dan di sekeliling saya, di jauh sana, Allah akan memberikan teman dan penjaga bagi eyang saya, meskipun itu seorang anak batita yang senang mengajaknya bermain, tanpa kata-kata verbal, namun penuh ketulusan cinta. Ya, Allah kabulkanlah harapan saya, dan titip salam rindu saya kepadanya). (azi_75@yahoo.com, saat saya mengingati eyang)

Mbok Narti
Publikasi 27/02/2003 09:45 WIB

eramuslim Mbok Narti Begitu kami sekeluarga memanggilnya. Usia-nya sudah 60 tahun namun kegagahan dan kegesitannya justru membuat sosoknya terlihat 10 tahun lebih muda. Mbok Narti baru bekerja beberapa minggu di tempat kami. Seorang tetangga membawanya ke rumah ibu ketika mengetahui bahwa kami membutuhkan asisten di rumah kami. Ayah yang sudah sakit dalam 8 bulan terakhir tentu menyita waktu ibu untuk mengurusnya. Alhasil pekerjaan rumah tangga sedikit 'keteteran' karena kami bekerja seharian di luar rumah. Alhamdulillah, kami dapat bernafas lega ketika mendapatkan bantuan mbok Narti ini. Setiap ba'da shubuh dia sudah rajin bekerja dari mencuci, memasak dan menyetrika. Mbok Narti tidak pernah mengijinkan ibu untuk membantunya, alih-alih mbok Narti menyarankan ibu untuk konsentrasi menyiapkan dan mengurus keperluan ayah yang sedang sakit. Mbok Narti hidup sebatang-kara di dunia ini, begitu informasi yang kami dapatkan lewat tentangga. Dia tidak pernah menceritakan asal-usul dirinya dengan jelas. Mbok Narti, sosok baru di rumah kami ini langsung menjadi idola. Senyumnya tidak pernah lepas dari bibirnya. Pekerjaan dia selesaikan dengan giat dan gesit. Setiap malamnya tidak pernah dilewatkan mbok Narti dengan bersimpuh di hadapan Sang Khaliq. Selalu khusyuk dalam sujud dan do'a-nya. Dan suatu hari, setelah hampir tiga minggu mbok Narti bekerja di rumah kami. Tiba-tiba kami kedatangan seorang tamu. Seorang dokter dari Jakarta. Awalnya kami agak terkejut dengan maksud dan tujuan dokter tersebut untuk menjemput mbok Narti. Astaghfirullah, kami sempat bersu'udzon tentang sesuatu hal yang buruk yang pernah terjadi kepada si mbok ketika bekerja di Jakarta dahulu. Namun, dokter yang ternyata bekas majikan si mbok tersebut justru memohon maaf kepada kami untuk menjemput mbok Narti karena si mbok dirindukan oleh anaknya. Rupanya putera si dokter meminta ayahnya untuk datang ke rumah kami menjemput mbok Narti. Ah, rupanya ada yang merindukan si mbok di sana. Si dokter itupun bercerita bahwa anak bungsu-nya tidak mau makan sejak mbok Narti pulang ke kampungnya. Persis seperti di sinetron-sinetron memang, namun itulah fakta yang terjadi. Entah apa yang membuat mbok Narti berhenti bekerja dari rumah si dokter tersebut sebelumnya. Namun dari kehidupan, tindak-tanduk mbok Narti yang baru beberapa minggu di rumah kami, mbok Narti adalah sosok yang sangat baik dan mendekati sempurna sebagai asisten keluarga kami. Akhirnya kami pun harus melepas mbok Narti dengan berat hati. Walau baru beberapa minggu bekerja di rumah kami, namun kesan yang ditinggalkan begitu mendalam. Terus terang, kami tidak pernah mendapatkan asisten rumah tangga seperti sosok mbok Narti ini. Satu minggu berlalu sejak kepergian mbok Narti dan tetanga kami yang pernah mengantarkan si mbok datang untuk mengambil uang gaji mbok Narti yang belum sempat

Bahwa hidup ini bukan hanya untuk sekedar mencari makan dan belanja pakaian. Sungguh kerendah-hatianmu meruntuhkan keangkuhan kami.co. rencana liburan dan hal lain yang tak bukan hanya untuk keperluan diri kami sendiri. Rupanya selama ini dia menyerahkan seluruh penghasilannya sebagai asisten kepada si tetangga untuk diberikan kepada Yayasan tersebut setiap bulannya. Suaranya ribut betul hingga mendorong kaki saya keluar untuk mencari posisi suara kucing tadi. dia berpesan agar gajinya dititipkan saja ke tetangga kami itu.. mendapat makan. Entah dimana Ibu si kucing. Subhanallaah.Beberapa hari yang lalu. ternyata baru kami sadari bahwa kami ini bukan apa-apa dibandingkan dengan mbok Narti. membeli baju dan kosmetika. kebetulan ada dua ekor kucing di rumah yang juga sedang menyusui anaknya. itu sudah lebih dari cukup buat dia.kepada orang-orang yang tidak mampu. Karena semalaman dia biarkan anak kucing tersebut mengeong tanpa mau mendekatinya walaupun sudah . Sungguh kedermawananmu membuat kami malu di hadapan Tuhan kami. Mbok Narti. kami merindukanmu mbok. Namun. Akhirnya saya bawa ke rumah.id Kucing Publikasi 20/02/2003 08:52 WIB eramuslim . saya menemukan seekor anak kucing di jalan. Awalnya saya khawatir kucing di rumah itu tidak mau menyusuinya. bahwa hidup ini bukan hanya untuk hari ini dan esok.. dalam asma Allah dan hati yang bergetar penuh haru. mendapat jaminan tempat berteduh. Sungguh. Sungguh kedalaman sujud-sujud malammu. Bagi si mbok. Memang ketika mbok Narti dijemput dahulu. justru dia sumbangkan semuanya -semuanya!. Astaghfirullaah. hidup ini justru menjadi lebih berarti ketika kita dapat membagi kebahagiaan kita kepada orang lain. menggetarkan sukma kami. dengan bekerja di suatu tempat. Rosanti K Adnanyose@ratelindo. Sedang penghasilannya (gajinya) dia anggap sebagai rejeki anak-anak yatim itu.kami bayarkan. Ah.. terdapat seekor bayi kucing yang saya perkirakan baru lahir beberapa hari yang lalu.. Satu hal yang sangat mengejutkan kami adalah ketika si tetangga bercerita bahwa uang gajinya mbok Narti akan diberikan kepada Yayasan yatim piatu di kampung mbok Narti... Ternyata di tepi jalan .. Setiap saat kami hanya memikirkan makan apa besok. Sungguh teladanmu melorotkan tulang-tulang kesombongan kami. Di sisi lain mbok Narti yang 'cuma' sebagai asisten rumah tangga yang mungkin gajinya tidak seberapa untuk ukuran orang yang mampu. lewat mbok Narti kami seakan di'sentil' Allah agar cepat-cepat membuka mata dan hati kami yang selama ini tertutup. Setiap saat kami hanya memikirkan diri kami sendiri..

Saya juga pernah menyaksikan kucing melahirkan. Itu pepatah yang dibuat manusia. justru disuruh gugurkan karena malu ayahnya tidak jelas. Saya yakin ibu si kucing tadi tidak pernah bermaksud mencampakkan anaknya. Persis sama. tapi bukan kucing. Akhirnya saya tinggalkan kucing tadi di luar bersama anak-anaknya. Namun beberapa jam kemudian saya dengar kucing kecil tadi sudah diam. Namun yang menakjubkan. Saya coba lihat. Bisa dibilang itu kali pertama dia melahirkan anaknya. Akhirnya kucing tersebut menemukan tempat yang cukup strategis untuk melahirkan anaknya. Suaranya ribut. Sebuah kejujuran yang mampu merobek-robek keangkuhan kemanusiaan manusia. Sementara kisah yang baru saya dengar ini si ibunya sendiri yang membuang anaknya di tempat sampah. si Hitam turut membantu mengeluarkan anaknya. "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. ternyata. tapi tetap tidak mau. menjilati dan membersihkan anak si Putih tadi. Ketika saya memberikan sepiring makanan kepada kucingkucing di rumah. Mereka itu sebagai binatang ternak. Seekor binatang yang mampu memberikan kasih sayang kemanusiaan disaat manusia meninggalkan sebuah nilai kemanusiaan menuju sifat kebinatangan seekor binatang yang tidak punya sedikitpun akal. Jangan merasa aneh ketika saya saat ini bercerita tentang kucing. karena ada sesuatu yang unik di balik roman kucing ini. Sambil menjilati kucing kecil tadi. Kisah manusia. yang terjadi adalah si putih maju untuk lebih dahulu makan dan beberapa saat kemudian tanpa . (QS. mereka mempunyai hati. si Hitam hanya menjilatinya. subhanallah si Putih (kucing lain yang juga menyusui anaknya) sudah menyusui kucing kecil tadi. dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. sementara si putih terkulai lemah. tapi ada tangan jahil manusia yang membuang. Masih tentang kucing. Apa yang anda bayangkan? Kucing-kucing itu akan berebut dan saling mendahului untuk secepatnya menghabiskan makanan? Kalau begitu anda salah. 7:179).dipaksakan untuk menyusui bayi kecil kucing tadi. Paginya saya coba letakkan kucing kecil tadi bersama anak kucing yang lain. Beberapa hari yang lalu saya juga pernah mendengar kasus seperti ini. ketika saya lihat ketubannya keluar. jumlahnya mungkin lebih banyak dibandingkan muatan piring untuk dilingkari makan. Beberapa jam sempat saya paksakan si Hitam untuk menyusuinya. Kasih sayang ibu sepanjang zaman. Satu lagi tentang kucing. bahkan meraka lebih sesat lagi". Subhanallah Ketika si Putih tadi mengalami proses kelahiran anaknya. hanya satu yang berbeda kucing tadi tidak membuang anaknya tapi manusia yang membuang ke jalan. orang tua kucing yang 'bunting' tadi (si Hitam) terus mengekori. tetapi kucing jauh lebih memahami. Sampai sekarang si Putih masih menyusui si kucing kecil. Apalagi kucing itu anak-anaknya sudah besar. tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah. dimandingkan ibuibu yang lain yang ketika anaknya bunting.

Namun. benarkah kucing tidak memiliki akal dan hati? Maaf. RMuthiah11@yahoo.com Jangan Pernah Mengeluh Publikasi 19/02/2003 09:32 WIB "Berkali kita jatuh. masalah baru akan datang dalam bentuk hilangnya rasa percaya diri dan pesimis. pantun ini ditulis oleh penyair Sumatera Barat. 22:46). pantun itu terus terpatri di benak saya setiap menemui kegagalan dan jatuh dalam hidup. Lagian mereka juga tidak akan bisa membaca. Mungkin bukan masalah antrinya tetapi konsep itsar (mendahulukan kepentingan saudara) jauh lebih mereka pahami dibandingkan sebahagian besar manusia saat ini. namun jika tak salah. di kasir. Mengeluh. Berkali kita gagal. Yanti.interupsi mereka satu persatu bergantian menghabiskan makanan. Saya lupa pengarangnya. Untuk itulah. . Ulangi lagi dan cari akal" Baris baris pantun di atas saya pelajari belasan tahun lalu saat masih duduk di bangku SMP. Namun. pertanyaan saya terbalik. Dan yang anehnya lagi kucing yang didahulukan makan pasti yang sedang menyusui anaknya. Berdiri jangan mengeluh. Sampai saat ini. tetapi yang buta adalah hati yang di dalam dada" (QS. Tapi anehnya praktek teori antri tersebut tidak secanggih antrian kita kalau di tempat umum: di Bank. bahkan di kamar mandi. Ada pertanyaan yang mengganjal di dalam fikiran saya. Demi kepentingan pribadi sebagian orang rela untuk menghancurkan saudaranya. lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapt memahami atau mempunyai telinga yang yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta. apakah hanya dengan berkeluh kesah masalah yang dihadapi akan hilang? Sepertinya tidak. karena kucing saya tidak suka dipublikasikan. tapi cukup disini saja. benarkah manusia memiliki akal dan hati? "Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi. Tahukah anda saya sama sekali tidak pernah menulis di dinding tempat makan kucing itu “Antri dong” atau “Budayakan Antri” dan lain-lain. kita harus terus mencari akal-akal baru sehingga peluang untuk berhasil menjadi lebih besar. Barangkali pekerjaan paling mudah di dunia ini adalah mencari kelemahan dari situasi yang dihadapi dan kemudian mengeluhkannya. usaha tanpa berusaha memperbaiki cara fikir (akal) adalah sia-sia. Malah. Bagi yang belum menunggu giliran dengan tenang. Intinya bagi saya adalah dalam hidup ini jangan pernah mengeluh dan teruslah berusaha. Masih banyak lagi tentang kucing.

by nature. masalah tersebut seakan menjadi nihil begitu kita ingat bahwa ternyata semua itu 'bukan masalah'. kehilangan uang. Rugi sekali jika alih-alih menikmati hidup kita malah terkungkung oleh masalah. dan kadang berfikir kok bisabisanya kita pernah terkungkung oleh masalah 'lama' tersebut. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan). hope more.Begitu besarnya pengaruh qolbu dalam menentukan karakter dari manusia yang memilikinya sehingga Rasulullah pernah mengatakan bahwa di dalam tubuh setiap . Namun. And all good things are yours. saya kembali menemukan puisi yang juga bernafaskan sama. Begitulah. dengan berjalannya hidup.dk) Qolbu Yang Kenal Dengan Allah Publikasi 17/02/2003 08:57 WIB eramuslim . Namun kali ini. selalu penuh masalah. ternyata semangat optimis selalu ditanamkan. sampai masalah yang besar seperti ditinggal pergi orang yang dikasihi untuk selamanya atau dipecat dari pekerjaan. Mulai dari masalah sepele seperti ketinggalan bis. sebagai penutup. kita selalu menganggap bahwa masalah 'lama' adalah 'bukan masalah'. Begitu ada masalah 'baru'. ditulis di negeri Skandinavia. Jika demikian. kenapa juga kita selalu mengeluh? Akhirnya. yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu [1586]. masalah datang silih berganti. kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap" (Surah Alam Nasyrah) Kepada Allah-lah kita senantiasa berharap. love more. Edi Hamdi Esbjerg. Talk less. Belasan tahun kemudian. breathe more.Hidup ini. mari kita renungkan kalam Ilahi. sang Pencipta yang tahu akan kelemahan makhluk ciptaanNya: "Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. selama kita masih bernafas. DK (edi_hamdi@yahoo. Hate less. Whine less." (Swedish Proverb) Di timur dan di barat muka bumi ini. say more. "Fear less. file penting terhapus.

Setelah selesai melakukan tawaf. Hanya manusia dengan qolbu yang baik yang akan memiliki akhlak yang baik.manusia ada segumpal daging yang disebut dengan qolbu. Qolbu yang selalu bersinar penuh cahaya kebaikan. Karena dengan qolbu yang baik maka akan menghasilkan pemikiran. sadis dan bahkan tidak dapat dipahami dengan akal sehat. karena amal yang dilakukan oleh seorang tukang sepatu maka Allah berkenan menerima amal semua jemaah haji tahun itu. Dalam tidurnya dia bermimpi mendengarkan pembicaraan dua malaikat. Sering terjadi di tengah masyarakat perbuatan atau tindakan yang begitu kejam. Beberapa hari . Begitu selesai melakukan ibadah haji. setiap hari dia menabung dan setelah dihitung maka dirasa cukup untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun itu. qolbu yang kenal dengan Allah maka akan selalu tersinari dengan cahaya Illahi. Orang-orang yang memiliki qolbu yang baik maka akan disayang tidak hanya oleh manusia dan makhluk lainnya tetapi juga oleh Allah. Qolbu yang senantiasa membisikkan kepada pemiliknya untuk selalu berpikir. Ucapanucapan yang tidak bermakna dan bahkan sering melukai hati dan perasaan orang lain hanya akan terucap dari mulut manusia-manusia dengan qolbu yang tidak baik. Beruntunglah manusia yang memiliki qolbu yang baik. sudah dapat dipastikan bahwa tingkah laku yang jelek dan tidak terpuji hanya akan dilakukan oleh manusia-manusia yang memiliki qolbu yang jelek pula. Allah amat menyayangi hambahamba-Nya yang memiliki qolbu yang baik. apa amalan yang telah dilakukan yang membuat Allah begitu menyukai dan menghargai amalan tersebut sehingga dapat menyempurnakan amalan dari ribuan jemaah haji waktu itu. Karena itu. Abdullah bin Mubarak bertanya. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara agar kita dapat memiliki qolbu yang baik atau bagaimana cara membuat qolbu menjadi lebih baik? Jawabannya adalah. Bagaimana bisa demikian? Karena Allah adalah Zat Yang Maha Baik. Malaikat pertama mengatakan bahwa alangkah banyaknya orang yang menunaikan ibadah haji pada tahun itu. Hanya saja. jadikanlah qolbu itu kenal dan semakin kenal dengan Allah. Malaikat kedua menanggapi bahwa amat disayangkan semua amal yang dilakukan jemaah ini tidaklah sempurna sehingga tidak bernilai di hadapan Allah. Setelah bertemu dengan tukang sepatu tersebut. Semakin kenal dan akrab dengan Allah maka qolbu akan semakin baik. Untuk itu. Abdullah bin Mubarak tertidur. Ada suatu kisah yang terjadi pada seorang ulama terkenal Abdullah bin Mubarak. Abdullah bin Mubarak pergi mencari tukang sepatu yang disebutkan malaikat dalam mimpinya. Sebaliknya. tindakan dan ucapan yang baik pula. Qolbu yang akan memicu dan memdorong pemiliknya untuk mempunyai akhlak yang baik. Allah begitu mencintai hamba-hamba-Nya yang senantiasa berusaha untuk berbuat baik. Si tukang sepatu menceritakan bahwa semenjak tiga puluh tiga tahun lalu dia mempunyai keinginan untuk melaksanakan ibadah haji. bertindak dan berbicara yang baik. Ini bisa terjadi karena para pelakunya memiliki qolbu yang kejam dan sadis pula. Apabila qolbu itu baik maka baiklah manusia yang memilikinya dan begitu juga sebaliknya apabila qolbu itu jelek maka jelek pulalah manusia yang memilikinya.

Sebagai rasa syukur karena kita relatif lebih mudah untuk mendapatkan nikmat tersebut dibandingkan dengan sebagian saudara kita yang lain. Alangkah indahnya amalan yang dilakukan oleh hamba-hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. Si tetangga mengatakan bahwa demi Allah makanan ini tidak halal bagi keluarga Abdulllah karena yang dimasak adalah sisa bangkai binatang yang didapatkan. istrinya yang sedang hamil menciumi wangi masakan. Mendengar cerita dari tetangganya ini Abdullah berlinang air matanya dan memohon ampun kepada Allah karena dia telah lalai memberikan perhatian kepada tetangganya. Mengapa begitu tingginya penghargaan yang diberikan oleh Allah? Karena inilah suatu amalan yang lahir dengan dilandasi oleh keihlasan yang tinggi. Ini bisa muncul jika didorong oleh qolbu yang baik. inilah hajiku. Suatu amalan yang terjadi tanpa mengharapkan balasan apapun. Dia yakin bahwa Allah menyukai orang-orang yang bersyukur. Demi menghentikan tangis anaknya dan demi mempertahankan hidup maka dia terpaksa memasak bangkai yang didapat tadi.H. Si tetangga terpaksa memasak bangkai binatang ini karena sudah berapa hari dia dan anaknya tidak makan. amin. Qolbu yang kenal dengan Allah. Qolbu yang disukai oleh Allah. Seseorang yang beramal dengan keikhlasan yang tinggi maka dia tidak dipusingkan dengan balasan yang akan diterima. Suatu amalan yang sangat disukai oleh Allah. barometer dari perbuatannya adalah apakah Allah suka atau tidak. Maha Menatap dan Maha Mengetahui. Semoga kita dikaruniai memiliki qolbu yang demikian oleh Allah. Susanto pada pengajian Qolbun Salim IMEA. Lalu dia bergegas pulang mengambil semua tabungannya dan menyerahkan kepada tetangganya.sebelum berangkat. Suatu amalan yang muncul hanya sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah yang begitu banyak yang telah dilimpahkan Allah kepada kita. Jika Allah suka maka dia dengan senang melakukan. termasuk pahala sekali pun. Jadi. Bahkan suatu amalan yang dengannya membuat banyak amalan lainnya diterima.org) (Diilhami oleh ceramah K. Dia tidak mengharapkan pujian dan penghargaan bahkan balasan pahala sekalipun. Karena istrinya begitu menginginkan dan karena sayangnya melihat istri yang lagi hamil maka Abdullah menemui tetangganya untuk meminta sedikit dari masakan yang wangi tersebut. (Salman. presiden@imeanet. Sebaliknya jika Allah tidak suka maka dia berusaha sekuat tenaga menghentikan atau menjauhi perbuatan itu. Inilah suatu kesadaran yang muncul dari qolbu yang baik bahwa kenikmatan yang telah dititipkan Allah ini tentunya harus didistribusikan juga bagi hamba-hamba-Nya yang lain. "silahkan ambil uang tabungan ini. Dengan lembut dia berkata. Enschede 14 Pebruari 2003) . Ternyata wangi masakan tersebut berasal dari rumah tetangga. Rasulullah pernah mengatakan bahwa dalam keadaan darurat maka bangkai binatang dihalalkan untuk dimakan." Itulah suatu amalan yang lahir dari seorang hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. Karena itu. Dia begitu yakin bahwa Allah Maha Lembut. Dia hanya berusaha mengoptimalkan dan menyempurnakan akan kebaikan yang diberikan sebagai sarana untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah. Maha Bijak.

bukan sebaliknya. Lalu bagaimana jika justru ketika pilihan tersebut tidak ada yang memenuhi kriteria kita. Cinta bukan hanya cinta antara pasangan suami istri (pasutri). Bahkan ada seseorang yang sangat mencintai idola-nya. cinta itu bersifat universal yang berhak dimiliki dan dinikmati oleh setiap makhluk hidup di bumi Allah ini tanpa batas waktu dan jarak. tentu naluri kemanusiaan kita akan memilih yang terbaik (best of the best). terbaik menurut siapa? Allah Swt menganugerahi setiap manusia sebuah bonus yang bernama 'akal'.Ketika Cinta Harus Memilih Publikasi 13/02/2003 12:01 WIB eramuslim . Saya pun kerap bertanya kepada diri saya sendiri. Namun sayangnya hal tersebut dijadikan alasan oleh sang teman untuk membalas-dendam dengan. atau cinta antara anak dan orang tua. mengapa saya katakan 'bonus' karena selain manusia. namun juga termaktub cinta kepada suatu barang.Ketika kita didudukan dalam situasi untuk memilih. Jujur saja saya sudah tidak ambil pusing dengan perayaan tersebut semenjak saya tahu bahwa perayaan hari valentine itu sangat jauh dari nilai islami. Jangan berpikiran sempit dulu tentang cinta itu sendiri. Lalu. (Faathir:39) . misalnya buku dan lainnya. bagaimana jika kita dihadapkan kepada suatu keharusan untuk memilih satu dari dua pilihan yang ada? Sudahkah kita memaknai bahwa pilihan tersebut adalah yang terbaik menurut Allah Swt untuk kita. makhluk lain (hewan dan tumbuhan) tidak dianugerahi hal yang sama. entah itu seorang artis atau aktor film. berselingkuh dengan orang lain. Bagi saya. sebagai manusia kita pun dianugerahi 'titel' khalifah (di bumi) oleh Allah Swt. maaf. Suatu kali pernah seorang teman bercerita tentang kehidupan rumah tangganya yang bermasalah. bukankah ketika kita memutuskan menikahi pasangan kita adalah suatu pilihan yang pasti terbaik dari segala pilihan yang ada? Tapi tunggu dulu. Bukan suatu kebetulan jika saya mengetengahkan makna cinta ini kok sepertinya berhubungan dengan hari 'valentine' yang sebentar lagi tiba. dan buntutnya tentu masalah cinta. Selain itu. haruskah kita tinggalkan dan mencari pilihan lain? Bagaimana jika seandainya pilihan tersebut mutlak yang terakhir? Dan bagaimana jika seandainya pilihan tersebut adalah suatu keputusan yang justru berimplikasi terhadap masa depan kita? Bagaimana seandainya jika justru pilihan tersebut adalah ujian dari Allah Swt sebagai wujud dari kasih sayang-Nya terhadap kita? Banyak cerita di sekeliling kita yang dapat dijadikan bahan renungan tentang makna pilihan. "Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi".

(Rosanti K Adnan/yose@ratelindo. tidak ada lagi cinta dan tempat bernaung yang tersisa. cinta manakah yang akan Anda pilih? Wallaahu'alam bishshowab.. Keputusan sang teman untuk berselingkuh.. Mematikan televisi dan langsung berwudhu atau mentolerir diri kita dengan 'pembenaran'. kita masih dapat berlindung di bawah kasih sayang-Nya karena hanya Allah Swt yang mampu memberikan kesempurnaan perlindungan. **** Cinta kepada orang lain melebihi cinta kepada suami." (Al-Baqarah:269) Lalu. salahkah dia dengan pilihan hatinya? Salahkah dia ketika meresa kecewa karena pilihannya ternyata jauh dari apa yang dia impikan? Atau ketika dia diberikan pilihan.. Akal pun dikorbankan atas nama nafsu semata.id) Khutbah Idul Adha: Selamatkan Bangsa dan Negara dari Kehancuran Total . sudahkah dia memutuskan memilihnya dengan atas nama Allah? Suami selalu mengingatkan saya untuk tidak terlalu mencintainya kalau bukan karena Allah Swt.co. tokh beritanya tinggal lima menit.Kembali kepada cerita seorang teman di atas. ash shalatu khairun minan naum. bahkan akan menambah masalah baru. "Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). Bukan hanya tidak akan memecahkan masalah. dan terus menonton. Dan pilihan kembali disorongkan kepada diri kita. Bangun di waktu subuh ketika adzan berkumandang adalah satu pilihan terberat bagi sebagian orang yang lemah iman. Ketika orang lain sudah melangkah menuju surau/masjid di sisi lain kita mungkin masih enggan beranjak dari dalam selimut. cinta kepada liputan berita daripada mendirikan sholat maghrib dan cinta kepada kehangatan selimut kita daripada bergegas ke surau adalah suatu pilihan yang diberikan Allah Swt bagi kaum yang berakal.. Namun. badai rintangan apapun yang menghadang. Kembali akal pun kita korbankan atas nama 'tinggal lima menit' ketika kita diberikan suatu pilihan di hadapan kita. karena ketika suatu saat Allah memanggil suami. ketika ketika kita mencintainya atas nama Allah. Tidak hiraukan seruan dari surau. jelas meletakkan nafsu di atas akal. karena kesemua cinta yang ada sudah dibawanya pergi. Saya teringat ketika adzan maghrib berkumandang.. sebagian kita mungkin sedang asyik menyimak berita demonstrasi di sebuah liputan berita nasional di televisi. Sudahkah kita termasuk ke dalam orang-orang yang berakal? Sudah pantaskah kita menjadi khafilah di bumi Allah ini? Marilah kita bersegera sujud memohon ampun kehadirat-Nya atas segala keterlenaan kita dan atas keterbiusan kita akan gemerlap duniawi yang sebenarnya tiada kekal.

Kepemimpinan adalah suatu amanat yang sangat menentukan dalam kehidupan. negeri kita ini sudah tidak punya apa-apa. Seorang sahabat bertanya. Secara ekonomi. Ma'asyiral Muslimin jama'ah shalat iedul adlha rahimakumullah. untuk sekedar membayar bunga (riba)nya saja sudah tidak mampu. sudah mencapai lebih dari Rp. maupun gelar dan status sosial. Bukhari) Allahu Akbar 3x Walillahilhamd.500 trilyun. seperti sosok nabi Ibrahim. dialah Nabi Ibrahim as. Peristiwa wujudnya sosok pemimpin dunia pertama yang patut menjadi teladan sepanjang masa. Maka kalau seorang itu dhalim." Ibrahim berkata: "Dan dari anak turunku (ya Allah)? Allah berfirman: "Janji-Ku (tentang kepemimpinan) tidak berlaku atas orang-orang yang dhalim. siapapun dia kendatipun keturunan nabi Ibrahim sekalipun. berada di ambang kehancuran. Kini pemerintah tidak mampu lagi membayarnya. dan bukan pula karena atas dasar keturunan. 2: 124) Ayat ini menunjukkan bagaimana proses lahirnya seorang pemimpin yang tepat. Jangankan membayar pokoknya. "Bagaiamana menyia-nyiakan amanat itu?" Rasulullah bersabda: "Jika diberikan amanat itu kepada yang bukan ahlinya. Semenjak merdeka tahun 1945 hingga hari ini kita telah salah dalam memberikan amanat kepemimpinan ini sehingga kita dipimpin oleh orang-orang dhalim yang jauh sekali dari sifat dan keteladanan yang diberikan oleh nabi Ibrahim. itu benar-benar kini kita rasakan bersama. berfirman: "Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji oleh Tuhanya dan ia bisa menuanaikannya dengan sempurna. tidak boleh kepemimpinan diberikan kepadanya. Pemimpin itu. Akibatnya kini negeri kita benar-benar bangkrut. bahwa pemimpin itu tidak sembarangan." (HR. Ma'asyiral muslimin Rahimakumullah Apa yang dinyatakan oleh Rasulullah saw. Jika utang itu dibebankan kepada setiap jiwa dari penduduk Indonesia. maka tunggulah saatnya kehancuran. 1. yang kemudian mencetaknya menjadi pribadi yang sangat kuat terutama dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku jadikan kamu sebagai pemimpin. yang disebut sebagai abul anbiya yang kisahnya banyak diabadikan dalam Al-Qur'an." (QS.Publikasi 10/02/2003 10:34 WIB Allahu Akbar 3 x Allahu Akbar Wa Lillahilhamd. maka tunggulah saatnya kehancuran. Hari ini ummat Islam berkumpul untuk memperingati peristiwa bersejarah. maka setiap orang termasuk bayi yang lahir detik ini terbebani utang tidak kurang dari 10 juta Rupiah. Rasulullah Saw. . Allah Swt. Seorang pemimpin hendaknya lahir setelah melalui proses ujian dan seleksi tarbawi secara ketat. bersabda: "Jika amanat itu disia-siakan. darah. Bayangkan utang luar negeri kita.

motor. fasiq dan dholim. Menurut catatan. justru omset Narkoba meningkat drastis. gula impor. Mereka tidak tahu dan masa bodoh bahwa sebenarnya penjajah Barat tidak pernah rela negara-negara timur itu merdeka pasca era Imperiaslisme. apalagi terhadap barangbarang industri. Dari mana sumbernya untuk membayar pegawai negeri? Dari mana sumbernya operasional departemen-departemen? Sebagian terbesar diambilkan dari utang.. Jika itu yang terjadi sama saja kita bangsa Indonesia menjadi tamu bahkan pengemis di negaranya sendiri. Takut tak diberi utang. sungguh sangat meperihatinkan. Jika dikalikan . Industri-industri setrategis yang melayani hajat hidup orang banyak sekalipun terpaksa harus dijual dengan harga yang sangat rendah.misalnhya-. gula.. Itulah kenyataan yang dihadapi. betapa kemerosotan moral yang melanda bangsa ini sudah semakin parahnya. Maka wajar bila. tanpa utang luar negeri roda pemerintahan juga macet. kedelai sampai buah-buahan didatangkan dari luar negeri. kita rakyat indonesia mau makan apa?! Allahu . ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah.Pantas jika kemudian negara harus menjual aset-asetnya dengan harga yang amat murah. sekali lagi dari utang. Bayangkan. apa arti kemerdekaan itu? Inilah bila suatu negara itu diurus oleh penguasa-penguasa yang bodoh. Jika dihitung sebulan berarti 60 milyar. omset Narkoba setiap harinya mencapai 2 milyar. Indonesia hari ini betul-betul sudah sangat bergantung kepada luar negeri. Tanpa utang luar negeri. Kita bertanya-tanya. Bapak-bapak. mengutuk agresi AS ke Afganistan dan kini ke Irak bahkan ikut-ikutan dalam kampanye anti terorisme ala Amerika dan terbelenggu mengikuti apa saja kemauan AS dalam soal ini meskipun harus menggadaikan bangsa sendiri? Tak lain karena negara ini sudah tergadai. Indonesia tidak bisa membangun.. Takut investor asing akan lari. Takut dikucilkan. yang tidak seharusnya suatu urusan diserahkan kepada mereka. Tak masuk akal. daging impor. sedangkan untuk melindungi kedaulatan negara dari intervensi asing saja sudah sulit dilakukan. Strategi ini nampaknya sudah berhasil dengan menjadikan Indonesiua misalnya sepenuhnya bergantung pada utang luar negeri. Takut tak diberi bantuan. dan takut.takut. Mana produk dalam negeri kita saat ini? Mobil. Kebutuhan pokok rakyat saja mulai bergantung pada pasokan luar negeri. jangankan melakukan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Mulai dari beras. Beras harus impor. Dalam waktu yang tidak lama lagi mungkin semua perusahaan besar menjadi milik luar negeri. Barat selalu berusaha menjadikan negara-negara timur khususnya Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar agar sepenuhnya bergantung kepada Barat. Padahal kita sudah merdeka 57 tahun. bila misalnya karena suatu hal. Di sisi lain. kedelai impor. rupiah menjadi semakin tidak berharga dan barang-barang itu semakin melangit jauh di atas kepala. dalam situasi ekonomi seret sepert ini. Maka lewat jalur ekonomi. Kenapa Indonesia -.. Terhadap bahanbahan pangan saja kita sudah tergantung dengan luar negeri. Takut.tidak bisa bersikap tegas. 3x walillahilhamd. Dalam keadaan seperti ini. sampai jarum jahit semua adalah impor. buah-buahan impor. lalu negara-negara pengekspor beras menghentikan pasokannya.

Selain narkoba. Sungguh sangat mengerikan. Orang tua harus tahu dengan siapa anak-anaknya bergaul di luar rumah. Survei telah membuktikan bahwa merokok merupakan pintu pembuka pengguna narkoba. VCD porno dan lain-lain? Tidak. Apalagi jika diingat bahwa rehabilitasi terhadap pecandu narkotika sangat sulit dan jarang sekali yang bisa sampai tuntas. para pengungsi dan korban bencana dapat ditolong. Kapling otaknya hanya dipenuhi hasrat untuk memanfaatkan kedudukannya saat ini dan bagaimana mempertahankannya . termasuk seks bebas akan terjadi pada mereka. membunuh masa depannya. yang kita pilih untuk membawa bangsa dan negara ini keluar dari krisis ternyata hanya sibuk mengurus dirinya sendiri. Inilah yang kita sesalkan. tetapi mereka tidak berbuat apa-apa. Dengan alasan apapun kita harus selamatkan bangsa dan negara ini dari degradasi moral. Keadaan gawat dan genting ini bukannya menyadarkan kita untuk bersikap prihatin. Norma kesopanan dan norma agama dilanggar begitu saja. podan pornoaksi juga marak di mana-mana. Bapak-bapak kita yang di atas. Sibuk dengan rebutan jabatan dan kursi. termasuk anak-anak di bawah umur. jangan sampai membiarkan anak-anaknya bebas memilih pergaulan. kemudian minum. apakah kita relakan anak-anak. Dengan uang sebanyak itu sudah banyak kiranya anak-anak putus sekolah yang dapat dibantu. Adegan-adegan yang memancing nafsu birahi lolos begitu saja tanpa sensor. lemah pikiran dan lemah mental. kita tidak rela. Pemerintah dan aparat keamanan bukannya tidak mengerti masalah ini. ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah. radio. Membiarkan anak kecanduan narkoba sama halnya dengan membunuh anak kita sendiri. segera ditegur dan dihentikan. Mulanya sekedar merokok. Jika anak sudah mulai merokok. Belum lagi di tempat-tempat rental (penyewaan). Siapapun boleh membeli atau menyewa. kemudian ganja. generasi masa depan ini dirusak moralnya oleh produk-produk elektronik seperti TV. Tak ada yang bisa diharapkan dari mereka. bagaimana uang sebesar itu digunakan untuk menggali kuburan sendiri. Mereka lemah fisik. Belum lagi media bacaan. Mengkonsumsi Narkoba sama halnya dengan membangun lubang kematian diri sendiri. Allahu Akbar … 3x walillahilhamd. TV dan radio. Bapak-bapak. Pertanyaannya sekarang. Dengan sangat mudah dan murah VCD porno bisa didapat karena dijual bebas di emper-emper toko di pinggir jalan. Jika sudah sampai pada taraf ini. Menjadi orang tua sekarang harus waspada. mereka menyiapkan CD porno secara terang-terangan. Tapi tak habis pikir. dan seterusnya nyandu. Tayangan film dan iklan sekarang sudah banyak yang di luar adat ketimuran. suatu angka yang fantastis.setahun berarti 720 milyar. sebab dari pergaulan itulah bermula segala perilaku menyimpang. Kebebasan berpendapat dan berekspresi tidak boleh sampai merusak moral dan akhlaq bangsa. maka segala perilaku menyimpang. termasuk nyandu narkoba. sibuk dengan pembagian rezeki.

semua mereka akan dipilih secara langsung. hanya kepada-Mu kami menuju dan tunduk. Oleh karena itu. dan keterbelakangan. nurani dan sebagainya. telah datang kepadamu ayat-ayat Kami. Dan akhirnya marilah kita renungkan firman Allah Swt. Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Kita harus mempunyai visi yang sama dalam membangun negeri ini kembali. Kita harus mentas dari kerusakan moral. kecuali satu dua orang diantara mereka berhati nurani. Kita harus keluar dari krisis. sebagaimana yang tersebut dalam Surat Toha ayat 124-126: "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku. menyusul kemudian gubernur dan bupati. mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta. Kita tetap optimis bahwa di antara ribuan pemimpin dan calon pemimpin. baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup. semestinya seluruh komponen bagsa sadar dan melakukan instropeksi. mungkin juga dipilih langsung. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami. yang memeras dan menindas rakyat." Semoga kita tidak termasuk orang yang berpaling dari peringatan dan ajaran Allah Swt. Saat ini kita sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang memenuhi syarat. kebodohan. Dalam keadaan negara yang sudah berada di ujung tanduk ini. Mereka berfoya-foya tidak peduli dengan penderitaan rakyat. jujur dan berakhlaq. . Jangan asal memilih orang. maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. anggota DPR dan DPRD dipilih secara langsung. berpengetahuan. dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan. ada yang buta hati. Hendaknya kita sadar bahwa sudah berulang kali kita salah pilih dan tertipu oleh pemimpin-pemimpin yang culas. jujur dan berakhlaqul karimah. kemudian mengambil langkahlangkah strategis untuk berbenah diri. mulai saat ini kita harus cerdas dalam memilih pemimpin. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. Kita bangun negeri ini bersama pemimpin yang adil. kedua orang tua dan saudara-saudara kami kaum muslimin semua. Kebangkrutan bangsa ini adalah akibat ulah mereka. amanah. Sudah terlalu lama bangsa ini dipimpin oleh para penguasa yang culas. kemiskinan. Ya Allah hanya kepada-Mu kami mengabdi. padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah. Ada pemimpin yang hidupnya diwarnai dengan syahwat dan birahi. Kami takut akan azab-Mu kerena azab-Mu pasti menimpa kaum fasiq. masih ada yang memenuhi kreteria tadi. hanya kepada-Mu kami sholat dan sujud.pada pemilu 2004 nanti. maka kamu melupakannya. yang amanah. dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. apalagi dalam pemilu yang akan datang. Berkatalah ia: "Ya Tuhanku. ada yang hanya mengeruk harta dan kekayaan.

Yang menyelamatkan Isa dari salib kaum durjana. . di Chechnya. Yang menyelamatkan Yunus dari gelapnya perut ikan. membunuhi hamba-hamba-Mu dan berbuat kerusakan di alam semesta. keluarga kami. di Kosovo. dan cerai-beraikanlah barisan kaum kuffar. Ya Allah kumpulkanlah hati-hati kami di atas dasar kecintaan kepada-Mu.. rumah-rumahMu dan anak keluarga kami. ummati. Aceh. di Ambon. penindas dan fasiq. munafikin dan musyrikin.. lilitan utang. Ya Allah janganlah Engkau goyangkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk.. yang menjadikan Kitab-Mu sebagai landasan kepemimpinannya. ummatku. jalan yang Engkau ridhoi. yang lebih takut dosa dari pada hilangnya pangkat atau harta. anak-anak kami. di Afghanistan. yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera. yang membawa kami ke jalan yang benar. makar dan kedholiman kaum kafir. dan tetapkankan hati kami atas agama-Mu. Anugerahkan kepada kami pemimpin yang beriman dan bertaqwa. Yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari makar kafir Quraisy. Yahudi pendusta. satukanlah di jalan dakwah-Mu dan ikatlah di atas janji setia demi membela syari'at-Mu. Ya Allah jangan biarkan mereka (orang-orang kafir) berbuat semena-mena terhadap kami. ummatku. di Palestina. Ya Allah lindungilah kami dari tipu daya. Maluku. Ya Allah hancurkan pasukan Amerika dan Israil yang telah berbuat angkara murka. Ya Allah selamatkanlah kami. munafik pengkhianat. Ya Allah padukanlah jiwa-jiwa ini sebagai pasukan yang berjihad dan berjuang di jalan-Mu. pemimpin bagai para kholifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan. yang mau menerapkan syariat-Mu. di Irak dan di tempat-tempat lain dari bumi-Mu. Ya Allah berikan kepada kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malam-nya. tak henti menyebut kami dalam akhir hayatnya: ummati. Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan duduk dan jagalah kami dengan Islam dalam keadaan tidur.Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan berdiri. Yang menyelamatkan Ibrahim dari kobaran api menyala. negeri kami dan ummat kami dari badai krisis. Ya Allah satukanlah barisan kaum muslimin. fitnah dan dosa yang membinasakan. pasukan ahzab angkara murka… Ya Allah Yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya Ya. Ya Allah lepaskanlah dan jauhkanlah dari kami penguasa-penguasa yang dholim. pertemukanlah pada jalan keta'atan kepada-Mu. Ya Allah Yang menyelamatkan Nuh dari taufan badai dan banjir yang menenggelamkan dunia. Jangan jayakan orang-orang kafir atas kami. Allah tolonglah saudara-saudara kami yang sedang didholimi di negeri ini.

kasihan sekali” atau “oooh. sebelum media-media massa hari ini memberitakan jatuhnya Gondola seberat 2 ton yang membawa dua lelaki naas itu saat sedang melakukan aktifitas rutinnya membersihkan kaca Gedung Bank Indonesia (BI). keberhasilan dan kemenangan yang diraihnya. jadikanlah amal terbaik kami sebagai pamungkasnya. Dan bisa jadi ada yang bertanya. Bukan hanya dalam hitungan jam yang tidak pernah lebih dari menjadi 25 jam perhari. seperti juga Anda tak pernah mengenal dua lelaki itu.Ya Allah anugerahkan kepada kami husnul khatimah Ya Allah limpahkanlah rahmat. itu yang namanya Nico dan Rohim”. Dan kedua. prestasi. koq saya nggak pernah tahu”. setiap manusia semestinya menyadari batas waktu yang diberikan oleh Allah. manusia yang satu tidak akan pernah bisa hidup tanpa manusia yang lain. namun terkadang tidak sedikit yang menafikan keberadaan. dan jadikan usia terbaik kami sebagai akhir ajal kami. keterlibatan maupun partisipasi manusia lain dalam setiap kesuksesan. meski dalam waktu sepekan bisa dipastikan sudah hilang oleh derasnya arus informasi di kota sebesar Jakarta ini.. Nah.Ya Allah jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari pertemuankami dengan-Mu. seperti halnya bumi tempat kita berpijak ini pun akan hancur pada masa akhir nanti. Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari suul khatimah…. pertama.Nicodemus (32) dan Abdul Rohim (23). Kemutlakan kedua. ampunan dan hidayah-Mu kepada kami semuanya. Muhammad Syamlan Sekum MUI Propinsi Bengkulu E-mail: syamlan2001@plasa. setiap manusia sebenarnya tak bisa membantah hal ini. kaitannya dengan kemutlakan kedua inilah sedianya setiap kita . “Yang mana sih. Ada dua hal mutlak yang ada pada diri manusia. Setelah kejadian naas tersebut. Anda pasti tak mengenalnya. Seperti saya. tetapi lebih jauh dari itu.com Terima Kasih! Publikasi 06/02/2003 09:46 WIB eramuslim . seolah dua nama tersebut dikenal orang. Saya. bahkan bisa jadi sebagian besar pegawai BI pun tak pernah mengenalnya meski hampir setiap hari mereka hadir dan melakukan sesuatu untuk (gedung) mereka. Bahwa waktu yang kita miliki itu terbatas itu suatu kemutlakan yang tidak bisa dibantah.. waktu yang dimiliki manusia itu terbatas. Aamiin aamiin ra Rabbal ‘alamiin. Tidak ada satu makhluk pun yang akan hidup kekal. Jatuh dari lantai 13 dan terhempas di lantai 5 bersama dengan benda seberat 2 ton di gedung tersebut. Mungkin diantara mereka ada yang berkata: “Ya Allah. jelas membuat keluarga Nicodemus dan Rohim menangis kehilangan orang yang dicintainya.

Ketinggian jabatan. My back yard– pekaranganku. juga status sebagai majikan. karena telah membayar keringat mereka. bukan alasan untuk tak sekedar mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa mereka. Mereka tak pernah iri dengan kenaikan gaji atau pangkat kita. tukang sampah yang mengangkut sampah dari rumah. jangan kaget jika hanya karena ucapan ringan itu kualitas pelayanan dan pengabdian mereka kepada kita akan lebih meningkat. Seperti Nico dan Rohim yang setiap hari membantu orang lain menjadikan pemandangan keluar melalui jendela kantor Bank Indonesia tidak nampak kusam. selain juga mereka yang membutuhkan pekerjaan itu. sebagian kita memang egois dan tak tahu rasa bersyukur. Mungkin kita bisa berkilah. sopir bus ataupun sopir pribadi. apakah kita pernah menghargai kerja mereka? Bahkan sekedar mengucapkan terima kasih. sebagian dari kita ternyata sudah membuktikan. Tapi. terbangun lebih awal dan tidur paling akhir. Dan buat kita. cukup membuat mereka tersanjung dan merasa diri sebagai manusia yang utuh. Begitu juga dengan para office boy yang sudah menyiapkan teh atau kopi panas di meja kerja bahkan sebelum sempat kita duduk. kita tak pernah menyapa mereka dengan kasih sayang. dengan kata lain “menjaga pekaranganku”. ucapan terima kasih yang tulus kita alamatkan kepada mereka atas setiap pelayanannya.menyadari status manusia sebagai makhluk sosial yang –setidaknya. Sungguh. mereka mungkin tak pernah berharap tips. Not in My back yard – bukan di pekaranganku. Tapi sayang. imbalan atau bonus lain dari apa yang sudah menjadi hak mereka. pembantu rumah tangga kita. Nico dan Rohim. Tak pernah terbersit dalam benak para pembantu kita akan menjadi majikan yang kerap dilayani. para office boy. Bahkan sampai orang-orang ‘kecil’ yang telah banyak membantu kita itu telah menemui kemutlakan pertama. Bagaimana dengan para pembantu rumah tangga yang setiap hari melayani kebutuhan Anda dan keluarga. bisa juga sangat berarti –kalau kita mau merenungkannya. Kedengarannya memang tidak terlalu berarti. Masih ingatkah kita terhadap pembantu rumah tangga yang pernah sekian tahun mengabdi? Dimana mereka sekarang? Masih hidupkah mereka? (Bayu Gautama) Not In My Back Yard Publikasi 05/02/2003 08:15 WIB eramuslim. apa sih pekaranganku? ada apa di . Tapi. Bahkan ada yang cukup sarkas menganggap bahwa sudah nasib mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. Bayangkan jika tidak ada orang seperti mereka yang mau menanggung resiko terjatuh dari lantai 13. Not in My Back Yard Kata-kata itu saya dapatkan saat saya mendengarkan salah satu talk show pagi hari.telah teringankan sebagian besar beban hidup ini dengan adanya manusia yang lain. tak pernah bermimpi suatu saat tak lagi menghidangkan teh atau kopi panas karena mereka sangat sadar betapa berbedanya mereka dengan kita. pakaian yang bagus dan mobil mentereng.

Kehidupan keluarga kita berdenyut tiap hari di situ. Kondisi selokan itu benar-benar sangat memprihatinkan. Hal tersebut bisa menjadi langkah awal kita untuk . Milik kita. sebidang tanah yang kita tinggali setiap hari. apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?” Ternyata. dan kurang mampu memahami bahwa Allah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya dan well-equipped. Astaghfirullah. bagaimana aku memanfaatkanya? Mengapa sih harus dijaga? dan lain-lain. apa iya ‘benar-benar’ milik kita? Lantas teringat saya baitbait puisi renungan dari Rendra. Tapi. mengapa aku tak pernah bertanya. tetapi. beberapa inchi lagi airnya meluber ke jalan. bahwa rumahku hanya titipan Nya. mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku? Dan kalau bukan milikku. bahwa hartaku hanya titipan Nya. apakah juga mengganggu orang lain? Cepat-cepat saya pulang dan memeriksa selokan di depan rumah. That’s it. bahwa sesungguhnya ini hanya titipan. padahal sekelilingnya penuh dengan rumah-rumah yang bagus. pekarangan kita bukan milik kita. namun milik Sang Pencipta. sering kita merasa tak yakin. Allahu Rabbii. Kedengarannya NIMBY memang sepertinya ‘egois’. “Sering kali aku berkata. ‘not in my back yard (NIMBY)’ – bukan di pekaranganku!! Tiba-tiba saja kata-kata itu lebih berarti. apakah kami mampu mengemban amanah ini? Astaghfirullah. jadi apapun bisa kita lakukan di situ. untuk itu diwajibkan atas kita untuk melakukan dua fungsi utama. Pekarangan kita –agak luas lagi. ternyata ‘tubuh dan jiwa kita’ bukan milik kita. untuk apa semua ini Kau titipkan pada kami. sebagai ‘abdun’ (hamba Allah) dan Khalifah fil ardh (khalifah di bumi). tapi selokan itu bukan di lingkungan rumah saya. Spontan saya ingat selokan depan rumah saya. Ya Tuhan. Astaghfirullah. Tapi.tempat tinggal kita. Dan kita telah berjanji bahwa sesungguhnya hidup dan mati ini untuk-Nya. Bisa-bisa malah menimbulkan salah persepsi bagi yang tinggal di sekelilingnya. selokan macet penuh air dan sampah. Terlihatlah oleh saya. Selintas saya merenungi “my back yard” sambil mengayun kaki menikmati pagi. saya ingin sekali membersihkan selokan itu mengingat musim hujan segera datang. jangankan pekarangan dan rumah.pekaranganku? apa hak dan kewajibanku atas pekaranganku. kita semestinya memperlakukan dan mempergunakan segala yang di’amanah’kan kepada kita berdasarkan tatanan dan aturan Allah. “Apa aku sudah melakukan itu yaa?” pikirku. bahwa putraku hanya titipan Nya. Tiba-tiba brakk!! Saya menabrak kursi rusak yang dibuang di selokan. di lingkungan pekarangan saya. ketika orang memuji milikku. tapi kembali kalau kita mau mengembangkan maknanya. bahwa mobilku hanya titipan Nya. renungan saya terhenti.

menaikkan harga-harga BBM. sudah pasti akan muncul berbagai praktek kekerasan yang timbul akibat tumbuhnya benih-benih perlawanan. banjir tak akan mengancam. Yang pada kenyataannya. Jika setiap orang melakukan gerakan NIMBY.melakukan perubahan. Amien. keluarganya. korupsi tak lagi trendy. semua kebijakan pemerintah itu tak satupun yang didasari atas kepentingan jangka panjang. masyarakat kita. selama malaikat pesuruh Allah belum meniupkan sangkakala pertanda hari akhir. melainkan kepentingan sesaat yang semakin memburukkan keadaan rakyat sudah terperosok selama sekian tahun sejak krisis ekonomi melanda negeri ini. Semakin menegaskan jarak antara pemerintah dengan rakyat yang jelas-jelas menolak semua kebijakan tersebut. (Sitta Izza Rosdaniah/sitta@rocketmail. lingkungannya dari halhal yang merugikan dan hal yang terlarang. Insya Allah. setidaknya mau menjaga dirinya. negara kita dapat terjaga dari sengsaranya musibah. Dari lingkungan yang kecil -keluarga. Bumi Allah akan terjaga. Telepon yang menyebabkan kenaikan di berbagai sektor lainnya. Ya Allah. Itulah salah satu kunci keberhasilan suatu kepemimpinan yang paling mendasar. Memaksakan pola pikir yang satu terhadap yang lain tentulah hanya akan melahirkan konflik. Insya Allah. sementara masyarakat juga memiliki pola pikirnya sendiri. tidak akan pernah langit menyatu dengan bumi. tentunya ke arah yang lebih baik. Saat ini.sampai hal-hal yang paling besar.Kebijakan-kebijakan pemerintah yang melakukan divestasi Indosat. Rakyat berpikir. atas kepentingan dan kemaslahatan orang banyak. berilah kekuatan dan petunjuk pada kami untuk menjaga amanah-Mu dan mewujudkan Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghaffur. yang kemudian Insya Allah seluruh daerah di negara tercinta ini terjaga. Kebijakan pemerintah dan harapan rakyat ibarat langit dan bumi.com) Menjembatani Langit dan Bumi Publikasi 03/02/2003 08:54 WIB eramuslim . Tarif Dasar Listik (TDL). Mulai dari hal-hal yang kecil-menjaga selokan agar bersih. kemiskinan bukan tak dapat teratasi. bukankah masih ada harapan kesenyawaan itu tercipta ketika hati dan pikiran orang-orang yang dilangit menjemput yang di bumi? Jika terlalu berat bagi yang dibumi untuk menghusung hati ke atas. narkoba tak mampu menjamah. keluarga kita. pemerintah mempunyai pola pikirnya sendiri. Namun jika secara fisik keduanya tidak bisa bertemu. ketidaksukaan dan perbedaan. . melebar menjadi satu RT. privatisasi asset-asset negara. meluas menjadi satu kampung. Selanjutnya. diri kita. bukankah lebih ringan bagi yang berada diatas untuk turun? Penguasa yang cerdas selalu peduli terhadap pola pikir rakyat yang diperintahnya. menjaga hati dan keimanan kita agar tetap bersih sehingga dapat menjaga ‘amanah’ Allah. membahana menjadi satu daerah.

Sekali lagi. perlu kesatuan yang utuh antara orang-orang berpendidikan. semestinya mereka mau turun ke bumi. dulu itu kita semua adalah ‘volks’. tidak akan pernah suatu perubahan (progresif) tercipta tanpa adanya kesatuan antara orang-orang yang di depan dengan mereka yang memberikan kepercayaan penuh kepada yang di depan. keluhan atau bahkan jeritan ketidakberdayaan manusia menjalani hidup. dalam satu tujuan selayaknya orang-orang terdahulu di negeri ini melakukannya saat merumuskan bentuk dan kelahiran bangsa. Membangun sebuah peradaban baru. intelektual yang dipercaya sebagai pemimpin suatu bangsa. dengan anggota masyarakat dari bangsa itu sendiri (Ali Syari’ati). Teori manapun yang pernah kita pelajari berkenaan dengan perubahan mengajarkan. Kalaulah para Nabi dan Rasul Allah memberikan teladan bagaimana menyentuh hati rakyat. Begitu juga dengan negeri ini. Api pergerakan kita dulu itu kita ambil dari dapur apinya rakyat. awalnya hanya sekedar ‘pemaksaan’ pola pikir pemerintah yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyatnya. mengangkat yang jatuh. Masalahnya kemudian. dan menempatkan Rasul sebagai teladan hidup. Tujuan pergerakan kita dulu itu adalah satu masyarakat adil dan makmur bagi rakyat. Semestinya setiap penguasa belajar dari sejarah.Maraknya aksi-aksi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat akhir-akhir ini. Pemaksaan yang dilanjutkan dengan sikap tegas dan represif kekuatan kekuasaan terhadap siapapun yang tidak sejalan. mendiang Presiden Pertama RI. ketika bahu membahu membidani perjuangan memerdekakan negeri bernama Indonesia ini. bahwa kejatuhan yang pernah dialami oleh hampir semua pemimpin adalah saat langkahnya tak lagi seiring dengan orang-orang yang dipimpinnya. Jika pemimpin-pemimpin di negeri ini masih menjadikan Allah sebagai sesembahan mereka. ada kesenjangan hubungan. pemahaman yang teramat mendalam dari Soekarno itu tercermin dari pidatonya pada tahun 1957: “Dulu itu kita semua adalah ‘rakyati’. masih percaya adanya malaikat-malaikat yang senantiasa hadir bersamanya. Begitu juga dengan para malaikat (makhluk langit lainnya) yang penuh kearifan menghampiri anak-anak Adam dan melaporkan kepada Tuhan setiap aduan.” Kalaulah Allah begitu teramat sering menjumpai hamba-hamba-Nya di bumi. Anak-anak dalam Kepompong Jalanan Publikasi 31/01/2003 08:55 WIB . Segala pikiran dan angan-angan kita dulu itu kita tujukan kepada kepentingan rakyat. tapi sejauh apapun jarak itu bukankah tetap bisa tersatukan ketika hati dan pikiran keduanya duduk menyatu dalam satu kepentingan. untuk sementara langit memang takkan pernah menjumpai langit. sesungguhnya merupakan potret awal keruntuhan. Soekarno sangat menyadari artinya rakyat bagi sebuah bangsa. melihat langsung dari dekat setiap bulir air mata ummat yang menetes di sepanjang malam. menggandeng yang lemah dan bahkan mengutamakan kepentingan rakyat diatas semua kepentingan diri dan keluarganya. tidak adanya kontak dari hati ke hati antara langit dan bumi.

ketika siang di Jakarta bermandikan cahaya matahari yang bersinar terik.Jakarta diguyur hujan. Di setiap halte dan beberapa emperan perkantoran. Bus penuh sesak. Di manakah ayah-bunda mereka? Bagian lain Jakarta. jalanan basah. Bocah usia enam tahunan tersebut bermata bening. Mereka menapakkan kaki hati-hati seakan takut air yang kotor menodai pakaian mereka yang bersih dan licin di bawah payung lebar. lengket di tubuh karena air hujan. tangan kurus tersebut mengulurkan bungkus plastik bekas permen yang kosong. Satu demi satu lelaki maupun perempuan yang berjas. Padahal di tangannya yang kurus terpegang sebuah payung besar.yang telah melesatkan anak panah tersebut? "Engkaulah busur dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur. Bukan lagi dunia anak-anak yang diwarnai gelak tawa dan bermain. tapi kekerasan hidup telah menempa mereka menjadi pribadi yang lain. Begitu mudah tertangkap mata pemandangan seperti itu di sebuah ibukota negeri bernama Jakarta. Setiap saat anak-anak tersebut mengacungkan payung kepada mereka yang baru turun dari bus atau mobil. berdasi maupun blazer melintasi jalan dengan pemandangan khas. Tanpa payung. Mengharapkan kepingan logam dari penumpang yang entah mendengarkan atau tidak. bermandikan hujan! Mereka adalah bocah-bocah yang baru berumur 10 tahun ke bawah. Di sela kesibukan berbelanja. Melainkan sebuah aktivitas untuk mencari sesuap nasi. Di mana busur -meminjam perumpamaan Khalil Gibran-. dengan penampilan yang lusuh dan kotor. menjual Koran. mengelap kaca mobil. Mereka masih terlalu muda. sementara di sisinya atau di belakang si bocah mengikuti. ditemani makanan dan minuman hangat. Sebuah tanya terlintas. keramaian pasar tradisional melahirkan suara hiruk-pikuk yang khas. Namun payung tersebut tidak terkembang. Usai satu lagu. Dengan kaos oblong yang sudah tidak jelas warnanya. tampak tubuh-tubuh kecil dengan baju yang basah kuyup. Ketika sebagian yang lain tinggal di rumah bergelung selimut tebal. Kemudian dengan lincah tubuh mungil tersebut menerobos pintu dan meloncat dari bus yang masih berjalan pelan tertahan macet jalanan. Nampaknya tidak banyak keping yang berhasil ia kumpulkan. menjual makanan. Di antara deru bus dan himpitan penumpang tampak seorang bocah yang berusaha menyalip tubuh-tubuh besar di sekitarnya. anak-anak usia belasan tahun mengulurkan tangan menawarkan jasa membawa belanjaan! Masih di bagian lain Jakarta. menyemir.eramuslim . tubuh mereka menggigil kedinginan dengan perut yang keroncongan. mereka hanya menenteng sebuah payung besar. Di manakah ayah-bunda mereka berada? Beberapa hari lalu. saya naik bus kota. tampak anak-anak yang mengemis. Suasana pagi kelam diwarnai macet jalanan oleh orang-orang yang berangkat kerja. lebih dari cukup untuk melindungi tubuhnya. siapa bocah malang tersebut? Di pagi hari di mana anak-anak lain berangkat sekolah menenteng tas dan bekal. ia menyanyi. Sebuah dunia orang dewasa yang terlalu cepat mereka masuki. Dengan krecekan dari tutup botol dan suara cadelnya yang cempreng." kata .

melindungi anak-anak zaman. Kali Anyar II RT 008/ RW 001 No.Bukan sesuatu yang ringan ketika seorang ibu melepaskan anaknya menuntut ilmu sambil mondok di sebuah pesantren. Hanya demi kepentingan masa depan buah hatinya. Bila ternyata panah itu meleset dari sasaran. yang telah mengantarkan anak-anak tersebut ke gerbang yang belum saatnya mereka masuki? Padahal begitu masuk. tentu mereka merindukan busur yang mantap yang akan mengantar mereka pada sasaran yang tepat dalam ukuran kemanusiaan.Gibran. Kecamatan Tambora Jakarta Barat Telp. Sebagai anak panah. hanya kerasnya hidup orang dewasa yang akan mereka rasakan. (Eva Deswenti dari Yayasan Martabat." demikian penggal puisi tentang anak yang ditulisnya. karena kurang mantapnya busur inikah. Semoga saya dan Anda tidak termasuk mereka yang dimaksudkan QS. Tidak pula sesuatu yang menentramkan hati bila seorang ibu tak bisa lagi memandangi wajah anaknya diwaktu malam. Dan anak-anak itupun diserahkan kepada jalanan sebagai kepompongnya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. 3 Kelurahan Kali Anyar. Yayasan yang memberi santunan pendidikan bagi anak-anak dhuafa. semoga Allah melindungi kita. "Sebagaimana Dia mengasihi anak panah yang melesat. demikian pula Dia mengasihi busur nan mantap. Sebuah keluarga dengan ayah-bunda yang penuh kehangatan dan rezeki yang cukup. Luqman: 18 : "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. (021) 6346954 Ibu Indonesia Publikasi 30/01/2003 09:11 WIB eramuslim . Tetapi di zaman ini orang-orang dewasa terlalu sibuk dengan kepompongnya sendiri. Dan tiada seorang pun dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal" (QS. Si anak tertua yang cerdas dan masih duduk dibangku sekolah dasar. Lalu. bahwa anaknya akan beroleh ilmu . yayasanmartabat@yahoo. Luqman : 34). Semestinya ada tangan-tangan yang terulur untuk membantu mereka. ia berupaya meredam rintih sedih itu semua. adakah mereka berhak menyesali? Mengingkari :"…Dialah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di rahim. ketika tengah pulas tertidur.com) Yayasan Martabat Jl. melindungi anak-anak kita. Mereka yang terlahir dari rahim yang kurang beruntung adalah anak-anak masyarakat. Mari ulurkan tangan buat mereka." Naudzubillahi min dzalik. Dan meyakinkan diri sekuat-kuatnya. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati.

Kepedihan dan keperihan menjadi sesuatu yang normal karena seringnya. lemari pakaian. Memperhatikan meja belajar. Tentu akan banyak ibu-ibu pejuang seperti itu di tanah air kita. "Ya Allah. Ya Allah lindungilah mereka. Isak tangis juga sering terdengar di keheningan malam dalam kepasrahan tahajjudnya. Memeluk dan meninggalkan buah hatinya di seberang pintu gerbang. terangkanlah pikirannya. Sebuah negeri yang banyak meyimpan cerita kemewahan para pejabat dan pengusahanya. tempat anaknya akan tinggal bersama beberapa anak lainnya. Ilmu yang lebih dari yang dapat ia berikan selama sang anak masih bersamanya." Lalu ia menyebut nama suami dan anaknya satu persatu. Bagi mereka. hanya kepada-Mu hamba titipkan nasib dan masa depan anak-anak hamba. Wahai Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. kesusahan itu sudah tak dirasakan kesusahan lagi saking biasanya. . menggelar dagangannya seperti para pedagang lainnya. beban kesulitan itu akan lebih menekan lagi. nafasnya pendek-pendek. Tapi yakinlah bahwa itu semua tak paralel dengan senyum dan kebahagiaan sebagian besar rakyatnya. Namun seorang ibu tetap lah seorang wanita. Bagaimanapun ia tegar dihadapan anaknya. Berjuta jumlahnya dan terserak dimana-mana. tak kuasa ia menyembunyikan perasaan di depan Rabb-nya. Dan selepas shubuh berjalanlah ia ke pasar sebagaimana biasanya. selamatkanlah mereka di dunia dan akhirat. Cerita kejayaan pemimpin dengan kekuasaannya. Kenangan akan kefleksibelan hukum dan peraturan yang dibuat oleh ahli-ahli hukumnya. serta tempat tidur susun. Harga-harga barang sudah merambah naik. Dia malah tersenyum saja dan berkisah tentang hal-hal yang menggembirakan kepada anaknya sambil duduk beriringan disisi tempat tidur. Berpuluh tahun mereka melakoni episode kehidupan yang amat berat untuk sebagian orang. Yang ada hanyalah terus-menerus kerja lembur dan "mematikan" berbagai keinginan atau kesenangan memiliki barang. tak ada sesuatu yang istimewa kecuali amanah yang Engkau berikan. Tenggorokannya seakan-akan terasa sesak. Memang ia tak menunjukkan raut muka sedih ketika memandangi kamar baru anaknya yang sederhana. sementara tak ada jaminan bahwa penghasilannya mereka juga akan bertambah. Tak ada gaji ataupun tunjangan untuk besok hari dan hari-hari berikutnya. berbagai jenis persoalan hidup yang lebih berat sudah berderet antri di depan mata. kemudian menunggu kendaraan umum yang akan mengantarnya kembali. Menjadi bagian masyarakat yang tidak penting untuk dicatat dalam sejarah bangsa yang besar seperti Indonesia. Payahnya mencari nafkah. jernihkanlah hatinya. Saya masih ingat beberapa kata dalam do'anya yang nyaris tak bersuara. Hingga seringkali ia bisa membaca ayat demi ayat dalam kitab suci itu hanya dalam hati saja. Kini. hambamu ini hanya lah seorang ibu yang biasa. karuniakanlah anak-anak hamba keberkahan. Betapa ia kesulitan ketika membaca Al-Qur’an selepas maghrib seperti biasanya. tinggikanlah derajatnya.dan pengajaran dari guru yang lebih baik. mungkin juga kita diantaranya. Di depan manusia mereka menjadi golongan kecil dan lemah saja.

Jum'at. Pulang dengan menangis yang tak keluar. tak ada makian atau kata-kata kotor lainnya. Ketika menutup pintu pagar dan naik ke taxi. Menatap seorang ibu pada suatu siang yang terik. Tak ada dendam. Tak pernah berusaha menemani kesedihan "wong cilik" walau sebentar saja. Allah masih bersabar terhadap kelakuan manusia lainnya di muka bumi ini. Orang-orang yang semestinya membantu perbaikan nasib dan mensejahterakannya.Tidak mesti senada dengan ibu-ibu pedagang kecil yang semenjak shubuh sudah tertatih menggendong barang dagangan. Hidup sudah sedemikian melambung dan tak ingin kehilangan itu semua. kekurangan lantas menjadi pantangan dan harus dipenuhi dengan jalan apa saja. berjalan ibu kita ini kembali dengan dagangan yang hampir utuh. Sungguh suatu situasi yang menggetarkan. Mungkin karena do'a dan air mata pengharapannya. Kalau saja pada momen menggetarkan tersebut.de) Kurbankan "Ismail-Ismail" Kita Publikasi 28/01/2003 09:27 WIB eramuslim . lebih berpendidikan serta berwawasan luas. Dan lebih perih lagi ketika hari itu pula si sulung datang mengharap uang untuk membayar pondok dan sekolahnya. Tentulah akan pucat wajah khalifah yang diridhai Allah ini. Betapa bangsa kita amat berhutang pada ibu-ibu mulia itu. Merasa sudah berbuat banyak dan mempunyai jasa yang tak terhingga. dan gemetar tubuhnya. Hilang sudah getaran iba dan rasa sayang pada orang papa dan penuh kesusahan dalam hidupnya. istri kawan saya tak kuasa menahan tangisnya karena sedih meninggalkan . sepulang dari pasar yang jauh dari prasyarat kesehatan. Kesulitan yang seringkali diabaikan saja oleh golongan lainnya. Allah Maha Tahu betapa mereka amat sulit hidupnya.. Kekuasaan dan ketinggian jabatan yang dicapai sering menjadi bandrol harga penghargaan yang harus diberikan orang. Demikian jauh perbedaan kehidupan antara rakyat dan pejabat yang mengurusinya. menatap mata duka sang ibu mulia ini. Betapa ibu-ibu kita begitu bersih hatinya. saya mengantarkan kawan saya suami istri yang pergi ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji.. 1 Februari lalu. karena perih dan letih yang disimpan saja. hadir pula orang yang diberikan amanah berupa tanggung jawab untuk memperjuangkan nasib ibu kita. Kalau saja pada saat itu Sayidina Umar bin Khaththab dihadirkan kembali. Kemiskinan jadi hal yang harus disembunyikan. Segemetar kala beliau mendapati diantara rakyatnya yang kelaparan di suatu malam. Begitu lebar ketimpangan sosial orang kaya dengan rakyat biasa. bahkan oleh orang-orang yang diberi amanah untuk memimpin mereka. din-din (mukhyidin@yahoo. Banyak orang kadang merasa besar dan penting.

betapa bahagianya ayah yang bertahun-tahun tak menjumpai anaknya dan ketika telah berjumpa anaknya telah besar dan gagah. sekali lagi Allah tak membiarkan kecintaan ayah pada anak itu berlebihan. bisa dibayangkan bagaimana rasanya keluarga yang dibangun bertahun-tahun namun buah hati tak juga kunjung datang. tentu kita bisa membayangkan kebahagiaan Ibrahim saat itu. Menjelang 'Iedul Qurban besok.. semuanya dilancarkan. lahirlah Isma'il. tanpa perbekalan apapun. subhanallah. apa yang telah dilakukan oleh Ibrahim dahulu. maka Allah berkehendak untuk menguji cinta Ibrahim pada-Nya. satu hal lagi yang patut kita renungkan. disuruhnya Ibrahim menyembelih anak yang dicintainya itu. kamu jangan sedih. Maka menyembelih anak yang dicintainya menjadi bagian dari kecintaannya pada Rabbnya. membandingkan diri kita dengan Ibrahim 'alaihissalaam rasanya memang belum ada apa-apanya. juga anak anak yang anda impikan dan masih bayi itu berpisah dari anda? Saya yakin mungkin kita akan sedih atau menitikkan air mata membayangkan orang yang paling kita kasihi harus ditinggalkan sendirian. Tapi itulah Ibrahim kholilullah (kekasih Allah). dan lagi kita ini sungguh telah diberi kemudahan oleh Allah untuk mengunjungi Baitullah. saya dan istri saya. kita ini masih beruntung bisa meninggalkan anak kita dalam keadaan cukup. hingga saya dengar suaminya berkata. Bandingkan dengan Ibrahim yang harus meninggalkan istri dan anaknya dilembah yang tandus. dilihatnya Ismail sudah menjadi seorang anak yang gagah. Namun. jauh sekali. hingga kemudian ketika Allah berkehendak untuk memberikan keturunan.. sungguh tak sanggup. bisakah anda membayangkan harus meninggalkan istri atau suami tersayang. saya sungguh tak tega melihatnya meronta-ronta menangis ketika akan diinfus tangannya.anaknya yang baru berusia 14 bulan di rumah yang hanya dijaga oleh pembantu. Namun kebahagiaan itu harus diuji lagi. Ketika saya mengantar anak teman saya untuk opname di rumah sakit beberapa hari yang lalu. coba anda bayangkan menyembelih orang yang paling anda cintai! Terus terang saya sendiri tak pernah sanggup membayangkannya. . cintanya pada Ismail berdiri kokoh diatas landasan kecintaannya pada Rabbnya. "Sudahlah." Sepanjang perjalanan saya merenungi kata-kata kawan saya tersebut. saya saja seperti mimpi menjalani ini semua. ketika Ibrahim mendapat kesempatan untuk mengunjungi anak istrinya. Saya yang duduk di jok depan taxi hanya bisa ikut terenyuh mendengar isak tangisnya. ibu. Apalagi membayangkan orang yang saya cintai disembelih. Beberapa tahun kemudian. masih ada orang-orang yang menjaganya. bayangkan. seringkali kita merasa begitu berat meninggalkan atau berpisah dengan orang orang yang kita cintai. bertahun-tahun ia tidak memiliki keturunan. tatkala Ibrahim harus meninggalkan istri dan anak yang dicintainya itu di sebuah lembah yang jauh dan tandus. Lagi pula dirumah segala macam kebutuhan anak kita sudah tersedia.

apa apa yang menjadi "Ismail-Ismail kita". Membalas perlakuan tak adil dan kezhaliman dari seseorang. Namun tentu ada alasan yang sangat khusus mengapa Rasul menganjurkan ummatnya untuk memberikan maaf kepada orang zhalim.“Maafkanlah. Mari kita lihat ulang soal maaf memaafkan ini. saya hanya berpikir. dan orang-orang yang . sanggupkan kita mengorbankannya di jalan Allah? Istri. yang dengan rela atau terpaksa harus kita serahkan dan kita kembalikan pada Allah Subhaanahu wa ta'ala. perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya. atau belum pernah memikirkannya. anak-anak. Perintah Allah berkenaan dengan “maaf” ini termaktub dalam Qur’an Surat Ali Imran ayat 134: “.." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. untuk membuktikan cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah "Ismail-Ismail" kita. sudahkah ianya kita infakkan dijalan Allah dan kita gunakan dengan baik? Mungkin kita sudah menyumbang barang seratus dua ratus perak. inilah saatnya untuk membuka Al Qur'an.id) Cinta Versus Nafsu Publikasi 27/01/2003 14:25 WIB eramuslim . suami. dan seberapa ikhlas kita berikan. karena itu lebih mulia” Itulah salah satu pesan Rasulullah yang sangat terkenal." from the Desk of Hilal (hill@ratelindo. tidak dilarang. harta kekayaan yang kamu usahakan. apapun yang paling kita cintai sekarang ini adalah "Ismail-Ismail" kita. cari kisah Ibrahim. anak.co. teladani dan renungkanlah dengan cara membayangkan apa yang terjadi pada Ibrahim adalah keluarga karib kerabat kita sendiri. sudahkan kita sanggup untuk menyerahkannya pada hal-hal yang Allah inginkan? layaknya Ibrahim menyembelih Ismail karena perintah Allah? Jika kita belum siap. dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai.. tapi juga seberapa banyak yang kita tahan. karena bukan saja anak yang kita cintai. adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya. isteri-isteri kaum keluargamu. Wallahu a'lam bisshawab "Katakanlah: "Jika Bapa-bapa. atau seratus dua ratus ribu. saudara-saudara. tapi berapa banyak yang kita tahan? berapa banyak yang digunakan hanya untuk hal-hal yang remeh temeh bahkan sia-sia? Saya pikir Allah tak hanya melihat seberapa banyak yang kita berikan. Cobalah kalkulasi apa-apa yang menjadi kecintaan kita. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.Dan sekarang. sanggupkan kita mempersembahkan "Ismail-Ismail" kita di jalan Allah? Sanggupkah kita memberikan apa-apa yang paling kita cintai untuk berkhidmat di jalan Allah? Saya berikan tanda kutip pada "Ismail-Ismail" kita. sudahkan kita arahkan pada jalan Allah? Harta yang kita miliki.

ketampanan dan ukuran materi lainnya. Syetan menggelincirkan dua manusia itu hanya dengan rayuan buah keabadian yang dihembuskan syetan. Terus dan terus meningkat. . ingin punya harta dan kemudian wanita. Sejarah juga mencatat nama-nama lain dari zaman ke zaman. Adam alaihi salam yang telah diberikan limpahan nikmat oleh Allah berupa kesenangan dan kebahagiaan hidup di surga yang tak berkekurangan. Dan itu akan melambungkan dirinya kepada kesombongan. Sedikit punya kuasa. Orang tentu tak akan lupa dengan nama Yusuf alaihi salam yang menampik rayuan Zulaikha yang cantik jelita. Padahal. betapa hawa nafsu sudah terlalu sering mengalahkan manusia. ia tak ingin amarah dan nafsunya yang menjadi alasan utama saat ia menghujamkan pedangnya. Kalaulah kita mau membuka catatan sejarah perjalanan hidup manusia. ingin meningkatkan kekuasaannya. Berlanjut kepada keturunan Adam. Hingga saat ini. Adam (juga Hawwa) tak mampu membendung nafsunya untuk tidak menyentuh buah “terlarang” tersebut. Masih ditambah nikmat itu dengan dihadirkannya Hawwa sebagai pelengkap hidup yang membawa kedamaian dan ketentraman. “Kita baru saja melakukan peperangan terbesar” Kemudian Rasulullah berkata: “Tidak. takkan pernah terhitung jumlah orang-orang yang pernah terjerumus dan akhirnya jatuh oleh karena memperturutkan nafsunya. Alasannya. kenikmatan dunia yang telah memalingkannya dari Allah membuatnya cinta akan dirinya. Namun demikian. kekayaan. cinta akan dunianya. perang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu”. jika bukan karena seseorang itu telah memiliki kebersihan hati dan ketulusan cinta kepada Allah Swt. Meski terbilang hadits dhaif. merupakan dua dari ciri orang yang bertaqwa. Qabil tega membunuh saudara kandungnya sendiri Habil demi mendapatkan calon istri Habil yang lebih cantik. bahkan sejak manusia pertama diciptakan. Usai perang Badr yang terkenal sebagai salah satu perang terbesar dalam sejarah Islam. seorang sahabat mengatakan. Siapa yang tak ingat betapa besar kecintaan Abu Bakar kepada Allah dan rasul-Nya sehingga menginfakkan semua harta miliknya hingga tak tersisa untuk perjuangan Islam. kecantikan. Ada satu hadits yang termasuk dhaif. melebihkan hartanya dan memperbanyak wanitanya.menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang”. Begitu juga dengan Qarun dan sejumlah nama orang-orang yang rakus harta. nafsu manusia pun terus berkembang dan semakin tak terkendalikan. sungguh teramat berat untuk bisa melakukannya. Tidak berhenti sampai disitu. namun dalam hal ini bisa diambil hikmahnya. Cukupkah Adam? Ternyata tidak. Nampaknya seperti sesuatu hal yang sangat sepele. dan mengagungkan harga diri yang diukur dengan parameter kekuasaan. Seiring bergulirnya masa. tak ada salahnya jika kita sepintas “sepakat” bahwa mengendalikan hawa nafsu tidaklah ringan. dan tak sedikit orang yang menganggap itu sebagai hal biasa yang teramat mudah. Fir’aun dan sederet nama haus kekuasaan di muka bumi ini akan selalu menjadi catatan hitam keserakahan manusia. Menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Ali bin Abi Thalib yang urung menebas leher musuhnya setelah sang musuh meludahi wajahnya. jangan lupa bahwa sejarah pun mencatat dengan tinta emas orang-orang yang menang melawan hawa nafsunya.

Jika yang . dan sejumlah peristiwa lain yang terjadi di muka bumi ini. Dan ujungnya. Karena bukan tak mungkin. akan sangat berpotensi membuat seseorang menjadi sangat hina. akan terlihat seperti orang bodoh.Manusia bisa menjadi sangat mulia karena menahan dan mengendalikan nafsunya. jangan pernah menyepelekan pentingnya menata hati. orang baik dan mulia pun bisa tersungkur oleh sebab nafsu yang tak terkendali itu. Ketika seseorang memperturutkan nafsunya dan tak mempu menahan amarahnya. juga pria-pria dan wanita yang tak memperturutkan syahwatnya pada jalan yang halal? Adakah yang lebih mulia dari orang-orang yang mampu menahan dan mengendalikan nafsunya karena takut kepada Allah? Hawa nafsu. dan kemudia ia juga yang menghembuskan aroma ketidakadilan tersebut kepada lawannya untuk membalas kembali ketidakadilan itu dan seterusnya. Oleh karenanya. Cinta yang tulus kepada Allah akan membuahkan cinta dan kasih sayang yang juga tulus dari Allah kepada hamba-Nya. Padahal. Sebagai contoh. Semuanya adalah karena kelengahan kita yang membiarkan pintupintu hati ini terbuka bagi masuknya syetan yang memang senantiasa menantinya celah kelengahan manusia. Hingga pada hitungan detik berikutnya. kenapa hanya dengan memaafkan manusia menjadi lebih mulia? Jawabannya tentu sudah menjadi jelas sekarang. saat itulah pintu terbuka bagi masuknya syetan ke dalam hati manusia untuk terus memanasi setiap relung di dalamnya. yang merupakan satu bagian kecil dari semua hawa nafsu yang ada pada diri manusia. Itu baru sekedar masalah maaf memaafkan. bisa dipastikan adalah penyesalan. pada saat lengah. mereka yang tak ambisi kekuasaan dan jabatan. derajatnya tak pernah jatuh sekalipun ia justru menjadi orang yang pertama menjenguk ketika si peludah itu menderita sakit. Orang yang tak dapat mengendalikan amarahnya. dua kelompok manusia saling baku hantam. kalau saja ia mau memaafkan kesalahan (atau kezhaliman) orang lain. Soal memaafkan misalnya. kekuasaan dan juga nafsu syahwat. membersihkan jiwa dan mengendalikan diri. sampai yang besar seperti rakus harta. dari yang kecil seperti bangga diri. saat api amarah menyala. Sebaliknya. Pada akhirnya. manusia mencintai. bukankah jauh lebih mulia orang-orang yang tak serakah harta. perampokan. sikap itu tentu tidak akan menjatuhkan derajatnya dimata orang yang menzhaliminya. dan lebih menyakitkan. amarah. Seperti halnya Rasulullah yang kerap memaafkan orang yang meludahinya setiap hari. Disinilah syetan berperan menciptakan ketidakadilan. manusia mulia pun akan teramat hina dan menjijikkan ketika sedetik saja tak kuasa mengendalikan nafsu. bahkan gila. sumber utamanya adalah nafsu yang tak terkendali. syetan akan tertawa melihat dua anak. Pembunuhan. Dan dengan cinta dan kasih sayang yang Allah tanamkan itulah. tak mampu menahan amarah serta tak mau memaafkan kesalahan orang. tak pelak lagi balasan terhadap perlakuan orang lain yang dilakukan biasanya jauh lebih besar. pemerkosaan. mengasihi juga menyayangi sesama makhluk.

muncul sekelompok pengamen cilik dengan segala atributnya. apatah lagi untuk nafsunafsu besar lainnya.30 wib.. Menentramkan hati dengan dzikir (mengingat Allah) sebagai bukti cinta seseorang terhadap Dzat yang dicintainya. Jika untuk hal kecil saja tak ada ruang. Hamba yang dipenuhi hatinya dengan kasih tulus dari dan karena Allah. Orang yang marah hanya karena kekhilafan manusiawi orang lain. tentunya dia akan menjadikan Rasulullah dan sederet nama-nama yang memenangkan hawa nafsunya sebagai refrens dalam bukunya yang amat terkenal. siapapun yang mengenalnya akan tetap menjadikannya figur dan teladan yang pantas untuk diikuti jejaknya. Setelah itu. amarah. Carol…. serasa membawa nuansa angin segar pada siang yang cukup suntuk dan gerah. tak akan pernah kasih dan sayang tertandingi oleh ganasnya hawa nafsu. berarti ia hanya mencintai dirinya sendiri. . atau menaruh dendam terhadap orang yang menyakitinya. Salah satu parameter orang yang mencintai dirinya sendiri adalah. Tanpa sadar menarik senyum dan hentakan kaki tiap penumpang KRL yang ada.. menzhaliminya. “Berpikir dan berjiwa besar”. jika ingin mendapatkan kemuliaan dihadapan Allah. Selain dzikir. 2 orang mahasiswa yang sejak awal begitu menikmati sajian mereka. dentam musik mereka membangunkan sebagian besar penumpang yang terserang kantuk. atau mengkhianatinya. (Bayu Gautama. Selain terus menanamkan cinta tulus kepada Allah. Lalu mengalirlah lagu-lagu lawas bernada gembira. thanks 4N) You Are What You Think You Are Publikasi 23/01/2003 07:52 WIB eramuslim . Sembari mengucap salam.demikian yang dimiliki oleh manusia selaku hamba Allah. “Oo. tak ada lagi yang menjadi kepuasan dari seorang hamba di dalam hidupnya ketika kelak mengakhiri hidup tetap dalam kemuliaan. gendang. sekitar 14. bocah-bocah itu membawakan 3-4 lagu. tidak akan pernah cinta berubah menjadi amarah. Gitar. terluka. terhina. qona’ah dan ikhlas dalam menjalani hidup semestinya juga menjadi modal utama ditengah ganasnya terpaan nafsu yang terus dipanas-panasi oleh syetan. Seandainya David J Schwartz adalah seorang muslim. Sehingga meski tak sedikitpun terbetik niat mengukir nama dalam sejarah manusia yang memenangkan pertarungan melawan hawa nafsu. adalah terapi yang tak terbantahkan setiap orang yang mendambakan ketenangan hidup. kecrekan dan lengkingan suara bocah 9 tahun-an itu terdengar begitu riang. sejatinya kita senantiasa menjaga agar hati ini terus terlindungi agar tak kotor. Seolah tanpa lelah. agar tak terbuka celah masuknya syetan yang menggerogoti benteng-benteng ketegaran di dalamnya. siang itu. apalagi dendam. hingga ketika bait terakhir nyaris usai.Di perut kereta rel listrik dalam perjalanan Depok-Jakarta. tidak akan ada ruang kosong dalam hatinya untuk rasa benci.

mungkin untuk makan. terasa begitu membuat tertekan. Tapi kita. Ada lembar-lembar rupiah yang tiap bulannya kita terima. “Dosen killer gimana mau nyaman belajar?”. “Materi segudang gimana mau siap ujian?”. mari kita tengok dan renungkan sejenak. kita jauh lebih beruntung. Jam kerja yang padat. gimana mau semangat?”. dan berjuta keluhan yang kita lontarkan setiap detiknya. Dan temannya menimpali. yang mungkin tengah sibuk berkutat dengan agenda-agenda ummat. ada istri yang siap menyambut dengan cinta dan senyuman. berda’wah. bukan kesyukuran yang ingin diangkat dalam tulisan ini. gimana da’wah mau berhasil?”…. kepenatan yang menumpuk. apalagi duka. ulah anak-anak yang banyak tingkah. berjibaku dengan berbagai amanah. Kawan. “Murid sedikit dan jarang datang. atau apapunlah namanya. mungkin untuk membayar biaya sekolah yang semakin tidak memanusiawikan rasa. Kawan… Kita yang mungkin telah bekerja dengan sangat nyaman di ruangan ber-ac. dan itu mereka lakukan dengan demi segenggam logam dan recehan. yang mungkin telah cukup santai belajar di perguruan tinggi atau sekolah yang kadang tidak pantas disebut layak sebagai tempat menimba ilmu. “Makanan itu-itu melulu. akan memberatkan timbangan amal kebajikan. amanah yang tak habis-habis dan tak kunjung selesai. mengajar. “We want more! We want more!”. dan berjuta lagi kenikmatan yang mungkin justru seringkali kita anggap beban. Dan mereka perbuat semua itu demi mempertahankan hidupnya. Lihatlah wajah-wajah bocah pengamen cilik tadi yang begitu riang gembira. kognitif yang tertekan oleh ujian-ujian. dan segala problematika kehidupan lainnya. *** Kawan. mengisi forum-forum kajian. Terkadang masih juga mengeluh dan meratap. . terkadang hidup ini terasa begitu berat. Sekali lagi. ada objek-objek da’wah yang dengan adanya mereka. ada materi-materi kuliah yang dosen kita ajarkan. ada buah hati yang siap menghibur perasaan dengan kepolosannya yang menggemaskan. jadwal kuliah yang penuh. segala sesuatunya itu dilakukan tanpa keluhan. Mereka hanya bernyanyi. ladang pahala siap dialirkan. ada setumpuk amanah yang jika ditunaikan. “Lagi! Lagi!”. Tapi yang ingin ditekankan disini bahwa imajinasi kita-lah penentu segala hal yang kita terima. tetap menghibur orang lain meski tak pernah tahu apakah sukacita dalam dirinya telah cukup melebur. gimana mau sehat?”. atau yang mungkin telah berpenghasilan tetap tiap bulannya. membenahi rumah dan mencucikan pakaian. dibandingkan bocah-bocah pengamen tadi. “Gaji kecil apanya yang menyenangkan?”. Padahal Kawan. atau mungkin hanya untuk setoran kepada ‘atasan’. memasakkan makanan. Tapi. “SDM sedikit.berteriak lantang.

kita persepsikan sebagai latihan untuk qona’ah dengan apa yang ada. Ya. kita persepsikan sebagai suatu rezeki dari Allah. Semoga Dia berkenan memberi kita kesempatan untuk terus memperbaiki diri dalam menghadapi perjalanan yang sangat sebentar ini. Ketika amanah yang bertumpuk dan datang bertubi. cara pandang kita. Ketika tingkah polah dan kenakalan para bocah yang mengesalkan. Mereka mempersepsikan kerja keras menghibur orang sebagai suatu keriangan. mungkin tak ada lagi wajah-wajah tertekuk dan cemberut. kita persepsikan sebagai cambuk untuk giat belajar. Kawan. mereka cukup dapat memenuhi tuntutan kehidupan yang bisa jadi jauh lebih berat dari kehidupan kita sekarang. sehingga kita ‘kan terus bersyukur kepadaNya. mungkin kita akan menjadi orangtua yang begitu dicintai putra-putrinya. dalam keadaan apapun. dan rasa sukacita tanpa setitik pun duka. Matahari belum terbit di sebelah barat dan belum tenggelam di sebelah timur bumi. sebab persepsi mereka membahasakannya sebagai suatu kepositifan. Seperti bocah-bocah pengamen tadi. kita persepsikan sebagai ajang untuk melatih kesabaran. mungkin kita akan senantiasa termotivasi untuk memperbaiki diri. Ketika ada dosen 'killer' mengajar. Nah Kawan. psychofath@yahoo. untuk menjadi lebih positif dan memandang segalanya sebagai hal yang bukan beban? Jika kita telah berpersepsi demikian. kehidupan adalah kenikmatan yang harus kita syukuri setiap detiknya. Ketika para murid yang jarang hadir. mungkin rumah tangga akan senantiasa terasa tenteram. kita persepsikan sebagai kesempatan ‘tuk meraih pahala sebesar-besarnya. mungkin tak akan ada lagi berbagai keluhan. Bagaimana? (indra fathiana.com) Masih Lebih Mudah Bagi Kita Publikasi 22/01/2003 07:49 WIB . bukan hal yang menyebalkan dan menambah beban.Ketika mungkin gaji kecil yang kita peroleh. Ternyata persepsi kita. You Are What You Think You Are (Kita adalah apa yang kita pikirkan). Padahal mereka tidak tahu apakah dengan berlaku seperti itu. Ketika pelayanan istri yang ‘begitu-begitu saja’. Kawan. dan kebahagiaan hakiki pun dapat terasakan oleh jiwa-jiwa yang ikhlas lagi lapang. begitu menentukan sikap kita dalam menjalani kehidupan. kita persepsikan sebagai akibat dari kekurangan kita dalam membawakan materi (pelajaran) misalnya. keceriaan. senyuman. salah satunya dengan mempersepsikan segala yang terjadi dalam sebuah kepositifan berfikir. paradigma kita dalam mengolah kognisi dan rasa jiwa. ada pepatah barat yang mengatakan. mungkin kita akan selalu bersemangat. maka insya Allah. persepsi-persepsi kita. Begitulah. tentu kita tak akan banyak mengeluh. kita persepsikan sebagai pembelajaran dari Allah dan peluang ‘tuk meraih imbalan-Nya yang lebih besar. maka mengapa kita tidak mencoba mengubah pola pikir kita. Ketika hanya ada segelintir SDM di lingkungan kita untuk berda’wah.

menawarkan dagangannya.Seperti yang sudah saya duga.eramuslim . Ketika para pedagang itu sampai di meja si bapak. si bapak mengambil beberapa buah barang dagangannya dan membayar tanpa menawar. Sekeping gopekan keluar lagi dari jendela mobil. polisi cepek maupun yang setengah memalak dengan 'berorasi'." kata beliau. Dan saya pernah mengingatkan bapak ini tentang hal itu. Beliau tahu saya suka membaca. Teramat sering malah. Beberapa hari terakhir. Tapi ia tak berkomentar. Dan kini? Ini sudah kesekian kali. Biarlah saya berbelanja pada mereka". tanpa banyak kata. Meskipun di pintu depan sudah tertulis besar-besar "PARA PEDAGANG DAN PEMINTA SUMBANGAN DILARANG MASUK". Penasaran saya makin betambah. Kenapa dia harus selalu memberi? Tanpa pernah memilih lagi.". baik yang memang terang-terangan meminta-minta. Ini bukan yang pertama kali. ketika saya satu mobil dengan beliau karena ada tugas keluar kantor. "Lantas mengapa membeli?" tanya saya. Pernah suatu saat saya bertanya kenapa beliau suka membeli barang dari para pedagang yang ke kantor. Banyak dari mereka yang menggunakan metode peminta sumbangan untuk menghidupi diri. bahwa tak semua peminta sumbangan itu benar-benar peminta sumbangan untuk masjid. Ada pula yang menawar. sebagian lagi menolak dengan halus. "Karena saya tahu tak banyak orang yang membeli koran dari tukang koran seperti dia. Seorang penjual pengharum ruangan masuk ke kantor. Kalau membeli barang dagangan. beliau hampir selalu memberikan koran harian pada saya. Tapi ternyata dia juga selalu memberi kepada para peminta sumbangan yang bergantian datang ke kantor kami. Memberi uang sama artinya dengan memberikan persetujuan dan pembenaran. Sudah menjadi rahasia umum. begitu jawab beliau. anak yatim piatu atau sejenisnya. Beliau memberi uang kepada setiap peminta-minta di jalanan. Sebagian cuek. Penjual pengharum itu berkeliling ke meja-meja pegawai. tapi akhirnya tidak jadi membeli. Itu jawabnya. . Entah mereka sudah bebal atau kebal. mengamen. Mereka bukan tak bisa. Sedangkan kita sudah selayaknya memberikan pelajaran. "Siapa lagi yang akan membeli kalau bukan kita? Sudah terlalu banyak yang berbelanja di mall. "Saya tak butuh koran itu. Sering. Namun ternyata bukan hanya itu. Dulu. Beberapa kali kejadian semacam berulang. sebagaimana alasannya di atas. saya bisa menerima dan mengerti. Tapi apa alasannya? Sulit bagi saya untuk mengerti. Hanya kurang berusaha saja. Peristiwa yang sama terjadi kembali. Tetap saja tiada hari tanpa pedagang keliling dan peminta sumbangan di kantor ini. saya juga tidak tahu. Pertama kali saya menjadi anak buahnya. Si Bapak hampir selalu membeli barang dagangan setiap pedagang yang masuk ke ruangan kami.

Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam satu tahun.. Sedang saya. Cahaya itu sampai ke penglihatan kita setelah menempuh waktu yang amat sangat lama. dan lainnya. Ada yang terlihat berwarna jingga. Menurut saya apa yang beliau lakukan tidak mendidik. Mungkin mereka memang tak sungguhsunguh miskin. inci. mereka tak akan melakukan itu semua. Kemana mereka mencari? Sedang kita? Kalaupun harta kita habis karena mereka. Bintang-bintang itu sama seperti matahari kita. bisa jadi mereka hanya malas.. Kalau biasanya kita menghitung jarak dengan meter. Semuanya membuat indah walaupun kita sedang di dalam suasana kegelapan malam.000. Ibaratkan .000 kilometer. Sedikit angka-angka. gelandangan tak berkawan. Tapi saya yakin. (azimah rahayu. Ya. azi_75@yahoo. Sehingga dalam satu tahun cahaya berarti mempunyai jarak 9. ada yang terlihat berwarna biru.000 kilometer per detik. Masih lebih mudah bagi kita. hendaknya kita pilih-pilih. Atau. sungguh jarak yang luar biasa jauh. Tahukah Anda bahwa sebetulnya cahaya bintang-bintang yang kita lihat saat ini bukan merupakan cahaya yang sebenarnya pada saat ini dipancarkan dari bintang-bintang itu. Setidaknya. setidaknya masih lebih mudah bagi kita untuk mencari lagi dengan bekal kemampuan yang diberikan Allah pada kita. dibanding mereka. hmmm. mana yang tampak betul-betul membutuhkan.800. membuat mereka makin malas.Kali ini saya tak lagi bisa diam. Cahaya itu menempuh jarak dalam satuan tahun cahaya (light year). tak mau bekerja keras dan mengharapkan uluran tangan seperti ini. lantas kepada siapa mereka meminta. masih lebih mudah bagi kita mendapat rezeki dibanding para tukang koran. kita bisa melihat betapa indahnya kelap-kelip bintang menghiasi langit. juga memancarkan cahaya ke bumi. Semestinya ada orangorang yang aware dengan program penyadaran itu. Masih lebih mudah bagi kita mencari makan dibanding para pengamen jalanan. Tugas merekalah yang menyadarkan. kalau mau berinfak kenapa tidak melalui lembaga yang benar-benar dapat dipercaya akan menyampaikan amanah kepada yang benar-benar berhak? Saya memberondongnya dengan sebuah argumentasi panjang. jika mereka bisa semudah kita mencari rizki. "Saya tak yakin dengan tidak memberi akan mendidik mereka. kecepatan cahaya dalam ruang hampa adalah sekitar 300. Masih lebih mudah bagi kita meminta bantuan teman. Kalau tidak mendung. kalau mau memberi. Ada yang terlihat terang ada yang terlihat meredup.460. Masih lebih mudah bagi kita mencari penghidupan dibanding para pedagang asongan. astronom menggunakan satuan tahun cahaya untuk menghitung jarak yang sangat jauh. Jika karena tak ada yang mau memberi mereka kelaparan.Sesekali pandanglah langit di malam hari.com) Karena Bintang Pun Bercahaya Publikasi 20/01/2003 09:11 WIB eramuslim ." Urain panjang lebarnya membuat saya tertegun. hanya ini yang bisa saya lakukan. ada yang terlihat putih. Masih lebih mudah bagi kita.

seseorang yang menempuh perjalan sejauh itu. Subhanallah. Ibnu Sina. semua bintang mempunyai umur hidup yang menentukan pancaran cahaya yang diberikannya. Demikian pula dengan cahaya dari bintang yang jaraknya bisa sampai ratusan tahun cahaya. Di satu sisi. "Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan.. kita mengisinya dengan amalan yang baik? Cukupkah amal yang kita kerjakan membuat 'cahaya' yang kita berikan bertahan? Tinggal bagaimana kita menggunakan waktu kita untuk berbuat baik. Misalnya bintang Alkaid mempunyai jarak sekitar 101 tahun cahaya dari bumi. tetapi saat ini kita masih bisa melihat pancaran cahayanya. karena 'cahaya' dari mereka yaitu amal perbuatan mereka berguna bagi umat ini. 'cahaya' dari diri ini masih bisa terus hidup. Kita diberi Allah suatu keajaiban. Sama halnya dengan bintang. kita bisa mengukur seberapa jauh bumi kita ini dengan bintang lain. tentu akan memakan waktu yang sangat lama. Subhanallah. siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. sudah mati. Yang menjadikan mati dan hidup. bahwa kita ini mempunyai umur sekitar 60-70 tahun. Galileo dan tidak ketinggalan ilmuwan dan tokoh muslim seperti Imam Bukhari. dan masih banyak lagi yang lain. kalau boleh diandaikan dengan bintang. sehingga 'cahaya' dari diri kita ini dapat terus menerus menerangi kehidupan orang lain sampai saat ini. Berarti cahaya yang kita lihat dari bintang Alkaid sekarang merupakan pancaran cahaya dari 101 tahun yang lalu. manusia pun diberi waktu hidup. Melalui cahaya bintang itu. Seperti bintang. kita diberi kemampuan untuk melihat masa lampau dari alam semesta ini. kita bisa menggunakannya untuk menghitung berapa lama lagi matahari akan meredup dan menjadi mati. sebagaimana matahari yang suatu saat nanti tidak lagi beraktivitas.. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. kita diberi alam semesta yang amat sangat luas.. Einstein. Dalam kurun waktu itu. walaupun kita sudah wafat. Setelah kita wafat nanti. melalui cahaya bintang tadi. seperti bintang di langit. Nabi Muhammad pernah berkata. Lihatlah nama-nama Newton. Selain itu. merupakan waktu dimana kita memancarkan cahaya. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. sudah tidak beraktivitas lagi. Di sisi lain. Waktu dimana kita bisa memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan umat dan mencari ridho Allah. Al-Khawarizmi. Apa saja yang sudah kita lakukan? Cukupkah dalam umur begitu pendek. Melalui cahaya bintang itu. Amalan yang baik dan digunakan terus menerus oleh umat akan selalu membuat diri kita yang sudah wafat tadi masih terus dikenang. Mereka tetap dikenang. dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. sehingga perlu memakan waktu yang sangat lama untuk mengeksplorasinya. supaya Dia menguji kamu. Beberapa bintang sebetulnya bintang itu sudah tidak ada. Jadi kita melihat cahaya dari masa lampau. Maka lihatlah berulang-ulang. kita akan meredup dan tidak beraktivitas lagi. adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan . Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Cahaya dalam diri ini masih bisa hidup jika amalan yang kita kerjakan bermanfaat bagi umat..

" (Qur'an Al Mulk:1-4) Wallahu'alam bi shshawab Zulfikar S. apabila saat ini hatiku masih juga mengharapkan wajah lain selain wajah-Mu. Rabbku. kulalui dengan tertatih-tatih. Allah. Karena aku tahu. Akankah Kau terima buah karya tangan lemah ini? Akankah Kau hargai. Namun ampuni aku ya Rabbi. tidak semua hamba-Mu Kau perlakukan sama seperti aku. Jika masih juga kunanti senyum lain selain senyum-Mu. Telah coba kuatasi sedapatnya panasnya hari-hari kulewati.Ya Rabbul Izzati. lagi-lagi Kau didik aku dalam kealpaan mimpi semuku. telah kupenuhi panggilan-Mu. apakah salah jika aku menyandarkan diri pada dinding lain dalam sebuah bangunan Islam-Mu? Angkuhkah aku yang lemah ini Rabb? Salahkah aku yang dhoif ini Rabb? Namun Rabb. kuberharap pengembaraan cintaku membawaku pada sebuah taman. karena ku tahu cinta sejatimu adalah musim semi dalam jiwaku. bukan tak ingin aku istiqomah melewati hari-hari. . Telah kucoba melepas segenap yang aku mampu untuk mengatasi beratnya medan yang menghalang. Bukan tak hendak aku sabar menanti janji-Mu. Tersibak juga tirai kelam yang senantiasa menyeret langkahku menjauh dari-Mu.or. Tapi aku tak pernah berhenti memadu rindu. membawa tubuh ringkih ini melewati jalan yang Kau kehendaki. untuk melanjutkan perjalanan yang panjang ini. sungguh aku bersyukur atas semua ini. Betapa semakin berat persangkaanku akan kesia-siaan amalanku. Namun Rabbi. Juga masih kudambakan pujian selain dari pujian-Mu. gersang ragaku. Menuju ke sana. Tapi yang kutemui hanyalah taman yang gersang dan tandus di bawah panasnya terik matahari yang menyiksa jiwaku. Tak sanggup kubendung air mata keharuan atas semua belaian ini. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. di Dada-Mu Kutemukan Kedamaian Publikasi 17/01/2003 08:08 WIB eramuslim . Kinipun hati yang peragu ini masih diguncang gundah. Pedih jiwaku. Terperosok aku dalam kubangan rindu bersulam palsu. Betapa seringnya hamba tertegun ragu. Kembali ku ingat sebait doa yang pernah kurenda.id) Tuhan. Kau dekap aku dalam belaian tarbiyah yang telah banyak mengajarkan aku banyak hal. Aku sadar tidak sama pejuang dengan perintang. jika kuingat Engkau Maha Pencemburu!!! Rabbi. Semuanya memang dikarenakan kelemahan hati ini yang masih saja berharap mencicipi kenikmatan duniawi. Kadang terpikir olehku untuk menuntaskan jalan itu agar aku segera sampai.sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. sekian lama aku mengembara mencari cinta.

yang mengantarkan kakiku ke dada pelangi. karena memang hanya dari-Mulah sumber kebahagiaan. Menuntun hamba-hamba-Mu yang mendambakan cinta sejati. Mengingatnya. sujudku tak akan pernah merenggang. kuucapkan terima kasih yang tak terhingga.. tarbiyah telah merubah diriku. melesat meninggalkan angan-angan hampa. bibirku akan terus bergetar. ampuni atas segala kelemahan imanku. sirna kesombongnnku. Allah. sekuat tenaga kucoba berlari. Aku bergumul seorang diri. semakin deras air mata ku mengalir. (Yesi Elsandra. Kau adalah musim semi dalam relung jiwaku.tentang sebuah janji yang telah kupatri. memohon agar senantiasa Kau beri aku kebahagiaan. Kadang kala kabut pekat yang kutemui. Ya Rabbana. Dengan nafas itu aku berjalan di atas bumi. Yang ada saat ini bagaimana membentuk diri. kesimpulan dari riak-riak hatiku ini. mulutku menyanyi lagu syurgawi. mulutku berteriak. tapi langkah kaki kecilku berpacu dengan nafsu yang menahan jiwaku. Ternyata tanggung jawab itu besar berada di pundakku. Namun aku tidak mau terjebak di dalamnya. Apakah ini jawaban setiap rintihanku. di sana kutemukan kedamaian yang abadi. bayang-bayang semu. apakah ini jawaban setiap doa-doaku? Agar Engkau sertakan aku di dalam barisan para salafussholeh?. betapa diri ini tak layak disejajarkan dengan mereka. Langkahkupun seolah terhenti. Izinkanlah ya Allah aku menjadi penyambung cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. Beruntung aku masih punya nafas. Rabb. inspirasi dari sebuah tulisan di majalah Ishlah) . tapi aku ingin katakan. namun suaraku bersembunyi. di dada-Mu kupasrahkan kehidupan. siapalah aku ini. Rabbana. jemariku kan terus kususun. lenyap sifat jahiliyahku. namun lautan kasih sayang dan ampunan-Mu kuyakini tak pernah bertepi Ya Muhaimin. Walaupun aku tak layak mensejajarkan diri. Walaupun syukur dan taubatku sering mungkir.. semakin kuat dan kokoh kakiku melangkah. Dalam dekapannya runtuh keangkuhanku. atas segala cinta dan pelabuhan rindunya. aku ingin sampaikan terima kasihku kepada-Mu. bimbing aku melewati jalan orangorang bernyali singa. Rabbi. terhimpun seluruh kekuatanku. serta dongeng yang tak memiliki cerita. yang bisa kudendangkan tatkala hatiku sunyi. seperti yang Engkau kehendaki . Siapalah aku ini dibandingkan mereka yang senantiasa bersimbah peluh dan debu untuk membuktikan kecintaanya kepada-Mu? Betapa lancangnya aku mengukur diri dengan mereka yang menghabiskan malammalamnya dengan sujud tersungkur mengharapkan ampunan dan cinta-Mu. untuk yang kesekian kalinya. Bergerak bagai awan putih merindukan terang. namun aku cukup arif menyadari Rabb. dengan kekuatan itu tanganku memainkan melodi. kekuatan apakah gerangan ini. agar Engkau jadikan setiap nikmat yang ada pada diriku sebagai mahar yang akan aku persembahkan pada-Mu? Oh Rabbi. tentang azzam yang kutanam dan juga segala amanahku. Dalam pangkuan-Mu. Jauh melesat meninggalkan bayang-bayang.

bebek dan kambing. aku ingin engkau tahu. Tempelasan air yang menerpa teramat menyenangkan. agar makanan di tungku menjadi masak. Bau khas ayam. Ya. berbatas cakrawala langit yang biru dengan saputan awan putih di ketinggian. . Kehijauan sawah sepanjang mata memandang. sekedar sarana untuk berolahraga dan berekreasi. Mencari dan memberi makan ayam.Menikmati Hidup Publikasi 16/01/2003 08:27 WIB eramuslim . ingin kuceritakan padamu nikmatnya mengurus ternak. Sebenarnya semua itu biasa saja. mengenang lima tahun yang lalu aku harus bercapai-capai menimba berpuluh-puluh ember untuk seluruh kegiatan rumah tangga. lima tahun terakhir aku lebih banyak naik motor atau menggunakan kendaraan umum. ingin kuceritakan padamu indahnya menggenjot pedal sepeda membelah persawahan. Bahkan ke warung tetangga berjarak dua ratus meter pun selama ini aku tak mau lagi naik sepeda. juga dari kotorannya. lima tahun yang lalu. tapi sungguh terasa nikmat dan menyenangkan. Tapi sungguh. aku harus melakukan pekerjaan itu tiap hari. Bermandi peluh saat matahari siang bolong panas membakar. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. karena aku anak desa. keindahan itu menjadi terasa lebih indah karena lima tahun terakhir aku nyaris tak lagi menyentuh sepeda onthel. Dulu. lima tahun kemudian. mengenang betapa beratnya pekerjaan itu dulu. sedang aku mengerjakan semua itu hanya sekali dua. Angin segar menerpa. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Saat tiap hari aku menempuh puluhan kilometer di atas sepeda jengki atau sepeda mini. saat menjalani liburan. aku hanya perlu menimba saat listrik mati. Kuhembus bara-bara dengan sepenuh tenaga. Dan keasyikan itu berubah menjadi perasaan yang indah. rasanya indah sekali. Meskipun lengan sempat kram dan pegal selama beberapa hari. ingin kubagi padamu tentang asyiknya menimba air dari sumur dengan tali. Dan kini. Indah karena sambil menggenjot pedal aku mengenang masa-masa sebelum lima tahun yang lalu. Sedang kini. serudukan kambing dan kotorannya terasa nyaman. juga usaha batu bata ibu. aku naik sepeda hanya sebagai selingan. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Segar. Kini. Juga membersihkan kandang mereka dari rantingranting sisa makanan. menyenangkan sekali memasak dengan kayu bakar. derit roda katrolnya menimbulkan sensasi yang menggembirakan. cicit burung dan lenguhan kerbau mengiringi setiap putaran roda. menempuh jarak 5 sampai 10 kilometer. bersaing dengan bis kota di atas sadel sepeda. Beberapa jam berkutat dengan mereka memang melelahkan. atau bernafas embun saat kabut pagi masih melingkupi. Bagaimana tidak nikmat dan menyenangkan.Kawan.

kini aku bisa mandi sepuasnya tanpa usaha. kini aku memelihara binatang untuk teman. pisang dan pepaya dari kebun. memasak dengan api tungku lebih enak. Lima tahun lalu. Pertama karena aku tidak suka bersantaisantai. bahwa aku pun telah mendapat pencapaian besar. Karena ia adalah salah satu ajaran agama Islam dan agama lain yang hampir semua orang ernah mendengarnya. Buah-buahan itu beberapa tahun terakhir rasanya tak terlalu istimewa bagiku. Tapi bukan itu yang paling nikmat dari memasak dengan tungku dan kayu bakar. ketika ada pelajaran olah raga. Dan kini. apel merah dan anggur. menanak nasi dengan rice cooker. sedang jajan di sekolah pun hanya seminggu sekali. aku merasa kurang beruntung dibanding teman-teman yang bisa sekolah lagi. Tapi selama ini aku merasa tidak nyaman. tapi karena aku sudah lebih dari lima tahun tak melakukannya. dengan gelar akademis tinggi. karena peningkatan prestasi dan karir berjalan sangat lambat. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Tapi hari ini aku tahu. pendidikan maupun aktifitas sosial. Kedua. menjadi pegawai negeri itu enak. tiap hari aku bergulat dengan kayu bakar. dan panci-panci menjadi menghitam serta butuh usaha ekstra untuk mencucinya. kini dapat naik motor dan naik bus kemana-mana. Kerjanya santai. semangka apatah lagi buah pir. Ya.Meskipun itu berarti abu berhamburan mengotori baju. Ya. mangga. hari ini. Banyak orang mengatakan. *** Kawan. Maka nikmat Allah yang manakah yang (dapat) aku dustakan? Mensyukuri nikmat. Dulu aku harus berhemat air agar hemat tenaga untuk menimba. aku menikmati memasak dengan kayu bakar seperti sedang berpiknik. Kata orang. pir dan jeruk mandarin. Aku merasa kurang beruntung dibanding teman-teman yang sudah menjadi para profesional. Namun kini. selama ini untuk memasak aku tinggal menyalakan kompor minyak atau kompor gas. kemudian bekerja di tempat swasta dengan gaji besar. Ya. aku menahan air liur untuk sekedar dapat mencicipi melon. aku ingat sekali. Aku merasa kurang dibanding teman-teman yang sudah mencapai keberhasilan jauuh di atasku: dalam hal keluarga. Tak ada uang untuk sekedar membeli sepotong. nikmat sekali aku mengunyah potongan apel. bahkan sudah menjadi sarapan sehari-hari. keringat berleleran karena udara panas di sekitar tungku. Dulu aku harus puas dengan ubi. kini aku bisa sarapan tiap pagi dengan apel dan jeruk. karir. gaji tetap. sudah lebih dari lima tahun aku menjadi pegawai negeri. Dulu aku harus mengurus ternak untuk biaya sekolah. Namun . abu dan tungku. Saat mengulumnya ingatan tentang masa lima tahun yang lalu melintas-lintas. lima tahun lalu. rasanya lain sekali. memasak air dengan ketel listrik. hari ini di sini. Phrase ini terdengar teramat klise. Dulu aku naik sepeda ontel.

Di suatu malam yang sunyi dalam Ramadhan di bulan Maret 1997. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. Terlihat jelas dari layar gelas itu. phrase itu ternyata bisa teramat sederhana. beriring seluruh jama'ah haji menyambut penggilan Allah. aku saksikan di TV dengan dentuman jantung dan lelehan air mata. Atau malahan mudah diucapkan. Labbaikallahumma labbaik. Oke saja bagiku berjalan kaki maupun ngontel berkilo-kilo. Kalau dihitung secara matematis. setiap saat aku melihat gambar ka’bah dan mendengar talbiyah dikumandangkan. Aku terhanyut seakan jiwaku bersama mereka. dengan status anak kos sejak kelas 1 SMA. mereka bertawaf mengitari rumah-Mu Ya Tuhan. maka mengapakah sekarang aku lebih tak bahagia? Mengapa aku harus membandingan diri dengan orang lain dan selalu merasa kurang? Dulu aku sanggup menikmati apa yang ada. Aku tak bosan-bosan berucap “Ya Allah . Gambar dan suara di TV itu telah mengirimkan sinyal ke otak. (Azi_75@yahoo. Padahal ternyata. Semua itu.. Menikmati hidup. Karena saat itu aku malah belum mengenal dunia. “Ya Allah…. ridhailah hamba…”.kekliseannya tidak membuat kalimat tersebut gampang diaplikasikan. gajiku sebagai seorang calon PNS tidak akan cukup untuk membiayai impianku– menjadi tamu Allah di Masjidil Haram dan berziarah ke makam Rasulullah di Madinah. Dulu. Tampaknya itu saja kuncinya. Dan semua itu dahulu biasa saja. Ada saat-saat dimana kata-kata tersebut begitu abstrak. Mengenang kembali lima tahun yang lalu itu.. untuk melakukan haji dan umroh hanya untuk-Mu. aku berdiri di . aku yakin akan firman Allah bahwa kita tidak boleh berputus asa dalam mencapai rahmat Allah. Mie sebungkus untuk dua kali makan pun tak masalah. Acara TV itu selalu kutunggu setiap tahun. Tapi. ternyata semua biasa saja.com. tapi perbuatan tak sesuai dengan yang dikatakan. hari-hari seputar lebaran) Saat Aku Melihatnya … Publikasi 14/01/2003 07:49 WIB eramuslim. dan membuat hati berdebar serta menstimulasi butir-butir air mata yang membasahi pipiku. dan melempar kerikil kecil yang bermakna besar. ongkos jalan dan fotocopy. sulit dimengerti dan berat dilaksanakan. seraya tak henti mengucap Ya Allah … ridhailah hamba menyambut panggilan-Mu kelak untuk menjadi tamu-Mu. aku sanggup hidup dengan uang 3-5 ribu rupiah seminggu untuk makan. Dulu aku sanggup hidup sedemikian. acara siaran langsung dari Mekkah. apa yang diberikan Allah padaku. mereka berlari-lari kecil dari Shofa dan Marwah. dan apa yang kuperoleh sudah terasa cukup. ridhailah hamba …”. mereka duduk tafakur memanjatkan do’a di padang Arafah.untuk menghalau iblis jahannam.

Subhanallaah. Telah cukup bekalmu untuk menunaikan umroh. terima kasih atas saat yang damai ini di rumah-Mu. sampai aku hafal. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. Namun. Hampir saja aku tergelincir. dari balik jendela Kopaja secara refleks aku bergumam “Ya Allah … ridhailah hamba …”. Hamba akan sabar menanti panggilan-Mu Ya Tuhan. tersedu aku di masjid Nabawi mengingat Rasulullah.. hamba merindukan pendamping hidup”. bukan di tangan orang tuaku. tapi Allah menyelamatkan aku. Bergegas aku menukarkan rupiahku dengan US$ yang nilainya semakin naik sampai sekarang dan tidak pernah turun. Dalam kesepian. tapi Penciptaku yang mencukupi dan mendengar do’aku. aku menangis menikmati suasana malam itu. Namun rizqiku bukan di tangan Pemerintah. ridhailah hamba …”. Ya . yang kedutaannya selalu aku lewati jika menuju ke kantor. bisik hati kecilku. “Ya Allah ... gumamku. dua hari setelah Pak Ustadz menanyakan keputusanku.pelataran masjid Istiqlal memandang ke langit yang jernih dan berhias bintang. di jalan menuju kos-kosan baru aku melihat papan penunjuk jalan itu.. aku jalani kehidupan sendiri dengan usia yang semakin merambat. Allahu Akbar . menambah keyakinan akan kasih dan sayang Allah pada hamba-Nya. Alhamdulillaah. 11 Januari 2002. Kembali ke Indonesia. Subhanallaah. ada tanda panah dan tulisan Kantor Urusan Agama di sebelahnya. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. telah kaubawa hamba ke tempat yang Kau wajibkan hambaMu untuk mendatanginya. di tahun 2000 dengan ridha Allah aku dapat meraih gelar master di Inggris. ridhailah hamba untuk menikmati damainya Masjidil Haram Ya Tuhan”. Ya Allah. Tahun 1998. dengan ridha Allah tersungkur aku bersujud di depan ka’bah. “Ya Allah … tunjukilah hamba untuk mensyukuri nikmat-Mu . Hal itu pula yang menguatkan semangatku untuk berusaha mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2. Setiap hari aku lewati. Allahu Akbar. tangisan hamba tak akan pernah sebanding dengan nikmat-Mu Ya Tuhan. Setelah beberapa bulan aku bekerja tak kenal lelah baik di kantor di pagi hari dan mengajar di malam hari.. menapak kakiku di Masjidil Aqsha. setan mulai membisikbisik dengan segala rayuan dan tipu dayanya berusaha membelokkan niatku. Rizqi itu datang dari arah yang tak pernah aku sangka. ibadah hamba. bukan di tangan bosku. aku tertegun melihat jumlah saldo tabunganku. tanpa persiapan yang rumit namun dengan ridha Allah aku menikah dengan seorang muslim. aku mendaftar untuk mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Inggris. Setiap hari … spontan aku berucap “Ya Allah. “Ya Allah. Perjalanan umroh itu menjadi tambahan spirit dalam hidupku.. sujud hamba. Setiap aku melintas di depannya setiap hari. Betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa KUA yang mencatat pernikahan kami adalah KUA yang tiap hari aku lewati.

Sekarang juga! Karena jika Anda tidak mendengar peringatan Allah. Sitta Izza Rosdaniah (sitta@rocketmail.Allah … ridhailah hamba … untuk senantiasa berada dalam ajaran-Mu”…. sementara di belakang mereka periuk-periuk kaleng berbunyi nyaring karena tak ada lagi yang terisi diatasnya. kedinginan dengan pakaian yang tak kenal baru dan bagus. samping kanan dan kiri mereka saat puluhan. ratusan bahkan jutaan manusia mengerang menahan lapar. Kepada Anda yang tak lagi peduli apakah saudaranya bisa makan atau tidak hari ini sementara ia sibuk mengatur menu makan dan jadwal tempat yang mesti dikunjungi demi memuaskan selera gengsi. Kepada Anda yang membuang-buang makanan setelah membelinya dengan harga yang sangat mahal.com) Satu Pinta Kepada Orang Yang Hidup Mewah Publikasi 13/01/2003 15:15 WIB eramuslim . Kepada Anda yang masih senang hidup mewah. buka mata dan telinga lebar-lebar! Perhatikan dan dengarkan peringatan Allah. Kepada Anda yang terus bangga mempercantik dan memperbagus anak-anak mereka dengan segala model pakaian dan perhiasan. “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri. hanya satu pinta kami. menyenangkan mereka dengan segudang mainan kesukaan. Atau bahkan di depan mereka anak-anak jalanan dan pengemis mengais-ngais sisa-sisa makanan dari tempat sampah Anda. dan mereka yang terkapar tak berdaya bersaing dengan ganasnya kehidupan.Kepada Anda yang masih senang menikmati hidup mewah ditengah-tengah keterpurukan yang terjadi di sekeliling manusia yang lain.. belakang. Kepada Anda yang tak lagi peduli berapa harta terkuras untuk kesenangan yang penuh kesia-siaan ketika tetangga-tetangganya masih terus menerus merogoh kantong yang jelas kosong melompong sambil bermimpi Tuhan menaruh sekeping logam penebus dahaga. tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. Selalu terucap setiap saat aku melihat keindahan dan kebesaran segala ciptaan-Mu Ya Tuhan . maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya . di panti-panti asuhan yang bagi mereka. Kepada Anda yang tak hentinya gemar memberikan tontonan parade kekayaan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa dengan kendaraan mentereng yang hilir-mudik melintasi mata kosong mereka. Kepada Anda yang tak pernah melirik sedikitpun ke arah depan. namun tak menghiraukan tangisan memilukan anak-anak yatim di sebelah kamar mereka. Kepada Anda yang gemar menghambur-hamburkan harta disaat orang lain teramat sulit mendapatkan sesuap nasi.. maka kami tidak akan pernah tahu kapan Allah akan membinasakan kami beserta hancurnya negeri ini. maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah). untuk bermimpi mempunyai mainan dan pakaian bagus pun tak berani.

bagaimana ia akan menggunakan tongkatnya untuk mencari jalan? Dengan tangan kita pun dapat melakukan komunikasi. Apa yang terjadi jika kita tidak bisa merasakan sesuatu. Apa yang terjadi jika seorang yang tidak mempunyai penglihatan tidak dapat meraba daerah sekitarnya. Kita menadahkan tangan merupakan tanda meminta. mendorong. melakukan kegiatan menulis ini pun menggunakan tangan untuk mengetik pada keyboard. yang mana semua gerakan itu ada yang sifatnya refleks atau dalam hitungan detik dan ada yang memang kita inginkan untuk bergerak. Begitu susah untuk mendesain suatu tangan. memutar. Tangan yang begitu kecil dibandingkan dengan tubuh kita secara keseluruhan. Saat penulis. dan lain sebagainya. Kita dapat bergerak dengan leluasa. Kita dapat leluasa menulis baik dengan pena maupun dengan keyboard. Salah satu kesempurnaan yang Allah berikan adalah pada tangan kita. dapat mengangkat beban yang beratnya jauh melebihi tangan bahkan tubuh kita sendiri. Begitu sempurnanya. . jendela.Manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna. Seorang yang tuli pun dapat menggunakan gerakan tangan untuk berkomunikasi dengan orang lain. ketika manusia berusaha pertama kali membuat tangan-tangan buatan. Tangan menjadi inspirasi bagi persendian engsel dalam rancang bangun. Apa yang terjadi jika suatu benda yang tajam tidak terasa tajam. Bukan hanya itu saja! Allah juga memberi kita indera peraba yang paling peka pada kedua jari-jari atau ujung dari tangan kita. Bahkan kadang gerakan tangan merupakan bahasa yang universal. Gerakan tangan pun begitu fleksibel dengan berbagai persendian yang terdapat padanya. Kekuatan tangan kita gunakan untuk mengangkat beban. seperti pintu. Tangan dapat kita putar sehingga bisa untuk membuka sesuatu.perkataan (ketentuan Kami). sampai-sampai tangan menjadi inspirasi dalam bidang rancang bangun. kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancurhancurnya. tangan yang sehari-hari kita gunakan. Kita berjabat tangan merupakan tanda universal bahwa kita memberikan pesan perdamaian. Tangan mengandung unsur mekanika yang begitu sempurna. kita memberi pun dengan gerakan tangan. Setiap hari kita melakukan gerakan yang hampir tidak terhitung. Didapat bahwa persendian tangan manusia mempunyai gerakan yang hampir tidak terhitung jumlahnya. Jika ia tidak mempunyai tangan. Tangan pun menjadi inspirasi dari beberapa alat bantu mekanika lain. Betapa murah hatinya Allah memberi kita berbagai kemudahan dalam melakukan gerakan-gerakan seperti mengangkat. tentu setiap hari badan kita akan terluka-luka. Ya. menarik. Koordinasi dari tangan dengan bagian lain dari tubuh kita gunakan untuk berbagai pekerjaan sehari-hari.” (Al Israa:16) (Bayu Gautama) Tangan Publikasi 07/01/2003 07:16 WIB eramuslim . dan lain-lain.

sering kita lupa untuk menikmati keindahan pagi hari. Di tengah kesibukan kita. Apa yang terjadi jika suatu karya seni tidak digunakan semestinya? Tentu sang pembuat akan merasa terhina dan merasa bahwa apa yang telah dibuatnya telah diselewengkan. Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri.. Wallahu'a'lam bishshawab Zulfikar S. tapi tangan yang di atas sama sekali tidak memberi. Bagaimana kita memanfaatkan maha karya Ilahi ini? Tentu dengan sebanyak mungkin menggunakan demi kemaslahatan kita bersama. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangan menindas orang yang lemah.Hening dan gelapnya malam tidak bertahan selamanya. Jangankan menikmati keindahan pagi. maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. dan kita syukuri nikmat yang Allah telah berikan melalui kesempurnaan tangan ini untuk membantu sesama. Kita masih banyak melihat tangan yang menengadah di bawah. potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Marilah kita bertobat. Keadaan itu berangsur-angsur akan berubah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.. belum sepenuhnya. yang telah menciptakan tangan dengan sempurna.or. terdengar suara kokok ayam. apakah kita sudah melakukan itu? Hmmm. Sang Pencipta. Apalagi Allah. Pagi hari. Lalu seperti apa yang terjadi sekarang. Sudah sepatutnyalah kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah. Kita masih lihat tangan-tangan berbuat jahil. Kita masih melihat tangan yang digunakan untuk korupsi. Hari dimana harapan bisa tercapai dengan bekal ikhtiar yang sungguh-sungguh dan tawakkal kepada Allah. Kita pun bangun. Jika tiba waktunya.Berbagai kegunaan dan kemudahan telah Allah berikan melalui tangan yang Ia ciptakan untuk kita. Sering kali. mengucapkan syukur atas kehadiran pagi maupun kehadiran diri kita di pagi itu pun terkadang terlupakan. Allah telah memberi kita hari baru. sinar matahari pagi akan mulai menyeruak dan memberi cahaya atas kegelapan yang malam bawa. kita begitu terlena ." (Qur'an Al-Ma'idah:38-39) Allah tetap memberi kita wadah untuk memperbaiki diri. Hari dimana kita dapat beraktivitas sesuai dengan bidang pekerjaan kita masing-masing. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangannya untuk menyakiti orang lain. Bisa kita lihat balasan orang yang tidak mensyukuri tangannya pada ayat berikut: "Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri. Suatu hari dimana kita dapat mengerjakan apa yang ingin kita kerjakan.id) Hari Baru Publikasi 02/01/2003 11:26 WIB eramuslim . Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangan untuk mencuri.

keuntungan (laba bersih) yang diperoleh perusahaan tersebut. Tidak perlu menunggu hari-hari tertentu saja untuk menjadi baik. Semua harus dilakukan dari sekarang. Atau sebaliknya. Itulah waktu yang perlu kita persiapkan dengan baik. . Lupakan yang lampau.. 'Alhamdulillah' sudah merupakan bentuk optimisme bahwa hari ini dengan izin-Nya akan kita lalui dengan baik. pastilah orang segera mengkaitkannya dengan air mineral kemasan. Kejadian itu terjadi setiap hari di depan mata kita. Coca Cola..or. karena yang berlalu akan berlalu. masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. . yaitu ridha Allah. Yang lain adalah periode waktu yang akan kita lalui ke depan. Pertama adalah periode malam hari dan hari sebelumnya. yakni berupa image mendalam dan melekat di hati masyarakat. Kita bisa melihat dan belajar dari apa yang sudah kita lalui.. Waktu dimana segala harapan dan impian masih luas terbentang di hadapan kita. Itulah waktu yang harus kita gunakan sebaik-baiknya. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu. . ketika disebut air mineral maka yang disebut pertama adalah Aqua.id) Aqua. Ucapan. Itulah waktu dimana apa yang sudah kita lakukan tidak mungkin akan kembali lagi.dengan kenikmatan tidur ataupun sibuk mempersiapkan pekerjaan yang akan kita lakukan di siang hari. mari kita lihat ke depan untuk menuju cita-cita yang selalu kita inginkan. Allah memberi kita suatu keajabaian kepada kita. McDonald. Publikasi 31/12/2002 13:34 WIB eramuslim . Akan tetapi tidak ada yang bisa memulai dari kemarin. "Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Pendapat ini tidaklah berlebihan karena memang upaya keras dari produsen air mineral kemasan ini patut diberi penghargaan demikian besar.. Bisa dibilang... tidak perlu menunggu setahun untuk berubah menjadi lebih baik. Karena sesungguhnya setiap hari Allah telah memberi harapan baru bagi kita untuk berusaha sebaik mungkin bagi kehidupan dunia maupun akhirat nanti. selain juga tentunya. Dengan 'Alhamdulillah' kita telah mensyukuri kenikmatan yang Allah berikan kepada kita." (Al Qur'an Faathir:13) Wallahu'alam bi shshawab Zulfikar S. Bersinarnya matahari pagi membatasi dua periode waktu yang berbeda. dan Aqua adalah air mineral. yaitu kenikmatan untuk dizinkan hidup satu hari lagi. kepunyaan-Nyalah kerajaan. sampai-sampai kita lupa untuk mengucap syukur bahwa Allah memberi kita kesempatan. Waktu yang tidak perlu kita rindukan lagi kedatangannya. Aqua.Sebut saja. .. air mineral adalah Aqua. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah..

Orang boleh mencibir di tahun awal mereka menjual ‘air putih’ kemasan. Aqua patut mendapatkan semua itu sebagai ‘balasan’ setimpal dari apa yang mereka terima di tahun-tahun awal perusahaan tersebut memulai usahanya. . seberapa tepat dia memanfaatkan setiap kesempatan yang ada tersebut. penelitian terhadap penyakit jantung dan kanker menunjukkan bahwa air sehat adalah yang padat (yaitu yang mengandung kalsium dan magnesium tinggi. Banyak orang bilang. air tanpa mineral hampir sama saja dengan air lunak tanpa kalsium dan magnesium. penting untuk kesehatan kita. Anda pun bisa membayangkan betapa bangganya mereka ketika setiap penjual air kemasan di bus-bus atau kendaraan umum selalu berteriak’ Aqua’ meski yang diusung merk lain. Martin Fox seorang environmental researcher and nutritionist penulis buku Healthy Water For A Longer Life. Karena mereka yakin. memaparkan. Banyak pesaing bukan berarti penjualan semakin terpuruk. Belajar dari Aqua. ternyata mereka tidak berhentinya untuk belajar. karena justru semakin membuat mereka kreatif. dan masih banyak lagi. yaitu ukuran dari kandungan mineral dalam air). bukan sekedar ‘air putih’ yang ditawarkan kepada masyarakat.Ya. Supermi (mie instan). Kebanggaan yang sama. secara gratis pula! Vini. Vidi. atau kesempatan. tapi sebagian orang tahu bahwa kehadiran air mineral dalam kemasan sempat mendapatkan cibiran karena menjual ‘air putih’ yang semua orang (kaya atau miskin) pasti mudah mendapatkannya. Nah. Aqua membuktikan hal tersebut. tapi sekarang. Ya. Mungkin tidak banyak dipublikasikan. melainkan kesehatan yang diperoleh dari tubuh yang mengkonsumsi air bermineral. ternyata bisa juga berlaku dalam dunia bisnis. lanjut Fox. Bagaimanapun. Aqua menjadi contoh bahwa menjadi yang pertama melakukan satu hal yang belum pernah dilakukan kebanyakan orang merupakan satu hal besar yang pernah terjadi dalam perjalanan setiap orang. Vici. adalah ketidakmampuannya memanfaatkan peluang tersebut sebaik mungkin. Setidaknya. Soal inovasi ini. Sejatinya. juga McDonald makanan cepat saji yang juga dari negeri Paman Sam itu. Kalaupun ada yang mampu menangkapnya. dan kedua. tentu kita bisa menengok perusahaan-perusahaan besar lainnya yang lebih dulu berjaya. semboyan kesuksesan Julius Caesar. kreatif menelurkan inovasi baru merupakan syarat utama keberhasilan. sekitar 300 mg/l) dan secara moderat berjumlah TDS tinggi (Total Disolved Solids/Total Pemisahan Kepadatan. masalahnya adalah hanya sedikit orang yang mampu menangkap peluang-peluang dan kesempatan tersebut yang mungkin saja terus menerus berkelebatan di depan matanya. Barangkali hal tersebut kadang menjadi sebuah garis yang terputus terhadap program menjaga kesehatan tubuh Anda. sebutlah Coca Cola minuman khas Amerika. dan sangat rendah total kepadatan yang telah dipudarkan sehingga sebenarnya sudah tidak sehat lagi untuk diminum. kunci keberhasilan orang-orang yang sukses terletak pada kemampuannya melihat sekecil apapun peluang. Kodak (kamera). kesalahan kedua kebanyakan orang yang lain. Kualitas Air minum (baik air minum dalam kemasan maupun air PAM). Jeans (celana yang digandrungi anakanak muda). Rinso (detergen). tentu pernah dirasakan O’dol (perusahaan pasta gigi).

menangkap kesempatan dan memanfaatkannya dengan baik. mungkin hampir semua melakukan apa yang disebut Inovasi. McDonald. Mccrispy dan bahkan mereka berkolaborasi dengan Coca Cola. Publikasi 27/12/2002 09:05 WIB eramuslim . paket nasi.John Naisbitt dan Patricia Aburdence dalam bukunya yang terkenal. Pada saat berkendara. begitu pula para pegawai kantoran. pepohonan. ternyata semuanya masih eksis hingga sekarang. Capuccino. mungkin tidak terlalu merugikan apabila sejenak kita coba alihkan perhatian pada lingkungan sekeliling.Pagi merupakan awal dari kegiatan bagi sebagian besar makhlukNya untuk berikhtiar. dan besar! Jika mau belajar. dan lain-lain). dan sebagainya tampak seperti biasanya tidak ada yang berubah. kemasan botol plastik (dulu minuman ini hanya tersedia dengan botol beling). pasar.. Rumah-rumah. Megatrend 2000 menyebutkan Coca Cola sebagai salah satu perusahaan besar yang pertama kali menembus pasar Asia. kemasan satu liter (family). Inovasi! Tentu sebagai orang yang tidak ingin kalah dalam persaingan. makanan cepat saji juga demikian. tidak bermaksud mempromosikan semua merk yang disebut dalam tulisan diatas. dan tak menghendaki ketertindasan oleh karena ketidaksiapan diri. kemudian tak henti melakukan inovasi. . Pagi . sejak pertama kali diproduksi hingga sekarang. Yang dijual ya ayam dengan rasa yang tidak berubah sejak dulu sampai sekarang. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama. tidak mau terinjak oleh kaki-kaki yang terus melangkah cepat. Hanya kemudian mereka tak hentinya berinovasi (selain mengeluarkan produk Fanta dan Sprite) misalnya dengan Coca Cola kemasan kaleng. hanya sedikit saja mungkin. apalagi menganjurkan). Misalkan. Satu persatu kendaraan mengangkut penumpangnya. McWing. melamun. dan diprediksikan akan terus jaya sampai tahun 2000 (sekarang sudah tahun 2002). botol plastik ukuran besar dan kecil dan masih banyak lagi. Honda. Sekedar membuktikan prediksi Naisbitt dan Patricia (keduanya merupakan futurolog) akan keberlangsungan perusahaan-perusahaan yang disebutnya dalam buku tersebut (disebutkan juga. pabrik. rasa dan aroma Coca Cola ya tetap sama. IBM. semestinya dua hal yang pernah dilakukan orang-orang (perusahaan) sukses diatas juga berlaku pada diri kita. Seperti Coca Cola. tidak ingin tertinggal oleh laju kehidupan yang semakin kencang. demi keberlangsungan usaha mereka. mengingat orang makan pasti butuh minum. Hal sama juga dilakukan Aqua dan minuman lainnya. Namun sekarang. atau sekedar memperhatikan orang-orang di sekitarnya. dengan berbagai ekspresi yang sering kita lihat. apa sih yang dijual Coca Cola.. Sementara cuaca masih terasa dingin anak-anak sekolah sudah bertebaran di pinggir jalan menunggu kendaraan umum. gedung sekolah. kita mengenal paket hemat. atau hanya sekedar buruh di proyek-proyek pembangunan rumah. ada yang bercanda. Nugget.

dan sebagainya. Kita bersama-sama menghirup udara yang sama. ada yang menyalip. Hal ini disebabkan udara sulit untuk dilokalisir.1300 cc (1. bahkan si pelaku pencemaran sekalipun. Bandung pada tahun 2000 tercatat bahwa untuk jalan arteri perkotaan terdapat sekitar 2000 kendaraan perjam yang melewati sebuah ruas jalan. harta. maka dapat diperoleh gas buang kendaraan sebanyak 2000 putaran/menit dikali 1 liter gas buang/putaran mesin atau sebesar 2000 liter gas buang/menit! Padahal mungkin kita berkendara lebih dari 60 menit dalam satu hari atau menyumbang lebih dari 120 000 liter gas pencemar perhari kepada lingkungan kita. berbeda dengan air.2000 rpm (putaran per menit). ulama.0 liter (4000 cc) akan dihasilkan 4000 liter gas buang permenit! Menurut pengamatan Pusat Teknologi Prasarana Jalan. atau bahkan ada gedung baru yang dengan kokoh berdiri menjulang. Astaghfirulloh! Bandingkan pula dengan kendaraan truk sedang dengan kapasitas mesin 4. Kendaraan melaju dengan berbagai kecepatan ada yang berjalan perlahan.3 liter). Secara umum dari data di atas dapat diambil penelusuran bahwa pada sekali proses pembakaran BBM atau satu putaran mesin dihasilkan 1 liter gas buang untuk kendaraan dengan kapasitas mesin 1000 cc atau 1 liter. tidak membeda-bedakan warna kulit.sekolah itu catnya semakin pudar. Mungkin angka ini tidak terlalu berarti bagi kita. sakit atau sehat. Melihat kembali kecepatan kendaraan yang melaju sedang dengan kecepatan 40 km/jam dan putaran mesin 2000 putaran/menit. atau ada pohon kecil yang baru ditanam.0 liter-1. namun apabila menengok kembali pada telaah lebih jauh akan diperoleh kenyataan yang menakjubkan. pada kecepatan itu mesinnya sendiri berputar pada kecepatan +/. CC (centimeter cubic) dalam hal ini merupakan kapasitas ruang pembakaran mesin yang digunakan oleh angkot tersebut. yang umum bisa dipisahkan antara air kotor dan air bersih. Pada kendaraan umum kecil yang biasa disebut angkot biasanya menggunakan mesin 1000 cc . seperti sebuah truk sedang dengan mesin 4000 cc atau truk besar dengan mesin 10 000 cc. Udara adalah universal. ada yang membelok dan sebagainya. agama. sangatlah sulit untuk mendaur ulang udara yang sudah tercemar. Sehingga apabila kita anggap semua kendaraan itu angkot dengan kapasitas mesin 1000 cc maka dihasilkan gas polusi sebanyak 240 juta liter tiap jam! Sulit. . betul-betul anugerah kebebasan. Lebih jauh lagi. penjahat. sehingga semakin besar angkanya maka ruang bakarnya semakin besar dan tenaga mobil itu semakin besar dan biasanya ukurannya pun semakin besar. Tahukah berapa kecepatan kendaraan yang dikendalikan bapak atau ibu sopir itu? Di kota-kota umumnya pada kecepatan sedang sekitar 40-60 km/jam.

. Lebih dahsyat. karena mungkin dalam beberapa generasi manusia berikutnya udara merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup mereka. Namun.. kegiatan berkendara merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan. Seperti diungkapkan dalam renungan berikut ini." (izzatun nissa') . Walaupun begitu besar produksi limbah terhadap udara kita tiap harinya. musibah yang terjadi baru-baru ini mungkin menjadi tidak berarti dibandingkan penghancuran bumi secara masal yang kita lakukan secara gotong royong tanpa disadari.. meningkatkan kesadaran akan kesehatan lingkungan merupakan solusi terbaik yang relevan pada saat ini.. kesadaran itu sangatlah sulit untuk dikenali karena sifat manusia yang senantiasa khilaf sehingga memerlukan waktu yang tidak sedikit dan perlu kerjasama semua pihak untuk membinanya.Musibah. atau buta. Solusi. "bila melihat alam yang indah ini tiada terasa kebesaran Allah bila mendapat musibah lupa dirinya hamba nikmat yang datang tiada rasa dariNya patutlah malu kepadaNya karena anugerahNya kepada kita membuat dosa rasa kekesalannya buta hati lebih berbahaya buta mata tidak nampak dunia buta hati tidak nampak kebenaran buta hati ditipu nafsu dan syaitan bahkan dilupakan saja semua rasa bangga dengan dosa bila menyebut neraka tidak terasa akan derunya bila menyebut syurga tidak terasa akan nikmatnya jiwa itu telah mati.

. dan unsur logam berat yang sekarang pemerintah berusaha menguranginya." (Al Baqarah:27) Dan tidak ada salahnya untuk mengetahui beberapa peraturan pemerintah. ah ternyata hari masih pagi. dan mengadakan kerusakan di bumi ini. Sepeda motor 4 (empat) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4.. 23 Desember 2002 Riki Hendriana (Riki@excelcom. Pada kota-kota besar seperti New York dengan tingkat polusi tinggi kehadiran gas pencemar ini sudah sangat kentara berupa kabut putih yang sering di sebut smog (smoke and fog) atau kabut asap.200 ppm untuk HC. Termenung sejenak menatap ke luar jendela.Dan firman Allah Swt tentang orang-orang fasik (durhaka). menerawang jauh ke depan gedung-gedung tinggi.000 ppm untuk HC. CO." Sudahkah kendaraan Anda layak uji emisi ? Komposisi gas buang kendaraan sebenarnya lebih kompleks seperti senyawa nitrogen oksida(NOx).400 ppm untuk HC. (Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah. ". di lantai delapan di hadapan meja resik tempat saya bekerja. sesudah perjanjian itu teguh dan memutuskan apa yang oleh Allah disuruh menghubungkannya. masjid yang artistik. CO2.5% untuk CO dan 1. seperti di negeri awan.co.id) Yang Berilmu Yang Terpilih Publikasi 26/12/2002 07:10 WIB . H2O. Jakarta.5% untuk CO dan 2. Ketebalan asap gas buang sebagaimana dimaksud di atas diukur pada kondisi percepatan bebas. Kendaraan bermotor selain sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar solar disel dengan bilangan setana ³ 45 ditentukan maksimum ekivalen 50% Bosch pada diameter 102 mm atau 25% opasiti untuk ketebalan asap. Merekalah orang-orang yang rugi.5% untuk CO dan 3. Kandungan CO dan HC sebagaimana dimaksud di atas diukur pada kondisi percepatan bebas (idling). senyawa hidrokarbon (HC). Kota Jakarta terlihat indah dari sini. dan hijau pepohonan di perumahan penduduknya diselimuti kabut putih yang samar. Kendaraan bermotor selain sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4. peri kecil). senyawa belerang oksida(SOx). Ozon (O3). seperti keputusan Menteri Lingkungan Hidup KEP-35/MENLH/10/1993 TENTANG AMBANG BATAS EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR "Kandungan CO (karbon monoksida) dan HC (hidro karbon) dan ketebalan asap pada pancaran gas buang: Sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4. Segera kubaca email satu per satu sambil berharap ada seorang teman yang mengingatkanku akan khilaf hari ini (Je toi aime aussi mon ami.

Yang perlu kita lakukan adalah dengan menjadi insan manusia yang benar-benar menguasai bidangnya. Al-Idrisi merupakan cartographer muslim yang pertama kali membuat atlas dunia terdiri atas tujuh puluh peta dan dilengkapi dengan data-data geografis yang akurat. ia menjadikan Sicillia sebagai pusat pertemuan antara ilmuwan muslim dengan ilmuwan Eropa yang sebetulnya saat itu masih terbelakang. daerah di sekitar kepulauan Mediterania tepatnya Sicillia merupakan daerah yang berkembang di bawah ajaran Islam. bahwa sebetulnya kita tidak perlu melakukan penyerangan balik. karena Roger II mengetahui bahwa secara ilmu pengetahuan muslim merupakan yang terdepan pada saat itu. Pada era ini muncul beberapa ilmuwan muslim berasal dari daeah ini. . Bahkan karena mengetahui betapa pesatnya ilmu pengetahuan para muslim. Salah satu ilmuwan yang terkenal adalah Al-Idrisi. tapi dikenal dengan 'emir'. Sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang semua itu berasal dari Allah. Muslim selalu dikaitkan dengan kekerasan. termasuk dalam hal ilmu pengetahuan. Beliau oleh Roger II diberi amanat untuk membuat peta atas wilayah kekuasaan Norman. Muslim menganggap ilmu pengetahuan adalah amanat dari Allah. Kita tidak perlu melakukan tindakan-tindakan yang justru akan mengindentikkan kita dengan kekerasan. tapi apakah itu adalah kekalahan bagi muslim? Walaupun secara militer. Di bidang lain pun demikian. Sehingga pada zaman itu tidak dikenal istilah admiral bagi pemimpin armada laut. Berakhir pulalah kekuasaan Islam di daerah Mediterania. Bukan saatnya lagi bagi kita untuk mengeluh. ia mengambil ilmuwan muslim untuk membantu mengembangkan ilmu pengetahuan. Namun apa yang kita lihat sekarang? Muslim diidentikan dengan terorisme. Ketika Roger II dari bangsa Norman menjadi penguasa di daerah Sicillia. bangsa Norman berhasil mengambil alih kekuasaan di Sicillia. Bukan waktunya lagi untuk terus menghujat negara-negara non Muslim. kekuasaan sudah diambil alih oleh bangsa Norman.Tercatat dalam sejarah bahwa.eramuslim . secara ilmu pengetahuan muslim tetaplah insan-insan yang mempunyai kualitas yang tidak bisa ditandingi. bagaimana ia menghormati ilmuwan muslim dengan menjadikan muslim sebagai pemimpin armada maritim-nya. Jarang sekali kita mendapat pengakuan sebagai yang paling terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Selama hampir 3 abad. Kita tidak perlu memprotes kepada mereka. Baru kemudian di sekitar awal abad ke 11. Sebagaimana kita lihat dari pengakuan Roger II terhadap Al-Idrisi. Akan tetapi secara intelektual. Islam berkembang dengan pesat di wilayah ini. Muslim sekarang lebih memilih untuk melakukan 'protes' dan mengeluh terhadap kedigdayaan negara-negara non Muslim. Al-Idrisi dipilih. muslim tetap menjaga dominasi ilmu pengetahuannya bahkan bagi penakluknya sekalipun. Apa yang bisa kita ambil sebagai hikmah dari sejarah itu? Kita memang kalah dalam pertempuran. Kita tidak perlu melakukan itu untuk mendapat pengakuan dunia.

selebrities. Beliau memang tidak suka berdiam diri. maka jadilah ekonom yang handal dan berakhlak Islami. Wallahu'alam bishshawab.Jika Anda seorang ekonom. Semua itu dilakukannya. bukan! Ibu saya bukan siapa-siapa. Ibu saya bisa mengerjakan apa saja. dengan senang hati dan panjang lebar saya menerangkan apa maksud cita-cita Menjadi Ibu. Untuk teman.id) Menjadi Ibu Publikasi 23/12/2002 12:41 WIB eramuslim . untuk guru sekolah. untuk lembaran Osis. Selain itu juga untuk membantu keluarga besar Ibu dan sebagai bentuk kemandirian ibu. maka jadilah engineer yang handal dan berakhlak Islami. Menjadi (seperti) Ibu (saya). Dan kemudian. Tapi kesibukannya melebihi wanita karier. Ada lagi yang menyindir ”Udah pengin kawin ya? Kok. Rohis dan lain-lain. angsa. insinyur. bebek. dan kambing peliharaan kami. Bahkan ada yang meledek ”Cita-cita kok menjadi Ibu. Ketika SMP dan SMA dulu. Tentu saja banyak yang heran. selalu itu yang saya tulis pada saat saya mengisi lembar biodata. bahkan membuat batu-bata. Dulu Ibu saya juga sempat bekerja di konveksi dan mengambil jahitan. Zulfikar S. Ibu saya bukan wanita karier. Dari pekerjaan rumah tangga (termasuk yang biasanya dikerjakan kaum laki-laki seperti membenahi genteng). utama sekali untuk membantu ekonomi keluarga. Apapun bidang pekerjaan Anda. Jika Anda seorang engineer. Ada juga yang bertanya ”Apa maksudnya cita-cita menjadi Ibu?”. bukan pula -apalagi. yang menyediakan isian kolom citacita. mengurus ayam. Semuanya. suatu saat kamu akan menjadi seorang ibu!”."Menjadi Ibu". guru. karena Bapak yang cuma guru SD di kampung. kok menjadi Ibu. tanpa dicita-citakan.or. Dimana saja. dan lain-lain”. Cita-cita tuh menjadi dokter. Teman-teman berkomentar ”Cita-cita. tekunilah bidang itu sungguh-sungguh dan jadikanlah Islam dihormati kembali sebagai pembawa rahmat bagi semesta alam. pengin jadi ibu rumah tangga?”. mengurus sawah. Kenapa? Pasti. Itulah cita-cita saya. Apa istimewanya Ibumu sehingga kau ingin menjadi sepertinya? Mengidolakannya di saat para remaja lainnya mengidolakan para selebritis dan sejenisnya? Apakah Ibumu seorang wanita karier yang sukses? Bukan. Itulah maksudnya. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. pertanyaan seperti itu pun kembali meruyak. mengurus warung kecil di rumah. . Kamu kan perempuan! Sudah pasti.

Bajunya pun tak pernah dari bahan sutera atau bordir. Masakan itu beliau buat dari bahan yang apa adanya. Bukan. Tapi beliau cukup mengerti bagaimana bersikap sesuai situasi dan kondisi. makanan yang dibuat ibu sudah cukup bagi kami. ibu dicintai oleh semua orang. ketika saya kembali banyak berpaling kepada ibu. Namun. Ya. Ketika saya banyak memiliki waktu berinteraksi dengan ibu lagi. Yang dibesarkan tanpa pendidikan etika dan unggah-ungguh jawa yang tinggi. padahal di kampung kami gossip hampir merupakan 'keniscayaan’ seorang perempuan. kami hanya mendapat 50 rupiah. maupun lahiran. ibu saya juga memiliki banyak kekurangan. Tentu saja. saudara maupun tetangga. saya tak pernah menunggak bayaran sekolah seperti teman-teman lainnya. dan menjalani dunia kampus dengan berbagai aktivitas keislaman yang menyita seluruh kekaguman saya. meski aktif di masyarakat. Make-upnya hanya bedak tipis dan lipstik murahan. Tapi semua yang dimasak ibu lezat. Ibu rajin hadir ke pengajian Yasinan. Tak ada kue. Bahkan SD pun beliau tidak lulus. Sering dulu saya bertanya nama masakan yang dibuat ibu. Tapi di lain pihak. Hingga kami tidak tumbuh menjadi anak yang suka jajan. Kondisi kami yang berkekurangan tak pernah membuat kami ingin masakan dan kue-kue modern. Tapi lebih karena saya kemudian hidup jauh dari ibu. Karenanya. Bahkan makin hebat. ibu memang kreatif. . Tapi ibu menjawab tidak tahu. karena memang tidak ada namanya. yang kami miliki di dapur kami. melainkan hanya wanita desa yang sederhana. meskipun tanpa alat dan bahan memadai. Ketika anak-anak lain mendapat uang saku 100 rupiah sehari. Tapi beliau selalu rapi dalam kesederhanaannya. karena ibu bisa membuat makanan-makanan lezat. cake dan makanan-makanan enak lainnya. Namun kini. Ibu bukan pula wanita berpendidikan tinggi. juga pengajian aisiyah yang diselenggarakan di tingkat kecamatan. bukan karena ibu tidak lagi seperti ibu yang dulu. tapi aktivitasnya juga luar biasa. Dan buku pelajaran dan perlengkapan sekolah saya cukup lengkap. ibu saya tak pernah bergosip. yang tetangga sering mampir namun lebih banyak bergosipnya daripada berbelanja. tapi rasanya kekurangan yang dimiliki ibu tak ada artinya dibanding segala ‘keluarbiasaannya’ di mata saya. ibu saya masih tetap sehebat yang dulu. Sekolah anak-anak adalah nomor satu baginya. saya dan adik saya hanya mendapat baju-baju sederhana (namun tetap terawat rapi dengan seterika arang). Ia rajin ‘rewang’ jika ada tetangga yang punya hajat. Ibu juga bukan wong agung keturunan ningrat. Ia juga rajin membantu jika ada tetangga yang meninggal. Tapi ibu pintar dan dulu sering membantu saya belajar. Termasuk di warung sayur kecil kami. Ibu juga bercita-cita tinggi untuk anakanaknya. Ibu saya tidak pandai memasak resep-resep umum apatah llagi resep modern. sakit. Kekaguman-kekaguman saya terhadap ibu sempat hilang.Ibu saya bukan aktivis. Ketika orang tua-orang tua lain membelikan anak-anaknya baju yang bagus-bagus.

ibu selalu berdo’a dan meminta pada Allah tiap habis sholat. Rencanakan Apa Yang Hendak Dikerjakan. (@az. Ibu saya menjawab kalem. Maksudnya. Mungkin terlalu ekstrim jika yang diambil contoh adalah soal bunuh diri.” Nduk. karena bahkan seorang yang berencana bunuh diripun tak ingin mengalami kegagalan. dan . Betapa kesederhanaanmu ternyata menyimpan samudera makna kehidupan yang dalam. meskipun seharusnya ia bersyukur. Saat ini. kuncinya adalah rencana yang matang dan usaha yang maksimal untuk menjalankan semua yang telah terencana itu. Suatu hari. mungkin tidak satupun manusia di dunia ini yang tak ingin meraihnya. jodoh itu khan urusan Allah. tapi tak ringan mulut. agar kalau ibu pengin menengok kalian. kado hari Ibu untuk para wanita nan tegar penuh cinta) Azimah Rahayu (azi_75@yahoo. Apapun. saat permasalahan itu merundung. beliau tetap ke sawah. ”Lho. Saya kan sudah tujuh tahun tinggal di Jakarta. yang penolong.Beliau tetap pekerja keras. Gosip dan goncangan yang menerpa tak membuatnya berubah. Beliau tetap aktivis sosial yang baik. menjalankan warung. ibu saya berkata. Darimana jalannya saya mendapat jodoh orang sini?” jawab saya.com) Lima Detik Pertama Penentu Sukses Publikasi 18/12/2002 09:45 WIB eramuslim . untuk meraih sukses. beliau tak pernah menunjukkan kesedihan di hadapan kami anak-anaknya. karena ibu pasti mabok kalau naik bis atau mobil”. “Ah. saya kembali mengisinya dengan mantap: Menjadi Ibu. Bahkan. meskip pengetahuan agama Ibu minim. wanita karier yang kuat. Dan yang paling berkesan. semoga kamu mendapat jodoh yang sholeh dan sepadan denganmu. jika saya mengisi lembar biodata lagi yang ada isian cita-cita. semoga jodohmu orang dekat sini saja. langkah ini biasa dikenal dengan. orang akan menanggung malu teramat besar jika upaya bunuh dirinya ternyata tidak berhasil. ibu yang realistis dong. Dan ibu juga minta. Kini. ibu tak harus jauh-jauh ke Jakarta. Dalam prinsip manajemen. Agar ibu cukup dibonceng bapak. Ibu. Kalau Allah menghendaki. Duh. yang ringan tangan. ketika dua anaknya sudah tak lagi membutuhkan biaya. Ibu saya bahkan tetap tegar ketika beberapa waktu lalu badai menggoncang keluarga kami. dan membuat batu-bata serta memelihara banyak ternak.Sukses. ora kurang jalaran (tidak kurang sebab)". Kita hamba-Nya boleh minta apa saja. namun keyakinannya kepada Allah sedemikian kuat. namun hal itu sekedar ingin memberikan gambaran bahwa untuk hal paling hina pun orang berusaha maksimal untuk merealisasikannya.

Get Anyone To Do Anything menyebutkan.Kerjakan Apa yang Sudah Direncanakan. karena Rasulullah pun memberikan nilai sedekah untuk setiap senyum yang kita berikan kepada saudara kita. Artinya. tersenyum menunjukkan penerimaan yang tulus dan menyebabkan orang lain tahu bahwa Anda mau menerima dia dengan tulus. Berkenaan dengan kesan pertama ini. Pada akhirnya. Tentu saja tersenyum menimbulkan kebahagiaan sehingga akan mempertemukan kita kepada orang-orang yang bahagia karena kita melihat mereka dengan cara yang positif. Namun. tahukah Anda apa yang paling menentukan dari semua proses awal menuju kesuksesan ketika hendak memulai satu upaya merealisasikan semua rencana? Rahasia sukses seseorang dalam meraih semua impiannya. . Jadi. tersenyum menandakan penerimaan yang tulus. selanjutnya terserah Anda …”. kesan pertama kita terhadap seseorang sangat penting karena segala sesuatu yang kita lihat dan kita dengar selanjutnya disaring melalui pendapat kita yang pertama. Anda tentu masih ingat pesan sebuah iklan produk parfum pria yang pernah ditayangkan di TV yang berbunyi. taktik nomor satu untuk menciptakan kesan pertama yang luar biasa tetapi mudah dilakukan adalah: Tersenyum. satu hal yang sangat mudah dan praktis untuk dilakukan: Tersenyum. Ini artinya. entah itu berkenaan dengan karir. Akibatnya. Dan tersenyum. itulah yang harus Anda ciptakan untuk bisa memulai segalanya lebih lancar sehingga kesuksesan seolah sudah digenggaman Anda. ada sesuatu yang disebut pengaruh pertama. David J Lieberman dalam sebuah buku laris yang berjudul. Lima detik begitu menentukan? Tepat! Karena yang harus Anda lakukan pada lima detik pertama itu adalah kunci sukses nomor satu yang tidak boleh dilewatkan. kita cenderung untuk tidak tersenyum. Dengan tersenyum menunjukkan bahwa Anda menyenangi tempat dimana Anda berada dan senang bertemu dengan orang yang Anda temui sehingga pada gilirannya dia akan semakin tertarik untuk bertemu Anda. maka dia akan cenderung lebih baik dalam menilai anda pada masa-masa selanjutnya. senyum mampu menciptakan empat hal yang luar biasa: Menimbulkan rasa percaya diri. dan semangat. Orang yang tersenyum dianggap sebagai orang yang penuh percaya diri karena ketika kita sedang grogi atau tidak yakin dengan diri kita atau sekitar kita. Selain itu. kebahagiaan. kesan pertama. Ya. jelas cara yang paling ampuh untuk menciptakan kesan pertama yang mengagumkan. yakni sebuah proses dimana kesan pertama kita terhadap orang lain menyebabkan kita menilai perilaku berikutnya atas dasar kesan pertama kita. Anda menciptakan citra orang tersebut sebagaimana ketika mula-mula Anda bertemu dengannya dan Anda melihat perilakunya pada masa-masa selanjutnya melalui citra ini. bisa jadi satu keniscayaan bahwa kegagalan segera menghampiri Anda. jika keluar dari prinsip tersebut. Semangat sangat penting untuk menciptakan kesan yang baik karena semangat itu dapat menular kepada orang lain. hubungan interpersonal atau apapun yang menjadi obsesinya ternyata ada pada lima detik pertama setiap langkah awalnya. “Kesan pertama begitu menggoda. apabila kesan pertama seseorang terhadap Anda baik. Dan yang lebih penting. Mengapa senyum? Jangan pernah pernah menganggap sepele tersenyum.

telinga. misalnya mengendalikan reaktor nuklir. seperti hubungan interpersonal dan interelasi. kita adalah manusia. Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Jangan Jadi Robot! Publikasi 17/12/2002 08:45 WIB eramuslim . Mereka memiliki mata. Kita bukan robot yang selalu menjalankan tugastugas yang rutin. Robot itu merupakan salah satu kreasi manusia. karena memang itulah sifat dari emosi. Sampai pada tahap tertentu nantinya bisa saja robot akan mengatakan 'tidak' terhadap manusia pembuatnya. jadikan senyum sebagai modal utama Anda. Sebagai ingatan. Alhamdulillah. bersama siapapun. Tidak seperti robot. jangan pernah sia-siakan momentum awal (detik-detik pertama) untuk tidak menjadikannya sebaik mungkin. Itu semua telah diberikan oleh Allah. sang Maha pencipta. saat interview. kapanpun. robot akan selalu mengikuti perintah yang membuatnya. kita bisa saja istirahat dari segala aktivitas kita. robot itu seakan-akan mempunyai kemampuan berpikir sendiri. Tujuannya adalah bagaimana agar hidup ini dapat lebih dipermudah dengan mendelegasikan pekerjaan yang rutin maupun pekerjaan yang seharusnya tidak dikerjakan manusia. Sampai mungkin suatu saat kita bisa melihat robot bisa dijadikan sebagai angkatan bersenjata sebagaimana kita lihat di film-film fiksi ilmiah. Tidak seperti robot. Saat ini bahkan sudah dibuat robot yang mempunyai kemampuan untuk menambah pengetahuannya sendiri. Inilah yang disebut sebagai Artificial Intelligence (AI). wawancara dan lain sebagainya. . Tidak seperti robot. dengan demikian akan menciptakan kesan yang sangat baik. Dengan AI. sedang apapun ketika Anda tengah berinteraksi dengan orang lain. dan berbagai indera lain sama halnya seperti manusia. Secara sepintas memang robot itu seperti manusia. emosi yang ada pada diri kita juga merupakan emosi yang memang tidak bisa ditebak keadaannya. Senyum bisa menjadi senjata yang paling ampuh dalam berbagai kondisi. Robot bisa diberdayagunakan di pabrik mobil untuk merakit komponen. Lakukanlah dengan segera dan senyum akan menjelaskan banyak hal tentang diri Anda: Semuanya Positif. Bahkan kini sudah ada emosi buatan disebut artificial emotion. Dimana walupun secara fisik berbeda. pengetahuan robot itu bisa saja melebihi manusia yang membuatnya dan merespon berdasarkan emosi. Robot itu juga bisa digunakan untuk mengoperasikan tugas-tugas tertentu yang beresiko tinggi. sebagai respon atas suatu kejadian. Itulah sebabnya mengapa tersenyum itu sangat penting. yang lebih dikenal dengan robot manusia. mulut. dimana robot akan mempunyai kemampuan untuk beremosi. alat indera itu secara fungsionalitas memiliki kesamaan dengan yang dimiliki manusia. Sebagai hasil kreasi manusia.Mungkin kita sering melihat film fiksi ilmiah dimana terdapat makhluk yang menyerupai manusia tapi bukan manusia. karena percakapan dan hubungan Anda selanjutnya akan disaring melalui momentum awal ini. kecerdasan yang ada pada diri kita bukanlah buatan tapi merupakan kecerdasan yang sebenar-benarnya.Dimanapun. Sehingga pada suatu saat.

Padahal kecerdasan yang kita miliki hanyalah bagian kecil saja dari seluruh ilmu Allah. tetapi justru semakin menjauhkan kita dari Allah. sekuat apa penciuman dan mulutnya karena pada saat itu ia seperti tengaha memakan bangkai saudaranya sendiri. sebesar apa dirinya sehingga sangat lancang menantang kebesaran Tuhannya. angkuh dan takabbur. sama halnya seperti robot. Selain itu terkadang kecerdasan yang ada pada diri kita ini digunakan untuk berpikir dan menghimpun pengetahuan yang tidak membuat kita semakin mendekatkan diri kepada Allah. Dalam kehidupan sehari-hari kita terjebak dalam keadaan yang memaksa kita berperilaku seperti robot. Bersyukurlah kita yang tetap menjaga sisi spiritual kita. sudah sebegitu kelunya lidah ini terpaksa menari mengikuti irama gendang kepalsuan yang tak hentinya bertabuh. karena inilah yang membedakan kita dengan robot-robot.or.Walaupun demikian.Kalau ada orang-orang yang masih terus menerus berdusta. Sisi spiritual itulah yang memungkinkan kita untuk selalu mengingatNya. menyembunyikan hakikat mengedepankan kepalsuan. dan sekuat apa tubuhnya kelak menanggung akibat dari . Jika masih ada sebagian orang yang saling mencaci. Sebagaimana firman Allah: "Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Allah. menghina." (Quran Surat At-Tin 1-4). "Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun. Padahal sekali saja berdusta. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Sampai-sampai kita merasa orang yang paling pintar di dunia ini dan berlaku sombong. Beruntung bagi kita manusia yang diberikan sisi lain yang tidak mungkin ada pada robot. ingatlah selalu kepada Allah dengan dzikir dan bersyukur kepada-Nya agar kita bisa menjadi manusia yang sebenarnya. dan demi kota (Mekah) ini yang aman. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbaiknya. Seandainya masih beredar orang-orang yang tak hentinya berlaku sombong. aku tidak tahu.id) Lelah … Publikasi 16/12/2002 07:33 WIB eramuslim . yaitu sisi spiritual. berprasangka buruk dan menjelek-jelekkan saudaranya. sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Allah. meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)" (Quran Surat Al-Kahfi:109). aku tidak mengerti. sudah sedemikian lelahnya kita berpikir untuk mencari segudang alasan baru untuk dusta berikutnya. Karenanya jika kita tidak ingin dikatakan sebagai robot. menggunjing. aku tak habis pikir. Kita justru akan mengatakan 'tidak' kepada Allah. pencipta kita sendiri. terbuat dari apakah lidah mereka sehingga teramat hebat merangkai kata-kata indah menutupi kebenaran. Wallaahu'alam bishshawab Zulfikar S. dan demi bukit Sinai.

ini yang sangat mudah aku pahami. Di tengah terik panas matahari. Dalam keadaan ingin marah. di kala kita sedang beraktivitas. Dilanjutkan di siang hari. fakir miskin dan orang-orang lemah. Sekiranya tetap hidup manusia-manusia yang enggan menyisihkan sebagian harta yang dimilikinya. sungguh aku semakin bingung dibuatnya. karena akupun pernah mengalaminya. Lalu kenapa masih ada yang berani meski sekedar mendekatinya? Umpamanya masih hidup orang-orang yang gemar berbuat maksiat. Sahur kita lakukan untuk mempersiapkan diri sebelum berpuasa sepanjang hari nantinya. dengan sangat mudah pula Dia mengambil darinya? Mungkin saja masih ada segelintir makhluk Allah bernama manusia yang tak bosannya berzina. sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah. tidak terlalu sulit untuk dimengerti. Tidak lupa kita senantiasa menjaga pandangan dari hal yang menjurus maksiat dan sia-sia. Padahal semestinya ia tahu. jika saja ada sebagian kecil dari orang-orang diatas yang berhenti melakukan semua yang dilarang Rabb-nya. itupun sudah cukup. kita langsung ingat bahwa kita sedang berpuasa. kita tetap bersabar untuk menahan haus. sementara bertebaran di seluruh penjuru bumi Allah ini anak-anak yatim piatu. Sehingga amarah menjadi reda kembali. apakah ia selalu berpikir bahwa semua itu diperolehnya murni dari hasil jerih payahnya? Tak pernahkah ia tahu bahwa semua yang ada padanya itu adalah atas kehendak Allah Sang Pemberi Rizki? Yang seandainya Dia berkehendak. lelah rasanya terus menerus berbuat dosa.Apa yang bisa kita ambil dari ibadah selama bulan Ramadhan? Banyak likaliku. Walaupun hanya segelas air. Padahal seratus kali ayunan cambuk atau lemparan batu hingga mati bisa jadi satu-satunya alasan Allah untuk memberikan ampunan atas perbuatannya. sekuat tubuh orang-orang itu menerima adzab Allah yang tak pernah berhenti. suka-duka. bangga dengan dosadosanya.kesombongannya. Namun. Dan lelah untuk terus memikirkan ancaman dan hukuman macam apa yang diberikan Allah kelak di hari pembalasan. Begitu tiba saatnya berbuka. kita memulai aktivitas Ramadhan dengan bersahur. ketika beban kerja begitu menekan. setebal apa kulit mereka menahan api neraka Allah. aku semakin heran. sungguh aku tidak akan pernah memahami. Astaghfirullaah … (Bayu Gautama) 11 Bulan Pembuktian Paska Ramadhan Publikasi 11/12/2002 09:31 WIB eramuslim . sudah pasti kilatan cambuk Allah di akhirat nanti bukan sekedar mematikan. maupun pengalaman mengesankan dalam menjalankan roda kehidupan di kala bulan Ramadhan. tetapi menghancurkan tubuh kecil tak berarti ini. pada saat dimana pada umumnya manusia masih terlelap. Demikian pula. kita lepas lapar . Dan jika itu tidak dilakukannya. kesombongan adalah mutlak miliki Allah semata. Lelah menahan hentakan demi hentakkan yang bergemuruh di dalam dada ini setiap kali aku melakukan perbuatan maksiat. Aku sangat tahu betul. Dimulai dari dini hari.

kita tetap dianjurkan untuk memakan makanan yang sederhana terlebih dahulu. Akan sangat beruntunglah kita yang dapat tetap menjaga ibadah maupun ritme kehidupan seperti di kala Ramadhan dalam sebelas bulan mendatang sampai bertemu Ramadhan yang akan datang. berpuasa di siang hari. Satu hal lagi yang tidak kalah penting adalah manajemen waktu yang begitu terjaga di kala Ramadhan. Di dalam hidup ini. memberikan pelatihan kepada kita selama Ramadhan ini untuk bisa menjadi manusia yang dapat mengatur hidupnya menjadi lebih baik. Betapa murahhatinya Allah. Rasulullah menganjurkan menyegerakan berbuka dan dengan makananmakanan yang ringan seperti korma. Ibadah Ramadhan kita dikatakan berhasil. Dalam memulai beraktivitas kita dianjurkan untuk selalu mempersiapkan diri. insya Allah. Justru cobaan akan terjadi di sebelas bulan mendatang. Hal ini merupakan kontrol yang efektif bagi manusia. Bulan ini menjadi lebih baik dari yang kemarin. insya Allah banyak pelajaran yang bisa diambil. Kalau kita mau memikirkan hikmah di balik aktivitas selama Ramadhan. Aktivitas kita diakhiri dengan melakukan ibadah shalat malam. sebagaimana tercermin dari sahur. karena merasa ada yang mengawasi yaitu Allah. Apakah berhasil pelatihan yang Allah berikan ini? Pelatihan di bulan Ramadhan akan berhasil jika kita bisa mengimplikasikannya dalam bulan-bulan selain Ramadhan. sebagaimana kita lakukan di siang hari kala berpuasa. kita diminta untuk mengembalikan semua itu kepada Allah saat melakukan shalat malam. kita dapat beraktivitas sebaik di bulan Ramadhan. Mulai dari sahur. jika di sebelas bulan ke depan. Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan kemarin. dan insya Allah bulan yang akan datang lebih baik dari bulan ini. Demikian seterusnya selama satu bulan penuh. Betapa kita akan menjadi orang yang beruntung. Kita pun dituntut untuk bekerja dengan efektif. Dengan demikian insya Allah kita akan menjadi manusia berhasil dunia dan akhirat. Walaupun kita dapat mengumbar nafsu untuk menyantap hidangan semaunya. apakah Ramadhan kita berhasil atau tidak. karena setiap hari lebih baik dari hari yang kemarin. yaitu menjauhi perbuatan sia-sia dan maksiat. sampai berbuka.dan dahaga. Karena tanpa perlu disuruh atasan. demikianlah adanya dimulai dengan berikhtiar semaksimal mungkin dan harus selalu dibarengi dengan tawakkal hanya kepada Allah.id) Wajah Kemusliman Kita Publikasi 10/12/2002 09:44 WIB . Bagaimana kita akan menjadi manusia yang sukses jika kita tidak mengawali dengan persiapan yang baik. kita dituntut untuk selalu mematuhi waktu itu. Wallahu'a'lam bishshawab (Zulfikar/zulfikar@ukhuwah. dan demikian pula insya Allah Ramadhan yang akan datang kita persiapkan agar lebih baik dari Ramadhan kali ini. Setelah melakukan semua rangkaian aktivitas itu. kita akan selalu mengendalikan diri. pelajaran yang bisa kita ambil adalah bahwa dalam hidup kita dituntut untuk senantiasa sederhana.or. Karena sesungguhnya hal itu bisa kita lakukan tidak hanya di bulan Ramadhan. Demikian pula di saat berbuka.

baik vertikal maupun horizontal. dengan tetap menjaga . Termasuk juga kesanggupan untuk melakukan ibadah puasa. Tugas untuk menjadi rahmat bagi lingkungan dengan kebenaran dan keindahan nilai-nilai Islam. Begitu usai ibadah Ramadhan. Alangkah bijaksana jika seorang muslim bisa mengkaji diri dari pahitnya kesalahan. Namun tak berarti itu dijadikan alasan atau suatu yang dimaklumkan untuk dilakukan berulangulang. ataupun sesama rakyat semata-mata. Ada getaran perasaan luar biasa yang tak terlukiskan di saat-saat itu. Tuhan seru sekalian alam yang terkumpul pada-Nya segala puji. Siapa pula yang sanggup menggambarkan perasaan damai dalam suasana gelombang takbir tak berkesudahan di malam menjelang fajar 1 Syawal. Apalagi kalau sampai menyakiti dan merugikan banyak orang. penyantun dan anti membuat kerusakan dimanapun ia berada. Bahagia karena akan bertemu dengan hari yang dijanjikan oleh Allah sebagai hari kemenangan dan kembali kepada kefitrian. atau antar sesama karyawan itu sendiri. Salah dan khilaf memang hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Hatinya semakin sadar akan beratnya beban amanat yang dipanggul sebagai khalifah Allah di muka bumi. Bagi seorang muslim. dendam dan bibit-bibit permusuhan. Baik antara seorang pimpinan dengan seluruh bawahannya. Alangkah indah jika negeri kita bertabur barokah dari Ramadhan dan Idul Fitri seperti ini. bahwasannya apapun saja yang dilakukan hanyalah berkat perkenan dan pertolongan dari Allah semata. Baik seorang pemimpin dengan rakyatnya. Kehambaan sebagai mahluk diserukan dalam kumandang pentakbiran akan Kemahabesaran Allah. Demikian halnya dengan hubungan sosial lainnya. Pada saat-saat itu terlebur semua rasa benci. hubungan dengan Allah akan diperbaiki dan dijaga keeratannya selama sebulan penuh menunaikan ibadah puasa. Dan akan semakin kokoh lah sosok muslim yang penyayang. kebesaran Allah SWT jua yang diserukan. Seluruh aktivitas kesehariannya sebagai seorang muslim tentu akan lebih bermakna baik dalam interaksi dengan keluarga maupun dengan lingkungan di sekitarnya. Nuansa Idul Fitri seakan memagari kita untuk hidup dalam manisnya ukhuwah islamiyah yang hangat dan saling menyayangi. Jiwanya akan semakin lembut dan sensitif terhadap nilai-nilai ketauhidan yang berdimensi ridho Illahi.eramuslim .Siapa yang sanggup menahan rasa sedih yang mendalam ketika perlahanlahan senja terakhir Ramadhan berlalu dan terbenam. Ia pantulkan kembali Kemahapengasihan Allah dalam sikap yang santun dan penyayang kepada mahluk Allah lainnya. Sedih karena berpisah dengan bulan mulia penuh berkah dan ampunan. Dengan penuh kesadaran diri. Dan pantulan dari peningkatan kualitas keimanan itu semestinya akan tercermin dari semakin indahnya ahlak dan perilaku selepas Ramadhan.

kedekatan dengan Allah SWT dan semangat perbaikan diri untuk berupaya sekuat mungkin tidak mengulanginya. meniru akhlak Tuhan. deni mukhyidin mukhyidin@yahoo. Nihil sama sekali nilai Ramadlan kita kali ini jika cara berpikir. Yakni. bergaul. dari mulai jabatan. Kita masih lalai dengan amal-amal mulia yang sesungguhnya di bulan suci itu. berbuat sesuatu tanpa pamrih. makan.de Adakah Ramadhan Menyapa Kita Lagi Tahun Depan? Publikasi 04/12/2002 15:22 WIB eramuslim . berpolitik. Karena setiap diri tentu tak ingin timbangan amal baiknya tereduksi dihari pembalasan nanti. Pada momen-momen seperti ini.Ramadhan tak lama lagi akan meninggalkan kita. berpakaian. Adalah sebuah kebesaran pribadi ketika seorang pemimpin yang selalu teringat akan besarnya salah dan kekeliruan yang diperbuatnya. status sosial. kita yang ditinggalkan tak sadar bahwa sikap dan perilaku kita di bulan Ramadhan itu tak jauh beda dengan di bulan-bulan lainnya. Hidupnya tidak bergantung kepada sesuatu apa pun. Kita harus berani meninggalkan cara dan gaya hidup setan itu agar kita betu-betul menjadi hamba yang pandai bersyukur. Setiap jiwa yang berhati-hati tentu tidak pernah merasa aman sebelum dosa dan salahnya terampuni. tidur. Tidak pula suatu kemanjaan yang berlebihan kalau seorang anak terisak-isak dipelukan ibundanya. Laitul Qadar tak menyapa kita untuk bermunajat kepada Sang Pencipta siang dan malam. bekerja dan sebagainya masih menimbun rasa duka dan derita bagi orang lain. lantaran kesalahan yang belum termaafkan. Keteladanan seorang pemimpin akan cemerlang ketika ia justru menghampiri rakyat dan memohon keikhlasan dari akibat kepemimpinannya. Memang rugi dan sangat rugi bagi mereka yang berpuasa tapi tak merubah niat dan tata cara hidupnya untuk menuju keridhaan Tuhan. . Kita pun masih sibuk dengan urusan-urusan yang tak pernah menjanjikan apa pun di bulan Ramadhan. Tak terasa bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah itu berlalu. yang ada hanya pengharapan akan kebersihan batin dari dosadosa kemanusiaan dengan orang-orang yang dimintakan pemaafannya. Bukan suatu kecengengan kalau kemudian mata seorang suami berkaca-kaca dihadapan istrinya. pangkat. harta dan semacamnya kecuali hanya kepada Allah Swt saja. lantas karena itu semua ia menangis begitu dijabat erat oleh para bawahan. uang. Dan tak lama lagi pula malam penuh kemuliaan dan keindahan bersama Tuhan. Kemuliaan orang alim dan ulama justru bersinar ketika ia dengan harap cemas memohon ketulusan maaf dari orang awam yang dibimbingnya. bicara. Boleh jadi kegigihan baca Al-Qur’an kita pun berubah jadi kemalasan dengan berubahnya bulan! Sementara itu.

Bukankah semua ibadah dalam Islam untuk mengagungkan Rabb Pencipta Alam Semesta ini? “Wa litukabbiru Allah ‘ala maa hadaakum wa la’allakum tasykuruun” (Dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas pentujuk-Nya. supaya kalian menjadi orang yang pandai bersyukur. Kita berharap kepada-Nya mudah-mudahan di tahun mendatang Ramadlan masih menyapa kita dengan keteduhan dan kedamaian. Kita gembira saat Ramadlan datang dan kita juga gembira di saat ajal datang menjemput badan. Bagi mereka yang bekerja keras dengan mengandalkan kekuatan fisik. Karena. Karena itu tak heran bila banyak dari mereka yang menyengajakan diri untuk mandi di siang hari atau tidur demi menjaga puasa mereka. . mungkin punya kesempatan lebih banyak untuk membaca al-quran atau mengikuti pengajian. Dengan sepenuh kesadaran diri kita tentu berusaha menghindarinya. yakni. berarti langkah kita di bulan-bulan selanjutnya pun akan mengalami kesulitan dan kemalasan untuk mengisi keindahan dan kemuliaan dalam kehidupan . Apalagi hal-hal yang membatalkan puasa. perasaan. Jika kita gagal mengisi Ramadlan. Puasa juga menjadi penge-rem yang canggih untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tercela. bermakrifatullah (mengenal Allah Swt) lalu ikhlas kepada-Nya. Amien. Dan di bulan itu pula cara beriman kita yang seharusnya.Banyak orang susah payah berusaha menyelamatkan ibadah puasanya. dan harta di bulan Ramadlan maka mereka juga harus meramadlankan hidupnya di bulan-bulan lain hingga kematian datang seperti datangnya Ramadlan.Sesungguhnya kegagalan kita menjadi orang yang pandai bersyukur adalah karena kegagalan kita menjadi orang yang memperoleh petunjuk-Nya. (Udien Al-Farry) Berpuasa Dikala Berbuka Publikasi 04/12/2002 14:14 WIB eramuslim . Bagi mereka yang sudah optimal dengan khusyu’ dan ikhlas mendayagunakan energi. Al-Baqarah : 185). QS. Boleh jadi pula Ramadhan di tahun depan terus terlewatkan begitu saja tanpa sebuah pemaknaan dan harapan. Marah dan dengki akan pula diredam dengan sepenuh kebijaksanaan. bekerja dalam kantor atau ruangan yang sejuk. bagi seorang Muslim. Sungguh momentum Ramadhan menjadi suatu dorongan luar biasa untuk beramal ibadah lebih dari hari-hari biasanya. hari yang terik dan panas menyengat tentu menjadi ujian tersendiri. Dan kegagalan kita memperoleh petunjuk adalah karena kegagalan kita dalam beramadlan. Jika kita gagal dalam hal itu semua berarti kita juga gagal dalam mengagungkan Allah Swt. Menggunjing dan memperkatakan orang dengan serta merta akan ditinggalkan. Sedang bagi mereka yang beraktivitas tanpa banyak mengandalkan kekuatan fisik. kehidupan di bulan Ramadlan itu cara hidup yang sesungguhnya.

Dengan lemah dan letih kita dididik untuk menyadari kelemahan diri. Allah menciptakan manusia dengan kemampuan biologis yang serupa. Keinginan akan makan, rasa lapar dan haus, sakit, derita atau bahagia, semua orang akan merasakan hal yang sama, tak terbatas oleh banyaknya kepemilikan harta ataupun perbedaan bangsa yang berlainan rupa. Kondisi demikian menjadikan kita di sepanjang siang bulan Ramadhan sebagai hamba yang lebih berbakti, lebih rajin dan lebih menghayati hakekat penciptaan diri sebagai mahluk. Begitu maghrib menjelang, tibalah saatnya waktu berbuka puasa. Kegiatan-kegiatan yang sepanjang siang tidak diperkenankan, kini diperbolehkan kembali. Pada saat-saat inilah justru kita sering berbuat diluar kontrol. Demi melihat deretan makanan yang lezat terhidang, demi melihat aneka minuman yang menggiurkan, tak terkendali lagi tangan dan mulut kita untuk menghabiskannya. Tak peduli akan isyarat perut akan kelebihan beban yang ditampungnya. Demikian pula kegiatan tak terpuji lainnya, menggunjing sembari makan, marah yang diumbar sembarangan, bahkan mengerjakan sesuatu yang diharamkan. Yang muncul dalam benak kita pertama kali adalah pemuasan akan keinginan yang sedari pagi tertahankan. Atau pula merasakan kelonggaran untuk kembali melakukan hal-hal yang santai dan sia-sia. Perjuangan kita sepanjang siang menjadi tak berbekas setelah maghrib tiba. Kita amat bersungguh-sungguh dikala pembatasan melingkupi seputar panca indera dan hati kita. Namun prestasi puasa kita merosot tajam disaat semuanya diperkenankan. Itulah pula mungkin gambaran realisasi puasa pada diri dan keseharian kita. Disaat kita dihimpit oleh berbagai aturan, kebijakan pimpinan, atau sempitnya ruang gerak yang diberikan, kita menjadi manusia yang bersungguh-sungguh. Berdaya upaya dengan sekuat tenaga, hati pun sedemikian bersih dan selalu bermunajat kepada Allah akan terkabulnya cita-cita. Diwaktu kita tertindas oleh kekuasaan orang lain yang memenjara ruang gerak dan peran sosial kemsyarakatan, kita sanggup menjadi pejuang kemerdekaan hati nurani dan demokrasi. Namun setelah kesempatan dianugerahkan, sesudah jalan dilapangkan, dikala kekuasaan tergenggam, kita malah menjadi pelopor pemborosan dan kemubaziran. Nafsu kita untuk berbuat apa saja menjadi sedemikian tak terkendali. Sampai pula pada hal-hal yang merendahkan nilai-nilai moral dan etika. Puasa kita hanyalah pelaksanaan ibadah semata di bulan Ramadhan. Tak berefek pada peningkatan kualitas iman dalam berbagai aktivitas keseharian kita. Jika kondisi ini menjadi hal yang biasa dan dilakukan tanpa rasa berdosa, maka bukan tak mungkin kalau kebangkrutan sudah menunggu kita di penghujungnya. Semoga Allah menganugerahkan ruh puasa dalam jiwa kita. Sehingga akan membekas dalam perjalanan hidup kita ke depan, di hari-hari setelah Ramadhan. Hari-hari dimana kita lebih banyak berbuka terhadap berbagai aktivitas selayaknya Ramadhan. Mudahmudahan hidup kita akan lebih bermakna dan berkualitas karenanya, didepan Tuhan dan dalam sejarah perjalanan kemanusiaan kita. Wallahu 'a'lam bishshowab (Deni mukhyidin/mukhyidin@yahoo.de)

Hidup Di Bawah Naungan Tauhid
Publikasi 04/12/2002 11:34 WIB eramuslim - Sering orang bertanya, “Apakah Allah itu ada?” ”Dimana Allah?” Keberadaan Allah hanya bisa kita akui bila kita memiliki landasan tauhid yang benar. Allah memang tidak menampakkan wujudnya, tapi Allah dengan segala sifatnya dapat kita rasakan keberadaan-Nya. Kejelasan tauhid akan tergambar dari kalimat syahadat yang kita ucapkan. Dari kalimat ini akan terjalin hubungan yang harmonis, penuh kecintaan kepada Allah. Kecintaan kepada Allah akan melahirkan pengorbanan kepadaNya untuk berjuang di jalan-Nya, melaksanakan segala perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya. Zat Allah lebih besar dari apa yang kita perkirakan. Manusia tidak akan sanggup memikirkan zat Allah. Allah berfirman, “katakanlah Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS.112:1-2) “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dia-lah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS.6:103) Tauhid yang murni hanya akan tercapai bila kita mengenal hakekat penciptaan kita, begitu juga dengan zat yang menciptakan kita. Betapa indah hidup di bawah naungan kasih sayang dan belain Allah. Namun banyak diantara kita sulit untuk memurnikan tauhidnya, karena selain tidak kenal dengan Allah, mereka masih menyekutukan Allah dengan tandingan-tandingan yang lain. Tak kenal maka tak sayang, begitu orang mengatakan. Tidak kita akan pernah tahu siapa Einstein jika kita belajar ilmu Fisika, kita tidak akan mengenal Jendral Sudirman jika kita tak belajar sejarah, kita juga tidak akan mungkin kenal Ronaldo kalau kita tidak mengenal sepak bola. Begitu juga dengan Allah. Bagaimana mungkin kita akan merasakan keindahan bertauhid kepadanya jika “kreasi” Allah tidak pernah kita baca dan pikirkan. Kita bisa lihat kreasi Allah denga kasat mata. Tidak perlu ke gunung, lembah atau pantai. Pandangi saja diri kita. Renungkan mata yang elok ini, subhanallah kenapa mata yang berdiameter kecil ini bisa mengantarkan kita melihat indahnya dunia, alangkah meruginya manusia jika mata ini buta. Hidung yang sempurna bertengger di wajah mampu menghirup udara segar, tanpa indra kecil itu tentulah kita tidak bisa bernafas. Subahanallah, mampukah kita membuat penggantinya, bila salah satu indera kita itu tidak berfungsi? Secara tekstual, kreasi Allah itu adalah Al-Quran. Ialah pedoman hidup yang banyak ditinggalkan kaum muslimin sekarang ini, akibatnya banyak kaum muslimn yang kehilangan arah. Padahal Sayyid Qurb dalam tafsir fi-zilalnya yang puitis dan romantis itu mengatakan, “Hidup di bawah naungan Al-Quran merupakan suatu kenikmatan.

Kenikmatan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah mereguknya. Kenikmatan yang mengangkat, memberkati dan mensucikan umur kehidupan…” Jadi, kembalilah kepada Al-Quran. Jadikan ia sebagai pegangan utama kita, bacaan pertama yang kita baca sebelum koran terhidang. Petunjuk hidup, jalan keselamatan. Lantunan ayat suci Al-quran saja telah membuat hati tentram, apa lagi hikmah yang terkandung di dalamnya. Wallahu 'a'lam bishshowaab (Yesi Elsandra, Untuk orangorang yang telah menunjukkan jalan terang)

Sekedar Contoh
Publikasi 29/11/2002 08:45 WIB eramuslim - Kalaulah kita mau belajar, manusia yang hidup pada zaman ini bisa mendapatkan berbagai contoh hidup manusia sebelumnya. Predikat dan profesi apapun yang tersematkan pada diri ini, tentu pernah terjadi pada masa sebelumnya. Bahkan tidak sedikit dari deretan nama-nama pelaku sejarah kehidupan manusia itu tercantum dalam kitab Allah, Al Qur’an. Tentu dengan maksud yang satu, hikmah bagi yang sekarang menjalani hidup agar tidak mengulangi kesalahan manusia-manusia terdahulu sesuai dengan salah satu fungsi Al Qur’an itu sendiri, yakni sebagai petunjuk (huda) bagi mereka yang hidup, karena sesudah mati nanti yang harus dilakukan manusia hanyalah mempertanggungjawabkan setiap inci perjalanan hidup yang pernah dilaluinya. Dari daftar nama pelaku sejarah pada masa lalu itu, kita bisa temukan dua tipe manusia, yang pertama adalah mereka yang ingkar kepada Allah dan sebagai akibatnya kecelakaan dan laknat Allah adalah balasan yang paling setimpal buat mereka. Sedangkan yang kedua, hamba-hamba Allah yang taat, beriman dan takut akan adzab Allah sehingga mereka tak henti-hentinya berupaya mendekatkan diri kepada Rabb-nya seraya berharap ridho dan cinta Allah yang menjadi tujuan hidupnya. Allah pernah menghidupkan Fir’aun, Raja Namruj, Raja Abraha, Raja Jalut yang bertindak diluar kapasitasnya sebagai makhluk ciptaan Allah. Sombong, zhalim, serta serakah adalah beberapa diantara karakter yang seharusnya tidak berlaku bagi manusia, karena itu sudah diluar kapasitas yang seharusnya dilakukan. Sesungguhnya, Allah telah memberikan batasan-batasan mana yang pantas, baik dan sepatutnya (boleh) dilakukan dan mana yang tidak. Sehingga ketika ada orang-orang yang melakukannya melebihi kapasitas yang diberikan, melanggar batas-batas yang sudah digariskan, maka Allah menghukumnya sebagaimana hukuman kepada orang-orang yang berlebih-lebihan. Karena itulah, Allah juga menghidupkan seorang manusia agung bernama Sulaiman, yang kekayaannya tak mampu lagi dihitung, kemasyhurannya yang tak tertandingi, namun tetap takut dan berharap perlindungan Tuhannya dari sikap sombong dan zhalim. Sikap rendah hati dan penyayang yang ditunjukannya, berbuah ketaatan dari semua bala tentara yang dimilikinya. Selain shalih dan taat kepada Tuhannya, Sulaiman juga terkenal dermawan, murah hati dan menghormati hak makhluk lain.

Hamman, seorang ilmuan dengan kemampuan teknologinya yang hebat. Namun ketinggian ilmunya itu tidak membuatnya sadar bahwa segala ilmu yang didapatnya adalah atas kehendak Sang Maha Pemberi Ilmu. Dan ia tetap ingkar kepada Allah. Namun Allah juga menghidupkan seorang Yusuf yang menjadikan ilmunya semata untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Begitu pula dengan Nuh dan Daud, hamba-hamba Allah yang meraih kemuliaan Allah karena ketaqwaan dan kelebihan ilmu yang dimilikinya. Kemudian ada Qarun, seorang kaya raya yang hidup pada zaman Fir’aun. Kunci-kunci gudang hartanya harus dibawa oleh unta-unta yang berbaris, sebagai kiasan betapa berlimpahnya harta kekayaan yang dimiliki Qarun. Namun ternyata, semua harta dunia itu semakin menjauhkan dirinya dari Yang Maha Kaya, Qarun pun ingkar dan Allah menenggelamkan manusia yang tak pernah bersyukur itu bersama dengan seluruh hartanya. Maka ada hamba-hamba Allah yang juga terkenal kaya raya, namun menjadikan kekayaannya untuk biaya dakwah dan perjuangan menegakkan agama Allah. Dialah Ustman bin Affan yang menginfakkan seribu unta miliknya yang sudah dipenuhi barang-barang dan perbekalan hidup pada saat Rasulullah mengalami masa paceklik penuh kesusahan. Selain Ustman, ada Abdurrahman bin Auf yang juga kaya raya. Seorang pengusaha yang sangat takut jika hartanya itu kelak akan memberatkan pertanggungjawabannya dihadapan Allah, takut jika harta kepunyaannya akan membutakan dan menjauhkannya dari Allah, sehingga tak pernah sedikitpun ia sungkan untuk bersedekah dan menyisihkan harta yang dimilikinya itu untuk membantu fakir miskin. Tentu masih banyak contoh-contoh baik dan buruk yang bisa kita hadirkan, untuk bisa dijadikan pelajaran dalam menjalani kehidupan ini. Adalah suatu kebodohan jika kita tak pernah belajar dari ketaqwaan dan keimanan, kegagalan dan keberhasilan, kecelakaan dan keberuntungan manusia terdahulu, karena sesungguhnya semua itu sudah terekam jelas pada ayat-ayat Allah. Sungguh, Kitab Al Qur’an yang mulia itu lembar-demi lembarnya, ayat demi ayatnya mengandung rekaman peristiwa sejarah perjalanan kehidupan manusia hingga pada akhir zaman ini. Kezhaliman dan kesewenang-wenangan Fir’aun, Namruj, Abraha dan Jalut, juga terjadi pada masa-masa sesudahnya, bahkan hingga kini. Kesombongan ilmuan seperti Hamman juga bisa ditemui pada perjalanan manusia-manusia sesudahnya. Begitu juga keserakahan dan ketamakkan macam Qarun juga dengan mudah hadir dan terpampang di depan mata. Kita ini, seperti halnya manusia-manusia terdahulu, hanyalah pelaku sejarah dalam lembaran-lembaran kehidupan manusia sepanjang hayat. Manusia yang hidup pada saat ini, menjadikan manusia-manusia sebelumnya sebagai pelajaran, kebaikan ataukah keburukan yang diambil. Begitu juga kita, tentu akan dijadikan contoh hidup bagi menusia-manusia setelah kita mati. Masalahnya adalah, apakah mereka menjadikan kita sebagai contoh baik atau buruk, mengambil pelajaran dari kegagalan atau kesuksesan, serta hikmah dari kecelakaan atau keberuntungan. Inilah yang seharusnya kita persiapkan dari sekarang, selama Allah masih memberikan kita kesempatan untuk mengukir prestasi, meningkatkan keimanan sehingga saat mati nanti orang mengenal kita sebagai pribadi yang patut diteladani, dan dibanggakan, setidaknya oleh anak cucu kita.

sujud merendah kepada Yang Maha Tinggi. walaupun jauh dari kampung halaman. mereka berbuka dan sholat berjamaah di emperan toko. Mereka ingin bersih menemui Khaliknya. mereka tidak jauh dari Allah SWT. Beralaskan sajadah usang atau terpal usang di atas tanah. (Dari Yayasan Martabat. sesungguhnya ruh mereka naik ke langit. masih adakah sisa tenaga kita untuk tarawih di malam Ramadhan ini? Andai kita seorang musafir atau perantau yang jauh dari keluarga. Menaikkan ruh mereka menemui Yang Maha Tinggi. Setiap hari menanti pekerjaan yang belum tentu datang. Sholat berjamaah mereka adalah sebuah pemandangan yang sangat menggetarkan hati.com) . Allah memanggil mereka untuk tarawih. mungkin mereka rindu pada kenyaman rumah mereka di kampung. sepanjang sejarah keberadaan manusia di bumi. Karena pada saat mereka bersujud merendah. Subhanallah. yayasanmartabat@yahoo. menemui-Nya. Ayat Allah yang tertulis dalam Kitab Al Qur’an memang masih bisa terhitung dalam bilangan. Bagaimana tidak. jauh dari keluarga tercinta. malam hari mereka menempati teras/emperan sebuah toko di jantung Cempaka Putih. Cangkul dan peralatan kerja ditempatkan di salah satu sudut emperan. akan tetap berkembang seluas langit dan bumi. Mereka bisa memilih untuk beristirahat. tepatnya di bawah jalan tol daerah Cempaka Putih adalah rumah bagi para pekerja bangunan (kuli) lepas yang tak mampu untuk menyewa rumah/tempat kost.Setelah melewati sebuah hari kerja yang sangat melelahkan. Jauh dari keluarga mereka di kampung halaman. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. sedikit manusia yang mau mengambil pelajaran dari ilmu-ilmu Allah yang berserakan itu.Sungguh. Saat sholat. berbekalkan cangkul dan pakaian seadanya. akankah kita tetap sholat tarawih di perantauan? Salah satu sudut Jakarta. mereka melepaskan celana kerja mereka yang terkadang kotor berlumuran tanah. Beratapkan langit Jakarta yang nyaris tanpa bintang. Mereka juga tampak sangat menjaga kebersihan. Setiap maghrib. namun ayat-ayat Allah yang tidak tertulis. Mereka juga bisa memilih untuk bergerombol tak tentu tujuan. Berganti dengan sarung bersih yang mereka bawa. Bersinarkan pendar lampu-lampu dari kaki lima di sekitar dan rembulan redup di atas sana. mungkin tubuh mereka sangat penat setelah seharian bekerja keras menjadi kuli bangunan. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Allah telah memberikan peringatan mengenai hal tersebut dengan sangat jelas dalam ayatnya. Ali Imran: 190). Yayasan yang memberikan santunan kepada anak-anak yatim. Memasuki Isya. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Mengusung Ruh Dari Emperan Toko Cempaka Putih Publikasi 27/11/2002 07:44 WIB eramuslim . Mereka bersujud. Tapi setiap malam mereka menegakkan tarawih. Tarawih ditegakkan dengan berjamaah. Setiap maghrib. Memasuki Ramadhan. tidur. Mereka tinggal di bawah jalan tol. Hanya saja. dan tentu tidak akan pernah habis sebelum Allah menghentikan semua proses kehidupan makhluk di dunia. sekitar 20 pekerja ‘pulang’ ke teras mereka. Mengumpulkan uang dengan bekerja menjadi kuli lepas.

performa seseorang juga bisa terlihat dari caranya berpakaian (termasuk keserasian paduan warna). berjalan. serta menambahkan apapun (juga) yang dapat memperindah. pasti Anda adalah satu dari orang yang tidak membuang kesempatan untuk sekedar menoleh melihat bayangan sendiri disitu. Intinya. membenahi dandanan. Bahkan tidak jarang. Atau juga ketika melewati etalaseatalase toko. Di kendaraan. membersihkan wajah. masih muncul perasaan kurang percaya diri sehingga memaksanya untuk kembali lagi ke depan cermin. baik di bus maupun kendaraan pribadi kita senantiasa menyempatkan diri untuk bercermin. bersikap. Tidak cukup bercermin di rumah. hal yang sama kita lakukan. Setiap berjalan melewati tempat parkir dimana mobil-mobil berjajar. berpenampilan cantik dan indah juga untuk menarik perhatian orang lain. malu dan sebagainya menjadi alasan untuk segera mencari tempat untuk memperbaiki penampilan. itupun masih ditambah senyum-senyum sendiri ketika mendapatkan ‘OK’ di wajahnya. Apapun alasannya. baik selain juga ada hasrat untuk dipandang baik. pusat perhatian. atau sekedar kesenangan. Karena jelas.Buruk Muka. (biasanya wanita) masih ada orang yang tak ketinggalan untuk membawa serta cermin kecil (menyatu dengan bedak) di dalam tas kerjanya. barulah ia melangkah keluar kamar. memutar tubuh. (Jangan) Cermin Dibelah Publikasi 25/11/2002 07:25 WIB eramuslim . apalagi bila saat itu tengah berada di tempat khalayak ramai. Siapa sih yang tidak pernah bercermin? Jika bukan karena tempat tinggalnya yang jauh sangat terpencil sehingga tidak ada penjual cermin yang datang ke tempat itu. mempercantik diri. atau istri tentang penampilannya hari ini. ke kanan ke kiri. masih ada tambahan aksesoris dan wewangian yang dipakai untuk menambah kesempurnaan diri. Tidak sedikit orang yang memerlukan waktu berjamjam untuk bercermin. memperhatikan setiap inci dari wajah dan penampilan sebelum keluar rumah. karena setiap orang pada dasarnya selalu ingin tampil menarik. meski sudah berjam-jam berada di depan cermin. toh bisa saja pecahan kaca cukup untuk sekedar melihat bagaimana penampilan hari ini. atau karena teramat sangat papanya bahkan sebuah cermin pun tak dapat dibelinya. sedikit menunduk. Untuk sebagian orang mungkin. mengharap pujian. Jatuh pasaran lah. Rasa cemas biasanya langsung bereaksi ketika sekilas saja mendapatkan sesuatu yang tidak pas pada penampilan kita. masih saja bertanya kepada ibu. Kalau memang sekiranya demikian. suami. Sudah cukup? Belum. melenggak-lenggok bolak-balik di seputar cermin hingga semuanya terasa perfect. menjadikan diri ini berharga di mata orang lain itu sangat lah penting. kakak. Tidak jarang bahkan ada yang panik sedemikian rupa. termasuk karena memang ada orang-orang yang terbiasa tampil baik dan menarik. setiap orang butuh (merasa wajib) bercermin! . Karena di halaman tamu.Kita tentu sering bercermin. Tidak cukup dengan itu. Kondisi demikian sangat wajar. menyingkirkan segala apapun yang sekiranya dapat mengurangi keindahan penampilan. jujur saja. harga dirilah. mungkin tak ada orang yang tidak memiliki cermin. adik.

Dua hal yang berada didalam diri ini yang jauh lebih berharga dimaksud adalah. Padahal. niscaya cermin hati ini menjadi pekat oleh titik-titik debu yang pekat. untuk kemudian senantiasa memperbaharui isinya dengan hal-hal kebaikan. (Akal dan Hati) sudah terus terasah dan dibersihkan. bisa dipastikan tidak berapa lama hal itu berlangsung. Agar juga cermin hati ini bisa berteriak lantang menentang setiap kekhilafan yang kita akan perbuat. Untuk kemudian mengambil sikap. tak diperhatikan dan apalagi tak sekalipun dibersihkan dari kotoran-kotoran yang kerap menyerang. sadar kewajiban dan hak secara proporsional. Dan jika kedua cermin itu. Andai suatu ketika bercermin mendapatkan wajah dan penampilan yang buruk. kenapa harus membelah cermin itu? Toh. Jadi. maka cermin diri ini akan semakin sempurna menambah kesempurnaan penampilan luar yang juga setiap hari dibenahi. apalagi memecah cermin itu saat mendapati diri ini tak indah dalam bayangan cermin. dengan melihat hati. seakan tak sanggup lagi menolak setiap perbuatan maksiat yang terus menerus kita tumpuk. agar cermin hati ini kerap bergetar ketika menyebutkan asma-Nya. Dengan membaca. setiap kebenaran dan kebatilan yang dilakukan. tentu sangat naif jika kita hanya memperhatikan penampilan luarnya saja tanpa mempedulikan aspek dalam diri kita yang sesungguhnya jauh lebih berharga. hati adalah cermin. bukan omong kosong. Cermin akal adalah membaca. sadar dan taubat jika melakukan hal salah. menjadikannya sebagai pribadi yang tidak berharga. Maka sebelum semakin sulit dibersihkan. Semestinya menjadi kepentingan setiap individu juga untuk menata dan membersihkannya. tentulah tak ada yang bisa memberi tahu kita salah dan benar. selain juga pribadi shaleh yang menjadi penghias diri yang paling utama. kata yang keluar bukan tanpa makna. sebaiknya setiap titik debu yang menempel segera dibersihkan. sebaik dan sesempurna apapun penampilan fisik jika tidak ditunjang akal pikiran yang cerdas dan sehat. dan terus meningkatkan setiap amal kebaikan. Akal dan Hati. Namun jika cermin hati ini sudah hitam pekat. dibenahi dan diperindah. Kalaupun ada yang sempat meliriknya. sudah barang tentu semestinya jauh lebih diperhatikan. Membaca dalam arti luas. Jika dibiarkan tak tertata. Ingat iklan layanan masyarakat “tulalit” tentang seruan membaca? Tentu saja.Namun demikian. Jika setiap hari menyempatkan diri bercermin (juga membawa cermin) untuk memperbaiki penampilan luar. Sikap terbaik adalah membasuh wajah agar nampak bersih berseri sehingga cermin yang tak jadi kita belah itu tetap bisa memberi tahu setiap keburukan yang ada. yakni Hati. Hal kedua. setiap saat. mungkin bisa dihitung sesaat setelah obrolan pertama. Hati yang bersih senantiasa menolak setiap kebatilan. profesional. elegant. Karena jauh lebih berharga. Paduan dua cermin akal dan hati tentu melahirkan pribadi yang berwibawa. akan tetapi jika ianya sudah sedemikian kotornya. bijaksana. melainkan kata-kata penuh isi yang . jangan pernah biarkan cermin akal dan hati ini tak terurus. kita tentu bisa melihat setiap kesalahan dan kebaikan. pada saat bercermin itu hanya kita yang tahu keburukan sendiri. kenapa juga tak membawa serta cermin akal dan hati. dan bertambah keimanan setiap mendengarkan ayat-ayat Allah.

demikian juga minuman yang kita reguk. Mengapa untuk sekian waktu kita harus menahannya. manusia semestinya mampu membebaskan diri dari ketergantungan terhadap dunia. Agama kita tak melarang ummatnya menjadi orang kaya.Berpuasa memang olah batin yang memerlukan tingkat ilmu dan pengendalian diri yang tinggi. Kita lakukan semuanya itu ditengah kegiatan keseharian yang terus berjalan. Kita dilarang melakukannya? Padahal semua itu halal semata? Bahkan sebaliknya. yang dengan itu kemudian kesegaran akan terasa menjalar ke seluruh tubuh. Mengatur dengan bijaksana setiap keinginan yang muncul tak ada habisnya dalam diri manusia. mata yang tertahan. Rasakan saja dalam puasa yang kita lakukan. kebodohan dan ketidakberdayaan ummatnya. Justru Islam sangat mengkhawatirkan kemiskinan. Perut yang lapar. Tapi mengapa pada saat-saat itu dilarang? Jangankan melakukan semua itu. baik itu ramadhan maupun puasa sunnah lainnya. Selama Ramadhan kita dilatih untuk menikmati dunia batin dengan seluruh panca indera kita. Dalam batasan waktu tertentu. berkeinginan untuk melakukannya pun akan merusak pelaksanaan ibadah puasa. dan sebaliknya. Mempuasai Dunia Publikasi 21/11/2002 06:50 WIB eramuslim . Sedangkan cermin hati. menjadi mahluk yang dimuliakan dan diridhai-Nya.berpengaruh. jika kita tetap saja melakukan aktivitas itu. Dan manajemen pengendalian diri memang menjadi salah satu poin tertinggi dalam pelaksanaan ibadah puasa. Walaupun kesemuanya itu adalah pekerjaan yang halal dan berpahala ketika dilakukan diluar hari puasa. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama). Idealnya. Dengan senantiasa mengingat Allah. Tengoklah makanan yang kita beli dari jerih payah kerja kita adalah halal tentu saja. Kita dituntun untuk menemukan jalan yang sebenarnya dari pengaruh pahit-manisnya kehidupan. dari pelatihan ibadah puasa kita dapat ilmu pengendalian diri. akan senang atas segala kebenaran yang berlaku. penurunan kinerja jasmani. adalah dzikir. Haramkah itu? Tidak. Mendudukannya pada tempat yang semestinya. Hubungan badan antara suami dan istri pun halal pula di hari biasa. mulut yang terus melantunkan kalam Ilahi. kedudukan dan jenjang karier yang tinggi. malah kita akan terlempar dari kasih-sayang Allah. Tapi dalam keadaan tertentu kita terkadang . mempunyai harta yang banyak. Artinya untuk mendekatkan diri kepada Allah. bekerja keras ikut mengisi detik demi detik perjalanan sejarah kemanusiaan kita. dari ketika subuh hingga maghrib kita tidak diperkenankan untuk melakukan sesuatu yang biasa kita lakukan. hati yang sibuk dan ramai dengan dzikir. maka menjadikan hati ini peka terhadap apapun yang bathil. salah dan tidak tepat. Dengan puasa kita diajarkan untuk mensikapi dunia dengan sebenarnya. kedudukan yang remeh dan kecil saja jika dibandingkan dengan tujuan penciptaan kita sebagai mahluk Allah.

diberinya kita pasangan hidup yang menentramkan. Berpuasa dari tekanan keinginan-keinginan yang tak habis-habisnya.Ada sebagian manusia yang Allah cukupkan (bahkan lebih) nikmatnya pada satu sisi dimana orang-orang lain belum mendapatkannya. Tinggal bagaimana kita memandang semua itu sebagai nikmat yang mesti disyukuri sehingga bisa menyelamatkan kita dari kekafiran dan ancaman adzab Allah yang nyata. Misalnya soal harta. Dikala kondisi itu justru menjauhkan kita dari kasih sayang Allah. Misalnya. terhindar dari marabahaya.de) Agar Nikmat Allah Bertambah Publikasi 20/11/2002 10:16 WIB eramuslim .harus berpuasa terhadap itu semua. juga menahan nikmat yang lain juga untuk sebagian manusia yang lain. dengan apapun saja yang dia miliki? (Deni Mukhyidin/mukhyidin@yahoo. atau bahkan sekedar masih diberikan kesempatan bisa makan meski seadanya untuk satu hari ini. sementara nikmat yang lain itu diberikannya kepada sebagian hamba yang lain. Allah sedang menguji manusia dengan kelebihan dan kekurangannya. meski dalam bentuk yang lain. ketenangan hidup. kedua. Demikian pula Dia menahan nikmat untuk sebagian manusia. Lantaran setiap partikel semen. Allah jelas sangat ingin melihat seberapa bersyukurnya manusia akan apa yang dinikmatinya saat ini. Bukankah orang yang kaya dimata Allah adalah orang yang paling kaya amal baiknya. Hal ini perlu disadari oleh kita. Pertama. Allah telah memberikan nikmat pada sebagian manusia di bumi dan memberikan nikmat dalam bentuk yang lain kepada sebagian lainnya. . tentu Allah dengan Kemaha-Adilan-Nya juga menambahkan nikmat kepada kita. Dan ketiga. setiap butir pasir yang tersusun di dalamnya akan menjadi beban yang dipikulkan pada hari pertanggungjawaban nanti. ia bisa berupa harta yang dicukupkan oleh-Nya. kehadiran seorang anak. Kalau punya rumah satu sudah cukup kenapa harus dua? Kalau rumah biasa sudah lah memadai kenapa harus membeli rumah mewah yang berharga milyaran dan berkamar belasan? Kalau kondisi seperti itu adanya. Keadaan yang demikian sesungguhnya tidak bisa dipandang bahwa Allah tidak adil dalam memberikan rizki kepada hamba-hamba-Nya. bahwa setiap kali Allah menambahkan nikmat kepada saudara kita. ketika ada yang naik jabatan dan kita ikut bersyukur atas keberhasilan saudara tersebut. Rumah yang terbangun berhambur kemubaziran seperti itu sepatutnya dihindari. maka pada saat itulah Allah menambahkan nikmat berupa hati yang bersih tanpa dikotori rasa iri dan dengki. Hingga pada akhirnya kita akan jadi manusia yang berhati-hati terhadap apa yang diperbuat dan dimiliki. Rizki Allah yang bisa kita nikmati tentu beragam bentuknya. Sesungguhnya Dia mencukupkan sebagian nikmat kepada sebagian hamba namun menahan nikmat yang lain pada sebagian hamba tersebut. Setidaknya kita bisa menyebutkan tiga hikmah dari kebijakan Allah yang demikian. kita semestinya berpuasa untuk jadi orang kaya. kenaikan pangkat dan promosi jabatan.

Sekarang. padahal usianya sudah semakin beranjak. Di dunia ini. Padahal. disamping itu Dia juga Maha Pemurah. Seperti ditegaskan Allah. Bentuk syukur itupun bisa dengan berbagai cara. Allah tak berikan rasa aman dan ketenangan dalam hidupnya. seandainya ia menginfakkan sebagian rizkinya itu. menghadirkan suasana bahagia di hati anak-anak yatim piatu dengan menyantuninya. Sudah barang tentu. mereka yang telah dipasang-pasangkan dan dihadirkan kasih sayang dan ketentraman dalam rumah tangganya. adzab yang paling nyata dan terasa diberikan Allah kepada hamba yang tak pandai bersyukur adalah dengan cara ia menahan bentuk nikmat yang lain. Allah Maha Tahu akan kebutuhan. namun karena ia tak bersyukur atas nikmat itu. namun ia tak juga memiliki seseorang yang menjadi pendamping hidupnya. Mungkin Allah belum melihat rasa syukur yang cukup atas nikmat yang telah kita terima saat ini. keinginan setiap hamba-Nya sehingga Dia mencukupi hal-hal yang belum dimiliki setiap hamba itu. Maka jangan pernah ragu akan kasih sayang-Nya. Atau mereka yang mendapatkan kesempatan memiliki karir bagus dengan gaji yang memuaskan. sebelum lagi terus menerus meminta kepada Allah akan tambahan nikmat. Sebaliknya. kebanyakan manusia sering terlupa untuk terlebih dulu mensyukuri nikmat yang sudah diterimanya sementara ia terus menerus meminta Allah agar menambah nikmat kepadanya. sehingga Dia menahan nikmat yang lain. dan yang paling berkenan adalah semakin dekatnya kita kepada Allah melalui peningkatan kualitas ibadah. hitung-hitunglah seberapa besar rasa syukur kita terhadap segala nikmat yang telah diberika Allah kepada kita selama ini. atau bermacam bentuk ungkapan kesyukuran lainnya. Allah itu Maha Kaya. bahkan justru memberikan adzab yang nyata terhadap mereka yang mengingkari. bahwa Dia (pasti) akan menambah nikmat kepada hamba yang pandai mensyukuri nikmat yang telah diberikanNya dan memberikan adzab (yang pedih) kepada mereka yang mengingkari (QS. . atau bahkan menghentikan nikmat yang ada saat ini. Maha benar Allah dengan segala ucapan dan ketentuan-Nya. jika Dia sudah melihat begitu bersyukurnya kita akan nikmat yang selama ini dirasakan. kebijakan Allah menahan nikmat lain merupakan ‘adzab’ karena kita belum benar-benar bersyukur atas nikmat sebelumnya.Masalahnya kemudian. Tanpa memintapun. jangan pernah berharap Allah menambahkan nikmat-Nya. Sungguh. niscaya dia akan menambahkannya dengan nikmat-nikmat lain. bisa jadi mereka belum benar-benar bersyukur atas karunia dan nikmat mendapatkan pasangan hidupnya. itu adalah sebuah nikmat yang juga perlu disyukuri. Namun jika belum cukup terlihat rasa syukur itu. dengan membagi sebagian rizki yang kita peroleh kepada fakir miskin. Sesungguhnya. Jika pasangan-pasangan itu belum dikaruniai anak atau belum mendapatkan kecukupan harta dan selalu kekurangan. Ibrahim:7). Hidupnya senantiasa diliputi kekhawatiran dan kecemasan dalam menjaga hartanya. insya Allah ketenangan akan menyelimuti setiap langkahnya. jumlah nikmat yang takkan pernah bisa terhitung itu membuat kita lalai untuk mensyukurinya. ada orang-orang yang diberikan kecukupan harta.

mereka yang tak henti-hentinya mendekatkan diri kepada Allah namun tetap dalam hidup kekurangan. Seganas dan semerah menyala api membakar tubuh Ibrahim kecil. Namun kuasa Allah bermain. keberangan yang bercampur perasaan terhina Raja Namruj membuat Ibrahim ‘dihadiahi’ hukum bakar. kamukah yang menghancurkan patung-patung sesembahan kami?”. bagaimana dengan orang-orang yang terus menerus ditambah nikmatnya padahal tak sedetikpun ia pernah mengucapkan pujian kepada Allah. kelegaan. terasa menohok sisi kebodohan dirinya dan semua pengikutnya dengan menyembah sesuatu yang tak memiliki kuasa melakukan satu apapun. Allah menegaskan dalam sebuah hadits qudsi. Tentu saja Raja Namruj yang terkenal kejam itu semakin berang mendengar jawaban Ibrahim. tak sedikitpun kulitnya tersentuh oleh jilatan api. dikelilingi sejumlah pasukan dan beberapa algojonya. dan kesehatan badan. kemiskinan. Dengan enteng Ibrahim berkata. tanpa harus kita memintanya.” ledek Ibrahim sambil menunjuk patung yang besar yang sengaja tidak dihancurkannya. melainkan juga. Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada pula sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekurangan. namun yang perlu diketahui adalah bagaimana membuat Allah menjadi lebih kasih. Dia Maha Mengerti akan setiap keluhan yang tak terlontarkan dari hamba-hamba yang bersyukur. dan penyakit sehingga baiklah urusan agama mereka. "Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekayaan. Atau sebaliknya. “Tanyakan saja pada patung yang lebih besar itu. Karena sesungguhnya. “Hai anak kecil. dan kesehatan badan sehingga baiklah urusan agama mereka. jawaban itu. Alhasil. Kisah lain. selain karena Ibrahim adalah tersangka utama pelaku ‘teror’ terhadap tempat ibadah kaum yang dipimpin Raja Namruj itu. yakni dengan cara mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikannya. makar apapun yang dibuat manusia takkan pernah bisa mengalahkan makar Allah. Allah tengah menguji mereka dengan keadaan yang sekarang. mungkin dia yang melakukannya karena kapak itu masih tergantung padanya. Daud yang memiliki kemampuan berperang yang hebat tak gentar menghadapi pertarungan “semut lawan gajah” melawan Raja Jalut yang terkenal bengis . Niscaya. Aku mengetahui dengan apa hamba-Ku yang mukmin menjadi baik dalam urusan agamanya". Tentu saja. kelegaan. Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Akan Selau Ada Pahlawan Di Setiap Kezhaliman Publikasi 18/11/2002 10:30 WIB Ibrahim kecil gagah menantang Raja Namruj yang tengah geram. sesuai janji-Nya.Lalu. kita menyadari akan kasih sayang dan pemurahnya Allah. Allah akan menambahkan dan mencukupi nikmat kepada kita. Dalam hal ini. Sekali lagi. Lalu kami menguji mereka dengan kekayaan. lebih sayang dan lebih pemurah kepada hamba-hamba-Nya. Bukan hanya karena merasa dipermainkan seorang anak kecil. Namruj bertanya. apakah ia tetap beriman atau ingkar.

dan kejam. Daud yang berasal dari kalangan bawah dengan berbekal sebilah pedang tanpa baju besi, akhirnya mampu mengalahkan Raja Jalut yang besar dengan segudang pengalaman bertarungnya. Dalam versi barat, kisah ini dikenal dengan “David Versus Goliath”. Sementara itu, seorang utusan Allah lainnya, Musa dengan ditemani saudaranya Harun, menentang kekejaman ‘ayah asuhnya’ sendiri, Raja Fir’aun yang zhalim dan diktator. Kekuasaanya yang begitu tinggi membuat Fir’aun teramat angkuh menobatkan diri sebagai Tuhan. Kesombongan yang didukung oleh seorang ilmuan hebat bernama Hamman dan seorang kaya bernama Qarun, jadilah ia semakin jumawa. Fir’aun yang terkenal kejam tidak ingin seseorang kelak menghancurkannya, maka kemudian atas perintahnya, semua bayi laki-laki yang lahir pada masa pemerintahannya pun dibunuhi. Sekali lagi, Kuasa Allah bermain, bahwa kemudian seorang pemuda Musa yang justru hidup di lingkungan istana Fir'aun oleh lembutnya kasih sayang Asiah, menenggelamkan Raja zhalim itu ke dasar lautan. Dalam khazanah barat, kita pun mengenal kisah yang hampir serupa, yakni kisah kepahlawanan yang berasal dari orang-orang kecil yang menentang kezhaliman penguasa. Cerita rakyat Robin Hood mungkin bisa menjadi contoh. Berjuang dari pedalaman hutan Sherwood, Robin bersama para pengikut setianya ‘merampok’ harta para bangsawan yang hendak menyerahkan upeti kepada King Richard The Lionheart. Otomatis, meski makin dicintai rakyat kecil, sepak terjang si pemanah ulung itu menempatkannya dalam daftar buronan nomor wahid di Inggris saat itu. Cerita yang hampir sama juga dilakukan legenda Meksiko, Zorro. Dibalik topeng yang menyembunyikan identitasnya, Zorro membantu orang-orang lemah untuk melawan dan bangkit dari ketertindasan. Mungkin dua cerita diatas hanyalah mitos atau sekedar cerita rekaan. Namun setidaknya memberikan satu hikmah, bahwa harus ada orang-orang pemberani untuk melawan kezhaliman. Nampaknya, soal keberadaan orang-orang besar yang berlaku zhalim di setiap negeri di setiap zaman sudah menjadi sunnatullah. Hal itu ditegaskan-Nya dalam Surat Al An’aam ayat 123: “Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. ...”. Kalau dulu ada Ibrahim yang menentang Namruj, Daud versus Jalut, Musa yang menenggelamkan Fir’aun serta masih banyak lagi tokoh kepahlawanan yang berani berdiri menantang segala bentuk kezhaliman di muka bumi dalam satu negeri, kini disaat negeri ini, agama ini tengah dihujani dengan cobaan bertubi-tubi, oleh kekuatan-kekuatan yang terus merongrong, menteror bahkan mencoba menjadikan agama ini hitam pekat oleh karena kejahilan orang-orang yang tak bertanggungjawab, adakah lagi pahlawanpahlawan yang menjadi tameng pembela seperti halnya Ibrahim, Daud dan Musa? Tentu saja ada. Karena gemuruh jihad tengah bergelora dalam dada-dada para pahlawan itu. Tinggal bagaimana diri ini menentukan sikap, memadamkan gemuruh itu dan membiarkan orang lain mengambil kesempatan menorehkan nama pada kemuliaan atau menjadikan gemuruh itu sebuah halilintar yang menggetarkan nyali musuh Allah. Wallaahu a’lam bishshowaab. (Bayu Gautama_

Ketika Tuhan Menyeka Air Mata Kita
Publikasi 15/11/2002 08:46 WIB eramuslim - Sahabat, Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan kepada kita berjumpa dengan Ramadhan, walaupun dalam suasana mencekam, duka yang mendalam, akibat begitu banyaknya bencana yang melanda negeri ini. Sahabat, Betapa bahagianya setelah sekian lama kita merindukan saat-saat seperti ini, Allah berkenan menyertakan kita dalam indahnya menahan lapar, gembiranya menunggu beduk, nikmatnya santap sahur, syahdunya Al-quran yang kita lantunkan, khusuknya ibadah malam, dan tunduknya hati beri’tikaf di rumah Allah, subhanallah mudahmudahan kita bukan termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan keindahan nikmat bulan yang penuh berkah dan maghfirah ini dengan kemaksiatan ... Sahabat, Ketika orang-orang tidak menyadari kekhilafannya, Allah menancapkan kesadaran dalam jiwa kita akan dosa-dosa yang selama ini telah berurat dan berakar dalam kulit dan tulang-tulang kita. Kita menyadari lisan-lisan yang selama ini sering berdusta, hati yang tidak mau tunduk, kotor dan penuh kedengkian, jiwa yang sombong, keingkaran yang amat sangat kepada Allah, kebencian kepada sesama saudara, durhaka pada orang tua, kelalaian tanggung jawab mendidik dan melayani anak, istri serta suami, ketidak sabaran menuggu datangnya seorang kekasih yang akan memantapkan langkah, kebahagiaan melihat orang lain menderita, iri, benci termasuk dendam kesumat. Kita menyadari itu semua sebagai akibat dari lemahnya iman yang tertanam, astaghfirullah al aziem, mohon ampun ya Allah ... Sahabat, Saat bulan yang penuh ampunanan ini datang menghampiri, Allah mengulurkan tanganya untuk kita sambut walaupun tangan kita tak kuasa digerakkan untuk merangkulnya. Walaupun tangan itu sering menepis tapi Allah tidak pernah berhenti mengulurkannya. Meskipun dosa-dosa kita seluas langit dan bumi, tapi ampunan Allah tidak pernah bertepi. Walaupun tobat kita sering mungkir, tapi Rahman dan Rahim Allah tidak pernah mangkir … Sahabat, Tidak ada yang lebih membahagiakan tatkala kita menyadari dosa-dosa yang pernah ada, kemudian kita berencana untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri. Tumpahkanlah air mata penyesalan itu. Biarkan dia membanjiri sepertiga malam yang hening, saat itu biarkanlah tangan Allah yang kuat dan lembut itu menyeka air mata penyesalan kita. Kemudian kitapun akan meresakan sebuh kekuatan ghaib akan tumbuh dan membawa kita ke dada pelangi, di sana hanya akan kita temukan keindahan warnawarni kehidupan yang menyejukkan, membahagiakan, yang akan membuat diri kita menjadi orang yang produktif, kreatif, inovatif dan prestatif. Sahabat, Tundukkanlah hati, rendahkanlah diri di hadapan-Nya. Jangan biarkan ramadhan yang romantis ini berlalu begitu saja. Tumpahkanalah sujud ke bumi di sepertiga malam terakhir, kuatkan azzam agar dapat bercengkrama dengan Allah di rumah-Nya pada sepuluh hari terakhir. Isilah pundi-pundi investasi abadi kita dengan

infak, zakat dan sedekah. Semailah benih-benih kebaikan, kelak kita akan menuainya dengan sebuah kenikmatan abadi di sebuah taman, yang di bawahnya mengalir sungaisungai … Sahabat, Selamat menjalankan ibadah ramadhan, mudah-mudahan segala kebaikan dan kindahannya bukan sekedar fatamorgana, tetapi sebuah energi yang membawa perubahan baru bagi diri dan jiwa kita, serta sebagai momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, karena perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu, tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah (Yesi Elsandra, for members of surau@yahoogroups. Special womens, bundo, ni yus, ni GM, ni ta, ni susi, ni rahima let’s try to do our best for minang future)

Dua Pilihan Yang Tidak Bisa Ditawar
Publikasi 14/11/2002 11:53 WIB eramuslim - Setelah “panggung sandiwara” ini usai, kita mendapati dua pilihan atas peran yang telah kita mainkan. Di atas panggung, kita bebas berimprovisasi, asalkan tetap berada dalam kerangka naskah yang telah di atur dan ditetapkan oleh Sang Sutradara. Penilaian hanya ada dua, baik dan buruk, jalan lurus atau jalan menyimpang. Maka tidaklah sama antara yang haq dan yang batil. Sangat jauh berbeda kehidupan surga dan neraka. Pilihan Pertama. Dalam Al-Quran Surat Qaaf ayat 30 dikatakan “Dan ingatlah akan hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahanam: “Apakah kamu sudah penuh? “Dan jahanam menjawab: “Masih adakah tambahan? Ini adalah dialog Allah yang Maha kuasa dengan neraka jahanam. Suasana manakah yang lebih mengerikan dari suasana di dalam neraka jahanam. Semua makhluk tidak akan sanggup dan bercita-cita ingin memasukinya, semua ingin selamat dari neraka. Tapi neraka senantiasa memangil-mangil bahkan bertanya "masih adakah lagi tambahan anggotaku?" Panggilan itu bertebaran di muka bumi berupa acara yang mengelar syahwat, walaupun untuk mengikutinya tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan. Panggilan neraka itu mengarah kepada mereka yang menurutkan hawa nafsu, wanita yang menggelar aurat dan harga dirinya dengan harga yang sangat murah. Panggilan neraka itu tertuju kepada mereka yang melupakan Tuhan yang telah menciptakan mereka. Mereka lebih sibuk dengan bisnis haram, hiburan memabukkan, mereka mempermainkan agama, mereka terus mendengar panggilan neraka, hingga maut menjemput baru tumbuh kesadaran, insyaf, namun sayang semuanya sudah terlambat, kematian sudah tidak dapat lagi ditunda. Maka pada hari perhitungan digiringlah pendengar seruan neraka tadi ke jahanam, mereka dilemparlah satu-persatu dengan kasarnya. Jumlah mereka semakin bertambah

yang kendaraanya kuda dan unta bersayap. mana yang akan Anda pilih? Wallahu'a'lam bishshowab (Yesi Elsandra) Seperti Malaikat . Ia hanyalah seorang manusia biasa. Sedikitpun mereka tidak takut. sebagimana pejuang Islam yang syahid di belahan bumi Islam sana. yang kebagusan wajah penghuninya seperti rembulan. Aisyah mendengar apa yang beliau katakan: "Ya Alah ampunilah aku.saja. yang pepohonannya dari emas dan perak sebening kaca. hentikan perbuatan dosa. yang istri mereka bidadari yang disucikan. yang buah-buahannya lebih lembut dari keju dan lebih manis dari madu. Hal ini di buktikan dalam diri manusia sempurna Rasulullah. tidak pernah terdengar oleh telinga. jangan hiraukan lagi panggilan dunia. Bagaimana dengan kita. neraka senantiasa memanggil-mangil manusia. Surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai tidak akan mungkin kita temui di dunia ini. Kematian merupakan jembatan menuju jannah-Nya. Cukuplah sampai disini saja. karena mereka memiliki seni tersendiri menghadapi kematiannya. mati syahid telah mengharumkan ruhnya. kemudian kita dihadapkan pada kedua pilihan itu. manusia bebas memilih kedua pilihan itu. kematian tidak lupa menghampiri kekasih Allah itu. rahmatilah aku. Masya Allah. Jika kita berharap akan mendapatkan jannah-Nya maka persiapkanlah bekal menuju ke arah sana. Sehingga kematian menjadi suatu yang sangat kita nanti-nantikan. cantik jelita nan bermata jeli. lalu apakah kita yang tidak ada jaminan untuk bisa masuk surga ini akan kekal hidup di dunia? Setiap jiwa memiliki seni tersendiri menyiapkan kematiannya. tempatnya masih cukup untuk memuat sebanyak apapun manusia. tidak terpikirkan oleh akal. perjumpaan dengan Tuhan menjadi cita-cita mereka. "Masih adakah tambahan?" jawab neraka. kematian menjemput Rasulullah. Kematian dapat menghantarkan manusia kepada perjumpaan dengan Kekasihnya. Menurut Ibnu Qayyim. rumah penghuni surga yang dibangun Allah dengan Tangan-Nya sendiri berbentuk istana. madu dan arak yang tidak memabukkan. yang atapnya Arasy Ar-Rahman. dan pertemukanlah aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi. kembalilah kepada Rabb yang telah menciptakan kita!!! Pilihan Kedua Pada hari Senin tangal 12 Rabi’ul Awal tahun 11 H. Manusia sempurna yang telah dijanjikan Allah surga itu telah menemui Rabbnya dengan jiwa yang tenang. Jika Rasul saja tidak luput dari kematian. bagaimana bisa dibayangkan. "Apakah kamu sudah penuh wahai neraka?" tanya Allah. Kekasih Yang Maha Tinggi" Keindahan surga tidak akan terbayang di pelupuk mata. apakah sudah siap jika detik ini juga kematian itu menghampiri. Yang materi batu batanya dari emas dan perak. yang sungai-sungainya mengalirkan susu. Disaat sakaratul maut itu. Ya Allah.

Padahal seharusnya kita meyakini bahwa Allah tetap menurunkan para malaikat-Nya guna membantu hamba-hamba-Nya yang beriman. membela agama Allah. . mustahil Rasulullah masuk ke dalam gua tanpa merusak sarang laba-laba. Kini. keberanian yang tak diragukan serta kehebatan berperang para pasukannya. Allah dan para malaikat-Nya lah yang ‘turun tangan’ membantu mengalahkan musuh. sebagian orang memudar keyakinannya akan datangnya pertolongan Allah seperti yang pernah dialami kaum mukminin sebelumnya.Publikasi 12/11/2002 08:08 WIB eramuslim . Allah segera menurunkan para malaikat untuk melindungi dan menyelamatkan mereka. Di Thaif. Tindakan laba-laba itu tentulah dapat mengelabui orang-orang yang mengejar Rasulullah. Rasulullah dan para sahabat yang bersyukur merayakan kemenangan itu merasa yakin. dan mereka yang tak selangkahpun mundur atau keluar dari jalan perjuangan menegakkan. Jibril seolah ‘marah’ melihat kekasih Allah. Masih banyak kisah-kisah yang bisa kita hadirkan untuk membuktikan betapa Allah sangat peduli dengan mengirimkan para malaikat untuk membantu kaum mukminin dalam segala hal. Abu Bakar Shiddik yang ketakutan saat bersembunyi dari kejaran pasukan kafir yang hendak membunuh mereka. Dan keyakinan itu terbukti. ‘Kemarahan’ malaikat pendamping setia Rasulullah itu ditunjukkan dengan tawarannya untuk membalikkan gunung-gunung di sekitar Thaif untuk membinasakan kaum yang menindas Rasul dan para sahabat itu.Innallaaha ma ‘anaa . adalah mustahil kesederhanaan persenjataan dan keterbatasan amunisi yang dimiliki pejuang Afghan mengalahkan kehebatan senjata otomatis dan modern miliki pasukan Rusia. diejek sebagai penipu. disamping semangat tinggi. tiga ratus pasukan mukminin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya sangat tidak sebanding. Rasulullah menenangkan sahabatnya. Dalam perang Badar. sehingga mereka berpikir.. Sebuah buku kecil yang terbit sekitar akhir tahun 1980-an yang ditulis oleh Dr.. seperti dikisahkan bahwa ada seekor laba-laba yang membuat sarangnya menutupi mulut gua segera setelah kedua hamba Allah itu masuk gua. Belum lagi ditambah dengan kendaraan lapis baja serta serangan udara yang mematikan dari Rusia. Seperti yang dibuktikan para pejuang mujahidin Afghanistan saat berperang melawan pasukan Rusia. Rasulullah yakin. para abdi Allah yang komitmen pada agamanya. malaikat-malaikat Allah itu hanya turun pada saat Rasulullah masih ada. diludahi bahkan disakiti dengan lemparan batu saat menerangkan ajaran Islam kepada kaum di tempat itu. Saat itu mereka tengah dalam perjalanan hijrah menuju Kota Madinah. dicaci. Ayaaturrohman fii Jihadil Afghan. Secara logika. Muhammad Saw dihina. Abdullah Azzam. banyak mengisahkan pertolongan-pertolongan Allah dengan menurunkan malaikat-malaikat-Nya untuk membantu perjuangan mujahidin Afghan. di gua Tsur. yakni tiga kali lebih banyak dari pasukan yang dipimpin Rasul. Bahkan tidak sedikit yang berpikir.

Melihat orang lain “melakukan perbuatan yang benar dan baik” membangkitkan hasrat bawah sadar untuk meniru perbuatan tersebut. yang melonjak gembira saat meraih prestasi setelah sebelumnya merasa putus asa. spesial 4-N.Dalam banyak kesempatan. dan dari yang terkulai lemah menjadi penuh semangat bergelora. agar kita pun senantiasa menjadi malaikat bagi orang lain. Thanks) Harapan Adalah Masa Depan Publikasi 11/11/2002 07:31 WIB . mengalami kenaikan 17% untuk mendonorkan darah mereka daripada yang tidak melihat foto tersebut. sahabat. atau siapapun yang kita sadari atau tidak telah banyak membantu. selain juga bentuk rasa syukur telah diberikan nikmat lebih oleh Allah. datang seseorang saudara yang dengan caranya sendiri mencoba membuat kita tersenyum. para dermawan yang menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim piatu. atau orang-orang yang sekedar menyapa lembut menyentuh hati seseorang yang terluka. sehingga tak ada lagi yang pernah berpikir. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama. Meski para ‘malaikat’ itu tak pernah berharap balasan. atau juga mereka yang ikhlas memaafkan kekeliruan orang yang berbuat salah. juga bagian lain dari ibadah.. Allah telah membenci ummat-Nya karena tak lagi menolong . ‘malaikat-malaikat’ yang berada di sekeliling kita saat ini pun memberikan bantuannya tanpa berharap balasan. mengulurkan tangan kepada orang yang membutuhkan pertolongan menjadi kebahagiaan tersendiri. Mereka yang lebih kuat ketika mengangkat orang-orang yang lemah sehingga dapat ‘terbang’ bersama. Saudarasaudaranya yang menghibur dikala sedih. mereka bukanlah malaikat. tentu mereka juga punya satu harapan. dari penelitiannya tersebut terungkap bahwa para pelajar yang diperlihatkan slide yang berisi tiga puluh delapan foto tentang aksi donor darah. Tetapi apa yang dilakukannya seperti malaikat yang dihadirkan Allah bagi orang-orang yang memerlukannya. Maka. Termasuk sahabat-sahabat yang menyentil kita dengan nasihatnya saat diri ini salah melangkah. yang tersenyum setelah kesedihan melanda.. Irwin Saranson dan koleganya (1991) melakukan penelitian terhadap 10. jadilah (seperti) malaikat bagi orang lain. Bersyukurlah. Bagi mereka.000 pelajar SMU. bencana alam.. tak meminta pujian dan penghargaan dari siapapun. orang yang memberikan pertolongan saat terjadi musibah. saat kesedihan melanda. Saat kesulitan datang. dari yang terpuruk sampai bangkit menatap masa depan yang cerah. Allah seperti menurunkan para malaikat-Nya saat itu. Dari yang terjatuh hingga mampu berdiri tegak. sekaligus mengajarkan kita agar senantiasa kuat menerima segala bentuk cobaan. Seperti halnya Jibril dan ribuan malaikat yang pernah membantu Rasulullah dan kaum mukminin sebelumnya. tanpa kita sadari. ada saudara lain memberikan jalan keluar sehingga kita tak gelap mata dan dengan mudah menyelesaikan setiap persoalan yang terasa begitu rumit untuk dipecahkan. Allah masih berkenan menurunkan malaikat-malaikat-Nya yang menyertai saudara. menunjukkan jalan keluar dari kesesatan.

serta berguna. Atau bahkan harapan itu tidak direalisasikan sama-sekali. sesuai dengan apa yang kita inginkan. harapan merupakan pancaran suasana batin atau situasi kemanusiaan yang sedang menanti-nanti atau mengharapkan sesuatu yang disenanginya bakal menjadi kenyataan. dan telah disiapkan semua sebab dan sarana yang masuk dalam kategori usaha seorang hamba. Allah pasti akan memenuhi harapan kita. tapi jika kita berharap kepada Allah. harapan adalah keinginan terhadap sesautu yang dapat membuat kehidupan ini bahagia. maka tidak ada cara lain. yaitu karunia dan ketentuan Allah. Setiap manusia dapat mewujudkan harapan-harapan tersebut jika memiliki semangat. yaitu mengantungkan harapan hanya kepada Allah. Sedangkan dalam perspektif Imam Al-Ghazali. Agar kita tidak kehilangan harapan. jika kita tidak bertawakal kepada Allah maka dapat membuat kita putus asa. dan ini yang menentukan. bermakna. siapa yang tidak berharap kesuksesan dalam bisnis. Siapa yang tidak berharap mendapatkan pasangan serta keturunan yang baik. agar harapan dapat memberikan kebahagiaan. . manusia dihadapkan pada kenyataan-kenyataan hidup yang beragam. siapa pula yang tidak berharap dapat menjalankan hidup ini dengan tenang melalui ibadah. semua pasti berharap mendapatkan kehidupan yang bahagia. Betapa meruginya manusia jika tidak memiliki harapan terhadap masa depannya. keinginan manusia terkadang melebihi harapannya. Menurut kedua tokoh spiritual tersebut. sering harapan tersebut tidak sesuai dengan keinginan manusia. Memiliki harapan berarti kita memiliki keinginan terhadap sesuatu yang dapat memberikan kekuatan bagi kita untuk mewujudkan sebuah kebahagian hidup yang bermakna. serta dekat dengan Tuhan? Siapapun pasti menginginkan itu semua. sebuah harapan tepat disebut harapan bila istilah itu digunakan untuk penantian sesuatu yang disenangi. Namun pada kenyataannya. Itulah yang disebut oleh Imam Al-Ghazali sebagai karunia dan ketentuan Allah. pelumas mencapai tujuan. agar harapan sesuai dengan keinginan. Harapan merupakan pembangkit semangat. studi dan masa depan. atau bahkan tidak memiliki harapan hidup sama sekali. usaha yang dilakukan secara maksimal dan habis-habisan sehingga yang tersisa. optimisme nan pantang menyerah. Abu Ridho dalam buku Recik-Recik Spritualitas Islam mengatakan. ada kalanya manusia mengabaikan harapannya itu karena ketidaktahuan bagaimana merealisasikannya. karier. karena semua itu adalah salah satu sumber kebahagiaan. adalah sesuatu yang tidak masuk dalam kategori usahanya. atau memiliki harapan tetapi tidak berusaha mewujudkannya. Namun pada tahap realisasi. Keadaan ini membuktikan kepada kita bahwa ada kekuatan lain yang seharusnya kepada-Nya kita gantungkan harapan. Dari sekian keberagaman pilihan itu. Berharap pada manusia dapat membuat kecewa. dan yang ada justru angan-angan belaka. serta bekerja keras untuk mewujudkannya. atau sebaliknya. siapa yang tidak berharap memenuhi hidupnya dengan prestasi. siapa yang tidak berharap adanya kedamaian.eramuslim .Dalam ritme kehidupan yang sangat majemuk ini. Ketidaksesuain harapan dengan kenyataan yang inginkan.

ketika tak sengaja saya berkesempatan beberapa jam bersamanya dalam sebuah acara. karena senyum tak membutuhkan modal. Terbiasa puasa senin kamis. airmata meleleh di pipi. Kecuali jika sakit dan cacatnya seputar mulut. jangan mengandalkan orang lain. Saat yang sama. kecuali niat dan ketulusan hati. eramuslim . Dalam hal pelaksanaan. Hayo. saat kuliah memilih puasa daud demi menghemat biaya makan namun tetap bisa makan teratur. untuk meneladaninya.Mulailah dari sekarang mencatat apa-apa yang Anda inginkan. Laki-laki muda dengan segudang prestasi di tingkat lokal maupun nasional itu ternyata hidup serba berkekurangan. (Yesi Elsandra) Mengubah Dunia Dengan Senyuman Publikasi 08/11/2002 07:17 WIB Oleh: Azimah Rahayu. Namun dia menjalani semuanya dengan ringan. kemudian tanamkan harapan agar Anda memiliki kehidupan yang baik di masa depan. Senyum itu juga tetap merekah. Manusia pinter dan tidak pinter sama-sama bisa tersenyum karena untuk bisa tersenyum tak perlu sekolah. namun memberikan kekuatan yang tak terkira.hingga hampir tak ada dari teman-temannya yang tahu akan kehidupan kesehariannya. karena jarak rumah dan sekolah lebih dari 20 km sedang alat transportasi tiada. Realisasikan semaksimal mungkin dengan kerja keras. tanpa beban. Sejak kita lahir. Haru dan kagum atas ketegarannya. karena duit di kantong sudah sangat menipis. siapa sih orang hidup di dunia ini yang tak bisa tersenyum? Orang miskin maupun kaya pun bisa tersenyum. Bahkan sempat menggelandang bersama sang bapak ketika usianya masih sangat belia: 3 tahun. cacat ataupun normal. penuh canda. Cukup menarik kedua ujung bibir ke atas sedikit. Pernah 21 hari tak makan nasi. malu karena sering merasa menjadi orang paling merana di dunia. kelak apapun yang terjadi Anda tidak akan kecewa. Riang. semangat pun terbangun. orang-orang di sekeliling kita telah menyambut kita dnegan senyum lebar. senyum adalah aktifitas sederhana untuk dilakukan. . ia dua tahun tidur di sekolah demi mengirit ongkos perjalanan. Senyum ceria selalu menghiasi bibirnya -seperti yang tampak di semua photo yang menghiasi halaman itu. semua orang masih bisa tersenyum. Sakit atau sehat. sekaligus mengajarkannya pada kita. Sewaktu SMU. Haru dan kagum padanya sekaligus juga malu pada diri sendiri.Mengeja baris demi baris yang tertulis di rubrik muda Majalah Annida Akhir Oktober 2002 (Gatot Wahyudi: Pemenang I Remaja Berprestasi Annida 2002). setelah itu bertawakallah kepada Allah dan gantungkanlah semua harapan tersebut hanya kepadaNya. Satu kata ini sederhana dalam segala hal. "Senyum". karena ia tak membutuhkan usaha luar biasa. Terlahir dari keluarga sangat sederhana.

Teruslah tersenyum. Betapa damainya. Kemudian cobalah sebaliknya. insya Allah segalanya akan ringan. membentuk sebuah senyuman. Pun senjata jika kita sedang grogi. Hingga kemarahan pun padam. Bungkam mulut anda dan kerucutkan. kita telah berkontribusi terhadap perdamaian dunia. Agar hidup lebih nyaman. senyum sudah cukup menjadi isyarat persahabatan. Alangkah indahnya! (azi_75@yahoo. Terhadap kepedihan pribadi. Bobby De Porter dalam bukunya Quantum Learning mengatakan bahwa sikap tubuh seseorang dapat mempengaruhi perasaan atau mood seseorang sebagaimana perasaan juga mempengaruhi sikap tubuh seseorang. Nah. Ah. Dalam hal makna. Senyum akan mencairkan kekakuan. senyum juga bermakna sederhana. karena aura tubuh mereka yang rileks tidak menyenangkan bagi jin. alangkah indahnya. Anda sedang sedih atau marah. luka masyarakat dan juga nestapa dunia. Dan tanpa kita sengaja. tersenyum dapat membuat kita selalu dalam kondisi riang. Senyum adalah solusi sederhana. agar dunia belajar darimu bahwa hidup ini indah dan ringan bila disikapi dengan senyum) Kepercayaan Publikasi 07/11/2002 08:01 WIB .Secara fisik. Kemudian duduklah dengan bahu merunduk. Maka tiba-tiba anda akan merasa sedih. Hingga ketegangan di antara dua sahabat pun terlelehkan. lingkungan dan komunitas. meski tak saling sapa. Agar dunia lebih damai. setidaknya perasaan anda tidak seblue sebelumnya. Ayo kita coba. Saya percaya. pasti yang terbayang pertama kali adalah wajah manis penuh keramahan dan cinta (Kecuali kalau dibelakang kata itu diberi embel-embel 'sinis'. Anda sedang berperasaan biasa saja atau bahkan tengah riang dan gembira. tanpa harus memiliki sesuatu yang besar. Mendengar kata "senyum". Karena kita bisa beramal dan bersedekah. penuh ketulusan. Agar persahabatan lebih menyenangkan. dan cinta serta aura kedamaian tersebar dalam sebuah kelompok. Bahkan Rasulullah pernah bersabda. berdiam diri dan menyendiri dan selalu bersedih hati. Senyum bisa menjadi pembuka komunikasi. Cukup satu hal sederhana. Kata Emha Ainun Najib dalam buku 'Mati Ketawa ala…" orang yang selalu riang dan suka tertawa sulit dimasukin jin dan setan. Lalu. mengapa kita tidak tersenyum saja? Agar perjalanan lebih ringan. Senyum penuh cinta. Makhluk ini lebih suka memasuki tubuh orang yang suka melamun. Kemudian usahakan menarik ujung kedua bibir anda keatas. Dan tanyakan pada hati anda dengan jujur: Apakah anda masih tetap merasa sedih seperti semula?. Senyum adalah bahasa dunia. "Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah". Jika kita tak saling mengerti bahasa lawan bicara. kenapa kita tidak gunakan sikap tubuh untuk mempengaruhi kondisi mental dan jiwa kita? Menyikapi segala sesuatu dengan senyum. 'sarkastis' dan lain-lain).com special 4 adikku Gatot: jazakallah telah memberi izin menulis tentangmu. betapa menyenangkan. kesedihan keluarga.

Bahkan tidak jarang kepercayaan ini merupakan energi tersendiri bagi orang-orang hingga menjadikannya besar.Para pemimpin besar biasanya memiliki orang-orang kepercayaan. tanpa was-was. yaitu kepercayaan kepada diri kita sendiri. maka pikiran kitapun bekerja untuk merealisasikan ketidak percayaan itu. yaitu kepercayaan kepada Zat yang menciptakan energi itu. Ia akan merasa aman. disamping mampu untuk mengendalikan dan menjaga keyakinan dirinya. juga akan mampu membuat perubahan di lingkungannya" Betapa besar produktifitas yang dapat dihasilkan dari kepercayaan kepada diri kita sendiri ini. pikiran Anda akan bekerja bagi Anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin." Jika kita mempercayai diri kita. maka kita akan memiliki pikiran-pikiran kreatif untuk membuktikan bahwa sebenarnya kita bisa mencapai tujuan kita. kemudian kesuksesan hanya tinggal mimpi. bahaya dan segala rintangan. Tidak sedikitpun ada keraguan membagi resiko. Kemudian dengan kekuatan besar yaitu keyakinan kepada diri sendiri bahwa "saya mampu melakukan itu" maka kita akan keluar dari segala rintangan dan menemukan jalan keluar dari setiap kesulitan. benar-benar percaya. tenang. setiap perjuangan kelak pasti akan kita menangkan. Jika manusia memiliki kepercayaan yang begitu besar kepada orang lain untuk meraih tujuannya -padahal bisa saja suatu saat ia dapat berkhianat. Akan tetapi jika Anda percaya. "Seseorang yang memiliki kepercayaan diri. Itu artinya kita telah mengabaikan kekuatan besar yang sesungguhnya dapat membawa kita melejit. Kemudian kita akan gagal. Kepercayaa merupakan sebuah energi besar dalam diri manusia. . sesuatu dapat dilakukan. The Magic of Thinking Big mengatakan. David J. Namun jika kita dipenuhi oleh ketidakpercayaan kepada diri sendiri. Kepercayaan yang diberikan kepada orang lain sering membantu banyak manusia mencapai tujuannya. Pikiran kita akan membawa kita menyisir setiap kesulitan. selanjutnya. Akibatnya kreatifitas kita akan mati. Tapi ada energi yang jauh lebih besar dari itu. mengapa manusia mengabaikan potensi yang ada pada dirinya kemudian mengabaikan kepercayaan pada diri mereka sendiri yang sesungguhnya tidak kalah memiliki energi yang jauh lebih besar? Kepercayaan kepada diri sendiri merupakan kekuatan besar yang dapat mengantarkan kita pada berbagai tujuan yang mungkin sulit untuk kita realisasikan. "Jika Anda percaya sesuatu itu tidak mungkin. cita-cita hanya sebatas lisan. hanbatan. Schwartz dalam bukunya. cita-cita kandas ditengah jalan. keuntungan dan rahasia.eramuslim . perjuangan menjadi sesuatu yang menakutkan. pikiran Anda akan bekerja bagi Anda dan membantu Anda mencari jalan untuk melaksankannya. Menurut John Fereira yang dikutip dalam buku Emotional Spiritual Quotient. Sering pula beberapa keputusan penting turut dipengaruhi oleh orang-orang ini.mengapa manusia ragu untuk percaya kepada dirinya sendiri? Jika kepercayaan kepada orang lain dapat menbantu manusia mencapai cita-citanya. daya juang kita akan tumpul.

Refleksi terhadap kepercayaan kepada Tuhan dirangkum dalam 6 rukun iman. Betapapun besarnya kepercayaan kepada diri sendiri. begitu juga sebaliknya. sedekah. hingga tak kuasa menahan setiap tetesan air kesyukuran yang memancarkan kebahagiaan tak terlukiskan saat ianya tiba malam tadi. semudah Tuhan menghidupkan dan mematikan kita. untuk rang awak dima se barado) Ramadhan nan Penuh Cinta Publikasi 06/11/2002 07:43 WIB eramuslim . saling menghantarkan makanan berbuka kepada tetangga. Adakah yang .Kepercayaan itu signifikan dengan iman seseorang. Juga yang biasanya tak sempat untuk sarapan bersama. juga tak lupa memberi sedekah dan hidangan berbuka kepada pengemis. dan zakat yang kita keluarkan. mudah. saling mencintai dan berkasih sayanglah kepada sesama yang di bumi. Bukankah yang demikian dapat kembali menyuburkan cinta dan menghangatkan keharmonisan keluarga? Kata Rasul. Allah memfasilitasinya saat makan sahur. jika tidak dilandasi dengan kepercayaan kepada sumber energi. Cinta yang diberikan-Nya bukanlah sesuatu yang abstrak. wujud cinta juga terealisasi dengan mengeluarkan sebagian harta kita untuk zakat guna melengkapi proses pembersihan diri menuju kesucian. seraya berharap kelak kita menjadi bagian dari golongan yang mendapatkan cinta-Nya. email.Merindu haru hati ini menanti saat kedatangannya. (Yesi Elsandra. telepon. adalah bukti cinta kita kepada Allah sekaligus menegaskan bahwa kita tak termasuk orang-orang yang cinta harta dunia dan sadar akan adanya sebagian hak orang lain dari apa-apa yang kita miliki. maka kepercayaan itu hanya akan sia-sia. mereka yang terbiasa sibuk sedemikian rupa sedikit mempercepat aktifitasnya agar segera tiba di rumah untuk menikmati berbuka bersama keluarga. Sinkronisasi kedua kepercayaan inilah sesungguhnya yang kelak membawa kita pada apa yang kita inginkan. fakir miskin dan anak yatim-piatu. Infaq. Allah berikan juga kesempatan manusia untuk mengaplikasikannya saat-saat bersama melakukan shalat tarawih berjama’ah. ungkapan cinta bertaburan di seantero dunia menyambut hangat ramadhan ditandai dengan jalinan silaturahim melalui surat. Bahkan menjelang hari akhir ramadhan. Segala puji bagi Allah yang telah berkenan kembali mempertemukan kita dengan bulan bertabur cinta. Detik-detik menjelang satu ramadhan. Karena mudah saja bagi Tuhan menjadikan sesuatu yang tiada menjadi ada. atau bahkan rangkaian acara-acara khusus menyambut tamu agung ini. setidaknya dengan ramadhan. Cinta yang ditawarkan Allah kepada segenap makhluk di bulan Ramadhan selayaknya kita sambut dengan suka cita. Hargailah diri kita. maka seluruh yang di langit akan mencintai dan mengasihimu. SMS. Cinta sosial. kemudian dunia inipun akan ada dalam gengaman kita. sebagaimana Tuhan telah menghargai kita dengan melimpahkan segala Rahmat-Nya. Tinggal kita mau berjuang keras dan berusaha maksimal.

Malam-malam ramadhan. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Senyumlah … Publikasi 05/11/2002 12:16 WIB eramuslim . Satu tanya bergelayut “Akankah kita kan sampai di ramadhan tahun depan?” Maka. Sadar akan semua nikmat yang Allah berikan tanpa pernah alpa. Kisah teguran Allah kepada Rasulullah diatas merupakan asbaabunnuzul (sebab-sebab turunnya) surah ‘Abasa (bermuka masam) yang dapat menjadi pelajaran bagi sekalian manusia betapa Allah tidak senang dengan sikap demikian. pantaslah ada keceriaan bagi mereka yang mendapatkan kemenangan melewati masa-masa ujian selama ramadhan. tentulah. hati pun berdo’a penuh harap. “Allah dan rasul-Nya. hingga tangis ini akan semakin keras berteriak dalam hati.Jangan bermuka masam. sambil menghitung-hitung betapa menyesalnya kita tak memanfaatkan ramadhan yang telah lalu dengan amal sebaikbaiknya. dengan satu harap menjadikan taqwa sebagai hasil akhir ramadhan. Dan tentu saja. Saat hari fitri tiba. Pada saat itu Rasul tengah menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam. takkan terhitung betapa derasnya membayangkan kemungkinan bertemunya kembali kita dengan ramadhan nan penuh cinta ini. cinta yang terkadang hanya terucap di lidah tanpa wujud yang nyata. adalah saat terbaik kita bercengkerama dan bermesraan dengan Allah melalui tilawah dan tadarrus qur’an. seperti enggan menuju pembaringan. dengan ibadah yang bernilai. salah dan lalai. seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah Saw membacakan kepadanya ayat-ayat Al Qur’an yang telah diturunkan Allah. akan ada tangis jika kekasihnya pergi. “berilah hamba kesempatan”. cukuplah bagiku” jawab Abu Bakar. Namun tentu saja.cintanya sebesar sahabat Abu Bakar Shiddik yang mengeluarkan seluruh hartanya di jalan Allah hingga Rasul-pun bertanya apa yang tersisa untuknya. selayaknya orang saling mencinta. Inginnya menghabiskan malammalam ramadhan dengan tangis penyesalan atas khilaf dan dosa. tanpa pernah pula khilaf. karena Allah sangat tidak menyenangi perbuatan itu. Dia senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada hambahamba-Nya. Hati yang terpaut cinta. namun kita membayarnya dengan cinta yang semu. Ia menjadikan dirinya ayah. Bahkan Rasulullah pun pernah ditegur-Nya karena bermuka masam dan memalingkan muka terhadap Abdullah bin Ummi Maktum. atas segala alpa. perlulah diri ini belajar dari Ibrahim alaihi salam dan keluarganya tentang hakikat dan bentuk cinta kepada Allah. Pelajaran pertama yang bisa . tahajjud serta munajat kepada-Nya. juga lalai. Tetesan air mata yang akan mengalir nanti. Astaghfirullaah … Jika hati ini sedemikian rindunya menanti kedatangan bulan penuh rahmat dan maghfirah ini. Hal yang tidak kalah menakjubkan juga ditunjukkan Rasulullah kepada seorang anak yatim yang bersedih di hari raya. Idul Fitri. dan Fatimah saudara perempuan anak yatim tersebut seraya membahagiakannya saat hari bahagia.

atau mengukur prioritas pelayanan dari seberapa menguntungkannya orang tersebut buat kita. maka dihadapan mereka lewat seorang dengan pakaian compangcamping dan beberapa sahabat berujar dan menilai orang yang barusan tidak mendapatkan kemuliaan Allah. tidak bertentangan secara aqidah) atau standar akhlak dan kebiasaan. meski hanya sekedar menebarkan senyum. bahwa Rasulullah pun manusia biasa yang masih mungkin melakukan kesalahan dan kedua. Bahkan ditegaskan Allah dengan kalimat “Sekalikali jangan (demikian)!” pada ayat ke sebelasnya. Mereka yang tidak mampu mengendalikan ego-nya. artinya apa yang menurutnya benar maka ia itulah yang dikerjakannya. Padahal Islam tidak mengajarkan demikian. Rasulullah pun mengajarkan tentang keutamaan sikap-sikap kebaikan terhadap sesama. Subjektifitas itulah yang kemudian dengan bebasnya menentukan siapa yang pantas disikapi dengan baik siapa yang tidak. dan dengan (pengaruh) ego-nya itulah setiap watak dan karakter manusia terbentuk. terkait dengan sikap bermuka masam alias acuh terhadap orang lain (siapapun) yang tidak dibenarkan oleh Allah. Mendengar itu. kesesuaian norma dan nilai yang dipegang (dalam hal ini misalnya. ataupun hal-hal subjektif lainnya. Tidak membeda-bedakan sikap berdasarkan kepentingan. memenej dan mengolah ego-nya agar terkendali sehingga teraplikasi dengan baik. mau menang sendiri dan tidak toleran. Baik sih jika yang menjadi patokan adalah. dan hendaknya demikian juga bagi kita pengikutnya. like or dislike. Soal pilah-pilih sahabat misalnya. makanya menjadi kepentingan utama juga bagi setiap manusia untuk menjaga. Peringatan itu tentu menjadi pelajaran yang berharga bagi baginda Rasul. Sebelas ayat pertama surah ‘Abasa menjelaskan secara lengkap larangan bermuka masam atau sikap mengacuhkan orang lain. Meski ada anasir lain yang membentuk watak dan karakter manusia. Atau senyum. Rasulullah berkata: “Sesungguhnya Allah . namun keberadaan ego sangatlah penting. Manusia memiliki ego pada dirinya masing-masing. dan inilah pangkal awal dari kesalahan orang bersikap dan bertindak. Sebuah pelajaran lain bisa kita dapatkan dari cerita ketika para sahabat sedang berkumpul bersama Rasulullah. lazim disebut sebagai orang yang egois. atau bahkan siapa yang akan dijadikan sahabat dan siapa yang semestinya dimusuhi. pantas tidak pantas. Sehingga yang terjadi adalah pembenaran atas kebenaran subjektifitas. Salah satu ciri khas dari orang egois adalah berbuat dengan sekehendaknya. tidak semua orang memiliki tingkat pemahaman yang baik tentang ‘benar-salah’ menurut norma maupun nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. tentu tidak bisa dibenarkan. Tapi kalau yang menjadi ukuran adalah soal. siapa yang didahulukan siapa yang harus ‘dicuekin’. Sikap ramah misalnya. terhadap siapa saja yang kita jumpai. selain pelajaran tentang teguran Allah terhadap Rasulullah diatas. biasanya terkhususkan bagi siapa yang menurut kita pantas untuk disenyumi. Masalahnya kemudian. seringkali kita hanya bersikap ramah kepada orangorang yang kita kenal dan baik hati.kita ambil.

Tetapi sesungguhnya Allah melihat hatihati kamu. melainkan juga dari tangan-tangan terbuka para pengemis yang setiap hari lalu lalang di depan kita." Abu Hurairah bertanya lagi memancing. kami melihat banyak orang sedang sholat. " Ada apa kiranya ya Aba Hurairah?" Abu Hurairah menjawab. sesungguhnya Ia Maha Adil atas Rahmaan dan Rahiim-Nya. Rahmat Allah. kami telah datang ke Masjid. Abu Hurairah bertanya kepda mereka. Dengan senyum ramah itulah kita bisa berharap besar akan kebaikan orang lain. Maka semestinya." jawab Abu Hurairah ra. "Bukan demikian ya Aba Hurairah. senyuman dan sikap ramah menjadi keutamaan sikap terhadap siapapun. Karena dengan itu modal utama penerimaan orang lain terhadap kita. Kemudian dia berkata kepada para pedagang. tidak hanya singgah kepada mereka yang diberi kesempatan untuk menikmati hidup berkecukupan di dunia ini. mengapa kalian masih belum menutup dagangan kalian?" Mereka bertanya kebingungan.tidak melihat pada bentuk rupa dan jasad kamu. Dan karena dengan itu jugalah Allah menyapa hamba-hamba-Nya di surga kelak.. para pedagang itu segera bergegas ke Masjid Rasulullah.. karena Rahmat itu juga sesungguhnya ada pada yang tak memiliki harta karena Allah sayang padanya sehingga tak membebaninya dengan pertanggungjawaban harta yang bertumpuk. kami melihat banyak orang tetapi bukan yang seperti yang kau maksud. tidak hanya datang dari orang-orang dermawan yang kerap menyisihkan sebagian hartanya untuk diinfakkan.” Keberkahan Allah. senyum dan ramah jugalah yang mampu meluluhkan amarah dan kebencian orang terhadap kita. tetapi setiba disana kami tidak melihat ada sesuatu yang dibagikan Rasulullah. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Warisan Paling Berharga Publikasi 31/10/2002 08:04 WIB eramuslim . Setelah diberitahu demikian. sedangkan Abu Hurairah tetap tinggal disitu. Tak Berapa lama kemudian para pedagang itu kembali ke pasar. "Dimana ya Aba Hurairah?!" "Di Masjid Rasulullah. tidak ikut pergi. "Wahai para pedagang. "Mengapa kalian kembali?" Mereka segera menjawab dengan nada kesal. "Ya Aba Hurairah. "Apakah kalian tidak melihat seorangpun di Masjid?". sementara .Pada suatu hari Abu Hurairah radiallaahuanhu berdiri di pasar kota Madinah. hanya saja kita sering salah mengartikannya atau tidak mampu mencernanya. Kasih sayang Allah tidak hanya tercurah kepada segelintir orang. "Apakah kalian tidak tahu kalau warisan Muhammad SAW tengah dibagi-bagikan sehingga kalian masih berdiri disini? Apakah kalian tidak ingin mengambil bagian kalian?" Dengan keinginan yang meluap mereka bertanya serius.

bisa menjelaskan keterkaitan antara keduanya. Dia akan membalasnya dengan sesuatu yang tak pernah terukur nilainya.. Kreativitas meminta Anda menemukan jawaban kedua yang mungkin lebih tepat. yakni kecintaan-Nya akan orang-orang yang mencintai. Mendengar uraian para pedagang tersebut. You Can If You Think You Can (Anda bisa jika Anda berpikir bahwa Anda bisa). "Wahai para pedagang. Karena dengan itu semua. Maka. Roger Von Oech. plan B. takkan pernah ternilai besarnya.Pernah nonton film Mission Impossible? Film layar lebar yang dibintangi oleh Tom Cruise itu sebenarnya pernah menjadi film seri yang diputar setiap minggu di sebuah TV swasta di tahun 1990-an. Karena lewat buku tersebut. Wallaahu a'lam bishshowaab (Dwi Ryan/ ryan_088@yahoo. Satu hal yang menarik dari film tersebut. Anda jangan hanya punya satu solusi yang berati hanya punya satu pilihan. Abu Hurairah menjelaskan. Nah.sekelompok lainnya ada yang mengaji Al Qur'an dan ada pula yang sedang mempelajari soal-soal yang haram dan halal. seimpossible apapun misi yang diemban oleh Ethan Hawk (diperankan oleh Tom) namun endingnya selalu saja mengisahkan keberhasilan. tatkala datang seruan-Nya. lewat bukunya A Whack on Side of the Head. menuliskan buku best seller. Menurut Oech. dimana tertulis “suka mencari jawaban kedua” sebagai kebiasaan pertama seorang yang kreatif. Satu hal yang tergambarkan dengan jelas dalam film tersebut (baik layar lebar maupun seri-nya) adalah kebiasaan para tokoh yang tergabung dalam tim pengemban ‘misi yang tidak mungkin’ alias ‘mustahil’ dicapai itu untuk senantiasa memiliki plan A. kesuksesan Ethan Hawk mengemban misi yang dianggap tidak mungkin dicapai itu adalah karena . buktikanlah bahwa kita termasuk orang-orang yang mencintai Allah diatas segala kecintaan terhadap apapun. (Hadist Riwayat Tabrani) *** Saudaraku. itulah warisan Muhammad SAW yang paling berharga untuk kalian semua. sebuah buku yang memberikan motivasi besar kepada para pembacanya untuk optimis meraih hal-hal yang sesungguhnya ‘bisa’ diraih." jawab para pedagang dengan agak sewot. Von Oech mengetengahkan sepuluh kebiasaan manusia kreatif.com) Menjadi Manusia Kreatif Publikasi 30/10/2002 11:15 WIB eramuslim .. hanya saja jika kita mau melihat sisi pelajaran yang mau diambil. ketahuilah. Ketahuilah bahwa tidak ada yang lebih berharga dari apapun yang kita miliki di dunia ini melainkan sesuatu hal yang senantiasa kita lakukan demi mengharap ridha Allah. sehingga hampir setiap film itu diakhiri dengan keberhasilan menjalankan misi. tentu ada kaitannya.. Antara Norman (dan bukunya) dengan film Mission Impossible memang tidak ada kaitannya.".. bahkan plan C. Norman Vincent Peal.

Suka mencoba kemustahilan. bahwa tidak satupun yang ada dihadapan manusia itu tidak bisa diraih. adalah yang selanjutnya. karena ia menempatkan Suka humor dan santai sebagai kebiasaan . bahwa Dia tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. disebut sebagai kebiasaan kelima. Rasulullah dengan 300 pasukan mukmin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya tiga kali lebih banyak dalam perang Badar. Melihat kesalahan sebagai peluang. linier dan pasti. Sesungguhnya kesalahan justru menempatkan kita memperoleh hal yang tak didapat bila melakukan dengan benar. Jika aturan telah membatasi pilihan maka Anda harus mencari tahu mengapa suatu aturan dibuat. yang dalam hal ini salah satunya adalah sifat malas. meski tidak meninggalkan aspek kecerdasannya. Allah dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat terakhir telah jauh terlebih dulu memberikan motivasi kepada setiap mukmin. Mount Everest pada 1924. Nampaknya. Alasannya. Oech juga sepakat. Mungkin alasan itu tidak relevan lagi. sering ide kretif lahir dari situasi dilematis atau kepepet. orang sudah menjajaki pariwisata luar angkasa meski harus merogoh kocek yang tak sedikit. untuk yang satu ini. Orang dulu berpikir ruang angkasa adalah sesuatu yang invisible.kebiasaan timnya untuk menyiapkan lebih dari satu solusi. Toleran terhadap hal dilematis. Sejarah lain juga ditorehkan oleh George Leigh Mallory dan Andrew Irvine yang disebut-sebut sebagai orang pertama menapakkan kakinya di puncak tertinggi dunia. Kebiasaan ketiga adalah Suka menggugat aturan. Adalah jarang inovasi muncul dari pola pikir yang tunggal. Dalam kenyataan. namun para ahli Rusia membuktikan dengan mengirimkan Yuri Gagarin ke luar angkasa menggunakan Sputnik. tambah Oech. Menjadi manusia kreatif. Dan Norman menguatkannya dengan satu motivasi. Kemudian yang keenam adalah. jangan sekali pun pernah membuang ide sepintas yang kelihatan mustahil. tidak cukup hanya dengan memiliki satu kebiasaan diatas. Padahal sejarah pun mencatat. Oech juga memaparkan tentang kebiasaan lainnya. Gede Prama. Dan yang perlu diketahui. Sehingga kemudian yang tampak didepannya adalah sebuah gunung batu menjulang tinggi yang tak mungkin dilewati. “Kreativitas adalah pengembangan hasil otak kiri yang bersikap keras terhadap ide oleh otak kanan yang lunak yang mengabaikan batasan dan lunak terhadap berbagai ide. Masalahnya adalah sifat manusia yang sering kali memperturutkan hawa nafsunya. Oleh karena itu. tidak banyak orang yang bisa membuat orang lain tertawa. dan enggan berusaha keras. Bahkan sekarang.” kata Oech. yakni suka berpikir lunak. Merenungkan lagi ide yang muncul dapat memicu berbagai kemungkinan baru. sebuah tembok raksasa yang mustahil ditembus. pernah menyebut Dedi ‘Miing’ Gumelar sebagai satu dari sekian orang yang dijadikan sahabatnya. Kini ribuan pendaki sudah membuktikan bahwa puncak tertinggi itu bisa ditapaki. Ada orang yang suka mencari aman dan menghindari dari kemungkinan salah atau gagal. Mungkin sekarang ada pemecahannya yang lebih efektif.

Kebaikan yang dilakukannya. Orang yang sibuk melihat dunia dalamnya sendiri akan kehilangan banyak ide. Ingatlah. masih menghormati makhluk kecil. tindak kesemena-menaan bahkan kezhaliman. Berani berpikir beda seolah menjadi ciri yang paling khas dari orang kreatif. Maka dari itu. ketidakadilan. Meninjau dunia luar adalah wahana meraih ide baru untuk dunia dalam kita. Memang ide kreatif muncul ketika terdesak situasi. Suka meninjau dunia luar sebaiknya menjadi satu kebiasaan tersendiri bagi orang-orang kreatif. Juga ketika seorang dipenjara yang melupakan kebaikan dirinya. karena disini akan lebih bernilai jika sikap satu ini untuk berbeda terhadap mayoritas ketidakbenaran. Dan yang terakhir disebutkan Oech. adalah senantiasa Terbuka terhadap gagasan baru. Umumnya orang berusaha menyesuaikan dengan budaya organisasinya. Rasulullah Muhammad saw tidak pernah sedikitpun mengajarkan kepada ummatnya untuk melakukan kejahatan. Selain itu. siapa yang berani membantah jika dikatakan bahwa Gandhi adalah manusia berhati mulia.orang kreatif pada urutan selanjutnya.Siapa yang tak mengakui kebaikan hati seorang Bunda Theresia? Meski ia tak pernah menganut ajaran Islam yang penuh kedamaian. Seorang Sulaiman yang dengan segala kebesarannya. Baik dengan tambahan dari luar diri Anda atau tidak menekan ide yang telah dipunyai. hal mustahil maupun yang keliru. Padahal tekanan organisasi bisa memasung kretaivitas. dan memerintahkan derap dan langkah para pasukannya untuk tidak mengganggu atau bahkan menginjak sekelompok semut yang mereka lewati. cinta dan kasih sayang. semut. tapi lebih banyak ide brilian dan segar lahir dari suasana santai dan gembira. namun kebaikan hatinya tak diragukan bahkan dirasakan juga oleh yang bukan ummat nasrani. Jadi. Kebersihan hati Yusuf itulah yang akhirnya secara tidak langsung menghantarkannya kepada kejayaan diri. Saat kita santai dan gembira pertahanan mental jadi longgar sehingga tidak pusing terhadap aturan. bukan berarti mengesampingkan kebenaran. beranilah pro terhadap hal yang tidak disetujui mayoritas walau tidak harus terlalu terbuka. Kita pernah mempelajari bagaimana kebaikan hati Yusuf alaihi salam yang tidak menaruh dendam sedikitpun kepada saudara-saudaranya yang telah mencoba mencelakainya. Dalam hal ini. Sudahkah menjadi orang kreatif? Mulailah hari ini juga! Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Mari Menebar Kasih Sayang Publikasi 24/10/2002 09:05 WIB eramuslim . tak sedikitpun ia marah. Sama halnya dengan Mahatma Gandhi. cinta dan pengabdiannya yang besar kepada ummatnya. Orang yang mengaku bukan orang yang kreatif berarti telah memasung diri sendiri. menjadikan Gandhi sebagai sosok yang boleh diteladani dalam hal berbuat baik terhadap sesama. bahwa ide akan berkembang bila kita memberinya ruang. .

Kejadian itu sungguh mengherankan dua orang penyusup dari pasukan musuh yang menyamar bergabung dalam pasukan Amru bin Ash. menyiksa dan menganiaya orang. Rasulullah tak pernah mengajarkannya. antara yang kuat dan yang lemah. mereka tak pernah membenci Muhammad karena perilakunya yang buruk.Islam dengan segala ajaran kasih sayang dan kedamaiannya. kedamaian. Alasannya. hanya karena ia mendapati seekor burung yang bertengger di atas tendanya tengah mengerami telurnya dan terpaksa menunda keberangkatan pasukannya. Muhammad justu mengangkat derajatnya. Kecuali dalam kondisi yang memang mengharuskan setiap mukmin mempertahankan harga diri dan melakukan pembelaan. Setelah menjadi Rasul Allah. juga menarik hati seorang saudagar kaya Khadijah binti Khuwailid yang kemudian menjadi istrinya. Muhammad dikenal sebagai orang yang berhati mulia. Abu Jahal. para pasukan terheran karena hanya tinggal tenda Sang Panglima yang masih utuh belum dikemas. ketika ketidakadilan semakin mempertegas jarak dan perbedaan antara orang-orang kaya dengan fakir miskin. Justru yang mereka khawatirkan adalah ajaran kebaikan. Saat fajar sebelum berangkat melakukan penyerbuan ke wilayah musuh yang menentang Islam. Ada sebuah kisah seorang panglima perang besar kaum muslimin Amru bin Ash yang begitu mulia hatinya. Bayangkan. saat para sahabat mulai marah dan tidak mampu menahan diri untuk melakukan balasan terhadap intimidasi dan penganiayaan terhadap kaum muslimin. jujur. justru mengutamakan perbuatan baik terhadap manusia itu sebagai perwujudan dari rahmantan lil ‘aalamiinnya ajaran yang disempurnakan Muhammad saw. mungkin bagi kita sangat sepele. Bagaimana tidak. dari kejadian itu mereka tak menemukan anggapan itu. Maka tidak sewajarnya ketika mereka yang mengaku mukmin melakukan kejahatan dan tindak kezhaliman. Tidak hanya itu. ketika orangorang memperjualbelikan budak dengan harga yang tidak manusiawi. kemuliaan hatinya tidak hanya diakui oleh kaum mukminin melainkan juga oleh kaum kafir Quraisy. Islam adalah agama kebaikan. dan kemuliaan hati dari Islam yang langsung dicontohkan Muhammad-lah yang akan menggusur kekuasaan. Rupanya. Rasulullah baru mengabulkannya setelah ada izin dari Allah yang membolehkan berperang. Sebelum menjadi Rasul. . Sebenci apapun para pembesar suku Quraisy seperti Abu Lahab. kedudukan mereka. mencontohkan bagaimana seharusnya kasih sayang dan cinta sesama saudara bagaikan mencintai diri sendiri. Itulah kemudian ia mendapatkan gelar al amiin. Rasulullah datang dengan mengajarkan zakat dan infaq shodaqoh. Padahal pendelegasian keduanya menyusup itu sebelumnya karena para pembesar dan masyarakatnya mendengar berita tentang kekejaman Panglima Amru bin Ash beserta pasukannya yang dikatakan gemar membunuh. sopan. bagaimana mungkin dikatakan kejam jika terhadap seekor burung pun sang Panglima sangat mengasihi. bersikap lembut dan menghargai sesama. Rasulullah (Islam) memuliakannya. Pikir mereka. Ketika para wanita dianggap masyarakat kelas sekian dan menjadi suatu kehinaan diri jika mempunyai keturunan seorang wanita. agama kasih sayang. Setelah para Nabi Allah sebelumnya juga mengajarkan hakikat Islam.

panjangkanlah umur kami hingga bulan Ramadhan. bersih-bersih. Sebaliknya. Sehingga pada bulan Ramadhan. Amiin Allaahumma Amiin. tabi'it tabi'in. hari ulang tahun kita. serta pengikutnya yang komitmen dengan risalahnya Dienul Islam hingga hari akhir nanti. Bahkan jauh hari sebelumnya. perbaikilah segala sifat yang tak mencerminkan kebaikan dan kasih sayang itu. kita dapat memanfaatkan waktu dengan optimal. maka yang ada di langit akan mengasihi dan menyayangi kita. sangat mendambakan akan datangnya bulan Ramadhan ini. Sudahkah kita meneladani beliau? Menantikan dengan penuh harap? atau kita hanya biasa-biasa saja menyambut kedatangannya. jika kita berbuat baik dan penuh kasih sayang terhadap semua makhluk di bumi. Jika seorang muslim tak memiliki sifat diatas. Subhanallah. Rasulullah sendiri. karena Rasulullah pun menegaskan. Persiapan itu sendiri tidak dilakukan pada awal bulan Ramadhan. bulan mulia. mereka yang meski berbuat baik. dan sampaikanlah kami. dan aktivitas yang akan menunjang penampilan kita pada hari yang dinanti-nanti itu. jika kita menantikan suatu saat yang sangat berharga bagi diri kita. manusia yang sangat mulia. amalnya akan terputus dan tak diperhitungkan dihadapan Allah kelak karena mereka bukan muslim dan tak mengimani Allah. maka kita akan ketinggalan kereta pahala dengan hamba Allah lainnya. potong rambut.Segala puji bagi Allah SWT. dan berkahilah bulan Sya'ban ini. tentulah karena ia tidak sepenuhnya mengamalkan ajaran Rasulullah. Saudaraku. berarti didirinya tertanam sifat-sifat kebaikan. keluarganya. Wallahu a’lam bishshowaab. Yang telah mempersiapkan diri jauh sebelum datangnya bulan Ramadhan. hakikat bulan Ramadhan ini sesungguhnya pada sejauh mana kita telah melakukan persiapan untuk menyambutnya. berkahilah bulan Rajab ini. Niscaya kita akan sangat bergembira jika saatnya tiba. katakanlah sebagai contoh.Menjadi seorang muslim. Tapi apakah kita sudah bersiap-siap untuk menyambut bulan yang sangat dinantikan oleh ummat Islam sepanjang masa? Bulan yang sangat dinantikan oleh Rasulullah. karena jika itu yang kita lakukan. Oleh karenanya. para tabi'in. Saudaraku. bulan Ramadhan. yang Insya Allah memperkenankan kita menjumpai bulan suci. (Bayu Gautama) Karena Rasulullah pun Mendambakan Ramadhan Publikasi 23/10/2002 07:23 WIB eramuslim . Sholawat dan Salam senantiasa terucap kepada Rasulullah Muhammad SAW. sehingga teruntai sebuah do'a yang sangat indah: "Allahumma bariklana fii rajab wa bariklana fii sya'ban wa balighna fii ramadhan" Ya Allah. sama seperti bulan-bulan sebelumnya? Na'udzubillahi tsumma na'udzubillahi. . dan penuh kasih seperti Bunda Theresia dan Mahatma Gandhi. sahabatnya. kita sudah mempersiapkan dengan 'full action'. cinta dan kasih sayang.

dan memperluas tsaqofah (wawasan) keilmuan kita. Jadi sah-sah saja jika si perokok tidak peduli. harus kita potong waktunya seminggu menjadi 22-23 hari hanya untuk persiapan yang seharusnya bisa kita lakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Kampanye tentang bahaya dan dampak negatif rokok sudah terlalu sering diadakan. Amiin Allaahumma Amiin. Juga yang harus kita ingat. Dalam hadits juga diungkapkan. dan lainnya. yang dapat membekas pada 11 bulan berikutnya. Buku Fiqh Shiyam juga menjadi bacaan wajib. wirid ma'tsurat harian. bahkan makin menikmati hisapan demi hisapan sementara si gadis terus memelototinya dengan hati yang makin jengkel. Meskipun bisa dikatakan itu merupakan iklan setengah hati. entah karena sakit atau karena halangan lainnya. penumpang lain dalam angkot itu menyalakan rokok kemudian menghisapnya dengan nikmat dan menghembuskan asap ke seantero ruangan. Selamat berjuang saudaraku. tilawah qur'an. serta berharap kita semua dapat menjadi Alumni teladan bulan Ramadhan. sementara si gadis makin kuat menutup hidungnya. qiyamul layl. sesungguhnya si perokok lah yang seharusnya lebih merasa sungkan dibanding orang yang menegur. Semua persiapan ini dilakukan agar kita bisa menjalani Ramadhan ini dengan ringan. shoum sunnah. barangkali karena merokok sudah merupakan budaya di Indonesia. datangnya hanya sekali setahun. dengan bersemangat. Takut dibilang rese? Takut dibilang memberangus hak orang lain untuk merokok? Sungkan? Takut dimarahi? Kalau boleh saya bilang. (Bramsi Prenata/bramsi@cakraweb.com) Kepada Anda Yang Bukan Perokok! Publikasi 22/10/2002 07:35 WIB eramuslim . agar kita mengetahui dalil dan fadhilah puasa yang akan kita lakukan. sesekali terbatuk-batuk dan terusmenerus menatap lekat si perokok dengan mata berair. semoga Allah berkenan mempertemukan kita pada bulan Ramadhan esok. Pengkondisian ruhiyah juga sudah seyogyanya dilakukan sebelum bulan Ramadhan. Beberapa penumpang lain bersikap biasa saja.Seorang gadis spontan menutup hidung dengan tissue ketika laki-laki di depannya.Sangat sayang jika bulan Ramadhan yang hanya 29-30 hari itu. tapi nyalinya tak cukup besar untuk melakukan itu. Bahkan iklannya selalu muncul di televisi berbarengan dengan iklan rokok. dengan jihad (bersungguh-sungguh). sebagaimana setengah hatinya . agar sebelumnya mengqadha puasa-puasa wajib kita sebelumnya kita tinggalkan. Mengapa tidak menegur? Ingin si gadis menegur. Pengkondisian fisik sudah dicontohkan oleh Rasul sebelum datangnya bulan Ramadhan. bahwa Rasulullah pada orang yang paling banyak dan menyempurnakan puasanya pada bulan Sya'ban.

Kisah itu mengilhami saya untuk melakukan hal serupa meski dengan alasan berbeda. Dia mengangguk dan membatalkan rencananya untuk menyalakan rokok. Toh. apakah anda rela menderita akibat yang bukan merupakan hasil perbuatan anda? Karena itu anda berhak sekali untuk melindungi diri anda dengan menolak menghisap asap rokok dari para perokok. sekalipun dia sendiri tidak pernah merokok. manusia Indonesia memiliki rasa sungkan yang cukup tinggi jika mengganggu orang lain. Bagaimanapun. Karena tadi sudah ada yang saya tegur. Suatu hari. mereka tidak merugikan orang lain.pemerintah menyikapi masalah rokok ini. Mereka tahu betul akan bahaya rokok. Hal ini karena dipastikan asap rokok bisa mengganggu pertumbuhan janin. Serta merta saya menegur. Nah. kita juga secara tidak sengaja membantu si perokok mengurangi intensitas merokoknya? Cerita tentang gadis di paragraf pertama di atas adalah cerita tentang diri saya sendiri. Pengaruh yang tidak kurang berbahaya juga dapat dialami oleh orang dewasa dan anak-anak yang bukan perokok. saya rasa tidak adil kalau yang ini tidak saya tegur juga. “Maaf. Si Olin ini dengan berani menegur seorang penumpang di angkot yang merokok. Begitu mungkin argumentasi mereka. Kalaupun rugi. Hingaga kemudian suatu hari saya membaca salah satu serial Olin karya Ali Muakhir. Jika anda wanita hamil. Mungkin tidak semua kita tahu dan sadar bahwa menjadi perokok pasif (orang-orang yang secara tidak sengaja terhisap asapa rokok yang diproduksi oleh para perokok di sekelilingnya) itu relatif lebih berbahaya di banding perokok aktif. namun tanpa sadar menjadi perokok pasif. Mas! Bagaimana kalau merokoknya nanti saja saat sudah di luar kereta? Saya tidak tahan dengan asap rokok”. Seperti tadi saya tengarai di atas. . Maka. yang rugi tubuh mereka sendiri. saya kembali beraksi. rokok merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang cukup besar. Beberapa saat kemudian seorang penumpang masuk dengan rokok menyala di sela jari-jarinya. Saya selalu merasa terganggu jika ada orang yang merokok di sekitar saya. Nah. dalam perjalanan kereta Solo-Jogya. Teman saya akhirnya dirawat di rumah sakit karena sakit paru-paru gara-gara beberapa tahun bekerja diantara para perokok.makin meningkatnya intensitas merokok dan akibat-akibatnya? Mengharapkan para perokok sadar? Wah. Cuma waktu itu saya tidak berani menegur karena sungkan dan sebagainya itu tadi. seorang laki-laki hendak menyalakan rokok di dekat saya. ini sih bagai pungguk merindukan bulan. Sesungguhnya yang paling memungkinkan itu adalah kita: Orang-orang yang bukan perokok dan sadar akan dampak negatif rokok. biasanya dokter akan menyarankan anda menjauhi rokok dan asapnya (bahkan suami pun diminta untuk menghentikan/mengurangi kegiatan merokok). kalau begitu siapa dong yang bisa mengatasi -setidaknya mencegah. kenapa ini tidak kita jadikan senjata untuk memperkecil ruang bagi para perokok? Bukankah dengan demikian selain kita mempertahankan hak kita untuk tidak menghisap asap rokok dan melindungi diri dari kemungkinan menderita penyakit yang disebabkan status perokok pasif. tapi mereka memang dengan sadar untuk terus merokok.

melemparkan dari atas menggelundung ke dasar tangga.”Mas. selama tidak kurang dari delapan tahun –sejak usia 4 tahun hingga usia 12 tahun. Tapi kalau anda terlanjur membaca. Dua pengalama di atas memberi keberanian dan kepercayaan diri pada saya untuk menerapkan hal yang sama di tempat-tempat umum lain. sebaiknya anda hatihati jika akan merokok di tempat umum. tulisan ini bukan untuk anda. Anda mau coba? Ayo. Buku tersebut . (Azimah Rahayu/azi_75@yahoo. Sebagaimana digambarkan Pelzer. menendang. kalau saja kita semua yang bukan perokok mau peduli akan hak kita untuk tidak menjadi perokok pasif dan menggunakannya. berjudul A Man Named Dave. A Man Named Dave juga mengajak kita untuk meneguhkan hati. seberapa tinggi kesadaran anda untuk mempertahankan hak tidak menjadi perokok pasif? Seberapa besar pula nyali dan kepercayaan diri anda untuk menegur? Semuanya tergantung kepada anda. A Child Called “It” dan The Lost Boy – begitu menyentuh hati siapapun yang membacanya. Sebuah kebesaran hati yang mengesankan dari Dave Pelzer bahwa kemudian ia tak sedikitpun menyalahkan sikap The Mother (ibunya) selama delapan tahun itu yang menyebabkan ia tak bisa lepas .com) Mulianya Memaafkan Publikasi 18/10/2002 08:58 WIB eramuslim . meninju. “Terima kasih”.mengalami berbagai siksaan yang sangat brutal dari ibunya sendiri yang menganggap Pelzer hanya sebagai “It” yang bisa diperlakukan dengan seenaknya. kata saya. Dave Pelzer. kita punya kemampuan untuk merubah sedikit wajah dunia dengan menggunakan hak kita.yang merupakan kesimpulan dari dua buku Pelzer sebelumnya yang menjadi best seller. karena tidak seperti buku sebelumnya yang membuat dada berdegub. membalas kezaliman dengan sikap memaafkan. tetap cuek bebek dengan rokoknya meskipun sudah kita tegur? Gampang. ruang pertemuan. maaf. menginjak-injak bahkan mencekiknya sampai nyaris mati. kantor dan lain-lain. “Anda berhak merokok di sini sebagaimana saya berhak untuk tidak menghisap sampah asap rokok anda. Bagaimana jika ada yang tebal muka. anda tinggal memberinya masker plastik dan katakan. yang menggambarkan sebuah kisah tentang keberhasilan dan kekuatan dari sikap memaafkan. boleh rokoknya dihabiskan di dekat pintu?” Rupanya dia malas kalau merokok harus menjauh dari teman-temannya. Mereka sebenarnya sungkan andai saja anda berani menegur. dari pada anda 'malu ati' karena ditegur orang nanti. angkot. Dan saya terpikir. Masalahnya adalah. maka ruang bagi para perokok akan makin sempit. halte.Ada sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis terkenal. Jika ada diantara anda yang membaca tulisan ini adalah seorang perokok. Maka rokok itu langsung ia injak. Di Bus. Jadi silakan anda gunakan plastik ini untuk menutup muka anda agar anda dapat menikmati sendiri asap rokok itu”.

makna kedengkian ialah hati senantiasa merasa berat dalam menelan kemarahan. tak peduli pengalaman seburuk apapun yang menimpa diri kita. makanya Rasulullah pun pernah mengatakan bahwa memaafkan adalah sikap mulia dari seorang mukmin. Said Hawwa menerangkan tentang empat kategori manusia dalam hal kemarahan. lambat tersulut dan lambat pula redanya. Inilah yang sulit. dan menelan kemarahan itu karena ketidakmampuan untuk melampiaskannya seketika maka ia akan kembali ke dalam bathin dan menyelinap ke dalamnya lalu menjadi kedengkian. Dan sikap memaafkan itu dikatakan Allah sebagai satu sikap orang-orang bertaqwa yang Allah sediakan bagi mereka syurga seluas langit dan bumi. Imam Ghazali pernah mengajarkan bagaimana seharusnya seorang mukmin melampiaskan kemarahan. Jack Canfield. Sedangkan yang keempat. karena memaafkan bermakna lebih mulia ketimbang memberi maaf. Kedengkian adalah buah dari kemarahan. selain memaafkan adalah meningkatkan kebaikan terhadapnya sebagai perlawanan terhadap hawa nafsu dan syetan . jelas perintah dalam surat Ali Imran ayat 134. selain juga kemarahan yang dilampiaskan masih wajar dan berada dibawah kesadaran yang tinggi. yang pertama. Sungguh membutuhkan kebesaran jiwa untuk bisa memaafkan kesalahan orang tanpa menunggu orang memintanya. cepat tersulut dan lambat redanya. Berkaitan dengan itu. bukan memberi maaf. Hanya saja. Jenis ini yang paling buruk. dan rasa sebagai orang menang. salah seorang penulis Chicken Soup for The Soul mengatakan bahwa Pelzer adalah bukti nyata yang menunjukkan bahwa kita masing-masing memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri. Bahkan dalam catatan di belakang buku tersebut. Jenis ini yang paling terpuji. Bahwa juga sikap seseorang yang meminta dimaafkan setelah melakukan satu kesalahan pun sudah begitu bagusnya. merasa benci kepadanya dan lari darinya. Dalam buku Mensucikan Jiwa. Kata Said Hawwa. ketiga.dari bayang-bayang masa lalu. yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengukur kadar marah itu sesuai dengan tingkat kesalahan orang membuat kita marah. dan atau ketidakadilan itu memintanya atau tidak. Karena jika kita tak mampu melakukannya. Bahwa kesabaran seseorang memang ada batasnya dan pada saatnya telah melampaui ambang batas itu. Sikap yang sebaiknya dilakukan seseorang adalah. Hingga akhirnya Pelzer menemukan dirinya sendiri di dalam hati. sangat wajar bilang seseorang harus marah. Memaafkan adalah sikap yang diberikan secara ikhlas terlepas orang yang melakukan kesalahan. karena sikap memberi maaf setelah orang meminta maaf saja sudah sedemikian luhur. lambat tersulut dan cepat reda. Memaafkan. Kedua. seperti pohon bakau. selagi tidak mengakibatkan redanya ghirah dan semangat pembelaan kebenaran. Bayangkan betapa mulianya orang-orang yang mampu “memaafkan”. sikap dan tindak semena-mena. seperi ilalang yang cepat tersulut dan cepat pula reda. sampai ia mampu membebaskan diri. karena pada saat itu kita telah membunuh kesombongan.

Ia menemukan bahwa orang Amerika yang memiliki kecerdasan atau IQ diatas 125 umumnya bekerja pada orang yang memiliki kecerdasan rata-rata 100. Pada emosi. Jika kita memperhatikan keputusan-keputusan dalam kehidupan manusia. tambah Golemen.Meski setiap hari harus menerima ludahan dari seorang kafir quraisy. dari hasil penelitiannya ditemukan satu situasi yang disebut dengan When smart is dumb. bukan pada rasio. bahwa yang menentukan sukses dalam kehidupan manusia bukanlah rasio tetapi emosi. ikhlas menghadapi berbagai cobaan.maka hal itu merupakan maqam orang-orang yang tergolong shiddiqin. Daniel Goleman dalam bukunya yang menjadi best seller. emosi sangat mempengaruhi kehidupan manusia ketika mengambil keputusan karena tidak jarang suatu keputusan diambil melalui emosinya. Disebutkannya. namun Rasulullah Muhammad Saw tidak pernah menaruh dendam ataupun kebencian. dan termasuk perbuatan orang-orang yang mencapai maqam Muqarrabin (orang-orang yang dekat dengan Allah). itulah yang disebut sabar. Orang yang paling sabar adalah orang yang paling tinggi dalam kecerdasan emosionalnya. Tidak ada sama sekali keputusan yang diambil manusia murni dari pemikiran rasionya karena seluruh keputusan manusia memiliki warna emosional. Berkaitan dengan ini. bergantung suka. menzhalimi Rasulullah dan para sahabat sampai Izrail pun tak kuasa ‘menahan amarah’ dan menawarkan membalikkan gunung untuk ditimpakan kepada kaum Thaif. Begitu juga dengan peristiwa Thaif. orang yang cerdas umumnya menjadi pegawai dari orang yang lebih bodoh dari dia. ketika orang cerdas jadi bodoh. Menurut Goleman. sengsara. Namun manusia agung itu lebih memilih memaafkan. dan tenang dalam tekanan. Lebih umumnya. ternyata lebih banyak ditentukan oleh emosi daripada akal sehat. duka. Emotional Intellegence memaparkan tentang satu bagian penting dalam jiwa manusia yang bernama emosi yang dikatakannya justru sangat menentukan kebahagiaan dan penderitaan manusia. dan bahagianya manusia. Kecerdasan intelektual memang bisa membantu orang meraih kesuksesan. Rasulullah juga menekankan pentingnya setiap mukmin untuk memiliki kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri. sedemikian kejamnya masyarakat wilayah itu melempari batu. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Ketika Orang Cerdas Jadi Bodoh Publikasi 17/10/2002 08:51 WIB eramuslim . namun kesuksesan seringkali ditentukan oleh kecerdasan emosional. yang kemudian kita lebih mengenalnya dengan istilah sabar. Karena itulah hendaknya kita memperhatikan kecerdasan emosi selain kecerdasan otak. Ia biasanya tabah dalam menghadapi kesulitan. Rasulullah mengajarkan (sekaligus mempraktekkan) keutamaan memberi maaf. Bahkan ia membalasnya dengan menjadi orang yang pertama kali menjenguk ketika si peludah itu sakit. Dan kecerdasan emosional diukur dari kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri. . Artinya.

“Ada apa?” tanya saya. begitu. pengunjung taman bacaan yang lain datang. buku itu sudah tiga hari di tangan Niki. Bayangkan betapa luhurnya orang yang memberi maaf kepada mereka yang melakukan kesalahan. Kemarin dia takut mengembalikan buku. Kak. Saya buru-buru menghentikan aktifitas mencatat buku yang akan di pinjam dan turun ke halaman. bukunya bukan hilang tapi dikembalikan. gadis 5 tahun itu tengah duduk di bangku sambil tersedu-sedu menutup muka dalam rangkulan kakaknya Nisa. tangan ini refleks memukul kepala. Saya tersenyum dan memeluk Ika. Kak!” jawab gadis kelas dua SD itu takut-takut. “Niki. Ia takut-takut mengembalikan buku yang sudah berubah muka. Terima kasih Niki sudah berusaha membenahi bukunya. ”Oh. Dan tidak jarang pada saat itu.Seringkali kita menjumpai orang yang bersikap bodoh hanya karena tidak mampu mengendalikan emosinya. Ika. Jangan Kalah Sama Anak-Anak! Publikasi 15/10/2002 07:14 WIB eramuslim . Niki. terlepas orang yang melakukan kesalahan itu memintanya atau tidak.” Dan Ika pun berhenti menangis. Tiba-tiba suara tangis pecah meningkahi keramaian. Besok lagi hatihati. Kunci suksesnya adalah mengendalikan emosi dan menahan diri (sabar). sehingga ia tak melakukan kebodohan dari ketergesa-gesaan atau amarahnya yang biasanya berujung pada penyesalan. Padahal perintah-Nya adalah memaafkan.Sore itu. “Ika sedih dan takut dimarahin karena bukunya hilang. Di daftar pinjaman. meski sesekali sedu sedannya masih terdengar. Ika anak baik. “Bukunya jatuh ke got.” sahut Oki saudara kembar Niki. “bodohnya aku”. Mulialah mereka yang melakukan itu. “Ika pikir buku yang dipinjamnya hilang. Nangisnya udah yaa. Kak! Padahal sudah saya kembalikan bareng punya saya. anak-anak sedang ramai di Taman Bacaan saya. Sampulnya lecek bekas basah dan diselotip asal-asalan.” Nisa menjelaskan. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Etika Meminjam. Beberapa saat kemudian. Demikian juga dengan kesadaran dan ketenangan yang tinggi dalam menghadapi berbagai kesulitan. kenapa kok bukunya baru dikembalikan?’ tanya saya. ”Iya. ya?” . Rasulullah yang kita kenal tak memiliki kemampuan membaca dan menulis ternyata memiliki kecerdasan emosional yang luar biasa tinggi. ya? Nah.

Terutama pemilik rumah yang tidak setuju dan menganggap anak-anak itu hanya mengganggu. Namun sedihnya. adakah buku teman yang belum kita kembalikan? Selain taman bacaan anak. .Suatu hari yang lain. karena beliau lebih paham tentang lingkungan tinggalnya. kita selotip bareng-bareng. Saya berusaha memberi kepercayaan kepada anak-anak itu. Ya. beli buku ini dimana?”. kejadian di atas juga mengingatkan saya atas fenomena (kalaulah bisa disebut fenomena) kurang dipenuhinya adab pinjam meminjam di kalangan dewasa. Barangkali beliau benar. Sini. Dan rasanya. Setiap kita pasti pernah meminjam buku atau meminjamkan buku. bukunya robek. dengan harapan mereka akan membalas kepercayaan saya (tentu saja di sisi lain. Saya menganggap mereka orang dewasa yang sanggup menjaga amanah. kegiatan saya menjalankan rumah bacaan di tempat saya tinggal bukan tanpa hambatan. Setiap kali meminjamkan buku. tapi yang kecil saja yaitu buku. saya pikir usaha itu tidak sia-sia. saya lebih berhati-hati menyimpan barang berharga). ”Kak. novel Islami dan novel umum. Tapi berapa kali kita mengembalikan buku yang kita pinjam kembali dalam kondisi sperti awal dipinjamkan? Dan berapa pula yang tak kembali? Atau. Padahal mereka masih kecil. Namun di sisi lain. selembar uang lima ribu rupiah di meja hilang saat saya tinggal ke dalam. Saya tak ingin membahas yang besar-besar. saya selalu berpesan agar buku dijaga dan dikembalikan segera jika sudah selesai. Uang maupun barang. “Oh. Pernah memang. Dan saya pikir justru karena itulah saya ingin dan tertantang untuk mengubahnya. Ada juga buku yang sejak dipinjam tak pernah kembali. buku-buku self help dan How to’s dan lain dan lain. ada saja buku yang kembali dalam kondisi kotor maupun bekas basah maupun halamannya bredel. Sungguh saya terharu dengan usaha anak-anak itu menjaga amanah. buku-buku referensi keagamaan. saya juga punya koleksi cukup banyak buku untuk orang dewasa. Dari berbagai majalah. juga mereka punya kebiasaan mencuri. Ada yang merasa sudah mengembalikan tapi nyatanya buku itu tak pernah sampai ke tangan saya. “Kenapa? Kamu ingin beli?” Dia membuka lembaran tengah yang robek dan menunjukkan ke saya dengan air muka penuh rasa bersalah. Bahkan di kalangan para aktifis yang sudah mengerti Islam. Karena suatu hal besar itu dimulai dari hal kecil. Tapi itu dulu sekali. Lain kali hatihati ya?” jawab saya. Ihsan mendekati saya takut-takut sambil bertanya. Kejadian di atas adalah contohnya. Padahal pula selama ini mereka dicap ‘kurang baik’ oleh beberapa orang dewasa yang saya kenal di lingkungan kami. Buku-buku itu juga saya pinjamkan secara terbuka kepada teman-teman saya atau temannya teman saya.

com) Agenda Profesional Muslim di Era Cyber Publikasi 14/10/2002 07:51 WIB eramuslim . Azimah Rahayu (azi_75@yahoo. “Aduh.” Atau. tolong mbak lihat di rumah dan saya lihat juga di rumah. hal-hal seperti ini mendapat perhatian lebih dari kita semua. saya yakin bukan karena mereka meremehkan atau bermaksud mengukuhi buku itu. Sudah tiba masanya. Sebagai sebuah kekuatan ummah. ya? Saya lupa nih. sebenarnya adalah suatu usaha untuk menjaga si peminjam dari perbuatan dzalim terhadap dirinya sendiri maupun Saudaranya. Betapapun statusnya tetap barang pinjaman. mereka kelihatan cuek dan tak mau tahu siapa yang memegang buku pinjaman berantai itu. kalangan Muslim profesional adalah sebuah kakuatan ummah. Ya udah. Pinjam meminjam buku juga sudah biasa. orang dewasa? Apalagi sudah belajar Islam? Semestinya kita lebih bisa memenuhi adab ini dan mengajarkan pada anak-anak. ntar deh ditanyain”. *** Buku memang hanya sebuah buku. maka saya khawatir demikian juga halnya dengan barang pinjaman. waktu itu dibaca sama si anu. “Oh belum saya kembalikan. Perkembangan era cyber bahkan menyediakan celah untuk meningkatkan kemampuan ini. meskipun sering ditanggapi tidak enak.Tatkala negeri Islam dalam keadan terbelakang. Tapi apakah karena sudah biasa dan ‘hanya sebuah buku’ lantas membuat statusnya sebagai barang pinjaman yang mesti dipenuhi adabnya batal? Saya kira tidak. . tetapi lebih karena mereka belum paham makna ‘meminjam’ dan bagaimana adab terhadapnya. Sebagaimana hutang yang dapat menghambat seseorang masuk surga. berkembang dan tegaknya khairu ummah. penuh konflik dan mengalami ketergantungan terhadap Barat. Kalau anak-anak lupa mengembalikan atau tidak mengembalikan. Kalo di rumah saya ada berarti memang belum saya kembalikan. Menegur. kalangan Muslim profesional mempunyai kemampuan untuk menjadi agen perubahan. Ketika ditanya lagi. Cukup sering saya mendapat jawaban dibawah saat saya menanyakan buku-buku yang mereka pinjam.Ada lagi yang sudah ditelepon berkali-kali namun selalu saja ada alasannya untuk tidak mengembalikan buku. mengarahkan dan mendayagunakannya untuk menggerakkan perubahan menuju cita-cita gerakan Islam yaitu tumbuh. mengingatkan atau bersikap tegas dalam hal ini. Sedang kita.

organisasi maupun masyarakat. Rasul dan jihad. Kalangan Muslim profesional perlu berjuang untuk menyelamatkan diri dari bahaya eksploitasi sumber daya manusia. keluarga. perusahaan. Bidang keahlian ini beraneka ragam dari teknologi antariksa hingga teknologi pertanian. Ancaman terhadap kalangan Muslim profesional di atas juga semakin menguat di era cyber. interaksi dan kolaborasi lintas kepentingan. mengembangkan solusi tepat guna untuk ummah ataupun mendukung aksi pengembangan ummah yang dikembangkan LSM ataupun pemerintah. Pertama. mengembangkan emosi. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu membersihkan hati. Penguatan ancaman ini merupakan dampak dari tertembusnya batas-batas geografi. berkembangnya pacaran dalam hubungan dengan lawan jenis. dan kelelahan dalam kehidupan yang tidak mempunyai tujuan bagi pengembangan ummah. dan dari teknologi konstruksi hingga teknologi kimia. sangat beratnya menegakkan Qiyamul Lail dan keringnya hati dalam empati terhadap permasalahan dunia Islam. dan lintas budaya. Di antara indikator erosi ruhiyah adalah melemahnya emosi dan interaksi terhadap Al Qur'an. kalangan profesional Muslim perlu mengembangkan suatu agenda. dakwah dan amal Islami pada umumnya. Adalah lumrah diantara kalangan Muslim profesional untuk mengalami kesulitan menyediakan waktu. menyeluruh dan berkelanjutan. dan layunya hubungan emosional dan intelektual antara ummah dan pemimpin dalam masyarakat Islam. Dengan keahlian yang dimilikinya kalangan Muslim profesional dapat terlibat mencerdaskan ummah. emosi dan pemikiran bagi berinteraksi dan berkolaborasi dalam aktivitas tarbiyah.Kekuatan utama dari kalangan Muslim profesional yang dapat didayagunakan adalah penguasaannya atas bidang-bidang keahlian. lintas masyarakat. keluarga dan lingkungannya sebelum dapat berperan sebagai agen perubahan. Di antara indikator dari eksploitasi sumber daya manusia adalah kesibukan. kejernihan dan ketenangan iman. . keluarga dan dikembangkan untuk berpengaruh dalam lingkungan sosial. pribadi-pribadi Muslim mengembangkan visi kehidupan Islami dalam kehidupan pribadi. dan berkembangnya komunikasi. tenaga. Agenda muslim profesional perlu mencakup suatu perubahan yang mendasar. dan aspirasi sebagai Muslim. Agenda ini perlu dimulai dari pribadi. dari teknologi informasi hingga teknologi permesinan. Dengan emosi sebagai Muslim. Di antara indikator polusi budaya adalah penerimaan pemikiran dan budaya Barat dalam berbagai bidang kehidupan seperti ketidakpedulian terhadap bahaya riba dalam ekonomi dan bisnis. Untuk dapat menyelamatkan diri dari ancaman ini. visi. terbangunnya sebuah peradaban cyber yang global. menyegarkannya dengan kesejukan. polusi budaya dan erosi ruhiyah. Tantangannya adalah kalangan Muslim profesional perlu mengembangkan agenda perubahan di dalam diri. dan menyuburkan emosi sebagai Muslim. Emosi sebagai Muslim yang perlu disuburkan adalah cinta kepada Allah.

keterlibatan dan aksi yang tepat. Berbekal informasi intelijens akan berbagai perkembangan dari ummah. hidup. dakwah dan jihad yang berkembang di negeri Islam. produk atapun layanan untuk memecahkan masalah ummah. berdiri dan bergerak dengan suatu aspirasi yaitu tercapainya keadaan yang lebih baik bagi dakwah. seperti bunga-bunga di taman yang menebarkan wangi. Keenam. Bagi pribadi-pribadi Muslim keluarga yang sakinah. Selanjutnya pribadi-pribadi Muslim profesional diharapkan mengembangkan creativity bagi pengembangan idea. tegar. dan ummah. Dengan pemahaman ini pribadi-pribadi Muslim profesional dapat bergerak dengan panduan nilai-nilai Islam di jalan Islam dan demi ridha Ilahi. maupun perubahan yang sedang berlangsung. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu mempunyai pemahaman yang mendalam tentang makna syahadatain. mencakup keadaan. bagi pribadi-pribadi Muslim profesional sendiri. Dan untuk berjalannya proses perubahan yang berkelanjutan. menggunakan berbagai media pembelajaran yang tersedia. mendukungnya dan mendorongnya agar senantiasa menjadi pribadi Muslim yang . Lebih lanjut. pribadi-pribadi Muslim bangun. berjuang. memahami fikrah Islamiyah. creativity dan endurance. pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih terarah menuju terbangunnya khairu ummah. Pribadi-pribadi Muslim dituntut mengumpulkan informasi intelijens untuk memahami dinamika perkembangan ummah. membangun syakhsyiyah Islamiyah dan mengembangkan akhlaq Islamiyah. tentang rukun iman dan rukun Islam. tentang Al Qur'an. terlibat. Ini adalah kekuatan inti dari kalangan Muslim profesional yang bisa disumbangkan untuk pengembangan ummah. Keempat. misi dan nilai dari gerakan Islam dalam kehidupan tarbiyah. Kedua. Kelima. Selanjutnya. Dari pribadi Islamilah diharapkan mekarnya akhlaq Islami. membina keluarga yang sakinah. ialah kesabaran untuk terus terlibat. dakwah dan jihad. diterapkan dan ditegakkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbangun kepribadian Islami. Keluarga mempunyai peran strategis. pribadi-pribadi Muslim profesional dituntut membangun endurance. bersemangat. pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih segar. pengetahuan ini perlu dijalankan. Pribadi-pribadi Muslim profesional perlu membangun competency dalam bidang keahlian masing-masing. mengumpulkan informasi intelijens sosial kemasyarakatan. bergerak.Dengan visi ini. Ketiga. baik yang baik maupun yang buruk. kalangan Muslim profesional bisa mengembangkan kapasitas. mawadah wa rahmah dapat mengawalnya. dunia maupun gerakan Islam ini. Dengan pemahaman ini. berkarya dan bekerjasama. dan yang sangat strategis. Informasi intelijens juga dibutuhkan untuk memantau perkembangan dunia baik perkembangan yang mendukung pengembangan ummah maupun yang mengancam keberlangsungan ummah. mawadah wa rahmah. bagi berkembangnya ummah maupun bagi tertegakknya Islam sebagai jalan hidup. membangun competency. berdiri. pribadi-pribadi Muslim profesional perlu mengumpulkan informasi intelijens untuk mengetahui perkembangan tarbiyah. memahami visi. bergerak dan mendukung pengembangan ummah. Dengan pemahaman ini.

Bagi Islam sebagai jalan hidup. Bukan karena usiaku yang belum bisa mengenal secara detail siapapun. ummah dapat berharap bahwa kalangan Muslim profesional akan membawa perubahan yang strategis bagi terbangunnya khairu ummah. intelektual dan fisik yang tangguh untuk menjalani. Bagi ummah. Kecuali sesekali di hari minggu. aku hampir tak pernah mengenalnya. aku merasa sangat senang dengan keberadaanya. aksi yang mendukung pengembangan ummah. atau setidaknya merangkul menenangkan ketika kalah berkelahi. Tidak seperti anak-anak lainnya yang mempunyai seorang pria dewasa yang membela mereka saat berseteru dengan teman mainnya. organisasi dan masyarakat. atau tauladan bagaimana Islam ditegakkan dalam kehidupan. ia seharian penuh berada di rumah dan mengajakku bermain. Eko Budhi Suprasetiawan Muslim Information Technology Association (ekobs@developerforce. Rambutnya sudah memutih. sebulan dan bahkan seterusnya berada di rumahku. juga untuk keperluan sekolahku dan adikadikku. Kerut-kerut diwajahnya menggambarkan . kutemukan pria ini lagi sehari. keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah qudwah. ia tak segagah dulu saat aku pertama mengenalnya. mendaki dan berliku. Pribadi-pribadi Muslim diharapkan secara proaktif membina lingkungan sosial seperti persahabatan. menyusuri dan menegakkannya dengan kesabaran. Namun meski sekali. berdirinya tak lagi tegak. Ketujuh. istri dan anak-anak yang berkarya bersama dan sinergis untuk ummah. tapi lebih karena pria ini hampir tidak pernah kujumpai. membutuhkan emosi. dua hari. Akhirnya masyarakat pada umumnya melalui media-media massa yang ada. aku tidak. Ayah Publikasi 11/10/2002 08:13 WIB eramuslim .bergerak. Hingga aku dewasa. Demikianlah agenda yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim profesional untuk bisa terlibat dalam pengembangan ummah. Sampai akhirnya. Ini dapat terus diperluas ke organisasi dimana pribadi-pribadi Muslim menjadi anggota untuk mengembangkan aturan.Sewaktu usiaku belum lima tahun. langkahnya pun mulai goyah dan lambat. Agenda profesional Muslim adalah panjang. agar sejalan dengan budaya Islam. membina lingkungan. aku menganggap pria ini tidak lebih dari sekedar pria tempat ibu meminta uang bulanan. Pria dewasa yang sering kujumpai di rumah itu sibuk dengan semua pekerjaannya.net) Maafkan Aku. keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah kelompok terdiri suami. Dengan menjalani. Sejak aku mulai sekolah hingga masa remaja. seminggu. pria ini masih kuanggap orang asing meski sesekali ia mengajariku berbagai hal dan memberi nasihat. kebijakan. mailing list dan juga lingkungan kerja. menyusuri dan menegakkannya.

Tapi kini kutahu. Meski kasih sayang yang kau berikan hanya berbuah penilaian salahku tentangmu. namun sedetik keberadaanmu telah mengajarkan aku bagaimana menjadi anak yang tegar. bahwa anak-anaknya tak akan mengenalnya. Ia tak mengeluh harus bangun berkali-kali dimalam hari bergantian dengan ibu untuk sekedar menggantikan popok pipisku atau membuatkanku sebotol susu. atau celananya yang beberapa kali ditambal. Kerut diwajahmu. Ibu juga pernah bercerita. yang untuk semua itu ia ikhlas menggadaikan rasa kantuknya. memberi aku contoh bagaimana menghadapi kenyataan hidup yang penuh tantangan. tidak cengeng dan mandiri. Kusadari kini. Bahkan menurut ibu. ia juga rela ketika harus terus menggunakan kemeja usangnya untuk bekerja. pria ini justru yang pertama kali menyambutku ketika pertama kalinya aku melihat dunia. Dan itu berlangsung terus selama beberapa tahun. Ia tak pernah menghiraukan penat. ia lakukan semua demi aku. “nak. Ayah tak pernah mengeluh meski cinta dan pengorbanan itu sering terbalaskan dengan bantahan dan sikap kurang hormatku. Kata ayah seperti diceritakan ibu. susu dan makanan terbaik agar aku tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. aku tak pernah membayangkan sedemikian besar cinta dan pengorbananmu kepadaku. sambil menyusuiku ia memperkenalkan pria ini setiap hari. Cerita ibu. karena pria ini yang mengantar. menemani ibu hingga saat persalinan. tak akan lebih mencintainya seperti mereka mencintai ibu mereka. Bahkan suaranyalah yang pertama kudengar dengan lembut menerobos kedua telingaku dengan lantunan adzan dan iqomat hingga aku tetap mengenali suara panggilan Allah itu hingga kini. Bahkan suaranya pun terdengar parau menyelingi sakit yang sering dideritanya. Ia tahu resiko yang harus diterimanya kelak. Terima kasih Ayah. Kini pikiranku jauh melayang pada sayup-sayup suara ibu. Untuk sebuah cinta yang tak pernah ia harapkan balasannya. . uangnya lebih baik untuk membelikan aku pakaian. Seperti halnya ibu.kerasnya perjuangan hidup yang telah dilaluinya. Meski tak banyak waktu yang kau berikan untuk kita bersama. ini ayah …” meski aku pun belum begitu mengerti saat itu. bahwa ia rela kehilangan kesempatan untuk mencurahkan kasih sayang dan cintanya kepadaku demi bekerja seharian penuh sejak dinginnya shubuh masih menusuk kesunyian hari saat aku masih tertidur hingga malam yang larut ketika akupun sudah terlelap. pria ini selelah apapun ia tetap tersenyum dan tak pernah menolak saat aku mengajaknya bermain dan terus bermain. kutahu engkau juga tak kalah cintanya kepadaku dengan kecupan hangatmu saat hendak berangkat kerja dan juga sepulangnya ketika aku terlelap. anaknya. tak akan menghormatinya karena merasa asing dan tidak akan memprioritaskan perintahnya karena hampir tak pernah dekat. Maafkan aku Ayah. Dari ibu juga aku mengetahui. peluh dan lelahnya sepulang kerja demi membuat aku tetap senang. semua dilakukannya untukku.

mereka tak bolah larut. dua belas tahun lalu. Salma. bahu dan punggungmu yang tak sekekar dulu lagi. seraya bersegera membalas cinta-Nya”. meninggal dunia. katanya.00 ayahnya yang tukang angkut sampah di perumahan sekitar tempatku tinggal. Ia sudah kembali bekerja –menjadi pesuruh di sebuah lembaga tinggi negara-. Saya yakin selama ini Allah sudah menyayangi kami. Subhanallaah … aku tak menyangka Allah berikan kekuatan hati melebihi ketegaran batu karang di lautan. apalagi minta uang saku sekolah bagi adik-adiknya. Nampaknya. kalau dulu ada yang membantunya membangunkan adik-adiknya untuk bersiap-siap shubuh di masjid. kalau dulu sewaktu ibu meninggal. Pasalnya. tanpa ada lagi tempat mengadu. ia merasa harus menunjukkan bahwa bagaimanapun kesedihan melanda. Ingin aku bisikkan kepadamu.Namanya Hambali. dan terkadang memaki-maki Allah menganggap Ia tak adil memberikan . wajar karena empat hari yang lalu. bahkan nafasmu yang mulai tersengal. 25 tahun. Tak apalah. meski kini kau nampak tua dan lelah.Jangan menangis Ayah. Hambali dan semua adiknya. Namun Hambali tetap tegar. tanpa bimbingan orangtua. Sebelumnya ia tak pernah begitu. masih ada bapak yang menyayangi. Makanya. sering tidak kuat ketika menerima cobaan hidup. Cara Dia mengambil bapak dari tengah-tengah kami. menumbuhkan keyakinan didiri kami kalau Allah ingin lebih total mencurahkan cinta dan kasih sayangnya. memang bersedih ketika ayah mereka meninggalkan mereka saat tengah terlelap. Tapi kini. namun meski terburuburu ia masih menyempatkan diri menjadi masbuk atau bahkan setelah jama’ah lainnya sudah mengucapkan salam. Hambali dan semua adiknya. sambil berpikir bagaimana berjalan tanpa pegangan kokoh yang keduanya telah hilang sekarang. kakak dari enam adik itu sudah tiga hari ini selalu terlambat datang ke masjid untuk sholat shubuh berjama’ah. keyakinan saya bertambah bahwa Allah semakin sayang kepada kami. Namun pagi itu Hambali memberi pelajaran terbaik buatku ketika ia mengatakan. aku bertemu Hambali. bahwa kasih sayang Allah tengah tercurah kepada mereka. cengeng. kini ia harus melakukannya sendiri. dini hari sekitar pukul 03. Tak dinyana. sebagai kakak tertua dari enam adiknya. lebih kokoh dari gunung-gunung yang berdiri menjulang kepada seorang anak yatim piatu. tinggal bagaimana kami tetap tawakal dan bersyukur atas segala kehendak-Nya. Tetap tegak menatap hari esok. keyakinannya terbukti. “Aku mencintaimu …” Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Ada Yang Lebih Tegar Publikasi 10/10/2002 07:44 WIB eramuslim . “Allah menyayangi anak-anak yatim. ibunya telah terlebih dulu meninggalkan mereka saat melahirkan si kecil. Pagi ini di depan gang sambil menunggu kendaraan. Ia tersenyum melihatku. perjumpaan sesaat sebelum tidur semalam adalah terakhir kali mereka bercanda dengan ayah mereka. Saat itu juga aku menengok ke dalam hati ini yang begitu kerdil. padahal masih ada kegetiran didadaku merenungi nasib Hambali dan adikadiknya. yang penting ia dan adik-adiknya tak absen ke masjid untuk berjama’ah.

Al Maa’uun). sementara kita santai menghabiskan uang untuk makan di tempat mahal. Kalaulah si Anak Yatim Baginda Rasulullah begitu memuliakan anak-anak yatim. masih banyak anak-anak yang tak dapat menikmati sarapan pagi. kita tengah mengesampingkan kunci surga yang tergeletak dihadapan kita. Lagi pula. Hmmm. Nampaknya falsafah air semakin ditekan kebawah semakin besar dorongannya keatas. Mungkinkah masih ada keceriaan di hari raya nanti bagi mereka. Dengan kelebihan yang kupunya. tengoklah kesamping kanan dan kiri kita. Tak semestinya. ujian hidup seberat apapun. seharusnya aku jauh lebih kuat dari mereka. justru karena setiap hari mereka ditempa cobaan yang tak henti-hentinya. Tentu bukan hanya Hambali dan Salma anak yatim di negeri ini. tapi tak pernah bergetar menyaksikan mulutmulut ternganga yang memperhatikan kita dibalik kaca restoran. menjadi pelajaran tersendiri buatku. Kita merasa puas dan senang jika bisa mengajak beberapa teman untuk makan bersama. kita membiarkan kunci surga itu terbuang begitu saja atau diambil orang-orang selain kita yang memang berlomba mendapatkannya. Jawabnya ada pada diri kita. keadaan ekonomi keluargaku pun masih lebih baik dari Hambali. sementara kita sibuk setiap hari membeli model terbaru untuk penampilan kita. Padahal sesungguhnya saat itu juga. seharusnya kuberikan sebagiannya kepada mereka. Karena bukankah salah satu kebahagiaan ramadhan adalah sahur dan berbuka bersama dengan seluruh keluarga. Jika anak-anak yatim itu melihat kecengenganku ketika tertimpa cobaan kecil saja misalnya.keputusan-Nya kepadaku. hati mereka sekokoh gunung. Lalu apa artinya sholatku selama ini jika keberadaanku tak berarti apapun bagi anak-anak yatim dan orang miskin di sekitarku. Padahal. seharusnya juga aku bisa menjadi kaki-kaki kokoh yang membantu Hambali dan anak-anak yatim itu tegak berdiri. Padahal dengan semua kelebihan yang kumiliki. aku tak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Hambali. mungkin mereka akan tertawa terbahak-bahak dan menganggap aku seorang yang tidak bakal mampu bersaing melawan kerasnya kehidupan. aku disampingku masih ada dua orangtua yang sehat dan bugar. atau setidaknya kedua orangtuaku akan memapahku seraya membangunkanku ketika aku jatuh. yang Allah titipkan rezeki mereka pada sebagian dari harta yang kita miliki. saat tak ada lagi pakaian baru dan makanan enak di rumah mereka. kenapa kita yang mengaku sebagai pengikutnya tidak meniru? Wallahu’a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) . ketika tak ada lagi tangantangan hangat yang harus mereka kecup di hari fitri itu. Hambali. juga semua anak-anak yatim di negeri ini jauh lebih tegar. Toh aku masih punya tempat berpegang ketika merasa tak kuat. sehingga mereka menjadi terbiasa menghadapi semua cobaan. Padahal Allah menempatkan urutan diatas sebelum memperbaiki sholat seorang mukmin adalah memperhatikan anak-anak yatim dan orang miskin (QS. agar senyum keceriaan menikmati hidup tak hanya milik orang-orang berpunya. jauh lebih tegar menghadapi cobaan hidup. Tidak sedikit dari mereka yang tak memiliki pakaian layak. Salma dan seluruh anak-anak yatim di negeri ini di bulan ramadhan yang akan segera tiba ini.

ke Barat. Bila budi di negeri tersebut rusak. Sabdanya itu dengan tegas menjelaskan maksud kedatangannya ke alam dunia ini. Dan tujuan kitab itupun dijelaskan. karena rusaknya moral (akhlak) pemimpin dan (juga) sebagian rakyatnya. Sejarah telah mencatat bagaimana negeri-negeri Islam pada masa kekuasaan Bani Umayyah. supaya manusia itu mencapai setinggi-tinggi budi dan setinggi-tinggi tujuan hidup. yang berkumandang suaranya dibawah kolong langit ini.Pantun Melayu yang sudah berumur ratusan tahun lalu itu mengingatkan kita akan peran budi pekerti suatu bangsa. Sendi bangsa ialah budi. Bani Abbasyiah. Romawi. Negeri-negeri Islam pun pernah mengalamami kejayaan. "Akhlak Nabi SAW itu ialah Al-Qur'an". menegakkan suatu negara. Rasulullah sendirilah yang terlebih dahulu mengamalkannya. eramuslim . dan peradaban yang diakui sebagai rantai emas yang gilang gemilang dalam peradaban manusia. Untuk memperbaiki semua. Dalam Al Qur'an banyak dikisahkan bermacam bangsa yang pernah memegang peradaban dan mencapai puncak kejayaan. Runtuhnya negeri-negeri yang disebutkan di atas menjadi tanda bahwa budi pekertilah yang memegang peran dalam kehidupan bernegara. Dijelas dalam Al Qur'an bagaimana Tuhan memberikan tuntunan-Nya kepada manusia. Bangkit dan runtuhnya suatu bangsa tercermin dari budi bangsa tersebut. Runtuh sendi rumah binasa. "Tuhan sendiri yang membentuk diriku. Budi Al Qur'an itulah yang telah menjadikan suatu ummat dan bangsa menjadi besar. Turki Utsmani telah berabad-abad memegang peradaban dunia. Lihatlah contoh bangsa A'ad. "Aku diutus tidak lain hanyalah untuk menyempurnakan budi pekerti". ke Utara dan ke Selatan. Nabi Saw pun dengan tegas mengatakan. Persia dan lain sebagainya. Tsamud. Kepadanya diturunkan Tuhan kitab Al Qur'an. Sebelum Al Qur'an itu disampaikan kepada orang lain. namun tidak bisa bertahan dan akhirnya runtuh. maka sangat indahlah bentukan-Nya". yaitu membenarkan kandungan dan tujuan dari kitabkitab yang diturunkan kepada Rasul-Rasul sebelumnya. Bangsa-bangsa ini pernah berjaya. Sehingga Allah SWT berfirman: . rusaklah negeri tersebut. Aisyah yang menyaksikan kehidupan Rasulullah SAW setiap harinya mengatakan. Begitu juga di Nusantara ini dengan puluhan kerajaan Islam. yaitu ketaqwaan kepada Allah SWT. namun karena rusaknya moral individu dan bangsa. itulah sebab kenapa Allah SWT mengutus pada tiap-tiap masa seorang Nabi dan Rasul.Pelajaran Dari Negeri Yang Hilang Publikasi 08/10/2002 07:12 WIB Tegak rumah karena sendi. runtuh juga kejayaan bangsa-bangsa tersebut. Namun semuanya itu berakhir. Demikian juga halnya dengan Rasul kita Muhammad SAW. ke Timur. Runtuh budi runtuhlah bangsa.

Bangunlah kaum muslim kembali. baik di Barat atau di Timur. jangan kamu ikuti jalan yang lain. Karena harapan adalah sumber kekuatan. Sebesar apapun kegagalan yang kita rasai. Jangan pernah berhenti berdoa kepada Rabbi.. Sekokoh apapun cobaan yang harus kita jalani. sejak bangsa Yunani dan Romawi kuno sampai kepada kaum Muslimin yang telah mencapai puncak kejayaan? Bagaimana mereka sampai mengalami keruntuhan dan kehancuran? Bukankah setelah budi (moral) mereka merosot jatuh? Inilah Hukum Allah. eramuslim . insaflah akan keruntuhan selama ini. Firman Allah SWT: "Ikutilah jalanKu.. kembalilah kepada budi Al Qur'an. Bangsa Indonesia khususnya dan kaum Muslimim umumnya yang saat ini sangat terpuruk dibawah cengkeraman bangsa barat harus bangkit kembali. (noes@indonesian-aerospace. Karena doa adalah pintu kebaikan. Hidup kalau tidak berbudi.Kita mungkin pernah merasakan betapa tidak berartinya hidup ini. mengakhiri hidup yang indah ini seringkali menjadi pilihan. Publikasi 07/10/2002 08:10 WIB Seberat apapun beban hidup kita hari ini . Sekuat apapun godaan yang harus kita hadapi. Hidup berbudi itulah tujuan kita. karena memang Allah menciptakan makhluknya tidak untuk sia-sia. Bagi mereka yang tidak punya iman... Kegagalan kita temui disana-sini. engkau akan terpecah belah kalau itu juga engkau turutkan". jenuh dan membosankan.com) Karena Hidup Hanya Sekali . tegaknya budi pekerti. terlalu indah untuk kita buat sia-sia. Betapa indahnya hidup ini bila hari- . Diribut tunduklah padi. Karena doa adalah senjata orang beriman. Dan siapakan yang memungkiri sejarah bangsa-bangsa yang hilang. Nusrizar M. Beban hidup tarasa berat menjerat."Bahwasanya bumi ini akan Kami wariskan kepada hamba Kami yang sudi melakukan amal yang mulia". Hidup ini hanya sekali. Betapa bahagianya hidup ini bila kita jalani dengan penuh semangat dan optimisme yang tinggi. Sejenuh apapun hari-hari kita lalui Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Ilahi . Sunnatullah yang tidak dapat diubah. Itulah tujuan kemanusian yang paling tinggi. Karena harapan adalah masa depan. Duduk tegak ke mari canggung. Hari-hari yang kita lalui hampa tiada arti. Kita seperti manusia yang tidak ada gunanya lagi hidup di dunia. Dicupak Datuk Temenggung.. Cobaan dan rintangan kita hadapi tiada henti..

(Yesi Elsandra. . Bila kita tidak memanfaatkan potensi yang ada. tidak sadar siapa diri kita. Sebagai penyangga. membiarkan diri berlumur dosa. Bukan sebaliknya. bahwa sejujurnya disaat ini akulah yang seharusnya lebih banyak mengirimkan pesan semacam itu kepada semua sahabat. seharusnya setiap manusia sadar bahwa keberadaan dua telinga yang ditempatkan Allah di kanan dan kiri manusia agar dapat menangkap setiap pesan dan masukan lebih banyak. Begitu pula kehidupan manusia. atau sebagai penyatu berbagai benda. “Saudaraku. Walaupun kecil. Bila ia terletak di tanah basah. Dilihat dari struktur indera yang kita miliki. Tapi jadilah paku yang dapat menyangga kehidupan manusia. Kemudian hidup ini pun terasa berat untuk kita lalui. tanpa paku itu sebuah bangunan besar tidak akan pernah berdiri. Bila kita tidak tepat menempatkan diri kita. Lihat. Allah ciptakan mulut dengan dua katup bibir yang bisa bergerak menutup dan membuka agar manusia bisa mengerti kapan waktunya diam dan kapan waktunya bicara. Kembalilah kepada Tuhan bila kita menghadapinya agar kita tenang. tempat gantungan.hari kita jalani dengan senyum kebahagiaan dan sikap positif memandang masa depan. menutup telinga rapat-rapat sementara membuka mulut dengan lebar sambil mengeluarkan banyak kata. aku tunggu senyummu lagi) Beri Aku Nasihat … Publikasi 03/10/2002 08:47 WIB eramuslim . paku itu berguna bagi manusia. dan lebih aneh lagi jika ternyata ada orang yang gemar berkata-kata tanpa banyak menggunakan telinganya untuk mendengarkan orang lain. kita hanyalah seonggok jasad hidup yang terlunta-lunta. bahkan tidak tahu dengan Sang Pencipta. bahkan mungkin suatu saat akan terkubur bersama karat yang menyelimutinya.Pagi ini aku menerima sebuah pesan dalam telepon genggamku dari seorang sahabat. beri nasihat untukku hari ini …” Aku sempat tertegun membacanya. Masalah dan cobaan adalah bunga kehidupan orang-orang beriman. Dua bibir itu pula yang seharusnya mengontrol gerak lidah yang letaknya didalam rongga mulut. kemudian kita berusaha memecahkannya dan mengambil ibroh dari setiap kejadiaan. kita adalah makhluk hidup yang tidak berguna. Sungguh aneh rasanya jika ada orang yang enggan menerima nasihat. Betapa sejuknya bila kita sabar menghadapi setiap permasalahan. Saudaraku. tidak tahu untuk apa kita di dunia. sambil menghela nafas kata-kata itu seperti menembus relung terdalam bathinku yang sedang berteriak keras. Fitrah dan kodratnya demikian. Tapi bila kita bisa menempatkannya di tempat yang tepat. Jangan menjadi paku yang terletak di tanah basah. apakah kita sudah tepat menempatkan diri. selalu memandang negatif setiap peristiwa. saudaraku dimana saja. tidak memiliki guna. terinjak. suatu saat ia akan berkarat. kita tancapkan pada sebuah dinding. Sebuah pakupun akan menghadapi masalah pada tubuhnya bila tidak tepat menempatkan diri. walaupun ia berkarat.

Ada masanya dalam hidup ini. kemudian kita berniat . Tentu saja. Tentu saja.Sudah jelas. jika anda sudah sering mendapatkan nasihat dari saudara anda selama ini. bahwa kecil kemungkinan orang belajar dari kata-katanya sendiri. Paul malah menegaskan bahwa dengan mengefektifkan pendengaran. Keburukan dan kesalahan yang bisa jadi disebabkan karena ketidaktahuan. seseorang bisa mendapatkan energi baru. jika bibir tidak terbuka maka lidah pun tidak akan bergerak sehingga tak ada kata-kata yang keluar. bahwa jika mau disadari pada saat kita berbicara yang kita harapkan adalah orang lain memusatkan perhatiannya sehingga menemukan energi baru dari kata-kata yang kita keluarkan. Paul Madaule. Lagi pula biasanya lidah akan bekerja jika otak sudah menerima input dari indera yang lain. Direktur The Listening Centre di Toronto dalam bukunya Earobics. Adalah sebuah prestasi besar dalam hidup ini bila kita menyadari keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. ini bukan sekedar latihan bahwa kelak di akhirat mulut ini akan terkunci. arah dan fokus untuk membantunya menemukan motivasi kuat dalam langkah-langkah selanjutnya. Bahwa sebenarnya saat ini aku yang jauh lebih memerlukan masukan. filterisasinya hanya ada di otak manusia yang menyeleksi apakah setiap pesan yang masuk akan diteruskan ke hati. Tentu saja. Artinya. kita menyadari keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Lalu kenapa tidak kita yang melakukan proses mendengar itu? Oleh karenanya. mata da indera lainnya atau tidak. Di halaman lain buku tersebut. kita fahami bahwa apa yang keluar darinya tidak lebih dari sekedar bualan belaka. Sekali lagi kita mendapatkan pelajaran. jika ada orang yang berbicara tanpa bekal masukan dari otak (sebelumnya dari telinga dan mata). bahwa orang beriman hendaknya saling menasihati. terus terang aku meminta. agar aku mendapatkan suntikan energi. Sedangkan Dia ciptakan sepasang telinga dengan cuping yang lebar tanpa kemampuan bergerak menutup dan selamanya terbuka. ketidaksengajaan atau mungkin juga secara sadar kita lakukan itu dengan harapan timbul kesenangan walaupun orang lain menderita akibat keburukan kita itu. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Biarkan Alam Mengajarkan Kita Publikasi 01/10/2002 07:07 WIB eramuslim . mengatakan bahwa otak bekerja lebih cepat daripada lidah. Ini menyadarkan kita. adillah kepadanya dengan memberikan nasihat kepadanya. karena Allah menginginkan kita terus menerus memasang telinga ini untuk mendengar. Bukankah demikian perintah yang berbunyi dalam Surah Al Ashr. kepada sahabat yang pagi ini mengirimkan SMS untuk meminta nasihat kepadaku. nyaris tanpa makna. arah dan motivasi yang lebih segar. dimana otak menerima masukan lebih banyak dari mendengar dan melihat (dua telinga dan dua mata). berlakulah adil kepada saudaramu ini.

Setiap manusia. tetapi masa depan menyediakan kita banyak pilihan keberhasilan. kokoh dengan iman adalah keinginan luhur dan murni yang dimiliki orang besar. dan cita-cita yang tinggilah yang akan memenangkan perubahan itu. Semakin besar hambatan dan rintangan yang kita hadapi. optimalkan kemampuan yang kita miliki untuk memenangkannya. Tetapi akibatnya bantuan itu justru mematikan sang kupukupu karena membuat otot-otot sayap kupu-kupu tidak kuat untuk menahan beban tubuhnya. Seperti proses metamorfosis ulat menjadi seekor kupu-kupu. Mereka yang memiliki visi yang jelas. Untuk memperbaikinya tidak ada jalan lain kecuali kita berani melakukan suatu perubahan dengan tingkat resistensi tertentu yang kita miliki. Daya tahan terhadap perubahan itu mempengaruhi tingkat keberhasilan kita. Sedangkan orang kecil tidak pernah memikirkan manfaat untuk orang lain bahkan dirinya sendiri. maka ia akan menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan indah. . Tidak sedikit rintangan yang akan kita temui. menyenangkan. Hadapilah tantangan itu dengan senyum dan keyakinan yang tinggi. Akibatnya. Keinginan menjadi lebih baik. Jangan merasa kita tidak mampu memperbaiki setiap keburukan dan kesalahan yang pernah kita lakukaan. kita pasti mamapu. kita memerlukan perubahan dalam hidup kita. Bila ulat berhasil melalui proses itu dengan baik. kemudian ditunjang dengan proses yang baik. hari ini.memperbaikinya. Kemudian orang tua dan lingkungannyalah yang memiliki otoritas memproses dia menjadi baik atau buruk. untuk menjadi lebih baik. keinginan yang besar. tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah. Apa makna yang bisa kita petik dari kisah alam itu? Untuk menjadi cantik dan indah. kemudian diam dan akhirnya mati. Melihat keadaan kupu-kupu yang kesusahan memisahkan diri dari kepompong menarik hati seseorang untuk membantu dengan memotong kepompong agar sang kupu-kupu dapat keluar dengan mudah. maka akan semakin besar nilai yang akan kita raih. Alam adalah guru yang paling jujur mengajarkan banyak hal kepada kita. Jangan minta bantuan orang lain yang hanya akan memperparah keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan kita. ia kehilangan resistensi. tapi carilah orang yang benar-benar ikhlas membantu kita menuju tangga-tangga kebaikan. Jika input yang kita miliki bagus. jangan menjerit bila kita sakit. Karena perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu. Untuk mejadi lebih baik diperlukan sebuah usaha dan kerja keras. menjadi orang yang bermanfaat. Pada dasarnya input yang kita miliki baik. Perjuangan melepaskan diri dari kepompong adalah proses yang sangat menyiksa bagi kupu-kupu. Jangan mengeluh bila kita terjatuh. berprestasi. Jangan lihat ke belakang. karena Allah mengatakan setiap manusia dilahirkan secara fitrah. Perubahan itu menghadapkan kita pada suatu tantangan yang besar. esok dan lusa tetap berada dalam sebuah proses perubahan menuju tangga-tangga kebaikan. maka kita boleh berharap akan memperoleh output yang baik pula. karena masa lalu tidak menjanjikan perubahan. tapi tataplah ke depan. semangat yang kuat. ketika kupu-kupu itu keluar.

turut dipengaruhi oleh sikap. mungkin belum tentu begini ceritanya. menderita kesedihan akibat kematian kekasihnya di usia 26 tahun. keberhasilan kita melipat kegagalan dan menyimpannya sebagai guru dalam sejarah hidup kita. kemauan keras dan keyakinan kita pada Tuhan. “Jika Anda ingin sukses. Pria ini pernah mengalami kegagalan dalam bisnis dalam usia 21 tahun. (Yesi Elsandra.” Begitu batinnya berbisik riang. Tanpa subsidi kekuatan berupa sikap dan improvisasi berupa kemauan keras untuk berusaha dari Allah SWT. gagal dalam upaya menjadi wakil presiden di usia 47 tahun. spesial untuk saudara yang berencana duet membuat buku. Simpul-simpul itulah yang justru mendorong lahirnya kesuksesan. Inilah bukti nyata lemahnya manusia. sebagai buah jerih payah dan usaha yang kita lakukan. kita hanyalah pemain yang pasrah mementaskan peran kita. Dengan bekal keyakinan dan dorongan yang kuat untuk mendapatkan apa yang menjadi cita-citanya. Baginya kegagalan berkompetisi dalam memperebutkan Perguruan Tinggi Negeri bukanlah akhir segala-galanya. perbanyaklah angka kegagalan Anda. mudah-mudahan Allah merealisasikannya) Bubur Ayam Publikasi 25/09/2002 11:14 WIB eramuslim . apa lagi menyalahkan Tuhannya. Lain lagi kisah seseorang yang sedang menuju tangga-tangga kesuksesannya. Gagal UMPTN tidak membuatnya kecewa. menderita gangguan syaraf di usia 27 tahun. tersimpan banyak kegagalan yang dilipat rapi dalam sebuah simpul pengalaman sejarah.” Karena memang. tetapi mereka melakukan hal-hal kecil dengan cara luar biasa. Semakin banyak kegagalan yang kita hadapi. Kesuksesan dan kegagalan tidak dapat kita elakkan sebagai konsekwensi atas berbagai pilihan dan keputusan dalam memilih cara hidup. gagal dalam upaya pemilihan anggota senat di usia 49 tahun. Orang sukses. gagal lagi dalam bisnis di usia 24 tahun. bukanlah orang-orang yang luar biasa. bingkailah usaha kita dengan figura doa dan kepasrahan yang tinggi pada Allah. karena sebagai manusia yang diselimuti kekurangan.Terakhir. kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. sebagai Zat yang Maha berkehendak atas diri kita. dia terpilih sebagai mahasiswa teladan dan mendapatkan beasiswa. Allah jualah yang menentukan segala nasib kita. dia tidak mengeluh. maka kita akan semakin dewasa menerima kesuksesan yang sesungguhnya. Siapa tak kenal Abraham Lincoln. Tom Watson mengatakan. “Kalau saya kuliah di PTN. Ketika ia menemukan kegagalan dalam hidupnya. kalah dalam pemilihan anggota legislatif di usia 22 tahun. gagal dalam pemilihan anggota kongres di usia 34 tahun. Maka oleh karena itu. namun akhirnya terpilih sebagai presiden Amerika Serikat di usia 52 tahun. putus asa. dia masuki sebuah Perguruan Tinggi Swasta. Masih dengan akal yang jernih dan semangat untuk hidup bahagia. Disana ia giat belajar. kita hanya bisa berusaha.Dibalik cerita kesuksesan orang-orang sukses. gagal dalam pemilihan anggota senat di usia 45 tahun. .

setelah aku besar. ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah. Di usiaku yang menanjak remaja. Saat aku menjadi orang dewasa. Terima kasih ibu. bahkan memberikan variasi dalam menu kita hari itu. ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. apalagi perhiasan. setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Jika terlanjur menjadi bubur. ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. bermain bersama temanteman. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.Bersikap positif memandang kegagalan sebagai awal kesuksesan adalah pelajaran yang paling berharga. sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya. Kini. Dengan sabar pula ia menunggu. aku malah sering meninggalkannya. ia masih duduk di seberang sana. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit. ia tak pernah membeli pakaian baru. atau hujan. Ibu Publikasi 24/09/2002 08:19 WIB eramuslim . aku sering merasa malu berjalan bersamanya. ati ampela ayam. karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku. Ia sisihkan semua . Sesekali kulihat dari jendela kelas. untuk saudara yang hilang. aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Bahkan sepulang sekolah. Bukankah tidak sedikit pula yang favorit terhadap bubur ayam? (Yesi Elsandra. dengan rasa kantuk yang menderanya. Hidangkan dengan sedikit kerupuk. aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.Sewaktu masih kecil. Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak. bepergian. masih ingat bubur ayam?) Izinkan Aku Menciummu. taburi bawang goreng dan kecap. Ibaratnya seorang ibu yang gagal menanak nasi hingga menjadi bubur. atau terik. Tambahkan bumbunya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Sehabis makan. Kini. jangan buang bubur itu. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku. Setiap hari. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya. Padahal menurut cerita orang. Kenapa tidak kita jadikan saja bubur itu menjadi bubur ayam. beri daging. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Bukanhkan ia tetap dapat kita makan.

Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati. kini setelah aku mempunyai anak. membasuh luka di kaki dan mendekapku eraterat saat aku menangis. (Bayu Gautama. Meski Ibu bukan orang berpendidikan. cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh. Usai wisuda sarjana. Alhasil. ia yang dengan penuh kesabaran. Pada hari pernikahanku. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya. ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. posisi lumayan dengan penghasilan yang memuaskan. Maka. Selepas SMA. yang terpikirkan olehku adalah bagaimana menjadikan hidup ini menyenangkan. Entahlah. Sungguh. tapi do’a di setiap sujudnya. Aku akan datang dan menciummu Ibu. kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Namun kenyataan yang aku dapatkan lain dari bayangan. jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku.untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik. Saat itulah aku menyadari. ia menggandengku menuju pelaminan. Aku yang pintar. tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. baru aku mengerti. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan.Beberapa tahun lalu. ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. ibu yang kuanggap bodoh. Usai akad nikah. waktu itu tidak pernah ada dalam benakku untuk memikirkan kesulitan orang lain. aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang. Tanpamu Ibu. Punya pekerjaan bagus. Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku. pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Padahal juga aku tahu. Aku sangat ingin menjadi istri yang shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. jadilah hidup yang ingin aku jalani hanya berputar dari mencari uang dan menghabiskannya dengan memanjakan diri sendiri. memantapkan langkah menuju dunia baru itu. jangankan untuk memanjakan diri. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh. karena begitu sulitnya mencari pekerjaan. tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Namun demikian kondisi tersebut mampu merubah . ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini. meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku. sekedar untuk mencari sesuap nasipun terasa begitu berat. Untuk Semua Ibu Di Seluruh Dunia) Bayaran Langsung Publikasi 23/09/2002 07:23 WIB eramuslim .

aku sendiri sedang kesusahan”. pikirku. Aku ingin lari saja seperti dulu sewaktu masih di sekolah. Hanya saja. Yang masih kuingat. Namun. kalau lagi senang ya tersenyumlah sewajarnya. Kemudian kuperhatikan orangtua itu berdo’a yang isinya samar-samar kudengar agar aku diberikan rizki yang banyak atas kebaikanku padanya. Aku mencari cara dan alasan bagaimana caranya agar bisa berhutang dan besok-besok kalau sudah punya uang baru aku bayar. hadapi dengan ikhlas dan sabar. pemahamanku yang minim tentang agama tidak membuatku giat bersedekah. Toh. Kalau kesulitan melanda. . Gajian masih enam belas hari lagi … ya sudahlah. wong aku yang salah kok. Hidup terkadang harus dijalani apa adanya. nanti saja setelah gajian aku bayar. Kamil. “Ah tidaklah.” aku ngeloyor pergi setelah berpura-pura kehilangan dompet. “Orang lain nanti dululah. sampai satu minggu aku tak kembali ke warung itu. Hingga suatu ketika aku mengalami kesulitan yang begitu memberatkan. “ndak punya duit aja sok-sok-an mbayarin orang makan” kata-kata itu sempat tertangkap sesaat sebelum aku pergi meninggalkan malu di warung itu. Waktu itu aku di sebuah warung nasi. tak sengaja mataku menangkap orangtua tersebut menelan ludah saat melihatku yang begitu bersemangat melahap santapan siangku. Namun nampaknya mbok penjual warung sudah menangkap gelagat tidak baik yang akan aku lakukan sehingga akhirnya kutitipkan arloji kesayanganku. ini sudah lebih dua minggu. terakhir aku mengajak seorang peminta-minta tua untuk makan bersamaku. dua hari. Pas hari gajian tiba. Beberapa saat kemudian aku baru sadar bahwa uangku tidak cukup untuk membayar dua piring nasi. tapi kupikir. sahabat lama yang entah sudah sekian tahun tak bertemu. Satu hari. aku pikir masih banyak orang yang jauh lebih susahnya ketimbang aku. Sebenarnya ia sudah lama sakit hanya saja selama ini dipaksakan untuk tidak memeriksakan ke dokter karena kami tak punya biaya. Bukan aku tak senang dengan do’anya. dompet saya hilang nih. kalau perlu berikut dendanya. Seperti halnya aku. Segera aku turunkan kakiku yang naik bersilah di atas bangku warung dan menghampirinya. kenapa ia tidak mendo’akan dirinya saja agar bisa hidup lebih baik lagi tanpa harus menjadi peminta-minta. tapi. tapi sudahlah.kepribadianku hingga menjadi orang yang sedikit peduli sesama orang lain. Sudah hebat dia. “Sampean janjinya besok. kecewanya aku karena barang itu sudah dijual oleh simbok penjual nasi. kalau nggak ada ya buat sendiri dulu”. Kuajak dia masuk dan memesankan sepiring nasi beserta lauk untuknya kepada penjual nasi. itu dosa masa lalu” pikirku. segera aku ke warung hendak menebus arloji antik pemberian dari mendiang ayahku itu. “Kalau lagi ada yang ngasih. Allah mengirimkan seorang ‘malaikat’ ke rumah kami. bermobil pula. Selain juga aku selalu beranggapan bahwa setiap amal dan sedekah merupakan bekal kita di akhirat nanti. Jadinya arloji itu milik saya”. Inginnya sih marah-marah. “Besok saya tebus mbok. “Biar saya yang bayar pak” tak lupa kuselipkan uang seribu perak ke kantong bajunya. ia pun tak kalah gesitnya melahap makanan itu. Disaat kebingungan itulah. ibuku sakit dan harus segera dibawa ke dokter. hingga kami berdua seolah tengah berlomba makan.

pada tiap-tiap bulir: seratus biji. terima kasih kepada semua yang telah memberikan kesempatan untukku berbuat kebaikan) Batu-Batu Pijakan Publikasi 20/09/2002 08:00 WIB eramuslim . Dan kini disaat aku yang kebingungan. Ibu yang hanya lulusan PGA (Pendidikan Guru Agama) menggunakan kemampuannya mengetuk satu persatu pintu orang-orang berada dan menawarkan jasanya untuk mengajar ngaji anak-anak mereka. Ada Wicaksono. selain ia juga sombong. di kelas ia selalu menjadi biang keributan. Dan mungkin tidak langsung dari orang yang pernah merasakan kebaikan kita. Dilihat dari merk-nya sih. tapi bisa untuk orang yang kita cintai. seperti menabung yang isinya bisa kita dapatkan kapan saja. Ini seperti menebar benih yang hasilnya bisa langsung dipetik di kemudian hari. seperti sepatu dan tas. Hampir semua anak dikelas tak menyukainya. kembali memberikan satu hikmah kepadaku. Terlebih sejak ayah menyetop kiriman uang yang seharusnya menjadi kewajibannya 6 bulan lalu. sering membuat onar dan tidak jarang berbuat usil terutama kepada perempuan. ia kirimkan seorang penunjuk jalan.Sabtu pagi. bagus pula modelnya. ibu selalu kehabisan uang untuk biaya sekolahku. Dia mengirimkannya kepadaku. tapi bayaran langsung dari-Nya itu bisa datang melalui tangan siapa saja yang tidak diduga kedatangannya. Mungkin tidak sekarang. Sebulan sebelumnya bahkan bagian Tata Usaha sudah berkali-kali memanggilku hingga semua teman-teman tahu setiap kali aku dipanggil pasti urusannya dengan soal bayaran sekolah. Aku tak pernah iri .” (2:261) (Bayu Gautama. Aku sudah tahu apa yang akan disampaikan kepala sekolah. kondisi ekonomi keluargaku memang semakin terdesak. tapi nanti disaat kita begitu membutuhkannya. Ia sangat suka pamer jika mempunyai barang-barang bagus yang baru dibelikan orangtuanya. Kejadian yang baru saja kualami. Kini. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Malah bertambah dan terus bertambah ratusan kali lipat. Karena kini aku yakini. Disaat orang lain kesulitan. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. namun tak mengurangi jumlahnya. jelas tidak murah. meski juga masih dalam kekurangan aku akan selalu menebar kebaikan kapanpun dan kepada siapapun.Allah memang Maha Adil. Sejak orangtuaku bercerai dan aku memutuskan untuk ikut ibu setahun yang lalu. juga adik-adikku. Akibat kebutuhan yang mendesak itulah. kami memanggilnya Sony. “Amru … dipanggil kepala sekolah!” lagi-lagi namaku dipanggil. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. amal yang sekarang kita kerjakan tidak hanya menjadi bekal di akhirat. Allah bayarkan juga kebaikan kita di dunia. Bulan lalu bu Isti wali kelasku memanggil menyampaikan salam untuk orangtuaku untuk segera membayar biaya SPP-ku yang sudah nunggak hampir 6 bulan. Mungkin bukan untuk kita.

Ada yang lain di sekolah. Di kelas. Alhamdulillaah.kepadanya.Seorang anak dengan gayanya yang lugu bertanya kepada ibunya. kesejukan bathin dari kenikmatan memberi . petugas TU yang biasanya tak pernah senyum kepadaku. Satu minggu sesudah jadwal masuk aku masih belum mau ke sekolah. hari ini begitu ramah. saat aku masih duduk dibangku SMA kelas 2. Sejak dalam perjalanan pulang sudah kuputuskan untuk tidak menyampaikan surat panggilan kepala sekolah agar tidak menjadi beban pikiran ibu. hanya saja yang membuat aku membencinya lebih karena ocehannya setiap petugas tata usaha memanggilku. Fauzan membisikkan sesuatu yang membuatku menitikkan airmata. Sayangnya. ia mempunyai mata pandang yang mampu menembus relung kebisuan sahabatnya. Satu bulan lalu saat acara syukuran dikantor atas dipercayanya aku menjadi GM. “bu. dengan langkah gontai aku memasuki teras rumah. Meski cuma batu kecil. teman sekolahku dulu kini menjadi salah satu staf dalam perusahaan yang aku dipercaya menjadi General Managernya. apa itu cinta?”. namun keberadaannya mungkin telah menyelamatkan kita dari jurang kejatuhan yang melumpuhkan. Hingga akhirnya Fauzan. mungkin sepanjang perjalanan hidup kita pernah ada orang-orang yang menjadikan dirinya batu pijakan sehingga kita bisa melangkah maju dan lebih jauh. Sore menjelang Ashar. tanpa menepuk dada. Fauzan. Lagi pula mulai besok sampai minggu depan sekolah libur. Tak ada lagi kesombongan dan sifat usilnya. teman-teman bilang ia telah berubah setelah mengikuti pesantren kilat selama liburan yang lalu. tak ada yang berubah kecuali Sony. orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupku. Kini aku tak pernah bertemu lagi dengan mereka. seorang temanku datang dan mengajakku ke sekolah. Ia memberi tanpa kata-kata. Wallahu a’lam bishsowaab (Bayu Gautama. Yang kutahu cuma satu. Cinta ada adalah kemurnian jiwa. “Masih ingat Sony? Dia menjual tas dan sepatu barunya untuk melunasi tunggakan biaya sekolah kamu dulu” Subhanallaah … *** Sahabat sejati bukan memberi pada saat orang meminta. Aku ‘membohongi’ ibu dengan mengatakan bahwa libur sekolah diperpanjang. *** Itu dua belas tahun yang lalu. seringkali kita tak pernah menengok batu-batu pijakan itu dan melupakannya. Kulihat ibu sedang menyapu lantai. “Pinter-pinter nunggak …” atau sindiran lainnya. teruntuk orang-orang yang telah pernah menjadi batu pijakanku) Agar Dapat Melihat Surga Publikasi 18/09/2002 07:39 WIB eramuslim . Saudaraku.

marah dan kecewa serta sedihnya hanya kepada kebathilan. juga dosa yang dilakukannya. Lama ia dibuai cinta sang Ibu. Mungkin Allah menciptakan rasa itu untuk melatih manusia. dengan sentuhan lembut ibunya ia memainkan nyanyian dawai-dawai indah yang bergelung-gelung dialam mimpinya. Dan adalah fitrah manusia juga untuk kecewa jika sesuatu tak seperti harapannya. Padahal jika mau membuka tabir sebenarnya. Dengan sabar dan penuh cinta ibunya menerangkan. bagaimana manusia mengkondisikan hatinya agar senantiasa condong kepada kebenaran. kesejukan bathin dari mencinta dan dicinta. juga hantaman kerikil di . “Bagaimana dengan tersenyum dan tertawa?” Senyum dan tawa adalah sebuah refleksi. bertengkar dan saling bermusuhan?” tanyanya lagi. Si pencipta cinta itu sendiri. marah dan sedih. Tak perlu takut. sedih dan masih banyak lagi. “ini wajar nak. Ada benci. kecewa. sehingga benci. kemenangan dan prestasi seseorang akan sesuatu. biasanya senyum dan tawa adalah cermin dari keberhasilan.dan kerelaan berkorban. Mungkin karena usianya yang memang belum pantas merasakan kegetiran dan kepahitannya. “Lalu kenapa ada orang yang saling membenci. sebenarnya ia tidaklah tengah mengagungkan cinta melainkan perasaan dan nafsunya yang tengah bergumul sehingga meluap menjadi nafsu berbaju cinta. Hanya bedanya. tentu mereka akan sadar kalau tengah terombang-ambing oleh arah cinta yang salah. jawab sang ibu. tak seindah mimpinya. sama seperti benci. keceriaan dunia. Karena itu. Ia merasakan kehangatan hidup. “Karena Allah pun teramat cinta kepada yang mempersembahkan cinta kepada-Nya”. Untuk sementara ibunya membiarkan mimpi anaknya tak terusik oleh kepayahan mencari sesuap nasi yang dijalaninya. apalagi dimata. Masalahnya kemudian. keserakahan dan bahkan kesombongan diri. tidak sesuai dengan hati nuraninya. sehingga seringkali tidak mampu menangkap kemurnian jiwa. ia akan melihat siapapun dan apapun dengan cinta. Sudah menjadi fitrah manusia tidak menyukai sesuatu yang tidak disenanginya. sehingga ia lupa bahwa cinta bersemayam dan bergetargetar dihati. Cinta harus dilihat dengan mata bathin. bukan di kepala. senang. Itulah kehebatan Allah. semua itu salah satu anugerah dari-Nya yang patut kita syukuri. Dan jika ada yang mengagungkan cinta diatas segalanya. tidak hanya cinta. Dia ciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna sehingga dengan kesempurnaan yang dimilikinya itu. kezhaliman. adalah sangat manusiawi jika dibenci. artinya sesuatu hal yang tidak berkenan. marah. manusia bisa menangkap kesan yang lain. Tak perlu merasa bersalah hanya karena tersenyum dan tertawa. kesemena-menaan. “Bukankah semua hamba-Nya yang sholeh kelak akan tersenyum di hadapan Allah yang menghadirkan keagungan wajah-Nya?” jelas sang Ibu sambil mengusap kening anaknya yang serap-serap mulai terbuai ke alam tidurnya. “Karena itukah banyak orang mengagungkan cinta?” tanya sang anak lagi. dan kebanyakan manusia memandang cinta hanya berhenti di mata kepala. karena kebanyakan manusia hanya sebatas menggunakan mata kepala dan mengabaikan mata bathinnya. tertawa. mereka yang senantiasa mampu menggunakan mata bathinnya untuk melihat segala hal. bahwa keagungan cinta hanya berada pada cinta Sang Agung.

juga menghilangkan penyakitpenyakit lainnya yang kerap hinggap di kalbu. Dengan hijaunya dan tebaran hewan-hewan yang merumput untuk memenuhi hajat kehidupan. Semua itu.Menjadi rumput di keluasan padang yang menghampar. hingga tak sadar tangisannya itu menyentuh relung bathin anaknya sampai terbangun. memberikan keindahan tersendiri. Mungkin semua orangtua mempunyai mimpi yang sama. mencari makan. Di atasmu mereka berbiak. mempertebal kesabaran serta menanamkan keyakinan dihatinya. tak kan membiarkan dimasa depan anaknya mengeluarkan keringat dan darah seperti yang dialaminya kini. “Kenapa ibu menangis?” Menangis adalah satu anugerah Allah lainnya nak. bergembira. Itulah cara Allah membersihkan wajah manusia yang coreng-moreng oleh kekhilafannya. Hingga dengan demikian sang ibu semakin sadar bahwa hanya Tuhanlah yang selama ini menguatkan. memancar tiap hari. hati pun sejuk kembali dan kebeningan mata yang sudah terhapuskan pekatnya. yang tak diiringi penyesalan akan beban hidup yang saat ini diamanahkan kepadanya. bahwa esok matahari masih akan terbit. Menangis tidak mesti dengan air mata. Terik dan hujan menjadi baluran tubuhnya sehari-hari. juga mengotorimu. kepekatan hati yang penuh noda hitam dari setiap detik hidup yang berlumur salah. tiap detik dan pada setiap hembusan nafas makhluk yang . Terkadang ada tangis yang begitu keras sekeras benturan kehidupan yang menerpanya. karena dengan menangis kita tengah melunturkan kesombongan. Maka dengan menangis setiap hari. Air bening yang membasahi mata akan membasuh dosa yang berawal dari penglihatan manusia. seusai kesejukan membasuh seluruh tubuh untuk kemudian bersimpuh dihadapan-Nya. irama kehidupan dimulai sampai semua kembali lagi menghampiri dalam sebuah ajal ketika tiba merenggut. Menangis adalah wujud dari kelemahan manusia yang jelas-jelas kekuatannya sangat terbatas. wajah menjadi bersih.sepanjang jalan yang disusurinya. Tak terasa air bening mengalir membasahi pipi. Namun kebahagiaan apa yang paling berharga bagi rumput kalau bukan atas kemanfaatannya. Dan menjelang fajar. Menangis adalah pembuktian akan adanya Yang Maha Kuat yang memiliki kehendak diatas segala mau dan keinginan manusia. Terus bermanfaat. hanya agar manusia dapat melihat surga. yang tak pernah berhias putus asa. meski biasanya selalu dengan itu. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Pengabdian Sang Rumput Publikasi 17/09/2002 07:08 WIB eramuslim . demi satu cita. Dari rumput. Tak perlu malu untuk menangis. menginjak-injak dan kemudian meninggalkanmu ketika kau tak lagi subur. kering bahkan sekarat mendekati kematian. untaian kata pinta yang tak pernah berhenti. Kemudian airnya turun menyejukkan wajah kita. Menjadi rantai pertama energi yang kemudian mengalir sampai puncak rantai makanan yaitu pada hewan-hewan predator.

Maka. Dengan keletihan dan tubuh kurus. Namun akan senantiasa tumbuh dengan kehijauan lagi lezat di mulut makhluk yang memamahnya. Akhirnya hanya meninggalkan puing-puing jelaga yang hitam. untuk menyediakan semua kebutuhan gizi bagi sang rumput muda.melata di muka bumi. bukan pada dirimu. akan kuundang semua makhluk hidup dengan ranumnya tubuhku yang takkan habis dimakan. kemudian menghanguskan seluruh tubuhmu. Sampai semua kehidupan ini secara berantai termakmurkan karena hijaunya tubuhku. bersamaan dengan binatang-binatang yang dulu mengungsi saat kemarau dan kebakaran melanda. Cukup kau tanggung sendiri. Dengan hujan. hewan-hewan tersebut bersua kembali dengan telaga kehidupan padang rumput . tekad sang rumput muda. Menyimpan gizi yang tinggi tiada tara bagi makhluk-makhluk pemamah biak. Karena kau tak akan pernah ingin berbagi penderitaan dengan mereka. Bersama tercurahnya hujan. Kehidupan di padang telah pulih kembali. Sang rumput muda tumbuh dengan gemuk kehijauannya. namun pengabdian dan doadoanya terus meluncur sepanjang waktu atas karunia yang dilimpahkan untuk dirinya. Tidak ada kata terkira inilah pengabdian yang terindah dan teragung yang pernah kau berikan. Karunia teragung yaitu kehidupan itu sendiri. memanasi api hingga dengan cepat membesar. bumi dibasahi dan dilunakkan air yang menggenangi danau-danau. kubangan-kubangan dan relung-relung hati yang sebelumnya kering dari tetesan air keindahan dan kasih sayang. Namun kau belum mati. seakan semua kenangan indah terhapus hangus dalam pori-pori tanah yang panas terpanggang api dan teriknya matahari. Dalam ketakzimannya rumput-rumput tentu tak berdosa. tatkala bergulung-gulung mendung hitam membawa kabar baik untuk semua kehidupan di bumi. Demikian juga sang akar menyesap dengan gairah semangat kehidupan yang diwariskan pendahulunya. Suasana kesenduan tanpa kehidupan yang membalut luka terbakar. "Ya Rabb. Kemudian musim kering yang tandus menghantam. Karena sebuah kemuliaan yang tiada tara selain sebuah kecintaan pada-Mu dan kemanfaatan dari kami yang dapat dipetik dari makhluk-MU yang melata di muka bumi ini". Lalu jilatan api melumat tubuh-tubuh kurus keringmu. sang akar rumput pun bercucuran dan berlinang air mata kesyukuran. Dengan halus kau usir hewan-hewan untuk meninggalkanmu agar mencari tempat yang lebih baik dan menjanjikan. Disertai hembusan angin sepoi yang bersorai. hidupkan generasi pengganti kami dari akar-akar hamba yang sengaja kau selamatkan di pori-pori bumi dari amukan api yang telah menjadikan tubuh-tubuh kami sebagai pupuk untuk generasi kami mendatang. Bukan pada padangmu. "Aku akan lebih baik dari pendahuluku". Sang rumput bangkit dengan tunastunas yang baru. kemudian akar semakin sibuk mengumpulkan zat-zat kehidupan yang telah diwariskan generasi sebelumnya. Jadikanlah generasi penggantiku adalah generasi yang kau cintai dan hanya mencintaiMu.

Namun ada satu yang tak terlupa dari mulut sang rumput. Ketika semua telah mengungsi maka berlahan-lahan. Rumput-rumput ranum hijau yang menyegarkan pandangan. menguatkan dan menggemukkan. Dengan cucuran linang air mata sang rumput menuntaskan doanya. wanita itu menjelaskan bahwa dia berdandan dengan indah untuk membahagiakan suaminya agar suaminya bisa 'bangga' dengan dirinya. dan air mata itu adalah kesyukuran atas amanah yang ditunaikannya. Seakan mereka sudah kenyang walau hanya memandangnya saja. Kehidupan di padang itu menjadi hidup dan lebih hidup lagi. Wallahu'alam bishshowab (Warsito Suwadi warsuwadi@yahoo. Namun semua mempunyai penuntas. wanita itu sungguh sombong. Kemudian hewan-hewanpun berhijrah meninggalkan padang untuk bertahan ke tempat yang lebih baik.com) Apakah Kita Tak Pernah Sombong? Publikasi 16/09/2002 08:59 WIB eramuslim . bukan karena kesedihan. Sang wanita tinggi ramping dan mengenakan baju indah. karena Allah telah menyediakan rizki yang tak terkira baginya.Dahulu kala diceritakan pernah ada seorang suami dan istri yang ketika sedang duduk di depan rumahnya. namun karena Allah telah menghamparkan amanah baginya. .yang sungguh tak terkira sebelumnya. semuanya mempunyai keberakhiran. Syahdan. semuanya mesti dipergantikan. dan dengan keikhlasan dan keridhoaan dari Sang Rabb ajalnya dilabuhkan ke sisi keridhoaan-Nya. Cerita ini adalah salah satu dari sekian banyak peristiwa yang kita jalani yang menunjukkan betapa mudahnya kita menilai manusia dari apa yang tampak diluarnya. Dengan keikhlasan dan keridhoan Rabbnya. Dia berdandan agar dirinya tampak lebih tanpa memperhatikan orang lain." Seketika itu suaminya berkata. "Kejar wanita itu dan minta maaf padanya. Angin berhembus kehilangan. "Ya Tuhanku ijinkanlah hamba-Mu untuk memanjatkan doa. melintas sepasang laki-laki dan wanita di depan mereka. "Huh. angin kemarau yang tandus dan kering menggulung. generasi pengganti kami yang lebih baik dari kami". Jadikanlah generasi penggantiku adalah generasi yang mencintai dan Engkau cintai ya Rabb. Tiba-tiba si istri yang melihat berkata. jiwa itu akan berlabuh di keridhoan itu." Setelah mereka bertemu dan istri itu minta maaf. Sang rumput berlinang air mata. mengabarkan bagi seluruh kehidupan untuk bergerak ataupun bertahan. tubuh sang rumput mengering disapu oleh angin kemarau yang menyedot air dalam tubuh-tubuh renta yang berlumuran pengabdian yang tak akan ternilai oleh apapun. Mata-mata berbinar penuh kesyukuran. demikian panas terik matahari meratapi kepergian sebuah pengabdian. Dan suami wanita itu adalah lelaki pendek yang sedang berjalan bersamanya. sementara yang lakilaki berpostur pendek dan sederhana.

Jangan-jangan kita pernah mengatakan orang lain sombong karena ia tidak pernah mau berkumpul dengan kita padahal ia ingin menjaga diri dari kesia-siaan waktu atau bahkan karena harus mengerjakan pekerjaan lain yang tidak bisa menunggu. Jangan-jangan kita pernah membenci orang karena penampilannya. Juga ketahuilah bahwa dengan mencapnya sombong kita sebenarnya telah menghina mereka yang justru bisa jadi sedang berusaha menjadi hamba Allah. Jangan-jangan kita pernah mengatakan kawan kita sombong hanya karena ia tidak pernah mau menegur sapa kita terlebih dahulu padahal pada dasarnya ia memang pemalu.utwente. padahal bisa jadi dia begitu ingin hanya bergantung pada Allah dengan tidak merepotkan kita." (HR Bukhari Muslim) atau bahkan dengan ayat Allah "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri" (Luqman:18) tanpa kita pernah tahu kenapa mereka bersikap seperti itu. Karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya perkataan. Kita dengan mudah mengatakan arogan kepada mereka yang sikapnya menurut kita tidak menyenangkan." (Muttafaqun 'alaih). maka kita harus waspada bahwa jangan-jangan kita yang sesungguhnya sombong. Saudaraku. Ingatkah kita bahwa hanya Allah yang bisa melihat apa yang tersembunyi di balik hati manusia? Kepada kawan itu pun kita juga berdosa karena telah berburuk sangka. Apa yang kalian lakukan biarlah dinilai Allah. Jangan-jangan kita pernah mengatakan teman kita sombong karena tidak mau menerima uluran tangan kita. Luruskanlah niat dan sempurnakan amal. padahal memang Allah yang menciptakan tubuhnya seperti itu. Hadi Susanto (susanto@math. Takutlah kita jika buruk sangka itu kemudian kita sebar-sebarkan.Kita begitu mudah menjatuhkan hukuman predikat sombong kepada orang yang tampak tidak simpatik bagi kita. Saudaraku. Bagi saudara-saudaraku yang terzhalimi dengan diperlakukan sebagai orang sombong. Jika seperti ini yang sudah kita kerjakan. Kemudian kita membenci mereka dengan berlindungkan hadist "Tidak akan masuk surga orang yang dalam lubuk hatinya terdapat perasaan sombong (arogan) walaupun cuma sebesar atom. karena hanya Ia yang bisa memuliakan dan menghinakan kita. sementara kawan yang kita sakiti menangis di tengah malam mengadukan kita kepada Allah. Kita bisa jadi telah berdosa kepada Allah karena kita sesungguhnya telah mengambil alih kekuasaan-Nya dalam menilai hati manusia. Serta maafkan dan doakan kami agar Allah mengampuni dosa-dosa kami yang memang suka mendewakan perasaan sendiri dan menilai segala sesuatu dari yang kasat mata ini.nl) Fujuurohaa Wataqwaaha . Rasulullah Saw sendiri pernah berkata. Takutlah akan balasan perbuatan kita. "Berhati-hatilah kalian dari prasangka-prasangka (yang buruk). tidak usah kalian berkecil hati.

Misalnya saja. . yakni Mr. malaikat yang senantiasa tarik menarik untuk menguasai jiwa manusia. harus diakui bahwa setiap kita memilikinya. Sebenarnya film tersebut menggambarkan perubahan seorang pria bernama Dr. Hipokrit yang berkepribadian ganda (split personality) yang digambarkan dalam awal-awal surat Al Baqarah dengan jumlah ayat yang lebih banyak ketimbang ayat tentang orang beriman dan kafir. bathil karena karakter setan dan hewan menguasai jiwanya. Entah anak istri lapar. jiwa manusia memiliki kecenderungan fasik dan taqwa. Seperti halnya Allah menciptakan semuanya berpasangan. Jekyll yang baik hati. dan saat itulah potensi baik manusia muncul. Karena seringkali manusia tidak menyadari bahwa setan telah mempengaruhinya untuk berbuat suatu kejahatan. Dalam terminologi Islam ada yang disebut potensi fujuuroha wataqwaaha. Hyde yang membenci setiap orang yang dijumpainya. setan dan hewan yang bersemayam di diri manusia dan hanya satu karakter positif. sekali lagi. Profesi jahat apapun yang dilakoninya biasanya ada ‘alasan baik’ yang menjadi motivasinya. Bahkan Kahlil Gibran menyebutkan dua karakter negatif. maka juga ada sabar dan emosi dalam diri manusia. bergantian atau bahkan bisa muncul dalam waktu yang hampir bersamaan. dan menggunting dalam lipatan. ada maaf dan dendam. tetapi sebaliknya. Dalam diri menusia unsur baik dan jahat seringkali ‘berebut’ untuk tampil lebih dominan. orang munafik jauh lebih berbahaya ketimbang orang kafir. kecenderungan untuk berbuat fasik dan juga taqwa. khilaf.Publikasi 13/09/2002 08:33 WIB eramuslim . Tinggal bagaimana seorang manusia mampu mengendalikan diri dan jiwanya sehingga karakter jahat (karena kita memberi celah kepada setan untuk masuk dan menguasai jiwa) tidak muncul dalam setiap gerak dan langkah kita. ada cinta dan benci. yang biasanya baru disadari sesaat setelah sebuah perbuatan jahat dilakukan.Sebuah film lawas Amerika berjudul Jekyll and Hyde yang diambil dari novel karya Robert Louis Stevenson dengan judul yang sama yang diterbitkan pada April 1982. dan kita mengenalnya sebagai orang munafik. tidak ada yang mau disebut penjahat. ada orang-orang yang senang berbuat jahat. sejahat-jahatnya manusia. Namun setidaknya itu menjadi bukti adanya potensi baik dan jahat itu. Ada penyesalan. pagar makan tanaman. Itu artinya. Ini tentu masih lebih baik karena ada manusia yang sudah sama sekali terkubur unsur baiknya sehingga tak bosannya berbuat maksiat dan dosa tanpa merasa bersalah. Kemudian ada orang yang memiliki sekaligus dua karakter baik dan jahat itu. karena ia bagaikan musuh dalam selimut. menyenangkan. ada pelit dan pemurah. Padahal hakikatnya. menyenangkan dan sangat bersahabat dengan semua orang setelah minum formula kimia tertentu sehingga menjadi orang lain dengan karakter yang berlawanan. demi membela harga diri atau minimal sebuah alasan umum. Jika lebih besar kecenderungan ketaqwaannya maka jadilah ia orang baik. sombong (takabbur) dan rendah hati (tawadhu’) dan sebagainya. Kembali ke soal potensi baik dan jahat dalam diri manusia. menggambarkan tentang adanya unsur baik dan unsur jahat pada diri seorang manusia. bahwa ia merasa berdosa.

untuk dapat berbicara dengan baik kepada orang lain berarti juga sebelumnya kita lebih dulu mengerti apa yang sebenarnya hendak kita sampaikan. sebaiknya dipastikan kaki ini sudah mampu berdiri menapak dengan kuat. mau berlari atau melakukan lompatan sejauh apapun. untuk bisa menjangkau hal-hal diluar. (bayu gautama) Jagalah Keseimbangan Publikasi 10/09/2002 11:37 WIB eramuslim . ingin berperan menjadi orang baik atau orang jahat. sehingga pada saat umurnya sudah menua barulah ia menyadari bahwa yang dilakukannya selama ini adalah hal kecil yang tidak membuatnya besar. seketika ada rasa sombong yang mencuat ketika meraih prestasi ditempat kita beraktifitas. Semuanya dikembalikan kepada kita. seharusnya kita sudah menggenggam segalanya yang ada didiri ini. Hanya saja yang perlu diingat. mulailah dari diri sendiri sebenarnya tidak hanya bermakna keteladanan agar bisa dicontoh oleh orang lain.Masalahnya kemudian. Semua itu berlaku secara alami. Termasuk memilih komunitas yang baik dan menghindari tempat dimana kejahatan bersemi. Wallahu a’lam bishshowaab. untuk melangkah ke depan. bahwa ia harus melakukan gebrakan besar ini. tetapi melulu dan berkutat disitu. sudah bisa dipastikan ketidakmaksimalannya. apa yang dikatakanya Rasulullah. Tidak ada hal-hal besar dan ideal yang menjadi tujuannya.Orang-orang yang tinggi idealismenya tidak jarang hanya beraksi pada tataran wacana. Kalimat “sabar kan ada batasnya” yang sering kita dengar seolah juga memberi bukti bahwa ada dorongan untuk memenuhi kecenderungan fujur kita. Maka jadilah apa yang dikerjakannya hanya sebatas menghabiskan waktu. Di sisi seberangnya. “siapa dulu … gue …”. setelah itu kemudian baru terucap. Jika kita mau mengambil pelajaran. Kalimat itu juga bisa mengajarkan kepada kita bahwa sesuatu yang baik harus dimulai dari dalam baru kemudian keluar. terobosan besar itu. dan mencontoh tauladan kita Nabi Muhammad Saw yang segala kebaikkannya membaikkan ummatnya. Untuk bisa menguasai (memimpin) orang lain. Tak sadar mungkin kita terlebih dulu menepuk dada seraya berujar. ada orang-orang yang justru aktif melakukan hal-hal kecil. ada kejahatan-kejahatan kecil yang kerap kita lakukan tanpa kita sadari dan bahkan kita menganggapnya bukan suatu kesalahan. semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan jahat besar maupun kecil. tidak jarang kita terjebak atau terdorong untuk memperturutkan kecenderungan jahat itu. Dengan mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Kuasa atas semua jiwa manusia. Misalnya saja. dan jika ada yang mencoba melanggar aturan alami itu. “alhamdulillaah”. sudah sepantasnya kita tak lagi bingung mengendalikan diri. Tetapi pada kenyataannya energinya seringkali habis hanya untuk menelorkan dan membahas wacana-wacana besar itu dan tidak sampai pada aktualisasi ide. Maka bukan tak mungkin kita mampu mengubur potensi jahat (setani dan hewani) dalam diri ini dan membiarkan karakter kebaikkan memenuhi setiap relung jiwa ini. Padahal sabar dan memberi maaf jauh lebih terhormat untuk kita lakukan. Atau seketika marah terhadap perlakuan orang yang mungkin tidak disengaja. Anda bisa saja melompat namun mungkin kaki anda akan terkilir . Na’udzubillah summa na’udzu billah. selanjutnya terserah.

Jangan hanya memiliki jam tangan karena kita akan terjebak pada rutinitas yang melelahkan tanpa tujuan (cita-cita) yang jelas namun waktu yang ada habis tanpa hasil yang signifikan. Karena kita hanya akan sibuk menentukan tujuan tanpa melakukan apaapa karena kita tidak pernah tahu kapan harus memulai. Beberapa tahun kemudian. pesan mulailah dari diri sendiri bermakna bergerak. bekalilah diri ini dengan jam penunjuk waktu dan kompas sebagai penunjuk arah (tujuan). kemudian tumbuh sebagai anak lincah yang baru bisa berjalan satu-dua langkah. selain pengetahuan. Jangan puas dengan pekerjaan yang ringan-ringan saja. Juga tidak mengalami tantangan baru. Berpikir besar tentang semua idealisme tanpa memulainya dengan hal-hal yang kecil. Ketika besar. Jangan pula hanya melengkapi diri dengan kompas tanpa jam penunjuk waktu. Orang lain sudah sampai di tujuan kita masih tertinggal di landasan. Oleh karenanya. Bahwa manusia harus menjaga keseimbangan dalam segala hal. jelas membuat kita menjadi kerdil. Arti kata 'mulai' berarti melakukan sesuatu yang tidak berhenti disitu. sebelum memaksakan sesuatu yang diluar cakrawala kita. Padahal setelah melempar batu. ia mulai sekolah. itu suatu keniscayaan terhadap signifikansi hasil yang bakal diraih. Anda bisa juga berbicara dengan bebasnya meski anda sendiri pun tidak jelas apakah memahaminya atau tidak. Tidak ada sesuatu yang baru. tapi jangan salahkan kalau orang lain hanya akan mengangguk didepan anda sebelum kemudian perlahan meninggalkan anda. tentu ibarat calo di terminal bis kota. Bertambahlah pengetahuannya dari yang sudah ada sebelumnya. Ia dimulai dari seorang bayi merah tanpa daya apapun. bahwa tidak ada manusia yang langsung terlahir besar. dan meminta temannya mengambilkannya. atau pohon besar yang menghalangi. Demikian halnya dengan pekerjaan. melakukan hal yang kecil terlebih dulu sebelum mencoba sesuatu yang besar. Menikmati pekerjaan rutin yang kecil dan cukup puas dengan hasil yang didapat ternyata juga terkadang membuat hati mendengki terhadap orang-orang yang berhasil karena hidup dinamis dan berani bergerak (maju). sebelum mencicipi kenikmatan dari hasil kerja berat. kemampuan motoriknya juga lebih sempurna. bisa berupa angin kencang yang menghambat laju batu. Jadi ketika sudah melakukan hal yang kecil. Berada pada posisi aman dan tidak berani mencoba tantangan baru. Dan seterusnya seperti itu. Sesuai dengan proses kejadian manusia. kerjakan dulu yang terjangkau tangan. Namun yang perlu diingat. mengangkat yang ringan terlebih dulu sebelum yang berat. Ini mengajarkan kita untuk senantiasa bergerak dan tidak puas berhenti disatu tempat mengulangi rutinitas yang sama. Sebaiknya kita tidak seperti seorang anak kecil yang melempar batu jauh ke depan. dan jelas tidak berkembang. semestinya kita berlari menuju dimana batu terjatuh dan kemudian melemparkannya kembali ke depan. cobalah sesuatu yang lebih besar.atau patah. Sehingga di medan lemparan berikutnya bukan tidak mungkin kita menemui hambatan yang berbeda. Dan melangkahlah keluar menembus cakrawala agar menghabiskan waktu hidupnya dari perkembangan ke perkembangan berikutnya. .

Padahal jelas-jelas Allah memerintahkan kita untuk menjadi ummatan wasathan. semakin kehabisan akal bagaimana caranya keluar dari gua yang tertutup batu besar yang secara logika tak mungkin digeser meski dengan mengumpulkan seluruh kekuatan mereka bertiga. “Ya Allah. bahwa untuk meminta sesuatu yang lebih dari Allah. tak ada lagi yang sanggup menolong mereka kecuali Allah semata. bila mereka harus mati terperangkap didalam gua tersebut maka berakhirlah langkah dakwah yang sudah sekian tahun dijalani. Kisah diatas mungkin sudah sangat sering kita mendengarnya. seharusnya pula ada nilai lebih yang sebelumnya kita persembahkan kepada-Nya alias tidak meminta dengan tangan kosong. Mereka pun sedih. tubuh semakin lemah. Allah yang Maha Kuasa tempat manusia meminta pertolongan. Diangkatnya Yusuf sampai derajat yang mulia. Tapi kami merasa belum cukup sebagai bekal menghadap-Mu. biarkanlah kami keluar dari gua ini …”. Wallahu’a’lam. Cerita yang sangat sederhana yang memberikan satu pelajaran bagi kita. sekian tahu sudah kami memperjuangkan agamaMu. Lihatlah pelajaran bagaimana para nabi Allah yang sangat dekat pertolongan Allah karena amal sholeh mereka yang membuat Allah tersenyum. insya Allah berawal dari kesabarannya memilih penjara demi menghindari maksiat. termasuk ayahnya sendiri. atas izin Engkau. dan seterusnya sampai permintaan yang sama dari orang ketiga hingga mereka akhirnya bisa keluar dari perangkap gua tersebut. agar diri ini senantiasa menyeimbangkan posisi dan keadaan.Tiga orang pemuda yang terperangkap dalam sebuah gua. Api yang kehilangan panasnya sehingga tak membakar tubuh Ibrahim kecil. Satu persatu dari mereka berdo’a seraya ‘mempertaruhkan’ semua amal dakwah dan perjuangannya bagi agama Allah selama ini. Maka tak ada jalan lain mereka pun berdo’a dan meminta kepada Allah agar diberikan kesempatan untuk bisa keluar dari dalam gua. tetapi juga tetap menjaga jarak untuk tidak merasa sejajar dengan Yang Maha Tinggi agar tidak menjadi takabur. berakhir pulalah kesempatan untuk menambah amal shaleh di dunia. Tidak jatuh terpuruk dan terus menerus berkubang dengan kesulitan. atau bahkan lama sekali kita tak mendengarnya. Dalam kondisi demikian. Kemudian satu do’a terucap. mengajak orang-orang mencintai-Mu. insya Allah karena keberanian dari Ibrahim menentang praktek syirik kaumnya. bahwa ada saat-saat Allah begitu cintanya kepada hamba-hamba yang mencintai-Nya sehingga keadaan sesulit apapun bisa menjadi mudah atas pertolongan Allah. Wallahu a’lam bishshsowaab (Bayu Gautama) Etika Meminta Publikasi 06/09/2002 08:40 WIB eramuslim . beberapa celah batu itu bergeser. selain juga satu hikmah lain. Namun jika yang Engkau ridha terhadap amal kami yang masih sedikit itu Ya Allah. Dan masih banyak contoh lain yang membuktikan janji . Sementara bekal makanan pun sudah menipis.

Rasulullah menghadiahi sebuah do’a kepada Nusaibah binti Ka’ab al Maziniay dan keluarganya agar dijadikan orang-orang yang menemani beliau di surga. adakah sekian waktu." Kini kembali kepada diri kita. Menjelang perang Uhud dimulai. mungkin kita perlu menengok ke dalam diri ini. Mungkin kita terlalu lemah sehingga terlalu cepat mengeluh dan meminta. barangsiapa menolong agama Allah. ketika do’a tak lagi terkabul. hal berat terasa ringan dan segala harapan insya Allah terwujud. Sudah berapa banyak amal shaleh yang kita perbuat. sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melihat kamu bekerja”. menjadi anak yang menyenangkan lagi dibanggakan. Hal lain yang perlu diperhatikan tak bukan adalah kedekatan diri ini kepada Sang Maha Pemberi. Padahal apa yang kita kerjakan belumlah maksimal. Nusaibah sendiri harus menderita dengan dua belas tusukan yang salah satunya mengenai lehernya. Tentu karena Nusaibah bukan wanita sembarangan. apalagi memperhatikan kita. bersama suaminya Zaid bin Ashim dan dua anak lelakinya mereka bertempur habis-habisan bersama Rasulullah di medan perang Uhud.Allah. karena ia bersama Mush'ab bin Umair -yang kemudian menemui syahid setelah mendapatkan puluhan tusukan di tubuhnyamenghadang Qam'ah. "Tidaklah aku menoleh ke kanan dan ke kiri pada peperangan Uhud melainkan aku melihat Nusaibah berperang membelaku. Dan karena itulah segala kesulitan menjadi mudah. jangan pernah membayangkan Allah mendekat. bisa jadi ada yang perlu kita perbaiki dari sikap mental diri ini. Selain itu. Bahkan tidak meminta pun akan ditawarinya sesuatu yang lebih. ketika permintaan-demi permintaan seperti tak didengar oleh Allah. Bahkan Nusaibah tak gentar meski suami dan dua anaknya sudah gugur di tengan pertempuran. Contoh paling sederhana adalah seorang anak kecil yang meminta uang jajan kepada orangtuanya. Tapi jika lidah ini pelit mengeluarkan pujian. Muhammad:7). Sebaiknya. tunjukkan terlebih dulu kesungguhan berusaha. mungkin hampir tidak ada alasan bagi orangtua untuk tidak memberinya. orang yang dipersiapkan membunuh Rasulullah dalam perang tersebut. Jika anak itu baik. dan tatkala airmata tak juga membuat Allah tergerak untuk menghulurkan kasih-Nya. maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya (QS. berbakti kepada orangtua. tidak banyak keringat yang mengucur. Pujilah Allah dengan sesering mungkin menyebut nama-Nya dan mengingati-Nya dalam keadaan apapun. “Bekerjalah kamu. harta dan kemampuan yang kita miliki ini bernilai dimata Allah karena atas dasar cinta kepadaNya kita penuh semangat menolong agama Allah. karena dengan begitu Allah akan senang dicintai hamba-Nya. . Semakin dekat diri ini kepada-Nya semakin Ia melihat dan memperhatikan segala urusan kita. baru kemudian meminta bantuan Allah untuk menyempurnakan hasil yang sebenarnya dari usaha sendiri. Bagaimanapun Dia akan semakin cinta kepada siapa yang semakin mencintai-Nya. sudahkah nilai lebih tertoreh didiri ini sehingga Allah pun dengan bangga menjadikan kita bagian yang dikasihi-Nya. Banyak berdo’a (meminta) tanpa ada usaha yang sungguh-sungguh juga rasanya tidak lebih baik ketimbang mereka yang menyeimbangkan keduanya. tenaga.

adalah orang yang pertama mempercayai Rasulullah Saw melakukan perjalanan Isra’ dan mi’raj. Problem kemiskinan yang terus mendera bangsa ini juga bakal bisa di atasi. Sehingga kelak Dia dengan segala kekuasaannya akan menggantikan yang demikian itu dengan generasi baru yang mencintai Allah dan Allah pun mencintainya. “Nabi Saw bersabda: “Carilah Aku (Allah) pada golongan orang-orang lemah karena sesungguhnya kamu diberi rizki dan pertolongan melalui golongan orang-orang lemah itu. Disamping itu. Ahmad. bagi kita yang hidup hari ini sangat bagus untuk mampu mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuat Rasullah Saw dan para sahabatnya. bahwa orang-orang yang tidak sungguh-sungguh berusaha akan tertinggal dan tertindas. Abu Bakar adalah termasuk sahabat yang rela mengorbankan hartanya 100 persen untuk Islam. Namun.” (HR. Bilal bin Rabah. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh para sahabat itu dapat muncul karena mereka mempunyai kekuatan aqidah yang kokoh. insya Allah kalimatullah akan tegak. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak Publikasi 20/08/2002 09:31 WIB eramuslim .Manusia yang terbaik adalah manusia yang bernilai manfaat bagi manusia lainnya. dipuji makhluk baik yang ada di langit (malaikat) maupun di muka bumi. kata Abu Bakar. Sehingga perjalanan dakwah Rasulullah Saw betul-betul ditopang oleh pondasi yang kokoh dari para sahabat. Setiap detik waktunya tidak akan terbuang sia-sia. Sehingga setiap gerak langkah yang dilakukannya itu betul-betul diperuntukkan demi tegaknya kalimat Allah. Oleh karenanya. dan masih banyak lagi. Abu Daud. Kenapa. jernih dan baik terhadap syahadatain. Ali bin Abi Thalib. . Mereka sangat disegani lawan maupun kawan. “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya”. tahan banting. akan digunakan untuk meraih amalan terbaik sehingga sahamnya diakhirat menjadi besar. Mengenai hal ini. karena setiap orang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk menunjukkan akhlak mulianya. Laa Ilaha Illallah. Usman bin Affan. ia berkata. mereka yang tidak mendekat kepada Allah akan semakin jauh terseret kepada kejahatan dunia yang itu jelas-jelas semakin menjauhkan dirinya dari perhatian Allah. kuat. Abu Bakar misalnya. Hanya dengan amalan terbaiklah kita akan bertemu dengan Allah Swt. Sehingga terkenallah ia dengan julukan asshiddiq (benar). Penampilan manusia terbaik ini telah ditujukkan oleh para generasi awal sahabat (assabiqunal awwalun). Jika saja setiap umat Islam yang ada di bumi nusantara ini berakhlak seperti Rasulullah dan para sahabatnya. Abu Darda ra. Bukhari.Hukum Allah selalu bermain. Umar bin Khattab. Kekuatan aqidah yang bersumber dari pemahaman yang jelas. terlebih pertolongan-Nya. Di dalam sejarah tersebutlah nama-nama seperti: Abu Bakar Shiddiq.

Dengan harapan akan dapat berkarya produktif setelah pendidikannya selesai. adalah orang yang pertama mempercayai Rasulullah Saw melakukan perjalanan Isra’ dan mi’raj. Abu Bakar adalah termasuk sahabat yang rela . Berikanlah bantuan kepada orang-orang lemah dengan semata-mata ikhlas karena-Nya. bagi kita yang hidup hari ini sangat bagus untuk mampu mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuat Rasullah Saw dan para sahabatnya. Kebangkitan dan kekuatan mereka akan berkelanjutan bila ditopang dan dilandasi oleh aqidah (keyakinan) yang kuat. Dengan keempat perbekalan di atas diharapkan golongan lemah menjadi bangkit dan kuat. Melalui pelatihan diharapkan mereka menjadi paham dan mampu untuk bekerja secara mandiri. Kedua. Disamping itu. Dari sisi ekonomi. berusaha dan menegakkan kalimatullah. yang tidak putus asa di dalam berjuang. Usman bin Affan. Sedangkan modal kerja adalah dana yang akan digunakan untuk keperluan rutin (operasional usaha). memberikan bantuan modal untuk usaha yang produktif. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat. antara lain. Keempat. dan masih banyak lagi. Ketiga. Modal investasi berupa alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang usaha. dipuji makhluk baik yang ada di langit (malaikat) maupun di muka bumi. Jangan sampai ada udang dibalik batu. banyak cara yang bisa diterapkan dalam membantu orang-orang lemah. Oleh karenanya. Bilal bin Rabah. Penampilan manusia terbaik ini telah ditujukkan oleh para generasi awal sahabat (assabiqunal awwalun). memberikan beastudi (beasiswa) kepada salah satu anggota keluarganya (anak). Sehingga terkenallah ia dengan julukan asshiddiq (benar). merekrut mereka menjadi tenaga kerja pada usaha yang sedang dijalankan sendiri. Pertama. Laa Ilaha Illallah. cara memberdayakan golongan lemah dapat ditempuh dengan berbagai macam jalan. Apalagi godaan jabatan di pentas politik yang selalu menggoda.Ibnu Hibban. Dengan membantu orang-orang lemah sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya tentu nilai amalan akan meningkat. Abu Bakar misalnya. Di dalam sejarah tersebutlah nama-nama seperti: Abu Bakar Shiddiq. Modal usaha dapat berupa modal investasi dan modal kerja. Mereka sangat disegani lawan maupun kawan. dan hakim). Sehingga perjalanan dakwah Rasulullah Saw betul-betul ditopang oleh pondasi yang kokoh dari para sahabat.com) Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak Publikasi 20/08/2002 09:31 WIB eramuslim . Umar bin Khattab. Dalam konteks era sekarang ini. (Efri S Bahri/efrisb@yahoo. bahwa semua yang telah dan akan terjadi itu sematamata kehendak Allah Swt. Yang penting adalah bantuan itu diniatkan semata-mata karena Allah bukan karena ada faktor yang lain. memberikan bekal keterampilan melalui training (pelatihan).Manusia yang terbaik adalah manusia yang bernilai manfaat bagi manusia lainnya. Tugas kita adalah berusaha semaksimal potensi yang telah diberikan-Nya. Ali bin Abi Thalib.

Problem kemiskinan yang terus mendera bangsa ini juga bakal bisa di atasi. tahan banting. Sedangkan modal kerja adalah dana yang akan digunakan untuk keperluan rutin (operasional usaha). Berikanlah bantuan kepada orang-orang lemah dengan semata-mata ikhlas karena-Nya. insya Allah kalimatullah akan tegak. memberikan bantuan modal untuk usaha yang produktif. antara lain. Dengan membantu orang-orang lemah sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya tentu nilai amalan akan meningkat.mengorbankan hartanya 100 persen untuk Islam. dan hakim). Bukhari. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh para sahabat itu dapat muncul karena mereka mempunyai kekuatan aqidah yang kokoh. Hanya dengan amalan terbaiklah kita akan bertemu dengan Allah Swt. Kedua. Abu Darda ra. Dalam konteks era sekarang ini. Ketiga. Dari sisi ekonomi. memberikan beastudi (beasiswa) kepada salah satu anggota keluarganya (anak). kata Abu Bakar. akan digunakan untuk meraih amalan terbaik sehingga sahamnya diakhirat menjadi besar. Melalui pelatihan diharapkan mereka menjadi paham dan mampu untuk bekerja secara mandiri. banyak cara yang bisa diterapkan dalam membantu orang-orang lemah. Modal investasi berupa alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang usaha. . cara memberdayakan golongan lemah dapat ditempuh dengan berbagai macam jalan. Kenapa. Mengenai hal ini. Jangan sampai ada udang dibalik batu. “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya”. Kebangkitan dan kekuatan mereka akan berkelanjutan bila ditopang dan dilandasi oleh aqidah (keyakinan) yang kuat. memberikan bekal keterampilan melalui training (pelatihan). karena setiap orang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk menunjukkan akhlak mulianya. “Nabi Saw bersabda: “Carilah Aku (Allah) pada golongan orang-orang lemah karena sesungguhnya kamu diberi rizki dan pertolongan melalui golongan orang-orang lemah itu. Abu Daud. Sehingga setiap gerak langkah yang dilakukannya itu betul-betul diperuntukkan demi tegaknya kalimat Allah. Dengan harapan akan dapat berkarya produktif setelah pendidikannya selesai. Namun. Kekuatan aqidah yang bersumber dari pemahaman yang jelas. Setiap detik waktunya tidak akan terbuang sia-sia. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat. Tugas kita adalah berusaha semaksimal potensi yang telah diberikan-Nya. Pertama. jernih dan baik terhadap syahadatain. Keempat. bahwa semua yang telah dan akan terjadi itu sematamata kehendak Allah Swt. Modal usaha dapat berupa modal investasi dan modal kerja. merekrut mereka menjadi tenaga kerja pada usaha yang sedang dijalankan sendiri. Dengan keempat perbekalan di atas diharapkan golongan lemah menjadi bangkit dan kuat.” (HR. Yang penting adalah bantuan itu diniatkan semata-mata karena Allah bukan karena ada faktor yang lain. Jika saja setiap umat Islam yang ada di bumi nusantara ini berakhlak seperti Rasulullah dan para sahabatnya. Ibnu Hibban. Ahmad. Laa Ilaha Illallah. Apalagi godaan jabatan di pentas politik yang selalu menggoda. ia berkata. kuat.

Tidak seperti orang-orang di dalam kendaraan yang asyik merokok tanpa peduli kesehatan orang lain. sakit. tidak bermaksiat dibumi Allah. tentu sudah sangat hapal dengan kalimat “Sesuaikan pakaian anda dengan lingkungan pesantren” yang tertera di papan peringatan. dan si alim mempersilahkannya dengan beberapa syarat. satu peringatan untuk senantiasa berada pada lingkungan yang baik.yang tidak putus asa di dalam berjuang. anda juga akan temui himbauan dengan kelimat yang hampir serupa. Jakarta. menjadi orang beriman dan bertaqwa saja tidaklah cukup. (Efri S Bahri/efrisb@yahoo. Sebenarnya tanpa harus dibuat papan himbauan seperti itu. dan perbuatannya tidak dilihat Allah. Artinya. Kita tentu sangat merindukan satu lingkungan yang kondusif bagi perlindungan keshalehan dan menjaga pertumbuhan keshalihan anak-anak. Tapi kenapa ada peringatan itu. Lingkungan dimana orang-orang didalamnya mengkedepankan kewajiban. melainkan birahi. Laa Ilaha Illallah. Ini seperti diingatkan Allah dalam firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman. kalau bermaksiat jangan ambil nikmat dari Allah. orang beriman dan bertaqwa tetapi ketika berada di lingkungan yang rusak. Di beberapa masjid besar seperti di Al Azhar Kebayoran Baru. rusak.Anda yang pernah mengunjungi beberapa pesantren di Indonesia. bertaqwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (QS. At Taubah:119). Kenapa begitu pentingnya Allah memperingatkan hamba-Nya untuk menciptakan lingkungan yang Islami? Tentu kita bisa mengambil pelajaran dari orang-orang shaleh terdahulu yang tetap istiqomah dalam keshalihannya karena mereka senantiasa bersama . dan masih banyak lagi. Karena.com) Ciptakan Lingkungan Islami Publikasi 19/08/2002 08:31 WIB eramuslim . Nampaknya himbauan semacam itu baik jika dipasang di lebih banyak tempat. lebih dari itu. berusaha dan menegakkan kalimatullah. mengingat semua tempat dimanapun dimuka bumi ini sebenarnya sangatlah tidak layak untuk diwarnai dengan tampilan-tampilan yang tidak mengenal norma agama. orangpun seharusnya sadar bahwa tidak mungkin mengenakan pakaian yang tidak sopan (tidak menutup aurat) di lingkungan seperti pesantren atau masjid. Maka kemudian seharusnya ada gerakan untuk memasang peringatan-peringatan yang tidak sekedar urusan penyesuaian penampilan. menghormati hak orang lain disaat menjalankan haknya. atau wanitawanita yang berpakaian seminim-minimnya dengan menampilkan lekuk tubuhnya yang sejujurnya tidak sedikitpun mengundang simpati. Ada yang pernah bertanya kepada seorang alim perihal diizinkannya ia berbuat dosa. cucu dan seluruh generasi ke depan. bukan tidak mungkin daya imun-nya habis dan lama-kelamaan tergerogoti hingga akhirnya ikut sakit. tentu karena masih ada orang-orang yang ‘tak tahu diri’ dan merasa innocent dengan penampilannya yang tidak sesuai pada tempatnya.

Antara cita-cita yang menggebu dengan kecemasan seperti bertarung memposisikan diri untuk bersemayam mendominasi perasaannya. peraturan dan persaingan di dalam kelas. Bahwa cobaan orangorang beriman itu ada dua hal. Allah mengingatkan kita untuk tetap bersabar dalam menetapi kebenaran itu.Ibarat seorang anak yang baru pertama kali memasuki dunia sekolah. bahwa ujian itu bisa datang dari mana saja. dalam pergaulan. Inilah juga mungkin hikmah yang bisa kita petik dari ayat terakhir surat Al Ashr. Mau tidak mau. Perasaan yang hampir sama meski tidak terlalu persis juga menggelayuti para pelajar dan mahasiswa yang tengah menghadapi ujian akhir guna membuktikan apakah mereka berhasil atau gagal setelah sekian tahun berkutat dengan buku. Menjaga konsistensi itu bukan perkara mudah. untuk menopang terwujudnya himbauan Allah agar keluarga kita terhindar dari api neraka. lingkungan tempat beraktifitas. Oleh karena itulah kemudian.saudaranya seiman. konsistensi terhadap kebenaran dan kedua. Hingga akhirnya bukan tidak mungkin suatu saat mimpi kita untuk mendapatkan masyarakat Islami menjadi satu kenyataan. resistensi atau tetap bersabar dalam mentaati kebenaran itu. Seperti dingatkan Fathi Yakan. Wallahu a’lam bishshowaab (Abinya Hufha) Jangan Takut Cobaan! Publikasi 15/08/2002 10:46 WIB eramuslim . godaan untuk melewati batas-betas kebenaran itu sangat banyak. “Allah bersama orang-orang yang sabar” Seharusnyalah kita mulai menciptakan lingkungan itu dari diri dan keluarga sendiri. agar nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran. misalnya). Ada yang mengakhirinya secara alami ada juga . cobaan yang kerap bahkan senantiasa datang. suka tidak suka setiap yang hidup pasti melewatinya. jabatan dan lainlain. Karena menjalani hidup itu juga berarti perjuangan melewati seluruh fasenya hingga sampai waktunya kita berhenti dan berakhir. Itulah hidup. masjid-masjid memasang himbauan seperti diatas. Dan tentunya. Konsistensi dan kesabaran akan kebenaran yang tercipta dari dalam rumah kita. Oleh karena itulah anjuran untuk menjadikan kriteria shalihah sebagai kriteria utama dalam memilih pasangan begitu penting. pertama. tidak perlu lagi pesantren. Karena disamping itu. Juga tidak berbeda yang dialami oleh para pelamar kerja yang menjalani test penerimaan calon pegawai. dan menetap. eksekutif yang harus melewati ujian kenaikan jabatan atau para profesional yang mempersiapkan presentasi hasil karya mereka. tidak sedikit pula Allah berikan pelajaran dari tergelincirnya orang-orang yang awalnya begitu shaleh karena terpisahnya mereka dari jama’ah. karena sudah pasti cobaan. bahkan setiap saat. dan masyarakat sekitar. insya Allah akan berbekas kepada tetangga. berbagai perasaan bergelut dibenak dan di setiap rongga dadanya. dari wanita (istri. setiap kesempatan selalu mengintai menunggu saat-saat lengah kita. Begitu juga antara imajinasi keceriaan dunia baru dan bayang-bayang orang-orang asing yang bakal mengelilinginya. dihari pertamanya. penuh dengan segala macam ujian. harta. antara semangat berprestasi dengan phobia ketidakmampuan mengikuti sistem.

Dunia dengan segala keindahannya juga menyimpan tidak sedikit lubang dan celah ujian dimana manusia akan melewatinya. mencaci Tuhan atas dalih ketidakadilan. ada juga yang terus tersenyum meski virus ganas kanker terus menggerogoti satu persatu anggota tubuhnya hingga tak bedanya ia dengan tengkorak hidup. cemoohan dan hinaan yang diterima Nuh as atas keteguhannya. harus mengakhiri hidup dengan terjun bebas dari lantai tertinggi apartemen atau gedung tempat mereka bekerja. datanglah ke rumah sakit. Jepang. Namun di ruang lain. Untuk mudah mengetahui berbagai tipikal orang menghadapi cobaan. meringis menahan perihnya luka. ikhlas menerima dan menjalani cobaan. sehingga menjadikan negeri Sakura itu Macan Asia saat ini. kesabaran Ibrahim as untuk menyembelih Ismail sebagai bukti cintanya kepada Allah setelah bertahun-tahun menunggu hadirnya sang buah hati. Bagaimana pedihnya penderitaan Ayub as atas penyakit dan kemiskinan yang melandanya. ada yang tetap tegar meski waktunya hidup di dunia sudah bisa diprediksikan. kekasih Allah Muhammad saw pun tak hentinya menerima cercaan. harakiri adalah jalan mulia bagi mereka ketimbang menanggung malu. ketidaksigapan serta keteledoran yang terkadang menjadi sifat dasar manusia sering kali menyebabkan mereka kalah. Mungkin ada yang mengira ini terlalu menyederhanakan definisi cobaan hidup.yang ‘mendahului’ waktu sebenarnya dengan mengakhiri hidup ditangan sendiri yang tak berdaya meregang keputusasaan. Bukankah para Nabi Allah selalu mendapatkan cobaan yang teramat berat sehingga mereka menjadi manusia-manusia pilihan. atau menilai keelokan wajah Yusuf as sebagai kenikmatan yang tidak akan dimintai pertanggungjawabannya. Sehingga ketika wajah mereka harus tercoreng oleh satu kegagalan yang dianggap biasa di negara kita. hinaan. intimidasi dan ancaman pembunuhan berkali-kali. mereka yang pernah sukses atau karirnya menjulang. Bahkan sebagian mereka sangat tahu. atau merasa menjadi makhluk yang dihinakan Tuhan dengan penyakit itu. Jangan pernah menganggap kekayaan yang berlimpah yang dimiliki Sulaiman as bukan suatu ujian. hingga kini masih mencatatkan rekor terbesar bunuh diri dan sudah lazim diketahui bahwa sebagian besarnya adalah orang-orang muda yang penuh energik menjadikan prestasi dan kesuksesan diatas segalanya. Bahkan manusia agung. mungkin juga Allah menjanjikan kehidupan yang jauh lebih istimewa di kemudian hari. menangis tak henti akibat penyakit yang tak membaik meski sudah habis semua harta. Lihatlah Adam as yang harus menerima hukuman Allah terlempar ke bumi atas kelalaiannya. negeri yang terkenal dengan semangat hidup pantang menyerah dari masyarakatnya. mereka sabar. dan bisa jadi Sang Maha Adil itu ingin menjadikan mereka manusia-manusia pilihan sehingga (dengan derita itu) diakhir hayatnya tetap ingat dan dekat kepada Rabbnya. Mereka berteriak. atau Dia sedang menguji cinta dan kesabaran hamba-Nya dengan cobaan yang tiada henti. hancur . Anda tidak akan menganggap aneh ketika mendapati orang-orang berdasi. menanggung kekalahan hidup yang memalukan. inilah cara Tuhan memperhatikan makhluk-Nya. anda akan menemui orang yang meraung-raung tak ingin segera mati. Tapi cobalah. Di negara-negara Eropa yang menjadikan kesuksesan bisnis dan profesionalisme sebagai ukuran keberhasilan seseorang. Kelengahan. juga keikhlasan Ismail as atas perintah Allah kepada ayahnya.

untuk menjadikan diri ini manusiamanusia pilihan. dewasa. menikah. Coba ingat ketika pertama kali masuk sekolah. Tidak jarang ada manusia yang hari-harinya habis untuk mengeluh. Mungkin inilah rahasia dari siklus hidup yang mesti dijalani yang telah diatur oleh Sang Khalik semenjak ia menjadikan alam dan seisinya. Awalnya akan merasa canggung. Kepolosannya menandai keiklasan dan kesiapannya mengarungi riak gelombang dunia fana. jangan gentar melawan cobaan. Lalu mengapa harus takut dengan cobaan. kita pasti sanggup melewatinya meski ia sering terlihat sekokoh batu karang dilautan. kita harus saling berpegangan . kebulatan tekad dan visi yang sama menjadikan perjalanan rumahtangga sebagai satu fase yang begitu indah. manusia datang dengan tubuh yang kecil memerah. Tangisan pertamanya didunia seolah memberitahu bahwa ia makhluk lemah. saat seorang pria harus keluar dari ketiak orangtuanya dan berpisah untuk bersatu dengan pasangannya. tapi selangkah kaki ini memasuki halaman sekolah. tumbuh. Di dunia ini.dan tenggelam oleh kehidupan. Tapaki perguliran pagi. agar dapat diambil hikmahnya oleh manusia. dengan persahabatan dalam keimanan. Bahwa ada yang terlahir. mencari nafkah. tanpa daya sehingga membutuhkan bantuan orang lain dalam menjalani hidupnya. Lalu memasuki jenjang pernikahan.Mari lewati lorong waktu. bahkan berusaha menghindar dari ujian yang seharusnya mereka lalui. menyusuri jalan-jalan dunia yang penuh tipu daya. tapi dengan segenap keyakinan yang teguh menempati seluruh sisi benak dan dada ini. Begitu juga saat pertama memasuki dunia sesungguhnya menjadi orang dewasa. kekuatan dua jiwa yang bersatu. namun kebersamaan. meski awalnya dihantui kecemasan. maka seluas mata memandang betapa satu fase hidup bisa kita jalani dengan ceria dan semangat berprestasi. bayang-bayang menjadi pecundang dan kalah bersaing seolah sirna bila profesionalisme dan modal kecerdasan di kedepankan. Wallahu’alam bishshowaab (Abinya Hufha) Bersahabatlah Sampai ke Surga Publikasi 14/08/2002 09:11 WIB eramuslim . Lalu mengapa sekarang banyak manusia yang takut menghadapi cobaan. kebanyakan manusia mungkin lupa (ini juga sifat dasar manusia) bahwa ketika terlahir kedunia tanpa sehelai pakaianpun. petang dan malam. Padahal tidak! Selain karena Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hamba-Nya. Jadi. siang. terus menerus siklusnya tak berubah. dengan kebersamaan. ujian dan cobaan itu tetap menghadang. sejak Dia menciptakan manusia pertama dan menghadirkannya ke dunia. atau saat seorang wanita berpindah dari pelukan hangat ayah bunda kepada satu kerelaan berjalan mengiringi seorang pria pilihannya. sepanas api membara dan sebesar gunung menjulang. tua dan mati. yangpenuh liku. waktunya tersita untuk meratapi betapa dirinya merasa menjadi orang yang paling menderita. Kedepan. Namun tak satupun bayi-bayi mungil itu merasa cemas dan menolak terlahir kedunia yang penuh dengan cobaan ini. kalau sampai hari ini kita masih bisa menjalani hidup berarti kita telah mampu melewati semua fase sebelumnya yang entah disadari atau tidak penuh dengan cobaan.

Ya Allah jangan Engkau sesatkan dia sepeninggalku sampai Engkau perlihatkan padanya kenikmatan yang Engku berikan padaku dan sampai Engkau meridhainya sebagaimana Engkau ridha kepadaku. yang menyebutkan bahwa kita akan dibangkitkan di hari kiamat bersama orang yang kita cintai. Siapa orang yang kita cintai? Siapa orang-orang yang paling dekat dengan kita dalam menusuri hidup ini? Siapa orang yang paling menghiasi ingatan kita? Siapa yang menemani langkah. Pertemuan yang sangat mengesankan dan penuh kegembiraan. “Dan diciptakan manusia itu dalam keadaan lemah. Dia yang mengajakku melakukan kebaikan dan mencegahku melakukan kemungkaran. Dia juga yang menyadarkanku akan pertemuan dengan-Mu.” Sampai kemudian teman akrabnya itu meninggal dunia dan ruh mereka bertemu. Az Zukhruf : 67). Kita tak dapat lolos dari ancaman fitnahnya dengan hanya mengandalkan kemampuan sendiri. kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh kelemahan dan mudah terpedaya. Dikatakan kepada mereka. sesungguhnya fulan adalah teman akrabku. Kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah lah yang akan mengantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. “Pergilah.langkah hidup kita? Orang shalehkah dia? Mengajak pada kebaikan dan keridhaan Allah kah dia? Bayangkanlah persahabatan orang beriman di dunia yang kisahnya berlanjut hingga di akhirat. Merenungklah. seorang diri. sebaik-baik sahabat…” Duhai indahnya. kebersamaan dan persahabatan di jalan Allah lah yang juga akan mengiringi kita pada kebahagiaan akhirat Allah SWT memberitakan bahwa hanya pertemanan atas dasra iman dan takwalah yang abadi. sebaik-baik saudara. sebagaimana digambarkan oleh Ali bin Abi Thalib RA.” (QS. “Ada dua orang mukmin yang bersahabat dan berteman akrab. niscaya engkau akan banyak tertawa dan sedikit menangis. An Nisa : 28) Saudaraku. Seandainya engkau tahu yang Aku berikan kepadanya.” Maka Allah berkata padanya.. Saudaraku. Mari kita mulai dari sekarang. Bersahabat dengan orang-orang yang mendekatkan kita pada ridhaNya… . “Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.tangan. “dDia adalah sebaik-baik teman. “Seluruh pertemanan dan persahabatan yang tidak dilandasi karena Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan.” Maka masing-masing mereka mengatakan.” Begitu juga pesan Rasul SAW dalam haditsnya .” (QS. Kita tak mungkin selamat mengarungi bahtera kehidupan yang sangat luas dengan ancaman badai fitnah ini. Ibnu Kasir mengatakan. Karena. Persaudaraan. “Saling memujilah kalian kepada sahabat kalian. Salah seorang dari keduanya meninggal lebih dahulu dan ia mendapat berita gembira dari surga. Ketika itu ia mengingat teman akrabnya di kala di dunia lalu ia berdo’a : “Ya Allah. dia yang menganjurkanku berlaku taat kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu. Harus.

cukuplah Allah dan Rasul-Nya untuk menjawab pertanyaan Rasulullah tentang apa yang ditinggalkan untuk keluarganya. Kita tentu merindukan orang-orang yang memiliki jiwa dan semangat rela berkorban (asketis) seperti yang pernah diajarkan sekaligus dicontohkan Rasulullah. yang karena itu mereka mau melakukan apapun untuk menolong agama Allah. Bentuk kecintaaan inilah yang ditunjukkan oleh Ali bin Abi Thalib dan juga para sahabat lainnya. Kejadian diatas hanyalah satu dari sekian banyak contoh pergeseran nilai yang semakin terasa nampak sebagai hal yang lumrah di masyarakat kita. wanita atau penyandang cacat. Sikap-sikap serupa juga dicontohkan sahabat lainnya seperti Abu Bakar yang dengan lantang mengatakan. budaya saling tolong atau bahkan memudarnya sifat-sifat humanis di kalangan masyarakat. sehingga sikapsikap itu pun tercermin dalam diri sahabat-sahabat rasul. terutama di perkotaan. Atau keberanian Asma binti Abu bakar mengantar makanan untuk Rasulullah dan ayahandanya di tempat persembunyian di gua Tsur. Dari kecintaan terhadap Sang Khalik itu berlanjut pada kecintaan yang begitu mendalam terhadap sosok manusia yang dimuliakan Allah. rasa kebersamaan.Seorang pemuda serta merta berdiri dan mempersilahkan seorang ibu setengah baya untuk menempati tempat duduknya di sebuah bis kota. Intanshurullaaha yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum. Namun seiring pergeseran budaya dan perubahan tatanan nilai dalam masyarakat kita. lihat saja bahwa ternyata masih banyak pelajar. Abu Bakar menyerahkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan Islam. Maka tidaklah aneh. seseorang akan jauh lebih marah ketika ditegor orang lain yang merasa terganggu oleh asap rokoknya di dalam kendaraan umum. saat menggantikan Rasul tidur di ranjangnya pada malam ketika Rasulullah ditemani Abu Bakar hendak melakukan hijrah. Pada saat itu. pemandangan seperti itu bukanlah hal mengagumkan yang dilakukan orang muda terhadap orang-orang yang lebih tua. Sepuluh tahun yang lalu. Semangat kerelaan berkorban merupakan wujud dari kecintaan kepada Allah. bisa karena hilangnya kepekaan sosial. Hilangnya semangat kerelaan berkorban misalnya. misalnya. misalnya lagi. Kerelaan berkorban (asketisme) yang dilakukan oleh Ali bin Abi Thalib. . mahasiwa atau orang-orang yang sebenarnya masih sanggup untuk berdiri tetap tenang meski seorang jompo atau ibu hamil berdiri menahan beban tubuh disampingnya.Dikutip dari rubrik Ruhaniyat Majalah Tarbawi Edisi 40/Th. seolah hal seperti itu saat ini menjadi barang langka yang jarang ditemui. tidak peduli sebelumnya ia pun harus berlari dan berdesakkan untuk mendapatkan tempat duduk tersebut. Namun tentu bergesernya budaya dan nilai seperti itu jelas ada penyebabnya. barang siapa menolong agama Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. yakni kecintaan terhadap Rasulullah. 4 Miliki Semangat Kerelaan Berkorban Publikasi 07/08/2002 11:47 WIB eramuslim .

ketika sekelompok mahasiswa yang insya Allah terjaga kemurnian perjuangannya merasa terusik saat orangorang yang dipercaya rakyat untuk memimpin dan mengelola negeri ini justru mengkhianati rakyat. jauh lebih penting dimiliki oleh setiap calon pemimpin. bahwa masih banyak para fakir miskin yang memerlukan sisihan sebagian dari harta kita.Dengan segenap cintanya. sesama mukmin bahkan menjadi rahmat seluruh alam. dan juga mereka yang sangat membutuhkan sekedar sandaran atau penyangga berdiri. dan mulai dari sekarang! Satu wujud yang cukup membuat kita tersenyum misalnya. Hanya saja. Ruang publik kita masih cukup terbuka untuk melakukannya. tak perlu menunggu waktu lama untuk memperbaiki sisi-sisi cinta itu dengan membetulkannya kearah yang pernah diajarkan Rasulullah. Jika demikian. kerelaan berkorban itu tercermin dalam sikap-sikap saling bantu. Kesadaran kolektif yang dimiliki itu tentu menjadi contoh bahwa semangat kerelaan berkorban jika dilakukan secara kolektif akan memberikan hasil yang luar biasa bagi sebuah perubahan bahkan peradaban. Wallahu a’lam bishshowaab (Abi Hufha) Tetaplah Berdaya Disaat Krisis Publikasi 02/08/2002 10:16 WIB eramuslim . saat ini kita tidak kehilangan momentum-momentum untuk kembali memiliki atau memperbaiki jiwa dan semangat asketis yang pernah dicontohkan oleh orang-orang mukmin terdahulu itu. sikap-sikap seperti itu akan lebih terasa jika menjadi sebuah kesadaran kolektif dalam menerapkannya.Krisis ekonomi yang mendera negeri Zamrud khatulistiwa ini telah mewariskan penderitaan pada masyarakat. bahwa ada orang-orang lemah yang perlu huluran tangan. Rasulullah mampu menurunkan perasaan cinta Allah dan Rasul-Nya itu menjadi sebuah cinta yang bertebaran menyentuh seluruh ummat. Tentu saja. Rasul-Nya. bahwa kecintaan terhadap Allah. Karena bisa jadi kedepan. Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Jemaluddin Kassum . Bahkan pada November 2001. serta tidak egois dan semena-mena menggunakan hak tanpa mempedulikan hak orang lainnya. bukan sekedar kecerdasan intelektual tapi juga kecerdasan emosi berupa sikap kerelaan berkorban inilah yang jauh lebih dibutuhkan. menyisihkan waktu dan tenaga untuk kepentingan banyak orang sebagai wujud dari Islam rahmat bagi seluruh alam. Maka patutlah sesegera mungkin kita melongok kedalam diri ini. Sesungguhnya. Hal ini ditunjukkan dengan masih signifikannya jumlah penduduk yang miskin. para wakil rakyat pengemban amanah ummat selain prinsip-prinsip berkeadilan yang juga mesti dihasung. dimana kelebihan dari kekuatan yang kita miliki akan sangat berharga bagi mereka. meski bukan menjadi alasan untuk tidak melakukannya mulai dari diri sendiri. adakah besarnya cinta yang bersemayam didalam diri ini masih lebih menguasai rasa akan pemenuhan kepentingan diri sendiri. dan seluruh mukmin sebagai wujud persaudaraan diatas segala kecintaan dan kepentingan terhadap diri sendiri.

“Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan beban yang tidak sanggup kamu memikulnya”. Secara individu. Pertama. misi. (Lihat Kompas. khususnya yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. 53. jumlah penduduk miskin diperkirakan turun dari 65. setiap lembaga baik yang berbasis bisnis maupun kemasyarakatan.7 persen (tahun 2001). Sehingga energi institutional dengan kelengkapan sumberdaya yang dimilikinya. Allah SWT telah memberikan tuntutanan bagaimana cara menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan ini.7 persen (2001). Ketiga.2 persen (2000). 51.1 persen (2002). 13. niat juga akan melahirkan keyakinan bahwa apapun yang telah. kurang lebih tiga per lima (60 persen) penduduk Indonesia saat ini hidup di bawah garis kemiskinan. yakni 27 persen tahun 1999. Niat yang dilandasi dengan keikhlasan akan meningkatkan energi dan motivasi diri untuk selalu berusaha. sebaliknya ada manusia yang tidak sadar bahwa potensi yang . Kendati kenyataannya ingkat kesadaran setiap insan juga terdapat perbedaan.9 persen (tahun 2000).mengingatkan. 8 November 2001) Menghadapi problem kemiskinan tersebut. sedang dan akan terjadi adalah kehendak Allah semata. Potensi dan kekuatan itu akan muncul apabila setiap insan sadar akan eksistensi dirinya. Kempat.1 persen. harus diarahkan untuk mengeluarkan masyarakat dari jeratan kemiskinan.5 persen (2004). “Sesungguhnya apabila kamu sungguh-sungguh pasti akan berhasil”. yakni tahun 1996 yang sebesar 50. percaya bahwa Allah memberikan potensi dan kekuatan kepada setiap insan. ada manusia yang tidak sadar bahwa ia mempunyai potensi. ada manusia yang sadar bahwa potensi yang dimilikinya terbatas.1 persen tahun 1999 menjadi 57.1 persen (2004).6 persen (2002). baik bersifat individual maupun institusional. mesti menggali dan merumuskan prinsip-prinsip institusi yang terdiri dari visi. setiap insan negeri ini mesti mendayagunakan seluruh potensi dirinya. Kedua. 15. Pertama. Sebagai bekal menghadapi tantangan dunia. berniat bahwa bekerja (beraktivitas) semata-mata hanya bertujuan untuk mengabdi kepada Allah SWT. Angka kemiskinan 49.5 persen tahun 2005 ini kira-kira sama dengan level sebelum krisis. Dengan energi itulah akan lahir solusi-solusi kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan. dan 10. sementara 10-20 persen hidup dalam kemiskinan absolut (extreme poverty). ada manusia yang sadar bahwa ia punya potensi.9 persen (2005). program dan kegiatan serta strategi pencapaiannya. Kedua. 55. Sedangkan secara institusional. Angka kemiskinan berdasarkan definisi yang dipakai pemerintah (Badan Pusat Statistik/BPS) sendiri lebih kecil. 12. 56. Di dalam Al-Qur’an. Disamping itu. Jika definisi garis kemiskinan yang dipakai adalah pendapatan 2 dollar per hari. Orang yang sungguh-sungguhlah yang akan mendapatkan nilai terbaik baik dihadapan manusia maupun dihadapan Allah SWT. diperlukan solusi yang efektif dan adaptif dengan kondisi masyarakat. dan 49.4 persen (2003). Oleh karenanya apabila kita ‘bedah’ terdapat empat tipologi manusia.3 persen (2003). 15. dalam arti substansial antara lain.5 persen (2005). 14. Sungguh-sungguh.

Kedua. Kedua. Padahal di dalam diri setiap insan terdapat potensi akal. memenuhi kebutuhan untuk bertahan hidup. Disamping itu. Namun akibat dominasi hawa nafsu dan keserakahan serta keinginan untuk meraup kekayaan. Sehingga tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. mengembangkan potensi ekonomi. Pemberian bantuan hidup ini bisa bersifat charity (amal) dengan tujuan untuk memulihkan kondisi fisiknya. Pengolahan sumebrdaya alam yang tidak baik serta merusak . Solusi Kemiskinan Kemiskinan bukan hanya terjadi sekarang. Ketiga. pemberian charity ini hanya bersifat jangka pendek. karena biaya pengadaan obat-obatan dan perawatan relatif mahal. Dengan keterampilan perencaan menjadi rasional. Sejarah peradaban manusia juga menunjukkan bahwa hanya orangorang yang sadar akan dirinyalah yang mampu eksis menghadapi tantangan dinamika dunia ini. tenaga fisik. Semua yang disediakan alam tersebut mestilah diolah sebaik-baiknya. Oleh karenanya personal yang terlibat di dalam proses pengambilan kebijakan mestilah orang-orang yang bijak. diperlukan strategi sebagai solusinya. Kebutuhan hidup menyangkut kebutuhan darurat seperti makanan pokok. adanya hegemoni penguasa. Namun. kemiskinan karena tidak mampu mendayagunakan potensi diri dan alam yang ada. Allah SWT telah menganugerahkan sumberdaya alam yang berlimpah. salah satunya melalui kebijakan. insting dan lain-lain. penyebab kemiskinan juga beragam. Keempat. kebenaran dan kejujuran. maka tidak semua lapisan masyarakat dapat menjangkaunya.dimilikinya terbatas. Bahkan problem kemiskinan telah mendera sepanjang masa. Dengan ketiga potensi tersebut setiap insan mestinya mampu ‘memeras akalnya’ serta mengolah apa yang ada di alam ini menjadi produk yang bermanfaat. Tujuan yang hendak dicapai adalah bagaimana supaya terjadi peningkatan keterampilan dan keilmuan. Beberapa strategi yang ditawarkan antara lain. supaya tidak terjadi ketergantungan yang berkelanjutan. berbagai upayapun ditempuh. Pertama. meningkatkan kualitas pendidikan. Sehingga mampu untuk berpikir jernih dan berkarya. Pertama. Penguasa negeri yang bijak tidak akan membuat kebijakan yang merugikan masyarakat. Bagi masyarakat yang tergolong fakir dan miskin diperlukan adanya bantuan layanan kesehatan sehingga mereka tetap tegar dan kuat untuk bekerja. Bahkan orang yang sadar akan dirinya pula yang akan kenal dengan penciptaNya. Dengan pikiran jernih banyak hal yang bisa direncanakan. Setiap manusia yang ingin tetap sehat membutuhkan layanan kesehatan. Sehingga keputusan yang diambil betul-betul berada pada koridor penegakan keadilan. memberikan layanan kesehatan. Dengan adanya dua penyebab terjadinya problem kemiskinan tersebut. baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Allah SWT. Hanya saja. Oleh karenanya kesadaran akan diri menjadi sangat penting guna mengembangkan diri. Dengan demikian pekerjaan yang dilakukan betul-betul berdasarkan kapasitas dan kafaah keilmuan dan keterampilan yang jelas.

sebab kita diciptakan dalam keadaan penuh dengan keterbatasanketerbatasan. penuh harapan. Contoh: peternakan. Bahri. harta kekayaan yang melimpah. "Hai manusia. pengharapan seorang hamba kepada Sang Khaliq. doa adalah senjata. Kita juga tidak bisa hanya berusaha saja." (QS Faathir: 15). Karena hanya dengan kekuatan aqidahlah masyarakat akan terbebas dari kemiskinan yang membelitnya. Tiba-tiba kapal yang kita tumpangi oleng ke kanan dan ke kiri karena badai yang tiba-tiba saja datang menghantam. jabatan. pertanian dan perikanan. bagi kita keselamatan menjadi puncak harapan. kamulah yang memerlukan Allah. jangan sampai kemiskinan tersebut menyebabkan imat meninggalkan dienul Islam-nya. doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong. kalau bukan kepada Allah SWT kita meminta? Dibalik kelebihan-kelebihan yang kita miliki. Bayangkan jika kita sedang berada ditengah lautan.Orang bijak mengatakan. tanpa berdoa dan mengabaikan Allah sebagai penentu berhasil atau tidaknya tujuan kita. Doa adalah permohonan. Setiap hamba memang harus berdoa. serta kecantikan? Tentu tidak. untuk itu kita perlu meminta kepada Allah SWT. Apakah yang akan kita lakukan pada saat itu? Masih pentingkah gelar. dan Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) Yang Maha Terpuji. Manusia memang ditakdirkan sebagai makhluk yang paling sempurna dengan segala kelebihan-kelebihannya. namun dibalik kelebihan itu manusia juga memiliki segudang kelemahan. seperti yang difirmankan Allah. Oleh karenanya kehendak untuk mengolah sumberdaya alam mesti dilakukan uji kelayakan. pangkat. pasrah dan ikhlas.keseimbangan alam dan lingkungan tentu akan berakibat akan terganggunya ekosistem alam. doa adalah pintu segala kebaikan. Kita berharap dengan makin maraknya bermunculan institusi pemberdayaan masyarakat. Dengan keempat layanan di atas akan menunjukkan keberhasilan apabila diikat dengan aqidah yang mantap. Namun siapakah yang dapat memberikan keselamatan kala itu. Doa itu intinya adalah ibadah. doa adalah obat. problem kemiskinan dapat ditasi dengan baik.com) Jangan Pernah Berhenti Berdoa Publikasi 30/07/2002 10:16 WIB eramuslim . Nahkoda memberi peringatan tanda bahaya. kita menyimpan kelemahan-kelemahan yang tidak dapat kita tutupi. Sehingga. efrisb@yahoo. tulus. Sehingga potensi alam yang ada betul-betul dapat dikembangkan secara maksimal. kedudukan. Tidak ada tempat kita meminta bantuan karena seluruh alat komunikasi terputus. berdoa dengan penuh kekhusuan. Doa dan usaha adalah dua aktifitas yang tidak bisa dipisahkan. (Efri S. Seluruh hamba sangat bergantung kepada penciptanya. . Kita tidak bisa hanya berdoa saja tanpa melakukan usaha semaksimal mungkin untuk mengapai tujuan kita.

Allah berfirman dalam Al-Quran agar kami berdoa. tetapi perbuatan kalian justru bertentangan dengan keinginan itu. karena doa adalah masa depan kita. apakah kita sedang bahagia atau sedih. tetapi kalian tidak memenuhi hak-hak-Nya. namun sesungguhnya tetap hidup sampai pada satu masa pengadilan Allah yang maha adil memutuskan ketentuannya.Ada sebuah kisah tentang masyarakat Basrah yang waktu itu sedang dilanda kemelut sosial. Hanya saja kalian harus tahu bahwa Allah tidak berkenan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main. Setiap hari kalian membaca ta’awudz. tetapi terhadap kesalahan sendiri kalian tidak mampu melihatnya. tetapi kalian harus yakin akan dikabulkan. tetapi kalian tidak bisa mengambil pelajaran dari peristiwa itu. Kalian selalu mengatakan ingin masuk syurga. Setiap saat kalian menikmati karunia Allah. tetapi kalian tidak mengamalkan isinya. Kami warga Basrah sudah bertahun-tahun berdoa." Apapun persoalan hidup kita. Setipa hari kalian membaca Al-Quran. Katanya kalian takut masuk neraka. "Wahai penduduk Basrah. tetapi nyatanya kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. dan bersabarlah menunggu dikabulkan-Nya (elsandra/el-sandra@lycos. Tidak berhenti hanya sampai disitu. ingatlah sabda nabi. tetapi kalian lupa mensyukurinya. "Wahai penduduk Basrah. tetaplah berdoa kepada Allah. Jangan pernah berhenti memanjatkan doa kepada Allah. Bagaimana mungkin doa kalian akan dikabulkan Allah! Kalian mengakui kekuasaan Allah. "Berdoalah kepada Allah. doa adalah senjata kita. Maka bukanlah kematian yang dinanti oleh yang hidup karena sejak dimulainya hembusan nafas pertama seseorang hingga detik inipun tengah berjalan sampai saatnya melewati satu fase yang bernama kematian itu. Kebetulan mereka kedatangan ulama besar yang bernama Ibrahim bin Adham. Kalian sering menguburkan jenazah saudaramu.Hidup bukan sekedar perjalanan menuju kematian. karena kematian itu sendiri bukan tujuan akhir sebenarnya dari setiap makhluk yang hidup. tetapi kenapa doa kami tidak dikabulkan Allah?" Ibrahim bin Adham menjawab. Perhatikan ada-adab berdoa. Kalian mengakui bahwa maut adalah keniscayaan. "Wahai Abu Ishak (panggilan Ibrahim bin Adham). Masyarakat Basrah pun mengadukan nasibnya kepada Ibrahim bin Adham. karena hati kalian telah mati dalam sepuluh perkara. tetapi kalian justru mencampakkan dirimu sendiri kedalamnya. tetapi kalian meninggaklan pola prilaku sunnah-sunnahnya." Terakhir ia mengatakan. Kalian selalu mengaku cinta kepada rasul. berlindung kepada Allah dari setan yang kalian sebut sebagai musuhmu. Kalian sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. tetapi setiap hari pula kalian memberi makan setan dan mengikuti langkahnya. Doa adalah kekuatan kita.com) Menikmati Hidup Publikasi 29/07/2002 08:43 WIB eramuslim . . melainkan akan terus berlalu melalui salah satu fase berikutnya yakni saat harus mempertanggungjawabkan masa hidup mereka di dunia dan seterusnya. Meski jasad telah mati.

Sesungguhnya bersamaan dengan turunnya anugerah tersebut. Dia sertakan juga pesan bagaimana memanfaatkannya dengan baik. mungkin masih terlalu sedikit atau bahkan kosong sama sekali. Yusuf Nabi yang diberikan nikmat keelokan paras pun memberikan pelajaran bagaimana mensikapi hidup tidak berlebihan. sigap mengumpulkan bekal. Disaat yang sama kita semakin lupa membebani punggung ini dengan bekal perjalanan panjang selanjutnya. lembah yang harus ditelusuri. Kini giliran manusia-manusia dimana kita berada dimasanya. Sebagian kita berpikir memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah hidup di dunia ini untuk dinikmati sepuasnya. didaki. belum tercapai titik klimaks kepuasan sampai kematian yang mengakhiri petualangan pencarian kepuasannya tersebut. Tak sedikit juga pengetahuan akan seberapa dalam dan luasnya lautan yang mesti diarungi. Allah curahkan semua anugerah dan pemberiannya kepada segenap makhluk-Nya sebagai bentuk kasih sayang yang takkan pernah putus untuk dinikmati. masih ada keraguan kita .Hidup adalah satu fase dari sekian fase perjalanan yang dilewati manusia. Seperti pelajaran yang diberikan Allah kepada Sulaiman saat hendak memberi makan seluruh makhluk Allah dengan kekayaan yang dimilikinya. Sekedar mengingatkan. Allah sertakan nikmat kesabaran dan cinta mendalam dari Rahmah istrinya. Hanya saja terkadang ketidakmampuan menangkap makna luas kenikmatan yang diberikan-Nya itulah yang membuat pandangan ini begitu sempit dengan menggambarkan nikmat itu sebatas rupa dan bentuk. serta setinggi apa pegunungan. begitu singkat. Maka kemudian. dan ketidakmengertian akan seberapa berat perjalanan berikutnya itu ternyata masih tak membuat kita bergegas berbenah. ketika Allah menjanjikan surga dan ampunan serta terbebas dari azab-Nya sebagai imbalan dari jihad dengan harta dan jiwa ini. Dia berikan beragam kenikmatan untuk tidak sekedar dinikmati. waktunya hanya sesaat. ketika cobaan penyakit berat menimpanya. benar dan tepat. Padahal kita tak pernah tahu sampai sejauhmana perjalanan menuju akhirat itu. Diwaktu yang sebentar itulah masih banyak kita yang salah dalam memanfaatkan hidup ini. Namun demikian tidak sedikit manusia yang tidak menyadari bagaimana memanfaatkan waktu yang sebentar itu guna mengumpulkan bekal sebanyak dan sebaik-baiknya untuk menempuh perjalanan fase-fase berikutnya yang tak diketahui seberapa panjang lintasan kan ditempuh lengkap dengan terjalnya kerikil dan batu sandungan yang kerap menghadang. termasuk hidup itu sendiri. Cobalah tengok tas bekal yang kita miliki sekarang. melainkan juga diambil maknanya sehingga menyadarkan diri ini untuk bersyukur. Kepada Ayub. bukit. setiap detik waktu yang terpakai dan setiap tenaga yang terkuras semata untuk urusan pemenuhan kebutuhan akan kepuasan yang singkat sesaat. Allah pun tetap memberikan anugerah kenikmatan itu tanpa kecuali. Ketidaksadaran akan singkatnya waktu. atau hikmah dari perintah disembelihnya Ismail oleh ayahanda Ibrahim yang teramat cintanya. setiap jengkal tanah yang terlewati. Rasulullah mengingatkan bahwa menjalani hidup di dunia ini layaknya seperti orang asing atau orang yang sedang menyeberangi suatu jalan.

akan janji itu, meski kita tahu Dialah Yang Maha menepati janji. Saat Allah menawarkan nikmat tambahan untuk rasa syukur kita atas nikmat sebelumnya, ternyata sedikit sekali bibir ini berucap dan memuji-Nya. Juga pertolongan dan peneguhan kedudukan yang sudah pasti diberikan jika kita mau berkorban untuk agama-Nya, namun dimana kita saat Islam membutuhkan uluran tangan dan tetesan darah ini, sedang apa diri ini disaat ummat Islam di belahan bumi lain menjerit menggantang nyawa. Menggelengkan kepala adalah jawaban untuk pertanyaan Allah bahwa nikmat manakah yang kita dustakan, tetapi betapa lebih sering kita justru melupakannya. Padahal ada cara yang diajarkan Rasulullah bagaimana menikmati hidup ini tanpa harus tergelincir kepada nafsu pemuasan yang tak berkesudahan. Bayangkan cara beliau menikmati hidup dengan prinisp secukupnya soal pemenuhan kebutuhan, tidak berlebihan dan bersikap qona’ah. Rasa syukur yang kian hari kian meningkat seiring dengan tak hentinya segala nikmat yang diberikan Allah, pun terlihat dari tak berkurangnya ibadah. Kita masih bisa menambah kenikmatan hidup ini dengan melahap bacaan ayat-ayat Allah serta melafazkan nama-Nya untuk mendapatkan satu nikmat yang tak ternilai, ketenangan jiwa. Istri yang sholeh nan menyenangkan, anak-anak yang membanggakan semakin bertambah nikmat hidup ini jika kita bisa membimbingnya, agar kelak bisa menikmati kebersamaan itu dalam fase kehidupan berikutnya. Bahkan bukan tidak mungkin kesulitan pun menjadi bagian dari kenikmatan hidup ketika kita ridha dan memandang semua ujian adalah cara-Nya untuk berdekatan dengan orangorang shaleh. Sungguh nikmat yang berketerusan, terlebih jika diri ini senantiasa terjaga untuk tetap berada pada jalur kebenaran hingga detik saat Izrail mengetuk pintu, bukankah kita juga merindukan kematian yang dapat dinikmati? Wallahu’a’lam bishshowaab (Hufha)

Bunga-Bunga Kehidupan
Publikasi 25/07/2002 09:19 WIB eramuslim - Salah satu keindahan yang Allah ciptakan untuk dapat dinikmati manusia adalah bertebarannya bunga-bunga cantik nan menyejukkan dengan aroma dan warnawarni yang tak membosankan. Apabila musim semi tiba, perlahan kelopak-kelopak bunga merekah seraya menyemai kecerahan hari. Kuning yang menghangatkan, kesejukkan yang ditawarkan dari warna putih, merah yang menyala-nyala membangkitkan gairah hidup, semua warna, semua aromanya mewarnai hidup menambah semerbak alam tempat berpijak. Tidak hanya bunga-bunga yang demikian yang memang diperuntukkan untuk manusia (juga kumbang sang penikmat bunga tentunya), namun ada banyak bunga yang juga hadir menyemangati hidup, mengiringi langkah ini dan menjadikan hari-hari yang kita lewati begitu indah dan menyenangkan. Dari sekian melati yang bertebaran di bumi ini, ada satu yang terindah yang telah kita petik untuk ditanam di taman hati. Dipupuk dengan segenap cinta tanpa akhir, disirami oleh kasih sayang yang takkan habis dan dipelihara dengan segala bentuk pengorbanan yang tak kenal lelah, maka ia pun senantiasa menjadi bunga

yang menyenangkan hanya dengan memandangnya, membasuh peluh, menghapus lelah ketika disentuh dan menyegarkan seluruh rongga dada ketika mengecupnya sehingga tercipta kedamaian dan ketenangan. Ya, istri atau suami yang sekarang menjadi pasangan jiwa kita adalah bunga kehidupan. Dari melati yang telah dipetik itu, mungkin kan datang Lily, Tulips, Mawar atau bungabunga lain yang semakin meramaikan taman hati ini dengan aroma khas dan warna yang membuat hidup terasa lebih indah. Keceriaan yang dihadirkan anak-anak selaku bungabunga kecil mampu menghiasharumi hati. Mereka, bunga-bunga kecil yang dengan keindahannya membuat kita selalu tersenyum, menjadi pelepas dahaga kedamaian dan pengobat rindu akan kehangatan. Dengan curahan kasih sayang yang tiada henti, sentuhan pendidikan yang tidak memenjarakan kebebasan berpikir dan memasung kreativitasnya, semoga tetap menjadikan mereka bunga-bunga yang dapat dibanggakan, bukan malah menjadi bunga-bunga liar yang berserakan di trotoar dan pinggir jalan. Dengan menghiasi hati mereka akan keagungan nama penciptanya, dan kemuliaan nama Rasulnya, akan menjadikan mereka bunga-bunga yang tak pernah kusut, layu atau bahkan hancur oleh terjangan angin, panas, hujan ataupun buasnya unggas. Ketika beranjak keluar melewati pagar, kita akan menemukan bunga-bunga lain yang tak kalah indahnya, mereka tersenyum dan menyapa dengan hangatnya. Seperti kita yang juga menjadi bunga kehidupan bagi mereka, bunga-bunga diluar pagar itupun hadir memberikan makna kebersamaan dan saling mencintai, memberi juga mengasihi sebagai saudara karena Allah. Jagalah kedekatan, binalah kebersamaan dengan bunga-bunga itu, karena mereka jugalah yang mungkin akan membantu, menolong dan meringankan beban berat ataupun terpaan badai kehidupan. Sebanyak apapun bunga yang kita miliki, jangan juga melupakan bunga-bunga yang telah melahirkan dan membesarkan kita menjadi bunga saat ini. Mungkin bunga-bunga itu sudah mulai layu, atau tangkainya sudah terkulai lemah. Jangan biarkan mereka semakin layu, sirami dengan air cinta meski yang kita miliki tak sebanding dengan air cinta yang pernah mereka curahkan. Jadilah kaki penyangga tangkainya agar kita tetap bisa melihatnya berdiri, segar dan melangkah berdampingan hingga Sang pencipta segala bunga menentukan kehendaknya. Namun ada satu bunga, yang bersemayam paling dalam di lubuk hati ini, yang tak boleh kita biarkan tak tersirami oleh air yang tercipta dari rangkaian indah nama-nama Sang Pencipta segala bunga, dari berdiri, duduk dan sujud yang kita tegakkan, dari senandungsenandung yang menyuarakan ayat-ayat-Nya dan dari rasa berserahdiri akan segala kehendak dan ketentuan-Nya. Ialah bunga kehidupan utama yang tanpanya takkan berarti, takkan terasa indah, takkan menyejukkan aroma bunga lainnya, seindah dan seharum apapun bunga-bunga yang lain itu. Hingga jika bunga utama itu kuat, ia pun akan menguatkan diri ini sehingga teramat tegar menepis duri-duri kemaksiatan yang menyakitkan, atau unggas-unggas kejahatan agar menjauh dari taman hati ini. Dengan keindahan dan kedamaian yang kita tawarkan selaku bunga, kita dapat memperbanyak bunga-bunga baru untuk hadir dan bersama-sama saling menjadi bunga kehidupan di

taman hati masing-masing. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna, teruntuk bungabunga di taman hatiku)

Hidup Penuh Arti
Publikasi 24/07/2002 16:51 WIB eramuslim - Selasa (23/7) dini hari waktu setempat, sebuah serangan udara menghancurkan beberapa bangunan dan menewaskan 12 orang termasuk anak-anak dan wanita, serta melukai 150 orang lainnya. Diantara yang syahid ialah Shalah Syahada, Komandan Izzudin Al Qassam, salah satu tokoh pendiri Hamas. Pria berusia 50 tahun itu menjemput syahid bersama istri dan ketiga anaknya dalam insiden membabi buta militer Israel. Syahidnya tokoh besar Hamas tersebut menimbulkan kemarahan para pejuang Hamas tidak terkecuali anak-anak dan kaum wanita. Hari ini, prosesi pemakaman Shalah Syahada dan sebelas syuhada Palestina lainnya dipadati tidak kurang dari 300 ribu pendukung Palestina. Dilaporkan, puluhan ribu pejuang antri di depan rumah sakit dimana para pejuang yang syahid tersebut disemayamkan untuk ‘berebut’ menggotong jenazah sang syahid. 6 Februari 1993, hujan air mata mengguyur tanah Indonesia. Dalam usia 84 tahun, seorang tokoh besar ummat Islam menghembuskan nafas terakhirnya. Pak Natsir telah pergi, begitu bunyi headline beberapa harian besar di ibukota. Sebagian kita mungkin masih belum bisa melupakan betapa membludaknya iring-iringan massa yang menghantarkan jenazah Mohammad Natsir (Allahuyarham Pak Natsir) ke tempat peristirahatannya. Air mata ini pastilah kan mengalir tatkala mengingat kembali kisah detik-detik menjelang wafatnya Rasulullah Muhammad saw, manusia mulia nan agung yang dicintai segenap ummatnya. Betapa tidak, sampai detik terakhir hidupnya, ketika Izrail, Jibril dan seluruh malaikat berkumpul mengelilingi Rasulullah yang terkulai lemas di pembaringan, beliau masih khawatir akan keadaan ummatnya sepeninggalnya. Pancaran ketenangan pun menyemburat memancar dari wajahnya saat Jibril mengkhabarkan bahwa tidak ada ummat yang akan menginjakkan surga sebelum ummat Muhammad. Meski pada saat bersamaan derasnya sungai airmata mengalir membasahi pipi Fatimah Az Zahra. “Orang besar adalah mereka yang hidupnya untuk (kepentingan) orang banyak, dan ketika mati, ia akan senantiasa dikenang juga sebagai orang besar. Orang kerdil adalah yang hidupnya untuk dirinya sendiri, maka ketika mati ia pun tetap sebagai orang kerdil”. Nasihat yang begitu bermakna yang terlontar dari mulut seorang pejuang muslim pendiri Gerakan Ikhwanul Muslimin, Imam Hasan Al Banna. Setidaknya sang Imam pun membuktikan kata-katanya, puluhan tahun setelah kepergiannya pada tahun 1948 dalam usianya yang masih relatif muda, 42 tahun, oleh terjangan sebutir peluru, hingga kini ia masih tetap dikenang sebagai orang besar yang tidak bisa lepas dari wacana pergerakan dan perjuangan Islam di Mesir dan di seluruh penjuru dunia Islam.

Abdullah Azzam. Selamat Datang Pagi Publikasi 23/07/2002 09:01 WIB eramuslim . mungkin sudah jutaan kata terangkai menjadi puisi-puisi indah tentang pagi. semuanya bermula di pagi hari. Patutlah kita mensyukuri nikmat Allah yang satu ini. Mereka. Dengarlah kicau burung-burung bernyanyi. siapapun yang tetap terlena berselimut tebal. DR. Selamat Datang Pagi. untuk Islam dan untuk Allah. pastilah dia orang-orang yang merugi bahkan kesuksesan pun makin menjauh. Titik-titik embun di dahan berjatuhan membasahi tanah seiring bergulirnya sang mentari menatap bumi. ahli bom pejuang Mujahidin Afghanistan pada masa perang melawan Uni Soviet. dengan segala kekuatan dan izin Allah. masih terdapat antrian panjang calon-calon pengukir sejarah perjuangan kaum muslim. Adakah diri ini dalam antrian panjang tersebut? Wallahu’alam bishshowaab (Abi Iqna). satu bentuk Kemahasempurnaan hasil kreasi Allah dari jumlah yang tak terhingga kemahasempurnaan lainnya yang semuanya diperuntukkan bagi hamba-Nya tanpa mengharap imbalan apapun. pembangkit ghirah. dari Cat Stevens sampai si imut Tasya pun bersenandung pagi. sehingga kematianpun akan sangat berkesan bagi siapapun yang ditinggalkan. Burung-burung hilir mudik terbang kesana kemari mengitari alam.Masih banyak nama-nama besar yang terukir bersamaan dengan gejolak perjuangan ini. Syamil Basayev sang tokoh pejuang Chechnya. Maka. sebaiknya cukup dalam hati saja mengucapkannya. Meski tidak harus memanggul senjata.Entah sudah berapa ratus syair tergubah yang terinspirasi oleh indahnya pagi. pembunuh demotivasi. Binatang-binatang melata ditanah pun menggeliat. Allah menjadikan mereka sebagai penyemangat perjuangan. kicaunya yang tak henti mengiringi kepakan sayap mereka mencari dahan-dahan tempat berpijak untuk kemudian terbang kembali ke sangkar mereka dengan setumpuk makanan di paruhnya untuk diberikan kepada anakanak mereka. Jika saja. mereka teramat tahu . termasuk bagi manusia yang bercita-cita meraih sukses dan kemenangan. setelah sebelumnya unggas lainnya berlomba saling bersahut memecahkan keheningan fajar. Ayatullah Khomeini. sementara sang betina dengan sabar menggiring anak-anak mereka mencari makan. Juga. Maha Suci Allah atas nikmat pagi dengan segala keajaibannya. ayam-ayam jantan sudah menyambut awal kemenangannya dengan lantang di waktu fajar. pastilah Dia akan menambahkan nikmat-nikmat itu. karena pagi begitu memberikan harapan bagi segenap makhluk. memberi isyarat kepada manusia untuk segera memulai hari yang teramat cerah. menjadi orang besar dan senantiasa dikenang sepanjang hayat manusia di bumi Islam karena mereka telah mendedikasikan seluruh hidup mereka untuk ummat. Bahkan jika hamba-hamba itu bersyukur dan memuji. namun mereka telah memberi makna bagaimana hidup penuh arti. Insya Allah. dan juga sebagai inspirasi bagi deretan panjang calon-calon mujahid di seluruh pelosok bumi. pemimpin Revolusi Iran dan masih banyak nama-nama lainnya.

masih adakah manusia yang tetap bermalas dengan badan lurus terlentang merapat di ranjang hangat? Tentu mereka orang-orang yang jauh dari rizki dan kesuksesan. Rasulullah pernah menegur salah seorang dari pengikutnya yang selalu berada di masjid sepanjang hari. bangkitlah segera dan mulailah hari ini dengan penuh semangat karena mungkin saja semangat kita tak berguna lagi di esok hari. Hingga senja pun hadir. Bila mukmin yang satu sakit. Cinta tidak dapat digambarkan tanpa iman. Antara yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Al Ustadz Imam Hasan Al-Banna mengatakan bahwa dengan dua sayap inilah Islam diterbangkan setinggi-tingginya ke langit kemuliaan. baik prestasi dunia maupun prestasi sebagai bekal di akhirat. Kemudian bersegera kembali meneruskan pekerjaan sambil tak hentinya hati dan bibir ini menyebut nama Allah sebagai sumber kekuatan. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna) Indahnya Cinta karena Allah Publikasi 22/07/2002 10:47 WIB eramuslim . bisa jadi ini adalah pagi terakhir yang dapat kita rasa. cinta dan keimanan adalah ibarat dua sisi mata uang. tak berlebihan bila seorang ulama Mesir yang telah syahid. Bekerjalah seolah akan hidup selamanya dan beribadahlah seakan esok ajal kan datang.Sesungguhnya dalam Islam. atau bahkan mungkin esok mentari terbit dari arah yang berlawanan dari arah yang biasanya. dan pada saat-saat yang sudah ditentukan kita duduk bersimpuh. karena boleh jadi kecemerlangan amal dan prestasi hari ini yang tercatat sebagai amal yang menyelematkan kita dari azab-Nya. datangnya pagi hari ini juga wajib kita syukuri karena belum tentu esok kita kan menikmati keindahannya. Oleh karena itu. persatuan ummat akan terbentuk dan permasalah pun akan terpecahkan. Jika memang ini pagi terakhir. semburat cahaya kemerahan yang terlukis di langit menghantarkan kita merenda lelah. Itu berarti. jikalau dengan iman dan cinta. Dengan cinta dan keimanan inilah hati setiap mukmin yang satu dengan lainnya terikat kuat. mengumpulkan tenaga untuk kembali menyambut pagi yang senantiasa menjanjikan harapan. mengadu dan memohon dikuatkan hati dalam menggapai segala harapan. . Ada keseimbangan yang patut dipertahankan dalam hidup ini. dan sentuhan hangat mentari pagi ini juga yang terakhir bagi kita. dan menyuruhnya untuk keluar bekerja mencari nafkah. Selain itu. Sungguh. Dan malam pun tiba menawarkan kesejukannya seiring terpejamnya mata. Karenanya. merapatkan kening diatas bentangan sajadah. maka mukmin yang lain pun merasakan hal yang sama. tentu bukan menjadi alasan untuk menghabiskan hari dengan berpangku tangan tanpa berbuat satu apapun. satu nasihat yang bagus untuk didengarkan. Bagaimana tidak.bahwa tanpa geliat itu mereka takkan mendapatkan rizki untuk bisa bertahan hidup. Dan iman pun tidak dapat dibayangkan tanpa cinta. Raihlah prestasi sebaik-baiknya hari ini. meski waktunya pun tinggal sehari. Mencari rizki maupun mencari ilmu terus menerus tanpa kenal patah semangat untuk memacu prestasi.

sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. ketika orang Anshor ini datang kepada Rasululloh saw. mempunyai rasa empati yang tinggi. laki-laki dan perempuan. betapa para generasi pendahulu kita mempunyai kehidupan yang sangat mulia dan jarang kita temui dalam kehidupan kita saat ini. "Jangan lakukan itu. Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. dan mereka ta’at kepada Allah dan Rosul-Nya. At Taubah : 71). dan tak bisa tidur. Bagian yang satu akan mengokohkan bagian yang lain. beliau rela menginfaqkan seluruh hartanya demi kejayaan Islam. maka seluruh anggota tubuh akan ikut merintih. "kami ridho atas keputusan engkau wahai Rasulullah. mencegah dari yang munkar. matikan lampu. maka yang lain pun akan merasakan kehancurannya. "Saya tinggalkan Allah dan Rasul-Nya untuk mereka. tidurkanlah mereka. "Kalau begitu. menunaikan zakat." Sejarah Islam telah menggoreskan pena emasnya." Dalam kisah lain juga disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw menawarkan kepada para sahabat. "Wahai Rosulullah bagilah menjadi dua tanah yang kami miliki untuk kami dan saudara kami muhajirin"." Karena kedermawanan dan keikhlasan Abu Bakar inilah. Rasulullah menjawab. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. dan selalu mengutamakan kepentingan saudara seimannya daripada kepentingannya sendiri (itsar). Abu Bakar as Shiddiq. misalnya."Dan orang-orang yang beriman. jika bagian yang satu hancur. sepenanggungan dalam suka dan duka. Ketika Rasulullah saw menanyakan pada beliau. "Harta apakah yang kamu tinggalkan untuk anak-anakmu?" Beliau menjawab. "Allah kagum atas perbuatan si fulan dan fulanah. mendirikan sholat. dan saling berempat di antara sesama mereka adalah laksana satu tubuh. bersabdalah beliau." (Qs. Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa suatu hari kaum Anshor datang menemui Rasulullah saw mengutarakan pendapatnya. jika ada sebagian dari anggota tubuh yang sakit. teryata istrinya mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai makanan. saling mengasihi." Pagi-pagi sekali. orang Anshor ini mengatakan kepada istrinya. Maka. Sesungguhnya tanah ini adalah milik kalian". tapi cukupilah kebutuhan mereka dan bagilah hasil panen kepada mereka. tidak apa-apa kita tidak makan pada malam ini. Karena itu. merasakan demam. Dan kemarilah kamu. Sebaliknya. bila anak-anak hendak makan malam. hadits Rasulullah saw juga menegaskan: "Gambaran orang-orang beriman dalam hal saling mencintai. maka Rasulullah saw bersabda: "Tidak ada harta seorang pun yang memberikan manfaat kepadaku melebihi harta Abu bakar." Maka Alloh swt berfirman: . siapakah di antara mereka yang bersedia menjamu tamu Rasulullah saw." Kaum Anshor pun tak kalah tingginya memiliki sifat itsar. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf. kecuali untuk anak-anaknya. Maka kaum Ansor berkata. ketika ia pergi enemui keluarganya. maka salah seorang dari kaum Anshor berdiri dan menyatakan kesediaannya. Hal itu juga tidak lain karena orang mukmin itu laksana sebuah bangunan. Mereka selalu saling tolong menolong. Padahal.

salah seorang di antara pasukan kaum muslimin ada yang berteriak. pasukan musuh sedang menanti mereka dan kematian pun mengitari kepala mereka. ia berkata. Kedua pasukan tersebut saling berhadapan. lalu bagaimana jika kalian membunuh salah seorang saja dari mereka? Pasukan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya. "Bagaimana pendapat kalian menghadapi musuhmusuh kalian. engkau mendahuluiku menuju surga!" Ucapan itu merupakan refleksi kebahagiaan dari seorang mukmin melihat indahnya ‘masa depan’ yang akan dialami oleh mukmin lainnya. atas diri mereka sendiri." Mereka pun akhirnya menceburkan diri bersama kuda-kuda mereka melintasi sungai agar dapat bertempur dengan musuh. Komandan pasukan muslim berkata. tapi ia langsung jatuh tersungkur dan pada akhirnya syahidnya menjemputkan . Akhlaq mulia kaum Anshor dalam mengutamakan kepentingan kaum muhajirin tidak hanya sampai di situ. Posisi antara pasukan kaum muslimin dengan musuh terbatasi oleh sebuah sungai. "Qab (Kantung air bejana yang terbuat dari kayu) – ku……… Qab-ku…jatuh ke air".. Ketika komandan pasukan musuh itu melihat perilaku pasukan muslim. "Jika karena masalah Qab saja mereka sudah seperti itu. justru mukmin lain yang melihatnya lah yang mengaduh kesakitan dan merasakan perihnya ketajaman pedang menembus tubuhnya. "Kita seberangi saja sungai ini. sementara mereka bisa memperoleh perbekalan dan air tanpa harus susah payah? Bagaimana pendapat kalian?" Salah seorang dari mereka kemudian menjawab.Al Hasyr :9). Dalam hadits disebutkan bahwa kaum Anshor berkata kepada kaum Muhajirin agar mereka memilih salah satu dari dua istrinya yang mereka senangi. Tiba-tiba. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). dan mereka pun sibuk mencarinya.. Di depan mereka terlihat pasukan musuh sudah siap siaga untuk menghunuskan pedang mereka. Sifat itsar juga melahirkan refleks-refleks yang tidak dibuat-buat. Ia tidak berteriak atau mengaduh karena sakit.. seakan-akan pukulan itu mengenai dirinya."Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin). seorang mukmin terkena pukulan pedang musuh di tengkuknya. "Salah seorang dari mereka kehilangan Qab-nya.. "Saudaraku.! Berdamai sajalah dengan mareka sesuai dengan apa yang mereka inginkan!" . lalu kita perangi mereka di tempat mereka berada. Sementara. dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin). tapi murni dari hati yang salim (bersih).. Dan ucapan yang terlontar dari mulut mukmin yang mengaduh tersebut adalah." (Qs. Mereka pun sibuk mencarinya. Tetapi yang menakjubkan ketika mukmin itu terpukul pedang tersebut." Komandan ini pun berkata.. Sang komandan pun berkata. "Apa-apaan mereka itu?" Bawahannya menjawab. Kemudian kaum Anshor akan menceraikan istri tersebut lalu menikahkannya dengan istri yang telah diceraikannya itu. mereka itulah orang-orang yang beruntung. Kisah lain yang tak kalah mengesankan indahnya ukhuwah adalah suatu ketika sepasukan dari kaum muslimin keluar untuk berperang. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apaapa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin). dalam satu peperangan dikisahkan. mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. "Carilah dulu Qab milik saudara kalian yang hilang".

Mereka bukan para Nabi dan syuhada’. Rosulullah saw menjawab. Schleidener Strasse 58 52076 Aachen. Insya Allah. serta merasakan perasaan yang sama. 'pancaran ukhuwah' yang demikian tingginya dimiliki oleh mereka.Subhanallah. Dengan demikian. Itulah buah dari persaudaraan dan kesatuan yang diajarkan oleh Rasulullah saw. kadar keseriusan taqarruf (kedekatan) pada Allah. puncak amal ukhuwah Islamiyah. Ceramah-ceramah Hasan Al-Banna. e-mail: nurulha@t-online. dan saling kompromi pada hal-hal yang mubah (boleh) sehingga akan membuat hubungan satu sama lain menjadi lebih harmonis. (Nurul Huriah Astuti. Kemesraan ukhuwah tersebut mereka mulai melalui proses ta’aruf atau saling mengenal. "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah. Sungguh. Setelah dua proses itu berjalan barulah terbentuk sikap takaful yang darinya lahir sifat itsar. sikap takaful (saling membantu) yang mereka lakukan terbentuk karena ada proses lain yang sebelumnya mereka jalin. "Di sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya. Sikap tafahum akan menjaga kesegaran dalam berukhuwah. 20 Juli 1999 M / 7 Robi’ul Akhir 1420 H 3. "Ketika ditanya oleh para sahabat. Hadits Tsulatsa. Kemesraan ukhuwah seperti itu tidaklah terbentuk begitu saja. Gema Insani. demikianlah sejarah kaum salaf telah memperlihatkan kepada kita bahwa kumpulan manusia itu seluruhnya adalah laksana satu tubuh. kemesraan 'pancaran ukhuwah' yang telah dicontohkan oleh generasi dahulu adalah ukhuwah Islamiyah yang tak lapuk oleh waktu dan musim. (HR. karakter. Karena. Puncak tafahum adalah ketika seorang mukmin dengan mukmin lainnya dapat berbicara dan berpikir dengan pola yang sama. kesenangannya. saling bersahabat karena Allah. Germany. dan sebagainya. sekaligus menaklukkan kota itu. Ia juga dapat membuat hati menjadi lembut serta mampu melenyapkan bibit perpecahan. maka akan tumbuh sifat tafahum (saling memahami). walau pun dalam kondisi yang teramat sulit. Bila wilayah ta’aruf telah terbentang. Wallahu’alam bishshowaab. ketika keterpautan hati telah terjalin maka timbul sikap saling toleransi. latar belakang keluarga.de) Sumber : 1. Majalah Tarbawi. Ta’aruf yang baik akan meminimalisir kekeringan dan keretakan hubungan sesama muslim. Di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah-wajah mereka bercahaya. Edisi 2 Th I. patutlah kita bercermin pada generasi awal Islam dan para salafussalih dalam berukhuwah. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4. dan saling kunjung karena Allah". Tirmidzi). melakukan aktivitas yang satu. Intermedia. tetapi para Nabi dan Syuhada’ iri pada mereka. tidaklah sekedar menjadi kisah yang sering kita dengar dan kita baca. Dari mulai fisik. tetapi juga menjadi bagian dari hidup kita. Dan Betapa 'pancaran ukhuwah' saja telah mampu mengalahkan musuh dan memenangkan kaum mukminin. Oleh karenanya. Ia akan panjang usia dan kekal hingga hari akhirat kelak. Jakarta 2000 . Muhammad Nasib Ar-Rifa’I. Februari 2000 2.

"Gantungkan cita-citamu setinggi langit". mereka tahu betul bahwa kita bisa mencitakan diri ini setinggi apapun kita mau. Terlepas dari benar tidaknya cerita diatas. kemudian beliau membuat garis persegi sehingga membingkai gambar tersebut. yang intinya bercerita tentang seorang jagoan kampung yang akhirnya masuk dalam jajaran Ksatria Utama sebuah kerajaan. Bahkan jika tak berlebihan. Para guru kita itu tidak salah. Nabi Allah Yusuf alaihi salam pun memulai segalanya dari mimpi saat ia masih kecil maupun ketika menta’wilkan mimpi seseorang dipenjara. Think Globally Act Locally. kalimat lama yang mungkin tidak asing lagi ditelinga kita. “Saya akan menjadi presiden AS kelak” saat dirinya ditanya sang Presiden tentang cita-cita yang ingin dicapainya. Beberapa puluh tahun kemudian. anda pasti masih ingat pesan klasik yang sering kita dengar keluar dari mulut guru-guru saat di Taman Kanak-Kanak atau sekolah Dasar. ini berkisar tentang seorang anak di Amerika Serikat yang saat masih duduk di bangku sekolah dasar terpilih menjadi Golden Boy atau anak bangsa negeri Paman Sam itu. Masih banyak cerita orang-orang besar lainnya baik itu kejadian nyata maupun hanya cerita-cerita dari film. dialah William Jefferson Clinton atau yang biasa dikenal dengan Bill Clinton. Saat upacara pemberian penghargaan oleh Presiden AS saat itu. masyarakat Jepang seperti mewujudkan mimpi mereka ketika Tsubasa dan kawan-kawannya menjelma menjadi Hidetoshi Nakata. Dari gambar tersebut rasul menarik garis lurus keatas seraya menjelaskan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan garis keatas itu menunjukkan agar manusia tidak berpanjang angan . tidaklah penting untuk diselidiki. sang anak menjawab dengan enteng.Ada satu cerita yang boleh diragukan kebenarannya. Di awal tahun 1990-an pernah beredar satu film yang berjudul First Knight. Dua puluh tahun kemudian. Bukan sesuatu yang jauh dari pandangan. Namun ada syaratnya. Rasulullah pernah mengingatkan para sahabat dengan menggambar seorang manusia ditanah. Orang-orang besar yang kita kenal yang mungkin memulai segalanya dari sebuah mimpi (catatan: mimpi tidak selalu hadir dalam tidur) senantiasa memulai dengan menapaki satu persatu langkah didepan yang paling mudah dilakukan. yang paling mungkin untuk dikerjakan. Justru ada satu cerita lagi yang patut disimak.Bergegaslah Bangun Dari Mimpi Publikasi 19/07/2002 09:07 WIB eramuslim . dan bukan pula yang tidak mungkin bahkan dengan mimpi sekalipun. Inamoto dan sederet anggota tim nasional Negeri Sakura dalam Putaran Final Piala Dunia 2002 yang baru saja berlalu. yakni tentang Tsubasa si pemilik tendangan gledek yang bersama kawan-kawannya. mimpinya terwujud dan dia menjadi presiden ke 42 negara adidaya tersebut setelah sebelumnya menjadi Walikota di negara bagian Arkansas. Misaki dan Wakabayashi menjadi pemain profesional dalam film kartun buatan Jepang tahun 1982. Kemudian yang terpenting adalah visi yang jelas terbentang kedepan yang tapaktapaknya bisa dilalui hingga mencapai apa yang kita cita-citakan. yang terjangkau untuk diraih.

Bergegaslah bangun dari mimpi. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna) . Jelas. karena itu berarti anda masih terus bermimpi. bertekad untuk mewujudkan cita-cita (mimpi) dengan mengerahkan segenap kesungguhan dan melakukannya secara bertahap sangat berbeda dengan berangan-angan tanpa melakukan satu apapun.melewati keterbatasan yang dimilikinya. atau engkau akan kehilangan keindahan yang tengah engkau genggam … (salah satu kalimat dari syair lagu Ebiet G Ade).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful