Abortus

Posted on 24 November 2009 by bidansmart Aborsi (bahasa Latin: abortus) adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang mengakibatkan kematian janin. Apabila janin lahir selamat (hidup) sebelum 38 minggu namun setelah 20 minggu, maka istilahnya adalah kelahiran prematur. Dalam ilmu kedokteran, istilah-istilah ini digunakan untuk membedakan aborsi:
• •

Spontaneous abortion: gugur kandungan yang disebabkan oleh trauma kecelakaan atau sebab-sebab alami. Induced abortion atau procured abortion: pengguguran kandungan yang disengaja. Termasuk di dalamnya adalah: o Therapeutic abortion: pengguguran yang dilakukan karena kehamilan tersebut mengancam kesehatan jasmani atau rohani sang ibu, terkadang dilakukan sesudah pemerkosaan. o Eugenic abortion: pengguguran yang dilakukan terhadap janin yang cacat. o Elective abortion: pengguguran yang dilakukan untuk alasan-alasan lain.

Dalam bahasa sehari-hari, istilah “keguguran” biasanya digunakan untuk spontaneous abortion, sementara “aborsi” digunakan untuk induced abortion.

Pengaturan oleh pemerintah Indonesia
Tindakan aborsi menurut Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) di Indonesia dikategorikan sebagai tindakan kriminal. Pasal-pasal KUHP yang mengatur hal ini adalah pasal 229, 341, 342, 343, 346, 347, 348, dan 349. Menurut KUHP, aborsi merupakan:
• •

Pengeluaran hasil konsepsi pada setiap stadium perkembangannya sebelum masa kehamilan yang lengkap tercapai (38-40 minggu). Pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan (berat kurang dari 500 gram atau kurang dari 20 minggu).Dari segi medikolegal maka istilah abortus, keguguran, dan kelahiran prematur mempunyai arti yang sama dan menunjukkan pengeluaran janin sebelum usia kehamilan yang cukup.

Klasifikasi Abortus
Beberapa tipikal abortus dapat diklasifikasikan sebagai berikut

Abortus spontanea

Abortus insipiens. Syarat-syaratnya: 1. Pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus. semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan. atau berat badan bayi kurang dari 1000 gram. dimana hasil konsepsi masih dalam uterus. Dilakukan di sarana kesehatan yang memiliki tenaga/peralatan yang memadai. agama. Di Indonesia yang dimaksud dengan indikasi medik adalah demi menyelamatkan nyawa ibu. Harus meminta pertimbangan tim ahli (ahli medis lain. Pengelompokan Abortus provokatus secara lebih spesifik: • Abortus Provokatus Medisinalis/Artificialis/Therapeuticus. 3. tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus. abortus yang dilakukan dengan disertai indikasi medik. walaupun terdapat beberapa kasus bayi dengan berat dibawah 1000 gram dapat terus hidup. 4. 6. Dokumen medik harus lengkap. dan tanpa adanya dilatasi serviks. Abortus kompletus. 2. Abortus inkompletus. Prosedur tidak dirahasiakan. Peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu. dalam hal ini dibedakan sebagai berikut: • • • • Abortus imminens. aborsi yang sengaja dilakukan tanpa adanya indikasi medik (ilegal). • Abortus Provokatus Kriminalis. Abortus provokatus Abortus provokatus merupakan jenis abortus yang sengaja dibuat/dilakukan. hukum. Peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat. yaitu dengan cara menghentikan kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar tubuh ibu. psikologi). Pada umumnya bayi dianggap belum dapat hidup diluar kandungan apabila usia kehamilan belum mencapai 28 minggu. Penyebab Abortus Maternal Penyebab dari segi Maternal . Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukannya (yaitu seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan) sesuai dengan tanggung jawab profesi. yang ditunjuk oleh pemerintah. Harus ada persetujuan tertulis dari penderita atau suaminya atau keluarga terdekat. Biasanya pengguguran dilakukan dengan menggunakan alat-alat atau obat-obat tertentu. 5.Abortus spontanea merupakan abortus yang berlangsung tanpa tindakan.

anemia berat 5. Trauma fisik. dll. ketakutan. diabetes 4. misalnya inflamasi dan degenerasi. hepatitis. toxemia gravidarum 5.Penyebab secara umum: • Infeksi akut 1. Infeksi bakteri. Alasan untuk melakukan tindakan Abortus Provokatus Abortus Provokatus Medisinalis • • • Abortus yang mengancam (threatened abortion) disertai dengan perdarahan yang terus menerus. misalnya Syok. Infeksi uterus akibat tindakan abortus kriminalis. dll. 2. misalnya : 1. 2. 4. rubella. timah. Retroversi kronis. Mola Hidatidosa atau hidramnion akut. endometrtis. misalnya malaria. 1. Mola hidatidosa. air raksa. Hubungan seksual yang berlebihan sewaktu hamil. • Infeksi kronis 1. Parasit. Penyakit plasenta dan desidua. hipertensi 2. sehingga menyebabkan hiperemia dan abortus. 2. penyakit jantung 6. 4. atau jika janin telah meninggal (missed abortion). 3. 3. Keracunan. . 3. misalnya keracunan tembaga. Tuberkulosis paru aktif. Radang pelvis kronis. inkompetensia serviks. Gangguan fisiologis. biasanya menyebabkan abortus pada trimester kedua. 6. Penyebab dari segi Janin • • • Kematian janin akibat kelainan bawaan. Penyakit kronis. nephritis 3. Sifilis. virus. misalnya cacar. • Penyebab yang bersifat lokal: Fibroid. misalnya streptokokus.

Epilepsi. Dokter atau tenaga medis lain (demi keuntungan atau demi rasa simpati). Telah berulang kali mengalami operasi caesar. toksemia gravidarum yang berat. menambah anak berarti akan menambah beban ekonomi keluarga. Akibat Abortus Provokatus Kriminalis Komplikasi medis yang dapat timbul pada ibu . Masalah ekonomi. misalnya diabetes yang tidak terkontrol yang disertai komplikasi vaskuler. misalnya penyakit jantung organik dengan kegagalan jantung. Pada kasus seperti ini. Penyakit-penyakit metabolik. dan chorea gravidarum. nephritis. hipertiroid. Orang lain yang bukan tenaga medis (misalnya dukun. Selain itu tidak bisa dilupakan juga bahwa kegagalan kontrasepsi juga termasuk tindakan kehamilan yang tidak diinginkan. Abortus Provokatus Kriminalis Abortus provokatus kriminalis sering terjadi pada kehamilan yang tidak dikehendaki. Gangguan jiwa. di mana ibu tidak cukup sehat untuk hamil. sklerosis yang luas dan berat. Masalah sosial. tuberkulosis paru aktif. misalnya kanker serviks atau jika dengan adanya kehamilan akan menghalangi pengobatan untuk penyakit keganasan lainnya pada tubuh seperti kanker payudara. misalnya khawatir adanya penyakit turunan. Pelaku Abortus Provokatus Kriminalis Pelaku Abortus Provokatus Kriminalis biasanya adalah: • • • Wanita bersangkutan. Prolaps uterus gravid yang tidak bisa diatasi. Ada beberapa alasan wanita tidak menginginkan kehamilannya: • • • • • • • Alasan kesehatan. Hiperemesis gravidarum yang berat.• • • • • • • • Penyakit keganasan pada saluran jalan lahir. Penyakit-penyakit dari ibu yang sedang mengandung. Kehamilan di luar nikah. dan lain-lain. Kehamilan yang terjadi akibat perkosaan atau akibat incest (hubungan antar keluarga). sebelum melakukan tindakan abortus harus dikonsultasikan dengan psikiater. di mana ibu sendiri sudah enggan/tidak mau untuk punya anak lagi. hipertensi. Alasan psikososial. janin cacat. disertai dengan kecenderungan untuk bunuh diri.

Apabila terjadi luka pada ostium uteri internum. dan pada dilatasi serviks tidak boleh digunakan tekanan berlebihan. tetapi jaringan miometrium jangan sampai terkerok. Akibat jangka panjang ialah kemungkinan timbulnya incompetent cerviks. dan diare. muntah. Apabila terjadi luka pada ostium uteri internum. Oleh sebab itu. tekanan darah. penghentian kerja jantung. atau ke kandung kencing. akan tetapi penarikan kuret ke luar dapat dilakukan dengan tekanan yang lebih besar. Akibat jangka panjang ialah kemungkinan timbulnya incompetent cerviks. [sunting] Infeksi Apabila syarat asepsis dan antisepsis tidak diindahkan. penderita harus diawasi dengan seksama dengan mengamati keadaan umum. rasa enek. sehingga menyebabkan kematian. maka bahaya infeksi sangat besar. jika perlu hendaknya dilakukan transfusi darah dan sesudah itu. Komplikasi yang Dapat Timbul Pada Janin: Sesuai dengan tujuan dari abortus itu sendiri yaitu ingin mengakhiri kehamilan. Sisasisa hasil konsepsi harus dikeluarkan. Bahaya lain yang ditimbulkan abortus kriminalis antara lain infeksi pada saluran telur. penghentian pernapasan. Akibatnya. dimasukkan tampon kasa ke dalam uterus dan vagina. atau hipofibrinogenemia. Kerokan kuret dimasukkan dengan hati-hati. maka akibat yang segera timbul ialah perdarahan yang memerlukan pemasangan tampon pada serviks dan vagina. letak uterus harus ditetapkan lebih dahulu dengan seksama pada awal tindakan. Oleh sebab itu. sebaiknya dilakukan laparatomi percobaan dengan segera. dan keadaan perut bawah. [sunting] Perdarahan Kerokan pada kehamilan yang sudah agak tua atau pada mola hidatidosa terdapat bahaya perdarahan. nadi. Jika keadaan meragukan atau ada tanda-tanda bahaya. yang dapat menjurus ke rongga peritoneum. Bahaya perforasi ialah perdarahan dan peritonitis. Sebaiknya kerokan dihentikan pada suatu tempat apabila pada suatu tempat tersebut dirasakan bahwa jaringan tidak begitu lembut lagi. maka akibat yang segera timbul ialah perdarahan yang memerlukan pemasangan tampon pada serviks dan vagina. turunnya hemoglobin. . Luka pada serviks uteri Apabila jaringan serviks keras dan dilatasi dipaksakan maka dapat timbul sobekan pada serviks uteri yang perlu dijahit. ke ligamentum latum. kenaikan suhu. maka nasib janin pada kasus abortus provokatus kriminalis sebagian besar meninggal. itu berarti tindakan abortus gagal dilakukan dan janin kemungkinan besar mengalami cacat fisik. Infeksi kandungan yang terjadi dapat menyebar ke seluruh peredaran darah. [sunting] Lain-lain Komplikasi yang dapat timbul dengan segera pada pemberian NaCl hipertonik adalah apabila larutan garam masuk ke dalam rongga peritoneum atau ke dalam pembuluh darah dan menimbulkan gejala-gejala konvulsi. [sunting] Pelekatan pada kavum uteri Melakukan kerokan secara sempurna memerlukan pengalaman. Apabila terjadi perforasi atau diduga terjadi peristiwa itu. sangat mungkin tidak bisa terjadi kehamilan lagi.Perforasi Dalam melakukan dilatasi dan kerokan harus diingat bahwa selalu ada kemungkinan terjadinya perforasi dinding uterus. karena hal itu dapat mengakibatkan terjadinya perlekatan dinding kavum uteri di beberapa tempat. Luka pada serviks uteri Apabila jaringan serviks keras dan dilatasi dipaksakan maka dapat timbul sobekan pada serviks uteri yang perlu dijahit. Sedangkan komplikasi yang dapat ditimbulkan pada pemberian prostaglandin antara lain panas. Kalaupun bisa hidup.

maka bahaya infeksi sangat besar. naik turun tangga d. Naik kuda berlebihan c. Kalaupun bisa hidup. muntah. Cara – cara Abortus Provokatus Kriminalis Kekerasan Mekanik : 1. Secara garis besar tindakan abortus sangat berbahaya bagi ibu dan juga janin yaitu bisa menyebabkan kematian pada keduanya. Latihan olahraga berlebihan b. penghentian pernapasan. dimasukkan tampon kasa ke dalam uterus dan vagina.Pelekatan pada kavum uteri Melakukan kerokan secara sempurna memerlukan pengalaman. penghentian kerja jantung. Sedangkan komplikasi yang dapat ditimbulkan pada pemberian prostaglandin antara lain panas. Mendaki gunung. berenang. Bahaya lain yang ditimbulkan abortus kriminalis antara lain infeksi pada saluran telur. jika perlu hendaknya dilakukan transfusi darah dan sesudah itu. Lain-lain Komplikasi yang dapat timbul dengan segera pada pemberian NaCl hipertonik adalah apabila larutan garam masuk ke dalam rongga peritoneum atau ke dalam pembuluh darah dan menimbulkan gejala-gejala konvulsi. Umum a. sehingga menyebabkan kematian. Komplikasi yang Dapat Timbul Pada Janin: Sesuai dengan tujuan dari abortus itu sendiri yaitu ingin mengakhiri kehamilan. Infeksi Apabila syarat asepsis dan antisepsis tidak diindahkan. tetapi jaringan miometrium jangan sampai terkerok. Oleh sebab itu. itu berarti tindakan abortus gagal dilakukan dan janin kemungkinan besar mengalami cacat fisik. Sisa-sisa hasil konsepsi harus dikeluarkan. Perdarahan Kerokan pada kehamilan yang sudah agak tua atau pada mola hidatidosa terdapat bahaya perdarahan. Infeksi kandungan yang terjadi dapat menyebar ke seluruh peredaran darah. maka nasib janin pada kasus abortus provokatus kriminalis sebagian besar meninggal. Sebaiknya kerokan dihentikan pada suatu tempat apabila pada suatu tempat tersebut dirasakan bahwa jaringan tidak begitu lembut lagi. Akibatnya. dan diare. rasa enek. Tekanan / trauma pada abdomen . atau hipofibrinogenemia. karena hal itu dapat mengakibatkan terjadinya perlekatan dinding kavum uteri di beberapa tempat. sangat mungkin tidak bisa terjadi kehamilan lagi.

jeruji sepeda b. Permukaan luar dapat cedera dengan pengulangan. Ironisnya. Alat untuk memasang IUD d. Alat merenda. limpa atau pencernaan. Jika sukses melewati saluran dari uterus. uterus biasanya masih dalam kondisi baik. Memasukkan alat-alat yang dapat menusuk kedalam vagina : pensil. Aktivitas hiruk pikuk. Paramedis yang melakukan abortus suka menggunakan kateter yang kaku. Penetrasi dari bawah atau tengah vagina dapat juga terjadi perforasi. usaha yang ceroboh yang berusaha mengeluarkan benda yang terlalu tebal ke saluran yang tidak membuka. Jika digunakan oleh dokter maupun suster. Bahaya dari penggunaan alat adalah pendarahan dan infeksi. telah banyak dilaporkan. 2. Jika cerviks dimasuki oleh alat. Alat sering digunakan dengan cara didorong ke belakang yang orang awam percayai bahwa keadaan cerviks di depan vagina. yang akan merusak peritoneal cavity. mengendarai kuda biasanya tidak efektif dan beberapa wanita mencari kekerasan dari suaminya. Semua alat dapat digunakan dari pembuka operasi sampai jari-jari dari ban sepeda. jika penghisapan tidak lengkap dan masih ada sisa dari hasil konsepsi maka dapat mengakibatkan infeksi. Permukaan dari vagina dapat menjadi rusak dan alat mungkin masuk ke usus bahkan hepar. Alat yang dapat dilalui arus listrik e. yang dapat mengakhiri kehamilan.Wanita cemas akan kehilangan kehamilannya karena olah raga yang berlebih dan mungkin kekerasan yang berpengaruh terhadap janinnya. Aspirasi jarum suntik Metode hisapan sering digunakan pada aborsi yang merupakan cara yang ilegal secara medis walaupun dilakukan oleh tenaga medis. Lokal a. kateter atau alat penyemprot untuk menusuk atau menyemprotkan cairan kedalam uterus untuk melepas kantung amnion c. Tujuan dari merobek kantong kehamilan adalah jika kantong kehamilan sudah rusak maka secara otomatis janin akan dikeluarkan oleh kontraksi uterus. Ini juga dapat mengakibatkan dilatasi saluran cerviks. Tabung suntik yang besar dilekatkan pada ujung kateter yang dapat dilakukan penghisapan yang berakibat ruptur dari chorionic sac dan mengakibatkan abortus. mungkin langsung didorong ke fundus. Akan tetapi orang awam tidak mengetahui hubungan antara uterus dan vagina. Cara ini aman asalkan metode aseptic dijalankan. Perforasi dari dinding vagina atau uterus dapat menyebabkan pendarahan. maka cerviks dapat ruptur dan alat mungkin masuk lewat samping. Sepsis dapat terjadi akibat penggunaan alat yang tidak steril atau kuman . Meninju dan menendang perut sudah umum dan kematian akibat ruptur organ dalam seperti hati. yang mungkin diakibatkan dari luar atau dalam. paku. yang melakukan mempunyai pengetahuan anatomi dan menggunakan alat yang steril maka resikonya semakin kecil.

formaldehid. Santonin. Caulopylin. Permanganat dapat menyebabkan pendarahan vagina dari nekrosis. Sodium sulfate. Pituitrine. yang melalui sistem saraf parasimpatis. Ecbolica : menimbulkan kontraksi uterus secara langsung. Extract secale. Ini dapat membuat dilatasi cerviks. c. Misal : Aloe. b. Misal : Apiol. Mangan dioksida. alat mungkin menyebabkan vagal refleks. Cara kerja ergot : Merangsang alpha 1 receptor pada uterus ↓ Kontraksi uterus yang kuat dan lama . arsenik. yang parah hanya beberapa. Potasium permangat adalah zat yang muncul selama perang yang terakhir dan berlangsung beberapa tahun. Potassium permanganate. Emmenagogum : obat untuk melancarkan haid Cara kerja : Indirect Congesti + engorgement mucosa ↓ Bleeding ↓ Kontraksi Uterus ↓ Foetus dikeluarkan Direct : Bekerja langsung pada uterus/saraf motorik uterus. Ini merupakan mekanisme yang berpotensi menimbulkan ketakutan yang dapat terjadi pada orang yang melakukan abortus kriminalis. potassium permagnat. Ergometrine. Bahaya yang lebih ringan(termasuk penggunaan jarum suntik) adalah cervical shock. Purgativa/Emetica :obat-obatan yang menimbulkan kontraksi GI tract Misal : Colocynth : Aloe Castor oil : Magnesim sulfate. Kekerasan Kimiawi / Obat-obatan atau Bahan-bahan yang Bekerja Pada Uterus Berbagai macam zat yang digunakan baik secara lokal maupun melalui mulut telah banyak digunakan untuk menggugurkan kandungan. dll. Extract pituatary. Semua mempunyai bahaya sendiri. Ergot.berasal dari vagina dan kulit. Borax. Senega. : a. baik dari korosi lokal maupun efek sistemik jika diserap. Pseudomembran yang nekrotik mungkin berasal dari vagina dan kerusakan cerviks mungkin terjadi. dan asam oxalat. yang dapat mengakibatkan cardiac arrest. merkuri klorida. Ini dapat menyebabkan nekrosis pada vagina jika diserap yang dapat mempunyai efek sistemik yang fatal termasuk kerusakan ginjal. Zat yang digunakan secara lokal contohnya fenol dan lysol. Cantharides (racun irritant). Apiol. Exytocin. yang mana dapat membahayakan janin Jenis obat-obatan yang dipakai untuk menginduksi abortus antara lain. dalam keadaaan pasien yang tidak dibius. Beberapa zat mempunyai efek yang baik sedangkan beberapa lainnya berbahaya. 650 kasus dilaporkan hingga tahun 1959.

5. Ballotment (palpasi kepala janin) 5. Nausea-Vomiting 3. Pada kehanilan uterus tumbuh secara teratur. Payudara : hipertrofi mammae. Kontraksi uterus (Braxton Hicks) 4. ferri chlorida Diagnosis kehamilan ditegakkan atas dasar adanya tanda kehamilan. Hukum abortus di berbagai negara dapat digolongkan dalam beberapa kategori sebagai berikut: . Tanda tidak pasti i. Kehamilan usia 32 minggu : setengah jarak pusat ke processus xyphoideus. 4. 3. 2. Pembesaran perut dan uterus. Kehamilan usia 28 minggu : sepertiga jarak pusat ke processus xyphoideus atau 3 jari di atas pusat. Polakisuria 5. Peraturan mengenai hal ini pertama kali dikeluarkan pada tahun 4 M di mana telah ada larangan untuk melakukan abortus. 2. hiperpigmentasi areola. Tanda mungkin (probable signs) ii. Pada palpasi tidak dapat diraba. Malaise 4. apalagi dalam tahun-tahun terakhir ini di mana mulai timbul suatu revolusi dalam sikap masyarakat dan pemerintah di berbagai negara di dunia terhadap tindakan abortus. tetapi selama itu belum ada undang-undang yang mengatur mengenai tindakan abortus. Pada palpasi didapatkan gerakan janin dan teraba bagianbagian janin pada minggu ke 20. Tanda dugaan (presumptive signs) Tanda Pasti Tanda pasti kehamilan antara lain : 1. Pada pemeriksaan USG didapatkan gestasional sac pada minggu ke 4. Kehamilan usia 16 minggu : setengah jarak simfisis ke pusat. Ferro sulfate. 5. Tanda mungkin (probable signs) Tanda mungkin kehamilan antara lain : 1. Dengan tujuan menimbulkan tonik kontraksi pada uterus. 7. Kehamilan usia 36 minggu : pada 1 jari bawah processus xyphoideus. 2. 6. Perkiraan tinggi fundus uteri sesuai usia kehamilan : 1. Pada pemeriksaan Rontgen didapatkan kerangka fetus pada minggu ke 16. Amenore 2.d. Kehamilan usia 24 minggu : tepi atas pusat. Sejak itu maka undang-undang mengenai abortus terus mengalami perbaikan. Perlunakan serviks dan serviks-uterus (Tanda Piscaseck) 3. kecuali jika ada gangguan pada kehamilan tersebut. Potassium bichromate. Hiperpigmentasi kulit 6. 4. HgCl. hipertrofi kelenjar Montgomery. kolostrum (mingggu ke 12). Tanda dugaan (Presumptive signs) Tanda dugaan kehamilan antara lain : 1. kadar β-HCG urine maksimal pada minggu 5-18. Aspek Hukum dan Medikolegal Abortus Povocatus Criminalis Abortus telah dilakukan oleh manusia selama berabad-abad. Tes hormon β-HCG urine. Tinggi fundus uteri sesuai usia kehamilan Uterus pada wanita tidak hamil kira-kira sebesar telur ayam. Striae gravidarum 7. Pada inspeksi didapatkan gerakan janin pada minggu ke 16-18. Misal : Arsenicum. Kehamilan usia 12 minggu : tepat di atas simfisis (syarat pemeriksaan vesica urinaria dikosongkan dahulu). Tanda pasti 2. Pada auskultasi didapatkan detak jantung janin pada miggu ke 18-20. Garam dari logam : biasanya sebelum mengganggu kehamilannya sudah membahayakan keselamatan ibu. 3. Kebiruan pada serviks dan vagina (Tanda Chadwick) 8. Tanda kehamilan dibagi menjadi 2 yakni : 1. Kehamilan usia 20 minggu : tepi bawah pusat.

seperti di Bulgaris. Ikatan Dokter Indonesia telah merumuskannya dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia mengenai kewajiban umum. Polandia. baik menurut pandangan agama.• Hukum yang tanpa pengecualian melarang abortus. dan India. • Untuk mengendalikan laju pertambahan penduduk. USSR. Dari aspek etika. Swedia. • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi medik. seperti di Eslandia. • Hukum yang memperbolehkan abortus demi keselamatan kehidupan penderita (ibu). Singapura. • Untuk mencegah atau mengurangi terjadinya abortus provocatus criminalis. dan Yugoslavia. • Untuk memenuhi desakan masyarakat. Scandinavia. seperti di Jepang. Undang-Undang Negara. maupun Etik Kedokteran. • Untuk melindungi hal wanita dalam menentukan sendiri nasib kandungannnya. • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi sosial. Di Indonesia. • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi eugenistis (aborsi boleh dilakukan bila fetus yang akan lahir menderita cacat yang serius) misalnya di India • Hukum yang memperbolehkan aborsi atas indikasi humanitarian (misalnya bila hamil akibat perkosaan) seperti di Jepang Negara-negara yang mengadakan perubahan dalam hukum abortus pada umumnya mengemukakan salah satu alasan/tujuan seperti yang tersebut di bawah ini: • Untuk memberikan perlindungan hukum pada para medisi yang melakukan abortus atas indikasi medik. Bahkan sejak awal seseorang yang akan menjalani profesi dokter secara resmi disumpah dengan Sumpah Dokter Indonesia yang didasarkan atas Deklarasi Jenewa yang isinya menyempurnakan Sumpah Hippokrates. seperti di Kanada. di mana ia akan menyatakan diri untuk menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan. Inggris. seorang dokter tidak diperbolehkan untuk melakukan tindakan pengguguran kandungan (abortus provokatus). Muangthai dan Swiss. seperti di Belanda. pasal . seperti di Perancis dan Pakistan. • Hukum yang memperbolehkan abortus atas permintaan tanpa memperhatikan indikasiindikasi lainnya (Abortion on requst atau Abortion on demand). • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi sosio-medik. Hongaria.

Populer juga disebut dengan abortus provocatus therapeticus. maka penegakan implementasi etik akan dilakukan secara berjenjang dimulai dari panitia etik di masing-masing RS hingga Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK). norma kesusilaan dan norma kesopanan. Namun dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu atau janin yang dikandungnya dapat diambil tindakan medis tertentu Ayat (2) Butir a : Indikasi medis adalah suatu kondisi yang benar-benar mengharuskan diambil tindakan medis tertentu sebab tanpa tindakan medis tertentu itu.tenaga kesehatan mempunyai keahlian dan wewenang bentuk persetujuan. Sanksi administratif tertinggi adalah pemecatan anggota profesi dari komunitasnya. c. 3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. pelarangan abortus justru tidak bersifat mutlak. dapat dilakukan tindakan medis tertentu. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya. Abortus atas indikasi medik ini diatur dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan: PASAL 15: 1) Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya. karena alasan yang sangat mendasar untuk melakukannya adalah untuk menyelamatkan nyawa ibu.dapat diminta dari semua atau keluarganya.7d: Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani. d. Ditinjau dari aspek hukum. Pada sarana kesehatan tertentu. apabila ada dokter yang melakukan pelanggaran. Pada penjelasan UU no 23 tahun 1992 pasal 15 dinyatakan sebagai berikut: Ayat (1) : Tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun. Berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut. Abortus buatan atau abortus provokatus dapat digolongkan ke dalam dua golongan yakni: 1. Ayat (3) : Dalam Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanan dari pasal ini dijabarkan antara lain mengenal keadaan darurat dalam menyelamatkan jiwa ibu hamil atau janinnya. Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli.ibu hamil dan janinnya terancam bahaya maut. Abortus Provocatus Criminalis ( Abortus buatan illegal ) Yaitu pengguguran kandungan yang tujuannya selain untuk . Butir c : Hak utama untuk memberikan persetujuan ada ibu hamil yang bersangkutan kecuali dalam keadaan tidak sadar atau tidak dapat memberikan persetujuannya . norma agama. Butir d : Sarana kesehatan tertentu adalah sarana kesehatan yang memiliki tenaga dan peralatan yang memadai untuk tindakan tersebut dan ditunjuk oleh pemerintah. Butir b : Tenaga kesehatan yang dapat melakukan tindakan medis tertentu adalah tenaga yang memiliki keahlian dan wewenang untuk melakukannya yaitu seorang dokter ahli kandungan seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan. 2. Pada pelaksanaannya. 2) Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat(1) hanya dapat dilakukan: a. dilarang karena bertentangan dengan norma hukum. b. sarana kesehatan yang ditunjuk. Sanksi tertinggi dari pelanggaran etik ini berupa “pengucilan” anggota dari profesi tersebut dari kelompoknya. Abortus buatan legal Yaitu pengguguran kandungan yang dilakukan menurut syarat dan cara-cara yang dibenarkan oleh undang-undang.

maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencaharian. 2. 2) Jika yang bersalah. Seorang wanita hamil yang sengaja melakukan abortus atau ia menyuruh orang lain. 2) Jika perbuatan itu menyebabkan matinya wanita tersebut. dikarenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak empat pulu ribu rupiah.5 tahun penjara dan bila ibu hamil tersebut mati diancam hukuman 7 . PASAL 348 1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seseorang wanita dengan persetujuannya. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun. diancam hukuman empat tahun. dilakukan oleh tenaga yang tidak kompeten serta tidak memenuhi syarat dan cara-cara yang dibenarkan oleh undang-undang. pidananya dapat ditambah sepertiga. atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencaharian atau kebiasaan atau jika dia seorang tabib. maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengn sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencaharian dalam mana kejahatan dilakukan. Jika dengan persetujuan ibu hamil. 3) Jika yang bersalah melakukan kejahatan tersebut dalam menjalankan pencaharian. PASAL 349 Jika seorang dokter. 2) Jika perbuatan tersebut mengakibatkan matinya wanita tersebut. PASAL 347 1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuan. Seseorang yang sengaja melakukan abortus terhadap ibu hamil. Abortus golongan ini sering juga disebut dengan abortus provocatus criminalis karena di dalamnya mengandung unsur kriminal atau kejahatan. ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348. berbuat demikian untuk mencari keuntungan. bidan atau juru obat. PASAL 346 Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu. dengan tanpa persetujuan ibu hamil tersebut diancam hukuman 12 tahun. Dari rumusan pasal-pasal tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan : 1. Beberapa pasal yang mengatur abortus provocatus dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP): PASAL 299 1) Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruh supaya diobati. diancam dengan kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. maupun secara terang-terangan atau tanpa diminta menawarkan. menunjuk sebagai bisa didapat. maka diancam hukuman 5.menyelamatkan atau menyembuhkan si ibu. bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan. dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan. dan jika ibu hamil itu mati diancam 15 tahun 3. bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346. sarana atau perantaraan yang demikian itu. PASAL 535 Barang siapa secara terang-terangan mempertunjukkan suatu sarana untuk menggugurkan kandungan. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. ataupun secara terang-terangn atau dengan menyiarkan tulisan tanpa diminta. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

1997. Vijay. Catatan kuliah ilmu forensic & toksikologi (Hand book of forensic medicine & toxicology Medical jurisprudence). bidan atau juru obat (tenaga kesehatan) ancaman hukumannya ditambah sepertiganya dan hak untuk praktek dapat dicabut. Utomo. Aborsi Pro dan Kontra di Kalangan Petugas Kesehatan. 500. 2001. H dan Hoediyanto. KUHP UU Kesehatan . 14-19. SDKI 1997. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo Pradono. Jogjakarta: Pusat Penelitian Kependudukan UGM Prawirohardjo. Safe Motherhood Newsletter. sekalipun untuk menyelamatkan jiwa ibu. Third Edition. Incidence and Social-Psychological Aspects of Abortion in Indonesia: A Community-Based Survey in 10 Major Cities and 6 Districts. dipidana dengan penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. Unsafe Abortion – A Worldwide Problem. 2002. Geneva: Division of Reproductive Health (Technical Support) WHO. 1998. Jika yang melakukan dan atau membantu melakukan abortus tersebut seorang dokter. Surabaya: Bag.000. Jurnal Epidemiologi Indonesia. Year 2000. hal. Julianty et al. Pengguguran yang Tidak Aman di Indonesia. Volume 5 Edisi I-2001. dalam prakteknya dokter yang melakukannya tidak dihukum bila ia dapat mengemukakan alasan yang kuat dan alasan tersebut diterima oleh hakim (Pasal 48). Jakarta : Widya Medika Dewi. 2000 (1).tahun penjara. Unsafe Abortion: Global and Regional Estimates of Incidence of and Mortality due to Unsafe Abortion with a Listing of Available Country Data. Jakarta: Center for Health Research University of Indonesia. P. Sarwono. Meskipun dalam KUHP tidak terdapat satu pasal pun yang memperbolehkan seorang dokter melakukan abortus atas indikasi medik. Made Heny Urmila. 4. Issue 28.1995. Budi et al. abortus buatan yang ilegal juga diatur dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan: PASAL 80 Barang siapa dengan sengaja melakukan tindakan medis tertentu terhadap ibu hamil yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 15 ayat (1) dan ayat (2).000. 2006. Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran UNAIR Chadha. Ilmu Kebidanan. World Health Organization.00 (lima ratus juta rupiah) DAFTAR PUSTAKA Apuranto. Ilmu Kedokteran Forensik Dan Medikolegal. Selain KUHP.

liputan6.info/gendervaw/jul/2002/utama02.Peraturan Pemerintah http://situs.id http://bidansmart.wordpress.org www.abortiono.kompas.kesrepro.com/2009/11/24/abortus/ .co.com www.htm www.