1

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Dalam pengolahan data dikenal beberapa istilah seperti, statistika dan peluang. Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika' berasal dari bahasa Inggris ‘statistics’. Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi) maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan. Misalnya saja, sensus penduduk yang merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan. Peluang atau kebolehjadian atau dikenal juga sebagai probabilitas adalah cara untuk mengungkapkan pengetahuan atau kepercayaan bahwa suatu kejadian akan berlaku atau telah terjadi. Konsep ini telah dirumuskan dengan lebih ketat dalam matematika, dan kemudian digunakan secara lebih luas dalam tidak hanya dalam matematika atau statistika, tapi juga keuangan, sains dan filsafat. B. RUMUSAN MASALAH

2

Adapun rumusan masalah dari makalah ini, antara lain sebagai berikut. 1. Bagaimana membuktikan rumus permutasi dan kombinasi dan cara menyelesaikan soal-soal tersebut? 2. Bagaimana rumus peluang dari suatu kejadian dan cara penyelesain soal tersebut? 3. Bagaimana cara menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram? 4. Bagaimana menghitung mean, median, modus dan simpangan baku pada data tunggal dan data berkelompok?

A. TUJUAN Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui rumus permutasi dan kombinasi serta cara penyelesaian soalnya, untuk mengetahui rumus peluang suatu kejadian serta cara penyelesaian soalnya, untuk mengetahui cara menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram, dan untuk mengetahui cara menghitung mean, median, modus, dan simpangan baku pada data tunggal dan data berkelompok.

BAB II

P (n. B. dan D.2) = ___4!___ = _4 × 3 × 2!_ = 12 (4 – 2)! 2! Pembuktian . Terdiri atas 2 huruf n=4 r=2 P (4. 2 huruf b. 3 huruf Jawab : a. Dari 4 huruf tersebut akan disusun huruf secara permutasi yang terdiri atas : a. n P r. Disediakan 4 huruf yaitu A. Rumus permutasi : P (n. PERMUTASI DAN KOMBINASI 1) Permutasi Permutasi dari sekumpulan unsur adalah penyusunan unsur-unsur itu dengan memperhatikan urutannya.r) . C. Banyaknya permutasi dari n unsur dengan setiap pengambilan r unsur ditulis dengan notasi n P r .3 PEMBAHASAN A. P n r .r) = ___n!___ (n – r)! Keterangan : r = jumlah susunan unsur berurut n = banyaknya unsur Contoh : 1.

. CA. BCD. DBC. DCB = 24 1. CDB. CAD. BA. Ada berapa cara pemilihan pelajar teladan tersebut.4 AB. Jawab : n=6 6 3 r=3 P = ___6!___ = _6 × 5 × 4 × 3!_ = 120 cara (6 – 3)! 3! Permutasi Dengan Beberapa Unsur Sama • Jika P menyatakan banyaknya n unsur dengan terdapat p unsur yang sama. r unsur yang sama.. DB. AD. BIOLOGI b. CB. q unsur yang sama. Pada pemilihan pelajar teladan akan dipilih pelajar teladan 1. DAB. STATISTIK Jawab : (p + q + r + . BD. DAC. 2. AC. ADC. CBA. BAC. maka rumusnya : P = ____n!____ p! q! r! . Terdiri atas 3 huruf n=4 r=3 P (4. BC. BAD. BCA. ADB. Contoh : 1. ABD. DC = 12 b. BDC. ACB. < n) .3) = ___4!___ = _4 × 3 × 2 × 1!_ = 24 (4 – 3)! 1! Pembuktian ABC. DBA. CBD. DCA. jika ada 6 calon. dan 3. DA.. CD.. Berapa banyak susunan huruf yang dapat dibentuk dari kata : a. BDA. CAB. CDA. ACD.

Berapa banyak susunan huruf pada kata BELAJAR dengan syarat sebuah huruf vokal selalu berada diantara 2 huruf konsonan. L. STATISTIK n = 9 huruf S = 2 huruf T = 3 huruf I = 2 P = ___9!___ = _9 × 8 × 7 × 6 × 5 × 4 × 3!_ = _60480_ = 15. dan R n=4 r=4 → karena semua huruf konsonan digunakan. J.120 2! 3! 2! 3! (2 × 1) (2 × 1) 4 1. BIOLOGI n = 7 huruf O = 2 huruf I = 2 P = __7!__ = _7 × 6 × 5 × 4 × 3 × 2!_ = 1. Banyaknya permutasi siklik dari n unsur adalah . Jawab : Huruf konsonan : B. Pk = ___4!___ = 4 × 3 × 2 × 1 = 24 (4 – 4)! Huruf vokal : E dan A n=3 huruf A = 2 Pv = _3!_ = _3 × 2!_ = 3 2! 2! P = Pk × Pv = 24 × 3 = 72 • Permutasi Siklik Permutasi siklik adalah susunan unsur-unsur yang membentuk lingkaran dengan memperhatikan urutannya.260 2! 2! 2! (2 × 1) b.5 a.

6 P = (n – 1)! Contoh : 1.440 1) Kombinasi Kombinasi dari sekumpulan unsur-unsur adalah penyusunan unsur-unsur tanpa memperhatikan urutannya. Ada 8 orang mengelilingi api unggun. Jawab : n = 7  n ≠ 8 karena ada 2 orang yang duduk bersama. n C r . Jadi. Berapa banyak susunan duduk yang berbeda dari 5 orang itu. Kombinasi dari n unsur berbeda dengan setiap pengambilan r unsur ditulis dengan notasi n C r . Berapa banyak cara orang itu mengelilingi api unggun jika 2 orang duduk berdampingan.r) Rumus Kombinasi : n Cr = ____n!____ (n – r)! r! . Jawab : n =5 P = (5 – 1)! = 4! = 4 × 3 × 2 × 1 = 24 2. P = (7 – 1)! 2!= 6! 2! = (6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1) (2 × 1) = 720 × 2 = 1. C n r . hanya membentuk 7 susunan putaran. Ada 5 orang siswa mengelilingi meja bundar. yang lainnya tidak. C (n.

Jawab : Sisa anak putra 5 orang. Berapa banyak cara memilih pemain bulu tangkis ganda putra dari 7 pemain inti putra.7 Keterangan : n = banyaknya unsur Contoh : 1. sisa putra yang akan ditunjuk 1 orang. 1 putra dan 2 putri sudah pasti ditunjuk. Sisa anak putri 5 orang. PELUANG SUATU KEJADIAN . sisa putri yang akan ditunjuk 2 orang. Berapa cara dapat memilih sisanya. Jawab : 7 r = jumlah susunan unsur tak berurut C2 = ____7!____ (7 – 2)! 2! = _7 × 6 × 5!_ 5! 2! = _7 × 6_ = _42_ 2×1 2 = 21 2. Dari 6 anak putra dan 7 anak putri akan ditunjuk 2 anak putra dan 4 anak putri. 5 C1 × 5C2 = ___5!___ × ____5!____ (5 – 1)! 1! (5 – 2)! 2! = _5 × 4!_ × _5 × 4 × 3!_ 4! 1 3! (2 × 1) = 5 × 20 = 5 × 10 2 = 50 A.

Dua buah uang logam dilemparkan secara bersamaan sebanyak satu kali. b. Jawab : Ruang sampel Kejadian bilangan ganjil S = {1.5.4.6} A = {1. Peluang muncul dua gambar. Jawab : Uang 1 Uang 2 A G AA AG GA GG A G . Ruang sampel (ruang contoh) adalah himpunan semua hasil mungkin terjadi dari satu kejadian. Tentukan : a. Peluang munculnya satu angka.2. Sebuah dadu dilemparkan satu kali. Misalkan A adalah suatu kejadian yang diinginkan. maka nilai peluang kejadian A dinyatakan dengan : P (A) = _n (A)_ n (S) Keterangan : P (A) = Peluang kejadian A n (A) = Banyaknya kejadian A n (S) = Banyaknya sampel Contoh : 1.8 Kejadian adalah himpunan bagian dari ruang sampel. Tentukan ruang sampel dan kejadian munculnya bilangan ganjil.5} Peluang suatu kejadian yang diinginkan adalah perbandingan banyaknya titik sampel kejadian yang diinginkan itu dengan banyaknya anggota ruang sampel kejadian tersebut.3.3. satu gambar. Contoh : 1.

9 n (S) A = {AA. PENYAJIAN DATA DALAM BENTUK TABEL DAN DIAGRAM 1) Penyajian Data dalam Bentuk Tabel a.G 3 3.G).A 3.A 5.GG} = 4 = {AG. Tabel Frekuensi Data Tunggal .AG.G n (A) = {(1.A 1. Peluang muncul dua gambar B = {GG} n (B) = 1 P (B) = _n (B)_ = 1 n (S) 4 1.G 2 2.G 4 4.A 2.G 5 5.(5.GA} n (A) = 2 a.A 6. satu gambar P (A) = _n (A)_ = _2_ = 1 n (S) 4 2 b. Jawab : Dadu Uang A G n (S) = 12 1 1.G)} = 3 Peluang munculnya bilangan ganjil P (A) = _n (A)_ = _3_ = 1 n (S) 12 4 A. Sebuah dadu dan sebuah uang logam dilemparkan secara bersamaan.G). Tentukan peluang munculnya bilangan ganjil dan gambar.G 6 6. Peluang muncul satu angka.GA.A 4.(3.

yaitu jumlah turus atau simbol pada data tertentu. tiap-tiap baris pada nilai atau data hanya memuat satu nilai atau data. 1 2 4 2 4 3 4 4 3 2 5 3 4 4 4 3 5 1 4 2 4 6 4 4 3 5 6 2 6 3 5 3 1 4 4 4 2 3 4 1 Buatlah tabel frekuensi data tunggalnya. Kolom pertama adalah datanya.10 Penyajian data tunggal dalam bentuk tabel dinamakan distribusi frekuensi data tunggal. yaitu cara mencacah data menggunakan simbol “I” setiap menemukan data yang bersesuaian dengan data yang diperoleh. Pertama. Pada sensus penduduk suatu desa didapat data jumlah anak yang dimiliki oleh tiap keluarga sebagai berikut. Kolom kedua adalah turus. kelas interval adalah . Contoh : 1. Tabel dibagi menjadi 3 kolom. Kolom ketiga adalah frekuensi. terdapat beberapa istilah-istilah antara lain sebagai berikut. Pada tabel frekuensi data berkelompok. Tabel Frekuensi Data Berkelompok Penyajian data berkelompok dalam bentuk tabel dinamakan distribusi frekuensi data berkelompok. Pada tabel frekuensi data tunggal . Jawab : Jumlah Anak 1 2 3 4 5 6 Jumlah Turus IIII IIII I IIII III IIII IIII IIII IIII III Frekuensi 4 6 8 15 4 3 40 a.

Nilai ulangan Matematika siswa kelas IX suatu SMP adalah sebagai berikut. 44 75 82 82 54 70 90 59 85 57 70 65 92 83 89 79 73 49 91 82 99 57 67 89 91 52 52 53 96 64 64 50 74 73 73 Jawab : a. Menentukan banyaknya kelas interval menggunakan aturan Sturgess. Menetapkan batas bawah kelas k = 1 + 3.17 = 10 c. Contoh : 1. Ketiga. banyak kelas interval adalah banyaknya pengelompokan dari seluruh data atau nilai yang ada. panjang interval adalah banyaknya data pada suatu kelas interval.3 ( 1. k = 1 + 3.57 ) = 1 + 5.3 log 36 = 1 + 3. Menentukan panjang interval i = _R_ k = _99 – 44_ 6 = _55_ 6 = 9. Kedua.3 log n n = banyaknya data R k = Range atau Jangkauan = data terbesar – data terkecil = banyaknya kelas interval Misal batas bawah = 41. maka penyajian tabel kebenarannya : Interval Turus Frekuensi .11 pengelompokan beberapa nilai atau data.181 =6 b.181 = 6.

Tiap batang lebarnya sama. seperti : diagram batang. Sumbu mendatar (horizontal) menunjukkan jenis kategorinya.12 41 – 50 51 – 60 61 – 70 71 – 80 81 – 90 91 – 100 Jumlah Catatan : III IIII II IIII I IIII I IIII III IIII 3 7 6 6 8 5 35 Dalam penyajian data bentuk tabel. Diagram Batang Diagram batang adalah cara menyajikan data dalam bentuk batang-batang. kita bisa tidak menggunakan kolom turus. Letak batang yang satu dengan yang lain dibuat terpisah. sedangkan sumbu tegak (vertikal) menunjukkan frekuensinya. a. histogram. diagram garis. Contoh : . diagram lingkaran (umumnya untuk data tunggal). dan poligon (umumnya untuk data berkelompok). 1) Penyajian Data dalam Bentuk Diagram Data juga dapat disajikan dalam bentuk diagram. Untuk membuat diagram batang diperlukan sumbu mendatar dan sumbu tegak yang berpotongan tegak lurus. Agar kita lebih mudah mengetahui jumlah data kita bisa mengurutkan data terlebih dahulu. Skala sumbu mendatar tidak harus sama dengan skala sumbu tegak. sedangkan tinggi batang menyatakan frekuensi dari data yang bersangkutan.

Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Nilai Rata-Rata 6.5 6. diperoleh data sebagai berikut.4 6.8 7.6 6. Diagram Garis Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data yang diperoleh dari waktu ke waktu secara teratur dalam interval waktu tertentu. Contoh : 1.8 7. Dari hasil wawancara terhadap 48 siswa tentang cara mereka sampai di sekolah.0 . Diagram garis digunakan untuk mengetahui pertumbuhan atau perkembangan suatu hal secara kontinu.13 1. Kendaraan Bus kota Angkutan kota Mobil Sepeda Jalan kaki Frekuensi 12 15 6 10 5 Buatlah diagram batang dari data tersebut. Berikut adalah tabel nilai rata-rata Ujian Nasional (UN) suatu sekolah selama tujuh tahun terakhir. Jawab : a.0 7.

kita mencari sudut pusat untuk tiap juring terlebih dahulu. Dalam suatu kelas terdapat 60 siswa.14 Gambarlah diagram garis dari data tersebut. Jawab : Sebelum membuat diagram lingkaran. 24 siswa memilih PMR. Tiap siswa wajib memilih satu jenis kegiatan ekstrakurikuler.3 % 60 24 × 100 % = 40 % 60 4 × 100 % = 6. 17 siswa memilih voli.7 % 60 Frekuensi Persentase Besar Sudut Pusat 15 × 360 ̊ = 90 ̊ 60 17 × 360 ̊ = 102 ̊ 60 24 × 360 ̊ = 144 ̊ 60 4 × 360 ̊ = 24 ̊ 60 . Buatlah diagram lingkaran dri pemilihan ekstrakurikuler siswa tersebut. Diagram Lingkaran Penyajian data juga dapat dilakukan dengan menggunakan lingkaran. Contoh : 1. Daerah lingkaran menggambarkan keseluruhan data. di mana besar sudut pusat juring sesuai dengan perbandingan setiap data terhadap keseluruhan data. Jenis Ekstrakurikule r Basket Voli PMR Pramuka 15 17 24 4 15 × 100 % = 25 % 60 17 × 100 % = 28. dan 4 siswa memilih Pramuka. Jawab : a. Data disajikan dengan menggunakan juring atau sektor. Adapun datanya adalah 15 siswa memilih basket.

Histogram Histogram adalah diagram dengan menggunakan persegi panjang-persegi panjang. Buatlah histogram dan poligon dari tabel berikut.5 64.5 54. Poligon Poligon adalah diagram dengan menggunakan perbandingan dalam bentuk tinggi batang yang titik tengah pada ujung-ujung batang tersebut dihubungkan dengan garis lurus.84 Jawab : Untuk membuat histogram. Pada histogram.5 – 54.5 – 64. setiap persegi panjang menunjukkan kelas tertentu. dan tinggi persegi panjang menunjukkan frekuensi. Contoh : 1.5 59.5 – 59.5 Nilai 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 Frekuensi 2 7 8 14 tepi atas = nilai tertinggi + 0. b. hanya batangnya berdekatan atau berimpit. Nilai 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 – 79 80 .15 a.5 Frekuensi 2 7 8 14 10 6 3 . Bentuk histogram sama dengan diagram batang.5 Tepi kelas 49. tepi bawah = nilai terendah – 0. tentukan tepi bawah kelas dan tepi atas kelas.5 – 69. lebar persegi panjang menunjukkan panjang kelas.

7. 6. MEDIAN. Dari data tersebut. DAN MODUS 1) Mean (Rataan Hitung) Mean adalah jumlah seluruh data dibagi banyaknya data. 8. a. 7. 5. Mean Data Tunggal Mean data tunggal dirumuskan sebagai berikut. 8.. 8.5 – 84. 6. 7. 8 Mean = _5 + 5 + 6 + 6 + 7 + 7 + 7 + 7 + 8 + 8_ 10 = _66_ 10 = 6. 5.5 – 79.6 . 7. Mean = x̅ = _Jumlah data_ = _x1 + x2 + x3 + .5 79. + xn_ Banyak data n Atau untuk data tunggal yang tersaji dalam bentuk tabel atau diagram dengan rumus : x̅ = _Ʃ xi fi_ Ʃ fi Contoh : 1. Mean biasanya dilambangkan dengan x̅. 7.5 – 74. 6.84 10 6 3 69. 6.16 70 – 74 75 – 79 80 ..5 74. carilah meannya. 5. MEAN. 7. Jawab : Urutan data : 5. Nilai rapor Budi pada suatu semester adalah sebagai berikut : 7.5 A. 7.

38 a.17 2. Data 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 fi 4 2 6 3 3 xi = nilai tengah kelas ke-i fi = frekuensi kelas ke-i 6 10 7 10 8 15 9 5 . Mean = x̅ = _Ʃ xi fi_ Ʃ fi dengan : Contoh : 1. Nilai (xi) Frekuensi (fi) Jawab : Mean = _Ʃ xi fi_ Ʃ fi = _(6 × 10) + (7 × 10) + (8 × 15) + (9 × 5)_ 10 + 10 + 15 + 5 = _60 + 70 + 120 + 45_ 40 = _295_ 40 = 7. Mean Data Berkelompok Mean data berkelompok dirumuskan sebagai berikut. Tentukan mean dari data berikut. Carilah rataan hitung dari data dibawah ini. 375 = 7.

median adalah nilai paling tengah dari data yang terurut.18 65 – 69 Jawab : Data 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 2 fi 4 2 6 3 3 2 Ʃ fi = 20 xi 42 47 52 57 62 67 fi .xi = 1065 Mean = _Ʃ fi xi_ Ʃ fi = _1065_ 20 = 53. Jika banyak data ganjil. 25 1) Median (Nilai Tengah) Median adalah nilai yang terletak di tengah dari data yang terurut. Median Data Tunggal Median data tunggal dirumuskan sebagai berikut. median adalah mean dari dua bilangan yang di tengah setelah data diurutkan. Untuk data ganjil : Untuk data genap : Contoh : Me = X n + 1/2 Me = _X n/2 + X (n/2 + 1)_ 2 . Jika banyak data genap. xi 168 94 312 171 186 134 Ʃ fi. a.

Jawab : Urutan data : 5. 7. Nilai (xi) Frekuensi (fi) Jawab : 6 10 7 10 8 15 9 5 Jumlah data = 40 (genap) Me = _X n/2 + X (n/2 + 1)_ 2 = _X20 + X21_ 2 = _7 + 8_ = 15 2 2 = 7. 7. Tentukan median dari data berikut. 7. 5. 7. 5. Me = Lo + ( ½ n – Ʃ fk ) i fo . 8 Jumlah data = 10 (genap) Me = _X n/2 + X (n/2 + 1)_ 2 = _X5 + X6_ 2 = _7 + 7_ = 14 2 2 = 7 2. Nilai rapor Budi pada suatu semester adalah sebagai berikut : 7. 7. 6. 7. 6. 6.19 1. 8. Median Data Berkelompok Median data berkelompok dirumuskan sebagai berikut. 5. 5 a. 8. 6. carilah mediannya. 7. 8. Dari data tersebut.

5 + ( ½ (20) – 6 ) 5 6 = 49.20 dengan : Lo Ʃ fk fo i n = Tepi bawah dari kelas yang mengandung median = Frekuensi kumulatif sebelum kelas yang memuat median = Frekuensi kelas yang memuat median = Panjang interval = Banyaknya data Contoh : 1.5 = 5 = 4+2= 6 = Lo + ( ½ n – Ʃ fk ) i fo = 49.83 1) Modus .5 + (4/6) 5 = 49. Carilah median dari data dibawah ini. Data 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 Jawab : Kelas = 50 – 54 Ʃ fk Me fi 4 2 6 3 3 2 n fo = 20 = 6 Lo i = 50 – 0.5 = 49.5 + ( 10 – 6 ) 5 6 = 49.5 + 3.33 = 52.

8 Data yang paling sering muncul adalah 7. Nilai rapor Budi pada suatu semester adalah sebagai berikut : 7. Jadi. 8. Modus Data Berkelompok Modus data berkelompok dirumuskan sebagai berikut. 7. 5. 6. Tentukan modus dari data berikut. Modus = 8 a. Nilai (xi) Frekuensi (fi) Jawab : 6 10 7 10 8 15 9 5 Data yang paling sering muncul adalah 8. carilah modusnya.21 Modus adalah data yang paling sering muncul atau frekuensinya paling tinggi. 5. 7. 6. Jawab : Urutan data : 5. 5. a. 8. 7. Dari data tersebut. Modus = 7 2. 7. Jadi. 7. Modus data tunggal dirumuskan sebagai berikut. 6. Mo = Lo + dengan : Lo d1 d2 i ( ___d ___ ) i 1 d1 + d2 = Tepi bawah dari kelas yang mengandung modus = Frekuensi kelas modus – Frekuensi sebelum kelas modus = Frekuensi kelas modus – Frekuensi setelah kelas modus = Panjang interval . 7. 8. 6. 7. Modus Data Tunggal Modus = Data yang paling sering muncul Contoh : 1.

5 + 2.5 + ( ___4___ ) 5 4+3 = 49. Data 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 Jawab : Kelas = 50 – 54 d1 = 6–2= 4 fi 4 2 6 3 3 2 Lo d2 = 50 – 0.86 = 52. SIMPANGAN BAKU Simpangan baku adalah akar kuadrat dari ragam.5 = 6–3= 3 i = 5 Mo = Lo + ( ___d ___ ) i 1 d1 + d2 = 49.22 Contoh : 1. Simpangan baku merupakan bilangan yang tidak bernilai negatif dan memiliki satuan yang sama dengan data.5 + ( 4/7 ) 5 = 49.5 = 49. Carilah modus dari data dibawah ini.36 A. .

S = √R dengan : S = Simpangan baku atau R = Ragam S = √ S2 1) Simpangan Baku Data Tunggal Ragam data tunggal dirumuskan sebagai berikut. simpangan baku dirumuskan sebagai berikut. 9.x̅ )2_ n (data tabel) carilah simpangan bakunya. rumus simpangan baku data tunggal adalah sebagai berikut. 4. S = √ R = √ _Ʃ ( xi .23 Misalnya jika suatu data diukur dalam satuan meter.x̅ )2_ n Jadi. R = S2 = _Ʃ ( xi . Secara umum. 5. Jawab : n = 10 x̅ = _2 + 2 + 4 + 5 + 6 + 7 + 9 + 9 + 10_ = 54 = 6 9 9 R = _Ʃ ( xi .x̅ )2_ n =_[(2-6)2+(2-6)2+(4-6)2+(5-6)2+(6-6)2+(7-6)2+(9-6)2+(9-6)2+(10-6)2]_ 9 = _(16 + 16 + 4 + 1 + 0 + 1 + 9 + 9 + 16_ 9 = 72 9 = 8 . 7. Dari data tersebut. S =  R = √ _Ʃ fi ( xi . 9. maka simpangan baku juga diukur dalam satuan meter. Diketahui data sebagai berikut : 2. 6.x̅ )2_ n atau Contoh : 1. 10. 2.

07 2.907_ 30 = 1. Tentukan simpangan baku dari data berikut.07 (xi .0049 fi (xi . .0441 6.1894 0.237 = 1.0294 16.0049 4.907 = _ Ʃ fi ( xi .5302 = 1.x̅ )2_ n = _45.6245 5.93 0.07 1.x̅ 1. Nilai (xi) Frekuensi (fi) Jawab : 9 5 10 6 11 9 12 6 13 4 n = 30 x̅ = _(9 × 5) + (10 × 6) + (11 × 9) + (12 × 6) + (13 × 4)_ 30 = _45 + 60 + 99 + 72 + 52_ 30 = 328 30 = 10.0196 45.24 1) Simpangan Baku Data Berkelompok Ragam data berkelompok dirumuskan sebagai berikut.24 S = √ R =  8 = 2√ 2 2.93 xi 9 10 11 12 13 R fi 5 6 9 6 4 30 xi .x̅)2 18.8649 0.x̅)2 3.93 0.0049 1.5302 S = √ R =  1.7249 0.

xi 209 687 1245 1614 1011. Jawab : Panjang (cm) 100 – 109 110 – 119 120 – 129 130 – 139 140 – 149 150 – 159 Jumlah x̅ = _Ʃ fi xi_ Ʃ fi = 5230 40 = 130.x̅)2 fi 2 6 10 12 7 3 40 xi 104. S =  R = √ _Ʃ fi ( xi .25 R = S2 = _Ʃ fi ( xi .75 Panjang (cm) fi xi xi .5 154.5 114.5 144.5 124.x̅ )2_ n Jadi. Diketahui data sebagai berikut.5 fi .x̅ )2_ n Contoh : 1. rumus simpangan baku data tunggal adalah sebagai berikut.x̅ (xi .5 463.5 5230 .x̅)2 fi (xi .5 134. Panjang (cm) 100 – 109 110 – 119 120 – 129 130 – 139 140 – 149 fi 2 6 10 12 7 150 – 159 3 Carilah simpangan bakunya.

44 = 12.0625 14.4375 = 163.5 26.44 S = √ R =  163.0625 264.5 124.78 BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Permutasi dari sekumpulan unsur adalah penyusunan unsur-unsur itu dengan memperhatikan urutannya.0625 39.5_ 40 = 163.75 689.25 6.125 1584.x̅ )2_ n = _6537. sedangkan kombinasi dari sekumpulan unsur-unsur adalah penyusunan unsur-unsur tanpa memperhatikan urutannya.25 3.25 16.75 1323.5 = _Ʃ fi ( xi .5 154.r) n = ___n!___ (n – r)! = ____n!____ (n – r)! r! Cr .5 114.75 13.75 23.5 144.0625 189.4375 1692.1875 6537.5 134. 375 390. Rumus permutasi : Rumus Kombinasi : P (n.625 168.26 100 – 109 110 – 119 120 – 129 130 – 139 140 – 149 150 – 159 Jumlah R 2 6 10 12 7 3 40 104.0625 564.0625 1378.

Karena penyajian dalam bentuk tabel dan diagaram akan lebih menarik.. cantik dan mudah dipahami.. modus dan simpangan baku untuk : Data tunggal : Mean = _Jumlah data_ = _x1 + x2 + x3 + . median. Rumus peluang : P (A) = _n (A)_ n (S) Penyajian data dalam bentuk tabel dan diagram dilakukan untuk mempermudah dalam menyelesaikan suatu pengolahan data.27 Peluang suatu kejadian yang diinginkan adalah perbandingan banyaknya titik sampel kejadian yang diinginkan itu dengan banyaknya anggota ruang sampel kejadian tersebut. Adapun rumus mencari mean.x̅ )2_ . + xn_ Banyak data n Median untuk data ganjil : untuk data genap : Me = X n + 1/2 Me = _X n/2 + X (n/2 + 1)_ 2 Modus = Data yang paling sering muncul Simpangan Baku S = √ R = √ _Ʃ ( xi .x̅ )2_ n Data Berkelompok : Mean = _Ʃ xi fi_ Ʃ fi Median = Lo + ( ½ n – Ʃ fk ) i fo 1 Modus = Lo + ( ___d ___ ) i d1 + d2 Simpangan Baku S = √ R = √ _Ʃ fi ( xi .

com . SARAN Dalam menyelesaikan soal pengolahan data akan lebih mudah. Sitorus. 2004. Umi.ac. Berlogika dengan Matematika 3 untuk Kelas IX SMP dan MTs.wordpress.id http://duniatik. Bandung : Yrama Widya. DAFTAR PUSTAKA Salamah. Ronald.ui.gudangmateri.blogspot.com http://kambing. Sumber lain : http://statistikaterapan.com http://www. jika data tersebut disajikan terlebih dahulu dalam bentuk tabel ataupun diagram. Kemudian soal pengolahan data tersebut diselesaikan.28 n B. Bimbingan Pemantapan Matematika. 2009. Solo : Tiga Serangkai.