P. 1
SISTEM EKONOMI INDONESIA

SISTEM EKONOMI INDONESIA

|Views: 11,514|Likes:
Published by n_42159519

More info:

Published by: n_42159519 on Mar 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2013

pdf

text

original

SISTEM EKONOMI INDONESIA 1.

Sistem Sistem adalah suatu organisasi besar yang menjalin berbagai subyek dan obyek serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Subyek dan obyek: • • • • § Sistem kemasyarakatan: orang atau masyarakat § Sistem kehidupan/lingkungan: makluk hidup dan benda alam § Sistem peralatan: barang/alat § Sistem informasi: data, catatan, dan fakta

Perangkat kelembagaan: lembaga/wadah subyek(obyek) melakukan hubungan, cara kerja atau mekanisme yang menjalin hubungan subyek(obyek) dan tatanan kaidah/norma yang mengatur hubungan subyek(obyek) agar berjalan serasi. 1. Sistem ekonomi dan politik Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Selanjutnya sistem ekonomi berkaitan dengan falsafah, padangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak. Sistem ekonomi: • • • § Subyek/obyek: manusia (subyke) dan barang ekonomi (obyek) § Perangkat kelembagaan: lembaga ekonomi formal dan non formal dan cara serta mekanisme hubungan § Tatanan: hukum dan peraturan perekonomian

Sheridan (1998), economic system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness. Sanusi (2000) sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri dari sejumlah lembaga/pranata (ekonomi, sosial dan ide) yang saling mempengaruhi yang ditujukan ke arah pemecahan masalah pokok setiap perekonomian, produksi, distribusi, konsumsi. Perbedaan antar sistem ekonomi dilihat dari ciri: a) Kebebasan konsumen dalam memilih barang dan jasa yang dibutuhkan b) Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja c) Pengaturan pemilihan/pemakaian alat produksi d) Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tanggungjawab manajer e) Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh f) Pengaturan motivasi usaha g) Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi h) Penentuan pertumbuhan ekonomi i) j) Pengendalian stabilitas ekonomi Pengambilan keputusan

k) Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan Tabel Sistem Politik KUTUB A KONTEKS KUTUB Z

Liberalisme Demokrasi Egaliterisme (Berderajad sama) Desentralisme Kapitalisme Mekanisme pasar

Ideoligi politik Rejim pemerintahan Penyelenggaraan kenegaraan Struktur birokrasi Ideologi ekonomi Pengelolaan ekonomi

Komunisme (menghapus hak perorangan) Otokrasi atau otoriter (kekuasaan tak terbatas) Etatitsme (Lebih mementingkan negara) Sentralisme Sosialisme Perencanaan terpusat

Sistem ekonomi suatu negara dikatakan bersifat khas sehingga dibedakan dari sistem ekonomi yang berlaku atau diterapkan di negara lain. Berdasarkan beberapa sudut tinjauan seperti : 1. Sistem pemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi 2. Keluwesan masyarakat untuk saling berkompentisi satu sama lain dan untuk menerima imbalan atas prestasi kerjanya 3. Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya. 1. Macam-Macam Sistem Ekonomi • Sistem Ekonomi Liberal-Kapitalis Sistem ekonomi leiberal-kapitalis adalah suatu sistem yang memberikan kebebasan yang besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atau sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor produksi. Secara garis besar, ciri-ciri ekonomi liberal kapitalis adalah sebagai berikut : 1. Adanya pengakuan yang luas terhadap hak pribadi 2. Praktek perekonomian di atur menurut mekanisme pasar
3. Praktek perekonomian digerakan oleh motif keuntungan (profile motife)

Sistem Ekonomi Sosialis-Komunistis

Dalam sistem ekonomi sosialis-komunistis adalah kebalikannya, dimana sumber daya ekonomi atau faktor produksi dikuasai sebagai milik negara. Suatu negara yang menganut sistem ekonomi sosialis-komunis, menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan memajukan perekonomian. Dalam sistem ini yang menonjol adalah kebersamaan, dimana semua alat produksi adalah milik bersama (negara) dan didistribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Sistem Ekonomi Campuran (mixed ekonomi)

Sistem ekonomi campuran ini adalah merupakan kombinasi ‘logis’ dari ketidaksempurnaan kedua sistem ekonomi diatas. Selain resesi dunia tahun 1930-an telah menjadi bukti ketidak sanggupan sistem liberalis, lengah gorbachev dan bubarnya kelompok negara-negara komunis, menjadi bukti pula kerapuhan sistem etatisme. Sistem campuran mencoba mengkombinasikan kebaikan dari kedua sistem tersebut, diantaranya menyarankan perlunya campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebasan pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan ekonominya. Dengan keinginan sperti ini, banyak negara kemudian memilih sistem ekonomi capuran ini. Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia

• •

Sistem Demokrasi Ekonomi (Orde Baru) Sistem Ekonomi Kerakyatan (Reformasi)

Sistem Demokrasi Ekonomi Sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Landasan • • Idiil : Pancasila Konstitusional : UUD 1945

Ciri-Ciri Positif Sistem Ekonomi Demokrasi 1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. 2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. 3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. 4. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan untuk permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijakan ada pada lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula. 5. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak. 6. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat. 7. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. 8. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Ciri-Ciri Negatif hal-hal yang harus dihindarkan.

1) Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain 2) Sistem etatisme; Negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara. 3) Monopoli; Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok yang merugikan masyarakat

• •

Sistem Ekonomi Kerakyatan masyarakat memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah enciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha. Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kerakyatan • • • Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat. Memerhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup. Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat. sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Badan usaha milik negara (BUMN) Badan Usaha yang modalnya sebagian besar atau seluruhnya dari negara TUJUAN PEMERINTAH MENDIRIKAN SEBUAH BUMN : • • • • Memberikan pelayanan kepada masyarakat Menjadi salah satu sumber penerimaan negara Mencegah terjadinya monopoli oleh swasta Memperluas lapangan kerja 1. Badan usaha milik swasta (BUMS) Badan Usaha yang modalnya berasal dari perseorangan ataupun kelompok masyarakat BENTUK BUMS : • • • • • • • • Badan Usaha/perusahaan Perseorangan Firma (Fa) Persekutuan Komanditer (CV) Perseroan Terbatas (PT) Badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi. Bagaimana dengan Indonesia ? Mengarah kemana ? Kapitalis-kah atau sosialis ? Menurut Landasan idiil Sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila. Seperti Negara barat yang memiliki system ekonomi kapitalis. Artinya sitem ekonomi itu berorientasi kepada : 1.bukan materialisme) 2. Pelaku Ekonomi Dalam Sistem Ekonomi Indonesia 1.kekeluargaan dan Nasionalisme) . http://www.slideshare. maupun Negara bagian timur yang menganut sosialis.• • Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja. Ketuhanan Yang Maha Esa (Adanya moral agama. Koperasi sumber : Setiap Negara memiliki sistem ekonomi yang berbeda. Persatuan Indonesia (Adanya kebersamaan. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (Tanpa ada eksploitasi) 3.net/mangabdul/sistem-ekonomi-indonesia 19/02/2011 1.

23.pokok pikiran yang tercantum dalam Pancasila 2. Rumusan Mubyarto : 1. Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Pola kebijakan ekonomi & cara penyelenggaraannya tidak menimbulkan kekuatan yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa 4. 2. Perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi. Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat. Rakyat berperan dan berparsitipasi aktif dalam usaha pembangunan 5. dan lain sebagainya. Nasionalisme selalu menjiawi kebijaksanaan ekonomi 4. yaitu Pasal-pasal 18. sila keadilan sosial yang paling relevan untuk ekonomi. 33. Rumusan Sumitro Djoyohadikusumo 1. Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia. A. 27. Rumusan Emil Salim : 1. dan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Koperasi merupakan sokoguru perekonomian nasional Ada keseimbangan antara sentralisme dan desentralisme dalam kebijaksanaan ekonomi. bahan bakar minyak / BBM. 3. sosial dan moral 2. 27 (ayat 2) dan 34. 34. B. . C. Ikhtiar untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran dalam penataan perekonomian masyarakat 3. Kedua pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan.4. dengan kelengkapannya. Ada kehendak masyarakat untuk mewujudkan pemerataan sosial ekonomi 3. Dari Pancasila. Ada beberapa rumusan tentang Ekonomi Pancasila. 4. karena ekonomi berlangsung berdasarkan free fight liberalisme 5. Pembagian pendapatann masa penjajahan tidak adil. pertambangan / hasil bumi. Peran negara adalah penting namun tidak dominan. berdampingan secara damai dan saling mendukung. kota-desa Ciri-ciri system ekonomi Pancasila yaitu : 1. Prinsip demokrasi ekonomi ditegaskan (diatur) dalam UUD 1945 pada pasal-pasal 23. 3. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia(Adanya kesetaraan) Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal utama bertumpunya sistem ekonomi Indonesia yang berdasar Pancasila. Pola pembagian hasil produksi lebih merata antar golongan. Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah. Ikhtiar untuk senantiasa hidup dekat dengan Tuhan YME 2. daerah. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan( mementingkan hajat hidup orang banyak) 5. Sistem Ekonomi yang khas Indonesia sebaiknya berpegang pada pokok. Sila keadilan sosial mengandung dua makna : Prinsip pembagian pendapatan yang adil dan Prinsip demokrasi ekonomi 4.

l. Kaum akademisi Indonesia terkesan makin mengagumi globalisasi yang membawa perangai “kemenangan” sistem kapitalisme Barat. aji .com/f/8803-sistem-ekonomi-indonesia/. Kemudian dari situ ditarik kesimpulan kelewat sederhana bahwa sistem kapitalisme telah memenangkan secara total persaingannya dengan sistem komunisme. Bukankah tidak ada lagi kapitalisme asli yang sepenuhnya liberalistik dan individualistik dan tidak ada lagi sosialisme asli yang dogmatik dan komunalistik. yaitu untuk mencapai kesejahteraan sosial dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Secara pasti SEP merupakan landasan normatif-imperatif yang mengandung tuntunan etik dan moral luhur. yang hidup dalam persaudaraan satu sama lain. Sementara pemikir strukturalis masih memberikan peluang terhadap pemikiran obyektif yang lebih mendalam. Pemahaman akan sistem ekonomi Indonesia bahkan mengalami suatu pendangkalan tatkala sistem komunisme Uni Soviet dan Eropa Timur dinyatakan runtuh. adigung. Sumber Download : ummpress.ac. melahirkan “the winner-take-all society” (adigang.id/uploads/files/Sistem%20Ind.ppt. Makalah ini tidak dimaksudkan untuk secara khusus mengemukakan tentang hal-hal mengapa globalisasi perlu kita waspadai namun perlu dicatat bahwa globalisasi terbukti telah menumbuhkan inequality yang makin parah. Mungkin yang lebih benar adalah bahwa tidak ada yang kalah antara kedua sistem itu. SISTEM EKONOMI INDONESIA PENDAHULUAN Dalam perkembangan globalisasi seperti kita saksikan saat ini ternyata tidak makin mudah menyajikan pemahaman tentang adanya sistem ekonomi Indonesia. bahwa suatu ketika nanti anak-cucu Krushchev akan menjadi “kapitalis” dan anak-cucu Kennedy akan menjadi “sosialis”. Indonesia pun dianggap perlu berkiblat kepada kapitalisme Barat dengan sistem pasar-bebasnya dan meninggalkan saja sistem ekonomi Indonesia yang “sosialistik” itu. yang menempatkan rakyat pada posisi mulianya. rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Kesimpulan yang misleading tentang menangnya sistem kapitalisme dalam percaturan dunia ini ternyata secara populer telah pula “mengglobal”. Dengan demikian.umm. rakyat sebagai ummat yang dimuliakan Tuhan. Sikap kaum akademisi semacam ini ternyata membawa pengaruh besar terhadap sikap kaum elit politik muda Indonesia. Dengan demikian hendaknya kita tidak terpaku pada fenomena global tentang kapitalisme vs komunisme seperti dikemukakan di atas. saling tolong-menolong dan bergotong-royong. diambil tanggal 19 Februari 2011 14:34 Sumber lainnya : http://www. Globalisasi dengan “pasar bebas”nya memang berperangai kapitalisme dalam ujud barunya. Pandangan para pemikir strukturalis seperti di atas kurang lebihnya diawali oleh fenomena konvergensi antara dua sistem raksasa itu (kapitalisme dan komunisme) a. Kita harus mampu mengemukakan dan melaksanakan sistem ekonomi Indonesia sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia. seperti dkemukakan oleh Raymond Aron (1967). tanpa mengabaikan hak dan tanggung jawab global kita. yang mudah menjadi ambivalen terhadap sistem ekonomi Indonesia dan ideologi kerakyatan yang melandasinya. dari persepsi simplisistik semacam ini. dengan membedakan antara runtuhnya negara-negara komunis itu secara politis dengan lemahnya (atau kelirunya) sistem sosialisme dalam prakteknya.indonesiaindonesia.

suatu bangsa tidak akan memiliki pegangan. dengan memadukan tujuan untuk mencapai “peningkatan pendapatan perkapita” dan sekaligus “pembagian pendapatan yang merata”. Sistem Eknomi Pancasila pun hampir-hampir hilang dalam pemikiran ekonomi Indonesia. 27 (ayat 2). bukan materialisme). ditetapkanlah butir-butir Demokrasi Ekonomi (kemudian menjadi ketentuan dalam GBHN 1973. Dalam GBHN 1993 butir-butir Demokrasi Ekonomi ditambah dengan unsur Pasal 18 UUD 1945. dengan kelengkapannya. Keadilan merupakan titik-tolak. proses dan tujuan sekaligus.WIDJOJO Pancasila hampir-hampir tidak terdengar lagi. seorang negarawan. bagaimana memerankan diri sebagai subyek (bukan obyek) dalam ikut membentuk ujud globalisasi. Yang paling pertama dan monumental adalah perdebatan pada tanggal 23 September 1955 antara Mr. Persatuan Indonesia (berlakunya kebersamaan. Kepentingan nasional harus tetap kita utamakan tanpa mengabaikan tanggungjawab global. saling tolong-menolong dan bergotong-royong. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal utama bertumpunya sistem ekonomi Indonesia yang berdasar Pancasila. Pertanyaan Widjojo Nitisastro semacam itu sebenarnya . Wilopo. rakyat sebagai ummat yang dimuliakan Tuhan. Di dalam perdebatan itu kita bisa memperoleh kesan adanya bibit-bibit untuk ragu meminggirkan liberalisme sebagai peninggalan kolonial serta menolak koperasi sebagai wadah kekuatan rakyat dalam keekonomian nasional. 23. Apa yang sebenarnya terjadi? Perdebatan mengenai Pasal 33 UUD 1945 (terutama Ayat 1-nya) sudah dimulai sejak awal. serta Keadilan Sosial (persamaan/emansipasi. kemudian mempertanyakannya. Berdasarkan TAP MPRS XXIII/1966. Dalam GBHN 1998 dan GBHN 1999. di samping perusahaan negara dan koperasi). asas kekeluargaan. Di awal penyajiannya dalam debat itu. 1988).mumpung). apakah ketidaktegasan ini disebabkan oleh “kontradiksi inheren” yang dikandungnya (karena masih mengakui adanya perusahaan swasta yang mengemban semangat liberalisme. Dengan demikian maka sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa (berlakunya etik dan moral agama. LANDASAN SISTEM EKONOMI INDONESIA Secara normatif landasan idiil sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila dan UUD 1945. 34. sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi dalam ekonomi). yang menempatkan rakyat pada posisi mulianya. yang meliputi penegasan berlakunya Pasal-Pasal 33. disempowerment dan impoversishment terhadap si lemah. butirbutir Demokrasi Ekonomi tidak disebut lagi dan diperkirakan “dikembalikan” ke dalam Pasal-Pasal asli UUD 1945. Landasan normatif-imperatif ini mengandung tuntunan etik dan moral luhur. Dari butir-butir di atas. Tanpa suatu ideologi negara yang solid. dengan Widjojo Nitisastro. Kemanusiaan yang adil dan beradab (tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi). yaitu Pasal-pasal 18. mahasiswa tingkat akhir FEUI. 27 (ayat 2) dan 34. Widjojo Nitisastro menyatakan adanya ketidaktegasan akan Ayat 1 Pasal 33 UUD 1945. Kerakyatan (mengutamakan kehidupan ekonomi rakyuat dan hajat hidup orang banyak). yang hidup dalam persaudaraan satu sama lain. ataukah karena akibat tafsiran yang kurang tepat. betapapun hanya tersirat secara implisit. Bahkan demikian pula Pasal 33 UUD 1945 sebagai landasan ideologinya akan dihilangkan. 23 dan butir-butir yang berasal dari Pasal-Pasal UUDS tentang hak milik yuang berfungsi sosial dan kebebasan memilih jenis pekerjaan. WILOPO –VS. suatu common denominator yang membentuk kebersamaan. 1978. Pancasila merupakan “asas bersama” (bukan “asal tunggal”) bagi pluralisme Indonesia. Tentu tergantung kita. akan terombang-ambing tanpa platform nasional yang akan memecahbelah persatuan. keadilan menjadi sangat utama di dalam sistem ekonomi Indonesia. bukan sekedar pembangunan di Indonesia. Seolah-olah orang Indonesia merasa tidak perlu Pancasila lagi sebagai ideologi negara. kemakmuran masyarakat yang utama – bukan kemakmuran orang-seorang). rakyat sebagai pemegang kedaulatan. 1983. Yang kita tuju adalah pembangunan Indonesia. sebagaimana (tersurat) dikemukakan oleh Widjojo Nitisastro.

Dalam berbagai artikel saya telah menindaklanjuti pemikiran Mr. Apa itu kerakyatan dan siapa itu rakyat? Banyak orang mengatasnamakan rakyat. pen. yaitu asas kekeluargaan.). Istilah “rakyat” memiliki relevansi dengan hal-hal yang bersifat “publik” itu. Widjojo Nitisastro alpa memperhatikan judul Bab XIV UUD 1945 di mana Pasal 33 (dan Pasal 34) bernaung di dalamnya. Terlepas dari itu Widjojo Nitisastro pada tahun 1955 itu telah menekankan pentingnya negara memainkan peran aktif dalam pengendalian dan melaksanakan pembangunan ekonomi (alangkah baiknya apabila kaum Widjojonomics saat ini mengikuti pandangan Widjojo yang dikemukakannya ini. tak terkecuali KUHD (Wetboek van Koophandel) yang berasas perorangan (liberalisme). pen.). KUHD yang berasas perorangan yang harus di-Pasal 33kan. Rakyat adalah “the common people”. perusahaan negara dan swasta) daripada terhadap masalah ideologi kerakyatan yang dikandung di dalam makna “Kesejahteraan Sosial” itu. adalah bahwa mereka kurang sepenuhnya memahami arti dan makna rakyat serta dimensi yang melingkupinya. menurut pendapat saya. Wilopo ini dengan mengemukakan bahwa Ayat II Aturan Peralihan UUD 1945 merupakan sumber hukum yang perlu kita perhatikan. . pen. Pasal 33 UUD 1945 berlaku secara permanen. Yang terakhir ini tentulah merupakan tindakan yang tidak terpuji. “Rakyat” adalah konsepsi politik. sedang KUHD sebagai akibat Aturan Peralihan UUD 1945 berlaku secara temporer (transisional).) dengan suatu asas baru (asas ekonomi nasional.tidak perlu ada apabila beliau menyadari makna Ayat II Aturan Peralihan UUD 1945 dan mengkajinya secara mendalam. rakyat tidak harus berarti seluruh penduduk. Ada yang melakukannya secara benar demi kepentingan rakyat semata. jelas bahwa ekonomi Indonesia berpedoman pada ideologi kerakyatan. yang berbeda dengan “kepentingan orang-seorang”. Ada yang disebut “public interest” atau “public wants”. Namun yang lebih berbahaya dari itu adalah bahwa banyak di antara mereka. 1999). Sementara Mr. Sekali lagi. “bukankah seorang konglomerat juga rakyat. 1988. Pengertian rakyat berkaitan dengan “kepentingan publik”. sehingga beliau terdorong untuk lebih tertarik terhadap masalah bentuk-bentuk badan usaha (koperasi. Artinya Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan “asas kekeluargaan” berlaku bagi Indonesia sejak ditetapkan berlakunya UUD 1945. 1978. Ayat II Aturan Peralihan UUD 1945 menetapkan: “segala badan negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku selama belum diadakan yang baru menurut UUD ini”. siapa yang disebut “rakyat”? Pertanyaan semacam ini banyak dikemukakan secara sinis oleh sekelompok pencemoh yang biasanya melanjutkan bertanya. Mereka yang mau memahami pula kedudukan Pasal 33 UUD 1945 dan asas kekeluargaan hendaknya memahami kedudukan peraturan perundangan mengenai keekonomian dalam konteks Aturan Peralihan ini. Pengertian rakyat mempunyai kaitan dengan kepentingan kolektif atau kepentingan bersama. karena dimaksudkan untuk mengganti asas ekonomi masa lalu (asas ekonomi kolonial. Beliau mendukung agar negeri ini tidak berdasarkan konsep liberalisme ekonomi sebagai bagian dari pelaksanaan Asas-Asas Dasar (platforms) yang dianut oleh konstitusi kita (UUDS. SIAPA YANG DISEBUT RAKYAT? Dari landasan sistem ekonomi Indonesia sebagaimana dikemukakan di atas (Pancasila. UUD 1945. tetapi ada pula yang melakukannya demi kepentingan pribadi atau kelompok. memang sangat penting. Wilopo menangkap ide kerakyatan dan demokrasi ekonomi (istilahnya: mengikuti jalan demokratis untuk memperbaiki nasib rakyat). Beliau mengatakan lebih lanjut bahwa “sejak semula sudah diakui bahwa ketentuan-ketentuan Pasal 33 UUD 1945 yang muncul dalam UUDS sebagai Pasal 38. yaitu “Kesejahteraan Sosial”. 1998. bukan konsepsi aritmatik atau statistik. rakyat adalah “orang banyak”. Di samping itu. yang saya anggap bagian ini tepat sekali). di luar cabang-cabang produksi itu (ditegaskan Bung Hatta) swasta masih memperoleh tempat. XXIII/66 dan GBHN-GBHN 1973. Artinya. bukankah Liem Sioe Liong juga rakyat?” Tentu! Namun yang jelas perekonomian konglomerat bukanlah perekonomian rakyat. TAP MPRS No. yang berbeda dengan “private interest” dan “private wants”. Sudah lama pula orang mempertentangkan antara “individual privacy” dan “public needs” (yang berdimensi domain publik). baik yang menuding ataupun yang dituding dalam mengatasnamaan rakyat. namun tetap masih berlaku pula peraturan perundangan kolonial. 1983. bukan Pasal 33 yang harus di-KUHD-kan. Ini analog dengan pengertian bahwa “social preference” berbeda dengan hasil penjumlahan atau gabungan dari “individual preferences”. Akibatnya beliau alpa pula bahwa yang paling utama berkaitan dengan kesejahteraan sosial adalah “cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak” (ayat 2 Pasal 33 UUD).

Yang kita tuju bukanlah “privatisasi” tetapi adalah “go-public”. Dengan menempatkan Pasal 33 1945 di bawah judul Bab “Kesejahteraan Sosial” itu. Bukankah terjadinya ketidakadilan sosialekonomi mass poverty. menghilangkan subordinasi ekonomi (yang tidak emancipatory) dan menggantinya dengan demokrasi ekonomi (yang participatory dan emancipatory). UUD itu tentu tidak ada artinya dalam praktek …”. tanpa mengabaikan kepentingan individu orang-perorang. bukan dalam arti “penduduk” yang 210 juta. apabila semangat penyelenggara negara. kemakmuran bagi semua orang. Oleh karena itu. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal restrukturisasi ekonomi. Saat ini Pasal 33 UUD 1945 (ide Bung Hatta yang dibela oleh Bung Karno karena memangku ide “sosio-nasionalisme” dan ide “sosio-demokrasi”) berada dalam bahaya. Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajad hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. tanpa memiliki ideologi kerakyatan. di mana rakyat lebih dekat dengan arti “masyarakat” atau “ummat”. Pasal 33 UUD 1945 akan digusur dari konstitusi kita. akan habishabisan ber-KKN karena melalaikan asas kekeluargaan.Mereka yang tidak mampu mengerti “paham kebersamaan” (mutuality) dan “asas kekeluargaan” (brotherhood atau broederschap) pada dasarnya karena mereka tidak mampu memahami arti dan makna luhur dari istilah “rakyat” itu. Rakyat atau “the people” adalah jamak (plural). Seperti dikemukakan di atas. Kesejahteraan sosial adalah bagian tak terpisahkan dari cita-cita kemerdekaan. Ini kiranya jelas. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal yang mulia. Memang tidak akan mudah bagi mereka untuk memahami Pasal 33 UUD 1945 tanpa memiliki platform nasional. keadilan sosial-ekonomi implisit di dalamnya. self-explanatory. tidak tunggal (singular). Dari Penjelasan UUD 1945 juga kita temui kalimat “… Meskipun dibikin UUD yang menurut katakatanya bersifat kekeluargaan. pasal yang mengutamakan kepentingan bersama masyarakat. tetapi substansi dan dasar kemuliaan ideologi kebangsaan dan kerakyatan yang dikandungnya akan diubah. Ayat 1 Pasal 33 UUD 1945 menegaskan. di mana pemilikan BUMN meliputi masyarakat luas yang lebih menjamin arti “usaha bersama” berdasar atas “asas kekeluargaan”. sebagaimana pula demokrasi politik menolak “otokrasi politik”. 2000). ataupun tanpa memahami cita-cita sosio- . Pasal 33 UUD 1945 tidak saja akan diamandemen. kerakyatan dalam sistem ekonomi mengetengahkan pentingnya pengutamaan kepentingan rakyat dan hajat hidup orang banyak. PASAL 33 UUD 1945 PERLU DIPERTAHANKAN Pasal 33 UUD 1945 harus dipertahankan. apa kelemahannya? Apabila Pasal 33 UUD 1945 dianggap mengandung kekurangan mengapa tidak disempurnakan saja dengan ayat-ayat tambahan. Bukankah sudah diprediksi oleh UUD 1945 bahwa orang-orang yang berkuasa akan menyalahgunakan kekuasaan. oleh sekelompok pemikir dan elit politik yang kemungkinan besar tidak mengenal platform nasional Indonesia. Makin berkembangnya aliran sosial-demokrasi (Anthony Giddens. Dari sini perlu kita mengingatkan agar tidak mudah menggunakan istilah “privatisasi” dalam menjuali BUMN. berarti pembangunan ekonomi nasional haruslah bermuara pada peningkatan kesejahteraan sosial. dalam sistem ekonomi berlaku demokrasi ekonomi yang tidak menghendaki “otokrasi ekonomi”. merubah ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional. dll) makin meningkatkan relevansi Pasal 33 UUD 1945 saat ini. Saat ini 13 dari 15 negara Eropa Barat menganut paham sosial-demokrasi (Dawam Rahardjo. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal mengenai keekonomian yang berada pada Bab XIV UUD 1945 yang berjudul “Kesejahteraan Sosial”. Apa salahnya. dengan tetap mempertahankan 3 ayat aslinya. Perkataan disusun artinya “direstruktur”. Kalau tidak tampuk produksi jatuh ke tangan orang-orang yang berkuasa dan rakyat banyak ditindasinya …”. artinya akan digusur. para pemimpin pemerintahan itu bersifat perorangan. pasal untuk mengatasi ketimpangan struktural ekonomi. yang bersumber pada kedaulatan rakyat atau demokrasi. bukan semata-mata per-tumbuhan ekonomi apalagi kemegahan pembangunan fisikal. tidak mampu memahami kemuliaan adagium “vox populi vox Dei”. bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”. Mari kita baca Penjelasan Pasal 33 UUD 1945 “… Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi. Tony Blair. Peningkatan kesejahteraan sosial merupakan test untuk keberhasilan pembangunan. impoverishmen dan disempowerment terhadap rakyat karena tidak hidupnya asas kekeluargaan atau brotherhood di antara kita? Dalam kebersamaan dan asas kekeluargaan. Pasal 33 UUD 1945 sebenarnya makin relevan dengan tuntutan global untuk menumbuhkan global solidarity dan global mutuality. Seorang strukturalis pasti mengerti arti “disusun” dalam konteks restrukturisasi ekonomi.

ATAU RAKYAT? Kesalahan utama kita dewasa ini terletak pada sikap Indonesia yang kelewat mengagumi pasarbebas. yang mampu merasakan sesamanya sebagai “saudara”. Umer Chapra (2001) bahkan menegaskan bahwa memperkukuh brotherhood merupakan salah satu tujuan dalam pembangunan ekionomi. KUH Pidana. “Asas kekeluargaan” adalah istilah Indonesia yang sengaja diciptakan untuk memberi arti brotherhood. yang Ayat II-nya menegaskan bahwa sistem hukum kolonial berdasar KUH Perdata. Kebersamaan menjadi dasar bagi partisipasi dan asas kekeluargaan menjadi dasar bagi emansipasi. Bukan pula Pasal 33 yang membuat perekonomian diampu dan di bawah kuratil negara tetangga (L/C Indonesia dijamin Singapore).(Mubyarto. merupakan satu paket sistem ekonomi untuk merubah ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional. Bukan Pasal 33 UUD 1945 yang menjebol Bank Indonesia dan melakukan perampokan BLBI. lalu ingin menghapuskan ketiga ayat Pasal 33 UUD 1945 itu adalah mereka yang mungkin sekali ingin merubah cita-cita dasar Indonesia Merdeka. menambah ayat-ayat. M. “sedulur”. Kita telah “menobatkan” pasar-bebas sebagai “berdaulat”. Bukan pula Pasal 33 yang membuat distribusi pendapatan Indonesia timpang dan membiarkan terjadinya trickle-up mechanism yang eksploitatif terhadap rakyat. Memang yang bisa memahami asas kekeluargaan adalah mereka yang bisa memahami cita-cita perjuangan dalam konteks budaya Indonesia. Brotherhood menjadi sinergi kekuatan ekonomi utnuk saling bekerjasama. Jadi asas kekeluargaan yang brotherhood ini bukanlah asas keluarga atau asas kekerabatan (bukan family system atau kinship) yang nepotistik. mengganti dan menggeser kedaulatan rakyat. KUHD. dan “kerakyatan” adalah istilah Indonesia untuk demokrasi. bahasa agamanya adalah ukhuwah. misalnya untuk mengakomodasi dimensi otonomi daerah dan globalisasi ekonomi.. Mereka (sebagian ekonom junior) kiranya tidak suka mencoba memahami makna “perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan” (ayat 1 Pasal 33). Bukan Pasal 33 UUD 1945 yang mengakibatkan kita terjerumus ke dalam jebakan utang (debt-trap) yang seganas ini. Jadi yang tidak tahu. . “kisanak”. “usaha bersama” dan “asas kekeluargaan” adalah satu kesatuan. PENUTUP: SIAPA YANG BERDAULAT. “sederek”. dengan tetap mempertahankan tiga ayat aslinya. Pasal 33 UUD 1945 tidak ikut salah apa-apa dalam menghadirkan krisis ekonomi yang berkepanjangan. seperti halnya persatuan Indonesia” adalah istilah Indonesia untuk nasionalisme. Lalu. PASAR. yang lebih merupakan suatu upaya memberi “addendum”. Tidak akan ada partisipasi genuine tanpa adanya emansipasi. bukan saja karena tidak menjadi penghambat pembangunan ekonomi nasional tetapi juga karena tepat dan benar. tolong-menolong dan bergotong-royong. Bukan Pasal 33 yang menghadirkan kesenjangan ekonomi (yang kemudian membentuk kesenjangan sosial yang tajam dan mendorong disintegrasi sosial ataupun nasional). dalam konteks rahmatan lil alamin. Kita telah menobatkan pasar sebagai “berhala” baru. 2001). tidak ikut memperlemah posisi ekonomi Indonesia sehingga kita terhempas oleh krisis moneter. suatu keterpurukan terberat dalam sejarah Republik ini. tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Tiga butir Ayat Pasal 33 UUD 1945 tidak seharusnya dirubah. “sameton” dan seterusnya. Kebersamaan dan kekeluargaan adalah asas ekonomi kolektif (cooperativism) yang dianut Indonesia Merdeka. di mana “partisipasi” dalam kehidupan ekonomi harus pula disertai dengan “emansipasi”. apalagi melarang kita maju dan mengambil peran global dalam membentuk tata baru ekonomi mondial. dll tetap berlaku secara temporer. yang mengemban semangat kekolektivan dan solidaritas sosial. Kami mengusulkan berikut ini sebagai upaya amandemen UUD 1945. Mengulang yang disinggung di atas. mengapa kita mengkambinghitamkan Pasal 33 UUD 1945 dan justru mengagung-agungkan globalisasi dan pasar-bebas yang penuh jebakan bagi kita? Pasal 33 tidak menghambat.nasionalisme dan sosio-demokrasi yang saat ini tetap relevan. Pasal 33 UUD 1945 tidak punya andil apapun dan keterpurukan ekonomi saat ini. “Kebersamaan” adalah suatu “mutuality” dan “asas kekeluargaan” adalah “brotherhood” atau “broederschap” (bukan kinship atau kekerabatan). Pura-pura tidak memahami makna mulia “asas kekeluargaan” terkesan untuk sekedar menunjukkan kepongahan akademis belaka. Pasal 33 UUD 1945 tidak salah apa-apa. Itulah sebabnya UUD 1945 memiliki Aturan Peralihan. “sanak”. sebagaimana Al Islam menanggap sesama ummat (bahkan manusia) sebagai “saudara”. sebagai lawan dari asas individualisme yang menjadi dasar sistem ekonomi kolonial yang dipelihara oleh Wetboek van Koophandel (KUHD). “sawargi”. yang menumbuhkan pelumpuhan (disempowerment) dan pemiskinan rakyat (impoverishment). tetapi ditambah ayat-ayat baru. artinya dalam posisi “peralihan”. yang berkedudukan sebagai “sementara sebelum diadakan yang baru menurut UUD 1945”. meminggirkan rakyat dan ekonominya.

patents. 1) 1) Mengapa pasar di Jepang dapat diatur bersahabat dengan petani Jepang. sebab “ekonomi” adalah derivat atau alat untuk mencapai “kesejahteraan sosial” itu. Globalisasi bisa berwujud kebudayaan. Adalah kekeliruan besar menganggap pasar sebagai “omniscient” dan “omnipotent” sehingga mampu mengatasi ketimpangan struktural. “Kesejahteraan Sosial” sebagai jugul Bab XIV UUD 1945 pun tidak perlu dirubah atau diganti dengan memasukkan perkataan “Ekonomi”. 2) Lihat Sri-Edi Swasono “Pasar-Bebas yang Imajiner: Distorsi Politik dan Pertentangan Kepentingan Internasional”. Undang-Undang Dasar 1945 jelas menegaskan rakyatlah yang berdaulat. Mengapa kita harus keliru sejauh ini. (2) para penguasa stok barang (termasuk penimbun dan pengijon). 21 Maret 1997. termasuk para penyamun BLBI.000. Globalisasi ekonomi merupakan suatu keadaan ekonomi global . dan (4) terakhir adalah rakyat awam yang tenaga-belinya lemah. monopoli terselubung (copyrights. dan ekonomi. bukan pasar. petani. Demikian itulah. ilmu pengetahuan. Tapi. Lebih riil sebagai kenyataan adalah embargo. Apabila pasar tidak dikontrol oleh negara. yang harus mengabdi kepada negara. Menghilangkan “usaha bersama” dan “asas kekeluargaan” bisa diartikan sebagai mengabaikan nilai-nilai agama. para pelaku KKN. terkendali. Mengapa tidak sebaliknya bahwa pasarlah yang harus bersahabat kepada rakyat. dst dst. nelayan. (3) para spekulan (baik di pasar umum dan pasar modal). 2) tetapi sebaliknya pasarlah. Bahkan sekelompok ekonom tertentu mengharapkan Presiden Megawati pun harus ramah terhadap pasar. Kantor Menko Ekuin. Pada hakekatnya yang demikian itu ramah kepada pasar adalah ramah kepada ketiga kelompok pertama sebagai pelaku utama (baca: para penguasa pasar dan penentu pasar). kita malah mengimpor beras murah dari luar negeri? Siapakah sebenarnya pasar itu? Bukankah saat ini di Indonesia pasar adalah sekedar (1) kelompok penyandang/ penguasa dana (penerima titipan dana dari luar negeri/komprador. apabila asar kita biarkan bebas sehingga pasar-bebas kita jadikan “berhala” dan kita nobatkan sebagai berdaulat.. mengapa kriteria menjadi menteri ekonomi harus orang yang bersahabat kepada pasar. tak terkecuali embargo dan economic sanctions sebagai kepentingan politik yang mendominasi dan mendistorsi pasar. apabila kita ingin mempertahankan kedaulatan rakyat. ada juga yang mengatakan bahwa globalisasi merupakan suatu proyek yang sengaja diusung oleh negara adikuasa. maka Pasal 33 UUD 1945 hendaknya tidak dirubah. intellectual property rights). Globalisasi merupakan suatu proses interaksi baik antarindividu maupun kelompok tanpa dibatasi oleh batasan suatu negara. proteksi terselubung. sehingga beras di Jepang per kilo yang mencapai harga rupiah sebesar Rp. 30. Adalah naif menganggap “pasar bebas” adalah riil. Ada yang mengatakan bahwa globalisasi memang merupakan proses alami interaksi manusia.Kita boleh heran akan kekaguman ini. unfair competition. Oleh karena itu pasar harus tetap dapat terkontrol. www. mengabaikan moralitas ukhuwah di dalam berperikehidupan yang menjadi kewajiban agama. maka berarti kita membiarkan pasar menggusur kedaulatan rakyat. Salah satu proses globalisasi yang sedang ramai dibicarakan adalah mengenai globalisasi ekonomi. “usaha bersama” dan “asas kekeluargaan” adalah kata-kata dan makna mulia yang harus tetap dipertahankan. sebagai “alat” ekonomi.ekonomirakyat. yaitu globalisasi dan ekonomi. justru ketika kita petani sedang panen padi. mengapa dikatakan Kabinet harus ramah terhadap pasar.para importir Jepang tidak mengimpor beras murah dari luar negeri. Mengapa pula kita harus “memperpurukkan” petani-petani kita. not to fully rely-on.org merupakan gabungan dari dau kata. Mimeo. dst).

Tiap negara pun akhirnya mempunyai mata uangnya sendiri. Dampak negatifnya juga akan sangat berpengaruh secara signifinkan terhadap pola hidup dan perekonomian nasional. Sementara ada juga pengusaha dari suatu negara kesulitan dalam melakukan bisnis di negara lainnya. jika pengusaha kita tidak siap dengan meningkatkan kualitas produk. dalam ekonomi global tentunya akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional yang akan bersaing dengan berbagai kompetitor. Berbagai Dampak dari Adanya Globalisasi Ekonomi Tentu saja saat globalisasi ekonomi terjadi. Dampak positifnya misalnya dapat memotivasi SDM untuk meningkatkan kualitas. Banyak negara kemudian mendirikan perusahaannya di negara lain. tentu globalisasi ekonomi ini akan memiliki dampak yang positif dan juga memiliki dampak yang negatif. Pengusaha di negara lain semakin banyak yang mendirikan ataupun berinvestasi di negara yang lainnya. Terjadinya globalisasi ekonomi ini akan memilik berbagai dampak yang mempengaruhi kegiatan perekonomian di dalam negara tersebut hingga perekonomiannya di dalam skala internasional. Bila dilihat dari dampaknya. Hal ini kemudian memunculkan pandangan bahwa sistem perekonimian yang semakin mendunia ini harus dipermudah dan dipercepat dengan melakukan globalisasi.di mana kegiatan perekonomian bersifat terbuka tanpa adanya batas-batas teritorial. Padahal tiap negara memerlukan negara lainnya untuk melakukan pertukaran ekonomi. Ilmu pengetahuan dan barang konsumtif juga akan diperoleh dengan mudah dan murah. maka kita akan kalah bersaing dengan produk luar yang dijual di negara kita. dan juga jasa. . Kemudian sistem barter dianggap kurang efektif karena beberapa sebab. Di dalam ekonomi global. Namun terkadang pengusaha asing bisa dengan leluasa mengusai perekonomian di suatu negara. Berbagai kegiatan perdagangan dan investasi menuju ke arah liberalisasi kapitalisme di mana semua orang menjadi bebas untuk berusaha di berbagai tempat mana saja dan kapan saja di seluruh wilayah dunia. Misalnya saja. dunia menjadi satu kesatuan di mana semua daerah bisa dijangkau dengan cepat dan mudah. Kegiatan perekonomian bagi negara-negara di seluruh dunia harus menjadi satu kekuatan pasar yang terintegrasi dengan tanpa rintangan batas terotorial suatu negara. Manusia pun menemukan cara yang efektif untuk melakukan pertukaran bukan dengan cara barter tapi dengan menggunakan uang. Kegiatan ini terus berkembang. Dari sini kemudian memunculkan berbagai sistem ekonomi yang berbeda pula di setiap negara. Proses Terjadinya Globalisasi Ekonomi Pada zaman dahulu orang menggunakan sistem barter dalam kegiatan ekonominya. akan terbuka lebar lapangan pekerjaan yang banyak. Pertukaran ekonomi dengan menggunakan uang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Kegiatan perekonomian nasional dan internasional memiliki keterkaitan yang semakin erat. Kegiatan perekonomian global menginginkan terhapusnya berbagai batasan dan hambatan pada proses arus modal. maka batas-batas suatu negara terhadap negara lainnya akan menjadi kabur. Selain itu juga. maupun kewilayahan antardaerah satu dengan daerah yang lain. barang. Misalkan. Selain itu juga tentunya ekonomi global juga akan membuka peluang terhadap masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.

siapkah negara kita menghadapinya? 13243 http://www. Yang menjadi pertanyaan adalah.com/ . Begitu pun pola hidup masyarakat yang menjadi lebih konsumtif karena barang-barang konsumtif lebih mudah dan lebih murah didapatkan. Meskipun ada yang bilang kalau ini hanya proyek yang sengaja diciptakan negara adikuasa untuk menguasai pasar internasional.anneahira. Arus globalisasi memang nampaknya sulit dibendung. tapi sepertinya globalisasi memang suatu keharusan.Hal ini mengakibatkan banyaknya perusahaan dalam negeri yang akhirnya gulung tikar.

there are alternatives to the neoliberalism course. Terhadap kekuatan-kekuatan “anti globalisasi” ini para pendukung globalisasi berusaha dan berhasil mengundang IMF untuk memperkuat barisan. Benarkah pilihannya hanya dua sebagaimana dikemukakan paham Neoliberalisme? Benarkah tak ada hak sama sekali bagi setiap negara untuk “berbeda” dengan menerapkan sistem ekonomi yang sesuai sistem nilai dan budaya negara-negara bersangkutan? Arthur Mac Ewan membantah keras pandangan “tidak ada pilihan” ini dengan secara tegas menyatakan: Contrary to the claims of its proponents. dan kedua.Pendahuluan Globalisasi mempunyai 2 pengertian pertama. sebagai “obat kuat” (prescription) menjadikan ekonomi lebih efisien dan lebih sehat menuju kemajuan masyarakat dunia. Kini yang terjadi adalah pergulatan (ilmiah dan ideologis) antara dua kekuatan yaitu mereka yang mendukung dan yang menentang globalisasi. and these alternatives are far preferable in term of immediate and long term consequences (Mac Ewan 1999:8) Lebih tegas lagi pernyataan James Petra dan Henry Veltmeyer dalam Globalization Unmasked bahwa “globalization is neither inevitable nor necessary” (Petras & Veltmeyer 2001:12) Hikmah Krisis Moneter Orang Indonesia selalu berhasil menyatakan “untung” atas berbagai musibah. Maka. The region and the entire world need to carefully think through whether globalization has proceeded at too fast a pace for national societies. adakah alasan orang menyatakan “untung ada krismon”? Ternyata dalam segala kesusahan menghadapi globalisasi dan liberalisasi perdagangan dan investasi. krismon dan Bom Bali telah membantu Indonesia “mengusir atau mengurangi tekanan globalisasi” yang memang lebih merugikan ketimbang menguntungkan ekonomi Indonesia. Kesimpulan kita di Indonesia tidak bisa lain. sebagai deskripsi/definisi yaitu proses menyatunya pasar dunia menjadi satu pasar tunggal (borderless market). Dengan dua pengertian ini jelas bahwa menurut para pendukung globalisasi “tidak ada pilihan” bagi setiap negara untuk mengikutinya jika tidak mau ditinggalkan atau terisolasi dari perekonomian dunia yang mengalami kemajuan sangat pesat. krismon dan bom Bali “diturunkan” untuk memperingatkannya dan mengeremnya. particularly . “jangan-jangan” krismon dan Bom Bali merupakan “Petunjuk Tuhan” bahwa globalisasi dan liberalisasi yang jelasjelas merugikan sebagian besar rakyat Indonesia kenyataannya memang telah berjalan terlalu cepat sehingga “atas kehendak Tuhan”. bahkan termasuk meledaknya “bom Bali”. orang Indonesia masih mampu menyebutkan aspek keuntungannya. Seorang rekan ekonom dari AS menulis “A less globalized world might be better for Indonesia”! Jadi tanpa Indonesia susah-susah melawan serangan dahsyat globalisasi.

ketika yang bersangkutan menjabat Gubernur Bank Indonesia. karena kita mengira sistem ekonomi kapitalis liberal (sistem pasar bebas ala Neoklasik ortodok) adalah satu-satunya sistem ekonomi yang cocok untuk dipakai dan diterapkan di Indonesia. (Morrison & Hadi Soesastro. yang meningkat lebih 2 kali menjadi 240 bank pada tahun 1995. to make needed adjustments without undue dislocation and economic pain. Jika diingat bahwa jumlah bank di Indonesia sebelum Pakto 88 hanya sekitar 100 buah. kesalahan tidak sepenuhnya dapat ditimpakan kepada bank-bank itu tetapi juga pada Bank Indonesia (dan Departemen Keuangan) yang telah membiarkan perbankan berkembang “liar” tanpa pengawasan. Jika perasan Pancasila adalah asas gotongroyong atau asas kekeluargaan. Memang tepat yang pernah dikatakan David Cole dan Betty Slater (Building a Modern Financial System. 1998:23) Liberalisasi Perbankan 1983-88 Jika kita baca dan renungkan kembali kekagetan Radius Prawiro tentang telah menjadi terlalu liberalnya peraturan masuk dan keluar modal ke dan dari Indonesia sejak pertengahan delapan puluhan. meskipun tanpa disadari justru kebijakan ini telah menjadi perangkap baru yang akhirnya “menyandera” kebijakan ekonomi pemerintah secara berkelanjutan. Menteri Keuangan. yaitu produksi dikerjakan oleh semua. tetapi “terlalu banyak Bank yang tidak diawasi perkembangannya”. maka pengurangan jumlah Bank menjadi kurang dari 100 bank dewasa ini hanya mengkonfirmasi pertumbuhan jumlah bank yang kebablasan tersebut. maka tepat sekali bunyi ayat 1 pasal 33 UUD 45 bahwa: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. 1996) bahwa sebenarnya di Indonesia bukannya terlalu banyak Bank. maka Pancasila pastilah dapat diandalkan sebagai sumber ideologi untuk menyusun sistem ekonomi nasional. dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Menyiasati Globalisasi Krismon 1997 dan sampai tingkat tertentu ledakan “bom Bali” adalah “bom waktu” buatan Indonesia sendiri. Dalam asas kekeluargaan terkandung pengertian demokrasi ekonomi. Jika kita sadari dan percaya bahwa Pancasila adalah ideologi yang telah menyatukan bangsa hingga mampu membebaskan Indonesia dari 350 tahun penjajahan. Ini berarti bahwa ketika banyak bank mengalami kesulitan likuiditas pada saat-saat awal krismon. Itulah sebabnya mengapa pemerintah dan Bank Indonesia memutuskan pemberian BLBI yang “royal” itu untuk “menebus dosa”. dan Menko Ekuin. untuk semua. maka jelas telah terjadi gerakan tak terkendali dari liberalisasi dan globalisasi di negara kita. karena proses liberalisasi dan globalisasi telah dibiarkan berlangsung “kebablasan”. Kemakmuran masyarakat lebih diutamakan .developing ones.

tetapi hipotesa tersebut belum lengkap dan merupakan kebijakan yang salah arah. dan kerakyatan. hendaknya kita tidak bersikap pasrah dan menerima begitu saja “aturan main” yang dibuat “mereka”. Demikian “serangan” globalisasi tidak perlu kita takuti selama kita setia menggunakan Pancasila sebagai ideologi pegangan kehidupan bangsa. yang akan mampu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Washington Concensus mengatakan bahwa kinerja perekonomian akan berjalan baik apabila didukung oleh sistem perdagangan bebas. Philipina. Krisis ekonomi global pada tahun 1997 yang berawal dari negara-negara Asia seperti Indonesia. Selanjutnya globalisasi tahap II ( sistem taman paksa 1830-1870) dan sistem kapitalis liberal ( pasca 1870 ) lebih jauh lagi “mengglobalkan” komoditi-komoditi pertanian Indonesia (terutama gula dan tembakau) sehingga “Hindia Belanda” menjadi terkenal sebagai sumber komoditi-komoditi tropik ini.ketimbang kemakmuran orang seorang. maka aturan main “kita” inilah yang harus kita pakai sebagai pegangan hubungan-hubungan ekonomi dengan kepentingan-kepentingan ekonomi luar negeri dan bukan aturan main “mereka”. Sistem ekonomi Pancasila adalah sistem ekonomi moralistik. Jika aturan main yang dipakai adalah “sistem Ekonomi Pancasila”. Faktor-faktor yang mendasar inilah yang telah diabaikan oleh Washington Concencus dan sering kali berubah . manusiawi. Apa yang dinyatakan dalam Washington Concensus merupakan syarat dalam bergeraknya ekonomi pasar. World Trade Organization (WTO) dan Departemen Keuangan Amerika Serikat yang tersentralistik di USA sangat terkontaminasi terhadap kepentingan ekonomi di setiap negara. Globalisasi bukan hal baru bagi Indonesia karena sejak abad-abad awal penjajahan (17-18) rempah-rempah dan komoditi-komoditi pertanian Indonesia sudah “diglobalisasikan” (globalisasi tahap I ). nasionalistik. Singapura dan Korea telah membawa negaranegara yang ada di Asia dalam situasi gawat khususnya dibidang ekonomi. Kini pada globalisasi tahap III (sejak medio delapan puluhan) Indonesia yang sudah menjadi negara merdeka tentulah tidak perlu was-was asal berani dan percaya diri dengan kepala tegak menetapkan aturan main “kita” untuk dipakai sebagai pegangan hubunganhubungan ekonomi “kita” dengan “mereka”. Malaysia. stabilitas makro dan penerapan kebijakan yang tepat. Sistem ekonomi agar berjalan dengan baik harus butuh kontrol dari pemerintah. regulasi yang tepat di sektor finasial serta kebijakan persaingan usaha yang sehat. Washington Concensus (Kesepakatan Washington) sebutan untuk lembaga keuangan internasional seperti World Bank (WB) International Monetary Fund (IMF). Penutup Jika orang menyatakan globalisasi tak terelakkan. Thailand.

Stiglitz merupakan salah satu pakar ekonomi AS yang cukup kapabel dalam melihat peran lembaga keuangan internasional. atau memang sistem ekonomi kerakyatan kita telah digeser dengan sistem ekonomi kapitalis yang mengandal modal sebagai faktor utama dalam menentukan kebijakan pasar. maka rente hanya akan berpindah dari pemerintah ke monopolis dengan penurunan harga yang tidak berarti. Jika liberalisasi terjadi pada perekonomian yang didominasi oleh importer monopolis. Joseph E. Sukses perekonomian Asia Timur merupakan bukti hal tersebut. Ketidakstabilan politik berdampak terhadap turunnya rezim Orde Baru dari singgah sanannya karena rakyat sudah kehilangan trust terhadap pemerintahan Orde Baru. Padahal kita telah memiliki sistem dan konsep ekonomi kerakyatan yang telah dibuat oleh para pendiri bangsa kita (Founding Father) walaupun realitanya di lapangan kita melihat bahwa sistem ekonomi menganut paham sistem ekonomi kapitalis dan ini sangat kontradiktif dengan sistem ekonomi kita. Sejak krisis ekonomi 1998 sistem ekonomi Indonesia mengalami goncangan yang amat berat. tidak hanya di sistem ekonomi tetapi penerapan kebijakan lembaga internasional berdampak sistem politik yang telah tertata rapi. . dan World Trade Organization (WTO) acap kali jika negara luar tidak banyak bertanya tentap sistem kebijakan apa yang akan mereka terapkan. dengan background nya yang perna menduduk jabatan strategis di Bank Dunia serta Dewan Ekonomi Amerika Serikat sudah dipastikan bahwa dia memiliki rasionalisasi dan argumentasi yang kuat dalam mengkritik sistem ekonomi liberal. Penciptaan persaingan di sektor ekspor adalah sama pentingnya dengan persaingan di sektor impor. International Monetary Fund (IMF). Liberalisasi perdagangan dengan demikian bukan merupakan syarat perlu bagi penciptaan perekonomian yang kompetitif dan inovatif. Liberalisasi perdagangan tidak bisa dengan sendirinya menciptakan persaingan. World Bank (WB). Ini terlihat dengan banyaknya produk undang-undang yang tidak berpihak kepada rakyat tetapi menguntungkan individu atau kelompok orang. tidak hanya dibidang ekonomi tetapi juga ini merambah ke bidang politik. Pada umumnya lembaga keungan internasional ini akan memverifikasi negara-negara demokrasi yang sangat membutuhkan dana yang relatif tidak sedikit. Pada umumnya negara-negara yang menganut paham demokrasi mengalami hambatan dan rintangan dalam sektor pembangunan nasional serta mandeknya inovasi karena ini merupakan raport negatif bagi negara. Apakah sistem ekonomi kerakyatan kita sudah tidak relevan lagi dengan kondisi dan kebutuhan zaman?. akibat dari goncangan krisis ekonomi tersebut pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional mengalami kendala yang amat pelik. dan ini sangat terlihat dinegara kita betapa Indonesia bertekuk lutut dibawah lembaga keuangan internasional. Penekanan terhadap liberalisasi dimunculkan karena negara-negara Amerika latin ketika itu mengalami hambatan perdagangan. Sehingga timbul pertanyaan yang sangat mendasar. Washington Concensus Liberalisasi perdagangan yang pada akhirnya mengalami perdagangan bebas merupakan komponen kunci dalam kesepakatan Washington.menjadi tujuan dan bukan lagi fungsi sebagai alat untuk mewujudkan sistem financial keuangan yang lebih baik. bahkan ini merusak sistem pemerintahan yang ada di negara yang menganut sistem demokrasi. Argumen yang menyatakan bahwa proteksionisme akan menghambat inovasi ini merupakan hipotesa yang kabur dan salah karena perusahaan-perusahaan domestik yang stagnan bukan disebabkan oleh faktor eksternal tetapi lebih kontrol internal yang berjalan tidak efektif dan efisien. Tiap negara memusatkan perekonomiannya pada produksi sektor yang menjadi keunggulan komparatifnya sehingga perdagangan berhasil meningkatkan upat dan memperluas kesempatan konsumsi. Pertanyaan tersebut mungkin sangat sederhana tapi berimplikasi terhadap sistem ekonomi kerakyatan kita.

tetaplah sulit untuk memastikan bahwa tujuan publik lebih besar akan dapat dicapai meskipun regulasi telah ditetapkan. Dalam buku “Globalisasi adalah Mitos” karangan Paul Hirst dan Grahame Thompson mengatakan bahwa globalisasi merupakan sistem yang gagal yang mana secara teoritis kekuatan mekanisme pasar mempunyai kelemahan yang sangat mendasar (weaknesses) pertama institusi pasar tanpa kehadiran institusi negara dapat menimbulkan ekternalitas negatif seperti kerusakan lingkungan alam akibat kegiatan ekonomi. dan sistem ekonomi gotong royong menjadi salah satu cirri khusus dalam mengatasi kesejahteraan rakyat. Hanya saja dorongan bagi privatisasi yang berkembang belakangan ini lebih dipicu oleh insentif untuk mendapatkan keuntungan dibandingkan upaya untuk meningkatkan persaingan usaha.Monopoli pemerintah pada industri tertentu telah menghambat persaingan. Cina dan India merupakan salah contoh negara yang bisa mengkombinasikan kepentingan negara dan kepentingan globalisasi sehingga proteksi yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengontrol aset domestik bisa terealisasi dan regulasi ini yang tidak berjalan di Indonesia sehingga banyak aset-aset domestik banyak yang telah di privatisasi. Bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia bahwa kehadiran globalisasi di Indonesia membawa dampak yang negatif bagi sistem ekonomi kita. Privatisasi penting dan pemerintah memang harus memusatkan sumber dayanya pada bidang yang tidak disentuh oleh sektor swasta. Washington Concensus tidaklah salah. Adalah wajar jika Washington Concencus lebih menekankan pada privatisasi ketimbang kompetisi. sehingga sistem ekonomi kerakyatan yang telah di formulasikan oleh pendiri bangsa menjadi sebuah sistem ekonomi yang sesuai dan relevan untuk rakyat dan amanah konstitusi. kedua institusi pasar tidak dapat mengakomodasi moral karena pelaku-pelakunya hanya berorientasikan kepentingan ekonomi. Sistem Ekonomi kerakyatan kita yang telah digagas oleh para pendiri bangsa (Funding Fathers) ini merupakan sistem ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa yang mana masayarakat yang menjadi subjek ekonomi dan bukan sebagai objek ekonomi belaka. Ekonomi kerakyatan masih relevan Hatta pernah mengatakan dalam Pledoinya di Pengadilan Belanda mengenai sistem ekonomi kita bahwa “Lebih baik Indonesia tenggelam ke dalam dasar laut yang dalam dari pada menjadi embel-embel bangsa asing”. Rasionalisasi dari Washington Concensus bahwa problematika sistem keuangan global bisa diatasi ini merupakan hipotesa yang telah terbentahkan Dampak Globalisasi Dampak globalisasi yang tidak bisa terbendung oleh setiap negara ini membawa dampak positif dan negatif. tetapi kita harus belajar dari Cina dan India dimana yang mana kehadiran globalisasi ini membawa dampak yang positif bagi sistem ekonomi mereka dan ini termuat dalam buku “The Collapse of Globalism” karangan John Ralston Saul mengatakan bahwa kedatangan globalisasi disambut dengan baik tetapi tidak serta merta mengikuti aturan main. Meskipun realitanya kita melihat sistem ekonomi kapitalis yang mulai menjalar ke sistem ekonomi kerakyatan kita harus disambut positif sehingga bagaimana kemudian sistem ekonomi kita bisa beradaptasi dengan sistem ekonomi kapitalis sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam sistem ekonomi kerakyatan tidak . prinsip dan sistem globalisasi mereka sendiri tetapi kemudian kepentingan nasional harus berjalan searah dengan kepentingan globalisasi sehingga terjaadi ketimpangan dalam sektor ekonomi. Pemerintah cina selalu melakukan kontrol keuangan dan asset-aset industri sehingga asset industri tersebut tidak mudah di privatisasi oleh kepentingan luar. Hanya saja terdapat isu penting dalam tahapan serta cakupan privatisasi. Bahkan ketika privatisasi mampu meningkatkann efisiensi produksi. Statemen tersebut menggambarkan bahwa posisi sistem ekonomi sudah sangat memprihatinkan khususnya dibidang ekonomi. Koperasi merupakan salah satu bentuk ekonomi kerakyatan yang kongkrit yang telah ditelurkan dari sistem ekonomi kerakyatan kita.

Penulis adalah Fungsionaris Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Periode 2008-2010 Definisi Sistem Ekonomi Kerakyatan Dalam era reformasi sekarang ini. sedangkan Bung Karno 3 tahun sebelumnya (Agustus 1930) dalam pembelaan di Landraad Bandung menulis nasib ekonomi rakyat sebagai berikut: “Ekonomi Rakyat oleh sistem monopoli disempitkan. Indonesia Menggugat. dan menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran . maka memang ada kata kerakyatan tetapi harus tidak dijadikan sekedar kata sifat yang berarti merakyat.Pada tulisan sebelumnya kita membahas tentang sistem ekonomi neoliberal. Jadi ekonomi kerakyatan adalah (sistem) ekonomi yang demokratis. 1930: 31)” Jika kita mengacu pada Pancasila dasar negara atau pada ketentuan pasal 33 UUD 1945. berkedaulatan rakyat. Pengertian demokrasi ekonomi atau (sistem) ekonomi yang demokratis termuat lengkap dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi: “Produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dibawah pimpinan atau penilikan anggotaanggota masyarakat. Kata kerakyatan sebagaimana bunyi sila ke-4 Pancasila harus ditulis lengkap yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. bermoral Pancasila. kemudian pemerintah sepenuhnya harus mensupport sektor ekonomi rakyat sebagai pilar ekonomi. sama sekali didesak dan dipadamkan (Soekarno.kita sering mendengar tentang sistem ekonomi kerakyatan yang dibandingkan dengan sistem ekonomi neoliberal. Demokrasi ekonomi seyogiyanya harus menempatkan rakyat sesuai dengan koridornya sehingga rakyat tidak dijadikan sebagi objek ekonomi tetapi harus diposisikan sebagai subjek ekonomi.terpengaruh karena pengaruh sistem ekonomi yang datangnya dari luar.dan sekarang mari kita membahas tentang apa sebenarnya sistem ekonomi kerakyatan itu? Sistem Ekonomi Kerakyatan adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang berasas kekeluargaan. Syarat mutlak berjalannya sistem ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial • • • berdaulat di bidang politik mandiri di bidang ekonomi berkepribadian di bidang budaya Yang mendasari paradigma pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial • • • penyegaran nasionalisme ekonomi melawan segala bentuk ketidakadilan sistem dan kebijakan ekonomi pendekatan pembangunan berkelanjutan yang multidisipliner dan multikultural pengkajian ulang pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu ekonomi dan sosial di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi Sekilas tentang Sistem Ekonomi Kerakyatan Bung Hatta dalam Daulat Rakyat (1931) menulis artikel berjudul Ekonomi Rakyat dalam Bahaya. yang artinya tidak lain adalah demokrasi alaIndonesia.

Peningkatan alokasi sumber-sumber penerimaan negara kepada pemerintah daerah 4. Pembaharuan UU Koperasi dan pendirian koperasi-koperasi “ sejati” dalam berbagai bidan usaha dan kegiatan. Yang perlu dicermati.orang-seorang. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. kemakmuran bagi semua orang! Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam segala bentuknya 2. EKONOMI PANCASILA A. berdaulat secara politik. dan berkepribadian yang berkebudayaan Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan Mendorong pemerataan pendapatan rakyat Meningkatkan efisiensi perekonomian secara nasional LIMA HAL POKOK YANG HARUS SEGERA DIPERJUANGKAN AGAR SISTEM EKONOMI KERAKYATAN TIDAK HANYA MENJADI WACANA SAJA 1. Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesarbesar kemakmuran rakyat. Penguasaan dan redistribusi pemilikan lahan pertanian kepada petani penggarap 5. Penghapusan monopoli melalui penyelenggaraan mekanisme persaingan yang berkeadilan (fair competition) 3. Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi. peningkatan kesejahteraan rakyat dalam konteks ekonomi kerakyatan tidak didasarkan pada paradigma lokomatif. Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. melainkan pada paradigma fondasi.” Memang sangat disayangkan bahwa penjelasan tentang demokrasi ekonomi ini sekarang sudah tidak ada lagi karena seluruh penjelasan UUD 1945 diputuskan MPR untuk dihilangkan dengan alasan naif. tampuk produksi jatuh ke tangan orang-orang yang berkuasa dan rakyat yang banyak ditindasinya. yang sulit kita terima. Peningkatan disiplin pengeluaran anggaran dengan tujuan utama memerangi praktek Korupsi. Pengertian Ekonomi Pancasila . Kalau tidak. Tujuan yang diharapkan dari penerapan Sistem Ekonomi Kerakyatan • • • • Membangun Indonesia yang berdikiari secara ekonomi. yaitu “di negara negara lain tidak ada UUD atau konstitusi yang memakai penjelasan. Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh ada di tangan orang-seorang.

Senada dengan pesan pasal 33 UUD 1945 dan berbasiskan nilai-nilai sosioreligio-budaya masyarakat Indonesia. dan (5) keadilan social. demokrasi liberal telah menjadi wacana utama. Koperasi adalah sokogru perekonomian nasional 2. muncul perkembangan menariok dengan wacanakannya system Ekonomi Pancasila yang merupakan sistem ekonmi yang belandasan dan dijiwai spirit nilai-nilai Pancasila. terdapatlah ajaran asli Bapak Ilmu Ekonomi ini bahwa ekonomi sama sekali tidak lepas dari factor-faktor etika. Jika Pancasila mengandung 5 asas. 5. saat ini Indonesia mengalami berbagai dentumen arus neoliberalisme yang terwujud dalam trio deregulasi. Di dalam karya terdahulunya. ekonomi neoliberal yang bertumpu pada kapitalisme global menjadi arus utama. di era reformasi ini. diimbangi dengan perencanaan yang kuat sebagai pemberi arah bagi perkembangan ekonomi seperti yang dicerminkan dalam cita-cita koperasi. justru sebaliknya. Di era glabalisasi ini arus perubahan Negara-negara di dunia telah mengarah kepada homogenisasi paradigma kehidupan. Pandangan sistem ini yang bisa dilacak dari ide-ide Bung Hatta. Prioritas utama kebijakan diletakan pada penyususnan perekonomian nasional yang tangguh. Setelah dicengkrami sistem ekonomi komando di era Orde Lama yang bercorak sosialisme. Sistem Ekonomi Pancasila dicarikan oleh lima hal sebagai berikut : 1. Disinilah perlunya menengok ulang pemikiran Adam Smith yang 17 tahun sebelum menulis karyanya Inquiry Into Nature and Causes Of The Wealth of Nations (1776) yang kemudian menjadi “kitab suci” ideology kapitalisme. namun ironisnya sistem perekonomian yang selama ini berlangsung tidaklah bersumber darinya. berikutnya perekonomian Indonesia menganut sistem ekonomi pasar yang bercorak kapitalisme di era Orde Baru. Manusia adalah “economic man” social and religions man” 3. salah seorang proklamator RI. Kalau sila pertama dan kedua adalah dasarnya. dan liberalisasi perdagangan. telah menulis The teory of Moral Sentiments (1759). Jeratan kapitalisme pun semakin menguat seiring derasnya paham ekonomi neoliberal yang . secara utuh maupun sendiri-sendiri. Pengandalan pada sistem desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan ekonomi. Meskipun dasar Negara Indonesia adalah Pancasila. (4) kerakyatan/demokrasi. harus di pertimbangkan dalam model ekonomi yang disusun. kesadran demikian tidak malah membangkitkan semangat di kalangan pemerintahan untuk mencari alternative system perekonomian yang manusiawi dan berkeadilan sosial. maka sila kelima Pancasila adalah tujuan dari Ekonomi Pancasila.Ekonomi pancasila merupakan ilmu ekonomi kelembagaan (instructional economics) yang menjungjung tinggi nilai-nilai kelembagaan Pancasila sebagai idiologi Negara yang kelima silanya. 4. privatilasi. menjadi rujukan setiap orang Indonesia. Smith mencoba mengembangkan ilmu ekonomi yang tidak saja bermoral namun jga mendesain aspek kelembagaannya. maka semua substansi sila Pancasila (1) etika. (3) nasionalisme. Namun. Indonesia ebagai Negara yang sedang berkembang telah mulai berkenalan dengan kapitalisme global seiring dengan perekonomian era Orde baru yang menjadikan paradigma pertumguhan ekonomi (economic growth) menjadi panglima. Ada kehendak sosial yang kuat kearah egalitarianisme dan kemerataan sosial. Di bidang politik. Dalam buku ini. Krisis devaluasi rupiah yang lantas menjelma menjadi krisis moneter sepanjang 1997-1998 telah membutakan mata bahwa pondasi perekomomian Indonesia yang dibangun atas dasar hutang luar negeri tidaklah kokoh. sedangkan di di bidang ekonomi. Menurut Boediono (mantan Menkeu RI). Di sisi lain. (2) kemanusiaan. Dari sinilah keberadaan Ekonomi Pancasila parallel dengan pemokiran Smith. yaitu universalisasi liberalisme. sedangkan sila ketiga dan keempat sebagai caranya.

Ilmu ekonomi menjadi spesialistis dan lebih iarahkan untuk menjadi ilmu ekonomi matematika. yaitu sistem ekonomi yang demokrasi yang melibatkan seluruh kekuatan ekonomi rakyat. 3. sedangkan metode analis induktif diabaikan. Ekonomi Pancasila sebagai sistem ekonomi bukan-bukan. Sistem Ekonomi Pancasila berisi aturan main kehidupan ekonomi yang mengacu pada ideologi bangsa Indonesia. Inilah sistem ekonomi kerakyatan yang demokratais yang melibatkan semua orang dalam proses produksi dan hasilnya dinikmati oleh semua warga orang dalam proses produksi dan hasilnya dinikmati oleh semua warga masyarakat. baik oleh faktor eksternal yang dimotori oleh World Bank dan IMF maupun oeh faktor internal yang bersifat neoliberal dan kalangan intelektual ekonomi dengan pemikiran-pemikirannya. Ilmu ekonomi dapat dikembangkan menjadi salah satu atau gabungan dari cabang-cabang ilmu berikut : (a) ekonomi sebagai ilmu sosial (social science). Mengapa ekonomi rakyat bukan ekonomi rakyat atau ekonomi Pancasila? Sebabnya adalah karena kata ekonomi rakyat dianggap berkonotasi komunis seperti di RRC (Republik Rakyat Cina). sedangkan ajaran berikutnya pada tahun 1776 (manusia sebagai homoeconomicus) dipuja puji secara membabi buta. menjadi populer istilah Ekonomi Kerakyatan sebagai sistem ekonomi yang harus diterapkan di Indonesia. Hal demikian bertentangan dengan pesan Alfred Marshall dan gustave Schmoler. pemerintah dan masyarakat memihak pada (kepentingan) ekonomi rakyat sehingga terwujud kemeralatan sosial dalam kemakmuran dan kesejahteraan. (b) ekonomi sebagai ilmu ekologi (ecological science). Sedangkan ekonomi Pancasila dianggap telah dilaksanakan selama Orde Baru yang terbukti gagal. bisa dikatakan telah terjadi penelikungan sitem ekonomi nasional sehingga Pancasila sebagai dasar Negara belum sepenuhnya menjiwai sistem perekonomian Negara ini. nasionalistik. UGM mengmumkan berdirinya Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PUSTEP) yang akan secara serius mengadakan kajian-kajian tentang Ekonomi Pancasila dengan penerapan di Indonesia baik di tingkat nasional maupun di daerah-daerah. untuk memakai dua metode secara serentak laksana dua kaki. dan (f) ekonomi sebagai ilmu moral (moral science). Sebagai sebuah gagasan besar. Dalam sitem Ekonomi Pancasila. Dalam prakteknya. Menurut Kenneth Boulding dalam Economic as A Sciense. bukan kapitalisme juga sosialime. (b) ekonomi sebagai ilmu politik (political science). tahun 1759) dilupakan atau tidak diajarkan. 2. Sejak repormasi. terutama sejak SI-MPR 1998. yaitu Pancasila. dua tokoh ekonomi neoklasik. Dalam perjalanan republik ini. menurut Mubyanto (Kepala PUSTEK UGM). menawarkan garapan berupa sistem perekonomian alternative yang bersifat komprehensif integral bagi jutaan masyarakat Indonesia demi mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana termaksud dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945. Melalui gerakan reformasi banyak kalangan . Sitem Ekonomi Pancasila yang bermoral. Konsep Smith tentang Manusia Sosial (homococius. fakultas ekonomi sebagai gedung pemikiran ilmu ekonomi telah menyumbsng 3 dosa dalam pengajarannya yang berperan memperparah marginalisasi Ekonomi Pancasila. (c) ekonomi sebagai ilmu prilaku (behavioral science). Pada bulan Agustus 2002 bertepatan dengan peringatan 100 tahun Bung Hatta. yaitu : 1. Bersiat parsial dalam mengajarkan ajaran ekonomi kalsik Adam Smith. Aturan main sitem ekonomi Pancasila yang lebih ditekankan pada sila ke 4 (Kerakyatan yang dipimpin olek hikmat kebuijaksanaan dan permusyawaratan/perwakilan) menjadi selogan baru yang di perjuangakan sejak eformasi. jika diterapkan secara tepat pada setiap kebijakan dan program akan membantu terwujudnya keselarasan dan keharmonisan kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. demokratis dan berkeadilan. Metode analisis deduktif dari teori ekonomi neoklasik di ajarkan secara penuh. manusiawi.datang melalui agen-agen kapitalisme global seperti World Bank dan IMF setelah Indonesia mengalami krisis moneter.

Sitem ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang memihak pada dan melindungi kepentingan ekonomi rakyat. Mengenai pasal ini penjelasan UUD mengatakan : “ Dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi. Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. mempunyai makna yang dalam dan menunjukan dengan jelas bahwa tujuan ekonomi nasional adalah untuk kesejahteraan sosial dan kemakmuran bagi rakyat banyak dan bukan untuk orang perorangan atau suatu golongan. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekelurgaan. Kemakmuran masyarakatlah yang di utamakan. 3. Hanya perusaan yang tidak mengusasi hajat hidup orang banyak boleh ada di tangan orang-orang. Pasal 33 UUD 1945 merupakan pasal yang amat penting karena pasal ini menjadi landasan dan pangkal tolak bagi pembangunan ekonomi. produksi di kerjakan oleh semua. Sebaliknya dunia usaha perlu memberikan tangggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut dengan sigiat-giatnya yang nyata. Bahwa masalah perekonomiandi cantumkan dalam suatu pasal di bawah Bab mengenai Kesejahteraan Sosial. . Sistem ekonomi kerakyatan adalah sub-sistem dari ekonomi Pancasila. Undang-Undang Dasar 1945 dan Pembangunan di Bidang Ekonomi UUD 1945 menegaskan di dalam pembukaanya bahwa salah satu tujuan negara Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan umum. yang diharapkan mampu meredam akses kehidupan ekonomi yang liberal. maka tujuan itupun dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal seperti dalam pasal 23. Karena pembukaan UUD 1945 bserta seluruh pokok-pokok pikiran yang terkandung di dalamnya menjiwai Batang Tubuh UUD. Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang mengusai hidup orang banyak dikuasai oleh negara. GBHN menggariskan bahwa pembangunan di bidang ekonomi yang di dasarkan kepada Demokrasi Ekonomi menentukan bahwa masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan. Untuk semua di bawah pimpinan atau pemikiran anggota-anggota masyarakat. Berdasarkan pasal 33 UUD 1945 tersebut. pasal 27 serta pasal 33 dan 34. diantara pasal-pasal yang paling pokok dan melandasi usaha-usaha pembangunan di bidang ekonomi pasal 33. Sedangkan Pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha. Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi. Cabang-Cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. kemakmuran bagi semua orang. 2. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terjkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu adalah koperasi. tuympuk produksi jatuh ketangan orang-orang yang banyak ditindasinya. Pasal 33 tersebut menyatakan sebagai berikut : 1. Demokrasi ekonomi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan memiliki ciri-ciri positif yang perlu terus menerus dipupuk dan dan di kembangkan. Dalam pasal 33 UUD 1945 ini pula di tegaskan asas demokrasi ekonomi dalam dalam perekonomian Indonesia. namun demikian. bukan kemakmuran orang-seorang. Ciri-ciri positif tersebut adalah sebagai berikut : 1.terhadap hukum dan moral dapat dijadikan landasan pikir dan landasan kerja. B. sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Penegasab di atas tidak terlepas dari pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan yaitu bahwa negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Bumi dan air dan kekayaan alam terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Kalau tidak.

Seperti sector pertaniaan. sector swasta dan koperasi. Sistem etatisna dalam nama Negara beserta aparatur ekonomi Negara bersifat dominant serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi sector Negara. Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. inisiatif dan daya kreasi warga Negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batasbatas yang tidak merugikan kepentingan umum.2. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilikh dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak dan penghidupan yang layak. Sistem free Fight Liberalime yang membutuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain yang dalam sejarahnya di Indonesia telah menimbulkan dan mempertahankan kelemahan stuctural posisi Indonesia dalam ekonomi dunia. fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara. barang-barang ekonomi sebagai objek. maka akan di dorong dan dikembangkan kerjasama anatara koperasi dengan usaha swasta dan usaha Negara. 4. sehinga koperasi secara bertahap dapat menjadi salah satu sokoguru perekonomian nasional kita. perdagangan. koperasi pegawai negeri. Cabang-cabang yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak di kuasai oleh Negara. Dalam Repelita IV koperasi harus semakin l. Sebuah sistem ekonami terdiri atas unsurunsur manusia sebagai subjek. Untuk itu peranan dan usaha koperasi perlu ditingkatkan dan diperluas bebagai sector. perindustrian. 6. 3. Potensi. 5. Di samping itu juga kita akanlanjutkan penggunaan koperasi fungsional seperti koperasi buruh dan kariawan perusahaan. Dalam mengembangkan kopresi. dalam Domokrasi Ekonomi harus dihindari timbulnya ciri-ciri negatif sebagai berikut : 1. koperasi mahasiswa dan sebagainya sehingga koperasi makin memasyarakat dan makin membudaya. Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat. Presiden mengatakan dalam pidato kenegaraan tanggal 16 Agustus 1983 : “Dalam rangka mendorong prakarsa dan partisipasi rakyat itu. Hak milik perorangan diakui dan dimanfaatjannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat. kelistrikan. . angkutan. Sebaliknya. 7. Dengan demikian terhadapt tiga unsur penting dalam tata perekonomian yang di susun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dalam Demokrasi Ekonomi yang sector Negara. dan lain-lain. Sumber-sumber Kekayaan dan keungan Negara digunakan dengan permufakatan lembanga-lembaga Perwakilan Rakyat. pengembangan koperasi merupakan usaha yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam tanggung jawab kita bersama untuk melaksanakan semangat dan kehendak pasal 33 UUD. 8. Ketiga sector ini harus dikembangkan secara serasi dan mantap. 3. serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat pula. Dalam rangka mempercepat pertumbuhan koperasi dibergaigai bidang tadi.uas dan berakar alam masyarakat. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya di kuasai oleh Negara dan di pergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 2.

serta mengenai sistem-sistem ekonomi yang ada sehingga dapat menjadi pengantar pemahaman yang memadai. Hubungan. sebagaimana mereka terapkan dalam berbagai aktivitas yang berkenaan dengan pemanfatan sumber daya bagi pemenuhan kebutuhan. cara kerja. Rumusan masalah A. serta kaidah dan norma-norma lain(tertulis atau tidak tertulis). kompleksitas sebuah sistem dan keterjalinan antar sistem.atau system ekonomi yang bagaimana yang diterapkan atau berlangsung di Indonesia. Pertanyaan sederhana yang jawabannya pelik ini bukan saja mengundang rasa ingin tahu mahasiswa ekonomi sendiri. sering dipertanyakan dan diperdebatkan. dan etika masyarakat. BAB II PEMBAHASAN A. dalam perangkat kelembagaan ini termasuk juga kebiasaan. Apa Pengertian sistem indonesia ? B.serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi. B. apa saja Macam – macam sistem ekonomi di indonesia ? C. Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembagalembaga ekonomi (formal maupun nonformal). Tujuan Untuk lebih mendalami ilmu tentang sistem ekonomi makro di indonesia dan lebih mengetahui secara terperinci. Pengertian Sistem Sebuah sistem pada dasarnya adalah suatu "organisasi besar" yang menjalin berbagai suatu subjek (atau objek) serta perangkat atau objek kelembagaan dalam tatanan tertentu. 1. yang dipilih atau diterima atau ditetapkan oleh masyarakat ditempat tatanan kehidupan yang bersangkutan berlangsung. bagaimana Sistem ekonomi dan sistem politik di indonesia ? C. tetapi juga kalangan awan Suatu uraian ringkas mengenai pengertian sistem itu sendiri. Jadi. perilaku. Subjek . Sistem Ekonomi Indonesia Perihal system ekonomi apa . mekanisme. hukum dan peraturan-peraturan perekonomian.

sistem ekonomi ialah suatu kumpulan dan atau keterkaitan aturan-aturan (factor yang membentuk) dalam suatu rumah tangga (perusahaan. mekanisme. barang-barang ekonomi sebagai objek. Tujuannya memenuhi kebutuhan di dalam mencapai kemakmuran. atau kumpulan fakta. Sistem Ekonami dan Sistem Politik Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin terdiri hubungan ekonomi antar manusia sebagai dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembaga-lembaga ekonomi (formal maupun nonformal). Hubungan. Untuk suatu system. Sebuah sistem ekonami atas unsur-unsur manusia subjek. negara. data. 2. atau bahkan kombinasi dari subjek objek tersebut. kehidupan atau system lingkungan. sebagai suatu "organisasi" setiap sistem tentu mempunyai tujuan terternu. cara kerja. Guna membentuk dan memelihara keseraisan itu maka diperlukaa kaidah atau norma norma. Keserasian itulah yang akan dijadikan petunjuk apakah sistem itu dapat berjalan/dijalankan. makhluk – makhluk hidup dan benda alat.pembentuk sebuah sistem dapat berupa orang-orang atau masyarakat. yang dipilih atau diterima atau ditetapkan oleh masyarakat berlangsung. Sehingga pada gilirannya kelak akan dapat dinilai apakah tujuan yang diinginkaa oleh system itu akan tercapai atau tidak. keluarga dan sebagainya). serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi. barang atau alat. Keserasian hubungan antarsubjek (antar objek) termasuk bagian atau syarat sebuah sistem karena. serta kaidah dan norma-norma lain(tertulis atau tidak tertulis). catatan. tertentu yang harus dipatuhi oleh subjek subjek (objek-objek) yang ada dalam bekerja dan berhubungan satu sama lain. Aturan-atutan (factor-faktor yang membentuk) suatu sistem ekonomi merupakan cara: ditempat tatanan kehidupan yang bersangkutan . untuk suatu sistem social atau system kemasyarakatan. untuk suatu system informasi. untuk suatu system peralatan. hukum dan peraturanperaturan perekonomian.

sistem distribusi terbentuk karena kebiasaan (tradisi) yang berlaku di dalam masyarakat. Sistem Ekonomi .Cara berlxoduksi hanya mengandalkan tenaga manusia. Kehidupan masyarakatnya bersifat kekeluargaan 6. perekonomian berada sepenuhnya di tangan pemerintah Rakyat hanya menjalankan peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. dan tergantung dari factor alam Ciri-cirinya: 1. b. 5.• Bagaimana mengolah factor-faktor yang tersedia. Hasil produksi. yang dasar atau pola pemikiran di datam mengolah factor produksi masih sangat terbatas. Sistem Ekonomi Terpusat. B. Pertukaran dilaksanakan dengan jalan barter. bermasyarakat.Sistem ekonomi tradisonal merupakan system ekonomi. 4. Belum ada pembagian kerja. Di dalam ini. . Ciricirinya: . • Bagaimana mengalokasikan modal-modal yang tersedia • Bagaimana mengatur (menempatkan) faktor tenaga atau orang-orang yang mampu merealisasi tujuan.Biasanya. untuk kemakmuran bersama. belum mengenal uang 3. Tarah merapakan sumbur kehidupan dan sumber kemakmuran Sumber kebutuhan didapat dari tanah pertanian yang dikerjakan secara. Pengertian: Sistem ekonomi terpusat ialah suatu sistem yang seluruh kebijaksanaan perekonomian diatur dan ditentukan oleh pemerintah pusat. • Bagaimana mengorgatusasi/melaksanakan usaha-usaha di dalam mencapai kemakmuran. ini disebabkan oleh keterbatasan keahlian maupun modalnya . 2. Jenis produksi ditentukan sesuai dengan kebutuhan.

inisiatif dan daya kreasi setiap warp tidak berkembang dan cenderung mati. Kelemahannya: 1. Jenis jenis pekerjaan di dalam suatu negara serta pembagian kerja diatur oleh pemerintah. Hak milik perseorangan tidak ada kecuali barang-barang yang sudah dibagikan Potensi. 2. Sistem Ekonomi Liberal Pengertian: Sistem ekonomi liberal merupakan system perekonomian yang kehidupan ekonomi diserahkan kepatia sector swasta tanpa campur tangan pemerintah. Karena alat-alat dan sumber produksi dimiliki dan dikuasai negara maka hak milik perseorangan tidak ada. Pemerintah dapat menentukan jenis je:us industri/produksi. 2. 2. Sistem berasal membawa kehancuran dan menimbulkan eksploitasi bagi manusia lain. Bersifat paternalistis Apa yang dikatakan oleh pemerintah sehingga rakyat wajib patuh Sistem ekonomi terpusat timbul karena 1. Merupakan kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah dalam upaya melaksanakan pembangunan secara cepat yang disebabkan belum siapnya masyarakat dalam suatu perencanaan. Kebijaksanaan perekonomian diatur oleh Pemerintah sebagai penguasa akan membuat rencana pembangunan nasionalnya.1. 3. Negara-negara yang menjalankan sistem ekonomi terpusat antara lain: • Indonesia pada tahun 1960 an • Uni Soviet • RRC Keunturgan Sistem Ekonomi Terpusat 1. Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap perekonomian. Suatu alat dan sumber produksi adalah milik negara. 3.. Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah. c. . Pemerintah mengatur distribusi barang-barang produksi.

Negara negara kapitalis. tetapi pada rakyat. Ciri-ciri sistem liberal 1. Pada system ekonomi liberal. Rakyatlah yang mengatur perekonomiaanya sendiri.Belanda Kebaikan system ekonomi liberal 1. masalah perekanomian tidak berada di tangan negara / pemerintah. Masing-masing bertujuan mencari laba sebesar-besarnya. tetapi tidak murni liberal.Inggris .l " An Inguiry Into the Nature and Causes of The Wealth of Nation" Inti yang dikemukakan oleh Smith yaitu tentang penyelidikan factor-faktor yang menentukan nilai atau harga suatu barang. Indonesia pada tahun 1950. misalnya: . masyarakat atau perusahaan-perusahaan. Setiap inQividu bebas mengatur perekonomiannya dan tidak perlu menunggu perintah dari pemerintah sehingga bebas berusaha menca.Amerika Serikat .1190) dalam bukunya yang terkena. Adanya persaingan antar pengusaha.tu kemakmuran dengan melalui kerja. Karena setiap orang diberi kebebasan memiliki dan berusaha maka persaingan antarpengusaha tidak dapat dielakkan. Dalam hal ini masyarakat secara individu maupun kelompok diberi kebebasan untuk mengatur dan memilikinya. kelas pemilik b.Prancis . . Adanya pembagian kelas dalam masyarakat yaitu: a. karena pemerintah turut serta campur tangan. Semua alat dan sumber produksi berada di tangan perseorangan. 2. kelas pekerja 3. Dengan segala sesuatu untuk mencapai sua. Negara-negara penganut system liberal 1.Sistem ekonomi liberal muncul karena ajaran-ajaran yang dikemukakan oleh Adam Smith (1723 .pai laba sebesarbesarnya. pemerintah hanya mengawasi. 2.

Setiap individu bebas memiliki ai_at alat produksi. tentu akan mengatur perekonomiannya berdasarkan sistem terpimpin. Sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-an b. Produksi berdasarkan atas apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Menimbulkan monopoli sehingga merugika. 4.RI 1988 No. 2. 3.2.ntarpengusaha mendorong kemajuan. Tidak adanya pemerataan pendapatan. Sering menimbulkan krisis. yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. 4. Indonesia adalah negara yang menganut dan berdasarkan Pancasila maka perekonomiaunya disusun sesuai dengan aturan-aturan yang terkandung dalam Pancasila:. Sistem ekonomi nasional (demokrasi ekonomi Indonesia) Sistem ekonomi nasional dijalankan oleh negara berdasarkan pandangan hidup negara itu sendiri. komunis. Negara yang menganut paham liberal tentu akan menyususn sistem perekonomiannya dengan sistem ekonomi bebas. Demakrasi ekonomi Indonesia pada zaman Orde Baru Di dalam GBHN Tap MPR .h pernah menjalankan sistem ekonomi: a.n masyarakat 3. Adanya persaingan a. Sistem etat'rsme atau sistem ekonomi terpimpin pada tahun 1960-an c.IUMPR/1988 dikatakan bahwa: .RAfigkaian penyusunannya yang terkandung tentu tertumpu pada landasan ideal Pancasila yaitu pada sila ke 5 " Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" yang kemudian disusun dalam UUD 1945 (landasan struktural) antara lain pasal 33 UUD 1945 yang kemudian diopersionalkan (landasan opersional) melalui ketetapan MPR berupa Garis-garis Besar Haluan negara (GBHN) Sistem ekonomi yang pernah berlaku & Indonesia Sejak kemerdekaan 17-08-1945 sampai saat ini Indonesia suda. karena setiap orang berlombalomba mencari laba besar. sebab kehidupan ekonomi tidak menentu. Menimbulkan eksploitasi (penindasan) terhadap manusia yang lain. Keburukan: 1. d. Negara yang menganut paham sosialis.

Pemerintah mempunyai kewajiban untuk memberikan bimbingan dan pengarahan dalam pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha. . Adapun pelaksanaan demokrasi ekonomi Indonesia bertitik tolak pada pasal 33 ULJD 1945 yang secara lengkap berbunyi sebagai berikut: 1) Perekonomian kekeluargaan 2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang disusun sebagai usaha bersama berdasar asas menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. 5. 6. Cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan digunakan setelah mendapat persetujuan lembaga-lembaga perwakilan rakyat dan diawasi oleh lembaga perwa. Bumi. Sebaliknya dunia usaha perlu memberikan tanggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang nyata. 3. Ciri-ciri positif demokrasi ekonomi Indonesia l. Warp negara memii_iki kebebasan dalam memil-ih pekerjaan yang dikehendaki serta memp-anyai hak akan pekerjaan dan pengiudupan yang layak. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat. Perekonomian disusun dan diusahakan secara bersama berdasar pada asas kekeluargaan. . 2. 3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesarnya-besarnya kemakmuran rakyat.. air dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat.kilan rakyat.Di dalam demokrasi ekonomi Indonesia ditentukan bahwa masyarakat harus lebih berperan aktif dalam kegiatan pembangunan. 4.

yaitu negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unitunit ekonomi di luar sektor negara. Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.si menyerukan kepada. Hal-hal yang menyebabkan semakin suramnya perekonomian dunia antara lain: 1. Sistem etatisme. Kurangnya jumlah makanan karena bertambah seperti deret hitung dan semakin bertambahnya penduduk yang ber`tam'uah seperti deret ukur. Ciri-ciri negatcf demokrasi ekoncmi Indonesia Ciri-ciri ini harus dihindarkan sebab: 1. Pemisahan kekuata. Potensi. e. inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. 3. Pada tahun 1974 di Roma dilaksanakan konferensi pangan du. 3.n ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat. Terbatasnya sumber-sumber daya alam. 8. Tata Ekonomi Dunia Baru Pengertian: Tata ekonomi dunia baru adalah cara atau sistem pengaturan ekonomi suatu negara dengan pengelolaan faktor produksi secara optimal untuk memenuhi kebutuhan negara tersebut dalarn mencapai kemakmuran. Keterbatasan energi 2.7. negara – negara yang mempunyai persediaan pangan agar membantu negara-negara lain yang mengalami kekurangan pangan.tia (Word Food Conference) Negara-negara peserta konferer. Konferensi pangan dunia ini dilaksanakan karena persediaan pangan dunia memang sangat memprihatinkan sebagai penyebab hal tersebut antara lain: . Sistem free figh liberalism yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain yang dalam sejarahnya di Indonesia telah menimbulkan dan mempertahankan kelemahan struktur posisi Indonesia dalam ekonomi dunia. 2.

gempa bumi yang semuanya mengakibatkan rusaknya tanaman pangan. sehingga mengakibatkan bertambahnya perrnintaan terhadap pangan. Setiap negara baik negara kaya maupun negara miskin secara bersama-sama berusaha meningkatkan kesejahteraan. beberapa jenis bahan mentah serta komoditi-komoditi lainnya. Selain hal tersebut diatas tata ekonorni dunia baru mempunyai Prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. menelaah dan mengkaji dunia yang rumit da. c. Negara-negara di dunia merupakan suatu kesatuan yang mempunyai nasib dan kepentiagan sama. sedangkan areal pertanian semakin sempit. Pembangunan masing-masing negara erat hubungannya dengan pembangunan negara lain 2.n kompleks serta menganalisis kecenderungan-kecenderunganya. b.meningkatnya jumlah penduduk yang sangat pesat.Adanya bencana alam seperti kemarau panj ang. .. Menghapus permainan dan persaingan antara negara-negara kaya untuk mendapatkan bahan baku semurah-murahnya dan menjual hasil produksi setinggi-tingginya di negera-negara miskin. .Meningkatnya harga energi yang dapat menghambat laju peningkatan produksi pertanian. Kesimpulan . sehingga penduduk mengalami kelaparan. banj ir. Sehingga dengan demikian maka kelompok Roma mempunyai tujuan antara lain. Pada tahun 1974 sidang khusus PBB mengeluarkan deklarasi dan aksi pembentukan Tata Ekonomi Dunia Baru yang mengatur antara lain: a. BAB III PENUTUP A. Cara pendistribusian persediaan surnber-sumber alam seperti energi.

Sistem ekonomi di indonesia merupakan sarana kita untuk melakukan intraksi antara negara indonesia dan negara lain. yang diasumsikan seperti impor ekspor B. Saran Saran yang bersifat membangun dan krikik sangat kami harapkan demi kelajutan dala .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->