Teori Tata Ruang Ruang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik sebagai kesatuan wadah yang meliputi

ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi, maupun sebagai sumber daya, merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa kepada bangsa Indonesia yang perlu disyukuri, dilindungi, dan dikelola secara berkelanjutan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat sesuai dengan amanat yang terkandung dalam Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta makna yang terkandung dalam falsafah dan dasar negara Pancasila.Untuk mewujudkan amanat Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut, Undang-Undang tentang Penataan Ruang ini menyatakan bahwa negara menyelenggarakan penataan ruang, yang pelaksanaan wewenangnya dilakukan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah dengan tetap menghormati hak yang dimiliki oleh setiap orang. Secara geografis, letak Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudera sangat strategis, baik bagi kepentingan nasional maupun internasional. Secara ekosistem, kondisi alamiah Indonesia sangat khas karena posisinya yang berada di dekat khatulistiwa dengan cuaca, musim, dan iklim tropis, yang merupakan aset atau sumber daya yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Di samping keberadaan yang bernilai sangat strategis tersebut, Indonesia berada pula pada kawasan rawan bencana, yang secara alamiah dapat mengancam

terpadu.A.” Sedangkan menurut D. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. juga sebagai sumber daya alam merupakan salah satu karunia Tuhan kepada bangsa Indonesia. ekonomi. hankam. keamanan. budaya. melakukan kegiatan.Tisnaamidjaja. termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah. Pengertian dan Ruang Lingkup Tata Ruang Menurut Pasal 1 angka 1 Undang-undang No.keselamatan bangsa. pertahanan. Dengan keberadaan tersebut. terpadu dan seefektif mungkin dengan memperhatikan faktor-faktor lain seperti. ekonomi. dan kelestarian lingkungan hidup. tempat manusia dan makhluk lain hidup. sosial. yang dimaksud dengan pengertian ruang adalah “wujud fisik wilayah dalam dimensi geografis dan geometris yang merupakan wadah bagi manusia dalam melaksanakan kegiatan kehidupannya dalam suatu kualitas hidup yang layak”. dan ruang udara. yang dimaksud dengan ruang adalah: “Wadah yang meliputi ruang darat. dan efisien dengan memperhatikan budaya. ruang laut. . faktor terpadu politik. efektif. penyelenggaraan penataan ruang wilayah nasional harus dilakukan secara komprehensif. terkoordinasi. Dengan demikian ruang wilayah Indonesia merupakan suatu aset yang harus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan bangsa Indonesia secara terkoordinasi. holistik. serta kelestarian lingkungan untuk mendorong terciptanya pembangunan nasional yang serasi dan seimbang. dan memelihara kelangsungan hidupnya. Ruang sebagai salah satu tempat untuk melangsungkan kehidupan manusia. A. sosial.

merupakan syarat pokok (fundamental) bagi adanya masyarakat teratur: di samping itu tujuan lainnya adalah tercapainya keadilan yang berbeda-beda isi dan ukurannya. mencerdaskan kehidupan bangsa. 327/KPTS/2002 tentang Penetapan Enam Pedoman Bidang Penataan Ruang.” . yang dimaksud dengan ruang adalah: “Wadah yang meliputi ruang daratan. ruang udara sebagai satu kesatuan wilayah tempat manusia dan makhluk hidup lainnya dan melakukan serta memelihara kelangsungan hidupnya. kebutuhan akan ketertiban ini. Menurut Juniarso Ridwan konsep dasar hukum penataan ruang. dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia…” Selanjutnya dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 amandemen ke empat. dalam Keputusan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah No. ruang lautan.Selanjutnya. menurut masyarakat pada zamannya. tertuang di dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke 4 yang berbunyi: ”melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.” B. Ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. berbunyi: “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dasar Hukum Tata Ruang Mochtar Koesoemaatmadja mengonstatir bahwa tujuan pokok penerapan hukum apabila hendak direduksi pada satu hal saja adalah ketertiban (order).

(3) Menentukan dan mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang dan perbuatan-perbuatan hukum yang mengenai bumi. Konsep tata ruang dalam tiga dimensi tersebut di atas terkait dengan mekanisme kelembagaan dan untuk perencanannya diatur dalam Pasal 14 yang mengatakan: (1) Pemerintah dalam rangka membuat suatu rencana umum mengenai persediaan. Daud Silalahi salah satu konsep dasar pemikiran tata ruang menurut hukum Indonesia terdapat dalam UUPA No. Pasal 2 UUPA memuat wewenang untuk: (1) Mengatur dan menyelenggarakan peruntukan penggunaan. dan penggunaan bumi. dan (2) Berdasarkan rencana umum tersebut Pemda mengatur persediaan. air. dan ruang angkasa. Pasal 15 mengatur tentang pemeliharaan tanah. peruntukkan dan penggunaan bumi. termasuk mengambah kesuburannya serta mencegah kerusakannya yang merupakan kewajiban setiap orang. peruntukan. persediaan. air dan ruang angkasa. badan hukum. air dan ruang angkasa. air. . dan ruang angkasa. Sesuai dengan Pasal 33 ayat 3 UUD 1945.Menurut M. atau instansi yang mempunyai hubungan hukum dengan tanah itu dengan memperhatikan pihak ekonomi lemah. Selanjutnya. air dan ruang angkasa. tentang pengertian hak menguasai dari negara terhadap konsep tata ruang. (2) Menentukan dan mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang dengan bumi. dan pemeliharaan bumi. 5 Tahun 1960.

sehingga tidak akan adanya perusakan terhadap lingkungan hidup. yang kesemuanya itu memiliki suatu nilai ekonomis. negara mempunyai kewenangan untuk melakukan pengelolaan. khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa berarti negara harus dapat melaksanakan pembangunan sebagai penunjang dalam tercapainya tujuan tadi dengan suatu perencanaan yang cermat dan terarah. melestarikan dan memulihkan lingkungan hidup secara utuh. aktivitas pembangunan yang dihasilkan dari perencanaan tata ruang pada umumnya bernuansa pemanfaatan sumber daya alam tanpa merusak lingkungan. Apabila dicermati dengan seksama. Kalimat tersebut mengandung makna. dan memberikan kewajiban kepada negara untuk menggunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. . dalam konteks penguasaan negara atas dasar sumber daya alam. dimana salah satu peraturan perundang-undangan yang mengatur penataan ruang adalah Undang-undang No. maka dalam pemanfaatannya pun harus diatur dan dikembangkan dalam pola tata ruang yang terkoordinasi. menurut Juniarso Ridwan ”melekat di dalam kewajiban negara untuk melindungi. Untuk dapat mewujudkan tujuan negara tersebut. Untuk lebih mengoptimalkan konsep penataan ruang. maka peraturan-peraturan peundang-undangan telah banyak diterbitkan oleh pihak pemerintah. kekayaan alam yang ada dan dimiliki oleh negara. Upaya pelaksanaan perencanaan penataan ruang yang bijaksana adalah kunci dalam pelaksanaan tata ruang agar tidak merusak lingkungan hidup. mengambil dan memanfaatkan sumber daya alam guna terlaksananya kesejahteraan rakyat yang dikehendaki.Ketentuan tersebut memberikan hak penguasan kepada negara atas seluruh sumber daya alam Indonesia. Artinya. 267 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

c. termasuk UU Penataan Ruang. kebersamaan dan kemitraan. keselarasan. pelindungan kepentingan umum. keserasian. . juga diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan pemerintah dalam penataan dan pelestarian lingkungan hidup. Keberadaan undang-undang tersebut diharapkan selain sebagai konsep dasar hukum dalam melaksanakan perencanaan tata ruang. . dan keseimbangan. .Undang-undang No. maka dalam arah dan kerangka pengaturan pemikiran serta peraturan pendekatan-pendekatan (substansi perundang-undangan) apa pun. 26 Tahun 2007 merupakan undang-undang pokok yang mengatur tentang pelaksanaan penataan ruang. keberdayagunaan dan keberhasilgunaan. Adapun asas penataan ruang menurut Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang adalah: Dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. g. C. d. keterpaduan. f. penataan ruang diselenggarakan berdasarkan asas: a. e. keterbukaan . wajib dijiwai oleh asas keadilan”. keberlanjutan. Asas dan Tujuan Penataan Ruang Menurut Herman Hermit ”sebagaimana asas hukum yang paling utama yaitu keadilan. b.

Pasal UU Penataan ruang ini berbunyi. terwujudnya keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan. “Penataan . terwujudnya pelindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang. dan i. produktif. nyaman. Klasifikasi Penataan Ruang Menurut Hermit klasifikasi penataan ruang bukan merupakan hal baru dalam pengaturan sistem penataan ruang kita. dan c. terwujudnya keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan dengan memperhatikan sumber daya manusia. (Pasal 2) Kesembilan asas penyelenggaraan penataan ruang tersebut pada intinya merupakan norma-norma yang diambil untuk memayungi semua kaidah-kaidah pengaturan penataan ruang. D. kepastian hukum dan keadilan.h.(Pasal 3) Dari pasal tersebut dapat dipahami bahwa rumusan tujuan (pengaturan penataan ruang) merupakan penerapan bagaimana konsep asas-asas penyelenggaran penataan ruang mengendalikan arah dan sasaran yang hendak dituju oleh suatu pengaturan UU Penataan Ruang ini. b. dan berkelanjutan berlandaskan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional dengan: a. Adapun tujuan penataan ruang menurut Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 adalah: Penyelenggaraan penataan ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman. akuntabilitas.

. sumber daya manusia. (5) Penataan ruang berdasarkan nilai strategis kawasan terdiri atas penataan ruang kawasan strategis nasional. wilayah administratif. b. penataan ruang wilayah provinsi. kegiatan kawasan. politik.”. dan c. potensi sumber daya alam. dan nilai strategis kawasan. (2) Penataan ruang berdasarkan fungsi utama kawasan terdiri atas kawasan lindung dan kawasan budi daya. (4) Penataan ruang berdasarkan kegiatan kawasan terdiri atas penataan ruang kawasan perkotaan dan penataan ruang kawasan perdesaan. Menurut Undang-undang No. sosial. (3) Penataan ruang berdasarkan wilayah administratif terdiri atas penataan ruang wilayah nasional. kegiatan kawasan. fungsi utama kawasan kawasan. Pasal 5 (1) Penataan ruang berdasarkan sistem terdiri atas sistem wilayah dan sistem internal perkotaan. serta ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai satu kesatuan. geopolitik. geostrategi.ruang diklasifikasikan berdasarkan sistem. hukum. kondisi ekonomi. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang klasifikasi penataan ruang adalah: Pasal 4 Penataan ruang diklasifikasikan berdasarkan sistem. dan penataan ruang wilayah kabupaten/kota. pertahanan keamanan. dan sumber daya buatan. fungsi utama kawasan. budaya. kondisi fisik wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang rentan terhadap bencana. dan nilai strategi kawasan. lingkungan hidup. dan penataan ruang kawasan strategis kabupaten/kota. penataan ruang kawasan strategis provinsi. dan geoekonomi. wilayah administratif. Pasal 6 (1) Penataan ruang diselenggarakan dengan memperhatikan: a.

kegiatan kawasan. (3) Penataan ruang wilayah nasional meliputi ruang wilayah yurisdiksi dan wilayah kedaulatan nasional yang mencakup ruang darat. pada waktu yang sama tidak dapat dilakukan suatu kegiatan lain. pengelolaannya diatur dengan undang-undang tersendiri. industri. Bahkan. Apabila suatu kegiatan tertentu telah dilakukan di suatu ruang tertentu. Pada umumnya. (5) Ruang laut dan ruang udara. dan ruang udara. seperti pemukiman. dan penataan ruang wilayah kabupaten/kota dilakukan secara berjenjang dan komplementer. fungsi utama kawasan-kawasan. terjadi konflik dalam pemanfaatan ruang antara berbagai macam kegiatan. Karena itu. pertanian dan sebagainya. Dari pasal-pasal tersebut telah jelas klasifikasi penataan ruang baik berdasarkan sistem. dan nilai strategi kawasan. ruang laut. dan ruang udara. termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan. penataan ruang wilayah provinsi. Hal ini ditambah pula dengan tersedianya ilmu dan teknologi yang memungkinkan ragam dan macam kebutuhan itu dipenuhi. Upaya untuk memenuhi kebutuhan di atas dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber daya alam yang tersedia di sekitarnya dengan melakukan berbagai macam kegiatan. Kegiatan tersebut memerlukan ruang atau tempat. termasuk ruang di dalam bumi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. wilayah administratif. suatu ruang tertentu dapat digunakan untuk berbagai alternatif kegiatan.(2) Penataan ruang wilayah nasional. Kebijakan Penataan Ruang Terhadap Lingkungan Hidup Dikaitkan Dengan Perda K3 Makin tinggi taraf hidup manusia. E. baik langsung maupun tidak. ruang laut. dapat terjadi persaingan. (4) Penataan ruang wilayah provinsi dan kabupaten/kota meliputi ruang darat. makin bertambah pula macam dan ragam kebutuhannya. yang dapat menghambat kelancaran .

Bahkan. sutu kegiatan dapat mengganggu atau merugikan kegiatan lain yang berada di dekatnya. restoran yang tidak cocok untuk itu. Sebagai contoh konkret mengena hal ini timbulnya masalah tata ruang di kawasan Puncak. Di samping itu. Surabaya. di daerah ini banyak pembangunan fasilitas seperti bungalau. yang terdapat dalam suatu ruang dapat terjadi tumpang tindih dengan kegiatan pertambangan berdasarkan hak kuasa pertambangan. Sebagai objek wisata yang banyak dikunjungi orang. Bandung. misalnya pengaruh industri di hulu sungai terhadap pemukiman atau penggundulan hutan terhadap pemukiman di bawahnya karena erosi dan menurunnya air bawah tanah. Hal ini tidak saja menimbulkan konflik-konflik dalam berbagai pemanfaatan yang berbeda. seperti pengaruh kebisingan. asap tebal dan debu pada tempat kediaman/pemukiman. Masalah tata ruang di kota-kota besar seperti di Jakarta.kegiatan itu. . Hak guna usaha. dan Medan merupakan contoh yang dapat disaksikan setiap hari. Berbaurnya kegiatan primer dan kegiatan sekunder sekiat pusat kota menyebabkan campur baurnya lalu-lintas antar kota dengan lalu-lintas menimbulkan kemacetan dan berbagai gangguan kegiatan lainnya. suatu kegiatan wilayah meskipun jaraknya cukup jauh. Menurut M. Dauh Silalahi perubahan terhadap peruntukan lahan yang tidak disertai dengan perencanaan yang matang dapat menimbulkan dampak yang merugikan dan konflikkonflik yang mengganggu lancarnya kegiatan pembangunan. misalnya kegiatan pertanian. tetapi juga dapat mengancam rusaknya keindahan alam yang menjadi objek utama dari para wisatawan.

sudah selayaknya bahwa masalah perlindungan lingkungna ini diintegrasikan ke dalam proses perencanaan pembangunan. . adanya tempat pembuatan zat sisa dan kotoran serta pengolahannya kembali (recycling) sebagai bahan mentah. kebijakan penataan urang yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah harus memperhatikan aspek lingkungan hidup. dan habisnya deposit dan stok. termasuk kekayaan hayati laut. 3. Daud Silalahi mengatakan agar hal ini dapat terintegrasi dalam suatu proses keputusan yang berwawasan lingkungan. kemungkinan perkembangan teknologi-teknologi pengganti termasuk biayanya masing-masing. Kuantitas dan kualitas sumber kekayaan alam yang diketahui dan diperlukan.Oleh karena itu. 2. maka melalui pemerintahannya. kemungkinan penghentian proses pemburukan lingkungan dan biaya alternatif lainnya. kadar pencemaran air dan udara. 5. ada tidaknya teknologi pengganti. akibat-akibat dari pengambilan sumber kekayaan alam. Karena mengingat kenyataan bahwa di negara yang sedang berkembang sebagian besar kegiatan pembangunan berada di bawah penguasan dan bimbingan pemerintah. di darat maupun di laut. sebagai berikut: 1. adanya lokasi lain yang sama baiknya atau lebih baik. 8. 4. antara lain. Daud Silalahi: “karena pemerintah merupakan pengemban dan penjaga kepentingan umum masyarakat. dan 9. alternatif cara pengambilan kekayaan hayati laut dan akibatnya terhadap keadaan sumber kekayaan itu. 6. Salah satu alat perlindungan dan pelestarian lingkungan dalam rencana pembangunan adalah keharusan untuk melakukan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang merupakan konsep pengaturan hukum di bidang hukum. kecepatan dan sifat pemburukan lingkungan. Selanjutnya M. 7. kalau ada. beberpa hal perlu dipertimbangkan. masyarakat harus menuntut agar ongkos-ongkos sosial ini diperhitungkan dengan seksama dan ditentukan pula siapa-siapa saja yang harus membayar ongkos-ongkos sosial ini”. sebagaimana Mochtar Kusumaatmadja di dalam buku M. pengaruh proyek pada lingkungan.

Juniarso Ridwan. Hukum Tata Ruang. (ayat 16) Dari penjelasan tersebut bila dihubungkan dengan penataan ruang. termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. maka terdapat paradigma yang harus dikembangkan sebagai berikut: • Otonomi Daerah (UU No. pencemaran air dan sampah. 23. keadaan. responsif dan akuntabilitas • • • • Selanjutnya Perda Kota Bandung Nomor 03 Tahun 2005 Pasal 1 ayat dinyatakan bahwa: Kebersihan adalah lingkungan kota yang bersih dari pencemaran udara. Bandung. daya. Hlm. dan makhluk hidup.Berkaitan dengan kebijakan penataan ruang Handiman Rico Handiman Rico dalam makalahnya mengatakan: Dalam rangka menerapkan penataan ruang untuk pada akhirnya mewujudkan pengembangan wilayah seperti yang diharapkan. transparasi. mengatur kewenangan Pemerintah Daerah dalam pembangunan Globalisasi Pembangunan wilayah tidak terlepas dari pembangunan dunia. (ayat 14) Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda. . 2008.22/1999)/( UU 32/2004). Karakteristiknya adalah partisipasi masyarakat. investor akan menanamkan modalnya di daerah yang memiliki kondisi politik yang stabil dan didukung sumberdaya yang memadai Pemberdayaan masyarakat Pendekatan pemberdayaan masyarakat merupakan tuntutan yang harus dipenuhi Good Governance Iklim dan kinerja yang baik dalam pembangunan perlu dijalankan. maka pengembangan wilayah hendaknya memperhatikan aspek kebersihan dan lingkungan hidup. Nuansa.

Bandung.wordpress. 68 Sumber: http://intanghina. Hukum Lingkungan: dalam sistem penegakan Hukum Lingkungan Indonesia. 78-79 Herman Hermit. Bandung. Pembahasan Undang-undang Penataan Ruang. Alumni. Edisi Revisi.com/2008/12/17/tinjauan-teori-penataan-ruang-dankebijakan-penataan-ruang-terhadap-lingkungan-hidup/ . 2001. hlm. 2008.M. Mandar Maju. Hlm. Daud Silalahi.