P. 1
argentometri

argentometri

|Views: 932|Likes:
Published by Rizkia Dara Febrina

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Rizkia Dara Febrina on Mar 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2013

pdf

text

original

KIMIA DASAR

ARGENTOMETRI

Adieztyana L.P Arina D.A Fiqih D Lukman Hakim Lisa Stiawati Mela D Melisa Rahayu Moti Retmaesti Zahra Prien Y. Putri A. Rizkia Dara Febrina

KSP

PENGERTIAN ARGENTOMETRI

Argentometri berasal dari bahasa latin Argentum, yang berarti perak. ´ Argentometri merupakan salah satu cara untuk menentukan kadar zat dalam suatu larutan yang dilakukan dengan titrasi berdasar pembentukan endapan dengan ion Ag+. ´ Biasanya, ion-ion yang ditentukan dalam titrasi ini adalah ion halida (Cl-, Br-, I-).
´

Metode Titrasi Argentometri

METODE FAJANS
( Indikator Absorpsi )

METODE VOLHARD
( penentu zat warna yang mudah larut )

METODE MOHR
(pembentukan endapan berwarna )

Metode Fajans ( Indikator Absorpsi )
Indikator adsorpsi ialah zat asam lemah atau basa lemah organik yang dapat diserap pada permukaan endapan (diadsorpsi) dan menyebabkan timbulnya warna. ´ Contoh : fluoresein yang digunakan dalam titrasi ion klorida HFl(aq) H+(aq) +Fl-(aq)
´

Metode Volhard
( penentu zat warna yang mudah larut )
´

Metode Volhard menggunakan NH4SCN atau KSCN sebagai titrant, dan larutan Fe3+ sebagai indikator. Sampai dengan titik ekivalen harus terjadi reaksi antara titrant dan Ag, membentuk endapan putih. Ag+(aq) + SCN-(aq) AgSCN(s) (putih) Sedikit kelebihan titrant kemudian bereaksi dengan indikator, membentuk ion kompleks yang sangat kuat warnanya (merah) SCN-(aq) + Fe3+(aq) FeSCN2+(aq)

´

´

LANJUTAN
Karena titrantnya SCN- dan reaksinya berlangsung dengan Ag+, maka titrasi hanya dapat digunakan untuk penentuan Ag+ dan SCN- sedang untuk anion-anion lain harus ditempuh cara titrasi kembali: AgX(s) ´ Ag+(aq) (berlebih) + X- (aq) ´ Ag+(aq) (kelebihan) + SCN- (aq) (titrant) AgSCN(s) X-(aq) + AgSCN(aq) ´ SCN-(aq) + AgX (s)
´

Metode Mohr
( pembentukan endapan berwarna )
´

Metode Mohr biasanya digunakan untuk menitrasi ion halida seperti NaCl, dengan AgNO3 sebagai titran dan K2CrO4­ sebagai indikator. Pada analisa Cl- mula-mula terjadi reaksi: Ag+(aq) + Cl-(aq) AgCl(s) Sedang pada titik akhir, titran juga bereaksi menurut reaksi: 2Ag+(aq) + CrO4(aq) Ag2CrO4(s)

´

´

Kel r t

(s)

Kel r t (sol bility) d l h s t z t d l m s t pel r t meny t k n j ml h m ksim m s t z t y ng d p t l r t d l m s t pel r t. S t n kel r t n umumny diny t k n d l m gr mLÙ¹ t u molL Ù¹ (M)
CONTOH:

Kelarutan AgCl dalam air adalah 1,3 v 10Ù²M. ´ Kelarutan AgCl dalam larutan NaCl 0,1 M adalah 1,7 v 10Ù¹º M.
´

Besarnya kelarutan suatu zat dipengaruhi oleh beberapa faktor,antara lain sebagai berikut:

Jenis pelarut ´ Senyawa polar (mempunyai kutub muatan) akan mudah larut dalam senyawa polar.Misalnya gula, NaCl, alkohol, dan semua asam merupakan senyawa polar. ´ Senyawa non polar akan mudah larut dalam senyawa non polar,misalnya lemak mudah larut dalam minyak.Senyawa non polar umumnya tidak larut dalam senyawa polar,misalnya NaCl tidak larut dalam minyak tanah.

SUHU
KELARUTAN ZAT PADAT DALAM AIR SEMAKIN TINGGI BILA SUHUNYA DINAIKKAN.ADANYA PANAS (KALOR) MENGAKIBATKAN SEMAKIN RENGGANGNYA JARAK ANTARA MOLEKUL ZAT PADAT TERSEBUT. MERENGGANGNYA JARAK ANTARA MOLEKUL ZAT PADAT MENJADIKAN KEKUATAN GAYA ANTAR MOLEKUL TERSEBUT MENJADI LEMAH SEHINGGA MUDAH TERLEPAS OLEH GAYA TARIK MOLEKUL-MOLEKUL AIR

´

Ksp disebut sebagai Konstanta hasil kali kelarutan atau biasanya disebut sabagai Hasil Kali Kelarutan.

Cara Menentukan Nilai KSP
´

Nilai Ksp berguna untuk menentukan keadaan senyawa ion dalam larutan, apakah belum jenuh, tepat jenuh, atau lewat jenuh, yaitu dengan membandingkan hasil kali ion dengan hasil kali kelarutan.

´

Jika garam AxBy dilarutkan dalam air, maka hasil kali kelarutan (Ksp) garam ini didefinisikan sebagai:
A x B y (s)  x A y  (aq)  yB x (aq)
Contoh:

Ksp ! [A y  ]x [B x ]y

Ag SO (s)  2 Ag  (aq)  SO  2 (aq) Ksp ! [Ag  ]2 [SO 2  ] 4 2 4 4

Kriterianya????
Apabila hasil kali ion-ion yang dipangkatkan dengan koefisiennya masing- masing kurang dari nilai Ksp maka larutan belum jenuh dan tidak terjadi endapan. ´ Apabila hasil kali ion-ion yang dipangkatkan koefisiennya masing-masing sama dengan nilai Ksp maka kelarutannya tepat jenuhnamun tidak terjadi endapan. ´ Apabila hasil kali ion-ion yang dipangkatkan koefisiennya lebih dari nilai Ksp, maka larutan disebut lewat jenuh dan terbentuk endapan.
´

´

Jika harga kelarutan dari senyawa AxBy sebesar s M, maka di dalam reaksi kesetimbangan tersebut konsentrasi ion-ion dan ion sebagai berikut :
A xBy (s)  x A y (aq)  yBx  (aq) Ksp ! [Ay ]x [Bx  ]y

sM xs M ys M ´ Sehingga hasil kali kelarutannya(Ksp) adalah, Ksp AxBy = y y [A ]x [Bx  ] = = (x s)x (y s)y
y xy x x X y (s)

Contoh: Jika kelarutan garam perak sulfat dalam air murni adalah 1,5 v 10 5 M, tentukan hasil kali kelarutan garam tersebut! Jawab
Ag SO (s) 2 4  2Ag (aq) SO 2 (aq) 4

3 v 10-5

1,5 v 10-5

2K sp ! « Ag » «SO 4 » ­ ½ ­ ½ +

2

! 3 v 10 

5 2

1,5 v 10 5

! 1,35 v 10 14

Untuk reaksi kesetimbangan :
A x B y (s)  x A y  (aq)  yB x  (aq)

Ksp = dengan s = kelarutan

X y

y

(s) 

y

A x B y (s)

dalam satuan Molar (M)

Dari rumus tersebut dapat ditentukan harga kelarutan sebagai berikut s=
(m  n)

Ksp xx X y
y

Besarnya Ksp suatu zat bersifat tetap pada suhu tetap. Bila terjadi perubahan suhu maka harga Ksp zat tersebut akan mengalami perubahan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->