Pertemuan ke : 4 Bab.

III

 

Pokok bahasan : Peralatan input relay Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa mengetahui macam-macam trafo tegangan, dan trafo arus terutama yang digunakan pada relay proteksi Sub Pokok Bahasan : 1. Trafo Tegangan 2. Trafo Tegangan Magnetik 3. Trafo Pembagi Tegangan Kapasitip 4. Trafo Arus 5. Prinsip kerja Trafo Arus 6. Trafo Arus untuk proteksi

Pengantar

Mengulas materi pada pertemuan sebelumnya dalam bentuk tanya jawab. Menayakan jenis-jenis relay proteksi dan pripsip kerjanya. Membahas soal-soal yang diberikan terutama. pada perhitungan setting arus relay.

meter.1. alat ukur. Tegangan perlengkapan seperti indikator. dan alat sinkronisasi. Trafo Tegangan Trafo tegangan adalah trafo satu fasa step-down yang mentransformasi tegangan tinggi atau tegangan menengah ke suatu tegangan rendah yang layak untuk perlengkapan indikator. Hal ini dilakukan atas pertimbangan harga dan bahaya yang dapat ditimbulkan tegangan tinggi. dan relay dirancang sama dengan tegangan terminal sekunder trafo tegangan. relay. .

Tegangan pengenal sekunder biasanya 100 atau 100√3 V . b. yaitu : a. Trafo Tegangan Magnetik Prinsip kerja trafo jenis ini sama dengan trafo daya. d.2. Galat faktor transformasi dan sudut fasa tegangan primer dan sekuder lebih kecil untuk mengurangi kesalahan pengukuran. Kapasitasnya kecil (10 s/d 150 VA). meskipun demikian rancangannya berbeda dalam beberapa hal. c. Salah satu terminal pada sisi tegangan tinggi dibumikan/ ditanahkan. karena digunakan untuk daya yang kecil.

Gambar rangkaian ekivalen trafo tegangan magnetik : E = Kumparan Eksitasi K = Kumparan Kompensasi H = Kumparan Tegangan Tinggi K .

 Menurut kutubmya trafo tagangan dibedakan menjadi dua yaitu : 1. hanya digunakan untuk tegangan dibawah 30 kV . Trafo satu kutub : trafo tegangan yang salah satu terminalnya dibumikan / ditanahkan. dipergunakan untuk tegangan diatas 30 kV 2. Trafo dua kutub : trafo tegangan yang kedua t erminalnya diisolir dari bumi / tanah.

disamping belitan pengukuran. umumnya dilengkapi dengan belitan tambahan yang berfungsi untuk mendeteksi arus ganguan tanah. untuk libih jelasnya dapat diperlihatkan pada gambar sebagai berikut : . Belitan dari ketiga unit tarfo tegangan tersebut dihubungkan seri. Penggunaan trafo tegangan yang dipakai untuk mendeteksi arus gangguan tanah. Trafo tegangan satu kutub yang dipasang pada jaringan tiga fasa.

R S T VT n a VS n Va b VR n b . Gamabar : Contoh penggunaan trafo tegangan yang dipakai untuk mendeteksi arus gangguan tanah.

.Keterangan : Selama oprasi normal . tidak ada tegangan pada terminal a – b (Vab =0). Bila tejadi gangguan tanah pada salah satu fasa (misaldi fasa R). sehingga disekunder kedua trafo dibangkitkan tegangan √3 Vn. Tegangan pada terminal a – b sama dengan resutan tegangan sekunder trafo S dan T. Tegangan pengenal belitan gangguan tanah biasanya dipilih sedemikian sehingga saat ganguan tanah Vab mencapai harga yang sama dengan tegangan sekunder fasa ke tanah. Tegangan ini memicu relay gangguan tanah. yang besarnya tiga kali harga tegangan fasa kenetral (3Vn). maka tegangan fasa S dan T naik √3 dari tegangan semula.

Kemudian dengan bantuan trafo magnetik tegangan primer tersebut diturunkan menjadi tegangan sekunder standar 100 atau 100√3 Volt .10. umumnya 5. Tegangan yang diukur dalam orde ratusan kilovolt. sebagai pembawa sinyal komonikasi dan kendali jarak jauh.3. oleh pembagi tegangan kapasitor tegangan primer trafo menengah diturunkan menjadi orde puluhan kilovolt. Trafo Pembagi Tegangan Kapasitip Trafo pembagi tegangan kapasitip dipakai untuk keperluan pengukuran tegangan tinggi.15 dan 20 kV.

Selanjutnya V2 dapat dihitung dengan persamaan : V2 ‘ = at . Rangkaian Ekivalen Trafo Tegangan Kapasitif C1 Jika VLN dan semua impedansi rangkaian diketahui. V2 . maka tegangan V2’ dapat dihitung.

dan galat rasio trafo tegangan kapasitip : γ= di mana : a p −k p kp ×0 % 10 kp VL = N V2 = faktor transformasi tegangan aktual sistem pengukuran at = faktor transformasi trafo penengah ap= faktor transformasi sisem pengukuran .

5 7.5 7. daya yang dikomsumsi alat ukur dan relay dapat ditabelkan sebagai berikut : Meter / Relay Voltmeter Wattmeter PF.5 Meter / Relay KWH&KVARHmeter Perekam PFmeter Perekam Daya Sinkronoskop Relay Konsumsi (VA) 7.Meter Perekam Tegangan Frekuensi Meter Konsumsi (VA) 5 5 5 5 7.70 .Beban Trafo Tegangan Beban trafo tegangan umumnya adalah alat ukur dan relay.5 15 8 .

Sinkronisasi.Relay jaraktanpa PLC Komunikasi tanpa meter dan relay Relay jarak dengan PLC Komunikasi dan meter Jenis Trafo Trafo Magnetik 1 Unit pembagi kapasitif per sirkit 1 Unit trafo pasitif setiap fasa 1 Unit trafo kapasitif dan 2 unit trafo Magnetik atau 3 Unit trafo kapasitif . diantaranya dapat tabelkan sebagai berikut : Untuk Keperluan Voltmeter.Pemilihan Trafo Tegangan Dalam pemilihan antara trafo magnetik dengan trafo kapasitif ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan.KWH-meter.

Disamaping untuk penguran arus. Pada umumnya peralatan ukur dan relay membutuhkan arus 1 atau 5 A.05 s/d 1. Kumparan primer trafo arus dihubungkan seri dengan jaringan atau peralatan yang akan diukur arusnya. pengukuran jarak jauh dan relay proteksi. sedang kumparan sekunder dihubungkan dengan meter atau relay proteksi. Trafo arus bekerja sebagai trafo yang terhubung singkat. kawasan trafo arus yang digunakan untuk pengukuran biasanya 0. .Trafo Arus Trafo arus digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya ratusan amper dari arus yang mengalir dalam jaringan tegangan tinggi.2 kali arus yang akan diukur. sedang trafo arus untuk proteksi harus mampu bekerja lebih dari 10 kali arus pengenalnya. trafo arus juga digunakan untuk pengukuran daya dan energi.

maka pada kumparan sekunder mengalir arus I2 . Gaya gerak magnet ini mempruduksi fluks pada inti. Jika termianal kumparan sekunder tertutup. Jika pada kumparan primer mengalir arus I1.Kontruksi dan prinsip kerja trafo arus Prinsip kerja trafo arus sama dengan trafo daya satu fasa. kemudian membangkitkan gaya gerak listrik (GGL) pada kumparan sekunder.I1. arus ini menimbulken gaya gerak magnet N1I1 pada kumparan sekunder. maka pada kumparan primer timbul gayagerak magnet sebesar N1. Bila trafo tidak mempunyai rugi-rugi (trafo ideal) berlaku persamaan : N1 I1 = N 2 I 2 atau I1 N = 2 I2 N1 .

sehingga dapat ditulis persamaan : I1/k V2 = I 2 Z 2 .Gambar Rangkaian Ekivalen Trafo Arus : Keterangan : Tegangan terminal sekunder (V2 ) tergantung pada ipedansi peralatan (Z2 ) yang bisa berupa alat ukur / relay.

maka persamaan yang harus dipenuhi adalah : E2 − V2 = E2 − I 2 Z 2 = I 2 Z i atau E2 = I 2 ( Z 2 + Z i ) .Jika tahanan dan reaktansi bocor kumparan trafo dinyatakan (Z i ). maka ggl pada kumparan sekunder harus lebih besar dari pada tegangan sekunder agar rugi-rugi tegangan pada (Z i ) dapat dikompensasi.

Oleh karena itu. arus ini menimbulkan fluks (Φ) yang dibutuhkan untuk membangkitkan gaya gerak listrik E2 : E2 = 4.44 fN 2 AB di mana : f = frekuensi tegangan Φ = fluks magnetik A = luas penampang inti trafo B = rapat medan magnetik Gaya Gerak Listrik (GGL) inilah yang mempertahankan aliran arus I2 pada impedansi (Z2+ Z i).Dalam prakteknya trafo arus selalu mengandung arus beban nol (I0).44 fN 2φ = 4. amper belitan yang ditimbulkan arus beban nol harus dapat mengimbangi amper belitan yang ditimbulkan arus primer dan sekunder : N1 I 0 = N1 I1 = N 2 I 2 .

d. Semua beban pada kumparan sekunder dihubungkan seri. Arus primer tidak dipengaruhi beban yang terhubung pada kumparan sekunder. b. tidak lebih dari lima belitan. Terminal sekunder trafo arus tidak boleh terbuka.Perbedaan Utama Trafo Arus dengan Trafo Daya : a. oleh karena itu terminal kumparan sekunder harus selalu dihubungkan dengan beban atau hubung singkat jika bebannya belum dihubungkan . Jumlah belitan kumparan primer sedikit. karena arus primer ditentukan oleh arus pada jaringan yang di ukur. c.

karakteristik arus terbalik.Ketelitian berbagai trafo arus untuk proteksi diberikan pada tabel berikut : No. dan waktu tunda minimum tertentu (Inverse and definite minimum time lag) Relay arus tanah karakteristik arus terbalik dan waktu tunda minimum tertentu (Inverse and definite minimum time lag earth fault relay) yang tidak membutuhkan stabilitas pada saat terjadi gangguan fasafasa dan peningkatan waktu yang teliti Relay arus tanah yang membutuhkan stabilitas pada saat terjadi gangguan fasafasa dan peningkatan waktu yang teliti Relay deferensial dan relay jarak Kelas 15 P 10 P 3 10 P atau 15 P 4 5P 5 5P dan 10 P . 1 2 Penggunaan Relay arus lebih reaksi cepat (Instantaneous over current relay) Relay arus lebih.

dipergunakan untuk tegangan diatas 30 kV b. Menurut kutubmya trafo tagangan dibedakan menjadi dua yaitu : a. hanya digunakan untuk tegangan dibawah 30 kV . Ada dua jenis trafo tegangan yaitu :trafo tegangan magnetik dan trafo pembagi tegangan kapasitip. Trafo satu kutub : trafo tegangan yang salah satu terminalnya dibumikan / ditanahkan.Rangkuman    Trafo tegangan adalah trafo step-down yang mentransformasi tegangan tinggi atau tegangan menengah ke suatu tegangan rendah yang layak untuk perlengkapan indikator. relay. dan alat sinkronisasi. alat ukur. Trafo dua kutub : trafo tegangan yang kedua terminalnya diisolir dari bumi / tanah.

Trafo arus khusus ada dua jenis yaitu trafo arus reaktansi rendah dan trafo arus reaktansi tinggi. . dimana n menunjukan kelas ketelitian dan P menujukkan trafo arus untuk proteksi. Kelas trafo arus dinyatakan dengan tanda “nP”. pengukuran jarak jauh dan relay proteksi. trafo arus juga digunakan untuk pengukuran daya dan energi.    Trafo pembagi tegangan kapasitip diperlukan untuk menurunkan tegangan sekunder jaringan tegangan tinggi dari ratusan kilovolt menjadi puluhan kilovolt. Disamaping untuk penguran arus. kemudian untuk mendapatkan tegangan sekunder standar 100 volt atau 100√3 Volt diperlukan trafo magnetik. Trafo arus digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya ratusan amper dari arus yang mengalir dalam jaringan tegangan tinggi. Trafo arus proteksi untuk keperluan khusus diberi tanda “nPS”.

Sebutkan perbedaan trafo arus dengan trafo daya ? 8. Untuk keperluan apa trafo tegangan yang anda ketahui dan sebutkan jenis dari trafo tegangan tersebut ? 2. Gambarkan rangkaian belitan tambahan pada trafo tegangan satu kutub yang dipakai untuk mendeteksi arus gangguan tanah ? 5. Gambarkan trafo tegangan satu kutub dan dua kutub ? 4. Sebutkan dan jelaskan tanda untuk kelas trafo arus ? . Sebutkan perbedaan antara trafo tegangan dengan trafo daya ? 3. Gambarkan rangkaian ekivalen dari trafo tegangan kapasitip dan berikan persamaan matematisnya ? 6. Jelaskan prinsip kerja trafo arus ? 7.Soal-soal 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful