LAPORAN PENELITIAN INSTITUSIONAL MAHASISWA

OLEH: NANANG SOLIKHIN NIM 1402408083 RUSNILAWATI NIM 1401409284 HANIFAH DIAN SUMIATI 1401409311

PENERAPAN METODE BERMAIN PADA PENGENALAN HURUF AL-QURAN DI PAUD LABSCHOOL UNNES

PENDAHULUAN
´

´

´

Pemahaman huruf Al-Quran sesuai aturan merupakan syarat seseorang bisa membaca Al Quran dengan baik pula. Huruf yang berjumlah 28 tersebut terangkum dalam setiap bacaan yang ada dalam Kitab suci Al-Quran. Pembelajaran akhlak dan budi pekerti yang terlaksana pada sekolah terkadang terasa kurang optimal. Faktor penyebab kurang optimalnya pendidikan budi pekerti bisa dikarenakan beban materi sekolah yang dititikberatkan pada aspek kognitif saja bermain menjadi suatu pembelajaran inovatif yang akan memberikan kontribusi luar biasa. Untuk itu sangat perlu membiasakan para guru menggunakan pembelajaran inovatif dalam mengajar siswanya.

´

´

Mengintegrasikan ´bermainµ pada pengenalan huruf Al-Quran akan mempermudah anak dalam memahami materi Ayat Al-Quran yang diberikan. Menurut Piaget pada anak usia 4-6 tahun masuk dalam tahapan concrete operasional, pada tahap ini anak akan mudah belajar melalui hal yang nyata dan dilakukannya. Salah satu upaya mambangun generasi islami sejak dini yaitu melalui penerapan metode bermain pada pengenalan huruf Al-Quran pada siswa PAUD Labschool UNNES.

RUMUSAN MASALAH ´ ´ Apakah pembelajaran huruf Al-Qur·an melalui metode ´bermainµ dapat meningkatkan aktivitas dan partisipasi aktif siswa pada pendidikan non-formal (PAUD Labschool UNNES)? Apakah metode bermain pada pembelajaran huruf AlQur·an mampu memberi keberhasilan baik dari segi penulisan maupun pelafalan huruf Al-Qur·an pada siswa PAUD Lab School UNNES? .

´ . ´ Melestarikan metode bermain sebagai pambelajaran inovatif.LUARAN YANG DIHARAPKAN Memberikan tambahan pengetahuan tentang pembelajaran inovatif pada guru PAUD Labschool UNNES yakni metode bermain. ´ Memberikan percontohan pengembangan metode pembelajaran PAUD pada wilayah/kabupaten/kota lain.

METODE PENELITIAN ´ 1. 2. 4. 3. 5. yaitu: Tahap metode tindakan Tahap metode pre-test dan post-test Tahap metode angket pada proses Tahap metode angket setelah proses Tahap analisis data PELAKSANAAN PROGRAM SURVEI TEMPAT. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) kuantitatif deskriptif yang memerlukan beberapa metode pendukung lainnya. PERMOHON AN IJIN PENYEDIAAN BAHAN PEMBUATAN MEDIA PELAKSANAAN TINDAKAN LAPORAN ANALISIS DATA EVALUASI .

PENUTUP PE a.PELAKSANAAN TINDAKAN KEG. INTI KEG. Jika pemain berada pada kotak yang ada tangganya berarti naik. . jika ada ekor ularnya berarti turun. d. Jika mendapat fathah berarti menuju huruf hijaiyyah yang harokatnya fathah. b. AWAL KEG. Ketika pemain menjalankan pionnya. e. Siswa melakukan hom pim pa untuk menentukan urutan pemain. kemudian menjalankan pion sesuai harokat yang di dapat. AINA LA TAN A IJAIYYA A A PE AINAN c. Pemain yang paling cepat mencapai finish dialah pemenangnya. Pemain pertama melempar dadu. pemain harus bisa melafalkan huruf yang ada dalam kotak.

.PELAKSANAAN TINDAKAN KEG. Jika pemain kedua gagal melafalkannya maka pemain ketigalah yang harus melafalkan. AWAL KEG. INTI KEG. Pemain yang kertunya lebih cepat habis dialah pemenangnya. Begitu seterusnya. PENUTUP PE ´ AINAN KA T A A PE AINAN ´ ´ ´ ´ ´ Siswa hom pim pa untuk menentukan urutan pemenang. Pemain pertama mengocok kartu huruf hijaiyyah Kartu dibagian kepada sebua pemain secara berurutan Pemain pertama mengambil satu kartu sembarang Pemain kedua menebak kartu huruf hijaiyyah yang dikeluarkan oleh pemain pertama dengan lafal yang tepat.

di baca si. Siswa yang dapat menyebutkan paling banyak maka dialah pemenangnya . yaitu singa. PENUTUP PE ´ AINAN LIDI E A A A A PE AINAN ´ ´ Siswa diminta untuk melafalkan huruf hijaiyyah yang ada di balik gambar binatang. Siswa kemudian menyebutkan nama hewan yang di awali huruf si. Begitu seterusnya. AWAL KEG. INTI KEG.PELAKSANAAN TINDAKAN KEG. Misalnya huruf sin dikasroh.

Dan letaknya dimana. AWAL KEG. PENUTUP PE ´ AINAN PETA IJAIYYA A A PE AINAN ´ ´ ´ ´ ´ Siswa diminta untuk hom pim pa untuk menenttukan urutan pemain Semua pemain meletakkan pionnya di pos huruf alif. INTI KEG. Masing lingkaran ada berbagai bentuk pasangan huruf hiaiyyah jika dipasangkan. Pemain pertama melempar dadu. Di sepanjang jalan ada lingkaran berwarna merah dan biru. yaitu ba. Tugas siswa yaitu menebak huruf yang ada adalam lingkaran merupakan pasangan dari huruf hijaiyyah apa. . Pemain yang paling banyak menjawab dengan benar dialah pemenangnya.PELAKSANAAN TINDAKAN KEG. Jika mendapat gambar lingkaran berwarna biru maka harus belok kanan menuju huruf hijaiyyah selanjutnya. Jika mendapat gambar lingkaran berwarna merah maka pemain harus belok kiri menuju huruf hijaiyyah selanjutnya.

. INTI KEG.PELAKSANAAN TINDAKAN KEG. Siswa paling depan kemudian menunjuk huruf hijaiyyah yang dibisikkan tadi. Siswa yang paling belakang dibisikkan 3-5 huruf hijaiyyah. Kemudian pemain membisikkan pesan tersebut sampai pemain yang pertama. PENUTUP PE ´ ´ ´ AINAN PEESAN E ANTAI A A PE AINAN ´ ´ Beberapa siswa diminta untuk meju kedepan kelas Siswa diminta untuk berjejer satu baris. serta melafalkannya. AWAL KEG.

30 08.HASIL DAN PEMBAHASAN PAUD Labschool UNNES dibagi menjadi 2 kelas.30 ² 10. Sedangkan untuk pelaksanaan pembelajaran baca tulis Al quran di PAUD Labschool UNNES memiliki jadwal tersendiri.00 10. Berikut ini jadwal kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di PAUD Labscool UNNES pada hari Jumat: WAKTU KEGIATAN 07.untuk anak usia 3-4 tahun yang dimasukkan dalam kelas A.15 08. TPQ diberikan pada pelajaran agama berdasarkan kurikulum yang terstruktur dan disesuaikan dengan pilar dan tema . Pembelajaran baca tulis Al Quran biasanya dilakukan setiap hari Jumat pada pukul 08.30 ² 09.30 09.00 ² 10.300.15 ² 10. sedangkan anak usia 5 tahun dimasukkan dalam kelas B.15 ² 08.30 ² 09.30 Jurnal Pagi Morning Circle / Senam Otak AGAMA Kegiatan sentra Makan Kegiatan Penutup Ket: 1.30 ² 08. Pelajaran agama disesuaikan menurut agamanya masing-masing 2.15 10.

DATA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PRE TES 7 6 ´ 5 4 frekuensi 3 Column1 Column2 2 Pelaksanaan pre tes dilakukan sebelum anak didik mendapat tindakan berupa pengenalan huruf Al Quran mengunakan metode bermain. Taksiran berdasarkan analisis data di atas yaitu: Siswa yang tuntas sebanyak 17 siswa. Jumlah siswa sebanyak 26 anak. Persentase nilai ketuntasan: = 17/26 X 100 % = 65 % ´ 1 ´ 0 20 40 60 70 80 100 . Tujuannya yaitu sebagai tolak ukur keberhasilan PTK.

90%. Baik : teknik penulisan huruf benar dan rapi berkisar antara 80% . ´ TIDAK TUNTAS TUNTAS Siswa yang tuntas sebanyak 15 siswa. Adapun skor penilaian yang digunakan untuk menilai kemampuan siswa: Sangat Baik : penulisan semua huruf benar dan rapi 100%.DATA YANG DIPEROLEH DARI INSTRUMEN µAYO MENULIS¶ PERSENTASE KETUNTASAN ´ Ujian menulis huruf hijaiyyah diberikan setelah guru menyampaikan materi melalui metode bermain tebak gambar dan ular tangga hijaiyyah. Cukip baik : teknik penulisan huruf benar dan rapi berkisar antara 60%. Jumlah siswa sebanyak 15 anak Prosentase ketuntasan = [15/15] X 100 % = 100 % .70% Kurang : teknik penulisan huruf yang benar dan rapi berkisar antara 50% kebawah.

46% ´ ´ 1 0 40 50 60 70 80 90 100 . Persentase nilai ketuntasan: [23/26] X 100 % = 88. Siswa yang tuntas sebanyak 23 siswa. Jumlah siswa sebanyak 26 siswa.DATA YANG DIPEROLEH DARI HASIL POST TES 7 ´ 6 5 4 frekuensi 3 Column1 Column2 2 Pelaksanaan post tes dilakukan setelah anak didik telah melaui serangkaian kegiatan pembelajaran mengenai pengenalan huruf Al Quran menggunakan metode bermain. dan peta hijaiyyah. tebak gambar. Jenis-jenis bentuk permainan yang digunakan yaitu: ular tangga hijaiyyah. pesan berantai. tebak kartu.

. 4. Jawaban: Mudah Kelebihan: anak senang mengikuti kegiatan. Alasan: 5.Tidak setuju. Kekurangan : Teknik dan strategi bemain masih harus dirancang dengan baik sehingga tidak mengurangi antusias atau kesenangan bermain.Sulit b. 5. 2. Kekurangan pelaksanaan PTK menggunakan metode bermain? 4. Mudah 2. Pengenalan Huruf hijaiyyah dilakukan dengan metode bermain? (pilih) a. Jadi ´takes time dan bentuk SDM yang berkualitas. Apakah anda akan menggunakan metode ini dalam pembelajaran selanjutnya? (pilih) a. Kelebihan pelaksanaan PTK menggunakan metode bermain? 3. 3. karena memang seharusnya begitu di PAUD / TK Ya Nama Sri Wiji Handayani Jabatan: Guru kelas dan sie kurikulum.Ya b. 2. 3.DATA ANG DIPEROLEH DARI ANGKET GURU: Nama: Ismuati Pertanyaan : 1. materi pendidikan mudah tersampaikan.Setuju. Kelebihan Memang seharusnya ´every methods through funµ Kekurangan: harus sangat kreatif dalam inovasi permainan. Tidak 1. Setuju. Jabatan : Guru Kelas Jawaban: Mudah. Sedang c. Alasan: b. 1. 4. Setuju atau Tidak metode ini diterapkan dalam pengenalan huruf Al-Quran?(pilih) a. Ya.

4. Anak berlari kesana kemari.dsb Akan tetapi . 3. 2. adanya sikap egois atau ingin menang sendiri. Hal ini dikarenakan. terkadang bertengkar dengan temannya. 1. Salah satu karakter anak usia dini yaitu menyukai gambar dan warna. dalm membuat alat peraga guru hendaknya menggunakan warna-warna yang cerah serta gambar yang menarik. Jika anak yang biasanya membuat gaduh telah diatasi biasanya murid yang lain secara otomatis akan lebih mudah terkoordinir. beberapa kendala yang dihadapi tersebut dapat diatasi jika seorang guru memiliki teknik pengelolaan kelas yang baik. 4.PEMBAHASAN ´ Dari pernyataan guru PAUD Labschool UNNES di atas. dalam pelaksanaan metode bermain berkaitan dengan pembuatan alat peraga. Mendekati anak yang biasanya membuat gaduh di dalam kelas. Selain itu. Oleh karena itu. Lebih banyak memberikan reward dari pada panisme. Berdoa sebelum pelajaran dimulai 3. Pada proses pembelajaran dengan metode bermain ada beberapa kendala yang mungkin dihadapi. dapat diketahui bahwa metode bermain pada pengenalan huruf Al quran menuntut guru untuk kretif dalam megajar. misalnya: 1. Beberapa teknik pengelolaan kelas yaitu sebagai berikut: 2. 6. Tentunya alat alat peraga yang digunakan harus menarik dan sesuai dengan perkembangan anak. guru juga harus menentukan strategi yang tepat agar metode bermain yang digunakan dapat berjalan maksimal. dll ´ ´ . Menigkatkan keikutsertaan anak dalam pembelajaran dengan menyuruh beberapa anak untuk maju ke depan untuk ikut. 5. Merolling tempat duduk untuk mengurangi kemungkinan adanya kelompok geng. menangis karena ditinggal ibunya.

dst. Anak usia dini yang biasanya lebih suka bermain dan bergerak kesana kemari jika disuruh duduk dan mnghafal huruf satu persatu pasti akan merasa bosan dan jenuh. Sedangkan 90% diatur oleh kerja hati. Tentunya jika aliran darah di otak lancar maka kemampuan otak dalam menyimpan memory akan meningkat. Dengan adanya metode bermain anak dapat belajar membaca dan menulis Al Quran secara otomatis bersamaan dengan jalannya permainan. Misalnya huruf syin diberi tanda kasroh menjadi si. Jika kerja jantung berjalan dengan baik maka aliran darah yang menuju otak pun akan semakin lancar. 100% guru di PAUD labschool UNNES setuju untuk menggunakan metode ini dalam pembelajaran selanjutnya.hati ini yang dimaksud adalah jantung. siswa dengan sendirinya akan berlatih membaca dan memasangkan huruf berharokat. Tentunya jantung bekerja paling baik jika seseorang melakukan pekerjaan dengan hati yang senang dan gembira. Ini disebabkan karena metode bermain merupakan metode yang sangat tepat untuk diterapkan di PAUD.PEMBAHASAN ´ Dari data yang diperoleh dari hasil angket guru . Sedangkan untuk permainan peta hijaiyyah anak akan berlatih menghafal bentuk huruf hijaiyyah jika dirangkai. ´ ´ ´ ´ . Kondisi psikis anak akan sangat mempengaruhi hasil belajar. dijelaskan bahwa kerja tubuh dipengaruhi oleh otak hanya 10 %. Berdasarkan hasil penelitian. Pada dasarnya guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Contohnya saja pada permainan ular tangga hijaiyaah. Pada permainan tebak gambar anak melafalkan hhuruf hijaiyyah sesuai nama binatang yang ada di gambar. nama hewan yang cocok yaitu singa. Pada kenyataannnya pembelajaran Al Aquran saat ini masih menggunakan metode tartil yang pastinya jika diterapkan pada anak usia 4-5 tahun akan mengalami kesulitan. otomatis anak akan lebih mudah menyerap pelajaran. Jika kondisi psikis anak dalam keadaan yang senang dan gembira.

Berorientasi pada Prinsip-Prinsip Perkembangan Anak. Stimulasi Terpadu. Kreatif dan Inovatif. Berkelompok 5. ´ . 8. Egosentris 3. Belajar Melalui Bermain. 2. Peniru 4. Eksplorasi 6. Masa Peka 2. Berorientasi pada Kebutuhan Anak. 5. Lingkungan yang Kondusif. 3. 4. Menggunakan Pembelajaran Terpadu. Emosi belum stabil Berdasarkan prinsip-prinsip dasar perkembangan anak usia dini diatas. 7. 6. 9. Mengembangkan Keterampilan Hidup.PEMBAHASAN ´ Berikut ini adalah karakteristik anak usia dini : 1. Menggunakan Berbagai Media dan Sumber Belajar. maka menu pembelajaran yang diberikan kepada anak usia dini haruslah : 1.

emosional dan kedisiplinan : sikap sportif. tepuk tangan. anak melakukan berbagai kegiatan yang terdiri dari berbagai aspek. dsb. dan toleransi. . Belajar tanpa paksaan serta menggunakan media dalam wujud yang konkret. Sesuai dengan tahap perkembangan anak. Stimulasi terpadu Pada pelaksanaan metode bermain pada pengenalan huruf Al quran stimulasi diberikan secara terpadu sehingga seluruh aspek perkembangan dapat berkembang secara optimal.. menunjuk. ‡ Kognitif : materi belajar membaca dan menulis pada tahap permulaan ‡ Motorik : anak tetap aktif bergerak. misalnya melemparkan mata dadu. Ketika anak bermain sambil belajar huruf Al quran. Meode bermain yang diterapkan dalam pengenalan huruf Al Quran dapat meningkatkan antusias anak dalam belajar karena pada dasarnya anak usia dini adalah masa bermain. ‡ Bahasa : berlatih melafalkan huruf hijaiyyah dengan baik dan benar. B. saling menolong. ‡ agama : mengerti tata cara menulis dan membaca Al Quran yang baik danbenar ‡ Sosial.PEMBAHASAN Dari pembahasan di atas terbukti bahwa metode bermain pada pengenalan huruf Al-Quran : A.

Belajar perlu dinikmati dan timbul dari perasaan suka serta nyaman tanpa paksaan. Itulah sebabnya mengapa anak-anak dengan mudah belajar sesuatu melalui permainan. Dengan perasaan suka cita itulah syaraf/neuron di otak anak dengan cepat saling berkoneksi untuk membentuk satu memori baru.PEMBAHASAN C. Aktif. Efektif. Untuk menciptakan lingkungan tanpa stres bagi anak. penting bagi orangtua agar rileks dan tidak menetapkan target atau menuntut anak melebihi kemampuannya. Kreatif. Anak tidak bisa belajar efektif dalam keadaan stres. anak akan mengalami rasa bahagia. KOGNITIF AFEKTIF PSIKOMOTIK . dan Menyenangkan Bagan Penerapan Metode Bermain pada Pengenalan huruf Al quran METODE BERMAIN PENGENALAN HURUF AL QURAN KETERANGAN: Lewat permainan. Syarat pembelajaran yang efektif adalah lingkungan yang mendukung dan menyenangkan. Inovatif.

´ . guru lebih menggunakan pendekatan bermain. merangsang perkembangan hubungan sosial anak. dan pembiasaan dilaksanakan dengan bermain yang menyenangakan. maka konsep bermain diharapkan dapat diterapkan dalam pembelajaran di PAUD. mengembangkan kecerdasan nalar atau pikir anak. pelatihan. maka semua ahli pendidikan prasekolah sangat menganjurkan agar pendekatan pembelajaran. Bermain cukup banyak fungsinya bagi anak antara lain untuk merangsang perkembangan motorik anak. Dengan fungsi yang demikian penting bagi proses pendidikan anak. merangsang perkembangan bahasa anak. Seperti. dan mengembangkan keterampilan anak. sehingga pembelajaran yang sesuai dengan usia anak usia dini adalah pendekatan dengan bermain. mengembangkan kecerdasan emosi anak. di PAUD Labschool UNNES pada pengenalan huruf Al-Quran. Bertolak dari permasalahan tersebut.PEMBAHASAN ´ Dunia anak adalah dunia bermain.

Penerapan metode bermain pada pengenalan huruf Al Quran dapat meningkatkan kreatifitas guru dalam mengajar.SIMPULAN ´ SIMPULAN « Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah salah satu upaya pembinaan yangditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Metode bermain terbukti dapat menunjang kemampuan otak dalam menerima informasi. Anak dapat belajar melalui permainan (learning by playing). Ini disebabkan karena metode bermain sangat tepat jika diterapkan di PAUD. Hal tersebu dapat dilihat dari peningkatan presentase kelulusan sebanyak 23. Pengenalanan huruf Al Quran menggunakan metode bermain terbukti dapat meningkatkan kemampuan anak didik baik dalam membaca maupun menulis.46%. yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pemahaman anak didik yang berada pada usia dini terhadap huruf Al Quran mengalami peningkatan melalui metode bermain. Permainan seharusnya memiliki nilai seimbang dengan belajar. Banyak hal yang dapat anak pelajari dengan permainan. metode bermain memungkinkan siswa agar tidak kehilangan masa bermainnya. Selain itu. Belajar dari permainan (Learning by playing). keimbangan antara motorik halus dan motorik kasar sangat memengaruhi perkembangan psikologi anak. Guru dituntut untuk memiliki referensi serta dapat membuat alat peraga dari berbagai jenis bentuk permainan yang sesuai « « « « .

Guru sebaiknya lebih banyak memberikan reward dari pada panisme.SARAN ´ ´ ´ Pendidikan di PAUD Labschool sebaiknya membiasakan anak mengenal Al Quran sejak dini dengan menemukan cara asyik dan menyenangkan belajar Al Quran melalui metode bermain. Pemberian reward akan mening . Dengan demikian kekurangan pada setiap metode dapat diminimalisir. Agar pembelajaran dapat mendapatkan hasil yang maksimal maka guru dapat menggabungkan metode bermain dengan metode yang lainnya.

´ . Peran atau posisi sentral guru sangat diperlukan dalam mengoptimalkan kinerjanya melalui sumber daya yang ada. Guru yang berkompetensi. ketersediaan sarana dan prasarana. keadaan dan kondisi siswa. Hal ini disebabkan karena adanya faktor ² faktor yang menunjang antara lain intruksional. kemampuan guru serta ketersediaan waktu dan tenaga. akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa pada tingkat optimal. ada instansi pendidikan yang memiliki daya dukung yang sangat rendah baik dari segi kualitas maupun kuantitas.PEMBAHASAN ´ Meskipun demikian tidak ada suatu metode pembelajaran yang tepat dan optimal yang dapat dipakai untuk mencapai suatu tujuan pengajaran. Semua faktor tersebut memiliki daya dukung yang berbeda ² beda disetiap instansi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful