P. 1
MAKALAH ILMU PENDIDIKAN TENTANG ANALISA FILSAFAT DAN MASALAH KEPENDIDIKAN

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN TENTANG ANALISA FILSAFAT DAN MASALAH KEPENDIDIKAN

|Views: 253|Likes:
Published by Salman Al Farisi

More info:

Published by: Salman Al Farisi on Mar 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2014

pdf

text

original

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN TENTANG ANALISA FILSAFAT DAN MASALAH KEPENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN Pendidikan adalah proses penyesuian diri secara timbal balik antara manusia dengan alam, dengan sesama manusia atau juga pengembangan dan penyempurnaan secara teratur dari semua potensi moral, intelektual, dan jasmaniah manusia oleh dan untuk kepentingan pribadi dirinya dan masyarakat yang ditujukan untuk kepentingan tersebut dalam hubungannya dengan Allah Yang Maha Pencipta sebagai tujuan akhir. Ahmad D. Marimba mengatakan bahwa, “Pendidikan adalah bimbingan secara sadar oleh si pendidik terhadap si terdidik dalam hal perkembangan jasmani dan rohani menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Dalam tujuan Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan ditujukan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas yang dideskripsikan dengan jelas dalam UU No. 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1993, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani, berjiwa patriotik, cinta tanah air, mempunyai semangat kebangsaan, kesetiakawanan sosial, kesadaran pada sejarah bangsa, menghargai jasa pahlawan, dan berorientasi pada masa depan. Pendidikan tidak hanya untuk kepentingan individu atau pribadi, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan yang tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 29 Tahun 1990. Selain pendidikan dipusatkan untuk membina kepribadian manusia, pendidikan juga diperuntukkan guna pembinaan masyarakat.

Siapakah hakikatnya yang bertanggung jawab atas pendidikan? Bagaimana hubungan tanggung jawab antara keluarga. kemampuan berperasaan. tetapi tidak berkembang dengan baik? 3. Apakah pendidikan itu berguna untuk membina kepribadian manusia? Apakah potensi hereditas yang menentukan kepribadian manusia? Apakah ada faktor yang dari luar dan lingkungan. Apakah hakikat kepribadian manusia itu? Manakah yang lebih untuk dididik. Bagaimana metoda pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan pendidikan yang ideal? Bagaimana kepemimpinannya dan pengaturan aspek-aspek sosial paedagogis lainnya? 9. Masalah pertama dan yang mendasar ialah tentang hakikat pendidikan. Apakah hakikat manusia itu dan bagaimana hubungan antara pendidikan dengan hidup dan kehidupan manusia? 2. tetapi dalam arti luas agar manusia menggunakan dan mengembangkan kemampuan-kemampuan . dan sekolah terhadap pendidikan? 5. pendidikan skill ataukah intelektualnya atau kesemuanya itu? 6. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk Allah yang dibekali dengan berbagai kelebihan. pengetahuannya. akal. desentralisasi. apakah sentralisasi. yaitu : 1. di antaranya kemampuan berfikir. Apakah sebenarnya tujuan pendidikan itu? Apakah pendidikan itu untuk individu atau untuk kepentingan masyarakat? Apakah pembinaan itu untuk dan demi kehidupan riil dan material di dunia ataukah untuk kehidupan di akhirat kelak? 4. Mengapa pendidikan itu harus ada pada manusia. Iqro di sini tidak bisa diartikan secara sempit sebagai “bacalah”. dan kemampuan lainnya. kecakapannya serta keterampilannya kepada generasi muda untuk memungkinkannya melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama dengan sebaik-baiknya. apakah oleh Negara. Bagaimana asas penyelenggaraan pendidikan yang baik. Pendidikan mutlak harus ada pada manusia.BAB II PEMBAHASAN A. Apakah isi kurikulum yang relevan dengan pendidikan yang ideal? Apakah kurikulum itu mengutamakan pembinaan kepribadian? 8. ataukah swasta? Permasalahan-permasalahan tersebut dapat dijawab dengan analisa filsafat sebagai berikut : 1. Allah SWT dengan jelas memerintahkan kita untuk “IQRO” dalam surat Al-Alaq yang merupakan kalamullah pertama pada Rosulullah SAW. Kemampuan-kemampuan tersebut tidak akan berkembang apabila manusia tidak mendapatkan pendidikan. Apakah hakikat masyarakat dan bagaimana kedudukan individu dalam masyarakat? Apakah individu itu independen. Adalah merupakan hakikat hidup dan kehidupan. atau kemauannya. Filsafat dalam pendidikan (filsafat pendidikan) digunakan untuk memecahkan problem hidup dan kehidupan manusia sepanjang perkembangannya dan digunakan untuk memecahkan problematika pendidikan masa kini. karena pendidikan merupakan hakikat hidup dan kehidupan. Beberapa masalah pendidikan yang memerlukan filsafat. Permasalahan Pendidikan Pendidikan dalam arti umum mencakup segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan pengalamannya. perasaan. pendidikan jasmani atau mentalnya. ataukah dependen dalam masyarakat? 7. masyarakat. ataukah otonomi. kemampuan mencari kebenaran.

Berikut adalah penjelasannya : a. pendidikan juga diperuntukkan guna pembinaan masyarakat. 2) menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam lingkungan hidup.Tujuan Pendidikan Nasional adalah menghasilkan manusia yang berkualitas yang dideskripsikan dengan jelas dalam UU No 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan GBHN 1993. berkepribadian. disepakati bahwa dalam pribadi individu tumbuh atas dua kekuatan yaitu : kekuatan dari dalam (kemampuan-kemampuan dasar). dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. maju. 4) memelihara kesehatan jasmani dan rohani. selain pendidikan dipusatkan untuk membina kepribadian manusia. kreatif. Si pribadi terpengaruh lingkungan. individu dapat hidup dengan tenang. Sejak dahulu. Pendidikan membantu agar tiap individu mampu menjadi anggota kesatuan sosial manusia tanpa kehilangan pribadinya masing-masing. mandiri. kesetiakawanan sosial. berbudi pekerti luhur. berdisiplin. 3. “Pendidikan adalah bimbingan secara sadar oleh si pendidik terhadap si terdidik dalam hal perkembangan jasmani dan rohani menuju terbentuknya kepribadian yang utama. dan jasmaniah manusia oleh dan untuk kepentingan pribadi dirinya dan masyarakat yang ditujukan untuk kepentingan tersebut dalam hubungannya dengan Sang Maha Pencipta sebagai tujuan akhir. Ki Hajar Dewantara menyebutnya dengan istilah “faktor dasar” dan kekuatan dari luar (faktor lingkungan). 5) memberikan kemampuan untuk belajar. Marimba mengatakan bahwa. dengan sesama manusia atau juga pengembangan dan penyempurnaan secara teratur dari semua potensi moral. berjiwa patriotik. Sehingga pendidikan merupakan sarana untuk melaksanakan dan perwujudan tugas manusia sebagai utusan Allah di bumi ini. .yang telah Allah SWT berikan sebagai khalifah fil ardl. 3) memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat. terampil. dan lingkungan pun diubah oleh si pribadi. dan membentuk kepribadian yang mantap dan mandiri. Pendidikan adalah proses penyesuian diri secara timbal balik antara manusia dengan alam. kedua kekuatan itu sebenarnya berpadu menjadi satu. Pendidikan tidak hanya untuk kepentingan individu atau pribadi. Ki Hajar Dewantara menyebutnya dengan istilah “faktor ajar”. tangguh. kesadaran pada sejarah bangsa. b. Pengembangan kehidupan sebagai pribadi sekurang-kurangnya mencakup upaya untuk: 1) memperkuat dasar keimanan dan ketakwaan. Pengembangan kehidupan sebagai anggota masyarakat :1) memperkuat kesadaran hidup beragama dalam masyarakat. 2) membiasakan untuk berprilaku yang baik. profesional. menghargai jasa pahlawan. misalnya ketika pribadi terpengaruh oleh hal-hal negatif yang timbul dari luar dirinya. tetapi juga untuk kepentingan masyarakat. Dengan pendidikan maka terbentuklah pribadi yang baik sehingga di dalam pergaulan dengan manusia lain. Pendidikan adalah proses penyesuian diri secara timbal balik antara manusia dengan alam. Teori konvergensi yang berpendapat bahwa kemampuan dasar dan faktor dari luar saling memberi pengaruh. 3) memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar. yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan jasmaniah manusia oleh dan untuk kepentingan pribadi dirinya dan masyarakat yang ditujukan untuk kepentingan tersebut dalam hubungannya dengan Sang Maha Pencipta sebagai tujuan akhir. intelektual. Secara sederhana Ahmad D. 2. dan berorientasi pada masa depan. bertanggung jawab. Pendidikan berguna untuk membina kepribadian manusia. mempunyai semangat kebangsaan. cinta tanah air. cerdas. Factor dari luar dan lingkungan kadang tidak berkembang dengan baik. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan yang tercantum dalam UUSPN dan PP No 29 Tahun 1990. dengan sesama manusia atau juga pengembangan dan penyempurnaan secara teratur dari semua potensi moral. intelektual. beretos kerja. Faktor-faktor intern (dari dalam) berkembang dan hasil perkembangannya digunakan untuk mengembangkan pribadi di lingkungan.

perencanaan. Guru sebagai pendidik mempunyai tanggung . kemampuan atau keterampilan. Artinya. dan sekolah sebagai lembaga formal dalam pendidikan. Kata kepribadian berasal dari kata personality (bahasa Inggris) yang berasal dari kata persona (bahasa Latin yang berarti kedok/ topeng) yang maksudnya menggambarkan perilaku. Semua hal tersebut dididik guna mencapai kepribadian yang baik. efektifitas.c. secara kodrat bertugas mendidik anak. Materi program berupa kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan self-esteem. d. Kebiasaan-kebiasaan yang ada di keluarga akan sangat membekas dalam diri individu setelah individu makin tumbuh berkembang. perasaan. Pada hakikatnya pendidikan menjadi tanggung jawab bersama. 2) menanamkan rasa ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa dan Negara. Kurikulum menekankan pada aspek kognitif. hubungan antar pribadi. Karena keluarga terdapat dan berkumpul dalam suatu masyarakat. 3) memberikan pengertian tentang ketertiban dunia. Masyarakat merupakan tempat kedua bagi individu dalam berinteraksi. Keluarga sebagai lembaga pertama dan utama pendidikan. Pembinaan kepribadian merupakan kajian utama kurikulum. Pengembangan kehidupan sebagai umat manusia mencakup upaya untuk : 1) meningkatkan harga diri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Pengembangan kehidupan sebagai warga Negara mencakup upaya untuk : 1) mengembangkan perhatian dan pengetahuan hak dan kewajiban sebagai warga Negara RI. Pembinaan tersebut pada dasarnya dipersiapkan untuk kehidupan riil dan material di dunia serta kehidupan di akhirat kelak. kemampuan pemecahan masalah perumusan tujuan. yakni akal. masyarakat. individu itu dependen dalam masyarakat. Secara sadar atau tidak keadaan masyarakat cukup memberi pengaruh kepada kepribadian seseorang. Kepribadian adalah suatu totalitas psikophisis yang kompleks dari individu sehingga nampak di dalam tingkah lakunya yang unik. pendidikan jasmani atau mental. Selanjutnya pengaruh dari sekolah dan masyarakat yang akan tertanam dalam diri anak. Metode yang tepat jika mengandung nilai-nilai intrinsik dan ekstrinsik yang sejalan dengan mata pelajaran dan secara fungsional dapat dipakai untuk merealisasikan nilai-nilai ideal yang terkandung dalam tujuan pendidikan Islam. Metode pendidikan sangat berpengaruh terhadap tercapainya tujuan pendidikan yang ideal. 6. 8. 3) memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk berperan serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. kemauan. masyarakat sebagai tempat berkembangnya pendidikan. 4. Keluarga yang menghadirkan anak ke dunia. Hal-hal yang ada pada diri individu atau pribadi manusia pada dasarnya harus mendapatkan pendidikan. keefektifan lintas budaya. 5. Kurikulum yang relevan dengan pendidikan yang ideal adalah kurikulum yang sesuai dengan perkembangan dan tuntutan jaman. yakni keluarga. Pendidikan keluarga sebagai peletak dasar pembentukan kepribadian anak. 4) meningkatkan kesadaran tentang pentingnya persahabatan antar bangsa. Hal itu dilakukan oleh karena terdapat ciri-ciri yang khas yang dimiliki oleh seseorang tersebut baik dalam arti kepribadian yang baik ataupun yang kurang baik. dan pertumbuhan yang normal. afektif. 5) mempersiapkan peserta didik untuk menguasai isi kurikulum. watak/ pribadi seseorang. Kedudukan individu dalam masyarakat merupakan kondisi atau situasi yang tidak dapat dihindari karena individu juga merupakan makhluk social yang pasti membutuhkan manusia lain dalam hidupnya. keterampilan berkomunikasi. dan sekolah/ lembaga pendidikan. dan perilaku yang bertanggung jawab. serta intelektualnya. 7. 2) meningkatkan kesadaran tentang HAM. motivasi berprestasi.

Otonomi Daerah. dengan sesama manusia atau juga pengembangan dan penyempurnaan secara teratur dari semua potensi moral. karena pendidikan merupakan hakikat hidup dan Pendidikan berguna untuk membina kepribadian manusia. BAB III PENUTUP Pendidikan adalah proses penyesuian diri secara timbal balik antara manusia dengan alam. sehingga kelak para pelaku pendidikan mampu mengembangkan segala kompetensi di daerah tempat mereka hidup. . yakni keluarga. individu dapat hidup dengan tenang. Pendidikan membantu agar tiap individu mampu menjadi anggota kesatuan sosial manusia tanpa kehilangan pribadinya masing-masing. Keluarga sebagai lembaga pertama dan utama pendidikan. asas penyelenggaraan pendidikan yang baik yaitu dengan otonomi. yaitu kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. c. Kepemimpinan dan pengaturan aspekaspek paedagogis harus dilakukan para pelaku pendidikan guna memperlancar proses tercapainya tujuan pendidikan yang ideal. masyarakat sebagai tempat berkembangnya pendidikan.jawab untuk memilih. Dengan pendidikan maka terbentuklah pribadi yang baik sehingga di dalam pergaulan dengan manusia lain. Pendidikan keluarga sebagai peletak dasar pembentukan kepribadian anak. menggunakan dan memberikan metode yang efektif dalam mencapai tujuan pendidikan yang tercantum dalam kurikulum. dan sekolah sebagai lembaga formal dalam pendidikan. yaitu wewenang mengenai segala hal yang berkaitan dengan pemerintahan diatur oleh pemerintah pusat. dan sekolah/ lembaga pendidikan. intelektual. Berdasarkan pengamatan penyusun. b. yaitu penyerahan wewenang pemerintahan dan pemerintah kepada daerah otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan jasmaniah manusia oleh dan untuk kepentingan pribadi dirinya dan masyarakat yang ditujukan untuk kepentingan tersebut dalam hubungannya dengan Sang Maha Pencipta sebagai tujuan akhir kehidupan Pendidikan mutlak harus ada pada manusia. Desentralisasi. Pengertian-pengertian : a. yakni segala sesuatu yang berhubungan dengan terselenggaranya proses pendidikan diatur dan dilaksanakan oleh daerah otonom berdasarkan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa dan aspirasi masyarakat. Pada hakikatnya pendidikan menjadi tanggung jawab bersama. masyarakat. Sentralisasi. 9.

Bandung.M.H. Agus Sujanto.DAFTAR PUSTAKA Marimba. 1980. PT Bumi Aksara. Thoyib. 2002. Taufik Hadi. Pustaka Setia.Hamdani Ihsan dan Drs. Bandung. Halem Lubis. Drs. 2004.IV.A.D . Sugiyanto.Fuad Ihsan. Psikologi Kepribadian. Cet . I. PT Remaja Rosdakarya. . Filsafat Pendidikan Islam. Bandung.Ph. Furqon. 2005. Bandung. Pustaka Bani Quraisy. Jakarta.. Konsep dan Aplikasi Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar. Pengantar Filsafat Pendidikan. Islam dan Pranata Sosial Kemasyarakatan. Al-Maarief. Ahmad D.H.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->