James Rompas Menjadi Penulis Buku

Menjadi Penulis Buku Produktif
Wujud sebuah buku adalah hasil kerja maksimal berbagai unsur sebagaimana disebutkan di atas Mengingat banyak kepentingan di dalamnya, maka menulis buku bukan sekedar menumpahkan ide-ide agar bisa dicetak dalam bentuk buku. Seorang penulis buku harus mampu menyelami pertanyaan di atas. Jika tidak, semangatnya tidak akan membuahkan hasil dalam arti buku itu diterbitkan. Untuk itu, mengacu pada pertanyaan di atas, maka seorang penulis buku harus memenuhi persayaratatan sebagai berikut: 1. Sebelumnya Berpengalaman Menulis Artikel (fiksi atau non fiksi) Berpengalaman menulis? Ya. Menurut saya ini syarat utama. Menulis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menulis perlu latihan bertahun-tahun dan diuji oleh surat kabar atau majalah yang menerbitkannya. Tapi ada juga yang penulis buku tapi sebelumnya tidak pernah menulis artikel? Ya ada. Tapi bobot bukunya baik dari segi “ruh buku”, idealisme maupun bisnis tidak begitu melambung. Penulis besar seperti Qurais Syihab, Toto Tasmara, Kartini Kartono, Muh. Fauzil Adhim, dll (dalam jenis non fiksi) atau Helfi Tiana Rosa, Izzatul Jannah, Asma Nadia, Mira W, dll (dalam jenis fiksi), mereka semua adalah penulis-penulis buku best seller yang sebelumnya adalah penulis artikel mumpuni yang artikelnya kerap menghiasi berbagai media cetak. Kepekaan seorang penulis artikel sudah teruji bertahun-tahun. Ketika berkecimpung dalam penulisan buku, sudah memiliki bekal yang cukup memadai. Dia akan mampu melihat dengan kaca mata bathinnya apa yang tengah terjadi di masyarakat. Kemudian menggali dengan cermat, apa sesungguhnya yang diinginkan masyarakat itu. Ibarat seorang pemanah ulung, ia akan menumpahkan segala kemampuannya (yang telah teruji itu) untuk membidik sasarannya. Hasilnya, buku-buku buah “tinta emasnya” laku bak kacang goreng (best seller). Seorang penulis artikel, secara otomatis (biasanya) telah memahami kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Maka ketika menulis buku, hal itu tidak aneh lagi. Ia akan mampu menyusun kata, kalimat dan paragraf yang enak dibaca dengan tanda baca yang sesuai tempatnya. Tulisannya mudah dicerna, mengalir laksana air pegunungan yang mengalir deras, sejuk dan menyegarkan. Pada gilirannya, pembaca merasa senang membaca keseluruhan buku itu, banyak hikmah yang dapat dipetik dan tidak merasa dirugikan sekalipun harga buku itu cukup mahal untuk ukuran “saku”nya. Seorang penulis artikel, biasanya juga seorang yang berwawasan luas (terutama pada bidang yang dispesialkannya). Mereka sudah terbiasa membaca buku, surat kabar, majalah, dll. Sebagai rujukan untuk memperkuat artikelnya. Maka ketika menulis topik tertentu untuk bukunya, mereka tidak akan kesulitan. Seorang penulis artikel, biasanya juga pekerja keras yang tak kenal lelah. Mereka sudah terbiasa memeras otak dan duduk seharian di depan komputer/mesin tik. Ibarat seorang pelari, ia sudah terbiasa dengan panas dan hujan, jalan berliku dan lurus, atau jalan menanjak dan menurun. Mereka sudah mengenal medan.

1

James Rompas

2 . Memahami Struktur Buku Struktur atau anatomi buku jelas sangat beda dengan artikel. Buku memiliki anatomi yang tersusun secara rinci. Sekalipun pada masing-masing penerbit berbeda dalam memahami anatomi buku ini, namun praktenya memiliki banyak kesamaan. Memahami anatomi buku sangat penting, seorang penulis dengan sendirinya tidak mempersulit diri sendiri dan penerbit. Penulisan buku yang semau gue, tidak lengkap sesuai anatomi yang umum, sekalipun diterima oleh penerbit, nantinya akan dikembalikan untuk dilengkapi. Secara garis besar anatomi buku terbagi dalam tiga besar; pendahulu, isi naskah, dan penutup (end matter). Tiga besar tersebut rinciannya sebagai berikut: a. Pendahulu (Preliminary pages/front mater) Pendahulu (bukan pendahuluan) adalah halaman yang mendahului halaman isi. Halaman ini hanya menginformasikan keberadaan isi buku yang akan Anda baca. Sebagian penerbit memberikan nomor dan jenis angka tersendiri pada halaman pendahulu ini (tidak satu rangkaian dengan halaman naskah dan umumnya menggunakan angka romawi). Namun banyak juga penerbit yang tidak membedakan hal tersebut. Halaman pendahulu terdiri dari: 1) halaman pancir (lembar pertama setelah cover) 2) halaman judul (lembar kedua) 3) balik halaman judul (halaman copy right) 4) daftar isi 5) daftar pedanan kata (transilasi) 6) halaman persembahan 7) ucapan terima kasih 8) pengantar 9) Sambutan Tidak semua penerbit menggunakan secara lengkap poin-poin tersebut terutama halaman persembahan, pedanan kata, ucapan terima kasih, dan sambutan semuanya disesuaikan dengan kebutuhan. b. Isi Naskah Buku Setelah pendahulu halaman, selanjutnya isi naskah atau menurut Sofia Mansoor “daging buku”. Isi naskah buku berisi pembahasan lengkap sebagai penjabaran dari judul. Isi naskah terbagi dalam beberapa bab, sub bab dan pasal yang dimaksudkan untuk memisahkan antara satu sub bahasan dengan sub bahasan yang lainnya. Di samping itu untuk mempermudah pembaca memahami isi naskah. Adakalanya babbab itu tidak ditulis, cukup menuliskan nomornya saja. c. Penutup (end matter) Penutup, end matter, atau back matter adalah halaman akhir setelah halaman naskah. Halaman penutup ini umumnya terdiri dari: 1) lampiran 2( daftar pustaka 3) indeks 4) riwayat hidup penulis Struktur buku di atas harus dipahami penulis. Buku yang dikirim dalam kondisi

2

James Rompas

lengkap, sangat memudahkan penerbit dalam mengolahnya. 3. Menguasai Masalah yang Ditulis dan Memiliki Sumber Rujukan Lengkap Sebagaimana penulisan artikel, maka penulisan buku pun sama harus memahami topik yang dibahas. Jangan pernah sekali-kali menulis tentang politik umpamanya jika tidak memiliki latar belakang dan pengalaman dalam bidang politik. Atau menulis tentang pertanian sementara latar belakang penulis dalam bidang peternakan, tentu akan sangat memusingkan diri sendiri. Sebagaimana dibahas pada Bab I, hendaknya penulis fokus pada spesialisasi ilmu yang dimiliki. Berbicara buku-buku rujukan, jenis buku non fiksi jelas memerlukan rujukan bukubuku yang memiliki kemiripan bahasan, atau setidaknya ada keterkaitan dengan naskah yang tengah ditulis. Dimaksudkan agar tulisan padat dan lengkap. Kredibilitas buku itu sendiri nantinya diakui sebagai buku yang berkualitas karena menyertakan pendapat dari penulis lainnya. Semakin banyak rujukan yang dipakai biasanya semakin besar pula kepercayaan pembaca. Walau demikian, orisinalitas dan gaya tulisan harus tetap terjaga. Seorang penulis tidak boleh hanya mengandalkan rujukan atau meniru gaya penulisan orang lain apalagi jika nyata-nyata menjiplak. Rujukan hanya sekedar perbandingan untuk menambah perbendaharaan pendapat. Pada gilirannya, penulis harus memiliki sikap tersendiri. 4. Memahami EYD Sekalipun sudah terbiasa menulis artikel dan sudah memahami bahasa Indonesia dengan baik, namun penulis buku harus memahaminya lebih dalam terutama korelasi antar paragraf, efektivitas kata, dan kalimat. Kata dan kalimat yang tidak efektif sehingga memberikan kesan bertele-tele, hendaknya dibuang. Begitu pula tanda baca yang kurang pada tempatnya agar diperbaiki. Sehingga buku tersebut mengalir, enak dibaca, tidak kaku dan menjemukan. Selain itu, seorang penulis harus mampu memilih kata (diksi) yang tepat untuk tulisannya terutama untuk judul, sub judul atau pasal. Pilihlah kata atau kalimat untuk judul bab, sub bab dan pasal yang dapat merangsang pikiran atau menarik perhatian pembaca. 5. Memiliki Kepekaan Tidak semua penulis memiliki kepekaan pemikiran. Dalam menjabarkan suatu ide, banyak penulis yang hanya mengekor tanpa memiliki orisinalitas ide. Seorang penulis yang peka, dapat melihat dengan mata bathinnya sesuatu yang layak dituangkan dalam buku. Terkadang topik yang dituangkan dalam buku itu sangat sederhana, namun begitu mengena di hati pembaca. Tidak semua buku best seller itu buku yang berat, justru buku-buku yang ringan, yang akrab dalam keseharian pembaca, kerap menjadi buku yang laku keras. Jadi jangan pernah asal-asalan dalam menulis. Efektivkan pikiran, tenaga dan waktu Anda untuk pembahasan ide yang benar-benar tepat sasaran. 6. Bermental Pejuang Penulis buku yang cengeng, sering keluh kesah, dan kurang bersemangat, sangat sulit bisa menjadi penulis yang sukses. Baru sekali bukunya ditolak oleh penerbit, lantas frustasi. Padahal seorang penulis ternama di Barat, pernah naskahnya ditolak oleh 600 penerbit. Setelah diterbitkan oleh penerbit ke 600 itu, bukunya ternyata best seller. Jika ia frustasi ketika ditolak oleh penerbit ke 500 umpamanya, kini ia takkan menikmati hasil tulisannya. Anda pernah ditolak oleh berapa penerbit?

3

Dalam bidang apa pun kegagalan adalah jenis makhluk yang bikin tidak enak bagi yang menjalaninya. Bambang Trim mengutip sebuah pernyataan dari pusat pendidikan AS. Kenapa? Saya akan coba mengurai sejumlah penyebab kegagalan menjadi penulis. Terbayanglah di benak kita ide ini paling mutakhir bernilai jual tinggi. Prestasi apa yang dapat dihasilkan oleh generasi.James Rompas Beberapa naskah saya sendiri pernah ditolak oleh hampir seluruh penerbit di Bandung. Perkiraan ide belum ditulis oleh penulis lainnya. di negeri semisal Amerika. Berprestasi dulu. Tetapi sayang. bunga-bunga ide lesu dimakan waktu. betapa banyak jebolan perguruan tinggi. 4 . Teruslah berlatih. ternyata best seller. bahwa “semua ilmuwan adalah sama. ide hanyalah bunga-bunga khayalan. “satu langkah bukti nyata. Dalam olah tulis menulis. adalah kenyataan aneh bila seorang dosen tidak bisa menulis. hasil belakangan. Keluhan mereka yaitu tidak bisa menulis. Kata DR. Saya setuju dengan apa yang dikemukakan Aa Gym. sampai satu di antara mereka menulis buku. lebih baik daripada seribu teori”. Kita perhatikan dan kenali 7 sebab kegagalan dalam proses olah tulis menulis. Ide Sebatas Ide Boleh jadi ide sudah berjumpalitan di otak kepala. Kesimpulannya. yang cuma berhenti sampai tingkat teori saja. tidak akan pernah bisa menulis. Dan apalagi bergelar S2 atau S3. Akhirnya. sebuah lembaga pelatihan jurnalistik yang dipimpinnya. Kedepankan profesionalisme dan kemahiran menulis dari pada sesuatu yang sifatnya materi. Tetapi karena malas mempraktekkannya. Seorang penulis harus penuh optimisme. Maka tidak heran jika Abu Al-Ghifari sewaktu aktif di Ash-Shidiq Intelectual Forum. Gagal Menjadi Penulis Sukses. Belajar Teori Saja Aa Gym sering mengingatkan. 2. jangan mudah putus asa karena putus asa adalah racun bagi kesuksesan dan kesuksesan akan datang hanya pada mereka yang berusaha mendapatkannya bukan pada mereka yang hanya mengharapkannya. ketika naskah itu diterbitkan. ditambah alumni kursus-kursus pelatihan menulis atau mengarang. Dahulukan kerja keras. kesulitan menulis bagi kaum intelektual bukan terletak pada teori tulis menulis. Deddy Mulyana. Mungkin baru saat ide ditemukan rasanya tiada duanya. Dan terkejutlah saat membaca tulisan yang ide utamanya sama. tapi tidak pernah mampu menyelesaikan barang sejudul pun. siapa pun yang hanya mempelajari teorinya saja.” Saya sepakat dengan Abu Al-Ghifari. Dengan semangat tinggi. 1. baru memetik hasil. menerima banyak keluhan dari sarjana S1. selalu bersemangat dan siap menghadapi halangan dan rintangan dalam menulis buku.

Cepat Puas Tidak sedikit penulis pemula yang tulisannya berhasil dimuat media massa. amat tidak menarik. Buat mereka yang terpenting ide sudah tersebar. antara komunikasi lisan dan tulisan terdapat kesamaan. mereka cepat sekali merasa puas dengan capaian seperti itu.” Sedangkan Hitler penulis “Perjuanganku (Mein Kampf)” begitu kuat mempengaruhi gerakan komunis. Robert B. 3. Sayang. Lalu timbul kesimpulan. apa pun isi ceramah yang disampaikan ke khalayak akan menjadi menarik bila materi itu dikuasai. dua tulisan yang dimuat dibanggabanggakan di setiap waktu dan diedarkan ke setiap forum pertemuan. Jalaluddin Rakhmat dalam “Retorika Modern” (Rosda Karya. yakni ingin cepat popular. Akibatnya sulit lagi untuk menulis. Maksudnya. Ukurlah kemampuan diri. Paine dinilai sebagai pelopor kemerdekaan Amerika dengan karyanya “Pikiran Sehat (Common Sense). Tidak cuma lokal. jika mengucapkan apa-apa yang tidak dikuasai. tetapi bila dalam waktu yang cukup lama kemudian tidak lagi menulis. Menulis yang Tidak Disukai Bicara mengenai tingkat kelancaran sekaligus kemandegannya. 1959) mengungkap. Namun sangat disayangkan. niscaya menemui kemandegan atau kebuntuan. 5. Cepat puas dalam konteks ini dapat menimbulkan kemacetan total. Begitu pula dengan tulis menulis. apa lagi yang idealis. bahkan ada yang menembus media berskala nasional. Jangan cuma karena ingin gagah-gagahan. Hikmah yang kita petik adalah meraih popularitas perlu waktu panjang. 4. Mereka terlena dengan satu. banyak para penulis yang menggerakkan sejarah menulis di usia paruh baya atau tua: 44-54 tahun. nanti akan lupa bagaimana caranya menulis. Pembangunan Djakarta. Tidak adil jika kita menuntut diri dengan harapan sosial yang tak proporsional. Thomas Paine dan Adolf Hitler (lepas dari kejahatannya). Contoh: kita hendak menulis tentang Pemilu (Pemilihan Umum).James Rompas Rugilah kalau ide sebatas ide. Macet Terjebak Honor Bagi penulis senior. Setiap penulis memiliki spesialisasi ilmu yang khas. Sebaliknya. keterkenalan memerlukan proses waktu yang panjang dan perjuangan sangat keras. 6. kita menulis bahasan yang sebenarnya kita tidak memahami. Penulis yang tidak tahan proses. Terkadang lupa bahwa ketenaran. jelas akan gagal. ceramah yang disampaikan. Tidak cukup dalam waktu singkat sebab profesi menulis bukan pekerjaan instan. Nulis apa saja kalau kita menguasai materinya pasti lancar meski tidak bebas hambatan. Sementara pengetahuan mengenai Pemilu tidak memadai bahkan masih terbilang buta. Dua di antaranya. jangan memaksakan diri. kepopularan. nulis apa pun sekiranya materi tidak dikuasai. Jangan terjebak pada arus gemuruh emosi sesaat. kegiatan menulis tidak lagi (terutama) untuk mencari honor. padahal sudah terbukti mampu menulis. 1992) menjelaskan. Memasarkan 5 . Ingin Cepat Populer Para penulis pemula utamanya punya kebiasaan buruk. Tentu saja bangga itu boleh. Downs penulis “Buku-buku yang Merubah Dunia” (PT.

yang dicari adalah honor berupa uang. Di bulan Oktober 1996. Sifatnya hanya menyumbang naskah. Dimuat pun sudah beruntung. tidak ada bakat menulis dan bukan keturunan penulis. nama lahir Abu Al-Ghifari sewaktu saya berkunjung ke Mujahid Press. Pembaca budiman. Bisa-bisa yang mendengarkan jadi pusing dan jengkel. By Lilis Nihwan Samuranje Problematika Penulis Pemula (1) Kesulitan Mendapatkan Ide 6 . Berbeda dengan penulis pemula. Hernowo mengaku bukan keturunan penulis. sedang berjuang keras memperpanjang umurnya. Waktu itu saya kecewa berat. Ambil positifnya saja. Selang seminggu. Jika pembaca mengalami hal demikian. dan sangat memaklumi koran lokal yang memuat tulisanku. Apalagi kita umbar ke setiap orang. siapa yang terlepas dari kelemahan. kurang referen. semakin meyakini lemah dan memperbesar kelemahan dalam menulis. Biasanya kelemahan itu berupa: tidak ada waktu. tapi bukan uang sebagai tujuan. Kelompok kedua jelas lebih banyak jumlahnya. Caranya. setelah pemuatan tulisan kedua. Petugas itu mohon maaf ditambah basa-basi sedikit. saya menghubungi bagian yang bertugas mengurusi honor. Ia menyatakan. Begitu sering pengamat politik muda usia Eep Saefullah Fatah menulis kolom saat menyetir. pasti ia tidak seproduktif sekarang yang telah menulis puluhan buku itu. Eep ngomong soal politik. Semua punya. tambah dalamlah diri kita memasuki wilayah kegagalan menjadi penulis. Cerita yang sama dialami Toha Nasrudin. Jangan perbesar kekurangan. 7. sekiranya Abu Al-Ghifari berhenti menulis gara-gara tidak dihonor. dua tulisan saya dimuat sebuah harian lokal. Senang bukan bikinan. Membesar-besarkan Kelemahan Sendiri Bicara kelemahan.” Pembaca Budiman. Ketiga orang ini jelas memiliki kelemahan dalam mengolah tulisannya. “tulisan saya sudah 20 judul tidak dihonor oleh media yang sama. kecewa boleh. namun mereka tetap produktif. tapi jangan dipelihara.James Rompas ide ke lebih banyak orang dan kalangan. Saya pun segera tahu. Ada bekas menteri yang mengetik di atas kendaraan. karena katanya tidak ada honor untuk penulis luar. ketimbang kelompok pertama. sedang istrinya mencatat yang dibicarakannya.

Inspirasi yang mengalir walaupun hanya sebuah kalimat pendek. Mengingat inspirasi munculnya tiba-tiba." dari sini semakin jelas. atau bertukar pikiran. memeras otak. Dalam kemahiran berbahasa inilah terletaknya "seni mengarang" yang ditunjang oleh disiplin yang ketat dalam berlatih. seorang pengarang memerlukan modal atau pengetahuan "kemahiran berbahasa" Indonesia yang baik dan benar. tidak pernah mendapat kesulitan dalam mengembangkan inspirasinya. cerpen atau puisi. Guna mendapatkan inspirasi. disiplin. sebuah artikel akan sulit dan tidak mungkin terwujud jika sebelumnya tidak ada ide. Namun sekalipun inspirasi itu hanya 1% tapi cukup vital. "Genius itu. Pengarang seperti ini tidak pernah kehabisan bahan tulisan. Ide dianggap langkah penting pertama sebelum menuju langkah berikutnya. Semakin banyak inspirasi yang ditulis dalam catatan kita. dapat dijadikan sebuah artikel atau cerita pendek yang dibumbui dengan catatan atau pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain. sebaiknya carilah kesibukan. tetapi berkarya terus dan dalam berkarya itulah inspirasinya turun dan hinggap di kepalanya. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (2) 7 . Dalam usaha pengembangannya. Inspirasi berarti sesuatu yang muncul secara tiba-tiba dalam pikiran kita. Kemampuan mengembangkan inspirasi atau ide. maka akan semakin banyak pilihan dalam penulisan artikel nantinya. dia berkarya tidak selalu menanti inspirasi datang. ide atau inspirasi ini adalah modal awal seorang penulis dalam membuat artikel. maka para penulis profesional umumnya menyarankan kepada penulis pemula untuk senantiasa membawa buku catatan kecil khusus untuk menuliskan inspirasi ini. Inspirasi yang 1% itulah yang dikembangkan dengan kemampuan yang ada untuk bisa berkembang sampai 100%.James Rompas Diakui. Pengarang yang sudah terlatih. baik artikel. atau apa yang dikatakan Edison "cucuran keringat". berjalan-jalan. dan tekun. bahwa kecerdasan atau kesanggupan berpikir itu. Ide yang baik ditunjang dengan pemahaman masalah dan penjabarannya yang baik akan menghasilkan artikel yang berkualitas. dan 99% cucuran keringat. Pemilihan jenis karangan ketika muncul inspirasi tergantung minat penulis saat itu. Dalam mengarang pun diperlukan kerja keras. Thomas Alfa Edison mengatakan. inspirasinya hanya 1% saja. 1% inspirasi. Munculnya inpsirasi ini kadang erat kaitannya dengan pengalaman panca indera dalam menangkap respon tertentu yang dialami saat itu. seperti membaca. Intinya. Inspirasi bagi seorang pengarang berpengalaman punya arti yang sangat berharga. merupakan suatu keahlian atau pengalaman yang terlatih. Inspirasi ini nantinya mengarahkan penulis untuk menulis jenis karangan. sedangkan cucuran keringat atau kerja/usaha 99%.

suatu moral. Apa sale kesemek itu? Apa pula kesemek itu? Bagaimana wujudnya. atau apa saja yang harus dilakukan. suatu keputusan. Apa dan bagaimana tema atau dasar pikiran yang akan disusun menjadi tulisan itu? Menentukan tema tulisan beda dengan menentukan judul. Kadang-kadang tema sudah jelas tapi rumusannya yang tidak tepat sehingga menimbulkan salah tafsir. tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. ayam misalnya. Tema biasanya merupakan suatu komentar mengenai kehidupan atau orang-orang. sehingga ada sebagian penulis yang mengatakan bahwa menemukan tema sama halya telah merampungkan tulisan. Tema harus dibedakan dari motif. persoalan.James Rompas Kesulitan Mentukan Tema Tema dalam karang-mengarang adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Dalam berbagai kamus kontemporer. Tema bisa berarti juga gagasan utama. di mana ditanam. Tema bukanlah suatu firman. suatu pengumuman. maka penulis itu salah tafsir. padahal yang harus disusun adalah tulisan tentang "Bagaimana cara meningkatkan hasil telur ayam melalui Bimas". subyek atau topik. Mentukan tema harus jelas. Misalnya ada tema tulisan: Pengolahan sale kesemek. Kalau seseorang menulis tentang sukses Bimas (bimbingan massal). Pentingnya posisi tema. singkat dan padat. maka yang keluar sebagai pemenangnya adalah tulisan yang paling taat pada tema. Sehingga jika ada dua tulisan yang sama bagus. Penelaahan itu bisa menjalar ke mana-mana. suatu petunjuk mengenai cara hidup. motif atau topik. Lebih jelas lagi jika tema itu mudah memberikan jawaban atas pertanyaan "Apa sebab?" (sampai terjadi demikian atau harus dilakukan demikian?). di mana diperoleh. kapan musim buah kesemek. Tema tulisan sangat menentukan arah tulisan atau tujuan dari tulisan tersebut. Tapi biasanya diuji dengan dua pertanyaan "apa" dan "bagaimana". Adapun dalam tulis-menulis. Menentukan tema tidak cukup hanya dengan mencari jawaban atas pertanyaan "apa" (yang dimaksud dengan) tema itu. Apalagi jika dalam tulisannya tidak diceritakan langkah apa 8 . Dalam sayembara penulisan. Begitu seterusnya. be tapapun bagusnya tulisan kalau tidak taat pada tema akan disisihkan. tapi perlu juga mencari jawaban atas pertanyaan "bagaimana" (pokok bahasan yang sudah ditemukan itu terjadi atau dilakukan). amanat cerita. tema diartikan sebagai dasar isi cerita. Tema dipergunakan untuk memberi nama bagi suatu pernyataan atau pikiran mengenai suatu subyek. Dalam menentukan tema atau menerangkannya kita harus menghindari hal-hal yang imperatif. suatu observasi. ketaatan pada tema dipakai sebagai patokan penilaian secara obyektif. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarnya yang akan dibahas atau diuraikan oleh penulis. atau buah pikiran yang diuraikan dalam karangan. tema yang hendak ditelaah sudah mulai jelas. Tema merupakan suatu pernyataan mengenai hidup dan manusia.

Penulis pemula kadang tidak tahu. Kalau dipaksa digarap juga. daripada karya tulis yang dipaksa patuh pada tema. Untuk itu tema perlu dirumuskan kembali agar cakupannya lebih sempit. dapat disimpulkan bahwa kesulitan membuat judul mencakup penentuan dan penyusunan kalimat judul itu sendiri. diperlukan latihan dan menimba pengalaman lebih dalam. tapi kalau menyimpang terlalu banyak. Untuk membuat judul yang baik. terlebih dahulu Anda harus memahami tema yang akan dibahas. Menyimpang sedikit tidak apa. padat. Dalam menelaah tema. melalui Bimas. menarik dan menggambarkan isi bahasan. karena ia merasa karya tulis yang "mencari jalannya sendiri" itu justru lebih alamiah bagusnya. Namun untuk membuat judul yang baik dan menarik bukanlah hal yang mudah. Ketidaksesuaian antara tema dan hasil garapan juga dapat terjadi kalau penulis yang bersangkutan tidak taat tema. memilih kata atau kalimat yang menarik ini biasanya menjadi problema tersendiri. ada yang membuat judul sebelum artikel dibuat dan ada juga yang membuat judul setelah artikel itu rampung. Untuk itu. hasilnya terlalu lebar sampai tidak mungkin mendalam. itu memang bisa dan biasa terjadi. Dalam hal ini tidak ada aturan baku. tapi konkret. Namun sebaiknya agar berusaha membuat judul sebelum 9 . Tapi lebih bagus lagi jika yang bagus itu terjadi pada tulisan yang temanya dikehendaki semula. namun sulit untuk memilih kata atau kalimat yang pas untuk judul artikelnya. Tidak semua penulis langsung bisa memilih kata yang tepat. Boleh membuat judul sebelum atau sesudah artikel dibuat. Tidak luas sampai abstrak. ide judul ada atau arah penentuan judul sudah ada. tulisan tidak mencapai sasaran. dalam pembuatan judul penulis terbagi dua. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (3) Kesulitan Membuat Judul Berdasarkan pengamatan selama bertahun-tahun. judul apa yang layak untuk artikelnya. Judul dalam sebuah artikel ibarat kepala yang menopang alur kehidupan.James Rompas saja yang harus ditempuh pada usaha peningkatan produksi telur ayam secara intensif dan massal. Nah. Padahal sebuah tulisan nonfiksi untuk majalah dan surat kabar tidak boleh menjalar ke sana ke mari. Tak jarang pula. penulis yang bersangkutan juga harus senantiasa ingat bahwa tema yang terlalu luas jangkauan selalu sulit digarap. Tahap selanjutnya si penulis mesti bisa memilih kalimat atau kata yang tepat dan menarik. sebuah artikel ibarat seseorang tanpa kepala. Judul harus singkat. Penulis profesional biasanya sudah bisa menggambarkan kemana arah artikelnya sehingga sebelum artikel itu dibuat ia sudah memiliki gambaran mengenai judul yang baik. Tanpa judul.

Kadang seorang penulis profesional menyarankan agar tulis saja apa yang ada dalam pikiran saat itu. Biasanya ada bebarapa judul sebagai alternatif. Judul harus pendek maksudnya ringkas dan tidak bertele-tele. Contoh: Hotel Internasional di Teluk Banten. Dalam artikel nonfiksi. Setelah itu. Bahkan jika dikalkulasikan dari semua masalah jusnalistik. Sekalipun demikian yang terpenting judul bisa menggambarkan isi bahasan. Judul ini tidak mengisahkan sebuah hotel melainkan sebuah gua yang ada di teluk Banten tempat singgah burung dari negara lain. motivasi menyelesaikan bahasan cukup tinggi dan tingkat konsentrasi pun lebih tinggi. Jangan memperkosa isi bahasan hanya karena ingin tulisannya dibaca. mencoba dan mencoba. cerpenis ternama. dan terkesan emosional. sekarang ini saya bahkan ingat bahwa yang senantiasa sulit bagi saya ialah justru bagaimana memulai. Baik pembuka karangan dalam artikel fiksi atau lead dalam artikel nonfiksi. Maksud ekstrim adalah keluar dari maksud sesungguhnya. sebagaimana dikutip Faruk dalam epilog kumpulan cerpen KOMPAS (1996) mengakui. nanti juga akan menemukan korelasi dengan bahasan yang sedang dibahas asal jangan terlalu jauh melenceng dari judul atau topik yang dibahas. Kata-kata atau kalimat pembuka itulah agaknya yang selalu membuat saya gelisah. tapi penulis profesional pun mengeluhkan masalah ini. keduanya mendapatkan kesulitan yang sama. Untuk itu jika ada bebarapa judul untuk suatu artikel. baik pembukaan yang mencekam atau sekedar mengasyikkan pembaca. masalah ini memiliki prosentase tertinggi sebagai masalah yang paling populer. nanti bisa dilihat mana kalimat yang tidak layak dan harus dipangkas serta mana yang harus dipertahankan. hasutan. Namun sebaiknya usahakan judul tidak lebih dari lima kata. Tak kurang Satryagraha Hoerip.James Rompas artikel dibuat karena terkadang dengan adanya judul. kalimat pembuka ini disebut lead. Artinya dalam keadaan terpaksa boleh saja seorang penulis membuat judul agak panjang. judul tidak boleh berisi fitnahan. sebaiknya sering mengamati judul yang diterbitkan media massa atau konsultasi langsung dengan para penulis profesional. mendapatkan pembukaan yang enak. namun biasanya seorang penulis tidak langsung bisa menentukan satu judul. Hal ini tidak terbatas pada penulis pemula. "Anehnya. Sekalipun pandai memilih kata atau kalimat. Selain itu. kemudian pilih mana yang terbaik dan lebih menarik. Terutama untuk artikel ilmiah. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (4) Kesulitan Membuat Lead Sulit memulai adalah masalah yang paling banyak dikeluhkan para penulis. Bagaimanakah setidaknya menurut saya sendiri. maka tuliskan saja dulu. Jika Anda masih juga kesulitan membuat judul. 10 . Makna bahwa judul harus menarik bukan berarti "ekstrim" melainkan mampu menarik pembaca bahwa isi artikel itu bagus. seorang penulis harus jujur dalam membuat judul.

tergantung pada kapan-nya. Misalnya: Dari jauh saja sudah mempesona. namun ia menggambarkan beberapa pokok obyektif tertentu yang dapat dipakai penulis sebagai titik awal pembicaraan yang berhubungan dengan pokok bahasan. Misalnya: Ketika pangeran Djajadiningrat dari Banten masih berumur balita dan akan diberi nama dulu. Seperti Buket raksasa saja pesta agung di istana Rahwana Raja. Ah! Baiknya Anda melihat sendiri. Anekdot/Dongeng/Sejarah Pendahuluan bersisi anekdot. Tujuannya memberi gambaran kepada calon pembaca yang akan disajikan dalam tulisan itu nanti. Soenandar berhasil membuahkan lengkengnya untuk pertama kali dalam sejarah perkembangan. Ringkasan Pendahuluan berbentuk ringkasan nyata-nyata mengemukakan topik dan pokok isi tulisan secara garis besar. dengan batangnya abu-abu dan bunga merah merona tersebar rata dipuncaknya. Bagaimana caranya? b. Jakarta yang panas hawanya. yaitu : a. maka leadnya diubah sebagai berikut : Di Lubang Buaya. Ada lima cara untuk memulai ringkasan. Keberhasilannya mengantarnya ke Filiphina untuk menerima hadiah Magsaysay tahun 1972. Namun dengan menggelangi batang. lalu dibaca. Pernyataan yang menonjol Lead ini kadang-kadang disebut punch lead (pendahuluan kejutan). Tetapi kalau memulainya dengan sudut pendang paling menarik. dengan kata-kata yang jernih. kejadian atau hal. Apalagi Lubang Buaya. panen singkong 70 ton tiap hektar tiap musim. Kalau ringkasan ini ditulis begitu saja. Dan latar belakangnya biru lazuardi . mengapa-nya. Jakarta yang panas hawanya. pohon dadap Erythrina variegata itu. c. Pelukisan Pendahuluan yang melukiskan fakta. sekalipun sering dibumbui tambahan fiktif. ataukah bagaimana-nya? Kalau yang menarik itu apa-nya.. nama-nama pemberian neneknya dan para sesepuh yang lain ditulis pada secarik kertas yang kemudian dimasukkan ke dalam batok kelapa jenggi. biasanya terasa kering dan tidak menarik. Meskipun kebanyakan subyektif. Kalau yang menarik itu dimana-nya. Slamet Raharjo (1997) memberikan alternatif terbaik untuk mempermudah kalimat pembuka ini. sampai lead ini disebut lead sastra.James Rompas Khusus untuk artikel nonfiksi. Misalnya: Luar biasa! Hans Westernberg. d. Tebingtinggi. 11 . apa-apa yang diceritakan itu. pohon dadap itu kalau sedang berbunga. Anekdot (kisah pendek tentang kejadian penting yang menarik karena aneh atau lucunya) biasanya memang benar-benar terjadi. (What lead). Misalnya : Membuat lengkeng berbuah di dataran rendah tidak mudah. sering menawan juga karena membuat tulisan nonfiksi seolah-olah menjadi fiksi. dimana-nya. Biasanya diikuti dengan kalimat kekaguman. sering kali menggugah minat baca karena mengajak pembaca membayangkan bersama penulis. pohon lengkeng yang biasanya hanya mau berbuah di daerah sejuk itu ternyata bisa disuruh berbuah.. maka ringkasan sebagai lead biasanya akan diperhatikan. Kadang-kadang cara melukiskan kejadian itu begitu bagus. dari Binjai. Ia memang bermaksud membuat pembaca kagum. maka yang ini yang dijadikan lead.

"Karena itu. Tidak jelas kerangka kerangannya (kerangka pemikirannya) d. Penulis tidak menguasai masalah atau materi yang dibahas b. karena pembaca perorangan. menuturkan asal usul namanya. Misalnya: Rasulullah saw. menuju ke arah pengertian "semu". Pertanyaan Pendahuluan berbentuk pertanyaan yang merangsang keingintahuan merupakan lead yang bagus. penulis masih bingung. Ia hanya berarti guling. Amanat langsung Pendahuluan berbentuk amanat (atau pesan) langsung kepada pembaca. nama saya. Misalnya: Anda sudah pernah menikmati kelezatan mangga manalagi? Inilah cara-cara bertanam agar menghasilkan buah yang lezat. sudah tentu lebih akrab rasanya. maka Allah akan menyempurnakan pahala baginya."(HR. Penulis lebih banyak memakai kata "kita" dan "Anda" dalam tulisannya. f. bersabda: "Ilmu itu adalah ruh Islam dan tiangnya iman. dapat langsung menyentuh rasa pembaca dan sekaligus membawanya ke pokok bahasan yang akan dikemukakan dalam artikel nanti. Misalnya: Anda pernah mendengar istilah Dutch Wife? Belum. Itu bukan istri Belanda. Abu Syeikh)." Demikian Pangeran Arya Achmad Djajadiningrat. Awalan dutch (yang selain Belanda juga berarti fancy). untuk memulai tulisan. Belum terbiasa membuat artikel Untuk lebih jelas mengenai empat masalah tersebut. berikut kami bahas satu persatu: 12 . Barangsiapa yang mengajarkan ilmu. Dan barangsiapa yang mempelajari ilmu lalu mengamalkannya. tentunya. g. Kutipan orang lain/Kitab Suci/Petuah Pendahuluan berupa kutipan ucapan seseorang (tentunya yang memang terkenal sudah "mempunyai nama"). Di antara penyebab dari kemandegan ini adalah: a.James Rompas Ibunya kemudian mengambil salah satu kertas yang tergulung dalam batok itu. Kadang ide sudah ada. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (5) Sulit menjabarkan yang dimaksud di sini adalah bukan sebatas kesulitan membuat kalimat pembuka tapi kesulitan menyelesaikan artikel itu hingga tuntas. Ia menggugah pembaca dan menolongnya agar mulai berpikir aktif. Namun Dutch wife tidak bisa buru-buru ditafsirkan sebagai istri semu (atau gadungan). Setelah kertas pilihannya dibuka. e. maka Allah akan mengajarkan apa-apa yang belum diketahuinya. ternyata bertuliskan nama Achmad. Kurang referensi c. Achmad-lah. apa yang mesti dilakukan dengan ide itu karena begitu 'gelap' untuk menjabarkannya.

James Rompas a. persiapkan dulu referensi atau rujukan yang mendukung pada artikel yang akan dibuat. Bedanya dengan jiplakan. padahal dia sendiri hanya berlatar belakang matematika. Penulis yang memaksakan diri membahas suatu bahasan tanpa menguasai materi tersebut bisa prustasi. d. Untuk itu kami sarankan agar membahas suatu ide yang memang layak Anda bahas atau sesuai dengan latar belakang pendidikan Anda. mengambil pendapat orang lain tanpa menyebut sumbernya sehingga dianggapnya pendapat diri sendiri. Kerangka karangan untuk artikel cukup secara garis besar saja yaitu rangkaian masalah yang akan dijabarkan dalam artikel. atau media elektronika. c. Kurang referensi Referensi. Sekalipun artikel yang dibuat sesuai latar belakang pendidikan Anda. Penyebab lainnya adalah kurang adanya perhatian pada kerangka karangan. baik buku-buku atau media lainnya sangat menunjang dalam pembahasan suatu artikel. majalah. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (6) Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat seseorang dari seorang pengarang atau seseorang yang sangat terkenal. Misalnya. namun tidak ada salahnya sebelum Anda membuat artikel. ide yang didapat dalam bidang politik. jelas sulit. Tidak jelas kerangka karangannya Bagi penulis pemula. Membahas suatu ide yang materinya sesuai dengan latar belakang sendiri akan sangat mengasyikkan. Fungsinya sebagai bukti atau memperkuat pendapat penulis. baik terdapat dalam buku. Menurut jenisnya. cukup pokok pikirannya saja. tapi masih kesulitan menyusun kata atau kalimat. Penulis tidak menguasai masalah atau materi yang dibahas Kebanyakan penulis pemula merasa optimis bisa membahas bahasan yang idenya baru saja ditemukan. tapi bagi penulis pemula biasanya bingung sendiri. (Lihat bab I tentang Fokus pada Spesialisasi Ilmu yang Dimiliki) b. Belum terbiasa membuat artikel Jika tiga masalah di atas bukan kendala lagi. Penjiplak sering disebut juga plagiator. bisa jadi disebabkan belum terbiasa membuat artikel. tidak mempertimbangkan apakah dia mampu atau tidak menjabarkan ide itu. Kerangka karangan dalam setiap tulisan atau karangan tetap diperlukan. sekalipun ide yang dibahas sesuai dengan profesi atau latar belakang pendidikannya dan referensinya juga cukup. kutipan dapat dibedakan atas kutipan langsung dan kutipan tidak 13 . surat kabar. seni atau lainnya yang tidak ada kaitannya dengan politik. tapi kadang masih ada kendala menjabarkan bahasannya. selain itu nantinya kredebilitas penulis akan sangat diakui media. sekalipun sulit tapi usahakan terus berjalan. Sekalipun boleh-boleh saja selama mampu. Disarankan. tidak mesti terlalu mendetail. nanti pun Anda akan terbiasa menulis dengan mudah. kalau jiplakan.

14 . a. skripsi. ditulis pula nama penulis aslinya.James Rompas langsung. Misalnya: Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. Kutipan tidak langsung. Kutipan langsung adalah kutipan yang mengutip pendapat orang lain secara lengkap kata demi kata. 3. Cukup dinulis nama penulis. tesis. tetapi di belakangnya ditulis nama penerjamahnya. Apalagi dalam kutipan langsung. kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. Kutipan langsung. (Dr." b. tahun penerbitan. Judul buku yang ditulis boleh judul asli atau terjamahan. c. baik pengutipan langsung maupun tak langsung. b. penulis tidak boleh merubah isi kutipan baik redaksinya maupun maknanya sekalipun mungkin tidak sesuai dengan selera penulis. 1994 : 137). Idealnya dalam pengutipan. Berikut ini beberapa cara teknik pencantuman sumber kutipan. Sarlito Wirawan Sarwono (Raja Grafindo Persada: 1994) adalah: "Perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual". (Dr. Teknik tersebut adalah: 1. Misalnya: Dr. penerbit dan tahun penerbitan a. Misalnya: Perilaku seks menurut Dr. diikuti dengan "ed" (ed = editor). Penulis bisa memilih beberapa cara di antaranya sesuai kebutuhan. Kutipan langsung. b. dan halamannya. perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang dirorong oleh hasrat seksual. Sumber kutipan. Sebaliknya. Sarlito Wirawan Sarwono (1994 : 137) berpendapat bahwa. Tiga teknik tersebut adalah di antara teknik yang paling sering digunakan. Misalnya: "Perilaku seks adalah segala tingkahlaku yang didorong oleh hasrat seksual". Kutipan langsung diapit dengan tanda petik sedangkan kutipan tidak langsung tidak dan biasannya diawali dengan kata "bahwa". dicantumkan dalam isi bahasan atau langsung dalam tulisan bukan dalam catatan kaki seperti pada makalah. Kutipan langsung. kutipan tidak langsung adalah mengutip pendapat orang lain berupa intinya yang terkadang teks kalimatnya diganti dengan kalimat gaya penulis bersangkutan tanpa merubah maksud kalimat tersebut. cukup menulis nama penulis yang pertama diikuti dengan tulisan"et al" (et al = dan kawan-kawan). Bila penulis lebih dari tiga orang. Cukup ditulis nama penulis dan buku karangannya. tulis nama orang atau badan yang mengedit. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah: a. Sarlito Wirawan Sarwono. sipenulis tidak boleh merubah redaksi atau kalimat dari kutipan. Misalnya: Dr. Bila sumber itu kumpulan tulisan. Kutipan tidak langsung. b. a. 2. Bila sumber itu terjamahan. Sarlito Wirawan Sarwono. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat: "Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat bahwa perilaku seksual adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual. khusus artikel. Kutipan tidak langsung. dan desertasi. Raja Grafindo Persada :1994). Cukup ditulis nama penulis. Misalnya : Dr.

apa yang ditulis dan sejumlah pertanyaan-pertanyaan lain yang berkecamuk. Pertama. Konon. Lalu. Terkadang sulit membayangkan. By Abu Al-Ghifari Strategi Merangkai Kata Menulis itu ternyata memang tidak gampang. Bila sumber itu surat kabar atau majalah. duduk di atas sedel sepeda bisa dilakukan dengan tenang tanpa terjatuh. 15 . Jikalau engkau tak (punya kebiasaan) membaca. Jatuh-bangun berkali-kali. ditulis nama sumbernya (penanggung jawab) kemudian ditulis data lainnya. nama surat kabar/majalah. dan bahkan dapat mengayuh dengan santai atau cepat. you don’t write”. Karenanya. engkau tak bisa menulis. seperti dikutip Wishnubroto Widarso dalam bukunya Pengalaman Menulis Buku Non-Fiksi pernah berucap. biarkan ia mengendap dalam benak Anda. hobi membaca buku. terasa sulit bukan main. dan akan tiba saatnya Anda harus menulis. Tapi setelah bisa.James Rompas d. tidak semua orang mampu menjadi seorang penulis yang piawai mengorganisasi kata sehingga terangkai dalam kalimat yang komunikatif. menulis terasa mudah dan indah. Ketika awal-awal menulis. Seperti yang dikatakan Eka Budianta. Apalagi mengorganisasi kalimat sehingga teruntai ide-ide segar yang menggerakkan. e. Bagaimana mengawalinya. Buktinya. Pater Bolsius SJ. “If you don’t read. apa saja kiat-kiat agar bisa terampil menulis ? Berikut ini ada 7 kiat yang bisa dipraktekkan. Begitu pula belajar menulis. Bila sumber itu tidak diketahui nama pengarangnya. belum tentu kita dapat melukiskan sebagus-bagusnya dalam kata. Ketika awal-awal belajar naik sepeda. belajar menulis itu seperti belajar naik sepeda. banyakbanyaklah Anda membaca. terasa susah bukan main. Jose Daniel Parera dalam Konggres Bahasa ke-5 di Jakarta mengatakan. bahwa meskipun setiap hari melihat langit. suatu saat pemahaman Anda semakin luas. bagaimana menyusun kalimat yang “hidup”. Kata-kata mengalir dengan mudahnya sehingga terangkai menjadi rangkaian kalimat yang menawan. naik sepeda terasa mudah. tanggal/bulan/tahun penerbitan. dalam bukunya Menggebrak Dunia Mengarang seperti yang pernah dikutip dimuka. Tetapi setelah bisa. Ada tamsil menarik soal ketrampilan menulis. kunci bisa terampil menulis atau merangkai kata memang terletak pada kontinuitas latihan (sehari-hari). maka ditulis judul artikel.

Dari bahasa. 16 . maupun orang asing di tempat jauh yang belum kita kenal. Ketiga. tulislah apa saja sepanjang hari. Diskusi merupakan ajang tukar pendapat. Dalam diskusi akan banyak pendapat dari luar diri kita yang dapat menimbulkan letikan ide atau inspirasi untuk bahan tulisan kita. Fenomena alam akan menjadi inspirasi sebagai bahan tulisan. Kekayaan kosakata-lah yang membedakaannya. ibarat Anda buang hajat besar lantaran kekenyangan. membaca alam. buku harian merupakan media yang tepat untuk itu.James Rompas Hernowo. Ke-empat. Ia akan menjadi inspirasi yang hebat untuk bahan tulisan kita. mempunyai buku harian. seseorang akan gampang mengungkapkan apa saja yang diingininya lewat tulisan. yang ditulis dengan mengadakan berbagai penelitian dan dukungan perguruan tinggi di Amerika Serikat. Menulis surat atau korespondensi adalah latihan berkomunikasi secara tertulis yang cukup efektif. Dalam menulis surat kita berlatih memilih kata-kata yang pantas untuk pembaca. Tapi kecakapan itu baru bisa dicapai dengan jalan berlatih”. Begitu juga novel Para Priyayi Umar Kayam. YB Mangunwijaya mendalami masyarakat Maluku dan pola hidup Maritim di sana. Selain itu. Di panggung kehidupan ini ada banyak peristiwa yang bisa digali untuk bahan penulisan. Apakah dia seorang yang memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi atau tidak. Ibarat pelari. Ido. Jadi. Membaca tak semata-mata membaca buku. Minat meneliti merupakan sarana yang akan semakin meningkatkan kedalaman dan luasnya jangkauan tulisan kita. tapi juga membaca alam. Kedua. Itulah tujuh kiat yang bisa dipraktekkan. suka korespondensi. tapi selama ini kita belum mengetahuinya karena itu kita tidak menggunakannya. Dr. Maka. hobi meneliti. “Write your wroung !”. Buka-bukalah kamus Bahasa Indonesia. suatu ketika hasrat menulis akan timbul pada diri Anda secara alami. Prof. Ke-enam. Termasuk. orangtua. suka diskusi. Hal itu akan berguna untuk mengasah ketrampilan menulis dan melatih kepekaan kepada kata-kata. Ternyata ada banyak kata yang bagus yang dapat kita gunakan dalam tulisan kita. Karenanya. memerlukan media untuk menuliskan ide-ide yang bekerjapan dan lalu lalang setiap harinya. Dalam hal ini. perlu jogging harian. Homa. mencintai bahasa. kenalan baru. Ketujuh. Milikilah buku harian. pembaca bisa berarti teman dekat. cintailah bahasa. sebelum menulis Ikan-ikan Hiu. menganjurkan. Dan pengetahuan yang luas yang Anda dapatkan dari membaca akan memudahkan Anda untuk menuangkannya ke dalam tulisan. “Kecakapan menulis tak akan begitu saja jatuh dari langit. Menurut Eka Budianta. indikasi dari tingkat intelektualitas seseorang akan tampak. membaca alam adalah membaca peristiwa kehidupan. Kelima. Seorang psikolog dan ahli terapi menulis. menulis setiap hari di buku harian juga berguna untuk membangun kepribadian. Arpan mengatakan. James Pennebaker. Bahasa adalah alat komunikasi. dalam bukunya Mengikat Makna menyatakan. pejabat. Floyd G. Penulis juga begitu. membacalah sebanyak-banyaknya.

Katakanlah di luar dugaan. Pesan intinya hukum Allah sesuai dengan segala dalil naqli punya pendapat yang sama. tapi juga diakui penulis kawakan. Peristiwa ini terjadi di sebuah kota besar negeri kita. Selesainya sebuah tulisan antara lain disebabkan bagus-tidaknya. metode. Di dalam keberanian mulai terpendam 17 . bila menemukan (membaca) informasi yang mengejutkan. “Apapun yang akan Anda lakukan atau impikan dapat Anda mulai sejak sekarang. Dalam artikelartikelnya. Fungsi kata pembuka. Pengaruh intro kepada pembaca cukup besar. Dengan memadukan teori Manajemen Qolbu dan enterpreneursip. kita perhatikan contoh-contoh berikut: Mengutip sebuah penelitian. Kata Mutiara Mutiara dicari dan disenangi banyak orang. Sehingga dalam tulisan pun dalil naqli harus ditulis terlebih dahulu. Contoh lain. Walaupun kata-kata itu pedas karena menasehati pembaca. Petikan Kitab Suci Selain sebagai gaya. tersedot perhatiannya. didukung lebih dari 300 santri perusahaan yang dikelola pesantren Daarut Tauhid – Bandung. Data Mengejutkan Pembaca akan terpengaruh. Mereka memiliki falsafah bahwa setiap sesuatu harus berpijak pada dalil. Kita simak kata mutiara dari Geothe yang dicuplik Hernowo dalam “Kata Pengantar” panduan penyusunan naskah (Mizan. Penulis sekaliber Jalaluddin Rakhmat sering mempraktekkan cara ini. Abdullah Gymnastiar memberikan bahwa. menarik atau tidaknya kata pembuka. 2000). Kita akan coba mengenali dan menemukan penulisan intro denga tujuh cara. Pesona kata mutiara dapat mengakdai pembaca. sangat vital. Beliau kerap kali mengutip ucapan-ucapan sastrawan besar sayyidina Ali. Meraup omzet sebesar 15 miliar per tahun. karena dari segi nilai jual punya andil yang strategis. Diperkirakan frekuensi kenaikan omzet terus meroket pada masa-masa mendatang. 1. 70% kaum remaja usia SMP-SMU pernah merasakan zina. terdapat muatan khusus dan mendalam bagi penulis yang memetik ayat Al–Qur’an atau As–Sunah di awal artikel. 3. Pengakuan ini tidak hanya dibenarkan oleh penulis pemula. da’i kondang KH. Termasuk mutiara dalam tulisan atau kata mutiara. terpancing emosinya. Sehingga tidak mengherankan untuk membuat kata pembuka lazimnya disebut intro menghabiskan banyak waktu. Mengejutkan bisa berakibat senang atau sedih. Yang penting mengejutkan.James Rompas by Badiatul Muchlisin Asti Strategi Membuat Lead Menulis kata pembuka merupakan bagian yang sulit dalam tulis menulis. 2.

percakapan keluarga dan seterusnya. melakukan perenungan berbagai hal. tapi ada yang lebih jauh dari kita. Misal: Pisang apa yang kulitnya enak dimakan? Kemudian Bondan menjawab pisang goreng. Kutipan Dialog Dialog bisa kita ambil dari kejadian sehar-hari. 4. tapi mendidik.” 7. Sapalah pembaca dengan guyonan segar. Boleh kisah sendiri. Nabi Muhammad Saw. 6. Cukup banyak media yang memberikan ruang untuk humor. Humor Manusia senang dengan sesuatu yang lucu. Menimbulkan ger-geran. pernah juga menginformasikan suatu kebenaran dengan gaya guyon. tapi ada yang lebih dekat dengan kita. yaitu kematian. Latar Sejarah Menyapa pembaca bisa juga dengan penyebaran latar sejarah. Sebelum Muhammad bin Abdul Muthalib diangkat menjadi Rasul. dua tokoh yang berdebat.” IG: “Apa yang lebih ringan?” PS: “Angin” IG: “Benar. amat rajin menggunakan kata pembuka dengan anekdot. yaitu menunda shalat. Misal: Apakah mahasiswa Indonesia senasib dengan mahasiswa Thailand. yang awalnya dipuja-puja oleh rakyat Thailand? Tetapi kemudian hari para mahasiswa itu dimusuhi oleh rakyat karena dianggapnya tidak mampu merubah keadaan.” IG: “Apa yang lebih jauh dari kita?” PS: “Negeri Cina” IG: “Benar. tokoh atau siapa saja. antara guru dan muridnya. Pertanyaan Pertanyaan mempunyai kandungan maksud untuk mengajak pembaca segera berpikir. Menuturkan kronologis tertentu yang berhubungan dengan masalah yang sedang ditulis. tapi ada yang lebih ringan. kekuatan dan keajaiban”. Perhatikan dialog Imam Ghozali (IG) dengan para santrinya (PS). Di tempat ini Nabi Saw. yaitu masa lalu. para nabi. Misal: kita akan menulis perihal “pentingnya tafakur”. Keterlibatan pembaca terasa secara langsung.James Rompas kejeniusan. 5. by Lilis Nihwan Strategi Membuat Judul 18 . IG: “Apakah yang paling dekat dengan kita?” PS: “Keluarga” IG: “Benar. (Baca kisah nenek yang tidak masuk surga). Cara ini cukup efektif. beliau punya kebiasaan menyendiri di Gua Hira. Dahulu sebelum majalah tempo dibreidel (kemudian terbit kembali) seorang penulis bernama Bondan Winarno seperti diakui Yosal Irantara (Dekan Fikom Uninus).

tertukik pada bagian kepala. Jangan ragu-ragu tulis saja. iklan. Judul awal bukanlah hal yang final kalau terjadi perubahan isi. 3. kondisikan dengan referen yang tersedia. Judul sering diartikan sebagai pintu masuk. “Kunci” sementara untuk lain waktu dibuka kembali supaya sebuah tulisan segera rampung atau matang dan tidak mengambang. terkadang terjadi pergeseran makna. atau pernyataan tokoh berpengaruh. yaitu muka wanita itu. Manjakan bayangan-bayangan tulisan yang sedang dan akan kita garap dengan menulis judul sesuai selera waktu menulis. dadanya. 1. Akhirnya tidak percaya diri bahwa kita mampu menulis. dengan mendialogkan kaum Hawa dan Adam supaya lebih gampang memahami uraian. 19 . membangkitkan gairah membaca isi tulisan. BPJ. Tulisan yang Dianggap Paling Menarik Tahapan awal menulis judul yaitu tulis yang paling menarik. peranan judul amat penting. dagunya. ketiga…. Untuk merumuskan dan membuat judul memerlukan beberapa langkah. kata-kata apa saja harus ditulis bagus.. Apa yang harus kita lakukan? Jangan terlalu panik. Bisa merembet pada masalah yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan banyak kasus seperti ini. Substansi tulisan tidak hanya satu jalur. Akan lebih senang lagi pria melihatnya bila wanita itu tersenyum manis. bibirnya. Judul Awal Bukan Hal yang Final Seiring proses penulisan dari satu alinea ke alinea lainnya. yang dianggap dapat menyedot perhatian banyak pembaca. Kepanikan menyebabkan frustasi. Sumbernya entah dari judul film. Meminjam Istilah yang Sedang Ngetrend Istilah yang sedang ngetrend pasti lagi banyak dibicarakan banyak orang.). Selesai memperhatikan bagian atas. Jika Timbul Judul-judul Lain Satu judul yang sedang kita rampungkan. Kita kutip suatu alenia penuh. 4. segera “matikan” judul lainnya. 2. pertanda hatinya baik dan berbudi. Judul identik dengan kandungan isi tulisan. pilih yang paling mudah. maka pada tingkat kedua harus dilakukan perubahan judul sesuai perjalanan tulisan kata lainnya. pandangan akan meluncur ke bawah” (Kiat Jadi Penulis dan Wartawan.James Rompas Roesli Lahani Yunus dengan gaya kocak mengibaratkan judul sebagai wajah perempuan dalam tatapan laki-laki. kedua. Jika saat menulis judul pertama kali. dengan kemampuan kita. Saya tahu maksud permisalan pak Roesli. hidungnya. “Umumnya kaum pria selalu memulai daya pandanganya yang ditujukan pada kaum wanita. Kemudian matanya. Dari tiga penyataan tersebut. Sekali lagi jangan ragu. rambutnya. Cara ini sangat efektif menyapa emosi pembaca. dapat kita ambil kesimpulan bahwa. Kalau menemukan kenyataan ada judul baru timbul. Sekarang kita baca langkah ketiga. dan terus sampai ke ujung kaki. Selesai memutuskan judul (yang pertama. tidak jarang beranak dan menjurus pada dualisme judul atau lebih. Tulis saja. 1998).

redaktur atau pembaca. Sebelumnya lagi nyanyian Joshua “Diobokobok”. ada dua keuntungan (tujuan) yang ingin dicapai dari penulisan judul itu. Pak Haris memaparkan.” dan seterusnya. “Ada Apa Dengan…. Apa pun gaya tulisan. Harga mati. 6. boleh panjang. Panganut (peminat) judul pendek biasanya menulis judul tidak lebih dari enam kata. lebih khusus lagi yaitu. 5.”. Ada Apa dengan Pemilihan Gubernur. kita petik sebuah contoh dari makalah yang ditulis AS. by Lilis Nihwan Strategi Menutup Artikel 20 . Boleh Pendek. Pertama. Kehormatan Rakyat Diobok-obok.James Rompas Beberapa waktu lalu sebuah judul film yang dibintangi Dian Sastro Wardoyo begitu mengemuka. mantan Redaktur Bandung Pos (Alm). Boleh Panjang Umumnya para pembaca lebih menyukai judul dengan menggunakan kalimat pendek atau efektif. Lazimnya kata-kata tambahan diberi tanda kurung. “Agar Komunis Tidak Bangkit Lagi”. Misal. Kita bisa memanfaatkan kepopuleran istilah-istilah itu. Jadi. penulisan judul boleh pendek. Berikut ini pemanjangan dari judul pendek di atas. dengan pendekatan apa saja. penulisan judul harus mencerminkan kandungan isi tulisan. Gaya Mempengaruhi Salah satu penulisan judul yang efektif dengan cara nada mempengaruhi. meyakini berbagai manfaat retorika sekaligus menggiring pembaca untuk mengikuti kursus pelatihan komunikasi di lembaga tempat ia beraktivitas. Haris Sumandria. Sesuai Isi Urutan ketujuh inilah yang paling prinsipil. secara umum mempengaruhi massa. Para akademisi sering mangatakan gaya mempengaruhi dengan sebutan persuasif. “Ada Apa Dengan Cinta”. Misal. kalimat jelas dan singkat serta tidak memerlukan banyak kata. 7. Sebenarnya penulisan judul dapat pula dilakukan dengan memanjangkan kata kata tambahan. Dengan membubuhkan pesan yang akan disampaikan. Ada Apa dengan Anggota Dewan. “Ada Apa dengan RUU Penyiaran. patutkan dengan selera sendiri. “Agar Komunis Tidak Bangkit Lagi” (Upaya Pencegahan Dampak Negatif Paham Komunis Melalui Pendekatan Ekonomi yang Islami). Disesuaikan. Kedua. Topik: Keuntungan Mengikuti Pendidikan Retorika Judul: Tanpa Retorika Kita Tak Berdaya Dengan memberikan judul “Tanpa Retorika Kita tak Berdaya”. Titik-titik diisi dengan nyawa tulisan (pesan).

Misal. bagaimana jadinya jika sebuah tulisan tidak ada penutupnya? Pasti hambar rasanya. Jadi. menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap Al-Aqsha di kalangan umat. Biasanya tulisan semacam ini. Menyampaikan Kembali Ide Pokok Ide pokok sebenarnya sudah terurai di sebuah tulisan yang sedang digarap. Kita bisa menutup artikel dengan 7 hal berikut. dengan bahasa (katakata) yang berbeda. Kita simak kata penutup tulisan H. Utang bukan pantangan untuk mengembangkan usaha. kalau pembuka. bahwa tulisan sudah berakhir. dilatarbelakangi oleh berbagai kejadian sebelumnya yang dianggap belum optimal. Meski demikian. Bayangkan. Oktober 2003). Rachmat M. atau kabar kepada pembaca. untuk berani membuka usaha walau pun dengan jalan hutang. Bisa juga dengan menggunakan teori yang sama seperti teknik membuka artikel. kita bisa kembangkan bisnis dan membuka peluang bekerja pada banyak orang. nyatakan kembali ide pokok itu. sebagaimana tertuang dalam tulisan tersebut. mengantarkan pembaca untuk memasuki emosi pemikiran penulis. tulisan ASM. Ditulis oleh Purdi E. Ia menjelaskan. Romli (MQ.A.” 3. 1. Dengan utang.James Rompas Menutup artikel tidaklah sesulit membuat pembukanya (intro). sebuah artikel berjudul “Utang Ibadah yang Mulia” (MQ. keduanya sama-sama penting. Cuma. Bedanya. Selayaknya.S berjudul “Benang Hitam Khusus di Malam Gelap” (Pikiran Rakyat. Contoh ini bisa kita tiru dalam “Al-Aqsha. Oktober 2003). Do’a atau Harapan Ada kalanya artikel ditulis dengan nada permohonan atau harapan. sementara penutup artikel berfungsi sebagai penyampai gagasan utama. Tetapi muatan utamanya sama. tak keliru kalau saya berkeyakinan bahwa utang untuk bisnis adalah sebuah ibadah yang mulia. Anda setuju? 2. sehingga rakyat muslim di berbagai negara dapat mendesak pemerintahnya untuk bersatu dengan pemerintah muslim lain. mungkin sedikit memelesetkan pesan Bung Karno menjadi “gantungkan utangmu setinggi langit”. Chandra seorang Presdir Primagama Group. Ya Allah Yang Maha Melindungi. lindungilah Bandung dan pemerintahannya dari 21 . paling tidak setiap peringatan Isra Mi’raj (27 Rajab) umat Islam memikirkan dan memprogram pola perjuangan bagi pembebasan Yerusalem (Palestina). demi pembebasan Yerusalem.Namun bisa juga ditulis karena masa depan yang akan diraih masih dalam tahap perhitungan-perhitungan tertentu atau belum jelas.15 September 2003). Kita perhatikan alinea penutupnya. Namun di alinea paling akhir. Wallahu a’alam. Mengajak Pembaca untuk Beraksi Artikel ditulis untuk mempengaruhi pembaca agar segera beraksi. Melakukan hal-hal yang semestinya menurut penulis harus dilaksanakan. Nurani yang Terkoyak”. Itu sebuah ibadah yang mulia.

Puisi itu semacam bagian ruh dalam. 22 Agustus 2003). ya Tuhan kami. penutupnya. Kesimpulan dari Sudut Kronologios Banyak yang menulis artikel dengan cara beberapa judul kecil (sub jusdul). Uraian sangat singkat batang tubuh tulisan. Misal.ia berada di jalan Allah. 6. Menulis masalah hukum. seluruh pengunjung pameran menyerbu stand Indonesia untuk membeli otak-otak orang Inonesia. tapi sasarannya tercapai serta mengena di hati pembaca. Sebaliknya. mengenai ilmu: “Siapa yang meninggalkan kampung halamannya untuk mencari ilmu. dan seterusnya. Ternyata. dan “Realitas Kosmologis. Tujuan tertinggi yaitu tujuan yang dianggap sesuai dengan firman Allah atau sabda Rasul-Nya. otak yang sudah rusak nilai jualnya rendah.” Toleransi akhirnya menjadi keniscayaan sosial bagi seluruh umat beragama dalam menata khidupan bersama. 5. Misal. berikanlah kebaikan dunia dan kebaikan akhirat kepada kami dan lindungilah kami dari api neraka. “Epistomologi Dakwah”. Anekdot Pesan: kritik sosial. kutiplah Bambang Trim. Saya tidak tahu persis siapa pencipta anekdot ini. 22 . bisa menggunakan gaya dengan cara menuturkan simpulan kronologis.” 7.James Rompas manusia-manusia yang berniat jahat mau mencari di atas penderitaan rakyat. Yusuf membuat judul kecil dengan. Kutipan Seorang Praktisi Menutup artikel dapat juga dengan mengutip pernyataan tokoh tertentu. Kita bisa menutup humor seperti di bawah. Tidak keras. Dan tinta seorang pandai adalah daripada darah seorang syahid. Ya Allah. “Tujuan Dakwah”. kita akhiri dengan sabda Nabi Muhammad Saw. ambillah misalnya pernyataan dari Adnan Buyung Nasution. tulisan Yusuf Burhanuddin (Republika. Wallahu a’alam. kutiplah Helvy Tiana Rosa. Suatu saat di Jerman ada pameran otak. cukup efektif dengan menggunakan humor. Model ini. Contoh demikian terdapat dalam “Relevansi Dakwah dan Toleransi Beragama”. Karena otaknya masih utuh. yang bisa diungkapkan dengan berbagai jenis bahasa. sebab terus menerus digunakan untuk berpikir. Selama ini banyak tata cara dan formula menulis puisi. Otak yang paling mahal adalah otak yang jarang digunakan untuk berpikir. Kita ingin bebas berekspresi dalam hal bahasa. untuk menutup artikel bertema “Keutamaan Ilmu”.Dalil Naqli Tidak sedikit penulis memilih gaya tulisannya dengan menuliskan tujuan di akhir alinea. Contoh: kita mengurai tentang “Kebebasan dalam Menulis Puisi”. Dan bukanlah semata bertujuan untuk meng’agama’kan seluruh segmen kehidupan melainkan bagaimana mewujudkan kesejahteraan dan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan terutama dalam enghargai keragaman. Masalah seputar perbukuan. kita menulis tentang “Rendahnya Budaya Berpikir di Kalangan Masyarakat Indonesia”. Otaknya difungsikan. Sesuai dengan bahasan yang kita garap. suatu kesadaran atau suatu pengalaman. Amiin. Lalu kutiplah pernyataan penyair “liar” Emha Ainun Nadjib yang mendukung isi tulisan kita. 4. Tentang cerpen.

jumlahnya banyak. 4. bagian pargraf. 7) Memenuhi aspek-aspek yang menyangkut etika Jurnalistik dan tidak bernuansa “SARA”. bukan jiplakan/ saduran/ terjemahan. redaksi media cetak umumnya memiliki kriteria tentang tulisan yang layak muat. saran-saran. Untuk membangun seleksi yang objektif. tidak jarang tulisan yang dikirim itu tidak dimuat atau dikembalikan. 23 . Oleh karena itu. Kriteria itu sebagai seleksi awal bagi layak tidaknya suatu pemuatan tulisan. Tulisan tidak memenuhi kriteria penulisan. Diantara kemungkinan itu bisa jadi karena beberapa sebab. 2) mengandung unsur baru. b.James Rompas by Lilis Nihwan Menyiasati Peluang Diterbitkan (1) Setiap penulis memiliki harapan. 3) Bahasa yang dipakai telah sesuai dengan kaidah pemakaian bahasa jurnalistik. kalimat. Kriteria umum 1) tulisan asli. Namun dalalam kenyataan. 1. terutama hematdan jelas. 6) Tidak memiliki. yang memungkinkan diperkarakan. 4) Penembpatan dan formulasi topic sentence dalam suatu paragraf telah tepat. ntuk mendukung ide pokok. 4) Memiliki kelengkapan dan kedalaman fakta. Memenuhi Kriteria Tulisan Ada beberapa kriteria umum tulisan yang biasanya diterapkan diberbagai media cetak. 3. Kriteria umum tersebut penting untuk disikapi oleh setiap penulis dakwah. belum pernah dimuat dalam penerbitan lain. Tidak sesuai dengan visi-misi media. dan hanya ditulis/ dikirim khusus untuk penerbit itu. 1. Tulisan sejenis. a. baik data konkret. pandangan baru. 3) Gagasan tulisan menyangkut kepentingan sebagain besar pembaca media. 5) “Jembatan” atau “kata penghubung” telah sesuai. yang diperlukan. atau kata. 8) Berakibat baik bagi pendidikan publik. Tidak aktual. 2. 1) Struktur tulisan uraiannya telah terorganisir dengan baik. 5) Memiliki akurasi fakta yang diperlukan. 2) Lead telah berfungsi secara akurat dalam membangkitkan orang untuk membaca. tulisan yang dikirimkannya dapat dimuat. Hal itu merupakan suatu kewajaran. Kriteria Teknis. sehingga perlu bersaing dengan tulisan yang lebih baik. dan atau opini. Banyak kemungkinan alasan mengapa suatu tulisan yang dikirim tidak dimuat. 6) Tidak ada kata yang menimbulkan misleading. setiap media biasa mengadakan seleksi terhadap sejumlah tulisan yang masuk.

5 halaman dan 8 halaman untuk cerpen. kolom 4. Jika semua itu diperhatikan.5 halaman kwarto. Mengaktualkan Tulisan Mengenai. wabah penyakit. telah tepat. aktual teragenda. sebaiknya kita menulis ulang. 24 . mudah ditangkap. Akan tetapi masih ada lagi yang perlu diperhatikan yaitu bernilai aktual. maka ia akan menjadi salah satu daya tarik bagi pihak redaksi untuk lebih menominasikan pemuatan tulisan yang memiliki relevasi dengan kondisi dan situasi yang sedang berkembang. banyaknya demonstrasi. rapi dan bersih. untuk memperbaiki halhal yang masih janggal. jika penulis menghendaki aktualitas dalam tulisannya. by Aef Kusnawan Menyiasati Peluang Diterbitkan (2) 2. 10) Penempata anak judul yang pas (jika diperlukan). Isra Mi’raj atau hari-hari Nasional dan dunia yang monumental. 9) Penempata fakta yang benar. seperti hari Raya Idul Fitri. Masalah aktual seperti ini yang berkaitan dengan kejadian yang ada di tengah-tengah masyarakat. Panjang artikel 0pini maksimal 5. seperti dengan terjadinya kasus bom. 8) Penembatan. Namun jika belum terpenuhi. Lebih lanjut tentang akutalitas teragenda dan yang tidak teragenda. banjir besar. akan ia peroleh dengan memperhatikan apa yang tengah banyak disoroti oleh media yang akan dikirimi tulisan olehnya. berikut uraian tambahannya. gaya enak dibaca. Jika suatu tulisan telah memenuhi kriteria itu. kasus narkoba. kekeringan. Oleh sebab itu. Idul Adha. dengan tulisan yang jelas. tidak teragenda. tanpa coretan maupun tip-ex. dan memberi kesan pada pembaca. kenaikan harga BBM dan sebagainya. singkat. menyimak tajuk rencana suatu media.James Rompas 7) Penggunaan EYD sudah tepat. maka ada harapan untuk dimuat.aktualitas sendiri bisa dipahami dalam dua hal: Pertama. Semuanya ditulis dengan ketikan 2 spasi. 5 halaman kwarto untuk resensi buku. 12) Kalimat penutup. Kedua. Sebagaimana dimaklum bahwa tajuk rencana adalah tulisan opini yang isinya mengulas hal-hal aktual yang dibuat oleh pihak redaksi suatu media. Apa yang ditulisnya merupakan ulasan terhadap fenomena yang menarik perhatian media itu. Ketiga. 11) Cara penyajian tulisan opini tidak berkepanjangan tapi padat. sesuatu yang detail dan yang tidak perlu detail diposisikan secara tepat. Aktualitas ini berkaitan dengan adanya hari-hari tertentu.

munculnya peristiwa-peristiwa monumental. dan beberapa hari internasional. Untuk itu sebaiknya penulis menyadari benar tentang hal ini. Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan yang fleksibel. maraknya kegiatan dakwah kampus. pmakaian internet. Kemudian ia menyusunnya dalam suatu perencanaan (yang flesibel). nasional. dengan melakukan beberapa hal. play station. Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan yang fleksibel. 2) Menyusun rencana topik tulisan untuk moment-moment tersebut. Menyiasati Aktualitas Teragenda Ada sejumlah peristiwa aktual yang senantiasa teragenda.. Misalnya. serta berbagai langkah yang dilakukan para da’i kontemporer. Untuk lebih jelasnya berikut ini. Keteragendaannya terjadi karena ia biasa hadir tiap tahun. misalnya. 1) Mengamati perkembangan fenomena kehidupan masyarakat secara terusmenerus. pengumuman kenaikan harga BBM. pemogokan tenaga kerja. hari peringatan nasional maupun internasional. khususnya hari-hari besar agama. munculnya berbagai kegiatan demonstrasi. serta peristiwa lainnya yang menimbulkan berita tinggi. tentang kemiskinan masyarakat daerah pinggiran kota dalam kaitannya dengan pola migrasi masyarakat yang bersangkutan. ada juga yang memerlukan penelaahan. baik hari besar agama. misalnya. Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan (yang flesibel). 3) Mengikuti secara cermat perkemabnagn trend (kecenderungan) yang muncul dalam kehidupan masyarakat. kelahiran undang-undang baru. Persoalannya adalah bagaimana seorang penulis bisa mengetahui permasalahan aktual yang tidak teragenda ini? Ada beberapa langkah untuk itu. 4) Mengikuti secara cermat. Berikut uraiannya : Tanggal Moment 1 Januari Hari Tahun Baru Masehi 15 Januari Hari Pertempuran Laut Aru 22 Pebruari Hari lahir Lord Baden Powell 9 Maret Hari Pramuka 10 Maret Hari Film Nasional 15 Maret Hari Nyepi Hindu 25 Maret Hari Raya Nyepi 6 April Hari Nelayan Nasional 7 Aril Hari Kesehatan Sedunia 9 April Hari Penerbangan Nasional 13 April Wafat Isa Al-Masih 25 . Ada yang terkategori kejadian biasa-biasa saja.James Rompas a . dan lain-lain. diketengahkan hari-hari yang merupakan agenda tahunan. baik topik maupun penulis artikelnya. 2) Mengikuti secara cermat perlkembangan symptoms (gejala-gejala) yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Menyiasati Aktualitas tidak Teragenda Setiap saat ada peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat. sehingga layak untuk diangkat menjadi bahan tulisan. b. Misalnya. 1) Menyusun rencana topik artikel untuk peristiwa-periistiwa kalenderium tahunan.

Mengenal Visi dan Missi Media Massa “Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. Setiap surat kabar dan majalah mempunyai visi atau pandangan dan mempunyai arah kebijaksanaan atau misi tertentu yang berbeda.” (QS. Warna tulisan yang diinginkan 26 .James Rompas 21 April Hari Kartini 1 Mei Hari Buruh Internasional Hari Kembalinya Irian ke RI 2 Mei Hari Pendidikan Nasional 8 Mei Hari PMI se-Dunia 7 Mei Hari Raya Waisak 15 Mei Hari Kebangkitan Nasional 21 Mei Hari Buku Nasional 24 Mei Kenaikan Isa Al-Masih 28 Mei Hari Waisak (Budha) 1 Juni Hari Lahirnya Pancasila 17 Juni Hari Kanak-kanak Nasional 21 Juni Hari Krida Pertanian 1 Juli Hari Bhayangkara 5 Juli Hari Berdirinya BI 12 Juli Hari Koperasi 22 Juli Hari Kejaksaan 10 Agustus Hari Veteran RI 14 Agustus Hari Pramuka 17 Agustus Hari Kemerdekaan RI 19 Agustus Hari Deplu 24 Agustus Hari Televisi RI 11 September Hari Radio 16 September Hari Sandang 17 September Hari Perhubungan 23 September Hari Bahari 27 September Hari Postel 28 September Hari Kereta Api 29 September Hari Sarjana 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila 5 Oktober Hari ABRI 24 Oktober Hari PBB 28 Oktober Hari Sumpah Pemuda 30 Oktober Hri Keuangan 31 Oktober Hari Tabungan Nasional 10 Nopember Hari Pahlawan 12 Nopember Hari Kesehatan Nasional 20 Nopember Hari Kanak-kanak se Dunia 10 Desember Hari HAM 20 Desember Hari Sosial 22 Desember Hari Ibu 25 Desember Hari Natal 1 Hijriyah Hari Tahun Baru Hiriyah 12 Rabiul Awwal Maulid Nabi Muhammad SAW 27 Rajab Hari Isra Mi’raj 1 Syawal Hari Idul Fitri 10 Zulhijah Hari Idul Qurban 3. Fathir: 19).

dan merreka yang berkecimpung di sekitar dunia bisnis. seorang harus fleksibel. ada sebuah koran yang mempunyai sasaran pembacanya adalah kelompok pengusaha. masing-masing perusahaan surat kabar akan mempunyai sasaran pembaca sesuai dengan idealisme yang dibangunnya. Ia tidak akan menerima dagangannya berupa kain atau kue. misalnya harian Bisnis Indonesia (di Jakarta). harian Suara Indonesia (di Surabaya). harian Kedaulatan Rakyat untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Memang untuk mengetahui visi dari sebuah media massa bukanlah pekerjaan yang gampang . Biasanya permasalahan ini menjadi kendala bagi penulis pemula. Namun kebanyakan surat kabar atau majalah tidak mengkhususkan dalam bidang tertentu sehingga sulit ditebak atau diperkirakan isinya. Sebagaimana layaknya sebuah toko. Demikian halnya dengan media massa. menginginkan artikel tentang kesehatan dan sudah tentu menolak artikel-artikel yang keluar dari visi dan misinya itu. atau terbatas satu daerah tertentu. Dalam hal ini seorang penulis dituntut untuk jeli dalam melihat apa yang diemban surat kabar atau majalah tersebut. maka jenis toko biasanya bermacam-macam. seorang penulis harus cermat melihat. artikel seperti apa yang diinginkan media cetak tersebut. ekonomi. Diperlukan pengamatan yang ciukup dan mungkin akan memakan waktu lama. Dengan kata lain. Majalah atau surat kabar yang mempunyai misi atau visi kesehatan. Artinya. Harian Neraca (di Jakarta). Jika diumpamakan sebuah koran adalah sebuah toko. Idealisme dan cita-cita koran atau majalah tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. misalnya harian Jayakarta untuk daerah DKI dan sekitarnya. Suara karya. Maka lahirlah apa yang disebut visi dan misi pada masing-masing media massa. seperti khusus kesehatan. Republika. olah raga. Konsekuensinya. Ia hanya akan menerima tulisan-tulisan yang sesuai dengan visi serta misi media yang diembannya. toko lain. tentunya yang sesuai dengan visi dan misi yang diemban media cetak tersebut. Kompas. dan politik dengan sendirinya sudah menunjukan bahwa visi dan misinya dalam bidang-bidang tersebut sehingga penulis tidak perlu menebak atau mengira-ngira lagi misi dan visi seperti apa yang diemban media tersebut. Pelita dan lain-lain. Mengapa harus ada visi dan misi? Sebuah koran atau majalah didirikan dengan sebuah idealisme dan cita-cita. Sebagai contoh. ekonom. harian Pikiran Rakyat untuk wilayah jawa Barat dan masih banyak lagi. Sebagian koran yang lain diterbitkan untuk memenuhi segmen pembaca yang bersifat lokal. Akan tetapi dengan mengetahui masing-masing visi yang ada pada media massa akan sangat membantu seorang penulis untuk dapat memilih media mana 27 . Sebuah toko besi tentu hanya akan menerima dagangandagangannya yang berkaitan dengan barang-barang yang berupa besi dan sejenisnya. Aneka ragam jenis dan sasaran sebuah koran menyebabkan pihak redaktur di sebuah koran mempunyai policy tersendiri untuk menampilkan tulisan-tulisan bagi para pembacanya. Ada toko besi. pemilik toko biasanya membutuhkan dagangan untuk dijual kepada pembelinya. toko kue dan sebagainya.James Rompas dari para penulis artikel. sebagai contoh. Ada pula sebuah koran yang diperuntukan bagi masyarakat secara umum dan jangkauan pembacanya bersifat nasional. Surat kabar yang mempunyai visi atau misi khusus. mengetahui dengan jelas artikel seperti apa yang diinginkan suatu media.

keaktualan persoalan yang dibahas. itu pertanda tulisan itu tidak sesuai dengan keinginan redaktur. gaya bahasa. misalnya dengan berlangganan satu koran kemudian dipelajari model-model tulisan yang ada di dalamnya. namun jika rajin mengamati setiap media cetak dan terbiasa membuat artikel. yang skupnya lokal terlebih dulu.James Rompas yang sesuai dengan masalah-masalah yang ditulisnya dan media mana yang kurang sesuai. bagi pemula ada baiknya. Bahkan seorang penulis profesional bukan hanya sebatas mengetahui visi dan misi suatu media. antara lain. Dan jika hal ini dilakukan terus-menerus. pertama. Untuk lebih memperbesar kemungkianan pemuatan tulisan kita di media massa. diantaranya: a. sebarkan ke berbagai media massa. b. mencari informasi pada para penulis yang sudah sering menulis di salah satu media. yang dipandang redaksi lebih baik. Atau barangkali ada sebab-sebab lain. Jika tulisan tidak dimuat atau biasanya kemudian dikembalikan. Buatlah terus beberapa tulisan yang berbeda-beda. dengan cara terus menerus menulis pada beberapa media yang diinginkan. bukan saja rugi waktu tapi juga rugi tenaga dan uang. atau media yang masih berkembang. dengan bonaviditas memilih mulai yang paling rendah. maka selain kita memperhatikan moment yang tepat. karena tidak mungkin memuatnya pada waktu yang tepat berhubung terbatasnya ruang atau berbenturan dengan tulisan lain. sebuah tulisan yang tidak diomuat belum tentu tidak sesuai dengan visi sebuah koran. Cara sederhana yang mungkin dapat dilakukan untuk mengetahui visi dan misi koran antara lain. lambat laun akan memahaminya. berdasarkan pengalaman. Dengan mengetahui visi dan misi suatu media. Redaksi juga lebih banyak kesempatan untuk membantu mengkoreksi tulisan kita 28 . (Ahmad Bahar: 1996). tetapi gaya bahasa dan model judul suatu media sudah berada dalam pikirannya. namun kemudian dikembalikan. Ada beberapa keuntungan penulis pemula mengirimkan tulisannya kemedia lokal. hendaknya kita juga tidak cuma membuat kemudian menunggu satu tulisan. tema atau topik tulisan . Diantara sejumlah masalah yang menjadi pertimbangan bagai redaktur sebuah koran untuk dimuatnya sebuah tulisan. Sehingga dengan terpaksa tulisan kita yang dikalahkan. Ketiga. kesesuaian isi atau materi tulisan dengan latar belakang keilmuan penulis. mengamatio sendiri. kemana artikel tersebut nantinya dikirim. Karena jika artikel salah kirim. seorang penulis harus pandai memprediksi. Hal ini memang sulit untuk penulis pemula. Strategi Pengiriman Tulisan Tidak jarang tulisan yang secara isi pantas dimuat. Dengan mengetahui kodel-model tulisan yang disukai atau menjadi visi berbagai macam koran . Untuk iu selayaknya sebelum artikel dibuat. dan sebagainya. seorang penulis akan menjadi tahu jenis-jenis tulisan mana yang sesuai dengan koran dan mana yang tidak sesuai. Saingan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu berat. Di sini penulis terjun langsuing. Kedua. bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh banyaknya penulis yang menulis pada satu persoalan yang dianggap sama. Untuk pemilihan medianya sendiri. berarti memberi peluang lebih besar untuk dapat dimuatnya tulisan-tulisan yang kita buat. Akan tetapi perlu diingat. 4. seorang penulis sudah bisa menghemat tenaga dan mengefisienkan waktu.

Konsekuensinya.” (QS. Aneka ragam jenis dan sasaran sebuah koran menyebabkan pihak redaktur di sebuah koran mempunyai policy tersendiri untuk menampilkan tulisan-tulisan bagi para pembacanya. Ada pula sebuah koran yang diperuntukan bagi masyarakat secara umum dan jangkauan pembacanya bersifat nasional. Harian Neraca (di Jakarta). masing-masing perusahaan surat kabar akan mempunyai sasaran pembaca sesuai dengan idealisme yang dibangunnya. misalnya harian Bisnis Indonesia (di Jakarta). Kompas. Majalah atau surat kabar yang mempunyai misi atau visi kesehatan. seorang harus fleksibel. tentu akan menambah motivasi baru untuk lebih produktif lagi dan lebih berkualis lagi dalam menulis. Mengenal Visi dan Missi Media Massa “Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. Sebagian koran yang lain diterbitkan untuk memenuhi segmen pembaca yang bersifat lokal. Pelita dan lain-lain. harian Pikiran Rakyat untuk wilayah jawa Barat dan masih banyak lagi. atau terbatas satu daerah tertentu. tentunya yang sesuai dengan visi dan misi yang diemban media cetak tersebut. harian Suara Indonesia (di Surabaya). Warna tulisan yang diinginkan dari para penulis artikel. Fathir: 19). Setiap surat kabar dan majalah mempunyai visi atau pandangan dan mempunyai arah kebijaksanaan atau misi tertentu yang berbeda. olah raga. Surat kabar yang mempunyai visi atau misi khusus. Idealisme dan cita-cita koran atau majalah tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Sementara dengan dimuatnya tulisan kita.James Rompas c. sebagai contoh. Suara karya. misalnya harian Jayakarta untuk daerah DKI dan sekitarnya. dan politik dengan sendirinya sudah menunjukan bahwa visi dan misinya dalam bidang-bidang tersebut sehingga penulis tidak perlu menebak atau mengira-ngira lagi misi dan visi seperti apa yang diemban media tersebut. Republika. ekonomi. Artinya. by Aef Kusnawan Menyiasati Peluang Diterbitkan (3) 3. ekonom. Mengapa harus ada visi dan misi? Sebuah koran atau majalah didirikan dengan sebuah idealisme dan cita-cita. menginginkan artikel tentang kesehatan dan sudah tentu menolak artikel-artikel yang keluar dari visi dan misinya itu. seperti khusus kesehatan. Peluang pemuatan akan lebih besar. harian Kedaulatan Rakyat untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai contoh. dan merreka yang berkecimpung di sekitar dunia bisnis. ada sebuah koran yang mempunyai sasaran pembacanya adalah kelompok pengusaha. mengetahui dengan jelas artikel seperti apa yang diinginkan suatu media. Maka lahirlah apa yang disebut visi dan misi pada masing-masing 29 .

keaktualan persoalan yang dibahas. Akan tetapi perlu diingat. Ia tidak akan menerima dagangannya berupa kain atau kue. maka jenis toko biasanya bermacam-macam. gaya bahasa. Akan tetapi dengan mengetahui masing-masing visi yang ada pada media massa akan sangat membantu seorang penulis untuk dapat memilih media mana yang sesuai dengan masalah-masalah yang ditulisnya dan media mana yang kurang sesuai. bukan saja rugi waktu tapi juga rugi tenaga dan uang. sebuah tulisan yang tidak diomuat belum tentu tidak sesuai dengan visi sebuah koran. Sebuah toko besi tentu hanya akan menerima dagangandagangannya yang berkaitan dengan barang-barang yang berupa besi dan sejenisnya. Dalam hal ini seorang penulis dituntut untuk jeli dalam melihat apa yang diemban surat kabar atau majalah tersebut. itu pertanda tulisan itu tidak sesuai dengan keinginan redaktur. pemilik toko biasanya membutuhkan dagangan untuk dijual kepada pembelinya. antara lain. Dengan mengetahui kodel-model tulisan yang disukai atau menjadi visi berbagai macam koran . dengan cara terus menerus menulis pada beberapa media yang diinginkan. dan sebagainya. toko lain. Demikian halnya dengan media massa. misalnya dengan berlangganan satu koran kemudian dipelajari model-model tulisan yang ada di dalamnya. seorang penulis harus cermat melihat. Dan jika hal ini dilakukan terus-menerus. pertama. mencari informasi pada para penulis yang sudah sering menulis di salah satu media. Ia hanya akan menerima tulisan-tulisan yang sesuai dengan visi serta misi media yang diembannya. Untuk iu selayaknya sebelum artikel dibuat. berarti memberi peluang lebih besar untuk dapat dimuatnya tulisan-tulisan yang kita buat. Diperlukan pengamatan yang ciukup dan mungkin akan memakan waktu lama. Jika diumpamakan sebuah koran adalah sebuah toko. bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh banyaknya penulis yang menulis pada satu persoalan yang dianggap sama. Ada toko besi. Sebagaimana layaknya sebuah toko. Jika tulisan tidak dimuat atau biasanya kemudian dikembalikan. Dengan mengetahui visi dan misi suatu media. Cara sederhana yang mungkin dapat dilakukan untuk mengetahui visi dan misi koran antara lain. Namun kebanyakan surat kabar atau majalah tidak mengkhususkan dalam bidang tertentu sehingga sulit ditebak atau diperkirakan isinya. Bahkan seorang penulis 30 . Dengan kata lain. Di sini penulis terjun langsuing. mengamatio sendiri. Karena jika artikel salah kirim. seorang penulis akan menjadi tahu jenis-jenis tulisan mana yang sesuai dengan koran dan mana yang tidak sesuai. Diantara sejumlah masalah yang menjadi pertimbangan bagai redaktur sebuah koran untuk dimuatnya sebuah tulisan. Memang untuk mengetahui visi dari sebuah media massa bukanlah pekerjaan yang gampang . (Ahmad Bahar: 1996). seorang penulis sudah bisa menghemat tenaga dan mengefisienkan waktu.James Rompas media massa. Kedua. Sehingga dengan terpaksa tulisan kita yang dikalahkan. Biasanya permasalahan ini menjadi kendala bagi penulis pemula. Atau barangkali ada sebab-sebab lain. tema atau topik tulisan . toko kue dan sebagainya. kesesuaian isi atau materi tulisan dengan latar belakang keilmuan penulis. berdasarkan pengalaman. artikel seperti apa yang diinginkan media cetak tersebut. kemana artikel tersebut nantinya dikirim. Ketiga. seorang penulis harus pandai memprediksi.

tapi penataan bahasanya kacau—tidak memenuhi kaidah-kaidah reasoning (penalaran)—naskah buku tersebut akan menjadi tidak 31 . Naskah yang berkualitas tidak hanya memiliki bobot isi yang baik. paling tidak ada 2 hal yang patut diperhatikan menyangkut naskah yang berkualitas: Pertama. 4. Tema tidak menentukan apakah sebuah buku—meminjam istilah Hernowo—“bergizi” atau tidak. apa saja yang membuat naskah buku berkualitas ? Tentu. hendaknya kita juga tidak cuma membuat kemudian menunggu satu tulisan. b. Saingan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu berat. Hal ini memang sulit untuk penulis pemula. sebarkan ke berbagai media massa. namun kemudian dikembalikan. Bobot isi yang baik tidak terletak pada tema yang diangkat. maka selain kita memperhatikan moment yang tepat. Untuk lebih memperbesar kemungkianan pemuatan tulisan kita di media massa. Peluang pemuatan akan lebih besar. lambat laun akan memahaminya. bahasa buku. karena tidak mungkin memuatnya pada waktu yang tepat berhubung terbatasnya ruang atau berbenturan dengan tulisan lain. Lalu. yang skupnya lokal terlebih dulu. atau media yang masih berkembang. Redaksi juga lebih banyak kesempatan untuk membantu mengkoreksi tulisan kita c. dengan bonaviditas memilih mulai yang paling rendah. Strategi Pengiriman Tulisan Tidak jarang tulisan yang secara isi pantas dimuat. diantaranya: a.James Rompas profesional bukan hanya sebatas mengetahui visi dan misi suatu media. Tema hanya menentukan selera. by Aef Kusnawan Membuat Naskah Buku yang Berkualitas Naskah buku yang berkualitas adalah dambaan setiap penerbit. di samping materi yang berbobot. bagi pemula ada baiknya. Sementara dengan dimuatnya tulisan kita. tapi juga bidikan pasar yang marketable. tentu akan menambah motivasi baru untuk lebih produktif lagi dan lebih berkualis lagi dalam menulis. yang dipandang redaksi lebih baik. Buatlah terus beberapa tulisan yang berbeda-beda. namun jika rajin mengamati setiap media cetak dan terbiasa membuat artikel. Sehebat apapun materi yang disajikan. tetapi gaya bahasa dan model judul suatu media sudah berada dalam pikirannya. Ada beberapa keuntungan penulis pemula mengirimkan tulisannya kemedia lokal. Untuk pemilihan medianya sendiri. Hampir dipastikan penerbit hanya akan menerbitkan naskah-naskah yang berkualitas.

Untuk membuat sebuah bahasa yang mampu merangsang nalar. Judul-judul yang “heboh” merupakan strategi agar pesan dakwah sampai ke banyak kalangan. mudah dicerna. memberi pelajaran kepada kita pentingnya membuat judul yang “menggigit”. Tapi kalau membaca isinya. “kasus” judul-judul Iip yang kontroversial. mengemas “daya pikat”. tak heran bila buku-buku Iip dapat menembus angka penjualan yang lumayan spektakuler. 2) seluruh kalimatnya diupayakan memiliki diksi (pilihan kata) yang indah dan menggairahkan. bukubuku itu lebih kepada analisis seks menggunakan ilmu tasawuf. Pihak penerbit yang banyak berperan. Isi buku itu dinilai beda jauh dengan judulnya. Terlepas dari benar-tidaknya apa yang dilakukan Iip. dikatakan berkualitas. buku-buku Iip memang cukup kontroversial. Buku Seks In The Kost-nya Iip misalnya. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (1) Penulis Buku Adalah Pembaca yang Baik 32 . bahasa perlu diolah sedemikian rupa agar ketika naskah dibaca. serta merangsang nalar. 97. maka pangsa pembacanya hanya kalangan tertentu. Seks Kalangan Terpelajar. Karena. Seks In The Kost. Karenanya Iip dituding hanya mengejar keuntungan. dan mengasyikkan. *** by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. Bagi Iip. membuat judul yang “menggigit”. Sebuah buku. satu dari banyak hal yang bisa dilakukan oleh penulis untuk mendongkrak kualitas naskah buku. maka. Dalam sebuah acara diskusi buku Seks In The Kost di Aula Fakultas Psikologi Unair Surabaya. selain karena materinya oke. 1) susunan kalimat dan gerombolannya harus logis.James Rompas menarik. Maka. juga karena tampilan bukunya yang memikat. Iip Wijayanto pernah diprotes dengan judul bukunya itu yang teramat provokatif.000 eksemplar pada dua bulan pertama. judul-judulnya menggigit bukan? Bahkan acapkali judulnya lebih “menggigit” ketimbang isi buku itu sendiri. Kedua. Untuk naskah buku. Tapi. Perhatikan buku-buku yang berhasil best seller. judul buku yang “heboh” itu adalah strategi saja. Dari aspek judul. Karenanya. terasa enak. 3) penyajian keseluruhan bahasa memiliki koherensi (keterkaitan) dan komposisi (ketersusunan) yang selain harmonis juga menyimpulkan. bahasanya tertata dengan baik. tak banyak yang bisa diperbuat oleh penulis untuk mengemas daya pikat. kalau judul bukunya mengandung unsur religius.05 Persen (hasil penelitian tentang virginitas mahasiswi Jogja). mengalir. menurutnya. Apa kata Iip? Iip mengaku sengaja memilih judul-judul yang kontroversial dan komersial. terjual 20. dan Kampus Fresh Chiken. Di antaranya.

Mangunwijaya mengatakan yang intinya adalah. Tanpa ini. maksudnya dibagikan kepada khalayak ramai melalui karya tulisan. pasti ada air yang akan luber.James Rompas Termasuk pula ketika seseorang ingin menapak jalan menuju kesuksesan sebagai seorang penulis buku. pengalaman. informasi. tentang hal itu. Kendi itu akan tumpah airnya seandainya dimasuki air terus-menerus. Pernah Anda melihat kendi ? Benda yang sederhana dan terbuat dari tanah liat yang dibakar itu ternyata menyimpan sebuah teori yang sangat penting. pengetahuan. tradisi membaca memang merupakan tradisi yang tak bisa ditawar-tawar lagi bagi seorang calon penulis buku. Karena seorang penulis buku haruslah seorang yang kaya wawasan. Menulis buku berarti memberi informasi atau wawasan kepada masyarakat. kadang juga airnya ditumpahkan untuk diminum. dan lain-lain. apa pun itu. 1. 2. Diibaratkan kendi itu adalah tubuh manusia. Teori Kendi Ada sebuah teori sederhana yang bisa menjadi bahan untuk menjelaskan pentingnya “membaca” (sebagai proses menyerap ilmu dan informasi) sebagai kunci bagi seseorang yang ingin menjadi penulis buku. Dengan tradisi membaca pula. Air itu adalah ilmu. Dan kesemua hal itu hanya bisa diperoleh dari hasil kerja membaca. Lalu apa hubungannya antara kendi dengan menulis buku ? Menulis buku pun tidak jauh berbeda dengan kendi. banyak pengetahuan yang akan didapat dan wawasan pun akan kian luas membentang. maka tak pelak ia terlebih dahulu harus membangun tradisi membaca yang kuat dalam hidupnya. misalnya. baik membaca dalam arti tekstual seperti membaca buku. Kalau ia “diisi” (dalam arti membaca) pasti lama-lama akan ada “luber”. Sebuah kendi. Tentu kita tidak akan bisa menulis buku tentang “pendidikan seks Islami”. Penulis (Buku) yang Baik adalah Pembaca (Buku) yang Baik Pula Untuk itu. Teori itu adalah “teori kendi”. pengamatan. data. Dalam wawancara dengan majalah sastra Horison (XXI/365-367) YB. ada kalanya diisi air. bahwa penulis itu ibarat ember yang penuh berisi air. atau pun membaca dalam arti kontekstual seperti membaca alam atau peristiwa kehidupan. Mangunwijaya. Pengetahuan yang banyak dan wawasan yang luas adalah “bahan baku utama” yang siap “dimasak” menjadi aneka buku 33 . Namun. Serupa dengan teori kendi adalah “teori ember” yang dikemukakan oleh YB. pengetahuan. khususnya mengenai menulis buku. Penulis diandaikan penuh (secara relatif) oleh pengetahuan. Sehingga seorang penulis buku haruslah “lebih pandai” dari pembacanya. menulis buku tentu berhubungan dengan banyak hal yang berbasis pada ilmu. informasi. Jika ember ini diisi air lagi. dan pengetahuan. maka hampir dipastikan jalan untuk menjadi penulis buku yang sukses akan sia-sia. Logikanya sederhana. Seorang penulis (buku) yang baik tentu adalah juga seorang pembaca (buku) yang baik pula. Seseorang yang jenius sekalipun tidak akan bisa menulis buku kalau tak pernah memberi “air” dalam “kendinya”. apabila kita tak pernah menyerap ilmu. informasi.

Majalah-majalah berita. Cerpennya pertama dimuat di Koran Surabaya Minggu dengan judul Melewati Kabut Cinta. Tak hanya itu. menjadi pilihannya. misalnya buku-buku filsafat dan sejenisnya.James Rompas yang akan dinikmati masyarakat. ada sang kakek yang mengarahkan apa yang dibaca cucunya itu. Penulis muda yang populer sebagai “penulis spesialis pernikahan” ini adalah seorang pembaca buku yang kuat. Sebut saja Mohammad Fauzil Adhim sekadar sebagai contoh. pada usia sekolah dasar. Setahun kemudian. Judulnya Mengajar Anak Anda Mengenal Allah (1994) yang diterbitkan Mizan. Jawa Timur ini dimulai sejak SD kelas V. Saat SMP. Debut kepenulisan Fauzil yang lahir 29 Desember 1972 di Mojokerto. Alhamdulillah. muncul bukunya yang best seller berjudul Kupinang Engkau dengan Hamdalah. Ketika kecil Fauzil diperkenalkan ibunya bacaan-bacaan menarik. Buku keduanya berjudul Mendidik Anak Menuju Taklif terbit tahun 1996 oleh penerbit Pustaka Pelajar. Contoh lainnya adalah Ahmad Thohari. hingga membuat Fauzil jadi keranjingan membaca. Bacaannya saat itu adalah buku-buku yang terhitung berat untuk anak seusianya. Sehingga Fauzil tak bingung dan terjerumus pada pikiran-pikiran yang ada pada bacaan ‘kelas beratnya’. seperti Injil dan telaah-telaah kitab Wedha. Buntutnya. by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. Sastrawan kelahiran Tinggarjawya 34 . keduanya diterbitkan penerbit Gema Insani Press. Buku pertama Fauzil terbit ketika ia masih kuliah di semester empat. Buku terakhir Fauzil berjudul Indahnya Pernikahan Dini (2002) dan Agar Cinta Bersemi Indah (2002). Hingga kini Fauzil sudah menulis sekitar 20 judul buku. sudah bisa membuat cerpen. Keakrabannya dengan buku. ia pun melahap kitab-kitab agama lain. Fauzil bahkan sudah tak mau lagi membaca majalah anak-anak. hampir semua tentang pendidikan anak dan keluarga. menjadikan tulisannya mengalir dan gagasannya tertuang rapi. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (2) Tradisi Menulis Saudara Dekat Tradisi Mambaca Rasanya bukan merupakan kebetulan bila hampir semua (untuk tidak menyebut semua) penulis buku (atau non-buku) adalah memiliki tradisi atau paling tidak memiliki hobi membaca yang kuat. Dengan banyak membaca pula seorang penulis akan selalu produktif menghasilkan karya dan tidak akan kehabisan ide. Kegemaran atau kegilaan membaca pada masa kecil itulah. rupanya yang kelak memberi manfaat terhadap proses menulisnya. semisal Tempo dan Panji Masyarakat.

Trilogi novelnya Ronggeng Dukuh Paruk (1982). Kebiasaan menulis itu dilanjutkan ke berbagai Koran daerah seperti harian Analisa. Banyumas. Bukit Barisan. Ketika SMP. Aceh Bersimbah Darah muncul setelah kasus DOM Aceh mulai terkuak. Sejak SMP. Nama Ahmad Thohari sebagai penulis sastra saat ini tidak hanya dikenal masyarakat Indonesia saja. Di Kaki Bukit Cibalak (1979). tahun 1969. Kegemaran Thohari membaca itulah yang kelak juga menjadi basic ia menjadi penulis (fiksi/novel) yang sukses. tapi juga masyarakat Internasional. USA. dan Jantera Bianglala (1985) telah diterjemahkan dalam 5 bahasa dunia. Bukunya berjudul Wacana Ideologi Negara Islam. majalah dengan tulisan-tulisan berat yang dikenal sebagai standar prestise para intelektual Indonesia. minat baca Chaidar semakin menggila. Harap diketahui. ia sudah melahap buku-buku novel klasik Indonesia seperti: Belenggu. Tak terpaut lama.James Rompas Kecamatan Jatilawang. Dialektika. Sayyed Hussein Nasr. Di antaranya. Contoh lainnya lagi adalah Al-Chaidar. juga kumpulan kolom antara lain Berhala Kontemporer. “Kegilaan” membaca itu pula kelak yang mengantarkan Chaidar dikenal sebagai penulis buku produktif. Buku-buku seperti Madilog (Materialisme. Kubah (1981). Aceh. Dan masih banyak karya Ahmad Thohari yang lain. ICMI dan DI. Chaidar sudah berani melempar tulisannya ke majalah Prisma. sejak kecil juga “gila” membaca. Bahkan bukunya Pemilu 1999. Al-Chaidar sudah membuat album puisi sendiri. Federasi atau Disentegrasi (2000). muncul buku-buku yang lain yang ia luncurkan tepat waktu. dan Waspada. Bekisar Merah (1992) telah diterjemahkan dalam bahasa Jepang. Karyakarya Thohari lainnya. semua buku yang ditulis Chaidar disertai catatan kaki yang cukup 35 . Mas Mantri Menjenguk Tuhan. Chaidar yang kelahiran Lhokseumawe. tak urung itu membuatnya senang dan semakin aktif menulis. dan lain sebagainya. Banyak buku yang telah lahir dari “tangan kreatif” Al-Chaidar. 13 Juni 1942 ini juga dikenal suka membaca sejak kecil. Ketika duduk di bangku SMP. Ketika duduk di bangku SMA. Logika) karya Tan Malaka dan buku Das Kapital karya Karl Marx begitu lahap disantapnya. selain itu juga menulis banyak buku. Mas Mantri Menggugat. Sejak kecil Thohari sudah terbiasa membaca koran sebelum masuk Sekolah Dasar. Karya lain Chaidar adalah Pengantar Politik Kartosoewiryo. Ia juga suka membaca komik-komik wayang. Di Bawah Lindungan Ka’bah. peserta International Writing Program Iowa. 22 November 1969 itu sudah gemar membaca buku-buku berat seperti filsafat. dan mantan Redaktur Amanah (1986-1993) ini juga melahirkan kumpulan cerpen semisal Senyum Karnyamin. maupun Fazlurrahman. Sekarang. Selain novel. peneliti di Lembaga Studi Pengkajian Etika dan Usaha (LSPEU) ini masih rajin menulis artikel di media massa nasional. serta Kamus Dialek Banyumas-Indonesia. Lintang Kemukus Dinihari (1984). Islam Kultural Islam Politik Islam Radikal di Medan Laga Politik Indonesia (2000). Penulis buku yang cukup produktif ini. Atheis. Layar Terkembang. NU. dan lain-lain. Azab dan Sengsara. tahun 1998 Chaidar menelorkan buku berjudul Reformasi Prematur. Kendati tulisannya hanya dimasukkan dalam rubrik “komentar dan kritik”. Di sekolah menengah pertama itu ia sudah lahap membaca buku-buku karya Ali Syari’ati. Pertarungan Ideologis Partaipartai Islam dan Partai Sekuler muncul menjelang kampanye Mei 1999. Bahkan ketika kelas II SMP. Salah Asuhan.

Bagi yang sudah terbiasa membaca sejak kecil sih. Seorang peneliti dari Hanry Ford Health System bernama Dr. betapa tradisi membaca yang kuat telah mengantarkan mereka menjadi penulis yang sukses. yakni 2 minggu. sudah bete dulu. saatnya Anda mulai membangun tradisi membaca yang kuat dalam hidup Anda. tapi baru lihat buku saja. Dan. tradisi membaca yang telah Anda bangun tak akan membuat Anda rugi. Menurut Zulkarnaen. Sebab. Bahkan buku Chaidar berjudul Pengantar Politik Kartosoewiryo dalam tempo singkat. Dalam bahasa Hernowo di bukunya Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza. Bahkan malah akan membuat hidup Anda semakin bermakna. Anda pengin menjadi penulis sukses? Bila Anda belum suka membaca. Masih ada banyak contoh lagi yang bisa disebut di sini. Tapi. manfaat lainnya. Demensia adalah nama penyakit yang merusak jaringan otak. membuktikan bahwa hanya dengan membaca buku. kendati Anda tak bisa menjadi penulis sukses pun. hanya lewat membaca bukulah kita mampu menumbuhkan saraf-saraf di kepala kita. tradisi membaca lebih baik dibanding dengan hanya sekedar menonton dan mendengar. sim salabim aba kadabra langsung suka membaca. bagi yang tidak terbiasa membaca sejak kecil. Percayalah! by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (3) Mengatasi Keenganan Membaca Membangun tradisi membaca tidak seperti “main sulap”. Tapi cukuplah tiga penulis di atas sebagai contoh. tak banyak orang yang memiliki tradisi membaca.James Rompas lengkap dari berbagai bahasa. seseorang akan terhindar dari penyakit demensia. sebagaimana dikutip Hernowo. Banyak yang lebih memilih tradisi mendengar dan menonton. Kelak. Survei membuktikan. 36 . Edward Coffey. sudah ngantuk. sulit sekali untuk punya tradisi membaca. sudah cetak ulang tiga kali. dapat dipastikan akan mengalami kepikunan atau (dalam bahasa remaja disebut) “tulalit”. membaca buku akan membuat seseorang tetap berpikir. Tidak. Tapi ia harus dibangun dan dibiasakan. Keinginan sih ada. Itu pun dikerjakan dengan memakan waktu rata-rata satu bulan. editor buku-buku Chaidar. gizi membaca buku melebihi ceramah atau hal-hal lain yang diperoleh dari telinga (mendengar) dan mata (melihat). Apabila seseorang terserang demensia. Atau baru membaca dua atau tiga halaman buku. rata-rata buku Chaidar mengalami cetak ulang 6 kali. Informasi yang diserap dari kerja membaca jauh lebih efektif dan mengendap ketimbang yang diperoleh dari mendengar dan menonton. C. apalagi yang tebal. Padahal. tidak ada masalah.

Namun. Apa yang akan terjadi. Namun. Berikut ini intisari kiat-kiat itu.James Rompas Menurut penelitian Coffey. Bayangkan apabila jasmani kita tidak diberi nasi. 1. Dalam bukunya Andaikan Buku Sepotong Pizza ia mengungkapkan kiat-kiat itu. Cari saja halamanhalaman yang menarik dan bermanfaat. laiknya Anda memakan kacang goreng). Kedua. ingatlah bahwa tidak semua halaman buku itu harus dibaca. Buku adalah salah satu jenis “makanan ruhani” kita yang sangat bergizi. Apa ya paradigma Anda berkaitan dengan membaca buku? Mungkin ini: “Wah. buku kadang memiliki gizi lebih dibandingkan ceramah. sebagaimana Anda memilih makanan yang Anda gemari.” Atau ini: “Setiap kali baca buku ilmiah. orangtua. Pertama. Anda dapat mengenali lebih dahulu siapa pengarang buku tersebut. Lewat paradigma-baru membaca buku—dengan menganggap buku sebagai makanan—kita dapat memperlakukan buku laiknya makanan kesukaan kita. kita perlu mengubah paradigma (atau kaca mata) dalam memandang buku. pilihlah bukubuku yang memang kita sukai. Apa itu paradigma ? Paradigma adalah kacamata. Apabila Anda bertemu dengan buku ilmiah setebal 300 halaman. Demikian jugalah yang terjadi dengan ruhani kita. Anda bisa bertanya kepada seseorang yang menganjurkan Anda untuk membaca sebuah buku (misalnya guru. Tubuh kita akan loyo dan sakit-sakitan. Anda bersikukuh tak mau mengganti kacamata minus 2 Anda. boring deh baca buku yang tebal-tebal itu. Anda harus mengganti kacamata Anda dengan kacamata minus 3. saya pasti ngantuk. Mendengarkan pengajian dan ceramah adalah juga sebentuk “makanan ruhani”. Inilah akibat yang timbul karena Anda mempertahankan paradigma kacamata minus 2 Anda. dan makanan bergizi tinggi lainnya. atau sahabat Anda). pendidikan (salah satu pendidikan termudah adalah membaca buku) dapat menciptakan semacam lapisan penyangga yang melindungi dan mengganti-rugi perubahan otak. Paradigma adalah cara kita memandang sesuatu. Apa yang terjadi ? Anda akan merasa pusing apabila melihat sesuatu. Ketiga. Buku sama saja dengan makanan. Nah. Mintalah mereka untuk menunjukkan lebih dahulu hal-hal yang menarik yang ada di buku itu. Hal itu dibuktikan dengan meneliti struktur otak 320 orang berusia 66 tahun hingga 80 tahun yang tak terkena demensia.” “Saya pilih nonton sinetron aja deh ketimbang baca buku. agar membaca buku tidak lantas membuat kita mengantuk. Lima tahun kemudian. Atau. Bayangkan Anda memiliki kacamata minus 2. Mengubah Paradigma Membaca : Menganggap Buku Sebagai Makanan “Kunci” untuk membuka gembok keengganan membaca buku adalah paradigma. Lalu bagaimana mengatasi keengganan membaca? Hernowo yang kini menjabat General Manajer Editorial Penerbit Mizan mempunyai kiat-kiat jitu. yaitu makanan untuk ruhani kita. Baca buku bikin kepala cepat botak!” Itulah paradigma—atau kacamata yang Anda gunakan—dalam membaca buku. untuk memasuki dunia buku. cicipilah “kelezatan” sebuah buku sebelum membaca semua halaman. daging ayam. bacalah buku secara ngemil (sedikit demi sedikit. telur. Anda dapat ngemil membaca pada pagi hari 37 .

Pertama. dan kepala Anda. Untuk mempermudah Anda dalam membaca buku. Ini berarti. Membaca dengan Gaya SAVI Apabila Anda sudah mengubah paradigma membaca buku Anda—bahwa membaca buku seperti memakan pizza—cobalah mulai membaca buku-buku ilmiah saat ini juga. baca kembali buku Anda. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Kedua. insya Allah. membaca secara Somatis. cobalah Anda tidak hanya duduk. mengajak manusia kepada jalan yang lurus. Gerakkan tangan. Visual (gambar). pada saat membaca. Cobalah sesekali membaca dengan menyuarakan apa yang Anda baca itu (dijaharkan).James Rompas sebanyak 5 halaman. kaki. SAVI adalah singkatan dari Somatis (bersifat raga/tubuh). sebagaimana petunjuk berikut. telinga Anda akan membantu mencernanya. Auditori (bunyi). juga akan mempercepat pemahaman Anda. Itu pun harus diniati. membaca secara Intelektual. silahkan menggunakan gaya SAVI dalam membaca sebuah buku. Untuk itu. Dorongan ingin (menjadi) penulis buku. Agar hasilnya lebih bagus. Dan renungkanlah manfaat yang Anda peroleh dari pembacaan Anda. menyajikan tip-tip menarik. mari kita baca dan tafakkuri kembali wahyu pertama Surat Al-‘Alaq ayat 1-5 agar kita senantiasa mengingat bahwa aktivitas membaca adalah pesan penting pertama Al-Quran yang sudah selayaknya kita sambut untuk menjadi bagian dalam hidup kita. Insya Allah. Bacalah. setelah membaca 5 atau 7 halaman. hanya satu saja dari sekian dampak positif yang akan Anda dapatkan dengan tradisi membaca yang kuat. Keempat. menulis bukunya untuk berdakwah: menyampaikan kebenaran. gambarlah! Ini. Setelah itu. Anda perlu jeda atau berhenti sejenak setelah membaca. Gerakkan tubuh Anda saat membaca. Meier menamai tip-tipnya ini “metode belajar gaya SAVI”. Sehingga aktivitas membaca akan lebih langgeng dan bukan semata bertujuan karena Anda ingin menjadi seorang penulis buku. 2. Lebih-lebih bila Anda menjumpai kalimatkalimat yang sulit dicerna. Misalnya. penguatan internalisasi akan pentingnya membaca dalam kehidupan harus dilakukan. Akan lebih bagus apabila—saat merenung itu—Anda juga mencatat hal-hal penting yang Anda peroleh dari halaman-halaman sebuah buku. Kiat-kiat di atas hanyalah beberapa petunjuk praktis yang diharapkan dapat membantu memotivasi Anda untuk tak lagi enggan membaca buku. berhentilah sejenak. Ini berkaitan dengan kemampuan dahsyat Anda yang bernama imajinasi atau kekuatan membayangkan. dan Tuhanmulah Yang Paling 38 . Cobalah bayangkan saat Anda membaca sebuah konsep atau gagasan. Berdiri atau berjalan-jalanlah saat membaca buku. tambah 10 halaman. dengan demikian. Nah. membaca secara Visual. Nanti. dan Intelektual (merenungkan). Ketiga. Anda akan dimudahkan dalam menuangkan atau menceritakan kembali apa-apa yang Anda baca. Dave Maier dalam bukunya The Accelerated Learning Handbook. membaca secara Auditori. Kalau perlu. Insya Allah. pada sore hari. dan menghindarkan manusia dari jalan hidup yang sesat. Ini juga berkaitan dengan kemampuan luar biasa Anda. Agar pembacaan Anda lebih bermakna. Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah.

Artinya. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Dari gambaran singkat sistem “penghargaan” terhadap sebuah karya buku di atas. besar royalty itu 10 % dari harga jual eceran (bruto) per bukunya. bagaimana sebuah penerbit menghargai karya seorang penulis ? Umumnya. Taruhlah sekedar contoh. Atau dalam bahasa yang lain “buku kian laris. maka rezeki (penghasilan) yang akan kita dapatkan juga akan semakin tebal atau banyak. umumnya. penerbit menggunakan sistem royalty dalam menghargai karya seorang penulis buku. bagaimana sebuah penerbit menghargai karya seorang penulis ? Umumnya. Kunci dari meraup penghasilan dengan menulis buku adalah pada semakin larisnya buku yang kita tulis. kian tebal saku”.sampai Rp 10. Atau dalam bahasa yang lain “buku kian laris. semakin terjual banyak (laris) buku yang kita tulis. kian tebal saku”. besar royalty itu 10 % dari harga jual eceran (bruto) per bukunya. tapi dihitung dari harga bersih (netto) per bukunya.” (QS. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. amat jarang sistem ini digunakan oleh penerbit. Namun. Besar royalty itu bervariasi atau berbeda antara penerbit satu dengan penerbit yang lainnya. maka kita akan menjadi tahu peluang meraih penghasilan yang dapat kita tangkap dari kerja menulis buku. beberapa penerbit juga ada yang menerapkan sistem jual putus (flat). maka rezeki (penghasilan) yang akan kita dapatkan juga akan semakin tebal atau banyak.James Rompas Pemurah. Besar royalty itu bervariasi atau berbeda antara penerbit satu dengan penerbit yang lainnya. Atau ada pula yang mematok 15 %. Artinya. tapi dihitung dari harga bersih (netto) per bukunya. Besar angka yang dipatok untuk sitem jual putus ini umumnya berkisar Rp 7. umumnya. Lalu. maka sang penulis buku itu tidak dapat menikmati kesuksesan itu.*** by Badiatul Muchlisin Asti Buku Laris Rezeki Manis Kunci dari meraup penghasilan dengan menulis buku adalah pada semakin larisnya buku yang kita tulis. jika buku itu meledak (laris) di pasaran. Masalahnya. 39 . rezeki kian manis” atau “kian laris buku. Masing-masing penerbit memiliki policy atau kebijakan masing-masing.. rezeki kian manis” atau “kian laris buku. Sistem ini memang cenderung tidak adil. Atau ada pula yang mematok 15 %. semakin terjual banyak (laris) buku yang kita tulis.per halaman.000. Namun.. sehingga jarang digunakan. kita menulis buku dengan jumlah halaman 50 lembar. Selain memakai sistem royalty. Namun.000. Al-‘Alaq: 1-5). Lalu. Masing-masing penerbit memiliki policy atau kebijakan masing-masing. penerbit menggunakan sistem royalty dalam menghargai karya seorang penulis buku.

Jumlah Pembaca Berapa kira-kira ukuran pasar? Hal ini tidak mudah dijawab. dewasa. tulisan sejumlah 50 halaman dapat kita selesaikan dalam jangka waktu 5-7 hari (1 minggu) atau paling lama 1 bulan dengan tanpa meninggalkan pekerjaan utama kita..James Rompas Dengan sistem beli putus. orang tua. untuk menerbitkan sebuah buku sebuah penerbitan harus bisa memenuhi kriteria berikut ini: 1. Menurut Sofia Mansoor dan Niksolim (1993). tidak akan ada penerbitan.(lima ratus ribu rupiah). tetapi untuk buku tertentu jawabannya mudah. kaum ibu. misalnya menjadi guru atau dosen. Tinggal dikalikan dengan jumlah penjualan. kita akan mendapatkan paling tidak uang senilai Rp 375. 3. Naskah buku bisa didapatkan dengan berbagai cara.000 [sepuluh ribu rupiah]. buku pelajaran mudah diperkirakan jumlah pembacanya karena yang menggunakannya pelajar pada jenjang pendidikan 40 . hasil kajian ilmiah pakar tertentu. Begitu pula seorang penerbit harus mempunyai tanggung jawab moral untuk mencerdaskan masyarakat. Pada masa kini. Padahal.-. tingkat berapa). akan mendapat Rp 1.-. dalam arti semakin banyak buku yang kita tulis dan diterbitkan. yakni Rp 500.(tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah).000. di antaranya kreativitas penerbit dengan menyusun langsung buku-buku tertentu. semuanya harus memenuhi persyaratan. Itu bila per halaman tulisan kita dihargai Rp 7.000. Hal ini baik menyangkut bisnis maupun idealisme. bila kita biasa menulis. Bila menggunakan sistem royalti akan semakin berpeluang untuk meraup keuntungan lebih besar lagi. kiriman penulis. maka royalti kita bila dihitung 10 persen.000.500. harga eceran per buku Rp 10. Tanpa sebuah naskah.. Tapi bila per halaman tulisan kita dihargai Rp 10. Semakin laris buku kita—apalagi kalau sampai dicetak ulang berkali-kali karena saking larisnya—maka akan semakin besar jumlah uang yang akan kita terima. peluang membuka pintu rezeki dengan menulis buku memang bukan hal yang aneh atau mustahil. atau jika mungkin penerbit mengadakan sayembara mengarang/menulis buku. yang terbaik nanti diterbitkan. Misalnya. Dan semakin produktif kita. Sasaran pembaca Siapakah pembaca buku ini: umum. Walau demikian tidak sembarang naskah akan diterbitkan. anak-anak. mahasiswa (jurusan apa. Bila setelah dicetak menjadi buku. Keperluan Apakah buku ini memang diperlukan masyarakat? Mengapa? 2. By Badiatul Muchlisin Asti Ciri-ciri Naskah Buku yang Berkualitas Naskah buku adalah tulang punggung penerbit. tidak melulu bisnis.000 [seribu rupiah] per eksemplar buku. kita paling tidak akan bisa mengontangi uang lebih besar lagi. Sebuah penerbitan akan rugi besar jika buku yang diterbitkan ternyata tidak laku di pasaran. akan semakin memiliki peluang lebih besar lagi jumlah penghasilan yang akan kita peroleh.

sesuai dengan tingkat pembaca? 5. agama. berikutnya dikirim ke penerbit.James Rompas tertentu. baik penerbit maupun penulis. 41 . Saingan Apakah ada buku lain yang menjadi saingan buku tersebut? Sebutkan judulnya. semakin banyak pembaca berarti dakwah semakin tersebar luas. akan menguntungkan dari segi dakwah. Dalam pengiriman naskah. apakah bahasa pengarang mudah dipahami. Kelayakan terbit Apakah buku tersebut layak diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan? Sejumlah penerbit hanya menerbitkan buku-buku tertentu. Buku yang laku. buku agama. dan antar golongan/adat istiadat). Memastikan kategori sebuah penerbitan. Menentukan penerbit yang tepat Setelah naskah itu sempurna. Penerbit buku ada beberapa kategori. jelas akan diuntungkan dengan buku best seller (laris di pasaran). buku pelajaran (SD. buku perguruan tinggi. Dari sudut ekonomi. 4. apakah ilustrasi mendukung uraian? 7. 9. 8. Isi Naskah Apakah isi naskah tidak menyinggung SARA (suku. sekolah. Hak cipta Apakah penelaah mengenali ada bagian yang dikutip dari buku lain? Penerbit harus waspada agar jangan sampai penerbit dituntut karena menerbitkan buku jiplakan. Apa kelemahan dan kelebihan naskah buku ini dibanding saingannya? 6. dan penerbit buku umum. universitas misalnya. ras. Seorang penulis yang mampu menyelami nurani massa. SLTP dan SMU). akan mampu menulis buku yang bukan hanya berkwalitas. Kemutakhiran Apakah isi buku ini tidak ketinggalan zaman? Jawabannya dapat diperolah dengan mengamati daftar pustaka yang diacu pengarang. Apalah artinya naskah bagus jika hanya untuk koleksi pribadi. Dalam hal ini jangan salah mengirim naskah. buku agama. tidak menentang ideologi negara. yaitu penerbit buku anakanak. Naskah Anda harus dikirim ke penerbit yang sesuai dengan jenis buku Anda. By Abu Al-Ghifari Strategi Mengirim Naskah Buku Ke Penerbit Apa yang dilakukan setelah naskah rampung dibuat? tentu saja mengirimkannya ke penerbit buku. Penyajian Apakah isi ditulis dengan susunan tertib. tapi juga disukai khalayak pembaca. hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. dapat Anda lihat dari katalog bukunya.

2) menyertakan identitas diri Identitas yang dimaksud menyangkut latar belakang pendidikan. Maka. Untuk itu jangan lupa menyertakan sonopsis ini. Format surat pengantar ini terserah penulis. sehingga akhirnya mereka kuwalahan alias tidak mampu menghafalkannya lagi. lahirlah apa yang disebut sebagai buku kuno. Surat pengantar adalah etika yang harus disertakan yang berfungsi sebagai prolog kerjasama antara penerbit dan penulis. termasuk ide penulisan buku yang diajukan. 42 . tradisi komunikasi masih mengandalkan lisan. Mereka menuliskannya di batu-batu atau pun di kertas papyrus. pekerjaan. Pengiriman Naskah Naskah yang sudah siap termasuk sudah dilengkapi kelengkapan di atas. c. Mesir merupakan bangsa yang pertama mengenal tulisan yang disebut hieroglif. terutama yang baru pertama kali mengajukan naskah ke penerbit itu. terpikirlah untuk menuangkannya dalam tulisan. 3) sinopsis naskah Editor sebuah penerbitan biasanya tidak langsung membaca naskah buku Anda. Buku kuno ketika itu. nyanyian. disampaikan secara lisan dari mulut ke mulut. do’a-do’a. karya-karya yang pernah diterbitkan (jika ada). Karenanya.James Rompas b. Namun sebelum naskah itu dikirim. Penyampaian informasi. melainkan tulisan-tulisan di atas keping-keping batu (prasasti) atau juga di atas kertas yang terbuat dari daun papyrus. Menyertakan kelengkapan pengajuan Setelah menentukan penerbit yang cocok untuk buku Anda. belum berupa tulisan yang tercetak di atas kertas modern seperti sekarang ini. maupun syair. Hingga. sekalipun Anda penulis ternama. Biasanya diperhatikan dulu sinopsis atau ringkasan dari buku yang Anda tulis. Pengiriman naskah dapat diantar langsung atau via pos/kurir. Sejarah Perkembangan Buku Pada zaman kuno. hafalan merupakan ciri yang menandai tradisi ini. Kian hari. pengalaman menulis. yang penting berisi pengajuan naskah. segera kirimkan ke penerbit yang Anda maksud. Semuanya dihafal. Kertas papyrus bertulisan dan berbentuk gulungan ini yang disebut sebagi bentuk awal buku atau buku kuno. Saking banyaknya. cerita-cerita. kian banyak saja hal-hal yang musti dihafal. Papyrus adalah tumbuhan sejenis alang-alang yang banyak tumbuh di tepi Sungai Nil. lengkapi dulu dengan berbagai kelengkapan berikut ini: 1) surat pengantar Penyertaan surat pengantar penting. By Abu Al-Ghifari Mengenal Sejarah Buku 1 . Tulisan hieroglif yang diperkenalkan bangsa Mesir Kuno bentuk hurufnya berupa gambar-gambar. langkah berikutnya mengirimkan naskah ke penerbit tersebut.

Perubahan itu selaras dengan fitrah manusia yang menginginkan kemudahan. Namun. Huruf-huruf itu bisa dibentuk menjadi kata atau kalimat. Inilah bentuk awal dari buku yang berjilid. artinya kertas kulit. Penemuan Ts’ai Lun telah mengantarkan bangsa Cina mengalami kemajuan.James Rompas Selain Mesir. penemuan mesin cetak pertama kali merupakan tahap perkembangan selanjutnya yang signifikan dari dunia perbukuan. Awalnya yang banyak diterbitkan adalah kitab suci. Perkamen lebih kuat dan lebih mudah dipotong dan dibuat berlipat-lipat sehingga lebih mudah digunakan. Kesulitan menggunakan gulungan papyrus. gulungan papyrus digantikan oleh lembaran kulit domba terlipat yang dilindungi oleh kulit kayu yang keras yang dinamakan codex. Buku kuno itu ditulis di atas daun lontar. Daun lontar yang sudah ditulisi itu lalu dijilid hingga membentuk sebuah buku. Maka. pada abad kedua. Kelebihannya.5 meter. Gutenberg menemukan cara pencetakan buku dengan huruf-huruf logam yang terpisah. Papyrus terpanjang terdapat di British Museum di London yang mencapai 40. Hidup sekitar tahun 105 Masehi pada zaman Kekaisaran Ho Ti di daratan Cina. mesin Gutenberg mampu menggandakan cetakan dengan cepat dan jumlah yang banyak. Karena itu. seperti Al-Qur’an yang dibuat dengan ditulis tangan. Panjang gulungan papyrus itu kadang-kadang mencapai puluhan meter. Hal ini sungguh merepotkan orang yang menulis maupun yang membacanya. Penemu mesin cetak itu berkebangsaan Jerman bernama Johanes Gensleich Zur Laden Zum Gutenberg. bangsa Romawi juga memanfaatkan papyrus untuk membuat tulisan. manusia terus berpikir untuk mengadakan peningkatan dalam peradaban kehidupannya. 43 . tetap saja untuk menyelesaikan satu buah buku diperlukan waktu agak lama karena mesinnya kecil dan jumlah huruf yang digunakan terbatas. Ts’ai Lun berkebangsaan Cina. Lembar ini disebut pergamenum yang kemudian disebut perkamen. Gutenberg juga melengkapi ciptaannya dengan mesin cetak. juga dikenal dengan buku kuno. Cina menjadi pengekspor kertas satu-satunya di dunia. Dengan akalnya. Gutenberg telah berhasil mengatasi kesulitan pembuatan buku yang dibuat dengan ditulis tangan. pada awal abad pertengahan. Selain itu. Sehingga. Perkembangan perbukuan mengalami perubahan signifikan dengan diciptakannya kertas yang sampai sekarang masih digunakan sebagai bahan baku penerbitan buku. Sebagai tindak lanjut penemuan kertas. Di Cina dan Jepang. Buku-buku kuno itu semuanya ditulis tangan. di kemudian hari mengantarkan perkembangan bentuk buku mengalami perubahan. pada zaman dahulu. Di Indonesia sendiri. Bentuknya seperti lipatan-lipatan kain korden. gulungan papyrus ada yang dipotong-potong. orang-orang Timur Tengah menggunakan kulit domba yang disamak dan dibentangkan. perubahan bentuk buku gulungan menjadi buku berlipat yang diapit sampul berlangsung lebih cepat dan lebih sederhana. Pencipta kertas yang memicu lahirnya era baru dunia perbukuan itu bernama Ts’ai Lun. Perkembangan selanjutnya.

Animo masyarakat pun terhadap buku nampak juga mengalami peningkatan. kita akan dapat segera menyimpulkan. Buku di Era Modern Di era modern sekarang ini perkembangan teknologi semakin canggih. atau teks yang bekerja dengan sinar laser hingga bisa diolah melalui computer).James Rompas Gutenberg memulai pembuatan mesin cetak pada abad ke-15. Ini nampak dari banyaknya buku-buku bestseller yang laris manis diserbu masyarakat. di toko-toko buku yang ada di berbagai kota di negeri ini. Namun. dan juga printer laser (alat pencetak yang menggunakan sumber sinar laser untuk menulis pada kertas yang kemudian di taburi serbuk tinta). tapi penerbit-penerbit buku malahan bermunculan. yakni pencetakan offset. kondisi ekonomi masih gonjang-ganjing. Semua penemuan menakjubkan itu telah menjadikan buku-buku sekarang ini mudah dicetak dengan sangat cepat. Banyak sekali jumlahnya. maka akan kita jumpai. kendati sedang diterpa krisis. ilustrasi. maupun dari penerbit kecil yang baru merintis dan masih kembang-kempis. yang ditemukan pada pertengahan abad ke-20. kondisi ini tentu jauh lebih baik bila dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. serta hasil cetakan dan desain yang sangat bagus pula. mesin pemotong kertas. sebab tak tersedia data yang dapat dipertanggungjawabkan. 2. Diikuti pula penemuan mesin penjilidan. Menulis buku-buku bernuansa dakwah adalah pilihan yang sudah selayaknya untuk dilakukan. Agar buku benarbenar menjelma fungsinya sebagai pencerdas dan pencerah umat. kondisi di atas akan dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah. bukan sebaliknya. Mesin-mesin offset raksasa yang mampu mencetak ratusan ribu eksemplar buku dalam waktu singkat telah dibuat. Hal itu diikuti pula dengan penemuan mesin komputer sehingga memudahkan untuk setting (menyusun huruf) dan lay out (tata letak halaman). By Badiatul Muchlisin Astii 44 . Memang. sungguh mengherankan bahwa sebuah judul buku yang laku beberapa ribu saja sudah terasa menyenangkan dan dianggap bestseller. berderet-deret bahkan bertumpuk-tumpuk buku-buku baru terbit silih berganti bak musim semi dengan beragam judul dan beraneka desain sampul yang menawan dari berbagai penerbit. dijilid dengan sangat bagus. scanner (alat pengkopi gambar. Tidak juga di Ikatan Penerbit Indonesia [IKAPI]. di negara kita Indonesia. Tak mengherankan bila sekarang ini kita dapati berbagai buku terbit silih berganti dengan penampilan yang semakin menarik. Akan tetapi. hingga tak terhitung. betapa penerbit-penerbit buku saat ini semakin banyak saja jumlahnya. Bagi seorang muslim da’i yang memiliki komitmen dengan dakwah. baik dari penerbit besar yang sudah mapan dan lebih dulu eksis. Sebab tidak semua penerbit bergabung dengan lembaga ini. Teknik cetak yang ditemukan Gutenberg bertahan hingga abad ke-20 sebelum akhirnya ditemukan teknik cetak yang lebih sempurna. dibanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang nyaris 200 juta orang. Tengoklah. Bahkan sampai sekarang ini pun. dari pengamatan sekilas saja.

Ketidakjujuran seorang penulis akan merugikan dirinya sendiri. semuanya ada aturan main baik secara tertulis maupun tidak. Konsekuensi jika penulis 45 . Seorang penulis hendaknya bersikap jujur dalam segala hal yang berkaitan dengan materi kepenulisannya. Keberadaan suatu etika pada umumnya didasarkan pada itikad baik untuk kebaikan bersama. mengutip tanpa disebutkan sumbernya. Tidak melanggar hak cipta orang lain. Mengirim tulisan dengan ketikan rapi. Misalnya berkaitan dengan penyebutan identitas diri. sopir. ia dianggap menyimpang dan tidak loyal lagi pada profesinya. 6. etika profesi guru dan sebagainya. dan masih banyak lagi. Isi tulisan tidak menyinggung kebersamaan dalam kerukunan sesama warga negara dan warga masyarakat secara keseluruhan. 5. 7. Aturan main adalah dunia kepenulisan ini secara garis besar dapat disebutkan sebagai berikut: 1. Akan tetapi etika profesi penulis ini belum baku sebagaimana etika profesi yang telah mapan lainnya. tetapi masih merupakan konvensi atau aturan tak tertulis di masing-masing media. 4. Tidak mengirim tulisan yang sama kepada media yang lain. Materi dan gagasan penulisan hendaknya tidak bertentangan dengan UndangUndang Dasar 1945. penyebutan pekerjaan.James Rompas Etika Menulis Di dunia ini hampir tidak ada suatu pekerjaan pun yang dilakukan tanpa etika. Seperti etika profesi dokter. Menggunakan bahasa yang baik dan benar. 2. 3. Profesi dokter punya etika. Belum mapannya etika profesi penulis ini disebabkan masih merupakan profesi baru dan belum berkembang sebagaimana profesi lainnya di Indonesia. karyawan pabrik. Mentaati etika dari sebuah profesi. dan hal-hal semacam itu. guru. penyebutan alamat tempat tinggal. Sebab jika seseorang melanggar etika profesi yang telah menjadi kesepakatan bersama. tanpa banyak coretan. Seperti menjiplak. Pancasila dan peraturan yang berlaku lainnya. Kecuali telah mempunyai kesepakatan dengan pihak yang terkait. Dengan adanya itikad baik itu diharapkan masyarakat dapat menggunakan etika tersebut sebagai acuan dalam setiap perbuatan yang dilakukan berkaitan dengan pekerjaan dan profesinya itu. agama. ras. Hal tersebut berakibat kurang dihargainya kredibilitas seseorang yang melanggar etika itu. Profesi sebagai penulis juga mempunyai etika. dan antargolongan). etika profesi wartawan. seperti misalnya masalah SARA (suku. masinis. status jabatan dan sebagainya. dapat diartikan sebagai sebuah usaha untuk menghargai dan loyal terhadap profesi yang ditekuni seseorang. Perlu diketahui bahwa sebenarnya hal ini belum diundangkan secara baku.

Kiai yang pakar komunikasi itu jika membuat tulisan kaya dengan berbagai tinjauan. Selera redaktur sangat menentukan. maka tulisantulisannya tidak akan dimuat pada media tersebut dalam jangka waktu tertentu. Koran. Sangatlah penting untuk membaca. Sering kali kita menganggap saat merampungkan naskah. Untuk mendapatkan ide terkadang para penulis membayar mahal karena harus pergi ke tempat tertentu. internet. Menambah banyak warna pasti makin meriah. As-Sunnah) saja. dokumentasikan naskah-naskah itu. Saat tahu kondisi tersebut. Dengan segala keobyektifan dan kesubyektifan menjadi kata kunci. Sangatlah penting untuk membaca. bandingkan dengan tulisan-tulisan lain yang dimuat. membebaskan tulisan dari teori baku. ia menulis tentang “istiqomah”. Karenanya. Dari sudut falsafah. media massa terbitan baru. Tidak terdapat kekurangan. biasanya ia akan dikenakan sanksi yang biasa disebut black list atau daftar hitam. Artinya jika seseorang telah terkena daftar hitam ini pada media tertentu. Kata Aristoteles. inilah kesempatan untuk memperbaikinya. Belum tentu ide yang terkandung dalam tulisan tersebut bisa ketemu di lain waktu. Beliau mengurai dengan pendekatan sejarah. Pada urutan kelima ini bukan berarti meniadakan teori-teori yang sudah ada. Memang penulis pemula sangat meniru gaya idola penulis pujaanya. Masih ada teori atau gaya lain. atau memiliki ensiklopedi. Ketiga.James Rompas ketahuan menulis dengan tulisan yang sama di media berbeda. logika. Keempat. besar peluang untuk diterima. budaya dan data-data teranyar. meniru adalah awal dari sebuah seni. terasa sudah sempurna. 46 . Kedua. Namun selang beberapa waktu (bisa jadi hitungan tahun) kok lucu. Seolah-olah berani diuji dengan rekan lainnya. Cuma jangan terpaku. By Abu Al-Ghifari Jika Naskah Ditolak Kembali kita kuatkan keyakinan naskah ditolak bukanlah akhir segalanya. Simak tulisan Jalaluddin Rakhmat. Bila tulisan yang kita kirim sama “nafasnya”. mencatat atau memiliki ensiklopedia. info terkini dan bahan-bahan (buku) rujukan yang biasa dijadikan sumber utama (standar). tapi tidak sebatas menggunakan dalil naqli (Al-Qur’an. di sana-sini nggak nyambung. jangan sampai dibuang. Misal. memperbaiki naskah. Lantas apa saja langkah-langkahnya? Pertama. Percayalah ide itu amat mahal. psikologi. tabloid atau majalah masing-masing punya karakter tersendiri. Kelima. melengkapi sumber tulisan. ide bagus tidak bisa dibandingkan dengan rupiah. Yang demikian itu hanyalah proses rute yang harus dilalui sebelum berhasil adalah kenyataan wajib yang mesti dialami. mencatat. Teori menulis yang sudah dipelajari tetap kita pertahankan. info terkini. di luar negeri terdapat teori bernama teori lingkaran. mempelajari tulisan yang dimuat itu penting. dan bahan-bahan (buku) rujukan yang biasanya dijadikan sumber utama (standar).

Para penulis sukses di tengah kesibukannya menyediakan waktu khusus unutk menulis. Kita mendapatkan berbagai pengalaman dan ilmu yang menguatkan “ruh” semangat kepenulisan. Marketing Manager Sagung Seto Jakarta H. Ia menulis setiap dini hari usai shalat malam sampai menjelang waktu shubuh. Hasilnya menakjubkan. kita boleh memasukinya dari garis mana saja. Ismail mengagumi rekannya seorang cerpenis belia aktivis Forum Lingkar Pena (FLP). Nurcholis Madjid. Lumayan. Gola Gong. “Waktu saya tersita. rutin menulis lagi. besoklah saya akan memulai”. memaparkan 7 kiat menjadi penulis buku pada seminar "Kiat Sukses Menjadi Penulis Buku" yang diadakan oleh Perpustakaan Pusat ITB bersama Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YYPI) pada Rabu (17/02/2010). Sederhananya. betapa sering kita mendengar kata-kata itu. Cuma karena belum dimuat. Anda dapat menentukan siapa dan seberapa besar target pembaca Anda. Alhamdullillah. Menulis kembali dan kembalilah menulis.ac. Selamat menulis. Miyoto. Keenam. Dedi Supriadi.id. Kuntowijoyo dan sejumlah penullis kawakan yang berdomisili di Bandung. sudah belasan media yang mempublikasikan. Penolakan naskah itu persyaratan wajib bagi siapa saja yang ingin sukses menulis. By Lilis Nihwan BANDUNG. itb. segeralah menulis judul. Banyak yang menyangka orang tenar sulit dihubungi. banyak cara untuk menulis. kawan kita ini (masih SMU) sudah menulis empat buku. antara lain: Emha Ainun Nadjib. Padahal mulanya menggebu-gebu sesemangat 45. Setelah menetapkan segmentasi pasar hal kedua yang perlu Anda lakukan adalah menentukan kebutuhan buku. Ada yang sehari menulis 3 – 4 jam sehari. Ketujuh. kita dapat memulai dari khusus ke umum. Lalu. Berikut ringkasan materinya. 47 . Psi. S. Contoh.James Rompas Belakangan antara lain dikenalkan oleh DR. Pasti ada dan menerima kesempatan unuk kita.Yus R. Tidak ada alasan untuk berhenti menulis. Saya pernah mengunjungi tempat aktivitas dan bertemu dengan sosok penulis bergengsi negeri ini. Benar. Keterkaitan dengan unsur emosi ini bisa membuat tulisan lebih segar dan renyah. Dan teramat yakin bilangan angka terus menanjak. Hal pertama yang harus Anda pahami ketika memulai karier sebagai penulis buku menurut Miyoto adalah dengan menetapkan segmentasi pasar. Meski ratusan naskah saya ditolak. Sudah menjadi alasan klasik untuk menyembunyikan diri dari ketidakberdayaan dalam olah tulis menulis. Dengan menetapkan segmentasi. Langkah ini sangat membantu. tapi bukan berarti tidak bisa sama sekali. biasanya dari umum ke khusus. saya bersyukur semangat dan kreativitas tulis menulis masih terpelihara. dari beliau-beliau saya memperoleh tambahan tenaga berlipat-lipat.Jika Anda senang menulis dan berniat menjadi seorang penulis buku. jangan lewatkan tulisan yang satu ini. Untuk menuju ke titik tengah lingkaran. Amin Rais. adakah silaturahmi dengan para penulis yang jadi atau milih profesi menulis sebagai pilihan mencari nafkah.

penerbit Gramedia sepertinya lebih tepat. menulis artikel di jurnal ilmiah. "Di samping jumlah cetak. secara umum Penulis memandang Penerbit bertindak sebagai intermediary karya-karya yang akan disampaikan kepada masyarakat. "Menghasilkan sebuah buku sebenarnya bukanlah pekerjaan yang gampang. 48 . "Kita semestinya menghargai jerih payah penulis buku. adalah memilih penerbit. Hal ini berguna untuk memperkokoh ancangan untuk menerbitkan buku. Beberapa cara mempromosikan buku adalah dengan menjadi pemateri dalam seminar-seminar. Apa kelebihan Penerbit ANDI dibanding penerbit lain? · Buku ANDI telah memiliki Brand Name tersendiri di hati masyarakat. penulis juga perlu mengetahui kemampuan baca dan daya beli mahasiswa (pembaca. PROSEDURE PENULISAN PENERBIT ANDI YOGYAKARTA Hubungan Antara Penulis dan Penerbit Penulis dengan Penerbit memiliki kedudukan setara. sedangkan Penerbit memandang Penulis sebagai aset penting perusahaan yang menyebabkan proses penerbitan tetap berlangsung. menetapkan besaran pasar dan daya beli. Penerbit akan sangat tertarik jika bisa diterbitkan pada jumlah cetak minimum 3000 eksemplar.James Rompas "Pilihlah bidang disiplin yang sesuai dengan bidang keahlian ." Kemudian.red). atau mengunjungi perpustakaan nasional. Pasaran dihitung untuk memperkirakan taksiran jumlah cetak karena jumlah cetak yang keliru akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari. papar Miyoto." pesan Miyoto." kata dia. kata Miyoto. Kepentingan apa di balik dorongan untuk menulis? Menulis dapat meningkatkan kredit point (bagi pengajar). "Pilihlah penerbit yang sesuai. Royalti untuk pengarang pun bisa mencapai kisaran 8% -10% dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Anda bisa memilih penerbit Sagung Seto. dan membuat selebaran." aku dia. ke toko buku. Kiat terakhir dari Miyoto adalah pemasaran. Ia mengatakan promosi dapat dilakukan bahkan sebelum buku tersebut diterbitkan. Kegiatan pemasaran merupakan ujung tombak dari hasil penerbitan buku." seperti yang tertulis dalam seminar kit darinya. "Judul tersebut masih bersifat sementara karena bisa diubah sesuai dengan kebutuhan. dan pemenuhan finansial. Tidak hanya 7 kiat sukses menjadi penulis buku yang dipaparkan oleh Miyoto pada seminar ini. Atau untuk karya fiksi. Hal tersebut yang memotivasi penulis untuk menghasilkan suatu karya yang berkualitas. Ia mengatakan bahwa saat ini penerbit mulai menjurus pada bidang disiplin ilmu tertentu. lakukan survei pasar dengan melihat katalog dari penerbit. Hal yang tak kalah penting lainnya adalah promosi. Untuk bidang kedokteran misalnya. Ia juga menegaskan agar pembajakan terhadap buku dihentikan. meningkatkan kredibilitas. Langkah berikutnya. Kiat berikutnya." saran dia.

James Rompas

· Memiliki jaringan distribusi yang luas. · Memiliki mesin cetak sendiri sehingga hasil, kecepatan, dan kualitas dapat diatur dengan baik. · Memiliki sistem royalti yang jelas, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan sinergi kerja sama antara Penulis dengan Penerbit akan diperoleh hasil berupa penerimaan masyarakat terhadap buku terbitan ANDI. Bentuk Royalti Penerbit ANDI Penerbit ANDI memberikan royalti sebagai berikut: Besar royalti standar adalah 10%, dengan perhitungan: 10% x harga jual x oplah (potong pajak) Mengingat Penerbit ANDI memiliki bentuk kerja sama yang beragam pada saluran distribusi pemasaran, maka perhitungan royalti adalah berdasarkan buku yang benar-benar telah terbayar lunas, dengan demikian buku yang sifatnya konsinyasi atau kredit belum dianggap sebagai buku laku. Dalam hal ini Penerbit ANDI akan selalu menjaga kejujuran dan kepercayaan bagi semua relasinya, ini semua karena nama baik sangat penting bagi Penerbit ANDI. Bentuk Kerja Sama Penerbitan Bentuk kerja sama penerbitan yang ditawarkan Penerbit ANDI mencakup: Kerja sama Penerbit dengan Penulis; yaitu kerja sama antara Penerbit dengan Penulis secara individu untuk menerbitkan sebuah buku. Kerja Sama Penerbit dengan Kelompok Penulis; yaitu kerja sama antara Penerbit dengan beberapa Penulis sekaligus untuk menerbitkan sebuah buku. Dalam kerja sama ini, Penulis wajib menunjuk satu orang dengan pemberian surat kuasa, untuk bertanggung jawab terhadap segala urusan administratif maupun non administratif yang berkaitan dengan penerbitan. Kerja sama Penerbit dengan Lembaga; yaitu kerja sama antar Penerbit dengan sekelompok Penulis yang telah dikoordinasi oleh Lembaga/Institusi untuk menerbitkan sebuah buku. Dalam hal ini Penerbit hanya berhubungan dengan Lembaga/Institusi yang telah diberi kepercayaan oleh Penulis. Kerja sama Umum Kerja sama cetak. Penerbit hanya membantu dalam jasa percetakannya, seperti buku jurnal ilmiah dan ebagainya. Kerja sama cetak dan penerbitan, Penerbit bekerja sama dengan Perorangan/Lembaga untuk menerbitkan sebuah buku dengan tanggungan biaya penerbitan bersama. Prosedur Penerbitan Buku Materi yang Harus Dikirim Penulis harus mengirimkan ke Penerbit naskah final, bukan outline ataupun draft, yang disertai: . Kata Pengantar · Daftar Isi · Daftar Gambar · Daftar Tabel · Daftar Lampiran · Isi · Daftar Pustaka · Indeks · Abstrak (sinopsis)
49

James Rompas

. Penjelasan perihal: pasar sasaran yang dituju, prospek pasar, manfaat buku ybs. . Profil penulis, memberi keterangan singkat tentang penulis. Penilaian Naskah Penerbit menilai naskah dari berbagai aspek: Aspek Ideologis Apakah topik bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila, apakah topiknya akan meresahkan kondisi masyarakat seperti: politik, hankam, sara, sopan santun, harga diri, dll. Aspek Keilmuan : § Apakah topik yang dibahas merupakan topik baru bagi masyarakat, dan apakah masyarakat sudah siap menerima topik tersebut? § Apakah naskah tersebut gagasan asli atau jiplakan? § Terkait dengan akurasi data maka diperlukan sumber daftar pustaka yang lengkap. Aspek Penyajian: § Apakah sistematika kerangka pemikiran baik sehingga alur logika pemaparan mudah dipahami? § Bahasa yang digunakan apakah komunikatif sesuai dengan jenis naskah dan sasaran pembaca? § Apakah cara penulisannya sudah benar, yaitu menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baku? § Kelengkapan naskah secara fisik seperti kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, batang tubuh, daftar gambar, tabel, lampiran, index, daftar pustaka, sinposis, apakah sudah lengkap? § Pengetikan menggunakan media dan alat apa, apakah tulis tangan, diketik manual, ketik komputer menggunakan software tertentu? § Mutu gambar, tabel dan objek lain yang dipasang (capture) apakah layak atau masih harus diperbaiki lagi? § Apakah urusan perizinan penggunaan gambar tertentu, izin terjemahan, izin pengutipan dll. sudah diselesaikan? Aspek Pemasaran: § Apakah tema naskah mempunyai pangsa pasar jelas dan luas sehingga buku akan dapat dan mudah diterima pasar? § Apakah naskah memiliki selling point atau potensi jual tertentu, seperti judul, keindahan, bahasa, kasus aktual, dsb? § Apakah ada buku sejenis yang beredar dan telah diterbitkan? Apa kelebihan naskah tersebut dibandingkan dengan buku lain? Aspek Reputasi Penulis: § Apakah penulis adalah tokoh, praktisi, dosen yang sangat diakui kepakarannya oleh masyarakat luas? § Apakah buku-buku yang pernah diterbitkan mempunyai catatan keilmuan dan pemasaran yang baik? Keputusan Menerima/Menolak Naskah Untuk Apa dan Mengapa Penerbit Harus Menilai Naskah? Penerbit adalah suatu badan usaha yang bercita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk tujuan tersebut Penerbit mengusahakan, menyediakan, dan menyebarluaskan bagi khalayak umum, pengetahuan dan
50

James Rompas

pengalaman hasil karya ilmiah para Penulis dalam bentuk sajian yang terpadu, rapi, indah, dan komunikatif, baik isi maupun kemasan fisik, melalui tata cara yang sesuai, dan bertanggung jawab atas segala risiko yang ditimbulkan oleh kegiatannya. Berdasarkan pengertian mengenai penerbitan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerbit tidak bermaksud untuk menghakimi hasil karya Penulis, sehingga tidak ada alasan untuk tidak menghargai karya tersebut karena Penulis adalah “rekan sejawat” bagi Penerbit. Penilaian naskah bukan untuk menjatuhkan vonis naskah baik atau buruk, layak terbit atau tidak. Langkah tersebut digunakan sebagai sarana untuk memperlancar proses penerbitan secara optimal. Proses penilaian ini adalah proses standar penerbitan sehingga perlu ada komunikasi yang baik antara Penerbit dan Penulis. Dengan demikian tidak ada salah-pengertian bahwa Penerbit menganggap remeh Penulis atau Penulis merasa naskahnya sudah yang terbaik. Keputusan Naskah Setelah Penulis menyerahkan naskah, Penerbit memberikan keputusan melalui surat resmi kepada Penulis, apakah buku diterbitkan atau tidak. Untuk naskah yang diterima, Penerbit akan mengirim surat pemberitahuan resmi. Penulis wajib melengkapi kelengkapan naskah - softcopy. Untuk naskah yang ditolak, naskah akan dikembalikan kepada Penulis bersama dengan surat pemberitahuan penolakan penerbitan. Pengiriman Softcopy: Disket atau CD Softcopy naskah dikirim dapat dengan cara: Lewat pos/paket ditujukan ke: Penerbit ANDI Jl. Beo 38-40 Yogyakarta 55281 Telp (0274) 561881; Fax (0274) 588282 Datang langsung ke kantor Penerbit ANDI dan menemui bagian penerbitan ANDI. Atau lewat email (Maksimal 1 Mb per kiriman): penerbitan@andipublisher.com Format Naskah Format Naskah Siap Cetak Format pengaturan naskah dapat menggunakan Template yang disediakan oleh Penerbit Andi. Format ini merupakan Template standar yang dapat disesuaikan dengan naskah yang sedang ditulis. Anda dapat meminta Template tersebut melalui e-mail, atau datang langsung ke Penerbit ANDI. Format naskah standar siap cetak, adalah sebagai berikut: Jenis huruf untuk teks isi: Bookman Old Style, New Century School Book atau Times New Roman 10/11 point. Judul bab (Heading 1): font sama dengan teks isi, ukurannya diatur sedemikian rupa agar tampak menonjol dan serasi dengan ukuran 20 pt. Judul sub-bab (Heading 2): font sama dengan teks, 18 point, capital, bold. Judul sub-sub-bab (Heading 3): font sama dengan teks, 10 point, capital underline Header dan Footer: menggunakan font yang berbeda, dapat divariasikan dalam style huruf bold atau italic.
51

Ketidaksesuaian tersebut contohnya: proporsi gambar yang tidak benar. standar. After – 0. Anda dapat memodifikasi perwajahan buku Anda dengan terlebih dahulu melakukan konfirmasi dengan Penerbit. Catatan: Prosedur penerbitan ini sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perkembangan. 5.5 cm Format Standar : 16 cm x 23 cm. 21. Alignment : Justified Spacing : Before – 0. atau buku saku serta format spesial. pemotongan kata yang tidak tepat (terutama pada listing program pada buku pemrograman). kecil. beberapa bagian buku menjadi tidak sesuai dengan maksud Penulis.5 cm x 15. Ukuran Buku dan Area Cetak Setelah Anda menentukan sistematika penulisan buku Anda. Contoh Penomoran Halaman: Halaman judul : i Halaman Copyright : ii Halaman Persembahan : iii Kata Pengantar : v Daftar Isi : vii Halaman Isi Pendahuluan (Bab I) : 1 Bab II : 3. Format buku terdiri dari beberapa ukuran yaitu ukuran besar.6 Line Spacing : Single Gambar-gambar tangkapan (capture) layar sebaiknya menggunakan format jpg.James Rompas Footnote : Font sama.5 cm x 7. Catatan: Segala bentuk aturan layout di dalam template adalah layout standar di Penerbit Andi. 11.5 cm Format Khusus Banyak Penulis tidak memperhatikan format ini sehingga saat dilakukan pengaturan layout dan setting. (selalu halaman ganjil). Format buku di Penerbit Andi: Format Besar : 20 cm x 28 cm. untuk itu diharapkan Penulis dapat mengikuti informasi terbaru di Penerbit Andi. hal penting berikutnya adalah format buku yang akan Anda tulis. dapat menggunakan font lain yang serasi. 10 cm x 16 cm Buku Saku : 10 cm x 18 cm. 7. 13. 8 point.5 cm x 17. 9. Penentuan format ini akan berpengaruh terhadap ketebalan buku dan kedalaman materi yang Anda inginkan.5 cm Format Kecil : 14 cm x 21 cm. situasi dan kondisi. dan ketebalan buku yang tidak proporsional. dst. Lebih jelas "download disini" 52 . Gambar sebaiknya dikirimkan dalam file tersendiri yang di kumpulkan dalam sebuah folder gambar dan dilakukan link terhadap naskah.

Perhatikan bunyi ketentuan yang terdapat dalam Pasal 21 ayat (5a). Demangan Yogyakarta 55281 INDONESIA Telp. 021-70601240. Berikut ini akan dijelaskan mengenai prosedur pemungutan pajak bagi yang ber-NPWP dan yang tidak ber-NPWP: Pemotong/pemungut pajak harus memastikan terlebih dahulu apakah Wajib Pajak yang pajaknya akan dipotong atau dipungut sudah memiliki NPWP atau belum.com 53 . Kantor Pusat Penerbit & Percetakan ANDI Jl. 1. Raden Saleh No.Tangerang Telp. 0274-588282 Cabang Jakarta Jl. 2. Pasal 22 ayat (3) dan Pasal 23 ayat (1a) UU Nomor 36 Tahun 2008. yang mulai berlaku sejak Januari 2009 khususnya pasal 23 tentang royalty. Beo 38-40.Pasal 21 ayat (5a) Pasal ini menyebutkan bahwa pemotongan PPh Pasal 21 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 20% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dibanding tarif yang ditetapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak. 70601241 Email jkt@andipublisher.James Rompas Kabar untuk para Penulis mengenai kebijakan Pemerintah yang berlaku mulai tahun 2009. 0274-561881 Fax.68 Karang Tengah. Untuk Penulis. Ciledug .Pasal 23 ayat (1a) Pasal ini menyebutkan bahwa pemotong PPh Pasal 23 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 100% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP dibanding tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP. Mengapa? Karena tarif yang akan digunakan berbeda.Pasal 22 ayat (3) Dalam pasal ini disebutkan bahwa pemungut PPh pasal 22 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 100% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP dibanding tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP 3. akan diberlakukan ketentuan dari “UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2008 TANGGAL 23 SEPTEMBEER 2008 – TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS Undang-Undang Nomor 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN”.

Sulawesi Selatan Telp./Fax 031-8436604.Jawa Barat Telp. Sukabangun I KM 6./Fax 022-5200290 / 022-520 4135 Email bdg@andipublisher.5 Tanjung Rejo-Medan Telp. 031-8080797 Email bali@andipublisher.James Rompas Cabang Bandung Jl. Palembang Telp. Beruang No. Mamajang Luar Mamajang. Ganetri III/2 Denpasar Bali Telp.20 Semarang 50144 Telp. Makassar. Srimahi Baru No.com Cabang Makassar Jl./Fax.com Cabang Palembang Villa Bangun Indah B-1 Jl./Fax 024-7605523 Cabang Surabaya Jl.com Cabang Riau Jl.com Cabang Semarang Perum Semarang Indah Blok C-IX No.86.com 54 . 0761-45952 Email riau@andipublisher. Raya Tenggilis R-17 Surabaya Telp. Kakatua No. 0411-858803 Email mks@andipublisher.19 Sukajadi.com Cabang Medan Komplek Perumahan Setiabudi Indah I Blok vv No.0711-412624 Email plb@andipublisher. Pekanbaru . 8473115 / 031-8410731 Email sby@andipublisher.com Cabang Bali Jl. 061-8217623 Email mdn@andipublisher.Riau Telp.18 Bandung .

Nagiri lrg STM Kelurahan Pakadoodan linkg. G. Stadion Klabat Barat No. ANDI OFFSET Jl.com.com Top of Form 1 dow n 1_2540_AIJ7bHw 0 a9DGbPP6sMk 0 Inbox 1 date 25 1_1960_AIt7bHw Delete 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b 0%2C2%2C3%2C msg.43 Manado .com). 0274-545465. James Rompas Jln. Yogyakarta 55281. EMAIL PU0710004861 Bpk.com Penerbit & Percetakan CV. E. Fax.James Rompas Cabang Manado Jl. 0274-561881 ext. SULUT 95512 08124300872 jamesrompas@yahoo. Data MEMBER Anda : ID MEMBER NAMA MEMBER ALAMAT TELP. 0541-7773562 Email smd@andipublisher.com INFO KONFIRMASI MEMBER AndiPublisher. Hormat Kami.com Cabang Samarinda Komplek Batu Alam Permai Jalan Anggrek Merpati VIII No. Administrator AndiPublisher.com.204/+62 888 0282 1306.delete Bottom of Form Top of Form 1_1960_AIt7bHw date 25 auto dow n 1 0 a9DGbPP6sMk 1 Inbox 1 Reply 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b Reply All Forw ard Bottom of Form Top of Form 0%2C2%2C3%2C mask 55 .6 Kecamatan Maesa Kota Bitung Prov. dan adapun kegunaan dan kerahasian data tersebut menjadi tanggungjawab kami (Administrator AndiPublisher. 0431-822887 Email man@andipublisher.com ID LOGIN James Rompas PASSWORD jamesr Data MEMBER Anda diatas yang telah kami (Administrator AndiPublisher.com atau pemasaran@andipublisher./Fax. info@andipublisher. Beo 38-40. 39 Samarinda Telp.Sulawesi Utara Telp.com Terima Kasih atas partisipasi Anda dengan ikut serta bergabung menjadi MEMBER AndiPublisher. Ph.com) terima sesuai data masukkanAnda ke Sistem Registrasi MEMBER AndiPublisher.

14 Condet Jakarta Timur Telp. Silakan dilihat-lihat..James Rompas 1 dow n 1_2540_AIJ7bHw 0 a9DGbPP6sMk 0 Inbox 1 date 25 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b 30 Spam 0%2C2%2C3%2C msg. 4 Jakarta Telp.Paseban 29 Jakarta Pusat telp (021) 3908790 atau (021) 3908175 The Critique Jl. 021-31935373. Kebahagiaan 11-11A 56 . (021)7393685 Pustaka Zahra Jl. 021-8092269. Menteng Raya No. Tapi ada juga yang mencoba mencari-cari penerbit. Batu Ampar III No.. Tapi setelah buku jadi lalu apa? Ada yang memilih tak menerbitkannya. 021-4701795 Balai Pustaka Jl. 10 Rt03/02 Rawamangun Jakarta Telp.4 Jakarta Telp. siapa tahu jenis naskah Anda sama dengan misi dan ciri salah satu penerbit di bawah ini. Ada yang memutuskan menerbitkannya sendiri saj dengan modal yang ada di kantong.move Pertama-tama memang menulis buku.. 31930172 PPM Jl. Pemuda III No. Djambatan JL. Salemba Raya No. berikut ini Indonesia Buku menurunkan daftar penerbit-penerbit buku di Indonesia. 0%2C2%2C3%2C msg. 2302047 AL I’tishom Cahaya Umat Jl. Gunung Sahari Raya No. Tanya sana tanya sini. Selamat mencoba. 021-2303247. 6 Gandaria Utara Kebayoran Baru Telp. Nah. 3804439 Bhuana Ilmu Populer Jl. 80871671 UI Press Jl..spam 1_1960_AIt7bHw Bottom of Form Top of Form 1 1_2540_AIJ7bHw 0 Inbox date dow n a9DGbPP6sMk 0 1 25 1_1960_AIt7bHw 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b Move. Move.9 Jakarta Telp. H Najihun No. 021-3451616.

5491412 Ichtiar Baru Van Hoeve Jl. YK Jl.James Rompas Jakarta Telp. Kemiri Raya 68 Pd. Palmerah Selatan 22 Jakarta Telp. 7511855 Java Books Indonesia Jl. 7407078 EGC-Arcan Jl. 021-3865532-35.17 Jakarta Telp. H.Cabe Ciputat Tangerang. 6340757 Bina Kasih. Raya Ps. Ir. 021-7511901.H. 6518178 Gaya Favorit Press Jl. Rasuna Said Kav.38D-E Pd. 021-2601234 ext 4441.Pinang Jakarta Selatan Telp. 4700989 CSIS Jl.B32-33 Jakarta Selatan Telp.Baru ) Depok Jakarta Telp. 021-5483008.5266566.R. 021-7496733.65306712. 5201080 Gema Insani Jl. 4250357 Bumi Aksara Jl. Kelapa Gading Kirana I Blok A14 No.39 Jakarta Telp. 3847517. 021-7708891. Sawo Raya 18 Jakarta Telp. Jakarta Telp.5209370. 021-5253916.3809641 PT Dinastindo Adiperkasa Int’l Jl. Tanah Abang III/23-27 Jakarta Telp. Letjend Suprapto28 Cempaka Putih Jakarta Telp. 021-4515351. 021-65306283.Jum’at No.5480888 ext 3262. 4534987 57 . Agung Timur 4 Blok o/1 No. 7708894 Grasindo Jl. 021-4209586. Djuanda (Jl. 021-4700988.

km 6.Ruko Golden Fatmawati Blok J-35 Jakarta Selatan Telp.27 Yogyakarta 55153. Ngendroprasto. 5891319 CV Aneka Ilmu Semarang Jl. (0274) 566678 58 . Laweyan Solo Absolut Jl.24 G Semarang Grahadi Group Jl. 520613 Kantor Cabang: Unit Satu Demangan GK I/7. Kembang Raya No. Hayam Wuruk No.5 Katapang Bandung Telp. 3901703 Samudra Buku Jl. Telp. Lentong No. Yogyakarta 55121.Komp. (0274) 520612. Sisingamangaraja No. Website : www. 021-8207554. Yogyakarta 55221 Telp.net Telp.Pinang Jakarta Selatan Telp. Slamet Riyadi 485 H. 8207555 Rosda Jl. Merak VI No.adicita.2 Pd.15. Terusan Kopo No. 021-3904984-5. Pajang. 022-5891519. Raya Fatmawati No. (0274) 372039 ADICITA GROUP Jl.8 Bekasi Telp.2-3 Gumunggung Solo Era Intermedia Jl. 021-75915813 PT Kesaint Blanc Indah Jl. 379250. 448371 Aditya Media Kantor Pusat : Jl. 021-7509673 PT Sarana Panca Karya Nusa Jl. 641 km 13.4 Jakarta Telp. 0274-377067. Yogyakarta 55221 Telp. Raya Semarang Demak km 8. 372893. Bimasakti GK I/19.9 Narogong Raya. Kampung Baru Rt3/5 No.James Rompas PT One Earth Media Jl.net E-mail : akn@adicita. Ibu Ruswo 10.5 Semarang PT Pustaka Rizki Putra Jl.

Djazuli Karangkajen MG III 918 A. 0274-584780 Andi Offset Jl. Ngaglik. Sambilegi Baru No. Yogyakarta E-mail : amara_books@yahoo. Ad-Dawa’. RT 02/49. Yogyakarta E-mail : arruzzmedia@yahoo. Sleman. Yogyakarta Telp. Wirokerten.19 Ngentak. Madani. Suroto 2. Saujana. 123.com E-mail : corporate@bigraf. Purwosari.id Telp. Pustaka Hikmah. Waqtu.bigraf. Purbayan Mutihan 154 RT 04 RW 18. Yogyakarta 55281 Website : www. Ar-Ro’I. Tiga Lentera Utama. (0274) 7442238 Alfa Media Jl. Fajar Pustaka. Sleman.38-40 Yogyakarta Telp. Monjali 75 A Yogyakarta Telp. 373631 Alenia Press Jl. 119 Yogyakarta Telp. Al-Farqon Jl. 8164772234 Jl. Prismasophie. (0274) 373019 59 . 0274-7482086 Bentang Pustaka (Group Mizan) Jl. 0274-561881 Amara Books Puri Arsita A6 Jl. Kapten Hariyadi No. (0274) 560404 Bigraf Publishing (Anggota IKAPI) Jl. Indiebooks Ringinsari No.onoff. Pandega Marta 19.James Rompas AK Group AK Group. Telp (0274) 380714 AKY Press Blimbingsari CT IV/38.com Telp.or. Kalimantan. Yogyakarta 55153 Website : www. Mediawacana. Maguwoharjo. Sleman Yogyakarta Telp. Depok.com Telp. Beo No.com Telp. Bantul 55194. (0274) 7470601 Analisa (Anggota IKAPI) Jl. Banguntapan.or. Al-Manar. Mlati.insist. (0274) 7482086. Benteng Press. Izzan Pustaka. (0274) 379250 Ar-Ruzz Media Group Ar-Ruzz. Yogyakarta Telp. (0274) 377623. Sisingamangaraja 93.id dan www. Yogyakarta Bentara Budaya Jl. Kota Baru.

(0274) 565685 Buku Baik Tukangan DN II/467. 0274-561320. Yogyakarta 55224 Telp. Sleman. 0274-7418727 Dunia Kata Jl. Komplek Polri Blok A1 No. 08156865768 Buku Laela Perum Wirosaban Barat Indah No. 081802627919 Dana Bhakti Primayasa Jl. Yogyakarta 55162 Telp. 19. Hijrah. Belukar. (0274) 373760 BP Kedaulatan Rakyat Jl.2. (0274) 515794 Bumi Aksara Jl. Sleman. Ngemplak. 08562862256 Cindelaras Gang Pangkur No. Gejayan 35. Yogyakarta 55232 Telp. Dr. 66. Yogyakarta 55152 Telp. Yogyakarta 55281 Telp. 889611. Babaran UH IV/1133 YK Yogyakarta Telp. Yogyakarta Telp. Manukan. KH. Yogyakarta Telp. Kimpulan 04B. Umbulharjo. Yogyakarta Telp.James Rompas Bola Party City Jl. 6-19. Gejayan gang Merak 263 Yogyakarta Diva Press Jl. Ganjuran. 889612 Cupid Group Cupid. (0274) 489718 Jl. (0274) 563929 Ekonisia Kampus Fakultas Ekonomi UII 60 . Yogyakarta Dunia Wacana University Press (Anggota IKAPI) Jl. Wahidin Sudirohusodo No. (0274) 523563. 0274-622330 BPFE Press Jl. Desa Kimpulan. Faks. Manyar Media Gowok. Ringroad Barat No.Kyai Mojo 45 YK/Jl. Nogorojo 208C Gowok Yogyakarta Telp.25D. P. Yogyakarta 55161 Telp. Jawat Faqih Karangkajen MG II 858. 588080. Yogyakarta Telp. (0274) 373308 Diandra Primamitra Jl. Gambiran 37. Condong Catur. Mangkubumi 40-42. Nogosaren.

08888003114 Gama Media Jl. Pogung lor. Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55283 E-mail : ekonisia_feuii@hotmail. 563349 PT Etno Mitra Pustaka Jl. Kembang Baru I/4 Yogyakarta Telp. Garuda KD II/376 Jaranan. 488771 Gema Insani Press Jl. (0274) 554985.com Elex Media Jl. 554986.id . 545609 Gajah Mada University Press Jl. Indonesia Cerdas Jl.com Telp. Bulaksumur. Sleman. (0274) 561914 Galang Press Galang. 0274-451138 Festival Kesenian Yogyakarta Taman Budaya “Purna Budaya” Bulaksumur. Banguntapan. Yogyakarta E-mail : infogavamedia@yahoo. Pandega Insani. Beo No. galangpress2002@yahoo. Yogyakarta 55162 Telp. 0274-580009 PT Gramedia Pustaka Utama (cabang Yogyakarta) Jl. Lowanu 55. 2 Yogyakarta Telp. Supadi No.net. Ringroad Utara. Yogyakarta 55281 Telp.9-10 Demangan Baru Yogyakarta Telp. Grafika No.com Telp. Yogyakarta Website : www.galangpress. 0274-557562 Graha Ilmu Candi Gerbang Permai Blok R No. 0274-552261. Yogyakarta 55281 Telp. 0274-885030.6. (0274) 561037 PT Gloria Usaha Mulia Jl. Sudarsancakra 197 Maguwoharjo.com Telp. Yogyakarta Telp. Pustaka Anggrek. Yogyakarta 55511 E-mail : info@grahailmu. 882262 61 . 1. 0274-484542 Erlangga Jl.com E-mail : glgpress@indosat. (0274) 882474. (0274) 384830 Gava Media Klitren Lor GK III/15. (0274) 558502. Sorosutan.James Rompas Condong Catur. Bantul Yogyakarta Telp. Pustaka Marwa. Anggrek 3/34 Baciro Baru.

Yogyakarta E-mail : duniatera@yahoo.85 RT04 RW20. (0274) 7418727. 262A. (0274) 581068 Jalasutra Jl. 5A. (0274) 880149 IRCiSod Ircisod. Laksda Adisutjipto. Karangwuni.id/ http://bukuinsistpress. Yogyakarta 55281 Telp. 0818462244 IRE Press Jl. Magelang 56172 Website : www. Yogyakarta 55581 E-mail : dianinterfidei@yahoo. (0274) 520138 Insist Press Jl. Kaliurang Km 5.insist. 0293-327290 Dunia Tera Jl. Yogyakarta.insistpress@gmail. Nogorojo No. Website: http://press. 59 Sinduharjo Ngaglik. 208 C Gowok.co. Gejayan Gg.com/ facebook: tokobuku insistpress InterFidei Jl. Yogyakarta Idea Press Jl. Yogyakarta 55231 Telp.5 Blok B No.or. Sleman.com Telp. Sinduharjo. (0274) 370445 Jendela Group Jl. (0274) 583900 Indonesia Tera Jl. Kotabaru. infobuku_insist@yahoo. Sleman.. PO Jl. Gandok Tambakan No. Yogyakarta Telp. Mayjend Bambang Soegeng No. Yogyakarta 55281 Telp.id. Tentara Rakyat Mataram 9. 9A. Yogyakarta 55281 Telp. Suroto 10. Diva Press Jl. Kaliurang. Buntu II No. Tedomoyo CT III/3. Mangunegaran Kidul 25 Yogyakarta Telp.James Rompas Grasindo Ndalem Tedjokusuman MG II/525 Yogyakarta Hidayat. Gg. (0274) 563767 IAIN Sunan Kalijaga Press Jl. Banteng Utama No.com. (0274) 518886 62 . Email: tb.blogspot.id Bumi Prayudan blok BB-8 Magelang Telp. Ngaglik.indonesiatera.com Telp. Tel/Faks: 0274-883452.or.

Cempaka 9. Yogyakarta 55262 Telp. Monumen Yogya Kembali 93.4 Salakan Baru No 1 Sewon. Ringroad Utara. 0274-372939 Kreasi Wacana Kadipaten Kulon KP I/73. Yogyakarta Jl. Kotabaru Yogyakarta E-mail : karang_press@publicist. (0274) 516714 Kota Kembang Jl. 99. 565996. Deresan. Bantul 130. 0818731044 Kepel Press Parwanggan PA I/551 Yogyakarta 55112 Telp. Wahid Hasyim No. Yogyakarta 55262 Telp. Ringroad Utara Yogyakarta Telp. 563349 Karang Press Jl. 486872 L Kis Jl. Yogyakarta 55132 Telp. 0274-7472110 63 . Bantul Yogyakarta Telp. (0274) 381682 Kurnia Kalam Semesta Jl. Krasak Barat 14. (0274) 379406 Lapera Pustaka Utama Jl. (0274)566307 Kanisius Jl. (0274) 377542. (0274) 588783. Maguwoharjo Yogyakarta 55282 E-mail : lesfi-jogja@telkom. Yogyakarta 55284 Telp. Solo Km 8 Nayan No. (0274) 375416 Lesfi Jl. Parangtritis km. Yogyakarta 55281 Telp. Yogyakarta Telp (0274) 884011 Kutub Minggiran MJ II/1482. 61 A Lt1 Yogyakarta 55141 Telp.net Telp.4. (0274) 418312 CV Kaliwangi (Anggota IKAPI) Jl. Lempongsari 3A Monjali. Minggiran No. 108A.com Telp.James Rompas Kalika Jl.

Bantul Yogyakarta 55181 PT Mizan Dian Semesta Jl. Golo.com Telp. (0274) 419924 Logung Pustaka. KH. 515692 LKIS Pelangi Aksara Jl. Gedongan No. Yogyakarta 55262 Telp. 0274-558010 Navila Jl. Sleman. Yogyakarta 55112 Telp. Yogyakarta 55163 Mitsaq Wisma PPJS Jogonalan Kidul RT 05 RW 21 Gg Malewa. 488404 Lukman Offset (Anggota IKAPI) Jl. (0274) 374649 Media Abadi Jl. Bantul. Yogyakarta Telp. Kumendaman. Pugeran Timur 38B. Yogyakarta Mitra Gama Widya (Anggota IKAPI) Jl. Pakelmulyo UH V / 411. Parangtritis Km 4. Jayengprawiran 21-23. Yogyakarta CV Nada Nurani Jl.id Telp. (0274) 512908. Jawa No. Yogyakarta 55282 Telp. 081328771999 64 . Agus Salim 50. Yogyakarta Telp (0274) 377034 Neo Santri Mergangsari Kidul NG II/1233. Kasihan. Herman Yohanes. Depok. 0274-7491576. Godean Km 5 Guyangan GP IV/288. Sisingamangaraja 27. Yogyakarta E-mail : elkis@indosat. Logung Media Ringinsari No. Ali Maksum Krapyak Kulon Panggungharjo Sewon. (0274) 620879 Jl. Yogyakarta Telp. Yogyakarta E-mail : mustadhafin@lycos.4 Salakan Baru Sewon.8 Yogyakarta Telp.James Rompas Liberty (Anggota IKAPI) Jl. 0274-4018058 Media Pressindo Jl. 08562883155. Prof. D-10 Perum Nogotirto II. Maguwoharjo. 61 RT 01 RW 49. Bantul. Tirtonirmolo. H. 103 E Sagan Yogyakarta Telp. 0274-382800 Multi Karya Grafika Jl.net.

com Persatuan Jl. Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55262 Telp. KH A Dahlan 107. Qonun Al-Ghiyats Stan RT 04 RW 44 Maguwoharjo. Cangkringan Km 3 Kalimati Tirtomartani Kalasan Sleman. Yogyakarta 55282 Jl. Yogyakarta 55282 E-mail : matabangsa@hotmail. blok G-15 Yogyakarta Telp. Progo B-15 Yogyakarta Telp. Tridadi. (0274) 881229 Prisma Media Utama Griya Karanganyar Asri. Jl. Panggungharjo. Yogyakarta Telp. 23.James Rompas PT Niaga Swadaya Perum Sendok Indah KG II/360 Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55143 E-mail : pro-u@eramuslim. (0274) 376627. Bantul. Ori I/2 Papringan. 0274-541888 Pondok Edukasi Puri Sewon Asri Blok D No. 0274-376084 Ombak Jl. Sleman. 381772 Phanta Rhei Books Jl. Caturtunggal. Depok. Sleman. Jogokaryan 35. 0274-620606 Oracle Pandega Buku Utama. Nogotirto III. Sewon. 7497421 Prisma Media Prisma Media. Magelang Km 10 Ngancar. Jatimulyo TR I/273 RT 04 RW 02 Yogyakarta 55242 Telp. Mata Bangsa Sambilegi Baru No. Kalasan. (0274) 7481634. (0274) 7482495 Pustaka Dian Babadan RT 04 RW 02 Purwomartani. Yogyakarta 65 . Yogyakarta 55511 Telp.com Telp. 35 RT01 RW 53. (0274) 380215 Pustaka Cendekia Jl. Depok. Yogyakarta Telp. (0274) 589243 Perum. 08156884239 Pilar Media Jl. 0274-376236 Pro-U Media Jl. Parangtritis Km 7. Yogyakarta Telp. Sleman.

Yogyakarta Telp. Permadi 1591. ippibook@yahoo.James Rompas Pustaka Gondhosuli Jl. Magelang Km 5 Gg.com Telp/Faks. (0274) 621752 Yayasan Pustaka Nusatama (Anggota IKAPI) Jl. Anggrek 57A Yogyakarta 55283 Website : www.2 Kricak kidul TR1/1216 Yogyakarta Telp. (0274) 885471 Pustaka Pelajar Pustaka Pelajar. Kaliurang Km 7. Mikraj. Maguwoharjo. (0274) 7474039 PT Remaja Rosdakarya Jl. Tamansiswa Gg. 0274-521860 66 .com . Tirai Jl. Ringroad Timur No. Qirtas Jl. Samigaluh. Jl. Tinta. Mangkuyudan MJ III/216. Mitra Pustaka. Pustaka Semesta Press Celeban Timur UH III/548 Yogyakarta 55167 Telp. Yogyakarta Telp. 39 Nanggulan RT 01 RW 19. (0274) 580439 Sadasiva Sadasiva. (0274) 484584. Sendang Mulyo 4 Purwoharjo. 523637 Sajadah Press Jl.qalam-online.com . Yogyakarta E-mail : penerbit_sadasiva@hotmail.5 Kayen Gg.com Telp. Yogyakarta 55673 Telp. (0274) 381542 Putera Langit Minomartani. Sawit 21 Sawitsari. Magelang km. (0274) 380228 PT Salemba Emban Patria Jl. Yogyakarta 55284 E-mail : resistbook@gmail. resistinfo@gmail. 0274-340817 Resist Book Jl. 08157959060 Safiria Insania Press Jl. 08156851792 Qalam Qalam. Langenastran Kidul 28A Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55283 Telp. Bima No.com Telp.com . 39 Kutu Dukuh. tiraipenerbit@yahoo. Kulon Progo. Blanak II/8 Yogyakarta 55581 Telp.

co.tiarawacana. Ori 1/2 Papringan. 515352 CV Sasmita Utama (Anggota IKAPI) Tromol Pos 29 Yogyakarta 550022 Telp. Yogyakarta Sumbangsih Offset Jl.id E-mail : yogya@tiarawacana. (0274) 513301. Kaliurang Km 7. (0274) 514718 Talenta Jl.8 Kopen Utama 15. Taman Siswa No. Dr. Yogyakarta Telp. Sorowajan 136-X Lt. (0274) 561914 Taman Pustaka Kristen (Anggota IKAPI) Jl.id Telp. 99 Yogyakarta Telp. Yogyakarta Telp. (0274) 7420483 Tiara Wacana Yogya Jl.2 Yogyakarta Telp. Veteran No. (0274) 512449 Tiga Raksa Optima Perkasa Jln.co. Wahidin No. Panggungharjo. 373934 Wijayanto Press Gesikan. Bantul. (0274) 377120. 0818279640 Taman Budaya/Purna Budaya Taman Budaya “Purna Budaya” Bulaksumur Yogyakarta 55281 Telp. Faks. (0274) 880683 Torrent Books Jl. 38A Yogyakarta 55222 Telp. Gejayan Mrican. Sewon. 25 Yogyakarta 55151 Telp. (0274) 377067 Yayasan Seni Cemeti Jl.James Rompas Sanata Dharma Press (Anggota IKAPI) Jl. Depok. Caturtunggal. (0274) 7481390 67 .Banteng Yogyakarta 55581 Website : www. Djazuli Karangkajen MG III/918A. (0274) 414388 Yayasan Tamansiswa Jl. Gedong Kuning JG/III 149 Jogjakarta 55198 0274-382775. Sleman Yogyakarta 55281 Telp.

(0274) 513091. (0274) 586115. Langensari 45 Balapan.com Telp. Yogyakarta 55222 Jl. 0274-373961 Pustaka Elba Ruko Galaxy Bumi Permai G-6/16 Surabaya Telp. Cinambo No. 547865. 885805.2 Yogyakarta 55281 Telp. Gowongan Kidul 18. 547864. Yogyakarta Telp. Yogyakarta Telp. 1 Yogyakarta 55223 E-mail : uiipress@mailcity. 165. Yogyakarta Telp. Blok 2 No.8. (0274) 566277 Widya Dara Jl. Petung No. (0274) 415757 Yudhistira Jl. Palagan Tentara Pelajar Km 7. Karangmiri 17 Yogyakarta Telp. 68 . Yogyakarta 55232 Telp. Sugeng Jeroni No.James Rompas Tri-DE Krapyak Wetan No.net. 885700 Venus Corporation Gowok Kompleks Polri Blok A1.id Telp. No. Suryodiningratan MJ II/721 Telp. 0818270719 UII Press Jl.17 Surabaya Penerbit Mizan Kantor Pusat : Jl. 135. 0274-865557 Yayasan Untuk Indonesia Jl. Kutisari Indah Utara IV No. (0274) 489718 Victory Jaya Abadi Jl. (0274) 417434. 031-70595271 PT Grafindo Media Pratama Jl. Cik Di Tiro No. Telp. 13 A Yogyakarta Wihdah Press Jl.21 Yogyakarta E-mail : yayasan_obor@cbn. Bandung 40294. Cisaranten Wetan Ujungberung. (0274) 381204 Yayasan Obor Indonesia Perum Jombor Baru. 08122958220 UPP-AMP YKPN Jl.

id Penerbit GalangPress Kantor Pusat : Jl.net. Cinambo (Cisaranten Wetan) Np.com Distribusi : Jl.com Distribusi : Jl. 74863334 Faks. Cinambo (Cisaranten Wetan) Np.com Distribusi : Jl. (021) 7451644.net. Bandung 40294. 146 Ujungberung. Yogyakarta 55292. qultummedia@yahoo.com Kantor Perwakilan Wilayah Timur : Jl. (022) 7834315 Faks. (021) 7292310. (0341) 7771289 HP.Rajawali IV Blok HD X No. 74863334 Faks.id Penerbit MediaKita (Kelompok Agromedia) Kantor Pusat : Pesona Depok II Estate Blok AR No. Telp. Anggrek 97 A Sambilegi Lor RT04/RW57 Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta.Rajawali IV Blok HD X No. 137. Bandung 40294. Joyosuko 54 Merjosari Lowokwaru. 74863334 Faks. 146 Ujungberung. Yogyakarta 55284.centrin. (022) 7815500 Faks (022) 7802288 Email : mizanmu@bdg.net Penerbit Media Pressindo Kantor Pusat : Jl. Jakarta Selatan 12420 Telp/Faks. Bandung 40294.net. 74863334 Faks. 18 Depok 16411 Telp/Faks (021) 7705606 Email : redaksi@qultummedia. (021) 4701795 Penerbit BayuMedia Kantor Pusat : Jl.com Distribusi : Jl. (022) 7815500 Faks (022) 7802288 Email : mizanmu@bdg. (021) 4702683-84 Faks. (0274) 4332044 Email : arruzzwacana@yahoo. Telp.net. (0274) 7103084 Faks.net. (022) 7834316 Email : info@dar-mizan.centrin.com Distribusi : Jl. Telp.galangpress. masjali@yahoo. 100 A-B Kebayoran Lama. Telp. (021) 7707129 Faks. Telp. Telp. (0274) 620879 Email : medpress@plasa.com . Malang 65100. 20 Malang 65100.id Kelompok Penerbit AR-RUZZ Kantor Pusat : Jl. Telp.Rajawali IV Blok HD X No. (0341) 580638 Email : bayumedia@telkom.Rajawali IV Blok HD X No.net. (021) 7701295 Email : info@mediakita.id website : www.id Penerbit ResistBook Kantor Pusat : Jl. (021) 7451644. Anggrek 3/34 Baciro Baru – Yogyakarta 55225 Telp/Faks. Magelang Km 5 Gang Bima No. Telp.Pemuda III No.id Penerbit Read (Kelompok Mizan) Kantor Pusat : Jl. Irian Jaya D-24 Perum Nogotirto Elok II. 7238342 Email : redaksi@transmediapustaka. 69 . Telp. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. Telp. Rawamangun Jakarta Timur. Cisaranten Wetan Ujungberung. 9 Depok 16411 Telp. (021) 7451644.James Rompas (022) 7834310 Faks. 081334166888 Penerbit AL-I’TISHOM CAHAYA UMAT Kantor Pusat : Jl. 10. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226.id Penerbit TransMedia Kantor Pusat : Jl. Telp. (022) 7834311 Email : info@mizan. (021) 7451644. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. Cinambo No. Telp/Faks. Puncak Yamin No.com . (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn.com Distribusi : Jl.com Penerbit QultumMedia (Kelompok Agromedia) Kantor Pusat : Pesona Depok II Estate Blok AK No. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. 39 Kutu Dukuh. (0274) 554985 Email : glgpress@indosat. Sultan Iskandar Muda No.net. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226.

ac. Sapujagat blok E-4 No. Malang. Telp. Telp/Faks.James Rompas Telp/Faks. (0274) 7481390.com . 886866 Kantor cabang Malang : Jl.com Website : http://ummpress.co.id website : www. (0274) 580439 .id Penerbit Jalasutra Kantor Jalasutra Yogyakarta : Jl. (0274) 7422761. Yogyakarta 55198. Mangunnegaran Kidul No. Sorowajan 136x Lantai 2 Banguntapan. Telp/Faks.com website: www. 7473004 Email : hanggar_kreator742001@yahoo. 20 Jakarta 13220. 3 Maguwoharjo Depok Sleman. Telp. Abdul Rozak No.zzn. 08157926208 (Mas Aan – Resist Book cabang Malang) Email : resistbook@gmail. Sidodadi 07 Kebon agung. infogavamedia@telkom.or. Telp. Telp. (021) 5483008.net Penerbit CV.com Penerbit PT. Telp.com Kantor Perwakilan Yogyakarta : Ringroad Utara Km 1. (0341) 800528 HP.com Kantor Pemasaran : Jl. (0274) 558502.6 Tobongsari RT 04 / RW 68 No. (024) 3550069 Email : smartbooks@lycos. 22-25. Pemuda IV No. Yogyakarta 55131. (0274) 370445 Email : pemasaran@jalasutra. (0341) 7059981.id Penerbit Castle Books Kantor Pusat :Jl.co.id Penerbit Gava Media Kantor Pusat : Jl. 33 B5 – B6 Palembang 30114.co. (0274) 377034. 34 Candi 2 RT03/RW06 Sardonoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta.id 70 .net . info@gavamediayk. Telp.08122597214 Email : infogavamedia@yahoo.com Penerbit Navila Group Kantor Pusat : Jl.com Penerbit UMM Press Kantor Pusat : Jl.andipublisher. Telp/Faks. Beo 38 – 40 Yogyakarta 55281. 9 Semarang. Maxikom Kantor Pusat : Jl. Telp HP.elexmedia.com Penerbit DataKom Lintas Buana Kantor Pusat : Jl. Paketmulyo UH V/411 Golo Umbulharjo Yogyakarta. (0274) 561881 Faks. Klitren Lor GK III / 15 Yogyakarta. Telp. (0274) 886866 Email : navila_book@yahoo. 5490666. (0274) 588282 Email : andi_pub@indo.com . Jakarta 10270. Kaliurang Km 12 No. Musi Raya No. (021) 4759405 Email : datakom@telkom. Email : maxi@maxikom. Telp/Faks.maxikom. 5480888 Ext 3323 Website : www.net. 08175482295 Email : ribut1@lycos. (022) 2502261 Email : apuy@jalasutra. 08123315198 Penerbit SmartBooks Kantor Pusat : Jl.resistbook. 541324 HP. Residen H.com Kantor Jalasutra Bandung : Jl. 491047. Yogyakarta 55282.umm.id website : www. Telp. pengiriman naskah softcopy buku bisa melalui E-mail : penerbitan@andipublisher. 464318 pswt 140 Email : ummpress@yahoo. Palmerah Selatan 22. 137. Elex Media Komputindo Kantor Pusat : Jl. Raya Tlogomas 246 Malang. Bandung 40123.com Penerbit Andi Publishing Kantor Pusat : Jl.

anindya. Telp (031) 3893306. 2601555. Gramedia Kantor Pusat : Jl. 16 Surabaya 60134. Telp/Faks. Kebahagiaan No. Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia) Kantor Pusat : Jl. Anindya Kantor Pusat : Jl.com . Palmerah Selatan 22 Lantai IV Jakarta 10270 E-mail : fiksi@gramedia. 11 – 11a. (031) 3811280 Penerbit PT.com Bottom of Form 71 .James Rompas Divisi Percetakan dan Penerbitan PD.com Penerbit dan Percetakan Offset “INDAH” Kantor Pusat : Jl. Stasiun Lempuyangan 12 A. Lebak Arum III No. 6341230 Faks. (021) 2601234. (021) 6340757 Email : bip_jkt@cbn.net. 3893820. 3812626 Faks. nonfiksi@gramedia. Jakarta 11140 Telp. Yogyakarta 55186.id Penerbit PT.com website : www. (0274) 586556 Email : printing@anindya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful