James Rompas Menjadi Penulis Buku

Menjadi Penulis Buku Produktif
Wujud sebuah buku adalah hasil kerja maksimal berbagai unsur sebagaimana disebutkan di atas Mengingat banyak kepentingan di dalamnya, maka menulis buku bukan sekedar menumpahkan ide-ide agar bisa dicetak dalam bentuk buku. Seorang penulis buku harus mampu menyelami pertanyaan di atas. Jika tidak, semangatnya tidak akan membuahkan hasil dalam arti buku itu diterbitkan. Untuk itu, mengacu pada pertanyaan di atas, maka seorang penulis buku harus memenuhi persayaratatan sebagai berikut: 1. Sebelumnya Berpengalaman Menulis Artikel (fiksi atau non fiksi) Berpengalaman menulis? Ya. Menurut saya ini syarat utama. Menulis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menulis perlu latihan bertahun-tahun dan diuji oleh surat kabar atau majalah yang menerbitkannya. Tapi ada juga yang penulis buku tapi sebelumnya tidak pernah menulis artikel? Ya ada. Tapi bobot bukunya baik dari segi “ruh buku”, idealisme maupun bisnis tidak begitu melambung. Penulis besar seperti Qurais Syihab, Toto Tasmara, Kartini Kartono, Muh. Fauzil Adhim, dll (dalam jenis non fiksi) atau Helfi Tiana Rosa, Izzatul Jannah, Asma Nadia, Mira W, dll (dalam jenis fiksi), mereka semua adalah penulis-penulis buku best seller yang sebelumnya adalah penulis artikel mumpuni yang artikelnya kerap menghiasi berbagai media cetak. Kepekaan seorang penulis artikel sudah teruji bertahun-tahun. Ketika berkecimpung dalam penulisan buku, sudah memiliki bekal yang cukup memadai. Dia akan mampu melihat dengan kaca mata bathinnya apa yang tengah terjadi di masyarakat. Kemudian menggali dengan cermat, apa sesungguhnya yang diinginkan masyarakat itu. Ibarat seorang pemanah ulung, ia akan menumpahkan segala kemampuannya (yang telah teruji itu) untuk membidik sasarannya. Hasilnya, buku-buku buah “tinta emasnya” laku bak kacang goreng (best seller). Seorang penulis artikel, secara otomatis (biasanya) telah memahami kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Maka ketika menulis buku, hal itu tidak aneh lagi. Ia akan mampu menyusun kata, kalimat dan paragraf yang enak dibaca dengan tanda baca yang sesuai tempatnya. Tulisannya mudah dicerna, mengalir laksana air pegunungan yang mengalir deras, sejuk dan menyegarkan. Pada gilirannya, pembaca merasa senang membaca keseluruhan buku itu, banyak hikmah yang dapat dipetik dan tidak merasa dirugikan sekalipun harga buku itu cukup mahal untuk ukuran “saku”nya. Seorang penulis artikel, biasanya juga seorang yang berwawasan luas (terutama pada bidang yang dispesialkannya). Mereka sudah terbiasa membaca buku, surat kabar, majalah, dll. Sebagai rujukan untuk memperkuat artikelnya. Maka ketika menulis topik tertentu untuk bukunya, mereka tidak akan kesulitan. Seorang penulis artikel, biasanya juga pekerja keras yang tak kenal lelah. Mereka sudah terbiasa memeras otak dan duduk seharian di depan komputer/mesin tik. Ibarat seorang pelari, ia sudah terbiasa dengan panas dan hujan, jalan berliku dan lurus, atau jalan menanjak dan menurun. Mereka sudah mengenal medan.

1

James Rompas

2 . Memahami Struktur Buku Struktur atau anatomi buku jelas sangat beda dengan artikel. Buku memiliki anatomi yang tersusun secara rinci. Sekalipun pada masing-masing penerbit berbeda dalam memahami anatomi buku ini, namun praktenya memiliki banyak kesamaan. Memahami anatomi buku sangat penting, seorang penulis dengan sendirinya tidak mempersulit diri sendiri dan penerbit. Penulisan buku yang semau gue, tidak lengkap sesuai anatomi yang umum, sekalipun diterima oleh penerbit, nantinya akan dikembalikan untuk dilengkapi. Secara garis besar anatomi buku terbagi dalam tiga besar; pendahulu, isi naskah, dan penutup (end matter). Tiga besar tersebut rinciannya sebagai berikut: a. Pendahulu (Preliminary pages/front mater) Pendahulu (bukan pendahuluan) adalah halaman yang mendahului halaman isi. Halaman ini hanya menginformasikan keberadaan isi buku yang akan Anda baca. Sebagian penerbit memberikan nomor dan jenis angka tersendiri pada halaman pendahulu ini (tidak satu rangkaian dengan halaman naskah dan umumnya menggunakan angka romawi). Namun banyak juga penerbit yang tidak membedakan hal tersebut. Halaman pendahulu terdiri dari: 1) halaman pancir (lembar pertama setelah cover) 2) halaman judul (lembar kedua) 3) balik halaman judul (halaman copy right) 4) daftar isi 5) daftar pedanan kata (transilasi) 6) halaman persembahan 7) ucapan terima kasih 8) pengantar 9) Sambutan Tidak semua penerbit menggunakan secara lengkap poin-poin tersebut terutama halaman persembahan, pedanan kata, ucapan terima kasih, dan sambutan semuanya disesuaikan dengan kebutuhan. b. Isi Naskah Buku Setelah pendahulu halaman, selanjutnya isi naskah atau menurut Sofia Mansoor “daging buku”. Isi naskah buku berisi pembahasan lengkap sebagai penjabaran dari judul. Isi naskah terbagi dalam beberapa bab, sub bab dan pasal yang dimaksudkan untuk memisahkan antara satu sub bahasan dengan sub bahasan yang lainnya. Di samping itu untuk mempermudah pembaca memahami isi naskah. Adakalanya babbab itu tidak ditulis, cukup menuliskan nomornya saja. c. Penutup (end matter) Penutup, end matter, atau back matter adalah halaman akhir setelah halaman naskah. Halaman penutup ini umumnya terdiri dari: 1) lampiran 2( daftar pustaka 3) indeks 4) riwayat hidup penulis Struktur buku di atas harus dipahami penulis. Buku yang dikirim dalam kondisi

2

James Rompas

lengkap, sangat memudahkan penerbit dalam mengolahnya. 3. Menguasai Masalah yang Ditulis dan Memiliki Sumber Rujukan Lengkap Sebagaimana penulisan artikel, maka penulisan buku pun sama harus memahami topik yang dibahas. Jangan pernah sekali-kali menulis tentang politik umpamanya jika tidak memiliki latar belakang dan pengalaman dalam bidang politik. Atau menulis tentang pertanian sementara latar belakang penulis dalam bidang peternakan, tentu akan sangat memusingkan diri sendiri. Sebagaimana dibahas pada Bab I, hendaknya penulis fokus pada spesialisasi ilmu yang dimiliki. Berbicara buku-buku rujukan, jenis buku non fiksi jelas memerlukan rujukan bukubuku yang memiliki kemiripan bahasan, atau setidaknya ada keterkaitan dengan naskah yang tengah ditulis. Dimaksudkan agar tulisan padat dan lengkap. Kredibilitas buku itu sendiri nantinya diakui sebagai buku yang berkualitas karena menyertakan pendapat dari penulis lainnya. Semakin banyak rujukan yang dipakai biasanya semakin besar pula kepercayaan pembaca. Walau demikian, orisinalitas dan gaya tulisan harus tetap terjaga. Seorang penulis tidak boleh hanya mengandalkan rujukan atau meniru gaya penulisan orang lain apalagi jika nyata-nyata menjiplak. Rujukan hanya sekedar perbandingan untuk menambah perbendaharaan pendapat. Pada gilirannya, penulis harus memiliki sikap tersendiri. 4. Memahami EYD Sekalipun sudah terbiasa menulis artikel dan sudah memahami bahasa Indonesia dengan baik, namun penulis buku harus memahaminya lebih dalam terutama korelasi antar paragraf, efektivitas kata, dan kalimat. Kata dan kalimat yang tidak efektif sehingga memberikan kesan bertele-tele, hendaknya dibuang. Begitu pula tanda baca yang kurang pada tempatnya agar diperbaiki. Sehingga buku tersebut mengalir, enak dibaca, tidak kaku dan menjemukan. Selain itu, seorang penulis harus mampu memilih kata (diksi) yang tepat untuk tulisannya terutama untuk judul, sub judul atau pasal. Pilihlah kata atau kalimat untuk judul bab, sub bab dan pasal yang dapat merangsang pikiran atau menarik perhatian pembaca. 5. Memiliki Kepekaan Tidak semua penulis memiliki kepekaan pemikiran. Dalam menjabarkan suatu ide, banyak penulis yang hanya mengekor tanpa memiliki orisinalitas ide. Seorang penulis yang peka, dapat melihat dengan mata bathinnya sesuatu yang layak dituangkan dalam buku. Terkadang topik yang dituangkan dalam buku itu sangat sederhana, namun begitu mengena di hati pembaca. Tidak semua buku best seller itu buku yang berat, justru buku-buku yang ringan, yang akrab dalam keseharian pembaca, kerap menjadi buku yang laku keras. Jadi jangan pernah asal-asalan dalam menulis. Efektivkan pikiran, tenaga dan waktu Anda untuk pembahasan ide yang benar-benar tepat sasaran. 6. Bermental Pejuang Penulis buku yang cengeng, sering keluh kesah, dan kurang bersemangat, sangat sulit bisa menjadi penulis yang sukses. Baru sekali bukunya ditolak oleh penerbit, lantas frustasi. Padahal seorang penulis ternama di Barat, pernah naskahnya ditolak oleh 600 penerbit. Setelah diterbitkan oleh penerbit ke 600 itu, bukunya ternyata best seller. Jika ia frustasi ketika ditolak oleh penerbit ke 500 umpamanya, kini ia takkan menikmati hasil tulisannya. Anda pernah ditolak oleh berapa penerbit?

3

bunga-bunga ide lesu dimakan waktu. Kenapa? Saya akan coba mengurai sejumlah penyebab kegagalan menjadi penulis. ide hanyalah bunga-bunga khayalan. Kita perhatikan dan kenali 7 sebab kegagalan dalam proses olah tulis menulis. Deddy Mulyana. Perkiraan ide belum ditulis oleh penulis lainnya. Gagal Menjadi Penulis Sukses. Kata DR. jangan mudah putus asa karena putus asa adalah racun bagi kesuksesan dan kesuksesan akan datang hanya pada mereka yang berusaha mendapatkannya bukan pada mereka yang hanya mengharapkannya. 2. di negeri semisal Amerika.James Rompas Beberapa naskah saya sendiri pernah ditolak oleh hampir seluruh penerbit di Bandung. Ide Sebatas Ide Boleh jadi ide sudah berjumpalitan di otak kepala. tidak akan pernah bisa menulis. Mungkin baru saat ide ditemukan rasanya tiada duanya. Tetapi sayang. menerima banyak keluhan dari sarjana S1. Maka tidak heran jika Abu Al-Ghifari sewaktu aktif di Ash-Shidiq Intelectual Forum. Dalam bidang apa pun kegagalan adalah jenis makhluk yang bikin tidak enak bagi yang menjalaninya. Dengan semangat tinggi. Berprestasi dulu. Seorang penulis harus penuh optimisme. ketika naskah itu diterbitkan. sebuah lembaga pelatihan jurnalistik yang dipimpinnya. Saya setuju dengan apa yang dikemukakan Aa Gym. 4 . kesulitan menulis bagi kaum intelektual bukan terletak pada teori tulis menulis. Kedepankan profesionalisme dan kemahiran menulis dari pada sesuatu yang sifatnya materi. hasil belakangan. Teruslah berlatih. Keluhan mereka yaitu tidak bisa menulis. lebih baik daripada seribu teori”. Bambang Trim mengutip sebuah pernyataan dari pusat pendidikan AS. sampai satu di antara mereka menulis buku. tapi tidak pernah mampu menyelesaikan barang sejudul pun. yang cuma berhenti sampai tingkat teori saja. Kesimpulannya. baru memetik hasil. Dalam olah tulis menulis. Dan terkejutlah saat membaca tulisan yang ide utamanya sama. ditambah alumni kursus-kursus pelatihan menulis atau mengarang. bahwa “semua ilmuwan adalah sama. Belajar Teori Saja Aa Gym sering mengingatkan. betapa banyak jebolan perguruan tinggi. Terbayanglah di benak kita ide ini paling mutakhir bernilai jual tinggi. Dan apalagi bergelar S2 atau S3. Akhirnya. “satu langkah bukti nyata. adalah kenyataan aneh bila seorang dosen tidak bisa menulis. Dahulukan kerja keras. selalu bersemangat dan siap menghadapi halangan dan rintangan dalam menulis buku. ternyata best seller. Prestasi apa yang dapat dihasilkan oleh generasi. siapa pun yang hanya mempelajari teorinya saja. 1. Tetapi karena malas mempraktekkannya.” Saya sepakat dengan Abu Al-Ghifari.

Ingin Cepat Populer Para penulis pemula utamanya punya kebiasaan buruk. Jalaluddin Rakhmat dalam “Retorika Modern” (Rosda Karya. kita menulis bahasan yang sebenarnya kita tidak memahami. kepopularan. antara komunikasi lisan dan tulisan terdapat kesamaan. keterkenalan memerlukan proses waktu yang panjang dan perjuangan sangat keras. 4. Mereka terlena dengan satu. Contoh: kita hendak menulis tentang Pemilu (Pemilihan Umum). Paine dinilai sebagai pelopor kemerdekaan Amerika dengan karyanya “Pikiran Sehat (Common Sense). dua tulisan yang dimuat dibanggabanggakan di setiap waktu dan diedarkan ke setiap forum pertemuan. Cepat Puas Tidak sedikit penulis pemula yang tulisannya berhasil dimuat media massa. Jangan cuma karena ingin gagah-gagahan. Cepat puas dalam konteks ini dapat menimbulkan kemacetan total. amat tidak menarik. Menulis yang Tidak Disukai Bicara mengenai tingkat kelancaran sekaligus kemandegannya. nanti akan lupa bagaimana caranya menulis. Buat mereka yang terpenting ide sudah tersebar. 1992) menjelaskan. Macet Terjebak Honor Bagi penulis senior. Maksudnya. Ukurlah kemampuan diri. Sebaliknya. Tidak adil jika kita menuntut diri dengan harapan sosial yang tak proporsional. Akibatnya sulit lagi untuk menulis. kegiatan menulis tidak lagi (terutama) untuk mencari honor. padahal sudah terbukti mampu menulis. yakni ingin cepat popular. Dua di antaranya. Memasarkan 5 . Pembangunan Djakarta. Jangan terjebak pada arus gemuruh emosi sesaat. 3. Hikmah yang kita petik adalah meraih popularitas perlu waktu panjang. Tidak cukup dalam waktu singkat sebab profesi menulis bukan pekerjaan instan. 6. Sayang. mereka cepat sekali merasa puas dengan capaian seperti itu. apa lagi yang idealis. Robert B. niscaya menemui kemandegan atau kebuntuan. ceramah yang disampaikan. Setiap penulis memiliki spesialisasi ilmu yang khas. Tentu saja bangga itu boleh. Thomas Paine dan Adolf Hitler (lepas dari kejahatannya).James Rompas Rugilah kalau ide sebatas ide. 5. Sementara pengetahuan mengenai Pemilu tidak memadai bahkan masih terbilang buta.” Sedangkan Hitler penulis “Perjuanganku (Mein Kampf)” begitu kuat mempengaruhi gerakan komunis. Tidak cuma lokal. bahkan ada yang menembus media berskala nasional. jika mengucapkan apa-apa yang tidak dikuasai. Downs penulis “Buku-buku yang Merubah Dunia” (PT. Nulis apa saja kalau kita menguasai materinya pasti lancar meski tidak bebas hambatan. 1959) mengungkap. Begitu pula dengan tulis menulis. Penulis yang tidak tahan proses. jangan memaksakan diri. nulis apa pun sekiranya materi tidak dikuasai. Namun sangat disayangkan. jelas akan gagal. apa pun isi ceramah yang disampaikan ke khalayak akan menjadi menarik bila materi itu dikuasai. Lalu timbul kesimpulan. banyak para penulis yang menggerakkan sejarah menulis di usia paruh baya atau tua: 44-54 tahun. tetapi bila dalam waktu yang cukup lama kemudian tidak lagi menulis. Terkadang lupa bahwa ketenaran.

karena katanya tidak ada honor untuk penulis luar. dua tulisan saya dimuat sebuah harian lokal. Hernowo mengaku bukan keturunan penulis. Ambil positifnya saja. saya menghubungi bagian yang bertugas mengurusi honor. tapi bukan uang sebagai tujuan.James Rompas ide ke lebih banyak orang dan kalangan. pasti ia tidak seproduktif sekarang yang telah menulis puluhan buku itu. Apalagi kita umbar ke setiap orang. Biasanya kelemahan itu berupa: tidak ada waktu. “tulisan saya sudah 20 judul tidak dihonor oleh media yang sama. tapi jangan dipelihara. Ada bekas menteri yang mengetik di atas kendaraan. Begitu sering pengamat politik muda usia Eep Saefullah Fatah menulis kolom saat menyetir. nama lahir Abu Al-Ghifari sewaktu saya berkunjung ke Mujahid Press.” Pembaca Budiman. yang dicari adalah honor berupa uang. Ia menyatakan. Petugas itu mohon maaf ditambah basa-basi sedikit. sekiranya Abu Al-Ghifari berhenti menulis gara-gara tidak dihonor. Jika pembaca mengalami hal demikian. Ketiga orang ini jelas memiliki kelemahan dalam mengolah tulisannya. Cerita yang sama dialami Toha Nasrudin. By Lilis Nihwan Samuranje Problematika Penulis Pemula (1) Kesulitan Mendapatkan Ide 6 . Selang seminggu. Membesar-besarkan Kelemahan Sendiri Bicara kelemahan. siapa yang terlepas dari kelemahan. setelah pemuatan tulisan kedua. Bisa-bisa yang mendengarkan jadi pusing dan jengkel. sedang istrinya mencatat yang dibicarakannya. Waktu itu saya kecewa berat. kurang referen. dan sangat memaklumi koran lokal yang memuat tulisanku. Caranya. Eep ngomong soal politik. kecewa boleh. Kelompok kedua jelas lebih banyak jumlahnya. Dimuat pun sudah beruntung. ketimbang kelompok pertama. tambah dalamlah diri kita memasuki wilayah kegagalan menjadi penulis. Saya pun segera tahu. 7. Pembaca budiman. namun mereka tetap produktif. Sifatnya hanya menyumbang naskah. Semua punya. Di bulan Oktober 1996. Senang bukan bikinan. Jangan perbesar kekurangan. semakin meyakini lemah dan memperbesar kelemahan dalam menulis. sedang berjuang keras memperpanjang umurnya. Berbeda dengan penulis pemula. tidak ada bakat menulis dan bukan keturunan penulis.

berjalan-jalan. Dalam kemahiran berbahasa inilah terletaknya "seni mengarang" yang ditunjang oleh disiplin yang ketat dalam berlatih. Inspirasi yang mengalir walaupun hanya sebuah kalimat pendek. dia berkarya tidak selalu menanti inspirasi datang. Dalam usaha pengembangannya. maka akan semakin banyak pilihan dalam penulisan artikel nantinya. Inspirasi yang 1% itulah yang dikembangkan dengan kemampuan yang ada untuk bisa berkembang sampai 100%. atau apa yang dikatakan Edison "cucuran keringat". Inspirasi berarti sesuatu yang muncul secara tiba-tiba dalam pikiran kita. Inspirasi ini nantinya mengarahkan penulis untuk menulis jenis karangan. baik artikel. sedangkan cucuran keringat atau kerja/usaha 99%. "Genius itu. maka para penulis profesional umumnya menyarankan kepada penulis pemula untuk senantiasa membawa buku catatan kecil khusus untuk menuliskan inspirasi ini. Pemilihan jenis karangan ketika muncul inspirasi tergantung minat penulis saat itu. 1% inspirasi. tetapi berkarya terus dan dalam berkarya itulah inspirasinya turun dan hinggap di kepalanya. disiplin.James Rompas Diakui. cerpen atau puisi. Intinya. Dalam mengarang pun diperlukan kerja keras. bahwa kecerdasan atau kesanggupan berpikir itu. atau bertukar pikiran. Inspirasi bagi seorang pengarang berpengalaman punya arti yang sangat berharga. Munculnya inpsirasi ini kadang erat kaitannya dengan pengalaman panca indera dalam menangkap respon tertentu yang dialami saat itu. memeras otak. seorang pengarang memerlukan modal atau pengetahuan "kemahiran berbahasa" Indonesia yang baik dan benar. merupakan suatu keahlian atau pengalaman yang terlatih. Mengingat inspirasi munculnya tiba-tiba. Ide yang baik ditunjang dengan pemahaman masalah dan penjabarannya yang baik akan menghasilkan artikel yang berkualitas. inspirasinya hanya 1% saja. dan tekun. tidak pernah mendapat kesulitan dalam mengembangkan inspirasinya." dari sini semakin jelas. Kemampuan mengembangkan inspirasi atau ide. Guna mendapatkan inspirasi. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (2) 7 . sebaiknya carilah kesibukan. ide atau inspirasi ini adalah modal awal seorang penulis dalam membuat artikel. Pengarang yang sudah terlatih. Namun sekalipun inspirasi itu hanya 1% tapi cukup vital. Thomas Alfa Edison mengatakan. sebuah artikel akan sulit dan tidak mungkin terwujud jika sebelumnya tidak ada ide. seperti membaca. dan 99% cucuran keringat. dapat dijadikan sebuah artikel atau cerita pendek yang dibumbui dengan catatan atau pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain. Ide dianggap langkah penting pertama sebelum menuju langkah berikutnya. Semakin banyak inspirasi yang ditulis dalam catatan kita. Pengarang seperti ini tidak pernah kehabisan bahan tulisan.

Apa sale kesemek itu? Apa pula kesemek itu? Bagaimana wujudnya. Tema dipergunakan untuk memberi nama bagi suatu pernyataan atau pikiran mengenai suatu subyek. Kalau seseorang menulis tentang sukses Bimas (bimbingan massal). tema yang hendak ditelaah sudah mulai jelas. subyek atau topik. ayam misalnya. amanat cerita. atau buah pikiran yang diuraikan dalam karangan. suatu observasi. Apalagi jika dalam tulisannya tidak diceritakan langkah apa 8 .James Rompas Kesulitan Mentukan Tema Tema dalam karang-mengarang adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Misalnya ada tema tulisan: Pengolahan sale kesemek. Sehingga jika ada dua tulisan yang sama bagus. suatu petunjuk mengenai cara hidup. Menentukan tema tidak cukup hanya dengan mencari jawaban atas pertanyaan "apa" (yang dimaksud dengan) tema itu. tapi perlu juga mencari jawaban atas pertanyaan "bagaimana" (pokok bahasan yang sudah ditemukan itu terjadi atau dilakukan). Tema harus dibedakan dari motif. Kadang-kadang tema sudah jelas tapi rumusannya yang tidak tepat sehingga menimbulkan salah tafsir. Tema bisa berarti juga gagasan utama. Mentukan tema harus jelas. Apa dan bagaimana tema atau dasar pikiran yang akan disusun menjadi tulisan itu? Menentukan tema tulisan beda dengan menentukan judul. singkat dan padat. maka yang keluar sebagai pemenangnya adalah tulisan yang paling taat pada tema. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarnya yang akan dibahas atau diuraikan oleh penulis. Tema bukanlah suatu firman. Tapi biasanya diuji dengan dua pertanyaan "apa" dan "bagaimana". tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Tema tulisan sangat menentukan arah tulisan atau tujuan dari tulisan tersebut. Tema merupakan suatu pernyataan mengenai hidup dan manusia. be tapapun bagusnya tulisan kalau tidak taat pada tema akan disisihkan. persoalan. suatu moral. Penelaahan itu bisa menjalar ke mana-mana. kapan musim buah kesemek. atau apa saja yang harus dilakukan. Dalam berbagai kamus kontemporer. Pentingnya posisi tema. maka penulis itu salah tafsir. Adapun dalam tulis-menulis. padahal yang harus disusun adalah tulisan tentang "Bagaimana cara meningkatkan hasil telur ayam melalui Bimas". di mana ditanam. suatu keputusan. suatu pengumuman. sehingga ada sebagian penulis yang mengatakan bahwa menemukan tema sama halya telah merampungkan tulisan. di mana diperoleh. Dalam sayembara penulisan. tema diartikan sebagai dasar isi cerita. Dalam menentukan tema atau menerangkannya kita harus menghindari hal-hal yang imperatif. motif atau topik. Tema biasanya merupakan suatu komentar mengenai kehidupan atau orang-orang. Lebih jelas lagi jika tema itu mudah memberikan jawaban atas pertanyaan "Apa sebab?" (sampai terjadi demikian atau harus dilakukan demikian?). Begitu seterusnya. ketaatan pada tema dipakai sebagai patokan penilaian secara obyektif.

Dalam menelaah tema. Untuk membuat judul yang baik. Dalam hal ini tidak ada aturan baku. hasilnya terlalu lebar sampai tidak mungkin mendalam. penulis yang bersangkutan juga harus senantiasa ingat bahwa tema yang terlalu luas jangkauan selalu sulit digarap. sebuah artikel ibarat seseorang tanpa kepala. Penulis profesional biasanya sudah bisa menggambarkan kemana arah artikelnya sehingga sebelum artikel itu dibuat ia sudah memiliki gambaran mengenai judul yang baik. Judul harus singkat. menarik dan menggambarkan isi bahasan. padat. Tahap selanjutnya si penulis mesti bisa memilih kalimat atau kata yang tepat dan menarik. Menyimpang sedikit tidak apa. tulisan tidak mencapai sasaran. Penulis pemula kadang tidak tahu. Tapi lebih bagus lagi jika yang bagus itu terjadi pada tulisan yang temanya dikehendaki semula. ada yang membuat judul sebelum artikel dibuat dan ada juga yang membuat judul setelah artikel itu rampung. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (3) Kesulitan Membuat Judul Berdasarkan pengamatan selama bertahun-tahun. terlebih dahulu Anda harus memahami tema yang akan dibahas. judul apa yang layak untuk artikelnya. dalam pembuatan judul penulis terbagi dua. memilih kata atau kalimat yang menarik ini biasanya menjadi problema tersendiri. Tanpa judul. tapi kalau menyimpang terlalu banyak. namun sulit untuk memilih kata atau kalimat yang pas untuk judul artikelnya. Padahal sebuah tulisan nonfiksi untuk majalah dan surat kabar tidak boleh menjalar ke sana ke mari. melalui Bimas. tapi konkret. ide judul ada atau arah penentuan judul sudah ada. Tidak semua penulis langsung bisa memilih kata yang tepat.James Rompas saja yang harus ditempuh pada usaha peningkatan produksi telur ayam secara intensif dan massal. Namun sebaiknya agar berusaha membuat judul sebelum 9 . Boleh membuat judul sebelum atau sesudah artikel dibuat. Kalau dipaksa digarap juga. Ketidaksesuaian antara tema dan hasil garapan juga dapat terjadi kalau penulis yang bersangkutan tidak taat tema. karena ia merasa karya tulis yang "mencari jalannya sendiri" itu justru lebih alamiah bagusnya. itu memang bisa dan biasa terjadi. Tak jarang pula. Judul dalam sebuah artikel ibarat kepala yang menopang alur kehidupan. dapat disimpulkan bahwa kesulitan membuat judul mencakup penentuan dan penyusunan kalimat judul itu sendiri. Namun untuk membuat judul yang baik dan menarik bukanlah hal yang mudah. daripada karya tulis yang dipaksa patuh pada tema. Untuk itu. Untuk itu tema perlu dirumuskan kembali agar cakupannya lebih sempit. Tidak luas sampai abstrak. diperlukan latihan dan menimba pengalaman lebih dalam. Nah.

mencoba dan mencoba. Judul harus pendek maksudnya ringkas dan tidak bertele-tele. Sekalipun demikian yang terpenting judul bisa menggambarkan isi bahasan. Namun sebaiknya usahakan judul tidak lebih dari lima kata. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (4) Kesulitan Membuat Lead Sulit memulai adalah masalah yang paling banyak dikeluhkan para penulis. Tak kurang Satryagraha Hoerip. masalah ini memiliki prosentase tertinggi sebagai masalah yang paling populer. sebaiknya sering mengamati judul yang diterbitkan media massa atau konsultasi langsung dengan para penulis profesional. Bagaimanakah setidaknya menurut saya sendiri. motivasi menyelesaikan bahasan cukup tinggi dan tingkat konsentrasi pun lebih tinggi. Dalam artikel nonfiksi. tapi penulis profesional pun mengeluhkan masalah ini. sekarang ini saya bahkan ingat bahwa yang senantiasa sulit bagi saya ialah justru bagaimana memulai. 10 . Selain itu. Untuk itu jika ada bebarapa judul untuk suatu artikel. Bahkan jika dikalkulasikan dari semua masalah jusnalistik. nanti juga akan menemukan korelasi dengan bahasan yang sedang dibahas asal jangan terlalu jauh melenceng dari judul atau topik yang dibahas. Maksud ekstrim adalah keluar dari maksud sesungguhnya. kemudian pilih mana yang terbaik dan lebih menarik. maka tuliskan saja dulu. seorang penulis harus jujur dalam membuat judul. Sekalipun pandai memilih kata atau kalimat. Judul ini tidak mengisahkan sebuah hotel melainkan sebuah gua yang ada di teluk Banten tempat singgah burung dari negara lain. mendapatkan pembukaan yang enak. namun biasanya seorang penulis tidak langsung bisa menentukan satu judul. Contoh: Hotel Internasional di Teluk Banten. dan terkesan emosional. Terutama untuk artikel ilmiah. cerpenis ternama. baik pembukaan yang mencekam atau sekedar mengasyikkan pembaca. keduanya mendapatkan kesulitan yang sama. Jika Anda masih juga kesulitan membuat judul. Setelah itu. kalimat pembuka ini disebut lead. Biasanya ada bebarapa judul sebagai alternatif.James Rompas artikel dibuat karena terkadang dengan adanya judul. Jangan memperkosa isi bahasan hanya karena ingin tulisannya dibaca. judul tidak boleh berisi fitnahan. Kata-kata atau kalimat pembuka itulah agaknya yang selalu membuat saya gelisah. Artinya dalam keadaan terpaksa boleh saja seorang penulis membuat judul agak panjang. Kadang seorang penulis profesional menyarankan agar tulis saja apa yang ada dalam pikiran saat itu. hasutan. sebagaimana dikutip Faruk dalam epilog kumpulan cerpen KOMPAS (1996) mengakui. Hal ini tidak terbatas pada penulis pemula. nanti bisa dilihat mana kalimat yang tidak layak dan harus dipangkas serta mana yang harus dipertahankan. Baik pembuka karangan dalam artikel fiksi atau lead dalam artikel nonfiksi. "Anehnya. Makna bahwa judul harus menarik bukan berarti "ekstrim" melainkan mampu menarik pembaca bahwa isi artikel itu bagus.

Apalagi Lubang Buaya. maka yang ini yang dijadikan lead. Tujuannya memberi gambaran kepada calon pembaca yang akan disajikan dalam tulisan itu nanti. tergantung pada kapan-nya. Kalau yang menarik itu dimana-nya. dari Binjai. maka leadnya diubah sebagai berikut : Di Lubang Buaya. yaitu : a. Pelukisan Pendahuluan yang melukiskan fakta. Bagaimana caranya? b. biasanya terasa kering dan tidak menarik. d. Tebingtinggi. Seperti Buket raksasa saja pesta agung di istana Rahwana Raja. mengapa-nya. dengan batangnya abu-abu dan bunga merah merona tersebar rata dipuncaknya. Kalau ringkasan ini ditulis begitu saja. Pernyataan yang menonjol Lead ini kadang-kadang disebut punch lead (pendahuluan kejutan). Kadang-kadang cara melukiskan kejadian itu begitu bagus. Anekdot (kisah pendek tentang kejadian penting yang menarik karena aneh atau lucunya) biasanya memang benar-benar terjadi. sekalipun sering dibumbui tambahan fiktif. dengan kata-kata yang jernih. Soenandar berhasil membuahkan lengkengnya untuk pertama kali dalam sejarah perkembangan. Keberhasilannya mengantarnya ke Filiphina untuk menerima hadiah Magsaysay tahun 1972. Misalnya: Dari jauh saja sudah mempesona. Misalnya : Membuat lengkeng berbuah di dataran rendah tidak mudah. nama-nama pemberian neneknya dan para sesepuh yang lain ditulis pada secarik kertas yang kemudian dimasukkan ke dalam batok kelapa jenggi. maka ringkasan sebagai lead biasanya akan diperhatikan. Namun dengan menggelangi batang. sering menawan juga karena membuat tulisan nonfiksi seolah-olah menjadi fiksi. 11 . Tetapi kalau memulainya dengan sudut pendang paling menarik. sering kali menggugah minat baca karena mengajak pembaca membayangkan bersama penulis. Jakarta yang panas hawanya. Jakarta yang panas hawanya. namun ia menggambarkan beberapa pokok obyektif tertentu yang dapat dipakai penulis sebagai titik awal pembicaraan yang berhubungan dengan pokok bahasan. pohon dadap Erythrina variegata itu. dimana-nya. pohon lengkeng yang biasanya hanya mau berbuah di daerah sejuk itu ternyata bisa disuruh berbuah. Misalnya: Ketika pangeran Djajadiningrat dari Banten masih berumur balita dan akan diberi nama dulu.. Ah! Baiknya Anda melihat sendiri. (What lead). Meskipun kebanyakan subyektif. Ia memang bermaksud membuat pembaca kagum.. Anekdot/Dongeng/Sejarah Pendahuluan bersisi anekdot. apa-apa yang diceritakan itu. Slamet Raharjo (1997) memberikan alternatif terbaik untuk mempermudah kalimat pembuka ini. Biasanya diikuti dengan kalimat kekaguman. Ringkasan Pendahuluan berbentuk ringkasan nyata-nyata mengemukakan topik dan pokok isi tulisan secara garis besar. sampai lead ini disebut lead sastra. c. ataukah bagaimana-nya? Kalau yang menarik itu apa-nya. Misalnya: Luar biasa! Hans Westernberg. Dan latar belakangnya biru lazuardi . lalu dibaca.James Rompas Khusus untuk artikel nonfiksi. pohon dadap itu kalau sedang berbunga. panen singkong 70 ton tiap hektar tiap musim. Ada lima cara untuk memulai ringkasan. kejadian atau hal.

f. Ia hanya berarti guling. Misalnya: Anda pernah mendengar istilah Dutch Wife? Belum. g. Dan barangsiapa yang mempelajari ilmu lalu mengamalkannya. menuturkan asal usul namanya. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (5) Sulit menjabarkan yang dimaksud di sini adalah bukan sebatas kesulitan membuat kalimat pembuka tapi kesulitan menyelesaikan artikel itu hingga tuntas." Demikian Pangeran Arya Achmad Djajadiningrat. berikut kami bahas satu persatu: 12 . Di antara penyebab dari kemandegan ini adalah: a. Achmad-lah. Misalnya: Anda sudah pernah menikmati kelezatan mangga manalagi? Inilah cara-cara bertanam agar menghasilkan buah yang lezat. dapat langsung menyentuh rasa pembaca dan sekaligus membawanya ke pokok bahasan yang akan dikemukakan dalam artikel nanti. Ia menggugah pembaca dan menolongnya agar mulai berpikir aktif.James Rompas Ibunya kemudian mengambil salah satu kertas yang tergulung dalam batok itu. Kadang ide sudah ada. Amanat langsung Pendahuluan berbentuk amanat (atau pesan) langsung kepada pembaca. Kurang referensi c."(HR. apa yang mesti dilakukan dengan ide itu karena begitu 'gelap' untuk menjabarkannya. penulis masih bingung. Awalan dutch (yang selain Belanda juga berarti fancy). untuk memulai tulisan. Misalnya: Rasulullah saw. karena pembaca perorangan. menuju ke arah pengertian "semu". Penulis tidak menguasai masalah atau materi yang dibahas b. Barangsiapa yang mengajarkan ilmu. maka Allah akan mengajarkan apa-apa yang belum diketahuinya. Abu Syeikh). Setelah kertas pilihannya dibuka. maka Allah akan menyempurnakan pahala baginya. ternyata bertuliskan nama Achmad. e. Pertanyaan Pendahuluan berbentuk pertanyaan yang merangsang keingintahuan merupakan lead yang bagus. sudah tentu lebih akrab rasanya. Penulis lebih banyak memakai kata "kita" dan "Anda" dalam tulisannya. Namun Dutch wife tidak bisa buru-buru ditafsirkan sebagai istri semu (atau gadungan). Belum terbiasa membuat artikel Untuk lebih jelas mengenai empat masalah tersebut. bersabda: "Ilmu itu adalah ruh Islam dan tiangnya iman. "Karena itu. Itu bukan istri Belanda. nama saya. tentunya. Tidak jelas kerangka kerangannya (kerangka pemikirannya) d. Kutipan orang lain/Kitab Suci/Petuah Pendahuluan berupa kutipan ucapan seseorang (tentunya yang memang terkenal sudah "mempunyai nama").

Kerangka karangan untuk artikel cukup secara garis besar saja yaitu rangkaian masalah yang akan dijabarkan dalam artikel. Penjiplak sering disebut juga plagiator. Fungsinya sebagai bukti atau memperkuat pendapat penulis. Kurang referensi Referensi. padahal dia sendiri hanya berlatar belakang matematika. Sekalipun boleh-boleh saja selama mampu. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (6) Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat seseorang dari seorang pengarang atau seseorang yang sangat terkenal. bisa jadi disebabkan belum terbiasa membuat artikel. kalau jiplakan. Disarankan. Membahas suatu ide yang materinya sesuai dengan latar belakang sendiri akan sangat mengasyikkan. (Lihat bab I tentang Fokus pada Spesialisasi Ilmu yang Dimiliki) b. mengambil pendapat orang lain tanpa menyebut sumbernya sehingga dianggapnya pendapat diri sendiri. sekalipun sulit tapi usahakan terus berjalan. majalah. Kerangka karangan dalam setiap tulisan atau karangan tetap diperlukan. Belum terbiasa membuat artikel Jika tiga masalah di atas bukan kendala lagi. seni atau lainnya yang tidak ada kaitannya dengan politik. surat kabar. persiapkan dulu referensi atau rujukan yang mendukung pada artikel yang akan dibuat. Untuk itu kami sarankan agar membahas suatu ide yang memang layak Anda bahas atau sesuai dengan latar belakang pendidikan Anda. tapi kadang masih ada kendala menjabarkan bahasannya. Penyebab lainnya adalah kurang adanya perhatian pada kerangka karangan. Bedanya dengan jiplakan. cukup pokok pikirannya saja. tidak mesti terlalu mendetail. jelas sulit. baik buku-buku atau media lainnya sangat menunjang dalam pembahasan suatu artikel. tapi bagi penulis pemula biasanya bingung sendiri. atau media elektronika. Menurut jenisnya. d.James Rompas a. Tidak jelas kerangka karangannya Bagi penulis pemula. baik terdapat dalam buku. kutipan dapat dibedakan atas kutipan langsung dan kutipan tidak 13 . Penulis yang memaksakan diri membahas suatu bahasan tanpa menguasai materi tersebut bisa prustasi. Sekalipun artikel yang dibuat sesuai latar belakang pendidikan Anda. nanti pun Anda akan terbiasa menulis dengan mudah. selain itu nantinya kredebilitas penulis akan sangat diakui media. namun tidak ada salahnya sebelum Anda membuat artikel. Misalnya. c. Penulis tidak menguasai masalah atau materi yang dibahas Kebanyakan penulis pemula merasa optimis bisa membahas bahasan yang idenya baru saja ditemukan. tidak mempertimbangkan apakah dia mampu atau tidak menjabarkan ide itu. ide yang didapat dalam bidang politik. sekalipun ide yang dibahas sesuai dengan profesi atau latar belakang pendidikannya dan referensinya juga cukup. tapi masih kesulitan menyusun kata atau kalimat.

James Rompas langsung. perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang dirorong oleh hasrat seksual. Raja Grafindo Persada :1994). Sarlito Wirawan Sarwono (Raja Grafindo Persada: 1994) adalah: "Perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual". Misalnya: Dr. Kutipan tidak langsung. Misalnya: Dr. tahun penerbitan. tulis nama orang atau badan yang mengedit." b. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat: "Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. Kutipan tidak langsung. Sebaliknya. Cukup dinulis nama penulis. diikuti dengan "ed" (ed = editor). Kutipan langsung. Apalagi dalam kutipan langsung. a. (Dr. b. Cukup ditulis nama penulis dan buku karangannya. Penulis bisa memilih beberapa cara di antaranya sesuai kebutuhan. Kutipan langsung diapit dengan tanda petik sedangkan kutipan tidak langsung tidak dan biasannya diawali dengan kata "bahwa". dan halamannya. Bila sumber itu kumpulan tulisan. Bila penulis lebih dari tiga orang. Bila sumber itu terjamahan. Tiga teknik tersebut adalah di antara teknik yang paling sering digunakan. penerbit dan tahun penerbitan a. Misalnya : Dr. Sarlito Wirawan Sarwono. Misalnya: Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. 2. b. kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. Misalnya: "Perilaku seks adalah segala tingkahlaku yang didorong oleh hasrat seksual". baik pengutipan langsung maupun tak langsung. penulis tidak boleh merubah isi kutipan baik redaksinya maupun maknanya sekalipun mungkin tidak sesuai dengan selera penulis. tesis. Berikut ini beberapa cara teknik pencantuman sumber kutipan. dan desertasi. Sumber kutipan. dicantumkan dalam isi bahasan atau langsung dalam tulisan bukan dalam catatan kaki seperti pada makalah. Cukup ditulis nama penulis. Idealnya dalam pengutipan. Teknik tersebut adalah: 1. cukup menulis nama penulis yang pertama diikuti dengan tulisan"et al" (et al = dan kawan-kawan). Kutipan tidak langsung. 14 . (Dr. Sarlito Wirawan Sarwono (1994 : 137) berpendapat bahwa. a. kutipan tidak langsung adalah mengutip pendapat orang lain berupa intinya yang terkadang teks kalimatnya diganti dengan kalimat gaya penulis bersangkutan tanpa merubah maksud kalimat tersebut. Judul buku yang ditulis boleh judul asli atau terjamahan. skripsi. khusus artikel. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat bahwa perilaku seksual adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual. tetapi di belakangnya ditulis nama penerjamahnya. Kutipan langsung adalah kutipan yang mengutip pendapat orang lain secara lengkap kata demi kata. Misalnya: Perilaku seks menurut Dr. Kutipan langsung. b. Sarlito Wirawan Sarwono. ditulis pula nama penulis aslinya. c. 3. sipenulis tidak boleh merubah redaksi atau kalimat dari kutipan. Kutipan langsung. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah: a. 1994 : 137).

Buktinya. menulis terasa mudah dan indah. By Abu Al-Ghifari Strategi Merangkai Kata Menulis itu ternyata memang tidak gampang. Ada tamsil menarik soal ketrampilan menulis. ditulis nama sumbernya (penanggung jawab) kemudian ditulis data lainnya. belum tentu kita dapat melukiskan sebagus-bagusnya dalam kata. naik sepeda terasa mudah. dan bahkan dapat mengayuh dengan santai atau cepat. Jose Daniel Parera dalam Konggres Bahasa ke-5 di Jakarta mengatakan. Kata-kata mengalir dengan mudahnya sehingga terangkai menjadi rangkaian kalimat yang menawan. suatu saat pemahaman Anda semakin luas. 15 . terasa susah bukan main. Lalu. belajar menulis itu seperti belajar naik sepeda. “If you don’t read. Pater Bolsius SJ. kunci bisa terampil menulis atau merangkai kata memang terletak pada kontinuitas latihan (sehari-hari). Seperti yang dikatakan Eka Budianta. maka ditulis judul artikel. Karenanya. Konon. dalam bukunya Menggebrak Dunia Mengarang seperti yang pernah dikutip dimuka. hobi membaca buku. Jatuh-bangun berkali-kali. tanggal/bulan/tahun penerbitan. Tapi setelah bisa. Ketika awal-awal menulis. terasa sulit bukan main. Jikalau engkau tak (punya kebiasaan) membaca. Pertama. banyakbanyaklah Anda membaca. duduk di atas sedel sepeda bisa dilakukan dengan tenang tanpa terjatuh. Apalagi mengorganisasi kalimat sehingga teruntai ide-ide segar yang menggerakkan. seperti dikutip Wishnubroto Widarso dalam bukunya Pengalaman Menulis Buku Non-Fiksi pernah berucap. Terkadang sulit membayangkan. Tetapi setelah bisa. you don’t write”.James Rompas d. e. tidak semua orang mampu menjadi seorang penulis yang piawai mengorganisasi kata sehingga terangkai dalam kalimat yang komunikatif. nama surat kabar/majalah. Bila sumber itu tidak diketahui nama pengarangnya. biarkan ia mengendap dalam benak Anda. Ketika awal-awal belajar naik sepeda. Bila sumber itu surat kabar atau majalah. Begitu pula belajar menulis. bagaimana menyusun kalimat yang “hidup”. dan akan tiba saatnya Anda harus menulis. apa yang ditulis dan sejumlah pertanyaan-pertanyaan lain yang berkecamuk. apa saja kiat-kiat agar bisa terampil menulis ? Berikut ini ada 7 kiat yang bisa dipraktekkan. engkau tak bisa menulis. Bagaimana mengawalinya. bahwa meskipun setiap hari melihat langit.

memerlukan media untuk menuliskan ide-ide yang bekerjapan dan lalu lalang setiap harinya. Homa. tulislah apa saja sepanjang hari. Floyd G. Hal itu akan berguna untuk mengasah ketrampilan menulis dan melatih kepekaan kepada kata-kata. Ibarat pelari. Jadi. membacalah sebanyak-banyaknya. ibarat Anda buang hajat besar lantaran kekenyangan. Diskusi merupakan ajang tukar pendapat. Dari bahasa. suatu ketika hasrat menulis akan timbul pada diri Anda secara alami. Dalam menulis surat kita berlatih memilih kata-kata yang pantas untuk pembaca. Maka. Karenanya. Ia akan menjadi inspirasi yang hebat untuk bahan tulisan kita. Ke-empat. Fenomena alam akan menjadi inspirasi sebagai bahan tulisan. Kekayaan kosakata-lah yang membedakaannya. menganjurkan. Apakah dia seorang yang memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi atau tidak. Begitu juga novel Para Priyayi Umar Kayam. Menulis surat atau korespondensi adalah latihan berkomunikasi secara tertulis yang cukup efektif. Dr. Menurut Eka Budianta. Seorang psikolog dan ahli terapi menulis. pejabat. “Kecakapan menulis tak akan begitu saja jatuh dari langit. maupun orang asing di tempat jauh yang belum kita kenal. Penulis juga begitu. Membaca tak semata-mata membaca buku. tapi juga membaca alam. Ternyata ada banyak kata yang bagus yang dapat kita gunakan dalam tulisan kita. buku harian merupakan media yang tepat untuk itu. pembaca bisa berarti teman dekat. Arpan mengatakan. Ido. sebelum menulis Ikan-ikan Hiu. Ketiga. Ketujuh. 16 . mempunyai buku harian. cintailah bahasa. Kelima. yang ditulis dengan mengadakan berbagai penelitian dan dukungan perguruan tinggi di Amerika Serikat. Prof. menulis setiap hari di buku harian juga berguna untuk membangun kepribadian. seseorang akan gampang mengungkapkan apa saja yang diingininya lewat tulisan. Dalam hal ini. Ke-enam. membaca alam adalah membaca peristiwa kehidupan. Selain itu. James Pennebaker. hobi meneliti. Itulah tujuh kiat yang bisa dipraktekkan. Milikilah buku harian. suka korespondensi. kenalan baru. Tapi kecakapan itu baru bisa dicapai dengan jalan berlatih”. Dan pengetahuan yang luas yang Anda dapatkan dari membaca akan memudahkan Anda untuk menuangkannya ke dalam tulisan. Minat meneliti merupakan sarana yang akan semakin meningkatkan kedalaman dan luasnya jangkauan tulisan kita. YB Mangunwijaya mendalami masyarakat Maluku dan pola hidup Maritim di sana. dalam bukunya Mengikat Makna menyatakan.James Rompas Hernowo. mencintai bahasa. Dalam diskusi akan banyak pendapat dari luar diri kita yang dapat menimbulkan letikan ide atau inspirasi untuk bahan tulisan kita. perlu jogging harian. orangtua. suka diskusi. membaca alam. “Write your wroung !”. Termasuk. Kedua. Bahasa adalah alat komunikasi. Di panggung kehidupan ini ada banyak peristiwa yang bisa digali untuk bahan penulisan. tapi selama ini kita belum mengetahuinya karena itu kita tidak menggunakannya. indikasi dari tingkat intelektualitas seseorang akan tampak. Buka-bukalah kamus Bahasa Indonesia.

Selesainya sebuah tulisan antara lain disebabkan bagus-tidaknya. Peristiwa ini terjadi di sebuah kota besar negeri kita. Kita simak kata mutiara dari Geothe yang dicuplik Hernowo dalam “Kata Pengantar” panduan penyusunan naskah (Mizan. Sehingga dalam tulisan pun dalil naqli harus ditulis terlebih dahulu. Dalam artikelartikelnya. 2. Abdullah Gymnastiar memberikan bahwa. Pesan intinya hukum Allah sesuai dengan segala dalil naqli punya pendapat yang sama. Fungsi kata pembuka. tersedot perhatiannya. terdapat muatan khusus dan mendalam bagi penulis yang memetik ayat Al–Qur’an atau As–Sunah di awal artikel. Di dalam keberanian mulai terpendam 17 . “Apapun yang akan Anda lakukan atau impikan dapat Anda mulai sejak sekarang. bila menemukan (membaca) informasi yang mengejutkan. Katakanlah di luar dugaan. Pengaruh intro kepada pembaca cukup besar. Beliau kerap kali mengutip ucapan-ucapan sastrawan besar sayyidina Ali. tapi juga diakui penulis kawakan. Sehingga tidak mengherankan untuk membuat kata pembuka lazimnya disebut intro menghabiskan banyak waktu. Yang penting mengejutkan. Termasuk mutiara dalam tulisan atau kata mutiara. Penulis sekaliber Jalaluddin Rakhmat sering mempraktekkan cara ini. 2000). 1. metode. Diperkirakan frekuensi kenaikan omzet terus meroket pada masa-masa mendatang. Walaupun kata-kata itu pedas karena menasehati pembaca. 70% kaum remaja usia SMP-SMU pernah merasakan zina. Mereka memiliki falsafah bahwa setiap sesuatu harus berpijak pada dalil. menarik atau tidaknya kata pembuka. 3.James Rompas by Badiatul Muchlisin Asti Strategi Membuat Lead Menulis kata pembuka merupakan bagian yang sulit dalam tulis menulis. Pengakuan ini tidak hanya dibenarkan oleh penulis pemula. Pesona kata mutiara dapat mengakdai pembaca. da’i kondang KH. karena dari segi nilai jual punya andil yang strategis. Contoh lain. Petikan Kitab Suci Selain sebagai gaya. Mengejutkan bisa berakibat senang atau sedih. Data Mengejutkan Pembaca akan terpengaruh. Kata Mutiara Mutiara dicari dan disenangi banyak orang. Dengan memadukan teori Manajemen Qolbu dan enterpreneursip. terpancing emosinya. sangat vital. Meraup omzet sebesar 15 miliar per tahun. Kita akan coba mengenali dan menemukan penulisan intro denga tujuh cara. kita perhatikan contoh-contoh berikut: Mengutip sebuah penelitian. didukung lebih dari 300 santri perusahaan yang dikelola pesantren Daarut Tauhid – Bandung.

Menimbulkan ger-geran. beliau punya kebiasaan menyendiri di Gua Hira. Cukup banyak media yang memberikan ruang untuk humor. dua tokoh yang berdebat. Sebelum Muhammad bin Abdul Muthalib diangkat menjadi Rasul. Misal: kita akan menulis perihal “pentingnya tafakur”. tapi ada yang lebih dekat dengan kita. Latar Sejarah Menyapa pembaca bisa juga dengan penyebaran latar sejarah. yaitu kematian. tapi ada yang lebih jauh dari kita. pernah juga menginformasikan suatu kebenaran dengan gaya guyon. Keterlibatan pembaca terasa secara langsung. tapi mendidik. Misal: Apakah mahasiswa Indonesia senasib dengan mahasiswa Thailand. Di tempat ini Nabi Saw.James Rompas kejeniusan. para nabi. tokoh atau siapa saja. Kutipan Dialog Dialog bisa kita ambil dari kejadian sehar-hari. Sapalah pembaca dengan guyonan segar.” IG: “Apa yang lebih jauh dari kita?” PS: “Negeri Cina” IG: “Benar. percakapan keluarga dan seterusnya. amat rajin menggunakan kata pembuka dengan anekdot. Perhatikan dialog Imam Ghozali (IG) dengan para santrinya (PS). kekuatan dan keajaiban”. 5. Dahulu sebelum majalah tempo dibreidel (kemudian terbit kembali) seorang penulis bernama Bondan Winarno seperti diakui Yosal Irantara (Dekan Fikom Uninus). tapi ada yang lebih ringan. yaitu menunda shalat. (Baca kisah nenek yang tidak masuk surga).” 7. Humor Manusia senang dengan sesuatu yang lucu. by Lilis Nihwan Strategi Membuat Judul 18 . Boleh kisah sendiri. 4. IG: “Apakah yang paling dekat dengan kita?” PS: “Keluarga” IG: “Benar. yaitu masa lalu. antara guru dan muridnya. Nabi Muhammad Saw. 6. yang awalnya dipuja-puja oleh rakyat Thailand? Tetapi kemudian hari para mahasiswa itu dimusuhi oleh rakyat karena dianggapnya tidak mampu merubah keadaan. melakukan perenungan berbagai hal. Pertanyaan Pertanyaan mempunyai kandungan maksud untuk mengajak pembaca segera berpikir. Menuturkan kronologis tertentu yang berhubungan dengan masalah yang sedang ditulis. Cara ini cukup efektif. Misal: Pisang apa yang kulitnya enak dimakan? Kemudian Bondan menjawab pisang goreng.” IG: “Apa yang lebih ringan?” PS: “Angin” IG: “Benar.

Kita kutip suatu alenia penuh. Tulis saja. pandangan akan meluncur ke bawah” (Kiat Jadi Penulis dan Wartawan. Selesai memutuskan judul (yang pertama. dapat kita ambil kesimpulan bahwa. hidungnya. Apa yang harus kita lakukan? Jangan terlalu panik. pilih yang paling mudah. Jika Timbul Judul-judul Lain Satu judul yang sedang kita rampungkan.). dengan kemampuan kita. Meminjam Istilah yang Sedang Ngetrend Istilah yang sedang ngetrend pasti lagi banyak dibicarakan banyak orang. Sekali lagi jangan ragu. 4. atau pernyataan tokoh berpengaruh. Selesai memperhatikan bagian atas. tidak jarang beranak dan menjurus pada dualisme judul atau lebih. 2. Saya tahu maksud permisalan pak Roesli. rambutnya. terkadang terjadi pergeseran makna. dadanya. 3. kedua. Untuk merumuskan dan membuat judul memerlukan beberapa langkah. Bisa merembet pada masalah yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan banyak kasus seperti ini. maka pada tingkat kedua harus dilakukan perubahan judul sesuai perjalanan tulisan kata lainnya. kondisikan dengan referen yang tersedia. Akan lebih senang lagi pria melihatnya bila wanita itu tersenyum manis. dengan mendialogkan kaum Hawa dan Adam supaya lebih gampang memahami uraian. segera “matikan” judul lainnya. Kemudian matanya.. dagunya. Akhirnya tidak percaya diri bahwa kita mampu menulis. Judul awal bukanlah hal yang final kalau terjadi perubahan isi. 1. Jika saat menulis judul pertama kali. dan terus sampai ke ujung kaki. “Umumnya kaum pria selalu memulai daya pandanganya yang ditujukan pada kaum wanita. Tulisan yang Dianggap Paling Menarik Tahapan awal menulis judul yaitu tulis yang paling menarik. Jangan ragu-ragu tulis saja. tertukik pada bagian kepala. peranan judul amat penting. Judul Awal Bukan Hal yang Final Seiring proses penulisan dari satu alinea ke alinea lainnya. Dari tiga penyataan tersebut. yaitu muka wanita itu. Kepanikan menyebabkan frustasi. pertanda hatinya baik dan berbudi. Judul sering diartikan sebagai pintu masuk. 1998). “Kunci” sementara untuk lain waktu dibuka kembali supaya sebuah tulisan segera rampung atau matang dan tidak mengambang. Kalau menemukan kenyataan ada judul baru timbul. BPJ. Judul identik dengan kandungan isi tulisan. Cara ini sangat efektif menyapa emosi pembaca. ketiga…. Sumbernya entah dari judul film. Manjakan bayangan-bayangan tulisan yang sedang dan akan kita garap dengan menulis judul sesuai selera waktu menulis. yang dianggap dapat menyedot perhatian banyak pembaca.James Rompas Roesli Lahani Yunus dengan gaya kocak mengibaratkan judul sebagai wajah perempuan dalam tatapan laki-laki. membangkitkan gairah membaca isi tulisan. bibirnya. kata-kata apa saja harus ditulis bagus. Sekarang kita baca langkah ketiga. Substansi tulisan tidak hanya satu jalur. 19 . iklan.

”. “Agar Komunis Tidak Bangkit Lagi” (Upaya Pencegahan Dampak Negatif Paham Komunis Melalui Pendekatan Ekonomi yang Islami). Lazimnya kata-kata tambahan diberi tanda kurung. Kita bisa memanfaatkan kepopuleran istilah-istilah itu. Sesuai Isi Urutan ketujuh inilah yang paling prinsipil. Boleh Panjang Umumnya para pembaca lebih menyukai judul dengan menggunakan kalimat pendek atau efektif. 7. Disesuaikan. 5. Dengan membubuhkan pesan yang akan disampaikan. Sebelumnya lagi nyanyian Joshua “Diobokobok”.James Rompas Beberapa waktu lalu sebuah judul film yang dibintangi Dian Sastro Wardoyo begitu mengemuka. Ada Apa dengan Anggota Dewan. “Ada Apa dengan RUU Penyiaran. lebih khusus lagi yaitu. Sebenarnya penulisan judul dapat pula dilakukan dengan memanjangkan kata kata tambahan. mantan Redaktur Bandung Pos (Alm). “Ada Apa Dengan…. patutkan dengan selera sendiri. Apa pun gaya tulisan. dengan pendekatan apa saja. meyakini berbagai manfaat retorika sekaligus menggiring pembaca untuk mengikuti kursus pelatihan komunikasi di lembaga tempat ia beraktivitas. kita petik sebuah contoh dari makalah yang ditulis AS. Ada Apa dengan Pemilihan Gubernur. Berikut ini pemanjangan dari judul pendek di atas. Misal. Jadi. Panganut (peminat) judul pendek biasanya menulis judul tidak lebih dari enam kata. Boleh Pendek. kalimat jelas dan singkat serta tidak memerlukan banyak kata. 6. redaktur atau pembaca. Pertama. Harga mati. secara umum mempengaruhi massa. Misal. boleh panjang. penulisan judul harus mencerminkan kandungan isi tulisan. ada dua keuntungan (tujuan) yang ingin dicapai dari penulisan judul itu.” dan seterusnya. “Ada Apa Dengan Cinta”. by Lilis Nihwan Strategi Menutup Artikel 20 . Haris Sumandria. Topik: Keuntungan Mengikuti Pendidikan Retorika Judul: Tanpa Retorika Kita Tak Berdaya Dengan memberikan judul “Tanpa Retorika Kita tak Berdaya”. Kehormatan Rakyat Diobok-obok. Pak Haris memaparkan. penulisan judul boleh pendek. Para akademisi sering mangatakan gaya mempengaruhi dengan sebutan persuasif. Gaya Mempengaruhi Salah satu penulisan judul yang efektif dengan cara nada mempengaruhi. Titik-titik diisi dengan nyawa tulisan (pesan). Kedua. “Agar Komunis Tidak Bangkit Lagi”.

A. Mengajak Pembaca untuk Beraksi Artikel ditulis untuk mempengaruhi pembaca agar segera beraksi. Jadi. Kita simak kata penutup tulisan H.James Rompas Menutup artikel tidaklah sesulit membuat pembukanya (intro). Kita perhatikan alinea penutupnya. menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap Al-Aqsha di kalangan umat. Ia menjelaskan. nyatakan kembali ide pokok itu. Kita bisa menutup artikel dengan 7 hal berikut. Nurani yang Terkoyak”. Dengan utang. dilatarbelakangi oleh berbagai kejadian sebelumnya yang dianggap belum optimal. Do’a atau Harapan Ada kalanya artikel ditulis dengan nada permohonan atau harapan. Cuma.S berjudul “Benang Hitam Khusus di Malam Gelap” (Pikiran Rakyat. sebuah artikel berjudul “Utang Ibadah yang Mulia” (MQ. Selayaknya. lindungilah Bandung dan pemerintahannya dari 21 . 1. Ditulis oleh Purdi E. paling tidak setiap peringatan Isra Mi’raj (27 Rajab) umat Islam memikirkan dan memprogram pola perjuangan bagi pembebasan Yerusalem (Palestina).15 September 2003). mungkin sedikit memelesetkan pesan Bung Karno menjadi “gantungkan utangmu setinggi langit”. Melakukan hal-hal yang semestinya menurut penulis harus dilaksanakan. sementara penutup artikel berfungsi sebagai penyampai gagasan utama. Wallahu a’alam. sehingga rakyat muslim di berbagai negara dapat mendesak pemerintahnya untuk bersatu dengan pemerintah muslim lain. untuk berani membuka usaha walau pun dengan jalan hutang. Menyampaikan Kembali Ide Pokok Ide pokok sebenarnya sudah terurai di sebuah tulisan yang sedang digarap. Misal. sebagaimana tertuang dalam tulisan tersebut.Namun bisa juga ditulis karena masa depan yang akan diraih masih dalam tahap perhitungan-perhitungan tertentu atau belum jelas. dengan bahasa (katakata) yang berbeda. Bayangkan. mengantarkan pembaca untuk memasuki emosi pemikiran penulis. Namun di alinea paling akhir. bahwa tulisan sudah berakhir. Oktober 2003). demi pembebasan Yerusalem.” 3. Utang bukan pantangan untuk mengembangkan usaha. Anda setuju? 2. Bedanya. Romli (MQ. Tetapi muatan utamanya sama. keduanya sama-sama penting. Rachmat M. Biasanya tulisan semacam ini. Contoh ini bisa kita tiru dalam “Al-Aqsha. tak keliru kalau saya berkeyakinan bahwa utang untuk bisnis adalah sebuah ibadah yang mulia. Chandra seorang Presdir Primagama Group. kita bisa kembangkan bisnis dan membuka peluang bekerja pada banyak orang. Meski demikian. Bisa juga dengan menggunakan teori yang sama seperti teknik membuka artikel. atau kabar kepada pembaca. Ya Allah Yang Maha Melindungi. kalau pembuka. Itu sebuah ibadah yang mulia. Oktober 2003). bagaimana jadinya jika sebuah tulisan tidak ada penutupnya? Pasti hambar rasanya. tulisan ASM.

dan “Realitas Kosmologis. Yusuf membuat judul kecil dengan. Ya Allah. Tidak keras. Wallahu a’alam. Misal. 5. Contoh: kita mengurai tentang “Kebebasan dalam Menulis Puisi”. yang bisa diungkapkan dengan berbagai jenis bahasa. Uraian sangat singkat batang tubuh tulisan. kutiplah Helvy Tiana Rosa. sebab terus menerus digunakan untuk berpikir. 22 . Misal. tapi sasarannya tercapai serta mengena di hati pembaca. Menulis masalah hukum. Otak yang paling mahal adalah otak yang jarang digunakan untuk berpikir. kita akhiri dengan sabda Nabi Muhammad Saw. Suatu saat di Jerman ada pameran otak. penutupnya. seluruh pengunjung pameran menyerbu stand Indonesia untuk membeli otak-otak orang Inonesia.James Rompas manusia-manusia yang berniat jahat mau mencari di atas penderitaan rakyat. Kita ingin bebas berekspresi dalam hal bahasa. 22 Agustus 2003). Kesimpulan dari Sudut Kronologios Banyak yang menulis artikel dengan cara beberapa judul kecil (sub jusdul). Selama ini banyak tata cara dan formula menulis puisi. suatu kesadaran atau suatu pengalaman. Ternyata.Dalil Naqli Tidak sedikit penulis memilih gaya tulisannya dengan menuliskan tujuan di akhir alinea. Anekdot Pesan: kritik sosial. ya Tuhan kami. Sebaliknya. untuk menutup artikel bertema “Keutamaan Ilmu”. kita menulis tentang “Rendahnya Budaya Berpikir di Kalangan Masyarakat Indonesia”. mengenai ilmu: “Siapa yang meninggalkan kampung halamannya untuk mencari ilmu. Masalah seputar perbukuan. Dan bukanlah semata bertujuan untuk meng’agama’kan seluruh segmen kehidupan melainkan bagaimana mewujudkan kesejahteraan dan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan terutama dalam enghargai keragaman. dan seterusnya. Puisi itu semacam bagian ruh dalam.” 7. Kutipan Seorang Praktisi Menutup artikel dapat juga dengan mengutip pernyataan tokoh tertentu. Kita bisa menutup humor seperti di bawah. berikanlah kebaikan dunia dan kebaikan akhirat kepada kami dan lindungilah kami dari api neraka. Amiin. tulisan Yusuf Burhanuddin (Republika.ia berada di jalan Allah. kutiplah Bambang Trim. Sesuai dengan bahasan yang kita garap. “Tujuan Dakwah”. “Epistomologi Dakwah”.” Toleransi akhirnya menjadi keniscayaan sosial bagi seluruh umat beragama dalam menata khidupan bersama. Model ini. Lalu kutiplah pernyataan penyair “liar” Emha Ainun Nadjib yang mendukung isi tulisan kita. Tentang cerpen. Contoh demikian terdapat dalam “Relevansi Dakwah dan Toleransi Beragama”. Saya tidak tahu persis siapa pencipta anekdot ini. bisa menggunakan gaya dengan cara menuturkan simpulan kronologis. 6. ambillah misalnya pernyataan dari Adnan Buyung Nasution. otak yang sudah rusak nilai jualnya rendah. Dan tinta seorang pandai adalah daripada darah seorang syahid. Tujuan tertinggi yaitu tujuan yang dianggap sesuai dengan firman Allah atau sabda Rasul-Nya. 4. cukup efektif dengan menggunakan humor. Karena otaknya masih utuh. Otaknya difungsikan.

Kriteria Teknis. 1. 2. Oleh karena itu. 23 . yang diperlukan. Diantara kemungkinan itu bisa jadi karena beberapa sebab. Banyak kemungkinan alasan mengapa suatu tulisan yang dikirim tidak dimuat. 5) “Jembatan” atau “kata penghubung” telah sesuai. 3) Gagasan tulisan menyangkut kepentingan sebagain besar pembaca media. saran-saran. Memenuhi Kriteria Tulisan Ada beberapa kriteria umum tulisan yang biasanya diterapkan diberbagai media cetak. ntuk mendukung ide pokok. redaksi media cetak umumnya memiliki kriteria tentang tulisan yang layak muat. dan atau opini. 4.James Rompas by Lilis Nihwan Menyiasati Peluang Diterbitkan (1) Setiap penulis memiliki harapan. 7) Memenuhi aspek-aspek yang menyangkut etika Jurnalistik dan tidak bernuansa “SARA”. 2) Lead telah berfungsi secara akurat dalam membangkitkan orang untuk membaca. 1. 4) Penembpatan dan formulasi topic sentence dalam suatu paragraf telah tepat. Kriteria umum 1) tulisan asli. 3) Bahasa yang dipakai telah sesuai dengan kaidah pemakaian bahasa jurnalistik. tulisan yang dikirimkannya dapat dimuat. jumlahnya banyak. 6) Tidak memiliki. yang memungkinkan diperkarakan. baik data konkret. Tidak aktual. Hal itu merupakan suatu kewajaran. bukan jiplakan/ saduran/ terjemahan. 4) Memiliki kelengkapan dan kedalaman fakta. 1) Struktur tulisan uraiannya telah terorganisir dengan baik. Kriteria itu sebagai seleksi awal bagi layak tidaknya suatu pemuatan tulisan. sehingga perlu bersaing dengan tulisan yang lebih baik. terutama hematdan jelas. setiap media biasa mengadakan seleksi terhadap sejumlah tulisan yang masuk. kalimat. Tulisan tidak memenuhi kriteria penulisan. 8) Berakibat baik bagi pendidikan publik. Tidak sesuai dengan visi-misi media. bagian pargraf. dan hanya ditulis/ dikirim khusus untuk penerbit itu. pandangan baru. Namun dalalam kenyataan. 3. a. belum pernah dimuat dalam penerbitan lain. Kriteria umum tersebut penting untuk disikapi oleh setiap penulis dakwah. tidak jarang tulisan yang dikirim itu tidak dimuat atau dikembalikan. Tulisan sejenis. atau kata. Untuk membangun seleksi yang objektif. 6) Tidak ada kata yang menimbulkan misleading. 2) mengandung unsur baru. b. 5) Memiliki akurasi fakta yang diperlukan.

kenaikan harga BBM dan sebagainya. 10) Penempata anak judul yang pas (jika diperlukan). berikut uraian tambahannya.5 halaman dan 8 halaman untuk cerpen. untuk memperbaiki halhal yang masih janggal. 24 . dengan tulisan yang jelas. Ketiga.5 halaman kwarto. kekeringan. aktual teragenda. dan memberi kesan pada pembaca.aktualitas sendiri bisa dipahami dalam dua hal: Pertama. singkat. sebaiknya kita menulis ulang. Masalah aktual seperti ini yang berkaitan dengan kejadian yang ada di tengah-tengah masyarakat. seperti dengan terjadinya kasus bom. kolom 4. Lebih lanjut tentang akutalitas teragenda dan yang tidak teragenda. Aktualitas ini berkaitan dengan adanya hari-hari tertentu. 8) Penembatan. telah tepat. Namun jika belum terpenuhi. menyimak tajuk rencana suatu media. 12) Kalimat penutup. Akan tetapi masih ada lagi yang perlu diperhatikan yaitu bernilai aktual. akan ia peroleh dengan memperhatikan apa yang tengah banyak disoroti oleh media yang akan dikirimi tulisan olehnya. Sebagaimana dimaklum bahwa tajuk rencana adalah tulisan opini yang isinya mengulas hal-hal aktual yang dibuat oleh pihak redaksi suatu media. Isra Mi’raj atau hari-hari Nasional dan dunia yang monumental. rapi dan bersih. Mengaktualkan Tulisan Mengenai. Idul Adha. 11) Cara penyajian tulisan opini tidak berkepanjangan tapi padat. Jika semua itu diperhatikan. banjir besar. mudah ditangkap. gaya enak dibaca. maka ia akan menjadi salah satu daya tarik bagi pihak redaksi untuk lebih menominasikan pemuatan tulisan yang memiliki relevasi dengan kondisi dan situasi yang sedang berkembang. Semuanya ditulis dengan ketikan 2 spasi. Kedua. wabah penyakit. maka ada harapan untuk dimuat.James Rompas 7) Penggunaan EYD sudah tepat. seperti hari Raya Idul Fitri. Jika suatu tulisan telah memenuhi kriteria itu. 9) Penempata fakta yang benar. by Aef Kusnawan Menyiasati Peluang Diterbitkan (2) 2. 5 halaman kwarto untuk resensi buku. tidak teragenda. jika penulis menghendaki aktualitas dalam tulisannya. kasus narkoba. Apa yang ditulisnya merupakan ulasan terhadap fenomena yang menarik perhatian media itu. Panjang artikel 0pini maksimal 5. Oleh sebab itu. sesuatu yang detail dan yang tidak perlu detail diposisikan secara tepat. banyaknya demonstrasi. tanpa coretan maupun tip-ex.

Untuk lebih jelasnya berikut ini. 2) Mengikuti secara cermat perlkembangan symptoms (gejala-gejala) yang muncul dalam kehidupan masyarakat. pmakaian internet. play station. ada juga yang memerlukan penelaahan. serta peristiwa lainnya yang menimbulkan berita tinggi. Menyiasati Aktualitas tidak Teragenda Setiap saat ada peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat. misalnya. 1) Menyusun rencana topik artikel untuk peristiwa-periistiwa kalenderium tahunan. munculnya berbagai kegiatan demonstrasi. 1) Mengamati perkembangan fenomena kehidupan masyarakat secara terusmenerus. 4) Mengikuti secara cermat. tentang kemiskinan masyarakat daerah pinggiran kota dalam kaitannya dengan pola migrasi masyarakat yang bersangkutan. diketengahkan hari-hari yang merupakan agenda tahunan. dan beberapa hari internasional. kelahiran undang-undang baru. Berikut uraiannya : Tanggal Moment 1 Januari Hari Tahun Baru Masehi 15 Januari Hari Pertempuran Laut Aru 22 Pebruari Hari lahir Lord Baden Powell 9 Maret Hari Pramuka 10 Maret Hari Film Nasional 15 Maret Hari Nyepi Hindu 25 Maret Hari Raya Nyepi 6 April Hari Nelayan Nasional 7 Aril Hari Kesehatan Sedunia 9 April Hari Penerbangan Nasional 13 April Wafat Isa Al-Masih 25 . Menyiasati Aktualitas Teragenda Ada sejumlah peristiwa aktual yang senantiasa teragenda. pemogokan tenaga kerja. Persoalannya adalah bagaimana seorang penulis bisa mengetahui permasalahan aktual yang tidak teragenda ini? Ada beberapa langkah untuk itu. munculnya peristiwa-peristiwa monumental. nasional. Kemudian ia menyusunnya dalam suatu perencanaan (yang flesibel). Ada yang terkategori kejadian biasa-biasa saja. Misalnya. 3) Mengikuti secara cermat perkemabnagn trend (kecenderungan) yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan yang fleksibel. Misalnya. dan lain-lain.James Rompas a . Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan yang fleksibel. maraknya kegiatan dakwah kampus. sehingga layak untuk diangkat menjadi bahan tulisan. Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan (yang flesibel). Untuk itu sebaiknya penulis menyadari benar tentang hal ini. hari peringatan nasional maupun internasional. serta berbagai langkah yang dilakukan para da’i kontemporer. dengan melakukan beberapa hal. 2) Menyusun rencana topik tulisan untuk moment-moment tersebut. Keteragendaannya terjadi karena ia biasa hadir tiap tahun. baik topik maupun penulis artikelnya. pengumuman kenaikan harga BBM. misalnya. b. khususnya hari-hari besar agama. baik hari besar agama..

Setiap surat kabar dan majalah mempunyai visi atau pandangan dan mempunyai arah kebijaksanaan atau misi tertentu yang berbeda. Mengenal Visi dan Missi Media Massa “Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat.” (QS. Fathir: 19). Warna tulisan yang diinginkan 26 .James Rompas 21 April Hari Kartini 1 Mei Hari Buruh Internasional Hari Kembalinya Irian ke RI 2 Mei Hari Pendidikan Nasional 8 Mei Hari PMI se-Dunia 7 Mei Hari Raya Waisak 15 Mei Hari Kebangkitan Nasional 21 Mei Hari Buku Nasional 24 Mei Kenaikan Isa Al-Masih 28 Mei Hari Waisak (Budha) 1 Juni Hari Lahirnya Pancasila 17 Juni Hari Kanak-kanak Nasional 21 Juni Hari Krida Pertanian 1 Juli Hari Bhayangkara 5 Juli Hari Berdirinya BI 12 Juli Hari Koperasi 22 Juli Hari Kejaksaan 10 Agustus Hari Veteran RI 14 Agustus Hari Pramuka 17 Agustus Hari Kemerdekaan RI 19 Agustus Hari Deplu 24 Agustus Hari Televisi RI 11 September Hari Radio 16 September Hari Sandang 17 September Hari Perhubungan 23 September Hari Bahari 27 September Hari Postel 28 September Hari Kereta Api 29 September Hari Sarjana 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila 5 Oktober Hari ABRI 24 Oktober Hari PBB 28 Oktober Hari Sumpah Pemuda 30 Oktober Hri Keuangan 31 Oktober Hari Tabungan Nasional 10 Nopember Hari Pahlawan 12 Nopember Hari Kesehatan Nasional 20 Nopember Hari Kanak-kanak se Dunia 10 Desember Hari HAM 20 Desember Hari Sosial 22 Desember Hari Ibu 25 Desember Hari Natal 1 Hijriyah Hari Tahun Baru Hiriyah 12 Rabiul Awwal Maulid Nabi Muhammad SAW 27 Rajab Hari Isra Mi’raj 1 Syawal Hari Idul Fitri 10 Zulhijah Hari Idul Qurban 3.

Dalam hal ini seorang penulis dituntut untuk jeli dalam melihat apa yang diemban surat kabar atau majalah tersebut. Sebuah toko besi tentu hanya akan menerima dagangandagangannya yang berkaitan dengan barang-barang yang berupa besi dan sejenisnya. seperti khusus kesehatan. Ada toko besi. menginginkan artikel tentang kesehatan dan sudah tentu menolak artikel-artikel yang keluar dari visi dan misinya itu. Republika. dan merreka yang berkecimpung di sekitar dunia bisnis.James Rompas dari para penulis artikel. toko lain. Kompas. seorang penulis harus cermat melihat. ekonom. harian Kedaulatan Rakyat untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Artinya. masing-masing perusahaan surat kabar akan mempunyai sasaran pembaca sesuai dengan idealisme yang dibangunnya. mengetahui dengan jelas artikel seperti apa yang diinginkan suatu media. sebagai contoh. dan politik dengan sendirinya sudah menunjukan bahwa visi dan misinya dalam bidang-bidang tersebut sehingga penulis tidak perlu menebak atau mengira-ngira lagi misi dan visi seperti apa yang diemban media tersebut. Biasanya permasalahan ini menjadi kendala bagi penulis pemula. ada sebuah koran yang mempunyai sasaran pembacanya adalah kelompok pengusaha. Ia hanya akan menerima tulisan-tulisan yang sesuai dengan visi serta misi media yang diembannya. Pelita dan lain-lain. Konsekuensinya. Diperlukan pengamatan yang ciukup dan mungkin akan memakan waktu lama. Surat kabar yang mempunyai visi atau misi khusus. pemilik toko biasanya membutuhkan dagangan untuk dijual kepada pembelinya. Sebagaimana layaknya sebuah toko. artikel seperti apa yang diinginkan media cetak tersebut. Idealisme dan cita-cita koran atau majalah tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. tentunya yang sesuai dengan visi dan misi yang diemban media cetak tersebut. Ada pula sebuah koran yang diperuntukan bagi masyarakat secara umum dan jangkauan pembacanya bersifat nasional. Maka lahirlah apa yang disebut visi dan misi pada masing-masing media massa. toko kue dan sebagainya. Aneka ragam jenis dan sasaran sebuah koran menyebabkan pihak redaktur di sebuah koran mempunyai policy tersendiri untuk menampilkan tulisan-tulisan bagi para pembacanya. harian Suara Indonesia (di Surabaya). maka jenis toko biasanya bermacam-macam. atau terbatas satu daerah tertentu. Sebagai contoh. Namun kebanyakan surat kabar atau majalah tidak mengkhususkan dalam bidang tertentu sehingga sulit ditebak atau diperkirakan isinya. Ia tidak akan menerima dagangannya berupa kain atau kue. olah raga. harian Pikiran Rakyat untuk wilayah jawa Barat dan masih banyak lagi. misalnya harian Jayakarta untuk daerah DKI dan sekitarnya. Mengapa harus ada visi dan misi? Sebuah koran atau majalah didirikan dengan sebuah idealisme dan cita-cita. Majalah atau surat kabar yang mempunyai misi atau visi kesehatan. Jika diumpamakan sebuah koran adalah sebuah toko. ekonomi. Dengan kata lain. misalnya harian Bisnis Indonesia (di Jakarta). Memang untuk mengetahui visi dari sebuah media massa bukanlah pekerjaan yang gampang . Akan tetapi dengan mengetahui masing-masing visi yang ada pada media massa akan sangat membantu seorang penulis untuk dapat memilih media mana 27 . Demikian halnya dengan media massa. seorang harus fleksibel. Suara karya. Harian Neraca (di Jakarta). Sebagian koran yang lain diterbitkan untuk memenuhi segmen pembaca yang bersifat lokal.

seorang penulis sudah bisa menghemat tenaga dan mengefisienkan waktu. bukan saja rugi waktu tapi juga rugi tenaga dan uang. Kedua. (Ahmad Bahar: 1996). tetapi gaya bahasa dan model judul suatu media sudah berada dalam pikirannya. kemana artikel tersebut nantinya dikirim. seorang penulis harus pandai memprediksi. antara lain. dengan bonaviditas memilih mulai yang paling rendah. b. Dengan mengetahui visi dan misi suatu media. Hal ini memang sulit untuk penulis pemula. berarti memberi peluang lebih besar untuk dapat dimuatnya tulisan-tulisan yang kita buat. Ketiga. seorang penulis akan menjadi tahu jenis-jenis tulisan mana yang sesuai dengan koran dan mana yang tidak sesuai. sebarkan ke berbagai media massa. Dengan mengetahui kodel-model tulisan yang disukai atau menjadi visi berbagai macam koran . 4. Sehingga dengan terpaksa tulisan kita yang dikalahkan. hendaknya kita juga tidak cuma membuat kemudian menunggu satu tulisan. yang dipandang redaksi lebih baik. Untuk pemilihan medianya sendiri. pertama. Jika tulisan tidak dimuat atau biasanya kemudian dikembalikan. karena tidak mungkin memuatnya pada waktu yang tepat berhubung terbatasnya ruang atau berbenturan dengan tulisan lain. itu pertanda tulisan itu tidak sesuai dengan keinginan redaktur. lambat laun akan memahaminya. dan sebagainya. Atau barangkali ada sebab-sebab lain.James Rompas yang sesuai dengan masalah-masalah yang ditulisnya dan media mana yang kurang sesuai. bagi pemula ada baiknya. maka selain kita memperhatikan moment yang tepat. namun kemudian dikembalikan. Diantara sejumlah masalah yang menjadi pertimbangan bagai redaktur sebuah koran untuk dimuatnya sebuah tulisan. tema atau topik tulisan . Dan jika hal ini dilakukan terus-menerus. mengamatio sendiri. Karena jika artikel salah kirim. Untuk iu selayaknya sebelum artikel dibuat. atau media yang masih berkembang. sebuah tulisan yang tidak diomuat belum tentu tidak sesuai dengan visi sebuah koran. dengan cara terus menerus menulis pada beberapa media yang diinginkan. keaktualan persoalan yang dibahas. berdasarkan pengalaman. bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh banyaknya penulis yang menulis pada satu persoalan yang dianggap sama. mencari informasi pada para penulis yang sudah sering menulis di salah satu media. Di sini penulis terjun langsuing. diantaranya: a. namun jika rajin mengamati setiap media cetak dan terbiasa membuat artikel. yang skupnya lokal terlebih dulu. Bahkan seorang penulis profesional bukan hanya sebatas mengetahui visi dan misi suatu media. Cara sederhana yang mungkin dapat dilakukan untuk mengetahui visi dan misi koran antara lain. Redaksi juga lebih banyak kesempatan untuk membantu mengkoreksi tulisan kita 28 . misalnya dengan berlangganan satu koran kemudian dipelajari model-model tulisan yang ada di dalamnya. gaya bahasa. Strategi Pengiriman Tulisan Tidak jarang tulisan yang secara isi pantas dimuat. Saingan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu berat. Ada beberapa keuntungan penulis pemula mengirimkan tulisannya kemedia lokal. Untuk lebih memperbesar kemungkianan pemuatan tulisan kita di media massa. kesesuaian isi atau materi tulisan dengan latar belakang keilmuan penulis. Akan tetapi perlu diingat. Buatlah terus beberapa tulisan yang berbeda-beda.

Majalah atau surat kabar yang mempunyai misi atau visi kesehatan. harian Kedaulatan Rakyat untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Aneka ragam jenis dan sasaran sebuah koran menyebabkan pihak redaktur di sebuah koran mempunyai policy tersendiri untuk menampilkan tulisan-tulisan bagi para pembacanya. dan politik dengan sendirinya sudah menunjukan bahwa visi dan misinya dalam bidang-bidang tersebut sehingga penulis tidak perlu menebak atau mengira-ngira lagi misi dan visi seperti apa yang diemban media tersebut. Kompas. Mengenal Visi dan Missi Media Massa “Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. seorang harus fleksibel. Suara karya. Harian Neraca (di Jakarta). Peluang pemuatan akan lebih besar. Fathir: 19). seperti khusus kesehatan. atau terbatas satu daerah tertentu. Warna tulisan yang diinginkan dari para penulis artikel. harian Pikiran Rakyat untuk wilayah jawa Barat dan masih banyak lagi. masing-masing perusahaan surat kabar akan mempunyai sasaran pembaca sesuai dengan idealisme yang dibangunnya. Pelita dan lain-lain. tentunya yang sesuai dengan visi dan misi yang diemban media cetak tersebut. dan merreka yang berkecimpung di sekitar dunia bisnis. Sebagai contoh. Ada pula sebuah koran yang diperuntukan bagi masyarakat secara umum dan jangkauan pembacanya bersifat nasional. ada sebuah koran yang mempunyai sasaran pembacanya adalah kelompok pengusaha. menginginkan artikel tentang kesehatan dan sudah tentu menolak artikel-artikel yang keluar dari visi dan misinya itu. ekonomi. Maka lahirlah apa yang disebut visi dan misi pada masing-masing 29 . Idealisme dan cita-cita koran atau majalah tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. misalnya harian Jayakarta untuk daerah DKI dan sekitarnya. misalnya harian Bisnis Indonesia (di Jakarta). Republika. Artinya. harian Suara Indonesia (di Surabaya). Setiap surat kabar dan majalah mempunyai visi atau pandangan dan mempunyai arah kebijaksanaan atau misi tertentu yang berbeda. mengetahui dengan jelas artikel seperti apa yang diinginkan suatu media. Mengapa harus ada visi dan misi? Sebuah koran atau majalah didirikan dengan sebuah idealisme dan cita-cita. ekonom. Surat kabar yang mempunyai visi atau misi khusus. olah raga. sebagai contoh.” (QS. Konsekuensinya. tentu akan menambah motivasi baru untuk lebih produktif lagi dan lebih berkualis lagi dalam menulis. Sebagian koran yang lain diterbitkan untuk memenuhi segmen pembaca yang bersifat lokal. Sementara dengan dimuatnya tulisan kita. by Aef Kusnawan Menyiasati Peluang Diterbitkan (3) 3.James Rompas c.

seorang penulis akan menjadi tahu jenis-jenis tulisan mana yang sesuai dengan koran dan mana yang tidak sesuai. Ia hanya akan menerima tulisan-tulisan yang sesuai dengan visi serta misi media yang diembannya. Akan tetapi perlu diingat. misalnya dengan berlangganan satu koran kemudian dipelajari model-model tulisan yang ada di dalamnya. bukan saja rugi waktu tapi juga rugi tenaga dan uang. dengan cara terus menerus menulis pada beberapa media yang diinginkan. pertama. Karena jika artikel salah kirim.James Rompas media massa. seorang penulis harus cermat melihat. Bahkan seorang penulis 30 . Demikian halnya dengan media massa. sebuah tulisan yang tidak diomuat belum tentu tidak sesuai dengan visi sebuah koran. Dengan kata lain. Sebagaimana layaknya sebuah toko. pemilik toko biasanya membutuhkan dagangan untuk dijual kepada pembelinya. artikel seperti apa yang diinginkan media cetak tersebut. Sebuah toko besi tentu hanya akan menerima dagangandagangannya yang berkaitan dengan barang-barang yang berupa besi dan sejenisnya. kesesuaian isi atau materi tulisan dengan latar belakang keilmuan penulis. antara lain. seorang penulis harus pandai memprediksi. Dengan mengetahui kodel-model tulisan yang disukai atau menjadi visi berbagai macam koran . Dan jika hal ini dilakukan terus-menerus. (Ahmad Bahar: 1996). gaya bahasa. Atau barangkali ada sebab-sebab lain. Untuk iu selayaknya sebelum artikel dibuat. Diantara sejumlah masalah yang menjadi pertimbangan bagai redaktur sebuah koran untuk dimuatnya sebuah tulisan. Ia tidak akan menerima dagangannya berupa kain atau kue. kemana artikel tersebut nantinya dikirim. Namun kebanyakan surat kabar atau majalah tidak mengkhususkan dalam bidang tertentu sehingga sulit ditebak atau diperkirakan isinya. toko lain. bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh banyaknya penulis yang menulis pada satu persoalan yang dianggap sama. mengamatio sendiri. mencari informasi pada para penulis yang sudah sering menulis di salah satu media. Cara sederhana yang mungkin dapat dilakukan untuk mengetahui visi dan misi koran antara lain. Diperlukan pengamatan yang ciukup dan mungkin akan memakan waktu lama. toko kue dan sebagainya. Ada toko besi. Dalam hal ini seorang penulis dituntut untuk jeli dalam melihat apa yang diemban surat kabar atau majalah tersebut. Ketiga. Akan tetapi dengan mengetahui masing-masing visi yang ada pada media massa akan sangat membantu seorang penulis untuk dapat memilih media mana yang sesuai dengan masalah-masalah yang ditulisnya dan media mana yang kurang sesuai. maka jenis toko biasanya bermacam-macam. berdasarkan pengalaman. keaktualan persoalan yang dibahas. Kedua. Dengan mengetahui visi dan misi suatu media. Memang untuk mengetahui visi dari sebuah media massa bukanlah pekerjaan yang gampang . tema atau topik tulisan . Sehingga dengan terpaksa tulisan kita yang dikalahkan. itu pertanda tulisan itu tidak sesuai dengan keinginan redaktur. Di sini penulis terjun langsuing. seorang penulis sudah bisa menghemat tenaga dan mengefisienkan waktu. Jika tulisan tidak dimuat atau biasanya kemudian dikembalikan. Biasanya permasalahan ini menjadi kendala bagi penulis pemula. berarti memberi peluang lebih besar untuk dapat dimuatnya tulisan-tulisan yang kita buat. Jika diumpamakan sebuah koran adalah sebuah toko. dan sebagainya.

Saingan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu berat. Lalu. Redaksi juga lebih banyak kesempatan untuk membantu mengkoreksi tulisan kita c. tetapi gaya bahasa dan model judul suatu media sudah berada dalam pikirannya. apa saja yang membuat naskah buku berkualitas ? Tentu. bagi pemula ada baiknya. maka selain kita memperhatikan moment yang tepat. Hal ini memang sulit untuk penulis pemula.James Rompas profesional bukan hanya sebatas mengetahui visi dan misi suatu media. atau media yang masih berkembang. tentu akan menambah motivasi baru untuk lebih produktif lagi dan lebih berkualis lagi dalam menulis. Untuk pemilihan medianya sendiri. Untuk lebih memperbesar kemungkianan pemuatan tulisan kita di media massa. namun kemudian dikembalikan. diantaranya: a. Tema tidak menentukan apakah sebuah buku—meminjam istilah Hernowo—“bergizi” atau tidak. tapi juga bidikan pasar yang marketable. namun jika rajin mengamati setiap media cetak dan terbiasa membuat artikel. dengan bonaviditas memilih mulai yang paling rendah. hendaknya kita juga tidak cuma membuat kemudian menunggu satu tulisan. Ada beberapa keuntungan penulis pemula mengirimkan tulisannya kemedia lokal. bahasa buku. b. yang skupnya lokal terlebih dulu. tapi penataan bahasanya kacau—tidak memenuhi kaidah-kaidah reasoning (penalaran)—naskah buku tersebut akan menjadi tidak 31 . Hampir dipastikan penerbit hanya akan menerbitkan naskah-naskah yang berkualitas. sebarkan ke berbagai media massa. Naskah yang berkualitas tidak hanya memiliki bobot isi yang baik. paling tidak ada 2 hal yang patut diperhatikan menyangkut naskah yang berkualitas: Pertama. Buatlah terus beberapa tulisan yang berbeda-beda. Peluang pemuatan akan lebih besar. lambat laun akan memahaminya. 4. Sementara dengan dimuatnya tulisan kita. Bobot isi yang baik tidak terletak pada tema yang diangkat. karena tidak mungkin memuatnya pada waktu yang tepat berhubung terbatasnya ruang atau berbenturan dengan tulisan lain. yang dipandang redaksi lebih baik. Sehebat apapun materi yang disajikan. Strategi Pengiriman Tulisan Tidak jarang tulisan yang secara isi pantas dimuat. di samping materi yang berbobot. by Aef Kusnawan Membuat Naskah Buku yang Berkualitas Naskah buku yang berkualitas adalah dambaan setiap penerbit. Tema hanya menentukan selera.

selain karena materinya oke. Buku Seks In The Kost-nya Iip misalnya. “kasus” judul-judul Iip yang kontroversial. maka. Tapi. dan mengasyikkan. Untuk naskah buku.05 Persen (hasil penelitian tentang virginitas mahasiswi Jogja). buku-buku Iip memang cukup kontroversial. satu dari banyak hal yang bisa dilakukan oleh penulis untuk mendongkrak kualitas naskah buku. Untuk membuat sebuah bahasa yang mampu merangsang nalar. mudah dicerna. kalau judul bukunya mengandung unsur religius. Terlepas dari benar-tidaknya apa yang dilakukan Iip. Tapi kalau membaca isinya. Sebuah buku. membuat judul yang “menggigit”. bahasa perlu diolah sedemikian rupa agar ketika naskah dibaca. Karenanya. Isi buku itu dinilai beda jauh dengan judulnya. Bagi Iip. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (1) Penulis Buku Adalah Pembaca yang Baik 32 . terasa enak. 2) seluruh kalimatnya diupayakan memiliki diksi (pilihan kata) yang indah dan menggairahkan. Dalam sebuah acara diskusi buku Seks In The Kost di Aula Fakultas Psikologi Unair Surabaya. mengemas “daya pikat”. bahasanya tertata dengan baik. memberi pelajaran kepada kita pentingnya membuat judul yang “menggigit”. judul buku yang “heboh” itu adalah strategi saja. maka pangsa pembacanya hanya kalangan tertentu. tak banyak yang bisa diperbuat oleh penulis untuk mengemas daya pikat. mengalir. 97. Kedua. Pihak penerbit yang banyak berperan. menurutnya. Iip Wijayanto pernah diprotes dengan judul bukunya itu yang teramat provokatif.James Rompas menarik. dikatakan berkualitas. Maka.000 eksemplar pada dua bulan pertama. tak heran bila buku-buku Iip dapat menembus angka penjualan yang lumayan spektakuler. 1) susunan kalimat dan gerombolannya harus logis. Karenanya Iip dituding hanya mengejar keuntungan. Perhatikan buku-buku yang berhasil best seller. serta merangsang nalar. Karena. Dari aspek judul. Judul-judul yang “heboh” merupakan strategi agar pesan dakwah sampai ke banyak kalangan. 3) penyajian keseluruhan bahasa memiliki koherensi (keterkaitan) dan komposisi (ketersusunan) yang selain harmonis juga menyimpulkan. *** by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. Di antaranya. terjual 20. dan Kampus Fresh Chiken. Apa kata Iip? Iip mengaku sengaja memilih judul-judul yang kontroversial dan komersial. Seks Kalangan Terpelajar. judul-judulnya menggigit bukan? Bahkan acapkali judulnya lebih “menggigit” ketimbang isi buku itu sendiri. bukubuku itu lebih kepada analisis seks menggunakan ilmu tasawuf. juga karena tampilan bukunya yang memikat. Seks In The Kost.

dan pengetahuan. Lalu apa hubungannya antara kendi dengan menulis buku ? Menulis buku pun tidak jauh berbeda dengan kendi. informasi. pengetahuan. Diibaratkan kendi itu adalah tubuh manusia. Tanpa ini. Kendi itu akan tumpah airnya seandainya dimasuki air terus-menerus. pasti ada air yang akan luber. atau pun membaca dalam arti kontekstual seperti membaca alam atau peristiwa kehidupan. tradisi membaca memang merupakan tradisi yang tak bisa ditawar-tawar lagi bagi seorang calon penulis buku. Seorang penulis (buku) yang baik tentu adalah juga seorang pembaca (buku) yang baik pula. Jika ember ini diisi air lagi. bahwa penulis itu ibarat ember yang penuh berisi air. Dengan tradisi membaca pula. Dalam wawancara dengan majalah sastra Horison (XXI/365-367) YB. menulis buku tentu berhubungan dengan banyak hal yang berbasis pada ilmu. Teori itu adalah “teori kendi”. Pengetahuan yang banyak dan wawasan yang luas adalah “bahan baku utama” yang siap “dimasak” menjadi aneka buku 33 . Menulis buku berarti memberi informasi atau wawasan kepada masyarakat. 2. ada kalanya diisi air. maka tak pelak ia terlebih dahulu harus membangun tradisi membaca yang kuat dalam hidupnya. Penulis diandaikan penuh (secara relatif) oleh pengetahuan. Kalau ia “diisi” (dalam arti membaca) pasti lama-lama akan ada “luber”. informasi. apa pun itu. Pernah Anda melihat kendi ? Benda yang sederhana dan terbuat dari tanah liat yang dibakar itu ternyata menyimpan sebuah teori yang sangat penting. Logikanya sederhana. Sehingga seorang penulis buku haruslah “lebih pandai” dari pembacanya. Karena seorang penulis buku haruslah seorang yang kaya wawasan. Serupa dengan teori kendi adalah “teori ember” yang dikemukakan oleh YB. Sebuah kendi.James Rompas Termasuk pula ketika seseorang ingin menapak jalan menuju kesuksesan sebagai seorang penulis buku. Teori Kendi Ada sebuah teori sederhana yang bisa menjadi bahan untuk menjelaskan pentingnya “membaca” (sebagai proses menyerap ilmu dan informasi) sebagai kunci bagi seseorang yang ingin menjadi penulis buku. banyak pengetahuan yang akan didapat dan wawasan pun akan kian luas membentang. maksudnya dibagikan kepada khalayak ramai melalui karya tulisan. misalnya. dan lain-lain. Seseorang yang jenius sekalipun tidak akan bisa menulis buku kalau tak pernah memberi “air” dalam “kendinya”. pengetahuan. Dan kesemua hal itu hanya bisa diperoleh dari hasil kerja membaca. kadang juga airnya ditumpahkan untuk diminum. Tentu kita tidak akan bisa menulis buku tentang “pendidikan seks Islami”. Mangunwijaya. baik membaca dalam arti tekstual seperti membaca buku. 1. pengalaman. tentang hal itu. Mangunwijaya mengatakan yang intinya adalah. Penulis (Buku) yang Baik adalah Pembaca (Buku) yang Baik Pula Untuk itu. pengamatan. Namun. Air itu adalah ilmu. khususnya mengenai menulis buku. informasi. data. apabila kita tak pernah menyerap ilmu. maka hampir dipastikan jalan untuk menjadi penulis buku yang sukses akan sia-sia.

Majalah-majalah berita. Keakrabannya dengan buku. Penulis muda yang populer sebagai “penulis spesialis pernikahan” ini adalah seorang pembaca buku yang kuat. Sastrawan kelahiran Tinggarjawya 34 . Dengan banyak membaca pula seorang penulis akan selalu produktif menghasilkan karya dan tidak akan kehabisan ide. hingga membuat Fauzil jadi keranjingan membaca. seperti Injil dan telaah-telaah kitab Wedha. by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. Buku keduanya berjudul Mendidik Anak Menuju Taklif terbit tahun 1996 oleh penerbit Pustaka Pelajar. Buku terakhir Fauzil berjudul Indahnya Pernikahan Dini (2002) dan Agar Cinta Bersemi Indah (2002). Sebut saja Mohammad Fauzil Adhim sekadar sebagai contoh. Tak hanya itu. Buntutnya. Alhamdulillah. Hingga kini Fauzil sudah menulis sekitar 20 judul buku. Buku pertama Fauzil terbit ketika ia masih kuliah di semester empat. sudah bisa membuat cerpen.James Rompas yang akan dinikmati masyarakat. misalnya buku-buku filsafat dan sejenisnya. Ketika kecil Fauzil diperkenalkan ibunya bacaan-bacaan menarik. hampir semua tentang pendidikan anak dan keluarga. Saat SMP. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (2) Tradisi Menulis Saudara Dekat Tradisi Mambaca Rasanya bukan merupakan kebetulan bila hampir semua (untuk tidak menyebut semua) penulis buku (atau non-buku) adalah memiliki tradisi atau paling tidak memiliki hobi membaca yang kuat. menjadi pilihannya. Setahun kemudian. pada usia sekolah dasar. Cerpennya pertama dimuat di Koran Surabaya Minggu dengan judul Melewati Kabut Cinta. Jawa Timur ini dimulai sejak SD kelas V. Judulnya Mengajar Anak Anda Mengenal Allah (1994) yang diterbitkan Mizan. Bacaannya saat itu adalah buku-buku yang terhitung berat untuk anak seusianya. menjadikan tulisannya mengalir dan gagasannya tertuang rapi. keduanya diterbitkan penerbit Gema Insani Press. Kegemaran atau kegilaan membaca pada masa kecil itulah. Sehingga Fauzil tak bingung dan terjerumus pada pikiran-pikiran yang ada pada bacaan ‘kelas beratnya’. Fauzil bahkan sudah tak mau lagi membaca majalah anak-anak. Debut kepenulisan Fauzil yang lahir 29 Desember 1972 di Mojokerto. ia pun melahap kitab-kitab agama lain. rupanya yang kelak memberi manfaat terhadap proses menulisnya. ada sang kakek yang mengarahkan apa yang dibaca cucunya itu. semisal Tempo dan Panji Masyarakat. muncul bukunya yang best seller berjudul Kupinang Engkau dengan Hamdalah. Contoh lainnya adalah Ahmad Thohari.

semua buku yang ditulis Chaidar disertai catatan kaki yang cukup 35 . Selain novel. Dan masih banyak karya Ahmad Thohari yang lain. Pertarungan Ideologis Partaipartai Islam dan Partai Sekuler muncul menjelang kampanye Mei 1999. tapi juga masyarakat Internasional. Bahkan bukunya Pemilu 1999. Buku-buku seperti Madilog (Materialisme. Trilogi novelnya Ronggeng Dukuh Paruk (1982). Ia juga suka membaca komik-komik wayang. dan mantan Redaktur Amanah (1986-1993) ini juga melahirkan kumpulan cerpen semisal Senyum Karnyamin. Atheis. Mas Mantri Menggugat. juga kumpulan kolom antara lain Berhala Kontemporer. Sejak kecil Thohari sudah terbiasa membaca koran sebelum masuk Sekolah Dasar. Lintang Kemukus Dinihari (1984). USA. Federasi atau Disentegrasi (2000). Di Kaki Bukit Cibalak (1979). dan lain sebagainya. dan Jantera Bianglala (1985) telah diterjemahkan dalam 5 bahasa dunia. Contoh lainnya lagi adalah Al-Chaidar. minat baca Chaidar semakin menggila. Al-Chaidar sudah membuat album puisi sendiri. selain itu juga menulis banyak buku. Layar Terkembang. Islam Kultural Islam Politik Islam Radikal di Medan Laga Politik Indonesia (2000). Bahkan ketika kelas II SMP. Bukunya berjudul Wacana Ideologi Negara Islam. Karyakarya Thohari lainnya. Di antaranya. Di sekolah menengah pertama itu ia sudah lahap membaca buku-buku karya Ali Syari’ati. “Kegilaan” membaca itu pula kelak yang mengantarkan Chaidar dikenal sebagai penulis buku produktif. Harap diketahui. Ketika SMP. serta Kamus Dialek Banyumas-Indonesia. muncul buku-buku yang lain yang ia luncurkan tepat waktu. majalah dengan tulisan-tulisan berat yang dikenal sebagai standar prestise para intelektual Indonesia. Sayyed Hussein Nasr. Chaidar yang kelahiran Lhokseumawe. Ketika duduk di bangku SMA. NU. maupun Fazlurrahman. Dialektika. Sejak SMP. Bekisar Merah (1992) telah diterjemahkan dalam bahasa Jepang. Banyumas. Banyak buku yang telah lahir dari “tangan kreatif” Al-Chaidar. Aceh. dan Waspada. Kebiasaan menulis itu dilanjutkan ke berbagai Koran daerah seperti harian Analisa. Mas Mantri Menjenguk Tuhan. Penulis buku yang cukup produktif ini. Azab dan Sengsara. Kendati tulisannya hanya dimasukkan dalam rubrik “komentar dan kritik”. ICMI dan DI. dan lain-lain. Logika) karya Tan Malaka dan buku Das Kapital karya Karl Marx begitu lahap disantapnya. ia sudah melahap buku-buku novel klasik Indonesia seperti: Belenggu. Chaidar sudah berani melempar tulisannya ke majalah Prisma. Kubah (1981). Karya lain Chaidar adalah Pengantar Politik Kartosoewiryo. sejak kecil juga “gila” membaca. tak urung itu membuatnya senang dan semakin aktif menulis. Nama Ahmad Thohari sebagai penulis sastra saat ini tidak hanya dikenal masyarakat Indonesia saja. peneliti di Lembaga Studi Pengkajian Etika dan Usaha (LSPEU) ini masih rajin menulis artikel di media massa nasional. Aceh Bersimbah Darah muncul setelah kasus DOM Aceh mulai terkuak. tahun 1998 Chaidar menelorkan buku berjudul Reformasi Prematur. Sekarang. Kegemaran Thohari membaca itulah yang kelak juga menjadi basic ia menjadi penulis (fiksi/novel) yang sukses. 13 Juni 1942 ini juga dikenal suka membaca sejak kecil.James Rompas Kecamatan Jatilawang. Tak terpaut lama. Ketika duduk di bangku SMP. peserta International Writing Program Iowa. 22 November 1969 itu sudah gemar membaca buku-buku berat seperti filsafat. Salah Asuhan. Bukit Barisan. Di Bawah Lindungan Ka’bah. tahun 1969.

sudah ngantuk. Masih ada banyak contoh lagi yang bisa disebut di sini.James Rompas lengkap dari berbagai bahasa. C. Anda pengin menjadi penulis sukses? Bila Anda belum suka membaca. Padahal. manfaat lainnya. Edward Coffey. tapi baru lihat buku saja. sulit sekali untuk punya tradisi membaca. Kelak. Atau baru membaca dua atau tiga halaman buku. Menurut Zulkarnaen. rata-rata buku Chaidar mengalami cetak ulang 6 kali. Demensia adalah nama penyakit yang merusak jaringan otak. Tapi. sebagaimana dikutip Hernowo. tidak ada masalah. Seorang peneliti dari Hanry Ford Health System bernama Dr. Banyak yang lebih memilih tradisi mendengar dan menonton. gizi membaca buku melebihi ceramah atau hal-hal lain yang diperoleh dari telinga (mendengar) dan mata (melihat). Apabila seseorang terserang demensia. tak banyak orang yang memiliki tradisi membaca. Tapi cukuplah tiga penulis di atas sebagai contoh. Tapi ia harus dibangun dan dibiasakan. Percayalah! by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. membaca buku akan membuat seseorang tetap berpikir. yakni 2 minggu. editor buku-buku Chaidar. sim salabim aba kadabra langsung suka membaca. tradisi membaca lebih baik dibanding dengan hanya sekedar menonton dan mendengar. apalagi yang tebal. seseorang akan terhindar dari penyakit demensia. hanya lewat membaca bukulah kita mampu menumbuhkan saraf-saraf di kepala kita. dapat dipastikan akan mengalami kepikunan atau (dalam bahasa remaja disebut) “tulalit”. Dan. saatnya Anda mulai membangun tradisi membaca yang kuat dalam hidup Anda. Sebab. 36 . tradisi membaca yang telah Anda bangun tak akan membuat Anda rugi. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (3) Mengatasi Keenganan Membaca Membangun tradisi membaca tidak seperti “main sulap”. Tidak. Survei membuktikan. betapa tradisi membaca yang kuat telah mengantarkan mereka menjadi penulis yang sukses. Bahkan buku Chaidar berjudul Pengantar Politik Kartosoewiryo dalam tempo singkat. Bagi yang sudah terbiasa membaca sejak kecil sih. Informasi yang diserap dari kerja membaca jauh lebih efektif dan mengendap ketimbang yang diperoleh dari mendengar dan menonton. Keinginan sih ada. sudah cetak ulang tiga kali. membuktikan bahwa hanya dengan membaca buku. Dalam bahasa Hernowo di bukunya Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza. Bahkan malah akan membuat hidup Anda semakin bermakna. Itu pun dikerjakan dengan memakan waktu rata-rata satu bulan. sudah bete dulu. kendati Anda tak bisa menjadi penulis sukses pun. bagi yang tidak terbiasa membaca sejak kecil.

Anda harus mengganti kacamata Anda dengan kacamata minus 3. daging ayam. 1. agar membaca buku tidak lantas membuat kita mengantuk. Hal itu dibuktikan dengan meneliti struktur otak 320 orang berusia 66 tahun hingga 80 tahun yang tak terkena demensia. Lalu bagaimana mengatasi keengganan membaca? Hernowo yang kini menjabat General Manajer Editorial Penerbit Mizan mempunyai kiat-kiat jitu. Baca buku bikin kepala cepat botak!” Itulah paradigma—atau kacamata yang Anda gunakan—dalam membaca buku. pendidikan (salah satu pendidikan termudah adalah membaca buku) dapat menciptakan semacam lapisan penyangga yang melindungi dan mengganti-rugi perubahan otak. kita perlu mengubah paradigma (atau kaca mata) dalam memandang buku. ingatlah bahwa tidak semua halaman buku itu harus dibaca. Atau. Mendengarkan pengajian dan ceramah adalah juga sebentuk “makanan ruhani”. Paradigma adalah cara kita memandang sesuatu. Mengubah Paradigma Membaca : Menganggap Buku Sebagai Makanan “Kunci” untuk membuka gembok keengganan membaca buku adalah paradigma. Anda bisa bertanya kepada seseorang yang menganjurkan Anda untuk membaca sebuah buku (misalnya guru. Namun. Inilah akibat yang timbul karena Anda mempertahankan paradigma kacamata minus 2 Anda. pilihlah bukubuku yang memang kita sukai. atau sahabat Anda).” Atau ini: “Setiap kali baca buku ilmiah. yaitu makanan untuk ruhani kita. Ketiga. telur. Apa yang terjadi ? Anda akan merasa pusing apabila melihat sesuatu. untuk memasuki dunia buku. Berikut ini intisari kiat-kiat itu. Dalam bukunya Andaikan Buku Sepotong Pizza ia mengungkapkan kiat-kiat itu. Anda dapat mengenali lebih dahulu siapa pengarang buku tersebut. Apa yang akan terjadi. Lewat paradigma-baru membaca buku—dengan menganggap buku sebagai makanan—kita dapat memperlakukan buku laiknya makanan kesukaan kita. buku kadang memiliki gizi lebih dibandingkan ceramah. bacalah buku secara ngemil (sedikit demi sedikit.” “Saya pilih nonton sinetron aja deh ketimbang baca buku. cicipilah “kelezatan” sebuah buku sebelum membaca semua halaman. Buku sama saja dengan makanan. Apa itu paradigma ? Paradigma adalah kacamata. laiknya Anda memakan kacang goreng). boring deh baca buku yang tebal-tebal itu. saya pasti ngantuk. Namun. Pertama. Lima tahun kemudian. Cari saja halamanhalaman yang menarik dan bermanfaat. Nah. Kedua. Demikian jugalah yang terjadi dengan ruhani kita. Apabila Anda bertemu dengan buku ilmiah setebal 300 halaman. Anda dapat ngemil membaca pada pagi hari 37 . Tubuh kita akan loyo dan sakit-sakitan.James Rompas Menurut penelitian Coffey. Mintalah mereka untuk menunjukkan lebih dahulu hal-hal yang menarik yang ada di buku itu. Anda bersikukuh tak mau mengganti kacamata minus 2 Anda. Buku adalah salah satu jenis “makanan ruhani” kita yang sangat bergizi. Bayangkan Anda memiliki kacamata minus 2. sebagaimana Anda memilih makanan yang Anda gemari. Apa ya paradigma Anda berkaitan dengan membaca buku? Mungkin ini: “Wah. orangtua. Bayangkan apabila jasmani kita tidak diberi nasi. dan makanan bergizi tinggi lainnya.

Untuk itu. gambarlah! Ini. 2. mari kita baca dan tafakkuri kembali wahyu pertama Surat Al-‘Alaq ayat 1-5 agar kita senantiasa mengingat bahwa aktivitas membaca adalah pesan penting pertama Al-Quran yang sudah selayaknya kita sambut untuk menjadi bagian dalam hidup kita. Cobalah bayangkan saat Anda membaca sebuah konsep atau gagasan. dan menghindarkan manusia dari jalan hidup yang sesat. Kedua. pada saat membaca. Agar pembacaan Anda lebih bermakna. sebagaimana petunjuk berikut. Lebih-lebih bila Anda menjumpai kalimatkalimat yang sulit dicerna. membaca secara Intelektual. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan.James Rompas sebanyak 5 halaman. Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. dan Tuhanmulah Yang Paling 38 . insya Allah. membaca secara Somatis. baca kembali buku Anda. setelah membaca 5 atau 7 halaman. Insya Allah. Kalau perlu. membaca secara Visual. Cobalah sesekali membaca dengan menyuarakan apa yang Anda baca itu (dijaharkan). silahkan menggunakan gaya SAVI dalam membaca sebuah buku. Berdiri atau berjalan-jalanlah saat membaca buku. juga akan mempercepat pemahaman Anda. SAVI adalah singkatan dari Somatis (bersifat raga/tubuh). telinga Anda akan membantu mencernanya. Keempat. dan kepala Anda. berhentilah sejenak. Nanti. cobalah Anda tidak hanya duduk. membaca secara Auditori. Pertama. Agar hasilnya lebih bagus. mengajak manusia kepada jalan yang lurus. dengan demikian. Meier menamai tip-tipnya ini “metode belajar gaya SAVI”. tambah 10 halaman. Dan renungkanlah manfaat yang Anda peroleh dari pembacaan Anda. Misalnya. Akan lebih bagus apabila—saat merenung itu—Anda juga mencatat hal-hal penting yang Anda peroleh dari halaman-halaman sebuah buku. hanya satu saja dari sekian dampak positif yang akan Anda dapatkan dengan tradisi membaca yang kuat. menulis bukunya untuk berdakwah: menyampaikan kebenaran. Membaca dengan Gaya SAVI Apabila Anda sudah mengubah paradigma membaca buku Anda—bahwa membaca buku seperti memakan pizza—cobalah mulai membaca buku-buku ilmiah saat ini juga. Setelah itu. Dave Maier dalam bukunya The Accelerated Learning Handbook. Sehingga aktivitas membaca akan lebih langgeng dan bukan semata bertujuan karena Anda ingin menjadi seorang penulis buku. Untuk mempermudah Anda dalam membaca buku. Visual (gambar). Kiat-kiat di atas hanyalah beberapa petunjuk praktis yang diharapkan dapat membantu memotivasi Anda untuk tak lagi enggan membaca buku. penguatan internalisasi akan pentingnya membaca dalam kehidupan harus dilakukan. Ini berarti. Anda akan dimudahkan dalam menuangkan atau menceritakan kembali apa-apa yang Anda baca. Ketiga. Anda perlu jeda atau berhenti sejenak setelah membaca. Gerakkan tubuh Anda saat membaca. Ini juga berkaitan dengan kemampuan luar biasa Anda. pada sore hari. Auditori (bunyi). Nah. Insya Allah. Bacalah. Ini berkaitan dengan kemampuan dahsyat Anda yang bernama imajinasi atau kekuatan membayangkan. menyajikan tip-tip menarik. Gerakkan tangan. kaki. Itu pun harus diniati. dan Intelektual (merenungkan). Dorongan ingin (menjadi) penulis buku.

Namun. Taruhlah sekedar contoh. beberapa penerbit juga ada yang menerapkan sistem jual putus (flat). besar royalty itu 10 % dari harga jual eceran (bruto) per bukunya. kian tebal saku”. Lalu. rezeki kian manis” atau “kian laris buku. amat jarang sistem ini digunakan oleh penerbit. Namun.000. Lalu. besar royalty itu 10 % dari harga jual eceran (bruto) per bukunya. Artinya.. Artinya. Al-‘Alaq: 1-5). bagaimana sebuah penerbit menghargai karya seorang penulis ? Umumnya. Namun. Besar angka yang dipatok untuk sitem jual putus ini umumnya berkisar Rp 7.. semakin terjual banyak (laris) buku yang kita tulis. penerbit menggunakan sistem royalty dalam menghargai karya seorang penulis buku. umumnya. jika buku itu meledak (laris) di pasaran. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.James Rompas Pemurah. Kunci dari meraup penghasilan dengan menulis buku adalah pada semakin larisnya buku yang kita tulis. 39 . Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Besar royalty itu bervariasi atau berbeda antara penerbit satu dengan penerbit yang lainnya.000. Atau ada pula yang mematok 15 %. Besar royalty itu bervariasi atau berbeda antara penerbit satu dengan penerbit yang lainnya. Sistem ini memang cenderung tidak adil. kian tebal saku”. tapi dihitung dari harga bersih (netto) per bukunya. maka rezeki (penghasilan) yang akan kita dapatkan juga akan semakin tebal atau banyak. tapi dihitung dari harga bersih (netto) per bukunya. Atau ada pula yang mematok 15 %. semakin terjual banyak (laris) buku yang kita tulis. Selain memakai sistem royalty. Masing-masing penerbit memiliki policy atau kebijakan masing-masing. Dari gambaran singkat sistem “penghargaan” terhadap sebuah karya buku di atas. rezeki kian manis” atau “kian laris buku. kita menulis buku dengan jumlah halaman 50 lembar. maka rezeki (penghasilan) yang akan kita dapatkan juga akan semakin tebal atau banyak. sehingga jarang digunakan. Atau dalam bahasa yang lain “buku kian laris. maka sang penulis buku itu tidak dapat menikmati kesuksesan itu. Masing-masing penerbit memiliki policy atau kebijakan masing-masing. Masalahnya. maka kita akan menjadi tahu peluang meraih penghasilan yang dapat kita tangkap dari kerja menulis buku. Atau dalam bahasa yang lain “buku kian laris. bagaimana sebuah penerbit menghargai karya seorang penulis ? Umumnya. umumnya.per halaman.” (QS.sampai Rp 10.*** by Badiatul Muchlisin Asti Buku Laris Rezeki Manis Kunci dari meraup penghasilan dengan menulis buku adalah pada semakin larisnya buku yang kita tulis. penerbit menggunakan sistem royalty dalam menghargai karya seorang penulis buku.

Itu bila per halaman tulisan kita dihargai Rp 7.500. mahasiswa (jurusan apa. peluang membuka pintu rezeki dengan menulis buku memang bukan hal yang aneh atau mustahil.(tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah). Keperluan Apakah buku ini memang diperlukan masyarakat? Mengapa? 2. yakni Rp 500.000. maka royalti kita bila dihitung 10 persen.James Rompas Dengan sistem beli putus. tingkat berapa).000. hasil kajian ilmiah pakar tertentu. akan mendapat Rp 1. orang tua. Walau demikian tidak sembarang naskah akan diterbitkan.. Tapi bila per halaman tulisan kita dihargai Rp 10. tidak melulu bisnis. harga eceran per buku Rp 10. semuanya harus memenuhi persyaratan. Sasaran pembaca Siapakah pembaca buku ini: umum.-. Naskah buku bisa didapatkan dengan berbagai cara.000 [seribu rupiah] per eksemplar buku. 3. Sebuah penerbitan akan rugi besar jika buku yang diterbitkan ternyata tidak laku di pasaran. Tanpa sebuah naskah. Tinggal dikalikan dengan jumlah penjualan. Bila menggunakan sistem royalti akan semakin berpeluang untuk meraup keuntungan lebih besar lagi. dalam arti semakin banyak buku yang kita tulis dan diterbitkan. untuk menerbitkan sebuah buku sebuah penerbitan harus bisa memenuhi kriteria berikut ini: 1. Menurut Sofia Mansoor dan Niksolim (1993). Begitu pula seorang penerbit harus mempunyai tanggung jawab moral untuk mencerdaskan masyarakat. buku pelajaran mudah diperkirakan jumlah pembacanya karena yang menggunakannya pelajar pada jenjang pendidikan 40 . kita paling tidak akan bisa mengontangi uang lebih besar lagi. dewasa. kiriman penulis. Padahal.000. Bila setelah dicetak menjadi buku. tulisan sejumlah 50 halaman dapat kita selesaikan dalam jangka waktu 5-7 hari (1 minggu) atau paling lama 1 bulan dengan tanpa meninggalkan pekerjaan utama kita.000 [sepuluh ribu rupiah]. By Badiatul Muchlisin Asti Ciri-ciri Naskah Buku yang Berkualitas Naskah buku adalah tulang punggung penerbit..(lima ratus ribu rupiah). atau jika mungkin penerbit mengadakan sayembara mengarang/menulis buku. Misalnya. tidak akan ada penerbitan. Pada masa kini.-. bila kita biasa menulis. tetapi untuk buku tertentu jawabannya mudah. Jumlah Pembaca Berapa kira-kira ukuran pasar? Hal ini tidak mudah dijawab. yang terbaik nanti diterbitkan. Hal ini baik menyangkut bisnis maupun idealisme. anak-anak. Dan semakin produktif kita. kaum ibu. kita akan mendapatkan paling tidak uang senilai Rp 375. akan semakin memiliki peluang lebih besar lagi jumlah penghasilan yang akan kita peroleh. misalnya menjadi guru atau dosen. Semakin laris buku kita—apalagi kalau sampai dicetak ulang berkali-kali karena saking larisnya—maka akan semakin besar jumlah uang yang akan kita terima. di antaranya kreativitas penerbit dengan menyusun langsung buku-buku tertentu.

Buku yang laku. dapat Anda lihat dari katalog bukunya. Apa kelemahan dan kelebihan naskah buku ini dibanding saingannya? 6. apakah bahasa pengarang mudah dipahami. berikutnya dikirim ke penerbit. hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Kelayakan terbit Apakah buku tersebut layak diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan? Sejumlah penerbit hanya menerbitkan buku-buku tertentu. Apalah artinya naskah bagus jika hanya untuk koleksi pribadi. tapi juga disukai khalayak pembaca. Seorang penulis yang mampu menyelami nurani massa. dan antar golongan/adat istiadat). yaitu penerbit buku anakanak. 41 . Naskah Anda harus dikirim ke penerbit yang sesuai dengan jenis buku Anda. Kemutakhiran Apakah isi buku ini tidak ketinggalan zaman? Jawabannya dapat diperolah dengan mengamati daftar pustaka yang diacu pengarang. semakin banyak pembaca berarti dakwah semakin tersebar luas. Penerbit buku ada beberapa kategori. apakah ilustrasi mendukung uraian? 7. buku agama. Dari sudut ekonomi. dan penerbit buku umum. Hak cipta Apakah penelaah mengenali ada bagian yang dikutip dari buku lain? Penerbit harus waspada agar jangan sampai penerbit dituntut karena menerbitkan buku jiplakan. By Abu Al-Ghifari Strategi Mengirim Naskah Buku Ke Penerbit Apa yang dilakukan setelah naskah rampung dibuat? tentu saja mengirimkannya ke penerbit buku. agama. jelas akan diuntungkan dengan buku best seller (laris di pasaran). akan mampu menulis buku yang bukan hanya berkwalitas.James Rompas tertentu. Penyajian Apakah isi ditulis dengan susunan tertib. Isi Naskah Apakah isi naskah tidak menyinggung SARA (suku. 4. 9. sekolah. tidak menentang ideologi negara. Menentukan penerbit yang tepat Setelah naskah itu sempurna. baik penerbit maupun penulis. ras. sesuai dengan tingkat pembaca? 5. Dalam pengiriman naskah. akan menguntungkan dari segi dakwah. Memastikan kategori sebuah penerbitan. SLTP dan SMU). buku perguruan tinggi. universitas misalnya. Dalam hal ini jangan salah mengirim naskah. buku pelajaran (SD. Saingan Apakah ada buku lain yang menjadi saingan buku tersebut? Sebutkan judulnya. 8. buku agama.

cerita-cerita. Kian hari. Tulisan hieroglif yang diperkenalkan bangsa Mesir Kuno bentuk hurufnya berupa gambar-gambar. Buku kuno ketika itu. do’a-do’a. termasuk ide penulisan buku yang diajukan. hafalan merupakan ciri yang menandai tradisi ini. Namun sebelum naskah itu dikirim. Sejarah Perkembangan Buku Pada zaman kuno.James Rompas b. pekerjaan. 42 . yang penting berisi pengajuan naskah. langkah berikutnya mengirimkan naskah ke penerbit tersebut. melainkan tulisan-tulisan di atas keping-keping batu (prasasti) atau juga di atas kertas yang terbuat dari daun papyrus. lengkapi dulu dengan berbagai kelengkapan berikut ini: 1) surat pengantar Penyertaan surat pengantar penting. Surat pengantar adalah etika yang harus disertakan yang berfungsi sebagai prolog kerjasama antara penerbit dan penulis. pengalaman menulis. Format surat pengantar ini terserah penulis. lahirlah apa yang disebut sebagai buku kuno. Karenanya. karya-karya yang pernah diterbitkan (jika ada). sehingga akhirnya mereka kuwalahan alias tidak mampu menghafalkannya lagi. belum berupa tulisan yang tercetak di atas kertas modern seperti sekarang ini. Semuanya dihafal. Menyertakan kelengkapan pengajuan Setelah menentukan penerbit yang cocok untuk buku Anda. 3) sinopsis naskah Editor sebuah penerbitan biasanya tidak langsung membaca naskah buku Anda. maupun syair. Mesir merupakan bangsa yang pertama mengenal tulisan yang disebut hieroglif. Papyrus adalah tumbuhan sejenis alang-alang yang banyak tumbuh di tepi Sungai Nil. By Abu Al-Ghifari Mengenal Sejarah Buku 1 . Mereka menuliskannya di batu-batu atau pun di kertas papyrus. Saking banyaknya. Untuk itu jangan lupa menyertakan sonopsis ini. terutama yang baru pertama kali mengajukan naskah ke penerbit itu. segera kirimkan ke penerbit yang Anda maksud. c. terpikirlah untuk menuangkannya dalam tulisan. disampaikan secara lisan dari mulut ke mulut. Pengiriman Naskah Naskah yang sudah siap termasuk sudah dilengkapi kelengkapan di atas. Kertas papyrus bertulisan dan berbentuk gulungan ini yang disebut sebagi bentuk awal buku atau buku kuno. Penyampaian informasi. nyanyian. 2) menyertakan identitas diri Identitas yang dimaksud menyangkut latar belakang pendidikan. kian banyak saja hal-hal yang musti dihafal. tradisi komunikasi masih mengandalkan lisan. Hingga. Maka. sekalipun Anda penulis ternama. Biasanya diperhatikan dulu sinopsis atau ringkasan dari buku yang Anda tulis. Pengiriman naskah dapat diantar langsung atau via pos/kurir.

Di Cina dan Jepang. Buku-buku kuno itu semuanya ditulis tangan. Karena itu. Penemu mesin cetak itu berkebangsaan Jerman bernama Johanes Gensleich Zur Laden Zum Gutenberg. Hidup sekitar tahun 105 Masehi pada zaman Kekaisaran Ho Ti di daratan Cina.James Rompas Selain Mesir.5 meter. pada abad kedua. Daun lontar yang sudah ditulisi itu lalu dijilid hingga membentuk sebuah buku. Hal ini sungguh merepotkan orang yang menulis maupun yang membacanya. Inilah bentuk awal dari buku yang berjilid. Panjang gulungan papyrus itu kadang-kadang mencapai puluhan meter. pada zaman dahulu. di kemudian hari mengantarkan perkembangan bentuk buku mengalami perubahan. Kelebihannya. Bentuknya seperti lipatan-lipatan kain korden. 43 . perubahan bentuk buku gulungan menjadi buku berlipat yang diapit sampul berlangsung lebih cepat dan lebih sederhana. gulungan papyrus ada yang dipotong-potong. Perkembangan perbukuan mengalami perubahan signifikan dengan diciptakannya kertas yang sampai sekarang masih digunakan sebagai bahan baku penerbitan buku. Maka. Perubahan itu selaras dengan fitrah manusia yang menginginkan kemudahan. Sehingga. Perkembangan selanjutnya. artinya kertas kulit. Awalnya yang banyak diterbitkan adalah kitab suci. Pencipta kertas yang memicu lahirnya era baru dunia perbukuan itu bernama Ts’ai Lun. manusia terus berpikir untuk mengadakan peningkatan dalam peradaban kehidupannya. Gutenberg juga melengkapi ciptaannya dengan mesin cetak. Selain itu. mesin Gutenberg mampu menggandakan cetakan dengan cepat dan jumlah yang banyak. Gutenberg menemukan cara pencetakan buku dengan huruf-huruf logam yang terpisah. penemuan mesin cetak pertama kali merupakan tahap perkembangan selanjutnya yang signifikan dari dunia perbukuan. tetap saja untuk menyelesaikan satu buah buku diperlukan waktu agak lama karena mesinnya kecil dan jumlah huruf yang digunakan terbatas. Lembar ini disebut pergamenum yang kemudian disebut perkamen. Ts’ai Lun berkebangsaan Cina. bangsa Romawi juga memanfaatkan papyrus untuk membuat tulisan. Sebagai tindak lanjut penemuan kertas. Dengan akalnya. juga dikenal dengan buku kuno. Buku kuno itu ditulis di atas daun lontar. Perkamen lebih kuat dan lebih mudah dipotong dan dibuat berlipat-lipat sehingga lebih mudah digunakan. orang-orang Timur Tengah menggunakan kulit domba yang disamak dan dibentangkan. Penemuan Ts’ai Lun telah mengantarkan bangsa Cina mengalami kemajuan. Gutenberg telah berhasil mengatasi kesulitan pembuatan buku yang dibuat dengan ditulis tangan. Papyrus terpanjang terdapat di British Museum di London yang mencapai 40. seperti Al-Qur’an yang dibuat dengan ditulis tangan. Di Indonesia sendiri. pada awal abad pertengahan. Huruf-huruf itu bisa dibentuk menjadi kata atau kalimat. Kesulitan menggunakan gulungan papyrus. Namun. Cina menjadi pengekspor kertas satu-satunya di dunia. gulungan papyrus digantikan oleh lembaran kulit domba terlipat yang dilindungi oleh kulit kayu yang keras yang dinamakan codex.

By Badiatul Muchlisin Astii 44 . kondisi di atas akan dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah. dijilid dengan sangat bagus. sungguh mengherankan bahwa sebuah judul buku yang laku beberapa ribu saja sudah terasa menyenangkan dan dianggap bestseller. Bahkan sampai sekarang ini pun. atau teks yang bekerja dengan sinar laser hingga bisa diolah melalui computer). dibanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang nyaris 200 juta orang. Menulis buku-buku bernuansa dakwah adalah pilihan yang sudah selayaknya untuk dilakukan. Akan tetapi. hingga tak terhitung. berderet-deret bahkan bertumpuk-tumpuk buku-buku baru terbit silih berganti bak musim semi dengan beragam judul dan beraneka desain sampul yang menawan dari berbagai penerbit. di toko-toko buku yang ada di berbagai kota di negeri ini. Tak mengherankan bila sekarang ini kita dapati berbagai buku terbit silih berganti dengan penampilan yang semakin menarik. Teknik cetak yang ditemukan Gutenberg bertahan hingga abad ke-20 sebelum akhirnya ditemukan teknik cetak yang lebih sempurna. bukan sebaliknya. betapa penerbit-penerbit buku saat ini semakin banyak saja jumlahnya. dari pengamatan sekilas saja. 2. yang ditemukan pada pertengahan abad ke-20. kendati sedang diterpa krisis. Agar buku benarbenar menjelma fungsinya sebagai pencerdas dan pencerah umat. Mesin-mesin offset raksasa yang mampu mencetak ratusan ribu eksemplar buku dalam waktu singkat telah dibuat. Semua penemuan menakjubkan itu telah menjadikan buku-buku sekarang ini mudah dicetak dengan sangat cepat. sebab tak tersedia data yang dapat dipertanggungjawabkan. Ini nampak dari banyaknya buku-buku bestseller yang laris manis diserbu masyarakat. ilustrasi. Buku di Era Modern Di era modern sekarang ini perkembangan teknologi semakin canggih. kondisi ini tentu jauh lebih baik bila dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. yakni pencetakan offset. dan juga printer laser (alat pencetak yang menggunakan sumber sinar laser untuk menulis pada kertas yang kemudian di taburi serbuk tinta). Hal itu diikuti pula dengan penemuan mesin komputer sehingga memudahkan untuk setting (menyusun huruf) dan lay out (tata letak halaman). Diikuti pula penemuan mesin penjilidan. baik dari penerbit besar yang sudah mapan dan lebih dulu eksis. Sebab tidak semua penerbit bergabung dengan lembaga ini. maupun dari penerbit kecil yang baru merintis dan masih kembang-kempis. Tidak juga di Ikatan Penerbit Indonesia [IKAPI]. maka akan kita jumpai. Bagi seorang muslim da’i yang memiliki komitmen dengan dakwah. Tengoklah. kita akan dapat segera menyimpulkan. Banyak sekali jumlahnya. Namun. tapi penerbit-penerbit buku malahan bermunculan.James Rompas Gutenberg memulai pembuatan mesin cetak pada abad ke-15. di negara kita Indonesia. Memang. Animo masyarakat pun terhadap buku nampak juga mengalami peningkatan. mesin pemotong kertas. serta hasil cetakan dan desain yang sangat bagus pula. kondisi ekonomi masih gonjang-ganjing. scanner (alat pengkopi gambar.

3. mengutip tanpa disebutkan sumbernya. sopir. Sebab jika seseorang melanggar etika profesi yang telah menjadi kesepakatan bersama. Dengan adanya itikad baik itu diharapkan masyarakat dapat menggunakan etika tersebut sebagai acuan dalam setiap perbuatan yang dilakukan berkaitan dengan pekerjaan dan profesinya itu. semuanya ada aturan main baik secara tertulis maupun tidak. dan antargolongan). agama. Kecuali telah mempunyai kesepakatan dengan pihak yang terkait. ia dianggap menyimpang dan tidak loyal lagi pada profesinya. ras. Konsekuensi jika penulis 45 . Hal tersebut berakibat kurang dihargainya kredibilitas seseorang yang melanggar etika itu. Keberadaan suatu etika pada umumnya didasarkan pada itikad baik untuk kebaikan bersama. 4. Misalnya berkaitan dengan penyebutan identitas diri. Aturan main adalah dunia kepenulisan ini secara garis besar dapat disebutkan sebagai berikut: 1. Seperti etika profesi dokter. Perlu diketahui bahwa sebenarnya hal ini belum diundangkan secara baku. penyebutan pekerjaan. 2. Profesi dokter punya etika. Seperti menjiplak. dan masih banyak lagi. Belum mapannya etika profesi penulis ini disebabkan masih merupakan profesi baru dan belum berkembang sebagaimana profesi lainnya di Indonesia. Isi tulisan tidak menyinggung kebersamaan dalam kerukunan sesama warga negara dan warga masyarakat secara keseluruhan. Materi dan gagasan penulisan hendaknya tidak bertentangan dengan UndangUndang Dasar 1945. Akan tetapi etika profesi penulis ini belum baku sebagaimana etika profesi yang telah mapan lainnya. karyawan pabrik. guru. dapat diartikan sebagai sebuah usaha untuk menghargai dan loyal terhadap profesi yang ditekuni seseorang. Tidak mengirim tulisan yang sama kepada media yang lain. Tidak melanggar hak cipta orang lain. tetapi masih merupakan konvensi atau aturan tak tertulis di masing-masing media. seperti misalnya masalah SARA (suku. Ketidakjujuran seorang penulis akan merugikan dirinya sendiri. 5. status jabatan dan sebagainya. dan hal-hal semacam itu. Mentaati etika dari sebuah profesi. Seorang penulis hendaknya bersikap jujur dalam segala hal yang berkaitan dengan materi kepenulisannya. Pancasila dan peraturan yang berlaku lainnya. tanpa banyak coretan. penyebutan alamat tempat tinggal. 6. Menggunakan bahasa yang baik dan benar. masinis. Mengirim tulisan dengan ketikan rapi. 7. etika profesi guru dan sebagainya. Profesi sebagai penulis juga mempunyai etika.James Rompas Etika Menulis Di dunia ini hampir tidak ada suatu pekerjaan pun yang dilakukan tanpa etika. etika profesi wartawan.

logika. di sana-sini nggak nyambung. dan bahan-bahan (buku) rujukan yang biasanya dijadikan sumber utama (standar). Lantas apa saja langkah-langkahnya? Pertama. Beliau mengurai dengan pendekatan sejarah. Untuk mendapatkan ide terkadang para penulis membayar mahal karena harus pergi ke tempat tertentu. Masih ada teori atau gaya lain. Kata Aristoteles. Percayalah ide itu amat mahal. terasa sudah sempurna. Dari sudut falsafah. Belum tentu ide yang terkandung dalam tulisan tersebut bisa ketemu di lain waktu. budaya dan data-data teranyar. Ketiga. info terkini. Keempat. melengkapi sumber tulisan. tabloid atau majalah masing-masing punya karakter tersendiri. Menambah banyak warna pasti makin meriah. biasanya ia akan dikenakan sanksi yang biasa disebut black list atau daftar hitam. Kedua. Seolah-olah berani diuji dengan rekan lainnya. Karenanya. jangan sampai dibuang. Tidak terdapat kekurangan. info terkini dan bahan-bahan (buku) rujukan yang biasa dijadikan sumber utama (standar). As-Sunnah) saja. mempelajari tulisan yang dimuat itu penting. ia menulis tentang “istiqomah”. ide bagus tidak bisa dibandingkan dengan rupiah. Sangatlah penting untuk membaca. psikologi. Cuma jangan terpaku. Artinya jika seseorang telah terkena daftar hitam ini pada media tertentu.James Rompas ketahuan menulis dengan tulisan yang sama di media berbeda. By Abu Al-Ghifari Jika Naskah Ditolak Kembali kita kuatkan keyakinan naskah ditolak bukanlah akhir segalanya. mencatat. Kelima. Misal. Sering kali kita menganggap saat merampungkan naskah. Yang demikian itu hanyalah proses rute yang harus dilalui sebelum berhasil adalah kenyataan wajib yang mesti dialami. bandingkan dengan tulisan-tulisan lain yang dimuat. 46 . Dengan segala keobyektifan dan kesubyektifan menjadi kata kunci. mencatat atau memiliki ensiklopedia. Selera redaktur sangat menentukan. maka tulisantulisannya tidak akan dimuat pada media tersebut dalam jangka waktu tertentu. atau memiliki ensiklopedi. meniru adalah awal dari sebuah seni. Koran. besar peluang untuk diterima. tapi tidak sebatas menggunakan dalil naqli (Al-Qur’an. di luar negeri terdapat teori bernama teori lingkaran. membebaskan tulisan dari teori baku. Memang penulis pemula sangat meniru gaya idola penulis pujaanya. Kiai yang pakar komunikasi itu jika membuat tulisan kaya dengan berbagai tinjauan. Namun selang beberapa waktu (bisa jadi hitungan tahun) kok lucu. Pada urutan kelima ini bukan berarti meniadakan teori-teori yang sudah ada. dokumentasikan naskah-naskah itu. memperbaiki naskah. internet. Saat tahu kondisi tersebut. inilah kesempatan untuk memperbaikinya. media massa terbitan baru. Simak tulisan Jalaluddin Rakhmat. Sangatlah penting untuk membaca. Bila tulisan yang kita kirim sama “nafasnya”. Teori menulis yang sudah dipelajari tetap kita pertahankan.

Untuk menuju ke titik tengah lingkaran. Cuma karena belum dimuat. Dan teramat yakin bilangan angka terus menanjak. Setelah menetapkan segmentasi pasar hal kedua yang perlu Anda lakukan adalah menentukan kebutuhan buku. Psi. jangan lewatkan tulisan yang satu ini. Ketujuh. Lumayan. kawan kita ini (masih SMU) sudah menulis empat buku. Kita mendapatkan berbagai pengalaman dan ilmu yang menguatkan “ruh” semangat kepenulisan. Marketing Manager Sagung Seto Jakarta H. banyak cara untuk menulis. Meski ratusan naskah saya ditolak. Padahal mulanya menggebu-gebu sesemangat 45. biasanya dari umum ke khusus. Berikut ringkasan materinya. Selamat menulis.id. Saya pernah mengunjungi tempat aktivitas dan bertemu dengan sosok penulis bergengsi negeri ini. sudah belasan media yang mempublikasikan. “Waktu saya tersita. Hasilnya menakjubkan.ac. dari beliau-beliau saya memperoleh tambahan tenaga berlipat-lipat. Tidak ada alasan untuk berhenti menulis. Amin Rais. betapa sering kita mendengar kata-kata itu. Miyoto. Banyak yang menyangka orang tenar sulit dihubungi. Hal pertama yang harus Anda pahami ketika memulai karier sebagai penulis buku menurut Miyoto adalah dengan menetapkan segmentasi pasar. Sudah menjadi alasan klasik untuk menyembunyikan diri dari ketidakberdayaan dalam olah tulis menulis. Alhamdullillah. Dengan menetapkan segmentasi. rutin menulis lagi. Ia menulis setiap dini hari usai shalat malam sampai menjelang waktu shubuh. Ada yang sehari menulis 3 – 4 jam sehari. Anda dapat menentukan siapa dan seberapa besar target pembaca Anda. Benar. Penolakan naskah itu persyaratan wajib bagi siapa saja yang ingin sukses menulis.Yus R. Menulis kembali dan kembalilah menulis. segeralah menulis judul. memaparkan 7 kiat menjadi penulis buku pada seminar "Kiat Sukses Menjadi Penulis Buku" yang diadakan oleh Perpustakaan Pusat ITB bersama Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YYPI) pada Rabu (17/02/2010).James Rompas Belakangan antara lain dikenalkan oleh DR.Jika Anda senang menulis dan berniat menjadi seorang penulis buku. Sederhananya. Keterkaitan dengan unsur emosi ini bisa membuat tulisan lebih segar dan renyah. Keenam. Contoh. antara lain: Emha Ainun Nadjib. saya bersyukur semangat dan kreativitas tulis menulis masih terpelihara. Lalu. itb. Pasti ada dan menerima kesempatan unuk kita. By Lilis Nihwan BANDUNG. Dedi Supriadi. adakah silaturahmi dengan para penulis yang jadi atau milih profesi menulis sebagai pilihan mencari nafkah. Gola Gong. kita boleh memasukinya dari garis mana saja. S. Langkah ini sangat membantu. Para penulis sukses di tengah kesibukannya menyediakan waktu khusus unutk menulis. tapi bukan berarti tidak bisa sama sekali. Ismail mengagumi rekannya seorang cerpenis belia aktivis Forum Lingkar Pena (FLP). 47 . Kuntowijoyo dan sejumlah penullis kawakan yang berdomisili di Bandung. Nurcholis Madjid. kita dapat memulai dari khusus ke umum. besoklah saya akan memulai”.

dan membuat selebaran. Apa kelebihan Penerbit ANDI dibanding penerbit lain? · Buku ANDI telah memiliki Brand Name tersendiri di hati masyarakat. Penerbit akan sangat tertarik jika bisa diterbitkan pada jumlah cetak minimum 3000 eksemplar.red)." pesan Miyoto. menetapkan besaran pasar dan daya beli. Kegiatan pemasaran merupakan ujung tombak dari hasil penerbitan buku. "Kita semestinya menghargai jerih payah penulis buku. Kiat berikutnya. Ia mengatakan bahwa saat ini penerbit mulai menjurus pada bidang disiplin ilmu tertentu. penerbit Gramedia sepertinya lebih tepat. "Judul tersebut masih bersifat sementara karena bisa diubah sesuai dengan kebutuhan. adalah memilih penerbit. Atau untuk karya fiksi. Pasaran dihitung untuk memperkirakan taksiran jumlah cetak karena jumlah cetak yang keliru akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari. atau mengunjungi perpustakaan nasional. PROSEDURE PENULISAN PENERBIT ANDI YOGYAKARTA Hubungan Antara Penulis dan Penerbit Penulis dengan Penerbit memiliki kedudukan setara. secara umum Penulis memandang Penerbit bertindak sebagai intermediary karya-karya yang akan disampaikan kepada masyarakat. "Menghasilkan sebuah buku sebenarnya bukanlah pekerjaan yang gampang. Tidak hanya 7 kiat sukses menjadi penulis buku yang dipaparkan oleh Miyoto pada seminar ini. Kiat terakhir dari Miyoto adalah pemasaran. Untuk bidang kedokteran misalnya. Hal tersebut yang memotivasi penulis untuk menghasilkan suatu karya yang berkualitas." Kemudian. Hal ini berguna untuk memperkokoh ancangan untuk menerbitkan buku. meningkatkan kredibilitas. menulis artikel di jurnal ilmiah.James Rompas "Pilihlah bidang disiplin yang sesuai dengan bidang keahlian . Langkah berikutnya. Anda bisa memilih penerbit Sagung Seto. ke toko buku." seperti yang tertulis dalam seminar kit darinya. dan pemenuhan finansial. Kepentingan apa di balik dorongan untuk menulis? Menulis dapat meningkatkan kredit point (bagi pengajar). lakukan survei pasar dengan melihat katalog dari penerbit. Ia mengatakan promosi dapat dilakukan bahkan sebelum buku tersebut diterbitkan." kata dia. penulis juga perlu mengetahui kemampuan baca dan daya beli mahasiswa (pembaca. 48 . Royalti untuk pengarang pun bisa mencapai kisaran 8% -10% dari Harga Eceran Tertinggi (HET). papar Miyoto. sedangkan Penerbit memandang Penulis sebagai aset penting perusahaan yang menyebabkan proses penerbitan tetap berlangsung. "Di samping jumlah cetak. Ia juga menegaskan agar pembajakan terhadap buku dihentikan. Beberapa cara mempromosikan buku adalah dengan menjadi pemateri dalam seminar-seminar." aku dia. "Pilihlah penerbit yang sesuai. kata Miyoto. Hal yang tak kalah penting lainnya adalah promosi." saran dia.

James Rompas

· Memiliki jaringan distribusi yang luas. · Memiliki mesin cetak sendiri sehingga hasil, kecepatan, dan kualitas dapat diatur dengan baik. · Memiliki sistem royalti yang jelas, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan sinergi kerja sama antara Penulis dengan Penerbit akan diperoleh hasil berupa penerimaan masyarakat terhadap buku terbitan ANDI. Bentuk Royalti Penerbit ANDI Penerbit ANDI memberikan royalti sebagai berikut: Besar royalti standar adalah 10%, dengan perhitungan: 10% x harga jual x oplah (potong pajak) Mengingat Penerbit ANDI memiliki bentuk kerja sama yang beragam pada saluran distribusi pemasaran, maka perhitungan royalti adalah berdasarkan buku yang benar-benar telah terbayar lunas, dengan demikian buku yang sifatnya konsinyasi atau kredit belum dianggap sebagai buku laku. Dalam hal ini Penerbit ANDI akan selalu menjaga kejujuran dan kepercayaan bagi semua relasinya, ini semua karena nama baik sangat penting bagi Penerbit ANDI. Bentuk Kerja Sama Penerbitan Bentuk kerja sama penerbitan yang ditawarkan Penerbit ANDI mencakup: Kerja sama Penerbit dengan Penulis; yaitu kerja sama antara Penerbit dengan Penulis secara individu untuk menerbitkan sebuah buku. Kerja Sama Penerbit dengan Kelompok Penulis; yaitu kerja sama antara Penerbit dengan beberapa Penulis sekaligus untuk menerbitkan sebuah buku. Dalam kerja sama ini, Penulis wajib menunjuk satu orang dengan pemberian surat kuasa, untuk bertanggung jawab terhadap segala urusan administratif maupun non administratif yang berkaitan dengan penerbitan. Kerja sama Penerbit dengan Lembaga; yaitu kerja sama antar Penerbit dengan sekelompok Penulis yang telah dikoordinasi oleh Lembaga/Institusi untuk menerbitkan sebuah buku. Dalam hal ini Penerbit hanya berhubungan dengan Lembaga/Institusi yang telah diberi kepercayaan oleh Penulis. Kerja sama Umum Kerja sama cetak. Penerbit hanya membantu dalam jasa percetakannya, seperti buku jurnal ilmiah dan ebagainya. Kerja sama cetak dan penerbitan, Penerbit bekerja sama dengan Perorangan/Lembaga untuk menerbitkan sebuah buku dengan tanggungan biaya penerbitan bersama. Prosedur Penerbitan Buku Materi yang Harus Dikirim Penulis harus mengirimkan ke Penerbit naskah final, bukan outline ataupun draft, yang disertai: . Kata Pengantar · Daftar Isi · Daftar Gambar · Daftar Tabel · Daftar Lampiran · Isi · Daftar Pustaka · Indeks · Abstrak (sinopsis)
49

James Rompas

. Penjelasan perihal: pasar sasaran yang dituju, prospek pasar, manfaat buku ybs. . Profil penulis, memberi keterangan singkat tentang penulis. Penilaian Naskah Penerbit menilai naskah dari berbagai aspek: Aspek Ideologis Apakah topik bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila, apakah topiknya akan meresahkan kondisi masyarakat seperti: politik, hankam, sara, sopan santun, harga diri, dll. Aspek Keilmuan : § Apakah topik yang dibahas merupakan topik baru bagi masyarakat, dan apakah masyarakat sudah siap menerima topik tersebut? § Apakah naskah tersebut gagasan asli atau jiplakan? § Terkait dengan akurasi data maka diperlukan sumber daftar pustaka yang lengkap. Aspek Penyajian: § Apakah sistematika kerangka pemikiran baik sehingga alur logika pemaparan mudah dipahami? § Bahasa yang digunakan apakah komunikatif sesuai dengan jenis naskah dan sasaran pembaca? § Apakah cara penulisannya sudah benar, yaitu menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baku? § Kelengkapan naskah secara fisik seperti kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, batang tubuh, daftar gambar, tabel, lampiran, index, daftar pustaka, sinposis, apakah sudah lengkap? § Pengetikan menggunakan media dan alat apa, apakah tulis tangan, diketik manual, ketik komputer menggunakan software tertentu? § Mutu gambar, tabel dan objek lain yang dipasang (capture) apakah layak atau masih harus diperbaiki lagi? § Apakah urusan perizinan penggunaan gambar tertentu, izin terjemahan, izin pengutipan dll. sudah diselesaikan? Aspek Pemasaran: § Apakah tema naskah mempunyai pangsa pasar jelas dan luas sehingga buku akan dapat dan mudah diterima pasar? § Apakah naskah memiliki selling point atau potensi jual tertentu, seperti judul, keindahan, bahasa, kasus aktual, dsb? § Apakah ada buku sejenis yang beredar dan telah diterbitkan? Apa kelebihan naskah tersebut dibandingkan dengan buku lain? Aspek Reputasi Penulis: § Apakah penulis adalah tokoh, praktisi, dosen yang sangat diakui kepakarannya oleh masyarakat luas? § Apakah buku-buku yang pernah diterbitkan mempunyai catatan keilmuan dan pemasaran yang baik? Keputusan Menerima/Menolak Naskah Untuk Apa dan Mengapa Penerbit Harus Menilai Naskah? Penerbit adalah suatu badan usaha yang bercita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk tujuan tersebut Penerbit mengusahakan, menyediakan, dan menyebarluaskan bagi khalayak umum, pengetahuan dan
50

James Rompas

pengalaman hasil karya ilmiah para Penulis dalam bentuk sajian yang terpadu, rapi, indah, dan komunikatif, baik isi maupun kemasan fisik, melalui tata cara yang sesuai, dan bertanggung jawab atas segala risiko yang ditimbulkan oleh kegiatannya. Berdasarkan pengertian mengenai penerbitan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerbit tidak bermaksud untuk menghakimi hasil karya Penulis, sehingga tidak ada alasan untuk tidak menghargai karya tersebut karena Penulis adalah “rekan sejawat” bagi Penerbit. Penilaian naskah bukan untuk menjatuhkan vonis naskah baik atau buruk, layak terbit atau tidak. Langkah tersebut digunakan sebagai sarana untuk memperlancar proses penerbitan secara optimal. Proses penilaian ini adalah proses standar penerbitan sehingga perlu ada komunikasi yang baik antara Penerbit dan Penulis. Dengan demikian tidak ada salah-pengertian bahwa Penerbit menganggap remeh Penulis atau Penulis merasa naskahnya sudah yang terbaik. Keputusan Naskah Setelah Penulis menyerahkan naskah, Penerbit memberikan keputusan melalui surat resmi kepada Penulis, apakah buku diterbitkan atau tidak. Untuk naskah yang diterima, Penerbit akan mengirim surat pemberitahuan resmi. Penulis wajib melengkapi kelengkapan naskah - softcopy. Untuk naskah yang ditolak, naskah akan dikembalikan kepada Penulis bersama dengan surat pemberitahuan penolakan penerbitan. Pengiriman Softcopy: Disket atau CD Softcopy naskah dikirim dapat dengan cara: Lewat pos/paket ditujukan ke: Penerbit ANDI Jl. Beo 38-40 Yogyakarta 55281 Telp (0274) 561881; Fax (0274) 588282 Datang langsung ke kantor Penerbit ANDI dan menemui bagian penerbitan ANDI. Atau lewat email (Maksimal 1 Mb per kiriman): penerbitan@andipublisher.com Format Naskah Format Naskah Siap Cetak Format pengaturan naskah dapat menggunakan Template yang disediakan oleh Penerbit Andi. Format ini merupakan Template standar yang dapat disesuaikan dengan naskah yang sedang ditulis. Anda dapat meminta Template tersebut melalui e-mail, atau datang langsung ke Penerbit ANDI. Format naskah standar siap cetak, adalah sebagai berikut: Jenis huruf untuk teks isi: Bookman Old Style, New Century School Book atau Times New Roman 10/11 point. Judul bab (Heading 1): font sama dengan teks isi, ukurannya diatur sedemikian rupa agar tampak menonjol dan serasi dengan ukuran 20 pt. Judul sub-bab (Heading 2): font sama dengan teks, 18 point, capital, bold. Judul sub-sub-bab (Heading 3): font sama dengan teks, 10 point, capital underline Header dan Footer: menggunakan font yang berbeda, dapat divariasikan dalam style huruf bold atau italic.
51

21. Alignment : Justified Spacing : Before – 0. Gambar sebaiknya dikirimkan dalam file tersendiri yang di kumpulkan dalam sebuah folder gambar dan dilakukan link terhadap naskah. 5. Format buku di Penerbit Andi: Format Besar : 20 cm x 28 cm. situasi dan kondisi.5 cm Format Kecil : 14 cm x 21 cm. atau buku saku serta format spesial. 8 point. (selalu halaman ganjil).5 cm Format Standar : 16 cm x 23 cm. Catatan: Segala bentuk aturan layout di dalam template adalah layout standar di Penerbit Andi. 11.5 cm Format Khusus Banyak Penulis tidak memperhatikan format ini sehingga saat dilakukan pengaturan layout dan setting. beberapa bagian buku menjadi tidak sesuai dengan maksud Penulis. Ukuran Buku dan Area Cetak Setelah Anda menentukan sistematika penulisan buku Anda. dan ketebalan buku yang tidak proporsional.5 cm x 15. After – 0. standar.5 cm x 7. Contoh Penomoran Halaman: Halaman judul : i Halaman Copyright : ii Halaman Persembahan : iii Kata Pengantar : v Daftar Isi : vii Halaman Isi Pendahuluan (Bab I) : 1 Bab II : 3. 7. Penentuan format ini akan berpengaruh terhadap ketebalan buku dan kedalaman materi yang Anda inginkan. Ketidaksesuaian tersebut contohnya: proporsi gambar yang tidak benar. untuk itu diharapkan Penulis dapat mengikuti informasi terbaru di Penerbit Andi. Catatan: Prosedur penerbitan ini sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perkembangan. 9. hal penting berikutnya adalah format buku yang akan Anda tulis. pemotongan kata yang tidak tepat (terutama pada listing program pada buku pemrograman).5 cm x 17. 10 cm x 16 cm Buku Saku : 10 cm x 18 cm. Lebih jelas "download disini" 52 .James Rompas Footnote : Font sama. Anda dapat memodifikasi perwajahan buku Anda dengan terlebih dahulu melakukan konfirmasi dengan Penerbit. Format buku terdiri dari beberapa ukuran yaitu ukuran besar. dapat menggunakan font lain yang serasi. kecil. dst.6 Line Spacing : Single Gambar-gambar tangkapan (capture) layar sebaiknya menggunakan format jpg. 13.

Beo 38-40. yang mulai berlaku sejak Januari 2009 khususnya pasal 23 tentang royalty.James Rompas Kabar untuk para Penulis mengenai kebijakan Pemerintah yang berlaku mulai tahun 2009.com 53 .68 Karang Tengah. 70601241 Email jkt@andipublisher.Pasal 23 ayat (1a) Pasal ini menyebutkan bahwa pemotong PPh Pasal 23 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 100% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP dibanding tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP.Tangerang Telp. Ciledug . Kantor Pusat Penerbit & Percetakan ANDI Jl. Pasal 22 ayat (3) dan Pasal 23 ayat (1a) UU Nomor 36 Tahun 2008.Pasal 21 ayat (5a) Pasal ini menyebutkan bahwa pemotongan PPh Pasal 21 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 20% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dibanding tarif yang ditetapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak. Demangan Yogyakarta 55281 INDONESIA Telp. Perhatikan bunyi ketentuan yang terdapat dalam Pasal 21 ayat (5a).Pasal 22 ayat (3) Dalam pasal ini disebutkan bahwa pemungut PPh pasal 22 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 100% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP dibanding tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP 3. Mengapa? Karena tarif yang akan digunakan berbeda. 2. 0274-588282 Cabang Jakarta Jl. Raden Saleh No. 0274-561881 Fax. Untuk Penulis. akan diberlakukan ketentuan dari “UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2008 TANGGAL 23 SEPTEMBEER 2008 – TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS Undang-Undang Nomor 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN”. 1. Berikut ini akan dijelaskan mengenai prosedur pemungutan pajak bagi yang ber-NPWP dan yang tidak ber-NPWP: Pemotong/pemungut pajak harus memastikan terlebih dahulu apakah Wajib Pajak yang pajaknya akan dipotong atau dipungut sudah memiliki NPWP atau belum. 021-70601240.

/Fax 031-8436604.com Cabang Makassar Jl.0711-412624 Email plb@andipublisher. 0411-858803 Email mks@andipublisher./Fax 022-5200290 / 022-520 4135 Email bdg@andipublisher. 031-8080797 Email bali@andipublisher./Fax. 0761-45952 Email riau@andipublisher.James Rompas Cabang Bandung Jl. 8473115 / 031-8410731 Email sby@andipublisher. Pekanbaru . 061-8217623 Email mdn@andipublisher. Palembang Telp.Sulawesi Selatan Telp. Kakatua No.86./Fax 024-7605523 Cabang Surabaya Jl.Jawa Barat Telp. Sukabangun I KM 6.5 Tanjung Rejo-Medan Telp.com Cabang Medan Komplek Perumahan Setiabudi Indah I Blok vv No. Mamajang Luar Mamajang. Makassar. Beruang No.20 Semarang 50144 Telp.com Cabang Riau Jl. Ganetri III/2 Denpasar Bali Telp.com 54 . Srimahi Baru No.18 Bandung .Riau Telp.com Cabang Semarang Perum Semarang Indah Blok C-IX No.19 Sukajadi.com Cabang Bali Jl.com Cabang Palembang Villa Bangun Indah B-1 Jl. Raya Tenggilis R-17 Surabaya Telp.

com Penerbit & Percetakan CV. Data MEMBER Anda : ID MEMBER NAMA MEMBER ALAMAT TELP. dan adapun kegunaan dan kerahasian data tersebut menjadi tanggungjawab kami (Administrator AndiPublisher.delete Bottom of Form Top of Form 1_1960_AIt7bHw date 25 auto dow n 1 0 a9DGbPP6sMk 1 Inbox 1 Reply 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b Reply All Forw ard Bottom of Form Top of Form 0%2C2%2C3%2C mask 55 . James Rompas Jln./Fax. E.com Top of Form 1 dow n 1_2540_AIJ7bHw 0 a9DGbPP6sMk 0 Inbox 1 date 25 1_1960_AIt7bHw Delete 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b 0%2C2%2C3%2C msg. 0541-7773562 Email smd@andipublisher.com. info@andipublisher.com ID LOGIN James Rompas PASSWORD jamesr Data MEMBER Anda diatas yang telah kami (Administrator AndiPublisher.com atau pemasaran@andipublisher. Beo 38-40. Ph. Fax. ANDI OFFSET Jl. Administrator AndiPublisher.6 Kecamatan Maesa Kota Bitung Prov.com INFO KONFIRMASI MEMBER AndiPublisher. EMAIL PU0710004861 Bpk. 0431-822887 Email man@andipublisher.43 Manado .com) terima sesuai data masukkanAnda ke Sistem Registrasi MEMBER AndiPublisher.com). Nagiri lrg STM Kelurahan Pakadoodan linkg.com. 39 Samarinda Telp. Yogyakarta 55281.Sulawesi Utara Telp.com Terima Kasih atas partisipasi Anda dengan ikut serta bergabung menjadi MEMBER AndiPublisher.James Rompas Cabang Manado Jl. SULUT 95512 08124300872 jamesrompas@yahoo.com Cabang Samarinda Komplek Batu Alam Permai Jalan Anggrek Merpati VIII No. Stadion Klabat Barat No. 0274-561881 ext. Hormat Kami. 0274-545465.204/+62 888 0282 1306. G.

14 Condet Jakarta Timur Telp. Pemuda III No.. Salemba Raya No. Move. Gunung Sahari Raya No. Batu Ampar III No. Silakan dilihat-lihat. Tapi ada juga yang mencoba mencari-cari penerbit. Menteng Raya No. 3804439 Bhuana Ilmu Populer Jl. siapa tahu jenis naskah Anda sama dengan misi dan ciri salah satu penerbit di bawah ini.spam 1_1960_AIt7bHw Bottom of Form Top of Form 1 1_2540_AIJ7bHw 0 Inbox date dow n a9DGbPP6sMk 0 1 25 1_1960_AIt7bHw 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b Move. 6 Gandaria Utara Kebayoran Baru Telp. 31930172 PPM Jl.. Tanya sana tanya sini. 021-8092269. Kebahagiaan 11-11A 56 . Djambatan JL. Nah. 2302047 AL I’tishom Cahaya Umat Jl. 10 Rt03/02 Rawamangun Jakarta Telp. H Najihun No..Paseban 29 Jakarta Pusat telp (021) 3908790 atau (021) 3908175 The Critique Jl. (021)7393685 Pustaka Zahra Jl. 021-3451616.move Pertama-tama memang menulis buku.James Rompas 1 dow n 1_2540_AIJ7bHw 0 a9DGbPP6sMk 0 Inbox 1 date 25 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b 30 Spam 0%2C2%2C3%2C msg. Tapi setelah buku jadi lalu apa? Ada yang memilih tak menerbitkannya. 4 Jakarta Telp. 0%2C2%2C3%2C msg.4 Jakarta Telp. Selamat mencoba.. 021-31935373. Ada yang memutuskan menerbitkannya sendiri saj dengan modal yang ada di kantong. berikut ini Indonesia Buku menurunkan daftar penerbit-penerbit buku di Indonesia. 021-4701795 Balai Pustaka Jl.9 Jakarta Telp. 021-2303247. 80871671 UI Press Jl.

Rasuna Said Kav.5480888 ext 3262. 021-7708891.3809641 PT Dinastindo Adiperkasa Int’l Jl.5209370. 021-5483008. 021-7496733.R.39 Jakarta Telp. Letjend Suprapto28 Cempaka Putih Jakarta Telp. 7407078 EGC-Arcan Jl.James Rompas Jakarta Telp. 4250357 Bumi Aksara Jl. Kemiri Raya 68 Pd. 6340757 Bina Kasih. H.B32-33 Jakarta Selatan Telp. 021-4515351. 4534987 57 . 5201080 Gema Insani Jl.Baru ) Depok Jakarta Telp. 021-65306283.Cabe Ciputat Tangerang. 021-7511901. 021-3865532-35. Kelapa Gading Kirana I Blok A14 No. Jakarta Telp. 021-4700988. 6518178 Gaya Favorit Press Jl. 021-2601234 ext 4441. Raya Ps. 4700989 CSIS Jl. 021-4209586. Agung Timur 4 Blok o/1 No. 7708894 Grasindo Jl. 021-5253916.Jum’at No.65306712. Palmerah Selatan 22 Jakarta Telp. 3847517. YK Jl. 7511855 Java Books Indonesia Jl. Ir.5266566.38D-E Pd. Tanah Abang III/23-27 Jakarta Telp.17 Jakarta Telp.Pinang Jakarta Selatan Telp. Djuanda (Jl. 5491412 Ichtiar Baru Van Hoeve Jl.H. Sawo Raya 18 Jakarta Telp.

Yogyakarta 55121.27 Yogyakarta 55153. Slamet Riyadi 485 H. 3901703 Samudra Buku Jl. 0274-377067. Laweyan Solo Absolut Jl. 372893. 021-75915813 PT Kesaint Blanc Indah Jl. km 6.net Telp. Bimasakti GK I/19. Yogyakarta 55221 Telp. (0274) 372039 ADICITA GROUP Jl. Sisingamangaraja No. 021-7509673 PT Sarana Panca Karya Nusa Jl. Kembang Raya No. 379250.net E-mail : akn@adicita.4 Jakarta Telp. Lentong No.Pinang Jakarta Selatan Telp.James Rompas PT One Earth Media Jl. Yogyakarta 55221 Telp.Komp. Merak VI No. Raya Semarang Demak km 8. 641 km 13.adicita. 5891319 CV Aneka Ilmu Semarang Jl.Ruko Golden Fatmawati Blok J-35 Jakarta Selatan Telp. 021-8207554. 520613 Kantor Cabang: Unit Satu Demangan GK I/7. Hayam Wuruk No. Raya Fatmawati No. 448371 Aditya Media Kantor Pusat : Jl. (0274) 520612.9 Narogong Raya.5 Semarang PT Pustaka Rizki Putra Jl. Ngendroprasto.5 Katapang Bandung Telp. Website : www. Terusan Kopo No. Telp.15. 021-3904984-5. Pajang. (0274) 566678 58 .8 Bekasi Telp. 022-5891519. Ibu Ruswo 10.24 G Semarang Grahadi Group Jl.2 Pd. 8207555 Rosda Jl.2-3 Gumunggung Solo Era Intermedia Jl. Kampung Baru Rt3/5 No.

(0274) 7442238 Alfa Media Jl. Kapten Hariyadi No. Sleman. Sleman Yogyakarta Telp.or. Yogyakarta Telp.19 Ngentak. Fajar Pustaka.com Telp. Yogyakarta Bentara Budaya Jl. Ad-Dawa’.com Telp. 0274-7482086 Bentang Pustaka (Group Mizan) Jl.insist. Kalimantan. 0274-561881 Amara Books Puri Arsita A6 Jl. 0274-584780 Andi Offset Jl. Tiga Lentera Utama. Wirokerten.James Rompas AK Group AK Group.bigraf. Pustaka Hikmah.id Telp.38-40 Yogyakarta Telp.com Telp. Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55281 Website : www.onoff. Ngaglik.com E-mail : corporate@bigraf. Benteng Press. 123. Purwosari. Banguntapan. Kota Baru. (0274) 377623. Djazuli Karangkajen MG III 918 A. Prismasophie. Izzan Pustaka. Sleman. Maguwoharjo.id dan www. Saujana. 8164772234 Jl. (0274) 560404 Bigraf Publishing (Anggota IKAPI) Jl. Telp (0274) 380714 AKY Press Blimbingsari CT IV/38. Monjali 75 A Yogyakarta Telp. Suroto 2. Waqtu. Al-Farqon Jl. RT 02/49. Mlati. (0274) 7482086.or. Indiebooks Ringinsari No. Bantul 55194. Depok. Yogyakarta 55153 Website : www. Ar-Ro’I. (0274) 373019 59 . Al-Manar. Yogyakarta E-mail : amara_books@yahoo. Sambilegi Baru No. (0274) 7470601 Analisa (Anggota IKAPI) Jl. Purbayan Mutihan 154 RT 04 RW 18. 119 Yogyakarta Telp. Yogyakarta E-mail : arruzzmedia@yahoo. Sisingamangaraja 93. (0274) 379250 Ar-Ruzz Media Group Ar-Ruzz. Pandega Marta 19. Beo No. Madani. Mediawacana. 373631 Alenia Press Jl.

Umbulharjo. Yogyakarta 55281 Telp. 08156865768 Buku Laela Perum Wirosaban Barat Indah No. Nogosaren. Dr. 0274-7418727 Dunia Kata Jl. 889612 Cupid Group Cupid. (0274) 373308 Diandra Primamitra Jl. Yogyakarta Telp. 6-19. (0274) 523563.25D. 19. Yogyakarta 55152 Telp.James Rompas Bola Party City Jl. Yogyakarta 55224 Telp. Komplek Polri Blok A1 No. Condong Catur. Yogyakarta Telp. P. Yogyakarta 55232 Telp. Ganjuran. Babaran UH IV/1133 YK Yogyakarta Telp. Sleman. Yogyakarta Telp. Belukar. Yogyakarta Dunia Wacana University Press (Anggota IKAPI) Jl. Gejayan gang Merak 263 Yogyakarta Diva Press Jl. (0274) 489718 Jl. Nogorojo 208C Gowok Yogyakarta Telp. Yogyakarta Telp. Desa Kimpulan. Manukan. KH. Wahidin Sudirohusodo No. (0274) 373760 BP Kedaulatan Rakyat Jl. Ngemplak. 08562862256 Cindelaras Gang Pangkur No. 0274-622330 BPFE Press Jl. Faks. (0274) 565685 Buku Baik Tukangan DN II/467. 0274-561320. Gejayan 35. 081802627919 Dana Bhakti Primayasa Jl. 66. Jawat Faqih Karangkajen MG II 858. (0274) 563929 Ekonisia Kampus Fakultas Ekonomi UII 60 . Sleman. Yogyakarta 55161 Telp. Yogyakarta 55162 Telp. Kimpulan 04B. Manyar Media Gowok.2. 889611. 588080. Gambiran 37.Kyai Mojo 45 YK/Jl. Mangkubumi 40-42. Ringroad Barat No. (0274) 515794 Bumi Aksara Jl. Hijrah.

Bulaksumur. 08888003114 Gama Media Jl. Ringroad Utara. 488771 Gema Insani Press Jl. Yogyakarta Website : www. Supadi No. Pandega Insani.com Telp.6. 554986. Banguntapan. Pustaka Anggrek. Pogung lor. Sorosutan. Sudarsancakra 197 Maguwoharjo. galangpress2002@yahoo.net.com E-mail : glgpress@indosat. (0274) 558502. 545609 Gajah Mada University Press Jl. (0274) 554985.id . (0274) 384830 Gava Media Klitren Lor GK III/15. Grafika No. Anggrek 3/34 Baciro Baru. 0274-580009 PT Gramedia Pustaka Utama (cabang Yogyakarta) Jl. 0274-484542 Erlangga Jl. Yogyakarta Telp. Kembang Baru I/4 Yogyakarta Telp. Bantul Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55283 E-mail : ekonisia_feuii@hotmail. Yogyakarta E-mail : infogavamedia@yahoo. Yogyakarta 55511 E-mail : info@grahailmu. (0274) 561037 PT Gloria Usaha Mulia Jl. Pustaka Marwa.com Elex Media Jl. Lowanu 55. 882262 61 . Yogyakarta 55281 Telp. Yogyakarta Telp. (0274) 882474. 0274-557562 Graha Ilmu Candi Gerbang Permai Blok R No. Sleman. Yogyakarta 55281 Telp. 0274-552261.James Rompas Condong Catur. Beo No. 2 Yogyakarta Telp. 0274-885030. Garuda KD II/376 Jaranan.com Telp. (0274) 561914 Galang Press Galang. Yogyakarta 55162 Telp. 1.9-10 Demangan Baru Yogyakarta Telp. 563349 PT Etno Mitra Pustaka Jl. Indonesia Cerdas Jl.com Telp.galangpress. 0274-451138 Festival Kesenian Yogyakarta Taman Budaya “Purna Budaya” Bulaksumur.

Yogyakarta 55581 E-mail : dianinterfidei@yahoo. PO Jl. 9A.indonesiatera. Yogyakarta Idea Press Jl. (0274) 581068 Jalasutra Jl.id. Diva Press Jl. 5A. 59 Sinduharjo Ngaglik. Ngaglik. (0274) 370445 Jendela Group Jl. Gg. Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 583900 Indonesia Tera Jl. Mayjend Bambang Soegeng No. Email: tb. 208 C Gowok. Gandok Tambakan No.com Telp.com/ facebook: tokobuku insistpress InterFidei Jl. 262A. Sleman. Yogyakarta E-mail : duniatera@yahoo. Tel/Faks: 0274-883452.id/ http://bukuinsistpress. Nogorojo No. 0818462244 IRE Press Jl. Website: http://press. Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 880149 IRCiSod Ircisod. Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 518886 62 . Yogyakarta 55231 Telp.com Telp.85 RT04 RW20.. Suroto 10. Buntu II No. Mangunegaran Kidul 25 Yogyakarta Telp.insistpress@gmail. Kaliurang. Tentara Rakyat Mataram 9. Karangwuni.James Rompas Grasindo Ndalem Tedjokusuman MG II/525 Yogyakarta Hidayat. infobuku_insist@yahoo. Sinduharjo. Yogyakarta Telp.5 Blok B No.or.blogspot. Magelang 56172 Website : www. 0293-327290 Dunia Tera Jl.insist. Tedomoyo CT III/3. Yogyakarta. (0274) 7418727.com. (0274) 563767 IAIN Sunan Kalijaga Press Jl.co.or. Sleman. Gejayan Gg. Kaliurang Km 5. Banteng Utama No.id Bumi Prayudan blok BB-8 Magelang Telp. (0274) 520138 Insist Press Jl. Kotabaru. Laksda Adisutjipto.

Yogyakarta 55262 Telp. Parangtritis km. 99.James Rompas Kalika Jl. Ringroad Utara Yogyakarta Telp. (0274) 381682 Kurnia Kalam Semesta Jl. Deresan. Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 379406 Lapera Pustaka Utama Jl. Krasak Barat 14. 0274-372939 Kreasi Wacana Kadipaten Kulon KP I/73. (0274) 588783.4 Salakan Baru No 1 Sewon. Minggiran No. 565996. Bantul 130. (0274)566307 Kanisius Jl. Wahid Hasyim No. 486872 L Kis Jl. Lempongsari 3A Monjali. Yogyakarta Telp (0274) 884011 Kutub Minggiran MJ II/1482.net Telp. Cempaka 9. Maguwoharjo Yogyakarta 55282 E-mail : lesfi-jogja@telkom. Yogyakarta 55284 Telp. 108A. (0274) 516714 Kota Kembang Jl. 61 A Lt1 Yogyakarta 55141 Telp.com Telp. Yogyakarta 55132 Telp. Ringroad Utara. 0274-7472110 63 . 563349 Karang Press Jl. Kotabaru Yogyakarta E-mail : karang_press@publicist. 0818731044 Kepel Press Parwanggan PA I/551 Yogyakarta 55112 Telp.4. Bantul Yogyakarta Telp. (0274) 375416 Lesfi Jl. Solo Km 8 Nayan No. Yogyakarta 55262 Telp. (0274) 418312 CV Kaliwangi (Anggota IKAPI) Jl. (0274) 377542. Yogyakarta Jl. Monumen Yogya Kembali 93.

id Telp. Golo. Yogyakarta Mitra Gama Widya (Anggota IKAPI) Jl. Sleman. Godean Km 5 Guyangan GP IV/288. Logung Media Ringinsari No. Prof. 0274-558010 Navila Jl. 0274-382800 Multi Karya Grafika Jl. Pakelmulyo UH V / 411. Yogyakarta E-mail : elkis@indosat.James Rompas Liberty (Anggota IKAPI) Jl. D-10 Perum Nogotirto II. Agus Salim 50. Kumendaman. Parangtritis Km 4. 0274-7491576. 081328771999 64 . (0274) 374649 Media Abadi Jl. 103 E Sagan Yogyakarta Telp.4 Salakan Baru Sewon. Herman Yohanes. 08562883155. Yogyakarta Telp. Ali Maksum Krapyak Kulon Panggungharjo Sewon. Yogyakarta Telp. Maguwoharjo. Bantul. Yogyakarta Telp (0274) 377034 Neo Santri Mergangsari Kidul NG II/1233. Yogyakarta 55112 Telp. Yogyakarta 55282 Telp. Jawa No. Pugeran Timur 38B. Tirtonirmolo. Gedongan No. (0274) 512908.com Telp. (0274) 620879 Jl.8 Yogyakarta Telp. Jayengprawiran 21-23. Yogyakarta 55163 Mitsaq Wisma PPJS Jogonalan Kidul RT 05 RW 21 Gg Malewa. 0274-4018058 Media Pressindo Jl. Depok. Yogyakarta E-mail : mustadhafin@lycos. KH. Kasihan. 515692 LKIS Pelangi Aksara Jl. H. (0274) 419924 Logung Pustaka. 61 RT 01 RW 49. 488404 Lukman Offset (Anggota IKAPI) Jl. Bantul.net. Sisingamangaraja 27. Yogyakarta 55262 Telp. Bantul Yogyakarta 55181 PT Mizan Dian Semesta Jl. Yogyakarta CV Nada Nurani Jl.

0274-376084 Ombak Jl. Jl. Depok. (0274) 376627. 0274-541888 Pondok Edukasi Puri Sewon Asri Blok D No. Yogyakarta 55262 Telp. Qonun Al-Ghiyats Stan RT 04 RW 44 Maguwoharjo. Yogyakarta 55282 Jl.James Rompas PT Niaga Swadaya Perum Sendok Indah KG II/360 Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55143 E-mail : pro-u@eramuslim. Tridadi. Yogyakarta 65 . Yogyakarta Telp. Caturtunggal. blok G-15 Yogyakarta Telp. KH A Dahlan 107. 7497421 Prisma Media Prisma Media. Jogokaryan 35. (0274) 7482495 Pustaka Dian Babadan RT 04 RW 02 Purwomartani. Ori I/2 Papringan.com Telp. Sewon. Kalasan. (0274) 380215 Pustaka Cendekia Jl. 23. Mata Bangsa Sambilegi Baru No. Cangkringan Km 3 Kalimati Tirtomartani Kalasan Sleman. Nogotirto III. Depok. Progo B-15 Yogyakarta Telp. 0274-376236 Pro-U Media Jl. Sleman. Jatimulyo TR I/273 RT 04 RW 02 Yogyakarta 55242 Telp. 08156884239 Pilar Media Jl. 0274-620606 Oracle Pandega Buku Utama. Yogyakarta Telp. Sleman. Magelang Km 10 Ngancar. Yogyakarta Telp. Sleman. Yogyakarta 55282 E-mail : matabangsa@hotmail. Panggungharjo. Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55511 Telp. (0274) 589243 Perum. Bantul. (0274) 7481634. (0274) 881229 Prisma Media Utama Griya Karanganyar Asri. 35 RT01 RW 53. 381772 Phanta Rhei Books Jl. Parangtritis Km 7.com Persatuan Jl.

Mangkuyudan MJ III/216.com Telp. Pustaka Semesta Press Celeban Timur UH III/548 Yogyakarta 55167 Telp. Kulon Progo. Permadi 1591. (0274) 7474039 PT Remaja Rosdakarya Jl. 08156851792 Qalam Qalam. Kaliurang Km 7.James Rompas Pustaka Gondhosuli Jl. Anggrek 57A Yogyakarta 55283 Website : www. resistinfo@gmail. Qirtas Jl. 39 Kutu Dukuh. Magelang km. Tinta. (0274) 484584. Yogyakarta 55284 E-mail : resistbook@gmail. Tamansiswa Gg. 0274-521860 66 . tiraipenerbit@yahoo.com Telp. Jl. (0274) 621752 Yayasan Pustaka Nusatama (Anggota IKAPI) Jl.2 Kricak kidul TR1/1216 Yogyakarta Telp. Yogyakarta E-mail : penerbit_sadasiva@hotmail. Yogyakarta Telp. Sawit 21 Sawitsari. Yogyakarta Telp. (0274) 580439 Sadasiva Sadasiva. Yogyakarta 55673 Telp. Blanak II/8 Yogyakarta 55581 Telp.com .com . ippibook@yahoo. Mitra Pustaka. 39 Nanggulan RT 01 RW 19. 08157959060 Safiria Insania Press Jl. Ringroad Timur No. Mikraj. (0274) 885471 Pustaka Pelajar Pustaka Pelajar. Maguwoharjo. Samigaluh.com Telp/Faks. Tirai Jl. Langenastran Kidul 28A Yogyakarta Telp. (0274) 381542 Putera Langit Minomartani.com .qalam-online. Sendang Mulyo 4 Purwoharjo. Magelang Km 5 Gg. (0274) 380228 PT Salemba Emban Patria Jl.5 Kayen Gg. Yogyakarta 55283 Telp. 0274-340817 Resist Book Jl. Bima No. 523637 Sajadah Press Jl.

Sewon. Sorowajan 136-X Lt. Sleman Yogyakarta 55281 Telp. 38A Yogyakarta 55222 Telp. Panggungharjo. (0274) 561914 Taman Pustaka Kristen (Anggota IKAPI) Jl.tiarawacana. Caturtunggal. Bantul. Kaliurang Km 7.James Rompas Sanata Dharma Press (Anggota IKAPI) Jl. (0274) 7481390 67 . Gedong Kuning JG/III 149 Jogjakarta 55198 0274-382775.co. Wahidin No.co. Veteran No. (0274) 377067 Yayasan Seni Cemeti Jl.Banteng Yogyakarta 55581 Website : www. Gejayan Mrican. Yogyakarta Telp. (0274) 514718 Talenta Jl. Djazuli Karangkajen MG III/918A. Taman Siswa No.2 Yogyakarta Telp.id E-mail : yogya@tiarawacana. Yogyakarta Telp. 25 Yogyakarta 55151 Telp. (0274) 513301. 99 Yogyakarta Telp.8 Kopen Utama 15. (0274) 377120. Yogyakarta Sumbangsih Offset Jl. Depok.id Telp. (0274) 414388 Yayasan Tamansiswa Jl. (0274) 880683 Torrent Books Jl. 515352 CV Sasmita Utama (Anggota IKAPI) Tromol Pos 29 Yogyakarta 550022 Telp. Faks. (0274) 7420483 Tiara Wacana Yogya Jl. 373934 Wijayanto Press Gesikan. Ori 1/2 Papringan. Dr. 0818279640 Taman Budaya/Purna Budaya Taman Budaya “Purna Budaya” Bulaksumur Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 512449 Tiga Raksa Optima Perkasa Jln.

1 Yogyakarta 55223 E-mail : uiipress@mailcity. Yogyakarta Telp. Karangmiri 17 Yogyakarta Telp.8.James Rompas Tri-DE Krapyak Wetan No. (0274) 513091. Telp.com Telp. 08122958220 UPP-AMP YKPN Jl. 547865. 68 . 0274-373961 Pustaka Elba Ruko Galaxy Bumi Permai G-6/16 Surabaya Telp. Bandung 40294. (0274) 417434.17 Surabaya Penerbit Mizan Kantor Pusat : Jl. Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55222 Jl. No. Cik Di Tiro No.id Telp. 165. Blok 2 No. (0274) 586115. Yogyakarta Telp. 135. 13 A Yogyakarta Wihdah Press Jl. Cisaranten Wetan Ujungberung. 885805. Kutisari Indah Utara IV No. 547864.net. (0274) 489718 Victory Jaya Abadi Jl. (0274) 566277 Widya Dara Jl. (0274) 415757 Yudhistira Jl. Yogyakarta 55232 Telp. Cinambo No. Suryodiningratan MJ II/721 Telp. (0274) 381204 Yayasan Obor Indonesia Perum Jombor Baru. Langensari 45 Balapan. Palagan Tentara Pelajar Km 7. Gowongan Kidul 18. Sugeng Jeroni No. 885700 Venus Corporation Gowok Kompleks Polri Blok A1.2 Yogyakarta 55281 Telp. 031-70595271 PT Grafindo Media Pratama Jl. Petung No. 0818270719 UII Press Jl.21 Yogyakarta E-mail : yayasan_obor@cbn. 0274-865557 Yayasan Untuk Indonesia Jl.

(0274) 4332044 Email : arruzzwacana@yahoo.com . Cinambo (Cisaranten Wetan) Np. Telp/Faks. (0341) 580638 Email : bayumedia@telkom. (021) 4701795 Penerbit BayuMedia Kantor Pusat : Jl.net. 69 . (021) 7451644.net.Rajawali IV Blok HD X No. qultummedia@yahoo. Malang 65100.com Kantor Perwakilan Wilayah Timur : Jl. (0274) 554985 Email : glgpress@indosat. Magelang Km 5 Gang Bima No. (021) 7701295 Email : info@mediakita. Bandung 40294. (022) 7834315 Faks.id Penerbit GalangPress Kantor Pusat : Jl. 20 Malang 65100. masjali@yahoo. Cinambo No. 74863334 Faks. (0274) 620879 Email : medpress@plasa. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226.com .centrin. (021) 7292310. Telp.id website : www. Cinambo (Cisaranten Wetan) Np.James Rompas (022) 7834310 Faks. 9 Depok 16411 Telp. Telp. Rawamangun Jakarta Timur. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn.Rajawali IV Blok HD X No. (021) 7451644.com Distribusi : Jl. 18 Depok 16411 Telp/Faks (021) 7705606 Email : redaksi@qultummedia. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. Telp.Pemuda III No.id Penerbit MediaKita (Kelompok Agromedia) Kantor Pusat : Pesona Depok II Estate Blok AR No. Telp. Telp.id Penerbit ResistBook Kantor Pusat : Jl.net Penerbit Media Pressindo Kantor Pusat : Jl.id Penerbit Read (Kelompok Mizan) Kantor Pusat : Jl. (022) 7834316 Email : info@dar-mizan.com Distribusi : Jl. Bandung 40294.id Kelompok Penerbit AR-RUZZ Kantor Pusat : Jl. Irian Jaya D-24 Perum Nogotirto Elok II. (022) 7815500 Faks (022) 7802288 Email : mizanmu@bdg. Telp. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. (0274) 7103084 Faks. Cisaranten Wetan Ujungberung.net. (022) 7815500 Faks (022) 7802288 Email : mizanmu@bdg. Joyosuko 54 Merjosari Lowokwaru.net.com Distribusi : Jl. Bandung 40294. (0341) 7771289 HP. Anggrek 3/34 Baciro Baru – Yogyakarta 55225 Telp/Faks. 146 Ujungberung. Anggrek 97 A Sambilegi Lor RT04/RW57 Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. Jakarta Selatan 12420 Telp/Faks.Rajawali IV Blok HD X No. Yogyakarta 55284. (021) 7451644.net.net. (021) 7707129 Faks. 146 Ujungberung. Telp. 39 Kutu Dukuh. 74863334 Faks. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn.galangpress.com Distribusi : Jl.centrin. Puncak Yamin No. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. Telp.com Distribusi : Jl. (021) 4702683-84 Faks. 137. 100 A-B Kebayoran Lama. (021) 7451644. 7238342 Email : redaksi@transmediapustaka. 10. Telp. Telp. 081334166888 Penerbit AL-I’TISHOM CAHAYA UMAT Kantor Pusat : Jl.net. Yogyakarta 55292. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226.id Penerbit TransMedia Kantor Pusat : Jl.Rajawali IV Blok HD X No. Telp. Sultan Iskandar Muda No.com Penerbit QultumMedia (Kelompok Agromedia) Kantor Pusat : Pesona Depok II Estate Blok AK No.com Distribusi : Jl. 74863334 Faks. (022) 7834311 Email : info@mizan. 74863334 Faks.

Telp. Residen H.net. 5490666.net .id 70 . 464318 pswt 140 Email : ummpress@yahoo. (0274) 558502. 34 Candi 2 RT03/RW06 Sardonoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta.id website : www.com Kantor Jalasutra Bandung : Jl. Telp. Palmerah Selatan 22.08122597214 Email : infogavamedia@yahoo.id Penerbit Gava Media Kantor Pusat : Jl. Telp. Sidodadi 07 Kebon agung. Musi Raya No.resistbook. Sorowajan 136x Lantai 2 Banguntapan. Telp.com Kantor Perwakilan Yogyakarta : Ringroad Utara Km 1. (0274) 561881 Faks.com . Telp/Faks.id Penerbit Jalasutra Kantor Jalasutra Yogyakarta : Jl.com Penerbit DataKom Lintas Buana Kantor Pusat : Jl. 886866 Kantor cabang Malang : Jl. 5480888 Ext 3323 Website : www.com website: www. Pemuda IV No.zzn. Beo 38 – 40 Yogyakarta 55281. Klitren Lor GK III / 15 Yogyakarta. 20 Jakarta 13220. Raya Tlogomas 246 Malang. Telp.com Kantor Pemasaran : Jl. Abdul Rozak No. (024) 3550069 Email : smartbooks@lycos.James Rompas Telp/Faks. (021) 4759405 Email : datakom@telkom. (0274) 7422761. Jakarta 10270.net Penerbit CV. 08157926208 (Mas Aan – Resist Book cabang Malang) Email : resistbook@gmail.andipublisher. Maxikom Kantor Pusat : Jl.ac. Telp. (0274) 580439 . 08123315198 Penerbit SmartBooks Kantor Pusat : Jl. Telp HP. Sapujagat blok E-4 No. Yogyakarta 55131. Paketmulyo UH V/411 Golo Umbulharjo Yogyakarta.id Penerbit Castle Books Kantor Pusat :Jl. Malang. Telp/Faks.elexmedia. (0274) 886866 Email : navila_book@yahoo. Telp. Mangunnegaran Kidul No. Yogyakarta 55198.6 Tobongsari RT 04 / RW 68 No. 491047.com . (022) 2502261 Email : apuy@jalasutra. Yogyakarta 55282. info@gavamediayk.id website : www. 137.com Website : http://ummpress.co.co. (0274) 377034. (0341) 7059981. pengiriman naskah softcopy buku bisa melalui E-mail : penerbitan@andipublisher. Kaliurang Km 12 No. 3 Maguwoharjo Depok Sleman. Email : maxi@maxikom. (0341) 800528 HP.com Penerbit PT.com Penerbit Andi Publishing Kantor Pusat : Jl.or. (021) 5483008. Telp. infogavamedia@telkom. (0274) 588282 Email : andi_pub@indo.umm. Telp/Faks. Elex Media Komputindo Kantor Pusat : Jl.co.maxikom. Bandung 40123. 33 B5 – B6 Palembang 30114. 08175482295 Email : ribut1@lycos. (0274) 7481390. 9 Semarang.com Penerbit Navila Group Kantor Pusat : Jl. 541324 HP. 22-25.com Penerbit UMM Press Kantor Pusat : Jl. Telp/Faks. 7473004 Email : hanggar_kreator742001@yahoo. (0274) 370445 Email : pemasaran@jalasutra.

net. (0274) 586556 Email : printing@anindya.James Rompas Divisi Percetakan dan Penerbitan PD. (021) 2601234.anindya.com . Anindya Kantor Pusat : Jl. 3812626 Faks. 2601555. Telp (031) 3893306. (031) 3811280 Penerbit PT. 6341230 Faks. 11 – 11a. (021) 6340757 Email : bip_jkt@cbn.id Penerbit PT. Telp/Faks. 16 Surabaya 60134. Lebak Arum III No.com Bottom of Form 71 . nonfiksi@gramedia. Kebahagiaan No. Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia) Kantor Pusat : Jl. Gramedia Kantor Pusat : Jl. 3893820. Stasiun Lempuyangan 12 A. Palmerah Selatan 22 Lantai IV Jakarta 10270 E-mail : fiksi@gramedia.com Penerbit dan Percetakan Offset “INDAH” Kantor Pusat : Jl.com website : www. Jakarta 11140 Telp. Yogyakarta 55186.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful