James Rompas Menjadi Penulis Buku

Menjadi Penulis Buku Produktif
Wujud sebuah buku adalah hasil kerja maksimal berbagai unsur sebagaimana disebutkan di atas Mengingat banyak kepentingan di dalamnya, maka menulis buku bukan sekedar menumpahkan ide-ide agar bisa dicetak dalam bentuk buku. Seorang penulis buku harus mampu menyelami pertanyaan di atas. Jika tidak, semangatnya tidak akan membuahkan hasil dalam arti buku itu diterbitkan. Untuk itu, mengacu pada pertanyaan di atas, maka seorang penulis buku harus memenuhi persayaratatan sebagai berikut: 1. Sebelumnya Berpengalaman Menulis Artikel (fiksi atau non fiksi) Berpengalaman menulis? Ya. Menurut saya ini syarat utama. Menulis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menulis perlu latihan bertahun-tahun dan diuji oleh surat kabar atau majalah yang menerbitkannya. Tapi ada juga yang penulis buku tapi sebelumnya tidak pernah menulis artikel? Ya ada. Tapi bobot bukunya baik dari segi “ruh buku”, idealisme maupun bisnis tidak begitu melambung. Penulis besar seperti Qurais Syihab, Toto Tasmara, Kartini Kartono, Muh. Fauzil Adhim, dll (dalam jenis non fiksi) atau Helfi Tiana Rosa, Izzatul Jannah, Asma Nadia, Mira W, dll (dalam jenis fiksi), mereka semua adalah penulis-penulis buku best seller yang sebelumnya adalah penulis artikel mumpuni yang artikelnya kerap menghiasi berbagai media cetak. Kepekaan seorang penulis artikel sudah teruji bertahun-tahun. Ketika berkecimpung dalam penulisan buku, sudah memiliki bekal yang cukup memadai. Dia akan mampu melihat dengan kaca mata bathinnya apa yang tengah terjadi di masyarakat. Kemudian menggali dengan cermat, apa sesungguhnya yang diinginkan masyarakat itu. Ibarat seorang pemanah ulung, ia akan menumpahkan segala kemampuannya (yang telah teruji itu) untuk membidik sasarannya. Hasilnya, buku-buku buah “tinta emasnya” laku bak kacang goreng (best seller). Seorang penulis artikel, secara otomatis (biasanya) telah memahami kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Maka ketika menulis buku, hal itu tidak aneh lagi. Ia akan mampu menyusun kata, kalimat dan paragraf yang enak dibaca dengan tanda baca yang sesuai tempatnya. Tulisannya mudah dicerna, mengalir laksana air pegunungan yang mengalir deras, sejuk dan menyegarkan. Pada gilirannya, pembaca merasa senang membaca keseluruhan buku itu, banyak hikmah yang dapat dipetik dan tidak merasa dirugikan sekalipun harga buku itu cukup mahal untuk ukuran “saku”nya. Seorang penulis artikel, biasanya juga seorang yang berwawasan luas (terutama pada bidang yang dispesialkannya). Mereka sudah terbiasa membaca buku, surat kabar, majalah, dll. Sebagai rujukan untuk memperkuat artikelnya. Maka ketika menulis topik tertentu untuk bukunya, mereka tidak akan kesulitan. Seorang penulis artikel, biasanya juga pekerja keras yang tak kenal lelah. Mereka sudah terbiasa memeras otak dan duduk seharian di depan komputer/mesin tik. Ibarat seorang pelari, ia sudah terbiasa dengan panas dan hujan, jalan berliku dan lurus, atau jalan menanjak dan menurun. Mereka sudah mengenal medan.

1

James Rompas

2 . Memahami Struktur Buku Struktur atau anatomi buku jelas sangat beda dengan artikel. Buku memiliki anatomi yang tersusun secara rinci. Sekalipun pada masing-masing penerbit berbeda dalam memahami anatomi buku ini, namun praktenya memiliki banyak kesamaan. Memahami anatomi buku sangat penting, seorang penulis dengan sendirinya tidak mempersulit diri sendiri dan penerbit. Penulisan buku yang semau gue, tidak lengkap sesuai anatomi yang umum, sekalipun diterima oleh penerbit, nantinya akan dikembalikan untuk dilengkapi. Secara garis besar anatomi buku terbagi dalam tiga besar; pendahulu, isi naskah, dan penutup (end matter). Tiga besar tersebut rinciannya sebagai berikut: a. Pendahulu (Preliminary pages/front mater) Pendahulu (bukan pendahuluan) adalah halaman yang mendahului halaman isi. Halaman ini hanya menginformasikan keberadaan isi buku yang akan Anda baca. Sebagian penerbit memberikan nomor dan jenis angka tersendiri pada halaman pendahulu ini (tidak satu rangkaian dengan halaman naskah dan umumnya menggunakan angka romawi). Namun banyak juga penerbit yang tidak membedakan hal tersebut. Halaman pendahulu terdiri dari: 1) halaman pancir (lembar pertama setelah cover) 2) halaman judul (lembar kedua) 3) balik halaman judul (halaman copy right) 4) daftar isi 5) daftar pedanan kata (transilasi) 6) halaman persembahan 7) ucapan terima kasih 8) pengantar 9) Sambutan Tidak semua penerbit menggunakan secara lengkap poin-poin tersebut terutama halaman persembahan, pedanan kata, ucapan terima kasih, dan sambutan semuanya disesuaikan dengan kebutuhan. b. Isi Naskah Buku Setelah pendahulu halaman, selanjutnya isi naskah atau menurut Sofia Mansoor “daging buku”. Isi naskah buku berisi pembahasan lengkap sebagai penjabaran dari judul. Isi naskah terbagi dalam beberapa bab, sub bab dan pasal yang dimaksudkan untuk memisahkan antara satu sub bahasan dengan sub bahasan yang lainnya. Di samping itu untuk mempermudah pembaca memahami isi naskah. Adakalanya babbab itu tidak ditulis, cukup menuliskan nomornya saja. c. Penutup (end matter) Penutup, end matter, atau back matter adalah halaman akhir setelah halaman naskah. Halaman penutup ini umumnya terdiri dari: 1) lampiran 2( daftar pustaka 3) indeks 4) riwayat hidup penulis Struktur buku di atas harus dipahami penulis. Buku yang dikirim dalam kondisi

2

James Rompas

lengkap, sangat memudahkan penerbit dalam mengolahnya. 3. Menguasai Masalah yang Ditulis dan Memiliki Sumber Rujukan Lengkap Sebagaimana penulisan artikel, maka penulisan buku pun sama harus memahami topik yang dibahas. Jangan pernah sekali-kali menulis tentang politik umpamanya jika tidak memiliki latar belakang dan pengalaman dalam bidang politik. Atau menulis tentang pertanian sementara latar belakang penulis dalam bidang peternakan, tentu akan sangat memusingkan diri sendiri. Sebagaimana dibahas pada Bab I, hendaknya penulis fokus pada spesialisasi ilmu yang dimiliki. Berbicara buku-buku rujukan, jenis buku non fiksi jelas memerlukan rujukan bukubuku yang memiliki kemiripan bahasan, atau setidaknya ada keterkaitan dengan naskah yang tengah ditulis. Dimaksudkan agar tulisan padat dan lengkap. Kredibilitas buku itu sendiri nantinya diakui sebagai buku yang berkualitas karena menyertakan pendapat dari penulis lainnya. Semakin banyak rujukan yang dipakai biasanya semakin besar pula kepercayaan pembaca. Walau demikian, orisinalitas dan gaya tulisan harus tetap terjaga. Seorang penulis tidak boleh hanya mengandalkan rujukan atau meniru gaya penulisan orang lain apalagi jika nyata-nyata menjiplak. Rujukan hanya sekedar perbandingan untuk menambah perbendaharaan pendapat. Pada gilirannya, penulis harus memiliki sikap tersendiri. 4. Memahami EYD Sekalipun sudah terbiasa menulis artikel dan sudah memahami bahasa Indonesia dengan baik, namun penulis buku harus memahaminya lebih dalam terutama korelasi antar paragraf, efektivitas kata, dan kalimat. Kata dan kalimat yang tidak efektif sehingga memberikan kesan bertele-tele, hendaknya dibuang. Begitu pula tanda baca yang kurang pada tempatnya agar diperbaiki. Sehingga buku tersebut mengalir, enak dibaca, tidak kaku dan menjemukan. Selain itu, seorang penulis harus mampu memilih kata (diksi) yang tepat untuk tulisannya terutama untuk judul, sub judul atau pasal. Pilihlah kata atau kalimat untuk judul bab, sub bab dan pasal yang dapat merangsang pikiran atau menarik perhatian pembaca. 5. Memiliki Kepekaan Tidak semua penulis memiliki kepekaan pemikiran. Dalam menjabarkan suatu ide, banyak penulis yang hanya mengekor tanpa memiliki orisinalitas ide. Seorang penulis yang peka, dapat melihat dengan mata bathinnya sesuatu yang layak dituangkan dalam buku. Terkadang topik yang dituangkan dalam buku itu sangat sederhana, namun begitu mengena di hati pembaca. Tidak semua buku best seller itu buku yang berat, justru buku-buku yang ringan, yang akrab dalam keseharian pembaca, kerap menjadi buku yang laku keras. Jadi jangan pernah asal-asalan dalam menulis. Efektivkan pikiran, tenaga dan waktu Anda untuk pembahasan ide yang benar-benar tepat sasaran. 6. Bermental Pejuang Penulis buku yang cengeng, sering keluh kesah, dan kurang bersemangat, sangat sulit bisa menjadi penulis yang sukses. Baru sekali bukunya ditolak oleh penerbit, lantas frustasi. Padahal seorang penulis ternama di Barat, pernah naskahnya ditolak oleh 600 penerbit. Setelah diterbitkan oleh penerbit ke 600 itu, bukunya ternyata best seller. Jika ia frustasi ketika ditolak oleh penerbit ke 500 umpamanya, kini ia takkan menikmati hasil tulisannya. Anda pernah ditolak oleh berapa penerbit?

3

bunga-bunga ide lesu dimakan waktu.” Saya sepakat dengan Abu Al-Ghifari. tapi tidak pernah mampu menyelesaikan barang sejudul pun. jangan mudah putus asa karena putus asa adalah racun bagi kesuksesan dan kesuksesan akan datang hanya pada mereka yang berusaha mendapatkannya bukan pada mereka yang hanya mengharapkannya. Gagal Menjadi Penulis Sukses. lebih baik daripada seribu teori”. Dengan semangat tinggi. Teruslah berlatih. Kenapa? Saya akan coba mengurai sejumlah penyebab kegagalan menjadi penulis. Keluhan mereka yaitu tidak bisa menulis. Seorang penulis harus penuh optimisme. Ide Sebatas Ide Boleh jadi ide sudah berjumpalitan di otak kepala. Perkiraan ide belum ditulis oleh penulis lainnya. Kesimpulannya. ternyata best seller. selalu bersemangat dan siap menghadapi halangan dan rintangan dalam menulis buku. Belajar Teori Saja Aa Gym sering mengingatkan. sampai satu di antara mereka menulis buku. Akhirnya. adalah kenyataan aneh bila seorang dosen tidak bisa menulis. Terbayanglah di benak kita ide ini paling mutakhir bernilai jual tinggi. tidak akan pernah bisa menulis. yang cuma berhenti sampai tingkat teori saja. Dahulukan kerja keras. Dalam bidang apa pun kegagalan adalah jenis makhluk yang bikin tidak enak bagi yang menjalaninya. ketika naskah itu diterbitkan. kesulitan menulis bagi kaum intelektual bukan terletak pada teori tulis menulis. 1. Bambang Trim mengutip sebuah pernyataan dari pusat pendidikan AS. Maka tidak heran jika Abu Al-Ghifari sewaktu aktif di Ash-Shidiq Intelectual Forum. Berprestasi dulu. Tetapi karena malas mempraktekkannya. Dan apalagi bergelar S2 atau S3. betapa banyak jebolan perguruan tinggi. Dan terkejutlah saat membaca tulisan yang ide utamanya sama. menerima banyak keluhan dari sarjana S1. ditambah alumni kursus-kursus pelatihan menulis atau mengarang. 4 . Kita perhatikan dan kenali 7 sebab kegagalan dalam proses olah tulis menulis. Saya setuju dengan apa yang dikemukakan Aa Gym. Prestasi apa yang dapat dihasilkan oleh generasi.James Rompas Beberapa naskah saya sendiri pernah ditolak oleh hampir seluruh penerbit di Bandung. ide hanyalah bunga-bunga khayalan. bahwa “semua ilmuwan adalah sama. hasil belakangan. siapa pun yang hanya mempelajari teorinya saja. sebuah lembaga pelatihan jurnalistik yang dipimpinnya. Kata DR. Mungkin baru saat ide ditemukan rasanya tiada duanya. Tetapi sayang. “satu langkah bukti nyata. Deddy Mulyana. di negeri semisal Amerika. Dalam olah tulis menulis. baru memetik hasil. Kedepankan profesionalisme dan kemahiran menulis dari pada sesuatu yang sifatnya materi. 2.

5. amat tidak menarik. apa lagi yang idealis. Sebaliknya. Robert B. Lalu timbul kesimpulan. kita menulis bahasan yang sebenarnya kita tidak memahami.James Rompas Rugilah kalau ide sebatas ide. Tidak cukup dalam waktu singkat sebab profesi menulis bukan pekerjaan instan. Cepat puas dalam konteks ini dapat menimbulkan kemacetan total. Ingin Cepat Populer Para penulis pemula utamanya punya kebiasaan buruk. kegiatan menulis tidak lagi (terutama) untuk mencari honor. Nulis apa saja kalau kita menguasai materinya pasti lancar meski tidak bebas hambatan. apa pun isi ceramah yang disampaikan ke khalayak akan menjadi menarik bila materi itu dikuasai. jika mengucapkan apa-apa yang tidak dikuasai. Tentu saja bangga itu boleh. nulis apa pun sekiranya materi tidak dikuasai. Sayang. niscaya menemui kemandegan atau kebuntuan. ceramah yang disampaikan. 1992) menjelaskan. Menulis yang Tidak Disukai Bicara mengenai tingkat kelancaran sekaligus kemandegannya. Namun sangat disayangkan. yakni ingin cepat popular. Paine dinilai sebagai pelopor kemerdekaan Amerika dengan karyanya “Pikiran Sehat (Common Sense). Penulis yang tidak tahan proses. Begitu pula dengan tulis menulis. Buat mereka yang terpenting ide sudah tersebar. Jangan cuma karena ingin gagah-gagahan. Cepat Puas Tidak sedikit penulis pemula yang tulisannya berhasil dimuat media massa. Dua di antaranya. jangan memaksakan diri. 3. Ukurlah kemampuan diri. dua tulisan yang dimuat dibanggabanggakan di setiap waktu dan diedarkan ke setiap forum pertemuan. keterkenalan memerlukan proses waktu yang panjang dan perjuangan sangat keras. Contoh: kita hendak menulis tentang Pemilu (Pemilihan Umum). Memasarkan 5 . 1959) mengungkap. Mereka terlena dengan satu. Hikmah yang kita petik adalah meraih popularitas perlu waktu panjang. Thomas Paine dan Adolf Hitler (lepas dari kejahatannya). nanti akan lupa bagaimana caranya menulis. Macet Terjebak Honor Bagi penulis senior. padahal sudah terbukti mampu menulis. 6. Downs penulis “Buku-buku yang Merubah Dunia” (PT. Jalaluddin Rakhmat dalam “Retorika Modern” (Rosda Karya. Tidak cuma lokal. jelas akan gagal. mereka cepat sekali merasa puas dengan capaian seperti itu. Setiap penulis memiliki spesialisasi ilmu yang khas. antara komunikasi lisan dan tulisan terdapat kesamaan. Jangan terjebak pada arus gemuruh emosi sesaat. Maksudnya. bahkan ada yang menembus media berskala nasional. tetapi bila dalam waktu yang cukup lama kemudian tidak lagi menulis. kepopularan. Pembangunan Djakarta. banyak para penulis yang menggerakkan sejarah menulis di usia paruh baya atau tua: 44-54 tahun. Sementara pengetahuan mengenai Pemilu tidak memadai bahkan masih terbilang buta. Terkadang lupa bahwa ketenaran.” Sedangkan Hitler penulis “Perjuanganku (Mein Kampf)” begitu kuat mempengaruhi gerakan komunis. Akibatnya sulit lagi untuk menulis. 4. Tidak adil jika kita menuntut diri dengan harapan sosial yang tak proporsional.

Cerita yang sama dialami Toha Nasrudin. Kelompok kedua jelas lebih banyak jumlahnya. Hernowo mengaku bukan keturunan penulis. Biasanya kelemahan itu berupa: tidak ada waktu. Caranya. “tulisan saya sudah 20 judul tidak dihonor oleh media yang sama. namun mereka tetap produktif. tidak ada bakat menulis dan bukan keturunan penulis. saya menghubungi bagian yang bertugas mengurusi honor. sekiranya Abu Al-Ghifari berhenti menulis gara-gara tidak dihonor.” Pembaca Budiman. Di bulan Oktober 1996. Jika pembaca mengalami hal demikian. semakin meyakini lemah dan memperbesar kelemahan dalam menulis. Ia menyatakan. Jangan perbesar kekurangan.James Rompas ide ke lebih banyak orang dan kalangan. By Lilis Nihwan Samuranje Problematika Penulis Pemula (1) Kesulitan Mendapatkan Ide 6 . Begitu sering pengamat politik muda usia Eep Saefullah Fatah menulis kolom saat menyetir. Ketiga orang ini jelas memiliki kelemahan dalam mengolah tulisannya. sedang istrinya mencatat yang dibicarakannya. kecewa boleh. siapa yang terlepas dari kelemahan. nama lahir Abu Al-Ghifari sewaktu saya berkunjung ke Mujahid Press. ketimbang kelompok pertama. Semua punya. Saya pun segera tahu. Ada bekas menteri yang mengetik di atas kendaraan. Dimuat pun sudah beruntung. Sifatnya hanya menyumbang naskah. dua tulisan saya dimuat sebuah harian lokal. Berbeda dengan penulis pemula. Ambil positifnya saja. tapi bukan uang sebagai tujuan. Eep ngomong soal politik. Senang bukan bikinan. sedang berjuang keras memperpanjang umurnya. dan sangat memaklumi koran lokal yang memuat tulisanku. pasti ia tidak seproduktif sekarang yang telah menulis puluhan buku itu. Pembaca budiman. Membesar-besarkan Kelemahan Sendiri Bicara kelemahan. karena katanya tidak ada honor untuk penulis luar. tambah dalamlah diri kita memasuki wilayah kegagalan menjadi penulis. Bisa-bisa yang mendengarkan jadi pusing dan jengkel. Selang seminggu. setelah pemuatan tulisan kedua. yang dicari adalah honor berupa uang. Apalagi kita umbar ke setiap orang. kurang referen. Waktu itu saya kecewa berat. tapi jangan dipelihara. Petugas itu mohon maaf ditambah basa-basi sedikit. 7.

Mengingat inspirasi munculnya tiba-tiba. seperti membaca. ide atau inspirasi ini adalah modal awal seorang penulis dalam membuat artikel. sebuah artikel akan sulit dan tidak mungkin terwujud jika sebelumnya tidak ada ide.James Rompas Diakui. tidak pernah mendapat kesulitan dalam mengembangkan inspirasinya. Dalam mengarang pun diperlukan kerja keras. Inspirasi yang 1% itulah yang dikembangkan dengan kemampuan yang ada untuk bisa berkembang sampai 100%. disiplin. Dalam usaha pengembangannya. Inspirasi berarti sesuatu yang muncul secara tiba-tiba dalam pikiran kita. dia berkarya tidak selalu menanti inspirasi datang. atau apa yang dikatakan Edison "cucuran keringat". cerpen atau puisi. maka para penulis profesional umumnya menyarankan kepada penulis pemula untuk senantiasa membawa buku catatan kecil khusus untuk menuliskan inspirasi ini. Inspirasi yang mengalir walaupun hanya sebuah kalimat pendek. Dalam kemahiran berbahasa inilah terletaknya "seni mengarang" yang ditunjang oleh disiplin yang ketat dalam berlatih. memeras otak. 1% inspirasi. Intinya. dan tekun. Kemampuan mengembangkan inspirasi atau ide. baik artikel. inspirasinya hanya 1% saja. Guna mendapatkan inspirasi. Thomas Alfa Edison mengatakan. Namun sekalipun inspirasi itu hanya 1% tapi cukup vital. dan 99% cucuran keringat. atau bertukar pikiran. "Genius itu. Ide yang baik ditunjang dengan pemahaman masalah dan penjabarannya yang baik akan menghasilkan artikel yang berkualitas. merupakan suatu keahlian atau pengalaman yang terlatih. sebaiknya carilah kesibukan. Munculnya inpsirasi ini kadang erat kaitannya dengan pengalaman panca indera dalam menangkap respon tertentu yang dialami saat itu. Inspirasi ini nantinya mengarahkan penulis untuk menulis jenis karangan. tetapi berkarya terus dan dalam berkarya itulah inspirasinya turun dan hinggap di kepalanya. Pemilihan jenis karangan ketika muncul inspirasi tergantung minat penulis saat itu." dari sini semakin jelas. bahwa kecerdasan atau kesanggupan berpikir itu. Semakin banyak inspirasi yang ditulis dalam catatan kita. Ide dianggap langkah penting pertama sebelum menuju langkah berikutnya. sedangkan cucuran keringat atau kerja/usaha 99%. dapat dijadikan sebuah artikel atau cerita pendek yang dibumbui dengan catatan atau pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain. seorang pengarang memerlukan modal atau pengetahuan "kemahiran berbahasa" Indonesia yang baik dan benar. maka akan semakin banyak pilihan dalam penulisan artikel nantinya. Pengarang yang sudah terlatih. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (2) 7 . berjalan-jalan. Pengarang seperti ini tidak pernah kehabisan bahan tulisan. Inspirasi bagi seorang pengarang berpengalaman punya arti yang sangat berharga.

James Rompas Kesulitan Mentukan Tema Tema dalam karang-mengarang adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Lebih jelas lagi jika tema itu mudah memberikan jawaban atas pertanyaan "Apa sebab?" (sampai terjadi demikian atau harus dilakukan demikian?). atau apa saja yang harus dilakukan. Tapi biasanya diuji dengan dua pertanyaan "apa" dan "bagaimana". suatu moral. Apa dan bagaimana tema atau dasar pikiran yang akan disusun menjadi tulisan itu? Menentukan tema tulisan beda dengan menentukan judul. maka yang keluar sebagai pemenangnya adalah tulisan yang paling taat pada tema. padahal yang harus disusun adalah tulisan tentang "Bagaimana cara meningkatkan hasil telur ayam melalui Bimas". Tema biasanya merupakan suatu komentar mengenai kehidupan atau orang-orang. singkat dan padat. Kalau seseorang menulis tentang sukses Bimas (bimbingan massal). Tema harus dibedakan dari motif. Tema tulisan sangat menentukan arah tulisan atau tujuan dari tulisan tersebut. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarnya yang akan dibahas atau diuraikan oleh penulis. suatu observasi. Adapun dalam tulis-menulis. maka penulis itu salah tafsir. sehingga ada sebagian penulis yang mengatakan bahwa menemukan tema sama halya telah merampungkan tulisan. Dalam menentukan tema atau menerangkannya kita harus menghindari hal-hal yang imperatif. Dalam berbagai kamus kontemporer. tema yang hendak ditelaah sudah mulai jelas. ayam misalnya. tapi perlu juga mencari jawaban atas pertanyaan "bagaimana" (pokok bahasan yang sudah ditemukan itu terjadi atau dilakukan). Apa sale kesemek itu? Apa pula kesemek itu? Bagaimana wujudnya. motif atau topik. Begitu seterusnya. Penelaahan itu bisa menjalar ke mana-mana. kapan musim buah kesemek. Misalnya ada tema tulisan: Pengolahan sale kesemek. ketaatan pada tema dipakai sebagai patokan penilaian secara obyektif. Pentingnya posisi tema. Tema dipergunakan untuk memberi nama bagi suatu pernyataan atau pikiran mengenai suatu subyek. be tapapun bagusnya tulisan kalau tidak taat pada tema akan disisihkan. Menentukan tema tidak cukup hanya dengan mencari jawaban atas pertanyaan "apa" (yang dimaksud dengan) tema itu. subyek atau topik. Mentukan tema harus jelas. suatu petunjuk mengenai cara hidup. tema diartikan sebagai dasar isi cerita. Tema merupakan suatu pernyataan mengenai hidup dan manusia. Kadang-kadang tema sudah jelas tapi rumusannya yang tidak tepat sehingga menimbulkan salah tafsir. suatu keputusan. Sehingga jika ada dua tulisan yang sama bagus. di mana diperoleh. Tema bisa berarti juga gagasan utama. amanat cerita. atau buah pikiran yang diuraikan dalam karangan. Tema bukanlah suatu firman. persoalan. Dalam sayembara penulisan. tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Apalagi jika dalam tulisannya tidak diceritakan langkah apa 8 . di mana ditanam. suatu pengumuman.

hasilnya terlalu lebar sampai tidak mungkin mendalam. Boleh membuat judul sebelum atau sesudah artikel dibuat. Tanpa judul. diperlukan latihan dan menimba pengalaman lebih dalam. Tapi lebih bagus lagi jika yang bagus itu terjadi pada tulisan yang temanya dikehendaki semula. Untuk itu. Tidak luas sampai abstrak. memilih kata atau kalimat yang menarik ini biasanya menjadi problema tersendiri. Untuk membuat judul yang baik. Namun untuk membuat judul yang baik dan menarik bukanlah hal yang mudah. Tahap selanjutnya si penulis mesti bisa memilih kalimat atau kata yang tepat dan menarik. terlebih dahulu Anda harus memahami tema yang akan dibahas. ada yang membuat judul sebelum artikel dibuat dan ada juga yang membuat judul setelah artikel itu rampung.James Rompas saja yang harus ditempuh pada usaha peningkatan produksi telur ayam secara intensif dan massal. ide judul ada atau arah penentuan judul sudah ada. judul apa yang layak untuk artikelnya. penulis yang bersangkutan juga harus senantiasa ingat bahwa tema yang terlalu luas jangkauan selalu sulit digarap. melalui Bimas. dalam pembuatan judul penulis terbagi dua. tapi konkret. menarik dan menggambarkan isi bahasan. Tidak semua penulis langsung bisa memilih kata yang tepat. namun sulit untuk memilih kata atau kalimat yang pas untuk judul artikelnya. dapat disimpulkan bahwa kesulitan membuat judul mencakup penentuan dan penyusunan kalimat judul itu sendiri. Nah. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (3) Kesulitan Membuat Judul Berdasarkan pengamatan selama bertahun-tahun. Untuk itu tema perlu dirumuskan kembali agar cakupannya lebih sempit. tulisan tidak mencapai sasaran. Judul dalam sebuah artikel ibarat kepala yang menopang alur kehidupan. itu memang bisa dan biasa terjadi. padat. tapi kalau menyimpang terlalu banyak. Judul harus singkat. Ketidaksesuaian antara tema dan hasil garapan juga dapat terjadi kalau penulis yang bersangkutan tidak taat tema. Penulis pemula kadang tidak tahu. Menyimpang sedikit tidak apa. Dalam menelaah tema. Penulis profesional biasanya sudah bisa menggambarkan kemana arah artikelnya sehingga sebelum artikel itu dibuat ia sudah memiliki gambaran mengenai judul yang baik. Kalau dipaksa digarap juga. Tak jarang pula. karena ia merasa karya tulis yang "mencari jalannya sendiri" itu justru lebih alamiah bagusnya. Dalam hal ini tidak ada aturan baku. daripada karya tulis yang dipaksa patuh pada tema. sebuah artikel ibarat seseorang tanpa kepala. Namun sebaiknya agar berusaha membuat judul sebelum 9 . Padahal sebuah tulisan nonfiksi untuk majalah dan surat kabar tidak boleh menjalar ke sana ke mari.

Dalam artikel nonfiksi. Kadang seorang penulis profesional menyarankan agar tulis saja apa yang ada dalam pikiran saat itu. Untuk itu jika ada bebarapa judul untuk suatu artikel. dan terkesan emosional. nanti juga akan menemukan korelasi dengan bahasan yang sedang dibahas asal jangan terlalu jauh melenceng dari judul atau topik yang dibahas. Judul harus pendek maksudnya ringkas dan tidak bertele-tele. Maksud ekstrim adalah keluar dari maksud sesungguhnya. Setelah itu. Jangan memperkosa isi bahasan hanya karena ingin tulisannya dibaca. sebagaimana dikutip Faruk dalam epilog kumpulan cerpen KOMPAS (1996) mengakui. motivasi menyelesaikan bahasan cukup tinggi dan tingkat konsentrasi pun lebih tinggi. hasutan. Bagaimanakah setidaknya menurut saya sendiri. maka tuliskan saja dulu. Judul ini tidak mengisahkan sebuah hotel melainkan sebuah gua yang ada di teluk Banten tempat singgah burung dari negara lain. "Anehnya. Bahkan jika dikalkulasikan dari semua masalah jusnalistik. mendapatkan pembukaan yang enak. 10 . Selain itu. masalah ini memiliki prosentase tertinggi sebagai masalah yang paling populer. nanti bisa dilihat mana kalimat yang tidak layak dan harus dipangkas serta mana yang harus dipertahankan. Baik pembuka karangan dalam artikel fiksi atau lead dalam artikel nonfiksi. mencoba dan mencoba. Namun sebaiknya usahakan judul tidak lebih dari lima kata. Jika Anda masih juga kesulitan membuat judul. sekarang ini saya bahkan ingat bahwa yang senantiasa sulit bagi saya ialah justru bagaimana memulai. Tak kurang Satryagraha Hoerip. Contoh: Hotel Internasional di Teluk Banten. Kata-kata atau kalimat pembuka itulah agaknya yang selalu membuat saya gelisah. Hal ini tidak terbatas pada penulis pemula.James Rompas artikel dibuat karena terkadang dengan adanya judul. Terutama untuk artikel ilmiah. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (4) Kesulitan Membuat Lead Sulit memulai adalah masalah yang paling banyak dikeluhkan para penulis. kalimat pembuka ini disebut lead. Biasanya ada bebarapa judul sebagai alternatif. kemudian pilih mana yang terbaik dan lebih menarik. tapi penulis profesional pun mengeluhkan masalah ini. sebaiknya sering mengamati judul yang diterbitkan media massa atau konsultasi langsung dengan para penulis profesional. Makna bahwa judul harus menarik bukan berarti "ekstrim" melainkan mampu menarik pembaca bahwa isi artikel itu bagus. Artinya dalam keadaan terpaksa boleh saja seorang penulis membuat judul agak panjang. judul tidak boleh berisi fitnahan. keduanya mendapatkan kesulitan yang sama. seorang penulis harus jujur dalam membuat judul. namun biasanya seorang penulis tidak langsung bisa menentukan satu judul. Sekalipun pandai memilih kata atau kalimat. baik pembukaan yang mencekam atau sekedar mengasyikkan pembaca. Sekalipun demikian yang terpenting judul bisa menggambarkan isi bahasan. cerpenis ternama.

Misalnya: Luar biasa! Hans Westernberg. Ah! Baiknya Anda melihat sendiri. Soenandar berhasil membuahkan lengkengnya untuk pertama kali dalam sejarah perkembangan. Tebingtinggi. Anekdot (kisah pendek tentang kejadian penting yang menarik karena aneh atau lucunya) biasanya memang benar-benar terjadi. Misalnya: Dari jauh saja sudah mempesona. Namun dengan menggelangi batang. tergantung pada kapan-nya. Jakarta yang panas hawanya. maka ringkasan sebagai lead biasanya akan diperhatikan. Tujuannya memberi gambaran kepada calon pembaca yang akan disajikan dalam tulisan itu nanti. Pelukisan Pendahuluan yang melukiskan fakta. lalu dibaca. dimana-nya. c. yaitu : a. dengan kata-kata yang jernih. Bagaimana caranya? b. sering menawan juga karena membuat tulisan nonfiksi seolah-olah menjadi fiksi. apa-apa yang diceritakan itu. Kadang-kadang cara melukiskan kejadian itu begitu bagus. ataukah bagaimana-nya? Kalau yang menarik itu apa-nya. Misalnya: Ketika pangeran Djajadiningrat dari Banten masih berumur balita dan akan diberi nama dulu. Ada lima cara untuk memulai ringkasan. Anekdot/Dongeng/Sejarah Pendahuluan bersisi anekdot. Misalnya : Membuat lengkeng berbuah di dataran rendah tidak mudah. dengan batangnya abu-abu dan bunga merah merona tersebar rata dipuncaknya. Tetapi kalau memulainya dengan sudut pendang paling menarik.James Rompas Khusus untuk artikel nonfiksi. Ringkasan Pendahuluan berbentuk ringkasan nyata-nyata mengemukakan topik dan pokok isi tulisan secara garis besar. Ia memang bermaksud membuat pembaca kagum. Seperti Buket raksasa saja pesta agung di istana Rahwana Raja.. pohon lengkeng yang biasanya hanya mau berbuah di daerah sejuk itu ternyata bisa disuruh berbuah. mengapa-nya. Apalagi Lubang Buaya. sekalipun sering dibumbui tambahan fiktif. pohon dadap Erythrina variegata itu. (What lead). Kalau ringkasan ini ditulis begitu saja. Slamet Raharjo (1997) memberikan alternatif terbaik untuk mempermudah kalimat pembuka ini. 11 . sering kali menggugah minat baca karena mengajak pembaca membayangkan bersama penulis. biasanya terasa kering dan tidak menarik. Meskipun kebanyakan subyektif. Biasanya diikuti dengan kalimat kekaguman. d. kejadian atau hal. maka leadnya diubah sebagai berikut : Di Lubang Buaya. Jakarta yang panas hawanya. panen singkong 70 ton tiap hektar tiap musim.. pohon dadap itu kalau sedang berbunga. namun ia menggambarkan beberapa pokok obyektif tertentu yang dapat dipakai penulis sebagai titik awal pembicaraan yang berhubungan dengan pokok bahasan. Dan latar belakangnya biru lazuardi . Kalau yang menarik itu dimana-nya. sampai lead ini disebut lead sastra. nama-nama pemberian neneknya dan para sesepuh yang lain ditulis pada secarik kertas yang kemudian dimasukkan ke dalam batok kelapa jenggi. Keberhasilannya mengantarnya ke Filiphina untuk menerima hadiah Magsaysay tahun 1972. Pernyataan yang menonjol Lead ini kadang-kadang disebut punch lead (pendahuluan kejutan). dari Binjai. maka yang ini yang dijadikan lead.

Belum terbiasa membuat artikel Untuk lebih jelas mengenai empat masalah tersebut. Tidak jelas kerangka kerangannya (kerangka pemikirannya) d. "Karena itu. ternyata bertuliskan nama Achmad. bersabda: "Ilmu itu adalah ruh Islam dan tiangnya iman. tentunya.James Rompas Ibunya kemudian mengambil salah satu kertas yang tergulung dalam batok itu. maka Allah akan menyempurnakan pahala baginya. Kadang ide sudah ada. Setelah kertas pilihannya dibuka. Penulis tidak menguasai masalah atau materi yang dibahas b. nama saya. menuju ke arah pengertian "semu". Misalnya: Anda pernah mendengar istilah Dutch Wife? Belum. Abu Syeikh). berikut kami bahas satu persatu: 12 . Di antara penyebab dari kemandegan ini adalah: a. Achmad-lah. apa yang mesti dilakukan dengan ide itu karena begitu 'gelap' untuk menjabarkannya. Kurang referensi c. penulis masih bingung. Pertanyaan Pendahuluan berbentuk pertanyaan yang merangsang keingintahuan merupakan lead yang bagus. karena pembaca perorangan. f. Kutipan orang lain/Kitab Suci/Petuah Pendahuluan berupa kutipan ucapan seseorang (tentunya yang memang terkenal sudah "mempunyai nama"). maka Allah akan mengajarkan apa-apa yang belum diketahuinya. Penulis lebih banyak memakai kata "kita" dan "Anda" dalam tulisannya. Awalan dutch (yang selain Belanda juga berarti fancy). Namun Dutch wife tidak bisa buru-buru ditafsirkan sebagai istri semu (atau gadungan). Barangsiapa yang mengajarkan ilmu. Amanat langsung Pendahuluan berbentuk amanat (atau pesan) langsung kepada pembaca. Dan barangsiapa yang mempelajari ilmu lalu mengamalkannya. Misalnya: Rasulullah saw. g. Itu bukan istri Belanda. e. Ia menggugah pembaca dan menolongnya agar mulai berpikir aktif. Ia hanya berarti guling. untuk memulai tulisan. menuturkan asal usul namanya. dapat langsung menyentuh rasa pembaca dan sekaligus membawanya ke pokok bahasan yang akan dikemukakan dalam artikel nanti." Demikian Pangeran Arya Achmad Djajadiningrat. sudah tentu lebih akrab rasanya."(HR. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (5) Sulit menjabarkan yang dimaksud di sini adalah bukan sebatas kesulitan membuat kalimat pembuka tapi kesulitan menyelesaikan artikel itu hingga tuntas. Misalnya: Anda sudah pernah menikmati kelezatan mangga manalagi? Inilah cara-cara bertanam agar menghasilkan buah yang lezat.

Disarankan. majalah. Untuk itu kami sarankan agar membahas suatu ide yang memang layak Anda bahas atau sesuai dengan latar belakang pendidikan Anda. bisa jadi disebabkan belum terbiasa membuat artikel. ide yang didapat dalam bidang politik. tidak mesti terlalu mendetail. d. surat kabar. tapi masih kesulitan menyusun kata atau kalimat. nanti pun Anda akan terbiasa menulis dengan mudah. padahal dia sendiri hanya berlatar belakang matematika. tapi kadang masih ada kendala menjabarkan bahasannya. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (6) Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat seseorang dari seorang pengarang atau seseorang yang sangat terkenal. (Lihat bab I tentang Fokus pada Spesialisasi Ilmu yang Dimiliki) b. seni atau lainnya yang tidak ada kaitannya dengan politik. tidak mempertimbangkan apakah dia mampu atau tidak menjabarkan ide itu. mengambil pendapat orang lain tanpa menyebut sumbernya sehingga dianggapnya pendapat diri sendiri. jelas sulit. Membahas suatu ide yang materinya sesuai dengan latar belakang sendiri akan sangat mengasyikkan. Kurang referensi Referensi. Misalnya. persiapkan dulu referensi atau rujukan yang mendukung pada artikel yang akan dibuat. baik buku-buku atau media lainnya sangat menunjang dalam pembahasan suatu artikel. Menurut jenisnya. Penulis tidak menguasai masalah atau materi yang dibahas Kebanyakan penulis pemula merasa optimis bisa membahas bahasan yang idenya baru saja ditemukan. Penyebab lainnya adalah kurang adanya perhatian pada kerangka karangan. c. Belum terbiasa membuat artikel Jika tiga masalah di atas bukan kendala lagi. namun tidak ada salahnya sebelum Anda membuat artikel. Penulis yang memaksakan diri membahas suatu bahasan tanpa menguasai materi tersebut bisa prustasi. baik terdapat dalam buku. Kerangka karangan dalam setiap tulisan atau karangan tetap diperlukan. Fungsinya sebagai bukti atau memperkuat pendapat penulis. Kerangka karangan untuk artikel cukup secara garis besar saja yaitu rangkaian masalah yang akan dijabarkan dalam artikel. kalau jiplakan. sekalipun ide yang dibahas sesuai dengan profesi atau latar belakang pendidikannya dan referensinya juga cukup.James Rompas a. kutipan dapat dibedakan atas kutipan langsung dan kutipan tidak 13 . Sekalipun boleh-boleh saja selama mampu. atau media elektronika. Tidak jelas kerangka karangannya Bagi penulis pemula. sekalipun sulit tapi usahakan terus berjalan. Bedanya dengan jiplakan. tapi bagi penulis pemula biasanya bingung sendiri. Penjiplak sering disebut juga plagiator. cukup pokok pikirannya saja. Sekalipun artikel yang dibuat sesuai latar belakang pendidikan Anda. selain itu nantinya kredebilitas penulis akan sangat diakui media.

14 . Misalnya: Dr. (Dr. c.James Rompas langsung. Apalagi dalam kutipan langsung. Misalnya: "Perilaku seks adalah segala tingkahlaku yang didorong oleh hasrat seksual". Cukup ditulis nama penulis dan buku karangannya. tahun penerbitan. perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang dirorong oleh hasrat seksual. kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. skripsi. Sarlito Wirawan Sarwono. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah: a. Kutipan langsung diapit dengan tanda petik sedangkan kutipan tidak langsung tidak dan biasannya diawali dengan kata "bahwa". (Dr. Kutipan langsung. Kutipan langsung. cukup menulis nama penulis yang pertama diikuti dengan tulisan"et al" (et al = dan kawan-kawan). Kutipan tidak langsung. Misalnya: Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. Bila sumber itu terjamahan. Tiga teknik tersebut adalah di antara teknik yang paling sering digunakan. penulis tidak boleh merubah isi kutipan baik redaksinya maupun maknanya sekalipun mungkin tidak sesuai dengan selera penulis. Raja Grafindo Persada :1994). b. 3. Penulis bisa memilih beberapa cara di antaranya sesuai kebutuhan. penerbit dan tahun penerbitan a. tulis nama orang atau badan yang mengedit. Misalnya: Perilaku seks menurut Dr. ditulis pula nama penulis aslinya. Cukup dinulis nama penulis. kutipan tidak langsung adalah mengutip pendapat orang lain berupa intinya yang terkadang teks kalimatnya diganti dengan kalimat gaya penulis bersangkutan tanpa merubah maksud kalimat tersebut. dicantumkan dalam isi bahasan atau langsung dalam tulisan bukan dalam catatan kaki seperti pada makalah. Berikut ini beberapa cara teknik pencantuman sumber kutipan. Judul buku yang ditulis boleh judul asli atau terjamahan. Sebaliknya. Kutipan tidak langsung. 1994 : 137). Kutipan langsung. b. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat: "Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. Bila penulis lebih dari tiga orang. diikuti dengan "ed" (ed = editor). tetapi di belakangnya ditulis nama penerjamahnya. Cukup ditulis nama penulis. b. Teknik tersebut adalah: 1. Sarlito Wirawan Sarwono (Raja Grafindo Persada: 1994) adalah: "Perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual". a. Kutipan langsung adalah kutipan yang mengutip pendapat orang lain secara lengkap kata demi kata. a. Idealnya dalam pengutipan." b. Sumber kutipan. dan halamannya. Misalnya : Dr. dan desertasi. Sarlito Wirawan Sarwono. Sarlito Wirawan Sarwono (1994 : 137) berpendapat bahwa. khusus artikel. sipenulis tidak boleh merubah redaksi atau kalimat dari kutipan. Kutipan tidak langsung. Bila sumber itu kumpulan tulisan. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat bahwa perilaku seksual adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual. tesis. 2. baik pengutipan langsung maupun tak langsung. Misalnya: Dr.

duduk di atas sedel sepeda bisa dilakukan dengan tenang tanpa terjatuh. terasa sulit bukan main. Apalagi mengorganisasi kalimat sehingga teruntai ide-ide segar yang menggerakkan. ditulis nama sumbernya (penanggung jawab) kemudian ditulis data lainnya. Buktinya. hobi membaca buku. menulis terasa mudah dan indah. dalam bukunya Menggebrak Dunia Mengarang seperti yang pernah dikutip dimuka. Pater Bolsius SJ. dan akan tiba saatnya Anda harus menulis. Jose Daniel Parera dalam Konggres Bahasa ke-5 di Jakarta mengatakan. Pertama. kunci bisa terampil menulis atau merangkai kata memang terletak pada kontinuitas latihan (sehari-hari). By Abu Al-Ghifari Strategi Merangkai Kata Menulis itu ternyata memang tidak gampang. bahwa meskipun setiap hari melihat langit. you don’t write”. biarkan ia mengendap dalam benak Anda. Konon. naik sepeda terasa mudah. Ada tamsil menarik soal ketrampilan menulis. e. Terkadang sulit membayangkan. Tapi setelah bisa. Bila sumber itu surat kabar atau majalah. 15 . Ketika awal-awal menulis. apa saja kiat-kiat agar bisa terampil menulis ? Berikut ini ada 7 kiat yang bisa dipraktekkan. Bila sumber itu tidak diketahui nama pengarangnya. suatu saat pemahaman Anda semakin luas. Kata-kata mengalir dengan mudahnya sehingga terangkai menjadi rangkaian kalimat yang menawan. belajar menulis itu seperti belajar naik sepeda. Bagaimana mengawalinya. Ketika awal-awal belajar naik sepeda. apa yang ditulis dan sejumlah pertanyaan-pertanyaan lain yang berkecamuk. Tetapi setelah bisa. tanggal/bulan/tahun penerbitan. tidak semua orang mampu menjadi seorang penulis yang piawai mengorganisasi kata sehingga terangkai dalam kalimat yang komunikatif. nama surat kabar/majalah. engkau tak bisa menulis. dan bahkan dapat mengayuh dengan santai atau cepat. Seperti yang dikatakan Eka Budianta. Karenanya. Lalu. Begitu pula belajar menulis. Jatuh-bangun berkali-kali. banyakbanyaklah Anda membaca. Jikalau engkau tak (punya kebiasaan) membaca. “If you don’t read. maka ditulis judul artikel. belum tentu kita dapat melukiskan sebagus-bagusnya dalam kata. seperti dikutip Wishnubroto Widarso dalam bukunya Pengalaman Menulis Buku Non-Fiksi pernah berucap. terasa susah bukan main.James Rompas d. bagaimana menyusun kalimat yang “hidup”.

Ketujuh. menulis setiap hari di buku harian juga berguna untuk membangun kepribadian. mempunyai buku harian. James Pennebaker. Floyd G. menganjurkan. suka diskusi. memerlukan media untuk menuliskan ide-ide yang bekerjapan dan lalu lalang setiap harinya. pembaca bisa berarti teman dekat. Apakah dia seorang yang memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi atau tidak. membaca alam adalah membaca peristiwa kehidupan. Ternyata ada banyak kata yang bagus yang dapat kita gunakan dalam tulisan kita. Membaca tak semata-mata membaca buku. Kekayaan kosakata-lah yang membedakaannya. Ibarat pelari. sebelum menulis Ikan-ikan Hiu. Seorang psikolog dan ahli terapi menulis. tapi selama ini kita belum mengetahuinya karena itu kita tidak menggunakannya. Menurut Eka Budianta. kenalan baru. suatu ketika hasrat menulis akan timbul pada diri Anda secara alami. ibarat Anda buang hajat besar lantaran kekenyangan. Fenomena alam akan menjadi inspirasi sebagai bahan tulisan. Prof. tulislah apa saja sepanjang hari. Buka-bukalah kamus Bahasa Indonesia. Dr. Hal itu akan berguna untuk mengasah ketrampilan menulis dan melatih kepekaan kepada kata-kata. Termasuk. Ketiga. maupun orang asing di tempat jauh yang belum kita kenal. “Write your wroung !”.James Rompas Hernowo. Diskusi merupakan ajang tukar pendapat. Kedua. Karenanya. orangtua. Selain itu. Dalam hal ini. 16 . Begitu juga novel Para Priyayi Umar Kayam. suka korespondensi. indikasi dari tingkat intelektualitas seseorang akan tampak. Di panggung kehidupan ini ada banyak peristiwa yang bisa digali untuk bahan penulisan. Minat meneliti merupakan sarana yang akan semakin meningkatkan kedalaman dan luasnya jangkauan tulisan kita. Tapi kecakapan itu baru bisa dicapai dengan jalan berlatih”. mencintai bahasa. Dalam diskusi akan banyak pendapat dari luar diri kita yang dapat menimbulkan letikan ide atau inspirasi untuk bahan tulisan kita. buku harian merupakan media yang tepat untuk itu. Ia akan menjadi inspirasi yang hebat untuk bahan tulisan kita. Ke-enam. Itulah tujuh kiat yang bisa dipraktekkan. YB Mangunwijaya mendalami masyarakat Maluku dan pola hidup Maritim di sana. seseorang akan gampang mengungkapkan apa saja yang diingininya lewat tulisan. Ido. Jadi. Ke-empat. yang ditulis dengan mengadakan berbagai penelitian dan dukungan perguruan tinggi di Amerika Serikat. “Kecakapan menulis tak akan begitu saja jatuh dari langit. Homa. membacalah sebanyak-banyaknya. Menulis surat atau korespondensi adalah latihan berkomunikasi secara tertulis yang cukup efektif. Dalam menulis surat kita berlatih memilih kata-kata yang pantas untuk pembaca. hobi meneliti. pejabat. dalam bukunya Mengikat Makna menyatakan. Penulis juga begitu. perlu jogging harian. cintailah bahasa. Maka. Arpan mengatakan. membaca alam. Kelima. Milikilah buku harian. Bahasa adalah alat komunikasi. Dan pengetahuan yang luas yang Anda dapatkan dari membaca akan memudahkan Anda untuk menuangkannya ke dalam tulisan. Dari bahasa. tapi juga membaca alam.

Pengaruh intro kepada pembaca cukup besar. metode. 1. terdapat muatan khusus dan mendalam bagi penulis yang memetik ayat Al–Qur’an atau As–Sunah di awal artikel. 2000). Pengakuan ini tidak hanya dibenarkan oleh penulis pemula. sangat vital. Fungsi kata pembuka. Beliau kerap kali mengutip ucapan-ucapan sastrawan besar sayyidina Ali. Data Mengejutkan Pembaca akan terpengaruh. Diperkirakan frekuensi kenaikan omzet terus meroket pada masa-masa mendatang. Selesainya sebuah tulisan antara lain disebabkan bagus-tidaknya. Mengejutkan bisa berakibat senang atau sedih. terpancing emosinya. Dalam artikelartikelnya. Penulis sekaliber Jalaluddin Rakhmat sering mempraktekkan cara ini. Pesan intinya hukum Allah sesuai dengan segala dalil naqli punya pendapat yang sama. Sehingga dalam tulisan pun dalil naqli harus ditulis terlebih dahulu. Mereka memiliki falsafah bahwa setiap sesuatu harus berpijak pada dalil. 3. Katakanlah di luar dugaan. Petikan Kitab Suci Selain sebagai gaya. Dengan memadukan teori Manajemen Qolbu dan enterpreneursip. Peristiwa ini terjadi di sebuah kota besar negeri kita. 70% kaum remaja usia SMP-SMU pernah merasakan zina. Kita simak kata mutiara dari Geothe yang dicuplik Hernowo dalam “Kata Pengantar” panduan penyusunan naskah (Mizan. da’i kondang KH. Kata Mutiara Mutiara dicari dan disenangi banyak orang. bila menemukan (membaca) informasi yang mengejutkan. karena dari segi nilai jual punya andil yang strategis. tersedot perhatiannya. Pesona kata mutiara dapat mengakdai pembaca.James Rompas by Badiatul Muchlisin Asti Strategi Membuat Lead Menulis kata pembuka merupakan bagian yang sulit dalam tulis menulis. Kita akan coba mengenali dan menemukan penulisan intro denga tujuh cara. Sehingga tidak mengherankan untuk membuat kata pembuka lazimnya disebut intro menghabiskan banyak waktu. Contoh lain. Di dalam keberanian mulai terpendam 17 . Termasuk mutiara dalam tulisan atau kata mutiara. tapi juga diakui penulis kawakan. Yang penting mengejutkan. 2. menarik atau tidaknya kata pembuka. Meraup omzet sebesar 15 miliar per tahun. kita perhatikan contoh-contoh berikut: Mengutip sebuah penelitian. Walaupun kata-kata itu pedas karena menasehati pembaca. didukung lebih dari 300 santri perusahaan yang dikelola pesantren Daarut Tauhid – Bandung. Abdullah Gymnastiar memberikan bahwa. “Apapun yang akan Anda lakukan atau impikan dapat Anda mulai sejak sekarang.

Misal: Apakah mahasiswa Indonesia senasib dengan mahasiswa Thailand. yaitu kematian. melakukan perenungan berbagai hal. yaitu masa lalu. tapi mendidik.” IG: “Apa yang lebih jauh dari kita?” PS: “Negeri Cina” IG: “Benar.James Rompas kejeniusan. Latar Sejarah Menyapa pembaca bisa juga dengan penyebaran latar sejarah. kekuatan dan keajaiban”. Cukup banyak media yang memberikan ruang untuk humor. Humor Manusia senang dengan sesuatu yang lucu.” IG: “Apa yang lebih ringan?” PS: “Angin” IG: “Benar. tapi ada yang lebih ringan. tapi ada yang lebih jauh dari kita. Sapalah pembaca dengan guyonan segar. Boleh kisah sendiri. Misal: Pisang apa yang kulitnya enak dimakan? Kemudian Bondan menjawab pisang goreng. para nabi. Menuturkan kronologis tertentu yang berhubungan dengan masalah yang sedang ditulis. Perhatikan dialog Imam Ghozali (IG) dengan para santrinya (PS). IG: “Apakah yang paling dekat dengan kita?” PS: “Keluarga” IG: “Benar. Pertanyaan Pertanyaan mempunyai kandungan maksud untuk mengajak pembaca segera berpikir. Kutipan Dialog Dialog bisa kita ambil dari kejadian sehar-hari. Di tempat ini Nabi Saw. Menimbulkan ger-geran. dua tokoh yang berdebat. Sebelum Muhammad bin Abdul Muthalib diangkat menjadi Rasul. Cara ini cukup efektif. Nabi Muhammad Saw. tokoh atau siapa saja.” 7. 5. 4. yaitu menunda shalat. beliau punya kebiasaan menyendiri di Gua Hira. by Lilis Nihwan Strategi Membuat Judul 18 . antara guru dan muridnya. (Baca kisah nenek yang tidak masuk surga). tapi ada yang lebih dekat dengan kita. yang awalnya dipuja-puja oleh rakyat Thailand? Tetapi kemudian hari para mahasiswa itu dimusuhi oleh rakyat karena dianggapnya tidak mampu merubah keadaan. 6. Misal: kita akan menulis perihal “pentingnya tafakur”. Keterlibatan pembaca terasa secara langsung. pernah juga menginformasikan suatu kebenaran dengan gaya guyon. amat rajin menggunakan kata pembuka dengan anekdot. percakapan keluarga dan seterusnya. Dahulu sebelum majalah tempo dibreidel (kemudian terbit kembali) seorang penulis bernama Bondan Winarno seperti diakui Yosal Irantara (Dekan Fikom Uninus).

Saya tahu maksud permisalan pak Roesli. Sekali lagi jangan ragu. Sumbernya entah dari judul film. bibirnya. Dari tiga penyataan tersebut. Jangan ragu-ragu tulis saja. Akhirnya tidak percaya diri bahwa kita mampu menulis. Substansi tulisan tidak hanya satu jalur. rambutnya. Untuk merumuskan dan membuat judul memerlukan beberapa langkah.. tidak jarang beranak dan menjurus pada dualisme judul atau lebih. pilih yang paling mudah. dengan kemampuan kita. 4. kedua. Sekarang kita baca langkah ketiga. Kepanikan menyebabkan frustasi. Judul Awal Bukan Hal yang Final Seiring proses penulisan dari satu alinea ke alinea lainnya. Kalau menemukan kenyataan ada judul baru timbul. dan terus sampai ke ujung kaki. 1998). Judul sering diartikan sebagai pintu masuk. pandangan akan meluncur ke bawah” (Kiat Jadi Penulis dan Wartawan. Tulisan yang Dianggap Paling Menarik Tahapan awal menulis judul yaitu tulis yang paling menarik. ketiga…. dadanya.James Rompas Roesli Lahani Yunus dengan gaya kocak mengibaratkan judul sebagai wajah perempuan dalam tatapan laki-laki. Judul awal bukanlah hal yang final kalau terjadi perubahan isi. kata-kata apa saja harus ditulis bagus. dagunya. 1. Jika saat menulis judul pertama kali.). Selesai memutuskan judul (yang pertama. Apa yang harus kita lakukan? Jangan terlalu panik. yang dianggap dapat menyedot perhatian banyak pembaca. dengan mendialogkan kaum Hawa dan Adam supaya lebih gampang memahami uraian. Bisa merembet pada masalah yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan banyak kasus seperti ini. “Kunci” sementara untuk lain waktu dibuka kembali supaya sebuah tulisan segera rampung atau matang dan tidak mengambang. segera “matikan” judul lainnya. Kemudian matanya. atau pernyataan tokoh berpengaruh. 3. BPJ. iklan. 19 . hidungnya. tertukik pada bagian kepala. kondisikan dengan referen yang tersedia. membangkitkan gairah membaca isi tulisan. pertanda hatinya baik dan berbudi. Akan lebih senang lagi pria melihatnya bila wanita itu tersenyum manis. Selesai memperhatikan bagian atas. Kita kutip suatu alenia penuh. Judul identik dengan kandungan isi tulisan. dapat kita ambil kesimpulan bahwa. terkadang terjadi pergeseran makna. Meminjam Istilah yang Sedang Ngetrend Istilah yang sedang ngetrend pasti lagi banyak dibicarakan banyak orang. “Umumnya kaum pria selalu memulai daya pandanganya yang ditujukan pada kaum wanita. Tulis saja. Cara ini sangat efektif menyapa emosi pembaca. Jika Timbul Judul-judul Lain Satu judul yang sedang kita rampungkan. 2. yaitu muka wanita itu. peranan judul amat penting. Manjakan bayangan-bayangan tulisan yang sedang dan akan kita garap dengan menulis judul sesuai selera waktu menulis. maka pada tingkat kedua harus dilakukan perubahan judul sesuai perjalanan tulisan kata lainnya.

redaktur atau pembaca. Boleh Pendek. “Agar Komunis Tidak Bangkit Lagi” (Upaya Pencegahan Dampak Negatif Paham Komunis Melalui Pendekatan Ekonomi yang Islami). Para akademisi sering mangatakan gaya mempengaruhi dengan sebutan persuasif. “Ada Apa Dengan…. Harga mati. Haris Sumandria. Sebelumnya lagi nyanyian Joshua “Diobokobok”. “Ada Apa Dengan Cinta”. “Ada Apa dengan RUU Penyiaran. kalimat jelas dan singkat serta tidak memerlukan banyak kata. 7. 6. boleh panjang. Jadi. patutkan dengan selera sendiri. “Agar Komunis Tidak Bangkit Lagi”. Gaya Mempengaruhi Salah satu penulisan judul yang efektif dengan cara nada mempengaruhi. secara umum mempengaruhi massa. kita petik sebuah contoh dari makalah yang ditulis AS. Berikut ini pemanjangan dari judul pendek di atas.” dan seterusnya. Dengan membubuhkan pesan yang akan disampaikan. Topik: Keuntungan Mengikuti Pendidikan Retorika Judul: Tanpa Retorika Kita Tak Berdaya Dengan memberikan judul “Tanpa Retorika Kita tak Berdaya”. Kehormatan Rakyat Diobok-obok. Apa pun gaya tulisan. Misal. ada dua keuntungan (tujuan) yang ingin dicapai dari penulisan judul itu. 5. Boleh Panjang Umumnya para pembaca lebih menyukai judul dengan menggunakan kalimat pendek atau efektif. Sebenarnya penulisan judul dapat pula dilakukan dengan memanjangkan kata kata tambahan. by Lilis Nihwan Strategi Menutup Artikel 20 . Misal. mantan Redaktur Bandung Pos (Alm). meyakini berbagai manfaat retorika sekaligus menggiring pembaca untuk mengikuti kursus pelatihan komunikasi di lembaga tempat ia beraktivitas. lebih khusus lagi yaitu. Sesuai Isi Urutan ketujuh inilah yang paling prinsipil. Kedua. Kita bisa memanfaatkan kepopuleran istilah-istilah itu. penulisan judul boleh pendek.James Rompas Beberapa waktu lalu sebuah judul film yang dibintangi Dian Sastro Wardoyo begitu mengemuka. Titik-titik diisi dengan nyawa tulisan (pesan). Panganut (peminat) judul pendek biasanya menulis judul tidak lebih dari enam kata. Pak Haris memaparkan. penulisan judul harus mencerminkan kandungan isi tulisan. Disesuaikan.”. dengan pendekatan apa saja. Ada Apa dengan Pemilihan Gubernur. Pertama. Ada Apa dengan Anggota Dewan. Lazimnya kata-kata tambahan diberi tanda kurung.

kalau pembuka. Tetapi muatan utamanya sama. Kita bisa menutup artikel dengan 7 hal berikut. Bayangkan. 1. Nurani yang Terkoyak”. Utang bukan pantangan untuk mengembangkan usaha. Bisa juga dengan menggunakan teori yang sama seperti teknik membuka artikel. Kita perhatikan alinea penutupnya. menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap Al-Aqsha di kalangan umat. Do’a atau Harapan Ada kalanya artikel ditulis dengan nada permohonan atau harapan. sebuah artikel berjudul “Utang Ibadah yang Mulia” (MQ. tak keliru kalau saya berkeyakinan bahwa utang untuk bisnis adalah sebuah ibadah yang mulia. Namun di alinea paling akhir. Kita simak kata penutup tulisan H. dengan bahasa (katakata) yang berbeda. Oktober 2003). Jadi.15 September 2003). demi pembebasan Yerusalem. untuk berani membuka usaha walau pun dengan jalan hutang. Contoh ini bisa kita tiru dalam “Al-Aqsha. Romli (MQ. sehingga rakyat muslim di berbagai negara dapat mendesak pemerintahnya untuk bersatu dengan pemerintah muslim lain.S berjudul “Benang Hitam Khusus di Malam Gelap” (Pikiran Rakyat. paling tidak setiap peringatan Isra Mi’raj (27 Rajab) umat Islam memikirkan dan memprogram pola perjuangan bagi pembebasan Yerusalem (Palestina). keduanya sama-sama penting. mengantarkan pembaca untuk memasuki emosi pemikiran penulis. Ditulis oleh Purdi E. sebagaimana tertuang dalam tulisan tersebut. Misal. Biasanya tulisan semacam ini. atau kabar kepada pembaca. Ia menjelaskan. Meski demikian. Itu sebuah ibadah yang mulia. Melakukan hal-hal yang semestinya menurut penulis harus dilaksanakan. Mengajak Pembaca untuk Beraksi Artikel ditulis untuk mempengaruhi pembaca agar segera beraksi. Anda setuju? 2.Namun bisa juga ditulis karena masa depan yang akan diraih masih dalam tahap perhitungan-perhitungan tertentu atau belum jelas. Cuma. nyatakan kembali ide pokok itu. mungkin sedikit memelesetkan pesan Bung Karno menjadi “gantungkan utangmu setinggi langit”. dilatarbelakangi oleh berbagai kejadian sebelumnya yang dianggap belum optimal. Bedanya.” 3. Dengan utang. Oktober 2003). lindungilah Bandung dan pemerintahannya dari 21 . kita bisa kembangkan bisnis dan membuka peluang bekerja pada banyak orang. sementara penutup artikel berfungsi sebagai penyampai gagasan utama. Chandra seorang Presdir Primagama Group. tulisan ASM. Wallahu a’alam. Rachmat M.A. bagaimana jadinya jika sebuah tulisan tidak ada penutupnya? Pasti hambar rasanya. Menyampaikan Kembali Ide Pokok Ide pokok sebenarnya sudah terurai di sebuah tulisan yang sedang digarap. bahwa tulisan sudah berakhir. Selayaknya. Ya Allah Yang Maha Melindungi.James Rompas Menutup artikel tidaklah sesulit membuat pembukanya (intro).

Dan bukanlah semata bertujuan untuk meng’agama’kan seluruh segmen kehidupan melainkan bagaimana mewujudkan kesejahteraan dan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan terutama dalam enghargai keragaman. Model ini. Tidak keras. cukup efektif dengan menggunakan humor. Anekdot Pesan: kritik sosial. Contoh: kita mengurai tentang “Kebebasan dalam Menulis Puisi”. mengenai ilmu: “Siapa yang meninggalkan kampung halamannya untuk mencari ilmu. ya Tuhan kami. Puisi itu semacam bagian ruh dalam. Lalu kutiplah pernyataan penyair “liar” Emha Ainun Nadjib yang mendukung isi tulisan kita. Ya Allah. Ternyata. Wallahu a’alam. 5. bisa menggunakan gaya dengan cara menuturkan simpulan kronologis. untuk menutup artikel bertema “Keutamaan Ilmu”. Sebaliknya. “Epistomologi Dakwah”. Suatu saat di Jerman ada pameran otak. Kita ingin bebas berekspresi dalam hal bahasa. kutiplah Helvy Tiana Rosa. Masalah seputar perbukuan. penutupnya. Contoh demikian terdapat dalam “Relevansi Dakwah dan Toleransi Beragama”.” Toleransi akhirnya menjadi keniscayaan sosial bagi seluruh umat beragama dalam menata khidupan bersama. yang bisa diungkapkan dengan berbagai jenis bahasa. Karena otaknya masih utuh. Saya tidak tahu persis siapa pencipta anekdot ini.” 7. ambillah misalnya pernyataan dari Adnan Buyung Nasution.Dalil Naqli Tidak sedikit penulis memilih gaya tulisannya dengan menuliskan tujuan di akhir alinea. 22 Agustus 2003). Yusuf membuat judul kecil dengan. Amiin. seluruh pengunjung pameran menyerbu stand Indonesia untuk membeli otak-otak orang Inonesia. Misal. 4. Tentang cerpen. kita akhiri dengan sabda Nabi Muhammad Saw. dan seterusnya. Misal. Otaknya difungsikan. Otak yang paling mahal adalah otak yang jarang digunakan untuk berpikir. Menulis masalah hukum. Uraian sangat singkat batang tubuh tulisan. tapi sasarannya tercapai serta mengena di hati pembaca. berikanlah kebaikan dunia dan kebaikan akhirat kepada kami dan lindungilah kami dari api neraka. 6. kita menulis tentang “Rendahnya Budaya Berpikir di Kalangan Masyarakat Indonesia”. Kutipan Seorang Praktisi Menutup artikel dapat juga dengan mengutip pernyataan tokoh tertentu. Tujuan tertinggi yaitu tujuan yang dianggap sesuai dengan firman Allah atau sabda Rasul-Nya. Kita bisa menutup humor seperti di bawah. kutiplah Bambang Trim. dan “Realitas Kosmologis.James Rompas manusia-manusia yang berniat jahat mau mencari di atas penderitaan rakyat. Kesimpulan dari Sudut Kronologios Banyak yang menulis artikel dengan cara beberapa judul kecil (sub jusdul).ia berada di jalan Allah. suatu kesadaran atau suatu pengalaman. otak yang sudah rusak nilai jualnya rendah. tulisan Yusuf Burhanuddin (Republika. Selama ini banyak tata cara dan formula menulis puisi. 22 . “Tujuan Dakwah”. Sesuai dengan bahasan yang kita garap. sebab terus menerus digunakan untuk berpikir. Dan tinta seorang pandai adalah daripada darah seorang syahid.

jumlahnya banyak. setiap media biasa mengadakan seleksi terhadap sejumlah tulisan yang masuk. Namun dalalam kenyataan.James Rompas by Lilis Nihwan Menyiasati Peluang Diterbitkan (1) Setiap penulis memiliki harapan. 1. tulisan yang dikirimkannya dapat dimuat. 4. a. yang diperlukan. Memenuhi Kriteria Tulisan Ada beberapa kriteria umum tulisan yang biasanya diterapkan diberbagai media cetak. 6) Tidak ada kata yang menimbulkan misleading. Kriteria umum 1) tulisan asli. Tulisan tidak memenuhi kriteria penulisan. bagian pargraf. belum pernah dimuat dalam penerbitan lain. Oleh karena itu. pandangan baru. Hal itu merupakan suatu kewajaran. 5) Memiliki akurasi fakta yang diperlukan. tidak jarang tulisan yang dikirim itu tidak dimuat atau dikembalikan. 6) Tidak memiliki. Tidak sesuai dengan visi-misi media. terutama hematdan jelas. Kriteria umum tersebut penting untuk disikapi oleh setiap penulis dakwah. sehingga perlu bersaing dengan tulisan yang lebih baik. yang memungkinkan diperkarakan. 7) Memenuhi aspek-aspek yang menyangkut etika Jurnalistik dan tidak bernuansa “SARA”. kalimat. 1. atau kata. 3) Gagasan tulisan menyangkut kepentingan sebagain besar pembaca media. Tulisan sejenis. baik data konkret. 3. Kriteria Teknis. 1) Struktur tulisan uraiannya telah terorganisir dengan baik. 23 . 2) mengandung unsur baru. Diantara kemungkinan itu bisa jadi karena beberapa sebab. ntuk mendukung ide pokok. 3) Bahasa yang dipakai telah sesuai dengan kaidah pemakaian bahasa jurnalistik. b. Kriteria itu sebagai seleksi awal bagi layak tidaknya suatu pemuatan tulisan. Tidak aktual. Banyak kemungkinan alasan mengapa suatu tulisan yang dikirim tidak dimuat. 2) Lead telah berfungsi secara akurat dalam membangkitkan orang untuk membaca. 4) Penembpatan dan formulasi topic sentence dalam suatu paragraf telah tepat. redaksi media cetak umumnya memiliki kriteria tentang tulisan yang layak muat. 8) Berakibat baik bagi pendidikan publik. dan hanya ditulis/ dikirim khusus untuk penerbit itu. Untuk membangun seleksi yang objektif. bukan jiplakan/ saduran/ terjemahan. 2. saran-saran. 5) “Jembatan” atau “kata penghubung” telah sesuai. dan atau opini. 4) Memiliki kelengkapan dan kedalaman fakta.

Sebagaimana dimaklum bahwa tajuk rencana adalah tulisan opini yang isinya mengulas hal-hal aktual yang dibuat oleh pihak redaksi suatu media. sesuatu yang detail dan yang tidak perlu detail diposisikan secara tepat.5 halaman dan 8 halaman untuk cerpen. maka ia akan menjadi salah satu daya tarik bagi pihak redaksi untuk lebih menominasikan pemuatan tulisan yang memiliki relevasi dengan kondisi dan situasi yang sedang berkembang. 9) Penempata fakta yang benar.aktualitas sendiri bisa dipahami dalam dua hal: Pertama. 24 . untuk memperbaiki halhal yang masih janggal. 8) Penembatan. dengan tulisan yang jelas. Masalah aktual seperti ini yang berkaitan dengan kejadian yang ada di tengah-tengah masyarakat. Namun jika belum terpenuhi. dan memberi kesan pada pembaca. Jika semua itu diperhatikan. kolom 4. Semuanya ditulis dengan ketikan 2 spasi. berikut uraian tambahannya. telah tepat. menyimak tajuk rencana suatu media.5 halaman kwarto. seperti dengan terjadinya kasus bom. 10) Penempata anak judul yang pas (jika diperlukan). by Aef Kusnawan Menyiasati Peluang Diterbitkan (2) 2. Idul Adha. kenaikan harga BBM dan sebagainya. Ketiga. Lebih lanjut tentang akutalitas teragenda dan yang tidak teragenda. Mengaktualkan Tulisan Mengenai. sebaiknya kita menulis ulang. 11) Cara penyajian tulisan opini tidak berkepanjangan tapi padat. banyaknya demonstrasi. Isra Mi’raj atau hari-hari Nasional dan dunia yang monumental. Aktualitas ini berkaitan dengan adanya hari-hari tertentu. tidak teragenda. seperti hari Raya Idul Fitri. Oleh sebab itu.James Rompas 7) Penggunaan EYD sudah tepat. Kedua. kekeringan. banjir besar. singkat. kasus narkoba. Jika suatu tulisan telah memenuhi kriteria itu. Apa yang ditulisnya merupakan ulasan terhadap fenomena yang menarik perhatian media itu. Akan tetapi masih ada lagi yang perlu diperhatikan yaitu bernilai aktual. tanpa coretan maupun tip-ex. 12) Kalimat penutup. 5 halaman kwarto untuk resensi buku. gaya enak dibaca. akan ia peroleh dengan memperhatikan apa yang tengah banyak disoroti oleh media yang akan dikirimi tulisan olehnya. rapi dan bersih. jika penulis menghendaki aktualitas dalam tulisannya. wabah penyakit. Panjang artikel 0pini maksimal 5. maka ada harapan untuk dimuat. mudah ditangkap. aktual teragenda.

baik hari besar agama. 1) Menyusun rencana topik artikel untuk peristiwa-periistiwa kalenderium tahunan. serta peristiwa lainnya yang menimbulkan berita tinggi. dan beberapa hari internasional. Keteragendaannya terjadi karena ia biasa hadir tiap tahun. pmakaian internet. baik topik maupun penulis artikelnya. pemogokan tenaga kerja. 2) Menyusun rencana topik tulisan untuk moment-moment tersebut. serta berbagai langkah yang dilakukan para da’i kontemporer. tentang kemiskinan masyarakat daerah pinggiran kota dalam kaitannya dengan pola migrasi masyarakat yang bersangkutan. Menyiasati Aktualitas Teragenda Ada sejumlah peristiwa aktual yang senantiasa teragenda. dan lain-lain. play station. Kemudian ia menyusunnya dalam suatu perencanaan (yang flesibel). nasional. Misalnya. pengumuman kenaikan harga BBM. diketengahkan hari-hari yang merupakan agenda tahunan. munculnya peristiwa-peristiwa monumental. kelahiran undang-undang baru. maraknya kegiatan dakwah kampus. Berikut uraiannya : Tanggal Moment 1 Januari Hari Tahun Baru Masehi 15 Januari Hari Pertempuran Laut Aru 22 Pebruari Hari lahir Lord Baden Powell 9 Maret Hari Pramuka 10 Maret Hari Film Nasional 15 Maret Hari Nyepi Hindu 25 Maret Hari Raya Nyepi 6 April Hari Nelayan Nasional 7 Aril Hari Kesehatan Sedunia 9 April Hari Penerbangan Nasional 13 April Wafat Isa Al-Masih 25 . ada juga yang memerlukan penelaahan. misalnya.James Rompas a . Untuk lebih jelasnya berikut ini. 4) Mengikuti secara cermat. dengan melakukan beberapa hal. Menyiasati Aktualitas tidak Teragenda Setiap saat ada peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat. Misalnya. 2) Mengikuti secara cermat perlkembangan symptoms (gejala-gejala) yang muncul dalam kehidupan masyarakat. 1) Mengamati perkembangan fenomena kehidupan masyarakat secara terusmenerus. Untuk itu sebaiknya penulis menyadari benar tentang hal ini. Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan (yang flesibel). 3) Mengikuti secara cermat perkemabnagn trend (kecenderungan) yang muncul dalam kehidupan masyarakat. hari peringatan nasional maupun internasional. b. misalnya. Persoalannya adalah bagaimana seorang penulis bisa mengetahui permasalahan aktual yang tidak teragenda ini? Ada beberapa langkah untuk itu. Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan yang fleksibel. Ada yang terkategori kejadian biasa-biasa saja.. munculnya berbagai kegiatan demonstrasi. khususnya hari-hari besar agama. Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan yang fleksibel. sehingga layak untuk diangkat menjadi bahan tulisan.

Warna tulisan yang diinginkan 26 .” (QS. Setiap surat kabar dan majalah mempunyai visi atau pandangan dan mempunyai arah kebijaksanaan atau misi tertentu yang berbeda. Mengenal Visi dan Missi Media Massa “Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. Fathir: 19).James Rompas 21 April Hari Kartini 1 Mei Hari Buruh Internasional Hari Kembalinya Irian ke RI 2 Mei Hari Pendidikan Nasional 8 Mei Hari PMI se-Dunia 7 Mei Hari Raya Waisak 15 Mei Hari Kebangkitan Nasional 21 Mei Hari Buku Nasional 24 Mei Kenaikan Isa Al-Masih 28 Mei Hari Waisak (Budha) 1 Juni Hari Lahirnya Pancasila 17 Juni Hari Kanak-kanak Nasional 21 Juni Hari Krida Pertanian 1 Juli Hari Bhayangkara 5 Juli Hari Berdirinya BI 12 Juli Hari Koperasi 22 Juli Hari Kejaksaan 10 Agustus Hari Veteran RI 14 Agustus Hari Pramuka 17 Agustus Hari Kemerdekaan RI 19 Agustus Hari Deplu 24 Agustus Hari Televisi RI 11 September Hari Radio 16 September Hari Sandang 17 September Hari Perhubungan 23 September Hari Bahari 27 September Hari Postel 28 September Hari Kereta Api 29 September Hari Sarjana 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila 5 Oktober Hari ABRI 24 Oktober Hari PBB 28 Oktober Hari Sumpah Pemuda 30 Oktober Hri Keuangan 31 Oktober Hari Tabungan Nasional 10 Nopember Hari Pahlawan 12 Nopember Hari Kesehatan Nasional 20 Nopember Hari Kanak-kanak se Dunia 10 Desember Hari HAM 20 Desember Hari Sosial 22 Desember Hari Ibu 25 Desember Hari Natal 1 Hijriyah Hari Tahun Baru Hiriyah 12 Rabiul Awwal Maulid Nabi Muhammad SAW 27 Rajab Hari Isra Mi’raj 1 Syawal Hari Idul Fitri 10 Zulhijah Hari Idul Qurban 3.

dan politik dengan sendirinya sudah menunjukan bahwa visi dan misinya dalam bidang-bidang tersebut sehingga penulis tidak perlu menebak atau mengira-ngira lagi misi dan visi seperti apa yang diemban media tersebut.James Rompas dari para penulis artikel. tentunya yang sesuai dengan visi dan misi yang diemban media cetak tersebut. Ada toko besi. sebagai contoh. Sebagaimana layaknya sebuah toko. seorang harus fleksibel. Kompas. menginginkan artikel tentang kesehatan dan sudah tentu menolak artikel-artikel yang keluar dari visi dan misinya itu. harian Kedaulatan Rakyat untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai contoh. Surat kabar yang mempunyai visi atau misi khusus. Majalah atau surat kabar yang mempunyai misi atau visi kesehatan. Demikian halnya dengan media massa. Suara karya. Harian Neraca (di Jakarta). Sebuah toko besi tentu hanya akan menerima dagangandagangannya yang berkaitan dengan barang-barang yang berupa besi dan sejenisnya. Mengapa harus ada visi dan misi? Sebuah koran atau majalah didirikan dengan sebuah idealisme dan cita-cita. masing-masing perusahaan surat kabar akan mempunyai sasaran pembaca sesuai dengan idealisme yang dibangunnya. Dengan kata lain. mengetahui dengan jelas artikel seperti apa yang diinginkan suatu media. Memang untuk mengetahui visi dari sebuah media massa bukanlah pekerjaan yang gampang . Maka lahirlah apa yang disebut visi dan misi pada masing-masing media massa. atau terbatas satu daerah tertentu. misalnya harian Bisnis Indonesia (di Jakarta). Akan tetapi dengan mengetahui masing-masing visi yang ada pada media massa akan sangat membantu seorang penulis untuk dapat memilih media mana 27 . misalnya harian Jayakarta untuk daerah DKI dan sekitarnya. Ia hanya akan menerima tulisan-tulisan yang sesuai dengan visi serta misi media yang diembannya. Idealisme dan cita-cita koran atau majalah tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. ada sebuah koran yang mempunyai sasaran pembacanya adalah kelompok pengusaha. seperti khusus kesehatan. dan merreka yang berkecimpung di sekitar dunia bisnis. olah raga. harian Pikiran Rakyat untuk wilayah jawa Barat dan masih banyak lagi. ekonomi. Ada pula sebuah koran yang diperuntukan bagi masyarakat secara umum dan jangkauan pembacanya bersifat nasional. artikel seperti apa yang diinginkan media cetak tersebut. Dalam hal ini seorang penulis dituntut untuk jeli dalam melihat apa yang diemban surat kabar atau majalah tersebut. Konsekuensinya. Sebagian koran yang lain diterbitkan untuk memenuhi segmen pembaca yang bersifat lokal. Pelita dan lain-lain. Diperlukan pengamatan yang ciukup dan mungkin akan memakan waktu lama. Aneka ragam jenis dan sasaran sebuah koran menyebabkan pihak redaktur di sebuah koran mempunyai policy tersendiri untuk menampilkan tulisan-tulisan bagi para pembacanya. Republika. maka jenis toko biasanya bermacam-macam. toko lain. Namun kebanyakan surat kabar atau majalah tidak mengkhususkan dalam bidang tertentu sehingga sulit ditebak atau diperkirakan isinya. seorang penulis harus cermat melihat. Jika diumpamakan sebuah koran adalah sebuah toko. Biasanya permasalahan ini menjadi kendala bagi penulis pemula. Ia tidak akan menerima dagangannya berupa kain atau kue. toko kue dan sebagainya. Artinya. ekonom. harian Suara Indonesia (di Surabaya). pemilik toko biasanya membutuhkan dagangan untuk dijual kepada pembelinya.

keaktualan persoalan yang dibahas. berdasarkan pengalaman. Di sini penulis terjun langsuing. (Ahmad Bahar: 1996). seorang penulis harus pandai memprediksi. mencari informasi pada para penulis yang sudah sering menulis di salah satu media. bagi pemula ada baiknya. hendaknya kita juga tidak cuma membuat kemudian menunggu satu tulisan. bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh banyaknya penulis yang menulis pada satu persoalan yang dianggap sama. dengan bonaviditas memilih mulai yang paling rendah. dengan cara terus menerus menulis pada beberapa media yang diinginkan.James Rompas yang sesuai dengan masalah-masalah yang ditulisnya dan media mana yang kurang sesuai. sebarkan ke berbagai media massa. Akan tetapi perlu diingat. Dengan mengetahui kodel-model tulisan yang disukai atau menjadi visi berbagai macam koran . Ketiga. diantaranya: a. bukan saja rugi waktu tapi juga rugi tenaga dan uang. Dan jika hal ini dilakukan terus-menerus. atau media yang masih berkembang. maka selain kita memperhatikan moment yang tepat. yang dipandang redaksi lebih baik. yang skupnya lokal terlebih dulu. misalnya dengan berlangganan satu koran kemudian dipelajari model-model tulisan yang ada di dalamnya. Atau barangkali ada sebab-sebab lain. Sehingga dengan terpaksa tulisan kita yang dikalahkan. Saingan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu berat. namun kemudian dikembalikan. Hal ini memang sulit untuk penulis pemula. dan sebagainya. Karena jika artikel salah kirim. seorang penulis akan menjadi tahu jenis-jenis tulisan mana yang sesuai dengan koran dan mana yang tidak sesuai. antara lain. Dengan mengetahui visi dan misi suatu media. berarti memberi peluang lebih besar untuk dapat dimuatnya tulisan-tulisan yang kita buat. Untuk pemilihan medianya sendiri. kesesuaian isi atau materi tulisan dengan latar belakang keilmuan penulis. Bahkan seorang penulis profesional bukan hanya sebatas mengetahui visi dan misi suatu media. tetapi gaya bahasa dan model judul suatu media sudah berada dalam pikirannya. Jika tulisan tidak dimuat atau biasanya kemudian dikembalikan. Kedua. Cara sederhana yang mungkin dapat dilakukan untuk mengetahui visi dan misi koran antara lain. tema atau topik tulisan . Untuk iu selayaknya sebelum artikel dibuat. 4. lambat laun akan memahaminya. Diantara sejumlah masalah yang menjadi pertimbangan bagai redaktur sebuah koran untuk dimuatnya sebuah tulisan. gaya bahasa. mengamatio sendiri. karena tidak mungkin memuatnya pada waktu yang tepat berhubung terbatasnya ruang atau berbenturan dengan tulisan lain. Untuk lebih memperbesar kemungkianan pemuatan tulisan kita di media massa. Ada beberapa keuntungan penulis pemula mengirimkan tulisannya kemedia lokal. itu pertanda tulisan itu tidak sesuai dengan keinginan redaktur. pertama. Strategi Pengiriman Tulisan Tidak jarang tulisan yang secara isi pantas dimuat. namun jika rajin mengamati setiap media cetak dan terbiasa membuat artikel. sebuah tulisan yang tidak diomuat belum tentu tidak sesuai dengan visi sebuah koran. Buatlah terus beberapa tulisan yang berbeda-beda. Redaksi juga lebih banyak kesempatan untuk membantu mengkoreksi tulisan kita 28 . b. kemana artikel tersebut nantinya dikirim. seorang penulis sudah bisa menghemat tenaga dan mengefisienkan waktu.

Pelita dan lain-lain. misalnya harian Bisnis Indonesia (di Jakarta).” (QS. Sebagian koran yang lain diterbitkan untuk memenuhi segmen pembaca yang bersifat lokal. Sebagai contoh. tentu akan menambah motivasi baru untuk lebih produktif lagi dan lebih berkualis lagi dalam menulis. misalnya harian Jayakarta untuk daerah DKI dan sekitarnya. Konsekuensinya. harian Kedaulatan Rakyat untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Peluang pemuatan akan lebih besar. Setiap surat kabar dan majalah mempunyai visi atau pandangan dan mempunyai arah kebijaksanaan atau misi tertentu yang berbeda. Warna tulisan yang diinginkan dari para penulis artikel. mengetahui dengan jelas artikel seperti apa yang diinginkan suatu media. Republika. ekonom. Suara karya. Sementara dengan dimuatnya tulisan kita. harian Suara Indonesia (di Surabaya). Surat kabar yang mempunyai visi atau misi khusus. ekonomi. dan politik dengan sendirinya sudah menunjukan bahwa visi dan misinya dalam bidang-bidang tersebut sehingga penulis tidak perlu menebak atau mengira-ngira lagi misi dan visi seperti apa yang diemban media tersebut. atau terbatas satu daerah tertentu. masing-masing perusahaan surat kabar akan mempunyai sasaran pembaca sesuai dengan idealisme yang dibangunnya. Maka lahirlah apa yang disebut visi dan misi pada masing-masing 29 . harian Pikiran Rakyat untuk wilayah jawa Barat dan masih banyak lagi. Fathir: 19). tentunya yang sesuai dengan visi dan misi yang diemban media cetak tersebut. Mengapa harus ada visi dan misi? Sebuah koran atau majalah didirikan dengan sebuah idealisme dan cita-cita. Aneka ragam jenis dan sasaran sebuah koran menyebabkan pihak redaktur di sebuah koran mempunyai policy tersendiri untuk menampilkan tulisan-tulisan bagi para pembacanya. sebagai contoh.James Rompas c. menginginkan artikel tentang kesehatan dan sudah tentu menolak artikel-artikel yang keluar dari visi dan misinya itu. Kompas. olah raga. dan merreka yang berkecimpung di sekitar dunia bisnis. Ada pula sebuah koran yang diperuntukan bagi masyarakat secara umum dan jangkauan pembacanya bersifat nasional. Majalah atau surat kabar yang mempunyai misi atau visi kesehatan. Idealisme dan cita-cita koran atau majalah tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. seorang harus fleksibel. ada sebuah koran yang mempunyai sasaran pembacanya adalah kelompok pengusaha. Mengenal Visi dan Missi Media Massa “Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. seperti khusus kesehatan. by Aef Kusnawan Menyiasati Peluang Diterbitkan (3) 3. Harian Neraca (di Jakarta). Artinya.

seorang penulis sudah bisa menghemat tenaga dan mengefisienkan waktu. bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh banyaknya penulis yang menulis pada satu persoalan yang dianggap sama. antara lain. seorang penulis harus cermat melihat. Ada toko besi. mencari informasi pada para penulis yang sudah sering menulis di salah satu media. (Ahmad Bahar: 1996). Memang untuk mengetahui visi dari sebuah media massa bukanlah pekerjaan yang gampang . gaya bahasa. Ia hanya akan menerima tulisan-tulisan yang sesuai dengan visi serta misi media yang diembannya. dengan cara terus menerus menulis pada beberapa media yang diinginkan. seorang penulis akan menjadi tahu jenis-jenis tulisan mana yang sesuai dengan koran dan mana yang tidak sesuai. misalnya dengan berlangganan satu koran kemudian dipelajari model-model tulisan yang ada di dalamnya.James Rompas media massa. berarti memberi peluang lebih besar untuk dapat dimuatnya tulisan-tulisan yang kita buat. Akan tetapi perlu diingat. dan sebagainya. keaktualan persoalan yang dibahas. kesesuaian isi atau materi tulisan dengan latar belakang keilmuan penulis. pemilik toko biasanya membutuhkan dagangan untuk dijual kepada pembelinya. itu pertanda tulisan itu tidak sesuai dengan keinginan redaktur. maka jenis toko biasanya bermacam-macam. Bahkan seorang penulis 30 . Ketiga. Dengan kata lain. berdasarkan pengalaman. Dalam hal ini seorang penulis dituntut untuk jeli dalam melihat apa yang diemban surat kabar atau majalah tersebut. kemana artikel tersebut nantinya dikirim. Sebuah toko besi tentu hanya akan menerima dagangandagangannya yang berkaitan dengan barang-barang yang berupa besi dan sejenisnya. Jika tulisan tidak dimuat atau biasanya kemudian dikembalikan. Ia tidak akan menerima dagangannya berupa kain atau kue. tema atau topik tulisan . Biasanya permasalahan ini menjadi kendala bagi penulis pemula. Untuk iu selayaknya sebelum artikel dibuat. bukan saja rugi waktu tapi juga rugi tenaga dan uang. Sehingga dengan terpaksa tulisan kita yang dikalahkan. seorang penulis harus pandai memprediksi. pertama. toko lain. Atau barangkali ada sebab-sebab lain. Dengan mengetahui visi dan misi suatu media. Sebagaimana layaknya sebuah toko. Dan jika hal ini dilakukan terus-menerus. artikel seperti apa yang diinginkan media cetak tersebut. sebuah tulisan yang tidak diomuat belum tentu tidak sesuai dengan visi sebuah koran. Cara sederhana yang mungkin dapat dilakukan untuk mengetahui visi dan misi koran antara lain. mengamatio sendiri. Akan tetapi dengan mengetahui masing-masing visi yang ada pada media massa akan sangat membantu seorang penulis untuk dapat memilih media mana yang sesuai dengan masalah-masalah yang ditulisnya dan media mana yang kurang sesuai. Di sini penulis terjun langsuing. Karena jika artikel salah kirim. Jika diumpamakan sebuah koran adalah sebuah toko. Demikian halnya dengan media massa. Dengan mengetahui kodel-model tulisan yang disukai atau menjadi visi berbagai macam koran . Namun kebanyakan surat kabar atau majalah tidak mengkhususkan dalam bidang tertentu sehingga sulit ditebak atau diperkirakan isinya. Diperlukan pengamatan yang ciukup dan mungkin akan memakan waktu lama. Kedua. Diantara sejumlah masalah yang menjadi pertimbangan bagai redaktur sebuah koran untuk dimuatnya sebuah tulisan. toko kue dan sebagainya.

Tema tidak menentukan apakah sebuah buku—meminjam istilah Hernowo—“bergizi” atau tidak.James Rompas profesional bukan hanya sebatas mengetahui visi dan misi suatu media. apa saja yang membuat naskah buku berkualitas ? Tentu. Tema hanya menentukan selera. Sehebat apapun materi yang disajikan. Naskah yang berkualitas tidak hanya memiliki bobot isi yang baik. sebarkan ke berbagai media massa. namun jika rajin mengamati setiap media cetak dan terbiasa membuat artikel. 4. Hal ini memang sulit untuk penulis pemula. atau media yang masih berkembang. Buatlah terus beberapa tulisan yang berbeda-beda. Untuk lebih memperbesar kemungkianan pemuatan tulisan kita di media massa. diantaranya: a. Strategi Pengiriman Tulisan Tidak jarang tulisan yang secara isi pantas dimuat. Redaksi juga lebih banyak kesempatan untuk membantu mengkoreksi tulisan kita c. Sementara dengan dimuatnya tulisan kita. yang skupnya lokal terlebih dulu. hendaknya kita juga tidak cuma membuat kemudian menunggu satu tulisan. tapi juga bidikan pasar yang marketable. dengan bonaviditas memilih mulai yang paling rendah. Ada beberapa keuntungan penulis pemula mengirimkan tulisannya kemedia lokal. namun kemudian dikembalikan. lambat laun akan memahaminya. di samping materi yang berbobot. paling tidak ada 2 hal yang patut diperhatikan menyangkut naskah yang berkualitas: Pertama. Peluang pemuatan akan lebih besar. maka selain kita memperhatikan moment yang tepat. bahasa buku. Saingan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu berat. Lalu. karena tidak mungkin memuatnya pada waktu yang tepat berhubung terbatasnya ruang atau berbenturan dengan tulisan lain. tetapi gaya bahasa dan model judul suatu media sudah berada dalam pikirannya. bagi pemula ada baiknya. b. tapi penataan bahasanya kacau—tidak memenuhi kaidah-kaidah reasoning (penalaran)—naskah buku tersebut akan menjadi tidak 31 . yang dipandang redaksi lebih baik. Bobot isi yang baik tidak terletak pada tema yang diangkat. by Aef Kusnawan Membuat Naskah Buku yang Berkualitas Naskah buku yang berkualitas adalah dambaan setiap penerbit. Hampir dipastikan penerbit hanya akan menerbitkan naskah-naskah yang berkualitas. Untuk pemilihan medianya sendiri. tentu akan menambah motivasi baru untuk lebih produktif lagi dan lebih berkualis lagi dalam menulis.

Dalam sebuah acara diskusi buku Seks In The Kost di Aula Fakultas Psikologi Unair Surabaya. Karenanya Iip dituding hanya mengejar keuntungan. juga karena tampilan bukunya yang memikat. satu dari banyak hal yang bisa dilakukan oleh penulis untuk mendongkrak kualitas naskah buku. Seks Kalangan Terpelajar. Karena. 3) penyajian keseluruhan bahasa memiliki koherensi (keterkaitan) dan komposisi (ketersusunan) yang selain harmonis juga menyimpulkan. serta merangsang nalar. 97. 1) susunan kalimat dan gerombolannya harus logis. maka pangsa pembacanya hanya kalangan tertentu. mudah dicerna. Di antaranya. Untuk membuat sebuah bahasa yang mampu merangsang nalar. memberi pelajaran kepada kita pentingnya membuat judul yang “menggigit”. Sebuah buku. tak banyak yang bisa diperbuat oleh penulis untuk mengemas daya pikat. kalau judul bukunya mengandung unsur religius. selain karena materinya oke. bahasa perlu diolah sedemikian rupa agar ketika naskah dibaca. “kasus” judul-judul Iip yang kontroversial. judul buku yang “heboh” itu adalah strategi saja. dikatakan berkualitas. menurutnya. Bagi Iip. 2) seluruh kalimatnya diupayakan memiliki diksi (pilihan kata) yang indah dan menggairahkan. Pihak penerbit yang banyak berperan. Kedua.000 eksemplar pada dua bulan pertama. membuat judul yang “menggigit”. Judul-judul yang “heboh” merupakan strategi agar pesan dakwah sampai ke banyak kalangan. Apa kata Iip? Iip mengaku sengaja memilih judul-judul yang kontroversial dan komersial. maka. terjual 20. Tapi kalau membaca isinya. Buku Seks In The Kost-nya Iip misalnya. Terlepas dari benar-tidaknya apa yang dilakukan Iip. *** by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. Maka. mengemas “daya pikat”.James Rompas menarik. Iip Wijayanto pernah diprotes dengan judul bukunya itu yang teramat provokatif. dan mengasyikkan. Karenanya. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (1) Penulis Buku Adalah Pembaca yang Baik 32 . Seks In The Kost. dan Kampus Fresh Chiken. mengalir. bahasanya tertata dengan baik. judul-judulnya menggigit bukan? Bahkan acapkali judulnya lebih “menggigit” ketimbang isi buku itu sendiri. Perhatikan buku-buku yang berhasil best seller. terasa enak. tak heran bila buku-buku Iip dapat menembus angka penjualan yang lumayan spektakuler. Tapi.05 Persen (hasil penelitian tentang virginitas mahasiswi Jogja). bukubuku itu lebih kepada analisis seks menggunakan ilmu tasawuf. buku-buku Iip memang cukup kontroversial. Isi buku itu dinilai beda jauh dengan judulnya. Dari aspek judul. Untuk naskah buku.

Mangunwijaya mengatakan yang intinya adalah. informasi. Namun. Serupa dengan teori kendi adalah “teori ember” yang dikemukakan oleh YB. apa pun itu. baik membaca dalam arti tekstual seperti membaca buku. Air itu adalah ilmu. 2. Logikanya sederhana. Kendi itu akan tumpah airnya seandainya dimasuki air terus-menerus. bahwa penulis itu ibarat ember yang penuh berisi air. khususnya mengenai menulis buku. tradisi membaca memang merupakan tradisi yang tak bisa ditawar-tawar lagi bagi seorang calon penulis buku. ada kalanya diisi air. dan lain-lain. pengetahuan. tentang hal itu. pengamatan. pengalaman. informasi. Dengan tradisi membaca pula. Menulis buku berarti memberi informasi atau wawasan kepada masyarakat. Sehingga seorang penulis buku haruslah “lebih pandai” dari pembacanya. Seorang penulis (buku) yang baik tentu adalah juga seorang pembaca (buku) yang baik pula. pengetahuan. informasi. atau pun membaca dalam arti kontekstual seperti membaca alam atau peristiwa kehidupan. Pernah Anda melihat kendi ? Benda yang sederhana dan terbuat dari tanah liat yang dibakar itu ternyata menyimpan sebuah teori yang sangat penting. Tentu kita tidak akan bisa menulis buku tentang “pendidikan seks Islami”. Penulis (Buku) yang Baik adalah Pembaca (Buku) yang Baik Pula Untuk itu. maka tak pelak ia terlebih dahulu harus membangun tradisi membaca yang kuat dalam hidupnya. Mangunwijaya. Diibaratkan kendi itu adalah tubuh manusia. misalnya. dan pengetahuan. Tanpa ini. Karena seorang penulis buku haruslah seorang yang kaya wawasan.James Rompas Termasuk pula ketika seseorang ingin menapak jalan menuju kesuksesan sebagai seorang penulis buku. menulis buku tentu berhubungan dengan banyak hal yang berbasis pada ilmu. 1. apabila kita tak pernah menyerap ilmu. Dan kesemua hal itu hanya bisa diperoleh dari hasil kerja membaca. maka hampir dipastikan jalan untuk menjadi penulis buku yang sukses akan sia-sia. Kalau ia “diisi” (dalam arti membaca) pasti lama-lama akan ada “luber”. Teori itu adalah “teori kendi”. Penulis diandaikan penuh (secara relatif) oleh pengetahuan. Teori Kendi Ada sebuah teori sederhana yang bisa menjadi bahan untuk menjelaskan pentingnya “membaca” (sebagai proses menyerap ilmu dan informasi) sebagai kunci bagi seseorang yang ingin menjadi penulis buku. Lalu apa hubungannya antara kendi dengan menulis buku ? Menulis buku pun tidak jauh berbeda dengan kendi. pasti ada air yang akan luber. Pengetahuan yang banyak dan wawasan yang luas adalah “bahan baku utama” yang siap “dimasak” menjadi aneka buku 33 . data. Jika ember ini diisi air lagi. kadang juga airnya ditumpahkan untuk diminum. banyak pengetahuan yang akan didapat dan wawasan pun akan kian luas membentang. Dalam wawancara dengan majalah sastra Horison (XXI/365-367) YB. maksudnya dibagikan kepada khalayak ramai melalui karya tulisan. Sebuah kendi. Seseorang yang jenius sekalipun tidak akan bisa menulis buku kalau tak pernah memberi “air” dalam “kendinya”.

Dengan banyak membaca pula seorang penulis akan selalu produktif menghasilkan karya dan tidak akan kehabisan ide. Alhamdulillah. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (2) Tradisi Menulis Saudara Dekat Tradisi Mambaca Rasanya bukan merupakan kebetulan bila hampir semua (untuk tidak menyebut semua) penulis buku (atau non-buku) adalah memiliki tradisi atau paling tidak memiliki hobi membaca yang kuat. Buku keduanya berjudul Mendidik Anak Menuju Taklif terbit tahun 1996 oleh penerbit Pustaka Pelajar. ada sang kakek yang mengarahkan apa yang dibaca cucunya itu. menjadikan tulisannya mengalir dan gagasannya tertuang rapi. Buku terakhir Fauzil berjudul Indahnya Pernikahan Dini (2002) dan Agar Cinta Bersemi Indah (2002). Setahun kemudian. Saat SMP. Keakrabannya dengan buku. Fauzil bahkan sudah tak mau lagi membaca majalah anak-anak. Buntutnya. Debut kepenulisan Fauzil yang lahir 29 Desember 1972 di Mojokerto. Majalah-majalah berita. Hingga kini Fauzil sudah menulis sekitar 20 judul buku. semisal Tempo dan Panji Masyarakat. muncul bukunya yang best seller berjudul Kupinang Engkau dengan Hamdalah. hampir semua tentang pendidikan anak dan keluarga. menjadi pilihannya. keduanya diterbitkan penerbit Gema Insani Press. hingga membuat Fauzil jadi keranjingan membaca. sudah bisa membuat cerpen. ia pun melahap kitab-kitab agama lain. Kegemaran atau kegilaan membaca pada masa kecil itulah. Sehingga Fauzil tak bingung dan terjerumus pada pikiran-pikiran yang ada pada bacaan ‘kelas beratnya’. misalnya buku-buku filsafat dan sejenisnya. Bacaannya saat itu adalah buku-buku yang terhitung berat untuk anak seusianya. Ketika kecil Fauzil diperkenalkan ibunya bacaan-bacaan menarik. Penulis muda yang populer sebagai “penulis spesialis pernikahan” ini adalah seorang pembaca buku yang kuat. Cerpennya pertama dimuat di Koran Surabaya Minggu dengan judul Melewati Kabut Cinta. Sebut saja Mohammad Fauzil Adhim sekadar sebagai contoh. Sastrawan kelahiran Tinggarjawya 34 .James Rompas yang akan dinikmati masyarakat. Contoh lainnya adalah Ahmad Thohari. Jawa Timur ini dimulai sejak SD kelas V. Buku pertama Fauzil terbit ketika ia masih kuliah di semester empat. pada usia sekolah dasar. rupanya yang kelak memberi manfaat terhadap proses menulisnya. by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. Judulnya Mengajar Anak Anda Mengenal Allah (1994) yang diterbitkan Mizan. Tak hanya itu. seperti Injil dan telaah-telaah kitab Wedha.

Islam Kultural Islam Politik Islam Radikal di Medan Laga Politik Indonesia (2000). Salah Asuhan. tahun 1998 Chaidar menelorkan buku berjudul Reformasi Prematur. Azab dan Sengsara. tahun 1969. Logika) karya Tan Malaka dan buku Das Kapital karya Karl Marx begitu lahap disantapnya. minat baca Chaidar semakin menggila. Di Bawah Lindungan Ka’bah. NU. Kebiasaan menulis itu dilanjutkan ke berbagai Koran daerah seperti harian Analisa. muncul buku-buku yang lain yang ia luncurkan tepat waktu. dan Waspada. Buku-buku seperti Madilog (Materialisme. dan lain sebagainya. dan lain-lain. ia sudah melahap buku-buku novel klasik Indonesia seperti: Belenggu. Ia juga suka membaca komik-komik wayang. Bukit Barisan. Contoh lainnya lagi adalah Al-Chaidar. USA. Bekisar Merah (1992) telah diterjemahkan dalam bahasa Jepang. tak urung itu membuatnya senang dan semakin aktif menulis. sejak kecil juga “gila” membaca. Karyakarya Thohari lainnya. Bukunya berjudul Wacana Ideologi Negara Islam. dan mantan Redaktur Amanah (1986-1993) ini juga melahirkan kumpulan cerpen semisal Senyum Karnyamin. Al-Chaidar sudah membuat album puisi sendiri. Sejak kecil Thohari sudah terbiasa membaca koran sebelum masuk Sekolah Dasar. Tak terpaut lama. Mas Mantri Menggugat. semua buku yang ditulis Chaidar disertai catatan kaki yang cukup 35 . Kegemaran Thohari membaca itulah yang kelak juga menjadi basic ia menjadi penulis (fiksi/novel) yang sukses. serta Kamus Dialek Banyumas-Indonesia. Kendati tulisannya hanya dimasukkan dalam rubrik “komentar dan kritik”. Bahkan ketika kelas II SMP. Harap diketahui. juga kumpulan kolom antara lain Berhala Kontemporer. Aceh. Karya lain Chaidar adalah Pengantar Politik Kartosoewiryo.James Rompas Kecamatan Jatilawang. Sayyed Hussein Nasr. Atheis. Di Kaki Bukit Cibalak (1979). Pertarungan Ideologis Partaipartai Islam dan Partai Sekuler muncul menjelang kampanye Mei 1999. Dialektika. Penulis buku yang cukup produktif ini. “Kegilaan” membaca itu pula kelak yang mengantarkan Chaidar dikenal sebagai penulis buku produktif. Federasi atau Disentegrasi (2000). Di antaranya. majalah dengan tulisan-tulisan berat yang dikenal sebagai standar prestise para intelektual Indonesia. Selain novel. Kubah (1981). Ketika SMP. Banyak buku yang telah lahir dari “tangan kreatif” Al-Chaidar. Chaidar yang kelahiran Lhokseumawe. Bahkan bukunya Pemilu 1999. 13 Juni 1942 ini juga dikenal suka membaca sejak kecil. Aceh Bersimbah Darah muncul setelah kasus DOM Aceh mulai terkuak. Sekarang. selain itu juga menulis banyak buku. Sejak SMP. Trilogi novelnya Ronggeng Dukuh Paruk (1982). 22 November 1969 itu sudah gemar membaca buku-buku berat seperti filsafat. Mas Mantri Menjenguk Tuhan. ICMI dan DI. Dan masih banyak karya Ahmad Thohari yang lain. tapi juga masyarakat Internasional. maupun Fazlurrahman. Chaidar sudah berani melempar tulisannya ke majalah Prisma. Ketika duduk di bangku SMP. Banyumas. peneliti di Lembaga Studi Pengkajian Etika dan Usaha (LSPEU) ini masih rajin menulis artikel di media massa nasional. dan Jantera Bianglala (1985) telah diterjemahkan dalam 5 bahasa dunia. Nama Ahmad Thohari sebagai penulis sastra saat ini tidak hanya dikenal masyarakat Indonesia saja. Lintang Kemukus Dinihari (1984). Layar Terkembang. Ketika duduk di bangku SMA. peserta International Writing Program Iowa. Di sekolah menengah pertama itu ia sudah lahap membaca buku-buku karya Ali Syari’ati.

rata-rata buku Chaidar mengalami cetak ulang 6 kali. Sebab. Edward Coffey. Tapi cukuplah tiga penulis di atas sebagai contoh. tapi baru lihat buku saja. Kelak. tradisi membaca lebih baik dibanding dengan hanya sekedar menonton dan mendengar. Bahkan buku Chaidar berjudul Pengantar Politik Kartosoewiryo dalam tempo singkat. Seorang peneliti dari Hanry Ford Health System bernama Dr. Banyak yang lebih memilih tradisi mendengar dan menonton. Survei membuktikan. Tapi ia harus dibangun dan dibiasakan. membuktikan bahwa hanya dengan membaca buku. apalagi yang tebal. membaca buku akan membuat seseorang tetap berpikir. C. sebagaimana dikutip Hernowo. Informasi yang diserap dari kerja membaca jauh lebih efektif dan mengendap ketimbang yang diperoleh dari mendengar dan menonton. sudah bete dulu. tidak ada masalah. Keinginan sih ada. Bagi yang sudah terbiasa membaca sejak kecil sih. Tidak. Padahal. yakni 2 minggu. Masih ada banyak contoh lagi yang bisa disebut di sini. Atau baru membaca dua atau tiga halaman buku. Demensia adalah nama penyakit yang merusak jaringan otak. manfaat lainnya. sulit sekali untuk punya tradisi membaca. seseorang akan terhindar dari penyakit demensia.James Rompas lengkap dari berbagai bahasa. Percayalah! by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. Bahkan malah akan membuat hidup Anda semakin bermakna. tak banyak orang yang memiliki tradisi membaca. Tapi. saatnya Anda mulai membangun tradisi membaca yang kuat dalam hidup Anda. tradisi membaca yang telah Anda bangun tak akan membuat Anda rugi. hanya lewat membaca bukulah kita mampu menumbuhkan saraf-saraf di kepala kita. dapat dipastikan akan mengalami kepikunan atau (dalam bahasa remaja disebut) “tulalit”. sim salabim aba kadabra langsung suka membaca. sudah ngantuk. Itu pun dikerjakan dengan memakan waktu rata-rata satu bulan. Dan. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (3) Mengatasi Keenganan Membaca Membangun tradisi membaca tidak seperti “main sulap”. betapa tradisi membaca yang kuat telah mengantarkan mereka menjadi penulis yang sukses. bagi yang tidak terbiasa membaca sejak kecil. Anda pengin menjadi penulis sukses? Bila Anda belum suka membaca. 36 . Menurut Zulkarnaen. Dalam bahasa Hernowo di bukunya Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza. editor buku-buku Chaidar. Apabila seseorang terserang demensia. gizi membaca buku melebihi ceramah atau hal-hal lain yang diperoleh dari telinga (mendengar) dan mata (melihat). sudah cetak ulang tiga kali. kendati Anda tak bisa menjadi penulis sukses pun.

Anda harus mengganti kacamata Anda dengan kacamata minus 3. Anda bersikukuh tak mau mengganti kacamata minus 2 Anda. Demikian jugalah yang terjadi dengan ruhani kita. Apabila Anda bertemu dengan buku ilmiah setebal 300 halaman. saya pasti ngantuk. Anda bisa bertanya kepada seseorang yang menganjurkan Anda untuk membaca sebuah buku (misalnya guru. Apa ya paradigma Anda berkaitan dengan membaca buku? Mungkin ini: “Wah. Buku sama saja dengan makanan. yaitu makanan untuk ruhani kita. daging ayam. Tubuh kita akan loyo dan sakit-sakitan. Lewat paradigma-baru membaca buku—dengan menganggap buku sebagai makanan—kita dapat memperlakukan buku laiknya makanan kesukaan kita. Dalam bukunya Andaikan Buku Sepotong Pizza ia mengungkapkan kiat-kiat itu. Nah. telur. Kedua. Apa itu paradigma ? Paradigma adalah kacamata. buku kadang memiliki gizi lebih dibandingkan ceramah. boring deh baca buku yang tebal-tebal itu. Lima tahun kemudian. Namun.” “Saya pilih nonton sinetron aja deh ketimbang baca buku. laiknya Anda memakan kacang goreng). Inilah akibat yang timbul karena Anda mempertahankan paradigma kacamata minus 2 Anda. Cari saja halamanhalaman yang menarik dan bermanfaat.James Rompas Menurut penelitian Coffey. Bayangkan apabila jasmani kita tidak diberi nasi. bacalah buku secara ngemil (sedikit demi sedikit.” Atau ini: “Setiap kali baca buku ilmiah. Mengubah Paradigma Membaca : Menganggap Buku Sebagai Makanan “Kunci” untuk membuka gembok keengganan membaca buku adalah paradigma. 1. Namun. Atau. Bayangkan Anda memiliki kacamata minus 2. Anda dapat mengenali lebih dahulu siapa pengarang buku tersebut. ingatlah bahwa tidak semua halaman buku itu harus dibaca. atau sahabat Anda). dan makanan bergizi tinggi lainnya. Apa yang terjadi ? Anda akan merasa pusing apabila melihat sesuatu. untuk memasuki dunia buku. kita perlu mengubah paradigma (atau kaca mata) dalam memandang buku. Anda dapat ngemil membaca pada pagi hari 37 . agar membaca buku tidak lantas membuat kita mengantuk. Baca buku bikin kepala cepat botak!” Itulah paradigma—atau kacamata yang Anda gunakan—dalam membaca buku. Paradigma adalah cara kita memandang sesuatu. Mintalah mereka untuk menunjukkan lebih dahulu hal-hal yang menarik yang ada di buku itu. Apa yang akan terjadi. cicipilah “kelezatan” sebuah buku sebelum membaca semua halaman. Pertama. Ketiga. Hal itu dibuktikan dengan meneliti struktur otak 320 orang berusia 66 tahun hingga 80 tahun yang tak terkena demensia. Lalu bagaimana mengatasi keengganan membaca? Hernowo yang kini menjabat General Manajer Editorial Penerbit Mizan mempunyai kiat-kiat jitu. pilihlah bukubuku yang memang kita sukai. sebagaimana Anda memilih makanan yang Anda gemari. pendidikan (salah satu pendidikan termudah adalah membaca buku) dapat menciptakan semacam lapisan penyangga yang melindungi dan mengganti-rugi perubahan otak. orangtua. Berikut ini intisari kiat-kiat itu. Buku adalah salah satu jenis “makanan ruhani” kita yang sangat bergizi. Mendengarkan pengajian dan ceramah adalah juga sebentuk “makanan ruhani”.

pada sore hari. Sehingga aktivitas membaca akan lebih langgeng dan bukan semata bertujuan karena Anda ingin menjadi seorang penulis buku. Cobalah sesekali membaca dengan menyuarakan apa yang Anda baca itu (dijaharkan). Meier menamai tip-tipnya ini “metode belajar gaya SAVI”. Gerakkan tangan. Dorongan ingin (menjadi) penulis buku. dan Tuhanmulah Yang Paling 38 . membaca secara Intelektual. Insya Allah. Nah. Ketiga. Untuk mempermudah Anda dalam membaca buku. Cobalah bayangkan saat Anda membaca sebuah konsep atau gagasan. membaca secara Auditori. membaca secara Somatis. Anda perlu jeda atau berhenti sejenak setelah membaca. Pertama. setelah membaca 5 atau 7 halaman. Keempat. cobalah Anda tidak hanya duduk. penguatan internalisasi akan pentingnya membaca dalam kehidupan harus dilakukan. Ini juga berkaitan dengan kemampuan luar biasa Anda. Gerakkan tubuh Anda saat membaca. gambarlah! Ini. Insya Allah. pada saat membaca. Akan lebih bagus apabila—saat merenung itu—Anda juga mencatat hal-hal penting yang Anda peroleh dari halaman-halaman sebuah buku. Berdiri atau berjalan-jalanlah saat membaca buku. Visual (gambar). menyajikan tip-tip menarik.James Rompas sebanyak 5 halaman. mari kita baca dan tafakkuri kembali wahyu pertama Surat Al-‘Alaq ayat 1-5 agar kita senantiasa mengingat bahwa aktivitas membaca adalah pesan penting pertama Al-Quran yang sudah selayaknya kita sambut untuk menjadi bagian dalam hidup kita. mengajak manusia kepada jalan yang lurus. juga akan mempercepat pemahaman Anda. Setelah itu. Dan renungkanlah manfaat yang Anda peroleh dari pembacaan Anda. Bacalah. insya Allah. Dave Maier dalam bukunya The Accelerated Learning Handbook. Kedua. membaca secara Visual. telinga Anda akan membantu mencernanya. Untuk itu. Lebih-lebih bila Anda menjumpai kalimatkalimat yang sulit dicerna. 2. Misalnya. Membaca dengan Gaya SAVI Apabila Anda sudah mengubah paradigma membaca buku Anda—bahwa membaca buku seperti memakan pizza—cobalah mulai membaca buku-buku ilmiah saat ini juga. sebagaimana petunjuk berikut. Agar hasilnya lebih bagus. kaki. baca kembali buku Anda. berhentilah sejenak. Nanti. dengan demikian. Itu pun harus diniati. dan kepala Anda. SAVI adalah singkatan dari Somatis (bersifat raga/tubuh). Ini berarti. dan Intelektual (merenungkan). Anda akan dimudahkan dalam menuangkan atau menceritakan kembali apa-apa yang Anda baca. Ini berkaitan dengan kemampuan dahsyat Anda yang bernama imajinasi atau kekuatan membayangkan. Auditori (bunyi). silahkan menggunakan gaya SAVI dalam membaca sebuah buku. Kalau perlu. Agar pembacaan Anda lebih bermakna. dan menghindarkan manusia dari jalan hidup yang sesat. tambah 10 halaman. hanya satu saja dari sekian dampak positif yang akan Anda dapatkan dengan tradisi membaca yang kuat. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. menulis bukunya untuk berdakwah: menyampaikan kebenaran. Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. Kiat-kiat di atas hanyalah beberapa petunjuk praktis yang diharapkan dapat membantu memotivasi Anda untuk tak lagi enggan membaca buku.

maka kita akan menjadi tahu peluang meraih penghasilan yang dapat kita tangkap dari kerja menulis buku. Masalahnya. rezeki kian manis” atau “kian laris buku. Masing-masing penerbit memiliki policy atau kebijakan masing-masing. kita menulis buku dengan jumlah halaman 50 lembar.. semakin terjual banyak (laris) buku yang kita tulis. Artinya. semakin terjual banyak (laris) buku yang kita tulis. Atau dalam bahasa yang lain “buku kian laris.per halaman. kian tebal saku”. penerbit menggunakan sistem royalty dalam menghargai karya seorang penulis buku.. Atau ada pula yang mematok 15 %. Selain memakai sistem royalty. Artinya. besar royalty itu 10 % dari harga jual eceran (bruto) per bukunya. penerbit menggunakan sistem royalty dalam menghargai karya seorang penulis buku. Kunci dari meraup penghasilan dengan menulis buku adalah pada semakin larisnya buku yang kita tulis. kian tebal saku”. Sistem ini memang cenderung tidak adil.000. umumnya. Namun. besar royalty itu 10 % dari harga jual eceran (bruto) per bukunya.” (QS. Besar royalty itu bervariasi atau berbeda antara penerbit satu dengan penerbit yang lainnya. umumnya. maka rezeki (penghasilan) yang akan kita dapatkan juga akan semakin tebal atau banyak. Lalu. Taruhlah sekedar contoh. 39 . tapi dihitung dari harga bersih (netto) per bukunya. amat jarang sistem ini digunakan oleh penerbit. Lalu. Namun. tapi dihitung dari harga bersih (netto) per bukunya. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.James Rompas Pemurah. Atau ada pula yang mematok 15 %. Namun. Dari gambaran singkat sistem “penghargaan” terhadap sebuah karya buku di atas.000. maka rezeki (penghasilan) yang akan kita dapatkan juga akan semakin tebal atau banyak. Atau dalam bahasa yang lain “buku kian laris. bagaimana sebuah penerbit menghargai karya seorang penulis ? Umumnya.*** by Badiatul Muchlisin Asti Buku Laris Rezeki Manis Kunci dari meraup penghasilan dengan menulis buku adalah pada semakin larisnya buku yang kita tulis. maka sang penulis buku itu tidak dapat menikmati kesuksesan itu. sehingga jarang digunakan. rezeki kian manis” atau “kian laris buku.sampai Rp 10. Besar royalty itu bervariasi atau berbeda antara penerbit satu dengan penerbit yang lainnya. jika buku itu meledak (laris) di pasaran. bagaimana sebuah penerbit menghargai karya seorang penulis ? Umumnya. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Masing-masing penerbit memiliki policy atau kebijakan masing-masing. Al-‘Alaq: 1-5). Besar angka yang dipatok untuk sitem jual putus ini umumnya berkisar Rp 7. beberapa penerbit juga ada yang menerapkan sistem jual putus (flat).

. Padahal. Menurut Sofia Mansoor dan Niksolim (1993). 3. kita paling tidak akan bisa mengontangi uang lebih besar lagi. tidak akan ada penerbitan. tulisan sejumlah 50 halaman dapat kita selesaikan dalam jangka waktu 5-7 hari (1 minggu) atau paling lama 1 bulan dengan tanpa meninggalkan pekerjaan utama kita. Tapi bila per halaman tulisan kita dihargai Rp 10. misalnya menjadi guru atau dosen. kiriman penulis. peluang membuka pintu rezeki dengan menulis buku memang bukan hal yang aneh atau mustahil.-. di antaranya kreativitas penerbit dengan menyusun langsung buku-buku tertentu. bila kita biasa menulis. harga eceran per buku Rp 10. orang tua. mahasiswa (jurusan apa. Itu bila per halaman tulisan kita dihargai Rp 7. kita akan mendapatkan paling tidak uang senilai Rp 375. yang terbaik nanti diterbitkan. kaum ibu.000 [sepuluh ribu rupiah]. akan semakin memiliki peluang lebih besar lagi jumlah penghasilan yang akan kita peroleh.James Rompas Dengan sistem beli putus.000. Sebuah penerbitan akan rugi besar jika buku yang diterbitkan ternyata tidak laku di pasaran. Bila setelah dicetak menjadi buku. atau jika mungkin penerbit mengadakan sayembara mengarang/menulis buku.000. yakni Rp 500.500. Tinggal dikalikan dengan jumlah penjualan. Pada masa kini. Walau demikian tidak sembarang naskah akan diterbitkan. Semakin laris buku kita—apalagi kalau sampai dicetak ulang berkali-kali karena saking larisnya—maka akan semakin besar jumlah uang yang akan kita terima. akan mendapat Rp 1. Naskah buku bisa didapatkan dengan berbagai cara. hasil kajian ilmiah pakar tertentu. dewasa. Misalnya. anak-anak.-. Hal ini baik menyangkut bisnis maupun idealisme. tingkat berapa). untuk menerbitkan sebuah buku sebuah penerbitan harus bisa memenuhi kriteria berikut ini: 1.(tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah).000. buku pelajaran mudah diperkirakan jumlah pembacanya karena yang menggunakannya pelajar pada jenjang pendidikan 40 .. tidak melulu bisnis.000 [seribu rupiah] per eksemplar buku. Dan semakin produktif kita. maka royalti kita bila dihitung 10 persen. By Badiatul Muchlisin Asti Ciri-ciri Naskah Buku yang Berkualitas Naskah buku adalah tulang punggung penerbit. dalam arti semakin banyak buku yang kita tulis dan diterbitkan. semuanya harus memenuhi persyaratan. Tanpa sebuah naskah. Bila menggunakan sistem royalti akan semakin berpeluang untuk meraup keuntungan lebih besar lagi. Jumlah Pembaca Berapa kira-kira ukuran pasar? Hal ini tidak mudah dijawab. tetapi untuk buku tertentu jawabannya mudah.(lima ratus ribu rupiah). Begitu pula seorang penerbit harus mempunyai tanggung jawab moral untuk mencerdaskan masyarakat. Sasaran pembaca Siapakah pembaca buku ini: umum. Keperluan Apakah buku ini memang diperlukan masyarakat? Mengapa? 2.

Memastikan kategori sebuah penerbitan. Buku yang laku. universitas misalnya. Saingan Apakah ada buku lain yang menjadi saingan buku tersebut? Sebutkan judulnya. Apa kelemahan dan kelebihan naskah buku ini dibanding saingannya? 6.James Rompas tertentu. Apalah artinya naskah bagus jika hanya untuk koleksi pribadi. apakah bahasa pengarang mudah dipahami. Isi Naskah Apakah isi naskah tidak menyinggung SARA (suku. sesuai dengan tingkat pembaca? 5. SLTP dan SMU). 8. berikutnya dikirim ke penerbit. buku perguruan tinggi. buku agama. apakah ilustrasi mendukung uraian? 7. buku agama. yaitu penerbit buku anakanak. Penerbit buku ada beberapa kategori. buku pelajaran (SD. dapat Anda lihat dari katalog bukunya. Seorang penulis yang mampu menyelami nurani massa. Penyajian Apakah isi ditulis dengan susunan tertib. Kemutakhiran Apakah isi buku ini tidak ketinggalan zaman? Jawabannya dapat diperolah dengan mengamati daftar pustaka yang diacu pengarang. Dari sudut ekonomi. hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Dalam pengiriman naskah. sekolah. 4. Hak cipta Apakah penelaah mengenali ada bagian yang dikutip dari buku lain? Penerbit harus waspada agar jangan sampai penerbit dituntut karena menerbitkan buku jiplakan. baik penerbit maupun penulis. jelas akan diuntungkan dengan buku best seller (laris di pasaran). Menentukan penerbit yang tepat Setelah naskah itu sempurna. dan antar golongan/adat istiadat). tidak menentang ideologi negara. ras. tapi juga disukai khalayak pembaca. 9. akan menguntungkan dari segi dakwah. Naskah Anda harus dikirim ke penerbit yang sesuai dengan jenis buku Anda. By Abu Al-Ghifari Strategi Mengirim Naskah Buku Ke Penerbit Apa yang dilakukan setelah naskah rampung dibuat? tentu saja mengirimkannya ke penerbit buku. 41 . Kelayakan terbit Apakah buku tersebut layak diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan? Sejumlah penerbit hanya menerbitkan buku-buku tertentu. dan penerbit buku umum. Dalam hal ini jangan salah mengirim naskah. akan mampu menulis buku yang bukan hanya berkwalitas. agama. semakin banyak pembaca berarti dakwah semakin tersebar luas.

do’a-do’a. Namun sebelum naskah itu dikirim. Papyrus adalah tumbuhan sejenis alang-alang yang banyak tumbuh di tepi Sungai Nil. lahirlah apa yang disebut sebagai buku kuno. pengalaman menulis. Pengiriman Naskah Naskah yang sudah siap termasuk sudah dilengkapi kelengkapan di atas. segera kirimkan ke penerbit yang Anda maksud. Semuanya dihafal.James Rompas b. terpikirlah untuk menuangkannya dalam tulisan. Penyampaian informasi. Maka. langkah berikutnya mengirimkan naskah ke penerbit tersebut. Untuk itu jangan lupa menyertakan sonopsis ini. Surat pengantar adalah etika yang harus disertakan yang berfungsi sebagai prolog kerjasama antara penerbit dan penulis. Format surat pengantar ini terserah penulis. By Abu Al-Ghifari Mengenal Sejarah Buku 1 . Tulisan hieroglif yang diperkenalkan bangsa Mesir Kuno bentuk hurufnya berupa gambar-gambar. c. cerita-cerita. yang penting berisi pengajuan naskah. terutama yang baru pertama kali mengajukan naskah ke penerbit itu. Karenanya. Buku kuno ketika itu. nyanyian. Mereka menuliskannya di batu-batu atau pun di kertas papyrus. pekerjaan. termasuk ide penulisan buku yang diajukan. lengkapi dulu dengan berbagai kelengkapan berikut ini: 1) surat pengantar Penyertaan surat pengantar penting. belum berupa tulisan yang tercetak di atas kertas modern seperti sekarang ini. Saking banyaknya. sekalipun Anda penulis ternama. Kertas papyrus bertulisan dan berbentuk gulungan ini yang disebut sebagi bentuk awal buku atau buku kuno. maupun syair. Sejarah Perkembangan Buku Pada zaman kuno. hafalan merupakan ciri yang menandai tradisi ini. 42 . kian banyak saja hal-hal yang musti dihafal. 2) menyertakan identitas diri Identitas yang dimaksud menyangkut latar belakang pendidikan. melainkan tulisan-tulisan di atas keping-keping batu (prasasti) atau juga di atas kertas yang terbuat dari daun papyrus. tradisi komunikasi masih mengandalkan lisan. sehingga akhirnya mereka kuwalahan alias tidak mampu menghafalkannya lagi. Biasanya diperhatikan dulu sinopsis atau ringkasan dari buku yang Anda tulis. disampaikan secara lisan dari mulut ke mulut. Pengiriman naskah dapat diantar langsung atau via pos/kurir. 3) sinopsis naskah Editor sebuah penerbitan biasanya tidak langsung membaca naskah buku Anda. Hingga. Mesir merupakan bangsa yang pertama mengenal tulisan yang disebut hieroglif. karya-karya yang pernah diterbitkan (jika ada). Kian hari. Menyertakan kelengkapan pengajuan Setelah menentukan penerbit yang cocok untuk buku Anda.

orang-orang Timur Tengah menggunakan kulit domba yang disamak dan dibentangkan. Ts’ai Lun berkebangsaan Cina. Maka. pada awal abad pertengahan. mesin Gutenberg mampu menggandakan cetakan dengan cepat dan jumlah yang banyak. Gutenberg juga melengkapi ciptaannya dengan mesin cetak. Bentuknya seperti lipatan-lipatan kain korden. Perkamen lebih kuat dan lebih mudah dipotong dan dibuat berlipat-lipat sehingga lebih mudah digunakan. juga dikenal dengan buku kuno. Buku kuno itu ditulis di atas daun lontar. Penemuan Ts’ai Lun telah mengantarkan bangsa Cina mengalami kemajuan. Pencipta kertas yang memicu lahirnya era baru dunia perbukuan itu bernama Ts’ai Lun. gulungan papyrus ada yang dipotong-potong. Kelebihannya. Sehingga. pada zaman dahulu. Di Cina dan Jepang. Huruf-huruf itu bisa dibentuk menjadi kata atau kalimat.5 meter. Kesulitan menggunakan gulungan papyrus. Lembar ini disebut pergamenum yang kemudian disebut perkamen. Gutenberg menemukan cara pencetakan buku dengan huruf-huruf logam yang terpisah. Di Indonesia sendiri. perubahan bentuk buku gulungan menjadi buku berlipat yang diapit sampul berlangsung lebih cepat dan lebih sederhana. Cina menjadi pengekspor kertas satu-satunya di dunia. Perkembangan perbukuan mengalami perubahan signifikan dengan diciptakannya kertas yang sampai sekarang masih digunakan sebagai bahan baku penerbitan buku. Papyrus terpanjang terdapat di British Museum di London yang mencapai 40. Penemu mesin cetak itu berkebangsaan Jerman bernama Johanes Gensleich Zur Laden Zum Gutenberg. pada abad kedua. di kemudian hari mengantarkan perkembangan bentuk buku mengalami perubahan. gulungan papyrus digantikan oleh lembaran kulit domba terlipat yang dilindungi oleh kulit kayu yang keras yang dinamakan codex. Hal ini sungguh merepotkan orang yang menulis maupun yang membacanya. Awalnya yang banyak diterbitkan adalah kitab suci. penemuan mesin cetak pertama kali merupakan tahap perkembangan selanjutnya yang signifikan dari dunia perbukuan. Perkembangan selanjutnya. Perubahan itu selaras dengan fitrah manusia yang menginginkan kemudahan. Gutenberg telah berhasil mengatasi kesulitan pembuatan buku yang dibuat dengan ditulis tangan. Namun. Selain itu. seperti Al-Qur’an yang dibuat dengan ditulis tangan. 43 . Karena itu. Buku-buku kuno itu semuanya ditulis tangan. Dengan akalnya.James Rompas Selain Mesir. Daun lontar yang sudah ditulisi itu lalu dijilid hingga membentuk sebuah buku. artinya kertas kulit. Panjang gulungan papyrus itu kadang-kadang mencapai puluhan meter. Sebagai tindak lanjut penemuan kertas. bangsa Romawi juga memanfaatkan papyrus untuk membuat tulisan. tetap saja untuk menyelesaikan satu buah buku diperlukan waktu agak lama karena mesinnya kecil dan jumlah huruf yang digunakan terbatas. Inilah bentuk awal dari buku yang berjilid. manusia terus berpikir untuk mengadakan peningkatan dalam peradaban kehidupannya. Hidup sekitar tahun 105 Masehi pada zaman Kekaisaran Ho Ti di daratan Cina.

Diikuti pula penemuan mesin penjilidan. Memang. betapa penerbit-penerbit buku saat ini semakin banyak saja jumlahnya. Tak mengherankan bila sekarang ini kita dapati berbagai buku terbit silih berganti dengan penampilan yang semakin menarik. Semua penemuan menakjubkan itu telah menjadikan buku-buku sekarang ini mudah dicetak dengan sangat cepat. baik dari penerbit besar yang sudah mapan dan lebih dulu eksis. di negara kita Indonesia.James Rompas Gutenberg memulai pembuatan mesin cetak pada abad ke-15. sungguh mengherankan bahwa sebuah judul buku yang laku beberapa ribu saja sudah terasa menyenangkan dan dianggap bestseller. Sebab tidak semua penerbit bergabung dengan lembaga ini. bukan sebaliknya. serta hasil cetakan dan desain yang sangat bagus pula. Tidak juga di Ikatan Penerbit Indonesia [IKAPI]. scanner (alat pengkopi gambar. kondisi ekonomi masih gonjang-ganjing. Menulis buku-buku bernuansa dakwah adalah pilihan yang sudah selayaknya untuk dilakukan. kondisi di atas akan dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah. Tengoklah. Animo masyarakat pun terhadap buku nampak juga mengalami peningkatan. berderet-deret bahkan bertumpuk-tumpuk buku-buku baru terbit silih berganti bak musim semi dengan beragam judul dan beraneka desain sampul yang menawan dari berbagai penerbit. mesin pemotong kertas. ilustrasi. kendati sedang diterpa krisis. dijilid dengan sangat bagus. Banyak sekali jumlahnya. Buku di Era Modern Di era modern sekarang ini perkembangan teknologi semakin canggih. 2. tapi penerbit-penerbit buku malahan bermunculan. Mesin-mesin offset raksasa yang mampu mencetak ratusan ribu eksemplar buku dalam waktu singkat telah dibuat. kita akan dapat segera menyimpulkan. maupun dari penerbit kecil yang baru merintis dan masih kembang-kempis. Namun. Bahkan sampai sekarang ini pun. Teknik cetak yang ditemukan Gutenberg bertahan hingga abad ke-20 sebelum akhirnya ditemukan teknik cetak yang lebih sempurna. Bagi seorang muslim da’i yang memiliki komitmen dengan dakwah. kondisi ini tentu jauh lebih baik bila dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. sebab tak tersedia data yang dapat dipertanggungjawabkan. dibanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang nyaris 200 juta orang. di toko-toko buku yang ada di berbagai kota di negeri ini. Agar buku benarbenar menjelma fungsinya sebagai pencerdas dan pencerah umat. hingga tak terhitung. Akan tetapi. dari pengamatan sekilas saja. By Badiatul Muchlisin Astii 44 . yang ditemukan pada pertengahan abad ke-20. Hal itu diikuti pula dengan penemuan mesin komputer sehingga memudahkan untuk setting (menyusun huruf) dan lay out (tata letak halaman). atau teks yang bekerja dengan sinar laser hingga bisa diolah melalui computer). Ini nampak dari banyaknya buku-buku bestseller yang laris manis diserbu masyarakat. yakni pencetakan offset. dan juga printer laser (alat pencetak yang menggunakan sumber sinar laser untuk menulis pada kertas yang kemudian di taburi serbuk tinta). maka akan kita jumpai.

2. etika profesi wartawan. tanpa banyak coretan. Belum mapannya etika profesi penulis ini disebabkan masih merupakan profesi baru dan belum berkembang sebagaimana profesi lainnya di Indonesia. Tidak melanggar hak cipta orang lain. penyebutan pekerjaan. sopir. semuanya ada aturan main baik secara tertulis maupun tidak. mengutip tanpa disebutkan sumbernya. 6. tetapi masih merupakan konvensi atau aturan tak tertulis di masing-masing media. Tidak mengirim tulisan yang sama kepada media yang lain. Kecuali telah mempunyai kesepakatan dengan pihak yang terkait. status jabatan dan sebagainya. Dengan adanya itikad baik itu diharapkan masyarakat dapat menggunakan etika tersebut sebagai acuan dalam setiap perbuatan yang dilakukan berkaitan dengan pekerjaan dan profesinya itu. Keberadaan suatu etika pada umumnya didasarkan pada itikad baik untuk kebaikan bersama. Aturan main adalah dunia kepenulisan ini secara garis besar dapat disebutkan sebagai berikut: 1. Mengirim tulisan dengan ketikan rapi. dan masih banyak lagi. Isi tulisan tidak menyinggung kebersamaan dalam kerukunan sesama warga negara dan warga masyarakat secara keseluruhan. ras. Hal tersebut berakibat kurang dihargainya kredibilitas seseorang yang melanggar etika itu. penyebutan alamat tempat tinggal. Akan tetapi etika profesi penulis ini belum baku sebagaimana etika profesi yang telah mapan lainnya. Menggunakan bahasa yang baik dan benar. 3. Profesi sebagai penulis juga mempunyai etika. ia dianggap menyimpang dan tidak loyal lagi pada profesinya. masinis. guru. Seperti menjiplak. Perlu diketahui bahwa sebenarnya hal ini belum diundangkan secara baku. karyawan pabrik. Konsekuensi jika penulis 45 . Sebab jika seseorang melanggar etika profesi yang telah menjadi kesepakatan bersama. Seperti etika profesi dokter. Ketidakjujuran seorang penulis akan merugikan dirinya sendiri. dan antargolongan). 5. dan hal-hal semacam itu. dapat diartikan sebagai sebuah usaha untuk menghargai dan loyal terhadap profesi yang ditekuni seseorang. Profesi dokter punya etika. Materi dan gagasan penulisan hendaknya tidak bertentangan dengan UndangUndang Dasar 1945. 7. Pancasila dan peraturan yang berlaku lainnya. etika profesi guru dan sebagainya. 4. Mentaati etika dari sebuah profesi. Misalnya berkaitan dengan penyebutan identitas diri.James Rompas Etika Menulis Di dunia ini hampir tidak ada suatu pekerjaan pun yang dilakukan tanpa etika. seperti misalnya masalah SARA (suku. agama. Seorang penulis hendaknya bersikap jujur dalam segala hal yang berkaitan dengan materi kepenulisannya.

Selera redaktur sangat menentukan. Lantas apa saja langkah-langkahnya? Pertama. By Abu Al-Ghifari Jika Naskah Ditolak Kembali kita kuatkan keyakinan naskah ditolak bukanlah akhir segalanya. Dengan segala keobyektifan dan kesubyektifan menjadi kata kunci. Belum tentu ide yang terkandung dalam tulisan tersebut bisa ketemu di lain waktu. atau memiliki ensiklopedi. maka tulisantulisannya tidak akan dimuat pada media tersebut dalam jangka waktu tertentu. Kiai yang pakar komunikasi itu jika membuat tulisan kaya dengan berbagai tinjauan. media massa terbitan baru. psikologi. tapi tidak sebatas menggunakan dalil naqli (Al-Qur’an. meniru adalah awal dari sebuah seni. internet. di sana-sini nggak nyambung. As-Sunnah) saja. Seolah-olah berani diuji dengan rekan lainnya. Karenanya. Yang demikian itu hanyalah proses rute yang harus dilalui sebelum berhasil adalah kenyataan wajib yang mesti dialami. tabloid atau majalah masing-masing punya karakter tersendiri. Artinya jika seseorang telah terkena daftar hitam ini pada media tertentu. Sering kali kita menganggap saat merampungkan naskah. bandingkan dengan tulisan-tulisan lain yang dimuat. Ketiga. Saat tahu kondisi tersebut. ia menulis tentang “istiqomah”. Misal. Menambah banyak warna pasti makin meriah. Percayalah ide itu amat mahal. biasanya ia akan dikenakan sanksi yang biasa disebut black list atau daftar hitam. logika. Namun selang beberapa waktu (bisa jadi hitungan tahun) kok lucu. terasa sudah sempurna. Simak tulisan Jalaluddin Rakhmat. Sangatlah penting untuk membaca. info terkini. Masih ada teori atau gaya lain. Kata Aristoteles. jangan sampai dibuang. Tidak terdapat kekurangan. dan bahan-bahan (buku) rujukan yang biasanya dijadikan sumber utama (standar). dokumentasikan naskah-naskah itu. Koran. Memang penulis pemula sangat meniru gaya idola penulis pujaanya. info terkini dan bahan-bahan (buku) rujukan yang biasa dijadikan sumber utama (standar). ide bagus tidak bisa dibandingkan dengan rupiah. budaya dan data-data teranyar. Keempat. inilah kesempatan untuk memperbaikinya. Cuma jangan terpaku. Dari sudut falsafah. mencatat atau memiliki ensiklopedia. Pada urutan kelima ini bukan berarti meniadakan teori-teori yang sudah ada. Teori menulis yang sudah dipelajari tetap kita pertahankan. melengkapi sumber tulisan. mencatat. Beliau mengurai dengan pendekatan sejarah. Bila tulisan yang kita kirim sama “nafasnya”. besar peluang untuk diterima. di luar negeri terdapat teori bernama teori lingkaran. Kelima. Untuk mendapatkan ide terkadang para penulis membayar mahal karena harus pergi ke tempat tertentu. mempelajari tulisan yang dimuat itu penting. Sangatlah penting untuk membaca. Kedua. memperbaiki naskah. membebaskan tulisan dari teori baku. 46 .James Rompas ketahuan menulis dengan tulisan yang sama di media berbeda.

Gola Gong. biasanya dari umum ke khusus. Kita mendapatkan berbagai pengalaman dan ilmu yang menguatkan “ruh” semangat kepenulisan. kita boleh memasukinya dari garis mana saja. rutin menulis lagi. Berikut ringkasan materinya. Keterkaitan dengan unsur emosi ini bisa membuat tulisan lebih segar dan renyah. tapi bukan berarti tidak bisa sama sekali. By Lilis Nihwan BANDUNG. Hasilnya menakjubkan. Psi. Menulis kembali dan kembalilah menulis. Ismail mengagumi rekannya seorang cerpenis belia aktivis Forum Lingkar Pena (FLP). Pasti ada dan menerima kesempatan unuk kita. Marketing Manager Sagung Seto Jakarta H. Tidak ada alasan untuk berhenti menulis. banyak cara untuk menulis. Penolakan naskah itu persyaratan wajib bagi siapa saja yang ingin sukses menulis. kawan kita ini (masih SMU) sudah menulis empat buku. Hal pertama yang harus Anda pahami ketika memulai karier sebagai penulis buku menurut Miyoto adalah dengan menetapkan segmentasi pasar. Anda dapat menentukan siapa dan seberapa besar target pembaca Anda. Lumayan. Untuk menuju ke titik tengah lingkaran. itb. Lalu. Sederhananya. jangan lewatkan tulisan yang satu ini. Nurcholis Madjid. sudah belasan media yang mempublikasikan. Cuma karena belum dimuat.Jika Anda senang menulis dan berniat menjadi seorang penulis buku. saya bersyukur semangat dan kreativitas tulis menulis masih terpelihara. Langkah ini sangat membantu. Ia menulis setiap dini hari usai shalat malam sampai menjelang waktu shubuh. memaparkan 7 kiat menjadi penulis buku pada seminar "Kiat Sukses Menjadi Penulis Buku" yang diadakan oleh Perpustakaan Pusat ITB bersama Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YYPI) pada Rabu (17/02/2010).ac. “Waktu saya tersita. kita dapat memulai dari khusus ke umum.id. S.James Rompas Belakangan antara lain dikenalkan oleh DR. Kuntowijoyo dan sejumlah penullis kawakan yang berdomisili di Bandung. Dengan menetapkan segmentasi. Saya pernah mengunjungi tempat aktivitas dan bertemu dengan sosok penulis bergengsi negeri ini. Para penulis sukses di tengah kesibukannya menyediakan waktu khusus unutk menulis. Ketujuh. besoklah saya akan memulai”. Dan teramat yakin bilangan angka terus menanjak. Dedi Supriadi. Sudah menjadi alasan klasik untuk menyembunyikan diri dari ketidakberdayaan dalam olah tulis menulis. Amin Rais. Miyoto. Meski ratusan naskah saya ditolak. Keenam. 47 . betapa sering kita mendengar kata-kata itu. Setelah menetapkan segmentasi pasar hal kedua yang perlu Anda lakukan adalah menentukan kebutuhan buku. adakah silaturahmi dengan para penulis yang jadi atau milih profesi menulis sebagai pilihan mencari nafkah. Contoh. Alhamdullillah. Selamat menulis. Padahal mulanya menggebu-gebu sesemangat 45. segeralah menulis judul. dari beliau-beliau saya memperoleh tambahan tenaga berlipat-lipat. antara lain: Emha Ainun Nadjib. Ada yang sehari menulis 3 – 4 jam sehari. Benar. Banyak yang menyangka orang tenar sulit dihubungi.Yus R.

Kepentingan apa di balik dorongan untuk menulis? Menulis dapat meningkatkan kredit point (bagi pengajar)." saran dia. Kegiatan pemasaran merupakan ujung tombak dari hasil penerbitan buku. sedangkan Penerbit memandang Penulis sebagai aset penting perusahaan yang menyebabkan proses penerbitan tetap berlangsung. Beberapa cara mempromosikan buku adalah dengan menjadi pemateri dalam seminar-seminar. Royalti untuk pengarang pun bisa mencapai kisaran 8% -10% dari Harga Eceran Tertinggi (HET). penerbit Gramedia sepertinya lebih tepat. Untuk bidang kedokteran misalnya. "Di samping jumlah cetak.red). adalah memilih penerbit. penulis juga perlu mengetahui kemampuan baca dan daya beli mahasiswa (pembaca. papar Miyoto. "Pilihlah penerbit yang sesuai. Ia mengatakan promosi dapat dilakukan bahkan sebelum buku tersebut diterbitkan. Ia juga menegaskan agar pembajakan terhadap buku dihentikan. Kiat berikutnya. Hal ini berguna untuk memperkokoh ancangan untuk menerbitkan buku. kata Miyoto." kata dia. Tidak hanya 7 kiat sukses menjadi penulis buku yang dipaparkan oleh Miyoto pada seminar ini. "Judul tersebut masih bersifat sementara karena bisa diubah sesuai dengan kebutuhan. "Kita semestinya menghargai jerih payah penulis buku. Penerbit akan sangat tertarik jika bisa diterbitkan pada jumlah cetak minimum 3000 eksemplar. PROSEDURE PENULISAN PENERBIT ANDI YOGYAKARTA Hubungan Antara Penulis dan Penerbit Penulis dengan Penerbit memiliki kedudukan setara. "Menghasilkan sebuah buku sebenarnya bukanlah pekerjaan yang gampang. menulis artikel di jurnal ilmiah. dan pemenuhan finansial. ke toko buku. Atau untuk karya fiksi.James Rompas "Pilihlah bidang disiplin yang sesuai dengan bidang keahlian . Anda bisa memilih penerbit Sagung Seto. Kiat terakhir dari Miyoto adalah pemasaran. Hal yang tak kalah penting lainnya adalah promosi." seperti yang tertulis dalam seminar kit darinya. menetapkan besaran pasar dan daya beli. 48 ." pesan Miyoto. Pasaran dihitung untuk memperkirakan taksiran jumlah cetak karena jumlah cetak yang keliru akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari." aku dia. atau mengunjungi perpustakaan nasional. Hal tersebut yang memotivasi penulis untuk menghasilkan suatu karya yang berkualitas. secara umum Penulis memandang Penerbit bertindak sebagai intermediary karya-karya yang akan disampaikan kepada masyarakat. Langkah berikutnya. Apa kelebihan Penerbit ANDI dibanding penerbit lain? · Buku ANDI telah memiliki Brand Name tersendiri di hati masyarakat. lakukan survei pasar dengan melihat katalog dari penerbit. dan membuat selebaran." Kemudian. Ia mengatakan bahwa saat ini penerbit mulai menjurus pada bidang disiplin ilmu tertentu. meningkatkan kredibilitas.

James Rompas

· Memiliki jaringan distribusi yang luas. · Memiliki mesin cetak sendiri sehingga hasil, kecepatan, dan kualitas dapat diatur dengan baik. · Memiliki sistem royalti yang jelas, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan sinergi kerja sama antara Penulis dengan Penerbit akan diperoleh hasil berupa penerimaan masyarakat terhadap buku terbitan ANDI. Bentuk Royalti Penerbit ANDI Penerbit ANDI memberikan royalti sebagai berikut: Besar royalti standar adalah 10%, dengan perhitungan: 10% x harga jual x oplah (potong pajak) Mengingat Penerbit ANDI memiliki bentuk kerja sama yang beragam pada saluran distribusi pemasaran, maka perhitungan royalti adalah berdasarkan buku yang benar-benar telah terbayar lunas, dengan demikian buku yang sifatnya konsinyasi atau kredit belum dianggap sebagai buku laku. Dalam hal ini Penerbit ANDI akan selalu menjaga kejujuran dan kepercayaan bagi semua relasinya, ini semua karena nama baik sangat penting bagi Penerbit ANDI. Bentuk Kerja Sama Penerbitan Bentuk kerja sama penerbitan yang ditawarkan Penerbit ANDI mencakup: Kerja sama Penerbit dengan Penulis; yaitu kerja sama antara Penerbit dengan Penulis secara individu untuk menerbitkan sebuah buku. Kerja Sama Penerbit dengan Kelompok Penulis; yaitu kerja sama antara Penerbit dengan beberapa Penulis sekaligus untuk menerbitkan sebuah buku. Dalam kerja sama ini, Penulis wajib menunjuk satu orang dengan pemberian surat kuasa, untuk bertanggung jawab terhadap segala urusan administratif maupun non administratif yang berkaitan dengan penerbitan. Kerja sama Penerbit dengan Lembaga; yaitu kerja sama antar Penerbit dengan sekelompok Penulis yang telah dikoordinasi oleh Lembaga/Institusi untuk menerbitkan sebuah buku. Dalam hal ini Penerbit hanya berhubungan dengan Lembaga/Institusi yang telah diberi kepercayaan oleh Penulis. Kerja sama Umum Kerja sama cetak. Penerbit hanya membantu dalam jasa percetakannya, seperti buku jurnal ilmiah dan ebagainya. Kerja sama cetak dan penerbitan, Penerbit bekerja sama dengan Perorangan/Lembaga untuk menerbitkan sebuah buku dengan tanggungan biaya penerbitan bersama. Prosedur Penerbitan Buku Materi yang Harus Dikirim Penulis harus mengirimkan ke Penerbit naskah final, bukan outline ataupun draft, yang disertai: . Kata Pengantar · Daftar Isi · Daftar Gambar · Daftar Tabel · Daftar Lampiran · Isi · Daftar Pustaka · Indeks · Abstrak (sinopsis)
49

James Rompas

. Penjelasan perihal: pasar sasaran yang dituju, prospek pasar, manfaat buku ybs. . Profil penulis, memberi keterangan singkat tentang penulis. Penilaian Naskah Penerbit menilai naskah dari berbagai aspek: Aspek Ideologis Apakah topik bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila, apakah topiknya akan meresahkan kondisi masyarakat seperti: politik, hankam, sara, sopan santun, harga diri, dll. Aspek Keilmuan : § Apakah topik yang dibahas merupakan topik baru bagi masyarakat, dan apakah masyarakat sudah siap menerima topik tersebut? § Apakah naskah tersebut gagasan asli atau jiplakan? § Terkait dengan akurasi data maka diperlukan sumber daftar pustaka yang lengkap. Aspek Penyajian: § Apakah sistematika kerangka pemikiran baik sehingga alur logika pemaparan mudah dipahami? § Bahasa yang digunakan apakah komunikatif sesuai dengan jenis naskah dan sasaran pembaca? § Apakah cara penulisannya sudah benar, yaitu menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baku? § Kelengkapan naskah secara fisik seperti kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, batang tubuh, daftar gambar, tabel, lampiran, index, daftar pustaka, sinposis, apakah sudah lengkap? § Pengetikan menggunakan media dan alat apa, apakah tulis tangan, diketik manual, ketik komputer menggunakan software tertentu? § Mutu gambar, tabel dan objek lain yang dipasang (capture) apakah layak atau masih harus diperbaiki lagi? § Apakah urusan perizinan penggunaan gambar tertentu, izin terjemahan, izin pengutipan dll. sudah diselesaikan? Aspek Pemasaran: § Apakah tema naskah mempunyai pangsa pasar jelas dan luas sehingga buku akan dapat dan mudah diterima pasar? § Apakah naskah memiliki selling point atau potensi jual tertentu, seperti judul, keindahan, bahasa, kasus aktual, dsb? § Apakah ada buku sejenis yang beredar dan telah diterbitkan? Apa kelebihan naskah tersebut dibandingkan dengan buku lain? Aspek Reputasi Penulis: § Apakah penulis adalah tokoh, praktisi, dosen yang sangat diakui kepakarannya oleh masyarakat luas? § Apakah buku-buku yang pernah diterbitkan mempunyai catatan keilmuan dan pemasaran yang baik? Keputusan Menerima/Menolak Naskah Untuk Apa dan Mengapa Penerbit Harus Menilai Naskah? Penerbit adalah suatu badan usaha yang bercita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk tujuan tersebut Penerbit mengusahakan, menyediakan, dan menyebarluaskan bagi khalayak umum, pengetahuan dan
50

James Rompas

pengalaman hasil karya ilmiah para Penulis dalam bentuk sajian yang terpadu, rapi, indah, dan komunikatif, baik isi maupun kemasan fisik, melalui tata cara yang sesuai, dan bertanggung jawab atas segala risiko yang ditimbulkan oleh kegiatannya. Berdasarkan pengertian mengenai penerbitan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerbit tidak bermaksud untuk menghakimi hasil karya Penulis, sehingga tidak ada alasan untuk tidak menghargai karya tersebut karena Penulis adalah “rekan sejawat” bagi Penerbit. Penilaian naskah bukan untuk menjatuhkan vonis naskah baik atau buruk, layak terbit atau tidak. Langkah tersebut digunakan sebagai sarana untuk memperlancar proses penerbitan secara optimal. Proses penilaian ini adalah proses standar penerbitan sehingga perlu ada komunikasi yang baik antara Penerbit dan Penulis. Dengan demikian tidak ada salah-pengertian bahwa Penerbit menganggap remeh Penulis atau Penulis merasa naskahnya sudah yang terbaik. Keputusan Naskah Setelah Penulis menyerahkan naskah, Penerbit memberikan keputusan melalui surat resmi kepada Penulis, apakah buku diterbitkan atau tidak. Untuk naskah yang diterima, Penerbit akan mengirim surat pemberitahuan resmi. Penulis wajib melengkapi kelengkapan naskah - softcopy. Untuk naskah yang ditolak, naskah akan dikembalikan kepada Penulis bersama dengan surat pemberitahuan penolakan penerbitan. Pengiriman Softcopy: Disket atau CD Softcopy naskah dikirim dapat dengan cara: Lewat pos/paket ditujukan ke: Penerbit ANDI Jl. Beo 38-40 Yogyakarta 55281 Telp (0274) 561881; Fax (0274) 588282 Datang langsung ke kantor Penerbit ANDI dan menemui bagian penerbitan ANDI. Atau lewat email (Maksimal 1 Mb per kiriman): penerbitan@andipublisher.com Format Naskah Format Naskah Siap Cetak Format pengaturan naskah dapat menggunakan Template yang disediakan oleh Penerbit Andi. Format ini merupakan Template standar yang dapat disesuaikan dengan naskah yang sedang ditulis. Anda dapat meminta Template tersebut melalui e-mail, atau datang langsung ke Penerbit ANDI. Format naskah standar siap cetak, adalah sebagai berikut: Jenis huruf untuk teks isi: Bookman Old Style, New Century School Book atau Times New Roman 10/11 point. Judul bab (Heading 1): font sama dengan teks isi, ukurannya diatur sedemikian rupa agar tampak menonjol dan serasi dengan ukuran 20 pt. Judul sub-bab (Heading 2): font sama dengan teks, 18 point, capital, bold. Judul sub-sub-bab (Heading 3): font sama dengan teks, 10 point, capital underline Header dan Footer: menggunakan font yang berbeda, dapat divariasikan dalam style huruf bold atau italic.
51

Anda dapat memodifikasi perwajahan buku Anda dengan terlebih dahulu melakukan konfirmasi dengan Penerbit. pemotongan kata yang tidak tepat (terutama pada listing program pada buku pemrograman). dan ketebalan buku yang tidak proporsional. dapat menggunakan font lain yang serasi. dst. (selalu halaman ganjil).6 Line Spacing : Single Gambar-gambar tangkapan (capture) layar sebaiknya menggunakan format jpg. standar.James Rompas Footnote : Font sama. Format buku di Penerbit Andi: Format Besar : 20 cm x 28 cm. Ketidaksesuaian tersebut contohnya: proporsi gambar yang tidak benar.5 cm x 7.5 cm x 17. kecil. untuk itu diharapkan Penulis dapat mengikuti informasi terbaru di Penerbit Andi. 13. Catatan: Prosedur penerbitan ini sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perkembangan. Penentuan format ini akan berpengaruh terhadap ketebalan buku dan kedalaman materi yang Anda inginkan. After – 0. Lebih jelas "download disini" 52 . beberapa bagian buku menjadi tidak sesuai dengan maksud Penulis.5 cm Format Kecil : 14 cm x 21 cm. situasi dan kondisi. hal penting berikutnya adalah format buku yang akan Anda tulis. Catatan: Segala bentuk aturan layout di dalam template adalah layout standar di Penerbit Andi. 9. Contoh Penomoran Halaman: Halaman judul : i Halaman Copyright : ii Halaman Persembahan : iii Kata Pengantar : v Daftar Isi : vii Halaman Isi Pendahuluan (Bab I) : 1 Bab II : 3. 10 cm x 16 cm Buku Saku : 10 cm x 18 cm.5 cm Format Standar : 16 cm x 23 cm. 11. Ukuran Buku dan Area Cetak Setelah Anda menentukan sistematika penulisan buku Anda. 8 point. Alignment : Justified Spacing : Before – 0. 7.5 cm Format Khusus Banyak Penulis tidak memperhatikan format ini sehingga saat dilakukan pengaturan layout dan setting. 5. Gambar sebaiknya dikirimkan dalam file tersendiri yang di kumpulkan dalam sebuah folder gambar dan dilakukan link terhadap naskah. atau buku saku serta format spesial. Format buku terdiri dari beberapa ukuran yaitu ukuran besar. 21.5 cm x 15.

Pasal 21 ayat (5a) Pasal ini menyebutkan bahwa pemotongan PPh Pasal 21 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 20% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dibanding tarif yang ditetapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak.Tangerang Telp. akan diberlakukan ketentuan dari “UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2008 TANGGAL 23 SEPTEMBEER 2008 – TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS Undang-Undang Nomor 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN”. Untuk Penulis. Berikut ini akan dijelaskan mengenai prosedur pemungutan pajak bagi yang ber-NPWP dan yang tidak ber-NPWP: Pemotong/pemungut pajak harus memastikan terlebih dahulu apakah Wajib Pajak yang pajaknya akan dipotong atau dipungut sudah memiliki NPWP atau belum. 021-70601240.Pasal 22 ayat (3) Dalam pasal ini disebutkan bahwa pemungut PPh pasal 22 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 100% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP dibanding tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP 3. Demangan Yogyakarta 55281 INDONESIA Telp. Pasal 22 ayat (3) dan Pasal 23 ayat (1a) UU Nomor 36 Tahun 2008. 70601241 Email jkt@andipublisher. Kantor Pusat Penerbit & Percetakan ANDI Jl. Perhatikan bunyi ketentuan yang terdapat dalam Pasal 21 ayat (5a). 1.68 Karang Tengah. 2. yang mulai berlaku sejak Januari 2009 khususnya pasal 23 tentang royalty.com 53 . 0274-588282 Cabang Jakarta Jl. Raden Saleh No. 0274-561881 Fax. Beo 38-40. Mengapa? Karena tarif yang akan digunakan berbeda. Ciledug .Pasal 23 ayat (1a) Pasal ini menyebutkan bahwa pemotong PPh Pasal 23 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 100% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP dibanding tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP.James Rompas Kabar untuk para Penulis mengenai kebijakan Pemerintah yang berlaku mulai tahun 2009.

0761-45952 Email riau@andipublisher.20 Semarang 50144 Telp./Fax 031-8436604.com Cabang Bali Jl. Srimahi Baru No./Fax 024-7605523 Cabang Surabaya Jl. Raya Tenggilis R-17 Surabaya Telp.com Cabang Riau Jl. Beruang No.com Cabang Medan Komplek Perumahan Setiabudi Indah I Blok vv No. Ganetri III/2 Denpasar Bali Telp. Mamajang Luar Mamajang. Makassar. 8473115 / 031-8410731 Email sby@andipublisher./Fax 022-5200290 / 022-520 4135 Email bdg@andipublisher. 061-8217623 Email mdn@andipublisher.19 Sukajadi. 031-8080797 Email bali@andipublisher. Kakatua No.Riau Telp.Jawa Barat Telp. Pekanbaru .com Cabang Semarang Perum Semarang Indah Blok C-IX No.com Cabang Palembang Villa Bangun Indah B-1 Jl.Sulawesi Selatan Telp.18 Bandung ./Fax.0711-412624 Email plb@andipublisher.86. Palembang Telp.com Cabang Makassar Jl. Sukabangun I KM 6.com 54 .5 Tanjung Rejo-Medan Telp. 0411-858803 Email mks@andipublisher.James Rompas Cabang Bandung Jl.

Ph.James Rompas Cabang Manado Jl.Sulawesi Utara Telp. Stadion Klabat Barat No. SULUT 95512 08124300872 jamesrompas@yahoo./Fax.com).com Cabang Samarinda Komplek Batu Alam Permai Jalan Anggrek Merpati VIII No. 39 Samarinda Telp.43 Manado . 0274-561881 ext. dan adapun kegunaan dan kerahasian data tersebut menjadi tanggungjawab kami (Administrator AndiPublisher.com. Data MEMBER Anda : ID MEMBER NAMA MEMBER ALAMAT TELP. Administrator AndiPublisher.com) terima sesuai data masukkanAnda ke Sistem Registrasi MEMBER AndiPublisher. info@andipublisher. Nagiri lrg STM Kelurahan Pakadoodan linkg. Fax.com Terima Kasih atas partisipasi Anda dengan ikut serta bergabung menjadi MEMBER AndiPublisher.6 Kecamatan Maesa Kota Bitung Prov.delete Bottom of Form Top of Form 1_1960_AIt7bHw date 25 auto dow n 1 0 a9DGbPP6sMk 1 Inbox 1 Reply 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b Reply All Forw ard Bottom of Form Top of Form 0%2C2%2C3%2C mask 55 . ANDI OFFSET Jl. James Rompas Jln.com INFO KONFIRMASI MEMBER AndiPublisher. 0274-545465.com Penerbit & Percetakan CV. 0431-822887 Email man@andipublisher. Yogyakarta 55281.com ID LOGIN James Rompas PASSWORD jamesr Data MEMBER Anda diatas yang telah kami (Administrator AndiPublisher.com. EMAIL PU0710004861 Bpk.com atau pemasaran@andipublisher. G. Hormat Kami. E.204/+62 888 0282 1306. 0541-7773562 Email smd@andipublisher.com Top of Form 1 dow n 1_2540_AIJ7bHw 0 a9DGbPP6sMk 0 Inbox 1 date 25 1_1960_AIt7bHw Delete 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b 0%2C2%2C3%2C msg. Beo 38-40.

Gunung Sahari Raya No.move Pertama-tama memang menulis buku. Tanya sana tanya sini. siapa tahu jenis naskah Anda sama dengan misi dan ciri salah satu penerbit di bawah ini.. Tapi setelah buku jadi lalu apa? Ada yang memilih tak menerbitkannya. (021)7393685 Pustaka Zahra Jl. Tapi ada juga yang mencoba mencari-cari penerbit.. 31930172 PPM Jl. 021-4701795 Balai Pustaka Jl.James Rompas 1 dow n 1_2540_AIJ7bHw 0 a9DGbPP6sMk 0 Inbox 1 date 25 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b 30 Spam 0%2C2%2C3%2C msg. Silakan dilihat-lihat.. 021-8092269. 4 Jakarta Telp. 6 Gandaria Utara Kebayoran Baru Telp. berikut ini Indonesia Buku menurunkan daftar penerbit-penerbit buku di Indonesia. Nah.. Djambatan JL. 021-3451616. Kebahagiaan 11-11A 56 .Paseban 29 Jakarta Pusat telp (021) 3908790 atau (021) 3908175 The Critique Jl.9 Jakarta Telp. H Najihun No. Batu Ampar III No. Pemuda III No. Menteng Raya No. Selamat mencoba. 10 Rt03/02 Rawamangun Jakarta Telp. 021-2303247.spam 1_1960_AIt7bHw Bottom of Form Top of Form 1 1_2540_AIJ7bHw 0 Inbox date dow n a9DGbPP6sMk 0 1 25 1_1960_AIt7bHw 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b Move. 2302047 AL I’tishom Cahaya Umat Jl. Move. 3804439 Bhuana Ilmu Populer Jl. Ada yang memutuskan menerbitkannya sendiri saj dengan modal yang ada di kantong. 0%2C2%2C3%2C msg. Salemba Raya No. 14 Condet Jakarta Timur Telp. 80871671 UI Press Jl. 021-31935373.4 Jakarta Telp.

Tanah Abang III/23-27 Jakarta Telp.39 Jakarta Telp.H. 021-65306283. 7511855 Java Books Indonesia Jl. 021-5483008. 4534987 57 .65306712. 5201080 Gema Insani Jl.5209370.5266566. Ir. 021-4515351. Palmerah Selatan 22 Jakarta Telp. Letjend Suprapto28 Cempaka Putih Jakarta Telp. YK Jl.38D-E Pd.Baru ) Depok Jakarta Telp. 021-7496733.B32-33 Jakarta Selatan Telp. 4250357 Bumi Aksara Jl. 021-4700988. Kemiri Raya 68 Pd.5480888 ext 3262.3809641 PT Dinastindo Adiperkasa Int’l Jl. 021-4209586. Agung Timur 4 Blok o/1 No.Jum’at No.James Rompas Jakarta Telp. 6518178 Gaya Favorit Press Jl. 021-2601234 ext 4441. H. Raya Ps. Rasuna Said Kav. 021-3865532-35. 5491412 Ichtiar Baru Van Hoeve Jl. Djuanda (Jl. 021-5253916.Cabe Ciputat Tangerang. Kelapa Gading Kirana I Blok A14 No. Sawo Raya 18 Jakarta Telp. Jakarta Telp. 021-7511901.Pinang Jakarta Selatan Telp. 3847517. 4700989 CSIS Jl. 7407078 EGC-Arcan Jl. 6340757 Bina Kasih.R.17 Jakarta Telp. 7708894 Grasindo Jl. 021-7708891.

(0274) 566678 58 . 021-3904984-5. Ngendroprasto.5 Katapang Bandung Telp.15. Pajang.27 Yogyakarta 55153.8 Bekasi Telp. Hayam Wuruk No. Yogyakarta 55221 Telp. 021-8207554. (0274) 520612.4 Jakarta Telp. 021-75915813 PT Kesaint Blanc Indah Jl.2 Pd. 448371 Aditya Media Kantor Pusat : Jl. Laweyan Solo Absolut Jl.Pinang Jakarta Selatan Telp.adicita. 3901703 Samudra Buku Jl. Sisingamangaraja No. Terusan Kopo No.Komp. 641 km 13.9 Narogong Raya. km 6. Lentong No. 021-7509673 PT Sarana Panca Karya Nusa Jl. 5891319 CV Aneka Ilmu Semarang Jl.5 Semarang PT Pustaka Rizki Putra Jl. 0274-377067.2-3 Gumunggung Solo Era Intermedia Jl. Kampung Baru Rt3/5 No. Raya Semarang Demak km 8. Yogyakarta 55121. Bimasakti GK I/19. Slamet Riyadi 485 H. Telp. Ibu Ruswo 10. (0274) 372039 ADICITA GROUP Jl. Merak VI No. Website : www. 520613 Kantor Cabang: Unit Satu Demangan GK I/7. 022-5891519. Yogyakarta 55221 Telp.James Rompas PT One Earth Media Jl. 372893.net Telp. 8207555 Rosda Jl.Ruko Golden Fatmawati Blok J-35 Jakarta Selatan Telp.24 G Semarang Grahadi Group Jl. Raya Fatmawati No. 379250.net E-mail : akn@adicita. Kembang Raya No.

Yogyakarta Telp. Bantul 55194. 0274-7482086 Bentang Pustaka (Group Mizan) Jl. (0274) 560404 Bigraf Publishing (Anggota IKAPI) Jl. Telp (0274) 380714 AKY Press Blimbingsari CT IV/38. Wirokerten. Sleman. Saujana. 373631 Alenia Press Jl.insist. Monjali 75 A Yogyakarta Telp.com Telp. Kalimantan. Waqtu. Yogyakarta E-mail : amara_books@yahoo.19 Ngentak. Purbayan Mutihan 154 RT 04 RW 18.onoff. Yogyakarta E-mail : arruzzmedia@yahoo. 0274-561881 Amara Books Puri Arsita A6 Jl. Ar-Ro’I. Beo No.com Telp. Fajar Pustaka. Yogyakarta Telp.id dan www. Ngaglik. Maguwoharjo.or. Kota Baru. 119 Yogyakarta Telp. 123. Yogyakarta 55281 Website : www. Sleman Yogyakarta Telp. Yogyakarta Bentara Budaya Jl. Sleman.bigraf.James Rompas AK Group AK Group. Purwosari. Ad-Dawa’.id Telp. Sisingamangaraja 93. (0274) 7482086. (0274) 7470601 Analisa (Anggota IKAPI) Jl. Banguntapan. 0274-584780 Andi Offset Jl. Kapten Hariyadi No.or. Mlati.com Telp. Tiga Lentera Utama. RT 02/49. Indiebooks Ringinsari No. (0274) 373019 59 . Al-Manar.com E-mail : corporate@bigraf. Suroto 2. Mediawacana. Al-Farqon Jl.38-40 Yogyakarta Telp. Sambilegi Baru No. Djazuli Karangkajen MG III 918 A. Pandega Marta 19. (0274) 379250 Ar-Ruzz Media Group Ar-Ruzz. Prismasophie. (0274) 7442238 Alfa Media Jl. 8164772234 Jl. Benteng Press. Pustaka Hikmah. Depok. (0274) 377623. Izzan Pustaka. Madani. Yogyakarta 55153 Website : www.

Mangkubumi 40-42.2. Manyar Media Gowok.James Rompas Bola Party City Jl. Ringroad Barat No. Yogyakarta 55162 Telp. 081802627919 Dana Bhakti Primayasa Jl. Gejayan gang Merak 263 Yogyakarta Diva Press Jl. Komplek Polri Blok A1 No. Condong Catur. Wahidin Sudirohusodo No.Kyai Mojo 45 YK/Jl. Yogyakarta 55161 Telp. Nogorojo 208C Gowok Yogyakarta Telp. Yogyakarta Dunia Wacana University Press (Anggota IKAPI) Jl. (0274) 373308 Diandra Primamitra Jl. Ganjuran. Yogyakarta 55224 Telp. Dr. (0274) 515794 Bumi Aksara Jl. 08156865768 Buku Laela Perum Wirosaban Barat Indah No. 889611. 0274-622330 BPFE Press Jl. Belukar. 19. P. (0274) 523563. Yogyakarta 55281 Telp. Faks. Gambiran 37. 889612 Cupid Group Cupid. Jawat Faqih Karangkajen MG II 858. Sleman. (0274) 563929 Ekonisia Kampus Fakultas Ekonomi UII 60 . 6-19. (0274) 373760 BP Kedaulatan Rakyat Jl. Yogyakarta Telp. Umbulharjo. Ngemplak.25D. Yogyakarta Telp. Nogosaren. 588080. Hijrah. Yogyakarta 55232 Telp. (0274) 489718 Jl. Gejayan 35. Yogyakarta Telp. 66. 0274-7418727 Dunia Kata Jl. Desa Kimpulan. Kimpulan 04B. Babaran UH IV/1133 YK Yogyakarta Telp. 0274-561320. Yogyakarta Telp. KH. 08562862256 Cindelaras Gang Pangkur No. Yogyakarta 55152 Telp. Sleman. (0274) 565685 Buku Baik Tukangan DN II/467. Manukan.

James Rompas Condong Catur. 554986. 563349 PT Etno Mitra Pustaka Jl. Pandega Insani.com Elex Media Jl. Ringroad Utara. 0274-885030. (0274) 384830 Gava Media Klitren Lor GK III/15. Grafika No. 882262 61 .com Telp. 0274-484542 Erlangga Jl. (0274) 554985. (0274) 882474. Yogyakarta 55162 Telp. Yogyakarta 55511 E-mail : info@grahailmu. Pogung lor. 545609 Gajah Mada University Press Jl. (0274) 561914 Galang Press Galang. Yogyakarta Telp. Anggrek 3/34 Baciro Baru. Yogyakarta 55281 Telp. 08888003114 Gama Media Jl. 2 Yogyakarta Telp.9-10 Demangan Baru Yogyakarta Telp. galangpress2002@yahoo. 488771 Gema Insani Press Jl.com Telp. 1. Bulaksumur. Kembang Baru I/4 Yogyakarta Telp. Sudarsancakra 197 Maguwoharjo. Yogyakarta 55283 E-mail : ekonisia_feuii@hotmail.galangpress. Pustaka Marwa.id . Garuda KD II/376 Jaranan. Beo No. Yogyakarta 55281 Telp. Pustaka Anggrek. (0274) 558502.net. Bantul Yogyakarta Telp. Banguntapan. Yogyakarta Telp. 0274-451138 Festival Kesenian Yogyakarta Taman Budaya “Purna Budaya” Bulaksumur. Yogyakarta Website : www. 0274-557562 Graha Ilmu Candi Gerbang Permai Blok R No. Indonesia Cerdas Jl. Sorosutan. Yogyakarta E-mail : infogavamedia@yahoo. Supadi No. 0274-580009 PT Gramedia Pustaka Utama (cabang Yogyakarta) Jl.com Telp.6.com E-mail : glgpress@indosat. 0274-552261. Lowanu 55. Sleman. (0274) 561037 PT Gloria Usaha Mulia Jl.

0818462244 IRE Press Jl. (0274) 7418727. Yogyakarta 55281 Telp. Mayjend Bambang Soegeng No. 262A. Tedomoyo CT III/3. Nogorojo No. Yogyakarta.com Telp.or. Yogyakarta Idea Press Jl. Diva Press Jl. Yogyakarta 55231 Telp.co. Kotabaru.. (0274) 583900 Indonesia Tera Jl. PO Jl. Yogyakarta 55281 Telp.com/ facebook: tokobuku insistpress InterFidei Jl. (0274) 880149 IRCiSod Ircisod.insist. Kaliurang Km 5. Email: tb. 9A. Sinduharjo. (0274) 370445 Jendela Group Jl.id Bumi Prayudan blok BB-8 Magelang Telp. 208 C Gowok.5 Blok B No.insistpress@gmail. Gg. (0274) 520138 Insist Press Jl. Banteng Utama No. Kaliurang. Karangwuni. Website: http://press.indonesiatera.James Rompas Grasindo Ndalem Tedjokusuman MG II/525 Yogyakarta Hidayat. Gandok Tambakan No. Mangunegaran Kidul 25 Yogyakarta Telp. 0293-327290 Dunia Tera Jl. (0274) 563767 IAIN Sunan Kalijaga Press Jl. Tel/Faks: 0274-883452. infobuku_insist@yahoo.id. 59 Sinduharjo Ngaglik. Magelang 56172 Website : www.85 RT04 RW20. Gejayan Gg. Tentara Rakyat Mataram 9. Suroto 10.com.com Telp. Laksda Adisutjipto. Yogyakarta E-mail : duniatera@yahoo. Buntu II No. Ngaglik. Yogyakarta 55581 E-mail : dianinterfidei@yahoo. 5A.blogspot.id/ http://bukuinsistpress. Sleman. (0274) 518886 62 . Sleman. Yogyakarta Telp.or. Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 581068 Jalasutra Jl.

108A. Wahid Hasyim No. Parangtritis km. Yogyakarta 55284 Telp.James Rompas Kalika Jl.net Telp. Bantul 130. 99. (0274)566307 Kanisius Jl. 0274-7472110 63 .com Telp. Ringroad Utara. (0274) 418312 CV Kaliwangi (Anggota IKAPI) Jl. Yogyakarta Telp (0274) 884011 Kutub Minggiran MJ II/1482.4 Salakan Baru No 1 Sewon. 61 A Lt1 Yogyakarta 55141 Telp. 0274-372939 Kreasi Wacana Kadipaten Kulon KP I/73. Krasak Barat 14. 565996. Kotabaru Yogyakarta E-mail : karang_press@publicist. 0818731044 Kepel Press Parwanggan PA I/551 Yogyakarta 55112 Telp. Lempongsari 3A Monjali. 486872 L Kis Jl. Yogyakarta 55262 Telp. Yogyakarta Jl. (0274) 379406 Lapera Pustaka Utama Jl. Bantul Yogyakarta Telp. (0274) 381682 Kurnia Kalam Semesta Jl. Monumen Yogya Kembali 93. Yogyakarta 55132 Telp. Yogyakarta 55262 Telp. Maguwoharjo Yogyakarta 55282 E-mail : lesfi-jogja@telkom. Solo Km 8 Nayan No. (0274) 377542. Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 588783. Ringroad Utara Yogyakarta Telp. Cempaka 9. Minggiran No.4. (0274) 516714 Kota Kembang Jl. (0274) 375416 Lesfi Jl. Deresan. 563349 Karang Press Jl.

Bantul Yogyakarta 55181 PT Mizan Dian Semesta Jl. 0274-382800 Multi Karya Grafika Jl.net. Yogyakarta Telp (0274) 377034 Neo Santri Mergangsari Kidul NG II/1233. Yogyakarta 55112 Telp. Kumendaman.4 Salakan Baru Sewon. H. Yogyakarta 55163 Mitsaq Wisma PPJS Jogonalan Kidul RT 05 RW 21 Gg Malewa. (0274) 620879 Jl. 488404 Lukman Offset (Anggota IKAPI) Jl.8 Yogyakarta Telp. Herman Yohanes. Pugeran Timur 38B. (0274) 512908. 515692 LKIS Pelangi Aksara Jl. 08562883155. Yogyakarta 55282 Telp. Prof. Depok. Gedongan No. Yogyakarta 55262 Telp. Jayengprawiran 21-23. Pakelmulyo UH V / 411. Logung Media Ringinsari No. Yogyakarta Telp. 103 E Sagan Yogyakarta Telp. 0274-4018058 Media Pressindo Jl. 61 RT 01 RW 49. Golo.James Rompas Liberty (Anggota IKAPI) Jl. Tirtonirmolo. Jawa No. Maguwoharjo. KH. Kasihan. Yogyakarta E-mail : elkis@indosat. Sleman.id Telp. Bantul. 0274-558010 Navila Jl. Yogyakarta E-mail : mustadhafin@lycos. Yogyakarta Mitra Gama Widya (Anggota IKAPI) Jl. Yogyakarta Telp.com Telp. Agus Salim 50. Yogyakarta CV Nada Nurani Jl. D-10 Perum Nogotirto II. (0274) 374649 Media Abadi Jl. Godean Km 5 Guyangan GP IV/288. Bantul. Ali Maksum Krapyak Kulon Panggungharjo Sewon. Sisingamangaraja 27. 081328771999 64 . (0274) 419924 Logung Pustaka. Parangtritis Km 4. 0274-7491576.

Depok. Qonun Al-Ghiyats Stan RT 04 RW 44 Maguwoharjo. Bantul. 35 RT01 RW 53. Yogyakarta 55143 E-mail : pro-u@eramuslim. Yogyakarta 55282 E-mail : matabangsa@hotmail.com Persatuan Jl. (0274) 7482495 Pustaka Dian Babadan RT 04 RW 02 Purwomartani. Sleman. KH A Dahlan 107. Magelang Km 10 Ngancar.com Telp. 23. 0274-376084 Ombak Jl. 08156884239 Pilar Media Jl. Yogyakarta 55262 Telp. Mata Bangsa Sambilegi Baru No. Cangkringan Km 3 Kalimati Tirtomartani Kalasan Sleman.James Rompas PT Niaga Swadaya Perum Sendok Indah KG II/360 Yogyakarta Telp. Sleman. Caturtunggal. 381772 Phanta Rhei Books Jl. 0274-376236 Pro-U Media Jl. Yogyakarta 55511 Telp. 7497421 Prisma Media Prisma Media. Progo B-15 Yogyakarta Telp. Yogyakarta Telp. Jogokaryan 35. Nogotirto III. (0274) 881229 Prisma Media Utama Griya Karanganyar Asri. 0274-541888 Pondok Edukasi Puri Sewon Asri Blok D No. Yogyakarta Telp. Yogyakarta Telp. Depok. Panggungharjo. Tridadi. Sleman. (0274) 376627. Jl. Jatimulyo TR I/273 RT 04 RW 02 Yogyakarta 55242 Telp. blok G-15 Yogyakarta Telp. (0274) 7481634. 0274-620606 Oracle Pandega Buku Utama. Sewon. (0274) 380215 Pustaka Cendekia Jl. Parangtritis Km 7. Kalasan. Yogyakarta 65 . Yogyakarta Telp. Ori I/2 Papringan. Yogyakarta 55282 Jl. (0274) 589243 Perum.

(0274) 885471 Pustaka Pelajar Pustaka Pelajar. Tamansiswa Gg.com Telp. Yogyakarta 55284 E-mail : resistbook@gmail. Qirtas Jl. Mangkuyudan MJ III/216. Permadi 1591. Yogyakarta 55673 Telp.qalam-online. Magelang km. (0274) 621752 Yayasan Pustaka Nusatama (Anggota IKAPI) Jl. Kulon Progo. Anggrek 57A Yogyakarta 55283 Website : www. Magelang Km 5 Gg. Mitra Pustaka.2 Kricak kidul TR1/1216 Yogyakarta Telp. Pustaka Semesta Press Celeban Timur UH III/548 Yogyakarta 55167 Telp.com . Yogyakarta Telp. Blanak II/8 Yogyakarta 55581 Telp. 39 Nanggulan RT 01 RW 19. 08157959060 Safiria Insania Press Jl. (0274) 380228 PT Salemba Emban Patria Jl. Yogyakarta Telp. Samigaluh. 39 Kutu Dukuh. Ringroad Timur No. 523637 Sajadah Press Jl.com .5 Kayen Gg. resistinfo@gmail. tiraipenerbit@yahoo. (0274) 580439 Sadasiva Sadasiva. (0274) 7474039 PT Remaja Rosdakarya Jl. Mikraj. (0274) 381542 Putera Langit Minomartani.com Telp. ippibook@yahoo. Tinta. Yogyakarta E-mail : penerbit_sadasiva@hotmail. Yogyakarta 55283 Telp. 0274-340817 Resist Book Jl. Maguwoharjo.James Rompas Pustaka Gondhosuli Jl. 0274-521860 66 . Sawit 21 Sawitsari. Kaliurang Km 7. Bima No. 08156851792 Qalam Qalam. Langenastran Kidul 28A Yogyakarta Telp. Jl. Sendang Mulyo 4 Purwoharjo.com Telp/Faks. Tirai Jl. (0274) 484584.com .

Veteran No. Yogyakarta Sumbangsih Offset Jl. Djazuli Karangkajen MG III/918A. (0274) 7420483 Tiara Wacana Yogya Jl. Gedong Kuning JG/III 149 Jogjakarta 55198 0274-382775. Yogyakarta Telp.co. 25 Yogyakarta 55151 Telp. 0818279640 Taman Budaya/Purna Budaya Taman Budaya “Purna Budaya” Bulaksumur Yogyakarta 55281 Telp. 373934 Wijayanto Press Gesikan. Sleman Yogyakarta 55281 Telp. 38A Yogyakarta 55222 Telp. Panggungharjo. (0274) 514718 Talenta Jl.tiarawacana. Faks. Sewon. (0274) 414388 Yayasan Tamansiswa Jl. Dr. (0274) 561914 Taman Pustaka Kristen (Anggota IKAPI) Jl. (0274) 377067 Yayasan Seni Cemeti Jl.id Telp. 99 Yogyakarta Telp. Yogyakarta Telp. Sorowajan 136-X Lt. Wahidin No. (0274) 7481390 67 . Ori 1/2 Papringan. 515352 CV Sasmita Utama (Anggota IKAPI) Tromol Pos 29 Yogyakarta 550022 Telp.Banteng Yogyakarta 55581 Website : www. Taman Siswa No. Depok.id E-mail : yogya@tiarawacana. Caturtunggal.8 Kopen Utama 15.James Rompas Sanata Dharma Press (Anggota IKAPI) Jl. (0274) 513301. Gejayan Mrican. Kaliurang Km 7. Bantul.2 Yogyakarta Telp. (0274) 880683 Torrent Books Jl. (0274) 377120. (0274) 512449 Tiga Raksa Optima Perkasa Jln.co.

0274-865557 Yayasan Untuk Indonesia Jl.8. No. Palagan Tentara Pelajar Km 7. (0274) 417434. Langensari 45 Balapan.17 Surabaya Penerbit Mizan Kantor Pusat : Jl. (0274) 566277 Widya Dara Jl. 165. Bandung 40294. Karangmiri 17 Yogyakarta Telp.2 Yogyakarta 55281 Telp. Kutisari Indah Utara IV No. 08122958220 UPP-AMP YKPN Jl. 885805. Gowongan Kidul 18. 0818270719 UII Press Jl. 1 Yogyakarta 55223 E-mail : uiipress@mailcity. (0274) 415757 Yudhistira Jl. 135. Blok 2 No.com Telp. Petung No. 0274-373961 Pustaka Elba Ruko Galaxy Bumi Permai G-6/16 Surabaya Telp. Suryodiningratan MJ II/721 Telp. Yogyakarta Telp. (0274) 586115. 547864. Yogyakarta Telp. 68 . Cik Di Tiro No. 13 A Yogyakarta Wihdah Press Jl. Cisaranten Wetan Ujungberung. Yogyakarta 55222 Jl. Sugeng Jeroni No. 547865. (0274) 381204 Yayasan Obor Indonesia Perum Jombor Baru. Telp. 885700 Venus Corporation Gowok Kompleks Polri Blok A1.21 Yogyakarta E-mail : yayasan_obor@cbn.id Telp. (0274) 489718 Victory Jaya Abadi Jl.net. (0274) 513091. Yogyakarta Telp.James Rompas Tri-DE Krapyak Wetan No. 031-70595271 PT Grafindo Media Pratama Jl. Cinambo No. Yogyakarta 55232 Telp.

Bandung 40294.com Distribusi : Jl. 74863334 Faks. Telp. (021) 7701295 Email : info@mediakita. (022) 7834316 Email : info@dar-mizan. Anggrek 3/34 Baciro Baru – Yogyakarta 55225 Telp/Faks. Puncak Yamin No. 39 Kutu Dukuh. Telp. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. (022) 7834315 Faks. 137. Joyosuko 54 Merjosari Lowokwaru.com Distribusi : Jl. 74863334 Faks. 74863334 Faks. Telp. 146 Ujungberung.id website : www. (0341) 7771289 HP. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn.net. 74863334 Faks. Telp. (022) 7815500 Faks (022) 7802288 Email : mizanmu@bdg.Rajawali IV Blok HD X No. (0274) 554985 Email : glgpress@indosat.id Penerbit TransMedia Kantor Pusat : Jl. Telp/Faks. (021) 7451644. (021) 7707129 Faks. Telp.Pemuda III No. 10. Telp. Cinambo (Cisaranten Wetan) Np. (021) 7292310. 081334166888 Penerbit AL-I’TISHOM CAHAYA UMAT Kantor Pusat : Jl.James Rompas (022) 7834310 Faks.Rajawali IV Blok HD X No. (022) 7834311 Email : info@mizan. Telp. (021) 7451644. Telp.id Penerbit ResistBook Kantor Pusat : Jl.net Penerbit Media Pressindo Kantor Pusat : Jl. Telp. (0274) 7103084 Faks.id Penerbit GalangPress Kantor Pusat : Jl.net.com . (022) 7815500 Faks (022) 7802288 Email : mizanmu@bdg. Irian Jaya D-24 Perum Nogotirto Elok II.id Penerbit Read (Kelompok Mizan) Kantor Pusat : Jl.net.net. Bandung 40294. Cinambo No.com Kantor Perwakilan Wilayah Timur : Jl. Bandung 40294. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. Telp. 146 Ujungberung. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn.net. 69 . (0274) 620879 Email : medpress@plasa.Rajawali IV Blok HD X No. Jakarta Selatan 12420 Telp/Faks. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn.com Penerbit QultumMedia (Kelompok Agromedia) Kantor Pusat : Pesona Depok II Estate Blok AK No. 9 Depok 16411 Telp. Anggrek 97 A Sambilegi Lor RT04/RW57 Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta. Cinambo (Cisaranten Wetan) Np.Rajawali IV Blok HD X No.centrin.com Distribusi : Jl. 20 Malang 65100. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226.com . qultummedia@yahoo. (021) 4701795 Penerbit BayuMedia Kantor Pusat : Jl. masjali@yahoo. Telp. Malang 65100.id Kelompok Penerbit AR-RUZZ Kantor Pusat : Jl. (021) 4702683-84 Faks. Sultan Iskandar Muda No. Cisaranten Wetan Ujungberung.net.id Penerbit MediaKita (Kelompok Agromedia) Kantor Pusat : Pesona Depok II Estate Blok AR No. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. 7238342 Email : redaksi@transmediapustaka. Yogyakarta 55292. (021) 7451644. (0341) 580638 Email : bayumedia@telkom. Magelang Km 5 Gang Bima No.com Distribusi : Jl. Yogyakarta 55284.centrin. 100 A-B Kebayoran Lama. (0274) 4332044 Email : arruzzwacana@yahoo.com Distribusi : Jl. (021) 7451644. Rawamangun Jakarta Timur.galangpress. 18 Depok 16411 Telp/Faks (021) 7705606 Email : redaksi@qultummedia.com Distribusi : Jl.net.

491047.net. (0274) 377034. Pemuda IV No.id website : www.resistbook. Yogyakarta 55198. Telp.08122597214 Email : infogavamedia@yahoo.elexmedia. (024) 3550069 Email : smartbooks@lycos. (0274) 370445 Email : pemasaran@jalasutra. Sorowajan 136x Lantai 2 Banguntapan. Sapujagat blok E-4 No.id Penerbit Castle Books Kantor Pusat :Jl. (0274) 886866 Email : navila_book@yahoo. 08157926208 (Mas Aan – Resist Book cabang Malang) Email : resistbook@gmail. Palmerah Selatan 22. Elex Media Komputindo Kantor Pusat : Jl.6 Tobongsari RT 04 / RW 68 No. Yogyakarta 55131. Jakarta 10270.or. Abdul Rozak No. 137. (022) 2502261 Email : apuy@jalasutra.id Penerbit Gava Media Kantor Pusat : Jl.co. Telp.net Penerbit CV. Telp. 20 Jakarta 13220. (0274) 7422761. Telp.id website : www. 7473004 Email : hanggar_kreator742001@yahoo. Yogyakarta 55282.com Penerbit Andi Publishing Kantor Pusat : Jl. Raya Tlogomas 246 Malang. Klitren Lor GK III / 15 Yogyakarta. Musi Raya No.com website: www.com Kantor Jalasutra Bandung : Jl.com Kantor Perwakilan Yogyakarta : Ringroad Utara Km 1.com Website : http://ummpress. Maxikom Kantor Pusat : Jl.James Rompas Telp/Faks. Residen H. 3 Maguwoharjo Depok Sleman. Telp/Faks.com .com .com Penerbit UMM Press Kantor Pusat : Jl. 08175482295 Email : ribut1@lycos. Paketmulyo UH V/411 Golo Umbulharjo Yogyakarta. Telp. Email : maxi@maxikom.com Kantor Pemasaran : Jl. (0274) 561881 Faks. 08123315198 Penerbit SmartBooks Kantor Pusat : Jl. 5490666.co.com Penerbit PT. infogavamedia@telkom. (0341) 800528 HP.id 70 . 33 B5 – B6 Palembang 30114. (021) 4759405 Email : datakom@telkom. (0274) 558502. Telp.ac. (021) 5483008. Mangunnegaran Kidul No. (0274) 7481390. Bandung 40123.zzn. (0274) 580439 .com Penerbit Navila Group Kantor Pusat : Jl. Telp. (0341) 7059981. Kaliurang Km 12 No. Telp/Faks. Sidodadi 07 Kebon agung. Beo 38 – 40 Yogyakarta 55281. 541324 HP. Malang.andipublisher. Telp HP. 886866 Kantor cabang Malang : Jl.com Penerbit DataKom Lintas Buana Kantor Pusat : Jl.id Penerbit Jalasutra Kantor Jalasutra Yogyakarta : Jl. info@gavamediayk.umm. Telp/Faks.maxikom.co. Telp. 22-25. pengiriman naskah softcopy buku bisa melalui E-mail : penerbitan@andipublisher. (0274) 588282 Email : andi_pub@indo. 5480888 Ext 3323 Website : www.net . 34 Candi 2 RT03/RW06 Sardonoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta. Telp/Faks. 464318 pswt 140 Email : ummpress@yahoo. 9 Semarang.

Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia) Kantor Pusat : Jl. 16 Surabaya 60134. Kebahagiaan No. 2601555. (031) 3811280 Penerbit PT. 3893820.com Penerbit dan Percetakan Offset “INDAH” Kantor Pusat : Jl. Gramedia Kantor Pusat : Jl.com website : www. 3812626 Faks.id Penerbit PT. (0274) 586556 Email : printing@anindya. 11 – 11a. 6341230 Faks. Stasiun Lempuyangan 12 A. Anindya Kantor Pusat : Jl. Telp/Faks.com .anindya. Yogyakarta 55186. Palmerah Selatan 22 Lantai IV Jakarta 10270 E-mail : fiksi@gramedia. (021) 2601234.James Rompas Divisi Percetakan dan Penerbitan PD. nonfiksi@gramedia. Telp (031) 3893306.com Bottom of Form 71 . (021) 6340757 Email : bip_jkt@cbn.net. Jakarta 11140 Telp. Lebak Arum III No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful