P. 1
Menjadi Penulis Buku

Menjadi Penulis Buku

|Views: 397|Likes:
Published by Daniel Rompas

More info:

Published by: Daniel Rompas on Mar 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2012

pdf

text

original

James Rompas Menjadi Penulis Buku

Menjadi Penulis Buku Produktif
Wujud sebuah buku adalah hasil kerja maksimal berbagai unsur sebagaimana disebutkan di atas Mengingat banyak kepentingan di dalamnya, maka menulis buku bukan sekedar menumpahkan ide-ide agar bisa dicetak dalam bentuk buku. Seorang penulis buku harus mampu menyelami pertanyaan di atas. Jika tidak, semangatnya tidak akan membuahkan hasil dalam arti buku itu diterbitkan. Untuk itu, mengacu pada pertanyaan di atas, maka seorang penulis buku harus memenuhi persayaratatan sebagai berikut: 1. Sebelumnya Berpengalaman Menulis Artikel (fiksi atau non fiksi) Berpengalaman menulis? Ya. Menurut saya ini syarat utama. Menulis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menulis perlu latihan bertahun-tahun dan diuji oleh surat kabar atau majalah yang menerbitkannya. Tapi ada juga yang penulis buku tapi sebelumnya tidak pernah menulis artikel? Ya ada. Tapi bobot bukunya baik dari segi “ruh buku”, idealisme maupun bisnis tidak begitu melambung. Penulis besar seperti Qurais Syihab, Toto Tasmara, Kartini Kartono, Muh. Fauzil Adhim, dll (dalam jenis non fiksi) atau Helfi Tiana Rosa, Izzatul Jannah, Asma Nadia, Mira W, dll (dalam jenis fiksi), mereka semua adalah penulis-penulis buku best seller yang sebelumnya adalah penulis artikel mumpuni yang artikelnya kerap menghiasi berbagai media cetak. Kepekaan seorang penulis artikel sudah teruji bertahun-tahun. Ketika berkecimpung dalam penulisan buku, sudah memiliki bekal yang cukup memadai. Dia akan mampu melihat dengan kaca mata bathinnya apa yang tengah terjadi di masyarakat. Kemudian menggali dengan cermat, apa sesungguhnya yang diinginkan masyarakat itu. Ibarat seorang pemanah ulung, ia akan menumpahkan segala kemampuannya (yang telah teruji itu) untuk membidik sasarannya. Hasilnya, buku-buku buah “tinta emasnya” laku bak kacang goreng (best seller). Seorang penulis artikel, secara otomatis (biasanya) telah memahami kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Maka ketika menulis buku, hal itu tidak aneh lagi. Ia akan mampu menyusun kata, kalimat dan paragraf yang enak dibaca dengan tanda baca yang sesuai tempatnya. Tulisannya mudah dicerna, mengalir laksana air pegunungan yang mengalir deras, sejuk dan menyegarkan. Pada gilirannya, pembaca merasa senang membaca keseluruhan buku itu, banyak hikmah yang dapat dipetik dan tidak merasa dirugikan sekalipun harga buku itu cukup mahal untuk ukuran “saku”nya. Seorang penulis artikel, biasanya juga seorang yang berwawasan luas (terutama pada bidang yang dispesialkannya). Mereka sudah terbiasa membaca buku, surat kabar, majalah, dll. Sebagai rujukan untuk memperkuat artikelnya. Maka ketika menulis topik tertentu untuk bukunya, mereka tidak akan kesulitan. Seorang penulis artikel, biasanya juga pekerja keras yang tak kenal lelah. Mereka sudah terbiasa memeras otak dan duduk seharian di depan komputer/mesin tik. Ibarat seorang pelari, ia sudah terbiasa dengan panas dan hujan, jalan berliku dan lurus, atau jalan menanjak dan menurun. Mereka sudah mengenal medan.

1

James Rompas

2 . Memahami Struktur Buku Struktur atau anatomi buku jelas sangat beda dengan artikel. Buku memiliki anatomi yang tersusun secara rinci. Sekalipun pada masing-masing penerbit berbeda dalam memahami anatomi buku ini, namun praktenya memiliki banyak kesamaan. Memahami anatomi buku sangat penting, seorang penulis dengan sendirinya tidak mempersulit diri sendiri dan penerbit. Penulisan buku yang semau gue, tidak lengkap sesuai anatomi yang umum, sekalipun diterima oleh penerbit, nantinya akan dikembalikan untuk dilengkapi. Secara garis besar anatomi buku terbagi dalam tiga besar; pendahulu, isi naskah, dan penutup (end matter). Tiga besar tersebut rinciannya sebagai berikut: a. Pendahulu (Preliminary pages/front mater) Pendahulu (bukan pendahuluan) adalah halaman yang mendahului halaman isi. Halaman ini hanya menginformasikan keberadaan isi buku yang akan Anda baca. Sebagian penerbit memberikan nomor dan jenis angka tersendiri pada halaman pendahulu ini (tidak satu rangkaian dengan halaman naskah dan umumnya menggunakan angka romawi). Namun banyak juga penerbit yang tidak membedakan hal tersebut. Halaman pendahulu terdiri dari: 1) halaman pancir (lembar pertama setelah cover) 2) halaman judul (lembar kedua) 3) balik halaman judul (halaman copy right) 4) daftar isi 5) daftar pedanan kata (transilasi) 6) halaman persembahan 7) ucapan terima kasih 8) pengantar 9) Sambutan Tidak semua penerbit menggunakan secara lengkap poin-poin tersebut terutama halaman persembahan, pedanan kata, ucapan terima kasih, dan sambutan semuanya disesuaikan dengan kebutuhan. b. Isi Naskah Buku Setelah pendahulu halaman, selanjutnya isi naskah atau menurut Sofia Mansoor “daging buku”. Isi naskah buku berisi pembahasan lengkap sebagai penjabaran dari judul. Isi naskah terbagi dalam beberapa bab, sub bab dan pasal yang dimaksudkan untuk memisahkan antara satu sub bahasan dengan sub bahasan yang lainnya. Di samping itu untuk mempermudah pembaca memahami isi naskah. Adakalanya babbab itu tidak ditulis, cukup menuliskan nomornya saja. c. Penutup (end matter) Penutup, end matter, atau back matter adalah halaman akhir setelah halaman naskah. Halaman penutup ini umumnya terdiri dari: 1) lampiran 2( daftar pustaka 3) indeks 4) riwayat hidup penulis Struktur buku di atas harus dipahami penulis. Buku yang dikirim dalam kondisi

2

James Rompas

lengkap, sangat memudahkan penerbit dalam mengolahnya. 3. Menguasai Masalah yang Ditulis dan Memiliki Sumber Rujukan Lengkap Sebagaimana penulisan artikel, maka penulisan buku pun sama harus memahami topik yang dibahas. Jangan pernah sekali-kali menulis tentang politik umpamanya jika tidak memiliki latar belakang dan pengalaman dalam bidang politik. Atau menulis tentang pertanian sementara latar belakang penulis dalam bidang peternakan, tentu akan sangat memusingkan diri sendiri. Sebagaimana dibahas pada Bab I, hendaknya penulis fokus pada spesialisasi ilmu yang dimiliki. Berbicara buku-buku rujukan, jenis buku non fiksi jelas memerlukan rujukan bukubuku yang memiliki kemiripan bahasan, atau setidaknya ada keterkaitan dengan naskah yang tengah ditulis. Dimaksudkan agar tulisan padat dan lengkap. Kredibilitas buku itu sendiri nantinya diakui sebagai buku yang berkualitas karena menyertakan pendapat dari penulis lainnya. Semakin banyak rujukan yang dipakai biasanya semakin besar pula kepercayaan pembaca. Walau demikian, orisinalitas dan gaya tulisan harus tetap terjaga. Seorang penulis tidak boleh hanya mengandalkan rujukan atau meniru gaya penulisan orang lain apalagi jika nyata-nyata menjiplak. Rujukan hanya sekedar perbandingan untuk menambah perbendaharaan pendapat. Pada gilirannya, penulis harus memiliki sikap tersendiri. 4. Memahami EYD Sekalipun sudah terbiasa menulis artikel dan sudah memahami bahasa Indonesia dengan baik, namun penulis buku harus memahaminya lebih dalam terutama korelasi antar paragraf, efektivitas kata, dan kalimat. Kata dan kalimat yang tidak efektif sehingga memberikan kesan bertele-tele, hendaknya dibuang. Begitu pula tanda baca yang kurang pada tempatnya agar diperbaiki. Sehingga buku tersebut mengalir, enak dibaca, tidak kaku dan menjemukan. Selain itu, seorang penulis harus mampu memilih kata (diksi) yang tepat untuk tulisannya terutama untuk judul, sub judul atau pasal. Pilihlah kata atau kalimat untuk judul bab, sub bab dan pasal yang dapat merangsang pikiran atau menarik perhatian pembaca. 5. Memiliki Kepekaan Tidak semua penulis memiliki kepekaan pemikiran. Dalam menjabarkan suatu ide, banyak penulis yang hanya mengekor tanpa memiliki orisinalitas ide. Seorang penulis yang peka, dapat melihat dengan mata bathinnya sesuatu yang layak dituangkan dalam buku. Terkadang topik yang dituangkan dalam buku itu sangat sederhana, namun begitu mengena di hati pembaca. Tidak semua buku best seller itu buku yang berat, justru buku-buku yang ringan, yang akrab dalam keseharian pembaca, kerap menjadi buku yang laku keras. Jadi jangan pernah asal-asalan dalam menulis. Efektivkan pikiran, tenaga dan waktu Anda untuk pembahasan ide yang benar-benar tepat sasaran. 6. Bermental Pejuang Penulis buku yang cengeng, sering keluh kesah, dan kurang bersemangat, sangat sulit bisa menjadi penulis yang sukses. Baru sekali bukunya ditolak oleh penerbit, lantas frustasi. Padahal seorang penulis ternama di Barat, pernah naskahnya ditolak oleh 600 penerbit. Setelah diterbitkan oleh penerbit ke 600 itu, bukunya ternyata best seller. Jika ia frustasi ketika ditolak oleh penerbit ke 500 umpamanya, kini ia takkan menikmati hasil tulisannya. Anda pernah ditolak oleh berapa penerbit?

3

Kita perhatikan dan kenali 7 sebab kegagalan dalam proses olah tulis menulis. sebuah lembaga pelatihan jurnalistik yang dipimpinnya. Maka tidak heran jika Abu Al-Ghifari sewaktu aktif di Ash-Shidiq Intelectual Forum. Mungkin baru saat ide ditemukan rasanya tiada duanya. Dalam olah tulis menulis. Dengan semangat tinggi. Kata DR. bahwa “semua ilmuwan adalah sama. Bambang Trim mengutip sebuah pernyataan dari pusat pendidikan AS. hasil belakangan. Dan apalagi bergelar S2 atau S3. Saya setuju dengan apa yang dikemukakan Aa Gym. Teruslah berlatih. ide hanyalah bunga-bunga khayalan. adalah kenyataan aneh bila seorang dosen tidak bisa menulis. siapa pun yang hanya mempelajari teorinya saja. Dalam bidang apa pun kegagalan adalah jenis makhluk yang bikin tidak enak bagi yang menjalaninya. 4 .” Saya sepakat dengan Abu Al-Ghifari. 2. bunga-bunga ide lesu dimakan waktu. tidak akan pernah bisa menulis. Seorang penulis harus penuh optimisme. Kenapa? Saya akan coba mengurai sejumlah penyebab kegagalan menjadi penulis. Gagal Menjadi Penulis Sukses. Dahulukan kerja keras. Terbayanglah di benak kita ide ini paling mutakhir bernilai jual tinggi. menerima banyak keluhan dari sarjana S1. ditambah alumni kursus-kursus pelatihan menulis atau mengarang. tapi tidak pernah mampu menyelesaikan barang sejudul pun. Tetapi karena malas mempraktekkannya. Kedepankan profesionalisme dan kemahiran menulis dari pada sesuatu yang sifatnya materi. betapa banyak jebolan perguruan tinggi. “satu langkah bukti nyata. ternyata best seller.James Rompas Beberapa naskah saya sendiri pernah ditolak oleh hampir seluruh penerbit di Bandung. Berprestasi dulu. jangan mudah putus asa karena putus asa adalah racun bagi kesuksesan dan kesuksesan akan datang hanya pada mereka yang berusaha mendapatkannya bukan pada mereka yang hanya mengharapkannya. Akhirnya. Prestasi apa yang dapat dihasilkan oleh generasi. lebih baik daripada seribu teori”. ketika naskah itu diterbitkan. Belajar Teori Saja Aa Gym sering mengingatkan. Ide Sebatas Ide Boleh jadi ide sudah berjumpalitan di otak kepala. yang cuma berhenti sampai tingkat teori saja. selalu bersemangat dan siap menghadapi halangan dan rintangan dalam menulis buku. Deddy Mulyana. kesulitan menulis bagi kaum intelektual bukan terletak pada teori tulis menulis. Kesimpulannya. di negeri semisal Amerika. sampai satu di antara mereka menulis buku. baru memetik hasil. Tetapi sayang. Keluhan mereka yaitu tidak bisa menulis. Perkiraan ide belum ditulis oleh penulis lainnya. 1. Dan terkejutlah saat membaca tulisan yang ide utamanya sama.

Buat mereka yang terpenting ide sudah tersebar. Jalaluddin Rakhmat dalam “Retorika Modern” (Rosda Karya. Sementara pengetahuan mengenai Pemilu tidak memadai bahkan masih terbilang buta. Lalu timbul kesimpulan. tetapi bila dalam waktu yang cukup lama kemudian tidak lagi menulis. Contoh: kita hendak menulis tentang Pemilu (Pemilihan Umum). Sayang. nanti akan lupa bagaimana caranya menulis. amat tidak menarik. 1992) menjelaskan. Setiap penulis memiliki spesialisasi ilmu yang khas. padahal sudah terbukti mampu menulis. Ingin Cepat Populer Para penulis pemula utamanya punya kebiasaan buruk. Namun sangat disayangkan. banyak para penulis yang menggerakkan sejarah menulis di usia paruh baya atau tua: 44-54 tahun. Maksudnya. Tidak cuma lokal. Cepat puas dalam konteks ini dapat menimbulkan kemacetan total. Menulis yang Tidak Disukai Bicara mengenai tingkat kelancaran sekaligus kemandegannya. 5.James Rompas Rugilah kalau ide sebatas ide. Akibatnya sulit lagi untuk menulis. Hikmah yang kita petik adalah meraih popularitas perlu waktu panjang. bahkan ada yang menembus media berskala nasional. yakni ingin cepat popular. nulis apa pun sekiranya materi tidak dikuasai. keterkenalan memerlukan proses waktu yang panjang dan perjuangan sangat keras.” Sedangkan Hitler penulis “Perjuanganku (Mein Kampf)” begitu kuat mempengaruhi gerakan komunis. jelas akan gagal. Terkadang lupa bahwa ketenaran. mereka cepat sekali merasa puas dengan capaian seperti itu. kita menulis bahasan yang sebenarnya kita tidak memahami. ceramah yang disampaikan. 6. Jangan terjebak pada arus gemuruh emosi sesaat. Tentu saja bangga itu boleh. dua tulisan yang dimuat dibanggabanggakan di setiap waktu dan diedarkan ke setiap forum pertemuan. Cepat Puas Tidak sedikit penulis pemula yang tulisannya berhasil dimuat media massa. Paine dinilai sebagai pelopor kemerdekaan Amerika dengan karyanya “Pikiran Sehat (Common Sense). Begitu pula dengan tulis menulis. Macet Terjebak Honor Bagi penulis senior. jika mengucapkan apa-apa yang tidak dikuasai. Nulis apa saja kalau kita menguasai materinya pasti lancar meski tidak bebas hambatan. Memasarkan 5 . antara komunikasi lisan dan tulisan terdapat kesamaan. Pembangunan Djakarta. Tidak cukup dalam waktu singkat sebab profesi menulis bukan pekerjaan instan. apa lagi yang idealis. jangan memaksakan diri. Robert B. Tidak adil jika kita menuntut diri dengan harapan sosial yang tak proporsional. Jangan cuma karena ingin gagah-gagahan. Ukurlah kemampuan diri. kegiatan menulis tidak lagi (terutama) untuk mencari honor. Penulis yang tidak tahan proses. apa pun isi ceramah yang disampaikan ke khalayak akan menjadi menarik bila materi itu dikuasai. 3. 1959) mengungkap. 4. kepopularan. Mereka terlena dengan satu. Sebaliknya. niscaya menemui kemandegan atau kebuntuan. Dua di antaranya. Downs penulis “Buku-buku yang Merubah Dunia” (PT. Thomas Paine dan Adolf Hitler (lepas dari kejahatannya).

yang dicari adalah honor berupa uang. Biasanya kelemahan itu berupa: tidak ada waktu. dua tulisan saya dimuat sebuah harian lokal. By Lilis Nihwan Samuranje Problematika Penulis Pemula (1) Kesulitan Mendapatkan Ide 6 . tapi jangan dipelihara. kecewa boleh. pasti ia tidak seproduktif sekarang yang telah menulis puluhan buku itu. Ketiga orang ini jelas memiliki kelemahan dalam mengolah tulisannya. Ada bekas menteri yang mengetik di atas kendaraan. ketimbang kelompok pertama. “tulisan saya sudah 20 judul tidak dihonor oleh media yang sama. Jangan perbesar kekurangan. sekiranya Abu Al-Ghifari berhenti menulis gara-gara tidak dihonor. Eep ngomong soal politik. setelah pemuatan tulisan kedua. Bisa-bisa yang mendengarkan jadi pusing dan jengkel. Begitu sering pengamat politik muda usia Eep Saefullah Fatah menulis kolom saat menyetir.” Pembaca Budiman. Senang bukan bikinan. Cerita yang sama dialami Toha Nasrudin. Selang seminggu. tambah dalamlah diri kita memasuki wilayah kegagalan menjadi penulis. namun mereka tetap produktif. sedang berjuang keras memperpanjang umurnya. Sifatnya hanya menyumbang naskah. Apalagi kita umbar ke setiap orang. tidak ada bakat menulis dan bukan keturunan penulis. Jika pembaca mengalami hal demikian. semakin meyakini lemah dan memperbesar kelemahan dalam menulis. Petugas itu mohon maaf ditambah basa-basi sedikit. Caranya. kurang referen. Waktu itu saya kecewa berat. Di bulan Oktober 1996. nama lahir Abu Al-Ghifari sewaktu saya berkunjung ke Mujahid Press. Hernowo mengaku bukan keturunan penulis. Berbeda dengan penulis pemula. sedang istrinya mencatat yang dibicarakannya. karena katanya tidak ada honor untuk penulis luar. Kelompok kedua jelas lebih banyak jumlahnya. Semua punya. Ambil positifnya saja. dan sangat memaklumi koran lokal yang memuat tulisanku. Pembaca budiman. saya menghubungi bagian yang bertugas mengurusi honor. Membesar-besarkan Kelemahan Sendiri Bicara kelemahan. tapi bukan uang sebagai tujuan. siapa yang terlepas dari kelemahan. Ia menyatakan. 7. Dimuat pun sudah beruntung. Saya pun segera tahu.James Rompas ide ke lebih banyak orang dan kalangan.

James Rompas Diakui. berjalan-jalan. Pemilihan jenis karangan ketika muncul inspirasi tergantung minat penulis saat itu. 1% inspirasi. sedangkan cucuran keringat atau kerja/usaha 99%. Dalam mengarang pun diperlukan kerja keras. Intinya. Dalam kemahiran berbahasa inilah terletaknya "seni mengarang" yang ditunjang oleh disiplin yang ketat dalam berlatih. dan 99% cucuran keringat. Thomas Alfa Edison mengatakan. atau apa yang dikatakan Edison "cucuran keringat". ide atau inspirasi ini adalah modal awal seorang penulis dalam membuat artikel. tetapi berkarya terus dan dalam berkarya itulah inspirasinya turun dan hinggap di kepalanya. Inspirasi bagi seorang pengarang berpengalaman punya arti yang sangat berharga. Semakin banyak inspirasi yang ditulis dalam catatan kita. dia berkarya tidak selalu menanti inspirasi datang. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (2) 7 . Pengarang seperti ini tidak pernah kehabisan bahan tulisan. Inspirasi berarti sesuatu yang muncul secara tiba-tiba dalam pikiran kita." dari sini semakin jelas. cerpen atau puisi. Kemampuan mengembangkan inspirasi atau ide. Mengingat inspirasi munculnya tiba-tiba. Guna mendapatkan inspirasi. Pengarang yang sudah terlatih. maka akan semakin banyak pilihan dalam penulisan artikel nantinya. Ide dianggap langkah penting pertama sebelum menuju langkah berikutnya. Ide yang baik ditunjang dengan pemahaman masalah dan penjabarannya yang baik akan menghasilkan artikel yang berkualitas. sebaiknya carilah kesibukan. Inspirasi yang mengalir walaupun hanya sebuah kalimat pendek. dapat dijadikan sebuah artikel atau cerita pendek yang dibumbui dengan catatan atau pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain. "Genius itu. memeras otak. Munculnya inpsirasi ini kadang erat kaitannya dengan pengalaman panca indera dalam menangkap respon tertentu yang dialami saat itu. atau bertukar pikiran. Dalam usaha pengembangannya. seperti membaca. seorang pengarang memerlukan modal atau pengetahuan "kemahiran berbahasa" Indonesia yang baik dan benar. sebuah artikel akan sulit dan tidak mungkin terwujud jika sebelumnya tidak ada ide. Inspirasi ini nantinya mengarahkan penulis untuk menulis jenis karangan. merupakan suatu keahlian atau pengalaman yang terlatih. disiplin. Namun sekalipun inspirasi itu hanya 1% tapi cukup vital. dan tekun. tidak pernah mendapat kesulitan dalam mengembangkan inspirasinya. inspirasinya hanya 1% saja. Inspirasi yang 1% itulah yang dikembangkan dengan kemampuan yang ada untuk bisa berkembang sampai 100%. baik artikel. bahwa kecerdasan atau kesanggupan berpikir itu. maka para penulis profesional umumnya menyarankan kepada penulis pemula untuk senantiasa membawa buku catatan kecil khusus untuk menuliskan inspirasi ini.

Tema bisa berarti juga gagasan utama. Tema dipergunakan untuk memberi nama bagi suatu pernyataan atau pikiran mengenai suatu subyek. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarnya yang akan dibahas atau diuraikan oleh penulis. Penelaahan itu bisa menjalar ke mana-mana. Tema tulisan sangat menentukan arah tulisan atau tujuan dari tulisan tersebut. maka penulis itu salah tafsir. Lebih jelas lagi jika tema itu mudah memberikan jawaban atas pertanyaan "Apa sebab?" (sampai terjadi demikian atau harus dilakukan demikian?). Dalam sayembara penulisan. Menentukan tema tidak cukup hanya dengan mencari jawaban atas pertanyaan "apa" (yang dimaksud dengan) tema itu. di mana ditanam. atau buah pikiran yang diuraikan dalam karangan. Kalau seseorang menulis tentang sukses Bimas (bimbingan massal). Kadang-kadang tema sudah jelas tapi rumusannya yang tidak tepat sehingga menimbulkan salah tafsir. Begitu seterusnya. singkat dan padat. Tema harus dibedakan dari motif. subyek atau topik. Apa dan bagaimana tema atau dasar pikiran yang akan disusun menjadi tulisan itu? Menentukan tema tulisan beda dengan menentukan judul. tapi perlu juga mencari jawaban atas pertanyaan "bagaimana" (pokok bahasan yang sudah ditemukan itu terjadi atau dilakukan). padahal yang harus disusun adalah tulisan tentang "Bagaimana cara meningkatkan hasil telur ayam melalui Bimas". suatu observasi.James Rompas Kesulitan Mentukan Tema Tema dalam karang-mengarang adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. maka yang keluar sebagai pemenangnya adalah tulisan yang paling taat pada tema. Misalnya ada tema tulisan: Pengolahan sale kesemek. Tapi biasanya diuji dengan dua pertanyaan "apa" dan "bagaimana". suatu pengumuman. ayam misalnya. Tema merupakan suatu pernyataan mengenai hidup dan manusia. tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Dalam berbagai kamus kontemporer. Tema bukanlah suatu firman. tema diartikan sebagai dasar isi cerita. Dalam menentukan tema atau menerangkannya kita harus menghindari hal-hal yang imperatif. amanat cerita. di mana diperoleh. Apalagi jika dalam tulisannya tidak diceritakan langkah apa 8 . Adapun dalam tulis-menulis. atau apa saja yang harus dilakukan. be tapapun bagusnya tulisan kalau tidak taat pada tema akan disisihkan. Tema biasanya merupakan suatu komentar mengenai kehidupan atau orang-orang. suatu moral. tema yang hendak ditelaah sudah mulai jelas. motif atau topik. Apa sale kesemek itu? Apa pula kesemek itu? Bagaimana wujudnya. Pentingnya posisi tema. kapan musim buah kesemek. ketaatan pada tema dipakai sebagai patokan penilaian secara obyektif. suatu keputusan. persoalan. suatu petunjuk mengenai cara hidup. sehingga ada sebagian penulis yang mengatakan bahwa menemukan tema sama halya telah merampungkan tulisan. Mentukan tema harus jelas. Sehingga jika ada dua tulisan yang sama bagus.

dalam pembuatan judul penulis terbagi dua. itu memang bisa dan biasa terjadi. Untuk itu tema perlu dirumuskan kembali agar cakupannya lebih sempit. Tahap selanjutnya si penulis mesti bisa memilih kalimat atau kata yang tepat dan menarik. memilih kata atau kalimat yang menarik ini biasanya menjadi problema tersendiri. Menyimpang sedikit tidak apa. terlebih dahulu Anda harus memahami tema yang akan dibahas. diperlukan latihan dan menimba pengalaman lebih dalam. Tidak semua penulis langsung bisa memilih kata yang tepat. Tanpa judul. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (3) Kesulitan Membuat Judul Berdasarkan pengamatan selama bertahun-tahun.James Rompas saja yang harus ditempuh pada usaha peningkatan produksi telur ayam secara intensif dan massal. Nah. sebuah artikel ibarat seseorang tanpa kepala. melalui Bimas. padat. Tak jarang pula. Namun sebaiknya agar berusaha membuat judul sebelum 9 . Untuk itu. ada yang membuat judul sebelum artikel dibuat dan ada juga yang membuat judul setelah artikel itu rampung. Boleh membuat judul sebelum atau sesudah artikel dibuat. tulisan tidak mencapai sasaran. Penulis profesional biasanya sudah bisa menggambarkan kemana arah artikelnya sehingga sebelum artikel itu dibuat ia sudah memiliki gambaran mengenai judul yang baik. tapi kalau menyimpang terlalu banyak. Dalam menelaah tema. Judul dalam sebuah artikel ibarat kepala yang menopang alur kehidupan. namun sulit untuk memilih kata atau kalimat yang pas untuk judul artikelnya. Tapi lebih bagus lagi jika yang bagus itu terjadi pada tulisan yang temanya dikehendaki semula. Padahal sebuah tulisan nonfiksi untuk majalah dan surat kabar tidak boleh menjalar ke sana ke mari. Penulis pemula kadang tidak tahu. dapat disimpulkan bahwa kesulitan membuat judul mencakup penentuan dan penyusunan kalimat judul itu sendiri. penulis yang bersangkutan juga harus senantiasa ingat bahwa tema yang terlalu luas jangkauan selalu sulit digarap. Tidak luas sampai abstrak. Kalau dipaksa digarap juga. ide judul ada atau arah penentuan judul sudah ada. Dalam hal ini tidak ada aturan baku. Untuk membuat judul yang baik. Ketidaksesuaian antara tema dan hasil garapan juga dapat terjadi kalau penulis yang bersangkutan tidak taat tema. judul apa yang layak untuk artikelnya. hasilnya terlalu lebar sampai tidak mungkin mendalam. Namun untuk membuat judul yang baik dan menarik bukanlah hal yang mudah. daripada karya tulis yang dipaksa patuh pada tema. Judul harus singkat. menarik dan menggambarkan isi bahasan. karena ia merasa karya tulis yang "mencari jalannya sendiri" itu justru lebih alamiah bagusnya. tapi konkret.

Kata-kata atau kalimat pembuka itulah agaknya yang selalu membuat saya gelisah. kalimat pembuka ini disebut lead.James Rompas artikel dibuat karena terkadang dengan adanya judul. sekarang ini saya bahkan ingat bahwa yang senantiasa sulit bagi saya ialah justru bagaimana memulai. Dalam artikel nonfiksi. Sekalipun demikian yang terpenting judul bisa menggambarkan isi bahasan. Kadang seorang penulis profesional menyarankan agar tulis saja apa yang ada dalam pikiran saat itu. Judul ini tidak mengisahkan sebuah hotel melainkan sebuah gua yang ada di teluk Banten tempat singgah burung dari negara lain. Baik pembuka karangan dalam artikel fiksi atau lead dalam artikel nonfiksi. Bagaimanakah setidaknya menurut saya sendiri. Biasanya ada bebarapa judul sebagai alternatif. Jangan memperkosa isi bahasan hanya karena ingin tulisannya dibaca. Judul harus pendek maksudnya ringkas dan tidak bertele-tele. Jika Anda masih juga kesulitan membuat judul. motivasi menyelesaikan bahasan cukup tinggi dan tingkat konsentrasi pun lebih tinggi. Namun sebaiknya usahakan judul tidak lebih dari lima kata. namun biasanya seorang penulis tidak langsung bisa menentukan satu judul. Makna bahwa judul harus menarik bukan berarti "ekstrim" melainkan mampu menarik pembaca bahwa isi artikel itu bagus. Maksud ekstrim adalah keluar dari maksud sesungguhnya. sebaiknya sering mengamati judul yang diterbitkan media massa atau konsultasi langsung dengan para penulis profesional. nanti juga akan menemukan korelasi dengan bahasan yang sedang dibahas asal jangan terlalu jauh melenceng dari judul atau topik yang dibahas. judul tidak boleh berisi fitnahan. Contoh: Hotel Internasional di Teluk Banten. maka tuliskan saja dulu. keduanya mendapatkan kesulitan yang sama. cerpenis ternama. baik pembukaan yang mencekam atau sekedar mengasyikkan pembaca. mendapatkan pembukaan yang enak. 10 . masalah ini memiliki prosentase tertinggi sebagai masalah yang paling populer. nanti bisa dilihat mana kalimat yang tidak layak dan harus dipangkas serta mana yang harus dipertahankan. hasutan. Setelah itu. Hal ini tidak terbatas pada penulis pemula. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (4) Kesulitan Membuat Lead Sulit memulai adalah masalah yang paling banyak dikeluhkan para penulis. "Anehnya. dan terkesan emosional. Terutama untuk artikel ilmiah. Tak kurang Satryagraha Hoerip. Selain itu. kemudian pilih mana yang terbaik dan lebih menarik. Sekalipun pandai memilih kata atau kalimat. seorang penulis harus jujur dalam membuat judul. mencoba dan mencoba. tapi penulis profesional pun mengeluhkan masalah ini. Bahkan jika dikalkulasikan dari semua masalah jusnalistik. sebagaimana dikutip Faruk dalam epilog kumpulan cerpen KOMPAS (1996) mengakui. Artinya dalam keadaan terpaksa boleh saja seorang penulis membuat judul agak panjang. Untuk itu jika ada bebarapa judul untuk suatu artikel.

Tebingtinggi.. d. Soenandar berhasil membuahkan lengkengnya untuk pertama kali dalam sejarah perkembangan. Ada lima cara untuk memulai ringkasan.. kejadian atau hal. Pernyataan yang menonjol Lead ini kadang-kadang disebut punch lead (pendahuluan kejutan). 11 . Slamet Raharjo (1997) memberikan alternatif terbaik untuk mempermudah kalimat pembuka ini. pohon lengkeng yang biasanya hanya mau berbuah di daerah sejuk itu ternyata bisa disuruh berbuah. mengapa-nya. Bagaimana caranya? b. Apalagi Lubang Buaya. c. Tetapi kalau memulainya dengan sudut pendang paling menarik. Ringkasan Pendahuluan berbentuk ringkasan nyata-nyata mengemukakan topik dan pokok isi tulisan secara garis besar. Misalnya: Dari jauh saja sudah mempesona. Ia memang bermaksud membuat pembaca kagum. biasanya terasa kering dan tidak menarik. Kadang-kadang cara melukiskan kejadian itu begitu bagus. sering kali menggugah minat baca karena mengajak pembaca membayangkan bersama penulis. Namun dengan menggelangi batang. ataukah bagaimana-nya? Kalau yang menarik itu apa-nya. Keberhasilannya mengantarnya ke Filiphina untuk menerima hadiah Magsaysay tahun 1972. Biasanya diikuti dengan kalimat kekaguman. sekalipun sering dibumbui tambahan fiktif. namun ia menggambarkan beberapa pokok obyektif tertentu yang dapat dipakai penulis sebagai titik awal pembicaraan yang berhubungan dengan pokok bahasan. Misalnya: Ketika pangeran Djajadiningrat dari Banten masih berumur balita dan akan diberi nama dulu. Tujuannya memberi gambaran kepada calon pembaca yang akan disajikan dalam tulisan itu nanti. Ah! Baiknya Anda melihat sendiri. Kalau ringkasan ini ditulis begitu saja. panen singkong 70 ton tiap hektar tiap musim. Anekdot (kisah pendek tentang kejadian penting yang menarik karena aneh atau lucunya) biasanya memang benar-benar terjadi. apa-apa yang diceritakan itu. Meskipun kebanyakan subyektif. Misalnya: Luar biasa! Hans Westernberg. maka yang ini yang dijadikan lead. sampai lead ini disebut lead sastra. pohon dadap Erythrina variegata itu. Misalnya : Membuat lengkeng berbuah di dataran rendah tidak mudah. lalu dibaca. sering menawan juga karena membuat tulisan nonfiksi seolah-olah menjadi fiksi. Kalau yang menarik itu dimana-nya. Jakarta yang panas hawanya. (What lead). dengan kata-kata yang jernih. Jakarta yang panas hawanya. tergantung pada kapan-nya. pohon dadap itu kalau sedang berbunga. maka ringkasan sebagai lead biasanya akan diperhatikan.James Rompas Khusus untuk artikel nonfiksi. nama-nama pemberian neneknya dan para sesepuh yang lain ditulis pada secarik kertas yang kemudian dimasukkan ke dalam batok kelapa jenggi. dimana-nya. Dan latar belakangnya biru lazuardi . dengan batangnya abu-abu dan bunga merah merona tersebar rata dipuncaknya. yaitu : a. Anekdot/Dongeng/Sejarah Pendahuluan bersisi anekdot. Seperti Buket raksasa saja pesta agung di istana Rahwana Raja. Pelukisan Pendahuluan yang melukiskan fakta. dari Binjai. maka leadnya diubah sebagai berikut : Di Lubang Buaya.

apa yang mesti dilakukan dengan ide itu karena begitu 'gelap' untuk menjabarkannya. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (5) Sulit menjabarkan yang dimaksud di sini adalah bukan sebatas kesulitan membuat kalimat pembuka tapi kesulitan menyelesaikan artikel itu hingga tuntas. Misalnya: Anda pernah mendengar istilah Dutch Wife? Belum. g. Di antara penyebab dari kemandegan ini adalah: a." Demikian Pangeran Arya Achmad Djajadiningrat. f. sudah tentu lebih akrab rasanya. Penulis lebih banyak memakai kata "kita" dan "Anda" dalam tulisannya. e. tentunya."(HR. Setelah kertas pilihannya dibuka. Kadang ide sudah ada. Itu bukan istri Belanda. Penulis tidak menguasai masalah atau materi yang dibahas b. Achmad-lah. Ia hanya berarti guling. Abu Syeikh). Misalnya: Rasulullah saw. Belum terbiasa membuat artikel Untuk lebih jelas mengenai empat masalah tersebut. dapat langsung menyentuh rasa pembaca dan sekaligus membawanya ke pokok bahasan yang akan dikemukakan dalam artikel nanti. bersabda: "Ilmu itu adalah ruh Islam dan tiangnya iman. Amanat langsung Pendahuluan berbentuk amanat (atau pesan) langsung kepada pembaca. berikut kami bahas satu persatu: 12 . menuju ke arah pengertian "semu". ternyata bertuliskan nama Achmad. nama saya. menuturkan asal usul namanya. untuk memulai tulisan. Tidak jelas kerangka kerangannya (kerangka pemikirannya) d. maka Allah akan mengajarkan apa-apa yang belum diketahuinya.James Rompas Ibunya kemudian mengambil salah satu kertas yang tergulung dalam batok itu. Kurang referensi c. Dan barangsiapa yang mempelajari ilmu lalu mengamalkannya. Namun Dutch wife tidak bisa buru-buru ditafsirkan sebagai istri semu (atau gadungan). "Karena itu. Ia menggugah pembaca dan menolongnya agar mulai berpikir aktif. penulis masih bingung. Kutipan orang lain/Kitab Suci/Petuah Pendahuluan berupa kutipan ucapan seseorang (tentunya yang memang terkenal sudah "mempunyai nama"). karena pembaca perorangan. Pertanyaan Pendahuluan berbentuk pertanyaan yang merangsang keingintahuan merupakan lead yang bagus. maka Allah akan menyempurnakan pahala baginya. Misalnya: Anda sudah pernah menikmati kelezatan mangga manalagi? Inilah cara-cara bertanam agar menghasilkan buah yang lezat. Awalan dutch (yang selain Belanda juga berarti fancy). Barangsiapa yang mengajarkan ilmu.

James Rompas a. sekalipun sulit tapi usahakan terus berjalan. atau media elektronika. baik terdapat dalam buku. (Lihat bab I tentang Fokus pada Spesialisasi Ilmu yang Dimiliki) b. seni atau lainnya yang tidak ada kaitannya dengan politik. ide yang didapat dalam bidang politik. bisa jadi disebabkan belum terbiasa membuat artikel. Belum terbiasa membuat artikel Jika tiga masalah di atas bukan kendala lagi. sekalipun ide yang dibahas sesuai dengan profesi atau latar belakang pendidikannya dan referensinya juga cukup. surat kabar. Penyebab lainnya adalah kurang adanya perhatian pada kerangka karangan. tidak mempertimbangkan apakah dia mampu atau tidak menjabarkan ide itu. Fungsinya sebagai bukti atau memperkuat pendapat penulis. persiapkan dulu referensi atau rujukan yang mendukung pada artikel yang akan dibuat. Misalnya. tapi bagi penulis pemula biasanya bingung sendiri. Penulis yang memaksakan diri membahas suatu bahasan tanpa menguasai materi tersebut bisa prustasi. Sekalipun boleh-boleh saja selama mampu. nanti pun Anda akan terbiasa menulis dengan mudah. Kerangka karangan dalam setiap tulisan atau karangan tetap diperlukan. namun tidak ada salahnya sebelum Anda membuat artikel. Bedanya dengan jiplakan. mengambil pendapat orang lain tanpa menyebut sumbernya sehingga dianggapnya pendapat diri sendiri. selain itu nantinya kredebilitas penulis akan sangat diakui media. majalah. tapi masih kesulitan menyusun kata atau kalimat. d. cukup pokok pikirannya saja. Membahas suatu ide yang materinya sesuai dengan latar belakang sendiri akan sangat mengasyikkan. tidak mesti terlalu mendetail. Disarankan. Tidak jelas kerangka karangannya Bagi penulis pemula. c. Sekalipun artikel yang dibuat sesuai latar belakang pendidikan Anda. kalau jiplakan. Penulis tidak menguasai masalah atau materi yang dibahas Kebanyakan penulis pemula merasa optimis bisa membahas bahasan yang idenya baru saja ditemukan. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (6) Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat seseorang dari seorang pengarang atau seseorang yang sangat terkenal. Menurut jenisnya. kutipan dapat dibedakan atas kutipan langsung dan kutipan tidak 13 . jelas sulit. Untuk itu kami sarankan agar membahas suatu ide yang memang layak Anda bahas atau sesuai dengan latar belakang pendidikan Anda. Kurang referensi Referensi. Kerangka karangan untuk artikel cukup secara garis besar saja yaitu rangkaian masalah yang akan dijabarkan dalam artikel. padahal dia sendiri hanya berlatar belakang matematika. tapi kadang masih ada kendala menjabarkan bahasannya. Penjiplak sering disebut juga plagiator. baik buku-buku atau media lainnya sangat menunjang dalam pembahasan suatu artikel.

tulis nama orang atau badan yang mengedit. Misalnya: Perilaku seks menurut Dr. Bila penulis lebih dari tiga orang. Kutipan langsung. Idealnya dalam pengutipan. Misalnya: "Perilaku seks adalah segala tingkahlaku yang didorong oleh hasrat seksual". ditulis pula nama penulis aslinya. skripsi. Sebaliknya. Kutipan langsung. sipenulis tidak boleh merubah redaksi atau kalimat dari kutipan. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat bahwa perilaku seksual adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual. Sarlito Wirawan Sarwono. Cukup ditulis nama penulis dan buku karangannya. diikuti dengan "ed" (ed = editor). Kutipan tidak langsung. Cukup ditulis nama penulis. Penulis bisa memilih beberapa cara di antaranya sesuai kebutuhan. Sarlito Wirawan Sarwono (Raja Grafindo Persada: 1994) adalah: "Perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual". Misalnya: Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. Kutipan langsung diapit dengan tanda petik sedangkan kutipan tidak langsung tidak dan biasannya diawali dengan kata "bahwa". dicantumkan dalam isi bahasan atau langsung dalam tulisan bukan dalam catatan kaki seperti pada makalah. penerbit dan tahun penerbitan a.James Rompas langsung. kutipan tidak langsung adalah mengutip pendapat orang lain berupa intinya yang terkadang teks kalimatnya diganti dengan kalimat gaya penulis bersangkutan tanpa merubah maksud kalimat tersebut. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah: a. baik pengutipan langsung maupun tak langsung. Berikut ini beberapa cara teknik pencantuman sumber kutipan. perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang dirorong oleh hasrat seksual. a. Misalnya: Dr. Misalnya: Dr. (Dr. kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. Bila sumber itu kumpulan tulisan. Sarlito Wirawan Sarwono (1994 : 137) berpendapat bahwa. Bila sumber itu terjamahan. (Dr. Tiga teknik tersebut adalah di antara teknik yang paling sering digunakan. tahun penerbitan. Teknik tersebut adalah: 1. 14 . Sarlito Wirawan Sarwono. Kutipan langsung. b. a. Raja Grafindo Persada :1994)." b. Judul buku yang ditulis boleh judul asli atau terjamahan. c. Kutipan langsung adalah kutipan yang mengutip pendapat orang lain secara lengkap kata demi kata. penulis tidak boleh merubah isi kutipan baik redaksinya maupun maknanya sekalipun mungkin tidak sesuai dengan selera penulis. Cukup dinulis nama penulis. Apalagi dalam kutipan langsung. Kutipan tidak langsung. khusus artikel. 1994 : 137). b. dan desertasi. Kutipan tidak langsung. 3. b. tetapi di belakangnya ditulis nama penerjamahnya. 2. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat: "Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. cukup menulis nama penulis yang pertama diikuti dengan tulisan"et al" (et al = dan kawan-kawan). tesis. Misalnya : Dr. Sumber kutipan. dan halamannya.

e. 15 . apa yang ditulis dan sejumlah pertanyaan-pertanyaan lain yang berkecamuk. Bagaimana mengawalinya. Ada tamsil menarik soal ketrampilan menulis. dan akan tiba saatnya Anda harus menulis. Jikalau engkau tak (punya kebiasaan) membaca. Konon. biarkan ia mengendap dalam benak Anda. belajar menulis itu seperti belajar naik sepeda. Buktinya. Lalu. apa saja kiat-kiat agar bisa terampil menulis ? Berikut ini ada 7 kiat yang bisa dipraktekkan. nama surat kabar/majalah. kunci bisa terampil menulis atau merangkai kata memang terletak pada kontinuitas latihan (sehari-hari). Jatuh-bangun berkali-kali. dan bahkan dapat mengayuh dengan santai atau cepat. dalam bukunya Menggebrak Dunia Mengarang seperti yang pernah dikutip dimuka. Pertama. belum tentu kita dapat melukiskan sebagus-bagusnya dalam kata. Karenanya. By Abu Al-Ghifari Strategi Merangkai Kata Menulis itu ternyata memang tidak gampang. Kata-kata mengalir dengan mudahnya sehingga terangkai menjadi rangkaian kalimat yang menawan. bagaimana menyusun kalimat yang “hidup”. Terkadang sulit membayangkan. menulis terasa mudah dan indah. naik sepeda terasa mudah. tidak semua orang mampu menjadi seorang penulis yang piawai mengorganisasi kata sehingga terangkai dalam kalimat yang komunikatif. Tetapi setelah bisa. engkau tak bisa menulis. ditulis nama sumbernya (penanggung jawab) kemudian ditulis data lainnya. terasa sulit bukan main.James Rompas d. suatu saat pemahaman Anda semakin luas. Tapi setelah bisa. bahwa meskipun setiap hari melihat langit. banyakbanyaklah Anda membaca. you don’t write”. Ketika awal-awal belajar naik sepeda. Jose Daniel Parera dalam Konggres Bahasa ke-5 di Jakarta mengatakan. Bila sumber itu tidak diketahui nama pengarangnya. seperti dikutip Wishnubroto Widarso dalam bukunya Pengalaman Menulis Buku Non-Fiksi pernah berucap. maka ditulis judul artikel. tanggal/bulan/tahun penerbitan. Ketika awal-awal menulis. Begitu pula belajar menulis. “If you don’t read. Pater Bolsius SJ. Seperti yang dikatakan Eka Budianta. hobi membaca buku. Bila sumber itu surat kabar atau majalah. duduk di atas sedel sepeda bisa dilakukan dengan tenang tanpa terjatuh. terasa susah bukan main. Apalagi mengorganisasi kalimat sehingga teruntai ide-ide segar yang menggerakkan.

membaca alam. YB Mangunwijaya mendalami masyarakat Maluku dan pola hidup Maritim di sana. “Write your wroung !”. suka korespondensi. Begitu juga novel Para Priyayi Umar Kayam. Ido. Penulis juga begitu. Jadi. Dalam hal ini. suatu ketika hasrat menulis akan timbul pada diri Anda secara alami.James Rompas Hernowo. Termasuk. Dalam menulis surat kita berlatih memilih kata-kata yang pantas untuk pembaca. hobi meneliti. indikasi dari tingkat intelektualitas seseorang akan tampak. buku harian merupakan media yang tepat untuk itu. cintailah bahasa. Kekayaan kosakata-lah yang membedakaannya. Kedua. Tapi kecakapan itu baru bisa dicapai dengan jalan berlatih”. yang ditulis dengan mengadakan berbagai penelitian dan dukungan perguruan tinggi di Amerika Serikat. mempunyai buku harian. Milikilah buku harian. Dari bahasa. Ketiga. Itulah tujuh kiat yang bisa dipraktekkan. Seorang psikolog dan ahli terapi menulis. Prof. menganjurkan. seseorang akan gampang mengungkapkan apa saja yang diingininya lewat tulisan. orangtua. pembaca bisa berarti teman dekat. Hal itu akan berguna untuk mengasah ketrampilan menulis dan melatih kepekaan kepada kata-kata. pejabat. Diskusi merupakan ajang tukar pendapat. tapi juga membaca alam. Dr. memerlukan media untuk menuliskan ide-ide yang bekerjapan dan lalu lalang setiap harinya. Apakah dia seorang yang memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi atau tidak. Selain itu. dalam bukunya Mengikat Makna menyatakan. ibarat Anda buang hajat besar lantaran kekenyangan. Kelima. Bahasa adalah alat komunikasi. suka diskusi. Floyd G. Ternyata ada banyak kata yang bagus yang dapat kita gunakan dalam tulisan kita. tulislah apa saja sepanjang hari. Ke-enam. Homa. 16 . Ke-empat. kenalan baru. Dalam diskusi akan banyak pendapat dari luar diri kita yang dapat menimbulkan letikan ide atau inspirasi untuk bahan tulisan kita. Fenomena alam akan menjadi inspirasi sebagai bahan tulisan. Minat meneliti merupakan sarana yang akan semakin meningkatkan kedalaman dan luasnya jangkauan tulisan kita. Maka. Karenanya. Arpan mengatakan. sebelum menulis Ikan-ikan Hiu. Menulis surat atau korespondensi adalah latihan berkomunikasi secara tertulis yang cukup efektif. Buka-bukalah kamus Bahasa Indonesia. James Pennebaker. mencintai bahasa. menulis setiap hari di buku harian juga berguna untuk membangun kepribadian. perlu jogging harian. membacalah sebanyak-banyaknya. Ketujuh. Dan pengetahuan yang luas yang Anda dapatkan dari membaca akan memudahkan Anda untuk menuangkannya ke dalam tulisan. Di panggung kehidupan ini ada banyak peristiwa yang bisa digali untuk bahan penulisan. Ia akan menjadi inspirasi yang hebat untuk bahan tulisan kita. membaca alam adalah membaca peristiwa kehidupan. tapi selama ini kita belum mengetahuinya karena itu kita tidak menggunakannya. maupun orang asing di tempat jauh yang belum kita kenal. Ibarat pelari. Membaca tak semata-mata membaca buku. Menurut Eka Budianta. “Kecakapan menulis tak akan begitu saja jatuh dari langit.

Fungsi kata pembuka. Pesona kata mutiara dapat mengakdai pembaca. Meraup omzet sebesar 15 miliar per tahun. 2. Kata Mutiara Mutiara dicari dan disenangi banyak orang.James Rompas by Badiatul Muchlisin Asti Strategi Membuat Lead Menulis kata pembuka merupakan bagian yang sulit dalam tulis menulis. Peristiwa ini terjadi di sebuah kota besar negeri kita. terdapat muatan khusus dan mendalam bagi penulis yang memetik ayat Al–Qur’an atau As–Sunah di awal artikel. Abdullah Gymnastiar memberikan bahwa. bila menemukan (membaca) informasi yang mengejutkan. Selesainya sebuah tulisan antara lain disebabkan bagus-tidaknya. Termasuk mutiara dalam tulisan atau kata mutiara. tapi juga diakui penulis kawakan. Diperkirakan frekuensi kenaikan omzet terus meroket pada masa-masa mendatang. Walaupun kata-kata itu pedas karena menasehati pembaca. Katakanlah di luar dugaan. Data Mengejutkan Pembaca akan terpengaruh. Beliau kerap kali mengutip ucapan-ucapan sastrawan besar sayyidina Ali. kita perhatikan contoh-contoh berikut: Mengutip sebuah penelitian. Pesan intinya hukum Allah sesuai dengan segala dalil naqli punya pendapat yang sama. 2000). Dalam artikelartikelnya. Mereka memiliki falsafah bahwa setiap sesuatu harus berpijak pada dalil. didukung lebih dari 300 santri perusahaan yang dikelola pesantren Daarut Tauhid – Bandung. Dengan memadukan teori Manajemen Qolbu dan enterpreneursip. terpancing emosinya. Di dalam keberanian mulai terpendam 17 . Sehingga dalam tulisan pun dalil naqli harus ditulis terlebih dahulu. 3. sangat vital. Penulis sekaliber Jalaluddin Rakhmat sering mempraktekkan cara ini. Sehingga tidak mengherankan untuk membuat kata pembuka lazimnya disebut intro menghabiskan banyak waktu. “Apapun yang akan Anda lakukan atau impikan dapat Anda mulai sejak sekarang. karena dari segi nilai jual punya andil yang strategis. metode. menarik atau tidaknya kata pembuka. Pengakuan ini tidak hanya dibenarkan oleh penulis pemula. Mengejutkan bisa berakibat senang atau sedih. Petikan Kitab Suci Selain sebagai gaya. 1. Kita simak kata mutiara dari Geothe yang dicuplik Hernowo dalam “Kata Pengantar” panduan penyusunan naskah (Mizan. tersedot perhatiannya. Contoh lain. Yang penting mengejutkan. da’i kondang KH. Pengaruh intro kepada pembaca cukup besar. Kita akan coba mengenali dan menemukan penulisan intro denga tujuh cara. 70% kaum remaja usia SMP-SMU pernah merasakan zina.

tapi ada yang lebih ringan. kekuatan dan keajaiban”. 5. yaitu masa lalu.James Rompas kejeniusan. by Lilis Nihwan Strategi Membuat Judul 18 . Keterlibatan pembaca terasa secara langsung. Humor Manusia senang dengan sesuatu yang lucu. Dahulu sebelum majalah tempo dibreidel (kemudian terbit kembali) seorang penulis bernama Bondan Winarno seperti diakui Yosal Irantara (Dekan Fikom Uninus). Boleh kisah sendiri. tapi ada yang lebih dekat dengan kita. amat rajin menggunakan kata pembuka dengan anekdot.” IG: “Apa yang lebih ringan?” PS: “Angin” IG: “Benar. 6. Cara ini cukup efektif. Di tempat ini Nabi Saw. Cukup banyak media yang memberikan ruang untuk humor. Misal: Apakah mahasiswa Indonesia senasib dengan mahasiswa Thailand. dua tokoh yang berdebat. Misal: kita akan menulis perihal “pentingnya tafakur”. Sapalah pembaca dengan guyonan segar. Menimbulkan ger-geran. 4. percakapan keluarga dan seterusnya. Menuturkan kronologis tertentu yang berhubungan dengan masalah yang sedang ditulis. Latar Sejarah Menyapa pembaca bisa juga dengan penyebaran latar sejarah. melakukan perenungan berbagai hal.” IG: “Apa yang lebih jauh dari kita?” PS: “Negeri Cina” IG: “Benar. yaitu menunda shalat. tokoh atau siapa saja.” 7. Kutipan Dialog Dialog bisa kita ambil dari kejadian sehar-hari. Perhatikan dialog Imam Ghozali (IG) dengan para santrinya (PS). beliau punya kebiasaan menyendiri di Gua Hira. Pertanyaan Pertanyaan mempunyai kandungan maksud untuk mengajak pembaca segera berpikir. (Baca kisah nenek yang tidak masuk surga). Nabi Muhammad Saw. tapi ada yang lebih jauh dari kita. Misal: Pisang apa yang kulitnya enak dimakan? Kemudian Bondan menjawab pisang goreng. Sebelum Muhammad bin Abdul Muthalib diangkat menjadi Rasul. antara guru dan muridnya. IG: “Apakah yang paling dekat dengan kita?” PS: “Keluarga” IG: “Benar. tapi mendidik. para nabi. yang awalnya dipuja-puja oleh rakyat Thailand? Tetapi kemudian hari para mahasiswa itu dimusuhi oleh rakyat karena dianggapnya tidak mampu merubah keadaan. pernah juga menginformasikan suatu kebenaran dengan gaya guyon. yaitu kematian.

Tulisan yang Dianggap Paling Menarik Tahapan awal menulis judul yaitu tulis yang paling menarik. dagunya. Jangan ragu-ragu tulis saja. Judul sering diartikan sebagai pintu masuk. dadanya. tertukik pada bagian kepala. maka pada tingkat kedua harus dilakukan perubahan judul sesuai perjalanan tulisan kata lainnya. membangkitkan gairah membaca isi tulisan. Bisa merembet pada masalah yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan banyak kasus seperti ini. kondisikan dengan referen yang tersedia. Kalau menemukan kenyataan ada judul baru timbul. Judul Awal Bukan Hal yang Final Seiring proses penulisan dari satu alinea ke alinea lainnya. atau pernyataan tokoh berpengaruh. “Kunci” sementara untuk lain waktu dibuka kembali supaya sebuah tulisan segera rampung atau matang dan tidak mengambang. “Umumnya kaum pria selalu memulai daya pandanganya yang ditujukan pada kaum wanita. Manjakan bayangan-bayangan tulisan yang sedang dan akan kita garap dengan menulis judul sesuai selera waktu menulis. terkadang terjadi pergeseran makna. Akan lebih senang lagi pria melihatnya bila wanita itu tersenyum manis. Kepanikan menyebabkan frustasi.. 1998). ketiga…. yaitu muka wanita itu. 19 . Kita kutip suatu alenia penuh. Jika saat menulis judul pertama kali. Judul identik dengan kandungan isi tulisan. tidak jarang beranak dan menjurus pada dualisme judul atau lebih. kedua. Sekarang kita baca langkah ketiga. Saya tahu maksud permisalan pak Roesli. Untuk merumuskan dan membuat judul memerlukan beberapa langkah. BPJ. rambutnya. dengan mendialogkan kaum Hawa dan Adam supaya lebih gampang memahami uraian. Selesai memutuskan judul (yang pertama. Substansi tulisan tidak hanya satu jalur. 2. Apa yang harus kita lakukan? Jangan terlalu panik. yang dianggap dapat menyedot perhatian banyak pembaca. Akhirnya tidak percaya diri bahwa kita mampu menulis. dan terus sampai ke ujung kaki. dapat kita ambil kesimpulan bahwa. Sekali lagi jangan ragu. dengan kemampuan kita. hidungnya. 4. pandangan akan meluncur ke bawah” (Kiat Jadi Penulis dan Wartawan. Judul awal bukanlah hal yang final kalau terjadi perubahan isi. 3.). segera “matikan” judul lainnya. Cara ini sangat efektif menyapa emosi pembaca. Dari tiga penyataan tersebut. Meminjam Istilah yang Sedang Ngetrend Istilah yang sedang ngetrend pasti lagi banyak dibicarakan banyak orang. pilih yang paling mudah.James Rompas Roesli Lahani Yunus dengan gaya kocak mengibaratkan judul sebagai wajah perempuan dalam tatapan laki-laki. peranan judul amat penting. Tulis saja. bibirnya. 1. Sumbernya entah dari judul film. Selesai memperhatikan bagian atas. pertanda hatinya baik dan berbudi. iklan. kata-kata apa saja harus ditulis bagus. Kemudian matanya. Jika Timbul Judul-judul Lain Satu judul yang sedang kita rampungkan.

Misal. ada dua keuntungan (tujuan) yang ingin dicapai dari penulisan judul itu. Disesuaikan. by Lilis Nihwan Strategi Menutup Artikel 20 . patutkan dengan selera sendiri.” dan seterusnya. Misal. Dengan membubuhkan pesan yang akan disampaikan. lebih khusus lagi yaitu. Pertama. Boleh Pendek. Sesuai Isi Urutan ketujuh inilah yang paling prinsipil. Lazimnya kata-kata tambahan diberi tanda kurung. Sebelumnya lagi nyanyian Joshua “Diobokobok”. “Ada Apa Dengan…. Sebenarnya penulisan judul dapat pula dilakukan dengan memanjangkan kata kata tambahan. “Agar Komunis Tidak Bangkit Lagi” (Upaya Pencegahan Dampak Negatif Paham Komunis Melalui Pendekatan Ekonomi yang Islami). Pak Haris memaparkan. secara umum mempengaruhi massa. Ada Apa dengan Anggota Dewan. Titik-titik diisi dengan nyawa tulisan (pesan). Harga mati. Kedua. penulisan judul boleh pendek. Jadi. Para akademisi sering mangatakan gaya mempengaruhi dengan sebutan persuasif. “Ada Apa dengan RUU Penyiaran. kalimat jelas dan singkat serta tidak memerlukan banyak kata. 5. dengan pendekatan apa saja. Panganut (peminat) judul pendek biasanya menulis judul tidak lebih dari enam kata. 7. boleh panjang. “Ada Apa Dengan Cinta”. mantan Redaktur Bandung Pos (Alm). 6. kita petik sebuah contoh dari makalah yang ditulis AS. Boleh Panjang Umumnya para pembaca lebih menyukai judul dengan menggunakan kalimat pendek atau efektif. redaktur atau pembaca.James Rompas Beberapa waktu lalu sebuah judul film yang dibintangi Dian Sastro Wardoyo begitu mengemuka. Ada Apa dengan Pemilihan Gubernur. meyakini berbagai manfaat retorika sekaligus menggiring pembaca untuk mengikuti kursus pelatihan komunikasi di lembaga tempat ia beraktivitas. Apa pun gaya tulisan. Haris Sumandria. Kehormatan Rakyat Diobok-obok. Gaya Mempengaruhi Salah satu penulisan judul yang efektif dengan cara nada mempengaruhi. “Agar Komunis Tidak Bangkit Lagi”. penulisan judul harus mencerminkan kandungan isi tulisan. Kita bisa memanfaatkan kepopuleran istilah-istilah itu. Topik: Keuntungan Mengikuti Pendidikan Retorika Judul: Tanpa Retorika Kita Tak Berdaya Dengan memberikan judul “Tanpa Retorika Kita tak Berdaya”. Berikut ini pemanjangan dari judul pendek di atas.”.

Jadi. Oktober 2003).Namun bisa juga ditulis karena masa depan yang akan diraih masih dalam tahap perhitungan-perhitungan tertentu atau belum jelas. Misal. Melakukan hal-hal yang semestinya menurut penulis harus dilaksanakan. tak keliru kalau saya berkeyakinan bahwa utang untuk bisnis adalah sebuah ibadah yang mulia. lindungilah Bandung dan pemerintahannya dari 21 . dilatarbelakangi oleh berbagai kejadian sebelumnya yang dianggap belum optimal. Dengan utang.S berjudul “Benang Hitam Khusus di Malam Gelap” (Pikiran Rakyat. Contoh ini bisa kita tiru dalam “Al-Aqsha. dengan bahasa (katakata) yang berbeda.15 September 2003). demi pembebasan Yerusalem. kita bisa kembangkan bisnis dan membuka peluang bekerja pada banyak orang. mungkin sedikit memelesetkan pesan Bung Karno menjadi “gantungkan utangmu setinggi langit”. Cuma. Biasanya tulisan semacam ini. menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap Al-Aqsha di kalangan umat. Ditulis oleh Purdi E. Chandra seorang Presdir Primagama Group. keduanya sama-sama penting. Utang bukan pantangan untuk mengembangkan usaha. nyatakan kembali ide pokok itu.” 3. bagaimana jadinya jika sebuah tulisan tidak ada penutupnya? Pasti hambar rasanya. Anda setuju? 2. Ya Allah Yang Maha Melindungi. Menyampaikan Kembali Ide Pokok Ide pokok sebenarnya sudah terurai di sebuah tulisan yang sedang digarap.James Rompas Menutup artikel tidaklah sesulit membuat pembukanya (intro). Itu sebuah ibadah yang mulia. Meski demikian. atau kabar kepada pembaca. Kita simak kata penutup tulisan H. Kita bisa menutup artikel dengan 7 hal berikut. Nurani yang Terkoyak”. Ia menjelaskan. sebuah artikel berjudul “Utang Ibadah yang Mulia” (MQ. Kita perhatikan alinea penutupnya. Rachmat M.A. sebagaimana tertuang dalam tulisan tersebut. tulisan ASM. mengantarkan pembaca untuk memasuki emosi pemikiran penulis. Romli (MQ. bahwa tulisan sudah berakhir. sehingga rakyat muslim di berbagai negara dapat mendesak pemerintahnya untuk bersatu dengan pemerintah muslim lain. paling tidak setiap peringatan Isra Mi’raj (27 Rajab) umat Islam memikirkan dan memprogram pola perjuangan bagi pembebasan Yerusalem (Palestina). Namun di alinea paling akhir. untuk berani membuka usaha walau pun dengan jalan hutang. Bisa juga dengan menggunakan teori yang sama seperti teknik membuka artikel. Oktober 2003). Tetapi muatan utamanya sama. Selayaknya. kalau pembuka. 1. sementara penutup artikel berfungsi sebagai penyampai gagasan utama. Bayangkan. Wallahu a’alam. Bedanya. Do’a atau Harapan Ada kalanya artikel ditulis dengan nada permohonan atau harapan. Mengajak Pembaca untuk Beraksi Artikel ditulis untuk mempengaruhi pembaca agar segera beraksi.

kutiplah Helvy Tiana Rosa. Uraian sangat singkat batang tubuh tulisan. kita menulis tentang “Rendahnya Budaya Berpikir di Kalangan Masyarakat Indonesia”. Kutipan Seorang Praktisi Menutup artikel dapat juga dengan mengutip pernyataan tokoh tertentu. Ternyata. sebab terus menerus digunakan untuk berpikir. penutupnya. 22 Agustus 2003).ia berada di jalan Allah. 4. Tidak keras. bisa menggunakan gaya dengan cara menuturkan simpulan kronologis.James Rompas manusia-manusia yang berniat jahat mau mencari di atas penderitaan rakyat. ambillah misalnya pernyataan dari Adnan Buyung Nasution. Contoh demikian terdapat dalam “Relevansi Dakwah dan Toleransi Beragama”. 22 . 5. Sebaliknya. tapi sasarannya tercapai serta mengena di hati pembaca. Lalu kutiplah pernyataan penyair “liar” Emha Ainun Nadjib yang mendukung isi tulisan kita. tulisan Yusuf Burhanuddin (Republika. 6. Model ini. Wallahu a’alam. kita akhiri dengan sabda Nabi Muhammad Saw. Contoh: kita mengurai tentang “Kebebasan dalam Menulis Puisi”. Amiin. Anekdot Pesan: kritik sosial. Otak yang paling mahal adalah otak yang jarang digunakan untuk berpikir. Menulis masalah hukum. Tujuan tertinggi yaitu tujuan yang dianggap sesuai dengan firman Allah atau sabda Rasul-Nya. mengenai ilmu: “Siapa yang meninggalkan kampung halamannya untuk mencari ilmu. Misal. Dan tinta seorang pandai adalah daripada darah seorang syahid. Saya tidak tahu persis siapa pencipta anekdot ini. Yusuf membuat judul kecil dengan. Sesuai dengan bahasan yang kita garap. Ya Allah. Selama ini banyak tata cara dan formula menulis puisi. untuk menutup artikel bertema “Keutamaan Ilmu”. Masalah seputar perbukuan. ya Tuhan kami. dan seterusnya. kutiplah Bambang Trim. Kita ingin bebas berekspresi dalam hal bahasa. cukup efektif dengan menggunakan humor. Puisi itu semacam bagian ruh dalam.” Toleransi akhirnya menjadi keniscayaan sosial bagi seluruh umat beragama dalam menata khidupan bersama. “Epistomologi Dakwah”. Kesimpulan dari Sudut Kronologios Banyak yang menulis artikel dengan cara beberapa judul kecil (sub jusdul). seluruh pengunjung pameran menyerbu stand Indonesia untuk membeli otak-otak orang Inonesia. berikanlah kebaikan dunia dan kebaikan akhirat kepada kami dan lindungilah kami dari api neraka. Tentang cerpen.Dalil Naqli Tidak sedikit penulis memilih gaya tulisannya dengan menuliskan tujuan di akhir alinea. otak yang sudah rusak nilai jualnya rendah. Misal. suatu kesadaran atau suatu pengalaman.” 7. Kita bisa menutup humor seperti di bawah. Suatu saat di Jerman ada pameran otak. Dan bukanlah semata bertujuan untuk meng’agama’kan seluruh segmen kehidupan melainkan bagaimana mewujudkan kesejahteraan dan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan terutama dalam enghargai keragaman. “Tujuan Dakwah”. dan “Realitas Kosmologis. Karena otaknya masih utuh. yang bisa diungkapkan dengan berbagai jenis bahasa. Otaknya difungsikan.

b. 23 . Kriteria umum tersebut penting untuk disikapi oleh setiap penulis dakwah. 7) Memenuhi aspek-aspek yang menyangkut etika Jurnalistik dan tidak bernuansa “SARA”. jumlahnya banyak. 6) Tidak memiliki. 5) “Jembatan” atau “kata penghubung” telah sesuai. 3. pandangan baru. dan hanya ditulis/ dikirim khusus untuk penerbit itu. Memenuhi Kriteria Tulisan Ada beberapa kriteria umum tulisan yang biasanya diterapkan diberbagai media cetak. 3) Gagasan tulisan menyangkut kepentingan sebagain besar pembaca media. 8) Berakibat baik bagi pendidikan publik. 3) Bahasa yang dipakai telah sesuai dengan kaidah pemakaian bahasa jurnalistik. Kriteria Teknis. Oleh karena itu. 6) Tidak ada kata yang menimbulkan misleading. yang memungkinkan diperkarakan. 5) Memiliki akurasi fakta yang diperlukan. baik data konkret. Tidak aktual. belum pernah dimuat dalam penerbitan lain. sehingga perlu bersaing dengan tulisan yang lebih baik. Tidak sesuai dengan visi-misi media. 4) Memiliki kelengkapan dan kedalaman fakta. tulisan yang dikirimkannya dapat dimuat. redaksi media cetak umumnya memiliki kriteria tentang tulisan yang layak muat. 2) mengandung unsur baru. kalimat. Tulisan tidak memenuhi kriteria penulisan. bukan jiplakan/ saduran/ terjemahan. 4. tidak jarang tulisan yang dikirim itu tidak dimuat atau dikembalikan. Kriteria itu sebagai seleksi awal bagi layak tidaknya suatu pemuatan tulisan. setiap media biasa mengadakan seleksi terhadap sejumlah tulisan yang masuk. bagian pargraf. Untuk membangun seleksi yang objektif. 1) Struktur tulisan uraiannya telah terorganisir dengan baik. Banyak kemungkinan alasan mengapa suatu tulisan yang dikirim tidak dimuat. saran-saran. 2) Lead telah berfungsi secara akurat dalam membangkitkan orang untuk membaca. Namun dalalam kenyataan. 1. Hal itu merupakan suatu kewajaran. ntuk mendukung ide pokok. Tulisan sejenis. yang diperlukan. atau kata. a. Kriteria umum 1) tulisan asli. terutama hematdan jelas.James Rompas by Lilis Nihwan Menyiasati Peluang Diterbitkan (1) Setiap penulis memiliki harapan. 4) Penembpatan dan formulasi topic sentence dalam suatu paragraf telah tepat. 1. Diantara kemungkinan itu bisa jadi karena beberapa sebab. 2. dan atau opini.

maka ia akan menjadi salah satu daya tarik bagi pihak redaksi untuk lebih menominasikan pemuatan tulisan yang memiliki relevasi dengan kondisi dan situasi yang sedang berkembang. singkat. untuk memperbaiki halhal yang masih janggal. Isra Mi’raj atau hari-hari Nasional dan dunia yang monumental. kasus narkoba. Jika suatu tulisan telah memenuhi kriteria itu. gaya enak dibaca. jika penulis menghendaki aktualitas dalam tulisannya. dengan tulisan yang jelas. sebaiknya kita menulis ulang. 12) Kalimat penutup.5 halaman kwarto. tidak teragenda. akan ia peroleh dengan memperhatikan apa yang tengah banyak disoroti oleh media yang akan dikirimi tulisan olehnya. kekeringan. Panjang artikel 0pini maksimal 5. Sebagaimana dimaklum bahwa tajuk rencana adalah tulisan opini yang isinya mengulas hal-hal aktual yang dibuat oleh pihak redaksi suatu media. Jika semua itu diperhatikan. mudah ditangkap. dan memberi kesan pada pembaca. maka ada harapan untuk dimuat. 11) Cara penyajian tulisan opini tidak berkepanjangan tapi padat.aktualitas sendiri bisa dipahami dalam dua hal: Pertama. Aktualitas ini berkaitan dengan adanya hari-hari tertentu. telah tepat. menyimak tajuk rencana suatu media. kolom 4. aktual teragenda.James Rompas 7) Penggunaan EYD sudah tepat. Akan tetapi masih ada lagi yang perlu diperhatikan yaitu bernilai aktual. Mengaktualkan Tulisan Mengenai. sesuatu yang detail dan yang tidak perlu detail diposisikan secara tepat. Lebih lanjut tentang akutalitas teragenda dan yang tidak teragenda. Namun jika belum terpenuhi. Oleh sebab itu. kenaikan harga BBM dan sebagainya. Ketiga. wabah penyakit. seperti hari Raya Idul Fitri. Idul Adha. berikut uraian tambahannya. Apa yang ditulisnya merupakan ulasan terhadap fenomena yang menarik perhatian media itu. 10) Penempata anak judul yang pas (jika diperlukan). rapi dan bersih. 9) Penempata fakta yang benar.5 halaman dan 8 halaman untuk cerpen. banjir besar. banyaknya demonstrasi. seperti dengan terjadinya kasus bom. 24 . Masalah aktual seperti ini yang berkaitan dengan kejadian yang ada di tengah-tengah masyarakat. by Aef Kusnawan Menyiasati Peluang Diterbitkan (2) 2. Kedua. tanpa coretan maupun tip-ex. 8) Penembatan. 5 halaman kwarto untuk resensi buku. Semuanya ditulis dengan ketikan 2 spasi.

dengan melakukan beberapa hal. baik hari besar agama. Ada yang terkategori kejadian biasa-biasa saja. kelahiran undang-undang baru. munculnya berbagai kegiatan demonstrasi. misalnya. Misalnya. serta berbagai langkah yang dilakukan para da’i kontemporer. 2) Menyusun rencana topik tulisan untuk moment-moment tersebut. Berikut uraiannya : Tanggal Moment 1 Januari Hari Tahun Baru Masehi 15 Januari Hari Pertempuran Laut Aru 22 Pebruari Hari lahir Lord Baden Powell 9 Maret Hari Pramuka 10 Maret Hari Film Nasional 15 Maret Hari Nyepi Hindu 25 Maret Hari Raya Nyepi 6 April Hari Nelayan Nasional 7 Aril Hari Kesehatan Sedunia 9 April Hari Penerbangan Nasional 13 April Wafat Isa Al-Masih 25 . Misalnya. sehingga layak untuk diangkat menjadi bahan tulisan. b. 1) Menyusun rencana topik artikel untuk peristiwa-periistiwa kalenderium tahunan. Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan yang fleksibel. Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan yang fleksibel. Menyiasati Aktualitas Teragenda Ada sejumlah peristiwa aktual yang senantiasa teragenda. Untuk itu sebaiknya penulis menyadari benar tentang hal ini. ada juga yang memerlukan penelaahan. pemogokan tenaga kerja. khususnya hari-hari besar agama. munculnya peristiwa-peristiwa monumental. pengumuman kenaikan harga BBM. Persoalannya adalah bagaimana seorang penulis bisa mengetahui permasalahan aktual yang tidak teragenda ini? Ada beberapa langkah untuk itu. 1) Mengamati perkembangan fenomena kehidupan masyarakat secara terusmenerus. 4) Mengikuti secara cermat. nasional. 2) Mengikuti secara cermat perlkembangan symptoms (gejala-gejala) yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Keteragendaannya terjadi karena ia biasa hadir tiap tahun.James Rompas a . diketengahkan hari-hari yang merupakan agenda tahunan.. Menyiasati Aktualitas tidak Teragenda Setiap saat ada peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat. hari peringatan nasional maupun internasional. play station. misalnya. dan lain-lain. dan beberapa hari internasional. tentang kemiskinan masyarakat daerah pinggiran kota dalam kaitannya dengan pola migrasi masyarakat yang bersangkutan. Kemudian ia menyusunnya dalam suatu perencanaan (yang flesibel). Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan (yang flesibel). serta peristiwa lainnya yang menimbulkan berita tinggi. 3) Mengikuti secara cermat perkemabnagn trend (kecenderungan) yang muncul dalam kehidupan masyarakat. pmakaian internet. baik topik maupun penulis artikelnya. Untuk lebih jelasnya berikut ini. maraknya kegiatan dakwah kampus.

Warna tulisan yang diinginkan 26 .James Rompas 21 April Hari Kartini 1 Mei Hari Buruh Internasional Hari Kembalinya Irian ke RI 2 Mei Hari Pendidikan Nasional 8 Mei Hari PMI se-Dunia 7 Mei Hari Raya Waisak 15 Mei Hari Kebangkitan Nasional 21 Mei Hari Buku Nasional 24 Mei Kenaikan Isa Al-Masih 28 Mei Hari Waisak (Budha) 1 Juni Hari Lahirnya Pancasila 17 Juni Hari Kanak-kanak Nasional 21 Juni Hari Krida Pertanian 1 Juli Hari Bhayangkara 5 Juli Hari Berdirinya BI 12 Juli Hari Koperasi 22 Juli Hari Kejaksaan 10 Agustus Hari Veteran RI 14 Agustus Hari Pramuka 17 Agustus Hari Kemerdekaan RI 19 Agustus Hari Deplu 24 Agustus Hari Televisi RI 11 September Hari Radio 16 September Hari Sandang 17 September Hari Perhubungan 23 September Hari Bahari 27 September Hari Postel 28 September Hari Kereta Api 29 September Hari Sarjana 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila 5 Oktober Hari ABRI 24 Oktober Hari PBB 28 Oktober Hari Sumpah Pemuda 30 Oktober Hri Keuangan 31 Oktober Hari Tabungan Nasional 10 Nopember Hari Pahlawan 12 Nopember Hari Kesehatan Nasional 20 Nopember Hari Kanak-kanak se Dunia 10 Desember Hari HAM 20 Desember Hari Sosial 22 Desember Hari Ibu 25 Desember Hari Natal 1 Hijriyah Hari Tahun Baru Hiriyah 12 Rabiul Awwal Maulid Nabi Muhammad SAW 27 Rajab Hari Isra Mi’raj 1 Syawal Hari Idul Fitri 10 Zulhijah Hari Idul Qurban 3. Fathir: 19). Mengenal Visi dan Missi Media Massa “Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. Setiap surat kabar dan majalah mempunyai visi atau pandangan dan mempunyai arah kebijaksanaan atau misi tertentu yang berbeda.” (QS.

Surat kabar yang mempunyai visi atau misi khusus.James Rompas dari para penulis artikel. Ia hanya akan menerima tulisan-tulisan yang sesuai dengan visi serta misi media yang diembannya. tentunya yang sesuai dengan visi dan misi yang diemban media cetak tersebut. mengetahui dengan jelas artikel seperti apa yang diinginkan suatu media. dan politik dengan sendirinya sudah menunjukan bahwa visi dan misinya dalam bidang-bidang tersebut sehingga penulis tidak perlu menebak atau mengira-ngira lagi misi dan visi seperti apa yang diemban media tersebut. menginginkan artikel tentang kesehatan dan sudah tentu menolak artikel-artikel yang keluar dari visi dan misinya itu. Sebuah toko besi tentu hanya akan menerima dagangandagangannya yang berkaitan dengan barang-barang yang berupa besi dan sejenisnya. toko kue dan sebagainya. seorang harus fleksibel. ada sebuah koran yang mempunyai sasaran pembacanya adalah kelompok pengusaha. Diperlukan pengamatan yang ciukup dan mungkin akan memakan waktu lama. Namun kebanyakan surat kabar atau majalah tidak mengkhususkan dalam bidang tertentu sehingga sulit ditebak atau diperkirakan isinya. Idealisme dan cita-cita koran atau majalah tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Harian Neraca (di Jakarta). artikel seperti apa yang diinginkan media cetak tersebut. Akan tetapi dengan mengetahui masing-masing visi yang ada pada media massa akan sangat membantu seorang penulis untuk dapat memilih media mana 27 . harian Pikiran Rakyat untuk wilayah jawa Barat dan masih banyak lagi. Sebagian koran yang lain diterbitkan untuk memenuhi segmen pembaca yang bersifat lokal. misalnya harian Bisnis Indonesia (di Jakarta). maka jenis toko biasanya bermacam-macam. Ia tidak akan menerima dagangannya berupa kain atau kue. Sebagai contoh. Konsekuensinya. Republika. pemilik toko biasanya membutuhkan dagangan untuk dijual kepada pembelinya. Suara karya. olah raga. toko lain. harian Suara Indonesia (di Surabaya). atau terbatas satu daerah tertentu. Majalah atau surat kabar yang mempunyai misi atau visi kesehatan. harian Kedaulatan Rakyat untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Maka lahirlah apa yang disebut visi dan misi pada masing-masing media massa. ekonom. Memang untuk mengetahui visi dari sebuah media massa bukanlah pekerjaan yang gampang . Demikian halnya dengan media massa. seorang penulis harus cermat melihat. sebagai contoh. masing-masing perusahaan surat kabar akan mempunyai sasaran pembaca sesuai dengan idealisme yang dibangunnya. Dalam hal ini seorang penulis dituntut untuk jeli dalam melihat apa yang diemban surat kabar atau majalah tersebut. Artinya. misalnya harian Jayakarta untuk daerah DKI dan sekitarnya. Dengan kata lain. Pelita dan lain-lain. Biasanya permasalahan ini menjadi kendala bagi penulis pemula. ekonomi. Ada toko besi. Mengapa harus ada visi dan misi? Sebuah koran atau majalah didirikan dengan sebuah idealisme dan cita-cita. Kompas. dan merreka yang berkecimpung di sekitar dunia bisnis. Aneka ragam jenis dan sasaran sebuah koran menyebabkan pihak redaktur di sebuah koran mempunyai policy tersendiri untuk menampilkan tulisan-tulisan bagi para pembacanya. Jika diumpamakan sebuah koran adalah sebuah toko. Ada pula sebuah koran yang diperuntukan bagi masyarakat secara umum dan jangkauan pembacanya bersifat nasional. seperti khusus kesehatan. Sebagaimana layaknya sebuah toko.

Dan jika hal ini dilakukan terus-menerus. kemana artikel tersebut nantinya dikirim. dan sebagainya. dengan bonaviditas memilih mulai yang paling rendah. seorang penulis akan menjadi tahu jenis-jenis tulisan mana yang sesuai dengan koran dan mana yang tidak sesuai. Diantara sejumlah masalah yang menjadi pertimbangan bagai redaktur sebuah koran untuk dimuatnya sebuah tulisan. Sehingga dengan terpaksa tulisan kita yang dikalahkan. Jika tulisan tidak dimuat atau biasanya kemudian dikembalikan. maka selain kita memperhatikan moment yang tepat. Karena jika artikel salah kirim. lambat laun akan memahaminya. kesesuaian isi atau materi tulisan dengan latar belakang keilmuan penulis. tetapi gaya bahasa dan model judul suatu media sudah berada dalam pikirannya. Akan tetapi perlu diingat. namun kemudian dikembalikan. namun jika rajin mengamati setiap media cetak dan terbiasa membuat artikel. sebuah tulisan yang tidak diomuat belum tentu tidak sesuai dengan visi sebuah koran. pertama. yang dipandang redaksi lebih baik. seorang penulis sudah bisa menghemat tenaga dan mengefisienkan waktu. seorang penulis harus pandai memprediksi. Kedua. mencari informasi pada para penulis yang sudah sering menulis di salah satu media. berarti memberi peluang lebih besar untuk dapat dimuatnya tulisan-tulisan yang kita buat. Cara sederhana yang mungkin dapat dilakukan untuk mengetahui visi dan misi koran antara lain. Untuk lebih memperbesar kemungkianan pemuatan tulisan kita di media massa. itu pertanda tulisan itu tidak sesuai dengan keinginan redaktur. tema atau topik tulisan . Dengan mengetahui visi dan misi suatu media. sebarkan ke berbagai media massa. Saingan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu berat. Untuk iu selayaknya sebelum artikel dibuat. Untuk pemilihan medianya sendiri. Bahkan seorang penulis profesional bukan hanya sebatas mengetahui visi dan misi suatu media. bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh banyaknya penulis yang menulis pada satu persoalan yang dianggap sama. dengan cara terus menerus menulis pada beberapa media yang diinginkan. Di sini penulis terjun langsuing. Redaksi juga lebih banyak kesempatan untuk membantu mengkoreksi tulisan kita 28 . antara lain. b. diantaranya: a. gaya bahasa. Strategi Pengiriman Tulisan Tidak jarang tulisan yang secara isi pantas dimuat.James Rompas yang sesuai dengan masalah-masalah yang ditulisnya dan media mana yang kurang sesuai. berdasarkan pengalaman. Dengan mengetahui kodel-model tulisan yang disukai atau menjadi visi berbagai macam koran . (Ahmad Bahar: 1996). Hal ini memang sulit untuk penulis pemula. mengamatio sendiri. Atau barangkali ada sebab-sebab lain. karena tidak mungkin memuatnya pada waktu yang tepat berhubung terbatasnya ruang atau berbenturan dengan tulisan lain. atau media yang masih berkembang. bagi pemula ada baiknya. hendaknya kita juga tidak cuma membuat kemudian menunggu satu tulisan. 4. yang skupnya lokal terlebih dulu. Buatlah terus beberapa tulisan yang berbeda-beda. keaktualan persoalan yang dibahas. Ketiga. misalnya dengan berlangganan satu koran kemudian dipelajari model-model tulisan yang ada di dalamnya. bukan saja rugi waktu tapi juga rugi tenaga dan uang. Ada beberapa keuntungan penulis pemula mengirimkan tulisannya kemedia lokal.

ekonomi. Sementara dengan dimuatnya tulisan kita. harian Pikiran Rakyat untuk wilayah jawa Barat dan masih banyak lagi. Harian Neraca (di Jakarta).” (QS. mengetahui dengan jelas artikel seperti apa yang diinginkan suatu media. seorang harus fleksibel. olah raga. Warna tulisan yang diinginkan dari para penulis artikel. tentunya yang sesuai dengan visi dan misi yang diemban media cetak tersebut. dan merreka yang berkecimpung di sekitar dunia bisnis. Artinya. Mengenal Visi dan Missi Media Massa “Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. masing-masing perusahaan surat kabar akan mempunyai sasaran pembaca sesuai dengan idealisme yang dibangunnya. Majalah atau surat kabar yang mempunyai misi atau visi kesehatan. Idealisme dan cita-cita koran atau majalah tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Sebagian koran yang lain diterbitkan untuk memenuhi segmen pembaca yang bersifat lokal. seperti khusus kesehatan. harian Suara Indonesia (di Surabaya). Aneka ragam jenis dan sasaran sebuah koran menyebabkan pihak redaktur di sebuah koran mempunyai policy tersendiri untuk menampilkan tulisan-tulisan bagi para pembacanya. Republika. Suara karya. ekonom. Peluang pemuatan akan lebih besar. Sebagai contoh. Maka lahirlah apa yang disebut visi dan misi pada masing-masing 29 . misalnya harian Bisnis Indonesia (di Jakarta). Fathir: 19). Ada pula sebuah koran yang diperuntukan bagi masyarakat secara umum dan jangkauan pembacanya bersifat nasional. menginginkan artikel tentang kesehatan dan sudah tentu menolak artikel-artikel yang keluar dari visi dan misinya itu. by Aef Kusnawan Menyiasati Peluang Diterbitkan (3) 3. Pelita dan lain-lain. tentu akan menambah motivasi baru untuk lebih produktif lagi dan lebih berkualis lagi dalam menulis. misalnya harian Jayakarta untuk daerah DKI dan sekitarnya. sebagai contoh. harian Kedaulatan Rakyat untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. dan politik dengan sendirinya sudah menunjukan bahwa visi dan misinya dalam bidang-bidang tersebut sehingga penulis tidak perlu menebak atau mengira-ngira lagi misi dan visi seperti apa yang diemban media tersebut. Kompas. Konsekuensinya. Mengapa harus ada visi dan misi? Sebuah koran atau majalah didirikan dengan sebuah idealisme dan cita-cita. Surat kabar yang mempunyai visi atau misi khusus. Setiap surat kabar dan majalah mempunyai visi atau pandangan dan mempunyai arah kebijaksanaan atau misi tertentu yang berbeda. ada sebuah koran yang mempunyai sasaran pembacanya adalah kelompok pengusaha. atau terbatas satu daerah tertentu.James Rompas c.

Jika diumpamakan sebuah koran adalah sebuah toko. Diantara sejumlah masalah yang menjadi pertimbangan bagai redaktur sebuah koran untuk dimuatnya sebuah tulisan. bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh banyaknya penulis yang menulis pada satu persoalan yang dianggap sama. misalnya dengan berlangganan satu koran kemudian dipelajari model-model tulisan yang ada di dalamnya. seorang penulis harus pandai memprediksi. Akan tetapi perlu diingat. dengan cara terus menerus menulis pada beberapa media yang diinginkan. Ia tidak akan menerima dagangannya berupa kain atau kue. mencari informasi pada para penulis yang sudah sering menulis di salah satu media. Namun kebanyakan surat kabar atau majalah tidak mengkhususkan dalam bidang tertentu sehingga sulit ditebak atau diperkirakan isinya. Atau barangkali ada sebab-sebab lain. Dengan mengetahui kodel-model tulisan yang disukai atau menjadi visi berbagai macam koran . Ada toko besi. mengamatio sendiri. Dalam hal ini seorang penulis dituntut untuk jeli dalam melihat apa yang diemban surat kabar atau majalah tersebut. maka jenis toko biasanya bermacam-macam. berarti memberi peluang lebih besar untuk dapat dimuatnya tulisan-tulisan yang kita buat. Ketiga. Dengan mengetahui visi dan misi suatu media. tema atau topik tulisan . seorang penulis sudah bisa menghemat tenaga dan mengefisienkan waktu. Diperlukan pengamatan yang ciukup dan mungkin akan memakan waktu lama. Sebagaimana layaknya sebuah toko. Kedua. toko lain. Cara sederhana yang mungkin dapat dilakukan untuk mengetahui visi dan misi koran antara lain.James Rompas media massa. Sehingga dengan terpaksa tulisan kita yang dikalahkan. itu pertanda tulisan itu tidak sesuai dengan keinginan redaktur. seorang penulis harus cermat melihat. artikel seperti apa yang diinginkan media cetak tersebut. seorang penulis akan menjadi tahu jenis-jenis tulisan mana yang sesuai dengan koran dan mana yang tidak sesuai. Untuk iu selayaknya sebelum artikel dibuat. antara lain. toko kue dan sebagainya. pemilik toko biasanya membutuhkan dagangan untuk dijual kepada pembelinya. pertama. Jika tulisan tidak dimuat atau biasanya kemudian dikembalikan. Sebuah toko besi tentu hanya akan menerima dagangandagangannya yang berkaitan dengan barang-barang yang berupa besi dan sejenisnya. Karena jika artikel salah kirim. berdasarkan pengalaman. Akan tetapi dengan mengetahui masing-masing visi yang ada pada media massa akan sangat membantu seorang penulis untuk dapat memilih media mana yang sesuai dengan masalah-masalah yang ditulisnya dan media mana yang kurang sesuai. Demikian halnya dengan media massa. bukan saja rugi waktu tapi juga rugi tenaga dan uang. Memang untuk mengetahui visi dari sebuah media massa bukanlah pekerjaan yang gampang . sebuah tulisan yang tidak diomuat belum tentu tidak sesuai dengan visi sebuah koran. keaktualan persoalan yang dibahas. dan sebagainya. kemana artikel tersebut nantinya dikirim. Dengan kata lain. kesesuaian isi atau materi tulisan dengan latar belakang keilmuan penulis. gaya bahasa. Di sini penulis terjun langsuing. Dan jika hal ini dilakukan terus-menerus. Bahkan seorang penulis 30 . (Ahmad Bahar: 1996). Biasanya permasalahan ini menjadi kendala bagi penulis pemula. Ia hanya akan menerima tulisan-tulisan yang sesuai dengan visi serta misi media yang diembannya.

Untuk lebih memperbesar kemungkianan pemuatan tulisan kita di media massa. Naskah yang berkualitas tidak hanya memiliki bobot isi yang baik. Bobot isi yang baik tidak terletak pada tema yang diangkat. Peluang pemuatan akan lebih besar. bahasa buku. bagi pemula ada baiknya. di samping materi yang berbobot. by Aef Kusnawan Membuat Naskah Buku yang Berkualitas Naskah buku yang berkualitas adalah dambaan setiap penerbit. sebarkan ke berbagai media massa. apa saja yang membuat naskah buku berkualitas ? Tentu. lambat laun akan memahaminya. namun jika rajin mengamati setiap media cetak dan terbiasa membuat artikel. hendaknya kita juga tidak cuma membuat kemudian menunggu satu tulisan. Buatlah terus beberapa tulisan yang berbeda-beda. Sehebat apapun materi yang disajikan. Tema tidak menentukan apakah sebuah buku—meminjam istilah Hernowo—“bergizi” atau tidak. Lalu. atau media yang masih berkembang. Strategi Pengiriman Tulisan Tidak jarang tulisan yang secara isi pantas dimuat. tetapi gaya bahasa dan model judul suatu media sudah berada dalam pikirannya. diantaranya: a. karena tidak mungkin memuatnya pada waktu yang tepat berhubung terbatasnya ruang atau berbenturan dengan tulisan lain. Ada beberapa keuntungan penulis pemula mengirimkan tulisannya kemedia lokal. Hampir dipastikan penerbit hanya akan menerbitkan naskah-naskah yang berkualitas. maka selain kita memperhatikan moment yang tepat. tapi penataan bahasanya kacau—tidak memenuhi kaidah-kaidah reasoning (penalaran)—naskah buku tersebut akan menjadi tidak 31 . Tema hanya menentukan selera. namun kemudian dikembalikan. tentu akan menambah motivasi baru untuk lebih produktif lagi dan lebih berkualis lagi dalam menulis. dengan bonaviditas memilih mulai yang paling rendah. Redaksi juga lebih banyak kesempatan untuk membantu mengkoreksi tulisan kita c. b. Saingan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu berat. Untuk pemilihan medianya sendiri.James Rompas profesional bukan hanya sebatas mengetahui visi dan misi suatu media. paling tidak ada 2 hal yang patut diperhatikan menyangkut naskah yang berkualitas: Pertama. tapi juga bidikan pasar yang marketable. yang skupnya lokal terlebih dulu. Hal ini memang sulit untuk penulis pemula. 4. Sementara dengan dimuatnya tulisan kita. yang dipandang redaksi lebih baik.

buku-buku Iip memang cukup kontroversial. juga karena tampilan bukunya yang memikat. Dalam sebuah acara diskusi buku Seks In The Kost di Aula Fakultas Psikologi Unair Surabaya. 3) penyajian keseluruhan bahasa memiliki koherensi (keterkaitan) dan komposisi (ketersusunan) yang selain harmonis juga menyimpulkan. maka pangsa pembacanya hanya kalangan tertentu. judul buku yang “heboh” itu adalah strategi saja. membuat judul yang “menggigit”. *** by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. dikatakan berkualitas. Tapi kalau membaca isinya. Iip Wijayanto pernah diprotes dengan judul bukunya itu yang teramat provokatif. memberi pelajaran kepada kita pentingnya membuat judul yang “menggigit”. Isi buku itu dinilai beda jauh dengan judulnya. tak heran bila buku-buku Iip dapat menembus angka penjualan yang lumayan spektakuler. Bagi Iip. menurutnya. selain karena materinya oke. Sebuah buku. Perhatikan buku-buku yang berhasil best seller. bahasa perlu diolah sedemikian rupa agar ketika naskah dibaca. Kedua. terasa enak. terjual 20. Karena. Karenanya Iip dituding hanya mengejar keuntungan.05 Persen (hasil penelitian tentang virginitas mahasiswi Jogja).000 eksemplar pada dua bulan pertama. Untuk membuat sebuah bahasa yang mampu merangsang nalar. mengemas “daya pikat”. Judul-judul yang “heboh” merupakan strategi agar pesan dakwah sampai ke banyak kalangan. dan mengasyikkan. 1) susunan kalimat dan gerombolannya harus logis. “kasus” judul-judul Iip yang kontroversial. bukubuku itu lebih kepada analisis seks menggunakan ilmu tasawuf. Buku Seks In The Kost-nya Iip misalnya.James Rompas menarik. dan Kampus Fresh Chiken. kalau judul bukunya mengandung unsur religius. Apa kata Iip? Iip mengaku sengaja memilih judul-judul yang kontroversial dan komersial. Karenanya. Di antaranya. tak banyak yang bisa diperbuat oleh penulis untuk mengemas daya pikat. judul-judulnya menggigit bukan? Bahkan acapkali judulnya lebih “menggigit” ketimbang isi buku itu sendiri. Untuk naskah buku. Pihak penerbit yang banyak berperan. serta merangsang nalar. mudah dicerna. bahasanya tertata dengan baik. 2) seluruh kalimatnya diupayakan memiliki diksi (pilihan kata) yang indah dan menggairahkan. Dari aspek judul. Seks Kalangan Terpelajar. satu dari banyak hal yang bisa dilakukan oleh penulis untuk mendongkrak kualitas naskah buku. Maka. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (1) Penulis Buku Adalah Pembaca yang Baik 32 . Seks In The Kost. maka. Terlepas dari benar-tidaknya apa yang dilakukan Iip. 97. mengalir. Tapi.

1. tradisi membaca memang merupakan tradisi yang tak bisa ditawar-tawar lagi bagi seorang calon penulis buku. Tentu kita tidak akan bisa menulis buku tentang “pendidikan seks Islami”. pengetahuan. Dengan tradisi membaca pula. Teori itu adalah “teori kendi”. Seorang penulis (buku) yang baik tentu adalah juga seorang pembaca (buku) yang baik pula. Menulis buku berarti memberi informasi atau wawasan kepada masyarakat. Penulis (Buku) yang Baik adalah Pembaca (Buku) yang Baik Pula Untuk itu. Diibaratkan kendi itu adalah tubuh manusia. apa pun itu. baik membaca dalam arti tekstual seperti membaca buku. tentang hal itu. Sehingga seorang penulis buku haruslah “lebih pandai” dari pembacanya. data. maka tak pelak ia terlebih dahulu harus membangun tradisi membaca yang kuat dalam hidupnya. banyak pengetahuan yang akan didapat dan wawasan pun akan kian luas membentang. pengamatan. dan lain-lain. Air itu adalah ilmu. Namun. Karena seorang penulis buku haruslah seorang yang kaya wawasan.James Rompas Termasuk pula ketika seseorang ingin menapak jalan menuju kesuksesan sebagai seorang penulis buku. Kendi itu akan tumpah airnya seandainya dimasuki air terus-menerus. Lalu apa hubungannya antara kendi dengan menulis buku ? Menulis buku pun tidak jauh berbeda dengan kendi. pengetahuan. misalnya. Jika ember ini diisi air lagi. pengalaman. apabila kita tak pernah menyerap ilmu. menulis buku tentu berhubungan dengan banyak hal yang berbasis pada ilmu. Tanpa ini. maksudnya dibagikan kepada khalayak ramai melalui karya tulisan. Penulis diandaikan penuh (secara relatif) oleh pengetahuan. khususnya mengenai menulis buku. ada kalanya diisi air. Sebuah kendi. informasi. informasi. atau pun membaca dalam arti kontekstual seperti membaca alam atau peristiwa kehidupan. Dan kesemua hal itu hanya bisa diperoleh dari hasil kerja membaca. Pernah Anda melihat kendi ? Benda yang sederhana dan terbuat dari tanah liat yang dibakar itu ternyata menyimpan sebuah teori yang sangat penting. Pengetahuan yang banyak dan wawasan yang luas adalah “bahan baku utama” yang siap “dimasak” menjadi aneka buku 33 . dan pengetahuan. Dalam wawancara dengan majalah sastra Horison (XXI/365-367) YB. Kalau ia “diisi” (dalam arti membaca) pasti lama-lama akan ada “luber”. Seseorang yang jenius sekalipun tidak akan bisa menulis buku kalau tak pernah memberi “air” dalam “kendinya”. Mangunwijaya mengatakan yang intinya adalah. pasti ada air yang akan luber. bahwa penulis itu ibarat ember yang penuh berisi air. Logikanya sederhana. informasi. Mangunwijaya. maka hampir dipastikan jalan untuk menjadi penulis buku yang sukses akan sia-sia. 2. Serupa dengan teori kendi adalah “teori ember” yang dikemukakan oleh YB. Teori Kendi Ada sebuah teori sederhana yang bisa menjadi bahan untuk menjelaskan pentingnya “membaca” (sebagai proses menyerap ilmu dan informasi) sebagai kunci bagi seseorang yang ingin menjadi penulis buku. kadang juga airnya ditumpahkan untuk diminum.

hampir semua tentang pendidikan anak dan keluarga. semisal Tempo dan Panji Masyarakat. Kegemaran atau kegilaan membaca pada masa kecil itulah. Bacaannya saat itu adalah buku-buku yang terhitung berat untuk anak seusianya. menjadi pilihannya. Buku terakhir Fauzil berjudul Indahnya Pernikahan Dini (2002) dan Agar Cinta Bersemi Indah (2002). Judulnya Mengajar Anak Anda Mengenal Allah (1994) yang diterbitkan Mizan. Fauzil bahkan sudah tak mau lagi membaca majalah anak-anak. hingga membuat Fauzil jadi keranjingan membaca. Dengan banyak membaca pula seorang penulis akan selalu produktif menghasilkan karya dan tidak akan kehabisan ide. Cerpennya pertama dimuat di Koran Surabaya Minggu dengan judul Melewati Kabut Cinta. muncul bukunya yang best seller berjudul Kupinang Engkau dengan Hamdalah. Setahun kemudian. Keakrabannya dengan buku. ada sang kakek yang mengarahkan apa yang dibaca cucunya itu. Buku keduanya berjudul Mendidik Anak Menuju Taklif terbit tahun 1996 oleh penerbit Pustaka Pelajar. Saat SMP. pada usia sekolah dasar. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (2) Tradisi Menulis Saudara Dekat Tradisi Mambaca Rasanya bukan merupakan kebetulan bila hampir semua (untuk tidak menyebut semua) penulis buku (atau non-buku) adalah memiliki tradisi atau paling tidak memiliki hobi membaca yang kuat.James Rompas yang akan dinikmati masyarakat. Buku pertama Fauzil terbit ketika ia masih kuliah di semester empat. Sebut saja Mohammad Fauzil Adhim sekadar sebagai contoh. sudah bisa membuat cerpen. rupanya yang kelak memberi manfaat terhadap proses menulisnya. Majalah-majalah berita. Debut kepenulisan Fauzil yang lahir 29 Desember 1972 di Mojokerto. Tak hanya itu. seperti Injil dan telaah-telaah kitab Wedha. Buntutnya. Hingga kini Fauzil sudah menulis sekitar 20 judul buku. keduanya diterbitkan penerbit Gema Insani Press. by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. Contoh lainnya adalah Ahmad Thohari. Alhamdulillah. Jawa Timur ini dimulai sejak SD kelas V. misalnya buku-buku filsafat dan sejenisnya. Sastrawan kelahiran Tinggarjawya 34 . Sehingga Fauzil tak bingung dan terjerumus pada pikiran-pikiran yang ada pada bacaan ‘kelas beratnya’. ia pun melahap kitab-kitab agama lain. Penulis muda yang populer sebagai “penulis spesialis pernikahan” ini adalah seorang pembaca buku yang kuat. menjadikan tulisannya mengalir dan gagasannya tertuang rapi. Ketika kecil Fauzil diperkenalkan ibunya bacaan-bacaan menarik.

Sejak SMP. Sejak kecil Thohari sudah terbiasa membaca koran sebelum masuk Sekolah Dasar. dan Jantera Bianglala (1985) telah diterjemahkan dalam 5 bahasa dunia. Di antaranya. Contoh lainnya lagi adalah Al-Chaidar. Bukunya berjudul Wacana Ideologi Negara Islam. Buku-buku seperti Madilog (Materialisme. 13 Juni 1942 ini juga dikenal suka membaca sejak kecil. peserta International Writing Program Iowa. Chaidar yang kelahiran Lhokseumawe. Kubah (1981). Mas Mantri Menggugat. dan mantan Redaktur Amanah (1986-1993) ini juga melahirkan kumpulan cerpen semisal Senyum Karnyamin. Al-Chaidar sudah membuat album puisi sendiri. ICMI dan DI. Kendati tulisannya hanya dimasukkan dalam rubrik “komentar dan kritik”. Di sekolah menengah pertama itu ia sudah lahap membaca buku-buku karya Ali Syari’ati. Bukit Barisan. Di Bawah Lindungan Ka’bah. Harap diketahui. “Kegilaan” membaca itu pula kelak yang mengantarkan Chaidar dikenal sebagai penulis buku produktif. Azab dan Sengsara. Karya lain Chaidar adalah Pengantar Politik Kartosoewiryo. semua buku yang ditulis Chaidar disertai catatan kaki yang cukup 35 . Selain novel. Kebiasaan menulis itu dilanjutkan ke berbagai Koran daerah seperti harian Analisa. Penulis buku yang cukup produktif ini. Bahkan bukunya Pemilu 1999. selain itu juga menulis banyak buku. Tak terpaut lama. Trilogi novelnya Ronggeng Dukuh Paruk (1982). Pertarungan Ideologis Partaipartai Islam dan Partai Sekuler muncul menjelang kampanye Mei 1999. juga kumpulan kolom antara lain Berhala Kontemporer. Lintang Kemukus Dinihari (1984). dan Waspada. Banyumas. Atheis. Banyak buku yang telah lahir dari “tangan kreatif” Al-Chaidar. Nama Ahmad Thohari sebagai penulis sastra saat ini tidak hanya dikenal masyarakat Indonesia saja. Ketika SMP. Kegemaran Thohari membaca itulah yang kelak juga menjadi basic ia menjadi penulis (fiksi/novel) yang sukses. USA. tahun 1969. Ia juga suka membaca komik-komik wayang.James Rompas Kecamatan Jatilawang. Di Kaki Bukit Cibalak (1979). Logika) karya Tan Malaka dan buku Das Kapital karya Karl Marx begitu lahap disantapnya. minat baca Chaidar semakin menggila. Chaidar sudah berani melempar tulisannya ke majalah Prisma. muncul buku-buku yang lain yang ia luncurkan tepat waktu. Sekarang. Mas Mantri Menjenguk Tuhan. tahun 1998 Chaidar menelorkan buku berjudul Reformasi Prematur. Bekisar Merah (1992) telah diterjemahkan dalam bahasa Jepang. tapi juga masyarakat Internasional. Federasi atau Disentegrasi (2000). Dan masih banyak karya Ahmad Thohari yang lain. Ketika duduk di bangku SMP. peneliti di Lembaga Studi Pengkajian Etika dan Usaha (LSPEU) ini masih rajin menulis artikel di media massa nasional. NU. Ketika duduk di bangku SMA. ia sudah melahap buku-buku novel klasik Indonesia seperti: Belenggu. Salah Asuhan. Sayyed Hussein Nasr. serta Kamus Dialek Banyumas-Indonesia. Dialektika. dan lain sebagainya. Bahkan ketika kelas II SMP. Layar Terkembang. Karyakarya Thohari lainnya. dan lain-lain. majalah dengan tulisan-tulisan berat yang dikenal sebagai standar prestise para intelektual Indonesia. Aceh. Islam Kultural Islam Politik Islam Radikal di Medan Laga Politik Indonesia (2000). Aceh Bersimbah Darah muncul setelah kasus DOM Aceh mulai terkuak. sejak kecil juga “gila” membaca. maupun Fazlurrahman. 22 November 1969 itu sudah gemar membaca buku-buku berat seperti filsafat. tak urung itu membuatnya senang dan semakin aktif menulis.

sudah cetak ulang tiga kali. Anda pengin menjadi penulis sukses? Bila Anda belum suka membaca. tidak ada masalah. gizi membaca buku melebihi ceramah atau hal-hal lain yang diperoleh dari telinga (mendengar) dan mata (melihat). Atau baru membaca dua atau tiga halaman buku. Sebab. Tapi ia harus dibangun dan dibiasakan. Seorang peneliti dari Hanry Ford Health System bernama Dr. seseorang akan terhindar dari penyakit demensia. sudah ngantuk. Keinginan sih ada. hanya lewat membaca bukulah kita mampu menumbuhkan saraf-saraf di kepala kita. Itu pun dikerjakan dengan memakan waktu rata-rata satu bulan. tradisi membaca yang telah Anda bangun tak akan membuat Anda rugi. tak banyak orang yang memiliki tradisi membaca. betapa tradisi membaca yang kuat telah mengantarkan mereka menjadi penulis yang sukses. tradisi membaca lebih baik dibanding dengan hanya sekedar menonton dan mendengar. Tapi. Bahkan buku Chaidar berjudul Pengantar Politik Kartosoewiryo dalam tempo singkat. editor buku-buku Chaidar. Edward Coffey. 36 . Apabila seseorang terserang demensia. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (3) Mengatasi Keenganan Membaca Membangun tradisi membaca tidak seperti “main sulap”. membaca buku akan membuat seseorang tetap berpikir. Dalam bahasa Hernowo di bukunya Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza. Bagi yang sudah terbiasa membaca sejak kecil sih. Masih ada banyak contoh lagi yang bisa disebut di sini. bagi yang tidak terbiasa membaca sejak kecil. Banyak yang lebih memilih tradisi mendengar dan menonton. rata-rata buku Chaidar mengalami cetak ulang 6 kali. Kelak. apalagi yang tebal. manfaat lainnya. Padahal. Bahkan malah akan membuat hidup Anda semakin bermakna. Tapi cukuplah tiga penulis di atas sebagai contoh. Informasi yang diserap dari kerja membaca jauh lebih efektif dan mengendap ketimbang yang diperoleh dari mendengar dan menonton. Dan. Demensia adalah nama penyakit yang merusak jaringan otak. sudah bete dulu. sulit sekali untuk punya tradisi membaca. Survei membuktikan. Percayalah! by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. C. Menurut Zulkarnaen. sim salabim aba kadabra langsung suka membaca. sebagaimana dikutip Hernowo. dapat dipastikan akan mengalami kepikunan atau (dalam bahasa remaja disebut) “tulalit”. kendati Anda tak bisa menjadi penulis sukses pun. tapi baru lihat buku saja. saatnya Anda mulai membangun tradisi membaca yang kuat dalam hidup Anda. yakni 2 minggu. membuktikan bahwa hanya dengan membaca buku. Tidak.James Rompas lengkap dari berbagai bahasa.

agar membaca buku tidak lantas membuat kita mengantuk. Namun. Cari saja halamanhalaman yang menarik dan bermanfaat. Apa yang akan terjadi. Anda dapat ngemil membaca pada pagi hari 37 . cicipilah “kelezatan” sebuah buku sebelum membaca semua halaman.” “Saya pilih nonton sinetron aja deh ketimbang baca buku. Namun. Buku adalah salah satu jenis “makanan ruhani” kita yang sangat bergizi. laiknya Anda memakan kacang goreng). Berikut ini intisari kiat-kiat itu. Lalu bagaimana mengatasi keengganan membaca? Hernowo yang kini menjabat General Manajer Editorial Penerbit Mizan mempunyai kiat-kiat jitu. boring deh baca buku yang tebal-tebal itu. daging ayam. Atau. ingatlah bahwa tidak semua halaman buku itu harus dibaca. Dalam bukunya Andaikan Buku Sepotong Pizza ia mengungkapkan kiat-kiat itu.James Rompas Menurut penelitian Coffey. Anda bersikukuh tak mau mengganti kacamata minus 2 Anda. Mengubah Paradigma Membaca : Menganggap Buku Sebagai Makanan “Kunci” untuk membuka gembok keengganan membaca buku adalah paradigma. Mendengarkan pengajian dan ceramah adalah juga sebentuk “makanan ruhani”. Kedua. Lima tahun kemudian. pilihlah bukubuku yang memang kita sukai. sebagaimana Anda memilih makanan yang Anda gemari. pendidikan (salah satu pendidikan termudah adalah membaca buku) dapat menciptakan semacam lapisan penyangga yang melindungi dan mengganti-rugi perubahan otak. buku kadang memiliki gizi lebih dibandingkan ceramah.” Atau ini: “Setiap kali baca buku ilmiah. Baca buku bikin kepala cepat botak!” Itulah paradigma—atau kacamata yang Anda gunakan—dalam membaca buku. Hal itu dibuktikan dengan meneliti struktur otak 320 orang berusia 66 tahun hingga 80 tahun yang tak terkena demensia. 1. Anda dapat mengenali lebih dahulu siapa pengarang buku tersebut. Anda bisa bertanya kepada seseorang yang menganjurkan Anda untuk membaca sebuah buku (misalnya guru. Apa ya paradigma Anda berkaitan dengan membaca buku? Mungkin ini: “Wah. atau sahabat Anda). Buku sama saja dengan makanan. yaitu makanan untuk ruhani kita. Nah. orangtua. Apabila Anda bertemu dengan buku ilmiah setebal 300 halaman. Paradigma adalah cara kita memandang sesuatu. Demikian jugalah yang terjadi dengan ruhani kita. saya pasti ngantuk. Tubuh kita akan loyo dan sakit-sakitan. Mintalah mereka untuk menunjukkan lebih dahulu hal-hal yang menarik yang ada di buku itu. telur. untuk memasuki dunia buku. Apa yang terjadi ? Anda akan merasa pusing apabila melihat sesuatu. dan makanan bergizi tinggi lainnya. Pertama. kita perlu mengubah paradigma (atau kaca mata) dalam memandang buku. Inilah akibat yang timbul karena Anda mempertahankan paradigma kacamata minus 2 Anda. Ketiga. Bayangkan Anda memiliki kacamata minus 2. Bayangkan apabila jasmani kita tidak diberi nasi. Apa itu paradigma ? Paradigma adalah kacamata. Lewat paradigma-baru membaca buku—dengan menganggap buku sebagai makanan—kita dapat memperlakukan buku laiknya makanan kesukaan kita. Anda harus mengganti kacamata Anda dengan kacamata minus 3. bacalah buku secara ngemil (sedikit demi sedikit.

Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. membaca secara Somatis. 2. Ini berarti. Cobalah sesekali membaca dengan menyuarakan apa yang Anda baca itu (dijaharkan).James Rompas sebanyak 5 halaman. SAVI adalah singkatan dari Somatis (bersifat raga/tubuh). membaca secara Auditori. kaki. Auditori (bunyi). Ini berkaitan dengan kemampuan dahsyat Anda yang bernama imajinasi atau kekuatan membayangkan. Nah. Insya Allah. Gerakkan tubuh Anda saat membaca. membaca secara Visual. sebagaimana petunjuk berikut. Anda perlu jeda atau berhenti sejenak setelah membaca. Itu pun harus diniati. Setelah itu. Anda akan dimudahkan dalam menuangkan atau menceritakan kembali apa-apa yang Anda baca. Akan lebih bagus apabila—saat merenung itu—Anda juga mencatat hal-hal penting yang Anda peroleh dari halaman-halaman sebuah buku. silahkan menggunakan gaya SAVI dalam membaca sebuah buku. Insya Allah. membaca secara Intelektual. setelah membaca 5 atau 7 halaman. Gerakkan tangan. dan menghindarkan manusia dari jalan hidup yang sesat. gambarlah! Ini. Dan renungkanlah manfaat yang Anda peroleh dari pembacaan Anda. menyajikan tip-tip menarik. Dorongan ingin (menjadi) penulis buku. Ini juga berkaitan dengan kemampuan luar biasa Anda. juga akan mempercepat pemahaman Anda. telinga Anda akan membantu mencernanya. Membaca dengan Gaya SAVI Apabila Anda sudah mengubah paradigma membaca buku Anda—bahwa membaca buku seperti memakan pizza—cobalah mulai membaca buku-buku ilmiah saat ini juga. dan kepala Anda. tambah 10 halaman. Cobalah bayangkan saat Anda membaca sebuah konsep atau gagasan. Kiat-kiat di atas hanyalah beberapa petunjuk praktis yang diharapkan dapat membantu memotivasi Anda untuk tak lagi enggan membaca buku. mari kita baca dan tafakkuri kembali wahyu pertama Surat Al-‘Alaq ayat 1-5 agar kita senantiasa mengingat bahwa aktivitas membaca adalah pesan penting pertama Al-Quran yang sudah selayaknya kita sambut untuk menjadi bagian dalam hidup kita. Misalnya. pada sore hari. mengajak manusia kepada jalan yang lurus. Nanti. Meier menamai tip-tipnya ini “metode belajar gaya SAVI”. dan Intelektual (merenungkan). pada saat membaca. cobalah Anda tidak hanya duduk. Agar hasilnya lebih bagus. Berdiri atau berjalan-jalanlah saat membaca buku. Dave Maier dalam bukunya The Accelerated Learning Handbook. insya Allah. Kedua. Sehingga aktivitas membaca akan lebih langgeng dan bukan semata bertujuan karena Anda ingin menjadi seorang penulis buku. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. dengan demikian. menulis bukunya untuk berdakwah: menyampaikan kebenaran. Untuk itu. Bacalah. baca kembali buku Anda. Untuk mempermudah Anda dalam membaca buku. Kalau perlu. Agar pembacaan Anda lebih bermakna. berhentilah sejenak. Lebih-lebih bila Anda menjumpai kalimatkalimat yang sulit dicerna. Keempat. penguatan internalisasi akan pentingnya membaca dalam kehidupan harus dilakukan. Pertama. Visual (gambar). hanya satu saja dari sekian dampak positif yang akan Anda dapatkan dengan tradisi membaca yang kuat. dan Tuhanmulah Yang Paling 38 . Ketiga.

Artinya.000.per halaman. Lalu.000. beberapa penerbit juga ada yang menerapkan sistem jual putus (flat). Lalu. Besar angka yang dipatok untuk sitem jual putus ini umumnya berkisar Rp 7. rezeki kian manis” atau “kian laris buku.” (QS. tapi dihitung dari harga bersih (netto) per bukunya. 39 . kita menulis buku dengan jumlah halaman 50 lembar. penerbit menggunakan sistem royalty dalam menghargai karya seorang penulis buku. besar royalty itu 10 % dari harga jual eceran (bruto) per bukunya. sehingga jarang digunakan.*** by Badiatul Muchlisin Asti Buku Laris Rezeki Manis Kunci dari meraup penghasilan dengan menulis buku adalah pada semakin larisnya buku yang kita tulis. kian tebal saku”. rezeki kian manis” atau “kian laris buku. maka rezeki (penghasilan) yang akan kita dapatkan juga akan semakin tebal atau banyak. Al-‘Alaq: 1-5). Atau dalam bahasa yang lain “buku kian laris. Masalahnya. semakin terjual banyak (laris) buku yang kita tulis. Atau dalam bahasa yang lain “buku kian laris. jika buku itu meledak (laris) di pasaran. kian tebal saku”.. umumnya. Kunci dari meraup penghasilan dengan menulis buku adalah pada semakin larisnya buku yang kita tulis. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. maka kita akan menjadi tahu peluang meraih penghasilan yang dapat kita tangkap dari kerja menulis buku. umumnya. Selain memakai sistem royalty. Besar royalty itu bervariasi atau berbeda antara penerbit satu dengan penerbit yang lainnya. Masing-masing penerbit memiliki policy atau kebijakan masing-masing. Sistem ini memang cenderung tidak adil. besar royalty itu 10 % dari harga jual eceran (bruto) per bukunya. penerbit menggunakan sistem royalty dalam menghargai karya seorang penulis buku. tapi dihitung dari harga bersih (netto) per bukunya. Namun. Masing-masing penerbit memiliki policy atau kebijakan masing-masing. semakin terjual banyak (laris) buku yang kita tulis.James Rompas Pemurah. amat jarang sistem ini digunakan oleh penerbit. Artinya. Besar royalty itu bervariasi atau berbeda antara penerbit satu dengan penerbit yang lainnya. bagaimana sebuah penerbit menghargai karya seorang penulis ? Umumnya. Namun. Namun. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Taruhlah sekedar contoh.. Atau ada pula yang mematok 15 %. Atau ada pula yang mematok 15 %. bagaimana sebuah penerbit menghargai karya seorang penulis ? Umumnya. Dari gambaran singkat sistem “penghargaan” terhadap sebuah karya buku di atas. maka sang penulis buku itu tidak dapat menikmati kesuksesan itu.sampai Rp 10. maka rezeki (penghasilan) yang akan kita dapatkan juga akan semakin tebal atau banyak.

buku pelajaran mudah diperkirakan jumlah pembacanya karena yang menggunakannya pelajar pada jenjang pendidikan 40 . atau jika mungkin penerbit mengadakan sayembara mengarang/menulis buku.000 [sepuluh ribu rupiah]. Walau demikian tidak sembarang naskah akan diterbitkan. kaum ibu.James Rompas Dengan sistem beli putus. untuk menerbitkan sebuah buku sebuah penerbitan harus bisa memenuhi kriteria berikut ini: 1. hasil kajian ilmiah pakar tertentu. Misalnya. kiriman penulis. anak-anak. orang tua.000. mahasiswa (jurusan apa. yang terbaik nanti diterbitkan. Itu bila per halaman tulisan kita dihargai Rp 7. 3. akan mendapat Rp 1. Dan semakin produktif kita.-.-. tulisan sejumlah 50 halaman dapat kita selesaikan dalam jangka waktu 5-7 hari (1 minggu) atau paling lama 1 bulan dengan tanpa meninggalkan pekerjaan utama kita. tetapi untuk buku tertentu jawabannya mudah. Keperluan Apakah buku ini memang diperlukan masyarakat? Mengapa? 2. tidak akan ada penerbitan. semuanya harus memenuhi persyaratan. akan semakin memiliki peluang lebih besar lagi jumlah penghasilan yang akan kita peroleh. bila kita biasa menulis. kita paling tidak akan bisa mengontangi uang lebih besar lagi. Sebuah penerbitan akan rugi besar jika buku yang diterbitkan ternyata tidak laku di pasaran. Hal ini baik menyangkut bisnis maupun idealisme. Menurut Sofia Mansoor dan Niksolim (1993).. Jumlah Pembaca Berapa kira-kira ukuran pasar? Hal ini tidak mudah dijawab. Tapi bila per halaman tulisan kita dihargai Rp 10. misalnya menjadi guru atau dosen. kita akan mendapatkan paling tidak uang senilai Rp 375. Naskah buku bisa didapatkan dengan berbagai cara. Tinggal dikalikan dengan jumlah penjualan. dalam arti semakin banyak buku yang kita tulis dan diterbitkan. dewasa. Semakin laris buku kita—apalagi kalau sampai dicetak ulang berkali-kali karena saking larisnya—maka akan semakin besar jumlah uang yang akan kita terima. yakni Rp 500.000. di antaranya kreativitas penerbit dengan menyusun langsung buku-buku tertentu. peluang membuka pintu rezeki dengan menulis buku memang bukan hal yang aneh atau mustahil.. tidak melulu bisnis. Padahal. Bila menggunakan sistem royalti akan semakin berpeluang untuk meraup keuntungan lebih besar lagi. tingkat berapa).500. Bila setelah dicetak menjadi buku. By Badiatul Muchlisin Asti Ciri-ciri Naskah Buku yang Berkualitas Naskah buku adalah tulang punggung penerbit.(tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah). Begitu pula seorang penerbit harus mempunyai tanggung jawab moral untuk mencerdaskan masyarakat.000. Sasaran pembaca Siapakah pembaca buku ini: umum. Pada masa kini. Tanpa sebuah naskah. harga eceran per buku Rp 10.(lima ratus ribu rupiah).000 [seribu rupiah] per eksemplar buku. maka royalti kita bila dihitung 10 persen.

Buku yang laku. Penerbit buku ada beberapa kategori. buku agama. By Abu Al-Ghifari Strategi Mengirim Naskah Buku Ke Penerbit Apa yang dilakukan setelah naskah rampung dibuat? tentu saja mengirimkannya ke penerbit buku. Hak cipta Apakah penelaah mengenali ada bagian yang dikutip dari buku lain? Penerbit harus waspada agar jangan sampai penerbit dituntut karena menerbitkan buku jiplakan. akan mampu menulis buku yang bukan hanya berkwalitas. Apalah artinya naskah bagus jika hanya untuk koleksi pribadi. berikutnya dikirim ke penerbit. ras. Isi Naskah Apakah isi naskah tidak menyinggung SARA (suku. buku agama. buku perguruan tinggi. Menentukan penerbit yang tepat Setelah naskah itu sempurna. Kemutakhiran Apakah isi buku ini tidak ketinggalan zaman? Jawabannya dapat diperolah dengan mengamati daftar pustaka yang diacu pengarang. tapi juga disukai khalayak pembaca. akan menguntungkan dari segi dakwah. 41 . Kelayakan terbit Apakah buku tersebut layak diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan? Sejumlah penerbit hanya menerbitkan buku-buku tertentu. sekolah. apakah ilustrasi mendukung uraian? 7. 9. universitas misalnya. buku pelajaran (SD. Dalam hal ini jangan salah mengirim naskah. Penyajian Apakah isi ditulis dengan susunan tertib. Seorang penulis yang mampu menyelami nurani massa. 4. Dari sudut ekonomi.James Rompas tertentu. jelas akan diuntungkan dengan buku best seller (laris di pasaran). tidak menentang ideologi negara. 8. sesuai dengan tingkat pembaca? 5. Naskah Anda harus dikirim ke penerbit yang sesuai dengan jenis buku Anda. dan penerbit buku umum. hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. yaitu penerbit buku anakanak. baik penerbit maupun penulis. apakah bahasa pengarang mudah dipahami. semakin banyak pembaca berarti dakwah semakin tersebar luas. dan antar golongan/adat istiadat). SLTP dan SMU). Memastikan kategori sebuah penerbitan. Dalam pengiriman naskah. Apa kelemahan dan kelebihan naskah buku ini dibanding saingannya? 6. dapat Anda lihat dari katalog bukunya. agama. Saingan Apakah ada buku lain yang menjadi saingan buku tersebut? Sebutkan judulnya.

Kertas papyrus bertulisan dan berbentuk gulungan ini yang disebut sebagi bentuk awal buku atau buku kuno. Namun sebelum naskah itu dikirim. Karenanya. pengalaman menulis. Buku kuno ketika itu. Maka. Saking banyaknya. disampaikan secara lisan dari mulut ke mulut. sekalipun Anda penulis ternama. Biasanya diperhatikan dulu sinopsis atau ringkasan dari buku yang Anda tulis. Kian hari. Menyertakan kelengkapan pengajuan Setelah menentukan penerbit yang cocok untuk buku Anda. 3) sinopsis naskah Editor sebuah penerbitan biasanya tidak langsung membaca naskah buku Anda. Semuanya dihafal. terutama yang baru pertama kali mengajukan naskah ke penerbit itu. Sejarah Perkembangan Buku Pada zaman kuno. tradisi komunikasi masih mengandalkan lisan. kian banyak saja hal-hal yang musti dihafal. lengkapi dulu dengan berbagai kelengkapan berikut ini: 1) surat pengantar Penyertaan surat pengantar penting. 2) menyertakan identitas diri Identitas yang dimaksud menyangkut latar belakang pendidikan. karya-karya yang pernah diterbitkan (jika ada). Pengiriman naskah dapat diantar langsung atau via pos/kurir. langkah berikutnya mengirimkan naskah ke penerbit tersebut. Format surat pengantar ini terserah penulis. belum berupa tulisan yang tercetak di atas kertas modern seperti sekarang ini. c. do’a-do’a. hafalan merupakan ciri yang menandai tradisi ini. Pengiriman Naskah Naskah yang sudah siap termasuk sudah dilengkapi kelengkapan di atas. termasuk ide penulisan buku yang diajukan. Mesir merupakan bangsa yang pertama mengenal tulisan yang disebut hieroglif. yang penting berisi pengajuan naskah. Tulisan hieroglif yang diperkenalkan bangsa Mesir Kuno bentuk hurufnya berupa gambar-gambar. maupun syair. sehingga akhirnya mereka kuwalahan alias tidak mampu menghafalkannya lagi. Mereka menuliskannya di batu-batu atau pun di kertas papyrus. nyanyian. Untuk itu jangan lupa menyertakan sonopsis ini. Papyrus adalah tumbuhan sejenis alang-alang yang banyak tumbuh di tepi Sungai Nil. melainkan tulisan-tulisan di atas keping-keping batu (prasasti) atau juga di atas kertas yang terbuat dari daun papyrus. 42 . Hingga. By Abu Al-Ghifari Mengenal Sejarah Buku 1 . segera kirimkan ke penerbit yang Anda maksud. lahirlah apa yang disebut sebagai buku kuno. Penyampaian informasi. terpikirlah untuk menuangkannya dalam tulisan. Surat pengantar adalah etika yang harus disertakan yang berfungsi sebagai prolog kerjasama antara penerbit dan penulis.James Rompas b. cerita-cerita. pekerjaan.

juga dikenal dengan buku kuno. Daun lontar yang sudah ditulisi itu lalu dijilid hingga membentuk sebuah buku. artinya kertas kulit.5 meter. perubahan bentuk buku gulungan menjadi buku berlipat yang diapit sampul berlangsung lebih cepat dan lebih sederhana. Karena itu. Inilah bentuk awal dari buku yang berjilid. Perubahan itu selaras dengan fitrah manusia yang menginginkan kemudahan. Perkembangan perbukuan mengalami perubahan signifikan dengan diciptakannya kertas yang sampai sekarang masih digunakan sebagai bahan baku penerbitan buku. Lembar ini disebut pergamenum yang kemudian disebut perkamen. Huruf-huruf itu bisa dibentuk menjadi kata atau kalimat. Buku kuno itu ditulis di atas daun lontar. mesin Gutenberg mampu menggandakan cetakan dengan cepat dan jumlah yang banyak. Pencipta kertas yang memicu lahirnya era baru dunia perbukuan itu bernama Ts’ai Lun. Namun. 43 . pada zaman dahulu. Perkamen lebih kuat dan lebih mudah dipotong dan dibuat berlipat-lipat sehingga lebih mudah digunakan. Penemuan Ts’ai Lun telah mengantarkan bangsa Cina mengalami kemajuan. penemuan mesin cetak pertama kali merupakan tahap perkembangan selanjutnya yang signifikan dari dunia perbukuan. pada awal abad pertengahan. Kesulitan menggunakan gulungan papyrus. Hidup sekitar tahun 105 Masehi pada zaman Kekaisaran Ho Ti di daratan Cina. Perkembangan selanjutnya. pada abad kedua. orang-orang Timur Tengah menggunakan kulit domba yang disamak dan dibentangkan. Maka. Selain itu. Panjang gulungan papyrus itu kadang-kadang mencapai puluhan meter. Sebagai tindak lanjut penemuan kertas. Gutenberg juga melengkapi ciptaannya dengan mesin cetak. Penemu mesin cetak itu berkebangsaan Jerman bernama Johanes Gensleich Zur Laden Zum Gutenberg. Kelebihannya. seperti Al-Qur’an yang dibuat dengan ditulis tangan. Di Indonesia sendiri.James Rompas Selain Mesir. gulungan papyrus ada yang dipotong-potong. Hal ini sungguh merepotkan orang yang menulis maupun yang membacanya. di kemudian hari mengantarkan perkembangan bentuk buku mengalami perubahan. manusia terus berpikir untuk mengadakan peningkatan dalam peradaban kehidupannya. Ts’ai Lun berkebangsaan Cina. Papyrus terpanjang terdapat di British Museum di London yang mencapai 40. Cina menjadi pengekspor kertas satu-satunya di dunia. gulungan papyrus digantikan oleh lembaran kulit domba terlipat yang dilindungi oleh kulit kayu yang keras yang dinamakan codex. Gutenberg telah berhasil mengatasi kesulitan pembuatan buku yang dibuat dengan ditulis tangan. Bentuknya seperti lipatan-lipatan kain korden. Awalnya yang banyak diterbitkan adalah kitab suci. Dengan akalnya. bangsa Romawi juga memanfaatkan papyrus untuk membuat tulisan. Sehingga. Buku-buku kuno itu semuanya ditulis tangan. Di Cina dan Jepang. Gutenberg menemukan cara pencetakan buku dengan huruf-huruf logam yang terpisah. tetap saja untuk menyelesaikan satu buah buku diperlukan waktu agak lama karena mesinnya kecil dan jumlah huruf yang digunakan terbatas.

kita akan dapat segera menyimpulkan. kondisi ini tentu jauh lebih baik bila dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. di toko-toko buku yang ada di berbagai kota di negeri ini. serta hasil cetakan dan desain yang sangat bagus pula. Hal itu diikuti pula dengan penemuan mesin komputer sehingga memudahkan untuk setting (menyusun huruf) dan lay out (tata letak halaman). baik dari penerbit besar yang sudah mapan dan lebih dulu eksis. Tidak juga di Ikatan Penerbit Indonesia [IKAPI]. Sebab tidak semua penerbit bergabung dengan lembaga ini. berderet-deret bahkan bertumpuk-tumpuk buku-buku baru terbit silih berganti bak musim semi dengan beragam judul dan beraneka desain sampul yang menawan dari berbagai penerbit. scanner (alat pengkopi gambar. betapa penerbit-penerbit buku saat ini semakin banyak saja jumlahnya. Ini nampak dari banyaknya buku-buku bestseller yang laris manis diserbu masyarakat. maka akan kita jumpai. Buku di Era Modern Di era modern sekarang ini perkembangan teknologi semakin canggih. ilustrasi. dan juga printer laser (alat pencetak yang menggunakan sumber sinar laser untuk menulis pada kertas yang kemudian di taburi serbuk tinta). maupun dari penerbit kecil yang baru merintis dan masih kembang-kempis. dari pengamatan sekilas saja. Diikuti pula penemuan mesin penjilidan. Tengoklah. By Badiatul Muchlisin Astii 44 . sungguh mengherankan bahwa sebuah judul buku yang laku beberapa ribu saja sudah terasa menyenangkan dan dianggap bestseller. Agar buku benarbenar menjelma fungsinya sebagai pencerdas dan pencerah umat. kendati sedang diterpa krisis. Animo masyarakat pun terhadap buku nampak juga mengalami peningkatan. kondisi di atas akan dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah. Menulis buku-buku bernuansa dakwah adalah pilihan yang sudah selayaknya untuk dilakukan. tapi penerbit-penerbit buku malahan bermunculan. Akan tetapi. Teknik cetak yang ditemukan Gutenberg bertahan hingga abad ke-20 sebelum akhirnya ditemukan teknik cetak yang lebih sempurna. Tak mengherankan bila sekarang ini kita dapati berbagai buku terbit silih berganti dengan penampilan yang semakin menarik. atau teks yang bekerja dengan sinar laser hingga bisa diolah melalui computer). sebab tak tersedia data yang dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan sampai sekarang ini pun. di negara kita Indonesia. kondisi ekonomi masih gonjang-ganjing. Mesin-mesin offset raksasa yang mampu mencetak ratusan ribu eksemplar buku dalam waktu singkat telah dibuat. yakni pencetakan offset. Semua penemuan menakjubkan itu telah menjadikan buku-buku sekarang ini mudah dicetak dengan sangat cepat. dijilid dengan sangat bagus. bukan sebaliknya.James Rompas Gutenberg memulai pembuatan mesin cetak pada abad ke-15. Bagi seorang muslim da’i yang memiliki komitmen dengan dakwah. Namun. mesin pemotong kertas. Banyak sekali jumlahnya. 2. dibanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang nyaris 200 juta orang. Memang. yang ditemukan pada pertengahan abad ke-20. hingga tak terhitung.

Belum mapannya etika profesi penulis ini disebabkan masih merupakan profesi baru dan belum berkembang sebagaimana profesi lainnya di Indonesia. guru. Mentaati etika dari sebuah profesi. Ketidakjujuran seorang penulis akan merugikan dirinya sendiri. ia dianggap menyimpang dan tidak loyal lagi pada profesinya. 2. Konsekuensi jika penulis 45 . Mengirim tulisan dengan ketikan rapi. Materi dan gagasan penulisan hendaknya tidak bertentangan dengan UndangUndang Dasar 1945. ras. 5. 4. Seperti etika profesi dokter. tetapi masih merupakan konvensi atau aturan tak tertulis di masing-masing media. Aturan main adalah dunia kepenulisan ini secara garis besar dapat disebutkan sebagai berikut: 1. Profesi dokter punya etika. penyebutan alamat tempat tinggal. Profesi sebagai penulis juga mempunyai etika. Tidak mengirim tulisan yang sama kepada media yang lain. penyebutan pekerjaan. dan antargolongan). Dengan adanya itikad baik itu diharapkan masyarakat dapat menggunakan etika tersebut sebagai acuan dalam setiap perbuatan yang dilakukan berkaitan dengan pekerjaan dan profesinya itu. etika profesi wartawan. Tidak melanggar hak cipta orang lain. status jabatan dan sebagainya. Pancasila dan peraturan yang berlaku lainnya. Akan tetapi etika profesi penulis ini belum baku sebagaimana etika profesi yang telah mapan lainnya. dan hal-hal semacam itu. Seperti menjiplak. etika profesi guru dan sebagainya. masinis. Sebab jika seseorang melanggar etika profesi yang telah menjadi kesepakatan bersama. Hal tersebut berakibat kurang dihargainya kredibilitas seseorang yang melanggar etika itu. 7. dapat diartikan sebagai sebuah usaha untuk menghargai dan loyal terhadap profesi yang ditekuni seseorang. semuanya ada aturan main baik secara tertulis maupun tidak. seperti misalnya masalah SARA (suku. Kecuali telah mempunyai kesepakatan dengan pihak yang terkait. 6. Keberadaan suatu etika pada umumnya didasarkan pada itikad baik untuk kebaikan bersama.James Rompas Etika Menulis Di dunia ini hampir tidak ada suatu pekerjaan pun yang dilakukan tanpa etika. tanpa banyak coretan. Perlu diketahui bahwa sebenarnya hal ini belum diundangkan secara baku. Menggunakan bahasa yang baik dan benar. agama. Seorang penulis hendaknya bersikap jujur dalam segala hal yang berkaitan dengan materi kepenulisannya. dan masih banyak lagi. Isi tulisan tidak menyinggung kebersamaan dalam kerukunan sesama warga negara dan warga masyarakat secara keseluruhan. karyawan pabrik. 3. sopir. mengutip tanpa disebutkan sumbernya. Misalnya berkaitan dengan penyebutan identitas diri.

Keempat. Koran. logika. Saat tahu kondisi tersebut. Kelima. maka tulisantulisannya tidak akan dimuat pada media tersebut dalam jangka waktu tertentu. Namun selang beberapa waktu (bisa jadi hitungan tahun) kok lucu. Menambah banyak warna pasti makin meriah. biasanya ia akan dikenakan sanksi yang biasa disebut black list atau daftar hitam. meniru adalah awal dari sebuah seni. Percayalah ide itu amat mahal. memperbaiki naskah. Belum tentu ide yang terkandung dalam tulisan tersebut bisa ketemu di lain waktu. mempelajari tulisan yang dimuat itu penting. membebaskan tulisan dari teori baku. info terkini dan bahan-bahan (buku) rujukan yang biasa dijadikan sumber utama (standar). By Abu Al-Ghifari Jika Naskah Ditolak Kembali kita kuatkan keyakinan naskah ditolak bukanlah akhir segalanya. tapi tidak sebatas menggunakan dalil naqli (Al-Qur’an. Simak tulisan Jalaluddin Rakhmat. Sangatlah penting untuk membaca. As-Sunnah) saja. Kiai yang pakar komunikasi itu jika membuat tulisan kaya dengan berbagai tinjauan. ide bagus tidak bisa dibandingkan dengan rupiah. Artinya jika seseorang telah terkena daftar hitam ini pada media tertentu. Teori menulis yang sudah dipelajari tetap kita pertahankan. Sering kali kita menganggap saat merampungkan naskah. ia menulis tentang “istiqomah”. di luar negeri terdapat teori bernama teori lingkaran. Ketiga. Karenanya. Selera redaktur sangat menentukan. Bila tulisan yang kita kirim sama “nafasnya”. info terkini. Pada urutan kelima ini bukan berarti meniadakan teori-teori yang sudah ada. 46 . di sana-sini nggak nyambung. dan bahan-bahan (buku) rujukan yang biasanya dijadikan sumber utama (standar). Cuma jangan terpaku. Kata Aristoteles. Dari sudut falsafah. internet. Untuk mendapatkan ide terkadang para penulis membayar mahal karena harus pergi ke tempat tertentu. bandingkan dengan tulisan-tulisan lain yang dimuat. tabloid atau majalah masing-masing punya karakter tersendiri. mencatat. Yang demikian itu hanyalah proses rute yang harus dilalui sebelum berhasil adalah kenyataan wajib yang mesti dialami. Seolah-olah berani diuji dengan rekan lainnya. Misal. Dengan segala keobyektifan dan kesubyektifan menjadi kata kunci. Masih ada teori atau gaya lain. mencatat atau memiliki ensiklopedia. dokumentasikan naskah-naskah itu. terasa sudah sempurna. budaya dan data-data teranyar.James Rompas ketahuan menulis dengan tulisan yang sama di media berbeda. psikologi. Memang penulis pemula sangat meniru gaya idola penulis pujaanya. media massa terbitan baru. melengkapi sumber tulisan. Lantas apa saja langkah-langkahnya? Pertama. jangan sampai dibuang. Tidak terdapat kekurangan. besar peluang untuk diterima. Sangatlah penting untuk membaca. Beliau mengurai dengan pendekatan sejarah. atau memiliki ensiklopedi. Kedua. inilah kesempatan untuk memperbaikinya.

Saya pernah mengunjungi tempat aktivitas dan bertemu dengan sosok penulis bergengsi negeri ini. Alhamdullillah. segeralah menulis judul. Keenam. Hasilnya menakjubkan. Penolakan naskah itu persyaratan wajib bagi siapa saja yang ingin sukses menulis. Ia menulis setiap dini hari usai shalat malam sampai menjelang waktu shubuh. Selamat menulis. Kita mendapatkan berbagai pengalaman dan ilmu yang menguatkan “ruh” semangat kepenulisan. tapi bukan berarti tidak bisa sama sekali. Para penulis sukses di tengah kesibukannya menyediakan waktu khusus unutk menulis.Jika Anda senang menulis dan berniat menjadi seorang penulis buku. Amin Rais. Tidak ada alasan untuk berhenti menulis. besoklah saya akan memulai”. Nurcholis Madjid. Gola Gong. By Lilis Nihwan BANDUNG. Setelah menetapkan segmentasi pasar hal kedua yang perlu Anda lakukan adalah menentukan kebutuhan buku. Dengan menetapkan segmentasi. Sederhananya. dari beliau-beliau saya memperoleh tambahan tenaga berlipat-lipat. Ketujuh. sudah belasan media yang mempublikasikan. Kuntowijoyo dan sejumlah penullis kawakan yang berdomisili di Bandung. Contoh. Langkah ini sangat membantu. Keterkaitan dengan unsur emosi ini bisa membuat tulisan lebih segar dan renyah. biasanya dari umum ke khusus. antara lain: Emha Ainun Nadjib. Anda dapat menentukan siapa dan seberapa besar target pembaca Anda. “Waktu saya tersita. kawan kita ini (masih SMU) sudah menulis empat buku. Padahal mulanya menggebu-gebu sesemangat 45. adakah silaturahmi dengan para penulis yang jadi atau milih profesi menulis sebagai pilihan mencari nafkah. Psi. banyak cara untuk menulis. itb. kita boleh memasukinya dari garis mana saja. Berikut ringkasan materinya. saya bersyukur semangat dan kreativitas tulis menulis masih terpelihara. jangan lewatkan tulisan yang satu ini. Lumayan. betapa sering kita mendengar kata-kata itu. Benar. Untuk menuju ke titik tengah lingkaran. kita dapat memulai dari khusus ke umum.Yus R. Cuma karena belum dimuat.id. Menulis kembali dan kembalilah menulis. Meski ratusan naskah saya ditolak. Ismail mengagumi rekannya seorang cerpenis belia aktivis Forum Lingkar Pena (FLP).James Rompas Belakangan antara lain dikenalkan oleh DR. rutin menulis lagi. Pasti ada dan menerima kesempatan unuk kita.ac. Hal pertama yang harus Anda pahami ketika memulai karier sebagai penulis buku menurut Miyoto adalah dengan menetapkan segmentasi pasar. Banyak yang menyangka orang tenar sulit dihubungi. memaparkan 7 kiat menjadi penulis buku pada seminar "Kiat Sukses Menjadi Penulis Buku" yang diadakan oleh Perpustakaan Pusat ITB bersama Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YYPI) pada Rabu (17/02/2010). Lalu. 47 . Miyoto. Dedi Supriadi. Ada yang sehari menulis 3 – 4 jam sehari. Sudah menjadi alasan klasik untuk menyembunyikan diri dari ketidakberdayaan dalam olah tulis menulis. Marketing Manager Sagung Seto Jakarta H. S. Dan teramat yakin bilangan angka terus menanjak.

Pasaran dihitung untuk memperkirakan taksiran jumlah cetak karena jumlah cetak yang keliru akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari. atau mengunjungi perpustakaan nasional. Kiat berikutnya. Ia mengatakan promosi dapat dilakukan bahkan sebelum buku tersebut diterbitkan. adalah memilih penerbit. PROSEDURE PENULISAN PENERBIT ANDI YOGYAKARTA Hubungan Antara Penulis dan Penerbit Penulis dengan Penerbit memiliki kedudukan setara. "Pilihlah penerbit yang sesuai. Apa kelebihan Penerbit ANDI dibanding penerbit lain? · Buku ANDI telah memiliki Brand Name tersendiri di hati masyarakat. Royalti untuk pengarang pun bisa mencapai kisaran 8% -10% dari Harga Eceran Tertinggi (HET). sedangkan Penerbit memandang Penulis sebagai aset penting perusahaan yang menyebabkan proses penerbitan tetap berlangsung." pesan Miyoto. Kegiatan pemasaran merupakan ujung tombak dari hasil penerbitan buku.James Rompas "Pilihlah bidang disiplin yang sesuai dengan bidang keahlian . menetapkan besaran pasar dan daya beli. ke toko buku. Hal ini berguna untuk memperkokoh ancangan untuk menerbitkan buku. Ia mengatakan bahwa saat ini penerbit mulai menjurus pada bidang disiplin ilmu tertentu. Ia juga menegaskan agar pembajakan terhadap buku dihentikan. Tidak hanya 7 kiat sukses menjadi penulis buku yang dipaparkan oleh Miyoto pada seminar ini." kata dia. Untuk bidang kedokteran misalnya. papar Miyoto. penerbit Gramedia sepertinya lebih tepat. meningkatkan kredibilitas. secara umum Penulis memandang Penerbit bertindak sebagai intermediary karya-karya yang akan disampaikan kepada masyarakat. Kiat terakhir dari Miyoto adalah pemasaran. Anda bisa memilih penerbit Sagung Seto. kata Miyoto. "Di samping jumlah cetak.red). Langkah berikutnya. Beberapa cara mempromosikan buku adalah dengan menjadi pemateri dalam seminar-seminar." Kemudian. dan pemenuhan finansial. Atau untuk karya fiksi. "Menghasilkan sebuah buku sebenarnya bukanlah pekerjaan yang gampang. "Judul tersebut masih bersifat sementara karena bisa diubah sesuai dengan kebutuhan. menulis artikel di jurnal ilmiah. Penerbit akan sangat tertarik jika bisa diterbitkan pada jumlah cetak minimum 3000 eksemplar." seperti yang tertulis dalam seminar kit darinya." saran dia. lakukan survei pasar dengan melihat katalog dari penerbit. Hal tersebut yang memotivasi penulis untuk menghasilkan suatu karya yang berkualitas. Hal yang tak kalah penting lainnya adalah promosi. "Kita semestinya menghargai jerih payah penulis buku. Kepentingan apa di balik dorongan untuk menulis? Menulis dapat meningkatkan kredit point (bagi pengajar). 48 . penulis juga perlu mengetahui kemampuan baca dan daya beli mahasiswa (pembaca." aku dia. dan membuat selebaran.

James Rompas

· Memiliki jaringan distribusi yang luas. · Memiliki mesin cetak sendiri sehingga hasil, kecepatan, dan kualitas dapat diatur dengan baik. · Memiliki sistem royalti yang jelas, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan sinergi kerja sama antara Penulis dengan Penerbit akan diperoleh hasil berupa penerimaan masyarakat terhadap buku terbitan ANDI. Bentuk Royalti Penerbit ANDI Penerbit ANDI memberikan royalti sebagai berikut: Besar royalti standar adalah 10%, dengan perhitungan: 10% x harga jual x oplah (potong pajak) Mengingat Penerbit ANDI memiliki bentuk kerja sama yang beragam pada saluran distribusi pemasaran, maka perhitungan royalti adalah berdasarkan buku yang benar-benar telah terbayar lunas, dengan demikian buku yang sifatnya konsinyasi atau kredit belum dianggap sebagai buku laku. Dalam hal ini Penerbit ANDI akan selalu menjaga kejujuran dan kepercayaan bagi semua relasinya, ini semua karena nama baik sangat penting bagi Penerbit ANDI. Bentuk Kerja Sama Penerbitan Bentuk kerja sama penerbitan yang ditawarkan Penerbit ANDI mencakup: Kerja sama Penerbit dengan Penulis; yaitu kerja sama antara Penerbit dengan Penulis secara individu untuk menerbitkan sebuah buku. Kerja Sama Penerbit dengan Kelompok Penulis; yaitu kerja sama antara Penerbit dengan beberapa Penulis sekaligus untuk menerbitkan sebuah buku. Dalam kerja sama ini, Penulis wajib menunjuk satu orang dengan pemberian surat kuasa, untuk bertanggung jawab terhadap segala urusan administratif maupun non administratif yang berkaitan dengan penerbitan. Kerja sama Penerbit dengan Lembaga; yaitu kerja sama antar Penerbit dengan sekelompok Penulis yang telah dikoordinasi oleh Lembaga/Institusi untuk menerbitkan sebuah buku. Dalam hal ini Penerbit hanya berhubungan dengan Lembaga/Institusi yang telah diberi kepercayaan oleh Penulis. Kerja sama Umum Kerja sama cetak. Penerbit hanya membantu dalam jasa percetakannya, seperti buku jurnal ilmiah dan ebagainya. Kerja sama cetak dan penerbitan, Penerbit bekerja sama dengan Perorangan/Lembaga untuk menerbitkan sebuah buku dengan tanggungan biaya penerbitan bersama. Prosedur Penerbitan Buku Materi yang Harus Dikirim Penulis harus mengirimkan ke Penerbit naskah final, bukan outline ataupun draft, yang disertai: . Kata Pengantar · Daftar Isi · Daftar Gambar · Daftar Tabel · Daftar Lampiran · Isi · Daftar Pustaka · Indeks · Abstrak (sinopsis)
49

James Rompas

. Penjelasan perihal: pasar sasaran yang dituju, prospek pasar, manfaat buku ybs. . Profil penulis, memberi keterangan singkat tentang penulis. Penilaian Naskah Penerbit menilai naskah dari berbagai aspek: Aspek Ideologis Apakah topik bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila, apakah topiknya akan meresahkan kondisi masyarakat seperti: politik, hankam, sara, sopan santun, harga diri, dll. Aspek Keilmuan : § Apakah topik yang dibahas merupakan topik baru bagi masyarakat, dan apakah masyarakat sudah siap menerima topik tersebut? § Apakah naskah tersebut gagasan asli atau jiplakan? § Terkait dengan akurasi data maka diperlukan sumber daftar pustaka yang lengkap. Aspek Penyajian: § Apakah sistematika kerangka pemikiran baik sehingga alur logika pemaparan mudah dipahami? § Bahasa yang digunakan apakah komunikatif sesuai dengan jenis naskah dan sasaran pembaca? § Apakah cara penulisannya sudah benar, yaitu menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baku? § Kelengkapan naskah secara fisik seperti kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, batang tubuh, daftar gambar, tabel, lampiran, index, daftar pustaka, sinposis, apakah sudah lengkap? § Pengetikan menggunakan media dan alat apa, apakah tulis tangan, diketik manual, ketik komputer menggunakan software tertentu? § Mutu gambar, tabel dan objek lain yang dipasang (capture) apakah layak atau masih harus diperbaiki lagi? § Apakah urusan perizinan penggunaan gambar tertentu, izin terjemahan, izin pengutipan dll. sudah diselesaikan? Aspek Pemasaran: § Apakah tema naskah mempunyai pangsa pasar jelas dan luas sehingga buku akan dapat dan mudah diterima pasar? § Apakah naskah memiliki selling point atau potensi jual tertentu, seperti judul, keindahan, bahasa, kasus aktual, dsb? § Apakah ada buku sejenis yang beredar dan telah diterbitkan? Apa kelebihan naskah tersebut dibandingkan dengan buku lain? Aspek Reputasi Penulis: § Apakah penulis adalah tokoh, praktisi, dosen yang sangat diakui kepakarannya oleh masyarakat luas? § Apakah buku-buku yang pernah diterbitkan mempunyai catatan keilmuan dan pemasaran yang baik? Keputusan Menerima/Menolak Naskah Untuk Apa dan Mengapa Penerbit Harus Menilai Naskah? Penerbit adalah suatu badan usaha yang bercita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk tujuan tersebut Penerbit mengusahakan, menyediakan, dan menyebarluaskan bagi khalayak umum, pengetahuan dan
50

James Rompas

pengalaman hasil karya ilmiah para Penulis dalam bentuk sajian yang terpadu, rapi, indah, dan komunikatif, baik isi maupun kemasan fisik, melalui tata cara yang sesuai, dan bertanggung jawab atas segala risiko yang ditimbulkan oleh kegiatannya. Berdasarkan pengertian mengenai penerbitan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerbit tidak bermaksud untuk menghakimi hasil karya Penulis, sehingga tidak ada alasan untuk tidak menghargai karya tersebut karena Penulis adalah “rekan sejawat” bagi Penerbit. Penilaian naskah bukan untuk menjatuhkan vonis naskah baik atau buruk, layak terbit atau tidak. Langkah tersebut digunakan sebagai sarana untuk memperlancar proses penerbitan secara optimal. Proses penilaian ini adalah proses standar penerbitan sehingga perlu ada komunikasi yang baik antara Penerbit dan Penulis. Dengan demikian tidak ada salah-pengertian bahwa Penerbit menganggap remeh Penulis atau Penulis merasa naskahnya sudah yang terbaik. Keputusan Naskah Setelah Penulis menyerahkan naskah, Penerbit memberikan keputusan melalui surat resmi kepada Penulis, apakah buku diterbitkan atau tidak. Untuk naskah yang diterima, Penerbit akan mengirim surat pemberitahuan resmi. Penulis wajib melengkapi kelengkapan naskah - softcopy. Untuk naskah yang ditolak, naskah akan dikembalikan kepada Penulis bersama dengan surat pemberitahuan penolakan penerbitan. Pengiriman Softcopy: Disket atau CD Softcopy naskah dikirim dapat dengan cara: Lewat pos/paket ditujukan ke: Penerbit ANDI Jl. Beo 38-40 Yogyakarta 55281 Telp (0274) 561881; Fax (0274) 588282 Datang langsung ke kantor Penerbit ANDI dan menemui bagian penerbitan ANDI. Atau lewat email (Maksimal 1 Mb per kiriman): penerbitan@andipublisher.com Format Naskah Format Naskah Siap Cetak Format pengaturan naskah dapat menggunakan Template yang disediakan oleh Penerbit Andi. Format ini merupakan Template standar yang dapat disesuaikan dengan naskah yang sedang ditulis. Anda dapat meminta Template tersebut melalui e-mail, atau datang langsung ke Penerbit ANDI. Format naskah standar siap cetak, adalah sebagai berikut: Jenis huruf untuk teks isi: Bookman Old Style, New Century School Book atau Times New Roman 10/11 point. Judul bab (Heading 1): font sama dengan teks isi, ukurannya diatur sedemikian rupa agar tampak menonjol dan serasi dengan ukuran 20 pt. Judul sub-bab (Heading 2): font sama dengan teks, 18 point, capital, bold. Judul sub-sub-bab (Heading 3): font sama dengan teks, 10 point, capital underline Header dan Footer: menggunakan font yang berbeda, dapat divariasikan dalam style huruf bold atau italic.
51

Ukuran Buku dan Area Cetak Setelah Anda menentukan sistematika penulisan buku Anda. Ketidaksesuaian tersebut contohnya: proporsi gambar yang tidak benar. Lebih jelas "download disini" 52 . 8 point. pemotongan kata yang tidak tepat (terutama pada listing program pada buku pemrograman). Penentuan format ini akan berpengaruh terhadap ketebalan buku dan kedalaman materi yang Anda inginkan. Alignment : Justified Spacing : Before – 0. Format buku terdiri dari beberapa ukuran yaitu ukuran besar. untuk itu diharapkan Penulis dapat mengikuti informasi terbaru di Penerbit Andi. 21. Contoh Penomoran Halaman: Halaman judul : i Halaman Copyright : ii Halaman Persembahan : iii Kata Pengantar : v Daftar Isi : vii Halaman Isi Pendahuluan (Bab I) : 1 Bab II : 3.5 cm x 15. dan ketebalan buku yang tidak proporsional. kecil. Catatan: Prosedur penerbitan ini sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perkembangan.5 cm x 7. atau buku saku serta format spesial.James Rompas Footnote : Font sama. Format buku di Penerbit Andi: Format Besar : 20 cm x 28 cm. dapat menggunakan font lain yang serasi.5 cm Format Khusus Banyak Penulis tidak memperhatikan format ini sehingga saat dilakukan pengaturan layout dan setting. 11. 13. (selalu halaman ganjil).5 cm Format Standar : 16 cm x 23 cm. After – 0. 7. Catatan: Segala bentuk aturan layout di dalam template adalah layout standar di Penerbit Andi.5 cm x 17.5 cm Format Kecil : 14 cm x 21 cm. situasi dan kondisi. standar. dst. beberapa bagian buku menjadi tidak sesuai dengan maksud Penulis. Anda dapat memodifikasi perwajahan buku Anda dengan terlebih dahulu melakukan konfirmasi dengan Penerbit. 5. 9. 10 cm x 16 cm Buku Saku : 10 cm x 18 cm. hal penting berikutnya adalah format buku yang akan Anda tulis. Gambar sebaiknya dikirimkan dalam file tersendiri yang di kumpulkan dalam sebuah folder gambar dan dilakukan link terhadap naskah.6 Line Spacing : Single Gambar-gambar tangkapan (capture) layar sebaiknya menggunakan format jpg.

James Rompas Kabar untuk para Penulis mengenai kebijakan Pemerintah yang berlaku mulai tahun 2009. yang mulai berlaku sejak Januari 2009 khususnya pasal 23 tentang royalty. Pasal 22 ayat (3) dan Pasal 23 ayat (1a) UU Nomor 36 Tahun 2008. Perhatikan bunyi ketentuan yang terdapat dalam Pasal 21 ayat (5a).Pasal 23 ayat (1a) Pasal ini menyebutkan bahwa pemotong PPh Pasal 23 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 100% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP dibanding tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP. Kantor Pusat Penerbit & Percetakan ANDI Jl. Untuk Penulis. 021-70601240.Pasal 22 ayat (3) Dalam pasal ini disebutkan bahwa pemungut PPh pasal 22 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 100% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP dibanding tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP 3. 70601241 Email jkt@andipublisher.Pasal 21 ayat (5a) Pasal ini menyebutkan bahwa pemotongan PPh Pasal 21 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 20% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dibanding tarif yang ditetapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak. 1. Beo 38-40. akan diberlakukan ketentuan dari “UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2008 TANGGAL 23 SEPTEMBEER 2008 – TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS Undang-Undang Nomor 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN”. 0274-561881 Fax.Tangerang Telp. Demangan Yogyakarta 55281 INDONESIA Telp. Ciledug . 2. Mengapa? Karena tarif yang akan digunakan berbeda. 0274-588282 Cabang Jakarta Jl. Raden Saleh No.68 Karang Tengah. Berikut ini akan dijelaskan mengenai prosedur pemungutan pajak bagi yang ber-NPWP dan yang tidak ber-NPWP: Pemotong/pemungut pajak harus memastikan terlebih dahulu apakah Wajib Pajak yang pajaknya akan dipotong atau dipungut sudah memiliki NPWP atau belum.com 53 .

Ganetri III/2 Denpasar Bali Telp. Beruang No. Mamajang Luar Mamajang.com Cabang Semarang Perum Semarang Indah Blok C-IX No./Fax.Riau Telp.James Rompas Cabang Bandung Jl.0711-412624 Email plb@andipublisher./Fax 024-7605523 Cabang Surabaya Jl.86. 0761-45952 Email riau@andipublisher./Fax 031-8436604. Kakatua No. 031-8080797 Email bali@andipublisher. Pekanbaru . Palembang Telp.com Cabang Palembang Villa Bangun Indah B-1 Jl. 0411-858803 Email mks@andipublisher.com Cabang Medan Komplek Perumahan Setiabudi Indah I Blok vv No.com Cabang Bali Jl.com Cabang Makassar Jl.5 Tanjung Rejo-Medan Telp. Makassar.19 Sukajadi. 061-8217623 Email mdn@andipublisher. Sukabangun I KM 6. 8473115 / 031-8410731 Email sby@andipublisher.com Cabang Riau Jl.18 Bandung .20 Semarang 50144 Telp.Jawa Barat Telp. Srimahi Baru No.Sulawesi Selatan Telp./Fax 022-5200290 / 022-520 4135 Email bdg@andipublisher. Raya Tenggilis R-17 Surabaya Telp.com 54 .

Nagiri lrg STM Kelurahan Pakadoodan linkg. 0541-7773562 Email smd@andipublisher. E. 0431-822887 Email man@andipublisher.James Rompas Cabang Manado Jl.Sulawesi Utara Telp. Beo 38-40. Fax.com) terima sesuai data masukkanAnda ke Sistem Registrasi MEMBER AndiPublisher.com. James Rompas Jln. 0274-561881 ext.com atau pemasaran@andipublisher.43 Manado .com INFO KONFIRMASI MEMBER AndiPublisher.com Penerbit & Percetakan CV. SULUT 95512 08124300872 jamesrompas@yahoo. Administrator AndiPublisher. Hormat Kami.com). Stadion Klabat Barat No.delete Bottom of Form Top of Form 1_1960_AIt7bHw date 25 auto dow n 1 0 a9DGbPP6sMk 1 Inbox 1 Reply 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b Reply All Forw ard Bottom of Form Top of Form 0%2C2%2C3%2C mask 55 . info@andipublisher. 0274-545465. EMAIL PU0710004861 Bpk. Data MEMBER Anda : ID MEMBER NAMA MEMBER ALAMAT TELP. Yogyakarta 55281./Fax. dan adapun kegunaan dan kerahasian data tersebut menjadi tanggungjawab kami (Administrator AndiPublisher. G.com Cabang Samarinda Komplek Batu Alam Permai Jalan Anggrek Merpati VIII No.com Terima Kasih atas partisipasi Anda dengan ikut serta bergabung menjadi MEMBER AndiPublisher.204/+62 888 0282 1306.com Top of Form 1 dow n 1_2540_AIJ7bHw 0 a9DGbPP6sMk 0 Inbox 1 date 25 1_1960_AIt7bHw Delete 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b 0%2C2%2C3%2C msg.6 Kecamatan Maesa Kota Bitung Prov. ANDI OFFSET Jl. 39 Samarinda Telp.com. Ph.com ID LOGIN James Rompas PASSWORD jamesr Data MEMBER Anda diatas yang telah kami (Administrator AndiPublisher.

siapa tahu jenis naskah Anda sama dengan misi dan ciri salah satu penerbit di bawah ini.spam 1_1960_AIt7bHw Bottom of Form Top of Form 1 1_2540_AIJ7bHw 0 Inbox date dow n a9DGbPP6sMk 0 1 25 1_1960_AIt7bHw 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b Move. 021-4701795 Balai Pustaka Jl. 021-3451616. Djambatan JL. 31930172 PPM Jl. Nah. 6 Gandaria Utara Kebayoran Baru Telp.. Ada yang memutuskan menerbitkannya sendiri saj dengan modal yang ada di kantong.James Rompas 1 dow n 1_2540_AIJ7bHw 0 a9DGbPP6sMk 0 Inbox 1 date 25 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b 30 Spam 0%2C2%2C3%2C msg.move Pertama-tama memang menulis buku. Salemba Raya No. 021-31935373. 0%2C2%2C3%2C msg. berikut ini Indonesia Buku menurunkan daftar penerbit-penerbit buku di Indonesia. Selamat mencoba. Kebahagiaan 11-11A 56 . 80871671 UI Press Jl. 14 Condet Jakarta Timur Telp. Tapi setelah buku jadi lalu apa? Ada yang memilih tak menerbitkannya. Pemuda III No. Batu Ampar III No. 4 Jakarta Telp.4 Jakarta Telp. 2302047 AL I’tishom Cahaya Umat Jl.Paseban 29 Jakarta Pusat telp (021) 3908790 atau (021) 3908175 The Critique Jl. Tapi ada juga yang mencoba mencari-cari penerbit. 10 Rt03/02 Rawamangun Jakarta Telp. Move. 021-8092269. H Najihun No. (021)7393685 Pustaka Zahra Jl. Menteng Raya No.9 Jakarta Telp. 021-2303247. Tanya sana tanya sini... Silakan dilihat-lihat. 3804439 Bhuana Ilmu Populer Jl. Gunung Sahari Raya No..

7708894 Grasindo Jl. 021-4515351. Sawo Raya 18 Jakarta Telp. 4700989 CSIS Jl.5266566. 021-65306283.R. YK Jl. Kelapa Gading Kirana I Blok A14 No.38D-E Pd.5209370. Ir. 5201080 Gema Insani Jl.39 Jakarta Telp. Djuanda (Jl. 5491412 Ichtiar Baru Van Hoeve Jl. Jakarta Telp.Baru ) Depok Jakarta Telp.Jum’at No. 021-4209586. 6340757 Bina Kasih. 6518178 Gaya Favorit Press Jl. Raya Ps. 021-7496733. 021-7708891.Pinang Jakarta Selatan Telp. 4250357 Bumi Aksara Jl. 021-2601234 ext 4441. 7407078 EGC-Arcan Jl. Kemiri Raya 68 Pd. 021-5253916. 021-5483008.Cabe Ciputat Tangerang. 021-3865532-35. 3847517. Tanah Abang III/23-27 Jakarta Telp. 021-7511901. 021-4700988.17 Jakarta Telp.B32-33 Jakarta Selatan Telp. H. Agung Timur 4 Blok o/1 No.James Rompas Jakarta Telp.5480888 ext 3262. Rasuna Said Kav. 7511855 Java Books Indonesia Jl.3809641 PT Dinastindo Adiperkasa Int’l Jl.H. 4534987 57 . Palmerah Selatan 22 Jakarta Telp. Letjend Suprapto28 Cempaka Putih Jakarta Telp.65306712.

Terusan Kopo No.2-3 Gumunggung Solo Era Intermedia Jl. 0274-377067. 5891319 CV Aneka Ilmu Semarang Jl. Hayam Wuruk No.15. 641 km 13. 372893. Ngendroprasto. Raya Fatmawati No. Slamet Riyadi 485 H. Ibu Ruswo 10.27 Yogyakarta 55153. Lentong No. 448371 Aditya Media Kantor Pusat : Jl. 021-7509673 PT Sarana Panca Karya Nusa Jl. 021-8207554. Sisingamangaraja No. Website : www.4 Jakarta Telp.2 Pd.9 Narogong Raya.adicita. 021-3904984-5.Komp.8 Bekasi Telp. 8207555 Rosda Jl. Kembang Raya No.James Rompas PT One Earth Media Jl. 520613 Kantor Cabang: Unit Satu Demangan GK I/7. 021-75915813 PT Kesaint Blanc Indah Jl. (0274) 566678 58 . km 6.Ruko Golden Fatmawati Blok J-35 Jakarta Selatan Telp. Telp. Raya Semarang Demak km 8. Laweyan Solo Absolut Jl. (0274) 372039 ADICITA GROUP Jl. Yogyakarta 55121. (0274) 520612. Yogyakarta 55221 Telp. Bimasakti GK I/19.5 Katapang Bandung Telp. Kampung Baru Rt3/5 No. 022-5891519. 379250.24 G Semarang Grahadi Group Jl.5 Semarang PT Pustaka Rizki Putra Jl. Merak VI No. Pajang. 3901703 Samudra Buku Jl. Yogyakarta 55221 Telp.net E-mail : akn@adicita.net Telp.Pinang Jakarta Selatan Telp.

0274-561881 Amara Books Puri Arsita A6 Jl. Maguwoharjo. Banguntapan. 0274-7482086 Bentang Pustaka (Group Mizan) Jl.or.com Telp.com E-mail : corporate@bigraf.id dan www.James Rompas AK Group AK Group. Tiga Lentera Utama. (0274) 377623. Beo No. Purbayan Mutihan 154 RT 04 RW 18. Sisingamangaraja 93. Djazuli Karangkajen MG III 918 A. Yogyakarta Telp.bigraf. Benteng Press.19 Ngentak. Yogyakarta Bentara Budaya Jl. Pandega Marta 19. Izzan Pustaka. Sambilegi Baru No. Madani. 123. Depok.id Telp. Al-Farqon Jl. 8164772234 Jl. (0274) 7470601 Analisa (Anggota IKAPI) Jl. Sleman. (0274) 7442238 Alfa Media Jl.onoff. Yogyakarta Telp. (0274) 373019 59 . Bantul 55194. (0274) 379250 Ar-Ruzz Media Group Ar-Ruzz. Wirokerten. Telp (0274) 380714 AKY Press Blimbingsari CT IV/38. Monjali 75 A Yogyakarta Telp. Kota Baru. Al-Manar. Kapten Hariyadi No. Ngaglik. (0274) 7482086. Yogyakarta E-mail : arruzzmedia@yahoo. Sleman Yogyakarta Telp. Kalimantan.or. Indiebooks Ringinsari No. Fajar Pustaka. Waqtu. Pustaka Hikmah. Yogyakarta 55281 Website : www.38-40 Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55153 Website : www. Yogyakarta E-mail : amara_books@yahoo. 373631 Alenia Press Jl. Prismasophie. 119 Yogyakarta Telp. Saujana. Purwosari. Suroto 2.com Telp. Ar-Ro’I. 0274-584780 Andi Offset Jl. Mlati.insist.com Telp. Sleman. RT 02/49. (0274) 560404 Bigraf Publishing (Anggota IKAPI) Jl. Mediawacana. Ad-Dawa’.

Komplek Polri Blok A1 No. Yogyakarta 55281 Telp. 889612 Cupid Group Cupid. Nogosaren. Mangkubumi 40-42. (0274) 373308 Diandra Primamitra Jl. 0274-561320. 19. Yogyakarta 55224 Telp. 6-19. (0274) 563929 Ekonisia Kampus Fakultas Ekonomi UII 60 . (0274) 373760 BP Kedaulatan Rakyat Jl. Yogyakarta Telp. Gambiran 37. Hijrah. 66. Jawat Faqih Karangkajen MG II 858. Yogyakarta 55161 Telp. (0274) 565685 Buku Baik Tukangan DN II/467. Yogyakarta Telp. 0274-7418727 Dunia Kata Jl. Condong Catur. Yogyakarta 55162 Telp. 08156865768 Buku Laela Perum Wirosaban Barat Indah No. KH. Sleman. P. Yogyakarta 55232 Telp.James Rompas Bola Party City Jl. 081802627919 Dana Bhakti Primayasa Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Kimpulan 04B. Manukan. Gejayan 35. Gejayan gang Merak 263 Yogyakarta Diva Press Jl.25D. Manyar Media Gowok. Ngemplak. 889611.2. 588080. Umbulharjo.Kyai Mojo 45 YK/Jl. Belukar. Yogyakarta Telp. Sleman. Yogyakarta Telp. 08562862256 Cindelaras Gang Pangkur No. (0274) 515794 Bumi Aksara Jl. (0274) 489718 Jl. Nogorojo 208C Gowok Yogyakarta Telp. Yogyakarta Dunia Wacana University Press (Anggota IKAPI) Jl. Ringroad Barat No. (0274) 523563. Ganjuran. 0274-622330 BPFE Press Jl. Faks. Babaran UH IV/1133 YK Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55152 Telp. Desa Kimpulan.

Ringroad Utara. Beo No. Anggrek 3/34 Baciro Baru. 563349 PT Etno Mitra Pustaka Jl. Yogyakarta Telp.com Telp. (0274) 882474. 08888003114 Gama Media Jl. (0274) 558502. 0274-885030.com E-mail : glgpress@indosat. Pustaka Marwa.com Telp. Indonesia Cerdas Jl. Garuda KD II/376 Jaranan. (0274) 561037 PT Gloria Usaha Mulia Jl. 545609 Gajah Mada University Press Jl.id . Sleman. 554986. galangpress2002@yahoo.James Rompas Condong Catur.9-10 Demangan Baru Yogyakarta Telp. 0274-451138 Festival Kesenian Yogyakarta Taman Budaya “Purna Budaya” Bulaksumur. Bulaksumur. 0274-557562 Graha Ilmu Candi Gerbang Permai Blok R No. 488771 Gema Insani Press Jl. Banguntapan. 882262 61 . Yogyakarta 55283 E-mail : ekonisia_feuii@hotmail.6. 2 Yogyakarta Telp. Supadi No. Sorosutan. Kembang Baru I/4 Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55281 Telp. Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55162 Telp. Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 384830 Gava Media Klitren Lor GK III/15. 0274-552261. 0274-580009 PT Gramedia Pustaka Utama (cabang Yogyakarta) Jl. (0274) 561914 Galang Press Galang. Bantul Yogyakarta Telp. (0274) 554985. Yogyakarta E-mail : infogavamedia@yahoo. 0274-484542 Erlangga Jl. Sudarsancakra 197 Maguwoharjo. Pogung lor.galangpress.com Elex Media Jl. 1. Lowanu 55.net. Pandega Insani. Pustaka Anggrek.com Telp. Grafika No. Yogyakarta 55511 E-mail : info@grahailmu. Yogyakarta Website : www.

infobuku_insist@yahoo. (0274) 520138 Insist Press Jl. Suroto 10. Yogyakarta 55281 Telp. Gg.id/ http://bukuinsistpress. Laksda Adisutjipto.5 Blok B No. Tedomoyo CT III/3.com/ facebook: tokobuku insistpress InterFidei Jl.blogspot. 262A..James Rompas Grasindo Ndalem Tedjokusuman MG II/525 Yogyakarta Hidayat. Yogyakarta E-mail : duniatera@yahoo. Sleman. Mangunegaran Kidul 25 Yogyakarta Telp.id. 208 C Gowok. Kaliurang. Sleman.85 RT04 RW20. Kotabaru. PO Jl. Yogyakarta 55281 Telp. Gandok Tambakan No.co.or. (0274) 880149 IRCiSod Ircisod. Ngaglik. Buntu II No. 0293-327290 Dunia Tera Jl. Mayjend Bambang Soegeng No. Email: tb. Diva Press Jl. Magelang 56172 Website : www. (0274) 583900 Indonesia Tera Jl. 9A. 59 Sinduharjo Ngaglik. Yogyakarta 55281 Telp.or. Gejayan Gg.id Bumi Prayudan blok BB-8 Magelang Telp. (0274) 563767 IAIN Sunan Kalijaga Press Jl. Yogyakarta. Tentara Rakyat Mataram 9.com Telp. Yogyakarta 55581 E-mail : dianinterfidei@yahoo. Yogyakarta Telp. Nogorojo No.com Telp. 5A. 0818462244 IRE Press Jl. Banteng Utama No. (0274) 370445 Jendela Group Jl.insist. (0274) 581068 Jalasutra Jl. Sinduharjo. Yogyakarta Idea Press Jl. Tel/Faks: 0274-883452.indonesiatera. Karangwuni. Website: http://press.insistpress@gmail.com. (0274) 518886 62 . (0274) 7418727. Kaliurang Km 5. Yogyakarta 55231 Telp.

Bantul 130. Maguwoharjo Yogyakarta 55282 E-mail : lesfi-jogja@telkom. Yogyakarta 55281 Telp. Solo Km 8 Nayan No. 486872 L Kis Jl. Kotabaru Yogyakarta E-mail : karang_press@publicist. 61 A Lt1 Yogyakarta 55141 Telp. Yogyakarta Jl. Yogyakarta 55262 Telp. Cempaka 9. Bantul Yogyakarta Telp. (0274)566307 Kanisius Jl. Krasak Barat 14. Ringroad Utara Yogyakarta Telp. Wahid Hasyim No. Lempongsari 3A Monjali. 108A. Yogyakarta 55262 Telp. 0274-7472110 63 . (0274) 588783. (0274) 377542. Parangtritis km.4 Salakan Baru No 1 Sewon. Deresan. 0818731044 Kepel Press Parwanggan PA I/551 Yogyakarta 55112 Telp. Ringroad Utara. Yogyakarta Telp (0274) 884011 Kutub Minggiran MJ II/1482.4. (0274) 381682 Kurnia Kalam Semesta Jl. Monumen Yogya Kembali 93. (0274) 418312 CV Kaliwangi (Anggota IKAPI) Jl. Yogyakarta 55284 Telp. 563349 Karang Press Jl.com Telp.James Rompas Kalika Jl. Yogyakarta 55132 Telp. 565996. Minggiran No. 0274-372939 Kreasi Wacana Kadipaten Kulon KP I/73. (0274) 379406 Lapera Pustaka Utama Jl. (0274) 375416 Lesfi Jl. (0274) 516714 Kota Kembang Jl.net Telp. 99.

Gedongan No.8 Yogyakarta Telp. Kumendaman. Jayengprawiran 21-23. Yogyakarta CV Nada Nurani Jl. Yogyakarta E-mail : mustadhafin@lycos. Bantul. Logung Media Ringinsari No. 103 E Sagan Yogyakarta Telp. Ali Maksum Krapyak Kulon Panggungharjo Sewon. Yogyakarta 55112 Telp. 61 RT 01 RW 49. Maguwoharjo. 0274-558010 Navila Jl. 08562883155.4 Salakan Baru Sewon. Sisingamangaraja 27. Kasihan. Yogyakarta E-mail : elkis@indosat. Yogyakarta Telp. Pugeran Timur 38B. Tirtonirmolo. 081328771999 64 . (0274) 419924 Logung Pustaka. Jawa No. KH. Bantul. 0274-7491576. Agus Salim 50. Yogyakarta 55282 Telp. 0274-382800 Multi Karya Grafika Jl. Yogyakarta Telp (0274) 377034 Neo Santri Mergangsari Kidul NG II/1233. Herman Yohanes. 488404 Lukman Offset (Anggota IKAPI) Jl. Golo.net. 0274-4018058 Media Pressindo Jl. Yogyakarta 55163 Mitsaq Wisma PPJS Jogonalan Kidul RT 05 RW 21 Gg Malewa. 515692 LKIS Pelangi Aksara Jl. H.James Rompas Liberty (Anggota IKAPI) Jl. Bantul Yogyakarta 55181 PT Mizan Dian Semesta Jl. (0274) 620879 Jl. Godean Km 5 Guyangan GP IV/288. Yogyakarta Mitra Gama Widya (Anggota IKAPI) Jl. Prof. Pakelmulyo UH V / 411. Parangtritis Km 4.com Telp.id Telp. (0274) 374649 Media Abadi Jl. Yogyakarta Telp. Sleman. Yogyakarta 55262 Telp. (0274) 512908. D-10 Perum Nogotirto II. Depok.

Yogyakarta Telp.com Persatuan Jl. Panggungharjo. Yogyakarta 55282 Jl. 0274-620606 Oracle Pandega Buku Utama. 0274-376084 Ombak Jl. Magelang Km 10 Ngancar.com Telp. Qonun Al-Ghiyats Stan RT 04 RW 44 Maguwoharjo.James Rompas PT Niaga Swadaya Perum Sendok Indah KG II/360 Yogyakarta Telp. Jogokaryan 35. KH A Dahlan 107. Sleman. (0274) 380215 Pustaka Cendekia Jl. Sewon. 381772 Phanta Rhei Books Jl. Progo B-15 Yogyakarta Telp. 23. Sleman. Yogyakarta Telp. Yogyakarta 65 . Jatimulyo TR I/273 RT 04 RW 02 Yogyakarta 55242 Telp. (0274) 7481634. (0274) 7482495 Pustaka Dian Babadan RT 04 RW 02 Purwomartani. 7497421 Prisma Media Prisma Media. Sleman. Yogyakarta 55143 E-mail : pro-u@eramuslim. Yogyakarta 55262 Telp. Yogyakarta Telp. 08156884239 Pilar Media Jl. Yogyakarta Telp. Parangtritis Km 7. Yogyakarta 55282 E-mail : matabangsa@hotmail. Bantul. Kalasan. 0274-376236 Pro-U Media Jl. Nogotirto III. Cangkringan Km 3 Kalimati Tirtomartani Kalasan Sleman. Depok. Caturtunggal. Depok. (0274) 881229 Prisma Media Utama Griya Karanganyar Asri. (0274) 589243 Perum. Mata Bangsa Sambilegi Baru No. 35 RT01 RW 53. Jl. blok G-15 Yogyakarta Telp. Ori I/2 Papringan. Tridadi. Yogyakarta 55511 Telp. (0274) 376627. 0274-541888 Pondok Edukasi Puri Sewon Asri Blok D No.

Yogyakarta Telp.com . 39 Nanggulan RT 01 RW 19. tiraipenerbit@yahoo. Mangkuyudan MJ III/216. Sawit 21 Sawitsari. (0274) 621752 Yayasan Pustaka Nusatama (Anggota IKAPI) Jl. Permadi 1591. Tirai Jl. (0274) 7474039 PT Remaja Rosdakarya Jl. Ringroad Timur No. Sendang Mulyo 4 Purwoharjo. (0274) 380228 PT Salemba Emban Patria Jl. Magelang Km 5 Gg.com Telp.com .com Telp. Yogyakarta 55283 Telp. Bima No. Mitra Pustaka. Blanak II/8 Yogyakarta 55581 Telp. Mikraj. Maguwoharjo.2 Kricak kidul TR1/1216 Yogyakarta Telp. Magelang km. Tinta. Yogyakarta Telp.com . 39 Kutu Dukuh. Yogyakarta E-mail : penerbit_sadasiva@hotmail. Pustaka Semesta Press Celeban Timur UH III/548 Yogyakarta 55167 Telp.qalam-online. 0274-521860 66 .James Rompas Pustaka Gondhosuli Jl. Tamansiswa Gg. Qirtas Jl. Kulon Progo. 08157959060 Safiria Insania Press Jl. resistinfo@gmail. (0274) 484584. 0274-340817 Resist Book Jl. 08156851792 Qalam Qalam. Yogyakarta 55673 Telp. Jl. Samigaluh. Anggrek 57A Yogyakarta 55283 Website : www.com Telp/Faks. 523637 Sajadah Press Jl. Kaliurang Km 7. Langenastran Kidul 28A Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55284 E-mail : resistbook@gmail.5 Kayen Gg. ippibook@yahoo. (0274) 580439 Sadasiva Sadasiva. (0274) 381542 Putera Langit Minomartani. (0274) 885471 Pustaka Pelajar Pustaka Pelajar.

(0274) 414388 Yayasan Tamansiswa Jl. 99 Yogyakarta Telp. 515352 CV Sasmita Utama (Anggota IKAPI) Tromol Pos 29 Yogyakarta 550022 Telp. Ori 1/2 Papringan.co. Gedong Kuning JG/III 149 Jogjakarta 55198 0274-382775. Yogyakarta Telp. (0274) 377120.James Rompas Sanata Dharma Press (Anggota IKAPI) Jl. Veteran No. (0274) 512449 Tiga Raksa Optima Perkasa Jln. Dr. (0274) 513301.id Telp. (0274) 7420483 Tiara Wacana Yogya Jl. Bantul.2 Yogyakarta Telp.co.Banteng Yogyakarta 55581 Website : www. Taman Siswa No. Caturtunggal. (0274) 514718 Talenta Jl. 373934 Wijayanto Press Gesikan. Djazuli Karangkajen MG III/918A. (0274) 377067 Yayasan Seni Cemeti Jl. (0274) 7481390 67 . Kaliurang Km 7. 25 Yogyakarta 55151 Telp. Faks. Panggungharjo. Sorowajan 136-X Lt. 0818279640 Taman Budaya/Purna Budaya Taman Budaya “Purna Budaya” Bulaksumur Yogyakarta 55281 Telp. Yogyakarta Sumbangsih Offset Jl. Sleman Yogyakarta 55281 Telp. Yogyakarta Telp. 38A Yogyakarta 55222 Telp. Gejayan Mrican. Depok. Sewon. Wahidin No. (0274) 880683 Torrent Books Jl.id E-mail : yogya@tiarawacana.8 Kopen Utama 15. (0274) 561914 Taman Pustaka Kristen (Anggota IKAPI) Jl.tiarawacana.

James Rompas Tri-DE Krapyak Wetan No. 08122958220 UPP-AMP YKPN Jl. 547865. Telp. Suryodiningratan MJ II/721 Telp. 135. Gowongan Kidul 18. Palagan Tentara Pelajar Km 7. (0274) 417434. Cinambo No. Langensari 45 Balapan. 0818270719 UII Press Jl. Yogyakarta Telp. Yogyakarta Telp.2 Yogyakarta 55281 Telp. Petung No. (0274) 566277 Widya Dara Jl. 68 .com Telp. (0274) 513091. Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55222 Jl.8. (0274) 381204 Yayasan Obor Indonesia Perum Jombor Baru. 13 A Yogyakarta Wihdah Press Jl. (0274) 489718 Victory Jaya Abadi Jl. Kutisari Indah Utara IV No. No. 885805. (0274) 586115. 0274-865557 Yayasan Untuk Indonesia Jl. Yogyakarta 55232 Telp. Sugeng Jeroni No.17 Surabaya Penerbit Mizan Kantor Pusat : Jl. Bandung 40294.21 Yogyakarta E-mail : yayasan_obor@cbn.net. 165. (0274) 415757 Yudhistira Jl. 0274-373961 Pustaka Elba Ruko Galaxy Bumi Permai G-6/16 Surabaya Telp. Cisaranten Wetan Ujungberung. 885700 Venus Corporation Gowok Kompleks Polri Blok A1. 547864. Karangmiri 17 Yogyakarta Telp. Cik Di Tiro No.id Telp. 1 Yogyakarta 55223 E-mail : uiipress@mailcity. 031-70595271 PT Grafindo Media Pratama Jl. Blok 2 No.

(0274) 4332044 Email : arruzzwacana@yahoo. Anggrek 3/34 Baciro Baru – Yogyakarta 55225 Telp/Faks. qultummedia@yahoo. Malang 65100. (022) 7815500 Faks (022) 7802288 Email : mizanmu@bdg. 100 A-B Kebayoran Lama.net. (021) 7707129 Faks. (022) 7834315 Faks.id Penerbit MediaKita (Kelompok Agromedia) Kantor Pusat : Pesona Depok II Estate Blok AR No. Cinambo (Cisaranten Wetan) Np. 74863334 Faks. Telp.com Distribusi : Jl.net. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. 20 Malang 65100.net. (0341) 580638 Email : bayumedia@telkom.centrin. 137.galangpress. Joyosuko 54 Merjosari Lowokwaru. 69 . 146 Ujungberung.Rajawali IV Blok HD X No. Telp. (021) 7292310.Rajawali IV Blok HD X No.net.Rajawali IV Blok HD X No. (021) 4701795 Penerbit BayuMedia Kantor Pusat : Jl.id website : www. Cinambo No.com Distribusi : Jl. Telp.net. (021) 7451644. (0274) 7103084 Faks.com Kantor Perwakilan Wilayah Timur : Jl. Yogyakarta 55292. (022) 7815500 Faks (022) 7802288 Email : mizanmu@bdg. 146 Ujungberung. (021) 7451644. Yogyakarta 55284.id Penerbit GalangPress Kantor Pusat : Jl.centrin. Bandung 40294. (022) 7834311 Email : info@mizan.net. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226.net Penerbit Media Pressindo Kantor Pusat : Jl. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. Telp. Cisaranten Wetan Ujungberung. (021) 7451644. 9 Depok 16411 Telp. Telp. Telp. Bandung 40294. Jakarta Selatan 12420 Telp/Faks.id Penerbit ResistBook Kantor Pusat : Jl.James Rompas (022) 7834310 Faks.com Distribusi : Jl. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. Puncak Yamin No. 10. 18 Depok 16411 Telp/Faks (021) 7705606 Email : redaksi@qultummedia. Telp. (022) 7834316 Email : info@dar-mizan. 74863334 Faks. (0274) 554985 Email : glgpress@indosat. Rawamangun Jakarta Timur. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. Telp. 74863334 Faks.com Distribusi : Jl. 7238342 Email : redaksi@transmediapustaka.com Distribusi : Jl. Telp. 39 Kutu Dukuh. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. (021) 7701295 Email : info@mediakita. Anggrek 97 A Sambilegi Lor RT04/RW57 Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta.net.id Kelompok Penerbit AR-RUZZ Kantor Pusat : Jl. Telp/Faks. 081334166888 Penerbit AL-I’TISHOM CAHAYA UMAT Kantor Pusat : Jl.com Penerbit QultumMedia (Kelompok Agromedia) Kantor Pusat : Pesona Depok II Estate Blok AK No.id Penerbit Read (Kelompok Mizan) Kantor Pusat : Jl. masjali@yahoo. Telp.com .com Distribusi : Jl. (0274) 620879 Email : medpress@plasa.Rajawali IV Blok HD X No. Magelang Km 5 Gang Bima No.Pemuda III No. Irian Jaya D-24 Perum Nogotirto Elok II. (021) 4702683-84 Faks. 74863334 Faks. Bandung 40294. (021) 7451644. Sultan Iskandar Muda No. Cinambo (Cisaranten Wetan) Np.id Penerbit TransMedia Kantor Pusat : Jl. (0341) 7771289 HP.com . Telp.

Pemuda IV No.com Penerbit Andi Publishing Kantor Pusat : Jl.com Kantor Pemasaran : Jl. 886866 Kantor cabang Malang : Jl. Musi Raya No.net Penerbit CV. (0274) 370445 Email : pemasaran@jalasutra.James Rompas Telp/Faks.6 Tobongsari RT 04 / RW 68 No. 08157926208 (Mas Aan – Resist Book cabang Malang) Email : resistbook@gmail. (0341) 7059981. Email : maxi@maxikom.maxikom. Yogyakarta 55282. (021) 5483008.andipublisher.co. Residen H. Yogyakarta 55198. Beo 38 – 40 Yogyakarta 55281. (0274) 7422761. Elex Media Komputindo Kantor Pusat : Jl. 08175482295 Email : ribut1@lycos.id 70 . Raya Tlogomas 246 Malang.com Penerbit Navila Group Kantor Pusat : Jl. 22-25.com . 5480888 Ext 3323 Website : www. 33 B5 – B6 Palembang 30114.zzn.id Penerbit Jalasutra Kantor Jalasutra Yogyakarta : Jl.id Penerbit Castle Books Kantor Pusat :Jl.resistbook. Telp.com Penerbit DataKom Lintas Buana Kantor Pusat : Jl. info@gavamediayk. Telp HP. Mangunnegaran Kidul No.com Penerbit PT. Telp. (021) 4759405 Email : datakom@telkom. (0274) 561881 Faks. Malang.or. Bandung 40123. Telp.com Kantor Jalasutra Bandung : Jl.elexmedia. 5490666.08122597214 Email : infogavamedia@yahoo. Telp. Telp/Faks. Maxikom Kantor Pusat : Jl. Kaliurang Km 12 No.id website : www.co.com Website : http://ummpress. Telp/Faks. pengiriman naskah softcopy buku bisa melalui E-mail : penerbitan@andipublisher.id website : www. (0274) 588282 Email : andi_pub@indo.com Penerbit UMM Press Kantor Pusat : Jl. (0274) 558502. 7473004 Email : hanggar_kreator742001@yahoo. Paketmulyo UH V/411 Golo Umbulharjo Yogyakarta. Telp/Faks. infogavamedia@telkom. 20 Jakarta 13220. Palmerah Selatan 22. Sapujagat blok E-4 No. Sorowajan 136x Lantai 2 Banguntapan. Telp. Klitren Lor GK III / 15 Yogyakarta. 491047.ac. (022) 2502261 Email : apuy@jalasutra. 9 Semarang. (0274) 886866 Email : navila_book@yahoo. Telp. (0274) 377034.com Kantor Perwakilan Yogyakarta : Ringroad Utara Km 1. Abdul Rozak No. (0341) 800528 HP. (024) 3550069 Email : smartbooks@lycos.com website: www. 3 Maguwoharjo Depok Sleman.net.co. Jakarta 10270. (0274) 580439 . Telp. Yogyakarta 55131. 541324 HP. 08123315198 Penerbit SmartBooks Kantor Pusat : Jl. Telp/Faks. 464318 pswt 140 Email : ummpress@yahoo. Sidodadi 07 Kebon agung. (0274) 7481390.id Penerbit Gava Media Kantor Pusat : Jl. 137. 34 Candi 2 RT03/RW06 Sardonoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta.umm.com .net . Telp.

Lebak Arum III No. (031) 3811280 Penerbit PT. Telp (031) 3893306. 2601555. Yogyakarta 55186. Jakarta 11140 Telp.James Rompas Divisi Percetakan dan Penerbitan PD. Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia) Kantor Pusat : Jl. Anindya Kantor Pusat : Jl. 16 Surabaya 60134. 11 – 11a.com .com Bottom of Form 71 .anindya.net. Kebahagiaan No. Stasiun Lempuyangan 12 A. Gramedia Kantor Pusat : Jl.com website : www. (0274) 586556 Email : printing@anindya.id Penerbit PT. 3812626 Faks. (021) 2601234. Telp/Faks. 3893820. nonfiksi@gramedia.com Penerbit dan Percetakan Offset “INDAH” Kantor Pusat : Jl. 6341230 Faks. Palmerah Selatan 22 Lantai IV Jakarta 10270 E-mail : fiksi@gramedia. (021) 6340757 Email : bip_jkt@cbn.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->