James Rompas Menjadi Penulis Buku

Menjadi Penulis Buku Produktif
Wujud sebuah buku adalah hasil kerja maksimal berbagai unsur sebagaimana disebutkan di atas Mengingat banyak kepentingan di dalamnya, maka menulis buku bukan sekedar menumpahkan ide-ide agar bisa dicetak dalam bentuk buku. Seorang penulis buku harus mampu menyelami pertanyaan di atas. Jika tidak, semangatnya tidak akan membuahkan hasil dalam arti buku itu diterbitkan. Untuk itu, mengacu pada pertanyaan di atas, maka seorang penulis buku harus memenuhi persayaratatan sebagai berikut: 1. Sebelumnya Berpengalaman Menulis Artikel (fiksi atau non fiksi) Berpengalaman menulis? Ya. Menurut saya ini syarat utama. Menulis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menulis perlu latihan bertahun-tahun dan diuji oleh surat kabar atau majalah yang menerbitkannya. Tapi ada juga yang penulis buku tapi sebelumnya tidak pernah menulis artikel? Ya ada. Tapi bobot bukunya baik dari segi “ruh buku”, idealisme maupun bisnis tidak begitu melambung. Penulis besar seperti Qurais Syihab, Toto Tasmara, Kartini Kartono, Muh. Fauzil Adhim, dll (dalam jenis non fiksi) atau Helfi Tiana Rosa, Izzatul Jannah, Asma Nadia, Mira W, dll (dalam jenis fiksi), mereka semua adalah penulis-penulis buku best seller yang sebelumnya adalah penulis artikel mumpuni yang artikelnya kerap menghiasi berbagai media cetak. Kepekaan seorang penulis artikel sudah teruji bertahun-tahun. Ketika berkecimpung dalam penulisan buku, sudah memiliki bekal yang cukup memadai. Dia akan mampu melihat dengan kaca mata bathinnya apa yang tengah terjadi di masyarakat. Kemudian menggali dengan cermat, apa sesungguhnya yang diinginkan masyarakat itu. Ibarat seorang pemanah ulung, ia akan menumpahkan segala kemampuannya (yang telah teruji itu) untuk membidik sasarannya. Hasilnya, buku-buku buah “tinta emasnya” laku bak kacang goreng (best seller). Seorang penulis artikel, secara otomatis (biasanya) telah memahami kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Maka ketika menulis buku, hal itu tidak aneh lagi. Ia akan mampu menyusun kata, kalimat dan paragraf yang enak dibaca dengan tanda baca yang sesuai tempatnya. Tulisannya mudah dicerna, mengalir laksana air pegunungan yang mengalir deras, sejuk dan menyegarkan. Pada gilirannya, pembaca merasa senang membaca keseluruhan buku itu, banyak hikmah yang dapat dipetik dan tidak merasa dirugikan sekalipun harga buku itu cukup mahal untuk ukuran “saku”nya. Seorang penulis artikel, biasanya juga seorang yang berwawasan luas (terutama pada bidang yang dispesialkannya). Mereka sudah terbiasa membaca buku, surat kabar, majalah, dll. Sebagai rujukan untuk memperkuat artikelnya. Maka ketika menulis topik tertentu untuk bukunya, mereka tidak akan kesulitan. Seorang penulis artikel, biasanya juga pekerja keras yang tak kenal lelah. Mereka sudah terbiasa memeras otak dan duduk seharian di depan komputer/mesin tik. Ibarat seorang pelari, ia sudah terbiasa dengan panas dan hujan, jalan berliku dan lurus, atau jalan menanjak dan menurun. Mereka sudah mengenal medan.

1

James Rompas

2 . Memahami Struktur Buku Struktur atau anatomi buku jelas sangat beda dengan artikel. Buku memiliki anatomi yang tersusun secara rinci. Sekalipun pada masing-masing penerbit berbeda dalam memahami anatomi buku ini, namun praktenya memiliki banyak kesamaan. Memahami anatomi buku sangat penting, seorang penulis dengan sendirinya tidak mempersulit diri sendiri dan penerbit. Penulisan buku yang semau gue, tidak lengkap sesuai anatomi yang umum, sekalipun diterima oleh penerbit, nantinya akan dikembalikan untuk dilengkapi. Secara garis besar anatomi buku terbagi dalam tiga besar; pendahulu, isi naskah, dan penutup (end matter). Tiga besar tersebut rinciannya sebagai berikut: a. Pendahulu (Preliminary pages/front mater) Pendahulu (bukan pendahuluan) adalah halaman yang mendahului halaman isi. Halaman ini hanya menginformasikan keberadaan isi buku yang akan Anda baca. Sebagian penerbit memberikan nomor dan jenis angka tersendiri pada halaman pendahulu ini (tidak satu rangkaian dengan halaman naskah dan umumnya menggunakan angka romawi). Namun banyak juga penerbit yang tidak membedakan hal tersebut. Halaman pendahulu terdiri dari: 1) halaman pancir (lembar pertama setelah cover) 2) halaman judul (lembar kedua) 3) balik halaman judul (halaman copy right) 4) daftar isi 5) daftar pedanan kata (transilasi) 6) halaman persembahan 7) ucapan terima kasih 8) pengantar 9) Sambutan Tidak semua penerbit menggunakan secara lengkap poin-poin tersebut terutama halaman persembahan, pedanan kata, ucapan terima kasih, dan sambutan semuanya disesuaikan dengan kebutuhan. b. Isi Naskah Buku Setelah pendahulu halaman, selanjutnya isi naskah atau menurut Sofia Mansoor “daging buku”. Isi naskah buku berisi pembahasan lengkap sebagai penjabaran dari judul. Isi naskah terbagi dalam beberapa bab, sub bab dan pasal yang dimaksudkan untuk memisahkan antara satu sub bahasan dengan sub bahasan yang lainnya. Di samping itu untuk mempermudah pembaca memahami isi naskah. Adakalanya babbab itu tidak ditulis, cukup menuliskan nomornya saja. c. Penutup (end matter) Penutup, end matter, atau back matter adalah halaman akhir setelah halaman naskah. Halaman penutup ini umumnya terdiri dari: 1) lampiran 2( daftar pustaka 3) indeks 4) riwayat hidup penulis Struktur buku di atas harus dipahami penulis. Buku yang dikirim dalam kondisi

2

James Rompas

lengkap, sangat memudahkan penerbit dalam mengolahnya. 3. Menguasai Masalah yang Ditulis dan Memiliki Sumber Rujukan Lengkap Sebagaimana penulisan artikel, maka penulisan buku pun sama harus memahami topik yang dibahas. Jangan pernah sekali-kali menulis tentang politik umpamanya jika tidak memiliki latar belakang dan pengalaman dalam bidang politik. Atau menulis tentang pertanian sementara latar belakang penulis dalam bidang peternakan, tentu akan sangat memusingkan diri sendiri. Sebagaimana dibahas pada Bab I, hendaknya penulis fokus pada spesialisasi ilmu yang dimiliki. Berbicara buku-buku rujukan, jenis buku non fiksi jelas memerlukan rujukan bukubuku yang memiliki kemiripan bahasan, atau setidaknya ada keterkaitan dengan naskah yang tengah ditulis. Dimaksudkan agar tulisan padat dan lengkap. Kredibilitas buku itu sendiri nantinya diakui sebagai buku yang berkualitas karena menyertakan pendapat dari penulis lainnya. Semakin banyak rujukan yang dipakai biasanya semakin besar pula kepercayaan pembaca. Walau demikian, orisinalitas dan gaya tulisan harus tetap terjaga. Seorang penulis tidak boleh hanya mengandalkan rujukan atau meniru gaya penulisan orang lain apalagi jika nyata-nyata menjiplak. Rujukan hanya sekedar perbandingan untuk menambah perbendaharaan pendapat. Pada gilirannya, penulis harus memiliki sikap tersendiri. 4. Memahami EYD Sekalipun sudah terbiasa menulis artikel dan sudah memahami bahasa Indonesia dengan baik, namun penulis buku harus memahaminya lebih dalam terutama korelasi antar paragraf, efektivitas kata, dan kalimat. Kata dan kalimat yang tidak efektif sehingga memberikan kesan bertele-tele, hendaknya dibuang. Begitu pula tanda baca yang kurang pada tempatnya agar diperbaiki. Sehingga buku tersebut mengalir, enak dibaca, tidak kaku dan menjemukan. Selain itu, seorang penulis harus mampu memilih kata (diksi) yang tepat untuk tulisannya terutama untuk judul, sub judul atau pasal. Pilihlah kata atau kalimat untuk judul bab, sub bab dan pasal yang dapat merangsang pikiran atau menarik perhatian pembaca. 5. Memiliki Kepekaan Tidak semua penulis memiliki kepekaan pemikiran. Dalam menjabarkan suatu ide, banyak penulis yang hanya mengekor tanpa memiliki orisinalitas ide. Seorang penulis yang peka, dapat melihat dengan mata bathinnya sesuatu yang layak dituangkan dalam buku. Terkadang topik yang dituangkan dalam buku itu sangat sederhana, namun begitu mengena di hati pembaca. Tidak semua buku best seller itu buku yang berat, justru buku-buku yang ringan, yang akrab dalam keseharian pembaca, kerap menjadi buku yang laku keras. Jadi jangan pernah asal-asalan dalam menulis. Efektivkan pikiran, tenaga dan waktu Anda untuk pembahasan ide yang benar-benar tepat sasaran. 6. Bermental Pejuang Penulis buku yang cengeng, sering keluh kesah, dan kurang bersemangat, sangat sulit bisa menjadi penulis yang sukses. Baru sekali bukunya ditolak oleh penerbit, lantas frustasi. Padahal seorang penulis ternama di Barat, pernah naskahnya ditolak oleh 600 penerbit. Setelah diterbitkan oleh penerbit ke 600 itu, bukunya ternyata best seller. Jika ia frustasi ketika ditolak oleh penerbit ke 500 umpamanya, kini ia takkan menikmati hasil tulisannya. Anda pernah ditolak oleh berapa penerbit?

3

Keluhan mereka yaitu tidak bisa menulis. Dalam bidang apa pun kegagalan adalah jenis makhluk yang bikin tidak enak bagi yang menjalaninya. sebuah lembaga pelatihan jurnalistik yang dipimpinnya. 2. “satu langkah bukti nyata. selalu bersemangat dan siap menghadapi halangan dan rintangan dalam menulis buku. Dalam olah tulis menulis. jangan mudah putus asa karena putus asa adalah racun bagi kesuksesan dan kesuksesan akan datang hanya pada mereka yang berusaha mendapatkannya bukan pada mereka yang hanya mengharapkannya. Tetapi sayang. lebih baik daripada seribu teori”. Berprestasi dulu. Teruslah berlatih. ternyata best seller. Deddy Mulyana. Prestasi apa yang dapat dihasilkan oleh generasi. ketika naskah itu diterbitkan. Mungkin baru saat ide ditemukan rasanya tiada duanya. tapi tidak pernah mampu menyelesaikan barang sejudul pun.James Rompas Beberapa naskah saya sendiri pernah ditolak oleh hampir seluruh penerbit di Bandung. Dahulukan kerja keras. adalah kenyataan aneh bila seorang dosen tidak bisa menulis. Saya setuju dengan apa yang dikemukakan Aa Gym. Maka tidak heran jika Abu Al-Ghifari sewaktu aktif di Ash-Shidiq Intelectual Forum. bahwa “semua ilmuwan adalah sama. Bambang Trim mengutip sebuah pernyataan dari pusat pendidikan AS.” Saya sepakat dengan Abu Al-Ghifari. Belajar Teori Saja Aa Gym sering mengingatkan. Dengan semangat tinggi. Gagal Menjadi Penulis Sukses. di negeri semisal Amerika. 4 . Dan apalagi bergelar S2 atau S3. Seorang penulis harus penuh optimisme. ditambah alumni kursus-kursus pelatihan menulis atau mengarang. Dan terkejutlah saat membaca tulisan yang ide utamanya sama. Tetapi karena malas mempraktekkannya. Kenapa? Saya akan coba mengurai sejumlah penyebab kegagalan menjadi penulis. hasil belakangan. yang cuma berhenti sampai tingkat teori saja. siapa pun yang hanya mempelajari teorinya saja. betapa banyak jebolan perguruan tinggi. Akhirnya. kesulitan menulis bagi kaum intelektual bukan terletak pada teori tulis menulis. Kedepankan profesionalisme dan kemahiran menulis dari pada sesuatu yang sifatnya materi. baru memetik hasil. 1. Perkiraan ide belum ditulis oleh penulis lainnya. bunga-bunga ide lesu dimakan waktu. Terbayanglah di benak kita ide ini paling mutakhir bernilai jual tinggi. menerima banyak keluhan dari sarjana S1. Kata DR. Kesimpulannya. Kita perhatikan dan kenali 7 sebab kegagalan dalam proses olah tulis menulis. tidak akan pernah bisa menulis. Ide Sebatas Ide Boleh jadi ide sudah berjumpalitan di otak kepala. sampai satu di antara mereka menulis buku. ide hanyalah bunga-bunga khayalan.

nulis apa pun sekiranya materi tidak dikuasai. niscaya menemui kemandegan atau kebuntuan. Jalaluddin Rakhmat dalam “Retorika Modern” (Rosda Karya. mereka cepat sekali merasa puas dengan capaian seperti itu. kepopularan. Sayang. Namun sangat disayangkan. apa pun isi ceramah yang disampaikan ke khalayak akan menjadi menarik bila materi itu dikuasai. 5. jangan memaksakan diri. 1992) menjelaskan. Tentu saja bangga itu boleh. Thomas Paine dan Adolf Hitler (lepas dari kejahatannya). Cepat puas dalam konteks ini dapat menimbulkan kemacetan total. Ingin Cepat Populer Para penulis pemula utamanya punya kebiasaan buruk. kegiatan menulis tidak lagi (terutama) untuk mencari honor. 6. Ukurlah kemampuan diri. kita menulis bahasan yang sebenarnya kita tidak memahami. banyak para penulis yang menggerakkan sejarah menulis di usia paruh baya atau tua: 44-54 tahun. Menulis yang Tidak Disukai Bicara mengenai tingkat kelancaran sekaligus kemandegannya. Setiap penulis memiliki spesialisasi ilmu yang khas. Tidak cukup dalam waktu singkat sebab profesi menulis bukan pekerjaan instan. apa lagi yang idealis. Jangan cuma karena ingin gagah-gagahan. 1959) mengungkap. Macet Terjebak Honor Bagi penulis senior. yakni ingin cepat popular.James Rompas Rugilah kalau ide sebatas ide. Sementara pengetahuan mengenai Pemilu tidak memadai bahkan masih terbilang buta. Downs penulis “Buku-buku yang Merubah Dunia” (PT. ceramah yang disampaikan. keterkenalan memerlukan proses waktu yang panjang dan perjuangan sangat keras. jika mengucapkan apa-apa yang tidak dikuasai. Memasarkan 5 . Mereka terlena dengan satu. dua tulisan yang dimuat dibanggabanggakan di setiap waktu dan diedarkan ke setiap forum pertemuan. padahal sudah terbukti mampu menulis. Cepat Puas Tidak sedikit penulis pemula yang tulisannya berhasil dimuat media massa. Begitu pula dengan tulis menulis. 3. Nulis apa saja kalau kita menguasai materinya pasti lancar meski tidak bebas hambatan.” Sedangkan Hitler penulis “Perjuanganku (Mein Kampf)” begitu kuat mempengaruhi gerakan komunis. Akibatnya sulit lagi untuk menulis. Tidak cuma lokal. Jangan terjebak pada arus gemuruh emosi sesaat. Robert B. nanti akan lupa bagaimana caranya menulis. 4. Penulis yang tidak tahan proses. Maksudnya. Lalu timbul kesimpulan. Buat mereka yang terpenting ide sudah tersebar. Paine dinilai sebagai pelopor kemerdekaan Amerika dengan karyanya “Pikiran Sehat (Common Sense). Pembangunan Djakarta. bahkan ada yang menembus media berskala nasional. tetapi bila dalam waktu yang cukup lama kemudian tidak lagi menulis. amat tidak menarik. Dua di antaranya. Tidak adil jika kita menuntut diri dengan harapan sosial yang tak proporsional. antara komunikasi lisan dan tulisan terdapat kesamaan. Sebaliknya. Hikmah yang kita petik adalah meraih popularitas perlu waktu panjang. Terkadang lupa bahwa ketenaran. Contoh: kita hendak menulis tentang Pemilu (Pemilihan Umum). jelas akan gagal.

Jika pembaca mengalami hal demikian. 7. dua tulisan saya dimuat sebuah harian lokal. Apalagi kita umbar ke setiap orang. Ambil positifnya saja. ketimbang kelompok pertama. saya menghubungi bagian yang bertugas mengurusi honor. By Lilis Nihwan Samuranje Problematika Penulis Pemula (1) Kesulitan Mendapatkan Ide 6 . semakin meyakini lemah dan memperbesar kelemahan dalam menulis. dan sangat memaklumi koran lokal yang memuat tulisanku. sekiranya Abu Al-Ghifari berhenti menulis gara-gara tidak dihonor. Waktu itu saya kecewa berat. Kelompok kedua jelas lebih banyak jumlahnya. Sifatnya hanya menyumbang naskah. Caranya. tapi jangan dipelihara. Senang bukan bikinan. sedang berjuang keras memperpanjang umurnya. siapa yang terlepas dari kelemahan. namun mereka tetap produktif. Biasanya kelemahan itu berupa: tidak ada waktu. Ketiga orang ini jelas memiliki kelemahan dalam mengolah tulisannya. Pembaca budiman. “tulisan saya sudah 20 judul tidak dihonor oleh media yang sama. Bisa-bisa yang mendengarkan jadi pusing dan jengkel. Semua punya. Begitu sering pengamat politik muda usia Eep Saefullah Fatah menulis kolom saat menyetir. karena katanya tidak ada honor untuk penulis luar. Selang seminggu. sedang istrinya mencatat yang dibicarakannya. Cerita yang sama dialami Toha Nasrudin. yang dicari adalah honor berupa uang. Hernowo mengaku bukan keturunan penulis. nama lahir Abu Al-Ghifari sewaktu saya berkunjung ke Mujahid Press. Jangan perbesar kekurangan. kurang referen. Ia menyatakan. tidak ada bakat menulis dan bukan keturunan penulis.James Rompas ide ke lebih banyak orang dan kalangan. Berbeda dengan penulis pemula. pasti ia tidak seproduktif sekarang yang telah menulis puluhan buku itu. Petugas itu mohon maaf ditambah basa-basi sedikit. Saya pun segera tahu. Membesar-besarkan Kelemahan Sendiri Bicara kelemahan. setelah pemuatan tulisan kedua. tapi bukan uang sebagai tujuan. tambah dalamlah diri kita memasuki wilayah kegagalan menjadi penulis. Eep ngomong soal politik. kecewa boleh. Di bulan Oktober 1996. Dimuat pun sudah beruntung. Ada bekas menteri yang mengetik di atas kendaraan.” Pembaca Budiman.

sebaiknya carilah kesibukan. merupakan suatu keahlian atau pengalaman yang terlatih. Ide dianggap langkah penting pertama sebelum menuju langkah berikutnya. Munculnya inpsirasi ini kadang erat kaitannya dengan pengalaman panca indera dalam menangkap respon tertentu yang dialami saat itu. Kemampuan mengembangkan inspirasi atau ide. Intinya. memeras otak. disiplin. Dalam usaha pengembangannya.James Rompas Diakui." dari sini semakin jelas. atau apa yang dikatakan Edison "cucuran keringat". By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (2) 7 . sedangkan cucuran keringat atau kerja/usaha 99%. sebuah artikel akan sulit dan tidak mungkin terwujud jika sebelumnya tidak ada ide. Thomas Alfa Edison mengatakan. 1% inspirasi. inspirasinya hanya 1% saja. maka akan semakin banyak pilihan dalam penulisan artikel nantinya. Pengarang yang sudah terlatih. seperti membaca. atau bertukar pikiran. Inspirasi berarti sesuatu yang muncul secara tiba-tiba dalam pikiran kita. seorang pengarang memerlukan modal atau pengetahuan "kemahiran berbahasa" Indonesia yang baik dan benar. Guna mendapatkan inspirasi. Namun sekalipun inspirasi itu hanya 1% tapi cukup vital. dan tekun. bahwa kecerdasan atau kesanggupan berpikir itu. tetapi berkarya terus dan dalam berkarya itulah inspirasinya turun dan hinggap di kepalanya. ide atau inspirasi ini adalah modal awal seorang penulis dalam membuat artikel. Ide yang baik ditunjang dengan pemahaman masalah dan penjabarannya yang baik akan menghasilkan artikel yang berkualitas. Inspirasi bagi seorang pengarang berpengalaman punya arti yang sangat berharga. Inspirasi yang 1% itulah yang dikembangkan dengan kemampuan yang ada untuk bisa berkembang sampai 100%. Dalam kemahiran berbahasa inilah terletaknya "seni mengarang" yang ditunjang oleh disiplin yang ketat dalam berlatih. Mengingat inspirasi munculnya tiba-tiba. tidak pernah mendapat kesulitan dalam mengembangkan inspirasinya. Inspirasi yang mengalir walaupun hanya sebuah kalimat pendek. dia berkarya tidak selalu menanti inspirasi datang. cerpen atau puisi. berjalan-jalan. Semakin banyak inspirasi yang ditulis dalam catatan kita. baik artikel. Pengarang seperti ini tidak pernah kehabisan bahan tulisan. maka para penulis profesional umumnya menyarankan kepada penulis pemula untuk senantiasa membawa buku catatan kecil khusus untuk menuliskan inspirasi ini. Dalam mengarang pun diperlukan kerja keras. dan 99% cucuran keringat. Inspirasi ini nantinya mengarahkan penulis untuk menulis jenis karangan. Pemilihan jenis karangan ketika muncul inspirasi tergantung minat penulis saat itu. "Genius itu. dapat dijadikan sebuah artikel atau cerita pendek yang dibumbui dengan catatan atau pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain.

suatu keputusan. sehingga ada sebagian penulis yang mengatakan bahwa menemukan tema sama halya telah merampungkan tulisan. tema yang hendak ditelaah sudah mulai jelas. Adapun dalam tulis-menulis. ketaatan pada tema dipakai sebagai patokan penilaian secara obyektif. subyek atau topik. singkat dan padat. Tema tulisan sangat menentukan arah tulisan atau tujuan dari tulisan tersebut. Sehingga jika ada dua tulisan yang sama bagus. tapi perlu juga mencari jawaban atas pertanyaan "bagaimana" (pokok bahasan yang sudah ditemukan itu terjadi atau dilakukan). suatu observasi.James Rompas Kesulitan Mentukan Tema Tema dalam karang-mengarang adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Tema dipergunakan untuk memberi nama bagi suatu pernyataan atau pikiran mengenai suatu subyek. Begitu seterusnya. Pentingnya posisi tema. Penelaahan itu bisa menjalar ke mana-mana. Dalam berbagai kamus kontemporer. Kadang-kadang tema sudah jelas tapi rumusannya yang tidak tepat sehingga menimbulkan salah tafsir. maka penulis itu salah tafsir. Lebih jelas lagi jika tema itu mudah memberikan jawaban atas pertanyaan "Apa sebab?" (sampai terjadi demikian atau harus dilakukan demikian?). kapan musim buah kesemek. padahal yang harus disusun adalah tulisan tentang "Bagaimana cara meningkatkan hasil telur ayam melalui Bimas". Mentukan tema harus jelas. Tapi biasanya diuji dengan dua pertanyaan "apa" dan "bagaimana". Tema biasanya merupakan suatu komentar mengenai kehidupan atau orang-orang. maka yang keluar sebagai pemenangnya adalah tulisan yang paling taat pada tema. suatu pengumuman. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarnya yang akan dibahas atau diuraikan oleh penulis. amanat cerita. Tema bisa berarti juga gagasan utama. persoalan. atau apa saja yang harus dilakukan. motif atau topik. di mana diperoleh. Dalam menentukan tema atau menerangkannya kita harus menghindari hal-hal yang imperatif. tema diartikan sebagai dasar isi cerita. Tema bukanlah suatu firman. suatu moral. Apalagi jika dalam tulisannya tidak diceritakan langkah apa 8 . atau buah pikiran yang diuraikan dalam karangan. di mana ditanam. Tema merupakan suatu pernyataan mengenai hidup dan manusia. Apa sale kesemek itu? Apa pula kesemek itu? Bagaimana wujudnya. be tapapun bagusnya tulisan kalau tidak taat pada tema akan disisihkan. Tema harus dibedakan dari motif. suatu petunjuk mengenai cara hidup. tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Apa dan bagaimana tema atau dasar pikiran yang akan disusun menjadi tulisan itu? Menentukan tema tulisan beda dengan menentukan judul. Misalnya ada tema tulisan: Pengolahan sale kesemek. Kalau seseorang menulis tentang sukses Bimas (bimbingan massal). Menentukan tema tidak cukup hanya dengan mencari jawaban atas pertanyaan "apa" (yang dimaksud dengan) tema itu. ayam misalnya. Dalam sayembara penulisan.

tapi konkret. daripada karya tulis yang dipaksa patuh pada tema. Penulis profesional biasanya sudah bisa menggambarkan kemana arah artikelnya sehingga sebelum artikel itu dibuat ia sudah memiliki gambaran mengenai judul yang baik. judul apa yang layak untuk artikelnya. Untuk itu. Kalau dipaksa digarap juga. Penulis pemula kadang tidak tahu. melalui Bimas. ide judul ada atau arah penentuan judul sudah ada. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (3) Kesulitan Membuat Judul Berdasarkan pengamatan selama bertahun-tahun. tulisan tidak mencapai sasaran. hasilnya terlalu lebar sampai tidak mungkin mendalam. Untuk membuat judul yang baik. Dalam hal ini tidak ada aturan baku. Nah. tapi kalau menyimpang terlalu banyak. padat. Untuk itu tema perlu dirumuskan kembali agar cakupannya lebih sempit. memilih kata atau kalimat yang menarik ini biasanya menjadi problema tersendiri. dapat disimpulkan bahwa kesulitan membuat judul mencakup penentuan dan penyusunan kalimat judul itu sendiri. namun sulit untuk memilih kata atau kalimat yang pas untuk judul artikelnya. sebuah artikel ibarat seseorang tanpa kepala. karena ia merasa karya tulis yang "mencari jalannya sendiri" itu justru lebih alamiah bagusnya. Ketidaksesuaian antara tema dan hasil garapan juga dapat terjadi kalau penulis yang bersangkutan tidak taat tema. Tidak luas sampai abstrak. penulis yang bersangkutan juga harus senantiasa ingat bahwa tema yang terlalu luas jangkauan selalu sulit digarap. Tahap selanjutnya si penulis mesti bisa memilih kalimat atau kata yang tepat dan menarik. Judul harus singkat. itu memang bisa dan biasa terjadi. Judul dalam sebuah artikel ibarat kepala yang menopang alur kehidupan. ada yang membuat judul sebelum artikel dibuat dan ada juga yang membuat judul setelah artikel itu rampung. menarik dan menggambarkan isi bahasan. Tak jarang pula. diperlukan latihan dan menimba pengalaman lebih dalam. Tapi lebih bagus lagi jika yang bagus itu terjadi pada tulisan yang temanya dikehendaki semula. dalam pembuatan judul penulis terbagi dua. Namun sebaiknya agar berusaha membuat judul sebelum 9 .James Rompas saja yang harus ditempuh pada usaha peningkatan produksi telur ayam secara intensif dan massal. Dalam menelaah tema. Tanpa judul. Namun untuk membuat judul yang baik dan menarik bukanlah hal yang mudah. terlebih dahulu Anda harus memahami tema yang akan dibahas. Boleh membuat judul sebelum atau sesudah artikel dibuat. Tidak semua penulis langsung bisa memilih kata yang tepat. Padahal sebuah tulisan nonfiksi untuk majalah dan surat kabar tidak boleh menjalar ke sana ke mari. Menyimpang sedikit tidak apa.

James Rompas artikel dibuat karena terkadang dengan adanya judul. judul tidak boleh berisi fitnahan. kemudian pilih mana yang terbaik dan lebih menarik. Artinya dalam keadaan terpaksa boleh saja seorang penulis membuat judul agak panjang. Hal ini tidak terbatas pada penulis pemula. Dalam artikel nonfiksi. Untuk itu jika ada bebarapa judul untuk suatu artikel. motivasi menyelesaikan bahasan cukup tinggi dan tingkat konsentrasi pun lebih tinggi. Tak kurang Satryagraha Hoerip. keduanya mendapatkan kesulitan yang sama. Judul harus pendek maksudnya ringkas dan tidak bertele-tele. maka tuliskan saja dulu. sebaiknya sering mengamati judul yang diterbitkan media massa atau konsultasi langsung dengan para penulis profesional. Contoh: Hotel Internasional di Teluk Banten. Biasanya ada bebarapa judul sebagai alternatif. Maksud ekstrim adalah keluar dari maksud sesungguhnya. Baik pembuka karangan dalam artikel fiksi atau lead dalam artikel nonfiksi. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (4) Kesulitan Membuat Lead Sulit memulai adalah masalah yang paling banyak dikeluhkan para penulis. sebagaimana dikutip Faruk dalam epilog kumpulan cerpen KOMPAS (1996) mengakui. baik pembukaan yang mencekam atau sekedar mengasyikkan pembaca. Makna bahwa judul harus menarik bukan berarti "ekstrim" melainkan mampu menarik pembaca bahwa isi artikel itu bagus. Jika Anda masih juga kesulitan membuat judul. Setelah itu. Jangan memperkosa isi bahasan hanya karena ingin tulisannya dibaca. mendapatkan pembukaan yang enak. nanti bisa dilihat mana kalimat yang tidak layak dan harus dipangkas serta mana yang harus dipertahankan. Bahkan jika dikalkulasikan dari semua masalah jusnalistik. nanti juga akan menemukan korelasi dengan bahasan yang sedang dibahas asal jangan terlalu jauh melenceng dari judul atau topik yang dibahas. masalah ini memiliki prosentase tertinggi sebagai masalah yang paling populer. 10 . namun biasanya seorang penulis tidak langsung bisa menentukan satu judul. hasutan. Sekalipun pandai memilih kata atau kalimat. Terutama untuk artikel ilmiah. Kata-kata atau kalimat pembuka itulah agaknya yang selalu membuat saya gelisah. "Anehnya. kalimat pembuka ini disebut lead. seorang penulis harus jujur dalam membuat judul. mencoba dan mencoba. tapi penulis profesional pun mengeluhkan masalah ini. Selain itu. Kadang seorang penulis profesional menyarankan agar tulis saja apa yang ada dalam pikiran saat itu. Bagaimanakah setidaknya menurut saya sendiri. cerpenis ternama. dan terkesan emosional. sekarang ini saya bahkan ingat bahwa yang senantiasa sulit bagi saya ialah justru bagaimana memulai. Namun sebaiknya usahakan judul tidak lebih dari lima kata. Sekalipun demikian yang terpenting judul bisa menggambarkan isi bahasan. Judul ini tidak mengisahkan sebuah hotel melainkan sebuah gua yang ada di teluk Banten tempat singgah burung dari negara lain.

Misalnya: Luar biasa! Hans Westernberg. (What lead). Pernyataan yang menonjol Lead ini kadang-kadang disebut punch lead (pendahuluan kejutan). maka leadnya diubah sebagai berikut : Di Lubang Buaya. Seperti Buket raksasa saja pesta agung di istana Rahwana Raja.. Slamet Raharjo (1997) memberikan alternatif terbaik untuk mempermudah kalimat pembuka ini. Ada lima cara untuk memulai ringkasan. Meskipun kebanyakan subyektif. Misalnya : Membuat lengkeng berbuah di dataran rendah tidak mudah. c. dengan batangnya abu-abu dan bunga merah merona tersebar rata dipuncaknya. sekalipun sering dibumbui tambahan fiktif. Misalnya: Ketika pangeran Djajadiningrat dari Banten masih berumur balita dan akan diberi nama dulu. Kadang-kadang cara melukiskan kejadian itu begitu bagus. sering kali menggugah minat baca karena mengajak pembaca membayangkan bersama penulis. Tujuannya memberi gambaran kepada calon pembaca yang akan disajikan dalam tulisan itu nanti. Dan latar belakangnya biru lazuardi . namun ia menggambarkan beberapa pokok obyektif tertentu yang dapat dipakai penulis sebagai titik awal pembicaraan yang berhubungan dengan pokok bahasan. pohon dadap Erythrina variegata itu. maka ringkasan sebagai lead biasanya akan diperhatikan. Misalnya: Dari jauh saja sudah mempesona. nama-nama pemberian neneknya dan para sesepuh yang lain ditulis pada secarik kertas yang kemudian dimasukkan ke dalam batok kelapa jenggi. panen singkong 70 ton tiap hektar tiap musim. dimana-nya. pohon dadap itu kalau sedang berbunga. Keberhasilannya mengantarnya ke Filiphina untuk menerima hadiah Magsaysay tahun 1972. Ia memang bermaksud membuat pembaca kagum. Jakarta yang panas hawanya. Namun dengan menggelangi batang. Kalau ringkasan ini ditulis begitu saja. Jakarta yang panas hawanya. Pelukisan Pendahuluan yang melukiskan fakta. tergantung pada kapan-nya. Tebingtinggi. 11 . Bagaimana caranya? b. Biasanya diikuti dengan kalimat kekaguman. biasanya terasa kering dan tidak menarik. lalu dibaca..James Rompas Khusus untuk artikel nonfiksi. apa-apa yang diceritakan itu. sampai lead ini disebut lead sastra. Kalau yang menarik itu dimana-nya. mengapa-nya. sering menawan juga karena membuat tulisan nonfiksi seolah-olah menjadi fiksi. yaitu : a. Soenandar berhasil membuahkan lengkengnya untuk pertama kali dalam sejarah perkembangan. maka yang ini yang dijadikan lead. ataukah bagaimana-nya? Kalau yang menarik itu apa-nya. Ringkasan Pendahuluan berbentuk ringkasan nyata-nyata mengemukakan topik dan pokok isi tulisan secara garis besar. Anekdot (kisah pendek tentang kejadian penting yang menarik karena aneh atau lucunya) biasanya memang benar-benar terjadi. kejadian atau hal. Apalagi Lubang Buaya. dari Binjai. pohon lengkeng yang biasanya hanya mau berbuah di daerah sejuk itu ternyata bisa disuruh berbuah. dengan kata-kata yang jernih. d. Anekdot/Dongeng/Sejarah Pendahuluan bersisi anekdot. Tetapi kalau memulainya dengan sudut pendang paling menarik. Ah! Baiknya Anda melihat sendiri.

f. menuju ke arah pengertian "semu". g. Ia hanya berarti guling. Misalnya: Anda pernah mendengar istilah Dutch Wife? Belum. karena pembaca perorangan. Misalnya: Rasulullah saw. untuk memulai tulisan. Amanat langsung Pendahuluan berbentuk amanat (atau pesan) langsung kepada pembaca. Abu Syeikh). Penulis lebih banyak memakai kata "kita" dan "Anda" dalam tulisannya. dapat langsung menyentuh rasa pembaca dan sekaligus membawanya ke pokok bahasan yang akan dikemukakan dalam artikel nanti. Kadang ide sudah ada. Namun Dutch wife tidak bisa buru-buru ditafsirkan sebagai istri semu (atau gadungan). Misalnya: Anda sudah pernah menikmati kelezatan mangga manalagi? Inilah cara-cara bertanam agar menghasilkan buah yang lezat. Barangsiapa yang mengajarkan ilmu. Setelah kertas pilihannya dibuka. Ia menggugah pembaca dan menolongnya agar mulai berpikir aktif. apa yang mesti dilakukan dengan ide itu karena begitu 'gelap' untuk menjabarkannya. Dan barangsiapa yang mempelajari ilmu lalu mengamalkannya. tentunya. maka Allah akan menyempurnakan pahala baginya. berikut kami bahas satu persatu: 12 . sudah tentu lebih akrab rasanya." Demikian Pangeran Arya Achmad Djajadiningrat. e. Penulis tidak menguasai masalah atau materi yang dibahas b. Kurang referensi c. menuturkan asal usul namanya. ternyata bertuliskan nama Achmad. Pertanyaan Pendahuluan berbentuk pertanyaan yang merangsang keingintahuan merupakan lead yang bagus. Itu bukan istri Belanda. penulis masih bingung. Di antara penyebab dari kemandegan ini adalah: a. Belum terbiasa membuat artikel Untuk lebih jelas mengenai empat masalah tersebut. Kutipan orang lain/Kitab Suci/Petuah Pendahuluan berupa kutipan ucapan seseorang (tentunya yang memang terkenal sudah "mempunyai nama"). By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (5) Sulit menjabarkan yang dimaksud di sini adalah bukan sebatas kesulitan membuat kalimat pembuka tapi kesulitan menyelesaikan artikel itu hingga tuntas."(HR. Tidak jelas kerangka kerangannya (kerangka pemikirannya) d. nama saya. "Karena itu. maka Allah akan mengajarkan apa-apa yang belum diketahuinya. Awalan dutch (yang selain Belanda juga berarti fancy). Achmad-lah.James Rompas Ibunya kemudian mengambil salah satu kertas yang tergulung dalam batok itu. bersabda: "Ilmu itu adalah ruh Islam dan tiangnya iman.

Bedanya dengan jiplakan. baik buku-buku atau media lainnya sangat menunjang dalam pembahasan suatu artikel. Penjiplak sering disebut juga plagiator. atau media elektronika. bisa jadi disebabkan belum terbiasa membuat artikel. Fungsinya sebagai bukti atau memperkuat pendapat penulis. sekalipun sulit tapi usahakan terus berjalan. nanti pun Anda akan terbiasa menulis dengan mudah. Misalnya. tidak mesti terlalu mendetail. persiapkan dulu referensi atau rujukan yang mendukung pada artikel yang akan dibuat. seni atau lainnya yang tidak ada kaitannya dengan politik. c. Penulis tidak menguasai masalah atau materi yang dibahas Kebanyakan penulis pemula merasa optimis bisa membahas bahasan yang idenya baru saja ditemukan. baik terdapat dalam buku. Kurang referensi Referensi. Kerangka karangan dalam setiap tulisan atau karangan tetap diperlukan. kutipan dapat dibedakan atas kutipan langsung dan kutipan tidak 13 . (Lihat bab I tentang Fokus pada Spesialisasi Ilmu yang Dimiliki) b. padahal dia sendiri hanya berlatar belakang matematika. sekalipun ide yang dibahas sesuai dengan profesi atau latar belakang pendidikannya dan referensinya juga cukup. Sekalipun artikel yang dibuat sesuai latar belakang pendidikan Anda. ide yang didapat dalam bidang politik. Membahas suatu ide yang materinya sesuai dengan latar belakang sendiri akan sangat mengasyikkan. Disarankan. Penyebab lainnya adalah kurang adanya perhatian pada kerangka karangan. Belum terbiasa membuat artikel Jika tiga masalah di atas bukan kendala lagi. Menurut jenisnya. cukup pokok pikirannya saja. tidak mempertimbangkan apakah dia mampu atau tidak menjabarkan ide itu. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (6) Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat seseorang dari seorang pengarang atau seseorang yang sangat terkenal. surat kabar. kalau jiplakan.James Rompas a. namun tidak ada salahnya sebelum Anda membuat artikel. Kerangka karangan untuk artikel cukup secara garis besar saja yaitu rangkaian masalah yang akan dijabarkan dalam artikel. Penulis yang memaksakan diri membahas suatu bahasan tanpa menguasai materi tersebut bisa prustasi. mengambil pendapat orang lain tanpa menyebut sumbernya sehingga dianggapnya pendapat diri sendiri. d. selain itu nantinya kredebilitas penulis akan sangat diakui media. tapi bagi penulis pemula biasanya bingung sendiri. Tidak jelas kerangka karangannya Bagi penulis pemula. Untuk itu kami sarankan agar membahas suatu ide yang memang layak Anda bahas atau sesuai dengan latar belakang pendidikan Anda. tapi kadang masih ada kendala menjabarkan bahasannya. majalah. jelas sulit. Sekalipun boleh-boleh saja selama mampu. tapi masih kesulitan menyusun kata atau kalimat.

(Dr. b. Tiga teknik tersebut adalah di antara teknik yang paling sering digunakan. tesis. Kutipan langsung diapit dengan tanda petik sedangkan kutipan tidak langsung tidak dan biasannya diawali dengan kata "bahwa". Misalnya: Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. baik pengutipan langsung maupun tak langsung. Idealnya dalam pengutipan. diikuti dengan "ed" (ed = editor). Judul buku yang ditulis boleh judul asli atau terjamahan. Kutipan langsung. Sarlito Wirawan Sarwono. b. Misalnya : Dr. penulis tidak boleh merubah isi kutipan baik redaksinya maupun maknanya sekalipun mungkin tidak sesuai dengan selera penulis. dicantumkan dalam isi bahasan atau langsung dalam tulisan bukan dalam catatan kaki seperti pada makalah. dan halamannya. cukup menulis nama penulis yang pertama diikuti dengan tulisan"et al" (et al = dan kawan-kawan). Sarlito Wirawan Sarwono. Sumber kutipan. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah: a. Cukup ditulis nama penulis. c. dan desertasi. sipenulis tidak boleh merubah redaksi atau kalimat dari kutipan. Sarlito Wirawan Sarwono (1994 : 137) berpendapat bahwa. Misalnya: Perilaku seks menurut Dr. Kutipan tidak langsung. Sarlito Wirawan Sarwono (Raja Grafindo Persada: 1994) adalah: "Perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual". Bila sumber itu terjamahan. 2. 1994 : 137). Penulis bisa memilih beberapa cara di antaranya sesuai kebutuhan. Kutipan tidak langsung. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat bahwa perilaku seksual adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual. tetapi di belakangnya ditulis nama penerjamahnya.James Rompas langsung. 3. perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang dirorong oleh hasrat seksual. Teknik tersebut adalah: 1. a. khusus artikel. Kutipan langsung. Sebaliknya. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat: "Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual." b. Bila sumber itu kumpulan tulisan. tulis nama orang atau badan yang mengedit. tahun penerbitan. Kutipan langsung. a. Misalnya: Dr. Kutipan tidak langsung. penerbit dan tahun penerbitan a. Bila penulis lebih dari tiga orang. Cukup dinulis nama penulis. Misalnya: "Perilaku seks adalah segala tingkahlaku yang didorong oleh hasrat seksual". Misalnya: Dr. skripsi. ditulis pula nama penulis aslinya. Raja Grafindo Persada :1994). b. kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. kutipan tidak langsung adalah mengutip pendapat orang lain berupa intinya yang terkadang teks kalimatnya diganti dengan kalimat gaya penulis bersangkutan tanpa merubah maksud kalimat tersebut. Kutipan langsung adalah kutipan yang mengutip pendapat orang lain secara lengkap kata demi kata. Berikut ini beberapa cara teknik pencantuman sumber kutipan. Apalagi dalam kutipan langsung. (Dr. 14 . Cukup ditulis nama penulis dan buku karangannya.

Ketika awal-awal belajar naik sepeda. seperti dikutip Wishnubroto Widarso dalam bukunya Pengalaman Menulis Buku Non-Fiksi pernah berucap. engkau tak bisa menulis. dan bahkan dapat mengayuh dengan santai atau cepat. maka ditulis judul artikel.James Rompas d. Bagaimana mengawalinya. Terkadang sulit membayangkan. dalam bukunya Menggebrak Dunia Mengarang seperti yang pernah dikutip dimuka. Kata-kata mengalir dengan mudahnya sehingga terangkai menjadi rangkaian kalimat yang menawan. naik sepeda terasa mudah. By Abu Al-Ghifari Strategi Merangkai Kata Menulis itu ternyata memang tidak gampang. hobi membaca buku. Bila sumber itu surat kabar atau majalah. Buktinya. tidak semua orang mampu menjadi seorang penulis yang piawai mengorganisasi kata sehingga terangkai dalam kalimat yang komunikatif. terasa susah bukan main. Pertama. menulis terasa mudah dan indah. bagaimana menyusun kalimat yang “hidup”. Lalu. Tapi setelah bisa. Jatuh-bangun berkali-kali. you don’t write”. Karenanya. belum tentu kita dapat melukiskan sebagus-bagusnya dalam kata. apa saja kiat-kiat agar bisa terampil menulis ? Berikut ini ada 7 kiat yang bisa dipraktekkan. Begitu pula belajar menulis. belajar menulis itu seperti belajar naik sepeda. Konon. Ada tamsil menarik soal ketrampilan menulis. Apalagi mengorganisasi kalimat sehingga teruntai ide-ide segar yang menggerakkan. Jose Daniel Parera dalam Konggres Bahasa ke-5 di Jakarta mengatakan. Jikalau engkau tak (punya kebiasaan) membaca. Tetapi setelah bisa. bahwa meskipun setiap hari melihat langit. ditulis nama sumbernya (penanggung jawab) kemudian ditulis data lainnya. e. Ketika awal-awal menulis. banyakbanyaklah Anda membaca. nama surat kabar/majalah. Pater Bolsius SJ. 15 . duduk di atas sedel sepeda bisa dilakukan dengan tenang tanpa terjatuh. tanggal/bulan/tahun penerbitan. biarkan ia mengendap dalam benak Anda. “If you don’t read. Bila sumber itu tidak diketahui nama pengarangnya. kunci bisa terampil menulis atau merangkai kata memang terletak pada kontinuitas latihan (sehari-hari). apa yang ditulis dan sejumlah pertanyaan-pertanyaan lain yang berkecamuk. Seperti yang dikatakan Eka Budianta. suatu saat pemahaman Anda semakin luas. terasa sulit bukan main. dan akan tiba saatnya Anda harus menulis.

mempunyai buku harian. cintailah bahasa. suatu ketika hasrat menulis akan timbul pada diri Anda secara alami. Termasuk. Ternyata ada banyak kata yang bagus yang dapat kita gunakan dalam tulisan kita. Ketiga. membacalah sebanyak-banyaknya. YB Mangunwijaya mendalami masyarakat Maluku dan pola hidup Maritim di sana. Buka-bukalah kamus Bahasa Indonesia. membaca alam. memerlukan media untuk menuliskan ide-ide yang bekerjapan dan lalu lalang setiap harinya. Menurut Eka Budianta. tulislah apa saja sepanjang hari. dalam bukunya Mengikat Makna menyatakan. Dalam diskusi akan banyak pendapat dari luar diri kita yang dapat menimbulkan letikan ide atau inspirasi untuk bahan tulisan kita. Fenomena alam akan menjadi inspirasi sebagai bahan tulisan. Homa. mencintai bahasa. orangtua. pejabat. indikasi dari tingkat intelektualitas seseorang akan tampak. Jadi. Bahasa adalah alat komunikasi. Selain itu. suka diskusi. James Pennebaker. Tapi kecakapan itu baru bisa dicapai dengan jalan berlatih”. Dan pengetahuan yang luas yang Anda dapatkan dari membaca akan memudahkan Anda untuk menuangkannya ke dalam tulisan. perlu jogging harian. Dalam menulis surat kita berlatih memilih kata-kata yang pantas untuk pembaca. sebelum menulis Ikan-ikan Hiu. ibarat Anda buang hajat besar lantaran kekenyangan. Dari bahasa. hobi meneliti. Apakah dia seorang yang memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi atau tidak. maupun orang asing di tempat jauh yang belum kita kenal. tapi selama ini kita belum mengetahuinya karena itu kita tidak menggunakannya. Itulah tujuh kiat yang bisa dipraktekkan. pembaca bisa berarti teman dekat. Ketujuh. 16 . kenalan baru. yang ditulis dengan mengadakan berbagai penelitian dan dukungan perguruan tinggi di Amerika Serikat. Dr. Floyd G. Milikilah buku harian. Seorang psikolog dan ahli terapi menulis. Di panggung kehidupan ini ada banyak peristiwa yang bisa digali untuk bahan penulisan. Ke-empat. Begitu juga novel Para Priyayi Umar Kayam. Karenanya. Menulis surat atau korespondensi adalah latihan berkomunikasi secara tertulis yang cukup efektif. seseorang akan gampang mengungkapkan apa saja yang diingininya lewat tulisan. Kekayaan kosakata-lah yang membedakaannya. Ido. Ke-enam. Membaca tak semata-mata membaca buku. Hal itu akan berguna untuk mengasah ketrampilan menulis dan melatih kepekaan kepada kata-kata. Kedua. Maka. tapi juga membaca alam. Minat meneliti merupakan sarana yang akan semakin meningkatkan kedalaman dan luasnya jangkauan tulisan kita. menulis setiap hari di buku harian juga berguna untuk membangun kepribadian. Diskusi merupakan ajang tukar pendapat. Prof. Ibarat pelari. buku harian merupakan media yang tepat untuk itu. menganjurkan. Dalam hal ini.James Rompas Hernowo. suka korespondensi. Arpan mengatakan. Ia akan menjadi inspirasi yang hebat untuk bahan tulisan kita. Penulis juga begitu. “Write your wroung !”. Kelima. “Kecakapan menulis tak akan begitu saja jatuh dari langit. membaca alam adalah membaca peristiwa kehidupan.

Di dalam keberanian mulai terpendam 17 . da’i kondang KH. tapi juga diakui penulis kawakan. didukung lebih dari 300 santri perusahaan yang dikelola pesantren Daarut Tauhid – Bandung. “Apapun yang akan Anda lakukan atau impikan dapat Anda mulai sejak sekarang. Data Mengejutkan Pembaca akan terpengaruh. 1. Walaupun kata-kata itu pedas karena menasehati pembaca. Peristiwa ini terjadi di sebuah kota besar negeri kita. Dalam artikelartikelnya. tersedot perhatiannya. Diperkirakan frekuensi kenaikan omzet terus meroket pada masa-masa mendatang. Beliau kerap kali mengutip ucapan-ucapan sastrawan besar sayyidina Ali. bila menemukan (membaca) informasi yang mengejutkan. 3. Meraup omzet sebesar 15 miliar per tahun. Sehingga tidak mengherankan untuk membuat kata pembuka lazimnya disebut intro menghabiskan banyak waktu. Pengakuan ini tidak hanya dibenarkan oleh penulis pemula. Abdullah Gymnastiar memberikan bahwa. Contoh lain. 2. 2000). kita perhatikan contoh-contoh berikut: Mengutip sebuah penelitian. Kata Mutiara Mutiara dicari dan disenangi banyak orang. Fungsi kata pembuka. karena dari segi nilai jual punya andil yang strategis. terpancing emosinya. Yang penting mengejutkan. Pesona kata mutiara dapat mengakdai pembaca. Sehingga dalam tulisan pun dalil naqli harus ditulis terlebih dahulu. Pesan intinya hukum Allah sesuai dengan segala dalil naqli punya pendapat yang sama. Termasuk mutiara dalam tulisan atau kata mutiara. Penulis sekaliber Jalaluddin Rakhmat sering mempraktekkan cara ini. 70% kaum remaja usia SMP-SMU pernah merasakan zina. Mereka memiliki falsafah bahwa setiap sesuatu harus berpijak pada dalil. Pengaruh intro kepada pembaca cukup besar. Dengan memadukan teori Manajemen Qolbu dan enterpreneursip. menarik atau tidaknya kata pembuka. Kita akan coba mengenali dan menemukan penulisan intro denga tujuh cara. terdapat muatan khusus dan mendalam bagi penulis yang memetik ayat Al–Qur’an atau As–Sunah di awal artikel. Selesainya sebuah tulisan antara lain disebabkan bagus-tidaknya. Mengejutkan bisa berakibat senang atau sedih. Kita simak kata mutiara dari Geothe yang dicuplik Hernowo dalam “Kata Pengantar” panduan penyusunan naskah (Mizan. metode.James Rompas by Badiatul Muchlisin Asti Strategi Membuat Lead Menulis kata pembuka merupakan bagian yang sulit dalam tulis menulis. Petikan Kitab Suci Selain sebagai gaya. Katakanlah di luar dugaan. sangat vital.

beliau punya kebiasaan menyendiri di Gua Hira. Menuturkan kronologis tertentu yang berhubungan dengan masalah yang sedang ditulis. tapi ada yang lebih ringan. Misal: Apakah mahasiswa Indonesia senasib dengan mahasiswa Thailand. dua tokoh yang berdebat. (Baca kisah nenek yang tidak masuk surga). Boleh kisah sendiri. Dahulu sebelum majalah tempo dibreidel (kemudian terbit kembali) seorang penulis bernama Bondan Winarno seperti diakui Yosal Irantara (Dekan Fikom Uninus). yaitu menunda shalat. percakapan keluarga dan seterusnya. IG: “Apakah yang paling dekat dengan kita?” PS: “Keluarga” IG: “Benar. tapi mendidik. yaitu masa lalu. Perhatikan dialog Imam Ghozali (IG) dengan para santrinya (PS). antara guru dan muridnya. 6. para nabi. yang awalnya dipuja-puja oleh rakyat Thailand? Tetapi kemudian hari para mahasiswa itu dimusuhi oleh rakyat karena dianggapnya tidak mampu merubah keadaan. Cara ini cukup efektif. melakukan perenungan berbagai hal.” IG: “Apa yang lebih jauh dari kita?” PS: “Negeri Cina” IG: “Benar. by Lilis Nihwan Strategi Membuat Judul 18 . 5. Misal: kita akan menulis perihal “pentingnya tafakur”. kekuatan dan keajaiban”. Keterlibatan pembaca terasa secara langsung. Humor Manusia senang dengan sesuatu yang lucu.James Rompas kejeniusan. Menimbulkan ger-geran.” 7. amat rajin menggunakan kata pembuka dengan anekdot. tokoh atau siapa saja. Di tempat ini Nabi Saw. Sapalah pembaca dengan guyonan segar. Sebelum Muhammad bin Abdul Muthalib diangkat menjadi Rasul. tapi ada yang lebih dekat dengan kita.” IG: “Apa yang lebih ringan?” PS: “Angin” IG: “Benar. Latar Sejarah Menyapa pembaca bisa juga dengan penyebaran latar sejarah. pernah juga menginformasikan suatu kebenaran dengan gaya guyon. Cukup banyak media yang memberikan ruang untuk humor. Misal: Pisang apa yang kulitnya enak dimakan? Kemudian Bondan menjawab pisang goreng. Kutipan Dialog Dialog bisa kita ambil dari kejadian sehar-hari. 4. yaitu kematian. Pertanyaan Pertanyaan mempunyai kandungan maksud untuk mengajak pembaca segera berpikir. tapi ada yang lebih jauh dari kita. Nabi Muhammad Saw.

). dapat kita ambil kesimpulan bahwa. Judul identik dengan kandungan isi tulisan. 1.. Tulis saja. Tulisan yang Dianggap Paling Menarik Tahapan awal menulis judul yaitu tulis yang paling menarik. “Kunci” sementara untuk lain waktu dibuka kembali supaya sebuah tulisan segera rampung atau matang dan tidak mengambang. tertukik pada bagian kepala. Bisa merembet pada masalah yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan banyak kasus seperti ini. dagunya. Sumbernya entah dari judul film. 3. dengan mendialogkan kaum Hawa dan Adam supaya lebih gampang memahami uraian. 19 . dengan kemampuan kita. Kemudian matanya. terkadang terjadi pergeseran makna. Sekarang kita baca langkah ketiga. BPJ. kedua.James Rompas Roesli Lahani Yunus dengan gaya kocak mengibaratkan judul sebagai wajah perempuan dalam tatapan laki-laki. atau pernyataan tokoh berpengaruh. iklan. ketiga…. bibirnya. Apa yang harus kita lakukan? Jangan terlalu panik. Cara ini sangat efektif menyapa emosi pembaca. Judul awal bukanlah hal yang final kalau terjadi perubahan isi. tidak jarang beranak dan menjurus pada dualisme judul atau lebih. Selesai memperhatikan bagian atas. Judul sering diartikan sebagai pintu masuk. peranan judul amat penting. yaitu muka wanita itu. dan terus sampai ke ujung kaki. segera “matikan” judul lainnya. Kalau menemukan kenyataan ada judul baru timbul. Meminjam Istilah yang Sedang Ngetrend Istilah yang sedang ngetrend pasti lagi banyak dibicarakan banyak orang. “Umumnya kaum pria selalu memulai daya pandanganya yang ditujukan pada kaum wanita. Akan lebih senang lagi pria melihatnya bila wanita itu tersenyum manis. Judul Awal Bukan Hal yang Final Seiring proses penulisan dari satu alinea ke alinea lainnya. Dari tiga penyataan tersebut. Selesai memutuskan judul (yang pertama. kondisikan dengan referen yang tersedia. Substansi tulisan tidak hanya satu jalur. Untuk merumuskan dan membuat judul memerlukan beberapa langkah. Akhirnya tidak percaya diri bahwa kita mampu menulis. dadanya. Saya tahu maksud permisalan pak Roesli. Manjakan bayangan-bayangan tulisan yang sedang dan akan kita garap dengan menulis judul sesuai selera waktu menulis. 4. Jika saat menulis judul pertama kali. Kita kutip suatu alenia penuh. Sekali lagi jangan ragu. membangkitkan gairah membaca isi tulisan. pertanda hatinya baik dan berbudi. Jangan ragu-ragu tulis saja. Jika Timbul Judul-judul Lain Satu judul yang sedang kita rampungkan. pilih yang paling mudah. hidungnya. pandangan akan meluncur ke bawah” (Kiat Jadi Penulis dan Wartawan. 1998). yang dianggap dapat menyedot perhatian banyak pembaca. kata-kata apa saja harus ditulis bagus. 2. Kepanikan menyebabkan frustasi. rambutnya. maka pada tingkat kedua harus dilakukan perubahan judul sesuai perjalanan tulisan kata lainnya.

”. penulisan judul harus mencerminkan kandungan isi tulisan. Sesuai Isi Urutan ketujuh inilah yang paling prinsipil. 7. Boleh Pendek. 5. “Ada Apa Dengan…. meyakini berbagai manfaat retorika sekaligus menggiring pembaca untuk mengikuti kursus pelatihan komunikasi di lembaga tempat ia beraktivitas. boleh panjang. lebih khusus lagi yaitu. Gaya Mempengaruhi Salah satu penulisan judul yang efektif dengan cara nada mempengaruhi.James Rompas Beberapa waktu lalu sebuah judul film yang dibintangi Dian Sastro Wardoyo begitu mengemuka. Berikut ini pemanjangan dari judul pendek di atas. patutkan dengan selera sendiri. kita petik sebuah contoh dari makalah yang ditulis AS. Pak Haris memaparkan. Kita bisa memanfaatkan kepopuleran istilah-istilah itu. Misal. Boleh Panjang Umumnya para pembaca lebih menyukai judul dengan menggunakan kalimat pendek atau efektif. 6. Kehormatan Rakyat Diobok-obok. redaktur atau pembaca. Misal. Jadi.” dan seterusnya. kalimat jelas dan singkat serta tidak memerlukan banyak kata. by Lilis Nihwan Strategi Menutup Artikel 20 . Apa pun gaya tulisan. mantan Redaktur Bandung Pos (Alm). “Agar Komunis Tidak Bangkit Lagi” (Upaya Pencegahan Dampak Negatif Paham Komunis Melalui Pendekatan Ekonomi yang Islami). ada dua keuntungan (tujuan) yang ingin dicapai dari penulisan judul itu. Disesuaikan. Sebelumnya lagi nyanyian Joshua “Diobokobok”. Topik: Keuntungan Mengikuti Pendidikan Retorika Judul: Tanpa Retorika Kita Tak Berdaya Dengan memberikan judul “Tanpa Retorika Kita tak Berdaya”. Panganut (peminat) judul pendek biasanya menulis judul tidak lebih dari enam kata. Kedua. Pertama. secara umum mempengaruhi massa. Lazimnya kata-kata tambahan diberi tanda kurung. “Agar Komunis Tidak Bangkit Lagi”. Harga mati. Titik-titik diisi dengan nyawa tulisan (pesan). Sebenarnya penulisan judul dapat pula dilakukan dengan memanjangkan kata kata tambahan. Dengan membubuhkan pesan yang akan disampaikan. “Ada Apa dengan RUU Penyiaran. Ada Apa dengan Anggota Dewan. “Ada Apa Dengan Cinta”. Para akademisi sering mangatakan gaya mempengaruhi dengan sebutan persuasif. Haris Sumandria. dengan pendekatan apa saja. penulisan judul boleh pendek. Ada Apa dengan Pemilihan Gubernur.

Chandra seorang Presdir Primagama Group. Kita simak kata penutup tulisan H. Bayangkan. Romli (MQ.” 3. tulisan ASM. untuk berani membuka usaha walau pun dengan jalan hutang. Menyampaikan Kembali Ide Pokok Ide pokok sebenarnya sudah terurai di sebuah tulisan yang sedang digarap. Mengajak Pembaca untuk Beraksi Artikel ditulis untuk mempengaruhi pembaca agar segera beraksi. Ditulis oleh Purdi E. mengantarkan pembaca untuk memasuki emosi pemikiran penulis. Ia menjelaskan. Jadi. atau kabar kepada pembaca. menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap Al-Aqsha di kalangan umat.15 September 2003). Oktober 2003).A. keduanya sama-sama penting. kalau pembuka. Oktober 2003). sebuah artikel berjudul “Utang Ibadah yang Mulia” (MQ. nyatakan kembali ide pokok itu. kita bisa kembangkan bisnis dan membuka peluang bekerja pada banyak orang. Rachmat M. Bisa juga dengan menggunakan teori yang sama seperti teknik membuka artikel. mungkin sedikit memelesetkan pesan Bung Karno menjadi “gantungkan utangmu setinggi langit”.S berjudul “Benang Hitam Khusus di Malam Gelap” (Pikiran Rakyat. Itu sebuah ibadah yang mulia. bahwa tulisan sudah berakhir. Utang bukan pantangan untuk mengembangkan usaha. Tetapi muatan utamanya sama. sebagaimana tertuang dalam tulisan tersebut. Anda setuju? 2. Selayaknya. Cuma. lindungilah Bandung dan pemerintahannya dari 21 . sehingga rakyat muslim di berbagai negara dapat mendesak pemerintahnya untuk bersatu dengan pemerintah muslim lain. Contoh ini bisa kita tiru dalam “Al-Aqsha.James Rompas Menutup artikel tidaklah sesulit membuat pembukanya (intro). sementara penutup artikel berfungsi sebagai penyampai gagasan utama. bagaimana jadinya jika sebuah tulisan tidak ada penutupnya? Pasti hambar rasanya. Wallahu a’alam. Biasanya tulisan semacam ini. Melakukan hal-hal yang semestinya menurut penulis harus dilaksanakan. Nurani yang Terkoyak”. Meski demikian. Namun di alinea paling akhir. Misal. dengan bahasa (katakata) yang berbeda.Namun bisa juga ditulis karena masa depan yang akan diraih masih dalam tahap perhitungan-perhitungan tertentu atau belum jelas. Kita bisa menutup artikel dengan 7 hal berikut. Ya Allah Yang Maha Melindungi. Do’a atau Harapan Ada kalanya artikel ditulis dengan nada permohonan atau harapan. paling tidak setiap peringatan Isra Mi’raj (27 Rajab) umat Islam memikirkan dan memprogram pola perjuangan bagi pembebasan Yerusalem (Palestina). demi pembebasan Yerusalem. tak keliru kalau saya berkeyakinan bahwa utang untuk bisnis adalah sebuah ibadah yang mulia. 1. Dengan utang. Bedanya. dilatarbelakangi oleh berbagai kejadian sebelumnya yang dianggap belum optimal. Kita perhatikan alinea penutupnya.

bisa menggunakan gaya dengan cara menuturkan simpulan kronologis. Sebaliknya. berikanlah kebaikan dunia dan kebaikan akhirat kepada kami dan lindungilah kami dari api neraka. Anekdot Pesan: kritik sosial. Ternyata.” 7. dan “Realitas Kosmologis. dan seterusnya. Selama ini banyak tata cara dan formula menulis puisi. “Tujuan Dakwah”. Kutipan Seorang Praktisi Menutup artikel dapat juga dengan mengutip pernyataan tokoh tertentu. Dan bukanlah semata bertujuan untuk meng’agama’kan seluruh segmen kehidupan melainkan bagaimana mewujudkan kesejahteraan dan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan terutama dalam enghargai keragaman. Misal. cukup efektif dengan menggunakan humor.James Rompas manusia-manusia yang berniat jahat mau mencari di atas penderitaan rakyat. Yusuf membuat judul kecil dengan. seluruh pengunjung pameran menyerbu stand Indonesia untuk membeli otak-otak orang Inonesia. kutiplah Bambang Trim. Menulis masalah hukum. sebab terus menerus digunakan untuk berpikir. Misal. 6. kutiplah Helvy Tiana Rosa. ya Tuhan kami. Sesuai dengan bahasan yang kita garap. 5. 22 . Otaknya difungsikan. mengenai ilmu: “Siapa yang meninggalkan kampung halamannya untuk mencari ilmu. Suatu saat di Jerman ada pameran otak. suatu kesadaran atau suatu pengalaman. penutupnya. Tujuan tertinggi yaitu tujuan yang dianggap sesuai dengan firman Allah atau sabda Rasul-Nya. Saya tidak tahu persis siapa pencipta anekdot ini. Uraian sangat singkat batang tubuh tulisan. tapi sasarannya tercapai serta mengena di hati pembaca. Contoh demikian terdapat dalam “Relevansi Dakwah dan Toleransi Beragama”. Tidak keras. kita akhiri dengan sabda Nabi Muhammad Saw. Kesimpulan dari Sudut Kronologios Banyak yang menulis artikel dengan cara beberapa judul kecil (sub jusdul).ia berada di jalan Allah. 22 Agustus 2003). yang bisa diungkapkan dengan berbagai jenis bahasa. otak yang sudah rusak nilai jualnya rendah. Wallahu a’alam. Tentang cerpen. Masalah seputar perbukuan. 4. Kita bisa menutup humor seperti di bawah.” Toleransi akhirnya menjadi keniscayaan sosial bagi seluruh umat beragama dalam menata khidupan bersama. Karena otaknya masih utuh. Amiin. ambillah misalnya pernyataan dari Adnan Buyung Nasution. untuk menutup artikel bertema “Keutamaan Ilmu”. Ya Allah. Contoh: kita mengurai tentang “Kebebasan dalam Menulis Puisi”. tulisan Yusuf Burhanuddin (Republika. Dan tinta seorang pandai adalah daripada darah seorang syahid. Lalu kutiplah pernyataan penyair “liar” Emha Ainun Nadjib yang mendukung isi tulisan kita. Puisi itu semacam bagian ruh dalam. Model ini. kita menulis tentang “Rendahnya Budaya Berpikir di Kalangan Masyarakat Indonesia”. “Epistomologi Dakwah”.Dalil Naqli Tidak sedikit penulis memilih gaya tulisannya dengan menuliskan tujuan di akhir alinea. Otak yang paling mahal adalah otak yang jarang digunakan untuk berpikir. Kita ingin bebas berekspresi dalam hal bahasa.

23 . Kriteria Teknis. yang memungkinkan diperkarakan. 2. yang diperlukan. 3) Gagasan tulisan menyangkut kepentingan sebagain besar pembaca media. Hal itu merupakan suatu kewajaran. Namun dalalam kenyataan. baik data konkret. 6) Tidak memiliki. 2) Lead telah berfungsi secara akurat dalam membangkitkan orang untuk membaca. 4) Penembpatan dan formulasi topic sentence dalam suatu paragraf telah tepat. tidak jarang tulisan yang dikirim itu tidak dimuat atau dikembalikan. Kriteria umum tersebut penting untuk disikapi oleh setiap penulis dakwah. 4. Kriteria itu sebagai seleksi awal bagi layak tidaknya suatu pemuatan tulisan. Memenuhi Kriteria Tulisan Ada beberapa kriteria umum tulisan yang biasanya diterapkan diberbagai media cetak. ntuk mendukung ide pokok. Tulisan tidak memenuhi kriteria penulisan. 6) Tidak ada kata yang menimbulkan misleading. pandangan baru. saran-saran. b. setiap media biasa mengadakan seleksi terhadap sejumlah tulisan yang masuk. 3. Oleh karena itu. Tulisan sejenis. bagian pargraf. 5) “Jembatan” atau “kata penghubung” telah sesuai. Untuk membangun seleksi yang objektif. terutama hematdan jelas. 1) Struktur tulisan uraiannya telah terorganisir dengan baik.James Rompas by Lilis Nihwan Menyiasati Peluang Diterbitkan (1) Setiap penulis memiliki harapan. dan hanya ditulis/ dikirim khusus untuk penerbit itu. Tidak sesuai dengan visi-misi media. Banyak kemungkinan alasan mengapa suatu tulisan yang dikirim tidak dimuat. redaksi media cetak umumnya memiliki kriteria tentang tulisan yang layak muat. 1. kalimat. Tidak aktual. dan atau opini. 8) Berakibat baik bagi pendidikan publik. 3) Bahasa yang dipakai telah sesuai dengan kaidah pemakaian bahasa jurnalistik. a. 5) Memiliki akurasi fakta yang diperlukan. Kriteria umum 1) tulisan asli. bukan jiplakan/ saduran/ terjemahan. tulisan yang dikirimkannya dapat dimuat. 4) Memiliki kelengkapan dan kedalaman fakta. sehingga perlu bersaing dengan tulisan yang lebih baik. 7) Memenuhi aspek-aspek yang menyangkut etika Jurnalistik dan tidak bernuansa “SARA”. jumlahnya banyak. Diantara kemungkinan itu bisa jadi karena beberapa sebab. belum pernah dimuat dalam penerbitan lain. 2) mengandung unsur baru. atau kata. 1.

tanpa coretan maupun tip-ex. by Aef Kusnawan Menyiasati Peluang Diterbitkan (2) 2. Akan tetapi masih ada lagi yang perlu diperhatikan yaitu bernilai aktual. berikut uraian tambahannya. Jika suatu tulisan telah memenuhi kriteria itu. menyimak tajuk rencana suatu media. Panjang artikel 0pini maksimal 5. sebaiknya kita menulis ulang.aktualitas sendiri bisa dipahami dalam dua hal: Pertama. kasus narkoba. 5 halaman kwarto untuk resensi buku. dengan tulisan yang jelas. rapi dan bersih. Kedua.5 halaman dan 8 halaman untuk cerpen. seperti hari Raya Idul Fitri. Ketiga. banjir besar. gaya enak dibaca. aktual teragenda. 9) Penempata fakta yang benar. untuk memperbaiki halhal yang masih janggal. Idul Adha. kekeringan. dan memberi kesan pada pembaca. 24 . tidak teragenda. akan ia peroleh dengan memperhatikan apa yang tengah banyak disoroti oleh media yang akan dikirimi tulisan olehnya. Masalah aktual seperti ini yang berkaitan dengan kejadian yang ada di tengah-tengah masyarakat. Isra Mi’raj atau hari-hari Nasional dan dunia yang monumental. jika penulis menghendaki aktualitas dalam tulisannya. kolom 4. Namun jika belum terpenuhi. Lebih lanjut tentang akutalitas teragenda dan yang tidak teragenda. Oleh sebab itu. Semuanya ditulis dengan ketikan 2 spasi. telah tepat. banyaknya demonstrasi. 11) Cara penyajian tulisan opini tidak berkepanjangan tapi padat.5 halaman kwarto. Mengaktualkan Tulisan Mengenai. 12) Kalimat penutup. mudah ditangkap.James Rompas 7) Penggunaan EYD sudah tepat. maka ia akan menjadi salah satu daya tarik bagi pihak redaksi untuk lebih menominasikan pemuatan tulisan yang memiliki relevasi dengan kondisi dan situasi yang sedang berkembang. 10) Penempata anak judul yang pas (jika diperlukan). wabah penyakit. Sebagaimana dimaklum bahwa tajuk rencana adalah tulisan opini yang isinya mengulas hal-hal aktual yang dibuat oleh pihak redaksi suatu media. singkat. 8) Penembatan. seperti dengan terjadinya kasus bom. Jika semua itu diperhatikan. sesuatu yang detail dan yang tidak perlu detail diposisikan secara tepat. Apa yang ditulisnya merupakan ulasan terhadap fenomena yang menarik perhatian media itu. Aktualitas ini berkaitan dengan adanya hari-hari tertentu. kenaikan harga BBM dan sebagainya. maka ada harapan untuk dimuat.

Untuk itu sebaiknya penulis menyadari benar tentang hal ini. Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan yang fleksibel. Misalnya. 1) Menyusun rencana topik artikel untuk peristiwa-periistiwa kalenderium tahunan. dengan melakukan beberapa hal. tentang kemiskinan masyarakat daerah pinggiran kota dalam kaitannya dengan pola migrasi masyarakat yang bersangkutan. diketengahkan hari-hari yang merupakan agenda tahunan. sehingga layak untuk diangkat menjadi bahan tulisan. Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan (yang flesibel). 4) Mengikuti secara cermat. khususnya hari-hari besar agama. kelahiran undang-undang baru. 2) Mengikuti secara cermat perlkembangan symptoms (gejala-gejala) yang muncul dalam kehidupan masyarakat. pemogokan tenaga kerja. dan beberapa hari internasional. Kemudian ia menyusunnya dalam suatu perencanaan (yang flesibel). Untuk lebih jelasnya berikut ini. misalnya. pmakaian internet. serta peristiwa lainnya yang menimbulkan berita tinggi. Berikut uraiannya : Tanggal Moment 1 Januari Hari Tahun Baru Masehi 15 Januari Hari Pertempuran Laut Aru 22 Pebruari Hari lahir Lord Baden Powell 9 Maret Hari Pramuka 10 Maret Hari Film Nasional 15 Maret Hari Nyepi Hindu 25 Maret Hari Raya Nyepi 6 April Hari Nelayan Nasional 7 Aril Hari Kesehatan Sedunia 9 April Hari Penerbangan Nasional 13 April Wafat Isa Al-Masih 25 . Ada yang terkategori kejadian biasa-biasa saja.. Misalnya. 2) Menyusun rencana topik tulisan untuk moment-moment tersebut. maraknya kegiatan dakwah kampus. nasional. Keteragendaannya terjadi karena ia biasa hadir tiap tahun. 1) Mengamati perkembangan fenomena kehidupan masyarakat secara terusmenerus.James Rompas a . baik topik maupun penulis artikelnya. Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan yang fleksibel. Persoalannya adalah bagaimana seorang penulis bisa mengetahui permasalahan aktual yang tidak teragenda ini? Ada beberapa langkah untuk itu. baik hari besar agama. play station. munculnya peristiwa-peristiwa monumental. misalnya. munculnya berbagai kegiatan demonstrasi. pengumuman kenaikan harga BBM. ada juga yang memerlukan penelaahan. Menyiasati Aktualitas tidak Teragenda Setiap saat ada peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat. Menyiasati Aktualitas Teragenda Ada sejumlah peristiwa aktual yang senantiasa teragenda. dan lain-lain. 3) Mengikuti secara cermat perkemabnagn trend (kecenderungan) yang muncul dalam kehidupan masyarakat. hari peringatan nasional maupun internasional. b. serta berbagai langkah yang dilakukan para da’i kontemporer.

Fathir: 19). Mengenal Visi dan Missi Media Massa “Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. Setiap surat kabar dan majalah mempunyai visi atau pandangan dan mempunyai arah kebijaksanaan atau misi tertentu yang berbeda.James Rompas 21 April Hari Kartini 1 Mei Hari Buruh Internasional Hari Kembalinya Irian ke RI 2 Mei Hari Pendidikan Nasional 8 Mei Hari PMI se-Dunia 7 Mei Hari Raya Waisak 15 Mei Hari Kebangkitan Nasional 21 Mei Hari Buku Nasional 24 Mei Kenaikan Isa Al-Masih 28 Mei Hari Waisak (Budha) 1 Juni Hari Lahirnya Pancasila 17 Juni Hari Kanak-kanak Nasional 21 Juni Hari Krida Pertanian 1 Juli Hari Bhayangkara 5 Juli Hari Berdirinya BI 12 Juli Hari Koperasi 22 Juli Hari Kejaksaan 10 Agustus Hari Veteran RI 14 Agustus Hari Pramuka 17 Agustus Hari Kemerdekaan RI 19 Agustus Hari Deplu 24 Agustus Hari Televisi RI 11 September Hari Radio 16 September Hari Sandang 17 September Hari Perhubungan 23 September Hari Bahari 27 September Hari Postel 28 September Hari Kereta Api 29 September Hari Sarjana 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila 5 Oktober Hari ABRI 24 Oktober Hari PBB 28 Oktober Hari Sumpah Pemuda 30 Oktober Hri Keuangan 31 Oktober Hari Tabungan Nasional 10 Nopember Hari Pahlawan 12 Nopember Hari Kesehatan Nasional 20 Nopember Hari Kanak-kanak se Dunia 10 Desember Hari HAM 20 Desember Hari Sosial 22 Desember Hari Ibu 25 Desember Hari Natal 1 Hijriyah Hari Tahun Baru Hiriyah 12 Rabiul Awwal Maulid Nabi Muhammad SAW 27 Rajab Hari Isra Mi’raj 1 Syawal Hari Idul Fitri 10 Zulhijah Hari Idul Qurban 3. Warna tulisan yang diinginkan 26 .” (QS.

artikel seperti apa yang diinginkan media cetak tersebut. menginginkan artikel tentang kesehatan dan sudah tentu menolak artikel-artikel yang keluar dari visi dan misinya itu. harian Suara Indonesia (di Surabaya). Dengan kata lain. Konsekuensinya. harian Kedaulatan Rakyat untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. pemilik toko biasanya membutuhkan dagangan untuk dijual kepada pembelinya. Ada pula sebuah koran yang diperuntukan bagi masyarakat secara umum dan jangkauan pembacanya bersifat nasional. Surat kabar yang mempunyai visi atau misi khusus. Maka lahirlah apa yang disebut visi dan misi pada masing-masing media massa. toko lain. misalnya harian Jayakarta untuk daerah DKI dan sekitarnya. Ia tidak akan menerima dagangannya berupa kain atau kue. maka jenis toko biasanya bermacam-macam. Demikian halnya dengan media massa. Pelita dan lain-lain.James Rompas dari para penulis artikel. seorang penulis harus cermat melihat. dan politik dengan sendirinya sudah menunjukan bahwa visi dan misinya dalam bidang-bidang tersebut sehingga penulis tidak perlu menebak atau mengira-ngira lagi misi dan visi seperti apa yang diemban media tersebut. Aneka ragam jenis dan sasaran sebuah koran menyebabkan pihak redaktur di sebuah koran mempunyai policy tersendiri untuk menampilkan tulisan-tulisan bagi para pembacanya. olah raga. tentunya yang sesuai dengan visi dan misi yang diemban media cetak tersebut. Akan tetapi dengan mengetahui masing-masing visi yang ada pada media massa akan sangat membantu seorang penulis untuk dapat memilih media mana 27 . Idealisme dan cita-cita koran atau majalah tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Diperlukan pengamatan yang ciukup dan mungkin akan memakan waktu lama. seorang harus fleksibel. Artinya. Mengapa harus ada visi dan misi? Sebuah koran atau majalah didirikan dengan sebuah idealisme dan cita-cita. masing-masing perusahaan surat kabar akan mempunyai sasaran pembaca sesuai dengan idealisme yang dibangunnya. ekonomi. mengetahui dengan jelas artikel seperti apa yang diinginkan suatu media. harian Pikiran Rakyat untuk wilayah jawa Barat dan masih banyak lagi. Majalah atau surat kabar yang mempunyai misi atau visi kesehatan. ada sebuah koran yang mempunyai sasaran pembacanya adalah kelompok pengusaha. Ada toko besi. Suara karya. Republika. Jika diumpamakan sebuah koran adalah sebuah toko. atau terbatas satu daerah tertentu. Sebagian koran yang lain diterbitkan untuk memenuhi segmen pembaca yang bersifat lokal. toko kue dan sebagainya. Namun kebanyakan surat kabar atau majalah tidak mengkhususkan dalam bidang tertentu sehingga sulit ditebak atau diperkirakan isinya. seperti khusus kesehatan. Sebagai contoh. Biasanya permasalahan ini menjadi kendala bagi penulis pemula. Memang untuk mengetahui visi dari sebuah media massa bukanlah pekerjaan yang gampang . Sebagaimana layaknya sebuah toko. dan merreka yang berkecimpung di sekitar dunia bisnis. misalnya harian Bisnis Indonesia (di Jakarta). Dalam hal ini seorang penulis dituntut untuk jeli dalam melihat apa yang diemban surat kabar atau majalah tersebut. Harian Neraca (di Jakarta). Kompas. Ia hanya akan menerima tulisan-tulisan yang sesuai dengan visi serta misi media yang diembannya. Sebuah toko besi tentu hanya akan menerima dagangandagangannya yang berkaitan dengan barang-barang yang berupa besi dan sejenisnya. ekonom. sebagai contoh.

bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh banyaknya penulis yang menulis pada satu persoalan yang dianggap sama. bagi pemula ada baiknya. tema atau topik tulisan . tetapi gaya bahasa dan model judul suatu media sudah berada dalam pikirannya. Di sini penulis terjun langsuing. seorang penulis sudah bisa menghemat tenaga dan mengefisienkan waktu. Buatlah terus beberapa tulisan yang berbeda-beda. mengamatio sendiri. dan sebagainya. Redaksi juga lebih banyak kesempatan untuk membantu mengkoreksi tulisan kita 28 . Jika tulisan tidak dimuat atau biasanya kemudian dikembalikan. Dengan mengetahui visi dan misi suatu media. seorang penulis harus pandai memprediksi. berarti memberi peluang lebih besar untuk dapat dimuatnya tulisan-tulisan yang kita buat. maka selain kita memperhatikan moment yang tepat. itu pertanda tulisan itu tidak sesuai dengan keinginan redaktur. sebarkan ke berbagai media massa. (Ahmad Bahar: 1996). seorang penulis akan menjadi tahu jenis-jenis tulisan mana yang sesuai dengan koran dan mana yang tidak sesuai. Untuk pemilihan medianya sendiri. Untuk iu selayaknya sebelum artikel dibuat. sebuah tulisan yang tidak diomuat belum tentu tidak sesuai dengan visi sebuah koran. Kedua. antara lain. mencari informasi pada para penulis yang sudah sering menulis di salah satu media. karena tidak mungkin memuatnya pada waktu yang tepat berhubung terbatasnya ruang atau berbenturan dengan tulisan lain. misalnya dengan berlangganan satu koran kemudian dipelajari model-model tulisan yang ada di dalamnya. gaya bahasa. Ada beberapa keuntungan penulis pemula mengirimkan tulisannya kemedia lokal. Diantara sejumlah masalah yang menjadi pertimbangan bagai redaktur sebuah koran untuk dimuatnya sebuah tulisan. Strategi Pengiriman Tulisan Tidak jarang tulisan yang secara isi pantas dimuat. dengan cara terus menerus menulis pada beberapa media yang diinginkan. namun jika rajin mengamati setiap media cetak dan terbiasa membuat artikel. hendaknya kita juga tidak cuma membuat kemudian menunggu satu tulisan. b. lambat laun akan memahaminya. pertama. Karena jika artikel salah kirim. Untuk lebih memperbesar kemungkianan pemuatan tulisan kita di media massa. Bahkan seorang penulis profesional bukan hanya sebatas mengetahui visi dan misi suatu media. diantaranya: a. Hal ini memang sulit untuk penulis pemula. kesesuaian isi atau materi tulisan dengan latar belakang keilmuan penulis. atau media yang masih berkembang. 4. berdasarkan pengalaman. keaktualan persoalan yang dibahas. Sehingga dengan terpaksa tulisan kita yang dikalahkan. Saingan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu berat. kemana artikel tersebut nantinya dikirim. Atau barangkali ada sebab-sebab lain. bukan saja rugi waktu tapi juga rugi tenaga dan uang. Cara sederhana yang mungkin dapat dilakukan untuk mengetahui visi dan misi koran antara lain. Dan jika hal ini dilakukan terus-menerus.James Rompas yang sesuai dengan masalah-masalah yang ditulisnya dan media mana yang kurang sesuai. dengan bonaviditas memilih mulai yang paling rendah. Dengan mengetahui kodel-model tulisan yang disukai atau menjadi visi berbagai macam koran . yang skupnya lokal terlebih dulu. Akan tetapi perlu diingat. Ketiga. namun kemudian dikembalikan. yang dipandang redaksi lebih baik.

misalnya harian Bisnis Indonesia (di Jakarta). Republika. Maka lahirlah apa yang disebut visi dan misi pada masing-masing 29 . harian Suara Indonesia (di Surabaya). ekonomi. sebagai contoh. Aneka ragam jenis dan sasaran sebuah koran menyebabkan pihak redaktur di sebuah koran mempunyai policy tersendiri untuk menampilkan tulisan-tulisan bagi para pembacanya. misalnya harian Jayakarta untuk daerah DKI dan sekitarnya. harian Pikiran Rakyat untuk wilayah jawa Barat dan masih banyak lagi. Setiap surat kabar dan majalah mempunyai visi atau pandangan dan mempunyai arah kebijaksanaan atau misi tertentu yang berbeda. Peluang pemuatan akan lebih besar. Fathir: 19). Mengapa harus ada visi dan misi? Sebuah koran atau majalah didirikan dengan sebuah idealisme dan cita-cita. Idealisme dan cita-cita koran atau majalah tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. seorang harus fleksibel. Mengenal Visi dan Missi Media Massa “Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. ada sebuah koran yang mempunyai sasaran pembacanya adalah kelompok pengusaha. ekonom. mengetahui dengan jelas artikel seperti apa yang diinginkan suatu media. Sebagian koran yang lain diterbitkan untuk memenuhi segmen pembaca yang bersifat lokal. seperti khusus kesehatan. dan politik dengan sendirinya sudah menunjukan bahwa visi dan misinya dalam bidang-bidang tersebut sehingga penulis tidak perlu menebak atau mengira-ngira lagi misi dan visi seperti apa yang diemban media tersebut. Surat kabar yang mempunyai visi atau misi khusus. harian Kedaulatan Rakyat untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai contoh. dan merreka yang berkecimpung di sekitar dunia bisnis.” (QS. Ada pula sebuah koran yang diperuntukan bagi masyarakat secara umum dan jangkauan pembacanya bersifat nasional. Pelita dan lain-lain.James Rompas c. atau terbatas satu daerah tertentu. Konsekuensinya. Warna tulisan yang diinginkan dari para penulis artikel. by Aef Kusnawan Menyiasati Peluang Diterbitkan (3) 3. Sementara dengan dimuatnya tulisan kita. menginginkan artikel tentang kesehatan dan sudah tentu menolak artikel-artikel yang keluar dari visi dan misinya itu. tentunya yang sesuai dengan visi dan misi yang diemban media cetak tersebut. Majalah atau surat kabar yang mempunyai misi atau visi kesehatan. masing-masing perusahaan surat kabar akan mempunyai sasaran pembaca sesuai dengan idealisme yang dibangunnya. Kompas. olah raga. Harian Neraca (di Jakarta). Suara karya. tentu akan menambah motivasi baru untuk lebih produktif lagi dan lebih berkualis lagi dalam menulis. Artinya.

Akan tetapi perlu diingat. Atau barangkali ada sebab-sebab lain. Ada toko besi. Ia hanya akan menerima tulisan-tulisan yang sesuai dengan visi serta misi media yang diembannya. kesesuaian isi atau materi tulisan dengan latar belakang keilmuan penulis. Diperlukan pengamatan yang ciukup dan mungkin akan memakan waktu lama. antara lain. Diantara sejumlah masalah yang menjadi pertimbangan bagai redaktur sebuah koran untuk dimuatnya sebuah tulisan. Dalam hal ini seorang penulis dituntut untuk jeli dalam melihat apa yang diemban surat kabar atau majalah tersebut. seorang penulis harus pandai memprediksi. Namun kebanyakan surat kabar atau majalah tidak mengkhususkan dalam bidang tertentu sehingga sulit ditebak atau diperkirakan isinya. Dengan mengetahui kodel-model tulisan yang disukai atau menjadi visi berbagai macam koran . Demikian halnya dengan media massa. Memang untuk mengetahui visi dari sebuah media massa bukanlah pekerjaan yang gampang . Kedua. Bahkan seorang penulis 30 . Di sini penulis terjun langsuing. berarti memberi peluang lebih besar untuk dapat dimuatnya tulisan-tulisan yang kita buat. toko lain. seorang penulis harus cermat melihat. Karena jika artikel salah kirim. pemilik toko biasanya membutuhkan dagangan untuk dijual kepada pembelinya. pertama. Ketiga. dan sebagainya. maka jenis toko biasanya bermacam-macam. tema atau topik tulisan . Sebagaimana layaknya sebuah toko. seorang penulis akan menjadi tahu jenis-jenis tulisan mana yang sesuai dengan koran dan mana yang tidak sesuai. itu pertanda tulisan itu tidak sesuai dengan keinginan redaktur. bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh banyaknya penulis yang menulis pada satu persoalan yang dianggap sama. Dengan kata lain. Untuk iu selayaknya sebelum artikel dibuat. Biasanya permasalahan ini menjadi kendala bagi penulis pemula. Jika diumpamakan sebuah koran adalah sebuah toko. artikel seperti apa yang diinginkan media cetak tersebut.James Rompas media massa. misalnya dengan berlangganan satu koran kemudian dipelajari model-model tulisan yang ada di dalamnya. toko kue dan sebagainya. Dengan mengetahui visi dan misi suatu media. sebuah tulisan yang tidak diomuat belum tentu tidak sesuai dengan visi sebuah koran. Cara sederhana yang mungkin dapat dilakukan untuk mengetahui visi dan misi koran antara lain. keaktualan persoalan yang dibahas. Jika tulisan tidak dimuat atau biasanya kemudian dikembalikan. gaya bahasa. kemana artikel tersebut nantinya dikirim. Ia tidak akan menerima dagangannya berupa kain atau kue. (Ahmad Bahar: 1996). bukan saja rugi waktu tapi juga rugi tenaga dan uang. berdasarkan pengalaman. Sebuah toko besi tentu hanya akan menerima dagangandagangannya yang berkaitan dengan barang-barang yang berupa besi dan sejenisnya. Akan tetapi dengan mengetahui masing-masing visi yang ada pada media massa akan sangat membantu seorang penulis untuk dapat memilih media mana yang sesuai dengan masalah-masalah yang ditulisnya dan media mana yang kurang sesuai. mencari informasi pada para penulis yang sudah sering menulis di salah satu media. Dan jika hal ini dilakukan terus-menerus. dengan cara terus menerus menulis pada beberapa media yang diinginkan. Sehingga dengan terpaksa tulisan kita yang dikalahkan. seorang penulis sudah bisa menghemat tenaga dan mengefisienkan waktu. mengamatio sendiri.

bagi pemula ada baiknya. diantaranya: a. tentu akan menambah motivasi baru untuk lebih produktif lagi dan lebih berkualis lagi dalam menulis. tapi penataan bahasanya kacau—tidak memenuhi kaidah-kaidah reasoning (penalaran)—naskah buku tersebut akan menjadi tidak 31 . Strategi Pengiriman Tulisan Tidak jarang tulisan yang secara isi pantas dimuat. b. namun jika rajin mengamati setiap media cetak dan terbiasa membuat artikel.James Rompas profesional bukan hanya sebatas mengetahui visi dan misi suatu media. apa saja yang membuat naskah buku berkualitas ? Tentu. Redaksi juga lebih banyak kesempatan untuk membantu mengkoreksi tulisan kita c. di samping materi yang berbobot. karena tidak mungkin memuatnya pada waktu yang tepat berhubung terbatasnya ruang atau berbenturan dengan tulisan lain. Lalu. namun kemudian dikembalikan. Untuk lebih memperbesar kemungkianan pemuatan tulisan kita di media massa. yang skupnya lokal terlebih dulu. Sehebat apapun materi yang disajikan. sebarkan ke berbagai media massa. dengan bonaviditas memilih mulai yang paling rendah. atau media yang masih berkembang. lambat laun akan memahaminya. Bobot isi yang baik tidak terletak pada tema yang diangkat. Tema hanya menentukan selera. Buatlah terus beberapa tulisan yang berbeda-beda. 4. Peluang pemuatan akan lebih besar. Hal ini memang sulit untuk penulis pemula. Ada beberapa keuntungan penulis pemula mengirimkan tulisannya kemedia lokal. paling tidak ada 2 hal yang patut diperhatikan menyangkut naskah yang berkualitas: Pertama. tetapi gaya bahasa dan model judul suatu media sudah berada dalam pikirannya. Saingan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu berat. Naskah yang berkualitas tidak hanya memiliki bobot isi yang baik. bahasa buku. by Aef Kusnawan Membuat Naskah Buku yang Berkualitas Naskah buku yang berkualitas adalah dambaan setiap penerbit. Sementara dengan dimuatnya tulisan kita. tapi juga bidikan pasar yang marketable. Tema tidak menentukan apakah sebuah buku—meminjam istilah Hernowo—“bergizi” atau tidak. maka selain kita memperhatikan moment yang tepat. yang dipandang redaksi lebih baik. Hampir dipastikan penerbit hanya akan menerbitkan naskah-naskah yang berkualitas. hendaknya kita juga tidak cuma membuat kemudian menunggu satu tulisan. Untuk pemilihan medianya sendiri.

menurutnya. Bagi Iip. Tapi kalau membaca isinya.James Rompas menarik. membuat judul yang “menggigit”. Terlepas dari benar-tidaknya apa yang dilakukan Iip. tak heran bila buku-buku Iip dapat menembus angka penjualan yang lumayan spektakuler. judul-judulnya menggigit bukan? Bahkan acapkali judulnya lebih “menggigit” ketimbang isi buku itu sendiri. Kedua. Karenanya. 2) seluruh kalimatnya diupayakan memiliki diksi (pilihan kata) yang indah dan menggairahkan.000 eksemplar pada dua bulan pertama. Maka. juga karena tampilan bukunya yang memikat. bukubuku itu lebih kepada analisis seks menggunakan ilmu tasawuf. dan Kampus Fresh Chiken. dan mengasyikkan. Apa kata Iip? Iip mengaku sengaja memilih judul-judul yang kontroversial dan komersial. Seks In The Kost. Tapi. serta merangsang nalar. *** by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. memberi pelajaran kepada kita pentingnya membuat judul yang “menggigit”. Buku Seks In The Kost-nya Iip misalnya. Iip Wijayanto pernah diprotes dengan judul bukunya itu yang teramat provokatif. Sebuah buku. Dari aspek judul. Isi buku itu dinilai beda jauh dengan judulnya. 1) susunan kalimat dan gerombolannya harus logis. tak banyak yang bisa diperbuat oleh penulis untuk mengemas daya pikat. selain karena materinya oke. terjual 20. mengalir. buku-buku Iip memang cukup kontroversial. Seks Kalangan Terpelajar. dikatakan berkualitas. satu dari banyak hal yang bisa dilakukan oleh penulis untuk mendongkrak kualitas naskah buku. Pihak penerbit yang banyak berperan. Dalam sebuah acara diskusi buku Seks In The Kost di Aula Fakultas Psikologi Unair Surabaya. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (1) Penulis Buku Adalah Pembaca yang Baik 32 . Perhatikan buku-buku yang berhasil best seller. mengemas “daya pikat”. Untuk naskah buku. “kasus” judul-judul Iip yang kontroversial. Untuk membuat sebuah bahasa yang mampu merangsang nalar. Judul-judul yang “heboh” merupakan strategi agar pesan dakwah sampai ke banyak kalangan. bahasa perlu diolah sedemikian rupa agar ketika naskah dibaca. Karena. kalau judul bukunya mengandung unsur religius. maka pangsa pembacanya hanya kalangan tertentu. Di antaranya.05 Persen (hasil penelitian tentang virginitas mahasiswi Jogja). terasa enak. bahasanya tertata dengan baik. 97. 3) penyajian keseluruhan bahasa memiliki koherensi (keterkaitan) dan komposisi (ketersusunan) yang selain harmonis juga menyimpulkan. judul buku yang “heboh” itu adalah strategi saja. Karenanya Iip dituding hanya mengejar keuntungan. mudah dicerna. maka.

pasti ada air yang akan luber. Dengan tradisi membaca pula. Penulis diandaikan penuh (secara relatif) oleh pengetahuan. 1. informasi. pengamatan. Dalam wawancara dengan majalah sastra Horison (XXI/365-367) YB. Kalau ia “diisi” (dalam arti membaca) pasti lama-lama akan ada “luber”. apa pun itu. Logikanya sederhana. pengetahuan. misalnya. Menulis buku berarti memberi informasi atau wawasan kepada masyarakat. Lalu apa hubungannya antara kendi dengan menulis buku ? Menulis buku pun tidak jauh berbeda dengan kendi. Teori Kendi Ada sebuah teori sederhana yang bisa menjadi bahan untuk menjelaskan pentingnya “membaca” (sebagai proses menyerap ilmu dan informasi) sebagai kunci bagi seseorang yang ingin menjadi penulis buku. Tanpa ini. bahwa penulis itu ibarat ember yang penuh berisi air. menulis buku tentu berhubungan dengan banyak hal yang berbasis pada ilmu. tradisi membaca memang merupakan tradisi yang tak bisa ditawar-tawar lagi bagi seorang calon penulis buku. Namun. pengalaman. Pengetahuan yang banyak dan wawasan yang luas adalah “bahan baku utama” yang siap “dimasak” menjadi aneka buku 33 . Karena seorang penulis buku haruslah seorang yang kaya wawasan. Seseorang yang jenius sekalipun tidak akan bisa menulis buku kalau tak pernah memberi “air” dalam “kendinya”. pengetahuan. Penulis (Buku) yang Baik adalah Pembaca (Buku) yang Baik Pula Untuk itu. apabila kita tak pernah menyerap ilmu. khususnya mengenai menulis buku. Seorang penulis (buku) yang baik tentu adalah juga seorang pembaca (buku) yang baik pula. Mangunwijaya. Jika ember ini diisi air lagi. atau pun membaca dalam arti kontekstual seperti membaca alam atau peristiwa kehidupan. data. maka tak pelak ia terlebih dahulu harus membangun tradisi membaca yang kuat dalam hidupnya. Sebuah kendi. kadang juga airnya ditumpahkan untuk diminum. Kendi itu akan tumpah airnya seandainya dimasuki air terus-menerus. tentang hal itu. Diibaratkan kendi itu adalah tubuh manusia. baik membaca dalam arti tekstual seperti membaca buku. Mangunwijaya mengatakan yang intinya adalah. dan lain-lain. maka hampir dipastikan jalan untuk menjadi penulis buku yang sukses akan sia-sia. dan pengetahuan. Sehingga seorang penulis buku haruslah “lebih pandai” dari pembacanya. 2. Tentu kita tidak akan bisa menulis buku tentang “pendidikan seks Islami”. Serupa dengan teori kendi adalah “teori ember” yang dikemukakan oleh YB. banyak pengetahuan yang akan didapat dan wawasan pun akan kian luas membentang.James Rompas Termasuk pula ketika seseorang ingin menapak jalan menuju kesuksesan sebagai seorang penulis buku. Pernah Anda melihat kendi ? Benda yang sederhana dan terbuat dari tanah liat yang dibakar itu ternyata menyimpan sebuah teori yang sangat penting. maksudnya dibagikan kepada khalayak ramai melalui karya tulisan. Air itu adalah ilmu. Teori itu adalah “teori kendi”. informasi. ada kalanya diisi air. informasi. Dan kesemua hal itu hanya bisa diperoleh dari hasil kerja membaca.

Hingga kini Fauzil sudah menulis sekitar 20 judul buku. Contoh lainnya adalah Ahmad Thohari. semisal Tempo dan Panji Masyarakat. pada usia sekolah dasar. sudah bisa membuat cerpen. Buku pertama Fauzil terbit ketika ia masih kuliah di semester empat. menjadi pilihannya. Fauzil bahkan sudah tak mau lagi membaca majalah anak-anak. Buku keduanya berjudul Mendidik Anak Menuju Taklif terbit tahun 1996 oleh penerbit Pustaka Pelajar. Cerpennya pertama dimuat di Koran Surabaya Minggu dengan judul Melewati Kabut Cinta. Dengan banyak membaca pula seorang penulis akan selalu produktif menghasilkan karya dan tidak akan kehabisan ide. menjadikan tulisannya mengalir dan gagasannya tertuang rapi. Ketika kecil Fauzil diperkenalkan ibunya bacaan-bacaan menarik. Saat SMP. Sebut saja Mohammad Fauzil Adhim sekadar sebagai contoh. Tak hanya itu. Kegemaran atau kegilaan membaca pada masa kecil itulah. Debut kepenulisan Fauzil yang lahir 29 Desember 1972 di Mojokerto. Sastrawan kelahiran Tinggarjawya 34 . Bacaannya saat itu adalah buku-buku yang terhitung berat untuk anak seusianya. Keakrabannya dengan buku. keduanya diterbitkan penerbit Gema Insani Press. Judulnya Mengajar Anak Anda Mengenal Allah (1994) yang diterbitkan Mizan. seperti Injil dan telaah-telaah kitab Wedha. Buntutnya. Setahun kemudian. Majalah-majalah berita. Buku terakhir Fauzil berjudul Indahnya Pernikahan Dini (2002) dan Agar Cinta Bersemi Indah (2002). Sehingga Fauzil tak bingung dan terjerumus pada pikiran-pikiran yang ada pada bacaan ‘kelas beratnya’. ada sang kakek yang mengarahkan apa yang dibaca cucunya itu. misalnya buku-buku filsafat dan sejenisnya. muncul bukunya yang best seller berjudul Kupinang Engkau dengan Hamdalah.James Rompas yang akan dinikmati masyarakat. by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. hampir semua tentang pendidikan anak dan keluarga. Penulis muda yang populer sebagai “penulis spesialis pernikahan” ini adalah seorang pembaca buku yang kuat. ia pun melahap kitab-kitab agama lain. hingga membuat Fauzil jadi keranjingan membaca. Jawa Timur ini dimulai sejak SD kelas V. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (2) Tradisi Menulis Saudara Dekat Tradisi Mambaca Rasanya bukan merupakan kebetulan bila hampir semua (untuk tidak menyebut semua) penulis buku (atau non-buku) adalah memiliki tradisi atau paling tidak memiliki hobi membaca yang kuat. Alhamdulillah. rupanya yang kelak memberi manfaat terhadap proses menulisnya.

muncul buku-buku yang lain yang ia luncurkan tepat waktu. Karyakarya Thohari lainnya. Sejak SMP. Lintang Kemukus Dinihari (1984). Banyumas. Bahkan bukunya Pemilu 1999. USA. Atheis. dan Jantera Bianglala (1985) telah diterjemahkan dalam 5 bahasa dunia. 13 Juni 1942 ini juga dikenal suka membaca sejak kecil. Chaidar sudah berani melempar tulisannya ke majalah Prisma. Aceh. ICMI dan DI.James Rompas Kecamatan Jatilawang. Bukit Barisan. Ia juga suka membaca komik-komik wayang. Mas Mantri Menjenguk Tuhan. Chaidar yang kelahiran Lhokseumawe. dan mantan Redaktur Amanah (1986-1993) ini juga melahirkan kumpulan cerpen semisal Senyum Karnyamin. peneliti di Lembaga Studi Pengkajian Etika dan Usaha (LSPEU) ini masih rajin menulis artikel di media massa nasional. Layar Terkembang. Logika) karya Tan Malaka dan buku Das Kapital karya Karl Marx begitu lahap disantapnya. Nama Ahmad Thohari sebagai penulis sastra saat ini tidak hanya dikenal masyarakat Indonesia saja. Buku-buku seperti Madilog (Materialisme. Dan masih banyak karya Ahmad Thohari yang lain. Harap diketahui. tak urung itu membuatnya senang dan semakin aktif menulis. dan lain-lain. Islam Kultural Islam Politik Islam Radikal di Medan Laga Politik Indonesia (2000). Di antaranya. sejak kecil juga “gila” membaca. Salah Asuhan. Contoh lainnya lagi adalah Al-Chaidar. Di Bawah Lindungan Ka’bah. Al-Chaidar sudah membuat album puisi sendiri. tahun 1998 Chaidar menelorkan buku berjudul Reformasi Prematur. Federasi atau Disentegrasi (2000). Bukunya berjudul Wacana Ideologi Negara Islam. Kendati tulisannya hanya dimasukkan dalam rubrik “komentar dan kritik”. NU. semua buku yang ditulis Chaidar disertai catatan kaki yang cukup 35 . peserta International Writing Program Iowa. Di sekolah menengah pertama itu ia sudah lahap membaca buku-buku karya Ali Syari’ati. Dialektika. Penulis buku yang cukup produktif ini. Selain novel. Bekisar Merah (1992) telah diterjemahkan dalam bahasa Jepang. selain itu juga menulis banyak buku. serta Kamus Dialek Banyumas-Indonesia. Trilogi novelnya Ronggeng Dukuh Paruk (1982). Pertarungan Ideologis Partaipartai Islam dan Partai Sekuler muncul menjelang kampanye Mei 1999. dan Waspada. Ketika duduk di bangku SMP. Ketika SMP. Aceh Bersimbah Darah muncul setelah kasus DOM Aceh mulai terkuak. maupun Fazlurrahman. juga kumpulan kolom antara lain Berhala Kontemporer. Sekarang. Karya lain Chaidar adalah Pengantar Politik Kartosoewiryo. Mas Mantri Menggugat. Sayyed Hussein Nasr. tahun 1969. tapi juga masyarakat Internasional. Kegemaran Thohari membaca itulah yang kelak juga menjadi basic ia menjadi penulis (fiksi/novel) yang sukses. “Kegilaan” membaca itu pula kelak yang mengantarkan Chaidar dikenal sebagai penulis buku produktif. Tak terpaut lama. Kubah (1981). dan lain sebagainya. Bahkan ketika kelas II SMP. Azab dan Sengsara. Ketika duduk di bangku SMA. Sejak kecil Thohari sudah terbiasa membaca koran sebelum masuk Sekolah Dasar. 22 November 1969 itu sudah gemar membaca buku-buku berat seperti filsafat. Banyak buku yang telah lahir dari “tangan kreatif” Al-Chaidar. majalah dengan tulisan-tulisan berat yang dikenal sebagai standar prestise para intelektual Indonesia. ia sudah melahap buku-buku novel klasik Indonesia seperti: Belenggu. Kebiasaan menulis itu dilanjutkan ke berbagai Koran daerah seperti harian Analisa. Di Kaki Bukit Cibalak (1979). minat baca Chaidar semakin menggila.

sim salabim aba kadabra langsung suka membaca. Bahkan buku Chaidar berjudul Pengantar Politik Kartosoewiryo dalam tempo singkat. seseorang akan terhindar dari penyakit demensia. Informasi yang diserap dari kerja membaca jauh lebih efektif dan mengendap ketimbang yang diperoleh dari mendengar dan menonton. sudah ngantuk. gizi membaca buku melebihi ceramah atau hal-hal lain yang diperoleh dari telinga (mendengar) dan mata (melihat). Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (3) Mengatasi Keenganan Membaca Membangun tradisi membaca tidak seperti “main sulap”. Keinginan sih ada.James Rompas lengkap dari berbagai bahasa. Banyak yang lebih memilih tradisi mendengar dan menonton. Itu pun dikerjakan dengan memakan waktu rata-rata satu bulan. dapat dipastikan akan mengalami kepikunan atau (dalam bahasa remaja disebut) “tulalit”. apalagi yang tebal. Bahkan malah akan membuat hidup Anda semakin bermakna. sudah cetak ulang tiga kali. saatnya Anda mulai membangun tradisi membaca yang kuat dalam hidup Anda. Seorang peneliti dari Hanry Ford Health System bernama Dr. Survei membuktikan. Tapi ia harus dibangun dan dibiasakan. bagi yang tidak terbiasa membaca sejak kecil. Demensia adalah nama penyakit yang merusak jaringan otak. hanya lewat membaca bukulah kita mampu menumbuhkan saraf-saraf di kepala kita. sulit sekali untuk punya tradisi membaca. Tapi cukuplah tiga penulis di atas sebagai contoh. Apabila seseorang terserang demensia. Tidak. rata-rata buku Chaidar mengalami cetak ulang 6 kali. membuktikan bahwa hanya dengan membaca buku. Percayalah! by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. kendati Anda tak bisa menjadi penulis sukses pun. membaca buku akan membuat seseorang tetap berpikir. Anda pengin menjadi penulis sukses? Bila Anda belum suka membaca. Tapi. C. sudah bete dulu. sebagaimana dikutip Hernowo. Masih ada banyak contoh lagi yang bisa disebut di sini. Bagi yang sudah terbiasa membaca sejak kecil sih. betapa tradisi membaca yang kuat telah mengantarkan mereka menjadi penulis yang sukses. yakni 2 minggu. Kelak. Edward Coffey. tradisi membaca lebih baik dibanding dengan hanya sekedar menonton dan mendengar. Sebab. tidak ada masalah. Dalam bahasa Hernowo di bukunya Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza. Dan. tradisi membaca yang telah Anda bangun tak akan membuat Anda rugi. tapi baru lihat buku saja. Menurut Zulkarnaen. editor buku-buku Chaidar. manfaat lainnya. tak banyak orang yang memiliki tradisi membaca. 36 . Atau baru membaca dua atau tiga halaman buku. Padahal.

Cari saja halamanhalaman yang menarik dan bermanfaat. ingatlah bahwa tidak semua halaman buku itu harus dibaca. Bayangkan Anda memiliki kacamata minus 2. Dalam bukunya Andaikan Buku Sepotong Pizza ia mengungkapkan kiat-kiat itu. Anda dapat mengenali lebih dahulu siapa pengarang buku tersebut. Demikian jugalah yang terjadi dengan ruhani kita. Anda bersikukuh tak mau mengganti kacamata minus 2 Anda. Tubuh kita akan loyo dan sakit-sakitan. cicipilah “kelezatan” sebuah buku sebelum membaca semua halaman. boring deh baca buku yang tebal-tebal itu. Paradigma adalah cara kita memandang sesuatu. Ketiga. 1. saya pasti ngantuk. Bayangkan apabila jasmani kita tidak diberi nasi. Pertama. Namun. sebagaimana Anda memilih makanan yang Anda gemari. yaitu makanan untuk ruhani kita. Anda dapat ngemil membaca pada pagi hari 37 . Mengubah Paradigma Membaca : Menganggap Buku Sebagai Makanan “Kunci” untuk membuka gembok keengganan membaca buku adalah paradigma. Lima tahun kemudian. telur. laiknya Anda memakan kacang goreng). daging ayam. Apa yang akan terjadi. Mintalah mereka untuk menunjukkan lebih dahulu hal-hal yang menarik yang ada di buku itu. Lalu bagaimana mengatasi keengganan membaca? Hernowo yang kini menjabat General Manajer Editorial Penerbit Mizan mempunyai kiat-kiat jitu. untuk memasuki dunia buku. Baca buku bikin kepala cepat botak!” Itulah paradigma—atau kacamata yang Anda gunakan—dalam membaca buku. agar membaca buku tidak lantas membuat kita mengantuk. pilihlah bukubuku yang memang kita sukai. Buku adalah salah satu jenis “makanan ruhani” kita yang sangat bergizi. Inilah akibat yang timbul karena Anda mempertahankan paradigma kacamata minus 2 Anda. atau sahabat Anda).” “Saya pilih nonton sinetron aja deh ketimbang baca buku. Atau. Apa itu paradigma ? Paradigma adalah kacamata. Nah. Anda harus mengganti kacamata Anda dengan kacamata minus 3. Kedua. pendidikan (salah satu pendidikan termudah adalah membaca buku) dapat menciptakan semacam lapisan penyangga yang melindungi dan mengganti-rugi perubahan otak. buku kadang memiliki gizi lebih dibandingkan ceramah. Lewat paradigma-baru membaca buku—dengan menganggap buku sebagai makanan—kita dapat memperlakukan buku laiknya makanan kesukaan kita.James Rompas Menurut penelitian Coffey. Hal itu dibuktikan dengan meneliti struktur otak 320 orang berusia 66 tahun hingga 80 tahun yang tak terkena demensia. kita perlu mengubah paradigma (atau kaca mata) dalam memandang buku. bacalah buku secara ngemil (sedikit demi sedikit. Anda bisa bertanya kepada seseorang yang menganjurkan Anda untuk membaca sebuah buku (misalnya guru. Mendengarkan pengajian dan ceramah adalah juga sebentuk “makanan ruhani”. dan makanan bergizi tinggi lainnya. Apa yang terjadi ? Anda akan merasa pusing apabila melihat sesuatu. orangtua. Apabila Anda bertemu dengan buku ilmiah setebal 300 halaman. Namun. Buku sama saja dengan makanan. Apa ya paradigma Anda berkaitan dengan membaca buku? Mungkin ini: “Wah.” Atau ini: “Setiap kali baca buku ilmiah. Berikut ini intisari kiat-kiat itu.

Membaca dengan Gaya SAVI Apabila Anda sudah mengubah paradigma membaca buku Anda—bahwa membaca buku seperti memakan pizza—cobalah mulai membaca buku-buku ilmiah saat ini juga. membaca secara Visual. Setelah itu. Gerakkan tangan.James Rompas sebanyak 5 halaman. penguatan internalisasi akan pentingnya membaca dalam kehidupan harus dilakukan. Cobalah sesekali membaca dengan menyuarakan apa yang Anda baca itu (dijaharkan). Dave Maier dalam bukunya The Accelerated Learning Handbook. silahkan menggunakan gaya SAVI dalam membaca sebuah buku. Insya Allah. Insya Allah. insya Allah. Ketiga. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Untuk mempermudah Anda dalam membaca buku. Nah. Auditori (bunyi). mari kita baca dan tafakkuri kembali wahyu pertama Surat Al-‘Alaq ayat 1-5 agar kita senantiasa mengingat bahwa aktivitas membaca adalah pesan penting pertama Al-Quran yang sudah selayaknya kita sambut untuk menjadi bagian dalam hidup kita. dan menghindarkan manusia dari jalan hidup yang sesat. Visual (gambar). Lebih-lebih bila Anda menjumpai kalimatkalimat yang sulit dicerna. Misalnya. gambarlah! Ini. dan Intelektual (merenungkan). dan Tuhanmulah Yang Paling 38 . menyajikan tip-tip menarik. Ini berarti. Akan lebih bagus apabila—saat merenung itu—Anda juga mencatat hal-hal penting yang Anda peroleh dari halaman-halaman sebuah buku. dengan demikian. 2. hanya satu saja dari sekian dampak positif yang akan Anda dapatkan dengan tradisi membaca yang kuat. Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. mengajak manusia kepada jalan yang lurus. berhentilah sejenak. Sehingga aktivitas membaca akan lebih langgeng dan bukan semata bertujuan karena Anda ingin menjadi seorang penulis buku. menulis bukunya untuk berdakwah: menyampaikan kebenaran. Keempat. Anda akan dimudahkan dalam menuangkan atau menceritakan kembali apa-apa yang Anda baca. Kiat-kiat di atas hanyalah beberapa petunjuk praktis yang diharapkan dapat membantu memotivasi Anda untuk tak lagi enggan membaca buku. Nanti. Bacalah. kaki. cobalah Anda tidak hanya duduk. Ini juga berkaitan dengan kemampuan luar biasa Anda. Agar pembacaan Anda lebih bermakna. Dorongan ingin (menjadi) penulis buku. setelah membaca 5 atau 7 halaman. baca kembali buku Anda. Itu pun harus diniati. Agar hasilnya lebih bagus. Kedua. juga akan mempercepat pemahaman Anda. Ini berkaitan dengan kemampuan dahsyat Anda yang bernama imajinasi atau kekuatan membayangkan. Gerakkan tubuh Anda saat membaca. sebagaimana petunjuk berikut. Kalau perlu. dan kepala Anda. Anda perlu jeda atau berhenti sejenak setelah membaca. telinga Anda akan membantu mencernanya. pada sore hari. membaca secara Auditori. SAVI adalah singkatan dari Somatis (bersifat raga/tubuh). Berdiri atau berjalan-jalanlah saat membaca buku. membaca secara Intelektual. Cobalah bayangkan saat Anda membaca sebuah konsep atau gagasan. Untuk itu. tambah 10 halaman. pada saat membaca. membaca secara Somatis. Pertama. Meier menamai tip-tipnya ini “metode belajar gaya SAVI”. Dan renungkanlah manfaat yang Anda peroleh dari pembacaan Anda.

Besar angka yang dipatok untuk sitem jual putus ini umumnya berkisar Rp 7. Artinya. tapi dihitung dari harga bersih (netto) per bukunya. Namun.*** by Badiatul Muchlisin Asti Buku Laris Rezeki Manis Kunci dari meraup penghasilan dengan menulis buku adalah pada semakin larisnya buku yang kita tulis. besar royalty itu 10 % dari harga jual eceran (bruto) per bukunya. Atau ada pula yang mematok 15 %. maka sang penulis buku itu tidak dapat menikmati kesuksesan itu.per halaman. Atau dalam bahasa yang lain “buku kian laris. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Sistem ini memang cenderung tidak adil. umumnya. amat jarang sistem ini digunakan oleh penerbit. rezeki kian manis” atau “kian laris buku. Besar royalty itu bervariasi atau berbeda antara penerbit satu dengan penerbit yang lainnya. bagaimana sebuah penerbit menghargai karya seorang penulis ? Umumnya.James Rompas Pemurah. sehingga jarang digunakan. Artinya. penerbit menggunakan sistem royalty dalam menghargai karya seorang penulis buku. kita menulis buku dengan jumlah halaman 50 lembar. rezeki kian manis” atau “kian laris buku. maka rezeki (penghasilan) yang akan kita dapatkan juga akan semakin tebal atau banyak. jika buku itu meledak (laris) di pasaran. Lalu. Kunci dari meraup penghasilan dengan menulis buku adalah pada semakin larisnya buku yang kita tulis. Masing-masing penerbit memiliki policy atau kebijakan masing-masing. Namun... kian tebal saku”. Atau ada pula yang mematok 15 %. besar royalty itu 10 % dari harga jual eceran (bruto) per bukunya. Selain memakai sistem royalty.000. kian tebal saku”. Taruhlah sekedar contoh. Besar royalty itu bervariasi atau berbeda antara penerbit satu dengan penerbit yang lainnya.sampai Rp 10. Dari gambaran singkat sistem “penghargaan” terhadap sebuah karya buku di atas. umumnya. 39 . tapi dihitung dari harga bersih (netto) per bukunya. Al-‘Alaq: 1-5). semakin terjual banyak (laris) buku yang kita tulis. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.000. bagaimana sebuah penerbit menghargai karya seorang penulis ? Umumnya. penerbit menggunakan sistem royalty dalam menghargai karya seorang penulis buku. semakin terjual banyak (laris) buku yang kita tulis. maka rezeki (penghasilan) yang akan kita dapatkan juga akan semakin tebal atau banyak. Masing-masing penerbit memiliki policy atau kebijakan masing-masing.” (QS. Atau dalam bahasa yang lain “buku kian laris. Namun. Masalahnya. Lalu. beberapa penerbit juga ada yang menerapkan sistem jual putus (flat). maka kita akan menjadi tahu peluang meraih penghasilan yang dapat kita tangkap dari kerja menulis buku.

maka royalti kita bila dihitung 10 persen. yang terbaik nanti diterbitkan.000. Sebuah penerbitan akan rugi besar jika buku yang diterbitkan ternyata tidak laku di pasaran. Itu bila per halaman tulisan kita dihargai Rp 7. Tinggal dikalikan dengan jumlah penjualan. Naskah buku bisa didapatkan dengan berbagai cara. Begitu pula seorang penerbit harus mempunyai tanggung jawab moral untuk mencerdaskan masyarakat. dewasa. Padahal.(tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah). 3. yakni Rp 500. Sasaran pembaca Siapakah pembaca buku ini: umum. Misalnya. Hal ini baik menyangkut bisnis maupun idealisme.500. peluang membuka pintu rezeki dengan menulis buku memang bukan hal yang aneh atau mustahil. Tapi bila per halaman tulisan kita dihargai Rp 10.000 [sepuluh ribu rupiah].000 [seribu rupiah] per eksemplar buku. akan semakin memiliki peluang lebih besar lagi jumlah penghasilan yang akan kita peroleh. untuk menerbitkan sebuah buku sebuah penerbitan harus bisa memenuhi kriteria berikut ini: 1.James Rompas Dengan sistem beli putus. dalam arti semakin banyak buku yang kita tulis dan diterbitkan. hasil kajian ilmiah pakar tertentu.. akan mendapat Rp 1. Bila setelah dicetak menjadi buku. kita paling tidak akan bisa mengontangi uang lebih besar lagi. mahasiswa (jurusan apa. anak-anak.(lima ratus ribu rupiah).. Walau demikian tidak sembarang naskah akan diterbitkan. By Badiatul Muchlisin Asti Ciri-ciri Naskah Buku yang Berkualitas Naskah buku adalah tulang punggung penerbit. tidak melulu bisnis.-. kita akan mendapatkan paling tidak uang senilai Rp 375. di antaranya kreativitas penerbit dengan menyusun langsung buku-buku tertentu. buku pelajaran mudah diperkirakan jumlah pembacanya karena yang menggunakannya pelajar pada jenjang pendidikan 40 . tidak akan ada penerbitan. tulisan sejumlah 50 halaman dapat kita selesaikan dalam jangka waktu 5-7 hari (1 minggu) atau paling lama 1 bulan dengan tanpa meninggalkan pekerjaan utama kita. semuanya harus memenuhi persyaratan. atau jika mungkin penerbit mengadakan sayembara mengarang/menulis buku. Bila menggunakan sistem royalti akan semakin berpeluang untuk meraup keuntungan lebih besar lagi. harga eceran per buku Rp 10. orang tua. Tanpa sebuah naskah. Keperluan Apakah buku ini memang diperlukan masyarakat? Mengapa? 2. Semakin laris buku kita—apalagi kalau sampai dicetak ulang berkali-kali karena saking larisnya—maka akan semakin besar jumlah uang yang akan kita terima. Dan semakin produktif kita. Menurut Sofia Mansoor dan Niksolim (1993).-. misalnya menjadi guru atau dosen. kaum ibu.000. tetapi untuk buku tertentu jawabannya mudah.000. Jumlah Pembaca Berapa kira-kira ukuran pasar? Hal ini tidak mudah dijawab. bila kita biasa menulis. kiriman penulis. tingkat berapa). Pada masa kini.

agama. Buku yang laku. semakin banyak pembaca berarti dakwah semakin tersebar luas. 41 .James Rompas tertentu. jelas akan diuntungkan dengan buku best seller (laris di pasaran). Kemutakhiran Apakah isi buku ini tidak ketinggalan zaman? Jawabannya dapat diperolah dengan mengamati daftar pustaka yang diacu pengarang. 4. apakah ilustrasi mendukung uraian? 7. tidak menentang ideologi negara. Naskah Anda harus dikirim ke penerbit yang sesuai dengan jenis buku Anda. ras. Dalam pengiriman naskah. baik penerbit maupun penulis. berikutnya dikirim ke penerbit. akan mampu menulis buku yang bukan hanya berkwalitas. buku pelajaran (SD. Menentukan penerbit yang tepat Setelah naskah itu sempurna. Kelayakan terbit Apakah buku tersebut layak diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan? Sejumlah penerbit hanya menerbitkan buku-buku tertentu. buku perguruan tinggi. tapi juga disukai khalayak pembaca. Apa kelemahan dan kelebihan naskah buku ini dibanding saingannya? 6. Penyajian Apakah isi ditulis dengan susunan tertib. 9. Memastikan kategori sebuah penerbitan. universitas misalnya. buku agama. Dalam hal ini jangan salah mengirim naskah. sesuai dengan tingkat pembaca? 5. Penerbit buku ada beberapa kategori. 8. buku agama. By Abu Al-Ghifari Strategi Mengirim Naskah Buku Ke Penerbit Apa yang dilakukan setelah naskah rampung dibuat? tentu saja mengirimkannya ke penerbit buku. dapat Anda lihat dari katalog bukunya. Dari sudut ekonomi. Apalah artinya naskah bagus jika hanya untuk koleksi pribadi. apakah bahasa pengarang mudah dipahami. dan penerbit buku umum. Saingan Apakah ada buku lain yang menjadi saingan buku tersebut? Sebutkan judulnya. hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. sekolah. yaitu penerbit buku anakanak. akan menguntungkan dari segi dakwah. Isi Naskah Apakah isi naskah tidak menyinggung SARA (suku. SLTP dan SMU). Hak cipta Apakah penelaah mengenali ada bagian yang dikutip dari buku lain? Penerbit harus waspada agar jangan sampai penerbit dituntut karena menerbitkan buku jiplakan. Seorang penulis yang mampu menyelami nurani massa. dan antar golongan/adat istiadat).

Namun sebelum naskah itu dikirim. sehingga akhirnya mereka kuwalahan alias tidak mampu menghafalkannya lagi. pengalaman menulis. terpikirlah untuk menuangkannya dalam tulisan. melainkan tulisan-tulisan di atas keping-keping batu (prasasti) atau juga di atas kertas yang terbuat dari daun papyrus. terutama yang baru pertama kali mengajukan naskah ke penerbit itu. Mereka menuliskannya di batu-batu atau pun di kertas papyrus. langkah berikutnya mengirimkan naskah ke penerbit tersebut. Format surat pengantar ini terserah penulis. Biasanya diperhatikan dulu sinopsis atau ringkasan dari buku yang Anda tulis. karya-karya yang pernah diterbitkan (jika ada). Penyampaian informasi. Kertas papyrus bertulisan dan berbentuk gulungan ini yang disebut sebagi bentuk awal buku atau buku kuno. yang penting berisi pengajuan naskah. disampaikan secara lisan dari mulut ke mulut. nyanyian. lahirlah apa yang disebut sebagai buku kuno. Pengiriman Naskah Naskah yang sudah siap termasuk sudah dilengkapi kelengkapan di atas. Maka. Pengiriman naskah dapat diantar langsung atau via pos/kurir. pekerjaan. cerita-cerita. do’a-do’a. Mesir merupakan bangsa yang pertama mengenal tulisan yang disebut hieroglif. belum berupa tulisan yang tercetak di atas kertas modern seperti sekarang ini. 42 . Untuk itu jangan lupa menyertakan sonopsis ini. Kian hari.James Rompas b. Surat pengantar adalah etika yang harus disertakan yang berfungsi sebagai prolog kerjasama antara penerbit dan penulis. Sejarah Perkembangan Buku Pada zaman kuno. lengkapi dulu dengan berbagai kelengkapan berikut ini: 1) surat pengantar Penyertaan surat pengantar penting. hafalan merupakan ciri yang menandai tradisi ini. Papyrus adalah tumbuhan sejenis alang-alang yang banyak tumbuh di tepi Sungai Nil. Menyertakan kelengkapan pengajuan Setelah menentukan penerbit yang cocok untuk buku Anda. Hingga. 2) menyertakan identitas diri Identitas yang dimaksud menyangkut latar belakang pendidikan. termasuk ide penulisan buku yang diajukan. Tulisan hieroglif yang diperkenalkan bangsa Mesir Kuno bentuk hurufnya berupa gambar-gambar. sekalipun Anda penulis ternama. maupun syair. By Abu Al-Ghifari Mengenal Sejarah Buku 1 . Semuanya dihafal. c. Buku kuno ketika itu. Karenanya. tradisi komunikasi masih mengandalkan lisan. segera kirimkan ke penerbit yang Anda maksud. kian banyak saja hal-hal yang musti dihafal. 3) sinopsis naskah Editor sebuah penerbitan biasanya tidak langsung membaca naskah buku Anda. Saking banyaknya.

Ts’ai Lun berkebangsaan Cina. penemuan mesin cetak pertama kali merupakan tahap perkembangan selanjutnya yang signifikan dari dunia perbukuan. Dengan akalnya.5 meter. Gutenberg menemukan cara pencetakan buku dengan huruf-huruf logam yang terpisah. di kemudian hari mengantarkan perkembangan bentuk buku mengalami perubahan. orang-orang Timur Tengah menggunakan kulit domba yang disamak dan dibentangkan. 43 . Perkamen lebih kuat dan lebih mudah dipotong dan dibuat berlipat-lipat sehingga lebih mudah digunakan. Hidup sekitar tahun 105 Masehi pada zaman Kekaisaran Ho Ti di daratan Cina. Buku kuno itu ditulis di atas daun lontar. Sebagai tindak lanjut penemuan kertas. Inilah bentuk awal dari buku yang berjilid. Daun lontar yang sudah ditulisi itu lalu dijilid hingga membentuk sebuah buku. Pencipta kertas yang memicu lahirnya era baru dunia perbukuan itu bernama Ts’ai Lun. Perkembangan selanjutnya. Perkembangan perbukuan mengalami perubahan signifikan dengan diciptakannya kertas yang sampai sekarang masih digunakan sebagai bahan baku penerbitan buku. Di Cina dan Jepang. tetap saja untuk menyelesaikan satu buah buku diperlukan waktu agak lama karena mesinnya kecil dan jumlah huruf yang digunakan terbatas. Gutenberg telah berhasil mengatasi kesulitan pembuatan buku yang dibuat dengan ditulis tangan. seperti Al-Qur’an yang dibuat dengan ditulis tangan. Perubahan itu selaras dengan fitrah manusia yang menginginkan kemudahan. Penemuan Ts’ai Lun telah mengantarkan bangsa Cina mengalami kemajuan. bangsa Romawi juga memanfaatkan papyrus untuk membuat tulisan. Kesulitan menggunakan gulungan papyrus. Awalnya yang banyak diterbitkan adalah kitab suci. Sehingga. pada zaman dahulu.James Rompas Selain Mesir. pada abad kedua. Di Indonesia sendiri. Cina menjadi pengekspor kertas satu-satunya di dunia. Kelebihannya. Bentuknya seperti lipatan-lipatan kain korden. Gutenberg juga melengkapi ciptaannya dengan mesin cetak. Hal ini sungguh merepotkan orang yang menulis maupun yang membacanya. Buku-buku kuno itu semuanya ditulis tangan. Maka. manusia terus berpikir untuk mengadakan peningkatan dalam peradaban kehidupannya. Namun. Huruf-huruf itu bisa dibentuk menjadi kata atau kalimat. Selain itu. artinya kertas kulit. perubahan bentuk buku gulungan menjadi buku berlipat yang diapit sampul berlangsung lebih cepat dan lebih sederhana. mesin Gutenberg mampu menggandakan cetakan dengan cepat dan jumlah yang banyak. Lembar ini disebut pergamenum yang kemudian disebut perkamen. Penemu mesin cetak itu berkebangsaan Jerman bernama Johanes Gensleich Zur Laden Zum Gutenberg. Karena itu. Papyrus terpanjang terdapat di British Museum di London yang mencapai 40. juga dikenal dengan buku kuno. gulungan papyrus digantikan oleh lembaran kulit domba terlipat yang dilindungi oleh kulit kayu yang keras yang dinamakan codex. gulungan papyrus ada yang dipotong-potong. pada awal abad pertengahan. Panjang gulungan papyrus itu kadang-kadang mencapai puluhan meter.

yakni pencetakan offset. mesin pemotong kertas. Bahkan sampai sekarang ini pun. kita akan dapat segera menyimpulkan. baik dari penerbit besar yang sudah mapan dan lebih dulu eksis. kendati sedang diterpa krisis. bukan sebaliknya. Hal itu diikuti pula dengan penemuan mesin komputer sehingga memudahkan untuk setting (menyusun huruf) dan lay out (tata letak halaman). Tak mengherankan bila sekarang ini kita dapati berbagai buku terbit silih berganti dengan penampilan yang semakin menarik. betapa penerbit-penerbit buku saat ini semakin banyak saja jumlahnya. Memang. maupun dari penerbit kecil yang baru merintis dan masih kembang-kempis. Semua penemuan menakjubkan itu telah menjadikan buku-buku sekarang ini mudah dicetak dengan sangat cepat. Banyak sekali jumlahnya. atau teks yang bekerja dengan sinar laser hingga bisa diolah melalui computer). maka akan kita jumpai. Animo masyarakat pun terhadap buku nampak juga mengalami peningkatan. tapi penerbit-penerbit buku malahan bermunculan. By Badiatul Muchlisin Astii 44 . sungguh mengherankan bahwa sebuah judul buku yang laku beberapa ribu saja sudah terasa menyenangkan dan dianggap bestseller. Tengoklah. serta hasil cetakan dan desain yang sangat bagus pula. dibanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang nyaris 200 juta orang. Bagi seorang muslim da’i yang memiliki komitmen dengan dakwah. scanner (alat pengkopi gambar. ilustrasi. Agar buku benarbenar menjelma fungsinya sebagai pencerdas dan pencerah umat. Mesin-mesin offset raksasa yang mampu mencetak ratusan ribu eksemplar buku dalam waktu singkat telah dibuat. dari pengamatan sekilas saja. berderet-deret bahkan bertumpuk-tumpuk buku-buku baru terbit silih berganti bak musim semi dengan beragam judul dan beraneka desain sampul yang menawan dari berbagai penerbit. Diikuti pula penemuan mesin penjilidan. Namun. Teknik cetak yang ditemukan Gutenberg bertahan hingga abad ke-20 sebelum akhirnya ditemukan teknik cetak yang lebih sempurna. yang ditemukan pada pertengahan abad ke-20.James Rompas Gutenberg memulai pembuatan mesin cetak pada abad ke-15. hingga tak terhitung. di negara kita Indonesia. Ini nampak dari banyaknya buku-buku bestseller yang laris manis diserbu masyarakat. kondisi ini tentu jauh lebih baik bila dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. di toko-toko buku yang ada di berbagai kota di negeri ini. kondisi di atas akan dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah. Akan tetapi. Tidak juga di Ikatan Penerbit Indonesia [IKAPI]. Menulis buku-buku bernuansa dakwah adalah pilihan yang sudah selayaknya untuk dilakukan. Sebab tidak semua penerbit bergabung dengan lembaga ini. sebab tak tersedia data yang dapat dipertanggungjawabkan. 2. dijilid dengan sangat bagus. Buku di Era Modern Di era modern sekarang ini perkembangan teknologi semakin canggih. dan juga printer laser (alat pencetak yang menggunakan sumber sinar laser untuk menulis pada kertas yang kemudian di taburi serbuk tinta). kondisi ekonomi masih gonjang-ganjing.

Materi dan gagasan penulisan hendaknya tidak bertentangan dengan UndangUndang Dasar 1945. Sebab jika seseorang melanggar etika profesi yang telah menjadi kesepakatan bersama. dapat diartikan sebagai sebuah usaha untuk menghargai dan loyal terhadap profesi yang ditekuni seseorang. sopir. 3. dan antargolongan). guru.James Rompas Etika Menulis Di dunia ini hampir tidak ada suatu pekerjaan pun yang dilakukan tanpa etika. Profesi dokter punya etika. Hal tersebut berakibat kurang dihargainya kredibilitas seseorang yang melanggar etika itu. penyebutan alamat tempat tinggal. Mentaati etika dari sebuah profesi. masinis. Belum mapannya etika profesi penulis ini disebabkan masih merupakan profesi baru dan belum berkembang sebagaimana profesi lainnya di Indonesia. Menggunakan bahasa yang baik dan benar. semuanya ada aturan main baik secara tertulis maupun tidak. 6. Seperti etika profesi dokter. Aturan main adalah dunia kepenulisan ini secara garis besar dapat disebutkan sebagai berikut: 1. ras. Isi tulisan tidak menyinggung kebersamaan dalam kerukunan sesama warga negara dan warga masyarakat secara keseluruhan. Seperti menjiplak. 5. 7. Keberadaan suatu etika pada umumnya didasarkan pada itikad baik untuk kebaikan bersama. agama. penyebutan pekerjaan. mengutip tanpa disebutkan sumbernya. Akan tetapi etika profesi penulis ini belum baku sebagaimana etika profesi yang telah mapan lainnya. karyawan pabrik. ia dianggap menyimpang dan tidak loyal lagi pada profesinya. Perlu diketahui bahwa sebenarnya hal ini belum diundangkan secara baku. Misalnya berkaitan dengan penyebutan identitas diri. 4. tanpa banyak coretan. Konsekuensi jika penulis 45 . Pancasila dan peraturan yang berlaku lainnya. Kecuali telah mempunyai kesepakatan dengan pihak yang terkait. etika profesi guru dan sebagainya. status jabatan dan sebagainya. 2. seperti misalnya masalah SARA (suku. Mengirim tulisan dengan ketikan rapi. Profesi sebagai penulis juga mempunyai etika. Dengan adanya itikad baik itu diharapkan masyarakat dapat menggunakan etika tersebut sebagai acuan dalam setiap perbuatan yang dilakukan berkaitan dengan pekerjaan dan profesinya itu. dan hal-hal semacam itu. tetapi masih merupakan konvensi atau aturan tak tertulis di masing-masing media. Ketidakjujuran seorang penulis akan merugikan dirinya sendiri. Tidak mengirim tulisan yang sama kepada media yang lain. Seorang penulis hendaknya bersikap jujur dalam segala hal yang berkaitan dengan materi kepenulisannya. Tidak melanggar hak cipta orang lain. etika profesi wartawan. dan masih banyak lagi.

inilah kesempatan untuk memperbaikinya. 46 . internet. Teori menulis yang sudah dipelajari tetap kita pertahankan. Pada urutan kelima ini bukan berarti meniadakan teori-teori yang sudah ada. atau memiliki ensiklopedi. Dengan segala keobyektifan dan kesubyektifan menjadi kata kunci. As-Sunnah) saja. Sangatlah penting untuk membaca. bandingkan dengan tulisan-tulisan lain yang dimuat. ia menulis tentang “istiqomah”. mempelajari tulisan yang dimuat itu penting. di sana-sini nggak nyambung. memperbaiki naskah. Simak tulisan Jalaluddin Rakhmat. Namun selang beberapa waktu (bisa jadi hitungan tahun) kok lucu. Belum tentu ide yang terkandung dalam tulisan tersebut bisa ketemu di lain waktu. melengkapi sumber tulisan. Kedua. Percayalah ide itu amat mahal. Memang penulis pemula sangat meniru gaya idola penulis pujaanya. media massa terbitan baru. Lantas apa saja langkah-langkahnya? Pertama. psikologi. Keempat. jangan sampai dibuang. Saat tahu kondisi tersebut. Sangatlah penting untuk membaca. By Abu Al-Ghifari Jika Naskah Ditolak Kembali kita kuatkan keyakinan naskah ditolak bukanlah akhir segalanya. Kiai yang pakar komunikasi itu jika membuat tulisan kaya dengan berbagai tinjauan. mencatat atau memiliki ensiklopedia. maka tulisantulisannya tidak akan dimuat pada media tersebut dalam jangka waktu tertentu. Ketiga. Tidak terdapat kekurangan. Koran. Dari sudut falsafah. terasa sudah sempurna. Karenanya.James Rompas ketahuan menulis dengan tulisan yang sama di media berbeda. Beliau mengurai dengan pendekatan sejarah. Kelima. Misal. dokumentasikan naskah-naskah itu. info terkini. biasanya ia akan dikenakan sanksi yang biasa disebut black list atau daftar hitam. Yang demikian itu hanyalah proses rute yang harus dilalui sebelum berhasil adalah kenyataan wajib yang mesti dialami. di luar negeri terdapat teori bernama teori lingkaran. Artinya jika seseorang telah terkena daftar hitam ini pada media tertentu. membebaskan tulisan dari teori baku. Masih ada teori atau gaya lain. tapi tidak sebatas menggunakan dalil naqli (Al-Qur’an. Untuk mendapatkan ide terkadang para penulis membayar mahal karena harus pergi ke tempat tertentu. Sering kali kita menganggap saat merampungkan naskah. Cuma jangan terpaku. Menambah banyak warna pasti makin meriah. mencatat. Kata Aristoteles. tabloid atau majalah masing-masing punya karakter tersendiri. ide bagus tidak bisa dibandingkan dengan rupiah. logika. Selera redaktur sangat menentukan. Bila tulisan yang kita kirim sama “nafasnya”. dan bahan-bahan (buku) rujukan yang biasanya dijadikan sumber utama (standar). budaya dan data-data teranyar. Seolah-olah berani diuji dengan rekan lainnya. meniru adalah awal dari sebuah seni. info terkini dan bahan-bahan (buku) rujukan yang biasa dijadikan sumber utama (standar). besar peluang untuk diterima.

banyak cara untuk menulis. Pasti ada dan menerima kesempatan unuk kita. Keenam. adakah silaturahmi dengan para penulis yang jadi atau milih profesi menulis sebagai pilihan mencari nafkah. Benar. Para penulis sukses di tengah kesibukannya menyediakan waktu khusus unutk menulis. Ia menulis setiap dini hari usai shalat malam sampai menjelang waktu shubuh. “Waktu saya tersita. rutin menulis lagi. besoklah saya akan memulai”. betapa sering kita mendengar kata-kata itu. Marketing Manager Sagung Seto Jakarta H. Lalu. Psi. Saya pernah mengunjungi tempat aktivitas dan bertemu dengan sosok penulis bergengsi negeri ini. sudah belasan media yang mempublikasikan. jangan lewatkan tulisan yang satu ini. Padahal mulanya menggebu-gebu sesemangat 45. Berikut ringkasan materinya. Hasilnya menakjubkan.ac. Langkah ini sangat membantu. Dedi Supriadi. segeralah menulis judul. Penolakan naskah itu persyaratan wajib bagi siapa saja yang ingin sukses menulis. Dan teramat yakin bilangan angka terus menanjak. saya bersyukur semangat dan kreativitas tulis menulis masih terpelihara. Contoh. Keterkaitan dengan unsur emosi ini bisa membuat tulisan lebih segar dan renyah. Ada yang sehari menulis 3 – 4 jam sehari. Menulis kembali dan kembalilah menulis.Jika Anda senang menulis dan berniat menjadi seorang penulis buku.James Rompas Belakangan antara lain dikenalkan oleh DR. 47 . kita boleh memasukinya dari garis mana saja. Kuntowijoyo dan sejumlah penullis kawakan yang berdomisili di Bandung. biasanya dari umum ke khusus. Sudah menjadi alasan klasik untuk menyembunyikan diri dari ketidakberdayaan dalam olah tulis menulis. By Lilis Nihwan BANDUNG. Meski ratusan naskah saya ditolak. Dengan menetapkan segmentasi. Miyoto. S. memaparkan 7 kiat menjadi penulis buku pada seminar "Kiat Sukses Menjadi Penulis Buku" yang diadakan oleh Perpustakaan Pusat ITB bersama Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YYPI) pada Rabu (17/02/2010). Tidak ada alasan untuk berhenti menulis. Alhamdullillah. kawan kita ini (masih SMU) sudah menulis empat buku.Yus R. antara lain: Emha Ainun Nadjib. kita dapat memulai dari khusus ke umum. Cuma karena belum dimuat. Amin Rais. Gola Gong. Nurcholis Madjid. itb. Anda dapat menentukan siapa dan seberapa besar target pembaca Anda. Kita mendapatkan berbagai pengalaman dan ilmu yang menguatkan “ruh” semangat kepenulisan. tapi bukan berarti tidak bisa sama sekali. Hal pertama yang harus Anda pahami ketika memulai karier sebagai penulis buku menurut Miyoto adalah dengan menetapkan segmentasi pasar. Selamat menulis.id. Untuk menuju ke titik tengah lingkaran. Sederhananya. dari beliau-beliau saya memperoleh tambahan tenaga berlipat-lipat. Setelah menetapkan segmentasi pasar hal kedua yang perlu Anda lakukan adalah menentukan kebutuhan buku. Lumayan. Ketujuh. Banyak yang menyangka orang tenar sulit dihubungi. Ismail mengagumi rekannya seorang cerpenis belia aktivis Forum Lingkar Pena (FLP).

"Judul tersebut masih bersifat sementara karena bisa diubah sesuai dengan kebutuhan. ke toko buku. Ia mengatakan promosi dapat dilakukan bahkan sebelum buku tersebut diterbitkan. Anda bisa memilih penerbit Sagung Seto. Hal ini berguna untuk memperkokoh ancangan untuk menerbitkan buku. "Pilihlah penerbit yang sesuai. 48 . Tidak hanya 7 kiat sukses menjadi penulis buku yang dipaparkan oleh Miyoto pada seminar ini." kata dia." Kemudian. Kiat terakhir dari Miyoto adalah pemasaran. atau mengunjungi perpustakaan nasional." aku dia." saran dia. lakukan survei pasar dengan melihat katalog dari penerbit. Ia juga menegaskan agar pembajakan terhadap buku dihentikan. Hal tersebut yang memotivasi penulis untuk menghasilkan suatu karya yang berkualitas. dan membuat selebaran. meningkatkan kredibilitas. secara umum Penulis memandang Penerbit bertindak sebagai intermediary karya-karya yang akan disampaikan kepada masyarakat." seperti yang tertulis dalam seminar kit darinya. sedangkan Penerbit memandang Penulis sebagai aset penting perusahaan yang menyebabkan proses penerbitan tetap berlangsung. Untuk bidang kedokteran misalnya. menetapkan besaran pasar dan daya beli." pesan Miyoto. Penerbit akan sangat tertarik jika bisa diterbitkan pada jumlah cetak minimum 3000 eksemplar. kata Miyoto. Hal yang tak kalah penting lainnya adalah promosi. "Kita semestinya menghargai jerih payah penulis buku. Atau untuk karya fiksi. dan pemenuhan finansial. penerbit Gramedia sepertinya lebih tepat. Royalti untuk pengarang pun bisa mencapai kisaran 8% -10% dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Kiat berikutnya. papar Miyoto. "Menghasilkan sebuah buku sebenarnya bukanlah pekerjaan yang gampang. Kegiatan pemasaran merupakan ujung tombak dari hasil penerbitan buku. Pasaran dihitung untuk memperkirakan taksiran jumlah cetak karena jumlah cetak yang keliru akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Apa kelebihan Penerbit ANDI dibanding penerbit lain? · Buku ANDI telah memiliki Brand Name tersendiri di hati masyarakat. adalah memilih penerbit. penulis juga perlu mengetahui kemampuan baca dan daya beli mahasiswa (pembaca.James Rompas "Pilihlah bidang disiplin yang sesuai dengan bidang keahlian . Ia mengatakan bahwa saat ini penerbit mulai menjurus pada bidang disiplin ilmu tertentu. menulis artikel di jurnal ilmiah. Langkah berikutnya. Beberapa cara mempromosikan buku adalah dengan menjadi pemateri dalam seminar-seminar. "Di samping jumlah cetak.red). PROSEDURE PENULISAN PENERBIT ANDI YOGYAKARTA Hubungan Antara Penulis dan Penerbit Penulis dengan Penerbit memiliki kedudukan setara. Kepentingan apa di balik dorongan untuk menulis? Menulis dapat meningkatkan kredit point (bagi pengajar).

James Rompas

· Memiliki jaringan distribusi yang luas. · Memiliki mesin cetak sendiri sehingga hasil, kecepatan, dan kualitas dapat diatur dengan baik. · Memiliki sistem royalti yang jelas, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan sinergi kerja sama antara Penulis dengan Penerbit akan diperoleh hasil berupa penerimaan masyarakat terhadap buku terbitan ANDI. Bentuk Royalti Penerbit ANDI Penerbit ANDI memberikan royalti sebagai berikut: Besar royalti standar adalah 10%, dengan perhitungan: 10% x harga jual x oplah (potong pajak) Mengingat Penerbit ANDI memiliki bentuk kerja sama yang beragam pada saluran distribusi pemasaran, maka perhitungan royalti adalah berdasarkan buku yang benar-benar telah terbayar lunas, dengan demikian buku yang sifatnya konsinyasi atau kredit belum dianggap sebagai buku laku. Dalam hal ini Penerbit ANDI akan selalu menjaga kejujuran dan kepercayaan bagi semua relasinya, ini semua karena nama baik sangat penting bagi Penerbit ANDI. Bentuk Kerja Sama Penerbitan Bentuk kerja sama penerbitan yang ditawarkan Penerbit ANDI mencakup: Kerja sama Penerbit dengan Penulis; yaitu kerja sama antara Penerbit dengan Penulis secara individu untuk menerbitkan sebuah buku. Kerja Sama Penerbit dengan Kelompok Penulis; yaitu kerja sama antara Penerbit dengan beberapa Penulis sekaligus untuk menerbitkan sebuah buku. Dalam kerja sama ini, Penulis wajib menunjuk satu orang dengan pemberian surat kuasa, untuk bertanggung jawab terhadap segala urusan administratif maupun non administratif yang berkaitan dengan penerbitan. Kerja sama Penerbit dengan Lembaga; yaitu kerja sama antar Penerbit dengan sekelompok Penulis yang telah dikoordinasi oleh Lembaga/Institusi untuk menerbitkan sebuah buku. Dalam hal ini Penerbit hanya berhubungan dengan Lembaga/Institusi yang telah diberi kepercayaan oleh Penulis. Kerja sama Umum Kerja sama cetak. Penerbit hanya membantu dalam jasa percetakannya, seperti buku jurnal ilmiah dan ebagainya. Kerja sama cetak dan penerbitan, Penerbit bekerja sama dengan Perorangan/Lembaga untuk menerbitkan sebuah buku dengan tanggungan biaya penerbitan bersama. Prosedur Penerbitan Buku Materi yang Harus Dikirim Penulis harus mengirimkan ke Penerbit naskah final, bukan outline ataupun draft, yang disertai: . Kata Pengantar · Daftar Isi · Daftar Gambar · Daftar Tabel · Daftar Lampiran · Isi · Daftar Pustaka · Indeks · Abstrak (sinopsis)
49

James Rompas

. Penjelasan perihal: pasar sasaran yang dituju, prospek pasar, manfaat buku ybs. . Profil penulis, memberi keterangan singkat tentang penulis. Penilaian Naskah Penerbit menilai naskah dari berbagai aspek: Aspek Ideologis Apakah topik bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila, apakah topiknya akan meresahkan kondisi masyarakat seperti: politik, hankam, sara, sopan santun, harga diri, dll. Aspek Keilmuan : § Apakah topik yang dibahas merupakan topik baru bagi masyarakat, dan apakah masyarakat sudah siap menerima topik tersebut? § Apakah naskah tersebut gagasan asli atau jiplakan? § Terkait dengan akurasi data maka diperlukan sumber daftar pustaka yang lengkap. Aspek Penyajian: § Apakah sistematika kerangka pemikiran baik sehingga alur logika pemaparan mudah dipahami? § Bahasa yang digunakan apakah komunikatif sesuai dengan jenis naskah dan sasaran pembaca? § Apakah cara penulisannya sudah benar, yaitu menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baku? § Kelengkapan naskah secara fisik seperti kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, batang tubuh, daftar gambar, tabel, lampiran, index, daftar pustaka, sinposis, apakah sudah lengkap? § Pengetikan menggunakan media dan alat apa, apakah tulis tangan, diketik manual, ketik komputer menggunakan software tertentu? § Mutu gambar, tabel dan objek lain yang dipasang (capture) apakah layak atau masih harus diperbaiki lagi? § Apakah urusan perizinan penggunaan gambar tertentu, izin terjemahan, izin pengutipan dll. sudah diselesaikan? Aspek Pemasaran: § Apakah tema naskah mempunyai pangsa pasar jelas dan luas sehingga buku akan dapat dan mudah diterima pasar? § Apakah naskah memiliki selling point atau potensi jual tertentu, seperti judul, keindahan, bahasa, kasus aktual, dsb? § Apakah ada buku sejenis yang beredar dan telah diterbitkan? Apa kelebihan naskah tersebut dibandingkan dengan buku lain? Aspek Reputasi Penulis: § Apakah penulis adalah tokoh, praktisi, dosen yang sangat diakui kepakarannya oleh masyarakat luas? § Apakah buku-buku yang pernah diterbitkan mempunyai catatan keilmuan dan pemasaran yang baik? Keputusan Menerima/Menolak Naskah Untuk Apa dan Mengapa Penerbit Harus Menilai Naskah? Penerbit adalah suatu badan usaha yang bercita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk tujuan tersebut Penerbit mengusahakan, menyediakan, dan menyebarluaskan bagi khalayak umum, pengetahuan dan
50

James Rompas

pengalaman hasil karya ilmiah para Penulis dalam bentuk sajian yang terpadu, rapi, indah, dan komunikatif, baik isi maupun kemasan fisik, melalui tata cara yang sesuai, dan bertanggung jawab atas segala risiko yang ditimbulkan oleh kegiatannya. Berdasarkan pengertian mengenai penerbitan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerbit tidak bermaksud untuk menghakimi hasil karya Penulis, sehingga tidak ada alasan untuk tidak menghargai karya tersebut karena Penulis adalah “rekan sejawat” bagi Penerbit. Penilaian naskah bukan untuk menjatuhkan vonis naskah baik atau buruk, layak terbit atau tidak. Langkah tersebut digunakan sebagai sarana untuk memperlancar proses penerbitan secara optimal. Proses penilaian ini adalah proses standar penerbitan sehingga perlu ada komunikasi yang baik antara Penerbit dan Penulis. Dengan demikian tidak ada salah-pengertian bahwa Penerbit menganggap remeh Penulis atau Penulis merasa naskahnya sudah yang terbaik. Keputusan Naskah Setelah Penulis menyerahkan naskah, Penerbit memberikan keputusan melalui surat resmi kepada Penulis, apakah buku diterbitkan atau tidak. Untuk naskah yang diterima, Penerbit akan mengirim surat pemberitahuan resmi. Penulis wajib melengkapi kelengkapan naskah - softcopy. Untuk naskah yang ditolak, naskah akan dikembalikan kepada Penulis bersama dengan surat pemberitahuan penolakan penerbitan. Pengiriman Softcopy: Disket atau CD Softcopy naskah dikirim dapat dengan cara: Lewat pos/paket ditujukan ke: Penerbit ANDI Jl. Beo 38-40 Yogyakarta 55281 Telp (0274) 561881; Fax (0274) 588282 Datang langsung ke kantor Penerbit ANDI dan menemui bagian penerbitan ANDI. Atau lewat email (Maksimal 1 Mb per kiriman): penerbitan@andipublisher.com Format Naskah Format Naskah Siap Cetak Format pengaturan naskah dapat menggunakan Template yang disediakan oleh Penerbit Andi. Format ini merupakan Template standar yang dapat disesuaikan dengan naskah yang sedang ditulis. Anda dapat meminta Template tersebut melalui e-mail, atau datang langsung ke Penerbit ANDI. Format naskah standar siap cetak, adalah sebagai berikut: Jenis huruf untuk teks isi: Bookman Old Style, New Century School Book atau Times New Roman 10/11 point. Judul bab (Heading 1): font sama dengan teks isi, ukurannya diatur sedemikian rupa agar tampak menonjol dan serasi dengan ukuran 20 pt. Judul sub-bab (Heading 2): font sama dengan teks, 18 point, capital, bold. Judul sub-sub-bab (Heading 3): font sama dengan teks, 10 point, capital underline Header dan Footer: menggunakan font yang berbeda, dapat divariasikan dalam style huruf bold atau italic.
51

Penentuan format ini akan berpengaruh terhadap ketebalan buku dan kedalaman materi yang Anda inginkan. hal penting berikutnya adalah format buku yang akan Anda tulis. Format buku di Penerbit Andi: Format Besar : 20 cm x 28 cm. atau buku saku serta format spesial. 11.5 cm Format Khusus Banyak Penulis tidak memperhatikan format ini sehingga saat dilakukan pengaturan layout dan setting. dst. dan ketebalan buku yang tidak proporsional. Contoh Penomoran Halaman: Halaman judul : i Halaman Copyright : ii Halaman Persembahan : iii Kata Pengantar : v Daftar Isi : vii Halaman Isi Pendahuluan (Bab I) : 1 Bab II : 3.5 cm Format Standar : 16 cm x 23 cm. Catatan: Segala bentuk aturan layout di dalam template adalah layout standar di Penerbit Andi. Lebih jelas "download disini" 52 . Anda dapat memodifikasi perwajahan buku Anda dengan terlebih dahulu melakukan konfirmasi dengan Penerbit. 10 cm x 16 cm Buku Saku : 10 cm x 18 cm. (selalu halaman ganjil). 9. untuk itu diharapkan Penulis dapat mengikuti informasi terbaru di Penerbit Andi. Catatan: Prosedur penerbitan ini sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perkembangan.5 cm Format Kecil : 14 cm x 21 cm. 21. Format buku terdiri dari beberapa ukuran yaitu ukuran besar. 7. Gambar sebaiknya dikirimkan dalam file tersendiri yang di kumpulkan dalam sebuah folder gambar dan dilakukan link terhadap naskah. kecil. standar.5 cm x 17. Ketidaksesuaian tersebut contohnya: proporsi gambar yang tidak benar. 8 point.6 Line Spacing : Single Gambar-gambar tangkapan (capture) layar sebaiknya menggunakan format jpg. Ukuran Buku dan Area Cetak Setelah Anda menentukan sistematika penulisan buku Anda. 13. dapat menggunakan font lain yang serasi. situasi dan kondisi.5 cm x 15. pemotongan kata yang tidak tepat (terutama pada listing program pada buku pemrograman). beberapa bagian buku menjadi tidak sesuai dengan maksud Penulis. After – 0.James Rompas Footnote : Font sama. Alignment : Justified Spacing : Before – 0.5 cm x 7. 5.

68 Karang Tengah. Untuk Penulis. Pasal 22 ayat (3) dan Pasal 23 ayat (1a) UU Nomor 36 Tahun 2008.Pasal 21 ayat (5a) Pasal ini menyebutkan bahwa pemotongan PPh Pasal 21 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 20% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dibanding tarif yang ditetapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak. Raden Saleh No. Kantor Pusat Penerbit & Percetakan ANDI Jl.Pasal 23 ayat (1a) Pasal ini menyebutkan bahwa pemotong PPh Pasal 23 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 100% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP dibanding tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP. Demangan Yogyakarta 55281 INDONESIA Telp. 0274-561881 Fax. Mengapa? Karena tarif yang akan digunakan berbeda.Pasal 22 ayat (3) Dalam pasal ini disebutkan bahwa pemungut PPh pasal 22 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 100% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP dibanding tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP 3. Perhatikan bunyi ketentuan yang terdapat dalam Pasal 21 ayat (5a). 1. yang mulai berlaku sejak Januari 2009 khususnya pasal 23 tentang royalty. 0274-588282 Cabang Jakarta Jl. Ciledug . 021-70601240.James Rompas Kabar untuk para Penulis mengenai kebijakan Pemerintah yang berlaku mulai tahun 2009. akan diberlakukan ketentuan dari “UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2008 TANGGAL 23 SEPTEMBEER 2008 – TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS Undang-Undang Nomor 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN”.Tangerang Telp. 2. 70601241 Email jkt@andipublisher. Beo 38-40.com 53 . Berikut ini akan dijelaskan mengenai prosedur pemungutan pajak bagi yang ber-NPWP dan yang tidak ber-NPWP: Pemotong/pemungut pajak harus memastikan terlebih dahulu apakah Wajib Pajak yang pajaknya akan dipotong atau dipungut sudah memiliki NPWP atau belum.

Makassar./Fax 024-7605523 Cabang Surabaya Jl.5 Tanjung Rejo-Medan Telp.James Rompas Cabang Bandung Jl. Beruang No.com Cabang Palembang Villa Bangun Indah B-1 Jl.20 Semarang 50144 Telp.com Cabang Semarang Perum Semarang Indah Blok C-IX No.18 Bandung ./Fax. 8473115 / 031-8410731 Email sby@andipublisher. Palembang Telp.com Cabang Bali Jl.Riau Telp. Sukabangun I KM 6.com Cabang Medan Komplek Perumahan Setiabudi Indah I Blok vv No. 0411-858803 Email mks@andipublisher.Sulawesi Selatan Telp. 0761-45952 Email riau@andipublisher.Jawa Barat Telp.0711-412624 Email plb@andipublisher./Fax 031-8436604.com 54 . 061-8217623 Email mdn@andipublisher. Ganetri III/2 Denpasar Bali Telp./Fax 022-5200290 / 022-520 4135 Email bdg@andipublisher.19 Sukajadi.com Cabang Makassar Jl. Pekanbaru . Srimahi Baru No. Mamajang Luar Mamajang. Kakatua No.com Cabang Riau Jl.86. Raya Tenggilis R-17 Surabaya Telp. 031-8080797 Email bali@andipublisher.

com Penerbit & Percetakan CV.com ID LOGIN James Rompas PASSWORD jamesr Data MEMBER Anda diatas yang telah kami (Administrator AndiPublisher. 0541-7773562 Email smd@andipublisher.com atau pemasaran@andipublisher. James Rompas Jln. Administrator AndiPublisher. Data MEMBER Anda : ID MEMBER NAMA MEMBER ALAMAT TELP. Beo 38-40. info@andipublisher.com.com) terima sesuai data masukkanAnda ke Sistem Registrasi MEMBER AndiPublisher. Stadion Klabat Barat No. ANDI OFFSET Jl.204/+62 888 0282 1306. G. 39 Samarinda Telp.com Cabang Samarinda Komplek Batu Alam Permai Jalan Anggrek Merpati VIII No.com. SULUT 95512 08124300872 jamesrompas@yahoo. Nagiri lrg STM Kelurahan Pakadoodan linkg. Ph. EMAIL PU0710004861 Bpk. E. dan adapun kegunaan dan kerahasian data tersebut menjadi tanggungjawab kami (Administrator AndiPublisher./Fax.43 Manado . 0274-545465.6 Kecamatan Maesa Kota Bitung Prov.com INFO KONFIRMASI MEMBER AndiPublisher.James Rompas Cabang Manado Jl. Hormat Kami.delete Bottom of Form Top of Form 1_1960_AIt7bHw date 25 auto dow n 1 0 a9DGbPP6sMk 1 Inbox 1 Reply 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b Reply All Forw ard Bottom of Form Top of Form 0%2C2%2C3%2C mask 55 .com Terima Kasih atas partisipasi Anda dengan ikut serta bergabung menjadi MEMBER AndiPublisher. Yogyakarta 55281. 0431-822887 Email man@andipublisher. Fax. 0274-561881 ext.com).com Top of Form 1 dow n 1_2540_AIJ7bHw 0 a9DGbPP6sMk 0 Inbox 1 date 25 1_1960_AIt7bHw Delete 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b 0%2C2%2C3%2C msg.Sulawesi Utara Telp.

siapa tahu jenis naskah Anda sama dengan misi dan ciri salah satu penerbit di bawah ini. Djambatan JL.spam 1_1960_AIt7bHw Bottom of Form Top of Form 1 1_2540_AIJ7bHw 0 Inbox date dow n a9DGbPP6sMk 0 1 25 1_1960_AIt7bHw 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b Move.Paseban 29 Jakarta Pusat telp (021) 3908790 atau (021) 3908175 The Critique Jl. Nah. 021-8092269.move Pertama-tama memang menulis buku..9 Jakarta Telp. Move. 021-31935373. Tanya sana tanya sini. 10 Rt03/02 Rawamangun Jakarta Telp. 2302047 AL I’tishom Cahaya Umat Jl. Pemuda III No... Menteng Raya No. Tapi setelah buku jadi lalu apa? Ada yang memilih tak menerbitkannya. 021-3451616. 021-2303247. Tapi ada juga yang mencoba mencari-cari penerbit. 14 Condet Jakarta Timur Telp. 31930172 PPM Jl. 3804439 Bhuana Ilmu Populer Jl. Batu Ampar III No. 021-4701795 Balai Pustaka Jl. (021)7393685 Pustaka Zahra Jl. H Najihun No. Selamat mencoba. Salemba Raya No. Kebahagiaan 11-11A 56 . Gunung Sahari Raya No. 80871671 UI Press Jl. 4 Jakarta Telp. Ada yang memutuskan menerbitkannya sendiri saj dengan modal yang ada di kantong. berikut ini Indonesia Buku menurunkan daftar penerbit-penerbit buku di Indonesia.4 Jakarta Telp. 6 Gandaria Utara Kebayoran Baru Telp.. Silakan dilihat-lihat.James Rompas 1 dow n 1_2540_AIJ7bHw 0 a9DGbPP6sMk 0 Inbox 1 date 25 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b 30 Spam 0%2C2%2C3%2C msg. 0%2C2%2C3%2C msg.

H. 021-5253916.17 Jakarta Telp. 4534987 57 . 021-65306283. Jakarta Telp. 021-4209586.3809641 PT Dinastindo Adiperkasa Int’l Jl. Agung Timur 4 Blok o/1 No. Tanah Abang III/23-27 Jakarta Telp. 021-7511901. H.B32-33 Jakarta Selatan Telp.39 Jakarta Telp.R. 4700989 CSIS Jl.38D-E Pd. 021-4515351.James Rompas Jakarta Telp. 7407078 EGC-Arcan Jl. 021-7708891. 3847517. 021-4700988.Baru ) Depok Jakarta Telp. Kemiri Raya 68 Pd. Palmerah Selatan 22 Jakarta Telp. 7708894 Grasindo Jl.65306712. YK Jl. 021-2601234 ext 4441. Sawo Raya 18 Jakarta Telp. Raya Ps. 5201080 Gema Insani Jl. 6340757 Bina Kasih. Kelapa Gading Kirana I Blok A14 No. 021-7496733. Ir.5209370. 4250357 Bumi Aksara Jl. 6518178 Gaya Favorit Press Jl. 5491412 Ichtiar Baru Van Hoeve Jl.5480888 ext 3262.Cabe Ciputat Tangerang. Djuanda (Jl. 021-3865532-35.5266566.Pinang Jakarta Selatan Telp. 021-5483008. Rasuna Said Kav. 7511855 Java Books Indonesia Jl.Jum’at No. Letjend Suprapto28 Cempaka Putih Jakarta Telp.

022-5891519.5 Semarang PT Pustaka Rizki Putra Jl.27 Yogyakarta 55153.2-3 Gumunggung Solo Era Intermedia Jl. Slamet Riyadi 485 H.2 Pd.24 G Semarang Grahadi Group Jl. Yogyakarta 55121. 021-7509673 PT Sarana Panca Karya Nusa Jl. 641 km 13.4 Jakarta Telp. Kampung Baru Rt3/5 No. Merak VI No.Pinang Jakarta Selatan Telp. Hayam Wuruk No. Bimasakti GK I/19. Ngendroprasto. Sisingamangaraja No.8 Bekasi Telp.5 Katapang Bandung Telp.Ruko Golden Fatmawati Blok J-35 Jakarta Selatan Telp. Lentong No.net Telp. 448371 Aditya Media Kantor Pusat : Jl. Kembang Raya No. Website : www.net E-mail : akn@adicita.Komp. Raya Fatmawati No. 5891319 CV Aneka Ilmu Semarang Jl.15. 021-8207554. km 6. 0274-377067. 021-75915813 PT Kesaint Blanc Indah Jl. 520613 Kantor Cabang: Unit Satu Demangan GK I/7. 372893. Pajang. 021-3904984-5.adicita.9 Narogong Raya. 379250. Telp. Raya Semarang Demak km 8.James Rompas PT One Earth Media Jl. (0274) 566678 58 . 8207555 Rosda Jl. Yogyakarta 55221 Telp. (0274) 520612. Yogyakarta 55221 Telp. Ibu Ruswo 10. Laweyan Solo Absolut Jl. 3901703 Samudra Buku Jl. Terusan Kopo No. (0274) 372039 ADICITA GROUP Jl.

38-40 Yogyakarta Telp. Djazuli Karangkajen MG III 918 A. (0274) 377623. Purbayan Mutihan 154 RT 04 RW 18. 123. Kota Baru. Yogyakarta 55281 Website : www. Yogyakarta 55153 Website : www. Yogyakarta Telp. Madani.onoff.com Telp. Wirokerten. Kalimantan. Tiga Lentera Utama. Sisingamangaraja 93.com Telp. Al-Farqon Jl. Telp (0274) 380714 AKY Press Blimbingsari CT IV/38. (0274) 7442238 Alfa Media Jl.or. (0274) 560404 Bigraf Publishing (Anggota IKAPI) Jl. Yogyakarta E-mail : arruzzmedia@yahoo. Suroto 2. Ad-Dawa’. 373631 Alenia Press Jl. Yogyakarta Telp. Sleman. Kapten Hariyadi No. Waqtu. Mlati. Al-Manar. Beo No.id dan www. 0274-7482086 Bentang Pustaka (Group Mizan) Jl. Maguwoharjo. Yogyakarta Bentara Budaya Jl. Ngaglik.com Telp. Bantul 55194. Monjali 75 A Yogyakarta Telp. Ar-Ro’I. (0274) 7482086. Izzan Pustaka. Fajar Pustaka. 8164772234 Jl. Saujana. Sleman Yogyakarta Telp. Sleman.19 Ngentak. (0274) 7470601 Analisa (Anggota IKAPI) Jl. Indiebooks Ringinsari No. Sambilegi Baru No. Depok. 0274-561881 Amara Books Puri Arsita A6 Jl.or. Purwosari. Pandega Marta 19. Benteng Press. Mediawacana. 0274-584780 Andi Offset Jl. RT 02/49. (0274) 373019 59 .bigraf. Prismasophie. 119 Yogyakarta Telp.insist. Pustaka Hikmah.James Rompas AK Group AK Group.com E-mail : corporate@bigraf. (0274) 379250 Ar-Ruzz Media Group Ar-Ruzz.id Telp. Yogyakarta E-mail : amara_books@yahoo. Banguntapan.

588080. Gambiran 37. Wahidin Sudirohusodo No. Manukan. (0274) 565685 Buku Baik Tukangan DN II/467. Manyar Media Gowok. (0274) 523563. 081802627919 Dana Bhakti Primayasa Jl. Jawat Faqih Karangkajen MG II 858. Gejayan gang Merak 263 Yogyakarta Diva Press Jl. 0274-7418727 Dunia Kata Jl. Ganjuran. Yogyakarta 55161 Telp. (0274) 489718 Jl. Yogyakarta 55224 Telp. Yogyakarta 55281 Telp. KH. (0274) 373760 BP Kedaulatan Rakyat Jl.2. Ringroad Barat No. Kimpulan 04B. Mangkubumi 40-42. 08562862256 Cindelaras Gang Pangkur No. Yogyakarta 55232 Telp.25D. (0274) 373308 Diandra Primamitra Jl. Nogosaren. 66. (0274) 515794 Bumi Aksara Jl. Yogyakarta 55162 Telp. Umbulharjo.James Rompas Bola Party City Jl. Yogyakarta Telp. Yogyakarta Telp. Gejayan 35. Sleman. Komplek Polri Blok A1 No. (0274) 563929 Ekonisia Kampus Fakultas Ekonomi UII 60 . Babaran UH IV/1133 YK Yogyakarta Telp. Yogyakarta Dunia Wacana University Press (Anggota IKAPI) Jl.Kyai Mojo 45 YK/Jl. Yogyakarta Telp. 6-19. 19. 0274-622330 BPFE Press Jl. Nogorojo 208C Gowok Yogyakarta Telp. Sleman. 0274-561320. Ngemplak. Dr. Condong Catur. 08156865768 Buku Laela Perum Wirosaban Barat Indah No. Yogyakarta 55152 Telp. 889612 Cupid Group Cupid. P. Desa Kimpulan. Faks. Belukar. 889611. Yogyakarta Telp. Hijrah.

Yogyakarta 55281 Telp. Yogyakarta E-mail : infogavamedia@yahoo. 882262 61 . Indonesia Cerdas Jl. (0274) 561914 Galang Press Galang. Pustaka Marwa.com Telp. 563349 PT Etno Mitra Pustaka Jl.com Telp. (0274) 554985. 545609 Gajah Mada University Press Jl. Garuda KD II/376 Jaranan.id . 554986.net.6. galangpress2002@yahoo.James Rompas Condong Catur. Sleman. Anggrek 3/34 Baciro Baru.9-10 Demangan Baru Yogyakarta Telp. (0274) 882474. Bulaksumur. Grafika No. Yogyakarta 55511 E-mail : info@grahailmu. Yogyakarta Website : www. Pogung lor. Sudarsancakra 197 Maguwoharjo.com E-mail : glgpress@indosat. Beo No. Yogyakarta Telp. (0274) 558502. Yogyakarta 55162 Telp. Lowanu 55. 1. Ringroad Utara. 488771 Gema Insani Press Jl. (0274) 384830 Gava Media Klitren Lor GK III/15. Supadi No. (0274) 561037 PT Gloria Usaha Mulia Jl. 08888003114 Gama Media Jl.galangpress. Kembang Baru I/4 Yogyakarta Telp. 0274-552261. Pustaka Anggrek. 0274-484542 Erlangga Jl. 0274-451138 Festival Kesenian Yogyakarta Taman Budaya “Purna Budaya” Bulaksumur. Bantul Yogyakarta Telp. 0274-885030.com Telp. Yogyakarta 55281 Telp. 0274-580009 PT Gramedia Pustaka Utama (cabang Yogyakarta) Jl. Yogyakarta Telp. 0274-557562 Graha Ilmu Candi Gerbang Permai Blok R No. Sorosutan. Pandega Insani. Yogyakarta 55283 E-mail : ekonisia_feuii@hotmail. 2 Yogyakarta Telp.com Elex Media Jl. Banguntapan.

5 Blok B No. 0818462244 IRE Press Jl. Website: http://press. Yogyakarta E-mail : duniatera@yahoo. Tentara Rakyat Mataram 9. 9A.or. Yogyakarta 55581 E-mail : dianinterfidei@yahoo.insist.com Telp. Kotabaru.or. Kaliurang Km 5. (0274) 563767 IAIN Sunan Kalijaga Press Jl. Buntu II No. 262A. Yogyakarta 55281 Telp.. (0274) 520138 Insist Press Jl.James Rompas Grasindo Ndalem Tedjokusuman MG II/525 Yogyakarta Hidayat. Yogyakarta 55231 Telp. Yogyakarta 55281 Telp. Gg. Diva Press Jl. Yogyakarta 55281 Telp. Email: tb. Gejayan Gg. Magelang 56172 Website : www. Banteng Utama No. (0274) 7418727.id. (0274) 581068 Jalasutra Jl. Sinduharjo. Karangwuni. Yogyakarta Idea Press Jl.com.com/ facebook: tokobuku insistpress InterFidei Jl. Kaliurang. Mangunegaran Kidul 25 Yogyakarta Telp.com Telp. Sleman. (0274) 370445 Jendela Group Jl. Tedomoyo CT III/3. 0293-327290 Dunia Tera Jl. 5A. 208 C Gowok. (0274) 880149 IRCiSod Ircisod. Tel/Faks: 0274-883452. (0274) 583900 Indonesia Tera Jl.id Bumi Prayudan blok BB-8 Magelang Telp.id/ http://bukuinsistpress. infobuku_insist@yahoo. Ngaglik. Gandok Tambakan No. 59 Sinduharjo Ngaglik. Sleman. Nogorojo No.blogspot. Mayjend Bambang Soegeng No. Yogyakarta. (0274) 518886 62 .indonesiatera. Laksda Adisutjipto.co. Suroto 10. PO Jl. Yogyakarta Telp.85 RT04 RW20.insistpress@gmail.

563349 Karang Press Jl. 0274-7472110 63 .4. Solo Km 8 Nayan No. Minggiran No. Kotabaru Yogyakarta E-mail : karang_press@publicist. 0818731044 Kepel Press Parwanggan PA I/551 Yogyakarta 55112 Telp. Ringroad Utara. Parangtritis km. (0274) 377542. Yogyakarta 55262 Telp. Yogyakarta 55262 Telp. (0274) 418312 CV Kaliwangi (Anggota IKAPI) Jl.4 Salakan Baru No 1 Sewon. Ringroad Utara Yogyakarta Telp. Cempaka 9. 61 A Lt1 Yogyakarta 55141 Telp. Bantul Yogyakarta Telp. Wahid Hasyim No. (0274)566307 Kanisius Jl. 0274-372939 Kreasi Wacana Kadipaten Kulon KP I/73. Bantul 130. (0274) 516714 Kota Kembang Jl. Monumen Yogya Kembali 93.com Telp. (0274) 381682 Kurnia Kalam Semesta Jl.net Telp. Yogyakarta 55132 Telp.James Rompas Kalika Jl. 486872 L Kis Jl. Yogyakarta 55284 Telp. (0274) 588783. Yogyakarta 55281 Telp. Krasak Barat 14. Yogyakarta Telp (0274) 884011 Kutub Minggiran MJ II/1482. (0274) 375416 Lesfi Jl. (0274) 379406 Lapera Pustaka Utama Jl. Maguwoharjo Yogyakarta 55282 E-mail : lesfi-jogja@telkom. Yogyakarta Jl. 565996. 99. Deresan. 108A. Lempongsari 3A Monjali.

(0274) 512908. Parangtritis Km 4. Yogyakarta Telp. 0274-7491576. Prof. (0274) 419924 Logung Pustaka. Depok. Kasihan. 0274-4018058 Media Pressindo Jl. Logung Media Ringinsari No. 0274-382800 Multi Karya Grafika Jl. Agus Salim 50. H. Ali Maksum Krapyak Kulon Panggungharjo Sewon.id Telp. Yogyakarta 55163 Mitsaq Wisma PPJS Jogonalan Kidul RT 05 RW 21 Gg Malewa. Maguwoharjo. Sisingamangaraja 27.net. KH.James Rompas Liberty (Anggota IKAPI) Jl. Pugeran Timur 38B.8 Yogyakarta Telp. Jayengprawiran 21-23. (0274) 374649 Media Abadi Jl. 488404 Lukman Offset (Anggota IKAPI) Jl. Bantul Yogyakarta 55181 PT Mizan Dian Semesta Jl.com Telp. Yogyakarta Telp. Bantul. Golo. 081328771999 64 . Pakelmulyo UH V / 411. 103 E Sagan Yogyakarta Telp. Gedongan No. Sleman. Yogyakarta 55112 Telp. 0274-558010 Navila Jl. Yogyakarta E-mail : mustadhafin@lycos. (0274) 620879 Jl. Herman Yohanes. 08562883155. Yogyakarta Mitra Gama Widya (Anggota IKAPI) Jl. Bantul. Yogyakarta Telp (0274) 377034 Neo Santri Mergangsari Kidul NG II/1233.4 Salakan Baru Sewon. Kumendaman. Jawa No. Yogyakarta 55282 Telp. 61 RT 01 RW 49. Yogyakarta E-mail : elkis@indosat. Yogyakarta 55262 Telp. 515692 LKIS Pelangi Aksara Jl. D-10 Perum Nogotirto II. Godean Km 5 Guyangan GP IV/288. Tirtonirmolo. Yogyakarta CV Nada Nurani Jl.

0274-376236 Pro-U Media Jl. 0274-620606 Oracle Pandega Buku Utama. Yogyakarta Telp.com Persatuan Jl. 23. Ori I/2 Papringan. Jatimulyo TR I/273 RT 04 RW 02 Yogyakarta 55242 Telp. Yogyakarta Telp. (0274) 376627. blok G-15 Yogyakarta Telp. Panggungharjo. Jl. (0274) 7482495 Pustaka Dian Babadan RT 04 RW 02 Purwomartani. Yogyakarta 55143 E-mail : pro-u@eramuslim. Yogyakarta Telp. Caturtunggal. (0274) 881229 Prisma Media Utama Griya Karanganyar Asri. (0274) 380215 Pustaka Cendekia Jl. Sleman. Tridadi. Qonun Al-Ghiyats Stan RT 04 RW 44 Maguwoharjo. Mata Bangsa Sambilegi Baru No. Jogokaryan 35. Yogyakarta 55282 Jl. Bantul. 0274-541888 Pondok Edukasi Puri Sewon Asri Blok D No. 7497421 Prisma Media Prisma Media.com Telp. Yogyakarta 55511 Telp. Sleman. Yogyakarta Telp. 381772 Phanta Rhei Books Jl. Yogyakarta 55262 Telp. (0274) 7481634. Yogyakarta 55282 E-mail : matabangsa@hotmail. KH A Dahlan 107. Kalasan. Parangtritis Km 7. Cangkringan Km 3 Kalimati Tirtomartani Kalasan Sleman. Nogotirto III. Sewon. (0274) 589243 Perum. 0274-376084 Ombak Jl. 35 RT01 RW 53. Yogyakarta 65 . Depok. Magelang Km 10 Ngancar. Sleman.James Rompas PT Niaga Swadaya Perum Sendok Indah KG II/360 Yogyakarta Telp. 08156884239 Pilar Media Jl. Depok. Progo B-15 Yogyakarta Telp.

Sawit 21 Sawitsari. (0274) 621752 Yayasan Pustaka Nusatama (Anggota IKAPI) Jl. Yogyakarta Telp. (0274) 885471 Pustaka Pelajar Pustaka Pelajar. Permadi 1591. Kulon Progo. 0274-521860 66 . Yogyakarta 55283 Telp. Yogyakarta 55284 E-mail : resistbook@gmail. Qirtas Jl. Mikraj. (0274) 484584. Jl. (0274) 580439 Sadasiva Sadasiva.5 Kayen Gg. (0274) 7474039 PT Remaja Rosdakarya Jl. Sendang Mulyo 4 Purwoharjo.James Rompas Pustaka Gondhosuli Jl.com . resistinfo@gmail. tiraipenerbit@yahoo. Langenastran Kidul 28A Yogyakarta Telp.com Telp/Faks. 08156851792 Qalam Qalam.qalam-online. Tamansiswa Gg. Yogyakarta 55673 Telp. 523637 Sajadah Press Jl. Tirai Jl.com Telp. Yogyakarta E-mail : penerbit_sadasiva@hotmail. (0274) 381542 Putera Langit Minomartani.com . Samigaluh. Kaliurang Km 7. Mitra Pustaka. 08157959060 Safiria Insania Press Jl. Maguwoharjo. Tinta. Mangkuyudan MJ III/216. 39 Kutu Dukuh. Ringroad Timur No. Magelang km. 39 Nanggulan RT 01 RW 19. ippibook@yahoo.com . (0274) 380228 PT Salemba Emban Patria Jl. Anggrek 57A Yogyakarta 55283 Website : www.com Telp.2 Kricak kidul TR1/1216 Yogyakarta Telp. Magelang Km 5 Gg. Pustaka Semesta Press Celeban Timur UH III/548 Yogyakarta 55167 Telp. Bima No. Blanak II/8 Yogyakarta 55581 Telp. Yogyakarta Telp. 0274-340817 Resist Book Jl.

(0274) 7481390 67 . (0274) 513301.tiarawacana. Gejayan Mrican. (0274) 377120.id E-mail : yogya@tiarawacana. Djazuli Karangkajen MG III/918A. (0274) 377067 Yayasan Seni Cemeti Jl. Bantul. Ori 1/2 Papringan. Faks. Veteran No.James Rompas Sanata Dharma Press (Anggota IKAPI) Jl. Depok.2 Yogyakarta Telp. Dr. Panggungharjo. (0274) 880683 Torrent Books Jl.8 Kopen Utama 15. Yogyakarta Telp. Sewon.co. Gedong Kuning JG/III 149 Jogjakarta 55198 0274-382775. Yogyakarta Telp. (0274) 7420483 Tiara Wacana Yogya Jl. 25 Yogyakarta 55151 Telp. Sorowajan 136-X Lt. (0274) 512449 Tiga Raksa Optima Perkasa Jln. 99 Yogyakarta Telp. Yogyakarta Sumbangsih Offset Jl. (0274) 514718 Talenta Jl. 515352 CV Sasmita Utama (Anggota IKAPI) Tromol Pos 29 Yogyakarta 550022 Telp.Banteng Yogyakarta 55581 Website : www. Wahidin No. 38A Yogyakarta 55222 Telp.id Telp. (0274) 414388 Yayasan Tamansiswa Jl. (0274) 561914 Taman Pustaka Kristen (Anggota IKAPI) Jl.co. Taman Siswa No. 0818279640 Taman Budaya/Purna Budaya Taman Budaya “Purna Budaya” Bulaksumur Yogyakarta 55281 Telp. Kaliurang Km 7. 373934 Wijayanto Press Gesikan. Caturtunggal. Sleman Yogyakarta 55281 Telp.

(0274) 417434. 165.21 Yogyakarta E-mail : yayasan_obor@cbn. Kutisari Indah Utara IV No. Yogyakarta Telp. Blok 2 No. Yogyakarta 55232 Telp. (0274) 415757 Yudhistira Jl. (0274) 381204 Yayasan Obor Indonesia Perum Jombor Baru. Yogyakarta 55222 Jl. Langensari 45 Balapan.17 Surabaya Penerbit Mizan Kantor Pusat : Jl. 547864. 13 A Yogyakarta Wihdah Press Jl. Yogyakarta Telp.net.id Telp.James Rompas Tri-DE Krapyak Wetan No. (0274) 489718 Victory Jaya Abadi Jl. 547865. Cik Di Tiro No. 885700 Venus Corporation Gowok Kompleks Polri Blok A1. 885805. Sugeng Jeroni No. No. 0274-865557 Yayasan Untuk Indonesia Jl. 031-70595271 PT Grafindo Media Pratama Jl. 135. Gowongan Kidul 18. Bandung 40294.8. Petung No. Cinambo No. (0274) 513091. Yogyakarta Telp. 1 Yogyakarta 55223 E-mail : uiipress@mailcity. 0274-373961 Pustaka Elba Ruko Galaxy Bumi Permai G-6/16 Surabaya Telp. Karangmiri 17 Yogyakarta Telp. Telp. 08122958220 UPP-AMP YKPN Jl.2 Yogyakarta 55281 Telp.com Telp. Palagan Tentara Pelajar Km 7. (0274) 566277 Widya Dara Jl. (0274) 586115. 0818270719 UII Press Jl. Cisaranten Wetan Ujungberung. Suryodiningratan MJ II/721 Telp. 68 .

Rajawali IV Blok HD X No. (022) 7815500 Faks (022) 7802288 Email : mizanmu@bdg. 74863334 Faks. Telp. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226.net Penerbit Media Pressindo Kantor Pusat : Jl. Telp. (021) 4701795 Penerbit BayuMedia Kantor Pusat : Jl.Rajawali IV Blok HD X No. 7238342 Email : redaksi@transmediapustaka. Cisaranten Wetan Ujungberung. 69 . (0341) 7771289 HP. 137.net. Yogyakarta 55284.net. Bandung 40294.id Penerbit TransMedia Kantor Pusat : Jl. 18 Depok 16411 Telp/Faks (021) 7705606 Email : redaksi@qultummedia.net. qultummedia@yahoo. Anggrek 97 A Sambilegi Lor RT04/RW57 Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta. 146 Ujungberung.id Penerbit ResistBook Kantor Pusat : Jl.com Distribusi : Jl. 20 Malang 65100. Telp. 9 Depok 16411 Telp.com Distribusi : Jl. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. Sultan Iskandar Muda No.com Distribusi : Jl. Bandung 40294. 74863334 Faks. (0274) 620879 Email : medpress@plasa. Bandung 40294. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. 100 A-B Kebayoran Lama.com . 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. Anggrek 3/34 Baciro Baru – Yogyakarta 55225 Telp/Faks. 081334166888 Penerbit AL-I’TISHOM CAHAYA UMAT Kantor Pusat : Jl. (021) 7451644. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. Telp. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn.centrin. (021) 7292310. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. (021) 7451644.net.net. Telp. (021) 7451644. (0341) 580638 Email : bayumedia@telkom. Telp.net. (021) 7451644.id Kelompok Penerbit AR-RUZZ Kantor Pusat : Jl. Yogyakarta 55292.id Penerbit GalangPress Kantor Pusat : Jl. (021) 7701295 Email : info@mediakita. (022) 7815500 Faks (022) 7802288 Email : mizanmu@bdg. Telp.id website : www. Jakarta Selatan 12420 Telp/Faks. 74863334 Faks.net.com Distribusi : Jl. Irian Jaya D-24 Perum Nogotirto Elok II.com Penerbit QultumMedia (Kelompok Agromedia) Kantor Pusat : Pesona Depok II Estate Blok AK No.Rajawali IV Blok HD X No. Malang 65100.com Distribusi : Jl. (022) 7834311 Email : info@mizan. (0274) 554985 Email : glgpress@indosat. Cinambo (Cisaranten Wetan) Np. (022) 7834315 Faks.James Rompas (022) 7834310 Faks. Telp. (021) 7707129 Faks. (021) 4702683-84 Faks. 146 Ujungberung.Rajawali IV Blok HD X No. Puncak Yamin No. Magelang Km 5 Gang Bima No. Telp. Cinambo No.com Distribusi : Jl. (0274) 7103084 Faks.galangpress. 39 Kutu Dukuh.centrin. Rawamangun Jakarta Timur.com . Telp. Telp. Joyosuko 54 Merjosari Lowokwaru.Pemuda III No. Telp/Faks. Cinambo (Cisaranten Wetan) Np.id Penerbit MediaKita (Kelompok Agromedia) Kantor Pusat : Pesona Depok II Estate Blok AR No. (022) 7834316 Email : info@dar-mizan.com Kantor Perwakilan Wilayah Timur : Jl. 74863334 Faks. masjali@yahoo. (0274) 4332044 Email : arruzzwacana@yahoo.id Penerbit Read (Kelompok Mizan) Kantor Pusat : Jl. 10.

Telp. 9 Semarang. 08123315198 Penerbit SmartBooks Kantor Pusat : Jl. Telp. 137. Telp/Faks.resistbook. infogavamedia@telkom. 541324 HP. Telp/Faks. Bandung 40123. Yogyakarta 55282. Pemuda IV No.net. 7473004 Email : hanggar_kreator742001@yahoo. Telp.com Penerbit PT.id 70 . Email : maxi@maxikom.6 Tobongsari RT 04 / RW 68 No.id Penerbit Gava Media Kantor Pusat : Jl. (0274) 886866 Email : navila_book@yahoo. Telp.co. Malang. Sorowajan 136x Lantai 2 Banguntapan. (0274) 580439 . Maxikom Kantor Pusat : Jl. Palmerah Selatan 22. 5490666. (0274) 7422761. 08157926208 (Mas Aan – Resist Book cabang Malang) Email : resistbook@gmail.com Kantor Perwakilan Yogyakarta : Ringroad Utara Km 1. (022) 2502261 Email : apuy@jalasutra. pengiriman naskah softcopy buku bisa melalui E-mail : penerbitan@andipublisher. Telp. Beo 38 – 40 Yogyakarta 55281. Musi Raya No.08122597214 Email : infogavamedia@yahoo.com Kantor Jalasutra Bandung : Jl. Telp/Faks. (0274) 370445 Email : pemasaran@jalasutra. Yogyakarta 55198.id website : www. (0274) 561881 Faks.com website: www.com Kantor Pemasaran : Jl. 20 Jakarta 13220.net .com Penerbit Navila Group Kantor Pusat : Jl.com Penerbit DataKom Lintas Buana Kantor Pusat : Jl. Yogyakarta 55131.ac. (021) 5483008. 491047. Kaliurang Km 12 No.James Rompas Telp/Faks.umm. 33 B5 – B6 Palembang 30114. Paketmulyo UH V/411 Golo Umbulharjo Yogyakarta. (0274) 588282 Email : andi_pub@indo.id Penerbit Jalasutra Kantor Jalasutra Yogyakarta : Jl.com . info@gavamediayk.id website : www. (0341) 800528 HP. Telp HP.co. Abdul Rozak No. (0274) 7481390. (0341) 7059981.or. Sapujagat blok E-4 No. (024) 3550069 Email : smartbooks@lycos. Telp.com Penerbit UMM Press Kantor Pusat : Jl. Elex Media Komputindo Kantor Pusat : Jl. Raya Tlogomas 246 Malang.id Penerbit Castle Books Kantor Pusat :Jl. Telp/Faks. 5480888 Ext 3323 Website : www. (0274) 377034. 886866 Kantor cabang Malang : Jl. (0274) 558502.com Website : http://ummpress. 464318 pswt 140 Email : ummpress@yahoo. Telp. Residen H. 34 Candi 2 RT03/RW06 Sardonoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta.andipublisher. Mangunnegaran Kidul No. (021) 4759405 Email : datakom@telkom. Sidodadi 07 Kebon agung.com Penerbit Andi Publishing Kantor Pusat : Jl.net Penerbit CV.maxikom. 3 Maguwoharjo Depok Sleman.com .zzn. Klitren Lor GK III / 15 Yogyakarta.elexmedia.co. Jakarta 10270. 22-25. 08175482295 Email : ribut1@lycos. Telp.

Kebahagiaan No. (0274) 586556 Email : printing@anindya. nonfiksi@gramedia. Jakarta 11140 Telp. (021) 6340757 Email : bip_jkt@cbn. Lebak Arum III No.anindya. 3893820. (031) 3811280 Penerbit PT. Gramedia Kantor Pusat : Jl. 11 – 11a. 6341230 Faks.com website : www. Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia) Kantor Pusat : Jl. Stasiun Lempuyangan 12 A.James Rompas Divisi Percetakan dan Penerbitan PD.com Bottom of Form 71 . 16 Surabaya 60134. 2601555.id Penerbit PT. Palmerah Selatan 22 Lantai IV Jakarta 10270 E-mail : fiksi@gramedia. Telp (031) 3893306. Anindya Kantor Pusat : Jl. Yogyakarta 55186. (021) 2601234.com .net. 3812626 Faks. Telp/Faks.com Penerbit dan Percetakan Offset “INDAH” Kantor Pusat : Jl.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful