James Rompas Menjadi Penulis Buku

Menjadi Penulis Buku Produktif
Wujud sebuah buku adalah hasil kerja maksimal berbagai unsur sebagaimana disebutkan di atas Mengingat banyak kepentingan di dalamnya, maka menulis buku bukan sekedar menumpahkan ide-ide agar bisa dicetak dalam bentuk buku. Seorang penulis buku harus mampu menyelami pertanyaan di atas. Jika tidak, semangatnya tidak akan membuahkan hasil dalam arti buku itu diterbitkan. Untuk itu, mengacu pada pertanyaan di atas, maka seorang penulis buku harus memenuhi persayaratatan sebagai berikut: 1. Sebelumnya Berpengalaman Menulis Artikel (fiksi atau non fiksi) Berpengalaman menulis? Ya. Menurut saya ini syarat utama. Menulis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menulis perlu latihan bertahun-tahun dan diuji oleh surat kabar atau majalah yang menerbitkannya. Tapi ada juga yang penulis buku tapi sebelumnya tidak pernah menulis artikel? Ya ada. Tapi bobot bukunya baik dari segi “ruh buku”, idealisme maupun bisnis tidak begitu melambung. Penulis besar seperti Qurais Syihab, Toto Tasmara, Kartini Kartono, Muh. Fauzil Adhim, dll (dalam jenis non fiksi) atau Helfi Tiana Rosa, Izzatul Jannah, Asma Nadia, Mira W, dll (dalam jenis fiksi), mereka semua adalah penulis-penulis buku best seller yang sebelumnya adalah penulis artikel mumpuni yang artikelnya kerap menghiasi berbagai media cetak. Kepekaan seorang penulis artikel sudah teruji bertahun-tahun. Ketika berkecimpung dalam penulisan buku, sudah memiliki bekal yang cukup memadai. Dia akan mampu melihat dengan kaca mata bathinnya apa yang tengah terjadi di masyarakat. Kemudian menggali dengan cermat, apa sesungguhnya yang diinginkan masyarakat itu. Ibarat seorang pemanah ulung, ia akan menumpahkan segala kemampuannya (yang telah teruji itu) untuk membidik sasarannya. Hasilnya, buku-buku buah “tinta emasnya” laku bak kacang goreng (best seller). Seorang penulis artikel, secara otomatis (biasanya) telah memahami kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Maka ketika menulis buku, hal itu tidak aneh lagi. Ia akan mampu menyusun kata, kalimat dan paragraf yang enak dibaca dengan tanda baca yang sesuai tempatnya. Tulisannya mudah dicerna, mengalir laksana air pegunungan yang mengalir deras, sejuk dan menyegarkan. Pada gilirannya, pembaca merasa senang membaca keseluruhan buku itu, banyak hikmah yang dapat dipetik dan tidak merasa dirugikan sekalipun harga buku itu cukup mahal untuk ukuran “saku”nya. Seorang penulis artikel, biasanya juga seorang yang berwawasan luas (terutama pada bidang yang dispesialkannya). Mereka sudah terbiasa membaca buku, surat kabar, majalah, dll. Sebagai rujukan untuk memperkuat artikelnya. Maka ketika menulis topik tertentu untuk bukunya, mereka tidak akan kesulitan. Seorang penulis artikel, biasanya juga pekerja keras yang tak kenal lelah. Mereka sudah terbiasa memeras otak dan duduk seharian di depan komputer/mesin tik. Ibarat seorang pelari, ia sudah terbiasa dengan panas dan hujan, jalan berliku dan lurus, atau jalan menanjak dan menurun. Mereka sudah mengenal medan.

1

James Rompas

2 . Memahami Struktur Buku Struktur atau anatomi buku jelas sangat beda dengan artikel. Buku memiliki anatomi yang tersusun secara rinci. Sekalipun pada masing-masing penerbit berbeda dalam memahami anatomi buku ini, namun praktenya memiliki banyak kesamaan. Memahami anatomi buku sangat penting, seorang penulis dengan sendirinya tidak mempersulit diri sendiri dan penerbit. Penulisan buku yang semau gue, tidak lengkap sesuai anatomi yang umum, sekalipun diterima oleh penerbit, nantinya akan dikembalikan untuk dilengkapi. Secara garis besar anatomi buku terbagi dalam tiga besar; pendahulu, isi naskah, dan penutup (end matter). Tiga besar tersebut rinciannya sebagai berikut: a. Pendahulu (Preliminary pages/front mater) Pendahulu (bukan pendahuluan) adalah halaman yang mendahului halaman isi. Halaman ini hanya menginformasikan keberadaan isi buku yang akan Anda baca. Sebagian penerbit memberikan nomor dan jenis angka tersendiri pada halaman pendahulu ini (tidak satu rangkaian dengan halaman naskah dan umumnya menggunakan angka romawi). Namun banyak juga penerbit yang tidak membedakan hal tersebut. Halaman pendahulu terdiri dari: 1) halaman pancir (lembar pertama setelah cover) 2) halaman judul (lembar kedua) 3) balik halaman judul (halaman copy right) 4) daftar isi 5) daftar pedanan kata (transilasi) 6) halaman persembahan 7) ucapan terima kasih 8) pengantar 9) Sambutan Tidak semua penerbit menggunakan secara lengkap poin-poin tersebut terutama halaman persembahan, pedanan kata, ucapan terima kasih, dan sambutan semuanya disesuaikan dengan kebutuhan. b. Isi Naskah Buku Setelah pendahulu halaman, selanjutnya isi naskah atau menurut Sofia Mansoor “daging buku”. Isi naskah buku berisi pembahasan lengkap sebagai penjabaran dari judul. Isi naskah terbagi dalam beberapa bab, sub bab dan pasal yang dimaksudkan untuk memisahkan antara satu sub bahasan dengan sub bahasan yang lainnya. Di samping itu untuk mempermudah pembaca memahami isi naskah. Adakalanya babbab itu tidak ditulis, cukup menuliskan nomornya saja. c. Penutup (end matter) Penutup, end matter, atau back matter adalah halaman akhir setelah halaman naskah. Halaman penutup ini umumnya terdiri dari: 1) lampiran 2( daftar pustaka 3) indeks 4) riwayat hidup penulis Struktur buku di atas harus dipahami penulis. Buku yang dikirim dalam kondisi

2

James Rompas

lengkap, sangat memudahkan penerbit dalam mengolahnya. 3. Menguasai Masalah yang Ditulis dan Memiliki Sumber Rujukan Lengkap Sebagaimana penulisan artikel, maka penulisan buku pun sama harus memahami topik yang dibahas. Jangan pernah sekali-kali menulis tentang politik umpamanya jika tidak memiliki latar belakang dan pengalaman dalam bidang politik. Atau menulis tentang pertanian sementara latar belakang penulis dalam bidang peternakan, tentu akan sangat memusingkan diri sendiri. Sebagaimana dibahas pada Bab I, hendaknya penulis fokus pada spesialisasi ilmu yang dimiliki. Berbicara buku-buku rujukan, jenis buku non fiksi jelas memerlukan rujukan bukubuku yang memiliki kemiripan bahasan, atau setidaknya ada keterkaitan dengan naskah yang tengah ditulis. Dimaksudkan agar tulisan padat dan lengkap. Kredibilitas buku itu sendiri nantinya diakui sebagai buku yang berkualitas karena menyertakan pendapat dari penulis lainnya. Semakin banyak rujukan yang dipakai biasanya semakin besar pula kepercayaan pembaca. Walau demikian, orisinalitas dan gaya tulisan harus tetap terjaga. Seorang penulis tidak boleh hanya mengandalkan rujukan atau meniru gaya penulisan orang lain apalagi jika nyata-nyata menjiplak. Rujukan hanya sekedar perbandingan untuk menambah perbendaharaan pendapat. Pada gilirannya, penulis harus memiliki sikap tersendiri. 4. Memahami EYD Sekalipun sudah terbiasa menulis artikel dan sudah memahami bahasa Indonesia dengan baik, namun penulis buku harus memahaminya lebih dalam terutama korelasi antar paragraf, efektivitas kata, dan kalimat. Kata dan kalimat yang tidak efektif sehingga memberikan kesan bertele-tele, hendaknya dibuang. Begitu pula tanda baca yang kurang pada tempatnya agar diperbaiki. Sehingga buku tersebut mengalir, enak dibaca, tidak kaku dan menjemukan. Selain itu, seorang penulis harus mampu memilih kata (diksi) yang tepat untuk tulisannya terutama untuk judul, sub judul atau pasal. Pilihlah kata atau kalimat untuk judul bab, sub bab dan pasal yang dapat merangsang pikiran atau menarik perhatian pembaca. 5. Memiliki Kepekaan Tidak semua penulis memiliki kepekaan pemikiran. Dalam menjabarkan suatu ide, banyak penulis yang hanya mengekor tanpa memiliki orisinalitas ide. Seorang penulis yang peka, dapat melihat dengan mata bathinnya sesuatu yang layak dituangkan dalam buku. Terkadang topik yang dituangkan dalam buku itu sangat sederhana, namun begitu mengena di hati pembaca. Tidak semua buku best seller itu buku yang berat, justru buku-buku yang ringan, yang akrab dalam keseharian pembaca, kerap menjadi buku yang laku keras. Jadi jangan pernah asal-asalan dalam menulis. Efektivkan pikiran, tenaga dan waktu Anda untuk pembahasan ide yang benar-benar tepat sasaran. 6. Bermental Pejuang Penulis buku yang cengeng, sering keluh kesah, dan kurang bersemangat, sangat sulit bisa menjadi penulis yang sukses. Baru sekali bukunya ditolak oleh penerbit, lantas frustasi. Padahal seorang penulis ternama di Barat, pernah naskahnya ditolak oleh 600 penerbit. Setelah diterbitkan oleh penerbit ke 600 itu, bukunya ternyata best seller. Jika ia frustasi ketika ditolak oleh penerbit ke 500 umpamanya, kini ia takkan menikmati hasil tulisannya. Anda pernah ditolak oleh berapa penerbit?

3

Kita perhatikan dan kenali 7 sebab kegagalan dalam proses olah tulis menulis. baru memetik hasil. Tetapi sayang. Saya setuju dengan apa yang dikemukakan Aa Gym. Dan apalagi bergelar S2 atau S3. bahwa “semua ilmuwan adalah sama. ditambah alumni kursus-kursus pelatihan menulis atau mengarang. Ide Sebatas Ide Boleh jadi ide sudah berjumpalitan di otak kepala. Maka tidak heran jika Abu Al-Ghifari sewaktu aktif di Ash-Shidiq Intelectual Forum. ide hanyalah bunga-bunga khayalan. selalu bersemangat dan siap menghadapi halangan dan rintangan dalam menulis buku. Gagal Menjadi Penulis Sukses. tidak akan pernah bisa menulis. Dalam olah tulis menulis. Keluhan mereka yaitu tidak bisa menulis. kesulitan menulis bagi kaum intelektual bukan terletak pada teori tulis menulis. Deddy Mulyana. 1. sebuah lembaga pelatihan jurnalistik yang dipimpinnya. di negeri semisal Amerika. Kenapa? Saya akan coba mengurai sejumlah penyebab kegagalan menjadi penulis. Dengan semangat tinggi. adalah kenyataan aneh bila seorang dosen tidak bisa menulis. Kesimpulannya.James Rompas Beberapa naskah saya sendiri pernah ditolak oleh hampir seluruh penerbit di Bandung. tapi tidak pernah mampu menyelesaikan barang sejudul pun. Seorang penulis harus penuh optimisme. Dan terkejutlah saat membaca tulisan yang ide utamanya sama. “satu langkah bukti nyata. ketika naskah itu diterbitkan. bunga-bunga ide lesu dimakan waktu. Mungkin baru saat ide ditemukan rasanya tiada duanya. Tetapi karena malas mempraktekkannya.” Saya sepakat dengan Abu Al-Ghifari. Dalam bidang apa pun kegagalan adalah jenis makhluk yang bikin tidak enak bagi yang menjalaninya. sampai satu di antara mereka menulis buku. 4 . betapa banyak jebolan perguruan tinggi. Terbayanglah di benak kita ide ini paling mutakhir bernilai jual tinggi. menerima banyak keluhan dari sarjana S1. Bambang Trim mengutip sebuah pernyataan dari pusat pendidikan AS. Kedepankan profesionalisme dan kemahiran menulis dari pada sesuatu yang sifatnya materi. Berprestasi dulu. Perkiraan ide belum ditulis oleh penulis lainnya. Teruslah berlatih. Akhirnya. jangan mudah putus asa karena putus asa adalah racun bagi kesuksesan dan kesuksesan akan datang hanya pada mereka yang berusaha mendapatkannya bukan pada mereka yang hanya mengharapkannya. Dahulukan kerja keras. Kata DR. siapa pun yang hanya mempelajari teorinya saja. Prestasi apa yang dapat dihasilkan oleh generasi. Belajar Teori Saja Aa Gym sering mengingatkan. yang cuma berhenti sampai tingkat teori saja. lebih baik daripada seribu teori”. hasil belakangan. ternyata best seller. 2.

nanti akan lupa bagaimana caranya menulis. Maksudnya. Jangan terjebak pada arus gemuruh emosi sesaat. Mereka terlena dengan satu.” Sedangkan Hitler penulis “Perjuanganku (Mein Kampf)” begitu kuat mempengaruhi gerakan komunis. Akibatnya sulit lagi untuk menulis. Menulis yang Tidak Disukai Bicara mengenai tingkat kelancaran sekaligus kemandegannya. Tidak cukup dalam waktu singkat sebab profesi menulis bukan pekerjaan instan. kepopularan. apa lagi yang idealis. keterkenalan memerlukan proses waktu yang panjang dan perjuangan sangat keras. Lalu timbul kesimpulan. 6. kita menulis bahasan yang sebenarnya kita tidak memahami. ceramah yang disampaikan. antara komunikasi lisan dan tulisan terdapat kesamaan. jangan memaksakan diri. Begitu pula dengan tulis menulis. Robert B. Ukurlah kemampuan diri. yakni ingin cepat popular. Tidak adil jika kita menuntut diri dengan harapan sosial yang tak proporsional. Sementara pengetahuan mengenai Pemilu tidak memadai bahkan masih terbilang buta. Thomas Paine dan Adolf Hitler (lepas dari kejahatannya). Pembangunan Djakarta. 1959) mengungkap. Terkadang lupa bahwa ketenaran. dua tulisan yang dimuat dibanggabanggakan di setiap waktu dan diedarkan ke setiap forum pertemuan. Sayang. Nulis apa saja kalau kita menguasai materinya pasti lancar meski tidak bebas hambatan. Setiap penulis memiliki spesialisasi ilmu yang khas. Ingin Cepat Populer Para penulis pemula utamanya punya kebiasaan buruk. jika mengucapkan apa-apa yang tidak dikuasai. Memasarkan 5 . 5. 1992) menjelaskan. Dua di antaranya. banyak para penulis yang menggerakkan sejarah menulis di usia paruh baya atau tua: 44-54 tahun. padahal sudah terbukti mampu menulis. jelas akan gagal. kegiatan menulis tidak lagi (terutama) untuk mencari honor. Cepat Puas Tidak sedikit penulis pemula yang tulisannya berhasil dimuat media massa. niscaya menemui kemandegan atau kebuntuan. Penulis yang tidak tahan proses. Downs penulis “Buku-buku yang Merubah Dunia” (PT. tetapi bila dalam waktu yang cukup lama kemudian tidak lagi menulis. nulis apa pun sekiranya materi tidak dikuasai. Macet Terjebak Honor Bagi penulis senior. Tidak cuma lokal. bahkan ada yang menembus media berskala nasional. Buat mereka yang terpenting ide sudah tersebar. 4. Contoh: kita hendak menulis tentang Pemilu (Pemilihan Umum). Tentu saja bangga itu boleh. amat tidak menarik. Paine dinilai sebagai pelopor kemerdekaan Amerika dengan karyanya “Pikiran Sehat (Common Sense). Hikmah yang kita petik adalah meraih popularitas perlu waktu panjang. 3. Jalaluddin Rakhmat dalam “Retorika Modern” (Rosda Karya. Jangan cuma karena ingin gagah-gagahan. mereka cepat sekali merasa puas dengan capaian seperti itu. Cepat puas dalam konteks ini dapat menimbulkan kemacetan total.James Rompas Rugilah kalau ide sebatas ide. Sebaliknya. apa pun isi ceramah yang disampaikan ke khalayak akan menjadi menarik bila materi itu dikuasai. Namun sangat disayangkan.

yang dicari adalah honor berupa uang. Ketiga orang ini jelas memiliki kelemahan dalam mengolah tulisannya. Selang seminggu. siapa yang terlepas dari kelemahan. Biasanya kelemahan itu berupa: tidak ada waktu. Begitu sering pengamat politik muda usia Eep Saefullah Fatah menulis kolom saat menyetir. Waktu itu saya kecewa berat. tambah dalamlah diri kita memasuki wilayah kegagalan menjadi penulis. “tulisan saya sudah 20 judul tidak dihonor oleh media yang sama. Senang bukan bikinan. 7. ketimbang kelompok pertama. Berbeda dengan penulis pemula. dua tulisan saya dimuat sebuah harian lokal. Caranya. Bisa-bisa yang mendengarkan jadi pusing dan jengkel. Jika pembaca mengalami hal demikian. Eep ngomong soal politik. Ada bekas menteri yang mengetik di atas kendaraan. semakin meyakini lemah dan memperbesar kelemahan dalam menulis. Jangan perbesar kekurangan. nama lahir Abu Al-Ghifari sewaktu saya berkunjung ke Mujahid Press. karena katanya tidak ada honor untuk penulis luar. kecewa boleh. Hernowo mengaku bukan keturunan penulis. sedang berjuang keras memperpanjang umurnya. tapi bukan uang sebagai tujuan. Ambil positifnya saja. tapi jangan dipelihara. Apalagi kita umbar ke setiap orang. Sifatnya hanya menyumbang naskah. Di bulan Oktober 1996. sekiranya Abu Al-Ghifari berhenti menulis gara-gara tidak dihonor. By Lilis Nihwan Samuranje Problematika Penulis Pemula (1) Kesulitan Mendapatkan Ide 6 . Semua punya. tidak ada bakat menulis dan bukan keturunan penulis. Kelompok kedua jelas lebih banyak jumlahnya. sedang istrinya mencatat yang dibicarakannya. Ia menyatakan. pasti ia tidak seproduktif sekarang yang telah menulis puluhan buku itu. kurang referen. setelah pemuatan tulisan kedua.James Rompas ide ke lebih banyak orang dan kalangan. namun mereka tetap produktif.” Pembaca Budiman. Petugas itu mohon maaf ditambah basa-basi sedikit. Pembaca budiman. saya menghubungi bagian yang bertugas mengurusi honor. Dimuat pun sudah beruntung. Cerita yang sama dialami Toha Nasrudin. Saya pun segera tahu. dan sangat memaklumi koran lokal yang memuat tulisanku. Membesar-besarkan Kelemahan Sendiri Bicara kelemahan.

disiplin. ide atau inspirasi ini adalah modal awal seorang penulis dalam membuat artikel. Mengingat inspirasi munculnya tiba-tiba. "Genius itu. atau bertukar pikiran. Ide yang baik ditunjang dengan pemahaman masalah dan penjabarannya yang baik akan menghasilkan artikel yang berkualitas. Inspirasi ini nantinya mengarahkan penulis untuk menulis jenis karangan. Dalam usaha pengembangannya. Guna mendapatkan inspirasi. dan tekun. Pengarang yang sudah terlatih. Dalam kemahiran berbahasa inilah terletaknya "seni mengarang" yang ditunjang oleh disiplin yang ketat dalam berlatih. sedangkan cucuran keringat atau kerja/usaha 99%. Pengarang seperti ini tidak pernah kehabisan bahan tulisan. baik artikel. Inspirasi yang 1% itulah yang dikembangkan dengan kemampuan yang ada untuk bisa berkembang sampai 100%. Semakin banyak inspirasi yang ditulis dalam catatan kita. Munculnya inpsirasi ini kadang erat kaitannya dengan pengalaman panca indera dalam menangkap respon tertentu yang dialami saat itu. seperti membaca. tidak pernah mendapat kesulitan dalam mengembangkan inspirasinya. berjalan-jalan." dari sini semakin jelas. Namun sekalipun inspirasi itu hanya 1% tapi cukup vital. Inspirasi bagi seorang pengarang berpengalaman punya arti yang sangat berharga. dia berkarya tidak selalu menanti inspirasi datang. Pemilihan jenis karangan ketika muncul inspirasi tergantung minat penulis saat itu. bahwa kecerdasan atau kesanggupan berpikir itu. Inspirasi yang mengalir walaupun hanya sebuah kalimat pendek. seorang pengarang memerlukan modal atau pengetahuan "kemahiran berbahasa" Indonesia yang baik dan benar. maka akan semakin banyak pilihan dalam penulisan artikel nantinya. Dalam mengarang pun diperlukan kerja keras. Intinya. inspirasinya hanya 1% saja.James Rompas Diakui. merupakan suatu keahlian atau pengalaman yang terlatih. Kemampuan mengembangkan inspirasi atau ide. memeras otak. atau apa yang dikatakan Edison "cucuran keringat". sebuah artikel akan sulit dan tidak mungkin terwujud jika sebelumnya tidak ada ide. cerpen atau puisi. Thomas Alfa Edison mengatakan. dan 99% cucuran keringat. Inspirasi berarti sesuatu yang muncul secara tiba-tiba dalam pikiran kita. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (2) 7 . Ide dianggap langkah penting pertama sebelum menuju langkah berikutnya. dapat dijadikan sebuah artikel atau cerita pendek yang dibumbui dengan catatan atau pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain. maka para penulis profesional umumnya menyarankan kepada penulis pemula untuk senantiasa membawa buku catatan kecil khusus untuk menuliskan inspirasi ini. 1% inspirasi. sebaiknya carilah kesibukan. tetapi berkarya terus dan dalam berkarya itulah inspirasinya turun dan hinggap di kepalanya.

Pentingnya posisi tema. Adapun dalam tulis-menulis. tema yang hendak ditelaah sudah mulai jelas. persoalan. ketaatan pada tema dipakai sebagai patokan penilaian secara obyektif. Tema biasanya merupakan suatu komentar mengenai kehidupan atau orang-orang. Tema tulisan sangat menentukan arah tulisan atau tujuan dari tulisan tersebut. Kalau seseorang menulis tentang sukses Bimas (bimbingan massal). suatu moral. Kadang-kadang tema sudah jelas tapi rumusannya yang tidak tepat sehingga menimbulkan salah tafsir. be tapapun bagusnya tulisan kalau tidak taat pada tema akan disisihkan. Tema bisa berarti juga gagasan utama. singkat dan padat. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarnya yang akan dibahas atau diuraikan oleh penulis. Apalagi jika dalam tulisannya tidak diceritakan langkah apa 8 . maka penulis itu salah tafsir. tema diartikan sebagai dasar isi cerita. Tema dipergunakan untuk memberi nama bagi suatu pernyataan atau pikiran mengenai suatu subyek. kapan musim buah kesemek. Penelaahan itu bisa menjalar ke mana-mana. Dalam sayembara penulisan. Begitu seterusnya. Sehingga jika ada dua tulisan yang sama bagus. Dalam menentukan tema atau menerangkannya kita harus menghindari hal-hal yang imperatif. Tema bukanlah suatu firman. subyek atau topik.James Rompas Kesulitan Mentukan Tema Tema dalam karang-mengarang adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. suatu petunjuk mengenai cara hidup. motif atau topik. atau apa saja yang harus dilakukan. Tema harus dibedakan dari motif. Misalnya ada tema tulisan: Pengolahan sale kesemek. tapi perlu juga mencari jawaban atas pertanyaan "bagaimana" (pokok bahasan yang sudah ditemukan itu terjadi atau dilakukan). Tapi biasanya diuji dengan dua pertanyaan "apa" dan "bagaimana". Menentukan tema tidak cukup hanya dengan mencari jawaban atas pertanyaan "apa" (yang dimaksud dengan) tema itu. Mentukan tema harus jelas. Lebih jelas lagi jika tema itu mudah memberikan jawaban atas pertanyaan "Apa sebab?" (sampai terjadi demikian atau harus dilakukan demikian?). sehingga ada sebagian penulis yang mengatakan bahwa menemukan tema sama halya telah merampungkan tulisan. suatu pengumuman. Dalam berbagai kamus kontemporer. tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. di mana diperoleh. Apa dan bagaimana tema atau dasar pikiran yang akan disusun menjadi tulisan itu? Menentukan tema tulisan beda dengan menentukan judul. di mana ditanam. maka yang keluar sebagai pemenangnya adalah tulisan yang paling taat pada tema. suatu keputusan. amanat cerita. ayam misalnya. Tema merupakan suatu pernyataan mengenai hidup dan manusia. Apa sale kesemek itu? Apa pula kesemek itu? Bagaimana wujudnya. padahal yang harus disusun adalah tulisan tentang "Bagaimana cara meningkatkan hasil telur ayam melalui Bimas". suatu observasi. atau buah pikiran yang diuraikan dalam karangan.

By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (3) Kesulitan Membuat Judul Berdasarkan pengamatan selama bertahun-tahun. Dalam hal ini tidak ada aturan baku. Tidak semua penulis langsung bisa memilih kata yang tepat. hasilnya terlalu lebar sampai tidak mungkin mendalam. dapat disimpulkan bahwa kesulitan membuat judul mencakup penentuan dan penyusunan kalimat judul itu sendiri. Tapi lebih bagus lagi jika yang bagus itu terjadi pada tulisan yang temanya dikehendaki semula. sebuah artikel ibarat seseorang tanpa kepala. Judul harus singkat. penulis yang bersangkutan juga harus senantiasa ingat bahwa tema yang terlalu luas jangkauan selalu sulit digarap.James Rompas saja yang harus ditempuh pada usaha peningkatan produksi telur ayam secara intensif dan massal. tulisan tidak mencapai sasaran. ada yang membuat judul sebelum artikel dibuat dan ada juga yang membuat judul setelah artikel itu rampung. menarik dan menggambarkan isi bahasan. karena ia merasa karya tulis yang "mencari jalannya sendiri" itu justru lebih alamiah bagusnya. namun sulit untuk memilih kata atau kalimat yang pas untuk judul artikelnya. Tahap selanjutnya si penulis mesti bisa memilih kalimat atau kata yang tepat dan menarik. Tak jarang pula. daripada karya tulis yang dipaksa patuh pada tema. Padahal sebuah tulisan nonfiksi untuk majalah dan surat kabar tidak boleh menjalar ke sana ke mari. Dalam menelaah tema. Penulis pemula kadang tidak tahu. judul apa yang layak untuk artikelnya. Namun untuk membuat judul yang baik dan menarik bukanlah hal yang mudah. dalam pembuatan judul penulis terbagi dua. memilih kata atau kalimat yang menarik ini biasanya menjadi problema tersendiri. Ketidaksesuaian antara tema dan hasil garapan juga dapat terjadi kalau penulis yang bersangkutan tidak taat tema. ide judul ada atau arah penentuan judul sudah ada. Kalau dipaksa digarap juga. Namun sebaiknya agar berusaha membuat judul sebelum 9 . tapi kalau menyimpang terlalu banyak. diperlukan latihan dan menimba pengalaman lebih dalam. Penulis profesional biasanya sudah bisa menggambarkan kemana arah artikelnya sehingga sebelum artikel itu dibuat ia sudah memiliki gambaran mengenai judul yang baik. melalui Bimas. Boleh membuat judul sebelum atau sesudah artikel dibuat. padat. itu memang bisa dan biasa terjadi. Judul dalam sebuah artikel ibarat kepala yang menopang alur kehidupan. Untuk itu. Tanpa judul. Untuk itu tema perlu dirumuskan kembali agar cakupannya lebih sempit. Menyimpang sedikit tidak apa. terlebih dahulu Anda harus memahami tema yang akan dibahas. Nah. Tidak luas sampai abstrak. tapi konkret. Untuk membuat judul yang baik.

Judul harus pendek maksudnya ringkas dan tidak bertele-tele. Selain itu. Jangan memperkosa isi bahasan hanya karena ingin tulisannya dibaca. namun biasanya seorang penulis tidak langsung bisa menentukan satu judul. cerpenis ternama. baik pembukaan yang mencekam atau sekedar mengasyikkan pembaca. Namun sebaiknya usahakan judul tidak lebih dari lima kata. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (4) Kesulitan Membuat Lead Sulit memulai adalah masalah yang paling banyak dikeluhkan para penulis. 10 . sebagaimana dikutip Faruk dalam epilog kumpulan cerpen KOMPAS (1996) mengakui. seorang penulis harus jujur dalam membuat judul. masalah ini memiliki prosentase tertinggi sebagai masalah yang paling populer. nanti juga akan menemukan korelasi dengan bahasan yang sedang dibahas asal jangan terlalu jauh melenceng dari judul atau topik yang dibahas. Baik pembuka karangan dalam artikel fiksi atau lead dalam artikel nonfiksi. Dalam artikel nonfiksi. kemudian pilih mana yang terbaik dan lebih menarik. maka tuliskan saja dulu. keduanya mendapatkan kesulitan yang sama. Kadang seorang penulis profesional menyarankan agar tulis saja apa yang ada dalam pikiran saat itu. dan terkesan emosional. Artinya dalam keadaan terpaksa boleh saja seorang penulis membuat judul agak panjang. Terutama untuk artikel ilmiah. Bahkan jika dikalkulasikan dari semua masalah jusnalistik. tapi penulis profesional pun mengeluhkan masalah ini. sebaiknya sering mengamati judul yang diterbitkan media massa atau konsultasi langsung dengan para penulis profesional. mendapatkan pembukaan yang enak. motivasi menyelesaikan bahasan cukup tinggi dan tingkat konsentrasi pun lebih tinggi. Setelah itu. Makna bahwa judul harus menarik bukan berarti "ekstrim" melainkan mampu menarik pembaca bahwa isi artikel itu bagus. "Anehnya. Sekalipun pandai memilih kata atau kalimat. Maksud ekstrim adalah keluar dari maksud sesungguhnya. judul tidak boleh berisi fitnahan. Bagaimanakah setidaknya menurut saya sendiri. Contoh: Hotel Internasional di Teluk Banten. Judul ini tidak mengisahkan sebuah hotel melainkan sebuah gua yang ada di teluk Banten tempat singgah burung dari negara lain. hasutan. nanti bisa dilihat mana kalimat yang tidak layak dan harus dipangkas serta mana yang harus dipertahankan. Untuk itu jika ada bebarapa judul untuk suatu artikel. Tak kurang Satryagraha Hoerip. Sekalipun demikian yang terpenting judul bisa menggambarkan isi bahasan. Kata-kata atau kalimat pembuka itulah agaknya yang selalu membuat saya gelisah. Biasanya ada bebarapa judul sebagai alternatif.James Rompas artikel dibuat karena terkadang dengan adanya judul. sekarang ini saya bahkan ingat bahwa yang senantiasa sulit bagi saya ialah justru bagaimana memulai. mencoba dan mencoba. Jika Anda masih juga kesulitan membuat judul. Hal ini tidak terbatas pada penulis pemula. kalimat pembuka ini disebut lead.

ataukah bagaimana-nya? Kalau yang menarik itu apa-nya. Pernyataan yang menonjol Lead ini kadang-kadang disebut punch lead (pendahuluan kejutan). Ah! Baiknya Anda melihat sendiri.James Rompas Khusus untuk artikel nonfiksi. Jakarta yang panas hawanya. Ia memang bermaksud membuat pembaca kagum. Tebingtinggi. sering kali menggugah minat baca karena mengajak pembaca membayangkan bersama penulis. Misalnya: Dari jauh saja sudah mempesona. Misalnya : Membuat lengkeng berbuah di dataran rendah tidak mudah. d. Anekdot (kisah pendek tentang kejadian penting yang menarik karena aneh atau lucunya) biasanya memang benar-benar terjadi. namun ia menggambarkan beberapa pokok obyektif tertentu yang dapat dipakai penulis sebagai titik awal pembicaraan yang berhubungan dengan pokok bahasan. Seperti Buket raksasa saja pesta agung di istana Rahwana Raja. Kalau yang menarik itu dimana-nya. tergantung pada kapan-nya. Slamet Raharjo (1997) memberikan alternatif terbaik untuk mempermudah kalimat pembuka ini. maka ringkasan sebagai lead biasanya akan diperhatikan. dari Binjai. 11 . dengan batangnya abu-abu dan bunga merah merona tersebar rata dipuncaknya. Ringkasan Pendahuluan berbentuk ringkasan nyata-nyata mengemukakan topik dan pokok isi tulisan secara garis besar. yaitu : a. Tetapi kalau memulainya dengan sudut pendang paling menarik.. sekalipun sering dibumbui tambahan fiktif. biasanya terasa kering dan tidak menarik. Keberhasilannya mengantarnya ke Filiphina untuk menerima hadiah Magsaysay tahun 1972. Kalau ringkasan ini ditulis begitu saja. (What lead). nama-nama pemberian neneknya dan para sesepuh yang lain ditulis pada secarik kertas yang kemudian dimasukkan ke dalam batok kelapa jenggi. mengapa-nya. Misalnya: Luar biasa! Hans Westernberg. Kadang-kadang cara melukiskan kejadian itu begitu bagus. Apalagi Lubang Buaya. Namun dengan menggelangi batang. maka yang ini yang dijadikan lead. Biasanya diikuti dengan kalimat kekaguman. Meskipun kebanyakan subyektif.. Soenandar berhasil membuahkan lengkengnya untuk pertama kali dalam sejarah perkembangan. kejadian atau hal. Dan latar belakangnya biru lazuardi . Ada lima cara untuk memulai ringkasan. sering menawan juga karena membuat tulisan nonfiksi seolah-olah menjadi fiksi. sampai lead ini disebut lead sastra. Anekdot/Dongeng/Sejarah Pendahuluan bersisi anekdot. Tujuannya memberi gambaran kepada calon pembaca yang akan disajikan dalam tulisan itu nanti. Jakarta yang panas hawanya. lalu dibaca. pohon dadap itu kalau sedang berbunga. dengan kata-kata yang jernih. pohon dadap Erythrina variegata itu. maka leadnya diubah sebagai berikut : Di Lubang Buaya. Bagaimana caranya? b. apa-apa yang diceritakan itu. Misalnya: Ketika pangeran Djajadiningrat dari Banten masih berumur balita dan akan diberi nama dulu. c. dimana-nya. Pelukisan Pendahuluan yang melukiskan fakta. panen singkong 70 ton tiap hektar tiap musim. pohon lengkeng yang biasanya hanya mau berbuah di daerah sejuk itu ternyata bisa disuruh berbuah.

Dan barangsiapa yang mempelajari ilmu lalu mengamalkannya. bersabda: "Ilmu itu adalah ruh Islam dan tiangnya iman. Kadang ide sudah ada. berikut kami bahas satu persatu: 12 . Kutipan orang lain/Kitab Suci/Petuah Pendahuluan berupa kutipan ucapan seseorang (tentunya yang memang terkenal sudah "mempunyai nama"). Kurang referensi c. penulis masih bingung. apa yang mesti dilakukan dengan ide itu karena begitu 'gelap' untuk menjabarkannya. Awalan dutch (yang selain Belanda juga berarti fancy). Misalnya: Anda pernah mendengar istilah Dutch Wife? Belum. "Karena itu. Pertanyaan Pendahuluan berbentuk pertanyaan yang merangsang keingintahuan merupakan lead yang bagus. menuturkan asal usul namanya."(HR. Abu Syeikh). g. Penulis lebih banyak memakai kata "kita" dan "Anda" dalam tulisannya. Misalnya: Anda sudah pernah menikmati kelezatan mangga manalagi? Inilah cara-cara bertanam agar menghasilkan buah yang lezat. sudah tentu lebih akrab rasanya. Itu bukan istri Belanda. untuk memulai tulisan. maka Allah akan mengajarkan apa-apa yang belum diketahuinya. Setelah kertas pilihannya dibuka. Penulis tidak menguasai masalah atau materi yang dibahas b.James Rompas Ibunya kemudian mengambil salah satu kertas yang tergulung dalam batok itu. Belum terbiasa membuat artikel Untuk lebih jelas mengenai empat masalah tersebut. Misalnya: Rasulullah saw. Amanat langsung Pendahuluan berbentuk amanat (atau pesan) langsung kepada pembaca. maka Allah akan menyempurnakan pahala baginya. Achmad-lah." Demikian Pangeran Arya Achmad Djajadiningrat. menuju ke arah pengertian "semu". dapat langsung menyentuh rasa pembaca dan sekaligus membawanya ke pokok bahasan yang akan dikemukakan dalam artikel nanti. karena pembaca perorangan. Barangsiapa yang mengajarkan ilmu. f. ternyata bertuliskan nama Achmad. Tidak jelas kerangka kerangannya (kerangka pemikirannya) d. e. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (5) Sulit menjabarkan yang dimaksud di sini adalah bukan sebatas kesulitan membuat kalimat pembuka tapi kesulitan menyelesaikan artikel itu hingga tuntas. Namun Dutch wife tidak bisa buru-buru ditafsirkan sebagai istri semu (atau gadungan). Ia hanya berarti guling. tentunya. Ia menggugah pembaca dan menolongnya agar mulai berpikir aktif. nama saya. Di antara penyebab dari kemandegan ini adalah: a.

seni atau lainnya yang tidak ada kaitannya dengan politik. cukup pokok pikirannya saja. Bedanya dengan jiplakan. baik terdapat dalam buku. Untuk itu kami sarankan agar membahas suatu ide yang memang layak Anda bahas atau sesuai dengan latar belakang pendidikan Anda. kutipan dapat dibedakan atas kutipan langsung dan kutipan tidak 13 . tapi bagi penulis pemula biasanya bingung sendiri. Penjiplak sering disebut juga plagiator. Fungsinya sebagai bukti atau memperkuat pendapat penulis. Menurut jenisnya. ide yang didapat dalam bidang politik.James Rompas a. Sekalipun artikel yang dibuat sesuai latar belakang pendidikan Anda. Penyebab lainnya adalah kurang adanya perhatian pada kerangka karangan. tapi masih kesulitan menyusun kata atau kalimat. Kerangka karangan dalam setiap tulisan atau karangan tetap diperlukan. Penulis tidak menguasai masalah atau materi yang dibahas Kebanyakan penulis pemula merasa optimis bisa membahas bahasan yang idenya baru saja ditemukan. Sekalipun boleh-boleh saja selama mampu. Disarankan. bisa jadi disebabkan belum terbiasa membuat artikel. nanti pun Anda akan terbiasa menulis dengan mudah. tidak mesti terlalu mendetail. Penulis yang memaksakan diri membahas suatu bahasan tanpa menguasai materi tersebut bisa prustasi. c. Tidak jelas kerangka karangannya Bagi penulis pemula. Misalnya. namun tidak ada salahnya sebelum Anda membuat artikel. surat kabar. (Lihat bab I tentang Fokus pada Spesialisasi Ilmu yang Dimiliki) b. Kerangka karangan untuk artikel cukup secara garis besar saja yaitu rangkaian masalah yang akan dijabarkan dalam artikel. tapi kadang masih ada kendala menjabarkan bahasannya. jelas sulit. mengambil pendapat orang lain tanpa menyebut sumbernya sehingga dianggapnya pendapat diri sendiri. By Abu Al-Ghifari Problematika Penulis Pemula (6) Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat seseorang dari seorang pengarang atau seseorang yang sangat terkenal. persiapkan dulu referensi atau rujukan yang mendukung pada artikel yang akan dibuat. d. kalau jiplakan. Kurang referensi Referensi. atau media elektronika. selain itu nantinya kredebilitas penulis akan sangat diakui media. tidak mempertimbangkan apakah dia mampu atau tidak menjabarkan ide itu. padahal dia sendiri hanya berlatar belakang matematika. majalah. Membahas suatu ide yang materinya sesuai dengan latar belakang sendiri akan sangat mengasyikkan. Belum terbiasa membuat artikel Jika tiga masalah di atas bukan kendala lagi. baik buku-buku atau media lainnya sangat menunjang dalam pembahasan suatu artikel. sekalipun ide yang dibahas sesuai dengan profesi atau latar belakang pendidikannya dan referensinya juga cukup. sekalipun sulit tapi usahakan terus berjalan.

b. Judul buku yang ditulis boleh judul asli atau terjamahan. ditulis pula nama penulis aslinya. tetapi di belakangnya ditulis nama penerjamahnya.James Rompas langsung. tulis nama orang atau badan yang mengedit. Kutipan langsung adalah kutipan yang mengutip pendapat orang lain secara lengkap kata demi kata. sipenulis tidak boleh merubah redaksi atau kalimat dari kutipan. penulis tidak boleh merubah isi kutipan baik redaksinya maupun maknanya sekalipun mungkin tidak sesuai dengan selera penulis. Misalnya: Perilaku seks menurut Dr. a. 2. skripsi. Bila penulis lebih dari tiga orang. Raja Grafindo Persada :1994). Teknik tersebut adalah: 1. Bila sumber itu terjamahan." b. Sarlito Wirawan Sarwono. b. Apalagi dalam kutipan langsung. Kutipan tidak langsung. Kutipan langsung diapit dengan tanda petik sedangkan kutipan tidak langsung tidak dan biasannya diawali dengan kata "bahwa". Misalnya: Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. tahun penerbitan. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah: a. Berikut ini beberapa cara teknik pencantuman sumber kutipan. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat: "Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. Cukup ditulis nama penulis dan buku karangannya. c. Bila sumber itu kumpulan tulisan. 14 . Cukup dinulis nama penulis. Kutipan tidak langsung. diikuti dengan "ed" (ed = editor). Sarlito Wirawan Sarwono. dan desertasi. Kutipan tidak langsung. Sumber kutipan. kutipan tidak langsung adalah mengutip pendapat orang lain berupa intinya yang terkadang teks kalimatnya diganti dengan kalimat gaya penulis bersangkutan tanpa merubah maksud kalimat tersebut. 1994 : 137). Kutipan langsung. Misalnya: Dr. dicantumkan dalam isi bahasan atau langsung dalam tulisan bukan dalam catatan kaki seperti pada makalah. a. Misalnya : Dr. dan halamannya. Sebaliknya. 3. khusus artikel. Cukup ditulis nama penulis. b. baik pengutipan langsung maupun tak langsung. Sarlito Wirawan Sarwono (1994 : 137) berpendapat bahwa. tesis. Penulis bisa memilih beberapa cara di antaranya sesuai kebutuhan. Misalnya: Dr. Misalnya: "Perilaku seks adalah segala tingkahlaku yang didorong oleh hasrat seksual". (Dr. Kutipan langsung. Sarlito Wirawan Sarwono (Raja Grafindo Persada: 1994) adalah: "Perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual". Tiga teknik tersebut adalah di antara teknik yang paling sering digunakan. penerbit dan tahun penerbitan a. cukup menulis nama penulis yang pertama diikuti dengan tulisan"et al" (et al = dan kawan-kawan). Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat bahwa perilaku seksual adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual. Kutipan langsung. perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang dirorong oleh hasrat seksual. Idealnya dalam pengutipan. kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. (Dr.

dan bahkan dapat mengayuh dengan santai atau cepat. By Abu Al-Ghifari Strategi Merangkai Kata Menulis itu ternyata memang tidak gampang. belum tentu kita dapat melukiskan sebagus-bagusnya dalam kata. terasa susah bukan main. dan akan tiba saatnya Anda harus menulis. Kata-kata mengalir dengan mudahnya sehingga terangkai menjadi rangkaian kalimat yang menawan. Tetapi setelah bisa. Buktinya. Pater Bolsius SJ. bagaimana menyusun kalimat yang “hidup”. Lalu. tanggal/bulan/tahun penerbitan. you don’t write”. e. belajar menulis itu seperti belajar naik sepeda. Ketika awal-awal belajar naik sepeda. bahwa meskipun setiap hari melihat langit. tidak semua orang mampu menjadi seorang penulis yang piawai mengorganisasi kata sehingga terangkai dalam kalimat yang komunikatif. ditulis nama sumbernya (penanggung jawab) kemudian ditulis data lainnya. duduk di atas sedel sepeda bisa dilakukan dengan tenang tanpa terjatuh. naik sepeda terasa mudah. nama surat kabar/majalah. Seperti yang dikatakan Eka Budianta. seperti dikutip Wishnubroto Widarso dalam bukunya Pengalaman Menulis Buku Non-Fiksi pernah berucap. Jose Daniel Parera dalam Konggres Bahasa ke-5 di Jakarta mengatakan. Tapi setelah bisa. kunci bisa terampil menulis atau merangkai kata memang terletak pada kontinuitas latihan (sehari-hari). suatu saat pemahaman Anda semakin luas. Konon. hobi membaca buku. Bagaimana mengawalinya. Apalagi mengorganisasi kalimat sehingga teruntai ide-ide segar yang menggerakkan. Bila sumber itu tidak diketahui nama pengarangnya. menulis terasa mudah dan indah. biarkan ia mengendap dalam benak Anda. terasa sulit bukan main. Begitu pula belajar menulis. maka ditulis judul artikel. Ketika awal-awal menulis.James Rompas d. Terkadang sulit membayangkan. Jikalau engkau tak (punya kebiasaan) membaca. Ada tamsil menarik soal ketrampilan menulis. Pertama. Jatuh-bangun berkali-kali. banyakbanyaklah Anda membaca. Bila sumber itu surat kabar atau majalah. apa saja kiat-kiat agar bisa terampil menulis ? Berikut ini ada 7 kiat yang bisa dipraktekkan. engkau tak bisa menulis. apa yang ditulis dan sejumlah pertanyaan-pertanyaan lain yang berkecamuk. Karenanya. 15 . dalam bukunya Menggebrak Dunia Mengarang seperti yang pernah dikutip dimuka. “If you don’t read.

Kedua. hobi meneliti. Fenomena alam akan menjadi inspirasi sebagai bahan tulisan. tulislah apa saja sepanjang hari. tapi juga membaca alam. Kelima. Diskusi merupakan ajang tukar pendapat. suka korespondensi. tapi selama ini kita belum mengetahuinya karena itu kita tidak menggunakannya. Begitu juga novel Para Priyayi Umar Kayam. Apakah dia seorang yang memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi atau tidak. buku harian merupakan media yang tepat untuk itu. Ketiga. membacalah sebanyak-banyaknya. memerlukan media untuk menuliskan ide-ide yang bekerjapan dan lalu lalang setiap harinya. Penulis juga begitu. James Pennebaker. YB Mangunwijaya mendalami masyarakat Maluku dan pola hidup Maritim di sana. Dan pengetahuan yang luas yang Anda dapatkan dari membaca akan memudahkan Anda untuk menuangkannya ke dalam tulisan. mempunyai buku harian. mencintai bahasa. Dari bahasa. maupun orang asing di tempat jauh yang belum kita kenal. Homa. dalam bukunya Mengikat Makna menyatakan. Ternyata ada banyak kata yang bagus yang dapat kita gunakan dalam tulisan kita. Hal itu akan berguna untuk mengasah ketrampilan menulis dan melatih kepekaan kepada kata-kata. Seorang psikolog dan ahli terapi menulis. menganjurkan. perlu jogging harian. “Write your wroung !”. Ia akan menjadi inspirasi yang hebat untuk bahan tulisan kita. pembaca bisa berarti teman dekat. Arpan mengatakan. yang ditulis dengan mengadakan berbagai penelitian dan dukungan perguruan tinggi di Amerika Serikat. Dr. 16 . Itulah tujuh kiat yang bisa dipraktekkan. Dalam hal ini. Di panggung kehidupan ini ada banyak peristiwa yang bisa digali untuk bahan penulisan. seseorang akan gampang mengungkapkan apa saja yang diingininya lewat tulisan. Ke-enam. Dalam menulis surat kita berlatih memilih kata-kata yang pantas untuk pembaca. cintailah bahasa. Termasuk. kenalan baru. membaca alam adalah membaca peristiwa kehidupan. Ibarat pelari. Kekayaan kosakata-lah yang membedakaannya. suka diskusi. “Kecakapan menulis tak akan begitu saja jatuh dari langit. Ke-empat.James Rompas Hernowo. ibarat Anda buang hajat besar lantaran kekenyangan. suatu ketika hasrat menulis akan timbul pada diri Anda secara alami. Minat meneliti merupakan sarana yang akan semakin meningkatkan kedalaman dan luasnya jangkauan tulisan kita. sebelum menulis Ikan-ikan Hiu. menulis setiap hari di buku harian juga berguna untuk membangun kepribadian. Milikilah buku harian. orangtua. pejabat. indikasi dari tingkat intelektualitas seseorang akan tampak. Ido. Prof. Maka. Selain itu. Ketujuh. Menurut Eka Budianta. Jadi. Karenanya. Bahasa adalah alat komunikasi. membaca alam. Buka-bukalah kamus Bahasa Indonesia. Dalam diskusi akan banyak pendapat dari luar diri kita yang dapat menimbulkan letikan ide atau inspirasi untuk bahan tulisan kita. Tapi kecakapan itu baru bisa dicapai dengan jalan berlatih”. Menulis surat atau korespondensi adalah latihan berkomunikasi secara tertulis yang cukup efektif. Membaca tak semata-mata membaca buku. Floyd G.

tapi juga diakui penulis kawakan. Pengakuan ini tidak hanya dibenarkan oleh penulis pemula. Peristiwa ini terjadi di sebuah kota besar negeri kita. Kata Mutiara Mutiara dicari dan disenangi banyak orang. Beliau kerap kali mengutip ucapan-ucapan sastrawan besar sayyidina Ali. Sehingga tidak mengherankan untuk membuat kata pembuka lazimnya disebut intro menghabiskan banyak waktu. 3. 70% kaum remaja usia SMP-SMU pernah merasakan zina. Dalam artikelartikelnya. Di dalam keberanian mulai terpendam 17 . Sehingga dalam tulisan pun dalil naqli harus ditulis terlebih dahulu. Katakanlah di luar dugaan. Pengaruh intro kepada pembaca cukup besar. menarik atau tidaknya kata pembuka. tersedot perhatiannya. Yang penting mengejutkan. Contoh lain. bila menemukan (membaca) informasi yang mengejutkan. sangat vital. Abdullah Gymnastiar memberikan bahwa.James Rompas by Badiatul Muchlisin Asti Strategi Membuat Lead Menulis kata pembuka merupakan bagian yang sulit dalam tulis menulis. Data Mengejutkan Pembaca akan terpengaruh. 2. Pesona kata mutiara dapat mengakdai pembaca. Kita akan coba mengenali dan menemukan penulisan intro denga tujuh cara. Petikan Kitab Suci Selain sebagai gaya. 1. karena dari segi nilai jual punya andil yang strategis. “Apapun yang akan Anda lakukan atau impikan dapat Anda mulai sejak sekarang. kita perhatikan contoh-contoh berikut: Mengutip sebuah penelitian. didukung lebih dari 300 santri perusahaan yang dikelola pesantren Daarut Tauhid – Bandung. Selesainya sebuah tulisan antara lain disebabkan bagus-tidaknya. 2000). terpancing emosinya. Termasuk mutiara dalam tulisan atau kata mutiara. metode. Mereka memiliki falsafah bahwa setiap sesuatu harus berpijak pada dalil. da’i kondang KH. Pesan intinya hukum Allah sesuai dengan segala dalil naqli punya pendapat yang sama. Mengejutkan bisa berakibat senang atau sedih. Kita simak kata mutiara dari Geothe yang dicuplik Hernowo dalam “Kata Pengantar” panduan penyusunan naskah (Mizan. Penulis sekaliber Jalaluddin Rakhmat sering mempraktekkan cara ini. Walaupun kata-kata itu pedas karena menasehati pembaca. Diperkirakan frekuensi kenaikan omzet terus meroket pada masa-masa mendatang. Dengan memadukan teori Manajemen Qolbu dan enterpreneursip. Fungsi kata pembuka. Meraup omzet sebesar 15 miliar per tahun. terdapat muatan khusus dan mendalam bagi penulis yang memetik ayat Al–Qur’an atau As–Sunah di awal artikel.

Menimbulkan ger-geran. 5. Boleh kisah sendiri. para nabi. Latar Sejarah Menyapa pembaca bisa juga dengan penyebaran latar sejarah. yaitu menunda shalat. Menuturkan kronologis tertentu yang berhubungan dengan masalah yang sedang ditulis. IG: “Apakah yang paling dekat dengan kita?” PS: “Keluarga” IG: “Benar. tapi ada yang lebih ringan. Cara ini cukup efektif. yaitu kematian. pernah juga menginformasikan suatu kebenaran dengan gaya guyon. Nabi Muhammad Saw. melakukan perenungan berbagai hal.” IG: “Apa yang lebih ringan?” PS: “Angin” IG: “Benar. Misal: Pisang apa yang kulitnya enak dimakan? Kemudian Bondan menjawab pisang goreng. antara guru dan muridnya. tokoh atau siapa saja. kekuatan dan keajaiban”.James Rompas kejeniusan. Cukup banyak media yang memberikan ruang untuk humor. 6. tapi mendidik. yang awalnya dipuja-puja oleh rakyat Thailand? Tetapi kemudian hari para mahasiswa itu dimusuhi oleh rakyat karena dianggapnya tidak mampu merubah keadaan. Kutipan Dialog Dialog bisa kita ambil dari kejadian sehar-hari. beliau punya kebiasaan menyendiri di Gua Hira. Sapalah pembaca dengan guyonan segar. Dahulu sebelum majalah tempo dibreidel (kemudian terbit kembali) seorang penulis bernama Bondan Winarno seperti diakui Yosal Irantara (Dekan Fikom Uninus). Pertanyaan Pertanyaan mempunyai kandungan maksud untuk mengajak pembaca segera berpikir. tapi ada yang lebih jauh dari kita. Humor Manusia senang dengan sesuatu yang lucu. Di tempat ini Nabi Saw. Perhatikan dialog Imam Ghozali (IG) dengan para santrinya (PS). Keterlibatan pembaca terasa secara langsung. Misal: kita akan menulis perihal “pentingnya tafakur”. (Baca kisah nenek yang tidak masuk surga). Misal: Apakah mahasiswa Indonesia senasib dengan mahasiswa Thailand. Sebelum Muhammad bin Abdul Muthalib diangkat menjadi Rasul. tapi ada yang lebih dekat dengan kita. 4.” 7. percakapan keluarga dan seterusnya. amat rajin menggunakan kata pembuka dengan anekdot.” IG: “Apa yang lebih jauh dari kita?” PS: “Negeri Cina” IG: “Benar. by Lilis Nihwan Strategi Membuat Judul 18 . yaitu masa lalu. dua tokoh yang berdebat.

Akhirnya tidak percaya diri bahwa kita mampu menulis. Kalau menemukan kenyataan ada judul baru timbul. BPJ. hidungnya. dengan kemampuan kita. Tulis saja. Untuk merumuskan dan membuat judul memerlukan beberapa langkah. Bisa merembet pada masalah yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan banyak kasus seperti ini. Sumbernya entah dari judul film. dadanya. 1. pandangan akan meluncur ke bawah” (Kiat Jadi Penulis dan Wartawan. Judul identik dengan kandungan isi tulisan. maka pada tingkat kedua harus dilakukan perubahan judul sesuai perjalanan tulisan kata lainnya. Cara ini sangat efektif menyapa emosi pembaca. membangkitkan gairah membaca isi tulisan. rambutnya. atau pernyataan tokoh berpengaruh. Tulisan yang Dianggap Paling Menarik Tahapan awal menulis judul yaitu tulis yang paling menarik. pertanda hatinya baik dan berbudi. dengan mendialogkan kaum Hawa dan Adam supaya lebih gampang memahami uraian. terkadang terjadi pergeseran makna. Akan lebih senang lagi pria melihatnya bila wanita itu tersenyum manis. dapat kita ambil kesimpulan bahwa. kedua. Jika saat menulis judul pertama kali. Judul sering diartikan sebagai pintu masuk. 19 . 3. 2. Kepanikan menyebabkan frustasi.James Rompas Roesli Lahani Yunus dengan gaya kocak mengibaratkan judul sebagai wajah perempuan dalam tatapan laki-laki. “Kunci” sementara untuk lain waktu dibuka kembali supaya sebuah tulisan segera rampung atau matang dan tidak mengambang. Apa yang harus kita lakukan? Jangan terlalu panik. peranan judul amat penting. “Umumnya kaum pria selalu memulai daya pandanganya yang ditujukan pada kaum wanita. Judul awal bukanlah hal yang final kalau terjadi perubahan isi. kondisikan dengan referen yang tersedia. tidak jarang beranak dan menjurus pada dualisme judul atau lebih.). pilih yang paling mudah. dan terus sampai ke ujung kaki. yaitu muka wanita itu. Selesai memperhatikan bagian atas. Kita kutip suatu alenia penuh. Selesai memutuskan judul (yang pertama. 4. Sekarang kita baca langkah ketiga.. Dari tiga penyataan tersebut. Manjakan bayangan-bayangan tulisan yang sedang dan akan kita garap dengan menulis judul sesuai selera waktu menulis. Meminjam Istilah yang Sedang Ngetrend Istilah yang sedang ngetrend pasti lagi banyak dibicarakan banyak orang. iklan. segera “matikan” judul lainnya. yang dianggap dapat menyedot perhatian banyak pembaca. bibirnya. kata-kata apa saja harus ditulis bagus. Kemudian matanya. Saya tahu maksud permisalan pak Roesli. dagunya. Sekali lagi jangan ragu. tertukik pada bagian kepala. Judul Awal Bukan Hal yang Final Seiring proses penulisan dari satu alinea ke alinea lainnya. ketiga…. Jika Timbul Judul-judul Lain Satu judul yang sedang kita rampungkan. 1998). Jangan ragu-ragu tulis saja. Substansi tulisan tidak hanya satu jalur.

meyakini berbagai manfaat retorika sekaligus menggiring pembaca untuk mengikuti kursus pelatihan komunikasi di lembaga tempat ia beraktivitas. “Ada Apa dengan RUU Penyiaran. Pak Haris memaparkan.” dan seterusnya. ada dua keuntungan (tujuan) yang ingin dicapai dari penulisan judul itu.”. Sebenarnya penulisan judul dapat pula dilakukan dengan memanjangkan kata kata tambahan. Boleh Panjang Umumnya para pembaca lebih menyukai judul dengan menggunakan kalimat pendek atau efektif. Apa pun gaya tulisan. 7. “Agar Komunis Tidak Bangkit Lagi”. penulisan judul boleh pendek. Lazimnya kata-kata tambahan diberi tanda kurung. by Lilis Nihwan Strategi Menutup Artikel 20 . Gaya Mempengaruhi Salah satu penulisan judul yang efektif dengan cara nada mempengaruhi. Haris Sumandria. 6. Ada Apa dengan Pemilihan Gubernur. redaktur atau pembaca. penulisan judul harus mencerminkan kandungan isi tulisan. Dengan membubuhkan pesan yang akan disampaikan. “Ada Apa Dengan Cinta”. Jadi. mantan Redaktur Bandung Pos (Alm). Sesuai Isi Urutan ketujuh inilah yang paling prinsipil. Berikut ini pemanjangan dari judul pendek di atas. Misal. boleh panjang. Panganut (peminat) judul pendek biasanya menulis judul tidak lebih dari enam kata. kita petik sebuah contoh dari makalah yang ditulis AS. Kehormatan Rakyat Diobok-obok. 5. Titik-titik diisi dengan nyawa tulisan (pesan). patutkan dengan selera sendiri. Kedua. Kita bisa memanfaatkan kepopuleran istilah-istilah itu. kalimat jelas dan singkat serta tidak memerlukan banyak kata. “Ada Apa Dengan…. Harga mati. Sebelumnya lagi nyanyian Joshua “Diobokobok”. Topik: Keuntungan Mengikuti Pendidikan Retorika Judul: Tanpa Retorika Kita Tak Berdaya Dengan memberikan judul “Tanpa Retorika Kita tak Berdaya”.James Rompas Beberapa waktu lalu sebuah judul film yang dibintangi Dian Sastro Wardoyo begitu mengemuka. secara umum mempengaruhi massa. “Agar Komunis Tidak Bangkit Lagi” (Upaya Pencegahan Dampak Negatif Paham Komunis Melalui Pendekatan Ekonomi yang Islami). Boleh Pendek. Ada Apa dengan Anggota Dewan. Disesuaikan. Pertama. Para akademisi sering mangatakan gaya mempengaruhi dengan sebutan persuasif. Misal. lebih khusus lagi yaitu. dengan pendekatan apa saja.

bahwa tulisan sudah berakhir. Wallahu a’alam. 1. Kita bisa menutup artikel dengan 7 hal berikut. Bedanya. Nurani yang Terkoyak”. Biasanya tulisan semacam ini. untuk berani membuka usaha walau pun dengan jalan hutang. Romli (MQ. Ya Allah Yang Maha Melindungi. atau kabar kepada pembaca. tak keliru kalau saya berkeyakinan bahwa utang untuk bisnis adalah sebuah ibadah yang mulia.A. keduanya sama-sama penting. Oktober 2003). mengantarkan pembaca untuk memasuki emosi pemikiran penulis. dilatarbelakangi oleh berbagai kejadian sebelumnya yang dianggap belum optimal.S berjudul “Benang Hitam Khusus di Malam Gelap” (Pikiran Rakyat. Dengan utang. Misal. dengan bahasa (katakata) yang berbeda. Do’a atau Harapan Ada kalanya artikel ditulis dengan nada permohonan atau harapan.15 September 2003). Rachmat M. Namun di alinea paling akhir. menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap Al-Aqsha di kalangan umat. demi pembebasan Yerusalem. Anda setuju? 2. Itu sebuah ibadah yang mulia. Melakukan hal-hal yang semestinya menurut penulis harus dilaksanakan.Namun bisa juga ditulis karena masa depan yang akan diraih masih dalam tahap perhitungan-perhitungan tertentu atau belum jelas. kita bisa kembangkan bisnis dan membuka peluang bekerja pada banyak orang. Menyampaikan Kembali Ide Pokok Ide pokok sebenarnya sudah terurai di sebuah tulisan yang sedang digarap. Utang bukan pantangan untuk mengembangkan usaha. nyatakan kembali ide pokok itu. Bayangkan. sementara penutup artikel berfungsi sebagai penyampai gagasan utama. sebuah artikel berjudul “Utang Ibadah yang Mulia” (MQ. Selayaknya. tulisan ASM. Tetapi muatan utamanya sama.James Rompas Menutup artikel tidaklah sesulit membuat pembukanya (intro). Bisa juga dengan menggunakan teori yang sama seperti teknik membuka artikel. paling tidak setiap peringatan Isra Mi’raj (27 Rajab) umat Islam memikirkan dan memprogram pola perjuangan bagi pembebasan Yerusalem (Palestina). sebagaimana tertuang dalam tulisan tersebut. sehingga rakyat muslim di berbagai negara dapat mendesak pemerintahnya untuk bersatu dengan pemerintah muslim lain. mungkin sedikit memelesetkan pesan Bung Karno menjadi “gantungkan utangmu setinggi langit”. Cuma. Meski demikian. Kita perhatikan alinea penutupnya. kalau pembuka. Jadi. lindungilah Bandung dan pemerintahannya dari 21 . Ia menjelaskan. Chandra seorang Presdir Primagama Group. bagaimana jadinya jika sebuah tulisan tidak ada penutupnya? Pasti hambar rasanya. Oktober 2003). Contoh ini bisa kita tiru dalam “Al-Aqsha. Mengajak Pembaca untuk Beraksi Artikel ditulis untuk mempengaruhi pembaca agar segera beraksi. Kita simak kata penutup tulisan H.” 3. Ditulis oleh Purdi E.

“Epistomologi Dakwah”. Amiin. 22 Agustus 2003). Dan tinta seorang pandai adalah daripada darah seorang syahid. Masalah seputar perbukuan.” Toleransi akhirnya menjadi keniscayaan sosial bagi seluruh umat beragama dalam menata khidupan bersama. 4. Ternyata. sebab terus menerus digunakan untuk berpikir. Sesuai dengan bahasan yang kita garap. kutiplah Bambang Trim. seluruh pengunjung pameran menyerbu stand Indonesia untuk membeli otak-otak orang Inonesia. Misal. Kesimpulan dari Sudut Kronologios Banyak yang menulis artikel dengan cara beberapa judul kecil (sub jusdul). Otaknya difungsikan. Yusuf membuat judul kecil dengan. Kutipan Seorang Praktisi Menutup artikel dapat juga dengan mengutip pernyataan tokoh tertentu. Contoh: kita mengurai tentang “Kebebasan dalam Menulis Puisi”. Otak yang paling mahal adalah otak yang jarang digunakan untuk berpikir. yang bisa diungkapkan dengan berbagai jenis bahasa. Uraian sangat singkat batang tubuh tulisan.ia berada di jalan Allah. Puisi itu semacam bagian ruh dalam. Selama ini banyak tata cara dan formula menulis puisi.” 7. Dan bukanlah semata bertujuan untuk meng’agama’kan seluruh segmen kehidupan melainkan bagaimana mewujudkan kesejahteraan dan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan terutama dalam enghargai keragaman. Sebaliknya. Model ini. otak yang sudah rusak nilai jualnya rendah. penutupnya. berikanlah kebaikan dunia dan kebaikan akhirat kepada kami dan lindungilah kami dari api neraka. Anekdot Pesan: kritik sosial. tulisan Yusuf Burhanuddin (Republika. “Tujuan Dakwah”. Menulis masalah hukum. dan seterusnya. Kita bisa menutup humor seperti di bawah. 22 . tapi sasarannya tercapai serta mengena di hati pembaca. Tujuan tertinggi yaitu tujuan yang dianggap sesuai dengan firman Allah atau sabda Rasul-Nya. mengenai ilmu: “Siapa yang meninggalkan kampung halamannya untuk mencari ilmu. dan “Realitas Kosmologis.James Rompas manusia-manusia yang berniat jahat mau mencari di atas penderitaan rakyat. kita menulis tentang “Rendahnya Budaya Berpikir di Kalangan Masyarakat Indonesia”.Dalil Naqli Tidak sedikit penulis memilih gaya tulisannya dengan menuliskan tujuan di akhir alinea. Tentang cerpen. Karena otaknya masih utuh. ambillah misalnya pernyataan dari Adnan Buyung Nasution. untuk menutup artikel bertema “Keutamaan Ilmu”. bisa menggunakan gaya dengan cara menuturkan simpulan kronologis. suatu kesadaran atau suatu pengalaman. cukup efektif dengan menggunakan humor. Ya Allah. Lalu kutiplah pernyataan penyair “liar” Emha Ainun Nadjib yang mendukung isi tulisan kita. ya Tuhan kami. 5. Misal. kita akhiri dengan sabda Nabi Muhammad Saw. Suatu saat di Jerman ada pameran otak. kutiplah Helvy Tiana Rosa. Contoh demikian terdapat dalam “Relevansi Dakwah dan Toleransi Beragama”. 6. Kita ingin bebas berekspresi dalam hal bahasa. Wallahu a’alam. Tidak keras. Saya tidak tahu persis siapa pencipta anekdot ini.

Kriteria Teknis. yang memungkinkan diperkarakan. 2) mengandung unsur baru. terutama hematdan jelas. 6) Tidak memiliki. belum pernah dimuat dalam penerbitan lain. atau kata. bagian pargraf. 4) Memiliki kelengkapan dan kedalaman fakta. Hal itu merupakan suatu kewajaran. 2) Lead telah berfungsi secara akurat dalam membangkitkan orang untuk membaca. 4. Banyak kemungkinan alasan mengapa suatu tulisan yang dikirim tidak dimuat. 3. 1. Tulisan tidak memenuhi kriteria penulisan. Diantara kemungkinan itu bisa jadi karena beberapa sebab. kalimat. setiap media biasa mengadakan seleksi terhadap sejumlah tulisan yang masuk. dan atau opini. a. tidak jarang tulisan yang dikirim itu tidak dimuat atau dikembalikan. Namun dalalam kenyataan. 7) Memenuhi aspek-aspek yang menyangkut etika Jurnalistik dan tidak bernuansa “SARA”. 4) Penembpatan dan formulasi topic sentence dalam suatu paragraf telah tepat. 23 . Tidak aktual. ntuk mendukung ide pokok.James Rompas by Lilis Nihwan Menyiasati Peluang Diterbitkan (1) Setiap penulis memiliki harapan. Kriteria itu sebagai seleksi awal bagi layak tidaknya suatu pemuatan tulisan. 3) Gagasan tulisan menyangkut kepentingan sebagain besar pembaca media. tulisan yang dikirimkannya dapat dimuat. pandangan baru. 6) Tidak ada kata yang menimbulkan misleading. Kriteria umum tersebut penting untuk disikapi oleh setiap penulis dakwah. 3) Bahasa yang dipakai telah sesuai dengan kaidah pemakaian bahasa jurnalistik. Untuk membangun seleksi yang objektif. 1. dan hanya ditulis/ dikirim khusus untuk penerbit itu. 2. 5) “Jembatan” atau “kata penghubung” telah sesuai. b. saran-saran. Kriteria umum 1) tulisan asli. redaksi media cetak umumnya memiliki kriteria tentang tulisan yang layak muat. 8) Berakibat baik bagi pendidikan publik. Tidak sesuai dengan visi-misi media. Oleh karena itu. sehingga perlu bersaing dengan tulisan yang lebih baik. 1) Struktur tulisan uraiannya telah terorganisir dengan baik. jumlahnya banyak. 5) Memiliki akurasi fakta yang diperlukan. Tulisan sejenis. yang diperlukan. bukan jiplakan/ saduran/ terjemahan. baik data konkret. Memenuhi Kriteria Tulisan Ada beberapa kriteria umum tulisan yang biasanya diterapkan diberbagai media cetak.

Jika suatu tulisan telah memenuhi kriteria itu. wabah penyakit. 9) Penempata fakta yang benar.5 halaman dan 8 halaman untuk cerpen. untuk memperbaiki halhal yang masih janggal. banjir besar. Namun jika belum terpenuhi. Kedua. singkat. 10) Penempata anak judul yang pas (jika diperlukan). aktual teragenda. menyimak tajuk rencana suatu media. tanpa coretan maupun tip-ex. kekeringan. Oleh sebab itu. tidak teragenda. 12) Kalimat penutup. Sebagaimana dimaklum bahwa tajuk rencana adalah tulisan opini yang isinya mengulas hal-hal aktual yang dibuat oleh pihak redaksi suatu media. Masalah aktual seperti ini yang berkaitan dengan kejadian yang ada di tengah-tengah masyarakat. berikut uraian tambahannya. Isra Mi’raj atau hari-hari Nasional dan dunia yang monumental. Panjang artikel 0pini maksimal 5. kolom 4. 24 . Aktualitas ini berkaitan dengan adanya hari-hari tertentu. Semuanya ditulis dengan ketikan 2 spasi. Apa yang ditulisnya merupakan ulasan terhadap fenomena yang menarik perhatian media itu. akan ia peroleh dengan memperhatikan apa yang tengah banyak disoroti oleh media yang akan dikirimi tulisan olehnya. kasus narkoba. gaya enak dibaca. dan memberi kesan pada pembaca. 11) Cara penyajian tulisan opini tidak berkepanjangan tapi padat. kenaikan harga BBM dan sebagainya. jika penulis menghendaki aktualitas dalam tulisannya. rapi dan bersih. 5 halaman kwarto untuk resensi buku. banyaknya demonstrasi. mudah ditangkap. Idul Adha. by Aef Kusnawan Menyiasati Peluang Diterbitkan (2) 2. Jika semua itu diperhatikan.5 halaman kwarto. telah tepat. Mengaktualkan Tulisan Mengenai. maka ada harapan untuk dimuat. Akan tetapi masih ada lagi yang perlu diperhatikan yaitu bernilai aktual. 8) Penembatan. seperti hari Raya Idul Fitri.aktualitas sendiri bisa dipahami dalam dua hal: Pertama. sebaiknya kita menulis ulang. sesuatu yang detail dan yang tidak perlu detail diposisikan secara tepat. seperti dengan terjadinya kasus bom. maka ia akan menjadi salah satu daya tarik bagi pihak redaksi untuk lebih menominasikan pemuatan tulisan yang memiliki relevasi dengan kondisi dan situasi yang sedang berkembang. dengan tulisan yang jelas. Lebih lanjut tentang akutalitas teragenda dan yang tidak teragenda.James Rompas 7) Penggunaan EYD sudah tepat. Ketiga.

diketengahkan hari-hari yang merupakan agenda tahunan. Misalnya. Untuk itu sebaiknya penulis menyadari benar tentang hal ini. baik hari besar agama. Berikut uraiannya : Tanggal Moment 1 Januari Hari Tahun Baru Masehi 15 Januari Hari Pertempuran Laut Aru 22 Pebruari Hari lahir Lord Baden Powell 9 Maret Hari Pramuka 10 Maret Hari Film Nasional 15 Maret Hari Nyepi Hindu 25 Maret Hari Raya Nyepi 6 April Hari Nelayan Nasional 7 Aril Hari Kesehatan Sedunia 9 April Hari Penerbangan Nasional 13 April Wafat Isa Al-Masih 25 . pemogokan tenaga kerja. kelahiran undang-undang baru. tentang kemiskinan masyarakat daerah pinggiran kota dalam kaitannya dengan pola migrasi masyarakat yang bersangkutan. 2) Mengikuti secara cermat perlkembangan symptoms (gejala-gejala) yang muncul dalam kehidupan masyarakat. 4) Mengikuti secara cermat. play station. ada juga yang memerlukan penelaahan. dan lain-lain. pengumuman kenaikan harga BBM. Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan yang fleksibel. sehingga layak untuk diangkat menjadi bahan tulisan. Persoalannya adalah bagaimana seorang penulis bisa mengetahui permasalahan aktual yang tidak teragenda ini? Ada beberapa langkah untuk itu. Menyiasati Aktualitas Teragenda Ada sejumlah peristiwa aktual yang senantiasa teragenda. misalnya. 1) Menyusun rencana topik artikel untuk peristiwa-periistiwa kalenderium tahunan. khususnya hari-hari besar agama. dengan melakukan beberapa hal. Untuk lebih jelasnya berikut ini. Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan (yang flesibel). serta berbagai langkah yang dilakukan para da’i kontemporer. dan beberapa hari internasional. baik topik maupun penulis artikelnya. munculnya berbagai kegiatan demonstrasi. Lalu ia menyususnnya dalam suatu perencanaan yang fleksibel. pmakaian internet. Menyiasati Aktualitas tidak Teragenda Setiap saat ada peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat. Misalnya.James Rompas a . munculnya peristiwa-peristiwa monumental.. misalnya. nasional. Ada yang terkategori kejadian biasa-biasa saja. b. serta peristiwa lainnya yang menimbulkan berita tinggi. Keteragendaannya terjadi karena ia biasa hadir tiap tahun. 2) Menyusun rencana topik tulisan untuk moment-moment tersebut. 1) Mengamati perkembangan fenomena kehidupan masyarakat secara terusmenerus. 3) Mengikuti secara cermat perkemabnagn trend (kecenderungan) yang muncul dalam kehidupan masyarakat. hari peringatan nasional maupun internasional. Kemudian ia menyusunnya dalam suatu perencanaan (yang flesibel). maraknya kegiatan dakwah kampus.

Mengenal Visi dan Missi Media Massa “Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. Fathir: 19). Setiap surat kabar dan majalah mempunyai visi atau pandangan dan mempunyai arah kebijaksanaan atau misi tertentu yang berbeda. Warna tulisan yang diinginkan 26 .” (QS.James Rompas 21 April Hari Kartini 1 Mei Hari Buruh Internasional Hari Kembalinya Irian ke RI 2 Mei Hari Pendidikan Nasional 8 Mei Hari PMI se-Dunia 7 Mei Hari Raya Waisak 15 Mei Hari Kebangkitan Nasional 21 Mei Hari Buku Nasional 24 Mei Kenaikan Isa Al-Masih 28 Mei Hari Waisak (Budha) 1 Juni Hari Lahirnya Pancasila 17 Juni Hari Kanak-kanak Nasional 21 Juni Hari Krida Pertanian 1 Juli Hari Bhayangkara 5 Juli Hari Berdirinya BI 12 Juli Hari Koperasi 22 Juli Hari Kejaksaan 10 Agustus Hari Veteran RI 14 Agustus Hari Pramuka 17 Agustus Hari Kemerdekaan RI 19 Agustus Hari Deplu 24 Agustus Hari Televisi RI 11 September Hari Radio 16 September Hari Sandang 17 September Hari Perhubungan 23 September Hari Bahari 27 September Hari Postel 28 September Hari Kereta Api 29 September Hari Sarjana 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila 5 Oktober Hari ABRI 24 Oktober Hari PBB 28 Oktober Hari Sumpah Pemuda 30 Oktober Hri Keuangan 31 Oktober Hari Tabungan Nasional 10 Nopember Hari Pahlawan 12 Nopember Hari Kesehatan Nasional 20 Nopember Hari Kanak-kanak se Dunia 10 Desember Hari HAM 20 Desember Hari Sosial 22 Desember Hari Ibu 25 Desember Hari Natal 1 Hijriyah Hari Tahun Baru Hiriyah 12 Rabiul Awwal Maulid Nabi Muhammad SAW 27 Rajab Hari Isra Mi’raj 1 Syawal Hari Idul Fitri 10 Zulhijah Hari Idul Qurban 3.

Sebagian koran yang lain diterbitkan untuk memenuhi segmen pembaca yang bersifat lokal. seorang penulis harus cermat melihat. Ada pula sebuah koran yang diperuntukan bagi masyarakat secara umum dan jangkauan pembacanya bersifat nasional. ekonomi. Ia hanya akan menerima tulisan-tulisan yang sesuai dengan visi serta misi media yang diembannya. Dengan kata lain. toko kue dan sebagainya. mengetahui dengan jelas artikel seperti apa yang diinginkan suatu media. Konsekuensinya. atau terbatas satu daerah tertentu. harian Pikiran Rakyat untuk wilayah jawa Barat dan masih banyak lagi. masing-masing perusahaan surat kabar akan mempunyai sasaran pembaca sesuai dengan idealisme yang dibangunnya. Majalah atau surat kabar yang mempunyai misi atau visi kesehatan. Kompas. toko lain. Mengapa harus ada visi dan misi? Sebuah koran atau majalah didirikan dengan sebuah idealisme dan cita-cita.James Rompas dari para penulis artikel. olah raga. Harian Neraca (di Jakarta). Demikian halnya dengan media massa. Surat kabar yang mempunyai visi atau misi khusus. Sebagai contoh. menginginkan artikel tentang kesehatan dan sudah tentu menolak artikel-artikel yang keluar dari visi dan misinya itu. Jika diumpamakan sebuah koran adalah sebuah toko. misalnya harian Bisnis Indonesia (di Jakarta). Ia tidak akan menerima dagangannya berupa kain atau kue. dan politik dengan sendirinya sudah menunjukan bahwa visi dan misinya dalam bidang-bidang tersebut sehingga penulis tidak perlu menebak atau mengira-ngira lagi misi dan visi seperti apa yang diemban media tersebut. seorang harus fleksibel. Namun kebanyakan surat kabar atau majalah tidak mengkhususkan dalam bidang tertentu sehingga sulit ditebak atau diperkirakan isinya. Sebagaimana layaknya sebuah toko. ada sebuah koran yang mempunyai sasaran pembacanya adalah kelompok pengusaha. maka jenis toko biasanya bermacam-macam. Dalam hal ini seorang penulis dituntut untuk jeli dalam melihat apa yang diemban surat kabar atau majalah tersebut. harian Kedaulatan Rakyat untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. ekonom. Aneka ragam jenis dan sasaran sebuah koran menyebabkan pihak redaktur di sebuah koran mempunyai policy tersendiri untuk menampilkan tulisan-tulisan bagi para pembacanya. Akan tetapi dengan mengetahui masing-masing visi yang ada pada media massa akan sangat membantu seorang penulis untuk dapat memilih media mana 27 . Maka lahirlah apa yang disebut visi dan misi pada masing-masing media massa. Ada toko besi. Artinya. Republika. pemilik toko biasanya membutuhkan dagangan untuk dijual kepada pembelinya. artikel seperti apa yang diinginkan media cetak tersebut. Sebuah toko besi tentu hanya akan menerima dagangandagangannya yang berkaitan dengan barang-barang yang berupa besi dan sejenisnya. tentunya yang sesuai dengan visi dan misi yang diemban media cetak tersebut. seperti khusus kesehatan. Diperlukan pengamatan yang ciukup dan mungkin akan memakan waktu lama. sebagai contoh. Pelita dan lain-lain. dan merreka yang berkecimpung di sekitar dunia bisnis. Suara karya. misalnya harian Jayakarta untuk daerah DKI dan sekitarnya. Biasanya permasalahan ini menjadi kendala bagi penulis pemula. harian Suara Indonesia (di Surabaya). Memang untuk mengetahui visi dari sebuah media massa bukanlah pekerjaan yang gampang . Idealisme dan cita-cita koran atau majalah tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

berarti memberi peluang lebih besar untuk dapat dimuatnya tulisan-tulisan yang kita buat. kemana artikel tersebut nantinya dikirim. keaktualan persoalan yang dibahas. Dengan mengetahui visi dan misi suatu media. Kedua. pertama. Ketiga. Karena jika artikel salah kirim.James Rompas yang sesuai dengan masalah-masalah yang ditulisnya dan media mana yang kurang sesuai. Redaksi juga lebih banyak kesempatan untuk membantu mengkoreksi tulisan kita 28 . Diantara sejumlah masalah yang menjadi pertimbangan bagai redaktur sebuah koran untuk dimuatnya sebuah tulisan. namun kemudian dikembalikan. Buatlah terus beberapa tulisan yang berbeda-beda. dengan cara terus menerus menulis pada beberapa media yang diinginkan. diantaranya: a. mengamatio sendiri. Untuk pemilihan medianya sendiri. antara lain. sebarkan ke berbagai media massa. Dengan mengetahui kodel-model tulisan yang disukai atau menjadi visi berbagai macam koran . (Ahmad Bahar: 1996). yang dipandang redaksi lebih baik. gaya bahasa. karena tidak mungkin memuatnya pada waktu yang tepat berhubung terbatasnya ruang atau berbenturan dengan tulisan lain. yang skupnya lokal terlebih dulu. itu pertanda tulisan itu tidak sesuai dengan keinginan redaktur. bukan saja rugi waktu tapi juga rugi tenaga dan uang. 4. Saingan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu berat. Dan jika hal ini dilakukan terus-menerus. bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh banyaknya penulis yang menulis pada satu persoalan yang dianggap sama. Cara sederhana yang mungkin dapat dilakukan untuk mengetahui visi dan misi koran antara lain. namun jika rajin mengamati setiap media cetak dan terbiasa membuat artikel. berdasarkan pengalaman. seorang penulis sudah bisa menghemat tenaga dan mengefisienkan waktu. maka selain kita memperhatikan moment yang tepat. misalnya dengan berlangganan satu koran kemudian dipelajari model-model tulisan yang ada di dalamnya. mencari informasi pada para penulis yang sudah sering menulis di salah satu media. hendaknya kita juga tidak cuma membuat kemudian menunggu satu tulisan. b. Jika tulisan tidak dimuat atau biasanya kemudian dikembalikan. Sehingga dengan terpaksa tulisan kita yang dikalahkan. Untuk lebih memperbesar kemungkianan pemuatan tulisan kita di media massa. Hal ini memang sulit untuk penulis pemula. kesesuaian isi atau materi tulisan dengan latar belakang keilmuan penulis. Untuk iu selayaknya sebelum artikel dibuat. Bahkan seorang penulis profesional bukan hanya sebatas mengetahui visi dan misi suatu media. seorang penulis akan menjadi tahu jenis-jenis tulisan mana yang sesuai dengan koran dan mana yang tidak sesuai. tetapi gaya bahasa dan model judul suatu media sudah berada dalam pikirannya. seorang penulis harus pandai memprediksi. lambat laun akan memahaminya. atau media yang masih berkembang. Akan tetapi perlu diingat. Di sini penulis terjun langsuing. dengan bonaviditas memilih mulai yang paling rendah. sebuah tulisan yang tidak diomuat belum tentu tidak sesuai dengan visi sebuah koran. Strategi Pengiriman Tulisan Tidak jarang tulisan yang secara isi pantas dimuat. tema atau topik tulisan . Atau barangkali ada sebab-sebab lain. Ada beberapa keuntungan penulis pemula mengirimkan tulisannya kemedia lokal. bagi pemula ada baiknya. dan sebagainya.

harian Suara Indonesia (di Surabaya). Pelita dan lain-lain. atau terbatas satu daerah tertentu. harian Pikiran Rakyat untuk wilayah jawa Barat dan masih banyak lagi. Maka lahirlah apa yang disebut visi dan misi pada masing-masing 29 . Ada pula sebuah koran yang diperuntukan bagi masyarakat secara umum dan jangkauan pembacanya bersifat nasional. Majalah atau surat kabar yang mempunyai misi atau visi kesehatan. sebagai contoh. seperti khusus kesehatan. seorang harus fleksibel. Konsekuensinya. ekonom. Idealisme dan cita-cita koran atau majalah tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. menginginkan artikel tentang kesehatan dan sudah tentu menolak artikel-artikel yang keluar dari visi dan misinya itu. Surat kabar yang mempunyai visi atau misi khusus. harian Kedaulatan Rakyat untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. misalnya harian Jayakarta untuk daerah DKI dan sekitarnya. Mengenal Visi dan Missi Media Massa “Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. Mengapa harus ada visi dan misi? Sebuah koran atau majalah didirikan dengan sebuah idealisme dan cita-cita. Sebagai contoh. Suara karya. Sementara dengan dimuatnya tulisan kita. Peluang pemuatan akan lebih besar. ada sebuah koran yang mempunyai sasaran pembacanya adalah kelompok pengusaha.” (QS. ekonomi. Kompas. Warna tulisan yang diinginkan dari para penulis artikel. mengetahui dengan jelas artikel seperti apa yang diinginkan suatu media. tentunya yang sesuai dengan visi dan misi yang diemban media cetak tersebut. dan merreka yang berkecimpung di sekitar dunia bisnis. misalnya harian Bisnis Indonesia (di Jakarta). tentu akan menambah motivasi baru untuk lebih produktif lagi dan lebih berkualis lagi dalam menulis. Artinya. olah raga. Aneka ragam jenis dan sasaran sebuah koran menyebabkan pihak redaktur di sebuah koran mempunyai policy tersendiri untuk menampilkan tulisan-tulisan bagi para pembacanya.James Rompas c. Fathir: 19). dan politik dengan sendirinya sudah menunjukan bahwa visi dan misinya dalam bidang-bidang tersebut sehingga penulis tidak perlu menebak atau mengira-ngira lagi misi dan visi seperti apa yang diemban media tersebut. by Aef Kusnawan Menyiasati Peluang Diterbitkan (3) 3. Setiap surat kabar dan majalah mempunyai visi atau pandangan dan mempunyai arah kebijaksanaan atau misi tertentu yang berbeda. Sebagian koran yang lain diterbitkan untuk memenuhi segmen pembaca yang bersifat lokal. Republika. Harian Neraca (di Jakarta). masing-masing perusahaan surat kabar akan mempunyai sasaran pembaca sesuai dengan idealisme yang dibangunnya.

Diperlukan pengamatan yang ciukup dan mungkin akan memakan waktu lama. dengan cara terus menerus menulis pada beberapa media yang diinginkan. tema atau topik tulisan . maka jenis toko biasanya bermacam-macam. Biasanya permasalahan ini menjadi kendala bagi penulis pemula. seorang penulis sudah bisa menghemat tenaga dan mengefisienkan waktu. kemana artikel tersebut nantinya dikirim. toko kue dan sebagainya. sebuah tulisan yang tidak diomuat belum tentu tidak sesuai dengan visi sebuah koran. toko lain. seorang penulis akan menjadi tahu jenis-jenis tulisan mana yang sesuai dengan koran dan mana yang tidak sesuai. Ada toko besi. Sebagaimana layaknya sebuah toko. (Ahmad Bahar: 1996). Ia hanya akan menerima tulisan-tulisan yang sesuai dengan visi serta misi media yang diembannya. pertama. Kedua. Sehingga dengan terpaksa tulisan kita yang dikalahkan. Akan tetapi dengan mengetahui masing-masing visi yang ada pada media massa akan sangat membantu seorang penulis untuk dapat memilih media mana yang sesuai dengan masalah-masalah yang ditulisnya dan media mana yang kurang sesuai. Jika diumpamakan sebuah koran adalah sebuah toko. Atau barangkali ada sebab-sebab lain. pemilik toko biasanya membutuhkan dagangan untuk dijual kepada pembelinya. Dalam hal ini seorang penulis dituntut untuk jeli dalam melihat apa yang diemban surat kabar atau majalah tersebut. dan sebagainya. Bahkan seorang penulis 30 . itu pertanda tulisan itu tidak sesuai dengan keinginan redaktur. Di sini penulis terjun langsuing. mengamatio sendiri. berdasarkan pengalaman. Ketiga. Dan jika hal ini dilakukan terus-menerus. Karena jika artikel salah kirim. keaktualan persoalan yang dibahas. Dengan mengetahui visi dan misi suatu media. misalnya dengan berlangganan satu koran kemudian dipelajari model-model tulisan yang ada di dalamnya. Dengan kata lain. Demikian halnya dengan media massa. gaya bahasa. Sebuah toko besi tentu hanya akan menerima dagangandagangannya yang berkaitan dengan barang-barang yang berupa besi dan sejenisnya. bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh banyaknya penulis yang menulis pada satu persoalan yang dianggap sama. Jika tulisan tidak dimuat atau biasanya kemudian dikembalikan. seorang penulis harus pandai memprediksi. antara lain. Ia tidak akan menerima dagangannya berupa kain atau kue. bukan saja rugi waktu tapi juga rugi tenaga dan uang. Diantara sejumlah masalah yang menjadi pertimbangan bagai redaktur sebuah koran untuk dimuatnya sebuah tulisan.James Rompas media massa. artikel seperti apa yang diinginkan media cetak tersebut. Memang untuk mengetahui visi dari sebuah media massa bukanlah pekerjaan yang gampang . kesesuaian isi atau materi tulisan dengan latar belakang keilmuan penulis. berarti memberi peluang lebih besar untuk dapat dimuatnya tulisan-tulisan yang kita buat. Dengan mengetahui kodel-model tulisan yang disukai atau menjadi visi berbagai macam koran . seorang penulis harus cermat melihat. mencari informasi pada para penulis yang sudah sering menulis di salah satu media. Akan tetapi perlu diingat. Untuk iu selayaknya sebelum artikel dibuat. Namun kebanyakan surat kabar atau majalah tidak mengkhususkan dalam bidang tertentu sehingga sulit ditebak atau diperkirakan isinya. Cara sederhana yang mungkin dapat dilakukan untuk mengetahui visi dan misi koran antara lain.

Hampir dipastikan penerbit hanya akan menerbitkan naskah-naskah yang berkualitas. karena tidak mungkin memuatnya pada waktu yang tepat berhubung terbatasnya ruang atau berbenturan dengan tulisan lain. sebarkan ke berbagai media massa. diantaranya: a. Tema tidak menentukan apakah sebuah buku—meminjam istilah Hernowo—“bergizi” atau tidak. Naskah yang berkualitas tidak hanya memiliki bobot isi yang baik. Ada beberapa keuntungan penulis pemula mengirimkan tulisannya kemedia lokal. namun kemudian dikembalikan. hendaknya kita juga tidak cuma membuat kemudian menunggu satu tulisan. apa saja yang membuat naskah buku berkualitas ? Tentu. Bobot isi yang baik tidak terletak pada tema yang diangkat. Sementara dengan dimuatnya tulisan kita. yang dipandang redaksi lebih baik. Untuk lebih memperbesar kemungkianan pemuatan tulisan kita di media massa. bagi pemula ada baiknya. yang skupnya lokal terlebih dulu. by Aef Kusnawan Membuat Naskah Buku yang Berkualitas Naskah buku yang berkualitas adalah dambaan setiap penerbit. atau media yang masih berkembang. Strategi Pengiriman Tulisan Tidak jarang tulisan yang secara isi pantas dimuat. Tema hanya menentukan selera.James Rompas profesional bukan hanya sebatas mengetahui visi dan misi suatu media. Buatlah terus beberapa tulisan yang berbeda-beda. bahasa buku. Saingan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu berat. paling tidak ada 2 hal yang patut diperhatikan menyangkut naskah yang berkualitas: Pertama. maka selain kita memperhatikan moment yang tepat. lambat laun akan memahaminya. Untuk pemilihan medianya sendiri. di samping materi yang berbobot. tapi juga bidikan pasar yang marketable. Hal ini memang sulit untuk penulis pemula. 4. Sehebat apapun materi yang disajikan. tentu akan menambah motivasi baru untuk lebih produktif lagi dan lebih berkualis lagi dalam menulis. tapi penataan bahasanya kacau—tidak memenuhi kaidah-kaidah reasoning (penalaran)—naskah buku tersebut akan menjadi tidak 31 . b. dengan bonaviditas memilih mulai yang paling rendah. Peluang pemuatan akan lebih besar. tetapi gaya bahasa dan model judul suatu media sudah berada dalam pikirannya. Redaksi juga lebih banyak kesempatan untuk membantu mengkoreksi tulisan kita c. Lalu. namun jika rajin mengamati setiap media cetak dan terbiasa membuat artikel.

judul buku yang “heboh” itu adalah strategi saja. mengalir. Bagi Iip. tak heran bila buku-buku Iip dapat menembus angka penjualan yang lumayan spektakuler. Kedua. Judul-judul yang “heboh” merupakan strategi agar pesan dakwah sampai ke banyak kalangan. Maka. “kasus” judul-judul Iip yang kontroversial. maka. Isi buku itu dinilai beda jauh dengan judulnya. juga karena tampilan bukunya yang memikat. dikatakan berkualitas. 97. Seks Kalangan Terpelajar. dan Kampus Fresh Chiken. Karenanya Iip dituding hanya mengejar keuntungan. Buku Seks In The Kost-nya Iip misalnya. satu dari banyak hal yang bisa dilakukan oleh penulis untuk mendongkrak kualitas naskah buku. selain karena materinya oke. terjual 20. bahasa perlu diolah sedemikian rupa agar ketika naskah dibaca. memberi pelajaran kepada kita pentingnya membuat judul yang “menggigit”. Dalam sebuah acara diskusi buku Seks In The Kost di Aula Fakultas Psikologi Unair Surabaya. kalau judul bukunya mengandung unsur religius. *** by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. Terlepas dari benar-tidaknya apa yang dilakukan Iip. Karenanya. Dari aspek judul. terasa enak. tak banyak yang bisa diperbuat oleh penulis untuk mengemas daya pikat. mengemas “daya pikat”. Tapi kalau membaca isinya. 3) penyajian keseluruhan bahasa memiliki koherensi (keterkaitan) dan komposisi (ketersusunan) yang selain harmonis juga menyimpulkan. dan mengasyikkan. membuat judul yang “menggigit”. Pihak penerbit yang banyak berperan. Karena. maka pangsa pembacanya hanya kalangan tertentu.James Rompas menarik. Untuk naskah buku. 1) susunan kalimat dan gerombolannya harus logis. bahasanya tertata dengan baik. Iip Wijayanto pernah diprotes dengan judul bukunya itu yang teramat provokatif. serta merangsang nalar. bukubuku itu lebih kepada analisis seks menggunakan ilmu tasawuf. 2) seluruh kalimatnya diupayakan memiliki diksi (pilihan kata) yang indah dan menggairahkan. Di antaranya. Perhatikan buku-buku yang berhasil best seller. buku-buku Iip memang cukup kontroversial. Apa kata Iip? Iip mengaku sengaja memilih judul-judul yang kontroversial dan komersial.05 Persen (hasil penelitian tentang virginitas mahasiswi Jogja). mudah dicerna. Tapi. Untuk membuat sebuah bahasa yang mampu merangsang nalar. Seks In The Kost.000 eksemplar pada dua bulan pertama. menurutnya. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (1) Penulis Buku Adalah Pembaca yang Baik 32 . Sebuah buku. judul-judulnya menggigit bukan? Bahkan acapkali judulnya lebih “menggigit” ketimbang isi buku itu sendiri.

dan lain-lain. khususnya mengenai menulis buku. 1. banyak pengetahuan yang akan didapat dan wawasan pun akan kian luas membentang. Pengetahuan yang banyak dan wawasan yang luas adalah “bahan baku utama” yang siap “dimasak” menjadi aneka buku 33 . maka tak pelak ia terlebih dahulu harus membangun tradisi membaca yang kuat dalam hidupnya. Tentu kita tidak akan bisa menulis buku tentang “pendidikan seks Islami”. Seorang penulis (buku) yang baik tentu adalah juga seorang pembaca (buku) yang baik pula. Tanpa ini. Dengan tradisi membaca pula. menulis buku tentu berhubungan dengan banyak hal yang berbasis pada ilmu. data. apabila kita tak pernah menyerap ilmu. pengalaman. Penulis diandaikan penuh (secara relatif) oleh pengetahuan. informasi. informasi. Diibaratkan kendi itu adalah tubuh manusia. Namun. tradisi membaca memang merupakan tradisi yang tak bisa ditawar-tawar lagi bagi seorang calon penulis buku. Menulis buku berarti memberi informasi atau wawasan kepada masyarakat. dan pengetahuan. pengetahuan. Serupa dengan teori kendi adalah “teori ember” yang dikemukakan oleh YB. Mangunwijaya mengatakan yang intinya adalah. Sebuah kendi. Kendi itu akan tumpah airnya seandainya dimasuki air terus-menerus. Teori Kendi Ada sebuah teori sederhana yang bisa menjadi bahan untuk menjelaskan pentingnya “membaca” (sebagai proses menyerap ilmu dan informasi) sebagai kunci bagi seseorang yang ingin menjadi penulis buku. 2. Pernah Anda melihat kendi ? Benda yang sederhana dan terbuat dari tanah liat yang dibakar itu ternyata menyimpan sebuah teori yang sangat penting. Lalu apa hubungannya antara kendi dengan menulis buku ? Menulis buku pun tidak jauh berbeda dengan kendi. pengetahuan. baik membaca dalam arti tekstual seperti membaca buku. ada kalanya diisi air. Mangunwijaya. apa pun itu. atau pun membaca dalam arti kontekstual seperti membaca alam atau peristiwa kehidupan. Karena seorang penulis buku haruslah seorang yang kaya wawasan. Jika ember ini diisi air lagi. Dan kesemua hal itu hanya bisa diperoleh dari hasil kerja membaca. Sehingga seorang penulis buku haruslah “lebih pandai” dari pembacanya. informasi. pengamatan. Seseorang yang jenius sekalipun tidak akan bisa menulis buku kalau tak pernah memberi “air” dalam “kendinya”. pasti ada air yang akan luber.James Rompas Termasuk pula ketika seseorang ingin menapak jalan menuju kesuksesan sebagai seorang penulis buku. maksudnya dibagikan kepada khalayak ramai melalui karya tulisan. Teori itu adalah “teori kendi”. Logikanya sederhana. Penulis (Buku) yang Baik adalah Pembaca (Buku) yang Baik Pula Untuk itu. misalnya. bahwa penulis itu ibarat ember yang penuh berisi air. kadang juga airnya ditumpahkan untuk diminum. maka hampir dipastikan jalan untuk menjadi penulis buku yang sukses akan sia-sia. Kalau ia “diisi” (dalam arti membaca) pasti lama-lama akan ada “luber”. Air itu adalah ilmu. tentang hal itu. Dalam wawancara dengan majalah sastra Horison (XXI/365-367) YB.

Majalah-majalah berita. Sastrawan kelahiran Tinggarjawya 34 . menjadi pilihannya. Sebut saja Mohammad Fauzil Adhim sekadar sebagai contoh. Jawa Timur ini dimulai sejak SD kelas V. rupanya yang kelak memberi manfaat terhadap proses menulisnya. Buntutnya. Dengan banyak membaca pula seorang penulis akan selalu produktif menghasilkan karya dan tidak akan kehabisan ide. Fauzil bahkan sudah tak mau lagi membaca majalah anak-anak. keduanya diterbitkan penerbit Gema Insani Press. ada sang kakek yang mengarahkan apa yang dibaca cucunya itu. pada usia sekolah dasar. sudah bisa membuat cerpen. Judulnya Mengajar Anak Anda Mengenal Allah (1994) yang diterbitkan Mizan. Buku pertama Fauzil terbit ketika ia masih kuliah di semester empat. Penulis muda yang populer sebagai “penulis spesialis pernikahan” ini adalah seorang pembaca buku yang kuat. hampir semua tentang pendidikan anak dan keluarga. muncul bukunya yang best seller berjudul Kupinang Engkau dengan Hamdalah. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (2) Tradisi Menulis Saudara Dekat Tradisi Mambaca Rasanya bukan merupakan kebetulan bila hampir semua (untuk tidak menyebut semua) penulis buku (atau non-buku) adalah memiliki tradisi atau paling tidak memiliki hobi membaca yang kuat. hingga membuat Fauzil jadi keranjingan membaca. Setahun kemudian. Alhamdulillah. Kegemaran atau kegilaan membaca pada masa kecil itulah. Sehingga Fauzil tak bingung dan terjerumus pada pikiran-pikiran yang ada pada bacaan ‘kelas beratnya’. Buku terakhir Fauzil berjudul Indahnya Pernikahan Dini (2002) dan Agar Cinta Bersemi Indah (2002). seperti Injil dan telaah-telaah kitab Wedha. Debut kepenulisan Fauzil yang lahir 29 Desember 1972 di Mojokerto. Contoh lainnya adalah Ahmad Thohari. Ketika kecil Fauzil diperkenalkan ibunya bacaan-bacaan menarik. semisal Tempo dan Panji Masyarakat. ia pun melahap kitab-kitab agama lain. Buku keduanya berjudul Mendidik Anak Menuju Taklif terbit tahun 1996 oleh penerbit Pustaka Pelajar. Hingga kini Fauzil sudah menulis sekitar 20 judul buku. by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. Cerpennya pertama dimuat di Koran Surabaya Minggu dengan judul Melewati Kabut Cinta. menjadikan tulisannya mengalir dan gagasannya tertuang rapi. misalnya buku-buku filsafat dan sejenisnya. Keakrabannya dengan buku. Saat SMP. Bacaannya saat itu adalah buku-buku yang terhitung berat untuk anak seusianya. Tak hanya itu.James Rompas yang akan dinikmati masyarakat.

minat baca Chaidar semakin menggila. Kubah (1981). Di Kaki Bukit Cibalak (1979). Banyumas. Federasi atau Disentegrasi (2000). Chaidar yang kelahiran Lhokseumawe. “Kegilaan” membaca itu pula kelak yang mengantarkan Chaidar dikenal sebagai penulis buku produktif. Aceh. Penulis buku yang cukup produktif ini. Ketika duduk di bangku SMA. Dan masih banyak karya Ahmad Thohari yang lain. Pertarungan Ideologis Partaipartai Islam dan Partai Sekuler muncul menjelang kampanye Mei 1999. semua buku yang ditulis Chaidar disertai catatan kaki yang cukup 35 . Selain novel. Di sekolah menengah pertama itu ia sudah lahap membaca buku-buku karya Ali Syari’ati. Karya lain Chaidar adalah Pengantar Politik Kartosoewiryo. Chaidar sudah berani melempar tulisannya ke majalah Prisma. juga kumpulan kolom antara lain Berhala Kontemporer. Salah Asuhan. dan lain sebagainya. Ketika duduk di bangku SMP. Dialektika. dan Waspada. USA. tahun 1998 Chaidar menelorkan buku berjudul Reformasi Prematur. Nama Ahmad Thohari sebagai penulis sastra saat ini tidak hanya dikenal masyarakat Indonesia saja. serta Kamus Dialek Banyumas-Indonesia. Layar Terkembang. tak urung itu membuatnya senang dan semakin aktif menulis. tapi juga masyarakat Internasional. Sejak kecil Thohari sudah terbiasa membaca koran sebelum masuk Sekolah Dasar. dan lain-lain. 22 November 1969 itu sudah gemar membaca buku-buku berat seperti filsafat. tahun 1969. Tak terpaut lama.James Rompas Kecamatan Jatilawang. Al-Chaidar sudah membuat album puisi sendiri. Bukit Barisan. majalah dengan tulisan-tulisan berat yang dikenal sebagai standar prestise para intelektual Indonesia. Islam Kultural Islam Politik Islam Radikal di Medan Laga Politik Indonesia (2000). Bahkan ketika kelas II SMP. Harap diketahui. Bahkan bukunya Pemilu 1999. Ketika SMP. Kendati tulisannya hanya dimasukkan dalam rubrik “komentar dan kritik”. Kebiasaan menulis itu dilanjutkan ke berbagai Koran daerah seperti harian Analisa. Contoh lainnya lagi adalah Al-Chaidar. Buku-buku seperti Madilog (Materialisme. 13 Juni 1942 ini juga dikenal suka membaca sejak kecil. sejak kecil juga “gila” membaca. peserta International Writing Program Iowa. Sekarang. Banyak buku yang telah lahir dari “tangan kreatif” Al-Chaidar. peneliti di Lembaga Studi Pengkajian Etika dan Usaha (LSPEU) ini masih rajin menulis artikel di media massa nasional. Atheis. dan mantan Redaktur Amanah (1986-1993) ini juga melahirkan kumpulan cerpen semisal Senyum Karnyamin. Mas Mantri Menggugat. Karyakarya Thohari lainnya. Mas Mantri Menjenguk Tuhan. muncul buku-buku yang lain yang ia luncurkan tepat waktu. Ia juga suka membaca komik-komik wayang. Bukunya berjudul Wacana Ideologi Negara Islam. dan Jantera Bianglala (1985) telah diterjemahkan dalam 5 bahasa dunia. Lintang Kemukus Dinihari (1984). Sejak SMP. Bekisar Merah (1992) telah diterjemahkan dalam bahasa Jepang. Azab dan Sengsara. NU. Kegemaran Thohari membaca itulah yang kelak juga menjadi basic ia menjadi penulis (fiksi/novel) yang sukses. Aceh Bersimbah Darah muncul setelah kasus DOM Aceh mulai terkuak. ICMI dan DI. ia sudah melahap buku-buku novel klasik Indonesia seperti: Belenggu. Di antaranya. Di Bawah Lindungan Ka’bah. maupun Fazlurrahman. Logika) karya Tan Malaka dan buku Das Kapital karya Karl Marx begitu lahap disantapnya. Sayyed Hussein Nasr. Trilogi novelnya Ronggeng Dukuh Paruk (1982). selain itu juga menulis banyak buku.

kendati Anda tak bisa menjadi penulis sukses pun. tapi baru lihat buku saja. Dalam bahasa Hernowo di bukunya Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza. Apabila seseorang terserang demensia. apalagi yang tebal. Atau baru membaca dua atau tiga halaman buku. sudah ngantuk. seseorang akan terhindar dari penyakit demensia. Survei membuktikan. Bagi yang sudah terbiasa membaca sejak kecil sih. yakni 2 minggu. sudah cetak ulang tiga kali. Bahkan malah akan membuat hidup Anda semakin bermakna. Bahkan buku Chaidar berjudul Pengantar Politik Kartosoewiryo dalam tempo singkat. Padahal. gizi membaca buku melebihi ceramah atau hal-hal lain yang diperoleh dari telinga (mendengar) dan mata (melihat). betapa tradisi membaca yang kuat telah mengantarkan mereka menjadi penulis yang sukses. Kunci Utama Menjadi Penulis Buku (3) Mengatasi Keenganan Membaca Membangun tradisi membaca tidak seperti “main sulap”. Seorang peneliti dari Hanry Ford Health System bernama Dr. tak banyak orang yang memiliki tradisi membaca. sudah bete dulu. Kelak. Tapi cukuplah tiga penulis di atas sebagai contoh.James Rompas lengkap dari berbagai bahasa. manfaat lainnya. tradisi membaca lebih baik dibanding dengan hanya sekedar menonton dan mendengar. Anda pengin menjadi penulis sukses? Bila Anda belum suka membaca. sim salabim aba kadabra langsung suka membaca. Dan. editor buku-buku Chaidar. sebagaimana dikutip Hernowo. saatnya Anda mulai membangun tradisi membaca yang kuat dalam hidup Anda. tradisi membaca yang telah Anda bangun tak akan membuat Anda rugi. 36 . membaca buku akan membuat seseorang tetap berpikir. C. sulit sekali untuk punya tradisi membaca. Informasi yang diserap dari kerja membaca jauh lebih efektif dan mengendap ketimbang yang diperoleh dari mendengar dan menonton. Demensia adalah nama penyakit yang merusak jaringan otak. Banyak yang lebih memilih tradisi mendengar dan menonton. Tidak. Masih ada banyak contoh lagi yang bisa disebut di sini. Menurut Zulkarnaen. dapat dipastikan akan mengalami kepikunan atau (dalam bahasa remaja disebut) “tulalit”. Tapi. Edward Coffey. Keinginan sih ada. hanya lewat membaca bukulah kita mampu menumbuhkan saraf-saraf di kepala kita. Sebab. bagi yang tidak terbiasa membaca sejak kecil. Percayalah! by Badiatul Muchlisin Asti Membangun Tradisi Membaca. membuktikan bahwa hanya dengan membaca buku. tidak ada masalah. Tapi ia harus dibangun dan dibiasakan. Itu pun dikerjakan dengan memakan waktu rata-rata satu bulan. rata-rata buku Chaidar mengalami cetak ulang 6 kali.

Namun. Apa ya paradigma Anda berkaitan dengan membaca buku? Mungkin ini: “Wah. Bayangkan Anda memiliki kacamata minus 2. pilihlah bukubuku yang memang kita sukai.James Rompas Menurut penelitian Coffey.” Atau ini: “Setiap kali baca buku ilmiah. laiknya Anda memakan kacang goreng). agar membaca buku tidak lantas membuat kita mengantuk. 1. ingatlah bahwa tidak semua halaman buku itu harus dibaca. Apa yang terjadi ? Anda akan merasa pusing apabila melihat sesuatu. Namun. Apa itu paradigma ? Paradigma adalah kacamata. Paradigma adalah cara kita memandang sesuatu. Tubuh kita akan loyo dan sakit-sakitan. boring deh baca buku yang tebal-tebal itu. Hal itu dibuktikan dengan meneliti struktur otak 320 orang berusia 66 tahun hingga 80 tahun yang tak terkena demensia. cicipilah “kelezatan” sebuah buku sebelum membaca semua halaman. orangtua. Cari saja halamanhalaman yang menarik dan bermanfaat. Lalu bagaimana mengatasi keengganan membaca? Hernowo yang kini menjabat General Manajer Editorial Penerbit Mizan mempunyai kiat-kiat jitu. Anda dapat ngemil membaca pada pagi hari 37 . Anda dapat mengenali lebih dahulu siapa pengarang buku tersebut. Anda harus mengganti kacamata Anda dengan kacamata minus 3. Bayangkan apabila jasmani kita tidak diberi nasi. Lima tahun kemudian. Apabila Anda bertemu dengan buku ilmiah setebal 300 halaman. Kedua.” “Saya pilih nonton sinetron aja deh ketimbang baca buku. Lewat paradigma-baru membaca buku—dengan menganggap buku sebagai makanan—kita dapat memperlakukan buku laiknya makanan kesukaan kita. atau sahabat Anda). Nah. Mendengarkan pengajian dan ceramah adalah juga sebentuk “makanan ruhani”. Buku sama saja dengan makanan. Mintalah mereka untuk menunjukkan lebih dahulu hal-hal yang menarik yang ada di buku itu. bacalah buku secara ngemil (sedikit demi sedikit. daging ayam. Anda bersikukuh tak mau mengganti kacamata minus 2 Anda. buku kadang memiliki gizi lebih dibandingkan ceramah. Anda bisa bertanya kepada seseorang yang menganjurkan Anda untuk membaca sebuah buku (misalnya guru. Inilah akibat yang timbul karena Anda mempertahankan paradigma kacamata minus 2 Anda. Ketiga. Mengubah Paradigma Membaca : Menganggap Buku Sebagai Makanan “Kunci” untuk membuka gembok keengganan membaca buku adalah paradigma. untuk memasuki dunia buku. dan makanan bergizi tinggi lainnya. yaitu makanan untuk ruhani kita. Apa yang akan terjadi. Pertama. telur. Demikian jugalah yang terjadi dengan ruhani kita. saya pasti ngantuk. Buku adalah salah satu jenis “makanan ruhani” kita yang sangat bergizi. sebagaimana Anda memilih makanan yang Anda gemari. pendidikan (salah satu pendidikan termudah adalah membaca buku) dapat menciptakan semacam lapisan penyangga yang melindungi dan mengganti-rugi perubahan otak. Dalam bukunya Andaikan Buku Sepotong Pizza ia mengungkapkan kiat-kiat itu. Atau. kita perlu mengubah paradigma (atau kaca mata) dalam memandang buku. Berikut ini intisari kiat-kiat itu. Baca buku bikin kepala cepat botak!” Itulah paradigma—atau kacamata yang Anda gunakan—dalam membaca buku.

2. mari kita baca dan tafakkuri kembali wahyu pertama Surat Al-‘Alaq ayat 1-5 agar kita senantiasa mengingat bahwa aktivitas membaca adalah pesan penting pertama Al-Quran yang sudah selayaknya kita sambut untuk menjadi bagian dalam hidup kita. dan menghindarkan manusia dari jalan hidup yang sesat. membaca secara Auditori. kaki. Anda akan dimudahkan dalam menuangkan atau menceritakan kembali apa-apa yang Anda baca. dan Tuhanmulah Yang Paling 38 . tambah 10 halaman. Berdiri atau berjalan-jalanlah saat membaca buku. Membaca dengan Gaya SAVI Apabila Anda sudah mengubah paradigma membaca buku Anda—bahwa membaca buku seperti memakan pizza—cobalah mulai membaca buku-buku ilmiah saat ini juga. cobalah Anda tidak hanya duduk. membaca secara Somatis. Lebih-lebih bila Anda menjumpai kalimatkalimat yang sulit dicerna. Dave Maier dalam bukunya The Accelerated Learning Handbook.James Rompas sebanyak 5 halaman. Kedua. Kalau perlu. dan Intelektual (merenungkan). menyajikan tip-tip menarik. Meier menamai tip-tipnya ini “metode belajar gaya SAVI”. Bacalah. Anda perlu jeda atau berhenti sejenak setelah membaca. pada sore hari. berhentilah sejenak. pada saat membaca. Insya Allah. telinga Anda akan membantu mencernanya. Nanti. baca kembali buku Anda. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. insya Allah. Ini berarti. menulis bukunya untuk berdakwah: menyampaikan kebenaran. sebagaimana petunjuk berikut. Untuk itu. Ini berkaitan dengan kemampuan dahsyat Anda yang bernama imajinasi atau kekuatan membayangkan. SAVI adalah singkatan dari Somatis (bersifat raga/tubuh). Insya Allah. hanya satu saja dari sekian dampak positif yang akan Anda dapatkan dengan tradisi membaca yang kuat. Visual (gambar). silahkan menggunakan gaya SAVI dalam membaca sebuah buku. Gerakkan tubuh Anda saat membaca. membaca secara Intelektual. mengajak manusia kepada jalan yang lurus. Agar pembacaan Anda lebih bermakna. Ketiga. Auditori (bunyi). juga akan mempercepat pemahaman Anda. gambarlah! Ini. Untuk mempermudah Anda dalam membaca buku. Misalnya. dengan demikian. penguatan internalisasi akan pentingnya membaca dalam kehidupan harus dilakukan. Setelah itu. membaca secara Visual. Akan lebih bagus apabila—saat merenung itu—Anda juga mencatat hal-hal penting yang Anda peroleh dari halaman-halaman sebuah buku. Kiat-kiat di atas hanyalah beberapa petunjuk praktis yang diharapkan dapat membantu memotivasi Anda untuk tak lagi enggan membaca buku. setelah membaca 5 atau 7 halaman. Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. Nah. Cobalah sesekali membaca dengan menyuarakan apa yang Anda baca itu (dijaharkan). Pertama. Sehingga aktivitas membaca akan lebih langgeng dan bukan semata bertujuan karena Anda ingin menjadi seorang penulis buku. Ini juga berkaitan dengan kemampuan luar biasa Anda. dan kepala Anda. Cobalah bayangkan saat Anda membaca sebuah konsep atau gagasan. Dan renungkanlah manfaat yang Anda peroleh dari pembacaan Anda. Agar hasilnya lebih bagus. Keempat. Itu pun harus diniati. Dorongan ingin (menjadi) penulis buku. Gerakkan tangan.

per halaman. tapi dihitung dari harga bersih (netto) per bukunya. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Taruhlah sekedar contoh. tapi dihitung dari harga bersih (netto) per bukunya. Lalu. bagaimana sebuah penerbit menghargai karya seorang penulis ? Umumnya. sehingga jarang digunakan. semakin terjual banyak (laris) buku yang kita tulis. maka kita akan menjadi tahu peluang meraih penghasilan yang dapat kita tangkap dari kerja menulis buku. Namun. Selain memakai sistem royalty. Kunci dari meraup penghasilan dengan menulis buku adalah pada semakin larisnya buku yang kita tulis. bagaimana sebuah penerbit menghargai karya seorang penulis ? Umumnya. penerbit menggunakan sistem royalty dalam menghargai karya seorang penulis buku. Masing-masing penerbit memiliki policy atau kebijakan masing-masing. umumnya..*** by Badiatul Muchlisin Asti Buku Laris Rezeki Manis Kunci dari meraup penghasilan dengan menulis buku adalah pada semakin larisnya buku yang kita tulis. Atau ada pula yang mematok 15 %. kita menulis buku dengan jumlah halaman 50 lembar. umumnya. Namun. maka sang penulis buku itu tidak dapat menikmati kesuksesan itu. Artinya. Besar royalty itu bervariasi atau berbeda antara penerbit satu dengan penerbit yang lainnya. semakin terjual banyak (laris) buku yang kita tulis. Namun. maka rezeki (penghasilan) yang akan kita dapatkan juga akan semakin tebal atau banyak. besar royalty itu 10 % dari harga jual eceran (bruto) per bukunya. Besar angka yang dipatok untuk sitem jual putus ini umumnya berkisar Rp 7. Atau ada pula yang mematok 15 %. 39 . rezeki kian manis” atau “kian laris buku.sampai Rp 10. rezeki kian manis” atau “kian laris buku. Sistem ini memang cenderung tidak adil. beberapa penerbit juga ada yang menerapkan sistem jual putus (flat). kian tebal saku”. Masalahnya. amat jarang sistem ini digunakan oleh penerbit.000. Masing-masing penerbit memiliki policy atau kebijakan masing-masing. jika buku itu meledak (laris) di pasaran. Al-‘Alaq: 1-5). Atau dalam bahasa yang lain “buku kian laris. Dari gambaran singkat sistem “penghargaan” terhadap sebuah karya buku di atas.” (QS..000. Lalu.James Rompas Pemurah. penerbit menggunakan sistem royalty dalam menghargai karya seorang penulis buku. maka rezeki (penghasilan) yang akan kita dapatkan juga akan semakin tebal atau banyak. Atau dalam bahasa yang lain “buku kian laris. Artinya. kian tebal saku”. Besar royalty itu bervariasi atau berbeda antara penerbit satu dengan penerbit yang lainnya. besar royalty itu 10 % dari harga jual eceran (bruto) per bukunya. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Tanpa sebuah naskah. Sebuah penerbitan akan rugi besar jika buku yang diterbitkan ternyata tidak laku di pasaran. harga eceran per buku Rp 10. atau jika mungkin penerbit mengadakan sayembara mengarang/menulis buku. dalam arti semakin banyak buku yang kita tulis dan diterbitkan.000. Padahal. Misalnya. yakni Rp 500. tingkat berapa). hasil kajian ilmiah pakar tertentu. untuk menerbitkan sebuah buku sebuah penerbitan harus bisa memenuhi kriteria berikut ini: 1. tidak melulu bisnis. tulisan sejumlah 50 halaman dapat kita selesaikan dalam jangka waktu 5-7 hari (1 minggu) atau paling lama 1 bulan dengan tanpa meninggalkan pekerjaan utama kita. maka royalti kita bila dihitung 10 persen. peluang membuka pintu rezeki dengan menulis buku memang bukan hal yang aneh atau mustahil. kita paling tidak akan bisa mengontangi uang lebih besar lagi.000 [seribu rupiah] per eksemplar buku. Semakin laris buku kita—apalagi kalau sampai dicetak ulang berkali-kali karena saking larisnya—maka akan semakin besar jumlah uang yang akan kita terima. kita akan mendapatkan paling tidak uang senilai Rp 375. Bila setelah dicetak menjadi buku. Sasaran pembaca Siapakah pembaca buku ini: umum. kaum ibu. misalnya menjadi guru atau dosen. Tinggal dikalikan dengan jumlah penjualan.. Naskah buku bisa didapatkan dengan berbagai cara.000 [sepuluh ribu rupiah]. buku pelajaran mudah diperkirakan jumlah pembacanya karena yang menggunakannya pelajar pada jenjang pendidikan 40 . By Badiatul Muchlisin Asti Ciri-ciri Naskah Buku yang Berkualitas Naskah buku adalah tulang punggung penerbit. Hal ini baik menyangkut bisnis maupun idealisme. akan semakin memiliki peluang lebih besar lagi jumlah penghasilan yang akan kita peroleh. Tapi bila per halaman tulisan kita dihargai Rp 10. Itu bila per halaman tulisan kita dihargai Rp 7. yang terbaik nanti diterbitkan.000. akan mendapat Rp 1.500.-. Dan semakin produktif kita. 3. di antaranya kreativitas penerbit dengan menyusun langsung buku-buku tertentu. mahasiswa (jurusan apa. Bila menggunakan sistem royalti akan semakin berpeluang untuk meraup keuntungan lebih besar lagi. tetapi untuk buku tertentu jawabannya mudah. anak-anak. semuanya harus memenuhi persyaratan. dewasa. Menurut Sofia Mansoor dan Niksolim (1993).-. Pada masa kini. orang tua.(tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah). tidak akan ada penerbitan.(lima ratus ribu rupiah).James Rompas Dengan sistem beli putus. Begitu pula seorang penerbit harus mempunyai tanggung jawab moral untuk mencerdaskan masyarakat. kiriman penulis.. Walau demikian tidak sembarang naskah akan diterbitkan.000. bila kita biasa menulis. Jumlah Pembaca Berapa kira-kira ukuran pasar? Hal ini tidak mudah dijawab. Keperluan Apakah buku ini memang diperlukan masyarakat? Mengapa? 2.

Kelayakan terbit Apakah buku tersebut layak diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan? Sejumlah penerbit hanya menerbitkan buku-buku tertentu. Kemutakhiran Apakah isi buku ini tidak ketinggalan zaman? Jawabannya dapat diperolah dengan mengamati daftar pustaka yang diacu pengarang. SLTP dan SMU). buku pelajaran (SD. Dari sudut ekonomi. apakah ilustrasi mendukung uraian? 7. dan antar golongan/adat istiadat). akan menguntungkan dari segi dakwah. berikutnya dikirim ke penerbit. buku agama. 4. Memastikan kategori sebuah penerbitan. buku agama.James Rompas tertentu. tapi juga disukai khalayak pembaca. baik penerbit maupun penulis. tidak menentang ideologi negara. Apa kelemahan dan kelebihan naskah buku ini dibanding saingannya? 6. universitas misalnya. Buku yang laku. hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Menentukan penerbit yang tepat Setelah naskah itu sempurna. dan penerbit buku umum. Penyajian Apakah isi ditulis dengan susunan tertib. Dalam hal ini jangan salah mengirim naskah. yaitu penerbit buku anakanak. Dalam pengiriman naskah. dapat Anda lihat dari katalog bukunya. semakin banyak pembaca berarti dakwah semakin tersebar luas. Hak cipta Apakah penelaah mengenali ada bagian yang dikutip dari buku lain? Penerbit harus waspada agar jangan sampai penerbit dituntut karena menerbitkan buku jiplakan. Isi Naskah Apakah isi naskah tidak menyinggung SARA (suku. Naskah Anda harus dikirim ke penerbit yang sesuai dengan jenis buku Anda. By Abu Al-Ghifari Strategi Mengirim Naskah Buku Ke Penerbit Apa yang dilakukan setelah naskah rampung dibuat? tentu saja mengirimkannya ke penerbit buku. 8. Penerbit buku ada beberapa kategori. agama. sesuai dengan tingkat pembaca? 5. apakah bahasa pengarang mudah dipahami. akan mampu menulis buku yang bukan hanya berkwalitas. jelas akan diuntungkan dengan buku best seller (laris di pasaran). Apalah artinya naskah bagus jika hanya untuk koleksi pribadi. buku perguruan tinggi. 9. 41 . Saingan Apakah ada buku lain yang menjadi saingan buku tersebut? Sebutkan judulnya. Seorang penulis yang mampu menyelami nurani massa. ras. sekolah.

2) menyertakan identitas diri Identitas yang dimaksud menyangkut latar belakang pendidikan. termasuk ide penulisan buku yang diajukan. Surat pengantar adalah etika yang harus disertakan yang berfungsi sebagai prolog kerjasama antara penerbit dan penulis. Mesir merupakan bangsa yang pertama mengenal tulisan yang disebut hieroglif. Buku kuno ketika itu. cerita-cerita. lahirlah apa yang disebut sebagai buku kuno. Biasanya diperhatikan dulu sinopsis atau ringkasan dari buku yang Anda tulis. maupun syair. Mereka menuliskannya di batu-batu atau pun di kertas papyrus. 3) sinopsis naskah Editor sebuah penerbitan biasanya tidak langsung membaca naskah buku Anda. do’a-do’a.James Rompas b. terutama yang baru pertama kali mengajukan naskah ke penerbit itu. pengalaman menulis. tradisi komunikasi masih mengandalkan lisan. karya-karya yang pernah diterbitkan (jika ada). Kian hari. Hingga. Saking banyaknya. kian banyak saja hal-hal yang musti dihafal. Pengiriman naskah dapat diantar langsung atau via pos/kurir. melainkan tulisan-tulisan di atas keping-keping batu (prasasti) atau juga di atas kertas yang terbuat dari daun papyrus. belum berupa tulisan yang tercetak di atas kertas modern seperti sekarang ini. Karenanya. nyanyian. Kertas papyrus bertulisan dan berbentuk gulungan ini yang disebut sebagi bentuk awal buku atau buku kuno. Semuanya dihafal. By Abu Al-Ghifari Mengenal Sejarah Buku 1 . disampaikan secara lisan dari mulut ke mulut. c. Untuk itu jangan lupa menyertakan sonopsis ini. Tulisan hieroglif yang diperkenalkan bangsa Mesir Kuno bentuk hurufnya berupa gambar-gambar. Sejarah Perkembangan Buku Pada zaman kuno. segera kirimkan ke penerbit yang Anda maksud. Format surat pengantar ini terserah penulis. langkah berikutnya mengirimkan naskah ke penerbit tersebut. hafalan merupakan ciri yang menandai tradisi ini. 42 . Papyrus adalah tumbuhan sejenis alang-alang yang banyak tumbuh di tepi Sungai Nil. sekalipun Anda penulis ternama. terpikirlah untuk menuangkannya dalam tulisan. Namun sebelum naskah itu dikirim. pekerjaan. yang penting berisi pengajuan naskah. Pengiriman Naskah Naskah yang sudah siap termasuk sudah dilengkapi kelengkapan di atas. sehingga akhirnya mereka kuwalahan alias tidak mampu menghafalkannya lagi. Menyertakan kelengkapan pengajuan Setelah menentukan penerbit yang cocok untuk buku Anda. Penyampaian informasi. Maka. lengkapi dulu dengan berbagai kelengkapan berikut ini: 1) surat pengantar Penyertaan surat pengantar penting.

Gutenberg juga melengkapi ciptaannya dengan mesin cetak. tetap saja untuk menyelesaikan satu buah buku diperlukan waktu agak lama karena mesinnya kecil dan jumlah huruf yang digunakan terbatas. gulungan papyrus ada yang dipotong-potong. pada zaman dahulu. mesin Gutenberg mampu menggandakan cetakan dengan cepat dan jumlah yang banyak. Sehingga. manusia terus berpikir untuk mengadakan peningkatan dalam peradaban kehidupannya. gulungan papyrus digantikan oleh lembaran kulit domba terlipat yang dilindungi oleh kulit kayu yang keras yang dinamakan codex. Panjang gulungan papyrus itu kadang-kadang mencapai puluhan meter. Awalnya yang banyak diterbitkan adalah kitab suci. Maka. Namun. Di Cina dan Jepang. Di Indonesia sendiri. Papyrus terpanjang terdapat di British Museum di London yang mencapai 40. seperti Al-Qur’an yang dibuat dengan ditulis tangan. Huruf-huruf itu bisa dibentuk menjadi kata atau kalimat. Bentuknya seperti lipatan-lipatan kain korden.James Rompas Selain Mesir. Pencipta kertas yang memicu lahirnya era baru dunia perbukuan itu bernama Ts’ai Lun. Perkembangan perbukuan mengalami perubahan signifikan dengan diciptakannya kertas yang sampai sekarang masih digunakan sebagai bahan baku penerbitan buku. pada abad kedua. 43 . penemuan mesin cetak pertama kali merupakan tahap perkembangan selanjutnya yang signifikan dari dunia perbukuan. Kelebihannya. Sebagai tindak lanjut penemuan kertas. Cina menjadi pengekspor kertas satu-satunya di dunia. Penemu mesin cetak itu berkebangsaan Jerman bernama Johanes Gensleich Zur Laden Zum Gutenberg. juga dikenal dengan buku kuno. perubahan bentuk buku gulungan menjadi buku berlipat yang diapit sampul berlangsung lebih cepat dan lebih sederhana. Gutenberg telah berhasil mengatasi kesulitan pembuatan buku yang dibuat dengan ditulis tangan. Hidup sekitar tahun 105 Masehi pada zaman Kekaisaran Ho Ti di daratan Cina. Inilah bentuk awal dari buku yang berjilid. bangsa Romawi juga memanfaatkan papyrus untuk membuat tulisan. Perkamen lebih kuat dan lebih mudah dipotong dan dibuat berlipat-lipat sehingga lebih mudah digunakan. artinya kertas kulit. Ts’ai Lun berkebangsaan Cina. Gutenberg menemukan cara pencetakan buku dengan huruf-huruf logam yang terpisah. pada awal abad pertengahan. Perubahan itu selaras dengan fitrah manusia yang menginginkan kemudahan. Daun lontar yang sudah ditulisi itu lalu dijilid hingga membentuk sebuah buku. Buku kuno itu ditulis di atas daun lontar. Dengan akalnya. Perkembangan selanjutnya. orang-orang Timur Tengah menggunakan kulit domba yang disamak dan dibentangkan. Karena itu.5 meter. Buku-buku kuno itu semuanya ditulis tangan. Hal ini sungguh merepotkan orang yang menulis maupun yang membacanya. di kemudian hari mengantarkan perkembangan bentuk buku mengalami perubahan. Selain itu. Penemuan Ts’ai Lun telah mengantarkan bangsa Cina mengalami kemajuan. Kesulitan menggunakan gulungan papyrus. Lembar ini disebut pergamenum yang kemudian disebut perkamen.

di toko-toko buku yang ada di berbagai kota di negeri ini. Namun. berderet-deret bahkan bertumpuk-tumpuk buku-buku baru terbit silih berganti bak musim semi dengan beragam judul dan beraneka desain sampul yang menawan dari berbagai penerbit. yakni pencetakan offset. dari pengamatan sekilas saja. mesin pemotong kertas. hingga tak terhitung. Tak mengherankan bila sekarang ini kita dapati berbagai buku terbit silih berganti dengan penampilan yang semakin menarik. dan juga printer laser (alat pencetak yang menggunakan sumber sinar laser untuk menulis pada kertas yang kemudian di taburi serbuk tinta). di negara kita Indonesia. tapi penerbit-penerbit buku malahan bermunculan. Menulis buku-buku bernuansa dakwah adalah pilihan yang sudah selayaknya untuk dilakukan. Bagi seorang muslim da’i yang memiliki komitmen dengan dakwah. bukan sebaliknya. kita akan dapat segera menyimpulkan. Semua penemuan menakjubkan itu telah menjadikan buku-buku sekarang ini mudah dicetak dengan sangat cepat. dijilid dengan sangat bagus. Banyak sekali jumlahnya. Tidak juga di Ikatan Penerbit Indonesia [IKAPI]. scanner (alat pengkopi gambar. atau teks yang bekerja dengan sinar laser hingga bisa diolah melalui computer). Mesin-mesin offset raksasa yang mampu mencetak ratusan ribu eksemplar buku dalam waktu singkat telah dibuat. baik dari penerbit besar yang sudah mapan dan lebih dulu eksis. betapa penerbit-penerbit buku saat ini semakin banyak saja jumlahnya. Hal itu diikuti pula dengan penemuan mesin komputer sehingga memudahkan untuk setting (menyusun huruf) dan lay out (tata letak halaman). Agar buku benarbenar menjelma fungsinya sebagai pencerdas dan pencerah umat. Bahkan sampai sekarang ini pun. Teknik cetak yang ditemukan Gutenberg bertahan hingga abad ke-20 sebelum akhirnya ditemukan teknik cetak yang lebih sempurna. Sebab tidak semua penerbit bergabung dengan lembaga ini.James Rompas Gutenberg memulai pembuatan mesin cetak pada abad ke-15. Memang. sebab tak tersedia data yang dapat dipertanggungjawabkan. sungguh mengherankan bahwa sebuah judul buku yang laku beberapa ribu saja sudah terasa menyenangkan dan dianggap bestseller. 2. Buku di Era Modern Di era modern sekarang ini perkembangan teknologi semakin canggih. maupun dari penerbit kecil yang baru merintis dan masih kembang-kempis. kondisi di atas akan dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah. kondisi ini tentu jauh lebih baik bila dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. dibanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang nyaris 200 juta orang. Tengoklah. ilustrasi. serta hasil cetakan dan desain yang sangat bagus pula. maka akan kita jumpai. Animo masyarakat pun terhadap buku nampak juga mengalami peningkatan. By Badiatul Muchlisin Astii 44 . Diikuti pula penemuan mesin penjilidan. Ini nampak dari banyaknya buku-buku bestseller yang laris manis diserbu masyarakat. yang ditemukan pada pertengahan abad ke-20. kondisi ekonomi masih gonjang-ganjing. Akan tetapi. kendati sedang diterpa krisis.

etika profesi guru dan sebagainya. ia dianggap menyimpang dan tidak loyal lagi pada profesinya. guru. tetapi masih merupakan konvensi atau aturan tak tertulis di masing-masing media. Isi tulisan tidak menyinggung kebersamaan dalam kerukunan sesama warga negara dan warga masyarakat secara keseluruhan. agama. seperti misalnya masalah SARA (suku. Belum mapannya etika profesi penulis ini disebabkan masih merupakan profesi baru dan belum berkembang sebagaimana profesi lainnya di Indonesia. sopir. Pancasila dan peraturan yang berlaku lainnya. semuanya ada aturan main baik secara tertulis maupun tidak. Aturan main adalah dunia kepenulisan ini secara garis besar dapat disebutkan sebagai berikut: 1.James Rompas Etika Menulis Di dunia ini hampir tidak ada suatu pekerjaan pun yang dilakukan tanpa etika. Tidak melanggar hak cipta orang lain. Tidak mengirim tulisan yang sama kepada media yang lain. dan antargolongan). Mentaati etika dari sebuah profesi. 7. Akan tetapi etika profesi penulis ini belum baku sebagaimana etika profesi yang telah mapan lainnya. 5. Keberadaan suatu etika pada umumnya didasarkan pada itikad baik untuk kebaikan bersama. mengutip tanpa disebutkan sumbernya. etika profesi wartawan. Ketidakjujuran seorang penulis akan merugikan dirinya sendiri. 2. penyebutan pekerjaan. Seperti etika profesi dokter. Hal tersebut berakibat kurang dihargainya kredibilitas seseorang yang melanggar etika itu. Perlu diketahui bahwa sebenarnya hal ini belum diundangkan secara baku. Profesi sebagai penulis juga mempunyai etika. 6. Dengan adanya itikad baik itu diharapkan masyarakat dapat menggunakan etika tersebut sebagai acuan dalam setiap perbuatan yang dilakukan berkaitan dengan pekerjaan dan profesinya itu. dapat diartikan sebagai sebuah usaha untuk menghargai dan loyal terhadap profesi yang ditekuni seseorang. ras. 3. penyebutan alamat tempat tinggal. dan masih banyak lagi. status jabatan dan sebagainya. Seperti menjiplak. Misalnya berkaitan dengan penyebutan identitas diri. dan hal-hal semacam itu. tanpa banyak coretan. 4. Profesi dokter punya etika. Kecuali telah mempunyai kesepakatan dengan pihak yang terkait. Mengirim tulisan dengan ketikan rapi. Menggunakan bahasa yang baik dan benar. Materi dan gagasan penulisan hendaknya tidak bertentangan dengan UndangUndang Dasar 1945. masinis. Konsekuensi jika penulis 45 . Seorang penulis hendaknya bersikap jujur dalam segala hal yang berkaitan dengan materi kepenulisannya. Sebab jika seseorang melanggar etika profesi yang telah menjadi kesepakatan bersama. karyawan pabrik.

Kiai yang pakar komunikasi itu jika membuat tulisan kaya dengan berbagai tinjauan. membebaskan tulisan dari teori baku. bandingkan dengan tulisan-tulisan lain yang dimuat. budaya dan data-data teranyar. Selera redaktur sangat menentukan. dokumentasikan naskah-naskah itu. ide bagus tidak bisa dibandingkan dengan rupiah. di sana-sini nggak nyambung. tabloid atau majalah masing-masing punya karakter tersendiri. Cuma jangan terpaku. Kelima. biasanya ia akan dikenakan sanksi yang biasa disebut black list atau daftar hitam. Pada urutan kelima ini bukan berarti meniadakan teori-teori yang sudah ada. Simak tulisan Jalaluddin Rakhmat. Sering kali kita menganggap saat merampungkan naskah. Dari sudut falsafah. Seolah-olah berani diuji dengan rekan lainnya. Koran. Tidak terdapat kekurangan. Yang demikian itu hanyalah proses rute yang harus dilalui sebelum berhasil adalah kenyataan wajib yang mesti dialami. logika. info terkini. melengkapi sumber tulisan. Kedua. Memang penulis pemula sangat meniru gaya idola penulis pujaanya. maka tulisantulisannya tidak akan dimuat pada media tersebut dalam jangka waktu tertentu. meniru adalah awal dari sebuah seni. info terkini dan bahan-bahan (buku) rujukan yang biasa dijadikan sumber utama (standar). jangan sampai dibuang. mencatat.James Rompas ketahuan menulis dengan tulisan yang sama di media berbeda. Lantas apa saja langkah-langkahnya? Pertama. media massa terbitan baru. besar peluang untuk diterima. Namun selang beberapa waktu (bisa jadi hitungan tahun) kok lucu. Ketiga. By Abu Al-Ghifari Jika Naskah Ditolak Kembali kita kuatkan keyakinan naskah ditolak bukanlah akhir segalanya. Percayalah ide itu amat mahal. dan bahan-bahan (buku) rujukan yang biasanya dijadikan sumber utama (standar). internet. As-Sunnah) saja. Saat tahu kondisi tersebut. inilah kesempatan untuk memperbaikinya. mencatat atau memiliki ensiklopedia. Kata Aristoteles. psikologi. Teori menulis yang sudah dipelajari tetap kita pertahankan. Bila tulisan yang kita kirim sama “nafasnya”. tapi tidak sebatas menggunakan dalil naqli (Al-Qur’an. Beliau mengurai dengan pendekatan sejarah. 46 . Keempat. Belum tentu ide yang terkandung dalam tulisan tersebut bisa ketemu di lain waktu. Dengan segala keobyektifan dan kesubyektifan menjadi kata kunci. Artinya jika seseorang telah terkena daftar hitam ini pada media tertentu. atau memiliki ensiklopedi. Karenanya. memperbaiki naskah. di luar negeri terdapat teori bernama teori lingkaran. Masih ada teori atau gaya lain. Misal. ia menulis tentang “istiqomah”. Untuk mendapatkan ide terkadang para penulis membayar mahal karena harus pergi ke tempat tertentu. Sangatlah penting untuk membaca. Menambah banyak warna pasti makin meriah. mempelajari tulisan yang dimuat itu penting. Sangatlah penting untuk membaca. terasa sudah sempurna.

betapa sering kita mendengar kata-kata itu. Untuk menuju ke titik tengah lingkaran. Padahal mulanya menggebu-gebu sesemangat 45. besoklah saya akan memulai”. Langkah ini sangat membantu. kita boleh memasukinya dari garis mana saja. Selamat menulis.id. Benar. itb. Keterkaitan dengan unsur emosi ini bisa membuat tulisan lebih segar dan renyah. saya bersyukur semangat dan kreativitas tulis menulis masih terpelihara. Saya pernah mengunjungi tempat aktivitas dan bertemu dengan sosok penulis bergengsi negeri ini. memaparkan 7 kiat menjadi penulis buku pada seminar "Kiat Sukses Menjadi Penulis Buku" yang diadakan oleh Perpustakaan Pusat ITB bersama Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YYPI) pada Rabu (17/02/2010). Amin Rais. Kita mendapatkan berbagai pengalaman dan ilmu yang menguatkan “ruh” semangat kepenulisan. banyak cara untuk menulis. Hasilnya menakjubkan. segeralah menulis judul. Para penulis sukses di tengah kesibukannya menyediakan waktu khusus unutk menulis. By Lilis Nihwan BANDUNG.ac. rutin menulis lagi. Ismail mengagumi rekannya seorang cerpenis belia aktivis Forum Lingkar Pena (FLP).Jika Anda senang menulis dan berniat menjadi seorang penulis buku. 47 . Ada yang sehari menulis 3 – 4 jam sehari. Menulis kembali dan kembalilah menulis.James Rompas Belakangan antara lain dikenalkan oleh DR. Lalu. tapi bukan berarti tidak bisa sama sekali. Anda dapat menentukan siapa dan seberapa besar target pembaca Anda. sudah belasan media yang mempublikasikan.Yus R. Banyak yang menyangka orang tenar sulit dihubungi. Nurcholis Madjid. antara lain: Emha Ainun Nadjib. S. Sudah menjadi alasan klasik untuk menyembunyikan diri dari ketidakberdayaan dalam olah tulis menulis. Sederhananya. Setelah menetapkan segmentasi pasar hal kedua yang perlu Anda lakukan adalah menentukan kebutuhan buku. Marketing Manager Sagung Seto Jakarta H. dari beliau-beliau saya memperoleh tambahan tenaga berlipat-lipat. jangan lewatkan tulisan yang satu ini. Cuma karena belum dimuat. Dengan menetapkan segmentasi. Alhamdullillah. Ia menulis setiap dini hari usai shalat malam sampai menjelang waktu shubuh. kawan kita ini (masih SMU) sudah menulis empat buku. Penolakan naskah itu persyaratan wajib bagi siapa saja yang ingin sukses menulis. Dan teramat yakin bilangan angka terus menanjak. Kuntowijoyo dan sejumlah penullis kawakan yang berdomisili di Bandung. Berikut ringkasan materinya. Pasti ada dan menerima kesempatan unuk kita. Contoh. Keenam. biasanya dari umum ke khusus. Ketujuh. Dedi Supriadi. Lumayan. Meski ratusan naskah saya ditolak. Tidak ada alasan untuk berhenti menulis. Psi. Gola Gong. Miyoto. kita dapat memulai dari khusus ke umum. Hal pertama yang harus Anda pahami ketika memulai karier sebagai penulis buku menurut Miyoto adalah dengan menetapkan segmentasi pasar. adakah silaturahmi dengan para penulis yang jadi atau milih profesi menulis sebagai pilihan mencari nafkah. “Waktu saya tersita.

" saran dia. menulis artikel di jurnal ilmiah. Hal yang tak kalah penting lainnya adalah promosi.red). Kiat terakhir dari Miyoto adalah pemasaran. Atau untuk karya fiksi. menetapkan besaran pasar dan daya beli. Pasaran dihitung untuk memperkirakan taksiran jumlah cetak karena jumlah cetak yang keliru akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari. PROSEDURE PENULISAN PENERBIT ANDI YOGYAKARTA Hubungan Antara Penulis dan Penerbit Penulis dengan Penerbit memiliki kedudukan setara. "Judul tersebut masih bersifat sementara karena bisa diubah sesuai dengan kebutuhan. kata Miyoto. Penerbit akan sangat tertarik jika bisa diterbitkan pada jumlah cetak minimum 3000 eksemplar." Kemudian. Tidak hanya 7 kiat sukses menjadi penulis buku yang dipaparkan oleh Miyoto pada seminar ini. Anda bisa memilih penerbit Sagung Seto. Hal tersebut yang memotivasi penulis untuk menghasilkan suatu karya yang berkualitas. Kepentingan apa di balik dorongan untuk menulis? Menulis dapat meningkatkan kredit point (bagi pengajar). Beberapa cara mempromosikan buku adalah dengan menjadi pemateri dalam seminar-seminar. lakukan survei pasar dengan melihat katalog dari penerbit." kata dia." aku dia. Langkah berikutnya. "Kita semestinya menghargai jerih payah penulis buku. adalah memilih penerbit. Ia mengatakan promosi dapat dilakukan bahkan sebelum buku tersebut diterbitkan. atau mengunjungi perpustakaan nasional. "Menghasilkan sebuah buku sebenarnya bukanlah pekerjaan yang gampang.James Rompas "Pilihlah bidang disiplin yang sesuai dengan bidang keahlian . meningkatkan kredibilitas. 48 . dan pemenuhan finansial. penulis juga perlu mengetahui kemampuan baca dan daya beli mahasiswa (pembaca." seperti yang tertulis dalam seminar kit darinya. Apa kelebihan Penerbit ANDI dibanding penerbit lain? · Buku ANDI telah memiliki Brand Name tersendiri di hati masyarakat. Ia juga menegaskan agar pembajakan terhadap buku dihentikan. ke toko buku. Kiat berikutnya. penerbit Gramedia sepertinya lebih tepat. Kegiatan pemasaran merupakan ujung tombak dari hasil penerbitan buku. Royalti untuk pengarang pun bisa mencapai kisaran 8% -10% dari Harga Eceran Tertinggi (HET). dan membuat selebaran. "Pilihlah penerbit yang sesuai. sedangkan Penerbit memandang Penulis sebagai aset penting perusahaan yang menyebabkan proses penerbitan tetap berlangsung. "Di samping jumlah cetak. Ia mengatakan bahwa saat ini penerbit mulai menjurus pada bidang disiplin ilmu tertentu. papar Miyoto. Untuk bidang kedokteran misalnya." pesan Miyoto. secara umum Penulis memandang Penerbit bertindak sebagai intermediary karya-karya yang akan disampaikan kepada masyarakat. Hal ini berguna untuk memperkokoh ancangan untuk menerbitkan buku.

James Rompas

· Memiliki jaringan distribusi yang luas. · Memiliki mesin cetak sendiri sehingga hasil, kecepatan, dan kualitas dapat diatur dengan baik. · Memiliki sistem royalti yang jelas, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan sinergi kerja sama antara Penulis dengan Penerbit akan diperoleh hasil berupa penerimaan masyarakat terhadap buku terbitan ANDI. Bentuk Royalti Penerbit ANDI Penerbit ANDI memberikan royalti sebagai berikut: Besar royalti standar adalah 10%, dengan perhitungan: 10% x harga jual x oplah (potong pajak) Mengingat Penerbit ANDI memiliki bentuk kerja sama yang beragam pada saluran distribusi pemasaran, maka perhitungan royalti adalah berdasarkan buku yang benar-benar telah terbayar lunas, dengan demikian buku yang sifatnya konsinyasi atau kredit belum dianggap sebagai buku laku. Dalam hal ini Penerbit ANDI akan selalu menjaga kejujuran dan kepercayaan bagi semua relasinya, ini semua karena nama baik sangat penting bagi Penerbit ANDI. Bentuk Kerja Sama Penerbitan Bentuk kerja sama penerbitan yang ditawarkan Penerbit ANDI mencakup: Kerja sama Penerbit dengan Penulis; yaitu kerja sama antara Penerbit dengan Penulis secara individu untuk menerbitkan sebuah buku. Kerja Sama Penerbit dengan Kelompok Penulis; yaitu kerja sama antara Penerbit dengan beberapa Penulis sekaligus untuk menerbitkan sebuah buku. Dalam kerja sama ini, Penulis wajib menunjuk satu orang dengan pemberian surat kuasa, untuk bertanggung jawab terhadap segala urusan administratif maupun non administratif yang berkaitan dengan penerbitan. Kerja sama Penerbit dengan Lembaga; yaitu kerja sama antar Penerbit dengan sekelompok Penulis yang telah dikoordinasi oleh Lembaga/Institusi untuk menerbitkan sebuah buku. Dalam hal ini Penerbit hanya berhubungan dengan Lembaga/Institusi yang telah diberi kepercayaan oleh Penulis. Kerja sama Umum Kerja sama cetak. Penerbit hanya membantu dalam jasa percetakannya, seperti buku jurnal ilmiah dan ebagainya. Kerja sama cetak dan penerbitan, Penerbit bekerja sama dengan Perorangan/Lembaga untuk menerbitkan sebuah buku dengan tanggungan biaya penerbitan bersama. Prosedur Penerbitan Buku Materi yang Harus Dikirim Penulis harus mengirimkan ke Penerbit naskah final, bukan outline ataupun draft, yang disertai: . Kata Pengantar · Daftar Isi · Daftar Gambar · Daftar Tabel · Daftar Lampiran · Isi · Daftar Pustaka · Indeks · Abstrak (sinopsis)
49

James Rompas

. Penjelasan perihal: pasar sasaran yang dituju, prospek pasar, manfaat buku ybs. . Profil penulis, memberi keterangan singkat tentang penulis. Penilaian Naskah Penerbit menilai naskah dari berbagai aspek: Aspek Ideologis Apakah topik bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila, apakah topiknya akan meresahkan kondisi masyarakat seperti: politik, hankam, sara, sopan santun, harga diri, dll. Aspek Keilmuan : § Apakah topik yang dibahas merupakan topik baru bagi masyarakat, dan apakah masyarakat sudah siap menerima topik tersebut? § Apakah naskah tersebut gagasan asli atau jiplakan? § Terkait dengan akurasi data maka diperlukan sumber daftar pustaka yang lengkap. Aspek Penyajian: § Apakah sistematika kerangka pemikiran baik sehingga alur logika pemaparan mudah dipahami? § Bahasa yang digunakan apakah komunikatif sesuai dengan jenis naskah dan sasaran pembaca? § Apakah cara penulisannya sudah benar, yaitu menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baku? § Kelengkapan naskah secara fisik seperti kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, batang tubuh, daftar gambar, tabel, lampiran, index, daftar pustaka, sinposis, apakah sudah lengkap? § Pengetikan menggunakan media dan alat apa, apakah tulis tangan, diketik manual, ketik komputer menggunakan software tertentu? § Mutu gambar, tabel dan objek lain yang dipasang (capture) apakah layak atau masih harus diperbaiki lagi? § Apakah urusan perizinan penggunaan gambar tertentu, izin terjemahan, izin pengutipan dll. sudah diselesaikan? Aspek Pemasaran: § Apakah tema naskah mempunyai pangsa pasar jelas dan luas sehingga buku akan dapat dan mudah diterima pasar? § Apakah naskah memiliki selling point atau potensi jual tertentu, seperti judul, keindahan, bahasa, kasus aktual, dsb? § Apakah ada buku sejenis yang beredar dan telah diterbitkan? Apa kelebihan naskah tersebut dibandingkan dengan buku lain? Aspek Reputasi Penulis: § Apakah penulis adalah tokoh, praktisi, dosen yang sangat diakui kepakarannya oleh masyarakat luas? § Apakah buku-buku yang pernah diterbitkan mempunyai catatan keilmuan dan pemasaran yang baik? Keputusan Menerima/Menolak Naskah Untuk Apa dan Mengapa Penerbit Harus Menilai Naskah? Penerbit adalah suatu badan usaha yang bercita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk tujuan tersebut Penerbit mengusahakan, menyediakan, dan menyebarluaskan bagi khalayak umum, pengetahuan dan
50

James Rompas

pengalaman hasil karya ilmiah para Penulis dalam bentuk sajian yang terpadu, rapi, indah, dan komunikatif, baik isi maupun kemasan fisik, melalui tata cara yang sesuai, dan bertanggung jawab atas segala risiko yang ditimbulkan oleh kegiatannya. Berdasarkan pengertian mengenai penerbitan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerbit tidak bermaksud untuk menghakimi hasil karya Penulis, sehingga tidak ada alasan untuk tidak menghargai karya tersebut karena Penulis adalah “rekan sejawat” bagi Penerbit. Penilaian naskah bukan untuk menjatuhkan vonis naskah baik atau buruk, layak terbit atau tidak. Langkah tersebut digunakan sebagai sarana untuk memperlancar proses penerbitan secara optimal. Proses penilaian ini adalah proses standar penerbitan sehingga perlu ada komunikasi yang baik antara Penerbit dan Penulis. Dengan demikian tidak ada salah-pengertian bahwa Penerbit menganggap remeh Penulis atau Penulis merasa naskahnya sudah yang terbaik. Keputusan Naskah Setelah Penulis menyerahkan naskah, Penerbit memberikan keputusan melalui surat resmi kepada Penulis, apakah buku diterbitkan atau tidak. Untuk naskah yang diterima, Penerbit akan mengirim surat pemberitahuan resmi. Penulis wajib melengkapi kelengkapan naskah - softcopy. Untuk naskah yang ditolak, naskah akan dikembalikan kepada Penulis bersama dengan surat pemberitahuan penolakan penerbitan. Pengiriman Softcopy: Disket atau CD Softcopy naskah dikirim dapat dengan cara: Lewat pos/paket ditujukan ke: Penerbit ANDI Jl. Beo 38-40 Yogyakarta 55281 Telp (0274) 561881; Fax (0274) 588282 Datang langsung ke kantor Penerbit ANDI dan menemui bagian penerbitan ANDI. Atau lewat email (Maksimal 1 Mb per kiriman): penerbitan@andipublisher.com Format Naskah Format Naskah Siap Cetak Format pengaturan naskah dapat menggunakan Template yang disediakan oleh Penerbit Andi. Format ini merupakan Template standar yang dapat disesuaikan dengan naskah yang sedang ditulis. Anda dapat meminta Template tersebut melalui e-mail, atau datang langsung ke Penerbit ANDI. Format naskah standar siap cetak, adalah sebagai berikut: Jenis huruf untuk teks isi: Bookman Old Style, New Century School Book atau Times New Roman 10/11 point. Judul bab (Heading 1): font sama dengan teks isi, ukurannya diatur sedemikian rupa agar tampak menonjol dan serasi dengan ukuran 20 pt. Judul sub-bab (Heading 2): font sama dengan teks, 18 point, capital, bold. Judul sub-sub-bab (Heading 3): font sama dengan teks, 10 point, capital underline Header dan Footer: menggunakan font yang berbeda, dapat divariasikan dalam style huruf bold atau italic.
51

5 cm x 7. Ketidaksesuaian tersebut contohnya: proporsi gambar yang tidak benar. atau buku saku serta format spesial. Contoh Penomoran Halaman: Halaman judul : i Halaman Copyright : ii Halaman Persembahan : iii Kata Pengantar : v Daftar Isi : vii Halaman Isi Pendahuluan (Bab I) : 1 Bab II : 3. 10 cm x 16 cm Buku Saku : 10 cm x 18 cm. 21. beberapa bagian buku menjadi tidak sesuai dengan maksud Penulis. Format buku di Penerbit Andi: Format Besar : 20 cm x 28 cm.5 cm Format Standar : 16 cm x 23 cm. 13. 9.5 cm x 17. 7.6 Line Spacing : Single Gambar-gambar tangkapan (capture) layar sebaiknya menggunakan format jpg. Anda dapat memodifikasi perwajahan buku Anda dengan terlebih dahulu melakukan konfirmasi dengan Penerbit. Alignment : Justified Spacing : Before – 0. Penentuan format ini akan berpengaruh terhadap ketebalan buku dan kedalaman materi yang Anda inginkan. Format buku terdiri dari beberapa ukuran yaitu ukuran besar. pemotongan kata yang tidak tepat (terutama pada listing program pada buku pemrograman). 11. hal penting berikutnya adalah format buku yang akan Anda tulis. 8 point.James Rompas Footnote : Font sama.5 cm Format Khusus Banyak Penulis tidak memperhatikan format ini sehingga saat dilakukan pengaturan layout dan setting.5 cm x 15. untuk itu diharapkan Penulis dapat mengikuti informasi terbaru di Penerbit Andi.5 cm Format Kecil : 14 cm x 21 cm. standar. kecil. Lebih jelas "download disini" 52 . situasi dan kondisi. Catatan: Prosedur penerbitan ini sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perkembangan. Catatan: Segala bentuk aturan layout di dalam template adalah layout standar di Penerbit Andi. After – 0. Ukuran Buku dan Area Cetak Setelah Anda menentukan sistematika penulisan buku Anda. dan ketebalan buku yang tidak proporsional. dapat menggunakan font lain yang serasi. Gambar sebaiknya dikirimkan dalam file tersendiri yang di kumpulkan dalam sebuah folder gambar dan dilakukan link terhadap naskah. 5. dst. (selalu halaman ganjil).

021-70601240. Raden Saleh No. Demangan Yogyakarta 55281 INDONESIA Telp. 0274-561881 Fax. Kantor Pusat Penerbit & Percetakan ANDI Jl. 0274-588282 Cabang Jakarta Jl.James Rompas Kabar untuk para Penulis mengenai kebijakan Pemerintah yang berlaku mulai tahun 2009. 1. Mengapa? Karena tarif yang akan digunakan berbeda.Pasal 21 ayat (5a) Pasal ini menyebutkan bahwa pemotongan PPh Pasal 21 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 20% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dibanding tarif yang ditetapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak. 2. Perhatikan bunyi ketentuan yang terdapat dalam Pasal 21 ayat (5a). yang mulai berlaku sejak Januari 2009 khususnya pasal 23 tentang royalty. Beo 38-40.Pasal 22 ayat (3) Dalam pasal ini disebutkan bahwa pemungut PPh pasal 22 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 100% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP dibanding tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP 3. 70601241 Email jkt@andipublisher.com 53 .68 Karang Tengah. akan diberlakukan ketentuan dari “UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2008 TANGGAL 23 SEPTEMBEER 2008 – TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS Undang-Undang Nomor 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN”.Tangerang Telp. Berikut ini akan dijelaskan mengenai prosedur pemungutan pajak bagi yang ber-NPWP dan yang tidak ber-NPWP: Pemotong/pemungut pajak harus memastikan terlebih dahulu apakah Wajib Pajak yang pajaknya akan dipotong atau dipungut sudah memiliki NPWP atau belum. Pasal 22 ayat (3) dan Pasal 23 ayat (1a) UU Nomor 36 Tahun 2008.Pasal 23 ayat (1a) Pasal ini menyebutkan bahwa pemotong PPh Pasal 23 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 100% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP dibanding tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP. Ciledug . Untuk Penulis.

Jawa Barat Telp. Ganetri III/2 Denpasar Bali Telp.com Cabang Bali Jl. 8473115 / 031-8410731 Email sby@andipublisher.18 Bandung .com Cabang Makassar Jl. 031-8080797 Email bali@andipublisher.com Cabang Riau Jl./Fax 031-8436604./Fax 022-5200290 / 022-520 4135 Email bdg@andipublisher.com Cabang Semarang Perum Semarang Indah Blok C-IX No. Makassar.com Cabang Medan Komplek Perumahan Setiabudi Indah I Blok vv No.James Rompas Cabang Bandung Jl. Sukabangun I KM 6.19 Sukajadi.5 Tanjung Rejo-Medan Telp. 061-8217623 Email mdn@andipublisher./Fax 024-7605523 Cabang Surabaya Jl.20 Semarang 50144 Telp. Kakatua No.Sulawesi Selatan Telp.com Cabang Palembang Villa Bangun Indah B-1 Jl. Raya Tenggilis R-17 Surabaya Telp. Mamajang Luar Mamajang. Srimahi Baru No. Pekanbaru . Palembang Telp.86. 0761-45952 Email riau@andipublisher.Riau Telp.0711-412624 Email plb@andipublisher./Fax. Beruang No. 0411-858803 Email mks@andipublisher.com 54 .

Stadion Klabat Barat No. Nagiri lrg STM Kelurahan Pakadoodan linkg.43 Manado .com INFO KONFIRMASI MEMBER AndiPublisher. James Rompas Jln. SULUT 95512 08124300872 jamesrompas@yahoo. EMAIL PU0710004861 Bpk. Ph.204/+62 888 0282 1306. info@andipublisher. Hormat Kami. Administrator AndiPublisher. 0274-545465.delete Bottom of Form Top of Form 1_1960_AIt7bHw date 25 auto dow n 1 0 a9DGbPP6sMk 1 Inbox 1 Reply 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b Reply All Forw ard Bottom of Form Top of Form 0%2C2%2C3%2C mask 55 .com Terima Kasih atas partisipasi Anda dengan ikut serta bergabung menjadi MEMBER AndiPublisher.com atau pemasaran@andipublisher. 0274-561881 ext. 0431-822887 Email man@andipublisher.com.com. dan adapun kegunaan dan kerahasian data tersebut menjadi tanggungjawab kami (Administrator AndiPublisher. Fax.com ID LOGIN James Rompas PASSWORD jamesr Data MEMBER Anda diatas yang telah kami (Administrator AndiPublisher. 0541-7773562 Email smd@andipublisher.com) terima sesuai data masukkanAnda ke Sistem Registrasi MEMBER AndiPublisher. 39 Samarinda Telp.Sulawesi Utara Telp.com).com Penerbit & Percetakan CV. Yogyakarta 55281. E./Fax.com Top of Form 1 dow n 1_2540_AIJ7bHw 0 a9DGbPP6sMk 0 Inbox 1 date 25 1_1960_AIt7bHw Delete 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b 0%2C2%2C3%2C msg. Beo 38-40.com Cabang Samarinda Komplek Batu Alam Permai Jalan Anggrek Merpati VIII No. ANDI OFFSET Jl. G.6 Kecamatan Maesa Kota Bitung Prov. Data MEMBER Anda : ID MEMBER NAMA MEMBER ALAMAT TELP.James Rompas Cabang Manado Jl.

. 14 Condet Jakarta Timur Telp. Batu Ampar III No. 4 Jakarta Telp. 021-3451616.spam 1_1960_AIt7bHw Bottom of Form Top of Form 1 1_2540_AIJ7bHw 0 Inbox date dow n a9DGbPP6sMk 0 1 25 1_1960_AIt7bHw 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b Move.Paseban 29 Jakarta Pusat telp (021) 3908790 atau (021) 3908175 The Critique Jl. Silakan dilihat-lihat.. 0%2C2%2C3%2C msg. 021-4701795 Balai Pustaka Jl. 3804439 Bhuana Ilmu Populer Jl. Tapi setelah buku jadi lalu apa? Ada yang memilih tak menerbitkannya. Djambatan JL. Salemba Raya No. 10 Rt03/02 Rawamangun Jakarta Telp. Menteng Raya No. Nah.4 Jakarta Telp. Tanya sana tanya sini. 2302047 AL I’tishom Cahaya Umat Jl. 6 Gandaria Utara Kebayoran Baru Telp. Ada yang memutuskan menerbitkannya sendiri saj dengan modal yang ada di kantong. (021)7393685 Pustaka Zahra Jl. 021-31935373.9 Jakarta Telp. Kebahagiaan 11-11A 56 . 31930172 PPM Jl. Selamat mencoba. siapa tahu jenis naskah Anda sama dengan misi dan ciri salah satu penerbit di bawah ini. Tapi ada juga yang mencoba mencari-cari penerbit. H Najihun No. 021-8092269.James Rompas 1 dow n 1_2540_AIJ7bHw 0 a9DGbPP6sMk 0 Inbox 1 date 25 1_2540_AIJ7bHw 1_1220_AIp7bHw 1_103073_AId7b 30 Spam 0%2C2%2C3%2C msg. Move..move Pertama-tama memang menulis buku. berikut ini Indonesia Buku menurunkan daftar penerbit-penerbit buku di Indonesia. 021-2303247. Gunung Sahari Raya No. 80871671 UI Press Jl. Pemuda III No..

021-4515351. Djuanda (Jl.H. 5201080 Gema Insani Jl.Baru ) Depok Jakarta Telp. Sawo Raya 18 Jakarta Telp. 021-7496733. 4534987 57 .Jum’at No. 4700989 CSIS Jl. 021-3865532-35. 7708894 Grasindo Jl.39 Jakarta Telp.3809641 PT Dinastindo Adiperkasa Int’l Jl. 4250357 Bumi Aksara Jl.5266566.B32-33 Jakarta Selatan Telp.Pinang Jakarta Selatan Telp. 021-5483008. Kemiri Raya 68 Pd. Agung Timur 4 Blok o/1 No.R.5480888 ext 3262. 3847517. YK Jl. H. 021-5253916.5209370. Rasuna Said Kav. 7511855 Java Books Indonesia Jl. Kelapa Gading Kirana I Blok A14 No. 5491412 Ichtiar Baru Van Hoeve Jl. Letjend Suprapto28 Cempaka Putih Jakarta Telp. 6518178 Gaya Favorit Press Jl. Ir.17 Jakarta Telp. Raya Ps.Cabe Ciputat Tangerang. 021-65306283. Palmerah Selatan 22 Jakarta Telp.38D-E Pd. 021-7708891. Jakarta Telp. 021-4209586.James Rompas Jakarta Telp. 021-2601234 ext 4441. 021-4700988.65306712. 6340757 Bina Kasih. Tanah Abang III/23-27 Jakarta Telp. 7407078 EGC-Arcan Jl. 021-7511901.

448371 Aditya Media Kantor Pusat : Jl. 379250.net E-mail : akn@adicita.27 Yogyakarta 55153.8 Bekasi Telp. 5891319 CV Aneka Ilmu Semarang Jl. Raya Semarang Demak km 8.5 Semarang PT Pustaka Rizki Putra Jl.Komp. Terusan Kopo No.24 G Semarang Grahadi Group Jl. Kampung Baru Rt3/5 No. 022-5891519.4 Jakarta Telp. Website : www.9 Narogong Raya.15. Lentong No. 520613 Kantor Cabang: Unit Satu Demangan GK I/7. (0274) 372039 ADICITA GROUP Jl.adicita.net Telp. Slamet Riyadi 485 H. km 6. Sisingamangaraja No. Merak VI No. 021-3904984-5. (0274) 566678 58 . Yogyakarta 55121. Ngendroprasto.2-3 Gumunggung Solo Era Intermedia Jl. Laweyan Solo Absolut Jl. (0274) 520612. Pajang.2 Pd.James Rompas PT One Earth Media Jl. 0274-377067.5 Katapang Bandung Telp. Kembang Raya No. 021-75915813 PT Kesaint Blanc Indah Jl. Telp. 372893.Pinang Jakarta Selatan Telp. 8207555 Rosda Jl. Yogyakarta 55221 Telp. Bimasakti GK I/19. 021-7509673 PT Sarana Panca Karya Nusa Jl. Raya Fatmawati No. Ibu Ruswo 10. 021-8207554.Ruko Golden Fatmawati Blok J-35 Jakarta Selatan Telp. 641 km 13. Yogyakarta 55221 Telp. Hayam Wuruk No. 3901703 Samudra Buku Jl.

Kalimantan.id Telp. (0274) 379250 Ar-Ruzz Media Group Ar-Ruzz.38-40 Yogyakarta Telp. Fajar Pustaka. Yogyakarta 55281 Website : www.com Telp. Yogyakarta E-mail : arruzzmedia@yahoo. Pustaka Hikmah.insist. Telp (0274) 380714 AKY Press Blimbingsari CT IV/38. Djazuli Karangkajen MG III 918 A. 0274-584780 Andi Offset Jl. Beo No. Yogyakarta 55153 Website : www. 0274-7482086 Bentang Pustaka (Group Mizan) Jl. Izzan Pustaka. Al-Manar. Yogyakarta Telp. Bantul 55194. (0274) 377623. (0274) 7442238 Alfa Media Jl. 373631 Alenia Press Jl. Al-Farqon Jl. Pandega Marta 19. Suroto 2.or.bigraf. Mlati. (0274) 7482086.onoff. Ngaglik. Sleman. Kapten Hariyadi No. Sleman. Yogyakarta Telp.com Telp. Depok. 119 Yogyakarta Telp. Yogyakarta E-mail : amara_books@yahoo. 123. Sambilegi Baru No. Sisingamangaraja 93. Saujana. Maguwoharjo. Yogyakarta Bentara Budaya Jl. Sleman Yogyakarta Telp. Benteng Press. Purbayan Mutihan 154 RT 04 RW 18.com E-mail : corporate@bigraf. 0274-561881 Amara Books Puri Arsita A6 Jl. Monjali 75 A Yogyakarta Telp. Purwosari.James Rompas AK Group AK Group. Banguntapan.19 Ngentak. Kota Baru.id dan www. Indiebooks Ringinsari No.or. Ad-Dawa’. (0274) 373019 59 . Mediawacana. (0274) 560404 Bigraf Publishing (Anggota IKAPI) Jl. Ar-Ro’I. 8164772234 Jl. (0274) 7470601 Analisa (Anggota IKAPI) Jl. RT 02/49. Madani. Waqtu. Prismasophie. Wirokerten. Tiga Lentera Utama.com Telp.

(0274) 565685 Buku Baik Tukangan DN II/467. Dr. Yogyakarta Dunia Wacana University Press (Anggota IKAPI) Jl. (0274) 515794 Bumi Aksara Jl. 588080. (0274) 563929 Ekonisia Kampus Fakultas Ekonomi UII 60 . Yogyakarta Telp. Yogyakarta Telp. Gambiran 37. (0274) 523563.25D. Sleman. Wahidin Sudirohusodo No. KH. (0274) 489718 Jl. Nogorojo 208C Gowok Yogyakarta Telp. Mangkubumi 40-42. 19. 889611. 66. Ngemplak. 0274-622330 BPFE Press Jl. Yogyakarta 55152 Telp. Yogyakarta 55224 Telp. Yogyakarta 55232 Telp. 081802627919 Dana Bhakti Primayasa Jl. (0274) 373760 BP Kedaulatan Rakyat Jl.Kyai Mojo 45 YK/Jl. Yogyakarta 55162 Telp. Hijrah. Gejayan 35. Umbulharjo. P. Ringroad Barat No. Nogosaren. (0274) 373308 Diandra Primamitra Jl.James Rompas Bola Party City Jl. 6-19. Manukan. Komplek Polri Blok A1 No. Yogyakarta 55281 Telp. Yogyakarta Telp. 08156865768 Buku Laela Perum Wirosaban Barat Indah No. Ganjuran. Sleman. Desa Kimpulan. 889612 Cupid Group Cupid. Faks. Yogyakarta Telp. Babaran UH IV/1133 YK Yogyakarta Telp.2. Gejayan gang Merak 263 Yogyakarta Diva Press Jl. Kimpulan 04B. 0274-561320. Manyar Media Gowok. 08562862256 Cindelaras Gang Pangkur No. Belukar. Condong Catur. 0274-7418727 Dunia Kata Jl. Yogyakarta 55161 Telp. Jawat Faqih Karangkajen MG II 858.

com Telp.com Telp. Lowanu 55. 488771 Gema Insani Press Jl. Pandega Insani. Indonesia Cerdas Jl. (0274) 554985.9-10 Demangan Baru Yogyakarta Telp. Yogyakarta Telp. 554986. (0274) 561037 PT Gloria Usaha Mulia Jl. Yogyakarta 55511 E-mail : info@grahailmu. (0274) 384830 Gava Media Klitren Lor GK III/15. Supadi No. 882262 61 . 563349 PT Etno Mitra Pustaka Jl. Bantul Yogyakarta Telp. 545609 Gajah Mada University Press Jl.net.James Rompas Condong Catur. Bulaksumur. Kembang Baru I/4 Yogyakarta Telp.com Telp. Pustaka Anggrek. Grafika No. Garuda KD II/376 Jaranan.id .com Elex Media Jl. Pustaka Marwa. 0274-580009 PT Gramedia Pustaka Utama (cabang Yogyakarta) Jl. Sorosutan.com E-mail : glgpress@indosat. Sleman. Anggrek 3/34 Baciro Baru. 0274-557562 Graha Ilmu Candi Gerbang Permai Blok R No. Banguntapan. Yogyakarta 55281 Telp.galangpress. Sudarsancakra 197 Maguwoharjo. Yogyakarta 55162 Telp. 0274-484542 Erlangga Jl. Ringroad Utara. 0274-552261. Yogyakarta Telp. 0274-451138 Festival Kesenian Yogyakarta Taman Budaya “Purna Budaya” Bulaksumur. 08888003114 Gama Media Jl. Beo No. galangpress2002@yahoo. (0274) 882474.6. Yogyakarta E-mail : infogavamedia@yahoo. Yogyakarta Website : www. Pogung lor. (0274) 558502. 0274-885030. 1. 2 Yogyakarta Telp. (0274) 561914 Galang Press Galang. Yogyakarta 55281 Telp. Yogyakarta 55283 E-mail : ekonisia_feuii@hotmail.

Website: http://press. 0293-327290 Dunia Tera Jl. Magelang 56172 Website : www.com Telp. Ngaglik. (0274) 880149 IRCiSod Ircisod. (0274) 563767 IAIN Sunan Kalijaga Press Jl.id/ http://bukuinsistpress.co.com Telp. Laksda Adisutjipto. Tedomoyo CT III/3. Kotabaru. Kaliurang Km 5. Kaliurang. Gg. Yogyakarta Idea Press Jl. Nogorojo No. 262A. Buntu II No.insist. Tel/Faks: 0274-883452. 59 Sinduharjo Ngaglik. Gandok Tambakan No. Karangwuni. 208 C Gowok. 0818462244 IRE Press Jl.indonesiatera. Email: tb. PO Jl. (0274) 7418727.blogspot.or. Yogyakarta 55581 E-mail : dianinterfidei@yahoo. Gejayan Gg. (0274) 583900 Indonesia Tera Jl. Sleman. Banteng Utama No. infobuku_insist@yahoo.com.. (0274) 581068 Jalasutra Jl.5 Blok B No. Mayjend Bambang Soegeng No.id.James Rompas Grasindo Ndalem Tedjokusuman MG II/525 Yogyakarta Hidayat. Yogyakarta. (0274) 520138 Insist Press Jl. (0274) 518886 62 . 9A. Tentara Rakyat Mataram 9. Sinduharjo. Yogyakarta E-mail : duniatera@yahoo. Yogyakarta 55281 Telp.insistpress@gmail.com/ facebook: tokobuku insistpress InterFidei Jl.id Bumi Prayudan blok BB-8 Magelang Telp. (0274) 370445 Jendela Group Jl.85 RT04 RW20. Diva Press Jl. Yogyakarta 55281 Telp. Suroto 10. Yogyakarta Telp. Sleman. Yogyakarta 55231 Telp. Yogyakarta 55281 Telp. Mangunegaran Kidul 25 Yogyakarta Telp. 5A.or.

(0274) 516714 Kota Kembang Jl. Maguwoharjo Yogyakarta 55282 E-mail : lesfi-jogja@telkom. Yogyakarta Telp (0274) 884011 Kutub Minggiran MJ II/1482. 0274-372939 Kreasi Wacana Kadipaten Kulon KP I/73. 61 A Lt1 Yogyakarta 55141 Telp. Monumen Yogya Kembali 93. (0274) 418312 CV Kaliwangi (Anggota IKAPI) Jl.James Rompas Kalika Jl. (0274) 588783. (0274) 381682 Kurnia Kalam Semesta Jl. Ringroad Utara Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55284 Telp. 99. (0274) 375416 Lesfi Jl.net Telp. Yogyakarta 55262 Telp. Yogyakarta 55262 Telp. Krasak Barat 14. Kotabaru Yogyakarta E-mail : karang_press@publicist. Bantul 130. 565996.4 Salakan Baru No 1 Sewon. 486872 L Kis Jl. Cempaka 9. Parangtritis km. Minggiran No. Wahid Hasyim No. Deresan.com Telp. Solo Km 8 Nayan No. 563349 Karang Press Jl. (0274)566307 Kanisius Jl. 0818731044 Kepel Press Parwanggan PA I/551 Yogyakarta 55112 Telp. (0274) 377542. Ringroad Utara.4. (0274) 379406 Lapera Pustaka Utama Jl. Bantul Yogyakarta Telp. 0274-7472110 63 . Yogyakarta 55281 Telp. Lempongsari 3A Monjali. 108A. Yogyakarta Jl. Yogyakarta 55132 Telp.

Agus Salim 50.com Telp. 0274-558010 Navila Jl. Yogyakarta 55282 Telp. H. 103 E Sagan Yogyakarta Telp. Sleman. Bantul Yogyakarta 55181 PT Mizan Dian Semesta Jl. Gedongan No. (0274) 512908. D-10 Perum Nogotirto II. Pakelmulyo UH V / 411.net.4 Salakan Baru Sewon. Yogyakarta Mitra Gama Widya (Anggota IKAPI) Jl.James Rompas Liberty (Anggota IKAPI) Jl. Ali Maksum Krapyak Kulon Panggungharjo Sewon. Maguwoharjo. (0274) 620879 Jl. Herman Yohanes. Depok. Bantul. 61 RT 01 RW 49. Godean Km 5 Guyangan GP IV/288. 515692 LKIS Pelangi Aksara Jl. Yogyakarta E-mail : elkis@indosat. Kumendaman.id Telp. 081328771999 64 . 0274-382800 Multi Karya Grafika Jl. Pugeran Timur 38B. Parangtritis Km 4. Kasihan. Yogyakarta CV Nada Nurani Jl. (0274) 419924 Logung Pustaka. Yogyakarta Telp (0274) 377034 Neo Santri Mergangsari Kidul NG II/1233. 08562883155. 0274-4018058 Media Pressindo Jl. 0274-7491576. (0274) 374649 Media Abadi Jl. 488404 Lukman Offset (Anggota IKAPI) Jl. Golo. Bantul. Yogyakarta Telp. Tirtonirmolo. Yogyakarta Telp. Prof. Yogyakarta 55163 Mitsaq Wisma PPJS Jogonalan Kidul RT 05 RW 21 Gg Malewa. Yogyakarta 55112 Telp. Logung Media Ringinsari No. Yogyakarta E-mail : mustadhafin@lycos. Sisingamangaraja 27. Jawa No. KH. Yogyakarta 55262 Telp.8 Yogyakarta Telp. Jayengprawiran 21-23.

James Rompas PT Niaga Swadaya Perum Sendok Indah KG II/360 Yogyakarta Telp. Kalasan. (0274) 376627. (0274) 881229 Prisma Media Utama Griya Karanganyar Asri. Qonun Al-Ghiyats Stan RT 04 RW 44 Maguwoharjo.com Persatuan Jl. 35 RT01 RW 53. Panggungharjo. Depok. Bantul. Jl. Caturtunggal. 381772 Phanta Rhei Books Jl. (0274) 589243 Perum. Sleman. Cangkringan Km 3 Kalimati Tirtomartani Kalasan Sleman. Tridadi. (0274) 7481634. KH A Dahlan 107. Mata Bangsa Sambilegi Baru No. Magelang Km 10 Ngancar. Sleman. Progo B-15 Yogyakarta Telp. Jatimulyo TR I/273 RT 04 RW 02 Yogyakarta 55242 Telp. 0274-620606 Oracle Pandega Buku Utama. Jogokaryan 35. 0274-376236 Pro-U Media Jl. Sleman. Yogyakarta 55262 Telp. Nogotirto III. Yogyakarta Telp. (0274) 380215 Pustaka Cendekia Jl. Yogyakarta 55282 E-mail : matabangsa@hotmail. Yogyakarta Telp. Yogyakarta 65 . Yogyakarta 55282 Jl. 23. Depok.com Telp. Parangtritis Km 7. (0274) 7482495 Pustaka Dian Babadan RT 04 RW 02 Purwomartani. blok G-15 Yogyakarta Telp. Yogyakarta Telp. Yogyakarta 55511 Telp. Ori I/2 Papringan. Yogyakarta Telp. 08156884239 Pilar Media Jl. 0274-376084 Ombak Jl. 0274-541888 Pondok Edukasi Puri Sewon Asri Blok D No. Yogyakarta 55143 E-mail : pro-u@eramuslim. Sewon. 7497421 Prisma Media Prisma Media.

(0274) 381542 Putera Langit Minomartani.5 Kayen Gg.com Telp.qalam-online. Tinta. Yogyakarta Telp. Mitra Pustaka. resistinfo@gmail. 08157959060 Safiria Insania Press Jl. Kaliurang Km 7. Anggrek 57A Yogyakarta 55283 Website : www.com . Sawit 21 Sawitsari. 39 Kutu Dukuh. Maguwoharjo. Kulon Progo. tiraipenerbit@yahoo. (0274) 484584. Blanak II/8 Yogyakarta 55581 Telp. 0274-521860 66 . (0274) 621752 Yayasan Pustaka Nusatama (Anggota IKAPI) Jl. Jl. Yogyakarta E-mail : penerbit_sadasiva@hotmail. Sendang Mulyo 4 Purwoharjo. Pustaka Semesta Press Celeban Timur UH III/548 Yogyakarta 55167 Telp. (0274) 885471 Pustaka Pelajar Pustaka Pelajar. Tirai Jl. (0274) 580439 Sadasiva Sadasiva. 39 Nanggulan RT 01 RW 19. Yogyakarta 55673 Telp. 523637 Sajadah Press Jl. Yogyakarta 55284 E-mail : resistbook@gmail. Bima No.com . Magelang km.com Telp. (0274) 7474039 PT Remaja Rosdakarya Jl. 0274-340817 Resist Book Jl. Mikraj. Tamansiswa Gg. Ringroad Timur No. Samigaluh. Yogyakarta 55283 Telp.James Rompas Pustaka Gondhosuli Jl. Permadi 1591. ippibook@yahoo. Yogyakarta Telp. Langenastran Kidul 28A Yogyakarta Telp.com . (0274) 380228 PT Salemba Emban Patria Jl.com Telp/Faks. Qirtas Jl. 08156851792 Qalam Qalam. Mangkuyudan MJ III/216.2 Kricak kidul TR1/1216 Yogyakarta Telp. Magelang Km 5 Gg.

Veteran No. Yogyakarta Sumbangsih Offset Jl. 25 Yogyakarta 55151 Telp.tiarawacana. (0274) 514718 Talenta Jl. (0274) 7420483 Tiara Wacana Yogya Jl. Ori 1/2 Papringan. 373934 Wijayanto Press Gesikan. (0274) 377120.co.2 Yogyakarta Telp. (0274) 7481390 67 .James Rompas Sanata Dharma Press (Anggota IKAPI) Jl. Gedong Kuning JG/III 149 Jogjakarta 55198 0274-382775. Panggungharjo. Dr. Depok.8 Kopen Utama 15. 38A Yogyakarta 55222 Telp. Sorowajan 136-X Lt. Djazuli Karangkajen MG III/918A.co. Faks. (0274) 561914 Taman Pustaka Kristen (Anggota IKAPI) Jl. (0274) 414388 Yayasan Tamansiswa Jl.id E-mail : yogya@tiarawacana. Yogyakarta Telp. (0274) 512449 Tiga Raksa Optima Perkasa Jln. Sewon. Bantul. Gejayan Mrican. Taman Siswa No. 515352 CV Sasmita Utama (Anggota IKAPI) Tromol Pos 29 Yogyakarta 550022 Telp. (0274) 377067 Yayasan Seni Cemeti Jl. 0818279640 Taman Budaya/Purna Budaya Taman Budaya “Purna Budaya” Bulaksumur Yogyakarta 55281 Telp. Yogyakarta Telp. Wahidin No. Sleman Yogyakarta 55281 Telp.id Telp. (0274) 513301. Kaliurang Km 7.Banteng Yogyakarta 55581 Website : www. (0274) 880683 Torrent Books Jl. 99 Yogyakarta Telp. Caturtunggal.

165. (0274) 415757 Yudhistira Jl. 031-70595271 PT Grafindo Media Pratama Jl. No.James Rompas Tri-DE Krapyak Wetan No.net. Langensari 45 Balapan. Cinambo No. (0274) 417434. Blok 2 No. 08122958220 UPP-AMP YKPN Jl.2 Yogyakarta 55281 Telp. Bandung 40294. 0274-373961 Pustaka Elba Ruko Galaxy Bumi Permai G-6/16 Surabaya Telp. Karangmiri 17 Yogyakarta Telp. Yogyakarta Telp.17 Surabaya Penerbit Mizan Kantor Pusat : Jl.21 Yogyakarta E-mail : yayasan_obor@cbn. (0274) 513091. 135. Cik Di Tiro No. (0274) 381204 Yayasan Obor Indonesia Perum Jombor Baru. 68 . Kutisari Indah Utara IV No.8. Suryodiningratan MJ II/721 Telp. Petung No. 13 A Yogyakarta Wihdah Press Jl. 547864. (0274) 586115. Cisaranten Wetan Ujungberung. 0818270719 UII Press Jl. 885700 Venus Corporation Gowok Kompleks Polri Blok A1. 1 Yogyakarta 55223 E-mail : uiipress@mailcity.com Telp. 0274-865557 Yayasan Untuk Indonesia Jl. (0274) 489718 Victory Jaya Abadi Jl. (0274) 566277 Widya Dara Jl.id Telp. Yogyakarta Telp. 547865. Palagan Tentara Pelajar Km 7. Sugeng Jeroni No. Yogyakarta 55232 Telp. Gowongan Kidul 18. Yogyakarta Telp. 885805. Telp. Yogyakarta 55222 Jl.

net. (022) 7815500 Faks (022) 7802288 Email : mizanmu@bdg.net.galangpress. Bandung 40294. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226.com Distribusi : Jl. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. (0274) 4332044 Email : arruzzwacana@yahoo. (021) 7451644. Telp. Yogyakarta 55284.net.Rajawali IV Blok HD X No. (022) 7834315 Faks. 39 Kutu Dukuh.com Distribusi : Jl.net. Telp. (0274) 620879 Email : medpress@plasa. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. Cisaranten Wetan Ujungberung. (021) 7451644. Telp. Magelang Km 5 Gang Bima No. (022) 7815500 Faks (022) 7802288 Email : mizanmu@bdg. (021) 4702683-84 Faks. (021) 7292310. Joyosuko 54 Merjosari Lowokwaru. (0274) 554985 Email : glgpress@indosat. Telp. Yogyakarta 55292. Jakarta Selatan 12420 Telp/Faks.net. Telp.id Penerbit ResistBook Kantor Pusat : Jl. 20 Malang 65100. (022) 7834316 Email : info@dar-mizan. Cinambo (Cisaranten Wetan) Np. 74863334 Faks. (021) 7701295 Email : info@mediakita.net.Pemuda III No. Bandung 40294. masjali@yahoo. 74863334 Faks.id Penerbit MediaKita (Kelompok Agromedia) Kantor Pusat : Pesona Depok II Estate Blok AR No.com Distribusi : Jl. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. 9 Depok 16411 Telp. (021) 7451644.com Penerbit QultumMedia (Kelompok Agromedia) Kantor Pusat : Pesona Depok II Estate Blok AK No. Bandung 40294. 100 A-B Kebayoran Lama. 137.centrin.James Rompas (022) 7834310 Faks. (0341) 580638 Email : bayumedia@telkom.id Penerbit Read (Kelompok Mizan) Kantor Pusat : Jl. Telp. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. (022) 7834311 Email : info@mizan.Rajawali IV Blok HD X No. Rawamangun Jakarta Timur.Rajawali IV Blok HD X No. Telp. 146 Ujungberung. Telp.com Distribusi : Jl. Telp.net Penerbit Media Pressindo Kantor Pusat : Jl. Telp.id Penerbit GalangPress Kantor Pusat : Jl.com Kantor Perwakilan Wilayah Timur : Jl. Cinambo No.com .com . Sultan Iskandar Muda No. Anggrek 3/34 Baciro Baru – Yogyakarta 55225 Telp/Faks. Puncak Yamin No. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. 18 Depok 16411 Telp/Faks (021) 7705606 Email : redaksi@qultummedia. 081334166888 Penerbit AL-I’TISHOM CAHAYA UMAT Kantor Pusat : Jl.id Kelompok Penerbit AR-RUZZ Kantor Pusat : Jl. Malang 65100. Anggrek 97 A Sambilegi Lor RT04/RW57 Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta.centrin. 74863334 Faks. Irian Jaya D-24 Perum Nogotirto Elok II.id website : www.Rajawali IV Blok HD X No. Cinambo (Cisaranten Wetan) Np. 146 Ujungberung. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. 69 . (021) 4701795 Penerbit BayuMedia Kantor Pusat : Jl. qultummedia@yahoo. (0341) 7771289 HP.id Penerbit TransMedia Kantor Pusat : Jl.com Distribusi : Jl. 7238342 Email : redaksi@transmediapustaka. (021) 7451644. 74863334 Faks.net.com Distribusi : Jl. 10. (0274) 7103084 Faks. (021) 7707129 Faks. Telp. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn. Telp/Faks.

Sapujagat blok E-4 No.co. (0274) 7422761.com Penerbit DataKom Lintas Buana Kantor Pusat : Jl. Email : maxi@maxikom.net. 541324 HP. (0274) 580439 . Telp. Paketmulyo UH V/411 Golo Umbulharjo Yogyakarta.id Penerbit Castle Books Kantor Pusat :Jl. (0341) 800528 HP. 08157926208 (Mas Aan – Resist Book cabang Malang) Email : resistbook@gmail. Raya Tlogomas 246 Malang. Telp HP. Telp. pengiriman naskah softcopy buku bisa melalui E-mail : penerbitan@andipublisher. (0274) 7481390. (0274) 558502.com Website : http://ummpress. 464318 pswt 140 Email : ummpress@yahoo.co.elexmedia. Bandung 40123.James Rompas Telp/Faks. (021) 5483008.ac.or. Elex Media Komputindo Kantor Pusat : Jl.net . 491047.com website: www. 7473004 Email : hanggar_kreator742001@yahoo. 08175482295 Email : ribut1@lycos.com Penerbit UMM Press Kantor Pusat : Jl. infogavamedia@telkom.com Kantor Jalasutra Bandung : Jl.com Penerbit PT.com Kantor Perwakilan Yogyakarta : Ringroad Utara Km 1. 5480888 Ext 3323 Website : www. Klitren Lor GK III / 15 Yogyakarta. Abdul Rozak No.com . (024) 3550069 Email : smartbooks@lycos. 22-25. Telp.com Penerbit Navila Group Kantor Pusat : Jl.id website : www. Yogyakarta 55131. Telp/Faks. (0274) 370445 Email : pemasaran@jalasutra. (0274) 588282 Email : andi_pub@indo. Maxikom Kantor Pusat : Jl.maxikom. Palmerah Selatan 22. (021) 4759405 Email : datakom@telkom. 886866 Kantor cabang Malang : Jl. Telp.id Penerbit Gava Media Kantor Pusat : Jl. (022) 2502261 Email : apuy@jalasutra. Sidodadi 07 Kebon agung. 137. Telp. (0274) 886866 Email : navila_book@yahoo.resistbook.id Penerbit Jalasutra Kantor Jalasutra Yogyakarta : Jl.umm. Beo 38 – 40 Yogyakarta 55281. Malang.co. Mangunnegaran Kidul No. Yogyakarta 55198.id website : www. Kaliurang Km 12 No. Yogyakarta 55282. 3 Maguwoharjo Depok Sleman.com Penerbit Andi Publishing Kantor Pusat : Jl. info@gavamediayk.net Penerbit CV. Telp/Faks.zzn. Telp/Faks. Telp. 5490666. Musi Raya No.andipublisher. 9 Semarang.6 Tobongsari RT 04 / RW 68 No.com Kantor Pemasaran : Jl. Sorowajan 136x Lantai 2 Banguntapan. 34 Candi 2 RT03/RW06 Sardonoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta. 33 B5 – B6 Palembang 30114. (0274) 377034. (0341) 7059981. Pemuda IV No. Telp.com . (0274) 561881 Faks. Telp. 20 Jakarta 13220. Telp/Faks. Residen H. 08123315198 Penerbit SmartBooks Kantor Pusat : Jl.08122597214 Email : infogavamedia@yahoo.id 70 . Jakarta 10270.

(0274) 586556 Email : printing@anindya.com Penerbit dan Percetakan Offset “INDAH” Kantor Pusat : Jl. 2601555.James Rompas Divisi Percetakan dan Penerbitan PD. Telp/Faks. (021) 6340757 Email : bip_jkt@cbn. 3893820. Kebahagiaan No. Yogyakarta 55186.net. Palmerah Selatan 22 Lantai IV Jakarta 10270 E-mail : fiksi@gramedia. Telp (031) 3893306.com Bottom of Form 71 . Jakarta 11140 Telp. 11 – 11a. Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia) Kantor Pusat : Jl.com . Gramedia Kantor Pusat : Jl.id Penerbit PT.com website : www. (021) 2601234. Anindya Kantor Pusat : Jl. Lebak Arum III No. (031) 3811280 Penerbit PT. Stasiun Lempuyangan 12 A. nonfiksi@gramedia. 6341230 Faks. 16 Surabaya 60134.anindya. 3812626 Faks.