DANA PENSIUN ABCD

PEDOMAN/ KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

BAGIAN TAK TERPISAHKAN DARI PEDOMAN/KEBIJAKAN PENERAPAN TATA KELOLA YANG BAIK (Good Pension Fund Governance)

DAFTAR ISI
I. PENDAHULUAN.....................................................................................................................................1 II. PENGERTIAN ISTILAH.......................................................................................................................3 III. PEDOMAN/KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA DAN G.P.F.G.............................4 IV. DASAR DAN KEDUDUKAN PEDOMAN/KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA. .7 V. TUJUAN PENDIRIAN, VISI, MISI DAN NILAI-NILAI DASAR DANA PENSIUN .....................8 VI. KEBIJAKAN UMUM DAN CAKUPAN KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA. . .12 1. Pengertian tentang Barang dan Jasa ................................................................................................13 2. Acuan Dasar dalam Pengadaan Barang dan Jasa..............................................................................14 3. Pengertian tentang Pengadaan..........................................................................................................17 4. Prioritas Pengadaan Barang dan Jasa ...............................................................................................18 VII. PERSETUJUAN PENJUALAN/PELEPASAN DAN PENGHAPUSAN........................................19 1. Tahap Identifikasi Masalah................................................................................................................20 2. Tahap Pengajuan Usul .....................................................................................................................20 3. Tahap Pengkajian atas Usul. .............................................................................................................21 4. Tahap Pengkajian dan analisa Informasi .........................................................................................21 5. Tahap Penyusunan Alternatif atau Pilihan Usul Keputusan..............................................................22 6. Tahap Perumusan dan Penetapan Usul..............................................................................................22 VIII. PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA ............................................................22 1. Tahap Persiapan ...............................................................................................................................23 2. Tahap penetapan tatacara atau prosedur pelaksanaan .......................................................................23 3. Tahap Pilihan Alternatif dan Penyusunan Kerangka Pelaksanaan....................................................24 4. Tahap pelaksanaan ............................................................................................................................24 5. Tahap penyelesaian transaksi dan tindak lanjut.................................................................................25 IX. PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA.................................................................25 X. PENETAPAN SPESIFIKASI, JUMLAH, DAN KUALITAS.............................................................29 XI. PENETAPAN HARGA PENGADAAN BARANG DAN JASA........................................................30 XII. PAJAK DAN PUNGUTAN LAINNYA...........................................................................................31 XIII. BIAYA PENGADAAN BARANG DAN JASA...............................................................................32 XIV. KETEPATAN WAKTU PENGADAAN BARANG DAN JASA...................................................33 XV. PENUNJUKAN MITRA KERJA/REKANAN..................................................................................35 XVI. PENGGUNAAN JASA PIHAK KETIGA........................................................................................37 1. Regulator dan Instansi Pemerintah...................................................................................................39 2. Konsultan, Advisor (Penasehat).......................................................................................................39 3. Pemberi Jasa Lainnya.......................................................................................................................39 XVII. DOKUMENTASI DAN PELAPORAN.........................................................................................39 1. Dokumentasi Kepemilikan Barang dan Jasa ....................................................................................40 2. Dokumentasi Proses Pengadaan Barang dan Jasa ...........................................................................40 3. Pelaporan .........................................................................................................................................41 XVIII. KEWENANGAN DAN TANGGUNGJAWAB ..........................................................................42 1. Pengurus :..........................................................................................................................................42 2. Direktur Bidang.................................................................................................................................42 3. Direktur Bidang Umum.....................................................................................................................43 4. Manajer Bagian Umum/Logistik.......................................................................................................44 5. Manajer Bagian Akuntansi................................................................................................................44 6. Manajer Satuan Pengawasan Intern...................................................................................................44 XIX. PENUTUP........................................................................................................................................45

DANA PENSIUN ABCD PEDOMAN/KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA I. PENDAHULUAN Pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu keharusan bagi kelangsungan dan keberhasilan pengelolaan sebuah organisasi atau Badan Usaha. Demikian pula untuk Dana Pensiun dengan kegiatan utama mengelola himpunan dana yang cukup besar dan dihimpun sebagai dana pembayaran manfaat pensiun yang melibatkan banyak peserta, Dana Pensiun dituntut untuk dapat bekerja dengan tingkat efisiensi dan keamanan yang tinggi, baik yang menyangkut dana, waktu, maupun tenaga dan sarana, dengan hasil yang maksimal. Sehubungan dengan itu, Dana Pensiun setiap saat harus dapat menentukan dan menetapkan sikap, langkah, tindakan dan pelaksanaan tata kelolanya bedasarkan pengadaan barang dan jasa yang tepat. Semua pengadaan barang dan jasa harus dilakukan oleh para pengambil keputusan dengan akuntabilitas yang jelas, sesuai dengan wewenang dan tanggungjawabnya, serta sepenuhnya memperhatikan kepatutan dan kepatuhan kepada semua ketentuan Perundang-undangan dan peraturan yang berlaku. Disamping itu, semua pengadaan barang dan jasa dan penetapan kebijakan harus didasarkan pada aliran penyampaian dan penggunaan data dan informasi, analisis dan pemberian rekomendasi pertimbangan, dengan jenjang kewenangan dan tanggungjawab yang baku dan jelas. Dengan demikian, Dana Pensiun harus dapat bekerja sebagai sebuah badan atau organ, dimana semua kewenangan dan tanggungjawab dalam pengadaan barang dan jasa diatur dan ditetapkan secara baku, sesuai dengan kebutuhan dan keharusan yang dituntut dalam penyelenggaraan kegiatannya. Tatanan organisasi Dana Pensiun juga harus dengan jelas dan transparan menetapkan peran, kewenangan, dan tanggungjawab dari masing-masing bagian dan masing-masing individu. Lebih lanjut, semua keputusan dan ketetapan yang diambil harus selalu didasari pada penerapan standar etika yang tinggi, serta terhindar dari kemungkinan terjadinya benturan kepentingan yang merugikan.
1

dan mencakup semua bidang. Prosedur dan Pedoman Operasional bagi seluruh bagian dan bidang kegiatan. • Memahami dan menyadari sepenuhnya. menurut tatanan dan pembagian kewenangan serta tanggungjawab yang baku. Memperhatikan hal-hal seperti tersebut diatas. berdasarkan analisa dan pertimbangan yang matang atas semua data. • Menyadari dan memahami keberadaan dan kedudukan serta peranan masingmasing Insan Dana Pensiun secara lebih tepat. . Sehubungan dengan hal tersebut. Dengan diterapkannya Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa ini. • Mengetahui dan memahami adanya ketentuan dan arah yang jelas. sebuah organ yang hidup. yang diambil secara transparan oleh para pengambil keputusan yang memiliki akuntabilitas. dan oleh karenanya. yang secara rinci diatur dan ditetapkan didalam berbagai dokumen Pedoman/Kebijakan dan Buku Pedoman Operasional. bahwa Dana Pensiun harus dikelola secara secara teratur. bahwa Dana Pensiun pada hakekatnya merupakan sebuah badan. Dana Pensiun harus menetapkan dan menerapkan sebuah Pedoman/Kebijakan tentang Pengadaan barang dan jasa yang baku. setiap bagiannya harus dapat bekerja berdasarkan keyakinan bahwa semua kegiatan dilandaskan kepada keputusan-keputusan yang benar. bahwa semua kegiatan yang dilakukan dilaksanakan berdasarkan pengadaan barang dan jasa yang selalu dilakukan secara transparan. informasi dan alas an serta kebutuhan yang harus dipenuhi. serta batasanbatasan tata kelola bagi masing-masing Bagian dan masing-masing Insan Dana Pensiun. serta semata-mata demi kepentingan Dana Pensiun. Dana Pensiun harus dapat memberikan keyakinan. semua Insan Dana Pensiun diharapkan akan : • Menyadari dan menghayati. yang harus dipatuhi dan dijadikan pedoman dalam melaksanakan semua kegiatan. Pengurus Dana Pensiun menganggap perlu ditetapkan dan diberlakukannya sebuah Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa. yang terkandung dan dinyatakan didalam semua keputusan dan ketettapan yang diambil dengan prosedur dan proses serta pertimbangan yang sehat.Untuk kepentingan pihak-pihak eksternal.. Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa ini berlaku sebagai acuan dasar dari penetapan dan penerapan semua Kebijakan. sehingga dapat menjalain hubungan kerja yang baik dan harmonis dan saling mendukung.

melalui atasan langsung dan Direktur yang membidangi. baik jangka pendek maupun jangka panjang. Organ Dana Pensiun adalah Pendiri.• Memahami. pelanggaran dan penyimpangan tersebut juga akan mengakibatkan rusaknya tatanan dan pengaturan sendi-sendi serta prinsip-prinsip tata kelola yang baik. bahwa pelaksanaan dan komitmen tinggi terhadap semua keputusan yang ditetapkan secara jelas dan tepat. Disatu sisi. dalam hal-hal tertentu pelanggaran dan penyimpangan tersebut dapat berakibat pada dikenakannya sanksi dan tindakan administratif atau mengakibatkan dikenakannya tuntutan pidana bagi Insan Dana Pensiun yang bersangkutan. berdasarkan ketentuan-ketentuan yang ada dalam peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Dana Pensiun. Dana Pensiun adalah Dana Pensiun ABCD. pelanggaran dan penyimpangan tersebut dapat mengakibatkan kelambatan. kesalahan. Semua pejabat dan pekerja yang memiliki keragu-raguan atau ketidak pastian tentang pengertian serta penerapan Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa ini dalam kegiatan dan pelaksanaan pekerjaannya. serta semua peraturan lainnya yang berlaku. dan secara terus menerus dan berkala harus dikaji dan dievaluasi. untuk dilakukan penyempurnaan serta perubahan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang terjadi. II. PENGERTIAN ISTILAH 1. yang dapat membawa konsekuensi kerugian financial. Disisi yang lain. Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa ditetapkan oleh Pengurus dan diberlakukan oleh Pendiri. Dewan Pengawas dan Direksi Dana Pensiun ABCD . atau kegagalan pengadaan barang dan jasa dan menghambat atau mengganggu pelaksanaan kegiatan. atau yang kepentingan pribadinya bertentangan atau tidak sesuai dengan Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa ini. Oleh karena itu. 2. Pelanggaran dan penyimpangan terhadap Pedoman/Kebijaksanaan Pengadaan barang dan jasa ini dapat berakibat sangat merugikan bagi Dana Pensiun. harus mengemukakan masalahnya kepada Pengurus. yang seharusnya dipertahankan untuk kelangsungan lembaga. dapat menjadi perisai yang baik sebagai perlindungan dan pencegahan terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan.

G. Dana Pensiun Penerima Titipan. Anggota Direksi. faktor Pengadaan barang dan jasa memiliki peranan yang sangat penting. Dalam rangka pelaksanaan dan penerapan Tata Kelola Dana Pensiun Yang Baik atau Good Pension Fund Governance. PEDOMAN/KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA DAN G. ABCD (Persero) Tbk. Responsibility. Kakak. Pensiunan. Stakeholders adalah pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan Dana Pensiun ABCD. Peserta. Independency dan Fairness hanya akan dapat diterapkan dengan baik pada sebuah organisasi atau badan yang memiliki struktur organisasi yang menetapkan pembagian kewenangan dan tanggungjawab yang jelas dalam pengadaan barang dan jasa. Badan Audit adalah Badan Audit Dana Pensiun ABCD 10. Direksi adalah Direksi Dana Pensiun ABCD 8. . Pendiri adalah PT. 15. Kelima prinsip Good Pension Fund Governance : Transparency.3. Dewan Pengawas adalah Dewan Pengawas Dana Pensiun ABCD 9. 5. Cucu. 6. Peraturan Dana Pensiun adalah Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun ABCD 4. Istri. Ipar. Menantu 13. yaitu Pendiri. yang masih bekerja. 12. Kemenakan. Pekerja Tetap dan Pekerja Kontrak Dana Pensiun ABCD. Pemberi Kerja adalah PT. Anak perusahaan adalah anak perusahaan Dana Pensiun ABCD. Dewan Pengawas. ABCD (Persero) Tbk. Keluarga langsung adalah : Suami. III.F. Mertua. serta Pemerintah RI. Anak. Peserta terdiri dari : • • Pekerja Aktif yang telah tercatat sebagai peserta pada Dana Pensiun ABCD dan Pensiunan ABCD.P. ABCD (Persero) Tbk. dan pihak yang berkepentingan lainnya. Keluarga Tidak Langsung terdiri dari : Ayah dan lbu. Direksi dan Pekerja Dana Pensiun. Anggota Badan Audit. 7. baik langsung mapun tidak langsung. Pekerja Aktif adalah pekerja PT. Regulator. 11. dan Cucu kemenakan. Adik. Insan Dana Pensiun : terdiri dan Anggota Dewan Pengawas. 14. Accountability.

serta peraturan perundangan yang berlaku. serta cara bertindak dari para Insan Dana Pensiun. Pensiunan. pengaturan dan penataan lembaga dalam bentuk penetapan Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa standar yang baku. cara berpikir. berlandaskan pada nilai-nilai etika.Oleh karena itu. . Sebaliknya. yang berlaku dan dipatuhi dengan baik oleh seluruh jajaran Insan Dana Pensiun merupakan salah satu persyaratan yang utama. 1) Tata Kelola Dana Pensiun Yang Baik atau Good Pension Fund Governance adalah suatu proses dan struktur yang digunakan oleh Dana Pensiun untuk mendorong dan mendukung pengembangan usaha dan kegiatan Dana Pensiun. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga. Peserta. apabila organisasi Dana Pensiun selalu menerapkan sikap keterbukaan dan menjunjung tinggi transparansi . semua keputusan dan ketetapan yang sangat diperlukan hanya dapat diambil dengan baik. yang mendasari cara bersikap dan berperilaku. 2) Tata Kelola Dana Pensiun Yang Baik atau Good Pension Fund Governance juga berperan sebagai pelaksanaan pertanggung jawaban Dana Pensiun kepada Pendiri. pengelolaan sumber daya dan pengendalian risiko secara lebih efisien dan efektif. 3) Prinsip-prinsip Good Pension Fund Governance hanya akan dapat terlaksana dan terpenuhi dengan baik. budaya kelembagaan. Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa ini merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari penerapan Tata Kelola Dana Pensiun Yang Baik atau Good Pension Fund Governance. serta para stakeholders yang lainnya. apabila semua pengadaan barang dan jasa dilakukan dengan berlandaskan pada batasan-batasan dan ketentuan tentang kepatutan dan kepatuhan terhadap batasan etika yang baik. Penerapan dasar-dasar Pengadaan barang dan jasa dalam Prinsip-prinsip Tata Kelola Yang Baik atau Good Pension Fund Governance tersebut meliputi : • Transparansi (Tranparenency) Keterbukaan dan transparansi dalam pelaksanaan semua kegiatan tata kelola Dana Pensiun atau dalam bekerja sama dengan pihak lain hanya akan dapat diselenggarakan dengan baik apabila Dana Pensiun memiliki dan menerapkan dengan konsisten Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa. 4) Oleh karena itu. sebagaimana ditetapkan oleh Pendiri. kebijakan. serta merupakan bagian yang penting dan tak terpisahkan dari kerangka penerapan prinsip-prinsip Good Pension Fund Governance.

kegiatan Pengadaan barang dan jasa dengan jalur dan garis komando serta garis kewenangan serta tanggungjawab yang jelas akan menjamin adanya kejelasan fungsi. wewenang dan tanggungjawab yang jelas dan diterapkan bersama secara konsisten. pelaksanaan dan pertanggungjawaban Organ Dana Pensiun dan semua insan Dana Pensiun. proses Pengambila Keputusan hanya akan dapat berjalan dengan baik dengan hasil berupa keputusan yang sehat dan tepat.• Akuntabilitas (Accountability) Disatu sisi. baik internal maupun eksternal. . sehingga Dana Pensiun akan dapat dikelola secara profesional. • Kemandirian (Independency) Dasar-dasar Organisasi dan penetapan fungsi serta peranan. tanpa adanya benturan dan pertentangan kepentingan serta pengaruh/tekanan dari pihak manapun juga. peranan. berdasarkan keputusan dan ketetapan yang diambil secara sehat dan mandiri. apabila Dana Pensiun menetapkan Akuntabilitas yang jelas bagi semua Organ Dana Pensiun dan semua pengambil keputusan dalam jajaran Dana Pensiun. akan memberikan batasan yang jelas tentang kemampuan serta kelebihan dan kekurangan masing-masing pihak. • Kewajaran (Fairness) Keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku hanya akan dapat terlaksana apabila seluruh Organ Dana Pensiun dan Insan Dana Pensiun senantiasa menerapkan azas kepatuhan terhadap batasan-batasan Pengadaan barang dan jasa yang ditetapkan dalam sebuah Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa yang baku. Disisi yang lain. • Pertanggungjawaban (Responsibility) Kesesuaian dan kepatuhan terhadap ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip pengelolaan kegiatan yang sehat hanya dapat dijalankan dan diukur apabila dijabarkan kedalam tatakelola yang salah satu aspeknya mengatur proses Pengadaan barang dan jasa yang diatur didalam penetapan Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa yang baku dan mengikat. sehingga pengelolaan Dana Pensiun terlaksana secara wajar dan efektif.

karakter. serta ciri. 2. Sistem dan Prosedur.IV. . Semua Pedoman/Kebijakan dan Pedoman Operasionil yang ditetapkan untuk semua kegiatan Dana Pensiun harus selalu memperhatikan jenjang kewenangan dan tanggungjawab yang digariskan dalam Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa ini. Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa ini juga didasarkan pada Nilai-nilai Dasar (Core Values) Dana Pensiun. yang pada dasarnya merupakan intisari dari akumulasi pengalaman. 4. kebiasaan. serta Pedoman Operasionil yang diberlakukan di Dana Pensiun. prestasi dan keberhasilan maupun kekurangan dan kegagalan yang selama ini telah dijalani dan dialami oleh Dana Pensiun. berpikir. 3. dan kebiasaan-kebiasaan serta tradisi positif yang selama ini telah ada dan menjadi sifat/identitas dari Dana Pensiun. Disamping itu. serta langkah-langkah yang akan ditempuh. yang telah ditetapkan sebagai penjabaran dari kehendak pencapaian maksud dan tujuan pendirian Dana Pensiun. yang dengan tegas dinyatakan sebagai Maksud dan Tujuan dari pendirian Dana Pensiun. Prosedur Kerja dan Pedoman Operasionil yang selanjutnya akan dipergunakan oleh semua insan Dana Pensiun untuk menjalankan kegiatannya sehari-hari. yang selanjutnya akan terbentuk menjadi Budaya Kerja Dana Pensiun. DASAR DAN KEDUDUKAN PEDOMAN/KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa yang harus ditetapkan dan diterapkan oleh Dana Pensiun tidak dapat dilepaskan dari hal-hal yang menjadi dasar dari keberadaan Dana Pensiun. 1. penetapan Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa juga didasari oleh kebutuhan untuk memiliki sebuah pedoman dan acuan moral dan etika didalam penyusunan Pedoman/Kebijaksanaan. Penyusunan dan penetapan Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa ini juga tidak terlepas dan harus didasarkan pada Visi dan Misi Dana Pensiun. baik sebagai sebuah team maupun sendiri-sendiri. Dasar utama dari penyusunan dan penetapan Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa Dana Pensiun adalah pengertian dan pemahaman atas keinginan dan sasaran yang harus dicapai. serta bertindak dan bekerja dalam penetapan dan penerapan dari semua Kebijakan. Selanjutnya ketentuan-ketentuan dan batasan yang ada dalam Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa ini merupakan dasar dari pegangan dan landasan bersikap dan berperilaku.

Sistem dan Prosedur. VISI. maka butir-butir ketetapan tersebut harus direvisi. MISI Nilai-nilai Dasar/Core Values Dana Pensiun sebagai dasar penetapan PEDOMAN/KEBIJAKAN PENERAPAN TATA KELOLA YANG BAIK sebagai semangat dan dasar sikap penetapan dan penerapan PEDOMAN/KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA melatarbelakangi penetapan dan penerapan PEDOMAN/KEBIJAKAN BERBAGAI BIDANG Sebagai dasar penyusunan dan penerapan BUKU PEDOMAN OPERASIONIL BERBAGAI BIDANG V. dan Pedoman Operasionil Dana Pensiun yang berlaku tidak sejalan dan tidak sesuai maupun bertentangan dengan Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa ini. Dalam hal terdapat butir-butir ketetapan dalam Pedoman/Kebijakan. Dasar dari penetapan dan kedudukan dari Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa dapat digambarkan sebagai berikut : TUJUAN PENDIRIAN DANA PENSIUN dijabarkan kedalam VISI.5. TUJUAN PENDIRIAN. MISI DAN NILAI-NILAI DASAR DANA PENSIUN Sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun. sehingga akan . maksud dan tujuan pendirian Dana Pensiun adalah : Untuk menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti dengan tujuan memelihara kesinambungan penghasilan pada hari tua.

 Misi Dana Pensiun : dan akurat. sampai saat selesainya pembayaran Manfaat Pensiun bagi keluarga (anak) dari Peserta yang terakhir. Guna pencapaian Tujuan Pendirian tersebut. bahwa • Kegiatan Dana Pensiun sangat berkaitan dengan kepentingan kehidupan pada hari tua dari para Peserta dan keluarganya. Visi dan Misi sebagai acuan pencapaian maksud dan tujuan serta serta Nilai-nilai Dasar (Core Values) Dana Pensiun yang menjadi dasar pertimbangan penyusunan serta penetapan Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa adalah sebagai berikut :  Visi Dana Pensiun : Menjadi Dana Pensiun yang sehat dan mampu menunjang kepentingan Pendiri dalam memberikan jaminan terpeliharanya kesinambungan penghasilan hari tua bagi para peserta.menimbulkan ketenteraman kerja dan meningkatkan motivasi kerja pegawai. dengan pengaturan dan penataan Organisasi yang efisien dan rapi. berkaitan dengan kesinambungan penghasilan mereka. tertib. Dengan demikian jelaslah. • Lebih lanjut. yang meliputi kurun waktu sejak seseorang tercatat sebagai peserta. serta penetapan dan penerapan Tatakerja baku dengan konsekuen. tujuan pendirian Dana Pensiun tersebut juga menggambarkan besarnya jumlah pihak (Peserta dan keluarganya) yang kepentingannya harus selalu dijaga dan diperhatikan serta dipenuhi dengan baik. bahwa kegiatan Dana Pensiun pada hakekatnya merupakan sebuah amanah yang sangat mulia dan sepatutnya dijalankan serta dikelola dengan baik. . tujuan pendirian Dana Pensiun tersebut jga memberikan gambaran tentang jangkauan kurun waktu yang tidak terbatas bagi keberadaan dan operasionil Dana Pensiun. Maksud dan tujuan pendirian Dana Pensiun tersebut juga dengan jelas memberikan gambaran. o Menyelenggarakan Sistim Penerimaan dan Administrasi Iuran Pensiun secara tertib dan bertanggungjawab. • Disamping itu. o Menyelenggarakan Sistim Kepesertaan Program Pensiun secara rapi. setelah tidak bekerja lagi. yang merupakan iklim yang kondusif bagi peningkatan produktifitas. Dana Pensiun menetapkan Visi dan Misi Dana Pensiun sebagai sasaran yang ingin dituju dan rincian pelaksanaannya.

sadar akan risiko dan peluang yang selalu dihadapi.o Menyelenggarakan pembayaran Manfaat Pensiun secara tertib dan tepat waktu. yang juga mendasari penyusunan dan penetapan Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa ini pada hakekatnya adalah nilai-nilai dalam Budaya Kerja Dana Pensiun. o Mengelola kekayaan Dana Pensiun melalui kebijakan investasi sesuai dengan Arahan Investasi Pendiri dan ketentuan perundangan yang berlaku. Nilai-nilai Dasar atau Core Values tersebut terdiri dari : • Integritas Insan Dana Pensiun adalah pribadi yang mendapatkan kepercayaan. efisien. dan karena itu selalu harus bertanggungjawab. dengan pedoman Tatakerja yang jelas. serta memberikan hasil investasi yang maksimal Selanjutnya. berupa Nilai-nilai Dasar atau Core Values Dana Pensiun Nilai-nilai Dasar atau Core Values dalam pelaksanaan kegiatan Dana Pensiun. serta berorientasi ke masa depan dalam mengantisipasi tantangan dan kesempatan. penuh dedikasi. • Kepuasan Peserta dan Pensiunan . jujur. yang terbentuk dari berbagai hasil dan pengalaman serta catatan keberhasilan dan kegagalan. sebagai sebuah lembaga yang telah lama berdiri dan melakukan kegiatan. Semua itu hanya mungkin terlaksana apabila semua kegiatan tersebut dijalankan dan diselenggarakan didalam sebuah Organisasi yang ditata dengan baik. aman. Dana Pensiun memiliki pengalaman yang membentuk butir-butir kebiasaan serta tradisi positif. bekerja dengan efektif. Segenap Insan Dana Pensiun selalu berpikir dan bertindak sesuai prinsip-prinsip dalam Nilai-nilai dasar tersebut dalam semua aktifitas mereka untuk kepentingan Dana Pensiun. dan harus melaksanakan tugas pekerjaan yang bersifat amanah. peka terhadap perubahan dan perkembangan. serta taat pada tatanan serta pengaturan yang telah ditetapkan dalam Pedoman/Kebijakan Pengadaan barang dan jasa Dana Pensiun dan semua peraturan yang berlaku. selalu mengutamakan kebenaran. Karena itu semua insan Dana Pensiun harus bertaqwa. • Profesionalisme Semua Insan Dana Pensiun mengutamakan kehandalan dan keberhasilan dalam bekerja. sepanjang sejarah Dana Pensiun yang panjang. berdisiplin. serta menjaga kehormatan dan nama baik.

pelatihan. Selanjutnya. . dengan selalu mengembangkan sikap kerjasama dan kemitraan. bersikap tegas dan berjiwa besar. Penghargaan dan pengakuan atas prestasi kerja diberikan berdasarkan hasil kerja individu dan kerjasama tim yang menciptakan sinergi positif untuk kepentingan Dana Pensiun. Budaya menghargai orang hanya dapat terbentuk dan terbina dengan baik pada lingkungan yang terbiasa bekerja dalam tatanan Organisasi yang teratur dan bekerja serta bertindak bersama berdasarkan Tatakerja yang seragam. Hubungan keteladanan dan penerapan predikat panutan dan pembinaan antar Insan Dana Pensiun akan menjadi jelas apabila tergambar dalam susunan Organisasi yang terbuka dan adanya penetapan pola hubungan Tatakerja yang baku. • Keteladanan Semua Insan Dana Pensiun menyadari kedudukannya sebagai panutan yang dengan konsisten harus selalu bertindak adil. dengan penataan dan penetapan Pengadaan barang dan jasa yang baik dan baku. bahwa Sumber Daya Manusia adalah salah satu aset utama Dana Pensiun. keterbukaan. Oleh karenanya. pengembangan. Sumber Daya Manusia atau Pekerja harus selalu diperlakukan dan dipekerjakan berdasarkan kepercayaan. semua potensi yang dimiliki oleh Sumber Daya Manusia diharapkan akan dapat tersalur dan termanfaatkan untuk organisasi. Dana Pensiun selalu mengupayakan adanya penerimaan. keadilan dan saling menghargai. dengan tetap selalu memperhatikan penerapan Kebijakan Organisasi yang tertata dengan baik. dengan konsekuen. yang mengarah kepada terbentuknya Sumber Daya Manusia yang berkualitas. dan pembinaan terus menerus. • Penghargaan kepada Sumber Daya Manusia Segenap jajaran Dana Pensiun menyadari dan meyakini. serta penerapan Tatakerja yang telah digariskan. Karena itu Dana Pensiun harus selalu berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan dan mengutamakan kepentingan Peserta dan Pensiunan dengan memberikan pelayanan yang terbaik.Seluruh jajaran Dana Pensiun meyakini bahwa keberhasilan Dana Pensiun sangat tergantung dan sangat dipengaruhi oleh kepuasan para Peserta dan Pensiunan.

VI. keberadaan dan penggunaan Barang dan Jasa harus diatur dengan kebijakan yang baku. Dana Pensiun tidak terlepas dari perlunya Pengadaan dan Penggunaan berbagai Barang dan Jasa. secara Hukum memiliki sifat dan ketentuan khusus berkaitan dengan Hak Kepemilikan dan Hak Pemakaiannya. baik dalam hal jumlah dan tersedianya di Dana Pensiun. dan sebagainya. KEBIJAKAN UMUM DAN CAKUPAN KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA Sebagai sebuah Lembaga Keuangan yang menyelenggarakan program Pensiun yang pada hakekatnya berupa penyelenggaraan sebuah Sistim Pendanaan. sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha Dana Pensiun. Penetapan dan penerapan Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa secara tepat dan tertib juga diharapkan dapat memberikan keyakinan kepada semua pihak. Untuk itu. baik kualitas maupun kuantitasnya. Keberadaan Barang dan Jasa selalu mengalami perkembangan setiap saat. sehingga semua ketentuan Hukum dan batasan-batasan yang ada sehubungan dengan keberadaan Barang dan Jasa serta penggunaannya sebagai Komponen Kekayaan Dana Pensiun terpenuhi dengan baik. dengan hasil yang maksimal. melalui tatakerja yang efisien. dan harus dapat dikelola secara aman dan sebesarbesarnya digunakan sebagai pemenuhan kewajiban Program Pensiun. diharapkan semua proses pengadaan barang dan jasa dan penetapan kebijaksanaan serta pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan dengan baik dan teratur. Sehubungan dengan itu. teknologinya. bahwa . Oleh karena itu. Barang dan Jasa tertentu yang menjadi bagian dari Kekayaan Dana Pensiun. Barang dan Jasa yang diperlukan sebagai sarana penunjang pelaksanaan kegiatan tata kelola Dana Pensiun merupakan komponen Kekayaan Dana Pensiun yang dimaksudkan sebagai pengembangan Dana. terorganisir. berdasarkan perhitungan dan pertimbangan efektifitas dan efisiensi serta keamanan dan kelancaran tata kelola Dana. Dengan penetapan dan penerapan Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa secara tepat dan tertib. dan semuanya harus diselenggarakan dengan baik. setiap saat Dana Pensiun harus melakukan Pengadaan Barang dan Jasa. perlu ditetapkan dan diterapkan Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa yang baku. tuntutan spesifikasi dan performancenya.

Dana Pensiun telah dan selalu dikelola dengan baik. keberadaan barang yang habis dipakai harus selalu dikelola dan diadministrasikan dengan baik. dan pengadaannya dilakukan dengan beban pengeluaran biaya. Barang dapat digolongkan menurut bentuk phisiknya sebagai barang tetap (tanah. bangunan. Barang Aktiva Lancar. barang-barang alat tulis kantor (ATK) dan sebagainya. Barang Aktiva Operasionil. karena merupakan barang yang habis dipakai. semua jajaran Dana Pensiun. sehingga eksistensi Dana Pensiun menjadi jelas dan dapat memudahkan terjalinnya hubungan serta komunikasi yang baik dan saling menguntungkan. namun tidak tercatat sebagai bagian dari Komponen Kekayaan dalam Akuntansi Dana Pensiun. melalui pencatatan ekstra komptabel diluar pencatatan Akuntansi Dana Pensiun. Barang juga dapat digolongkan menurut penggunaannya sebagai kekayaan Dana Pensiun : Barang Aktiva Investasi. Penerapan Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa juga akan mengurangi potensi terjadinya berbagai benturan kepentingan yang merugikan antar Organ Dana Pensiun. sebagai sebuah badan atau organ yang dapat bekerja dan melakukan kegiatan dengan aman dan dapat dipercaya. Bagaimanapun juga. Penerapan Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa juga dimaksudkan untuk dapat memberikan kejelasan kepada semua pihak tentang tatanan struktur serta tatakerja Dana Pensiun. peralatan. Pengertian Barang juga meliputi berbagai macam benda yang dimiliki dan digunakan oleh Dana Pensiun. Kerangka Pedoman/Kebijakan Umum Dana Pensiun tentang Pengadaan Barang dan Jasa adalah sebagai berikut : 1. Pengertian tentang Barang dan Jasa  Barang Meliputi semua barang atau benda yang digunakan oleh Dana Pensiun untuk penyelenggaraan tata kelola. tanah dan bangunan) dan barang bergerak (kendaraan. Yang dimaksud sebagai Barang dalam Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa ini meliputi  Barang-barang Aktiva Operasionil . serta pihak-pihak lainnya dalam menjalankan kegiatan pengelolaan Dana Pensiun.

2. Barang-barang Eksploitasi yang habis dalam pemakaian Sedangkan Barang yang menjadi bagian dari Aktiva Investasi dan Aktiva Lancar Diluar Investasi pengadaannya dilakukan berdasarkan Pedoman/ Kebijakan Investasi dan Pedoman Tata Kelola lainnya. Dengan demikian. Ekonomi/Perdagangan. Dana Pensiun harus melaksanakan berbagai kegiatan yang tidak hanya memerlukan keberadaan dan penggunaan barang atau benda nyata. Investasi. Acuan Dasar dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Dana Pensiun harus didasarkan kepada beberpa acuan dasar sebagai berikut : . Dalam hal tertentu. maupun karena memang bukan merupakan bidang kompetensi yang harus dimiliki oleh Dana Pensiun. dan keahlian untuk melakukan tindakan tertentu. Dana Pensiun tidak dapat melakukan sendiri tindakan tersebut. Jasa juga meliputi berbagai jenis bidang kemampuan dan keahlian (Hukum. Akuntansi. dan sebagainya). sematamata untuk kepentingan tata kelola Dana Pensiun. Jasa tersebut meliputi Jasa yang diperlukan oleh Dana Pensiun dalam tata kelola berbagai bidang kegiatan (Kepesertaan/Pendanaan. dalam penyelenggaraan tata kelolanya. Teknologi. Teknologi Informasi. Manajemen. tetapi juga kemampuan. Dana Pensiun memiliki keterbatasan atau kekurangan kemampuan. Jasa yang dimaksud dalam Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa ini adalah semua Jasa dan Bantuan Keahlian atau kemampuan serta ketrampilan untuk melakukan tindakan tertentu yang harus didapat dari Pihak Lain. yang ditetapkan dalam ketentuan perundang-undangan. dan sebagainya. pelaksanaan tindakan yang diperlukan dalam tata kelola Dana Pensiun hanya boleh dilaksanakan oleh pihak-pihak tertentu. baik karena terbatasnya tingkat kompetensi yang dimiliki.  Jasa Sebagai sebuah Badan Usaha. Umum (SDM dan Logistik). ketrampilan. untuk melakukan tindakan tertentu. walaupun mungkin memiliki kemampuan dan untuk itu. ketrampilan dan keahlian untuk melaksanakan tindakan tertentu. Dalam berbagai hal dan situasi. dari waktu kewaktu Dana Pensiun dihadapkan kepada keharusan untuk menggunakan bantuan dan Jasa dari Pihak Lain.

Secara singkat tujuan dan maksud pendirian Dana Pensiun tersebut dalam arti luas adalah pemenuhan kepentingan para Peserta dan Pendiri (Pemberi Kerja). sesuai dengan Pedoman dan batasan-bayasan yang diatur dan ditetapkan dalam bentuk penetapan dan penerapan Pedoman / Kebijakan Kode Etik yang mengikat.1) Etika dan Perilaku Acuan dasar yang paling utama dalam pengambilan Keputusan dan penetapan Pedoman/Kebijakan dan Pedoman Operasionil dalam pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa adalah etika dan perilaku. dilandasi dengan penerapan akhlak dan moral yang baik serta kepatutan. baik dalam hal penetapan alasan dan latar belakangnya. 3) Penerapan Prinsip-prinsip Tata Kelola Yang Baik Sebagai tindakan yang berkaitan dengan tersedianya sarana penunjang penyelenggaraan Tata Kelola Dana Pensiun. dengan tetap memperhatikan kepentingan pihak-pihak lainnya. Pemenuhan standar Perilaku dan Etika dari para Pengurus. . semata-mata didasarkan kepada niat baik untuk pemenuhan kepentingan Dana Pensiun. 2) Pencapaian Tujuan Dana Pensiun Orientasi dari semua kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa adalah pencapaian tujuan dan maksud pendirian Dana Pensiun. aspek kehati-hatian dan kesadaran terhadap timbulnya Risiko mutlak harus mendapatkan perhatian utama. dan para Pengambil Keputusan dan pelaksana dalam Pengadaan Barang dan Jasa mutlak harus diterapkan dan dijalankan. maupun dalam hal proses pelaksanaannya. Semua Keputusan untuk Pengadaan Barang dan Jasa harus diambil berdasarkan niat yang baik. Sehubungan dengan itu. Tujuan maksud pendirian Dana Pensiun tersebut dapat juga disebutkan sebagai tercapainya penyelenggaraan pengelolaan dan pengembangan dana atau kekayaan Dana Pensiun secara maksimal dan aman. Pejabat. Pengadaan Barang dan Jasa harus dilakukan berdasarkan penerapan dan pencapaian Prinsip-prinsip Tata Kelola yang baik. yang dijabarkan kedalam Visi dan Misi Dana Pensiun sesuai dengan tahap tahap dan situasinya. yakni :  Transparansi (Tranparenency) Dana Pensiun harus menerapkan keterbukaan dan transparansi dalam semua Pengadaan Barang dan Jasa.

yang berlaku bagi informasi atau keterangan yang karena sifatnya atau sesuai dengan ketentuan undang-undang.  Akuntabilitas (Accountability) Kejelasan fungsi. Namun demikian. tidak dipengaruhi atau mendapatkan tekanan dan paksaan dari pihak lain.Semua informasi dan pertimbangan yang digunakan dalam penetapan dan pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa harus jelas. prinsip keterbukaan ini tidak mengurangi keharusan untuk memenuhi peraturan dan ketentuan tentang Kerahasiaan.  Kemandirian (Independency) Semua pihak yang terlibat dalam proses Pengadaan Barang dan Jasa harus dapat melakukan fungsi dan memberikan kontribusinya secara bebas. Disamping itu.  Pertanggungjawaban (Responsibility) Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa harus selalu didasarkan kepada pemenuhan dan kepatuhan terhadap ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundang.  Kesetaraan / Kewajaran (Fairness) Semua pihak yang berkepentingan dan terlibat dalam proses Pengadaan Barang dan Jasa harus benar-benar menyadari. maupun bagi pihak-pihak lainnya yang terlibat. harus dirahasiakan.undangan yang berlaku dan Perturan lainnya. mandiri. Setiap usul. 4) Sistim Kerja Dana Pensiun sebagai acuan Pengadaan Barang dan Jasa . semua tahapan dalam proses pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa harus dijalankan dengan wajar dan menerapkan prinsip kesetaraan terhadap semua pihak yang terlibat. pertimbangan. dan kewenangan jajaran Dana Pensiun dalam pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa. diperoleh dan disampaikan secara transparan dan terbuka. tanpa dilandasi dengan maksud atau niat untuk menguntungkan pihak tertentu. bahwa semua tindakan dilakukan untuk pemenuhan kepentingan stakeholder Dana Pensiun dan semua pihak yang berkaitan. pendapat dan rekomendasi yang digunakan dalam pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa harus benar-benar dibuat dan disampaikan oleh pihak-pihak yang jelas. yang memiliki fungsi dan kewenangan. serta berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan kegiatan yang sehat yang berlaku umum.

satu dan lain hal untuk menjaga keamanannya sebagai bagian Kekayaan Dana Pensiun. yakni  Sistim Kepatuhan terhadap Regulasi dan Peraturan (Compliance) Pengadaan Barang dan Jasa harus didasarkan legitimasi dan pedoman serta batasan ketentuan-ketentuan yang diatur melalui peraturan perundangundangan yang umum maupun ketentuan-ketentuan lainnya. agar dapat berlangsung dengan baik. termasuk perubahan dan revisi yang mungkin ada. Pengadaan Barang dan Jasa itu sendiri harus dilaksanakan dengan perencanaan yang baik serta penetapan anggaran biaya yang mungkin diperlukan. semua Pengadaan Barang dan Jasa harus sejalan dan dilaksanakan sesuai dengan Sistim Kerja yang diterapkan di Dana Pensiun.  Sistim Kontrol Dan Pengawasan Proses Pengadaan Barang dan Jasa harus berjalan dengan penerapan pengawasan dan kontrol. 3. Monitoring terhadap perkembangan proses Pengadaan Barang dan Jasa harus selalu dilakukan. Demikian juga dengan Barang atau Jasa yang bersangkutan.  Sistim Perencanaan dan Anggaran Pengadaan Barang dan Jasa dilakukan dengan selalu memperhatikan Rencana Kerja dan Anggaran yang telah ditetapkan. dan memudahkan penggunaannya. sesuai dengan fungsinya dan peranannya. Pengertian tentang Pengadaan Yang dimaksud dengan “Pengadaan” dalam tata kelola Dana Pensiun adalah semua tindakan yang mengalihkan dan membawa Barang atau Jasa yang semula berada diluar Dana Pensiun dan tidak dapat digunakan sebagai penunjang pelaksanaan .Lebih lanjut. sesuai dengan rencana dan batasan waktu yang ada. Semua pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa dilaporkan kepada pihak yang berkepentingan.  Sistim Kewenangan Dan Tanggung Jawab Segenap jajaran Dana Pensiun yang terlibat dalam proses Pengadaan Barang dan Jasa memiliki kewenangan dan tanggungjawab tertentu.  Sistim Pencatatan dan Laporan Semua proses Pengadaan Barang dan Jasa harus dicatat dan didokumentasikan. yang berhak untuk memperoleh informasi tentang itu.

dan dihindari pelampauannya. yang pada dasarnya harus dikembangkan untuk pembayaran Manfaat Pensiun.  Pengadaan Barang dan Jasa harus selalu dilaksanakan dengan memperhitungkan kemampuan dan kesiapan dari seluruh jajaran Dana Pensiun untuk dapat menggunakannya dengan optimal. 4. karena pengadaan Barang dan Jasa tersebut dibiayai dengan Kakayaan Dana Pensiun. namun juga sebagai barang dan jasa yang habis dipakai. Prioritas Pengadaan Barang dan Jasa Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seluruh jajaran Dana Pensiun berkaitan dengan Kebijakan Umum Pengadaan Barang dan Jasa adalah sebagai berikut :  Pengadaan Barang dan Jasa dilakukan dengan urutan prioritas sesuai dengan kepentingannya bagi tata kelola Dana Pensiun. tetapi sebagai pengorbanan dan upaya untuk mencapai tujuan atau sasaran. atau barang eksploitasi. melainkan sebagai batas Anggaran yang sedapat mungkin dibatasi pelaksanaannya. Tindakan Pengadaan dapat berupa pembelian yang mengakibatkan berpindahnya Hak Kepemilikan ke Dana Pensiun. Keberadaan Barang dan Jasa yang dimaksud dalam kedudukannya sebagai penunjang pelaksanaan tata kelola Dana Pensiun tidak selalu sebagai Komponen Kekayaan Dana Pensiun. Dengan demikian. . atau berupa Sewa Menyewa. Biaya dan pengeluaran untuk Pengadaan Barang dan Jasa tidak ditetapkan sebagai Target yang harus dicapai dan dilampaui didalam Rencana Kerja dan Anggaran. dengan harga dan biaya seminimal mungkin  Untuk memperoleh hasil guna secara optimal.  Pengadaan Barang dan Jasa bukan diperlakukan sebagai tujuan atau sasaran yang harus selelu terpenuhi dan tercapai. dan dapat digunakan sebagai sarana penunjang pelaksanaan tata kelola Dana Pensiun.kegiatan tata kelola Dana Pensiun. yang hanya memberikan Hak Pemakaian atau Penggunaan bagi Dana Pensiun.  Pengadaan Barang dan Jasa selalu berorientasi pada perhitungan perolehan manfaat penggunaan semaksimal mungkin. dengan konsekuensi berupa biaya penggunaan/pemanfaatan serta biaya pemeliharaan yang minimal. menjadi berada didalam Dana Pensiun. Barang dan Jasa yang digunakan sebagai penunjang pelaksanaan kegiatan Dana Pensiun harus memiliki kualitas dan spesifikasi yang tepat dan sesuai dengan keperluannya.

untuk pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa dalam tahun berikutnya. atas usul Pengurus Dana Pensiun. Pengurus harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :  Keputusan untuk melakukan Pengadaan Barang dan Jasa yang harus ditetapkan Keputusan tersebut harus didasarkan pada kajian dan analisa yang mendalam oleh Pendiri harus ditunjang oleh alasan dan latar belakang yang kuat.  Pengadaan Barang dan Jasa harus selalu dilaksanakan dengan memperhatikan dampak dan akibat yang akan timbul karena keberadaan dan penggunaannya. dan harus diusulkan oleh Pengurus secara terpisah (khusus). PERSETUJUAN PENJUALAN/PELEPASAN DAN PENGHAPUSAN Pada prinsipnya. agar tidak menimbulkan konsekuensi sampingan yang akan mengurangi nilai penggunaannya bagi kepentingan Dana Pensiun secara keseluruhan. atau dalam Arahan Investasi. Pengadaan Barang dan Jasa juga harus mempertimbangkan dan selalu memperhitungkan kemungkinan dilakukannya pengembangan dan upgrading atau penyesuaian dan perubahan sejalan dengan tuntutan perkembangan kegiatan tata kelola Dana Pensiun. transparan. relevan. Dengan demikian. Untuk maksud tersebut. pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Dana Pensiun akan selalu diselenggarakan secara terencana. Pengadaan Barang dan Jasa harus mendapatkan persetujuan Pendiri. dalam mengajukan usul kepada Pendiri untuk mendapatkan persetujuan Pengadaan Barang dan Jasa. Dalam beberapa hal. Dengan demikian. diluar dari yang semula telah disetujui Pendiri. Pengurus Dana Pensiun harus mengajukan usul Pengadaan Barang dan Jasa sebagai bagian dari pengajuan rancangan/usul Rencana Kerja dan Anggaran setiap tahun. dan disampaikan secara transparan. .  atas informasi yang lengkap. dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang ditetapkan didalam Pedoman/ Kebijakan Pengambilan Keputusan. Persetujuan tersebut dapat dituangkan didalam persetujuan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran. Proses penetapan Keputusan untuk melakukan Pengadaan Barang dan Jasa harus dilakukan dengan baik. Pengadaan Barang dan Jasa mungkin harus dilakukan secara mendadak. VII.

 Pengadaan Barang dan Jasa ini mungkin akan cukup lama. disampaikan kepada Pengurus. . dan mempertimbangkan semua aspek. dan disampaikan kepada Pengurus untuk ditindaklanjuti. Inisiatif untuk pengajuan usul Pengadaan Barang dan Jasa dapat juga berasal dari anggota Pengurus (Direktur Bidang). keputusan atau persetujuan Pendiri untuk Pengadaan Barang dan Jasa harus ditetapkan dan diambil melalui tahap-tahap dan proses yang baku dan transparan. Tahap Identifikasi Masalah Semua Manajer Bagian Dana Pensiun setiap saat harus selalu melakukan monitoring dan identifikasi terhadap keberadaan dan penggunaan Barang dan Jasa di Bagian atau Unit Kerjanya. Indikasi tentang diperlukannya persetujuan Pengadaan Barang dan Jasa tersebut kemudian dirumuskan kedalam usul inisiatif atau prakarsa. antara lain sebagai berikut : 1. transparan. melalui Direktur Bidang yang bersangkutan. juga harus memperhatikan dan mempertimbangkan semua Waktu yang diperlukan untuk proses penetapan Keputusan untuk melakukan akibat dan dampak yang akan timbul. harus disertai dengan   Alasan dan latar belakang yang jelas dan lengkap (urgensi masalah) Informasi yang lengkap. Dari manapun datangnya inisiatif atau usul Pengambilan Keputusan. 2.  Pertimbangan yang digunakan dalam memutuskan Pengadaan Barang dan Jasa harus sesuai dan sejalan dengan ketentuan-ketentuan Pedoman/ Kebijakan Tata Kelola Dana Pensiun. yang harus diusulkan dan dimintakan persetujuan Pendiri. yang menekankan pada kegunaan dan efektifitas serta efisiensi. tergantung kepada kelengkapan informasi yang harus dikaji dan dianalisa. dan relevan. Dengan demikian. untuk memperoleh indikasi tentang diperlukannya pengadaan Barang dan Jasa. Tahap Pengajuan Usul Usul untuk melaksanakan Pengadaan Barang dan Jasa yang berasal dari para Manajer Bagian atau dari anggota Pengurus. sebagaimana prosedur dan proses pengambilan Keputusan yang ditetapkan dan diatur didalam Pedoman/Kebijakan Pengambilan Keputusan. Disamping itu.

untuk menghindari pemborosan perhatian. yang harus tersusun dan bekerja sebagai sebuah Tim. Tahap Pengkajian dan analisa Informasi Usul inisiatif Pengadaan Barang dan Jasa yang dinilai beralasan kuat dan dapat diterima harus segera ditindaklanjuti dengan melakukan kajian terhadap semua informasi yang ada. Dalam hal pembahasan dan kajian harus dilakukan pada tingkat Pengurus lengkap. Dalam hal diperlukan. 4. Tahap Pengkajian atas Usul. informasi harus ditambah dan diperluas sehingga benarbenar lengkap dan dinilai cukup sebagai bahan pertimbangan bagi Pengurus untuk mengusulkan dilakukannya Pengadaan Barang dan Jasa kepada Pendiri. Semua pihak dan Unit Organisasi yang berkaitan dengan proses pengkajian dan pembahasan dan menurut fungsinya memiliki kewenangan. Pengurus dapat menetapkan pihak-pihak yang harus dilibatkan didalam pembahasan dan kajian. yang mungkin akan dialami oleh atau terjadi pada kepentingan Dana Pensiun. dengan diketuai oleh Direktur Bidang yang bersangkutan. Tim tersebut selanjutnya akan melakukan semua kajian atas usul yang disetujui untuk ditindaklanjuti. Dampak dan konsekuensi serta akibat yang mungkin timbul 3. harus diberikan kebebasan dan waktu yang cukup namun wajar untuk melakukan kajian dan analisa. Informasi yang harus tersedia juga harus meliputi informasi semua aspek. Setiap usul inisiatif untuk melakukan Pengadaan Barang dan Jasa harus ditindaklanjuti dengan kajian tentang alasan dan latar belakang dari usul tersebut. Tahapan ini penting artinya. . termasuk tentang kemungkinan timbulnya dampak atau akibat dari adanya Pengadaan Barang dan Jasa. Tim harus diketuai oleh Direktur Utama/Ketua Pengurus. karena harus dapat menentukan dengan tepat dan logis urgensi dari Pengadaan Barang dan Jasa yang diusulkan Sesuai dengan tingkat urgensi dan besarnya Nilai Barang dan Jasa yang menjadi obyek usulan. Usul inisiatif yang dinilai tidak atau belum waktunya ditindaklanjuti harus segera dinyatakan selesai dan ditutup. waktu dan tenaga.

Perkiraan harga yang wajar dari Barang atau Jasa. 6. pertimbangan. yang dengan cermat harus memperhatikan serta mempertimbangkan faktor-faktor :  Jasa. atau rekomendasi.  prasarana yang ada untuk pelaksanaannya. PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA Walaupun Pengadaan Barang dan Jasa pada dasarnya harus dilakukan sesuai dengan Arahan Investasi dan atau Rencana Kerja dan Anggaran. Hasil pembahasan dan kajian akan dibuat dalam bentuk pilihan atau alternatif usul. maksud dan tujuan. yang akan dibahas dalam penentuan alternatif atau pilihan usul kepada Pendiri. dan rekomendasi yang dibuat dan diajukan harus dibahas dan dikaji secara lengkap. VIII.Hasil kajian dan analisa disusun dalam bentuk pendapat.     Kejelasan dan detail spesifikasi. 5. dan mendalam. Tahap Penyusunan Alternatif atau Pilihan Usul Keputusan Semua pendapat. serta kegunaan dari Pengadaan Barang dan dan Jasa. Tahap Perumusan dan Penetapan Usul Kerangka usul Pengadaan Barang dan Jasa yang telah disusun selanjutnya ditetapkan sebagai usul yang diajukan kepada Pendiri untuk memperoleh persetujuan. Pembahasan dan kajian harus dilakukan dengan memperhatikan acuan dasar sebagaimana yang ditetapkan dalam Pedoman Kebijakan Pengambilan Keputusan. Butir-butir tentang tatacara dan rencana pelaksanaan Pengadaan Barang Kesiapan dan kemampuan semua jajaran Dana Pensiun dan sarana serta Alasan. Pendiri dapat melimpahkan pemberian persetujuan atas usul Pengadaan Barang dan Jasa yang diajukan Pengurus kepada Dewan Pengawas. kualitas dari Barang dan Jasa. menyeluruh. jumlah. . serta bentuk persetujuan Pendiri lainnya. Perkiraan biaya dan pengeluaran lain yang diperlukan. namun pelaksanaannya tetap merupakan sebuah tindakan yang menyebabkan adanya perubahan komposisi Kekayaan Dana Pensiun. pertimbangan. Penetapan dan pengajuan Usul untuk melakukan Pengadaan Barang dan Jasa kepada Pendiri dilakukan oleh Pengurus.

atau oleh Direktur Bidang. melibatkan berbagai pihak. pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa harus dilakukan dengan penetapan sebuah Keputusan oleh Pengurus. dan dapat berlangsung dalam jangka waktu cukup lama. Pengurus dapat menetapkan Tim yang melakukan persiapan Pengadaan Barang dan Jasa untuk meneruskan kegiatannya dalam pembahasan dan pengkajian untuk   . kordinator persiapan mengajukan usul kepada Pengurus melalui Direktur Bidang. dan melalui persiapan yang cermat dan matang. harus segera diikuti dengan menetapkan tatacara atau prosedur pelaksanaannya. Tahap Persiapan Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa sebagaimana yang telah disetujui oleh Pendiri harus dapat berjalan dengan baik. Tahap penetapan tatacara atau prosedur pelaksanaan Setelah Keputusan untuk melaksanakan Pengadaan Barang dan Jasa ditetapkan oleh Pengurus. tahap persiapan ini dapat dilakukan oleh sebuah Tim yang dikordinir oleh Manajer Bagian yang bersangkutan. Dalam beberapa hal. Setelah segala sesuatunya dinilai cukup dan siap. pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa tersebut memerlukan serangkaian kegiatan yang cukup banyak dan kompleks. dan sasaran yang ditetapkan dapat dicapai. Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa harus berjalan secara bertahap. yang terdiri dari : 1.Oleh karena itu. 2. Persiapan tersebut meliputi antara lain :     Memperhitungkan jadwal waktu pelaksanaan proses Mempelajari ketentuan-ketentuan perundang-undangan dan peraturan lainnya Melakukan kajian atas situasi dan perkembangan pasar. Oleh karena itu. untuk memperoleh keputusan dan persetujuan pelaksanaannya. pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa harus dilakukan berdasarkan penetapan Keputusan Pengurus. Menyiapkan sarana dan perangkat yang diperlukan atau harus disesuaikan Menyiapkan jajaran Dana Pensiun yang akan terlibat didalam proses Kesiapan jajaran Dana Pensiun untuk penggunaan barang dan jasa Sesuai dengan urgensinya.

Tim Pelaksana Pengadaan Barang dan Jasa harus bekerja berdasarkan batasan dan ketentuan yang ada dalam persetujuan yang telah diberikan oleh Pendiri atau Dewan Pengawas. yang diharapkan dapat menjanin bahwa pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa dapat berjalan dengan baik. serta kualitas dan penyerahan barang dan jasa Batasan waktu pelaksanaan pada masing-masing tahap Sistim atau prosedur Pengadaan/Pembelian Pihak-pihak yang dilibatkan Persyaratan bagi calon penjual/rekanan Prosedur pengajuan penawaran Prosedur penilaian penawaran dan pemutusan pemenang (penjual) dan tatacara serta prosedur serta aspek lainnya. 3. Tahap pelaksanaan Keputusan yang telah diambil untuk melakukan Pengadaan Barang dan Jasa serta tatacara yang telah ditetapkan tidak akan ada manfaatnya apabila tidak dapat dilaksanakan dengan baik. antara lain :   Ketentuan perundang-undangan yang harus dipenuhi Batasan harga dan jenis. Keputusan dan kerangka pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa harus mendapatkan keputusan secara tertulis dari Pengurus. Tahap Pilihan Alternatif dan Penyusunan Kerangka Pelaksanaan Dalam tahap ini. Dalam tahap ini semua aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa harus benar-benar mendapatkan perhatian. semua alternatif dan pilihan dibahas lebih lanjut untuk memilih dan menetapkan pilihan yang terbaik. Pilihan yang terbaik tersebut harus dengan jelas dan lengkap terinci didalam bentuk kerangka pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa yang harus dijalankan. Tim Pelaksana ini dapat dikordinir oleh Direktur Bidang yang berkaitan.       . 4. yang selanjutnya bertindak sebagai Tim Pelaksana Pengadaan Barang dan Jasa. Pilihan yang ditetapkan dapat berupa hasil penggabungan atau perpaduan dari dua atau lebih alternatif dan pilihan yang ada.menetapkan tatacara. atau membentuk Tim yang baru yang lebih relevan. atau oleh Direktur Utama.

.Oleh karena itu. yang akan mengkordinir dan menjaga kelangsungan dan kelancaran jalannya semua proses. satu dan lain hal untuk memperoleh pemahaman yang tepat dan kesiapan dari semua jajaran Dana Pensiun yang berkaitan. dan diorganisir dengan sebaik-baiknya. PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA Berbagai tatacara dan prosedur pelaksanaan berikut :   Sifat dan karakter pisik dari barang atau jasa yang bersangkutan Jumlah dan nilai atau harga dari barang atau jasa yang bersangkutan Pengadaan Barang dan Jasa dapat ditetapkan oleh Dana Pensiun. tahap pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa sudah melibatkan pihak lain. berdasarkan pertimbangan atas beberapa aspek sebagai . pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa harus dilakukan dengan benar-benar mengikuti tatacara dan prosedur yang telah ditetapkan. 5. dan pihak-pihak lain yang terkait. sebelum semua putusan dan hasil yang dicapai dan diselesaikan dalam proses pelaksanaannya ditutup dengan penyelesaian transaksi dan penyerahan Hak Kepemilikan dan/atau Hak Pemakaian atas barang dan jasa yang bersangkutan. pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa perlu diawali dengan adanya sosialisasi atau pemberian penjelasan kepada jajaran Dana Pensiun yang terkait. dalam beberapa hal. tanah dan bangunan) dan barang tertentu lainnya masih harus melibatkan pihak tertentu diluar Dana Pensiun. Dalam beberapa hal. bangunan. Penyelesaian Pengadaan Barang dan Jasa secara tuntas ditandai dengan pembayaran harga jual atau honorarium/fee kepada penjual/rekanan atau penyedia jasa. Penyelesaian pemindahan Hak Kepemilikan dan Hak Pemakaian Aktiva Tetap berupa barang tak bergerak (tanah. Lebih lanjut. serta penyerahan (balik nama) atas Hak Kepemilikan atau Hak Pemakaian atas barang san jasa yang bersangkutan kepada Dana Pensiun. baik (calon) penjual/rekanan. IX. pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa perlu diselenggarakan dengan pembentukan sebuah Panitia atau Tim oleh Pengurus. Sehubungan dengan itu. Penyelesaian secara tuntas pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa harus segera dilaporkan oleh Pengurus kepada Pendiri dan/atau Dewan Pengawas. Tahap penyelesaian transaksi dan tindak lanjut Pengadaan Barang dan Jasa belum dapat dikatakan selesai.

pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa dapat dilakukan dengan berbagai tatacara pelaksanaan. perhatian.    Luasnya pasar dan banyaknya penawaran Pengalaman dan kompetensi yang dimiliki Dana Pensiun Batasan waktu untuk penyelesaian pelaksanaan proses Efektifitas dan efisiensi biaya. waktu. melalui iklan di media masa. dan sebagainya. sebagai berikut :  Pemberitahuan/pengumuman kepada calon Penjual/Rekanan Pemberitahuan atau pengumuman tentang rencana pengadaan Barang atau jasa dapat dilakukan dalam dua bentuk : o Dengan Pengumuman Pengadaan Barang/Jasa secara terbuka Pengumuman dilakukan secara terbuka. tersedianya penawaran/supply Barang atau Jasa bersifat khusus untuk pemakaian/penggunaan tertentu Supply dan Penawaran yang akan diterima diperkirakan akan beragam. Pnggunaannya barang atau jasa terbatas/khusus Terbatasnya/tidak adanya penawaran lain atas barang yang sejenis  Supply dan calon rekanan/penyedia terbatas   dipasar  Penawaran diperkirakan akan sesuai dengan sasaran harga yang . ditujukan kepada umum atau kalangan yang luas. dan tenaga Berdasarkan pertimbangan atas aspek-aspek diatas. antara lain karena  Nilai Barang dan Jasa cukup besar. komputer. yang pada umumnya :  Nilai Barang atau Jasa relatif kecil. Umumnya dilakukan untuk pengadaan barang atau jasa yang memiliki spesifikasi dan kegunaan tertentu berupa peralatan/mesin kantor. terbatas   Banyaknya penawaran atas barang yang sejenis dipasar  o Dengan Pengumuman Pengadaan Barang/Jasa Terbatas Pengumuman Pengadaan Barang/Jasa ditujukan secara langsung kepada lingkungan yang terbatas. Dilakukan apabila barang dan jasa yang diperlukan memiliki kemungkinan penawaran yang tidak/belum jelas. dalam beberapa hal mungkin kepada para pihakpihak tertentu yang memang memiliki kekhususan sebagai supplier atau penyedia barang atau jasa yang dimaksud. kendaraan.

 Pasar (lingkungan penjual/rekanan/penyedia jasa) terbatas  Proses Pengadaan sederhana dan mudah  Adanya faktor kerahasiaan dan penjagaan kepentingan Dana Pensiun o Pengadaan dilakukan dengan bantuan Agen Transaksi Pengadaan Barang dan Jasa dilakukan oleh Dana Pensiun sendiri. dengan pertimbangan karena adanya berbagai keterbatasan yang dimiliki Dana Pensiun. Bagaimanapaun bentuk dan cara pengumuman penawaran yang dilakukan. antara lain dalam hal  Kemampuan dan pengalaman untuk mengenal dan memahami pasar  Penyelesaian dokumen jual beli barang dan pengadaan jasa  Penyelesaian dokumen perpindahan Hak Kepemilikan  Keterbatasan waktu dan kompetensi Dana Pensiun o Pengadaan dilakukan sepenuhnya oleh/melalui Agen Transaksi Pengadaan Barang dan Jasa sepenuhnya diserhkan dan dilakukan oleh Agen. namun memperoleh atau menggunakan jasa Agen atau Perantara untuk proses dan kegiatan tertentu. Dana Pensiun harus memberikan kesempatan kepada calon rekanan/penyedia barang atau jasa untuk mengetahui dan memahami dengan baik keperluan Dana Pensiun dan spesifikasi serta kondisi barang dan jasa yang diperlukan serta semua syarat yang ada. pengumuman atau pemberitahuan Pengadaan Barang dan Jasa harus dilakukan secara tertulis dan transparan. berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa  Pelaksana Pengadaan Barang dan Jasa : Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa dapat dilakukan oleh pihak-pihak sebagai berikut : o Pengadaan dilakukan sepenuhnya oleh Dana Pensiun Transaksi Pengadaan Barang dan Jasa sepenuhnya dilakukan oleh Dana Pensiun sendiri. dengan pertimbangan :  Jumlah dan nilai Barang dan Jasa relatif kecil.  Cara/Sistim Penjualan/Pelepasan : o Pengadaan dibawah tangan .ditetapkan.

bahwa para penawar atau calon penjual/rekanan . atas dasar kondisi pengadaan barang atau jasa tertentu yang sama pula. Dana Pensiun menetapkan kebijakan untuk melakukan setiap lelang dengan secara terbuka dan transparan. melalui masa uji coba.  Barang atau Jasa dengan Nilai (Harga) Pasar yang relatif sulit diperkirakan  Kemungkinan adanya berbagai penawaran dengan harga yang variatif. sepenuhnya berdasarkan keyakinan Dana Pensiun sendiri. Terlepas dari tatacara dan sistim Pengadaan yang dilakukan. Demikian pula halnya dengan Jasa. o Pengadaan Melalui Lelang Penjualan melalui lelang dilakukan sendiri atau menggunakan jasa Pihak lain. dimana para calon penjual/rekanan/penyedia jasa melakukan penawaran pada waktu yang sama. dalam pelaksanaanya Tim pelaksana harus dapat memastikan. Apabila dianggap perlu. Pembayaran secara angsuran (bertahap) diperlukan untuk barang tertentu. penjual/rekanan/penyedia jasa ditentukan sendiri oleh Dana Pensiun dengan pertimbangan dapat memenuhi kepentingan Dana Pensiun sebagai pembeli barang atau pemakai barang dan jasa. dengan perlakukan yang sama dan adil kepada semua calon penjual/rekanan atau penyedia jasa. hanya akan diakui penyerahannya kepada Dana Pensiun secara bertahap. Penjualan lelang dilakukan untuk  Barang atau jasa dengan rekanan/penyedia jasa yang relatif banyak.  Cara Pembayaran : Dana Pensiun dapat menerapkan pembayaran pengadaan barang atau jasa dengan secara tunai maupun angsuran. Pengurus dapat mengubah atau memperluas keanggotaan Tim. atau berdasarkan termin (tahapan) tertentu. sesuai dengan banyaknya tugas dan kegiatan yang harus dilakukan. yang penggunaannya oleh Dana Pensiun bersifat bertahap. yang sesuai dengan penggunaannya. Penyelenggaraan pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa harus dilakukan oleh Tim yang telah dibentuk sejak awal.Pengadaan barang dan jasa dibawah tangan dilakukan secara langsung. yang telah merumuskan tatacara Pengadaan Barang dan Jasa.

Penetapan pemenang lelang atau penawar (calon penjual/rekanan) harus dilakukan dengan wajar. Penetapan pemenang lelang dan calon pembeli harus dibuat secara tertulis. Dalam hal diperlukan. obyektif. pembukaan dokumen penawaran tertutup tersebut harus dilaksanakan secara terbuka dan transparan. namun dalam hal melalui lelang. Dalam hal terjadi perubahan dan perkembangan. dan semua dokumen penawaran yang diterima memenuhi syarat tersebut. Kewenangan untuk menetapkan spesifikasi. dengan disaksikan oleh paling sedikit 2 (dua) orang Saksi diluar Dana Pensiun. kualitas/mutu Barang dan Jasa juga harus diperhitungkan secara wajar. jumlah. Persyaratan untuk itu dengan jelas harus dicantumkan didalam dokumen pengumuman penjualan. dan dengan sepenuhnya memperhatikan ketentuan perundangundangan atau peraturan lainnya yang berlaku. PENETAPAN SPESIFIKASI. fitur. dan diungkapkan secara transparan. dan kualitas barang dan jasa berada pada Pengurus Dana Pensiun. X. Pengurus dapat meminta bantuan dari Pihak Ketiga atau Mitra Kerja dalam penetapan spesifikasi. jumlah dan kualitas dari Pendiri Spesifikasi dan fitur dari Barang dan Jasa yang akan dilaksanakan pengadaannya harus benar-benar sesuai dengan keperluan penggunaannya oleh Dana Pensiun. DAN KUALITAS Penetapan spesifikasi. dan memiliki kapasitas untuk itu. JUMLAH. Selanjutnya. dan kualitax Barang dan Jasa yang akan . Dalam hal harus diadakan penyesuaian atau customization. dan kualitas dalam Pengadaan Barang dan Jasa harus mengacu kepada patokan yang ditetapkan dalam persetujuan yang telah diberikan oleh Pendiri.dan penyedia jasa adalah benar-benar pihak atau Badan Hukum yang sah. harus diperhitungkan secara cermat biaya dan beban serta pengorbanan lainnya yang harus ditanggung Dana Pensiun. jumlah. fitur. yang harus dilaksanakan dengan rekomendasi dan pertimbangan dari jajaran Dana Pensiun yang berkaitan. Dana Pensiun hanya melakukan Pengadaan Barang dan Jasa dengan sistim penawaran yang diajukan secara tertutup. jumlah. dan sesuai dengan keperluan dan kemampuan serta kepentingan Dana Pensiun. Dengan demikian efektifitas dan efisiensi penggunaan Barang dan Jasa menjadi acuan dasar dari penetapan spesifikasi dan fitur dari Barang dan Jasa. harus segera dilaporkan oleh Pengurus untuk dimintakan persetujuan perubahan patokan spesifikasi. tidak berlebihan.

dilaksanakan pengadaannya. PENETAPAN HARGA PENGADAAN BARANG DAN JASA Penetapan harga Pengadaan Barang dan Jasa harus mengacu kepada patokan harga yang ditetapkan dalam persetujuan yang telah diberikan oleh Pendiri. o Sesuai dengan ketetapan Pendiri. . Sehubungan dengan itu. penetapan harga tersebut harus selalu memperhatikan tingkat kegunaan dan efektifitas penggunaan barang dan jasa dan nilai dari keuntungan/kemudahan yang akan diperoleh. harus dilakukan dengan pertimbangan efisiensi dan efektifitas yang mendalam. o Dalam hal diperlukan.  Wewenang penetapan harga Pengadaan Barang dan Jasa : o Penetapan harga Pengadaan Barang dan Jasa menjadi wewenang Pengurus.000. semua bagian kekayaan yang dimiliki oleh Dana Pensiun harus dapat memberikan nilai dan manfaat yang setinggi mungkin untuk pencapaian Tujuan penyelenggaraan Program Pensiun.  Dasar-dasar Penetapan harga dalam Pengadaan Barang dan Jasa Selanjutnya. penetapan harga dalam Pengadaan Barang dan Jasa diatas jumlah sebesar Rp. 500. XI.000 (Limaratus juta Rupiah) harus mendapatkan persetujuan dari Pendiri. yang berpengaruh pada kelancaran penyelenggaraan Tata Kelola dan Pendapatan atau Biaya Operasionil. atas usul Pengurus. dan memperhatikan pertimbangan dari Direktur Bidang yang berkaitan. penetapan harga dalam pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa bagi keperluan Dana Pensiun. berdasarkan usul dan rekomendasi dari Manajer Bagian yang bersangkutan. penetapan harga dalam Pengadaan Barang dan Jasa juga harus didasarkan kepada pertimbangan dan perhitungan dari keberadaan barang dan jasa tersebut sebagai komponen Kekayaan Dana Pensiun yang diperlukan untuk menunjang dan melaksanakan kegiatan Tata Kelola. o Penetapan harga Pengadaan Barang dan Jasa dilakukan melalui Rapat Pengurus. berdasarkan kajian atas semua aspek dan informasi yang ada. Dalam hal terjadi perubahan dan perkembangan. harus segera dilaporkan oleh Pengurus untuk dimintakan persetujuan perubahan patokan harga dari Pendiri Memperhatikan pengertian pokok tentang Kekayaan Dana Pensiun sebagai penyediaan dana untuk pembayaran Manfaat Pensiun. Dengan demikian. Pengurus dapat menunjuk dan menggunakan jasa Pihak Ketiga untuk menetapkan harga dalam Pengadaan Barang dan Jasa.

sebelum semua kewajiban pajak diselesaikan. Ada tidaknya keharusan untuk melakukan penyesuaian spesifikasi Penetapan harga harus mempertimbangkan berbagai aspek lainnya. Kewajiban pajak yang melekat pada Aktiva Tetap antara lain berupa :    Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas Tanah. Pelaksanaan transaksi Pengadaan Barang dan Jasa akan mengalami kesulitan atau tidak dapat dilaksanakan. yang berlaku pada pemilikan dan penggunaan Barang dan Jasa yang bersangkutan.Lebih lanjut. PAJAK DAN PUNGUTAN LAINNYA Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa harus dilakukan dengan selalu memperhatikan keharusan untuk penyelesaian kewajiban perpajakan dan berbagai pungutan lainnya. antara lain : o jasa. o o barang dan jasa dengan kepentingan Dana Pensiun (customization). harus dapat diyakini oleh Dana Pensiun. Tanah dan Bangunan Pajak Kendaraan Bermotor Pajak Pertambahan Nilai (Ppn) yang mungkin masih terhutang . Pada satu sisi. XII. Nilai (harga) dan biaya sekarang untuk pengadaan barang dan jasa sejenis o o o Nilai (harga) dan biaya sekarang untuk pengadaan barang pengganti  Pertimbangan lainnya : Tingkat kemampuan pasar dan minat calon penjual/rekanan/penyedia Tersedianya barang sejenis atau barang pengganti di pasar. pemenuhan kewajiban perpajakan yang melekat pada Barang dan Jasa yang akan dibeli/dilaksanakan pengadaannya dan yang harus dipenuhi oleh penjual/rekanan/penyedia jasa. disamping pajak dan pungutan lainnya yang harus dibayar karena transaksi Pengadaan Barang dan Jasa itu sendiri. Bangunan. sesuai dengan ketetapan dan ketentuan perundang-undangan. penetapan harga Pengadaan Barang dan Jasa didasarkan pada : o Tingkat kepentingan dan keperluan Dana Pensiun atas Barang dan Jasa o o o Nilai (Harga) Perolehan Barang dan Jasa (termasuk biaya pengadaan) Nilai (Harga) Pasar Wajar Besarnya biaya dan beban operasional yang akan menjadi tanggungan Dana Pensiun untuk mempergunakan Barang dan Jasa yang bersangkutan Besarnya biaya pemeliharaan yang harus dikeluarkan.

semua aspek perpajakan dan kewajiban pembayaran pungutan lainnya harus terlebih dulu benar-benar dipahami untuk diselesaikan dan dipenuhi dengan baik. dsb) Biaya registrasi/administrasi untuk Instansi tertentu (Pemerintah Daerah dsb) . Dan pada sisi yang lain. dan oleh karena itu aspek efisiensi dan penghematan harus selalu diperhatikan. XIII. Kewajiban pajak yang timbul pada saat pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa adalah   Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas transaksi Pajak Penghasilan (PPh) yang harus dipungut dan dibayar untuk pembayaran komisi. terdapat pungutan lainnya yang mungkin harus diperhatikan pemenuhannya. prinsip umum yang harus dipegang teguh adalah bahwa setiap biaya yang harus dibayar akan berarti pengurangan atas kekayaan Dana Pensiun. dan lainnya. pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa itu sendiri juga tidak terlepas dari berbagai kewajiban pemenuhan berbagai pajak. juga terdapat biaya dan pengeluaran yang harus dibayar pada setiap pelaksanaan transaksi Pengadaan Barang dan Jasa. Berbagai biaya dan pengeluaran tersebut antara lain berupa :    Komisi untuk Agen Biaya penggunaan jasa pihak ketiga (Konsultan. Notaris/PPAT. Pungutan Bea Masuk dan pungutan lainnya untuk barang Impor. Untuk menghindari timbulnya kesulitan dan tambahan beban. Demikian pula halnya dengan Kewajiban Pembayaran Lainnya yang mungkin ada dan melekat pada Barang atau Jasa Aktiva yang bersangkutan. misalnya berupa Biaya Registrasi. Disamping itu. Dokumen pembayaran dan bukti pelunasan kewajiban pajak merupakan salah satu dokumen yang harus lengkap dan menyertai pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa. Premi Asuransi. Bagi Dana Pensiun. atau pembayaran lainnya karena penggunaan jasa pihak ketiga. Beban yang berupa pembayaran berbagai biaya pelaksanaan transaksi tersebut harus dengan jelas dan pasti diperjanjikan antara kedua belah pihak dalam transaksi. fee. yang berupa Bea Perolehan Hak atas Tanah. untuk transaksi Pengadaan Barang yang berupa tanah. BIAYA PENGADAAN BARANG DAN JASA Disamping pajak dan pungutan lainnya yang harus dikeluarkan dan dibayar sesuai dengan tarip yang telah ditetapkan secara umum berdasarkan peraturan perundangundangan.

Pengadaan Barang dan Lasa yang dilakukan terlalu dini atau terlambat mungkin akan tidak atau kurang tepat atau menjadi kurang efektif. sehingga dapat diperhitungkan dalam penetapan harga dalam Pengadaan Barang dan Jasa. jajaran Dana Pensiun harus selalu menghindari adanya pembayaran dan pungutan yang dapat dikategorikan sebagai tidak sah dan menyimpang.  Biaya pengiriman barang Dan sebagainya Semua pembayaran biaya sedapat mungkin sudah diketahui/diperkirakan dan diantisipasi sejak awal. dan ketepatan waktu didalam pelaksanaan proses pengadaannya sendiri. Sehubungan dengan itu. Sehubungan dengan itu. kebutuhan atau urgensi dari penggunaan barang atau jasa itu oleh Dana Pensiun juga dapat mengalami perubahan seiring dengan berjalannya waktu. Disisi yang lain. disamping efektifitas dan kegunaan dan dari barang dan jasa itu sendiri. karena barang atau jasa yang diperoleh sebenarnya belum sesuai dengan keperluan. Disatu sisi. dan barang atau jasa dapat digunakan sevara efisien dan efektif. KETEPATAN WAKTU PENGADAAN BARANG DAN JASA Ketepatan waktu dalam Pengadaan Barang dan Jasa sangat besar artinya bagi ketepatan pemilihan kualitas dan harga. Oleh karena itu. setiap saat dapat terjadi perubahan pada kualitas dan harga serta tersediannya pilihan. dengan selalu memperhatikan ketentuan-ketentuan yang ada didalam Pedoman/Kebijakan Kode Etik yang mengatur tentang hal itu. setiap pengadaan barang dan jasa harus dilaksanakan dengan memperhatikan : . Berkaitan dengan pembayaran berbagai biaya tersebut. untuk barang dan jasa tertentu. Ketepatan waktu Pengadaan Barang dan Jasa meliputi ketepatan waktu untuk membuat dan menetapkan keputusan tentang pengadaan barang dan jasa. atau tidak lagi diperlukan. setiap Pengadaan Barang dan Jasa harus dilakukan dengan benar-benar memperhatikan faktor waktu. bahkan tidak tertutup kemungkinan untuk menjadi sia-sia. XIV. agar supaya pengadaan barang dan jasa yang dilaksanakan benar-benar dapat memenuhi kebutuhan Dana Pensiun secara baik. Dokumen pembayaran dan bukti pelunasan pembayaran semua biaya tersebut merupakan salah satu dokumen yang harus lengkap dan menyertai pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa.

 Pengadaan Barang dan Jasa.  Ketersediaan sarana atau perangkat lainnya yang diperlukan untuk penerapan Pengadaan Barang dan Jasa tersebut.  Kesiapan dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan Pengadaan Barang dan Jasa. . serta batasan waktu untuk jalannya proses pengambilan keputusan. evaluasi dan kajian secara periodik terhadap perkembangan proses pengambilan atau penetapan keputusan untuk Pengadaan Barang dan Jasa. yang dilengkapi dengan jadwal pelaksanaan tahaptahap proses yang harus dilalui. serta batasan waktu yang ada bagi penyelesaian proses tersebut.  Kesiapan dari pihak-pihak yang berkaitan dengan pemakaian atau penggunaan dari barang atau jasa. dan sebagainya. Dana Pensiun menetapkan kebijakan untuk selalu mengusahakan. Sehubungan dengan pentingnya aspek kwtepatan waktu dalam Pengadaan Barang dan Jasa tersebut. yang tidak dapat direncanakan sebelumnya. dengan antara lain menerapkan :  Secara berkala menyusun dan menetapkan Daftar Prioritas tentang berbagai Menerapkan sistim dan pola perencanaan yang baku untuk setiap pelaksanaan barang dan jasa yang diperlukan dan harus dilakukan pengadaannya.  Melakukan monitoring. misalnya sarana untuk uji coba.  Pengadaan Barang dan Jasa. Tersedianya informasi yang lengkap dan tepat sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan tentang Pengadaan Barang dan Jasa. dan terhadap perkembangan proses pelaksanannya. agar setiap pengadaan barang dan jasa diambil dengan tepat waktu.  Secara khusus membentuk Tim dan menetapkan mekanisme untuk Pengadaan Barang dan Jasa yang harus dilakukan secara mendadak dan mendesak. terutama informasi tentang kesesuaian dan relevansi dari Pengadaan Barang dan Jasa dengan kebutuhan dan keperluan Dana Pensiun. sesuai dengan kebutuhan Dana Pensiun atas barang dan jasa yang bersangkutan.  Tersedianya waktu untuk melakukan persiapan dan pelaksanaan dari keputusan Kesiapan dari pihak-pihak yang berkaitan dengan proses pelaksanaan tentang Pengadaan Barang dan Jasa yang telah ditetapkan.

dengan pihak lain yang menjadi Mitra Kerja.Penerapan dari kebijakan tersebut harus ditunjang oleh kesiapan seluruh jajaran Dana Pensiun. bagaimanapun tingkat urgensi dan kegunaan barang atau jasa yang dibeli atau dilaksanakan pengadaannya. Dana Pensiun selalu berurusan dan menjalin perjanjian pengikatan dengan Mitra Kerja. Oleh karena itu. Dengan demikian. yang setiap saat diperlukan untuk pelaksaan Pengadaan Barang dan Jasa. Sehubungan dengan itu.  dengan kebutuhan untuk Pengadaan Barang dan Jasa. dan kemudian terikat dalam perjanjian sebagai penjual (barang) atau pemberi/penyedia (jasa).  Meneruskan semua informasi yang diperoleh kepada Manajemen. fungsi dan kedudukan.  Kesediaan dan kesiapan untuk setiap saat secara aktif terlibat didalam proses Pengadaan Barang dan Jasa. yang menyediakan barang atau jasa. yang dalam hal ini adalah Penjual. serta kontribusi yang harus diberikan. bagaimanapun besar atau kecilnya. baik internal mapun eksternal. serta peranan dari Mitra Kerja dalam pengadaan barang dan jasa sangat penting dan menentukan bagi Dana Pensiun. khususnya dalam hal :  Melakukan inventarisasi dan daftar prioritas Pengadaan Barang dan Jasa untuk Melakukan monitoring dan identifikasi atas semua informasi yang berkaitan masing-masing bidang kegiatan di Bagian atau Unit Kerjanya. atau Supplier/Pemasok. sesuai dengan fungsi dan wewenang. yang dipandang perlu untuk ditindaklanjuti dengan pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa.  Menyiapkan dan melengkapi tersedianya informasi pada masing-masing Bagian dan Unit Kerja. Rekanan. PENUNJUKAN MITRA KERJA/REKANAN Setiap pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pada hakekatnya merupakan sebuah perikatan antara Dana Pensiun sebagai pihak yang memerlukan barang atau jasa. setiap penetapan dan penunjukan Mitra Kerja harus dilakukan dengan benar dan hubungan antara Dana Pensiun dengan Mitra Kerja dalam pengadaan barang dan jasa harus diatur dan diselenggarakan sesuai dengan batasan – batasan yang . XV. yang kemudian terikat dalam perjanjian sebagai pembeli (barang) atau pengguna (jasa).

 Keahlian Penetapan dan penunjukan Mitra Kerja haus didasarkan pada kemampuan.  Legitimasi Beberapa barang dan jasa hanya dapat dibeli atau diperoleh dari Mitra Kerja tertentu yang secara khusus memperoleh ijin untuk itu dari yang berwajib (Pemerintah) atau sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Bidang Usaha Mitra Kerja merupakan pihak atau badan dan lembaga yang sesuai dengan kapasitas maupun legalitasnya memperoleh hak dan wewenang untuk menjalankan profesi atau bidang usaha tertentu. Penetapan dan penunjukan Mitra Kerja dalam pengadaan barang dan jasa dilakukan semata-mata untuk kepentingan kelancaran. Kepentingan Dana Pensiun tersebut dilatarbelakangi oleh hal – hal sebagai berikut :  Pengelolaan Risiko Penunjukan Mitra Kerja harus memperhitungkan. dengan acuan dasar : 1.ditetapkan didalam Pedoman/Kebijakan Penerapan Tata Kelola Dana Pensiun Yang Baik. Dana Pensiun menjamin tidak terjadinya diskriminasi demi terciptanya perlakuan yang adil.  Efisiensi dan efektifitas .  Profesi. dan sesuai dengan praktek – praktek hubungan kerja yang sehat. menilai dan mengukur besarnya risiko yang mungkin timbul dan yang dihadapi oleh Dana Pensiun pada berbagai bidang. 2. kompetensi dan keahlian pada bidang tertentu dari Mitra Kerja. obyektif. jujur. keamanan serta keberhasilan pelaksanaannya. Lebih penting dari itu. Pemenuhan kepentingan kedua belah pihak (Dana Pensiun dan Mitra Kerja) atas dasar prinsip saling menguntungkan. yang memungkinkan dilakukannya penunjukan oleh Dana Pensiun sebagai Mitra Kerja yang tepat. berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa. penunjukan Mitra Kerja juga dimaksudkan untuk mengurangi dan membatasi kemungkinan terealisirnya potensi risiko yang ada menjadi kerugian nyata. berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa yang akan dilakukan. kebenaran.

penggunaan jasa dan kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengadaan barang dan jasa dilakukan semata-mata untuk kepentingan kelancaran. PENGGUNAAN JASA PIHAK KETIGA Disamping Mitra Kerja atau Rekanan. kontrak. obyektif. antara lain : 1. dan penggunaan jasa Pihak Ketiga. 2. kebenaran. pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tertentu dimungkinkan (atau harus) dilakukan dengan melibatkan atau memerlukan bantuan. XVI. jujur. Kepentingan Dana Pensiun tersebut dilatarbelakangi oleh hal – hal sebagai berikut :  Pengelolaan Risiko Penggunaan jasa Pihak Ketiga diperlukan dalam memperhitungkan. berdasarkan perjanjian. penunjukan dan penetapan Mitra Kerja harus dilakukan sesuai dengan tatacara dan prosedur yang baku serta sesuai dengan ketentuan yang diatur tersendiri didalam Pedoman/Kebijakan Penerapan Tata Kelola Dana Yang Baik serta semua Pedoman Operasionil yang berkaitan. penggunaan jasa Pihak Ketiga harus diselenggarakan dengan resmi. kerjasama. Sehubungan dengan itu. Penggunaan jasa tersebut semata-mata didasarkan kepada pemenuhan kepentingan keduabelah pihak atas dasar prinsip saling menguntungkan. Penunjukan dan penetapan Mitra Kerja tersebut juga harus dilakukan berdasarkan ketentuan dan pedoman yang berlaku secara umum sesuai ketentuan perundangundangan. Hubungan antara Dana Pensiun dengan Pihak Ketiga dalam pengadaan barang dan jasa harus diatur dan diselenggarakan sesuai dengan batasan – batasan yang ditetapkan didalam Pedoman/Kebijakan Penerapan Tata Kelola Dana Pensiun Yang Baik. Disamping itu. keamanan serta keberhasilan pelaksanaannya. Dana Pensiun menjamin tidak terjadinya diskriminasi demi terciptanya perlakuan yang adil. atau dokumen perikatan lainnya sebagaimana yang lazim berlaku.Penetapan dan penunjukan Mitra Kerja harus dilakukan berdasarkan perhitungan pencapaian efisiensi dan efektifitas yang optimal. menilai dan mengukur besarnya risiko yang mungkin timbul dan yang dihadapi oleh Dana . Bagi Dana Pensiun. dan sesuai dengan praktek – praktek hubungan kerja yang sehat.

atau dokumen pemberian perintah kerja sebagaimana yang lazim berlaku. berdasarkan perjanjian. kompetensi dan keahlian pada bidang tertentu.Pensiun pada berbagai bidang.  Profesi Pihak Ketiga penyedia/pemberi jasa tertentu memang merupakan pihak atau badan yang sesuai dengan kapasitas maupun legalitasnya memperoleh hak dan wewenang untuk menjalankan profesi tertentu.  Keahlian Penggunaan jasa Pihak Ketiga juga seringkali diperlukan mengingat Organ Dana Pensiun sendiri tidak memiliki kemampuan. kontrak.bidang dan kegiatan serta fungsi yang ada pada Dana Pensiun tidak memungkinkan untuk dapat melaksanakan semua tuntutan kegiatan yang harus dipenuhi dalam rangka pengadaan barang dan jasa. yang tidak dimiliki oleh Dana Pensiun. penunjukan dan penetapan pihak ketiga harus dilakukan sesuai dengan tatacara dan prosedur yang baku serta sesuai dengan ketentuan yang diatur tersendiri didalam Pedoman/Kebijakan Penerapan Tata Kelola Dana Yang Baik serta semua Pedoman Operasionil yang berkaitan. penggunaan jasa Pihak Ketiga harus diselenggarakan dengan resmi. penggunaan jasa Pihak Ketiga juga dimaksudkan untuk mengurangi dan membatasi kemungkinan terealisirnya potensi risiko yang ada menjadi kerugian nyata. Disamping itu. Penunjukan tersebut juga harus dilakukan berdasarkan ketentuan dan pedoman yang berlaku secara umum sesuai ketentuan perundang-undangan. .  Efisiensi dan efektifitas Penggunaan jasa Pihak Ketiga harus dilakukan berdasarkan perhitungan pencapaian efisiensi dan efektifitas yang optimal.  Legitimasi Beberapa jasa dan pelayanan hanya dapat dilakukan oleh Pihak Ketiga yang secara khusus memperoleh ijin untuk itu dari yang berwajib (Pemerintah). Sehubungan dengan itu. atau oleh pihak yang lain. Lebih penting dari itu. berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa yang akan dilakukan. berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa. Bidang .

Demikian pula dokumen tentang Spesifikasi Teknis. Makelar. Pemberi Jasa Lainnya      . 3. akan sangat diperlukan bagi penunjang dan bukti Kepemilikan maupun penggunaannya oleh Dana Pensiun. Konsultan. baik dengan bekerja sendiri atau bekerja dengan (bersama) Dana Pensiun. Didalam dokumen tentang Barang. Perantara XVII. Pemberi dan penyedia jasa Pihak Ketiga dan pihak – pihak lainnya yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa pada dasarnya terdiri dari beberapa kelompok. Regulator dan Instansi Pemerintah     Badan Pertanahan Nasional Pemerintah Daerah (Dinas Terkait) Pengadilan Negeri Kepolisian. Advisor (Penasehat)     Perusahaan dan Biro Konsultan Penasehat Hukum Konsultan Pajak Akuntan Publik Perusahaan Penilai/Appraisal Notaris. juga termasuk dokumen tentang cara penggunaan (User Manual) dan kemungkinan untuk melakukan upgrading atau peningkatan kapasitas dan spesifikasi. Hak Kepemilikan dan Hak Pemakaian Barang dan Jasa yang bersangkutan. 2. dan harus dikelola dengan sebaik-baiknya.Pemberi jasa dapat berupa perorangan atau perusahaan yang melakukan pekerjaan atau memberikan jasa untuk kepentingan Dana Pensiun. Pejabat Pembuat Akta (PPAT) Kantor (Balai) Lelang Biro Iklan Agen Pembelian/Penjualan. antara lain terdiri dari : 1. DOKUMENTASI DAN PELAPORAN Dokumentasi dari pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa merupakan dokumen penting bagi Dana Pensiun.

Disamping itu. 2. Dokumentasi Proses Pengadaan Barang dan Jasa Disamping dikumen tentang Hak Kepemilikan dan Hak Pemakaian atas barang dan . penelitian dan pengecekan terhadap kelengkapan dan kebenaran dokumen – dokumen tersebut harus dilakukan melalui pihak – pihak yang berkaitan. untuk menghindari adanya penggantian atau berkurangnya kelengkapan dan kebenaran dokumen. sehingga terhindar dari tuntutan pihak lain. selama berlangsungnya proses pengadaan. yang harus ada secara lengkap dan benar. sebagai dokumen penunjang pencatatan (Akuntansi). yang akan membawa konsekuensi kerugian finansial. penelitian terhadap kelengkapan dan kebenaran dokumentasi tersebut harus dilakukan. atau Pemerintah Daerah untuk kelengkapan dokumen Ijin Mendirikan Bangunan. 1. Dalam hal dipandang perlu. pada saat proses Pengadan barang dan jasa selesai dilaksanakan. Dokumen Hak Penggunaanatau Hak Pemakaian. Dokumentasi Kepemilikan Barang dan Jasa Semua Barang dan Jasa yang didapat dari proses Pengadaan Barang dan Jasa harus dilengkapi dengan dokumen yang cukup dan syah tentang Hak dan Bukti Kepemilikan atau Hak Pemakaiannya. semua dokumen tersebut sejauh mungkin harus tetap berada dalam pengawasan Dana Pensiun. Bisa berupa bukti pembelian/pengadaan. Dengan demikian.Semua dokumen tersebut juga diperlukan sebagai bukti pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa. Semua dokumen tersebut harus dikelola dengan tertib dan aman. Jaminan Bebas dari tuntutan pihak lain. Sebelum dilakukan persetujuan atas Pengadaan Barang atau Jasa. yang mungkin akan memakan waktu. dan sebagainya. sesuai dengan aturan dan ketentuan yang diatur dan ditetapkan tersendiri didalam Pedoman/Kebijakan Sistim Dokumentasi dan Pedoman Operasionalnya. misalnya Kantor Badan Pertanahan untuk Aktiva Tetap berupa tanah. Dokumen Hak Milik. Keberadaan Aktiva Tetap yang setiap saat dimiliki sebagai bagian dari Kekayaan Dana Pensiun. dsb. harus ditunjang dengan kelengkapan dokumen dan surat-surat bukti (Hak) Kepemilikan dan dokumen asal usul yang sah menurut ketentuan Perundangundangan. kelengkapan dokumen tersebut tidak lagi menjadi masalah. Kurang lengkap dan kurang tertibnya pengelolaan dokumen – dokumen tersebut dapat menimbulkan masalah dan kesulitan bagi Dana Pensiun.

maupun biaya. semua tahap dan perkembangan dari proses pengadaan barang dan jasa tersebut juga harus dicatat dan didokumentasikan dengan baik dan tertib. untuk setiap saat dapat diketahui perkembangan dan tahap penyelesaiannya. tenaga. pengadaan barang dan jasa tersebut merupakan tindakan yang mengakibatkan beralihnya komposisi kekayaan Dana Pensiun. sehingga semua tahap dan perkembangan pelaksanaannya harus dapat dinyatakan dan dipertanggungjawabkan sebaik-baiknya kepada Pendiri mapun Peserta dan Pihak Terkait lainnya. 3. Apalagi dalam hal pelaksanan tindakan yang mengakibatkan perubahan komposisi atau berkurangnya jumlah Kekayaan. sesuai dengan aturan dan ketentuan yang diatur dan ditetapkan tersendiri didalam Pedoman/ Kebijakan Sistim Kearsipan Dana Pensiun dan Pedoman Operasionilnya. Penerapan Sistim Pelaporan tersebut sangat diperlukan.Jasa yang harus lengkap dan benar dan sesuai dengan ketentuan perundangundangan dan peraturan lainnya. Pelaporan Semua kegiatan yang dilakukan oleh Dana Pensiun ada sistim pelaporannya. perhatian. Disamping itu. baik secara berkala selama berlangsungnya proses. Disamping itu. berkaitan dengan adanya perubahan dan perkembangan dari keberadaan Barang dan Jasa. untuk dapat menetapkan kebijakan dan melakukan tindakan tertentu yang dianggap perlu. Semua dokumen tersebut harus dikelola dengan tertib dan aman. bagaimanapun juga. Semua dokumen yang ada dan dibuat selama berjalannya proses pengadaan barang dan jasa sangat diperlukan sebagai dokumen penunjang atas tindakan yang mengakibatkan adanya perubahan dalam pencatatan dan akuntansi Dana Pensiun. baik untuk keperluan Internal maupun Eksternal. Pengurus setiap saat harus dapat mengikuti dan mengetahui perkembangan dari pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa. maupun laporan akhir. Semua kegiatan pengelolaan dokumen Pengadaan Barang dan Jasa dan pelaporan . Dengan demikian keseluruhan proses dapat berjalan dengan efektif dan dapat dicegah adanya pemborosan baik dalam bentuk waktu. sangat penting artinya. Semua dokumen dan surat-surat berkaitan dengan tahap – tahap pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang harus didokumentasikan sejak awal. Pengurus bertanggungjawab untuk melaporkan semua pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa kepada Pendiri/Dewan Pengawas.

Untuk melakukan penetapan harga dalam Pengadaan Barang dan Jasa tertentu. dengan kordinasi dan pembinaan oleh Direktur Bidang masing-masing. Dalam hal diperlukan. Pengurus juga pemegang wewenang tertinggi didalam penetapan tatacara Pengadaan Barang dan Jasa. sesuai dengan aturan dan ketentuan yang diatur dan ditetapkan tersendiri didalam Pedoman/Kebijakan Penerapan Tata Kelola Dana Pensiun. Dalam kedudukannya sebagai penanggungjawab dan kordinator pelaksanaan penerapan operasionil Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa. XVIII.pelaksanaannya harus diselenggarakan dengan tertib. termasuk dalam hal efektifitas dan efisiensi dari pengadaan dan penggunaan Barang dan Jasa yang harus dibiayai dengan sebagian dari Kekayaan Dana Pensiun Lebih lanjut. 2. Direktur Bidang Tanggung jawab pelaksanaan dan penerapan Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa pada hakekatnya berada pada semua tingkat pada masing-masing bidang kegiatan. atas usul Pengurus melalui Dewan Pengawas. Pengurus : Pengurus setiap saat harus selalu menempatkan kepentingan keberhasilan Pendanaan sebagai orientasi dasar dan pedoman dari pelaksanaan semua kegiatan Dana Pensiun secara menyeluruh. Semua keputusan Pengurus dalam hal Pengadaan Barang dan Jasa harus dibuat melalui Rapat Pengurus. KEWENANGAN DAN TANGGUNGJAWAB 1. masingmasing Direktur Bidang wajib : . termasuk penetapan sistim pengadaan yang digunakan dan penetapan harga serta biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Pengurus berwenang dan bertanggungjawab terhadap penetapan rencana Pengadaan Barang dan Jasa dan terhadap koordinasi pelaksanaannya. Pengurus juga berwenang dan bertanggungjawab untuk menetapkan keputusan tentang penggunaan jasa Pihak Ketiga dalam Pengadaan Barang dan Jasa . Untuk maksud tersebut. Pendiri menetapkan batasan – batasan dan ketentuan-ketentuan yang berkaitan. Pengurus dapat melimpahkan kewenangan dalam pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa kepada seorang Direktur Bidang atau kepada lebih dari satu Direktur Bidang secara bersama – sama. Pengurus harus memperoleh persetujuan dan/atau ijin dari Pendiri atau Dewan Pengawas. dan Pedoman/Kebijakan Sistim Kearsipan Dana Pensiun.

Direktur Bidang Umum Direktur Bidang Umum bertanggungjawab untuk selalu mengawasi. dan Pedoman Operasional pada masing-masing Bagian dibidangnya untuk selalu disesuaikan dan diselaraskan dengan ketentuan – ketentuan dalam Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa. Direktur Bidang Umum juga bertanggungjawab melakukan perbaikan serta penyesuaian ketentuan – ketentuan dalam Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa.  yang  Penerapan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Dana Pensiun.  Memberikan masukan kepada Pengurus dan/atau Direktur Bidang yang lain guna penyempurnaan Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa serta Pedoman Operasionalnya. kelancaran dan perkembangan perhitungan serta pembayaran harga. kelancaran seluruh proses dan efektifitas serta efisiensinya. yang pada dasarnya harus selalu menempatkan faktor keamanan dana dan kekayaan Dana Pensiun. Mengawasi dan memeriksa kebenaran.  Kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan dan peraturan lainnya. Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa pada masing-masing Bagian yangmenjadi bidangnya. khususnya berkaitan dengan Pengadaan serta penggunaan Barang dan Jasa. dan biaya yang timbul dalam Pengadaan Barang dan Jasa. berkaitan dengan perubahan dan perkembangan yang selalu terjadi. 3. berdasarkan persetujuan Pengurus.  Membina hubungan dan kerjasama dengan Pendiri (Pemberi Kerja) beserta semua Unit Kerjanya berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa. Direktur Bidang Umum secara khusus bertanggungjawab terhadap :  Pemeliharaan dan keamanan dokumentasi Hak Kepemilikan dan Hak Pemakaian Aktiva Tetap dan dokumentasi proses Pengadaan Barang dan Jasa. .  Melakukan review dan evaluasi serta melakukan revisi dan penyesuaian serta penyempurnaan butir-butir Pedoman/Kebijakan.  Pengawasan atas pelaksanaan penggunaan jasa Pihak Ketiga dalam Pengadaan Barang dan Jasa. kebenaran. memonitor dan melakukan evaluasi atas seluruh teknis pelaksanaan kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa.

berdasarkan pertimbangan dan alasan yang obyektif dan pengamanan terhadap kemungkinan timbulnya risiko. . sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan perubahan serta perkembangan yang terjadi.  Bertanggungjawab terhadap kebenaran pencatatan dan akuntansi semua penerimaan dan pembayaran yang berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa. terutama Manajer Bagian Umum.  Berkordinasi dengan para Manajer Bagian yang lain dan Pimpinan Unit Kerja Dana Pensiun lainnya. kebenaran dan keamanan dokumen. terutama Manajer Bagian Akuntansi.  Membina dan melakukan hubungan baik serta kordinasi dengan Unit Kerja Pendiri berkaitan dengan masalah pengelolaan Barang dan Jasa. Manajer Bagian Akuntansi  Bertanggungjawab secara khusus atas kebenaran pencatatan dan akuntansi Barang dan Jasa..  Melakukan analisa dan mengusulkan serta membuat rekomendasi tentang kelengkapan dan kecukupan Barang dan Jasa untuk keperluan Operasionil.  Mengevaluasi tingkat kecukupan serta kelengkapan Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa dan Pedoman Operasionilnya. Manajer Bagian Umum/Logistik  Mengkordinir pelaksanaan semua kegiatan pengelolaan Aktiva Operasionil. Manajer Satuan Pengawasan Intern  Bertanggungjawab melakukan audit internal dengan selalu melakukan review dan evaluasi terhadap ketentuan-ketentuan penerapan prinsip-prinsip dalam Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa dan semua Pedoman Operasionil yang berkaitan. Membina hubungan dan kordinasi dengan Regulator dan Instansi lainnya Melakukan kordinasi dengan para Direktur Bidang lainnya. 6. 5. Membina hubungan dan melakukan sosialisasi tentang Pengadaan Barang yang berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa   dan Jasa dengan para Peserta dan Pensiunan 4.  Bertanggungjawab terhadap semua pelaksanaan teknis operasional berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa yang telah ditetapkan.  Berkordinasi dengan para Manajer Bagian yang lain dan Pimpinan Unit Kerja Dana Pensiun lainnya. termasuk memelihara kelengkapan.

6. Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa ini menetapkan Prinsip-Prinsip Pedoman/Kebijakan dari kegiatan pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa yang diterapkan di Dana Pensiun. peraturan atau ketentuan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dalam Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa ini akan diadakan penyesuaian. berpikir dan bertindak melaksanakan tugas dan pekerjaannya. PENUTUP  1. 2. Pendiri. yang berkaitan dengan pengelolaan Barang dan Jasa. Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa ini berlaku sejak penetapan berlakunya Pedoman/Kebijakan Penerapan Tata Kelola Yang Baik oleh . 3. 5. Ketentuan dan kaidah – kaidah dalam Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa yang disusun oleh Pengurus dan dinyatakan berlakunya oleh Pendiri ini menjadi dasar dan atau pedoman bagi seluruh Insan Dana Pensiun dan Pekerja dalam Unit Kerja Dana Pensiun dalam bersikap. dan Pengadaan Barang dan Jasa . melalui Direktur Utama. Apabila terjadi ketidak-laziman eksternal atau internal yang dinilai/dianggap dapat berdampak terhadap penetapan Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa dan Pedoman Operasionilnya. Pengurus dan seluruh jajaran manajemen Dana Pensiun bertanggung jawab didalam memberikan dukungan kepada jajaran Satuan Pengawasan Intern untuk menindak-lanjuti hasil pelaksanaan pengawasan. Perincian pelaksanaan dari Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa ini lebih lanjut dituangkan dalam bentuk Pedoman/Kebijakan berbagai bidang yang lain dan pedoman dan prosedur operasional yang ditetapkan dalam bentuk Buku Pedoman Operasional (BPO) masing-masing bidang 4. XIX. Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa ini diberitahukan dan disosialisasikan kepada semua jajaran Dana Pensiun. Manajer Satuan Pengawasan Intern bertanggung jawab untuk menyajikan hal-hal tersebut untuk mendapat perhatian Pengurus. Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Pedoman/Kebijakan Penerapan Tata Kelola Yang Baik yang berlakunya ditetapkan oleh Pendiri. Sebelum dinyatakan berlaku. Sejak berlakunya Pedoman/Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa ini maka seluruh kebijakan.

DANA PENSIUN ABCD PENGURUS (Direktur Utama) (Direktur) (Direktur) . ………………………….Jakarta..