P. 1
TRANSMISI

TRANSMISI

|Views: 15,669|Likes:
Published by Rian Gustomo Putro

More info:

Published by: Rian Gustomo Putro on Mar 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/02/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. PENGERTIAN UMUM
  • 1.2. FUNGSI TRANSMISI
  • 1.3.1. SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI (SUTET) 200 KV –500 KV
  • 1.3.2.SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) 30 KV –150 KV
  • 1.3.3.SALURAN KABEL TEGANGAN TINGGI (SKTT) 30 KV –150 KV
  • 1.3.4.SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) 6 KV –30 KV
  • 1.3.5. SALURAN KABEL TEGANGAN MENENGAH (SKTM) 6 KV –20 KV
  • 1.3.6. SALURAN UDARA TEGANGAN RENDAH (SUTR) 40 VOLT –1000 VOLT
  • 1.3.7. SALURAN KABEL TEGANGAN RENDAH (SKTR) 40 VOLT –1000 VOLT
  • 1.4.PERTIMBANGAN PEMBANGUNAN TRANSMISITEGANGAN TINGGI
  • 1.5. KETENTUAN JARAK AMAN/ RUANG BEBAS (ROW)
  • 2.1. PONDASI TOWER (TIANG)
  • 2.2.TEMBOK/ PASANGAN BETON/ PASANGAN BATU KALI PENAHAN TAPAK TOWER
  • 2.3.PATOK TANDA BATAS TANAH
  • 2.4.TOWER (TIANG) DAN PERLENGKAPANNYA
  • 2.5. KOMPONEN SIPIL PADA SKTT
  • 3.1. KONDUKTOR DAN PERLENGKAPANNYA
  • 3.2. INSULATOR STRINGS & FITTING
  • 3.3.1. KAWAT TANAH (GROUND WIRE) DAN PERLENGKAPANNYA
  • 3.3.2. PENTANAHAN TIANG
  • 3.3.3. JARING PENGAMAN (SAFETY NET)
  • 3.3.4. BOLA PENGAMAN (BALISTOR)
  • 4.1. KABEL TANAH
  • 4.2. SAMBUNGAN (JOINTING)
  • 4.3. PROSES PENGISIANMINYAK
  • 5.1. PERSIAPAN PEKERJAAN
  • 5.2. UITZET/ PEMATOKAN
  • 5.3. PEMASANGAN BOUWPLANK
  • 5.4. GALIAN TANAH
  • 5.5. URUG PASIR DAN LANTAI KERJA
  • 5.6. STUB SETTING DAN PEMASANGAN PENTANAHAN TIANG
  • 5.7. PEMBESIAN DAN PEMASANGAN BEKESTING
  • 5.8. PERSIAPAN COR PONDASI
  • 5.9. PELAKSANAANCOR PONDASI
  • 5.10. PEMBONGKARAN BEKESTING DAN URUG BALIK
  • 5.11. ERECTION TOWER
  • 5.12. FINISHING DAN PEKERJAAN LAIN-LAIN
  • 6.1. PERSIAPAN PEKERJAAN
  • 6.2. PEMASANGAN INSULATOR STRINGS
  • 6.3.1. PERSIAPAN UMUM
  • 6.3.2. PERSIAPAN PENARIKAN (PEMASANGAN PILOT WIRE)
  • 6.3.3. PROSES DAN PELAKSANAAN PENARIKAN KONDUKTOR & GROUND WIRE
  • 6.4.PENGATUBAN ANDONGAN (SAGGING)
  • 6.5.CLAMPING DAN PEMASANGAN ACCESORIES
  • 6.6. GAMBAR-GAMBAR PELAKSANAAN PEKERJAAN STRINGING SUTT
  • 6.7.PEKERJAAN FINISHING
  • 7.1. PENGERTIAN COMMISSIONING TEST
  • 7.2. RUANG LINGKUP COMMISSIONING TEST
  • 7.3. COMMISSIONING TEST PADA TRANSMISI
  • 7.4. PENGOPERASIAN TRANSMISI
  • 8.1. SERAH TERIMA PERTAMA
  • 8.2. MASA PEMELIHARAAN
  • 8.3. SERAH TERIMA KEDUA
  • 9.1. ASPEK MANAJEMEN
  • 9.2. KRITERIA KONTRAKTOR LISTRIK
  • 9.3. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

TRANSMISI

1.1. PENGERTIAN UMUM
Secara etimologis yang dimaksud transmisi adalah pengiriman; jaringan atau penyaluran. Sedangkan penyaluran dapat diartikan : proses;

perbuatan; cara menyalurkan.

Dalam konteks pembahasan ini, yang dimaksud transmisi (penyaluran) adalah penyaluran energi listrik, sehingga mempunyai maksud : proses dan cara menyalurkan energi listrik dari satu tempat ke tempat lainnya, misalnya : Dari pembangkit listrik ke gardu induk. Dari satu gardu induk ke gardu induk lainnya. Dari gardu induk ke jaring tegangan menengah dan gardu distribusi. Dari jaring distribusi tegangan menengah ke jaring tegangan rendah dan j g g g g j g g g instalasi pemanfaatan. Lebih spesisifik lagi dalam pembahasan ini akan difokuskan pada Transmisi Tegangan Tinggi atau Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang ada di Indonesia. Pembahasannya bersifat praktis sesuai pengalaman dan pelaksanaan pekerjaan y p p g p p j di lapangan, dengan harapan para profesionalis di bidang pemasangan (konstruktor) instalasi listrik akan lebih mudah dalam mempelajari dan memahaminya. 1

1.2. FUNGSI TRANSMISI
Sebagaimana disebutkan dimuka bahwa transmisi tenaga listrik benfungsi untuk menyalurkan energi listrik dari suatu tempat ke tempat lainnya. Sedangkan transmisi tegangan tinggi, adalah : Berfungsi menyalurkan energi listrik dari satu gardu induk ke gardu induk lainnya. Terdiri dari konduktor yang direntangkan antara tiang-tiang (tower) melalui isolator-isolator, dengan sistem tegangan tinggi. Standar tegangan tinggi yang berlaku di Indonesia adalah : 30 KV, 70 KV dan 150 KV. Beberapa hal yang perlu diketahui : Transmisi 30 KV dan 70 KV yang ada di Indonesia, secara berangsur-angsur mulai ditiadakan (tidak digunakan). Transmisi 70 KV dan 150 KV ada di Pulau Jawa dan Pulau lainnya di Indonesia. Sedangkan transmisi 275 KV dikembangkan di Sumatera. Transmisi 500 KV ada di Pulau Jawa. 2

JENIS TRANSMISI BERDASARKAN KUALIFIKASI TEGANGAN Selama ini ada pemahaman dari para profesionalis ketenagalistrikan bahwa ketenagalistrikan. Di Indonesia.3. Menggunakan kabel udara untuk tegangan ekstra tinggi. Berikut ini disampaikan pembahasan tentang transmisi ditinjau dari kualifikasi tegangannya : 3 . untuk tegangan rendah. Sebenarnya transmisi adalah proses penyaluran energi listrik dari satu tempat ke tempat lainnya. yang dimaksud transmisi adalah proses penyaluran energi listrik dengan menggunakan tegangan tinggi. kosntruksi transmisi terdiri dari : Menggunakan kabel udara dan kabel tanah. Bahkan ada yang memahami bahwa transmisi adalah proses penyaluran energi listrik dengan menggunakan tegangan tinggi dan melalui saluran udara (over head line). dan tegangan rendah (LV). yang besaran tegangannya adalah tegangan ultra tinggi (UHV). tegangan menengah dan tegangan tinggi. tegangan ekstra tinggi (EHV). tegangan menengah (MHV).1. tegangan tinggi (HV).

4 . SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI (SUTET) 200 KV – 500 KV Pada umumnya digunakan pada pembangkitan dengan kapasitas di atas 500 MW.1. Pembangunan transmisi ini cukup efektif untuk jarak 100 km sampai dengan 500 km. memerlukan tapak tanah yang luas. Adanya permintaan ganti rugi sepanjang jalur SUTET. memerlukan isolator yang banyak. Dan lain sebagainya. yang akhirnya berdampak pada masalah pembiayaan.3. Permintaan ganti rugi tanah untuk tapak tower yang terlalu tinggi tinggi. Tujuannya adalah agar drop tegangan dan penampang kawat dapat direduksi j y g p g g p p g p secara maksimal. Masalah lain yang timbul dalam pembangunan SUTET adalah masalah sosial SUTET. sehingga pembangunannya membutuhkan biaya yang besar.1. sehingga diperoleh operasional yang efektif dan efisien. Permasalahan mendasar pembangunan SUTET adalah : konstruksi tiang (tower) yang besar dan tinggi. antara lain : Timbulnya protes dari masyarakat yang menentang pembangunan SUTET.

Jika jarak transmisi lebih dari 100 km maka tegangan jatuh (drop voltage) km. Untuk mengatasi hal tersebut maka sistem transmisi dihubungkan secara ring tersebut. 5 .1.2. system atau interconnection system. sehingga tegangan ini di ujung transmisi menjadi rendah. Ini sudah diterapkan di Pulau Jawa dan akan dikembangkan di Pulau-pulau besar lainnya di Indonesia. dimana 1 sirkuit terdiri dari 3 phasa dengan 3 atau 4 kawat Biasanya hanya 3 kawat dan kawat. jarak terjauh yang paling efektif adalah 100 km. Apabila kapasitas daya yang disalurkan besar. maka penghantar pada masingp p y y g . SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) 30 KV – 150 KV Tegangan operasi antara 30 KV sampai d T i t i dengan 150 KV KV. p g p g masing phasa terdiri dari dua atau empat kawat (Double atau Qudrapole) dan berkas konduktor disebut Bundle Conductor. terlalu besar.3. Konfigurasi jaringan pada umumnya single atau double sirkuit. Jika transmisi ini beroperasi secara parsial. penghantar netral digantikan oleh tanah sebagai saluran kembali.

Three core d Th dengan penampang 240 mm2 – 800 mm2 ti core. Pertimbangan keamanan dan estetika. 6 .3. SALURAN KABEL TEGANGAN TINGGI (SKTT) 30 KV – 150 KV SKTT dipasang di kota kota besar di Indonesia (khususnya di Pulau JAwa) kota-kota JAwa). Inti (core) kabel dan pertimbangan pemilihan : Single core dengan penampang 240 mm2 – 300 mm2 tiap core. karena padat bangunan dan banyak gedung-gedung tinggi. Kabel yang isolasinya berbahan kertas yang diperkuat dengan minyak (oil paper impregnated). Adanya permintaan d pertumbuhan b b yang sangat ti Ad i t dan t b h beban t tinggi. 2 2 tiap Pertimbangan fabrikasi. dengan beberapa pertimbangan : Di tengah kota besar tidak memungkinkan dipasang SUTT.3. i Jenis kabel yang digunakan : Kabel yang berisolasi (berbahan) poly etheline atau kabel jenis Cross Link Poly Etheline (XLPE).1. Pertimbangan pemasangan di lapangan. Untuk ROW juga sangat sulit dan pasti timbul protes dari masyarakat. karena sangat sulit mendapatkan tanah untuk tapak tower.

7 . Direncanakan akan didibangun sub nmarine cable Jawa – Sumatera. misal : pemerintah kota (Pemkot) sampai dengan jajaran terbawah. Panjang SKTT pada tiap haspel (cable drum). maksimum 300 meter. Pada saat ini di Indonesia telah terpasang SKTT bawah laut (Sub Marine Cable) dengan tegangan operasi 150 KV. Untuk Jawa – Madura. misalnya untuk kabel laut.Lanjutan 1. Telkom. Untuk desain dan pesanan khusus. saat ini sedang dibangun SKTT 150 KV yang dipasang (diletakkan) di atas Jembatan Suramadu. Dinas Perhubungan. yaitu : Sub marine cable 150 KV Gresik – Tajungan (Jawa – Madura). Pada saat proses pembangunan memerlukan koordinasi dan penanganan yang kompleks. dan lain-lain. bisa dibuat tanpa sambungan sesuai kebutuhan. Kelemahan SKTT : Memerlukan biaya yang lebih besar jika dibanding SUTT. Beberapa hal yang perlu diketahui : Sub marine cable ini ternyata rawan timbul gangguan. PDAM.3. Kepolisian. Perum Gas. Sub marine cable 150 KV Ketapang – Gilimanuk (Jawa – Bali). karena harus melibatkan banyak pihak.3.

. Gardu g g . Distribusi. Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi yang ada (kemampuan likuiditas. hanya pada jarak (panjang) antara 15 km sampai dengan 20 km. yaitu jaringan distribusi y g yang menghubungkan dari Gardu Induk. lain lain). SUTM. melebihi kondisi ideal di atas.1. efektifitasnya menurun.3. SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) 6 KV – 30 KV Di Indonesia. Jika transmisi lebih dari jarak tersebut. 8 . karena relay pengaman tidak bisa bekerja secara selektif. Penyulang (Feeder). Secara berangsur-angsur tegangan operasi 6 KV dihilangkan dan saat ini hampir semuanya menggunakan tegangan operasi 20 KV. Berdasarkan sistem pentanahan titik netral trafo efektifitas penyalurannya trafo. y g ( ).4. pada umumnya tegangan operasi SUTM adalah 6 KV dan 20 KV. sampai dengan ke Instalasi Pemanfaatan (Pelanggan/ Konsumen). kondisi geografis dan lain-lain) transmisi SUTM di Indonesia disalurkan jauh geografis. Transmisi SUTM digunakan pada jaringan tingkat tiga.

karena berada di tengah kota dan pemukiman padat. Kondisi setempat yang tidak memungkinkan dibangun SUTM. y p Pada saat pelaksanaan pembangunan transmisi SKTM sering menimbulkan masalah. 9 . k lebih it karena h harga kabel yang jauh lebih mahal dibandimg penghantar udara dan dalam pelaksanaan pembangunan harus melibatkan serta berkoordinasi dengan banyak pihak. penanganan (perbaikan) transmisi SKTM relatif sulit dan memerlukan waktu yang lebih lama jika dibandingkan SUTM. SALURAN KABEL TEGANGAN MENENGAH (SKTM) 6 KV – 20 KV Ditinjau d i segi f Diti j dari i fungsi . Beberapa hal yang perlu diketahui : Pembangunan t P b transmisi SKTM l bih mahal d i i lebih h l dan l bih rumit.1. SKTM ditanam di dalam tanah.3. t i transmisi SKTM memiliki f i i iliki fungsi yang sama d i dengan transmisi SUTM. Pertimbangan segi estetika. Beberapa pertimbangan pembangunan transmisi SKTM adalah : SKTM. Kesulitan mendapatkan ruang bebas (ROW).5. khususnya terjadinya kamacetan lalu lintas. Perbedaan mendasar adalah. Hampir seluruh (sebagian besar) transmisi SKTM terpasang di wilayah PT. PLN (Persero) Distribusi DKI Jakarta & Tangerang Tangerang. Jika terjadi gangguan.

3. kota. Di I d Indonesia (PLN) susut tegangan yang diiji k i (PLN).1. dan lain-lain). dengan radius pelayanan berkisar 350 meter. tegangan operasi transmisi SUTR saat ini adalah 220/ 380 Volt. Saat ini transmisi SUTR pada umumnya menggunakan penghantar Low Voltage Twisted Cable (LVTC).6. Luas penghantar jaringan jaringan. Distribusi pelanggan sepanjang jalur jaringan distribusi. Radius operasi jaringan distribusi tegangan rendah dibatasi oleh : Susut tegangan yang disyaratkan. diijinkan adalah + 5 % d l h – 10 %. Sifat daerah pelayanan (desa. 10 dan d . Di Indonesia. SALURAN UDARA TEGANGAN RENDAH (SUTR) 40 VOLT – 1000 VOLT Transmisi SUTR adalah bagian hilir dari sistem tenaga listrik pada tegangan distribusi di bawah 1000 Volt. yang langsung memasok kebutuhan listrik tegangan rendah konsumen.

Perbedaan mendasar adalah SKTR di tanam didalam di dalam tanah. perbaikan lebih sulit dan memerlukan waktu relatif lama untuk perbaikannya. Faktor estetika.3. SALURAN KABEL TEGANGAN RENDAH (SKTR) 40 VOLT – 1000 VOLT Ditinjau d i segi f Diti j dari i fungsi. Jika menggunakan SUTR sebenarnya dari segi jarak aman/ ruang bebas (ROW) tidak ada masalah. antara lain : Biaya investasi mahal. Oleh karenanya transmisi S Ol h k SKTR pada umumnya d d dipasang d d di daerah perkotaan. Jika terjadi gangguan. t i transmisi SKTR memiliki f i i iliki fungsi yang sama d i dengan transmisi SUTR. Penggunaan SKTR karena mempertimbangkan : Sistem transmisi tegangan menengah yang ada misalnya : karena ada.7. h k terutama di tengah-tengah kota yang padat bangunan dan membutuhkan aspek estetika. 11 . karena SUTR menggunakan penghantar berisolasi. Pada saat pembangunan sering menimbulkan masalah masalah. transmisi SKTR memiliki beberapa kelemahan. menggunakan transmisi SKTM. Dibanding transmisi SUTR.1.

1. melibatkan banyak pihak jika dibandingkan dengan SKTT. Untuk di Pulau JAwa. rendah (tanah rata).4. Route SUTT bisa melewati berbagai kondisi geografis. Koordinasi pada saat pelaksanaan pembangunan lebih mudah dan tidak pembangunan. SUTT lebih mudah. Kalimantan. PERTIMBANGAN PEMBANGUNAN TRANSMISI TEGANGAN TINGGI Adanya pertambahan dan pertumbuhan beban pada instalasi pemanfaatan. misal : dataran g g g . sungai. mudah. sehingga untuk menyalurkan energi listrik harus dibangun transmisi tegangan tinggi. Sulawesi sedang dikembangkan menjadi sistem interkoneksi. Karena pembangkit tenaga listrik pada umumnya lokasinya jauh dari pusat-pusat beban. pegunungan. antara lain : Biaya investasi (biaya pembagunan) jauh lebih murah jika dibanding transmisi SKTT. Sedangkan di Pulau Sumatera. Pemilihan transmisi SUTT mempertimbangkan beberapa hal. dan lainlain. lebih cepat dan lebih praktis dalam pelaksanaan pembangunannya. transmisi SUTT 150 KV telah terpasang secara terintegrasi melalui sistem interkoneksi (interconnection system). jika terjadi gangguan mudah dalam perbaikannya. Untuk penyaluran yang jaraknya jauh. perbukitan. 12 . persawahan. Pada saat beroperasi.

maka keselamatan dan kesehatan lingkungan akan terpenuhi pula. S SKLTT).1. ) memiliki resiko tinggi terhadap keamanan dan kesehatan lingkungan. S SUTT.5. ditimbulkannya Satu hal penting yang harus diperhatikan dan dipenuhi. S SKTT. KETENTUAN JARAK AMAN/ RUANG BEBAS (ROW) Transmisi tenaga l listrik yang b k bertegangan tinggi (S (SUTET. dapat diterima oleh masyarakat. Keamanan dan kesehatan lingkungan dapat terpenuhi dengan baik. adalah ketentuan jarak aman/ ruang bebas (ROW) pada daerah yang dilalui oleh jalur transmisi tegangan tinggi. terutama menyangkut masalah besarnya tegangan dan pengaruh medan listrik yang ditimbulkannya. masyarakat Pada jalur SUTT yang lama pada umumnya sepanjang jalur SUTT tidak boleh didirikan bangunan. Dengan terpenuhinya jarak/ aman / ruang bebas (ROW) di sepanjang jalur transmisi tegangan tinggi maka : tinggi. 13 . kesehatan dan sosial. keamanan. dengan pertimbangan selama jarak aman/ ruang bebas (ROW) dipenuhi. Tetapi saat ini di sepanjang jalur SUTT banyak didirikan bangunan. Dampak secara teknik.

5.Lanjutan 1. Jarak aman/ ruang bebas (ROW) pada SUTT 150 KV. 14 . Gambar 1 1.

5.Lanjutan 1. Gambar 2. Jarak aman/ ruang bebas (ROW) pada SUTET 500 KV. 15 .

5. G b 3 Jarak aman/ ruang bebas (ROW) pada SUTT 150 KV yang melintasi sungai dan berada pada daerah muara sungai 16 . Gambar 3.Lanjutan 1.

PONDASI TOWER (TIANG) Berfungsi untuk menyangga tower atau sebagai tapak (kaki) tower. apakah pada posisi suspension. dan lain sebagainya. d i Pertimbangan dalam menentukan pondasi tower : Route map yang akan dilalui jalur SUTT SUTT. posisi tanah tebing/ miring. Besar kecilnya (berat) tower yang akan dipasang pada pondasi. 17 . tanah berpasir. hi l beberapa t type pondasi. Dalam satu route map SUTT. Catatan : • Besar kecilnya pondasi menyesuaikan tower yang akan dipasang. Kondisi tanah yang akan ditempati pondasi. Untuk tension masih memperhitungkan besar kecilnya sudut belokan. Pertimbangan harga tanah aspek sosial dan lain-lain tanah. tanah berbatu.1. • Pada saat ini tower SUTT telah diproduksi di dalam negeri. Posisi pondasi tower. jenis dan konstruksi pondasi terdiri dari beberapa type. tanah berlumpur (sawah atau rawa). lain-lain. sosial. g g p p y g • Masing-masing pabrikan tower memiliki desain dan spesifikasi yang berbeda-beda.2. Hal ini disebabkan adanya beberapa pertimbangan yang dijadikan acuan dalam menentukan t d l t k type pondasi SUTT sehingga muncul b b d i SUTT. tension atau dead end. misal : tanah normal.

Konstruksi pondasi : Untuk menentukan konstruksi pondasi yang akan dipasang harus terlebih dipasang. dahulu dilakukan pengecekan (pengujian) kondisi tanah setempat. Type pondasi : Kode pengenal (notasi huruf) pada type pondasi terdiri dari beberapa macam. Dengan mengetahui kemampuan sigma tanah (daya dukung tanah). Cakar Ayam. DrD. DRD. BN. Injection Micro Pile. untuk mengetahui kemampuan sigma tanah yang akan ditempati pondasi dan tower. Untuk desain konstruksi pondasi jenis tertentu. BS. Cc. beberapa jenis pondasi SUTT. 18 . Pile. BT. terkadang PLN harus membayar royalty fee kepada pemegang patent. Pile.Lanjutan 2. baru bisa ditentukan konstruksi pondasi yang akan dipasang. yang nilainya berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. SUTT antara lain : Pondasi Normal (Normal Foundation) Bump Pile Mikro Foundation). Pada umumnya kode pengenal pondasi adalah : Aa. dan lain-lain. Bor Pile. Bb. CC. Dengan mempertimbangkan kondisi sigma tanah.1. AA. Dd. Staruss Pile. AA.

tambak.2.2. menjadikan pondasi dan letak tower berada pada kondisi tanah yang bermacam-macam jenis. untuk menghindari timbulnya tanah longsor longsor. pada batas tanah milik PLN. 19 . Untuk pondasi tower yang terletak (berada) pada pondasi dan kondisi tertentu. maka harus dipasang (dibangun) tembok/ pasangan beton/ pasangan batu kali p g ( g ) p g p g yang berfungsi untuk menahan pondasi tower. untuk menghindari terjadinya pengikisan tanah pada tapak tower dan agar tanah tidak lembek maka harus dipasang tembok keliling lembek. TEMBOK/ PASANGAN BETON/ PASANGAN BATU KALI PENAHAN TAPAK TOWER Route SUTT yang jauh dan melihat kondisi geografis di Indonesia pada umumnya. rawa-rawa dan tempat berpasir. Tembok/pasangan beton/ pasangan batu kali tersebut dipasang pada dan bertujuan : Posisi dan kondisi pondasi yang terletak di tebing (posisi tanah miring). Posisi dan kondisi pondasi yang terletak di sawah.

Patok tanda batas tanah ini dipasang pada tiang SUTT yang berbentuk tower. pada d umumnya levelnya lebih tinggi dari tanah yang ada di sekitarnya. m. Pemasangan patok tanda batas tanah mengikuti luas tanah PLN. m.2. seterusnya. 20 . m. besar kecilnya tower.3. Tanah T h yang b d pada patok t d b t t berada d t k tanda batas tanah di h diurug d di t k dan diratakan. Patok tanda batas tanah ini terbuat dari beton bertulang yang di atasnya ditulisi “PLN” dan dipasang diempat sudut batas tanah. maka pada tiap lokasi tower PLN dipasang patok tanda batas tanah. sedangkan yang berbentuk Single Pole biasanya tidak dipasang patok tanda batas tanah tanah. PATOK TANDA BATAS TANAH Untuk memberikan tanda dan untuk menghindari terjadinya penyerobotan tanah milik PLN. biasanya ukuran 8 m x 8 m 10 m x 10 m 12 m x 12 m 14 m x 14 m dan seterusnya mengikuti m.

Tower ini berada pada posisi jalur lurus sampai dengan sudut 2 Derajat.2. Tower penegang atau peregang (Tension Tower). TOWER (TIANG) DAN PERLENGKAPANNYA Berfungsi sebagai penyangga kawat (konduktor/ penghantar) yang direntangkan antara tower-tower (tiang-tiang) pada jalur transmisi melalui isolator-isolator. Beberapa jenis tower dan fungsinya : Tower penyangga (Suspension Tower) berfungsi utnuk mendukung ( (menyangga) penghantar SUTT beserta Accesoriiesnya.4. 21 . berfungsi untuk menahan gaya b t d berat dan t ik d i d tarik dari dua arah d i penghantar SUTT T h dari h t SUTT. Tower ini hanya menahan gaya tarik penghantar SUTT dari satu arah saja. sehingga harus kuat y gg ) p g y gg menahan gaya berat dari peralatan listrik yang ada pada tower tersebut. Tower Sudut ( Angle Tower). berfungsi sebagai penegang dan terletak pada posisi paling akhir dari jaringan transmisi SUTT (terletak di dekat switch yard Gardu Induk). disebut juga Tower Penegang. berfungsi menerima gaya tarik akibat dari perubahan arah SUTT. Tower i i b d ini berada pada posisi jalur lurus SUTT (di tengah atau diantara beberapa tower). Tower ini terletak pada belokan route map jaringan transmisi SUTT. Tower Akhir (Dead and Tower).

yang berfungsi untuk menopang k komponen li t ik listrik SUTT. Plate adalah menunjukkan nomor tower dan urutan fasanya. Step bolt. Danger Plate atau plat tanda bahaya. berfungsi sebagai penguat rangka tiang (diagonal tiang). Gambar 4 : Tower dan perlengkapannya 22 . berfungsi sebagai tempat dudukan isolator dan tempat pemasangan kawat tanah (ground wire) Perlengkapan lain tower : Number Plate. adalah kerangka utama tower. Silang-silang. (di l i ) Travers. bahaya Penghalang panjat.4.Lanjutan 2. 3 Bagian-bagian Tower : B i b i T Stub (Kerangka Tower). 3.

disusun sedemikian rupa sehingga membentuk suatu menara (tower) yang (tower). Pada konstruksi jenis ini untuk posisi tiang tertentu (tiang penegang. dilengkapi . kekuatannya disesuaikan dengan kebutuhan. tiang awal/akhir). Konstruksi Manesman: Terbuat dari pipa baja. tiang sudut. Konstruksi jenis ini digunakan di Indonesia hanya di daerah perkotaan yang tidak memungkinkan dipasang menara (tower). g ). g p dengan Guy Wire yang berbentuk tarik (Line Guy) atau tekan (Pole Brace) Gambar 5 : Konstruksi baja tiang SUTT berupa menara 23 . Jarak andongan terendah dengan tanah d t h dan b bangunan adalah ± 7 d l h meter. Bentuk dan Konstruksi Tiang SUTT : Konstruksi baja : Terbuat dari baja profil atau besi siku. Konstruksi jenis inilah yang banyak digunakan di Indonesia.Lanjutan 2.4. Jarak efektif antara tiang adalah 20 meter sampai dengan 40 meter.

Gambar 6 : Konstruksi Manesman Tiang SUTT 24 .4. Konstruksi Tiang Beton (Concrete Pole) : Terbuat dari beton bertulang yang berongga di dalamnya. Konstruksi jenis ini digunakan di kota kota kota-kota besar di Indonesia.Lanjutan 2. apalagi saat ini untuk k memperoleh l h kayu k sangat sulit dan bisabisa lebih mahal jika dibandingkan menggunakan konstruksi jenis lainnya lainnya. karena tidak memungkinkan dipasang tiang bentuk menara. yang mempunyai kekuatan dan umur yang baik dan tidak d tid k perlu melalui proses l l l i pengawetan. Jenis ini jarang digunakan di Indonesia. Konstruksi K K t k i Kayu : : Terbuat dari kayu ulin dan kayu besi.

Gambar7 : b Konstruksi Tiang Beton dan Tiang Kayu SUTT 25 .4.Lanjutan 2.

( bl l ) 26 . karena tidak memerlukan pondasi. antara lain : Pasir urug.5. Patok tanda SKTT. maka komponen sipil . Lempengan beton pengaman. pondasi Beberapa komponen sipil pada SKTT.2. KOMPONEN SIPIL PADA SKTT Berbeda dengan komponen sipil p pada SUTT. Gambar 8 : Komponen Sipil pada SKTT Konstruksi jembatan kabel (apabila melewati sungai). p p pada SKTT lebih sederhana.

Hal-hal yang perlu diperhatikan : Jika arus listrik mengalir pada penghantar.1. AAAC. Pertimbangan lain penggunaan ACSR/T-ACSR. p pada penghantar dan akan menyebabkan terjadinya pemuaian pada penghantar. selain memenuhi ketentuan standard teknik. KONDUKTOR DAN PERLENGKAPANNYA Berfungsi untuk menyalurkan arus listrik dari satu tempat ke tempat lainnya lainnya. karena harganya yang mahal. Jenis kawat yang digunakan : Kawat tembaga (Cu). Saat ini sudah jarang digunakan. 27 . maka akan menimbulkan panas g p p g . g p gg ( Saat ini dikembangkan penggunaan T-ACSR (Thermal-Alluminium Steel Reinforce).7 kali KHA ACSR. mahal Kawat ACSR (Alluminium Conductor Steel Reinforce) : Jenis inilah yang saat ini banyak diginakan di Indonesia. misal : AAC.j g p ( ) yang lebih baik jika dibanding konduktor lai. yang memiliki kemampuan hantar arus (KHA) kurang lebih 1. juga memiliki kemampuan (kekuatan) mekanik .3. p y p Konsdisi tersebut perlu adanya ketentuan standard suhu operasi maksimum penghantar yang diijinkan. PLN menetapkan ketentuan suhu operasi maksimum penghantar SUTT sebesar 750 C. yang pada akhirnya akan menyebabkan timbulnya penurunan andongan (lendutan).

berfungsi untuk melindungi dan penguatan konduktor dari kemungkinan timbulnya kerusakan akibat gesekan penjepit.1. 28 Gambar 9 : Jenis Konduktor ACSR Gambar 10 : Batang Pelindung (Armor g g( Rod) . Beberapa material yang termasuk lengkapan (Accessories) konduktor : Batang pelindung (Armor Rod) Rod). yang diakibatkan getaran karena angin. Ditempatkan b d k t d Dit tk berdekatan dengan klem penjepit (Tension Clamp/ Suspension Clamp).Lanjutan 3. karena angin dan lain-lain. Peredam (Dumper) : Berfungsi untuk mengurangi getaran-getaran pada penghantar h t SUTT maupun pada ground wire.

Joint sleeve harus mempunyai konduktifitas yang baik dan kekuatan mekanis yang tinggi.Lanjutan 3. Gambar 11 : Peredam (Dumper) Gambar G b 12 : Penyambung Penghantar Penyambung penghantar (Joint Sleeve) : g y g Berfungsi untuk menyambung penghantar. Joint sleeve yang digunakan untuk menyambung konduktor ACSR.1. yaitu : bagian dalam untuk sambungan steel dan bagian luar untuk sambungan alluminium. sehingga secara mekanis maupun elektris memenuhi karakteristik 29 penghantar SUTT. terdiri dari dua bagian. . g sistem ini akan Dengan menghasilkan batang pasip. yang sistem penyambungannya adalah sistem tekan (Compression Joint). Joint sleeve juga disebut Mid Span Joint.

1. dihubungkan melalui Jumper Support Insulator. Terdiri dari dua bagian. Repair Sleeve : Berfungsi sebagai pembungkus/ mereparasi/memperbaiki penghantar yang urat-uratnya rusak (putus) (putus). yang pertama sebagai penutup sebagian besar konduktor dan bagian kedua penutup kecil. . Paralel Groove Clamp (PG Clamp) : Berfungsi g untuk menghubungkan g g (penyambung) kawat penghantar pada posisi tower tension. selanjutnya diproses. kecil yang disambungkan ke bagian pertama. sehingga akan berbentuk segi enam enam.Lanjutan 3. Kedua ujung kawat penghantar dari klem p penegang g g y g yang lain. Setelah terpasang . 30 Gambar 13 : Repair Sleeve Gambar 14 : Paralel Groove Clamp .

Tujuannya adalah untuk menjaga agar jarak dengan antara konduktor tidak adanya konduktor dalam satu karena dua pada d atau lebih tiap-tiap phasa tidak berubah dan bertumbukan. Gambar G b 15 : Perentang (Spacer) gaya elektromekanik atau angin angin.Lanjutan 3. Perentang (Spacer) : Berfungsi sebagai pengatur jarak (pemisah) konduktor k d k phasa SUTT.1. 31 .

. Horn Holder. Isolator Tonggak Saluran (lihat gambar 17). antara lain : Isolator. Clamp. Isolator yang digunakan pada SUTT : Isolator Gantung (lihat gambar 16). Yoke. Arching Horn. Tension p. Anchor Sackle. p p. Clevis Eye dan Socket Clevis. 32 Gambar 17 : Isolator Tonggak Saluran Vertikal .3. Pada umumnya terbuat dari porselin atau kasa.2. Suspension Clamp. Gambar 16 : Isolator Piring (Isolator Gantung) Isoalator Isoalato : Berfungsi sebagai isolasi antara konduktor dengan tiang (tower). adalah rangkaian isolator dan perlengkapannya. Ball Clevis. INSULATOR STRINGS & FITTING Yang dimaksud Insulator Strings dan Fitting. Isolator Tonggak Saluran Horizontal (lihat gambar 18). U Blot.

Gambar 18: Isolator Tonggak Saluran Horizontal Gambar 19 : Klem Penegang (Tension Clamp) dengan Mur Baut 33 . Klem Penegang ( Tension Clamp) : Berfungsi untuk penjepit (pengikat) penghantar phasa p pada tower tension (tower ( penegang). Umumnya bahannya terbuat dari campuran alluminium atau tembaga. Jenis press atau Compression Type (lihat gambar 20). Pada SUTT umumnya digunakan jenis klem penegang : Jenis mur baut atau bolt & nut (lihat gambar 19).2. tergantung dari da i jenis penghanta penghantar yang ang digunakan. karena penghantar tembaga tidak digunakan lagi pada SUTT.Lanjutan 3. Pada saat ini Klem Penegang yang terbuat dari campuran tembaga jarang digunakan digunakan.

Klem penyangga (Suspension Clamp) : Berfungsi untuk penjepit (penegang) penghantar pada isolator gantung yang terdapat pada tiang penyangga. mencegah rusaknya (cacat) penghantar yang diakibatkan tekanan klem dan getaran penghantar akibat angin. 34 Gambar 20 : Klem Penengang (Tension Clamp) type Press Gambar 21 : Klem Penyangga (Suspension Clamp) . Pada klem penyangga biasanya dilengkapi dengan batang pelindung (Armor Wire) yang tujuannya adalah Wire). Klem Jembatan (Paralel Groove Clamp) : Berfungsi sebagai penghubung (penyambung/ penggandeng) kedua ujung penghantar dari klem penegang satu d t dengan kl klem penegang.2.Lanjutan 3. Dipasang pada tower penegang.

2. U Bolt : Berfungsi sebagai penghubung antara insulator strings dengan ujung travers tower tempat insulator strings digantungkan (dicantolkan). daerah yang a t gg . d berpolusi tinggi. dan lain-lain. dae a ya g e ga du g po us udaranya normal. tergantung pada spesifikasi SUTT dan juga kondisi jalur yang dilalui (route map) SUTT. adalah : Tanduk busur (Arcing Horn). Jumlah jenis dan type isolator tiap rangkaian. Untuk daerah yang kondisi udaranya baik (tidak mengandung polusi kimia dan ) digunakan Isolator Type Normal. misal : daerah yang kondisi uda a ya o a . berfungsi untuk meratakan (mendistribusikan) medan listrik dan distribusi tegangan yang terjadi pada isolator. dae a ya g udaranya mengandung garam (asin).Lanjutan 3. digunakan Isolator Type Fog (Fog Type Insulator). Cincin Perisai (Grading Ring). daerah yang mengandung polusi kimia tinggi. Sedangkan untuk d k l l d k k daerah yang udaranya h d asin). 35 . Accesories lain yang melengkapi isolator gantung. yang berfungsi untuk melindungi isolator dari tegangan surja.

Untuk kawat tanah (ground wire) dan pentanahan tiang. Jaringan pengaman (Safety Net). antara lain : Kawat Tanah (Ground Wire) dan perlengkapannya. Pentanahan tiang. j l SUTT j g p g ( y ) p g p g p Untuk jaringan pengaman (Safety Net) dan bola pengaman dipasang pada tempat-tempat tertentu jalur SUTT. sesuai kondisi dan kebutuhan setempat. dipasang di sepanjang jalur SUTT. KOMPONEN PENGAMAN (PERLINDUNGAN) Komponen pengaman (perlindungan) pada transmisi tegangan tinggi (SUTT). Komponen pengaman (perlindungan) pada SUTT. memiliki fungsi penting sebagai pengaman (perlindungan) SUTT secara menyeluruh. 36 . Bola pengaman (Balistor) (Balistor).3.3.

Dumper. Gambar 22 : Pemasangan Ground Wire pada Tower 37 . Accesories Ground Wire : Joint Sleeve.3. dengan accesories penghantar. Jumlah ground wire pada SUTT. Accesories ground wire yang memiliki nama/ jenis yang sama g p g . Tension Clamp. tergantung dari spesifikasi yang ditentukan oleh PLN.3. tergantung dari pucuk tower. KAWAT TANAH (GROUND WIRE) DAN PERLENGKAPANNYA Adalah kawat pentanahan (grounding) yang berfungsi untuk mengetanahkan arus listrik saat terjadinya gangguan (sambaran) petir secara langsung. Jumper Clamp. memiliki fungsi yang sama dengan accesories penghantar tersebut. ada yang satu atau dua.1. Pada umumnya ground wire terbuat dari kawat baja (steel wire) d i ) dengan k k t St 35 atau kekuatan t St 50. Suspension Clamp dan PG Clamp.

3. karena pentanahan tiang ini ada dalam pondasi.3. PENTANAHAN TIANG Pentanahan tiang dipasang pada masing-masing tower di sepanjang jalur SUTT.2. Pemasangan pentanahan tiang dilakukan setelah pemasangan Stub Tower dan sebelum pembesian/ pengecoran pondasi. 38 Gambar G b 23 : Pentanahan Tiang . kib j di b i Pentanahan tiang terdiri dari kawat tembaga atau kawat baja g j yang di klem pada pipa pentanahan dan ditanam di dekat pondasi tower (tiang) SUTT. Fungsi pentanahan tiang : Untuk menyalurkan arus listrik dari kawat tanah (ground wire) akibat terjadinya sambaran petir.

JARING PENGAMAN (SAFETY NET) Berfungsi untuk pengaman SUTT dari gangguan yang dapat membahayakan SUTT tersebut dari lalu lintas yang berada di bawah SUTT yang tingginya melebihi tinggi yang diijinkan.3.3. sehingga tidak membahayakan lalu lintas yang melewati persilangan dengan SUTT tersebut. Pada umumnya jaring pengaman dipasang di perlintasan pe lintasan (persilangan) jalan umum dengan jalur SUTT. Fungsi lainnya adalah untuk menjaga kemungkinan putusnya penghantar SUTT.3. Gambar G b 24 : Jaring Pengaman(Safety Net) 39 .

BOLA PENGAMAN (BALISTOR) Dipasang sebagai tanda pada SUTT. digunakan Balistor yang dipasang pada kawat phasa dan p g p p bekerja atas dasar drop tegangan yang dapat menyalakan ion pendar seperti lampu neon (lampu TL) dengan warna kuning kuning.4. 40 Gambar G b 25 : Bola Pengaman (Balistor) .3.3. Pada umumnya dipasang pada kawat tanah (Ground Wire) di daerah yang banyak dilewati lalu lintas udara atau di dekat bandar udara (Bandara). Untuk pengaman pada malam hari. untuk pengaman lalu lintas udara.

Penggunaan i l i j i i i k P isolasi jenis ini karena dianggap relatip cukup baik.1. p g g p Kabel ini adalah sejenis kabel minyak. yang isolasinya terdiri dari y . KABEL TANAH Pada umumnya jenis kabel yang digunakan adalah Kabel Oil Impregnating Paper Failed. sehingga mampu mengisolasi i l i terhadap t h d tegangan kerja sistem. 41 Gambar 26 : Kabel Minyak 150 KV .y g y unsur minyak yang mengimpregnating kertas isolasi untuk membungkus konduktor.4. sebab isolasi cukup tipis dan mempunyai kekuatan secara elektris dan mekanis yang cukup baik.

tetapi mempunyai kekuatan dan keandalan yang baik. Jika terjadi kebocoran minyak minyak. terutama jika SKTT terbagi menjadi beberapa seksi dari panjang kabel yang kurang lebih 300 meter. yang g j .2. y g masing-masing minyak sisi sebelah kiri dan kanan tidak saling bertemu. Gambar 27 : Penampang Sambungan Langsung Kabel Minyak 150 KV Sambungan Terpisah (Stop Joint) : Konstruksi sambungan ini terbagi menjadi dua. SAMBUNGAN (JOINTING) Sambungan Langsung : Konstruksi sambungan ini cukup . 42 Gambar G b 28 : Stop Joint Terpisah Kabel Minyak 150 KV . gg sederhana. tidak menggunakan teknologi tinggi (konvensional). konstruksi jenis ini lebih mudah dalam mencari letak kebocoran.4.

2 bar. maka pada bagian kabel yang rendah akan mempunyai tekanan lebih tinggi. dimana tekanan normal adalah 1. PROSES PENGISIAN MINYAK Proses pengisian : Sepanjang seksi kabel harus terlebih dahulu di vacum vacum. Treatment minyak kabel. Karena perbedaan level.4. Perbedaan level permukaan tanah akan menimbulkan perbedaan tekanan di salah satu sisi kabel. yang disebabkan unsur berat minyak tersebut. 43 Gambar 29 : Proses Vacum Stop Joint. setelah selesai di Installing .3. Memasukkan minyak.

Jika pada tanah ini terdapat pohon/ tanaman/bangunan. sehingga perlu dirundingkan penyelesaiannya. sekeliling tapak tower jalan masuk menuju tapak tower. p g g ruginya. Meskipun pada tanah tapak tower sudah dibeli oleh PLN. ada kemungkinan pihak bekas pemilik tanah masih meminta ganti rugi pohon/ tanamn. Inventarisasi pohon/ tanaman/ bangunan yang akan ditempati tapak tower di tower. misalnya : masalah ganti rugi dan masalah teknis. Jika diperlukan jalan masuk menuju tapak tower dan kemungkinan akan merusak pohon/ tanaman/ bangunan. masalah. PERSIAPAN PEKERJAAN Pengecekan t h d semua route SUTT t t P k terhadap t SUTT. Catatan : Bisa terjadi bahwa patok tanda tempat tapak tower dipindah oleh pihak tertentu sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan timbul tertentu. maka perlu dirundingkan masalah ganti ruginya. agar tidak timbul masalah pada saat pelaksanaan pekerjaan. karena : Untuk pelaksanaan pekerjaan pondasi dibutuhkan tempat yang lebih luas dari tanah yang akan ditempati tapak tower. maka perlu dirundingkan masalah ganti p / / g .5.1. 44 . terutama pada l k i t d lokasi tanah yang akan h k ditempati masing-masing pondasi tower.

mobilisasi peralatan kerja dan mobilisasi material. Pembayaran ganti rugi tanaman/ pohon/ bangunan yang terkena dampak pemasangan pondasi tower Pembuatan Direksi Keet dan gudang lapangan. laporan y p p . dan lain-lain. 45 .1. Persiapan administrasi (surat menyurat). administrasi keuangan dan administrasi teknik : Surat menyurat dan pengurusan ijin-ijin untuk keperluan koordinasi dengan y p g j j p g pihak-pihak terkait.Lanjutan 5. p mingguan. Menyimpan petunjuk-petunjuk dan gambar-gambar pelaksanaan. Menyiapkan format-format dan buku-buku untuk laporan harian. Menyiapkan crew tenaga kerja : Di awal pekerjaan SUTT yang dibutuhkan adalah tenaga kerja ahli dan terampil di bidang pekerjaan sipil (untuk pekerjaan pondasi) dan di bidang pekerjaan mekanikal (untuk pekerjaan Stub Setting dan Erection Tower).

UITZET/ PEMATOKAN Uitzet/ pematokan sangat menentukan untuk melaksanakan pekerjaan selanjutnya. misalnya : seharusnya tower suspension yang berubah p y g posisi menjadi tension. 46 Gambar 30 : Uitzet/ Pematokan . Harus diyakini bahwa posisi patok y g yang menandai tempat tower tidak p bergeser (tidak digeser) dari tempat yang telah ditentukan.2.5. Jika patok tanda l k tower Jik k d letak bergeser. secara teknis akan timbul masalah. Uitzet/ pematokan adalah menentukan letak pondasi pada masing-masing kaki pondasi pondasi.

p y p p p p p p g.5. PEMASANGAN BOUWPLANK Pemasangan bouwplank adalah untuk masing kaki tower. sehingga pada titik pertemuan tarikan benang tersebut diketahui sebagai letak titik tengah (As) masing-masing kaki tower. 47 . g g Berdasarkan pengalaman di lapangan dan kebiasaan para pekerajaan lapangan. p g . Titik As kaki tower diukur dan ditentukan setelah pekerjaan galian tanah p j g selesai.3. pada umumnya papan-papan untuk bouwplank tidak dipasang. menentukan letak (posisi) masing- Pemasangan bouwplank menggunakan kayu papan yang mengelilingi letak pondasi tower dan berbentuk bujur sangkar. karena bouwplank justru akan bergeser jika terkena tanah galian. Dari empat sisi pada titik tertentu ditarik benang.

GALIAN TANAH Galian tanah dilakukan setelah bouwplank terpasang. l l Mikro Pile. sehingga posisi tanah yang akan digali jelas dan tidak terjadi kesalahan galian tanah. Untuk pondasi jenis Bump Pile. Strauss Pile. k l Injection Mikro Pile. harus dilakukan hatihati jangan sampai benang untuk p ( ) menentukan poros (As) kaki tower bergeser.4. Bor Pile. Pekerjaan galian tanah diperuntukkan pada jenis pondasi cakar ayam dan pondasi normal. 48 Gambar 31 : Galian Tanah pada Pondasi Type Normal . tidak ada pekerjaan galian tanah.5. Pada saat melaksanakan pekerjaan galian tanah.

Pada umumnya lantai kerja ini tidak perlu ada pembesian. 49 . Jadi spesi betonnya hanya berupa campuran pasir dan semen atau pasangan batu kali.5. URUG PASIR DAN LANTAI KERJA Gambar 32 : Urug Pasir dan Lantai Kerja Bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah. Sebaiknya disiapkan lubang yang akan digunakan untuk memasukkan pentanahan tiang (tower) dan akan dihubungkan ke kaki tower (stub tower). d i dasar (landasan) tempat pondasi di cor dalam keadaan keras. sehingga hi pada saat d t pengecoran pondasi. apalagi jika tanahnya lembek dan b l l b k d berlumpur.5.

Pada bagian bawah masing-masing kaki tower.3. STUB SETTING DAN PEMASANGAN PENTANAHAN TIANG Adalah pekerjaan penyetelan/ pemasangan bodi utama tower (kaki-kaki tower).2. pembesian dipasang pentanahan tiang (penjelasan dan gambar lihat bagian 3. p y g g sehingga stub tower tidak menancap (ambles) tanah.5. dipasang sepatu stub berupa besi siku yang disilangkan. gambar 23) 50 Gambar 33 : Stub Setting dan Pemasangan Pentanahan Tiang . Setelah stub (kaki) tower dipasang dengan baik dan sebelum pekerjaan pembesian.6. Penyetelan kaki tower akan sangat menentukan kelancaran erection tower selanjutnya.

5.7. PEMBESIAN DAN PEMASANGAN BEKESTING
Pembesian merupakan bagian dari cor pondasi. Besar kecilnya penampang besi dan y p p g pembesian secara keseluruhan, tergantung dari besar kecilnya pondasi dan tower. Pada saat melakukan pembesian harus dilaksanakan dengan hatihati, jangan sampai merubah setting stub (pengesetan kaki tower). Setelah pembesian selesai, dilanjutkan pemasangan bekesting (cetakan beton). Gambar G b 34 : Pembesian dan Pemasangan Bekesting Pondasi Type Normal Pemasangan bekesting termasuk sampai dengan kaki tower yang menyembul di atas tanah. 51

5.8. PERSIAPAN COR PONDASI
Dalam melakukan pengecoran masing-masing kaki-kaki pondasi tower, harus diselesaikan tuntas (tidak boleh terpotong). Oleh karenanya hal penting yang harus diperhatikan dan dipenuhi p sebelum cor pondasi adalah : Jika kondisi galian tanah rentan longsor, harus dipasang turap dengan kuat dan baik. Bekesting harus telah terpasang dengan baik dan kuat. Palungan (tempat memasukkan campuran semen ke dalam bekesting) b k ti ) harus h disiapkan di i k dengan baik.

Gambar 35 : Persiapan Cor Pondasi

Material (semen, pasir, air, koral, dan lain-lain) harus telah disiapkan cukup. Perlengkapan kerja (beton molen pompa air vibrator sekop dan lain lain) (beton, molen, air, vibrator, sekop, lain-lain) harus disiapkan lengkap dan memadai. Kesiapan tenaga kerja dan supervisor (pengawas). 52

5.9. PELAKSANAAN COR PONDASI
Pengecoran pada masing masing masing-masing kaki tower dilakukan secara terus menerus dan tuntas, tidak boleh ada tenggang waktu yang terlalu lama. lama Jika dalam satu kaki tower di cor p p , beberapa kali dalam beberapa hari, dikhawatirkan senyawa pada sambungan cor menjadi kurang baik. Kekuatan beton ditentukan dalam notasi K, misal : K-175, K-225, K350 dan seterusnya, tergantung dari spesifikasi yang telah ditentukan dalam kontrak.

Gambar 36 : Cor Pondasi Tower

Pada saat cor dibuat “kubus beton”, untuk dilakukan uji kekuatan beton, sebagai bukti bahwa pondasi telah memenuhi syarat kekuatan betonnya betonnya. Pengujian (test) tekan hancur beton dilakukan di laboratorium konstruksi (biasanya di Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan di Perguruan Tinggi setempat, atau di tempat lain yang direkomendasikan). 53

(vibrator) Jika pekerjaan dalam keadaan emergency dan membutuhkan penyesalan cepat. yang seharusnya baru boleh di-erection di erection towernya pada umur beton 28 hari. Jenis dan volume adittive yang dicampurkan bermacam-macam.Lanjutan 5.9. 4. bisa dipersingkat menjadi 3. 5 hari dan seterusnya. Agar campuran beton merata. tergantung sampai seberapa cepat waktu yang dibutuhkan untuk a tu ya g d butu a u tu pengerasan beton. 54 . Gambar 37 : Turap yang dipasang pada tanah yang mudah ambrol Dengan campuran Adittive ini. setelah campuran beton dituangkan harus diaduk dengan mesin penggetar (vibrator). maka beton diberi campuran Adittive. cepat dimana pengerasan beton juga harus dipercepat. padat dan tidak berongga.

disekeliling galian harus dipasang g g p g turap yang kuat. berlumpur berpasir dan lain lain) lain-lain) yang mudah ambrol dan meluber. berpasir. 55 .Lanjutan 5. Jenis pondasi tergantung jenis dan kondisi k di i tanah setempat. sehingga pada saat pengecoran tidak ambrol.9. G b 38 h Gambar Gambar 38 : Pondasi Jenis Cakar Ayam menunjukkan gambar pondasi tower jenis cakar ayam. Pada kondisi tanah tertentu (misal : berlumpur.

Setelah bekesting dibongkar. Tetapi harus dilakukan secara bertahap/ berlapis. tidak boleh sekaligus selesai. Pada saat melakukan urug balik. PEMBONGKARAN BEKESTING DAN URUG BALIK Pembongkaran bekesting dilakukan apabila umur beton telah mencukupi (beberapa hari setelah pelaksanaan cor pondasi). dilanjutkan dengan melakukan pengurugan k b li ( kembali (urug b lik) balik) tanah. sampai dengan selesai. kemudian dipadatkan dengan menggunakan alat pemadat tanah (Stamper).5.10. dilanjutkan untuk lapisan urugan selanjutnya. Gambar 39 : Pembongkaran Bekesting dan Urug Balik 56 .

57 Gambar 40 : Erection Stub Tower dan SilangSilang (Diagonal). Biasanya jika pengecoran dalam keadaan normal (tidak menggunakan campuran Adittive/ untuk mempercepat pengerasan t k t beton). l i Urutan pelaksanaan erection tower : Pemasangan stub (kaki tower) secara bertahap seksi demi seksi. .11. Pemasangan silang-silang (diagonal) t (di l) tower. ERECTION TOWER Ereetion Tower dilaksanakan setelah pondasi tower dinyatakan benar-benar mengeras. pekerjaan erection baru dilaksanakan setelah umur pondasi mencapai 28 (dua puluh delapan) hari j k h i sejak pengecoran selesai. Pemasangan travers dan pucuk tower.5.

Pemasangan Danger Plate dan Number Plate. FINISHING DAN PEKERJAAN LAIN-LAIN Yang termasuk finishing. Pemasangan patok batas tanah milik PLN. Bila perlu sampai satu atau dua tingkat (seksi stub).12. terutama didaerah yang rawan pencurian pencurian. Pengerasan bolt & nut tower. bolt & nut dimatikan (di las).5. Pemasangan Penghalang Panjat Tower. meliputi pekerjaan : Perataan tanah sesuai dengan g luas tanah yang dimiliki PLN pada tapak tower. Penyempurnaan mata intan (plesteran kaki tower). 58 Gambar 41 : Perataan Tanah & Patok Batas Tanah Milik PLN .

. Pemasangan tembok penahan pondasi (kalau ada). Plat Tanda Bahaya (Danger Plate). 59 Gambar 42 : a. Penghalang Panjat Tower. Pekerjaan finishing tersebut biasanya dilaksanakan setelah pekerjaan penarikan konduktor (stringing) diselesaikan. c. dengan maksud agar tidak terjadi kerusakan ketika dilaksanakan pekerjaan stringing. a Plat Nomor Tower (Number Plate) Plate). Pemasangan b l P bola pengaman/ / Balistor (kalau ada).Lanjutan 5. b.12. a b c Pekerjaan lain-lain : Pemasangan Vang Net (kalau kebetulan 1 paket dengan pekerjaan SUTT).

dengan pertimbangan : Volume pekerjaan stringing SUTT harus melalui jalur yang panjang (jauh). y p g Timbulnya kerusakan dan pembongkaran untuk keperluan ROW dan saat pelaksanaan pekerjaan harus diselesaikan diantisipasi pada saat persiapan pekerjaan. Permintaan ganti rugi kerusakan tanaman/ bangunan yang terlalu tinggi (tidak wajar). Dan berbagai permasalahan lainnya. hutan tanaman pangan. perkebunan perkebunan.6. 60 . PERSIAPAN PEKERJAAN Identifikasi permasalahan. jaringan listrik dan telepon. beberapa hal yang harus diperhatikan : Pekerjaan harus berjalan kontinyu dan tidak boleh terhenti (berhenti) karena timbulnya masalah di lapangan. Adanya protes dari masyarakat yang tidak menyetujui pembangunan SUTT. persawahan.1. dan lain-lain). Pada saat pelaksanaan pekerjaan dan untuk keperluan ruang bebas/ jarak aman. hutan jati. Melewati berbagai macam area (rumah/ bangunan bangunan. yang terkadang tidak diprediksi dan tidak diperhitungkan sebelumnya.

adanya protes dari masyarakat. tidak tersendat dan terhenti serta agar tidak timbul permasalahan. Kerugian di sisi PLN karena penyerapan anggaran yang tertunda dan penjualan energi listrik yang tertunda. Dampak jika antisipasi kurang matang : p j p g g Ada kemungkinan pada saat pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Timbulnya kerawanan keamanan dan dampak sosial sosial. Akan muncul biaya tak terduga untuk pengamanan peralatan kerja dan material yang ada di lapangan. dan lain-lain.Lanjutan 6.1. maka perlu antisipasi sejak awal. Kerugian masyarakat karena tertundanya dalam memanfaatkan listrik. Bentuk antisipasi ini adalah melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya. maka pembengkaan biaya menjadi sangat besar. Antisipasi yang harus dilakukan : Agar dalam pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar. Jika terhentinya pekerjaan berlangsung lama. karena akan berdampak pada sistem yang lain. Pengaruh terhadap sistem ketenagalistrikan secara lebih luas. 61 . misalnya : karena ganti rugi yang belum beres. harus terhenti (dihentikan).

y setempat. Perumka. Menyiapkan Direksi Keet dan gudang di lapangan.1. Pemkab/ Pemkot beserta jajarannya. Hal ini menyangkut penyelesaian ganti rugi. akibat pelaksanaan pekerjaan. Karena pekerjaan SUTT bersifat mobile dan routenya panjang. laporan harian. dan lain-lain. Telkom. Perhutani. biasanya Direksi Keet dan Gudang. gambar-gambar pelaksanaan. 62 . bangunan dan lain-lain. Mengurus dan mengkoordinasikan berbagai permasalahan dan perijinan/ p pemberitahuan yang terkait dengan berbagai pihak. dan lain-lain. laporan mingguan. Antisipasi dan persiapan pekerjaan : Identifikasi dan inventarisasi terhadap kemungkinan timbulnya kerusakan tanaman. dan lain-lain. y p y g y g p j p j . menyewa dan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. yang diperlukan untuk mencatat berbagai kejadian dalam pelaksanaan pekerjaan. Menyiapkan buku-buku dan format-format laporan. PT. misalnya : PLN y g g g p . Menyiapkan informasi yang menyangkut petunjuk pelaksanaan kerja.Lanjutan 6.

g .Lanjutan 6.p Gambar G b 44 : Scaffolding (Crossing dengan SUTT) 63 . dan lain-lain. banguan. Gambar 43 : Stegger (Crossing dengan JTM dan gg g g Jalan Raya) l ) Penyelesaian pembayaran ganti rugi tanaman.1. kabel telepon. . pohon. Pemasangan stegger (scaffolding) pada lintasan SUTT yang bersilangan (crossing) dengan jalan. bangunan. rel KA.

cat dan kotorankotoran lainnya. minyak. Jenis Insulator Strings berdasarkan jenis tower : Suspension Insulator Strings. Jumper Support Insulator.2.6. PEMASANGAN INSULATOR STRINGS Menyiapkan isolator sesuai volume kebutuhan di masing-masing area. Melaksanakan pengesetan isolator dan rangkaiannya sesuai data masing-masing tower dari seluruh tower yang ada. Dead End Insulator Strings. p g Tension Insulator Strings. oli. misalnya : debu. Membersihkan isolator dari kotorankotoran yang menempel. Menginventarisasi kebutuhan isolator dan rangkaiannya pada masing. 64 Gambar 45 : Isolator dalam Kemasan (Packing) .masing tower dari seluruh tower yang ada.

Lanjutan 6.2.
Pemasangan Insulator Strings : Suspension Insulator Strings, dipasang pada tower penyangga ( p (suspension). Adalah tower yang ) y g terletak pada posisi SUTT lurus, tetapi bukan tower penegang. Tension Insulator Strings, dipasang pada tower belokan dan tower penegang (tension). Dead End Insulator Strings, dipasang pada tower awal/ akhir SUTT. Jumper Support Insulator, dipasang pada tower tension dan tower awal/ akhir akhir. Pada cross arm paling atas dari g g tower dipasang p g masing-masing Snatch Block, yang berfungsi untuk alat menaikkan (kerekan) insulator strings. 65

Gambar 46 : Insulator Strings Set Selanjutnya menaikkan Insulator St gs Strings ke cross arm dan e c oss a da mengaitkannya (memasang) pada cross arm.

Lanjutan 6.2.
Gambar 47 sampai dengan gambar 53 menunjukkan proses pemasangan Insulator Strings, bagian-bagian Insulator Strings dan Insulator Strings dalam keadaan telah terpasang pada travers.

Gambar 47 : Menaikkan Insulator Strings ke Travers

66

Lanjutan 6.2.

Gambar 48 : Single Suspension Insulator Strings(A), Suspension Clamp (B), Armour Rod (C) dan Dumper (D)

67

Lanjutan 6.2. Double Tension Insulator Strings dan Jumper Support Insulator pada Tower Belokan (Tower Tension) 68 . Gambar G b 49 : Single Tension Insulator.

Gambar 50 : Pemasangan Tension Insulator Strings & Proses Sagging 69 .2.Lanjutan 6.

Gambar 51 : Single dan Double Tension Insulator Strings 70 .2.Lanjutan 6.

Lanjutan 6.2. Gambar 52 : Double Suspension Insulator Strings 71 .

2. Gambar 53 : Single Tension & Jumper Supoort Insulator St i I l t Strings pada Tower Belokan (Tension) d T B l k (T i ) 72 .Lanjutan 6.

Lanjutan 6.2. Gambar 54 : Insulator Strings Terpasang pada g p g p Gantry Gardu Induk 73 .

yaitu : Persiapan umum. PENARIKAN KONDUKTOR & GROUND WIRE Dalam pelaksanaan pekerjaan stringing SUTT salah satu pekerjaan pokok SUTT. adalah penarikan konduktor dan ground wire. Secara umum ada tiga bagian utama dalam pelaksanaan pekerjaan penarikan konduktor dan ground wire yang harus dilakukan. maka perlu antisipasi dan persiapan secara khusus dan matang.6. Persiapan penarikan (pemasangan pilot wire). 74 . Proses dan pelaksanaan penarikan konduktor dan ground wire.3. harus di cek terlebih dahulu seluruh jalur yang akan dilalui pekerjaan stringing apakah telah aman. Mengingat pada proses stringing merupakan pekerjaan yang sering menimbulkan masalah. terutama pada jalur persilangan (crossing) dengan jalan. Sebelum proses penarikan konduktor dan ground wire dilaksanakan. dan lain sebagainya h b i harus sudah t d h terpasang stegger/ scaffolding d t / ff ldi dengan b ik baik.

dipasang Montage Roll yang berfungsi untuk lewatnya Pilot Wire dan konduktor serta g ground wire. arm-nya tower. dilanjutkan dengan persiapam penarikan (pemasangan Pilot Wire).6. Sedangkan pada tower tension.3. Tujuannya adalah untuk menahan Cross Arm dari kemungkinan timbulnya pembengkokan pada saat dilaksanakan penarikan konduktor dan ground wire. Pada suspension insulator yang telah terpasang pada jalur penarikan. Setelah persiapan umum kita lakukan dengan baik. PERSIAPAN UMUM Meletakkan (menempatkan) mesin-mesin penarik (Engine Winch dan Real Winder) pada jalur-jalur penarikan Tensioner Engine atau Break pada Drum Area. dengan dibantu Wire Rope yang telah dipotong dan disesuaikan kebutuhan. 75 . Pada masing-masing tower yang berada di depan mesin penarik dan dan mesin penegang (Tensioner) semua cross arm nya dipasang achoer ke body tower (Tensioner). dimana pada tempat tersebut juga diletakkan Haspel-Haspel Konduktor dan Ground Wire Wire. Montage Roll langsung dipasang g p . g g g p g pada cross arm.1.

sesuai dengan panjang Small Pilot Wire. Setiap Winch dan Tensioner diperlukan beberapa gulung Small Pilot Wire.000 meter. panjangnya lebih kurang 200 meter. Antara gulungan yang satu dengan gulungan lainnya disambung dengan Wire Clips. Pemasangan Big Pilot Wire : Setelah Big Pilot Wire sampai pada Engine Winch. Penggelaran sekaligus dilaksanakan pada Montage Roll yang telah terpasang.3.6. maka Big Pilot Wire dari Break Machine (Tensioner) disambung dan ditarik ke arah Engine Winch. Setiap gulungan Small Pilot Wire.2. d k t d k t E i Wi h Panjang Big Pilot Wire bisa mencapai 10. PERSIAPAN PENARIKAN (PEMASANGAN PILOT WIRE) Pemasangan Small Pilot Wire : Melaksanakan penggelaran Small Pilot Wire dari arah Drum Area ke arah Engine Winch Puller Engine. Selanjutnya Small Pilot Wire digulung dengan Reel Winder yang diletakkan dekat dekat Engine Winch. 76 .

pada saat berlangsungnya proses penarikan.2. maka Drum (Haspel) konduktor dan ground wire dilewatkan pada Tensioner serta dililitkan sesuai reelnya (alur) dari Tensioner. Pada saat Big Pilot Wire sudah sampai di tempat Engine Winch. 77 . Persiapan penarikan konduktor dan ground wire : Konduktor dan ground wire ditarik dengan menggunakan Big Pilot Wire dari Drum Site ke arah Engine Winch.3. sehingga diperlukan material (perlengkapan) bantu yang berupa Yoke yang dilengkapi dengan Counter Weight. Penarikan konduktor dilakukan sekaligus. Fungsi Tensioner adalah untuk mengatur ketinggian konduktor dan ground wire dari tanah.Lanjutan 6.

3. dilaksanakan oleh pekerja yang telah siap pada tower jalur Pilot Wire.6. 78 . Memindahkan Yoke dari Rol sisi Drum Site dan Rol sisi Engine Site. PROSES DAN PELAKSANAAN PENARIKAN KONDUKTOR & GROUND WIRE Ujung konduktor dan ground wire dihubungkan dengan Yoke yang telah dilengkapi Counter Weight. dengan menggunakan Pulling Grip dan Beugel. Setelah Yoke sampai pada Rol-Rol yang terpasang pada tower. dilakukan penyetopan Engine dan Tensioner. sedangkan ujung Big Pilot Wire dihubungkan dengan Yoke menggunakan Beugel.3. maka dilakukan penyambungan dengan gulungan (haspel) lainnya. Beugel Proses penarikan : Penarikan konduktor dan ground wire mengikuti jalur Pilot Wire Wire. Penyetopan dilakukan oleh pekerja pengawal Counter Weight dengan menggunakan sarana komunikasi Handy Talky. Penyambungan konduktor dan ground wire : Apabila konduktor dan ground wire dalam satu gulungan (haspel) telah p g g g ( p ) habis ditarik.

proses penyambungannya dua kali. Untuk sambungan ground wire yang pada umumnya menggunakan kawat GSW. GSW penyambungan dilakukan satu kali karena semua urat kawatnya kali. sama. Agar pada saat melalui rol-rol kabel sambungan tidak mengalami kerusakan. Penyambungan d P b dengan menggunakan J i t Sl k Joint Sleeve t type C Compression. hingga ujung konduktor dan ground wire sampai pada E i Wi h (D d E d T d i i d Engine Wich (Dead End Tower). maka diberi pengaman yang berupa Joint Protector Protector. terbuat dari steel. ) Pemasangan Tension Clamp dan Persiapan Sagging : Setelah Counter Weight sampai pada Engine Winch.3. i Untuk sambungan konduktor (konduktor line/ phasa) yang pada umumnya menggunakan kawat ACSR. Begitulah seterusnya proses penarikan dilakukan. yaitu penyambungan (j i t sleeve) steel d b (joint l ) t l dan penyambungan (j i t sleeve) b (joint l ) alluminium.Lanjutan 6. ujung-ujung konduktor dan ground wire dilepas dari Yoke.3. 79 .

p Salah satu ujung konduktorn dan ground wire di klem dengan Tension Cl T i Clamp. Demikianlah D iki l h proses d dan pelaksanaan penarikan k d kt d l k ik konduktor dan ground wire d i pada masing-masing phasa/ line dilaksanakan.3. Selanjutnya salah atu ujung konduktor dan ground wire dipasang Tension Clamp dan dikaitkan (dipasang) pada Tension Insulator Strings. k karena andongan (sagging) dari konduktor dan ground wire tersebut masih belum mempergunakan Come Along pada tower yang lain. dengan terlebih dahulu diatur andongannya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan PLN.3. 80 . Pada i i j P d sisi ujung yang satunya b l t belum di dipasang sempurna. mengikuti ketentuan dan tatacara p p / y g .Lanjutan 6. Untuk penarikan konduktor dan g ground wire pada phasa/ line yang lain. g seperti yang diuraikan di atas.

Pada tower-tower kontrol yang ditentukan antara tower tension dipasang pesawat Theodolit untuk mengukur dan mengetahui clearance andongan (sagging) konduktor dan ground wire. 81 .4. pada tower tension yang ujung konduktornya belum di klem. selanjutnya dilaksanakan pekerjaan pengaturan andongan (sagging). Selanjutnya dilakukan pemasangan Tension Clamp pada ujung konduktor dan ground wire. Ketentuan besar kecilnya tarikan dan tinggi rendahnya andongan konduktor dan ground wire. Dengan demikian pekerjaan sagging telah selesai.6. Untuk mengatur clearance andongan (sagging) dipergunakan alat penarik yang berupa Small Engine. PENGATUBAN ANDONGAN (SAGGING) Setelah penarikan konduktor dan ground wire antar Section Drum Site dan Engine Site selesai dilaksanakan seluruhnya. disesuaikan dengan spesifikasi SUTT.

j y p g ( p g) p selalnjutnya dilakukan pemasangan Klem (Clamping) pada tower-tower penyangga (Suspension Tower). Selanjutnya diteruskan dengan pengerasan klem-klem.5. CLAMPING DAN PEMASANGAN ACCESORIES Dengan selesainya pekerjaan sagging dan dead & clamp kedua ujung konduktor dan ground wire dipasang pada masing-masing tower tension. 82 . yaitu : untuk konduktor ke Suspension Insulator Strings dan untuk ground wire di t k d i dipasang (dik itk ) pada C (dikaitkan) d Cross A Arm paling atas ( t k li t (untuk double ground wire) atau pada pucuk tower (untuk single ground wire). Proses dan pelaksnaan clamping : Memindahkan konduktor dan ground wire dari Montage Roll ke posisinya masing-masing.6. Pekerjaan lainnya : Pemasangan Jumper Support Insulator pada tower tension lengkap dengan pemasangan Jumper Conductor dan Paralel Groove Clamp.

agar tidak berubah dan tidak bertumbukan satu dengan lainnya. Tujuan pemasangan S T j Spacer adalah untuk menjaga j k antara k d kt yang d l h t k j jarak t konduktor satu dengan konduktor lainnya dalam satu phasa. misalnya : dua atau empat. Catatan : Jarak d k dari kl klem pada Insulator String k Stock Bridge Dumper. d l ke k d disesuaikan dengan ketentuan yang diberikan PLN. 83 . Pemasangan Stock Bridge Dumper untuk masing-masing konduktor dan ground wire. karena adanya gaya elektromagnetik atau angin.5. Apabila jumlah konduktor pada masing-masing line (phasa) lebih dari satu.Lanjutan 6. maka harus dipasang pemisah atau perentang (Spacer).

6.6. GAMBAR-GAMBAR PELAKSANAAN PEKERJAAN STRINGING SUTT Gambar 55 : Wire Rope (Pancingan Konduktor dan Ground Wire) 84 .

Gambar 56 : Tensioner 85 .6.Lanjutan 6.

6.Lanjutan 6. Gambar G b 57 : Engine Winch (A) dan Reel Windeer (B) 86 .

6. Gambar 58 : Counter Weight.Lanjutan 6. 87 .

Gambar 59 : Proses P P Penyambungan K d kt ACSR dengan menggunakan b Konduktor d k Joint Sleeve Type Compression 88 .6.Lanjutan 6.

Lanjutan 6.6. Gambar 60 : Penyambung Konduktor ACSR (Joint Sleeve) yang telah terpasang. 89 .

90 .6.Lanjutan 6. Gambar 61 : Standby Conduktor dengan bantuan Montage Rol (Posisi konduktor jauh dari Tensioner).

Gambar 62 : Joint Sleeve Ground Wire. 91 .6.Lanjutan 6.

b bangunan. Dengan pengecekan akan diketahui apabila terjadi kekurangan pekerjaan. Memperbaiki bangunan yang rusak (kalau ada). pohonh pohon. sehingga langsung dilakukan langkah-langkah perbaikan. yang diakibatkan oleh proses pengangkutan peralatan dan material kerja pada saat pelaksanaan stringing. dan lain-lain yang mengalami kerusakan atau karena ditebang.7. 92 . dari sisa-sisa (limbah) pekerjaan. Memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak (kalau ada). PEKERJAAN FINISHING Secara umum pekerjaan fi i hi S k j finishing adalah melakukan pengecekan t h d d l h l k k k terhadap semua scope pekerjaan yang telah dikerjakan. yang diakibatkan oleh pelaksanaan pekerjaan.6. Melaksanakan pembongkaran stegger (scaffolding) dan membersihkan lokasi pekerjaan sepanjang jalur SUTT. yang diakibatkan pada saat pelaksanaan pekerjaan stringing. Menyelesaikan pembayaran ganti rugi k M l ik b ti i kerusakan t k tanaman. dengan maksud : Untuk mengetahui apakah pekerjaan telah dilaksanakan secara baik dan benar.

Melaksanakan pengecekan sepanjang jalur SUTT. 93 . Memperbaiki tanah yang rusak.Lanjutan 6. dan lain sebagainya. yang d b k h k digunakan sebagai l d k b landasan ( (tempat) ) peralatan kerja stringing. laporan progress phisik.7. Menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi teknik. laporanlaporan pekerjaan. Mengembalikan (retour) material sisa pekerjaan ke gudang PLN. pembuatan asbuilt drawing. untuk mengetahui keadaan SUTT apakah benar-benar sudah aman dari gangguan pohon-pohon / bangunan atau kemungkinan masih terdapat sisa-sisa material yang menempel pada k d kt atau di atas t d konduktor t t tower. Melaksanakan Commissioning Test atau pemeriksaan dan pengujian seluruh route SUTT SUTT.

sehingga dinyatakan siap untuk diopersikan dan secara resmi dapat diserahterimakan kepada Pemberi Kerja. Sebelum dan pada saat akan dioperasikan harus diyakini terlebih dahulu bahwa instalasi listrik tersebut benarbenar aman untuk dioperasikan. harus dilakukan pemeriksaan dan pengujian atau commisoning test. Apakah instalasi listrik telah memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku.1. Tujuannya adalah untuk meyakinkan bahwa instalasi yang diperiksa dan diuji. p Untuk meyakini bahwa instalasi listrik telah benar-benar aman dioperasikan. ik tidak serta merta langsung boleh dioperasikan. 94 .7. baik alat demi alat maupun sebagai sub sistem dan sistem. keberadaannya harus telah memenuhi persyaratan dan ketentuan teknis yang berlaku. PENGERTIAN COMMISSIONING TEST Pekerjaan i t l i li t ik yang t l h selesai dik j k P k j instalasi listrik telah l i dikerjakan d dan akan di k dioperasikan. Secara umum pengertian Commisioning Test adalah : Serangkaian kegiatan pemeriksaan dan pengujian instalasi tenaga listrik yang telah selesai dikerjakan dan akan diopersikan. telah berfungsi semestinya dan memnuhi persyaratan kontrak.

tidak rusak. tidak cacat phisik.2. teropong tetapi tidak menggunakan bantuan alat uji/alat ukur ukur.7. misal : teropong. Pemeriksaan pemasangan (konstruksi) yang meliputi : Pemeriksaan rangkaian alat/barang/material yang telah terpasang. Melihat apakah perlengkapan yang dipasang dalam kondisi baik. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah alat/barang/material yang dipasang telah sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak. dan lain sebagainya). LMK. SPLN. Pemeriksaan pemasangan atau rangkaian konstruksi konstruksi. j y g g y g p g apakah telah sesuai dengan gambar rencana maupun peraturan yang berlaku (SNI. yaitu : Pemeriksaan sifat tampak (visual check). dan lain-lain. Pemeriksaan sifat tampak (visual check). PUIL. 95 . RUANG LINGKUP COMMISSIONING TEST Pemeriksaan : P ik Merupakan bagian dari Commisioning Test. Ada 2 (dua) jenis pemeriksaan. yang meliputi : Pemeriksaan item per item alat/ barang/material yang telah terpasang. dengan cara melihat langsung terhadap peralatan/ material maupun konstruksi instalasi listrik yang telah terpasang secara kasat mata dan atau melalui bantuan alat tertentu. Tujuannya adalah mengetahui alat/ barang/material yang dipasang. secara phisik tidak ada kelainan.

Memeriksa k d k d k k kondisi konduktor. 96 . Memeriksa kelengkapan isolator. yaitu rangkaian semua komponen dalam satu kesatuan (sistem) SUTT. Memeriksa kondisi isolator apakah semuanya dalam keadaan baik dan isolator. tidak ada yang pecah atau retak dan tidak ada kotoran yang menempel.7. apakah semuanya dalam keadaan baik dan tidak ada bagian yang berkarat. tidak cacat phisik. ground wire d d dan joint sleeve. COMMISSIONING TEST PADA TRANSMISI Pemeriksaan sifat tampak (Visual Check) : Memeriksa kondisi tower. tidak b l h ada l d k boleh d yang cacat (rantas) dan pengepresan harus baik (tidak longgar dan tidak terlalu kuat).barang lainnya yang terpasang p g p / g y y g p g pada SUTT. yang pada prinsipnya semua dalam kondisi baik. sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan yang berlaku. Jadi pada pemeriksaan konstruksi ini. termasuk bolt & nut-nya. tidak rusak dan tidak kotor. harus benar-benar telah terpasang dengan baik. yang diperiksa adalah rangkaiannya. bersih. Pemeriksaan pemasangan (konstruksi) : Memeriksa semua komponen SUTT sebagaimana disebutkan di atas. secara phisik tidak ada kelainan.3. Memeriksa semua perlengkapan/material. apakah dalam keadaan baik dan tidak cacat.

97 . maka dilakukan pengujian dengan menggunakan alat uji/ alat ukur. dengan menggunakan alat uji/ alat ukur Earth Resistance Tester. Alat uji/ alat ukur yang digunakan adalah Mega Ohm Meter/ Megger/ Insulation Resistance Tester. Pengujian transmisi relatif lebih sederhana dan tidak serumit pengujian instalasi pembangkit tenaga listrik maupun gardu induk. p g j g gg Catatan : Dalam melakukan pengujian agar hati-hati dan menggunakan alat ukur yang benar-benar presisi dan tidak rusak. Pada transmisi yang diuji antara lain : Tahanan isolasi isolator.3. Tahanan pembumian. Untuk item pekerjaan tertentu yang tidak bisa dilihat secara kasat mata (tidak bisa dilihat secara kasat mata). tahanan isolasi antara phasa dengan phasa dan tahanan isolasi antara phasa dengan kawat netral.Lanjutan 7.

harus diyakini bahwa seluruh route jaringan benar-benar aman benar benar aman. PT. maka Transmisi telah siap untuk dioperasikan. Pemerintah Kabupaten/ Kota setempat. PLN (Persero) Jasa Sertifikasi. Pihak Kontraktor Listrik yang mengerjakan Transmisi.7. PT PLN (P (Persero) t k it ) terkait. pekerjaan oleh Kontraktor kepada Pemberi Kerja. Oleh karenanya sebelum dioperasikan/ dimasuki tegangan (Energizing). 98 . pengoperasian Transmisi harus dilaksanakan secara lebih hati-hati. Agak berbeda dengan pengoperasian Gardu Induk yang hanya di satu tempat tempat. PT. Dalam pengoperasian transmisi melibatkan pihak-pihak : j ( gg ) Pihak Pemberi Kerja (Pengguna Jasa). karena berada pada area dan route yang panjang. beserta jajarannya. PENGOPERASIAN TRANSMISI Apabila tahap Commissioning Test telah dilaksanakan dan diselesaikan dengan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan telah dioperasikannya transmisi dilanjutkan dengan penyerahan transmisi.4. selaku pihak yang memberikan Sertifikat Laik Operasi (SLO).

sehingga dapat dilaksanakan serah terima pekerjaan (serah terima pertama).8. pelaksana pekerjaan (Kontraktor) masih mempunyai t i tanggungan pekerjaan yang akan dil k k j k dilaksanakan (jik t d k (jika terdapat t kekurangan yang tidak signifikan) selama masa pemeliharaan.1. Tetapi pada umumnya pembayaran termijn hanya dib ik 95% d i t t l nilai k t k h diberikan dari total il i kontrak. 99 . berarti phisik pekerjaan telah mencapai 100 % (seratus persen). Kekurangan ( i ) pekerjaan dib tk K k (sisa) k j dibuatkan B it A Berita Acara d l dalam b t k “P di bentuk “Pending Item” pekerjaan. Pada saat serah terima pertama ini. Selanjutnya K t kt b k S l j t Kontraktor berkewajiban memberikan J i jib b ik Jaminan P Pemeliharaan yang lih berupa Bank Garansi (Garansi Bank). SERAH TERIMA PERTAMA Setelah Transmisi beroperasi dengan baik. Dengan dilaksanakannya serah terima pertama ini. maka pekerjaan tersebut dapat dinyatakan selesai.

MASA PEMELIHARAAN Yang dimaksud masa pemeliharaan adalah masa atau periode waktu tertentu dimana Kontraktor harus melakukan pemeliharaan terhadap pekerjaan yang telah dikerjakan. Pengembalian (retour) material ke gudang PLN.2. kewajiban Kontraktor untuk menyelesaikan/ memperbaiki/ menyempurnakan hi l ik / b iki/ k hingga sesuai d i dengan k t k kontrak. Untuk pekerjaan Transmisi. antara lain Penyelesaian ganti rugi yang masih tersisa. sisa pekerjaan yang ditoleransi dikerjakan pada masa pemeliharaan (k lih (karena b l belum di l ik diselesaikan pada saat sebelum S h T i d t b l Serah Terima Pertama). Jadi jika selama masa waktu pemeliharaan terdapat kekurangan pekerjaan yang menyebabkan tidak sesuai dengan kontrak.8. yang keterlambatannya tidak disebabkan oleh Kontraktor Kontraktor. 100 . Pekerjaan lain yang diakibatkan bukan karena ketidaksiapan Kontraktor. Pembuatan asbulit drawing. Berita B it acara penyelesaian sisa pekerjaan (P di It ) l i i k j (Pending Item).

kenyataannya Kontraktor masih harus memberikan jaminan terhadap y g p g Peralatan Material yang terpasang. Pada umumnya jaminan diberikan selama 1 (satu) tahun sejak Serah Terima Kedua. maka dapat dilaksanakan penyerahan pekerjaan kedua (Serah Terima Kedua). SERAH TERIMA KEDUA Apabila masa pemeliharaan (garansi) telah dilampaui dan sisa pekerjaan selama masa pemeliharaan telah diselesaikan dengan baik.3. maka hubungan kontraktual antara Pemberi Kerja (PLN) dengan Kontraktor telah berakhir. 101 . maka pembayaran retensi k b i sebesar 5% (lima persen) dilaksanakan (dibayarkan). Jaminan yang diberikan berupa Jaminan Bank (Bank Garansi). maka pihak Kontraktor masih berkewajiban memperbaikinya. Jadi kalau ada kerusakan peralatan/ material yang disebabkan bukan karena kesalahan operasi atau bencana alam. Dengan telah dil k D l h dilaksanakannya S h T i k Serah Terima K d Kedua. Catatan : Meskipun secara legal aspect seharusnya hubungan kontraktual berakhir.8. Dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua.

karena : Route SUTT yang panjang. terutama pihak eksternal (masyarakat) yang akan dilalui dan disekitar jalur SUTT. sering terjadi pekerjaaan terpaksa harus terhenti beberapa hari.9. sehingga pekerjaan berpindah-pindah tempat (mobile). Akibat berbagai permasalahan tersebut. ASPEK MANAJEMEN Dari sisi konstruksi. Dalam pelaksanaan pekerjaan melibatkan banyak pihak. Pihak yang terlibat dan terkait dalam pelaksanaan pembangunan pekerjaan SUTT. bahkan ada yang sampai terhenti bertahun-tahun. beberapa minggu. pekerjaan Transmisi adalah pekerjaan yang sederhana sehingga dalam pekerjaannya tidak sulit. 102 . beberapa bulan. Yang rumit dan terkadang menyulitkan adalah masalah-masalah non teknis. Permasalahan-permasalahan di lapangan antara lain : Masalah M l h ganti rugi t ti i tanah. b bangunan.1. d l i l i dan lain-lain. Kesulitan mendapatkan ruang bebas/ jarak aman (ROW). antara lain : Kontraktor Listrik selaku pelaksana pekerjaan. t h tanaman. Ketidaksediaan masyarakat untuk dilalui jalur SUTT. Pabrikan/ Distributor/ Supplier/ Fabrikator komponen listrik. Pemberi Kerja atau Instritusi Pengguna (PLN).

103 .1. Kontraktor harus mampu mengindetifikasi dan melaksanakan secara baik tentang alur proses pekerjaan. sekaligus memiliki kemampuan tentang manajemen konflik. maka aspek manajemen harus mendapatkan perhatian dan penanganan sebaik-baiknya. Pelaksana (petugas) lapangan harus jeli melihat kemungkinan timbulnya masalah. Importer dan Transporter Transporter. Mengingat kompleksitas permasalahan yang dihadapi. Kontraktor harus mampu menangani setiap masalah yang timbul dengan sebaik-baiknya d responsif t h d segala masalah yang dih d i b ik b ik dan if terhadap l l h dihadapi. maka : Kontraktor harus mampu mengkoordinasikan semua pihak dengan sebaikbaiknya.Lanjutan 9. Karena pekerjaan ini banyak berpotensi timbul masalah (konflik). Masyarakat setempat yang akan dilalui dan yang ada di sekitar jalur SUTT. bahkan secara khusus ditangani oleh para personil yang berpengalaman di bidang pekerjaan g p p y g p g g p j Transmisi. sejak dari awal sampai dengan berakhirnya kontrak. Pemkab/ Pemkot setempat beserta jajarannya yang akan dilalui jalur SUTT.

Jenis dan ruang lingkup aktifitas yang harus dilakukan antara lain : : dilakukan. dan lain –lain). Semua jenis dan ruang lingkup pekerjaan yang ada dapat dilaksanakan sesuai dengan jadual yang telah dibuat dibuat.1. Pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang memuaskan. Pelaksanaan phisik pekerjaan sejak dimulainya pekerjaan sampai serah terima pekerjaan. d l i l i ) A b ilt D i dan lain-lain). sehingga : Alur dan proses pekerjaan dapat diketahui dengan mudah. Pengkoordinasian pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik. Keuangan (pembayaran komponen/ peralatan/ bahan/ material).Lanjutan 9. Administrasi teknik (pembuatan Kurva S. Time Schedule. Salah satu aspek manajemen yang cukup penting dan harus dipenuhi. pelaksanaan. 104 . jaminan pemeliharaan. Asbuilt Drawing. Dan lain sebagainya. Format Schedule. Keamanan dan keselamatan pekerja maupun pekerjaan. Administrasi keuangan (pembuatan jaminan uang muka jaminan muka. Administrasi : Pengurusan ijin-ijin. dalam pembuatan “Network Planning”.

9. Kriteria Kontraktor Listrik yang menjadi pelaksana pekerjaan Transmisi. juga harus mengacu pada UU 15/ 1985 tentang Ketenagalistrikan. Harus memiliki pengalaman pekerjaan sejenis dengan pekerjaan yang dikerjakan. selain harus mengacu pada UU 18/ 1999. Memiliki peralatan kerja yang memadai. (Arsitektural.2. Khusus untuk bidang Elektrikal. tinggi. bidang elektrikal memiliki kekhasan dan kekhususan dibanding yang lain. gg g ( ) y g Memiliki Penanggung Jawab Teknik (PJT) yang bersertifikat Keahlian Kualifikasi Ahli Utama di bidang Teknik Tenaga Listrik. 105 . Elektrikal dan Tata Lingkungan). sesuai dengan pekerjaan yang ditangani. Bidang Elektrikal selain sangat spesifik juga memiliki resiko tinggi spesifik. Mekanikal. adalah : Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang sesuai dengan klasifikasi dan kualifikasi pekerjaan yang dikerjakan. Sipil. KRITERIA KONTRAKTOR LISTRIK Usaha jasa konstruksi terdiri dari 5 (lima) bidang yaitu ASMET (Arsitektural Sipil bidang. dikerjakan Memiliki personil (tenaga kerja) yang berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan Transmisi.

Setiap dan semua pekerjaan dalam pelaksanaannya harus berkoordinasi dengan Pengawas Pekerjaan (PLN) (PLN). para personil (tenaga kerja) harus mendapatkan p pelatihan khusus tentang K3. Harus disediakan alat keselamatan kerja yang lengkap lengkap.3. sehingga pekerja tidak seenaknya berlalu lalang di lokasi tertentu yang membahayakan. masalah K3 harus dipatuhi secara lebih ketat disamping itu yang harus diperhatikan dan dipenuhi : ketat. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA Aspek yang sangat penting yang harus dipenuhi dalam melaksanakan pekerjaan. Terlebih apabila melaksanakan pekerjaan pada lokasi Transmisi Eksisting yang bertegangan. adalah aspek kesehatan dan keselamatan kerja.9. Apalagi untuk pekerjaan elektrikal yang beresiko tinggi. g Untuk pelaksanaan pekerjaan Transmisi Eksisting. 106 . Di lokasi pekerjaan harus dipasang rambu-rambu tanda bahaya. Semua pihak harus mematuhi dan menjalankan peraturan K3 dengan baik. Harus ada Supervisor yang khusus menangani dan mengkoordinasikan masalah K3. aspek K3 harus menjadi perhatian utama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->