P. 1
FILSAFAT HUKUM

FILSAFAT HUKUM

|Views: 1,557|Likes:
Published by Hamid da vinci

More info:

Published by: Hamid da vinci on Mar 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2013

pdf

text

original

FILSAFAT HUKUM

Pendahuluan A. Membincangkan Istilah Filsafat dan Filsafat Hukum Filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan memiliki pengertian yang cukup luas, misalnya saja apa yang oleh Plato sijelaskan sebagai “ilmu/ajaran tentang kesunyataan abadi” atau sebagaimana dijelaskan oleh Aristoteles sebagai ilmu/ajaran tentang kebenaran, dengan demikian meliputi metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika, yang ruang lingkupnya paling tidak meliputi empat hal yaitu: a. Apa yang dapat kita ketahui? b. Apa yang harus kita perbuat? c. Apa yang dapat kita harapkan?, dan d. Apa manusia itu? Kata filosofi diambil dari perkataan Yunani yaitu Philos (suka, cinta) dan Sophia (kebijaksanaan). Jadi kata itu berarti cinta kepada kebijaksanaan. Ada lima definisi filsafat. Pertama, filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Kedua, filsafat adalah proses kritik atau pemikiran terhadap pemikiran dan sikap yang sangat kita junjung tinggi. Ketiga, filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan yang dibedakan dari filsafat kritik. Keempat, filsafat adalah analisis logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep. Kelima, filsafat adalah sekumpulan problema-problema yang langsung yang mendapat perhatian dari manusia yang dicarikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat. Adapun istilah filsafat yang dikenal, yang ada kaitannya dengan filsafat hukum antara lain: legal philosophy, philosophy of law, legal theory, jurisprudence, rechts filosofie dan lain sebagainya. Pengertian filsafat hukum pun ada berbagau pendapat, yaitu merupakan ilmu, bagian dari filsafat yang objeknya hukum, menyangkut hati nurani, merupakan filsafat terapan dan praktis, merupakan filsafat teoretis, merupakan filsafat khusus yaitu hukum, merupakan sub species dari filsafat etika dan lain sebagainya. Permasalahan filsafat hukum diantaranya meliputi:

keadilan). . Ilmu di sini diartikan sebagai kegiatan berpikir. mulai dari aliran Hukum Alam. B. Anthropological Juriprudence. d. Hal ini dikemukakan Plato dan Aristoteles. Mazhab Sejarah. 2. mengundang komentar antara lain dari Mochtar Kusumaatmadja. Filsafat hukum merupakan filsafat terapan.1. Beliau mengatakan bahwa legal philosophy tidak sama dengan filsafat hukum. mengapa orang menaati hukum. Filsafat hukum dapat diterapkan di dalam masyarakat dengan cara menyusun teori hukumnya. Pengertian Pengertian filsafat hukum antara lain: a. Masalah hakikat hukum. Optatif (tujuan hukum. Filsafat hukum berkaitan dengan persoalan nurani manusia sebagaimana dijelaskan oleh Gustav Radbruch. Masalah tujuan hukum. hubungan hukum dengan kekuasaan. Menjelaskan Persoalan Mendasar dari Filsafat Hukum Peristilahan Adanya istilah legal philosophy. istilah legal dan legal philosophy sama dengan undang-undang atau resmi. hal ini dikatakan oleh Zoachim Friedrich. Aliran Positivisme Hukum. Filsafat hukum merupakan ilmu. hal ini dikemukakan oleh Zevenbergen. c. Mochtar Kusumaatmadja mengatakan bahwa filsafat hukum merupakan bagian dari filsafat yang objeknya khusus hukum. Indikatif (kenyataan-kenyataan social yang mendalam). Istilah filsafat hukum sebaiknya diterjemahkan ke bahasa asing sebagai: philosophy of law atau Rechts filosofie. b. Masalah konsepsi-konsepsi tentang hukum yang dikemukakan oleh para pendukung aliran-aliran dalam filsafat hukum. Selanjutnya. jadi kurang tepat sebagai pengertian/peristilahan yang sama dengan filsafat hukum. Aliran Sociological Jurisprudence. mengapa Negara berhak menghukum. Filsafat hukum merupakan filsafat khusus. Hukum bukan hanya undang-undang dan hukum bukan hal-hal yang sama dengan resmi belaka. Mazhab Unpad. 3. masalah pembinaan hukum. yang didukung oleh teori-teori: Imperatif (asal mula hukum).

Mochtar Kusumaatmadja memberi pengartian pada yurisprudensi yaitu ilmu yang mempelajari pengertian dasar dan sistem hukum secara lebih mendalam. 4) Poetika (aestetika). filsafat etika adalah spesies dan filsafat hukum merupakan sub spesiesnya Ruang Lingkup Filsafat Menurut Aristoteles. matematika. disebut pula teori hukum. bahwa ilmu hukum meliputi: 1) Recht dogmatiek. yang meliputi: ilmu pengetahuan alam. ekonomi. 4) Recht Politiek. Pengertian-pengertian dasar dan sistem hukum tersebut. metafisika (filsafat kosmologi). kalau dihubungkan dengan pengertian jurisprudence akan sama artinya. Filsafat hukum merupakan filsafat teoretis. g. 2) Algemeine Recht leer (termasuk di dalamnya teori hukum). Pendahuluan B. Menurut Bellefroid dalam inleiding tot de Recht Wettenschap. 3) Recht Sociologie. Filsafat hukum merupakan bagian dari filsafat etika. filsafat meliputi: 1) Logika 2) Filsafat teoritis. f. yang meliputi: etika. misalnya: kesenian Alam Berpikir Hukum dalam Telaah Berbagai Aliran/Mazhab Hukum A. Recht historie. 3) Filsafat praktis. politik. bahwa filsafat hukum dibicarakan tersendiri begitu pula teori hukum. Filsafat hukum merupakan filsafat praktis. Dapat diartikan. Latin Logica. 5) Recht filosofie. Jadi pengertian teoretis di sini. Recht vergelijking. Yunani Logike atau Logikes yaitu apa yang termasuk ucapan yang dapa dimengerti atau akal . Bender berpendapat bahwa: filsafat adalah genus.e. bahwa filsafat hukum agar mudah diterapkan harus pula disusun teori hukumnya. Logika Istilah logika dalam bahasa Inggris disebut Logic.

jika motif bertindaknya adalah ekstern. terdiri dari tiga kelompok besar. yang norma-normanya berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Adlaah moral jika motif bertindaknya bersifat intern. Soejoeno Koesoemo Sisworo. Kaum Stoa/Zeno. Macchiaveli. membedakan Ilmu Hukum Metafisis dan Ilmu Hukum Empiris. Sebagai hukum yang kekal dan abadi. Aristoteles. dari alam semesta dan dari akal budi manusia. Seneca. Pitagoras. dan hukum alam itu lepas dari konvensi. Grotius (Hugo de Groot). Mazhab dan Aliran Pemikir Hukum Aliran Hukum Alam Hukum alam adalah hukum yang digambarkan berlaku abadi.budi yang berfungsi baik. Zaman Baru. Immanuel Kant. Oleh Kant. 2. Dari keseluruhan periode aliran hukum alam/hukum kodrat dapat diabstrasikan 3 karakteristik yang umum fundamental yaitu: . Parminides. sistematis. perundang-undangan atau lain-lain alat kelembagaan. C. teratur. ilmu pengetahuan dan kecakapan utnuk berpikir dengan lurus. Kant menganggap hukum alam bersumber pada kategoriche Imperative. Adil. begitu jauh tidak terikat oleh waktu dan keadilan dalam tingkatan yang paling mutlak kepada segenap umat manusia. adalah hukum. “logic si the science and art of correct thinking”. Agustinus dan Thomas Aquinas 3. Jean Bodin. yaitu: 1. Heraclitos. dan betul (Definisi Realis). teratur. John Locke. Anaximander. Dalam Pidato Pengukuhan Guru Besarnya. Konsepsi dasarnya adalah “bertindaklah kamu demikian. Dari abad pertengahan. dapat dimengerti. mengemukakan sub-sub aliran hukum kodrat (nama lain dari hukum alam). Socrates. Pufendorf. Aliran Zaman Kuno di Yunani dan Romawi. pembedaan hukum dengan moral didasarkan pada motivasi tindakan itu. Hukum alam adalah hukum yang berakar pada bathin manusia atau masyarakat. Kaum Sofist. sehingga alasan tindakamu dapat dijadikan alasan bertindak oleh manusia lainnya. Hobbest. Logika itu adlah ilmu tentang berpikir (Definisi Nominal). Plato. Bertolak dari persepsi hukumnya yang memandang hukum sebagai suatu keharusan. Rousseau.

dengan demikian mencakup semua persyaratan moral yang hakiki bagi kesejahteraan umat manusia”. 2. tidak ada suatu peraturan hukum yang tidak memiliki asal-usul pada tujuan ini. John Stuart Mill dan Rudolf von Jhering. “keadilan bersumber pada naluri manusia untuk menolak dan membalas kerusakan yang diderita. Jhering menggabungkan pemikiran Bentham dan Stuart Mill. baik oleh diri sendiri maupun oleh siapa saja yang mendapatkan simpati dari kita. dan evaluasi hukum dilakukan berdasarkan akibatakibat yang dihasilkan dari proses penerapan hukumm. tapi lebih dari itu. yakni sebagai batu penguji yang radikal revolusioner. “Tujuan adalah pencipta dari seluruh hukum.. Menurut Bentham. Menurutnya. Menurutnya. yaitu pada motif yang praktis”. “The aim of law is The Greatest Happiness for the Greatest Number”. Hukum kodrat berfungsi bukan sekedar sebagai mata ukuran bagi hukum positif.1. Perasaan keadilan akan memberontak terhadap kerusakan. - Utilitarianisme Tokoh terkemuka aliran ini adalah Jeremy Bentham. maka isi hukum adalah ketentuan tentang pengaturan penciptaan kesejahteraan Negara. Berdasarkan orientasi itu. hakikat keadilan. adalah tetap abadi dan berlaku bagi umum bagi semua zaman dan bangsa-bangsa. Hukum kodrat sama halnya dengan alam. Menurutnya. - Mazhab Hukum Historis . 3. Tuhan dan akal budi. dalam arti manakah hukum positif itu nyata-nyata bertentangan dengan hukum kodrat maka hukum positif dapat dikesampingkan dan atau dilanggar.. penderitaan. hakikat kebahagiaan adalah kenikmatan dan kehidupan yang bebas dari kesengsaraan. Menurut John Stuart Mill juga berpendapat bahwa suatu perbuatan itu hendaknya bertujuan untuk mencapai sebanyak mungkin kebaikan. Hukum kodrat hanya dapat dikenali secara tunggal oleh dan dengan akal budi.. Tujuan hukum adalah kesejahteraan yang sebesarbesarnya bagi rakyat.

sehingga tiap bagian harus diuji tujuan dan akibatnya. kedudukan hukum tertulis dan tidak tertulis. menurut Roscoe Pound tugas utama hukum adalah rekayasa sosial. Aliran Hukum Sosiologis Sociological Jurisprudence merupakan aliran yang memberikan perhatian sama pentingnya kepada faktor-faktor penciptaan dan pemberlakuan hukum. Kekuatan untuk membentuk hukum terletak pada rakyat. Hukum adalah bagian dari rohani mereka. perkembangan hukum tidak semata-mata merupakan bagian dari jiwa rakyat. realisme adalah gerakan dalam pemikiran dan kerja tentang hukum Realisme adalah konsepsi hukum yang terus berubah dan alat untuk tujuan-tujuan sosial. Menurutnya.Pelopor aliran ini adalah Friedrich Karl von Savigny. fungsi hukum sebagai sarana rekayasa sosial dengan perkembangan hukum yang baik dan cara penerapan hukum. . yang juga mempengaruhi perilaku mereka. Aliran Sociological Jurisprudence lebih mengarah kepada kenyataan daripada kedudukan dan fungsi hukum dalam masyarakat. Oliver Wendel. 2. Perhatian aliran ini tidak sekedar pada esensi hukum tetapi juga esensi perkembangan hukum. Jerome Frank adalah tokoh-tokoh yang membangun aliran ini dengan ciri: 1. dengan fungsi utama antara lain untuk melindungi kepentingan pribadi secara seimbang. yaitu masyarakat dan hukum. Tidak ada mazhab realis. Mereka mempunyai ikatan rohani dan menjadi kesatuan jiwa dan bangsa. melainkan juga menjadi bidang ilmu hukum. Erhlich dan Roscoe Pound mencetuskan pemikiran : Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup di dalam masyarakat”. Sociological Jurisprudence lebih menekankan pada masalah evaluasi hukum (kualifikasi hukum yang baik). yang terdiri dari kompleksitas individu dan perkumpulan-perkumpulan. Holmes dan Karl Llewellyn. Pembentuk undang-undang harus mendapatkan bahnnya dari rakyat dan ahli hukum dengan mempertimbangkan perasaan hukum dan keadilan masyarakat. - Aliran Hukum Realis-Pragmatis John Chipman Gray.

Realisme menekankan pada evolusi tiap bagian dari hukum dengan mengingat akibatnya. keserasian dalam bidang hukum yaitu kedamaian/vreedzaamheid. Manusia sebagai pengatur dan pengarah ritme pembangunan. estetik. b. Hakikat Filsafat dan Tuntunan Kearifan dalam Diri Manusia Filsafat sebagai sistem meliputi 3 wilayah permasalahan: a. Pendahuluan: Beberapa Masalah Mendasar Tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh hukum khususnya dilihat dari aspek filosofis adalah pencapaian tertinggi tentang hukum yaitu hakikat hukum. Realisme menganggap adanya pemisahan sementara antara hukum yang ada dan yang seharusnya ada untuk tujuan-tujuan studi. . 5. Pembangunan hukum sangat penting dan mendasar karena merupakan upaya atau sebuah perjalanan dari kondisi-kondisi riil atau keadaankeadaan nyata (realitas) menuju kepada desiderata (yaitu semacam visi yang hendak direalisasikan dengan melaksanakan misi pembangunan dalam terang dan di bawah tuntutan paradigma. permasalahan kasunyataan/zijnproblemen (mewujudkan metafisika tentang manusia dan alam). etik. B. keserasian dalam bidang sopan santun. 4. dan iman keagamaan/het religieus waardevolle). permasalahan pengetahuan/kennisproblemen (Wissenschaftlehre teori kebenaran. permasalahan nilai (teori nilai. seyogianya apabila nilai-nilai iman dan keagamaan ikut berperan di dalamnya. logika). melalui landasan kasih sayang kemanusiaan. keadilan yang dipandu oleh arahan rahmat Tuhan. Tinjauan Filsafat Hukum Tentang Penegakan dan Penemuan Hukum di Indonesia A. Ini dapat dimasukan ke dalam kelompok “Nilai Iman Keagamaan” (het religieus waardevole). Realisme tidak percaya pada ketentuan dan konsepsikonsepsi hukum. Manusia dalam kehidupan diri dengan masyarakatnya memiliki tujuan: 1. teori pengetahuan. 2. dan c.3. yaitu kesedapan/wallevandheis. sepanjang ketentuan dan konsepsi hukum menggambarkan apa yang sebenarnya dilakukan oleh pengadilan dan orang-orang.

menilai atau menghubungkan nilai b. Penegakan hukum melihat hakim sebagai manusia yang akan memahami nilainilai hukum yang hidup dalam masyarakat. Tokohnya adalah Aristoteles. bahkan perasaan halus yang mendambakan taufik hidayah dan inayah Allah c. Alinea Pertama. yang diujikan pada hati nurani. . C. Perenungan transedental d. Wawasan filosofis. Pada dasarnya tugas hakim dalam menegakan hukum terkait erat dengan persoalan filsafat hukum. Thomas Aquinas dan Hugo Grotius. karenanya ia digambarkan sebagai hukum yang berlaku abadi. tujuannya tidak lain adalah pencapaian mutu kehidupan yang lebih tinggi. yang secara substansial mengandung pokok pikiran tentang apa yang kita pahami sebagai “peri-keadilan”. Mazhab Hukum Alam Hukum Alam adalah hukum yang normanya berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. paling tidak memiliki sifat-sifat: a. yang meliputi aspek lahir maupun bathin. tugas hakim secara konkrit adalah mengadili perkara. yang pada dasarnya merupakan penafsiran terhadap realitas. Mengenal Lebih Dekat Beberapa Mazhab Pemikiran Hukum A. dari alam semesta dan dari akal budi manusia. Hal ini menunjukkan bahwa secara substansial penemuan hukum hakim terkait dengan Pembukaan. dan Hakikat Penegakan Hukum E. serta berkelanjutan. Menempatkan hakikat pengertian hukum sebagai pengertian budaya e. yang dapat disebut sebagai penemuan hukum yang menetapkan benar atau tidak benar menurut hukum dalam suatu situasi konkrit berpikir hakim. Berorientasi pada suatu Grundnorm yang transedental metayuridis atau metafisis D. Hakim. Filsafat Hukum. kehidupan lahir-bathin yang bermutu tinggi itu tentu mempersyaratkan adanya keadilan agihan ruang dan waktu dan pemeliharaan lingkungan.Manusia merupakan sumber nilai dalam arti sebagai pencari. pendapat dan sekaligus penimbul berbagai nilai dalam kehidupannya. Wawasan Filsafat Hukum dan Pembangunan Hukum Pembangunan pada dasarnya adalah pengembangan kebudayaan. Deduktif-spekulatif. Sarana primer yang digunakan untuk pendekatan adalah intuisi.

sanksi. Sedangkan menurut Pound. Hukum adalah sarana untuk mengendalikan individu-individu. dan etika. sejarah. Menurut Austin hukum merupakan sistem yang logis. Hukum merupakan suatu alat bagi masyarakat untuk mencapai tujuannya. Semua hukum berasal dari adat istiadat dan epercayaan dan bukan berasal dari pembentuk undang-undang. kemasyarakatan. tetap dan bersifat tertutup serta terdiri atas unsur: perintah.B. dan perundang-undangan. Ajaran berpokok pada pembedaan antara hukum positif dengan hukum yang hidup. kesusilaan. Mazhab Formalistis Menurut mazhab formalis. Keadilan menurut Kelsen adalah masalah ilmu politik. Utilitarianisme Tokoh mazhab ini adalah Jeremy Bentham dan Rudolph Jhering. tidak pada ilmu hukum. dan adalah tugas ilmu hukum untuk mengembangkan suatu kerangka dengan mana kebutuhan-kebutuhan sosial dapat terpenuhi secara maksimal. Bentham mengemukakan agar pembentuk hukum harus membentuk hukum yang adil bagi segenap warga masyarakat secara individual. C. Sociological Jurisprudence Tokoh mazhab ini adalah Eugen Ehrlich dan Roscoe Pound. . Ehrlich mengatakan bahwa pusat gaya tarik perkembangan hukum tidak terletak pada perundang-undangan. Mazhab Kebudayaan dan Sejarah Tokohnya adalah Friedrich Carl von Savigny dan Sir Henry Maine. hukum dan moral merupakan dua bidang terpisah dan harus dipidahkan. Rudolph von Jhering dikenal dengan social utilitarianism. hukum harus dipandang sebagai suatu lembaga kemasyarakatan yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial. Juga keadilan. E. kewajiban dan kedaulatan. agar tujuannya sesuai dengan tujuan masyarakat dimana mereka menjadi warganya. Ajarannya tidak menyangkut kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan hukum. tetapi di dlaam masyarakat sendiri. Hakikat dari sistem hukum menurut Savigny adalah sebagai pencerminan jiwa rakyat yang mengembangkan hukum itu. equity. Masyarakat progresif adalah yang mampu mengembangkan hukum melalui 3 cara. Maine mengatakan masyarakat ada yang statis dan ada yang progresif. Hans Kelsen dengan teori hukum murni mengatakan bahwa hukum tidak boleh dicampuri urusanurusan politik. D. yaitu: fiksi.

Feminisme Jurisprudence Ahli-ahli hukum feminis dengan sangat kritis mencoba melihat bahwa hukum pada dasarnya memiliki ketrbatasan untuk merealisasikan nilai-nilai sosial. bahwa hukum (baik pembentukan aturan. dan Karl Llewellyn. Kedua. Holmes mengatakan bahwa kewajiban hukum hanyalah merupakan suatu dugaan bahwa apabila seseorang berbuat atau tidak berbuat. menawarkan cara interpretasi baru terhadap teks hukum.F. Pendahuluan . Pokok pendekatan kaum realis antara lain: hukum adalah alat untuk mencapai tujuan-tujuan sosial dan hendaknya konsepsi hukum itu menyinggung hukum yang berubah-rubah dan hukum yang diciptakan oleh pengadilan. yang kadangkala istilah tersebut telah cenderung diistimewakan melalui sejarah. meski dekonstruksi itu sendiri tetap berada pada hubungan istilah/wacana tersebut. Realisme Hukum Tokoh yang terkenal adalah hakim agung Oliver Wendell Holmes. Lebih jauh Karl Llewellyn menekankan pada fungsi lembaga-lembaga hukum. Suatu Kewajiban Menegakkan Syariat A. Pembaharuan Hukum. maupun substansinya) sangat bersifat phallocentris (yaitu lebih memihak kepentingan laki-laki). Critical Legal Studies Aliran ini memiliki metode dekonstruksi. perkerjaan dan berbagai kehidupan sosial. sehingga hukum berjalan untuk kepentingan status quo. Jerome Frank. hukum selalu dibayang-bayangi oleh ideologi-ideologi maskulin. I. Dekonstruksi dalam hukum merupakan pembalikan untuk membantu mencoba melihat makna istilah yang tersembunyi. maka dia akan menderita sesuai dengan keputusan suatu pengadilan. teknik ini memberikan metodologi/cara untuk melakukan kritik mendalam tentang doktrin-doktrin hukum. Pertama. kodifikasi mengenai sense data premodial. konstitusi subjektivitas dan konsepsi tentang realita dalam wacana dan pengaruh-pengaruh konstitutif tentang sistem koordinat linguistik tertentu. dekonstruksi dapat menjelaskan bagaimana argumentasi-argumentasi hukum. Balkin memberikan penjelasan bahwa ada 3 hal menarik dalam teknik dekonstruksi hukum. H. Semiotika Jurisprudence Dragan Milovanovic mengidentifikasikan semiotik sebagai penelitian tentang kode-kode linguistik. berbeda dengan idiologi. Ketiga. Feminisme dalam hukum juga menolak bagaimana posisi wanita senantiasa dimarjinalkan dalam perjanjian. G.

Keempat. maka hukum islam telah menjadi bagian dari kehidupan umat. Paling tidak ada 3 (tiga) kecenderungan/pandangan atau sikap umat Islam terhadap penerapan Syariat. Pemikiran ini didukung oleh pandangan: pertama. sebagai hukum yang hidup. Kedua. karena perubahan tidak dilakukan secara mendasar dan paradigmatik. Reformasi harus ditinjau kembali. kelompok skripturalis yang menginginkan hukum Islam diformalkan sebagaimana tertulis dalam teks Al-Qur’an dan Sunnah 2. Inilah makna sesungguhnya reformasi bagi umat islam. yang inheren dalam kehidupan umat islam. sehingga hukum islam tidak lagi dirasakan norma-norma hukum yang dipaksakan dari luar mereka. oleh karena itu mengamalkan ajaran merupakan hal yang tidak dapat ditawar lagi. dan kembali kepada AlQur’an dan Sunnah. Ketiga. yaitu: 1. Kegagalan Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia Pembaharuan hukum mengalami stagnasi.Syariat Islam bagi umat islam perumpamaannya seperti manusia dan nyawanya. selama kurun waktu perkembangan hukum saat ini hukum nasional tidak mampu menjawab berbagai persoalan yang muncul khususnya berkaitan dengan tujuan membawa umah kepada kebahagiaan yang hakiki. kelompok substantialis yang berpandangan penerapan hukum islam tidak mesti persis seperti apa yang disebutkan dalam teks Al-Qur’an dan Sunnah asalkan maqasid al syari’ah (tujuan ditetapkannya hukum islam bisa terlaksana. B. 2:208). dan ke. maka sah-sah saja hukuman lain diterapkan). hukum islam merupakan fenomena kultural umat yang latar belakangnya bisa dilihat dari berbagai segi. aturan-aturan dalam Al-Qur’an dan Sunnah bersifat universal dan terjaga keutuhannya dengan cakupan bidang yang lengkap baik bidang netral maupun tidak. Mahmud Syaltut menjelaskan bahwa Islam merupakan ajaran yang sempurna yang meliputi keyakinan sekaligus sistem hukum. Hukum islam telah hidup dalam masyarakat yang beragama islam di indonesia. Terdapat perselisihan pandangan tidak hanya dengan orang non muslim tetapi juga antara muslim dengan muslim yang akibatnya gaagsan penerapan syariat islam dalam tataran tertentu mengalami kemandulan.mbali kepada ajaran islam yaitu Al-Qur’an dan . yang secara konseptual dapat dikembangkan secara bersama-sama dan menyeluruh. kelompok sekularis yang menginginkan Islam hanyalah sebagai keyakinan saja. yaitu mengembalikan umah dari kungkungan peradaban jahiliyah. artinya seorang Islam tidak punya pilihan lain untuk menjalankan syariat islam dalam kehidupannya (QS. 3.

menempatkan Syariat Islam sebagi sesuatu yang supreme bagi seluruh aspek kehidupan bangsa ini.Sunnah Rasul. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->